MOBILITAS SOSIAL

March 25th, 2010 • Related • Filed Under MOBILITAS SOSIAL 1. A. Pengertian Mobilitas Sosial Mobilitas berasal dari bahasa mobilis yang berarti mudah dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Kata sosial yang ada pada istilah mobilitas sosial untuk menekankan bahwa istilah tersebut mengandung makna gerak yang melibatkan seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok sosial. Jadi mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. Menurut Soerjono Sokanto gerak social mobility adalah suatu gerak dalam struktue organisasi suatu kelompok sosial. Mobilitas sosial tidak selalu diartikan sebagai bentuk perpindahan dari tingkat yang rendah ke tingkat yang lebih tinggi, karena mobilitas sosial sesungguhnya dapat berlangsung dalam dua arah. Mobilitas sosial bisa berupa peningkatan atau penurunan dalam segi status sosial dan penghasilan yang dialami individu atau seluruh anggota kelompok. Perubahan dalam mobilitas ditandai oleh perubahan struktur sosial yang meliputi hubungan antar individu dalam kelompok dan antara individu dengan kelompok. Baik mobilitas individu maupun kelompok sama-sama memiliki dampak sosial. Keduanya membawa pengaruh bagi perubahan struktur masyarakat yang bersangkutan. Mobilitas sosial terkait erat dengan sertifikasi sosial karena mobilitas sosial merupakan gerak perpindahan dari satu strata sosial ke strata sosial yang lain. B. Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial

Dilihat dari arah pergerakannya, terdapat dua bentuk mobilitas sosial, yaitu mobilitas vertikal dan mobilitas horizontal, mobilitas vertikal dapat dibedakan menjadi social sinking dan social climbing. Sedangkan mobilitas horizontal dapat dibedakan menjadi mobilitas sosial antarwilayah (geografis) dan mobilitas sosial antargenerasi. 1. Mobilitas Vertikal Mobilitas vertikal adalah perpindahan status sosial yang dialami seseorang atau sekelompok orang pada lapisan sosial yang berbeda. Dalam mobilitas vertikal terjadi perpindahan status yang tidak sederajat, yaitu bergerak naik maupun turun dari strata satu ke strata yang lain. a) Social Climbing

Social climbing adalah mobilitas yang terjadi karena adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang.

Memasuki masa pensiun. misalnya seorang prajurit yang dipecat karena melakukan desersi. Naiknya orang-orang berstatus sosial rendah ke status sosial yang lebih tinggi. Misalnya seorang camat diangkat menjadi bupati. Social sinking juga mempunyai dua bentuk sebagai berikut : 1. karena bank yang dipimpinnya bermasalah maka ia diturunkan menjadi staf direksi. yaitu sebagai berikut : 1. misalnya seoarng yang menjabat direktur bank. Ciri utama mobilitas horizontal adalah lapisan sosial yang ditempati tidak mengalami perubahan. tidak terjadi perubahan derajat kedudukan seseorang atau sekelompok orang. Berbuat kesalahan fatal yang menyebabkan diturunkan atau dipecat dari jabatannya. Turunnya kedudukan seseorang ke kedudukan lebih rendah. Proses social sinking seringkali menimbulkan gejolak psikis bagi seseorang karena ada perubahan pada hak dan kewajibannya. Misalnya seorang karyawan memiliki repurtasi yang beik dan selalu memiliki ide-ide cemerlang untuk memajukan perusahaan.Social climbing memiliki dua bentuk. Menggantikan kedudukan yang kosong akibat adanya proses peralihan generasi. Mobilitas Horizontal Mobilitas horizontal adalah perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan sosial yang sama. Dalam mobilitas horizontal terjadi perpindahan yang sederajat. Penyebab social sinking adalah sebagai berikut : 1) 2) 3) 2. Misalnya sakit atau cacat tubuh. Melakukan peningkatan prestasi kerja. peningkatan daya hasil dan daya guna sehingga perannya dapat lebih efektif dan efisien. Terbentuknya suatu kelompok baru yang lebih tinggi daripada lapisan sosial yang sudah ada. Mobilitas horizontal sangat diperlukan untuk penyegaran. maka ia akan dipromosikan untuk menduduki suatu jabatan. 2. 2. Adapun penyebab social climbing adalah sebagai berikut : 1. dimana status itu telah tersedia. Tidak dihargainya lagi suatu kedudukan sebagai lapisan sosial atas. Berhalangan tetap atau sementara. 2. Mobilitas sosial horizontal bisa terjadi karena . b) Social Sinking Social sinking merupakan proses penurunan status atau kedudukan seseorang.

Hal ini terjadi karena adanya perubahan dalam suatu struktur masyarakat yang disebabkan oleh faktor ideologi. seorang buruh tani di musim paceklik pindah menjadi buruh bangunan. yang artinya petani tersebut terpaksa pindah pekerjaan karena tidak ada lagi pekerjaan yang bisa dilakukan di desanya. b) Mobilitas Antargenerasi Mobilitas antargenerasi adalah perpindahan status atau kedudukan yang terjadi dalam dua generasi atau lebih. sedangkan anaknya sebagai pengusaha dan mobilitas intergenerasi yang turun. artinya mudah-tidaknya seseorang melakukan mobilitas sosial tergantung pada struktur sosial masyarakatnya. bapaknya sebagai guru.contohnya kakeknya bupati. bapaknya sebagai camat. a) Mobilitas Antarwilayah Mobilitas antarwilayah merupakan proses perpindahan status seseorang atau sekelompok orang dari satu wilayah ke wilayah lain. ekonomi. Mobilitas intergenerasi terjadi dari dua bentuk. politik. yaitu mobilitas intergenerasi dan mobilitas intragenerasi. hal ini terjadi pada masyarakat yang menganut sistem sertifikasi sosial terbuka. Hubungan Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial Seperti telah dijelaskan diatas bahwa mobilitas sosial merupakan status atau kedudukan dari satu lapisan ke lapisan yang lain. Perpindahan terjadi dalam suatu struktur sosial yang berdimensi vertikal. Apabila masyarakat tersebut memiliki struktur sosial yang kaku. 1) Mobilitas Intergenerasi Mobilitas intergenerasi adalah perpindahan status atau kedudukan yang terjadi di antar beberapa generasi. sedangkan anaknya sebagai kepala desa. maupun faktor sosial budaya. . contohnya kakeknya sebagai petani. Dalam mobilitas ini bisa juga terjadi gerak naik turun. Mobilitas sosial horizontal memiliki dua bentuk. yaitu mobilitas intergenerasi yang naik. 2) Mobilitas Intragenerasi Mobilitas intragenerasi adalah perpindahan status sosial yang terjadi dalam suatu generasi yang sama. Contohnya yang naik adalah ayanya menjadi guru. C. yaitu antarwilayah dan mobilitas antargenerasi. Mobilitas antargenerasi dapat dibedakan menjadi dua. Contoh yang turun adalah kakaknya sebagai direksi.terpaksa. sedangkan adiknya karyawan. Misalnya. maka kemungkinan terjadinya mobilitas sosial sangat tipis dan hal ini terjadi pada masyarakat yang menganut sistem sertifikasi sosial tertutup. sedangkan anaknya sebagai kepala sekolah. Oleh karena itu mobilitas sosial erat kaitannya dengan sertifikasi sosial. terutama mobilitas sosial vertikal. Sedangkan pada masyarakat dengan struktur sosial yang luwes terjadinya mobilitas sosial sangat besar.

sehingga mobilitas sosial vertikal tidak akan terjadi. Prinsip umum tersebut adalah sebagai berikut : 1. Mobilitas sosial vertikal yang terjadi dapat berupa social climbing ataupun social sinking. Hal ini terjadi karena dalam masyarakat yang bersertifikasi sosial terbuka komunikasi antaranggota masyarakat dari berbagai strata bersifat lebih terbuka serta proses komunikasi dan perubahan berjalan lebih lancar. Contoh lain adalah masyarakat yang menganut system kasta. Setiap masyarakat pasti memiliki tipe mobilitas sosial vertikal sendiri. 2) Mobilitas Sosial dalam Sistem Stratifikasi Sosial yang Tertutup Pada masyarakat yang menganut sisitem sertifikasi sosial tertutup kemungkinan terjadinnya mobilitas sosial vertikal sangat kecil. 4. setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi seorang kepala Negara asalkan memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan. Sehingga tidak terdapat mobilitas sosial vertikal dalam masyarakatnya.1) Mobilitas Sosial dalam Sistem Stratifikasi Sosial Terbuka Masyarakat yang memiliki sistem stratifikasi sosial terbuka memberi kesempatan pada para anggotanya untuk melakukan mobilitas sosial terbuka. Contohnya. Tidak ada satu pun masyarakat yang mutlak tertutup terhadap mobilitas sosial vertikal. Perhatikan bagan berikut : Dari bagan diatas dapat dilihat bahwa mobilitas sosial dapat bergerak naik maupun bergerak turun dari satu strata ke strata lain. Laju mobilitas sosial disebabkan oleh faktor ekonomi. Dalam sistem stratifikasi sosial yang terbuka memungkinkan setiap anggota masyarakat bersikap aktifitas dan kreatif dalam melakukan perubahan-perubahan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. politik. perlu diingat ada beberapa prinsip umum dalam mobilitas sosial vertikal. maka tak akan ada sertifikasi sosiall yang menjadi ciri umum setiap masyarakat. Seseorang yang dilahirkan dalam kasta Brahmana maka ia akan berkasta Brahmana. maka ia akan memiliki kasta yang sama. Misalnya pada masyarakat modern. Karena jika tanpa hambatan. 2. tiddak menunjukkan adanya kecenderungan yang kontinu tentang bertambah atau berkurangnya laju mobilitas sosial. terkadang tetap ada hambatan-hambatan. Mobilitas sosial yang disebabkan oleh faktor ekonomi. dan pekerjaan. Seterbuka apapun suatu masyarakat terhadap mobilitas sosial. politik dan pekerjaan yang berbeda-beda. Hal ini terjadi karena masyarakat lebih mengutamakan nilai-nilai tradisional. 5. tidak ada tipe yang brlaku umum bagi setiap masyarakat. Contohnya masyarakat suku Badui Dalam. status atau kedudukan seseorang telah ditentukan sejak lahir sehingga mobilitas sosial vertikal berdasarkan kasta tidak pernah terjadi. Mereka lebih memilih menjaga nilai-nilai tradisional dan menolak adanya perubahan. 3. . Namun. begitupun orang yang dilahirkan dalam kasta Sudra.

D. besar kemungkinan akan lebih mudah menembus batas-batas lapisan sosial dan naik ke kedudukan lebih tinggi sesuai dengan keahlian yang dimilikinya. 3) Ekonomi Ganda Suatu negara mungkin saja menerapkan system ekonomi ganda (tradisional dan modern). mudah tidaknya seseorang melakukan mobilitas vertikal salah satunya ditentukan oleh kekakuan dan keluwesan struktur sosial dimana orang itu hidup. kedudukan yang berstatus tinggi lebih banyak bila dibandingkan dengan yang kedudukannya rendah sehingga mereka yang kedudukannya rendah terpacu untuk menaikkan kedudukan sosial ekonominya. Tingkat fertilias akan berhubungan erat dengan jumlah jenis pekerjaan yang mempunyai kedudukan tinggi atau rendah. Contohnya di negara-negara Eropa Barat dan Amerika. 1) Struktur Pekerjaan Disetiap masyarakat terdapat beberapa kedudukan tinggi dan rendah yang haru s diisi oleh anggota masyarakat yang bersangkutan. 2) Perbedaan Fertilitas Setiap masyarakat memiliki tingkat fertilitas (kelahiran) yang berbeda-beda. Adapun yang termasuk dalam cakupan faktor struktural adalh sebagai berikut. yaitu ketidakseimbangan jumlah lapangan kerja yang tersedia dibandingkan dengan jumlah pelamar kerja.Dari uraian diatas. a) Faktor Struktural Faktor structural adalah jumlah relatif dari kedudukan tinggi yang bisa dan harus siisi serta kemudahan untuk memperolehnya. situasi pendorong mobilitas sosial dapat dibedakan menjadi beberapa faktor berikut. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap mobilitas sosial yang akan berlangsung. Biasanya ini terkait dengan kegiatan perekonomian msyarakatt tersebut. Contoh kengkretnya. Faktor Pendorong Mobilitas Sosial secara umum. Mereka yang memiliki bekal pendidikan yang tinggi dan hidup dilingkungan masyarakat yang menghargai profesionalisme. Hal itu tentu akan berdampak pada . maka kecil kemungkinan orang tersebut akan bisa lancer jenjang karirnya dalam bekerja. Menurut Soedjatmoko (1980). tetapi bila ia hidup pada suatu lingkungan masyarakat yang masih kuat nilai-nilai primordialisme dan sistem hubungan koneksi. Misalnya masyarakat atau negara yang kegiatan ekonominya berbasis ibdustri dengan teknologi canggih. jelas terdapat hubungan antara mobilitas sosial yang terjadi pada seseorang atau sekelompok orang struktur sosial masyarakat tempat seseorang atau sekelompok orang tersebut berada. setinggi apapun tingkat pendidikan seseorang. Faktor-Faktor Pendorong dan Penghambat Mobilitas Sosial 1. Sebaliknya.

untuk menaikkan posisinya. Kesempatan mobilitas bagi seseorang tergantung pada keberhasilan dalam melakukan pekerjaan dibidang yang diminatinya karena dalam masyarakat modern kenaikan status sosial dipengaruhi oleh faktor prestasi yang diraih. 1) Perbedaan Kemampuan Setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Orang yang hidup dalam keadaan ekonomi yang serba kekurangan.jumlah pekerjaan. kemudian mereka yang tidak mau menerima keadaan ini . tetapi kendala mengalami kegagalan. misalnya daerah tempat tinggal yang tandus karena kehabisan sumber daya alam. ia dapat mencari kedudukannya sendiri di lapisan sosial yang lebih tinggi. seorang karyawan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan rela mengikuti kursus-kursus yang dapat menunjangketerampilannya. baik ditinjau dari segi pendidikan. baik yang berstatus tinggi maupun yang rendah. d) Keadaan Ekonomi Keadaaan ekonomi dapat menjadi pendorong terjadinya mobilitas sosial. Adapun yang termasuk dalam cakupan faktor individu adalah sebagai berikut. Misalnya untuk bekerja di instansi-instansi terbaik dibutuhkan sumber daya manusia lulusan dari perguruan tinggi ternama. penundaan kesenangan. maupun keterampilan pribadi. Contonya. Hal ini diakibatkan karena adanya faktor yang banyak disepelekan orang. tentu saja dengan melihat kemampuan dan jalan yang dapat ditempuh. dan memperbaiki penampilan diri. yaitu kemujuran. penampilan. baik dalam maupun luar negeri. 3) Faktor Kemujuran Walaupun seseorang telah berusaha keras dalam mencapai tujuannya. 2) Orientasi Sikap Terhadap Mobilitas Banyak cara yang dilakukan oleh para individu dalam meningkatkan prospek mobilitas sosialnya. kebiasaan kerja. b) Faktor Individu Faktor individu adalah kualitas seseorang. antara lain melalui pendidikan. c) Status Sosial Setiap manusia dilahirkan dalam status sosial yang dimiliki oleh orang tuanya. dan hal ini hanya mungkin terjadi dalam masyarakat yang memiliki struktur sosial yang luwes. Mereka yang cakap (memiliki kemampuan yang lebih) mempunyai kesempatan dalam menentukan mobilitas sosial (keberhasilan hidup). karena ketika ia dilahirkan tidak ada satu manusia pun yang memiliki statusnya sendiri. Apabila ia tidak puas dengan kedudukan yang diwariskan oleh orang tuanya.

memutuskan tidak melanjutkan sekolah karena orang tua tidak mampu membiayai. Bagi masyarakat miskin. f) Kependudukan (Demografi) Faktor kependudukan biasanya menyebabkan mobilitas dalamarti geografik. Beberapa faktor penghambat terjadinya mobilitas sosial antara lain sebagai berikut. c. namun kondisi politik yang tidak kondusif bisa memengaruhi mobilitas masyarakat. g) Keinginan Melihat Daerah Lain Adanya keinginan melihat daerah lain mendorong masyarakat untuk melangsungkan mobilitas geografik dari satu tempat ke tempat yang lain. Jadi. misalnya berekreasi ke daerah-daerah tujuan wisata. Misalnya. 2. Atau bisa juga disebabkan oleh sistem politik pemerintah yang bertentangan dengan hati nurani maupun paham yang dianut. b. kepadatan di Pulau Jawa mendorong para penduduk mengikuti program transmigrasi ke luar Pulau Jawa. Misalnya. Secara sosiologis mereka dikatakan mengalami mobilitas. terbukti dengan adanya pembatasan keanggotaan suatu organisasi tertentu dengan berbagai syarat dan ketentuan. a. meskipun negaranya subur (kaya akan sumber daya alam). Keadaan negara yang tidak menentu akan memengaruhi situasi keamanan yang bisa mengakibatkan terjadinya mobilitas manusia ke daerah yang lebih aman. 1. 1.berpindah tempat tinggal ke daerah lain (bermigrasi) atau ke kota besar (berurbanisasi). Diskriminasi Kelas Sistem kelas tertutup dapat menghalangi mobilitas ke atas. mencapai status sosial tertentu merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Kemiskinan Faktor ekonomi dapat membatasi mobilitas sosial. 1. e) Situasi Politik Situasi politik dapat menyebabkan terjadinya mobilitas suatu masyarakat dalam sebuah negara. Keadaan demikian mendorong sebagian warga masyarakat mencari tempat kediaman yang lain. pertambahan jumlah penduduk yang pesat mengakibatkan sempitnya tempat pemukiman dan di pihak lain kemiskinan yang semakin merajalela. Faktor Penghambat Mobilitas Sosial Selain faktor pendorong terdapat pula faktor yang dapat menghambat terjadinya mobilitas sosial. Di satu pihak. Perbedaan Ras dan Agama .

1. baik formal maupu nonformal merupakan saluran untuk mobilitas vertikal yang sering digunakan. Perbedaan kepentingan ini seringkali menimbulkan sikap saling menghambat dalam mencapai tujuannya. f. Misalnya. E. 1. kekuasaan. pria dipandang lebih tinggi derajatnya dan cenderung menjadi lebih mobil daripada wanita. bahkan mendapat peluang yang besar menjadi anggota dewan legislatif maupun eksekutif. Perbedaan Kepentingan Adanya perbedaan kepentingan anatarindividu dalam suatu struktur organisasi menyebabkan masing-masing individu saling bersaing untuk memperebutkan sesuatu. suatu masyarakat yang terisolasi terhadap pengaruh luar. kemungkinan besar akan cepat mendapatkan status dalam partainya. Pendidikan Pendidikan. Perbedaan jenis kelamin berpengaruh dalam mencapaii prestasi. 1. Terutama berkaitan dengan nilai-nilai dan adat yang berlaku. Saluran-Saluran Mobilitas Sosial Menurut Pitirim A.Dalam sistem kelas tertutup tidak memungkinkan terjadinya mobilitas vertikal ke atas. Faktor Pengaruh Sosialisasi yang Sangat Kuat Sosialisasi yang sangat atau terlampau kuat dalam suatu masyarakat dapat menghambat proses mobilitas sosial. 1. 3. d. mobilitas sosial dapat dilakukan melalui beberapa saluran berikut. 1. status sosial. 1. Angakatan Bersenjata Seseorang yang tergabung dalam angkatan bersenjata biasanya ikut berjasa dalam membela nusa dan bangsa sehingga dengan jasa tersebut ia mendapat sejumlah penghargaan dan naik ke status yang lebih tinggi. dan kesempatan-kesempatan dalam masyarakat. maka masyarakat tersebut tertutup terhadap kemungkinan mobilitas. Dalam agama tidak dibenarkan seseorang dengan sebebas-bebasnya dan sekendak hatinya berpindahpindah agama sesuai keinginannya. Perbedaan Jenis Kelamin (Gender) Dalam masyarakat. 2. karena melalui pendidikan seseorang bisa mengubah statusnya dari status si strata bawah ke status strata atas. Organisasi Politik Seorang anggota parpol yang profesional dan punya dedikasi yang tinggi serta loyal terhadap partainya. 4. e. 1. Sorokin. 1. Lembaga Keagamaan .

Cara Umum untuk Memperoleh Status Sosial Secara umum terdapat dua cara yang dapat digunakan untuk memperoleh suatu status sosial. dan Ikatan Sarjana Indonesia (ISPI). sistem kasta dan gelar kebangsawanan. a) Askripsi Askripsi adalah cara untuk memperoleh kedudukan melalui keturunan. Organisasi Ekonomi Organisasi ini. baik yang bergerak dalam bidang perusahaan maupun jasa umumnya memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seseorang untuk mencapai mobilitas vertikal karena dalam organisasi ini posisi sosial bersifat relative terbuka. b) Prestasi Prestasi adalah cara untuk memperoleh kedudukan pada lapisan tertentu dengan usaha sendiri. antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Organisasi Profesi Organisasi profesi lainnya yang dapat dijadikan sebagai saluran mobilitas vertikal. 6. 1. 1. 1. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). 1. Perkawinan Melalui perkawinan seseorang dapat menaikkan statusnya. Misalnya. Contonya. Organisasi Keolahragaan Melalui organisasi keolahragaan. tetapi pemuka-pemuka agama selalu berusaha keras untuk menaikkan status yang berkedudukan rendah ke kedudukan yang lebih tinggi. Hal ini tentu saja dapat mengakibatkan naiknya status sosial ekonomi wanita tersebut. Cara inilah yang sekarang banyak ditempuh orang untuk mencapai status yang lebih tinggi. 5.Lembaga ini merupakan salah satu saluran mobilitas vertikal. 8. meskipun setiap anggota menganggap bahwa setiap orang mempunyai kedudukan yang sederajat. seseorang dapat meningkatkan statusnya ke strata yang lebih tinggi. 7. yaitu melalui askripsi dan melalui prestasi. Cara Khusus Untuk Menaikkan Status Sosial . seorang wanita yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja menikah dengan pria yang status sosial ekonominya lebih tinggi.

tetapi akan merefleksikan standar hidup yang lebih baik sehingga dapat berpengaruh pada peningkatan status. Misalnya. c) Perubahan Tempat Tinggal Seseorang dapat berpindah tempat tinggalnya dari yang lama ke baru dengan fasilitas lebih baik dalam rangka meningkatkan status sosial. F. Pada masyarakat terbuka (demokrasi). ada beberapa konsekuensi negative dari aanya mobilitas sosial vertikal. e) Bergabung dengan Organisasi Tertentu Untuk meningkatkan status sosialnya. 1. sedangkan pada masyarakat yang tertutup (sistem kasta) kemungkinan unryk naik ke status yang lebih tinggi . d) Perubahan Tingkah Laku Seseorang yang berusaha menaikkan status sosialnya. Adanya kecemasan akan terjadi penurunan status bila terjadi mobilitas menurun. tinggal di perumahan mewah akan dipandang memiliki status sosial yang lebih tinggi. Menurut Horton dan Hunt (1987).Adapun secara khusus. karena dalam masyarakat sebuah nama diidentifikasikan pada posisi sosial tertentu. 2. Keretakan hubungan antaranggota kelompok primer. 3. mobilitas mungkin banyak menguntungkan karena ada kesempatan bagi seseorang untuk mencapai jenjang status yang lebih tinggi. Misalnya. a) Perubahan Standar Hidup Kenaikan penghasilan seseorang tidak otomatis menaikkan status seseorang. akan berusaha mempraktikkan bentukbentuk tingkah laku dan sifat dari kelas yang lebih tinggi. antara lain sebagai berikut. yang semula karena seseorang berpindah ke status yang lebih tinggi atau ke status yang lebih rendah. cara-cara yang digunakan untuk menaikkan status sosial adalah sebagai berikut. seseorang yang memilkii mobil akan dipandang memiliki status yang lebih tinggi. seseorang bisa melibatkan diri dengan salah satu organisasi tertentu. misalnya kelompok hobi berkelas. b) Perubahan Nama Mobilitas sosial dapat dilakukan dengan cara mengubah nama. Timbulnya ketegangan dalam mempelajari peran baru dari status jabatan yang meningkat. Dampak Mobilitas Sosial Setiap mobilitas sosial akan menimbulkan peluang terjadinya penyesuaian-penyesuaian atau sebaliknyaakan menimbulkan konflik.

Adapun dampak mobilitas bagi masyarakat. konflik antara majikan dan buruh dalam suatu perusahaan. maka bisa memicu terjadinya konflik antarkelas. 2.tidak bisa (bahkan tidak ada) sehingga kebahagiaan ataupun kekecewaan tidak begitu dirasakan. yaitu sebagai berikut. Misalnya. 1. seseorang yang melakukan mobilitas sosial vertikal. ia akan menyesuaikan diri dengan gaya hidup. sebab seseorang yang dilahirkan telah ditentukan statusnya. Dampak Positif a) Mendorong Seseorang untuk Lebih Maju Terbukanya kesempatan untuk pindah dari strata satu ke strata yang lain menimbulkan motivasi yang tinggi pada diri seseorang untuk maju dalam berprestasi agar memperoleh status yang lebih tinggi. Contohnya. Konflik yang ditimbulkan oleh mobilitas sosial dapat dibedakan menjadi 3 bagian. Dengan adanya keadaan seperti itu keseimbangan dalam masyarakat menjadi terganggu. b) Mempercepat Tingkat Perubahan Sosial Masyarakat ke Arah yang Lebih Baik Dengan mobilitas. Gangguan keseimbanagan itu berkaitan dengan berbagai kepentingan. maupun kepentingan sosial sehingga terjadi benturan kepentingan yang menimbulkan konflik antarkelas sosial. masyarakat selalu dinamis bergerak menuju pencapaian tujuan yang diinginkan. baik yang bersifat positif maupun negative antara lain sebagai berikut. Kelompok dalam lapisan tersebut disebut kelas sosial. 1. Dampak Negatif a) Timbulnya Konflik Apabila pada masyarakat terjadi mobilitas yang kurang harmonis akan timbul benturan-benturan nilai dan kepentingan sehingga kemungkinan timbul konflik. Konflik Antarkelas Dalam masyarakat terdapat lapisan-lapisan. nilai-nilai dan norma-norma yang dianut oleh kelompok orang dengan status yang baru sehingga tercipta integrasi sosial. Apabila terjadi perbedaan kepentingan antarkelas sosial. politik. c) Meningkatkan Integrasi Sosial Terjadinya mobilitas sosial dalam suatu masyarakat dapat meningkatkan integrasi sosial. baik kepentingan ekonomi. . 1.

demonstrasi mahasiswa yang menuntut kepada anggota dewan untuk memberantas KKN. tetapi tidak dapat mencapainya. 3) Mengalami frustasi atau putus asa dan malu bagi orang-orang yang ingin naik ke lapisan atas. Konflik antara kelompok sosial yang masih tradisional dengan kelompok sosial yang modern. 2) Adanya gangguan psikologis bila seseorang turun dari jabatannya (post power syndrome). Konflik ini dapat berupa : a). Konflik Antargenerasi Konflik yang terjadi karena adanya benturan nilai dan kepentingan antara generasi yang satu dengan generasi yang dalam memeprtahankan nilai-nilai lain dengan nilai-nilai baru yang ingin mengadakan perubahan. 3. b) Berkurangnya Solidaritas Kelompok Penyesuaian diri dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada dalam kelas sosial yang baru merupakan langkah yang diambil oleh seseorang yang mengalami mobilitas. orang kaya mendadak (orang kaya baru) akan berusaha menyesuaikan diri dengan lapisan atas dalam gaya hidupnya agar bisa diterima dan dianggap sebagai bagian dari kelas sosial yang baru sehingga menjadi berkurang rasa kesetiakawanannya dengan kelompok sosial asal. 1) Menimbulkan ketakutan dan kegelisahan pada seseorang yang mengalami mobilitaws menurun.2. b) Proses suatu kelompok sosial tertentu terhadap kelompok sosial lainyang memilki wewenag. baik vertikal maupu horizontal. c) Timbulnya Gangguan Psikologis Mobilitas sosial dapat pula mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. para kusir delman dan penarik becak yang lambat menyesuaikan diri dengan perubahan dapat menyebabkan konflik dengan sopir mobil angkutan umum. Hal ini dilakukan agar mereka bisa diterima dlam kelas sosial yang baru dan mampu menjalankan fungsi-fungsinya. Contohnya. antara lain sebagai berikut. Sebagai contoh. Misalnya. . Keadaan inilah yangn menyebabkan orang-orang yang pindah ke lapisan yang baru akan berkurang solidaritasnya terhadap kelas sosial yang lama. Misalnya. pergaulan bebas yang banyak dilakukan anak-anak muda dewasa ini sangat bertentangan dengan nilai yang dianut oleh generasi tua. Konflik Antarkelompok Sosial Konflik yang menyangkut antara kelompok satu dengan kelompok yang lainnya karena benturan nilai dan kepentingan.