P. 1
BUDAYA ORGANISASI

BUDAYA ORGANISASI

|Views: 37|Likes:
Published by Rezky Priaga

More info:

Published by: Rezky Priaga on May 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2013

pdf

text

original

BUDAYA ORGANISASI

Senin, 19 Januari 2009
BUDAYA ORGANISASI
pekerjaan mempunyai makna yang sangat penting dalam kehidupan manusia sehingga setiap orang membutuhkan pekerjaan. Pekerjaan dapat dimaknai sebagai sumber penghasilan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi dirinya sendiri dan keluarganya. Dapat juga dimaknai sebagai sarana untuk mengaktualisasikan diri sehingga seseorang merasa hidupnya menjadi lebih berharga baik bagi dirinya keluarganya maupun lingkungannya, oleh karena itu hak atas pekerjaan merupakan hak asasi yang melekat pada diri seseorang yang wajib dijungjung tinggi dan dihormati. Makna dan arti pentingnya pekerjaan bagi setiap orang tercermin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 pasal 27 ayat (2) menyatakan bahwa setiap warga Negara Indonesia berhak atas pekerjaan yang layak bagi kemanusian.Namun, pada kenyataannya,keterbatasan lowongan pekerjaan didlam negeri menyebabkan banyaknya warga Negara Indonesia/TKI mencari pekerjaan ke luar negeri. Dari tahun ke tahun jumlah mereka yang bekerja di luar negeri semakin meningkat. Besarnya animo tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri dan besarnya jumlah TKI yang sedang bekerja di luar negeridi satu segi mempunyai sisi positif, yaitu mengatasi sebagian pengangguran di dalam negeri namun mempunyai pula sisi negatifnya berupa berisiko kemungkinan terjadinya perlakuan yang tidak manusia terhadap TKI. Resiko tersebut dapat di alami oleh TKI baik selama proses keberangkatan,selama bekerja di luar negeri maupun setelah pulang ke Indonesia. Dengan demikian perlu dilakukan pengaturan agar resiko perlakuan yang tidak manusiawi trhadap TKI sebagaimana disebutkan diatas dapat dihindari atau minimal dikurangi. Pada hakikatnya ketentuan-ketentuan hukum yang dibutuhkan dalam maslah ini adalah ketentuan-ketentuan yang mampu mengatur pemberian pelayanan penempatan bagi tenaga kerja secara baik. Pemberian pelayanan penempatan secara baik didalamnya mengandung prinsip murah, cepat, tidak berbelit-belit dan aman, pengaturan yang bertentangan dengan prinsip tersebut memicu terjadinya penempatan tenaga kerja illegal yang tentunya berdampak pada perlindungan bagi tenaga kerja yang bersangkutan. Sejalan dengan semakin meningkatnya tenaga kerja yang ingin bekerja di luar negeri dan besarnya jumlah TKI yang sekarang ini bekerja di luar negeri,meningkat kasus perlakuan yang tidak manusiawi terhadap TKI baik didalam maupun di luar negeri. Kasus yang berkaitan dengan nasib TKI semakin beragam bahkan berkembang kearah perdagangan manusia yang dapat dikatagorikan sebagai kejahatan kemanusian. Selama ini, secara yuridis peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar acuan dan penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri adalah ordonansi tentang pengerahan orang Indonesia untuk melakukan pekerjaannya di luar Indonesia (staatblad Tahun 1887 Nomor 8) dan keputusan Menteri serta peraturan pelaksanaannya.ketentuan dalam ordonansi sangat sederhana/sumir sehingga secara praktis tidak memenuhi kebutuhan yang berkembang. Kelemahan ordonansi itu tidak adanya undang-undang yang mengatur penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri selama ini diatasi melalui pengaturan dalam Keputusan Menteri serta peraturan pelaksanaannya. Dengan diundangkannya Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,Ordonansi tentang pengerahan Orang Indonesia untuk melakukan Pekerjaan di luar Negeri dinyatakan tidak berlaku lagi dan diamanatkan penempatan tenaga kerja

Meraka dapat dipekerjakan diwilayah manapun di negara tersebut. shingga kita tidak dapat menghindari perlunya diberikkan batasan-batasan tertentu bagi tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri.Kabupaten/Kota dan Institusi Swasta. 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri.Indonesia ke luar negeri diatur dalam undang-undang tersendiri. Setiap tenaga kerja yang bekerja di luar wilayah negaranya merupakan orang pendatang atau orang asing di negara tempat ia bekerja.selama masa bekerja di luar negeri maupun selama masa pemulangan ke daerah asal di Indonesia dan juga menjadi instrument peningkatan kesejahteraan TKI beserta keluarganya.profesionalisme maupun secara ekonomis. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1982 tentang Pengesahan Konvensi mengenai Misi Khusus (special Missions) Tahun 1969. Berdasarkan pemahaman tersebut kita harus mengakui bahwa pada kesempatan pertama perlindungan yang terbaik harus muncul dari diri tenaga kerja itu sendiri. . Dengan adanya pembatasan tersebut diharapkan dapat diminimalisasikan kemungkinan eksploitasi terhadap TKI. Dikaitkan dengan praktek penyelenggaraan pemerintah di Indonesia masalah penempatan dan perlindungan TKI ke luar negeri. Pengaaturan melalui Undang-Undang sendiri diharapkan mampu merumuskan norma-norma hukum yng melindungi TKI dari berbagai upaya dan perlakuan eksploitatif dari siapapun. Undang-undang ini diharapkan disamping menjadi instrumen Perlindungan bagi TKI baik selama masa pra penempatan.minat dan kemampuannya. maka Undang-undang ini intinya harus memberi perlindungan warga negara yang akan menggunakan haknya untuk mendapat pekerjaan. pada kondisi yang mungkin di luar dugaan atau harapan ketika mereka masih berada ditanah airnya. Kelompok masyarakat yang dapat memanfaatkan teknologi informasi tentunya mereka yang mempunyai pendidikan atau keterampilan yang relatitif tinggi. Pemenuhan hak warga negara untuk memperoleh pekerjaan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. agar mereka dapat memperoleh pelayanan penempatan tenaga kerja secara cepat dan mudah dengan tetap mengutamakan keselamatan tenaga kerja baik fisik.menyangkut juga hubungan antarnegara. Dengan mengacu kepada Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. dengan tetap melindungi hak-ha TKI. Undang-undang Penempatan dan Perlindungan TKI di luar negeri dirumuskan dengan semangat untuk menempatkan TKI pada jabatan yang tepat sesuai dengan bakat.bagi mereka lebih diperlukan campur tangan pemerintah untuk memberikan pelayanan dan perlindungan yang maksimal. Pembataan yang utama adalah keterampilan atau pendidikan dan usia minimum yang boleh bekerja di luar negeri.namun pemerintah tidak dapat bertindak sendiri. dapat menjamin hak-hak asasi warga negara yang bekerja di luar negeri agar tetap terlindungi.maka sudah sewajarnya apabila kewenangan penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri merupakan kewenangan Pemerintah. Dengan mempertimbangkan kondisi yang ada serta peraturan perundang-undangan. maka institusi swasta yang terkait tentunya haruslah mereka yang mampu baik dari aspek komitmen. termasuk didalamnya Undang-Undang No.karena itu perlu melibatkan Pemerintah Provinsi. Dilain pihak karena masalah penempatan dan perlindungan tenaga Kerja Indonesia langsung berhubungan dengan masalah nyawa dan kehormatan yang sangat asasi bagi manusia. Sementara bagi mereka yang mempunyai keterampilan yang relative rendah yang dampaknya mereka biasanya dipekerjakan pada jabatan atau pekerjaan-pekerjaan ―kasar‖ tentunya memerlukan pengaturan berbeda daripada mereka yang mempunyai keterampilan yang relative tinggi.moral maupun martabatnya. Terlebih dengan mudahnya memperoleh informasi yang berkaitan dengan kesempatan kerja di luar negeri. dapat dilakukan oleh setiap warga negara secara perseorangan.khususnya di luar negeri. I Tahun 1982 tentang Pengesahan Konvensi Wina 1961 mengenai Hubungan diplomatic dan Konvensi wina 1963 mengenai Hubungan Konsuler. dan Undang-undang No.

mesin. Ia melukiskan anatomi organisasi sebagai sisitem social. Menurut Robbins.Organisasi sebagai sistem sosial Manusia merupakan mahluk yang sepanjang sejarahnya selalu hidup berkelompok kehidupan berkelompok ini di dasari karena setiap orang sebagai mahluk mempunyai kebutuhan untuk hidup bersama atau kebutuhan sosial. peralatan dan sebagainya. Indikator system terbuka terlihat dari garis batas sistemnya yang tidak solid. organisasi dibentuk untuk mencapai tujuan bersama. Fungsi dari batas organisasi adalah membedakan antara anggota organisasi dengan bukan anggota organisasi. artinya dikelola dalam upaya mencapai tujuannya. c. Interaksi tersebut terkoordinasi secara sadar. Robbins (1990) bahwa organisasi yaitu merupakan social entity unit-unit dari organisasi terdiri dari atas orang atau kelompok orang yang saling berinteraksi. Bahan-bahan input diproses dalam lingkungan internalnya. Setiap subsistem diikat oleh ikatan sinergi dengan subsistem lainnya. Organisasi sebagai suatu system terutama organisasi formal terdiri atas subsistem produksi. Tujuan tersebut merupakan tujuan organisasi yang disusun agar setiap anggotanya dapat mencapai tujuannya. orgnisasi mempunyai batas yang secara relatif teridentifikasi. Anatomi Organisasi Wirawan (2004) memformulasikan organisasi sebagai system social yang berisi manusia. Penciptaan nilai tambah dalam bentuk : a. tetapi bercelah. Proses Penciptaan Nilai Organisasi Sebagai suatu system sosial. Kegunaan output untuk lingkungan eksternal yang berbeda dari kegunaan input. Kemungkinan mendapatkan profit margin. Beberapa pakar menaruh perhatian khusus mengenai esensi organisasi misalnya Stephen P. Organisasi dan Pencapaian Nilai Organisasi merupakan resposns terhadap dan alat penciptaan nilai untuk memuaskan kebutuhan manusia. b. Seorang mengjadi anggota organisasi melalui kontrak social dimana anggota organisasi dan organisasi saling memberi dan menerima. Melalui celah tersebut apa . pemasaran. keuangan. Batas ini dapat berubah makin meluas atau sebaliknya makin menyempit. Fungsi daripada ikatan sinergi pertama mengikat semua subsistem lainnya agar menjadi satu kesatuan yang harmonis dan bergerak untuk mencapai tujuan organisasi secara bersama-sama. organisasi merupakan system terbuka. Fungsi proses produksi mencakup: Transformasi input menjadi barang dan jasa baru Penciptaan sinergi dan. Sinergi input menjadi barang atau jasa baru. Menurut Robbins. tenaga kerja. sumberdaya manusia dan lainnya. modal. Organisasi mendapatkan input dari lingkungan ekstenalnya berupa bahan mentah.

Demikian juga peraturan dan kebijakan KONSEP BUDAYA ORGANISASI Pengertian Setiap organisasi mempunyai budaya organisasi yang mempengaruhi semua aspek organisasi dan prilaku anggotanya secara individual atau kelompok. . Mereka yang ingin menjadi anggota organisasi wajib memahami. misalnya jika berada dimarkas besar TNI berbeda apabila ia berada atau masuk dalam Pondok Pesantren. nilai. Isi budaya organisasi diperkenalkan dan diajarkan serta diterapkan dalam kegiatan organisasi. Definisi budaya organisasi diatas berisi sejumlah kata kunci yang memerlukan penjelasan yaitu : · Isi Budaya Oganisasi Isi budaya organisasi terdiri atas beragam jenis sebagai berikut : Artefak Simbol-simbol / lambing / bendera Bahasa / jargon Kepercayaan Filsafat Organisasi Norma Nilai – nilai Pola prilaku Cara Melakukan sesuatu Adat istiadat Kebiasaan Harapan Etos kerja Kode etik dan lain – lain · Sosialisasi Budaya Organisasi disosialisasikan atau difusikan dan diajarkan kepada setiap anggota anggota organisasi baru. Kepercayaan dan harapan tersebut menghasilkan nilai-nilai yang dengan kuat membentuk prilaku para individu dan kelompokkelompok anggta organisasi. Pengaruh budaya organisasi dapat dirasakan orang. menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal dan berintegrasi dengan lingkungan internal. Menurut Eldride dan Crombie (1974) budaya organisasi adalah menunjukan konfigurasi unik dari norma. dan cara-cara berprilaku yang memberikan karakteristik cara kelompok atau individu bekerjasama untuk menyelesaikan tugasnya. kepercayaan. Menurut Schwartz dan Davis (1981) mendifinisikan merupakan pola kepercayaan dan harapan yang dianut oleh anggota organisasi. Edgar H. Schein mendefinisikan (1995) sebagai berikut pola asumsi dasar yang ditemukan atau dikembangkan oleh suatu kelompok orang selagi mereka belajar untuk menyelesaikan problem-problem.yang ada dan terjadi dalam lingkungan eksternal organisasi dapat memperngaruhi lingkungan internalnya.

Reduksi Konflik Budaya organisasi sering dilukiskan sebagai segmen atau lem yang menyatukan organisasi. solusinya adalah nilai-nilai. waktu dan ruang. Level 3 Asusmsi Dasar Asusmsi Dasar yaitu : Hubungan dengan lingkungan. · Dikembangkan dalam waktu yang lama Budaya Organisasi dikembangkan pertama kalinya oleh pendiri organisasi ketika mendirikan organsasi. Menyatukan Organisasi Budaya organisasi merupakan lem normatif yang merekatkan unsur-unsur organisasi menjadi satu. sifat aktivitas manusia. Identitas Organisasi Budaya organisasi berisi satu set karakteristik yang melukiskan organisasi dan membedakannya dengan organisasi lain. 3. Model – Model Budaya Organisasi Edgar H. nilai-nilai dan pola pikir pendirinya berasal dari Solo. Norma. pola pikir. sikap. budaya. 2. Peran Budaya Organisasi Dibawah ini adalah peran Budaya Organisasi terhadap organisasi. perasaan mereka mengenai apa yang seharusnya berbeda dengan apa yang adanya. sifat dari hubungan antar manusia. Level 2 Nilai – nilai Semua pembelajaran organisasi merefleksikan nilai-nilai anggota organisasi. Isi budaya mengembangkan kohesi social anggota organisasi yang mempunyai latar belang yang berbeda. teknologi. produk seni dan prilaku anggota organisasi. hotel ini kental dengan budaya solo. Pada level ini. anggota organisasi dan mereka yang berhubungan dengan organisasi yaitu : 1. para calon organisasi mempunyai latar belakang budaya dan karakteristik yang berbeda. Budaya organisasi menunjukan identitas organisasi kepada orang diluar organisasi. Ketika akan masuk menjadi menjadi anggota organisasi. dan agama dari pendiri organisasi mempengaruhi budaya organisasi yang dikembangkannya. Ketiga level tersebut adalah : Level 1 Artefak. output. sikap dan prilaku tertentu. Schein (1985) melukiskan budaya organisasi dalam 3 level. misalnya Hotel Sahid Jaya dipengaruhi oleh norma. nilai-nilai dank ode etik budaya organisasi menyatukan dan mengkoordinasi anggota organisasi. dan prilaku anggota organisasi Ketika melaksanakan tugasnya. Jika anggota organisasi menghadapi persoalan atau tugas baru. karakteristik sifat manusia. Sifat realitas. · Mempengaruhi pola pikir. merupakan lingkungan fisik dan social organisasi. anggota organisaisi mempunya pola pikir. nilai-nilai. bahasa tulisan dan lisan. . Norma.merasa memiliki dan menerapkannya dalam prilakunya. Level ini merupakan dimensi yang paling terlihat dari budaya organisasi. orang yang memasuki suatu organisasi dapat melihat dengan jelas bangunan. Nilai-nilai tersebut dapat dites dalam lingkungan fisik dan dapat dites melalui consensus.

Elemen-elemen budaya organsasi yang diukur dalam budaya organisasi yaitu : 1.4. serta partisipasi dalam mengambil keputusan. kerjasama. Motivasi Budaya organisasi merupakan kekuatan tidak terlihat atau invisible force dibelakang factorfaktor organisasi yang kelihatan dan dapat diobservasi 8. kompleksitas. kecepatan. merupakan persepsi karyawan mengenai hubungan interpersonal dengan teman sekerja. merupakan dukungan kerja secara luas. tetapi juga memfasilitasi komitmen organisasi kepada organisasi dan kelompok kerjanya. kondisi lin gkungan yang gaduh dan atmosfir buruk. cahaya ruangan buruk. Komitmen kepada organisasi dan kelompok Budaya organisasi bukan saja menyatukan. Kinerja. dan kesulitan dengan pendelegasian. Gardner (1999) dalam penelitiannya menunjukan bahwa factor-faktor penyebab kecelakaan industri adalah budaya organisasi perusahaan 10. dan mempertahankan kinerja yang tinggi 9. intelektual. misalnya memberikan balikan. berprlaku dan merespon lingkungan organisasi. Komitmen organisasi mengindikasikan kepuasan karyawan dengan profil kariernya dalam organisasi dan keinginan untuk tetap bekerja bagi organisasi. Dukungan dan hambatan kerja. isolasi. wajah lingkungan kerja. c. c. efektivitas dan efisiensi serta menurunkan ketidakpastian yang memungkinkan kesuksesan organisasi dalam pasar dan persaingan. Hasil akhir (outcome) meliputi indicator-indikator sebagai berikut : a. Ketidakpuasan kerja. Budaya organisasi yang kuat mendorong motivasi kerja yang konsistensi. Audit Budaya Organisasi Audit budaya organisasi dapat mencegah malfungsi budaya organisasi. ketidakpuasan harus mengukur kepuasan menyeluruh mengenai . Reduksi ketidakpastian Budaya organisasi mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan kepastian 6. Sebab-sebab dari problem-problem merupakan indicator-indikator untuk mengukur permasalahan yang sedang dialami organisasi. Tuntutan kerja. dan kesulitan mempertahankan standar-standar kerja b. meningkatkan. konflik. Audit budaya organisasi adalah mengukur aplikasi dimensi-dimensi budaya organisasi dalam aktivitas anggota organisasi dan mengukur apakah tujuan organisasi tercapai. Keselamatan kerja Budaya organisasi mempunyai pengaruh terhadap keselamatan kerja. Komitmen Organisasi. alat ruang fisik. sampai seberapa luas individu-individu karyawan menyediakan dukungan dan menghambat teman sekerja. Hubungan interpersonal ditempat kerja. 5. otonomi dan tujuan yang didefinisikan secara jelas. atasan dengan bawahan. 7. b. meliputi presepsi karyawan mengenai beban kerja. resiko fisik. Sumber keunggulan kompetitif Budaya organisasi merupakan salah satu sumber keunggulan kompetitif. variasi. Menciptakan konsistensi Budaya organisasi menciptakan konsistensi berpikir. Richard L. kinerja mengukur persepsi individual karyawan apakah mereka bekerja secara efektif dengan kepastian yang penuh. d. Kinerja Organisasi Budaya organisasi yang kondusif menciptakan. tantangan. 2. a. Lingkungan kerja fisik. meliputi persepsi karyawan mengenai ergonomis.

inovasi.menetralisasi ancaman dan menghindari kelemahan serta mencapai keunggulan kompetitif secara terus menerus. Menentukan Prilaku Organisasi. Budaya organisasi mempengaruhi proses penyusunan dan pelaksanaan strategi. Mempengaruhi interpretasi informasi. Para manajer puncak adalah craftsment dan strategi adalah tanah liat yang dibentuk dengan menggunakan : nilai-nilai. Formal. Dalam formulasi strategi organisasi. Unit bisnis sampai semua level fungsional 4. 2. strategi mencakup kurun waktu jangka panjang 5-20 tahun 3. Strategi menentukan prilaku organisasi yang merupakan hasil dari prilaku anggota organisasi dalam merealisasikan tujuan organisasi. Strategi tehadap persepsi mengenai strategi yang disusun. Dalam menyusun strategi. Strategi mempunyai cirri-ciri sebagai berikut : 1. mencakup semua aspek aktivitas organisasi dari level organisasi. dan persepsi untuk menilai ide yang merupakan hasil dari kreativitas dan produk yang merupakan hasil dari inovasi mereka.mengekploitasi peluang dan kekuatan. Budaya organisasi mempengaruhi proses penyususnan dan pelaksanaan strategi. Komprehensif. para pembuat strategi mereka yang menyusun strategi banyak mempergunakan kreativitas. Ciri dari strategi adalah : Formal. 2. asumsi. strategi merupakan dokumen tertulis yang disusun oleh manajemen puncak dan disosialisasikan kepada seluruh anggota organisasi. budaya organisasi mempunyai lima peran sebagai berikut : 1. Strategi menentukan perilaku organisasi yang merupakan hasil dari perilaku anggota organisasi dalam merealisasi tujuan organisasi. Strategi merupakan dokumen tertulis yang disusun oleh manajemen puncak dan disosialisasikan kepada seluruh anggota organisasi. norma. Mencakup semua aspek aktifitas organisasi dari level organisasi unit bisnis sampai semua level fungsional. penyusunan strategi memerlukan sangat banyak . dan filsafat organisasi yang merupakan budaya organisasi. Ciri strategi yang baik adalah mampu mndukung misi organisasi.STRATEGI DAN BUDAYA ORGANISASI Penyusunan strategi Istilah strategi pertama kali di formulasikan secara ilmiah oleh Jendral Clausewichz pada abad ke 19 sebagai cara untuk memenangkan peperangan ia merupakan Jenderal pertama yang memformulasikan teori strategi militer Strategi adalah rencana komprehensif dan system manajemen untuk mencapai tujuan Organisasi. Menentukan perilaku organisasi. Jangka Panjang. Jangka panjang strategi mencakup kurun waktu jangka panjang 5 – 20 tahun Komfrehensif. Stategi adalah rencana komperhensif dan system manajemen untuk mencapai tujuan organisasi. Henry Mintzberg (1987) dalam artikelnya yang berjudul ‖ Crafting strategy‖ menyatkan bahwa menyusun strategi sama sama dengan membuat kendi dan piring (craft) dari tanah liat.

Peraturan. Perubahan Budaya Organisasi Perubahan budaya organisasi didefinisikan sebagai perubahan norma. nilai-nilai. 4. 3. Kotter dan James L Heskett (1992) menyatakan bahwa norma-norma budaya organisasi lebih sulit dirubah daripada norma-norma perilaku kelompok. John P. bahkan ketika anggota kelompok berganti. Proses Perubahan Proses perubahan budaya organisasi yang terjadi dalam suatu organisasi berbeda dengan yang terjadi pada organisasi lainnya. budaya organisasi mempunyai dua level yang berbeda dalam hal keterlihatan dan eksistensinya untuk berubah. Berikut model-model perubahan budaya organisasi sebagai berikut : Model Lundberg . Informasi hasil audit budaya organisasi dipergunakan untuk menyusun strategi perubahan budya organisasi. Audit budaya organisasi adalah proses mengumpulkan informasi mengenai masalah yang dihadapi organisasi mengenai budaya organisasinya. Strategi perubahan budaya organisasi sebaiknya merupakan bagian dari strategi organisasi. asumsi. Menentukan Standar Moral. dan filsafat organisasi atau perubahan penafsiran keempat esensi budya organisasi tersebut kemudian diterapkan dalam perubahan pola pikir dan prilaku anggota organisasi. Rencana tindakan strategi perubahan budaya organisasi dilaksanakan dalam kaitannya dengan pelaksanaan rencana strategi organisasi. Model – model Perubahan Perubahan budya organisasi yang terjadi dalam suatu organisasi memiliki proses yang berbeda dengan yang terjadi di organisasi lain. Strategi budya organisasi. Menyediakan Norma. Norma. yaitu kejadian yang menunjukkan tidak kondusifnya budya organisasi dalam mendukung aktivitas pencapaian tujuan organisasi.informasi yang disuplai melalui penelitian. nilai-nilai. dan filsafat organisasi merupakan inti dari budaya organisasi. Perubahan budya organisasi dimulai dengan terjadinya kejadian pemicu. Apakah masalahnya menyangkut norma. Proses perubahan organisasi secara umum mempunyai pola yaitu : 1. Pada level yang paling dalam dan kurang terlihat adalah nilai-nilai bersama yang dianut oleh anggota kelompok cenderung berlangsung terus. budaya organisasi menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam hubungan penentuan tujuan strategi dan rencana tindakan yang akan dilakukan 4. Mengatur penggunaan kekuasaan untuk pengambilan keputusan mengenai tindakan yang harus diambil. dan asusmi yang tidak cocok dengan perkembangan lingkungan. Pelaksanaan dan evaluasi strategi. Audit budya organisasi. Kejadian pemicu. 2. 3. asumsi. dan Prosedur Untuk kegiatan 5. sehingga perubahan budya organisasi harus menyatuh perubahan inti budya organisasi ini.

tekanan pemangku kepentingan yang mungkin datang dari masyarakat. Visi budaya baru Strategi perubahan budaya Rencana strategi Rencana tindakan dilaksanakan dalam bentuk intervensi-intervensi yang dilaksanakan secara sistimatis Manajemen Perubahan Budaya Organisasi Budaya organisasi sangat penting bagi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. manajemen.Muara dari ketiga komponjen perubahan tersebut adalah perubahan sumber daya manusia. Terjadinya kejadian pemicu yaitu stimulus yang melepaskan tensi yang dipicu oleh tekanan. Tujuan manajemen budaya organisasi adalah untuk mempertahankan budaya organisasi. yaitu tuntutan kinerja kerja lebih produktif. maka perlu dipertahankan. Sumber perubahan yang mencakup anggaran. Perubahan teknologi. Jika budaya organisasi kondusif terhadap pelaksanaan strategi organisasi dan terbukti merupakan factor penentu keberhasilan pencapaian tujuan organisasi. Misalnya susahnya menemukan sumber daya yang diperlukan. Peraturan bisnis dan industri baru. Perubahan budaya organisasi merupakan perubahan yang sangat kompleks. Organisasi mengalami tekanan yang mempercepat terjadinya perubahan budaya orgnisasi. Struktur organisasi merupakan pola interaksi dan koordinasi yang dirancang oleh manajemen untuk menghubungkan tugas-tugas individu dan kelompok karyawan dalam mencapai tujuan organisasi. dan pelayanan konsumen Perkembangan sains dan teknologi Ditemukannya produk baru yang membuat produksi lama ketinggalan zaman Perubahan demografi yang mempengaruhi jenis produk dan teknik layanan konsumen kehidupan kerja baru atau kualitas kehidupan kerja. Perubahan sumber daya manusia. tekanan dari pertumbuhan atau penyusutan organisasi dan persepsi terjadinya krisis. pemerintah. sehingga perlu dikelolah secara serius. alat dan proses produksi serta teknik yang dipakai oleh organisasi. Resistensi Terhadap Perubahan Banyak factor yang mempengaruhi perlu dilakukan perubahan budaya organisasi antara lain : Berkembangnya teknologi yang dipergunakan dalam produksi. Perubahan organisasi mempunyai paling tidak empat komponen yang saling berhubungan yaitu : Perubahan struktur organisasi. Perubahan budaya organisasi. waktu dan energi manajerial. Setiap organisasi memerlukan teknologi yang meliputi pengetahuan. Diposkan oleh Biodata di 21:18 0 komentar . Mengolah Resistensi Perubahan Para pemimpin organisasi harus mengolah resistensi terhadap perubahan secara sistematis.Budaya organisasi meliputi subbudaya unit-unit yang merupakan diferensi dalam budaya organisasi. Kondisi lingkungan eksternal yang mempengaruhi terjadinya perubahan budaya organisasi. sehingga harus dilaksanakan secara sistimatis dan penuh hati-hati.

Dalam bahasa Inggris.5 Kesenian 4.1 Kebudayaan sebagai peradaban 7.4 "American Dream" 4.5 Pernikahan 4.2 Kebudayaan sebagai "sudut pandang umum" 7. yang berasal dari kata Latin Colere.1 Wujud 3. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.6 Sistem kepercayaan 4.6. Melville J.7 Sistem ilmu dan pengetahuan 5 Perubahan sosial budaya 6 Penetrasi kebudayaan 7 Cara pandang terhadap kebudayaan 7.3 Sistem kekerabatan dan organisasi sosial 4. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.6. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. yang kemudian .2 Filosofi dan Agama dari Timur 4.2 Sistem mata pencaharian hidup 4. 20 Desember 2008 BUDAYA Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah. yaitu mengolah atau mengerjakan.3 Kebudayaan sebagai mekanisme stabilisasi 8 Kebudayaan di antara masyarakat 9 Kebudayaan menurut wilayah 10 Referensi 11 Daftar pustaka 12 Lihat pula 13 Pranala luar Pengertian Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.6.Sabtu. Daftar isi 1 Pengertian 2 Unsur-unsur 3 Wujud dan komponen 3.1 Agama Samawi 4.4 Bahasa 4.6. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain.1 Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi) 4.2 Komponen 4 Hubungan antara unsur-unsur kebudayaan 4.3 Agama tradisional 4. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.6. kebudayaan disebut culture.

Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok. dan lain-lain. Dari berbagai definisi tersebut. Gagasan (Wujud ideal)Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide. aktivitas. religius. sehingga dalam kehidupan sehari-hari. misalnya pola-pola perilaku. dan cipta masyarakat. kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian. peralatan hidup. Menurut Andreas Eppink. Tylor. ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial. antara lain sebagai berikut: Melville J. adat istiadat. peraturan. maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut. yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. tidak dapat diraba atau disentuh. wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan. dan artefak. organisasi sosial. Menurut Edward B. norma. gagasan. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. kebudayaan adalah sarana hasil karya. nilai-nilai. Upacara kedewasaan dari suku WaYao di Malawi. Aktivitas (tindakan)Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. yaitu: alat-alat teknologi sistem ekonomi keluarga kekuasaan politik Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi: sistem norma yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya organisasi ekonomi alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama) organisasi kekuatan (politik) Wujud dan komponen Wujud Menurut J. nilai. norma-norma. Unsur-unsur Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi. Afrika. yang di dalamnya terkandung pengetahuan. serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata .disebut sebagai superorganic. moral. tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. hukum. kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks. kesenian. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. mengadakan kontak. kepercayaan. dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yang mana akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia. dan sebagainya yang sifatnya abstrak. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi. religi. seni. dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Hoenigman. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya. dan lain-lain. berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata.J. rasa. bahasa. kebudayaan itu bersifat abstrak.

perhisalan. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang. Hubungan antara unsur-unsur kebudayaan Komponen-komponen atau unsur-unsur utama dari kebudayaan antara lain: Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi) Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan. dan seterusnya. Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik). memakai. dilihat. dan lagu atau tarian tradisional. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi. senjata. dan didokumentasikan. cerita rakyat. Sifatnya konkret.kelakuan. kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama: Kebudayaan materialKebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata. terjadi dalam kehidupan sehari-hari. pakaian. stadion olahraga. dan mesin cuci. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia. gedung pencakar langit. antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian. di antaranya: berburu dan meramu beternak . pesawat terbang. konkret. serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan.  Komponen Berdasarkan wujudnya tersebut. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat. dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan. Artefak (karya)Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas. yaitu: alat-alat produktif senjata wadah alat-alat menyalakan api makanan pakaian tempat berlindung dan perumahan alat-alat transportasi Sistem mata pencaharian hidup Perhatian para ilmuwan pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada masalahmasalah mata pencaharian tradisional saja. perbuatan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat. dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba. Kebudayaan nonmaterialKebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi. seperti televisi. misalnya berupa dongeng. dan dapat diamati dan didokumentasikan.

kakek. berkomunikasi. Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan. keluarga luas. dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi. fatri. baik lewat tulisan.bercocok tanam di ladang menangkap ikan Sistem kekerabatan dan organisasi sosial Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial. dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi. mempelajari naskah-naskah kuno. ibu. manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat. dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat. Sementara itu. pemahaman. Sistem kepercayaan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama Ada kalanya pengetahuan. Kesenian Karya seni dari peradaban Mesir kuno. ada beberapa macam kelompok kekerabatan dari yang jumlahnya relatif kecil hingga besar seperti keluarga ambilineal. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama. mewujudkan seni (sastra). nenek dan seterusnya. Di masyarakat umum kita juga mengenal kelompok kekerabatan lain seperti keluarga inti. Bahasa Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan. menantu. paman. adik. yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. ataupun gerakan (bahasa isyarat). Meyer Fortes mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan. cucu. tata krama masyarakat. keluarga bilateral. . dan paroh masyarakat. tingkah laku. dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat. anak. dan daya tahan fisik manusia dalam menguasai dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. bibi. Secara bersamaan. dan keluarga unilateral. baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum. Dalam kajian sosiologi-antropologi. manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri. klan. kakak. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari. Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi. Melalui bahasa. Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. lisan. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah.

seperti ilmu-ilmu fisika. yang berasar dari bahasa Latin religare. cabang Mahāyāna yang menyebar di sepanjang utara dan timur India sampai Tibet. Agama Islam telah berhasil merubah cara pandang orang-orang eropa terhadap kebudayaan. Agama Samawi Agama Samawi atau agama Abrahamik meliputi Islam. Agama juga mempengaruhi kesenian. Pemikiran para filsuf modern pun banyak terpengaruh oleh para filsuf Kristen semacam St. Jepang dan Korea dan China selatan sampai Vietnam. Agama (bahasa Inggris: Religion. seperti misalnya dalam sistem teokrasi. China. Laos. Agama lain merupakan modifikasi manusia dari agama islam[rujukan?]. Kadang-kadang agama dilibatkan dalam sistem pemerintahan. termasuk Sri Lanka. Theravāda Buddhisme menyebar di sekitar Asia Tenggara. Dictionary of Philosophy and Religion (Kamus Filosofi dan Agama) mendefinisikan Agama sebagai berikut: . Nilai-nilai dan sejarah umat Yahudi adalah bagian utama dari agama Ibrahim lainnya. baik secara individual maupun hidup bermasyarakat.[1] Agama biasanya memiliki suatu prinsip. Myanmar. adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia. bagian barat laut China. yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya. Agama Yahudi Yahudi adalah salah satu agama yang —jika tidak disebut sebagai yang pertama— tercatat sebagai agama monotheistik dan salah satu agama tertua yang masih ada sampai sekarang. sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa berkumpul bersama untuk beribadah.. Agama Hindu dari India. Sehubungan dengan itu. matematika. dewa api agama Hindu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Filosofi Timur dan Agama dari timur Filosopi dan Agama seringkali saling terkait satu sama lain pada kebudayaan Asia. dan Thailand. manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta.700 tahun terakhir. seperti Kristen dan Islam. Mongolia.. Terutama oleh kalangan para filsafat. nilai dan norma agama Islam banyak mempengaruhi kebudayaan Timur Tengah dan Afrika Utara. Kamboja. kimia dan lain-lain[rujukan?] oleh para fislsuf barat yang kemudian hal itu diubah dan diakui oleh orang-orang eropa bahwa hal itu merupakan hasil karya orang eropa asli. kita bisa lihat dari perkembangan agama dari nabi-nabi terdahulu. Filosofi dan Agama dari Timur Agni. yang berarti "menambatkan"). dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yang terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagiaan sejati. Agama Kristen Kristen adalah salah satu agama penting yang berhasil mengubah wajah kebudayaan Eropa dalam 1. Agama dan filosofi di Asia kebanyakan berasal dari India dan China dan menyebar disepanjang benua Asia melalui difusi kebudayaan dan migrasi. mengajarkan pentingnya elemen nonmateri sementara sebuah .muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini. Agama Islam Agama Islam merupakan agama monotheime/atau monotheistik pertama dan tertua[rujukan?]. Thomas Aquinas dan Erasmus. Hinduisme adalah sumber dari Buddhisme. seperti "10 Firman" dalam agama Kristen atau "5 rukun Islam" dalam agama Islam. biologi. dan juga sebagian wilayah Asia Tenggara. Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan. Kristen (Protestan dan Katolik) dan Yahudi.[rujukan?] Sementara itu.

Sistem ilmu dan pengetahuan Secara sederhana. Pada abad ke-20. Pernikahan Agama sering kali mempengaruhi pernikahan dan perilaku seksual. yang dipercayai oleh banyak orang di Amerika Serikat. dan Amerika. Pengaruh bereka cukup besar. "American Dream" American Dream. di kedua negara berpenduduk paling padat se-Asia. atau percobaan-percobaan yang bersifat empiris (trial and error). Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman. dan kebulatan tekad. Kebanyakan gereja Kristen memberikan pemberkatan kepada pasangan yang menikah. Mereka percaya. tertimpa musibah. Afrika. Agama tradisional Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama tradisional Agama tradisional. atau terkadang disebut sebagai "agama nenek moyang". namun memperbolehkannya. maupun tradisi filosofi di seluruh Asia. "cahaya untuk negara-negara" ("a light unto the nations"). tertimpa musibah dan menyediakan ritual yang ditujukan untuk kebahagiaan manusia itu sendiri. Umat Kristen juga melihat hubungan antara Yesus Kristus dengan gerejanya. Pengetahuan dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia. menekankan untuk mencari kenikmatan di dunia. Konghucu dan Taoisme. [2] Gagasan ini berakar dari sebuah keyakinan bahwa Amerika Serikat adalah sebuah "kota di atas bukit" (atau city upon a hill"). dianut oleh sebagian suku pedalaman di Asia. pengorbanan. tanpa memedulikan status sosial. agama tradisional menjawab kebutuhan rohani manusia akan ketentraman hati di saat bermasalah. mempengaruhi baik religi. dua filosofi yang berasal dari China. Seperti kebanyakan agama lainnya.[3] yang memiliki nilai dan kekayaan yang telah ada sejak kedatangan para penjelajah Eropa sampai generasi berikutnya. filosofi komunisme Mao Zedong menjadi sistem kepercayaan sekuler yang sangat kuat di China. Gereja Katolik Roma mempercayai bahwa sebuah perceraian adalah salah. dan berpikir menurut logika. sebagai bukti bahwa komunitas tersebut menerima pernikahan mereka. pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia pengetahuan tentang ruang dan waktu . Sementara Agama Islam memandang pernikahan sebagai suatu kewajiban. inti dari kepercayaan Hindu maupun Jaina. dan memberikan definisi baru tentang konsep antikekerasan dan antiperang. gereja biasanya memasukkan acara pengucapan janji pernikahan di hadapan tamu. melalui kerja keras. dua aliran filosofi politik tercipta. Sistem pengetahuan tersebut dikelompokkan menjadi: pengetahuan tentang alam pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan di sekitarnya pengetahuan tentang tubuh manusia. Mahatma Gandhi memberikan pengertian baru tentang Ahimsa. politik. Carvaka. mungkin bisa dianggap telah menyerap kedalam kebudayaan atau bahkan menjadi agama negara. sifat. seseorang dapat mendapatkan kehidupan yang lebih baik. intuisi. dan harapan-harapan. seperti misalnya agama Shinto. keadaan. Pada periode yang sama. wahyu. atau "mimpi orang Amerika" dalam bahasa Indonesia. dan orang yang bercerai tidak dapat dinikahkan kembali di gereja. Islam menganjurkan untuk tidak melakukan perceraian.pemikiran India lainnya. adalah sebuah kepercayaan. seni. pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda.

Penetrasi kebudayaan Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Menurut cara pikir ini. kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan. kebanyakan orang memahami gagasan "budaya" yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-18 dan awal abad ke-19. masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat[rujukan?]. Mereka menganggap 'kebudayaan' sebagai "peradaban" sebagai lawan kata dari "alam". Penetrasi kekerasan (penetration violante) Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya. Gagasan tentang "budaya" ini merefleksikan adanya ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya. tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. penemuan baru. Contohnya. dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan. Misalnya. Cara pandang terhadap kebudayaan [sunting] Kebudayaan sebagai peradaban Saat ini. Sebagai contoh.Perubahan sosial budaya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perubahan sosial budaya Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli. atau Sintesis.[4] Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat. bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Asimilasi. salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya. masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia[rujukan?]. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara: Penetrasi damai (penetration pasifique) Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi perubahan sosial: tekanan kerja dalam masyarakat keefektifan komunikasi perubahan lingkungan alam. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli.Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik. . Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian. dan kontak dengan kebudayaan lain.

Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. subkebudayaan — kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya — mulai dijadikan subyek penelitian oleh para ahli sosiologi. para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu dan menjadi tolak ukur norma dan nilai di seluruh dunia. dan dari evolusi itulah tercipta kebudayaan. Dalam hal ini. yang berarti barang atau aktivitas yang diproduksi dan dikonsumsi oleh banyak orang. dan mengambil bagian. mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama. fine art. elit. dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austria-Hongaria — mengembangkan sebuah gagasan kebudayaan dalam "sudut pandang umum". dari aktivitas-aktivitas di atas. Bertolak dari teori evolusi. dan musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan. Pada abad ini pula. maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang yang sudah "berkebudayaan". Pemikiran ini menganggap suatu budaya dengan budaya lainnya memiliki perbedaan dan kekhasan masingmasing.Artefak tentang "kebudayaan tingkat tinggi" (High Culture) oleh Edgar Degas." dan para pengamat seringkali mempertahankan elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untuk menekan pemikiran "manusia alami" (human nature) Sejak abad ke-18. Kebudayaan sebagai mekanisme stabilisasi Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) kebudayaan adalah sebuah produk . jika seseorang berpendendapat bahwa musik klasik adalah musik yang "berkelas". tetapi perbandingan itu —berkebudayaan dan tidak berkebudayaan— dapat menekan interpretasi perbaikan dan interpretasi pengalaman sebagai perkembangan yang merusak dan "tidak alami" yang mengaburkan dan menyimpangkan sifat dasar manusia. Karenanya. sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan dan ketinggalan zaman." Orang yang "tidak berkebudayaan" dikatakan lebih "alam. atau mendengarkan musik klasik. para cendekiawan di Jerman. beberapa kritik sosial telah menerima adanya perbedaan antara berkebudayaan dan tidak berkebudayaan. musik tradisional (yang diciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dianggap mengekspresikan "jalan hidup yang alami" (natural way of life). khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme — seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman.perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja. terjadi popularisasi ide kebudayaan perusahaan . Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap "tidak elit" dan "kebudayaan elit" adalah sama — masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan yang tidak dapat diperbandingkan. dan bercita rasa seni. Meskipun begitu. Kebudayaan sebagai "sudut pandang umum" Selama Era Romantis." Pada akhir abad ke-19. gagasan ini masih mengakui adanya pemisahan antara "berkebudayaan" dengan "tidak berkebudayaan" atau kebudayaan "primitif. Pada prakteknya. Pada tahun 50-an. kata kebudayaan merujuk pada benda-benda dan aktivitas yang "elit" seperti misalnya memakai baju yang berkelas. Orang yang menggunakan kata "kebudayaan" dengan cara ini tidak percaya ada kebudayaan lain yang eksis. budaya tidak dapat diperbandingkan. bukan sebagai orang "dari kebudayaan yang lain. Menurut cara pandang ini. seseorang yang memiliki kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang "berkebudayaan" disebut sebagai orang yang "tidak berkebudayaan". sementara kata berkebudayaan digunakan untuk menggambarkan orang yang mengetahui. Pengamat sosial membedakan beberapa kebudayaan sebagai kultur populer (popular culture) atau pop kultur. Sebagai contoh.

Multikulturalisme: Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masing-masing dan berinteraksi secara damai dengan kebudayaan induk.dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat. hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Kebudayaan menurut wilayah Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kebudayaan menurut wilayah Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi. seperti misalnya pengaruh kebudayaan Tiongkok kepada kebudayaan Jepang. ras. seberapa banyak imigran yang datang. Selain kemajuan teknologi dan informasi. Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. meskipun begitu. hubungan dan saling keterkaitan kebudayaan-kebudayaan di dunia saat ini sangat tinggi. watak dari penduduk asli. keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya. Dalam bidang agama. Orang Hopi yang sedang menenun dengan alat tradisional di Amerika Serikat. Inggris. etnisitas. Amerika Kebudayaan di benua Amerika dipengaruhi oleh suku-suku Asli benua Amerika. dan tipe pemerintahan yang berkuasa. seperti kebudayaan Sub-Sahara. Melting Pot: Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah. yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. orang-orang dari Afrika (terutama di Amerika Serikat). dan para imigran Eropa terutama Spanyol. Asia Asia memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda satu sama lain. migrasi. Jerman. diantaranya karena perbedaan umur. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal. agama. kelas. aesthetik. Dalam Leitkultur. wilayah Afrika Utara lebih banyak terpengaruh oleh kebudayaan Arab dan Islam. agama Budha dan Taoisme Diposkan oleh Biodata di 06:08 0 komentar Beranda Langganan: Entri (Atom) . kelompok minoritas dapat menjaga dan mengembangkan kebudayaannya sendiri. atau biasa disebut dengan tribalisme. Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas. Sementara itu. Monokulturalisme: Pemerintah mengusahakan terjadinya asimilasi kebudayaan sehingga masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama. pekerjaan. dan Belanda. beberapa dari kebudayaan tersebut memiliki pengaruh yang menonjol terhadap kebudayaan lain. Perancis. Leitkultur (kebudayaan inti): Sebuah model yang dikembangkan oleh Bassam Tibi di Jerman. dan Vietnam. Portugis. tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam masyarakat asli. Afrika Beberapa kebudayaan di benua Afrika terbentuk melalui penjajahan Eropa. Kebudayaan di antara masyarakat Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur). dan agama. pandangan politik dan gender. Korea.

Diberdayakan oleh Blogger. .Pengikut Mengenai SayaArsip Blog  ▼ 2009 (1) o ▼ Januari (1)  BUDAYA ORGANISASI  ► 2008 (1) Biodata Lihat profil lengkapku Template Picture Window.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->