P. 1
Beban Kerja Perawat

Beban Kerja Perawat

|Views: 1,667|Likes:

More info:

Published by: Septry Senangsendirian on May 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/30/2013

pdf

text

original

TUGAS TERSTRUKTUR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) Beban Kerja Perawat Di Puskesmas 2 Sumpiuh

Oleh :

Siti Septriani S G1D008114

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KEPERAWATAN PURWOKERTO 2010

beban kerja dan lingkungan kerja merupakan tiga komponen utama dalam upaya kesehatan kerja. Beban kerja meliputi beban kerja fisik maupun mental. serta kelengkapan fasilitas yang dapat membantu perawat menyelesaikan kerjanya dengan baik (Gaffar. beban kerja dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun masyarakat di sekelilingnya. agar diperoleh produktivitas kerja yang. dimana 53. oleh karena itu pemberian pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas utama bagi negara dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya. jumlah pasien yang harus dirawat. Latar Belakang Setiap masyarakat berhak mendapat pelayanan kesehatan dengan kinerja yang terbaik dari perawat dan tenaga kesehatan. Upaya kesehatan kerja adalah upaya penyerasian antara kapasitas kerja.2% waktu yang benar-benar produktif yang digunakan pelayanan kesehatan langsung dan sisanya 39. waktu kerja yang digunakan untuk mengerjakan tugasnya sesuai dengan jam kerja yang berlangsung setiap hari. Kapasitas kerja. 1999). Beban kerja berkaitan erat dengan produktifitas tenaga kesehatan. Namun. Beban kerja adalah frekuensi kegiatan rata-rata dari masing-masing pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. pelayanan kesehatan yang terjangkau dan bermutu sulit dilaksanakan jika kualitas kehidupan kerja terpuruk. dimana analisa beban kerjanya dapat dilihat dari aspek-aspek seperti tugas-tugas yang dijalankan berdasarkan fungsi utamanya. . begitupun tugas tambahan yang dikerjakan.BAB 1 PENDAHULUAN A. dan suplai tenaga kesehatan serta sistem kesehatan tidak memadai. Tenaga kesehatan khususnya perawat. dimana hubungan interaktif dan serasi antara ketiga komponen tersebut akan menghasilkan kesehatan kerja yang optimal. kapasitas kerjanya sesuai dengan pendidikan yang ia peroleh. Akibat beban kerja yang terlalu berat atau kemampuan fisik yang terlalu lemah dapat mengakibatkan seorang perawat menderita gangguan atau penyakit akibat kerja. Untuk mencapai ketenagaan yang optimal perlu diperhatikan upaya kesehatan bagi tenaga kesehatannya.9% digunakan untuk kegiatan penunjang.

sering pusing. . Menurut hasil survey dari PPNI tahun 2006. Aspek mental merupakan perhitungan beban kerja dengan mempertimbangkan aspek mental (psikologis). Tujuan Tujuan dari observasi ini adalah untuk mengetahui beban kerja Perawat di Puskesmas 2 Sumpiuh. tidak bisa beristirahat karena beban kerja terlalu tinggi dan menyita waktu. Aspek fisik meliputi beban kerja berdasarkan kriteria-kriteria fisik manusia. 2008). sekitar 50. Sedangkan aspek pemanfaatan waktu lebih mempertimbangkan pada aspek pengunaan waktu untuk bekerja. Akibat negatif dari banyaknya tugas tambahan perawat diantaranya timbulnya emosi perawat yang tidak sesuai dengan yang diharapkan dan berdampak buruk bagi produktifitas perawat. Aspek mental atau psikologis lebih menekankan pada hubungan interpersonal antara perawat dengan kepala ruang. peningkatan beban kerja perawat dari empat pasien jadi enam orang telah mengakibatkan 14% peningkatkan kematian pasien yang dirawat dalam 30 hari pertama sejak dirawat di rumah sakit. mental dan panggunaan waktu. lelah. gaji rendah tanpa insentif memadai. yang dapat mempengaruhi keserasian dan produktifitas kerja bagi perawat sebagai alokasi penggunaan waktu guna peningkatan pelayanan keperawatan terhadap pasien (Suryanto.Banyaknya tugas tambahan yang harus dikerjakan oleh perawat dapat menganggu penampilan kerja dari perawat. B. Namun. yakni fisik. Sementara hasil penelitian yang dilakukan International Council of Nurses (ICN) menunjukkan. Ini menunjukkan adanya hubungan antara jumlah kematian dengan jumlah perawat per pasien dalam sehari. Perhitungan beban kerja dapat dilihat dari 3 aspek. perawat dengan perawat lainnya dan hubungan perawat dengan pasien. perawat di rumah sakit swasta dengan gaji lebih baik ternyata mengalami stress kerja lebih besar dibandingn perawat di rumah sakit pemerintah yang berpenghasilan rendah.9% perawat yang bekerja di empat propinsi di Indoonesia mengalami stress kerja.

proses kerja dan kondisi yang bertujuan untuk : 1. 1996). agar diperoleh produktivitas kerja yang optimal (Tulus.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. beban kerja dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinyan sendiri maupun masyarakat disekelilingnya. dimana hubungan interaktif dan serasi antara ketiga komponen tersebut akan menghasilkan . psikis atau mental maupun kesejahteraan sosialnya. Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan kerja masyarakat pekerja disemua lapangan kerja setinggi-tingginya baik fisik. B. Mencegah timbulnya gangguan kesehatan pada masyarakat pekerja yang diakibatkan oleh keadaan atau kondisi lingkungan kerjanya. Menempatkan dan memelihara pekerja disuatu lingkungan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan fisik dan psikis pekerjanya. Pengertian Upaya Kesehatan Kerja Upaya kesehatan kerja adalah upaya penyerasian antara kapasitas kerja. Memberikan pekerjaan dan perlingdungan bagi pekerja di dalam pekerjaannya dari kemungkinan bahaya yang disebabkan oleh faktor-faktor yang membahayakan kesehatan. 2. C. Komponen Kesehatan Kerja Menurut Sunaryo. 3. Ruang Lingkup Kesehatan Kerja Kesehatan kerja meliputi berbagai upaya penyerasian antara pekerja dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya baik fisik maupun psikis dalam hal cara atau metode kerja. ada tiga komponen utama dalam kesehatan kerja. 4.

2000). zat-zat kimia dan lain-lain) dapat merupakan beban tambahan terhadap pekerja. Lingkungan kerja Kondisi lingkungan kerja (misalnya panas. 3.kesehatan kesehatan kerja yang baik dan optimal. bising debu. Pengertian Beban Kerja Perawat Beban kerja adalah frekuensi kegiatan rata-rata dari masing-masing pekerjaan dalam jangka waktu tertentu (Samba. Akibat beban kerja yang terlalu berat atau kemampuan fisik yang terlalu lemah dapat mengakibatkan seorang pekerja menderita gangguan atau penyakit akibat kerja. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa beban kerja perawat adalah frekuensi kegiatan rata-rata dari . Adapun ketiga komponen kesehatan kerja adalah sebagai berikut: 1. Kondisi awal seseorang untuk bekerja dapat dipengaruhi oleh kondisi tempat kerja. Perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya yang diperoleh melalui pendidikan keperawatan. Kapasitas kerja Kapasitas kerja yang baik seperti status kerja dan gizi kerja yang baik serta kemampuan fisik yang prima diperlukan agar seorang pekerja dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. D. Kondisi atau tingkat kesehatan pekerja sebagai modal awal seorang untuk melakukan pekerjaan harus pula mendapat perhatian. Beban kerja merupakan salah satu unsur yang harus diperhatikan bagi seorang tenaga kerja untuk mendapatkan keserasian dan produktivitas kerja yang tinggi selain unsur beban tambahan akibat lingkungan kerja dan kapasitas kerja. Beban-beban tambahan tersebut secara sendiri-sendiri atau bersama-sama dapat menimbulkan gangguan atau penyakit akibat kerja. 2. Beban kerja Beban kerja meliputi beban kerja fisik maupun psikis atau mental. gizi kerja dan lain-lain.

13. Setiap saat melaksanakan tugas delegasi dari dokter (memberikan obat-obatan secara intensif). Menghadapi pasien dengan karakteristik tidak berdaya.seseorang yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya dalam jangka waktu tertentu. Kelebihan Beban Kerja Pengelolaan tenaga kerja yang tidak direncanakan dengan baik dapat menyebabkan keluhan yang subyektif. Kontak langsung perawat klien secara terus menerus selama 24 jam. Tanggung jawab yang tinggi dalam melaksanakan asuhan keperawatan klien di ruangan. Pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki tidak mampu mengimbangi sulitnya pekerjaan. tidak efektif dan tidak efisien yang memungkinkan ketidakpuasan bekerja yang pada akhirnya mengakibatkan turunnya kinerja dan produktivitas serta mutu pelayanan yang merosot. koma dan kondisi terminal. 11. Tindakan untuk selalu menyelamatkan pasien. Beragamnya jenis pekerjaan yang harus dilakukan demi kesehatan dan keselamatan pasien. 10. 4. 3. 6. beban kerja semakin berat. 9. 2. Harapan pimpinan rumah sakit terhadap pelayanan yang berkualitas. . 12. Kelebihan beban kerja (beban kerja berat) yang dirasakan oleh perawat meliputi (Gillies. 8. Tuntutan keluarga untuk keselamatan dan kesehatan pasien. E. Harus melaksanakan observasi pasien secara ketat selama jam kerja. Setiap saat dihadapkan pada pengambilan keputusan yang tepat. Kurangnya tenaga perawat dibanding jumlah pasien. 7. Terlalu banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan demi kesehatan dan keselamatan pasien. 5. 1996) : 1.

Menurut Suyanto (2008). . meliputi : tingkat kompleksitas perawat. kebijakan pengaturan dinas. jumlah pasien dan fluktuasinya. Faktor tenaga. Faktor lain yang mempengaruhi beban kerja disamping faktor jumlah tenaga dan jumlah konsumen atau klien. Perhitungan Tenaga Perawat. b. kebijakan personalia. 2000). a. sehingga beban kerja perawat semakin meningkat. F. sebagai berikut : 1. Faktor klien. 1996). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Beban Kerja Tenaga keperawatan menurun pada saat kebutuhan konsumen atau klien meningkat. Pelayanan keperawatan yang bermutu dapat dicapai salah satunya tergantung pada seimbangnya antara jumlah tenaga perawat dengan beban kerjanya di suatu rumah sakit. uraian tugas perawat. Salah satu cara untuk mengurangi beban kerja perawat yang terlalu tinggi adalah dengan menyediakan tenaga kerja yang cukup baik kuantitas maupun kualitasnya sesuai dengan tuntutan kerja. perhitungan tenaga kerja perawat perlu diperhatikan hal-hal. meliputi : jumlah dan komposisi tenaga keperawatan. kondisi pasien sesuai dengan jenis penyakit dan usianya. tenaga perawat spesialis dan sikap ethis professional. G. maka semakin berat atau besar beban kerja perawat tersebut (Gilles. tingkat pendidikan dan pengalaman kerja. Semakin banyak pasien yang ditangani seorang perawat selama periode waktu tertentu. keadaan sosial ekonomi dan harapan pasien dan keluarga.Prestasi suatu organisasi atau perusahaan yang buruk dapat dengan mudah terjadinya penghentian tenaga kerja yang besar-besaran ataupun menyebabkan diperlukannya banyak sekali waktu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan (Tulus. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan tenaga keperawatan. adalah faktor ketrampilan majemen perawat atau pengalaman kerja perawat dan faktor tingkat pendidikan perawat (Samba. 1996).

sering merasa pusing.R.262/Men. 2. terutama dengan pasien./Per/VII/1979 menetapkan bahwa perbandingan jumlah tempat tidur rumah sakit dibanding dengan jumlah perawat adalah sebagai berikut : Jumlah tempat tidur : Jumlah perawat = 3-4 tempat tidur : 2 perawat. Menggunakan sistem klasifikasi pasien berdasarkan perhitungan kebutuhan tenaga. lelah. Perawat hendaknya memahami perbedaan yang ia miliki dan menyadari ciri masing-masing sehingga tidak menjadi beban dalam menjalankan tugasnya. Menurut Sunaryo (2004) interaksi sosial merupakan salah satu bentuk hubungan antara individu dengan lingkungan sekitarnya. teman sejawat dan atasan langsung yaitu kepala ruangan. pelayanan penunjang dari instalasi lain dan macam kegiatan yang dilaksanakan. meliputi : tipe dan lokasi rumah sakit. Peraturan Men. Tidak terjalinnya kerja sama dengan baik akan menimbulkan beban psikologis bagi perawat selain juga beban fisik yang dialaminya. Oleh karena itu.I. fasilitas dan jenis pelayanan yang diberikan. Faktor organisasi. teman sejawat dan atasan langsung. lay out keperawatan. Psikologis Kerja Perawat Perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan selalu berinteraksi sosial dengan orang lain.c. Akibat .Kes. No. b. H. Adanya kerja sama antara perawat dengan perawat dan perawat dengan kepala ruangan serta kerja sama antara perawat dengan pasien yang dirawatnya akan mempercepat proses penyembuhan penyakit. Beban psikis yang berlebihan menyebabkan perawat mengalami stress kerja. Faktor lingkungan.Kes. seorang perawat hendaknya dapat memahami kepribadian pasien. meliputi : mutu pelayanan yang ditetapkan dan kebijakan pembinaan dan pengembangan. keluarga pasien. Rumusan perhitungan tenaga perawat a. dan tidak dapat istirahat dengan nyenyak. d. kelengkapan peralatan medik atau diagnostik.

beban kerja yang terlalu berat atau kemampuan fisik yang terlalu lemah dapat mengakibatkan seorang perawat menderita gangguan atau penyakit akibat kerja. karakteristik tugas. waktu kerja. dukungan kelompok dan pengaruh kepemimpinan. Kinerja perawat timbul sebagai respon efektif atau emosional terhadap tugas pekerjaan yang dilakukan perawat. beban kerja. Efek psikologis yang paling sederhana dan jelas dari kelebihan beban kerja adalah stress kerja yang mengakibatkan menurunnya motivasi kerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Motivasi sangat dibutuhkan oleh seorang perawat sebagai dorongan untuk meningkatkan gairah kerja. Stress kerja disebabkan oleh konflik kerja. .

Dari hasil observasi yang dilakukan. sedangkan dari hasil observasi yang dilakukan. Seperti. meskipun masih perlu di bantu dan pantau oleh perawat. sebab sebagian besar pasien yang ditanganinya merupakan pasien yang sudah dapat mengurus diri mereka (Self Care). mandi. membuat laporan. Sedangkan responden yang tidak memiliki tugas tambahan. sebagian besar responden menyatakan tidak terbebani dengan tugas mereka sebagai perawat pelaksana di Puskesmas tersebut. diperoleh gambaran beban kerja perawat dari 20 Responden terdapat 5 orang yang merasa terbebani dengan tugas mereka dan 15 orang yang tidak terbebani dengan tugas mereka. Semakin banyak tugas tambahan yang harus dikerjakan oleh seorang tenaga perawat maka tentu saja akan menambah tinggi beban kerjanya demikian juga sebaliknya. para perawat pelaksana yang memiliki tugas tambahan melaksanakan tugas tambahan tersebut atas perintah atasan ataupun inisiatif sendiri untuk membantu rekan kerjanya seperti : mengikuti rapat. Tugas Tambahan Tugas-tugas yang dikerjakan oleh perawat selain tugas utamanya yang tercantum dalam prosedur tetap Perawat Puskesmas 2 Sumpiuh. dimana pasien tersebut sudah dapat melaksanakan aktivitas kesehariannya secara sendiri seperti makan. Dari 20 responden terdapat 9 orang yang memiliki tugas tambahan dan 11 orang yang tidak memiliki tugas tambahan. membuat laporan. dan lain-lain. .BAB III PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan untuk mengetahui beban kerja perawat di Puskesmas 2 Sumpiuh. Adapun karakteristik observasi beban kerja perawat meliputi : A. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa perawat pelaksana di unit rawat inap lebih banyak yang tidak memiliki tugas tambahan. mengikuti rapat dan tugas lain yang diberikan oleh atasan. secara langsung dikerjakan karena tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh seorang perawat pada unit rawat inap sudah tercantum dalam uraian pekerjaan mereka sehingga setiap petugas memiliki uraian pekerjaan yang jelas sesuai fungsi dan jabatannya tanpa harus lagi mengerjakan tugas yang lain (tugas tambahan).

Perawat lebih mudah menyelesaikan tugasnya apabila didukung dengan fasilitas yang lengkap. Yang dimaksud dengan waktu kerja dalam observasi ini adalah jumlah jam kerja produktif yang digunakan oleh perawat untuk mengerjakan tugas utamanya sesuai dengan uraian tugas perawat. Waktu Kerja Waktu kerja seseorang menentukan efisiensi dan produktifitasnya. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan menunjukkan bahwa fasilitas yang tersedia di unit rawat inap cukup lengkap dalam membantu meringankan beban kerja mereka.B. Berdasarkan hasil wawancara yang dilaksanakan. Sedangkan fasilitas yang dianggap belum lengkap yaitu alat-alat pendukung keperawatan. Fasilitas ini diukur berdasarkan pendapat responden terhadap kelengkapan fasilitas dalam mendukung pelaksanaan tugasnya sebagai perawat seperti. Urine bag serta alat penunjang lainnya. Memperpanjang waktu kerja lebih dari kemampuan dan tidak disertai efisiensi yang tinggi biasanya memperlihatkan penurunan produktifitas serta kecenderungan untuk timbulnya kelelahan. dll) serta alat-alat penunjang lainnya. seperti : Kateter. tensimeter dan thermometer. penyakit dan kecelakaan. Kelengkapan fasilitas dalam observasi ini adalah alat-alat yang dibutuhkan perawat untuk melaksanakan dan mendukung dalam melaksanakan tugasnya. C. didapatkan bahwa responden yang menyatakan fasilitas di Unit Rawat Inap Puskesmas ini cukup lengkap yaitu pada alat-alat vital keperawatan seperti : Stetoscope. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan dapat dilihat bahwa dari 20 responden terdapat 11 orang yang mempunyai waktu kerja yang sesuai dan 5 orang yang mempunyai waktu kerja yang kurang serta terdapat 4 orang yang waktu kerjanya lebih. maupun tugastugas tambahan yang dikerjakannya yang tidak tercantum dalam uraian tugas perawat. tensimeter. Hal ini memperlihatkan bahwa waktu yang benar-benar digunakan oleh perawat untuk melaksanakan tugas utamanya masih kurang atau tidak sesuai dengan standar . alat-alat vital (Stetoscope. Kelengkapan Fasilitas Fasilitas merupakan alat atau sarana yang dibutuhkan seseorang dalam melaksanakan suatu kegiatan. Tenaga perawat sebagai tulang punggung rumah sakit membutuhkan fasilitas dalam mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya.

ada 5 yang mempunyai waktu kerja yang kurang. Dari 20 responden. Hal ini disebabkan karena masih banyak perawat pada waktu jam kerjanya masih melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak berhubungan dengan pekerjaan mereka seperti berbincang-bincang dengan rekan kerja.4 – 8 jam / hari.4 jam perhari. Sehingga dapat disimpulkan bahwa beban kerja standar setiap pegawai adalah 80% – 100 % dari waktu kerja normal atau 6. jadi waktu yang efektif untuk tiap pegawai adalah 6.waktu kerja yang dikeluarkan oleh Depkes RI yaitu waktu kerja nomal perhari adalah 8 jam (5 hari kerja). Serta ditambah lagi jika mereka memiliki tugas tambahan yang harus diselesaikan sehingga hal tersebut menambah jam bekerja perawat tersebut. Sedangkan ressponden yang memiliki waktu kerja lebih sebanyak 4 orang hal ini diakibatkan oleh karena kondisi pasien yang ditanganinya adalah pasien yang memerlukan penanganan secara total (Total Care) dimana pasien tersebut merupakan pasien yang seluruh kebutuhannya harus dipenuhi oleh perawat seperti makan. KESIMPULAN . minum dan mandi sehingga dalam penanganannya memerlukan waktu ekstra.

serta kelengkapan fasilitas yang dapat membantu perawat menyelesaikan kerjanya dengan baik. dimana analisa beban kerjanya dapat dilihat dari aspek-aspek seperti tugas-tugas yang dijalankan berdasarkan fungsi utamanya. waktu kerja yang digunakan untuk mengerjakan tugasnya sesuai dengan jam kerja yang berlangsung setiap hari. Tugas Tambahan Tugas-tugas yang dikerjakan oleh perawat selain tugas utamanya yang tercantum dalam prosedur tetap. C. jumlah pasien yang harus dirawat. Tenaga perawat sebagai tulang punggung rumah sakit membutuhkan fasilitas dalam mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya. kapasitas kerjanya sesuai dengan pendidikan yang ia peroleh. Memperpanjang waktu kerja lebih dari kemampuan dan tidak disertai efisiensi yang tinggi biasanya memperlihatkan penurunan produktifitas serta kecenderungan untuk timbulnya kelelahan. Karakteristik observasi beban kerja perawat meliputi : A. Waktu Kerja Waktu kerja seseorang menentukan efisiensi dan produktifitasnya. penyakit dan kecelakaan DAFTAR PUSTAKA .Beban kerja adalah frekuensi kegiatan rata-rata dari masing-masing pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. Tenaga kesehatan khususnya perawat. Kelengkapan Fasilitas Fasilitas merupakan alat atau sarana yang dibutuhkan seseorang dalam melaksanakan suatu kegiatan. Beban kerja meliputi beban kerja fisik maupun mental. begitupun tugas tambahan yang dikerjakan. B.

Manajemen Keperawatan. Gaffar.wordpress.wordpress. (1996). Jogjakarta : Penerbit Mitra Cendikia. Jakarta : PT. Edisi ke dua. Pengantar Keperawatan Profesional. http://irwandykapalawi. Psikologi Untuk Keperawatan.php/diakses tanggal 26 desember 2010. Mengenal Kepemimpinan Dan Manajemen Keperawatan Di Rumah Sakit. A.http://adipradana. http://www.id/index. Samba S. Tulus. L. Jakarta : EGC Gillies.depkes. Jakarta : EGC Sunaryo. Jakarta : EGC.com/diakses tanggal 26 desember 2010. Philadelphia. (1999). Manajemen Sumber Daya manusia. Pengantar Kepemimpinan & Manajemen Keperawatan untuk Perawat Klinis. Gramedia Pustaka Utama. (2008).J.O.com/2008/11/27/analisis-beban-kerja/ diakses tanggal 26 desember 2010. (2004). Suyanto. (2000). (1996).go. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->