P. 1
produktivitas kerja

produktivitas kerja

|Views: 230|Likes:
Published by Eli Kurniawan

More info:

Published by: Eli Kurniawan on May 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/11/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Produktivitas adalah jumlah hasil yang dicapai oleh seorang pekerja atau unit faktor produksi lain dalam jangka waktu tertentu. Hal ini tergantung pada perkembangan teknologi, alat-alat produksi, organisasi dan manajemen, syarat-syarat kerja, lingkungan kerja dan faktor-faktor lainnya. Disamping itu peningkatan produktivitas kerja pegawai juga harus diikuti oleh terciptanya lingkungan kerja yang baik dan serasi. Produktivitas kerja yang dimaksud produk dari adanya lingkungan kerja. Tinggi rendahnya produktivitas masing-masing bagian dalam struktur organisasi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan, sangat dipengaruhi oleh kesempurnaan tata ruang kantor dan suasana yang kondusif untuk menambah semangat dan gairah karyawan. Disamping itu orang yang ditempatkan pada masing-masing bagian kerja haruslah orang yang mampu serta memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan disipin ilmu yang dimiliki. Produktivitas merupakan kunci perkembangan ekonomi dan peningkatan mutu kehidupan masyarakat. Produktivitas memegang peranan amat penting, baik secara mikro dalam setiap perusahaan maupun secara makro, yakni pada tingkat nasional dan bahkan internasional. Tingkat produktivitas dalam suatu organisasi tidak hanya menentukan kemampuan organisasi itu mengahasilkan laba, tetapi juga kelangsungan hidupnya. Pengaruh lebih luas juga dirasakan secara nasional, karena sarana individu untuk meningkatkan usaha dan sasaran pemerintah untuk mencapai tingkat kemakmuran nasional yang lebih tinggi memperkuat perekonomian Negara, yang pada

Universitas Sumatera Utara

gilirannya akan mendorong perbaikan taraf hidup warganya dan wujud pelayanan perumahan, pendidikan, kesehatan dan kesempatan kerja. Produktif tidaknya suatu organisasi usaha ataupun dalam skala yang lebih luas lagi seperti Negara, memang tidak semata-mata disebabkan oleh faktor manusianya, namun SDM memegang peranan utama dalam proses peningkatan produktivitas karena alat produksi dan teknologi merupakan hasil pengorbanan 1. Timpe, mengutip pendapat seorang ahli manajemen, Alan Brace yang mnyebutkan bahwa “perbaikan aktivitas yang paling signifikan berasal dari tindakantindakan yang diarahkan kepada orang yang melaksanakan pekerjaan tersebut… “2. Setiap organisasi, baik yang bersekala besar maupun kecil pada hakekatnya akan selalu berorientasi kearah pencapaian tujuan. Untuk itu organisasi berusaha memaksimalkan pemanfaatan sarana dan sumber daya yang terdapat dalam organisasi secara bersama-sama agar tujuan yang telah ditetapkan tersebut benar-benar terwujud. Sebagaimana kita ketahui bahwa semangat dan kegairahan kerja karyawan dalam melaksanakan tugasnya dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain : jumlah kompensasi yang diberikan, penempatan yang tepat, pendidikan dan pelatihan, promosi, mutasi dan masih banyak faktor lain yang tidak bisa disebutkan seluruhnya disini. Pada dasarnya setiap organisasi selalu berusaha sebaik mungkin untuk menciptakan suatu lingkungan kerja yang baik, tetapi banyak hal diluar dugaan yang mungkin untuk dihindari terjadi, terutama bagi perusahaan yang menggunakan mesinmesin berat. Mesin-mesin berat tersebut biasanya menghasilkan suara yang bising dan sangat mengganggu pendengaran kita dalam bekerja. Untuk menghindari atau mencegah suara bising bukanlah suatu hal yang mudah, tentu harus memerlukan pikiran
1

Anaroga pandji dan sri sayuti. 1995. Psikologi Industri dan Sosial. Jakarta. Pustaka Jaya. hal. 69

2

A. Timpe Dale. 1992. Produktivitas ; Terjemahan oleh Susanto Budi Darma. Jakarta. PT Alex Media Komputindo. hal. 55

Universitas Sumatera Utara

Dan pada akhirnya karyawan dalam kondisi yang demikian bukan merupakan tenaga penghasil yang efisien dan efektif. Dan untuk itu PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan harus mampu bersaing dengan pelaku-pelaku ekonomi lainnya khususnya badan usaha swasta. PT (Persero) Pelabuhan Indoonesia I memiliki peluang besar untuk dapat turut serta menyumbangkan peranannya dalam pembangunan perekonomian nasional. udara yang pengap dan uap yang menganggu pernafasan sehingga harus tiap kali keluar mencari udara segar.dan tenaga yang banyak untuk mengatasinya. Bila kejadian ini dialami secara terus-menerus. Universitas Sumatera Utara . tentu akan dapat mengakibatkan terganggunya kesehatan mereka yang pada akhirnya akan dapat menurunkan semangat kerja karyawan. karena pekerja adalah manusia yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia bekerja. banyak kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan. kualitas dan kuantitas outputnya tidak memenuhi standar yang ditentukan. disamping juga harus mampu bersaing di dunia internasional. Sebagai sebuah BUMN. sehingga akan berpengaruh terhadap karyawan maupun hasil pekerjaannya. Meskipun faktor ini penting dan besar pengaruhnya tetapi masih ada perusahaan yang sampai saat ini kurang memperhatikan faktor lingkungan kerja. seperti mereka akan malas atau kurang disiplin. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan merupakan suatu bentuk perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang jasa kepelabuhan yang mempunyai tujuan pokok untuk menyediakan fasilitas dan mengusahakan jasa kepelabuhan serta usaha lainnya yang menunjang pencapaian perseroan dalam rangka menyelenggarakan keamanan dan ketertiban untuk kepentingan perseroan. Jika karyawan yang bekerja dilingkungan tersebut merasakan adanya ganguan seperti penerangan yang buruk. maka hal ini bisa mengakibatkan terganggunya konsentrasi dalam melaksanakan pekerjaan.

Dengan adanya perhatian dan dukungan terhadap lingkungan kerja yang baik yang di ciptakan dalam organisasi. Sebagai sebuah perusahaan yang bergerak dibidang jasa kepelabuhan. Jadi jelaslah sudah bahwa produktivitas tenaga kerja patut mendapat perhatian dan penting untuk diteliti. baik atasan maupun bawahan dan para pengelola Universitas Sumatera Utara . perdagangan. Dengan banyak bidang-bidang yang harus dikelola maka PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan membutuhkan pegawai-pegawai yang mampu. dermaga dan fasilitas untuk bertambat bongkar muat barang dan fasilitas naik turun penumpang. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan menyadari produktivitas ataupun prestasi kerja para pegawai sangatlah penting untuk dapat mencapai apa yang menjadi tujuan dari perusahaan. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan menyelenggarakan usaha-usaha di bidang seperti kolam-kolam pelabuhan dan perairan untuk lalu lintas dan tempat berlabuhnya kapal. Penelitian dasar tentang faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja begitu banyak. Berarti ada variabel lain yang selama ini luput dari penelitian para ahli. Kondisi ini harus disesuaikan dengan misi perusahaan yaitu memberikan pelayanan jasa kepelabuhan yang bermutu dan berorientasi kepada kepuasan pelanggan melalui pengelolaan perusahaan secara profesional. Dengan kata lain PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan membutuhkan produktivitas kerja yang tinggi dari para pegawainya. basis logistic dan integrasi transportasi serta terwujudnya masyarakat kepelabuhan yang berwawasan lingkungan.Daya saing yang tinggi itu sangat diperlukan sebab PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I akan menghadapi kondisi perkembangan pelabuhan generasi III yang ditandai dengan dijadikannya pelabuhan sebagai pusat distribusi. namun permasalahan peningkatan produktivitas tetap belum tuntas. terampil dan cakap serta mau bekerja denga giat untuk perusahaan.

PERUMUSAN MASALAH Dari uraian yang telah dikemukakan diatas. maka Penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut : “Bagaimana Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai di PT. B. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan “. MANFAAT PENELITIAN Adapun manfaat dari penelitian ini adalah : 1. diharapkan peningkatan produktivitas kerja pegawai. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja pegawai. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan?” C. khususnya pegawai pada PT. TUJUAN PENELITIAN Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah : 1. Bagi Penulis adalah untuk melatih. Universitas Sumatera Utara . D. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja pegawai di PT. Produktivitas Kerja Pegawai dan pengaruh antar variabel. 2. mengkaji dan mengembangkan pemahaman Penulis mengenai Lingkungan Kerja. Dari uraian diatas Penulis tertarik untuk meneliti secara ilmiah mengenai produktivitas kerja yang dihubungkan dengan lingkungan kerja. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan. dengan judul : “Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai di PT.organisasi lainnya.

M.2. Steers. 3. 183 Universitas Sumatera Utara . E. Pritchrd and Korasick 1973 . Indonesia. Para ahli ilmu organisasi dan manajemen sampai hari ini belum mempunyai kesamaan pandangan tentang apa yang disebut dengan lingkungan kerja di dalam organisasi. perhatian dan penelitian tentang lingkungan itu sendiri baru mulai berkembang sekitar 30 tahun terakhir ini diantaranya adalah penelitian oleh : “(Ampbbel and Beaty 1971 . 3 4 R. Menurut Alex C. Sebagai bahan pertimbangan para manajer atau pimpinan dalam usaha memperhatikan Lingkungan Kerja dalam meningkatkan Produktivitas Kerja Pegawai. 1984. Halvin and Crout 1962. Erlangga Alex C. Manajemen Personalia. Efektivitas Organisasi. hal. Litwin Sringe 1968 dan lain-lain” 3. Nitisemito. Pengertian Lingkungan Kerja Para ilmuwan sosial (manajemen) menyadari begitu besarnya pengaruh lingkungan terhadap makhluk hidup maupun mati dan menyimpulkan bahwa prilaku seseorang dalam organisasi juga sangat ditentukan oleh lingkungan kerjanya. Ghalia. Nitisemito (1984) lingkungan kerja adalah “segala sesuatu yang ada disekitar pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugastugas yang dibebankan 4. Lingkungan Kerja a. 1984. KERANGKA TEORI 1. Menambah referensi dibidang manajeman dan melengkapi ragam penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa bagi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Hal ini dapat dimaklumi karena pengertian.

Lingkungan kerja yang terdiri dari kondisi fisik yang dapat mencakup seperti temperatur. 5 A. Faktor finansial meliputi gaji/upah. Op. termasuk kesehatan dan lain sebagainya. pencahayaan. Faktor lingkungan psikologi ini meliputi sikap pegawai terhadap kebutuhan. hal 27 Universitas Sumatera Utara . bau-bauan. seperti jam kerja. sirkulasi udara. 1992. Lingkungan kerja dalam pengertian konkrit menyangkut masalah lingkungan dalam organisasi yang diraba. kebisingan. hal-hal yang menyangkut dengan kebutuhan sosial antar pegawai dengan rekan sekerja dan dengan pimpinan. penyediaan berbagai fasilitas yang dibutuhkan karyawan dan lain-lain dan atau yang berhubungan dengan waktu. jaminan sosial. Sedangkan secara abstrak lingkungan kerja dalam organisasi menyangkut psikologi orang-orang dan faktor financial organisasi. kelembapan. Timpe Dale. pelayanan kebutuhan karyawan. getaran mekanis. Lingkungan ini misalnya ruangan yang merupakan tempat pegawai atau anggota organisasi melaksanakan tugasnya beserta perangkat kerja lainnya yang dapat memudahkan atau menyulitkan aktivitas mereka. Untuk itu lingkungan kerja dan tata ruang kegiatan yang terkoordinasi serta terintegrasi sebagai salah satu yang tidak dipisahkan dalam pencapian tujuan organisasi. Dengan demikian lingkungan kerja memegang peranan penting dalam hal produktivitas kerja pegawai. dilihat secara nyata atau yang dapat dikendalikan atau dirubah dalam waktu singkat. Suasana yang merupakan serangkaian sifat lingkungan yang dapat diukur dari persepsi kolektif dari orang-orang yang dapat hidup dan bekerja untuk mempengaruhi motivasi dan prilaku mereka 5. pemeliharaan lingkungan. waktu istirahat.Cit. serta kerja bergilir adalah sebagian hal lain yang turut berpengaruh terhadap produktivitas kerja pegawai.Disamping itu lingkungan kerja dapat diartikan juga sebagai suasana kerja.

136 Universitas Sumatera Utara . warna. Tata Laksana Kantor. Petersonada beberapa keuntungan dari penerangan yang baik yaitu : Produktivitas yang bertambah (meskipun sulit mengukur dengan tepat berapa banyaknya) Kualitas pekerjaan yang lebih baik Mengurangi ketegangan mata dan kelelahan rohaniah Semangat kerja pegawai yang lebih baik Prestise yang lebih baik untuk perusahaan 8. Menurut C. musik. musik. Op. Hal-hal yang mempengaruhi lingkungan kerja yaitu : 1. pertukaran udara. 184 Drs. 6 7 Alex C. Littlefield dan R.b. hal. udara. Moekijat. Moekijat (1995) faktor-faktor yang penting dari kondisi-kondisi kerja fisik dalam kebanyakan kantor yaitu penerangan.Cit. apalagi bila pekerjaan yang dilakukan tesebut menuntut ketelitian. 1995. Nitisemito. Menurut Drs. 135 8 Drs. Moekijat. hal. Pencahayaan di lingkungan kerja baru disebut efektif apabila pegawai merasa nyaman secara visual akibat pencahayaan yang seimbang.L. kebersihan. Hal-hal yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja Alex Nitisemito (1984) juga menetapkan faktor-faktor yang termasuk dalam lingkungan kerja yang harus diperhatikan antara lain : penerangan. Bandung. Mandar Maju. dan suara 7 . warna. Keseimbangan cahaya sangat penting.Cit. hal. keamanan dan kebersihan 6.L. Penerangan atau Cahaya Penerangan atau cahaya yang cukup merupakan pertimbangan yang penting dalam fasilitas kantor. Op.

S. kelelahan. 2007. 214 Universitas Sumatera Utara . namun banyak yang tidak sadar akan dampak psikologinya. abu-abu muda. hal. dan ketegangan 9. Penggunaan warna dalam ruangan maksudnya adalah bagaimana pengaruh warna terhadap gairah dan semangat kerja karyawan. setidak-tidaknya menguranginya. setiap perusahaan hendaknya dapat menghilangkan kebisingan tesebut. Kebisingan dapat mengganggu konsentrasi dan menimbulkan kekacauan dalam bekerja. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat peredam suara atau bila mana mungkin mengusahakan sedemikian rupa sehingga kebisingan menjadi berkurang. baik positif maupun negatif pada produktivitas. Badri Sukoco.E. moral. hijau muda dan sebagainya. abu-abu. Erlangga. 9 M. Jakarta. warna adalah satu elemen dalam lingkungan perkantoran yang mempunyai dampak penting bagi pegawai. Untuk warna putih dapat memberikan kesan ruang yang sempit menjadi tampak luas dan bersih serta membantu pekerjaan yang membutuhkan ketelitian. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern. 3. misalnya cokelat muda atau krem. Meskipun sebagian besar pegawai sadar akan dampak fisik warna. Suara Tingkat kebisingan pada kantor merupakan faktor lingkungan yang harus dipertimbangkan untuk mengelola tingkat produktivitas pegawai yang diinginkan. Warna Menurut McShane. tingkah laku. Untuk ruangan kerja hendaknya dipilihkan warna-warna dingin dan lembut. beberapa gangguan fisik dan psikologi terhadap mereka akan terjadi. menggunakan telepon dan dalam melaksanakan pekerjaan dengan baik. Suara yang gaduh menyebabkan kesulitan dalam memusatkan pikiran.2. Apabila tingkat kebisingan melampaui batas yang tidak diinginkan. Oleh karena itu.

maka akan menimbulkan suasana gembira dan mengurangi kelelahan dalam bekerja. Oleh karena itu bagaimana pun juga kebisingan haruslah diusahakan supaya berkurang. maka lebih baik tanpa musik sama sekali. kesulitan dalam menggunakan telepon dan ketidakhadiran yang lebih banyak. Tipe musik yang dimainkan akan mempengaruhi produktivitas pegawai. Sebaiknya bila musik yang diperdengarkan menyenangkan. Meskipun demikian dalam perusahaan bila musik yang dioperdengarkan tidak menyenangkan. kalau seandainya usaha untuk menghilangkan sama sekali tidak dapat dilaksanakan. di antaranya membantu meningkatkan kepuasan kerja dan produktivitas pegawai dengan menghilangkan rasa bosan dan monoton dalam melakukan pekerjaan kantor. bahkan mungkin menimbulkan reaksi yang kurang menyenangkan. Universitas Sumatera Utara .Adapun pengaruh suara yang bising adalah : Gangguan mental dan syaraf pegawai Kesulitan melakukan konsentrasi. 4. Kesalahan yang bertambah dan semangat kerja pegawai yang berkurang. kesalahan yang lebih banyak. Musik juga memberikan efek menenangkan kelelahan mental dan fisik serta mengurangi ketegangan. karena penggunaan musik dapat membentuk pola tingkah laku yang baik. Musik Musik digunakan untuk membantu pekerjaan. Kebisingan juga dapat menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitarnya sehingga menimbulkan rasa kurang simpati. mengurangi hasil. Perlu ditegaskan lagi musik yang menyenangkan disini tergantung kesenangan para pegawai. Musik menghasilkan beberapa keuntungan.

ventilasi Ventilasi harus cukup lebar terutama pada daerah-daerah panas karena akan dapat menimbulkan pertukaran udara yang baik sehingga dapat menyehatkan badan. sebaliknya perukaran udara yang kurang akan menimbulkan rasa pengap sehingga mudah menimbulkan kelelahan karyawan. Udara Faktor lingkungan kerja lainnya yang dapat mempengaruhi kondisi fisik dan psikologi pegawai adalah kondisi udara di dalam kantor. Dengan menggunakan AC pada tempat-tempat yang pengap akan menimbulkan kesejukan sehingga dapat mengurangi kelelahan. misalnya gedung yang mempunyai plafon tinggi akan menimbulkan pertukaran udara yang banyak daripada gedung yang mempunyai plafon yang rendah. . Jika diasumsikan pegawai akan menghabiskan 90 persen jam kerjanya di dalam ruangan (kurang dari 2500 jam per tahun).5. penggunaan AC ini juga mempunyai efek negatif pada pegawai yang alergi Universitas Sumatera Utara . Untuk menimbulkan pertukaran udara yang cukup ada hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu : . Pertukaran udara yang cukup ini akan menyebabkan kesegaran fisik karyawan.Air Conditioning Air Conditioning (AC) mengatur keadaan udara dengan mengawasi empat unsur pokok : suhu. kelembaban dan kebersihan. . peredaran.Konstruksi gedung Konstruksi gedung dapat berpengaruh pula pada pertukaran udara. Pertukaran udara yang cukup terutama dalam ruang kerja sangat diperlukan apalagi bila dalam ruangan tersebut penuh karyawan. Akan tetapi bila terlalu banyak ventilasi dapat menimbulkan hembusan angin yang terlalu kuat sehingga akan banyak pegawai yang jatuh sakit. kualitas udara patut menjadi perhatian utama oleh perusahaan.

Disamping itu juga standarisasi penyelenggaraan pekerjaan memperkokoh unsur yang penting pula. Penumpukan abu dan kotoran tidak boleh terjadi dan karenanya semua ruang kerja.terhadap AC. 7. file). gang. Untuk menjaga kesehatan semua ruangan harus dijaga agar tetap dalam keadaan bersih. Standar-standar ruang dapat menjadi pedoman atau pegangan bagi pimpinan. Tata Ruang Kantor Tata ruang kantor adalah penyusunan alat-alat kantor pada letak yang tepat serta pengaturan tempat keja yang menimbulkan kepuasan bekerja bagi para pegawai. Kerbersihan Kebersihan merupakan syarat utama untuk pekerja yang sehat. Adapun keuntungan udara yang baik : • • • • • Produktivitas yang tinggi Mutu pekerjaan lebih baik Kesenangan dan kesehatan pegawai Semangat kerja lebih tinggi Kesan yang menyenangkan bagi para tamu. Standarisasi ruang kantor juga sangat berperan. Demikian pula setiap karyawan Universitas Sumatera Utara . 6. alat perlengkapan dan personil. juga apabila dalam ruangan terlalu banyak pegawai atau karyawan yang merokok justru akan kurang baik bagi kesehatan. Standar ruang itu adalah sifat pekerjaan yang dilakukan. tanggatangga dan kamar mandi harus dibersihkan setiap hari. bentuk ruang dan ketentuan perabot itu sendiri (meja. Adapun yang menjadi unsur-unsur kantor terdiri dari tiga unsur yakni gedung (bangunan). kursi. Untuk itu masalah pertukaran udara yang sehat perlu diperhatikan.

Pandangan hidup dan sikap mental yang demikian akan mendorong manusia untuk tidak cepat merasa puas. dimana pada saat bekerja karyawan yang bersangkutan tidak mungkin dapat mengawasi kendaraannya secara langsung. tetapi harus mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan kerja. energi. biaya. Apabila tempat kendaraan tersebut tidak aman dan sering terjadi pencurian serta perusakan maka hal ini dapat menimbulkan kegelisahan pada waktu melaksanakan tugas. Produktivitas juga merupakan hasil dari efisiensi Universitas Sumatera Utara . merupakan pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan. yaitu modal (termasuk lahan). Produktivitas Kerja a. produktivitas merupakan perbandingan antara keluaran (output) yang dicapai dengan masukan (input) yang diberikan. yang pada akhirnya akan menurunkan semangat dan kegairahan kerja karyawan. Oleh karena itulah penjagaan terhadapa keamanan dan perusakan harus benar-benar diperhatikan. Keamanan Rasa aman akan menimbulkan ketenangan dan akan mendorong semangat serta kegairahan kerja karyawan. Secara umum. tenaga kerja. 2. Untuk hal ini tergantung kepada kemapuan perusahaan dalam menegakkan kedisiplinan. Pengertian produktivitas sebenarnya menyangkut aspek yang luas.Dimana kehidupan hari ini harus lebih baik dari kemarin dan mutu kehidupan besok harus lebih baik dari hari ini. Keadaan ini tentu saja dapat mengakibatkan konsentrasi kurang.hendaknya tidak meludah dan membuang sampah disembarang tempat. Pengertian Produktivitas Kerja Pengertian produktivitas kerja dipandang sebagai konsep filosopis. 8. Dalam hal ini adalah keamanan terhadap milik pribadi dari karyawan (sepeda motor. alat. dan teknologi. mobil).

bahkan kalau mungkin maksimal 10.Phil. PT Raja Grafindo Persada. 2007. hal. 2002. Kemampuan yang dimaksud dalam defenisi tersebut tidak hanya berhubungan dengan sarana dan prasarana. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Manajemen Kinerja. Kepuasan Kerja Karyawan yang merasa puas tentu secara alamiah akan berupaya mencapai tingkat kepuasan yang tinggi dengan cara mengoptimalkan hasil kerja (output). M. sedang keluaran diukur dalam kesatuan fisik bentuk dan nilai 12. P. Menaikan produktivitaas dapat dilakukan dengan memperbaiki rasio produktivitas. Jika 10 Prof. Menurut P. Jakarta. hal. Rineka Cipta. DR. DR. Wibowo. MPA. Produktivitas dapat dikuantifikasikan dengan membagi keluaran dengan masukan. Jakarta. Sondang Siagian. Menurut Sinungan (2000) produktivitas kerja adalah suatu perbandingan antara hasil keluaran dan masukan atau output : input. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja Ada beberapa faktor yang menentukan besar kecilnya produktivitas kerja karyawan yaitu : 1. b. 12 Universitas Sumatera Utara . Menurut Blecher yang dikutip Wibowo (2007) produktivitas kerja adalah hubungan antara keluaran atau hasil organisasi dengan yang diperlukan. 54 11 Prof. Sinungan. SE. Masukan sering dibatasi dengan masukan tenaga kerja. Sondang Siagian (2002) produktivitas kerja merupakan kemampuan memperoleh manfaat dari sarana dan prasarana yang tersedia dengan menghasilkan keluaran (output) yang optimal. Produktivitas Apa dan Bagaimana. tetapi juga berhubungan dengan pemanfaatan waktu dan sumber daya manusia. Efektivitas dan efisiensi yang tinggi akan menghasilkan produktivitas yang tinggi. 2000. hal. dengan menghasilkan lebih banyak keluaran atau output yang lebih baik dengan tingkat masukan sumber daya tertentu 11.pengelolaan masukan dan efektivitas pencapaian sasaran. Jakarta. Bumi Angkasa. 241 12 M.

hal. Pentingnya etos kerja ini terlihat dengan lebih jelas apabila diingat bahwa suatu organisasi selalu dihadapkan kepada tuntutan yang terus-menerus berubah.Cit. dan lingkungan kerja. 10 Universitas Sumatera Utara . Menurut P. 13 Prof. Pandangan ini bukan hanya merupakan salah satu kiat dalam mengelola organisasi dengan baik. Op. pengetahuan dan keterampilan. Input Besar kecilnya input yang dimasukan dalam sebuah proses produksi akan menentukan hasil akhir (output) dari sebuah pekerjaan. MPA. Sondang Siagian (2002) faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja adalah 13 : a. Namun faktor ini sifatnya sangat relatif.output yang dihasilkan tidak sebanding dengan semangat yang diberikan maka kepuasan kerja justru akan ikut menurun sehingga produktivitas pun juga akan menurun. karena harus didukung oleh faktor lainnya. akan tetapi merupakan salah satu etos kerja yang penting sebagai bagian filsafat manajemen mutakhir. sikap. Perbaikan terus-menerus Seluruh komponen organisasi harus melakukan perbaikan secara terus-menerus. DR. tenaga. 2. 3. baik secara internal maupun secara eksternal. saran yang mendukung. Input yang dimiliki karyawan dalam bekerja antara lain : motivasi. Sondang Siagian. seperti input. P. Waktu Kerja Jam kerja yang lama mendorong pegawai untuk terus memperbanyak dan meningkatkan hasil kerja mereka.

akan tetapi menyangkut segala jenis kegiatan dimana organisasi terlibat. Suatu organisasi yang mendapat penghargaan. kondisi fisik tempat kerja yang menyenangkan. yaitu : penyeliaan yang simpatik. Karena itu memberdayakan sumber daya manusia merupakan etos kerja yang sangat mendasar yang harus dipegang teguh oleh semua eselon manajemen dalam hirarki organisasi. 4. baik berupa barang maupun jasa. pekerjaan yang menantang. yaitu : • • Mengakui harkat dan martabat manusia Manusia mempunyai hak-hak yang bersifat asasi dan tidak ada manusia lain−termasuk manajemen−yang dibenarkan untuk melanggar hak-hak tersebut • Penerapan gaya manajemen ysng partisipasif melalui proses demokratisasi dalam kehidupan berorganisasi • Perkayaan mutu kekaryaan. baik pelaksana tugas pokok maupun pelaksanaan tugas penunjang. Dalam memberdayakan manusia terdapat beberapa strategi. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia merupakan unsur yang paling strategis dalam organisasi. akan tetapi karena dinilai berhasil meningkatkan mutu semua jenis pekerjaan dan proses manajerial dalam organisasi yang bersangkutan. Berarti mutu menyangkut semua jenis kegiatan yang diselenggarakan oleh semua satuan kerja. dalam organisasi. mencakup paling sedikit lima hal. sistem imbalan yang efektif. c. penghargaan itu diberikan bukan hanya karena keberhasilan organisasi meningkatkan mutu produknya. dan sistem umpan balik.b. Filsafat Organisasi Sesungguhnya titik tolak perumusan etos kerja bersifat fisafat yang pada mulanya mungkin dirumuskan oleh para pendiri (founding fathers) organisasi yang Universitas Sumatera Utara . Peningkatan Mutu Hasil Kerja Mutu tidak hanya berkaitan dengan produk yang dihasilkan dan dipasarkan.

c.bersangkutan. lingkungan kerja. Keberhasilan organisasi dalam proses mencapai tujuan sangat tergantung pada tiap individu dalam pelaksanaan dan pencapian tujuan. motivasi. baik yang berhubungan dengan orang itu sendiri. seperti keterampilan. iklim. Karena produktivitas kerja berhubungan langsung dengan sikap dan prilaku terhadap pekerjaan yang dihadapinya. maupun faktor-faktor yang diluar dirinya. sikap dan etika kerja. Kaitan Antara Lingkungan Kerja dan Produktivitas Kerja Semua organisasi ataupun sejenisnya mempunyai misi yang biasanya tercantum dalam maksud dan tujuan organisasi. Universitas Sumatera Utara . Ada beberapa hal yang menonjol dalam filsafat manajemen tersebut. Menurut Ravianto (1986) bahwa produktif tidaknya seorang pegawai dapat dipahami dengan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas itu sendiri. Di dalam menciptakan efisiensi. disiplin. suatu kredo manajemen yang menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh atau holistik dalam mengelola suatu organisasi. pekerja tersebut perlu memperhatikan lingkungan kerja yang terdapat dalam organisasi itu sendiri. yakni : • • • • Fokus perhatian pada kepuasan pelanggan Pemupukan loyalitas Perhatian pada budaya organisasi Pentingnya ketentuan formal dan prosedur. yang berpendapat “Produktivitas seseorang dipengaruhi oleh berbagai factor. Salah satu bentuknya yang dewasa ini dikenal makin meluas dikalangan bisnis ialah TQM (Total Quality Management).

Dengan demikian keanekaragamna sifat yang dimiliki oleh individu dan pekerjaannya. Apabila tingkat kebisingan tinggi maka dapat menggangu pendengaran pegawai yang sedang melaksanakan pekerjaannya sehingga ia tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Begitu pula dari unsur penerangan. 12 R. kurangnya sinar yang mencukupi atau kurang tepatnya perhitungan mengenai kebutuhan mata ataupun menyebabkan 14 15 Ravianto. 1986. hubungan antar anggota keluarga. Produktivitas dan Keluarga. adanya yang membutuhkan pemikiran yang banyak. Dijelaskan bahwa dengan lingkungan kerja yang baik akan dapat mendukung adanya produktivitas kerja yang baik pula. individu suatu organisasi memiliki sikap antara lain ada yang peka. sehingga prilaku individu maju kearah yang lebih baik dan juga sifat pekerjaannya dapat berlangsung secara lancar dan pada akhirnya produktivitas kerja yang diharapkan dapat tercapai. ada yang malas dan membandel.kesehatan. Sedang ditinjau dari pekerjaannya antara lain terdiri dari pekerjaan dimana perlu unsur kecepatan. karena sebagaimana dijelaskan beberapa pendapat-pendapat teori para ahli bahwa produktivitas kerja hanya mungkin terjadi apabila kebutuhan dan keinginan kerja terpenuhi yang mana dalam hal ini mengkut kondisi lingkungan fisik tempat bekerja seperti udara segar. pencahayaan yang cukup dan sebagainya yang dapat mempengaruhi pelaksanaan kerja dalam mencapai produktivitas (Jendelmann. pendidikan. Konflik Interpersonal di Tempat Kerja. teknologi. Ditinjau dari sudut prilakunya. yang pada akhirnya produktivitas kerja yang diharapkan tidak akan tercapai. Pusat Produktivitas Nasional. Jakarta. Jakarta. hal. tingkat penghasilan. manejemen dan kesempatan berprestasi “ 14. Gunung Agung. ada yang dapat dipercaya. 1997. Universitas Sumatera Utara . 1997 ) 15. Jendelmann. suka bekerja dan ada pula selalu membuat suatu kesalahan. suara yang tidak mengganggu. maka perlu adanya suatu lingkungan kerja yang baik dan serasi dalam suatu organisasi tersebut.

Adapun hipotesa yang penulis kemukakan adalah : 1. PT Alpabeta. Dengan demikian lingkungan kerja yang ada didalam kantor meliputi : warna. 70 Universitas Sumatera Utara . dan udara. 2. Hipotesa kerja (Ha) Adapun pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja. Bandung. akan tetapi apabila cahaya penerangan yang cukup dan memancar dengan tepat akan menambah efisiensi kerja pegawai. sehingga kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan tugas tidak akan terjadi dan efektivitas kerja pegawai dapat tercapai.kerabunan. 16 Sugiono. 2005. HIPOTESA “Hipotesa adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Sugiyono (2005) 16. Apabila unsur-unsur lingkungan kerja ini mendapat perhatian yang serius dari pimpinan organisasi di tata dengan baik dan serasi bagi para pegawai yang melaksanakan tugas dikantor. hal. akan menimbulkan semangat kerja dan gairah kerja pegawai. Hipotesa Nol (Ho) Tidak ada pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja. dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakn dalam bentuk kalimat pertanyaan”. cahaya. F. Metode Penelitian Administrasi.

Warna yaitu sesuatu yang dapat mempengaruhi jiwa seseorang dalam bekerja. 1995. Defenisi operasional penelitian ini adalah : 1.G. Variabel (X) Lingkungan kerja sebagai variabel bebas. hal. 46 Universitas Sumatera Utara . DEFENISI KONSEP Menurut Singarimbun (1995) adalah abstraksi mengenai suatu fenomena yang dirumuskan atas dasar generalisasi dari sejumlah karakteristik kejadian. Pemberian defenisi konsep disini adalah untuk membantu memperjelas fenomena pengamatan yang akan diteliti sebagai berikut : 1.hal. dkk. bisa dari sinar matahari yang masuk maupun cahaya lampu. Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja dan dapat mempengaruhi dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepadanya. LP3ES. atau individu tertentu yang menjadi pusat perhatian 17. 2. Penerangan atau Cahaya yaitu sesuatu yang dapat memberikan cahaya. Jakarta. 33 Ibid. kelompok. DEFENISI OPERASIONAL Berdasarkan pendapat Singarimbun (1995) defenisi operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu variabel 18. teknik produksi dan adanya peningkatan ketermapilan dari tenaga kerjanya. H. Singarimbun. diukur (diteliti) melalui indikatorindikator sebagai berikut : a. Metode Penelitian Survey. Jika pruduktivitas naik ini hanya dimungkinkan oleh adanya peningkatan efisiensi (waktu-bahan-tenaga) dan system kerja. 17 18 M. b. Produktivitas kerja merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai (keluaran) dengan keseluruhan sumber daya (masukan) yang dipergunakan per satuan waktu. keadaan.

Kepuasan kerja harus didasari semangat masing-masing pegawai. Tata ruangkantor yaitu penyusunan alat tulis dan kantor yang mempermudah gerak dan kelancaran tugas dalam bekerja serta meja. h. mengurangi ketegangan syaraf dan menjadikan pegawai merasa lebih baik. 2. e. kursi sesuai dengan jumlah pegawai yang ada pada luas lantai yang tersedia disertai dengan keindahan ruangan pegawai. g. berkaitan dengan kualitas. Udara yaitu pertukaran udara yang berganti melalui ventilasi maupun AC yang terdapat pada suatu ruangan. Kepuasan kerja . d. Variabel Terikat (Y) Produktivitas kerja sebagai variabel terikat diukur (diteliti) melalui indikatorindikator sebagai berikut : a. Keamanan yaitu perasaan yang menimbulkan ketenangan pekerja dalam melakukan tugasnya. Suara/kebisingan yaitusuara-suara yang dapat mengganggu konsentrasi dalam bekerja.Kepuasan kerja yang tinggi dapat diwujudkan dengan mengoptimalkan hasil kerja. f. kuantitas dan waktu.c. Universitas Sumatera Utara . Musik yaitu lagu-lagu yang dapat meringankan kelelahan rohaniah. Kebersihan yaitu kenyamanan pekerja dalam melakukan tugasnya dengan cara menjaga agar lingkungan dimana karyawan melakukan aktifitasnya tetap dalam keadaan bersih. . Efektivitas kerja yaitu tingkat keberhasilan pegawai dalam mencapai saran/tujuan sesuai dengan sarana dan tujuan yang telah ditentukan. b.

c. hal ini dapat dilihat dari sedikitnya kesalahan yang dilakukan dan penggunaan sarana dan prasarana yang tersedia sesuai dengan kebutuhan karyawan. Efisiensi kerja yaitu tingkat keberhasilan pegawai dalam mencapai tujuan dengan menggunakan sumber daya dan sarana sehemat mungkin/tidak melakukan pemborosan. Universitas Sumatera Utara . Disiplin kerja yaitu kesadaran dan kesediaan seseorang untuk patuh dan menaati segala peraturan yang ada untuk selanjutnya diwujudkan dalam aktivitas kerja. e.

dan teknik analisa data. BAB VI PENUTUP Bab ini memuat kesimpulan dan saran atas hasil penelitian yang dilakukan. BAB V ANALISA DATA Bab ini memuat analisa data pada BAB IV untuk selanjutnya memberikan intepretasinya. teknik pengumpulan data. BAB III DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN Bab ini berisi : data. dan sistematika penulisan. BAB IV PENYAJIAN DATA Bab ini memuat hasil penelitian yang diperoleh dari lapangan dan dokumentasi yang akan dianalisis. perumusan masalah. SISTEMATIKA PENULISAN BAB I PENDAHULUAN Bab ini memuat latar belakang. defenisi operasional. defenisi konsep. karakteristik objek penelitian yang releven dengan topik penelitian. manfaat penelitian. populasi dan sampel penelitian.I. kerangka teori. BAB II METODE PENELITIAN Bab ini memuat bentuk penelitian. Universitas Sumatera Utara . tujuan penelitian. lokasi penelitian.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->