TUGAS ELEKTRONIKA 2

RANGKAIAN OP-AMP INTEGRATOR & OP-AMP SEBAGAI PEMBANDING

DISUSUN OLEH :

Peggy Tiras Alindio Karomah

(D311004) (D311044)

AKADEMI TEKNIK TELEKOMUNIKASI SANDHY PUTRA PURWOKERTO JL. DI. PANJAITAN 128 PURWOKERTO

2012

OP-AMP INTEGRATOR Op-amp bisa juga digunakan untuk membuat rangkaian-rangkaian dengan respons frekuensi. misalnya rangkaian penapis (filter).A. Salah satu contohnya adalah rangkaian integrator seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas. Rangkaian dasar sebuah integrator adalah rangkaian op-amp inverting. C1 XFG1 1uF VCC 3 R1 60kΩ VEE 0 OPAMP_RATED 1 5V VCC 2 U1 VEE -5V + A _ + B _ XSC1 Ext T rig + _ Gambar Rangkaian Op-Amp Integrator Gambar Gelombang Op-Amp Integrator . hanya saja rangkaian umpanbaliknya (feedback) bukan resistor melainkan menggunakan capasitor C.

OP-AMP SEBAGAI PEMBANDING Operasional Amplifier atau di singkat op-amp merupakan salah satu komponen analog yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian elektronika.931 Volt Pada prakteknya. kapasitor akan berupa saklar terbuka. non-inverting differensiator dan integrator. Pada pokok bahasan kali ini akan dipaparkan beberapa aplikasi op-amp yang paling dasar. non-inverter. jika sebaliknya. yaitu rangkaian penguat inverting. Jika tanpa resistor feedback seketika itu juga outputnya akan saturasi sebab rangkaian umpanbalik op-amp menjadi open loop (penguatan open loop op-amp ideal tidak berhingga atau sangat besar). integrator dan differensiator. B. Aplikasi op-amp yang paling sering dipakai antara lain adalah rangkaian inverter. keluaran op-amp akan menjadi sama dengan – Vsupply. apabila masukan (-) lebih besar dari masukan (+) maka. rangkaian feedback integrator mesti diparalel dengan sebuah resistor dengan nilai misalnya 10 kali nilai R atau satu besaran tertentu yang diinginkan. apabila tegangan masukan (-) lebih kecil dari masukan (+) maka keluaran op-amp akan menjadi sama dengan + Vsupply. Jadi dalam hal ini jika Vinput lebih besar dari V maka keluarannya akan menjadi – Vsupply. Nilai resistor feedback sebesar 100KΩ akan selalu menjamin output offset voltage (offset tegangan keluaran) sebesar 10x sampai pada suatu frekuensi cutoff tertentu. Vinput lebih besar dari V maka keluarannya akan menjadi + Vsupply. Vsupply Op-amp tersebut akan membandingkan nilai tegangan pada kedua masukannya. Ketika inputnya berupa sinyal dc (frekuensi = 0). .Keterangan: Vcc1 VEE R1 C1 Freq : 5 Volt : -5 Volt : 60KΩ : 1µF : 1 Hz OUTPUT : Channel 1 : -2.

080 V Channel 2 : -4.000 V .VCC 5V VCC XFG1 VCC 5V VCC 1 U2 A + _ XSC1 Ext Trig + _ B + _ R1 100kΩ 3 2 OPAMP_RATED R2 110kΩ 0 Gambar Rangkaian Op-Amp Sebagai Pembanding Gambar gelombang dari Rangkaian Op-Amp Sebagai Pembanding Keterangan: Vcc1 Vcc2 R1 R2 Freq : 5 Volt : 5 Volt : 100KΩ : 110KΩ : 100fHz OUTPUT Channel 1 : 3.

kita sudah mengatur kepekaan sensor terhadap perubahan tingkat intensitas cahaya yang terjadi. non-inverter. .Kerja dari komparator hanya membandingkan Vin dengan Vref-nya maka dengan mengatur Vref. Dimana semakin rendah Vref semakin sensitif komparator terhadap perubahan tegangan Vin yang diakibatkan oleh perubahan intensitas cahaya. integrator dan differensiator. Jadi rangkaian diatas memiliki pengaruh yang besar dalam sistim elektronika karena komparator tersebut sebagai pembanding nilai dalam arus yang dikeluarkan pada rangkaian tersebut sedangkan OP-AMP komponen analog yang sering digunakan pada rangkaian inverter.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful