Kritik Sastra NOVEL “REMEMBER WHEN”

Dalam novel “Remember When” karya Winna Efendi menceritakan tentang suka cita dalam persahabatan, percintaan dan belajar. Remember when ini menceritakan 4 orang sahabat yakni moses, freya, Adrian dan anggia. mereka kenal ketika MOS (masa orientasi siswa) dan mereka pun akrab. Novel ini sangat cocok untuk dibaca oleh anak-anak muda ataupun yang sudah tua, karena cerita ini mengambil latar anak sekolahan, kalau dibaca rasanya seakan kita yang menjadi pemainnya. Dalam novel ini mencertikan kisah yang tidak continue, karena yang diceritakan nya satu persatu. Contohnya: pada pagi harinya menceritakan tentang Moses dan Freya. Pertama novel ini menceritakan tentang Moses dan yang dialaminya pada pagi ini, setelah itu novel ini menceritakan Freya dan yang dialaminya dan lanjut kepada Adrian dan Anggia. Novel ini akan menceritakan satu persatu, jadi seperti penulisnya bertukar-tukar kalau setelah dibaca. Dalam novel ini juga ada menceritakan sifat kedewasaan seseorang, karena menceritakan meses yang awalnya tidak memaafkan Freya dan Adrian, tetapi akhirnya ia mulai memaknai dengan berfikir dewasa dan objektif, begitu juga dengan Anggia yang akhirnya rela melepaskan Adrian untuk Freya walaupun sebenarnya ia sangat menyukai Adrian. Novel ini sangat asyik sekali untuk dibaca. Silahkan membaca novelnya.

kisah. Kebanyakan. cerita-cerita islam dan sebagainya. Secara umum.Essay Sastra Turunnya Minat Masyarakat tentang Hikayat Saat ini perkembangan sastra di Indonesia kurang berkembang. Hikayat dalam sastra melayu lama menurut sejarahnya terbagi atas tiga yaitu: (1) hikayat berunsur hindu. cerita dari jawa. maupun sejarah. (3) hikayat berunsur islam. jenis sejarah. Pembagian hikayat menurut isinya yaitu : cerita rakyat. Sedangkan pembagian hikayat menurut asalnya dibagi empat yaitu: (1) melayu asli. kekuatan/kesaktian dan mukjizat sang tokoh. epos india. penulis-penulis hikayat tersebut sangat sulit untuk di temui dan dari padanan katanya yang memakai bahasa melayu sangat sulit juga untuk di pahami dari beberapa kalangan. Pada generasi muda sekarang. (4) pengaruh arab-persia. Menurut mereka. dari generasi muda sampai generasi tua. Hikayat Hang Tuah. Contoh-contoh hikayat seperti: Hikayat Malim Dewa. Hikayat berdasarkan isinya yaitu: jenis rekaan. (2) hikayat berunsur hindu-islam. namun beberapa di antaranya masih ada yang populer. (3) pengaruh hindia (hindu). Contohnya saja. Hikayat adalah bentuk karya satra lama yang isinya berupa cerita. dongeng. Hikayat merupakan lanjutan dari cerita pelipur lara yang berkembang dalam tradisi lisan di masyarakat. mereka mengenal hikayat karena di ceritakan oleh orang tuanya atau gurunya di sekolah. gurindam dan sebagainya. hikayat mengisahkan tentang kepahlawanan seseorang. (2) pengaruh jawa. Hikayat Abdullah dan sebagainya. puisi. Dalam pembagiannya. Menurut sebagian orang terutama generasi tua keberadaan hikayat merupakan obat pelepas rindu tetapi sudah sangat sulit untuk ditemukan pada saat ini. Pada masa lampau. Tetapi. . lengkap dengan keanehan. Hikayat diminati karena cerita-ceritanya yang menghibur serta banyak ceritanya yang kurang rasional. untuk saat ini perkembangan hikayat mulai menghilang dari peredaran masyarakat. dan jenis biografi. yang gemar membaca hikayat juga sangat sedikit sekali. banyak karya sastra yang di minati seperti hikayat. Hikayat Pattani. seperti kalangan remaja dan anakanak. yang peminatnya mulai dari kalangan rakyat jelata sampai kalangan elite.

Disinyalir sastra-sastra indonesia semakin melemah karena publik kurang memperhatikannya. Untuk itu setidaknya saja kita harus bisa melestarikan peninggalan nenek moyang kita. membuat para sastrawan ataupun sastrawati kebingungan untuk mencari penerus mereka. Mereka berharap suatu saat nanti ada penerus mereka. Hal ini terjadi karena sastra indonesia saat ini tidak lagi mempunyai kader-kader penulis muda. . hendaknya kita harus melestarikan budaya yang stu ini yakni hikayat. Sebagai siswa. serta daya khayal setidaknya harus tinggi. Sulitnya mencari kader-kader penulis muda tentang hikayat. Maka mereka lebih baik memilih untuk mengarang dalam bentuk sastra yang lain. agar tradisi ini tetap ada dan terus ada. siswi ataupun masyarakat lain. Setidaknya masih ada yang bisa di banggakan dari cerita hikayat. supaya tidak di ambil oleh Negara lain. syair dan sebagainya. Menurut mereka dalam segi mengarang sangat sulit. Penulis-penulis muda saat ini lebih banyak membuat cerita dalam bentuk puisi. tapi itu mungkin mustahil.

Tugas Bahasa Indonesia “Essay dan Kritik Sastra” Oleh : Anggita Rullyan XII Ips 1 R-SMA-BI Negeri 3 Teladan Bukittinggi TP 2011/2012 .