P. 1
bentuk-bentuk badan usaha milik negara dan daerah

bentuk-bentuk badan usaha milik negara dan daerah

|Views: 704|Likes:
Published by Panjhi Prislovdefis

More info:

Published by: Panjhi Prislovdefis on May 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/25/2013

pdf

text

original

ADMINISTRASI PERUSAHAAN PUBLIK Bentuk dan Karakteristik Usaha-Usaha Milik Negara dan Daerah

OLEH Kelompok 7 1. BETTY GUSMIDA 2. TRISNO SAHPUTRA (16098) (17550)

ILMU ADMINISTRASI NEGARA ILMU SOSIAL POLITIK FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

BAB I Pendahuluan

Undang-undang nomor 9 tahun 1969 yang mengelompokan usaha-usaha Negara dan Daerah ke dalam tiga bentuk hukum yang kita kenal sekarang ini, yakni Perusahaan Jawatan(PERJAN), Perusahaan Umum (PERUM), dan perusahaan perseroan (Persero). Undang-undang ini hadir disebabkan karena banyaknya landasann hukum pendirian BUMN/D yang menyebabkan kesulitan dalam pengelolaan, penguasaan, serta bentuk hukum usaha –usaha Negara dan Daerah yang ada. Ketiga bentuk hukum usaha-usaha Negara dan Daerah tersebut bertujuan untuk menciptakan keseragaman dalam cara menguasai dan mengelola serta menyeragamkan bentuk hukum usahausaha Negara dan Daerah. Dengan demikian secara ekonomis diharapkan dapat mencapai efisiensi dan efektivitas bagi pembangunan nasional. Tampak bahwa pemerintah menitik beratkan pada penguasaan bukan hanya sebatas penguasaan. Penggolongan bentuk usaha Negara dan Daerah ini mencerminkan keinginan pengembangan usaha tersebut sesuai dengan fungsinya masing-masing. Selain bentuk usaha-usaha Negara dan Daerah tersebut juga ada perusahaan bentuk lain yang patuh dan tunduk kepada peraturan perundang-undangan tersendiri. Diantaranya adalah Pertamina dan Bank milik Pemerintah. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai Bentuk dan Karakteristik Usaha-usaha Milik Negara dan Daerah yang bertujuan untuk mengetahui dan memberikan informasi mengenai bentuk serta karakteristik Usaha-usaha milik Negara dan daerah. Selain itu juga untuk melengkapi tugas mata kuliah Administrasi Perusahaan Publik.

BAB II Pembahasan

2.1 Bentuk-Bentuk Usaha-Usaha milik Negara 1. Perusahaan Jawatan (PERJAN) Perusahaan Negara yang dipergunakan untuk penyelenggaraan pelayanan jasa-jasa publik yang dikelola secara monopoli dalam skala nasional. Karena itu pengawasan dari pemerintah sangat diperlukan. HANSON dalam bukunya yang berjudul public Interprise and Economic Devolopment menyebut organisasi ini dengan Departemental Enterprise/departemental Management. Ketentuan yang mengurus PERJAN termuat dalam undang-undang Nomor 9 Tahun 1969, sebagai berikut: PERJAN adalah Perusahaan Negara yang didirikan dan diatur menurut ketentuan yang tercantum dalam IBW (stbl. 1927:419 sebagaimana yang telah beberapa kali diubah dan ditambah dengan stbl. 1936 No. 445, undang – undang darurat no. 3 tahun 1954, dan Undang-undang no. 13 tahun 1955) dan ICW sepanjang tidak bertentangan dengan IBW. (pasal 2 ayat 1)

Ciri-ciri dari PERJAN adalah sebagai berikut:  Sifat Usaha  Makna usaha adalah public service, yaitu pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Usahanya ini dijalankan dengan tetap berpegang teguh pada syarat-syarat efisiensi dan efektivitas, prinsip-prinsip ekonomis dalam pengelolaan dan pelayanan yang baik serta memuaskan kepada publik/masyarakat.  Barang dan atau jasa yang dihasilkan oleh PERJAN merupakan kewajiban Pemerintah untuk menghasilkannya dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.  Bidang usahanya merupakan monopoli Pemerintah dan tidak menarik minat sector swasta. Kedudukan dan Tugas  PERJAN dipimpin oleh seorang Kepala, merupakan bawahasn suatu bagian dari Departemen/Direktorat Jenderal/Direktorat yang diangkat oleh Pemerintah.  PERJAN merupakan bagian dari organisasi formal suatu Departemen/Direktorat Jenderal/Direktorat.  PERJAN seperti badan/lembaga pemerintahan lainnya yang mempunyai dan memperoleh fasilitas Negara.  PERJAN melakukan tugas-tugas perusahaan sekaligus tugas pemerintahan yang tercermin dalam susunan organisasi Departemen.

 Mempunyai hubungan hukum publik. Apabila ada atau melakukan menuntut/dituntut, maka kedudukannya adalah sebagai pemerintah atau atas izin Pemerintah.  Hubungan usaha antara Pemerintah (yang melayani) dengan masyarakat(yang dilayani), sekalipun terdapat system bantuan (subsidi), harus selalu didasarkan pada businesszakelijkbeid, cost accounting principles, and management effectiveness. Artinya, setiap subsidi yang diberikan kepada masyarakat sellau dapat diketahui dan dapat dicatat/dibukukan dimana yang diterima berupa potonggan-potongan harga atau mungkin pembebasan sama seklai dari pembayaran ( uang sekolah). Apa yang seharusnya dibayar/masuk kepada Negara harus benar-benar dinyatakan dalam tanda pembayaran, karcis, jumlah uang yang harus dibayarkan, dinyatakan secara jelas persentase potongan atau pembebasan bayaran.  Modal dan Keuangan  Modal permulaan dan mutasi-mutasi modal lainnya tercermin dalam BUMN  Biaya eksploitasi ditutup dengan pendapatan PERJAN  Tariff ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan bersama-seama dengan Menteri Keuangan.  Modal PERJAN merupakan kekayaan Negara yang tidak dipisahkan. Oleh karena itu semua hasil perusahaan harus tampak jelas dalam APBN  Mempunyai dan memperoleh fasilitas dalam perencanaan anggaran, transaksi anggaran, dan pengawasan anggaran seperti badan-badan pemerintahan lainnya. Kepegawaian Pegawai PERJAN adalah pegawai negeri dan terikat oleh ketentuan-ketentuan yang berlaku bagi pegawai negeri lainnya. Pengawasan Dilakukan secara hierarki maupun secara fungsional, seperti bagian-bagian departemen.

2. Perusahaan Umum (PERUM) HANSON menyebutnya dengan Public Coporation yang dibentuk dengan peraturanperaturan khusus. PERUM adalah bentuk BUMN yang kita kenal, dimana ketentuan yang mengatur bentuk organisasi ini telah termuat didalam Undang_undang No. 9 tahun 1969. Disebutkan dalam pasal 2 ayat 2 bahwa: PERUM adalah Perusahaan Negara yang didirikan dan diatur berdasarkan ketentuanketentuan yang tercantum dalam Undang-undang No. 19/Prp/1960 jo Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 1969.

Karakteristik dari PERUM adalah sebagai berikut:  Sifat Usaha  Makna usaha adalah melayani kepentingan umum (produksi, distribusi, dan konsumsi) dan sekaligus memupuk keuntungan. Usahanya ini dijalankan dengan tetap berpegang teguh pada syarat-sayarat efiesiensi dan efekivitas, ptinsipprinsip ekonomi perusahaan dalam pengelolaan dan pelayanan yang baik serta memuaskan kepada public/masyarakat.  Bergerak di bidang jasa-jasa vital (publik ultilities). Pemerintah dalam hal ini berwenang menetapkan beberapa usaha yang bersifat vital tanpa perlu diatur, disusun, atau di bentuk sebagai perusahaan Negara.  Karena sifat usahanya public utility, bila di pandang perlu, maka untuk kepentingan umum Pemerintah dapat menentukan tariff dan harga. Kedudukan dan Tugas  PERUM dipimpin oleh seorang Direksi yang diangkat dan atau diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri yang bersangkutan.  Organisasi, tugas, wewenang, tanggung jawab dan cara pertanggungjawabannya, pengawasan, dan lain-lain diatur secara khusus sesuai dengan undang-undang pembentuknya.  Berstatus badan hukum dan dapat melaksanakan hubungan hukum, seperti melakukan kontrak-kontrak kerja.  PERUM dapat dituntut dan menuntut, dan hubungan hukumnya di atur secara hukum keperdataan.  PERUM pada umumnya menjalankan tugas perusahaan, akan tetapi dapat pula mengemban tugas-tugas pemerintahan. Dalam hal PERUM di bebani tugas-tugas pemerintahan, maka di Departemen tidak ada lagi unit organisasi yang menjalankan tugas pemerintahan yang telah diserahkan kepada PERUM tersebut.  Laporan tahunan PERUM memuat neraca untung rugi dan neraca kekayaan yang disampaikan kepada Pemerintah. Modal dan Keuangan  Modal PERUM seluruhnya dimiliki oleh Negara dan merupakan kekayaan Negara yang dipisahkan serta modal PERUM tidak terbagi atas saham.  PERUM dapat mempunyai dan memperoleh dana dari kredit dalam dan luar negeri atau dari obligasi (dari masyarakat).  PERUM tidak memperkenankan mempunyai anak perusahaan atau menyertakan kekayaannya dalam permodalan perusahaan lain.  PERUM mempunyai nama dan kekayaan sendiri serta kebebasan bergerak seperti perusahaan swasta, mengadakan perjanjian, kontrak-kontrak, dan mengadakan hubungan dengan perusahaan lainnya.  Secara Finansial PERUM harus dapat berdiri sendiri. Kecuali jika ada politik Pemerintah yang menetapkan tarif dan harga untuk kepentingan umum lebih rendah dibandingkan

dengan tarif dan harga yang berlaku pada PERUM, maka dalam hal ini Pemerintah memberikan subsidi kepada jasa- jasa yang digunakan bagi kepentingan umum tersebut.

Kepegawaian  Pegawai PERUM adalah pegawai perusahaan Negara yang diatur tersendiri dengan Peraturan Pemerintah di luar ketentuan yang berlaku bagi pegawai negeri sipil.  Pegawai PERUM diangkat dan atau di berhentikan oleh Direksi atas persetujuan Menteri. Pengawasan oleh Pemerintah melalui pejabata atau badan hukum yang berfungsi seperti komisaris.

3. Perusahaan Perseroan (PERSERO) HANSON mengistilahkan BUMN ini dengan THE STATE COMPANY. Menurutnya, pertimbangan pemerintah mempergunakan bentuk BUMN ini adalah dikarenakan apabila sektor swasta belum mampu atau belum bersedia menyelenggarakan kegiatan ekonomi tertentu, walaupun usahanya ini bersifat kompetitif dan niaga serta memungkinkan pemupukan keuntungan. BUMN dalam bentuk perseroan terbatas telah di atur dengan Undang- Undang Nomor 1 tahun 1995. Ketentuan mengenai PERSERO pun tersirat dalam pasal 2 ayat 3 Undang-Undang Nomor 9 tahun 1969 jo. Pasal 1 Undang-undang No. 1 tahun 1995 serta peraturan pelaksanaannyayang menyatakan bahwa: PERSERO adalah Perusahaan Negara dalam bentuk Perseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham, dan memenuhi persayaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 1 tahub 1995 serta peraturan pelaksanaannya.

Karakteristik PERSERO adalah sebagai berikut:  Sifat Usaha  Makna usaha adalah memupuk kepentingan dengan memberikan pelayanan dan pembinaan organisasi yang baik, efektif dan efisien, seta ekonomis.  Bidang usahanya harus dapat memberikan keuntungan financial kepada Negara baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.  Barang-barang dan atau jasa yang di hasilkan perusahaan bukan merupakan kewajiban Negara untuk menghasilkannya.

 PERSERO pada prinsipnya tidak diberi hak monopoli, fasiliiitas maupun perlakuan khusus lainnya oleh Negara.  Kedudukan dan tugas  PERSERO dipimpin oleh seorang Direksi di bawah pengawasan Dewan Komisaris yang masing-masing bertanggung jawab kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).  PERSERO mempunyai status badan hukum perdata sehingga hubungan usahanya di atur menurut hukum perdata.  Pengesahan laporan tahunan PERSERO dilakukan oleh RUPS  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dapat mengadakan pemeriksaan (audit) dan mengeluarkan laporan akuntan. Modal dan Keuangan  Modal PERSERO dapat merupakan modal milik Negara seluruhnya atau campuran antara modal Negara dengan modal swasta(nasional/asing).  Perusahaan dapat melakukan penyertaan modal/pemilikan saham pada perushaan swasta (nasional/asing)  Negara dapat mengurangi, menambah, atau melepaskan kepemilikan saham PERSERO dari perusahaan. Kepegawaian  Pegawai PERSERO berstatus sebagai pegawai perusahaan swasta biasa.  Hubungan kerja antara pegawai dengan perusahaan di atur dalam kontrak kerja.  Direksi dan Komisaris mengadakan ikatan kerja dengan pemilikan PERSERO.  Gaji dan pension pegawai di tetapkan dalam kontrak kerja berdasarkan persetujuan kolektif.

Syarat-syarat untuk pengalihan perushaan milik Negara menjadi sebuah Persero: a) Telah melakukan penyehatan sedemikian rupa sehingga perbandingan antara factor-faktor produuksi menunjukkan perbandingan yang rasional. b) Telah menyusun neraca dan perkiraan laba/rugi sampai dengan saat dijadikannya sebagai PERSERO dengan ketentuan bahwa neraca penutupan/ liquidasinya di periksa oleh akuntan public. c) Telah melunasi semua utang-utangnya kepada Kas Umum Negara d) Ada harapan baik untuk mengemban usahanya.

4. Perusahaan Bentuk Lain (PBL)

Merupakan cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang banyak selain BUMN. Perusahaan bentuk lain ini memiliki karakteristik tersendiri dan tunduk pada peraturan perundang-undangan tersendiri. a. Pertamina Pertamina pada mulanya berbentuk Perusahaan Negara Pertamina yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 21 tahun 1968. Namun sejak berlakunya Undangundang nomor 8 tahun 1971, perusahaan Negara pertamina menjadi Pertamina. Ketentuan yang termaktub dalam undang-undang Nomor 8 tahun 1971 antara lain menyebutkan bahwa minyak dan gas bumi adalah bahan galian strategis, baik untuk perekonomian Negara maupun kepentingan pertahanan dan keamanan nasional. Pertambangan minyak dan gas bumi adalah menyangkut kepentingan umum dan di atur dalan Peraturan Pemerintah. (pasal 1 ayat 2).

Karakteristik Pertamina adalah sebagai berikut:  Sifat Usaha Makna usaha adalah untuk kepentingan umum dan kemakmuran rakyat

Kedudukan dan Tugas  PERTAMINA dipimpin dan diurus oleh suatu Direksi yang terdiri dari seorang Direktur Utama dan sebanyak-banyaknya lima orang Direktur.  Tugas PERTAMINA memperoleh hasil yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat dan Negara.  PERTAMINA mempunyai status badan hukum publik, dilakukan oleh departemen/ Instandi Pemerintah.  Dewan Komisaris Pemerintah diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.  Dewan Komisaris Pemerintah bertanggung jawab kepada Pemerintah.  Perusahaan dapat melakukan kerjasama dengan pihak lain dalam bentuj kontrak production sharing, dimana perjanjian mulai berlaku setelah di setujui Presiden.  Mendirikan anak perusahaan atau mengadakan penyertaan-penyertaan. Modal dan Keuangan  Modal PERTAMINA adalah kekayaan Negara yang dipisahkan dari APBN, dan modal tidak terbagi atas saham-saham.  PERTAMINA wajib menyetor kepada kas Negara, dengan ketentuan sebgai berikut:

o 60 persen dari penerimaan bersih usaha atas hasil operasi perusahaan. o 60 persen dari penerimaan bersih usaha atas hasil kontrak production sharing sebelum dibagi antara perusahaan dengan kontraktor. o Seluruh hasil yang diperoleh dari perjanjian karya termaksud dalam undang-undang no. 14 tahun 1963 o 60 persen dari peneriman-penerimaan bonus perusahaan yang diperoleh dari hasil kontrak production sharing.  Penyetoran kepda Kas Negara, membebaskan perusahaan dan kontraktor serta merupakan pembayaran dari: o Pajak Perseroan o Iuran Pasti, iuran eksplorasi dan pembayaran-pembayaran lainnya yang berhubungan dengan pemberian kuasa pertambangan trmasuk dalam undang-undang No. 44/Prp./1960. o Pungutan atas ekspor minyak dan gas bumi serta hasil-hasil pemurnian dan pengolahan. o Bea masuk o Iuran pembangunan Daerah.  Kepegawaian Status pegawai adalah perusahaan.

pegawai perusahaan dan berlaku peraturan sesuai peraturan

b. Bank Milik Pemerintah Bank milik Pemerintah (Bank Negara) sebelum keluarnya Undang-undang Nomor 7 tahun 1992 tidak di kategorikan ke dalam BUMN menurut pengertian undang-undang nomor 9 tahun 1969. Msaing-masing Bank di atur denga peraturan tersendiri. Fungsi utama yang diemban oleh Bank adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana dari dan kepada masyarakat. Sedangkan peran strategisnya adalah mampu bersaing dalam kancah persaingan global dan melindungi dengan baik dana yang dititipkan masyarakat kepadanya. Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Negara sebagai Bank Umum yang berbentuk PERSERO menyelenggarakan berbagai usaha di bidang perbankan serta usaha penunjang lainnya dalam bidang perbankan, yaitu sebagai berikut: 1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. 2. Memberikan kredit 3. Menerbitkan surat pengakuan utang 4. Membeli, menjual atau menjamin risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya.. 5. Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun nasabah.

6. Menempatkan dana pada, meminjam dari, atau meminjamkan kepada bank lain, baik dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan wesel unjik, cek atau sarana lainnya. 7. Menerima pembayaran dari tagihan atas ssurat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antara pihak ketiga. 8. Menyediakan tempat untuk penyimpanan barang dan surat berharga. 9. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentiingan pihak lain berdasarkan kontrak. 10. Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek. 11. Membeli melalui pelelangan agunan baik semua maupun sebagian dalam hal debitur tidak memenuhin kewajibannya kepada bank, dengan ketentuan agunan yang di beli tersebut wajib di cairkan secepatnya. 12. Melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit dan kegiatan wali amanat. 13. Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan ketentuan yang di tetapkan dalam peraturan pemerintah. 14. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang nomor 10 tahun 1998 dan peraturan perundang-undangan lainnya.

2.2 Usaha-Usaha Milik Daerah 1. Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Karakteristik PERUMDA antara lain sebagai berikut:  Sifat Usaha  Makna usaha adalah menyelenggarakan pelayanan kepentingan umum di samping mencari keuntungan sebagai sumber pendapatan asli daerah. Usahanya ini dijalankan dengan tetap berpegang tegug pada syarat-syarat efisiensi dan efektivitas, prinsip-prinsip ekonomi perusahaan dalam pengelolaan dan pelayanan yang baik serta memuaskan kepada publik/masyarakat. Kedudukan dan Tugas  PERUMDA dipimpin oleh seorang Direksi yang tidak diperkenankan merangkap jabatan.  Organisasi, tugas, wewenang, tanggung jawab dan cara pertanggungjawabkannya, serta pengawasan dan lain-lain diatur secara khusus sesuai dengan peraturan Daerah pembentuknya.  Berstatus badan hukum yang di bentuk dengan Peraturan Daerah yang berlaku dan mendapat pengesahan dari pejabat yang berwenang.  PERUMDA dapat dituntut dan menuntut, dan hubungan hukumnya diatur secara keperdataan.

Modal dan Keuangan  Modal awal PERUMDA seluruhnya berasal dari APBD sebagai kekayaan daerah yang di pisahkan dan tidak terbagi atas saham-saham.  PERUMDA dapat mempunyai dan memperoleh dana dari kredit dalam dan luar negerii atau dari oblogasi (dari masyarakat).  PERUMDA mempunyai nama dan kekayaan sendiri serta kebebasan bergerak seperti perusahaan swasta untuk mengadakan suatu perjanjian, kontrak-kontrak, dan hubungan dengan perusahaan lainnya,  Secara financial PERUMDA mampu berdiri sendiri. Kecuali jika ada ketentuan lain menurut peraturan daerah. Kepegawaian Pegawai PERUMDA adalah pegawai perusahaan daerah yang di atur tersendiri di luar ketentuan yang berlaku bagi pegawai negeri maupun pegawai swasta.

2. Perusahaan Perseroan Daerah (PERSERODA) Karakteristik PERSOREDA antara lain sbb:  Sifat usaha  Makna usaha adalah memupuk keuntungan, dalam arti baik pelayanan maupun pembinaan organisasinya dilakukan dengan cara efektif dan efisien serta ekonomis.  Bidang usahanya harus dapat memberikan keuntungan financial kepada Daerah dalam jangka panjang naupun jangka pendek.  Kedudukan dan Tugas  PERSERODA dipimpinoleh seorang Direksi di bawah pengawasan Dewan Komisaris yang masing-masing bertanggung jawab kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).  PERSERODA mempunyai status badan hukum perdata yang berbentuk perseroan terbatas.  Pengesahan laporan tahunan PERSERODA dilakukan oleh RUPS. Modal dan Keuangan  Modal pangkal PERSERODA berasal dari anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang merupakan penyertaan modal Pemerintah Daerah dan merupakan modal kekayaan daerah yang dipisahkan dan ditetapkan dengan peraturan daerah.  Modal PERSERODA merupakan penyertaan modal Daerah di tetapkan dengan Peraturan Daerah dan berlaku setelah mendapat pengesahan dari pejabat yang berwenang.

 PERSERODA memungkinkan adanya kerja sama dengan swasta (nasional/asing) dan adanya pembelian atau penjualan saham-saham obligasi.  Modal PERSERODA di bagi atas saham-saham prioritas dan biasa atau sejenis saham lainnya.  Peranan pemerintah Daerah dalam PERSERODA tergantung dari besar kecilnya jumlah saham yang dimiliki atau berdasarkan perjanjian tersendiri diantara para pemegang/pemilik saham. Kepegawaian  Pegawai PERSERODA berstatus pegawai perusahaan swasta yang di angkat dan diberhentikan oleh Direksi setelah mendengar pertimbangan Dewan Komisaris.  Hubungan kerja antara pegawai dan perusahaan di atur dalam kontrak kerja.

BUMD dalam bentuk lain yatu: 1. BANK Pembangunan Daerah (BPD) BPD sebagai BUMD merupakan salah satu alat kelengkapan Daerah dalam bidang keuangan atau perbankan yang menjalankan usahanya sebagai Bank Umum. Ketentuan yang mengatur BUMD ini termuat dalam Undang Undang Nomor 13 Tahun 1962 jo Undang Undang Nomor 10 tahun 1998 jo Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 8 tahun 1992 yang menyebutkan bahwa bentuk hukum BPD adalah perusahaan daerah. Maksud pendirian BPD adalah untuk membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan Daerah dari segala bidang serta sebagai salah satu sumber pendapatan Daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat. Modal dan keuangan BPD di atur sebagai berikut: a. Modal dasar bank ditetapkan sesuai dengan kondisi dan kemampuan Daerah dan perubahan ditetapkan dengan Peraturan daerah. b. Sebagian besar modal merupakan penertaan saham dari Pemerintah Daerah dan merupakan kekayaan Daerah yang dipisahkan. c. Penertaan modal dari pihak ketiga dimungkinkan dengan memperhatikan ketentuan dalam poin b dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2. Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) PD BPR. Sama halnya dengan BPD, merupakan salah satu alat kelengkapan Daerah dalam bidang keuangan/perbankan yang menjalankan tugas dan usahanya sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku. Ketentuan yang mengatur BUMD ini termuat dalam undang-undang Nomor 10 tahun 1998 jo Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 1992 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 tahun 1993. Bank Perkreditan rakyat didirikan berdasarkan Peraturan Daerah yang baru berlaku setelah mendapatkan pengesahan dari pejabat yang berwenang.

PD BPR didirikan dengan maksud dan tujuan utama membantu dan mendorong pertumbuhan dan pembangunan Daerah disegala bidang dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat. Sedangkan tuga dan usaha PD BPR adalalah: 1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lain yang dipersamakan. 2. Memberikan kredit. 3. Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil dengan ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan pemerintah. 4. Menempatkan dananya dalam bentuk sertifikat Deposito, dan atau tabungan pada bank lain.

BAB III PENUTUP

Kesimpulan dan Saran Keberadaan BUMN ( Badan Usaha Milik Negara) dan BUMD ( Badan usaha milik Daerah) memiliki peran yang cukup besar bagi Negara sebab BUMN memiliki tugas dan fungsi yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat banyak. Dimana seluruh usaha tersebut dibagi menjadi beberapa bentuk yaitu Perusahaan Jawata, Perusahaan Umum Dan perusahaan Persero, di samping beberapa bentuk lain perusahaan seperti Pertamina, Bank milik pemerintah, Bank pembangunan Daerah dan bank Perkreditan Rakyat. Keberadaan BUMN dan BUMD perlu pembinaan yang lebih dari berbagaipihak seperti pemerintah, pengurus serta pengelola agar kinerja atau hasil yang di capai oleh BUMN dan BUMD tercapai sesuai dengan apa yang telah di cita-citakan atau telah di sepakati bersama.

Daftar Pustaka

Anoraga, Pandji. 1995. BUMN swasta dan Koperasi Tiga Pelaku Ekonomi. Jakarta : PT. Dunia Pustaka Jaya.

Kartiwa, Asep & sawitri budi utama. 2002. Usaha-Usaha Milik Negara & Daerah. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Undang-undang nomor 9 tahun 1969 tentang bentuk-bentuk usaha Negara

Undang undang nomor 1 tahun 1995 tentang perseroan Terbatas

Soeharyo, Salamoen. 1998. System Administrasi Negara RI. Jakarta: LAN RI-Gunung Agung.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->