LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KIMIA TEKNOLOGI

DISUSUN OLEH : NAMA NIM SEMESTER JUDUL PRAKTIK : RETNO WIDYAWATI : 110028 : 2 : HAND SOAP

AKADEMI KIMIA INDUSTRI SANTO PAULUS SEMARANG

ada pula yang menggunakan urea. Emal – 70 C termasuk golongan surfactant alkyl sulfat. tidak kusam dan harum saat digunakan. 3. Artinya. Larutan Garam . Jenis surfactant ini mempunyai kemampuan mengeluarkan busa dalam jumlah cukup banyak dan mempunyai daya bersih (cleansing ability ) yang cukup tinggi. Contohnya ada yang memakai surfactant jenis tertentu untuk menambah busa serta daya bersih. 2. Namun. Ridak seperti Emal – 70 C. kering dan berwarna kekuning-kuningan. Kelarutannya dalam air mendekati 100 % ( larut sempurna ) hanya kecepatan pelarutannya rendah. : TANGGAL PRAKTIK TUJUAN DASAR TEORI Pada dasarnya. Arkopal N 100 Arkopal N 100 berfungsi sebagai surfactant pelengkap. Arkopal N 100 mudah dilarutkan dalam air.NAMA KELOMPOK SEMESTER JENIS PRAKTIK : Retno Widyawati :9 : Genap (2) : Hand Soap : 31 Maret 2011 : membuat sabun pencuci tangan yang tampilanya jernih. yang dikemukakan dibawah ini adalah jenis bahan baku yang mudah diperoleh serta harganya relative murah. Emal – 70 C Secara kimia. cukup banyak bahan baku yang dapat dipakai dalam pembuatan hand soap. Bahan ini berbentuk cairan sedikit kental. 1. Senyawa ini merupakan bahan inti pada produk sabun tangan cair. untuk melarutkannya membutuhkan waktu lama. Bahan ini berbentuk pasta tidak berwarna dan bening. Selain itu.

6. air harus ditreatment. sebagai media pelarut digunakan air yang tidak mengandung ion tertentu agar tidak mengakibatkan efek negative pada produk. 7. Namun. Dari sekian banyak parfum. Hal ini bertujuan untuk memberi kesan lebih pekat pada cairan produk. Air Seperti umumnya produk-produk household. Dengan . Hal itu akan menghemat atau menekan harga pokok material secara keseluruhan. Untuk tujuan itu. Sebenarnya. EDTA merupakan bahan pengawet yang banyak dipakai pada produk household (produk untuk keperluan rumah tangga sehari-hari ). 4. penggunaanya harus dimimimalkan. jenis yang lazim dipakai pada sabun tangan cair adalah yang beraroma buah-buahan. produk sabun tangan cair tidak mutlak menggunakan bahan pengawet. Parfum Bau atau aroma parfum mempunyai kelebihan untuk meredam bau ikan dan anyir lainnya. EDTA2Na EDTA singkatan dari Ethylen Diamine Terta Acetic. Tanpa pelarutan. Harga bahan ini relative mahal. kuning dan hijau. Aroma lemon (jeruk ) dan apel merupakan pilihan yang utama. Pewarna Pewarna untuk sabun tangan cair cukup bervariasi. 5. Garam perlu dilarutkan dengan air hingga mencapai konsentrasi tertentu. seperti merah. volume garam akan kecil dan konsentrasinya maksimal sehingga dikhawatirkan efek pengentalannya tidak akan merata. Oleh karena itu.Garam atau sodium chlorida ( NaCl ) berfungsi sebagai pengental. sejauh peredaran dikonsumen cukup cepat. cara itu memerlukan peralatan dan biaya tambahan yang tidak sedikit. Pemberian warna disarankan dalam jumlah cukup banyak. Jenis yang dipakai adalah garam biasa atau garam dapur.

ALAT & BAHAN o ALAT 1. 2. 5.demikian. 4. 3. 4 % 62. 5. 3. 2 % 18 % 1% CARA KERJA : . Emal Arkopal ( SLS ) Larutan Garam EDTA Air Larutan garam 20 % sebanyak 20 gram NaCl 20 % Air 80 % = 20/100 x 20 gram = 80/100 x 20 gram 18 % 0. sejauh produk yang dihasilkan tetap memenuhi persyaratan kualitas. 2. Beaker glass Erlenmeyer Pengaduk Gelas ukur Cawan porselin : o BAHAN Basis 100 gram 1. penggunaan air biasa tanpa perlakuan deionisasi ( proses penghilangan atau membuang kandungan ion ) pun diperolehkan. 4.

GAMBAR : CARA KERJA Pewarna EDTA SLS Emal Aquades Langkah 1 Mencampur aquades. SLS dan Emal aduk hingga homogen ( larutan 1 ) 2. Aduk hingga homogen (larutan 1) NaCl Langkah 2 Aquades Pada tempat lain campurkan air dengan NaCl. Tambahkan parfum. SLS. Pada tempat lain buat larutan garam. Emal dan Pewarna. Memasukan air kedalam wadah.1. Lalu larutan garam tersebut tambahkan sedikit demi sedikit kedalam larutan 1 3. EDTA. Buat larutan garam . EDTA. Tambahakan pewarna.

4. Larutan 1 dan larutan garam saat dicampurkan timbul perubahan warna. SLS. . Pada saat penambahan parfum kami tambahkan secukupnya dan kami beri aroma strawberry. Setelah terjadi perubahan warna hendaklah penambahan larutan garam jangan diteruskan. Kami menambahkan warna merah pada produk kami ( larutan 1 ) 2. Warna yang kami amati adalah perubahan warna dari agak keruh menjadi kekuningkuningan. Pada saat pencampuran EDTA. 3. Penambahan parfum.Larutan 1 Larutan Garam Langkah 3 Mencampurkan larutan garam kedalam larutan 1 Larutan Homogen Parfum Langkah 4 Menambahkan parfum DATA PENGAMATAN : 1. Pencampuran NaCl dan aquades sangat cepat karena NaCl dan aquades sangat cepat larut.Emal dan pewarna membutuhkan waktu yang cukup lama karena kami menghindari timbulnya bintik-bintik putih dan timbulnya uih yang banyak.

Bahan pengawet EDTA2Na memang agak sulit larut dalam air. 2. atau timbul semacam gumpalan berwarna putih yang melayang-layang. 1. Cairan mengandung bintik-bintik putih kecil Produk berbintik-bintik terjadi akibat dari tidak terlarutnya EDTA2Na secara baik. Kondisi ini harus benar-benar diperhatikan. Untuk . hasilnya tetap tidak begitu bening. agak sulit memperbaikinya. Hal ini disebabkan ketidakrataan dalam pencampuran ( pengadukan ).DATA PERHITUNGAN Viscositas V1 V2 0. 95 V2 V2 : = Density 1 Density 2 = 1 1. Untuk itu. Walaupun diaduk kembali sampai rata. kami menemukan beberapa masalah dan kendala dalam proses pembuatan. produk yang dihasilkantidak jernih. Kami melakukan pengamatan dari masalah-masalah yang muncul selama proses pembuatan hand soap tersebut. Cacat atau defect semacam ini lazim disebut dengan hazy. Cairan tidak jernih Dalam pembuatan produksi hand soap. 039 = 3. pada saat Emal – 70 C dimasukan kedalam adonan. Jika sudah terjadi. lakukan dengan perlahan dan terus diaduk sehingga hasilnya memuaskan. 89 cp x x x x Waktu 1 Waktu 2 16. cenderung berkabut. terutama saat penambahan Emal – 70 C. 25 65 PEMBAHASAN : Setelah kami melakukan praktikum pembuatan hand soap.

Oleh karena itu. Setelah penambahan larutan garam. Sering terjadi warna hasil pelarutan awal sangat kelam sehingga kemungkinan terdapatnya butiran pewarna yang belum larut akan tidak tampak. kemudian cek luntur-tidaknya warna merah tersebut. Jika terlihat adanya butiran berwarna yang tidak larut maka butiran tersebut harus diambil. pada saat dimasukan kedalam wadah atau tempat pencampuran. Beberapa pewarna merah. larutan EDTA2Na akan menjadi seperti kotoran pada produk. Cairan mengental Pengentalan tersebut akibat dari menguapnya air. Untuk menghindarinya. harus dicoba dulu dalam jumlah sedikit. kualitasnya kurang baik. yaitu mudah ternetralisir ( luntur ) sehingga produk tampak tidak berwarna. Untuk itu. terutama warna merah. jika hasil produksi tidak segera dikemas atau disimpan sementara maka tempat . Jika ingin memakai warna merah. Tahap awal pelarutan pewarna memiliki peranan penting. sejauh ini tidak ada masalah. bias jadi luput pengamatan. Oleh karena itu. sebaiknya gunakan pewarna selain merah. Selanjutnya. kuning dan biru. Untuk warna lain seperti hijau. Pemilihan pewarna Ada hal yang perlu diperhatikan saat pemilihan warna. cairan menjadi kental. Jadi. pada tahap ini semua bubuk pewarna harus larut.melarutkannya membutuhkan waktu yang lama. lakukan pengadukan pelarutan EDTA2Na dengan seksama dan sabar sehingga semua bahan larut sempurna. pelarutan pewarna kedalam wadah dengan menggunakan sedikit air merupakan tahap penting ( agar semua pewarna larut sempurna ). Cairan terkontaminasi dengan kotoran berwarna Kotoran berupa butiran berwarna berasal dari pelarutan pewarna yang tidak semestinya. Selanjutnya. Hasilnya. 5. 3. butiran sisa tersebut mengendap di bawah dan baru terlihat saat produk sudah hampir jadi. 4. jika ada sebagian yang belum larut karena bentuknya kecil dan mengendap di bawah.

Dari pembahasan pembahasan yang kami lakukan diatas. Dibutuhkan kesabaran dalam proses pembuatan dan ketelitian dalam proses penimbangan bahan agar hasil akhir dari hand soap dapat baik. Oleh karena itu. KESIMPULAN : Kesalahan yang terjadi pada saat praktikum pembuatan hand soap sangat berpengaruh pada kualitas yang dihasilkan. Sehingga permintaan konsumen pasar dapat kami penuhi. akan berpengaruh terhadap kadar air formula secar keseluruhan. pengadukan akan lebih sulit karena pengentalan terjadi secara persialan (tidak rata ). produk segera dikemas jika hasil produksi telah siap. pembahasan mengenai masalah yang sering terjadi dapat membantu menyelesaikan masalah yang mungkin timbul pada saat produksi. Hal ini disebabkan kompensasi penambahan atau pengurangan air akibat penyesuaian perubahan konsentrasi garam. Jika garam langsung direaksikan dilarutkan terlebih dahulu. Namun.penyimpanannya harus tertutup. bias juga memakai larutan garam dengan konsentrasi berbeda. Konsentrasi garam Penggunaan larutan garam 20 % merupakan salah satu pilihan. kami dapat membuat formula sendiri dalam pembuatan hand soap. Terutama secara teknis. dapat menurunkan kualitas produk. Hasil yang kami buat . seperti 15 % atau 30 %. Sebaiknya. ketahanan produk yang dihasilkan lebih rendah dan tingkat kejernihannya mudah hilang. 7. Akibatnya. Mengingat minat konsumen yang ada dipasaran menginginkan hand soap yang tampilannya menarik. dengan menggunakan konsentrasi garam yang lebih rendah atau lebih tinggi akan mempengaruhi formula secara keseluruhan. Pelarutan garam Garam harus dilarutkan terlebih dahulu. 6. Hal ini untuk menghindari berkurangnya produk akibat penguapan air. Misalnya. jernih dan harum.

1996. beraroma strawberry. pH nya 10 dan viscositasnya adalah 3. D. Semarang 5 April 2011 Pembimbing Praktikan ( ) ( ) . The Soap and Detergent Association. Total Quality Management. 039. DAFTAR PUSTAKA : Little A. Hardjosoedarmo. 1989. Yogyakarta : Andi. S.adalah hand soap berwarna merah. 89 cp dan density 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful