P. 1
Inhibitor Enzim

Inhibitor Enzim

|Views: 395|Likes:
Published by jeacakep

More info:

Published by: jeacakep on May 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2014

pdf

text

original

Makalah

Inhibitor Kerja Enzim

Di Susun Oleh: Nurmitasari (33/1c) Abd. Wafur (01/1c) (03/1c) (05/1c) (07/1c) (09/1c) (11/1c) (13/1c) (15/1c)

(17/1c)
(19/1c)

AKADEMI KEPERAWATAN PAMEKASAN Tahun ajaran 2011-2012

sedangkan kesempurnaan hanya milik Tuhan Azza Wa’jala .KATA PENGANTAR Puji syukur penulis telah panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. dan kehidupan beserta seperangkat aturan-Nya. penulis juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Guru Pembimbing serta semua pihak yang telah membantu penyelesaian penulisan tugas ini. baik secara langsung maupun tidak langsung Demikian pengantar yang dapat penulis sampaikan dimana penulis pun sadar bawasannya penulis hanyalah seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. manusia. sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas yang sederhana ini dengan tidak kurang daripada waktunya Maksud dan tujuan dari penulisan tugas yang berjudul “ Inibitor Kerja Enzim ” tidaklah lain untuk memenuhi salah satu dari sekian kewajiban mata pelajaran serta merupakan bentuk tanggung jawab penulis pada tugas yang diberikan Pada kesempatan ini. Taufiq. karena berkat limpahan Rahmat. Oleh karena itu. Hidayah serta Inayah-Nya. 11 Maret 2012 Penulis . Wassalalam Pamekasan. sang Pencipta alam semesta. kritik dan saran yang konstruktif akan senantiasa penulis nanti dalam upaya evaluasi diri kedepan.

............. 5 2....................2 Zat Aktivator dan Inhibitor Enzim ............................. 10 ...............................................................................4 Jenis Inhibitor Enzim ................................................................... i Daftar Isi ..................... 8 BAB II1 PENUTUP .................................................................. 2 2.................................................... ii BAB 1 PENDAHULUAN ............................................................................ 9 3..........................................................1 Latar Belakang .....................................................................1 Kesimpulan ........................................................................... 3 2.....DAFTAR ISI Halaman Sampul ...... 1 1.................................... Kata Pengantar ........................1 Pengertian Enzim ...................................................................... 1 BAB 11 PEMBAHASAN .................................................................................................................. 2 2..... 1 1......................................... 1 1.................5 Manfaat Inhibitor ......................................................................................................2 Rumusan Masalah ......3 Tujuan Pembahasan ................................... 9 Daftar Pustaka ............................................................................................................................................................................3 Zat Inhibitor Enzim ......................................... 4 2.............

1 Apa pengertian enzim itu ? 1.3.1 Untuk mengetahui pengertian enzim 1.2 Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan zat aktivator dan inhibitor 1.3.2.3.1 Latar Belakang Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia organik. Banyak obat dan racun adalah inihibitor enzim. Enzim bekerja dengan cara bereaksi dengan molekul substrat untuk menghasilkan senyawa intermediat melalui suatu reaksi kimia organik yang membutuhkan energi aktivasi lebih rendah.2 Rumusan Masalah Untuk memperjelas dari uraian latar belakang dapat di buat rumusan masalah sebagai berikut : 1.2.BAB I PENDAHULUAN 1.3 Tujuan Pembahasan Dari uraian latar belakang dan rumusan masalah di atas mempunyai tujuan pembahasan sebagai berikut : 1. sedangkan aktivator adalah yang meningkatkan aktivitas enzim.3.4 Untuk mengetahui jenis dari zat inhibitor 1.3 Bagaimana zat inhibitor enzim itu ? 1.2. .2.3. sehingga percepatan reaksi kimia terjadi karena reaksi kimia dengan energi aktivasi lebih tinggi membutuhkan waktu lebih lama.4 Apa saja jenis zat inhibitor itu ? 1. Kerja enzim di pengaruhi oleh zat atau molekul aktivator dan inhibitor.5 Untuk mengetahui manfaat dari zat inhibitor.2.5 Apa manfaat zat inhibitor itu ? 1. 1. Inhibitor adalah molekul yang menurunkan aktivitas enzim.3 Untuk mengetahui bagaimana zat inhibitor 1.2 Apa yang di maksud dengan zat aktivator dan inhibitor itu ? 1.

. suhu. enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa. enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. pada reaksi akhir molekul katalis akan kembali ke bentuk semula. terutama adalah substrat. Hal ini akan menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali. Sebagai contoh. Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Di luar suhu atau pH yang sesuai. yang disebut promoter. Enzim bekerja dengan cara bereaksi dengan molekul substrat untuk menghasilkan senyawa intermediat melalui suatu reaksi kimia organik yang membutuhkan energi aktivasi lebih rendah. Molekul awal yang disebut substrat akan dipercepat perubahannya menjadi molekul lain yang disebut produk. Meskipun senyawa katalis dapat berubah pada reaksi awal. Semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cukup cepat dalam suatu arah lintasan metabolisme yang ditentukan oleh hormon sebagai promoter. keasaman. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein.1 Pengertian Enzim Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia organik. yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah.BAB I1 PEMBAHASAN 1. Jenis produk yang akan dihasilkan bergantung pada suatu kondisi/zat. Sebagian besar enzim bekerja secara khas. kofaktor dan inhibitor. sehingga percepatan reaksi kimia terjadi karena reaksi kimia dengan energi aktivasi lebih tinggi membutuhkan waktu lebih lama.

2. sedangkan aktivator adalah yang meningkatkan aktivitas enzim. b. Adapun zatnya lazim dinamakan efektor alosterik. Arsen. terjadi perubahan pada bentuk molekul enzim yang menyebabkan sisi aktif enzim pas dengan substrat. Hg. Cara kerja inhibitor ini terdapat 2 macam. contoh aktivator enzim: ion Mg. Inhibitor akan menghambat jalannya reaksi enzim. Biasanya zat ini bergabung dengan enzim pada tempat yang disebut sisi alosterik. Zat Inhibitor Zat inhibitor atau yang biasa disebut inhibitor saja adalah suatu molekul atau zat yang menghambat kerja enzim.Kerja enzim juga dipengaruhi oleh molekul lain. Dengan adanya penggabungan antara efektor alosterik dan enzim. Contoh inhibitor : CO. yaitu inhibitor nonkompetetif dan inhibitor kompetetif. . aktivator dapat mempercepat jalannya reaksi. zat organik seperti koenzim-A. Akibatnya.2 Zat Aktivator dan Zat Inhibitor Pada Enzim Pada reaksis enzimatis terdapat zat yang mempengarahi reaksi. Sianida. Namun pada penjelasan kali ini lebih di fokuskan pada Inhibitor Enzim. . Zat Aktivator Zat aktivator atau biasa disebut aktivator saja adalah molekul yang dapat mengaktifkan kerja enzim. yakni aktivator dan inhibitor. Banyak obat dan racun adalah inihibitor enzim. Inhibitor adalah molekul yang menurunkan aktivitas enzim. kerja enzim lebih efektif. Ca. 2+ 2+ a.

enzim aktivator mengikat enzim dan meningkatkan aktivitas enzimatik . Pengikatan inhibitor dapat menghentikan sebuah substrat dari enzim memasuki situs aktif dan / atau menghalangi enzim dari reaksi katalisisnya. sifat-sifat alamiah gugus fungsional pada sisi aktif. Dari penelitian mengenai senyawa penghambat enzim. atau merusakkan suatu gugus fungsional pada molekul enzim yang penting bagi aktivitas katalitiknya. Hambatan yang bekerja secara tidak dapat balik (irreversible inhibitor) yaitu golongan yang bereaksi dengan. Apabila penggabungan tidak bersifat reversibel maka pendekatan Michaelis-Menten tidak dapat dilakukan. dan mekanisme aktivitas katalitik. Dengan demikian mengurangi aktivitas katalitik enzim tersebut. yang penting di dalam transmisi impuls syaraf.2. telah diperoleh informasi yang berguna mengenai spesifisitas substrat enzim. Suatu contoh dari penghambat tak dapat balik adalah senyawa diisoprofilfluorofosfat (DFP). Hambatan tidak reversible ini dapat terjadi karena inhibitor bereaksi tidak reversibel dengan bagian tertentu pada enzim. Senyawa penghambat enzim juga amat berguna dalam menjelaskan lintas metabolic di dalam sel. 2. Lebih lanjut.4 Jenis-jenis penghambat (inhibitor) enzim : 1. sehingga mengakibatkan berubahnya bentuk enzim. Hampir semua enzim dapat diracuni atau dihambat oleh senyawa kimiawi tertentu. Tidak semua molekul yang mengikat adalah inhibitor enzim.3 Inhibitor Enzim Inhibitor adalah molekul yang mengikat enzim dan dapat menurunkan aktivitasnya . beberapa obat yang bermanfaat di dalam dunia kedokteran nampaknya berfungsi karena senyawa ini dapat menghambat enzimenzim tertentu yang mengganggu kerja sel. Enzim-SH + ICH2CONH2 → enzim-S-CH2CONH2 + HI . yang menghambat enzim asetilkolinesterase. Sebagai contoh inhibitor dalam hal ini ialah molekul iodoase-tamida yang dapat bereaksi dengan gugus –SH suatu enzim tertentu.

jika suatu enzim 50% dihambat pada konsentrasi tertentu dari substrat dan penghambat kompetitif. Penghambat kompetitif (I) hanya berikatan secara dapat balik dengan enzim. sekali terikat tidak dapat diubah oleh enzim tersebut. kita dapat mengurangi persen penghambat dengan meningkatkan konsentrasi substrat. Inhibitor ini termasuk senyawa fosfor organic yang bersifat racun. Pengaruh inhibitor bersaing ini tidak tergantung pada konsentrasi inhibitor semata. tetapi juga pada konsentrasi substrat. penghambat tidak dapat dikatalisa oleh enzim untuk menghasilkan produk yang baru. Dengan terbentuknya ester ini maka enzim tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Dengan demikian hambatan ini diakibatkan oleh diisopropilfosfoflouridat ini merupakan hambatan tidak reversible. Sebagai contoh. penghambatan kompetitif dapat dianalisa secara kuantitatif oleh teori MichaelisMenten. Karena persamaan ini. karena dapat berkaitan dengan asetilkolin esterase yang terdapat dan berfungsi pada system syaraf pusat. membentuk suatu kompleks EI E + I ↔ EI Akan tetapi. 2. Sebenarnya. peluang . Tetapi. penghambat kompetitif “menipu” enzim untuk berikatan dengannya. Inhibitor lain ialah diisopropil fosfofluoridat. sehingga dapat mengganggu kerja sel syaraf pusat. Penghambat kompetitif biasanya menyerupai substrat normal pada struktur tiga dimensinya.Reaksi ini berlangsung tidak reversible sehingga menghasilkan produk reaksi dengan sempurna. Ester yang terbentuk barsifat stabil dan tidak mudah terhidrolisis. Hambatan yang bekerja secara dapat balik (reversible inhibitor) a. Pada konsentrasi substrat yang sangat besar. Ciri penghambat kompetitif adalah penghambatan ini dapat dibalikkan atau diatasi hanya dengan meningkatkan konsentrasi substrat. Hambatan kompetitif (competitive inhibition) Suatu penghambat kompetitif berlomba dengan substrat untuk berikatan dengan sisi aktif enzim. Pengaruh inhibitor dapat dihilangkan dengan cara menambah substrat dalam konsentrasi besar.

Kecepatan reaksi maksimum (Vmaks) dapat tercapai pada konsentrasi substrat yang besar. dapat pula dilakukan serangkaian eksperimen lagi dengan harga [I] lain yang tetap dan harga [s] yang berbeda-beda. maka titik . sedangkan harga Km dan[I] telah diketahui. artinya reaksi tanpa inhibitor. Dalam hal ini inhibitor dapat bergabung dengan enzim pada suatu bagian enzim diluar bagian aktif. dapat dihitung harga K1. membentuk kompleks EI dan ESI yang tidak aktif : E + I ↔ EI ES + I ↔ ESI (Lehninger. Hubungan antara kecepatan reaksi V dengan konsentrasi substrat [S] pada reaksi yang dihambat oleh inhibitor bersaing. makin besar pula sudut kemiringan garis grafik tersebut dan bila [I ]= 0. sehingga mengakibatkan inaktifasi dapat balik sisi katalitik. Hubungan antara 1/V dengan l/[S] pada reaksi yang dihambat oleh inhibitor bersaing dijelaskan dengan persamaan Lineweaver. 1982 :251-255) Hambatan tidak bersaing ini (non competitive inhibition) tidak dipengaruhi oleh besarnya konsentrasi substrat dan inhibitor yang melakukannya disebut inhibitor tidak bersaing.potong dengan sumbu -x besarnya ialah -1/Km.Burk’ sebagai berikut: Jadi makin besar konsentrasi inhibitor. .terbentuknya kompleks ES juga makin besar. kemiringan garis dinyatakan dengan harga Km/Vmaks. Untuk membandingkan suatu hasil eksperimen. mengubah konformasi molekul enzim. Apabila harga titik potong grafik dengan sumbu -x dapat ditentukan dari hasil eksperimen. Untuk memperoleh grafik Lineweaver-Burk tersebut dapat dilakukan serangkaian eksperimen dengan [I] yang sama dengan harga [S] yang berbeda-beda. Hambatan Nonkompetitif (noncompetitive inhibition) Pada penghambatan nonkompetitif. b. Penghambatan nonkompetitif berikatan secara dapat balik pada kedua molekul enzim bebas dan kompleks ES. penghambat berikatan pada sisi enzim selain sisi tempat substrat berikatan. Titik potong grafik dengan sumbu -X besarnya ialah: Untuk reaksi tanpa inhibitor atau [I] = 0.

Titik potong grafik denga sumbu –y untuk rekasi tanpa inhibitor terdapat pada harga 1/ Vmaks. Dari grafik tersebut. namun hanya dapat dengan komples ES. Kompleks EIS yang terbentuk kemudian menjadi tidak aktif. namun dapat terjadi pada enzim-enzim multimerik. .Hambatan tidak bersaing ini dapat pula diketahui grafik yang menggambarkan hubungan antara V dengan [S]. tampak bahwa baik grafik reaksi tanpa inhibitor maupun dengan inhibitor memotong sumbu –x pada titik yang sama. atau hubungan antara1/V dengan 1/[S]. inhibitor tidak dapat berikatan dengan enzim bebas. Contoh inhibitor tidak bersaing yang banyak dikenal ialah ion-ion logam berat (Cu++. Hg++ dan Ag+) yang dapat berhubungan dengan gugus -SH yang terdapat pada sistein dalam enzim. Grafik yang terjadi bila digambarkan hubungaa antara 1/V terhadap 1/[S] seperti pada gambar 6-11. Jenis inhibisi ini sangat jarang. sedangkan untuk reaksi dengan inhibitor tidak bersaing terdapat pada harga : Baik dari grafik Michaelis-Menten (Gambar 6-10) maupun grafik Lineweaver-Burk (Gambar 6-11) tampak bahwa pada harga [S] yang sangat besar pun harga Vmaks untuk reaksi dengan inhibitor atau dengan kata lain hambatan tidak bersaing pada suatu reaksi tidak dapat diatasi dengan jalan memperbesar konsentrasi substrat. Bila digambarkan hubungan antara V dengan [S] maka akan terjadi grafik seperti gambar 6-10. yaitu pda harga -1/ Km. sedangkan harga Km tidak berubah. Adanya inhibitor akan memperkecil harga Vmaks. c. Hambatan Unkompetitif Pada inhibisi unkompetitif.

3. Namun ada beberapa enzim yang sifat kinetiknya tidak dapat diterangkan dengan model Michaelis-Menten. Hambatan Alosetrik Model Michaelis-Menten dapat digunakan untuk menerangkan terjadinya hambatan bersaing maupun hambatan tidak bersaing. . tetapi akan terjadi grafik yang berbentuk sigmoida (Gambar 6-12). Kelompok enzim yang mempunyai sifat demikian ini disebut alosterik. maka untuk beberapa enzim tersebut tidak terbentuk hiperbola seperti halnya dengan enzim-enzim yang telah dibahas sebelumnya. sedangkan inhibitor yang menghambat dinamakan inhibitor alosterik. Sebagai contoh bila dibuat grafik kecepatan reaksi terhadap konsentrasi substrat. Hambatan yang terjadi pada enzim alosterik dinamakan hambatan alosterik.

sianida yang merupakan inhibitor enzim ireversibel. akan bergabung dengan tembaga dan besi pada tapak aktif enzim sitokrom c oksidase dan memblok pernapasan sel. banyak pula inhibitor enzim lainnya yang beracun.Bentuk molekul inhibitor alosterik ini berbeda dengan molekul substrat. Namun. Aspirin menginhibisi enzim COX-1 dan COX-2 yang memproduksi pembawa pesan peradangan prostaglandin. Dengan demikian hambatan ini tidak akan dapat diatasi dengan penambahan sejumlah besar substrat. Lagipula inhibitor alosterik berikatan dengan enzim pada tempat diluar bagian aktif enzim. . inhibitor sering digunakan sebagai obat. Akibatnya ialah penggabungan substrat pada bagian aktif enzim terhambat. Treoin sebagai substrat tidak dapat bergabung dengan enzim karena bentuk bagian aktif enzim berubah setelah enzim berikatan dengan isoleusin sebagai inhibitor. sehingga bagian aktif mengalami perubahan bentuk. Contohnya adalah inhibitor yang digunakan sebagai obat aspirin. sehingga ia dapat menekan peradangan dan rasa sakit. 2. Sebagai contohnya. Terbentuknya ikatan antara enzim dengan inhibitor mempengaruhi konformasi enzim.5 Kegunaan inhibitor Oleh karena inhibitor menghambat fungsi enzim.

1 Kesimpulan Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia organik. Selain itu.BAB 111 PENUTUP 3. versible inhibitor. Inhibitor adalah molekul yang menurunkan aktivitas enzim. Aspirin menginhibisi enzim COX-1 dan COX-2 yang memproduksi pembawa pesan peradangan prostaglandin. inhibitor sering digunakan sebagai obat. Contohnya adalah inhibitor yang digunakan sebagai obat aspirin. Inhibitor enzim mempunyai beberpa jenis. sedangkan aktivator adalah yang meningkatkan aktivitas enzim. inhibitor juga memiliki beberapa fungsi atau kegunaan. dan alosetrik inhibitor. . sehingga ia dapat menekan peradangan dan rasa sakit. Banyak obat dan racun adalah inihibitor enzim. Diantaranya adalah irreversible inhibitor. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh molekul lain.

wikipedia.shvoong.DAFTAR PUSTAKA http://id.org/wiki/inhibitorkerjaenzim .com/exact-sciences/biology/2089413-zat-aktivator-dan-zatinhibitor/#ixzz1ofYppQ00 http:id.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->