P. 1
5. PENGEMG FISIK MOTORIK

5. PENGEMG FISIK MOTORIK

|Views: 6,717|Likes:
Published by M Saikhul Arif

More info:

Published by: M Saikhul Arif on May 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/12/2013

pdf

text

original

Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan pembelajaran. Maka dari itu
metode dipilih guru berdasarkan strategi kegiatan yang sudah dipilih dan ditentukan.
Metode juga merupakan cara untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Seorang guru
akan menggunakan metode sesuai dengan gaya melaksanakan kegiatan pembelajarannya.
Namun harus diingat bahwa pendidikan pada anak usia dini mempunyai ciri khas sendiri.
Oleh karena itu ada metode-metode yang lebih sesuai untuk digunakan di PAUD
dibandingkan dengan metode-metode lainnya. Misalnya guru PAUD jarang sekali
menggunakan metode ceramah. Pemilihan metode juga ditentukan oleh karakteristik
tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang akan diajar. Karakteristik tujuan kegiatan
pengembangan motork anak PAUD adalah untuk mengembangkan kemampuan motorik
anak, melatih motorik kasar dan motorik halus,mengontrol gerakan-gerakan tubuh dan
koordinasi serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat.
Untuk mengembangkan kemampuan motorik anak, guru dapat menerapkan
metode-metode yang menjamin anak tidak mengalami cedera. Oleh karena itu guru
hendaknya dapat menciptakan lingkungan yang aman, bahan dan alat yang dipergunakan
dalam keadaan baik dan bersih, tidak menimbulkan rasa takut dan cemas dalam
menggunakannya. Disamping itu guru perlu menyesuaikannya dengan karakteristik anak

20

PAUD yang selalu ingin bergerak, mempunyai rasa ingin tahu yang kuat, senang
bereksperimen dan menguji, mampu mengekspresikan diri secara kreatif, mempunyai
imajinasi dan senang berbicara.
Ada beberapa metode pembelajaran yang sesuai untuk mengembangkan motorik
anak, misalnya metode bermain, karya wisata, demonstrasi, proyek atau pemberian tugas.
Dari begitu banyak metode yang ada, hendaknya metode yang digunakan adalah metode
yang memungkinkan anak bergerak dan bermain, karena gerak dan bermain adalah unsur
utama pengembangan motorik anak dan dengan bermain anak PAUD dapat belajar dengan
gembira.

Dalam menentukan metode untuk mengembangkan keterampilan motorik anak
sebaiknya guru memperhatikan tempat kegiatan, apakah di dalam atau di luar kelas,
keterampilan apa yang hendak dikembangkan melalui beberapa kegiatan serta tema yang
dipilih dalam kegiatan pembelajaran itu. Penentuan tempat menentukan peralatan yang
akan dipergunakan guru. Contohnya untuk pengembangan motorik halus anak yang
bertujuan agar anak berlatih menggerakkan pergelangan tangan dengan mewarnai dan
menggunting,maka guru dapat memilih kegiatan yang dilakukan di dalam kelas.Guru juga
menyediakan semua peralatan yang diperlukan seperti buku-buku atau pola, gunting,
pensil warna, sesuai dengan jumlah anak sehingga anak dapat berlatih sendiri-sendiri.
Perkembangan motorik merupakan proses memperoleh keterampilan dan pola
gerakan yang dapat dilakukan anak, misalnya dalam kemampuan motorik kasar anak
belajar menggerakkan sebagian atau seluruh anggota tubuhnya, sedangkan dalam
kemampuan motorik halus anak belajar koordinasi ketepatan mata dan tangan dan belajar
berimajinasi dan berkreasi.

Untuk kegiatan motorik yang dikembangkan, perlu metode yang dapat memacu
semua kegiatan, misalnya untuk kegiatan motorik halus dapat diberikan kegiatan
menggambar, melipat, menggunting dan sebagainya. Sedangkan untuk kegiatan motorik
kasar anak dapat belajar berlari, menangkap bola, menendang bola, melompat dan
sebagainya. Dan pada saat anak melakukan kegiatan pengembangan motorik guru perlu
memperhatikan keamanan anak, misalnya saat anak menggunakan gunting guru harus
mengawasinya agar tidak dipergunakan untuk hal-hal yang membahayakan.
Dalam menerapkan metode untuk pengembangan motorik anak, guru perlu

merencanakan :
1. Tema / topik kegiatan.

21

2. Tujuan kegiatan.
3. Metode.
4. Tempat kegiatan.
5. Bahan atau peralatan yang akan digunakan.
6. Urutan langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan.

Selanjutnya guru melaksanakan kegiatan pembelajaran yaitu :
1. Kegiatan awal / pembukaan.
2. Kegiatan inti.
3. Kegiatan penutup.dan evaluasi hasil belajar anak.

Contoh perencanaan dan pelaksanaan pengembangan motorik anak :
Guru merencanakan akan melakukan kegiatan untuk motorik halus.Topik yang
dipilih adalah menggambar rumah atau mobil atau hewan yang ada dirumah. Tujuan
kegiatan adalah untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak dengan
menggambar. Dari kegiatan ini anak berlatih menggerakkan pergelangan tangan saat
memegang pensil dan juga agar anak dapat menyalurkan perasaannya. Metode yang
digunakan adalah metode demonstrasi dan metode pemberian tugas. Kegiatan akan
dilaksanakan di kelas, Peralatan dan bahan berupa kertas gambar dan pensil berwarna
telah disiapkan. Guru juga telah merencanakan langkah-langkah kegiatan yang akan
dilakukan bersama dengan anak-anak.
Dalam pelaksanaan kegiatan, diawali dengan pemberian informasi tentang tujuan
dan arahan apa yang akan dilakukan anak-anak. Kemudian anak-anak diberikan kertas dan
pensil berwarna dan ditugaskan untuk menggambar rumah atau mobil atau hewan. mereka
diarahkan untuk membuat garis lurus, garis lengkung dengan bermacam pola yang
diinginkan anak. Disamping itu anak juga diarahkan untuk mewarnai gambarnya sesuai
dengan imajinasi masing-masing anak. Anak yang belum menguasai hendaknya diberikan
bimbingan misalnya bagaimana membuat garis lengkung atau garis lurus untuk dapat
menyelesaikan tugasnya.

Pada akhir kegiatan guru mengumpulkan hasil kerja mereka, memuji hasil
karyanya, dan mencatat hasil kerja di lembar evaluasi untuk menindak lanjuti kegiatan
tersebut.

22

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->