BAB KE SATU Tentang perikatan-perikatan umumnya BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1233.

Tiap-tiap perikatan dilahirkan baik karena persetujuan, baik karena undang-undang. 1234. Tiap-tiap perikatan adalah untuk memberikan sesuatu, untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu. BAGIAN KE DUA Tentang perikatan-perikatan untuk memberikan sesuatu 1235. Dalam tiap-tiap perikatan untuk memberikan sesuatu adalah termaktub kewajiban si berutang untuk menyerahkan kebendaan yang bersangkutan dan untuk merawatnya sebagai seorang bapak rumah yang baik, sampai pada saat penyerahan. Kewajiban yang terakhir ini adalah kurang atau lebih luas terhadap perjanjian-perjanjian tertentu, yang akibat-akibatnya mengenai hal ini ditunjuk dalam bab-bab yang bersangkutan. 1236. Si berutang adalah wajib memberikan ganti biaya, rugi dan bunga kepada si berpiutang, apabila ia telah membawa dirinya dalam keadaan tak mampu untuk menyerahkan kebendaannya, atau telah tidak merawat sepatutnya guna menyelamatkannya. 1237. Dalam hal adanya perikatan untuk memberikan suatu kebendaan tertentu, kebendaan itu semenjak perikatan dilahirkan, adalah atas tanggungan si berpiutang. Jika si berutang lalai akan menyerahkannya, maka semenjak saat kelalaian, kebendaan adalah atas tanggungannya. 1239. Si berutang adalah lalai, apabila ia dengan surat perintah atau dengan sebuah akta sejenis itu telah dinyatakan lalai, atau demi perikatannya sendiri, ialah jika ini menetapkan, bahwa si berutang harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan.

BAGIAN KE TIGA Tentang perikatan-perikatan untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu 1239. Tiap-tiap perikatan untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu, apabila si berutang tidak memenuhi kewajibannya, mendapatkan penyelesaiannya dalam kewajiban memberikan penggantian biaya, rugi dan bunga. 1240. Dalam pada itu si berpiutang adalah berhak menuntut akan penghapusan segala sesuatu yang telah dibuat berlawanan dengan perikatan, dan bolehlah ia minta supaya dikuasakan oleh Hakim untuk menyuruh menghapuskan segala sesuatu yang telah dibuat tadi atas biaya si berutang; dengan tak mengurangi hak menuntut penggantian biaya, rugi dan bunga jika, ada alasan untuk itu. 1241. Apabila perikatan tidak dilaksanakannya, maka si berpiutang boleh juga dikuasakan supaya dia sendirilah mengusahakan pelaksanaannya atas biaya si berutang. 1242. Jika perikatan itu bertujuan untuk tidak berbuat sesuatu, maka, pihak yang manapun jika, yang berbuat berlawanan dengan perikatan, karena pelanggaran, itu dan karena itu pun saja, wajiblah ia akan penggantian biaya, rugi dan bunga. BAGIAN KE EMPAT Tentang penggantian biaya, rugi dan bunga karena tidak dipenuhinya suatu perikatan 1243. Penggantian biaya, rugi dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan, barulah mulai diwajibkan, apabila si berutang, setelah dinyatakan lalai memenuhi perikatannya, tetap melalaikannya, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dibuatnya, hanya dapat diberikan atau dibuat dalam tenggang waktu yang telah dilampaukannya. 1244. Jika ada alasan untuk itu, si berutang harus dihukum mengganti biaya, rugi dan bunga apabila ia tak dapat membuktikan, bahwa hal tidak atau tidak pada waktu yang tepat dilaksanakannya perikatan itu, disebabkan suatu hal yang tak terduga, pun tak dapat dipertanggungjawabkan padanya, kesemuanya itu pun jika itikad buruk tidaklah ada pada pihaknya.

1245. Tidaklah biaya rugi dan bunga, harus digantinya, apabila lantaran keadaan memaksa atau lantaran suatu kejadian tak disengaja si berutang beralangan memberikan atau berbuat sesuatu yang diwajibkan, atau lantaran hal-hal yang sama telah melakukan perbuatan yang terlarang. 1246. Biaya, rugi dan bunga yang oleh si berpiutang boleh dituntut akan penggantiannya, terdirilah pada umumnya atas rugi yang telah dideritanya dan untung yang sedianya harus dapat dinikmatinya, dengan tak mengurangi pengecualian-pengecualian serta perubahan-perubahan yang akan disebut di bawah ini. 1247. Si berutang hanya diwajibkan mengganti biaya, rugi dan bunga yang nyata telah, atau sedianya harus dapat diduganya sewaktu perikatan dilahirkan, kecuali jika hal tidak dipenuhinya perikatan itu disebabkan sesuatu tipu-daya yang dilakukan olehnya. 1249. Bahkan jika hal tidak dipenuhinya perikatan itu disebabkan tipu-daya si berutang, penggantian biaya, rugi dan bunga sekadar mengenai kerugian yang dideritanya oleh si berpiutang dan keuntungan yang terhilang baginya, hanyalah terdiri atas apa yang merupakan akibat langsung dari tak dipenuhinya perikatan. 1249. Jika dalam suatu perikatan ditentukannya, bahwa si yang lalai memenuhinya, sebagai ganti rugi harus membayar suatu jumlah uang tertentu, maka kepada pihak yang lain tak boleh diberikan suatu jumlah yang lebih maupun yang kurang dari pada jumlah itu. 1250. Dalam tiap-tiap perikatan yang semata-mata berhubungan dengan pembayaran sejumlah uang, penggantian biaya, rugi dan bunga sekadar disebabkan terlambatnya pelaksanaan, hanya terdiri atas bunga yang ditentukan oleh undangundang, dengan tidak mengurangi peraturan-peraturan undang-undang khusus. Penggantian biaya, rugi dan bunga tersebut wajib dibayar, dengan tidak usah dibuktikannya sesuatu kerugian oleh si berpiutang. Penggantian biaya, rugi dan bunga itu hanya harus dibayar terhitung mulai dari ia diminta di muka Pengadilan, kecuali dalam hal-hal dimana undang-undang menetapkan bahwa ia berlaku demi hukum. 1251. Bunga dari uang pokok yang dapat ditagih dapat pula menghasilkan

padahal perbuatan itu sudah terjadi. Semua syarat harus terpenuhi secara yang mungkin dikehendaki dan dimaksudkan oleh kedua belah pihak. 1255. atau sesuatu yang dilarang oleh undang-undang. Semua perikatan adalah batal. 1258. dan berakibat bahwa perjanjian yang digantungkan padanya. 1256. 1252. Jika suatu perikatan bergantung pada syarat bahwa suatu peristiwa . sepertinya uang gadai dan uang sewa. Suatu perikatan adalah bersyarat manakala ia digantungkan pada suatu peristiwa yang masih akan datang dan yang masih belum tentu akan terjadi. 1254. jika pelaksanaannya semata-mata bergantung pada kemauan orang yang terikat. Peraturan yang sama berlaku terhadap pengembalian penghasilanpenghasilan dan bunga yang dibayar oleh seorang pihak ke tiga kepada si berpiutang. Meskipun demikian. tak berdaya. menghasilkan bunga mulai hari dilakukannya penuntutan atau dibuatnya perjanjian. tidak membuat perikatan yang digantungkan padanya. maupun karena suatu persetujuan khusus. bunga abadi atau bunga selama hidupnya seorang. penghasilan-penghasilan yang dapat ditagih. Tetapi. 1257. maupun secara membatalkan perikatan menurut terjadi atau tidak terjadinya peristiwa tersebut.bunga. tak berdaya. jika perikatan bergantung pada suatu perbuatan yang pelaksanaannya berada didalam kekuasaan orang tersebut. BAGIAN KE LIMA Tentang perikatan-perikatan bersyarat 1253. baik karena suatu permintaan di muka Pengadilan. sesuatu yang bertentangan dengan kesusilaan baik. Syarat yang bertujuan tidak melakukan sesuatu yang tak mungkin terlaksana. untuk pembebasan si berutang. adalah batal. Semua syarat yang bertujuan melakukan sesuatu yang tak mungkin terlaksana. perikatan adalah sah. asal saja permintaan atau persetujuan tersebut mengenai bunga yang harus dibayar untuk satu tahun. baik secara menangguhkan perikatan hingga terjadinya peristiwa semacam itu.

1262. atau yang bergantung pada suatu hal yang sudah terjadi tetapi tidak diketahui oleh kedua belah pihak. 1261. Dalam hal yang pertama perikatan tidak dapat dilaksanakan sebelum peristiwa telah terjadi. Begitu juga syarat telah terpenuhi. Syarat dianggap telah terpenuhi. maka . jika sebelum waktu tersebut lampau. Jika suatu perikatan bergantung pada suatu syarat bahwa sesuatu peristiwa didalam suatu waktu tertentu tidak akan terjadi. melakukan segala usaha yang perlu untuk menjaga jangan sampai haknya hilang. Jika barang tersebut sama. dan syarat itu tidak dianggap tidak ada sebelum ada kepastian bahwa peristiwa tidak akan terjadi. maka syarat tersebut setiap waktu dapat terpenuhi. Jika waktu tidak ditentukan. apabila waktu tersebut telah lampau dengan tidak terjadinya peristiwa tersebut. Jika perikatan bergantung pada suatu syarat tangguh. maka syarat itu bertaku surut hingga saat lahimya perikatan. Apabila syarat telah terpenuhi. tetapi jika tidak ditetapkan suatu waktu. maka barang yang menjadi pokok perikatan tetap menjadi tanggungannya si berutang. 1263. maka syarat tersebut dianggap tidak ada.akan terjadi didalam suatu waktu tertentu. jika si berutang yang terikat olehnya. maka syarat tersebut telah terpenuhi apabila waktu tersebut lampau dengan tidak terjadinya peristiwa. 1264. dalam hal yang ke dua perikatan mulai berlaku sejak hari ia dilahirkan. telah ada kepastian bahwa peristiwa tidak akan terjadi. maka hak-haknya karena itu berpindah kepada ahli waris-ahli warisnya. Suatu perikatan dengan suatu syarat tangguh adalah suatu perikatan yang bergantung pada suatu peristiwa yang masih akan datang dan yang masih belum tentu akan terjadi. Jika si berpiutang meninggal sebelum terpenuhinya syarat. syarat itu tidak terpenuhi sebelum ada kepastian bahwa peristiwa tersebut tidak akan terjadi. Si berpiutang dapat. telah menghalang-halangi terpenuhinya syarat itu. 1260. 1259. sekali musnah diluar kesalahan si berutang. yang hanya berwajib menyerahkan barang itu apabila syarat terpenuhi. sebelum terpenuhinya syarat.

memberikan suatu jangka waktu untuk masih juga memenuhi kewajibannya. Jika syarat batal tidak dinyatakan dalam persetujuan. jika hal itu masih dapat dilakukan. manakala salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya. 1266. menurut keadaan. BAGIAN KE ENAM . pada keadaan semula. jangka waktu mana namun itu tidak boleh lebih dari satu bulan. Syarat batal dianggap selalu dicantumkan dalam persetujuanpersetujuan yang bertimbal balik. dengan penggantian kerugian. seolah-olah tidak pemah ada suatu perikatan. Permintaan ini juga harus dilakukan.baik pada pihak yang satu maupun pada pihak yang lainnya tiada lagi suatu perikatan. Jika barangnya merosot harganya karena kesalahan si berutang. atas permintaan si tergugat. Dalam hal yang demikian persetujuan tidak batal demi hukum. Hakim adalah leluasa untuk. ataukah ia akan menuntut pembatalan perjanjian. apabila peristiwa yang dimaksudkan terjadi. Pihak terhadap siapa perikatan tidak dipenuhi. maka si berpiutang dapat memilih apakah ia akan memutuskan perikatan ataukah menuntut penyerahan barangnya didalam keadaan dimana barang itu berada dengan tiada pengurangan harga yang telah dijanjikan. dan membawa segala sesuatu kembali. tetapi pembatalan harus dimintakan kepada Hakim. Suatu syarat batal adalah syarat yang apabila dipenuhi. dapat memilih apakah ia. 1267. disertai penggantian biaya kerugian dan bunga. Jika barangnya merosot harganya diluar kesalahan si berutang. maka si berpiutang berhak memutuskan perikatan atau menuntut penyerahan barangnya didalam keadaan dimana barang itu berada. menghentikan perikatan. Syarat ini tidak menangguhkan pemenuhan perikatan. 1265. akan memaksa pihak yang lain untuk memenuhi perjanjian. hanyalah ia mewajibkan si berpiutang mengembalikan apa yang telah diterimanya. meskipun syarat batal mengenai tidak dipenuhinya kewajiban dinyatakan didalam perjanjian.

Apa yang harus dibayar pada suatu waktu yang ditentukan tidak dapat ditagih sebelum waktu itu datang. 1271. BAGIAN KE TUJUH Tentang perikatan-perikatan mana suka atau perikatan yang boleh dipilih oleh salah satu pihak 1272. ia harus membayar harga barangnya yang hilang paling akhir. Suatu perikatan mana suka adalah murni dan bersahaja. kecuali jika dari sifat perikatan sendiri. Si berutang tak lagi dapat menarik manfaat dari suatu ketetapan waktu. Jika kedua-duanya barang telah hilang. Suatu ketetapan waktu tidak menangguhkan perikatan. 1269. harga barang itu tidak dapat ditawarkan sebagai gantinya. Jika dalam hal-hal yang disebutkan dalam pasal yang lalu diserahkan . ternyata bahwa ketetapan waktu itu telah dibuat untuk kepentingan si berpiutang. jika salah satu dari barang-barang yang dijanjikan hilang. 1276. meskipun ia dibuat secara boleh pilih atau mana suka. Suatu ketetapan waktu selalu dianggap dibuat untuk kepentingan si berutang. atau jika karena kesalahannya jaminan yang diberikannya bagi si berpiutang telah merosot. tetapi ia tidak dapat memaksa si berpiutang untuk menerima sebagian dari barang yang satu dan sebagian dari barang yang lainnya. tetapi apa yang telah dibayar sebelum waktu itu datang. 1273. Dalam perikatan-perikatan mana suka si berutang dibebaskan jika ia menyerahkan salah satu dari dua barang yang disebutkan dalam perikatan. dan si berutang bersalah tentang hilangnya salah satu. tak dapat diminta kembali. jika salah satu dari kedua barang yang dijanjikan tidak dapat menjadi pokok perikatan. 1270. Hak memilih adalah pada si berutang. atau dari keadaan. jika ia telah dinyatakan pailit. jika hak ini tidak secara tegas diberikan kepada si berpiutang. melainkan hanya menangguhkan pelaksanaannya. 1275. 1274. atau bahkan karena kesalahan si berutang tidak lagi dapat diserahkan. Suatu perikatan adalah murni dan bersahaja.Tentang perikatan-perikatan dengan ketetapan waktu 1268.

dapat. Adalah terserah kepada si berutang untuk memilih apakah ia akan membayar utang kepada yang satu atau kepada yang lainnya di antara orang-orang yang berpiutang. BAGIAN KE DELAPAN Tentang perikatan-perikatan tanggung renteng atau perikatan-perikatan tanggung-menanggung 1278. apabila hilangnya kedua barang itu. Adalah terjadi suatu perikatan tanggung menanggung di pihaknya orang-orang yang berutang.kepada si berpiutang untuk memilih. Suatu perikatan tanggung-menanggung atau perikatan tanggung renteng terjadi antara beberapa orang berpiutang. sedemikan bahwa salah satu dapat dituntut untuk seluruhnya. 1277. Jika kedua-duanya barang musnah. dan pemenuhan oleh salah satu membebaskan orang-orang berutang yang lainnya terhadap si berpiutang. selama ia belum digugat oleh salah satu. maka si berpiutang dapat menuntut penyerahan barang yang masih ada atau harga barang yang telah hilang. Asas-asas yang sama berlaku. maka si berpiutang. 1279. dan hanya salah satu barang sajalah yang hilang. Meskipun demikian pembebasan yang diberikan oleh salah satu orang berpiutang dalam suatu perikatan tanggung-menanggung. si berpiutang harus mendapat barang yang masih ada: jika hilangnya salah satu barang tadi terjadi karena salahnya si berutang. baik jika ada bayaran harga salah satunya menurut pilihahnya lebih dari dua barang termaktub didalam perikatan. menutut pembayaran harga salah satunya menurut pilihannya. jika didalam perjanjian secara tegas kepada masing-masing diberikan hak untuk menuntut pemenuhan seluruh utang sedang pembayaran yang dilakukan kepada salah satu membebaskan orang yang berutang meskipun perikatan menurut sifatnya dapat dipecah dan dibagi di antara beberapa orang berpiutang tadi. . maupun jika perikatan bertujuan melakukan suatu perbuatan. bahkan apabila hilangnya salah satu saja terjadi karena salahnya si berutang. manakala mereka kesemuanya diwajibkan melakukan suatu hal yang sama. 1280. maka jika itu terjadi diluar salahnya si berutang. tak dapat membebaskan si berutang untuk selebihnya dari bagian orang yang berpiutang tersebut.

yang dituntut oleh si berpiutang. Aturan ini hanya dikecualikan dalam hal-hal. dan yang mengenai diri sendiri. 1282. Si berpiutang hanya dapat menuntut pembayaran penggantian biaya. Penuntutan-penuntutan yang ditujukan kepada salah satu orang yang berutang tidak menjadi halangan bagi si berpiutang untuk juga melaksanakan haknya terhadap orang-orang berutang yang lainnya. berakibat bahwa bunga itu juga berlaku terhadap semua orang berutang yang lainnya. dapat memakai semua tangkisan yang dapat disimpulkan dari sifatnya perikatan. 1287. begitu pula semua tangkisan yang mengenai diri semua orang lainnya yang turut . maka orang lainnya yang turut berutang tidak bebas dari kewajiban untuk membayar harga barang. Suatu perikatan dapat bersifat tanggung menanggung. Jika barang yang harus diberikan musnah karena salah satunya atau beberapa orang yang berutang tanggung menanggung. hanyalah mereka tidak diwajibkan membayar penggantian biaya. meskipun salah satu orang yang berutang diwajibkan memenuhi hal yang sama dengan cara yang berlainan dengan teman-temannya sepenanggung misalnya satu adalah terikat dengan bersyarat. 1283. rugi dan bunga. 1285. Si berpiutang dalam suatu perikatan tanggung menanggung dapat menagih piutangnya dari salah satu orang berutang yang dipilihnya dengan tidak ada kemungkinan bagi orang ini untuk meminta supaya utangnya dipecah. dimana suatu perikatan karena kekuatan suatu penetapan undang-undang dianggap tanggung menanggung. melainkan jika hal itu dinyatakan secara tegas. atau terhadap satu telah diadakan suatu ketetapan waktu sedangkan terhadap yang lain tidak. kerugian-kerugian dan bunga dari orang-orang berutang yang bersalah tentang musnahnya barang atau dari orang-orang yang lalai dalam pemenuhan perikatan. atau setelahnya orang-orang ini dinyatakan lalai. sedangkan perikatan terhadap yang lainnya adalah suatu perikatan murni dan sederhana.1281. Tiada perikatan dianggap tanggung-menanggung. Penuntutan pembayaran bunga yang dilakukan terhadap salah satu di antara orang-orang yang berutang tanggung menanggung. 1284. Seorang yang turut berutang dalam suatu perikatan tanggung menanggung. 1286.

Ia tidak dapat memakai tangkisan-tangkisan yang hanya mengenai diri beberapa orang lainnya saja yang turut berutang.berutang bersama-sama. Seorang berpiutang yang menerima bagiannya salah satu orang yang berutang tersendiri. 1291. jika surat tanda penerimaan tidak secara tegas menyatakan bahwa apa yang diterima itu ialah untuk bagian orang tersebut. kehilangan haknya yang berdasarkan perikatan tanggung-menanggung hanya terhadap bunga yang sudah dapat ditagih. atau jika si berpiutang menjadi ahli waris satu-satunya dari salah satu orang yang berutang. ia menerima suatu jumlah sebesar bagian si berutang ini. maka percampuran utang ini tidak berakibat hapusnya perikatan tanggung menanggung selain hanya untuk bagian si berutang atau si berpiutang yang bersangkutan saja. tetapi dengan dikurangi bagian si berutang yang telah dibebaskan dari perikatan tanggung-menanggungnya. Si berpiutang yang telah menyetujui pembagian piutangnya terhadap salah satu orang yang berutang. dengan tidak menyatakan pada waktu pembayaran dilakukan. dan tidak terhadap bunga yang belum datang waktunya ditagih. 1290. Jika salah satu orang yang berutang menjadi ahli waris satu-satunya dari si berpiutang. tetap memiliki piutangnya yang berdasarkan perikatan tanggung-menanggung terhadap orang-orang berutang yang lainnya. Hal yang sama berlaku terhadap gugatan yang ditujukan kepada salah satu orang yang turut berutang. bahwa ia mempertahankan haknya yang berdasarkan utang tanggung-menanggung atau hak-hak seumumnya. Seorang berpiutang tidak dianggap membebaskan si berutang dari perikatannya tanggung-menanggung. tidak melepaskan haknya yang berdasarkan tanggungmenanggung melainkan hanya terhadap orang yang berutang tadi. tersendiri dan dengan tidak menyatakan kehendaknya untuk mempertahankan hak-haknya. Seorang berpiutang yang menerima bagian salah satu orang yang turut berutang dalam pembayaran bunga tunggakan dari suatu utang. maupun terhadap pokok utang kecuali apabila . selama orang ini belum memenuhi gugatan tersebut. 1288. atau selama perkara belum diputus oleh Hakim. 1289. jika.

orang-orang mana di antara mereka sendiri tidak terikat untuk lebih daripada bagian masing-masing. Suatu perikatan dapat dibagi-bagi atau tak dapat dibagi-bagi sekadar perikatan tersebut mengenai suatu barang yang penyerahannya.pembayaran tersendiri itu telah berlangsung selama sepuluh tahun berturut-turut. meskipun orang-orangnya yang berutang menghadapi si berpiutang secara tanggung-menanggung. Suatu perikatan. 1293. terhitung juga mereka yang sebelum itu telah dibebaskan dari perikatan tanggung-menanggungnya. dan satu atau beberapa orang berutang yang lainnya jatuh dalam keadaan tak mampu. Jika si berpiutang telah membebaskan salah satu orang yang berutang dari perikatan tanggung-menanggungnya. 1295. menurut imbangan bagian masing-masing. maka benar mereka itu masing-masing terikat untuk seluruhnya kepada si berpiutang tetapi di antara mereka sendiri mereka dianggap sebagai orang-orang penanggung utang bagi orang yang harus menyelenggarakan hal tersebut tadi. 1292. Seorang yang turut berutang dalam suatu perikatan tanggungmenanggung. dan mereka harus diberikan ganti-rugi oleh orang itu sebagaimana berlaku bagi orang-orang penanggung utang. atau suatu perbuatan yang pelaksanaannya dapat dibagi-bagi atau tak dapat dibagi-bagi. hanya mengenai salah satu di antara mereka. tidak dapat menuntut kembali dari orang-orang berutang yang lainnya lebih daripada jumlah bagian mereka masing-masing. dengan sendirinya dapat dibagi-bagi di antara orang-orang yang berutang. 1294. baik . yang telah melunasi seluruh utangnya. harus dipikul bersama-sama oleh orang-orang berutang yang lainnya dan si berutang yang telah melunasi utangnya. Jika hal untuk mana berbagai orang telah mengikatkan dirinya secara tanggung-menanggung. Jika salah satu di antara mercka tidak mampu untuk membayar. maka kerugian yang disebabkan ketidakmampuannya itu. maka bagian orang-orang yang tak mampu itu harus dipikul bersama-sama oleh orang-orang berutang yang lainnya menurut imbangan bagian mereka masing-masing. BAGIAN KE SEMBILAN Tentang perikatan-perikatan yang dapat dibagi bagi den perikatan-perikatan yang tak dapat dibagi-bagi 1296.

1297. Dalam ketiga hal yang pertama si ahli waris yang memegang barang yang harus diserahkan atau barang yang dijadikan tanggungan hipotik. meskipun barang atau perbuatan yang dimaksudkan karena sifatnya dapat dibagi-bagi. baik karena sifat perikatan. dapat dituntut untuk membayar seluruh utangnya. Suatu perikatan adalah tak dapat dibagi-bagi. atau karena maksud yang dikandung tentang perjanjian tersebut. Asas yang ditetapkan dalam pasal yang lain. dikecualikan terhadap ahli waris-ahli warisnya si berutang : 1. menurut perjanjiannya salah satu ahli waris sajalah yang diwajibkan melaksanakan perikatannya. 4. pembayaran mana dapat dilaksanakan atas barang yang harus diserahkan itu atau atas barang yang dijadikan tanggungan hipotik tersebut. 1300. 1298. 1299. sedang salah satu di antara barang-barang ini tidak dapat dibagi-bagi. Suatu perikatan yang dapat dibagi-bagi harus dilaksanakan antara si berutang dan si berpiutang seolah-olah perikatan itu tak dapat dibagi-bagi. maupun sifat barang yang menjadi pokok perikatan. manakala utang itu terdiri atas suatu barang tertentu . Bahwasannya suatu perikatan adalah suatu perikatan tanggungmenanggung belum berarti bahwa perikatan itu suatu perikatan yang tak dapat dibagi-bagi. 5. terhadap suatu utang dimana si berpiutang boleh memilih antara berbagai barang. hal dapatnya dibagi-bagi hanyalah berlaku terhadap ahli waris-ahli waris kedua belah pihak. yang tidak dapat menagih piutangnya atau tidak berwajib membayar utangnya selain untuk bagian masing-masing sebagai ahli waris atau orang-orang yang mewakili si berpiutang maupun si berutang. 2.secara nyata-nyata. dalam hal utang itu suatu utang hipotik. jika barang atau perbuatan tadi menurut maksud perikatan tidak boleh diserahkan atau dilaksanakan sebagian demi sebagian. jika. 3. jika. dengan tidak mengurangi haknya untuk menuntut penggantian . ternyata dengan jelas bahwa maksud kedua belah pihak ialah bahwa utangnya tidak akan dapat diangsur. maupun secara perhitungan.

Tiada seorang pun dari mereka dibolehkan memberikan pembebasan seluruh utang. meskipun perikatannya tidak dibuat secara tanggung-menanggung. maka ahli waris-ahli waris lainnya tak dibolehkan menuntut barang yang tak dapat dibagi-bagi itu. Tiap ahli waris dari si berpiutang dapat menuntut pelaksanaan suatu perikatan yang tak dapat dibagi-bagi untuk seluruhnya. kecuali jika ia memperhitungkan bagian ahli waris yang telah memberikan pembebasan utang atau yang te!ah menerima harga barangnya. 1305. . 1301.kepada ahli waris-ahli waris yang lainnya. Tiap orang dari mereka yang bersama-sama memikul suatu utang yang tak dapat dibagi-bagi. adalah bertanggungjawab untuk seluruhnya. Jika hanya salah satu ahli waris memberikan pembebasan utangnya. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk meminta penggantian kepada ahli waris-ahli waris yang lainnya. Dalam hal yang ke empat si ahli waris yang sendiri diwajibkan melunasi utang dan dalam hal yang ke lima juga setiap ahli waris dapat dituntut untuk membayar seluruh utang. Batalnya ancaman hukuman sama sekali tidak berakibat batalnya perikatan pokok. manakala perikatan itu tidak dipenuhi. maupun menerima harganya sebagai ganti barangnya. 1303. Hal yang sama berlaku juga bagi ahli waris-ahli waris seorang yang diwajibkan memenuhi suatu perikatan seperti itu. atau menerima harga barangnya. si berpiutang boleh juga menuntut dipenuhinya perikatan pokok. 1306. BAGIAN KE SEPULUH Tentang perikatan-perikatan dengan ancaman hukuman 1304. Ancaman hukuman adalah suatu ketentuan sedemikian rupa dengan mana seorang untuk jaminan pelaksanaan suatu perikatan diwajibkan melakukan sesuatu. Batalnya perikatan pokok mengakibatkan batalnya ancaman hukuman. Daripada menuntut hukuman terhadap si berutang yang tidak memenuhi janjinya. 1302.

dengan tidak dapat diadakan tuntutan terhadap mereka yang telah memenuhi perikatan. dengan penetapan hukuman itu mengenai suatu barang yang dapat dibagi-bagi. yang diderita oleh si berpiutang karena tidak dipenuhinya perikatan pokok. hukuman sudah wajib dibayar. maka dengan terjadinya pelanggaran oleh satu orang ahli waris dari si berutang. maka hukuman hanya harus dibayar oleh siapa di antara ahli waris-ahli waris si berutang yang berbuat berlawanan dengan perikatan. terkecuali apabila hukuman ini ditetapkan semata-mata untuk terlambatnya pemenuhan saja. dan hanya dapat dituntut dari ahli waris-ahli waris lainnya untuk bagian . maupun dari masing-masing ahli waris untuk bagiannya. Jika perikatan pokok. Hukuman dapat diubah oleh Hakim. 1308.1307. kecuali apabila orang yang terikat untuk memberikan atau menerima sesuatu maupun berbuat sesuatu lalai dalam hal itu. Ia tak dapat bersama-sama menuntut dipenuhinya perikatan pokok dan menuntut hukumannya. baik untuk seluruhnya dari siapa yang melakukan pelanggaran. Jika perikatan pokok. dan salah satu ahli waris telah menghalang-halangi pemenuhan perikatan untuk seluruhnya. 1309. Baik perikatan pokok itu memuat maupun tidak memuat suatu ketetapan waktu dalam mana perikatan harus dilaksanakan. 1311. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk menuntutnya kembali dari siapa yang menyebabkan harus dibayarnya hukuman. dengan penetapan hukuman. 1310. jika perikatan pokok untuk sebagian telah dipenuhi. mengenai suatu barang yang tak dapat dibagi-bagi. hukuman tidak dikenakan. Aturan ini dikecualikan. Penetapan hukuman adalah dimaksudkan sebagai ganti penggantian kerugian. semua itu dengan tidak mengurangi hak-hak orang-orang yang berpiutang hipotik. dan hanya untuk suatu jumlah yang mengenai bagiannya dalam perikatan pokok. manakala penetapan hukuman ditambahkan dengan maksud supaya pemenuhan perikatan tidak akan terjadi sebagian. dan hukuman ini dapat dituntut. dalam hal semacam ini hukuman dapat dituntut dari orang yang belakangan ini untuk seluruhnya.

1312. memuat suatu janji yang seperti itu. adalah suatu perjanjian yang mewajibkan masing-masing pihak memberikan sesuatu. dengan suatu penetapan hukuman yang tak dapat dibagi-bagi. . Suatu perjanjian dengan cuma-cuma adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan suatu keuntungan kepada pihak yang lain. dengan menjanjikan bahwa orang ini akan berbuat sesuatu. dengan tidak mengurangi hak mereka menuntut pengembalian jumlah yang mereka bayarkan. BAB KE DUA Tentang perikatan-perikatan yang dilahirkan dari kontrak atau perjanjian BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1313. 1314. tanpa menerima suatu manfaat bagi dirinya sendiri. Meskipun demikian adalah diperbolehkan untuk menanggung atau menjamin seorang pihak ke tiga. Lagi pun diperbolehkan juga untuk meminta ditetapkannya suatu janji guna kepentingan seorang pihak ke tiga. dengan tidak mengurangi tuntutan pembayaran ganti rugi terhadap siapa yang telah menanggung pihak ke tiga itu atau yang telah berjanji. 1316. Jika suatu perikatan pokok yang dapat dibagi-bagi. apabila suatu penetapan janji. hanya dipenuhi sebagian. atau suatu pemberian yang dilakukannya kepada seorang lain. diganti dengan suatu pembayaran ganti rugi. 1317.mereka masing-masing. Suatu perjanjian atas beban. 1315. dari ahli waris yang bersalah tadi. untuk menyuruh pihak ke tiga tersebut menguatkan sesuatu. berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu. yang dibuat oleh seorang untuk dirinya sendiri. Suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih. Pada umumnya tak seorang dapat mengikatkan diri atas nama sendiri atau meminta ditetapkannya suatu janji dari pada untuk dirinya sendiri. jika pihak ini menolak memenuhi perikatannya. maka hukuman itu terhadap ahli waris-ahli waris orang yang berutang. Suatu perjanjian dibuat dengan cuma-cuma atau atas beban.

jika kekhilafan itu hanya terjadi mengenai dirinya orang dengan siapa seorang bermaksud membuat suatu perjanjian. kecuali jika perjanjian itu telah dibuat terutama karena mengingat dirinya orang tersebut. bahwa tidak sedemikianlah maksudnya. tidak boleh menariknya kembali. Paksaan telah terjadi. BAGIAN KE DUA Tentang syarat-syarat yang diperlukan untuk sahnya suatu perjanjian 1320. apabila pihak ketiga tersebut telah menyatakan hendak mempergunakannya. untuk kepentingan siapa perjianjian tersebut tidak telah dibuat. 1322. apabila perbuatan itu sedemikian rupa hingga . Tiada sepakat yang sah apabila sepakat itu diberikan karena kekhilafan. Semua perjanjian. juga apabila paksaan itu dilakukan oleh seorang pihak ke tiga. atau diperolehnya dengan paksaan atau penipuan. Jika seorang minta diperjanjikan sesuatu hal. 1324. sepakat mereka yang mengikatkan dirinya. Paksaan yang dilakukan terhadap orang yang membuat suatu perjanjian. merupakan alasan untuk batalnya perjanjian. kecuali jika dengan tegas ditetapkan atau dapat disimpulkan dari sifat perjanjian. yang termuat didalam bab ini dan bab yang lalu.Siapa yang telah memperjanjikan sesuatu seperti itu. Untuk sahnya suatu perianjian diperlukan empat syarat: 1. 1318. kecakapan untuk membuat suatu perikatan. suatu sebab yang halal. baik yang mempunyai suatu nama khusus. maupun yang tidak terkenal dengan suatu nama tertentu. 2. 3. 4. Kekhilafan tidak mengakibatkan batalnya suatu perjanjian selain apabila kekhilafan itu terjadi mengenai hakikat barang yang menjadi pokok perjanjian. Kekhilafan itu tidak menjadi sebab kebatalan. suatu hal tertentu. tunduk pada peraturan-peraturan umum. 1321. 1319. maka dianggap bahwa itu adalah untuk ahli waris-ahli warisnya dan orang-orang yang memperoleh hak daripadanya. 1323.

Karena itu orang-orang yang didalam pasal yang lalu dinyatakan tak .dapat menakutkan seorang yang berpikiran sehat. 3. adalah sedemikian rupa hingga terang dan nyata bahwa pihak yang lain tidak telah membuat perikatan itu jika tidak dilakukan tipu-muslihat tersebut. dan pada umumnya semua orang kepada siapa undang-undang telah melarang membuat perjanjian-perjanjian tertentu. 2. apabila tipu-muslihat. 1328. apabila setelah paksaan berhenti. Ketakutan saja karena hormat terhadap ayah. yang dipakai oleh salah satu pihak. Tak cakap untuk membuat suatu perjanjian adalah : 1. Paksaan mengakibatkan batalnya suatu perjanjian tidak saja apabila dilakukan terhadap salah satu pihak yang membuat perjanjian. 1330. Setiap orang adalah cakap. perjanjian tersebut dikuatkan. tetapi juga apabila paksaan itu dilakukan terhadap suami atau istri atau sanak keluarga dalam garis ke atas mau pun ke bawah. Dalam mempertimbangkan hal itu. kelamin dan kedudukan orang-orang yang bersangkutan. 1331. orang-orang perempuan. 1326. dan apabila perbuatan itu dapat menimbulkan ketakutan pada orang tersebut bahwa dirinya atau kekayaannya terancam dengan suatu kerugian yang terang dan nyata. mereka yang ditaruh di bawah pengampuan. tetapi harus dibuktikan. 1329. Penipuan merupakan suatu alasan untuk pembatalan perjanjian. 1325. harus diperhatikan usia. jika ia oleh undang-undang tidak dinyatakan tak cakap. orang-orang yang belum dewasa. ibu atau sanak keluarga lain dalam garis ke atas tanpa disertai kekerasan. dalam hal-hal yang ditetapkan oleh undangundang. 1327. Pembatalan sesuatu perjanjian berdasarkan paksaan tak lagi dapat dituntutnya. untuk membuat perikatan-perikatan. Penipuan tidak dipersangkakan. tidaklah cukup untuk pembatalan perjanjian. maupun secara diam-diam atau apabila seorang melampaukan waktu yang ditentukan oleh undang-undang untuk dipulihkan seluruhnya. baik secara dinyatakan dengan tegas.

cakap, boleh menuntut pembatalan perikatan-perikatan yang mereka telah perbuat, dalam hal-hal dimana kekuasaan itu tidak dikecualikan oleh undang-undang. Orang-orang yang cakap untuk mengikatkan diri tak sekali-kali diperkenankan mengemukakan ketidakcakapan orang-orang yang belum dewasa, orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan dan perempuan-perempuan yang bersuami dengan siapa mereka telah membuat suatu perjanjian. 1332. Hanya barang-barang yang dapat diperdagangkan sajalah dapat menjadi pokok suatu perjanjian. 1333. Suatu perjanjian harus mempunyai sebagai pokok suatu barang yang paling sedikit ditentukan jenisnya. Tidaklah menjadi halangan bahwa jumlah barang tidak tentu, asal saja jumlah itu terkemudian dapat ditentukan atau dihitung. 1334. Barang-barang yang baru akan ada dikemudian hari dapat menjadi pokok suatu perjanjian. Tetapi tidaklah diperkenankan untuk melepaskan suatu warisan yang belum terbuka, atau pun untuk meminta diperjanjikan sesuatu hal mengenai warisan itu, sekali pun dengan sepakatnya orang yang nantinya akan meninggalkan warisan yang menjadi pokok perjanjian itu; dengan tidak mengurangi ketentuan-ketentuan pasal 169, 176 dan 178. 1335. Suatu perjanjian tanpa sebab, atau yang telah dibuat karena sesuatu sebab yang palsu atau terlarang, tidak mempunyai kekuatan. 1336. Jika tidak dinyatakan sesuatu sebab, tetapi ada suatu sebab yang halal, ataupun jika ada suatu sebab lain, daripada yang dinyatakan, perjanjiannya namun demikian adalah sah. 1337. Suatu sebab adalah terlarang, apabila dilarang oleh undang-undang, atau apabila berlawanan dengan kesusilaan baik atau ketertiban umum. BAGIAN KE TIGA Tentang akibat suatu perjanjian 1338. Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Suatu perjanjian tidak dapat ditarik kembali selain dengan sepakat kedua

belah pihak, atau karena alasan-alasan yang oleh undang-undang dinyatakan cukup untuk itu. Suatu perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik. 1339. Suatu perjanjian tidak hanya mengikat untuk hal-hal yang dengan tegas dinyatakan didalamnya, tetapi juga untuk segala sesuatu yang menurut sifat perjanjian, diharuskan oleh kepatutan, kebiasaan atau undang-undang. 1340. Suatu perjanjian hanya berlaku antara pihak-pihak yang membuatnya. Suatu perjanjian tidak dapat membawa rugi kepada pihak-pihak ke tiga; tak dapat pihak-pihak ke tiga mendapat manfaat karenanya, selain dalam hal yang diatur dalam pasal 1317. 1341. Meskipun demikian, tiap orang berpiutang boleh mengajukan batalnya segala perbuatan yang tidak diwajibkan yang dilakukan oleh si berutang dengan nama apapun juga, yang merugikan orang-orang berpiutang, asal dibuktikan, bahwa ketika perbuatan dilakukan, baik si berutang maupun orang dengan atau untuk siapa si berutang itu berbuat, mengetahui bahwa perbuatan itu membawa akibat yang merugikan orang-orang berpiutang. Hak-hak yang diperolehnya dengan itikad baik oleh orang-orang pihak ke tiga atas barang-barang yang menjadi pokok perbuatan yang batal itu, dilindungi. Untuk mengajukan hal batalnya perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan cuma-cuma oleh si berutang, cukuplah si berpiutang membuktikan bahwa si berutang pada waktu melakukan perbuatan itu tahu, bahwa ia dengan berbuat demikian merugikan orang-orang yang mengutangkan padanya, tak peduli apakah orang yang menerima keuntungan juga mengetahuinya atau tidak. BAGIAN KE EMPAT Tentang penafsiran suatu perjanjian 1342. Jika kata-kata suatu perjanjian jelas, tidaklah diperkenankan untuk menyimpang daripadanya dengan jalan penafsiran. 1343. Jika kata-kata suatu perjanjian dapat diberikan berbagai macam penafsiran, harus dipilihnya menyelidiki maksud kedua belah pihak yang membuat perjanjian itu, daripada memegang teguh arti kata-kata menurut huruf 1344. Jika suatu janji dapat diberikan dua macam pengertian, maka harus

dipilihnya pengertian yang sedemikian yang memungkinkan janji itu dilaksanakan, daripada memberikan pengertian yang tidak memungkinkan suatu pelaksanaan. 1345. Jika kata-kata dapat diberikan dua macam pengertian, maka harus dipilih pengertian yang paling selaras dengan sifat perjanjian. 1346. Apa yang meragu-ragukan harus ditafsirkan menurut apa yang menjadi kebiasaan dalam negeri atau di tempat, dimana perjanjian telah dibuat. 1347. Hal-hal yang, menurut kebiasaan selamanya diperjanjikan, dianggap secara diam-diam dimasukkan dalam perjanjian, meskipun tidak dengan tegas dinyatakan. 1348. Semua janji yang dibuat dalam suatu perjanjian, harus diartikan dalam hubungan satu sama lain; tiap janji harus ditafsirkan dalam rangka perjanjian seluruhnya. 1349. Jika ada keragu-raguan, maka suatu perjanjian harus ditafsirkan atas kerugian orang yang telah meminta diperjanjikannya sesuatu hal, dan untuk keuntungan orang yang telah mengikatkan dirinya untuk itu. 1350. Meskipun bagaimana luasnya kata-kata dalam mana suatu perjanjian disusun, namun perjanjian itu hanya meliputi hal-hal yang nyata-nyata dimaksudkan oleh kedua belah pihak sewaktu membuat perjanjian. 1351. Jika seorang dalam suatu perjanjian menyatakan suatu hal untuk menjelaskan perikatan, tak dapatlah ia dianggap bahwa dengan demikian hendak mengurangi maupun membatasi kekuatan perjanjian menurut hukum dalam hal-hal yang tidak dinyatakan. BAB KE TIGA Tentang perikatan-perikatan yang dilahirkan demi undang-undang 1352. Perikatan-perikatan yang dilahirkan demi undang-undang, timbul dari undang-undang saja, atau dari undang-undang sebagai akibat perbuatan orang. 1353. Perikatan-perikatan yang dilahirkan dari undang-undang sebagai akibat perbuatan orang, terbit dari perbuatan halal atau dari perbuatan melanggar hukum. 1354. Jika seorang dengan sukarela, dengan tidak mendapat perintah untuk itu, mewakili urusan orang lain dengan atau tanpa pengetahuan orang ini, maka ia

Ia diwajibkan dalam hal melakukan pengurusan tersebut. Meskipun demikian. meskipun orang yang kepentingannya diurusnya. 1361. hingga ahli waris-ahli waris orang itu dapat mengoper pengurusan tersebut. 1356. 1360. 1355.secara diam-diam mengikat dirinya untuk meneruskan serta menyelesaikan urusan tersebut. 1357. 1359. yang secara sukarela telah dipenuhi. yang disebabkan kesalahan atau kelalaian orang yang mewakili pengurusan. tidak berhak atas sesuatu upah. tak dapat dilakukan penuntutan kembali. telah menerima sesuatu yang tak harus dibayarkan padanya. kerugian dan bunga. diwajibkan memenuhi perikatan-perikatan yang diperbuat oleh si wakil itu atas namanya. seandainya ia kuasakan dengan suatu pemberian kuasa yang dinyatakan dengan tegas. Pihak yang telah mewakili urusan orang lain dengan tiada mendapat perintah. hak ini hilang jika si berpiutang sebagai akibat . Terhadap perikatan-perikatan bebas. hingga orang yang diwakili kepentingannya dapat mengerjakan sendiri urusan itu. memenuhi kewajiban-kewajiban seorang bapak rumah yang baik. Tiap-tiap pembayaran memperkirakan adanya suatu utang. membayar suatu utang. Ia diwajibkan meneruskan pengurusannya. apa yang telah dibayarkan dengan tidak diwajibkan. memberikan ganti-rugi kepada si wakil itu tentang segala perikatan yang secara perseorangan dibuatnya. Hakim adalah berkuasa meringankan penggantian biaya. Pihak yang kepentingan-kepentingannya diwakili oleh seorang lain dengan baik. 1358. Jika seorang yang secara khilaf mengira bahwa ia berutang. meninggal sebelum urusan diselesaikan. Ia memikul segala kewajiban yang harus dipikulnya. Meskipun demikian. Barangsiapa secara khilaf atau dengan mengetahuinya. dan mengganti segala pengeluaran yang berfaedah atau perlu. maka ia adalah berhak menuntut kembali dari si berpiutang apa yang telah dibayarkannya. diwajibkan mengembalikan barang yang tak harus dibayarkan itu kepada orang dari siapa ia telah menerimanya. dapat dituntut kernbali.

cukup memberikan kembali harganya. 1363. Siapa yang. 1365. Siapa yang telah menjual barang sesuatu. 1364. diwajibkan mengembalikannya dengan bunga dan hasil-hasil. rugi dan bunga. jika barangnya telah menderita kemerosotan. Orang yang menguasai barang itu berhak memegangnya dalam penguasaannya sekian lama. terkecuali jika ia dapat membuktikan bahwa barang itu akan musnah juga. yang telah dilakukan guna keselamatan barangnya. Seorang tidak saja bertanggungjawab untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri. dengan tidak mengurangi hak orang yang telah membayar itu untuk menuntutnya kembali dari orang yang sungguh-sungguh berutang. Jika barangnya telah musnah. maka ia diwajibkan membayar hartanya. tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan kelalaian atau kurang hati-hatinya. diwajibkan. 1366. telah menerima sesuatu yang tidak harus dibayarkan kepadanya. Jika ia dengan itikad baik telah memberikan barangnya dengan cuma-cuma kepada orang lain. yang diterimanya dengan itikad baik sebagai pembayaran yang tak diwajibkan. bahkan juga kepada seorang yang dengan itikad buruk telah memiliki barangnya. mengganti kerugian tersebut. 1367. Setiap orang bertanggungjawab tidak saja untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya. 1362. meskipun ini terjadi diluar salahnya. mengganti segala pengeluaran yang perlu. tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan perbuatan orang- . yang membawa kerugian kepada seorang lain. maka tak usahlah ia mengembalikan sesuatu apa. dengan disertai penggantian biaya. terhitung dari hari pembayaran.pembayaran tersebut telah memusnahkan surat pengakuan berutangnya. seandainya ia berada pada orang kepada siapa ia seharusnya diberikan. mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu. dengan itikad buruk. hingga pengeluaran-pengeluaran tersebut telah diganti. dan yang demikian itu tidak mengurangi penggantian biaya. Tiap perbuatan melanggar hukum. rugi dan bunga. Orang kepada siapa barangnya dikembalikan itu.

Guru-guru sekolah dan kepala-kepala tukang bertangggung jawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh murid-murid dan tukang-tukang mereka selama waktu orang-orang ini berada di bawah pengawasan mereka. maka suami atau istri yang ditinggalkan. selama binatang itu dipakainya. yang lazimnya mendapat nafkah dari pekerjaan si korban. Majikan-majikan dan mereka yang mengangkat orang-orang lain untuk mewakili urusan-urusan mereka. adalah bertanggungjawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh pelayan-pelayan atau bawahan-bawahan mereka didalam melakukan pekerjan untuk mana orang-orang ini dipakainya. 1371. atau siapa yang memakainya. Tanggung jawab yang disebutkan di atas berakhir. Orang tua dan wali bertanggungjawab tentang kerugian yang disebabkan oleh anak-anak belum dewasa. Pemilik sebuah gedung adalah bertanggungjawab tentang kerugian yang disebabkan ambruknya gedung itu untuk seluruhnya atau sebagian. Pemilik seekor binatang. 1370. 1368. 1369. Penyebab luka atau cacatnya sesuatu anggota badan dengan sengaja atau karena kurang hati-hati memberikan hak kepada si korban untuk. yang tinggal pada mereka dan terhadap siapa mereka melakukan kekuasaan orang tua atau wali.orang yang menjadi tanggungannya atau disebabkan oleh barang-barang yang berada di bawah pengawasannya. adalah. bertanggungjawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh binatang tersebut. wali-wali. maupun tersesat atau terlepas dari pengawasannya. anak atau orang tua si korban. yang harus dinilai menurut kedudukan dan kekayaan kedua belah pihak. Dalam halnya suatu pembunuhan dengan sengaja atau karena kurang hati-hatinya seorang. jika ini terjadi karena kelalaian dalam pemeliharaannya. guru-guru sekolah dan kepala-kepala tukang itu membuktikan bahwa mereka tidak dapat mencegah perbuatan untuk mana mereka seharusnya bertanggungjawab itu. serta menurut keadaan. jika orang tua-orang tua. mempunyai hak menuntut suatu ganti-rugi. selain . baik binatang itu ada di bawah pengawasannya. atau karena sesuatu cacat dalam pembangunan maupun tataannya.

1374. anak dan cucu karena penghinaan yang dilakukan terhadap istri atau suami. 1372. Juga. penggantian kerugian ini dinilai menurut kedudukan dan kemampuan kedua belah pihak. si terhina dapat menuntut supaya dalam putusan itu juga dinyatakan. Jika diminta. dan menganggap si terhina sebagai seorang yang terhormat. Dalam menilai satu dan lain. yang diterbitkan dari sesuatu kejahatan terhadap pribadi seorang. bahwa perbuatan yang telah dilakukan itu bersifat memfitnah. si tergugat dapat mencegah pengabulan tuntutan yang disebutkan dalam pasal yang lalu. bahwa perbuatan yang telah dilakukan adalah memfitnah atau menghina. kedudukan dan kemampuan kedua belah pihak. Ketentuan paling akhir ini pada umumnya berlaku dalam hal menilaikan kerugian. 1376. Tuntutan-tuntutan yang disebutkan dalam ketiga pasal yang lalu diberikan juga kepada suami atau istri. dan pada keadaan. Dengan tidak mengurangi kewajibannya untuk memberikan ganti-rugi. menuntut penggantian kerugian yang disebabkan oleh luka atau cacat tersebut. dengan menawarkan dan sungguh-sungguh melakukan di muka umum di hadapan Hakim suatu pernyataan yang berbunyi bahwa ia menyesal akan perbuatan yang ia telah lakukan. atas biaya si terhukum. bahwa ia meminta maaf karenanya. dengan sebegitu banyak lembar dan di tempat-tempat sebagaimana akan diperintahkan oleh Hakim. 1375. tak dapat dikabulkan jika tidak . 1373. kakek-nenek. dan menurut keadaan. cucu. orang tua dan kakek-nenek mereka setelah orang-orang ini meninggal. Jika ia menuntut pernyataan. orang tua.penggantian biaya-biaya penyembuhan. Hakim harus memperhatikan berat-ringannya penghinaan. anak. Selan daripada itu. Tuntutan perdata tentang hal penghinaan adalah bertujuan mendapat penggantian kerugian serta pemulihan kehormatan dan nama baik. putusan akan ditempelkan di tempat umum. oleh si terhina. berlakulah ketentuan-ketentuan dalam pasal 314 Kitab Undang-undang Hukum Pidana untuk penuntutan tentang memfitnah. Tuntutan perdata tentang penghinaan. maka. begitu pula pangkat.

ternyata adanya maksud untuk menghina. diikuti dengan penyimpanan atau penitipan. 1378. jika si pembuat nyata-nyata telah berbuat untuk kepentingan umum atau untuk pembelaan darurat terhadap dirinya. yang diatur dalam keenam pasal yang lalu. Segala tuntutan. BAB KE EMPAT Tentang hapusnya perikstan-perikatan 1381. gugur dengan pembebasan yang dinyatakan dengan tegas atau secara diam-diam. jika si terhina dengan suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak telah dipersalahkan tentang melakukan perbuatan yang dituduhkan padanya itu. karena pembaharuan utang. Tetapi barangsiapa yang nyata-nyata dengan maksud semata-mata untuk menghina. yang bertentangan dengan maksud untuk menuntut ganti-rugi atau pemulihan kehormatan. setelah terjadinya penghinaan dan diketahuinya oleh si terhina. 1377. tidak hilang dengan meninggalnya orang yang menghina. diwajibkan memberikan kepada orang tersebut penggantian kerugian yang dideritanya. Maksud untuk menghina itu tidak dianggap ada. 1380. 1379. oleh orang ini dilakukan perbuatan-perbuatan yang menyatakan tentang adanya perdamaian atau pengampunan. jika. karena perjumpaan utang atau kompensasi. Perikatan-perikatan hapus: karena pembayaran. terus-menerus melancarkan penghinaan-penghinaan terhadap seorang. Tuntutan dalam perkara penghinaan gugur dengan lewatnya waktu satu tahun. maupun meninggalnya orang yang dihina. Hak untuk menuntut ganti-rugi sebagaimana disebutkan dalam pasal 1372. Begitu pula tuntutan perdata itu tidak da pat dikabulkan. juga setelah kebenaran tuduhan ternyata dari suatu putusan yang memperoleh kekuatan mutlak atau dari sepucuk akta otentik. karena penawaran pembayaran tunai. terhitung mulai hari dilakukannya perbuatan dan diketahuinya perbuatan itu oleh si penggugat. .

atau kepada seorang yang dikuasakan olehnya. ia bertindak atas namanya sendiri. karena musnahnya barang yang terutang.karena percampuran utang. sekalipun pembayaran itu telah dilakukan oleh orang yang bukan pemilik atau orang yang tak cakap mengasingkan barang tersebut. yang diatur dalam bab ke satu buku ini. 1383. Pembayaran harus dilakukan kepada si berpiutang. tak dapat diminta kembali dari seorang yang dengan itikad baik telah menghabiskan barang yang telah dibayarkan itu. jika. agar pembayaran yang dilakukan itu sah. atau. siapa saja yang berkepentingan. 1384. karena kebatalan atau pembatalan. karena liwatnya waktu. jika si berpiutang ini mempunyai kepentingan supaya perbuatannya dilakukan sendiri oleh si berutang. 1385. hal mana akan diatur dalam suatu bab tersendiri. sepertinya seorang yang turut berutang atau seorang penanggung . Suatu perikatan untuk berbuat sesuatu tak dapat dipenuhi oleh seorang pihak ketiga berlawanan dengan kemauan si berpiutang. asal ia tidak menggantikan hak-hak si berpiutang. Meskipun demikian. asal saja orang pihak ke tiga itu bertindak atas nama dan untuk melunasi utangnya si berutang. atau juga kepada seorang yang dikuasakan oleh Hakim atau oleh undang-undang untuk menerima pembayaran-pembayaran bagi si berpiutang. karena pembebasan utangnya. Adalah perlu bahwa orang yang membayar itu pemilik mutlak barang yang dibayarkan dan juga berkuasa memindahtangankannya. Suatu perikatan bahkan dapat dipenuhi juga oleh seorang pihak ke tiga. pembayaran suatu jumlah uang atau suatu barang lain yang dapat dihabiskan. Tiap-tiap perikatan dapat dipenuhi oleh utang. yang tidak mempunyai kepentingan. karena berlakunya suatu syarat batal. BAGIAN KE SATU Tentang pembayaran 1382.

Pembayaran yang dilakukan oleh seorang berutang kepada orang yang mengutankan padanya. 1388. sebelum timbulnya kekurangan-kekurangan itu telah lalai menyerahkan barang itu.Pembayaran yang dilakukan kepada seorang yang tidak berkuasa menerima bagi si berpiutang. bahkan lebih harganya. si berutang tidaklah diwajibkan memberikan barang dari jenis yang paling baik. adalah sah. meskipun barang yang ditawarkan itu sama. diambil dari penguasaan orang tersebut. maupun karena kesalahan atau kelalaian orang-orang yang menjadi tanggungannya. Jika barang yang terutang hanya ditentukan jenisnya. adalah tidak sah. Pembayaran yang dilakukan kepada si berpiutang. dibebaskan jika ia memberikan barangnya dalam keadaan dimana barang itu berada sewaktu penyerahan. dengan tidak mengurangi dalam hal yang demikian. orang-orang ini. Pembayaran yang. berdasarkan haknya. 1390. asal kekurangan-kekurangan yang mungkin terdapat pada barang tersebut. Tiada seorang berpiutang dapat dipaksakan menerima sebagai pembayaran suatu barang lain daripada barang yang terutang. atau pun juga karena ia. adalah sah. dapat memaksa si berutang untuk membayar sekali lagi. melainkan sekadar si berutang membuktikan bahwa si berpiutang sungguh-sungguh mendapat manfaat dari pembayaran itu. maka untuk membebaskan diri dari utangnva. dilakukan kepada seorang yang memegang surat piutangnya. juga apabila surat piutang tersebut kemudian karena suatu penghukuman untuk menyerahkannya kepada orang lain. meskipun telah ada suatu penyitaan atau suatu perlawanan. hak si berutang untuk menagihnya kembali dari si berpiutang. 1392. 1391. meskipun utangnya itu dapat dibagi-bagi. jika ia tidak cakap untuk menerimanya. 1387. dengan itikad baik. Seorang yang berutang suatu barang pasti dan tertentu. adalah tak sah terhadap orang-orang berpiutang yang telah melakukan penyitaan atau perlawanan. tetapi tak cukuplah sebaliknya ia memberikan . 1389. Tiada seorang berutang dapat memaksa orang yang mengutangkan padanya menerima pembayaran utangnya sebagian demi sebagian. tidak disebabkan kesalahan atau kelalaiannya. sekadar si berpiutang telah menyetujuinya atau nyata-nyata telah mendapat manfaat karenanya. 1386.

dan didalam hal-hal lainnya di tempat tinggal si berutang. terbitlah suatu persangkaan bahwa angsuran-angsuran yang lebih dahulu telah dibayar lunas. dimana ia berdiam sewaktu perjanjian dibuat. Biaya yang harus dikeluarkan untuk menyelenggarakan pembayaran. maka tak dapat lagi si berutang menuntut supaya pembayaran itu dianggap . Diluar kedua hal tersebut. Jika seorang yang mempunyai berbagai utang uang. 1394. 1395. Mengenai pembayaran sewa rumah. tetapi tidak cukup untuk meltmasi seluruh utang. 1397. selama orang ini terus-menerus berdiam dalam keresidenan. untuk menyatakan utang yang mana hendak dibayarnya. maka dengan adanya tiga surat tanda pembayaran. dari mana ternyata pembayaran tiga angsuran berturut-turut. bunga abadi atau bunga cagak hidup. jika dalam perjanjian tidak ditetapkan suatu tempat. dimana si berpiutang telah menyatakan bahwa apa yang diterimanya itu ialah khusus untuk melunasi salah satu di antara utang-utang tersebut. melainkan jika dibuktikan sebaliknya. 1396. menggunakan pembayaran yang ia lakukan untuk pelunasan uang pokok lebih dahulu dengan menunda pembayaran bunga. tak dapat. tanpa izin si berpiutang. sewa tanah. 1398. menerima suatu tanda pembayaran. dipikul oleh si berutang. dan pada umumnya segala apa yang harus dibayar tiap tahun atau tiap waktu tertentu yang lebih pendek. Pembayaran harus dilakukan di tempat yang ditetapkan dalam perjanjian.barang dari jenis yang paling buruk. 1393. pada waktu melakukan pembayaran. Seorang yang mempunyai suatu utang untuk mana harus dibayarnya bunga. pembayaran harus dilakukan di tempat tinggal si berpiutang. tunjangan tahunan untuk nafkah. digunakan terlebih dahulu untuk melunasi bunga. maka pembayaran yang mengenai suatu barang yang sudah ditentukan. harus terjadi di tempat dimana barang itu berada sewaktu perjanjiannya dibuat. bunga uang pinjaman. Seorang yang mempunyai berbagai utang adalah berhak. Pembayaran yang dilakukan untuk uang pokok dan bunga.

gugatan-gugatannya. maka pembayaran harus dianggap untuk melunasi utang yang sudah dapat ditagih. dan menetapkan bahwa orang yang meminjami uang. Subrogasi atau penggantian hak-hak si berpiutang oleh seorang pihak ke tiga. baik perjanjian pinjam uang maupun tanda pelunasan harus dibuat dengan akta otentik. 1399. lebih dahulu daripada utang-utang yang belum dapat ditagih. untuk melunasi utang yang di antara utang-utang yang sama-sama dapat ditagih. Subrogasi ini harus dinyatakan dengan tegas dan dilakukan tepat pada waktu pembayaran.guna pelunasan suatu utang yang lain. tetapi jika utang-utang itu dalam segala-galanya sama. maka pelunasan harus dianggap berlaku untuk utang yang paling tua. Jika utang-utang itu sama sifatnya. apabila si berutang meminjam sejumlah uang untuk melunasi utangnya. tetapi jika tidak semua piutang dapat ditagih. kecuali jika dari pihaknya si berpiutang telah dilakukan penipuan atau si berutang dengan sengaja tidak diberi tahu tentang adanya pernyataan tersebut. menetapkan bahwa orang ini akan menggantikan hak-haknya. maka pelunasan harus dianggap berlaku untuk masing-masing utang menurut imbangan jumlah masing-masing Jika tiada suatu utang pun yang sudah dapat ditagih. maka penentuan pelunasan harus dilakukan seperti dalam hal utang-utang yang sudah dapat ditagih. 1401. yang membayar kepada si berpiutang itu. 2. si berutang pada waktu itu paling berkepentingan melunasinya. dan dalam surat perjanjian . maka pembayaran itu harus dianggap.. terjadi baik dengan persetujuan maupun demi undang-undang. apabila si berpiutang. 1400. Penggantian ini terjadi dengan persetujuan: 1. dengan menerima pembayaran itu dari seorang pihak ke tiga. agar subrogasi ini sah. itu akan menggantikan hakhak si berpiutang maka. hak-hak istimewanya dan hipotik-hipotik yang dipunyainya terhadap si berutang. Jika tanda pembayaran tidak menyebutkan untuk utang yang mana pembayaran dilakukan. meskipun utang yang terdahulu tadi adalah kurang memberatkan daripada utang-utang yang lainnya.

pinjam uangnya harus diterangkan bahwa uang itu dipinjam guna melunasi utang tersebut. 4. maka si berutang dapat melakukan penawaran pembayaran tunai apa yang diutangnya. untuk seorang yang. Subrogasi terjadi demi undang-undang: 1. dalam hal ini ia dapat melaksanakan hak-haknya. untuk seorang pernbeli sesuatu benda tak bergerak. Penawaran yang sedemikian. melunasi seorang berpiutang lain. mempunyai suatu hak yang lebih tinggi. lebih dahulu daripada orang dari siapa ia hanya menerima suatu pembayaran sebagian. atau untuk orangorang lain. 3. Subrogasi ini dilaksanakan tanpa bantuan si berpiutang. menitipkan uang atau barangnya kepada Pengadilan. diwajibkan membayar suatu utang. kepada siapa benda itu cliperikatkan dalam hipotik. 2. dan. Subrogasi yang ditetapkan dalam pasal-pasal yang lalu. sedangkan selanjutnya surat tanda pelunasannya harus menerangkan bahwa pembayaran dilakukan dengan uang yang untuk itu dipinjamkan oleh si berpiutang baru. yang berdasarkan hak-hak istimewanya atau hipotik. BAGIAN KE DUA Tentang penawaran pembayaran tunai. jika si berpiutang menolaknya. 1403. untuk seorang ahli waris yang. untuk seorang yang bersama-sama dengan orang lain. subrogasi tersebut tidak dapat mengurangi hak-hak si berpiutang jika ia hanya menerima pembayaran sebagian. telah membayar utang-utang warisan dengan uangnya sendiri. yang telah mernakai uang harga benda tersebut untuk melunasi orang-orang berpiutang. berkepentingan untuk membayar suatu utang. membebaskan si . sedang ia menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk mengadakan pencatatan tentang keadaan harta peninggalan. 1402. terjadi baik terhadap orang-orang penanggung utang maupun terhadap para berutang. berkepentingan untuk melunasi utang itu. Jika si berpiutang menolak pembayaran. diikuti oleh penyimpanan atau penitipan 1404. mengenai apa yang masih harus dibayar kepadanya. diikuti dengan penitipan. sedang ia sendiri orang berpiutang.

kepada si berpiutang pribadi atau di tempat tinggal yang sungguh-sungguh atau di tempat tinggal yang telah dipilihnya. Agar suatu penyimpanan sah. tidak diperlukan suatu penguasaan oleh Hakim. 1406. bahwa ia dilakukan kepada seorang berpiutang atau kepada seorang yang berkuasa menerimanya untuk dia. bahwa penyimpanan itu didahului oleh suatu keterangan yang diberitahukan kepada si berpiutang. bahwa ia mengenai semua uang pokok dan bunga yang dapat ditagih. dibuat sepucuk pemberitaan. 4. jika itu dibuat untuk kepentingan si berpiutang. penolakan si berpiutang. yang menerangkan ujudnya mata uang yang ditawarkan. jika ada perselisihan. 3.berutang. akan mengadilinya. bahwa ketetapan waktu telah tiba. bahwa penawaran itu dilakukan oleh seorang notaris atau juru sita. bahwa ia dilakukan oleh seorang yang berkuasa membayar. 3. disertai dengan bunga sampai pada hari penitipan. asal penawaran itu telah dilakukan dengan cara. 1405. bahwa oleh notaris atau juru sita. yang memuat penunjukan hari. 5. menurut undang-undang. beserta biaya yang telah ditetapkan dan mengenai sejumlah uang untuk biaya yang belum ditetapkan. dimana menurut perjanjian pembayaran harus dilakukan. Agar penawaran yang sedemikian itu sah. dan berlaku baginya sebagai pembayaran. cukuplah: 1. dengan tidak mengurangi penetapan terkemudian. atau bahwa ia tidak datang untuk . jam dan tempat dimana barang yang ditawarkan akan disimpan. yang. 2. 2. dengan menitipkannya kepada kas penyimpanan atau penitipan di kepaniteraan Pengadilan. adalah perlu : 1. dan jika tiada suatu perjanjian khusus mengenai itu. sedangkan apa yang dititipkan secara itu tetap atas tanggungan si berpiutang. kedua-duanya disertai dua orang saksi. 7. kedua-duanya disertai dua orang saksi. bahwa syarat dengan mana utang telah dibuat. bahwa penawaran dilakukan di tempat. bahwa si berutang telah melepaskan barang yang ditawarkan. telah terpenuhi. 6.

menggunakan hak-hak istimewanya atau hipotik-hipotik yang melekat pada piutang tersebut. tanpa menyangkal sahnya penyimpanan itu. maka si berutang harus memperingatkan si berpiutang dengan perantaraan Pengadilan supaya mengambilnya dengan sepucuk akta. dalam hal itu orang-orang yang turut berutang dan para penanggung utang tidak dibebaskan. meskipun dengan izin si berpiutang. 4. jika si berpiutang. Biaya yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan penawaran pembayaran tunai dan penyimpanan. Para kawan berutang dan para penanggung utang dibebaskan juga. untuk mendapat pembayaran piutangnya. 1411. Selama apa yang dititipkan tidak diambil oleh si berpiutang. yang harus diberitahukan kepada si berpiutang pribadi atau kepada alamat tempat tinggalnya. ia tak dapat lagi mengambil kembali apa yang dititipkan. 1410. 1408. Apabila si berutang sendiri sudah memperoleh suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. Jika peringatan ini telah dijalankan dan si berpiutang tidak mengambil barangnya maka si berutang dapat diizinkan oleh Hakim untuk menitipkan barang tersebut di suatu tempat lain. harus dipikul oleh si berpiutang. tak dapat lagi. Jika apa yang harus dibayarkan berupa sesuatu barang yang harus diserahkan di tempat dimana barang itu berada. 1412.menerimanya. dengan peringatan untuk mengambil apa yang telah dititipkan itu. bahwa jika si berpiutang tidak datang untuk menerimanya. telah melampaukan satu tahun. 1407. . si berutang dapat mengambilnya kembali. 1409. dan dengan putusan itu penawaran yang dilakukannya telah dinyatakan sah. semenjak hari pemberitahuan penyimpanan. maupun kepada alamat tempat tinggal yang dipilih untuk pelaksanaan perjanjian. pemberitaan penyimpanan itu diberitahukan kepadanya. untuk kerugian teman-temannya berutang dan para penanggung utang. Si berpiutang yang telah mengizinkan barang yang dititipkan itu diambil kembali oleh si berutang setelah penitipan dikuatkan dengan putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. dan akhirnya tentang dilakukannya penyimpanannya sendiri. jika perbuatan-perbuatan itu telah dilakukan menurut undang-undang.

kehendak seorang untuk mengadakannya harus dengan tegas ternyata dari perbuatannya. yang dihapuskan karenanya. atau telah berada dalam keadaan terus-menerus merosot kekayaannya. 1415. 3. secara pemindahan. tidak menerbitkan suatu pembaharuan utang. dengan mana seorang berutang memberikan kepada orang yang mengutangkan padanya seorang berutang baru mengikatkan dirinya kepada si berpiutang. 1417. 1416. dari perikatannya. yang oleh si berpiutang dibebaskan dari perikatannya. 1418. yang menggantikan utang yang lama. membebaskan si berutang yang telah melakukan pemindahan. apabila. telah mengikatkan dirinya kepada seorang berpiutang baru. terhadap siapa si berutang dibebaskan dari perikatannya. seorang berpiutang baru ditunjuk untuk menggantikan orang berpiutang lama. tak dapat menuntut orang tersebut. Pembaharuan utang dengan penunjukan seorang berutang baru untuk mengganti yang lama. Delegasi atau pemindahan. apabila seorang yang berutang membuat suatu perikatan utang baru guna orang yang mengutangkan kepadanya. Si berpiutang yang. terkecuali jika hak penuntutan itu dengan tegas dipertahankan dalam perjanjian. jika si berpiutang tidak secara tegas menyatakan bahwa ia bermaksud membebaskan orang berutang yang melakukan pemindahan itu. Tiada pembaharuan utang yang dipersangkakan. Ada tiga macam jalan untuk melaksanakan pembaharuan utang: 1. 2. dan dengan demikian telah dibebaskan terhadap si . 1414.BAGIAN KE TIGA Tentang pembaharuan utang 1413. atau jika orang berutang yang ditunjuk sebagai pengganti itu pada saat pemindahan telah nyata-nyata bangkrut. Si berutang yang. dapat dijalankan tanpa bantuan orang berutang yang pertama. Pembaharuan utang hanya dapat terlaksana antara orang-orang yang cakap untuk mengadakan perikatan-perikatan. 1419. apabila seorang berutang baru ditunjuk untuk menggantikan orang berutang lama. jika orang yang ditunjuk untuk menggantikan itu jatuh dalam keadaan pailit atau nyata-nyata tak mampu. sebagai akibat suatu perjanjian baru.

berpiutang lama. Dengan hanya adanya si berutang menunjuk seorang lain yang harus membayar untuk dia. telah menuntut para penanggung utang supaya mereka turut serta pada perjanjian baru. kecuali kalau hal itu secara tegas dipertahankan oleh si berpiutang. Apabila pembaharuan utang terjadi antara si berpiutang dan salah satu dari orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung maka hak-hak istimewa dan hipotik-hipotik tidak dapat dipertahankan. Apabila pembaharuan utang diterbitkan dengan penunjukan seorang berutang baru yang menggantikan orang berutang lama. maka hak-hak istimewa dan hipotik-hipotik yang dari semula mengikuti piutang. 1421. 1420. hak untuk menuntut si berpiutang lama. maka perikatan utang lama tetap berlaku. benda-benda orang yang membuat perikatan baru itu. tak dapat terhadap si berpiutang baru memajukan tangkisantangkisan. maka orang-orang lainnya yang turut berutang dibebaskan dari perikatannya. tidak berpindah atas barang-barang si berutang baru. meskipun ini tidak diketahuinya sewaktu membuat perikatan baru. dalam hal yang pertama. Hak-hak istimewa dan hipotik-hipotik yang melekat pada piutang lama. yang sebenarnya ia dapat majukan terhadap si berpiutang lama. tidak berpinclah pada piutang baru menggantikannya. berpiutang telah menuntut orang-orang lainnya yang turut berutang. atau dalam hal yang kedua. namun itu dengan tidak mengurangi. 1424. dan orang-orang itu menolak. dalam hal yang terakhir tadi. Hal yang sama berlaku terhadap hanya adanya si berpiutang menunjuk seorang lain. Pembaharuan utang yang dilakukan terhadap si berutang utama membebaskan para penanggung utang Jika meskipun demikian. BAGIAN KE EMPAT Tentang kompensasi atau perjumpaan utang . selain atas. yang diwajibkan menerima untuk dia. 1423. Karena adanya suatu pembaharuan utang antara si berpiutang dan salah satu dari orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung. 1422. tidak diterbitkan suatu pembaharuan utang.

1430. 1426. dari jenis yang sama. apabila dituntutnya pengembalian barang sesuatu yang dititipkan atau dipinjamkan. dan kedua utang itu yang satu menghapuskan yang lain dan sebaliknya. dan lain-lain hasil pertanian. dengan cara dan dalam hal-hal yang akan disebutkan sesudah ini. dan harganya dapat ditetapkan menurut catatan harga atau lain-lain keterangan yang lazim dipakai di Indonesia. pada saat utang-utang itu bersama-sama ada. yang tidak dibantah. Seorang penanggung utang boleh menjumpakan apa yang si berpiutang wajib membayar kepada si berutang utama. dengan mana utang-utang antara kedua orang tersebut dihapuskan. Perjumpaan terjadi. 1428. Perjumpaan hanyalah terjadi antara dua asang yang kedua-duanya berpokok sejumlah uang. 1427. dan yang kedua-duanya dapat ditetapkan serta ditagih seketika. bertimbal-balik untuk suatu jumlah yang sama. 1429. bahkan dengan tidak setahunya orang-orang yang berutang. terhadap suatu utang yang bersumber pada tunjangan nafkah yang telah dinyatakan tak dapat disita. 2. 3. apabila dituntutnya pengembalian suatu barang yang secara berlawanan dengan hukum dirampas dari pemiliknya. Perjumpaan terjadi demi hukum. Jika dua orang saling berutang satu pada yang lain. gandum. Penyerahan-penyerahan bahan makanan. tetapi si berutang utama tak diperkenankan menjumpakan apa yang si berpiutang wajib membayar kepada si penanggung utang. dapat dijumpakan dengan jumlah-jumlah uang yang telah ditetapkan dan seketika dapat di tagih. terkecuali : 1. Suatu penundaan pembayaran yang diberikan kepada seorang tidak menghalangi suatu perjumpaan.1425. maka terjadilah antara mereka suatu perumpaan. dengan tidak dibedakan dari sumber apa utangpiutang antara kedua belah pihak itu dilahirkan. Si berutang dalam perikatan tanggung-menanggung juga tidak diperbolehkan menjumpakan apa yang si berpiutang wajib membayar kepada . atau sesuatu jumlah barang yang dapat dihabiskan.

1433. BAGIAN KE LIMA Tentang percampuran utang 1436. 1435. tak lagi diperbolehkan terhadap pihak ke tiga untuk siapa permindahan hakhak itu telah dilakukan. Jika utang-utang dari kedua belah pihak tidak harus dibayar di tempat yang sama. 1431. tak lagi dapat menggunakan hak-hak istimewa dan hipotikhipotik yang melekat pada piutang ini untuk kerugian orang-orang pihak ke tiga.temannya berutang. Pemindahan hak-hak yang tidak disetujui oleh si berutang. Dengan demikian maka tak dapatlah seorang yang sebagai orang berutang menjadi orang berpiutang. Perjumpaan tidak dapat terjadi atas kerugian hak-hak yang diperoleh seorang pihak ke tiga. selain dengan penggantian biaya pengiriman. 1432. maka terjadilah demi hukum suatu . yang telah dihapuskan demi hukum karena perjumpaan. tetapi telah diberitahukan kepadanya. pada waktu menagih suatu piutang yang tidak telah diperjumpakan. 1434. hanyalah menghalangi perjumpaan utang-utang yang terbit sesudah pemberitahuan tersebut. maka utang-utang itu tidak dapat diperjumpakan. setelah oleh satu pihak ke tiga ditaruh penyitaan atas barang yang harus dibayarkan. kecuali jika ada suatu alasan yang sah yang menyebabkan ia tidak tahu tentang adanya piutang tersebut yang seharusnya dijumpakan dengan utangnya. harus diturut peraturan-peraturan yang ditulis dalam pasal 1399. Seorang yang telah membayar suatu utang. Seorang berutang yang secara murni dan sederhana telah menyetujui pemindahan hak-hak yang dilakukan oleh si berpiutang kepada seorang pihak ke tiga. menggunakan perjumpaan utang untuk kerugian si penyita. Apabila kedudukan-kedudukan sebagai yang berpiutang dan orang berutang berkumpul pada satu orang. menggunakan suatu perjumpaan yang sedianya dapat dimajukannya kepada si berpiutang sebelum pemindahan tersebut. Jika terdapat berbagai utang yang dapat diperjumpakan dan harus ditagih dari satu orang maka dalam hal melakukan perjumpaan.

dengan mana piutang dihapuskan. Pengembalian barang yang diberikan dalam gadai tidaklah cukup dijadikan persangkaan tentang pembebasan utangnya. Percampuran yang terjadi pada dirinya si penanggung utang. Pembebasan yang diberikan membebaskan si berutang utama. Pembebasan yang diberikan kepada salah seorang penanggung utang. tidak membebaskan para penanggung lainnya. berlaku juga untuk keuntungan para penanggung utangnya. merupakan suatu bukti tentang pembebasan utangnya. Percampuran utang yang terjadi pada diri si berutang utama. Pembebasan sesuatu utang atau pelepasan menurut perjanjian. 1437. membebaskan para penanggung utang. BAGIAN KE ENAM Tentang pembebasan utang 1438. bahkan terhadap orang-orang lain yang turut berutang secara tanggungmenanggung. 1441. Pembebasan sesuatu utang tidak dipersangkakan. kepada si penanggung utang. Pengembalian sepucuk tanda piutang asli secara suka rela. tidak . 1439. tetapi harus dibuktikan. Percampuran yang terjadi pada dirinya salah satu dari orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung. membebaskan semua orang berutang yang lainnya. tidak berlaku untuk keuntungan temantemannya berutang secara tanggung-menanggung hingga melebihi bagiannya dalam utang yang ia sendiri menjadi orang berutang. kecuali jika si berpiutang dengan tegas telah menyatakan hendak mempertahankan hak-haknya terhadap orang-orang yang tersebut belakangan tadi dalam hal mana ia tak dapat menagih utangnya selain setelah dipotong bagian orang yang telah dibebaskan olehnya.percampuran utang. oleh si berpiutang kepada si berutang. 1440. 1442. yang diberikan kepada si berutang utama. tak sekali-kali mengakibatkan hapusnya utang pokok. Pembebasan suatu utang atau penglepasan menurut perjanjian untuk kepentingan salah seorang kawan berutang secara tanggung-menanggung.

atau hilang. musnah atau hilang. Si berutang diwajibkan membuktikan kejadian yang tak terduga. Perikatan-perikatan yang dibuat oleh orang-orang perempuan yang bersuami . yang telah dicuri. seandainya sudah diserahkan kepadanya. maka si berutang. tak lagi dapat diperdagangkan. perikatan hapus jika barangnya akan musnah secara yang sama di tangan si berpiutang. BAGIAN KE DELAPAN Tentang kebatalan dan pembatalan perikatan-perikatan 1446. Apa yang si berpiutang telah terima dari seorang penanggung utang sebagai pelunasan penanggungannya. 1445. musnah. maka hapuslah perikatannya. Jika barang yang terutang. dan atas penuntutan yang dimajukan oleh atau dari pihak mereka. Semua perikatan yang dibuat oleh orang-orang belum dewasa atau orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan. diluar salahnya si berutang musnah. atau hilang.1443. yang dimajukan itu. Dengan cara bagaimanapun sesuatu barang. hilangnya barang ini tidak sekali-kali membebaskan orang yang mencuri barang dari kewajibannya untuk mengganti harganya. tak lagi dapat diperdagangkan. jika ia mempunyai hakhak atau tuntutan-tuntutan ganti rugi mengenai barang tersebut. sedemikian hingga sama sekali tak diketahui apakah barang itu masih ada. asal barang itu musnah atau hilang diluar salahnya si berutang. diwajibkan memberikan hak-hak dan tuntutan-tuntutan tersebut kepada orang yang mengutangkan padanya. adalah batal demi hukum. semata-mata atas dasar kebelumdewasaan atau pengampuannya. Jika barang tertentu yang menjadi bahan perjanjian. Bahkan meskipun si berutang lalai menyerahkan sesuatu barang sedangkan ia tidak telah menanggung terhadap kejadian-kejadian yang tak terduga. dan sebelum ia lalai menyerahkannya. harus dianggap telah dibayarkan untuk mengurangi utangnya. BAGIAN KE TUJUH Tentang musnahnya barang yang terutang 1444. dan harus digunakan untuk pelunasan si berutang utama dan para penanggung lainnya. harus dinyatakan batal.

untuk manfaat orang-orang belum dewasa dan orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan. kekhilafan atau penipuan. apabila ada alasan untuk itu.dan oleh orang-orang belum dewasa yang telah mendapat suatu pernyataan persamaan dengan orang dewasa. orang-orang dewasa dan juga orang-orang belum dewasa. Pernyataan batalnya perikatan-perikatan berdasarkan ketidakcakapan orang-orang yang disebutkan dalam pasal 1330. wali. Ketentuan dalam pasal yang. atau dari suatu perbuatan yang telah menerbitkan kerugian bagi seorang lain. sekadar perikatanperikatan tersebut melampaui kekuasaan mereka. Begitu juga kebelumdewasaan tidak dapat dimajukan terhadap perikatanperikatan yang dibuat oleh orang-orang belum dewasa dalam perjanjian perkawinan dengan mengindahkan pasal 151. orangorang belum dewasa dan orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan itu dianggap seolah-olah mereka sendiri telah melakukan perbuatan-perbuatan itu setelah mereka menjadi dewasa atau tidak lagi berada di bawah pengampuan. maka mengenai perbuatan-perbuatan tersebut. apabila mereka ini dianggap sebagai orang dewasa. 1451. atau orang yang melakukan kekuasaan orang tua. telah terpenuhi. 1449. dengan pengertian bahwa segala apa yang telah diberikan atau dibayarkan kepada orang-orang yang . Jika acara-acara yang ditentukan untuk sahnya sementara perbuatan.lalu tidak berlaku terhadap perikatanperikatan yang diterbitkan dari suatu kejahatan atau pelanggaran. Dengan alasan dirugikan. atau pengampu telah melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak melampaui batas-batas kekuasaannya. hanyalah batal demi hukum. hanyalah dapat menuntut pembatalan perikatan-perikatan yang telah mereka perbuat. atau perjanjian-perjanjian perburuhan terhadap mana berlaku pasal 1601 h. 1450. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk menuntut orang yang melakukan kekuasaan orang tua. berakibat bahwa barang dan orangorangnya dipulihkan dalam keadaan sebelum perikatan dibuat. 1447. si wali atau si pengampu. menerbitkan suatu tuntutan untuk membatalkannya. dalam hal-hal khusus yang ditetapkan dengan undang-undang. atau dalam perjanjian-perjanjian perburuhan dengan mengingat pasal 1601g. Perikatan-perikatan yang dibuat dengan paksaan. 1448.

yang dilakukan tanpa kuasa si suami. hanya dapat dituntut kembali. kekhilafan atau penipuan. dalam halnya perbuatan seorang perempuan yang bersuami. sejak hari kedewasaan. dalam halnya kekhilafan atau penipuan. 1453. kerugian dan bunga. tidaklah berlaku terhadap kebatalan yang dimajukan selaku pembelaan atau tangkisan. yang ditetapkan untuk memajukan tuntutan. yang mana selalu dapat dikemukakan. atas ancaman ditolaknya alasan-alasan yang dimajukan terkemudian. sejak hari diketahuinya kekhilafan atau penipuan itu. dalam halnya kebatalan. sebagai akibat perikatan. sejak hari paksaan itu telah berhenti. Pemyataan batal berdasarkan paksaan. waktu itu adalah lima tahun. 1454. Waktu tersebut mulai berlaku: dalam halnya kebelumdewasaan. Barang siapa mengira bahwa ia dapat menuntut pembatalan suatu perikatan atas dasar berbagai alasan. diwajibkan memajukan alasan-alasan itu sekaligus. juga berakibat bahwa barang dan orang-orangnya dipulihkan dalam keadaan sewaktu sebelum perikatan dibuat. orang terhadap siapa tuntutan untuk pernyataan batal itu dikabulkan. atau sekadar ternyata bahwa orang ini telah mendapat manfaat dari apa yang diberikan atau dibayarkan. Dalam hal-hal yang diatur dalam pasal-pasal 1446 dan 1449. 1455. dimana suatu tuntutan untuk pemyataan batalnya suatu perikatan tidak dibatasi dengan suatu ketentuan undang-undang khusus hingga suatu waktu yang lebih pendek. selain itu diwajibkan pula mengganti biaya. dalam halnya paksaan. yang dimaksud dalam pasal 1341. jika ada alasan untuk itu. dalam halnya pengampuan. 1452. bahwa kesadaran yang diperlukan untuk kebatalan itu ada. Waktu yang disebutkan di atas ini. sejak hari diketahuinya.tidak berkuasa. kecuali apabila alasan-alasan yang dimajukan terkemudian itu. sejak hari pembubaran perkawinan. sekadar barangnya masih berada di tangan orang yang tidak berkuasa itu. sejak hari pencabutan pengampuan. atau bahwa apa yang dinikmati telah dipakai atau berguna bagi kepentingannya. Dalam semua hal. karena salahnya .

maka barang ini sejak saat pembelian adalah atas tanggungan si pembeli. jika orang belum dewasa. 1461. . setelah pembubaran perkawinannya. 1456. 1462. Tuntutan untuk pernyataan batal gugur. seketika setelahnya orang-orang ini mencapai sepakat tentang kebendaan tersebut dan harganya. dihitung atau diukur. 1458. setelah penghapusan pengampuannya. tetapi menurut berat. perempuan yang bersuami yang bertindak tanpa bantuan suaminya. Jika barang-barang tidak dijual menurut tumpukan.pihak lawan tidak dapat diketahui lebih dahulu. Jual-beli itu dianggap telah terjadi antara kedua belah pihak. 1459. BAB KE LIMA Tentang jual-beli BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1457. secara tegas atau secara diam-diam telah menguatkan perikatannya setelah ia menjadi dewasa. meskipun kebendaan itu belum diserahkan. setelah paksaan berhenti. maupun harganya belum dibayar. Jual-beli adalah suatu perjanjian. 1460. meskipun penyerahannya belum dilakukan. dihitung atau diukur. Jika sebaliknya barang-barangnya dijual menurut tumpukan. maka barang-barang itu tetap atas tanggungan si penjual hingga barang-barang ditimbang. dan pihak yang lain untuk membayar harga yang telah dijanjikan. orang yang ditaruh di bawah pengampuan. maka barang-barang itu adalah atas tanggungan si pembeli. Hak milik atas barang yang dijual tidaklah berpindah kepada si pembeli. Jika kebendaan yang dijual itu berupa suatu barang yang sudah ditentukan. selama penyerahannya belum dilakukan menurut pasal 612. atau orang yang dapat memajukan adanya paksaan. jumlah atau ukuran. dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu kebendaan. kekhilafan atau penipuan. meskipun belum ditimbang. atau setelah diketahuinya tentang adanya kekhilafan atau penipuan. 613 dan 616. dan si penjual berhak menuntut harganya.

hak-hak para ahli waris pihak-pihak yang melakukan perbuatan. Jika pembelian dibuat dengan memberi uang panjar tak dapatlah salah satu pihak meniadakan pembelian itu dengan menyuruh memiliki atau mengembalikan uang panjarnya. demikian itu jika benda-benda atau uang tersebut dikecualikan dari persatuan. yang ia telah janjikan kepada suaminya sebagai harta perkawinan. juru sita dan notaris tidak diperbolehkan karena penyerahan menjadi pemilik hak-hak dan tuntutan- . Harga beli harus ditetapkan oleh kedua belah pihak. juga dari siapa ia tidak dipisahkan. 1464. jaksa. dari siapa ia oleh Pengadilan telah dipisahkan. selalu dianggap telah dibuat dengan suatu syarat tangguh. Dengan tidak mengurangi namun itu dalam ke tiga hal ini. Biaya akta-akta jual-beli dan lain-lain biaya tambahan dipikul oleh si pembeli. 3e. untuk memenuhi apa yang menjadi haknya istri atau suaminya itu menurut hukum. 1466. jika tidak telah diperjanjikan sebaliknya. 2e. Jual-beli yang dilakukan dengan percobaan. Jika pihak ke tiga ini tidak suka atau tidak mampu membuat perkiraan tersebut. jika penyerahan yang dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya. pengacara. sekadar benda-benda itu dikecualikan dari persatuan. maka tidaklah terjadi suatu pembelian. jika si istri menyerahkan barang-barang kepada suaminya untuk melunasi suatu jumlah uang.. panitera. advokat.1463. misalnya untuk mengembalikan benda-benda si istri yang telah dijual. jika seorang suami atau seorang istri menyerahkan benda-benda kepada istri atau kepada suaminya. atau uang yang menjadi kepunyaan si istri. atau mengenai barangbarang yang biasanya dicoba terlebih dahulu. 1465. 1468. 1467. berdasarkan pada suatu alasan yang sah. Harga beli namun itu dapat diserahkan kepada perkiraan seorang pihak ke tiga. kecuali dalam ke tiga hal berikut: 1e. Antara suami-istri tak boleh terjadi jual-beli. Para Hakim. apabila salah satu pihak dengan cara demikian telah memperoleh suatu keuntungan secara tak langsung.

1472. maka si pembeli adalah leluasa . kerugian dan bunga. untuk membeli benda-benda tak bergerak. Jual-beli barang orang lain adalah batal. membeli untuk dirinya sendiri atau untuk orang-orang perantara. yang dijual di hadapan mereka. Presiden berkuasa. boleh memberikan izin kepada pegawai-pegawai yang dimaksudkan dalam pasal ini.tuntutan yang menjadi pokok perkara-perkara yang sedang bergantung pada Pengadilan Negeri yang dalam wilayah mereka melakukan pekerjaan mereka atas ancaman kebatalan. Pegawai-pegawai yang memangku suatu jabatan umum tidak diperbolehkan. 1471. Jika pada saat penjualan. pengurus-pengurus. dengan cara yang ditetapkan dalam pasal 399. dalam hal-hal istimewa. Demikian pula Presiden. Sekadar mengenai benda-benda bergerak. Namun itu adalah terserah kepada Presiden untuk memberikan kebebasan dari larangan itu kepada pengurus-pengurus umum. barang yang dijual sama sekali telah musnah. mengenai benda-benda milik Negara dan milik badan-badan umum. dan dapat memberikan dasar untuk penggantian biaya. atas ancaman yang sama. Segala wali dapat membeli benda-benda tak bergerak kepunyaan anak-anak yang berada di bawah perwalian mereka. membebaskan pegawai-pegawai tersebut dari larangan tersebut di muka. maka pembelian adalah batal. jika dianggapnya perlu. jika si pembeli tidak telah mengetahui bahwa barang itu kepunyaan orang lain. yang dipercayakan kepada pemeliharaan dan pengurusan mereka. untuk kepentingan umum. tetapi hanya untuk kepentingan para penjual. 1469. serta penggantian biaya. atas ancaman yang sama. barang-barang yang dijual oleh atau di hadapan mereka. baik pembelian itu dilakukan oleh mereka sendiri maupun oleh orang-orang perantara: kuasa-kuasa mengenai barang-barang yang mereka dikuasakan menjualnya. Jika hanya sebagian saja yang musnah. rugi dan bunga. Begitu pula tidak diperbolehkan menjadi pembeli pada penjualan di bawah tangan. 1470.

maka si pembeli dapat menuntut pembatalan pembelian. 1479.untuk meniadakan pembelian atau menuntut bagian yang masih ada. Sejak waktu itu segala hasil menjadi kepunyaan si pembeli. beserta surat-surat bukti milik. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban si penjual 1473. Barangnya harus diserahkan dalam keadaan dimana barang itu berada pada waktu penjualan. Si penjual diwajibkan menyatakan dengan segas untuk apa ia mengikatkan dirinya. Biaya penyerahan dipikul oleh si penjual. Ia mempunyai dua kewajiban utama. 1483. jika si pembeli belum membayar harga si penjual tidak telah mengizinkan penundaan pembayaran kepadanya. menurut ketentuanketentuan pasal 1266 dan 1267. dengan perubahan-perubahan seperti yang berikut. Penyerahan harus terjadi di tempat dimana barang yang terjual berada pada waktu penjualan. 1482. Penyerahan ialah suatu pemindahan barang yang telah dijual kedalam kekuasaan dan kepunyaan si pembeli. harus ditafsirkan untuk kerugiannya. 1475. Jika penyerahan karena kelalaian si penjual tidak dapat dilaksanakan. . 1478. yaitu menyerahkan barangnya dan menanggungnya. Kewajiban menyerahkan suatu barang meliputi segala sesuatu yang menjadi perlengkapannya serta dimaksudkan bagi pemakaiannya yang tetap. Si penjual tidak diwajibkan menyerahkan barangnya. 1477. 1481. sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian. sedangkan biaya pengambilan dipikul oleh si pembeli. jika tentang itu tidak telah diadakan persetujuan lain. 1476. jika tidak telah diperjanjikan sebaliknya. Si penjual diwajibkan menyerahkan barang yang dijual seutuhnya. 1474. Dicabut 1480. segala janji yang tidak terang dan dapat diberikan berbagai pengertian. jika ada. serta menyuruh menetapkan harganya menurut penilaian yang seimbang.

1484. Jika penjualan sebuah benda tak bergerak terjadi dengan penyebutan luasnya atau isinya, dengan ditentukan suatu harga menurut ukurannya, maka si penjual diwajibkan menyerahkan jumlah yang dinyatakan dalam persetujuan; dan jika ia tak mampu melakukannya, atau si pembeli tidak menuntutnya, maka si penjual harus bersedia menerima suatu pengurangan harga menurut imbangan. 1485. Jika sebaliknya dalam hal yang disebutkan dalam pasal yang lalu, bendanya tak bergerak ada lebih luas daripida apa yang dinyatakan dalmn perjanjian, maka si pembeli dapat memilih apakah ia akan menambah harganya menurut imbangan atau apakah ia akan meniadakan pembelian, demikian itu jikalau kelebihannya ada seperduapuluh dari luasnya yang dinyatakan dalam perjanjian. 1486. Dalmn hal-hal lain, baik jika yang dijual suatu benda tertentu, maupun jika penjualan itu mengenai pekarangan-pekarangan yang terbatas dan terpisah satu sama lain, atau lagi jika penjualan mengenai benda, baik yang dari semula disebutkan ukurannya, maupun yang keterangan tentang ukurannya menyusuli, maka penyebutan ukuran itu tidak memberikan alasan bagi si penjual untuk menambah harga untuk apa yang melebihi ukuran, bagitu pula tidak memberikan alasan bagi si pembeli untak mengurangi harga untuk kekurangannya, selain apabila selisih antara ukuran yang sebenarnya dan ukuran yang dinyatakan dalam perjanjian ada berjumlah seper dua puluh lebih atau seper dua puluh kurang, dihitung menurut harga seluruhnya dari benda-benda yang dijual, kecuali jika dijanjikan sebaliknya. 1487. Jika menurut pasal yang lalu ada alasan untuk menaikkan harga untuk selebihnya dari ukuran, maka si pembeli boleh memilih, apakah ia akan meniadakan pembelian atau membayar harga yang telah dinaikkan, dan demikian itu dengan pembayaran bunga dalam halnya ia telah memegang bendanya tak bergerak. 1488. Dalam semua hal dimana si pembeli berhak meniadakan pembelian, si penjual diwajibkan, selainnya mengembalikan harga barang, jika itu telah diterimanya, juga mengembalikan biaya, yang telah dikeluarkan untuk melakukan pembelian dan menyerahan, sekadar si pembeli menurut perjanjian telah membayarnya. 1489. Tuntutan untuk diberikan penambahan uang harga dari pihak si

penjual, dan untuk diberikan pengurangan uang harga atau pembatalan pembelian, dari pihak si pembeli harus dimajukan dalam waktu satu tahun, terhitung mulai hari dilakukannya penyerahan, jika tidak, maka tuntutan-tuntutan itu akan gugur. 1490. Jika dua bidang pekarangan dijual bersama-sama dalam satu persetujuan dengan satu harga, dengan penyebutan tentang luasnya masing-masing, dan ternyata satu ada lebih, sedangkan yang lainnya ada kurang luasnya, maka selisih ini dihapuskan dengan cara perjumpaan sampai jumlah yang diperlukan dan tuntutan untuk mendapat penambahan atau untuk mendapat pengurangan tidaklah terjadi lebih lanjut selain menurut aturan-aturan yang ditentukan di atas. 1491. Penanggungan yang menjadi kewajiban si penjual terhadap si pembeli, adalah untuk menjamin dua hal, yaitu pertama penguasaan benda yang dijual secara aman dan tenteram, kedua terhadap adanya cacat-cacat barang tersebut yang tersembunyi, atau yang sedemikian rupa hingga menerbitkan alasan untuk pembatalan pembeliannya. 1492. Meskipun pada waktu penjualan dilakukan tiada dibuat janji tentang penanggungan, namun si penjual adalah demi hukum diwajibkan menanggung si pembeli terhadap suatu penghukuman untuk menyerahkan seluruh atau sebagian benda yang dijual kepada seorang pihak ke tiga, atau terhadap beban-beban yang menurut keterangan seorang pihak ke tiga dimilikinya atas benda tersebut dan yang tidak diberitahukan sewaktu pembelian dilakukan. 1493. Kedua belah pihak diperbolehkan dengan persetujuan-persetujuan istimewa, memperluas atau mengurangi kewajiban yang ditetapkan oleh undangundang ini; bahkan mereka itu diperbolehkan mengadakan perjanjian bahwa si penjual tidak akan diwajibkan menanggung sesuatu apa pun. 1494. Meskipun telah diperjanjikan bahwa si penjual tidak akan menanggung suatu apapun, namun ia tetap bertanggung jawab tentang apa yang berupa akibat dari sesuatu perbuatan yang dilakukan olehnya, segala perjanjian yang bertentangan dengan ini adalah batal. 1495. Si penjual, dalam hal adanya janji yang sama, jika terjadi suatu penghukuman untuk menyerahkan barang yang dijual kepada seorang lain, diwajibkan mengembalikan harga pembelian, kecuali apabila si pembeli pada waktu

pembelian

dilakukan,

mengetahui

tentang

adanya

penghukuman

untuk

menyerahkan barang yang dibelinya, atau jika ia telah membeli barangnya dengan pernyataan akan memikul sendiri untung-ruginya. 1496. Jika dijanjikan penanggungan, atau jika tentang itu tiada perjanjian suatu apa, maka si pembeli berhak dalam halnya suatu penghukuman untuk menyerahkan barang yang dibelinya kepada seorang lain, menuntut kembali dari si penjual. 1e. pengembalian uang harga pembelian, 2e. pengembalian hasil-hasil jika ia diwajibkan menyerahkan hasil-hasil itu kepada si pemilik yang melakukan penuntutan penyerahan; 3e. biaya yang dikeluarkan berhubung dengan gugatan si pembeli untuk ditanggung, begitu pula biaya yang telah dikeluarkan oleh si penggugat asal; 4e. penggantian biaya, kerugian dan bunga, beserta biaya perkara mengenai pembelian dan penyerahannya, sekadar itu telah dibayar oleh si pembeli. 1497. Jika pada waktu dijatuhkannya hukuman untuk menyerahkan barangnya kepada seorang lain, ternyata bahwa barang yang dijual telah merosot harganya atau sangat rusak, baik hal-hal itu disebabkan kelalaian si pembeli, maupun karena keadaan memaksa, maka si penjual namun itu diwajibkan mengembalikan uang harga seutuhnya. Tetapi, jika si pembeli telah mendapat manfaat karena kerugian yang disebabkan olehnya, maka si penjual berhak mengurangi uang harga dengan suatu jumlah yang sama dengan keuntungan tersebut. 1498. Jika ternyata bahwa barang yang dijual pada waktu dijatuhkannya hukuman untuk menyerahkannya kepada seorang lain, telah bertambah harganya, meskipun tanpa suatu perbuatan si pembeli, maka si penjual diwajibkan membayar kepada si pembeli apa yang melebihi harga pembelian itu. 1499. Si penjual diwajibkan mengembalikan kepada si pembeli, atau menyuruh mengembalikan oleh orang yang memajukan tuntutan penyerahan barang, segala apa yang telah dikeluarkan oleh si pembeli untuk pembetulan dan perbaikan yang perlu pada barangnya. Jika si penjual dengan itikad buruk telah menjual barang milik orang lain,

bahkan juga biaya yang dikeluarkan untuk barangnya. sedangkan pihak ini membuktikan bahwa alasan-alasan cukup untuk menolak gugatannya. ia sama sekali tidak akan membeli barangnya. menurut harga taksiran sewaktu ia diharuskan menyerahkan sebagian dari barangnya itu. hingga si pembeli. maka dapatlah ia menuntut pembatalan pembelian. 1503. Jika yang harus diserahkan hanya sebagian dari barangnya. yang membuat barang itu tak sanggup untuk pemakaian yang dimaksud. sedangkan bagian itu. si pembeli harus diberikan ganti rugi untuk bagian yang harus diserahkan. dengan tidak diberitahukannya hal itu kepada si pembeli. Jika ternyata bahwa benda yang dijual dibebani dengan pengabdianpengabdian tanah.maka ia diwajibkan mengembalikan kepada si pembeli segala biaya yang telah dikeluarkan. atau dengan tidak dapat diketahuinya hal itu oleh si pembeli. 1502. seandainya si pembeli mengetahui cacat itu. kecuali jika ia memilih menerima suatu ganti rugi. atau . asal ia memajukan tuntutannya untuk itu dalam satu tahun setelah hari putusan tentang penghukuman menyerahkan barangnya itu memperoleh kekuatan mutlak. Penanggungan terhadap penghukuman menyerahkan barangnya kepada seorang lain. pembelian tidak dibatalkan. adalah sedemikian pentingnya. Apabila. takkan membeli barangnya. berhenti jika si pembeli telah membiarkan dirinya dihukum menurut suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. baik barangnya yang dijual telah naik maupun telah turun harganya. sedangkan pengabdianpengabdian tanah itu sedemikian pentingnya. Si penjual diwajibkan menanggung terhadap cacat tersembunyi pada barang yang dijual. tetapi tidak menurut imbangan terhadap seluruh harga pembelian. dalam hubungan dengan keseluruhannya. 1501. atau yang demikian mengurangi pemakaian itu sehingga. dalam hal adanya penghukuman menyerahkan sebagian dari barang yang dijual. maka ia dapat meminta pembatalan pembeliannya. 1500. seandainya bagian itu tidak ada. dengan tidak memanggil si penjual. hingga dapat disangka bahwa si pembeli tidak akan melakukan pembelian jika hal itu telah diketahuinya. semata-mata untuk perhiasan atau kesenangan. 1504.

musnah disebabkan cacat-cacat itu. Tuntutan yang didasarkan pada cacat-cacat yang dapat menyebabkan pembatalan pembelian harus oleh si pembeli dimajukan dalam suatu waktu yang pendek. 1512. 1509. 1506. dan mengganti kepada si pembeli biaya yang telah dikeluarkan untuk penyelenggaraan pembelian dan penyerahan. yang mengandung cacat-cacat tersembunyi. kerugian dan bunga kepada si pembeli. dalam hal yang demikian.tidak akan membelinya selain dengan harga yang kurang. Tuntutan ini tidak diberikan dalam hal penjualan-penjualan yang dilakukan atas kuasa Hakim. 1505. ia juga diwajibkan mengganti segala biaya. Jika si penjual telah mengetahui cacat-cacatnya barang. Jika barang yang dijual. 1511. yang terhadap si pembeli diwajibkan mengembalikan uang harga pembelian dan mengganti segala kerugian lainnya yang disebutkan dalam kedua pasal yang lalu. 1510. kecuali jika ia. meskipun ia sendiri tidak mengetahui adanya cacat itu. 1507. atau apakah ia akan tetap memiliki barangnya sambil menuntut pengembalian sebagian harta. dan dengan mengindahkan kebiasaan-kebiasaan dari tempat mana perjanjian pembelian dibuat. maka selain diwajibkan mengembalikan harga pembelian yang telah diterimanya. setelah mendengar ahli-ahli tentang itu. maka kerugiannya dipikul oleh si penjual. Dalam hal-hal yang disebutkan dalam pasal 1504 dan 1506. sekadar itu telah dibayar oleh si pembeli. Jika si penjual tidak telah mengetahui cacat-cacatnya barang maka ia hanya diwajibkan mengembalikan harga pembelian. sebagaimana akan ditentukan oleh Hakim. telah meminta diperjanjikan bahwa ia tidak diwajibkan menanggung sesuatu apa pun. Ia diwajibkan menanggung terhadap cacat yang tersembunyi. si pembeli dapat memilih apakah ia akan mengembalikan barangnya sambil menuntut kembali harga pembeliannya. harus dipikul oleh si pembeli. menurut sifat cacat itu. Si penjual tidaklah diwajibkan menanggung terhadap cacat yang kelihatan. yang dapat diketahui sendiri oleh si pembeli. 1508. tetap kerugian yang disebabkan kejadian yang tak disengaja. .

pembatalan pembelian. menurut ketentuan-ketentuan pasal 1266 dan 1267. biarpun tidak ada suatu janji tegas. BAGIAN KE EMPAT Tentang hak membeli kembali 1519. 1516. si pembeli harus membayar di tempat dan pada waktu dimana penyerahan harus dilakukan 1515. kecuali jika si penjual memilih memberikan jaminan. Kekuasaan untuk membeli kembali barang yang telah dijual diterbitkan dari suatu janji. Jika pada waktu membuat perjanjian tidak ditetapkan tentang itu. 1518. pada waktu dan di tempat sebagaimana ditetapkan menurut perjanjian. dengan disertai penggantian yang disebutkan dalam pasal 1532. si penjual dapat menuntut pembatalan pembelian. atau jika telah diperjanjikan bahwa si pembeli diwajibkan membayar biarpun segala gangguan. Jika si pembeli. dalam hal penjualan barang-barang dagangan dan barang-barang perabot rumah. . jika barang yang dijual dan diserahkan memberi hasil atau lain pendapatan.BAGIAN KE TIGA Tentang kewajiban si pembeli 1513. untuk keperluan si penjual. dimana si penjual diberikan hak untuk mengambil kembali barang yang dijualnya. atau jika si pembeli mempunyai suatu alasan yang patut untuk berkhawatir bahwa ia akan diganggu dalam penguasaannya. hingga si penjual telah menghentikan gangguan tersebut. 1517. Jika si pembeli tidak membayar harga pembelian. maka ia dapat menangguhkan pembayaran harga pembelian. akan terjadi demi hukum dan tanpa peringatan. diwajibkan membayar bunga dari harga pembelian. Kewajiban utama si pembeli ialah membayar pembelian. diganggu oleh suatu tuntutan hukum yang berdasarkan hipotik atau suatu tuntutan untuk meminta kembali barangnya. Si pembeli. Meskipun demikian. dengan mengembalikan harga pembelian asal. 1514. dalam penguasaannya. setelah lewatnya waktu yang ditentukan untuk mengambil barang yang dijual.

Jika berbagai orang bersama-sama dan dalam satu perjanjian telah menjual suatu benda yang menjadi hak mereka bersama. Jangka waktu yang ditentukan harus diartikan secara mutlak. boleh menggunakan haknya terhadap seorang pembeli ke dua. setelah terhadapnya dimajukan suatu gugatan untuk pemisahan dan pembagian. Jika hak tersebut diperjanjikan untuk suatu waktu yang lebih lama. maka masing-masing di . Jika seorang yang dengan janji beli kembali telah membeli suatu bagian yang belum terbagi dalam suatu benda tak bergerak. 1527. maka waktu itu diperpendek sampai lima tahun itu. jika ada alasan untuk itu. 1523. maka ia dapat mewajibkan si penjual untuk mengoper seluruh benda tersebut manakala orang ini hendak menggunakan haknya membeli kembali. menggantikan segala hak-hak dari penjualnya. ia dapat menggunakan daluwarsa baik terhadap si pemilik sejati. 1526. Terhadap orang-orang berpiutangnya si penjual ia dapat menggunakan hak istimewa untuk menuntut supaya terhadap si penjual itu lebih dahulu diadakan penyitaan kekayaannya untuk melunasi utang-utangnya. 1521. Hak membeli kembali tidak boleh diperjanjikan untuk suatu waktu yang lebih lama dari lima tahun. bahkan untuk kerugian orang-orang yang belum dewasa. meskipun dalam perjanjian kedua itu tidak disebutkan tentang janji tersebut. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk menuntut penggantian kepada orang yang bersangkutan. Barangsiapa membeli dengan janji beli kembali. dan apabila si penjual lalai memajukan tuntutannya untuk membeli kembali didalam tenggang yang telah ditetapkan. Si penjual suatu benda tak bergerak yang telah meminta diperjanjikannya kekuasaan untuk membeli kembali barang yang dijual. maka tetaplah si pembeli sebagai pemilik barang yang dibeli.1520. Jangka waktu ini berjalan untuk kerugian tiap orang. ia tak boleh diperpanjang oleh Hakim. 1525. maupun terhadap siapa yang mengira mempunyai hak-hak hipotik atau lainlain hak atas barang yang dijual. menjadi pembeli dari seluruh benda tersebut. 1522. 1524.

dalam hal yang termaksud dalam kedua pasal yang lalu. baik dalam halnya harta peninggalan yang belum dibagi. untuk mengoper barangnya seluruhnya. tetapi masingmasing dari mereka itu telah menjual sendiri-sendiri apa yang menjadi bagiannya. Tetapi jika harta peninggalan telah dibagi. Si penjual yang menggunakan janji membeli kembali tidak saja diwajibkan mengembalikan seluruh harga pembelian asal. maka tuntutan membeli kembali harus ditolak.antara mereka hanyalah dapat menggunakan haknya membeli kembali sekadar mengenai suatu jumlah sebesar bagiannya. dan si pembeli tidak boleh memaksa siapa yang menggunakan haknya secara demikian. Jika penjualan suatu barang kepunyaan berbagai orang. begitu pula biaya yang perlu untuk pembetulan-pembetulan. maka masing-masing dari mereka sendiri-sendiri dapat menggunakan haknya membeli kembali terhadap bagian yang menjadi haknya. 1531. 1530. Tetapi. maupun dalam halnya harta peninggalan itu sudah dibagi di antara para ahli waris. dan jika mereka tidak mencapai sepakat. Hal yang sama terjadi apabila seoraog yang sendirian telah menjual suatu benda. si pembeli dapat menuntut supaya semua orang yang turut menjual atau semua orang yang turut menjadi ahli waris dipanggil agar mereka bermufakat tentang pembelian kembali bendanya seluruhnya. dan barang yang dijual itu jatuh pada salah seorang maka tuntutan untuk membeli kembali dapat ditujukan untuk seluruhnya kepada orang ini. maka hak membeli kembali tidak dapat dipergunakan terhadap masing-masing dari mereka selain untuk sejumlah sebesar bagiannya. meninggalkan berbagai orang ahli waris. 1532. Jika si pembeli meninggalkan beberapa orang ahli waris. Masing-masing di antara para ahli waris ini hanyalah boleh menggunakan hak membeli kembali untuk suatu jumlah sebesar bagiannya. 1529. tidak dilakukan oleh sekalian mereka bersama dan untuk seluruhnya. dan biaya yang menyebabkan barangnya yang dijual . tetapi juga diwajibkan mengganti semua biaya menurut hukum yang telah dikeluarkan untuk menyelenggarakan pembelian serta penyerahannya. 1528.

maka janji ini harus diartikan sebagai mengenai kemampuannya sekarang. sebagai akibat janji beli kembali. tidaklah diwajibkan menanggung selain hanya terhadap kedudukannya sebagai ahli waris. sejumlah tambahnya ini. . dan tidak mengenai keadaan di kemudian hari. Barangsiapa menjual suatu warisan dengan tidak diterangkan barang demi barang. 1535.bertambah harganya. maka ia diwajibkan menggantinya. 1538. Ia tidak bertanggung jawab tentang cukup mampunya si berutang. Jika ia telah berjanji untuk menanggung terhadap cukup mampunya si berutang. kecuali jika dengan tegas dijanjikan sebaliknya. Jika ia telah menikmati hasil-hasilnya sesuatu benda atau telah menerima suatu jumlah sebesar sesuatu piutang yang termasuk warisan tersebut. dan hanya untuk jumlah harga pembelian. BAGIAN KE LIMA Ketentuan-ketentuan khusus mengenai jual-beli piutang dan lain-lain hak tak bertubuh 1533. 1536. sepertinya penanggungan-penanggungan. kecuali jika ia telah mengikatkan dirinya untuk itu. yang telah diterimanya untuk piutangnya. selain setelah memenuhi segala kewajiban ini. Apabila si penjual. memperoleh kembali barangnya. atau lagi telah menjual beberapa benda dari harta peninggalan itu. Penjualan suatu piutang meliputi segala sesuatu yang melekat padanya. Barangsiapa menjual suatu piutang atau suatu hak tak bertubuh lainnya. ia namun itu diwajibkan menetapi perjanjian-perjanjian sewa yang dengan itikad baik ialah dibuat oleh si pembeli. jika tidak dengan tegas telah diperjanjikan lain. 1537. harus menanggung bahwa hak-hak itu benar dan sewaktu diserahkannya biarpun penjualan dilakukan tanpa janji penanggungan. 1534. Ia tidak dapat memperoleh penguasaan atas barang yang dibeli kembali. hak istimewa dan hipotikhipotik. maka barang itu harus diserahkan kepadanya bebas dari semua beban dan hipotik yang diletakkan oleh si pembeli di atasnya.

Sebaliknya si pembeli diwajibkan mengganti kepada si penjual segala sesuatu yang oleh orang ini telah dikeluarkan untuk membayar utang-utang dan beban-beban warisan. dapat pula menjadi bahan tukar-menukar. telah terpaksa melepaskan barang yang diterimanya dalam tukar-menukar. dengan mana kedua belah pihak mengikatkan dirinya untuk saling memberikan suatu barang secara bertimbal-balik. Untuk selainnya aturan-aturan tentang perjanjian jual-beli berlaku terhadap perjanjian tukar-menukar. Tukat-menukar ialah suatu perjanjian. orangnya yang berutang membayar utangnya kepada si penjual. Jika suatu barang tertentu. 1543. 1545. musnah diluar salah pemiliknya. maka tak dapatlah ia dipaksa menyerahkan barang yang ia telah janjikan dari pihaknya sendiri. 1542. melainkan hanya untuk mengembalikan barang yang telah diterimanya. 1540. maka perjanjian dianggap sebagai gugur. BAB KE ENAM Tentang tukar-menukar 1541. lagi pula untuk memenuhi kepada si penjual apa yang si penjual ini dapat menagih selaku orang yang memegang sesuatu piutang terhadap warisan.1539. Apabila sebelum penyerahan suatu piutang yang telah dijual. 1546. . dan kemudian ia membuktikan bahwa pihak yang lain bukan pemilik barang tersebut. sebagai gantinya suatu barang lain. 1544. yang telah dijanjikan untuk ditukar. dapat menuntut kembali barang yang ia telah berikan dalam tukar-menukar. maka itu cukuplah untuk membebaskan si berutang. rugi dan bunga dari pihak lawannya ataukah ia akan menuntut pengembalian barang yang ia telah berikan. Segala apa yang dapat dijual. dapat memilih apakah ia akan menuntut panggantian biaya. Siapa yang karena suatu penghukuman untuk menyerahkan barangnya kepada seorang lain. dan siapa yang dari pihaknya telah memenuhi perjanjian. Jika pihak yang satu telah menerima barang yang ditukarkan kepadanya.

1549. 3c. memelibara barang yang disewakan sedemikian.BAB KE TUJUH Tentang sewa-menyewa BAGIAN KE SATU Ketentuan Umum 1547. baik yang bergerak dapat disewakan. menyerahkan barang yang disewakan kepada si penyewa. dan dengan tak perlu adanya sesuatu janji untuk itu : 1e. Dihapuskan. 2e. Sewa-menyewa ialah suatu pcrjanjian denan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainnya kenikmatan dari sesuatu barang. selama suatu waktu tertentu dan dengan pembayaran sesuatu harga. terkecuali pembetulanpembetulan yang menjadi kewajiban si penyewa. Pihak yang menyewakan diwajibkan karena sifat perjanjian. hingga barang itu dapat dipakai untuk keperluan yang dimaksudkan. Ia harus selama waktu sewa menyuruh melakukan pembetulan-pembetulan pada barang yang disewakan yang perlu dilakukan. biarpun pihak yang menyewakan itu sendiri tidak mengetahuinya pada waktu dibuatnya perjanjian sewa. Dihapuskan. 1552. BAGIAN KE DUA Tentang aturan-aturan yang sama-sama berlaku terhadap penyewaan rumah dan penyewaan tanah 1550. Semua jenis barang. memberikan si penyewa kenikmatan yang tenteram daripada barang yang disewakan selama berlangsungnya sewa. 1548. 1551. yang merintangi pemakaian barang itu. Pihak yang menyewakan diwajibkan mesyemhkan barang yang disewakan dalam keadaan terpelihara segala-galanya. yang oleh pihak tersebut belakangan itti disanggupi pembayarannya. Pihak yang menyewakan harus menanggung si penyewa terhadap semua cacat dari barang yang disewakan. . baik yang tak bergerak.

1557. ataukah ia akan meminta bahkan pembatalan perjanjian sewanya. dengan tidak mengurangi hak si penyewa untuk menuntut sendiri orang itu. Pihak yang menyewakan tidak diperkenankan selama waktu sewa mengubah ujud maupun tataan barang yang disewakan. si penyewa dapat memilih. maka ia berhak menuntut suatu pengurangan harga sewa menurut imbangan. menurut keadaan. yang dilakukan oleh orangorang pihak ke tiga dengan peristiwa-peristiwa dengan tidak memajukan sesuatu hak atas barang yang disewa. disebabkan karena suatu tuntutan hukum yang bersangkutan dengan hak milik atas barangnya. tetapi tidak dalam satu dari kedua hal itu pun ia berhak atas suatu ganti rugi. apakah ia akan meminta pengurangan harga sewa. tak dapat didiami. Pihak yang menyewakan tidaklah diwajibkan menjamin si penyewa terhadap rintangan-rintangan dalam kenikmatannya. maka si penyewa harus menerimanya. . yang tidak dapat menunggu sampai berakhirnya sewa. Jika pembetulan-pembetulan sedemikian sifatnya. dan meskipun ia selama dilakukannya pembetulan-pembetulan itu terpaksa kehilangan sebagian dari barang yang disewakan. Jika. yang perlu ditempati oleh si penyewa dan keluarganya. Jika sebaliknya si penyewa diganggu dakam kenikmatannya. asal tentang gangguan atau rintangan itu telah diberitahukan secara sah kepada si pemilik. jika pembetulan-pembetulan ini berlangsung lebih lama dari empat puluh hari. pada barang yang disewakan terpaksa diadakan pembetulan-pembetulan. barang yang disewakan sama sekali musnah karena suatu kejadian yang tak disengaja.Jika cacat-cacat itu telah mengakibatkan sesuatu kerugian bagi si penyewa. maka kepadanya pihak yang menyewakan diwajibkan memberikan ganti rugi. Tetapi. betapa pun kesusahan yang disebabkannya. maka perjanjian sewa gugur demi hukum. 1556. Jika barangnya hanya sebagian musnah. 1553. maka harga sewa harus dikurangi menurut imbangan waktu dan bahagian dari barang yang disewakan yang tidak dapat dipakai oleh si penyewa. 1554. Jika selama waktu sewa. 1555. selama waktu sewa. maka si penyewa dapat memutuskan sewanya. hingga barang yang disewakan.

maka pihak ini. tidak diperbolehkan mengulang-sewakan barang. 1562.1558. atas ancaman pembatalan perjanjian sewa dan penggantian biaya. Jika orang-orang yang telah melakukan peristiwa-peristiwa. yang disewanya. itu kepada pihak yang menyewakan. menurut keadaan. menyewakan sebagian kepada orang lain. Jika antara pihak yang menyewakan dan pihak yang menyewa telah dibuat suatu pratelan tentang barang yang disewakan. atau untuk suatu keperluan sedemikian rupa hingga dapat menerbitkan suatu kerugian kepada pihak yang menyewakan. 2c. 1559. asal ia menunjuk orangnya untuk siapa ia menguasai barangnya. 1560. Jika yang disewa itu berupa sebuah rumah. memajukan bahwa mereka mempunyai sesuatu hak atas barang yang disewakan. maka ia diwajibkan memberitahukan tentang. atau jika tidak ada suatu perjanjian mengenai itu. tidak diwajibkan mentaati perjanjiannya ulang sewa. dan ia dapat memanggil pihak tersebut untuk penanggungan. sedangkan pihak yang menyewakan. setelah pembatalan itu. untuk memakai barang yang disewa sebagai seorang bapak rumah yang baik. maka dapatlah ia atas tanggung jawab sendiri. maupun melepaskan sewanya kepada seorang lain. menurut tujuan yang dipersangkakan berhubung dengan keadaan. Si penyewa. Bahkan bolehlah ia menuntut supaya ia dikeluarkan sebagai pihak dalam perkara. atau jika si penyewa sendiri digugat untuk mengosongkan seluruh atau sebagian dari barangnya yang disewa. jika kekuasaan itu tidak telah dilarang dalam perjanjiannya. dapat meminta pembatalan sewanya. sesuai dengan tujuan yang diberikan pada barang itu menurut perjanjian sewanya. rugi dan bunga. atau untuk menerima pelaksanaan sementara pengabdian pekarangan. untuk membayar harga sewa pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Jika si penyewa memakai barang yang disewa untuk suatu keperluan lain dari yang menjadi tujuannya. dengan kekecualian apa yang telah musnah . yang didiami sendiri oleh si penyewa. maka pihak yang belakangan ini diwajibkan mengembalikan barangnya dalam keadaan dimana barang itu diterimanya menurut pratelan tersebut. Si penyewa harus menepati dua kewajiban utama: 1e. 1561. jika kepadanya tidak telah diperizinkan.

1567. dengan mengindahkan tenggang-tenggang waktu yang diharuskan menurut kebiasaan setempat. mengenai pemeliharaan. Jika sewa tidak dibuat dengan tulisan. maka sewa itu tidak berakhir pada waktu yang ditentukan.atau berkurang harganya sebagai akibat dari tuanya barang atau dari kejadiankejadian yang tak disengaja yang tidak dapat dihindarkan. Dihapuskan. 1563. kecuali jika ia membuktikan bahwa kerusakan itu terjadi diluar salahnya. Si penyewa diperbolehkan. yang menjadi beban para penyewa. 1565. kecuali jika pihak yang menyewakan membuktikan bahwa kebakaran itu disebabkan kesalahan si penyewa. dianggap telah menerima barang yang disewa dalam keadaan yang baik. tanpa diperlukannya sesuatu pemberhentian untuk itu. Si penyewa bertanggung jawab untuk segala kerusakan yang diterbitkan pada barang yang disewa selama waktu sewa. 1566. 1569. Jika terjadi perselisihan tentang harga suatu penyewaan. melainkan jika pihak lain bahwa ia hendak menghentikan sewanya. maka sewa itu berakhir demi hukum. Ia namun itu tidak bertanggung jawab untuk kebakaran. . dan tidak terdapat suatu tanda pembayaran. yang dibuat dengan lisan. yang sudah dijalankan. Si penyewa adalah bertanggungjawab untuk segala kerusakan dan kerugian yang diterbitkan pada barang yang disewa. asal pembongkaran dan pembawaan itu dilakukan dengan tidak merusakkan barang yang disewa. 1568. 1564. Jika tidak dibuat suatu pratelan. apabila waktu yang ditentukan telah lampau. kecuali apabila si penyewa memilih untuk menyuruh menaksir harga sewanya oleh orang-orang ahli. maka si penyewa. Jika sewa dibuat dengan tulisan. pada waktu mengosongkan barang yang disewa. maka pihak yang menyewakan harus dipercaya atas sumpahnya. membongkar dan membawa segala apa yang ia dengan biaya sendiri telah menyuruh membuat pada barang yang disewa. oleh kawan-kawannya serumah atau oleh mereka kepada siapa ia telah mengoperkan sewanya. 1571. kecuali jika dibuktikan sebaliknya dan ia harus mengembalikan barangnya dalam keadaan yang sama. 1570.

Seorang pembeli yang hendak menggunakan kekuasaan yang diperjanjikan dalam perjanjian sewa. yang akibat-akibatnya diatur dalam pasal-pasal yang mengenai penyewaan-penyewaan dengan lisan. Dalam halnya kedua pasal yang lalu. . maka terjadilah dengan itu suatu sewa baru. 1573. si penyewa tidak berhak menuntut suatu ganti rugi apabila tidak ada suatu janji yang tegas.1572. ia tidak diwajibkan mengosongkan barang yang disewa. tidak dapat menggunakan kekuasaannya untuk memaksa si penyewa mengosongkan barang yang disewa. Jika. sebagaimana diharuskan oleh adat kebiasaan setempat mengenai pemberhentian-pemberhentian sewa. maupun dengan meninggalnya pihak yang menyewa. 1576. tetapi jika ada suatu janji seperti tersebut belakangan ini. si penyewa tetap menguasai barang yang disewa dan dibiarkan menguasainya. Perjanjian sewa tidak sekali-kali hapus dengan meninggalnya pihak yang menyewakan. 1574. selama ganti rugi yang terutang belum dilunasi. sebelum ia dengan lewatnya tenggang waktu yang ditentukan untuk pembelian kembali. penanggungan utang yang dibuat untuk sewanya. 1575. menjadi pemilik mutlak. 1577. tidak dapat memajukan tentang adanya suatu penyewaan ulang secara diam-diam. meskipun ia tetap menikmati barangnya. diwajibkan memperingatkan si penyewa sekian lama sebelumnya. maka si penyewa. memaksa si penyewa mengosongkan barang yang disewa. 1578. Dengan dijualnya barang yang disewa. setelah berakhirnya suatu penyewaan yang dibuat dengan tulisan. Si pembeli dengan janji membeli kembali. jika barangnya dijual. untuk. Jika pihak yang satu telah memberitahukan kepada pihak yang lainnya bahwa ia hendak menghentikan sewanya. tidak meliputi kewajiban-kewajiban yang terbit dari perpanjangan sewa. suatu persewaan yang dibuat sebelumnya. Jika ada suatu perjanjian yang demikian. peringatan tersebut harus paling sedikit satu tahun sebelum pengosongan. Dalam hal sewa tanah. tidaklah diputuskan kecuali apabila ini telah diperjanjikan pada waktu menyewakan barang.

kecuali apabila ia memberikan cukup jaminan untuk pembayaran uang sewa. Pihak yang menyewakan tidak dapat menghentikan sewa dengan menyatakan hendak memakai sendiri barang yang disewakan. Meskipun demikian.1579. BAGIAN KE TIGA Tentang aturan-aturan yang khusus berlaku bagi sewa rumah dan perabot rumah 1581. Jika dalam perjanjian sewa telah disetujui bahwa pihak yang menyewakan akan mempunyai kekuasaan memakai sendiri rumah atau tanah yang disewakan. yang ia pada waktu dilakukannya suatu penyitaan. dapat dipaksa untuk mengosongkan rumah itu. dengan perabot rumah secukupnya. 1582. apabila pembetulan-pembetulan itu terpaksa dilakukan karena keadaan rusak dari barang yang disewa atau karena keadaan memaksa. Jika tidak ada perjanjian. menurut kebiasaan setempat. tutupan jendela. kecuali jika telah diperjanjikan sebaliknya. maka ia diwajibkan sebelum itu memberitahukan tentang kehendaknya untuk menghentikan sewanya sebegitu lama sebelumnya. atau menurut kebiasaan-kebiasaan setempat. kolam-kolam hujan. maka dianggap sebagai demikian pembetulanpembetulan pada lemari-lemari toko. kunci-kunci dalam. berutang pada si penyewa pertama. dan dengan tak diperbolehkan ia memajukan pembayaran-pembayaran yang dilakukan sebelumnya. baik didalam maupun diluar rumah dan segala sesuatu yang dianggap termasuk itu. pembetulan-pembetulan tersebut harus dipikul oleh pihak yang menyewakan. 1584. 1580. kaca-kaca jendela. Pembetulan-pembetulan kecil dan sehari-hari dipukul oleh si penyewa. Si penyewa yang tidak memperlengkapi sebuah rumah yang disewa. dan . kecuali jika pembayaran-pembayaran itu telah dilakukan menurut suatu janji yang dinyatakan dalam dia punya perjanjian sewa. Seorang penyewa kedua tidaklah berwajib membayar kepada si pemilik lebih dari jumlah harga sewa dari penyewaan kedua. sebagaimana ditetapkan dalam pasal 1578. Menjaga kebersihan sumur-sumur. 1583.

BAGIAN KE EMPAT Tentang aturan-aturan yang khusus berlaku bagi sewa tanah 1588. maka hal itu tidaklah menjadi alasan untuk menambah atau mengurangi harga sewa. 1586. Jika si penyewa sebuah rumah atau ruangan. melainkan hanya dalam hal-hal dan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum . harus dianggap telah dibuat untuk lamanya. maka penyewaan dianggap telah dibuat menurut kebiasaan setempat. dan tak dapatlah ia meninggalkan barang yang disewa. 1587. setelah berakhirnya waktu sewa.tandas-tandas dibebankan kepada pihak yang menyewakan. yang ditentukan dalam suatu perjanjian tertulis. dibebankan kepada pihak yang menyewa. sebuah tempat kediaman seluruhnya. Penyewaan kamar-kamar yang diperlengkapi dengan mebel harus dianggap telah dilakukan milik tahunan. sebuah toko. sedangkan pihak yang menyewakan tidak melawannya. atau tiap hari. sebagaimana rumah-rumah tempat-tempat kediaman. apabila dibuat atas pembayaran sejumlah uang tiap hari. maupun dikeluarkan dari situ. melainkan sesudahnya suatu pemberitahuan tentang penghentian sewa. untuk waktu yang ditentukan oleh kebiasaan setempat. jika tidak telah dijanjikan sebaliknya. jika tidak ada suatu janji. Sewa mebel untuk memperlengkapi sebuah rumah seluruhnya. apabila dibuat atas pembayaran sejumlah uang tiap bulan. untuk harian. tiap bulan. untuk bulanan. apabila dibuat atas pembayaran sejumlah uang tiap tahun. toko-toko atau ruangan-ruangan selalu disewakan menurut kebiasaan setempat. yang dilakukan menurut kebiasaan setempat. tetap menguasai barang yang disewa. Jika didalam suatu perjanjian sewa tanah disebutkan suatu keluasan yang kurang atau yang lebih daripada keluasan yang sungguh-sungguh. atau suatu ruangan lainnya. maka dianggaplah si penyewa itu tetap memegang barang yang disewakan atas dasar syarat-syarat yang sama. Jika tidak ternyata bahwa penyewaan dibuat atas sejumlah uang tiap tahun. 1585. Menjaga kebersihan pipa-pipa asap.

kecuali jika ia telah memperoleh penggantian kerugian karena penghasilan tahun-tahun yang lalu. kerugian dan bunga. pada umumnya. maka si penyewa dapat menuntut suatu pengurangan uang sewa. 1592. Semua penyewa tanah diwajibkan menyimpan hasil-hasil tanahnya didalam tempat. jika ia memakai barang yang disewa untuk suatu tujuan lain dari tujuan yang dimaksudkan. maka pihak ini adalah berhak untuk. jika ia berhenti melakukan penggembalaan atau penanaman. jika ia tidak memenuhi janji-janji yang dibuat dalam perjanjian sewa. seluruh atau separuh penghasilan setahun telah hilang karena kejadian-kejadian yang tak dapat dihindarkan. apabila kenikmatan dari semua tahun telah diperjumpakan satu sama lain. 1591. Jika si penyewa tanah tidak melengkapi taman yang diperlukan untuk penggembalaan atau tanah itu dengan hewan-hewan atau perkakas-perkakas penanaman. maka si penyewa dibebaskan dari pembayaran seluruh jumlah harga sewa atau sebagian harga sewa menurut imbangan. Pemberitahuan ini harus dilakukan didalam tenggang yang sama sebagaimana ditentukan antara waktu gugatan dan hari menghadapnya di muka sidang Pengadilan. sedangkan penghasilan telah hilang seluruhnya atau separuh. penyimpanan yang telah disediakan untuk itu. Si penyewa tanah diwajibkan. 1593. dan karena itu diterbitkan sesuatu kerugian bagi pihak yang menyewakan. menuntut pembatalan sewa. Jika dalam suatu sewa untuk beberapa tahun. menurut keadaan. menurut jaraknya tempat-tempat. atau. melaporkan kepada si pemilik tentang segala peristiwa yang dilakukan didalam pekarangan-pekarangan yang disewa. menurut kerugian yang telah diderita. menahan sebagian dari uang sewa. . 1589. disertai penggantian biaya. maka perkiraan tentang pengurangan uang sewa tidak dapat dilakukan selainnya pada waktu berakhirnya sewa. 1590. Jika sewa hanya dilakukan untuk satu tahun. atas ancaman penggantian biaya kerugian dan bunga. Hakim namun itu dapat mengizinkan si penyewa untuk sementara waktu. atau dalam hal itu tidak berlaku sebagai seorang bapak rumah yang baik. selama waktu sewa. Jika ia tidak telah mendapat penggantian kerugian.dalam bab kelima dari buku ini.

hal yang menyebabkan kejadian sudah ada dan sudah diketahui sewaktu perjanjian sewa dibuat. Demikianlah maka sewa sebidang padang rumput. dihitung telah dibuat untuk sekian lama waktu. baik yang dapat diduga maupun yang tak dapat diduga. dan semua tanah lain yang hasilnya dikumpulkan seluruhnya didalam waktu satu tahun. maka ia tidak berhak atas sesuatu pengurangan . Janji yang sedemikian namun itu hanya dianggap dibuat untuk kejadian-kejadian biasa yang tak dapat diduga. yang dibuat dengan tidak memakai tulisan. Sewa tanah. Jika setelah berakhirnya suatu sewa yang dibuat tertulis.Apabila kerugiannya kurang dari separuh. Sewa tanah pertanian. 1597. 1596. si penyewa . sepertinya: kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh peperangan atau kebanjiran yang tidak biasa menimpa negeri ini. asal si penyewa tidak lalai menyerahkan kepada si pemilik bagiannya dari penghasilan. hama-hama yang merusak penghasilan. jika. 1595. Janji tersebut di atas tidak meliputi kejadian-kejadian luar biasa. menurut adanya macam tanaman. sebidang kebun buahbuahan. 1598. kecuali jika si penyewa telah menyanggupi untuk memikul akibat dari semua kejadian. sebagaimana dibutuhkan oleh si penyewa untuk mengumpulkan semua hasil dari tanah yang disewa. Si penyewa tidak dapat diberikan pengurangan apabila kerugian penghasilan itu diderita setelah penghasilan ini dipisahkan dari tanah. sepertinya: peletusan gunung. dianggap sebagai dibuat untuk sekian tahun. kemarau yang terlalu lama. dihitung sebagai dibuat untuk satu tahun. kilat atau rontoknya bunga dari pohon sebelum waktunya. gempa bumi. 1594. kecuali jika dalam perjanjian sewa bagi si pemilik harus memikul bagiannya dalam kerugian. Dengan suatu janji yang dinyatakan dengan tegas si penyewa dapat dipertanggungjawabkan tentang kejadian-kejadian yang tak dapat diduga. yang ditanami berganti-ganti dengan bermacammacam tanaman. Begitu pula si penyewa tidak dapat menuntut sesuatu pengurangan.

1600. dan meskipun ia tidak telah menerimanya. Selain perjanjian-perjanjian untuk melakukan sementara jasa-jasa. mengikatkan dirinya untuk di bawah perintah pihak yang lain si majikan. Si penyewa yang sewanya berakhir dan orang yang menggantinya. maka adalah dua macam perjanjian dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk melakukan pekerjaan bagi pihak yang lainnya dengan menerima upah. apabila ia berangkat. Perjanjian perburuhan adalah perjanjian dengan mana pihak yang satu. yang diatur oleh ketentuan-ketentuan yang khusus untuk itu dan oleh syarat-syarat yang diperjanjikan. maupun yang mengenai pemungutan hasil-hasil yang masih berada di ladang.tetap menguasai barangnya. Begitu pula si penyewa. Pemborongan pekerjaan adalah perjanjian. segala sesuatu menurut kebiasaan setempat. 1599.*) 1601 b. namun si pemilik dapat meminta supaya jerami dan gemuk tersebut ditinggalkan padanya. . “perjanjian kerja” antara majikan dan buruh secara perseorangan. untuk sesuatu waktu tertentu. mengikatkan diri untuk menyelenggarakan suatu pekerjaan bagi *) Menurut UU 21/1954: “perjanjian perburuhan” diadakan antara majikan dan “serikat buruh”. oleh kebiasaan. perjanjian perburuhan dan pemborongan pekerjaan. melakukan pekerjaan dengan menerima upah. jika ia menerimanya pada waktu mulai sewanya. si pemborong. dan dibiarkan menguasainya. si buruh. baik yang mengenai penanaman untuk tahun yang akan datang. dan jika itu tidak ada. BAB KE TUJUH A Tentang perjanjian-perjanjian untuk melakukan pekerjaan BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1601. menurut suatu perkiraan yang akan dibuat. diwajibkan bantu-membantu sedemikian rupa hingga memudahkan keluarnya yang satu dan masuknya yang lain. dengan mana pihak yang satu. maupun lagi yang mengenai hal-hal lain. maka akibat-akibat sewa yang baru diatur dalam pasal yang lalu. harus meninggalkan jerami dan gemuk dari tahun yang lalu. 1601 a.

sedemikian bahwa pemboronganpemborongan itu kesemuanya dapat dianggap sebagai satu perjanjian perburuhan. jika ada pertentangan di antara ketentuan-ketentuan ini. sedangkan perjanjian telah dibuat untuk waktu lebih lama atau untuk waktu tak tertentu. Jika suatu perjanjian mengandung tanda-tanda suatu perjanjian perburuhan beserta tanda-tanda suatu perjanjian dari lain jenis. Jika suatu pemborongan pekerjaan diikuti oleh beberapa perjanjian yang semacam. maka ketentuan-ketentuan perihal perjanjian perburuhan akan berlaku terhadap baik perjanjian-perjanjian tersebut kesemuanya. maka biaya akta beserta lain-lain biaya tambahan harus dipikul oleh majikan.pihak yang lain. 1601 f. maupun masing-masing perjanjian tersendiri. ternyata maksud kedua belah pihak untuk membuat beberapa perjanjian lagi yang semacam. pihak yang memborongkan. dan ketentuan-ketentuan dari bagian ke enam akan berlaku baginya. Terhadap perjanjian-perjanjian perburuhan yang dibuat oleh seorang . Tetapi jika dalam hal yang demikian itu perjanjian yang pertama dibuat sebagai suatu percobaan. dengan menerima suatu harga yang ditentukan. meskipun tiap kali dengan sesuatu waktu selang. 1601 c. maupun ketentuanketentuan perihal perjanjian lain. yang tanda-tandanya ikut terkandung didalamnya itu. jika hubungan kerja telah berlangsung untuk waktu yang tidak melebihi tiga bulan. maka berlakulah baik ketentuan-ketentuan perihal perjanjian perburuhan. BAGIAN KE DUA Tentang perjanjian perburuhan umumnya 1601 d. dengan pengecualian ketentuan-ketentuan bagian ke enam dari bab ini. maka bertakulah ketentuan-ketentuan perihal perjanjian perburuhan. Jika pada waktu membuat perjanjian diberikan dan diterima suatu panjar. Uang panjar hanya dapat dikurangkan dari upah. Apabila suatu perjanjian perburuhan dibuat tertulis. 1601 e. atau jika sewaktu dibuatnya perjanjian pemborongan. maka tidak satu pihak berhak karenanya meniadakan perjanjian dengan menyuruh memiliki atau dengan mengembalikan uang panjar itu. maka perjanjian ini dianggap tetap memiliki sifat-sifatnya sebagai pemborongan pekerjaan.

kecuali jika kepada Hakim ternyata bahwa orang tersebut tidak mampu menyatakan ke hendaknya. maka. Oleh karena itu maka ia dapat melakukan sendiri semua perbuatan yang berdasarkan perjanjian tadi. maka si belum dewasa diwajibkan menyerahkan surat-kuasa kepada si majikan. Jika seorang belum dewasa yang belum cakap untuk membuat suatu perjanjian perburuhan. termasuk pula memberikan pembebasan-pembebasan dan menghadap di muka Hakim. f. 1601 h. jika ia untuk itu dikuasakan oleh wakilnya menurut undang-undang. undang-undang menganggap bahwa ia telah mendapat perizinan dari suaminya. kuasa itu harus diberikan di hadapan si majikan atau siapa yang mewakilinya. Ia berhak memakai apa yang diterimanya atau apa yang ia berhak menuntut berdasarkan perjanjian perburuhan tersebut. Suatu kuasa lisan hanya dapat berlaku untuk pembuatan suatu perjanjian perburuhan tertentu. maka dianggaplah ia . Jika si belum dewasa belum berusia genap delapan belas tahun. Namun itu ia tidak dapat menghadap dimuka Hakim jika tidak dibantu oleh orang yang diwajibkan mewakilinya menurut undang-undang. guna kepentingan keluarga.perempuan yang bersuami sebagai buruh. dengan tidak mengurangi ketentuan dalam ayat ke tiga pasal 1602. Seorang belum dewasa adalah cakap membuat perjanjian perburuhan sebagai buruh. dengan tidak memakai bantuan suaminya. Jika kuasa diberikan tertutis. 1601 g. telah membuat suatu perjanjian dan karena itu selama enam minggu telah melakukan pekerjaan di bawah perintah majikan. baik dengan lisan maupun tertulis. yang harus segera mengirimkan suatu salinan yang ditandatangani kepada si belum dewasa dan pada waktu berakhirnya hubungan kerja mengembalikan surat kuasa tersebut kepada si belum dewasa atau orang-orang yang mendapat hak daripadanya. Kuasa tersebut tak dapat diberikan dengan bersyarat. Sekadar tidak secara tegas dikecualikan dengan dibuatnya syarat-syarat tertentu. si belum dewasa dipersamakan dengan orang yang dewasa. maka didalam segala hal yang mengenai perjanjian perburuhan yang dibuat berdasarkan kuasa yang telah diberikan itu. dengan tiada perlawanan dari pihak wakilnya menurut undang-undang.

sebelumnya ditetapkan. bahwa oleh atas nama si majikan telah diserahkan kepada Kementerian Perburuhan suatu lembar lengkap dari reglemen tersebut yang ditandatangani oleh si majikan. sedapat mungkin dalam ruangan bekerja. Setiap orang berkepentingan dapat memperoleh suatu salinan dan reglemen tersebut dengan cuma-cuma.telah dikuasakan dengan lisan oleh wakilnya itu untuk membuat perjanjian perburuhan tersebut. 1601 k. maka dapatlah ia dalam jangka waktu empat minggu setelah ia mengetahui penetapan itu. 2e. Jika selama hubungan kerja ditetapkan suatu reglemen atau reglemen yang telah ada diubah. hingga dapat dibaca dengan terang. bahwa suatu lembar lengkap dari reglemen tersebut ditempelkan dan tetap berada di suatu tempat yang mudah dapat didatangi si buruh. Suatu perjanjian perburuhan antara suami-istri adalah batal. bahwa selembar lengkap dari reglemen tersebut dengan cuma-cuma oleh atau atas nama si majikan telah diberikan kepada si buruh. selama suatu waktu disediakan untuk dibaca dengan cuma-cuma oleh si buruh. Setelah pihak lawan diperiksa atau dipanggil secara sah. jika suatu lembar lengkap dari rancangan reglemen atau perubahan-perubahan yang dirancangkan. Jika si buruh. Hakim memutus dalam angkatan terakhir dan ia akan mengabulkan tuntutan. 3e. maka reglemen baru atau reglemen yang lelah diubah ini hanyalah berlaku bagi si buruh. ditetapkan. 1601 j. setelahnya reglemen baru atau reglemen yang diubah. tersedia untuk dibaca oleh umum. Penyerahan dan pembacaan reglemen di Kementerian Perburuhan adalah dengan cuma-cuma. tidak dapat menyetujuinya. 1601 i. menuntut di muka Hakim supaya perjanjian perburuhan dibatalkan. kecuali jika ia berpendapat bahwa si buruh tidak atau tidak sebegitu . adalah batal. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dalam pasal ini. sehingga ia dapat memikir masak-masak tentang isinya. Surat reglemen yang ditetapkan oleh si majikan hanya mengikat si buruh jika si buruh ini secara tertulis telah menyatakan menyetujui reglemen tersebut dan selainnya itu telah dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1e.

yang bertentangan dengan suatu perjanjian perburuhan kolektif yang mengikat mereka kedua. Untuk menghitung upah seharinya yang ditetapkan dalam uang. Jika upah seluruhnya atau sebagian ditetapkan secara lain daripada menurut waktu.banyak dirugikan oleh reglemen baru atau reglemen yang diubah. dapat dibatalkan atas permintaan-pertnintaan masing-masing dari mereka yang menjadi pihak dalam perjanjian perburuhan kolektif. 1601 o. dihitung selarna tiga puluh hari kerja yang telah lalu. tentang syarat-syarat pekerjaan yang harus diindahkan sewaktu membuat perjanjian perburuhan. satu hari ditetapkan atas sepuluh jam. satu bulan atas dua puluh lima hari dan satu tahun atas tiga ratus hari. mengingat sifat. sedangkan reglemen baru atau reglemen yang diubah adalah sah sejak hari ia mulai berlaku. apabila perjanjian khusas ini dibuat tertulis. maka sebagai upah harian yang ditetapkan dalam jumlah uang harus diambil upah rata-rata dari si buruh. hubungan kerja berlangsung terus. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dalam pasal ini adalah batal. maka sebagai upah harus diambil upah yang biasa untuk pekerjaan yang paling menyerupai. satu minggu atas enam hari. adalah batal. Tiap janji antara majikan dan buruh. dengan mana ia mengikatkan diri akan menyetujui tiap reglernen yang ditetapkan di kemudian hari atau tiap perubahan di dalam suatu reglemen yang telah ada. kecuali namun itu si majikan sendiri. dan suatu perkumpulan buruh atau lebih yang berbentuk badan hukum. . Jika gugatan dikabulkan. Dalam menunggu putusan Hakim dan apabila gugatan ditolak. 1601 l. Dari ketentuan-ketentuan reglernen hanyalah diperkenankan mengadakan penyimpangan dengan pembuatan suatu perjanjian khusus. 1601 n. jika tidak terdapat ukuran seperti itu. Hakim menetapkan pada saat mana hubungan kerja akan berakhir dan si buruh berhak atas suatu ganti rugi berdasarkan apa yang ditentukan dalam pasal 1603 q dalam hal pengakhiran oleh si majikan. Suatu pernyataan dari pihak si buruh. 1601 m. tempat dan waktu. Yang dinamakan perjanjian perburuhan kolektif ialah suatu peraturan yang dibuat oleh seorang majikan atau lebih atau pun suatu perkumpulan majikan atau lebih yang berbentuk badan hukum di satu pihak. maka bagi pemakaian bab ini.

dan bagaimana pun dengan pengecualian minuman keras dan candu. pemakaian seorang pelayan atau lebih dengan cuma-cuma. baik untuk penggembalaan maupun untuk mengandangkan sejumlah hewan tertentu dari suatu jenis.1601 p. 2e. pengobatan dengan cuma-cuma bagi si buruh dan keluarganya. 5e. atau dapat dipakai sebagai bahan dasar atau bahan pembantu. 1601 q. 8e. satu dan lain sekadar hasil-hasil atau bahan-bahan dasar maupun bahan-bahan pembantu itu termasuk keperluan hidup utama bagi si buruh dan keluarganya. maka si buruh berhak atas upah yang sedemikian sebagaimana biasa . Jika dalam perjanjian atau dalam reglemen tidak ditetapkan suatu upah tertentu. Upah buruh-buruh yang tidak bertinggal pada si majikan. suatu jumlah tertentu dari hasil-hasil perusahaan atau dari bahan-bahan dasar maupun bahan-bahan pembantu yang dipakai dalam perusahaan tersebut. 4e. pekerjaan-pekerjaan atau jasa-jasa tertentu yang harus dilakukan oleh atau atas tanggungan si majikan guna keperluan si buruh. penerangan dan pemanas yang harus dipakai di tempat dimana barang-barang itu diberikan. beserta bahan makanan. kepunyaan si buruh atau salah seorang anggota keluarganya. 6e. tidak boleh ditetapkan lain selainnya dalam le. pemakaian sebidang tanah. begitu pula pemeliharaannya. pakaian yang harus dikenakan oleh buruh-buruh pada waktu mereka melakukan pekerjaan. sekadar tidak termasuk nomor-nomor yang lalu. makanan yang harus dimakan. piranti atau perkakas dalam perusahaan si buruh. pemakaian sebuah rumah atau bagian rumah yang ditunjuk. 3e. pemakaian sebuah mobil atau lain alat pengangkut atau seekor kuda atau lebih dengan cuma-cuma atau pun lain-lain tunjangan dalam pembiayaan rumah tangga yang semacam itu. 7e. pemakaian piranti atau alat-alat. uang. pemberian gaji selama suatu waktu cuti setelah sesuatu masa kerja tertentu atau hak atas pengangkutan dengan cuma-cuma ke tempat asalnya atau ke tempat cuti pulang-pergi.

dengan tiada kewajiban mengembalikan apa yang telah diberikan kepadanya untuk memenuhi perjanjiannya. sebagaimana dimaksudkan dalam pasal yang lalu. 1601 r. dengan mana si buruh mengambil bagian dalam suatu dana. Sekadar upah telah ditetapkan berlainan dengan apa yang diperizinkan menurut pasal 1601 p. Si buruh adalah berhak menuntut kembali dari si majikan apa yang telah dideritanya atau dibayarnya sebagai perhitungan terhadap upahnya. jika ia mengabulkan tuntutan si buruh. Jika kebiasaan seperti itu tidak ada. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dari pasal ini adalah batal. maka upah itu harus dinilaikan atas suatu jumlah berupa uang dan dianggap sebagai telah ditetapkan atas sejumlah yang lima kali lipat jumlah tersebut. Tidak diperbolehkan dan batal adalah tiap janji antara si majikan atau pegawai maupun kuasanya di satu pihak dan seorang buruh yang bekerja di dibawah salah seorang dari mereka di lain pihak. 1601 s. Meskipun demikian Hakim. berkuasa membatasi penghukuman sampai suatu jumlah sebagaimana dianggapnya adil . maka upah harus ditetapkan. Seluruh upah yang akan harus dibayar karena itu namun itu tidak boleh melampaui upah yang dihitung menurut ketentuan-ketentuan pasal yang lalu dengan sepertiga. asal dana tersebut memenuhi syarat-syarat. maka tidak suatu perikatan pun dilahirkan dari perbuatan itu. Dari ketentuan ini dikecualikan janji. menurut keadilan. dengan mengingat keadaan. yang ditetapkan dalam undang-undang. dengan mana si buruh ini mengikatkan dirinya untuk menggunakan upah atau lain-lain pendapatannya atau sebagian daripadanya menurut suatu cara tertentu. Jika si buruh karena sesuatu janji yang tak diperbolehkan dan batal. atau pun untuk membeli barang-barang keperluannya di suatu tempat atau dari seorang tertentu.untuk pekerjaan yang dijanjikan pada waktu perjanjian dibuat dan di tempat dimana pekerjaan tersebut harus dilakukan. telah membuat se suatu perjanjian dengan si majikan. 1601 t.

yang diperjanjikan dalam suatu reglemen atau dalam suatu perjanjian. sebagai disebutkan di atas. jika ketentuan-ketentuan itu ditunjuk dengan tegas dan lagi dendanya disebutkan di dalam perjanjian atau reglemen. jika denda yang telah ditetapkan menurut pendapatnya lebih dari sepantasnya.mengingat keadaan. Namun itu. diperbolehkan dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen diadakan penyimpangan dari ketentuan ayat ke dua. 1601 u. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dari pasal ini adalah batal. maka ia berhak menuntut dari si majikan jumlah yang karena itu telah dibayarkannya atau yang masih terutang. namun paling sedikit sampai jumlah sebesar kerugian yang diderita oleh si buruh. harus ditetapkan pada suatu jumlah tertentu. Jika itu terjadi. dalam mana upah yang berupa uang telah ditetapkannya. harus menyebutkan dengan saksama untuk apa denda-denda itu diperuntukkannya. dengan mana telah diperjanjikan denda. Perjanjian atau reglemen. Denda-denda tersebut tidak boleh membawa keuntungan pribadi bagi si majikan sendiri atau bagi siapa yang dikuasakan olehnya untuk menjatuhkan denda kepada si buruh. maka Hakim senantiasa berkuasa menetapkan denda pada suatu jumlah yang kurang. yang dinyatakan dalam mata uang. Tiap hak dari si buruh untuk menuntut sesuatu yang berdasarkan pasal ini gugur setelah lewat enam bulan. tetapi hanya mengenai buruh-buruh yang upahnya berupa uang berjumlah lebih dari delapan rupiah sehari. Ketentuan dari ayat kedua juga berlaku dalam hal ini. ke tiga dan ke empat. Tidak satu denda tersendiri pun boleh ditetapkan lebih dari jumlah ini. telah membuat sesuatu perjanjian dengan seorang lain daripada si majikan. . Didalam satu minggu kepada seorang buruh tidak boleh dikenakan denda-denda yang jumlahnya melebihi upahnya yang ditetapkan dalam uang untuk satu hari. Tiap denda. menurut taksiran Hakim. Si majikan hanya dapat menetapkan denda atas pelanggaran ketentuan-ketentuan dari suatu perjanjian yang dibuat tertulis atau dari suatu reglemen. Jika si buruh karena suatu janji yang tidak diperbolehkan dan batal.

maka Hakim senantiasa berkuasa menetapkan ganti rugi. demikian pun tidak. Suatu janji antara si majikan dan si buruh. jika menurut . 1601 v. Untuk satu perbuatan tidak diperbolehkan si majikan memungut denda sambil menuntut pula ganti rugi. Tiap janji yang bertentangan dengin ketentuan ini adalah batal. 1601 w. jika Hakim atas permintaan atau tuntutan si buruh telah menyatakan bubarnya perjanjian berdasarkan suatu alasan yang mendesak. Si majikan tidak dapat memperoleh hak-hak dari suatu janji sebagai yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. 1601 x. Jika salah satu pihak dengan sengaja atau karena salahnya telah berbuat berlawanan dengan salah satu kewajibannya dan kerugian yang karenanya diderita oleh pihak lawan tidak dapat dinilaikan dengan uang. jika ia telah mengakhiri hubungan kerja secara melanggar hukum. dengan mana pihak yang belakangan ini dibatasi dalam kekuasaannya untuk setelah berakhirnya hubungan kerja melakukan pekerjaan dengan sesuatu cara. hanyalah sah apabila janji itu dibuat dalam suatu perjanjian tertulis atau dalam suatu reglemen. meniadakan seluruhnya atau sebagian suatu janji seperti itu dengan alasan bahwa dibandingkan dengan kepentingan si majikan yang harus dilindungi. sebagai ganti rugi. dengan seorang buruh yang dewasa. si buruh dirugikan secara tidak adil oleh janji tersebut.Termasuk hal menetapkan dan memperjanjikan denda dalam arti pasal ini adalah hal memperjanjikan hukuman. pada suatu jumlah yang kurang. sedangkan si buruh ini telah mempergunakan kekuasaan itu. seperti yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. maka Hakim akan menetapkan suatu jumlah uang menurut keadilan. Hakim diperbolehkan atas tuntutan si buruh atau karena dimintanya dalam pembelaannya di dalam suatu perkara. Jika oleh si majikan telah diperjanjikan suatu ganti rugi dari si buruh manakala si buruh ini melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan sesuatu janji. yang diberikan kepada si buruh karena kesengajaan atau kesalahan si majikan. sebagaimana dimaksudkan dalam Bagian ke sepuluh dari Bab pertama Buku ini. atau jika ia dengan sengaja atau karena kesalahannya telah memberi suatu alasan yang mendesak kepada si buruh untuk mengakhiri hubungan kerjanya.

kecuali jika sakit atau kecelakaan tersebut disebab kesengajaan atau tak susila si buruh atau suatu akibat dari suatu cacat badan tentang mana ia sewaktu membuat perjanjian dengan sengaja memberikan keterangan-keterangan palsu kepada si majikan. Dalam keadaan-keadaan yang sangat istimewa termasuk. BACAAN KE TIGA Tentang kewajiban majikan 1602. atau berdasarkan sesuatu pertanggungan maupun sesuatu dana yang ia diwajibkan turut serta menurut sesuatu janji dalam perjanjian perburuhan atau menurut apa yang dapat disimpulkan dari perjanjian tersebut. Begitu pula si buruh tetap memiliki haknya atas upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu untuk waktu pendek yang harus dihitung menurut keadilan. 1602a. harus dibayar sejak saat si buruh mulai bekerja hingga saat berakhirnya hubungan kerja.pendapatnya jumlah yang diperjanjikan itu lebih dari sepantasnya. maka upah si buruh harus dikurangi dengan jumlah penggantian atau pembayaran tersebut. Si majikan diwajibkan membayar kepada si buruh upahnya pada waktu yang telah ditentukan. Jika dalam hal yang sedemikian si buruh berhak atas sesuatu ganti rugi berupa uang atau sesuatu pembayaran berdasarkan sesuatu peraturan sakit atau kecelakaan yang diharuskan oleh undang-undang. 1602c. maupun karena keadaan-keadaan yang sangat istimewa yang terjadi diluar salahnya. Dicabut. apabila ia baik karena pemenuhan suatu kewajiban yang diletakkan padanya oleh undang-undang atau penguasa Negara tanpa penggantian berupa uang yang tidak dapat dilakukan diluar waktu bekerja. Tiada upah yang harus dibayar untuk waktu selama mana si buruh tidak melakukan pekerjaan yang dijanjikan. telah berhalangan melakukan pekerjaannya. 1601y. Namun itu si buruh tetap memiliki haknya atas upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu untuk suatu waktu yang tidak sebegitu lama. untuk pemakaian . 1602b. Upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu. apabila ia karena sakit atau karena suatu kecelakaam telah berhalangan melakukan pekerjaannya.

Begitu pula termasuk pemenuhan kewajiban yang diletakkan oleh undang-undang atau penguasa Negara hal melakukan hak pilih. Juga si buruh tidak kehilangan haknya atas upah yang ditentukan menurut lamanya waktu. Jika upah yang berupa uang ditetapkan secara lain daripada menurut lamanya waktu. Pemberitahuan-pemberitahuan surat-surat bukti oleh atau atas kuasa si .pasal ini: hal istri si buruh melahirkan anak. jika ia telah bersedia melakukan pekerjaan yang dijanjikan tetapi si majikan tidak menggunakannya baik karena salahnya sendiri maupun bahkan karena halangan yang tak disengaja yang mengenai dirinya pribadi. ke lima. maka berlakulah juga ketentuan-ketentuan pasal ini. 1602e. Dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat ditentukan bahwa pemberitahuan surat-surat bukti tersebut tidak akan dilakukan kepada masing-masing buruh tersendiri. Upah tersebut namun itu dikurangi dengan biaya yang telah dapat dihemat oleh si buruh karena ia tidak melakukan pekerjaannya. begitu pula meninggalnya serta mengubumya salah seorang teman serumah atau salah seorang sanak keluarga dalam garis lencang tak terbatas dan dalam derajat kedua dari garis samping. ke enam dan ke tujuh dari pasal yang lalu adalah berlaku. Ketentuan-ketentuan ayat ke dua. 1602d. tetapi sebagai gantinya akan dilakukan kepada sejumlah buruh tertentu yang bekerja pada si majikan atau kepada seorang ahli atau lebih dalam hal pemegangan buku yang semuanya ditunjuk oleh para buruh secara tertulis. dengan pengertian bahwa sebagai upah harus diambil upah rata-rata yang seharusnya dapat diperoleh si buruh. Dari ketentuan-ketentuan pasal ini hanyalah diperbolehkan menyimpang dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen. maka berhaklah si buruh untuk meminta kepada si majikan diberitahukannya surat-surat bukti yang sedemikian sebagaimana diperlukannya untuk mengetahui keterangan tersebut. jika tidak berhalangan melakukan pekerjaannya. Jika upah seluruhnya atau sebagian terdiri atas suatu jumlah yang digantungkan pada sesuatu keterangan yang harus dapat ternyata dari pemegangan buku si majikan.

tidak akan dibayarkan kepada si belum dewasa. jika laporan dibantah di muka Pengadilan. Untuk pembayaran upah yang harus dibayar kepada si buruh. Dengan tidak mengurangi berlakunya ayat ke empat. namun itu dengan pengertian bahwa. senantiasa kepada si buruh harus diberikan suatu laporan tertulis yang terang serta jelas. upah yang ditetapkan dalam uang yang harus dibayarkan kepada si belum dewasa. dengan mengingat ketentuan ayat ke dua. dimuat syarat bahwa upah yang ditetapkan berupa uang seluruhnya atau sebagian. 1602f. dianggap sebagai si buruh. mengenai keuntungan yang diperoleh didalam perusahaannya si majikan atau di dalam sebagian dari perusahaan itu. harus dilakukan dengan kewajiban merahasiakan oleh si buruh seperti diuraikan dalam ayat ke tiga. tetapi sebagai gantinya harus dibayarkan kepada wakilnya menurut undang-undang sendiri. jika dikehendaki. Sekadar keterangan. harus dibayarkan kepada wakilnya menurut undang-undang apabila orang ini secara tertulis melawan pembayarannya kepada si belum dewasa. Kewajiban merahasiakan dihapuskan sekadar perlu. maka orang ini mengenai hal pembayaran upah atau bagian yang harus dibayarkan kepadanya. dari mana ternyata perhitungan jumlah yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. pemberian laporan yang dimaksudkan dalam ayat yang lalu. yang dimaksudkan dalam ayat ke satu.majikan jika dikehendaki. kuasa yang dimaksudkan dalam ayat ke satu dari pasal 1385 harus suatu kuasa tertulis. dilakukan dengan kewajiban yang dinyatakan dengan tegas bahwa si buruh dan siapa yang menurut ayat yang lalu mewakilinya. Dalam hal-hal yang lain daripada yang dimaksudkan dalam ayat ke dua dan . orang yang tersebut belakangan ini namun itu tak sekali-kali dapat mewajibkan merahasiakannya terhadap si buruh. harus merahasiakannya. maka dapatlah diadakan penyimpangan dari ketentuan-ketentuan ayat ke satu bahkan dengan suatu cara lain daripada yang diterangkan dalam ayat ke dua. Pun jika tidak dimuat syarat yang demikian didalam surat kuasa dan bahkan dalam hal adanya kuasa lisan. Jika di dalam kuasa tertulis yang disebutkan dalam pasal 1601g.

si majikan dibebaskan secara sah dengan pembayaran kepada si belum dewasa. maka penyitaan tersebut tidak berlaku untuk lebih dari seperlima bagian dari upah yang ditetapkan dalam uang tersebut. Suatu kuasa untuk menagih upahnya. jika penyitaan adalah untuk penagihan tunjangan nafkah. dengan pengertian bahwa upah yang ditetapkan dalam uang suatu negeri asing harus dihitung menurut nilai dari hari dan tempat dimana pembayaran dilakukan. 1602i. 1602h. Namun itu untuk keresidenan-keresidenan tertentu atau bagian-bagian dari keresidenan-keresidenan dengan undang-undang dapat diadakan penyimpangan dari apa yang ditetapkan dalam ayat ke satu. Pembayaran kepada orang-orang pihak ke tiga. jika di tempat tersebut tidak ada nilai. Tiada suatu pembatasan berlaku. selamanya dapat ditarik kembali. hanyalah sah sekadar suatu penyitaan atas upahnya akan sah juga. menurut apa yang . yang diberikan oleh si buruh dalam bentuk atau dengan nama apapun juga. Pembayaran upah sekadar ditetapkan dalam unsur-unsur yang lain daripada uang. dilakukan menurut apa yang diperjanjikan dalam perjanjian atau reglemen. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dalam pasal ini adalah batal. Apabila upah yang ditetapkan dalam uang berjumlah lebih dari delapan rupiah. adalah batal. berlawanan dengan ketentuan-ketentuan pasal ini atau pasal berikut. atau dalam hal yang dimaksudkan dalam pasal 1601 r. yang menjadi hak orang yang melakukan penyitaan menurut undang-undang. Menyerahkan. atau. sedangkan upah yang ditetapkan dalam uang berjumlah delapan rupiah atau kurang sehari. Pembayaran upah yang ditetapkan dalam uang harus dilakukan dalam alat pembayaran yang sah di Indonesia. memberikan dalam gadai atau lain perbuatan dengan mana si buruh memberikan sesuatu hak atas upahnya kepada seorang pihak ketiga. menurut nilai dari kota dagang yang paling dekat dimana ada suatu nilai.ayat ke tiga pasal ini. Jika terjadi penyitaan pada si majikan atas upah yang harus dibayarkan kepada si buruh. 1602g. maka terhadap jumlah ini pun penyitaan hanya sah untuk seperlima bagian tetapi untuk jumlah yang selebihnya dapat dilakukan penyitaan dengan tak terbatas.

Pembayaran upah. jika upah ditetapkan untuk suatu waktu yang lebih lama dari satu bulan. bahwa dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat ditentukan bahwa pembayaran upah yang ditetapkan untuk suatu waktu yang lebih pendek dari setengah bulan harus dilakukan tiap-tiap kali .ditetapkan disitu. jika ia mengabulkan tuntutan si buruh. maupun di kantor si majikan. Namun itu Hakim adalah berkuasa. adalah batal. Dari aturan ini hanyalah boleh diadakan penyimpangan sedemikian rupa. satu dan lain terserah kepada si majikan. 16021. jika upah ditetapkan untuk tiap. 1602k. tiap-tiap kali setelah lewat satu triwulan. kali setelah lewatnya waktu untuk mana upah telah ditetapkan. Jika tempat pembayaran upah tidak ditetapkan dalam perjanjian atau reglemen atau oleh kebiasaan. atau pun lagi di rumah si buruh. baik di tempat dimana pekerjaan lazimnya dilakukan. sekadar dilakukan lain daripada yang ditentukan dalam kedua pasal yang lalu. tiap-tiap kali setelah lewat satu minggu. maka pembayaran itu harus dilakukan. bulan. tiap-tiap kali setelah lewat satu bulan. Si buruh tetap memiliki haknya untuk menuntut upahnya yang terutang dari si majikan. tiap-tiap. untuk membatasi penghukuman sampai suatu jumlah yang dianggapnya adil mengingat keadaan-keadaan peristiwa. tetapi paling banyak sampai jumlah pada mana kerugian yang diderita oleh si buruh dinilaikannya. sedangkan ia sendiri tidak diwajibkan mengembalikan apa yang telah diterimanya dengan pembayaran yang batal itu. jika upah ditetapkan untuk suatu waktu yang lebih lama dari satu minggu tetapi lebih pendek dari satu bulan. Pembayaran upah yang ditetapkan dalam uang menurut lamanya waktu harus dilakukan sebagai berikut : jika upah ditetapkan untuk tiap minggu atau suatu waktu yang lebih pendek. 1602j. Tiap hak dari si buruh untuk menuntut sesuatu berdasarkan pasal ini gugur dengan lewatnya waktu enam bulan. jika kantor itu terletak di tempat dimana bertinggal jumlah terbanyak daripara buruh.

1602m. Tenggang-tenggang waktu pembayaran. tempat dan waktu. Jika upah yang berupa uang sebagian ditetapkan menurut lamanya waktu. dengan pengertian bahwa upah ini harus dianggap telah ditetapkan menurut waktu yang lazim dipakai dalam menentukan upah untuk pekerjaan yang paling mirip dengan pekerjaan untuk mana upahnya harus dibayar itu. atau pun jika upah ditetapkan sebagian demi sebagian menurut beberapa waktu yang berbeda-beda. kecuali jika dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen telah diperjanjikan bahwa pembayaran akan terjadi menurut ketentuan-ketentuan ayat ke satu. 1602n. dan untuk sebagian lagi ditetapkan secara lain. senantiasa boleh diperpendek oleh kedua belah pihak dengan kata sepakat. maka untuk . dengan pengertian bahwa pembayaran paling sedikit harus dilakukan sekali setahun. Pembayaran upah yang ditetapkan dalam uang tetapi tidak menurut lamanya waktu.setelah tewatnya waktu setengah bulan. dengan penyimpangan sekadarnya dari ketentuan-ketentuan di atas. sedangkan menurut sifat perusahaan atau kebiasaan keuntungan tersebut baru ditetapkan setelah lewatnya waktu yang lebih dari satu tahun maka dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat diperjanjikan bahwa pembayaran akan dilakukan tiap kali setelah diadakan penetapan itu. 1602o. yang ditetapkan dalam pasal ini atau berdasarkan pasal ini. pembayarannya harus dilakukan tiap kali apabila jumlah upah itu telah dapat ditetapkan. menurut sifat. Sekadar keterangan yang dimaksud dalam ayat satu mengenai keuntungan yang diperoleh dali perusahaan si majikan atau dalam sebagian dari perusahaan itu. tiap-tiap kali setelah lewatnya waktu yang ditentukan oleh kebiasaan setempat. dan bahwa pembayaran upah yang ditetapkan untuk suatu bulan harus dilakukan tiap-tiap kali setelah lewatnya satu triwulan. Sekadar upah yang ditentukan dalam uang terdiri atas suatu jumlah yang digantungkan pada sesuatu keterangan yang harus dapat ternyata dari pemegangan buku si majikan. harus terjadi dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan pasal yang lalu. Pembayaran upah dari buruh-buruh yang tinggal pada si majikan harus terjadi.

dengan tidak mengurangi perhitungan yang tetap.masing-masing bagian itu berlakulah ketentuan-ketentuan dari pasal-pasal 16021 sampai 1602n. mengenai upah yang ditetapkan dalam uang tetapi digantungkan pada hasil pekerjaan yang harus dilakukan. maka terhadap tuntutan pembayaran upah hanyalah diperbolehkan mengadakan perjumpaan utang tentang utang-utang si buruh yang berikut: 1o. akan dibayar suatu bagian tertentu dari upahnya. Pada tiap pembayaran. 1602r. mengingat sifat. Namun itu. tidak dibayar paling lambat pada hari kerja ke tiga setelah hari pada mana menurut pasal-pasal 1602l. Selain pada waktu berakhirnya hubungan kerja. tambahan mana untuk hari kerja ke empat sampai dengan hari kerja ke delapan berjumlah lima persen sehari dan untuk tiap-tiap hari seterusnya satu persen dengan pengertian bahwa tambahan karena kelambatan itu sekali-kali tidak boleh melebihi separuh dari jumlah yang terutang. jika tidak dilakukan pembayaran ini disebabkan kesalahan si majikan. pada hari pembayaran pertama pada mana itu dapat dilakukan. ganti-rugi yang ia wajib bayar kepada si majikan. denda-denda yang ia wajib bayar kepada si majikan menurut pasal . 1602p. Jika upah yang ditetapkan dalam uang atau bagian dari upah itu yang merupakan sisa setelahnya dipotong apa yang tidak usah dibayar apa yang dituntut oleh pihak-pihak ke tiga menurut ketentuan-ketentuan bab ini. atas suatu tambahan upah karena kelambatan. maka si buruh berhak. dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat diperjanjikan bahwa tiap kali. 2o. 1602m dan 1602o pembayaran itu harus dilakukan. seluruh jumlah upah yang terutang harus dilunasi. Namun itu Hakim adalah berkuasa membatasi tambahan sampai suatu jumlah yang dianggapnya adil mengingat keadaan-keadaan peristiwa. tempat dan waktu. yang berjumlah paling sedikit tiga seperempat dari upah yang biasa dibayar untuk pekerjaan yang paling mirip dengan pekerjaan yang bersangkutan. 1602q. Suatu janji dengan mana diadakan penyimpangan dari sesuatu ketentuan dalam pasal ini hanyalah sah terhadap buruh-buruh yang upahnya berupa uang ada berjumlah lebih dari delapan rupiah sehari.

bahan-bahan dasar dan bahan-bahan pembantu tersebut di lain tempat.1601u. Tiap janji dengan mana kepada si majikan diberikan suatu kekuasaan yang . maka pada tiap-tiap pembayaran tidak diperbolehkan ia menjumpakan lebih dari seperlima bagim dari upah yang ditetapkan dalam uang yang sedianya harus dibayar. dalam mana tidak termasuk minuman keras dan candu. 5o. 6o. harga pembelian barang-barang keperluan rumah tangga biasa dan sehari-hari. harga sewa sebuah rumah. perjumpaan utang tidak boleh melampaui dua seperlima dari jumlah yang sama. 4o. Untuk apa yang si majikan sedianya akan dapat menuntut berdasarkan nomor-nomor 2o. sebidang tanah atau piranti maupun perkakas yang dipakai si buruh dalam perusahaannya sendiri. sedangkan harga itu tidak melebihi pula harga untuk mana si buruh dapat membeli barang-barang keperluan rumah tangga. biaya perawatan dan pengobatan yang menurut pasal 1602x harus dipikul oleh si buruh. asal penyerahan itu dapat dinyatakan dari suatu keterangan tertulis diberikan oleh si buruh yang menyebutkan sebab serta jumlah utang dan lagi asal si majikan tidak meminta untuk barang-barang itu lebih dari harga pembelian. untuk apa yang ia seluruhnya dapat menjumpakan berdasarkan ketentuan-ketentum pasal ini. suatu ruangan. serta kapan dan sebabnya denda itu dikenakan dengan penyebutan ketentuan reglemen atau perjanjian tertulis yang telah dilanggar. satu dan lain yang oleh si majikan telah diserahkan kepada si buruh. yang diberikan oleh si majikan berupa uang kepada si buruh. beserta bahan-bahan dasar dan bahan-bahan pembantu yang dipakai si buruh dalam perusahaannya sendiri. iuran untuk suatu dana yang menurut ayat ke dua dari pasal 1601s. asal oleh si majikan ini diberikan sepucuk surat bukti yang menerangkan jumlah tiap-tiap denda. yang dengan suatu perjanjian tertulis telah disewakan oleh si majikan. persekot-persekot atas upah. 8o. 7o. 3o. jumlah yang telah dibayar secara kelebihan atas upah. telah dipenuhi oleh si majikan untuk keperluan si buruh:. 3o dan 5o. asal itu ternyata dari suatu keterangan sebagai tersebut dalam nomor yang lalu.

Jika upah si buruh seluruhnya atau sebagian ditetapkan dalam perumahan. memberikan kesempatan. yang untuk sementara waktu berhalangan memenuhi upah. Si majikan. Si majikan diwajibkan mengatur pekerjaan sedemikian rupa. si majikan adalah berhak untuk menyimpang dari ketentuan dalam ayat yang lalu. adalah batal. dipersamakan dengan hari Minggu. sedangkan halangan ini tidak disebabkan oleh perbuatan si buruh sendiri. dalam kedua-dua hal secara yang ditetapkan dengan perjanjian atau. makan dan lain-lain keperluan hidup. Si majikan diwajibkan kepada buruh-buruh yang bertinggal padanya. begitu pula menikmati istirahat dari pekerjaannya. makan atau lainlain keperluan hidup. sekadar ini ditetapkan dalam perumahan. diwajibkan memberikan kepada si buruh ini suatu ganti rugi. jika itu tidak ada. yang jumlahnya ditetapkan dengan perjanjian atau jika tidak ada suatu perjanjian. dengan tidak dipotong upahnya. bahwa kewajiban si majikan ini akan dikecualikan atau dibatasi. hingga si buruh tidak usah melakukan pekerjaan pada hari Minggu dan hari-hari yang menurut kebiasaan setempat. 1602u. memenuhinya menurut kebiasaan setempat. Jika sifat pekerjaan menghendakinya. sedangkan jumlah hari libur dalam satu tahun paling sedikit 52 hari. asal menurut syarat-syarat kesehatan dan kesusilaan baik. maka si majikan diwajibkan. menurut kebiasaan setempat. Jika berhubung dengan syarat-syarat istimewa dari perusahaan-perusahaan tertentu sepatutnya tidak dapat diharapkan. 1602v. memenuhi ibadat-ibadat agamanya. 1602t. 1602s. oleh kebiasaan setempat. asal dalam satu bulan paling sedikit diberikan dua hari Minggu libur. maka dengan izin sebelumnya dari Menteri Sosial bagi buruh-buruh atau golongan-golongan buruh .lebih luas untuk menjumpakan utang adalah batal. sekadar mengenai pekerjaan yang diperjanjikan. Tiap janji yang kiranya dapat mengakibatkan. bahwa dalam perusahaan itu atau dalam bagian-bagian maupun babakan-babakan dari perusahaan-perusahaan itu paling sedikit diberikan dua hari Minggu libur dalam satu bulan.

pengajaran ulangan atau pengajaran keahlian. berhak atas suatu ganti rugi untuk tiap hari Minggu atau hari raya lain. Dengan peraturan Pernerintah dapat ditetapkan aturan untuk pernberian izin yang termaksud ini. sejumlah dua kali lipat upah sehari yang ditetapkan dalam uang. hingga si buruh diperlindungi terhadap bahaya bagi jiwa. piranti-piranti atau perkakas-perkakas dalam mana atau dengan mana ia menyuruh melakukan pekerjaan sedemikian rupa. begitu pula untuk mengenai hal melakukannya pekerjaan mengadakan aturan yang sedemikian serta memberikan petunjuk-petunjuk. 1602w. hingga mereka itu menurut kebiasaan setempat mempunyai kesempatan mengikuti pelajaran-pelajaran dalam lembaga-lembaga untuk agama. Dengan peraturan pernerintah dapat diadakan aturan-aturan untuk sedapat-dapatnya mewajibkan si majikan mengadakan pencatatan tentang hari-hari libur yang diberikan kepada si buruh dalam register-register yang disediakan untuk itu. gugur setelah waktu tiga tahun. si majikan diwajibkan mengganti kerugian yang karenanya menimpa si buruh dalam menjalankan . Terhadap buruh-buruh yang belum dewasa si majikan diwajibkan mengatur pekerjaannya sedemikian rupa. terhitung mulai hari penghabisan dari tahun penanggalan. maka si buruh. yang ia tidak mendapat libur. dengan menyimpang sekadarnya dari apa yang ditentukan dalam pasal 1601w. pengajaran lanjutan. asal jumlah hari libur dalam satu tahun paling sedikit 52 hari. Jika telah diperbuat bertentangan dengan apa yang ditentukan dalam ayat ke satu atau ayat ke dua atau pun bertentangan dengan suatu aturan menyimpang sebagaimana dimaksudkan dalam ayat ke tiga. Tiap janji yang bertentangan dengan aturan ini adalah batal. kehormatan dan harta-bendanya. Jika kewajiban-kewajiban itu tidak dipenuhi.dalam perusahaan-perusahaan tersebut dapat diadakan aturan yang menyimpang dari ayat yang lalu. sebagaimana dapat dituntut sepantasnya berhubung dengan sifat pekerjaan. Tiap hak untuk menuntut sesuatu berdasarkan pasal ini. sebegitu jauh. Si majikan diwajibkan untuk mengatur dan memelihara ruanganruangan. dalam mana telah secara kurang diberikan libur pada hari Minggu atau lain hari raya.

sekadar tentang hal itu tidak telah diadakan aturan atas dasar lain. bahwa tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban itu disebabkan keadaan memaksa atau bahwa meninggalnya si buruh itu sebagian besar ada juga disebabkan oleh kesalahan kasar dari si buruh sendiri. si buruh didalam melakukan pekerjaannya mendapat luka yang sedemikian hingga ia meninggal karenanya. rnenguruskan perawatan dan pengobatannya sepantasnya. sakit atau mendapat kecelakaan. yang dimaksudkan dalam ayat ke dua dan ayat ke tiga. Si majikan diwajibkan. adalah batal. 1602y. selama berlangsungnya perhubungan kerja tetapi paling lama untuk waktu enam minggu. Tiap janji. yang kiranya akan mengakibatkan bahwa kewajiban-kewajiban si majikan ini dikecualikan atau dibatasi. anak-anak atau orang tua si meninggal. jika seorang buruh yang bertinggal padanya. 1602x.pekerjaannya. kecuali apabila ia dapat membuktikan bahwa tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban itu disebabkan keadaan memaksa atau bahwa kerugian tersebut sebagian besar ada juga disebabkan oleh kesalahan kasar dari si buruh sendiri. Jika sebagai akibat dari tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban itu oleh si majikan. maka si majikan diwajibkan memberikan ganti rugi kepada suami atau istri si buruh yang ditinggalkan. adalah batal. Si majikan pada umunya diwajibkan melakukan atau pun tidak berbuat segala apa yang didalam keadaan yang sama sepatutnya harus dilakukan . Tiap janji yang kiranya akan mengakibatkan bahwa kewajiban-kewajiban si majikan ini dikecualikan atau dibatasi. kecuali apabila si majikan itu dapat membuktikan. tetapi yang mengenai biaya selama empat minggu yang pertama hanyalah apabila sakit atau kecelakaan itu disebabkan kesengajaan atau tak susila si buruh atau akibat dari suatu cacat badan tentang mana si buruh sewaktu membuat perjanjian dengan sengaja telah memberikan keterangan-keterangan palsu kepada si majikan. Ia berhak menuntut kembali biayanya dari si buruh. Dengan undang-undang natnun itu dapat diadakan aturan-aturan yang menetapkan. bahwa kewajiban mengganti kerugian. yang lazimnya dipelihara dengan pekerjaannya. oleh si majikan dapat dilimpahkan kepada orang-orang lain.

adalah batal. atau lagi memberikan keterangan-keterangan kepada orang-orang pihak ke tiga yang bertentangan dengan surat pernyataannya. atas permintaan si buruh. tetapi hanya atas permintaan khusus dari orang kepada siapa surat pernyataan itu harus diberikan. maka hal itu ditentukan oleh kebiasaan. Si majikan diwajibkan pada waktu berakhirnya perhubungan kerja. 1602z. atau dengan sengaja menuliskan keterangan-keterangan yang tidak benar. BAGIAN KE EMPAT Tentang kewajiban buruh 1603. tentang cara bagaimana si buruh telah menunaikan kewajiban-kewajibannya dan cara bagaimana hubungan kerja berakhir. 1603a. tak bolehlah ia. Tiap janji yang kiranya akan mengakibatkan. atau pula memberikan suatu tanda pada surat pernyataannya yang dimaksudkan untuk memberikan sesuatu keterangan tentang si buruh yang tidak termuat dalam surat pemyataannya sendiri. jika si buruh telah mengakhiri hubungan kerja secara berlawanan dengan hukum. begitu pula.atau tidak diperbuat oleh seorang majikan yang baik. selain dengan izin si majikan dalam melakukan pekerjaannya itu digantikan oleh . Si buruh diwajibkan sendiri melakukan pekerjaannya. memberikan kepadanya sepucuk surat pernyataan yang ditandatangani olehnya. maka si majikan adalah berhak untuk menyebutkan hal itu didalam surat pernyataannya. Sekadar tentang sifat serta luasnya pekerjaan yang harus dilakukan tidak dijelaskan dalam perjanjian atau reglemen. Si buruh diwajibkan melakukan pekerjaan yang dijanjikan menurut kemampuannya yang sebaik-baiknya. bahwa kewajiban-kewajiban si majikan ini dikecualikan atau dibatasi. jika namun itu si majikan telah mengakhiri hubungan kerja dengan tidak memajukan sesuatu alasan maka ia hanya diwajibkan menyebutkan apa alasan-alasan itu. Si majikan yang menolak memberikan surat pernyataan yang diminta. adalah bertanggung jawab baik terhadap si buruh maupun terhadap orang-orang pihak ke tiga tentang kerugian yang diterbitkan karenanya. Surat pemyataan itu memuat suatu keterangan yang sesungguhnya tentang sifat pekerjaan yang telah dilakukan serta lamanya hubungan kerja.

2o. juga dalam hal lamanya hubungan kerja telah ditetapkan sebelumnya. sedangkan kedua belah pihak. diteruskan oleh kedua belah pihak dengan tidak ada bantahan. tidak telah menyimpang dengan perjanjian yang dibuatnya tertulis atau dalam reglemen. 1603c. harus bertingkah laku menurut tertibnya rumah. sekadar itu diperbolehkan. Pemberitahuan sebelumnya tentang kehendak untuk mengakhiri hubungan kerja hanya diperlukan : 1o. Si buruh diwajibkan mentaati aturan-aturan tentang hal melakukan pekerjaan serta aturan-aturan yang ditujukan pada perbaikan tata tertib dalam perusahaan si majikan. patut dilakukan atau tidak diperbuat oleh seorang buruh yang baik. tetapi paling lama untuk satu tahun dan atas dasar syarat-syarat lama. 1603f. maupun tidak berbuat segala apa yang didalam keadaan yang sama. atau dalam ketentuan undang-undang atau lagi. harus ada suatu pemberitahuan tentang kehendak untuk mengakhirinya. menurut kebiasaan. jika demikian itu telah diperjanjikan dalam perjanjian yang dibuat tertulis atau dalam reglemen. yang disebutkan dalam ayat ke satu dari pasal yang lalu. Si buruh pada umumnya diwajibkan melakukan. BAGIAN KE LIMA Tentang bermacam-macam cara berakhirnya hubungan kerja. jika menurut aturan undang-undang atau menurut kebiasaan. atau jika itu tidak ada. 1603b. Jika hubungan kerja. Sekadar hubungan kerja yang diperpanjang itu akan berlangsung untuk waktu yang . yang diterbitkan dari perjanjian 1603e. oleh kebiasaan. maka dianggap bahwa hubungan itu dilangsungkan lagi untuk waktu yang sama. Hubungan kerja berakhir demi hukum. setelah lewatnya waktu. Si buruh yang bertinggal pada si majikan. yang diberikan kepadanya oleh atau atas nama si majikan didalam batas-batas aturan-aturan undang-undang atau perjanjian maupun reglemen.orang ke tiga. jika itu tidak ada. dengan lewatnya waktu yang ditetapkan dalam perjanjian maupun reglemen. 1603d.

1603i. dua bulan atau tiga bulan. bagi si majikan diperpanjang berturut-turut dengan satu bulan. Dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen. Tenggang waktu yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. tetapi untuk selainnya atas dasar syarat-syarat lama.kurang dari enam bulan. adalah batal. Jika hubungan kerja telah dibuat untuk waktu tak tertentu atau hingga diakhiri. apabila pada waktu penghentian hubungan kerja telah berlangsung berturut-turut paling . akibat-akibat pernberitahuan penghentian yang tidak dilakukan pada tepat waktu dapat diatur lain. Jika lamanya suatu hubungan kerja tidak telah ditentukan dengan perjanjian atau reglemen maupun dengan suatu aturan undang-undang. 1603g. atau pula oleb kebiasaan. Aturan yang sama berlaku jika didalam hal-hal yang disebutkan dalam ayat ke dua dari pasal yang lalu tidak dilakukan pernberitahuan penghentian pada waktu yang tepat. maka dianggaplah hubungan kerja itu sebagai dibuat untuk waktu tak tertentu. Kecuali dalam hal yang ditentukan dalam kedua ayat yang berikut dari pasal ini. Tiap janji dengan mana kiranya akan diberikan keleluasaan untuk menghentikan hubungan kerja menjelang suatu hari lain. selainnya hari terakhir dari tiap-tiap bulan penanggalan. 1603h. maka dianggap bahwa hubungan itu dibuat untuk waktu tidak tertentu. boleh ditentukan bahwa tenggang yang dimaksudkan dalam ayat yang lalu bagi si buruh dapat diperpanjang dengan waktu paling lama satu bulan. Pemberitahuan untuk mengakhiri hubungan kerja hanyalah boleh dilakukan menjelang hari terakhir dari tiap-tiap bulan penanggalan. apabila hubungan kerja pada waktu penghentian itu sudah berlangsung selama paling sedikit dua tahun terus-menerus. maka dalam hal menghentikan hubungan kerja harus paling sedikit diindahkan suatu tenggang waktu yang lamanya satu bulan. Dengan perjanjian tertulis atau dengan reglemen. asal hubungan kerja diperpanjang dengan waktu paling sedikit enam bulan. maka masing-masing pihak adalah berhak mengakhirinya dengan pemberitahuan penghentian dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan dalam dua pasal yang berikut.

adalah batal. bahwa perjanjian perburuhan yang dibuat oleh si belum dewasa itu . 1603 m. Namun itu baik para ahli warisnya si majikan di satu pihak maupun si buruh di lain pihak berhak mengakhiri hubungan kerja yang dibuat untuk suatu waktu tertentu. sebagai suatu hubungan perburuhan yang tak pernah terputus. Jika telah diperjanjikan suatu waktu percobaan. 1603k. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dari pasal ini. secara yang dimaksudkan dalam pasal 1603f dianggap. paling sedikit dua tahun tetapi kurang dari tiga tahun dan paling sedikit tiga tahun terus-menerus. Suatu perjanjian perburuhan baru.sedikit satu tahun tetapi kurang dari dua tahun. maka selama waktu itu masing-masing pihak adalah berhak seketika. Jika wakil menurut undang-undang dari seorang belum dewasa berpendapat. pada majikan yang sama. 1603j. kecuali jika dari perjanjiannya dapat disimpulkan sebaliknya. untuk suatu waktu tertentu yang kurang dari enam bulan dianggap sebagai dibuat untuk waktu tak tertentu. sekadar mengenai hal tenggang waktu penghentian yang dimaksudkan dalam pasal 1603i. ter. yang terputus selama suatu waktu yang kurang dari empat minggu atau pun yang bersambungan seketika satu sama lain. adalah batal. dengan pemberitahuan penghentian dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan pasal-pasal 1603 h dan 1603 i. Hubungan kerja tidak berakhir dengan meninggalnya si majikan. yang dibuat oleh seorang buruh didalam waktu empat minggu setelah berakhirnya hubungan kerja yang lama. 1603i. Hubungan kerja berakhir dengan meninggalnya si buruh. Hubungan-hubungan kerja pada majikan yang sama. seakan-akan hubungan kerja tersebut telah dibuat untuk waktu tak tertentu. Tiap janji dengan mana waktu percobaan tidak ditetapkan sama untuk kedua belah pihak atau ditetapkan untuk waktu yang lebih lama dari tiga bulan. begitu pula tiap janji dengan mana antara dua pihak yang sama ditetapkan lagi suatu waktu percobaan baru. mengakhiri hubungan kerja dengan pemberitahuan penghentian. dengan tidak membedakan apakah ini telah dibuat untuk waktu tertentu atau untuk waktu tak tertentu. 1603 l. 1603i bis.

jika pihak lawan tidak menyetujuinya. Jika Hakim mengabulkan permohonan. bahwa syarat-syarat yang disebutkan dalam surat kuasa yang diterangkan dalam pasal 1601 g tidak dipenuhi. atau kepada si majikan ini dengan sengaja telah memberikan . berbuat berlawanan dengan hukum. memajukan permintaan kasasi terhadap penetapan tersebut.akan mempunyai akibat. Hakim takkan meluluskan permohonan. atau pula jika ia berpendapat. atau sudah mempunyai akibat yang merugikan bagi si belum dewasa. maka. sifat-sifat atau tingkah laku si buruh yang demikian hingga karenanya dari pihaknya si majikan tidak sepatutnya dapat diminta untuk meneruskan hubungan kerjanya. Alasan-alasan yang mendesak antara lain dapat dianggap ada: 1 o. melainkan setelah mendengar atau memanggil dengan sah si belum dewasa si majikan dan lagi Balai Harta Peninggalan jika si belum dewasa berada di bawah perwalian dimana Balai Harta Peninggalan itu menjadi wali pengawasnya. 1603 n. atau apabila ia mengakhiri hubungan kerja secara demikian itu karena suatu alasan yang mendesak yang seketika diberitahukan kepada pihak lawan. apabila si buruh pada waktu menutup perjanjiannya telah menyesatkan si majikan dengan memperlihatkan surat-surat pernyataan yang palsu atau dipalsukan. kecuali adanya kekuasaan Jaksa Agung untuk semata-mata demi kepentingan undangundang. 1603 o. supaya perjanjian perburuhan tersebut dinyatakan putus. Masing-masing pihak dapat mengakhiri hubungan kerjanya tanpa pemberitahuan penghentian atau mengindahkan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk pemberitahuan-pemberitahuan penghentian. Bagi si majikan dianggap sebagai alasan-alasan yang mendesak dalam arti pasal yang lalu perbuatan-perbuatan. Terhadap penetapan tersebut tidak ada jalan untak melawannya. tetapi pihak yang melakukan ini. ia menetapkah pada waktu mana hubungan kerjanya akan berakhir. kecuali apabila ia pada waktu itu juga membayar ganti rugi atas dasar yang ditentukan dalam pasal 1603 q. bolehlah ia memajukan permohonan tertulis kepada Hakim di tempat dimana si belum dewasa sesungguhnya berdiam.

12 o. apabila ia. penggelapan. sanak keluarga atau teman-teman serumah si majikan. madat atau berbuat tingkah laku yang buruk lainnya. apabila ia dengan sengaja atau. sanak keluarga atau teman-teman serumah si majikan atau teman-teman sekerjanya. untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan baik. 2 o. apabila ia membujuk atau mencoba membujuk si majikan. Janji-janji yang menetapkan bahwa kepada si majikan akan diserahkan . atau teman-teman sekerjanya. meskipun telah diperingatkan. 4 o. 5 o. secara sembrono merusakkan milik si majikan atau menerbitkan bahaya yang sungguhsungguh mengancam milik itu. apabila ia telah melakukan pencurian. apabila ia dengan cara lain sangat melalaikan kewajiban-kewajiban yang oleh perjanjian dibebankan padanya. apabila ia berkeras kepala menolak akan memenuhi perintah-perintah yang patut yang diberikan kepadanya oleh atau atas nama si majikan. 11 o. 7 o. 6 o. yang menyebabkan ia tidak patut lagi mendapat kepercayaan dari si majikan. 9 o. 8 o. 10 o. meskipun telah diperingatkan. menghina secara kasar atau mengancam sungguh-sungguh si majikan. apabila ia mengumumkan hal-hal istimewa mengenai rumah tangga atau perusahaan si majikan. menerbitkan bahaya yang sungguh-sungguh mengancam pada dirinya sendiri atau lain-lain orang. apabila ia ternyata terlalu arnat kurang mempunyai kecakapan atau kesanggupan untuk pekerjaan untuk mana ia telah mengikatkan dirinya. apabila ia menganiaya.keterangan-keterangan palsu tentang cara bagaimana hubungan kerja yang lama telah berakhir. 3 o. apabila ia dengan sengaja atau. meskipun telah diperingatkan. apabila ia karena sengaja atau sembrono telah menjadi tak mampu melakukan pekerjaannya. yang ia diwajibkan merahasiakan. penipuan atau lain-lain kejahatan. masih saja gernar akan mabuk.

jika upah si buruh digantungkan pada hasil pekerjaan yang harus dilakukan si majikan tidak memberikan bantuan yang diperjanjikan atau tidak memberikan secukupnya. adalah batal. 8 o. apabila. atau membiarkan bahwa pembujukan atau percobaan membujuk yang demikian itu dilakukan oleh salah seorang teman serumah atau bawahannya. apabila ia. 4o. 5 o. atau membiarkan bahwa perbuatan-perbuatan semacam itu dilakukan oleh salah seorang teman serumahnya atau bawahannya. sedangkan itu tidak ternyata sewaktu perjanjian dibuat. 1603 p. apabila ia tidak membayar upah pada waktu yang ditentukan. kesusilaan atau nama baiknya. apabila ia terlalu amat melalaikan kewajiban-kewajiban yang oleh perjanjian dibebankan kepadanya. 9 o. 7 o. apabila. menghina secara kasar atau mengancam sungguh-sungguh si buruh. apabila terus berlangsung hubungan kerja bagi si buruh akan membawa bahaya yang sungguh-sungguh untuk jiwa. apabila si buruh karena sakit atau lain-lain sebab diluar salahnya . jika sifat hubungan kerja tidak mengharuskannya. sanak keluarga atau teman-teman serumah si buruh untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan baik. 6 o. 2 o. 3 o. Bagi si buruh dianggap sebagai alasan-alasan yang mendesak dalam arti pasal 1603 n keadaan-keadaan yang demikian sehingga karenanya tidak sepantasnya dapat diharapkan dari si buruh untuk meneruskan hubungan kerjanya. 10 o. Alasan-alasan yang mendesak antara lain harus dianggap ada: 1 o. memerintahkan kepada si buruh itu supaya ia melakukan pekerjaan dalam perusahaan seorang majikan lain. apabila ia membujuk atau mencoba membujuk si buruh. dalam hal telah diperjanjikan makan dan perumahan. sedangkan si buruh menolaknya. apabila ia tidak memberikan pekerjaan secukupnya kepada si buruh yang upahnya digantungkan pada hasil pekerjaan yang dilakukan. ia tidak menyelenggarakan hal-hal itu sepantasnya. apabila si majikan menganiaya.untuk menentukan apakah ada suatu alasan yang mendesak dalam arti pasal 1603 n. kesehatan.

Hakim berkuasa menetapkan ganti rugi yang dimaksudkan dalam ayat ke satu dan ayat ke empat pasal ini. Tiap janji dengan mana bagi si buruh diperjanjikan suatu ganti rugi yang jumlahnya kurang. adalah batal. seluruhnya atau sebagian tidak ditetapkan menurut lamanya waktu. maka jika hal itu disertai alasan-alasan istimewa hingga kerugian yang disebabkan dapat dianggap . adalah batal. Jika salah satu pihak telah mengakhiri hubungan kerjanya tanpa pemberitahuan penghentian atau dengan tidak mengindahkan peraturan-peraturan yang berlaku untuk pemberitahuan penghentian seraya memberikan ganti rugi kepada pihak lawan atas dasar ketentuan ayat ke satu pasal yang lalu. yang ditetapkan sebanyak enam persen setahun. dalam hal suatu hubungan kerja yang dibuat untuk suatu waktu tertentu. Dari jumlah ganti rugi yang terutang harus dibayar suatu bunga. Disini yang dimaksudkan dengan upah ialah unsur-unsur upah yang disebutkan di bawah nomor 1o dan 7o dari pasal 1601 p. sama dengan jumlah upah yang harus dibayar sampai pada hari berikutnya hari pada mana hubungan kerja sedianya akan dapat diakhiri dengan pemberitahuan penghentian. terhitung mulai hari hubungan kerjanya telah berakhir. maka berlakulah ukuran dari pasal 1601 o. pada suatu jumlah yang kurang. Janji-janji yang menetapkan bahwa kepada si buruh akan diserahkan untuk menentukan apakah ada suatu alasan yang mendesak dalam arti pasal 1603 n. Dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen boleh ditetapkan suatu ganti rugi yang lebih jumlahnya. Jika upah si buruh. jika ganti rugi itu menurut pendapatnya melampaui yang sepantasnya. 1603 q: Ganti rugi yang dimaksudkan dalam pasal-pasal 1601 k dan 1603 n adalah dalam hal suatu hubungan kerja yang dibuat atau dianggap telah dibuat untuk suatu waktu tak tertentu. ganti rugi tersebut adalah sama dengan jumlah upah untuk lamanya waktu yang hubungan kerjanya itu menurut pasal 1603 e dan pasal 1603 f sedianya harus berlangsung terus.menjadi tak mampu melakukan pekerjaan yang diperjanjikan. 1603 r.

Jika diluar hal yang termaksud dalam ayat yang lalu. yang imbangannya terhadap jumlah ganti rugi yang termaksud dalam ayat ke satu adalah sama dengan imbangan antara masa kerja yang dibutuhkan untuk perolehan cuti yang telah lampau pada saat berakhirnya perjanjian dan masa kerja yang dibutuhkan untuk perolehan cuti. biaya yang diperlukan untuk pelayaran itu. mengakhiri hubungan kerjanya . Jika si majikan mengakhiri hubungan kedanya dengan maksud meluputkan diri dari kewajibannya untuk memberikan suatu cuti setelah suatu masa kerja tertentu yang telah dijanjikan dalam atau berhubung dengan perjanjiannya. jika si buruh. jika salah satu pihak telah memberikan suatu alasan yang mendesak kepada pihak lawannya untuk mengakhiri hubungan kerjanya tanpa pemberitahuan penghentian atau dengan tidak mengindahkan peraturan-peraturan yang berlaku untuk pemberitahuan penghentian. membayar kepadanya suatu jumlah uang. pihak lawan tersebut berhak menuntut penggantian kerugian lagi. atau suatu ganti rugi sepenuhnya. 1603 s. 1603 s. dan pihak lawan itu telah menggunakan haknya tersebut. maka pihak lawannya berhak menuntut jumlah yang termaksud dalam pasal 1603 q. beserta. jika didalam perjanjian telah diperjanjikan suatu hak atas pelayaran dengan cuma-cuma. Hal yang sama berlaku juga. pada saat hubungan kerjanya diakhirinya. maka ia diwajibkan selain apa yang ia wajib membayar kepada si buruh atas dasar lain. menuntut suatu ganti rugi sebesar gaji yang ia sedianya akan memperolehnya selama waktu cuti. setelah separuh dari masa kerja dalam perjanjian ditentukan untuk pemberian cuti lampau si majikan sepihak mengakhiri perjanjian tanpa alasan yang mendesak. maka si buruh adalah berhak untuk. Jika salah satu pihak telah mengakhiri hubungan kerjanya secara berlawanan dengan hukum. bis. ke tempat asalnya atau ke tempat cuti. Hal yang sama berlaku. selebihnya dan selainnya apa yang kiranya menjadi haknya berhubung dengan pemecatannya atas dasar lain. Dalam hal menghitung masa kerja maka bulan dalam mana perjanjiannya berakhir dihitung sebagai satu bulan penuh. setelah bagian dari masa kerja yang tersebut dalam ayat yang lalu telah lampau.tidak cukup diganti dengan ganti rugi yang diterimanya.

juga sebelumnya pekerjaan dimulai. Jika hubungan kerja dibuat untuk waktu yang lebih lama dari lima tahun atau untuk selama hidupnya seorang tertentu. Sebagai alasan-alasan panting. 1603 u. atau berdasarkan pasal 1267. selain setelahnya mendengar pihak lawan atau memanggilnya secara sah. dengan mengindahkan suatu tenggang waktu enam bulan. karena alasan-alasan penting. memajukan permohonan tertulis kepada Pengadilan Negeri dari tempat kediamannya yang sesungguhnya. . maka.karena suatu alasan yang mendesak yang diberikan oleh si majikan. pada mana lima tahun telah lampau sejak ia mulai berlaku. Jika Hakim menyatakan bubarnya perjanjian atas alasan lain daripada alasan-alasan yang mendesak. 1603 t. adalah batal. si buruh namun itu adalah berhak menghentikannya dengan pemberitahuan penghentian mulai saat. Tiap hak untuk menuntut sesuatu yang berdasarkan pasal yang lalu. gugur dengan lewatnya waktu satu tahun. yang demikian sifatnya. Hakim takkan meluluskan permohonan. hingga sepantasnya hubungan kerjanya harus berakhir seketika atau setelah suatu waktu yang pendek. karena si majikan tidak memenuhi kewajiban-kewajibannya. Tiap janji yang mungkin menyebabkan kekuasaan menghentikan ini akan dikecualikan atau dibatasi adalah batal. maka ia adalah berkuasa mengurangi jumlah uang yang ditetapkan dalam ayat ke dua hingga suatu jumlah yang sedemikian yang dianggapnya adil mengingat keadaan-keadaan kejadian. Tiap janji yang mungkin berakibat bahwa kekuasaan ini akan dikecualikan atau dibatasi. atau jika Hakim menyatakan bubarnya perjanjian karena alasan-alasan penting yang tidak mendesak sebagaimana termaksud dalam pasal 1603 v. kecuali alasan-alasan mendesak sebagai termaksud dalam pasal 1603 n. harus dianggap juga perubahan-perubahan keadaan pribadi atau kekayaan si pemohon atau pihak lawan ataupun perubahan-perubahan keadaan-keadaan dalam mana pekerjaannya dilakukan. supaya perjanjian perburuhan dinyatakan bubar. Masing-masing pihak adalah setiap waktu berhak. atau karena suatu alasan mendesak yang diberikan oleh si majikan. 1603 v.

Ketentuan-ketentuan yang lalu dari bab ini tidak berlaku bagi orangorang yang bekerja pada Negara daerah atau bagian daerah. ataupun oleh suatu ketentuan undang-undang dinyatakan berlaku. . Dalam hal pemborongan pekerjaan dapat ditetapkan dalam perjanjian bahwa si pemborong hanya akan melakukan pekerjaan saja atau bahwa ia juga akan memberikan bahannya. rugi dan bunga. Kekuasaan para pihak untuk menuntut punbatalan perjanjian berdasarkan pasal 1267 disertai penggantian biaya. BAGIAN KE ENAM Tentang pemborongan pekerjaan 1604.Kedua ayat terakhir dari pasal 1603 m adalah berlaku. Perjanjian-perjanjian perburuhan yang dibuat antara seorang majikan yang tunduk dan seorang buruh yang tidak tunduk pada ketentuanketentuan yang lalu dari bab ini. 1603 y. 1603 w. kota praja. ketentuan-ketentuan tersebut oleh kedua belah pihak atau atas nama mereka. dengan tidak memandang maksudnya para pihak. Dengan undang-undang dapat ditetapkan aturan-aturan khusus bagi perjanjian-perjanjian untuk melakukan pekerjaan dalam perusahaan-perusahaan pertanian atau kerajinan. dengan tidak mengingat maksudnya para pihak. dikuasai oleh ketentuan-ketentuan ini. Perjanjian-perjanjian perburuhan yang dibuat antara seorang majikan yang tidak tunduk dan seorang buruh yang tunduk pada ketentuan-ketentuan yang lalu dari bab ini. 1603 z. badan untuk menyelenggarakan perairan atak lain badan kecuali jika sebelum atau pada waktu mulai berlakunya hubungan kerja. jika perjanjian-perjanjian tersebut mengenai pekerjaan yang sama atau hampir sama dengan pekerjaan yang lazimnya dilakukan oleh buruh-buruh yang tunduk pada ketentuan-ketentuan dari bab ini. untuk melakukan pekerjaan pada kereta api atau pada perusahaan-perusahaan pengangkutan dan lain-lain perusahaan. dikuasai oleh ketentuan-ketentuan ini. tidak dikecualikan oleh ketentuan-ketentuan dalam bagian ini. Ketentuan-ketentuan penutup 1603 x.

maupun dengan dalih telah dibuatnya perubahan-perubahan dan tambahan-tambahan yang tidak termasuk dalam rencana. baik dengan dalih tambahnya upah-upah buruh atau bahan-bahan bangunan. dan pekerjaannya dengan cara bagaimana pun musnah sebelumnya pekerjaan itu diserahkan. maka segala kerugian adalah atas tanggungan si pemborong. maka si pemborong tidaklah berhak atas harga yang dijanjikan. musnahnya pekerjaan itu terjadi diluar sesuatu kelalaian dari pihak si pemborong. Jika si pemborong diwajibkan melakukan pekerjaan saja dan pekerjaannya musnah. 1607.1605. 1609. jika perubahan-perubahan atau perbesaran-perbesaran itu tidak telah disetujui tertulis dan tentang harganya tidak telah diadakan perjanjian dengan si pemilik. Jika suatu gedung. maka pekerjaan itu dapat diperiksa sebagian demi sebagian. 1606. 1608. maka tak dapatlah ia menuntut suatu penambahan harga. seluruhnya atau sebagian musnah disebabkan suatu cacat dalam penyusunannya atau bahkan karena tidak sanggupnya tanahnya. yang telah diborongkan dan dibuat untuk suatu harga tertentu. Jika suatu pekerjaan dikerjakan sepotong demi sepotong atau seukuran demi seukuran. menurut suatu rencana yang telah diperkirakan serta ditetapkan bersama-sama dengan si pemilik tanah. pemeriksaan tersebut dianggap terjadi untuk semua bagian yang telah dibayar. Jika seorang ahli pembangun atau seorang pemborong telah menyanggupi untuk membuat suatu gedung secara memborong. apabila pihak yang memborongkan tiap-tiap kali membayar si pemborong menurut imbangan dari apa yang telah selesai dikerjakan. maka para ahli pembangunannya serta para pemborongnya adalah bertanggung jawab untuk itu selama sepuluh tahun. kecuali apabila musnahnya barang itu disebabkan oleh sesuatu cacat dalam bahannya. Dalam halnya si pemborong diwajibkan memberikan bahannya. . 1610. sebelum pekerjaan itu diserahkan. kecuali apabila pihak yang memborongkan telah lalai untuk menerima pekerjaan tersebut. maka ia hanya bertanggungjawab untuk kesalahannya. Jika didalam hal yang tersebut dalam pasal yang lalu. sedangkan pihak yang memborongkan tidak telah lalu untuk memeriksa dan menyetujui pekerjaannya.

sampai biaya dan upah-upah yang dikeluarkan untuk barang itu dipenuhi seluruhnya. Mereka adalah pemborong-pemborong didalam bagian pekerjaan yang mereka lakukan. Tukang-tukang batu. boleh menghentikan pemborongannya. asal pekerjaan atau bahan yang telah disediakan. Si pemborong adalah bertanggung jawab terhadap perbuatanperbuatan orang-orang yang dipekerjakan olehnya. tukang-tukang kayu. Orang-orang buruh yang memegang sesuatu barang kepunyaan orang lain. 1613.1611. yang lelah dipakai untuk mendirikan sebuah gedung atau untuk membuat sesuatu pekerjaan lain yang diborongkan. tidak mempunyai tuntutan terhadap orang untuk siapa pekerjaan-pekerjaan itu telah dibuatnya. Namun itu pihak yang memborongkan diwajibkan untuk membayar kepada para ahli waris si pemborong harga pekerjaan yang telah dikerjakan menurut imbangannya terhadap harga pekerjaan yang telah dijanjikan dalam perjanjian. kecuali jika pihak yang memborongkan telah memberikan jaminan Pemborongan pekerjaan berhenti dengan meninggainya si . tunduk pada aturanaturan yang diberikan dalam bagian ini. untuk mengerjakan sesuatu pada barang tersebut. 1612. Tukang-tukang batu. serta harga bahan-bahan bangunan yang telah disediakan. 1616. asal ia memberikan ganti rugi sepenuhnya kepada si pemborong untuk segaia biaya yang telah dikeluarkannya guna pekerjaannya serta untuk keuntungan yang terhilang karenanya. yang atas tanggung jawab sendiri secara langsung dan untuk suatu harga tertentu menyanggupi melaksanakan suatu pekerjaan. tukang-tukang besi dan lain-lain tukang. tukang-tukang kayu. jika dikehendakinya demikian. pemborong. asal pekerjaan atau bahan tersebut dapat mempunyai suatu manfaat baginya. Pihak yang memborongkan. selainnya untuk sejumlah yang orang ini berutang kepada si pemborong pada saat mereka memajukan runtutannya. 1614. 1615. adalah berhak menahan barang itu. tukang-tukang besi dan lain-lain tukang. meskipun pekerjaannya telah dimulai.

Persekutuan adalah suatu perjanjian dengan mana dua orang atau lebih mengikatkan diri untuk memasukkan sesuatu dalam persekutuan. Masing-masing sekutu diwajibkan memasukkan uang. BAGIAN KE DUA Tentang perikatan-perikstan antara para sekutu 1624. jika dalam perjanjian ini tidak telah ditetapkan suatu saat lain. 1622. barang-barang lain atau pun kerajinannya kedalam perseroan itu. Persekutuan-persekutuan adalah penuh atau khusus. . selama berlangsungnya persekutuan sebagai hasil dari kerajinan mereka. Segala persekutuan harus mengenai suatu usaha yang halal. dengan tidak mengurangi ketentuan-ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam bab ke enam dan ke tujuh dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. 1620. Hak-hak dan kewajiban-kewajiban jurujuru pengangkut dan nakhodanakhoda diatur didalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. 1621. 1619.secukupnya untuk pembayaran biaya dan upah-upah tersebut. Persekutuan khusus ialah persekutuan yang sedemikian yang hanya mengenai barang-barang tertentu saja. Persekutuan penuh tentang keuntungan hanyalah mengenai segala apa yang akan diperoleh para pihak dengan nama apa pun. atau pemakaiannya. 1623. atau hasil-hasil yang akan didapatnya dari barang-barang itu. Undang-undang hanyalah mengenal persekutuan penuh tentang keuntungan. atau lagi mengenai suatu perusahaan maupun mengenai hal menjalankan sesuatu perusahaan atau pekerjaan tetap. Dilarang adalah segala persekutuan. dengan maksud untuk membagi keuntungan yang terjadi karenanya. 1617. dan harus dibuat untuk manfaat bersama para pihak. baik dari sernua kekayaan maupun dari sebagian tertentu dari kekayaan seorang secara percampuran seumumnya. Persekutuan mulai berlaku sejak saat perjanjian. BAB KE DELAPAN Tentang Persekutuan BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1618.

mempunyai suatu penagihan sejumlah uang terhadap seorang yang disamping itu juga mempunyai suatu utang yang dapat ditagih pula kepada persekutuan maka setiap pembayaran yang diterima oleh sekutu tersebut harus dianggap berlaku baik untuk membayar piutang persekutuan maupun untuk membayar piutang si sekutu sendiri. 1628. 1629. demikian itu meskipun ia pada waktu menerima pembayaran tersebut menyatakan bahwa semuanya adalah untuk pengurangan atau pelunasan piutangnya pribadi. 1626.] 1627. namun itu jika ia pada waktu menerima pembayaran menenukan bahwa seluruh pembayaran adalah untuk membayar piutang persekutuan maka apa yang ditentukan itulah yang berlaku. rugi dan bunga jika ada alasan untuk itu. dan si berutang terkemudian jatuh kedalam keadaan tak mampu. dan jika pemasukan ini terdiri atas suatu barang tertentu. Masing-masing sekutu berutang kepada persekutuan segala apa yang ia telah menyanggupi memasukkan didalamnya. Jika salah seorang sekutu telah menerima seluruh bagiannya dalam suatu piutang bersama. dengan cara yang sama seperti dalam jual beli. Para sekutu yang telah mengikatkan dirinya untuk memasukkan tenaga dan kerajinannya kedalam persekutuan diwajibkan memberikan perhitungan kepada persekutuan tentang semua keuntungan yang mereka telah peroleh dengan kerajinan yang sedemikian sebagaimana menjadi hal dari persekutuan. Hal yang sama berlaku terhadap jumlah-jumlah uang yang telah diambilnya dari kas bersama.1625. maka ia diwajibkan menanggung. Sekutu yang diwajibkan memasukkan sejumlah uang dan tidak melakukannya itu. Kesemuanya itu tidak mengurangi penggantian tambahan biaya. terhitung sejak hari ia telah mengambilnya guna kepentingannya pribadi. menjadi berutang bunga atas jumlah itu derni hukum dan dengan tidak usah ditagihnya pembayaran uang tersebut terhitung sejak hari uang tersebut sedianya harus dimasukkan. menurut imbangan di antara jumlah-jumlah kedua piutang tersebut. maka selcutu tersebut diwajibkan memasukkan apa yang telah diterimanya itu kedalam kas bersama. meskipun ia telah menyatakan menerima pembayaran itu . Jika salah seorang sekutu atas namanya sendiri.

maka barang-barang itu adalah atas tanggungan persekutuan. 1632. Jika barang-barang yang hanya kenikmatannya saja dimasukkan. Seorang sekutu mempunyai tuntutan terhadap persekutuan tidak saja tentang uang-uang yang ia telah keluarkan lebih dahulu untuk perkutuan tetapi juga tentang perikatan-perikatan yang ia telah perbuat dengan itikad baik guna kepentingan persekutuan dan lagi tentang kerugian-kerugian yang dideritanya yang tidak dapat dipisahkan dari pengurusannya. maka barang-barang tersebut adalah atas tanggungan si sekutu yang menjadi pemiliknya. Terhadap si sekutu yang hanya memasukkan kerajinannya. jika barang-barang tersebut turun harganya karena ditahan. Jika didalam perjanjian persekutuan tidak telah ditentukan bagian masing-masing sekutu dalam untung dan ruginya persekutuan maka bagian masing-masing adalah seimbang dengan apa yang ia telah masukkan dalam persekutuan. bagian dari untung rugi ditetapkan sama dengan bagian si sekutu yang memasukkan uang atau barang paling sedikit. maka tak dapatlah si sekutu menuntut lebih daripada harganya menurut taksiran. 1634. terdiri atas benda-benda tertentu yang tidak musnah karena pemakaian. atau jika barangbarang itu dimasukkan dalam persekutuan menurut suatu perkiraan yang ditetapkan dalam suatu protelan atau inventaris. Para sekutu tidaklah dapat memperjanji'kan bahwa mereka akan menyerahkan pengaturan tentang besarnya bagian masing-masing kepada salah seorang dari mereka atau kepada seorang pihak ke tiga. Jika barang-barang tersebut musnah karena pemakaian.sebagai pelunasan bagiannya. jika barang-barang tersebut telah dimaksudkan untuk dijual. 1633. 1630. Jika barang itu telah ditaksir. Masing-masing sekutu diwajibkan memberikan ganti rugi kepada persekutuan tentang kerugian-kerugian yang diderita oleh persekutuan yang disebabkan salahnya si sekutu sedangkan ia tidak diperbolehkan menjumpakannya dengan keuntungan-keuntungan yang diperolehnya untuk persekutuan berkat pekerjaan dan kerajinannya dalam urusan-urusan lain. . 1631.

Jika beberapa sekutu telah ditugaskan melakukan pengurusan persekutuan dengan tidak ditentukan apakah yang menjadi pekerjaannya masingmasing. 1639.Suatu janji yang demikian harus dianggap sebagai tidak tertulis. Jika tidak ada janji-janji khusus mengenai cara-caranya mengurus. Janji dengan mana kepada salah seorang sekutu dijanjikan semua keuntungan. 1637. 1636. Namun itu adalah diperbolehkan untuk memperjanjikan bahwa semua kerugian semata-mata akan dipikul oleh salah seorang sekutu atau lebih. dan peraturan-peraturan dari pasal yang lalu harus tetap diindahkan. 1638. meskipun orang yang belakangan ini pada sesuatu waktu berada dalam keadaan ketidakmampuan untuk turut melakukan perbuatan-perbuatan pengurusan. tanpa perjanjian baru. harus diindahkan aturan-aturan yang berikut: 1 o. namun jika kekuasaan tersebut tidak telah diberikan didalam perjanjian persekutuan melainkan didalam suatu akta yang terkemudian. adalah batal. bertindak tanpa satu bantuan dari yang lainnya. maka dapatlah ia ditarik kembali sebagaimana halnya dengan suatu pemberian kuasa biasa. maka masing-masing sendirian adalah berkuasa untuk melakukan segala perbuatan yang mengenai pengurusan itu. Kekuasaan ini selama berlangsungnya persekutuan tak dapat ditarik kembali tanpa alasan yang sah. 1635. Jika telah diperjanjikan bahwa salah seorang pengurus tidak boleh melakukan sesuatu perbuatan pun jika tidak bersama-sama bertindak dengan seorang pengurus lain. atau dengan tidak ditentukan bahwa yang satu tidak diperbolehkan melakukan sesuatu apa jika tidak bersama-sama bertindak dengan teman-temannya pengurus. Si sekutu yang dengan suatu janji khusus jalam perjanjian persekutuan ditugaskan melakukan pengurusan persekutuan dapat. biarpun bertentangan dengan sekutu-sekutu lainnya. maka tak dapatlah pengurus yang satu. melakukan segala perbuatan yang berhubungan dengan pengurusannya asal dia dalam hal itu berlaku dengan itikad baik. para sekutu dianggap secara bertimbal-balik telah memberikan kuasa .

supaya yang satu melakukan pengurusan bagi yang lainnya. bahkan tanpa izin sekutusekutu lainnya. dan asal ia tidak memakainya berlawanan dengan kepentingan persekutuan atau secara yang demikian hingga sekutu lainnya karenanya terhalang turut memakainya menurut hak mereka. boleh membuat hal-hal yang baru kepada benda-benda tak bergerak kepunyaan persekutuan meskipun ia mengemukakan bahwa hal-hal itu menguntungkan persekutuan. dan masing-masing sekutu tidaklah dapat mengikat sekutu-sekutu lainnya. masing-masing sekutu diperbolehkan memakai barang-barang kepunyaan persekutuan asal ia memakainya itu guna keperluan untuk mana barangbarang itu biasanya dimaksudkan. maupun menggadaikan barang-barang bergerak kepunyaan persekutuan atau pun meletakkan beban-beban di atasnya. tidak seorang sekutu pun tanpa izinnya pesero-pesero lainnya. Apa yang dilakukan oleh masing-masing sekutu juga mengikat untuk bagian sekutu-sekutu yang lainnya. Para sekutu yang tidak menjadi pengurus bahkan tidak diperbolehkan mengasingkan. tetapi sekalipun ia ditugaskan melakukan pengurusan kepentingankepentingan persekutuan tak dapatlah ia memasukkan orang ke tiga tersebut. menerima seorang ke tiga sebagai peserta dari bagiannya dalam persekutuan. 1641. BAGIAN KE TIGA Tentang perikatan-perikatan para sekutu terhadap orang-orang ke tiga 1642. 4 o. Masing-masing sekutu diperbolehkan. selama perbuatan itu belum ditutup. 2 o. sebagai anggota persekutuan. 3 o. jika mereka ini tidak telah memberikan kuasa kepadanya untuk itu. meskipun ia tidak telah memperoleh perizinan mereka. . 1640. Para sekutu tidaklah terikat masing-masing untuk seluruh utang persekutuan. tanpa izin sekutu-sekutu lainnya. masing-masing sekutu berhak mewajibkan sekutu-sekutu lainnya untuk turut memikul biaya yang diperlukan untuk pemeliharaan barang-barang kepunyaan persekutuan. dengan tidak mengurang hak mereka ini atau salah seorang untuk melawan perbuatan tersebut.

dengan musnahnya baraug afau diselesaikannya perbuatan yang menjadi pokok persekutuan. Persekutuan berakhir.1643. atau lain-lain hal semacam itu yang sah maupun pentingnya diserahkan kepada pertimbangan Hakim. 4 o. 1647. sebelum waktu itu lewat tidaklah dapat dituntut oleh salah seorang sekutu selainnya atas alasan yang sah. 1644. Janji bahwa suatu perbuatan telah dilakukm atas tanggungan persekutuan hanyalah mengikat si sekutu yang melakukan perbuatan itu saja. maka persukutuan dapat menuntut pelaksanaan perjanjian BAGIAN KE EMPAT Tentang bermacam-macam cara berakhirnya persekutuan 1646. . Jika salah seorang sekutu atas nama persekutuan telah membuat suatu perjanjian. jika salah seorang sekutu meninggal atau ditaruh di bawah pengampuan. 1645. Para sekutu dapat dituntut oleh si berpiutang dengan siapa. atas kehendak semata-mata dari beberapa atau seorang sekutu. dan barang ini musnah sebelum pemasukan itu terlaksana. 1648. meskipun bagian sekutu yang satu dalam persekutuan adalah kurang daripada bagian sekutu yang lainya. 1 o. masing-masing untuk suatu jumlah dan bagian yang sama. Pembubaran persekutuan-persekutuan yang dibuat untuk suatu waktu tertentu. dengan lewatnya wak-tu untuk mana persekutuan telah diaclakan. kecoah jika orang-orang yang belakangan ini telah memberikan kuasa kepadanya untuk itu. dan tidaklah mengikat sekutu-sekutu lainnya. Jika salah seorang sekutu telah berjanji akan memasukkan miliknya atas suatu barang kedalam persekutuan. 2 o. 3 o. mereka telah bertindak. atau dinyatakan pailit. maka persekutuan karenanya menjadi bubar terhadap semua sekutu. terkecuali apabila sewaktu utang tersebut dibuatnya dengan tegas ditetapkan kewajiban para sekutu itu untuk membayar utangnya menurut imbangan besarnya bagian masing-masing dalam persekutuan. sebagaimana jika seorang sekutu lain tidak memenuhi kewajibannya atau jika seorang sekutu lain karena sakit terus-menerus menjadi tak cakap melakukan pekerjaannya untuk persekutuan. atau urusannya telah memberikan manfaat bagi persekutuan.

tetapi ia mendapat bagian dari keuntungan serta turut memikul kerugian yang merupakan akibat-akibat mutlak dari perbuatan-perbuatan yang terjadi sebelum si sekutu dari siapa ia ahli warisnya. scrta kewajiban-kewajiban yang terbit karenanya antara orang-orang yang turut mewaris. berlaku juga untuk pembagian di antara para . Pembubaran terjadi. cara-cara pembagian itu dilakukan. Pemberitahuan penghentian dianggap telah dilakukan tidak dengan itikad baik apabila seorang sekutu menghentikan persekutuannya dengan maksud untuk mengambil suatu keuntungan bagi diri sendiri. Dalam hal yang ke dua. sedangkan hak miliknya tetap berada pada si sekutu. Aturan-aturan tentang pembagian warisan-warisan. Persekutuan hanya dapat dibubarkan atas kehendak beberapa atau seorang sekutu jika persekutuan itu telah dibuat tidak untuk suatu waktu tertentu. asal pemberitahuan penghentian ini terjadi dengan itikad baik dan tidak dilakukan dengan secara tidak memberikan waktu. dengan suatu pemberitahuan penghentian kepada segenap sekutu lainnya. kepentingan persekutuan pembubarannya diundurkan. ahli waris si meninggal tidak mempunyai hak yang lebih daripada atas pembagian persekutuan menurut keadaannya sewaktu meninggalnya si sekutu. atau akan berlangsung terus diantara sekutu-sekutu yang masih ada maka janji tersebut harus ditaati. 1650. 1649. apabila hanya kenikmatan atas barang itu saja yang dimasukkan dalam persatuan. persekutuannya akan berlangsung terus dengan ahli warisnya. Jika telah diperjanjikan bahwa apabila salah seorang sekutu meninggal. apabila barang-barang sedangkan persekutuan tidak lagi terdapat menuntut dalam supaya keseluruhannya. meninggal. 1652.Begitu pada persekutuan dalam segala hal bubar jika barangnya musnah. sedangkan para sekutu telah merancangkan akan bersama-sama menikmati keuntungan tersebut. 1651. Tetapi persekutuan tidak menjadi bubar karena musnahnya barang yang hak miliknya telah dimasukkan dalam persekutuan. Pemberitahuan penghentian dilakukan dengan secara tidak memberikan waktu. dalam hal tersebut.

1656. Jika surat pendirian. Sekadar tentang itu tidak telah diatur secara lain dalam surat pendirian. maupun perkumpulan-perkumpulan itu diterima sebagai diperbolehkan. baik perkumpulan-perkumpulan itu diadakan atau diakui sebagai demikian oleh kekuasaan umum. Selainnya perseroan yang sejati oleh undang-undang diakui pula perhimpunan-perhimpunm orang sebagai perkumpulan-perkumpulan. sekadar tentang itu tidak telah diatur secara lain dalam surat pendiriannya. untuk mana para pengurusnya tidak berkuasa melakukannya. perjanjian-perjanjian dan reglemen-reglemennya. atau telah didirikan untuk suatu maksud tertentu yang tidak bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan baik. maka para pengurus diwajibkan memberikan perhitungan dan pertanggungan kepada segenap anggota perkumpulan. atau mengikatkan perkumpulan dengan suatu cara lain selainnya yang telah ditetapkan pada penutup pasal yang lalu. 1654. maka tidak seorang anggota pun berkuasa untuk bertindak atas nama perkumpulan. Semua perkumpulan yang sah adalah. Para pengurus suatu perkumpulan adalah. untuk mana tiap anggota berkuasa memanggil mereka di muka . 1657. 1655. hanyalah mengikat perkumpulan sekadar perkumpulan itu sungguhsungguh telah mendapat manfaut karenanya atau sekadar perbuatan-perbuatan itu terkemudian telah disetujui secara sah. BAB KE SEMBILAN Tentang perkumpulan 1653. perjanjian-pejanjiannya dan reglemen-reglemennya. begitu pula bertindak di muka Hakim. seperti halnya dengan orangorang preman.sekutu. perjanjian dan reglemen-reglemennya tidak memuat sesuatu ketentuan pun tentang pengurusan perkumpulan. berkuasa untuk bertindak atas nama perkumpulan. baik sebagai penggugat maupun sebagai tergugat. mengikat perkumpulan kepada orang-orang pihak ke tiga dan sebaliknya. berkuasa melakukan tindakan-tindakan perdata. dibatasi atau ditundukkan pada acara-acara tertentu. dalam mana kekuasaan itu telah diubah. 1658. dengan tidak mengurangi peraturan-peraturan umum. Segala perbuatan.

tidak ada. Lain-lain perkumpulan tetap hidup hingga saat perkumpulanperkumpulan itu secara tegas dinyatakan bubar. atau surat pendiriannya. hingga perkumpulan itu dibubarkan menurut undang-undang. atau hingga saat berhentinya tujuan atau hal yang menjadi pokok perkumpulan. atas permintaan dari yang berkepentingan. 1663. Hak-hak serta kewajiban-kewajiban para anggota perkumpulanperkumpulan yang sedemikian diatur menurut peraturan-peraturan dengan mana perkumpulan-perkumpulan itu telah diadakan atau diakui. menurut surat pendiriannya. maka masing-masing anggota suatu perkumpulan mempunyai hak yang sama untuk mengeluarkan suaranya. maka. 1664. yang dalam daerah hukumnya perkumpulan itu berkedudukan. menurut ketentuan-ketentuan dalam bab ini.Hakim. berkuasa untuk. tidaklah dihapuskan dengan meninggalnya atau dilepaskannya keanggotaannya oleh semua anggota. sedangkan segata keputusan diambil dengan suara terbanyak. . 1661. memerintahkan diambilnya tindakan-tindakan yang sementara waktu kiranya perlu dilakukan untuk kepentingan perkumpulan. dan setelah mendengar dan bahkan atas tuntutan Kejaksaan. hak-hak para anggota perkumpulan adalah bersifat perseorangan dan tidak berpindah kepada ahli waris-ahli warisnya. 1659. Jika dalam surat pendirian. Utang-utang hanyalah dapat dilunasi dari pendapatan penjualan barangbarang perkumpulan tersebut. Jika semua anggotanya menurut apa yang diatur di atas. reglemen-reglemen dan perjanjian-perjanjiannya tidak mengandung ketentuan-ketentuan lain. perjanjian-perjanjian dan reglemen-reglemennya dan sekadar itu tidak ada. 1660. reglemen-reglemennya. atau menurut surat pendiriannya sendiri. Jika peraturan-peraturan dari perkumpulan sendiri. maka Pengadilan Negeri. Perkumpulan yang didirikan oleh kekuasaan umum. perjanjian-perjanjian dan reglemenreglemennya tidak telah dibuat ketentuan-ketentuan tentang hak bersuara. Para anggota suatu perkutnpulan tidaklah bertanggung jawab secara pribadi untuk perikatan-perikatan perkumpulan. 1662.

menyelesaikan pertanggungjawaban dan membayar utang-utang mereka itu. hibah yang semacam itu. menyerahkan sesuatu benda guna keperluan si penerima hibah yang menerima penyerahan itu. Si penghibah tidak boleh memperjanjikan bahwa ia tetap berkuasa untuk menjual atau memberikan kepada orang lain suatu benda yang termasuk dalam hibah. Jika mereka melalaikan kewajiban-kewajiban itu. sejumlah adanya kekayaan. Hibah hanyalah dapat mengenai benda-benda yang sudah ada. dan mereka hanyalah diperkenankan membagi-bagi atau mengambil sisanya dan dengan demikian juga memindahkan kepada ahli waris-ahli waris mereka. Adalah diperbolehkan kepada si penghibah untuk memperjanjikan bahwa ia tetap memiliki kenikmatan atau nikmat hasil benda-benda yang dihibahkan. maka mereka dapat dituntut untuk membayar utang-utang masing-masing untuk seluruhnya. 1669. Dalam hal memanggil orang-orang pemegang piutang. baik benda-benda bergerak maupun benda-benda tak bergerak atau . Hibah adalah suatu perjanjian dengan mana si penghibah. maka sekadar mengenai itu hibahnya adalah batal 1668. Pada waktu membubarkan perkumpulan yang semacam itu anggotaanggota yang masih ada atau anggota yang paling akhir ada. sedangkan beban ini dapat beralih kepada ahli waris-ahli waris mereka. 1667. Jika hibah itu meliputi benda-benda yang baru akan ada di kemudian hari.1665. tunduk pada kewajiban-kewajiban seperti yang dipikul oleh ahli waris-ahli waris yang menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk mengadakan pencatatan harta kekayaan. diwajibkan melunasi utang-utang perkumpulan. Undang-undang tidak mengakui lain-lain hibah selain hibah-hibah di antara orang-orang yang masih hidup. BAB KE SEPULUH Tentang hibah BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1666. sekadar mengenai benda tersebut dianggap sebagai batal. dengan cuma-cuma dan dengan tidak dapat ditarik kembali. di waktu hidupnya.

kepada seorang lain. Jika ia meninggal dengan tidak telah memakai jumlah uang tersebut. tetapi ini tidak dapat diperjanjikan selain hanya untuk kepentingan si penghibah sendiri. sedangkan bendabenda itu kembali kepada si penghibah. 1673. selain yang dinyatakan dengan tegas di dalam akta hibah sendiri atau di dalam suatu daftar yang ditempelkan padanya. dan untuk menikmati keuntungan dari suatu hibah 1676. 881. ketentuan-ketentuan pasal 894 dan akhirnya bagian-bagian ke tujuh dan kedelapan dari bab ke tiga belas dari Buku ke dua. 1671. dan 884. Setiap orang diperbolehkan memberi dan menerima sesuatu sebagai hibah kecuali mereka yang oleh undang-undang dinyatakan tak cakap untuk itu. Si penghibah boleh memperjanjikan bahwa ia akan memakai sejumlah uang dari benda-benda yang dihibahkan. . baik dalam halnya si penerima hibah sendiri. 1675. maka apa yang dihibahkan tetap untuk seluruhnya pada si penerima hibah. BAGIAN KE DUA Tentang kecakapan untuk memberikan sesuatu sebagai hibah. dalam hal mana harus diperhatikan ketentuan-ketentuan dari bab ke sepuluh Buku ke dua Kitab Undang-undang ini. yang telah dihibahkan. 880. 1672. adalah berlaku untuk hibah. 882. 1670. Akibat dari hak untuk mengambil kembali ialah bahwa segala pengasingan benda-benda yang telah dihibahkan dibatalkan. bebas ini segala beban dan hipotik yang telah diletakkan di atasnya sejak saat penghibahan. Suatu hibah adalah batal.bahwa ia dapat memberikan kenikmatan atau nikmat hasil tersebut kepada seorang lain. Ketentuan-ketentuan pasal-pasal 879. Si penghibah dapat memperjanjikan bahwa ia tetap berhak mengambil kembali benda-benda yang telah diberikannya. 1674. jika dibuat dengan syarat bahwa si penerima hibah akan melunasi utang-utang atau beban-beban lain. maka si penghibah tidak diwajibkan menanggung. Jika terjadi suatu penghukuman untuk menyerahkan suatu barang. maupun dalam halnya si penerima hibah beserta turunan-turunannya akan meninggal lebih dahulu daripada si penghibah.

909 dan 911 berlaku terhadap penghibahan. selain sekadar oleh Presiden atau penguasa-penguasa yang ditunjuk olehnya telah diberikan kekuasaan kepada para pengurus lembaga-lembaga tersebut. 1683. untuk menerima pemberianpemberian itu. dapat. begitu pula pasal 906. tidak mempunyai akibat. Ketontuan-ketentuan ayat ke dua dan ayat terakhir dari pasal 904. yang harganya tidak terlalu tinggi mengingat kemampuan si penghibah. Jika penerimaan tersebut tidak telah dilakukan didalam surat hibah sendiri. maka itu akan dapat dilakukan didalam suatu akta otentik terkemudian. Tiada suatu hibah mengikat si penghibah. yang aslinya disimpan oleh notaris itu. Tiada suatu hibah. Namun ketentuan ini tidak berlaku terhadap hadiah-hadiah atau pemberianpemberian benda-benda bergerak yang bertubuh. atau menerbitkan sesuatu akibat yang bagaimana pun.1677. dengan mengindahkan aturan yang tercantum dalam pasal 2. 1681. 1679. 908. Agar seorang cakap untuk menikmati keuntungan dari suatu hibah. selain mulai hari penghibahan itu dengan kata-kata yang tegas telah diterima oleh si penerima hibah sendiri atau oleh seorang yang dengan suatu akta otentik oleh si penerima hibah itu telah dikuasakan untuk menerima pengibahan-penghibahan yang telah diberikan kepada si penerima hibah atau akan diberikan kepadanya di kemudian hari. Penghibahan-penghibahan kepada lembaga-lembaga umum atau lembaga-lembaga keagamaan. kecuali yang disebutkan dalam pasal 1687. dilakukan selainnya dengan suatu akta notaris. 1678. 1680. 907. asal yang demikian itu dilakukan di waktu si penghibah . Dilarang adalah penghibahan antara suami-istri selama perkawinan. diperlukan bahwa si penerima hibah itu sudah ada pada saat terjadinya penghibahan. yang aslinya harus disimpan. Orang-orang belum dewasa tidak diperbolehkan memberi hibah. BAGIAN KE TIGA Tentang cara menghibahkan sesuatu 1682. kecuali dalam hal yang ditetapkan dalam bab ke tujuh dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. atas ancaman batal.

1685. Penghibahan kepada orang-orang yang belum dewasa yang berada di bawah kekuasaan orang tua harus diterima oleh orang yang melakukm kekuasaan orang tua. selain dengan jalan penyerahan yang dilakukan menurut pasalpasal 612. jika si penerima hibah telah bersalah melakukan atau membantu melakukan kejahatan yang bertujuan mengambil jiwa si penghibah atau suatu kejahatan lain terhadap si penghibah. terhadap orang yang belakangan disebut ini. 613. 1684. karena tidak dipenuhi syarat-syarat dengan mana penghibahan telah dilakukan. 2 o.masih hidup. yang untuk itu harus dikuasakan oleh Pengadilan Negeri. Penghibahan-penghibahan yang diberikan kepada seorang perempuan bersuami. Hak milik atas benda-benda yang termaktub dalam penghibahan. sekalipun penghibahanan telah diterima secara sah. BAGIAN KE EMPAT Tentang pengrikan kembali dan penghapusan hibah 1689. 3 o. 616 dan selanjutnya. dan adalah dengan penyerahan belaka kepada si penerima hibah atau kepada seorang pihak ke tiga yang menerima pemberian itu atas nama si penerima. Suatu hibah tidak dapat ditarik kembali maupun dihapuskan karenanya. tidak memerlukan suatu akta. jika ia menolak memberikan tunjangan nafkah kepada si penghibah. 1687. . tidak dapat menerima selain menurut ketentuan-ketentuan dari bab ke lima Buku kesatu Kitab Undang-undang ini. 1686. dalam hal mana penghibahan. setelah orang ini jatuh dalam kemiskinan. harus diterima oleh si wali atau si pengampu. Penghibahan kepada orang-orang belum dewasa yang berada di bawah perwalian atau kepada orang-orang terampu. melainkan dalam hal-hal yang berikut: 1 o. Pemberian-pemberian benda-benda bergerak yang bertubuh atau surat-surat penagihan utang kepada si penunjuk dari tangan satu ke tangan lain. hanya akan berlaku sejak hari penerimaan itu diberitahukan kepadanya. tidaklah berpindah kepada si penerima hibah.

melaksanakan hakhak yang sama sebagaimana dapat dilaksanakannya terhadap si penerima hibah sendiri. adalah batal. mengembalikan harganya pada waktu dimasukkannya gugatan. gugur dengan lewatnya waktu satu tahun. atau jika benda telah dijualnya. dengan hasil-hasil dan pendapat-pendapatnya. mengembalikan barang yang dihibahkan. terhitung mulai hari terjadinya peristiwa yang menjadi alasan tuntutan itu. apabila tuntutan soebagai akibat penarikan kembali itu dikabulkan. Tuntutan hukum tersebut dalam pasal yang lalu.1689. juga sebelum gugatan dimasukkan. tidaklah dapat diganggu-gugat. Dalam hal yang pertama. Tuntutan hukum tersebut tidak dapat dimajukan oleh si penghibah terhadap. 1690. pula disertai hasil-hasil dan pendapatan-pendapatan sejak saat itu. hipotik atau lain-lain beban kebendaan yang dibuat terkemudian dari pada pendaftaran oleh si penerima hibah sebagaimana pendaftaran oleh si penerima hibah sebagaimana disebutkan di atas. pemindahtanganan barang yang dihibahkan atau hipotikhipotik dan lain-lain beban kebendaan. Si penerima hibah diwajibkan. bebas dari segala beban dan hipotik yang sekiranya telah diletakkan di atasnya oleh si penerima hibah. terhadap seorang pihak ke tiga yang memegang benda tak bergerak yang telah dihibahkan. maupun oleh para ahli waris si penghibah . Semua pemindahtanganan. terhitung mulai hari dimajukannya gugatan. barang yang dihibahkan tetap pada si penghibah atau ia dapat menuntutnya kembali. yang sekiranya telah diletakkan di atas barang tersebut oleh si penerima hibah sebelum tuntutan untuk pembatalan hibah telah didaftarkan di samping pengurnuman tersebut dalam pasal 616. Selain daripada itu ia diwajibkan memberikan ganti rugi kepada si penghibah. beserta hasilhasil dan pendapatan-pendapatan yang ada pada si penerima hibah yang didapatnya sejak saat kelalaiannya. dalam hal yang tersebut dalam pasal yang lalu. si penghibah dapat. 1691. para ahli warissi penerima hibah. dan dapat diketahuinya hal itu oleh si penghibah. Dalam hal yang demikian. 1692. Dalam kedua hal yang terakhir disebutkan dalam pasal 1688. untuk hipotik-hipotik dan beban-beban lainnya yang telah diletakkan olehnya di atas benda-benda tak bergerak.

Perjanjian itu tidaklah telah terlaksana selainnya dengan penyerahan barangnya secara sungguh-sungguh atau secara dipersangkakan. BAB KE SEBELAS Tentang penitipan barang BAGIAN KE SATU Tentang penitipan barang pada umumnya. 1695. dengan syarat bahwa ia akan menyimpannya dan mengembalikannya dalam ujud asalnya. Penitipan tersebut ini hanya dapat mengenai ba-rang-barang yang bergerak. Penitipan barang dengan sukarela terjadi karena sepakat bertimbalbalik antara pihak yang menitipkan barang dan pihak yang menerima titipan. Ketentuan-ketentuan dalam bab ini tidak mengurangi berlakunya apa yang telah ditetapkan dalam bab ke tujuh dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. Penitipan barang yang scjati dianggap telah dibuat dengan Cumacuma. 1700. Penitipan barang terjadi dengan sukarela atau karena terpaksa. Penitipan barang dengan sukarela hanyalah dapat terjadi antara orangorang yang mempunyai kecakapan untuk membuat perikatan-perikatan. Penitipan adalah terjadi. Adalah dua macam penitipan barang: yaitu penitipan yang sejati dan sekestrasi. 1699. 1693. dan tentang berbagai macam penitipan 1694. jika tidak diperjanjikan sebaliknya. BAGIAN KE DUA Tentang penitipan barang yang sejati 1696. Dihapuskan. atau pun jika orang ini telah meninggal di dalam waktu satu tahun setelah terjadinya peristiwa yang dituduhkan. terkecuali dalam hal yang terakhir. Jika namun itu seorang yang cakap untuk membuat perikatan-perikatan. apabila seorang menerima sesuatu barang dari seorang lain. 1697. 1701.terhadap si penerima hibah. 1698. menerima penitipan suatu barang dari seorang yang tidak cakap untuk membuat . jika tuntutan itu telah dimajukan oleh si penghibah.

2 o. 1702. memeliharanya dengan minat yang sama seperti ia memelihara barang-barangnya sendiri. jika barangnya sudah tidak lagi pada si penerima titipan. Penitipam karena terpaksa ialah penitipan yang terpaksa dilaksanakan oleh seorang karena timbulnya sesuatu malapetaka. maka tunduklah ia kepada segala kewajiban yang dipikul oleh seorang penerima titipan yang sungguh-sungguh. Ketentuan Pasal yang lalu harus dilakukan lebih keras : 1 o. atau. . 1707. jika ia telah meminta diperjanjikannya sesuatu upah untuk menyimpan itu. karamnya kapal. 1703. air bah dan lain-lain peristiwa yang tak tersangka. perampokan. 1704. runtuhnya gedung-gedung. 1706. 1708. maka dapatlah ia menuntut pemberian ganti rugi sekadar si penerima titipan itu telah memperoleh manfaat dari barang tersebut. 3 o. 4 o. jika si penerima titipan telah menawarkan dirinya untuk menyimpan barangnya. Penitipan karena terpaksa diatur menurut ketentuan seperti yang berlaku terhadap penitipan sukarela. Si penerima titipan diwajibkan mengenai perawatan barang yang dipercayakan padanya. selama barang ini masih ada pada pihak yang terakhir itu. Tidak sekali-kali si penerima titipan bertanggung jawab tentang peristiwa-peristiwa yang tak dapat disingkiri.perikatan-perikatan. maka pihak yang menitipkan hanyalah mempunyai hak terhadap pihak yang menerima titipan untuk menuntut pengembalian barang yang dititipkan. jika penitipan telah terjadi sedikit banyak untuk kepentingan si penerima titipan. Jika penitipan dilakukan oleh seorang yang berhak kepada seorang yang tidak cakap membuat perikatan-perikatan. misalnya kebakaran. jika telah diperjanjikan bahwa si penerima titipan akan menanggung segala macam kelalaian. kecuali apabila ia lalai dalam pengembalian barang yang dititipkan. Dihapuskan 1705.

atau dalam suatu sampul tersegel. atau yang dilakukan oleh orang-orang yang telah dimasukkan sendiri oleh si penginap. Orang-orang yang menyelenggarakan rumah penginapan dan penguasa-penguasa losmen adalah. dengan paksaan dirampas dari tangannya si penerima . Si penerima titipan hanya diwajibkan mengembalikan barang yang dititipkan dalam keadaannya pada saat pengembalian itu. sebagai orang-orang yang menerima titipan barang. Kemunduran-kemunduran yang dialami barangnya diluar salahnya si penerima titipan. jika ada alasan untuk itu. 1711. Si penerima titipan diwajibkan mengembalikan barang yang sama itu telah diterimanya. baik mata uang-mata uang itu telah naik atau telah turun harganya. 1710. adalah atas tanggungan pihak yang menitipkan. 1712. bertanggung jawab untuk barang-barang yang dibawa oleh para tamu yang menginap pada mereka. kerugian dan bunga. atas ancaman penggantian biaya. Si penerima titipan barang tidak diperbolehkan mempergunakan barang yang dititipkan untuk keperluan sendiri. 1715. 1714. tanpa izin orang yang menitipkan barang. Jika barangnya.Bahkan dalam hal yang terakhir ia tidak bertanggung jawab jika barangnya juga akan musnah seandainya telah berada di tangannya orang yang menitipkan. Ia tidak diperbolehkan menyelidiki tentang ujudnya barang yang dititipkan. jika barang itu dipercayakan padanya dalam suatu kotak tertutup. 1713. baik pencurian itu dilakukan atau kerusakan itu diterbitkan oleh pelayann-pelayan atau lain-lain budak dari rumah penginapan maupun oleh setiap orang lain. Mereka tidak bertanggung jawab tentang pencurian-pencurian yang dilakukan dengan kekerasan. 1716. Penitipan barang yang semacam itu dianggap sebagai suatu penitipan barang karena terpaksa. Dengan demikian maka jumlah-jumlah tiang harus dikembalikan dalam mata uang yang sama seperti yang dititipkan. Mereka adalah bertanggung jawab tentang pencurian atau kerusakan pada barang-barang kepunyaan para penginap. 1709. yang dinyatakan dengan tegas atau dipersangkakan.

atau jika ia belum menerima harga itu. Jika namun itu ia mengetahui bahwa barang itu adalah barang curian. maka ia harus mengembalikannya kepada orang yang menitipkan barang. dan siapa pemilik sesungguhnya. 1720. dengan peringatan supaya meminta kembali barang tersebut didalam suatu waktu tertentu yang cukup lama. hanyalah diwajibkan mengembalikan harga pembelian yang diterimanya. maka barangnya harus dikembalikan kepada mereka kesemuanya. maka haruslah ia memberitahu kepada orang ini bahwa barangnya dititipkan kepadanya. Si penerima titipan tidak diperbolehkan mengembalikan barang titipannya selain kepada orang yang menitipkan kepadanya. Jika barang yang dititipkan tidak dapat dibagi-bagi. melalaikan untuk meminta kembali barangnya.titipan dan orang ini telah menerima harganya atau sesuatu barang lain sebagai gantinya. Jika benda yang dititipkan telah memberikan hasil-hasil yang telah dipungut atau diterima oleh si penerima titipan. selain sejak hari ia lalai mengembalikannya. menyerahkan hak tuntutannya terhadap si pembeli barang. maka ia diwajibkan mengembalikannya. maka barangnya hanya dapat dikembalikan kepada ahli warisnya. 1721. maka si penerima titipan dibebaskan secara sah jika ia menyerahkan barang itu kepada orang dari siapa ia telah menerimanya. 1719. setelah diperingatkan. Jika orang kepada siapa pernberitahuan itu telah dilakukan. 1718. atau kepada masing-masing untuk bagiannya. Tak bolehlah ia menuntut dari orang yang menitipkan barang suatu bukti bahwa orang itu pemilik barang tersebut. dengan itikad baik telah menjual barang tersebut. Jika orang yang menitipkan barang meninggal. maka para ahli waris . Seorang ahli waris dari si penerima titipan yang. 1717. Jika ada lebih dari seorang ahli waris. karena ia tidak tahu bahwa suatu barang telah diterimanya dalam penitipan. Ia tidak diharuskan membayar bunga atas jumlah-jumlah uang yang dititipkan kepadanya. atau kepada orang yang atas namanya penitipan itu telah dilakukan atau yang ditunjuk untuk menerima kembali barangnya.

kecuali apabila telah dilakukan suatu penyitaan atas barang-barang yang berada di tangan si penerima titipan. meminta izin Hakim untuk menitipkan barangnya di suatu tempat lain. seorang pengampu. 1726. meskipun belum tiba waktunya yang ditetapkan dalam perjanjian. juga berkuasa mengembalikan barangnya kepada orang yang menitipkan atau jika orang ini menolaknya. 1722. 1727. misalnya jika seorang perempuan yang pada waktu menitipkan barang tidak bersuami kemudian berkawin. Pengembalian barang yang dititipkan harus dilakukan di tempat yang ditunjuk dalam perjanjian. 1724. 1725. dan pengurusan mereka itu telah berakhir. Barang yang dititipkan harus dikembalikan kepada orang yang menitipkan. barangnya harus dikembalikan di tempat terjadinya penitipan. maka barangnya hanyalah dapat dikembalikan kepada orang yang telah diwakili oleh wali pengampu. seketika apabila dimintanya. Orang yang menitipkan barang diwajibkan mengganti kepada si . kecuali apabila orang yang menerima titipan mempunyai alasan-alasan yang sah untuk tidak mengetahui perubahan kedudukan tersebut.harus mengadakan mufakat tentang siapa yang diwajibkan mengopernya. Jika penitipan barang telah dilakukan oleh seorang wali. Si penerima titipan yang mempunyai alasan yang sah untuk membebaskan diri dari barang yang dititipkan. seorang suami atau seorang penguasa. jika seorang dewasa yang menitipkan barang ditaruh di bawah pengampun. sekalipun dalam perjanjiannya telah ditetapkan suatu waktu lain untuk pengembaliannya. 1723. dalam hal ini dan dalam hal-hal semacam itu barang yang dititipkan tidak boleh dikembalikan selain kepada orang yang melakukan pengurusan atas hak-hak dan benda-benda orang yang menitipkan barang. Jika orang yang menitipkan barang berubah kedudukannya. Jika perjanjian tidak menunjuk tempat itu. suami atau penguasa tersebut. Segala kewajiban si penerima titipan berhenti jika ia mengetahui dan dapat membuktikan bahwa ia sendiri adalah pemilik barang yang dititipkan itu. 1728. Biaya yang harus dikeluarkan untuk itu harus ditanggung oleh orang yang menitipkan barang.

Penitipan ini ada yang terjadi dengan perjanjian dan ada pula yang dilakukan atas perintah Hakim. kecuali apabila semua pihak yang berkepentingan menyetujuinya atau apabila ada suatu alasan lain yang sah. Sekestrasi terjadi dengan perjarjian. . Sekestrasi atas perintah Hakim terjadi jika Hakim memerintahkan supaya suatu barang. Sekestrasi tunduk pada aturan-aturan yang sama seperti penitipan sejati. di tangannya seorang pihak ke tiga yang mengikatkan diri untuk. 1732. 1729.penerima titipan segala biaya yang telah dikeluarkan guna menyelamatkan barang yang dititipkan. beserta hasil-hasilnya. mengembalikan barang itu kepada siapa yang akan dinyatakan berhak. Sekestrasi guna keperluan Pengadilan diperintahkan kepada seorang yang disetujui oleh pihak-pihak yang berkepentingan atau kepada seorang yang ditetapkan oleh Hakim karena jabatan. dititipkan kepada seorang. tidak dapat dibebaskan dari tugasnya sebelum persengketaan diselesaikan. Si penerima titipan adalah berhak untuk menahan barangnya hingga segala apa yang harus dibayar kepadanya karena penitipan tersebut. Adalah bukan syarat mutlak bahwa suatu sekestrasi terjadi dengan cuma-cuma. telah dilunasi. 1733. apabila barang yang menjadi sengketa diserahkan kepada seorang pihak ke tiga oleh satu orang atau lebih secara sukarela. namun dengan perkecualian-perkecualian sebagai berikut. 1735. Sekestrasi dapat mengenai baik benda-benda bergerak maupun benda-benda tak bergerak. tentang mana ada sengketa. Sekestrasi ialah penitipan barang tentang mana ada perselisihan. BAGIAN KE TIGA Tenting sekestrasi dan berbagai macam-macamnya 1730. 1734. 1731. serta mengganti kepadanya segala kerugian yang disebabkan penitipan itu. 1737. Si penerima titipan yang ditugaskan melakukan sekestrasi. 1736. setelah perselisihan itu diputus.

3 o. terhadap barang-barang yang ditawarkan oleh soorang yang berutang untuk melunasi utangnya. Ia harus menyerahkan barang-barang itu untuk dijual supaya dari pendapatan penjualan itu dapat dilunasi piutang-piutang si penyita. namunlah perjanjian perhitungan itu tidak akan dapat dimajukan terhadap pihak-pihak yang berkepentingan. 1739. Pengangkatan seorang penyimpan barang di muka Hakim menerbitkan kewajiban-kewajiban yang bertimbal balik antara si penyita dan si penyimpan. dengan memperlihatkan. 2 o. jika penyitaan tersebut telah dicabut kembali. atau pun menunjukkan barang-barang yang dipercayakan kepadanya. terhadap suatu barang yang bergerak maupun yang tak bergerak. BAB KE DUA BELAS Tentang pinjam pakai BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1740. 1738. tentang mana hak miliknya atau hak penguasaannya menjadi persengketaan. tunduk pada segala kewajiban yang terbit dalam halnya sekestrasi dengan perjanjian. Adalah menjadi kewajiban si penyita untuk membayar kepada si penyimpan upahnya yang ditentukan dalam undang-undang. memberikan suatu perhitungan secara ringkas kepada Hakim. barang-barang yang telah disita sebagai seorang bapak rumah yang baik. barang kepada pihak yang lainnya untuk dipakai dengan cuma- .Dalam kedua-duanya hal. Hakim dapat memerintahkan sekestrasi : 1 o. terhadap barang-barang bergerak. atas tuntutan Kejaksaan. atau menyerahkannya kepada pihak terhadap siapa penyitaan telah dilakukan. orang kepada siapa barangnya telah dipercayakan. yang telah disita di tangan seorang yang berutang. dan selainnya itu ia diwajibkan setiap tahun. Pinjam pakai adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan suatu. Si penyimpan diwajibkan memelihara.

sekalipun musnahnya barang ini disebabkan suatu kejadihan yang sama sekali tidak disengaja. diwajibkan menyimpan dan memelihara barang pinjamannya sebagai seorang bapak rumah yang baik. maka para ahli waris orang ini tidak dapat tetap menikmati barang pinjaman itu. 1743.cuma. setelah memakainya atau setelah lewatnya suatu waktu tertentu. akan mengembalikannya. selain yang selaras dengan sifat barangnya. Segala apa yang dapat dipakai orang dan tidak musnah karena pemakaian. Jika ia memakai barang pinjamannya guna suatu keperluan lain. Jika barang yang dipinjam musnah karena suatu kejadian yang tak disengaja. atau lebih lama daripada yang diperbolehkan. atau jika hanya satu dari kedua barang itu sajalah yang dapat diselamatkan. jika ada alasan untuk itu. dapat menjadi bahan perjanjian ini. Siapa yang menerima pinjaman sesuatu. 1742. Namun jika suatu peminjaman telah dilakukan karena mengingat orangnya yang menerima pinjaman. maka selain daripada itu ia adalah bertanggung jawab atas musnahnya barangnya. 1741. dengan syarat bahwa yang menerima barang ini. atau yang ditentukan dalam perjanjian kesemuanya atas ancaman penggantian biaya rugi dan bunga. Perikatan-perikatan yang terbit dari perjanjian pinjam pakai berpindah kepada para ahli waris pihak yang meminjarnkan dan para ahli waris pihak yang meminjam. 1746. yang dapat disingkiri seandainya si peminjam telah memakai barangnya sendiri. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban seorang yang menerima pinjaman sesuatu 1744. 1745. maka ia bertanggung jawab tentang musnahnya barang yang lainnya. Ia tidak boleh memakainya guna suatu keperluan lain. dan telah diberikan khusus kepada orang tersebut secara pribadi. si peminjam telah memilih menyelamatkan dia punya barang sendiri. Jika barangnya pada waktu dipinjamkan telah ditaksir harganya maka . Pihak yang meminjamkan tetap menjadi pemilik barang yang dipinjamkan.

musnahnya barang. jika ia mengetahui adanya cacat-cacat itu dan tidak memberitahukannya kepada si pemakai. biarpun ini terjadi karena suatu kejadian yang tak disengaja. maka orang ini tidak bertanggung jawab tentang kemunduran itu. yang sebegitu mendesaknya hingga ia tidak sempat memberitahukan hal itu sebelumnya kepada orang yang meminjamkan. setelah barangnya dipergunakan atau dapat dipergunakan untuk keperluan yang dimaksudkan. Jika barang yang dipinjamkan mengandung cacat-cacat yang sedemikian. jika tidak ada penetapan waktu yang demikian. Jika barangnya berkurang harganya hanya karena pemakaian untuk mana barang itu telah dipinjam. atau sebelum kebutuhan si pemakai habis. sendiri memerlukan barangnya. adalah atas tanggungan si peminjam. 1751. Jika si pemakai barang. maka orang yang meminjamkan. atau. 1753. selama waktu peminjaman. Jika namun itu orang yang meminjamkan. bertanggung jawab tentang . 1752. Orang yang meminjamkan tidak boleh meminta kembali barang yang dipinjamkan selain setelah lewatnya waktu yang ditentukan. BAGIAN KE TIGA Tentang kewajiban-kewajiban orang yang meminjamkan 1750. 1748. 1747. maka mereka itu adalah masing-masing untuk seluruhnya bertanggung jawab terhadap orang yang memberikan pinjaman. memaksa si pemakai mengembalikan barangnya kepada orang yang meminjamkannya. dan diluar salahnya si pemakai. Jika si pemakai. 1749. maka tak dapatlah ia menuntutnya kembali. Jika berbagai orang bersama-sama menerima satu barang dalam peminjaman. kecuali apabila telah diperjanjikan sebaliknya. karena alasan-alasan yang mendesak dan sekonyong-konyong. maka orang ini diwajibkan mengganti biaya-biaya tersebut kepada si pemakai itu. maka Hakim dapat mengingat keadaan. hingga orang yang memakainya dapat dirugikan karenanya. telah mengeluarkan sementara biaya. telah terpaksa mengeluarkan beberapa biaya luar biasa yang perlu. didalam jangka waktu tersebut. untuk dapat memakai barang pinjamannya.

terjadi suatu kenaikan atau kemunduran harga atau ada perubahan mengenai berlakunya mata uang. maka. Jika mata uang yang semacam tidak lagi terdapat dalam jumlah yang mencukupi. Utang yang terjadi karena peminjaman uang hanyalah terdiri atas jumlah uang yang disebutkan dalam perjanjian. 1757. pihak yang menerima pinjaman menjadi pemilik barang yang dipinjam. Berdasarkan perjanjian pinjam-meminjam ini.akibat-akibatnya. sebelum saat pelunasan. maka pengembalian jumlah yang dipinjam harus dilakukan dalam mata uang yang berlaku pada waktu pelunasan. 1758. Jika. kedua belah pihak dengan pernyataan tegas telah bersepakat. Jika yang dipinjamkan itu berupa batang-batang mas atau perak atau lain-lain barang perdagangan. dengan syarat bahwa pihak yang belakangan ini akan mengembalikan sejumlah yang sama dari macam dan keadaan yang sama pula. dan kesemuanya mengandung logam asli yang sama beratnya sebagaimana yang terdapat didalam jumlah mata uang yang telah tidak ada lagi itu. betapa pun naik atau turun harganya. dengan cara bagaimanapun. 1756. pihak yang menerima pinjaman diwajibkan mengembalikan jumlah mata uang yang tepat dari macam yang sama. dan jika barang itu musnah. mengenai suatu pinjaman suatu jumlah mata uang tertentu. 1755. sedapat-dapatnya dari kadar yang sama. Aturan yang ditetapkan dalam pasal yang lalu tidak berlaku jika. Dalam hal ini. BAB KE TIGA BELAS Tentang pinjam-meminjam BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1754. Pinjam-meminjam ialah perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan kepada pihak yang lain suatu jumlah tertentu barang-barang yang menghabis karena pemakaian. maka kekurangannya harus diganti dengan mata uang dari logam yang sama. si . bahwa akan dikembalikan jumlah mata uang yang sama. tidak kurang dan tidak lebih. maka kemusnahan itu adalah atas tanggungannya. dihitung menurut harganya yang berlaku pada saat itu.

menurut perjanjian. mengingat keadaan. 1761. maka ia diwajibkan membayar harga barang yang dipinjamnya. bahwa pihak yang telah meminjam sesuatu barang atau sejumlah uang akan mengembalikannya bilamana ia mampu untuk itu. 1760. sedianya harus dikembalikan. Orang yang meminjamkan tidak dapat meminta kembali apa yang telah dipinjamkannya sebelum lewatnya waktu yang ditentukan dalam perjanjian. memberikan sekadar kelonggaran kepada si peminjam. yang Siapa yang menerima pinjaman sesuatu diwajibkan mengembalikannya dalam jumlah dan keadaan yang sama. menurut keadaan. dan ia tidaklah diwajibkan memberikan lebih daripada itu. Jika telah diadakan perjanjian.berutang senantiasa harus mengembalikan jumlah yang sama berat dan sama mutunya. apabila orang yang meminjamkan menuntut pengembalian pinjamannya. Hakim berkuasa. 1766. Adalah diperbolehkan memperjanjikan bunga atas peminjaman uang atau lain barang yang menghabis karena pemakaian. dalam hal mana harus diperhatikan waktu dan tempat dimana barangnya. dan pada waktu yang . Jika waktu dan tempat ini tidak telah ditentukan. BAGIAN KE EMPAT Tentang meminjamkan dengan bunga 1765. Jika ia tidak mampu memenuhi kewajiban ini. BAGIAN KE TIGA Tentang kewajiban-kewajiban si peminjam 1763. Ketentuan pasal 1753 adalah berlaku terhadap pinjam mengganti. 1762. Jika tidak telah ditetapkan sesuatu waktu. akan menentukan waktu pengembaliannya. maka Hakim. 1764. ditentukan. pelunasannya harus dilakukan menurut harga barang pinjaman pada waktu dan di tempat dimana pinjaman telah terjadi. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban orang yang meminjamkan 1759. Siapa yang telah menerima pinjaman dan membayar bunga.

maka si penerima pinjaman diwajibkan membayar bunga menurut undang-undang. Pembayaran bunga yang tidak telah diperjanjikan tidak mewajibkan si berutang untuk membayarnya seterusnya. tidak dapat menuntutnya kembali.tidak telah diperjanjikan. Besarnya bunga yang diperjanjikan dalam perjanjian harus ditetapkan secara tertulis (Bunga menurut undang-undang adalah menurut Lembaran Negara tahun 1848 No. biarpun pengembalian atau penitipan ini. 1771. Hanyalah kedua belah pihak dapat mengadakan sepakat bahwa pengangsuran itu tidak dilakukan selain setelah lewatnya suatu waktu tertentu. 1767. . maupun menguranginya dari jumlah pokok. 1769. Bunga ini pada hakikatnya dapat diangsur. tetapi bunga yang telah diperjanjikan harus dibayar sarnpai pada pengembalian atau penitipan uang pokoknya. dalam hal mana uang yang telah dibayar selebihnya dapat dituntut kembali atau dikurangkan dari jumlah pokok. Bunga yang diperjanjikan dalam perjanjian boleh melampaui bunga menurut undangundang dalam segala hal yang tidak dilarang oleh undang-undang. BAB KE EMPAT BELAS Tentang bunga tetap atsu bunga abadi 1770. kecuali apabila bunga yang dibayar itu melebihi bunga menurut undang-undang. Bunga menurut undang-undang ditetapkan di dalam undang-undang. dan si berutang dibebaskan daripada itu. Ada bunga menurut undang-undang dan ada yang ditetapkan di dalam perjanjian. Jika orang yang meminjamkan telah memperjanjikan bunga dengan tidak menentukan berapa besarnya. 1768. Memperjanjikan suatu bunga abadi ialah suatu perjanjian dengan mana pihak yang memberi pinjaman uang memperjanjikan pembayaran bunga atas pembayaran sejumlah uang pokok yang tidak akan dimintanya kembali. telah dilakukan setelah lewatnya waktu utangnya dapat ditagih. Buku pembayaran uang pokok dengan tidak menyebutkan sesuatu apa mengenai bunga memberikan persangkaan tentang sudah dibayarnya bunga itu. 22: enam persen).

jika ia tidak membayar sesuatu apapun atas bunga yang harus dibayamya selama dua tahun berturut-turut. Dalam kedua hal yang pertama yang tersebut dalam pasal yang lalu. BAGIAN KE DUA Tentang perjanjinn bungn cagsk hidup dan akibat-akibatnya 1775. jika ia lalai memberikan jaminan yang dijanjikan kepada si berpiutang. bergantung pada suatu kejadian yang belum tentu. tenggang waktu mana namun tidak boleh lebih lama daripada satu tahun. jika ia telah dinyatakan pailit. membayar angsuran-angsuran yang sudah harus dibayarnya atau memberikan jaminan yang dijanjikan. Seorang yang berutang suatu bunga abadi dapat dipaksa mengembalikan uang pokoknya: 1 o. Perjanjian yang pertama diatur didalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. BAB KE LIMA BELAS Tentong perjanjiaan-perjanjian untung-untungan BAGIAN KE SATU Ketentuan umum 1774. 1772. 2 o. maupun bagi sementara pihak. 3o. perjudian dan pertaruhan. Demikian adalah: perjanjian pertanggungan. mengenai untung ruginya. Bunga cagak hidup dapat dilahirkan degan suatu perjanjian atas . terhitung mulai ia diperingatkan dengan perantaraan Hakim. Suatu perjanjian untung-untungan adalah sum perbuatan yang hasilnya. baik bagi semua pihak. bunga cagak hidup. jika ia didalam waktu dua puluh hari. si berutang dapat mernbebaskan diri dari kewajibannya mengembalikan uang pokoknya. 1773. atau tidak boleh dilakukan tanpa pemberitahuan lebih dahulu kepada si berpiutang dengan suatu tenggang waktu yang sebelumnya telah ditetapkan oleh mereka.waktu mana tidak boeh ditetapkan lebih lama dari sepuluh tahun.

beban, atau dengan suatu akta hibah. Ada juga bunga cagak hidup itu diperoleh dengan suatu wasiat. 1776. Bunga cagak hidup dapat diadakan atas badan orang yang memberikan pinjaman, atau atas badan orang yang diberikan kenikmatan atas bunga tersebut, atau pula atas badan seorang pihak ke tiga, meskipun orang ini tidak mendapat nikmat daripadanya. 1777. Bunga cagak hidup dapat diadakan atas badan satu orang atau lebih. 1778. Bunga cagak hidup dapat diadakan guna seorang pihak ke tiga, meskipun uangnya diberikan oleh seorang lain. Dalam hal tersebut namun itu ia tidak tunduk pada bentuk cara yang diperlukan untuk hibah. 1779. Segala bunga cagak hidup yang diadakan atas badan seorang yang telah meninggal pada hari dibuatnya perjanjian, adalah tak berdaya. 1780. Bunga cagak hidup dapat diadakan dengan perjanjian bunga yang sedemikian tingginya, sebagaimana ditetapkan menurut kehendak para pihak sendiri. 1781. Orang untuk siapa telah diadakan suatu bunga cagak hidup atas beban, dapat menuntut pembatalan perjanjian, jika si berutang tidak memberikan kepadanya jaminan yang telah diperjanjikan. Jika perjanjian dibatalkan, si berutang diwajibkan membayar bunga yang telah diperjanjikan, yang menunggak, sampai pada hari dikembalikannya uang pokok. 1782. Penunggakan pembayaran bunga cagak hidup yang dapat ditagih, tidaklah memberikan hak kepada si pemungut bunga untuk meminta kembali uang pokoknya atau barang yang telah diberikan olehnya untuk dapat menerima bunga itu; ia hanya berhak menuntut si berutang tentang pembayaran bunga yang wajib dibayarnya dan menyita kekayaannya untuk mengambil pelunasan daripadanya, pun pula meminta diberikannya jaminan untuk bunga yang sudah dapat ditagih. 1783. Dihapuskan. 1784. Tak dapatlah si berutang membebaskan diri dari pembayaran bunga cagak hidup dengan menawarkan pengembalian uang pokoknya, dan dengan

berjanji tidak akan menuntut pengembalian bunga yang telah dibayarnya, ia diwajibkan terus membayar bunga cagak hidup selama hidupnya orang atau orangorang yang di atas badan-badannya telah diadakan bunga cagak hidup itu, betapapun beratnya pembayaran bunga itu bagi dirinya. 1785. Si pemilik suatu bunga cagak hidup hanyalah mempunyai hak atas bunga menurut imbangan jumlahnya hari hidupnya orang yang atas badannya telah diadakan bunga cagak hidup itu. Jika namun itu, menurut perjanjian, bunganya harus dibayar terlebih dahulu, maka hak atas angsuran yang sedianya sudah harus terbayar, baru diperoleh mulai hari pembayaran itu sedianya harus dilakukannya. 1786. Tidaklah diperbolehkan memperjanjikan bahwa suatu bunga cagak hidup takkan tunduk pada suatu penyitaan, kecuali apabila bunga cagak hidup itu telah diadakan dengan cuma-cuma. 1787. Si pemungut bunga tidaklah dapat menagih bunga yang sudah harus dibayar, selain dengan menyatakan tentang masih hidupnya orang yang atas badannya telah diadakan bunga cagak hidup itu. BAGIAN KE TIGA Tentang perjudian dan pertaruhan 1788. Undang-undang tidak memberikan suatu tuntutan hukum dalam halnya suatu utang yang terjadi karena perjudian atau pertaruhan. 1789. Dalam ketentuan tersebut di atas namun itu tidak termasuk permainan-permainan yang dapat dipergunakan untuk olahraga, seperti main anggar, lari cepat dan lain sebagainya. Meskipun demikian, Hakim dapat menolak atau mengurangi gugatan, apabila uang taruhannya menurut pendapatnya lebih dari sepantasnya. 1790. Tidaklah diperbolehkan untuk menyingkiri berlakunya ketentuanketentuan kedua pasal yang lalu dengan jalan perjumpaan utang. 1791. Seorang yang secara sukarela telah membayar kekalahannya, sekalikali tak diperbolehkan menuntutnya kembali, kecuali apabila dari pihak si pemenang telah dilakukan kecurangan atau penipuan. BAB KE ENAM BELAS

Tentang pemberian kuasa BAGIAN KE SATU Tentang sifat pemberian kuasa 1792. Pemberian kuasa adalah suatu perjanjian dengan mana seorang memberikan kekuasaan kepada seorang lain, yang menerimanya, untuk atas namanya menyelenggarakan suatu urusan. 1793. Kuasa dapat diberikan dan diterima dalam suatu akta umum, dalam suatu tulisan di bawah tangan, bahkan dalam sepucuk surat atau pun dengan lisan. Penerimaan suatu kuasa dapat pula terjadi secara diam-diam dan disimpulkan dari pelaksanaan kuasa itu oleh si kuasa. 1794. Pemberian kuasa terjadi dengan cuma-cuma, kecuali jika diperjanjikan sebaliknya. Jika dalam hal yang terakhir, upahnya tidak ditentukan dengan tegas, si kuasa tidak boleh meminta upah yang lebih daripada yang ditentukan dalam pasal 411 untuk wali. 1795. Pemberian kuasa dapat dilakukan secara khusus, yaitu mengenai hanya satu kepentingan tertentu atau lebih, atau secara umum, yaitu meliputi segala kepentingan si pemberi kuasa. 1796. Pemberian kuasa yang dirumuskan dalam kata-kata umum, hanya meliputi perbuatan-perbuatan pengurusan. Untuk memindahtangankan benda-benda atau untuk meletakkan hipotik di atasnya, atau lagi untuk membuat suatu perdamaian, atau pun sesuatu perbuatan lain yang hanya dapat dilakukan oleh seorang pemilik, diperlukan suatu pemberian kuasa dengan kata-kata yang tegas. 1797. Si kuasa tidak diperbolehkan melakukan sesuatu apa pun yang melampaui kuasanya; kekuasaan yang diberikan untuk menyelesaikan suatu urusan dengan jalan perdamaian, sekali-kali tidak mengandung kekuasaan untuk menyerahkan perkaranya kepada putusan wasit. 1798. Orang-orang perempuan dan orang-orang belum dewasa dapat ditunjuk menjadi kuasa, tetapi si pemberi kuasa tidaklah mempunyai suatu tuntutan hukum terhadap orang-orang belum dewasa, selain menurut ketentuan-ketentuan umum mengenai perikatan-perikatan yang diperbuat oleh orang-orang belum

Si kuasa tidak saja bertanggung jawab tentang perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan sengaja. 1802. sedangkan orang yang dipilihnya itu ternyata seorang yang tak cakap atau . jika kekuasaan itu telah diberikan kepadanya tanpa penyebutan seorang tertentu. Si kuasa diwajibkan. jika ia tidak diberikan kekuasaan untuk menunjuk seorang lain sebagai penggantinya. Namun itu tanggung jawab tentang kelalaian-kelalaian bagi seorang yang dengan cuma-cuma menerima kuasa adalah tidak sebegitu berat seperti yang dapat diminta dari seorang yang untuk itu menerima upah. Si pemberi kuasa dapat menggugat secara langsung orang dengan siapa si kuasa telah bertindak dalam kedudukannya. dan ia menanggung segala biaya kerugian dan bunga yang sekiranya dapat timbul karena tidak dilaksanakannya kuasa itu. menurut aturan-aturan yang dituliskan dalam bab ke lima dan ke tujuh Buku ke satu dari Kitab Undang-undang ini. Si kuasa diwajibkan memberikan laporan tentang apa yang telah diperbuatnya dan memberikan perhitungan kepada si pemberi kuasa tentang segala apa yang telah diterimanya berdasarkan kuasanya.dewasa. tetapi juga tentang kelalaian-kelalaian yang dilakukan dalam menjalankan kuasanya. Begitu pula ia diwajibkan menyelesaikan urusan yang telah mulai dikerjakannya pada waktu si pemberi kuasa meninggal jika dengan tidak segera menyelesaikannya dapat timbul sesuatu kerugian. selama ia belum dibebaskan. dan menuntut daripadanya pemenuhan perjanjiannya. 2 o. 1803. sekalipun apa yang diterimanya itu tidak seharusnya dibayar kepada si pemberi kuasa. melaksanakan kuasanya. Si kuasa bertanggung jawab untuk orang yang telah ditunjuk olehnya sebagai penggantinya dalam melaksanakan kuasanya: 1 o. dan terhadap orang-orang perempuan yang bersuami yang menerima kuasa tanpa bantuan si suami. ia pun tidak mempunyai tuntutan hukum selain. 1801. 1799. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban si kussa 1800.

kecuali jika ia secara pribadi telah mengikatkan diri untuk itu. Dalam segala hal. 1806. Si kuasa yang telah memberitahukan secara sah tentang hal kuasanya kepada orang dengan siapa ia mengadakan suatu perjanjian dalam kedudukannya sebagai kuasa itu.tak mampu. selain sekadar hal yang demikian itu ditentukan dengan tegas. selain sekadar ia telah menyetujuinya secara tegas atau secara diam-diam. 1808. Jika si kuasa tidak melakukan sesuatu kelalaian. Si pemberi kuasa diwajibkan memenuhi perikatan-perikatan yang diperbuat oleh si kuasa menurut kekuasaan yang ia telah berikan kepadanya. maka terhadap mereka tidak diterbitkan suatu perikatan tanggung-menanggung. sekalipun urusannya tidak . tidaklah bertanggung jawab tentang apa yang terjadi diluar batas kuasa itu. si pemberi kuasa dapat secara langsung menuntut orang yang ditunjuk oleh si kuasa sebagai penggantinya itu. BAGIAN KETIGA Tentang kewajiban-kewajiban si pemberi kuasa 1807. Si pemberi kuasa senantiasa dianggap telah memberikan kekuasaan kepada si kuasa untuk menunjuk seorang lain sebagai penggantinya untuk peng urusan benda-benda yang terletak diluar wilayah Indonesia atau di lain pulau daripada yang ditempat tinggali si pemberi kuasa. terhitung mulai saat ia memakai uang-uang itu. Ia tidak terikat pada apa yang telah diperbuat selebihnya dari pada itu. dan mengenai uang-uang yang harus diserahkannya pada penutupan perhitungan. bunga itu dihitung mulai hari ia dinyatakan lalai. Si pemberi kuasa diwajibkan mengembalikan kepada si kuasa persekot-persekot dan biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh orang ini untuk melaksanakan kuasanya. Jika didalam akta yang sama ditunjuk berbagai orang kuasa. 1804. 1805. begitu pula untuk membayar upahnya jika ini telah diperjanjikan. Si kuasa harus membayar bunga atas uang-uang pokok yang dipakainya guna keperluannya sendiri. maka si pemberi kuasa tidak dapat meluputkan diri dari kewajiban mengembalikan persekot-persekot dan biaya-biaya serta membayar upah tersebut di atas.

1812. Si kuasa adalah berhak untuk menahan segala apa kepunyaan si pemberi kuasa yang berada di tangannya. dan jika ada alasan untuk itu. terhitung mulai hari dikeluarkannya persekot-persekot itu. memaksa si kuasa untuk mengembalikan kuasa yang dipegangnya. 1810. 1811. Si pemberi kuasa dapat menarik kembali kuasanya manakala itu dikehendakinya. sekian lamanya. ini tidak mengurangi tuntutan si pemberi kuasa kepada si kuasa. telah mengadakan suatu perjanjian dengan si kuasa. dengan meninggalnya. pengampuannya.berhasil. Pengangkatan seorang kuasa baru. 1815. Si pemberi kuasa harus membayar kepada si kuasa bunga atas persekot-persekot yang telah dikeluarkan oleh si kuasa. asal dalam hal itu si kuasa tidak telah berbuat kurang hati-hati. menyebabkan ditariknya kembali kuasa yang pertama. terhitung mulai hari diberitahukannya kepada orang yang belakangan ini tentang pengangkatan tersebut. untuk menjalankan suatu urusan yang sama. Jika seorang kuasa diangkat oleh berbagai orang untuk mewakili suatu urusan yang merupakan urusan mereka bersama. tidak dapat dimajukan terhadap orang-orang pihak ke tiga. dengan pemberitahuan penghentian kuasanya oleh si kuasa. yang karena mereka tidak mengetahui tentang penarikan kembali iutu. Pemberian kuasa berakhir: dengan ditariknya kembali kuasanya si kuasa. Penarikan kembali yang hanya diberitahukan kepada si kuasa. hingga kepadanya telah dibayar lunas segala apa yang dapat dituntutnya sebagai akibat pemberian kuasa. . atau pailitnya si pemberi kuasa maupun si kuasa. 1816. maka masing-masing dari mereka adalah bertanggung jawab untuk seluruhnya terhadap si kuasa mengenai segala akibat dari pemberian kuasa itu. dengan perkawinannya si perempuan yang memberikan atau menerima kuasa. 1814. 1809. Begitu pula si pemberi kuasa harus memberikan ganti rugi kepada si kuasa tentang kerugian-kerugian yang diderita sewaktu menjalankan kuasanya. BAGIAN KE EMPAT Tentang bermacam-macam cara berakhirnya pemberian kuasa 1813.

para ahli warisnya harus memberitahukan hal itu kepada si pemberi kuasa. maupun karena sesuatu hal lain karena salahnya si kuasa. 1821. Jika namun itu pemberitahuan penghentian ini baik karena ia dilakukan dengan tidak mengindahkan waktu. atas ancaman mengganti biaya. jika mereka tahu tentang adanya pemberian kuasa. Jika si kuasa meninggal. misalnya dalam hal kebelumdewasaan. Dalam hal itu segala perikatan yang dibuat oleh si kuasa harus dipenuhi terhadap orang-orang pihak ke tiga yang beritikad baik. kerugian dan bunga. Jika si kuasa tidak sadar akan meninggalnya si pemberi kuasa atau akan adanya sesuatu sebab lain yang mengakhiri kuasanya. dan sementara itu mengambil tindakan-tindakan yang perlu menurut keadaan bagi kepentingan si pemberi kuasa. maupun dengan syarat-syarat yang lebih berat. daripada perikatan si berutang. BAB KE TUJUH BELAS Tentang penanggungan utang BAGIAN KE SATU Tentang sifat penanggungan 1820. membawa rugi bagi si pemberi kuasa. mengikatkan diri untuk memenuhi perikatan si berutang manakala orang ini sendiri tidak memenuhinya. maka apa yang diperbuatnya di dalam ketidaksadaran itu adalah sah. Namun dapatlah seorang memajukan diri sebagai penanggung untuk suatu perikatan. 1818. biarpun perikatan itu dapat dibatalkan dengan suatu tangkisan yang hanya mengenai dirinya pribadi si berutang. kecuali apabila si kuasa berada dalam keadaan tak mampu meneruskan kuasanya dengan tidak membawa rugi yang tidak sedikit bagi dirinya sendiri.1817. guna kepentingan si berpiutang. maka orang ini harus diberikan ganti rugi oleh si kuasa. Si kuasa dapat membebaskan diri dari kuasanya dengan pemberitahuan penghentian kepada si pemberi kuasa. 1822. Tiada penanggungan jika tidak ada suatu perikatan pokok yang sah. Seorang penanggung tidak dapat mengikatkan diri untuk lebih. . jika ada alasan untuk itu. 1819. Penanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang pihak ke tiga.

diperbolehkan sebagai . Adalah diperbolehkan juga untuk menjadi penanggung tidak saja untuk si berutang utama. tetapi juga untuk seorang penanggung orang itu. 1830. Apabila si penanggung. Seorang dapat memajukan diri sebagai penanggung dengan tidak telah diminta untuk itu oleh orang untuk siapa ia mengikatkan dirinya. Si berutang yang diwajibkan memberikan seorang penanggung. 1828. kemudian menjadi tak mampu. yang telah diterima oleh si berpiutang secara sukarela atau atas putusan Hakim. melainkan ia adalah sah hanya untuk apa yang diliputi oleh perikatan pokoknya. maka. tetapi harus diadakan dengan pemyataan yang tegas. tidaklah diperbolehkan untuk memperluas penanggungan hingga melebihi ketentuan-ketentuan yang menjadi syarat sewaktu mengadakannya. atau dengan syarat-syarat yang kurang. atau dengan syarat-syarat yang lebih berat maka perikatan itu tidak sama sekali batal. Jika penanggungan diadakan untuk lebih dari utangnya. Perikatan-perikatan para penanggung berpindah kepada ahli warisahli warisnya. 1824. dan yang berdiam di wilayah Indonesia. diwajibkan memberikan seorang penanggung. dan terhitung pula segala biaya yang dikeluarkan setelah si penanggung utang diperingatkan tentang itu. 1826. harus memajukan seorang yang mempunyai kecakapan untuk mengikatkan dirinya. bahkan terhitung biaya-biaya gugatan yang dimajukan terhadap si berutang utama. meliputi segala akibat utangnya. 1825. bahkan diluar pengetahuan orang itu. haruslah ditunjuk seorang penanggung baru. Penanggungan yang tak terbatas untuk suatu perikatan pokok. 1827. Dihapuskan 1829.Adapun penanggungan boleh diadakan untuk hanya sebagian saja dari utangnya. padahal ia tidak berhasil mendapatkannya. yang cukup mampu untuk memenuhi perikatannya. 1823. Barang siapa yang oleh undang-undang atau karena suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. Penanggungan utang tidak dipersangkakm.

1835. apabila ia telah mengikatkan dirinya bersama-sama dengan si berutang utama secara tanggung-menanggung. dalam hal penanggungan yang diperintahkan oleh Hakim. Apabila si penanggung. Si penanggung tidaklah diwajibkan membayar kepada si berpiutang. apabila ia telah melepaskan hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dahulu disita dan dijual. 1834. dan menjual lebih dahulu benda-benda si berutang selain apabila itu diminta oleh si penanggung pada waktu ia pertama kali dituntut di muka Hakim. 2 o. 5 o. jika si berutang berada didalam keadaan pailit. maupun pula benda-benda yang terletak di luar wilayah Indonesia. Si penanggung tidak dapat menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dahulu disita dan dijual untuk meltmasi utangnya: 1 o.gantinya memberikan suatu jaminan gadai atau hipotik. dan yang sudah tidak ada di tangan si berutang. BAGIAN KE DUA Tentang akibat-akibat penanggungan antara si berutang dan si penanggung 1831. Tak diperbolehkan ia menunjuk pada benda-benda yang sedang menjadi buah persengketaan di muka Hakim. Si berpiutang tidak diwajibkan menyita. Si penanggung yang menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dahulu disita dan dijual diwajibkan menunjukkan kepada si berpiutang benda-benda si berutang. telah menunjukkan benda-benda si berutang dan telah membayar lebih dahulu uang yang diperlukan . jika si berutang dapat memajukan suatu tangkisan yang hanya mengenali dirinya sendiri secara pribadi. sedangkan benda-benda si berutang ini harus lebih dahulu disita dan dijual untuk meltmasi utangnya. dan membayar lebih dahulu biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penyitaan serta penjualan tersebut. menurut pasal yang lalu. selain jika si berutang lalai. dalam hal mana akibat-akibat perikatannya diatur menurut asas-asas yang ditetapkan untuk utang-utang tanggung-menanggung. 3 o. 4 o. 1832. maupun yang sudah dijadikan tanggungan hipotik untuk utang yang bersangkutan. 1833.

baik penanggungan itu telah diadakan dengan maupun tanpa pengetahuan si berutang utama. biarpun beberapa orang di antara para penanggung tidak mampu sebelum ia telah membagi-bagi utangnya. maka si penanggung tersebut diwajibkan membayar untuk orang-orang yang tak mampu itu menurut imbangan bagiannya. Jika si berpiutang sendiri secara sukarela telah membagi-bagi tuntutannya. dan menguranginya hingga bagian masing-masing penanggung utang yang terikat secara sah. tentang ketidakmampuan si berutang yang dengan tidak adanya tuntutantuntutan. dan antara para penanggung sendiri 1839. maka tak bolehlah ia menarik kembali pemecahan utang itu. Mengenai biaya-biaya tersebut si penanggung hanya dapat menuntutnya kembali. lagi pula untuk utang yang sama. 1838. dapat menuntut supaya si berpiutang lebih dahulu membagi piutangnya. 1836. tetapi ia tidak bertanggung jawab jika ketidakmampuan orang-orang itu terjadi setelah pemecahan utangnya. sekadar ia telah memberitahukan kepada si berutang utama tentang . jika ia tidak telah melepaskan hak istimewanya untuk meminta pemecahan utangnya. Jika beberapa orang telah mengikatkan diri sebagai penanggung untuk seorang berutang yang sama. BAGIAN KE TIGA Tentang akibat-akibat penanggungan antara si berutang dan si penanggung. maka masingmasing adalah terikat untuk seluruh utang itu. hingga sejumlah harga benda-benda yang ditunjuk itu. pada pertama kalinya ia digugat di muka Hakim. 1837. seorang atau beberapa orang teman penanggung berada dalam keadaan tak mampu. Penuntutan kembali ini dilakukan baik mengenai uang pokoknya maupun mengenai bunga serta biaya-biaya.untuk penyitaan dan penjualan benda-benda itu. terjadi sesudah itu. Namun itu masing-masing dari mereka. Jika pada waktu salah seorang penanggung menuntut pemecahan utangnya. dapat menuntutnya kembali dari si berutang utama. Si penanggung yang telah membayar. maka si berpiutang bertanggung jawab terhadap si penanggung.

tuntutan-tuntutan yang ditujukan kepadanya. menggantikan demi hukum segala hak si berpiutang terhadap si berutang. Si penanggung ada juga mempunyai hak menuntut penggantian biaya. Si penanggung yang telah membayar. jika ada alasan untuk itu. 5o. manakala si berutang. apabila si berutang telah berjanji untuk membebaskannya dari penanggungannya didalam suatu waktu tertentu. bahkan sebelum ia membayar utangnya: 1o. sedangkan ia tidak memberitahukannya kepada si berutang utama. 1843. maka seorang yang memajukan diri sebagai penanggung untuk mereka kesemuanya. 2o. pada waktu dilakukannya pembayaran. 1841. 4o. masing-masing terikat untuk seluruh utang itu. 1842. dengan tidak mengurangi tuntutan si penanggung terhadap si berpiutang. tidak dapat menuntutnya kembali dari si berutang utama yang telah membayar untuk ke dua kalinya. maka ia. dapat menuntut kembali segala apa yang telah dibayarnya dari masing-masing orang berutang tersebut. setelah lewatnya waktu sepuluh tahun jika perikatan pokok tidak mengandung suatu jangka waktu tertentu untuk pengakhirannya. 3o. Jika beberapa orang berutang utama yang bersarna-sama memikul satu utang. apabila ia digugat di muka Hakim untuk membayar. apabila utangnya dapat ditagih karena lewatnya jangka waktu yang telah ditetapkan untuk pembayarannya. tidak dapat menuntutnya kembali dari si berutang utama ini. 1840. Jika si penanggung telah membayar tanpa digugat untuk itu. rugi dan bunga. mempunyai alasan-alasan untuk menuntut dinyatakannya batal utangnya. dengan tidak mengurangi hak-haknya untuk menuntutnya kembali dari si berpiutang. dihapuskan. Si penanggung dapat menuntut si berutang untuk diberikan ganti rugi atau untuk dibebaskan dari perikatannya. Si penanggung yang sekali telah membayar utangnya. kecuali apa bila . jika ia tidak telah memberitahukan kepadanya tentang pembayaran yang telah dilakukannya. di dalam waktu yang patut.

Ketentuan ayat kedua dari pasal 1293 adalah berlaku dalam hal ini. mempunyai hak untuk menuntutnya kembali dari orang-orang penanggung yang lainnya. sepertinya suatu perwalian. 1849. sekali-kali tidak mematikan tuntutan hukum si berpiutang terhadap orang yang telah memajukan diri sebagai penanggungnya si penanggung. Namun tak bolehlah ia memajukan tangkisan-tangkisan yang melulu mengenai pribadi si berutang.perikatan pokok sedemikian sifatnya. Percampuran yang terjadi di antara pribadinya si berutang utama dan pribadinya si penanggung utang. Jika berbagai orang telah mengikatkan diri sebagai penanggung untuk seorang berutang yang sama. tidak lagi dapat menggantikan hak-haknya. hingga ia tidak dapat diakhiri sebelum lewatnya suatu waktu tertentu. 1847. Perikatan yang diterbitkan dari penanggungan hapus karena sebabsebab yang sama. lagi pula untuk utang yang sama. masing-masing untuk bagiannya. biarpun benda itu kemudian karena suatu putusan Hakim oleh si berpiutang harus diserahkan kepada seorang lain. hipotik-hipotiknya dan hak-hak istimewanya dari si berpiutang itu. maka si penanggung dibebaskan karenanya. Jika si berpiutang secara sukarela menerima suatu benda tak bergerak maupun suatu benda lain sebagai pembayaran atas utang pokok. BAGIAN KE EMPAT Tentang hapusnya penanggungan utang 1845. 1844. sebagaimana yang menyebabkan berakhirnya perikatan-perikatan lainnya. 1848. maka si penanggung yang telah melunasi utangnya dalam hal yang teratur dalam nomor 1o dari pasal yang lalu. Si penanggung utang dapat menggunakan terhadap si berpiutang segala tangkisan yang dapat dipakai oleh si berutang utama dan mengenai utangnya yang ditanggung itu sendiri. 1850. Si penanggung dibebaskan apabila ia karena salahnya si berpiutang. 1846. Suatu penundaan pembayaran belaka yang oleh si berpiutang . begitu pula apabila si berutang telah dinyatakan pailit.

maupun maksud itu dapat disimpulkan sebagai akibat . melainkan jika dibuat secara tertulis. 1852. namun si penanggung ini dalam hal yang sedemikian dapat menuntut si berutang dengan maksud memaksanya untuk membayar atau untuk membebaskan si penanggung dari penanggungannya. baik para pihak merumuskan maksud mereka dalam perkataan khusus atau umum. Kepala-kepala Daerah yang bertindak sebagai demikian begitu pula lembaga-lembaga umum tidak dapat mengadakan suatu perdamaian selain dengan mengindahkan acara-acara yang ditetapkan dalam perundang-undangan yang mengenai mereka. BAB KE DELAPAN BELAS Tentang perdamaian 1851. Tentang kepentingan-kepentingan keperdataan yang terbit dari suatu kejahatan atau pelanggaran. 1855. dengan menyerahkan. menjanjikan atau menahan suatu barang. 1853. Perjanjian ini tidaklah sah. Perdamaian adalah suatu perjanjian dengan mana kedua belah pihak. pelepasan segala hak dan tuntutan yang dituliskan di situ harus diartikan sekadar hak-hak dan tuntutan-tuntutan itu ada hubungannya dengan perselisihan yang menjadi lantaran perdamaian tersebut. 1854. Setiap perdamaian hanya terbatas pada soal yang termaktub didalamnya. Untuk mengadakan suatu perdamaian diperlukan bahwa seorang mempunyai kekuasaan untuk melepaskan haknya atas hal-hal yang termaktub di dalam perdamaian itu. Perdamaian ini tidak sekali-kali menghalangi Jawatan Kejaksaan untuk menuntut perkaranya. tidak membebaskan si penanggung utang. mengakhiri suatu perkara yang sedang bergantung atau pun mencegah timbulnya suatu perkara. Wali-wali dan pengampu-pengampu tidak dapat mengadakan suatu perdamaian selain jika mereka bertindak menurut ketentuan-ketentuan dari bab ke lima belas dan ke tujuh belas dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. dapat diadakan perdamaian.diberikan kepada si berutang. Setiap perdamaian hanya mengakhiri perselisihan-perselisihan yang termaktub didalamnya.

mutlak satu-satunya dari apa yang dituliskan. Suatu perdamaian yang diadakan oleh salah seorang yang berkepentingan. Begitu pula dapat diminta pembatalan suatu perdamaian. maka adanya surat-surat yang pada waktu itu tidak diketahui. 1862. telah membuat suatu perdamaian tentang segala urusan yang berlaku di antara mereka. tidaklah ia terikat oleh perdamaian yang dibuat sebelumnya. yang sudah diakhiri dengan suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. jika perdamaian itu telah diadakan karena kesalahpahaman tentang duduk perkaranya. kecuali apabila para pihak dengan pernyataan tegas telah mengadakan perdamaian tentang kebatalan itu. tidak merupakan alasan untuk membatalkan perdamaiannya. maka perdamaiannya adalah sah. Tidak dapatlah perdamaian itu dibantah dengan alasan kekhilafan mengenai hukum atau dengan alasan bahwa salah satu pihak dirugikan. adalah sama sekali batal. adalah batal. dan tidak dapat dimajukan oleh mereka untuk memperoleh hak-hak dari padanya. atau mengenai pokok perselisihan. 1860. apabila telah terjadi suatu kekhilafan mengenai orangnya. 1858. 1857. 1863. untuk seumumnya. Suatu perdamaian yang diadakan atas dasar surat-surat yang kemudian dinyatakan palsu. 1861. Ia dapat dibatalkan dalam segala hal dimana telah dilakukan penipuan atau paksaan. kecuali apabila surat-surat itu telah . Jika putusan yang tidak diketahui oleh para pihak itu masih dapat dimintakan banding. namun tidak diketahui oleh para pihak atau salah satu dari mereka. mengenai suatu alas hak yang batal. 1859. Suatu perdamaian mengenai suatu sengketa. 1856. Segala perdamaian mempunyai di antara para pihak suatu kekuatan seperti suatu putusan Hakim dalam tingkat yang penghabisan. maka sekadar mengenai hak yang baru diperolehnya itu. tidak mengikat orang-orang berkepentingan yang lainnya. tetapi kemudian diketemukan. Jika para pihak. kemudian memperoleh suatu hak yang sama dari seorang lain. Namun itu suatu perdamaian dapat dibatalkan. Jika seorang yang telah mengadakan suatu perdamaian tentang suatu hak yang diperolehnya atas dasar kedudukannya sendiri.

BAGIAN KE DUA Tentang daluwarsa. memperoleh hak milik atasnya. jika alas hak penguasaan mereka telah berganti. kepada siapa orang-orang penyewa. Namun itu perdamaiannya adalah batal. memperoleh hak milik. 1960. . tidak dengan jam. memperoleh suatu benda tak bergerak. 1864. suatu cacat dalam bentuk caranya. harus diperbaiki. dengan jalan daluwarsa. suatu bunga. Itikad baik selamanya harus dianggap ada. dipandang sebagai suatu alat untuk memperoleh sesuatu 1963. karena. Suatu kekeliruan dalam hal menghitung dalam suatu perdamaian. Siapa yang dengan itikad baik. Daluwarsa dihitung dengan hari. 1964. tidak dapat digunakan sebagai dasar suatu daluwarsa selama dua puluh tahun. orang-orang penyimpan. dan berdasarkan suatu alas hak yang sah. Mereka. Suatu alas hak yang batal. Daluwarsa itu diperoleh apabila hari teralchir dari jangka waktu yang diperlukan telah lewat. Mereka yang disebutkan dalam pasal yang lalu dapat memperoleh hak milik dengan jalan daluwarsa. Siapa yang dengan itikad baik menguasainya selama tiga puluh tahun. dengan tidak dapat dipaksa untuk mempertunjukkan alas haknya. atau suatu piutang lain yang tidak harus dibayar atas tunjuk. baik karena suatu sebab yang berasal dari seorang pihak ke tiga. telah menyerahkan bendanya dengan suatu alas hak yang dapat memindahkan hak milik. 1962. sedangkan siapa yang menunjuk kepada suatu itikad buruk diwajibkan membuktikannya. dengan suatu penguasaan selama dua puluh tahun. 1961. maupun karena pembantahan yang mereka lakukan terhadap haknya si pemilik. jika perdamaian hanya mengenai satu urusan saja. dapat memperoleh benda tersebut dengan jalan daluwarsa. 1965. dan lain-lain orang yang menguasai suatu benda berdasarkan suatu perjanjian dengan pemiliknya.sengaja disembunyikan oleh salah satu pihak. sedangkan dari surat-surat yang diketemukan kemudian ternyata bahwa salah satu pihak sama sekali tidak mempunyai sesuatu hak atas itu.

hapus karena daluwarsa. untuk pelajaran yang mereka berikan tiap-tiap bulan. sedangkan siapa. perawatan dan obat-obatan. begitu pula tuntutan lain-lain pengajar untuk upah pengajaran yang diberikan oleh mereka. semua itu berdaluwarsa. tuntutan para pengusaha rumah penginapan dan rumah makan. hapus karcna daluwarsa dengan lewatnya waktu dua tahun. Tuntutan para advokat untuk pembayaran jasa-jasa mereka. untuk pembayaran upah mereka. 1970. atau . terhitung sejak hari diputusnya perkara. tuntutan para buruh yang upahnya dalam uang harus dibayar tiap-tiap kali setelah lewatnya waktu yang kurang daripada satu triwulan. beserta jumlah kenaikan upah itu menurut pasal 1602 q. yang menunjukkan akan adanya daluwarsa itu tidak usah mempertunjukkan suatu alas hak. Tuntutan para guru dan pengajar dalam kebudayaan dan ilmu pengetahuan. untuk mendapat pembayaran upah mereka. Tuntutan para dokter dan ahli obat-obatan. untuk uang makan dan pengajaran bagi murid-muridnya. tuntutan para juru sita. itikad baik itu ada. baik yang bersifat perbendaan maupun yang bersifat perseorangan. semua itu berdaluwarsa dengan lewatnya waktu dua tahun. atau untuk waktu yang lebih pendek. tuntutan para buruh dengan kekecualian mereka yang dimaksud dalam pasal 1968. tuntutan para pengusaha sekolah berasrama. lagi pula tak dapatlah dimajukan terhadapnya sesuatu tangkisan yang didasarkan kepada itikadnya yang buruk. 1968. untuk pemberian penginapan serta makanan. Segala tuntutan hukum. tuntutan para pengacara untuk pembayaran persekot-persekot dan upah mereka. untuk kunjungan mereka. dengan lewatnya waktu satu tahun.1966. 1969. Adalah cukup bahwa pada waktu benda atau piutang diperoleh. beserta jumlah kenaikan upah itu menurut pasal 1602 q. untuk upah mereka untuk memberitahukan akta-akta dan melaksanakan pekerjaan yang diperintahkan kepada mereka. dengan lewatnya waktu tiga puluh tahun. BAGIAN KE TIGA Tentang daluwarsa dipandang sebagai suatu alasan untuk dibebaskan dari suatu kewajiban 1967. atau tercapainya perdamaian antara para pihak yang berperkara.

Tuntutan-tuntutan. tahun. Begitu pula. pengusaha-pengusaha toko untuk pembayaran barang-barang yang telah mereka serahkan. terhitung sejak hari dibuatnya akta-akta. waktu dua. 1971. Daluwarsa yang disebutkan dalam keempat pasal yang lalu. para juru sita dibebaskan dari pertanggungjawaban tentang hal itu setelah lewatnya. Daluwarsa itu hanya berhenti berjalan. atau apabila daluwarsa dicegah menurut pasal 1979. sekadar tuntutan-tuntutan ini mengenai pekerjaan-pekerjaan dan penyerahan-penyerahan yang tidak untuk pekerjaan si berutang yang tctap. apabila dibuatnya suatu pengakuan tertulis. 1973. dapat diperintahkan sumpah untuk menerangkan bahwa mereka tidak mengetahui bahwa ada utang yang demikian itu.ditariknya kembali kuasa kepada pengacara itu. Namun demikian orang-orang kepada siapa dimajukan daluwarsa yang disebut dalam pasal 1968. tukang-tukang batu dan lainlain tukang untuk pembayaran bahan-bahan yang mereka berikan dan upah-upah mereka. setelah pemutusan perkaranya. terhitung sejak pelaksanaan kuasa atau . dapat menurut dari mereka yang menggunakan daluwarsa itu supaya mereka bersumpah bahwa utang mereka sungguh-sungguh telah terbayar. 1969. kepada orang-orang yang menjadi wali mereka. 1972. 1974. atau jika mereka yang dimaksud di atas itu orang-orang yang belum dewasa. berdaluwarsa juga dengan lewatnya waktu dua tahun. 1970 dan 1971. terjadi. tukang-tukang kayu. Para Hakim dan pengacara tidak lagi bertanggung jawab untuk penyerahan surat-surat setelah lewatnya waktu lima tahun. Tuntutan para notaris untuk pembayaran persekot-persekot dan upah mereka. meskipun seorang telah meneruskan melakukan penyerahan-penyerahan jasa-jasa dan pekerjaan. Dalam halnya perkara-perkara yang tidak selesai tak dapatlah mereka menuntut pembayaran persekot-persekot dan jasa-jasa yang telah menunggak lebih daripada sepuluh tahun. Kepada para janda dan para ahli waris. semua itu bcrdaluwarsa dengan lewatnya waktu lima tahun.

perbuatan yang berupa tuntutan hukum. didalam jangka waktu tiga tahun. . maupun piutang yang tidak harus dibayar kepada si pembawa maka barangsiapa yang menguasainya dianggap sebagai pemiliknya. harga sewa rumah dan tanah. siapa yang kehilangan atau kecurian sesuatu barang. satu dan lain diberitahukan oleh seorang pegawai yang berkuasa untuk itu atas nama pihak yang berhak kepada orang yang hendak dicegah memperolehnya dengan jalan daluwarsa. baik yang merebut itu pemilik lama. 1977. Juga penggugatan di muka Hakim yang tidak berkuasa. suatu gugatan. 1990. 1979. Namun demikian. Bunga. 1976.pemberitahuan akta-akta yang ditugaskan kepada mereka. semua itu berdaluwarsa setelah lewatnya waktu lima tahun. dan pada umumnya. terhitung sejak hari hilangnya atau dicurinya barang itu. direbut dari tangan si berkuasa. dengan tak mengurangi penuntutan ganti rugi mereka terhadap wali-wali atau pengampu-pengampu mereka. BAGIAN KE EMPAT Tentang sebab-sebab yang mencegah daluwarsa 1978. bunga atas tunjangan tahunan guna pemeliharaan. dari siapa yang dalam tangannya ia ketemukan barangnya. berjalan terhadap orang-orang yang belum dewasa dan orang-orang yang berada di bawah pengampuan. Daluwarsa itu tercegah pula oleh suatu peringatan. mencegah daluwarsa. segala apa yang harus dibayar tiap tahun atau tiap waktu tertentu yang lebih pendek. 1975. Daluwarsa-daluwarsa yang diatur dalam pasal 1968 dan selanjutnya dari bab ini. Terhadap benda bergerak yang tidak berupa bunga. Daluwarsa tercegah apabila kenikmatan atas bendanya selama lebih dari satu tahun. atas bunga abadi atau bunga cagak hidup. dapatlah ia menuntut kembali barangnya yang hilang atau dicuri itu sebagai miliknya. dengan tak mengurangi hak si yang tersebut belakangan ini untuk minta ganti rugi kepada orang dari siapa ia memperoleh barangnya. lagi pula dengan tak mengurangi ketentuan dalam pasal 582. bunga atas uang-uang pinjaman. serta oleh tiap. maupun yang merebut itu orang pihak ke tiga.

maupun tuntutan itu ditolak oleh Hakim. BAGIAN KE LIMA Tentang sebab-sebab yang menangguhkan berjalannya daluwarsa . Dengan pemberitahuan atau pengakuan ini daluwarsa terhadap orang-orang yang turut berutang lainnya. Pemberitahuan. 1982. mencegah daluwarsa terhadap orang-orang berutang yang lainnya. menurut pasal 1979. terkecuali apabila perikatannya tak dapat dibagi-bagi. kepada salah seorang yang berutang secara tanggung-menanggung. tidaklah dicegah lebih lanjut selain untuk bagian ahli waris tersebut. Namun daluwarsa tidaklah tercegah. akan haknya orang terhadap siapa daluwarsa berjalan. apabila peringatan atau gugatannya ditarik kembali atau pun dinyatakan batal. mencegah pula daluwarsa. diperlukan suatu pemberitahuan kepada segenap ahli waris tersebut atau suatu pengakuan yang dilakukan oleh segenap ahli waris itu. atau pengakuan ahli waris tersebut. 1984. Pemberitahuan yang dilakukan kepada salah seorang ahli waris seorang berutang secara tanggung-menanggung. Untuk mencegah daluwarsa seluruh utangnya terhadap orang-orang yang turut berutang lainnya. baik si penggugat menggugurkan tuntutannya. Pencegahan daluwarsa yang dilakukan oleh salah seorang berpiutang dalam suatu perikatan tanggung-menanggung berlaku untuk segenap orang yang turut berpiutang. Pengakuan.1981. bahkan pula terhadap ahli waris-ahli waris mereka. Pemberitahuan yang dilakukan kepada si berutang utama atau pengakuan orang ini. yang dilakukan dengan kata-kata atau dengan perbuatan-perbuatan oleh si berkuasa atau si berutang. maupun pula gugatan itu dinyatakan gugur karena lewatnya waktu. tidaklah mencegah daluwarsa terhadap ahli waris-ahli waris yang lainnya. atau pengakuan orang tersebut. bahkan tidak dalam halnya suatu utang hipotik. mencegah daluwarsa terhadap si penanggung utang. 1985. 1983.

1986. 1990. 1987. harus menanggung penjualan itu. Daluwarsa tidaklah berjalan terhadap seorang istri selama perkawinannya: 1e. berjalan terhadap suatu warisan yang tak terurus. dalam halnya suatu perkara untuk menanggung suatu penjualan. 1989. mengenai piutang-piutangnya terhadap harta peninggalan. kecuali dalam hal-hal yang ditentukan oleh undang-undang. selama syarat ini tidak dipenuhi. Daluwarsa. meskipun warisan itu tidak ada pengampunya. Daluwarsa itu berjalan pula selama ahli waris sedang dalam waktu memikir. 1991. apabila si suami. selama hari itu belum tiba. terhadap suatu piutang yang baru dapat ditagih pada suatu hari tertentu. Daluwarsa tidaklah berjalan: terhadap suatu piutang yang bergantung pada suatu syarat. tidaklah terjadi diantara suami-istri. Daluwarsa berjalan terhadap setiap orang. melainkan setelah ia memilih antara menerima atau melepaskan persatuan. 2e. Daluwarsa-daluwarsa yang sudah mulai berajan sebelum Kitab . Daluwarsa tidaklah dapat bermulai maupun berlangsung terhadap orang-orang yang belum dewasa dan orang-orang terampu. Ketentuan penutup 1993. 1992. karena ia telah menjual benda pribadi si istri. Daluwarsa. selama belum ada putusan untuk menyerahkan barangnya kepada orang lain. apabila tuntutan si istri tidak akan dapat diteruskan. Daluwarsa tidaklah berjalan terhadap seorang waris yang telah menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk membuat pendaftaran harta peninggalan. 1988. kecuali yang bagi keuntungannya diadakan pengecualian oleh undang-undang. dan didalam segala hal dimana tuntutan si istri akhimya harus ditujukan kepada suaminya.

bab ke empat sampai dengan ke empat belas dari buku ke satu. 2. b. Pasal 1. § 1. atau dengan tiada perubahan. Namun demikian daluwarsa-daluwarsa yang sudah mulai berlaku secara demikian. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata bagi Indonesia. lain daripada Tiong Hoa. LAMPIRAN I Ketentuan-ketentuan untuk seluruh Indonesia tentang hukum perdata dan hukum dagang bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. yang menurut perundang-undangan lama masih mernbutuhkan waktu selama lebih dari tiga puluh tahun. bab ke lima belas dari buku ke satu. 1924-556. lain daripada Tiong Hoa (Undang-undang 9 Desember 1924. dalam hal bilamana mereka telah kawin sebelumnya. terhitung sejak saat diundangkan Kitab Undang-undang ini. berlaku bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. c. dengan pengertian : 1. maka mereka tidaklah karena itu kembali lagi dalam kedudukan belum dewasa. Bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. akan terpenuhi dengan lewatnya waktu tiga puluh tahun ini. dan perkawinan ini dibubarkan sebelum mereka mencapai umur genap dua puluh satu tahun. bahwa bagi mereka berlakulah bagian ke tiga belas bab ke lima belas dari . berlakulah : A. L. bahwa mereka yang termasuk golongan Timur Asing harus dianggap belum dewasa. selama mereka belum mencapai umur genap dua puluh satu tahun dan tidak telah kawin sebelumnya. kecuali : a. yang mana. setelah diubah.Undang-undang ini diundangkan. bab ke dua dari buku ke satu. Penunjukan akan bagian-bagian dari perundang-undangan bagi orang-orang yang termasuk golongan Eropa. akan diatur menurut undang-undang yang pada saat itu berlaku di Indonesia.N. dengan ketentuan dalam pada ini bahwa. mulai berlaku 1 Maret 19215). lain daripada Tiong Hoa.

ialah pasal 23 sampai dengan 34. harus dibaca: “berlakulah pasal 1601. bab ke dua belas dari buku ke dua. 48. d. 100 dan 101. 1603 (lama) dari Kitab Undang-Undang Hukurn Perdata”. bahwa terhadap hak-hak setiap istri dalam hal bilamana suaminya dan dalam keadaan pailit segala apa yang ditentukan dalam pasal 2 di bawah ini. 1602. ke-4 dan ke-5 bab 7A buku ke tiga dari Kitab Undang-undang Perdata. 46. C. baik yang bergerak maupun yang tak bergerak. Pasal-pasal berikut dari Peraturan tentang Penyelenggaraan dan Peralihan kepada perundang-undangan baru. Kitab Undang-undang Hukum Dagang untuk Indonesia dengan pengertian. . tidaklah karena hukum terbentuk suatu persatuan harta kekayaan suami dan istri. 50 sampai dengan 53. Pasal. dengan pengertian. harus menjadi pengganti peraturan dalam pasal 60 ayat ke satu sampai dengan ayat ke empat dari Undang-undang tersebut. § 2. bahwa terhadap seorang yang masuk kerja. 41 sampai dengan 44. dalam pasal 396 sebagai pengganti kata-kata: “berlakulah ketentuan-ketentuan dalam bagian ke-2. 2. sebagai anak buah kapal. 36 sampai dengan 39. ke-3. harus melaksanakan segala instruksi dan segala reglemen bagi para kepala urusan harta peninggalan dulu. D. (2) Si istri tetap memiliki sekalian harta kekayaannya. (1) Dengan berlangsungnya suatu perkawinan.buku ke satu “Tentang Balai-balai Harta Peninggalan”. Undang-Undang Kepailitan. Balai-balai mana dalam menunaikan tugas mereka sekitar soal-soal yang berkenaan dengan hukum perdata terhadap mana perundang-undangan Eropa tidak telah atau tidak dinyatakan berlaku bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. sekadar perhubungan dengan ketentuanketentuan undang-undang yang telah dinyatakan berlaku. peraturan tentang beberapa soal yang berhubungan dengan apa yang telah dinyatakan beriaku dalam § 1. sekadar bertakunya ketentuan-ketentuan tadi tidak dengan tegas dikecualikannya”. B.

Pasal 4. (5) Segala sesuatu. menurut aturan-aturan hukum yang sama. kecuali dalam keadaankeadaan luar biasa seperti termaktub dalam pasal 946. harus dapat dinyatakan dengan suatu pertelaan dengan akta notaris. melainkan dengan alat-alat bukti tertulis yang sah. bahkan yang dilakukan setelah bubarnya perkawinan karena perceraian. (7) Ketentuan tersebut di atas sementara itu tidak berlaku terhadap pemberian hibah atau panjar terdiri atas barang-barang bergerak. (6) Segala pemberian hibah. tidak boleh dibuktikan dengan cara lain. dengan tak mengurangi kewajiban untuk mendaftarkan segala kebendaan tak bergerak yang diperoleh sebelum atau sepanjang perkawinan atas nama si istri. yang dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya sepanjang perkawinan. dengan cara seperti tertulis dalam pasal ini tak dapat dibuktikan sebagai milik si istri. perkataan “undang-undang” harus diartikan. akta mana dengan tegas harus menyebut barang-barang itu. tak diperbolehkan mengambil sesuatu ketetapan . 915 dan 916 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.(3) Pembawaan akan segala barang bergerak dalam perkawinan oleh si istri. melainkan dengan suatu akta otentik yang dibuat sebelum atau tatkala perkawinan dilangsungkan. (4) Segala keuntungan bagi si istri yang diperoleh sepanjang perkawinan karena perusahaan atau perdagangannya sendiri tidak boleh dibuktikan dengan cara lain. yang mana. dan perkataan perwarisan karena kematian dalam pasal 914. yang harganya teramat kecil jika dibandingkan dengan kekayaan si pemberi hibah. harus dianggap sebagai milik suaminya. pemberian hibah atau hibah wasiat. segala kebendaan yang sepanjang perkawinan masuk dalam kemilikan si istri karena perwarisan. maupun barang-barang tak bergerak. Mereka yang dalam ketentuan-ketentuan di atas tersebut sebagai orang-orang yang tennasuk golongan Timur Asing. harus diartikan sebagai perwarisan karena kematian. Dalam pasal 913. adalah batal dan tak berharga terhadap pihak ke tiga. baik mengenai berang-barang bergerak. Pasal 3. (1). yang memuat asal-usul kebendaan itu dan memuat pula penilaian akan harganya satu per satu. 947 dan 948 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. segala aturan hukum yang berlaku bagi si yang mewariskan berhubung dengan agarna dan adat-istiadat kebangsaannya.

oleh Balai harus diletakkan dalam kantornya. Laporan yang tennaksud dalam ayat ke dua beserta segala.wasiat melainkan dengan akta umum yang dibuat menurut peraturan termuat dalam pasal 638 dan 939 dari Kitab yang sama. (2). Pasal 5. Apabila kemudian ternyata. anggota komisaris Balai Harta Peninggalan. Pencabutan hanya boleh dilakukan dengan akta yang dibuat dalam bentuk yang sama. (2). yang mana terhadap soal-soal itu mereka yang dalam ketentuan tersebut di atas disebut sebagai termasuk golongan Timur Asing. Karena jabatan. Pasal 6. (4). Terhadap soal-soal yang berkenaan dengan hukum perdata dan hukum dagang. baik kepada seorang anggotanya yang segolongan dengan si pailit. kewajiban itu dilalaikannya. Balai tersebut boleh menyuruh supaya buku-buku yang telah diterimanya tadi diselidiki. maka Pengadilan Negeri berhak menetapkan upah bagi anggota yang telah melakukannya. atau atas tuntutan Jawatan Kejaksan. terhadap . halaman ke satu dan halaman terakhir dari tiap-tiap buku yang diterimanya. agar setiap orang dapat membacanya dengan cuma-cuma. yang mewakili Balai tersebut. dibebankan juga kepada orang yang mendapat tugas penyelidikan tertnaksud dalam ayat ke dua. tidak tunduk pada perundang-undangan bagi orang-orang yang termasuk golongan Eropa. surat termaksud dalam pasal 94 Undang-Undang Kepailitan. yang dibebankan oleh pasal 101 Undang-Undang Kepailitan. dengan permintaan supaya selekas mungkin membuat laporan tentang penyelidikan itu. Kewajiban menghadap dan memberi penjelasan. upah mana harus dibayar dari harta peninggalan yang bersangkutan dan sesuai dengan daya kesmggupannya. penyelidikan itu merupakan pekerjaan yang sangat besar. perintah mana harus dilakukan. maupun kepada orang-orang lain yang cakap untuk itu. Dihapuskan. Pada waktu menerima buku-buku menurut pasal 89 UndangUndang Kepailitan. (1). tersebut dapat pasal 86 Undang-undang tersebut. (3). beserta segala akibatnya dalam hal bilamana. 3. Ketentuan penutup Pasal 7. harus menanggali dan mengesahkan dengan tanda tangannya.

soal-soal itu senantiasa harus dilakukan segala undang-undang yang kini berlaku bagi mereka dan segala aturan hukum yang berhubungan dengan agama dan adat istiadat mereka. jis 1919-81. 1924-557. LAMPIRAN II Ketentuan-ketentuan untuk seluruh Indonesia tentang hukum perdata dan hukum dagang bagi orang-orang termasuk golongan Tiong Hoa (Undang-undang 1917-129. Pasal II. Undang-undang ini berlaku mulai tanggal I Maret 1925. 1925-92) .

3. Dalam hal adanya penolakan. bab ke dua dan bagian ke dua dan ke tiga bab ke empat dari buku ke satu.BAB KE SATU 1. nomor 6 pasal 71. Ayat ke dua pasal 268. ternyata tidak cukup. meminta keputusan dari Pengadilan Negeri. yang mana setelah diubah atau dengan tiada perubaban. yang mana dalam daerah hukumnya pegawai catatan sipil yang telah menolak berlangsungnya perkawinan. Masing-masing pihak berhak dengan surat permohonan yang harus dilampiri dengan surat keterangan tersebut dalam ayat yang lalu. bahwa terhadap perkawinan itu ada sesuatu alangan yang sah. Bagi mereka yang tennasuk golongan Tiong Hoa. pasal 74 dan 75. yang memuat alasan-alasannya. atau memerintahkan supaya perkawinan dilangsungkan. pasal mana diganti dengan ketentuan sebagai di . f. kepada pihak yang memintanya harus disampaikan olehnya suatu keterangan tertulis tentang penolakan itu. b. Penunjukan akan bagian-bagian dari perundang-undangan bagi orang-orang yang termasuk golongan Eropa. Pengadilan mana setelah melakukan pemeriksaan demikian sebagaimana dipandangnya perlu. apabila ternyata baginya. Kitab Undang-undang Hukum Perdata untuk Indonesia. kemudian dengan tak usah mengindahkan sesuatu bentuk acara dan dengan tiada kemungkinan untuk bandingan harus menguatkan penolakan itu. berlakulah: 1. pasal-pasal mana diganti dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. yang mana adanya diharuskan oleh Undang-undang. mempunyai tempat kediamannya. d. Dihapuskan. c. Pasal 1. Penyebutan dalam pasal 99 akan pasal 52 dan 75. terkecuali : a. 2. atau apabila surat-surat dan keterangan-keterangan. Pegawai catatan sipil harus menolak perlangsungan sesuatu perkawinan. e. g. berlaku bagi mereka yang termasuk golongan Tiong Hoa. Dihapuskan.

bawah ini. Apabila pihak-pihak yang berkepentingan berduduk diam, maka, pembesar yang mempunyai tugas menuntut perkara pidana, adalah leluasa, untuk memajukan tuntutan pidana karena kejahatan menggelapkan kedudukan, asal ada permulaan bukti dengan tulisan sesuai dengan pasal 265 Kitab Undang-undang Hukum Perdata, dan tentang adanya permulaan bukti itu pada awalnya telah dinyatakannya. h. ayat ke satu pasal 1853, yang mana diganti dengan ketentuan sebagai berikut: Perdamaian tidak sekali-kali menghalangi penuntutan perkara. 2. Kitab Undang-undang Hukum Dagang untuk Indonesia, dengan pengertian, bahwa terhadap seorang yang masuk kerja sebagai anak buah kapal dalam pasal 396 sebagai pengganti kata-kata “berlakulah ketentuan-ketentuan dalam bagian ke-2, ke-3, ke-4, dan ke-5, bab 7A buku ke tiga dari Kitab Undang-undang Perdata, sekadar berlakunya ketentuan-ketentuan tadi tidak dengan tegas dikecualikannya”, harus, dibaca: “berlakulah pasal 1601, 1602, 1603, (lama) dari Kitab Undang-Undang Perdata”. 3. Peraturan Acara Perdata, kecuali: a. pasal 816, 817 dan 818; b. pasal 844 yang mana cliganti dengan ketentuan sebagai berikut : Barangsiapa menurut ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Penyelenggaraan Register-register Catatan Sipil bagi golongan Tiong Hoa, menghendaki agar diperintahkannya oleh Hakim sesuatu penambahan atau pembetulan dalam suatu akta dari Catatan Sipil itu, harus memajukan surat permintaan kepada Pengadilan Negeri, permintaan mana harus disertai dengan segala dasar alasannya. 4. Pasal-pasal berikut dari Peraturan tentang Penyelenggaraan akan Peralihan kepada Perundang-undangan baru, sekadar perhubungan dengan ketentuan-ketentuan undang-undang yang telah dinyatakan berlaku, ialah pasal 23 sampai dengan 34, 36 sampai dengan 39, 41 sampai dengan 44, 46, 48, 50 sampai dengan 53, 100 dan 101. 5. Undang-Undang Kepailitan.

§ 2. Ketentuan-ketentuan khusus mengenai perkongsian, dan keadaan pailit Pasal 2. Dihapuskan. Pasal 3. (1). Dengan tak mengurangi berlakunya beberapa ketentuan yang diadakan bagi perseroan perseroan terbatas, segala perkumpulan Tiong Hoa terkenal dengan nama kongsi guna melakukan suatu perusahaan di bawah sesuatu nama kesatuan, haru takluk pada peraturan dalam bagian ke dua, bab ke tiga, buku ke satu dari Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. (2). Nama kongsi harus dianggap sebagai nama firma. Pasal 4. (1). Pada waktu menerima buku-buku menurut pasal 89 UndangUndang Kepailitan, anggota komisaris Balai Harta Peninggalan yang mewakili Balai tersebut harus menanggali dan mengesahkan dengan tanda tangannya, halaman ke satu dan halaman terakhir dari tiap-tiap buku yang diterimanya. (2). Karena jabatan atau atas tuntutan Jawatan Kejaksaan, Balai tersebut boleh menyuruh supaya buku-buku yang telah diterimanya diselidiki, dengan permintaan supaya selekas mungkin membuat laporannya tentang penyelidikan itu, perintah mana harus dilakukan, baik kepada seorang anggotanya dari golongan Tiong Hoa, maupun pula kepada orang-orang lain yang cakap untuk itu. Apabila kemudian ternyata, penyelidikan itu merupakan pekerjaan yang sangat besar, maka Pengadilan Negeri berhak menetapkan upah bagi anggota yang telah metakukannya, upah mana harus dibayar dari harta peninggalan yang bersangkutan dan sesuai dengan daya kesanggupannya. (3). Laporan yang dimaksud dalam ayat ke dua beserta segala surat dimaksud dalam pasal 94 Undang-Undang Kepailitan, oleh Balai harus diletakkan dalam kantornya, agar setiap orang; dapat membacanya dengan cuma-cuma. (4). Kewajiban menghadap dan memberi penjelasan, yang dibebankan oleh pasal 101 Undang-undang Kepailitan, beserta segala akibatnya dalam hal bilamana kewajiban-kewajiban itu dilalaikannya, dimaksud dalam pasal 86 Undang-undang tersebut dibebankan juga kepada orang yang mendapat tugas penyelidikan dimaksud dalam ayat ke dua.

BAB KE DUA Tentang pengangkatan anak Pasal 5. (1). Apabila seorang laki, beristri atau telah pernah beristri, tak mempunyai keturunan laki-laki yang sah dalam garis laki-laki, baik keturunan karena kelahiran, maupun keturunan karena angkatan, maka bolehlah ia mengangkat seorang laki-laki sebagai anaknya. (2). Pengangkatan yang demikian harus dilakukan oleh si orang laki tersebut bersama-sama dengan istrinya, atau jika dilakukannya setelah perkawinannya dibubarkan; oleh dia sendiri. (3). Apabila kepada seorang perempuan janda, yang tidak telah kawin lagi, oleh suaminya yang telah meninggal dunia, tidak ditinggalkan seorang keturunan sebagai dimaksud dalam ayat ke satu pasal ini, maka boleh pun ia mengangkat seorang laki sebagai anaknya. Jika sementara itu si suami yang telah meninggal dunia, dengan surat wasiat telah menyatakan tak menghendaki pengangkatan anak oleh istrinya, maka pengangkatan itu pun tak boleh dilakukannya. Pasal 6. Yang boleh diangkat hanyalah orang-orang Tiong Hoa laki-laki yang tak beristri pun tak beranak, dan yang tidak telah diangkat oleh orang lain. Pasal 7. (1). Orang yang diangkat harus paling sedikitnya delapan belas tahun lebih muda daripada si suami, dan paling sedikitnya pula lima belas tahun lebih muda daripada si istri, atau si janda yang mengangkatnya.

atau dalam hal lebih dahulu telah meninggalnya seorang di antara mereka. jika ia telah mencapai umur lima belas tahun. kata sepakat dari saudara-saudara laki yang telah dewasa dan bapak mendiang suaminya. kata sepakat dari kedua orang tuanya. 2 a. jika yang diangkat itu seorang anak luar kawin. atau dalam hal lebih dulu telah meninggalnya seorang di antara mereka. kata sepakat dari dua di antara keluarga sedarah laki-laki yang terdekat lainnya dari pihak bapak si suami yang telah meninggal dunia sampai dengan derajat ke empat. Apabila yang diangkat itu seorang keluarga sedarah. jika yang diangkat itu seorang anak yang sah. kata sepakat dari orang yang akan diangkat. kata sepakat dari walinya dan dari Balai Harta Peninggalan. Pasal 8. b. termaksud dalam nomor 4 pasal yang lalu. 3.(2). sebelum ia diangkat. jika pengangkatan akan dilakukan oleh seorang perempuan janda seperti termaksud dalam pasal 5 ayat ke tiga. maupun keluarga luar kawin. tidak diperoleh. yang telah dewasa dan diam di Indonesia. Tiap-tiap pengangkatan menghendaki 1. seperti pun apabila kedua orang tuanya telah meninggal dunia. sekiranya anak itu diakui kedua mereka. dalam hal yang terakhir. dan sekiranya mereka tidak ada. jika hanya salah seorang mereka mengakuinya. seperti pun jika keluarga sedarah termaksud dalam kata-kata penutup ketentuan tersebut tidak ada. kata sepakat dari walinya dan dari Balai Harta Peninggalan. 4. maka keluarga tadi karena angkatannya terhadap moyang kedua belah pihak bersama. kata sepakat dari yang hidup terlaina. atau tidak diam di Indonesia. kata sepakat dari bapak dan ibunya. Pasal 9. kata sepakat dari yang mengakui. kata sepakat dari orang. maka bolehlah kata sepakat itu diganti dengan izin dari Pengadilan Negeri. atau kedua orang tua yang mengakuinya telah meninggal dunia. kata sepakat dari bapak atau ibu yang hidup terlama. baik keluarga yang sah. sekadar bukan bapak atau wali si yang akan diangkat. atau orang-orang yang melakukannya. harus memperoleh derajat keturunan yang sama pula dengan derajat keturunannya karena kelahiran. (1). kecuali si ibu telah menceburkan diri dalam perkawinan baru. yang mana dalam daerah hukumnya si perempuan janda yang . jika sama sekali tiada yang mengakuinya. Apabila kata sepakat dari mereka.

Tiap-tiap pengangkatan hanya boleh dilakukan dengan akta notaris. untuk menyangkal angkatannya. Izin dari Pengadilan itu harus disebut dalam akta pengangkatan. maka Pengadilan itu berhak melimpahkan pemeriksaan mereka kepada Pengadilan Negeri lain. sebagaimana oleh Pengadilan dianggapnya perlu. hal mana harus disebut dalain akta pengangkatan. tak boleh dipakai sebagai senjala terhadap yang diangkat. Pasal 11. kecuali merekalah yang sebagai bapak atau wali akan menyerahkan si anak untuk pengangkatan diperbolehkan juga memberikan kata sepakat mereka bersama atau masing-masing dengan akta notaris. (4). Ketentuan dalam pasal 334 Kitab Undang-undang Perdata untuk Indonesia tentang keluarga sedarah dan semenda tersebut didalamnya. Pihak-pihak yang bersangkatan harus menghadap di depan notaris dengan diri sendiri atau dengan seorang wakilnya yang khusus dikuasakan untuk itu dengan akta notaris. Sekalian mereka yang dimaksud dalam no. (1).menghendaki pengangkatan. berlaku juga terhadap sekalian mereka yang harus diperiksa dalam hal ini. Tiap-tiap pengangkatan karena hukum mengakibatkan. yang kata sepakatnya dibutuhkannya dan setelah mendengar atau memanggil dengan sah akan orang-orang lainnya sedemikian. 4 pasal 8. (5). bahwa si . Setiap orang yang berkepentingan. (3). Pengadilan Negeri dengan tak memakai sesuatu bentuk acara dan dengan tiada kemungkinan untuk bandingan. Atas permintaan si perempuan janda. yang mana setelah melakukan pemeriksaan itu harus menyampaikan berita acaranya kepada Pengadilan Negeri tersebut pertama. Jika orang-orang yang harus didengar bertempat tinggal diluar keresidenan dimana Pengadilan Negeri yang berkuasa mempunyai tempat kedudukannya. (2). (4). (2). Ketiadaan suatu catatan dalam jihad akta kelahiran seperti di atas. berhak menuntut supaya suatu pengangkatan dicatat dalam jihad akta kelahiran si yang diangkat (5). (3). Pasal 10. bertempat tinggal. harus mengambil keputusannya setelah mendengar atau memanggil dengan sah akan sekalian mereka.

bahwa terhadap harta peninggalan si yang meninggal. sampai pengangkatan memperoleh penyelesaiannya. karena hukum memperoleh nama keturunan yang terakhir ini sebagai gantinya nama keturunan yang dulu. Karena berlangsungnya suatu pengangkatan. Jika seorang perempuan janda mengangkat seorang anak. antara si yang diangkat dengan kedua orang tuanya dan sekalian keluarga sedarah dan semenda kecuali dalam hal-hal : 1. mengenai derajat kekeluargaan sedarah dan semenda yang terlarang untuk perkawinan.yang diangkat. Hak-hak segla pihak ke tiga yang dapat dipengaruhi oleh pengangkatan itu. (1). Pasal 14. akan tetapi paling lamanya selama tenggang waktu tersebut dalam ayat terakhir pasal 12. tetap ditanguhkan kan. terputuslah segala hubungan perdata yang berpangkal pada keturunan karena kelahiran. Jika si suami mengangkat seorang anak. Jika seorang suami meninggal dunia dengan meninggalkan istri janda yang berhak melakukan sesuatu pengangkatan. mereka. izin itu pun dipergunakannya pula. maka dianggaplah anak itu dilahirkan dari perkawinan mereka. guna mengurus dan menyelamatkan harta peninggalan yang akan menjadi milik si yang akan diangkat. sekadar dengan surat wasiat tidak telah diambilnya suatu ketetapan terhadapnya. maka Balai Harta Peninggalan adalah berwajib menyelenggarakan segala tindakan yang perlu dan mendesak. (1). maka dianggaplah anak itu dilahirkan dari perkawinan yang telah bubar itu. (2). Jika suami-istri mengangkat seorang sebagai anak. maka. Pasal 13. setelah karena kematian istrinya perkawinan bubar. atau si perempuan janda dalam tenggang waktu yang sama. dianggaplah anak itu dilahirkan dari perkawinan dengan si suami yang telah meninggal dunia. jika ia mempunyai nama keturunan lain daripada nama keturunan si suami yang mengangkatnya sebagai anaknya. Pasal 12. (2). dengan pengertian sementara itu. . anak itu hanya pun bolehlah bertindak sebagai waris. telah meminta izin dari Hakim seperti termaksud dalam pasal 9 dan dalam waktu satu bulan setelah izin diperolehnya. apabila pengangkatan itu diselesaikan dalam waktu enam bulan setelah meninggalnya. (3).

sebelum di tempatnya telah berlaku Reglemen Penyelenggaraan Registerregister Catatan Sipil bagi golongan Tiong Hoa. 6. dalam hal-hal bilamana kelahiran. 9. (2). 3. hukum. atau waktu perceraian. Tiap-tiap pengangkatan tidak boleh ditiadakan karena perjanjian. mengenai perhitungan biaya perkara dan penyenderaan. kematian dan perceraian yang menurut pasal 71 Kitab Undang-undang Hukum Perdata untuk Indonesia harus diunjukkan oleh kedua calon suami-istri sebelum perkawinan mereka dilangsungkan. harus diganti dengan petikanpetikan dari register-register pembukuan atau pencatatan kelahiran. 5. maka. pasal 10. 8. adalah batal karena. dengan cara lain daripada cara membuat akta otentik. kematian dan perceraian yang. kutipan-kutipan mana harus memuat waktu dan tempat kelahiran atau kematian. Pengangkatan terhadap anak-anak perempuan dan pengangkatan. mengenai bertindak sebagai saksi dalam perbuatan akta-akta otentik. Jika pihak-pihak yang berkepentingan ada diluar kemungkinan akan mengunjukkan kutipan-kutipan yang demikian. Pasal 15 (1). Suatu pengangkatan boleh dinyatakan batal karena. (1). Keputusan dengan mana suatu perceraian diucapkan jika perkawinannya dilangsungkan dulu. mengenai ketentuan-ketentuan pidana sekadar bersandar pada keturunan karena kelahiran. (3).2. diselenggarakan oleh Kepala golongan Tiong Hoa dan diberikan oleh seorang kepala Tiong Hoa yang tertinggi pangkatnya pada tempat dimana register-register itu diselenggarakannya. sebelum di tempat itu telah berlaku Reglemen . kematian dan perceraian itu terjadi. 7. Pasal 17. atau ayat ke dua dan ke tiga. Peraturan peralihan Pasal 16. kekurangan ini boleh diperbaiki dengan cara seperti ditentukan dalam pasal 72 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata berhubungan dengan akta kelahiran. (2). 4. Tiap-tiap akta kelahiran. mengenai pembuktian dengan saksi. bertentangan dengan salah satu ketentuan dalam pasal 5.

(2). peninggalan mereka yang telah dimulai sebelum pada tempat itu Undang-undang ini berlaku. bahwa orang yang diakui sebagai wali tadi. melakukan sesuatu perwalian dengan sah. anak-anak yang dilahirkan dari selir-selir bapak mereka. yang sebelum saat tersebut. oleh balai piatu dan balai peninggalan dulu diakui sebagai wali. Peninggalan dalam urusan orang-orang Tiong Hoa dan harta. harus dianggap sebagai anak-anak sah. Dengan meninggalnya bapak mereka. dalam hal-hal. Segala campur tangan balai-balai piatu dan Balai Harta. Pasal 19. Pasal 20. dan yang masih ada pada saat Undang-undang ini pada tempat itu mulai berlaku. dan yang dilakukan menurut aturan-aturan undang-undang yang dulu berlaku. karena. bilamana yang demikian tadi menurut Undang-undang ini dikecualikan. Segala kongsi sebagai termaksud dalam pasal 3. Mereka. (2). bukanlah wali-wali yang sah. atau kecuali mengenai soal sah atau tak sahnya wali-wali itu pada waktu itu dimajukan perkara di muka Hakim atau telah ada keputusan yang belum memperoleh kekuatan mutlak. harus diteruskan dan diselesaikan oleh balai-balai tersebut atas dasar yang sama. (1). Mereka. harus dibubarkan sepuluh tahun setelah saat itu. dan diperlakukan oleh mereka secara terang-terangan sebagai anak mereka. maka demi hukum ibu merekalah yang melakukan perwalian. jika hubungan antara si bapak dan selirnya telah timbul sebelum undang-undang ini berlaku bagi bapak mereka. Campur tangan itu sementara itu berakhir. Dengan menyimpang sekadarnya dari pasal 283 Kitab Undang-undang Perdata untuk Indonesia. pengakuan itulah saja harus dianggap sebagai wali-wali yang sah. (1). harus meneruskannya. yang didirikan dengan cara yang sah. sewaktu mereka belum dewasa. kecuali kongsi itu dengan sah tidak telah dibubarkan sebelumnya. (1). Pasal 21 (1). .Penyelenggaraan Register-register Catatan Sipil bagi mereka yang hendak kawin harus dibukukan dalam register-register catatan sipil di Jakarta. Untuk selain kongsikongsi itu tetap dikuasai oleh hukum yang berlaku dewasa itu. (2). kecuali dengan keputusan Hakim yang memperoleh kekuatan mutlak sebelum saat tersebut telah dinyatakan. yang sebelum undang-undang ini mengenai perwakilan mereka berlaku. Pasal 18.

. Pada saat mulai berlakunya undang-undang ini dihapuskanlah segala peraturan undang-undang mengenai hukum perdata dan hukum dagang yang berlaku bagi orang termasuk golongan Tiong Hoa. pengumuman mana. enam bulan dan kemudian satu bulan sebelum saat tersebut di atas harus diulangi lagi. Direktur Kehakiman harus mengumumkan ketentuan dalam ayat ke satu tadi beserta segala akibatnya kepada khalayak ramai. Pasal 22. dengan pemasangan pengumuman itu dalam Berita Negara dan dalam surat kabar lain sebagaimana dipandangnya perlu.(2). Selambat-lambatnya satu tahun sebelum lewatnya waktu tersebut dalam ayat ke satu.