P. 1
Teori+Pembangunan+Negara+Alma Dhika

Teori+Pembangunan+Negara+Alma Dhika

|Views: 47|Likes:
Published by Rio Indra Suncoko

More info:

Published by: Rio Indra Suncoko on May 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2012

pdf

text

original

2011

TEORI PEMBANGUNAN NEGARA
SOSIOLOGI PERUBAHAN EKONOMI
Alma Karimah (0806463776) Rahardhika Arista (0806317666)

2011 [TEORI PEMBANGUNAN NEGARA] Alma Karimah (0806463776)| Rahardhika Arista Utama (0806317666) 2 .April 22.

Terdapat empat permasalahan utama yang disoroti dalam kajian modernisasi politik klasik. Pemikiran Almond dan Coleman dalam Teori Modernisasi Politik Klasik Teori ini dapat ditandai dengan pemahaman optimisnya yang khas mengenai konsepsi modernisasi sebagai sesuatu yang secara mutual mendorong pertumbuhan ekonomi. interaksi antara proses politik dengan keteraturan sosial. Pembahasan akan ditekankan pada fenomena politik di tingkat makro. badan pemilihan umum. 2011 [TEORI PEMBANGUNAN NEGARA] TEORI-TEORI POLITIK TERKAIT PEMBANGUNAN NEGARA DUNIA KETIGA DAN DESENTRALISASI Tulisan ini disusun sebagai ulasan kritis terhadap dua bab buku Society. Alma Karimah (0806463776)| Rahardhika Arista Utama (0806317666) 3 . Teori klasik ini memandang sistem politik di negara dunia ketiga terbelakang dan terikat oleh tradisi.April 22. Berikut akan diulas satu buah teori utama dan lima teori alternatif yang membahas mengenai politik dan perubahannya serta isu seputar pembentukan negara. yang pasti teori ini menyatakan bahwa semua tradisi pada akhirnya harus dihancurkan dan digantikan dengan struktur dan institusi modern ala barat seperti model institusi modern birokrasi.Sistem politik modern yang telah berjalan di Amerika dan negara barat dijadikan kondisi ideal yang sempurna dan harus dicapai oleh semua negara berkembang. kelompok kepentingan dan lain sebagainya. secara khusus mengenai peran politik di masyarakat. Permasalahan pembentukan negara. namun sedang berada dalam suatu perjalanan menuju proses modernisasi sebagai dampak positif dari pengaruh barat yang kuat baik pada masa kolonialisme maupun setelah merdeka. Pembahasan diawali dengan ringkasan mengenai teori-teori politik dan negara dalam kontkes dunia ketiga. teori ini menyatakan bahwa negara-negara berkembang memang tertinggal. Keberagaman tradisi bukan menjadi soal. partai politik. bentuk rezim serta perubahan politik. artikulasi kepentingan dan agregasi kepentingan. yakni: 1. kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai desentralisasi dan politik di level lokal. Lebih lanjut. stabilitas sosial-politik. Rangkaian proses inilah yang harus dijalani oleh negara dunia ketiga untuk mencapai sistem politik modern. Almond menjabarkan tentang tipe-tipe proses yang berlaku dalam membangun sistem politik modern di barat yakni sosialisasi politik. yakni dalam membangun struktur birokrasi untuk mengintegrasikan masyarakat serta menyediakan syarat-syarat serta kebutuhan lain yang mendukung sistem politik. hal-hal yang menentukan faktor pembentukan negara. Teori ini dikritik karena dianggap mengandung kombinasi angan-angan dengan muatan nilai yang mengagungkan sistem politik modern milik Amerika Serikat dan negara industri maju di Barat. State and Market karya Martinussen yang membahas isu seputar politik di negara-negara dunia ketiga. rekruitmen politik. integrasi nasional dan juga demokratisasi.

sifat dasar proses transformasi di negara berkembang. Menurutnya. yakni membentuk komunitas politik dan mempromosikan transfer loyalitas masyarakat dari kelompok-kelompok kecil menuju sistem politik yang lebih besar. 2011 [TEORI PEMBANGUNAN NEGARA] 2. namun ia menyatakan bahwa klaim klasik tentang hubungan mutual yang saling menguatkan antara modernisasi dan proses pembungaunan adalah keliru. Teori Modernisasi Dialektis : Gusfield and the Rudolphs Teori ini dikategorikan sebagai bagian dari teori pembangunan politik karena memiliki kesamaan konsepsi dasar dalam memandang interaksi antara proses politik dan keteraturan sosial. Tentu saja hal tersebut berbeda dengan pandangan klasik yang memahami perubahan sebagai satu lintasan saja. ia setuju dengan pemikiran klasik tentang pembangunan politik di negara-negara mengarah pada institusi-institusi politik barat. Justri institusi modern yang tiba-tiba hadir dalam konteks masyarakat tradisional tidak dapat menjalankan fungsi dengan baik. Teori pembentukan negara salah satunya dicetuskan oleh Samuel P. Dinyatakan bahwa justru beberapa institusi tradisional telah mempromosikan pembangunan politik secara halus dengan mengubah praktik lama dengan yang baru. Permasalahan distribusi dan redistribusi barang untuk kesejahteraan masyarakat sehingga dapat mendukung keberlanjutan plitik.April 22. Teori modernisasi dialektis ini tetap mempertahankan gagasan teori klasik mengenai keterkaitan antara tradisi dan modernitas. Pokok pikiran dari teori ini ialah kebutuhan adanya institusionalisasi dan penguatan agaen-agen pemerintahan guna mewujudkan keteraturan dan konsolidasi negara-bangsa di dunia ketiga. dimana masing-masing mengalami perubahan selama proses dan hasil yang muncul bukan hanya sekedar modernisasi namun beberapa proses perubahan. Ini Alma Karimah (0806463776)| Rahardhika Arista Utama (0806317666) 4 . Teori ini menekankan bahwa masyarakat tradisional tidak bersifat stagnan. serta faktor terpenting yang mempengaruhi pembentukan negara. 4. Huntington berargumen bahwa aparatur negara harus diperbesar dan proses politik secara menyeluruh harus diinstutusionalkan guna membuat prioritas pembangunan sosial ekonomi. Institusi dan prakrtik-praktik tradisional justru dapat direvitalisasi dalam kondisi kontra terhadap masyarakat modern. Hutington. khususnya pada fase permulaan. Keteraturan Politik dan Strategi Pembentukan Negara Kategori teori ini khas dengan fokus kajiannya terhadap institusionalisasi politik dan kapasistas dari pemerintah. beragam dan memiliki keunggulan tertentu. bentuk rezim dan perubahan politik. Pandangan modernisasi dialektis ini mengkonsepsikan tradisi dan modernitas sebagai fenemona yang berinteraksi secara dialektis. namun sangat dinamis. adalah adanya kegoncangan politik atau chaos jika langkah-langkah tidak diambil sebagai bagian dalam proses pembentukan negara guna menetralisir efek dari transformasi tersebut. Permasalahan partisipasi masyarakat untuk terlibat secara aktif dan positif dalam kehidupan politik. 3. namun teori ini menambahkan nuansa dan dinamikanya. Permasalahan pembentukan bangsa.

Pihak yang kalah inilah yang kemudian rentan mengalami kekerasan. Marginalisasi muncul ketika inovasi dalam industri menciptakan pemisahan antara pihak yang menang dan yang kalah. Sebagai usaha untuk membenarkan dan sebagian menggantikan teori modernisasi dan dependensi. Menurut Caphalm. marginalisasi dan kekerasan. Lintasan Sejarah Bayart Jean-Francois Bayart. Alma Karimah (0806463776)| Rahardhika Arista Utama (0806317666) 5 . Perubahan ke arah kekerasan ini merupakan hasil dari pertentangan antara inovasi sebagai proses utama industrialisas dan marginalisasi. dan Kekerasan Apter mengkritik teori dependensi dan modernisasi dengan menganggap kedua pemikiran tersebut terlalu optimistik dan penuh angan-angan.Oleh karenanya penguatan dan institusionalisasi dalam negara sangat diperlukan guna memimpin masyarakat menuju pembangunan ekonomi. Menurutnya kedua teori ini terlalu berlebihan memberikan perhatian terhadap faktor-faktor eksternal yang menentukan perubahan politik di negara-negara dunia ketiga. Dimensi Politik pada Teori Dependensi Pemikiran ini datang dari Samir Amin dan Andre Grunder Frank yang banyak berkontribusi dalam debat teori dependensi. Kedua pemikir ini menyoroti identifikasi alasan dan asal muasal keterbelakangan di masyarakat periferi atau pinggiran. Secara khusus ia menemukan bahwa dampak tersebut berwujud sebagai perubahan kearah kekerasan yang diorganisasikan. Teori ini secara umum menempatkan negara sebagai pusat dan menjadi institusi politik yang paling penting dalam proses pembangunan. Apter tidak lagi fokus membahas mengenai negara dan sistem politik namun lebih fokus memperhatikan dampak dari modernisasi dalam konteks masyraakat sipil. mengkritik teori modernisasi dan dependensi dari perspektif yang berbeda. Marginalisasi. Di waktu yang sama. Pendapat Caphlam menjadi relevan dalam kategori teori ini ketika membahas mengenai pergeseran strategi penguatan institusi dari yang semula bersifat represif menjadi lebih lunak. mereka menyangkal bahwa modernisasi institusi politik di negara dunia ketiga dapat mematahkan rantai ketergantungan terhadap negara pusat. khususnya terhadap argumen kedua teori ini bahwa terdapat korelasi antara positif antara pembangunan ekonomi dan demokratisasi. Dari Apter tentang Modernisasi. Dengan demikian. inovasi. Ketergantungan ekonomi yang dialami oleh negara-negara dunia ketiga ini telah menjadikan pertanyaan penting mengenai pembangunan politik nasional menjadi terabaikan. Mereka mengemukakan suatu generalisasi bahwa di negaa dunia ketiga praktik dan institusi politik menempati posisi lebih rendah dibandingkan hubungan-hubungan ekonomi serta ketergantungan didalamnya. 2011 [TEORI PEMBANGUNAN NEGARA] merupakan prakondisi yang penting dalam mewujudkan stabilitas politik dan keberlanjutan kemajuan. negara dunia ketiga cenderung mengejar strategi pembangunan sosial ekonomi yang ditujukan untuk konsolidasi kekuatan politik.April 22. Apter mengemukakan suatu paradigma konseptual baru seputar gagasan tentang pembangunan.

Ketika membicarakan mengenai structural adjustment. 2011 [TEORI PEMBANGUNAN NEGARA] permasalahan politik dan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat dunia ketiga dilihat secara begitu berlebihan (Bayart menyebutnya “The Fantasy of Third World”). Saat itu.April 22. devolusi merupakan suatu transfer otoritas dan tanggungjawab kepada unit regional tanpa ada hal-hal baru yang diciptakan oleh pemerintah lokal tersebut. Tipe terakhir ialah privatisasi. Kajian pembangunan sering dikaitkan dengan desentralisasi yang dapat meningkatkan perekonomian dengan melampaui hal-hal administratif. Hal ini jelas melibatkan negara. Hal ini muncul sebagai tradisi ahistoris dan etnocentris yang dibangun oleh kedua pemikiran. Oleh karena itu. Pelepasan dari tanggung jawab ini bisa dilimpahkan kepada sektor swasta. Delegasi ialah bentuk desentralisasi yang mana sektor non pemerintah (perusahaan) maupun lembaga semi pemerintah diberi wewenang untuk mengoperasikan pelayanan dan fasilitas publik oleh negara. kita akan membicarakan mengenai penyesuaian-penyesuaian dalam suatu struktur besar masyarakat. mulai mengkhawatirkan mengenai dampak negatif dari structural adjustment tersebut. Tipe berikutnya ialah delegasi. Devolusi dilandaskan pada gagasan bahwa kekuatan politik dan legitimasi sesungguhnya dimiliki oleh pemerintah pusat pada negara. Permorma administratif penting untuk karena kapasitas dan kapabilitas agen pemerintahan cenderung masih lemah di negara dunia ketiga. Alma Karimah (0806463776)| Rahardhika Arista Utama (0806317666) 6 . delegasi. Dekonstruksi merujuk pada pengalihan fungsi administrasi atau tanggung jawab manajerial kepada unit pemerintahan yang lebih kecil dan spesifik pada suatu negara. Oleh karena itu Bayert menyarankan untuk menggunakan konsep history trajectory yang mendesak pemisahan kesejarahan dalam berbagai cara terkait dengan pembangunan suatu negara. Desentralisasi dan Politik di Level Lokal Terdapat empat macam tipe desentralisasi yakni dekonsentrasi. World Bank yang sejak tahun 1980-an cukup didominasi oleh pemikiran-pemikiran neoklasik mulai menerima kenyataan bahwa kebutuhan akan peran negara dalam perkembangan ekonomi semakin meningkat. sebagai lembaga dunia. devolusi dan privatisasi. DEVELOPMENT THEORY IN THE WAKE OF STURCTURAL ADJUSTMENT Munculnya teori pembangunan diawali oleh adanya structural change yang diikuti oleh structural adjustment dalam suatu negara. Inti dari pemikiran neoklasik adalah sangat menekankan pada pasar dan berusaha membatasi intervensi negara semaksimal mungkin. World Bank. studi pembangunan sebaiknya mepertimbangkan kombinasi dari kedua pandangan yang menekankan pentingnya perihal administratif dan hal-hal yang melampauinya. Bayer menekankan bahwa berbagai sistem politik muncul mengacu pada kolonialisasi dan begitu dipengaruhi oleh negara modern. yakni tipe desentralisasi yang merujuk pada agen-agen pemerintah yang melepaskan diri dari tenggungjawab implementasi program yang dicanangkan untuk kepentingan masyarakat. Di sisi lain hal-hal yang lebih luas terkait dengan tujuan-tujuan sosial ekonomi juga harus diperhatikan karena desentralisasi secara langsung berpengaruh terhadap perekonomian suatu negara. Bayert mengusulkan analisis ahistoris dan etnosentris ini diganti dengan pendekatan historis dan memahami keberagaman politik di dunia ketiga. Sebagai konsekuensinya. Pada awal-awal tahun 1990.

Alma Karimah (0806463776)| Rahardhika Arista Utama (0806317666) 7 . World Bank pada tahap ini mulai tidak terlalu memperhatikan pasar. tanpa adanya intervensi negara dalam perekonomian. pemikiran sayap kiri mulai dilirik oleh banyak pengambil kebijakan. Munculnya blok Soviet memberikan secercah harapan bahwa ada cara lain untuk membangun perekonomian selain dengan kapitalisme. Tetapi. tetapi ada hal-hal yang tidak dapat dilepaskan kepada free market. Solusi yang ditawarkan oleh para neoklasik ini adalah dengan memberikan bantuan kepada kelompok yang “menderita” akibat structural adjustment ini. Dengan kekhawatiran World Bank akan dampak negatif structrural adjustment dalam pembangunan. Meskipun demikian. Structural adjustment dapat dipicu oleh ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan birokrasi. yang berubah menjadi bentuk protes dengan kekerasan. Namun. Walaupun pemikiran neoklasik masih mendominasi praktik-praktik pembangunan. Mereka tetap merasa bahwa intervensi negara harus seminimal mungkin dalam konteks cakupan dan durasi intervensi. para penganut neoklasik ini tidak sepenuhnya berubah drastis. program ini tidak terlalu efektif. program ini hanya membantu masyarakat miskin untuk hidup sehari-hari. Perubahan ekonomi ternyata tergantung juga oleh stabilitas politik suatu rezim. World Bank mulai menerima kenyataan bahwa kebutuhan akan peran negara dalam perkembangan ekonomi semakin meningkat. mereka yang berhaluan neoklasik percaya bahwa structural adjustment dalam jangka panjang memang akan meningkatkan growth rate yang akan memberikan keuntungan kepada seluruh populasi. Neoklasik tetap menekankan pada mekanisme pasar. serta memastikan bahwa intervensi negara tersebut tidak mengganggu kekuatan pasar. Terkait dengan structural adjustment. tetapi lebih pada kondisi stabilitas politiknya. Bantuan tersebut dapat berupa intervensi dalam mengontrol harga atau mensubsidi makanan. Kebanyakan kasus-kasus kegagalan disebabkan karena hanya sebagian kecil dari masyarakat terdampak yang tersentuh bantuan yang dicanangkan tersebut. seperti misalnya perlindungan lingkungan. Sebagian dari para theorist neoklasik juga mengakui hal ini. dan bahkan biaya sekolah. World Bank pun juga melakukan identifikasi masyarakat yang menjadi target bantuan. Ternyata dalam penerapannya di negara-negara berkembang. 2011 [TEORI PEMBANGUNAN NEGARA] Perdebatan mengenai peran negara ini berlangsung di dalam arena akademis diantara para theorist yang berhaluan neoklasik dan mereka yang berada di “kubu kiri” atau left wing. bahwa tidak hanya pasar yang membutuhkan negara untuk mengakui potensinya. Dengan ini. Hal ini menjadi salah satu kritik terhadap bentuk pembangunan yang menekankan pada masyarakat terdampak. yang sudah diperparah dengan adanya structural adjustment. sebelum keuntungan jangka panjang itu terjadi. Namun. neoklasik tetap percaya pada keuntungan jangka panjang dari pasar.April 22. menurut mereka. bentuk bantuan yang diberikan oleh World Bank mencakup pekerjaan. Sayap kiri dihuni oleh mereka-mereka yang percaya bahwa peran negara dalam pembangunan ekonomi suatu negara itu sangat diperlukan. ada suatu kurun waktu diantaranya dimana masyarakat “menderita”. kesehatan. Mereka melihat bahwa adanya suatu keuntungan jangka panjang ketika adanya peran negara yang besar dalam mengintervensi perekonomian. Mereka yang berada di kubu kiri yang radikal (radical left) mencari aternatif lain dalam pembangunan selain kapitalisme. Kritik lainnya mengatakan bahwa program/sistem masyarakat terdampak ini tidak mengurangi kemiskinan. World Bank mulai mengakui bahwa ada juga dimensi politik dalam suatu perubahan struktur. Salah satu hal yang mendasari munculnya structural adjustment adalah pemikiran-pemikiran dari kubu kiri yang menekankan pada peran negara. namun tidak meningkatkan kondisi mereka. Dalam menghadapi kritik ini. Artinya.

Dalam hal ini. mereka menekankan pada sistem kepemilikan publik dimana semua orang berhak atas pembagian kekayaan masyarakat. serta menolak dan melihat perjuangan revolusi besar sebagai otoritarian. New institutional economic juga memberikan kontribusi dalam pemikiran teori pembangunan negara. Bedanya. Postmoderisme mengambil posisi sebagai oposisi terhadap otoritas. otonomi individu. menekankan pada otonomi individu. Argumentasi dari new institutional economics ini memberikan kontribusi pada teori pembangunan negara. terjadi di Russia ketika negara tersebut mulai bangkit setelah runtuhnya komunisme. Sebaliknya. pasar merupakan hasil buatan manusia. merupakan segelintir negara yang berhasil membangun perekonomiannya dengan sangat baik. misalnya. Jika tidak ada framework dari negara. Akibatnya. maka agen-agen ekonomi akan melakukan “improvisasi” yang sering kali menimbulkan kerusakan pada ekonomi. dan pengembalian komoditas kepada negara ketika si pemiliknya meninggal dunia. negara tidak cepat-cepat memberikan kontrak hukum pada pasar/perekonomian. Rational-choice yang dianut oleh Marxist banyak mengambil bagian-bagian dari kapitalisme.April 22. para pelaku bisnis berpaling dan masuk ke dalam gang untuk memaksakan kepentingannya dengan kekerasan. Tak kalah penting dengan institutional framework. Negara merupakan agen terbaik dalam mengatur munculnya pasar di negara-negara dunia ketiga. biaya yang harus dikeluarkan oleh pelaku bisnis semakin besar dan membuat investor potensial takut untuk masuk ke dalam pasar. melalui pertukaran komoditas. serta gerakan-gerakan sosial yang berpusat pada aktivisaktivis. Walaupun postmodern mengangkat isu-isu mengenai kemiskinan. seperti adanya pasar. Walaupun ada pemikiran mengenai new institusional economic. Banyak pemikir-pemikir sayap kiri di dunia pertama dan ketiga yang sudah meninggalkan kapitalisme dan mancari cara yang lebih efisien bagi pembangunan ekonomi. The Lessons of East Asia Salah satu pembangunan ekonomi yang paling signifikan setelah perang dunia kedua terjadi di Asia Timur. Menurut neoinstitusionalist. Hal ini. postmodernisme menekankan pada pemberian kekuatan pada individu untuk menentukan sendiri lingkungannya. kepemilikan properti. Pembangunan ekonomi mereka menjadi sorotan dunia dan Alma Karimah (0806463776)| Rahardhika Arista Utama (0806317666) 8 . radical postmodernism tidak memberikan cara-cara konkret untuk mengangkat kelompok miskin untuk keluar dari kemiskinan. Pasar membutuhkan institusional framework atau pengakuan dari negara untuk menjalankan pasar itu sendiri. Hong Kong. Postmodernisme sendiri dipengaruhi oleh post-strukturalisme. dan kebebasan untuk keluar dan masuk bagi pelaku ekonomi. Jepang. Penganut neoinstitusionalis menekankan pada peran negara dalam ekonomi kapitalis. peran negara masih dianggap penting dalam menangani pembangunan ekonomi. Singapore. demi keefektivitasan pasar. sehingga dapat dilungsurkan kepada generasi berikutnya. Dalam masa bangkitnya Russia setelah jatuhnya komunisme. salah satu pemikiran yang menekankan pada market socialism adalah pemikiran rational-choice yang dikemukakan oleh Marxist. 2011 [TEORI PEMBANGUNAN NEGARA] Postmodernisme menjadi dasar bagi teori pembangunan yang berhaluan radikal kiri. Akibatnya. kesetaraan formal bagi pelaku ekonomi. Lebih lanjut. China. dan melihat perjuangan populer dalam politik grassroot. negara juga harus menciptakan pra-kondisi yang kondusif dengan memberikan akses terhadap informasi. para theorist pembangunan sayap kiri kembali menelisik mengenai kapitalisme yang berkembang di Asia Timur.

sehingga mereka menarik kesimpulan bahwa negara membuka jalan bagi terbentuknya pasar. Kedua. IIM hampir sama dengan model substitusi impor. negara memisahkan diri dari masyarakat. Hal ini memicu dua pertanyaan mendasar : mengapa dan bagaimana? Pembangunan ekonomi di Asia Timur yang sangat pesat dan berhasil tampaknya berhasil mematahkan argumentasi teori neoklasik. Dalam rangka melindungi industri-industri tersebut. Pada saat yang bersamaan. dan menentukan industri yang ingin dikembangkan. 2011 [TEORI PEMBANGUNAN NEGARA] mempengaruhi perekonomian dunia pula. sekaligus membuka peluang bagi investasi asing untuk mengembangkan perekonomian. mengatur interaksi antara industri dan agrikultur. jika dibutuhkan. dan menekan upah peketja untuk menarik investasi. untuk mencapai tujuan. yang dikenal dengan developmental state. negara menentukan industri apa yang akan dilindungi dan dibangun. mendorong masyarakat untuk memanfaatkan keuntungan dari pembangunan. membatasi impor.April 22. negara melakukan investasi besar dalam pendidikan. Untuk mengadopsi dan menggunakan teknologi negaraAlma Karimah (0806463776)| Rahardhika Arista Utama (0806317666) 9 . pajak. Pemikiran teori neoklasik tidak dapat diaplikasikan di dalam negara-negara ini karena intervensi negara sangat dibutuhkan. Keduanya sama-sama berawal dari prinsip bahwa kondisi di dalam negara dunia ketiga tidak sama dengan kondisi di negara dunia pertama. Pertama. untuk menegakkan disiplin. mengawasi alur investasi. bukan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Resep utama pembangunan di Asia Timur ini adalah dengan intervensi negara yang cukup besar dalam perekonomian. tetapi ditujukan kepada seluruh rakyatnya. terutama di sektor privat. banyak theoristtheorist yang kemudian berkesimpulan bahwa kesuksesan structural adjustment dalam negaranegara tersebut diikuti oleh perlindungan terhadap industri oleh negara. Dari cerita sukses pembangunan tersebut. negara menjadi kan pembangunan sebagai prioritas utamanya. Kelima. The Infant Industry Model (IIM) Perlindungan dan pembangunan yang diberikan oleh negara kepada sektor-sektor industri terpilih. negara mengarahkan pasar secara dominan. dan menggunakan cara represif. Ada beberapa aspek penting dalam teori developmental state atau teori pembangunan negara. bertujuan untuk ekspor. Keempat. negara menekankan pada private property dan pasar. Model pembangunan yang digunakan oleh negara-negara di Asia Timur adalah state— led development. dan penjualan barang-barang ekspor primer. Selain itu. Pembangunan ekonomi Asia Timur cederung didalangi oleh negara. negara meredistribusi tanahnya untuk memperluas pasar nasional sekaligus menghindari kubu-kubu oposisi oligarki atas tanah. menyebarkan perubahan teknologi. memaksimalisasi investasi. developmental state menggunakan model pembangunan infant industry. memberikan otonomi sendiri bagi teknokratik birokrasi dari kelompok-kelompok kepentingan di masyakarat. Modal-modal finansial ini didapat negara dari meminjam. tidak hanya terbatas pada sektor privat atau swasta saja. Ketiga. Strategi IIM untuk membangun industri dari awal adalah dengan mengakumulasi seluruh modalmodal yang ada. Hal inilah yang mendasari terbentuknya teori mengenai negara. dan yang paling penting. yang dipelopori oleh Chalmers Johnson. Pendidikan tidak hanya ditujukan kepada anak-anak kaum elit yang mampu membayar pendidikan. Model pembangunan ini dipelopori oleh Friedrich List pada awal abad ke-19. untuk meningkatkan human capital masyarakatnya. mengganti struktur masyarakat (memberikan harga yang tidak sesuai jika dianggap akan menguntungan suatu sektor).

model ini bertujuan untuk menghasilkan keuntungan komparatif baru yang lebih dinamis. Keuntungan komparatif pada perekonomian negara dunia ketiga memang sering kali berada di ekonomi desa. Misalnya. negara menghidupkan kedua sektor tersebut. redistribusi tanah merupakan hal yang paling penting dalam teori pembangunan negara. Pertama. agrikultur dan industri. Banyak negara-negara di Asia Timur yang mengikuti model tersebut. Alma Karimah (0806463776)| Rahardhika Arista Utama (0806317666) 10 . jumlah konsumernya juga hanya sedikit. namun ada dua perbedaan yan signifikan diantara keduanya. ISI memberikan perlindungan kepada semua industri lokal tanpa membeda-bedakan industri apapun. Pada prinsipnya. Pemerintah memiliki otoritas untuk menentukan industri apa yang akan dilindungi oleh negara dan mengandalkan pada impor untuk memenuhi kebutuhan lokal. bukan bertentangan dengan pasar atau menekan pasar. Oleh karena itu. pemerintah negara dunia ketiga dapat mengekploitasi sektor agrikultur atau sektor primer secara umum agar dapat membangun dan memajukan sektor industri. tidak semua industri lokal dilindungi oleh negara. negara harus melindungi perusahaan-perusahaan lokal dari pesaing asing dalam suatu periode waktu tertentu. Oleh karena itu. mereka akan memilih berbagai macam produk. Lebih lanjut. Perlindungan oleh negara bertujuan untuk membangun kapasitas industri atau perusahaan tersebut agar dapat bersaing di pasar dunia. Posisi intervensi negara dalam model pembangunan IIM ini harus mendukung pasar. untuk memenuhi permintaan yang sedikit tersebut. Inilah yang menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang dirumuskan oleh teori pembangunan negara. secara bersama-sama. Sedangkan IIM. Mereka mengkritik transfer sumber daya dari desa yang digunakan untuk membangun industri di kota. industri yang dibangun dengan strategi IIM ditujukan untuk ekspor. Structural adjustment muncul karena adanya structural change. Jika hanya sedikit populasi atau beberapa kelompok yang mengontrol sumber produksi dan pendapatan. Faktanya. Cerita-cerita sukses di negara-negara Asia Timur memberikan suatu pemahaman baru dalam teori pembangunan. Selain itu. Walaupun Industri Substitusi Impor (ISI) dan IIM memiliki kesamaan. Tetapi. Intinya. Oleh karena itu. keduanya harus diperhatikan. manajemen perusahaan tersebut harus mengetahui jangka waktu perlindungan sehingga industri tersebut mengetahui seberapa lama perusahaannya dapat membangun kapasitas dirinya sebelum perusahaan atau industri tersebut “dilempar” ke pasar dunia. Akibatnya. ISI menekankan pada industri sebagai basis pembangunan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan lokal. maka barang itu mungkin akan diimpor atau hanya diproduksi dalam jumlah sedikit yang menyebabkan harganya melambung tinggi. Perbedaan kedua adalah mengenai perlindungan terhadap industri lokal.April 22. Sebaliknya. Oleh karena itulah. hasil dari pembangunan tersebut harus terdistribusi secara meluas. di Korea Selatan dan Pantai Gading. Teori neoklasik mengkritik ISI karena urban bias-nya. strategi ini tidak akan berhasil jika pemerintah tidak membangun sektor agrikultur atau sektor primer lainnya. Pantai Gading yang secara berhasil menggunakan surplus dari agrikultur untuk membangun industri di perkotaan. salah jika kita berpikir bahwa transfer surplus dari desa ke kota merupakan sesuatu yang tidak bermanfaat. Kesimpulan Alur pemikiran secara garis besar mengenai munculnya teori pembangunan negara ini diawali oleh adanya stuctural adjustment. Perlindungan ini memiliki batasan waktu. 2011 [TEORI PEMBANGUNAN NEGARA] negara dunia pertama.

Respon Kelompok Sumber bahan bacaan kami berasal dari tulisan Rapley bab 5 dan tulisan Martinussen Bab 12 dan Bab 15. Pertama. Tulisan Martinussen tersebut menggambarkan kondisi politik negara-negara dunia ketiga. sehingga produksi dan konsumsi berjumlah besar dan dapat memproduksi untuk ekspor. Bukankah dengan memproduksi barang-barang untuk diekspor dan mengimpor barang-barang dari luar artinya ikut ke dalam sistem kapitalisme global? Alma Karimah (0806463776)| Rahardhika Arista Utama (0806317666) 11 . Namun ternyata. Hal ini terkait dengan penjelasan desentralisasi dalam tulisan Martinussen bab 15. Redistribusi ini menjadi salah satu kunci penting dalam keberhasilan pembangunan dalam teori pembangunan negara. Dalam bahan Rapley menjelaskan bahwa structural adjustment ternyata tidak hanya disebabkan oleh dimensi-dimensi ekonomi saja. Keberhasilan tersebut ternyata dikarenakan oleh intervensi negara dalam perekonomian. Korea Selatan. penyebab dari stuctural adjustment dalam struktur ekonomi adalah karena aspek ekonomi. Dalam hal ini. Cina. Kondisi-kondisi politik yang mendasari perubahan-perubahan dalam struktur negara tersebut dijelaskan oleh tulisan Martinussen di bab 12. Bahan Martinussen lebih banyak membahas mengenai teori-teori politik di negara berkembang. Perubahan ekonomi ditentukan juga oleh stabilitas politik suatu negara. seperti Jepang. Hal ini merupakan beebrapa aspek kunci yang menjadikan pembangunan di negara-negara Asia Timur tersebut berhasil. Desentralisasi bertujuan agar tidak hanya segelintir orang saja yang memperoleh keuntungan dalam pembangunan. Teori pembangunan negara juga menekankan pada redistribusi lahan oleh negara. Awalnya. Meskipun demikian. Teori pembangunan negara juga menawarkan solusi pembangunan yang didasari oleh redistribusi lahan. seperti yang menjadi tujuan model pembangunan IIM. dan sebagainya. Teori pembangunan negara didasari oleh pemikiran sayap kiri yang menekankan pada intervensi negara. Singapore. teori yang mendominasi adalah teori neoklasik. desentralisasi juga berlaku ketika negara ingin meningkatkan human capital dengan berinvestasi besar pada pendidikan. kondisi dan stabilitas politik suatu negara mempengaruhi sructural change yang akhirnya mempengaruhi structural adjustment di dalam suatu negara. Teori neoklasik tidak mampu menjelaskan keberhasilan ini dengan teorinya. Hal ini dipertegas dengan kasus-kasus sukses pembangunan di negara-negara Asia Timur.April 22. bacaan tersebut juga memicu beberapa pertanyaan oleh kelompok kami. Pembangunan negara-negara tersebut dinilai berhasil dan termasuk ke dalam negara-negara yang berkembang pesat pasca perang dunia kedua. dimensi politik memiliki andil juga dalam structural change. Teori neoklasik menekankan pada peran pasar dan menghindari intervensi pemerintah dalam perekonomian. 2011 [TEORI PEMBANGUNAN NEGARA] Structural adjustment tersebut merusak struktur perekonomian. melalui salah satunya redistribusi lahan. Walaupun intervensi negara sangat ditekankan. tetapi juga oleh aspek-aspek politik. Teori pembangunan dengan kasus-kasus keberhasilan di negara-negara Asia Timur menawarkan suatu model pembangunan Infant Industry Model (IIM). Selain itu. Apalagi kebijakan IIM yang mengutamakan ekspor produk ke luar. tetapi negara tetap mendukung pasar dan tidak bertentangan dengan pasar. bagaimana posisi kapitalisme dalam teori penbangunan negara ini. Pada awalnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->