P. 1
Konseling Kelompok

Konseling Kelompok

|Views: 453|Likes:
Published by Dita Juwita

More info:

Published by: Dita Juwita on May 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2014

pdf

text

original

Konseling Kelompok

Layanan konseling kelompok pada hakekatnya adalah suatu proses antar pribadi yang dinamis, terpusat pada pikiran dan perilaku yang disadari, dibina dalam suatu kelompok kecil mengungkapkan diri kepada sesama anggota dan konselor, dimana komunikasi antar pribadi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan diri terhadap nilai-nilai kehidupan dan segala tujuan hidup serta untuk belajar perilaku tertentu ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Konseling kelompok bersifat memberikan kemudahan dalam pertumbuhan dan perkembangan individu, dalam arti bahwa konseling kelompok memberikan dorongan dan motivasi kepada individu untuk membuat perubahan-perubahan dengan memanfaatkan potensi secara maksimal sehingga dapat mewujudkan diri. Pendekatan ini menitik beratkan pada interaksi antar anggota, anggota dengan pemimipin kelompok dan sebaliknya. Interaksi ini selain berusaha bersama untuk dapat memecahkan masalah juga anggota kelompok dapat belajar untuk mendengarkan secara aktif, melakukan konfrontasi dengan tepat, memperlihatkan perhatian dengan sungguh-sungguh terhadap anggota lain. Kesempatan memberi dan menerima dalam kelompok akan menimbulkan rasa saling menolong, menerima, dan berempathi dengan tulus. Keadaan ini membutuhkan suasana yang positif antar anggota, sehingga mereka akan merasa diterima, dimengerti, dan menambah rasa positif dalam diri mereka. Dalam konseling kelompok, dengan memanfaatkan dinamika kelompok para anggota kelompok dapat mengembangkan diri dan memperoleh keuntungan-keuntungan lainnya. Arah pengembangan diri yang dimaksud terutama adalah dikembangkannya kemampuankemampuian sosial secara umum yang selayaknya dikuasai oleh individu individu yang berkepribadian mantap. Keterampilan berkomunikasi secara efektif, sikap tenggang rasa, memberi dan menerima, toleran, mementingkan musyawarah untuk mencapai mufakat seiring dengan sikap demokrtis, memiliki rasa tanggung jawab sosial seiring dengan kemandirian yang kuat merupakan arah pengembang pribadi yang dapat dijangkau melalui diaktifkannya dinamika kelompok itu. Layanan konseling kelompok memberikan kesempatan kepada anggota kelompok berinteraksi antar pribadi yang khas, yang tidak mungkin terjadi pada layanan konseling individual. Interaksi sosial yang intensif dan dinamis selama pelaksanaan layanan, diharapkan tujuantujuan layanan yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan individu anggota kelompok dapat tercapai secara mantap. Pada kegiatan konseling kelompok setiap individu mendapatkan kesempatan untuk menggali tiap masalah yang dialami anggota. Kelompok dapat juga dipakai untuk belajar mengekspresikan perasaan, menunjukan perhatian terhadap orang lain, dan berbagi pengalaman. Pendekatan interaksional merupakan pendekatan yang digunakan dalam layanan konseling kelompok. Pendekatan ini menitikberatkan pada interaksi antar anggota, anggota dengan

pemimipin kelompok dan sebaliknya. Interaksi ini selain berusaha bersama untuk dapat memecahkan masalah juga anggota kelompok dapat belajar untuk mendengarkan secara aktif, melakukan konfrontasi dengan tepat, memperlihatkan perhatian dengan sungguhsungguh terhadap anggota lain. Kesempatan memberi dan menerima dalam kelompok akan menimbulkan rasa saling menolong, menerima, dan berempathi dengan tulus. Keadaan ini membutuhkan suasana yang positif antar anggota, sehingga mereka akan merasa diterima, dimengerti, dan menambah rasa positif dalam diri mereka.

 Definisi Pengertian Konseling Kelompok menurut beberapa tokoh : 1. Rochman Natawijaya, 1987:14 Konseling kelompok adalah suatu upaya bantuan kepada individu dalam suasana kelompok yang bersifat pencegahan dan penyembuhan, dan diarahkan kepada pemberian kemudahan dalam rangka perkembangan dan pertumbuhannya. Menurut Asew, 1990 Konseling kelompok adalah sebagai suatu praktek profesional yang luas, yang mengarahkan kepada pemberian bantuan atau penyelesaian tugas-tugas dalam suatu adegan (setting) kelompok.

2.

3. Menurut Gazda, 1967 Konseling kelompok adalah suatu proses antar pribadi yang dinamis yang terpusat pada pemikiran dan perilaku yang sadar dan melibatkan fungsi-fungsi terapi, seperti saling mempercayai, saling memerlukan, saling pengertian, saling mendukung dan menerima. 4. Gazda, 1984 dan Shertzer & Stone, 1980 Konseling kelompok adalah suatu proses antar pribadi yang dinamis yang terpusat pada pemikiran dan prilaku yang disadari.

5. Prayitno, 1999 : 115-120 Konseling kelompok adalah suatu layanan bimbingan dan kelompok konseling yang memungkinkan peserta didik memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan dan pengentasan permasalahan yang dialaminya melalui dinamika kelompok. 6. Achmad Juntika Konseling kelompok adalah adalah layanan konseling perorangan yang dilaksanakan di dalam konseling kelompok, siswa memperoleh kesempatan bagi pembahasan dan pengentasan masalah yang dialami melalui dinamika kelompok. 7. Allson Konseling kelompok adalah layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi dalam suasana kelompok. 8. Menurut Sukamto

Konseling kelompok adalah pelayanan pengembangan pribadi dan pemecahan masalah dalam sebuah diskusi kelompok yang mementingkan pemenuhan kebutuhan dan kebahagiaan individu sesuai harkat dan martabatnya. 9. Erman Amti Konseling kelompok adalah kegiatan dinamika kelompok yang membantu tercapainya perkembangan optimal individu sesuai bakat dan kemampuan, sehingga dapat hidup mandiri. 10. Dr. Thantawy R, M.A. : 2005 Konseling Kelompok merupakan hubungan interpersonal yang dinamis antara konselor dan konseli dan antar konseli, interaksi dalam kelompok memungkinkan anggota kelompok untuk belajar menghadapi kenyataan hidup dan meningkatkan pengertian saling percaya, penerimaan nilai-nilai kehidupan, cita-cita, tujuan serta sikap atau tingkah laku yang digunakan oleh lingkungan sosial tertentu.  Tujuan konseling kelompok : 1. Melatih anggota kelompok agar berani berbicara dengan orang banyak. 2. Melatih anggota kelompok dapat bertenggang rasa terhadap teman sebayanya. 3. Dapat mengembangkan bakat dan minat masing-masing anggota kelompok. 4. Mengentaskan permasalahan-permasalahan keompok. 5. Menjadi lebih terbuka dan jujur terhadap diri sendiri dan orang lain 6. Belajar mempercayai diri sendiri dan orang lain 7. Berkembang untuk lebih menerima diri sendiri 8. Belajar berkomunikasi dengan orang lain

 Tahapan-tahapan konseling kelompok ini antara lain:

a. Prakonseling : Pembentukan kelompok Tahap ini merupakan tahap persiapan pelaksanaan konseling. Pada tahap ini terutama pembentukan kelompok yang dilakukan dengan seleksi anggota dan menawarkan program kepada calon peserta konseling sekaligus membangun harapan bagi calon peserta. Ketentuan penting yang mendasari konseling jenis ini adalah : 1. Adanya minat bersama (Common Intenst), dikatakan demikian jika secara potensial anggota itu memilki kesamaan masalah dan perhatian yang akan dibahas. 2. Suka rela atau atas inisiatifnya sendiri, karena hal ini berhubungan dengan hak pribadi klien.

b.

c.

d.

e.

3. Adanya kemauan berpartisipasi di dalam proses kelompok dan. 4. Mampu berpartisipasi di dalam proses kelompok. Tahap I : Tahap permulaan (Orientasi dan Eksplorasi) Pada tahap ini mulai menentukan struktur kelompok mengeksplorasi harapan anggota, anggota mulai belajar fungsi kelompok, sekaligus mulai menegaskan tujuan kelompok. Secara sistematis pada tahap ini langkah yang dilakukan adalah perkenalan, agenda (tujuan yang ingin dicapai) norma kelompok dan penggalian ide dan persaan. Jadi pada tahap permulaan ini anggota memulai menjalin hubungan sesama anggota kelompok. Selain klien mulai memperkenalkan satu sama lain, mereka menyusun saling kepercayaan. Tujuan lanjutannya adalah menjaga hubungan berpusat pada kelompok dan tidak berpusat pada ketua, mendorong komunikasi dalam iklim yang saling penerimaan dan saling memberi dorongan, membantu memiliki sikap toleren diantara anggota kelompok terhadap perbedaan dan memberikan reinforcement untuk masing-masing anggota. Tahap II : Tahap transisi Pada tahap ini diharapkan masalah yang dihadapi masing masing klien yang dirumuskan dan diketahuai apa sebab sebabnya. Anggota kelompok mulai terbuka, tetapi sering terjadi pada fase ini justru terjadi kecemasan, resistensi, konflik dan bahkan ambivalensi tentang keanggotaannya dalam kelompok atau enggan jika harus membuka diri. Tahap III : Tahap kerja- kohesi dan produktifitas Jika masalah yang dihadapi oleh masing-masing anggota kelompok di ketahui, langkah berikutnya adalah menyusun rencana-rencana tindakan. Penyusunan tindakan ini disebut pula produktifitas (produktivity). Kegiatan konseling kelompok terjadi yang ditandai dengan : membuka diri lebih besar, menghilangkan defensifnya, terjadi monfrontasi antar anggota kelompok, modeling, belajar prilaku baru, terjadi tranferensi. Kohesivitas mulai terbentuk, mulai belajar bertanggung jawab tidak lagi mengalami kebingungan. Tahap IV : Tahap akhir (konsolidasi dan terminasi) Anggota kelompok mulai mencoba melakukan perubahan perubahan tingkah laku dalam kelompok. Setiap anggota kelompok memberi umpan balik terhadap yang dilakuakn oleh anggota yang lain, selain itu terjadi transfer pengalaman dalam kelompok dalam kehidupan yang lebih luas. Jika ada klien yang memiliki masalah dan belum terselesaikan pada fase sebelumnya, pada fase ini harus diselesaikan. Jika semua peserta merasa puas

dengan konseling kelompok, maka konseling kelompok bisa diakhiri. f. Tindak lanjut dan Evaluasi Setelah berselang beberapa waktu, konseling kelompok bisa dievalausi. Tindak lanjut dilakukan jika ada kendala-kendala dalam pelaksanaan di lapangan. Mungkin diperlukan upaya perbaikan terhadap rencana-rencana semula atau perbaikan terhadap cara pelaksanaanya.

PERBEDAAN KONSELING INDIVIDU DAN KONSELING KELOMPOK:  KONSELING INDIVIDU • • • • • • Hubungan antar pribadi dalam konseling 1 klien1 konselor Klien yang dibantu:1 klien Tanggung jawab klien lebih banyak tergantung pada konselor Pusat perhatian terfokus pada masa lalu dan masa yang akan datang REALITY TESTING: Kemungkinan untuk menilai apakah klien masih ada/mempunyai realitas : TERBATAS DENGAN KONSELOR INSIGHT: Perubahan perilaku selalu didahului insight

 KONSELING KELOMPOK • • • • • • Antara klien-konselor antar klien Klien yang dibantu lebih dari satu klien Klien bertanggung jawab atas dirinya sendiri juga membantu sesama klien Pusat perhatian : “HERE” AND “NOW” KELOMPOK. REALITY TESTING: Dilakukan oleh anggota kelompok yang lain Tanpa insight dapat berjalan

Suasana konseling individu dan kelompok sama, tetapi dalam kelompok suasana pemisif,peneriman,support yang diperoleh klien dapat membantu klien untuk mendiskusikan masalahnya.

 Tugas – Tugas Konselor : 1. Membuat dan mempertahankan kelompok 2. Membentuk budaya, membentuk kelompok menjadi sistem sosial yang terapeutik 3. Membentuk norma-norma Pemimpin dapat berlaku sebagai : a) Pakar Teknis : bagaimana mengarahkan yang positif, self-disclosure disini dan saat ini b) Keteladanan : penerimaan tanpa penilaian, ketulusan dan kesediaan menolong, empati yang akurat dan spontanitas

 KELEBIHAN KONSELING/TERAPI KELOMPOK  Praktis  Anggota belajar berlatih perilakunya yang baru  Kelompok dapat dipakai untuk belajar mengekspresikan perasaan, perhatian dan pengalaman  Anggota belajar ketrampilan sosial, belajar berhubungan pribadi lebih mendalam  Kesempatan dan menerima di dalam kelompok  KELEMAHAN KONSELING/TERAPI KELOMPOK       Tidak semua orang cocok dalam kelompok Perhatian konselor lebih menyebar Sulit dibina kepercayaan Klien mengharapkan terlalu banyak dari kelompok Kelompok bukan dijadikan sarana berlatih melakukan perubahan, tetapi sebagai tujuan Yang terpenting dalam konseling/terapi kelompok adalah konselor/terapis harus mempunyai dasar teori dan terlatih untuk memimpin kelompok, karena dikuatirkan membuat lebih buruk keadaan

Teknik Bimbingan Konseling Kelompok

Disusun oleh: 1. Rudi Pramoko 2. Zanur Rijal 3. Ridho Wijaksono 11104241058 11104241049 11104244056

Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2012

Sumber : http://riand-dhika.blogspot.com/2011/09/definisi-konseling-kelompok-menurut.html http://id.88db.com/id/Knowledge/Knowledge_Detail.page/PrivatePersonal/?kid=28727&lang=en-us http://ulankeyla.blogspot.com/2011/07/kelemahan-dan-kelebihan-konseling.html http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/05/04/layanan-konseling-kelompok-untukmeningkatkan-penyesuaian-diri-siswa/ http://kajianpsikologi.wordpress.com/2011/02/11/konseling-kelompok/ http://10081evaviolesiabangun.blogspot.com/2011/04/apa-kekurangankelebihan-danperbedaan.html http://id.shvoong.com/social-sciences/counseling/2258669-pengertian-konselingkelompok/#ixzz1odXZfLZJ

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->