P. 1
ETIKA KEPERAWATAN

ETIKA KEPERAWATAN

|Views: 3,388|Likes:
Published by Nanin Navariastami

More info:

Published by: Nanin Navariastami on May 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2013

pdf

text

original

ETIKA KEPERAWATAN

2.1 Pengertian Etika berasal dari bahasa yunani, yaitu Ethos, yang menurut Araskar dan David (1978) berarti ” kebiasaaan ”. ”model prilaku” atau standar yang diharapkan dan kriteria tertentu untuk suatu tindakan. Penggunaan istilah etika sekarang ini banyak diartikan sebagai motif atau dorongan yang mempengaruhi prilaku. (Dra. Hj. Mimin Emi Suhaemi. 2002. 7)

Etika adalah kode prilaku yang memperlihatkan perbuatan yang baik bagi kelompok tertentu. Etika juga merupakan peraturan dan prinsip bagi perbuatan yang benar. Etika berhubungan dengan hal yang baik dan hal yang tidak baik dan dengan kewajiban moral. Etika berhubungan dengan peraturan untuk perbuatan atau tidakan yang mempunyai prinsip benar dan salah, serta prinsip moralitas karena etika mempunyai tanggung jawab moral, menyimpang dari kode etik berarti tidak memiliki prilaku yang baik dan tidak memiliki moral yang baik.

Etika bisa diartikan juga sebagai, yang berhubungan dengan pertimbangan keputusan, benar atau tidaknya suatu perbuatan karena tidak ada undang-undang atau peraturan yang menegaskan hal yang harus dilakukan. Etika berbagai profesi digariskan dalam kode etik yang bersumber dari martabat dan hak manusia ( yang memiliki sikap menerima) dan kepercayaan dari profesi. Profesi menyusun kode etik berdasarkan penghormatan atas nilai dan situasi individu yang dilayani.

Kode etik disusun dan disahkan oleh organisasi atau waah yang membina profesi tertentu baik secara nasional maupun internasional. Kode etik menerapkan konsep etis karena profesi bertanggung jawab pada manusia dan menghargai kepercayaan serta nilai individu. Kata seperti etika, hak asasi, tanggung jawab, mudah didefinisikan, tetapi kadang-kadang tidak jelas letak istilah tersebut diterapkan dalam suatu situasi. Contoh: benarkah di[andang dari segi etis, hak asasi dan tanggung jawab bila profesional kesehatan menghentikan upaya penyelamtan hidup pada pasien yang mengidap penyakit yang pasti mebawa kematian?.

Faktor teknologi yang meningkat, ilmu pengetahuan yang berkembang ( pemakaian mesin dan teknik memperpanjang usia, legalisasi abortus, pencangkokan organ manusia, pengetahuan biologi dan genetika, penelitian yang menggunakan subjek manusia) ini memerlukan pertimbangan yang menyangkut nilai, hakhak asasi dan tanggung jawab profesi. Organisasi profesi diharapkan mampu memelihara dan menghargai, mengamalkan, mengembangkan nilai tersebut melalui kode etik yang disusunnya.

Kadang-kadang perawat dihadapkan pada situasi yang memerlukan keputusan untuk mengambil tindakan. Perawat memberi asuhan kepada klien, keluarga dan masyarakat; menerima tanggung jawab untuk membuat keadaan lingkungan fisik, sosia dan spiritual yang memungkinkan untuk penyembuhan dan menekankan pencegahan penyakit; serta meningkatkan kesehatan dengan penyuluhan kesehatan.

Pelayanan kepada umat manusia merupakan fungsi utama perawat dan dasar adanya profesi keperawatan. Kebutuhan pelayanan keperawatan adalah universal. Pelayanan profesional berdasarkan kebutuhan manusia- karena itu tidak membedakan kebangsaan, warna kulit, politik, status sosial dan lainlain. Keperawatan adalah pelayanan vital terhadap manusia yang menggunakan manusia juga, yaitu perawat. Pelayanan ini berdasarkan kepercayaan bahwa perawat akan berbuat hal yang benar, hal yang diperlukan, dan hal yang mnguntungkan pasien dan kesehatannya. Oleh karena manusia dalam interaksi bertingkah laku berbeda-beda maka diperlukan pedoman untuk mengarahkan bagaimana harus bertindak,

Definisi Etik merupakan prinsip yang menyangkut benar dan salah, baik dan buruk dalam hubungan dengan orang lain. Etik merupakan studi tentang perilaku, karakter dan motif yang baik serta ditekankan pada penetapan apa yang baik dan berharga bagi semua orang. Secara umum, terminologi etik dan moral adalah sama. Etik memiliki terminologi yang berbeda dengan moral bila istilah etik mengarahkan terminologinya untuk penyelidikan filosofis atau kajian tentang masalah atau dilema tertentu. Moral mendeskripsikan perilaku aktual, kebiasaan dan kepercayaan sekelompok orang atau kelompok tertentu. Etik juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan suatu pola atau cara hidup, sehingga etik merefleksikan sifat, prinsip dan standar seseorang yang mempengaruhi perilaku profesional. Cara hidup moral perawat telah dideskripsikan sebagai etik perawatan. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa etik merupakan istilah yang digunakan untuk merefleksikan bagaimana seharusnya manusia berperilaku, apa yang seharusnya dilakukan seseorang terhadap orang lain. TIPE-TIPE ETIK a. Bioetik Bioetik merupakan studi filosofi yang mempelajari tentang kontroversi dalam etik, menyangkut masalah biologi dan pengobatan. Lebih lanjut, bioetik difokuskan pada pertanyaan etik yang muncul tentang hubungan antara ilmu kehidupan, bioteknologi, pengobatan, politik, hukum, dan theology. Pada lingkup yang lebih sempit, bioetik merupakan evaluasi etik pada moralitas treatment atau inovasi teknologi, dan waktu pelaksanaan pengobatan pada manusia. Pada lingkup yang lebih luas, bioetik mengevaluasi pada semua tindakan moral yang mungkin membantu atau bahkan membahayakan kemampuan organisme terhadap perasaan takut dan nyeri, yang meliputi semua tindakan yang berhubungan dengan pengobatan dan biologi. Isu dalam bioetik antara lain : peningkatan mutu genetik, etika lingkungan, pemberian pelayanan kesehatan

Dapat disimpulkan bahwa bioetik lebih berfokus pada dilema yang menyangkut perawatan kesehatan modern, aplikasi teori etik dan prinsip etik terhadap masalah-masalah pelayanan kesehatan b. Clinical ethics/Etik klinik Etik klinik merupakan bagian dari bioetik yang lebih memperhatikan pada masalah etik selama pemberian pelayanan pada klien. Contoh clinical ethics : adanya persetujuan atau penolakan, dan bagaimana seseorang sebaiknya merespon permintaan medis yang kurang bermanfaat (sia-sia). c. Nursing ethics/Etik Perawatan Bagian dari bioetik, yang merupakan studi formal tentang isu etik dan dikembangkan dalam tindakan keperawatan serta dianalisis untuk mendapatkan keputusan etik. TEORI ETIK a. Utilitarian Kebenaran atau kesalahan dari tindakan tergantung dari konsekwensi atau akibat tindakan Contoh : Mempertahankan kehamilan yang beresiko tinggi dapat menyebabkan hal yang tidak menyenangkan, nyeri atau penderitaan pada semua hal yang terlibat, tetapi pada dasarnya hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayinya. b. Deontologi Pendekatan deontologi berarti juga aturan atau prinsip. Prinsip-prinsip tersebut antara lain autonomy, informed consent, alokasi sumbersumber, dan euthanasia. PRINSIP-PRINSIP ETIK a. Otonomi (Autonomy) Prinsip otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis dan mampu membuat keputusan sendiri. Orang dewasa dianggap kompeten dan memiliki kekuatan membuat sendiri, memilih dan memiliki berbagai keputusan atau pilihan yang harus dihargai oleh orang lain. Prinsip otonomi merupakan bentuk respek terhadap seseorang, atau dipandang sebagai persetujuan tidak memaksa dan bertindak secara rasional. Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan individu yang menuntut pembedaan diri. Praktek profesional merefleksikan otonomi saat perawat menghargai hak-hak klien dalam membuat keputusan tentang perawatan dirinya. b. Berbuat baik (Beneficience) Beneficience berarti, hanya melakukan sesuatu yang baik. Kebaikan, memerlukan pencegahan dari kesalahan atau kejahatan, penghapusan kesalahan atau kejahatan dan peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain. Terkadang, dalam situasi pelayanan kesehatan, terjadi konflik antara prinsip ini dengan otonomi. c. Keadilan (Justice) Prinsip keadilan dibutuhkan untuk terpai yang sama dan adil terhadap orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan

e. Walaupun demikian. komprensensif. Ketaatan. Kebenaran merupakan dasar dalam membangun hubungan saling percaya. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum. terdapat beberapa argument mengatakan adanya batasan untuk kejujuran seperti jika kebenaran akan kesalahan prognosis klien untuk pemulihan atau adanya hubungan paternalistik bahwa ”doctors knows best” sebab individu memiliki otonomi. Informasi harus ada agar menjadi akurat. Kejujuran (Veracity) Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. h. dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada. Diskusi tentang klien diluar area pelayanan. standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan. g. Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan klien hanya boleh dibaca dalam rangka pengobatan klien. menyampaikan pada teman atau keluarga tentang klien dengan tenaga kesehatan lain harus dihindari. Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. Kesetiaan. adalah kewajiban seseorang untuk mempertahankan komitmen yang dibuatnya. Karahasiaan (Confidentiality) Aturan dalam prinsip kerahasiaan adalah informasi tentang klien harus dijaga privasi klien. KODE ETIK KEPERAWATAN INDONESIA Kode etik adalah pernyataan standar profesional yang digunakan sebagai . d. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani perawatan. menggambarkan kepatuhan perawat terhadap kode etik yang menyatakan bahwa tanggung jawab dasar dari perawat adalah untuk meningkatkan kesehatan. mereka memiliki hak untuk mendapatkan informasi penuh tentang kondisinya.kemanusiaan. mencegah penyakit. Perawat setia pada komitmennya dan menepati janji serta menyimpan rahasia klien. kesetiaan. f. Akuntabilitas (Accountability) Akuntabilitas merupakan standar yang pasti bahwa tindakan seorang profesional dapat dinilai dalam situasi yang tidak jelas atau tanpa terkecuali. Tidak merugikan (Nonmaleficience) Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien. Menepati janji (Fidelity) Prinsip fidelity dibutuhkan individu untuk menghargai janji dan komitmennya terhadap orang lain. memulihkan kesehatan dan meminimalkan penderitaan. Tidak ada seorangpun dapat memperoleh informasi tersebut kecuali jika diijinkan oleh klien dengan bukti persetujuan.

Perawat dan praktek 1) Perawat memlihara dan meningkatkan kompetensi dibidang keperawatan melalui belajar terus-menerus 2) Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional yang menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien. Kode etik keperawtan Indonesia : a. warna kulit. d. 2) Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten. dan dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara keseluruhan. 3) Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan. b.pedoman perilaku dan menjadi kerangka kerja untuk membuat keputusan. c. aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. Perawat dan teman sejawat 1) Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya. 3) Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang akurat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi. Perawat dan masyarakat Perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan dan kesehatan masyarakat. menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain 4) Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku profesional. jenis kelamin. umur. Aturan yang berlaku untuk seorang perawat Indonesia dalam melaksanakan tugas/fungsi perawat adalah kode etik perawat nasional Indonesia. adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama klien. 4) Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang dikehendaki sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. 2) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya. kesukuan. tidak . keunikan klien dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan. Perawat dan Klien 1) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia. dimana seorang perawat selalu berpegang teguh terhadap kode etik sehingga kejadian pelanggaran etik dapat dihindarkan.

dalam melaksanakan tugasnya diperlukan suatu sikap yang menjamin terlaksananya tugas tersebut dengan baik dan bertanggung jawab secara moral. keluarga. 2. e. dalam melaksanakan tugasnya dapat bekerja secara mandiri dan dapat pula bekerja sama dengan profesi lain. Yang di dalamnya terdapat 5 bab dan 16 pasal. Mardi Rahmadi BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Pelayanan keperawatan yang dilaksanakan oleh tenaga perawat profesional. Tanggung jawab perawat kepada klien Bab 2.etis dan ilegal. dan unsur profesi. Tanggung jawab perawat terhadap teman sejawat Bab 4. masyarakat. Tanggung jawab perawat terhadap negara Tujuan 1. kelompok. Rumusan masalah Menjelaskan kode etik keperawatan yang dikeluarkan oleh DPP PPNI pada Munas PPNI tanggal 20 november 1989. teman sebaya. Bab 1. Perawat dan Profesi 1) Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan 2) Perawat berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi keperawatan 3)Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi kerja yang kondusif demi terwujudnya asuhan keperawatan yang bermutu tin KODE ETIK KEPERAWATAN PPNI DISUSUN OLEH: 1. Untuk itu. Dan didalam makalah ini. Sebagai tenaga yang profesional. baik dalam profesi keperawatan sendiri maupun hubungannya dengan profesi lain di luar profesi keperawatan. 3. Merupakan dasar dalam mengatur hubungan antar-perawat. . Tanggung jawab perawat terhadap tugas Bab 3. klien/pasien. dan masyarakat dengan memandang manusia secara biopsikososial spiritual yang komprehensif. Tanggung jawab perawat terhadap profesi Bab 5. di Jakarta. perawat dituntut untuk melaksanakan asuhan keperawatan untuk pasien/klien baik secara individu. Untuk mempertahankan bila praktisi yang dalam emnjalankan tugasnya dilakukan secara tidak adil oleh institusi maupun masyarakat. Merupakan standar untuk mengatasi masalah yang dilakukan oleh praktisi keperawatan yang tidak mengindahkan dedikasi moral dalam pelaksanaay tugasnya. menjelaskan tentang kode etik keperawatan yang dikeluarkan PPNI.

1. keluarga. Bab 4. senantiasa dilandasi rasa tulus ikhlas sesuai dengan martabat dan tradisi luhur keperawatan. dimana inti dari falsafah tersebut adalah hak dan martabat manusia. 2. dan tanah air. dan masyarakat. yaitu sebagai berikut. Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Merupakan dasar dalam menyusun kurikulum pendidikan perawatan agar dapat menghasilkan lulusan yang berorientasi pada sikap profesional keperawatan. dan masyarakat. Perawat. serta upaya kesejahteraan pada umumnya sebagai bagian dari tugas dan kewajiban bagi kepentingan masyarakat. atau komunitas. menjelaskan tentang tanggung jawab perawtan terhadap tugasnya. Kode etik keperawatan Indonesia tersebut terdiri dari 4 bab dan16 pasal. keluarga. Perawat menjalin hubungan kerja sama dengna individu. menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan lainnya. terdiri dari empat pasal. perawat sangat memerlukan etika keperawatan yang merupakan filsafat yang mengarahkan tanggung jawab moral yang mendasar terhadap pelaksanaan praktik keperawatan. memliara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya. keluarga. terdiri dari empat pasal. Memberikan pemahaman kepada masyarakat poemakai / pengguna tenaga keperawatan akan pentingnya sikap profesional dalam melaksanakan tugas praktik keperawatan. keluarga. dalam melaksanakan pengabdiannya. Bab 3. 5. kecuali jika diperlukan oleh pihak yang berwenang sesuai . Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya sehubungan dengna tugas yang dipercayakan kepadanya. Bab1. Perawat. dalam melaksanakan kewajibannya terhadap individu. menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap individu. diperlukan peraturan tentang hubungan antara perawat dengan masyarakat. 2. Tanggung Jawab Perawat terhadap Klien Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada individu. 3. menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap pemerintah. terdiri dari dua pasal. Kode etik keperawatan di Indonesia telah disusun oleh Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Nasional Indonesia melalui musyawarah Nasional PPNI di Jakarta pada tanggal 29 November 1989. keluarga. Bab 2 terdiri dari lima pasal. dan masyarakat. Bab 5. adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari individu. bangsa. terdiri dari dua pasal. menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap profesi keperawatan. Karena itu. dan masyarakat. 4. fokus dari etika keperawatan ditujukan terhadapsifat manusia yang unik. dan masyarakat. Perawat memelihara mutu pelayanan keperawatn yang tinggi disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu. Tanggung Jawab Perawat terhadap Tugas 1. khususnya dalam mengambil prakarsa dan mengadakan upaya kesehatan. Kode Etik Keperawatan Kode etik keperawatan merupakan bagian dari etika kesehatan yang menerapkan nilai etika terhadap bidang pemeliharaan atau pelayanan kesehatan masyarakat.4. keluarga. dalam melaksanakan pengabdiannya dibidang keperawatan. Perawat. senantiasa berpedoman pada tanggung jawab yang bersumber dari adanya kebutuhan terhadap keperawatan individu. keluarga. dan masyarakat.

umur. 2. 1. keterampilan. dan pengalamannya keoada sesama perawat. keluarga. Tanggung Jawab Perawat terhadap Negara 1. aliran politik. serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan. Perawat. 4. Perawat berperan dalam menentukan pembakuan pendidikan dan pelayanan keperawatan. 2. terdiri dari empat pasal. 5. terdiri dari dua pasal. Perawat mengutamakan perlindungan dan keselamatan pasien/klien dalam melaksanakan tugas keperawatannya. Bab 3. Bab 4. Tanggung Jawab Perawat terhadap Profesi 1. Perawat melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai kebijaksanaan yang telah digariskan oleh pemerintah dalam bidang kesehatan dan keperawatan.dengan ketentuan hukum yang berlaku. agama yang dianut. menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap profesi keperawatan. serta matang dalam mempertimbangkan kemampuan jika menerima atau mengalih-tugaskan tanggung jawab yang ada hubungannya dengan keperawatan. terdiri dari dua pasal. Perawat secara bersama-sama membina dan memelihara mutu organisasi profesi keperawatan sebagai sarana pengabdiannya. 3. Perawat memelihara hubungna baik antar sesama perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Perawat tidak akan menggunakan pengetahuan dan keterampilann keperawatan yang dimilikinya untuk tujuan yang bertentangan dengan norma-norma kemanusaian. dan pengalaman yang bermanfaat bagi perkembangan keperawatan. senantiasa berusaha dengan penuh kesadaran agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan. serta menerima pengetahuan dan pengalaman dari profesi dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam bidang keperawatan. menjelaskan tentang tanggung jawab perawtan terhadap tugasnya. 4. . jenis kelamin. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Kode etik keperawatan Indonesia tersebut terdiri dari 4 bab dan16 pasal. Bab 2 terdiri dari lima pasal. dan kedudukan sosial. 3. dalam menunaikan tugas dan kewajibannya. baik dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan perlayanan kesehatan secara menyeluruh. 2. Bab1. Perawat menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengna menunjukkan perilaku dan sifat-sifat pribadi yang luhur. Tanggung Jawab Perawat terhadap Sejawat Tanggung jawab perawat terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan lain adalah sebagai berikut. terdiri dari empat pasal. Perawat berperan aktif dalam menyumbangkan pikiran kepada pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada masyarakat. keterampilan. menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap pemerintah. kesukuan. Perawat menyebarluaskan pengetahuan. Perawat berupaya meningkatkan kemampuan profesionalnya secara sendiri-sendiri dan/atau bersama-sama dengna jalan menambah ilmu pengetahuan. menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan lainnya. menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap individu. Bab 5. dan masyarakat. warna kulit.

Perawat yang professional akan bertanggung jawab atas semua bentuk tindakan klinis keperawatan atau kebidanan yang dilakukan dalam lingkup tugasnya. merencanakan pengembangan diri secara kreatif dan senantiasa berusaha meningkatkan kualitas kinerjanya. Untuk mempertahankannya. Tanggung jawab menunjukkan kewajiban. dimana mereka harus bekerja sesuai fungsi tugas yang dibebankan kepadanya. tetap ingat akan etika-etika keperawatan tersebut. Namun. Ini mengarah kepada kewajiban yang harus dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan secara professional. Selalu meningkatkan pengetahuan. guna memenuhi kepuasan pasen dan dirinya sendiri dalam pekerjaannya.bangsa. Yang perlu diperhatikan dari pelaksanaan tanggung jawab adalah memahami secara jelas tentang “uraian tugas dan spesifikasinya” serta dapat dicapai berdasarkan standar yang berlaku atau yang disepakati. SARAN Dalam setiap melakukan tindakan perawat dituntut untuk dapat bertindak secara mandiri maupun secara kolaborasi. Hal ini diperlukan agar mereka dapat mengidentifikasi elemen-elemen kritis untuk meningkatkan dan mengembangkan kinerja klinis mereka. 2. Konsep Etika Keperawatan Konsep Tanggung Jawab dan Akuntabilitas Profesi Keperawatan Jawab Tanggung Menempatkan kebutuhan pasen di atas kepentingan sendiri. Akontabilitas adalah mempertanggungjawabkan hasil Akontabilitas pekerjaan. Mencatat respon dan perkembangan pasen dengan lengkap dan benar merupakan salah satu tanggung jawab perawat dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini berarti perawat mempunyai tanggung jawab yang dilandasi oleh komitmen. 1. Melindungi hak pasen untuk memperoleh keamanan dan pelayanan yang berkualitas dari perawat. dan tanah air. perawat dan bidan hendaknya mampu dan selalu melakukan introspeksi serta arahan pada dirinya sendiri (self-directed). dimana . Tanggung jawab diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan kinerja yang ditampilkan guna memperoleh hasil pelayanan keperawatan atau kebidanan yang berkualitas tinggi. Manajer dan para staf harus memahami dengan jelas tentang fungsi tugas yang menjadi tanggung jawab masing-masing perawat dan bidan serta hasil yang ingin dicapai dan bagaimana mengukur kualitas kinerja stafnya. keahlian serta menjaga perilaku dalam melaksanakan tugasnya. Konsep Etika Keperawatan A.

setiap perawat sebagai anggota tim bertanggung jawab terhadap penugasan yang dilimpahkan kepadanya. Selanjutnya. B. Manajer ruangan (KARU) bertanggung jawab atas keputusannya terhadap pelaksanaan tugas-tugasnya. pendelegasian. mempunyai aspek bio-psiko–sosiokultural–spiritual. kesehatan. termasuk menyeleksi staf. sebagai pribadi yang utuh dan unik. Kepala ruangan wajib melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dari srafnya. (6) Memastikan ruang lingkup dalam proses pengambilan keputusan secara jelas. Falsafah Etika Keperawatan Keperawatan berpandangan bahwa manusia dan kemanusiaan merupakan titik sentral setiap upaya pembangunan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Manusia sebagai sistem terbuka yang selalu berinteraksi dan berespon terhadap . kewajiban dan kredibilitas profesinya. terutama mengarah pada kemampuan kinerja mereka masing-masing. Oleh karena itu pertanggungjawaban atas hasil asuhan keperawatan atau kebidanan mengarah langsung kepada praktisi itu sendiri. Perawat professional harus dapat mempertanggungjawabkan tindakan yang dilakukan dalam pencapaian tujuan asuhan keperawatan atau kebidanan kepada pasen. Manusia Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. masyarakat dan juga terhadap profesinya. (4) Menerapkan dan mempertahankan standar yang telah ditetapkan dan yang dikembangkan oleh organisasi. (5) Membina ketrampilan personal staf masing-masing. dan keperawatan seperti diuraikan di bawah ini: 1. Pada tingkat pelaksana sebagai perawat harus memiliki kewenangan dan otonomi (kemandirian) dalam pengambilan keputusan untuk tindakan yang akan mereka lakukan. lingkungan. karena berhubungan dengan tanggung jawab. (2) Mereka bertanggungjawab terhadap tindakan yang diambil untuk pasen dan keluarganya.“tindakan” yang dilakukan merupakan satu aturan profesional. Oleh karena itu. Kepekaan diperlukan terhadap hasil setiap tindakan yang dilakukannya. (3) Mengevaluasi praktek profesional dan para stafnya. Akontabilitas profesional mempunyai beberapa tujuan : (1) Perawat dan bidan harus mempertanggungjawabkan tindakannya kepada pasien. manajer dan organisasi tempat mereka bekerja. Bertolak dari pandangan ini disusun paradigma keperawatan yang terdiri atas empat konsep dasar yakni manusia. setiap perawat harus faham terhadap pertanggungjawaban atas tugas yang dibebankan kepadanya.

3. Sehat sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum adalah hak dan tanggung jawab setiap individu yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita Bangsa Indonesia. struktur dan fungsi tubuh. . Lingkungan internal meliputi aspek-aspek genetika. Manusia Indonesia adalah manusia yang beriman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. kultural. Sehat merupakan keadaan seimbang bio-psiko-sosio-spiritual yang dinamis yang memungkinkan individu untuk menyesuaikan diri sehingga dapat berfungsi secara optimal guna memenuhi kebutuhan dasar melalui aktifitas sehari-hari sesuai dengan tingkat tumbuh kembangnya. Selain itu manusia Indonesia merupakan manusia yang memiliki berbagai kultur yang bersifat unik dan memiliki berbagai keyakinan tentang sehat. baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Lingkungan Lingkungan adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia. kuratif. ketidakmampuan dan ketidakmauan. Respon yang tidak adekuat terhadap lingkungan dapat disebabkan oleh karena ketidaktahuan. merupakan sumber daya pembangunan yang berhak memiliki kemampuan untuk hidup sehat guna mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. baik faktor dari dalam diri (internal) maupun dari luar (eksternal).lingkungan. Dalam kehidupannya manusia mempunyai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi termasuk kebutuhan pengakuan harkat dan martabat untuk mencapai keseimbangan sesuai dengan tahap-tahap pertumbuhan perkembangan. sosial. mempunyai kemampuan untuk mempertahankan integritas diri melalui mekanisme adaptasi. Respon ini menyebabkan terganggunya individu untuk berfungsi optimal dalam pemenuhan kebutuhan dasar sesuai dengan tingkat tumbuh kembang. 2. sedangkan lingkungan eksternal meliputi lingkungan sekitar manusia baik lingkungan fisik. Sakit merupakan keadaan yang tidak seimbang antara bio-psiko-sosio-spiritual sebagai respon tubuh terhadap interaksinya dengan lingkungan. cara-cara memelihara dan mempertahankan kesehatan serta menanggulangi penyakit. dan psikologis. preventif. dan spiritual. sehingga akan memberikan respon yang berbeda-beda terhadap upaya pemenuhan kebutuhan dasar. Kondisi manusia dalam rentang sehat sakit merupakan bidang garapan keperawatan. biologis. Kesehatan Kesehatan adalah kondisi dinamis manusia dalam rentang sehat sakit yang merupakan hasil interaksi dengan lingkungan. Lingkungan internal dan eksternal akan mempengaruhi sikap dan perilaku manusia termasuk persepsinya tentang sehat sakit. dan rehabilitatif. Berkaitan dengan hal tersebut maka harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui upaya promotif.

baik sehat atau sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. serta kurangnya kemauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan hidup sehari-hari secara mandiri. berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif. akan mengakibatkan gangguan kesehatan atau terjadi pergeseran status kesehatan dalam rentang sehat sakit. Pelayanan keperawatan sebagai pelayanan profesional yang bersifat humanistis terintegrasi di dalam pelayanan kesehatan. C. keterbatasan pengetahuan. Perawat harus selalu mempertahankan filosofi keperawatan yang mengandung prinsip-prinsip etik dan moral yang tinggi sebagaimana perilaku memelihara dalam menjalin . diperlukan kemampuan untuk merespon secara adaptif terhadap pengaruh lingkungan agar dapat mempertahankan kesehatan. Etika Keperawatan Kerangka konsep dan dimensi moral dari suatu tanggung jawab dan akontabilitas dalam praktek klinis keperawatan dan kebidanan didasarkan atas prinsip-prinsip etika yang jelas serta diintegrasikan ke dalam pendidikan dan praktek klinis. berpedoman pada standar keperawatan. teknikal. Elemen dari hubungan ini dan nilai-nilai etiknya merupakan tantangan yang dikembangkan pada setiap sistem pelayanan kesehatan dengan berfokus pada sumber-sumber yang dimiliki. Hubungan perawat dengan pasien dipandang sebagai suatu tanggung jawab dan akuntabilitas terhadap pasien yang pada hakekatnya adalah hubungan memelihara (caring). keluarga. didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. Ketidakmampuan manusia merespon terhadap pengaruh lingkungan internal maupun eksternalnya. Asuhan keperawatan adalah suatu proses atau rangkaian kegiatan pada praktik keperawatan yang langsung diberikan kepada klien/pasien pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan. dilandasi etik dan etika keperawatan dalam lingkup wewenang serta tanggung jawabnya. Keperawatan Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Pelayanan keperawatan berupa bantuan yang diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental. ditujukan kepada individu. Oleh karena itu. dapat bersifat independen dan interdependen serta dilaksanakan dengan berorientasi kepada kebutuhan objektif klien. dan masyarakat.Manusia sebagai makhluk sosial mempunyai hubungan yang dinamis dengan lingkungannya dan tidak dapat dipisahkan dari lingkungan. 4. Perawat sebagai tenaga profesional yang mempunyai kemampuan baik intelektual. Asuhan keperawatan dilaksanakan menggunakan metodologi proses keperawatan. interpersonal dan moral bertanggung jawab dan berkewenangan melaksanakan pelayanan asuhan keperawatan.

Selanjutnya. standar praktik keperawatan yang ada di sebagian rumah sakit hanya bersifat mengikat ke dalam. .hubungan dengan pasien dan lingkungannya. kategori pendidikan yang menghasilkan tenaga keperawatan profesional diperoleh dari jenjang pendidikan tinggi yang ada saat ini yaitu Akademi Keperawatan (jenjang Diploma III) dan program pendidikan sarjana keperawatan/Ners. (3) Manajer Ruangan yang menyusun standar atau pedoman praktek yang berhubungan dengan pemberian obat (4) Direktur Rumah Sakit atau Puskesmas yang bertanggung jawab atas semua bentuk pelayanan di lingkungan organisasi tersebut. dia harus secara sportif (gentle) dan rendah hati (humble) berani mengakui kesalahannya. 23 Tahun 1992 telah memberikan pengakuan secara jelas terhadap tenaga keperawatan sebagai tenaga profesional sebagaimana pada Pasal 32 ayat (4). Hal ini dilakukan dalam proses interaksi perawat/klien. dan manusia adalah makhluk hidup yang sampai saat ini belum semua aspeknya terungkap melalui ilmu pengetahuan. Oleh karenanya. Sampai saat ini. yaitu etika profesi. ketika seorang perawat melakukan kesalahan dalam memberikan obat kepada pasen. pada ayat (4) disebutkan bahwa ketentuan mengenai standar profesi dan hakhak pasien sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. Pasal 53 ayat (1) dan ayat (2). Dengan demikian. tenaga keperawatan yang saat ini bekerja di tatanan pelayanan tidak memiliki standar baku sebagai pedoman dalam pemberian pelayanan keperawatan. Undang-undang No. D. Oleh karena itu. berarti pula perawat senantiasa dihadapkan pada kondisi pekerjaan yang penuh dengan risiko. perawat dituntut pada tingkat kemampuan profesional agar ia mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan memuaskan. Oleh karena objeknya adalah manusia dalam segala tingkatannya. Permasalahan dalam Profesi Keperawatan di Indonesia Perawat dihadapkan pada suatu situasi untuk mengidentifikasi sejauh mana kebutuhan dasar seseorang tidak terpenuhi dan berbagai upaya untuk membantu klien dalam memenuhi kebutuhan dasar. serta pelayanan/asuhan pada yang memerlukan berdasarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis tersebut dengan berpedoman pada filsafat moral yang diyakini. (2) dokter yang mendelegasikan tugas kepadanya. Tenaga keperawatan yang profesional ditandai dengan pengetahuan yang mendalam dan sistematis. Pada kasus ini dia harus mempertanggungjawabkan kepada: (1) pasien sebagai konsumen. peraturan tentang standar profesi belum ada. tetapi tidak ke luar secara hukum belum dapat dipertanggungj awabkan (karena akan ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah). Di Indonesia. Sebagai contoh. Sebagaimana dikemukakan bahwa keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang didasarkan atas ilmu dan kiat keperawatan: Hal ini bermakna bahwa pelayanan keperawatan yang profesional hanya dapat dimungkinkan bila tenaga keperawatan yang bertanggung jawab memberikan pelayanan keperawatan. keterampilan teknis dan kiat yang diperoleh melalui latihan lama dan teliti.

diskusi dan praktika. Proses belajar melalui kegiatan pembelajaran ceramah. perawat-perawat dan perawat dengan profesi lain. 20352 Nama Mata Kuliah : Etika Keperawatan Jumlah SKS : 2 SKS Teori Semester : III Mata Kuliah Prasarat : Deskripsi Mata Kuliah : Mata Kuliah ini menguraikan tentang etika umum. Serta bagaimana menyelesaikan dilema etik bersama pasien dan profesi lain sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya. hubungan perawat-pasien. Standar Kompetensi : Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu : . aturan dan sikap professional berdasarkan nilai-nilai moral dengan memandang hak dan martabat pasien sebagai manusia. prinsip.Kode etik keperawatan sebagai norma moral yang mengandung nilai luhur dijunjung tinggi oleh setiap tenaga keperawatan dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada kliennya SILABUS MATA KULIAH Program studi : D3 Keperawatan Kode Mata Kuliah : Kep. Juga menguraikan tentang kode etik profesi.

Memahami pentingnya etik dan moral sebagai landasan dalam pengambilan keputusan dan pemberian asuhan/pelayanan 3. . Memahami etika umum. 2. Memahami kode etik keperawatan 4. pentingnya etik dan moral sebagai landasan dalam pengambilan keputusan dan pemberian asuhan/pelayanan 3. Mengenal nilai-nilai esensial dalam praktek keperawatan profesional. nilai-nilai esensial dalam praktek keperawatan profesional. mengetahui pentingnya etik dan moral sebagai landasan dalam pengambilan keputusan dan pemberian asuhan/pelayanan 3. etika dan power / kekuatan dalam keperawatan. Pengalaman pembelajaran Materi Ajar 1.1. etik dan moral dalam pelayanan keperawatan secara profesional 2. nilai-nilai dasar dan moral dalam praktek klinis keperawatan 4. 3. Mengetahui nilainilai dasar dan moral dalam praktek klinis keperawatan 4. 2. moral sebagai peserta diharapkan dapat: landasan dalam 1. tanggung jawab dan tanggung gugat dalam keperawatan. Mengenal nilai-nilai esensial dalam praktek keperawatan profesional. Menerapkan prinsip etika keperawatan dalam asuhan keperawatan Kompetensi dasar Indikator Memahami etik dan Setelah menyelesaikan sesi ini. Mengerti dan memahami memberikan asuhan etik dan moral dalam keperawatan pelayanan keperawatan kepada pasen. Memahami kecenderungan dari etik keperawatan 5. Mengetahui nilai-nilai dasar dan moral dalam praktek klinis keperawatan 4. Memahami etika profesi keperawatan mencakup : ruang lingkup etika keperawatan. 1. secara profesional keluarga dan masyarakat. mengetahui pengertian etik dan moral dalam pelayanan keperawatan secara profesional 2.

Kode etik Profesi Keperawatan 4. Konsep etika Profesi Keperawatan islami 3. mengetahui standar keperawatan 3. peraturan pemerintah RI No 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan 2. Permasalahan dasa etika kesehatan 1. Pengertian Etika Profesi Keperawatan 2. Mengetahui Permasalahan dasar etika kesehatan Memahami landasan Setelah mengikuti perkuliahan hukum praktek mahasiswa diharapkan dapat: keperawatan mengetahui landasan hukum praktek keperawatan 1. Mengetahui kosep etika profesi keperawatan islami 3. mengetahui peraturan pemerintah RI No.Memahami konsep Setelah mengikuti perkuliahan dasar etika profesi mahasiswa diharapkan dapat: 1. mengetahu sumpah perawat 4. Mendiskusikan konsep etika Profesi Keperawatan islami 3. Undang Undang No. standar keperawatan 3. keperawatan Menjelaskan konsep etika profesi keperawatan 2. Mengetahui kode etik profesi keperawatan 4. mengetahui Undang Undang 1. 23 Tahun . sumpah perawat 4. Mendiskusikan Permasalahan dasar etika kesehatan 1. 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan 2. Mendiskusikan Pengertian Etika Profesi Keperawatan 2. Mengetahui Kode etik Profesi Keperawatan 4.

Mengetahui draft undang-undang praktek keperawatan Memahami Kode etik keperawatan Indonesia Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat : 1. Mendiskusikan Pengertian tanggung gugat perawat 4. Mendiskusikan Pengertian kode etik keperawatan 2. Menjelaskan etis keputusan etis beberapa  Mendiskusikan Kerangka  Penyelesaian masalah permasalahan pembuatan keputusan etis etis dasar etika  Mendiskusikan . Memahami maksud dan tujuan kode etik keperawatan di buat Memahami konsep Setelah mengikuti perkuliahan dasar tanggung mahasiswa diharapkan dapat : jawab dan tanggung 1. Mengetahui jenis tanggung gugat perawat 1. Mendiskusikan Pengertian tanggung jawab perawat 2. Membahas Macam / jenis tanggung jawab perawat 3. Macam / jenis tanggung gugat perawat Memahami masalah Setelah mengikuti perkuliahan etika bidang mahasiswa diharapkan dapat : kesehatan 1. Menjelaskan pengetian kode etik keperawatan 2. Memahami isi kode etik keperawatan 3. Kontens Kode etik keperawatan 3. Mengetahui pengertian tanggung gugat (acontability) 4. Maksud dan tujuan kode etik di buat 1. Pengertian tanggung gugat perawat 4. Pengertian tanggung jawab perawat 2. Macam / jenis tanggung jawab perawat 3. Mengetahui jenis tanggung jawab perawat 3. Pengertian kode etik keperawatan 2.No. Menjelaskan pengertian gugat perawat tanggung jawab perawat 2. 23 Tahun 1992 Tentang : Kesehatan 5. Mendiskusikan Kontens Kode etik keperawatan 3. Mendiskusikan Macam / jenis tanggung gugat perawat 1992 Tentang : Kesehatan 5. Mendiskusikan Maksud dan tujuan kode etik di buat 1. draft undangundang praktek keperawatan 1. Menjelaskan  Mendiskusikan  Permasalahan etika Permasalahan etika dalam dalam bidang kesehatan bidang kesehatan  Beberapa  Mendiskusikan Beberapa permasalahan dasar etika permasalahan permasalahan dasar etika kesehatan etika dalam kesehatan  Teori dasar pembuatan bidang kesehatan  Mendiskusikan Teori keputusan etis dasar pembuatan keputusan  Kerangka pembuatan 2.

Mendiskusikan Upaya pencegahan malpraktek dalam pelayanan kesehatan 4. Mengetahui pencegahan malpraktek dalam pelayanan kesehatan 4. Prinsip Keadilan (justice) 4. Upaya menghadap tuntutan hukum Memahami Peran perawat dalam penyelesaian masalah legal Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat : 1. Mendiskusikan Upaya pencegahan dalam menghadapi tuntutan malpraktek 3.mahasiswa diharapkan dapat : masalah legal (mal 1. Mengetahui upaya menghadapi tuntutan hukum Penyelesaian masalah etis 1. Mendiskusikan Prinsip otonomi 2. Menjelaskan Prinsip moral dalam menyelesaiakan masalah etik 2.kesehatan 3. Upaya pencegahan dalam menghadap tuntutan malpraktek 3. Mendiskusikan Prinsip Nonmalefisien 1. Upaya pencegahan malpraktek dalam pelayanan kesehatan 4. Mendiskusikan Prinsip Keadilan (justice) 4. Prinsip otonomi 2. Prinsip Nonmalefisien 5. Langkah-langkah penyelesaian masalah / dilema etik 1. Mendiskusikan Pembuktian mal praktek secara langsung dan tidak langsung 2. Mengetahui kerangka pembuatan keputusan etis 5. Mendiskusikan Prinsip Benefisiensi 3. Prinsip Veracity (kejujuran) . Pembuktian mal praktek secara langsung dan tidak langsung 2. Prinsip Benefisiensi 3. Mengetahui teori dasar pembuatan keputusan etis 4. Mengetahui pencegahan dalam menghadapi tuntutan malpraktek 3. Menidskusikan Upaya menghadapi tuntutan hukum 1. Menjelaskan pembuktian praktek dan malpraktek dalam negligence) kesehatan termasuk empat unsur dalam hukum. 2. Mengetahui penyelesaian masalah etisn Memahami Setelah mengikuti perkuliahan penyebab masalah.

termasuk penampilan diri serta keputusan yang diambil dalam merespon situasi yang muncul. Sikap etis profesional yang kokoh dari setiap perawat atau bidan akan tercermin dalam setiap langkahnya. Prinsip Fidelity 7. Mendiskusikan Prinsip Veracity (kejujuran) 6. Mendiskusikan Prinsip Fidelity 7. Mendiskusikan Prinsip Kerahasiaan (confidentiality) 8. Etika merupakan aplikasi atau penerapan teori tentang filosofi moral kedalam situasi nyata dan berfokus pada prinsip-prinsip dan konsep yang membimbing manusia berpikir dan bertindak dalam kehidupannya yang dilandasi oleh nilai-nilai yang dianutnya. Mendiskusikan Prinsip Akuntabilitas (accountability) 9. kebajikan atau kejahatan yang berhubungan dengan perilaku. Hal ini merupakan tantangan bagi profesi keperawatan dan kebidanan dalam mengembangkan profesionalisme selama memberi pelayanan yang berkualitas. Oleh karena itu pemahaman yang mendalam tentang etika dan moral serta penerapannya menjadi bagian yang sangat penting dan mendasar dalam memberikan asuhan keperawatan atau kebidanan dimana nilai-nilai pasen selalu menjadi pertimbangan dan dihormati. Kualitas pelayanan yang tinggi memerlukan landasan komitmen yang kuat dengan basis pada etik dan moral yang tinggi. Mendiskusikan Langkah-langkah penyelesaian masalah 6. ETIKA. Prinsip Akuntabilitas (accountability) 9. Prinsip Kerahasiaan (confidentiality) 8.5. Langkah-langkah penyelesaian masalah Kode Etik Keperawatan KODE ETIK DAN MORAL DALAM PRAKTEK KEPERAWATAN ATAU KEBIDANAN PENDAHULUAN Peningkatan pengetahuan dan teknologi yang sedemikian cepat dalam segala bidang serta meningkatnya pengetahuan masyarakat berpengaruh pula terhadap meningkatnya tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan kesehatan termasuk pelayanan keperawatan atau kebidanan. . Banyak pihak yang menggunakan istilah etik untuk mengambarkan etika suatu profesi dalam hubungannya dengan kode etik profesional seperti Kode Etik PPNI atau IBI. MORAL DAN NILAI-NILAI Pengertian: Etik merupakan suatu pertimbangan yang sistematis tentang perilaku benar atau salah.

Justice (Keadilan): Menjunjung tinggi moral dan prinsip-prinsip legal termasuk objektifitas. “The American Association Colleges of Nursing” melaksanakan suatu proyek termasuk didalamnya mengidentifikasi nilai-nilai esensial dalam praktek keperawatan profesional. ajaran agama. kejujuran. biasanya merujuk pada standar personal tentang benar atau salah. Aesthetics (keindahan): Kualitas obyek suatu peristiwa atau kejadian. kejujuran. lingkungan keluarga. yaitu: 1. seseorang memberikan kepuasan termasuk penghargaan. Moral hampir sama dengan etika. 2. Untuk memahami perbedaan nilai-nilai kehidupan ini sangat tergantung pada situasi dan kondisi dimana mereka tumbuh dan berkembang. hukum. sekolah. kebaikan. integritas. imajinasi.Nilai-nilai (values) adalah suatu keyakinan seseorang tentang penghargaan terhadap suatu standar atau pegangan yang mengarah pada sikap/perilaku seseorang. Altruism (mengutamakan orang lain): Kesediaan memperhatikan kesejahteraan orang lain termasuk keperawatan atau kebidanan. (2) Moralitas diperoleh dari keluarga. Nilai-nilai ini diperoleh dan berkembang melalui informasi. dimana individu belajar tentang nilai-nilai yang baik atau buruk melalui observasi perilaku keluarga. moralitas. Equality (kesetaraan): Memiliki hak atau status yang sama termasuk penerimaan dengan sikap asertif. PENGEMBANGAN DAN TRANSMISI NILAI-NILAI Individu tidak lahir dengan membawa nilai-nilai (values). 5. Human dignity (Martabat manusia): Berhubungan dengan penghargaan yang lekat terhadap martabat manusia sebagai individu termasuk didalamnya kemanusiaan. (3) Sesuka hati adalah proses dimana adaptasi nilai-nilai ini kurang terarah dan sangat tergantung kepada nilai-nilai yang ada di dalam diri seseorang dan memilih serta mengembangkan sistem nilai-nilai tersebut menurut kemauan mereka sendiri. Truth (Kebenaran): Menerima kenyataan dan realita. disiplin serta kebebasan dalam pengarahan diri sendiri. sensitifitas dan kepedulian. kreatifitas. arahan. termasuk akontabilitas. 3. harga diri dan toleransi 4. dan konflik internal . Freedom (Kebebasan): memiliki kapasitas untuk memilih kegiatan termasuk percaya diri. Nilai-nilai tersebut diambil dengan berbagai cara antara lain: (1) Model atau contoh. teman sejawat dan masyarakat lingkungannya dimana dia bergaul. Hal ini sangat penting untuk mengenal antara etika dalam agama. atau tidak adanya bimbingan atau pembinaan sehingga dapat menimbulkan kebingungan. dan institusi tempatnya bekerja dan memberikan ruang dan waktu atau kesempatan kepada individu untuk mempertimbangkan nilai-nilai yang berbeda. sahabat. Mereka belajar dari keseharian dan menentukan tentang nilai-nilai mana yang benar dan mana yang salah. Sistem nilai dalam suatu organisasi adalah rentang nilai-nilai yang dianggap penting dan sering diartikan sebagai perilaku personal. komitmen. harapan. pertimbangan dan penghargaan penuh terhadap kepercayaan. Perkumpulan ini mengidentifikasikan 7 nilai-nilai esensial dalam kehidupan profesional. 6. serta budaya sepanjang perjalanan hidupnya. 7. adat dan praktek profesional NILAI-NILAI ESENSIAL DALAM PROFESI Pada tahun 1985. keunikan dan reflektifitas yang rasional. Hal ini lebih sering disebabkan karena kurangnya pendekatan. dorongan dan keadilan serta kewajaran. kedermawanan atau kemurahan hati serta ketekunan.

(4) Penghargaan dan Sanksi. Disamping itu. Hal ini merupakan nilai-nilai positif yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari dan dalam masyarakat luas. 1983). asuhan yang diberikan bukan hanya karena martabat seseorang tetapi hendaknya perlakuan yang diberikan mempertimbangkan sebagaimana kita ingin diperlakukan. Bila dibicarakan dengan sejawat atau pasen dan ternyata tidak sejalan. Perlakuan yang biasa diterima seperti: mendapatkan penghargaan bila menunjukkan perilaku yang baik. dan sebaliknya akan mendapat sanksi atau hukuman bila menunjukkan perilaku yang tidak baik. maka seseorang merasa terjadi sesuatu yang kontradiktif dengan prinsip-prinsip yang dianutnya yaitu. Semakin disadari nilai-nilai profesional maka semakin timbul nilai-nilai moral yang dilakukan serta selalu konsisten untuk mempertahankannya. (5) Tanggung jawab untuk memilih. (3) Keyakinan bahwa penghormatan terhadap martabat seseorang akan merupakan konsekuensi terbaik bagi semua masyarakat. (2) Dapat mempertahankan nilai-nilai tersebut bila ada seseorang yang tidak bersedia memperhatikan martabat manusia sebagaimana mestinya. adanya dorongan internal untuk menggali nilai-nilai tertentu dan mempertimbangkan konsekuensinya untuk diadaptasi. Hal ini disebabkan karena pasen kurang . Tindakan (1) Gabungkan nilai-nilai tersebut kedalam kehidupan atau pekerjaan sehari-hari. klarifikasi nilai-nilai merupakan suatu proses dimana kita perlu meningkatkan serta konsisten bahwa keputusan yang diambil secara khusus dalam kehidupan ini untuk menghormati martabat manusia.bagi individu tersebut. Perawat/bidan bisa menjadi sangat frustrasi bila membimbing atau memberikan konsultasi kepada pasen yang mempunyai nilai-nilai dan perilaku kesehatan yang sangat rendah. PELAKSANAAN ETIK DAN MORAL DALAM PELAYANAN KLINIS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Aplikasi dalam praktek klinis bagi perawat/bidan diperlukan untuk menempatkan nilainilai dan perilaku kesehatan pada posisinya. Klarifikasi nilai-nilai mempunyai manfaat yang sangat besar didalam aplikasi keperawatan dan kebidanan. (2) Perbedaan dalam kenyataan hidup selalu ada perbedaan-perbedaan. Pilihan: (1) Kebebasan memilih kepercayaan serta menghargai keunikan bagi setiap individu. sehingga timbul rasa sensitif atas tindakan yang dilakukan. Oleh karena itu. adanya dukungan dan bimbingan dari seseorang yang akan menyempurnakan perkembangan sistem nilai dirinya sendiri. Hal ini merupakan proses yang memungkinkan seseorang menemukan sistem perilakunya sendiri melalui perasaan dan analisis yang dipilihnya dan muncul alternatif-alternatif. (2) Upayakan selalu konsisten untuk menghargai martabat manusia dalam kehidupan pribadi dan profesional. Ada tiga fase dalam klarifikasi nilai-nilai individu yang perlu dipahami oleh perawat dan bidan. penghargaan terhadap martabat manusia yang tidak terakomodasi dan sangat mungkin kita tidak lagi merasa nyaman. apakah pilihan–pilihan ini yang sudah dianalisis secara rasional atau merupakan hasil dari suatu kondisi sebelumnya (Steele&Harmon. KLARIFIKASI NILAI-NILAI (VALUES) Klarifikasi nilai-nilai merupakan suatu proses dimana seseorang dapat mengerti sistem nilai-nilai yang melekat pada dirinya sendiri. Penghargaan: (1) Merasa bangga dan bahagia dengan pilihannya sendiri (anda akan merasa senang bila mengetahui bahwa asuhan yang anda berikan dihargai pasen atau klien serta sejawat) atau supervisor memberikan pujian atas keterampilan hubungan interpersonal yang dilakukan.

Bersenang-senang dalam kesendirian (berpikir. Ketika kondisinya telah mulai pulih perawat berusaha mengadakan pendekatan untuk mempersiapkannya untuk pulang. Dalam hal ini. misalnya stress yang berkepanjangan dapat mengganggu kesehatan dan mengganggu aktifitasnya. Perilaku yang etis mencapai puncaknya bila perawat atau bidan mencoba dan mencontoh perilaku pengambilan keputusan yang etis untuk membantu memecahkan masalah etika. maka sarankan kepadanya memilih secara bebas nilai-nilai kunci yang dianutnya. dan anda menyatakan ingin mulai menggunakan waktu demi kesehatan anda”. maka hal ini menunjukkan tanda positif. main bola atau berenang. Memilih: Setelah menggali aspek-aspek berdampak terhadap kesehatan pasen. Pertanyaannya. Sebagai ilustrasi dapat dicontohkan kasus sebagai berikut: Seorang pengusaha yang sangat sukses dan mempunyai akses di luar dan dalam negeri sehingga dia menjadi sibuk sekali dalam mengelola usahanya. dengan mengikuti klarifikasi nilai-nilai sebagai berikut: 1. Menonton televisi. Bila dia memilih masalah kesehatannya. 2. 4. Pertama-tama yang dilakukan oleh perawat/bidan adalah berusaha membantu pasen untuk mengidentifikasi nilai-nilai dasar kehidupannya sendiri. Melakukan aktifitas seperti: mendaki gunung. 5. dan berlanjut pada diskusi formal maupun informal dengan sejawat atau teman. 6. anda akan menemukan cara kehidupan yang berbeda. Akibat kesibukannya dia sering lupa makan sehingga terjadi perdarahan lambung yang menyebabkan dia perlu dirawat di rumah sakit. Tindakan: Berikan bantuan kepada pasen untuk merencanakan kebiasaan baru yang konsisten setelah memahami nilai-nilai pilihannya. mendengarkan musik atau membaca). “Apakah tiga hal yang paling penting dalam kehidupan bapak dari daftar dibawah ini ?” Pasen diminta untuk memilih atas pertanyaan berikut: 1. Selain itu dia juga perokok berat sebelumnya. Minta kepada pasen untuk memikirkan suatu cara bagaimana nilai tersebut dapat masuk dalam kehidupan sehari-hari. perawat atau bidan seringkali menggunakan dua pendekatan: yaitu pendekatan . Pengetahuan tentang perilaku etis dimulai dari pendidikan perawat atau bidan. Kata-kata yang perlu diucapkan perawat/bidan kepada pasennya: “Bila anda pulang. Penghargaan: Berikan dukungan untuk memperkuat keinginan pasen dan promosikan nilai-nilai tersebut dan bila memungkinkan dapatkan dukungan dari keluarganya. Langkah berikutnya adalah mengajaknya untuk mendiskusikan prioritas yang dibuat berdasarkan nilai-nilai yang dianutnya. 3. Meluangkan waktu bersama keluarga. 2. karena pembicaraan akhirnya mengarah pada keberhasilan serta kesuksesannya dalam bisnis. karena dia sangat menghargai kesehatan anda. Namun perawat menjadi kecewa. Membantu dengan sukarela untuk kepentingan orang lain. 3.memperhatikan status kesehatannya. Kendati demikian upaya tersebut harus selalu dilakukan dan kali ini perawat menyusun list pertanyaan dan mengajukannya kepada pasen tersebut. PERILAKU ETIS PROFESIONAL Perawat atau bidan memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan asuhan yang berkualitas berdasarkan standar perilaku yang etis dalam praktek asuhan profesional. Contoh: istri dan anak anda pasti akan merasa senang bila anda memutuskan untuk berhenti merokok serta mengurangi kegiatan bisnis anda. Menggunakan waktunya untuk bekerja.

empati. Karakteristik perspektif dari asuhan meliputi : (1) Berpusat pada hubungan interpersonal dalam asuhan. Contoh. Hal ini dapat mengurangi perhatian perawat atau bidan terhadap sesuatu yang penting dalam etika. sebagaimana dilakukan sepanjang kehidupannya sebagai perawat atau bidan. (2) Meningkatkan penghormatan dan penghargaan terhadap martabat klien atau pasen sebagai manusia. (4) Keadilan menjelaskan tentang manfaat dan resiko yang dihadapi. seorang ibu yang memerlukan biaya untuk pengobatan progresif bagi bayinya yang lahir tanpa otak dan secara medis dinyatakan tidak akan pernah menikmati kehidupan bahagia yang paling sederhana sekalipun. Pendekatan Berdasarkan Asuhan Ketidakpuasan yang timbul dalam pendekatan berdasarkan prinsip dalam bioetik mengarahkan banyak perawat atau bidan untuk memandang “care” atau asuhan sebagai fondasi dan kewajiban moral. Asuhan juga memiliki tradisi memberikan komitmen utamanya terhadap pasen dan belakangan ini mengklaim bahwa advokasi terhadap pasen merupakan salah satu peran yang sudah dilegimitasi sebagai peran dalam memberikan asuhan keperawatan/kebidanan. Perawat atau bidan yang memiliki komitmen tinggi dalam mempraktekkan keperawatan profesional dan tradisi tersebut perlu mengingat hal-hal sbb: (1) Pastikan bahwa loyalitas staf atau kolega agar tetap memegang teguh . dan menerima kenyataan.1993). Di sini terlihat adanya kebutuhan untuk tetap menghargai otonomi si ibu akan pilihan pengobatan bayinya. perasaan kasihsayang. tetapi dilain pihak masyarakat berpendapat akan lebih adil bila pengobatan diberikan kepada bayi yang masih memungkinkan mempunyai harapan hidup yang besar. (Taylor. Advokasi adalah memberikan saran dalam upaya melindungi dan mendukung hak-hak pasen. Hal ini tentu sangat mengecewakan karena tidak ada satu metoda pun yang mudah dan aman untuk menetapkan prinsip-prinsip mana yang lebih penting. Perspektif asuhan memberikan arah dengan cara bagaimana perawat/bidan dapat membagi waktu untuk dapat duduk bersama dengan pasen atau sejawat.berdasarkan prinsip dan pendekatan berdasarkan asuhan keperawatan /kebidanan. bila terjadi konflik diantara kedua prinsip yang berlawanan. kepedulian. Hal tersebut merupakan suatu kewajiban moral bagi perawat atau bidan. (3) Mau mendengarkan dan mengolah saran-saran dari orang lain sebagai dasar yang mengarah pada tanggung-jawab profesional. Beauchamp Childress (1994) menyatakan empat pendekatan prinsip dalam etika biomedik antara lain. Dilema etik muncul ketika ketaatan terhadap prinsip menimbulkan penyebab konflik dalam bertindak. hasilnya terkadang lebih membingungkan. Hubungan perawat/bidan dengan pasen merupakan pusat pendekatan berdasarkan asuhan. dimana memberikan langsung perhatian khusus kepada pasen. Pendekatan Berdasarkan Prinsip Pendekatan berdasarkan prinsip. (4) Mengingat kembali arti tanggungjawab moral yang meliputi kebajikan seperti: kebaikan. Umumnya. (3) Bersedia dengan murah hati memberikan sesuatu yang bermanfaat dengan segala konsekuensinya. pendekatan berdasarkan prinsip dalam bioetik. dalam menemukan kepastian tentang dua sistem pendekatan etika yang dilakukan yaitu pendekatan berdasarkan prinsip dan asuhan. sering dilakukan dalam bio etika untuk menawarkan bimbingan untuk tindakan khusus. (1) Sebaiknya mengarah langsung untuk bertindak sebagai penghargaan terhadap kapasitas otonomi setiap orang: (2) Menghindarkan berbuat suatu kesalahan. merupakan suatu kewajaran yang dapat membahagiakan bila diterapkan berdasarkan etika.

pusdiknakes. KESIMPULAN Dalam upaya mendorong profesi keperawatan dan kebidanan agar dapat diterima dan dihargai oleh pasien. Revisi kurikulum ini dilakukan dalam rangka melaksanakan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor. masyarakat atau profesi lain.id/data/kurikulum/kbkd3. G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web. Dengan demikian perawat atau bidan yang menerima tanggung jawab. Diharapkan kurikulum ini dapat menjadi pedoman bagi mahasiswa. 239/U/1999 tanggal 4 Oktober 1999. (3) Kepedulian mengevaluasi terhadap kemungkinan adanya klaim otonomi dalam kesembuhan pasen. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada tim revisi kurikulum dan kami tetap mengharapkan masukan-masukan dari semua pihak pengguna kurikulum agar dimasa depan kualitas pendidikan Diploma III Keperawatan dapat ditingkatkan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan masyarakat baik pada tingkat Nasional maupun Internasional. melaksanakan advokasi. maka mereka harus memanfaatkan nilainilai keperawatan / kebidanan dalam menerapkan etika dan moral disertai komitmen yang kuat dalam mengemban peran profesionalnya. akan berdampak terhadap peningkatan kualitas asuhan keperawatan atau kebidanan. perawat atau bidan harus memberikan informasi yang akurat. keadaan tersebut akan dapat memberi jaminan bagi keselamatan pasen.232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. dapat melaksanakan asuhan keperawatan atau kebidanan secara etis profesional. Pendidikan Diploma III Keperawatan merupakan salah satu pendidikan tinggi Keperawatan yang mempunyai tujuan menghasilkan tenaga Perawat Profesional Pemula dengan sebutan Ahli Madya Keperawatan.komitmen utamanya terhadap pasen. Untuk melaksanakan proses pendidikan sangat diperlukan kurikulum sebagai pedoman dan arah dalam interaksi mahasiswa dengan seluruh sumber-sumber belajar sehingga dapat dicapai kualitas lulusan yang handal. KATA PENGANTAR Puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa ”Kurikulum Program Pendidikan Diploma III Keperawatan” telah selesai disempurnakan. Bila menghargai otonomi. Sikap etis profesional berarti bekerja sesuai dengan standar. . Berikut ini adalah versi HTML dari berkas http://www. (2) berikan prioritas utama terhadap pasen dan masyarakat pada umumnya. penghormatan terhadap hak-hak pasen. dosen serta pengelola institusi pendidikan dalam menyelenggarakan seluruh kegiatan pendidikan di institusi Pendidikan Diploma III Keperawatan yang sesuai dengan peran dan fungsi serta kompetensi yang ditetapkan.doc. menghormati dan mendukung hak pasien dalam mengambil keputusan. Kurikulum ini merupakan revisi dari Kurikulum Nasional Program D-III Keperawatan yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor.or.

......... ............................. Falsafah............................9 BAB IV : KOMPETENSI D III KEPERAWATAN........... SKM NIP.........................................................................13 BAB V : PENGELOMPOKAN MATA KULIAH DAN STRUKTUR PROGRAM A............................................. 140 086 117 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ........7 BAB III : PERAN DAN FUNGSI PERAWAT PROFESIONAL PEMULA.............................................7 E......... Visi. 1 BAB II : KERANGKA KONSEP KURIKULUM PENDIDIKAN DIPLOMA III KEPERAWATAN A...................................................................... April 2006........ ...... An..............Jakarta...................................................................... Tujuan ........ Kerangka Pengorganisasian Kurikulum................. ii BAB I : PENDAHULUAN ....................................4 C. ............................................................... i DAFTAR ISI ................4 B......................... Misi........ Pengelompokan Mata .................................................................. ....... ................................................................................................ Menteri Kesehatan RI Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Dr.......... Muharso.4 D......

.......... Penyelenggaraan pendidikan pada program Pendidikan Diploma IIII Keperawatan mempergunakan kurikulum Nasional Program Diploma III Keperawatan yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional dengan surat Keputusan No : 239/ U/ 1999 tanggal 4 Oktober 1999................ Kurikulum Nasional disusun berlandaskan pada Visi......... ............................................................................... 125 BAB I PENDAHULUAN Berdasarkan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa untuk mewujudkan derajat Kesehatan yang optimal bagi masyarakat diadakan upaya kesehatan mencakup upaya peningkatan kesehatan ( promotif )........ ........................................... BAB IIX : PENUTUP . Tenaga Kesehatan bertugas menyelenggarakan atau melakukan kegiatan pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai dengan bidang keahlian dan atau kewenangannya.............. penyembuhan penyakit ( Kuratif ) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif ) yang dilaksanakan secara menyeluruh...............Kuliah............. terpadu dan berkesinambungan dan dilaksanakan bersama antara pemerintah dan masyarakat yang didukung oleh sumber daya kesehatan termasuk tenaga kesehatan................ .... Misi dari Pendidikan Diploma III Keperawatan.... Struktur Program......................... 22 24 28 121 B....... pencegahan penyakit ( preventif ).............. BAB VI : GARIS BESAR MATA KULIAH.......... salah satu diantaranya adalah Perawat Profesional Pemula yang kompeten dihasilkan melalui proses pendidikan di institusi pendidikan Diploma III Keperawatan yang diharapkan dapat berperan serta dalam memandirikan dan menggerakkan masyarakat untuk mencapai hidup sehat................ BAB VII : PEDOMAN IMPLEMENTASI............

jumlah dan kualifikasi dosen. PENGERTIAN Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu (Kepmendiknas 045/U/2002) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi (Kepmendiknas 232/U/2000) Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah kurikulum yang dikembangkan berdasarkan pada kemampuan atau tindakan cerdas penuh tanggung jawab dari profesi tertentu dalam melaksanakan tugasnya di tempat kerja( Standar Kompetensi) Empat Pilar(The Four Pillars of UNESCO) yang mendasari Kepmendiknas no 232/U/2000 adalah seseorang yang kompeten harus dapat memenuhi persyaratan : . Diharapkan revisi kurikulum ini dapat menyempurnakan kurikulum Pendidikan Diploma III Keperawatan dan dijabarkan kedalam kurikulum inti dan kurikulum institusional serta rancangan pembelajaran untuk mencapai kompentensi yang diharapkan dan tergambar pada struktur program tiap semester sehingga berdampak pada strategi pembelajaran. mempergunakan berbagai sumber acuan yaitu Famework Standar Kompetensi International Council of Nurses (ICN). Standar Kompetensi Perawat Indonesia yang dikembangkan oleh PPNI dan hasil penerapan Sister School Program (SSP ) Keperawatan serta berbagai nara sumber pada tatanan pelayanan kesehatan dan dari Departemen Pendidikan Nasional .Falsafah Keperawatan yang mencakup konsep manusia. kesehatan. organisasi kurikulum yang mengarahkan jalannya program pendidikan. Selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/ U / 2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa dan Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi dan dengan adanya tuntutan kebutuhan masyarakat pengguna lulusan dan kecenderungan era globalisasi maka perlu diadakan revisi kurikulum Nasional Pendidikan Diploma III Keperawatan terutama pada pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dan pengelompokan Mata Kuliah berdasarkan lima (5) pilar pembelajaran. tujuan program pendidikan dan tujuan institusi. fasilitas dan sarana prasarana yang diperlukan dalam pengelolaan pembelajaran. Dalam melakukan revisi kurikulum dilaksanakan berdasarkan hasil analisis kebutuhan pengguna lulusan. lingkungan dan keperawatan serta berorientasi pada kaidah – kaidah pendidikan tinggi nasional.

Bertolak dari pandangan ini disusun paradigma keperawatan yang terdiri atas empat konsep dasar yaitu Manusia. kesehatan dan keperawatan seperti yang diuraikan dibawah ini: 1. sebagai pribadi yang utuh dan unik. 4. MISI Mempersiapkan perawat profesional pemula yang kompeten secara intelektual dan tanggung jawab sosial dan bersahabat dalam memenuhi kebutuhan kesehatan/keperawatan bagi individu. saling menghormati dan menghargai nilai-nilai pluralisme. keluarga. Kemampuan penguasaan ilmu dan keterampilan ( know how and know why ). VISI Menghasilkan tenaga keperawatan profesional pemula yang kompeten dan mampu bersaing secara nasional dan internasional B. dan kedamaian (to live together) BAB II KERANGKA KONSEP KURIKULUM PENDIDIKAN DIPLOMA III KEPERAWATAN A. 2. kelompok dan masyarakat. lingkungan.1. Landasan kemampuan pengembangan kepribadian. menilai dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab(To be). Manusia adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. FALSAFAH Keperawatan meyakini bahwa manusia dan kemanusiaan merupakan titik sentral setiap upaya pembangunan dengan menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan sesuai Pancasila dan Undang – undang Dasar 1945. dan kemampuan berkarya ( know to do) 3. . C. Dapat hidup bermasyarakat dengan bekerjasama.psiko-sosio-kultural-spiritual. Manusia. Kemampuan mensikapi dan berperilaku dalam berkarya sehingga dapat mandiri. mempunyai aspek bio.

ketidakmauan dan ketidakmampuan. Oleh karena itu harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui upaya promotif. merupakan sumber daya pembangunan yang berhak memiliki kemampuan untuk hidup sehat guna mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Manusia Indonesia adalah manusia yang beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Sehat sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum adalah hak dan tanggung jawab setiap individu yang harus diwujudkan sesuai dengan cita – cita bangsa Indonesia seperti dimaksudkan dalam pembukaan UUD 1945. . 3. Lingkungan. Disamping itu manusia Indonesia adalah manusia yang memiliki berbagai kultur yang bersifat unik dan memiliki berbagai keyakinan tentang sehat sehingga akan memberikan respon yang berbeda – beda terhadap upaya pemenuhan kebutuhan dasarnya secara mandiri baik dalam kondisi sehat maupun sakit. Dalam kehidupan manusia mempunyai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi termasuk kebutuhan pengakuan harkat dan martabat untuk mencapai keseimbangan sesuai dengan tahap tumbuh kembang. Sehat merupakan keadaan seimbang bio-psiko-sosio-spiritual yang dinamis yang memungkinkan individu untuk menyesuaikan diri sehingga dapat berfungsi secara optimal guna memenuhi kebutuhan dasar melalui aktifitas hidup sehari – hari sesuai dengan tingkat tumbuh dan kembangnya. 2. Kesehatan. baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal.Manusia sebagai sistem terbuka yang selalu berinteraksi dan berespon terhadap lingkungan. Respon ini menyebabkan terganggunya individu untuk berfungsi optimal dalam pemenuhan kebutuhan dasar sesuai dengan tingkat tumbuh kembang. Kondisi manusia dalam rentang sehat sakit merupakan bidang pelayanan keperawatan. kuratif dan rehabilitatif. Respon yang tidak adekuat terhadap lingkungan dapat disebabkan oleh karena ketidaktahuan. preventif. Kesehatan adalah kondisi dinamis manusia dalam rentang sehat sakit yang merupakan hasil interaksi dengan lingkungan. mempunyai kemampuan untuk mempertahankan integritas diri melalui mekanisme adaptasi. Sakit merupakan keadaan yang tidak seimbang antara bio-psiko-sosiospiritual manusia sebagai respon tubuh dalam berinteraksi dengan lingkungan.

kultural dan spiritual. Lingkungan internal meliputi aspek – aspek genetika. 4. Keperawatan Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif. baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. cara – cara memelihara dan mempertahankan kesehatan serta menanggulangi penyakit.sosial. Ketidakmampuan manusia merespon terhadap pengaruh lingkungan internal maupun eksternal. . keterbatasan pengetahuan. dilandasi etik dan etika keperawatan dalam lingkup wewenang serta tanggung jawabnya. berpedoman pada standar keperawatan. Pelayanan keperawatan berupa bantuan yang diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental.Lingkungan adalah faktor – faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia baik faktor dari dalam diri ( internal ) maupun dari luar ( eksternal ). Oleh karena itu diperlukan kemampuan untuk merespon secara adaptif terhadap pengaruh lingkungan agar dapat mempertahankan derajat kesehatannya. keluarga kelompok dan masyarakat. Lingkungan internal dan eksternal akan mempengaruhi sikap dan perilaku manusia termasuk persepsinya tentang sehat sakit. kelompok/komunitas dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai lingkup dan tanggung jawabnya. Sedangkan lingkungan eksternal meliputi lingkungan sekitar manusia baik lingkungan fisik. keluarga.biologik. serta kurangnya kemauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan hidup sehari – hari secara mandiri. Asuhan keperawatan adalah suatu proses atau rangkaian kegiatan pada praktek keperawatan yang langsung diberikan kepada pasien pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan.struktur dan fungsi tubuh dan psikologis. Asuhan keperawatan dilaksanakan menggunakan metodologi pemecahan masalah melalui pendekatan proses keperawatan. Manusia sebagai mahluk sosial mempunyai hubungan yang dinamis dengan lingkungannya dan tidak dapat dipisahkan dari lingkungan. Praktek keperawatan adalah tindakan mandiri perawat professional melalui kerjasama dengan pasien baik individu. ditujukan kepada individu. akan mengakibatkan gangguan kesehatan atau pergeseran status kesehatan dalam rentang sehat sakit.

2006). Skills. organisasi. teknikal.B. keluarga. Memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kewenangannya 2. Pengetahuan Keperawatan (Nursing Knowledge) adalah kumpulan. Values. independen dan interdependen serta dilaksanakan dengan berorientasi kepada kebutuhan objektif pasien. memahami. TUJUAN Menghasilkan perawat profesional pemula yang kompeten dalam : 1. sikap etis profesional dalam rangka mempersiapkan perawat yang kompeten dan bersahabat dan mampu memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. kelompok dan komunitas dapat mandiri dalam memelihara kesehatannya sehingga mampu berfungsi secara optimal. menghubungkan. yang menetapkan ikatan moral benar atau salah dalam berfikir. Nilai (Values) adalah kumpulan keyakinan-keyakinan.bertanggungjawab dalam melaksanakan pelayanan asuhan keperawatan sesuai dengan kewenangan dan aturan yang berlaku. Keterampilan (Skills) adalah kegiatan-kegiatan yang meliputi domain kognitif dan psikomotor yang mengoperasionalkan pengetahuan keperawatan. memprediksi. Mengembangkan kemampuan profesional secara terus menerus E. Perawat sebagai tenaga profesional pemula mempunyai kemampuan baik intelektual. Kerangka kerja ini harus dianalisis adakah hubungannya dengan misi dan falsafah kependidikan keperawatan meliputi kegiatan pembelajaran. . Makna (Meaning) adalah konteks. dan perilaku yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan sepanjang hidup. dan proses berubah. dan pengalaman. Berperanserta dalam penelitian keperawatan dan menggunakan hasil penelitian dalam asuhan keperawatan 4.B. bersikap. tujuan dari bahasa. Pelayanan keperawatan sebagai pelayanan profesional bersifat humanistik terintegrasi didalam pelayanan kesehatan. penelitian. menilai.Bantuan keperawatan diberikan agar indvidu. interpersonal dan moral . dapat bersifat dependen. “refining”. P. mempengaruhi/ mengontrol fenomena keperawatan. makna-makna. Meaning. menjelaskan.karakter. Pengalaman Keperawatan (Nursing Experience) adalah proses yang aktif dan unik dalam menetapkan. ide-ide. KERANGKA PENGORGANISASIAN KURIKULUM DIPLOMA III KEPERAWATAN Kerangka kurikulum Diploma III Keperawatan menerapkan konsep Model KSVME yaitu Knowledge. D. Menerapkan prinsip manajemen asuhan keperawatan 3. S. 2002 dalam Keating. atribut. dinamika saintifik dan informasi fenomenologikal yang digunakan untuk mengidentifikasi. and Experiences (Webber.

keluarga. baik bersifat promotif. . preventif. Menerapkan konsep. pengorganisasian. 5. penetapan diagnosa keperawatan. kelompok. biomedik. tanggung jawab. dan kemampuannya serta berlandaskan etika profesi keperawatan. Melakukan perencanaan . teori dan prinsip ilmu humaniora. komunitas dan masyarakat. 4. kelompok dan komunitas berdasarkan kaidah – kaidah keperawatan mencakup : 1. Bekerjasama dengan anggota tenaga kesehatan lain dan berbagai bidang terkait dalam menerapkan prinsip manejemen.BAB III PERAN DAN FUNGSI PERAWAT PROFESIONAL PEMULA Program pendidikan Diploma III Keperawatan di Indonesia merupakan pendidikan yang menghasilkan perawat profesional pemula yang mempunyai peran dan fungsi sebagai berikut : 1. Menunjukkan sikap kepemimpinan dan bertanggung jawab dalam mengelola asuhan keperawatan : 1. Melaksanakan sistem rujukan keperawatan dan kesehatan. keluarga. 2. 3. Mendokumentasikan asuhan keperawatan secara sistematis dan memanfaatkannya dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan. menyelesaikan masalah kesehatan yang berorientasi kepada pelayanan dan asuhan keperawatan. 2. pengarahan dan pengawasan dalam mengelola asuhan keperawatan. Menerapkan teori menejemen dan kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi setempat dalam mengelola asuhan keperawatan. ilmu alam dasar. Melaksanakan pelayanan keperawatan profesional dalam suatu sistem pelayanan kesehatan sesuai kebijakan umum pemerintah yang berlandaskan Pancasila. 2. kesehatan masyarakat dan ilmu keperawatan dalam melaksanakan pelayanan dan atau asuhan keperawatan kepada individu. implementasi dan evaluasi. Melaksanakan pelayanan dan atau asuhan keperawatan secara tuntas melalui pengkajian keperawatan. khususnya pelayanan dan/ atau asuhan keperawatan kepada individu. kuratif dan rehabilitatif kepada Klien/Pasien yang mempunyai masalah keperawatan dasar sesuai batas kewenangan. perencanaan tindakan keperawatan.

5. 3. 1. Berperan secara aktif dalam mendidik dan melatih pasien dalam kemandirian untuk hidup sehat. 4. 2.3. Berperan serta dalam kegiatan penelitian dalam bidang keperawatan dan menggunakan hasil penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan/ asuhan keperawatan. Menganalisa berbagai ilmu pengetahuan keperawatan dasar dan klinik dalam memberikan pendidikan kepada pasien. Mengidentifikasi masalah kesehatan maupun keperawatan berdasarkan gejala yang ditemukan dalam lingkungan kerjanya sebagai informasi yang relevan untuk kepentingan penelitian. 3. Bertindak sebagai pemimpin baik formal maupun informal untuk meningkatkan motivasi dan kinerja dari anggota – anggota tim kesehatan dalam mengelola asuhan keperawatan. 1. Menerapkan konsep – konsep profesional dalam melaksanakan kegiatan . Mengembangkan diri secara terus menerus untuk meningkatkan kemampuan profesional. Merencanakan. Menggunakan hasil – hasil penelitian dan IPTEK kesehatan terutama keperawatan dalam pelayanan keperawatan sesuai standard praktek keperawatan melalui program jaminan mutu yang berkesinambungan. peningkatan kemampuan dalam pemeliharaan kesehatannya. 3. 1. 5. 4. Menjadi role model profesional dalam mengelola pelayanan/ asuhan keperawatan. melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pengajaran dan pelatihan dalam bidang keperawatan 2. Menetapkan prinsip pendidikan untuk meningkatkan kemandirian pasien. Menggunakan berbagai strategi perubahan yang diperlukan untuk mengelola asuhan keperawatan. Menetapkan prinsip dan teknik penalaran yang tepat dalam berfikir secara logis dan kritis.

4. 3. Mengembangkan komunitas professional keperawatan. 2. Bertindak serasi dengan budaya masyarakat dan tidak merugikan kepentingan masyarakat.keperawatan. Berperan sebagai pembaharu dalam setiap kegiatan keperawatan di berbagai tatanan pelayanan keperawatan/ kesehatan. Melaksanakan tugas profesi keperawatan mengacu kepada kode etik keperawatan mencakup komunikasi. 4. Berperan serta secara aktif dalam pengembangan organisasi profesi. Mentaati peraturan dan perundang – undangan yang berlaku. 3. Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif . 6. perawat dengan perawat. Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang kesehatan dan keperawatan dengan memanfaatkan dan mengelola sumber yang tersedia. Memberi masukan pada berbagai lembaga pemerintah dan non pemerintah tentang aspek yang terkait dengan keperawatan dan . perawat dengan profesi lain. 3. sesuai dengan perannya. 5. Memelihara dan mengembangkan kepribadian serta sikap yang sesuai dengan etika keperawatan dalam melaksanakan profesinya. 5. 2. produktif. Menggali dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk membantu menyelesaikan masalah masyarakat dibidang kesehatan. Berperan serta secara aktif dalam setiap kegiatan ilmiah yang relevan dengan keperawatan. Memilih dan menapis perubahan yang ada untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat. Melaksanakan kegiatan keperawatan dengan menggunakan pendekatan ilmiah. 7. terbuka untuk menerima perubahan serta berorientasi kemasa depan. 1. hubungan perawat dengan Klien/Pasien. Mengikuti perkembangan dan menerapkan IPTEK secara terus menerus melalui kegiatan yang menunjang. 4. 2. 1.

Menerapkan pendekatan proses keperawatan dalam melaksanakan 2. komunikasi dalam praktek keperawatan profesional SUB.6. Melaksanakan tindakan keperawatan 2. Melaksanakan dokumentasi keperawatan 3.Melaksanakan pengkajian keperawatan . Merencanakan tindakan keperawatan 2. Menjaga citra keperawatan profesional dalam memberi pelayanan keperawatan 5. Melaksanakan evaluasi keperawatan 2. Memperhatikan nilai/norma budaya dan agama 3.Merumuskan diagnosa keperawatan asuhan keperawatan dengan berpikir kritis 2.2.4. Menjalankan komunikasi terapetik dalam praktek keperawatan 2. Bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan tindakan profesional 7.1. Bertindak sebagai ’role model’ bagi pasien 6. Mengkonsultasikan penanganan pasien terhadap tim kesehatan lain 3.3. Menjalankan peraturan. Mengkaji kebutuhan untuk konsultasi dan sumber yang diperlukan Berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia 2.1. kebijakan dan perundang undangan yang berlaku dalam melaksanakan paktek keperawatan 4. KOMPETENSI 1.5. Menghomati hak Pasien 2. BAB IV KOMPETENSI D-III KEPERAWATAN NO. KOMPETENSI 1 Menerapkan konsep dan prinsip etika keperawatan.kesehatan.

Melaksanakan pemberian obat IC 4.2. Melaksanakan pemberian obat supositoria 4.8. Melaksanakan pemberian obat IM 4. Menentukan sasaran konsultasi sesuai masalah 3.4.2. Melakukan perawatan pada pasien dengan tindakan diagnostik 6. Melatih Pasien batuk efektif .3.6. Mengatur posisi tidur pasien 6. Melaksanakan tindakan diagnostik 5. Menyiapkan pasien untuk pemeriksaan kolaborasi diagnostik 5. Melaksanakan pemberian obat SC 4.3.3.4.1. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan oksigen 6. Melatih Pasien napas dalam 6. Menyiapkan spesimen pemeriksaan dan tindakan khusus sebagai hasil 5. Melaksanakan pemberian obat IV 4.1.7. Melaksanakan pengkajian keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigen 6. 4.3.2. Melaksanakan pemberian obat topikal 4. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigen 6. Melaksanakan pemberian obat oral. Melaksanakan tindakan pengobatan sebagai hasil kolaborasi 4.5.3.1. Memberikan oksigen melalui nasal kanul dan masker 6.7. Membuat perencanaan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigen 6.5. Melaksanakan pemberian obat sub lingual 5.6. Melaksanakan konsultasi pada tim kesehatan lain 4.2.

1. Melaksanakan tindakan kolaboratif dalam pemberian cairan parenteral dan darah 7.9. Menilai keseimbangan cairan 7. elektrolit dan darah 7. 6. Melakukan inhalasi 6. Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigen 6.6. Melakukan pengisapan lendir 6. Melakukan pengkajian keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan cairan.7. elektrolit dan darah 7.8. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan cairan. elektrolit dan darah 7. Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan cairan. elektrolit dan darah 7. Melakukan perawatan WSD 6.4.2. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan cairan. Melakuan perawatan tracheostomi. Melaksanakan dokumentasi asuhan .12.9.13. Membuat perencanaan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan cairan. Memberikan cairan peroral 7.3. Melaksaanakan monitoring pemberian cairan parenteral dan darah 7.6.11. Melakukan postural drainage dan fisioterapi dada 6. Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigen 7.8.14.5.10.elektrolit dan darah 7.

Memberikan makan melalui NGT 8.8.1.3.10. Melaksanakan dokumentasi asuhan pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi 9. Membuat perencanaan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi 8. elektrolit dan darah 8.9.2. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi 8.1.Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan eliminasi urin dan fekal . Memberikan makan peroral 8. Menilai kecukupan nutrisi 8.keperawatan pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan cairan. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi 8.4.5.2.7.6. Melaksanakan pengkajian keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi 8. Melaksanakan tindakan kolaboratif dalam pemberian nutrisi parenteral dan enteral 8. Melaksanakan evaluasi asuhan pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi 8. Memasang NGT 8. Melaksanakan pengkajian keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan eliminasi urin dan fecal 9. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan eliminasi urin dan fecal 9.

Melaksanakan tindakan kolaboratif pemasangan kateterisasi urin 9.3.1.5.11.4.12. Melaksanakan pengkajian keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman 10. Membuat perencanaan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan rasa .8.2.9. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman 10. Melakukan bowel training 9.7. Melaksanakan gliserin spuit 9.Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan eliminasi urin dan fecal 10. Melakukan evakuasi fecal 9. Membuat perencanaan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan eliminasi urin dan fecal 9.Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan eliminasi urin dan fecal 9.9. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman 10. Membantu eliminasi urin dan fecal 9. Melakukan perawatan ostomi 9.3.10.6. Melakukan bladder training 9.

Melaksanakan asuhan 11.1. Melaksanakan tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi 10.3. Melaksanakan prosedur keperawatan di ruang isolasi 10.9. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien dengan gangguan mobilisasi dan transportasi 11. Melakukan kompres panas dan dingin 10. Melatih pasien dengan alat bantu jalan .11.5.4. Membuat perencanaan keperawatan pada pasien dengan gangguan mobilisasi dan transportasi 11. Melaksanaka tindakan pemeliharaaan personal hygiene.6.10.7.8. Melaksanakan perawatan luka 10.5. Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman 11. 10. Melakukan pengelolaan nyeri 10. Memindahkan dan transportasi pasien 11.4. Melaksanakan pengkajian keperawatan keperawatan pada pasien pada pasien dengan gangguan mobilisasi dengan gangguan mobilisasi dan dan transportasi transportasi 11.Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman 10.2.aman dan nyaman 10.

Memfasiitasi kebutuhan istirahat dan tidur 12. Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan mobilisasi dan transportasi 11. Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan mobilisasi dan transportasi 12.6.11. Melaksanakan tindakan ritual tidur 12.7. Melaksanakan pengkajian k pasien terminal 13. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien terminal 13.5.7.1.6. Mengatur berbagai posisi pasien 11. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan istirahat dan tidur 12. Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan pasien dengan gangguan istirahat dan tidur 12.1.3.8.10.4. Melakukan latihan ROM aktif dan pasif 11. Merumuskan diagnos 13.3.9. Membuat perencanaan pasien dengan gangguan istirahat dan tidur 12. Melaksanakan pengkajian pasien dengan gangguan istirahat dan tidur 12.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien dengan gangguan istirahat dan tidur 12. Melakukan perawatan pasien dengan immobilisasi 11. Membuat perencanaan kep . Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan pasien dengan gangguan istirahat dan tidur 13.2.

3.7. Melaksanakan tindak . Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien pre dan post operasi 15. Merumuskan diagnos 14. Melaksanakan bimbingan d 13. Membuat perencanaan kep pasien menjelang ajal 14. Melaksanakan kan evaluasi pasien terminal 13.5. Melakukan pendidikan kese 15. Melaksanakan evaluasi asu pasien menjelang ajal 14.3. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien menjelang 14.5.4.pasien terminal 13. Melakukan pengkajian kepe pasien pre dan post operas 15.2.7.4. Melaksanakan bimbingan sp pasien dan keluarga 14. Melaksanakan perawatan la 13. Merumuskan diagnos operasi 15.1.2.4.1.5.6. Melaksanakan dokumentas pasien menjelang ajal 15. Merawat jenazah 14. Melaksanakan pengkajian k ajal pasien menjelang ajal 14. Melaksanakan dokumentas pasien terminal 14.6. Membuat perencanaan kep pasien pre dan post operas 15.

Melakukan bilas lambung. Menghentikan perdarahan 16.7. Melakukan pengkajian kepe 17.1.6.8.4. Pendidikan kesehata 17.1.7.6. Melaksanakan pengk 16.9.10.4. Melakukan pengangkatan ja 15.7. Melaksanakan evalua 16. Melaksanakan Resusitasi Ja 16. Melaksanakan dokumentas pasien pre dan post operas 16. Memberikan pernapa 16. Membebaskan jalan 16. 16. Melaksanakan doku 17. Melakukan monitoring post 15.5. Melaksanakan bimbin 17.2. Melaksanakan evaluasi kep anak sehat .15.3. Melakukan tindakan 17. Merawat pasien tidak sadar 16.9. Merumuskan diagnosa kepe 17. Melaksanakan evaluasi asu pasien pre dan post opera 15.6. Membuat perencanaan kep pada anak sehat 17. Mengeluarkan benda 16.2. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien gawat darurat Circulation (ABC) 16.5.8. Melaksanakan asuhan keperawatan pada anak sehat pada anak sehat 17.3.

Melaksanakan asuhan keperawatan pada anak sakit pada anak sakit 18.2.2.3.1. Membuat perencanaan kep pada anak sakit 18.Melaksanakan dokum resiko tinggi 20. Melaksanakan pencegahan 19. Melakukan pengkajian kepe 19..5.3. Merumuskan diagnosa kepe 18. Merencanakan asuhan kepe .17.1.. Melaksanakan pengkajian p dan komplikasi dan komplikasi.8.Melaksanakan dokumentas pada anak sehat. Melakukan pengkajian kepe 18.. Pendidikan kesehatan pada 18. Merumuskan diagnos komplikasi 20.4. 18.1. pada bayi resiko tinggi 19.6.7.2. Melaksanakan program ber 18.Melaksanakan dokum sakit.6. Melaksanakan evaluasi kep Bayi resiko tinggi 19.5. Membuat perencanaan kep pada bayi resiko tinggi 19. Melaksanakan perawatan b 19. Melaksanakan asuhan keperawatan pada ibu hamil normal 20.7. Melaksanakan evaluasi asu anak sakit 18. Melaksanakan asuhan keperawatan pada bayi resiko tinggi 19.4.3. 20. Merumuskan diagnos 19.

3.6. Melaksanakan evaluasi asu ibu intranatal dan bayi baru 21. Merencanakan asuhan kepe natal dan bayi baru lahir. Melaksanakan dokum intranatal dan bayi baru lah 22 Melaksanakan asuhan keperawatan pada ibu postpartum normal dan komplikasi.3. 20. 22.7.hamil normal dan komplika 20. Melaksanakan managemen 21. 21.7.2.5.5. Melaksanakan program tera dan komplikasi sebagai has 20. Merumuskan diagnos baru lahir.6. Melaksanakan pertolongan 21. Melaksanakan pengk komplikasi.2. Melaksanakan evaluasi asu ibu hamil normal dan kompl 20.1.8. Melaksanakan dokum normal dan komplikasi 21 Melaksanakan asuhan keperawatan pada ibu intranatal dan bayi baru lahir 21.4. Melaksanakan pendidikan k normal dan komplikasi. 21.4. 22. Melaksanakan pemantauan .4. Merumuskan diagnos dan komplikasi 22. Melaksanakan perawatan b 21. 21. Merencanakan asuhan kepe postpartum normal dan kom 22. Melaksanakan kontak dini.9.1. Melaksanakan pengk 21.

Melaksanakan pengk 24. Melakukan dokumentasi asu ibu postpartum normal dan 23 Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien masalah kesehatan reproduksi.6.2.6. Melaksanakan menejemen 24. Membuat perencana psikososial 24. Merumuskan diagnos masalah psikososial 24.4.4.1. Melaksanakan pengk kesehatan reproduksi 23. Melaksanakan pelayanan K 23. Melaksanakan program tera normal dan komplikasi seb 22. Melaksanakan pendidikan k . Merencanakan asuha masalah kesehatan reprod 23.5.8. dengan 23.7.7.2. Melasanakan pendidikan ke postpartum normal dan ko 22.3. Melaksanakan psikoterapi s 24.1. Melaksanakan pendi masalah kesehatan reprod 23. Melaksanakan evaluasi asu ibu postpartum normal dan 22.5. Melaksanakan dokum dengan masalah kesehata 24 Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien masalah psikososial masalah psikososial 24. Melaksanakan evalua dengan masalah kesehata 23.5.22. Merumuskan diagnos masalah kesehatan reprod 23.6.3.

6. Melaksanakan 26.1. Melaksanakan dokum Komunitas. Melakukan pengkajian kepe 26.5. 27 Melaksanakan asuhan keperawatan pada kelompok khusus( Anak sekolah.7. Merumuskan diagnosa kepe 26.7. Memberdayak 26. pekerja. Berkolaborasi 26.7.5.8.3.1.2. Melaksanakan peng khusus 27.2. Membuat perencana kesehatan jiwa 25.24. Merumuskan diagno 27. Melakukan tindakan kolabo 25. Melakukan pengkajia kesehatan jiwa 25.1. Melaksanakan dokum gangguan kesehatan jiwa 26.3.9. Melaksanakan evalua gangguan kesehatan jiwa 25. Melaksanakan terapi moda 25. Melaksanakan evalua 24. Melaksanakan evalua komunitas 26.9.6. lansia) 27.2.3. Melaksanakan tindakan kola 24. Melakukan promosi k 26.4.4. Membuat perencanaan kep 26. Melaksanakan dokum psikososial 25 Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien gangguan kesehatan jiwa 25. Merencanakan asuh . Melaksanakan asuhan keperawatan komunitas 26. Merumuskan diagnos kesehatan jiwa 25.8.

28 Melaksanakan asuhan keperawatan pada keluarga 28.Melaksanakan dokum 29.9.5. Melaksanakan evaluasi asu pada kelompok khusus.6.8.8. Membuat perencana 28. Melakukan pengkajia 28. Merumuskan diagnos 28.2.4.5.02 Kewarganegaraan WAT 1.03 Bahasa Indonesia BOBOT SKS T P K 2 2 2 112. Membantu lati 27. Melakukan pendidika 28.1. Melakukan tin langsung pada 28.2 Mengembangkan proposal p 29. Melaksanakan evalua 28. Memberdayak 28. 27.7.7.3.01 Agama WAT 1. 27.1 Mengidentifikasi masalah pe 29. Menerapkan bukti-bu BAB V PENGELOMPOKAN MATA KULIAH DAN STRUKTUR PROGRAM A. Melaksanakan pend 27. Pengelompokan Mata Kuliah NO KODE MK MK Pengembangan dan Kepribadian (MPK) 1 2 3 WAT 1. Memberikan b lansia. Melaksanakan dokum khusus. Berperan serta dalam penelitian dan pengembangan keperawatan 29. 6.11- . Melaksanakan kolab 27.27.3.4.

1111111197P 2 2 2 2 2 1 11 P 1 2 K 3 2 2 2 1 1 3 3 1 18 K - NO KODE MK 1 2 WAT 4.02 WAT 2.10 WAT 3.02 WAT 3.03 WAT 2.06 WAT 3.02 .09 WAT 3.12 WAT 3.11 WAT 3.05 WAT 2.08 MK Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) Anatomi Fisiologi Fisika dan Biologi Psikologi Ilmu Gizi Mikrobiologi & Parasitologi Farmakologi Biokimia Patologi Jumlah NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 KODE MK WAT 3.03 WAT 3.14 WAT 3.07 WAT 3.08 WAT 3.01 WAT 4.Jumlah NO 1 2 3 4 5 6 7 8 KODE MK WAT 2.04 WAT 2.13 WAT 3.15 MK Keahlian Berkarya (MKB) Keperawatan Medikal Bedah I Keperawatan Jiwa I Keperawatan Anak I Keperawatan Maternitas I Keperawatan Medikal Bedah II Keperawatan Jiwa II Keperawatan Anak II Keperawatan Maternitas II Keperawatan Medikal Bedah III Keperawatan Komunitas I Keperawatan Keluarga Keperawatan Gerontik Keperawatan Medikal Bedah IV Keperawatan Komunitas II Keperawatan Kegawatdaruratan Jumlah MK Perilaku Berkarya (MPB) Konsep Dasar Keperawatan (KDK) Kebutuhan Dasar Manusia I 6 BOBOT SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 16 BOBOT SKS 4 4 4 4 3 2 2 2 4 3 2 2 3 3 2 44 BOBOT SKS 2 4 T 2 2 2 2 2 2 1 1 1 15 T 1 2 42TPK 1111112.04 WAT 3.06 WAT 2.01 WAT 2.07 WAT 2.05 WAT 3.01 WAT 3.

04 Anatomi Fisiologi WAT 2.02 Kebutuhan Dasar Manusia (KDM) I Jumlah Kredit Semester BOBOT SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 4 20 T 1 2 1 1 1 1 2 1 2 12 P 1 1 1 1 1 1 2 8 K - .02 Sosiologi 3 WAT 5.07 WAT 4.03 Bahasa Inggris I 4 WAT 5.06 Psikologi WAT 2.03 Bahasa Indonesia WAT 2.3 4 5 6 7 8 9 WAT 4.05 WAT 4.05 Fisika dan Biologi WAT 2.02 Kewarganegaraan WAT 1.01 Agama WAT 1. STRUKTUR PROGRAM TAHUN I A.09 Kebutuhan Dasar Manusia II Etika Keperawatan Keperawatan Profesional Komunikasi dalam Keperawatan Riset Keperawatan Promosi Kesehatan Dokumentasi Keperawatan Jumlah 4 2 2 2 2 2 2 22 BOBOT SKS 2 2 2 2 8 2 1 1 1 1 1 1 11 2 1 1 1 1 1 1 11 - NO KODE MK Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) MK 1 WAT 5.08 WAT 4.Institusional Jumlah total SKS 96 14-24 110-120 B. SEMESTER I KODE MK MATA KULIAH WAT 1.04 Bahasa Inggris II Jumlah TPK 111 1 3 112 5- Jumlah SKS Kur.03 WAT 4.04 WAT 4. Inti Jumlah SKS Kur.07 Ilmu Gizi WAT 4.01 Konsep Dasar Keperawatan (KDK) WAT 4.06 WAT 4.01 Manajemen dan Kepemimpinan dalam Keperawatan 2 WAT 5.

07 Biokimia WAT 5.03 Keperawatan Anak I WAT 3.04 Bahasa Inggris II WAT 3.06 Komunikasi dalam Keperawatan WAT 2.B.06 Farmakologi WAT 2. SEMESTER III KODE MATA KULIAH MK WAT 4.09 Dokumentasi Keperawatan WAT 4.09 Keperawatan Medikal Bedah III WAT 3.08 Patologi WAT 4.05 Mikrobiologi & Parasitologi WAT 4.01 Manajemen dan Kepemimpinan dalam Keperawatan WAT 4.05 Keperawatan Medikal Bedah II Jumlah Kredit Semester BOBOT SKS 2 2 2 2 2 2 2 4 18 T 1 1 1 1 1 1 1 2 9 P 1 1 1 1 1 1 1 2 9 K - BOBOT SKS 2 2 2 2 2 4 3 17 TP K 1 1 1 1 1 2 7 1 1 1 1 1 2 7 3 3 B.07 Keperawatan Anak II WAT 3.05 Keperawatan Profesional WAT 3.08 Promosi Kesehatan WAT 5.02 Keperawatan Jiwa I BOBOT SKS 2 4 2 4 4 4 TP K 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 - .03 Bahasa Inggris I WAT 5.04 Keperawatan Maternitas I WAT 3.01 Keperawatan Medikal Bedah I WAT 3.02 Sosiologi WAT 2.03 Kebutuhan Dasar Manusia II Jumlah Kredit Semester TAHUN II A. SEMESTER IV KODE MATA KULIAH MK WAT 5.04 Etika Keperawatan WAT 2. SEMESTER II KODE MK MATA KULIAH WAT 4.

07 Ilmu Gizi WAT 4. SEMESTER V KODE MK WAT 4. SEMESTER VI KODE MK MATA KULIAH WAT 3.01 Agama WAT 1.15 Keperawatan Kegawatdaruratan Jumlah Kredit Semester BOBOT SKS 2 2 3 2 9 T 1 1 1 3 P K/L 1 1 3 1 6 SEMESTER I KODE MK MATA KULIAH WAT 1.12 Keperawatan Gerontik WAT 3.08 WAT 3.04 Anatomi Fisiologi WAT 2.05 Fisika dan Biologi WAT 2.10 WAT 3.02 Kebutuhan Dasar Manusia (KDM) I Jumlah Kredit Semester BOBOT SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 4 20 T 1 2 1 1 1 1 2 1 2 12 P 1 1 1 1 1 1 2 8 K - .05 MATA KULIAH Riset Keperawatan Keperawatan Jiwa II Keperawatan Maternitas II Keperawatan Komunitas I Keperawatan Medikal Bedah IV BOBOT SKS 2 2 2 3 3 12 T 1 2 - P 1 1 - K/L 2 2 3 Jumlah Kredit Semester 3 2 7 B.11 Keperawatan Keluarga WAT 3.01 Konsep Dasar Keperawatan (KDK) WAT 4.14 Keperawatan Komunitas II WAT 3.02 Kewarganegaraan WAT 1.06 WAT 3.06 Psikologi WAT 2.Jumlah Kredit Semester 20 8 10 2 TAHUN III A.07 WAT 3.03 Bahasa Indonesia WAT 2.

3. penugasan dan praktek.08 Patologi WAT 4. Proses pembelajaran mata kuliah ini melalui kegiatan belajar ceramah.04 Etika Keperawatan WAT 2. . 2.05 Mikrobiologi & Parasitologi WAT 4. B.06 Farmakologi WAT 2. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang kaidah-kaidah dalam agama dan manfaatnya dalam kehidupan bermasyarakat. Penerapan ajaran-ajaran agama dalam profesi keperawatan terutama dalam hubunngannya dengan etika beragama serta menerapkannya dalam tugas sebagai perawat. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah mahasiswa mampu : 1.07 Biokimia WAT 5. berbangsa dan bernegara yang berazaskan Pancasila.SEMESTER II KODE MK MATA KULIAH WAT 4. Mempraktekan etika. kaidah-kaidah agama yang berhubungan dengan kesehatan.02 Sosiologi WAT 2.06 Komunikasi dalam Keperawatan WAT 2. Memahami arti agama dalam kehidupan sehari-hari. P=1) Penempatan : Semester 1 A. Memahami macam-macam agama di Indonesia.01 Beban studi : 2 SKS (T=1.03 Kebutuhan Dasar Manusia II Jumlah Kredit Semester BOBOT SKS 2 2 2 2 2 2 2 4 18 T 1 1 1 1 1 1 1 2 9 P 1 1 1 1 1 1 1 2 9 K - Mata Kuliah : Agama Kode Mata Kuliah : WAT 1. diskusi .

Pengertian agama Islam. Sumber-sumber hukumnya. Agama Kristen Katholik : a. Akhlaq dan muamalah. g. b. Garis Besar mata Kuliah 1. b. Pengertian agama Kristen Katholik. d. d. Pembawanya/nabi/Rosul. Keyakinan/Keimanan/Ketuhanan. C. Keyakinan/Aqidah. Memahami pembentukan akhlak berdasarkan agama. . 5. Memahami hubungan agama dan kesehatan. c. b. 7. c. e. Sejarah perkembangan agama Islam. Kedudukan dan fungsi agama. d. Agama Islam : a. Sumber-sumber hukumnya. Memahami etika menurut agama/akhlaq. f. Pengertian agama secara umum dan khusus. Pembabawanya. Kaidah dan etika agama yang berhubungan dengan kesehatan 2. Sejarah perkembangannya. Mengintegrasikan kaidah-kaidah agama terhadap tugas dan peran manusia.4. e. e. c. Agama di Indonesia : a. 6. Ibadah. Kaidah dan etika agama Islam yang berhubungan dengan kesehatan 3. Motivasi dan tujuan beragama. Sejarah agama di dunia dan Indonesia.

Keyakinan/Keimanan/Ketuhanan. c. Kaidah dan etika agama Hindu yang berhubungan dengan kesehatan 6. f.Pengertian agama. h. g. Hubungan antar sesama.Keyakinan/Keimanan/Ketuhanan. e.Sumber-sumber hukumnya. Cara-cara beribadah. Pembawanya. b. d. . Sumber-sumber hukumnya. Hubungan antar sesama. Agama Budha : a. b. c. c. g. Keyakinan/Keimanan/Ketuhanan.Sejarah perkembangannya.Sejarah perkembangannya. Agama Hindu : a. Agama Kristen Protestan : a. manusia dan lingkungan. manusia dan lingkungan.Sumber-sumber hukumnya.Cara-cara beribadah. d. Sejarah perkembangannya.f. d. Pengertian agama Kristen Protestan.Hubungan antar sesama. b. g.Pembawanya. manusia dan lingkungan. Kaidah dan etika agama Katholik yang berhubungan dengan kesehatan 4.Pembawanya.Pengertian agama. Cara-cara beribadah. e. h. f. h. e. Kaidah dan etika agama Protestan yang berhubungan dengan kesehatan 5.

Anak yang diinginkan agama dan orang tua. manusia dan lingkungan. d. c. Etika agama dalam kesehatan. g. Peran dan Fungsi Agama dalam kehidupan: a. Pembinaan keluarga. Sikap hidup beragama. 10. Kaidah/keyakinan agama dengan kesehatan. b. c. d. Proses kejadian manusia menurut agama. Etika dan akidah beragama dengan kesehatan : a. e. Tugas manusia dengan agama. 11. d. Pengertian keluarga. c. Hikmah beragama. f. b.Cara-cara beribadah. c. . Pengertian manusia. Tanggung jawab orang tua terhadap anak. Kaidah/keyakinan agama terhadap manusia : a. Tanggung jawab anak terhadap orang tua. Fungsi agama.f. Toleransi beragama. 12. h. Pedoman menciptakan keluarga berdasarkan agama : a. e. b. b. Manusia dalam kehidupan . Hak dan kewajiban suami-istri. Kenakalan remaja. 8.Hubungan antar sesama. 9 . Agama dalam kehidupan. Etika beragama dalam kehidupan sehari-hari.Kaidah dan etika agama Budha yang berhubungan dengan kesehatan 7. Komponen penting dalam diri manusia.

Dasar-Dasar Pendidikan Islam untuk Perguruan Tinggi. (1991). Bumi Aksara. Cloning dan bayi tabung. c. Pendampingan/bimbingan pasien. Pesan-Pesan baku Program Kesehatan Menurut Agama. Jakarta. Kewajiban merawat pasien/pasien. AlKautsar Suhriman. c. Jakarta. Haid. d. Surabaya Mata Kuliah : Kewarganegaraan . ……. b. nifas dan menyusui/pemberian ASI. Kesehatan keluraga berencana. (1988). Zaeni. DepAg. M. Tholib.a. Al-Kitab. Kesehatan lingkungan dan kebersihan D. Tanggung Jawab Orang Tua terhadap Anak. Perawatan jenazah dan pekaman. Semarang. DepKes RI. Al-Quran terjemahan. (1985). transplantasi organ tubuh manusia d. (1983). 13. Rujukan Abu Ahmad & Nursalim. Manusia dan akhlaq. Perbandingan Agama. Agus Hakim. Diponegoro. (1991). 60 Pedoman Rumah Tangga Islami. b. Transfusi darah. Pedoman Bimbingan Penyuluhan dan Motivasi KKB menurut Agama Hindu. Pandangan agama terhadap kesehatan : a. e.

2. Tujuan Mata Ajaran Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu : 1. 5.Kode Mata Kuliah : WAT 1. Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. penugasan dan diskusi. Demokrasi Pancasila. Penerapan Pancasila dalam Profesi Keperawatan. C. Memahami fungsi Pancasila dalam kehidupan Bangsa Indonesia. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang pengantar pendidikan kewarganegaraan yang mencakup hak dan kewajiban warga Negara. bela Negara. Pancasila sebagai sistem etika. . Memahami pengertian pendidikan kewiraan bagi seorang warga Negara Indonesia. 10. Pengertian pokok Pancasila. Pancasila sebagai filsafat bangsa Indonesia. B. 5. 4. Memahami pentingnya ketahanan Nasional politik strategi. wawasan nusantara. Memahami Pancasila dalam sejarah bangsa Indonesia. 3. 6. hak azasi manusia. Garis Besar Mata Kuliah 1. 9. Otonomi Daerah. Menerapkan Pancasila dalam profesi keperawatan. Kegiatan belajar mengajar melalui kuliah. 3. Fungsi pancasila dalam kehidupan berbangsa Indonesia. 2. Memahami wawasan nusantara. 8. Pancasila dalam sejarah bangsa Indonesia. 6. demokrasi Indonesia.02 Beban Studi : 2 SKS ( T = 2 ) Penempatan : Semester I A. ketahanan nasional. 4.

dkk. Trigenda Karya. (1991). Kewiraan dalam Konsepsi dan Implementasi. Julianti. Pancasila ditinjau dari segi histories. Mursito. (1995). Universitas Terbuka. 15. Jogjakarta. (2000). Sobanah H. dkk. Sabarti Akhadiah. (1992). Jakarta. Jakarta. Polstranas : suatu pengantar pengkajian mendukung implementasi wawasan-Tannas. Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dan HAM di . Raja Grafindo Persada. Jakarta. Sishankamrata. Rujukan Buku UUD 1945 dan perubahannya berupa Amandemen. Jakarta.. R. Akademika Persindo.K. Rizikin Daman. Gramedia Pustaka Utama. Hartono (1991). AW. (1992). Kewiraan. Politik strategi Hankam Nasional. (1996).. Karunia.11. D. MK. 14. AN. Jogjakarta. Perkuliahan Pancasila pada Perguruan Tinggi. Syaukani. Pendidikan Kewiraan. Pancasila. Ketahanan Nasioanal. Politik strategi Nasional. 13. Pengantar kewiraan/kewarganegaraan. (2002). Sartono Kartodirjo. Gajah Mada University Press. Jakarta.. (1994). Rineka Cipta. AW. 16. (1996). 12. dkk. Jakarta. Jakarta. Pancasila Dasar Falsafah Negara. Widjaya. Rineka Cipta. Widjaya. N. Lembaga Ketahan Nasional Dikti. Pustaka Pelajar. Lemhanas. Ismaun H. Efendie. Pancasila lengkap.. Jakarta. (1991). (1985). (1991). Gramedia Pusataka Utama. Moedjianto G. Kebudayaan Pembangunan Dalam Perspektif Sejarah. Bandung. Wawasan Nusantara. H. Kewiraan untuk Mahasiswa. Otonomi Daerah dalam Negara Kesatuan..

Tata bahasa. juga dipelajari tentang komunikasi dan menulis laporan karya tulis ilmiah dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 5. Tata ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan. Jakarta. Diksi/pilihan kata dan kosa kata bahasa Indonesia yang baku. B. Tehnik pembuatan surat. 2. Paragraf dan pengembangannya. . Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini menguraikan tentang tata bahasa. susunan kalimat dalam karangan ilmiah. C. P=1) Penempatan : Semester I A.03 Beban studi : 2 SKS (T=1. 6. 3. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : 1. Mata Kuliah : Bahasa Indonesia Kode Mata Kuliah : WAT 1. Rineka Cipta. Fungsi bahasa. Garis Besar Mata Kuliah 1. 4. 7.Indonesia. Tata kalimat bahasa Indonesia yang efektif. Mengunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam menyusun karangan ilmiah yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas sebagai perawat. Memahami kaidah – kaidah bahasa Indonesia 2.

8. Berbagai jenis Karya ilmiah 9. Tehnik pembuatan laporan. 10. Penulisan ilmiah dan tulisan popular. D. Rujukan Arifin, E. Zaenal, (2004), Penulisan Karangan Ilmiah dengan Berbahasa Indonesia yang Benar, Jakarta : Mediyatama Sarana Perkasa. Arifin, E. Zaenal dan Amran Tasal, (2004), Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi, Jakarta : Mediyatama Sarana Perkasa. Keraf, Gorys. (2002), Diksi dan Gaya Bahasa, Ende Flores : Nusa Indah. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, (1996), Pedoman Umum Ejaan yang Disempurnakan, Jakarta : Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Razak, Abdul, (1996), Kalimat Efektif : Struktur, Gaya, dan Variasi, Jakarta : Gramedia. Tarigan, Jago, (1996), Membina Keterampilan Menulis Paragraf dan Pengembangannya, Bandung : Angkasa.

Mata Kuliah : Anatomi Fisiologi Kode Mata Kuliah : WAT 2.01. Beban Studi Penempatan : 2 SKS (T = 1, P = 1) : Semester I

A. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang anatomi dan fisiologi tubuh manusia yang menguraikan struktur, komponen tubuh manusia dan perkembangannya serta fungsi system tubuh manusia dan mekanisme fisiologinya. Kegiatan belajar dilakukan melalui kuliah, diskusi ,penugasan dan praktikum. B. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu : 1. Memahami struktur anatomi dan fungsi system tubuh

2. Mengaplikasikan ilmu anatomi dan fisiologi sebagai landasan dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada berbagai gangguan sistem tubuh. C. Garis Besar Mata Kuliah 1. Dasar-dasar anatomi dan fisiologi 2. Komposisi dan komponen tubuh manusia 3. Sistem integument dan sensasi kulit 4. Sistem musculoskeletal 5. Sistem persarafan dan fungsi integrative 6. Sistem penginderaan 7. Sistem endokrin 8. Sistem kardiovaskuler dan peredaran darah 9. Sistem limfatik dan pertahanan tubuh 10. Sistem pernafasan 11. Sistem Pencernaan 12. Sistem perkemihan 13. Keseimbangan cairan, elektrolit dan asam basa 14. Sistem reproduksi D. Rujukan Berne & Levy (2000), Principles of Physiology, 3 rd ed, St. Louis : Mosby, Inc. Ganong, WF. Lippincott. (1999), Review of Medical Physiology, Philadelphia : JB.

Gibson,John (2002), Fisiologi dan Anatomi Modern untuk Perawat, Jakarta : EGC Guyton 7 Hall Lippincott. (1997), Review of Medical Physiology, Philadelphia ;

Hickman, Ray & Caon Martin (1995), Nursing Science ; mater and energy in the human body, second edition, Melbourne ; Macmillan

Education Ltd. Marieb, Elaine N (1992), Human anatomy & Physiology, second edition, California : the Benjamin Cumingham Publishing Co. Inc. Martini, F (1995), Fundamental of anatomy & Physiology, new Jersey : Prentice Hall. Snell Richard S (1998), Anatomi Klinik Bagian 1,2,3, edisi 3, Jakarta EGC Tambayong (2001), Anatomi Fisiologi untuk Keperawatan, Jakarta EGC

Mata Kuliah : Fisika dan Biologi Kode Mata Kuliah : WAT 2.02 Beban Studi Penempatan : 2 SKS (T = 1, P = 1) : Semester I

A. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini menguraikan tentang konsep biologi, meliputi : sel sebagai unit kehidupan terkecil sampai dengan organ / system tubuh dan reproduksi genetika manusia serta menguraikan prinsip-prinsip dasar fisika berkaitan dengan system tubuh manusia. Kegiatan belajar dilakukan melalui kuliah, diskusi, penugasan dan praktika. B. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu : 1. Mengaplikasikan ilmu biologi sebagai landasan dalam melaksanakan asuhan keperawatan 2. 3. Menerapkan fisika dalam memberikan asuhan keperawatan . Menerapkan prinsip fisika dalam pemeliharaan alat-alat keperawatan

C. Garis Besar Mata Kuliah 1. Biologi

J. London : Allen and Uwin . Kromosom manusia g. Bioakustik c. Jakarta EGC Lopreato. Medical Physics. Pengantar biologi b. D. Genetika e. Wincosin : Medical Physics Publ.(1989).. Bio optic 3. Biologi sel c.a. Bio listrik e. Rujukan Alan H.F. . Cromer (1981). James G.Zulfa (2003). J. Philadelphia : The Mosby Co. Termo fisika d. Cameron. Prinsip dasar mekanika b. Simbol silsilah keluarga f. An Introduction to Physics in Nursing. Kelainan metabolik 2. Gabriel (1996). Andrologi dasar d. Kelainan seks/variasi seks pada manusia h. Jakarta EGC Hansel Howard Flitter (1992). Juwono & A. Jakarta EGC John R. Prinsip-prinsip fisika dalam pemeliharaan alat-alat keperawatan. Penerapan fisika dalam memberikan asuhan keperawatan . Physics of the body. Physic of the life science. Fisika Kedokteran. 4. MC Grow Hill International Book Company Hartono (1995). Human Nature and Bio Cultural Evolution. Fisika a. Shotronick Roderick M. Biologi Sel .Grant (1994). Genetika Kedokteran . .

C. and Charler H. Ellis dan Lawrence E. 2. pertumbuhan dan perkembangan manusia ditinjau dari aspek psikologis. penugasan.R. Emosi dan stress adaptasi . Jakarta EGC Uegene Ackerman.03 Beban Studi Penempatan : 2 SKS (T = 1. Jakarta EGC Stephen Bresnick (2002). Dubugue : WMC Brown. Intisari Fisika. Daugherty (1995). Konsep perilaku manusia 2. serta faktor yang mempengaruhi perilaku manusia. Williams (1988). Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu : 1. Biopsikologi dan proses sensor motorik 4. penelaahan kasus. Memahami konsep psikologi dasar manusia yang dibuhungkan dengan berbagai perilaku manusia. Kegiatan belajar dilakukan melalui kuliah. Ilmu Biofisika . B. Mengaplikasikan konsep dan prinsip psikologi dasar dalam asuhan keperawatan. P = 1) : Semester I A. Perkembangan kepribadian dan perilaku manusia 3. Tingkat kesadaran dan ketidaksadaran manusia 5.Maxon L. simulasi dan praktika. Lunda B.M. Mata Kuliah : Psikologi Kode Mata Kuliah : WAT 2. Genetics : a Human Perspective. Garis Besar Mata Kuliah 1. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini menguraikan tentang perilaku manusia. Surabaya : Airlangga University Press. Sadler(1999). Persepsi dan motivasi 6. Embriologi Kedokteran Langman.

London.Therapeutic approachs ( psikodinamik therapy. Intelejensi dan kreativitas 10. Prentice-Hall. Pengukuran dan uji psikologis 11. Jakarta.San Diego. Psikologi Kepribadian ( teori Holistik). Konsep Belajar 9.V.Graw – Hill. C. Introductory to Psychology. Psychology of Adjusment.. Mc. Penerbit Kanisius Yogyakarta. P. Psikologi Perawatan. Psychology A Students HanBook. Psikologi Abnormal dan Abnormalitas Sexual. Pembentukan sikap a. Psychology Press.W. Attention and performance b. 9 th ed. Mandar Maju . 2 th ed. Elaine Denny (2005). BPK Gunung Agung Hall Calvin S and Gardner Lindzey (2000). Inc. Inc.T. Kartini Kartono (1989). Bootzin Richard R. Perilaku abnormal 12. Sinopsis Psikiatri Jilid I & II Alih Bahasa Wijaya Kusuma. Hubungan individu dalam keperawatan 13. Sociology For Nurses Eycencee M. Gramedia Pustaka utama Jakarta. Rujukan Atkinson (1993). (1991). Gunarsa D. Kaplan and Sadock (1997). Proses berfikir dan pemecahan masalah secara kreatif 8. (1995). Emotional Intelligence. Psychology Today and Introduction. Daniel Goleman (2000). Jakarta. Harcout Atwater (1993).7. Binarupa Aksara. behaviour therapy) dalam asuhan keperawatan D.

Pustaka Pelajar Yogyakarta Saifuddin Azwar (2000). Bootzin (1996). Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini menguraikan konsep ilmu gizi. Gramedia. Reliabilitas dan Validitas. D. Semiawan C. A (1996). Psikologi : Perilaku Manusia Untuk Perawat. Alloy Joan Acorella. Edisi Revisi Bandung : PT Remaja Rosdakarya. (1997).Ghie. Richard R. (1994).K. Penerapan Psikologi Dalam Perawatan Muhibbin Syah. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. (1997). Jakarta . Biopsychososial Interaction. Perspektif Pendidikan Anak berbakat. Education Psychology Theory And Practice. John Wiley And Sons Inc. (1997). Health Psychologi. Slavin R.Graw-Hill-Inc.Lauren. Mc. Penyusunan Skala Psikologi. B. Boston : Ally and Bacon. Abnormal Psychology. (1995). Jakarta : Ghalia Indonesia Syah M. Edward (1994). Widayatun T. (1996). jakarta : PT. Mc.R. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Pustaka Pelajar Yogyakarta Sarafino. Mata Kuliah : Ilmu Gizi Kode Mata Kuliah : WAT 2.E.04 Beban Studi Penempatan : 2 SKS ( T = 2 ) : Semester I A. Psikologi Populer Bimbingan Perkembangan Jiwa Anak. . kebutuhan gizi pada berbagai tingkat usia dan perannya dalam kehidupan serta nutrisi pada pasien dengan berbagai gangguan system tubuh. Sukardi. Kegiatan pembelajaran melalui ceramah diskusi dan penugasan. Chandra Pratama. PT Remaja Rosdakarya Bandung Saifuddin Azwan (2000).

Memahami konsep dasar ilmu gizi 2. Garis Besar Mata Kuliah 1. R. (1987). Norwalk : Appleton Century Crofts DEPKES. Jakarta Bagian Gizi RSCM & persatuan Ahli Gizi Indonesia (1994). Peran perawat dalam pelaksanaan diet pasien D. Kebutuhan zat gizi untuk pasien pada berbagai gangguan sistem tubuh. Jakarta. Nutrition During The Life Cycle. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Inc. S. Jenis-jenis diet dan hubungannya dengan berbagai penyakit 5. Peran zat gizi pada berbagai tingkat usia 3. Konsep dasar ilmu gizi 2. Daftar Penukar Bahan Makanan (1997). Penuntun Diet. Nutrition Hand Book For Nursing Practice.G. PT Gramedia. Dian Rakyat. Betty B Alford and Margaret L (1982). Memahami kebutuhan zat gizi pada pasien dengan berbagai gangguan sistem tubuh. New Jersey : Boyle Prentice – HII. Tujuan Mata Kuliah. Dudek. Berg A. Ilmu Gizi .J. Nutrition and Nutrition Therapy. St. Rujukan Ahmad Djaeni (1999). Memahami peran zat gizi pada berbagai tingkat usia 3. 4. Lippincot .B. J. Louis.B. 4. Puslitbang Gizi Bogor DEPKES. Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu : 1. Mengaplikasikan konsep dasar ilmu gizi dan ilmu diet dalam asuhan keperawatan C. (1986). Faktor Gizi Clara Mixon Lewin. and Muscat. (1987).

fungsi dan tugas perawat. B. FKUI Sunita Almatsier (2001). Yogyakarta. Essential of Nutrition and Diet Therapy . Nutrition and Diet Therapy. Kegiatan belajar dilakukan melalui kuliah. Memahami sejarah keperawatan dan kecenderungannya . penugasan dan praktika. Karause and Mahan. dkk. Mary E. Jkarta. evaluasi. Bogor. St.Louis : The C.Beck (1993). paradigma. New York. West Publishing Company William S. Nutrition and Diet Therapy. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa akan mampu: 1. (2001). Prinsip Dasar Ilmu Gizi.V. (1984). Bodinske (1987). Mosby Co. Ilmu Gizi dan Diet – Hubungannya dengan Penyakit untuk Perawat dan Dokter. (1982). Seventh Edition. Ilmu Gizi Klinis Pada Anak. W.R. The Nurse Guide to Diet Therapy. dan dokumentasi asuhan keperawatan dengan menerapkan prinsip berfikir kritis. Food.B. Yayasan Essentia Medica Solihin Pujiadi (1990). diskusi. New ork. Philadelphia. Jakarta. Wheley Medical Publiscation. peran. perencanaan tindakan keperawatan. Louis H. Penilaian Status Gizi.Dewa Nyoman Supariasa. profesi keperawatan . P = 1 ) : Semester I A. perumusan diagnosa keperawatan. Second Edition . Mata Kuliah : KDK (Konsep Dasar Keperawatan) Kode Mata Kuliah : WAT 4. Mata kuliah ini juga membahas tentang konsep proses keperawatan yang mencakup pengkajian. PT Gramedia Whitney & Cataldo (1986). Saunders Company. falsafah. Wheley Medical Publicatio. meliputi : sejarah.01 Beban Studi Penempatan : 2 SKS ( T = 1. model-konsep dan teori keperawatan. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini menguraikan tentang konsep dasar keperawatan.

Memahami falsafah keperawatan 3. Memahami sistem pelayanan keperawatan 8. C. Garis Besar Mata Kuliah 1.2. Mengaplikasikan pendekatan proses keperawatan dalam asuhan keperawatan 6. Paradigma keperawatan 7. Teori sebagai dasar untuk keperawatan 9. Applying Nursing Proccces :a Tool for critical thinking. Sejarah keperawatan dan kecenderungan 2. Proses keperawatan 8. Lippincot Williams and Wilkins Badman. Menerapkan cara berfikir kritis sebagai seorang perawat profesional pemula. Model-konsep dan teori keperawatan. . Philadelphia. Le Fevre Rosalinda (2002). fungsi. fungsi dan tugas perawat dalam pengembangan system pelayanan kesehatan 7. Memahami konsep profesi dan sosialisasi profesi 4. EL & Badman. Falsafah keperawatan 3. Memahami peran. tugas perawat dalam pengembangan sistem pelayanan kesehatan 10. Peran. 6. B (1988). Fundamental Critical Thinking In Nursing. Rujukan Alfaro. Memahami model-konsep dan teori keperawatan 5. Keperawatan sebagai ilmu dan teori keperawatan 5. Konsep profesi dan sosialisasi profesi 4. Norwalk : Appeton and Lange. Berfikir kritis (Critical Thinking) dalam keperawatan D. Sistem pemberian pelayanan kesehatan dan keperawatan 11.

FA Davis Co Soewandi. Philadelphia : Lippincot Williams and Wilkins Rubenfeld.L.02 Beban Studi : 4 SKS (T = 2 . Perspectives on ursing Theory. B (1997). St Louis Baltimore. BK (1999). Lippincot Ruth. Batara. P = 2) . ( 2005 ). Mosby. Fourth Edition. Fundamental of ursing Human Health and Fungtion. Addison Wesley Publishing Co.A. Third edition. Ruth (1996). (1991). Pamela G (2003). Philadelphia. Johnson.Christenen. Diktat Kuliah : Sejarah Keperawatan. Mosby Year Book. Nicoll. California. New York. M & Sall (19899). . LH (1997). Nursing Process Application of Conceptual Models. A. Jakarta. Hiniema Nursing Reed. Nursing Ethices Theories & Maryland.M . G. Brody Co Deloughery. Jakarta Yunarsih. Philadelphia. Philadelphia : Lippincot and Willkins. Fundamental of Nursing : Concept and Procedure. Perspectives on Nursing Theory. Hidayat. Essential of Nursing Leadership & Management. Nursing Model for Practice. Philadelphia. Salemba Medika. S. Jakarta. J (1991). Kozier. Ringkasan Sejarah Keperawatan. Mata Kuliah : Kebutuhan Dasar Manusia ( KDM ) I Kode Mata Kuliah : WAT 4. Betty. St Louis Baltimore Creven. California. Concepts & Issues in Nursing Practice. Pj & Kenney. Issues and Trends in Nursing. Pearson & Vaughan (1986). Jw (1995). M & Scheffer. Kozier. tidak dipublikasikan. Addison Wesley Publishing Co. Rolent t. (2004). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. An Introductory to Theory and reasoning in Nursing. Philadelphia. Lippincot Curtine Leok (1991). Critical Thinking in Nursing : An Interactive Approach. Lippincot. London. B (1988).

serta rasa aman dan nyaman . Asuhan keperawatan pada lingkup kebutuhan dasar manusia 3. eliminasi. New York Thompson Craven. sosio. C. (2003). Penerapan proses keperawatan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan dasar tersebut. (1996). ini mahasiswa akan mampu: 1. aktifitas istirahat dan tidur. psiko. aktifitas istirahat tidur. rasa aman dan nyaman. D. sosio spiritual termasuk kebutuhan personal hygiene. penugasan. psikososial. psikososial. eliminasi aktifitas istirahat-tidur. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah. Gaylene Bouscha. Memahami kebutuhan dasar bio. Konsep kebutuhan dasar manusia 2. aktifitas istirahat tidur. sexual dan spiritual 4. eliminasi. B. Deskripsi Mata Kuliah Mata Kuliah ini menguraikan tentang konsep kebutuhan dasar yang meliputi kebutuhan bio. sexual dan spiritual. 3. Aktivitas belajar meliputi kuliah. Memahami teori-teori kebutuhan dasar manusia dan implementasi dalam asuhan keperawatan.Penempatan : Semester I A. Rujukan Alttman. psiko. sexual dan spiritual. 2. demonstrasi dan simulasi di kelas dan praktikum di laboratorium institusi. diskusi. Philadelphia. rasa aman dan nyaman. Konsep kebutuhan psikososial. Konsep kebutuhan fisiologis : personal hygiene. spiritual termasuk kebutuhan personal hygiene. rasa aman dan nyaman. eliminasi. Menerapkan proses keperawatan sebagai metoda pemecahan masalah keperawatan pada lingkup gangguan pemenuhan kebutuhan dasar kebutuhan personal hygiene. Ruth . Fundamental and advance Nursing Skills. Fundamental of Nursing Human Health and Function. : Lippincott . Garis Besar Mata Kuliah 1.

Nursing A Human Needs Approach. Menerapkan teknik komunikasi berdasarkan tingkatan usia. New Jersey : prentice Hall. 5. Janice. Menerapkan teknik komunikasi pada keadaan khusus : kebutaan dan gangguan pendengaran dll 4. Fundamental of Nursing. . Lippincot. serta penerapan komunikasi dalam asuhan keperawatan pada berbagai kasus dan tingkat usia. Boston : Miffin Co. St. (1996). (1995). B. Louis. Addison Wesley Publishing Patricia AP & Anne GP. Deskripsi Mata Kuliah Mata Kuliah ini menguraikan tentang teori dan konsep komunikasi umum dan komunikasi therapeutik dalam keperawatan. Memahami konsep komunikasi umum 2. Potteir . Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu : 1. B . P=1) : Semester II A. Sandra F. Kozier. Menerapkan konsep komunikasi ke dalam asuhan keperawatan pada berbagai kasus dan tingkatan usia . Toronto : Mosby Co. Modules for Basic Nursing Skills. Smith. Clinical Nursing Skill : Basic Advanced Skill.06 Beban Studi Penempatan : 2 SKS (T=1. Philadelphia. California. et. Fundamental of Nursing. Memahami konsep komunikasi therapeutik dalam keperawatan 3. ( 2005 ). (1993). (1998). (1998).Ellis / Nowlis . Lippincot Co. All. Fundamental of Nursing : Concept Process and Practice “ Ethics and Values”. Mata Kuliah : Komunikasi Dalam Keperawatan Kode Mata Kuliah : WAT 4. Philadelphia.

( 1996). 1995. Principle and practice of psychiatric nursing. Komunikasi untuk Perawat.St. Penerapan komunikasi dalam asuhan keperawatan dengan berbagai kasus dan tingkatan usia D. Erb ( 1995 ). Toronto. Deskripsi Mata Kuliah . Keliat. Rujukan. EGC. P=1) Penempatan Prasyarat : Semester II : Biologi. Konsep komunikasi theurapeutik 3. Atkinson. Mosby Years Book Inc.Alih bahasa Hamid. Hubungan terapeutik PerawatPasien/Pasien. . 4. Purwanto.05 Beban Studi : 2 SKS (T=1. Mosby Company.louis. Gerontologic Nursing 2 nd. Mosby Adisson Wesley. Teknik komunikasi pada keadaan khusus: kebutaan dan gangguan pendengaran dll. Budi Ana. Fundamental of Nursing : Concept and Practice. St. Mosby Year Book.Louis Mata Kuliah : Mikrobiologi dan Parasitologi Kode Mata Kuliah : WAT 2. Jakarta Kozier. (1994). Garis Besar Mata Kuliah 1. A. Teknik komunikasi berdasarkan tingkatan usia 5.C. Philadelphia. (200). Fundamental of Nursing : Concept and Practice. Konsep komunikasi umum 2. G. St Louis Lueckenotte Annette. ( 1990 ) ). Jakarta EGC Stuart GW and Sundeen.A.

Pengantar mikrobiologi b. Parasitologi a. Imunologi e. Memahami efek mikroorganisme dan parasit terhadap tubuh manusia 4. Menerapkan prinsip-prinsip desinfeksi dan pencegahan penularan terhadap penyakit sebagai dasar dalam melaksanakan asuhan keperawatan C. Mikrobiologi a. Infeksi nososkomial h. 1. B. Jenis-jenis parasit . prinsip-prinsip sterilisasi desinfeksi dan upaya mencegah efek mikroorganisme dan penularan parasit terhadap tubuh manusia. Garis Besar Mata Kuliah. mahasiswa akan mampu : 1. Virologi f.Mata kuliah ini menguraikan tentang mikrobiologi yang membahas tentang siklus kehidupan dan ekosistem mikro organisme dan parasit serta reaksi tubuh manusia terhadap mikroorganisme dan parasit. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah. Memahami adanya penyimpangan-penyimpangan hasil pemeriksaan mikroba dan parasit 5. Pengantar parasitologi b. Mikrobiologi g. Memahami siklus pertumbuhan mikroorganisme dan parasit yang dapat mengganggu kesehatan manusia 3. Bakteriologi klinik d. Proses belajar melalui kegiatan pembelajaran ceramah. diskusi dan praktika. Bakteriologi dasar c. Memahami berbagai organisme 2. Sterilisasi dan Desinfeksi 2.

Lange. K Hilda PD. Mikrobiologi untuk Profesi Kesehatan (Review of Microbiology).D. Wolfgang. Bernard.04 Beban Studi Penempatan : 2 SKS (T = 1. diskusi dan praktika. Deskripsi Mata Kuliah Mata Kuliah ini menguraikan tentang etika umum. Virology. P = 1) : Semester II A. Memahami kode etik keperawatan . Jakarta : EGC. Memahami etika profesi keperawatan mencakup : ruang lingkup etika keperawatan. tanggung jawab dan tanggung gugat dalam keperawatan. Juga menguraikan tentang kode etik profesi. Buku I dan II. Jl. 17 th ed New York. hubungan perawat-pasien. Jakarta: FK-UI Fied’s (1990). EA Adeberg (1986). B. etika dan power / kekuatan dalam keperawatan. 3. Aplenton-Century/Crofts. prinsip. 2. perawat-perawat dan perawat dengan profesi lain. Serta bagaimana menyelesaikan dilema etik bersama pasien dan profesi lain sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya. Zinsser (1980) Mikrobiologi. Melcick. Mata Kuliah : Etika Keperawatan Kode Mata Kuliah : WAT 4. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu : 1. 2 nd Jawetz. Proses belajar melalui kegiatan pembelajaran ceramah. aturan dan sikap professional berdasarkan nilai-nilai moral dengan memandang hak dan martabat pasien sebagai manusia. Kumpulan Kuliah Mikrobiologi Kedokteran. Memahami etika umum. 16. Rujukan Bagian mikrobiologi FK-UI (1987). Ed. Jeklik.

L. Hak dan martabat pasien.Konsep dasar etika profesi keperawatan 3. 10. Memahami kecenderungan dari etik keperawatan 5. Legal.Konsep dasar etika umum 2.Kode etik profesi keperawatan 4. Commitment issues and ethis in nursing.4. Jakarta : Rineka Cipta Bandman.Keputusan moral dan teori moral dalam keperawatan 5. Pustaka utama . E. (2000). Garis Besar Mata Kuliah 1. Jakarta Burhanudin. Aiken T. Philadelphia : The Smith.perawat . Etika Individual. Nursing Ethics Through The Life Span. Davis Company Philadelphia Bandman. ethical. (1990). (1990). Jakarta . 9. and political issues in Nursing. cetakan ketiga Gramedia. 8. (1994).D. Hubungan perawat. Hubungan perawat. Hubungan perawat. D. Pustaka utama . Nursing Ethics Through The Life Span. 2 nd edition Bertens K (1997). 7.. Rujukan A Quinn Carrol-Michelle (1987).masyarakat 11. Etika. cetakan ketiga Gramedia. Menerapkan prinsip etika keperawatan dalam asuhan keperawatan C. Hubungan perawat.L. E.Kecenderungan dan isu etik keperawatan retrosfektif dan prosfektif 6. 2 nd edition Bertens K (1997). Etika.profesi lain . Model pengambilan keputusan dilema etik..pasien.

and boyd. ( 2003 ). Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini menguraikan tentang farmakologi dan terapeutik dengan penekanan pada farmakodinamik. Buku Saku Diagnosa Keperawatan (ed. efek samping obat. Philadelphia. WB Saunders PPNI. Taylor C. St Louis : Elssever Saunders. farmakokinetik penggolongan obat. Megan Jane.Philadelphia Mata Kuliah : Farmakologi Kode Mata Kuliah : WAT 2. (1989). (1993). Etika dan Hukum Kedokteran. Eidenburg Johns S. (2000). Memahami efek samping obat . P = 1) : Semester II A. Jakarta : Rineka Cipta Gunardi (1991). Melia. dan bahaya penggunaan / pemberian obat kepada pasien.Burhanudin.. Memahamai penggolongan obat 3.06 Beban Studi Penempatan : 2 SKS (T = 1. Lilis C Lemore. Etika Individual.E. (2000). L. Bioethics Nursing Perspective.. Jakarta : UI Press Johnstone.(1989). Proses belajar memberikan pengalaman pemahaman tentang farmakologi melalui kegiatan pembelajaran ceramah. K. Jakarta EGC Tachudin. Bio ethics a Nursing Perspective.M.Indonesia). K.M. diskusi dan praktika B. Ethic In Nursing : The Caring Ralationship. Megan J. Philadelphia : WB Saunders Thompson. Verena. Memahami konsep dasar farmakologi 2. Fundamental of Nursing. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah mahasiswa diharapkan mampu : 1. (2000). JB Lippincott Co. Nursing Ethics.

Farmakologi. Jakarta : Penerbit EGC Pagliargo.enzim.M. Edisi ketiga. Louis : CV. Pharmacologic Aspects of Nursing. St. farmakodinamik. A. Katzung. asam amino.07 Beban Studi Penempatan Prasyarat : 2 SKS (T = 1. Rujukan Joyce. 7.K. nutrisi pada manusia (air. and Hayes. : Anatomi fisiologi dan Biologi. Menerapkan prinsip farmakologi dalam melaksanakan peran kolaboratif C. Mosby Co. Jakarta : EGC. Peran kolaboratif perawat dalam pelaksanaan prinsip farmakologi 6. Penghitungan dosis. Mata Kuliah : Biokimia Kode Mata Kuliah : WAT 2. Konsep dasar farmakologi. protein).Peter Anugrah. oksidasi biologi. LA. lipid.. Alih Bahasa : Dr. Garis Besar Mata Kuliah 1. karbohidrat. B. Pendekatan Proses Keperawatan.R. lemak serta hormone dan . Bahaya penggunaan / pemberian obat pada Pasien/Pasien 5. D. Prinsip dalam pemberian obat. L. vitamin.G. (1986). E. farmakokinetik 2. karbohidrat. P = 1) : Semester II. purin pirimidin.4. and Pagliargo. A. Deskripsi Mata Kuliah Mata Kuliah Biokimia membahas tentang enzim dan Ko. Efek samping obat 4. Penggolongan obat 3. Memahami bahaya penggunaan / pemberian obat pada pasien 5. (1996). Farmakologi Dasar dan Klinik.

Jakarta. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah. A. Hormon dan peranannya dalam metabolisme D. vitamin. EGC Colby . mineral. Biokimia Harper.02 Beban Studi Penempatan : 2 SKS (T = 1. C. P = 1) : Semester II. Garis Besar Mata Kuliah 1. Enzim dan Koenzim 2. Memahami zat-zat yang berperan dalam proses kimiawi didalam tubuh 3. Jakarta. Jakarta. protein) 4. asam amino. edisi 25. Ringkasan Biokimia Harper.Menerapkan konsep biokimia sebagai landasan dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Egc Iyan Darmawan. Biokimia Harper. purin pirimidin. (1995). Oksidasi biologi 3. Jakarta. EGC Murray. lemak 5. dkk. Nutrisi pada manusia (air. diskusi . EGC Mata Kuliah : Sosiologi Kode Mata Kuliah : WAT 5. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini menguraikan tentang teori dan konsep manusia dan sosial .peranannya dalam metabolisme. B. (1987). penugasan dan praktikum. Proses pembelajaran melalui kegiatan belajar ceramah. Buku Ajar Biokimia. (1988). Memahami nutrisi manusia dan proses metabolisme 4. Metabolisme karbohidrat. lipid. mahasiswa mampu: 1. Rujukan. Armstrong. Memahami berbagai proses kimiawi didalam tubuh 2. (2003). karbohidrat.

Religi dalam kehidupan masyarakat. Masalah-masalah social masyarakat 11. Memahami konsep manusia dan sosial budaya masyarakat dalam asuhan keperawatan 2. 8. B. Kaitan manusia. Berbagai kelompok social 5. Menerapkan prinsip kehidupan bermasyarakat dalam asuhan keperawatan 6. Menerapkan aturan-aturan / norma-norma dalam kehidupan masyarakat 4. aturan – aturan / norma-norma dalam kehidupan masyarakat. Garis Besar Mata Kuliah. kepercayaan / agama sebagai kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat serta penerapannya di masyarakat. Menerapkan konsep manusia dan keluarga sebagai sub system dalam social budaya masyarakat dalam asuhan keperawatan 3. Proses pembelajaran melalui kegiatan pembelajaran ceramah. diskusi dan praktikum. Perubahan-perubahan social dan kebudayaan 7. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir perkualiahan mahasiswa diharapkan mampu : 1. 1. Perilaku sehat-sakit masyarakat . manusia dan keluarga sebagai sub system dalam sosial budaya masyarakat. nilai budaya dalam masyarakat Indonesia. Menerapkan prinsip kepercayaan / agama sebagai kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat 5.budaya masyarakat. Menerapkan konsep sosio budaya dalam pemberian asuhan keperawatan C. Lapisan-lapisan masyarakat 10. Konsep keluarga 4. masyarakat dan budaya 3. Kebudayaan dan masyarakat 6. Lembaga kemasyarakatan 9. Proses social dan interaksi social 2.

Cetakan 27. A. (1986) Antropologi Kesehatan Cetakan 1. B. (1981). Soejono (1999). perubahan struktur dan fungsi jaringan / organ tubuh. Cetakan 3 Jakarta : Aksara Baru Soekanto. Mata Kuliah : Patologi Kode Mata Kuliah : WAT 2. Sociology For Nurses. Fokus pembahasan mencakup beberapa konsep dasar patologi serta berbagai kelainan yang bersifat umum pada beberapa reaksi patologi. : Anatomi Fisiologi. Jakarta : UI Press Koentjaraningrat. Foster. Jakarta Raja Grafindo Persada. P = 1) : Semester II.( 2005 ). penugasan dan praktikum. Deskripsi Mata Kuliah Mata Kuliah ini membahas tentang konsep dasar patologi serta proses terjadinya perubahan struktur & fungsi jaringan / organ tubuh manusia beserta perubahan-perubahan klinis yang ditimbulkannya. Antropologi Kesehatan Indonesia. Sosiologi Suatu Pengantar. Implementasi sosio-budaya dalam asuhan keperawatan D. Takdir (1986). Menguraikan berbagai konsep yang mendasari terjadinya . Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah mahasiswa diharapkan mampu : 1. Antropologi Baru. Cambridge : Polty Press. Pengantar Ilmu Antropologi.12. Dian Baru Azwar Agus & T.08 Beban Studi Penempatan Prasyarat : 2 SKS (T = 1. Jakarta : EGC Denny and Ellaine. Pandangan sehat-sakit menurut dunia barat 13. Cetakan 2. Rujukan Alisyahbana. Proses belajar yang dilakukan dilakukan melalui ceramah. Yacob (1998). GM & Barbara Gallatin Anderson.

Garis Besar Mata Kuliah 1. Memahami mekanisme proses terjadinya kelainan tubuh manusia sebagai dasar dalam penerapan asuhan keperawatan 5. Philadelphia. Mekanisme adaptasi sel 3. Hand Book Of Pathophisiology. William J (2005). Patofisiologi. Neoplasma 11. Memahami tahapan kematian 6. Kelly. Jakarta : EGC Mata Kuliah : Kebutuhan Dasar Manusia II Kode Mata Kuliah : WAT 4. Interaksi genetik dan lingkungan 4. Wilson Sylvia A Price (2000). Lippincot Williams and Wilkins Luckman and Sorensen (2000). Kelainan kongenital dan keturunan 7. Memahami terjadinya perubahan fungsi organ tubuh 4. Memahami proses kelainan struktur dan fungsi tubuh manusia 3. Menerapkan konsep patologi dalam asuhan keperawatan C.kelainan struktur dan fungsi tubuh manusia 2. Kelainan sirkulasi.03 . Radang dan mekanisme proses infeksi 9. Kelainan retrogresif 5. Philadelphia : WB Saunder. Patogenesis dan patofisiologi kelainan struktur dan fungsi tubuh 2. Rujukan. Medical Surgical Nursig : A Pathophysiology Approach. Tahap kematian jaringan danNekrosis sel 6. Proses penuaan D. cairan tubuh dan asam basa 8. Proses penyembuhan luk 10.

Beban Studi : 4 SKS (T=2, P=2) Penempatan Prasyarat : Semester II : Anatomi Fisiologi , KDM I dan KDK.

A. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini menguraikan tentang kebutuhan dasar manusia dalam kondisi gangguan serta upaya untuk memenuhinya dalam penerapan asuhan keperawatan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Asuhan keperawatan yang dipelajari pada mata kuliah ini adalah asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan oksigen, cairan, nutrisi, psikososial, kasus terminal, menjelang ajal, serta perawatan luka dan pemberian obat-obatan. B. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu : 1. Melakukan pengkajian pada pasien dengan gangguan kebutuhan oksigen, cairan, nutrisi, psikososial, terminal, menjelang ajal, perawatan luka dan pemberian obat-obatan. 2. Menyusun perencanaan pada pasien dengan gangguan kebutuhan oksigen, cairan, nutrisi, psikososial, terminal, menjelang ajal, perawatan luka dan pemberian obat-obatan. 3. Membuat diagnosa keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan oksigen, cairan, nutrisi, psikososial, terminal, menjelang ajal, perawatan luka dan pemberian obat-obatan. 4. Melaksanakan tindakan-tindakan keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan oksigen, cairan, nutrisi, psikososial, terminal, menjelang ajal, perawatan luka dan pemberian obat-obatan. 5. Melakukan evaluasi pada pasien dengan gangguan kebutuhan oksigen, cairan, nutrisi, psikososial, menjelang ajal, perawatan luka dan pemberian obatobatan. C. Garis Besar Mata Kuliah 1. Asuhan keperawatan pada Pasien dengan gangguan

oksigenasi 2. Asuhan keperawatan pada Pasien dengan gangguan cairan dan elektrolit 3. Asuhan keperawatan pada Pasien dengan gangguan nutrisi 4. Asuhan keperawatan pada Pasien dengan gangguan kebutuhan psikososial, berduka, terminal dan menjelang ajal 5. Asuhan keperawatan pada pasien dengan luka 6. Pemberian obat – obatan pada semua tingkat usia berdasarkan hasil kolaborasi. D. Rujukan Craven, Ruth , (1996), Fundamental of Nursing Human Health and Function,Philadelphia, Lippincott Ellis / Nowlis , (1998), Nursing A Human Needs Approach, Boston : Miffin Co. Janice, et. All. , (1993), Modules for Basic Nursing Skills, Philadelphia, Lippincot Co. Kozier, B , (1995), Fundamental of Nursing : Concept Process and Practice “ Ethics and Values”, California, Addison Wesley Publishing Patricia AP & Anne GP, (1996), Fundamental of Nursing, St. Louis, Toronto : Mosby Co. Potter , (1998), Fundamental of Nursing, Philadelphia, Lippincot Potter ( 2000), Pocket Guide to Basic Skill and Procedures, Third Edition, Mosby Year Book, Toronto.

TAHUN II A. SEMESTER III KODE MATA KULIAH MK WAT 4.09 Dokumentasi Keperawatan WAT 4.08 Promosi Kesehatan WAT 5.03 Bahasa Inggris I WAT 5.01 Manajemen dan Kepemimpinan dalam Keperawatan WAT 4.05 Keperawatan Profesional WAT 3.01 Keperawatan Medikal Bedah I WAT 3.05 Keperawatan Medikal Bedah II Jumlah Kredit Semester BOBOT SKS 2 2 2 2 2 4 3 17 TP K 1 1 1 1 1 2 7 1 1 1 1 1 2 7 3 3

B. SEMESTER IV KODE MATA KULIAH MK WAT 5.04 Bahasa Inggris II WAT 3.03 Keperawatan Anak I WAT 3.07 Keperawatan Anak II WAT 3.04 Keperawatan Maternitas I WAT 3.09 Keperawatan Medikal Bedah III WAT 3.02 Keperawatan Jiwa I Jumlah Kredit Semester

BOBOT SKS 2 4 2 4 4 4 20

TP K 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 -

8 10 2

Mata Kuliah : Dokumentasi Keperawatan Kode Mata Kuliah : WAT 4.09 Beban Studi Penempatan Prasyarat : 2 SKS (T = 1, P = 1) : Semester III. : Bahasa Indonesia, KDK.

Konsep dasar dokumentasi b. mahasiswa mampu : 1. tehnik dokumentasi asuhan keperawatan berdasarkan metode proses keperawatan. tujuan. pentingnya dokumentasi keperawatan. Pengertian dokumentasi keperawatan c. prinsip-prinsip. B. model dokumentasi keperawatan. prinsip-prnisip pentingnya dan manfaat dokumentasi keperawatan.A. Proses pembelajaran memberikan kesempatan kepada mahasiswa merancang serta latihan pendokumentasian asuhan keperawatan serta menganalisa hasil asuhan keperawatan. penugasan dan praktek dokumentasi asuhan keperawatan. serta manfaat dokumentasi . Deskripsi Mata Kuliah Mata Kuliah ini menguraikan tentang konsep dasar dokumentasi keperawatan dan proses keperawatan yang mencakup : pengertian dokumentasi keperawatan. serta model dokumentasi keperawatan 2. Memahami konsep dasar dokumentasi keperawatan meliputi : pengertian dokumentasi keperawatan. Memahami tehnik dokumentasi asuhan keperawatan berdasarkan metode proses keperawatan pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan 3. standard dokumentasi keperawatan. Tujuan. prinsip-prinsip pentingnya dokumentasi keperawatan. diskusi. aspek legal serta manajemen resiko. Kegiatan belajar dilakukan melalui : kuliah. manfaat dokumentasi. Memahami tehnik dokumentasi asuhan keperawatan berdasarkan metode proses keperawatan pada tatanan pelayanan khusus 4. Memahami aspek legal serta manajemen resiko dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. C. Memahami standard dokumentasi keperawatan 6. tujuan. Menerapkan tehnik dokumentasi asuhan keperawatan berdasarkan metode proses keperawatan pada populasi khusus 5. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah. Garis Besar Mata Kuliah 1.

Pendekatan model dokumentasi keperawatan e. Aspek legal serta manajemen resiko 2. Tatanan khusus c. P = 1) . St. Barbara Kozier. Annes G. Populasi khusus D. (1985). Patricia A. (1997). Toronto. Fundamental of Nursing Concepts and Procedures. Documenting Care Communication The Nursing Process and Documentation Standard. Mosby Company. Berbagai tatanan pelayanan b.Philadelphia : F. Louis. Mosby Co. . Louis. Fundamental of Nursing Concept Process and Practice. Pendokumentasian asuhan keperawatan berdasarkan metode proses keperawatan : 3. Third Editions Massachusets Addison – Wesley.Perry. Glenora Erb. Princetown. Rujukan Anne G.A.08 Beban Studi : 2 SKS (T = 1. . Princetown The C. (1991). Clinical Nursing Skills and Techniques. .V. Pendokumentasian asuhan keperawatan pada : a. Potter. Tehnik dokumentasi asuhan keperawatan berdasarkan metode proses keperawatan f. Davis.V. Publishing Company Francess Talaksa Fibach. Mata Kuliah : Promosi Kesehatan Kode Mata Kuliah : WAT 4. Company. St. A. Standard dokumentasi keperawatan g.Potter. Perry . (1997).d. The C. Toronto.

Memahami konsep prinsip promosi kesehatan 2. prinsip-prinsip promosi kesehatan pada pasien sebagai individu. Health Education Planning. Prinsip-prinsip promosi kesehatan pada Pasien/Pasien individu 4. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir pendidikan mahasiswa diharapkan mampu : 1. kelompok. Fundamentals of Nursing Human Health and Function. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini menguraikan tentang konsep.Menerapkan promosi kesehatan pada pasien sebagai individu. Garis Besar Mata Kuliah 1.kelompok dan masyarakat di tatanan klinik dan komunitas. Inc. Membuat rancangan promosi kesehatan 7. USA : Myfield Publishing Co Kozier & Glenora Erb (1998). Penekanan pada pemahaman dan penerapannya melalui kegiatan belajar kuliah. : Komunikasi. Penerapan promosi kesehatan pada masyarakat D. Second Edition. Second Edition.Penempatan Prasyarat : Semester III. Konsep dasar promosi kesehatan 3. B. tugas baca dan praktikum. dan masyarakat di tatanan klinik dan komunitas . Concept and Issues In Nursing . The Planning of Change. keluarga. New York : Halt Kinehart and Winston. Penerapan promosi kesehatan pada Pasien/Pasien sebagai individu 8. C. A. Mengkaji kebutuhan promosi kesehatan 6. A Diagnostic Approach. Pengantar promosi kesehatan 2. Rujukan Bennis & Benne & Robert Chin (1999). Prinsip-prinsip promosi kesehatan masyarakat 5. Craven & Hirnlie (2002). keluarga. Philadelphia : Lippincot Green (1989).

Translation 7. Grammar 2.03 Beban Studi Penempatan : 2 SKS (T = 1. Mahasiswa diberi kesempatan mempelajari teknik percakapan singkat. Expression Opinion . Garis Besar Mata Kuliah 1.Practice. Membaca sumber bacaan bahasa Inggris 6. berkomunikasi dan membaca sumber bacaan. diskusi. Memahami percakapan dalam bahasa Inggris 4. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Reading Comprehension 4. Memahami tentang kosakata dalam bahasa Inggris 3. P = 1) : Semester III A. Vocabulary 3. Writing 5. Melakukan percakapan singkat C. Mata Kuliah : Bahasa Inggris I Kode Mata Kuliah : WAT 5. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir pendidikan mahasiswa diharapkan mampu : 1. Memahami tentang teknik berkomunikasi dalam bahasa Inggris 5. Listening Comprehension 6. Memahami tata bahasa Inggris 2. penugasan dan seminar B. Proses pembelajaran meliputi kegiatan belajar yang dilakukan melalui kuliah. California : Addison – Wesley Publishing Company Inc.

s (2000). Deskripsi Mata Kuliah Mata Kuliah ini menguraikan tentang konsep kepemimpinan dan manajemen dalam keperawatan. Manajemen asuhan keperawatan 5. Fungsi-fungsi manajemen keperawatan 4. Garis Besar Mata Kuliah 1.D. Kepemimpinan dalam keperawatan . P = 1) : Semester III. Konsep umum manajemen. Memahami perilaku organisasi 4. manajemen pelayanan keperawatan dan manajemen asuhan keperawatan. Menerapkan manajemen asuhan keperawatan C.01 Beban Studi Penempatan : 2 SKS (T = 1. penugasan dan praktikum. Fokus pembelajaran memberikan pengalaman kepada mahasiswa menerapkan konsep kepemimpinan dan manajemen dalam asuhan keperawatan. Kegiatan belajar dilakukan melalui kuliah. Rujukan Barron. Memahami manajemen financial dalam keperawatan 5. Memahami konsep umum manajemen dan kepemimpinan . Memahami manajemen pelayanan keperawatan beserta fungsifungsinya 3.. B. 2. Manajemen keperawatan 3. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa dapat : 1. 2. A. Student 1 Choice TOEFL 7 th Ed. Jakarta : Bina Aksara Mata Kuliah : Manajemen dan Kepemimpinan dalam Keperawatan Kode Mata Kuliah : WAT 5.

Boston : Jones and Bartlett Publishers. Mata Kuliah : Keperawatan Profesional Kode Mata Kuliah : WAT 4. Nursing Management. (1990). Perilaku organisasi 7. A System Approach. kepemimpinan & Manajemen Keperawatan .C. : KDK. R. Management and Leadership for Nurse Managers. Introductory Management and Leadership for urses. Saunders Co. Deskripsi Mata Kuliah Mata Kuliah ini menguraikan tentang komponen keperawatan profesional hukum dan regulasi keperawatan.J.05 Beban Studi Penempatan Prasyarat A. Philadelphia : WB. tanggungjawab perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan dan : 2 SKS (T = 1.J. Manajemen konflik. and Swansburg R. . Thora Kron (1991).C. P = 1) : Semester III. . Sudbery. 3 rd ed. 9. Jakarta EGC Swansburg. Philadelphia : WB Saunders Co. R. Rujukan Gillies Dee Ann (1994). (1999). Swansburg. The Management of Patient Care. Jakarta EGC Nursalam (2003). Teori berubah dalam manajemen keperawatan 8. and Swanburg R. .6. Monica (2003). Manajemen mutu dalam pelayanan keperawatan D. Manajemen Keperawtan. Massachusetts : Jones and Bartlett Publishers. La. system pendidikan keperawatan.

Memahami issue legal dalam praktik keperawatan profesional 9. Issue legal dalam praktik keperawatan 9. System pendidikan keperawatan 4. Berbagai tantangan dan upaya pembenahan dalam profesikeperawatan 8. Aspek hukum dan regulasi dalam keperawatan 7. Memahami konsep dasar praktik keperawatan profesional 2. Memahami regulasi keperawatan (registrasi & praktik keperawatan) 6. Memahami politik dan pembuatan kebijakan dalam kesehatan dan keperawatan. standar profesi keperawatan. penugasan dan praktika. C. Model dan bentuk praktik keperawatan 3.sebagai anggota tim pelayanan keperawatan. B. Memahami organisasi profesi keperawatan 5. praktik keperawatan profesional. Mahasiswa melakukan studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber yang berkaitan dengan keperawatan profesional. Menerapkan standar praktik keperawatan 7. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu : 1. Memamahi system pendidikan keperawatan 4. Memahami model-model dan bentuk-bentuk praktik keperawatan profesional 3. Organisasi profesi keperawatan 5. Politik dan pembuatan kebijakan dalam kesehatan dan . diskusi. Garis Besar Mata Kuliah 1. Standar praktik keperawatan 6. Memamahami berbagai tantangan dalam profesi keperawatan 8. Konsep dasar praktik keperawatan profesional 2. hubungan perawat sebagai tenaga profesional dengan organisasi profesi keperawatan. Kegiatan belajar dilakukan melalui ceramah.

Mosby Co. FK USU.keperawatan D. Process & Practice. Legal Aspect of Nursing Practice. Pengantar Profesi dan Praktik Keperawatan Profesional. Kozier. Wydia Medika Medan Berger. Praktik Keperawatan Profesional Konsep Dasar dan Hukum. P=2 ) : Semester III. Fundamental Law Every Nurse Should Know. Kj. KDK. Amri (1977). (1993). Undang-Undang No. Fundamental Of Nursing : Concept. kardiovaskular. H. (1996). Fundamental of Nursing Collaborating for Optimal Health. KDM I. Pengantar Keperawatan Profesional. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. EGC Jakarta Mata Kuliah : Keperawatan Medikal Bedah I Kode Mata Kuliah : WAT 3. Philadelphia Dep Kes R. MA (1992). California Kusnanto (2004). Appleton.I. EGC Jakarta Nothrop. CE (1991).01 Beban Studi Penempatan Prasyarat : 4 SKS ( T=2 . EGC Jakarta La Ode Junaidi (1999). A. : Anatomi Fisiologi. pencernaan dan penginderaan dengan berbagai penyebab patologis . KDM II. Legal Consideration. Saunders Co. Addison Wesley Publishing Co. Legal Issues In Nursing. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang masalah kesehatan yang lazim terjadi pada usia dewasa baik yang bersifat akut maupun kronik yang meliputi gangguan fungsi tubuh pada sistem pernapasan. St. Brinkman. Louis. Hukum Kesehatan. Lank Creighton. Robert Priharjo (1995). B (1997). Rujukan Amir.

Tuberkulosa b. Nasopharing. Asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem Kardiovaskuler: . neoplasma dan trauma. Mahasiswa akan mendapat materi tentang perspektif keperawatan medikal bedah sehingga memahaami peran dan fungsi seorang perawat dalam bidang keperawatan medikal bedah.seperti peradangan/infeksi. Akibat Neoplasma : Ca.Memahami asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler akibat proses peradangan/infeksi. 3. pencernaan dan penginderaan. Ca Paru c.Memahami asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem penginderaan akibat proses peradangan/infeksi. Akibat Trauma : Trauma Dada 3. neoplasma. B.Memahami asuhan keperawatan pasien Pre dan post operatif gangguan sistem pernapasan. Garis Besar Mata Kuliah 1. degenerasi dan trauma 6. Memahami perspektif keperawatan medikal bedah 2. C. kongenital. cardiovaskuler . Akibat Peradangan/Infeksi : COPD . Memahami asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem pernapasan akibat proses peradangan/infeksi. degenerasi dan genetik 4. Pneumonia. neoplasma. neoplasma dan trauma. Ca Laring. Asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem pernapasan: a. dan trauma 5. Perspektif keperawatan medikal bedah 2. Penugasan individu dan kelompok dalam bentuk seminar dan membuat pelaporan tentang praktikum. Tujuan Mata Kuliah Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu : 1. Proses pembelajaran difokuskan pada diskusi dan ceramah di kelas dan pengalaman belajar praktikum di laboratorium.Memahami asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem pencernaan akibat proses peradangan/infeksi.

a. Tindakan Prosedural Keperawatan pada : a. Arteriosklerosis e. DIC. Thypus abdominalis. Trauma : Trauma abdomen 7. Akibat Neoplasma pada Mata i. Akibat Degenerasi : Hipermetrop.PPTI 6. Akibat Kelainan Darah: Anemia. Akibat Neoplasma : Ca Lambung. cardiovaskuler dan pencernaan 9. Myopia. Akibat Peradangan/Infeksi: Endokarditis. kemasukan benda asing pada mata dan telinga. Katarak j. Akibat Peradangan/Infeksi pada mata dan telinga h. ca Kolon dan rektum h. . Hipertensi c. Akibat Gangguan Sirkulasi Perifer : Syndroma Boergoer. 8. Gangguan sistem Pernapasan : • • • • • Pengambilan sputum Melatih pasien napas dalam Melatih pasien batuk efektif Melakukan pengisapan lendir Melakukan fisioterapi dada dan Postural Drainage . Akibat Peradangan/Infeksi : Gastritis. Ca Hepar. Miokarditis dan Perikarditis b. Akibat Ganguan sirkulasi koroner : Infark Miokard. Hepatitis. Enteritis. Asuhan keperawatan pasien Pre dan Post Operatif sistem pernapasan. Asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem penginderaan: g. Kolitis g. Asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem pencernaan: f. Akibat Penurunan Fungsi pompa Jntung : Decompensatio Cordis. Akibat Trauma pada mata. Cardiogenik shock d. Angina Pektoris.

. Gangguan Sistem Pencernaan • • • Pemasangan NGT Perawatan Colostomi Tindakan kolaboratif pemberian nutrisi parenteral dan enteral • • • Penilaian kecukupan nutrisi Huknah/ klisma Perawatan Colostomi 5.• • • Melakukan Inhalasi Melakukan Perawatan WSD Melakukan perawatan Trakheostomi b. Rujukan Brunner and Suddarth. pencernaan dan penginderaan • • • • Penkes tindakan operatif Tindakan kolaboratif persiapan operasi Monitoring post operatif Pengangkatan jahitan D.s (1996).. Lippincott Company Donna D. Textbook of Medical – Surgical Nursing. Tindakan Pre operatif dan post operatif pada gangguan sistem pernapasan. Marilyn V. (1991). Philadelphia : JB. Gangguan Sistem Cardiovaskuler • • • • • Perekaman EKG Menilai keseimbangan cairan Tindakan kolaboratif pemberian cairan parenteral dan darah Monitoring pemberian cairan parenteral dan darah Menilai CVP c. cardiovaskuler. Eight Edition. Medical Surgical Nursing : A .

EGC Jakarta Purnawan Junardi. brifing ( Pre and post conference ) diperlukan untuk memberi kesempatan kepada para mahasiswa mempresentasikan kasus per kasus pasien yang dirawatnya melalui metoda nursing round . Co. Edisi Ketiga : Jakarta : Balai Penerbit FKUI Schwatz St Shires GT : Spencer. WB Sounders Company Long. (1989). dkk. New York Mata Kuliah : Keperawatan Medikal Bedah II Kode Mata Kuliah : WAT. CV Mosby Company Luckman and Sorensen. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. (1992). Kapita Selekta Kedokteran. Tokyo : WB Saunders.. Peter C. A. Pembelajaran di klinik difokuskan pada pengalaman belajar dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem pernapasan. pencernaan dan penginderaan. Evaluasi terhadap pencapaian kompetensi .. . (1993). Medical Surgical Nursing. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada para mahasiswa mempraktekkan teori dan konsep yang telah dipelajari di kelas dan telah di uji coba di laboratorium dibawah pengawasan instruktur laboratorium. Buku Ajar Ilmu Bedah. Principles of Surgery 5 th ed. Cetakan 1 : Jakarta EGC.3. Medical Surgical Nursing. Jakarta R.5. Psychophysiologie Approach. Selain metoda bedside teaching.Nursing Process Approach Philadelphia. kardiovaskuler . TC . Hayer & Thomas. Beban Studi Penempatan : 3 SKS ( K ) : Semester III Prasyarat : KMB I A. (1996). Barbara C. Syaifulloh Noor.. Toronto. Wim de Jong . Media Ausculapius. (1997). Diagnostik & Terapi. Syamsuhidayat.

Buku Ajar Ilmu Bedah. Philadelphia : JB. A. Wim de Jong . cardiovaskuler. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem pencernaan 4. Barbara C. (1996). Hayer & Thomas. Medical Surgical Nursing. (2005)Kapita Selekta Kedokteran. Diagnostik & Terapi. Rujukan Brunner and Suddarth.. Eight Edition. Tujuan Mata Kuliah Setelah menyelesaikan mata kuliah ini peserta didik kompeten dalam : 1. pencernaan dan penginderaan C. A.. Medical Surgical Nursing : A Nursing Process Approach Philadelphia. Tokyo : WB Saunders. (1991). Cetakan 1 : Jakarta EGC. (1993). Long. CV Mosby Company Peter C. Psychophysiologie Approach. Syamsuhidayat. (1997). Toronto. Jakarta R. WB Sounders Company Luckman and Sorensen... Co. EGC Jakarta Purnawan Junardi. 5. Edisi Ketiga : Jakarta : Balai Penerbit FKUI .. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler 3.melalui ujian setiap kompetensi dengan berbagai kasus dapat dilakukan secara bertahap atau di akhir pembelajaran di klinik. Syaifulloh Noor. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien pre dan post operatif gangguan sistem pernapasan. dkk. Lippincott Company Donna D.Medical – Surgical Nursing. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem pernapasan 2. Media Auculapiks. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem penginderaan. (1992). Medical Surgical Nursing. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.s (1996). Marilyn V.

Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mampu melakukan percakapan dalam bahasa Inggris pada saat melaksanakan asuhan keperawatan. (1989). Garis Besar Mata Kuliah 1. Selain itu mahasiswa diberi kesempatan untuk mampu membuat laporan asuhan keperawatan dalam bahasa Inggris. Understanding speaking in nursing . . dan praktika . Mahasiswa diberi kesempatan mempelajari teknik percakapan. New York Mata Kuliah : Bahasa Inggris II Kode Mata Kuliah : WAT 5. B.04 Beban Studi Penempatan Pre requisite : 2 SKS ( P ) : Semester IV : Bahasa Inggris I A. Principles of Surgery 5 th ed.presentasi dan praktek melalui simulasi. Melakukan presentasi singkat dalam bahasa Inggeris C. Proses pembelajaran meliputi kegiatan belajar yang dilakukan melalui diskusi penugasan. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir perkualiahan mahasiswa diharapkan mampu : 1..Schwatz St Shires GT : Spencer. Menulis laporan asuhan keperawatan dalam bahasa Inggeris 3. TC . Melakukan percakapan dalam bahasa Inggeris 2.

KDK. Proses belajar mengajar dilaksanakan dengan metoda ceramah. masalah kesehatan yang lazim terjadi pada anak dalam hubungannya dengan keluarga dan pemecahannya dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. dan pemulihan kesehatan. Rujukan Barron.dalam konteks keluarga. KMB II A.s (2000). (1997). Understanding Speaking Nusing Mata Kuliah : Keperawatan Anak I Kode Mata Kuliah : WAT 3. penugasan dan praktikum di laboratorium secara individu maupun kelompok.. Memahami konsep dasar keperawatan anak 2. KMB I. Student 1 Choice TOEFL 7 th Ed. I. A and Brentin.S. B. Presentation of nursing activity and its situation related to nursing service D. P=2 SKS) Penempatan : Semester IV Pra-syarat : KDM. Deskripsi Mata Kuliah Mata Kuliah ini membahas tentang konsep dasar keperawatan anak..03 Beban Studi : 4 SKS ( T =2 SKS. Penekanan asuhan keperawatan ditujukan pada upaya peningkatan. Jakarta : Bina Aksara Sieh.2. Memahami konsep pertumbuhan dan perkembangan anak. pemeliharaan. mahasiswa dapat : 1. . Philadelpia: WB Saunders Prawira. Reporting in Nursing 3. (2000). Tujuan Mata Kuliah Setelah menyelesaikan mata kuliah ini . L. The Nurse Communicates.

Memahami konsep asuhan keperawaan pada anak sehat 9. .3. Konsep dasar keperawatan anak a.. Melakukan tindakan khusus pada anak sehat. Memahami konsep hospitalisasi 5. Memahami konsep asuhan keperawatan pada anak sakit 10.anak sakit dan bayi resiko tinggi C. anak sakit dan bayi resiko tinggi h.Perspektif perawaan anak. b. anak sakit dan bayi resiko tinggi 13. Bermain sebagai intervensi keperawatan e. Memahami konsep perkembangan keluarga. Memahami sistem perlindungan anak di Indonesia 7. Bimbingan antisipasi (anticipatory guidance) b. Mendokumentasikan asuhan keperawatan pada anak sehat. Aplikasi pendidikan kesehatan pada anak dan orang tua c. Merumuskan diagnosa keperawatan yang dapat terjadi pada anak sehat. Perawatan bayi dengan foto terapi g. Garis besar mata kuliah 1. Tindakan hasil kolaborasi: pemberian imunisasi d. Memahami masalah masalah kesehatan yang lazim terjadi pada anak 8. Mengevaluasi asuhan keperawatan pada anak sehat. 4. Pendekatan Family centre care.sakit dan bayi resiko tinggi 14. anak sakit dan bayi resiko tinggi: a. Memahami konsep bermain sebagai intervensi keperawatan anak 6. Pencegahan infeksi silang f. Mengkaji status kesehatan anak 12. Memahami konsep asuhan keperawaan bayi resiko tinggi 11. Merencanakan tindakan keperawatan pada anak sehat.

Philadelphia. Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) 7. (2004). Pertumbuhan dan perkembangan anak. Saunders Co. Pearson Education. Konsep asuhan keperawaan pada anak sehat 9.Pencegahan infeksi silang f. dkk. Mosby. Konsep hospitalisasi 4. Masalah masalah kesehatan yang lazim terjadi pada anak 8. Dep. Konsep bermain sebagai intervensi keperawatan anak 5. (2003). anak sakit dan bayi resiko tinggi: a. (1997). .Bimbingan antisipasi (anticipatory guidance) b. (2002). Louis.Tindakan khusus pada anak sehat. Ball Jane & Blinder Ruth. Konsep asuhan keperawatan pada anak sakit 10. Pediatric Nursing Reference 4th edition.Bermain sebagai intervensi keperawatan e. (2000). Program Kesehatan Ibu dan Anak.. Betz & Sowden. Ashwill & Droske.Kes RI. New Jersey. Pediatric Nursing caring for Children 3 th edition. Principle & Practice.Aplikasi pendidikan kesehatan pada anak dan orang tua c. Perinatologi. Nursing care Of Children. Bandung. Jakarta. FKUP. Inc. Rujukan Abdurahman Sukadi. 3. Sistem Perlindungan anak di Indonesia 6. Atraumatic care 2.c. St.Tindakan hasil kolaborasi: pemberian imunisasi d. Perawatan bayi dengan foto terapi D. Konsep asuhan keperawaan bayi resiko tinggi 11..

Clinical Manual of Pediatric Nursing.Kes.. mahasiswa diharapkan kompeten dalam : . Morgan. St. Wong. Prinsip Keperawatan Pediatrik. B. _______. Donna L. St. (2000). St. EGC. Essential of Pediatric Nursing . Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah ini. Louis. Springhouse.. Sacharin. merencanakan dan melaksanakan tindakan yang tepat pada berbagai tatanan klinik atau situasi nyata. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang berhubunngan dengan biopsikososial melalui interaksi dengan pasien dan keluarganya.. dimana mahasiswa diberikan kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan kesempatan mengaplikasikan dan menerapkan konsep yang diperoleh pada mata kuliah keperawatan anak I. _______ (2003). Jakarta Mata Kuliah : Keperawatan Anak II Kode mata Kuliah : WAT 3. Tumbuh Kembang Anak.6th edition. (1996).07 Beban studi : 2 SKS (K) Penempatan : Semester IV Pra-syarat : Anak I A. Mosby. Peditaric Care Plan. (2003).Louis. Deskripsi mata kuliah Proses pembelajaran dilaksanakan dalam bentuk belajar aktif. Louis. (2003). Soetjiningsih. Louis. K. (1998). Mosby. (1999). Nursing Care of Infant and Children. Rosa M.. RI. Joice.. (1999). Edisi II. Pengkajian Pediatrik. Jakarta Engel. Undang Undang Perlindungan Anak. Jakarta. Edisi II. Wong. Jakarta. EGC. (2003). Donna L.Dep. St. Alih Bahasa : Teresa. Jakarta EGC. Manajemen Terpadu Balita Sakit. Mosby.

Merencanakan tindakan keperawatan pada anak sehat. Melaksanakan bimbingan antisipasi (anticipatory guidance) b. Rujukan Abdurahman Sukadi. Ashwill & Droske. Mengaplikasikan pendidikan kesehatan pada anak dan orang tua c. Bandung. Principle & Practice. (2000). anak sakit dan bayi risiko tinggi 3. (1999). St. Pediatric Nursing Reference 4th edition. dkk. Saunders Co. Melaksanakan program bermain sebagai intervensi keperawatan e. Inc. (2002). (2000). Ball Jane & Blinder Ruth.dan bayi resiko tinggi : a. Jakarta Engel. Dan bayi resiko tinggi 6. anak sakit dan bayi risiko tinggi 4. Mengevaluasi asuhan keperawatan pada anak sehat. Program Kesehatan Ibu dan Anak. Perinatologi. Melaksanakan tindakan-tindakan khusus keperawatan pada anak sehat. Louis. . (2003). Jakarta EGC. Mengkaji status kesehatan anak 2. Melaksanakan tindakan hasil kolaborasi: pemberian imunisasi d. Jakarta. Manajemen Terpadu Balita Sakit. FKUP. Edisi II. Joice.Kes RI. Mosby. Merumuskan diagnosa keperawatan pada anak sehat. sakit. Nursing care Of Children.. (1997). New Jersey.1. C. Pediatric Nursing caring for Children 3 th Edition.anak sakit dan bayi resiko tinggi. Melaksanakan perawatan bayi dengan foto terapi 5. anak sakit. Alih Bahasa : Teresa. Pearson Education. Betz & Sowden. Philadelphia.Melaksankan pencegahan infeksi silang f. Dep. Mendokumentasikan asuhan keperawatan pada anak sehat. (2003). Pengkajian Pediatrik. __________.

Essential of Pediatric Nursing . (2000). P=2 SKS) Penempatan : Semester IV Pra-syarat : KDM A. Mosby. (1998). Peditaric Care Plan. Pengalaman belajar diberikan melalui kuliah. Prinsip Keperawatan Pediatrik. Edisi II. Springhouse. bayi baru lahir dan ibu nifas baik fisiologis maupun patologis. St. Louis. (1999). Tumbuh Kembang Anak. Undang Undang Perlindungan Anak. Sacharin.. asuhan keperawatan ibu hamil. Mosby. persalinan. Deskripsi Mata Kuliah Mata Kuliah ini menguraikan tentang konsep dasar obstetrik ginekologi. EGC. . Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah. Louis. Jakarta. Wong. Jakarta. Wong. Louis.6 th edition. (1996). _______ _____ (2003). _____________ (2003). keluarga berencana dalam kontek keluarga. bedah kebidanan.04 Beban Studi : 4 SKS (T=2 SKS . Soetjiningsih. konsep dasar keperawatan maternitas. EGC. Mosby. Clinical Manual of Pediatric Nursing. (1999).. mahasiswa mampu : 1. Louis. penugasan dan praktikum di laboratorium. Rosa M. Memahami konsep dasar obstetric ginekologi. Nursing Care of Infant and Children. St. St.Morgan. kesehatan perempuan pada masa subur sampai dengan masa menopause dan gangguan system reproduksi. St. K. Donna L.. Donna L. Jakarta Mata Kuliah : Keperawatan Maternitas I Kode mata Kuliah : WAT 3. B.

8. 4. Memahami konsep asuhan keperawatan ibu bersalin. Memahami konsep asuhan keperawatan ibu nifas fisiologis & komplikasi.Peran & fungsi perawat. 4. 3.. Asuhan keperawatan ibu hamil fisiologis/normal : a. b. Asuhan keperawatan ibu melahirkan : a. c. Asuhan keperawatan ibu hamil resiko tinggi dan penyakit yang menyertai. Konsep obstetric dan ginekologi.2. 5. Memahami konsep asuhan keperawatan ibu dengan gangguan system reproduksi. Perspektif keperawatan maternitas: a. Menjelaskan keluarga berencana. 3. Menjelaskan Konsep dasar keperawatan maternitas. C. 9. 2.Adaptasi fisiologis pada kehamilan.Falsafah Keperawatan maternitas. d.Issue dan trend keperawatan maternitas. 7. Memahami konsep asuhan keperawatan ibu dengan bedah kebidanan.Masalah-masalah yang lazim terjadi pada ibu hamil. Memahami konsep asuhan keperawatan ibu hamil normal & komplikasi.Garis Besar MataKuliah 1. . e.Tindakan-tindakan keperawatan pada ibu hamil. Memahami konsep asuhan keperawatan bayi baru lahir.Adaptasi psikologis pada kehamilan. Adaptasi fisiologis pada persalinan b.. 5. a. 6. Adaptasi psikologis pada persalinan. b.Rencana keperawatan pada ibu hamil.

c. Masalah-masalah yang lazim terjadi pada ibu melahirkan. d. Rencana keperawatan pada ibu melahirkan. e..Tindakan-tindakan keperawatan pada ibu melahirkan. 6. Asuhan keperawatan ibu nifas normal : a.Adaptasi fisiologis pada kehamilan b.Adaptasi psikologis pada kehamilan. c.Masalah-masalah yang lazim terjadi pada ibu hamil. d.Rencana keperawatan pada ibu hamil. e.Tindakan-tindakan keperawatan pada ibu hamil. 7. Asuhan keperawatan ibu nifas dengan komplikasi yang lazim terjadi 8. Asuhan keperawatan bayi baru lahir. 9. Asuhan Keperawatan ibu dengan gangguan system reproduksi yang lazim terjadi. 10. Konsep Keluarga berencana. D. Rujukan Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan, FK UNPAD, (1983), Obstetri Fisiologi, Bandung. Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan, FK UNPAD, (1983), Ilmu Kebidanan, Bandung. Bobak Jensen, Zalar, (2002), Maternity and Gynaecological Care, St. Louis, Baltimore, Toronto, The C.V. Mosby Co. Butranescu, Glebnda Fregia, Deligth Mocas Tilltson, (2000), Maternity Nursing Theory to Practice, New York, Awiley Medical, john Willey and Sons. Doengoes, Marylin, (1991), Nursing care Plans for Maternity, C.V. Mosby. Hanifah, W., (1991), Ilmu Kebidanan, Bagian Kebidanan FKUI – RSCM, Jakarta, Yayasan Bina Pustaka. Hamilton, P., Mary, (1995), Dasar – Dasar Keperawatan Maternitas, Jakarta, ECG. Lowdermilk, D.L. & Perry Shannon E, (2003), Maternity Nursing, 6th edition, St. Louis, Mosby.

Pilliteri, Adele, (2003), Maternal & Child Health Nursing : Care of The Childbearing & Childrearing Family, 4th edition, Philadelphia, Lippincott Williams & wilkins.

Mata Kuliah : Keperawatan Medikal Bedah III Kode Mata Kuliah : WAT 3.09 Beban Studi Penempatan : 4 SKS ( T = 2 ; P = 2 ) : Semester IV A. Deskripsi Mata Kuliah Mata ajaran ini membahas tentang masalah kesehatan yang lazim terjadi pada usia dewasa, akut, maupun kronik yang meliputi gangguan fungsi tubuh mencakup gangguan sistem Persyarafan, Endokrin, Perkemihan dan Muskuloskletal , Imunitas dan Integumen oleh karena berbagai penyebab patologis seperti peradangan/infeksi, kongenital, neoplasma, trauma dan degeneratif. Proses pembelajaran difokuskan pada diskusi dan ceramah di kelas dan pengalaman praktikum di laboratorium dan klinik. Penugasan individu dan kelompok seperti menyajikan materi dalam bentuk seminar dan membuat pelaporan tentang praktikum di laboratorium dan klinik akan melengkapi pengalaman mahasiswa dalam mencapai kompetensi mahasiswa. B. Tujuan Mata Kuliah Setelah menyelesaikan mata ajaran ini peserta didik mampu : 1. Memahami asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem persyarafan akibat proses peradangan/infeksi, neoplasma, degenerasi dan trauma b. Memahami asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem endokrin akibat peradangan/infeksi, degenerasi, genetikidiopatik dan neoplasma yang akan menyebabkan penurunan atau peningkatan sekresi kelenjar endokrin

c. Memahami asuhan keperawatan pasien gangguan sistem perkemihan akibat proses peradangan/infeksi, neoplasma, obstruksi dan trauma d. Memahami asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem muskuloskletal akibat proses peradangan/infeksi, neoplasma, degeneratif dan trauma e. Memahami asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem immunitas akibat faktor genetik-idiopatik f. Memahami asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem integumen akibat proses perangan/infeksi, reaksi alergi, dan trauma g. Memahami asuhan keperawatan pasien Pre dan post operatif gangguan sistem persarafan, endokrin , perkemihan, muskuloskletal, imunitas dan integumen. C. Garis Besar Mata Kuliah a. Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pada sistem persyarafan akibat, b. Proses peradangan/infeksi : Meningitis, Enchepalitis, Poliomielitis, Tetanus c. Neoplasma : Tumor Otak, Tumor Medula Spinalis d. Trauma : Trauma Kepala , Trauma Medula Spinalis e. Degeneratif : Mielopathi f. Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pada sistem Endokrin akibat berbagai kondisi patologis yang menyebabkan : a. Peningkatan Sekresi Hormon kelenjar Endokrin : Hiperpituitarisme, Hipertiroidisme, hiperparatiroidisme dan Hiperadrenalisme b. Penurunan sekresi Hormon kelenjar Endokrin : Hipopituitarisme, hipotiroidisme, hipoparatiroidisme hipoadrenalisme dan Diabetes melitus c. Hipertropi kelenjar : Struma Endemik d. Asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem perkemihan akibat : a. Proses peradangan/infeksi : Uretro-cistitis,

dan Glomerulonepritis b. Tumor Vesika Urinaria 1. a. Asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem integumen akibat. Rheumatoid Artritis. Proses peradangan/infeksi : Osteomielitis. perkemihan.Pielonepritis. 8. Tindakan Prosedural Keperawatan pada . Steven Johnson b. Gangguan sistem Persarafan : 1. Trauma : Fraktur. Neoplasma : Tumor Ginjal. Penurunan Fungsi Ginjal : Gagal Ginjal Akut dan Gagal Ginjal Kronik d. Obstruksi : Ureterolithiasis. Proses peradangan/infeksi : Dermatitis b. Asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem Muskuloskletal akibat. Asuhan keperawatan pasien Pre dan Post Operatif sistem persarafan. Asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem immunitas akibat. Reaksi Alergi : Urtikaria. a. a. Gout b. immunitas dan integumen. Trauma Vesika Urinaria 3. Dislokasi d. HIV-AIDS f. Bladder training 2. endokrin. Neprolithiasis 2. Trauma : Luka Bakar 7. muskuloskletal. Degenerasi : Osteoporosis e. Bowel training . Neoplasma : Karsinoma Tulang c. a. Trauma : Trauma Ginjal.

Gangguan Sistem Perkemihan a. Perawatan di ruang Isolasi b. Perawatan pasien dengan traksi b. Perawatan pasien dengan gips c. Evakuasi fecal 4. Pendidikan kesehatan pada pasien GGK dan hemodialisa e. Perawatan pasien gangguan kesadaran 6. Kompres basah dan kering . Gangguan Sistem Endokrin a. Pengelolaan Kolik Ureter d. Perawatan Neprostomi d.3. Pendidikan kesehatan • • pada pasien dengan subsitusi hormonal pada pasien Diabetes melitus b. Vulva Higiene c. Sistem Immunitas a. Perawatan luka e. Sistem Muskuloskletal a. Sistem Integumen a. Pendidikan kesehatan f. Penyuntikan Insulin c. Latihan ROM 5. Kateterisasi Urin b. Perawatan luka ganggren c. Perawatan luka Kraniotomi b.

Tokyo : WB Saunders. Syaifulloh Noor. Hayer & Thomas. Principles of Surgery 5 th ed. Eight Edition. Co. perkemihan. Penkes tindakan operatif b.. (1997). endokrin.b. Syamsuhidayat. Pengangkatan jahitan D. Kapita Selekta Kedokteran. EGC Jakarta Purnawan Junardi. Buku Ajar Ilmu Bedah.02 Beban Studi : 4 SKS ( T=2. Medical Surgical Nursing. Monitoring post operatif d. TC . Barbara C. (1996). Rujukan Brunner and Suddarth. Cetakan 1 : Jakarta EGC. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi Ketiga : Jakarta : Balai Penerbit FKUI Schwatz St Shires GT : Spencer. (1993). P=2) . dkk. Tindakan Pre operatif dan post operatif pada gangguan sistem persarafan. immunitas dan integument: a.s (1996). Jakarta R. Textbook of Medical – Surgical Nursing. Tindakan kolaboratif persiapan operasi c.. (1991).. (1992). Psychophysiologie Approach. WB Sounders Company Long. . Toronto. Lippincott Company Donna D. muskuloskletal. Medical Surgical Nursing : A Nursing Process Approach Philadelphia.. Medical Surgical Nursing. Perawatan luka bakar c. (1989). Peter C. Wim de Jong . Media Ausculapius. Marilyn V.. CV Mosby Company Luckman and Sorensen. New York Mata Kuliah : Keperawatan Kesehatan Jiwa I Kode Mata Kuliah : WAT 3. Philadelphia : JB. Diagnostik & Terapi. A. Pendidikan kesehatan 9.

praktik klinik. KDM. kultur dan hukum dalam asuhan keperawatan pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa 3. penelaahan kasus. role play. praktik lapangan dan penugasan perorangan maupun kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan klinis mahasiswa dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan jiwa di tatanan pelayanan kesehatan B. masalah kesehatan jiwa dalam rentang sehat jiwa sampai gangguan kesehatan jiwa.Penempatan : Semester III Prasyarat : Psikologi. etika. Melaksanakan komunikasi terapeutik pada pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa 7. praktik laboratorium. II. Pengalaman belajar diperoleh melalui pengalaman belajar ceramah. dan penekanannya pada upaya pencegahan primer. Mengaplikasikan konsep dan prinsip nilai. Tujuan Mata Kuliah Setelah menyelesaikan mata kuliah ini. Mengaplikasikan berbagai manajemen stres pada pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa . Mengidentifikasi konsep dasar asuhan keperawatan pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa 2. KDK. konsep keperawatan kesehatan jiwa. mahasiswa dapat : 1. sekunder dan tertier kesehatan jiwa. KMB I. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang konsep kesehatan jiwa. Menggunakan kemampuan berpikir kritis dalam memformulasikan diagnosa keperawatan pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa 5. A. simulasi. Membuat perencanaan keperawatan pada pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa 6. moral. Mengaplikasikan pengkajian pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa 4. Sosiologi. Ditujukan pada Pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan melalui komunikasi teurapeutik serta menggunakan berbagai terapi modalitas keperawatan kesehatan jiwa.

Model stres adaptasi 2. Askep pada pasien penyakit kronis Askep pada pasien penyakit c. Melakukan dokumentasi keperawatan pada pasien dengan masalah psikososial dan pasien gangguan kesehatan jiwa C. Komunikasi teurapeutik 4. Keperawatan masalah psikososial a. terminal d. Konsep Dasar Kesehatan Jiwa a. pendidikan kesehatan pada pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa 9. Melakukan kolaboratif dalam tindakan terapi somatik (psikofarmaka. Perkembangan keperawatan kesehatan jiwa d.8. Proses Keperawatan kesehatan Jiwa 5. Program Pelayanan Kesehatan Jiwa di Indonesia 6. Melakukan evaluasi keperawatan pada pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa 12. Pengertian kesehatan jiwa b. Model konseptual keperawatan kesehatan jiwa e. Melakukan psikoterapi suportif. Garis Besar Mata Kuliah 1. Askep pada pasien askep gangguan konsep diri 7. ECT ) dan kegawat daruratan psikiatrik pada pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa 10. Pengertian keperawatan kesehatan jiwa c. Penggolongan diagnosis gangguan jiwa 3. Terapi Modalitas keperawatan Kesehatan jiwa . Askep pada pasien kehilangan/ berduka b. Melaksanakan terapi modalitas keperawatan kesehatan jiwa pada pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa 11. Askep pada pasien krisis dan kecemasan e.

Barry.Indonesia). mental health Psychiatric Nursing . dan L. Psikoterapi suportif D.P.. Mosby Year Book.W.Indonesia) . Psychosocial Nursing Care of Physically III Patients and Their Families 3 Ed. J Sundeen (1995). ----------------------------------(1995). Lippincot Raven Carpenito. JB Lippincot Rawlins. citra tubuh dan seksual pada Pasien/Pasien kanker (ed. Psinciples and Practice of Psychiatric Nursing.Beck. Patricia D (1996). Buku Saku Diagnosa Keperawatan (ed. R. (1991). St. Psychiatric Mental Health : Nursing Aplication of The Nursing Process.. Linda Juall (1995). (1997). St.K. Rujukan. Williams. 3 ed.R. Terapi somatik (psikofarmaka dan ECT) 9.Thomas M. Jakarta. Jakarta EGC Keliat B. Philadelphia..A. a holistic life cycle approach. G.Farland. Jakarta EGC Keliat B.. dkk (1998). EGC Mc. Keperawatan Kesehatan Jiwa. C.D.A.Indonesia). S. (1993).Louis. Mosby Year Book Stuart G. Gangguan Koping. Philadelphia. Buku Saku Keperawatan Jiwa (ed.Louis.8.

SEMESTER V KODE MK WAT 4.12 Keperawatan Gerontik WAT 3. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini menguraikan tentang konsep dasar penelitian Keperawatan. melaksanakan penelitian deskriptif dan mengkomunikasikan hasil penelitian.08 WAT 3.15 Keperawatan Kegawatdaruratan Jumlah Kredit Semester BOBOT SKS 2 2 3 2 9 T 1 1 1 3 P K/L 1 1 3 1 6 Mata Kuliah : Riset Keperawatan Kode Mata Kuliah : WAT 4. Proses pembelajaran menekankan .14 Keperawatan Komunitas II WAT 3.TAHUN III A.07 WAT 3.10 WAT 3.05 MATA KULIAH Riset Keperawatan Keperawatan Jiwa II Keperawatan Maternitas II Keperawatan Komunitas I Keperawatan Medikal Bedah IV BOBOT SKS 2 2 2 3 3 12 T 1 2 - P 1 1 - K/L 2 2 3 Jumlah Kredit Semester 3 2 7 B.06 WAT 3. proses penelitian keperawatan yang mencakup penyusunan proposal. 07 Beban Studi Penempatan : 2 SKS (T = 1 P = 1) : Semester V A. SEMESTER VI KODE MK MATA KULIAH WAT 3.11 Keperawatan Keluarga WAT 3.

Tehnik penelusuran kepustakaan 6.pada dicapainya pemahaman mahasiswa tentang konsep penelitian dan perkembangan keperawatan serta melakukan penelitian deskriptif. penugasan dan praktika. B. Membuat definisi operasional dari tiap variabel 6. hiporetis. Perumusan masalah penelitian 5. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah mahasiswa mampu : 1. Menuliskan tujuan umum dan tujuan khusus penelitian keperawatan 3. Populasi dan sample . Menentukan desain penelitian keperawatan 7. definisi operasional 7. Mengidentifikasi masalah penelitian keperawatan 2. Kerangka konsep. Menuliskan kepustakaan sesuai dengan literature 10. Kegiatan belajar dilakukan melalui kuliah. Melakukan penelitian keperawatan dengan rancangan deskriptif C. variabel. Menyusun proposal penelitian 11. Menentukan populasi dan sample penelitian keperawatan 8. Mengidentifikasi variabel penelitian keperawatan 4. diskusi. Hakekat penelitian keperawatan 2. Sistematika penyusunan proposal 4. Jenis dan disain penelitian 8. Garis Besar Mata Kuliah 1. Penelitian keperawatan dan perkembangan keperawatan 3. Memilih buku sumber yang relevan dengan penelitian keperawatan 9. Menetapkan hipotesa penelitian keperawatan 5.

(1995). Sofian E. JB Lippincot Co : Philadelphia. asuhan keperawatan kesehatan jiwa anak dan remaja. Tehnik pengumpulan data dan pengukuran 10. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan.9. WB Saunder Company Polit DF Hungler BP. (1999). Rujukan Burns. Raja Grafindo Persada : Jakarta. Penulisan laporan penelitian D. Principle and Practice Of Nursing Practice. Jakarta. Singarimbun M. N. Grove SK (1993). Sofian E. Singrimbun M. Pustaka LP3ES Indonesia. Pelaksanaan penelitian deskriptif 12. Second Edition. Nursing Researh :Principle and Methode. Manajemen data dan analisa data 11. kesehatan jiwa dewasa dan usia lanjut dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan serta menggunakan komunikasi terapeutik dan berbagai terapi modalitas keperawatan kesehatan jiwa. Pustaka LP3ES Indonesia. (1995). Inc. Metode Penelitian Survey. Talbot LA. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini mempraktikkan asuhan keperawatan kesehatan jiwa pada Pasien/Pasien dengan masalah adaptasi biopsikososialspiritual . Praktiknya AW (1993). St. Mata Kuliah : Keperawatan Kesehatan Jiwa II Kode Mata Kuliah : WAT 3. Mosby Years Book. (1995). 06 Beban Studi : 2 SKS ( K ) Penempatan : Semester V Prasyarat : Keperawatan Jiwa I A. . Jakarta. The Practice Nursing Riesearch. Louis Missouri. Metode Penelitian Survey.

dan bed side teaching. Penyakit kronik (DM. Gangguan orientasi realitas k. mahasiswa kompeten dalam : 1. Gangguan konsep diri f. Kehilangan dan berduka (amputasi) b. gagal ginjal kronik dengan hemodialisa) . keluarga dan masyarakat dengan metoda diskusi. Garis Besar Mata Kuliah Kasus-kasus pasien dengan : 1.Pengalaman belajar diperoleh di lahan praktik baik di rumah sakit umum. orang lain dan lingkungan h. Melaksanakan asuhan keperawatan kesehatan jiwa pada Pasien/Pasien masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa pada kasus: a. B. tanya jawab. gagal ginjal kronik dengan hemodialisa) c. Gangguan alam perasaan i. Penyakit terminal (keganasan) d. Masalah penggunaan zat adiktif dan NAPZA 2. Perilaku merusak diri( bunuh diri). Melaksanakan kolaboratif dalam terapi somatik (Psikofarmaka dan ECT) 4. confrence. Gangguan berhubungan sosial j. MI. Melaksanakan psikoterapi suportif 5. Masalah krisis dan kecemasan e. Tujuan Mata Kuliah Setelah menyelesaikan mata kuliah. demonstrasi. Penyakit kronik (DM. MI. Kehilangan dan berduka 2. Masalah ekspresi marah/ perilaku kekerasan g. rumah sakit jiwa. Mendokumentasikan asuhan keperawatan pada pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa C. Gangguan kognitif l. Melaksanakan terapi Modalitas keperawatan 3.

Proces St. Philadelphia Direktorat Kesehatan Jiwa.St. Application of Nursing Process.3.L. Perilaku merusak diri( bunuh diri).Mosby Year Book.R. Rujukan Alfaro.B.New Jerses :Prentice Hall . Jakarta Departemen Kesehatan. Psychyatric Nursing.EGC Jakarta Keltner N. Masalah kecemasan 5. Bina Aksara Jakarta Keliat. Gangguan konsep diri 6.A.al. Gangguan berhubungan sosial 10. Fundamental Of Nursing : Concept.Louis : Mosby Years Book Lambert V. 2000. orang lain dan lingkungan 8.1995. Masalah ekspresi marah/ perilaku kekerasan 7. Philadelphia Antai-Otong.1993 .P. J.B.1995. Psychosocial Care of the psisically Ill : What Every Nurse Should Know. Louis Kozier. 1999. Gangguan orientasi realitas 11. Jakarta Fortinash.1998. Gangguan kognitif 12.D.A an Lambert C. 2005.Pedoman Penggolongan DiagnosisGangguan Jiwa III. Lippincontt Company. Sinopsis Psychiatry Alih Bahasa Wijaya Kusumah.B Sauders Company. Petunjuk Teknis Terapi Kelompok Pasien Mental Di RS. et.et.M and Holoday-Worret.E.1997.Louis Kaplan Dan Saddok. B. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa.A.1999. Penyakit terminal (keganasan) 4.Step by step Guide. Gangguan alam perasaan 9. Psychiatric Nursing : Biological and Behavioral Concepts W. Masalah penggunaan zat adiktif dan NAPZA D.al. Psychyatric Nursing Care Plans.1985.K.Mosby Years Book Inc St.

melahirkan dengan bayi baru lahir .2002.A an Lambert C. W. Surabaya Maslin. 1995. Saunders Company. Psychosocial Care of the psisically Ill : What Every Nurse Should Know. mahasiswa kompeten dalam : 1. Airlangga University Press. Alih bahasa Hamid.St.Lambert V. Principle and practice of psychiatric nursing. Catatan ilmu kedokteran jiwa. B. pasien dengan gangguan system reproduksi serta keluarga berencana. 1985.Jakarta Stuart GW and Sundeen.New Jerses :Prentice Hall Maramis W. Melakukan asuhan keperawatan pada ibu hamil. melahirkan dan nifas . E. Fundamental Of Psychiatric Mental Health Nursing.1994.A. Kegiatan belajar mengajar meliputi : studi kasus. Diagnosa gangguan jiwa : Rujukan Ringkas Dari PPDGJ III. dan nifas baik fisiologis maupun dengan komplikasi.M. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan teori dan konsep yang diperoleh dari kuliah keperawatan Maternitas I pada tatanan klinik dengan melakukan asuhan keperawatan langsung pada ibu hamil. Rumah Sakit Jiwa Pusat Bandung Varcarolis.Louis Tim Direktorat Kesehatan jiwa.F.Standar Asuhan keperawatan jiwa.Philadelphia Mata Kuliah : Keperawatan Maternitas II Kode Mata Kuliah : WAT 3. 08 Beban Studi : 2 SKS (K) Penempatan : Semester V Pra-syarat : Maternitas I A.R.1995.B.E.1999. Mosby Company. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah.

Keluarga berencana D. Ibu hamil. Zalar. Ilmu Kebidanan. Mosby. (1983). (1991). 4. 4. Awiley Medical.fisiologis. Nursing care Plans for Maternity. Ibu hamil 2. Louis. melahirkan dan nifas dengan komplikasi dan bedah kebidanan. 5. New York. 6. Ibu nifas fisiologis. Ilmu Kebidanan. Glebnda Fregia. FK UNPAD. Bobak Jensen. Melakukan asuhan keperawatan pada ibu hamil. FK UNPAD. john Willey and Sons. Rujukan Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan. Melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan reproduksi. Maternity and Gynaecological Care. Garis Besar Mata Kuliah Kasus-kasus : 1. Butranescu. (1991). Bagian Kebidanan FKUI – RSCM.V. Yayasan Bina Pustaka. melahirkan dan nifas dengan komplikasi dan bedah kebidanan. 5. Bandung. (2000). The C. St. Mosby Co. Deligth Mocas Tilltson. 3. Ibu melahirkan 3. Melakukan asuhan keperawatan pada bayi baru lahir. W. . Marylin. (2002). C. Jakarta. C.V. Doengoes. Obstetri Fisiologi. Ibu dengan gangguan reproduksi. 7. Maternity Nursing Theory to Practice. (1983). 2. Baltimore. Toronto. Bayi baru lahir. Bandung. Memberikan pelayanan keluarga berencana.. Hanifah. Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan.

serta ilmu kesehatan masyarakat yang menunjang. Memahami komunitas dan kelompok khusus sebagai unit sasaran praktik keperawatan komunitas 2. P. 4th edition. (2003). strategi dan pendekatan praktik keperawatan komunitas. Louis. 6th edition. Adele. diskusi. Lippincott Williams & wilkins.10 Beban Studi Penempatan Prasyarat : 3 SKS (T = 2. & Perry Shannon E. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah ini. lingkup praktik keperawatan komunitas. Fokus bahasan dalam mata kuliah ini meliputi konsep komunitas dan kelompok khusus. Mosby. Membangun kerjasama lintas sektor dan kerja di dalam tim . prinsip dan persfektif asuhan keperawatan komunitas dan kelompok khusus 5.. (1995).L. B. Kegiatan belajar dilakukan melalui kuliah. Maternity Nursing. falsafah keperawatan komunitas. (2003).Hamilton. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas mengenai konsep tentang komunitas dan kelompok khusus anak sekolah serta kelompok khusus pekerja sebagai unit pelayanan keperawatan. Memahami konsep. Mary. Jakarta. Lowdermilk. D. Mensintesa/mengintegrasikan ilmu kesehatan masyarakat kedalam praktik keperawatan komunitas dan kelompok khusus 4. konsep praktik keperawatan komunitas. Memahami berbagai faktor yang mempengaruhi status kesehatan komunitas dan kelompok khusus 3. Mata Kuliah : Keperawatan Komunitas I Kode Mata Kuliah : WAT 3. Maternal & Child Health Nursing : Care of The Childbearing & Childrearing Family. P=1) : Semester V : - A. Dasar – Dasar Keperawatan Maternitas. St. Philadelphia. ECG. mahasiswa mampu : 1. praktikum. Pilliteri.

Mendokumentasikan asuhan keperawatan komunitas dan kelompok khusus 12. Perencanaan keperawatan komunitas dan kelompok khusus 13. Mengaplikasikan strategi promosi kesehatan. Mengevaluasi asuhan keperawatan komunitas dan kelompok khusus 11. Garis Besar Mata Kuliah 1. Kesehatan lingkungan 7. 2. Pengkajian komunitas dan kelompok khusus 11. Melakukan pengkajian keperawatan komunitas dan kelompok khusus 7. Konsep keperawatan komunitas dan kelompok khusus 3. Diagnosa keperawatan komunitas 12.6. Menerapkan konsep dan prinsip Keselamatan dan kesehatan kerja dalam melakukan praktik keperawatan pada kelompok khusus pekerja. kemitraan. Demografi dan penggunaanya dalam praktik keperawatan komunitas dan kelompok khusus 6. C. Membuat perencanaan keperawatan komunitas dan kelompok khusus 9. Melaksanakan berbagai intervensi keperawatan komunitas dan kelompok khusus 10. Konsep komunitas dan kelompok khusus serta berbagai faktor yang mempengaruhi kesehatan. Merumuskan diagnosa keperawatan komunitas dan kelompok khusus 8. Kesehatan kelompok anak sekolah dan UKS 9. pengorganisasian komunitas dalam praktik keperawatan komunitas. Kesehatan kerja dan Keperawatan kesehatan kerja 8. Epidemiologi dan penggunaannya dalam praktik keperawatan komunitas 5. Biostatistik dan penggunaanya dalam praktik keperawatan komunitas dan kelompok 4. Konseptual model dalam praktik keperawatan kesehatan komunitas 10. Berbagai Intervensi keperawatan komunitas dan kelompok khusus . pemberdayaan komunitas. 13.

Philadelphia Ervin. Barbara Walton.. Cuxburg on Imprint of Wadsworth Publ. Naomi. Addison Wesley publishing company California Lucas. Family Centered Nursing in The Community. Elizabeth T & Judith M. E. Janice M. Carl O. David & Paul Meyer. Pengorganisasian dan pengembangan masyarakat 15. Belmont: California Swanson. Logan. Lippincott Ansersons. Berbagai kebijakan pemerintah dibidang kesehatan dan sektor lain yang terkait dengan praktik keperawatan komunitas dan kelompok khusus. (1993) Community Health Nursing Primary Health Care in Practice. WB Saunders Co. Lippincott Co. Stanhope M & Lanster Jeanette (1996) Community Health Nursing 4Th Edition Mosby Years Book Inc. Helvie. & Mary A Nies (1997) Community Health Nursing Promoting The Health of Aggregates. New Delhi. Barbara Bryan & Cecilia E Dawkins (1986). Second edition. D. Second Edition. Judith Ann & Spradly. Co. New Jersey. Konsep kerja tim 17. (1993) Principle of Biostatistic.14. Churchill living Stine : Melbourne Pagano. (2001). Anne Mc. SAGE Publication. Rujukan Allender. Beginning Population Studies. JB. Philadelphia. Population Focused Care. Marcello & Kimberlee Gauvreau.Advanced Practice Nursing in The Community. Mc Forlane (1988) Community As Client Applicationt of Th E Nursing Process. National Centre for Development Studies. Prentice Hall. (1998). : London Smith. (2002). Pemberdayaan komunitas 16. Community Health Nursing: Conceps and practice. Claudia M & Maurer France A (1995) : Community Health . Evaluasi asuhan keperawatan komunitas dan kelompok khusus 18. the Australian National University : Australia Murray. Advanced Community Health Nursing practice.

5. Tujuan Mata Kuliah Setelah menyelesaikan mata ajaran ini peserta didik kompeten dalam : 1. endokrin . Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem perkemihan 4. perkemihan. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem muskuloskletal. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem endokrin 3. briefing ( Pre dan post conference ) .13 Beban Studi Penempatan Prasyarat : 3 SKS ( K ) : Semester V : KMB III A. Pembelajaran di klinik difokuskan pada pengalaman belajar dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem persarafan. muskuloskletal. W. Evaluasi pencapaian kompetensi melalui ujian kompetensi . “ nursing round “. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa mempraktekkan teori dan konsep yang telah dipelajari di kelas dan di laboratorium .3. imunitas dan integumen. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem persarafan 2. Saunders Company Mata Kuliah : Keperawatan Medikal Bedah IV Kode Mata Kuliah : WAT. B.Nursing : Theory and Practice. Kegiatan belajar mengajar meliputi metoda bed side teaching.B. case conference. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem immunitas .

Rujukan.. Syamsuhidayat. Principles of Surgery 5 th ed. Co. Diagnostik & Terapi. perkemihan. Jakarta Mata Kuliah : Keperawatan Keluarga . Medical Surgical Nursing. immunitas dan integumen D.s (1996). R. Psychophysiologie Approach. Buku Ajar Ilmu Bedah.. A. Medical Surgical Nursing. Philadelphia : JB. (1992). endokrin. (1989).. dkk. (1996). Syaifulloh Noor.. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien pre dan post operatif gangguan sistem persarafan. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem integumen 7. Eight Edition. Tokyo : WB Saunders. TC . (1997).6. EGC Jakarta Purnawan Junardi. Barbara C. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Marilyn V. Cetakan 1 : Jakarta EGC.. Wim de Jong . Toronto. WB Sounders Company Long. Textbook of Medical – Surgical Nursing. Brunner and Suddarth. Edisi Ketiga : Jakarta : Balai Penerbit FKUI Schwatz St Shires GT : Spencer. CV Mosby Company Luckman and Sorensen. New York Peter C. Hayer & Thomas. Kapita Selekta Kedokteran. Lippincott Company Donna D. Media Auculapiks. Medical Surgical Nursing : A Nursing Process Approach Philadelphia. muskuloskletal. . (1991). (1993).

Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas mengenai asuhan keperawatan keluarga yang dilandasi oleh konsep konsep yang terkait dengan keluarga . diskusi dan pengalaman praktik lapangan. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah mahasiswa mampu : 1.11 Beban Studi Penempatan : 2 SKS (T = 1. Melakukan pengkajian keluarga 3. Memahami konsep keluarga sebagai dasar dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga 2. Fokus yang dibahas dalam mata kuliah ini adalah kosep keluarga . asuhan keperawatan keluarga dengan menggunakan pendekatan proses . Konsep keperawatan keluarga 4. Konseptual model praktik keperawatan keluarga . Menerapkan keterampilan spesifik dalam melakukan asuhan keperawatan kepada keluarga 7. Konsep keluarga 3. K = 1) : Semester VI Prasyarat : Promosi Kesehatan A. Membuat perencanaan keperawatan keluarga 5. B. Merumuskan dan menetapkan diagnosa keperawatan keluarga 4. 6. Mendokumentasikan seluruh proses dan hasil asuhan keperawatan keluarga C. Persfektif keperawatan keluarga 2. Melakukan intervensi keperawatan keluarga dengan fokus memberdayakan keluarga . Melakukan evaluasi asuhan keperawatan keluarga 8. Garis Besar Mata Kuliah 1.Kegiatan belajar dilakukan melalui kuliah.Kode Mata Kuliah : WAT 3.

: Philadelphia Rice Robyn. Shirley May & Sherly Thalman B (1996). Rujukan Friedman MF (1998). (1996) Home Health Nursing Practice. Family Nursing. Davis Company Philadelphia Marrelli. Perencanaan asuhan keperawatan keluarga 8. Berbagai Intervensi keperawatan pada asuhan keperawatan keluarga. Strategi dalam implementasi keperawatan keluarga 10. Concept and Aplication 2 nd Edition Mosby Co. Appletonj & Large USA Harmon H. pemeliharaan kesehatan dan pemulihan kesehatan gerontik dengan pendekatan proses keperawatan dan pelibatan penuh keluarga serta pemanfaatan sumber sumber yang ada di komunitas.12 Beban Studi Penempatan : 2 SKS (T=1. Diagnosa keperawatan keluarga 7. Mata Kuliah : Keperawatan Gerontik Kode Mata Kuliah : WAT 3. Lingkup asuhan keperawatan meliputi peningkatan kesehatan.A. K=1) : Semester VI A. D. Mosby Year Book Inc. .5. Research Theory and Practice 4 th Edition. Deskripsi Mata Kuliah Mata Kuliah ini membahas konsep lansia dengan segala kompleksitas permasalahannya dan asuhan keperawatan kesehatan lansia dalam rentang sehat sampai sakit. Dokumentasi asuhan keperawatan keluarga. FM & Lynda SH (1987) The Nurse Manager’s Survival Guide-Practical Answers to Everyday Problems. USA. Family Health Care Nursing – Theory Pracice and Research. Pengkajian Keluarga 6. 9. pencegahan penyakit. Evalusi asuhan keperawatan keluarga 11. F.

8. Perspektif keperawatan lanjut usia. Diagnosa keperawatan pada lanjut usia 7. Konsep penuaan 5. Membantu mempertahankan ADL pada lansia 10. Memahami konsep keperawatan kesehatan lanjut usia. Membuat perencanaan asuhan keperawatan pada lanjut usia 7. Konsep keperawatan lanjut usia 4. Garis Besar Mata Kuliah 1. Melakukan intervensi keperawatan pada lanjut usia baik individu maupun kelompok sehat maupun sakit. C. Melakukan evaluasi asuhan keperawatan pada lansia 12. Merumuskan diagnosa keperawatn pada lanjut usia 6. B. Memahami konsep lanjut usia 2. dan pengalaman belajar praktik lapangan. Pengkajian lanjut usia 6.Proses pembelajaran diarahkan untuk mencapai pemahaman dan ketrampilan dalam asuhan keperawatan pada lansia. meliputi kuliah. Mendokumentasikan asuhan keperawatan pada lansia. Konsep lanjut usia 3. Memahami konsep penuaan 4. 11. mahasiswa mampu: 1. mental maupun sosial. Membantu memelihara dan memulihkan kesehatan lanjut usia baik fisik. Perencanaan lanjut usia 8. Melakukan pelatihan tentang latihan kognitif 9. Berbagai tindakan keperawatan yang lazim dilakukan untuk . 2. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah. 3. Melaksanakan pengkajian pada lanjut usia 5.

14 Beban Studi Penempatan : 3 SKS ( K=3 ) : Semester VI Prasyarat : Keperawatan Komunitas I A. Philadelphia. Nancy L. 9. 6th edition. Philadelphia. K. (2005). R. Publ. Baltimore : John Hopkins. Co. & Sue Ann. Eliopoulos. Mata Kuliah : Keperawatan Komunitas II Kode Mata Kuliah : WAT 3.menangani lanjut usia baik sehat maupun sakit.Kes. Addison-Wesley. Gerontologic Nursing 2 nd.Aniek.. Philadelphia Dep. .I. pedoman Perawatan Kesehatan Usila di Rumah.I. Keperawatan Gerontik. (2002). ……. A Biopsicho Sosial Approach. Pennsylvania.Kes. Pedoman pembinaan Kesehatan Usila Bagi Petugas Kesehatan Dep. Mempertahankan kemampuan ADL pada lanjut usia 11. Charlotte. (200). (2001).. Deskripsi Mata Kuliah . (2003). Gerontological Nursing. EGC. Nugroho Wahyudi. Better Elder Care : A Nurse’s Guide To Caring For Older Adults. Mayer. Pendokumentasian asuhan keperawatan pad lansia D.( 2005 ). Adult Health Nursing. Brenna H.R. Jakarta. Mosby Years Book Inc. Rujukan Carol. (1998). EGC.. Latihan kognitif pada lanjut usia 10.(Ed). Lueckenotte Annette. St. Springhuse.R. Jakarta Mace.louis M. Pengkajian Gerontology .Teaching Dementia care Skill and and Understanding. Evaluasi asuhan keperawatan pda lansia 12. Lippincott Williams & Wilkins. (2000).

B. B. Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah ini. 6. JM (1996). Memberikan Pendidikan kesehatan pada komunitas dan kelompok khusus. and Farlane. 6. 8. Melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil asuhan keperawatan komunitas dan kelompok khusus. mahasiswa kompeten dalam: 1. Case conference. pengorganisasian dan pengembangan komunitas. kerja tim serta lintas sektor. Concept and Practice.W (2001). Theory . Praktik meliputi pemberian asuhan keparawatan kepada komunitas dan kelompok khusus yang mencakup kelompok anak sekolah.Melaksanakan intervensi keperawatan pada komunitas dan kelompok khusus sesuai dengan permasalahan yang ada dengan menggunakan strategi yang sesuai. Fifth ed. Bersama sama komunitas dan kelompok khusus menyusun perencanaan asuhan keperawatan. 3. Praktik keperawatan menggunakan pendekatan proses keperawatan dan menggunakan strategi pemberdayaan komunitas dan kelompok. ja. pekerja . Community Health Nursing . Mendokumentasikan proses dan hasil asuhan.Mata kuliah ini menguraikan tentang praktik asuhan keperawatan komunitas di Pusat Kesehatan Masyarakat dan wilayah kerjanya. Menegakkan diagnosa keperawatan komunitas dan kelompok khusus berdasarkan analisa data yang akurat 5. D. Melaksanakan skrining kesehatan anak sekolah melalui UKS 7. Rujukan Adleder. Berkolaborasi dengan sektor lain dalam memecahkan masalah kesehatan komunitas dan kelompok khusus. 9. Community as Partner . Philadelphia. Lippincott Anderson. pekerja dan lansia) 2. MMD. kemitraan/partnership. Menerapkan berbagai konsep dan ilmunyang terkait dengan praktik keperawatan komunitas dan kelompok khusus (anak sekolah. Melakukan pengkajian keperawatan komunitas dan kelompok khusus 4. Kegiatan belajar meliputi Pre dan post conference. ET. And Spradley. promosi kesehatan.

New Jersey. SAGE Publication. Freeman.. Population Focused Care. (2002). New Jersey. (1998). Tujuan Mata Kuliah Pada akhir mata kuliah. and Heinrich. K=1) : Semester VI A. Ervin. Person Education Inc. B. (2003). penatalaksanaan pasien gawat darurat mencakup bantuan hidup dasar ( Basic Life Support ) dan Bantuan hidup lanjut ( Advanced life support ). Juga akan dibahas tentang asuhan keperawatan pada pasien dengan berbagai kegawatan yang lazim mencakup semua sistem tubuh dan kegawatan di komunitas yaitu disaster nursing. Naomi. Applenton & Lange --------------. Community Health Nursing. Advanced Community Health Nursing practice.Advanced Practice Nursing in The Community. WB Saunders Stanhope. R. E. Upper Saddle. MJ (1992). Community Nursing Practice. J. 4 th edition. J. St. Philadelphia. mahasiswa mampu : 1. Community Health Nursing Caring for Populations. Deskripsi Mata Kuliah Mata Kuliah ini menguraikan tentang konsep kegawat daruratan. Lippincott Clark. (1990). (1981). Prentice Hall. Carl O. and Lancaster. Memahami konsep dan prinsip kegawatdaruratan . Nursing in The Community.abd Practice in Nursing. Helvie. Pembelajaran di kelas dan praktikum di laboratorium untuk tindakan BCLS dan dilanjutkan di klinik untuk penerapan secara langsung keterampilan yang sudah dilatih di laboratorium. Mosby Mata Kuliah Keperawatan Gawat Darurat Kode Mata Kuliah : WAT 3. M.15 Beban Studi Penempatan : 2 SKS (T=1. Louis. New Delhi. Connecticut. Philadelphia.

Resusitasi Jantung Paru 6. keracunan. . Memahami penanganan korban bencana missal C. Asuhan Keperawatan pasien dengan kegawatan bidang medikal bedah akibat : a. Melaksanakan resusitasi jantung paru pada pasien henti napas dan henti jantung 8. Garis Besar Mata Kuliah 1. Gangguan pernapasan: Respriratory distress. Konsep dasar penanganan pasien gawat darurat 2. Asthma.2. Breathing dan circulation 3. Pembebasan Jalan Napas 4. Gangguan Endokrin : hipogikemi. Melaksanakan pernapasan buatan pada pasien dengan henti napas 7. bidang anak. 9. b. Melaksanakan pembebasan jalan napas 6. Gangguan pencernaan : akute abdomen. Gangguan Cardiovaskuler : Akut Miocard Infark. Pengkajian Airway. bidang obstetri. d. bidang psikhiatri dan bidang komunitas ( disaster nursing ). breathing dan circulation pada pasien gawat darurat 5. Melaksanakan pengkajian Air way. Menerapkan konsep dan prinsip gawat darurat dalam pertolongan pasien pada berbagai kondisi dan tingkat usia 4. Memahami konsep pertolongan pasien gawat darurat mencakup Bantuan Hidup dasar dan lanjutan 3. Memahami asuhan keperawatan pada pasien gawat darurat bidang medikal bedah. Pemberian Napas Buatan 5. Schok c. thiroid krisis. Edema Paru. diabetik ketoasidosis.

g. Asuhan keperawatan pasien dengan kegawatan bidang Obsteri ginekologi akibat: a. Rujukan American National Red Cross . Asuhan keperawatan pasien dengan kegawatan bidang psikhiatri akibat Tentamen suicide 10. Aspiksia j. f. Perdarahan 8. USA : Appleton & Large Selfridge. Nedel E. Judy. Gangguan Muskuloskeletal : Fraktur . (1997). First Aid Safety Oriented. Gangguan Integumen : Luka bakar. Asuhan keperawatan pasien dengan kegawatan bidang komunitas akibat : j. Kejadian Luar biasa D. USA : American National Red Cross. Gangguan saraf : stroke. Eklamsi b. John Ambulance . Emergency Nursing. Canada . First Aid and Emergency Care. John Priory of Canada Properties. Kejang demam i. Kesedak 9. St. Thomas. . . Asuhan keperawatan pasien dengan kegawatan bidang Anak akibat : h. Lanros. Caroline Nancy L . St. Boston : Little Brown & Son Co. USA : WB Saunder Co. .e. (1998). gigitan binatang. (1998). Manual of Emergency Nursing. Bencana Alam k. (1995). (1973). 7. Emergency Care in The Street. trauma kepala dan medulla spinalis. dislokasi.

C. puskesmas. Kurikulum terdiri dari kurikulum inti sebesar 96 SKS dan kurikulum institusional 14-24 SKS. dimana mahasiswa melaksanakan praktek di laboratorium terlebih dahulu dibawah bimbingan dosen untuk selanjutnya belajar di klinik dibawah bimbingan instruktur klinik dan dosen. demonstrasi.. rumah sakit khusus. Pengalaman belajar praktikum merupakan prasyarat pengalaman belajar klinik.( ronde keperawatan ). panti wredha . Program Pendidikan Diploma III Keperawatan memiliki lama studi 6 semester dengan batas maksimal 10 semester. Satuan kredit semester selanjutnya disingkat SKS adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal perminggu sebanyak 1 jam perkuliahan atau 2 jam praktikum atau 4 jam kerja lapangan . role play dan bedside teaching. Kegiatan pembelajaran klinik atau lapangan dilaksanakan langsung di lahan praktek dengan metoda bedside teaching. EVALUASI HASIL BELAJAR Evaluasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guna menilai sejauh mana kompetensi telah dicapai atau dikuasai oleh mahasiswa sebagai hasil belajar . Kurikulum inti terdiri dari teori 42 SKS (44 %). BEBAN DAN LAMA STUDI Penyusunan kurikulum ini mengacu pada KepMendiknas RI No. panti asuhan. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa dan KepMendiknas 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Ketersediaan kasus yang mendukung pembelajaran b. Kurikulum Institusional dikembangkan sesuai dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas institusi yang bersangkutan. PENGALAMAN BELAJAR Pengalaman belajar meliputi teori ( T ). dan kelompok khusus D.B dan C. B. Memiliki Instruktur klinik yang memenuhi kriteria Lahan praktek yang dapat digunakan meliputi rumah sakit umum kelas A. praktikum dan klinik 56 SKS ( 56 %).BAB VII PEDOMAN IMPLEMENTASI A. praktikum ( P ) dan klinik (K) atau lapangan (L). conference( konferensi ) dan nursing round. . Kegiatan praktikum dilaksanakan di laboratorium kelas atau klinik dengan menggunakan metode simulasi. keluarga dan masyarakat. LAHAN PRAKTEK Lahan praktek yang digunakan mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa Diploma III Keperawatan dengan kriteria sebagai berikut : a.

Tenaga pendidik terdiri atas dosen dan instruktur klinik 1. Evaluasi pencapaian kompetensi dilakukan setelah keseluruhan kegiatan belajar dilaksanakan untuk kompetensi yang diharapkan.yang dinyatakan dalam bentuk nilai dari setiap mata kuliah dan penilaian pencapaian kompetensi. Dosen tetap adalah dosen yang diangkat sebagai tenaga pendidik tetap pada insitusi yang bersangkutan. OSCE adalah suatu penilaian yang terstruktur dari kompetensi yang telah dikuasai oleh mahasiswa. CPX yaitu suatu metode penilaian untuk mengukur pengetahuan. kualifikasi tambahan adalah : a.. di laboratorium dan lahan praktek.14 Tahun 2005 adalah seorang lulusan program magister. E. Latar belakang pendidikan keperawatan b. Pengalaman bekerja di lahan praktek minimal 2 tahun . Metoda ini membantu dosen dalam membimbing dan mengarahkan mahasiswa dalam belajar secara individual. Evaluasi pencapaian kompetensi menggunakan Pedoman Penilaian Pencapaian Kompetensi dan dengan menggunakan pendekatan OSCE (Objective Structure Competencies Evaluation ) dan CPX (Clinical Practice Examination) baik teori maupun keterampilan yang terintegrasi di kelas . TENAGA PENDIDIK Tenaga pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. Metoda ini membantu dosen untuk mengarahkan pencapaian kurikulum. Untuk pendidikan keperawatan. dan digunakan sebagai evaluasi sumatif. Evaluasi hasil belajar dari setiap mata kuliah mencakup evaluasi formatif dan sumatif. melakukan pembimbingan. Dosen Dosen adalah seseorang yang berdasarkan pendidikan dan keahliannya diangkat sebagai dosen dengan tugas melaksanakan tri darma perguruan tinggi . serta melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Dosen terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap.. terutama digunakan untuk evaluasi formatif. Kualifikasi akademik minimum dosen berdasarkan UU RI N0. Dosen tidak tetap adalah dosen tamu pada insitusi yang bersangkutan. keterampilan dan pengelolaan kasus yang dipresentasikan. menilai hasil pembelajaran. Memiliki sertifikat AKTA IV/Pekerti/AA ( Applied Approach) c. Jumlah dosen menurut KepMenkesSos No 43/Menkes-Kesos/SK/1/2001 adalah 1 : 7-12 mahasiswa.

Sertifikat kompetensi adalah surat berharga yang diberikan oleh institusi bagi mahasiswa yang telah mencapai kompetensi yang diharapkan. IPK sebagai dasar penentuan predikat kelulusan program Diploma adalah IPK : 2.51 – 4.76 – 3.75 : memuaskan IPK : 2.00 : dengan pujian.2.00 – 2. Pendidikan minimal DIII Keperawatan b. Transkrip adalah laporan hasil prestasi belajar mahasiswa yang dinyatakan dalam bentuk nilai dari tiap mata kuliah selama proses pembelajaran dan dikeluarkan secara resmi oleh institusi pendidikan serta ditandatangani oleh pimpinan insitusi pendidikan yang bersangkutan. Memiliki sertifikat instruktur klinik atau AKTA III/IV c. sangat memuaskan. Instruktur klinik memiliki kualifikasi sebagai berikut : a. dan dengan pujian.50 : sangat memuaskan IPK : 3. H. PENUTUP Keberhasilan Penyelenggaraan proses pembelajaran dengan menggunakan kurikulum pendidikan Diploma III Keperawatan sangat tergantung kepada perencanaan program yang akurat. yaitu : memuaskan. Pengalaman kerja di bidangnya minimal 3 tahun G. pelaksanaan yang berkualitas dan penilaian yang berkesinambungan secara priodik. Instruktur klinik Instruktur adalah tenaga pendidik yang berasal dari lahan praktek yang bertugas untuk membantu pencapaian tujuan belajar mahasiswa. YUDISIUM DAN WISUDA Yudisium adalah penetapan kelulusan akhir studi mahasiwa pada program D III Keperawatan. IJAZAH DAN TRANSKRIP Ijasah adalah surat berharga yang diberikan oleh institusi sesuai aturan yang berlaku bagi mahasiswa yang telah menyelesaian pendidikan dan dinyatakan lulus. . Predikat kelulusan terdiri dari tiga ( 3 ) tingkat.

dukungan sarana prasarana yang memadai serta tersedianya lahan praktik sesuai tuntutan kompetensi.Implementasi kurikulum ini diperlukan penjabaran lebih rinci dengan mengacu kepada tujuan pendidikan dan kompetensi yang telah ditetapkan. . Pendekatan proses pembelajaran diwajibkan menggunakan pendekatan berdasarkan kompetensi. dosen yang berkualitas. Untuk mendapatkan lulusan yang berkualitas maka perlu pengaturan pengajaran yang sesuai dengan tuntutan kompetensi yang didukung oleh dosen berdasarkan keahlian dalam bidangnya masing-masing. Akhirnya keberhasilan penerapan kurikulum ini sangat tergantung pada pengelolaan pendidikan secara profesional. Untuk pencapaian kompetensi ini diperlukan suatu penilaian yang terus menerus berdasarkan kompetensi yang harus dimiliki.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->