FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN PENYAKIT DAN PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH JAMUR YUNASFI Fakultas Pertanian

Jurusan Ilmu Kehutanan Universitas Sumatera Utara

I. PENDAHULUAN Tumbuhan dikatakan sehat atau normal, apabila tumbuhan tersebut dapat melaksanakan fungsi-fungsi fisiologisnya sesuai dengan potensi genetik terbaik yang dimilikinya. Fungsi-fungsi tersebut mencakup pembelahan, diferensiasi dan perkembangan sel yang normal, penyerapan air dan mineral dari tanah dan mentranslokasikannya ke seluruh bagian tumbuhan; fotosintesis dan translokasi hasil-hasil fotosintesis ke tempat-tempat penggunaan dan penyimpanannya, metabolisme senyawa-senyawa yang disintesis; reproduksi dan penyimpanan persediaan makanan untuk reproduksi. Pertumbuhan dan hasil tumbuhan bergantung pada ketersediaan hara dan air di dalam tanah tempat tumbuhan tersebut tumbuh, dan pada pemeliharaan dalam kisaran faktor-faktor lingkungan tertentu, seperti suhu, kelembaban dan cahaya. Sesuatu yang mempengaruhi kesehatan tumbuhan berkemungkinan besar juga akan mempengaruhi pertumbuhan dan produksinya, dan akan dapat menurunkan kegunaannya bagi manusia. Patogen tumbuhan, cuaca yang tidak menguntungkan, gulma dan serangga hama adalah penyebab yang sangat umum dalam menurunkan pertumbuhan dan produksi tumbuhan. Apabila tumbuhan diganggu oleh patogen atau oleh keadaan lingkungan tertentu dan salah satu atau lebih dari fungsi tersebut terganggu sehingga terjadi penyimpangan dari keadaan normal, maka tumbuhan menjadi sakit. Penyebab utama penyakit baik berupa organisme hidup patogenik (parasit) maupun faktor lingkungan fisik (fisiopath). Adapun mekanisme penyakit tersebut dihasilkan akan sangat bervariasi yang tergantung pada agensia penyebabnya dan kadang-kadang juga bervariasi dengan jenis tumbuhannya. Pada mulanya tumbuhan bereaksi terhadap agensia penyebab penyakit pada bagian terserang. Reaksi tersebut dapat berupa reaksi biokimia alami, yang tidak dapat dilihat. Akan tetapi reaksinya dengan cepat menyebar dan terjadinya perubahan-perubahan pada jaringan yang dengan sendirinya menjelma menjadi makroskopik dan membentuk gejala penyakit. Berbagai macam penyakit yang dapat menular, yaitu bakteri, jamur, virus, mikoplasma, dan tanaman tingkat tinggi. Kekhasan penyakit yang menular adalah terjadinya interaksi yang terus-menerus oleh faktor-faktor biotik (hidup) atau oleh faktor-faktor abiotik (fisik atau kimia). Sel dan jaringan dari tumbuhan sakit biasanya menjadi lemah atau hancur oleh agensia penyebab penyakit. Kemapuan sel dan jaringan tersebut melaksankaan fungsi-fungsi fisiologisnya yang normal menjadi menurun, atau terhenti sama sekali dan sebagai akibatnya, pertumbuhan menjadi terganggu atau tumbuhan mati. Jenis sel dan jaringan yang terinfeksi akan menentukan jenis fungsi fisiologis yang mulamula dipengaruhinya.

2002 digitized by USU digital library

1

tetapi dirangsang membelah lebih cepat (hiperplasia) atau membesar melebihi ukuran normal (hipertropi). atau zat pengatur tumbuh yang disekresinya 2002 digitized by USU digital library 2 . atau menghasilkan pertumbuhan melebihi normal pada organ-organ yang terlihat normal. Walau penyebabnya telah diketahui. infeksi pada buah (busuk buah) mengganggu reproduksi dan penyimpanan makanan cadangan bagi pertumbuhan baru. penyakit dapat berkembang biak pada suatu pohon. atau menyebar secara pasif dari satu tanaman ke tanaman lain karena terbawa oleh angin atau aliran pada permukaan tanah. Sebaliknya. Penyebab penyakit yang tidak menular berbagai macam. Penyebab tiap macam penyakit memiliki ciri-ciri yang khas tentang siklus hidupnya. Pada penyebab penyakit yang menular. Akibat serangan penyebab yang tidak menular biasa terlihat secara menyeluruh atau secara sporadik tersebar seluas lahan yang faktor penyebab yang bersangkutan. limbah serta bahan-bahan kimia yang keluar dari industri serta dari mesin-mesin pembangkit tenaga dan sebgainya. pertautan daun. Bahan yang keluar dari industri dan dari mesin pembangkit tenaga inilah yang menyebabkan polusi udara. infeksi pada pembuluh kayu (layu vaskular atau kanker tertentu) akan mengganggu translokasi air dan hara ke tajuk tumbuhan c. infeksi pada korteks (kanker pada korteks) akan mengganggu translokasi hasil fotosintesis ke bagian bawah tumbuhan e. nematoda atau burung. infeksi yang terjadi pada akar (busuk akar) akan mengganggu penyerapan air dan hara dari dalam tanah b. Sel-sel hiperplasia atau hipertropi biasanya menghasilkan perkembangan organ-organ yang tidak berfungsi. Patogen mungkin menyebabkan penyakit pada tumbuhan dengan cara sebagai berikut : 1. antara lain pH tanah. Menghasilkan atau mengganggu metabolisme sel inang dengan toksin. kandungan air di dalam tanah. selokan atau sungai. Beberapa jenis patogen dapat terbawa oleh serangga. Melemahkan inang dengan cara menyerap makanan secara terus-menerus dari sel-sel inang untuk kebutuhannya 2. terdapat golongan penyakit dimana sel-sel yang dipengaruhi tidak menjadi lemah atau hancur. kurang tersedianya unsur hara tertentu di dalam tanah. infeksi pada daun (becak daun. padahal pengetahuan tentang itu diperlukan sebagai bahan untuk pengembangan cara pengendaliannya secara efektif. tetapi seringkali dengan pertumbuhan yang melebihi normal tersebut akan merusak atau menghancurkan jaringan normal didekatnya dan mengganggu fungsi-fungsi fisiologis tumbhan. ukurannya tidak normal. Penyebab penyakit semacam ini tidak menyebar dari satu tanaman ke tanaman lain. perkembangbiakannya tidak normal. cara bertahan hidup. infeksi pada bunga akan mengganggu reproduksi f. enzim. Sel-sel dan jaringan yang dirangsang lebih (over stimulated) tidak hanya mengalihkan menjadi tidak tersedia bagi jaringan normal. pertautan akar.Dapat dicontohkan sebagai berikut: a. hawar (blight) daun dan mosaik) akan mengganggu fotosintesis d. faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangannya serta cara penyebarannya. ciri-cirinya banyak yang belum diketahui. Penyebab penyakit ini dapat berkembang dan menyebar secara aktif dari satu pohon ke pohon yang lain melalui tanah.

Interaksi ketiga komponen tersebut telah umum digambarkan sebagai suatu segitiga. Polusi udara 6. atau abiotik (fisiopath) adalah penyakit yang disebabkan oleh: 1. Dengan cara yang sama. Kekurangan atau kelebihan cahaya 4. untuk terjadinya penyakit tumbuhan. Toksisitas pestisida 10. . Kekurangan atau kelebihan kelembaban tanah 3. Keracunan hara 8. Penyakit yang disebabkan oleh nematoda 6. Nampaknya komponen ketiga juga harus terdapat untuk dapat berkembangnya penyakit. penyakit tidak berkembang.3. Difesiensi hara 7. Secara umum penyakit tumbuhan dapat dapat diklasifikasikan atau dikelompokan sebagai berikut : I. Kultur teknis yang salah Tumbuhan menjadi sakit apabila tumbuhan tersebut diserang oleh patogen (parasit) atau dipengaruhi oleh agensia abiotik (fisiopath). Akan tetapi. jika tumbuhan bersifat tahan. patogen lebih virulen. Menghambat transportasi makanan. sangat kering. Jika pada saat terjadinya kontak dan untuk beberapa saat kemudian terjadi keadaan yang sangat dingin. meskipun telah terjadi kontak antara keduanya. masing-masing dari ketiga komponen tersebut dapat memperlihatkan keragaman yang luar biasa. Penyakit yang disebabkan oleh virus dan viroid 5. Penyakit yang disebabkan oleh protozoa Penyakit non-infektif. kelembaban. umumnya disebut segitiga penyakit (disease triangle). Penyakit yang disebabkan oleh tumbuhan tinggi parasit 4. maka akan mempengaruhi tingkat serangan penyakit dalam individu tumbuhan atau dalam populasi tumbuhan. dan apabila salah satu komponen tersebut berubah. sangat panas. Setiap sisi sebanding dengan total jumlah sifat-sifat tiap komponen yang memungkinkan terjadinya penyakit. Kekurangan oksigen 5. Mengkonsumsi kandungan sel inang setelah terjadi kontak Penyakit yang disebabkan oleh faktor lingkungan adalah hasil kondisi ekstrim yang mendukung pertumbuhan (suhu. atau beberapa keadaan ekstrim lainnya. dalam jumlah 2002 digitized by USU digital library 3 II. Penyakit yang disebabkan oleh jamur 2. sedikitnya harus terjadi kontak dan terjadi interaksi antara dua komponen (tumbuhan dan patogen). maka patogen mungkin tidak mampu menyerang atau tumbuhan mungkin mampu menahan serangan. cahaya dan lain-lain) dan kelebihan atau kekurangan zat kimia yang diserap atau dibutuhkan tumbuhan. Penyakit tumbuhan yang bersoifat infeksi atau (parasit) 1. sedangkan jika tuimbuhan rentan. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah 2. hara mineral dan air melalui jaringan pengangkut 4. Kemasaman atau salinitas 9. Sebagai contoh. maka sisi inangnya akan panjang dan jumlah potensial penyakit akan bertambah besar. pada tingkat pertumbuhan yang rentan atau dengan jarak tanam rapat. umumnya pada tingkat yang tidak menguntungkan atau dengan jarak tanam yang lebar maka segitiga penyakit – dan jumlah penyakit – akan kecil atau tidak ada. Penyakit yang disebabkan oleh prokariota (bakteri dan mikoplasma) 3. Oleh karena itu.

Suhu tinggi biasanya berperan dalam kerusakan sunsclad yang tampak pada bagian terkena sinar matahari pada buah berdaging dan sayuran. kelembaban dan angin yang dapat menurunkan tingkat ketahanan inang. suatu jenis pohon yang semula pada umurumur tertentu tidak menunjang gejala suatu penyakit.berlimpah dan dalam keadaan aktif. Demikian pula pada suatu kondisi lingkungan fisik atau kimia tertentu. Misalnya. pada umur-umur lebih lanjut dapat menjadi sakit. Hari dengan sinar matahari terik dan panas maka suhu jaringan buah yang terdapat di bawah sinar matahari langsung mungkin jauh lebih tinggi dibanding dengan jaringan buah dari sisi yang terlindung dan dikelilingi udara. apel. Juga keadaan lebih menguntungkan yang membantu patogen. oleh karena itu suatu kondisi lingkungan fisik atau kimia tertentu mungkin sekali cukup baik untuk pertumbuhan jenis pohon yang satu tetapi tidak baik untuk pertumbuhan jenis pohon yang lain. Pengaruh Suhu Tumbuhan umumnya tumbuh pada kisaran suhu 1 sampai 40 OC. Tiap jenis pohon memerlukan syarat mengenai faktor fisik atau kimia tertentu untuk pertumbuhannya yang optimal. terutama kelebihan cahaya. maka sisi lingkungan akan menjadi lebih panjang dan jumlah potensial penyakit lebih besar. Tumbuhan berbeda kemampuan bertahannya terhadap suhu ekstrim pada tingkat prtumbuhan yang berbeda. Penyebab Penyakit Faktor Lingkungan Bila penyebab penyakit adalah faktor lingkungan fisik atau kimia maka biasanya penyakit menjadi makin berat dengan pertambahan waktu. maka sisi patogen akan bertambah panjang dan jumlah potensial penyakitnya lebih besar. sedang kecepatan perkembangan tersebut beragam menurut jenis pohon. Pengaruh Suhu Tinggi Pada umunya tumbuhan lebih cepat rusak dan lebih cepat meluas kerusakannya apabila suhu lebih tinggi dari suhu maksimum untuk pertumbuhannya dibanding apabila suhu lebih rendah dari suhu minimum. Hal tersebut 2002 digitized by USU digital library 4 . Jaringan atau organ berbeda dari tumbuhan yang sama mungkin sangat bervariasi kesensitifannya (kepekaannya) terhadap suhu rendah yang sama. kekurangan oksigen. dan lebih keras akan lebih tahan terhadap suhu rendah dibanding kecambah muda. atau angin kencang bersamaan dengan kelembaban relatif yang rendah. sebagai contoh suhu. Tunas jauh lebih sensitif (peka) dibanding daun dan sebagainya. jenis faktor penyebab penyakit serta seberapa jauh penyimpangan kondisi faktor penyebab tersebut dari kondisi yang cukup baik untuk perkembangan pohon yang bersangkutan. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN PENYAKIT A. kekeringan. seperti cabe. tumbuhan yang lebih tua. Makin besar penyimpangan jenis pohon tertentu. makin cepatlah dan mungkin makin beratlah penyakit yang ditimbulkannya. umbi lapis bawang dan umbi kentang. II. tomat. Pengaruh suhu tinggi pada pertumbuhan berhubungan dengan pengaruh faktor lingkungan yang lain. kebanyakan jenis tumbuhan tumbuh sangat baik antara 15 dan 30 OC.

tetapi tumbuhan dan pepohonan juga dapat rusak dengan periode kering yang berlangsung lama dan menghasilkan pertumbuhan yang lambat. Keadaan basah. mungkin karena menurunnya suplai oksigen ke akar. melepuh. Walaupun tumbuhan setahun jauh lebih rentan terhadap periode pendek kekurangan air. menghasilkan nekrosis yang disebut blotch-type (tipe bisul). cherry. dan akhirnya layu dan mati. yang beracun bagi tumbuhan. buah muda dan kadangkadang ranting sukulen sebagian pepohohonan. Pepohonan yang dapat mati karena tergenang air. an-aerob menguntungkan pertumbuhan mikroorganisme an-aerob. ranting pendek. Banjir selama musim tanam dapat menyebabkan kelayuan tetap dan kematian tumbuhan semusim sukulen dalam dua sampai tiga hari. dan jika kekeringan berlanjut tumbuhan layu dan mati. defoliasi (pengguguran daun). 2002 digitized by USU digital library 5 . kecil dan jarang. kelihatan basah berair. daun menjadi kecil dan hangus. mempunyai daun. yang selama proses hidupnya membentuk substansi seperti nitrit. dan membunuh bunga.menghasilkan perubahan warna. yang menyebabkan permukaan buah lekuk. Kekurangan air mungkin juga terjadi secara lokal pada jenis tanah tertentu. dan pepohonan lain. Tumbuhan yang menderita karena kekurangan kelembaban tanah biasanya tetap kerdil. sebagian besar umbi menjadi rusak. Suhu tinggi juga terlibat dalam kekacauan air biji (water core) pada apel dan penurunan oksigen yang menyebabkan terjadinya blacheart pada kentang. Tingkat kerusakan yang lebih umum. kemiringan tertentu atau lapisan tanah yang tipis yang dibawahnya terdapat batu atau pasir. Kerusakan awal hanya mempengaruhi jaringan vaskular utama yang lebih meluas yang berselang-selang pada umbi akan menghasilkan nekrosis seperti jaring. Kerusakan tersebut meliputi kerusakan yang disebabkan oleh late frost (embun upas) terhadap titik meristematik muda atau keseluruhan bagian tumbuhan herba. dieback. Kekurangan oksigen menyebabkan sel-sel akar mengalami stres. dan keringnya jaringan di bawah kulit. sesak napas dan kolapsi. Kerusakan yang terjadi bervariasi tergantung pada tingkat penurunan suhu dan lama suhu rendah tersebut berlangsung. embun upas yang membunuh tunas pada persik. Tumbuhan yang lemah karena kekeringan juga lebih rentan terhadap serangan patogen dan serangga tertentu. hijau pucat sampai kuning terang. Disamping itu. bulu-bulu akar tumbuhan membusuk. Pengaruh Kelembaban Pengaruh Kelembaban Tanah Rendah Gangguan kelembaban di dalam tanah mungkin bertanggung jawab terhadap lebih banyaknya tumbuhan yang tumbuh jelek dan menjadi tidak produktif sepanjang musim. Pengaruh Kelembaban Tanah Tinggi Akbat kelebihan kelembaban tanah yang disebabkan banjir atau drainase yang jelek. tetapi biasanya muncul kerusakan lebih lambat yaitu selama beberapa minggu jika akar tergenang terus-menerus. Suhu di bawah tiitik beku menyebabkan berbagai kerusakan terhadap tumbuhan. seringkali menyebabkan layu dan daun berwarna hijau pucat atau hijau kekuningan. Drainase yang jelek menyebabkan tumbuhan tidak vigor. bunga dan buah sedikit. sel-sel akar yang dirusak secara langsung oleh kekurangan oksigen akan kehilangan permeabilitas selektifnya dan dapat memberi peluang terambilnya zat-zat besi atau bahan-bahan beracun lain oleh tumbuhan. Pengaruh Suhu Rendah Kerusakan tumbuhan yang disebabkan oleh suhu rendah lebih besar dibanding dengan suhu tinggi.

klorin dan kadang-kadang uap air raksa. terutama selama periode pernapasan cepat pada suhu tinggi.Klorin (Cl2) yang berasal dari kilang minyak. magnesium dan sulfur dibutuhkan dalam jumlah yang relatif besar yang disebut unsur makro. pada konsentrasi menyebabkan klorosis umum dan pada konsentrasi tinggi menyebabkan keputihan pada jaringan antar tulang daun. Seringkali tumbuhan atau hasil tumbuhan yang disimpan dalam gudang dengan ventilasi yang tidak baik dipengaruhi oleh polutan yang dihasilkan oleh tumbuhan itu sendiri (etilen) atau dari kebocoran sistem pendingin (amoniak). Contoh dari kasus ini adalah berkembangnya penyakit yang disebut blackheart pada kentang. amoniak. tetapi beberapa bahan yang berupa partikel atau debu juga mempengaruhi vegetasi. seng. menyebabkan daun terlihat keputihan. sedangkan yang lain seperti besi. atau pada penyimpanan produk tersebut di dalam tumpukan yang besar sekali. Beberapa kerusakan yang disebabkan oleh polutan udara sebagai berikut : . dan gugurnya daun bunga secara prematur. daun berkembang secara abnormal dan senesen secara prematur. menyebarkan pengaruh buruknya melewati daerah tertentu. Beberapa gas kontaminan seperti etilen. molibdenum dan klorin dalam jumlah kecil yang disebut unsur mikro. Suplai (penyediaan) oksigen sel pada bagian dalam umbi tidak mencukupi untuk mendukung peningkatan pernapasan. terjadinya nekrosis antar tulang daun. Keadaan tersebut dikenal dengan etiolasi. Cahaya Kekurangan cahaya memperlambat pembentukan klorofil dan mendorong pertumbuhan ramping dengan ruas yang panjang. mangan. Kelebihan cahaya agak jarang terjadi di alam dan jarang merusak tumbuhan.Sulfur dioksida (SO2) yang berasal dari asap pabrik.Etilen (CH2CH2) yang berasal dari gas buangan automobil. pertumbuhan seperti kumparan. boron. kemudian menyebabkan daun berwarna hijau pucat. seperti nitrogen. . kalium. Reaksi tersebut secara abnormal mengoksidasi penyusun tumbuhan yang normal menjadi pigmen melanin hitam. tembaga. menyebabkan tumbuhan tetap kerdil. Banyak kerusakan yang berhubungan dengan cahaya mungkin akibat suhu tinggi yang menyertai intensitas cahaya tinggi. tepi daun nampak seperti hangus. Fungsi-fungsi tersebut mungkin menghambat atau mengganggu apabila unsur-unsur tersebut terbatas. Jenis gejala yang dihasilkan oleh defisiensi hara tertentu trutama tergantung pada fungsi unsur tersebut di dalam tumbuhan. Defisiensi Hara pada Tumbuhan Tumbuhan membutuhkan beberapa unsur mineral untuk pertumbuhan yang normal. posfor. Pigmen tersebut menyebar ke sekitar jaringan umbi dan akhirnya menjadikan umbi tampak hitam. Tumbuhan teretiolasi didapatkan di lapangan hanya apabila tumbuhan tersebut ditanam dengan jarak yang terlalu dekat atau apabila ditanam di bawah pohon atau benda lain. . dan sel tersebut mati karena kekurangan oksidasi.Kekurangan Oksigen Tingkat oksigen rendah yang terjadi pada pusat buah atau sayuran yang berdaging di lapangan. Reaksi enzimatik yang diaktivasi oleh suhu tinggi dan kurang oksidasi berjalan sebelum. selama dan sesudah kematian sel. Gejala 2002 digitized by USU digital library 6 . Polutan Udara Hampir semua polutan udara yang menyebabkan kerusakan pada tumbuhan berbentuk gas. yang dalam suhu cukup tinggi merangsang pernapasan dan reaksi enzimatik yang abnormal pada umbi kentang. Beberapa unsur.

apabila terjadi defisiensi menyebabkan tumbuhan tumbuh jelek dan daun hijau kebiruan. . Beberapa individu. dan Rhizoctonia spp. . bakteri. nematoda dan sebagainya..Besi. apabila terjadi defisiensi menyebabkan tumbuhan mempunyai tunas kecil yang pada keadaan ganas timbul mati-ujung. . Ketahanan suatu jenis pohon terhadap serangan suatu jenis patogen tidak selalu sama pada semua umur. Contoh yang khas adalah penyakit lodoh yang disebsbkan oleh Pythium spp. berhasil atau tidaknya suatu penyakit berkembang pada suatu pohon atau pertanaman tergantung pada tiga faktor yaitu sifat genetik pohon. yang hanya terjadi pada kecambah. atau yang berasal dari tempat tumbuh lain. 2002 digitized by USU digital library 7 .Kalium. mempunyai sifat-sifat fisiologis yang beragam dan termasuk kemampuannya dalam menyebabkan penyakit pada suatu jenis pohon. tetapi tulang daun utamanya tetap hijau seperti biasa. Sifat Genetik Pohon Dalam populasi tiap jenis terdapat ketahanan pohon terhadap suatu jenis patogen. Fusarium spp. Phytophthora spp. Jumlah daun sedikit dan mengecil. galur. ruas pendek dan tunas berbentu roset. Sebagian atau keseluruhan daun mungkin mati. apabila terjadi defisiensi menyebabkan terjadinya gejala klorosis antar pertulangan daun yang akhirnya menyebabkan nekrosis dan menghasilkan pigmentasi ungu. sehingga patogen mati sebelum dapat berkembang lebih lanjut dan gagal menyebabkan penyakit pada pohon. pembentukan jaringan dengan sel-sel yang berdinding gabus tebal segera setelah patogen memasuki jaringan tanaman atau produksi bahan-bahan toksik di dalam jaringan yang cukup banyak sebelum atau sesudah patogen memasuki jaringan tanaman. Gejala yang ditimbulkan tumbuhan sebagai akibat defisiensi hara adalah sebagai berikut : . Keganasan Patogen Penyakit yangt disebabkan oleh patogen seperti jamur. Daun yang lebih tua memperlihatkan gejala klorosis dengan kecoklatan pada ujung pinggirnya mengering dan biasanya banyak bercak coklat di pinggirnya. galur.Seng. Penyebab Penyakit oleh Faktor yang Dapat Menular Bagi penyakit yang disebabkan oleh faktor yang dapat menular. . seperti kurangnya jumlah stomata per satuan luas daun. Daun gugur dengan cepat. apabila terjadi defisiensi menyebabkan daun muda mengalami klorosis berat.. virus. apabila terjadi defisiensi menyebabkan tumbuhan tumbuh jelek dan berwarna hijau muda. tetapi ciri-ciri diagnostik lain biasanya berhubungan dengan defisiensi unsur tertentu. Ketahanan ini dapat terjadi karena kemampuan pohon untuk membentuk struktur-struktur tertentu yang tidak menguntungkan perkembangan patogen pada pohon tersebut.tertentu biasanya sama pada defisiensi beberap unsur.Nitrogen. atau tanaman yang berasal dari tempat tumbuh tertentu mungkin lebih tahan terhadap suatu jenis patogen. B. pembentukan lapisan kutikula yang tebal. Kadang-kadang berkembang bercak coklat. mikoplasma. dan produksi buah rendah. Daun bagian bawah kadang-kadang berubah menjadi karat muda dengan bercak ungu atau coklat.Posfor. dibandingkan dengan individu. keganasan (virulensi) patogen dan keadaan lingkungan. Daun bagian bawah berubah kuning atau coklat muda dan batang pendek dan kurus.

Sebagai contoh untuk biotik adalah jasad-jasad renik yang ada di sekitar patogen. Pada bakteri dikenal adanya konjugasi. tetapi yang berasal dari berbagai daerah atau berbagai jenis pohon. heterokariosis dan paraseksualisme. Hal ini disebabkan karena adanya interaksi antara jasad renik di sekitar patogen. Perubahan itu bisa terjadi karena hibridisasi. pH tanah dan bahan-bahan kimia di dalam tanah. dan yang memiliki bentuk serta cara perkembangbiakan yang sama. 2002 digitized by USU digital library 8 . tergantung pada gen yang terkandung di dalam inti atau bahan yang bertindak sebagai inti. dan dapat pula mempengaruhi perkembangan penyakit yang ditimbulkan oleh patogen. saingan dalam memperoleh makanan atau dengan melalui antibiosis. Demikian pula suatu galur tertentu patogen yang semula memiliki suatu taraf keganasan tertentu sesudah beberapa waktu dapat berubah memiliki taraf keganasan yang lain atau terpecah menjadi beberapa galur dengan berbagai taraf keganasan. Jasad yang berkembang di sekitar patogen adalah yang secara langsung berpengaruh terhadap daya tahan hidup patogen dengan bertindak sebagai parasit. vektor.Berbagai galur atau asal (isolat) suatu jenis patogen dapat beragam keganasannya (virulensinya). maka demikian pula virulensi pada suatu jenis patogen dapat berubah dari waktu ke waktu. yang biasanya menyerang akar. Pengaruh faktor lingkungan biotik yang jelas adalah pada patogen yang bertahan hidup dan berkembang di dalam tanah. Unsurunsur biotik yang lain dapat berpengaruh secara tidak langsung terhadap patogen. kelembaban udara. dapat berlainan keganasannya. Mengingat susunan gen karena berbagai proses dapat berubah. Itulah sebabnya mengapa suatu jenis patogen yang sama. transfusi. Interaksi dapat mengakibatkan berkembangnya atau turunnya populasi jasad renik yang menguntungkan atau merugikan patogen. Keadaan Lingkungan Faktor lingkungan dapat dipisahkan antara yang biotik (hidup) dan yang abiotik (mati). Suatu faktor abiotik tertentu dapat menyebabkan pohon mengalami tekanan hingga penyakit yang ditimbulkan oleh patogen menjadi lebih berat dibandingkan dengan bila pohon hanya terserang oleh patogen. Faktor lingkungan fisik atau kimia dapat bekerja sendiri dan menyebabkan pohon menjadi sakit tanpa adanya serangan suatu patogen. kadar air tanah. dan transduksi. Kelompok faktor lingkungan yang lain adalah unsur-unsur abiotik (tidak hidup) seperti suhu. Dengan demikian maka unsur-unsur biotik lingkungan dapat berpengaruh secara langsung atau tidak langsung terhadap perkembangan penyakit pada pohon. Di samping itu perubahan keganasan virulensi dapat terjadi karena mutasi dan adaptasi sitoplasmik.

miselium terdiri atas banyak sel yang mengandung satu atau dua inti per sel (celluler). PENYAKIT TUMBUHAN YANG DISEBABKAN OLEH JAMUR Jamur (fungi) merupakan suatu bagain dari Thallophyta. Ekologi dan Penyebaran Hampir semua jamur patogen tumbuhan menghabiskan sebagian hidupnya pada tumbuhan inangnya dan sebagian di dalam tanah atau sisa tumbuhan di dalam tanah.III. Beberapa jamur hifanya hanya 0. mempunyai dinding sel yang jelas. Beberapa jenis jamur dapat tumbuh dan memperbanyak diri hanya apabila tetap berhubungan dengan tumbuhan inangnya selama hidupnya. umumnya tebal hifa atau miselium seragam. dan secara alami tidak tumbuh pada jenis bahan organik lain. tubular (seperti pipa). jenis jamur lain harus melewati sebagian hidupnya pada inang sebagai parasit dan sebagian pada jaringan yang telah mati di tanah sebagai saprofit. Hifa-hifa ini merupakan miselium dimana ada yang berserabut ada yang tidak. Panjang miselium pada beberapa jenis jamur mungkin hanya beberapa mikrometer. jamur yang demikian disebut parasit non-obligat. amoeboid. bersambungan. berinti banyak atau sistem helaian yang sangat tidak seragam dengan diameter sangat bergam yang disebut rizomiselium. baik jaringan hidup atau yang mati. dan setiap jenis jamur parasit dapat menyerang satu atau banyak jenis tumbuhan. Beberapa jamur melewati seluruh hidupnya pada inangnya. Bagian tubuhnya yang bersifat vegetatif terdiri atas benang-benang yang halus dan dinamakan hifa. dan cabang-cabang tunggal atau filamen dari miselium disebut hifa. Pada beberapa jamur. sedangkan jamur yang lain tebalnya dapat lebih dari 100µm. Karakteristik Jamur Patogenik Tumbuhan Morfologi Sebagian besar jamur mempunyai tubuh vegetatif seperti tumbuhan yang lebih kurang terdiri dari filamen (benang) memanjang. tetapi spora tersebut tidak aktif sampai terbawa kembali ke inang tempat mereka dapat tumbuh dan memperbanyak diri. Untuk menyelesaikan daur hidupnya di alam. 2002 digitized by USU digital library 9 . Jamur kelompok ketiga tumbuh secara parasit pada inangnya. jamur yang demkian dikenal dengan parasit obligat atau biotrof.5 µm. tumbuh dan memperbanyak diri pada jaringan inang setelah jaringan tersebut mati dan selanjutnya mungkin pindah dari sisa-sisa inang tersebut ke tanah atau bahan tumbuhan lain yang melapuk dimana mereka dapat tumbuh dan memperbanyak diri sebagai saprofit biasa. bercabang. Beberapa jamur yang lebih rendah tidak mempunyai miselium yang sesungguhnya dan menghasilkan plasmodium yang telanjang. Tubuh jamur disebut miselium. sehingga tak bisa untuk melakukan asimilasi. Jenis lain membutuhkan tumbuhan inang untuk sebagian daur hidupnya tetapi tetap dapat menyelesaikan daurnya pada bahan organik mati maupun pada tumbuhan hidup. dan mungkin hanya spora yang mendarat di tanah. mikroskopis. Semua tumbuhan diserang oleh beberapa jenis jamur. tetapi ada jenis lain yang dapat menghasilkan benang miselium sepanjang beberapa meter. Lebih dari 8000 spesies jamur dapat menyebabkan penyakit pada tunbuhan. yang karakteristiknya berhubungan dengan tidak adanya klorofil sama sekali. Miselium yang lain bersifat saenositik (caenocytic) yaitu mengandung banyak inti dan keseluruhan miselium berupa satu sel multi inti yang bersambungan. tetapi jamur tersebut dapat terus hidup. Akan tetapi kelompok jamur yang terakhir ini tetap secara terus-menerus berhubungan dengan jaringan inangnya.

burung. Angin mungkin agensia penyebaran spora yang paling penting dari sebagian besar jenis jamur. Jauhnya spora tersebar bervariasi yang tergantung pada agensia penyebarannya. Umumnya jamur menyebabkan nekrosis lokal atau nekrosis umum atau membunuh jaringan tumbuhan. ukuran. secara bersamaan pada inang yang sama atau yang satu mengikuti yang lain pada inang yang sama. Pada kasus yang lain. dan karena ada lebih dari 100. hewan lain serta manusia. cabang. dan akhirnya termasuk spesies jamur tersebut. hipotropfi. ordo. Identifikasi Karena setiap jenis tumbuahn yang disebabkan jamur biasanya hanya disebabkan oleh satu jenis jamur. Gejala nekrosis yang sangat umum adalah sebagai berikut : Bercak daun (leaf spot) yaitu : luka atau noda yang bersifat lokal pada daun inang yang terdiri atas sel-sel yang mati dan kalopsi Hawar (Blight) yaitu : organ daun. walaupun awal pelepasannya pada beberapa jenis jamur dibantu oleh tekanan. serta angin dapat membawa spora dengan jarak yang jauh. warna dan pola susunan spora pada sporofor atau tubuh buah dan juga bentuk dan warna sporofor atau badan buah merupakan sifat-sifat yang telah mencukupi untuk diamati bagi seseorang yang telah cukup berpengalaman dalam taksonomi jamur untuk menentukan nama kelas.Penyebaran sebagian besar jamur patogenik tumbuhan dari suatu tumbuhan yang sama bergantung pada kesempatan penyebaran oleh agensia-agensia seperti angin. Gejala yang Disebabkan Jamur pada Tumbuhan Jamur menyebabkan gejala lokal atau gejala sistemik pada inangnya. a. penyebaran spora pada hampir semua jamur berlangsung secara pasif. serangga. dan hipoplasia (kerdil) organorgan tumbuhan atau keseluruhan tumbuhan. sifat-sifat tersebut dapat digunakan untuk menjajaki jamur tersebut melalui kunci analisis jamur yang telah dipublikasikan untuk menentukan genus. air. Sifat-sifat jamur yang sangat penting yang digunakan untuk identifikasi adalah spora dan fruktifikasi (tubuh buah) atau struktur yang menghasilkan spora dan beberapa sifat tubuh jamur (plasmodium atau miselium). Mati ujung (dieback) yaitu : nekrosis ranting secara ekstensif yang berawal dari ujung dan berkembang menuju pangkalnya. Jamur terutama disebarkan dalam bentuk spora. Busuk akar yaitu : hancur dan membusuknya sebagain atau seluruh sistem parakaran tumbuhan. dan gejala tersebut mungkin terjadi secara terpisah pada inang-inang yang berbeda. Kanker yaitu : luka nekrosis atau luka yang terlokalisasi. 2002 digitized by USU digital library 10 . dan hiperplasia (pertumbuhan kerdil) bagian-bagain atau keseluruhan tumbuhan. maka identifikasi jamur pada spesimen tumbuhan sakit atau dari biakan jamur dari semua jenis jamur yang ada harus dengan jalan memisahkan salah satu diantaranya sebagai spesies jamur yang dicurigai.000 spesies yang berbeda. sering mencekung pada permukaan batang jaringan tumbuhan berkayu. dan genus jamur tersebut harus dimasukkan. agensia lain seperti air atau serangga mungkin memainkan peranan penting yang jauh lebih penting dibanding dengan angin dalam penyebaran sporanya. Bentuk. ranting dan bunga menjadi coklat dengan sangat cepat dan menyeluruh yang menyebabkan kematian. Untuk jamur tertentu. famili.

Karat yaitu : terdapat banyak luka-luka kecil pada daun atau batang. menghasilkan bermacam-macam senyawa kinia yang dapat menghasilkan gejala pebnyakit-penyakit tanaman meskipun tidak ada organisme penyebab penyakit. Di samping itu. biasanya berwarna seperti karat. Adanya hambatan pergerakan air dalam tubuh tanaman menyebabkan terjadinya layu patologis yang tidak bisa balik yang berakibat kematian tanaman seperti kasus-kasus penyakit layu pada kapas dan tomat yang disebabkan oleh Fusarium spp. Asam fusarat atau asam 5nbutilpiridin-2-karboksilat merupakan racun yang larut dalam air yang sekaligus juga merupakan antibiotik. Busuk basah dan busuk kering yaitu : terjadinya maserasi (pembusukan) dan hancurnya buah. daun. Layu yaitu : gejala sekunder yang menyeluruh dimana daun atau tunas kehilangan turgor dan merunduk karena terganggunya sistem vaskular akar dan batang. Keriting daun yaitu : daun berubah bentuk. Kutil yaitu : tonjolan seperti kutil pada umbi dan batang. Kudis yaitu : luka yang teralokasi pada buah. Decline yaitu : tumbuhan yang tumbuh lurus. akar. Antraknosa yaitu : luka nekrosis yang lekuk seperti mangkuk pada batang. Bengkak atau puru yaitu : bagian tumbuhan membesar dan biasanya dipenuhi oleh miselium jamur. Busuk batang bawah yaitu : hancurnya batang bagian bawah. Gejala-gejala yang berhubungan dengan hipertopi atai hiperplasia dan perubahan bentuk atau pemutaran (distorsi) bagian tumbuhan meliputi : Akar pekuk yaitu : akar membesar terlihat seperti kumparan atau gada. daun dan umbi dan lain-lain. biasanya ditutupi oleh miselium dan fruktifikasi jamur. Mildew (embun) yaitu : bagian daun. kaku. menebal dan keriting. Kalau suhu tidak terlalu rendah dan 2002 digitized by USU digital library 11 . b. Salah satu contohnya adalah asam fusarat yang dihasilkan oleh Fusarium spp. Toksin ini mengganggu permeabilitas membran dan akhirnya mempengaruhi ekonomi air tanaman. yang memberi bentuk seperti kudis. ada yang terdefolasi (menggugurkan daun) dan mati ujung (dieback). daun mengecil. umbi. layu dan bahkan penyakit tertentu menyebabkan hiperplasia pada beberapa organ tumbuhan. menguning atau merah. umbi lapis dan daun yang berdaging. Hampir semua gejala di atas mungkin dapat menyebabkan tumbuhan yang terinfeksi menjadi sangat kerdil. seperti akar pekuk (clubroot) mungkin menyebabkan kekerdilan tumbuhan secara menyeluruh. Parasit-parasit tanaman terutama jamur. Adapun gejala dari penyakit ini adalah daun-daun yang sakit mempunyai bercakbercak nekrotis pada tepi dan ujungnya. Witches-broom (sapu setan) yaitu : cabang-cabang ranting yang mengarah ke atas dengan sangat banyak. embun (mildew). biasanya sedikit menonjol dan puncaknya mencekung dan pecah. batang dan buah yang klorosis atau nekrosis. buah atau bunga tumbuhan inang.Rebah kecambah atau patah rebah (damping off) yaitu : kalopsi dan mati dengan cepat kecambah yang nasih sangat muda pada pembibitan di lapangan. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh jamur busuk daun yang disebabkan oleh Phytophthora infestans (Mont) busuk daun kentang (lite blight) yang sering juga disebut sebagai hawar daun adalah penyakit yang terpenting pada tanaman kentang. gejala yang lain seperti karat daun.

Bahkan kalau cuaca seperti ini berlangsung lama. Dalam cuaca yang lembab pada sisi bawah bagian daun yang sakit terdapat lapisan kelabu tipis yang terdiri dari konidiofor dan konidium jamur. segera mengering dan tidak meluas. Dalam cuaca yang kering jumlah bercak terbatas. jamur dapat naik ke tunas muda yang baru saja tumbuh dan membentuk banyak konidium atau sporangium. 2002 digitized by USU digital library 12 .2 jam. Pada suhu 10 – 25 OC kalau ada air. Jamur juga dapat mempertahankan diri pada tanaman-tanaman lain seperti pada tomat. Pada suhu 30 OC perkembangan bercak akan terhambat. Umumnya gejala baru tampak bila tanaman berumur lebih dari satu bulan. bercak-bercak tadi akan meluas dengan cepat dan mematikan daun. Daur penyakit ini adalah dapat berlangsung dari musim ke musim dalam umbi-umbi yang sakit. konidium membentuk spora kembara dalam waktu ½ . Perkembangan bercak pada daun paling cepat terjadi pada suhu 18 – 20 OC. Oleh karena itu pada kentang dataran rendah (kurang dari 500 m dari permukaan laut) Phytophthora infestans tidak merupakan masalah. Kalau umbi yang sakit ditanam. sedang pada kelembaban 50 – 80% dalam waktu 3 – 6 jam. seluruh tanaman di atas tanah akan mati. dan spora kembara ini akan menbentuk pembuluh kecambah dalam waktu 2 – 2½ jam. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit adalah pada perkecambahan konidium Phytophthora infestans sangat dipengaruhi oleh kelembaban dan suhu.kelembaban cukup tinggi. Tetapi sudah diketahui bahwa Phytophthora infestans dari kentang dan tomat agak berbeda virulensinya. Pada udara kering konidium sudah mati dalam waktu 1 – 2 jam.

Fisiologi Tanaman Budidaya (Terjemahan Herawati Susilo). Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia. Semangun. C.S. Rao. Boothroyd. 1996. 1992. L. Mitchell.P. B. W. W. Roberts. Salisbury. Macmillan Publishing Co. W. C. F. Taksonomi Tumbuhan Obat-obatan. Likman). S. Ross. Penyakit-penyakit Tanaman Hortikutura di Indonesia. ITB Bandung. Prosiding Seminar Nasinal Ancaman Terhadap Hutan Tanaman Industri. D. Universitas Indonesia. G. 1986. Hadi. Gadjah Mada University Press. S. Jakarta. 2002 digitized by USU digital library 13 . G. 1991. B.H. Plant Physiology.N. Gadjah Mada University Press. Tjitrosoepomo. 1984. F. 1994. N. Fundamentals of Plant Pathology. New York. Gardner.G. Mikroorganisme Tanah dan Pertumbuhan Tanaman. Pearce. R. Inc.. R..S. Fisiologi Tumbuhan (Trejkemahan Diah R. H.DAFTAR PUSTAKA Agrios. Pengelolaan Hutan tanaman Industri dengan Penekanan pada Masalah Upaya Perlindungan Terhadap Penyakit. R. Freeman and Company.. A. 1979. Ilmu Penyakit Tumbuhan (Terjemahan Munzir Busnia). London. Bidwek. Gadjah Mada University Press. New York Coller Macmillan Publisher. Universitas Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful