P. 1
Ekstraksi Pelarut

Ekstraksi Pelarut

|Views: 142|Likes:
Published by Karina Mandasari

More info:

Published by: Karina Mandasari on May 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/20/2015

pdf

text

original

Ekstraksi Pelarut

Green Man | Minggu, 20 Februari 2011 | 0 komentar Ekstraksi pelarut atau disebut juga ekstraksi air merupakan metode pemisahan yang paling baik dan populer. Alasan utamanya adalah pemisahan ini dapat dilakukan baik dalam tingkat makro ataupun mikro. Prinsip metode ini didasarkan pada distribusi zat pelarut dengan perbandingan tertentu antara dua pelarut yang tidak saling bercampur , seperti benzen, karbon tetraklorida atau kloroform. Batasan nya adalah zat terlarut dapat ditransfer pada jumlah yang berbada dalam kedua fase pelarut. Ekstraksi merupakan proses pemisahan suatu komponen dari suatu campuran berdasarkan proses distribusi terhadap dua macam pelarut yang tidak saling bercampur. Ekstraksi pelarut umumnya digunakan untuk memisahkan sejmlah gugus yang diinginkan dan mungkin merupakan gugs pengganggu dalam analisis secara keseluruhan. Kadangkadang gugus-gugs pengganggu ini diekstraksi secara selektif. Teknik pengerjaan meliputi penambahan pelarut organik pada larutan air yang mengandung gugus yang bersangkutan. Dalam pemilihan pelarut organik agar kedua jenis pelarut (dalam hal ini pelarut organik dan air) tidak saling tercamupr satu sama lain. Selanjutnya proses pemisahan dilakukan dalam corong pisah dengan jalan pengocokan beberapa kali. Untuk memilih jenis pelarut yang sesai harus diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut: 1. Harga konstanta distribusi tinggi untuk gugus yang bersangkutan dan konstanta distribusi rendah untuk gugus pengotor lainnya. 2. Kelarutan pelarut organik rendah dalam air 3. Viskositas kecil dan tidak membentuk emulsi dengan air 4. Tidak mudah terbakar dan tidak bersifat racun 5. Mudah melepas kembali gugs yang terlarut didalamnya ntk keperluan analisa lebih lanjut Ekstraksi dapat dilakukan secara kontinue atau bertahap, ekstraksi bertahap cukup dilakukan dengan corong pisah. Campuran dua pelarut dimasukkan dengan corong pemisah, lapisan dengan berat jenis yang lebih ringan berada pada lapisan atas. Dengan jalan pengocokan proses ekstraksi berlangsung, mengingat bahwa proses ekstraksi merupakan proses kesetimbangan maka pemisahan salah satu lapisan pelarut dapat dilakukan setelah kedua jenis pelarut dalam keadaan diam. Lapisan yang ada dibagian bawah dikeluarkan dari corong dengan jalan membuka kran corong dan dijaga agar jangan sampai lapisan atas ikut mengalir keluar. Untuk tujuan kuantitatif, sebaiknya ekstraksi dilakukan lebih dari satu kali. Analisis lebih lanjut setelah proses ekstraksi dapat dilakukan dengan berbagai metode seperti volumetri, spektrofotometri dan sebagainya. Jika sebagai metode analisis digunakan metode spekttrofotometri, tidak perlu dilakukan pelepasan karena konsentrasi gugus yang bersangkutan dapat ditentukan langsung dalam lapisan organik. Metode spektrofotometri dapat digunakan untuk pelarut air maupun organik. Ekstraksi padat cair atau leaching adalah transfer difusi komponen terlarut dari padatan inert ke dalam pelarutnya. Proses ini merupakan proses yang bersifat fisik karena komponen terlarut kemudian dikembalikan lagi ke keadaan semula tanpa mengalami perubahan kimiawi. Ekstraksi dari bahan padat dapat dilakukan jika bahan yang diinginkan dapat larut dalam solven pengekstraksi. Ekstraksi berkelanjutan diperlukan apabila padatan hanya sedikit larut dalam pelarut. Namun sering juga digunakan pada padatan yang larut karena efektivitasnya. [Lucas, Howard J, David Pressman. Principles and Practice In Organic Chemistry]

KD = Dimana . kita mempunyai P = 2 . . Jika tidak tejadi asosiasi . terutama kalau kita perhatikan fraksi zat terlarut total dalam fasa yang satu atau yang lainnya. Pada penerapan praktis ekstraksi pelarut ini. 2001). yaitu P + V = C + 2 Menurut Hukum distribusi Nernst : Jika [X1] adalah kosentrasi zat terlarut dalam fase 1 dan [X2] adalah kosentrasi zat terlarut dalam fase 2. sehingga V = 1. yaitu zat terlarut di dalam pelarut dan fase air pada temperatur dan tekanantetap. Harga angka banding berubah dengan sifat dasar pelarut. tidak peduli bagaimanapun cara-cara disosiasi. Partisi atau koefisien distribusi ini tidak tergantung pada kosentrasi total zat terlarut pada kedua fase tersebut. Pada persamaan diatas . lebih sering digunakan istilah persen eksrtaksi (E) . dan angka banding distribusi ini tidak tergantung pada spesi molekul lain apapun yang mungkin ada. Prinsip dasar dari Ekstraksi pelarut Hukum fase Gibb’s menyatakan bahwa : P+V=C+2 Keterangan : P = fase C = Komponen V = Derjat kebebasan Pada ekstraksi pelarut . maka harga KD sama dengan D . X2 didapat . dan temperatur (Svehla. X1. maka pada kesetimbangan. Dinyatakan sebagai berikut : Hukum distribusi atau partisi dapat dirumuskan: bila suatu zat terlarut terdistribusi antara dua pelarut yang tidak dapat campur. Untuk memudahkan. Ini berhubungan dengan perbandingan distribusi dalam persamaan sebagai berikut. disosiasi atau polimerisasi pada fase – fase tersebut dan keadaan yang kita punyai adlah ideal. Untuk utjuan praktis sebagai ganti harga KD atau D . asosiasi atau interaksinya dengan spesi-spesi lain yang terlarut. Perbandingan Distribusi . A.Faktor-faktor yang mempengaruhi laju ekstraksi adalah:      Tipe persiapan sampel Waktu ekstraksi Kuantitas pelarut Suhu pelarut Tipe pelarut Ekstraksi lebih efisien bila dilakukan berulang kali dengan jumlah pelarut yang lebih kecil daripada jumlah pelarutnya banyak tetapi ekstraksinya hanya sekali (Arsyad. KD = Koefisien partisi. tidak berlaku bila spesi yang didistribusikan itu mengalami disosiasi atau asosiasi dalam salah satu fasa tersebut. diperkenalkan istilah angka banding distribusi D (atau koefisien ekstraksi E). sifat dasar zat terlarut. C= 1. maka pada suatu temperatur yang konstan untuk setiap spesi molekul terdapat angka banding distribusi yang konstan antara kedua pelarut itu. kita dapat menuliskan koefesian aktivitas zat pada fase organik maupun pada fase air. 1990). Kita menggunakan istilah perbandingan distribusi (D) dengan memperhitungkan kosentrasi total zat didalam kedua fase . jadi kita akan dapat : 2 + 1 = 1+2. Hukum ini dalam bentuk yang sederhana. yaitu fase air dan organik.

. Golongan ekstraksi ketiga adalah proses yang melibatkan pembentukan pasangan ion. sebagai khelat atau sistem ion berasosiasi. setelah ini tercapai lapisan didiamkan dan dipisahkan (Khopkar. khelat netral) . Nama yang digunakan menyatakan adanya efek saling memperkuat yang berakibat pada penambahan ekstraksi dengan memanfaatkan pelarut pengekstraksi. Hasil yang baik diperoleh jika jumlah ekstraksi yang dilakukan berulang kali dengan jumlah pelarut sedikit-sedikit. Ekstraksi bertahap merupakan cara yang paling sederhana. Pembentukan Kompleks tidak bermuatan yang merupakan golongan ekstraksi. Mekanisme Ekstraksi Proses ekstraksi pelarut berlangsung tiga tahap . Klasifikasi Ekstraksi Beberapa cara dapat mengklasifikasikan sistem ekstraksi. Sedangakan kategori terakhir merupakan ekstraksi sinergis .D= Dimana VW : Volume fase air Vo : Volume fase Organik Bila volume fase organic dan air sama . Kompleks tidak bermuatan dapat di bentuk melalui proses pembentukan khelat ( yaitu. Caranya cukup dengan menambahkan pelarut pengekstraksi yang tidak bercampur dengan pelarut semula kemudian dilakukan pengocokan sehingga terjadi kesetimbangan konsentrasi yang akan diekstraksi pada kedua lapisan. solvasi atau pembentukan pasangan ion. 1990). Distribusi dari kompleks yang terektraksi 3. maka proses ekstraksi berlangsung dengan mekanisme tertentu . Bila ekstraksi ion logam berlangsung . Ekstraksi berlangsung melalui pembentukan spesies netral yang tidak bermuatan diekstrksi ke fase organik. Jelaslah bahwa kompleks bermuatan tidak akan terakstraksi sehingga mutlak kompleks diekstraksi harus tampa muatan. Sekarang klasifikasi didasarkan atas proses ekstraksi. Cara kalsik adalah mengklasifikasikan berdasarkan sifat zat yang diekstraksi.. Pada fenomena solvasi ataupun pada ekstraksi yang melibatkan pembentukan pasangan ion. komleks yang terbentuk dapat berupa anion atau kation yang selanjutnya berasosiasi dengan masing – masing kation atau anion lain untuk menghasilkan kompleks tidak bermuatan yang dapat diekstraksi ke fase organik.  Pembentukan Kompleks tidak bermuatan Pembentukan komleks tidak bermuatan merupakan tahap penting dalam ekstraksi . D diubah menjadi : D= Ekstraksi dianggap kuantitatif bila : E = 100 berarti D= tidak tehingga ( jika Vo = VW ) B. Interaksinya yang mngkin dalam fase organik. yaitu : 1. Golongan ekstraksi berikutnya dikenali sebagai ekstraksi melalui solvasi sebab spesies ekstraksi disolvasi ke fase organik. ekstraksi kontinyu. Kesempurnaan ekstraksi tergantung pada pada banyaknya ekstraksi yang dilakukan. Tiga metode dasar pada ekstraksi cair-cair adalah ekstraksi bertahap. 2. dan ekstraksi counter current. yaitu Vo = VW . Hal ini dapat dibuktikan sebagai berikut: C.

akan dilihat kompleks koordinasinya . Khelat logam merupakan tipe senyawa koordinasi dimana ion logam bergabung dengan basa polifungsional yang mampu menempati dua atau lebih pposisi pada lingkaran koordinasi dari ion logam untuk membentuk senyawa siklik. keasamannya akan lebih besar pula.> Br.Pada tahap ini penting unruk memperhatikan sifat kompleks logam dan faktor faktor yang mempengaruhi pembentukannya . Jika logam mempunyai muatan atau valensi kation yang besar . Distribusi tergantung pada bermacam faktor.> OH. Pembentukan kompleks oleh ion logam tergantung pada kecendrungan untuk mengisi orbital atom kosong dalam usaha mencapai konfigurasi elektron yang stabil. Kita dapat memberikan skala selektivitas dari bermacam ligan pembentuk kompleks sebagai berikut : CN. deformasi ion akan lebih disukai dengan logam kation yang mempunyai muatan besar . Kestabilan kompleks koordinasi tergantung pada keasaman ion logam .> I. orbital – orbital atom kosong pada unsur – unsur transisi mendukunga adanya koordinasi .> SCN.> F. kebasaan ligan yang akan berkoordinasi. Pertama.> Cl. Pada Umumnya . Ligan pengkhelat memunyai peranan penting dalam ekstraksi logam sebab banyak logam – logam yang dapat tereksitasi dan sekaligus dipisahkan . ukuran ligan yang besar . Perssamaan bohr menyatakan : F= Keterangan    : Konstanta dielektrik R : jari – jari ion Z = muatan ionik F : Konstanta bolzman Dari persamaan tampak bahwa kestabilan kompleks logam bertambah dengan makin bertambahnya potensial ionik (Z2/2r) . Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan khelat    Kekuatan basa dari gugus fungsi Elektronegativitas dari atom berkaitan Ukuran dan jumlah dari cicin khelat yang terbentuk Tahap berikutnya yang penting pada mekanisme ekstraksi adalah proses distribusi dari zat yang terekstraksi ke fase organik. yaitu :    Kebasaan ligan Faktor stereokimia Adanya garam pada sistem ekstraksi Ada beberapa elektrolit yang mempunyai kemampuan mempertinggi ekstraksi dari kompleks. dan dengan ion logam yang mempunyai tipe konfigurasi atom gas yang bukan gas mulia. Sealama proses polarisasi . Kompleks yang berasal dari unsur – unsur yang lebih elektronegatif cendrung lebih stabil.( Unuk aniaon) NH3 > RNH2 > R2NH > R3N ( Untuk ligan netral) Golongan kompleks yang paling penting adalah Khelat. Biasa nya kompleks bermuatan diusahakan untuk dinetralkan oleh muatan ion lain . Peran utama dari elektrolit ini adalah :  Mempertinggi kosentrasi kompleks anion melalui mekanisme aksi massa sehingga akan menambahkan kosentrasi kompleks dan mempertinggi ekstraksi . pertimbangan stereokimia serta konfigurasi kompleks yang terbentuk . untuk memudahkan ekstraksi.

dkk. DAFTAR PUSTAKA Arsyad. Gramedia. Pada ekstraksi dengan mekanisme solvasi . Universitas Indonesia Press. Tiga metode dasar pada ekstraksi cair-cair adalah ekstraksi bertahap. N. J. 4. Jakarta. Jakarta. Penerbit Erlangga. Konsep Dasar Kimia Analitik. polimerisasi dapat terjadi. 1990. Kesimpulan 1. Svehla. Jakarta. R.  Distribusi dari kompleks yang terektraksi  Interaksinya yang mngkin dalam fase organik. Polimerisasi ini mengurangi aktivitas zat asosiasi ion dapat terjadi pada larutan polar yang encer sehingga menghasilkan pertambahan ekstraksi . polimerisasi dapat terjadi . Akibat ikatan molekul air dengan ion elektrolit menjadikan pelarut tidak bebas lagi. Khopkar. 1994. Jakarta. 3. selanjutnya akan mempertinggi pembentukan asosiasi ion. Pada kosentrasi besar . Buku Ajar Vogel Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. yaitu :  Pembentukan Kompleks tidak bermuatan yang merupakan golongan ekstraksi. Basset. . 1990.  Konstanta dielektrik dari fase akua berkurang dengan bertambahnya kosentrasi garam. Underwood. 1997. M. Kamus Kimia Arti dan Penjelasan Istilah. Proses ekstraksi pelarut berlangsung tiga tahap . Penerbit Buku Kedokteran EGC. Interaksi ini mempengaruhi kosentrasi kompleks dan tingkat ekstraksi yang dihasilkan. Ekstraksi pelarut atau disebut juga ekstraksi air merupakan metode pemisahan yang paling baik 2. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Kelima. ekstraksi kontinyu. Jakarta. A. PT. G. M. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Mikro dan Semimikro. dan ekstraksi counter current. Pada kosentrasi yang besar . 1985. L dan Day A. Kalman Media Pustaka. D. S. Ekstraksi merupakan proses pemisahan suatu komponen dari suatu campuran berdasarkan proses distribusi terhadap dua macam pelarut yang tidak saling bercampur. Terakhir dalam pembahasan mekanisme ekstraksi adalah interahsi pada fase organik. polimerisasi berlangsung cepat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->