Strategi ekonomi pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara dengan luas wilayah hampir 2 juta

km2 dan berpenduduk lebih 206 juta jiwa pada tahun 2000, memiliki potensi sumberdaya alam baik di laut (marine natural resources) dan di darat (land natural resources) yang sangat besar. Di laut, Indonesia memiliki ± 18.110 pulau dengan garis pantai sepanjang 108.000 km.Berdasarkan Konvensi Hukum Laut (UNCLOS) 1982, Indonesia memiliki kedaulatan atas wilayah perairan seluas 3,2 juta km2 yang terdiri dari perairan kepulauan seluas 2,9 juta km2 dan laut teritorial seluas 0,3 juta km2 Selain itu .Indonesia juga mempunyai hak eksklusif untuk memanfaatkan sumber daya kelautan dan berbagai kepentingan terkait seluas 2,7 km2 pada perairan ZEE (sampai dengan 200 mil dari garis pangkal). Di darat, memiliki lahan kehutanan 113 juta ha, lahan sawah produktif 9,9 juta ha, lahan perkebunan produktif 15,5 juta, 60 cekungan prospektif sumber mineral dan migas. Kenyataan bahwa sumberdaya yang berlimpah tersebut tidak merata beradadi seluruh daerah. Hal yang sama terjadi dengan sebaran sumberdaya manusia yang merupakan “aktor” pembangunan tersebar juga tidak merata. Implikasi dari ketidak-merataan keberadaan kedua sumberdaya tersebut adalah belum baiknya tingkat pelayanan infrastruktur wilayah melayani kebutuhan wilayah dan masyarakat, terutama daerah-daerah terisolir dan tertinggal. Untuk mengoptimalkan nilai manfaat sumberdaya yang berlimpah tetapi tidak merata tersebut bagi pengembangan wilayah nasional secara berkelanjutan dan menjamin kesejahteraan umum secara luas (public interest), diperlukan intervensi kebijakan dan penanganan khusus oleh Pemerintah untuk pengelolaan wilayah yang tertinggal. Hal ini seiring dengan agenda Kabinet Gotong Royong untuk menormalisasi kehidupan ekonomi dan memperkuat dasar bagi kehidupan perekonomian rakyat melalui upaya pembangunan yang didasarkan atas sumber daya setempat (resource-based development), dimana baik sumberdaya lautan dan daratan saat ini didorong pemanfaatannya, sebagai salah satu andalan bagi pemulihan perekonomian nasional. Secara sederhana, pembangunan ekonomi dapat dipahami sebagai upaya melakukan perubahan yang lebih baik dari sebelumnya yang ditandai oleh 3membaiknya faktor-faktor produksi. Faktorfaktor produksi tersebut adalah kesempatan kerja, investasi, dan teknologi yang dipergunakan dalam proses produksi. Lebih lanjut, wujud dari membaiknya ekonomi suatu wilayah diperlihatkan dengan membaiknya tingkat konsumsi masyarakat, investasi swasta, investasi publik, ekspor dan impor yang dihasilkan oleh suatu negara. Secara mudah, perekonomian wilayah yang meningkat dapat diindikasikan dengan meningkatnya pergerakan barang dan masyarakat antar wilayah. Dalam konteks tersebut, pembangunan ekonomi merupakan pembangunan yang a-spasial, yang berarti bahwa pembangunan ekonomi memandang wilayah nasional tersebut sebagai satu “entity”. Meningkatnya kinerja ekonomi nasional sering diterjemahkan dengan meningkatnya kinerja ekonomi seluruh wilayah/daerah Hal ini memberikan pengertian yang “bias”, karena hanya beberapa wilayah/daerah yang dapat berkembang seperti nasional dan banyak daerah yang tidak dapat berlaku seperti wilayah nasional. Wilayah Indonesia terdirid ari 33 propinsi dengan 400an kabupaten/kota yang secara

sumberdaya manusia. di daerah yang berkarateristik wilayah kepulauan dan laut diantisipasi dengan pembangunan industri perikanan. Seringkali kebijakan nasional pembangunan ekonomi yang disepakati sulit mencapai tujuan dan sasaran yang diharapkan pada semua daerahdaerah yang memiliki karakteristik sangat berbeda. Selain merupakan proses untuk mewujudkan tujuan-tujuan pembangunan. Contoh. dan • proses pengendalian pemanfaatan ruang yang terdiri atas mekanisme pengawasan dan penertiban terhadap pelaksanaan pembangunan agar tetap sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan tujuan penataan ruang wilayahnya. yang menghasilkan rencana tata ruang wilayah. TANTANGAN PEMBANGUNAN INDONESIA KE DEPAN . sedangkan daerah yang berkarakteristik darat dikembangkan melalui pembangunan kawasan industri.sosial ekonomi dan budaya sangat beragam. sumberdaya buatan/infrastruktur wilayah dan kegiatan usaha merupakan unsur pembentuk ruang wilayah dan sekaligus unsur bagi pembangunan ekonomi nasional yang lebih merata dan adil. Pemahaman terhadap sumberdaya alam. UU 24/1992 tentang Penataan Ruang menyebutkan bahwa ruang dipahami sebagai suatu wadah yang meliputi ruang daratan. sumberdaya alam. penataan ruang sekaligus juga merupakan instrumen yang memiliki landasan hukum untuk mewujudkan tujuan pengembangan wilayah. • proses perencanaan tata ruang wilayah. dan infrastruktur yang dibutuhkan oleh pengembangan Industri. 7. namun lebih dari itu termasuk proses pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Disamping sebagai “guidance of future actions” rencana tata ruang wilayah pada dasarnya merupakan bentuk intervensi yang dilakukan agar interaksi manusia/makhluk hidup dengan lingkungannya dapat berjalan serasi. Pembangunan ekonomi wilayah memberikan perhatian yang luas terhadap keunikan karakteristik wilayah (ruang). Penataan ruang tidak terbatas pada proses perencanaan tata ruang saja. kebijakan nasional untuk industrialisasi. Pendekatan ini dikenal dengan pembangunan ekonomi wilayah. sumberdaya buatan/infrastruktur dan kondisi kegiatan usaha dari masing-masing daerah di Indonesia serta interaksi antar daerah (termasuk diantara faktor-faktor produksi yang dimiliki) merupakan acuan dasar bagi perumusan upaya pembangunan ekonomi nasional ke depan. serta daerah yang tertinggal merencanakan pembangunan industri tetapi sulit merealisasikannya akibat rendahnya SDM. tempat manusia dan mahluk hidup lainnya hidup dan melakukan kegiatan serta memelihara kelangsungan hidupnya. selaras. yang merupakan wujud operasionaliasirencana tata ruang atau pelaksanaan pembangunan itu sendiri. seimbang untuk tercapainya kesejahteraan manusia/makhluk hidup serta kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pembangunan (development sustainability) • proses pemanfaatan ruang. ruang lautan dan ruang udara sebagai satu kesatuan wilayah. Dalam konteks ini. sumberdaya manusia. Keberagaman ini memberikan perbedaan dalam karakteristik faktor-faktor produksi yang dimiliki. SDA.

Ancaman dan sekaligus peluang globalisasi. Kedua. serta Kondisi objektif akibat krisis ekonomi. Pertama. kemampuan dalam pemasaran dan distribusi global. Undang-undang No. ketersediaan modal. kebijakan pemerintah.Tantangan pembangunan Indonesia ke depan sangat berat dan berbeda dengan yang sebelumnya. Paling tidak ada 4 (empat) tantangan yang dihadapi Indonesia. penguatan ini sangat penting karena secara langsung permasalahaan yang dirasakan masyarakat di kabupaten/kota langsung diupayakan diselesaikan melalui mekanisme yang ada di kabupaten/kota tersebut. . inovasi proses produksi dan produk. (iv) Adanya pasar bersama 6untuk produk-produk ekspor yang sama ke pasar Asia Pasifik yang memiliki 70% pasar dunia. jaringan bisnis global. Ketiga. Di satu sisi. yaitu (i) (ii) (iii) Spesialisasi produk yang didasarkan pada keunggulan absolut atau komparatif. reorientasi pembangunan Indonesia ke depan adalah keunggulan sebagai negara maritim. sumberdaya buatan/infrastruktur. Proses ekonomi global cenderung melibatkan banyak negara sesuai dengan keunggulan kompetitifnya seperti sumberdaya manusia. yaitu: (i) (ii) (iii) (iv) Otonomi daerah. Pergeseran orientasi pembangunansebagai negara maritim. Potensi pasar yang besar bagi produk masal. Di sisi lain. ancaman dan peluang dari globalisasi ekonomi terhadap Indonesia yang terutama diindikasikan dengan hilangnya batas-batas negara dalam suatu proses ekonomi global. otonomi ini justru menciptakan ego daerah yang lebih besar dan bahkan telah menciptakan konflik antar daerah yang bertetangga dan ancaman terhadap kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. 22 tahun 1999 secara tegas meletakkan otonomi daerah di daerah kabupaten/kota. globalisasi juga memberikan ancaman terhadap ekonomi nasional dan daerah berupa membanjirnya produk-produk asing yang menyerbu pasar-pasar domestik akibat tidak kompetitifnya harga produk lokal. penguasaan teknologi. keamanan. karena dapat diandalkan sebagai salah satu pilar ekonomi nasional. di sisi lain. Ada empat manfaat yang dirasakan dari globalisasi ekonomi. Hal ini berarti telah terjadi penguatan yang nyata dan legal terhadap kabupaten/kota dalam menetapkan arah dan target pembangunannya sendiri. Tetapi. Kerjasama pemasaran bagi hasil bumi dan tambang untuk memperkuat posisi tawar. Wilayah kelautan dan pesisir beserta sumberdaya alamnya memiliki makna strategis bagi pembangunan ekonomi Indonesia.

108 badan pemerintah. Sains lingkungan saat ini adalah studi akademik multidisipliner yang diajarkan dan menjadi bahan penelitian di berbagai universitas di seluruh dunia. Gerakan konservasi mengusahakan proteksi terhadap spesies terancam dan proteksi terhadap habitat alami yang bernilai secara ekologis. . sebuah gerakan sosial dan lingkungan yang dimulai di tahun 1960. yaitu United Nations Environment Programme. dan World Wide Fund for Nature juga telah berkontribusi menanamkan kepedulian lingkungan pada masyarakat dunia. 766 LSM. polusi. dan 81 organisasi internasional dengan lebih dari 10. edukasi. nasional. Masalah lingkungan terbaru saat ini yang mendominasi mencakup perubahan iklim. Environmentalisme. Lebih lengkapnya. International Union for Conservation of Nature telah mengajak 83 negara. Sejumlah besar data telah dikumpulkan dan dilaporkan dalam publikasi pernyataan lingkungan.asalah lingkungan adalah aspek negatif dari aktivitas manusia terhadap lingkungan biofisik. maupun internasional. lihat organisasi lingkungan. Friends of the Earth. Untuk lebih jelasnya. lihat daftar masalah lingkungan Tingkat pemahaman terhadap bumi saat ini telah meningkat melalui sains terutama aplikasi dari metode sains. LSM internasional. Hal ini berguna sebagai basis mengenai masalah lingkungan. dan hilangnya sumber daya alam. dan aktivisme. fokus pada penempatan masalah lingkungan melalui advokasi. Badan internasional terbesar. didirikan pada tahun 1972. misalnya Greenpeace.000 pakar dan peneliti lingkungan dari berbagai negara di dunia. Masalah lingkungan ditujukan kepada organisasi pemerintah pada level regional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful