Kesetaraan Gender Menghancurkan Peradaban Bangsa

4 April 2012 9:58 am | Opini

Karl Bauer | 1x.com Di tengah gunjang-ganjing isu kenaikan BBM yang menyedot perhatian sebagian besar masyarakat, DPR kini juga tengah menggodok RUU KKG (Kesetaraan dan Keadilan Gender). Walau kurang terekspose media massa, RUU ini sebenarnya sangat vital bagi tatanan sosial masyarakat Indonesia, pada bagian yang paling fundamental: relasi laki-laki dan perempuan serta keluarga. “RUU ini berusaha memberikan solusi,” ujar Fauziyah (Ketua Panja RUU KKG), “dalam mengantisipasi soal gender, pembangunan responsif gender, mendorong partisipasi masyarakat, juga tentang bagaimana supaya tidak terjadi kriminalisasi tentang gender.”[1] Benarkah ini solusi? Atau justru malah menjadi pemicu masalah baru? Kita boleh saja menganggap bahwa spirit RUU ini adalah untuk “kebaikan perempuan”. Namun sayangnya, definisi RUU ini tentang gender, kesetaraan gender, dan diskriminasi justru melanggar anggapan kita tersebut. Bagi Henry Shalahuddin yang kini tengah menulis disertasi tentang Gender di Universiti Malaya Kuala Lumpur, RUU ini akan menjadi semacam pintu masuk sekaligus landasan formal bagi dendang khas feminis: My body, my choice, my pleasure.[2] Negara akan melegalkan berbagai kebutuhan elit feminis yang belum tentu

perempuan lain membutuhkannya dan (jika memang jadi dilegalkan) semua perempuan harus membutuhkannya. Masalah paling mendasar adalah RUU ini merupakan upaya formalisasi perspektif feminis yang dikonstruksikan sebagai “solusi” atas masalah yang terjadi di Barat dan disebarluaskan ke penjuru dunia lewat CEDAW (Convention on the Elimination of all forms of Discrimination Against Women) dan berbagai lembaga pengajur KKG yang mengesankan bahwa semua negara membutuhkannya. Kata Gramsci, inilah hegemoni. “Solusi” tersebut bagi saya justru masalah setidaknya karena tiga hal: Ancamannya terhadap institusi keluarga, pengabaiannya atas masalah yang sebenarnya lebih riil, dan kesalahpahamannya atas makna kesetaraan. Institusi Keluarga Terancam Perempuan tertindas! Perempuan terdiskriminasi! Ungkapan-ungkapan khas feminis yang sebenarnya berakar pada pola pikir Marxis yang melihat institusi keluarga sebagai cikal bakal dari segala ketimpangan sosial yang ada sehingga harus dihilangkan atau diperkecil perannya agar tercipta masyarakat komunis tanpa pembedaan.[3] Dengan pola pikir semacam ini, ungkapan-ungkapan romantis penuh cinta antara suami dan istri akan berganti dengan ungkapanungkapan perjuangan dan perebutan kekuasaan. Tidak ada lagi ketenangan dan kebahagiaan ketika bertemu pasangan, semua lenyap dalam kosakata ketertindasan. Kata seorang teman, “RUU KKG ini berusaha memisahkan Adam dan Hawa. Dua manusia pertama yang mengajarkan kita pentingnya institusi keluarga dan bagaimana mereka berdua menjalin relasi di dalamnya.” Tidak hanya itu, fungsi keluarga dalam melanjutkan generasi pun terancam. “Ibu rumah tangga,” ungkap seorang tokoh feminis dalam The War Over of Family: Capturing the Middle Ground, “adalah perbudakan perempuan.” Yang lebih parah lagi, data dari Centers for Disease Control menunjukkan jumlah aborsi antara tahun 2000-2005 mencapai angka 850 ribu, belum lagi aborsi yang ilegal.[4] Mereka enggan menjadi ibu dan melakukan aborsi. Belum lagi persoalan pernikahan sejenis yang dalam sebuah artikel berjudul “Etika Lesbian” di Jurnal Perempuan digambarkan dengan cukup vulgar, “cinta antar perempuan tidak mengikuti kaidah atau norma laki-laki.” Bayangkan! Jika ternyata lesbian telah mewabah bak jamur di musim hujan. Lantas… Apakah masyarakat akan terus berlanjut? Inikah hasil dari “solusi” atas ketimpangan gender itu? Masalah Riil Perempuan Meskipun banyak masalah dari tawaran “solusi” ini, toh sebagian besar dari ormas Islam yang diundang dalam RDPU (Rapat Dengar Pendapat Umum) Komisi VIII seperti Muslimat NU, Aisyiyah Muhammadiyah, PUI, BMOIWI bahkan MUI tidak menolaknya, melainkan hanya meminta perombakan total dari RUU KKG ini. Hanya Muslimat HTI yang menolak.[5] Saya melihat ada semacam kekhawatiran dari sebagian besar ormas Islam dan pihak-pihak yang mengambil sikap serupa bahwa sikap menolak penuh akan diartikan sebagai pembiaran terhadap masalah yang dialami perempuan. Padahal apa yang disebut “masalah” oleh RUU KKG dan para pengajurnya ini pun sebenarnya hanya masalah yang tercipta akibat pola pikir ketertindasan ala Marxis mereka dan belum tentu

juga dianggap masalah oleh perempuan lainnya. Di sisi lain, sebenarnya ada masalah yang lebih riil untuk diperhatikan dan diselesaikan, seperti human trafficking dan rehabilitasi kesehatan mental para korban; memperbanyak tersedianya ruang menyusui di mal-mal, terminal, tempat kerja, dan fasilitas publik lainnya; memberikan cuti bergaji bagi yang hamil dan melahirkan selama setahun, cuti haid, menerapkan masa kerja yang lebih fleksibel bagi ibu-ibu berkarier, dsb.[6] Di sinilah bedanya, pola pikir feminis dan pengajur KKG mengesankan bahwa perempuan yang bekerja di luar rumah itu lebih baik. Padahal, status termulia yang diajarkan Islam untuk seorang perempuan adalah Ibu. Siapakah yang permintaannya lebih harus kita utamakan sebagai seorang anak, Ibu atau Ayah? Ibu, Ibu, Ibu (sampai tiga kali), kemudian ayah. Ini adalah bukti bahwa istilah ketimpangan gender tidak menemukan konteksnya dalam Peradaban Islam. Kesetaraan, Bukan Kesamaan Dr. Lamya Al Faruqi mengatakan bahwa konsep Barat menciptakan masyarakat unisex dengan mendewa-dewakan peran laki-laki dan merendahkan peran perempuan sehingga memaksa perempuan untuk menyerupai laki-laki.[7] Kesetaraan pun akhirnya dimaknai sebagai kesamaan secara kuantitatif. Di Indonesia, contoh paling nyata adalah keharusan persentase keterwakilan perempuan dalam daftar calon legislatif sebesar 30% yang membuat partai-partai berlomba untuk memenuhi keharusan itu, meski risikonya akan sedikit abai dengan kualitas. Perempuan juga hanya dianggap berkontribusi terhadap pembangunan ketika beraktivitas di luar rumah. Sebuah penghinaan atas peran Ibu yang sangat besar pada diri-diri setiap kita, manusia Indonesia. Konsep kesetaraan dalam RUU KKG ini pun abai terhadap salah satu nilai penting dalam pembentukan budaya dan jati diri bangsa: Nilai Ketuhanan atau Religius. Nuansa dari RUU KKG ini jelas sangat sekular dan melupakan dimensi akhirat. Masyarakat Islam secara konseptual maupun historis,” ungkap Hamid Fahmy Zarkasyi dengan sangat indah, “tidak menjunjung konsep kesetaraan 50-50. Di hadapan Tuhan memang sama, tapi Tuhan tidak menyamakan cara bagaimana kedua makhluk berlainan jenis kelamin ini menempuh surgaNya.”[8]Seorang perempuan yang meninggal saat melahirkan anaknya, diganjar dengan status yang sama ketika seorang laki-laki meninggalkan di medan perang: syuhada. Sungguh, hanya Allah-lah sebaik-baiknya pemberi standar kesetaraan dan keadilan. Bukan manusia, apalagi para feminis yang konon akar katanya adalah fe (iman) dan minus (kurang); kurang iman.

DEPOK - Menurut Direktur INSIST Hamid Fahmy Zarkasyi alias Gus Hamid, Islam tidak akan mati, kecuali Allah menakdirkan di suatu tempat, dengan cara menghilangkan ilmunya. Islam di Indonesia bisa hilang, tapi tidak akan bisa habis dimuka bumi, Bagi Allah, mudah saja untuk menghancurkan peradaban, yakni dengan cara menghilangkan para ulama. "Ketika ulamanya dihilangkan, maka masyarakatnya menjadi tidak bermoral, korup, maksiat merajalela, tidak ada lagi kehidupan yang Islami. Bila tidak ada

" Seorang doktor di Australia. Wacana Ngawur Naudzubillah. Itulah akibat gagasan relativisme. khamar tidak sama dengan alcohol. seperti Trinitasnya kaum Kristiani. Ketika bicara relativisme. Peneliti Barat itu menyebut NU ini sebagai Katolik (oran Nasrani). sedangkan Muhammadiyah sebagai protestan. Banyak kitab-kitab ulama yang bicara sifat Tuhan. saat ini kaum sepilis mengatakan bahwa Al Quran bukanlah firman Tuhan. "Inilah akibat mereka sudah terkena virus pluralisme. awalnya dari relativisme. malainkan perkataan Nabi Muhammad saw. sekerang liberalisasi. tapi tetap sebagai muslim tapi memusuhi agamanya sendiri. jangan lihat perbedaannya.ilmu. Anehnya lagi." Gus Hamid mengatakan. maka kembalilah pada masa kejahiliyahan. tapi cari persamaanya. Kelompok pluralism berdalih. Misalnya ketika al-Ghazali mengeritik Ibnu Sina. gagasan kesetaraan gender adalah mimpi orang-orang feminis. Jika dulu sekularisasi. Jika dulu dianggap buruk. Mereka tidak merubah muslim menjadi Kristen. maka tidak ada lagi kebenaran mutlak. tidak sampai melehirkan konflik seperti yang terjadi di Kristen (Katolik-Protestan). salah dan benar bisa berubah-ubah.Saat ini umat Islam telah disetting oleh para orientalis. kelompok Islam yang berbeda. pernah meneliti NU dan Muhammaidyah. tapi tak satupun ulama yang mengatakan Tuhan lebih dari satu. "Inilah buah dari westernisasi." Bagi kaum liberal. Padahal aliran Protestan dalam Kristen terkait dengan idelogi. atau sebaliknya. sedangkan NU-Muhammadiyah hanya seputar qunut yang sifatnya khilafiyah. bisa jadi akan dianggap baik. seperti NUMuhammadiyah." Kaum liberal bilang. Menunya banyak. Kalau ditempat yang . firman Tuhan oleh mereka dikatakan ada di Lauhul Mahfudz. dengan cara merubah pikiran orang Islam. sekarang NU juga mengklaim ke Syiah. dimana mereka menganggap tidak ada kebenaran yang mutlak. "Sesungguhnya. lalu posmo modern yang meragukan kebenaran. tidak sampai keluar dari akidah.

naskah terlampir. "Ini sepertinya main-main. Maka "kesetaraan" dan "keadilan" dalam RUU ini (pasal 1:2 dan 3) pun bertentangan dengan ajaran Islam. yang halal menjadi haram. khususnya bagi masyarakat perkotaan. maka alcohol menjadi halal. 3. 2. sebab kesetaraan dan keadilan dalam Islam tidaklah berarti persamaan antara laki-laki dalam semua hal. termasuk pengajian ibu-ibu di majelis taklim. sehingga memaksakan keterlibatan perempuan di dalam ruang publik. . Maka hati-hatilah dengan jebakan mereka. pembagian peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam Islam TIDAK berdasarkann pada BUDAYA. 4. liberal.tanggung jawab. gagasan pluralisme sudah menyusup ke kalangan masyarakat awam.maka kami menyatakan sikap sebagai berikut: 1. dan karena itu.dan kewajibaban antara laki-laki dan perempuan. Sebab." PERNYATAAN SIKAP MAJELIS INTELEKTUAL & ULAMA MUDA INDONESIA (MIUMI) TENTANG RUU KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER Setelah mengkaji dengan seksama Rancangan Undang-Undang Kesetaraan dan Keadilan Gender (RUU-KKG). RUU KKG (pasal 67 dan 70) berpotensi besar untuk mengkriminalkan umat islam yang karena keyakinan agamanya melakukan pembedaan peran. RUU-KKG (pasal 4) memberikan gambaran yang yang keliru dan berlebihan tentang kemajuan dan peran perempuan dalam pembangunan .dingin halal. berdasarkan draft yang dibuat panja DPR (Timja/24/Agustus/2011). Yang haram dikatakan halal. tapi wacana ngawur itu terjadi juga di perguruan tinggi." Seperti diketahui. dan mengucilkan makna peran perempuan sebagai ibu rumah tangga dan pendidik anak-anak di rumah. Itulah sebabnya. di semua lembaga pemerintah dan non pemerintah. tetapi berdasarkan WAHYU yang bersifat lintas zaman dan lintas budaya. "Logika orang liberal itu memang terkesan masuk akal. Secara subsantial dan mendasar definisi “Gender” (pasal 1:1) bertentangan dengan Islam. Gus Hamid mencoba mencounternya sedikit demi sedikit. seluruh ketentuan yang terkait dengan definisi tersebut tidak dapat dibenarkan. menurut ajaran Islam. seraya menjelaskan apa arti mederat. plural dan sebagainya. Itu dilakukan agar orang awam bisa memahami.

Jakarta Selatan. Sebab. di tengah bangsa Indonesia dan umat Islam khususnya. 23. pada pendiri MIUMI meyakini.5. Kuningan.Jadi keberadaan kami ini tidak untuk mempertajam perbedaan yang ada. maka kami menyampaikan pernyataan sikap MENOLAK RUU-KKG dan menghimbau anggota DPR yang muslim untuk menyusun RUU sejenis yang berangkat dari kebutuhan pembangunan bangsa yang adil dan beradab. tetapi kita ingin memberikan kontribusi yang yang nyata yang dibutuhkan oleh umat. Ustad Bachtiar Nasir. Hamid Fahmy Zarkasyi (Ketua) Bachtiar Nasir. Lc. sebagai rasa tanggung jawab intelektual dan amanah risalah kenabian yang senantiasa wajib kita tegakkan bersama. Tepat pada tanggal 3 Januari 2012." begitu ungkap dari salah satu inisiator MIUMI. Jumadil Awwal 1433 H/8 April 2012 Majelis Pimpinan MIUMI Dr. Karena begitu mendasarnya kekeliruan draft RUU-KKG ini dan mengingat dampak besar yang ditimbulkannya.. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita semua di jalan-Nya yang lurus. 15 ulama muda tersebut bersepakat dengan nama Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI). Jakarta. Pertemuan penting pun dilaksanakan sampai beberapa kali termin di Markaz Ar Rahman Quranic Learning Center (AQL) di Jalan Karang Asem Raya No. akhirnya dibentuknya sebuah wadah yang bertujuan untuk mempersatukan suara Islam di negeri ini. Dengan Demikian pernyataan ini kami sampaikan. mereka sepakat tidak melakukan konfrontasi atau pertentangan dengan lembaga Islam atau ormas Islam yang sudah ada. RUU-KKGN tidak menyebutkan agama sebagai salah satu asasnya. Visi dan Misi . serta tidak mengabaikan ajaran-ajaran Islam. Dalam pertemuan itulah. MM (Sekjen) Sekilas Sejarah Berdirinya MIUMI Dimulai dari sebuah azzam dalam hati untuk memberikan kontribusi pemecahan masalah umat yang semakin kompleks.dan karnanya dapat dikatakan bahwa RUU tersebut adalah produk liberlisme yang bertantangan dengan agama dan budaya yang dianut oleh masyarakat Indonesia. wadah yang akan dibentuk dapat memberikan harapan yang besar pada dunia dakwah Islam di Indonesia. sebagai salah satu inisiator mengumpulakan sejumlah tokoh intelektual dan ulama muda lintas organisasi masyarakat. "Kami sepakat untuk memberikan yang terbaik untuk membantu ormas-ormas atau lembagalembaga yang sudah ada. Dalam pertemuan tersebut.

enhancing knowledge and establishing the unity of ummah and nation. Allahu Akbar!! The Council of Indonesian Ulama and Intellectuals Deklarasi MIUMI Kesinambungan risalah keilmuan. necessitate scientific and practical solutions. serta merosotnya otoritas ulama dan kepemimpinan umat dan bangsa. lack of knowledge. Multifaceted problems. Menjadi wadah pemersatu para intelektual dan ulama Indonesia dalam membangun peta perjuangan menuju kejayaan Islam. hereby declare the establishment of the Council of Indonesian Ulama and Intellectuals for Indonesia morally fitted. perjuangan dan dakwah di nusantara adalah amanah dan tanggung jawab intelektual dan ulama dari masa ke masa. Mission :    Membangun wibawa kepemimpinan formal Islam yang bisa dipercaya umat melalui good governace. striving in the cause of Allah and da‟wah in the Archipelago is a trust and responsibility rendered upon the shoulders of ulama and intellectuals from time to time. such as crisis of aqidah and akhlaq. as well as the decadence of ulama‟s authority dan ummah and nation leadership. kelemahan ilmu dan kerancuan pola pikir. In light of the above thinking. Problematika multidimensi. memerlukan solusi . we. Naskah Deklarasi MIUMI The Council of Indonesian Ulama and Intellectuals MIUMI Declaration The persistence of knowledge tradition. berupa krisis akidah dan akhlak. from various elements of ulama and intellectuals. confusion of thinking. Menjadikan hasil riset sebagai landasan penetapan fatwa agar dapat tersosialisasikan dengan baik Menyatukan potensi para intelektual dan ulama dalam membentuk peta perjuangan dakwah yang mendatangkan pertolongan Allah dalam memenangkan Islam dan menjayakan umat Islam. The strong wind of liberalization and varying deviant religious teachings which threaten aqidah and unity of the ummah have required us to revitalize institutes and unite the potentials of ulama and intellectuals. who are united here to strive for strenghtening the pillars of aqidah.Visi :   Menjadi lembaga kepemimpinan formal Islam terdepan dalam penegakkan nilai-nilai Islam.

Ia memimpin satu penaklukan yang sangat damai dan tanpa tetesan darah.” tulis penulis terkenal yang mantan biarawati ini. Kota Jerusalem menjadi ajang perebutan dan pertumpahan darah. Rajanya. sebagaimana ditemukan dalam konsep “heretics” di abad pertengahan Eropa. Armstrong menulis: “Umar juga mengekspresikan sikap ideal kasih sayang dari penganut (agama) monoteistik. di bawah Islam. tidak ada tradisi dan persekusi kaum kafir dalam Islam. maka dengan ini kami mendeklarasikan berdirinya Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) untuk Indonesia yang lebih beradab. dengan sangat baik tentunya. yang Kota itu belum pernah menyaksikannya sepanjang sejarahnya yang panjang dan sering tragis. dan dibawa ke Babylon dengan dirantai. selama ratusan tahun kemudian. (New York: Atheneum. Judah dibawah pimpinan Raja Jehoiachin. the Jews had enjoyed a golden age in al-Andalus. tidak ada penghancuran properti. A History of the Jewish People. tidak ada pembunuhan di sana. 1969)). kembali menaklukkan Judah. dan tidak ada usaha untuk memaksa penduduk Jerusalem memeluk Islam. Karen Armstrong menggambarkan harmonisnya hubungan antara Muslim dengan Yahudi di Spanyol dan Palestina. dibandingkan dengan semua penakluk Jerusalem lainnya. Memang. Islam menyebut kaum non-Muslim sebagai “kafir”. tidak ada pengusiran atyau pengambialihan. kaum Yahudi menikmati zaman keemasan di al-Andalus. Peristiwa terjadi pada 636 M. Ketika itu. maka kami dari berbagai unsur intelektual dan ulama muda bergabung untuk memperjuangkan kokohnya akidah. Kota Jerusalem dihancurkan dan Solomon Temple dibakar habis. kaum Yahudi justru menikmati perlindungan dari kaum Muslimin di Andalusia dan kemudian di wilayah Turki Utsmani. Yang pertama tahun 597 SM. Namun.” Pujian Karen Armstrong pada Umar bin Khathab bukan tanpa dasar. Setelah itu. ketika Yahudi mengalami pembantaian di mana-mana di dataran Eropa. dibuat buta. Saat ketika kaum Kristen menyerah. Jerusalem pernah ditaklukkan Babylonia selama dua kali. Margolis dan Alexander Marx. mereka memberontak lagi melawan Babylonia. Menurut Armstrong. Jika sikap respek terhadap penduduk yang ditaklukkan dari Kota Jarusalem itu dijadikan sebagai tanda integritas kekuatan monoteistik. kaisar Babilonia ketika itu. Allahu Akbar!! Karen Arsmtrong mencatat kisah indah tentang penaklukan Jerusalem oleh pasukan Islam di bawah kepemimpinan Umar bin Khathab. memerlukan revitalisasi lembaga dan penyatuan potensi intelektual dan keulamaan. “Under Islam. maka Islam telah memulainya untuk masa yang panjang di Jerusalem. Zedekiah. pasukan Nebuchadnezzar. meningkatkan ilmu pengetahuan dan membangun persatuan umat dan bangsa.ilmiah dan amaliyah Derasnya arus liberalisasi dan maraknya aliran menyimpang yang mengancam akidah dan persatuan. tidak ada pembakaran symbol-simbol agama lain. dengan kemungkinan perkecualian pada Raja Daud. Selama ribuan tahun. tetapi itu sama sekali bukan sebuah izin apalagi perintah untuk mengeksekusi kaum kafir . dan pada 586 SM. Saat berada di bawah Kerajaan Judah (Yahudi). (Max L. Berdasarkan pemikiran di atas.

Ketika itu. Karen Armstrong dalam bukunya. (Princeton: The Darwin Press. dalam Avigdor Levy (ed. Yahudi kemudian mendapatkan tempat aman di wilayah Turki Utsmani. setelah berkuasa. yaitu sejak mereka mendapatkan perlindungan dari Sultan Beyezid II (memerintah 1481-1512). mereka tidak pernah berhenti menikmati perlindungan di negeri-negeri leluhur Tuan yang jaya. the Central Committee of the Alliance Israelite Universelle in Paris mengirimkan ucapan selamat kepada Sultan Abdulhamid II. Sementara mereka ditindas di belahan dunia lainnya. Al-Quran menegaskan: “Tidak ada paksaan untuk memeluk agama.” (al-Baqarah:256). Mereka mengizinkan Yahudi hidup dalam keamanan. Mereka bersekutu dengan penguasa Barat dan sejumlah elemen sekular di Turki untuk menumbangkan Turki Utsmani. “the four hundred years since the Jews had come to find shelter under the wings of the righteous and compassionate sultan. Yahudi di Uthmani dan di berbagai penjuru dunia memberikan ucapan selamat atas kebijakannya terhadap Yahudi. 1481-1512)”. Yahudi di Turki Uthmani merayakan apa yang mereka sebut sebagai “the fourth centennial of their immigration to Turkey”. Sultan Beyezid II (r. “Introduction” . Sementara PBB dan para penguasa dunia hanya menonton saja. untuk bekerja dan untuk membangun.” (Lihat. kaum Zionis justru menebar angkara dan pelanggaran HAM di bumi Palestina. Penulis: Adian Husaini HAM dan Aliran Sesat . The Jews of The Ottoman Empire. Avigdor Levy. 1991). Kebaikan penguasa Muslim Turki Utsmani terhadap kaum Yahudi akhirnya disalahgunakan oleh gerakan Zionis.” Setelah mengalami pengusiran dan penindasan di berbagai wilayah Eropa. mencatat: “There was no tradition of religious persecution in the Islamic empire. kaum Yahudi yang diusir dari Spanyol menemukan perlindungan di Turki. (London: McMillan London Limited.karena perbedaan agama. 1994).). Sebagai contoh. Istilah mereka. Dan kini. Pada bulan April 1892. Suatu doa khusus dipanjatkan untuk mensyukuri keberadaan “400 tahun Yahudi di Turki Uthmani”. Holy War: The Crusades and Their Impact on Today‟s World. (***). yang isinya: “Pada musim semi tahun 1492.

kebijakan tersebut juga merupakan amanat dari ius constitutum kita sendiri. 39 tahun 1999 tentang HAM: “Setiap orang yang ada di wilayah negara Republik . penganut. Menteri/Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri. mereka masih terus melanggar ketentuan-ketentuan dalam Pasal 1. sangatlah lemah. Hal ini dipertegas sendiri oleh pasal 67 UU No. 1 Tahun 1965 Tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama (Penpres ini telah ditingkatkan statusnya menjadi UU PNPS No. Perlu diingat bahwa dalam negara hukum (rechtstaat). yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dan pasal 3 UU No 1/PNPS/1965 menegaskan: Apabila. bahwa: Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau perbuatan: (a) yang pada pokoknya bersifat permusuhan. maupun tindakan pelarangan dari kejaksaan agung. Saya berbeda pendapat dengan kalangan tersebut. satu dan lain Presiden mendapat pertimbangan dari Menteri Agama. organisasi atau aliran kepercayaan. secara sosio-yuridis merupakan kebijakan yang sangat tepat dan berdasar. dimana pada pasal 1 disebutkan: ”Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceriterakan. Bahkan. penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia. bukan saja warga negara yang harus tunduk dan taat kepada hukum. Betapa tidak. maka Presiden Republik Indonesia dapat membubarkan organisasi itu dan menyatakan organisasi atau aliran tersebut sebagai organisasi/aliran terlarang. penafsiran dan kegiatan mana menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu. selain untuk mencegah terjadinya aksi-aksi anarkis. maka orang. Saya berkeyakinan bahwa tindakan aparat penegak hukum baik dari jajaran kepolisian dalam bentuk penangkapan/penahanan pimpinan aliran sesat dan pengikutnya. (2) Apabila pelanggaran tersebut dalam ayat 1 dilakukan oleh organisasi atau sesuatu aliran kepercayaan. diatur dalam Penetapan Presiden No. pendapat mereka yang katanya membela kebebasan dan HAM itu. Jika ditelaah.1 tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama). Menteri/Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri. mereka juga menuntut agar MUI dan PAKEM dibubarkan. anggota dan/atau anggota pengurus organisasi yang bersangkutan dari aliran itu dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun.” Sedangkan pada pasal 2 disebutkan: (1) Barang siapa melanggar ketentuan tersebut dalam Pasal 1 diberi perintah dan peringatan keras untuk menghentikan perbuatannya itu di dalam suatu keputusan bersama Menteri Agama. menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum. tetapi negara beserta seluruh komponen penyelenggara negara termasuk Komnas HAM dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk melindungi dan menegakkan HAM juga wajib taat kepada hukum. Postulat penindakan tersebut bertumpu pada rumusan delik dalam pasal 156 KUHP. (b) dengan maksud agar orang tidak menganut agama apapun juga. Kewenangan aparat penegak hukum sendiri untuk menindak pelaku delik ajaran sesat dan menyesatkan. untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan keagamaan dari agama itu. setelah dilakukan tindakan oleh Menteri Agama bersama-sama Menteri/Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri atau Presiden Republik Indonesia menurut ketentuan dalam Pasal 2 terhadap orang.Sejumlah kalangan banyak yang menggugat fatwa MUI tentang aliran sesat dan mengecam pelarangan beberapa aliran sesat oleh Kejaksaan Agung RI.

maka itulah yang disebut dengan ajaran sesat dan menyesatkan yang dalam bahasa hukum disebut delik penodaan agama. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. 39 Tahun 1999 tentang HAM telah dijamin hak setiap warga negara untuk bebas memeluk agama dan beribadah menurut agama yang diyakininya.Indonesia wajib patuh pada peraturan perundang-undangan. Akan tetapi hukum juga yang mengatur bahwa dalam melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan itu. Ini penting karena berbicara mengenai HAM. tentu merupakan persoalan yang sangat luas dan beragam bahkan lebih luas dari ruang berpikir kita. Ketentuan mengenai pembatasan pelaksanaan konsep HAM sebagaimana tersebut diatas. maka terlihat dengan jelas bahwa pranata HAM yang perlu kita promosikan di Indonesia hanyalah pranata HAM yang diterima oleh Negara Republik Indonesia. Setiap tindakan yang melahirkan paradigma kepercayaan dan atau peribadatan dengan menggunakan label Islam. 39 Tahun 1999: Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. UU No. Islam tentu mempunyai standar nilai dan otoritas dalam menjaga kesucian dan keagungan ajarannya.4 milyar jiwa. Standar nilai kesucian ajaran Islam tertuju pada enam rukun iman dan lima rukun Islam. dan hukum internasional mengenai hak asasi manusia yang telah diterima oleh negara Republik Indonesia. lebih dipertegas lagi pada pasal 70. keamanan. Jika kita mengakui universalitas HAM disandarkan pada standar nilai dan otoritas.” Jika kita perhatikan anak kalimat yang digarisbawahi dalam ketentuan di atas. nila-nilai agama. Sebagai suatu ajaran agama/kepercayaan sekitar 1. Betapa tidak. hukum tak tertulis. karena di satu pihak muncul pandangan yang menyatakan HAM otomatis berlaku universal. Hal ini juga sudah ditegaskan dalam UUD 1945 Pasal 28 J ayat 2: Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. Sungguh merupakan hal yang tidak dapat disangkal bahwa dalam konstitusi dan UU No. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat yang demokratis. tetapi menyimpang dari standar nilai ajaran agama Islam. maka kita pun tidak boleh mencampakkan hal yang sama pada sistem pengembangan pemeliharaan kesucian ajaran suatu agama/kepercayaan. Karena itu keluasan dan kebebasan dalam mengekspresikan pranata HAM. keamanan. tentu harus mengedepankan unsur ketertiban dan kehormatan nilai-nilai kesucian ajaran agama/kepercayaan pihak lain. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan oleh undangundang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. sebaliknya ada pandangan juga yang menyatakan HAM bersifat partikular. Begitu luasnya cakupan HAM yang dalam prakteknya sering menimbulkan pergesekan. (***) . harus tetap dibatasi dan yang dapat membatasi tidak lain adalah ketentuan hukum.

Ketika ilmu agama dihilangkan herarki dan otoritasnya. dan Liberalisasi” di Masjid Darussalam. kini mulai berkembang pluralisme dalam tafsir. Menurut Gus Hamid -. Padahal ini adalah masalah yang sangat besar. Jika ilmu ekonomi saja ada otoritasnya. Westernisasi. siapapun boleh menjawab dengan tafsir menurut kemauannya sendiri. Ide dan wacana yang mereka tebarkan. begitu juga dengan ilmu agama. Karena. Hamid Fahmy Zarkasyi dalam Peluncuran buku terbarunya “MISYKAT: Islam. Depok. tapi juga pluralisme pendapat. “Pada akhirnya Pluralisme itu tidak lagi sebatas golongan dan agama. Ahad (1/4) lalu. maka umat tidak perlu lagi bertanya pada ulama.ilmu itu mempunyai herarki dan otoritas. maka para pendakwah tidak boleh lagi menegakkan amar maruf nahi munkar. seolah tidak ada masalah. Saharuddin Daming (Anggota Komnas HAM & Doktor bidang hukum Universitas Hasanuddin Makasar) Gus Hamid: Kaum Pluralisme Ingin Hilangkan Otoritas Ulama DEPOK . akibatnya ada banyak kepala dan siapapun boleh menafsirkan.Selama ini umat Islam dicekoki oleh ide pluralisme di seminar-seminar dengan menghadirkan tokoh-tokoh pluralis. Jika pluralisme menjadi undang-undang. Sebagai contoh. Satu ayat 1000 tafsir. .Penulis: Dr.” kata Direktur INSIST Dr.begitu ia disapa oleh sesama rekannya di INSIST -. Komplek Griya Tugu Asri.

Utamanya terkait dengan istilah “Kesetaraan Gender”. Hamid Fahmy Zarkasyi juga memberi beberapa kritik mendasar terhadap RUU ini. “Inilah yang sekarang menghegemoni wacana keagamaan kita. lalu dibalikin memangnya tidak pernah berbuat maksiat. dan tokoh Islamnya tanpa disadari. Mereka menunjukan dirinya serba sok pluralis dan demokratis dalam segala hal. Ketika kita melarang berbuat maksiat. Sedangkan kaum perempuannya bersemangat bicara kesetaraan gender.” ujarnya. Kalau kyai itu poligami. kini sudah ada kyai feminis asal Cirebon. sekarang orang tiba-tiba bicara sekularisme. Dr. . politisinya. Sehingga tidak boleh menghukumi orang lain salah. Inilah yang disebut kerancuan pemikiran. Bahkan ironisnya. “Bayangkan. Al-Quran menjadi porno sekali bagi dia. seorang dosen UIN mengatakan. Sehingga diperlukan perombakan mendasar dan total sekiranya hendak disyahkan menjadi undang-undang yang mengikat secara normatif. Gus Hamid bercerita. ternyata hal-hal yang dibahas dalam Ketentuan Umum Bab I pasal 1 sangat bermasalah. Menyundul orang dengan takbir dianggap salah besar. Wacana yang masuk ke dalam pikiran umat Islam itu berasal dari elit terpelajarnya. 03 Apr 2012 Ketentuan Umum RUU Gender Problematik Rancangan Undang-Undang Kesetaraan dan Keadilan Gender (RUU KKG) masih jauh dari harapan umat beragama. Mereka menilai.Lebih jauh. pluralisme dan liberalisme (sepilis). Sebagai gantinya beliau melontarkan istilah “Keserasian Gender” sebuah gagasan cerdas untuk menjembatani gap antara karakter dasar dan peran sosial yang terlahir dari pendefinisian Timja RUU ini. maka gerakan feminis bubar dengan sendirinya.” Dikatakan Gus Hamid. khususnya kaum muslimin. bahwa seorang Atheis pun bisa menafsirkan al-Qur’an. Kutipan : Desastian / VoA-Islam Selasa. seseorang yang punya kasus seksualitas pun berhak menafsirkan Al-Qur’an. seraya mengatakan jangan merasa benar sendiri. Itulah demokrasi. Merujuk pada draf RUU KKG yang disusun oleh Timja pada 24 Agustus 2011. tidak dipersoalkan. empat tahun yang lalu. Ada apa ini? Gus Hamid menyesalkan ketika demokrasi dalam bidang keagamaan mentolerir aliran sesesat apapun. Tapi kalau mahasiswa membakar dan merusak fasilitas umum.

dan laki-laki dapat mengambil seluruh peran perempuan. Berikut adalah sekilas contoh beberapa definisi yang bermasalah dalam ketentuan umum: 1. sesuai dengan budaya. agama dan keyakinan masyarakat. 3. Saran alternatif: Keserasian Gender adalah pembagian peran antara perempuan dan laki-laki dalam mendapatkan kesempatan mengakses. Nilai-nilai feminisme konservatif memandang bahwa feminine dipandang simbol kelemahan dan ketergantungan. (RUU KKG. Sebab (i) kondisi dan posisi laki-laki dan perempuan yang dipengaruhi oleh aspek biologis tidak dapat disetarakan. pasal 1) 2. pengucilan. Jika keadilan selalu diartikan persamaan. “keadilan gender”. tempat dan budaya tertentu dari satu jenis kelamin ke jenis kelamin lainnya”. (iv) Semua agama membeda-bedakan posisi perempuan dan laki-laki. (iii) kesetaraan berbeda dengan “kesamaan”. mengontrol dan memperoleh manfaat pembangunan di semua bidang kehidupan”. Untuk menghapus imej ini dalam diri perempuan. maupun sosial. c) Kalimat “…dapat dipertukarkan menurut waktu. Saran alternatif: Gender bisa didefinisikan sebagai perbedaan dan pembedaan peran dan tanggungjawab laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil dari perbedaan biologis yang sifatnya tetap dan pembedaan konstruksi sosial budaya yang sifatnya tidak tetap dan dapat dipelajari. Bab I. Kritik: a) Definisi di atas terlalu memisahkan aspek biologis dan sosial. Bab I. anggota keluarga. mengontrol dan memperoleh manfaat pembangunan di semua bidang kehidupan tanpa meninggalkan kodrat dan identitas jenis kelaminnya. maka segala bentuk “ketidaksamaan” bisa disebut tidak adil dan diskriminatif. “analisis gender”. agama dan keyakinan masyarakat. 4. “diskriminasi”. “Kesetaraan Gender adalah kesamaan kondisi dan posisi bagi perempuan dan laki-laki untuk mendapatkan kesempatan mengakses. (RUU KKG. “Gender adalah pembedaan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil konstruksi sosial budaya yang sifatnya tidak tetap dan dapat dipelajari. (RUU KKG. b) Keadilan adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya atau pada proporsinya. memisahkan aspek biologis dan peran sosial.dst” berarti perempuan bisa mengambil seluruh peran laki-laki. “kesetaraan gender”. “pengarusutamaan gender”. masyarakat dan warga negara”. serta sarat dengan muatan feminisme Barat yang sekular dan seksis. Bab I. pasal 1) Kritik: a) Arti kesetaraan di sini bermasalah. dan segala . atau pembatasan. (ii) kesetaraan di semua bidang kehidupan adalah mustahil. peran masculine dalam ranah publik maupun domestik perlu direbut. definisi yang diberikan untuk istilah-istilah seperti “gender”. Hal ini akan sangat bertentangan dengan realitas sosial dan ajaran-ajaran agama dan budaya yang ada.. baik dari aspek biologis. Kesetaraan 50-50 tidak bisa dicapai oleh negara manapun. Sebab bagi kaum feminis tidak ada alasan biologis yang mengharuskan perempuan menjadi lembut dan laki-laki harus tegas. dan “anggaran responsif gender” cenderung memarjinalkan nilai-nilai agama. “Keadilan Gender adalah suatu keadaan dan perlakuan yang menggambarkan adanya persamaan hak dan kewajiban perempuan dan laki-laki sebagai individu. “Diskriminasi adalah segala bentuk pembedaan. serta dapat dipertukarkan menurut waktu. Saran alternatif: Keadilan Gender adalah suatu keadaan dan perlakuan yang menggambarkan adanya pemenuhan hak dan kewajiban perempuan dan laki-laki baik sebagai individu. berpartisipasi. anggota keluarga. b) Definisi ini berarti membakukan teori gender yang tidak tunggal dan menghilangkan sifat dasar gender yang lentur dan tidak tetap seperti disebut dalam definisi. padahal konstruk sosial dipengaruhi oleh aspek-aspek biologis. sesuai dengan budaya.Secara umum. masyarakat maupun warga negara menurut agama yang diyakininya tanpa meninggalkan kodrat dan identitas jenis kelaminnya. berpartisipasi. pasal 1) Kritik: a) Keadilan tidak selalu harus berarti “persamaan”.

perancang kebijakan. 5. . tenaga ahli.bentuk kekerasan yang dibuat atas dasar jenis kelamin tertentu. atau pembatasan. b) akan berimplikasi membuka perlindungan terhadap segala bentuk kebebasan yang dikehendaki perempuan dan mengesampingkan batasan-batasan agama. Usulan alternatif: Diskriminasi adalah segala bentuk pembedaan. (RUU KKG. Sebab ada kalanya kebutuhan pembangunan tidak sejalan dengan kebutuhan “kesetaraan” gender. “Analisis Gender adalah perangkat untuk mengidentifikasi dan menganalisis kondisi dan posisi laki-laki dan perempuan dalam memperoleh kesempatan untuk memperoleh akses.perlu diperhatikan efektivitas lembaga ini. pasal 1) Kritik: a) PUG akan menjadi justifikasi legal yuridis yang mendasari kegiatan pembangunan berbasis seksis. dan memperoleh manfaat pembangunan sesuai dengan kebutuhan masing-masing”. dan memperoleh manfaat pembangunan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Sehingga kemunculan Focal Point PUG tidak menjadi masalah baru bagi masyarakat setempat. dan segala bentuk kekerasan yang dibuat atas dasar jenis kelamin tertentu yang tidak berdasarkan agama. b) merevisi pemaknaan PUG seperti yang tersebut dalam usulan alternatif di atas. program. dan evaluasi atas kebijakan. yakni segala hal yang terkait dengan pembangunan harus tunduk pada ideologi jenis kelamin Usulan alternatif: PUG adalah suatu strategi yang dibangun untuk mengembangkan keserasian gender dalam setiap kegiatan pembangunan yang dikontrol dan dievaluasi bersama antara tokoh agama. yang mempunyai pengaruh atau tujuan untuk mengurangi atau menghapuskan pengakuan. tenaga dan dana maksimal dari tingkat pusat sampai daerah untuk memenuhi formalitas pertimbangan jenis kelamin. (RUU KKG. sosial. Sebab mau tidak mau akan menyedot perhatian. keluarga dan ikatan perkawinan. budaya. berpartisipasi. Kritik: . “Pengarusutamaan Gender: Suatu strategi yang dibangun untuk mengintegrasikan gender menjadi satu dimensi integral dari perencanaan. 8. mengontrol. masyarakat. pengucilan. berpartisipasi. Usulan alternatif: jika memang benar-benar diperlukan Focal Point PUG hendaknya: a) selalu berkoordinasi dengan tokoh-tokoh agama dan masyarakat setempat. ekonomi. sehingga kegiatan pembangunan yang lebih substantif akan terabaikan. budaya dan keyakinan masyarakat. 7. sipil atau bidang lainnya terlepas dari status perkawinan. Kritik: -dampak penerapan metode ini: kerja-kerja pembangunan hanya terfokus pada formalitas yang tidak prinsip. pasal 1) Kritik: a) Definisi diskriminasi ini hanya mengkopi CEDAW part I article I yang tidak sesuai dengan budaya agama dan keyakinan bangsa Indonesia. tanpa mengesampingkan norma-norma agama dan budaya yang ada. pemantauan. 6. pelaksanaan. “Kelompok Kerja pengarusutamaan gender (Pokja PUG) adalah media konsultasi bagi pelaksana dan penggerak pengarusutamaan gender dari berbagai instansi dan/atau lembaga”. diantara akan terfokus pada: berapa orang perempuan yang terlibat sebagai tenaga kasar. dan kegiatan pembangunan”. mengontrol. dll? Sejauhmana manfaat jembatan bagi perempuan? Usulan alternatif: Analisis Gender adalah perangkat untuk mengidentifikasi dan menganalisis keserasian gender dalam memperoleh kesempatan untuk memperoleh akses. “Focal Point Pengarusutamaan Gender (PUG) adalah aparat pemerintah baik perorangan maupun kelompok yang mempunyai kemampuan dan berperan aktif mendorong pengarusutamaan gender di instansi dan/atau lembaga”. Misalnya dalam pembangunan jembatan. dan pemerintah dengan tidak mengesampingkan nilai-nilai agama dan budaya yang hidup di Indonesia. atas dasar persamaan antara perempuan dan lakilaki”. Bab I. penikmatan manfaat atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan pokok di bidang politik. Bab I.

dan “anggaran responsif gender” cenderung memarjinalkan nilai-nilai agama. MIRKH RANCANGAN Undang-Undang Kesetaraan dan Keadilan Gender (RUU KKG) masih jauh dari harapan umat beragama. Ketentuan Umum mempunyai peran sentral dalam menjiwai isi pasal-pasal yang terdapat dalam RUU KKG ini. Semoga bangsa Indonesia semakin waspada dengan segala bentuk konspirasi jahat yang bermaksud menggoyang nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dan budaya keindonesiaan yang berlandaskan norma keagamaan. Utamanya terkait dengan istilah “Kesetaraan Gender”. alokasi anggaran. Jika ayat-ayat dalam Ketentuan Umum tidak dirombak. restrukturisasi pendapatan. ternyata hal-hal yang dibahas dalam Ketentuan Umum Bab I pasal 1 sangat bermasalah.Kritik: -peran dan tugas Pokja PUG tidak jauh berbeda dengan Focal point PUG. khususnya kaum muslimin. Berikut adalah sekilas contoh beberapa definisi yang bermasalah dalam ketentuan umum: . memisahkan aspek biologis dan peran sosial. sehingga perlu dilebur menjadi satu lembaga saja. dan pengeluaran untuk mencapai keserasian gender melalui pemenuhan hak dasar laki-laki dan perempuan dengan berkoordinasi dengan tokoh-tokoh agama dan masyarakat setempat. Ketentuan Umum RUU Gender Problematik Selasa. Secara umum. Usulan alternatif: Anggaran Responsif Gender (ARG) adalah penganggaran yang meliputi perencanaan. “diskriminasi”. alokasi anggaran. “analisis gender”. Ketentuan Umum ibarat ruh dan pasal-pasal berikutnya adalah raga yang selalu dikoordinasikan langsung oleh ruh. Sebagai gantinya beliau melontarkan istilah “Keserasian Gender” sebuah gagasan cerdas untuk menjembatani gap antara karakter dasar dan peran sosial yang terlahir dari pendefinisian Timja RUU ini. Merujuk pada draf RUU KKG yang disusun oleh Timja pada 24 Agustus 2011. Sehingga diperlukan perombakan mendasar dan total sekiranya hendak disyahkan menjadi undang-undang yang mengikat secara normatif. Penutup Bagi penulis. restrukturisasi pendapatan. “pengarusutamaan gender”. Kritik: -penyusunan ARG perlu diselaraskan dengan asas “Keserasian Gender” untuk menghindari konsep persamaan kuantitatif 50-50. 03 April 2012 oleh: Henri Shalahuddin. serta sarat dengan muatan feminisme Barat yang sekular dan seksis. Dr. Usulan alternatif: Tidak perlu dicantumkan sebagai landasan dan ketentuan umum RUU KKG 9. “kesetaraan gender”. Hamid Fahmy Zarkasyi juga memberi beberapa kritik mendasar terhadap RUU ini. “Anggaran Responsif Gender (ARG) adalah penganggaran yang meliputi perencanaan. dikhawatirkan ide-ide nyeleneh dalam Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam yang dulu pernah dihasilkan Tim Kelompok Kerja Pengarusutaan Gender (Pokja PUG) bakal menyusup dalam RUU KKG. “keadilan gender”. definisi yang diberikan untuk istilah-istilah seperti “gender”. dan pengeluaran untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender melalui pemenuhan hak dasar laki-laki dan perempuan”.

anggota keluarga. atau pembatasan. mengontrol dan memperoleh manfaat pembangunan di semua bidang kehidupan”. sosial. Kritik: a) Definisi di atas terlalu memisahkan aspek biologis dan sosial. penikmatan manfaat atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan pokok di bidang politik. (ii) kesetaraan di semua bidang kehidupan adalah mustahil. maupun sosial. Kesetaraan 50-50 tidak bisa dicapai oleh negara manapun. (RUU KKG. Hal ini akan sangat bertentangan dengan realitas sosial dan ajaran-ajaran agama dan budaya yang ada.dst” berarti perempuan bisa mengambil seluruh peran laki-laki. atas dasar persamaan antara perempuan dan laki-laki”. budaya. Keempat. serta dapat dipertukarkan menurut waktu. b) akan berimplikasi membuka perlindungan terhadap segala bentuk kebebasan yang dikehendaki perempuan dan mengesampingkan batasan-batasan agama. pasal 1) Kritik: a) Definisi diskriminasi ini hanya mengkopi CEDAW part I article I yang tidak sesuai dengan budaya agama dan keyakinan bangsa Indonesia. sesuai dengan budaya. agama dan keyakinan masyarakat. Jika keadilan selalu diartikan persamaan. ekonomi. padahal konstruk sosial dipengaruhi oleh aspek-aspek biologis. Sebab bagi kaum feminis tidak ada alasan biologis yang mengharuskan perempuan menjadi lembut dan lakilaki harus tegas. b) Keadilan adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya atau pada proporsinya. berpartisipasi. keluarga dan ikatan perkawinan. pengucilan. mengontrol dan memperoleh manfaat pembangunan di semua bidang kehidupan tanpa meninggalkan kodrat dan identitas jenis kelaminnya. pasal 1) Kedua. baik dari aspek biologis. (iii) kesetaraan berbeda dengan “kesamaan”. Untuk menghapus imej ini dalam diri perempuan. “Diskriminasi adalah segala bentuk pembedaan. Bab I. dan segala bentuk kekerasan yang dibuat atas dasar jenis kelamin tertentu. pengucilan. dan segala bentuk kekerasan yang dibuat atas dasar jenis kelamin tertentu yang tidak berdasarkan agama. budaya dan keyakinan masyarakat. masyarakat maupun warga negara menurut agama yang diyakininya tanpa meninggalkan kodrat dan identitas jenis kelaminnya.. “Gender adalah pembedaan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil konstruksi sosial budaya yang sifatnya tidak tetap dan dapat dipelajari. tempat dan budaya tertentu dari satu jenis kelamin ke jenis kelamin lainnya”. yang mempunyai pengaruh atau tujuan untuk mengurangi atau menghapuskan pengakuan. Saran alternatif: Gender bisa didefinisikan sebagai perbedaan dan pembedaan peran dan tanggungjawab laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil dari perbedaan biologis yang sifatnya tetap dan pembedaan konstruksi sosial budaya yang sifatnya tidak tetap dan dapat dipelajari. Ketiga. Saran alternatif: Keadilan Gender adalah suatu keadaan dan perlakuan yang menggambarkan adanya pemenuhan hak dan kewajiban perempuan dan laki-laki baik sebagai individu. sipil atau bidang lainnya terlepas dari status perkawinan. “Keadilan Gender adalah suatu keadaan dan perlakuan yang menggambarkan adanya persamaan hak dan kewajiban perempuan dan laki-laki sebagai individu. pasal 1) Kritik: a) Arti kesetaraan di sini bermasalah. (RUU KKG. atau pembatasan. pasal 1) Kritik: a) Keadilan tidak selalu harus berarti “persamaan”. Bab I. sesuai dengan budaya. . Sebab (i) kondisi dan posisi laki-laki dan perempuan yang dipengaruhi oleh aspek biologis tidak dapat disetarakan.Pertama. Bab I. masyarakat dan warga negara”. “Kesetaraan Gender adalah kesamaan kondisi dan posisi bagi perempuan dan laki-laki untuk mendapatkan kesempatan mengakses. Bab I. dan laki-laki dapat mengambil seluruh peran perempuan. c) Kalimat “…dapat dipertukarkan menurut waktu. (RUU KKG. maka segala bentuk “ketidaksamaan” bisa disebut tidak adil dan diskriminatif. peran masculine dalam ranah publik maupun domestik perlu direbut. b) Definisi ini berarti membakukan teori gender yang tidak tunggal dan menghilangkan sifat dasar gender yang lentur dan tidak tetap seperti disebut dalam definisi. (RUU KKG. Usulan alternatif: Diskriminasi adalah segala bentuk pembedaan. agama dan keyakinan masyarakat. Saran alternatif: Keserasian Gender adalah pembagian peran antara perempuan dan laki-laki dalam mendapatkan kesempatan mengakses. berpartisipasi. anggota keluarga. (iv) Semua agama membeda-bedakan posisi perempuan dan laki-laki. Nilai-nilai feminisme konservatif memandang bahwa feminine dipandang simbol kelemahan dan ketergantungan.

berpartisipasi. “Kelompok Kerja pengarusutamaan gender (Pokja PUG) adalah media konsultasi bagi pelaksana dan penggerak pengarusutamaan gender dari berbagai instansi dan/atau lembaga”. Sehingga kemunculan Focal Point PUG tidak menjadi masalah baru bagi masyarakat setempat. pemantauan. mengontrol. sehingga perlu dilebur menjadi satu lembaga saja. “Focal Point Pengarusutamaan Gender (PUG) adalah aparat pemerintah baik perorangan maupun kelompok yang mempunyai kemampuan dan berperan aktif mendorong pengarusutamaan gender di instansi dan/atau lembaga”. Penutup . tenaga ahli. b) merevisi pemaknaan PUG seperti yang tersebut dalam usulan alternatif di atas. “Anggaran Responsif Gender (ARG) adalah penganggaran yang meliputi perencanaan. dan pengeluaran untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender melalui pemenuhan hak dasar laki-laki dan perempuan”. Kritik: Perlu diperhatikan efektivitas lembaga ini. sehingga kegiatan pembangunan yang lebih substantif akan terabaikan. dan memperoleh manfaat pembangunan sesuai dengan kebutuhan masing-masing”. Kritik: -dampak penerapan metode ini: kerja-kerja pembangunan hanya terfokus pada formalitas yang tidak prinsip. berpartisipasi. Keenam. Usulan alternatif: jika memang benar-benar diperlukan Focal Point PUG hendaknya: a) selalu berkoordinasi dengan tokoh-tokoh agama dan masyarakat setempat. restrukturisasi pendapatan. “Analisis Gender adalah perangkat untuk mengidentifikasi dan menganalisis kondisi dan posisi laki-laki dan perempuan dalam memperoleh kesempatan untuk memperoleh akses. dll? Sejauhmana manfaat jembatan bagi perempuan? Usulan alternatif: Analisis Gender adalah perangkat untuk mengidentifikasi dan menganalisis keserasian gender dalam memperoleh kesempatan untuk memperoleh akses. Sebab ada kalanya kebutuhan pembangunan tidak sejalan dengan kebutuhan “kesetaraan” gender. pelaksanaan.Kelima. dan pengeluaran untuk mencapai keserasian gender melalui pemenuhan hak dasar laki-laki dan perempuan dengan berkoordinasi dengan tokoh-tokoh agama dan masyarakat setempat. dan pemerintah dengan tidak mengesampingkan nilai-nilai agama dan budaya yang hidup di Indonesia. Usulan alternatif: Anggaran Responsif Gender (ARG) adalah penganggaran yang meliputi perencanaan. alokasi anggaran. program. (RUU KKG. Kritik: Penyusunan ARG perlu diselaraskan dengan asas “Keserasian Gender” untuk menghindari konsep persamaan kuantitatif 50-50. mengontrol. tanpa mengesampingkan norma-norma agama dan budaya yang ada. masyarakat. Ketujuh. Usulan alternatif: Tidak perlu dicantumkan sebagai landasan dan ketentuan umum RUU KKG Kesembilan. pasal 1) Kritik: a) PUG akan menjadi justifikasi legal yuridis yang mendasari kegiatan pembangunan berbasis seksis. dan evaluasi atas kebijakan. Bab I. dan kegiatan pembangunan”. alokasi anggaran. Kedelapan. Usulan alternatif: PUG adalah suatu strategi yang dibangun untuk mengembangkan keserasian gender dalam setiap kegiatan pembangunan yang dikontrol dan dievaluasi bersama antara tokoh agama. tenaga dan dana maksimal dari tingkat pusat sampai daerah untuk memenuhi formalitas pertimbangan jenis kelamin. yakni segala hal yang terkait dengan pembangunan harus tunduk pada ideologi jenis kelamin. perancang kebijakan. “Pengarusutamaan Gender: Suatu strategi yang dibangun untuk mengintegrasikan gender menjadi satu dimensi integral dari perencanaan. Kritik: Peran dan tugas Pokja PUG tidak jauh berbeda dengan Focal point PUG. Sebab mau tidak mau akan menyedot perhatian. dan memperoleh manfaat pembangunan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. diantara akan terfokus pada: berapa orang perempuan yang terlibat sebagai tenaga kasar. restrukturisasi pendapatan. Misalnya dalam pembangunan jembatan.

. al-Qur‟an menyebut kata itu sebanyak kurang lebih 70 kali. Nabi terakhir itu bersih. Hujatan Norman Daniel. Abu Ja‟far al-Tabari (w 310 H) memaknainya sebagai sekelompok manusia yang terkait pada satu mazhab atau agama.” atau “hartaku…hartaku…” Padahal Nabi adalah seorang kepala dari sebuah Negara yang baru lahir.6 H beda pendapat tentang makna ummat. Bahkan dalam al-Araf 38 dan Al-Ankabut 18 ummat dilabelkan kepada jin dan manusia yang masuk ke neraka. Tidak satupun sahabat yang merasa tertipu.* Penulis aktif di MIUMI dan peneliti INSISTS. Semoga bangsa Indonesia semakin waspada dengan segala bentuk konspirasi jahat yang bermaksud menggoyang nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dan budaya keindonesiaan yang berlandaskan norma keagamaan. Ia bukan penguasa yang egois dan tiranik. Maka tidak salah jika para ulama dari abad 2 . Alexander Ross (The Prophet of Turk and Author of the al-Coran 1653). ummati” itulah diantara desah terakhir dari Nabi terakhir itu. Lalu apa pentingnya ummat bagi seorang nabi yang juga kepala Negara Islam itu? Kata ummat bukan hanya keluar dari bibir Nabi. Ia tulus ikhlas memikirkan keselamatan ummatnya. Jika ayat-ayat dalam Ketentuan Umum tidak dirombak. Saat ini sedang menulis disertasi tentang gender di Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya Ummat “Ummati…ummati. Humphrey Preideaux ( The Life of Muhammad. Sumpah serapah Edward Gibbon (1737-1794) bahwa Muhammad adalah pembohong dan akhir hayatnya cenderung pada seksualitas dan individualistis” adalah sampah. Nabi Muhammad bukan raja yang ketika ajal sudah mempersiapkan pewaris. Kata mereka bahwa Nabi terakhir itu “tokoh penipu yang cerdik dan munafik” tidak terbukti. Memang ummat bukan hanya pengikut nabi-nabi. Bukan pula diktator yang setelah meninggal menuai hujatan dan pengadilan. alLaith Ibn Sa‟ad (w. Maka ketika Nabi menyebut “ummatku” orang mestinya faham disana ada kelompok yang “bukan ummatnya. (Islam and the West). Dalam surah al-Jathiyah 28 kata “setiap ummat” berarti sangat umum.175 H) mengkaitkan ummat dengan kaum nabi-nabi. Dan masih banyak lagi makna-makna yang tidak selalu religius. Dan tidak satupun dari ummatnya yang merasa dibohongi. Itupun bukan hanya ummat Nabi terakhir. dikhawatirkan ide-ide nyeleneh dalam Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam yang dulu pernah dihasilkan Tim Kelompok Kerja Pengarusutaan Gender (Pokja PUG) bakal menyusup dalam RUU KKG. 1679) juga nonsense. Dalam al-Qur‟an banyak ayat yang begitu. Nabi tidak menyebut “rakyatku…rakyatku… . . Ketentuan Umum ibarat ruh dan pasal-pasal berikutnya adalah raga yang selalu dikoordinasikan langsung oleh ruh.Bagi penulis. Ketentuan Umum mempunyai peran sentral dalam menjiwai isi pasal-pasal yang terdapat dalam RUU KKG ini. Nabi Muhammad saw seperti sedang meneguhkan misinya. tapi juga ummat nabi-nabi terdahulu.

Sedikit agak lunak Ibn Manzur memahami ummah sebagai sekelompok orang yang bertujuan satu. . Ummat yang terbaik menurut al-Qur‟an adalah yang: menyuruh kebaikan (baik menurut akal dan wahyu). zaman dan buta huruf. Karena lebih maka bisa memberi. Pertama orang-orang. bangunan.Lane. Memberi yang tidak dimiliki ummat lain. baik itu alami atau direkayasa. aturan dan ilmu pengetahuan yang benar serta akhlaq yang baik kepada ummat manusia. meringkas makna ummat menjadi dua makna. orang yang beragama secara benar.Tapi al-Khalil bin Ahmad al-Farahidi (w. Kriteria ummat terbaik bukan hanya sekedar berbaik-baik kepada ummat lain. konsep. Dalam tradisi ilmu bahasa Arab “ummah” memiliki sepuluh makna: asal sesuatu atau tempat rujukan. Dari sisi agama inilah Ibn Fariz (pakar bahasa Arab) bersikukuh ummah adalah orang-orang yang berada dalam agama yang benar. Nabi juga dikaruniai haknya memberi syafaat. satu zaman tertentu. Itulah makna rahmat bagi alam sesmesta. jalan atau agama. Lalu apa arti ummat terbaik itu? Bagi Sayyid Qutub artinya lebih dibanding ummat lain. keyakinan dan ketaatan. Memberi aqidah yang benar.tapi untuk seluruh ummat mansuia. masyarakat yang menerima utusan nabi-nabi.W. Dari perbedaan pendapat ini E. Al-Raghib lalu diikuti oleh pakar bahasa. Maka tidak salah kalau HAR Gibb memaknai ummat sebagai bagian dari konsep politik. suku. Keunggulan ummat ini juga besumber dari keunggulan nabinya. dalam karyanya Arabic-English Lexicon. Diantara keunggulan itu dalam haidth riwayat Jabir ibn Abdillah bahwa misi Nabi bukan hanya untuk orang Arab. masyarakat. Buku Mu‟jam al-Mufahras li Alfadh al-Qur‟an bahkan memerinci bahwa kata khair yang berarti kelebihan (afdhaliyyhah) dan keunggulan (al-tafawwuq) terdapat pada 89 tempat. satu agama. Banyak keutamaan yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad dibanding nabi-nabi lain sebelumnya.175 H) menambahkan terkait dalam arti ingkar atau taat. mencegah kejahatan dan beriman kepada Allah. ataupun tempat tertentu. masyarakat dari agama tertentu. tujuan. atau partai. Disini makna “ummah” bersentuhan lagi dengan konsep din yang berarti jalan. 502 H) memperluas maknanya tidak hanya terkait sepenuhnya dengan agama. kaum keluarga/kerabat. Kalau kita rujuk al-Baqarah 143 dan Ali Imran 110 “ummatku” yang dimaksud Nabi adalah ummat penengah (ummah wasathan) dan ummat terbaik (khaira ummah). kerabat. TB Irving seorang professor Muslim Amerika secara singkat memaknai ummah dengan pengertian komunitas atau bangsa. Kedua. keadaan. Ummat baginya adalah setiap kumpulan yang bersatu baik pada satu masalah. Dalam kaitannya dengan agama makna ummah bersentuhan dengan kata “imam”. orang-orang beriman dan tidak beriman. Terlepas dari makna-makna itu yang pasti maksud desah Nabi “ummati…ummati…” adalah apa yang disimpulkan Ibn Faris. seorang yang diikuti dan dirujuk dalam berbagai hal (al-marja‟). Hanya al-Raghib al-Isfahani (w. jama‟ah (kumpulan).

ekonomi. Tapi. melindungi anakanak. tak bertanggung jawab. manusia dianggap tidak berkehendak. berdemokrasi. Abd al-Kabir al-Humaidi. Quwwah (kekuatan). meski diciptakan. Untuk menjadi ummat terbaik tentu ada syaratnya. Sejarah adalah eksposisi fakta dan realitas masa lalu. Amanah mengharuskan sikap kejujuran. Dalam ketiga pendekatan tersebut. social. pandangan providensial. Konsep maslahat itu sudah cukup unggul dibanding konsep HAM dan lainnya. tugas. James masih kurang terliti. Tuhan mengatur dunia tanpa menjadi bagian daripadanya. perempuan. tak bercita-cita. pemikiran. Ini bersifat deterministik. Pertama. Dari makna filologis “ummah” dan dari konsep “khayra ummah” kita bisa mamahami desah terakhir Nabi “ummati…ummati”. dalam rumusan al-Syatibi ada lima: baik untuk menjaga harta (mal). Kebaikan. Dan jika itu harapan bermakna pesan “jadilah ummat terbaik dengan amanah quwwah. Tidak ada Tuhan atau tujuan di balik kejadian itu. ketaqwaan dan istiqamah. Pandangan Yunani kuno ini masih diminati oleh Nietzsche atau Spangler. keikhlasan. Tapi pandangan ketiga yang juga deterministik adalah pandangan deterministik sekuler. merumuskan dua syarat: amanah dan kekuatan. Dengan itu semua manusia bebas berinteraksi denganNya. akal (aql). aqidah . tak bermoral alias tidak hidup. Hegel). tapi oleh motif-motif ekonomi (Marxis. sejarah didekati melalui tiga sisi. Dalam Islam makna sejarah sejalan dengan makna realitas. serta diberi kebebasan untuk memilih arah perjalanan hidupnya (sejarahnya). Terdapat pandangan dualitas yang tidak dualistis dan bukan pula dualism. artinya sejarah itu berjalan seperti sebuah siklus dan mengalir alami. Jadi ummat terbaik mestinya bisa menjaga kelima kebaikan asasi manusia. sebab eksposisi atau .Ummat terbaik adalah yang menjaga kehidupan ummat manusia dari kerusakan (mafsadah) berarti mengedepankan kebaikan (maslahah). ia bukan benda mati. pandangan siklus. jiwa (nafs). budaya dan peradaban. ibadah dan akhlaq yang sahih. Kedua. artinya sejarah itu sepenuhnya dibimbing oleh Tuhan. Hanya saja ia juga menggendong amanah. seorang novelis dari Amerika. Ummat Islam tidak perlu diajari doktrin HAM. keturunan (nasal) dan agama (din) manusia. Manusia diberi petunjuk dan janji. ada alam semesta yang diciptakan. persamaan hak. dalam Mafhum alUmmah. Manusia. Di sisi lain terdapat manusia yang juga diciptakan. Di satu sisi ada Tuhan yang menciptakan. Kalau itu doa berarti mohon ummatku selamat dunia akherat. Jika itu kegundahan berarti itu peringatan “awas hati-hati jaga aqidah dan syariahmu wahai ummatku”. diberi akal dan kehendak. kesetaraan gender. dan manusia tidak punya peran yang berarti. serta kewajiban. politik. Wallahu a‟lam Fakta Sejarah Dalam masyarakat yang tak bertuhan alias sekuler. Artinya sejarah itu diciptakan bukan oleh kekuatan manusia. Tapi Tuhan tidak menjadi bagian dari alam karena Ia transenden. berarti ummat Islam harus memiliki kekuatan materi. kata James Fenimore Cooper (1789 1851). Dengan sifat ini hubungan sosial ummat Islam (mu‟amalat) menjadi lebih unggul dari ummat yang lain.

sejarawan menentukan banyak hal. kecuali terdapat sejarawan yang mendudukkannya. Ini menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara manusia dengan Tuhan. “semua sejarawan harus menuturkan ceritanya dengan meyakinkan. dan Islam sebagai agama yang disempurnakan. sebab ekonomi dimaksud adalah proses alami yang didorong semata-mata oleh materi.1992).ekspresi masa lalu bukanlah sepenuhnya reproduksi dari realitas. Proses atau perjalanan itu merupakan bukti adanya interaksi antara perilaku manusia dan kehendak Tuhan. Muhammad Rasulullah sebagai Nabi terakhir adalah fakta. P. Akhir Sejarah.1945). Pikiran sangat berperan dalam melakukan eksposisi. “Fakta sejarah”. dan setiap bagian yang diciptakannya itu beberapa bagian dari pengalaman pribadinya pasti masuk”. “Akhir” dalam pengertian menunjukkan sebuah perjalanan dari awal. Gelar Nabi terakhir mungkin disamakan orang dengan stempel Fukuyama terhadap perjalanan sejarah Barat melalui judul bukunya The End of History. dan Tuhan mengetahui hal itu dan kemudian memberi petunjuk. Taylor (1906 . misalnya. berikut Nabi Muhammad sebagai Nabi pamungkas. Sejarah Amerika Serikat yang ditulis oleh pendatang. “tidak ada kecuali diciptakan oleh sejarawan. sama dengan menjadi tentara. Bagi sejarawan Muslim. yang tidak dibuang. Oleh sebab itu penulis sejarah itulah yang mengarahkan jalannya perjalanan sejarah di masa lalu. akan jauh berbeda dari yang ditulis oleh suku Amerika asli. karena ia memiliki pandangan terhadap realitas. Tapi ada perbedaan prinsipil di sini. Artinya. Tapi petunjuk Tuhan yang tertulis. sejarawan Amerika. katanya. Maka dari itu Norman Davies (1939 . terutama perkembangan ekonomi. Data dan fakta yang sesuai diambil. Jadi siapa berkuasa atau yang memenangkan wacana. Ini berarti interaksi Tuhan kepada manusia melalui kitab dan Nabi-nabi telah telah berakhir. Di Barat perjalanan sejarah ditentukan oleh faktor materi. pada fakta tersebut terdapat fakta metafisis (berdasarkan wahyu) bahwa Tuhan sebelum itu telah mengutus nabi-nabi dengan kitab-kitab. Jadi sejarah adalah subyektif. J. sejarawan dan penulis Inggeris. seorang penulis Amerika bahwa History is written by the winners. Dari fakta-fakta empiris dan non-empiris. sementara penulis dari suku asli akan menggali sejak terjadinya pembunuhan masal oleh pendatang.). Pandangan itu adalah worldview.” Ketika seseorang menulis sejarah. dari Declaration of Independence. Masing-masing penulis memiliki worldview sebagai basis subyektifitasnya. ia tidak akan menjadi fakta sejarah. dan dalam pengertian kuno menjadi seperti nabi dan guru spiritual dan moral. kalau tidak maka akan dilupakan. Manusia seperti tidak memiliki peran. Bagi sejarawan Inggeris A. kata Carl Becker (1873 . Dari pandangan materialistis dan sekuler itulah kesimpulan Fukuyama berbunyi bahwa kapitalisme liberal dan demokrasi adalah model . Manusia memerlukan petunjuk. menguasai. dapat diangkatlah sebagai fakta sejarah bahwa Muhammad adalah Nabi terakhir. ia secara otomatis akan memasukkan data dan fakta secara selektif.1990). Orang kulit putih pasti akan memulai sejarah Amerika. menjadi sejarawan di Prancis. menasehatkan dengan tegas. politisi. Namun. Persis seperti kata Alex Haley (1921 . diakhiri dengan Qur‟an sebagai kitab penutup. Penafsiran kita terhadap dua sumber itu akan dapat mencapai kebenaran. Manusia dijamin dapat menemukan kebenaran melalui Nabi dan kitab terakhir.

yakni kehidupan (syajarah). Mengapa Kita Menolak RUU Kesetaraan Gender (4) "MONYET SAJA TAHU!” CATATAN AKHIR PEKAN KE-334 foto: blogspot . bukan diatur oleh hukum alam. Jadi. Caranya dengan merekonstruksi cara-cara pembuatan fakta sejarah. dapat dikaji dari firman Allah yang berbunyi. sejarah dalam pandangan Islam adalah interaksi antara nilai dan praktek kehidupan manusia yang dinaungi oleh kehendak dan hukum Tuhan. memberikan penilaian berdasarkan pandangan hidup Islam. Dan terakhir. penulisan sejarah adalah sebuah proses penggambaran fakta manusia secara obyektif. Lagi dalam pandangan sekuler materialistis. tapi pada saat yang sama meletakkan obyek itu dalam neraca konsep yang terdapat dalam realitas kitab Tuhan yang tertulis dan tidak tertulis. Sejarah diatur oleh hukum Tuhan. Jadi. yang kemudian tumbuh seperti sebuah pohon. membayangkan apa yang terjadi. Dalam Islam sejarah berakhir pada Hari Perhitungan dan berada di luar sejarah dalam pengertian sekuler itu. sejarah dalam Islam harus ditulis dengan menggunakan cara pandang historis dan normatif. Itulah syajarah yang tumbuh dan itulah sejarah yang hidup. Tentu jauh sekali bedanya. yang dalam Islam disebut kitab terbuka atau tak tertulis. Sejarah sebagai sebuah contoh. Dalam pandangan Islam. Maka sebagaimana kata sejarawan Yunani Dionysius of Halicarnassus (hidup 1 SM). (Ibrahim : 24-25). Manusia hidup sekali dan sesudah itu mati dan selesai.terakhir dalam sejarah hidup manusia Barat. akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik. Kita tidak bisa memahami kitab terbuka kecuali dibimbing oleh kitab tertulis yaitu al-Qur‟an. sejarah adalah filsafat yang mengajar dengan contoh. Ini berarti bahwa sejarah dalam pandangan Islam bermula dari sebuah ajaran yang difahami dan dikembangkan oleh manusia. Jadi. sejarah bergerak karena adanya kehendak manusia. Pohon itu kemudian memberikan manfaat (rahmat) atau buahnya kepada manusia lain dengan melalui hukum dan kehendak Tuhan. sejarah berakhir di bumi. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Selanjutnya menekankan perilaku manusia untuk merekonstruksi dengan sepenuh makna kemanusiaannya. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Hukum Tuhan ada dalam alam.

Suatu ketika. Mengungkap Misteri Otak Laki-laki. Melalui penelitian dan pengalamannya yang panjang. testikel laki-laki mungil mulai menghasilkan testosteron yang cukup banyak untuk merendam otak dan pada dasarnya mengubah strukturnya. Ia berharap. Ternyata anak laki-laki dan perempuan sudah memiliki kecenderungan alamiahnya masing-masing. San Francisco. Itu perbedaan kecil. yaitu amigdala. “Itu mobil anak perempuan. Area otak untuk melindungi pasangan dan mempertahankan wilayah yang menjadi tindakan utama dimulai pada masa pubertas. Tetapi. Lebih jauh. 2010. di setiap tingkatan dari setiap sel. progresteron. berjudul The Female Brain dan The Male Brain. adalah seorang dokter syaraf di University of California. Male Brain. ini berarti ada perbedaan. antara otak laki-laki dan perempuan. otak laki-laki akan dibentuk dan dibentuk ulang sesuai dengan cetak biru yang dirancang oleh gen dan hormon seks laki-laki. Louann Brizendine mengungkapkan: “Di dalam otak perempuan.” (Louann Brizendine. Delapan minggu usia kehamilan. para peneliti sudah menemukan bukti. Dan. Jelas kalau kita mengatakan bahwa semua sel di dalam otak dan tubuh laki-laki adalah laki-laki. bahwa anak laki-laki pada usia empat tahun cenderung menolak mainan anak perempuan dan bahkan mainan dengan “warna perempuan” seperti warna merah muda.5 tahun.” (hal. 17). misalnya. diberinya mainan mobil-mobilan berwarna lembayung muda. Saat anaknya berumur 3. dan oksitonin memengaruhi sirkuit otaknya terhadap perilaku khas perempuan… Dampak perilaku dari hormon pria dan wanita pada otak sangat besar. sambil berkata: “Ini mobil anak laki-laki!” Menurut Dokter Brizendine. sifat dan perilakunya. anak laki-lakinya. David melemparkan mainan itu ke dalam kotak.13-14). Suatu ketika. ia mengambil mobil berwarna merah terang dengan strip hitam. laki-laki dan perempuan sudah memiliki berbagai perbedaan.D. M. tetapi juga otak. harapannya sia-sia.. Sel laki-laki memiliki kromosom Y dan otak perempuan tidak memilikinya. David (4 tahun). anaknya dibelikan boneka Barbie. anak laki-lakinya tidak bersikap agresif dan lebih kooperatif. Tetapi. Bukan hanya fisik. Laki-laki juga memiliki pemroses yang lebih besar di inti bidang otak yang paling primitif. anaknya akan senang menerimanya. selama 25 tahun sebagai dokter. Simaklah paparan Dokter Brizendine berikut ini: “Otak laki-laki dan perempuan berbeda sejak masa kehamilan. Sebagaimana kaum feminis lainnya. ketika gen menetapkan tahapan untuk proses pembentukan tahapan DNA lebih lanjut oleh hormon.” (hal. Brizendine menemukan bahwa sejak awal mula kelahirannya. Jakarta: Ufuk Press.Louann Brizendine. Selama kehidupannya. 15) Perbedaan otak laki-laki dan perempuan dipertegas lagi oleh Dokter Louann Brizendine: “Laki-laki juga memiliki pusat otak yang lebih besar untuk tindakan yang memerlukan otot dan agresi. Perbedaan penting mulai terjadi di awal pembentukan otak. ia berharap. yang menyalakan rasa takut dan memicu agresi protektif. biologi otak laki-laki ini menghasilkan perilaku laki-laki yang unik. sengaja dia memberinya banyak mainan anak perempuan. Soal memilih permainan anak-anak. Tanpa diduganya. Lulusan Fakultas Kedokteran Harvard ini belakagan popular melalui bukunya. AS. Brizendine mengungkapkan cerita menarik seputar perilaku anak laki-laki dan perempuan yang ternyata memiliki perbedaan unik. . hal. Lalu. Masalah struktur kekuatan dan hierarki lebih berpengaruh bagi laki-laki daripada yang disadari banyak perempuan. hormon estrogen.” ujarnya.

“Eeeeehhhhh. Karena itu. dan tanggung jawab yang berbeda dalam beberapa hal. Menurut Louann Brizendine. Rasulullah SAW dalam beberapa hadis menekankan derajat ketinggian seorang Ibu dibandingkan dengan seorang ayah. Lalu. tidak membuat anaknya menjadi lebih “feminin”. siapa yang harus dia hormati. Hasilnya? Ternyata. dibuatlah model penelitian yang unik. Mainan khas “anak perempuan” yang diberikannya. papar Brizendine. temuan-temuan Louann Brizendine itu memberikan indikasi yang kuat bahwa memang ada perbedaan yang mendasar antara laki-laki dan perempuan. Para peneliti.“Begitu dia mengeluarkan boneka itu dari kemasan. Tetapi. Monyet-monyet jantan dan betina muda diberikan dua jenis pilihan mainan. tidak mempersoalkan pembedaan peran dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan. Ketika seorang bertanya kepada Rasul SAW. akan dapat pahala dari Allah. rasakan!” ke sejumlah musuh khayalannya. keridhaan Allah terletak pada keridhaan kedua orang tua (walidain). dan monyet betina memilih bermain dengan boneka manusia dan mainan beroda pada periode waktu yang sama. dia menggenggam tubuh boneka itu dan menghunuskan kaki boneka itu ke udara seperti sebuah pedang. Karena itu. Dalam konsep Islam. Kata mereka. Tindakan untuk memberikan mainan anak laki-laki ke anak perempuan pun tidak membuat si anak menjadi lebih maskulin. dengan melakukan penelitian pada otak monyet muda. peran. 3940).” (hal. Karena itulah. Tiada beda laki-laki dan perempuan. sebanyak dua kali. Siapa saja yang beriman dan beramal shaleh. laki-laki dan perempuan sudah setara. mencoba meneliti perbedaan sikap laki-laki dan perempuan itu lebih mendasar lagi. ayah dan ibu diposisikan begitu tinggi di hadapan seorang anak. monyet tidak terbiasa dengan permainan yang membedakan gender “maskulin” atau “feminin”. kaum Muslimah pada umumnya tidak memandang keaktifan di luar rumah sebagai bentuk kegiatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan aktivitas sebagai ibu rumah tangga. baru dijawab: “Ayahmu!” Rasulullah SAW juga menegaskan. dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan kedua orang tua. Rasul SAW menjawab: “Ibumu!” Yang ketiga. sikap dan perilaku anak laki-lakinya hanyalah praktik dari otak laki-lakinya untuk melindungi diri secara agresif. ***** Bagi kita yang meyakini kebenaran ajaran Islam. Allah Yang Maha Kuasa telah memberikan peran dan tanggung jawab yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Dalam hal ini. Islam juga memberikan tugas. Sebab. monyet jantan – semuanya -. Tetapi. Bahkan. dan pendidik bagi anak-anaknya. ini akan menjadi bahan penelitian yang bagus. tidak demikian halnya jika seseorang sudah . Dia berteriak. Mereka disuruh memilih mainan kendaraan beroda dan boneka manusia yang mewah.memilih mainan beroda. Mereka setara di hadapan Allah. Itulah cara pandang seorang Muslim atau Muslimah yang memahami agamanya dengan baik dan ridha akan peran yang diberikan Tuhannya. pendamping suami. Saya agak kecewa karena saya adalah bagian dari generasi feminis gelombang kedua yang telah memutuskan bahwa kami akan membesarkan anak laki-laki yang peka dan tidak agresif atau terobsesi dengan senjata serta persaingan. kaum Muslimat yang memahami agamanya dengan baik dan ridha dengan kondisi fitrahnya sebagai perempuan.

because it is these differences that have been used to stop women from realizing their potential. berpartisipasi. dengan dicantumkannya definisi mengenai bagian tubuh tertentu yang sensual yaitu “sebagian payudara perempuan”. “kesetaraan” dalam draft RUU-KKG ini bermakna “kesamaan kondisi dan posisi” laki-laki dan perempuan di semua bidang kehidupan. sepertinya diabaikan begitu saja dalam penyusunan draft RUU-Keadilan dan Kesetaraan Gender (KKG). dan berbagai lembaga pemerintahan non-kementerian. 7 tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan. sehingga dibuat definisi: “Kesetaraan Gender adalah kesamaan kondisi dan posisi bagi perempuan dan laki-laki untuk mendapatkan kesempatan mengakses. dan lain-lain. lembaga masyarakat di tingkat daerah. ini: “the principal definition of equality was how human beings stood in relation to God.” Al-Quran dengan tegas menyatakan. bahwa pembedaan peran antara laki-laki dan perempuan dianggap sebagai cara untuk mematikan potensi perempuan.” (pasal 1:2). atau pembatasan yang dibuat atas dasar jenis kelamin. membuat tafsir terhadap makna “diskriminasi” yang melanggar Undang-undang. yudikatif. tulis Doktor Filsafat Politik dari University of Toronto Kanada. Jadi. dan kebebasan-kebebasan pokok di bidang politik. Katherine Bullock. 36-37). Dr. dalam bukunya.terjangkiti virus Kesetaraan Gender atau feminisme liberal. akan makna “diskriminasi terhadap perempuan”. nasional. yang mempunyai pengaruh atau bertujuan untuk mengurangi. eksekutif. menulis tentang masalah ini: “Many feminists argue that to believe in male-female differences is to accede to women‟s oppressions. seperti kita bahas dalam CAP ke-333 lalu. Jadi. Bullock. 58). para aktivis KKG ini mengejar kesamaan peran secara nominal sebanyak 50:50 antara lakilaki dan perempuan. regional dan internasional. dimana ada keharusan perempuan untuk menutupi dadanya. menurut penelitian Dr. maka akan diberikan cap “bias gender” atau “diskriminasi gender”.” Jurnal Perempuan edisi 47. ekonomi. Jurnal ini menulis: “RUU-APP secara nyata mendiskriminasi perempuan.” (hal. bahwa laki-laki dan perempuan adalah “setara” (equal) di hadapan Allah. diantaranya adalah ketentuan dalam RUU-Anti Pornografi dan Pornoaksi yang membedakan antara dada laki-laki dan perempuan. seperti disebutkan dalam pasal 4 ayat 2 RUU-KKG yang menyebutkan: “perempuan berhak memperoleh tindakan khusus sementara paling sedikit 30 % (tiga puluh perseratus) dalam hal keterwakilan di legislative. sipil. Sementara sebagian payudara laki-laki tidak dikatakan sensual. Muslimah punya cara pandang tentang “kesetaraan” (equality) yang berbeda dengan konsep kesetaraan kaum feminis. banyak perempuan feminis berpendapat. menurut Dr. (London: The International Institute of Islamic Thought. lembaga politik dan lembaga non-pemerintah. terhadap perempuan. Karena itulah. budaya. Bullock. Cara pandang semacam ini. sangat berbeda dengan cara pandang banyak kaum Muslimah yang dia temui. penikmatan. yang memandang perbedaan peran laki-laki dan perempuan dalam kacamata penindasan terhadap perempuan. pengucilan. Sebagai contoh. 2002). Sementara laki-laki tidak diharuskan.” Jika ada yang tidak mendukung cara pikir semacam ini. dan memperoleh manfaat pembangunan di semua bidang kehidupan.” (hal. mengontrol. atau penggunaan hak-hak asasi manusia. . menghapuskan pengakuan. Rethinking Muslim Women and The Veil. yang diartikan: “setiap pembedaan. konsep “Kesetaraan” antara laki-laki dan perempuan dalam Islam seperti ini. social. Sayangnya. Kaum pegiat KKG ini juga biasa merujuk kepada UU No. Menurut muslimah.

dan bahkan pada Abad Pencerahan sekali pun. hanya perempuan – dengan payudaranya – yang bisa menyusui bayi. Dilihat dari latar belakang historis. kita sungguh-sungguh tidak paham dengan cara berpikir aktivis KKG seperti ini. Allah SWT memerintahkan wanita mukminat untuk mengulurkan kerudungnya menutupi dadanya. banyak hal yang perlu dikritisi dari RUU KKG tersebut. 13 April 2012 Akar Masalah Konsep RUU Kesetaraan Gender Dalam Naskah Akademik tentang Kesetaraan Gender (NA RUU KKG) disebutkan bahwa Rancangan Undang Undang Kesetaraan dan Keadilan Gender (RUU KKG) perlu disusun karena adanya ketimpangan yang terjadi dalam masyarakat Indonesia dalam memperoleh manfaat yang sama dan adil dari hasil-hasil pembangunan antara laki-laki dan perempuan. Louann Brizendine. Salah satunya adalah konsep “Kesetaraan Gender” yang dijadikan alat analisis atau metodologi dalam perumusan norma-norma hukum RUU tersebut.Kita yang masih normal insyaAllah paham. Ketimpagan itu. Walhasil. bisa kita pahami. Sekilas tampak RUU KKG ini menawarkan jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi kaum perempuan Indonesia dan dapat melindungi mereka dari tindak kekerasan. Tapi. Sejak zaman Yunani. Romawi. Logika kita mengatakan. yang menganggap kerusakan psikologis dan ekonomi yang dialami perempuan disebabkan oleh ketergantungan ekonomi pada laki-laki dan peminggiran perempuan dari ruang publik . mungkin monyet lebih paham! Wallahu a‟lam bil-shawab. yang dari asalnya sana memang sudah memiliki payudara.*/Bogor. bukan kepada kaum laki-laki. Kelahiran feminisme dibagi menjadi tiga gelombang. manusia yang cacat. bahwa mereka minta disamakan dalam semua bidang kehidupan. jika merujuk kepada penelitian Dr. konsep kesetaraan gender lahir dari pemberontakan perempuan Barat akibat penindasan yang dialami mereka selama berabad-abad lamanya. Perintah menutupi dada dengan kerudung seperti itu tidak disampaikan kepada kaum laki-laki. bahwa dada laki-laki memang berbeda dengan dada perempuan. diberikan Allah kepada kaum perempuan. para aktivis KKG ini minta disamakan antara laki-laki dan perempuan. Itu kemudian memunculkan gerakan perempuan Barat yang menuntut hak dan kesetaraan perempuan dalam bidang ekonomi dan politik yang pada akhirnya dikenal dengan sebutan feminis. Kitab Korintus. deskriminasi serta hal-hal lainnya yang dapat menghilangkan hak-hak kaum perempuan. katanya. Karena itulah. berbangsa dan bernegara. Barat menganggap wanita sebagai makhluk inferior. dan sumber dari segala kejahatan atau dosa. ketidakberdayaan perempuan dan anak dalam kehidupan berkeluarga. Karena itu pula. Namun apabila kita mau mengkaji lebih dalam. Di dalam Perjanjian Baru. Feminisme gelombang pertama dimulai dari publikasi Mary Wollstonecraft berjudul Vindication of the Rights of Women pada tahun 1972. bermasyarakat. Maka sungguh sulit kita pahami bahwa aktivis KKG di Jurnal Perempuan minta agar kondisi dada laki-laki disamakan dengan dada perempuan! Jika soal “dada” saja. disebabkan kuatnya budaya patriarki sehingga terjadi subordinasi. dan Abad Pertengahan (the Middle Ages) . perintah untuk menyusui bayi. perintah berkerudung juga diberikan hanya kepada perempuan.

Dengan demikian. Lips dalam A New Psychology of Women (2003) menjelaskan bahwa gender bukan hanya feminin dan maskulin sebagaimana yang diketahui masyarakat luas. maka para feminis yang notabene „anti otoritas‟. feminisme dibesarkan dan tumbuh subur bersamaan dengan liberalisme dan sekularisme yang telah mencabut nilai-nilai spiritual dalam peradaban Barat. konsep kesetaraan gender sangat berpotensi menyuburkan praktek homoseksual sebagaimana yang terjadi dalam masyarakat Barat. Sebagaimana kaum feminis Barat. Dari latar belakang historis munculnya konsep kesetaraan gender. Pada gelombang kedua inilah dimulai gugatan perempuan terhadap institusi pernikahan.(Rowbotham : 1992). akan merasa berhak menafsirkan ayat-ayat alQur‟an tanpa mengikuti metodologi ulama-ulama terdahulu sehingga akan terjadi dekonstruksi syariat Islam secara besar-besaran guna meloloskan kepentingan misi kaum liberal. menggunakan istilah “penindasan” dan “kebebasan”. pertama. definisi gender sendiri masih mengundang kontroversi. Terakhir adalah feminisme gelombang ketiga yang lebih menekankan kepada keragaman (diversity). agama dan hukum yang berlaku di masyarakat serta faktor-faktor lainnya. yaitu kaum homoseksual dan tranvestite (seseorang yang senang menggunakan pakaian gender lainnya). Pasangan lesbian diklaim lebih . Mereka menganggap perlu dilakukan pembacaan ulang dan dekonstruksi atas penafsiran lama yang dinilai memiliki kecenderungan memanipulasi dan memanfaatkan ajaran Islam untuk melegitimasi kekuasaan patriarki. Kesetaraan gender memang produk feminisme. namun feminisme akhir 1960 an. kita dapat menilai bahwa konsep ini secara substansial sangat bertentangan dengan nilai-nilai dan ajaran agama Islam. kelompok yang menamakan diri “feminis muslim” juga menuding bahwa salah satu faktor yang paling mengemuka dalam timbulnya ketidakadilan gender adalah interpretasi ajaran agama yang sangat didominasi bias gender dan bias nilai-nilai patriakal. Setelah itu muncul feminisme gelombang kedua dengan doktrinnya yang memandang perbedaan gender sengaja diciptakan untuk memperkuat penindasan terhadap perempuan. sebagai contoh ketertindasan kaum perempuan heteroseksual yang dianggap berbeda dengan ketertindasan yang dialami kaum lesbi dan sebagainya. (Rowbothan : 1992). Kedua. Konsep gender berbeda dengan sex. Itulah fakta. Alasannya. sedangkan sex merunjuk pada antomi biologis seorang manusia. Oleh karena itu. dan feminisme adalah anak dari liberalisme yang memusuhi agama sebagaimana agama Kristen yang tersapu oleh gelombang liberalisme di Barat. Perkawinan lesbi dianggap sebagai antitesis dari patriarki yang menyerang dokrin dasarnya. apabila konsep kesetaraan gender ini diterima. 2002). Jika pada awal kemunculannya kaum feminis mengusung isu “hak” dan “kesetaraan”. Konsep gender sendiri mulai digunakan oleh feminis Barat pada tahun 1970 yang menyatakan bahwa kedudukan perempuan di tiap budaya masyarakat adalah berbeda-beda dan tidak sama. hubungan lawan jenis (heterosexual relationship) dan secara radikal mereka berusaha mengubah setiap aspek dari kehidupan pribadi dan politik. tapi ada gender ketiga yang bersifat cair dan berubah-rubah dan telah dikenal oleh masyarakat pada berbagai macam budaya yang berbeda. Gender dipengaruhi oleh kondisi sosial. keibuan (motherhood). (Arivia. Lalu wacana gender ini kemudian diperkenalkan oleh sekelompok feminis di London awal tahun 1977 dan sejak itulah konsep gender equality (kesetaraan gender) menjadi mainstream gerakan mereka.

Pandangan alam Islam (the Worldview of Islam) memandang institusi keluarga sebagai arena jihad untuk mencapai ridha Allah SWT. kaum Muslim. Artinya. Karenanya. Fakultas Syariah sebuah Institut Agama Islam. yang paling mencelakakan adalah pembukuan Qur’an dengan dialek Quraisy. sesuai dengan fitrahnya masing-masing. Hal tersebut sudah tentu tidak sejalan dengan ideologi feminis yang mengukur keadilan dan kesetaraan bagi perempuan hanya dari faktor ekonomi dan kemanusiaan (HAM) semata. Faktor keikhlasan dan ketundukan pada syariat memang menjadi landasan utama dalam membangun sebuah keluarga yang Islami. Dan hanya orang yang mensakralkan Qur’anlah yang berhasil terperangkap siasat bangsa Quraisy tersebut. Az-Zariyat 49 dan Yasin 36) di sana tidak dijelaskan soal jenis kelamin biologis. melainkan bisa homo. menarik sekali membaca ayat-ayat Al-Qur’an soal hidup berpasangan (Ar-Rum.mengalami perasaan bebas dari ikatan dan hambatan-hambatan peran gender sehingga mampu menciptakan hubungan baru dan mengurangi kekuatan yang tidak berimbang yang kadang ditemukan dalam hubungan tradisional heteroseksual. wajar jika muncul asumsi bahwa pembukuan Qur’an hanya siasat bangsa Quraisy. Wahyu dipaksa tunduk pada konsep dan metodologi yang dikembangkan kaum feminis liberal sehingga konsep kesetaraan gender yang bertentangan dengan ajaran Islam malah diajukan sebagai RUU untuk mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara di sebuah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Namun jika hendak digunakan. berpasangan itu tidak mesti dalam konteks hetero. untuk mempertahankan hegemoninya atas masyarakat Arab [dan Islam]. melalui Usman. konsep kesetaraan gender akan menghancurkan tatanan keluarga karena para feminis berusaha menggugat institusi pernikahan. sehingga peran laki-laki dan perempuan dalam keluarga diatur sedemikian rupa. (Chrisler. Kita. oleh Khalifah Usman Ibn Affan yang diikuti dengan klaim otoritas mushafnya sebagai mushaf terabsah dan membakar (menghilangkan pengaruh) mushafmushaf milik sahabat lain. Ini ironis. dan bisa lesbian. ”Bahkan. Maha Suci Allah yang menciptakan manusia dengan orientasi seksual yang beragam. Beginilah Pemikiran Liberal “Dari sekian banyak daftar ketidakkreatifan generasi pasca-Muhammad. Namun sepertinya yang terjadi saat ini justru kebalikannya. Imbas dari sikap Usman yang tidak kreatif ini adalah terjadinya militerisme nalar Islam untuk tunduk/mensakralkan Qu’an produk Quraisy. konsep-konsep tersebut haruslah terlebih dahulu melalui proses Islamisasi agar sesuai dengan pandangan alam Islam yang bersumber dari wahyu Allah. 21.” . Ketiga. keibuan (motherhood). tanpa mengaitkan dan menghubungannya dengan nilai-nilai agama. baik ditingkat individu maupun bernegara. tidak sedang menolak semua konsep yang datang dari luar Islam. Edisi 23 Th XI. yang ada hanyalah soal gender (jenis kelamin sosial). 2003).” (Jurnal Justisia. hubungan lawan jenis (heterosexual relationship) dan melakukan perubahan radikal dalam berbagai aspek kehidupan. 2000).

tangan dan organ tubuh yang lain. godaan alami. dalam bukunya. Ia berseloroh. katanya. kejahatan yang diperlukan. gangguan yang menyenangkan. Sebaliknya. ketiak. Pernyataan itu kemudian diperkuat oleh penilaian St. Jihad Melawan Ekstrimis Agama.” Sehingga dengan demikian. hubungan intim seorang suami dengan istrinya adalah perbuatan kotor. ketimpangan tabiat. Ingatlah bahwa dosa bukan karena ”daging yang kotor” tetapi lantaran otak dan ruh kita yang penuh noda. Albertus Magnus mendefinisikan perempuan sebagai laki-laki yang cacat sejak lahirnya. dengan judul ”Allah hanya Melihat Taqwa. yang dipoles dengan warna yang indah. perempuan itu tidak lain dan tidak lebih merupakan lawan dari persahabatan. Augustine menimpali. “Tidak ada gunanya laki-laki menikah. . Sementara St. dengan Jurnal Perempuan edisi Maret 2008. hukuman yang tak terelakkan. John Chrysostom. Agama semestinya ”mengakomodasi” bukan ”mengeksekusi” fakta keberagaman ekspresi seksualitas masyarakat. Membangkitkan Islam Progresif). yang kini Kandidat Doktor di Boston University AS. St. St.” (Tulisan seorang alumnus Perguruan Tinggi Islam di Jawa Tengah. Apalah bedanya vagina dan penis itu dengan kuping. Jerome menganggap wanita sebagai akar dari segala kejahatan (the root of all evil). hidung. bukan Orientasi Seksual Manusia) “Demikian juga jika kita masih meributkan soal kelamin – seperti yang dilakukan MUI yang ngotot memperjuangkan UU Pornografi dan Pornoaksi – itu juga sebagai pertanda rendahnya kualitas keimanan kita sekaligus rapuhnya fondasi spiritual kita. Toh. Dari Kesetaraan Gender Hingga Satpol PP Oleh : Ahsan Hakim Betapa menggegerkan.(Wawancara seorang guru besar agama Islam di Jakarta. musuh dalam selimut. jika roh dan spiritualitas kita tangguh. maka apalah artinya segumpal daging bernama vagina dan penis itu.

sampai program pertukaran istri-istri. Kedatangan Islam telah mengeliminasi adat-istiadat Jahiliyah seperti mengubur hidup-hidup bayi perempuan. Dalam hal ini dunia Islam bukanlah pengecualian. Amina Wadud dari Amerika yang sempat membuat heboh dengan ulahnya menjadi khatib dan imam shalat Jumat di gereja beberapa waktu lalu. meski di negeri-negeri itu tidak mengalami permasalahan sepelik wanita di Barat. St. Sehingga mulailah kaum wanita di Barat merasakan kebebasan dari segala ketertindasan. gebrakannya kemudian cepat menggema ke seantero Eropa dan Amerika. Kemudian di Abad Pertengahan terdapat nama St. Tak pelak. muncullah Mary Wollstonecraft (1759-1797). Disusul abad modern dikenal tokoh-tokoh seperti John Locke. mengawini perempuan sebanyak mungkin dan menceraikannya sesuka hati. Thomas Aquinas. Agustinus dan St. Tetapi anehnya. Keberadaan gerakan itu merupakan respon dan reaksi terhadap situasi dan kondisi kehidupan masyarakat di sana. Semua dari mereka serentak mengusung gerakan feminisme. Dan bahkan bisa dikatakan tidak membutuhkannya. di antara tokohtokohnya adalah Plato dan Aristoteles. yang memandang „sebelah mata‟ (misogyny) dan berbagai macam anggapan buruk (stereotype) terhadap wanita. sederet nama-nama seperti Fatima Mernissi dari Maroko. dan masih banyak lagi yang lainya. Rousseau hingga Nietzsche. Juga Siti Musdah Mulia dari Indonesia. Apakah Islam belum jelas menjamin kebebasan perempuan? Sudah jamak diketahui bahwa „emansipasi perempuan‟ dalam sejarah peradaban manusia sebenarnya dipelopori oleh risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. Keberadaannya kemudian tidak hanya di Barat sebagai tempat “asbabun nuzul” gerakan tersebut. Nawal al-Saadawi dari Mesir. Riffat Hassan dari Pakistan. mereka menganggap bahwa ide feminisme di Barat merupakan wahyu “rahmatan lil „alamin” sehingga sangat perlu untuk didakwahkan dan disebarluaskan. tetapi juga hampir di seluruh negeri di dunia untuk memberlakukan konsep yang sama.Apa nggak keseleg? Tak dapat dipungkiri bahwa kasus-kasus semisal itulah yang kemudian memunculkan gerakan feminis di Barat. Entah mungkin. Clement dari Alexandria. Merespon hal itu. Penyamaan citra antara wanita dengan budak (hamba sahaya) setidaknya sudah terjadi sejak zaman pra-Kristen. gerakan feminis tersebut kemudian menjadi semacam “wahyu universal” dan seruan global. Ia disebut-sebut sebagai nenek moyang kaum feminis di Barat. .

Islam bukan tidak mengerti masalah adil dan manusia.” Dr. Atas realitas itu. dan melakukan aborsi. Adian Husaini memberikan kritik. Dendam kesumat terhadap kaum pria. Dan jika RUU ini sampai digoalkan. Tertulis dalam pasal 1:1 tentang definisi gender: “Gender adalah pembedaan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil konstruksi sosial budaya yang sifatnya tidak tetap dan dapat dipelajari. dan tidak semuanya merupakan produk budaya. dan budaya tertentu dari satu jenis kelamin ke jenis kelamin lainnya. “Ketemu pirang perkoro?” Permasalahan fatal RUU tersebut sangat vital. sebab ia menganggap bahwa gerakan feminisme tidak jelas kemana „juntrungnya‟. Kesetaraan dalam hal apa? Boleh jadi seluruhnya. mengubah wanita menjadi gila karir. wanita bebas menyelenggarakan kegiatan Aisyiyah. “Definisi gender seperti itu adalah sangat keliru. alamat bakal modiar. sekarang mereka justru membebaskan perempuan sebebasbebasnya.Pertanyaannya kemudian apa yang diperjuangkan gerakan feminisme di dunia Islam? Jika jawabannya adalah keadilan dan kemanusiaan. seorang penulis terkenal bernama Susan Jane Gilman. yaitu bahwa. gerakan feminis di Barat terlihat mengalami stagmatisasi dan tampak seperti „kena batunya‟. Ahmad Dahlan. ketika mereka hendak mengubah konstruk sosial. Sebab jika dulu Barat menindas perempuan sebebas-bebasnya. Kemudian di dunia Islam mulai ramai membicarakan feminisme dan kesetaraan gender. pada beberapa dasawarsa terakhir. peran. tetapi juga sebagai ajang balas dendam. pegiat feminisme ini tidak hanya bertujuan untuk membebaskan hak-hak wanita. Dan di sini semakin jelas. dan tanggung jawab perempuan dan laki-laki baik dalam keluarga (ruang domestik) maupun di masyarakat (ruang publik) didasarkan pada wahyu Allah. Sebab. Sama-sama ekstremnya. menjadi lesbian. Karenanya. menurut konsep Islam. mengeluh. di Barat. Tetapi memang masalahnya tidak se-standar itu. Maka pantas seandainya orang Jawa bertanya. agama tidak diperdulikan. mereka tidak perlu menuntut adanya kesetaraan gender. serta dapat dipertukarkan menurut waktu.” . sejak awal semisal pada masa KH. bahwa realitas gerakan feminisme memang menuntut persamaan dan kesetaraan. tempat. sebetulnya Islam tak perlu diajari dan didekte kembali konsep keadilan dan kemanusiaan. tugas. Tapi kini tiba-tiba ada yang mengusulkan RUU Keadilan dan Kesetaraan Gender (KKG). Di Indonesia. Tercatat kaum feminis di Barat berkerja „mengompori‟ wanita untuk meninggalkan suami mereka.

cukup tantang mereka untuk berlaku feminin. 12 April 2012 23:32 Dalam Rancangan Undang-Undang Kesetaraan dan Keadilan Gender (selanjutnya disebut RUU KKG). Hamid Fahmi Zarkasyi). Karenanya. sebab. Ratna Megawangi memberi judul pada bukunya. wali nikah. di IAIN Sunan Ampel Surabaya. dalam Islam kaitannya dengan tugas-tugas dalam rumah tangga. “Membiarkan Berbeda.” Selain daripada itu. boleh jadi akan digugat karena dianggap lebih „merugikan‟ perempuan. Jawaban beliau. disebutkan bahwa pengarusutamaan gender (PUG) adalah “Suatu strategi yang dibangun . tak perlu repot-repot keluar otot. seorang istri memiliki beberapa tanggungjawab dan kewajiban yang berbeda dari seorang suami. Jumat 20 April 2012. waris. sebab selain bahwa menyerupai perempuan telah dikecam dalam Islam.com * Disampaikan di Kajian RESIST. Misykat (Dr. MIRKH Thursday. Pengarusutamaan Gender: Mau Kemana? Written by Henri Shalahuddin. maka berlakulah kecaman Islam terhadap dirinya. Dipastikan.insistnet. Rasulullah Saw memuliakannya dengan lebih ketika ditanya siapa yang harus dihormati. kaum lelaki akan mundur teratur sebelum bertanding. Konsep keadilan feminisme tidak sebagaimana keadilan dalam Islam.Kembali lagi jika RUU tersebut berhasil disahkan. tetapi juga mendudukkan wanita pada tempatnya. ibumu. ibumu. * Daftar Bacaan: Orientalis & Diabolisme Pemikiran (Dr. Sebab hukum Islam dalam perkara poligami. fakta biologis menjelaskan struktur laki-laki dan perempuan berbeda dan membawa perbedaan psikologis. “Ibumu. tetapi jika dengan bekerja istri dapat menelantarkan tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri (ibu). aqiqah. kalau ingin menang dari laki-laki.” Cara pandang feminisme telah salah kaprah. Hal ini kiranya sangat wajar. pada kodratnya. Semestinya. www. Dan terhadap seorang perempuan. Di sinilah diperlukan keserasian dan pembagian peran dalam rumah tangga. Feminisme menilai adil jika di papan skor menunjukkan angka draw 50:50. Islam tidak memvonis haram istri bekerja. dan ayahmu. misi Islam [tidak hanya] membela wanita yang tertindas sebagaimana kaum feminis. sampai imam shalat. maka tidak hanya suami (sebagai pemimpin rumah tangga) yang berpotensi dipermasalahkan. Wallahu a‟lam bish-Shawab. Karena itu sangat cerdas dan amat bijak Dr. Al-Qur‟an pun dapat diperkarakan. selama ini mereka memandang kaum pria sebagai rival dalam hal maskulin. sewaktu-waktu Satpol PP juga siap menghadang melalui operasi dan „obrakan‟. Syamsuddin Arif). sementara Islam mendefiniskan adil sebagai “menempatkan sesuatu pada tempatnya”.

semestinya menurut Dr. pemantauan. Apa pengaruh PUG ketika masuk dalam ranah studi Islam? Bagaimana kedudukan ajaran-ajaran agama ketika bertentangan dengan perspektif gender? Haruskah pendekatan agama. Untuk mendukung konsep temporalnya madani. Dalam deskripsi materi ini tertulis. dalam daftar topik perkuliahan juga diajarkan metodologi tafsir al-Qur'an. (lihat: Ketentuan Umum. Hal ini akan menyisakan masalah bahkan bisa bertabrakan dengan nilai-nilai yang sudah mengakar sebagai identitas bangsa Indonesia. Dengan demikian konsep PUG berfungsi untuk mengoptimalisasikan nilai-nilai “kesetaraan” antara laki-laki dan perempuan. Perombakan definisi PUG tersebut penting dilakukan untuk meminimalisir kontroversi yang berkepanjangan. Matakuliah Ulum al-Qur'an I (MKK). (hal. cetak miring dari penulis). 1. semua hukum-hukum Islam akan bersifat temporal. termasuk isu penting dan menempati posisi sentral dalam mengawal terlaksananya pembangunan berbasis gender. diterbitkan atas kerja sama PSW IAIN Sunan Kalijaga dan CIDA (Canadian International Development Agency). misalnya Tafsir Amina Wadud. PUG didefinisikan: “Suatu strategi yang dibangun untuk mengembangkan keserasian gender dalam setiap kegiatan pembangunan yang dikontrol dan dievaluasi bersama oleh tokoh agama. Maka dengan menggunakan persepsi PUG. (hal. Contoh I: buku “Pengarusutamaan Gender dalam Kurikulum IAIN”. Ushuluddin IAIN Sunan kalijaga Yogyakarta. PUG (atau biasa disebut dengan gender mainstreaming. Seperti diketahui. Oleh karena itu. tetapi ayat-ayat madaniyah bersifat temporal. pelaksanaan. dan menyesuaikan keinginan penafsirnya. “Matakuliah ini khusus untuk mahasiswa jurusan Tafsir Hadis Fak. gender yang harus diislamkan? Dalam artikel singkat ini. Matakuliah ini diajarkan sebagai pengantar untuk memahami teks-teks alQur'an dan memahami perkembangan kontemporer dalam ilmu-ilmu al-Qur'an. dalam RUU KKG ini. Di antara topik perkuliahan yang diajarkan adalah tentang Makki dan Madani. program. masyarakat. asbab al-nuzul . Hamid Fahmy Zarkasyi. penulis ingin memaparkan secara sekilas contoh usaha-usaha pengarusutamaan gender yang telah dihasilkan oleh aktivis gender di bidang studi Islam. dan kegiatan pembangunan”. Pasal 1 ayat 5). tunduk pada perspektif gender ataukah sebaliknya. dan pemerintah tanpa mengesampingkan nilai-nilai agama dan budaya yang hidup di Indonesia. Dalam buku ini disebutkan bahwa ayat-ayat makkiyah bersifat universal. 2004. 2).untuk mengintegrasikan gender menjadi satu dimensi integral dari perencanaan. tidak tetap. Definisi PUG di atas belum menjelaskan korelasi antara nilai-nilaiagama dan gender. bisa berubah setiap waktu. tempat. nasikh mansukh. dan kaidah-kaidah tafsir. dalam hal ini Islam. sejarah teks al-Qur'an. dan evaluasi atas kebijakan. proses pewahyuan. Padahal dalam ayat-ayat madaniyah sering dijumpai pembahasan tentang masalah hukum Islam. al-tarkiz „ala qadhaya al-musawat baynaljinsayni). Pendekatan dalam kuliah dilakukan sedapat mungkin berperspektif gender dengan mengemukakan berbagai contoh yang mendukung kearah kesetaraan gender”. beliau adalah salah satu tokoh feminis liberal konservatif yang menjadi khatib dan imam shalat jumat dengan . teori evolusi syari‟ah. Hal-hal yang dikaji dalam perkuliahan antara lain persoalan wahyu.

diterbitkan atas kerja sama PSW IAIN Sunan Kalijaga dan IISEP (IAIN Indonesia Social Equity Project. Hukum-hukum Islam akan diselaraskan (baca: ditundukkan) dengan prinsip kesetaraan gender. Ayat (1): “Bagi suami dan isteri yang perkawinannya telah dinyatakan putus oleh Pengadilan Agama.makmum campur baur antara laki-laki dan perempuan. Wallahu A’lam. Apabila perkawinan putus karena perceraian. “Calon suami dan isteri harus memberikan mahar kepada pasangannya sesuai dengan kebiasaan (budaya) setempat”. Ayat (1): “Ijab dan kabul dapat dilakukan oleh calon suami atau calon isteri” Ayat (2): “Apabila ijab dilakukan oleh calon isteri. Masih banyak contoh lagi yang tidak mungkin untuk dipaparkan di sini. Pasal 18. Sehingga tidak tersisa lagi hal-hal pasti (qat’iyyat) dan permanen (tsawabit) dalam berislam. dan Aliran Modern dalam Islam. maka masa transisi ditetapkan seratus tigapuluh hari. Pasal 88. sebuah proyek kerjasama antara McGill University dan IAIN). Namun pada intinya. seperti „Ulum al-Hadis (MKDU). Ayat (1): “Calon suami atau isteri dapat mengawinkan dirinya sendiri”. b. Contoh III: Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam versi Tim Kelompok Kerja Pengarusutaan Gender (Pokja PUG) tentang Perkawinan sarat dengan rumusan pasal-pasal yang kontroversial. Syahrur. Buku Quran and Women yang ditulis oleh Aminah Wadud ternyata dalam buku“Pengarusutamaan Gender dalam Kurikulum IAIN” ini digunakan sebagai referensi pokok untuk enam (6) matakuliah. Amina Wadud. Lebih lanjut. berlaku masa transisi atau iddah”. (hal. Contoh II: buku “Isu-isu Gender dalam Kurikulum Pendidikan Dasar & Menengah”. maka kabul dilakukan oleh calon suami” Pasal 16. Apabila perkawinan putus karena kematian. “Mahar menjadi milik penuh pasangan penerima setelah akad perkawinan dilangsungkan”. 2-3). maka masa transisi ditetapkan mengikuti masa transisi mantan isterinya”. Nasr Hamid Abu Zayd. Filsafat Hukum Islam. . Tafsir MKDU. Demikian sekilas contoh dampak pengarusutamaan gender dalam studi Islam. Pasal 9. sifat dasar pendekatan PUG dalam studi Islam senantiasa memandang Islam sebagai agama budaya yang lentur dan bisa berubah sesuai dengan selera penafsir dan tuntutan zaman. Ayat (7): “Masa iddah bagi seorang duda ditentukan sebagai berikut : a. mengingat keterbatasan ruang. buku-buku referensi yang dicantumkan untuk materi kuliah Ulum al-Qur'an ini sangat sarat dengan karya tokoh-tokoh Islam liberal. diantaranya sebagai berikut: Pasal 7. Masail Fiqh. seperti Abdullahi Ahmad al-Naim dan gurunya Mahmood Muhammad Toha. dan beberapa nama pemikir liberal lokal lainnya.

.

Hamid Fahmy Zarkasyi dalam Seminar dan Diskusi tentang tantangan pemikiran Islam dewasa ini yang diselenggarakan Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI) di Aula Masjid Istiqlal Solo. Sedang di negara Barat.Dr. "Masyarakat Indonesia ini sedang sakit.” paparnya. Dia datangi. Dalam seminar yang dihadiri oleh perwakilan ormas dan lembaga Islam Soloraya itu. Nashrani.Peradaban dan pemikiran Barat yang dewasa ini telah mendominasi dunia menjadi tantangan yang harus dijawab dan disikapi secara cerdas oleh umat Islam. 23-03-2012 | 20:06:20 WIB SOLO. Dan dia seorang alim dan tulisannya banyak. sekularisme dan gender untuk menggugat ajaran Islam. Dan kita insya Allah akan mengobatinya. Hamid juga menyoroti Rancangan Undang-Undang tentang Keadilan dan Kesetaraan Gender yang menurutnya sangat problematis. bahkan agama. Ia mencontohkan tradisi Ibnu Taimiyah yang menggabungkan antara tradisi ilmiah dan amaliah. RUU itu. (nsr) . Dr. Dengan kondisi semacam ini. Setiap penyakit pasti ada obatnya. justru banyak orang yang mengecamnya. Kalau tidak mau. Ia mencontohkan. Paham lainnya yang kini juga sedang gencar dikampanyekan berbagai pihak adalah pluralisme dan toleransi. Menurut Hamid. "Banyak sekali persoalan jika RUU Gender itu diterapkan. beragam paham Barat yang merusak itu kini telah menyebar di berbagai lini seperti dari budaya. Ya kita ketawa aja. dia labrak dan dia peringatkan. orang bertetangga dengan orang Islam itu tidak tahan. Lady Gaga di Jakarta pada Juni mendatang. Begitu lahir. Sebab dia duduk di parlemen itu dibiayai rakyat." jelasnya memberi perumpamaan. politik. Hal itu disampaikan oleh Direktur Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS). kata dia. Hamid menyarankan supaya umat Islam terus mengembangkan tradisi ilmiyah yang telah diajarkan oleh para ulama terdahulu. Kita harus berusaha. Padahal dalam Islam. "Ibnu Taimiyah itu adalah orang yang tidak tahan melihat kemungkaran. "Pluralisme seperti ini dijual ke negara-negara umat Islam. Ia juga melihat perlu adanya strategi dakwah yang komprehensif baik di tataran ilmu maupun aplikasi di lapangan. Pluralisme dan Ingkar Sunnah. yang namanya toleransi itu tidak perlu diajari. Dosanya nanti sebanyak orang yang memilih dia." jelas Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini. banyak pihak yang menggunakan paham seperti liberalisme. Hamid Fahmy Zarkasyi: Masyarakat Indonesia Sedang Sakit Diposting Jum'at. juga hadir para da‟i dari Program Kaderisasi Ulama (PKU) Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor yang memberikan presentasi tentang beragam paham yang menjadi tantangan bagi dunia Islam seperti Gender. Namun ketika ada yang mengatakan bahwa menontonnya haram. RDS FM . Yang lebih aneh lagi. didatangi sekali lagi sampai dia taubat. sosial. Meskipun penyakitnya itu kanker yang tidak ada obatnya. Tak heran jika belakangan ini semakin banyak yang bersuara bahwa semua agama sama dan apapun jalan yang ditempuh oleh umat manusia akan menuju Tuhan yang satu. Jangan hanya memutuskan begitu saja. yang membawa itu orang Islam." ujarnya. Kita berharap anggota DPR ini juga mempunyai informasilah dari umat Islam. Jahiliahpun ada di situ. Pertunjukan semacam ini jelas sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Islam dan nabi. cenderung melihat wanita sebagai pihak tertindas sehingga perlu ada kesetaraan dalam semua aspek kehidupan yang tentu akan banyak menabrak rambu-rambu Islam. relatifisme. Terlebih lagi. Oleh karenanya jangan memberi keputusan yang menyengsarakan rakyat. akan diadakannya konser artis seronok asal Amerika. Kamis (22/03). Ada Yahudi. kiri kananya itu sudah ada banyak agama. pluralisme.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful