A.

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Bimbingan merupakan suatu bentuk bantuan yang diberikan kepada individu agar dapat mengembangkan kemampuannya seoptimal mungkin, dan membantu siswa agar memahami dirinya, menerima dirinya, mengarahkan dirinya, dan merealisasikan dirinya. Bantuan semacam itu sangat tepat jika diberikan di sekolah, supaya setiap siswa lebih berkembang ke arah yang semaksimal mungkin. Dengan demikian bimbingan menjadi bidang layanan khusus dalam keseluruhan kegiatan pendidikan sekolah yang ditangani oleh tenaga-tenaga ahli dalam bidang tersebut.

Di Sekolah Dasar, kegiatan Bimbingan Konseling tidak diberikan oleh Guru Pembimbing secara khusus seperti di jenjang pendidikan SMP dan SMA. Guru kelas harus menjalankan tugasnya secara menyeluruh, baik tugas menyampaikan semua materi pelajaran (kecuali Agama dan Penjaskes) dan memberikan layanan bimbingan konseling kepada semua siswa tanpa terkecuali.

Perlunya Bimbingan dan Konseling di SD Jika ditinjau secara mendalam, setidaknya ada tiga hal utama yang melatarbelakangi perlunya bimbingan yakni tinjauan secara umum, sosio kultural dan aspek psikologis. Secara umum, latar belakang perlunya bimbingan berhubungan erat dengan pencapaian tujuan pendidikan nasional, yaitu: meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani.

Dalam konteks pemberian layanan bimbingan konseling, Prayitno (1997:35-36) mengatakan bahwa pemberian layanan bimbingan konseling meliputi layanan orientasi,

Guru Sekolah Dasar harus melaksanakan ketujuh layanan bimbingan konseling tersebut agar setiap permasalahan yang dihadapi siswa dapat diantisipasi sedini mungkin sehingga tidak menggangu jalannya proses pembelajaran. bimbingan kelompok. konseling perorangan. Dalam Pedoman Kurikulum Berbasis Kompetensi bidang Bimbingan Konseling tersirat bahwa suatu sistem layanan bimbingan dan konseling berbasis kompetensi tidak mungkin akan tercipta dan tercapai dengan baik apabila tidak memiliki sistem pengelolaan yang bermutu. Sehingga diharapkan mampu membimbimbing dengan baik. penulis tergerak untuk melakukan telaah mengenai peran guru kelas dalam pelaksanaan Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menjadikan guru dapat melaksanakan pelayanan bimbingan konseling di sekolah dasar. dan terarah. pembelajaran. Berdasar latar belakang tersebut di atas. Untuk itu diperlukan guru pembimbing yang profesional dalam mengelola kegiatan Bimbingan Konseling berbasis kompetensi di sekolah dasar.informasi. hal itu perlu dilakukan secara jelas. . penempatan dan penyaluran. Realitas di lapangan. 2. khususnya di Sekolah Dasar menunjukkan bahwa peran guru kelas dalam pelaksanaan bimbingan konseling belum dapat dilakukan secara optimal mengingat tugas dan tanggung jawab guru kelas yang sarat akan beban sehingga tugas memberikan layanan bimbingan konseling kurang membawa dampak positif bagi peningkatan prestasi belajar siswa. Dengan demikian siswa dapat mencapai prestasi belajar secara optimal tanpa mengalami hambatan dan permasalahan pembelajaran yang cukup berarti. dan konseling kelompok. Artinya. sistematis.

terorganisasi. dan terkoordinasi selama periode waktu tertentu. Winkel dalam Soetjipto dan Kosasi (2009: 91) menjelaskan bahwa program bimbingan merupakan suatu rangakaian kegiatan terencana. Bagaimanakah program bimbingan dan konseling di sekolah dasar ? 2. Program Bimbingan di Sekolah Kegiatan bimbingan dan konseling dapat mencapai hasil yang efektif bilamana dimulai dari adanya program yang disusun dengan baik. Mengetahui program bimbingan dan konseling di sekolah 2. PEMBAHASAN A. Tujuan Masalah 1. . Rumusan Masalah 1. Program bimbingan berisi rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka pemberian layanan bimbingan dan konseling. Mengetahui peranan guru dalam pelaksanaan BK di sekolah B.3. Bagaimanakah peranan guru dalam pelaksanaan kegiatan BK di sekolah dasar? 4.

bentuk layanan siswa-siswa. dan sebagainya. dan norma agama). konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarakan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. Melalui fungsi ini. informasi. Berdasarkan pemahaman ini. Pengertian program bimbingan Menurut pendapat Hotch dan Costor yang dikutip oleh Gipson dan Mitcheell (1981) program yang memberikan layanan khusus yang dimaksudkan untuk membantu individu dalam mengadakan penyesuaian diri. pekerjaan. yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu siswa agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan. . 2. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi. yang mempunyai kaitan dengan kegiatan bimbingan.1. 2. dan bimbingan kelompok. Fungsi pemahaman. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya supaya tidak dialami oleh konseli. fungsi bimbingan dan konseling dapat diuraikan sebagai berikut. Fungsi preventif. Fungsi Bimbingan dan Konseling di SD Uman Suherman dalam Salahudin(2010: 127) menyatakan bahwa secara umum. yaitu: (1) faktor pelaksana atau orang yang akan memberikan bimbingan dan (2) faktorfaktor yang berkaitan dengan perlengkapan. (Abu Ahmadi dalam Soetjipto dan Kosasi. 1. 2009: 91) Program bimbingan memberikan arah yang jelas dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan efisien dan efektif. Program bimbingan itu menyangkut dua faktor. metode.

bimbingan banyak menyangkut faktor-faktor di luar individu. dan sebagainya. Berusaha memberikan pelajaran yang sesuai denga minat dan kecakapan anak-anak 3. Dalam arti khusus. Umar. Sekalipun demikian. Pendidikan menyangkut masalah perseorangan. Dengan demikian. Jadi. Proses pendidikan terjadi di dalam individu. menurut H. bimbingan itu menyangkut tiap-tiap aspek dari kegiatan sekolah. bimbingan dapat dikatakan sebagai suatu bentuk pendidikan. bimbingan mencakup semua teknik penasihatan (conseling) dan semua informasi yang dapat menolong individu untuk menolong dirinya sendiri. dkk. yakni khususnya di sekolah. dan hasil-hasil pendidikan terlihat dalam timgkah lakunya. dapat dikatakan bahwa ada persamaan antara bimbingan dan pendidikan.Adapun fungsi khusus bimbingan dan konseling. sehingga perlu diperhatikan bahwa pendidikan dan bimbinga berbeda dalam tujuan dan prosesnya. Memberi petunjuk kepada anak-anak yang melanjutkan belajarnya. Menolong anak dalam kesulitan belajarnya 2. Sementara itu. . yang berguna bagi individu itu dalam usaha mengembangkan dirinya.M. dalam Salahudin (2010: 129) adalah sebagai berikut: 1. Memberi nasihat kepada anak yang akan berhenti dari sekolahnya 4. Anak-anak itu sendiri yang mengubah dirinya sesuai dengan apa yang dikehendakinya. benar juga bila dikatakan bahwa bimbingan itu sebenarnya menyangkut semua usaha pendidikan yang dilakukan oleh guru. Adapun fungsi guru tidak lebih dari menyediakan kesempatan yang berguna dan cocok bagi anak untuk mengembangkan dirinya (self education). Semua itu termasuk usaha-usaha mendidik yang sudah seharusnya dilakukan guru terhadap siswa-siswanya. baik di dalam maupun di luar sekolah. Jadi.

Prinsip-prinsip ini berkaitan dengan tujuan. agama dan status sosial. suku. 4. sasaran layanan. (b) memperhatikan tahapan perkembangan. jenis layanan dan kegiatan pendukung. (c) permaslahan individu dilayani oleh tenaga ahli/profesional yang relevan dengan permasalahan individu. 3. (a) menyangkut pengaruh kondisi mental maupun fisik individu terhadap penyesuaian pengaruh lingkungan. 2. serta berbagai aspek operasionalisasi pelayanan bimbingan dan konseling. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan program pelayanan Bimbingan dan Konseling. dalam layanan. sekolah dan masyarakat sekitar. (a) melayani semua individu tanpa memandang usia. (b) timbulnya masalah pada individu oleh karena adanya kesenjangan sosial. (d) perlu adanya kerja sama dengan personil sekolah dan orang tua dan bila perlu dengan pihak lain yang berkewenangan dengan permasalahan individu. . (a) bimbingan dan konseling bagian integral dari pendidikan dan pengembangan individu. (b) pengambilan keputusan yang diambil oleh klien hendaknya atas kemauan diri sendiri. (c) program bimbingan dan konseling disusun dengan mempertimbangkan adanya tahap perkembangan individu. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan. Prinsip-prinsip tersebut adalah : 1. diarahkan (a) (c) perhatian adanya perbedaan individu untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu secara mandiri membimbing diri sendiri. Prinsip-prinsip Bimbingan Konseling di SD Sejumlah prinsip mendasari gerak langkah penyelenggaraan kegiatan bimbingan dan konseling. baik di rumah. (d) program pelayanan bimbingan dan konseling perlu diadakan penilaian hasil layanan. sehingga program bimbingan dan konseling diselaraskan dengan program pendidikan dan pengembangan diri peserta didik. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan permasalahan yang dialami individu. (b) program bimbingan dan konseling harus fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan. ekonomi dan budaya. dan (e) proses pelayanan bimbingan dan konseling melibatkan individu yang telah memperoleh hasil pengukuran dan penilaian layanan.3. jenis kelamin.

(2) bidang belajar. Layanan dasar bimbingan adalah bimbingan yang bertujuan untuk membantu seluruh siswa mengembangkan perilaku efektif dan ketrampilan-ketrampilan hidup yang mengacu pada tugas-tugas perkembangan siswa SD.4. Layanan responsif adalah layanan bimbingan yang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan yang dirasakan sangat penting oleh peserta didik saat ini. (6) bidang tata tertib SD. Layanan perencanaan individual adalah layanan bimbingan yang membantu seluruh peserta didik dan mengimplementasikan rencana-rencana pendidikan. Tujuan utama dari layanan ini untuk membantu siswa . yakni: a. c. (7) bidang narkotika dan perjudian. konseling kelompok. karir. (5) bidang karir. (8) bidang perilaku sosial. dan konsultasi. dan (9)bidang kehidupan lainnya. (3)bidang sosial.dan kehidupan sosial dan pribadinya. Kegiatan BK dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi Berdasakan Pedoman Kurikulum Berbasis Kompetensi bidang Bimbingan Konseling (2004) dinyatakan bahwakerangka kerja layanan BK dikembangkan dalam suatu program BK yang dijabarkan dalam 4 (empat) kegiatan utama. (4) bidang pribadi. Layanan ini lebih bersifat preventik atau mungkin kuratif. Strategi yang digunakan adalah konseling individual. b. Isi layanan responsif adalah: (1) bidang pendidikan.

Peranan Guru dalam Pelaksanaan Kegiatan BK di SD Peranan guru dalam pelaksanaan kegiatan BK sangat penting dalam rangka mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran yang dirumuskan. . manajemen program. Hal itu dilaksanakan melalui pengembangaan profesionalitas. (2) layanan informasi. B. 2005:21). masyarakat yang lebih luas. Willis (2004) mengemukakan peran guru pada landasan-landasan filosofis dari orientasi baru bimbingan dan konseling. penelitian dan pengembangan (Thomas Ellis. Dukungan sistem. Sofyan. (5) layanan referal/melimpahkan ke pihak lain. yaitu : 1. Pedagogis. d. (4) layanan konseling. adalah kegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuan memantapkan. (3) layanan penempatan. yakni: (1) layanan pengumpulan data. hubungan masyarakat dan staf. artinya menciptakan kondisi sekolah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik dengan memperhatikan perbedaan individual diantara peserta didik. konsultasi dengan guru. memelihara dan meningkatkan progam bimbingan secara menyeluruh.memantau pertumbuhan dan memahami perkembangan sendiri. dan (6) layanan penilaian dan tindak lanjut (Nurihsan. staf ahli/penasihat. 1990) Kegiatan utama layanan dasar bimbingan yang responsif dan mengandung perencanaan individual serta memiliki dukungan sistem dalam implementasinya didukung oleh beberapa jenis layanan BK. S. Dalam hal ini.

Inisiator. guru diharapkan sebagai pelaksana cara mengajar informatif. menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas) sehingga akan terjadi dinamika di dalam proses belajar-mengajar. dan sumber informasi kegiatan akademik maupun umum. yang berpengetahuan dan berketerampilan berbagi teknik bimbingan dan konseling. 3. jadwal pelajaran dan lain-lain.2. Profesional. e. guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan. Informator. yaitu: a. yaitu proses bimbingan dan konseling harus dilakukan secara profesional atas dasar filosofis. artinya setiap peserta didik adalah individu yang memiliki potensi untuk dikembangkan. guru sebagai pencetus ide dalam proses belajar-mengajar. . Motivator. guru sebagai pengelola kegiatan akademik. laboratorium. Sardiman (2001:142) menyatakan bahwa ada sembilan peran guru dalam kegiatan BK. silabus. sedangkan kelemahannya secara berangsur-angsur akan diatasinya sendiri. b. artinya pendekatan terhadap peserta didik haruslah manusiawi dengan landasan ketuhanan. guru harus mampu merangsang dan memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi siswa. d. studi lapangan. peserta didik sebagai manusia dianggap sanggup mengembangkan diri dan potensinya. Organisator. Selain itu. Humanistik-religius. 4. teoritis. c. Director. Potensial.

.f. guru sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa. Mediator. Fasilitator. guru bertindak selaku penyebar kebijaksanaan dalam pendidikan dan pengetahuan. Evaluator. h. guru akan memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajarmengajar. guru mempunyai otoritas untuk menilai prestasi anak didik dalam bidang akademik maupun tingkah laku sosialnya. Transmitter. i. g. sehingga dapat menentukan bagaimana anak didiknya berhasil atau tidak.

Peran tersebut berlandaskan pada filosofis dari orientasi baru bimbingan dan konseling diantaranya pedagogis. humanistic-religius.C. Lebih khusus lagi peran guru mencakupi peran sebagai informator. Simpulan Peran guru sangatlah penting dalam pelaksanaan kegiatan BK di sekolah dasar. mediator. Guru kelas memiliki tanggung jawab ganda. Peran tersebut tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. organisator. di SD tidak memiliki Guru Pembimbing. guru kelas hendaknya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pelaksanaan kegiatan BK sehingga memiliki wawasan yang mendalam terhadap kegiatan-kegiatan BK di Sekolah Dasar. Saran Mewujudkan peran guru kelas dalam pelaksanaan kegiatan BK di SD bukanlah hal yang mudah. motivator. . di samping mengajar juga membimbing. Hal tersebut dikarenakan. dan professional. 2. namun merupakan sebuah sistem yang saling melengkapi dalam kegiatan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar. potensial. Oleh karena itu. director. dan evaluator. PENUTUP 1. transmitter. fasilitator. inisiator.

Jakarta: Dedpikbud. Remaja Rosdakarya Depdiknas. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. DAFTAR PUSTAKA   http://www. Surya.html          Nana Syaodih Sukmadinata. 2000. 2004. Jakarta: Depdikbud. 2005.com/2011/06/peran-guru-kelas-dalam-pelayanan-bk. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Psikologi Belajar dan Mengajar. 2001. Nurihsan. Bandung : P. Jakarta: Gramedia Widiasaraan Indonesia. Jakarta: Puskur Balitbang Depdiknas.com/program-bimbingan-dan-konseling-di-sekolah-danperanan-guru-dalam-pelaksanaannya/ http://abyculz. Juntika. Pengantar Bimbingan dan Penyuluhan. Sardiman. 1988. Manajemen Bimbingan Konseling di SD Kurikulum 2004.infodiknas. Jakarta: Tamita Jaya Utama . 1997. Bandung: Sinar Baru Algensindo. 2005. Jakarta : UT. Pedoman Kurikulum Berbasis Kompetensi bidang Bimbingan Konseling.blogspot.T. PP nomor 28 tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar. Oemar Hamalik. Landasan Psikologi Proses Pendidikan.D. Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Prayitno Erman Amti. M. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful