P. 1
Atom Hidrogen

Atom Hidrogen

|Views: 80|Likes:
Published by Dede Nurhasanah

More info:

Published by: Dede Nurhasanah on May 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2013

pdf

text

original

Atom Hidrogen

Atom hidrogen terdiri dari sebuah proton yang berat dan relatif diam (biasanya ditemoatkan di titik pusat koordinat) yang bermuatan e, dan sebuah elektron yang lebih ringan (dengan muatan -e) yang berputar mengelilingi proton dalam sebuah orbit tertentu (lihat gambar 4.3). Dari hukum Coulomb, energi potensialnya adalah (dalam satuan SI) [4.52]

, dan persamaan radialnya (Persamaan 4.37) adalah [4.53] .

Gambar 4.3: Atom Hidrogen Tantangan kita kali ini adalah menyelesaikan persamaan ini untuk u(r) dan menghitung energi elektron E yang diijinkan. Atom hidrogen adalah sebuah kasus penting dalam mekanika kuantum yang mana kita akan menyelesaikannya secara detail dengan menggunakan metode yang telah digunakan dalam solusi analitik pada permasalahan osilator harmonik. (Jika setiap lagkah dalam proses ini kurang jelas, kamu bisa melihat kembali pada sesi 2.3.2 untuk penjelasan lebih lengkap.) Kebetulan sekali, potensial Coulomb (Persamaan 4.52) berlaku keadaan kontinu (dengan E > 0), yang menjelaskan hamburan elektron-proton, sebaik pada keadaan terikat diskret, yang merepresentasikan atom hidrogen, tetapi sebaiknya kita menahan perhatian kita mengenai hal ini untuk dibahas kemudian.

4.2.1 Fungsi Gelombang Radial
Tugas pertama kita adalah untuk merapikan notasi. Kita misalkan

45 menjadi .67] .55] . Selanjutnya kita memanfaatkan bentuk asimtotik dari solusi. E < 0. tetapi.53 dengan E. maka persamaan radial menjadi [4.[4. solusi umumnya adalah [4.) Pembagian Persamaan 4. kita asumsikan bahwa untuk nilai yang sangat besar. maka kira-kira Persamaan 4. . nilai menjadi tak berhingga pada . dan .56 menjadi [4. Dengan ini dianjurkan untuk memisalkan dengan [4. maka persamaan 4.54] . kita .56] . pada . pada bagian dalam kurung kotak mendominasi. (Untuk keadaan terikat. Dengan jelas. maka kali ini bagian sentrifugal yang mendominasi[1]. Dengan permisalan tersebut. Di sisi lain. sehingga [4.58] .56] . Dari sini. maka dapatkan bersifat real.

60] . Tetapi bernilai tak berhingga pada . dan turunan keduanya adalah . Permasalahan kita sekarang adalah untuk menentukan koefisien Persamaan 4. Dalam bentuk . Walaupun indikasi pertamanya tidak menguntungkan kita.62] dapat diekspresikan sebagai deret pangkat . Oleh karena itu untuk nilai yang kecil. maka kita harus memilih (4. mari kita kerjakan saja . kita bisa mengasumsikan bahwa solusi dalam : [4..61] Akhirnya.59) .62 terhadap adalah . untuk itu kita perkenalkan fungsi baru : [4. tetapi tidak apalah. Dengan harapan bahwa akan menjadi lebih sederhana dari pada . Solusi umumnya adalah (kamu bisa memeriksanya sendiri) . Turunan pertama . Langkah selanjutnya adalah menghilangkan perilaku asimptotik. maka persamaan radial menjadi [4.

dengan dengan menggunakan normalisasi).] Penurunan lagi terhadap . Kamu mungkin berkata kalau penjumlahan seharusnya dimulai pada . Dengan menyamakan koefisiennya berdasarkan pagkatnya menghasilkan . tulislah ulang penjumlahan yang pertama secara lebih eksplisit.61 kita dapatkan . dan periksalah. Jika ini mengganggumu. [Dalam penjumlahan kedua kita telah menamakan ulang “indeks durni”: . yang akan ditentukan secepatnya . sehingga kita bisa memulai penjumlahan sama seperti biasanya yaitu dimulai pada . dan dari Persamaan 4. atau [4. tetapi faktor dapat menghilangkan permasalahan tersebut. dan karena itu fungsi dengan : kita mulai (ini akan menjadi konstanta secara keseluruhan. .63] .. sehingga .63 kita dapatkan menggunakan hasil ini kembali.[2] Sekarang. Dalam daerah ini. Dengan memasukkan ini ke dalam Persamaan 4. demikian seterusnya. Rumusan rekursi ini menentukan nilai koefisien. formula rekursi menjadi . kita akan memperoleh . di mana didominasi oleh pangkat yang terbesar). kita lihat seperti apa bentuk koefisiennya untuk nilai j yang besar (ini berhubungan dengan nilai yang besar pula.

Dengan jelas (Persamaan 4. Untuk saat ini anggap saja ini adalah solusi eksaknya.65] .67] (yang dinakamakan dengan bilangan kuantum utama).54 dan 4. Harus terjadi pada suatu nilai integer maksimal. (Ini bukanlah suatu kebetulan bahwa ini akan muncul lagi disini. dan oleh sebab itu [4. . Maka . Karena menentukan nilai E (Persamaan 4. Eksponensial positif tentunya adalah perilaku asimptotik yang tidak kita inginkan dalam Persamaan 4.66] (dan koefisien yang berada diluar ini akan hilang dengan sendirinya).57.55): . itu hanya tidak menjadi satu seperti apa yang kita inginkan. kita punya [4.63) . karena tidak ternormalisasi. yang akan menjadi tak berhingga pada yang besar. seperti di bawah ini [4.68] .) hanya ada satu cara untuk keluar dari dilema ini: deret haruslah berhenti.[4.64] . ini mencerminkan bentuk asimptotik pada beberapa solusi persamaan radial. Definisikan [4.

Ini adalah formula Bohr yang terkenal-hasil yang paling penting dari setiap pengukuran dalam mekanika kuantum. maka energi yang diijjinkan adalah [4.55 lagi) bahwa [4. . di mana [4.60) [4. Ini berlanjut (dari Persamaan 4.70] .71] . l. dengan .36 dan 4. dan m): [4.73] Dengan jelas bahwa fungsi gelombang spasial untuk atom hodrogen ditandai dengan tiga bilangan kuantum (n.[4.68 kita dapatkan bahwa [4. Bohr mendapatkannya pada 1913 yang mana tidak dapat diterapkan dalam fisika klasik dan awal-awal kelahiran teori kuantum (Persamaan Shroedinger belum muncul hingga tahun 1924). Pengkombinasian Persamaan 4.68] .75] .55 dan 4.72] adalah jari-jari Bohr. di mana (merujuk kembali pada Persamaan 4.74] .

77] . Dengan menormalisasikannya. sehingga [4. yang mana . Dengan jelas energi ikat atom hidrogen (nilai energi yang harus diberikan pada elektron untuk mengionisasi atom) adalah 13.31. Formula dengan rekursi terpotong setelah menghasilkan ). . yang sesuai dengan Persamaan 4.80] .78] .6 eV. .76 4. energinya adalah [4. Jika . maka [4. Sementara itu.79] . sehingga bagian yang pertama (Persamaan adalah sebuah konstanta ( ) dan [4.dengan adalah polynomial pada sudut dalam . Keadaan dasarnya (ground state) adalah pada yang memiliki energi yang paling rendah.67 menghendaki .81] 4.29). dengan meletakkan ini pada konstanta fisis.76] . kita dapatkan [4. sehingga . yang koefisiennya ditentukan oleh formula rekursi (hingga pada faktor normalisasi keseluruhan) [4. Persamaan juga (lihatlah Persamaan 4.

82] . atau baiknya.83] . lihatlah soal 4.76) adalah sebuah fungsi yang dikenal dengan baik oleh matemamatikawan terapan. formula rekursi mengakhiri deret pada bagian pertama ( konstanta ( ). Jika . sehingga [4.] ). Persamaan 4. [pada setiap kasus dihitung dengan menggunakan normalisasi. Untuk masing-masing .11..84] . maka ( ) adalah sebuah ). terpisah dari normalisasi dapat dituliskan sebagai [4. terdapat degenerasi level energi total adalah nilai yang mungkin (Persamaan 4. suatu keadaan dimana kita memiliki (dengan ) atau (dengan atau ). . Jika .85] . dan karenanya [4. dan (menggunakan ). Ini adalah keadaan tereksitasi yang pertama. Untuk sembarang . formula rekursi (Persamaan 4. nilai yang mungkin adalah (konsisten dengan Persamaan 4.76) memberikan (menggunakan Maka .86] .67) adalah [4.29). Polynomial (didefinisikan oleh formula rekursi. sehingga sebenarnya terdapat empat keadaan berbeda yang berbagi energi ini. dan kita dapatkan [4.

4: Beberapa polinomial laguerre. .) Normalisasi fungsi gelombang atom hydrogen adalah[4] [4.4.4.89] . beberapa polynomial Laguerre terasosiasi diberikan dalam Tabel 4.6 dan sketsa grafiknya dapat dilihat dalam Gambar 4.di mana adalah polynomial Laguerre terasosiasi. Tabel 4. Sebenarnya ini tidaklah mencerminkan keadaan nyata secara benar. dan [4. Itu juga bersifat orthogonal yang akan kita buktikan kemudian Tabel 4. Beberapa fungsi gelombang radial ditampilkan dalam Tabel 4.[3] (beberapa polynomial ditampilkan dalam Tabel 4.88] adalah polynomial Laguerre ke-q. tetapi Ini adalah salah satu dari beberapa sistem yang paling realistis yang dapat diselesaikan hingga saat ini dalam bentuk yang eksak.5: beberapa polynomial Laguerre terasosiasi. .5. .

6: Beberapa fungsi gelombang radial atom hidrogen. [4.90] . .Tabel 4. .

91] . atau dengan melepaskan energi (biasanya dalam bentuk radiasi elektromagnetik) dan bergerak menuju keadaan energi yang lebih rendah.[5] Dalam prakteknya seperti gangguan selalu ada. Bagaimanapun juga. transisi (atau yang biasa dinamakan dengan “lompatan kuantum”) pasti akan terjadi.92] . Sekarang. jika kamu menggnggunya sedikit (menumbukkan dengan atom lain. 4. maka atom mungkin akan berpindah ke keadaan stasioner lain. salah satunya dengan menyerap energi dan bergerak menuju keadaan energi yang lebih tinggi. .2 Spektrum Hidrogen Pada prinsipnya. atau dengan menyinarkan cahaya padanya).4: Grafik dari beberapa fungsi gelombang radial atom hydrogen. di mana energinya berhubungan dengan perbedaan energi antara keadaan awal dan akhir: [4.Gambar 4. dan hasilnya adalah bahwa sekumpulan atom hidrogen melepaskan cahaya (foton). jika kita meletakkan atom hidrogen pada suatu keadaan stasioner . seharusnya akan berada di situ selamanya. berdasarkan formula Planck[6] energi foton adalah proporsional dengan frekuensinya: [4.2.

dengan menghilangkan faktor kita mendapatkan deret yang dimulai dengan . dan merupakan kemenangan terbesar dari teori Bohr adalah kemampuannya dalam menghitung hasil ini.Sementara itu. Transisi me menuju (Deret Paschen) terjadi dalam inframerah. jika kamu tidak menghilangkan faktor ini. dan kita akan sangat kesulitan mengerjakan ini.93] . sehingga . Itu ditemukan secara empiris pada abad ke-19. kita akan mendapatkan serangkaian deret panjang nol (koefisien bukan nol pertama berada pada ).) [1]Argumen ini tidak dapat diaplikasikan ketika (walaupun hasil akhirnya. untuk mendapatkan spektrum emisi. terdapat lawan dari kaidah normalisasi dalam literature.93 adalah formula Rydberg untuk spektrum atom hidrogen. dan (cobalah). [2]Kamu mungkin heran kenapa kita tidak langsung menggunakan metode deret secara langsung pada ? Mengapa harus memasukkan faktor asimptotik sebelum mengaplikasikan prosedur ini? Alasanya adalah untuk menghilangkan faktor . Schiff. Faktor lebih genting lagi. saya tealah menggunakan yang paling dekat dengan standar. L. panjang gelombangnya diberikan oleh [4. biasanya ini terjadi dengan melewatkan cetusan api elektrik pada gas. dan Persamaan 4. Quantum Mechanics. yang dikenal oleh para spketrokopis sebagai deret Lyman. (Pada suhu ruangan. . pelajari (sebagai contoh). dan seterusnya (lihat Gambar 4. Transisi menuju keadaan tereksitasi pertama ( ) jatuh pada daerah cahaya tampak. kebanyakan atom hidrogen berada pada keadaan dasar. [3]Seperti biasanya. 1968). (New York: McGraw-Hill.60). Tetapi tidak apalah. Transisi menuju keadaan dasar ( ) berada dalam jangkauan ultraviolet. di mana [4.5). 2nd ed. dan untuk menghitung R dalam bentuk konstanta dasar dalam ilmu pasti. semua yang kita coba sebenarnya adalah untuk menyajikan beberapa motivasi untuk mengubah variabelya (Persamaan 4. kamu akan mendapatkan tiga bentuk formula rekursi yang terdapat . yang merupakan deret Balmer.94] . halaman 93. di mana itu adalah faktor estetik: tanpa ini. . [4]Jika kamu ingin mengetahui bagaimana faktor normalisasi dihitung.59 sesuai untuk kasus tersebut). R dikenal dengan konstanta Rydberg. Persamaan 4. kita harus menaikkannya pada keadaan tereksitasi.

1980). mekanika kuantum nonrelativistik. silahkan lihat Boas (catatan kaki 2).bukan hanya yang terbatas pada pada titik pusat seharusnya ternormalisasi (karena faktor dalam persamaan 4. [6]Foton adalah radiasi elektromagnetik kuantum. semua yang kita butuhkan adalah bahwa fungsi gelombang haruslah ternormalisasi. Shankar. [8]Faktor normalisasi didapatkan dari soal 4. [7]Untuk lebih jelasnya. dan untuk itu ini berada diluar ranah yang kita pelajari. BAB 5 Sesi 4. halaman 351.31). Namun ini sangat berguna untuk membicarakan foton dan melibatkan formula Planck untuk energinya. Ingat bahwa: [9]Simbol m disini menunjukkan massa. Principles of Quantum Mechanics (New York: Plenum.[5]Secara alami. untuk kali ini mekanisme aktualnya tidak penting. tetapi simpan saja di pikiranmu karena ini berada di luar teori yang sedang kita kembangkan. Untuk bukti yang lebih jelas bahwa B=0. lihat R. [10]Sebenarnya. dan mekanisme detilnya akan dibahas segera dalam BAB 9. ini adalah objek relativistik. . ini melibatkan interaksi kebergantungan waktu.47. walaupun beberapa buku yang lebih lama menggunkan konvensi yang lama. Faktor dipilih untuk konsistensi dengan notasi yang akan kita gunakan dalam teori momentum anguler dan ini merupakan standar yang cukup beralasan. tentunya kita tidak akan menemukan bilangan kuantum m dalam persamaan Radial.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->