P. 1
Karakteristik Dan Masalah an Anak Tunarungu

Karakteristik Dan Masalah an Anak Tunarungu

|Views: 27|Likes:
Published by fathur_boyz

More info:

Published by: fathur_boyz on May 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2012

pdf

text

original

Karakteristik dan Masalah Perkembangan Anak Tunarungu

Karakteristik dan Masalah Perkembangan Anak Tunarungu

A. Pengertian dan Klasifikasi Gangguan Pendengaran 1. Pengertian Tunarungu dapat di artikan sebagai suatu keadaan kehilangan pendengaran yang mengakibatkan seseorang tidak dapat menangkap berbagai ransangan, terutama melalui indera pendengarannya. Batasan pengertian anak tunarungu telah banyak di kemukakan oleh para ahli yang semuanya itu pada dasarnya mengandung pengertian yang sama. Di kemukakan dari beberapa definisi bahwa definisi anak tunarungu dan dapat di tarik kesimpulan bahwa tunarungu adalah mereka yang kehilangan pendengaran baik sebagian (hard of hearing) maupu seluruhnya (deaf) yang menyebabkan pendengarannya tidak memiliki nilai fungsional di dalm kehidupan sehari- hari.

2. Klasifikasi tunarungu a. Klasifikasi secara etiologis Yaitu pembagian berdasarkan sebab- sebab, tunarungu di sebabkan beberapa factor 1. pada saat sebelum melahirkan a. salah satu atau kedua orang tua anak menderita tunarungu mempunyai gen sel pembawa abnormal b. karena penyakit misalnya sewaktu ibu mengandung terserang suatu penyakit, terutama penyakit- penyakit yang di derita pada saat kehamilan tri semester pertama yaitu pada saat pembentukan ruang telinga. Penyakit itu ialah rubella, moribili, dan lain-lain c. karena keracunan obat- obatan : pada suatu kehamilan ibu meminum obatan terlalu banyak,atau ibu meminum obat penggur kandungan, hal ini menyebabkan ketunarunguan pada anak yang lahir. 2. pada saat kelahiran a. prematuritas, yakni bayi yang lahir sebelum waktunya 3. pada saat setelah kelahiran (post natal) a. karena kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan alat pendengaran bagian dalam, misalnya jatuh b. Klafikasi menurut taraf klasifikasi menurut tarafnya dapat di ketahui dengan tes audiometeris. Untuk kepentingan pendidikan ketarungan. 3. Pengaruh Pendengaran Pada Perkembangan Bicara dan Bahasa Perkembangan bahasa dan bicara berkaitan erat dengan ketajaman pendengaran. Akibat terbatasnya ketajaman pendengaran, anak tunarungu tidak mampu mendengar dengan baik. Dengan demikian pada anak tunarungu tidak terjadi proses peniruan suara setelah masa meraban. Bahasa mempunyai fungsi dan peran pokok sebagai mesia untuk berkomunikasi. Dalam fungsinya dapat pula di bedakan berbagai peranan lain dari bahasa seperti:

macam.Perkembangan Prilaku Anak Tunarungu Pertemuan antara faktor-faktor dalam diri anak tunarungu. dan kiranya daya abstraksi anak. misalnya merumuskan pengertian hubungan. Perkembangan Sosial Anak Tunarungu Anak tunarungu memiliki kelainan dalam segi fisik biasanya akan menyebabkan suatu kelainan dalam penyusuaian diri terhadap lingkungan. Dan mengakibatkan penghambat proses pencapaian yang lebih luas. yaitu ketidakmampuan menerima ransangan pendengaran. tetap menggunakan bicara sebagai media dan membaca ujaran sebagai sarana penerimaan dari pihak anak tunarungu • Mengunakan isyarat sebagai media 4. dan ketakutan karena ia sebenarnya hidup dalam lingkungan yang bermacam. kebingungan. aspek intelegensi yang terhambat perkembanganya ialah bersifat verbal. Anak tunarungu bsnysk di hinggapi kecemasan karena menghadapi lingkungan yang beraneka ragam komunikasinya. Perkembangan Emosi Anak Tunarungu Kekurangan akan pemahaman bahasa lisan atau tulisan sering kali menyebabkan anak tunarungu menafsirkan sesuatu secara negative atau salah dan ini sering menjadi tekanan bagi emosinya.raguan emosi anak tunarungu selalu bergolak di satu pihak karena kemiskinan bahasanya dan di pihak lain karena pengaruh dari luar yang diterimanya. Kerendahan tingkat intelegensi anak tunarungu bukan berasal dari hambatan intelektualnya yang rendah melainkan secara umum karena intelegensinya tidak mendapat kesempatan untuk berkembang tidak semua aspek intelegensi terhambat. dan meramalkan kejadian 5. Oleh sebab itu komunikasi bagi anak tunarungu mempergunakan segala aspek yang ada pada dirinya adapun media komunikasi yang dapat di gunakan adalah: • Anak tunarungu yang mampu bicara. ketidaktetapan emosi. Perkembangan Kongnitif Anak Tunarungu Umunya intelegensi anak tunarungu secara potensial sama dengan anak normal tapi di pengaruhi oleh tingkat kemampuan berbahasanya. anak tunarungu sering mengalami berbagai konflik. Anak tunarungu bila di tegur oleh orang yang tidak di kenalnya akan tampak resah dan gelisah. menarik kesimpulan. namun tidaklah demikian karena anak ini mengalami hambatan dalam bicara 7. dan keinginan • Untuk mengatur dan menguasai tingkah laku orang lain • Untuk pemberian orang lain • Untuk memperoleh pengetahuan Perkembangan kemampuan bahasa dan komunikasi anak tunarungu terutama yang tergolong tunarungu total tentu tidak mungkin untuk sampai pada penguasaan bahasa melaui pendengarannya. melainkan harus melalui pendengarannya. kebutuhan. kemiskinan berbahasa. dan keterbatasan intelegensi di hubungkan denagn sikap lingkungan terhadapnya menghambat perkembangan kepribadiannya . Tekanan pada emosinya itu dapat menghambat perkembangan pribadinya dengan menampilkan sikap menutup diri.kesulitan bahasa tidak dapat di hindari untuk anak tunarungu. 6. bertindak agresif. keterbatasan informasi. atau sebaliknya menampakkan keimbangan dan keragu.• Bahasa sebagai wahana untuk mengadakan kontak atau hubungan • Untuk mengungkapkan perasaan.

adalah jika anak.Masalah –masalah dan dampak ketunaruguan bagi individu. keluarga. Usaha lainnya yang mungkin akan dapat mendorong anak tunarungu dapat bersekolah dengan cepat adalah mereka mengikuti pendidikan pada sekolah normal atau biasa dan di sediakan program. adanya ganguan bicara. Pada umunya orang masih berpendapat bahwa ank tunarungu tidak dapat berbuat apapun. Anak ini memiliki hambatan sehinga mereka sulit menerima norma lingkungannya tidak mudah bagi orang tua untuk menerima kenyataan bahwa anaknya menderita kelainan atau cacat.Bagi Penyelengara Pendidikan Persoalan baru yang perlu mendapat perhatian jika anak tunarungu tetap saja harus sekolah pada sekolah khusus (SLB). sehingga lembaga pendidikan dianggap tidak dapat berbuat sesuatu karena ank tidak dapat berkerja sebagaimana biasanya. dan penyelengaraan pendidikan •Bagi anak tunarungu sendiri Anak tunarungu sulit mengartikan kata.maka tentu saja mereka tidak dapat bersekolah.kata yang mengandung kiasan.program khusus bila mereka tidak mampu mempelajari bahan pelajaran seperti anak normal. 9. dan dia bersaing dengan orang normal.8. Pandangan semacam ini sangat merugikan anak tunarungu untuk memperoleh lapangan kerja. 10.Bagi Masyarakat. masyarakat. Sulit mendapatkan lapangan kerja mengakibat kecemasan baik dari anak itu sendiri maupun dari keluarganya. Usaha lain muncul dengan di dirikan asrama di samping sekolah khusus itu. .hal itu merupakan sumber masalah pokok bagi anak tersebut •Bagi keluarga Lingkungan keluarga merupakan factor yang mempunyai pengaruh penting dan kuat terhadap perkembangan anak trauma atau anak luar biasa. Reaksi orang tua menghetahui bahwa anaknya menderita tunarunggu adalah merasa terpukul dan bingung dan timbulnya rasa bersalah. maka hal.anak tunarungu itu tempatnya jauh dari SLB.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->