P. 1
Fraktur Basis Cranii

Fraktur Basis Cranii

|Views: 479|Likes:
Published by Alvin Jiwono

More info:

Published by: Alvin Jiwono on May 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2013

pdf

text

original

Fraktur Basis Cranii

Fraktur basis cranii/Basilar Skull Fracture (BSF) merupakan fraktur akibat benturan langsung pada daerah daerah dasar tulang tengkorak (oksiput, mastoid, supraorbita); transmisi energy yang berasal dari benturan pada wajah atau mandibula; atau efek remote dari benturan pada kepala (gelombang tekanan yang dipropagasi dari titik benturan atau perubahan bentuk tengkorak). Dalam beberapa studi telah terbukti fraktur basis cranii dapat disebabkan oleh berbagai mekanisme termaksud ruda paksa akibat fraktur maksilofacial, ruda paksa dari arah lateral cranial dan dari arah kubah cranial, atau karena beban inersia oleh kepala. Pasien dengan fraktur basis cranii (fraktur pertrous os temporal) dijumpai dengan otorrhea dan memar pada mastoids (battle sign). Presentasi dengan fraktur basis cranii fossa anterior adalah dengan Rhinorrhea dan memar di sekitar palpebra (raccoon eyes). Kehilangan kesadaran dan Glasgow Coma Scale dapat bervariasi, tergantung pada kondisi patologis intrakranial. Untuk penegakan diagnosis fraktur basis cranii, diawali dengan pemeriksaan neurologis lengkap, analisis laboratorium dasar, diagnostic untuk fraktur dengan pemeriksaan radiologik. Penanganan korban dengan cedera kepala diawali dengan memastikan bahwa airway, breathing, circulation bebas dan aman. Banyak korban cedera kepala disertai dengan multiple trauma dan penanganan pada pasien tersebut tidak menempatkan penanganan kepala menjadi prioritas, resusisati awal dilakukan secara menyeluruh. Anatomi Basis Cranii Tulang tengkorak terdiri dari kubah (kalvaria) dan basis kranii. Tulang tengkorak terdiri dari beberapa tulang yaitu frontal, parietal, temporal dan oksipital. Kalvaria khususnya di regio temporal adalah tipis, namun di sini dilapisi oleh otot temporalis. Basis kranii berbentuk tidak rata sehingga dapat melukai bagian dasar otak saat bergerak akibat proses akselerasi dan deselerasi. Rongga tengkorak dasar dibagi atas 3 fosa yaitu : fossa cranii anterior, fossa cranii media dan fossa cranii posterior. Fossa crania anterior menampung lobus frontal cerebri, dibatasi di anterior oleh permukaan dalam os frontale, batas superior adalah ala minor ossis spenoidalis. Dasar fossa dibentuk oleh pars orbitalis ossis frontale di lateral dan oleh lamina cribiformis os etmoidalis di medial. Permukaan atas lamina cribiformis menyokong bulbus olfaktorius, dan lubung lubang halus pada lamini cribrosa dilalui oleh nervus olfaktorius. Pada fraktur fossa cranii anterior, lamina cribrosa os etmoidalis dapat cedera. Keadaan ini dapat menyebabkan robeknya meningeal yang menutupi mukoperiostium. Pasien dapat mengalami epistaksis dan terjadi rhinnore atau kebocoran CSF yang merembes ke dalam hidung. Fraktur yang mengenai pars orbita os frontal mengakibatkan perdarahan subkonjungtiva (raccoon eyes atau periorbital ekimosis) yang merupakan salah satu tanda klinis dari fraktur basis cranii fossa anterior7. Fossa cranii media terdiri dari bagian medial yang dibentuk oleh corpus os sphenoidalis dan bagian lateral yang luas membentuk cekungan kanan dan kiri yang menampung lobus temporalis cerebri. Di anterior dibatasi oleh ala minor os sphenoidalis dan terdapat canalis opticus yang dilalui.

dan darah mengalir keluar. IV dan VI dapat cedera bila dinding lateral sinus cavernosus robek7. Pada fraktur yang mengenai foramen jugularis n. sementara bagian posterior dibatasi oleh batas atas pars petrosa os temporal. N. Bocornya CSF dan keluarnya darah dari canalis acusticus externus sering terjadi (otorrhea). occulomotorius dan n. Membrane mukosa atap nasofaring dapat robek. Secara anatomi kelemahan ini disebabkan oleh banyak nya foramen dan canalis di daerah ini. Foramen magnum menempati daerah pusat dari dasar fossa dan dilalui oleh medulla oblongata dengan meningens yang meliputinya.oftalmica. N.opticus dan a. . Beberapa hari kemudian. n.7. dan squamosa os occipital dan pars mastoiddeus os temporal8. Fossa cranii posterior menampung otak otak belakang.vertebralis7.frontale. Cavum timpani dan sinus sphenoidalis merupakan daerah yang paling sering terkena cedera. n. n.oleh n. Fraktur pada basis cranii fossa media sering terjadi. pars spinalis assendens n. abducens6. dekat prosesus mastoideus. yaitu cerebellum. yang merupakan celah antara ala mayor dan minor os sphenoidalis dilalui oleh n. lacrimalis. accessories dan kedua a.IX. Dasar fossa cranii posterior dibentuk oleh pars basilaris. karena daerah ini merupakan tempat yang paling lemah dari basis cranii.trochlearis. cranialis III. Pada fraktur fossa cranii posterior darah dapat merembes ke tengkuk di bawah otot otot postvertebralis. Fissura orbitalis superior. craniais VII dan VIII dapat cedera pada saat terjadi cedera pada pars perrosus os temporal. Di anterior fossa di batasi oleh pinggi superior pars petrosa os temporal dab di posterior dibatasi oleh permukaan dalam pars squamosa os occipital. pons dan medulla oblongata. darah ditemukan dan muncul di otot otot trigonu posterior. condylaris. Dilateral terdapat pars squamous pars os temporal8. X dan XI dapat cedera.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->