P. 1
8. Perangkat Pembelajaran Di Taman Kanak

8. Perangkat Pembelajaran Di Taman Kanak

|Views: 1,167|Likes:
Published by M Saikhul Arif

More info:

Published by: M Saikhul Arif on May 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2013

pdf

text

original

Sections

MODUL VIII

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TK

Penulis:

Dr. RACHMA HASIBUAN, M.Kes

PRODI PG-PAUD FIP UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2011

BAB I. PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

Tujuan Pembelajaran : 1. Menjelaskan hakekat perkembangan 2. Menjelaskan karakteristik perkembangan anak 3. Menjelaskan pembelajaran yang berorientasi perkembangan anak usia dini A. Hakekat Perkembangan Setiap individu mengalami proses perkembangan baik kognitif maupun psikomotor. Perkembangan ini terjadi baik merupakan proses yang alamiah maupun proses yang dipelajari artinya diperlukan belajar atau latihan. Perkembangan kognitif berkaitan dengan aspek intelektualitas dan psikomotor berkaitan dengan kerja otot atau fisik manusia. Perkembangan fisik individu pada dasarnya bersifat biologis. Dalam kondisi jasmaniah seseorang akan mempengaruhi normalitas kepribadiannya khususnya dengan masalah body-image, self-concept, self-esteem dan rasa harga dirinya. Perkembangan fisik mencakup aspek-aspek anatomis dan fisiologis. Perkembangan anatomis ditunjukkan dengan adanya perubahan kuantitatif pada struktur tulang-belulang, indeks tinggi dan berat badan, proporsi tinggi kepala dengan tinggi garis keajekan badan secara keseluruhan. Sedangkan perkembangan fisiologis ditandai dengan adanya perubahan kuantitatif, kualitatif, dan fungsional dari sistem-sistem kerja hayati seperti kontraksi otot, peredaran darah dan pernafasan, persyaratan, sekresi kelenjar dan pencernaan. Perkembangan fisik berlangsung mengikuti prinsip-prinsip cepalocaudal (mulai dari bagian kepala menuju ekor atau kaki) dan proximodistal (mulai dari bagian tengah ke tepi atau tangan). Laju perkembangan berjalan secara berirama; pada masa bayi dan anak-anak perubahan fisik pesat, pada usia sekolah menjadi lambat, mulai pada usia remaja menjadi amat mencolok. Kemudian (pada permulaan masa remaja

akhir bagi perempuan dan penghujung masa remaja akhir laki-laki) laju perkembangan menurun sangat lambat. Salah satu perkembangan yang cukup penting pada diri manusia adalah perkembangan bahasa. Kemampuan bahasa merupakan kemampuan yang membedakan antara manusia dengan hewan. Perkembangan bahasa pada masa ana-anak sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor latihan dan motivasi (kemauan) untuk belajar dengan melalui proses conditioning dan reinforcement. Perkembangan bahasa dan perilaku kognitif (intelektualitas) memiliki hubungan yang sangat erat. Taraf-taraf penguasaan keterampilan berbahasa dipengaruhi, bahkan bergantung dari tingkat-tingkat kematangan dalam kemampuan intelektual. Sebaliknya, bahasa meupakan sarana dan alat yang strategis bagi lanjunya perkembangan perilaku kognitif. Perkembangan perilaku kognitif menurut Piaget berkembang secara kuantitatif melalui empat tahapan. Setiap tahap memiliki karakteristiknya. B. Karakteristik Perkembangan Anak Dini Sebelum kita mengulas lebih dalam tentang pembelajaran di PAUD, marilah kita mengenal lebih dalam dulu tentang siapa kah murid PAUD itu dan bagaimanakah perkembangannya, sehingga kita/guru tidak salah dalam menerapkan model-model pembelajaran yang akan dilakukan dikelas nantinya. Bila kita berbicara tentang karakteristik perkembangan anak usia dini maka tak lupa pula kita akan berbicara tentang ciri-ciri perkembangan yang terdapat pada anak usia dini secara umum. Tahukah saudara apa yang dimaksud dengan perkembangan ?. Kapan perkembangan itu terjadi ?, Samakah perkembangan dengan perubahan ?. Marilah kita bersama-sama memahaminya sebagai berikut : Perkembangan merupakan satu proses dalam kehidupan manusia yang berlangsung secara terus-menerus sejak masa konsepsi sampai akhir hayat. Perkembangan juga diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dialami oleh seorang individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis, progresif dan berkesinambungan baik itu menyangkut aspek fisik maupun spikis (Yusuf, 2001). Sistematis, berarti

perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling ketergantungan atau saling mempengaruhi antara bagian-bagian organisme. Progresif, berarti perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat dan mendalam (meluas) baik secara kuantitatif (fisik) maupun kualitatif (psikis). Berkesinambungan, berarti perubahan terjadi pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara bertahap dan berurutan. Lebih lanjut Woolfolk (1995) mengemukakan bahwa development oderly, adaptive changes we go through from conception to death. Sedangkan Sroufe (1996) dalam bukunya Child Development menegaskan bahwa development is the process of orderly communicational, directional, and age related behavioral reorganitation and qualitative change in a person. Ini berarti bahwa perkembangan merupakan proses yang teratur yang berkaitan dengan reorganisasi perilaku dan perubahan kualitatif dalam diri seseorang. Untuk lebih memahami tentang perkembangan marilah kita lebih dalam mengenal juga tentang prinsip-prinsip dari perkembangan itu sendiri. Berikut ini adalah prinsip- prinsip perkembangan (Yusuf, 2001) : 1. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti 2. Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi 3. Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu 4. Perkembangan terjadi pada tempat yang berlainan 5. Setiap fase perkembangan mempunyai ciri yang khas 6. Setiap Fase individu yang normal dapat akan mengalami sebagai tahapan/fase atau perkembangan perkembangan diartikan penahapan pembabakan rentang perjalanan kehidupan individu yang diwarnai dengan ciri-ciri khusus atau pola-pola tingkah laku tertentu. Mengenai masalah pembabakan atau periodesasi perkembangan ini, secara garis besarnya dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu ; 1. Berdasarkan analisis biologis, yaitu menurut Hurlock dibagi beberapa tahapan antara lain : - tahap I : fase prenatal (sebelum lahir) sekitar 9 bulan atau 280 hari dalam kandungan. - tahap II : fase infancy (orok) usia 10 atau 14 hari

- tahap III : babyhood (bayi) usia 2 minggu – 2 tahun - tahap IV : childhood (kanak-kanak) mulai usia 2 tahun – 11 tahun. - tahap V : adolesence/puberty mulai usia 11 – 21 tahun, dimana pada tahap ini dibagi lagi menjadi pre adolesence (11-13 tahun), early adolesence (16-17 tahun), late adolesence (18 tahun sampai masa perkembangan terakhir). 2, Berdasarkan analisis didaktis, yaitu dipandang dari segi pendidikan menurut Comenius pendidikan bagi seseorang itu berlangsung melalui 4 jenjang yaitu : - Sekolah Ibu (scola materna) untuk anak usia 0 – 6 tahun - Sekolah Bahasa Ibu (scola vernaculan) untuk anak usia 6 – 12 tahun - Sekolah Latin (scola latina) untuk remaja usia 12 – 18 tahun - Sekolah Akademi (academica) untuk usia 18 – 24 tahun. Pada jenjang ini harus diberikan bahan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak didik dan harus digunakan metode penyampaian nya sesuai dengan tahap perkembangan dan usia anak didik. 3. Berdasarkan analisis psikologis. Sebagai landasan bahwa selama masa pekembangan, pada umumnya setiap individu pasti mengalami masa keguncangan psikis berasal dari perpindahan dari satu masa ke masa yang lain dalam proses perkembangan sebanyak tiga kali, yaitu : 1) dari lahir sampai keguncangan pertama (tahun ketiga atau keempat disebut Masa kanak-kanak), 2) dari keguncangan pertama sampai kedua disebut Masa Keserasian Bersekolah, 3) masa keguncangan kedua sampai akhir masa remaja yang disebut Masa Kematangan. Perkembangan anak usia dini (jenjang TK) yang terentang antara usia 4-6 tahun merupakan bagian dari perkembangan manusia secara keseluruhan. Perkembangan pada usia ini mencakup perkembangan fisik dan motorik, kognitif, sosial emosional, serta bahasa. Ketika anak mencapai tahapan usia TK, terdapat ciri yang sangat berbeda dengan usia bayi. Perbedaannya terletak pada penampilan, proporsi tubuh, berat dan panjang badan, serta ketrampilan yang mereka miliki. Dilihat dari tahapan menurut Piaget, anak usia TK berada pada perkembangan kognitif pada tahapan pra-operasional, yaitu tahapan dimana

anak belum menguasai operasi mental secara logis. Periode ini ditandai dengan berkembangnya perkembangan berfikirnya menggunakan sesuatu untuk mewakili sesuatu yang lain dengan menggunakan simbol-simbol. Melalui kemampuan tersebut anak mampu berimajinasi atau berfantasi tentang berbagai hal. Perkembangan emosi berhubungan dengan seluruh aspek perkembangan anak. Pada tahap ini emosi anak usia prasekolah lebih rinci atau terdiferensiasi, anak cenderung mengekspresikan emosi dengan bebas dan terbuka. Sikap marah sering mereka perlihatkan dan sering berebut perhatian guru. Perkembangan sosial adalah perkembangan perilaku anak dalam menyesuaikan diri dengan aturan-aturan masyarakat dimana anak itu berada. Perkembangan sosial anak merupakan hasil belajar, bukan hanya sekedar hasil dari kematangan. Perkembangan sosial diperoleh anak melalui kesempatan belajar dan kematangan dari berbagai respons terhadap dirinya. Bagi anak prasekolah, melalui kegiatan bermain menjadikan fungsi sosial anak semakin berkembang. Perkembangan bahasa, pada anak prasekolah biasanya telah mampu mengembangkan ketrampilan berbicara melalui percakapan yang dapat memikat orang lain. Mereka dapat menggunakan bahasa dengan berbagai cara seperti bertanya, berdialog, dan menyanyi. Minat tersebut terus berlangsung sehingga melalui praktek pembelajaran ini akan dapat menambah perbendaharaan kata. C. Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan Anak Usia TK Akhir-akhir ini kecenderungan terhadap meningkatnya pengajaran yang bersifat formal, terstruktur dan sistematis di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini khususnya di Taman Kanak–kanak banyak ditandai dengan pengajaran yang berorientasi pada guru, pengajaran membaca, menulis dan berhitung secara formal, serta pemberian lembar kerja dan pekerjaan rumah. Tuntutan orang tua terhadap pengajaran yang lebih akademik juga telah mendorong praktek–praktek pembelajaran seperti itu. Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di negara–negara lain seperti Amerika.

Kecenderungan tersebut berkaitan dengan meningkatnya pemahaman masyarakat bahwa usia dini adalah masa yang sangat penting, dan intervensi awal dapat memberikan keuntungan yang lebih besar bagi anak. Disamping itu hal ini juga muncul karena keinginan kita untuk dapat bersaing dengan bangsa–bangsa lain serta karena adanya keyakinan bahwa memberikan pendidikan lebih awal adalah lebih baik. Akibatnya, anak usia dini menemukan cara belajarnya dengan hanya duduk di bangku, mendengar, mencatat, menghafal, dan mengikuti tes. Para pakar pendidikan anak memandang hal tersebut sebagai ”erosi masa Kanak–kanak dan misedukasi anggota masyarakat anak”. Hal tersebut akan sangat membahayakan bagi masa depan anak. Para dokter Amerika melaporkan bahwa dari praktek– praktek pembelajaran seperti itu banyak anak-anak yang mengalami stress atau tertekan jiwanya (Kostelnik, et. Al. 1999). Keadaan inilah yang memunculkan pentingnya pembelajaran yang berorientasi perkembangan atau yang lebih dikenal disebut (DAP). Ada beberapa hal yang mendasari munculnya pembelajaran yang berorientasi perkembangan, antara lain meningkatnya praktek pembelajaran yang bersifat formal di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini, kuatnya tuntutan dan tekanan orang tua dan masyarakat terhadap pengajaran yang lebih bersifat akademik, kesalahpahaman masyarakat tentang konsep pendidikan anak usia dini. Pembelajaran yang berorientasi perkembangan mengacu pada tiga hal penting, yaitu (1) berorientasi pada usia, (2) berorientasi pada anak secara individual, dan (3) berorientasi pada konteks budaya sosial anak. Praktek pembelajaran yang berorintasi perkembangan menekankan pada hal-hal sebagai berikut : (1) anak berkembang secara holistik, (2) program pendidikan yang bersifat individual, (3) pentingnya kegiatan yang diprakarsai anak, (4) fleksibel, lingkungan kelas menstimulasi anak, (5) pentingnya bermain sebagai wahana belajar, (6) kurikulum terpadu, apa dan bagaimana caranya belajar, (9) penilaian bersifat kontinyu, dan (10) bermitra dengan orangtua untuk mendukung perkembangan dan belajar anak. Hal lain yang perlu dipahami guru TK adalah memahami tentang prinsipprinsip perkembangan anak dan karakteristik khusus dalam rentang usia 4 – 6 tahun, hal ini akan membantu guru untuk mengenal kebiasaan-kebiasaan Developmentally Appropriate Practice

diantara anak didiknya, misalnya perlu dipahami bahwa anak usia 4 tahun memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak yang berusia 10 tahun Prinsip-prinsip pembelajaran yang berorientasi perkembangan dapat diidentifikasikan dari beberapa dimensi, sebagai berikut : 1. Menciptakan iklim yang positif dan kondusif dalam belajar. 2. Membantu keeratan kelompok dan memenuhi kebutuhan individu. 3. Lingkungan dan jadwal hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk berpartisipasi aktif, mengambil inisiatif, melakukan eksplorasi terhadap objek dan lingkungannya. 4. Pengalaman belajar hendaknya dirancang secara konkret dan memberi kesempatan kepada anak untuk memilih kegiatnya sendiri. 5. Mendorong berkomunikasi anak-anak dan untuk mengembangkan secara menyeluruh keterampilan yang meliputi berbahasa

kemampuan berbicara, mendengarkan, membaca dan menulis dini. 6. Strategi pembelajaran dirancang agar anak berinteraksi dengan anak lainnya secara individual dan dalam kelompok kecil. 7. Motivasi dan bimbingan diberikan agar anak mengenal lingkungannya, mengembangkan keterampilan sosial, pengendalian dan disiplin diri. 8. Kurikulum diorganisasikan secara terpadu untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak yang meliputi aspek fisik motorik, sosial emosi, kognitif, bahasa dan seni. 9. Penilaian terhadap anak dilakukan secara kontinyu, melalui observasi, 10. Mencatat dan mendokumentasikan hal-hal yang telah dilakukan anak dan cara anak dalam melakukan kegiatan tersebut.

MODEL PEMBELAJARAN DI PAUD
Model pembelajaran adalah suatu desain atau rancangan yang menggambarkan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan anak berinteraksi dalam pembelajaran, sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri anak. Adapun komponen model pembelajaran meliputi : konsep, tujuan pembelajaran, materi/tema, langkahlangkah/prosedur, metode, alat/sumber belajar, dan teknik evaluasi. Penyusunan model pembelajaran di TK didasarkan pada silabus yang dikembangkan menjadi perencanaan semester, satuan kegiatan mingguan (RKM), dan satuan kegiatan harian (SKH). Dengan demikian model pembelajaran merupakan gambaran konkrit yang dilakukan pendidik dan peserta didik sesuai dengan satuan kegiatan harian. Ada beberapa model pembelajaran yang dilaksanakan di Taman KanakKanak, diantaranya adalah Model Pembelajaran Klasikal, Model Pembelajaran Kelompok dengan Kegiatan Pengaman, Model Pembelajaran Berdasarkan Sudut-Sudut Kegiatan, Model Pembelajaran Area, dan Model Pembelajaran Berdasarkan Sentra. Model-model pembelajaran tersebut pada umumnya menggunakan langkah-langkah yang relatif sama dalam sehari, yaitu kegiatan pendahuluan/awal, kegiatan inti, istirahat/makan, dan kegiatan akhir/penutup. Kegiatan pendahuluan adalah kegiatan awal dalam pembelajaran yang ditujukan untuk memfokuskan perhatian, membangkitkan motivasi sehingga peserta didik siap untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Kegiatan inti, merupakan proses untuk mencapai kompetensi dasar yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan partisipatif. Kegiatan inti dilakukan melalui proses eksplorasi, eksperimen, elaborasi, dan konfirmasi. Kegiatan penutup adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran. Bentuk kegiatannya berupa menyimpulkan, umpan balik, dan tindak lanjut. Model pembelajaran klasikal adalah pola pembelajaran dimana dalam waktu yang sama, kegiatan dilakukan oleh seluruh anak sama dalam satu kelas (secara klasikal). Model pembelajaran ini merupakan model yang paling awal digunakan di TK, dengan sarana pembelajaran yang pada umumnya sangat terbatas, serta kurang memperhatikan minat individu anak. Seiring dengan perkembangan teori dan pengembangan model pembelajaran, model ini sudah banyak ditinggalkan. Oleh karena itu dalam buku ini tidak dibahas secara khusus model pembelajaran klasikal. Model pembelajaran berdasarkan kelompok masih banyak digunakan TK-TK di Indonesia, namun perkembangan model pembelajaran selalu berkembang. Kini sudah banyak TK yang menggunakan model pembelajaran yang lebih variatif. Dalam model pembelajaran berdasarkan kelompok dengan kegiatan pengaman, adalah pola pembelajaran dimana anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok, biasanya anak dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok, dan masing-masing kelompok melakukan kegiatan yang berbeda-beda. Dalam satu kali pertemuan, anak harus menyelesaikan 2 – 3 kegiatan dalam kelompok secara bergantian. Apabila dalam pergantian kelompok, terdapat anak-anak yang sudah menyelesaikan tugasnya lebih cepat dari pada temannya, maka anak tersebut dapat meneruskan kegiatan lain sejauh di kelompok lain tersedia tempat. Namun apabila tidak tersedia tempat, maka anak tersebut dapat bermain pada tempat tertentu di dalam kelas yang telah

disediakan guru yang disebut dengan kegiatan pengaman. Pada kegiatan pengaman sebaiknya disediakan alat-alat yang lebih bervariasi dan sering diganti disesuaikan dengan tema atau sub tema yang dibahas. Kegiatan belajar mengajar dengan model pembelajaran berdasarkan sudut-sudut kegiatan, menggunakan langkah-langkah pembelajaran hampir sama dengan model pembelajaran area, hanya sudut-sudut kegiatan selayaknya lebih bervariasi dan sering diganti, disesuaikan dengan tema dan sub tema yang dibahas. Model pembelajaran berdasarkan Area lebih memberikan kesempatan kepada anak didik untuk memilih/melakukan kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya. Pembelajarannya dirancang untuk memenuhi kebutuhankebutuhan spesifik anak dan menghormati keberagaman budaya dan menekankan pada pengalaman belajar bagi setiap anak, pilihan-pilihan kegiatan dan pusat-pusat kegiatan serta peran serta keluarga dalam proses pembelajaran. Perkembangan terakhir tentang model pembelajaran di TK adalah model pembelajaran berdasarkan sentra yang mempunyai ciri utama yaitu pemberian pijakan (scaffolding) untuk membangun konsep aturan, ide, dan pengetahuan anak serta konsep densitas dan intensitas bermain. Model pembelajaran ini adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada anak yang dalam proses pembelajarannya berpusat di sentra bermain dan pada saat anak dalam lingkaran. Pada umumnya pijakan/dukungan dalam model ini untuk mendukung perkembangan anak, yaitu pijakan setelah bermain. Pijakan ini diberikan untuk mencapai perkembangan anak yang lebih tinggi. Sentra bermain dilengkapi dengan seperangkat alat bermain yang berfungsi sebagai pijakan lingkungan yang diperlukan untuk mendukung perkembangan anak dalam 3 jenis bermain yaitu bermain sensorimotor atau fungsional, bermain peran, dan bermain pembangunan (konstruktif, yaitu membangun pemikiran anak), sedangkan saat lingkaran dilakukan guru untuk memberikan dukungan kepada anak yang dilakukan sebelum dan sesudah bermain. Pelaksanaan model pembelajaran terakhir ini sekarang masih berada pada tahap rintisan yang masih dilaksanakan oleh beberapa TK yang diperkirakan memungkinkan, karena model ini membutuhkan persiapan yang cukup matang dengan sarana bermain yang lebih lengkap. Masing-masing model pembelajaran memiliki kekurangan dan kelebihan serta memerlukan kondisi yang berbeda-beda. Oleh sebab itu guru dapat memilih model pembelajaran yang akan digunakan dengan mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki, sarana dan prasarana yang tersedia, serta faktor pendukung lainnya. Berikut ini akan dijelaskan secara lebih rinci, masing-masing model pembelajaran diatas, mulai dari model pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman, model pembelajaran kelompok berdasarkan sudut kegiatan, model pembelajaran berdasarkan area, dan model pembelajaran berdasarkan sentra. A. MODEL PEMBELAJARAN KELOMPOK DENGAN KEGIATAN PENGAMAN Model pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman merupakan pola pembelajaran dimana anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan kegiatan yang berbeda-beda. Anak-anak yang sudah menyelesaikan tugasnya lebih cepat dari pada temannya dapat meneruskan kegiatan di kelompok lain. Jika tidak tersedia tempat, anak tersebut dapat melakukan kegiatan di kegiatan pengaman.

1. Pengelolaan kelas Pengelolaan kelas yang meliputi penataan ruangan maupun pengorganisasian peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan dan program yang direncanakan akan membantu pencapaian pembelajaran yang optimal. Untuk itu hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah : - Penataan perabot di ruangan harus disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. - Pengelompokkan meja dan kursi anak disesuaikan dengan kebutuhan sehingga ruang gerak peserta didik leluasa. Susunan meja kursi dapat berubah-ubah. Pada waktu mengikuti kegiatan, anak tidak selalu duduk di kursi, tetapi dapat juga duduk di tikar/karpet. - Dinding dapat digunakan untuk menempelkan sarana yang dipergunakan sebagai sumber belajar dan hasil kegiatan anak, tetapi jangan terlalu banyak sehingga dapat mengganggu perhatian anak. - Peletakan dan penyimpanan alat bermain diatur sedemikian rupa sesuai dengan fungsinya sehingga dapat melatih anak untuk pembiasaan yang ingin dicapai seperti kemandirian, tanggung jawab, membuat keputusan, kebiasaan mengatur kembali peralatan dan sebagainya. Alat bermain untuk kegiatan pengaman diatur dalam ruangan, sehingga dapat berfungsi apabila diperlukan oleh peserta didik. 2. Langkah-langkah Kegiatan Kegiatan belajar mengajar dengan model pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman menggunakan langkah-langkah sebagai berikut : a. Kegiatan Pendahuluan/Awal Kegiatan pendahuluan/awal dilaksanakan secara klasikal artinya kegiatan yang dilakukan oleh seluruh anak dalam satu kelas, dalam satu satuan waktu dengan kegiatan yang sama dan sifatnya pemanasan, misalnya berBercakap-cakap dan tanya jawab tentang teman dan sub teman atau pengalaman yang dialami anak. Jika pada waktu Bercakap-cakap terjadi kejenuhan diharapkan guru membuat variasi kegiatan, misalnya kegiatan fisik/motorik atau permainan yang melatih pendengaran anak. b. Kegiatan Inti Sifat dari kegiatan ini adalah kegiatan yang mengaktifkan perhatian, kemampuan dan sosial emosi anak. Kegiatannya terdiri dari bermacammacam kegiatan bermain yang dipilih dan disukai anak agar dapat bereksplorasi, bereksperimen, meningkatkan pengertian-pengertian, konsentrasi, memunculkan inisiatif, kemandirian dan kreativitasnya serta dapat membantu dan mengembangkan kebiasaan bekerja yang baik. Pada kegiatan ini anak terbagi beberapa kegiatan kelompok, artinya dalam satu satuan waktu tertentu terdapat beberapa kelompok anak melakukan kegiatan yang berbeda-beda. Pengorganisasian anak saat kegiatan pada umumnya dengan kegiatan kelompok, namun ada kalanya diperlukan menggunakan kegiatan klasikal maupun individual. Sebelum anak dibagi menjadi kelompok, guru menjelaskan kegiatan atau hal-hal yang berkaitan dengan tugas masing-masing kelompok secara klasikal. Pada kegiatan inti dalam satu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Guru bersama anak dapat memberi nama masing-masing kelompok. Anak diberi kebebasan untuk memilih kegiatan yang ada pada kelompok yang diminatinya dan tempat yang disediakan. Semua anak hendaknya secara bergantian mengikuti

kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh guru. Setelah anak dapat mengikuti secara teratur, maka anak boleh memilih kegiatan sendiri dengan tertib. Anak-anak yang sudah menyelesaikan tugasnya lebih cepat dari pada temannya dapat meneruskan kegiatan di kelompok lain. Jika tidak tersedia tempat, anak tersebut dapat melakukan kegiatan di kegiatan pengaman. Fungsi kegiatan pengaman adalah : 1. Sebagai tempat kegiatan anak yang telah menyelesaikan tugasnya lebih cepat sehingga tidak mengganggu teman lain. 2. Untuk memotivasi anak agar cepat menyelesaikan tugasnya. 3. Untuk mengembangkan aspek emosional, sosial, kemandirian, kerja sama dan kreativitas anak. Sebaiknya alat-alat yang disediakan pada kegiatan pengaman lebih bervariasi dan sering diganti disesuaikan dengan teman atau sub tema yang dibahas. Pada waktu kegiatan kelompok berlangsung, guru tidak berada di satu kelompok saja melainkan juga memberikan bimbingan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan walaupun peserta didik tersebut berada di kelompok lain. c. Istirahat/Makan Kegiatan ini kadang-kadang dapat digunakan untuk mengisi indikator/kemampuan yang hendak dicapai yang berkaitan dengan kegiatan makan, misalnya tata tertib makan, jenis makanan bergizi, rasa sosial dan kerjasama. Setelah kegiatan makan selesai, waktu yang tersisa dapat digunakan untuk bermain dengan alat permainan di luar kelas yang bertujuan mengembangkan fisik/motorik. Apabila dianggap waktu untuk istirahat kurang, guru dapat menambah sendiri waktu istirahat dengan tidak mengambil waktu kegiatan lainnya, misalnya bermain sebelum kegiatan awal atau sesudah kegiatan penutup. d. Penutup Kegiatan yang dilaksanakan pada kegiatan penutup menenangkan anak dan diberikan secara klasikal, misalnya membaca cerita dari buku, pantomime, menyanyi, atau apresiasi musik dari berbagai daerah. Kegiatan ini diakhiri dengan tanya jawab mengenai kegiatan yang berlangsung, sehingga anak memaknai kegiatan yang dilaksanakan. 3. Penilaian Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung guru hendaknya mencatat segala hal yang terjadi baik terhadap program kegiatannya maupun terhadap perkembangan peserta didik. Segala catatan guru digunakan sebagai bahan masukan bagi keperluan penilaian.

Bercakap-cakap tentang lambang Negara Bercakap-cakap tentang Bapak 4. Contoh Pelaksanaan Kegiatan Model Pembelajaran Kelompok dengan Kegiatan Pengaman Presiden Bercakap-cakap tentang Wakil a. Satuan Kegiatan Mingguan (RKM) Presiden Menyebutkan macam-macam suku Bercakap-cakap tentang makanan PEMBIASAN betawi Menyebutkan ciptaan Bercakap-cakap tentang ibukota SENI Tuhan yang berkaitan Negara - dengan tema Menggambar bebas Bercakap-cakap tentang lagu dengan cat air kebangsaan Mewarnai bentuk Bercakap-cakap tentang lagu wajib TEMA : TANAH AIRKU suasana kota Menyebutkan yang berawalan Mencipta bentuk dengan Kelompok : A Bercakap-cakap tentang kota balok 3 Minggu tempat tinggal Mencipta bentuk dengan Menceritakan kembali cerita korek api Melakukan 3 perintah sederhana Mencocok bentuk Bercerita menggunakan kata ganti bendera aku, saya Melukis dengan jari Bercerita tentang gambar yang FISIK/MOTORIK Bertepuk tangan dengan KOGNITIF disediakan Menarik garis lengkung kanan dua pola Menyebut-urutan bilangan 1 - 10 Menjawab pertanyaan dari dan kiri Senam sehat ceria 1 dan Melingkari gambar yang tidak sama beberapa tema Melipat perahu, bunga 2 Menghubungkan lambang pengalaman/kejadian Menceritakan bilangan dengan Melipat kucing, cangkir Senam tasya benda-benda sederhana Menarik garis pada gambar Menyanyi lagu mandi, Percobaan benda-benda dimasukkan ke dalam bendera api dan anak gembala air Menggunting bentuk bintang Mengucapkan sajak Demonstrasi mencoba dan membedakan rasa air Membuat segi empat Menyanyi lagu renang teh, kopi, susu, jeruk, sirup, permen, nano, sugus Berdiri atas satu kaki selama Membatik dengan lilin Mengenal nama-nama hari dalam satu minggu 10 detik Mencocok bentuk burung dan satu bulan Berjalan berjinjit Garuda Mengisi wadah dengan air Merayap dan merangkak Menggambar bebas Mengerjakan maze dua jalan Menirukan gerakan tanaman dengan krayon Menyusun kepingan puzzle terkena angin Mewarnai bentuk monas Mengenal kumpulan benda yang sama Membuat lingkaran Mewarnai gambar jumlahnya dan yang tidak sama Membuat segitiga suasana desa Demonstrasi mencoba dan membedakan bau Menarik garis lengkung Menganyam tikar parfum, sabun, shampo, minyak urang-aring Permainan kucing dan tikus Menyebutkan kembali benda yang baru Menjiplak bentuk kupu-kupu dilihatnya Menjala ikan Meloncat dari bangku Melambungkan dan menangkap kantong biji

-

b. Satuan Kegiatan Harian (SKH) Kelompok Semester/Minggu Tema/Sub Tema Hari/Tanggal Waktu
Indikator Melaksanakan tata tertib yang ada di sekolah Akhlak sikap dan perilaku Menceritakan pengalaman/kejadian secara sederhana Menjawab pertanyaan tentang keterangan atau informasi secara sederhana Mengikuti berbagai macam permainan

: : : : :

A II/13 Tanah Airku …………, …………200……. 07.30 – 10.00 WIB
Alat/Sumber Belajar Tamborin Penilaian Perkembangan Anak Alat/Teknik Hasil Observasi

Kegiatan Pembelajaran Berbaris menyanyi lagu anak-anak A. Kegiatan Awal (± 30 menit) - Bernyanyi, berdoa, salam - Berbagi pengalaman - Tanya jawab tentang suku bangsa yang dekat anak - Pemberian tugas bermain menjala ikan B. Kegiatan Inti (± 60 menit) Pemberian tugas memberi lingkaran pada gambar yang lebih banyak. Pemberian tugas menggambar bebas dengan cat air Pemberian tugas menarik garis tegak dan datar pada gambar bendera C. Istirahat/Makan (± 30 menit) Pemberian tugas menyebutkan suku

Observasi Observasi Gambar macammacam suku bangsa di Indonesia Percakapan

Unjuk kerja

Mengenal kasar-halus, berat-ringan, panjangpendek, jauh-dekat, banyak-sedikit, samatidak sama. Menggambar bebas dengan berbagai media (pensil warna, crayon, arang dan lainlain) Menjiplak dan meniru membuat garis tegak, datar, miring, lengkung dan lingkaran

Lembar kerja

Penugasan

Buku/kertas, cat air

Hasil karya

Buku/kertas, pensil warna

Hasil karya

Menyebutkan kata-kata yang mempunyai suku

Percakapan

Indikator Kata awal yang sama, misalnya : kaki, kali, atau suku kata akhir yang sama, misalnya : nama, sama, dan lainlain. Akhlak sikap dan perilaku

Kegiatan Pembelajaran Kata yang berawalan “ba..”

Alat/Sumber Belajar Gambar

Penilaian Perkembangan Anak Alat/Teknik Hasil

Bercerita tentang “suku bangsa” bercakap-cakap kegiatan satu hari, bernyanyi, berdoa, salam, pulang.

Buku cerita

Observasi

Mengetahui, Kepala TK………………..

…….., ………..200…… Guru Kelompok A,

………………………..

……………………..

Keterangan : - Penilaian : • =berkembang sangat baik (melebihi standar) √ = berkembang sesuai harapan (sesuai standar) o = masih perlu bimbingan (kurang dari standar) - Penggunaan alat/sumber belajar disesuaikan kebutuhan dan kondisi setempat.

c. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Kelompok Semester/Minggu Tema/Sub Tema Hari/Tanggal Waktu : : : : : A II/13 Tanah Airku ……, ………..200…. 07.30 – 10.00 WIB

Indikator : - Melaksanakan tata tertib yang ada di sekolah (Pembiasaan) - Akhlak sikap dan perilaku (Pembiasaan) - Menceritakan pengalaman/kejadian secara sederhana (Bhs) - Menjawab pertanyaan tentang keterangan atau informasi secara sederhana (Bhs) - Mengikuti berbagai macam permainan (Fis/Mot) - Mengenal kasar-halus, berat-ringan, panjang-pendek, jauh-dekat, banyak-sedikit, sama-tidak sama (Kog) - Menggambar bebas dengan berbagai media, misalnya pensil warna, crayon, arang dan lain-lain (Seni) - Menjiplak dan meniru membuat garis tegak, datar, miring, lengkung, dan lingkaran (Fis/Mot) - Menyebutkan kata-kata yang mempunyai suku kata awal yang sama, misalnya : kaki, kali, atau suku kata akhir yang sama, misalnya : nama, sama, dan lain-lain (Bhs) 1. Kegiatan Sebelum Masuk Sekolah Anak yang datang berjabatan tangan dengan guru-guru dan teman-temannya sambil mengucapkan salam, lalu anak menyimpan tas di tempat yang telah disediakan di depan kelas dengan tanda pengenal photo yang bertempel di loker masing-masing. Sebelum masuk kelas, anak-anak berbaris dan menyanyikan lagu “Selamat Pagi”, (lagu lain yang sesuai) kemudian diajak mengelilingi halaman dengan diiringi tepuk tangan/perkusi di depan pintu kelas, kemudian dilanjutkan dengan nyanyian yang menggembirakan anak. 2. Kegiatan Pendahuluan/Awal (30 menit) Anak-anak diajak duduk di lantai dengan alas karpet/tikar/plastik sambil bernyanyi “Aku anak Indonesia” (lagu lain yang sesuai untuk pengkondisian) diteruskan dengan doa untuk memulai kegiatan, guru memberi salam. Anak-anak diajak bercerita atau berbagi pengalaman yang ditanggapi oleh beberapa temannya. Anak-anak diperkenalkan hari, tanggal, bulan dan tahun dengan cara memasukkan angka tanggal pada kantong-kantong bulan yang telah disediakan. Selanjutnya membicarakan tema/sub tema. Anak-anak melakukan permainan “menjala ikan” (kegiatan fisik/motorik) di luar kelas. Jika tidak dimungkinkan, dapat juga dilakukan di dalam kelas Dalam permainan ini anak-anak diajak membuat lingkaran besar kemudian bergerak menjala ikan yang berada di lingkaran kecil dengan cara maju ke depan dan sambil menyanyi : “Lingkaran besar lingkaran besar, lingkaran besar. Lingkaran kecil, lingkaran kecil Lingkaran kecil

Selanjutnya anak-anak berlarian untuk mencari dan mendapatkan gandengan tangan dengan teman-temannya. Anak yang tidak mendapatkan gandengan itu sebagai ikan yang dijala oleh teman lain, dan kemudian ikan tersebut diserahkan kepada guru. Demikian permainan tersebut diulang-ulang dan setiap anak yang tidak mendapat gandengan berperan sebagai ikan yang dijala. Setelah selesai bermain menjala ikan, lalu anak-anak disuruh minum dan masuk kelas kembali (kegiatan tersebut mengenalkan bermacam-macam permainan kepada anak dan mengembangkan fisik/motorik). 3. Kegiatan Inti (60 menit) Pertama-tama guru menjelaskan pekerjaan yang akan dilakukan oleh anak-anak, kemudian anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri atas ± 5 anak (sesuai kondisi kelas). Anak-anak diberi kebebasan untuk memilih kelompoknya. Secara rinci, tugas yang harus dikerjakan anak-anak pada masing-masing kelompok adalah sebagai berikut. Kelompok I : Melingkari jumlah gambar bendera yang lebih banyak Alat yang digunakan adalah pensil warna dengan kertas yang sudah ada gambar bendera yang terbagi menjadi tiga kolom. Kolom pertama jumlah bendera 3, kolom kedua 5, kolom 7. Anak-anak mewarnai bendera merah putih lalu melingkari jumlah yang paling banyak (mengenalkan konsep banyak sedikit). Kelompok II : Menggambar bebas Alat yang digunakan adalah cat cair dengan menggunakan cotton bud (kapas pembersih telinga). Anak-anak bebas mengekspresikan lukisannya di atas buku/kertas polos (mengembangkan kreativitas anak). Kelompok III : Menarik garis tegak dan garis datar Alat yang digunakan adalah pensil berwarna dengan kertas yang sudah ada gambar bendera (melatih motorik halus anak). Setelah selesai melakukan kegiatan pada kelompoknya, anakanak bebas meneruskan/berpindah ke kelompok lain untuk mengerjakan tugas yang ada di kelompok tersebut. Hasil kerja anak, dikumpulkan untuk dinilai guru. Hasil kerja anak dapat dipajang, dapat juga disimpan di dokumen portofolio masing-masing. Anak-anak yang telah menyelesaikan kegiatan lebih awal di kelompoknya, dapat pindah ke kelompok yang lain, tetapi ada beberapa anak yang tidak mendapat tempat, maka anak tersebut masuk ke kegiatan pengaman. Di dalam kegiatan pengaman terdapat balok-balok kayu, boneka, tas, alat-alat dapur dari kayu, lego dan lain-lain. 4. Istirahat/Makan (30 menit) Setelah kegiatan inti selesai anak-anak diajak duduk di lantai dan bernyanyi “sebelum makan”. Sebelum makan, anak-anak mencuci tangan terlebih dahulu dengan sabun. Setelah berkumpul di dalam kelas, anak-anak berdoa sebelum makan bersama yang disediakan sekolah atau makanan yang dibawa masing-masing.

Selesai makan, anak-anak bermain didalam atau diluar kelas dengan menggunakan fasilitas permainan yang tersedia. 5. Kegiatan Penutup (± 30 menit) Setelah waktu istirahat selesai, anak-anak berkumpul di tempat pertemuan pagi. Guru mengajak anak-anak bernyanyi (untuk pengkondisian kegiatan penutup). Kegiatan selanjutnya, anak-anak berkumpul di karpet/tikar/plastik untuk menyebutkan kata yang bersuku kata awal “ba…” dengan cara guru menunjukkan gambar, misalnya ba…pak, ba…ju, dan sebagainya, kemudian anak mendengarkan guru bercerita tentang “Suku bangsa”. Dalam bercerita, guru menggunakan buku bergambar yang ditunjukkan kepada anak-anak (menambah kosa kata). Terakhir guru menanyakan kembali kegiatan-kegiatan yang dilakukan anak-anak mulai dari kegiatan awal sampai kegiatan penutup, kemudian guru mengajak anak-anak bernyanyi, berdoa, dan mengucapkan salam. Setelah itu, anak-anak diajak berjalan/berbaris menuju ke luar ruangan dan bersalaman, kemudian pulang. B. MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN SUDUT-SUDUT KEGIATAN Kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran berdasarkan sudut-sudut kegiatan, menggunakan langkah-langkah pembelajaran yang mirip dengan model pembelajaran area, karena memperhatikan minat anak. Jumlah sudut yang digunakan dalam satu hari bersifat luwes sesuai dengan program yang direncanakan dengan kisaran 2 sampai 5 sudut. Dalam kondisi tertentu dimungkinkan 1 sudut lebih dari 1 kegiatan. Alat-alat yang disediakan pada sudut-sudut kegiatan selayaknya lebih bervariasi dan sering diganti, disesuaikan dengan teman atau sub tema yang dibahas. Sudut-sudut kegiatan yang dimaksud adalah : a. Sudut ke Tuhanan Alat-alat yang ditempatkan adalah maket tempat ibadah, peralatan ibadah, gambar-gambar, dan alat lainnya yang sesuai dengan keagamaan. b. Sudut Keluarga Alat-alat pada sudut keluarga terdiri dari kursi tamu, meja makan, peralatan dapur, peralatan ruang kamar tidur, boneka berbagai jenis, dan peralatan lain di ruang tamu. c. Sudut Alam Sekitar dan Pengetahuan Alat-alat pada sudut alam sekitar dan pengetahuan terdiri dari akuarium, meja/rak untuk benda-benda obyek pengetahuan, kulit kerang biji-bijian, batu-batuan, kaca pembesar, timbangan, magnet dan alat-alat untuk menyelidiki alam sekitar. d. Sudut Pembangunan Alat-alat yang ditempatkan pada sudut ini adalah alat-alat untuk permainan konstruksi, seperti balok, keping geometri, alat pertukangan, dan miniature/model berbagai jenis kendaraan. e. Sudut Kebudayaan Alat-alat yang ditempatkan pada sudut kebudayaan adalah peralatan musik/perkusi, rak-rak buku, buku perpustakaan, alat untuk pengenalan

bentuk, warna, konsep bilangan, simbol-simbol, alat untuk kreativitas, dan lain-lainnya. Keberadaan sudut-sudut kegiatan tersebut dapat ditempatkan di dalam kelas maupun di ruang tersendiri sesuai keadaan dan kondisi TK masingmasing. Pada waktu kegiatan di sudut berlangsung, guru tidak hanya berada di salah satu sudut saja, tetapi juga memberikan bimbingan kepada peserta didik yang membutuhkan atau mengalami kesulitan. 1. Pengelolaan Kelas Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas pada mode pembelajaran berdasarkan Sudut-sudut Kegiatan adalah : a. Pengaturan alat bermain dan perabot di ruangan, termasuk meja, kursi, dan luasnya ruangan, disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan, khususnya pada sudut-sudut kegiatan. b. Sumber belajar dan hasil kegiatan anak dapat dipajang di papan atau dinding ruangan. Hasil karya anak, dapat juga disimpan di laci masingmasing anak sebagai portofolio. c. Setelah digunakan untuk pembelajaran, alat bermain dirapikan dan disimpan sedemikian rupa sehingga dapat melatih anak untuk pembiasaan yang ingin dicapai seperti kemandirian, tanggungjawab, membuat keputusan, kebiasaan mengatur kembali peralatan dan sebagainya. 2. Langkah-Langkah Kegiatan a. Kegiatan Awal (± 30 menit) Kegiatan yang dilaksanakan adalah bernyanyi, berdoa, mengucapkan salam, membicarakan tema/sub tema, Bercakap-cakap kegiatan yang akan dilaksanakan, melakukan kegiatan fisik/motorik. b. Kegiatan Inti (± 60 menit) secara individual di sudut-sudut kegiatan Sebelum melaksanakan kegiatan inti, guru bersama anak membicarakan tugas-tugas yang diprogramkan di sudut-sudut kegiatan. Setelah itu guru menjelaskan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan di setiap sudut kegiatan yang diprogramkan. Sudut yang dibuka setiap hari disesuaikan dengan indikator yang dikembangkan dan sarana/alat pembelajaran yang ada. Kemudian anak dibebaskan untuk memilih sudut kegiatan yang disukai sesuai dengan minatnya. Anak dapat berpindah sudut kegiatan sesuai dengan minatnya tanpa ditentukan oleh guru. c. Istirahat/Makan (± 30 menit) Kegiatan makan bersama menanamkan pembiasaan yang baik, misalnya mencuci tangan, berdoa sebelum dan sesudah makan, tata tertib makan, mengenalkan jenis makanan, menumbuhkan rasa sosial dan kerjasama, membereskan dan menerapkan alat-alat makan dan sebagainya. d. Kegiatan Akhir (± 30 menit) Kegiatan akhir dilaksanakan secara klasikal, misalnya dengan bercerita, bernyanyi, gotong royong membersihkan kelas, Bercakap-cakap

kegiatan sehari yang telah dilakukan, informasi kegiatan esok hari, berdo’a, dan mengucapkan salam. 3. Penilaian Penilaian yang dilakukan pada model pembelajaran ini sama dengan penilaian model pembelajaran Kelompok dengan Kegiatan Pengaman, yaitu selama kegiatan pembelajaran berlangsung, guru mencatat segala hal yang terjadi baik terhadap perkembangan peserta didik maupun program kegiatannya sebagai dasar bagi keperluan penilaian.

4. Contoh Pelaksanaan Kegiatan Model Pembelajaran Berdasarkan Sudut-Sudut a. Satuan Kegiatan Mingguan (RKM)
SIKAP PERILAKU 1. Berdoa masuk ruangan 2. Menyanyi “tangan dan kaki” 2. Menyanyi “Tuhanku” 7. Mewarnai gambar makhluk ciptaan Tuhan 26. Praktek menggosok gigi 27. Makan bersama 28. Memberi tanda V pada gambar anak yang tertib ketika bermain 30. Kerja bakti SENI membersihkan kelas 1. Menggambar bebas dengan berbagai teknik 2. Menggambar dari bentuk dasar O 3. Menggambar petani 4. Stempel dengan wortel 4. Mencetak getuk/makanan 5. Mewarnai gambar kota, desa 6. Mewarnai bentuk geometri 7. Membuat rantai dari kertas berwarna-warni 9. Membentuk mobil dengan kepingan geometri 10. Membuat bentuk rumah adat dengan lidi 12. Membatik 13. Mencocokan dengan berbagai pola yang disediakan guru 14. Melukis dalam lipatan 18. Tepuk tangan dengan dua pola 19. Ritmik terpimpin 21. Menari menurut irama lagu 23. Menyanyi lagu “Paman Datang” 25. Mengucapkan syair Burung Garuda

TEMA : TANAH AIRKU Kelompok : A 3 Minggu

FISIK/MOTORIK 2. Membentuk buah dengan plastisin 3. Menggambar tugu Monas, mencontoh rumah adat Jawa 4. Melipat bentuk topi, ikan, baju adat 6. Menggunting bentuk kapal, bendera 7. Kolase buah apel, kolase pola caping 9. Membuat lingkaran, segitiga, segiempat, membentuk orangorang di sawah 11. Menangkap dan melempar bola besar 12. Memantulkan bola 15. Berjalan lurus pada garis 16. Berjalan mundur dan kesamping menurut garis lurus 19. Berdiri diatas satu kaki 20. Berlari sambil melompati parit 21. Menendang bola kegawang 22. Senam suruhan merayap 24. Senam fantasi bentuk meniru

BERBAHASA 1. Menirukan suara senapan, meriam, orang berbaris Kegiatan 2. Bermain menirukan urutan kata 3. Bermain kartu kata mencari kata yang bersuku kata awal sama (baju, batu, sapu, sagu, palu, paku) 3. Menghubungkan kata-kata yang mempunyai suku akhir sama (paku, buku, tali, bali, rusa, busa) 4. Melaksanakan dua atau tiga perintah sederhana 5. Menceritakan kembali cerita : Paman dari Kota 8. Bercakap-cakap tentang nama negara, bendera, lambang negara, suasana di desa, suasana di kota 11. Menyebut dan menunjuk berbagai posisi 12. Menyebutkan suasana pagi, siang, dan sore KOGNITIF 18. Membaca cerita sederhana 1. Mengelompokkan bendera menurut warna, : 20. Mencontoh gambar dan kata bintang menurut ukurannya bendera Monas, dsb 3. Mewarnai bendera dari yang paling tinggi sampai dengan yang paling rendah 6. Melakukan percobaan sederhana, memasukkan benda-benda ke dalam air 7. Menyebut urutan bilangan 9. Mewarnai bintang dari 1 sampai dengan 5 10. Lomba memasang angka dan gambar 11. Memberi tanda V pada kelompok benda yang jumlahnya lebih banyak 12. Menyebut kembali benda yang dilihatnya 14. Menghitung jumlah lingkaran, segitiga 15. Menyebut benda yang berbentuk geometri (roda, buku, jam, dsb) 16. Maze mencari jalan ke Monas 22. Membuat kalender anak

c. Contoh Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Kelompok Semester Hari / tanggal Tema / Sub Tema Indikator 1. Membantu membersihkan lingkungan (Pembiasaan) 2. Menjawab pertanyaan tentang keterangan/informasi secara sederhana (Bhs) 3. Mencoba dan menceritakan apa yang terjadi jika benda-benda dimasukkan air (Kog) 4. Merobek bebas (Fis/Mot) 5. Menirukan berbagai gerakan binatang (Fis/Mot) 6. Mencetak dengan berbagai media (Seni) 7. Menyanyi 15 lagu anak-anak (Seni) Langkah-langkah Kegiatan : a. Kegiatan Sebelum Masuk Kelas Anak-anak datang, guru menyambut dengan ramah dan penuh kasih sayang. Mereka berjabat tangan dan mengucap salam. Anak-anak menuju tempat bermain. Setelah ada tanda masuk kelas, Anak-anak berbaris dengan rapi dan salah satu anak memimpin di depan, kemudian dengan penuh semangat mereka menyanyi setelah itu mereka memasuki kelas dengan tertib. b. Kegiatan Awal (± 30 menit, klasikal) • Menyanyi, berdo’a, dan mengucap salam • Membicarakan tema/sub tema • Melakukan kegiatan fisik/motorik Sebelum masuk kelas, anak-anak melepas sepatu dan menaruhnya di rak sepatu, selanjutnya duduk di karpet. Sebelum melakukan kegiatan awal guru bersama anak-anak melakukan Bercakap-cakap, misalnya dengan menanyakan tentang keadaan anak-anak, mengomentari penampilan anak, menanggapi apa yang disampaikan anak. Kemudian setelah anak-anak siap, barulah memasuki kegiatan awal. Langkah-langkah kegiatan awal meliputi : 1. Anak-anak menyanyi, kemudian berdoa bersama dengan dipimpin oleh salah satu anak yang kebetulan hari itu bertugas. 2. Dilanjutkan dengan mengucap salam baik kepada guru maupun temanteman, dan bersama-sama menyanyikan lagu pembukaan, dilanjutkan dengan lagu-lagu lain yang sesuai dengan tema. 3. Selanjutnya guru menunjukkan gambar tentang suasana pedesaan kemudian melakukan percakapan/tanya jawab. 4. Guru menunjukkan salah satu gambar binatang yang ada pada gambar suasana pedesaan tadi dan anak-anak pun sepontan menyebutkan bahwa binatang itu adalah katak. 5. Guru mengajak anak-anak melakukan kegiatan fisik motorik yaitu melakukan senam fantasi menirukan katak melompat. : : : : A II/XIII ………..,………..200….. Tanah Airku / Kehidupan di Pedesaan

b. Satuan Kegiatan Harian (SKH) Kelompok Semester Hari / tanggal Tema / Sub Tema
Indikator

: : : :

A II/XIII ………..,………..200….. Tanah Airku / Kehidupan di Pedesaan
Kegiatan Pembelajaran A. Kegiatan Awal (± 30 menit) - Menyanyi, berdoa, salam - Bercakap-cakap tentang kehidupan di pedesaan - Senam fantasi bentuk meniru B. Kegiatan Inti (± 60 menit) Sudut Alam Sekitar : Percobaan memasukkan benda-benda (daun, kapal kertas, lidi, sendok plastik, kerikil) ke dalam air dan memberi tanda T pada kotak benda yang tenggelam, dan A pada kotak benda yang terapung Sudut Kebudayaan : Kolase caping petani Sudut Kebudayaan : Mencetak Getuk (makanan) dengan berbagai pola C. Istirahat/Makan (± 30 menit) Berdoa, cuci tangan, makan, dan bermain D. Kegiatan lagu “Paman Datang” Menyanyi lagu “Paman Datang” - Gotong royong memberesi kelas - Bercakap-cakap kegiatan sehari - Informasi kegiatan esok - Doa, baris, pulang Alat/Sumber Belajar Penilaian Perkembangan Anak Alat/Teknik Hasil Percakapan

Kegiatan berdoa, salam menjawab pertanyaan tentang keterangan/informasi secara sederhana (Bhs) Menirukan berbagai gerakan binatang (Fis/Mot) Mencoba dan menceritakan apa yang terjadi jika benda-benda dimasukkan air (Kog)

Gambar suasana pedesaan

Unjuk kerja

Air, daun, lidi, kertas kapal, sendok plastik, kerikil, lembar kerja

Penugasan

Merobek bebas (Fis/Mot) Mencetak dengan berbagai media (Seni)

Pola caping Getuk (makanan) dengan berbagai cetakan Air, lap tangan, sabun, bekal Gambar dan lagu Sapu, kemoceng

Hasil karya Hasil karya

Observasi

Menyanyi 15 lagu anakanak (Seni) Membantu membersihkan lingkungan (Pembiasaan)

Unjuk kerja Observasi Unjuk kerja

……, ……….200…. Mengetahui : Kepala TK…………… Guru Kelompok A,

……………………….. NIP.

…………………………. NIP.

c. Kegiatan Inti (± 60 menit) • Sudut Alam Sekitar : percobaan memasukkan benda-benda ke dalam air (kog) • Sudut Kebudayaan : membuat kolase menghias topi petani/caping (fis/mot) • Sudut kebudayaan : mencetak getuk/makanan dengan berbagai pola (seni) Catatan : Bagi anak yang tidak berminat memasuki sudut yang dibuka, dimungkinkan untuk memasuki sudut lain. d. Istirahat (± 3C menit) Waktu menunjukkan saat istirahat, anak-anak diajak duduk di karpet, kemudian melakukan kegiatan antara lain : a. Menyanyi, cuci tangan, berdoa sebelum dan sesudah makan, dipimpin oleh guru. b. Anak-anak makan dan kemudian membereskan bekas makan, baik alat atau sisa-sisanya. c. Bermain d. Cuci tangan/kaki sebelum mengikuti kegiatan akhir e. Kegiatan Akhir (± 30 menit) • Menyanyi lagu “Paman Datang” (seni) • Gotong royong membersihkan kelas (pembiasan) • Bercakap-cakap kegiatan sehari • Informasi kegiatan besok • Doa, baris, pulang B. MODEL PEMBELAJARAN AREA Pembelajarannya dirancang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik anak dan menghormati keragaman budaya yang menekankan pada prinsip (1) pengalaman pembelajaran pribadi setiap anak, (2) membantu anak membuat pilihan dan keputusan melalui aktivitas di dalam area-area yang disiapkan, dan (3) keterlibatan keluarga dalam proses pembelajaran. Keterlibatan keluarga dalam pembelajaran itu sendiri dapat dilakukan melalui beberapa cara berikut : - Anggota keluarga dilibatkan secara sukarela dalam kegiatan pembelajaran. - Anggota keluarga bermitra dengan TK dalam membuat keputusan tentang anak. - Anggota keluarga dapat berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan di TK. Pembelajaran Area ini mencakup tiga pilar utama, yaitu : (1) konstrutivisme; (2) sesuai dengan perkembangan, dan (3) pendidikan grogresif. Semua kegiatan dalam pembelajaran ini didasarkan pada minat anak, tingkat perkembangan kognitif dan kematang sosioemosional, mendorong rasa ingin tahu alamiah anak, kegembiraan terhadap pengalaman-pengalaman panca indera dan keinginan untuk menjelajahi gagasan-gagasan baru anak itu sendiri. Pelaksanaan pendidikan progresif

dibangun berdasarkan prinsip-prinsip perkembangan anak dan konstroktivisme ini. Pembelajaran Area menggunakan 10 (sepuluh) area yaitu : a. Area Agama maket tempat ibadah dan alat peraga tata cara ibadah agama-agama di Indonesia, misalnya sebagai berikut : - Islam : maket masjid, gambar tata cara shalat, gambar tata cara berwudhu, sajadah, tasbih, juz amma, Al-Qur’an dan sebagainya. - Hindu : maket pura, gambar orang menuju ke Pura, tiruan sesaji - Kristen/Katolik : maket Gereja, Alkitab, rosario - Budha : maket pura, maket candi Budha, gambar bikhu - Kong Hucu : maket kelenteng, foto orang sembahyang b. Area Balok Balok dengan berbagai bentuk ukuran, dan warna, lego, lotto sejenis, lotto berpasangan, kubus berpola, kubus berbagai ukuran dan warna, korek api, lidi, tusuk es krim, dan sebagainya. c. Area Berhitung/Matematika Lambang bilangan, kepingan geometri, kartu angka, kulit kerang, puzzle, dan sebagainya. d. Area IPA Macam-macam tiruan binatang, gambar-gambar perkembangbiakan binatang, gambar-gambar proses pertumbuhan tanaman, pengenalan berbagai macam rasa (gula, kopi, asam, cuka garam, dll) berbagai macam bumbu (bawang merah, bawang putih, lada, dan lain-lain). Pengenalan bau aroma. e. Area Musik Seruling, kasatnyet, biola, piano, gitar kecil, dan sebagainya dengan menyesuaikan pada keunikan daerah masing-masing. f. Area Bahasa Buku-buku cerita, gambar seri, kartu kategori kata, kartu nama-nama hari, boneka tangan, macam-macam gambar sesuai tema, dan sebagainya. g. Area Membaca dan Menulis Buku tulis, pensil warna, pensil, kartu huruf, ballpoint dan sebagainya. h. Area Drama Tempat tidur anak (boneka), almari kecil, meja kursi kecil, boneka-boneka, tempat jemuran, tiruan baju tentara dan polisi, tiruan jas dokter, dan sebagainya. i. Area Pasir/Air Bak pasir/bak air, aquarium kecil, ember kecil, gayung, garpu, dan sebagainya. j. Area Seni dan Motorik Meja gambar, meja kursi anak, kertas lipat, kertas koran, lem, gunting, kertas warna, dan sebagainya. 1. Pengelolaan Kelas Pengelolaan kelas pada model pembelajaran area meliputi pengorganisasian peserta didik, pengaturan area yang diprogramkan, dan peranan guru. Untuk itu hal-hal yang diperlukan dalam pengelolaan kelas adalah : a. Alat bermain, sarana prasarana diatur sesuai dengan area yang diprogramkan pada hari itu. b. Kegiatan dapat dilakukan dengan menggunakan meja-kursi, karpet, atau tikar sesuai dengan alat yang digunakan.

c. Pengaturan area memungkinkan guru dapat melakukan pengamatan sehingga dapat memberikan motivasi, pembinaan, dan penilaian. d. Pengaturan area memungkinkan guru dapat melakukan pengamatan sehingga dapat memberikan motivasi, pembinaan, dan penilaian. e. Guru memperhatikan perbedaan individu setiap peserta didik pada saat mereka melakukan kegiatan di area. 2. Langkah-Langkah Kegiatan a. Kegiatan Awal ± 30 menit (klasikal) Kegiatan yang dilaksanakan adalah melatih pembiasaan, misalnya menyanyi, memberi salam dan berdoa. b. Kegiatan Inti ± 60 menit (individual di area) Guru menjelaskan kegiatan-kegiatan di dalam area yang diprogramkan. Area yang dibuka setiap hari disesuaikan dengan indikator yang dikembangkan dan sarana pembelajaran yang ada. Anak dapat berpindah area sesuai dengan minatnya tanpa ditentukan oleh guru. Apabila terdapat anak tidak mau melakukan kegiatan di area yang diprogramkan, guru harus memotivasi anak tersebut agar mau melakukan kegiatan. Guru dapat melayani anak dengan membawakan tugasnya ke area yang sedang diminatinya. Orang tua/keluarga dapat dilibatkan untuk berpartisipasi membantu guru pada waktu kegiatan pembelajaran. c. Istirahat/Makan ± 30 menit Kegiatan makan bersama, menanamkan pembiasaan yang baik, misalnya cuci tangan, berdoa sebelum dan sesudah makan, tata tertib makan, mengenal jenis makanan bergizi, menumbuhkan rasa sosial (berbagi makanan) dan kerjasama. Setelah kegiatan makan selesai, waktu yang tersisa dapat digunakan untuk bermain dengan alat permainan yang bertujuan mengembangkan fisik/motorik. d. Kegiatan Akhir ± 30 menit (klasikal) Kegiatan akhir dilaksanakan secara klasikal misalnya menyanyi, cerita dari guru atau membaca puisi, dilanjutkan dengan Bercakap-cakap tentang kegiatan satu hari dan menginformasikan kegiatan esok hari, berdoa, salam, dan pulang. 3. Penilaian Penilaian yang dilakukan pada model pembelajaran area pada hakikatnya tidak berbeda dengan model-model pembelajaran sebelumnya karena selama kegiatan pembelajaran berlangsung, guru mencatat segala hal yang terjadi, baik terhadap perkembangan peserta didik maupun program kegiatannya sebagai dasar bagi keperluan penilaian.

b. Rencana Kegiatan Harian (RKH) Kelompok Semester Tema / Sub Tema Hari / tanggal Waktu
Indikator - Berlatih untuk selalu tertib dan patuh pada peraturan. - Sabar menunggu giliran. - Berdoa sebelum melaksanakan kegiatan - Menceritakan tentang pengalaman/kejadian secara sederhana (Bhs) - Menjawab pertanyaan tentang keterangan / informasi secara sederhana (Bhs) - Membungkukkan badan

: : : : :

A1 II/2 Komunikasi/benda-benda pos Rabu, …. ……… 07.30 – 10.00 WIB
Kegiatan Pembelajaran Berbaris rapi, masuk kelas Alat/Sumber Belajar Penilaian Perkembangan Anak Alat/Teknik Hasil Observasi/ pengamatan

A. Kegiatan Awal (± 30 menit) - Salam, berdoa - Bercerita tentang pengalamannya - Bercakap-cakap tentang “Amplop” - Berlomba mengambil amplop jatuh Amplop

Observasi / pengamatan Unjuk kerja

Tanya jawab

Ratih

Amplop

Unjuk kerja

• Salma, • Izzan, Sulton, Adam, Danen

Mengerjakan mencari jejak (maze) yang sederhana (kog)

B. Kegiatan Inti (± 60 menit) AREA MATEMATIKA Pemberian tugas mengerjakan maze “pergi ke kantor pos” AREA SENI Pemberian tugas mewarnai gambar amplop

Lembar Kerja (LK), krayon

Penugasan

• Sinta , Alia, • Tigor • Asep , Maria, • Kayl a, Sifah

Mewarnai bentuk gambar sederhana (seni)

LK, pensil warna

Hasil karya

Meniru melipat kertas (Fisik/Motorik) Menghubungkan tulisan sederhana dengan simbul yang melambangkannya (Bhs)

AREA MOTORIK Pemberian tugas melipat amplop AREA BAHASA Pemberian tugas menghubungkan tulisan amplop dengan gambar

Kertas lipat, lem LK pensil

Penugasan Penugasan • Adam, danen, Maicel, Raka, • Made

Indikator Menciptakan dua bentuk bangunan dari balok (Seni)

Kegiatan Pembelajaran AREA BALOK Pemberian tugas menciptakan dua bentuk bangunan dari balok (bangunan tersebut : kotak pos dan kantor pos) AREA IPA Pemberian tugas bermain telepon dari gelas plastik C. Istirahat / Makan (± 30 menit) Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, berdoa, kemudian bermain D. Kegiatan Akhir (± 30 menit) - Bercerita “Pak Pos” - Bercakap-cakap tentang kegiatan hari ini - Salam, berdoa dan pulang

Alat/Sumber Belajar Balok-balok

Penilaian Perkembangan Anak Alat/Teknik Hasil Penugasan • Rido, Firza, Lutfan, • Fitri, Nina

Membedakan konsep cepat dan lambat (Kog)

Gelas plastik, lidi, dan benang Serbet, ember, air, dan lainlain Anak Guru & anak

Unjuk Kerja

Mengurus diri sendiri dengan sedikit bantuan

Observasi

Mendengarkan cerita Berdoa sesudah melaksanakan kegiatan

Unjuk Kerja Observasi

Keterangan : • Berkembang sangat baik  Berkembang sesuai dengan harapan o Masih perlu bimbingan ……, ……….200…. Mengetahui : Kepala TK…………… Guru Kelompok A,

……………………….. NIP.

…………………………. NIP.

c. Contoh Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Kelompok Semester/Minggu Tema/Sub Tema Hari/Tanggal Waktu : : : : : A1 II/II Komunikasi/benda-benda Pos 07.30 – 10.00 WIB

Indikator - Menceritakan tentang pengalaman/kejadian secara sederhana (Bhs) - Menjawab pertanyaan tentang keterangan/informasi secara sederhana (Bhs) - Membungkukkan badan (Fisik/Motorik) - Mengerjakan maze/mencari jejak yang sederhana (Kog) - Mewarnai bentuk gambar sederhana (seni) - Meniru melipat kertas (Fisik/Motorik) - Menghubungkan tulisan sederhana dengan simbul yang melambangkannya (Bhs) - Menciptakan dua bentuk bangunan dari balok (Seni) - Membedakan konsep cepat dan lambat (Kog) - Mendengarkan cerita (Bhs) - Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan (pembiasaan) 1. Kegiatan sebelum masuk Setelah bel berbunyi anak-anak berbaris sesuai dengan kelompok. Guru meminta salah satu anak untuk menyiapkan barisan, kemudian mengajak anak bernyanyi bersama, kemudian meminta seluruh anak masuk kelas dengan tertib. 2. Kegiatan awal / pendahuluan (± 30 menit) Guru bersama anak masuk ke dalam kelas kemudian duduk membentuk lingkaran di atas karpet, tikar atau alas lainnya sesuai dengan kondisi sekolah. Dalam aktivitas ini guru ikut bersama anak membentuk lingkaran (bukan berada di tengah lingkaran). Kegiatan ini bertujuan agar anak dapat saling bertatapan satu sama lain. Kemudian guru mengajak anak menyanyi dan berdoa sesuai dengan kebiasaan yang dikembangkan di TK Pengembangan Pembiasaan). Setelah menyanyi, guru mengucap salam. 3. Kegiatan Inti (± 60 menit) Anak-anak berkumpul lagi dalam posisi duduk menghadap ke arah guru. Iri menjelaskan secara rinci kegiatan di 6 area yang akan dibuka, yaitu Area IPA, Area Seni, Area Motorik Halus, Area Matematika, Area Bahasa, dan Area Balok. 4. Istirahat/Makan (± 30 menit) Kegiatan ini juga merupakan salah satu proses pembelajaran tentang etika makan, kebiasaan hidup sehat, pola makan sehat, kebiasaan berbagi dengan teman, bersyukur kepada Tuhan. Kegiatan makan bersama ini diawali dan ditutup dengan doa.

5. Kegiatan Akhir (± 30 menit) Pada kegiatan akhir ini, guru menanyakan kembali kepada anak perihal rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan hari itu. Pertanyaan tersebut misalnya : - Siapa yang sudah mengerjakan mencari jejak ke kantor pos? - Siapa yang sudah membuat telpon-telponan? Guru misalnya dapat menggunakan boneka gajah atau lumba-lumba. Selanjutnya guru menawarkan kepada anak-anak. Misalnya kemudian guru bercerita dengan boneka gajah. Usai bercerita guru mengakhiri pembelajaran dengan mengajak anak-anak bernyanyi bersama. Lagu yang biasa dinyanyikan adalah lagu “Selamat Siang”. Dilanjutkan dengan doa. D. MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN SENTRA Model pembelajaran sentra adalah pendekatan pembelajaran yang dalam proses pembelajarannya dilakukan di dalam “lingkaran” (circle times) dan sentra bermain. Lingkaran adalah saat dimana guru duduk bersama anak dengan posisi melingkar untuk memberikan pijakan kepada anak yang dilakukan sebelum dan sesudah bermain. Sentra bermain adalah zona atau area bermain anak yang dilengkapi dengan seperangkat alat bermain yang berfungsi sebagai pijakan lingkungan yang diperlukan untuk mengembangkan seluruh potensi dasar anak didik dalam berbagai aspek perkembangan secara seimbang. Setiap sentra mendukung perkembangan anak dalam tiga jenis bermain yaitu bermain sensorimotor atau fungsional, bermain peran dan bermain konstruktif (membangun pemikiran anak). Bermain sensorimotor adalah menangkap rangsangan melalui penginderaan dan menghasilkan gerakan sebagai reaksinya. Anak TK belajar melalui panca inderanya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungan mereka. Misalnya menakar air, meremas kertas bekas, menggunting, dan lain-lain. Bermain peran terdiri dari bermain peran makro (besar) dan bermain peran mikro/kecil (bermain simbolik, pura-pura, fantasi, imajinasi, atau bermain drama). Anak bermain dengan benda untuk membantu menghadirkan konsep yang telah dimiliknya. Bermain konstruktif menunjukkan kemampuan anak untuk mewujudkan pikiran, ide, dan gagasannya menjadi sebuah karya nyata. Ada dua jenis bermain konstruktif, yaitu bermain konstruktif sifat cair (air, pasir, spidol, dan lain-lain) dan bermain konstruktif terstruktur (balok-balok, lego, dan lain-lain). Sentra Bermain terdiri dari : a. Sentra Bahan Alam dan Sains Bahan-bahan yang diperlukan di sentra ini adalah daun, ranting, kayu, pasir, air, batu, biji-bijian, dan lain-lain. Alat yang digunakan diantaranya sekop, saringan, corong, ember, dan lain-lain. b. Sentra Balok Sentra balok berisi berbagai macam balok dalam berbagai bentuk, ukuran, warna dan tekstur. Disini anak belajar banyak hal dengan cara menyusun/menggunakan balok, mengembangkan kemampuan logika matematika/berhitung permulaan, kemampuan berpikir dan memecahkan masalah.

c. Sentra Seni Bahan-bahan yang diperlukan di sentra ini adalah kertas, cat air, krayon, spidol, gunting, kapur, tanah liat, pasir, lilin, kain, daun, potongan-potongan bahan/gambar. Sentra seni memfasilitasi anak untuk memperluas pengalaman yang dimiliki anak ke dalam karya nyata (hasil karya) melalui metode proyek. d. Sentra Bermain Peran Sentra bermain peran terdiri dari; sentra bermain peran makro dapat menggunakan anak sebagai model. Sentra bermain peran mikro misalnya menggunakan boneka, maket meja-kursi, rumah-rumahan dan sebagainya. e. Sentra Persiapan Bahan yang ada pada sentra ini adalah buku-buku, kartu kata, kartu huruf, kartu angka dan bahan-bahan untuk kegiatan menyimak, bercakap dan persiapan menulis serta berhitung. Kegiatan yang dilaksanakan adalah persiapan membaca permulaan, menulis permulaan serta berhitung permulaan. Mendorong kemampuan intelektual anak, gerakan otot halus, koordinasi mata-tangan, belajar keterampilan sosial (berbagi, bernegosiasi dan memecahkan masalah). f. Sentra Agama Bahan-bahan yang disiapkan adalah berbagai maket tempat ibadah, perlengkapan ibadah, gambar-gambar, buku-buku cerita keagamaan, dan sebagainya. Kegiatan yang dilaksanakan adalah menanamkan nilai-nilai kehidupan beragama, keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. g. Sentra Musik Bahan yang dibutuhkan pada sentra musik, misalnya botol beling/kaca, tempurung kelapa, rebana, tutup botol, triangle, dan lain-lain. Sentra musik memfasilitasi anak untuk memperluas pengalamannya dalam menggunakan gagasan mereka melalui olah tubuh, bermain musik dan lagu yang dapat memperluas pengalaman dan pengetahuan anak tentang irama, birama (ketukan), dan mengenal berbagai bunyi-bunyian dengan menggunakan alat-alat musik yang mendukung, misalnya pianika, piano, rebana, dan lain-lain. Untuk membangun konsep dan memberikan gagasan pada peserta didik dalam model pembelajaran sentra, guru memberikan 4 pijakan. Pijakan (scaffolding process) adalah dukungan yang berubah-ubah yang disesuaikan dengan perkembangan untuk mencapai perkembangan yang lebih tinggi. Ada empat jenis pijakan yaitu pijakan lingkungan bermain, pijakan sebelum bermain, pijakan selama bermain, dan pijakan setelah bermain. Pijakan sebelum bermain merupakan kegiatan awal dimana guru memberikan gagasan sebelum anak melakukan kegiatan bermain di sentra. 1. Pengelolaan Kelas Pengelolaan kelas model pembelajaran sentra meliputi pengelolaan secara klasikal, kelompok, dan individual. Pada saat kegiatan pembukaan, saat kegiatan penutup, dan saat makan bersama, guru menggunakan pengelolaan secara klasikal, tetapi pada saat kegiatan inti menggunakan pengelolaan secara kelompok atau individual. Untuk itu, hal-hal yang dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut :

- Sentra bermain dirancang dan direncanakan, sehingga semua peserta didik dapat mengikuti kegiatan untuk mencapai tahap perkembangan. - Kegiatan pembelajaran dilengkapi dengan sentra-sentra yang diperlukan hari itu - Jumlah dari kegiatan dan ragam kesempatan masing-masing sentra sesuai dengan kegiatan yang dilakukan dan jumlah anak - Ada kesesuaian antara pijakan, sentra, dan alat yang akan dipergunakan dalam pembelajaran 2. Langkah-Langkah Kegiatan a. Penataan Lingkungan Bermain Guru menempatkan alat dan bahan bermain yang akan digunakan yang mencerminkan rencana pembelajaran yang telah dibuat sehingga tujuan anak selama bermain dengan alat tersebut dapat dicapai. b. Kegiatan Sebelum Masuk Kelas/Penyambutan Anak (10 menit) Guru menyambut kedatangan anak dengan tegur sapa senyum dan salam. Kondisi awal yang harus diketahui guru dari peserta didik saat datang adalah ekspresif emosi yang menunjukkan rasa nyaman berada di sekolah. Bila kondisi ekspresif emosi anak saat datang menunjukkan kesedihan/murung, maka guru perlu menetralisir emosi anak terlebih dahulu dengan kegiatan transisi, seperti membaca buku cerita, puzzle, dan sebagainya. c. Pembukaan/Pengalaman Gerakan Kasar (20 menit) Guru menyiapkan seluruh anak dalam lingkaran. Kegiatan pembuka dapat berupa gerak musik, permainan, dan jurnal, dan sebagainya. Anak dikondisikan duduk melingkar (circle time). Dalam setiap kelompok melakukan kegiatan berdoa, Bercakap-cakap tema, membacakan buku cerita yang berhubungan dengan tema pada hari itu. d. Transisi (10 menit) Selesai pembukaan, anak-anak diberi waktu untuk “pendinginan” dengan cara bernyanyi dalam lingkaran, atau membuat permainan tebak-tebakan. Tujuannya agar anak kembali tenang. Setelah tenang, anak secara bergiliran dipersilahkan untuk minum atau ke kamar kecil. Gunakan kesempatan ini untuk melatih kebersihan diri anak. Kegiatannya dapat berupa cuci tangan, cuci muka, cuci kaki maupun buang air kecil. e. Kegiatan Inti (90 menit) 1. Pijakan pengalaman sebelum bermain (15 menit) Guru dan anak duduk melingkar, guru memberi salam pada anakanak, menanyakan kabar anak-anak, dan dilanjutkan dengan kegiatan : a. Guru meminta anak untuk memperhatikan siapa teman mereka yang tidak hadir. Minta anak mengambil “nametag” dan menempelkan ke papan absen, atau membalik, atau menunjukkan. b. Berdoa bersama, anak secara bergilir memimpin doa.

c. Guru menyampaikan teman hari ini dan dikaitkan dengan kehidupan anak. d. Guru membacakan buku yang terkait dengan tema. Setelah selesai, guru menanyakan kembali isi cerita. e. Guru mengaitkan isi cerita dengan kegiatan bermain yang akan dilakukan anak. f. Guru mengenalkan semua tempat dan alat bermain yang sudah disiapkan. g. Dalam memberi pijakan, guru harus mengaitkan kemampuan apa yang diharapkan muncul pada anak, sesuai rencana pembelajaran yang telah disusun. h. Guru menyampaikan bagaimana aturan bermain (digali dari anak), memilih teman bermain, memilih alat bermain, cara menggunakan alat-alat, kapan memulai dan mengakhiri bermain, serta merapikan kembali alat yang sudah dimainkan. i. Guru mengatur teman lain dengan memberi kesempatan kepada anak untuk memilih teman mainnya. j. Setelah anak siap bermain, guru mempersalahkan anak untuk mulai bermain. 2. Pijakan Pengalaman Selama Bermain (60 menit) a. Guru mengamati dan memastikan semua anak melakukan kegiatan bermain b. Memberi contoh cara bermain pada anak yang belum bisa menggunakan bahan/alat c. Memberi dukungan berupa pernyataan positif tentang pekerjaan yang dilakukan anak d. Memancing dengan pertanyaan terbuka untuk memperluas cara bermain anak. Pertanyaan terbuka artinya pertanyaan yang tidak cukup dengan dijawab ya atau tidak saja, tetapi banyak kemungkinan jawaban yang dapat diberikan anak e. Memberikan bantuan pada anak yang membutuhkan f. Mendorong anak untuk mencoba dengan cara lain, sehingga anak memiliki pengalaman bermain yang kaya g. Mencatat yang dilakukan anak (jenis bermain, tahap perkembangan, tahap sosial) h. Mengumpulkan hasil kerja anak. Jangan lupa mencatat nama dan tangga di lembar kerja anak i. Bila waktu tinggal 5 menit, guru memberitahukan pada anak-anak untuk bersiap-siap menyelesaikan kegiatan mainnya 3. Pijakan Pengalaman Setelah Bermain (15 menit) Apabila waktu bermain selesai, guru memberitahukan saatnya membereskan alat dan bahan yang sudah digunakan dengan melibatkan anak-anak f. Makan Bersama (10 menit) 1. Usahakan setiap pertemuan ada kegiatan makan bersama. Jenis makanan berupa kue atau makanan lainnya yang disiapkan sekolah atau yang dibawa oleh masing-masing anak. 2. Sebelum makan bersama, guru mengecek apakah ada anak yang tidak membawa makanan. Jika ada tanyakan siapa yang mau berbagi makanan pada temannya.

3. Guru memberitahukan jenis makanan yang baik dan kurang baik. 4. Jadikan waktu makan bersama sebagai pembiasaan tata cara makan yang baik (adab makan). 5. Libatkan anak untuk membereskan bekas makanan dan membuang bungkus makanan ke tempat sampah. g. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Setelah semua anak berkumpul membentuk lingkaran, guru mengajak anak menyanyi atau membaca puisi. 2. Guru memberi kesempatan kepada anak secara bergiliran untuk memimpin doa penutup. 3. Untuk menghindari berebut saat pulang, digunakan urutan berdasarkan warna baju, usia, atau cara lain untuk keluar dan bersalaman lebih dahulu. 3. Penilaian Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, guru hendaknya mencatat segala hal yang terjadi, baik terhadap program kegiatan maupun terhadap perkembangan peserta didik. Segala catatan guru digunakan sebagai bahan masukan bagi keperluan penilaian. Setiap semester, hasil laporan perkembangan anak dilaporkan kepada orang tua secara lisan dan tertulis berupa rapor dalam bentuk narasi. b. Contoh pelaksanaan model pembelajaran berdasarkan sentra 1. Contoh perputaran sentra yang akan dimasuki peserta didik pada sebuah TK Jika dalam sebuah TK memiliki 3 kelompok belajar yang diberi namanama warna dasar, misalnya kelompok A ada 2 kelompok A Merah, kelompok A Kuning, dan kelompok B Biru. TK tersebut dalam contoh memiliki 3 sentra sebagai pusat belajar, seperti sentra bahan alam, sentra bermain peran makro, dan sentra balok, maka guru dapat membuat jadual perputaran sentra yang dibuka dalam 1 hari sesuai kondisi di TK tersebut. Contoh jadwal dimaksud adalah seperti dibawah ini :
Tabel Jadwal Pembelajaran di TK Menurut Kelompok Belajar dan Sentra

Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at Sabtu

Sentra Bahan Alam A. Merah A. Kuning B. Biru A. Merah A. Kuning B. Biru

Sentra Bermain Peran Makro B. Biru A. Merah A. Kuning B. Biru A. Merah A. Kuning

Sentra Balok A. Kuning B. Biru A. Merah A. Kuning B. Biru A. Merah

Keterangan : Selama 1 minggu efektif setiap kelompok mengalami 2 x bermain di setiap sentra.

2. Contoh Pelaksanaan Pembelajaran di Sentra Bahan Alam Rencana Kegiatan Harian (RKH) Kelompok/Sentra Sem/Minggu Ke Hari/tanggal Waktu Tema Sub Tema : : : : : : A. Merah/Bahan Alam II/15 Senin, ………………. 07.30 – 10.00 Tanaman Macam-Macam Tanaman

Indikator : 1. Menyebutkan ciptaan-ciptaan Tuhan (Pembiasaan) 2. Mendengarkan cerita dan menceritakan kembali cerita secara sederhana (Bahasa) 3. Menggunting bebas (dengan berbagai media berdasarkan bentuk/pola : lurus, lengkung, gelombang, zig-za, lingkaran, segiempat, segitiga) (Fisik/Motorik) 4. Mencoba dan menceritakan apa yang terjadi jika : warna dicampur, proses pertumbuhan tanaman (biji-bijian, umbi-umbian, batang-batangan), balon ditiup lalu dilepaskan, bendabenda dimasukkan ke dalam air (terapung, melayang, tenggelam), benda-benda yang dijatuhkan (gravitas), percbaan dengan magnit, mengamati benda dengan kaca pembesar, mencoba dan membedakan bermacam-macam rasa, mencium macam-macam bau, mendengarkan macam-macam suara/bunyi (Kognitif) 5. Membuat berbagai bentuk menggunakan plastisin, playdough/tanah liat, pasir. (Fisik/Motorik) 6. Melukis dengan jari/finger painting (Seni) 7. Mengisi wadah dengan air, pasir, biji-bijian, beras, dan lain-lain (Kognitif) 8. Menyanyikan lagu anak-anak (Seni)
Indikator 1. Menyebutkan ciptaanciptaan Tuhan (Pembiasaan) Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Sebelum masuk kelas (Penyambutan Anak) Salam berbaris dan berdo’a sebelum kegiatan bermain Kegiatan pembukaan (20 menit) : Bercakap-cakap tema, story reading sesuai tema dan pengkondisian anak Transisi (10 menit) Kegiatan Inti/Sentra (90 menit) : 4 menggunting bentuk Alat/Sumber Belajar Penilaian Perkembangan Anak Alat/Teknik Hasil

2. Mendengarkan cerita dan menceritakan kembali cerita secara sederhana (Bahasa)

Buku cerita

3. Menggunting bebas (dengan berbagai media berdasarkan bentuk/pola : lurus, lengkung, gelombang, zig-zag, lingkaran, segiempat, segitiga) (Fisik/Motorik) 4. Mencoba dan menceritakan apa yang terjadi jika : warna dicampur, proses

4 menakar air

4 gunting, bermacam-macam pola bentuk, amplop tempat hasil karya anak 2 bak air besar, 4 corong, 4 gelas plastik, 4 botol plastik dengan berbagai macam ukuran (besar,

pertumbuhan tanaman (biji-bijian, umbi-umbian, batang-batangan), balon ditiup lalu dilepaskan, benda-benda dimasukkan ke dalam air (terapung, melayang, tenggelam), benda-benda yang dijatuhkan (gravitasi), percobaan dengan magnit, mengamati benda dengan kaca pembesar, mencoba dan membedakan bermacam-macam rasa, mencium macam-macam bau, mendengarkan macam-macam suara/bunyi (Kognitif) 5. Membuat berbagai bentuk menggunakan plastisin, playdough/tanah liat, pasir. (Fisik/Motorik) 6. Melukis dengan jari/finger painting (Seni) 7. Mengisi wadah dengan air, pasir, biji-bijian, beras dan lain-lain (Kognitif)

4 merobek daun

4 meremas daun dan menyaring

4 tanah liat

3 mencetak pasir basah

3 menjepit jemuran

4 menakar biji-bijian

4 finger painting

4 melukis

4 percobaan menanamkan kacang hijau

sedang, dan kecil) Merobek daun 4 nampan dan daun pisang, 4 piring kecil tempat hasil robekan Meremas daun dan menyaring nampan, daun kembang sepatu, 4 saringan, 4 gelas plastik, 4 mangkok plastik kecil Tanah liat 4 piring plastik tempat tanah liat, 4 rol gilingan kue, 4 papan alas Mencetak pasir basah Bak Pasir besar, bermacam ukuran cetakan kue, 3 nampan, 3 piring kecil Menjepit jemuran, jepitan jemuran dengan berbagai warna, 3 tali jemuran, daun berbagai warna, bentuk dan ukuran Menakar biji-bijian, kacang hijau, 4 sendok berbagai ukuran dan bentuk, 4 gelas plastik kecil, 4 takaran dengan berbagai ukuran, 4 sapu kecil Finger painting, bubur warna dasar merah, kuning, hijau, 4 kertas bekas kalender, 4 nampan, lap tangan, air untuk cuci tangan Melukis, 4 papan lukis/meja, 4 kuas berbagai ukuran, wadah tempat cat air, cat air warna dasar (dari tepung terigu dan pewarna makanan) Percobaan menanam kacang hijau Gelas plastik kecil sejumlah anak dan transparan, kapas, air, kacang hijau, sendok kecil

3 mencuci piring

Mencuci piring, 3 piring plastik berbagai ukuran, 3 gelas plastik berbagai ukuran, 3 sendok plastik, 3 nampan, spon cuci piring/sabut kelapa

8. Menyanyikan lagu anakanak (seni)

Makan Bersama (10 menit) Kegiatan Penutup (10 menit) Bercakap-cakap, berdoa, bernyanyi, pulang Surabaya, ………………….

Mengetahui : Kepala TK……………

Guru Kelas ,

……………………….. NIP. Kegiatan Inti (Sentra) : Sentra bahan Alam Pijakan lingkungan bermain : Jumlah peserta didik 15 anak Densitas 12 ragam kegiatan, 3 x 15 anak = 45 kesempatan a. 4 menggunting bentuk b. 4 menakar air c. 4 merobek daun d. 4 meremas daun dan menyaring e. 4 menciptakan bentuk dari tanah liat f. 3 mencetak pasir basah g. 3 menjepit jemuran h. 4 menakar biji-bijian i. 4 finger painting j. 4 melukis k. 4 percobaan menanam kacang hijau l. 3 mencuci piring

…………………………. NIP.

Alat dan bahan yang digunakan di sentra bahan alam sesuai dengan ragam bermain yang disiapkan : a. 4 menggunting bentuk 4 gunting, bermacam-macam pola bentuk, amplop tempat hasil karya anak b. 4 menakar air 2 bak air besar, 4 corong, 4 gelas plastik, 4 botol plastik dengan berbagai macam ukuran (besar, sedang dan kecil). c. 4 merobek daun 4 nampan dan daun pisang, 4 piring kecil tempat hasil robekan d. 4 meremas daun dan menyaring 4 nampan, daun kembang sepatu, 4 saringan, 4 gelas plastik, 4 mangkok plastik kecil

e. 4 tanah liat Tanah liat, 4 piring plastik tempat tanah liat, 4 rol gilingan kue, 4 papan alas f. 3 mencetak pasir basah Jepitan jemuran dengan berbagai warna, 3 tali jemuran, daun berbagai warna, bentuk dan ukuran h. 4 menakar biji-bijian Kacang hijau, 4 sendok berbagai ukuran dan bentuk, 4 gelas plastik kecil, 4 takaran dengan berbagai ukuran, 2 sapu kecil i. 4 finger painting Bubur warna dasar merah, kuning, hijau, 4 kertas bekas kalender, 4 nampan, lap tangan, air untuk cuci tangan j. 4 melukis 4 papan lukis/meja, 4 kuas berbagai ukuran, wadah tempat cat air, cat air warna dasar (dari tepung terigu dan pewarna makanan) k. 4 percobaan menanam kacang hijau Gelas plastik kecil sejumlah anak dan transparan, kapas, air, kacang hijau, sendok kecil l. 3 mencuci piring 3 piring plastik berbagai ukuran, 3 gelas plastik berbagai ukuran, 3 sendok plastik, 3 nampan, spon cuci piring/sabut kelapa

3. Contoh Pelaksanaan Pembelajaran di Sentra Bahan Alam Rencana Kegiatan Harian (RKH) Kelompok/Sentra Sem/Minggu Ke Hari/tanggal Waktu Tema Sub Tema : : : : : : A. Kuning/Bermain Peran Makro II/15 Senin,……………. 07.30 – 10.00 Tanaman Macam-Macam Tanaman

Indikator : 1. Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan (Pembiasaan)
2. Meminta tolong dengan baik, mengucapkan salam (Pembiasaan) 3. Menyebutkan nama diri, nama orang tua, jenis kelamin, alamat rumah secara sederhana (Bahasa) 4. Mengembalikan mainan pada tempatnya setelah digunakan (Pembiasaan) 5. Membilang dengan menunjuk benda, atau mengenal konsep bilangan dengan benda sampai 5 (Kognitif) 6. Menyebut urutan bilangan 1 – 10 (kognitif) 7. Meniru melipat kertas sederhana, 1 – 6 lipatan (fisik motorik) 8. Menirukan gerakan tanaman yang terkena angin sepoi-sepoi dan kencang (Fisik/motorik) 9. Menyanyikan lagu anak-anak (seni)

Indikator 1. Menirukan gerakan tanaman yang terkena angin sepoi-sepoi dan kencang (Fisik/motorik)

Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Sebelum masuk kelas (Penyambutan Anak) Salam berbaris dan berdo’a sebelum kegiatan bermain Kegiatan pembukaan (20 menit) Bercakap-cakap tema, story reading sesuai tema dan pengkondisian anak Transisi (10 menit) Kegiatan Inti/Sentra (90 menit) : Bertamu/silaturrahmi Makan bersama

Alat/Sumber Belajar

Penilaian Perkembangan Anak Alat/Teknik Hasil

2. Meminta tolong dengan baik, mengucapkan salam (Pembiasaan)

Buku cerita

3. Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan (Pembiasaan) 4. Menyebutkan nama diri, nama orang tua, jenis kelamin, alamat rumah secara sederhana (Bahasa) 5. Mengembalikan mainan pada tempatnya setelah digunakan (Pembiasaan) 6. Membilang dengan menunjuk benda, atau mengenal konsep bilangan dengan benda sampai 5 (Kognitif) 7. Menyebut urutan bilangan 1 – 10 (Kognitif) 8. Menyebutkan urutan bilangan 1 – 10 (Kognitif)

Memasak

Aktivitas jual beli (menjual dan membeli)

Aktivitas di Bank Aktivitas rumah sakit

1 set sofa tamu untuk 4 anak, telepon 1 set kursi akan untuk 6 anak, alat makan : piring, gelas, sendok, garpu, teko, sangku nasi 1 kompor, 2 jongkok, lemari dapur, alat memasak : 1 panci, 1 penggorengan, 2 sodet/centong Sayuran, buahbuahan, ikan, daging ayam (pura-pura), mesin kasir, botol minuman bekas, kotak makan dan kotak susu bekas, 1 kursi dan meja kasir, plastik, meja untuk menata barangbarang dagangan. Meja, kursi, kertas, spidol krayon, uang pura-pura. 1 kasur, botol obatobatan dari bahan plastik (bekas), kertas, krayon, spidol, meja dan kursi pendaftaran, pesawat telepon, alat periksa dll.

Kendaraan

Mushala

1 alat setir, 1 kursi sebagai jok sopir, 4 kursi sebagai mobil, lampu lalu lintas dari bahan kardus bekas Mimbar, sajadah, alat shalat muslim/muslimah, keran wudhu dari kardus bekas

9. Menyanyikan lagu anak-anak (seni)

Makan Bersama (10 menit) Kegiatan Penutup (10 menit) : Bercakap-cakap, berdoa, bernyanyi, pulang Surabaya, ……………

Mengetahui : Kepala TK……………

Guru Kelas ,

……………………….. NIP.

…………………………. NIP.

4. Contoh Pelaksanaan Pembelajaran di Sentra Balok Rencana Kegiatan Harian (RKH) Kelompok/Sentra Sem/Minggu Ke Hari/tanggal Waktu Tema Sub Tema : : : : : : B Biru/Balok II/15 Senin, …………. 07.30 – 10.00 Tanaman Macam-Macam Tanaman

Indikator : 1. Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan (Pembiasaan)
2. 3. 4. 5. Menceritakan pengalaman/kejadian sederhana (Bahasa) Melaksanakan tugas yang diberikan guru (Pembiasaan) Mengembalikan mainan pada tempatnya setelah digunakan (Pembiasaan) Membilang dengan menunjuk benda atau mengenal konsep bilangan dengan benda sampai 5 (Kognitif) 6. Menyebut urutan bilangan 1 – 10 (Kognitif) 7. Menunjuk kumpulan benda yang sama jumlahnya, yang tidak sama, lebih banyak atau lebih sedikit (Kognitif) 8. Mampu mengerjakan tugas sendiri (Pembiasaan) 9. Menirukan gerakan tanaman yang terkena angin; sepoi-sepoi dan kencang (fisik motorik) 10. Menyanyikan lagu anak-anak (seni) Indikator Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Sebelum masuk kelas (Penyambutan Anak) Salam berbaris dan berdo’a sebelum kegiatan bermain Kegiatan pembukaan (20 menit) : Bercakap-cakap tema, story reading sesuai tema dan pengkondisian anak Transisi (10 menit) Kegiatan Inti/Sentra (90 menit) : Bercerita tentang macam bangunan sesuai tema Mengambil balok Membangun Alat/Sumber Belajar Penilaian Perkembangan Anak Alat/Teknik Hasil

1. Menirukan gerakan tanaman yang terkena angin sepoi-sepoi dan kencang (Fisik/motorik)

2. Menceritakan pengalaman/kejadian sederhana (Bahasa)

Buku cerita

3. Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan (Pembiasan) 4. Melaksanakan tugas yang diberikan guru (Pembiasaan) 5. Mampu mengerjakan tugas sendiri (Pembiasaan)

Buku cerita bangunan Papan alas Balok-balok natural berbagai bentuk dan ukuran Balok bernuansa agama Aksesories : boneka orang muslim/muslimah

(Dewasa & anakanak), binatang, tanaman, kendaraan, rambu lalu lintas 6. Membilang dengan menunjuk benda atau mengenal konsep bilangan dengan benda sampai 5 (Kognitif) 7. Menyebut urutan bilangan 1 – 10 (Kognitif) 8. Menunjuk kumpulan benda yang sama jumlahnya, yang tidak sama, lebih banyak atau lebih sedikit (Kognitif) 9. Mengembalikan mainan pada tempatnya setelah digunakan (Pembiasaan)

Memberi tanda bangunan Bermain peran mikro

Kertas, krayon, spidol, gunting, selotip

Beres-Beres Menceritakan pengalaman bermain Makan Bersama (10 menit) Kegiatan Penutup (10 menit) : Bercakap-cakap, berdoa, bernyanyi, pulang Surabaya, …………….

10. Menyanyikan lagu anak-anak (seni)

Mengetahui : Kepala TK……………

Guru Kelas ,

……………………….. NIP.

…………………………. NIP.

Penilaian Hasil observasi semua kegiatan bermain dan sentra dicatat pada buku catatan guru setiap hari, kemudian hasil catatan setiap hari masing-masing sentra dan bermain lainnya dirangkum dalam catatan mingguan kemudian hasil mingguan dirangkum dalam catatan bulanan. Hasil laporan perkembangan anak dilaporkan kepada orang tua baik secara lisan dan tertulis. Orang tua diharapkan dapat melanjutkan apa yang terjadi di TK baik dalam proses pembelajaran maupun pembiasaan sehingga yayasan melatih orang tua agar dapat mengetahui apa yang diberikan TK dalam memberikan layanan pendidikan. Selain itu juga masing-masing anak diberi buku penghubung agar orang tua dapat mengetahui perkembangan putra-putrinya dan memberikan masukan atau tindakan yang akan dilaksanakan sesuai dengan catatan buku penghubung. Setiap semester hasil laporan perkembangan anak dilaporkan kepada orang tua secara tertulis berupa rapor dalam bentuk narasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->