P. 1
ruang lingkup hukum perusahaan

ruang lingkup hukum perusahaan

|Views: 425|Likes:
Published by Panjhi Prislovdefis

More info:

Published by: Panjhi Prislovdefis on May 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/14/2014

pdf

text

original

MAKALAH ADMINISTRASI PERUSAHAAN PUBLIK “RUANG LINGKUP HUKUM PERUSAHAAN”

Oleh

Pripanji suryanala (18500/2010)

ILMU ADMINISTRASI NEGARA

ILMU SOSIAL POLITIK FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011
BAB I

PENDAHULUAN Latar belakang Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak. Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi. Untuk menghasilkan barang siap konsumsi, perusahaan memerlukan bahan – bahan dan faktor pendukung lainnya, seperti bahan baku, bahan pembantu, peralatan dan tenaga kerja. Untuk memperoleh bahan baku dan bahan pembantu serta tenaga kerja dikeluarkan sejumlah biaya yang disebutbiaya produksi. Hasil dari kegiatan produksi adalah barang atau jasa, barang atau jasa inilah yang akan dijual untuk memperoleh kembali biaya yang dikeluarkan. Jika hasil penjualan barang atau jasa lebih besar dari biaya yang dikeluarkan maka perusahaan tersebut memperoleh keuntungan dan sebalik jika hasil jumlah hasil penjualan barang atau jasa lebih kecil dari jumlah biaya yang dikeluarkan maka perusaahaan tersebut akan mengalami kerugian. Dengan demikian dalam menghasilkan barang perusahaan menggabungkan beberapa faktor produksi untuk mencapi tujuan yaitu keuntungan. Perusahaan merupakan kesatuan teknis yang bertujuan menghasilkan barang atau jasa. Perusahaan juga disebut tempat berlangsungnya proses produksi yang menggabungkan faktor – faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Perusahaan merupakan alat dari badan usaha untuk mencapai tujuan yaitu mencari keuntungan. Orang atau lembaga yang melakukan usaha pada perusahaan disebut pengusaha, para pengusaha berusaha dibidang usaha yang beragam.

BAB II

PEMBAHASAN A. Pengertian Perusahaan Perusahaan adalah suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses produksi barang atau jasa. Perusahaan juga bisa di definisikan yaitu kesatuan teknis yang bertujuan mengahasilkan barang dan jasa, perusahaan juga bisa disebut sebagai tempat berlangsungnya proses produksi yang menggabungkan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa Perusahaan merupakan badan usaha yang menjalankan kegiatan di bidang perekonomian ( keuangan, industri, dan perdagangan), yang dilakukan secara terus menerus atau teratur ( regelmatig ) terang-terangan ( openlijk ) , dan dengan tujuan memperoleh keuntungan dan/ atau laba Menurut pendapat Kansil definisi atau pengertian perusahaan adalah setiap bentuk badan usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus dan didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba. Sedangkan Menurut Swastha dan Sukotjo perusahaan adalah adalah suatu organisasi produksi yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan. Rumusan tentang perusahaan dijabarkan dalam penjelasan undang-

undang (Memorie van Toelichting, MvT) dan pendapat para ahli hukum yang diantaranya sebagai berikut : 1) Dalam penjelasan pembentuk undang-undang (MvT) disebutkan perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara tidak terputus-putus, terang-terangan, dalam kedudukan tertentu mencari laba.

2) Rumusan Molengraaff mengatakan perusahaan merupakan keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus, bertindak keluar, untuk memperoleh penghasilan, dengan cara memperdagangkan atau menyerahkan barang ataumengadakan perjanjian perdagangan. 3) Rumusan polak memandang perusahaan dari sudut komersial, artinya baru dapat dikatakan perusahaan apabila diperlukan perhitungan laba – rugi dan dapat diperkirakan dan dicatat dalam pembukuan. Beliau memandang pengertian perusahaan dari sudut pandang ekonomi karena memperoleh penghasilan dilakukan dengan cara : a. Memperdagangkan barang, artinya membeli barang dan menjualnya kembali dengan perhitungan memperoleh penghasilan berupa

keuntungan atau laba. b. Menyerahkan barang, melepaskan penguasaan atas barang dengan perhitungan memperoleh penghasilan, misalnya menyewakan barang. c. Perjanjian perdagangan, yaitu menghubungkan pihak yang satu dengan pihak yang lain dengan perhitungan memperoleh penghasilan berupa keuntungan bagi pemberi kuasa, dan upah bagi pemberi kuasa. Misalnya makelar, komisioner, agen perusahaan. 4) Rumusan Undang – Undang Menurut rumusan Pasal 1 huruf (b) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan, dikemukakan bahwa: “Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terusmenerus dan yang didirikan, bekerja serta berkedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia, untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba”. Berdasarkan ketentuan pasal tersebut, maka dalam definisi perusahaan terdapat 2 (dua) unsur pokok yaitu :

1) Bentuk usaha yang berupa organisasi atau badan usaha yang didirikan, bekerja, dan berkedudukan dalam wilayah negara Indonesia. 2) Jenis usaha adalah berbagai kegiatan dibidang perekonomian yang meliputi bidang perindustrian, bidang perdagangan, bidang jasa, dan bidang keuangan. Usaha adalah setiap tindakan perbuatan atau kegiatan apapun dalam bidang perekonomian, yang dilakukan oleh setiap pengusaha dengan tujuan memperoleh keuntungan atau laba. Dalam hal ini, Pasal 1 angka (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan ditentukan bahwa: “Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap dan terus menerus dengan memperoleh keiantungan dan atau laba, baik yang diselenggarakan oleh orang perorangan maupun badan usaha yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum, yang didirikan dan berkedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia”. Berdasarkan kedua definisi Undang – undang tersebut dibandingkan maka terdapat perbedaan yaitu Undang – undang No. 3 tahun 1982, menggunakan rumusan “menjelaskan setiap jenis usaha” sedangkan Undang – undang No. 8 tahun 1997, menggunakan rumusan melakukan kegiatan tanpa pembatasan “ dalam bidang perekonomian”.

B. Unsur - Unsur Perusahaan Berdasarkan definisi-definisi perusahaan yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dikatakan yang menjadi unsur - unsur perusahaan yaitu :

1) Badan usaha Badan usaha yang menjalankan kegiatan perekonomian itu mempunyai bentuk hukum tertentu, seperti Perusahaan Dagang (PD), Firma (Fa), Persekutuan Komanditer (CV), Perseroan Terbatas (PT), Perusahaan Umum (Perum), Perusahaan Perseroan (Persero) dan Koperasi. Hal ini dapat diketahui melalui aktapendirian perusahaan yang dibuat di muka notaris, kecuali koperasi yang akta pendiriannya dibuat oleh para pendiri dan disahkan oleh pejabat koperasi. 2) Kegiatan dalam bidang perekonomian Kegiatan ini meliputi bidang perindustrian, perdagangan, perjasaan,

pembiayaan yang dapat dirinci sebagai berikut : a) Perindustrian meliputi kegiatan, antara lain eksplorasi dan pengeboran minyak, penangkapan ikan, usaha perkayuan, barang kerajinan, makanan dalam kaleng, obat-obatan, kendaraan bermotor, rekaman dan perfilman, serta percetakan dan penerbitan. b) Perdagangan meliputi kegiatan, antara lain jual beli ekspor impor, bursa efek, restoran, toko swalayan, valuta asing, dan sewa menyewa. c) Perjasaan meliputi kegiatan, antara lain transportasi, perbankan,

perbengkelan, jahit busana, konsultasi, dan kecantikan.

3) Terus menerus Kegiatan dalam bidang perekonomian itu dilakukan secara terus menerus, artinya sebagai mata pencaharian, tidak insidental, dan bukan pekerjaan sambilan.

4) Bersifat tetap Bersifat tetap artinya kegiatan itu tidak berubah atau berganti dalam waktu singkat, tetapi untuk jangka waktu yang lama. Jangka waktu tersebut ditentukan dalam akta pendirian perusahaan atau surat ijin usaha, misalnya 5 (lima) tahun, 10 (sepuluh) tahun, atau 20 (dua puluh) tahun. 5) Terang-terangan Terang-terangan artinya ditujukan kepada dan diketahui oleh umum, bebas berhubungan dengan pihak lain, diakui dan dibenarkan oleh pemerintah berdasarkan undang-undang. Bentuk terang-terangan ini dapat diketahui dari akta pendirian perusahaan, nama dan merek perusahaan, surat izin usaha, surat izin tempat usaha, dan akta pendaftaran perusahaan. 6) Keuntungan dan atau laba Isitilah keuntungan atau laba adalah istilah ekonomi yang menunjukkan nilai lebih (hasil) yang diperoleh dari modal yang diusahakan (capital gain). Setiap kegiatan menjalankan perusahaan tentu menggiinakan modal, dengan modal perusahaan diharapkan keuntungan dan atau laba dapat diperoleh karena tujuan utama dari perusahaan adalah memperoleh keuntungan.

7) Pembukuan Menurut ketentuan Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan ditentukan, setiap perusahaan wajib membuat catatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dalam

Pasal 5 ditentukan, catatan terdiri dari dari neraca tahunan, perhitungan laba rugi tahunan, rekening, jurnal transaksi harian, atau setiap tulisan yang berisi keterangan mengenai kewajiban dan hak-hak lain yang berkaitan dengan kegiatan usaha suatu perusahaan.

Hukum Perusahaan Hukum yang mengatur tentang seluk beluk bentuk hukum perusahaan ialah Hukum Perusahaan. Hukum Perusahaan merupakan pengkhususan dari beberapa bab dalam KUH Perdata dan KUHD (Kodifikasi) ditambah dengan peraturan perundangan lain yang mengatur tentang perusahaan (hukum tertulis yang belum dikodifikasi). Sesuai dengan perkembangan dunia perdagangan dewasa ini, maka sebagian dari hukum perusahaan merupakan peraturan-peraturan hukum yang masih baru. Apabila hukum dagang (KUHD) merupakan hukum khusus (lex specialis) terhadap hukum perdata (KUH Perdata) yang bersifat lex generalis, demikian pula hukum perusahaan merupakan hukum khusus terhadap hukum dagang. C. Sumber Hukum Perusahaan 1. Perundang - undangan Perundang-undangan dalam hal ini meliputi undang-undang peninggalan Hindia Belanda di Indonesia pada masa lampau, namun masih dianggap berlaku dan sah hingga saat ini berdasarkan atas peralihan UUD 1945, misalya ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam KUHD (Kitab Undang-undang Hukum Dagang) ,KUH Perdata. Selain itu juga perundang-undangan yang termaktub mengenai perusahaan di Indonesia, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang terus dilaksanakan dan dikembangkan hingga saat ini. Perundang-undangan lain yang menjadi sumber hukum:

1) Undang-undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, 2) PP No. 15 Tahun 2009 tentang Pajak Penghasilan, 3) Undang-undang No. 32 Tahun 2007 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, 4) Undang-undang No. 33dan 34 Tahun 1964 tentang Asuransi Kecelakaan Jasa Raharja, 5) Undang-undang No. 5 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal Asing, 6) Undang-undang No.6 Tahun 1968 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri, 7) Undang-undang No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara, 8) Undang-undang No. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan, 9) Undang-undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, 10) Undang-undang No.7 Tahun 1987 tentang Penyempurnaan Undang-undang No.6 Tahun 1982, 11) Undang-undang No.14 Tahun 2001 tentang Paten 12) Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek,

2. Kontrak Perusahaan Kontrak perusahaan atau yang biasa juga disebut dengan perjanjian selalu ditulis dan dianggap sebagai sumber utama hak dan kewajiban pihak-pihak yang terlibat dalam suatu kesepakatan. Apabila saat tertentu terjadi perselisihan antara pihak-pihak terkait, dalam hal ini saat kontrak perusahaan masih berlaku, maka penyelesaian dapat dilakukan melalui perdamaian, arbitase, atau pengadilan umum sekali pun jika tidak ditemui penyelesaian yang jelas. Tentunya kontrak perusahaan ini yang akan memberikan pertimbangan tertentu sekaligus secara jelas akan mempengaruhi putusan. Karena secara jelas semua menyangkut kontak dan ketentuannya telah tercantum dalam kontrak tersebut. 3. Yurispudensi

Yurisprudensi adalah sumber hukum perusahaan yang dapat diikuti oleh pihak-pihak terkait. Hal ini akan mengisi kekosongan hukum, terutama jika terjadi suatu sengketa terkait pemenuhan hak dan kewajiban. Secara otomatis, yurisprudensi ini akan memberikan jaminan perlindungan atas kepentingan pihak-pihak, terutama bagi mereka yang berusaha di Indonesia. 4. Kebiasaan Kebiasaan merupakan sumber hukum khusus yang tidak tertulis secara formal. Kebiasaan sebagai sumber hukum dapat diikuti pengusaha tatkala peraturan mengenai pemenuhan hak dan kewajiban tidak tercantum dalam undang-undang dan perjanjian. Karena itulah kebiasaan yang telah berlaku dan berkembang di kalangan pengusaha dalam menjalankan perusahaan dengan lazim menjadi panutan untuk mencapai tujuan sesuai kesepakatan. Kebiasaan yang biasanya dapat menjadi acuan bagi perusahaan adalah yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) Perbuatan yang bersifat perdata Mengenai hak serta kewajiban yang harus dipenuhi Tidak bertentangan dengan undang-undang atau sumeber hukum lainnya Diterima oleh semua pihak secara sukarela karena telah dianggap sebagai hal yang logis dan patuh 5) Menerima dari berbagai akibat hukum yang dikehendaki oleh semua pihak. 5. Traktat Merupakan perjanjian yang dilakukan antara dua negara atau lebih. 6. Doktrin Merupakan pendapat para sarjana hukum terkemuka yang besar pengaruhnya terhadap hakim dalam mengambil keputusan perkara.

D. Macam – Macam Perusahaan Menurut Abd. Kadir Muhammad, perusahaan dapat diklasifikasikan menjadi : 1. Perusahaan dilihat dari jumlah pemiliknya ada 2 ( dua ) 1. Perusahaan perseorangan 2. Perusahaan persekutuan 2. Dilihat dari status pemiliknya trdiri dari : 1. Perusahaan negara, yaitu perusahaan yang modalnya dimiliki negara dan merupakan Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ), dan selain itu ada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD ) 1) Perusahaan umun ( PERUM ) 2) Perusahaan perseroan ( PERSERO ) yang berbentuk PT 2. Perusahaan swasta, yaitu perusahaan yang modalnya dimiliki oleh swasta, umumnya berbentuk PT atau salah satu bentuk- bentuk usaha yang ada berdasarkan peraturan perundang – undangan. Selain perbedaan antara perusahaan negara dan perusahaan swasta ada lagi bagian yang dapat dilihat : a) Perusahaan nasional, yaitu perusahaan yang sekurang kurangnya 51% dari modal dalam negeri yang ditanam didalamnya dimiliki oleh negara atau swasta nasional. Dengan kata lain kepemilikan modal dalam negeri minimal 51%.

b) Perusahaan asing, adalah perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan untuk persyaratan perusahaan nasional

sebagaimana modal dalam negeri yang dimiliki ciri oleh negara atau swasta nasional yang ditanam didalamnya, besarnya kurang dari 51%. Selanjutnya perusahaan asing tersebut bisa berupa : 1) Perusahaan patungan ( join venture company ) 2) Perusahaan murni asing ( 100% ) 3. Dari segi bentuk Hukumnya ; a) Perusahaan badan hukum, yaitu ; 1) Perseroan Terbatas (PT) yang sebelumnya

Naamloze Vennoolschap (NV) kata vennoolschap diartikan perseroan. 2) Koperasi b) Perusahaan bukan badan hukum terdiri dari ; 1) Persekutuan perdata (Maatschap) 2) Perseroan Firma (Fa) 3) Commanditaire Vennootschap BAB III PENUTUP Kesimpulan

Berdasarkan definisi atau pengertian di atas dapt disimpulkan bahwa perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor-faktor produksi. Perusahaan merupakan salah satu bentuk usaha yang mencari suatu keuntungan atau laba, baik yang bergerak bidang dalam usaha perdagangan, bergerak dalam bidang usaha produksi barang, dan bergerak dalam bidang usaha jasa dan memiliki suatu struktur organisasi, manajemen, lokasi dan karyawan atau pegawai. Jadi suatu usaha yang tidak memiliki struktur organisasi, manajemen, lokasi dan karyawan, tidak dapat disebut sebagai perusahaan. Perusahaan merupakan suatu organisasi di mana sumber daya (input), seperti bahan baku dan tenaga kerja diproses untuk menghasilkan barang dan jasa (output) bagi pelanggan. Tujuan dari perusahaan secara umum ialah laba/keuntungan. Laba (profit) adalah selisih antara jumlah yang diterima dari pelanggan atas barang atau jasa yang dihasilkan dengan jumlah yang dikeluarkan untuk membeli sumber daya alam dalam menghasilkan barang atau jasa tersebut. Didalam perusahaan memiliki beberapa unsur yaitu : Badan usaha, kegiatan dalam bidang perekonomian, terus menerus, bersifat tetap, terang-terangan, keuntungan dan atau laba dan pembukuan

DAFTAR PUSTAKA DRA. YUNIMAR,SH,.M.H 2009 “ Diktat Hukum Perusahaan “ Fakultas Hukum Universitas Ekasakti Padang.

http://id.shvoong.com/business-management/management/2195095-pengertianperusahaan/ http://melaniapuspa.blogspot.com/2010/10/pengertian-perusahaan-bab-2.html http://rosita.staff.uns.ac.id/2010/07/23/definisi-dan-ruang-lingkup-hukum-perusahaan/

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->