P. 1
PENGERTIAN PERUBAHAN PERILAKU

PENGERTIAN PERUBAHAN PERILAKU

|Views: 4,094|Likes:
Published by Deivi Lestari

More info:

Published by: Deivi Lestari on May 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2013

pdf

text

original

PENGERTIAN PERUBAHAN PERILAKU

1. PERILAKU DILAKUKAN SEBAGAI SUATU RESPONS (Chaplin) 2. INDIVIDU AKAN MELAKUKAN SESUATU KARENA ADA PENYEBAB (Spiegler)

3. PENYEBAB PERILAKU ITU ANTARA LAIN BILA ORANG TERSEBUT MEMBERI PENILAIAN POSITIF
PADA PERILAKU TERSEBUT DAN YAKIN BAHWA ORANG-ORANG LAIN MEMPUNYAI ARTI PENTING BAGINYA SERTA MENGHENDAKINYA UNTUK MELAKUKAN PERILAKU ITU (Azjen, 1988 ).

PENJELASAN PERUBAHAN PERILAKU Perubahan perilaku adalah merupakan suatu paradigm bahwa manusia akan berubah sesuai dengan apa yang mereka pelajari baik dari keluarga, teman, sahabat ataupun ataupun belajar dari diri mereka sendiri, proses pembelajaran diri inilah yang nantinya akan membentuk seseorang tersebut, sedangakan pembentukan tersebut sangat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan orang tersebut baik dalam kesehariannya ataupun dalam keadaan tertentu. Bentuk perubahan perilaku dikategorikan ke dalam tiga kelompok sebagai berikut: a. Perubahan alamiah (natural change): perubahan perilaku karena terjadi perubahan alam (lingkungan) secara alamiah. b. Perubahan terencana (planned change): perubahan perilaku karena memang direncanakan oleh yang bersangkutan. c. Kesiapan berubah (Readiness to change): perubahan perilaku karena terjadinya proses internal (readiness) pada diri yang bersangkutan, dimana proses internal ini berbeda pada setiap individu

Perubahan perilaku terjadi dengan berbagai strategi dan cara. Strategi dalam perubahan perilaku adalah sebagai berikut: a. Inforcement 1. Perubahan perilaku dilakukan dengan paksaan, dan atau menggunakan peraturan atau perundangan. 2. Menghasilkan perubahan perilaku yang cepat, tetapi untuk sementara (tidak langgeng) b. Education 1. Perubahan perilaku dilakukan melalui proses pembelajaran, mulai dari pemberian informasi atau penyuluhan-penyuluhan. 2. Menghasilkan perubahan perilaku yang langgeng, tetapi memakan waktu lama

Pengertian komunikasi massa Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik).Organisasi - organisasi media ini akan menyebarluaskan pesan-pesan yang akan memengaruhi dan mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat, lalu informasi ini akan mereka hadirkan serentak pada khalayak luas yang beragam. Hal ini membuat media menjadi bagian dari salah satu institusi yang kuat di masyarakat.Dalam komunikasi masa, media masa menjadi otoritas tunggal yang menyeleksi,

dan menyampaikannya pada khalayak. Ciri-ciri komunikasi massa 1. Pengertian Komunikasi Selektif Komunikasi Selektif adalah proses menyampaikan informasi dengan penekanan yang sangat tinggi pada informasi atau poin-poin tertentu sementara informasi lainnya tidak mendapat penekanan yang sama. 3. Penjelasan Komunikasi Selektif Komunikasi selektif ini biasanya terjadi pada materi komunikasi yang mempunyai nuansa negative. sehingga pada dirinya akan timbul rasa gelisah dan tidak nyaman. . atau komunikasi kepada banyak orang (massa) dengan menggunakan sarana media. Komunikasi Selektif bernuansa negative ini bisa terlihat pada dua bentuk komunikasi. 5. serta melalui proses produksi dan terencana Khalayak yang dituju heterogen dan anonim Kegiatan media masa teratur dan berkesinambungan Ada pengaruh yang dikehendaki Dalam konteks sosial terjadi saling memengaruhi antara media dan kondisi masyarakat serta sebaliknya. 7. atau informasi kepada orang lain dengan menggunaka sarana tertentu guna mempengaruhi atau mengubah perilaku penerima pesan. Rasa tidak nyaman ini mendorong orang untuk mencari “teman sependeritaan”. Penjelasan komunikasi massa Komunikasi dapat dipahami sebagai proses penyampaian pesan. Komunikator memiliki keahlian tertentu Pesan searah dan umum. Pertama .memproduksi pesan. 6. Menggunakan media masa dengan organisasi (lembaga media) yang jelas. Hubungan antara komunikator (biasanya media massa) dan komunikan (pemirsanya) tidak bersifat pribadi. 8. Apabila seseorang menerima berita buruk yang berdampak pada dirinya maka orang tersebut cenderung merasa bahwa dirinya tidak pantas untuk menerima dampak seburuk itu. Penyampain berita buruk ini tidak didasari oleh keinginan untuk mencari teman sependeritaan tapi didasari dua hal yang lain yaitu pertama keinginan untuk menunjukan bahwa sebagai pemberi informasi dirinya adalah orang yang lebih unggul karena lebih dahulu mengetahui mengenai hal tersebut. Sehingga pesan yang sama dapat diterima secaraserentak dan sesaat. Komunikasi Massa adalah (ringkasan dari) komunikasi melalui media massa (communicating with media).saat seseorang mengkomunikasikan informasi / hal yang tidak nyaman. Orang tersebut akan mencari orang lain yang mungkin juga dapat terpengaruh dengan berita buruk tersebut dan mengkomunikasikan berita buruk tersebut. komunikasi yangditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar. Kedua – saat seseorang mengkomunikasikan berita buruk atau gossip tentang orang lain. Kecenderungan untuk mencari teman sependeritaan menjadi dasar cepat menyebarnya berita buruk. 2. Media massa sendiri ringkasan dari media atau sarana komunikasi massa. Hal ini dapat terjadi secara disadari maupun tidak disadari. Inilah sebabnya kenapa berita bagus cenderung untuk tidak menyebar. heterogen dan anonim melaluimedia cetak atau elektronik. dan kedua – keinginan untuk merasa superior bahwa dirinya lebih unggul karena tidak mengalami hal yang digossipkan tersebut. ide. 4. Namun pada saat menerima berita baik orang cenderung merasa bahwa berita tersebut adalah haknya untuk mengetahui dan pada dirinya tidak ada kewajiban untuk menyampaikan berita baik tersebut kepada orang lain yang juga berhak untuk mengetahui.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->