i|Pembuatan Bioetanol Dari Ubi Jalar

Proposal Penelitian

PEMBUATAN BIOETANOL DARI UBI JALAR (IPOMEA BATATAS)

Oleh : Nama Nim Jurusan Prodi : CHASEA S.M.D. ANAK AMPUN : 4111210001 : kimia : kimia

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 C. . . . . . . . . Latar Belakang. . . . . . . . . . . 4 B . . . . . . . . . . Tinjauan Pustaka A. . . . . . . . . . . . . . . .2 B. . . . . . . 6 Bab III Metodoliogi Penelitian A . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 C. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .7 B . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 Bab I. . . . . . . . . . . . Alat Dan Bahan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .7 Daftar Pustaka. . . . . . . 3 E. . . . . . . . . . . Tempat Dan Waktu Penelitian. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Manfaat Penelelitian . . . . . . . . . 3 D. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Tujuan Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Permusan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .3 Bab II. . . . . . Proses Produksi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i Kata Pengantar. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .4 C. . . . Fermentasi . . . . . . . . . Pendahuluan A. . . . . . . . . . Saccharomyces cereviceae . . . . . .Ubi Jalar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .5 D. . . . . . . . . . . . . . . . .1|PEMBUATAN BIOETANOL DARI UBI JALAR Daftar isi Daftar isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Bahan Bakar Nabati Dan Bioetanol . . 9 . . . . . . . . . Batasan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Salam hangat dari saya.M. 4111210001 . Penulis CHASEA S. Serta tidak lupa saya mengucap terimakasih kepada bapak Rahmat Nauli yang telah banyak memberikan masukan serta pengajaran dalam penyusunan proposal saya ini. Seperti “Tak ada gading yang tak retak” demikian jugalah tulisan saya ini masih terdapat banyak kekurangan disana-sini..D. dan saya berharap masukan dari pembaca sekalian agar tulisan-tulisan saya yang akan datang dapat lebih baik lagi. Saya berharap semoga hasil tulisan saya ini dapat menjdi sebuah sumbeer informasi dan serta salah satu solusi dalam memecahkan masalah krisis bahan bakar yang telah menjadi masalah dalam kelangsungan hidup manusia di bumi.2|PEMBUATAN BIOETANOL DARI UBI JALAR Kata Pengantar Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahma dan kasih karuniaNya lah saya dapat menyusun proposal penelitian saya ini. ANAK AMPUN NIM.

dengan 3 tahapan yaitu tahap gelatinasi. 2008). Sumber glukosa yang utama untuk menghasilkan etanol berasal dari tanaman panenan seperti padi. yaitu 1. maka saya mempunyai gagasan untuk menggunakan ubi jalar (Ipomea Batatas) sebgai penghasil bioetanol untuk solusi sumber energy yang terbarukan. benzene. dan tahap distilasi.422. etanol digunakan untuk minuman beralkohol. dll. maupuin social. Agar menjadi sumber energy terbarukan pada zaman sekarang ini. Oleh sebab itu dengan potensi hasil panen ubi jalar (Ipomea Batatas) yang melimpah di sumatera utara yaitu sekitar 3. eter. meskipun itu dapat juga dihasilkan oleh proses reaksi kimia ethylene dengan uap air. eamah lingkungan. tahap fermentasi. aseton. (Roki Tambunsaribu. Meningkatkan daya kreatifitas pembaca agar terus berkreatif dalam mengembangkan sumber energy terbarukan . serta memiliki bau khas alcohol. jagung. Dalam kata lain etanol atau etil alcohol meerupakan cairan tak berwarna. dan semua pelarut organic. sibutuhkan suatun pengumbangan alternative energy terbarukan. 2. saya mempunyai ide untuk mengembangkan pembuatan bioetanol dari ubi jalar.264 ton pertahun (BPS Provsu 2010). Agar meningkatkan produktivitas pertanian ubi jalar pada setiap daerah penfghasil ubi jalar sehingga meningkatkan pendapatan asli perkapita petani sehingga APBD setiap daerah dapat meningkat 3. dan juga sebagai zat pelarut. Salah satu solusi dengan prinsip sebagai pengganti bahan bakar fosill untuk sarana transportasi dan sarana lainnya adalah bioetanol. Sampai saat ini Indonesia masih menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber energy utamanya. Melihat permasalahan di atas. Karena sifatnya yang tidak terbarukan. Selain sebagai sumber energy. B. Adapun sumber energy yang dinilai cuikuo rekevan untuk dikembangkan di Indonesia adalah berbasis pada bahan-bahan nab ati karena sifatnya yang renewable. Hal ini sejalan dengan perraturan nomor 5 tahun 2006 tentang Kebijakaakn Energi Nasional untuk mengmbangkan sumber energy alternaitive sebagai penggganti bahan bakar minyak (BBM). Semoga ubi jalar (Ipomea Batatas) yang melimpah dapat menjadi solusi untuk sumber energy terbarukan saat ini serta menambah pendapatan perkapita masyarakat Indonesia terutama petani ubi jalar (Ipomea Batatas) di setiap daerahnya. Latar Belakang Energy merupakan salah satu kehidupan utama bagi manusia. reklative mudah diproduksi. Manfaat Penelitian Yang menjadi manfaat dalam penelitian saya ini adalah. proses pengolahan glukosa tersebut menjadi etanol saya menggunakan yeast (ragi) Saccharomyces cereviceae. penggunaan bahan bakar fosil secara terus menerus dapat menyebabkan munculnya masalah kelangkjaan yang dapat berimplikasi pada berbagai sector kehidupan sepertin ekonomi. Serta dalam kesempatan ini. ubu jalar. Berdasarkan masalah yang dihadapi masa kini. Bahan bakar bioetanol didapat dari proses peragian glukosa. keperluan medis.3|PEMBUATAN BIOETANOL DARI UBI JALAR PEMBUATAN BIOETANOL DARI UBI JALAR (IPOMEA BATATAS) BAB I PENDAHULUAN A. serta dapat diperoleh dalam jumlah yang besar di alam. yang larut dalam air.

Penentuan kadar etanol yang dihasilkan pada method penelitian.4|PEMBUATAN BIOETANOL DARI UBI JALAR C. 2. 2. 4. Tujuan Penelitian Yang menjadi tujuan dalam penelitian saya ini adalah. Bagaimana kadar kemurnuian etanol yang dihasilkan dari fermentas ubi jalar (Ipomea Batatas) dari proses tersebut? 2. 3. Batasan Masalah Dengan luasnya ruang lingkup tentang bioethanol serta menghemat pembiayaan terhadap penelitian ini. Bagaimana kendala yang terjadi dalam setiap proses kinerja ketiga tahapan tersebut dalam menghasilkan etanol? E. 1. maka penulis membuat batasan terhadap penelitiaan ini. Yaitu sebgai berikut. Meningkatkan nilai guna serta nilai ekonomi dari ubu jalar sehingga dapat meningkatkan ntaraf hidup masyarakat Indonesia. Banyaknya bahan pokok dan bahan pendukung yang digunakan disesuaikan terhadap tujuan penelitian seperti banyaknya ubi jalar sekitar 2 kilogram. D. . Menggali serta meningkatkan potensi suberdaya alam yang ada di Indonesia. Bagaimanakah ketiga tahapan tersebut dapat menghasilkan etanol sesuai dengan yang diharapkan? 3. Mengetahui setiap kendala serta kekurangan yang dihasilkan dalam kinerja setiap proses tahapan. yaitu 1. Perumusan Masalah Dalam penelitian saya ini yang menjadi rumusan masalahnya yaitu : 1. Alat bantu yang digunakan merupakan alat yang biasa dijumpai di lingkungan sekitar.

kehutanan. dan Indonesia. agroklimat. Tidak hanya dapat diperbaharui. . melainkan bahan bakar ini juga ramah terhadap lingkungan. Ubi Jalar klasifikasi ilmiah Kerajaan : Pantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Solanales Family : Convolvulaceae Genus : Ipomea Spesies: Ipomea Batatas 1. etanol umunya digunakan sebgai bahan baku industri turunanalcohol. Dalam hal proses produksi dan pembakarannya. Jepang. BBN merupakan bahan bakar yang bahan bakunya berasal dari berbagai tanaman pertanian. seorang ahli botani Soviet. serta pengembangan BBN dapat melibatkan seluruh lapisan masyarakat termasjuk petani di daerah terpencil. dan Amerika bagian tengah.Ubi jalar mulai menyebar ke seluruh dunia. campuran untuk minuman keras. karena secara signifikan dapat mengurangi gas berbahaya di atmosfer. pada saat dicampur dengsn bensin. Polinesia. terutama negara-negara beriklim tropika pada abad ke-16. Bioetanol dapat digunakan sebgai bahan bakar denghan cara mencampurkannya dsengan bensin biasa. memerlukan tenaga kerja yang cukup banyak. serta bahan baku farmasi dan komestika (Hambali 2008). namun baru 142 yang di identifikasi oleh para peneliti. Nikolai Ivanovich Vavilov. Plasma nutfah (sumber genetic) tanaman ubi jalr yang tumbuh di dunia diperkirakan lebih dari 1000 jenis. Para ahli botani dan pertanian memperkirakan daerah asal tanaman ubi jalar adalah Selandia Baru. sedangkan grade untuk bahan bakar adalah diatas 99. Bahan bakar nabati dapat (BBN) dapat mengurangi peranan minyak bumi dalam energy mix yang masih sangat dominan sebesar 52% penyediaan bahan baku BBN cukkuo besar (terkait dengan ketersediaan lahan. dan bahan sampah(Prihandana 2008). Bioetanol merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan. bahan bakar nabati dapat terbaharui dan ramah lingkungan. dan tingginya tingkat biodiversitas di Indonesia) sehingga dapat tersedia secara terusmenerus.5%( umunyaa dugunakan untuk minuan keras atau bahan baku farmasi). perkebunan. memastikan daerah sentrum primer asal tanaman ubi jalar adalah Amerika Tengah.5|PEMBUATAN BIOETANOL DARI UBI JALAR BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Orang-orang Spanyol menyebarkan ubi jalar ke kawasan Asia. hasil kerjan mesin juga akan meningkat (Prihandana 2008). juga tidak akan meningkatkan efek rumah kaca (Prihandana 2008). Oleh karena itu. peternakan. B. Berdasarkan kadar alkoholnya etanol terbagi kedalam menjadi tiga grade yaitu grade industri dengan kadar alcohol 90%-94%. BAHAN Bakar Nabati Dan Bioetanol Dalam dunia industri.5% (Hambali 2008) Bahan Bakar Nabati (BBN) merupakan salah satu energy alternative di masa depan. kadar oktan bensin akan meningkat. netral dengan kadar 96%-99. terutama Filipina. dan berppotensi untuk mengurangi kemiskinan (Departemen ESDM 2008). Sejarah Singkat Ubi jalar atau ketela rambat atau “sweet potato” diduga berasal dari Benua Amerika.

5 jam bunga akan gagal terbentuk (Huaman. 1991). Perbedaan warna pada umbi berkaitan dengan adanya komponen fungsional pada ubi jalar. glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana . Secara singkat. bentuk daun. pembuatan alkohol dan fructose (pemanis) dalam industri minuman serta plastik yang cepat terdekomposisi. vitamin A dan C. Tanaman ini mampu beradaptasi di daerah yang kurang subur dan kering. kedalaman perakaran. Ubi jalar merupakan komoditi pangan penting di Indonesia dan diusahakan penduduk mulai dari daerah dataran rendah sampai dataran tinggi. . Varietas Ubi Jalar Menurut Yufdy dkk (2006) varietas ubi jalar cukup banyak. asam laktat. kanker dan penyakitpenyakit degenaratif. Pada panjang hari lebih dari 13. Kultivar ubi jalar berbeda antara satu dengan yang lainnya. fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik. sedangkan daunnya kaya akan mineral dan vitamin A. Pembungaan dan pembentukan akar dipacu dengan hari pendek. 3. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. (d) tahan terhadap hama penggerek ubi (Cylas sp.) dan penyakit kudis oleh cendawan Elsinoe sp. (c) rasa ubi enak dan manis. seperti arteosklerosis (Nugrahaeni et al. kuning. Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi. ubi jalar merupakan salah satu komoditi bahan makanan pokok. Ditinjau dari komposisi kimia. daun ubi jalar muda dapat dijadikan sayur yang juga mengandung gizi cukup tinggi. 2002). Perbedaan itu dapat dilihat dari warna kulit umbi dan warna daging umbi (biasanya putih. yaitu antosianin dan β-karoten. masa pendewasaan. Secara umum. dan digunakan pada produksi makanan. Fermentasi Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Kedua komponen tersebut bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Namun. Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. coklat/krem. ubi jalar potensial sebagai sumber karbohidrat. Ubi jalar merupakan tanaman yang suka cahaya dan tumbuh baik pada intensitas cahaya yang relatif tinggi. sehingga berperan dalam mencegah penuaan dini. melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). 11 jam atau kurang. merah dan ungu). akan tetapi. bentuk umbi.6|PEMBUATAN BIOETANOL DARI UBI JALAR 2. mineral dan vitamin (Tabel 1). (e) kadar karotin tinggi di atas 10 mg/100 gram dan (f) keadaan serat ubi relatif rendah. Pati ubi jalar juga merupakan salah satu bahan dalam proses pembuatan tekstil dan kertas serta pengganti BBM (Bioetanol) setelah terlebih dahulu diolah menjadi alkohol (Yusuf dan Widodo. 2008). demikian juga dengan ketahanan terhadap hama boleng. 1996). di atas 30 ton/hektar. dan hidrogen. 1991). Sedangkan antosianin mempunyai kemampuan yang tinggi sebagai antioksidan dan penangkal radikal bebas. anggur dan minuman beralkohol lainnya. ketahanan umbi terhadap hama dan penyakit (Huaman. Pati ubi jalar digunakan sebagai bahan baku produk kimia farmasi. terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal. Manfaat Tanaman Diberbagai daerah tertentu. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir. Umbi komoditas ini kaya akan energi. Selain umbinya yang memiliki gizi cukup tinggi. Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Varietas yang digolongkan sebagai varietas unggul harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: (a) berdaya hasil tinggi. β-karoten merupakan komponen fungsional yang berfungsi sebagai pro vitamin A yang dapat diubah menjadi vitamin A di dalam mukosa usus manusia. C. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol. tetapi miskin protein. Beberapa varietas unggul yang telah dilepaskan ke lapangan memiliki umur yang berbeda. Dengan demikian tanaman ini dapat diusahakan orang sepanjang tahun. Apabila ubi jalar dijadikan sebagai makanan pokok maka perlu dilakukan penambahan unsur protein (Setyono. (b) berumur pendek (genjah) antara 3-4 bulan. baru 142 jenis yang sudah diidentifikasi oleh para peneliti.

8.5 %) 3. Pertunasan multipolar. Pada proses ini mula-mula terbentuk tunas. namun semakin lama semakin menebal seiring dengan waktu. 5. Saccharomyces cerevisiae berfungsi dalam pembuatan roti dan bir.Pembentukan askospora. Organisme yang berperan yaitu Saccharomyces cerevisiae (ragi) untuk pembuatan tape. Pada khamir diploid seperti Saccharomyces cerevisiae. Pembelahan tunas. roti atau minuman keras. Spora berbentuk bulat atau oval dengan permukaan halus. Lipid ini disimpan dalam bentuk globula yang dapat dilihat dengan mikroskop setelah diberi pewarna lemak seperti Hitam Sudan atau Merah Sudan. yaitu gabungan antara pertunasan dan pembelahan. Membran Sitoplasma Nukleus Vakuola Mitokondria Globula Lipid Saccharomyces cerevisiae mengandung lipid dalam jumlah sangat sedikit. areal tempat melekatnya tunas pada induk sedemikian kecilnya sehingga seolah tidak pernah terbentuk septa (tidak dapat dilihat oleh mikroskop biasa) 3. Reaksi C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP D. Kapsul 2. karena Saccharomyces bersifat fermentatif (melakukan fermentasi. meiosis dapat terjadi langsung dari sel vegetatif. 4. Saccharomyces cereviceae Saccharaomyces cerevisiae adalah nama spesies yang termasuk dalam khamir berbentuk oval. Sitoplasma Saccharomyces cerevisiae berkembang biak dengan cara berikut: 1.7|PEMBUATAN BIOETANOL DARI UBI JALAR Fermentasi alkohol merupakan suatu reaksi pengubahan glukosa menjadi etanol (etil alkohol) dan karbondioksida. Dinding Sel Dinding sel khamir pada sel-sel yang muda sangat tipis. Dinding sel khamir terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut: >Glukan Khamir (30-35% berat kering dinding sel) >Mannan (30% dari berat kering dinding khamir) >Protein (6% berat kering dinding sel) >Kitin (1-2 %) >Lipid (8. dan paling banyak lahir pada kedua ujung sel yang memanjang. Namun. Saccharomyces cerevisiae mempunyai mikrostruktur yang terdiri dari : 1.5-13. kemudian terbentuk septa yang memisahkan tunas dari induk selnya. yaitu memcah glukosa menjadi karbon dioksida dan alkohol) kuat. Saccharomyces cerevisiae dapat membentuk 9 sampai 43 tunas dengan rata-rata 24 tunas per sel. tetapi tempat melekatnya tunas pada sel induk relatif besar. dimana tunas muncul dari sekitar ujung sel 2. Pada Saccharomyces. Pada dinding sel terdapat struktur yang disebut bekas lahir (bekas yang timbul dari pembentukan oleh sel induk) dan bekas tunas (bekas yang timbul akibat pembentukan anak sel). namun bisa membentu banyak bekas tunas. dengan adanya oksigen. 6. Setiap sel hanya dapat memiliki satu bekas lahir. Saccharomyces juga dapat melakukan respirasi yaitu mengoksidasi gula menjadi karbon dioksida dan air . 7.

B. Wadah tempat peragian v. Proses Produksi Bioetanol a. Alat Dan Bahan Alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu i. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat dimana penelitian ini dilakukan adalah di rumah penulis untuk tahap pengolahan satu dan dua dan kemudian di laboratorium FMIPA kimia Unimed Medan untuk tahap pengolahan ke tiga sekaligus penentuan kadar etanol yang dihasilkan. kemudian didingankan hingga suhu 950C. Namun prosedur in maasih belum cukup unutk menghasilkan ethanol yang disebut fuel based sehingga harus dilkakukan destilasi sekali lagi berdasarkan perbedaan titik didih antara air dan ethano. Alat destilasi Sedangkan bahan yang digunakan yaitu NPK sebagai nutrient. Tahap Gelatinasi Pada tahap awal ini ubi jalar (ipomea Batatas) yang sudah di bersihkan dicincang dan digiling sampai halus dan dicampurkan denagn air dalam suatu wadah sehingga menjadi bubur. air. hal ini disebabkan agar air enzyme dapat lebih aktif pada granula pati di dalam adonan tersebut. kemudian ditambah SAN untuk proses sakarifikasi dan kemudian di fermentasikan b. Penggilingan ii. Berikut merupakan diagram proses pembuatan etanol dari ubi jalar (Ipomea Batatas) . Zat pengotorrnya seperti gas CO2 yang berasal dari fermentasi glukosa. Tahap Fermentasi Pada proses ini pati diubah menjadi etanol/bioetanol dengan menggunakan yeast. Tahap Destilasi Untuk memurnikan etanol dengan tingkat kemurunian yang cocok sebaghai sumber energy maka dilakukanlah prosedur penyulingan. Kemudianbubur tersebut dipanasi pada suhhu 1300C. Kemudian adonan tersebut dibiarkan hingga suhhu 550C. bakteri ragi Saccharomyces cereviceae. Proses penghilanagn gas CO2 yang terikat pada etanol disebut washing CO2 dengan teknik penyaringan. Tempat perebusan iv. Tungku pemanas iii. C. Etanol yang dihasilkan dari fermentasi harus dimurnikan yaitu dengan cara destilasi untuk membersihkan etanol dari zat pengotor sehingga dapat dihasilkan tingkat kemurnian etanol yang dinginkan. c.8|PEMBUATAN BIOETANOL DARI UBI JALAR BAB III Metodologi Penelitian A.

5 % .9|PEMBUATAN BIOETANOL DARI UBI JALAR Bubur (gelatin ubu jalar) Dipanasi dengan suhu 130 C dan diboiarkan mendinign hingga 0 suhu 130 C 0 Fermentasi dengan Saccharomyces cereviceae Etanol distilasi pertama Etanol 95% Disuling untuk memisahkan etanol dari air berdasarkan titik didih Etanol 99.

wikipedia.ac.10 | P E M B U A T A N B I O E T A N O L D A R I U B I J A L A R Daftar Pustaka Rikana. 2007. Teknologi Bioenergi. Rama et all.pdf .sumut.id/bitstream/123456789/26348/4/Chapter%20II.org/wiki/Fermentasi http://id. 2007 Bioetanol Ubi Kayu : Bahan Bakar Masa Depan.wikipedia. Heppy & Risky Adam. Jakarta : Agromedia Pustaka Prihandana. “PEMBUATAN BIOETHANOL DARI SNIGKONG SECARA FERMENTASI MENGGUNAKAN RAGI TAPE” Hambali et all.wikipedia.org/wiki/Ubi_jalar http://repository.id/?qw=stasek&ns=05 http://id. 2008.bps. Jakarta : Agromedia Pustaka www.org/wiki/Saccharomyces_cerevisiae http://id.go.usu.