Rumusan Pancasila Walaupun demikian, pada persidangan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) tanggal 18 Agustus 1945, rancangan

Pernyataan Indonesia Merdeka, tanpa dokumentasi proses penghapusannya diputuskan dihapus dan tidak jadi disahkan sebagai dokumen penting bangsa kita. Saya kira masalahnya sudah jelas, betapa malunya bangsa ini apabila dokumen yang memuji-muji Pemerintahan Fasis Jepang menjadi salah satu produk hukum tertinggi bangsa kita. Empat Rumusan Pancasila KEMBALI kepada inti artikel ini tentang siapa sesungguhnya yang merumuskan Pancasila. Bahkan bukan hanya itu. Kita pun hendaknya bersepakat yang mana sesungguhnya dokumen resmi bangsa kita tentang Pancasila. Sebuah atau dua buah, bahkan puluhan pidato tentang Pancasila baru sebagai bahan dan belum benarbenar sebuah rumusan Pancasila yang sah dan kita akui sebagai naskah resmi. Menurut Dr Saafroedin Bahar, penyunting buku Risalah Sidang BPUPKI-PPKI, dalam empat hari itu berbicara 37 orang. Hari pertama sampai dengan hari keempat masing-masing 16 orang, 10 orang, enam orang, dan lima orang. Kita membaca Yamin berpidato di hari kedua, dan Soekarno di hari terakhir. Dari dokumen-dokumen yang ada, sesungguhnya ada empat rumusan Pancasila. Yang pertama adalah Pidato Prof Dr Muhammad Yamin. Dari dokumen resmi yang ada, termasuk di dalam buku Naskah Persiapan UUD 1945 Jilid I, pidato Yamin panjangnya (menurut buku) 21 halaman cetak, seperti juga pidato Bung Karno. Buku ini terbit tahun 1959. Sedangkan dalam buku terbitan Sekretariat Negara tahun 1998 lima dasar negara telah dipidatokan oleh Prof Yamin pada hari kedua sidang BPUPKI, dan merupakan anggota BPUPKI pertama yang mengupas lengkap dan utuh tentang lima dasar negara. Susunan lima dasar negara yang diusulkan Yamin adalah (1). Peri Kebangsaan, (2). Peri Kemanusiaan, (3). Peri ke-Tuhanan, (4). Peri Kerakyatan, (5). Kesejahteraan Rakyat. Pidato Yamin di hari pertama persidangan BPUPKI (atau hari kedua setelah upacara Pembukaan) diikuti banyak pidato dari banyak tokoh. Akan tetapi pidato-pidato tersebut tidak ada yang utuh, mengupas lima sila seperti Yamin atau yang kelak oleh Ir Soekarno. Pada buku terbitan Siguntang Jakarta tahun 1959, di mana naskah Yamin menjadi naskah kedua setelah naskah Ir Sukarno, buku tersebut didahului oleh Kata Pengantar Presiden Republik Indonesia, dalam tulis tangan, sepanjang dua halaman. Dari sini kita bisa menafsirkan bahwa Bung Karno mengetahui betul adanya pidato Yamin, yang diucapkan tiga hari sebelumnya. Pada hari terakhir masa persidangan BPUPKI, 1 Juni 1945, baru Ir Soekarno berpidato tentang Dasar Negara RI yang kelak akan diproklamasikan. Semua kita mengetahui, karena pada tahun 1946, ketika naskah pidato dicetak ulang, diberi judul Lahirnya Pancasila. Panjang naskah dalam kedua buku sama dengan panjang pidato Yamin 29 halaman cetak, walaupun dengan gaya, sistematika, dan alasan yang berbeda-beda. Ketika bicara tentang permusyawaratan, Yamin tak segan-segan mengutip ayat-ayat Al-Qur\'an tentang musyawarah. Sementara Soekarno mempersilakan mengisi DPR dengan sebanyak-banyaknya orang yang akan mengisi UU berdasar ayat Al-Qur\'an, asal secara demokratis. Isi usulan Soekarno tentang Pancasila adalah: (1). Kebangsaan, (2). Internasionalisme, (3). Mufakat, Permusyawaratan, Perwakilan; (4). Kesejahteraan, (5). Ketuhanan atau Bertaqwa kepada Tuhan YME. Dua dua pidato yang hampir sama panjang, Yamin dan Soekarno, kita melihat masing-masing mengajukan lima dasar. Tetapi Soekarnolah yang mengajukan nama resmi sebagai Pancasila, yang ia katakan sebagai dibisikkan oleh temannya yang ahli tata Negara (apa bukan Yamin? UF). Kedua usulan sama-sama mengajukan lima sila. Bedanya ialah tentang Ketuhanan pada Soekarno masuk sila kelima, sedang pada Yamin masuk sila ketiga. Dan kalau kita lihat Piagam Jakarta dan hasil PPKI 18 Agustus Sila Ketuhanan menjadi sila pertama. Naskah Pancasila ketiga adalah sebagaimana termuat dalam Piagam Jakarta, 22 Juni 1945, dengan rumusan sebagai berikut: (1). Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari\'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, (2). Kemanusiaan yang adil dan beradab, (3). Persatuan Indonesia, (4). Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmahkebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, (5). Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan terakhir, pada 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, dipimpin oleh ketuanya Ir Soekarno mengesyahkan naskah Piagam Jakarta sebagai Pembukaan UUD 1945, di mana Pancasila ada di dalamnya, dengan perubahan redaksi pada sila pertama. Yaitu setelah kata-kata Ketuhanan ditambah Yang Maha Esa, sebagai pengganti dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Penutup Jadi, sebagai kesimpulan dapat kita tegaskan bahwa lima sila Pancasila, pertama kali diucapkan adalah oleh Prof Muhammad Yamin, pada 29 Mei 1945, yaitu pada sidang pertama BPUPKI. Sidang pertama yang dipimpin oleh Dr Rajiman ini sesungguhnya adalah hari kedua sidang BPUPKI. Sedang hari pertama sidang, 28 Mei diisi oleh upacara pembukaan yang dipimpin oleh Jepang dan mendengarkan pidato wakil Bala Tentara Jepang di Pulau Jawa, Saikoo Sikikan. Bung Karno, memang orang pertama yang mengucapkan kata Pancasila. Pidatonya, yang kemudian diberi nama

Ketuhanan 2. Inilah selengkapnya keempat formula tadi. Menurut Agustus Yang yang adil Persatuan hikmah-kebijaksanaan dalam bagi seluruh PPKI: 1945) Esa beradab Indonesia perwakilan. Keadilan sosial Piagam Jakarta: Juni 1945) menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya yang adil dan beradab Persatuan Indonesia hikmah-kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Keadilan sosial D. 2000-2004/Sekretaris Universitas Islam As-Syafiiyah. Tetapi akhirnya.Lahirnya Pancasila. (29 1. baru masukan diucapkan dalam pidato. formula III. Kerakyatan yang dipimpin oleh 5. 4. dengan anggota: Muhammad Hatta. 5. ketika formula III akan disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Susunan Mei Peri Peri Peri Peri Kesejahteraan Susunan Juni Ir Formula Prof Pancasila Yamin: 1945) Kebangsaan Kemanusiaan ke-Tuhanan Kerakyatan Rakyat Soekarno: 1945) Kebangsaan Internasionalisme Perwakilan Kesejahteraan Tuhan YME Mufakat. 5. (Penulis adalah mantan anggota BP MPR. Maramis. formula II. atau hari terakhir persidangan pertama BPUPKI. dirumuskan hingga disepakati 60-an anggota BPUPKI pada 22 Juni 1945 dengan nama Piagam Jakarta. (1 1. Kemanusiaan 3. Kerakyatan yang dipimpin oleh 5. B. Bertaqwa kepada C. Menurut (22 1. mengesakan Tuhan. 3. dan formula IV. diucapkan pada hari ke-5. yang ia beri nama Pancasila. konon atas usul KH Tubagus Hadikusumo dari Muhammadiyah. Empat A. Formula I dan II. bagi seluruh rakyat Indonesia. Maha dan permusyawaratan rakyat Jadi kalau disimpulkan dalam satu kalimat panjang: lima sila dasarnya negara kita diucapkan pertama kali oleh Prof Yamin pada 29 Mei 1945. Indonesia. Jakarta) (habis). Ketuhanan atau Permusyawaratan. dengan kewajiban 2. Subardjo. dan kelima prinsip tersebut telah menjadi rumusan . Yang Maha Esa Bagi tokoh Muhammadiyah itu. Ketuhanan. masingmasing tanggal 29 Mei dan 1 Juni 1945. 2. walau hanya untuk orang Islam diprotes sebagai tidak dapat diterima. 4. tetapi disahkan sebagai Pembukaan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945 dengan perubahan tujuh patah kata. bahwa wakil Indonesia Timur tidak puas tentang perumusan sila pertama. 4. 3. (18 1. Sehingga saat ini kita mempunyai empat formula Pancasila. Itulah nyatanya. Kemanusiaan 3. pertama kali disampaikan Bung Karno pada 1 Juni 1945. bahwa tujuh patah kata yang menjadi ganjalan diganti dengan tiga patah kata. Sejarah Pancasila – Kata “Pancasila” terdiri atas dua kata dari bahasa sansekerta yaitu palica yang artinya lima dan sila artinya asas atau prinsip. Bung Karno mengucapkan kelima dasar negara kita. dengan susunan yang berbeda dari susunan yang diucapkan Yamin sebelumnya. Akhirnya dicapai kompromi. yang merupakan suatu proses dari formula I. 4. diganti tiga patah kata. setelah Ketuhanan. KH Muzakkir. 2. Jadi pancasila dalam arti keseluruhan adalah 5 prinsip atau asas. Dan itulah yang oleh Muhammad Hatta dilaporkan ke PPKI dan diterima secara aklamasi. dan lain-lain. makna anak kalimat ini menegaskan tentang tauhid. sebelum sidang dimulai timbul masalah. tetapi lima dasar Negara dengan nama Pancasila. Formula III adalah perumusan oleh Tim Perumus atau Tim 9 yang dipimpin Ir Soekarno. Anak kalimat dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

internasionalisme. dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia. yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut. Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah : • Rumusan Pertama : Piagam Jakarta (Jakarta Charter) – tanggal 22 Juni 1945 • Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar – tanggal 18 Agustus 1945 • Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat – tanggal 27 Desember 1949 • Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara – tanggal 15 Agustus 1950 • Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959) Hari Kesaksian Pancasila Pada tanggal 30 September 1965. Pancasila. terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu : • Lima Dasar oleh Muhammad Yamin. dasar perwakilan. Mufakat. mufakat. katanya: Pesan Sponsor Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan. Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. . Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan. Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September[ [G30S-PKI] ] dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Peri Kemanusiaan. Peri Ketuhanan. kekal dan abadi. Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah. Peri Kerakyatan. Dalam perjalanan sejarah. Maka dari itu kita sebagai warga Negara Indonesia sangatlah penting mempelajari sejarah perumusan pancasila sebagai dasar ideology Negara Indonesia tercinta ini. tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa – namanya ialah Pancasila. dan ketuhanan. dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. kesejahteraan. adalah sakti. pancasila mempunyai sejarah yang sangat panjang tentang terbentuknya perumusanperumusan pancasila dalam ketatanegaraan Indonesia. dasar permusyawaratan.dan pedoman kehidupan dalam berbangsa dan bernegara bagi seluruh warga Indonesia. Namanya bukan Panca Dharma. Sila artinya azas atau dasar. Internasionalisme. memperingati bahwa dasar Indonesia. lima bilangannya. dalam upaya merumuskan pancaila sebagai dasar Negara yang resmi. Kesejahteraan. Ketuhanan. • Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945. agama. enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. peradaban. tak tergantikan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu. adalah awal dari Gerakan 30 September (G30SPKI). Menurut wikipedia. Hari itu. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan.

Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. 3. warna kulit dan sebagainya. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. 7. 6. 7. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mampu menempatkan persatuan. Sila Pertama 1. 2. Mengakui persamaan derajat. dan kewajiban asasi setiap manusia. 2. tanpa membeda-bedakan suku. 7. Sila ketiga 1. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. Sila kedua 1. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. 9. 8. 2. 3. perdamaian abadi. persamaan hak. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. 5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. keturunan. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tidak pernah dipublikasikan kajian mengenai apakah butir-butir ini benar-benar diamalkan dalam keseharian warga Indonesia. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. 5. 5. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan. kedudukan sosial. kepercayaan. sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. 4. 4. 10. dan keadilan sosial. 6. 3.Butir-Butir Pengamalan Pancasila Ketetapan MPR no. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 45 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 6. agama. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 4. kesatuan. serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. . Berani membela kebenaran dan keadilan. jenis kelamin.

Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah. Kata Bijak Hari Ini: Ancaman nyata sebenarnya bukan pada saat komputer mulai bisa berpikir seperti manusia. menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. Suka bekerja keras. 9.Sila keempat 1. Mengembangkan perbuatan yang luhur. 2. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. 5. dan kewajiban yang sama. 10. nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. 14 Mar 2012 1 Posted by KutuBlog 1 Response Bagikan Artikel ini Share on Facebook . Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. 3. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. 10. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. 7. Menghormati hak orang lain. 7. 2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. tetapi ketika manusia mulai berpikir seperti komputer. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. 6. 8. Sebagai warga negara dan warga masyarakat. (Sydney Harris) Rebo. 8. yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan. hak. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan. 5. 6. 4. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. 4. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. 11. Sila kelima 1. 9. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. 3.

Bacaan terkait untuk: Sejarah Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara        Pengertian. perumusan pancasila.Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara Asal Usul Sejarah Ahmadiyah di Indonesia Pengertian Komputer dan Sejarah Komputer Sejarah PBB. hari kesaksian pancasila..!!! Enter Your duniabaca en_US Subscribe *Agar tidak masuk spam. Pancasila sebagai dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia telah diterima secara luas dan telah bersifat final. Rumusan Pancasila yang satu dengan rumusan yang lain ada yang berbeda namun . Daftarkan E-mail Anda sekarang juga. Oleh karena itu artikel ini lebih bersifat suatu "perbandingan" (bukan "pertandingan") antara rumusan satu dengan yang lain yang terdapat dalam dokumendokumen yang berbeda. Hal ini kembali ditegaskan dalam Ketetapan MPR No XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No. GRATIS.Digg this Article Tidak ingin ketinggalan Informasi? Setiap ada artikel baru. I/MPR/2003 tentang Peninjauan Terhadap Materi dan Status Hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 1960 sampai dengan Tahun 2002. Namun dibalik itu terdapat sejarah panjang perumusan sila-sila Pancasila dalam perjalanan ketata negaraan Indonesia. Sejarah dan Hikmah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW Sejarah Awal Mula Pramuka di Dunia Sejarah ASEAN . Penempatan rumusan yang lebih awal tidak mengurangi kedudukan rumusan yang lebih akhir. Hal ini dikarenakan begitu banyak polemik serta kontroversi yang akut dan berkepanjangan baik mengenai siapa pengusul pertama sampai dengan pencetus istilah Pancasila. langsung di informasikan ke emal. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara jo Ketetapan MPR No. Perserikatan Bangsa-Bangsa Jaman-jaman Sejarah Pembentukan Bumi . Dari kronik sejarah setidaknya ada beberapa rumusan Pancasila yang telah atau pernah muncul. sejarah pancasila. Sejarah ini begitu sensitif dan salah-salah bisa mengancam keutuhan Negara Indonesia.. tambahkan e-mail eternyata [et] gmail [dot] com di address book email Anda. Selain itu Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para Pendiri Bangsa yang kemudian sering disebut sebagai sebuah “Perjanjian Luhur” bangsa Indonesia. Wikimedia: butir-butir pancasila. Artikel ini sedapat mungkin menghindari polemik dan kontroversi tersebut.

Secara berturut turut akan dikemukakan rumusan dari Muh Yamin. Hasil BPUPKI.1 Rumusan kalimat o 5.2 Rumusan Tertulis 2 Rumusan II: Soekarno. Ir.1 Rumusan kalimat o 8.ada pula yang sama. Yamin.2 Rumusan Trisila [7] o 2. dan Versi populer yang berkembang di masyarakat.4 Rumusan populer 4 Rumusan IV: BPUPKI [10] o 4. Konstitusi RIS. UUD 1945 (Dekrit Presiden 5 Juli 1959). Pada sesi pertama persidangan BPUPKI yang dilaksanakan pada 29 Mei – 1 Juni 1945 beberapa anggota BPUPKI diminta untuk menyampaikan usulan mengenai bahan-bahan konstitusi dan rancangan “blue print” Negara Republik Indonesia yang akan didirikan.2 Rumusan dengan penomoran (utuh) 9 Rumusan IX: Versi Berbeda[17] o 9.1 Rumusan 10 Rumusan X: Versi Populer[18] o 10.1 Rumusan Pidato o 1.1 Rumusan kalimat o 7. o 1. Pada .1 Rumusan 11 Epilog 12 Catatan kaki 13 Referensi 14 Lihat pula [sunting] Rumusan I: Moh.1 Rumusan Pancasila [6] o 2.2 Rumusan dengan penomoran (utuh) 8 Rumusan VIII: UUD 1945 [16] o 8. Versi Berbeda. Mr.3 Rumusan Ekasila 3 Rumusan III: Piagam Jakarta [8] o 3.1 Rumusan kalimat o 4.2 Rumusan dengan penomoran (utuh) 5 Rumusan V: PPKI [11] o 5.1 Rumusan kalimat o 3. Sukarno. Mr. UUD Sementara.2 Rumusan dengan penomoran (utuh) 7 Rumusan VII: UUD Sementara [15] o 7. Piagam Jakarta. Hasil PPKI. [5] o 2.3 Rumusan dengan penomoran (utuh) o 3.2 Alternatif pembacaan o 3.1 Rumusan kalimat o 6.2 Rumusan dengan penomoran (utuh) 6 Rumusan VI: Konstitusi RIS [12] o 6. Yamin. Daftar isi [sembunyikan]               1 Rumusan I: Moh.

beberapa anggota BPUPKI juga menyampaikan usul dasar negara. 4. 4. Ir. 5. 5. 3. Ketuhanan Yang Maha Esa Kebangsaan Persatuan Indonesia Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia [sunting] Rumusan II: Soekarno. 2. Oleh karena itu rumusan Sukarno di atas disebut dengan Pancasila. [sunting] Rumusan Pidato Baik dalam kerangka uraian pidato maupun dalam presentasi lisan Muh Yamin mengemukakan lima calon dasar negara yaitu[1]: 1.-atau peri-kemanusiaan Mufakat. Usul ini disampaikan pada 1 Juni 1945 yang kemudian dikenal sebagai hari lahir Pancasila. 3. [sunting] Rumusan Pancasila [5] 1. 4. 5. Trisila. diantaranya adalah Ir Sukarno[3].-atau demokrasi Kesejahteraan sosial ke-Tuhanan yang maha esa [sunting] Rumusan Trisila [6] 1. 2. yaitu[2]: 1. 3. tiga prinsip. Peri Kebangsaan Peri Kemanusiaan Peri ke-Tuhanan Peri Kerakyatan Kesejahteraan Rakyat [sunting] Rumusan Tertulis Selain usulan lisan Muh Yamin tercatat menyampaikan usulan tertulis mengenai rancangan dasar negara. Usul Sukarno sebenarnya tidak hanya satu melainkan tiga buah usulan calon dasar negara yaitu lima prinsip. Selain Muh Yamin. dan Ekasila[4]. Usulan tertulis yang disampaikan kepada BPUPKI oleh Muh Yamin berbeda dengan rumusan kata-kata dan sistematikanya dengan yang dipresentasikan secara lisan. Mohammad Yamin menyampaikan usul dasar negara dihadapan sidang pleno BPUPKI baik dalam pidato maupun secara tertulis yang disampaikan kepada BPUPKI.tanggal 29 Mei 1945 Mr. Sukarno pula-lah yang mengemukakan dan menggunakan istilah “Pancasila” (secara harfiah berarti lima dasar) pada rumusannya ini atas saran seorang ahli bahasa (Muhammad Yamin) yang duduk di sebelah Sukarno. 2. dan satu prinsip. Kebangsaan Indonesia Internasionalisme. Socio-nationalisme .

[sunting] Rumusan kalimat [8] “… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan. menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Adapun rumusan rancangan dasar negara terdapat di akhir paragraf keempat dari dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar” (paragraf 1-3 berisi rancangan pernyataan kemerdekaan/proklamasi/declaration of independence). Rapat tersebut memutuskan membentuk suatu panitia kecil berbeda (kemudian dikenal dengan sebutan "Panitia Sembilan") yang bertugas untuk menyelaraskan mengenai hubungan Negara dan Agama. Dokumen ini pula yang disebut Piagam Jakarta (Jakarta Charter) oleh Mr. Rumusan ini merupakan rumusan pertama sebagai hasil kesepakatan para "Pendiri Bangsa". menurut dasar[:] [A. [A] dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” [sunting] Alternatif pembacaan Alternatif pembacaan rumusan kalimat rancangan dasar negara pada Piagam Jakarta dimaksudkan untuk memperjelas persetujuan kedua golongan dalam BPUPKI sebagaimana terekam dalam dokumen itu dengan menjadikan anak kalimat terakhir dalam paragraf keempat tersebut menjadi sub-sub anak kalimat. Muh Yamin. Persetujuan di antara dua golongan yang dilakukan oleh Panitia Sembilan tercantum dalam sebuah dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar”. ke-Tuhanan [sunting] Rumusan Ekasila [7] 1. Gotong-Royong [sunting] Rumusan III: Piagam Jakarta Usulan-usulan blue print Negara Indonesia telah dikemukakan anggota-anggota BPUPKI pada sesi pertama yang berakhir tanggal 1 Juni 1945. Socio-demokratie 3.1] kemanusiaan yang adil dan beradab. . “… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan. Dalam menentukan hubungan negara dan agama anggota BPUPKI terbelah antara golongan Islam yang menghendaki bentuk teokrasi Islam dengan golongan Kebangsaan yang menghendaki bentuk negara sekuler dimana negara sama sekali tidak diperbolehkan bergerak di bidang agama.2. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selama reses antara 2 Juni – 9 Juli 1945. delapan orang anggota BPUPKI ditunjuk sebagai panitia kecil yang bertugas untuk menampung dan menyelaraskan usul-usul anggota BPUPKI yang telah masuk. persatuan Indonesia. Pada 22 Juni 1945 panitia kecil tersebut mengadakan pertemuan dengan 38 anggota BPUPKI dalam rapat informal. dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

3. yang merupakan rumusan resmi pertama. Rumusan yang diterima oleh rapat pleno BPUPKI tanggal 14 Juli 1945 hanya sedikit berbeda dengan rumusan Piagam Jakarta yaitu dengan menghilangkan kata “serta” dalam sub anak kalimat terakhir. dan [A. 5.” [sunting] Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya. jarang dikenal oleh masyarakat luas[9]. dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.[A. 2. dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar” (baca Piagam Jakarta) dibahas kembali secara resmi dalam rapat pleno tanggal 10 dan 14 Juli 1945. Dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar” tersebut dipecah dan diperluas menjadi dua buah dokumen berbeda yaitu Declaration of Independence (berasal dari paragraf 1-3 yang diperluas menjadi 12 paragraf) dan Pembukaan (berasal dari paragraf 4 tanpa perluasan sedikitpun). persatuan Indonesia. 4. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya Kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia [sunting] Rumusan IV: BPUPKI Pada sesi kedua persidangan BPUPKI yang berlangsung pada 10-17 Juli 1945. [sunting] Rumusan kalimat [10] “… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan. 3. 4. 2. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat-kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.3] kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan[. Serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia [sunting] Rumusan populer Versi populer rumusan rancangan Pancasila menurut Piagam Jakarta yang beredar di masyarakat adalah: 1.] serta [B] dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.2] persatuan Indonesia. menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Rumusan rancangan dasar negara hasil sidang BPUPKI.” .

” [sunting] Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. wakil-wakil dari Indonesia daerah Kaigun (Papua. A. Mr. 2. diantaranya A. Persatuan Indonesia Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. [sunting] Rumusan kalimat [11] “… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan Yang Maha Esa. Maramis. Setelah diadakan konsultasi mendalam akhirnya mereka menyetujui penggantian rumusan “Ketuhanan. dan Ki Bagus Hadikusumo. 3. menemui Sukarno menyatakan keberatan dengan rumusan “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” untuk ikut disahkan menjadi bagian dasar negara. Selain itu dalam rapat pleno terdapat usulan untuk menghilangkan frasa “menurut dasar” dari Ki Bagus Hadikusumo. kemanusiaan yang adil dan beradab.. Sore hari tanggal 17 Agustus 1945. Untuk menjaga integrasi bangsa yang baru diproklamasikan. 2. UUD inilah yang nantinya dikenal dengan UUD 1945. Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. . Mr. 3. diantaranya Teuku Moh Hasan. Maluku. Sukarno segera menghubungi Hatta dan berdua menemui wakil-wakil golongan Islam. 4. Semula. wakil golongan Islam. dan Kalimantan). Sulawesi. persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nusa Tenggara.[sunting] Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. Kasman Singodimedjo. Pagi harinya tanggal 18 Agustus 1945 usul penghilangan rumusan “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dikemukakan dalam rapat pleno PPKI. keberatan dengan usul penghapusan itu. Kemanusiaan yang adil dan beradab. 4. ke-Tuhanan Yang Maha Esa. dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dengan rumusan “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai sebuah “emergency exit” yang hanya bersifat sementara dan demi keutuhan Indonesia. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat-kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. Dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia [sunting] Rumusan V: PPKI Menyerahnya Kekaisaran Jepang yang mendadak dan diikuti dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diumumkan sendiri oleh Bangsa Indonesia (lebih awal dari kesepakatan semula dengan Tentara Angkatan Darat XVI Jepang) menimbulkan situasi darurat yang harus segera diselesaikan. Rumusan dasar negara yang terdapat dalam paragraf keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar ini merupakan rumusan resmi kedua dan nantinya akan dipakai oleh bangsa Indonesia hingga kini.

berdasar pengakuan ke-Tuhanan Yang Maha Esa. namun RIS sendiri mempunyai sebuah Konstitusi Federal (Konstitusi RIS) sebagai hasil permufakatan seluruh negara bagian dari RIS. Perubahan tersebut dilakukan dengan menerbitkan UU RIS No 7 Tahun 1950 tentang Perubahan Konstitusi Sementara Republik Indonesia Serikat menjadi Undang-Undang Dasar Sementara (LN RIS Tahun 1950 No 56.[sunting] Rumusan VI: Konstitusi RIS Pendudukan wilayah Indonesia oleh NICA menjadikan wilayah Republik Indonesi semakin kecil dan terdesak. perikemanusiaan. 2. perikemanusiaan.” [sunting] Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. [sunting] Rumusan kalimat[15] “…. Konstitusi RIS disetujui pada 14 Desember 1949 oleh enam belas negara bagian dan satuan kenegaraan yang tergabung dalam RIS. NIT[13]. Setelah melalui beberapa pertemuan yang intensif RI Yogyakarta dan RIS. . dan NST[14]. 4. kebangsaan. kebangsaan. …” [sunting] Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. [sunting] Rumusan kalimat [12] “…. perikemanusiaan. ke-Tuhanan Yang Maha Esa. perikemanusiaan. 2. sebagai kuasa dari NIT dan NST. Rumusan dasar negara kesatuan ini terdapat dalam paragraf keempat dari Mukaddimah (pembukaan) UUD Sementara Tahun 1950. TLN RIS No 37) yang disahkan tanggal 15 Agustus 1950. Walaupun UUD yang disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 tetap berlaku bagi RI Yogyakarta. Pada Mei 1950 hanya ada tiga negara bagian yang tetap eksis yaitu RI Yogyakarta. 5. 3. menyetujui pembentukan negara kesatuan dan mengadakan perubahan Konstitusi RIS menjadi UUD Sementara. negara itu mulai menempuh jalan kehancuran. Hanya dalam hitungan bulan negara bagian RIS membubarkan diri dan bergabung dengan negara bagian RI Yogyakarta. ke-Tuhanan Yang Maha Esa. kerakyatan dan keadilan sosial. Akhirnya pada akhir 1949 Republik Indonesia yang berpusat di Yogyakarta (RI Yogyakarta) terpaksa menerima bentuk negara federal yang disodorkan pemerintah kolonial Belanda dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS) dan hanya menjadi sebuah negara bagian saja. kerakyatan dan keadilan sosial [sunting] Rumusan VII: UUD Sementara Segera setelah RIS berdiri. Dalam Konstitusi RIS rumusan dasar negara terdapat dalam Mukaddimah (pembukaan) paragraf ketiga. kerakyatan dan keadilan sosial. kebangsaan. berdasar pengakuan ke-Tuhanan Yang Maha Esa.

Untuk itulah pada 5 Juli 1959 Presiden Indonesia saat itu. Kemanusiaan yang adil dan beradab. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara. 2. [sunting] Rumusan IX: Versi Berbeda[17] Selain mengutip secara utuh rumusan dalam UUD 1945. kerakyatan 5. Sukarno. Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. diantaranya: 1. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. mengambil langkah mengeluarkan Dekrit Kepala Negara yang salah satu isinya menetapkan berlakunya kembali UUD yang disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 menjadi UUD Negara Indonesia menggantikan UUD Sementara. Persatuan Indonesia Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. dan keadilan sosial [sunting] Rumusan VIII: UUD 1945 Kegagalan Konstituante untuk menyusun sebuah UUD yang akan menggantikan UUD Sementara yang disahkan 15 Agustus 1950 menimbulkan bahaya bagi keutuhan negara. . Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tap MPR No XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No. dan 2. Tap MPR No III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundangundangan. 4.3. [sunting] Rumusan kalimat [16] “… dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa. Rumusan ini pula yang diterima oleh MPR. 3. Dengan pemberlakuan kembali UUD 1945 maka rumusan Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan UUD kembali menjadi rumusan resmi yang digunakan. Ketuhanan Yang Maha Esa. Rumusan ini terdapat dalam lampiran Ketetapan MPRS No.” [sunting] Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. XX/MPRS/1966 tentang Memorandum DPR-GR mengenai Sumber Tertib Hukum Republik Indonesia dan Tata Urutan Peraturan Perundangan Republik Indonesia. Persatuan Indonesia. dalam berbagai produk ketetapannya. MPR pernah membuat rumusan yang agak sedikit berbeda. 4. kebangsaan. yang pernah menjadi lembaga tertinggi negara sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat antara tahun 1960-2004.

^ Risalah 2 7. 4. Rumusan ini pada dasarnya sama dengan rumusan dalam UUD 1945. Hatta. ^ Risalah 2 . ^ Saafroedin Bahar (ed). Rumusan ini pula yang terdapat dalam lampiran Tap MPR No II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) [sunting] Rumusan 1. mendapat kesempatan berpidato yang agak panjang. 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Kemanusiaan yang adil dan beradab. 3. I/MPR/2003 jo Pasal I Aturan Tambahan UUD 1945). Jakarta: SetNeg RIselanjutnya disebut Risalah 2 2. Mr. ^ Risalah 2 5. Edisi kedua. ^ Sidang Sesi I BPUPKI tidak hanya membahas mengenai calon dasar negara namun juga membahas hal yang lain. ^ Risalah 2 3. Ketuhanan Yang Maha Esa. Tercatat dua anggota Moh. Ketuhanan Yang Maha Esa. ^ Risalah 2 6. 4. Drs. [sunting] Rumusan X: Versi Populer[18] Rumusan terakhir yang akan dikemukakan adalah rumusan yang beredar dan diterima secara luas oleh masyarakat. 5.[sunting] Rumusan 1. dan Supomo. (1992) Risalah Sidang BPUPKI-PPKI 29 Mei 1945-19 Agustus 1945. hanya saja menghilangkan kata “dan” serta frasa “serta dengan mewujudkan suatu” pada sub anak kalimat terakhir. ^ Risalah 2 8. Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hatta berpidato mengenai perekonomian Indonesia sedangkan Supomo yang kelak menjadi arsitek UUD berbicara mengenai corak Negara Integralistik 4. [sunting] Catatan kaki 1. 5. ^ Risalah 2 9. 3. 2. Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan Keadilan sosial. [sunting] Epilog “Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara” (Pasal 1 Ketetapan MPR No XVIII/MPR/1998 jo Ketetapan MPR No. Rumusan Pancasila versi populer inilah yang dikenal secara umum dan diajarkan secara luas di dunia pendidikan sebagai rumusan dasar negara.

^ Risalah 2 ^ Risalah 2 ^ Konstitusi Republik Indonesia Serikat ^ Negara Indonesia Timur. 2. (1992) Risalah Sidang BPUPKI-PPKI 29 Mei 1945-19 Agustus 1945. dan seluruh kepulauan Maluku ^ Negara Sumatra Timur. 13. Kepulauan Nusa Tenggara. 5. 15. 16.10. 3. 12. 17. Jakarta: Universitas Terbuka [sunting] Lihat pula   Garuda Pancasila Pancasila sebagai FIlsafat dan Ideologi Negara Indonesia [sembunyikan]    l b s Artikel terkait ideologi Pancasila Sejarah Pidato "Lahirnya Pancasila" · Piagam Jakarta · Rumusan-rumusan Pancasila Soekarno · Mohammad Hatta · Mohammad Yamin · Alexander Andries Maramis Tokoh · Abikoesno Tjokrosoejoso · Abdul Kahar Muzakir · Agus Salim · Achmad terkait Soebardjo · Wahid Hasjim · Mohammad Yamin Badan Panitia Sembilan · BPUPKI · PPKI terkait Hal Garuda Pancasila · Hari Kesaktian Pancasila · UUD 1945 · Gedung Pancasila · . UUD 1945 Konstitusi RIS (1949) UUD Sementara (1950) Berbagai Ketetapan MPRS dan MPR RI Saafroedin Bahar (ed). Tap MPR No III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan ^ Ketetapan MPRS No. Tap MPR No XVIII/MPR/1998. Edisi 2. XX/MPRS/1966 ^ Tap MPR No II/MPR/1978 [sunting] Referensi 1. wilayahnya meliputi Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya. wilayahnya meliputi bagian timur provinsi Sumut (sekarang) ^ Undang-Undang Dasar Sementara ^ UUD 1945 (dekrit 1959). 11. Jakarta: SetNeg RI 6. 4. 14. Tim Fakultas Filsafat UGM (2005) Pendidikan Pancasila. 18. Edisi kedua.

terkait Daftar Anggota BPUPKI-PPKI Diperoleh dari "http://id.org/w/index.wikipedia.php?title=Rumusanrumusan_Pancasila&oldid=5205410" Kategori:     Simbol nasional Indonesia Sejarah Indonesia Pancasila .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful