BAB KE SATU Tentang perikatan-perikatan umumnya BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1233.

Tiap-tiap perikatan dilahirkan baik karena persetujuan, baik karena undang-undang. 1234. Tiap-tiap perikatan adalah untuk memberikan sesuatu, untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu. BAGIAN KE DUA Tentang perikatan-perikatan untuk memberikan sesuatu 1235. Dalam tiap-tiap perikatan untuk memberikan sesuatu adalah termaktub kewajiban si berutang untuk menyerahkan kebendaan yang bersangkutan dan untuk merawatnya sebagai seorang bapak rumah yang baik, sampai pada saat penyerahan. Kewajiban yang terakhir ini adalah kurang atau lebih luas terhadap perjanjian-perjanjian tertentu, yang akibat-akibatnya mengenai hal ini ditunjuk dalam bab-bab yang bersangkutan. 1236. Si berutang adalah wajib memberikan ganti biaya, rugi dan bunga kepada si berpiutang, apabila ia telah membawa dirinya dalam keadaan tak mampu untuk menyerahkan kebendaannya, atau telah tidak merawat sepatutnya guna menyelamatkannya. 1237. Dalam hal adanya perikatan untuk memberikan suatu kebendaan tertentu, kebendaan itu semenjak perikatan dilahirkan, adalah atas tanggungan si berpiutang. Jika si berutang lalai akan menyerahkannya, maka semenjak saat kelalaian, kebendaan adalah atas tanggungannya. 1239. Si berutang adalah lalai, apabila ia dengan surat perintah atau dengan sebuah akta sejenis itu telah dinyatakan lalai, atau demi perikatannya sendiri, ialah jika ini menetapkan, bahwa si berutang harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan.

BAGIAN KE TIGA Tentang perikatan-perikatan untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu 1239. Tiap-tiap perikatan untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu, apabila si berutang tidak memenuhi kewajibannya, mendapatkan penyelesaiannya dalam kewajiban memberikan penggantian biaya, rugi dan bunga. 1240. Dalam pada itu si berpiutang adalah berhak menuntut akan penghapusan segala sesuatu yang telah dibuat berlawanan dengan perikatan, dan bolehlah ia minta supaya dikuasakan oleh Hakim untuk menyuruh menghapuskan segala sesuatu yang telah dibuat tadi atas biaya si berutang; dengan tak mengurangi hak menuntut penggantian biaya, rugi dan bunga jika, ada alasan untuk itu. 1241. Apabila perikatan tidak dilaksanakannya, maka si berpiutang boleh juga dikuasakan supaya dia sendirilah mengusahakan pelaksanaannya atas biaya si berutang. 1242. Jika perikatan itu bertujuan untuk tidak berbuat sesuatu, maka, pihak yang manapun jika, yang berbuat berlawanan dengan perikatan, karena pelanggaran, itu dan karena itu pun saja, wajiblah ia akan penggantian biaya, rugi dan bunga. BAGIAN KE EMPAT Tentang penggantian biaya, rugi dan bunga karena tidak dipenuhinya suatu perikatan 1243. Penggantian biaya, rugi dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan, barulah mulai diwajibkan, apabila si berutang, setelah dinyatakan lalai memenuhi perikatannya, tetap melalaikannya, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dibuatnya, hanya dapat diberikan atau dibuat dalam tenggang waktu yang telah dilampaukannya. 1244. Jika ada alasan untuk itu, si berutang harus dihukum mengganti biaya, rugi dan bunga apabila ia tak dapat membuktikan, bahwa hal tidak atau tidak pada waktu yang tepat dilaksanakannya perikatan itu, disebabkan suatu hal yang tak terduga, pun tak dapat dipertanggungjawabkan padanya, kesemuanya itu pun jika itikad buruk tidaklah ada pada pihaknya.

1245. Tidaklah biaya rugi dan bunga, harus digantinya, apabila lantaran keadaan memaksa atau lantaran suatu kejadian tak disengaja si berutang beralangan memberikan atau berbuat sesuatu yang diwajibkan, atau lantaran hal-hal yang sama telah melakukan perbuatan yang terlarang. 1246. Biaya, rugi dan bunga yang oleh si berpiutang boleh dituntut akan penggantiannya, terdirilah pada umumnya atas rugi yang telah dideritanya dan untung yang sedianya harus dapat dinikmatinya, dengan tak mengurangi pengecualian-pengecualian serta perubahan-perubahan yang akan disebut di bawah ini. 1247. Si berutang hanya diwajibkan mengganti biaya, rugi dan bunga yang nyata telah, atau sedianya harus dapat diduganya sewaktu perikatan dilahirkan, kecuali jika hal tidak dipenuhinya perikatan itu disebabkan sesuatu tipu-daya yang dilakukan olehnya. 1249. Bahkan jika hal tidak dipenuhinya perikatan itu disebabkan tipu-daya si berutang, penggantian biaya, rugi dan bunga sekadar mengenai kerugian yang dideritanya oleh si berpiutang dan keuntungan yang terhilang baginya, hanyalah terdiri atas apa yang merupakan akibat langsung dari tak dipenuhinya perikatan. 1249. Jika dalam suatu perikatan ditentukannya, bahwa si yang lalai memenuhinya, sebagai ganti rugi harus membayar suatu jumlah uang tertentu, maka kepada pihak yang lain tak boleh diberikan suatu jumlah yang lebih maupun yang kurang dari pada jumlah itu. 1250. Dalam tiap-tiap perikatan yang semata-mata berhubungan dengan pembayaran sejumlah uang, penggantian biaya, rugi dan bunga sekadar disebabkan terlambatnya pelaksanaan, hanya terdiri atas bunga yang ditentukan oleh undangundang, dengan tidak mengurangi peraturan-peraturan undang-undang khusus. Penggantian biaya, rugi dan bunga tersebut wajib dibayar, dengan tidak usah dibuktikannya sesuatu kerugian oleh si berpiutang. Penggantian biaya, rugi dan bunga itu hanya harus dibayar terhitung mulai dari ia diminta di muka Pengadilan, kecuali dalam hal-hal dimana undang-undang menetapkan bahwa ia berlaku demi hukum. 1251. Bunga dari uang pokok yang dapat ditagih dapat pula menghasilkan

baik secara menangguhkan perikatan hingga terjadinya peristiwa semacam itu. maupun karena suatu persetujuan khusus. BAGIAN KE LIMA Tentang perikatan-perikatan bersyarat 1253. Peraturan yang sama berlaku terhadap pengembalian penghasilanpenghasilan dan bunga yang dibayar oleh seorang pihak ke tiga kepada si berpiutang. perikatan adalah sah.bunga. 1257. sesuatu yang bertentangan dengan kesusilaan baik. sepertinya uang gadai dan uang sewa. atau sesuatu yang dilarang oleh undang-undang. 1255. Suatu perikatan adalah bersyarat manakala ia digantungkan pada suatu peristiwa yang masih akan datang dan yang masih belum tentu akan terjadi. tidak membuat perikatan yang digantungkan padanya. asal saja permintaan atau persetujuan tersebut mengenai bunga yang harus dibayar untuk satu tahun. tak berdaya. Meskipun demikian. padahal perbuatan itu sudah terjadi. Tetapi. maupun secara membatalkan perikatan menurut terjadi atau tidak terjadinya peristiwa tersebut. jika perikatan bergantung pada suatu perbuatan yang pelaksanaannya berada didalam kekuasaan orang tersebut. dan berakibat bahwa perjanjian yang digantungkan padanya. Semua syarat yang bertujuan melakukan sesuatu yang tak mungkin terlaksana. baik karena suatu permintaan di muka Pengadilan. 1256. Syarat yang bertujuan tidak melakukan sesuatu yang tak mungkin terlaksana. 1252. Semua syarat harus terpenuhi secara yang mungkin dikehendaki dan dimaksudkan oleh kedua belah pihak. bunga abadi atau bunga selama hidupnya seorang. 1254. penghasilan-penghasilan yang dapat ditagih. Jika suatu perikatan bergantung pada syarat bahwa suatu peristiwa . jika pelaksanaannya semata-mata bergantung pada kemauan orang yang terikat. adalah batal. tak berdaya. untuk pembebasan si berutang. 1258. menghasilkan bunga mulai hari dilakukannya penuntutan atau dibuatnya perjanjian. Semua perikatan adalah batal.

sekali musnah diluar kesalahan si berutang. atau yang bergantung pada suatu hal yang sudah terjadi tetapi tidak diketahui oleh kedua belah pihak. Begitu juga syarat telah terpenuhi. jika si berutang yang terikat olehnya. maka syarat tersebut dianggap tidak ada. telah ada kepastian bahwa peristiwa tidak akan terjadi. dalam hal yang ke dua perikatan mulai berlaku sejak hari ia dilahirkan. Jika waktu tidak ditentukan. maka barang yang menjadi pokok perikatan tetap menjadi tanggungannya si berutang. maka hak-haknya karena itu berpindah kepada ahli waris-ahli warisnya. Jika suatu perikatan bergantung pada suatu syarat bahwa sesuatu peristiwa didalam suatu waktu tertentu tidak akan terjadi. Suatu perikatan dengan suatu syarat tangguh adalah suatu perikatan yang bergantung pada suatu peristiwa yang masih akan datang dan yang masih belum tentu akan terjadi. Si berpiutang dapat. syarat itu tidak terpenuhi sebelum ada kepastian bahwa peristiwa tersebut tidak akan terjadi. jika sebelum waktu tersebut lampau. maka syarat tersebut setiap waktu dapat terpenuhi. Apabila syarat telah terpenuhi. 1264. maka syarat tersebut telah terpenuhi apabila waktu tersebut lampau dengan tidak terjadinya peristiwa. Jika barang tersebut sama. yang hanya berwajib menyerahkan barang itu apabila syarat terpenuhi. Dalam hal yang pertama perikatan tidak dapat dilaksanakan sebelum peristiwa telah terjadi. sebelum terpenuhinya syarat. Jika perikatan bergantung pada suatu syarat tangguh. tetapi jika tidak ditetapkan suatu waktu.akan terjadi didalam suatu waktu tertentu. dan syarat itu tidak dianggap tidak ada sebelum ada kepastian bahwa peristiwa tidak akan terjadi. 1261. Jika si berpiutang meninggal sebelum terpenuhinya syarat. maka syarat itu bertaku surut hingga saat lahimya perikatan. telah menghalang-halangi terpenuhinya syarat itu. melakukan segala usaha yang perlu untuk menjaga jangan sampai haknya hilang. 1263. 1259. 1262. Syarat dianggap telah terpenuhi. maka . apabila waktu tersebut telah lampau dengan tidak terjadinya peristiwa tersebut. 1260.

atas permintaan si tergugat. Jika barangnya merosot harganya karena kesalahan si berutang. meskipun syarat batal mengenai tidak dipenuhinya kewajiban dinyatakan didalam perjanjian. maka si berpiutang dapat memilih apakah ia akan memutuskan perikatan ataukah menuntut penyerahan barangnya didalam keadaan dimana barang itu berada dengan tiada pengurangan harga yang telah dijanjikan. 1267. apabila peristiwa yang dimaksudkan terjadi. BAGIAN KE ENAM . jika hal itu masih dapat dilakukan. ataukah ia akan menuntut pembatalan perjanjian.baik pada pihak yang satu maupun pada pihak yang lainnya tiada lagi suatu perikatan. dan membawa segala sesuatu kembali. Syarat ini tidak menangguhkan pemenuhan perikatan. dengan penggantian kerugian. disertai penggantian biaya kerugian dan bunga. Permintaan ini juga harus dilakukan. menghentikan perikatan. menurut keadaan. Hakim adalah leluasa untuk. Jika barangnya merosot harganya diluar kesalahan si berutang. jangka waktu mana namun itu tidak boleh lebih dari satu bulan. maka si berpiutang berhak memutuskan perikatan atau menuntut penyerahan barangnya didalam keadaan dimana barang itu berada. hanyalah ia mewajibkan si berpiutang mengembalikan apa yang telah diterimanya. Jika syarat batal tidak dinyatakan dalam persetujuan. 1265. pada keadaan semula. Pihak terhadap siapa perikatan tidak dipenuhi. seolah-olah tidak pemah ada suatu perikatan. manakala salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya. memberikan suatu jangka waktu untuk masih juga memenuhi kewajibannya. Syarat batal dianggap selalu dicantumkan dalam persetujuanpersetujuan yang bertimbal balik. Dalam hal yang demikian persetujuan tidak batal demi hukum. akan memaksa pihak yang lain untuk memenuhi perjanjian. 1266. tetapi pembatalan harus dimintakan kepada Hakim. dapat memilih apakah ia. Suatu syarat batal adalah syarat yang apabila dipenuhi.

jika hak ini tidak secara tegas diberikan kepada si berpiutang. tak dapat diminta kembali. tetapi apa yang telah dibayar sebelum waktu itu datang. 1275. atau dari keadaan. 1271. Dalam perikatan-perikatan mana suka si berutang dibebaskan jika ia menyerahkan salah satu dari dua barang yang disebutkan dalam perikatan. Suatu perikatan mana suka adalah murni dan bersahaja. BAGIAN KE TUJUH Tentang perikatan-perikatan mana suka atau perikatan yang boleh dipilih oleh salah satu pihak 1272. 1270. meskipun ia dibuat secara boleh pilih atau mana suka. kecuali jika dari sifat perikatan sendiri. atau bahkan karena kesalahan si berutang tidak lagi dapat diserahkan. 1273. 1276. 1269. Suatu ketetapan waktu tidak menangguhkan perikatan. Suatu perikatan adalah murni dan bersahaja. ternyata bahwa ketetapan waktu itu telah dibuat untuk kepentingan si berpiutang. atau jika karena kesalahannya jaminan yang diberikannya bagi si berpiutang telah merosot. Jika kedua-duanya barang telah hilang. ia harus membayar harga barangnya yang hilang paling akhir. Si berutang tak lagi dapat menarik manfaat dari suatu ketetapan waktu. jika ia telah dinyatakan pailit. Hak memilih adalah pada si berutang. jika salah satu dari barang-barang yang dijanjikan hilang. Apa yang harus dibayar pada suatu waktu yang ditentukan tidak dapat ditagih sebelum waktu itu datang. tetapi ia tidak dapat memaksa si berpiutang untuk menerima sebagian dari barang yang satu dan sebagian dari barang yang lainnya. dan si berutang bersalah tentang hilangnya salah satu. Suatu ketetapan waktu selalu dianggap dibuat untuk kepentingan si berutang. melainkan hanya menangguhkan pelaksanaannya. harga barang itu tidak dapat ditawarkan sebagai gantinya.Tentang perikatan-perikatan dengan ketetapan waktu 1268. jika salah satu dari kedua barang yang dijanjikan tidak dapat menjadi pokok perikatan. Jika dalam hal-hal yang disebutkan dalam pasal yang lalu diserahkan . 1274.

1279. . maka si berpiutang dapat menuntut penyerahan barang yang masih ada atau harga barang yang telah hilang. sedemikan bahwa salah satu dapat dituntut untuk seluruhnya. Meskipun demikian pembebasan yang diberikan oleh salah satu orang berpiutang dalam suatu perikatan tanggung-menanggung. 1277. si berpiutang harus mendapat barang yang masih ada: jika hilangnya salah satu barang tadi terjadi karena salahnya si berutang. menutut pembayaran harga salah satunya menurut pilihannya. maupun jika perikatan bertujuan melakukan suatu perbuatan. manakala mereka kesemuanya diwajibkan melakukan suatu hal yang sama. Asas-asas yang sama berlaku. Jika kedua-duanya barang musnah. baik jika ada bayaran harga salah satunya menurut pilihahnya lebih dari dua barang termaktub didalam perikatan.kepada si berpiutang untuk memilih. maka jika itu terjadi diluar salahnya si berutang. Adalah terserah kepada si berutang untuk memilih apakah ia akan membayar utang kepada yang satu atau kepada yang lainnya di antara orang-orang yang berpiutang. apabila hilangnya kedua barang itu. jika didalam perjanjian secara tegas kepada masing-masing diberikan hak untuk menuntut pemenuhan seluruh utang sedang pembayaran yang dilakukan kepada salah satu membebaskan orang yang berutang meskipun perikatan menurut sifatnya dapat dipecah dan dibagi di antara beberapa orang berpiutang tadi. dapat. maka si berpiutang. BAGIAN KE DELAPAN Tentang perikatan-perikatan tanggung renteng atau perikatan-perikatan tanggung-menanggung 1278. Adalah terjadi suatu perikatan tanggung menanggung di pihaknya orang-orang yang berutang. Suatu perikatan tanggung-menanggung atau perikatan tanggung renteng terjadi antara beberapa orang berpiutang. tak dapat membebaskan si berutang untuk selebihnya dari bagian orang yang berpiutang tersebut. selama ia belum digugat oleh salah satu. bahkan apabila hilangnya salah satu saja terjadi karena salahnya si berutang. dan pemenuhan oleh salah satu membebaskan orang-orang berutang yang lainnya terhadap si berpiutang. 1280. dan hanya salah satu barang sajalah yang hilang.

Seorang yang turut berutang dalam suatu perikatan tanggung menanggung. yang dituntut oleh si berpiutang. Penuntutan-penuntutan yang ditujukan kepada salah satu orang yang berutang tidak menjadi halangan bagi si berpiutang untuk juga melaksanakan haknya terhadap orang-orang berutang yang lainnya. 1285. hanyalah mereka tidak diwajibkan membayar penggantian biaya. 1283. maka orang lainnya yang turut berutang tidak bebas dari kewajiban untuk membayar harga barang. begitu pula semua tangkisan yang mengenai diri semua orang lainnya yang turut . 1282. 1286. dan yang mengenai diri sendiri. 1287. Penuntutan pembayaran bunga yang dilakukan terhadap salah satu di antara orang-orang yang berutang tanggung menanggung. atau setelahnya orang-orang ini dinyatakan lalai. berakibat bahwa bunga itu juga berlaku terhadap semua orang berutang yang lainnya. 1284. Tiada perikatan dianggap tanggung-menanggung. Aturan ini hanya dikecualikan dalam hal-hal. sedangkan perikatan terhadap yang lainnya adalah suatu perikatan murni dan sederhana. meskipun salah satu orang yang berutang diwajibkan memenuhi hal yang sama dengan cara yang berlainan dengan teman-temannya sepenanggung misalnya satu adalah terikat dengan bersyarat. kerugian-kerugian dan bunga dari orang-orang berutang yang bersalah tentang musnahnya barang atau dari orang-orang yang lalai dalam pemenuhan perikatan. Suatu perikatan dapat bersifat tanggung menanggung. atau terhadap satu telah diadakan suatu ketetapan waktu sedangkan terhadap yang lain tidak. dimana suatu perikatan karena kekuatan suatu penetapan undang-undang dianggap tanggung menanggung. melainkan jika hal itu dinyatakan secara tegas. Jika barang yang harus diberikan musnah karena salah satunya atau beberapa orang yang berutang tanggung menanggung. dapat memakai semua tangkisan yang dapat disimpulkan dari sifatnya perikatan. Si berpiutang dalam suatu perikatan tanggung menanggung dapat menagih piutangnya dari salah satu orang berutang yang dipilihnya dengan tidak ada kemungkinan bagi orang ini untuk meminta supaya utangnya dipecah.1281. Si berpiutang hanya dapat menuntut pembayaran penggantian biaya. rugi dan bunga.

tidak melepaskan haknya yang berdasarkan tanggungmenanggung melainkan hanya terhadap orang yang berutang tadi. Seorang berpiutang yang menerima bagian salah satu orang yang turut berutang dalam pembayaran bunga tunggakan dari suatu utang. maka percampuran utang ini tidak berakibat hapusnya perikatan tanggung menanggung selain hanya untuk bagian si berutang atau si berpiutang yang bersangkutan saja. Seorang berpiutang tidak dianggap membebaskan si berutang dari perikatannya tanggung-menanggung. Jika salah satu orang yang berutang menjadi ahli waris satu-satunya dari si berpiutang. Seorang berpiutang yang menerima bagiannya salah satu orang yang berutang tersendiri. bahwa ia mempertahankan haknya yang berdasarkan utang tanggung-menanggung atau hak-hak seumumnya. jika. atau jika si berpiutang menjadi ahli waris satu-satunya dari salah satu orang yang berutang.berutang bersama-sama. tetap memiliki piutangnya yang berdasarkan perikatan tanggung-menanggung terhadap orang-orang berutang yang lainnya. 1291. 1288. Ia tidak dapat memakai tangkisan-tangkisan yang hanya mengenai diri beberapa orang lainnya saja yang turut berutang. selama orang ini belum memenuhi gugatan tersebut. dengan tidak menyatakan pada waktu pembayaran dilakukan. Hal yang sama berlaku terhadap gugatan yang ditujukan kepada salah satu orang yang turut berutang. tetapi dengan dikurangi bagian si berutang yang telah dibebaskan dari perikatan tanggung-menanggungnya. Si berpiutang yang telah menyetujui pembagian piutangnya terhadap salah satu orang yang berutang. jika surat tanda penerimaan tidak secara tegas menyatakan bahwa apa yang diterima itu ialah untuk bagian orang tersebut. kehilangan haknya yang berdasarkan perikatan tanggung-menanggung hanya terhadap bunga yang sudah dapat ditagih. 1289. atau selama perkara belum diputus oleh Hakim. ia menerima suatu jumlah sebesar bagian si berutang ini. 1290. maupun terhadap pokok utang kecuali apabila . dan tidak terhadap bunga yang belum datang waktunya ditagih. tersendiri dan dengan tidak menyatakan kehendaknya untuk mempertahankan hak-haknya.

harus dipikul bersama-sama oleh orang-orang berutang yang lainnya dan si berutang yang telah melunasi utangnya. BAGIAN KE SEMBILAN Tentang perikatan-perikatan yang dapat dibagi bagi den perikatan-perikatan yang tak dapat dibagi-bagi 1296. orang-orang mana di antara mereka sendiri tidak terikat untuk lebih daripada bagian masing-masing. 1294. dan satu atau beberapa orang berutang yang lainnya jatuh dalam keadaan tak mampu. maka kerugian yang disebabkan ketidakmampuannya itu. maka bagian orang-orang yang tak mampu itu harus dipikul bersama-sama oleh orang-orang berutang yang lainnya menurut imbangan bagian mereka masing-masing. 1295. yang telah melunasi seluruh utangnya. hanya mengenai salah satu di antara mereka. atau suatu perbuatan yang pelaksanaannya dapat dibagi-bagi atau tak dapat dibagi-bagi. Suatu perikatan. 1293. dengan sendirinya dapat dibagi-bagi di antara orang-orang yang berutang.pembayaran tersendiri itu telah berlangsung selama sepuluh tahun berturut-turut. Jika hal untuk mana berbagai orang telah mengikatkan dirinya secara tanggung-menanggung. Jika salah satu di antara mercka tidak mampu untuk membayar. maka benar mereka itu masing-masing terikat untuk seluruhnya kepada si berpiutang tetapi di antara mereka sendiri mereka dianggap sebagai orang-orang penanggung utang bagi orang yang harus menyelenggarakan hal tersebut tadi. dan mereka harus diberikan ganti-rugi oleh orang itu sebagaimana berlaku bagi orang-orang penanggung utang. Jika si berpiutang telah membebaskan salah satu orang yang berutang dari perikatan tanggung-menanggungnya. Suatu perikatan dapat dibagi-bagi atau tak dapat dibagi-bagi sekadar perikatan tersebut mengenai suatu barang yang penyerahannya. baik . menurut imbangan bagian masing-masing. terhitung juga mereka yang sebelum itu telah dibebaskan dari perikatan tanggung-menanggungnya. 1292. tidak dapat menuntut kembali dari orang-orang berutang yang lainnya lebih daripada jumlah bagian mereka masing-masing. meskipun orang-orangnya yang berutang menghadapi si berpiutang secara tanggung-menanggung. Seorang yang turut berutang dalam suatu perikatan tanggungmenanggung.

Asas yang ditetapkan dalam pasal yang lain. pembayaran mana dapat dilaksanakan atas barang yang harus diserahkan itu atau atas barang yang dijadikan tanggungan hipotik tersebut. 2. Bahwasannya suatu perikatan adalah suatu perikatan tanggungmenanggung belum berarti bahwa perikatan itu suatu perikatan yang tak dapat dibagi-bagi. maupun secara perhitungan.secara nyata-nyata. atau karena maksud yang dikandung tentang perjanjian tersebut. sedang salah satu di antara barang-barang ini tidak dapat dibagi-bagi. 1298. jika. baik karena sifat perikatan. manakala utang itu terdiri atas suatu barang tertentu . 1299. 3. 4. maupun sifat barang yang menjadi pokok perikatan. jika barang atau perbuatan tadi menurut maksud perikatan tidak boleh diserahkan atau dilaksanakan sebagian demi sebagian. jika. meskipun barang atau perbuatan yang dimaksudkan karena sifatnya dapat dibagi-bagi. Suatu perikatan adalah tak dapat dibagi-bagi. dikecualikan terhadap ahli waris-ahli warisnya si berutang : 1. 1297. yang tidak dapat menagih piutangnya atau tidak berwajib membayar utangnya selain untuk bagian masing-masing sebagai ahli waris atau orang-orang yang mewakili si berpiutang maupun si berutang. dapat dituntut untuk membayar seluruh utangnya. 1300. Suatu perikatan yang dapat dibagi-bagi harus dilaksanakan antara si berutang dan si berpiutang seolah-olah perikatan itu tak dapat dibagi-bagi. 5. dalam hal utang itu suatu utang hipotik. dengan tidak mengurangi haknya untuk menuntut penggantian . menurut perjanjiannya salah satu ahli waris sajalah yang diwajibkan melaksanakan perikatannya. Dalam ketiga hal yang pertama si ahli waris yang memegang barang yang harus diserahkan atau barang yang dijadikan tanggungan hipotik. terhadap suatu utang dimana si berpiutang boleh memilih antara berbagai barang. hal dapatnya dibagi-bagi hanyalah berlaku terhadap ahli waris-ahli waris kedua belah pihak. ternyata dengan jelas bahwa maksud kedua belah pihak ialah bahwa utangnya tidak akan dapat diangsur.

Jika hanya salah satu ahli waris memberikan pembebasan utangnya. kecuali jika ia memperhitungkan bagian ahli waris yang telah memberikan pembebasan utang atau yang te!ah menerima harga barangnya. Tiada seorang pun dari mereka dibolehkan memberikan pembebasan seluruh utang. 1301. adalah bertanggungjawab untuk seluruhnya. 1305. Hal yang sama berlaku juga bagi ahli waris-ahli waris seorang yang diwajibkan memenuhi suatu perikatan seperti itu. maupun menerima harganya sebagai ganti barangnya. atau menerima harga barangnya. Daripada menuntut hukuman terhadap si berutang yang tidak memenuhi janjinya. BAGIAN KE SEPULUH Tentang perikatan-perikatan dengan ancaman hukuman 1304. manakala perikatan itu tidak dipenuhi. 1306. Tiap ahli waris dari si berpiutang dapat menuntut pelaksanaan suatu perikatan yang tak dapat dibagi-bagi untuk seluruhnya. 1302. meskipun perikatannya tidak dibuat secara tanggung-menanggung.kepada ahli waris-ahli waris yang lainnya. si berpiutang boleh juga menuntut dipenuhinya perikatan pokok. Ancaman hukuman adalah suatu ketentuan sedemikian rupa dengan mana seorang untuk jaminan pelaksanaan suatu perikatan diwajibkan melakukan sesuatu. Batalnya ancaman hukuman sama sekali tidak berakibat batalnya perikatan pokok. maka ahli waris-ahli waris lainnya tak dibolehkan menuntut barang yang tak dapat dibagi-bagi itu. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk meminta penggantian kepada ahli waris-ahli waris yang lainnya. Dalam hal yang ke empat si ahli waris yang sendiri diwajibkan melunasi utang dan dalam hal yang ke lima juga setiap ahli waris dapat dituntut untuk membayar seluruh utang. . Batalnya perikatan pokok mengakibatkan batalnya ancaman hukuman. Tiap orang dari mereka yang bersama-sama memikul suatu utang yang tak dapat dibagi-bagi. 1303.

manakala penetapan hukuman ditambahkan dengan maksud supaya pemenuhan perikatan tidak akan terjadi sebagian. Aturan ini dikecualikan. hukuman tidak dikenakan. maupun dari masing-masing ahli waris untuk bagiannya. baik untuk seluruhnya dari siapa yang melakukan pelanggaran. 1311. maka dengan terjadinya pelanggaran oleh satu orang ahli waris dari si berutang. dan hanya dapat dituntut dari ahli waris-ahli waris lainnya untuk bagian . Baik perikatan pokok itu memuat maupun tidak memuat suatu ketetapan waktu dalam mana perikatan harus dilaksanakan. dengan penetapan hukuman itu mengenai suatu barang yang dapat dibagi-bagi. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk menuntutnya kembali dari siapa yang menyebabkan harus dibayarnya hukuman.1307. yang diderita oleh si berpiutang karena tidak dipenuhinya perikatan pokok. mengenai suatu barang yang tak dapat dibagi-bagi. semua itu dengan tidak mengurangi hak-hak orang-orang yang berpiutang hipotik. dan salah satu ahli waris telah menghalang-halangi pemenuhan perikatan untuk seluruhnya. maka hukuman hanya harus dibayar oleh siapa di antara ahli waris-ahli waris si berutang yang berbuat berlawanan dengan perikatan. 1308. Jika perikatan pokok. kecuali apabila orang yang terikat untuk memberikan atau menerima sesuatu maupun berbuat sesuatu lalai dalam hal itu. terkecuali apabila hukuman ini ditetapkan semata-mata untuk terlambatnya pemenuhan saja. dan hukuman ini dapat dituntut. dan hanya untuk suatu jumlah yang mengenai bagiannya dalam perikatan pokok. dengan penetapan hukuman. jika perikatan pokok untuk sebagian telah dipenuhi. dalam hal semacam ini hukuman dapat dituntut dari orang yang belakangan ini untuk seluruhnya. dengan tidak dapat diadakan tuntutan terhadap mereka yang telah memenuhi perikatan. hukuman sudah wajib dibayar. Jika perikatan pokok. Ia tak dapat bersama-sama menuntut dipenuhinya perikatan pokok dan menuntut hukumannya. Hukuman dapat diubah oleh Hakim. 1310. Penetapan hukuman adalah dimaksudkan sebagai ganti penggantian kerugian. 1309.

dengan tidak mengurangi tuntutan pembayaran ganti rugi terhadap siapa yang telah menanggung pihak ke tiga itu atau yang telah berjanji. Jika suatu perikatan pokok yang dapat dibagi-bagi. maka hukuman itu terhadap ahli waris-ahli waris orang yang berutang. 1317. . 1315. apabila suatu penetapan janji. dari ahli waris yang bersalah tadi. dengan tidak mengurangi hak mereka menuntut pengembalian jumlah yang mereka bayarkan. Suatu perjanjian dengan cuma-cuma adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan suatu keuntungan kepada pihak yang lain. tanpa menerima suatu manfaat bagi dirinya sendiri. dengan suatu penetapan hukuman yang tak dapat dibagi-bagi. BAB KE DUA Tentang perikatan-perikatan yang dilahirkan dari kontrak atau perjanjian BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1313. dengan menjanjikan bahwa orang ini akan berbuat sesuatu. hanya dipenuhi sebagian. 1314. Meskipun demikian adalah diperbolehkan untuk menanggung atau menjamin seorang pihak ke tiga. memuat suatu janji yang seperti itu. untuk menyuruh pihak ke tiga tersebut menguatkan sesuatu. Pada umumnya tak seorang dapat mengikatkan diri atas nama sendiri atau meminta ditetapkannya suatu janji dari pada untuk dirinya sendiri. adalah suatu perjanjian yang mewajibkan masing-masing pihak memberikan sesuatu. 1316. jika pihak ini menolak memenuhi perikatannya. 1312. diganti dengan suatu pembayaran ganti rugi. Suatu perjanjian atas beban. berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu. Lagi pun diperbolehkan juga untuk meminta ditetapkannya suatu janji guna kepentingan seorang pihak ke tiga. Suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih. Suatu perjanjian dibuat dengan cuma-cuma atau atas beban. atau suatu pemberian yang dilakukannya kepada seorang lain. yang dibuat oleh seorang untuk dirinya sendiri.mereka masing-masing.

bahwa tidak sedemikianlah maksudnya. merupakan alasan untuk batalnya perjanjian. Tiada sepakat yang sah apabila sepakat itu diberikan karena kekhilafan. suatu sebab yang halal. kecuali jika perjanjian itu telah dibuat terutama karena mengingat dirinya orang tersebut. maka dianggap bahwa itu adalah untuk ahli waris-ahli warisnya dan orang-orang yang memperoleh hak daripadanya. baik yang mempunyai suatu nama khusus. Untuk sahnya suatu perianjian diperlukan empat syarat: 1. kecuali jika dengan tegas ditetapkan atau dapat disimpulkan dari sifat perjanjian. 1324. 1322. BAGIAN KE DUA Tentang syarat-syarat yang diperlukan untuk sahnya suatu perjanjian 1320. Kekhilafan tidak mengakibatkan batalnya suatu perjanjian selain apabila kekhilafan itu terjadi mengenai hakikat barang yang menjadi pokok perjanjian. Semua perjanjian. yang termuat didalam bab ini dan bab yang lalu.Siapa yang telah memperjanjikan sesuatu seperti itu. jika kekhilafan itu hanya terjadi mengenai dirinya orang dengan siapa seorang bermaksud membuat suatu perjanjian. untuk kepentingan siapa perjianjian tersebut tidak telah dibuat. sepakat mereka yang mengikatkan dirinya. 1319. Paksaan telah terjadi. suatu hal tertentu. tunduk pada peraturan-peraturan umum. 4. 1323. 3. apabila pihak ketiga tersebut telah menyatakan hendak mempergunakannya. 1321. Paksaan yang dilakukan terhadap orang yang membuat suatu perjanjian. 1318. Jika seorang minta diperjanjikan sesuatu hal. atau diperolehnya dengan paksaan atau penipuan. 2. maupun yang tidak terkenal dengan suatu nama tertentu. juga apabila paksaan itu dilakukan oleh seorang pihak ke tiga. tidak boleh menariknya kembali. Kekhilafan itu tidak menjadi sebab kebatalan. apabila perbuatan itu sedemikian rupa hingga . kecakapan untuk membuat suatu perikatan.

tetapi harus dibuktikan. dan pada umumnya semua orang kepada siapa undang-undang telah melarang membuat perjanjian-perjanjian tertentu. mereka yang ditaruh di bawah pengampuan. Penipuan merupakan suatu alasan untuk pembatalan perjanjian. Pembatalan sesuatu perjanjian berdasarkan paksaan tak lagi dapat dituntutnya. dan apabila perbuatan itu dapat menimbulkan ketakutan pada orang tersebut bahwa dirinya atau kekayaannya terancam dengan suatu kerugian yang terang dan nyata. 1326. Setiap orang adalah cakap. Penipuan tidak dipersangkakan. Dalam mempertimbangkan hal itu. 1328. untuk membuat perikatan-perikatan. dalam hal-hal yang ditetapkan oleh undangundang. perjanjian tersebut dikuatkan. 1325. kelamin dan kedudukan orang-orang yang bersangkutan. 3. 1331. 1329. 2. Paksaan mengakibatkan batalnya suatu perjanjian tidak saja apabila dilakukan terhadap salah satu pihak yang membuat perjanjian. orang-orang yang belum dewasa. ibu atau sanak keluarga lain dalam garis ke atas tanpa disertai kekerasan. tidaklah cukup untuk pembatalan perjanjian. tetapi juga apabila paksaan itu dilakukan terhadap suami atau istri atau sanak keluarga dalam garis ke atas mau pun ke bawah. Tak cakap untuk membuat suatu perjanjian adalah : 1. apabila tipu-muslihat. Karena itu orang-orang yang didalam pasal yang lalu dinyatakan tak . 1330. orang-orang perempuan. apabila setelah paksaan berhenti. Ketakutan saja karena hormat terhadap ayah. baik secara dinyatakan dengan tegas. harus diperhatikan usia. maupun secara diam-diam atau apabila seorang melampaukan waktu yang ditentukan oleh undang-undang untuk dipulihkan seluruhnya. jika ia oleh undang-undang tidak dinyatakan tak cakap. 1327. adalah sedemikian rupa hingga terang dan nyata bahwa pihak yang lain tidak telah membuat perikatan itu jika tidak dilakukan tipu-muslihat tersebut. yang dipakai oleh salah satu pihak.dapat menakutkan seorang yang berpikiran sehat.

cakap, boleh menuntut pembatalan perikatan-perikatan yang mereka telah perbuat, dalam hal-hal dimana kekuasaan itu tidak dikecualikan oleh undang-undang. Orang-orang yang cakap untuk mengikatkan diri tak sekali-kali diperkenankan mengemukakan ketidakcakapan orang-orang yang belum dewasa, orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan dan perempuan-perempuan yang bersuami dengan siapa mereka telah membuat suatu perjanjian. 1332. Hanya barang-barang yang dapat diperdagangkan sajalah dapat menjadi pokok suatu perjanjian. 1333. Suatu perjanjian harus mempunyai sebagai pokok suatu barang yang paling sedikit ditentukan jenisnya. Tidaklah menjadi halangan bahwa jumlah barang tidak tentu, asal saja jumlah itu terkemudian dapat ditentukan atau dihitung. 1334. Barang-barang yang baru akan ada dikemudian hari dapat menjadi pokok suatu perjanjian. Tetapi tidaklah diperkenankan untuk melepaskan suatu warisan yang belum terbuka, atau pun untuk meminta diperjanjikan sesuatu hal mengenai warisan itu, sekali pun dengan sepakatnya orang yang nantinya akan meninggalkan warisan yang menjadi pokok perjanjian itu; dengan tidak mengurangi ketentuan-ketentuan pasal 169, 176 dan 178. 1335. Suatu perjanjian tanpa sebab, atau yang telah dibuat karena sesuatu sebab yang palsu atau terlarang, tidak mempunyai kekuatan. 1336. Jika tidak dinyatakan sesuatu sebab, tetapi ada suatu sebab yang halal, ataupun jika ada suatu sebab lain, daripada yang dinyatakan, perjanjiannya namun demikian adalah sah. 1337. Suatu sebab adalah terlarang, apabila dilarang oleh undang-undang, atau apabila berlawanan dengan kesusilaan baik atau ketertiban umum. BAGIAN KE TIGA Tentang akibat suatu perjanjian 1338. Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Suatu perjanjian tidak dapat ditarik kembali selain dengan sepakat kedua

belah pihak, atau karena alasan-alasan yang oleh undang-undang dinyatakan cukup untuk itu. Suatu perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik. 1339. Suatu perjanjian tidak hanya mengikat untuk hal-hal yang dengan tegas dinyatakan didalamnya, tetapi juga untuk segala sesuatu yang menurut sifat perjanjian, diharuskan oleh kepatutan, kebiasaan atau undang-undang. 1340. Suatu perjanjian hanya berlaku antara pihak-pihak yang membuatnya. Suatu perjanjian tidak dapat membawa rugi kepada pihak-pihak ke tiga; tak dapat pihak-pihak ke tiga mendapat manfaat karenanya, selain dalam hal yang diatur dalam pasal 1317. 1341. Meskipun demikian, tiap orang berpiutang boleh mengajukan batalnya segala perbuatan yang tidak diwajibkan yang dilakukan oleh si berutang dengan nama apapun juga, yang merugikan orang-orang berpiutang, asal dibuktikan, bahwa ketika perbuatan dilakukan, baik si berutang maupun orang dengan atau untuk siapa si berutang itu berbuat, mengetahui bahwa perbuatan itu membawa akibat yang merugikan orang-orang berpiutang. Hak-hak yang diperolehnya dengan itikad baik oleh orang-orang pihak ke tiga atas barang-barang yang menjadi pokok perbuatan yang batal itu, dilindungi. Untuk mengajukan hal batalnya perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan cuma-cuma oleh si berutang, cukuplah si berpiutang membuktikan bahwa si berutang pada waktu melakukan perbuatan itu tahu, bahwa ia dengan berbuat demikian merugikan orang-orang yang mengutangkan padanya, tak peduli apakah orang yang menerima keuntungan juga mengetahuinya atau tidak. BAGIAN KE EMPAT Tentang penafsiran suatu perjanjian 1342. Jika kata-kata suatu perjanjian jelas, tidaklah diperkenankan untuk menyimpang daripadanya dengan jalan penafsiran. 1343. Jika kata-kata suatu perjanjian dapat diberikan berbagai macam penafsiran, harus dipilihnya menyelidiki maksud kedua belah pihak yang membuat perjanjian itu, daripada memegang teguh arti kata-kata menurut huruf 1344. Jika suatu janji dapat diberikan dua macam pengertian, maka harus

dipilihnya pengertian yang sedemikian yang memungkinkan janji itu dilaksanakan, daripada memberikan pengertian yang tidak memungkinkan suatu pelaksanaan. 1345. Jika kata-kata dapat diberikan dua macam pengertian, maka harus dipilih pengertian yang paling selaras dengan sifat perjanjian. 1346. Apa yang meragu-ragukan harus ditafsirkan menurut apa yang menjadi kebiasaan dalam negeri atau di tempat, dimana perjanjian telah dibuat. 1347. Hal-hal yang, menurut kebiasaan selamanya diperjanjikan, dianggap secara diam-diam dimasukkan dalam perjanjian, meskipun tidak dengan tegas dinyatakan. 1348. Semua janji yang dibuat dalam suatu perjanjian, harus diartikan dalam hubungan satu sama lain; tiap janji harus ditafsirkan dalam rangka perjanjian seluruhnya. 1349. Jika ada keragu-raguan, maka suatu perjanjian harus ditafsirkan atas kerugian orang yang telah meminta diperjanjikannya sesuatu hal, dan untuk keuntungan orang yang telah mengikatkan dirinya untuk itu. 1350. Meskipun bagaimana luasnya kata-kata dalam mana suatu perjanjian disusun, namun perjanjian itu hanya meliputi hal-hal yang nyata-nyata dimaksudkan oleh kedua belah pihak sewaktu membuat perjanjian. 1351. Jika seorang dalam suatu perjanjian menyatakan suatu hal untuk menjelaskan perikatan, tak dapatlah ia dianggap bahwa dengan demikian hendak mengurangi maupun membatasi kekuatan perjanjian menurut hukum dalam hal-hal yang tidak dinyatakan. BAB KE TIGA Tentang perikatan-perikatan yang dilahirkan demi undang-undang 1352. Perikatan-perikatan yang dilahirkan demi undang-undang, timbul dari undang-undang saja, atau dari undang-undang sebagai akibat perbuatan orang. 1353. Perikatan-perikatan yang dilahirkan dari undang-undang sebagai akibat perbuatan orang, terbit dari perbuatan halal atau dari perbuatan melanggar hukum. 1354. Jika seorang dengan sukarela, dengan tidak mendapat perintah untuk itu, mewakili urusan orang lain dengan atau tanpa pengetahuan orang ini, maka ia

Pihak yang telah mewakili urusan orang lain dengan tiada mendapat perintah. Ia memikul segala kewajiban yang harus dipikulnya. 1357. kerugian dan bunga. tidak berhak atas sesuatu upah. Meskipun demikian. 1360. diwajibkan mengembalikan barang yang tak harus dibayarkan itu kepada orang dari siapa ia telah menerimanya. Pihak yang kepentingan-kepentingannya diwakili oleh seorang lain dengan baik. telah menerima sesuatu yang tak harus dibayarkan padanya. memenuhi kewajiban-kewajiban seorang bapak rumah yang baik. tak dapat dilakukan penuntutan kembali. 1356. maka ia adalah berhak menuntut kembali dari si berpiutang apa yang telah dibayarkannya. memberikan ganti-rugi kepada si wakil itu tentang segala perikatan yang secara perseorangan dibuatnya. diwajibkan memenuhi perikatan-perikatan yang diperbuat oleh si wakil itu atas namanya. Tiap-tiap pembayaran memperkirakan adanya suatu utang. 1355. 1359. hak ini hilang jika si berpiutang sebagai akibat . apa yang telah dibayarkan dengan tidak diwajibkan. meskipun orang yang kepentingannya diurusnya. Ia diwajibkan dalam hal melakukan pengurusan tersebut. yang disebabkan kesalahan atau kelalaian orang yang mewakili pengurusan. membayar suatu utang. 1358. Hakim adalah berkuasa meringankan penggantian biaya. Ia diwajibkan meneruskan pengurusannya. Terhadap perikatan-perikatan bebas. Jika seorang yang secara khilaf mengira bahwa ia berutang. 1361. hingga ahli waris-ahli waris orang itu dapat mengoper pengurusan tersebut. dan mengganti segala pengeluaran yang berfaedah atau perlu. seandainya ia kuasakan dengan suatu pemberian kuasa yang dinyatakan dengan tegas. meninggal sebelum urusan diselesaikan.secara diam-diam mengikat dirinya untuk meneruskan serta menyelesaikan urusan tersebut. Barangsiapa secara khilaf atau dengan mengetahuinya. yang secara sukarela telah dipenuhi. Meskipun demikian. dapat dituntut kernbali. hingga orang yang diwakili kepentingannya dapat mengerjakan sendiri urusan itu.

Tiap perbuatan melanggar hukum. 1365. dengan disertai penggantian biaya. rugi dan bunga. 1362. tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan perbuatan orang- . Setiap orang bertanggungjawab tidak saja untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya.pembayaran tersebut telah memusnahkan surat pengakuan berutangnya. dan yang demikian itu tidak mengurangi penggantian biaya. maka ia diwajibkan membayar hartanya. Jika ia dengan itikad baik telah memberikan barangnya dengan cuma-cuma kepada orang lain. seandainya ia berada pada orang kepada siapa ia seharusnya diberikan. dengan tidak mengurangi hak orang yang telah membayar itu untuk menuntutnya kembali dari orang yang sungguh-sungguh berutang. Siapa yang. diwajibkan. hingga pengeluaran-pengeluaran tersebut telah diganti. maka tak usahlah ia mengembalikan sesuatu apa. cukup memberikan kembali harganya. 1366. rugi dan bunga. tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan kelalaian atau kurang hati-hatinya. Orang yang menguasai barang itu berhak memegangnya dalam penguasaannya sekian lama. telah menerima sesuatu yang tidak harus dibayarkan kepadanya. Orang kepada siapa barangnya dikembalikan itu. 1367. mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu. 1364. yang telah dilakukan guna keselamatan barangnya. diwajibkan mengembalikannya dengan bunga dan hasil-hasil. jika barangnya telah menderita kemerosotan. meskipun ini terjadi diluar salahnya. Siapa yang telah menjual barang sesuatu. yang diterimanya dengan itikad baik sebagai pembayaran yang tak diwajibkan. mengganti segala pengeluaran yang perlu. yang membawa kerugian kepada seorang lain. terkecuali jika ia dapat membuktikan bahwa barang itu akan musnah juga. 1363. dengan itikad buruk. mengganti kerugian tersebut. bahkan juga kepada seorang yang dengan itikad buruk telah memiliki barangnya. Jika barangnya telah musnah. Seorang tidak saja bertanggungjawab untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri. terhitung dari hari pembayaran.

adalah. selama binatang itu dipakainya. Majikan-majikan dan mereka yang mengangkat orang-orang lain untuk mewakili urusan-urusan mereka. atau karena sesuatu cacat dalam pembangunan maupun tataannya. Pemilik sebuah gedung adalah bertanggungjawab tentang kerugian yang disebabkan ambruknya gedung itu untuk seluruhnya atau sebagian. Orang tua dan wali bertanggungjawab tentang kerugian yang disebabkan oleh anak-anak belum dewasa. Pemilik seekor binatang. selain . Penyebab luka atau cacatnya sesuatu anggota badan dengan sengaja atau karena kurang hati-hati memberikan hak kepada si korban untuk. yang harus dinilai menurut kedudukan dan kekayaan kedua belah pihak. maupun tersesat atau terlepas dari pengawasannya. 1371. yang tinggal pada mereka dan terhadap siapa mereka melakukan kekuasaan orang tua atau wali. jika ini terjadi karena kelalaian dalam pemeliharaannya.orang yang menjadi tanggungannya atau disebabkan oleh barang-barang yang berada di bawah pengawasannya. yang lazimnya mendapat nafkah dari pekerjaan si korban. adalah bertanggungjawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh pelayan-pelayan atau bawahan-bawahan mereka didalam melakukan pekerjan untuk mana orang-orang ini dipakainya. guru-guru sekolah dan kepala-kepala tukang itu membuktikan bahwa mereka tidak dapat mencegah perbuatan untuk mana mereka seharusnya bertanggungjawab itu. wali-wali. jika orang tua-orang tua. atau siapa yang memakainya. bertanggungjawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh binatang tersebut. baik binatang itu ada di bawah pengawasannya. Dalam halnya suatu pembunuhan dengan sengaja atau karena kurang hati-hatinya seorang. mempunyai hak menuntut suatu ganti-rugi. 1370. 1369. Tanggung jawab yang disebutkan di atas berakhir. maka suami atau istri yang ditinggalkan. serta menurut keadaan. 1368. anak atau orang tua si korban. Guru-guru sekolah dan kepala-kepala tukang bertangggung jawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh murid-murid dan tukang-tukang mereka selama waktu orang-orang ini berada di bawah pengawasan mereka.

berlakulah ketentuan-ketentuan dalam pasal 314 Kitab Undang-undang Hukum Pidana untuk penuntutan tentang memfitnah. si tergugat dapat mencegah pengabulan tuntutan yang disebutkan dalam pasal yang lalu. bahwa perbuatan yang telah dilakukan itu bersifat memfitnah.penggantian biaya-biaya penyembuhan. dan pada keadaan. Ketentuan paling akhir ini pada umumnya berlaku dalam hal menilaikan kerugian. Dengan tidak mengurangi kewajibannya untuk memberikan ganti-rugi. bahwa ia meminta maaf karenanya. orang tua dan kakek-nenek mereka setelah orang-orang ini meninggal. Jika diminta. kakek-nenek. Dalam menilai satu dan lain. penggantian kerugian ini dinilai menurut kedudukan dan kemampuan kedua belah pihak. maka. oleh si terhina. anak. 1375. 1374. bahwa perbuatan yang telah dilakukan adalah memfitnah atau menghina. Tuntutan perdata tentang hal penghinaan adalah bertujuan mendapat penggantian kerugian serta pemulihan kehormatan dan nama baik. anak dan cucu karena penghinaan yang dilakukan terhadap istri atau suami. atas biaya si terhukum. yang diterbitkan dari sesuatu kejahatan terhadap pribadi seorang. Tuntutan-tuntutan yang disebutkan dalam ketiga pasal yang lalu diberikan juga kepada suami atau istri. dan menurut keadaan. Hakim harus memperhatikan berat-ringannya penghinaan. kedudukan dan kemampuan kedua belah pihak. dengan menawarkan dan sungguh-sungguh melakukan di muka umum di hadapan Hakim suatu pernyataan yang berbunyi bahwa ia menyesal akan perbuatan yang ia telah lakukan. 1373. 1376. Selan daripada itu. menuntut penggantian kerugian yang disebabkan oleh luka atau cacat tersebut. Juga. begitu pula pangkat. tak dapat dikabulkan jika tidak . dan menganggap si terhina sebagai seorang yang terhormat. 1372. cucu. Tuntutan perdata tentang penghinaan. putusan akan ditempelkan di tempat umum. dengan sebegitu banyak lembar dan di tempat-tempat sebagaimana akan diperintahkan oleh Hakim. orang tua. Jika ia menuntut pernyataan. si terhina dapat menuntut supaya dalam putusan itu juga dinyatakan.

1380. jika. oleh orang ini dilakukan perbuatan-perbuatan yang menyatakan tentang adanya perdamaian atau pengampunan. karena pembaharuan utang. juga setelah kebenaran tuduhan ternyata dari suatu putusan yang memperoleh kekuatan mutlak atau dari sepucuk akta otentik. jika si pembuat nyata-nyata telah berbuat untuk kepentingan umum atau untuk pembelaan darurat terhadap dirinya. karena perjumpaan utang atau kompensasi. diwajibkan memberikan kepada orang tersebut penggantian kerugian yang dideritanya.ternyata adanya maksud untuk menghina. tidak hilang dengan meninggalnya orang yang menghina. terhitung mulai hari dilakukannya perbuatan dan diketahuinya perbuatan itu oleh si penggugat. Perikatan-perikatan hapus: karena pembayaran. gugur dengan pembebasan yang dinyatakan dengan tegas atau secara diam-diam. BAB KE EMPAT Tentang hapusnya perikstan-perikatan 1381. 1378. setelah terjadinya penghinaan dan diketahuinya oleh si terhina. 1377. Maksud untuk menghina itu tidak dianggap ada. Segala tuntutan. Hak untuk menuntut ganti-rugi sebagaimana disebutkan dalam pasal 1372. Tuntutan dalam perkara penghinaan gugur dengan lewatnya waktu satu tahun. terus-menerus melancarkan penghinaan-penghinaan terhadap seorang. yang diatur dalam keenam pasal yang lalu. maupun meninggalnya orang yang dihina. diikuti dengan penyimpanan atau penitipan. karena penawaran pembayaran tunai. Begitu pula tuntutan perdata itu tidak da pat dikabulkan. 1379. . yang bertentangan dengan maksud untuk menuntut ganti-rugi atau pemulihan kehormatan. Tetapi barangsiapa yang nyata-nyata dengan maksud semata-mata untuk menghina. jika si terhina dengan suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak telah dipersalahkan tentang melakukan perbuatan yang dituduhkan padanya itu.

jika. 1383. 1384. Tiap-tiap perikatan dapat dipenuhi oleh utang. tak dapat diminta kembali dari seorang yang dengan itikad baik telah menghabiskan barang yang telah dibayarkan itu. BAGIAN KE SATU Tentang pembayaran 1382. atau juga kepada seorang yang dikuasakan oleh Hakim atau oleh undang-undang untuk menerima pembayaran-pembayaran bagi si berpiutang. Meskipun demikian. sekalipun pembayaran itu telah dilakukan oleh orang yang bukan pemilik atau orang yang tak cakap mengasingkan barang tersebut. pembayaran suatu jumlah uang atau suatu barang lain yang dapat dihabiskan. hal mana akan diatur dalam suatu bab tersendiri. Suatu perikatan bahkan dapat dipenuhi juga oleh seorang pihak ke tiga. karena kebatalan atau pembatalan. siapa saja yang berkepentingan. Suatu perikatan untuk berbuat sesuatu tak dapat dipenuhi oleh seorang pihak ketiga berlawanan dengan kemauan si berpiutang. karena liwatnya waktu. asal ia tidak menggantikan hak-hak si berpiutang. agar pembayaran yang dilakukan itu sah. karena berlakunya suatu syarat batal. sepertinya seorang yang turut berutang atau seorang penanggung . 1385. yang diatur dalam bab ke satu buku ini. atau kepada seorang yang dikuasakan olehnya. atau. jika si berpiutang ini mempunyai kepentingan supaya perbuatannya dilakukan sendiri oleh si berutang. Pembayaran harus dilakukan kepada si berpiutang. asal saja orang pihak ke tiga itu bertindak atas nama dan untuk melunasi utangnya si berutang. karena pembebasan utangnya. yang tidak mempunyai kepentingan.karena percampuran utang. karena musnahnya barang yang terutang. ia bertindak atas namanya sendiri. Adalah perlu bahwa orang yang membayar itu pemilik mutlak barang yang dibayarkan dan juga berkuasa memindahtangankannya.

Pembayaran yang dilakukan oleh seorang berutang kepada orang yang mengutankan padanya. dengan itikad baik. tetapi tak cukuplah sebaliknya ia memberikan . si berutang tidaklah diwajibkan memberikan barang dari jenis yang paling baik. atau pun juga karena ia. 1389. maupun karena kesalahan atau kelalaian orang-orang yang menjadi tanggungannya. dapat memaksa si berutang untuk membayar sekali lagi. dibebaskan jika ia memberikan barangnya dalam keadaan dimana barang itu berada sewaktu penyerahan. 1387. adalah sah. Tiada seorang berpiutang dapat dipaksakan menerima sebagai pembayaran suatu barang lain daripada barang yang terutang. Pembayaran yang. sekadar si berpiutang telah menyetujuinya atau nyata-nyata telah mendapat manfaat karenanya. meskipun barang yang ditawarkan itu sama. 1388. adalah tak sah terhadap orang-orang berpiutang yang telah melakukan penyitaan atau perlawanan. juga apabila surat piutang tersebut kemudian karena suatu penghukuman untuk menyerahkannya kepada orang lain. Tiada seorang berutang dapat memaksa orang yang mengutangkan padanya menerima pembayaran utangnya sebagian demi sebagian. bahkan lebih harganya. jika ia tidak cakap untuk menerimanya. Jika barang yang terutang hanya ditentukan jenisnya. adalah sah. meskipun telah ada suatu penyitaan atau suatu perlawanan. meskipun utangnya itu dapat dibagi-bagi. Pembayaran yang dilakukan kepada si berpiutang. tidak disebabkan kesalahan atau kelalaiannya. asal kekurangan-kekurangan yang mungkin terdapat pada barang tersebut. Seorang yang berutang suatu barang pasti dan tertentu. sebelum timbulnya kekurangan-kekurangan itu telah lalai menyerahkan barang itu.Pembayaran yang dilakukan kepada seorang yang tidak berkuasa menerima bagi si berpiutang. melainkan sekadar si berutang membuktikan bahwa si berpiutang sungguh-sungguh mendapat manfaat dari pembayaran itu. berdasarkan haknya. dilakukan kepada seorang yang memegang surat piutangnya. 1390. hak si berutang untuk menagihnya kembali dari si berpiutang. diambil dari penguasaan orang tersebut. 1392. 1391. maka untuk membebaskan diri dari utangnva. orang-orang ini. 1386. adalah tidak sah. dengan tidak mengurangi dalam hal yang demikian.

selama orang ini terus-menerus berdiam dalam keresidenan. tunjangan tahunan untuk nafkah. tak dapat. 1395. Seorang yang mempunyai berbagai utang adalah berhak. terbitlah suatu persangkaan bahwa angsuran-angsuran yang lebih dahulu telah dibayar lunas. Seorang yang mempunyai suatu utang untuk mana harus dibayarnya bunga. Jika seorang yang mempunyai berbagai utang uang. dan pada umumnya segala apa yang harus dibayar tiap tahun atau tiap waktu tertentu yang lebih pendek. menggunakan pembayaran yang ia lakukan untuk pelunasan uang pokok lebih dahulu dengan menunda pembayaran bunga. Pembayaran harus dilakukan di tempat yang ditetapkan dalam perjanjian. Biaya yang harus dikeluarkan untuk menyelenggarakan pembayaran. 1394. 1398. melainkan jika dibuktikan sebaliknya. digunakan terlebih dahulu untuk melunasi bunga. menerima suatu tanda pembayaran. Mengenai pembayaran sewa rumah. maka tak dapat lagi si berutang menuntut supaya pembayaran itu dianggap . dan didalam hal-hal lainnya di tempat tinggal si berutang. maka pembayaran yang mengenai suatu barang yang sudah ditentukan. dimana si berpiutang telah menyatakan bahwa apa yang diterimanya itu ialah khusus untuk melunasi salah satu di antara utang-utang tersebut. Pembayaran yang dilakukan untuk uang pokok dan bunga. untuk menyatakan utang yang mana hendak dibayarnya. bunga abadi atau bunga cagak hidup. harus terjadi di tempat dimana barang itu berada sewaktu perjanjiannya dibuat. pembayaran harus dilakukan di tempat tinggal si berpiutang. bunga uang pinjaman. dari mana ternyata pembayaran tiga angsuran berturut-turut. jika dalam perjanjian tidak ditetapkan suatu tempat. pada waktu melakukan pembayaran. 1397.barang dari jenis yang paling buruk. Diluar kedua hal tersebut. dipikul oleh si berutang. 1396. tanpa izin si berpiutang. 1393. dimana ia berdiam sewaktu perjanjian dibuat. sewa tanah. maka dengan adanya tiga surat tanda pembayaran. tetapi tidak cukup untuk meltmasi seluruh utang.

hak-hak istimewanya dan hipotik-hipotik yang dipunyainya terhadap si berutang. untuk melunasi utang yang di antara utang-utang yang sama-sama dapat ditagih. 1401. 2. apabila si berutang meminjam sejumlah uang untuk melunasi utangnya. maka pembayaran harus dianggap untuk melunasi utang yang sudah dapat ditagih. maka pelunasan harus dianggap berlaku untuk masing-masing utang menurut imbangan jumlah masing-masing Jika tiada suatu utang pun yang sudah dapat ditagih. maka pembayaran itu harus dianggap. apabila si berpiutang. tetapi jika utang-utang itu dalam segala-galanya sama. yang membayar kepada si berpiutang itu. Penggantian ini terjadi dengan persetujuan: 1. terjadi baik dengan persetujuan maupun demi undang-undang. Subrogasi atau penggantian hak-hak si berpiutang oleh seorang pihak ke tiga. tetapi jika tidak semua piutang dapat ditagih. Jika tanda pembayaran tidak menyebutkan untuk utang yang mana pembayaran dilakukan. 1399. agar subrogasi ini sah. lebih dahulu daripada utang-utang yang belum dapat ditagih. maka pelunasan harus dianggap berlaku untuk utang yang paling tua. dengan menerima pembayaran itu dari seorang pihak ke tiga. maka penentuan pelunasan harus dilakukan seperti dalam hal utang-utang yang sudah dapat ditagih. si berutang pada waktu itu paling berkepentingan melunasinya.. itu akan menggantikan hakhak si berpiutang maka. 1400. Subrogasi ini harus dinyatakan dengan tegas dan dilakukan tepat pada waktu pembayaran. kecuali jika dari pihaknya si berpiutang telah dilakukan penipuan atau si berutang dengan sengaja tidak diberi tahu tentang adanya pernyataan tersebut. gugatan-gugatannya. menetapkan bahwa orang ini akan menggantikan hak-haknya.guna pelunasan suatu utang yang lain. dan menetapkan bahwa orang yang meminjami uang. Jika utang-utang itu sama sifatnya. baik perjanjian pinjam uang maupun tanda pelunasan harus dibuat dengan akta otentik. dan dalam surat perjanjian . meskipun utang yang terdahulu tadi adalah kurang memberatkan daripada utang-utang yang lainnya.

1403. membebaskan si . yang berdasarkan hak-hak istimewanya atau hipotik. menitipkan uang atau barangnya kepada Pengadilan. sedang ia menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk mengadakan pencatatan tentang keadaan harta peninggalan. atau untuk orangorang lain. diikuti dengan penitipan. mengenai apa yang masih harus dibayar kepadanya. untuk seorang pernbeli sesuatu benda tak bergerak. untuk seorang yang bersama-sama dengan orang lain. dan. mempunyai suatu hak yang lebih tinggi. maka si berutang dapat melakukan penawaran pembayaran tunai apa yang diutangnya. 2. telah membayar utang-utang warisan dengan uangnya sendiri. jika si berpiutang menolaknya. untuk seorang yang. untuk seorang ahli waris yang.pinjam uangnya harus diterangkan bahwa uang itu dipinjam guna melunasi utang tersebut. subrogasi tersebut tidak dapat mengurangi hak-hak si berpiutang jika ia hanya menerima pembayaran sebagian. melunasi seorang berpiutang lain. terjadi baik terhadap orang-orang penanggung utang maupun terhadap para berutang. lebih dahulu daripada orang dari siapa ia hanya menerima suatu pembayaran sebagian. Jika si berpiutang menolak pembayaran. 4. 3. Subrogasi terjadi demi undang-undang: 1. diwajibkan membayar suatu utang. berkepentingan untuk melunasi utang itu. sedangkan selanjutnya surat tanda pelunasannya harus menerangkan bahwa pembayaran dilakukan dengan uang yang untuk itu dipinjamkan oleh si berpiutang baru. dalam hal ini ia dapat melaksanakan hak-haknya. berkepentingan untuk membayar suatu utang. diikuti oleh penyimpanan atau penitipan 1404. yang telah mernakai uang harga benda tersebut untuk melunasi orang-orang berpiutang. Subrogasi ini dilaksanakan tanpa bantuan si berpiutang. kepada siapa benda itu cliperikatkan dalam hipotik. sedang ia sendiri orang berpiutang. Penawaran yang sedemikian. Subrogasi yang ditetapkan dalam pasal-pasal yang lalu. BAGIAN KE DUA Tentang penawaran pembayaran tunai. 1402.

bahwa penawaran itu dilakukan oleh seorang notaris atau juru sita. asal penawaran itu telah dilakukan dengan cara.berutang. bahwa syarat dengan mana utang telah dibuat. telah terpenuhi. bahwa ia mengenai semua uang pokok dan bunga yang dapat ditagih. dan jika tiada suatu perjanjian khusus mengenai itu. bahwa oleh notaris atau juru sita. cukuplah: 1. adalah perlu : 1. menurut undang-undang. dengan tidak mengurangi penetapan terkemudian. 1406. yang. 1405. 2. 7. dengan menitipkannya kepada kas penyimpanan atau penitipan di kepaniteraan Pengadilan. kedua-duanya disertai dua orang saksi. bahwa ia dilakukan oleh seorang yang berkuasa membayar. atau bahwa ia tidak datang untuk . 3. yang memuat penunjukan hari. kedua-duanya disertai dua orang saksi. akan mengadilinya. jam dan tempat dimana barang yang ditawarkan akan disimpan. yang menerangkan ujudnya mata uang yang ditawarkan. 5. kepada si berpiutang pribadi atau di tempat tinggal yang sungguh-sungguh atau di tempat tinggal yang telah dipilihnya. Agar suatu penyimpanan sah. 3. bahwa si berutang telah melepaskan barang yang ditawarkan. tidak diperlukan suatu penguasaan oleh Hakim. jika itu dibuat untuk kepentingan si berpiutang. bahwa ia dilakukan kepada seorang berpiutang atau kepada seorang yang berkuasa menerimanya untuk dia. 2. bahwa penawaran dilakukan di tempat. 6. sedangkan apa yang dititipkan secara itu tetap atas tanggungan si berpiutang. bahwa ketetapan waktu telah tiba. bahwa penyimpanan itu didahului oleh suatu keterangan yang diberitahukan kepada si berpiutang. 4. jika ada perselisihan. dan berlaku baginya sebagai pembayaran. dimana menurut perjanjian pembayaran harus dilakukan. disertai dengan bunga sampai pada hari penitipan. dibuat sepucuk pemberitaan. penolakan si berpiutang. Agar penawaran yang sedemikian itu sah. beserta biaya yang telah ditetapkan dan mengenai sejumlah uang untuk biaya yang belum ditetapkan.

telah melampaukan satu tahun. 1412. jika si berpiutang. Biaya yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan penawaran pembayaran tunai dan penyimpanan. Para kawan berutang dan para penanggung utang dibebaskan juga. Selama apa yang dititipkan tidak diambil oleh si berpiutang. dan akhirnya tentang dilakukannya penyimpanannya sendiri.menerimanya. 1407. semenjak hari pemberitahuan penyimpanan. dan dengan putusan itu penawaran yang dilakukannya telah dinyatakan sah. Si berpiutang yang telah mengizinkan barang yang dititipkan itu diambil kembali oleh si berutang setelah penitipan dikuatkan dengan putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. 4. jika perbuatan-perbuatan itu telah dilakukan menurut undang-undang. pemberitaan penyimpanan itu diberitahukan kepadanya. maupun kepada alamat tempat tinggal yang dipilih untuk pelaksanaan perjanjian. 1411. untuk mendapat pembayaran piutangnya. 1410. harus dipikul oleh si berpiutang. dalam hal itu orang-orang yang turut berutang dan para penanggung utang tidak dibebaskan. maka si berutang harus memperingatkan si berpiutang dengan perantaraan Pengadilan supaya mengambilnya dengan sepucuk akta. Jika apa yang harus dibayarkan berupa sesuatu barang yang harus diserahkan di tempat dimana barang itu berada. tanpa menyangkal sahnya penyimpanan itu. meskipun dengan izin si berpiutang. tak dapat lagi. untuk kerugian teman-temannya berutang dan para penanggung utang. 1409. ia tak dapat lagi mengambil kembali apa yang dititipkan. Apabila si berutang sendiri sudah memperoleh suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. menggunakan hak-hak istimewanya atau hipotik-hipotik yang melekat pada piutang tersebut. bahwa jika si berpiutang tidak datang untuk menerimanya. . dengan peringatan untuk mengambil apa yang telah dititipkan itu. si berutang dapat mengambilnya kembali. 1408. yang harus diberitahukan kepada si berpiutang pribadi atau kepada alamat tempat tinggalnya. Jika peringatan ini telah dijalankan dan si berpiutang tidak mengambil barangnya maka si berutang dapat diizinkan oleh Hakim untuk menitipkan barang tersebut di suatu tempat lain.

kehendak seorang untuk mengadakannya harus dengan tegas ternyata dari perbuatannya. atau jika orang berutang yang ditunjuk sebagai pengganti itu pada saat pemindahan telah nyata-nyata bangkrut. Si berutang yang. yang oleh si berpiutang dibebaskan dari perikatannya. jika orang yang ditunjuk untuk menggantikan itu jatuh dalam keadaan pailit atau nyata-nyata tak mampu. sebagai akibat suatu perjanjian baru. membebaskan si berutang yang telah melakukan pemindahan. Ada tiga macam jalan untuk melaksanakan pembaharuan utang: 1. tidak menerbitkan suatu pembaharuan utang. telah mengikatkan dirinya kepada seorang berpiutang baru. apabila seorang yang berutang membuat suatu perikatan utang baru guna orang yang mengutangkan kepadanya. 1416. 1414. 1417. yang dihapuskan karenanya. seorang berpiutang baru ditunjuk untuk menggantikan orang berpiutang lama. Delegasi atau pemindahan. Pembaharuan utang hanya dapat terlaksana antara orang-orang yang cakap untuk mengadakan perikatan-perikatan. 3. 1419. yang menggantikan utang yang lama. apabila. Pembaharuan utang dengan penunjukan seorang berutang baru untuk mengganti yang lama. terhadap siapa si berutang dibebaskan dari perikatannya. tak dapat menuntut orang tersebut. 1418. 1415. jika si berpiutang tidak secara tegas menyatakan bahwa ia bermaksud membebaskan orang berutang yang melakukan pemindahan itu. 2. secara pemindahan. dan dengan demikian telah dibebaskan terhadap si . atau telah berada dalam keadaan terus-menerus merosot kekayaannya. dapat dijalankan tanpa bantuan orang berutang yang pertama. dari perikatannya. Tiada pembaharuan utang yang dipersangkakan. apabila seorang berutang baru ditunjuk untuk menggantikan orang berutang lama. Si berpiutang yang. terkecuali jika hak penuntutan itu dengan tegas dipertahankan dalam perjanjian.BAGIAN KE TIGA Tentang pembaharuan utang 1413. dengan mana seorang berutang memberikan kepada orang yang mengutangkan padanya seorang berutang baru mengikatkan dirinya kepada si berpiutang.

BAGIAN KE EMPAT Tentang kompensasi atau perjumpaan utang . 1423. dan orang-orang itu menolak. Apabila pembaharuan utang terjadi antara si berpiutang dan salah satu dari orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung maka hak-hak istimewa dan hipotik-hipotik tidak dapat dipertahankan. Apabila pembaharuan utang diterbitkan dengan penunjukan seorang berutang baru yang menggantikan orang berutang lama. atau dalam hal yang kedua. tidak berpinclah pada piutang baru menggantikannya. yang diwajibkan menerima untuk dia.berpiutang lama. Hak-hak istimewa dan hipotik-hipotik yang melekat pada piutang lama. tak dapat terhadap si berpiutang baru memajukan tangkisantangkisan. meskipun ini tidak diketahuinya sewaktu membuat perikatan baru. Pembaharuan utang yang dilakukan terhadap si berutang utama membebaskan para penanggung utang Jika meskipun demikian. yang sebenarnya ia dapat majukan terhadap si berpiutang lama. maka perikatan utang lama tetap berlaku. dalam hal yang terakhir tadi. maka orang-orang lainnya yang turut berutang dibebaskan dari perikatannya. dalam hal yang pertama. telah menuntut para penanggung utang supaya mereka turut serta pada perjanjian baru. Dengan hanya adanya si berutang menunjuk seorang lain yang harus membayar untuk dia. maka hak-hak istimewa dan hipotik-hipotik yang dari semula mengikuti piutang. berpiutang telah menuntut orang-orang lainnya yang turut berutang. tidak berpindah atas barang-barang si berutang baru. hak untuk menuntut si berpiutang lama. 1424. kecuali kalau hal itu secara tegas dipertahankan oleh si berpiutang. benda-benda orang yang membuat perikatan baru itu. tidak diterbitkan suatu pembaharuan utang. Hal yang sama berlaku terhadap hanya adanya si berpiutang menunjuk seorang lain. 1420. 1421. 1422. selain atas. namun itu dengan tidak mengurangi. Karena adanya suatu pembaharuan utang antara si berpiutang dan salah satu dari orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung.

terhadap suatu utang yang bersumber pada tunjangan nafkah yang telah dinyatakan tak dapat disita. bertimbal-balik untuk suatu jumlah yang sama. terkecuali : 1. dapat dijumpakan dengan jumlah-jumlah uang yang telah ditetapkan dan seketika dapat di tagih. dengan mana utang-utang antara kedua orang tersebut dihapuskan. Suatu penundaan pembayaran yang diberikan kepada seorang tidak menghalangi suatu perjumpaan.1425. atau sesuatu jumlah barang yang dapat dihabiskan. 2. bahkan dengan tidak setahunya orang-orang yang berutang. yang tidak dibantah. gandum. 1430. 1427. dengan tidak dibedakan dari sumber apa utangpiutang antara kedua belah pihak itu dilahirkan. dari jenis yang sama. Perjumpaan terjadi demi hukum. dan kedua utang itu yang satu menghapuskan yang lain dan sebaliknya. dan lain-lain hasil pertanian. apabila dituntutnya pengembalian barang sesuatu yang dititipkan atau dipinjamkan. Seorang penanggung utang boleh menjumpakan apa yang si berpiutang wajib membayar kepada si berutang utama. apabila dituntutnya pengembalian suatu barang yang secara berlawanan dengan hukum dirampas dari pemiliknya. tetapi si berutang utama tak diperkenankan menjumpakan apa yang si berpiutang wajib membayar kepada si penanggung utang. Perjumpaan terjadi. maka terjadilah antara mereka suatu perumpaan. dengan cara dan dalam hal-hal yang akan disebutkan sesudah ini. Penyerahan-penyerahan bahan makanan. dan yang kedua-duanya dapat ditetapkan serta ditagih seketika. 1426. Jika dua orang saling berutang satu pada yang lain. pada saat utang-utang itu bersama-sama ada. 1428. Perjumpaan hanyalah terjadi antara dua asang yang kedua-duanya berpokok sejumlah uang. Si berutang dalam perikatan tanggung-menanggung juga tidak diperbolehkan menjumpakan apa yang si berpiutang wajib membayar kepada . dan harganya dapat ditetapkan menurut catatan harga atau lain-lain keterangan yang lazim dipakai di Indonesia. 3. 1429.

1431. yang telah dihapuskan demi hukum karena perjumpaan. BAGIAN KE LIMA Tentang percampuran utang 1436. Dengan demikian maka tak dapatlah seorang yang sebagai orang berutang menjadi orang berpiutang. Seorang yang telah membayar suatu utang. maka utang-utang itu tidak dapat diperjumpakan. selain dengan penggantian biaya pengiriman. 1434. tak lagi diperbolehkan terhadap pihak ke tiga untuk siapa permindahan hakhak itu telah dilakukan. 1432. kecuali jika ada suatu alasan yang sah yang menyebabkan ia tidak tahu tentang adanya piutang tersebut yang seharusnya dijumpakan dengan utangnya. maka terjadilah demi hukum suatu . pada waktu menagih suatu piutang yang tidak telah diperjumpakan. Seorang berutang yang secara murni dan sederhana telah menyetujui pemindahan hak-hak yang dilakukan oleh si berpiutang kepada seorang pihak ke tiga. menggunakan perjumpaan utang untuk kerugian si penyita. Jika utang-utang dari kedua belah pihak tidak harus dibayar di tempat yang sama. menggunakan suatu perjumpaan yang sedianya dapat dimajukannya kepada si berpiutang sebelum pemindahan tersebut. Perjumpaan tidak dapat terjadi atas kerugian hak-hak yang diperoleh seorang pihak ke tiga. harus diturut peraturan-peraturan yang ditulis dalam pasal 1399. Jika terdapat berbagai utang yang dapat diperjumpakan dan harus ditagih dari satu orang maka dalam hal melakukan perjumpaan. 1435. setelah oleh satu pihak ke tiga ditaruh penyitaan atas barang yang harus dibayarkan. Pemindahan hak-hak yang tidak disetujui oleh si berutang.temannya berutang. 1433. Apabila kedudukan-kedudukan sebagai yang berpiutang dan orang berutang berkumpul pada satu orang. tak lagi dapat menggunakan hak-hak istimewa dan hipotikhipotik yang melekat pada piutang ini untuk kerugian orang-orang pihak ke tiga. hanyalah menghalangi perjumpaan utang-utang yang terbit sesudah pemberitahuan tersebut. tetapi telah diberitahukan kepadanya.

Percampuran yang terjadi pada dirinya si penanggung utang. tetapi harus dibuktikan. Pengembalian sepucuk tanda piutang asli secara suka rela. membebaskan semua orang berutang yang lainnya. tak sekali-kali mengakibatkan hapusnya utang pokok. Percampuran yang terjadi pada dirinya salah satu dari orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung. BAGIAN KE ENAM Tentang pembebasan utang 1438. 1437. tidak berlaku untuk keuntungan temantemannya berutang secara tanggung-menanggung hingga melebihi bagiannya dalam utang yang ia sendiri menjadi orang berutang. 1442. berlaku juga untuk keuntungan para penanggung utangnya. 1439. tidak . oleh si berpiutang kepada si berutang. 1441. Percampuran utang yang terjadi pada diri si berutang utama. yang diberikan kepada si berutang utama.percampuran utang. Pengembalian barang yang diberikan dalam gadai tidaklah cukup dijadikan persangkaan tentang pembebasan utangnya. membebaskan para penanggung utang. Pembebasan suatu utang atau penglepasan menurut perjanjian untuk kepentingan salah seorang kawan berutang secara tanggung-menanggung. Pembebasan yang diberikan kepada salah seorang penanggung utang. kecuali jika si berpiutang dengan tegas telah menyatakan hendak mempertahankan hak-haknya terhadap orang-orang yang tersebut belakangan tadi dalam hal mana ia tak dapat menagih utangnya selain setelah dipotong bagian orang yang telah dibebaskan olehnya. 1440. merupakan suatu bukti tentang pembebasan utangnya. Pembebasan sesuatu utang atau pelepasan menurut perjanjian. Pembebasan sesuatu utang tidak dipersangkakan. bahkan terhadap orang-orang lain yang turut berutang secara tanggungmenanggung. Pembebasan yang diberikan membebaskan si berutang utama. kepada si penanggung utang. dengan mana piutang dihapuskan. tidak membebaskan para penanggung lainnya.

Si berutang diwajibkan membuktikan kejadian yang tak terduga.1443. musnah. maka hapuslah perikatannya. Apa yang si berpiutang telah terima dari seorang penanggung utang sebagai pelunasan penanggungannya. maka si berutang. yang dimajukan itu. harus dianggap telah dibayarkan untuk mengurangi utangnya. tak lagi dapat diperdagangkan. Perikatan-perikatan yang dibuat oleh orang-orang perempuan yang bersuami . dan atas penuntutan yang dimajukan oleh atau dari pihak mereka. Jika barang yang terutang. seandainya sudah diserahkan kepadanya. semata-mata atas dasar kebelumdewasaan atau pengampuannya. BAGIAN KE DELAPAN Tentang kebatalan dan pembatalan perikatan-perikatan 1446. atau hilang. Dengan cara bagaimanapun sesuatu barang. adalah batal demi hukum. Jika barang tertentu yang menjadi bahan perjanjian. 1445. BAGIAN KE TUJUH Tentang musnahnya barang yang terutang 1444. jika ia mempunyai hakhak atau tuntutan-tuntutan ganti rugi mengenai barang tersebut. yang telah dicuri. dan harus digunakan untuk pelunasan si berutang utama dan para penanggung lainnya. asal barang itu musnah atau hilang diluar salahnya si berutang. hilangnya barang ini tidak sekali-kali membebaskan orang yang mencuri barang dari kewajibannya untuk mengganti harganya. Semua perikatan yang dibuat oleh orang-orang belum dewasa atau orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan. diluar salahnya si berutang musnah. tak lagi dapat diperdagangkan. Bahkan meskipun si berutang lalai menyerahkan sesuatu barang sedangkan ia tidak telah menanggung terhadap kejadian-kejadian yang tak terduga. harus dinyatakan batal. perikatan hapus jika barangnya akan musnah secara yang sama di tangan si berpiutang. atau hilang. musnah atau hilang. sedemikian hingga sama sekali tak diketahui apakah barang itu masih ada. diwajibkan memberikan hak-hak dan tuntutan-tuntutan tersebut kepada orang yang mengutangkan padanya. dan sebelum ia lalai menyerahkannya.

1448. menerbitkan suatu tuntutan untuk membatalkannya. wali. berakibat bahwa barang dan orangorangnya dipulihkan dalam keadaan sebelum perikatan dibuat. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk menuntut orang yang melakukan kekuasaan orang tua. atau dalam perjanjian-perjanjian perburuhan dengan mengingat pasal 1601g. Ketentuan dalam pasal yang. kekhilafan atau penipuan. 1451. atau pengampu telah melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak melampaui batas-batas kekuasaannya. 1447. atau perjanjian-perjanjian perburuhan terhadap mana berlaku pasal 1601 h. hanyalah dapat menuntut pembatalan perikatan-perikatan yang telah mereka perbuat. dengan pengertian bahwa segala apa yang telah diberikan atau dibayarkan kepada orang-orang yang . orang-orang dewasa dan juga orang-orang belum dewasa. untuk manfaat orang-orang belum dewasa dan orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan. telah terpenuhi. 1449. Begitu juga kebelumdewasaan tidak dapat dimajukan terhadap perikatanperikatan yang dibuat oleh orang-orang belum dewasa dalam perjanjian perkawinan dengan mengindahkan pasal 151. si wali atau si pengampu. Jika acara-acara yang ditentukan untuk sahnya sementara perbuatan. hanyalah batal demi hukum. Dengan alasan dirugikan. 1450.lalu tidak berlaku terhadap perikatanperikatan yang diterbitkan dari suatu kejahatan atau pelanggaran. Pernyataan batalnya perikatan-perikatan berdasarkan ketidakcakapan orang-orang yang disebutkan dalam pasal 1330. Perikatan-perikatan yang dibuat dengan paksaan. apabila ada alasan untuk itu. dalam hal-hal khusus yang ditetapkan dengan undang-undang. orangorang belum dewasa dan orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan itu dianggap seolah-olah mereka sendiri telah melakukan perbuatan-perbuatan itu setelah mereka menjadi dewasa atau tidak lagi berada di bawah pengampuan. maka mengenai perbuatan-perbuatan tersebut. atau dari suatu perbuatan yang telah menerbitkan kerugian bagi seorang lain. apabila mereka ini dianggap sebagai orang dewasa.dan oleh orang-orang belum dewasa yang telah mendapat suatu pernyataan persamaan dengan orang dewasa. sekadar perikatanperikatan tersebut melampaui kekuasaan mereka. atau orang yang melakukan kekuasaan orang tua.

tidak berkuasa. Waktu yang disebutkan di atas ini. sebagai akibat perikatan. kekhilafan atau penipuan. yang dimaksud dalam pasal 1341. 1454. dalam halnya paksaan. yang dilakukan tanpa kuasa si suami. kerugian dan bunga. Pemyataan batal berdasarkan paksaan. 1455. sekadar barangnya masih berada di tangan orang yang tidak berkuasa itu. karena salahnya . 1453. dalam halnya perbuatan seorang perempuan yang bersuami. orang terhadap siapa tuntutan untuk pernyataan batal itu dikabulkan. atau sekadar ternyata bahwa orang ini telah mendapat manfaat dari apa yang diberikan atau dibayarkan. Dalam semua hal. sejak hari pembubaran perkawinan. Dalam hal-hal yang diatur dalam pasal-pasal 1446 dan 1449. sejak hari pencabutan pengampuan. bahwa kesadaran yang diperlukan untuk kebatalan itu ada. dimana suatu tuntutan untuk pemyataan batalnya suatu perikatan tidak dibatasi dengan suatu ketentuan undang-undang khusus hingga suatu waktu yang lebih pendek. juga berakibat bahwa barang dan orang-orangnya dipulihkan dalam keadaan sewaktu sebelum perikatan dibuat. dalam halnya kebatalan. sejak hari kedewasaan. 1452. selain itu diwajibkan pula mengganti biaya. sejak hari paksaan itu telah berhenti. Barang siapa mengira bahwa ia dapat menuntut pembatalan suatu perikatan atas dasar berbagai alasan. atau bahwa apa yang dinikmati telah dipakai atau berguna bagi kepentingannya. dalam halnya pengampuan. tidaklah berlaku terhadap kebatalan yang dimajukan selaku pembelaan atau tangkisan. Waktu tersebut mulai berlaku: dalam halnya kebelumdewasaan. yang mana selalu dapat dikemukakan. diwajibkan memajukan alasan-alasan itu sekaligus. atas ancaman ditolaknya alasan-alasan yang dimajukan terkemudian. hanya dapat dituntut kembali. dalam halnya kekhilafan atau penipuan. sejak hari diketahuinya. waktu itu adalah lima tahun. yang ditetapkan untuk memajukan tuntutan. jika ada alasan untuk itu. kecuali apabila alasan-alasan yang dimajukan terkemudian itu. sejak hari diketahuinya kekhilafan atau penipuan itu.

Jual-beli itu dianggap telah terjadi antara kedua belah pihak. Tuntutan untuk pernyataan batal gugur. tetapi menurut berat. 613 dan 616. Jika barang-barang tidak dijual menurut tumpukan. dan pihak yang lain untuk membayar harga yang telah dijanjikan. maka barang-barang itu adalah atas tanggungan si pembeli. meskipun kebendaan itu belum diserahkan. dan si penjual berhak menuntut harganya. Jika sebaliknya barang-barangnya dijual menurut tumpukan. 1456. Jika kebendaan yang dijual itu berupa suatu barang yang sudah ditentukan. 1459. . perempuan yang bersuami yang bertindak tanpa bantuan suaminya. jika orang belum dewasa. jumlah atau ukuran. maka barang-barang itu tetap atas tanggungan si penjual hingga barang-barang ditimbang. Jual-beli adalah suatu perjanjian. kekhilafan atau penipuan. atau setelah diketahuinya tentang adanya kekhilafan atau penipuan. 1461. BAB KE LIMA Tentang jual-beli BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1457. meskipun belum ditimbang. orang yang ditaruh di bawah pengampuan.pihak lawan tidak dapat diketahui lebih dahulu. dihitung atau diukur. 1460. dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu kebendaan. Hak milik atas barang yang dijual tidaklah berpindah kepada si pembeli. 1458. selama penyerahannya belum dilakukan menurut pasal 612. dihitung atau diukur. maupun harganya belum dibayar. meskipun penyerahannya belum dilakukan. setelah paksaan berhenti. seketika setelahnya orang-orang ini mencapai sepakat tentang kebendaan tersebut dan harganya. secara tegas atau secara diam-diam telah menguatkan perikatannya setelah ia menjadi dewasa. maka barang ini sejak saat pembelian adalah atas tanggungan si pembeli. atau orang yang dapat memajukan adanya paksaan. 1462. setelah penghapusan pengampuannya. setelah pembubaran perkawinannya.

Dengan tidak mengurangi namun itu dalam ke tiga hal ini. 1467. misalnya untuk mengembalikan benda-benda si istri yang telah dijual. 1464.. selalu dianggap telah dibuat dengan suatu syarat tangguh. berdasarkan pada suatu alasan yang sah. Harga beli namun itu dapat diserahkan kepada perkiraan seorang pihak ke tiga.1463. jaksa. jika tidak telah diperjanjikan sebaliknya. hak-hak para ahli waris pihak-pihak yang melakukan perbuatan. kecuali dalam ke tiga hal berikut: 1e. yang ia telah janjikan kepada suaminya sebagai harta perkawinan. Antara suami-istri tak boleh terjadi jual-beli. maka tidaklah terjadi suatu pembelian. untuk memenuhi apa yang menjadi haknya istri atau suaminya itu menurut hukum. 1466. pengacara. Biaya akta-akta jual-beli dan lain-lain biaya tambahan dipikul oleh si pembeli. apabila salah satu pihak dengan cara demikian telah memperoleh suatu keuntungan secara tak langsung. Jika pembelian dibuat dengan memberi uang panjar tak dapatlah salah satu pihak meniadakan pembelian itu dengan menyuruh memiliki atau mengembalikan uang panjarnya. atau mengenai barangbarang yang biasanya dicoba terlebih dahulu. Jika pihak ke tiga ini tidak suka atau tidak mampu membuat perkiraan tersebut. 1468. jika seorang suami atau seorang istri menyerahkan benda-benda kepada istri atau kepada suaminya. jika si istri menyerahkan barang-barang kepada suaminya untuk melunasi suatu jumlah uang. Para Hakim. Jual-beli yang dilakukan dengan percobaan. Harga beli harus ditetapkan oleh kedua belah pihak. 3e. sekadar benda-benda itu dikecualikan dari persatuan. atau uang yang menjadi kepunyaan si istri. 2e. juga dari siapa ia tidak dipisahkan. jika penyerahan yang dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya. 1465. demikian itu jika benda-benda atau uang tersebut dikecualikan dari persatuan. advokat. panitera. juru sita dan notaris tidak diperbolehkan karena penyerahan menjadi pemilik hak-hak dan tuntutan- . dari siapa ia oleh Pengadilan telah dipisahkan.

tuntutan yang menjadi pokok perkara-perkara yang sedang bergantung pada Pengadilan Negeri yang dalam wilayah mereka melakukan pekerjaan mereka atas ancaman kebatalan. untuk kepentingan umum. pengurus-pengurus. Begitu pula tidak diperbolehkan menjadi pembeli pada penjualan di bawah tangan. maka pembelian adalah batal. Sekadar mengenai benda-benda bergerak. tetapi hanya untuk kepentingan para penjual. Presiden berkuasa. boleh memberikan izin kepada pegawai-pegawai yang dimaksudkan dalam pasal ini. Jual-beli barang orang lain adalah batal. yang dipercayakan kepada pemeliharaan dan pengurusan mereka. jika si pembeli tidak telah mengetahui bahwa barang itu kepunyaan orang lain. membebaskan pegawai-pegawai tersebut dari larangan tersebut di muka. Segala wali dapat membeli benda-benda tak bergerak kepunyaan anak-anak yang berada di bawah perwalian mereka. membeli untuk dirinya sendiri atau untuk orang-orang perantara. barang-barang yang dijual oleh atau di hadapan mereka. atas ancaman yang sama. jika dianggapnya perlu. kerugian dan bunga. untuk membeli benda-benda tak bergerak. 1471. 1469. Namun itu adalah terserah kepada Presiden untuk memberikan kebebasan dari larangan itu kepada pengurus-pengurus umum. dalam hal-hal istimewa. barang yang dijual sama sekali telah musnah. Jika pada saat penjualan. dengan cara yang ditetapkan dalam pasal 399. 1470. 1472. Demikian pula Presiden. baik pembelian itu dilakukan oleh mereka sendiri maupun oleh orang-orang perantara: kuasa-kuasa mengenai barang-barang yang mereka dikuasakan menjualnya. yang dijual di hadapan mereka. serta penggantian biaya. maka si pembeli adalah leluasa . Pegawai-pegawai yang memangku suatu jabatan umum tidak diperbolehkan. dan dapat memberikan dasar untuk penggantian biaya. mengenai benda-benda milik Negara dan milik badan-badan umum. Jika hanya sebagian saja yang musnah. atas ancaman yang sama. rugi dan bunga.

beserta surat-surat bukti milik. Sejak waktu itu segala hasil menjadi kepunyaan si pembeli. menurut ketentuanketentuan pasal 1266 dan 1267. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban si penjual 1473. jika si pembeli belum membayar harga si penjual tidak telah mengizinkan penundaan pembayaran kepadanya. harus ditafsirkan untuk kerugiannya. jika tentang itu tidak telah diadakan persetujuan lain. Ia mempunyai dua kewajiban utama. 1482. Kewajiban menyerahkan suatu barang meliputi segala sesuatu yang menjadi perlengkapannya serta dimaksudkan bagi pemakaiannya yang tetap. 1481.untuk meniadakan pembelian atau menuntut bagian yang masih ada. jika ada. . 1475. Jika penyerahan karena kelalaian si penjual tidak dapat dilaksanakan. sedangkan biaya pengambilan dipikul oleh si pembeli. Biaya penyerahan dipikul oleh si penjual. serta menyuruh menetapkan harganya menurut penilaian yang seimbang. sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian. 1478. Si penjual tidak diwajibkan menyerahkan barangnya. 1476. Si penjual diwajibkan menyerahkan barang yang dijual seutuhnya. 1474. Penyerahan harus terjadi di tempat dimana barang yang terjual berada pada waktu penjualan. Barangnya harus diserahkan dalam keadaan dimana barang itu berada pada waktu penjualan. 1477. Dicabut 1480. dengan perubahan-perubahan seperti yang berikut. 1479. segala janji yang tidak terang dan dapat diberikan berbagai pengertian. maka si pembeli dapat menuntut pembatalan pembelian. Penyerahan ialah suatu pemindahan barang yang telah dijual kedalam kekuasaan dan kepunyaan si pembeli. 1483. yaitu menyerahkan barangnya dan menanggungnya. jika tidak telah diperjanjikan sebaliknya. Si penjual diwajibkan menyatakan dengan segas untuk apa ia mengikatkan dirinya.

1484. Jika penjualan sebuah benda tak bergerak terjadi dengan penyebutan luasnya atau isinya, dengan ditentukan suatu harga menurut ukurannya, maka si penjual diwajibkan menyerahkan jumlah yang dinyatakan dalam persetujuan; dan jika ia tak mampu melakukannya, atau si pembeli tidak menuntutnya, maka si penjual harus bersedia menerima suatu pengurangan harga menurut imbangan. 1485. Jika sebaliknya dalam hal yang disebutkan dalam pasal yang lalu, bendanya tak bergerak ada lebih luas daripida apa yang dinyatakan dalmn perjanjian, maka si pembeli dapat memilih apakah ia akan menambah harganya menurut imbangan atau apakah ia akan meniadakan pembelian, demikian itu jikalau kelebihannya ada seperduapuluh dari luasnya yang dinyatakan dalam perjanjian. 1486. Dalmn hal-hal lain, baik jika yang dijual suatu benda tertentu, maupun jika penjualan itu mengenai pekarangan-pekarangan yang terbatas dan terpisah satu sama lain, atau lagi jika penjualan mengenai benda, baik yang dari semula disebutkan ukurannya, maupun yang keterangan tentang ukurannya menyusuli, maka penyebutan ukuran itu tidak memberikan alasan bagi si penjual untuk menambah harga untuk apa yang melebihi ukuran, bagitu pula tidak memberikan alasan bagi si pembeli untak mengurangi harga untuk kekurangannya, selain apabila selisih antara ukuran yang sebenarnya dan ukuran yang dinyatakan dalam perjanjian ada berjumlah seper dua puluh lebih atau seper dua puluh kurang, dihitung menurut harga seluruhnya dari benda-benda yang dijual, kecuali jika dijanjikan sebaliknya. 1487. Jika menurut pasal yang lalu ada alasan untuk menaikkan harga untuk selebihnya dari ukuran, maka si pembeli boleh memilih, apakah ia akan meniadakan pembelian atau membayar harga yang telah dinaikkan, dan demikian itu dengan pembayaran bunga dalam halnya ia telah memegang bendanya tak bergerak. 1488. Dalam semua hal dimana si pembeli berhak meniadakan pembelian, si penjual diwajibkan, selainnya mengembalikan harga barang, jika itu telah diterimanya, juga mengembalikan biaya, yang telah dikeluarkan untuk melakukan pembelian dan menyerahan, sekadar si pembeli menurut perjanjian telah membayarnya. 1489. Tuntutan untuk diberikan penambahan uang harga dari pihak si

penjual, dan untuk diberikan pengurangan uang harga atau pembatalan pembelian, dari pihak si pembeli harus dimajukan dalam waktu satu tahun, terhitung mulai hari dilakukannya penyerahan, jika tidak, maka tuntutan-tuntutan itu akan gugur. 1490. Jika dua bidang pekarangan dijual bersama-sama dalam satu persetujuan dengan satu harga, dengan penyebutan tentang luasnya masing-masing, dan ternyata satu ada lebih, sedangkan yang lainnya ada kurang luasnya, maka selisih ini dihapuskan dengan cara perjumpaan sampai jumlah yang diperlukan dan tuntutan untuk mendapat penambahan atau untuk mendapat pengurangan tidaklah terjadi lebih lanjut selain menurut aturan-aturan yang ditentukan di atas. 1491. Penanggungan yang menjadi kewajiban si penjual terhadap si pembeli, adalah untuk menjamin dua hal, yaitu pertama penguasaan benda yang dijual secara aman dan tenteram, kedua terhadap adanya cacat-cacat barang tersebut yang tersembunyi, atau yang sedemikian rupa hingga menerbitkan alasan untuk pembatalan pembeliannya. 1492. Meskipun pada waktu penjualan dilakukan tiada dibuat janji tentang penanggungan, namun si penjual adalah demi hukum diwajibkan menanggung si pembeli terhadap suatu penghukuman untuk menyerahkan seluruh atau sebagian benda yang dijual kepada seorang pihak ke tiga, atau terhadap beban-beban yang menurut keterangan seorang pihak ke tiga dimilikinya atas benda tersebut dan yang tidak diberitahukan sewaktu pembelian dilakukan. 1493. Kedua belah pihak diperbolehkan dengan persetujuan-persetujuan istimewa, memperluas atau mengurangi kewajiban yang ditetapkan oleh undangundang ini; bahkan mereka itu diperbolehkan mengadakan perjanjian bahwa si penjual tidak akan diwajibkan menanggung sesuatu apa pun. 1494. Meskipun telah diperjanjikan bahwa si penjual tidak akan menanggung suatu apapun, namun ia tetap bertanggung jawab tentang apa yang berupa akibat dari sesuatu perbuatan yang dilakukan olehnya, segala perjanjian yang bertentangan dengan ini adalah batal. 1495. Si penjual, dalam hal adanya janji yang sama, jika terjadi suatu penghukuman untuk menyerahkan barang yang dijual kepada seorang lain, diwajibkan mengembalikan harga pembelian, kecuali apabila si pembeli pada waktu

pembelian

dilakukan,

mengetahui

tentang

adanya

penghukuman

untuk

menyerahkan barang yang dibelinya, atau jika ia telah membeli barangnya dengan pernyataan akan memikul sendiri untung-ruginya. 1496. Jika dijanjikan penanggungan, atau jika tentang itu tiada perjanjian suatu apa, maka si pembeli berhak dalam halnya suatu penghukuman untuk menyerahkan barang yang dibelinya kepada seorang lain, menuntut kembali dari si penjual. 1e. pengembalian uang harga pembelian, 2e. pengembalian hasil-hasil jika ia diwajibkan menyerahkan hasil-hasil itu kepada si pemilik yang melakukan penuntutan penyerahan; 3e. biaya yang dikeluarkan berhubung dengan gugatan si pembeli untuk ditanggung, begitu pula biaya yang telah dikeluarkan oleh si penggugat asal; 4e. penggantian biaya, kerugian dan bunga, beserta biaya perkara mengenai pembelian dan penyerahannya, sekadar itu telah dibayar oleh si pembeli. 1497. Jika pada waktu dijatuhkannya hukuman untuk menyerahkan barangnya kepada seorang lain, ternyata bahwa barang yang dijual telah merosot harganya atau sangat rusak, baik hal-hal itu disebabkan kelalaian si pembeli, maupun karena keadaan memaksa, maka si penjual namun itu diwajibkan mengembalikan uang harga seutuhnya. Tetapi, jika si pembeli telah mendapat manfaat karena kerugian yang disebabkan olehnya, maka si penjual berhak mengurangi uang harga dengan suatu jumlah yang sama dengan keuntungan tersebut. 1498. Jika ternyata bahwa barang yang dijual pada waktu dijatuhkannya hukuman untuk menyerahkannya kepada seorang lain, telah bertambah harganya, meskipun tanpa suatu perbuatan si pembeli, maka si penjual diwajibkan membayar kepada si pembeli apa yang melebihi harga pembelian itu. 1499. Si penjual diwajibkan mengembalikan kepada si pembeli, atau menyuruh mengembalikan oleh orang yang memajukan tuntutan penyerahan barang, segala apa yang telah dikeluarkan oleh si pembeli untuk pembetulan dan perbaikan yang perlu pada barangnya. Jika si penjual dengan itikad buruk telah menjual barang milik orang lain,

asal ia memajukan tuntutannya untuk itu dalam satu tahun setelah hari putusan tentang penghukuman menyerahkan barangnya itu memperoleh kekuatan mutlak. dalam hal adanya penghukuman menyerahkan sebagian dari barang yang dijual. seandainya bagian itu tidak ada. 1504. bahkan juga biaya yang dikeluarkan untuk barangnya.maka ia diwajibkan mengembalikan kepada si pembeli segala biaya yang telah dikeluarkan. hingga si pembeli. semata-mata untuk perhiasan atau kesenangan. menurut harga taksiran sewaktu ia diharuskan menyerahkan sebagian dari barangnya itu. 1502. Jika ternyata bahwa benda yang dijual dibebani dengan pengabdianpengabdian tanah. ia sama sekali tidak akan membeli barangnya. atau . sedangkan pengabdianpengabdian tanah itu sedemikian pentingnya. hingga dapat disangka bahwa si pembeli tidak akan melakukan pembelian jika hal itu telah diketahuinya. yang membuat barang itu tak sanggup untuk pemakaian yang dimaksud. dengan tidak diberitahukannya hal itu kepada si pembeli. berhenti jika si pembeli telah membiarkan dirinya dihukum menurut suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. adalah sedemikian pentingnya. maka ia dapat meminta pembatalan pembeliannya. dalam hubungan dengan keseluruhannya. kecuali jika ia memilih menerima suatu ganti rugi. seandainya si pembeli mengetahui cacat itu. tetapi tidak menurut imbangan terhadap seluruh harga pembelian. sedangkan pihak ini membuktikan bahwa alasan-alasan cukup untuk menolak gugatannya. 1503. sedangkan bagian itu. Penanggungan terhadap penghukuman menyerahkan barangnya kepada seorang lain. Jika yang harus diserahkan hanya sebagian dari barangnya. Si penjual diwajibkan menanggung terhadap cacat tersembunyi pada barang yang dijual. 1501. atau dengan tidak dapat diketahuinya hal itu oleh si pembeli. atau yang demikian mengurangi pemakaian itu sehingga. takkan membeli barangnya. pembelian tidak dibatalkan. dengan tidak memanggil si penjual. 1500. si pembeli harus diberikan ganti rugi untuk bagian yang harus diserahkan. baik barangnya yang dijual telah naik maupun telah turun harganya. Apabila. maka dapatlah ia menuntut pembatalan pembelian.

Jika si penjual tidak telah mengetahui cacat-cacatnya barang maka ia hanya diwajibkan mengembalikan harga pembelian. Dalam hal-hal yang disebutkan dalam pasal 1504 dan 1506. 1506. 1511. yang dapat diketahui sendiri oleh si pembeli. 1505. kecuali jika ia. dan dengan mengindahkan kebiasaan-kebiasaan dari tempat mana perjanjian pembelian dibuat. kerugian dan bunga kepada si pembeli. yang terhadap si pembeli diwajibkan mengembalikan uang harga pembelian dan mengganti segala kerugian lainnya yang disebutkan dalam kedua pasal yang lalu. dalam hal yang demikian. menurut sifat cacat itu.tidak akan membelinya selain dengan harga yang kurang. Jika si penjual telah mengetahui cacat-cacatnya barang. tetap kerugian yang disebabkan kejadian yang tak disengaja. maka kerugiannya dipikul oleh si penjual. si pembeli dapat memilih apakah ia akan mengembalikan barangnya sambil menuntut kembali harga pembeliannya. harus dipikul oleh si pembeli. setelah mendengar ahli-ahli tentang itu. Ia diwajibkan menanggung terhadap cacat yang tersembunyi. 1512. 1507. Tuntutan yang didasarkan pada cacat-cacat yang dapat menyebabkan pembatalan pembelian harus oleh si pembeli dimajukan dalam suatu waktu yang pendek. meskipun ia sendiri tidak mengetahui adanya cacat itu. sekadar itu telah dibayar oleh si pembeli. 1508. Jika barang yang dijual. atau apakah ia akan tetap memiliki barangnya sambil menuntut pengembalian sebagian harta. ia juga diwajibkan mengganti segala biaya. . dan mengganti kepada si pembeli biaya yang telah dikeluarkan untuk penyelenggaraan pembelian dan penyerahan. Tuntutan ini tidak diberikan dalam hal penjualan-penjualan yang dilakukan atas kuasa Hakim. yang mengandung cacat-cacat tersembunyi. telah meminta diperjanjikan bahwa ia tidak diwajibkan menanggung sesuatu apa pun. 1509. musnah disebabkan cacat-cacat itu. sebagaimana akan ditentukan oleh Hakim. Si penjual tidaklah diwajibkan menanggung terhadap cacat yang kelihatan. 1510. maka selain diwajibkan mengembalikan harga pembelian yang telah diterimanya.

Jika si pembeli. jika barang yang dijual dan diserahkan memberi hasil atau lain pendapatan.BAGIAN KE TIGA Tentang kewajiban si pembeli 1513. dengan mengembalikan harga pembelian asal. dimana si penjual diberikan hak untuk mengambil kembali barang yang dijualnya. diwajibkan membayar bunga dari harga pembelian. atau jika telah diperjanjikan bahwa si pembeli diwajibkan membayar biarpun segala gangguan. dalam hal penjualan barang-barang dagangan dan barang-barang perabot rumah. si pembeli harus membayar di tempat dan pada waktu dimana penyerahan harus dilakukan 1515. atau jika si pembeli mempunyai suatu alasan yang patut untuk berkhawatir bahwa ia akan diganggu dalam penguasaannya. kecuali jika si penjual memilih memberikan jaminan. 1517. Meskipun demikian. pembatalan pembelian. dengan disertai penggantian yang disebutkan dalam pasal 1532. Kekuasaan untuk membeli kembali barang yang telah dijual diterbitkan dari suatu janji. hingga si penjual telah menghentikan gangguan tersebut. biarpun tidak ada suatu janji tegas. diganggu oleh suatu tuntutan hukum yang berdasarkan hipotik atau suatu tuntutan untuk meminta kembali barangnya. pada waktu dan di tempat sebagaimana ditetapkan menurut perjanjian. Jika pada waktu membuat perjanjian tidak ditetapkan tentang itu. 1514. 1518. maka ia dapat menangguhkan pembayaran harga pembelian. Jika si pembeli tidak membayar harga pembelian. 1516. setelah lewatnya waktu yang ditentukan untuk mengambil barang yang dijual. Si pembeli. akan terjadi demi hukum dan tanpa peringatan. menurut ketentuan-ketentuan pasal 1266 dan 1267. . si penjual dapat menuntut pembatalan pembelian. untuk keperluan si penjual. dalam penguasaannya. BAGIAN KE EMPAT Tentang hak membeli kembali 1519. Kewajiban utama si pembeli ialah membayar pembelian.

jika ada alasan untuk itu. menggantikan segala hak-hak dari penjualnya. Jangka waktu yang ditentukan harus diartikan secara mutlak. maka masing-masing di . maka ia dapat mewajibkan si penjual untuk mengoper seluruh benda tersebut manakala orang ini hendak menggunakan haknya membeli kembali. menjadi pembeli dari seluruh benda tersebut. Hak membeli kembali tidak boleh diperjanjikan untuk suatu waktu yang lebih lama dari lima tahun. Jika seorang yang dengan janji beli kembali telah membeli suatu bagian yang belum terbagi dalam suatu benda tak bergerak. 1522. 1524. 1527. meskipun dalam perjanjian kedua itu tidak disebutkan tentang janji tersebut. Terhadap orang-orang berpiutangnya si penjual ia dapat menggunakan hak istimewa untuk menuntut supaya terhadap si penjual itu lebih dahulu diadakan penyitaan kekayaannya untuk melunasi utang-utangnya. Jika berbagai orang bersama-sama dan dalam satu perjanjian telah menjual suatu benda yang menjadi hak mereka bersama. ia dapat menggunakan daluwarsa baik terhadap si pemilik sejati. setelah terhadapnya dimajukan suatu gugatan untuk pemisahan dan pembagian. 1526. dan apabila si penjual lalai memajukan tuntutannya untuk membeli kembali didalam tenggang yang telah ditetapkan. 1521. Jika hak tersebut diperjanjikan untuk suatu waktu yang lebih lama. boleh menggunakan haknya terhadap seorang pembeli ke dua. ia tak boleh diperpanjang oleh Hakim.1520. maupun terhadap siapa yang mengira mempunyai hak-hak hipotik atau lainlain hak atas barang yang dijual. 1525. maka tetaplah si pembeli sebagai pemilik barang yang dibeli. Si penjual suatu benda tak bergerak yang telah meminta diperjanjikannya kekuasaan untuk membeli kembali barang yang dijual. 1523. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk menuntut penggantian kepada orang yang bersangkutan. Jangka waktu ini berjalan untuk kerugian tiap orang. maka waktu itu diperpendek sampai lima tahun itu. bahkan untuk kerugian orang-orang yang belum dewasa. Barangsiapa membeli dengan janji beli kembali.

begitu pula biaya yang perlu untuk pembetulan-pembetulan. 1529. dan biaya yang menyebabkan barangnya yang dijual . untuk mengoper barangnya seluruhnya. baik dalam halnya harta peninggalan yang belum dibagi. si pembeli dapat menuntut supaya semua orang yang turut menjual atau semua orang yang turut menjadi ahli waris dipanggil agar mereka bermufakat tentang pembelian kembali bendanya seluruhnya. tidak dilakukan oleh sekalian mereka bersama dan untuk seluruhnya. tetapi juga diwajibkan mengganti semua biaya menurut hukum yang telah dikeluarkan untuk menyelenggarakan pembelian serta penyerahannya. 1532. Si penjual yang menggunakan janji membeli kembali tidak saja diwajibkan mengembalikan seluruh harga pembelian asal. meninggalkan berbagai orang ahli waris. maupun dalam halnya harta peninggalan itu sudah dibagi di antara para ahli waris. maka tuntutan membeli kembali harus ditolak. 1530. Hal yang sama terjadi apabila seoraog yang sendirian telah menjual suatu benda. dan jika mereka tidak mencapai sepakat. maka masing-masing dari mereka sendiri-sendiri dapat menggunakan haknya membeli kembali terhadap bagian yang menjadi haknya. Tetapi. tetapi masingmasing dari mereka itu telah menjual sendiri-sendiri apa yang menjadi bagiannya. dalam hal yang termaksud dalam kedua pasal yang lalu. dan si pembeli tidak boleh memaksa siapa yang menggunakan haknya secara demikian. maka hak membeli kembali tidak dapat dipergunakan terhadap masing-masing dari mereka selain untuk sejumlah sebesar bagiannya. 1528. Jika penjualan suatu barang kepunyaan berbagai orang. dan barang yang dijual itu jatuh pada salah seorang maka tuntutan untuk membeli kembali dapat ditujukan untuk seluruhnya kepada orang ini. Tetapi jika harta peninggalan telah dibagi. 1531.antara mereka hanyalah dapat menggunakan haknya membeli kembali sekadar mengenai suatu jumlah sebesar bagiannya. Masing-masing di antara para ahli waris ini hanyalah boleh menggunakan hak membeli kembali untuk suatu jumlah sebesar bagiannya. Jika si pembeli meninggalkan beberapa orang ahli waris.

kecuali jika ia telah mengikatkan dirinya untuk itu. tidaklah diwajibkan menanggung selain hanya terhadap kedudukannya sebagai ahli waris. ia namun itu diwajibkan menetapi perjanjian-perjanjian sewa yang dengan itikad baik ialah dibuat oleh si pembeli. Penjualan suatu piutang meliputi segala sesuatu yang melekat padanya. 1538. memperoleh kembali barangnya. kecuali jika dengan tegas dijanjikan sebaliknya. maka janji ini harus diartikan sebagai mengenai kemampuannya sekarang. BAGIAN KE LIMA Ketentuan-ketentuan khusus mengenai jual-beli piutang dan lain-lain hak tak bertubuh 1533. jika tidak dengan tegas telah diperjanjikan lain. . Barangsiapa menjual suatu warisan dengan tidak diterangkan barang demi barang. atau lagi telah menjual beberapa benda dari harta peninggalan itu. hak istimewa dan hipotikhipotik. harus menanggung bahwa hak-hak itu benar dan sewaktu diserahkannya biarpun penjualan dilakukan tanpa janji penanggungan. dan tidak mengenai keadaan di kemudian hari. sejumlah tambahnya ini. 1536.bertambah harganya. Barangsiapa menjual suatu piutang atau suatu hak tak bertubuh lainnya. Ia tidak dapat memperoleh penguasaan atas barang yang dibeli kembali. maka ia diwajibkan menggantinya. 1535. Ia tidak bertanggung jawab tentang cukup mampunya si berutang. Apabila si penjual. 1534. dan hanya untuk jumlah harga pembelian. 1537. yang telah diterimanya untuk piutangnya. Jika ia telah menikmati hasil-hasilnya sesuatu benda atau telah menerima suatu jumlah sebesar sesuatu piutang yang termasuk warisan tersebut. selain setelah memenuhi segala kewajiban ini. maka barang itu harus diserahkan kepadanya bebas dari semua beban dan hipotik yang diletakkan oleh si pembeli di atasnya. sebagai akibat janji beli kembali. Jika ia telah berjanji untuk menanggung terhadap cukup mampunya si berutang. sepertinya penanggungan-penanggungan.

Apabila sebelum penyerahan suatu piutang yang telah dijual. musnah diluar salah pemiliknya. melainkan hanya untuk mengembalikan barang yang telah diterimanya. rugi dan bunga dari pihak lawannya ataukah ia akan menuntut pengembalian barang yang ia telah berikan. yang telah dijanjikan untuk ditukar. Siapa yang karena suatu penghukuman untuk menyerahkan barangnya kepada seorang lain. lagi pula untuk memenuhi kepada si penjual apa yang si penjual ini dapat menagih selaku orang yang memegang sesuatu piutang terhadap warisan. maka itu cukuplah untuk membebaskan si berutang. dengan mana kedua belah pihak mengikatkan dirinya untuk saling memberikan suatu barang secara bertimbal-balik. . 1543. telah terpaksa melepaskan barang yang diterimanya dalam tukar-menukar. 1542. Segala apa yang dapat dijual. orangnya yang berutang membayar utangnya kepada si penjual. Tukat-menukar ialah suatu perjanjian. dan kemudian ia membuktikan bahwa pihak yang lain bukan pemilik barang tersebut.1539. BAB KE ENAM Tentang tukar-menukar 1541. maka perjanjian dianggap sebagai gugur. dan siapa yang dari pihaknya telah memenuhi perjanjian. 1546. 1545. 1544. dapat pula menjadi bahan tukar-menukar. dapat memilih apakah ia akan menuntut panggantian biaya. Untuk selainnya aturan-aturan tentang perjanjian jual-beli berlaku terhadap perjanjian tukar-menukar. sebagai gantinya suatu barang lain. 1540. Jika pihak yang satu telah menerima barang yang ditukarkan kepadanya. Jika suatu barang tertentu. Sebaliknya si pembeli diwajibkan mengganti kepada si penjual segala sesuatu yang oleh orang ini telah dikeluarkan untuk membayar utang-utang dan beban-beban warisan. dapat menuntut kembali barang yang ia telah berikan dalam tukar-menukar. maka tak dapatlah ia dipaksa menyerahkan barang yang ia telah janjikan dari pihaknya sendiri.

Dihapuskan. selama suatu waktu tertentu dan dengan pembayaran sesuatu harga. biarpun pihak yang menyewakan itu sendiri tidak mengetahuinya pada waktu dibuatnya perjanjian sewa. Ia harus selama waktu sewa menyuruh melakukan pembetulan-pembetulan pada barang yang disewakan yang perlu dilakukan.BAB KE TUJUH Tentang sewa-menyewa BAGIAN KE SATU Ketentuan Umum 1547. baik yang bergerak dapat disewakan. Pihak yang menyewakan diwajibkan karena sifat perjanjian. BAGIAN KE DUA Tentang aturan-aturan yang sama-sama berlaku terhadap penyewaan rumah dan penyewaan tanah 1550. 2e. . menyerahkan barang yang disewakan kepada si penyewa. hingga barang itu dapat dipakai untuk keperluan yang dimaksudkan. memberikan si penyewa kenikmatan yang tenteram daripada barang yang disewakan selama berlangsungnya sewa. terkecuali pembetulanpembetulan yang menjadi kewajiban si penyewa. Sewa-menyewa ialah suatu pcrjanjian denan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainnya kenikmatan dari sesuatu barang. dan dengan tak perlu adanya sesuatu janji untuk itu : 1e. Pihak yang menyewakan harus menanggung si penyewa terhadap semua cacat dari barang yang disewakan. memelibara barang yang disewakan sedemikian. Pihak yang menyewakan diwajibkan mesyemhkan barang yang disewakan dalam keadaan terpelihara segala-galanya. 1551. 1552. 1549. Semua jenis barang. 1548. yang merintangi pemakaian barang itu. Dihapuskan. baik yang tak bergerak. 3c. yang oleh pihak tersebut belakangan itti disanggupi pembayarannya.

pada barang yang disewakan terpaksa diadakan pembetulan-pembetulan. yang dilakukan oleh orangorang pihak ke tiga dengan peristiwa-peristiwa dengan tidak memajukan sesuatu hak atas barang yang disewa. menurut keadaan. Jika pembetulan-pembetulan sedemikian sifatnya. betapa pun kesusahan yang disebabkannya. Jika sebaliknya si penyewa diganggu dakam kenikmatannya. yang perlu ditempati oleh si penyewa dan keluarganya. Tetapi. maka ia berhak menuntut suatu pengurangan harga sewa menurut imbangan. Jika barangnya hanya sebagian musnah. asal tentang gangguan atau rintangan itu telah diberitahukan secara sah kepada si pemilik. 1554. . Jika selama waktu sewa. tetapi tidak dalam satu dari kedua hal itu pun ia berhak atas suatu ganti rugi.Jika cacat-cacat itu telah mengakibatkan sesuatu kerugian bagi si penyewa. 1557. tak dapat didiami. yang tidak dapat menunggu sampai berakhirnya sewa. jika pembetulan-pembetulan ini berlangsung lebih lama dari empat puluh hari. maka si penyewa harus menerimanya. maka perjanjian sewa gugur demi hukum. maka si penyewa dapat memutuskan sewanya. 1555. dan meskipun ia selama dilakukannya pembetulan-pembetulan itu terpaksa kehilangan sebagian dari barang yang disewakan. maka harga sewa harus dikurangi menurut imbangan waktu dan bahagian dari barang yang disewakan yang tidak dapat dipakai oleh si penyewa. Jika. apakah ia akan meminta pengurangan harga sewa. si penyewa dapat memilih. hingga barang yang disewakan. dengan tidak mengurangi hak si penyewa untuk menuntut sendiri orang itu. 1556. disebabkan karena suatu tuntutan hukum yang bersangkutan dengan hak milik atas barangnya. 1553. barang yang disewakan sama sekali musnah karena suatu kejadian yang tak disengaja. Pihak yang menyewakan tidaklah diwajibkan menjamin si penyewa terhadap rintangan-rintangan dalam kenikmatannya. selama waktu sewa. maka kepadanya pihak yang menyewakan diwajibkan memberikan ganti rugi. Pihak yang menyewakan tidak diperkenankan selama waktu sewa mengubah ujud maupun tataan barang yang disewakan. ataukah ia akan meminta bahkan pembatalan perjanjian sewanya.

Si penyewa. jika kepadanya tidak telah diperizinkan. maka ia diwajibkan memberitahukan tentang. maka pihak ini. untuk membayar harga sewa pada waktu-waktu yang telah ditentukan. 1559. dengan kekecualian apa yang telah musnah . rugi dan bunga. atau untuk suatu keperluan sedemikian rupa hingga dapat menerbitkan suatu kerugian kepada pihak yang menyewakan. Jika yang disewa itu berupa sebuah rumah. 1561. Jika orang-orang yang telah melakukan peristiwa-peristiwa. jika kekuasaan itu tidak telah dilarang dalam perjanjiannya. yang disewanya. memajukan bahwa mereka mempunyai sesuatu hak atas barang yang disewakan. untuk memakai barang yang disewa sebagai seorang bapak rumah yang baik. setelah pembatalan itu. atau untuk menerima pelaksanaan sementara pengabdian pekarangan. maka dapatlah ia atas tanggung jawab sendiri. atau jika tidak ada suatu perjanjian mengenai itu. Bahkan bolehlah ia menuntut supaya ia dikeluarkan sebagai pihak dalam perkara. atas ancaman pembatalan perjanjian sewa dan penggantian biaya. menurut keadaan. maupun melepaskan sewanya kepada seorang lain. asal ia menunjuk orangnya untuk siapa ia menguasai barangnya. Si penyewa harus menepati dua kewajiban utama: 1e. 1562. Jika antara pihak yang menyewakan dan pihak yang menyewa telah dibuat suatu pratelan tentang barang yang disewakan. menurut tujuan yang dipersangkakan berhubung dengan keadaan. yang didiami sendiri oleh si penyewa. sedangkan pihak yang menyewakan. 1560. 2c. sesuai dengan tujuan yang diberikan pada barang itu menurut perjanjian sewanya. tidak diperbolehkan mengulang-sewakan barang. menyewakan sebagian kepada orang lain. tidak diwajibkan mentaati perjanjiannya ulang sewa. atau jika si penyewa sendiri digugat untuk mengosongkan seluruh atau sebagian dari barangnya yang disewa.1558. Jika si penyewa memakai barang yang disewa untuk suatu keperluan lain dari yang menjadi tujuannya. dapat meminta pembatalan sewanya. dan ia dapat memanggil pihak tersebut untuk penanggungan. itu kepada pihak yang menyewakan. maka pihak yang belakangan ini diwajibkan mengembalikan barangnya dalam keadaan dimana barang itu diterimanya menurut pratelan tersebut.

1564. 1569. Jika tidak dibuat suatu pratelan. maka sewa itu berakhir demi hukum. dianggap telah menerima barang yang disewa dalam keadaan yang baik. yang sudah dijalankan. kecuali jika pihak yang menyewakan membuktikan bahwa kebakaran itu disebabkan kesalahan si penyewa. 1566. dan tidak terdapat suatu tanda pembayaran. 1563. kecuali apabila si penyewa memilih untuk menyuruh menaksir harga sewanya oleh orang-orang ahli. pada waktu mengosongkan barang yang disewa. 1570. Jika sewa tidak dibuat dengan tulisan. oleh kawan-kawannya serumah atau oleh mereka kepada siapa ia telah mengoperkan sewanya. maka si penyewa. 1565. Ia namun itu tidak bertanggung jawab untuk kebakaran. membongkar dan membawa segala apa yang ia dengan biaya sendiri telah menyuruh membuat pada barang yang disewa. yang menjadi beban para penyewa. yang dibuat dengan lisan. Si penyewa bertanggung jawab untuk segala kerusakan yang diterbitkan pada barang yang disewa selama waktu sewa. maka pihak yang menyewakan harus dipercaya atas sumpahnya. dengan mengindahkan tenggang-tenggang waktu yang diharuskan menurut kebiasaan setempat. maka sewa itu tidak berakhir pada waktu yang ditentukan. Si penyewa adalah bertanggungjawab untuk segala kerusakan dan kerugian yang diterbitkan pada barang yang disewa. . melainkan jika pihak lain bahwa ia hendak menghentikan sewanya. kecuali jika dibuktikan sebaliknya dan ia harus mengembalikan barangnya dalam keadaan yang sama. apabila waktu yang ditentukan telah lampau. 1571. 1568. kecuali jika ia membuktikan bahwa kerusakan itu terjadi diluar salahnya.atau berkurang harganya sebagai akibat dari tuanya barang atau dari kejadiankejadian yang tak disengaja yang tidak dapat dihindarkan. Jika terjadi perselisihan tentang harga suatu penyewaan. Si penyewa diperbolehkan. Jika sewa dibuat dengan tulisan. mengenai pemeliharaan. Dihapuskan. asal pembongkaran dan pembawaan itu dilakukan dengan tidak merusakkan barang yang disewa. tanpa diperlukannya sesuatu pemberhentian untuk itu. 1567.

tidaklah diputuskan kecuali apabila ini telah diperjanjikan pada waktu menyewakan barang. suatu persewaan yang dibuat sebelumnya. 1576. tidak meliputi kewajiban-kewajiban yang terbit dari perpanjangan sewa. ia tidak diwajibkan mengosongkan barang yang disewa. Jika ada suatu perjanjian yang demikian. si penyewa tidak berhak menuntut suatu ganti rugi apabila tidak ada suatu janji yang tegas. Dalam halnya kedua pasal yang lalu. peringatan tersebut harus paling sedikit satu tahun sebelum pengosongan. yang akibat-akibatnya diatur dalam pasal-pasal yang mengenai penyewaan-penyewaan dengan lisan. Jika. 1573. si penyewa tetap menguasai barang yang disewa dan dibiarkan menguasainya. 1574. meskipun ia tetap menikmati barangnya. jika barangnya dijual. selama ganti rugi yang terutang belum dilunasi.1572. Jika pihak yang satu telah memberitahukan kepada pihak yang lainnya bahwa ia hendak menghentikan sewanya. sebelum ia dengan lewatnya tenggang waktu yang ditentukan untuk pembelian kembali. tidak dapat memajukan tentang adanya suatu penyewaan ulang secara diam-diam. menjadi pemilik mutlak. memaksa si penyewa mengosongkan barang yang disewa. Si pembeli dengan janji membeli kembali. 1577. maka terjadilah dengan itu suatu sewa baru. Dalam hal sewa tanah. . Dengan dijualnya barang yang disewa. penanggungan utang yang dibuat untuk sewanya. sebagaimana diharuskan oleh adat kebiasaan setempat mengenai pemberhentian-pemberhentian sewa. 1575. Seorang pembeli yang hendak menggunakan kekuasaan yang diperjanjikan dalam perjanjian sewa. tetapi jika ada suatu janji seperti tersebut belakangan ini. untuk. Perjanjian sewa tidak sekali-kali hapus dengan meninggalnya pihak yang menyewakan. 1578. setelah berakhirnya suatu penyewaan yang dibuat dengan tulisan. diwajibkan memperingatkan si penyewa sekian lama sebelumnya. maupun dengan meninggalnya pihak yang menyewa. maka si penyewa. tidak dapat menggunakan kekuasaannya untuk memaksa si penyewa mengosongkan barang yang disewa.

Meskipun demikian. Pembetulan-pembetulan kecil dan sehari-hari dipukul oleh si penyewa. Pihak yang menyewakan tidak dapat menghentikan sewa dengan menyatakan hendak memakai sendiri barang yang disewakan. yang ia pada waktu dilakukannya suatu penyitaan. atau menurut kebiasaan-kebiasaan setempat. 1580. kaca-kaca jendela. dapat dipaksa untuk mengosongkan rumah itu. apabila pembetulan-pembetulan itu terpaksa dilakukan karena keadaan rusak dari barang yang disewa atau karena keadaan memaksa. dan dengan tak diperbolehkan ia memajukan pembayaran-pembayaran yang dilakukan sebelumnya. kecuali jika pembayaran-pembayaran itu telah dilakukan menurut suatu janji yang dinyatakan dalam dia punya perjanjian sewa. BAGIAN KE TIGA Tentang aturan-aturan yang khusus berlaku bagi sewa rumah dan perabot rumah 1581. berutang pada si penyewa pertama. Si penyewa yang tidak memperlengkapi sebuah rumah yang disewa. kecuali jika telah diperjanjikan sebaliknya. pembetulan-pembetulan tersebut harus dipikul oleh pihak yang menyewakan. dengan perabot rumah secukupnya. baik didalam maupun diluar rumah dan segala sesuatu yang dianggap termasuk itu. maka dianggap sebagai demikian pembetulanpembetulan pada lemari-lemari toko. kolam-kolam hujan. Menjaga kebersihan sumur-sumur. maka ia diwajibkan sebelum itu memberitahukan tentang kehendaknya untuk menghentikan sewanya sebegitu lama sebelumnya. dan . 1584. Seorang penyewa kedua tidaklah berwajib membayar kepada si pemilik lebih dari jumlah harga sewa dari penyewaan kedua. tutupan jendela. sebagaimana ditetapkan dalam pasal 1578. kecuali apabila ia memberikan cukup jaminan untuk pembayaran uang sewa. Jika dalam perjanjian sewa telah disetujui bahwa pihak yang menyewakan akan mempunyai kekuasaan memakai sendiri rumah atau tanah yang disewakan. 1583.1579. Jika tidak ada perjanjian. 1582. kunci-kunci dalam. menurut kebiasaan setempat.

yang dilakukan menurut kebiasaan setempat. sebagaimana rumah-rumah tempat-tempat kediaman. 1585. melainkan sesudahnya suatu pemberitahuan tentang penghentian sewa. atau suatu ruangan lainnya. sebuah toko.tandas-tandas dibebankan kepada pihak yang menyewakan. melainkan hanya dalam hal-hal dan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum . maka dianggaplah si penyewa itu tetap memegang barang yang disewakan atas dasar syarat-syarat yang sama. tetap menguasai barang yang disewa. setelah berakhirnya waktu sewa. Jika tidak ternyata bahwa penyewaan dibuat atas sejumlah uang tiap tahun. Jika didalam suatu perjanjian sewa tanah disebutkan suatu keluasan yang kurang atau yang lebih daripada keluasan yang sungguh-sungguh. 1586. untuk bulanan. sedangkan pihak yang menyewakan tidak melawannya. apabila dibuat atas pembayaran sejumlah uang tiap bulan. dibebankan kepada pihak yang menyewa. toko-toko atau ruangan-ruangan selalu disewakan menurut kebiasaan setempat. maupun dikeluarkan dari situ. untuk harian. Penyewaan kamar-kamar yang diperlengkapi dengan mebel harus dianggap telah dilakukan milik tahunan. sebuah tempat kediaman seluruhnya. harus dianggap telah dibuat untuk lamanya. tiap bulan. Jika si penyewa sebuah rumah atau ruangan. jika tidak ada suatu janji. untuk waktu yang ditentukan oleh kebiasaan setempat. yang ditentukan dalam suatu perjanjian tertulis. apabila dibuat atas pembayaran sejumlah uang tiap hari. atau tiap hari. BAGIAN KE EMPAT Tentang aturan-aturan yang khusus berlaku bagi sewa tanah 1588. 1587. dan tak dapatlah ia meninggalkan barang yang disewa. maka penyewaan dianggap telah dibuat menurut kebiasaan setempat. Sewa mebel untuk memperlengkapi sebuah rumah seluruhnya. apabila dibuat atas pembayaran sejumlah uang tiap tahun. Menjaga kebersihan pipa-pipa asap. maka hal itu tidaklah menjadi alasan untuk menambah atau mengurangi harga sewa. jika tidak telah dijanjikan sebaliknya.

Semua penyewa tanah diwajibkan menyimpan hasil-hasil tanahnya didalam tempat. Jika sewa hanya dilakukan untuk satu tahun. maka pihak ini adalah berhak untuk. seluruh atau separuh penghasilan setahun telah hilang karena kejadian-kejadian yang tak dapat dihindarkan. menurut keadaan. maka si penyewa dibebaskan dari pembayaran seluruh jumlah harga sewa atau sebagian harga sewa menurut imbangan. apabila kenikmatan dari semua tahun telah diperjumpakan satu sama lain. kecuali jika ia telah memperoleh penggantian kerugian karena penghasilan tahun-tahun yang lalu. 1593. . Si penyewa tanah diwajibkan. disertai penggantian biaya. melaporkan kepada si pemilik tentang segala peristiwa yang dilakukan didalam pekarangan-pekarangan yang disewa. jika ia memakai barang yang disewa untuk suatu tujuan lain dari tujuan yang dimaksudkan. 1589. dan karena itu diterbitkan sesuatu kerugian bagi pihak yang menyewakan. menurut kerugian yang telah diderita. 1592. jika ia berhenti melakukan penggembalaan atau penanaman. atas ancaman penggantian biaya kerugian dan bunga. 1591. penyimpanan yang telah disediakan untuk itu. pada umumnya. Pemberitahuan ini harus dilakukan didalam tenggang yang sama sebagaimana ditentukan antara waktu gugatan dan hari menghadapnya di muka sidang Pengadilan. Jika si penyewa tanah tidak melengkapi taman yang diperlukan untuk penggembalaan atau tanah itu dengan hewan-hewan atau perkakas-perkakas penanaman. Hakim namun itu dapat mengizinkan si penyewa untuk sementara waktu. sedangkan penghasilan telah hilang seluruhnya atau separuh. menurut jaraknya tempat-tempat. atau dalam hal itu tidak berlaku sebagai seorang bapak rumah yang baik. Jika dalam suatu sewa untuk beberapa tahun. menuntut pembatalan sewa. selama waktu sewa. menahan sebagian dari uang sewa. 1590. maka si penyewa dapat menuntut suatu pengurangan uang sewa. jika ia tidak memenuhi janji-janji yang dibuat dalam perjanjian sewa.dalam bab kelima dari buku ini. Jika ia tidak telah mendapat penggantian kerugian. maka perkiraan tentang pengurangan uang sewa tidak dapat dilakukan selainnya pada waktu berakhirnya sewa. atau. kerugian dan bunga.

dihitung telah dibuat untuk sekian lama waktu. maka ia tidak berhak atas sesuatu pengurangan . dan semua tanah lain yang hasilnya dikumpulkan seluruhnya didalam waktu satu tahun. Sewa tanah. sebidang kebun buahbuahan. sepertinya: kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh peperangan atau kebanjiran yang tidak biasa menimpa negeri ini. gempa bumi. hama-hama yang merusak penghasilan. kilat atau rontoknya bunga dari pohon sebelum waktunya. 1598. 1596. sepertinya: peletusan gunung. 1597. kemarau yang terlalu lama. dianggap sebagai dibuat untuk sekian tahun. kecuali jika dalam perjanjian sewa bagi si pemilik harus memikul bagiannya dalam kerugian. hal yang menyebabkan kejadian sudah ada dan sudah diketahui sewaktu perjanjian sewa dibuat. Jika setelah berakhirnya suatu sewa yang dibuat tertulis. Demikianlah maka sewa sebidang padang rumput. Sewa tanah pertanian. sebagaimana dibutuhkan oleh si penyewa untuk mengumpulkan semua hasil dari tanah yang disewa. 1594. baik yang dapat diduga maupun yang tak dapat diduga. Janji yang sedemikian namun itu hanya dianggap dibuat untuk kejadian-kejadian biasa yang tak dapat diduga. si penyewa . Janji tersebut di atas tidak meliputi kejadian-kejadian luar biasa. yang dibuat dengan tidak memakai tulisan. jika. Dengan suatu janji yang dinyatakan dengan tegas si penyewa dapat dipertanggungjawabkan tentang kejadian-kejadian yang tak dapat diduga. Begitu pula si penyewa tidak dapat menuntut sesuatu pengurangan. asal si penyewa tidak lalai menyerahkan kepada si pemilik bagiannya dari penghasilan. yang ditanami berganti-ganti dengan bermacammacam tanaman. Si penyewa tidak dapat diberikan pengurangan apabila kerugian penghasilan itu diderita setelah penghasilan ini dipisahkan dari tanah.Apabila kerugiannya kurang dari separuh. 1595. kecuali jika si penyewa telah menyanggupi untuk memikul akibat dari semua kejadian. dihitung sebagai dibuat untuk satu tahun. menurut adanya macam tanaman.

diwajibkan bantu-membantu sedemikian rupa hingga memudahkan keluarnya yang satu dan masuknya yang lain. 1599. maka akibat-akibat sewa yang baru diatur dalam pasal yang lalu. mengikatkan diri untuk menyelenggarakan suatu pekerjaan bagi *) Menurut UU 21/1954: “perjanjian perburuhan” diadakan antara majikan dan “serikat buruh”. mengikatkan dirinya untuk di bawah perintah pihak yang lain si majikan.tetap menguasai barangnya. si buruh. harus meninggalkan jerami dan gemuk dari tahun yang lalu. 1601 a. Perjanjian perburuhan adalah perjanjian dengan mana pihak yang satu. dengan mana pihak yang satu. maupun lagi yang mengenai hal-hal lain. Selain perjanjian-perjanjian untuk melakukan sementara jasa-jasa. maka adalah dua macam perjanjian dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk melakukan pekerjaan bagi pihak yang lainnya dengan menerima upah. dan jika itu tidak ada. apabila ia berangkat. menurut suatu perkiraan yang akan dibuat. jika ia menerimanya pada waktu mulai sewanya. untuk sesuatu waktu tertentu. dan meskipun ia tidak telah menerimanya. maupun yang mengenai pemungutan hasil-hasil yang masih berada di ladang. BAB KE TUJUH A Tentang perjanjian-perjanjian untuk melakukan pekerjaan BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1601. perjanjian perburuhan dan pemborongan pekerjaan. Begitu pula si penyewa. Si penyewa yang sewanya berakhir dan orang yang menggantinya. oleh kebiasaan. si pemborong. Pemborongan pekerjaan adalah perjanjian. melakukan pekerjaan dengan menerima upah. dan dibiarkan menguasainya.*) 1601 b. 1600. baik yang mengenai penanaman untuk tahun yang akan datang. namun si pemilik dapat meminta supaya jerami dan gemuk tersebut ditinggalkan padanya. yang diatur oleh ketentuan-ketentuan yang khusus untuk itu dan oleh syarat-syarat yang diperjanjikan. . segala sesuatu menurut kebiasaan setempat. “perjanjian kerja” antara majikan dan buruh secara perseorangan.

Jika suatu perjanjian mengandung tanda-tanda suatu perjanjian perburuhan beserta tanda-tanda suatu perjanjian dari lain jenis. maka biaya akta beserta lain-lain biaya tambahan harus dipikul oleh majikan. Terhadap perjanjian-perjanjian perburuhan yang dibuat oleh seorang . dengan pengecualian ketentuan-ketentuan bagian ke enam dari bab ini. Tetapi jika dalam hal yang demikian itu perjanjian yang pertama dibuat sebagai suatu percobaan. meskipun tiap kali dengan sesuatu waktu selang. maka bertakulah ketentuan-ketentuan perihal perjanjian perburuhan. 1601 f. pihak yang memborongkan. Uang panjar hanya dapat dikurangkan dari upah. sedemikian bahwa pemboronganpemborongan itu kesemuanya dapat dianggap sebagai satu perjanjian perburuhan. atau jika sewaktu dibuatnya perjanjian pemborongan. 1601 e. Jika suatu pemborongan pekerjaan diikuti oleh beberapa perjanjian yang semacam. dan ketentuan-ketentuan dari bagian ke enam akan berlaku baginya. Apabila suatu perjanjian perburuhan dibuat tertulis. Jika pada waktu membuat perjanjian diberikan dan diterima suatu panjar. maupun masing-masing perjanjian tersendiri.pihak yang lain. maka ketentuan-ketentuan perihal perjanjian perburuhan akan berlaku terhadap baik perjanjian-perjanjian tersebut kesemuanya. yang tanda-tandanya ikut terkandung didalamnya itu. maupun ketentuanketentuan perihal perjanjian lain. ternyata maksud kedua belah pihak untuk membuat beberapa perjanjian lagi yang semacam. jika ada pertentangan di antara ketentuan-ketentuan ini. maka tidak satu pihak berhak karenanya meniadakan perjanjian dengan menyuruh memiliki atau dengan mengembalikan uang panjar itu. dengan menerima suatu harga yang ditentukan. maka perjanjian ini dianggap tetap memiliki sifat-sifatnya sebagai pemborongan pekerjaan. 1601 c. sedangkan perjanjian telah dibuat untuk waktu lebih lama atau untuk waktu tak tertentu. BAGIAN KE DUA Tentang perjanjian perburuhan umumnya 1601 d. jika hubungan kerja telah berlangsung untuk waktu yang tidak melebihi tiga bulan. maka berlakulah baik ketentuan-ketentuan perihal perjanjian perburuhan.

Sekadar tidak secara tegas dikecualikan dengan dibuatnya syarat-syarat tertentu. telah membuat suatu perjanjian dan karena itu selama enam minggu telah melakukan pekerjaan di bawah perintah majikan. maka dianggaplah ia . guna kepentingan keluarga. dengan tiada perlawanan dari pihak wakilnya menurut undang-undang. termasuk pula memberikan pembebasan-pembebasan dan menghadap di muka Hakim. kecuali jika kepada Hakim ternyata bahwa orang tersebut tidak mampu menyatakan ke hendaknya. Ia berhak memakai apa yang diterimanya atau apa yang ia berhak menuntut berdasarkan perjanjian perburuhan tersebut. Oleh karena itu maka ia dapat melakukan sendiri semua perbuatan yang berdasarkan perjanjian tadi. maka didalam segala hal yang mengenai perjanjian perburuhan yang dibuat berdasarkan kuasa yang telah diberikan itu. dengan tidak mengurangi ketentuan dalam ayat ke tiga pasal 1602. 1601 g. 1601 h. maka. Jika seorang belum dewasa yang belum cakap untuk membuat suatu perjanjian perburuhan. Suatu kuasa lisan hanya dapat berlaku untuk pembuatan suatu perjanjian perburuhan tertentu. dengan tidak memakai bantuan suaminya.perempuan yang bersuami sebagai buruh. jika ia untuk itu dikuasakan oleh wakilnya menurut undang-undang. kuasa itu harus diberikan di hadapan si majikan atau siapa yang mewakilinya. baik dengan lisan maupun tertulis. Kuasa tersebut tak dapat diberikan dengan bersyarat. Seorang belum dewasa adalah cakap membuat perjanjian perburuhan sebagai buruh. yang harus segera mengirimkan suatu salinan yang ditandatangani kepada si belum dewasa dan pada waktu berakhirnya hubungan kerja mengembalikan surat kuasa tersebut kepada si belum dewasa atau orang-orang yang mendapat hak daripadanya. Namun itu ia tidak dapat menghadap dimuka Hakim jika tidak dibantu oleh orang yang diwajibkan mewakilinya menurut undang-undang. Jika si belum dewasa belum berusia genap delapan belas tahun. maka si belum dewasa diwajibkan menyerahkan surat-kuasa kepada si majikan. si belum dewasa dipersamakan dengan orang yang dewasa. f. undang-undang menganggap bahwa ia telah mendapat perizinan dari suaminya. Jika kuasa diberikan tertutis.

tersedia untuk dibaca oleh umum. menuntut di muka Hakim supaya perjanjian perburuhan dibatalkan. 2e. 3e. sehingga ia dapat memikir masak-masak tentang isinya. sebelumnya ditetapkan. Surat reglemen yang ditetapkan oleh si majikan hanya mengikat si buruh jika si buruh ini secara tertulis telah menyatakan menyetujui reglemen tersebut dan selainnya itu telah dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1e. bahwa selembar lengkap dari reglemen tersebut dengan cuma-cuma oleh atau atas nama si majikan telah diberikan kepada si buruh. jika suatu lembar lengkap dari rancangan reglemen atau perubahan-perubahan yang dirancangkan. 1601 i.telah dikuasakan dengan lisan oleh wakilnya itu untuk membuat perjanjian perburuhan tersebut. Hakim memutus dalam angkatan terakhir dan ia akan mengabulkan tuntutan. 1601 k. Penyerahan dan pembacaan reglemen di Kementerian Perburuhan adalah dengan cuma-cuma. 1601 j. tidak dapat menyetujuinya. hingga dapat dibaca dengan terang. kecuali jika ia berpendapat bahwa si buruh tidak atau tidak sebegitu . maka dapatlah ia dalam jangka waktu empat minggu setelah ia mengetahui penetapan itu. adalah batal. maka reglemen baru atau reglemen yang lelah diubah ini hanyalah berlaku bagi si buruh. Setelah pihak lawan diperiksa atau dipanggil secara sah. ditetapkan. bahwa suatu lembar lengkap dari reglemen tersebut ditempelkan dan tetap berada di suatu tempat yang mudah dapat didatangi si buruh. setelahnya reglemen baru atau reglemen yang diubah. bahwa oleh atas nama si majikan telah diserahkan kepada Kementerian Perburuhan suatu lembar lengkap dari reglemen tersebut yang ditandatangani oleh si majikan. selama suatu waktu disediakan untuk dibaca dengan cuma-cuma oleh si buruh. Jika si buruh. sedapat mungkin dalam ruangan bekerja. Jika selama hubungan kerja ditetapkan suatu reglemen atau reglemen yang telah ada diubah. Suatu perjanjian perburuhan antara suami-istri adalah batal. Setiap orang berkepentingan dapat memperoleh suatu salinan dan reglemen tersebut dengan cuma-cuma. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dalam pasal ini.

yang bertentangan dengan suatu perjanjian perburuhan kolektif yang mengikat mereka kedua. Jika gugatan dikabulkan. 1601 m. satu bulan atas dua puluh lima hari dan satu tahun atas tiga ratus hari. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dalam pasal ini adalah batal. kecuali namun itu si majikan sendiri. Tiap janji antara majikan dan buruh. Yang dinamakan perjanjian perburuhan kolektif ialah suatu peraturan yang dibuat oleh seorang majikan atau lebih atau pun suatu perkumpulan majikan atau lebih yang berbentuk badan hukum di satu pihak. jika tidak terdapat ukuran seperti itu. 1601 n. dan suatu perkumpulan buruh atau lebih yang berbentuk badan hukum. satu minggu atas enam hari. tentang syarat-syarat pekerjaan yang harus diindahkan sewaktu membuat perjanjian perburuhan. Hakim menetapkan pada saat mana hubungan kerja akan berakhir dan si buruh berhak atas suatu ganti rugi berdasarkan apa yang ditentukan dalam pasal 1603 q dalam hal pengakhiran oleh si majikan. hubungan kerja berlangsung terus. apabila perjanjian khusas ini dibuat tertulis. adalah batal. . Suatu pernyataan dari pihak si buruh. dengan mana ia mengikatkan diri akan menyetujui tiap reglernen yang ditetapkan di kemudian hari atau tiap perubahan di dalam suatu reglemen yang telah ada. Dalam menunggu putusan Hakim dan apabila gugatan ditolak. mengingat sifat. 1601 l. satu hari ditetapkan atas sepuluh jam. maka bagi pemakaian bab ini. Untuk menghitung upah seharinya yang ditetapkan dalam uang. maka sebagai upah harus diambil upah yang biasa untuk pekerjaan yang paling menyerupai. maka sebagai upah harian yang ditetapkan dalam jumlah uang harus diambil upah rata-rata dari si buruh. dapat dibatalkan atas permintaan-pertnintaan masing-masing dari mereka yang menjadi pihak dalam perjanjian perburuhan kolektif. 1601 o. dihitung selarna tiga puluh hari kerja yang telah lalu. sedangkan reglemen baru atau reglemen yang diubah adalah sah sejak hari ia mulai berlaku. Dari ketentuan-ketentuan reglernen hanyalah diperkenankan mengadakan penyimpangan dengan pembuatan suatu perjanjian khusus. tempat dan waktu. Jika upah seluruhnya atau sebagian ditetapkan secara lain daripada menurut waktu.banyak dirugikan oleh reglemen baru atau reglemen yang diubah.

beserta bahan makanan. 7e. kepunyaan si buruh atau salah seorang anggota keluarganya. 3e. pemberian gaji selama suatu waktu cuti setelah sesuatu masa kerja tertentu atau hak atas pengangkutan dengan cuma-cuma ke tempat asalnya atau ke tempat cuti pulang-pergi. maka si buruh berhak atas upah yang sedemikian sebagaimana biasa . suatu jumlah tertentu dari hasil-hasil perusahaan atau dari bahan-bahan dasar maupun bahan-bahan pembantu yang dipakai dalam perusahaan tersebut. dan bagaimana pun dengan pengecualian minuman keras dan candu. 4e. 1601 q. makanan yang harus dimakan. sekadar tidak termasuk nomor-nomor yang lalu. uang. 5e. begitu pula pemeliharaannya. 6e. atau dapat dipakai sebagai bahan dasar atau bahan pembantu. pemakaian sebuah mobil atau lain alat pengangkut atau seekor kuda atau lebih dengan cuma-cuma atau pun lain-lain tunjangan dalam pembiayaan rumah tangga yang semacam itu. baik untuk penggembalaan maupun untuk mengandangkan sejumlah hewan tertentu dari suatu jenis. pengobatan dengan cuma-cuma bagi si buruh dan keluarganya. Jika dalam perjanjian atau dalam reglemen tidak ditetapkan suatu upah tertentu. piranti atau perkakas dalam perusahaan si buruh. 2e. pemakaian sebuah rumah atau bagian rumah yang ditunjuk. pakaian yang harus dikenakan oleh buruh-buruh pada waktu mereka melakukan pekerjaan. pemakaian sebidang tanah. pekerjaan-pekerjaan atau jasa-jasa tertentu yang harus dilakukan oleh atau atas tanggungan si majikan guna keperluan si buruh. satu dan lain sekadar hasil-hasil atau bahan-bahan dasar maupun bahan-bahan pembantu itu termasuk keperluan hidup utama bagi si buruh dan keluarganya.1601 p. Upah buruh-buruh yang tidak bertinggal pada si majikan. tidak boleh ditetapkan lain selainnya dalam le. penerangan dan pemanas yang harus dipakai di tempat dimana barang-barang itu diberikan. 8e. pemakaian piranti atau alat-alat. pemakaian seorang pelayan atau lebih dengan cuma-cuma.

maka tidak suatu perikatan pun dilahirkan dari perbuatan itu. Sekadar upah telah ditetapkan berlainan dengan apa yang diperizinkan menurut pasal 1601 p. berkuasa membatasi penghukuman sampai suatu jumlah sebagaimana dianggapnya adil . Jika kebiasaan seperti itu tidak ada. dengan mana si buruh mengambil bagian dalam suatu dana. Dari ketentuan ini dikecualikan janji. 1601 r. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dari pasal ini adalah batal. Si buruh adalah berhak menuntut kembali dari si majikan apa yang telah dideritanya atau dibayarnya sebagai perhitungan terhadap upahnya. yang ditetapkan dalam undang-undang. atau pun untuk membeli barang-barang keperluannya di suatu tempat atau dari seorang tertentu. dengan tiada kewajiban mengembalikan apa yang telah diberikan kepadanya untuk memenuhi perjanjiannya. Meskipun demikian Hakim. sebagaimana dimaksudkan dalam pasal yang lalu. dengan mana si buruh ini mengikatkan dirinya untuk menggunakan upah atau lain-lain pendapatannya atau sebagian daripadanya menurut suatu cara tertentu. maka upah harus ditetapkan. Seluruh upah yang akan harus dibayar karena itu namun itu tidak boleh melampaui upah yang dihitung menurut ketentuan-ketentuan pasal yang lalu dengan sepertiga. Jika si buruh karena sesuatu janji yang tak diperbolehkan dan batal. jika ia mengabulkan tuntutan si buruh. Tidak diperbolehkan dan batal adalah tiap janji antara si majikan atau pegawai maupun kuasanya di satu pihak dan seorang buruh yang bekerja di dibawah salah seorang dari mereka di lain pihak.untuk pekerjaan yang dijanjikan pada waktu perjanjian dibuat dan di tempat dimana pekerjaan tersebut harus dilakukan. telah membuat se suatu perjanjian dengan si majikan. 1601 s. asal dana tersebut memenuhi syarat-syarat. 1601 t. dengan mengingat keadaan. menurut keadilan. maka upah itu harus dinilaikan atas suatu jumlah berupa uang dan dianggap sebagai telah ditetapkan atas sejumlah yang lima kali lipat jumlah tersebut.

jika ketentuan-ketentuan itu ditunjuk dengan tegas dan lagi dendanya disebutkan di dalam perjanjian atau reglemen. dengan mana telah diperjanjikan denda. maka Hakim senantiasa berkuasa menetapkan denda pada suatu jumlah yang kurang. Tiap hak dari si buruh untuk menuntut sesuatu yang berdasarkan pasal ini gugur setelah lewat enam bulan. yang diperjanjikan dalam suatu reglemen atau dalam suatu perjanjian. dalam mana upah yang berupa uang telah ditetapkannya. harus ditetapkan pada suatu jumlah tertentu. Denda-denda tersebut tidak boleh membawa keuntungan pribadi bagi si majikan sendiri atau bagi siapa yang dikuasakan olehnya untuk menjatuhkan denda kepada si buruh. ke tiga dan ke empat. . diperbolehkan dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen diadakan penyimpangan dari ketentuan ayat ke dua. Tiap denda. 1601 u. yang dinyatakan dalam mata uang. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dari pasal ini adalah batal. harus menyebutkan dengan saksama untuk apa denda-denda itu diperuntukkannya. tetapi hanya mengenai buruh-buruh yang upahnya berupa uang berjumlah lebih dari delapan rupiah sehari. jika denda yang telah ditetapkan menurut pendapatnya lebih dari sepantasnya. Perjanjian atau reglemen. maka ia berhak menuntut dari si majikan jumlah yang karena itu telah dibayarkannya atau yang masih terutang. Jika si buruh karena suatu janji yang tidak diperbolehkan dan batal. Jika itu terjadi. sebagai disebutkan di atas. menurut taksiran Hakim. Si majikan hanya dapat menetapkan denda atas pelanggaran ketentuan-ketentuan dari suatu perjanjian yang dibuat tertulis atau dari suatu reglemen. Didalam satu minggu kepada seorang buruh tidak boleh dikenakan denda-denda yang jumlahnya melebihi upahnya yang ditetapkan dalam uang untuk satu hari.mengingat keadaan. Namun itu. namun paling sedikit sampai jumlah sebesar kerugian yang diderita oleh si buruh. telah membuat sesuatu perjanjian dengan seorang lain daripada si majikan. Ketentuan dari ayat kedua juga berlaku dalam hal ini. Tidak satu denda tersendiri pun boleh ditetapkan lebih dari jumlah ini.

meniadakan seluruhnya atau sebagian suatu janji seperti itu dengan alasan bahwa dibandingkan dengan kepentingan si majikan yang harus dilindungi. Untuk satu perbuatan tidak diperbolehkan si majikan memungut denda sambil menuntut pula ganti rugi. jika menurut . yang diberikan kepada si buruh karena kesengajaan atau kesalahan si majikan. Jika oleh si majikan telah diperjanjikan suatu ganti rugi dari si buruh manakala si buruh ini melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan sesuatu janji. sedangkan si buruh ini telah mempergunakan kekuasaan itu. maka Hakim senantiasa berkuasa menetapkan ganti rugi. pada suatu jumlah yang kurang. sebagaimana dimaksudkan dalam Bagian ke sepuluh dari Bab pertama Buku ini. dengan mana pihak yang belakangan ini dibatasi dalam kekuasaannya untuk setelah berakhirnya hubungan kerja melakukan pekerjaan dengan sesuatu cara. demikian pun tidak. jika Hakim atas permintaan atau tuntutan si buruh telah menyatakan bubarnya perjanjian berdasarkan suatu alasan yang mendesak.Termasuk hal menetapkan dan memperjanjikan denda dalam arti pasal ini adalah hal memperjanjikan hukuman. 1601 v. sebagai ganti rugi. 1601 w. Hakim diperbolehkan atas tuntutan si buruh atau karena dimintanya dalam pembelaannya di dalam suatu perkara. dengan seorang buruh yang dewasa. maka Hakim akan menetapkan suatu jumlah uang menurut keadilan. si buruh dirugikan secara tidak adil oleh janji tersebut. Si majikan tidak dapat memperoleh hak-hak dari suatu janji sebagai yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. Tiap janji yang bertentangan dengin ketentuan ini adalah batal. jika ia telah mengakhiri hubungan kerja secara melanggar hukum. 1601 x. seperti yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. Jika salah satu pihak dengan sengaja atau karena salahnya telah berbuat berlawanan dengan salah satu kewajibannya dan kerugian yang karenanya diderita oleh pihak lawan tidak dapat dinilaikan dengan uang. atau jika ia dengan sengaja atau karena kesalahannya telah memberi suatu alasan yang mendesak kepada si buruh untuk mengakhiri hubungan kerjanya. hanyalah sah apabila janji itu dibuat dalam suatu perjanjian tertulis atau dalam suatu reglemen. Suatu janji antara si majikan dan si buruh.

Jika dalam hal yang sedemikian si buruh berhak atas sesuatu ganti rugi berupa uang atau sesuatu pembayaran berdasarkan sesuatu peraturan sakit atau kecelakaan yang diharuskan oleh undang-undang. apabila ia baik karena pemenuhan suatu kewajiban yang diletakkan padanya oleh undang-undang atau penguasa Negara tanpa penggantian berupa uang yang tidak dapat dilakukan diluar waktu bekerja. telah berhalangan melakukan pekerjaannya. untuk pemakaian . maupun karena keadaan-keadaan yang sangat istimewa yang terjadi diluar salahnya. 1601y. Dicabut. Namun itu si buruh tetap memiliki haknya atas upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu untuk suatu waktu yang tidak sebegitu lama. 1602b. kecuali jika sakit atau kecelakaan tersebut disebab kesengajaan atau tak susila si buruh atau suatu akibat dari suatu cacat badan tentang mana ia sewaktu membuat perjanjian dengan sengaja memberikan keterangan-keterangan palsu kepada si majikan. Tiada upah yang harus dibayar untuk waktu selama mana si buruh tidak melakukan pekerjaan yang dijanjikan. maka upah si buruh harus dikurangi dengan jumlah penggantian atau pembayaran tersebut. Dalam keadaan-keadaan yang sangat istimewa termasuk. atau berdasarkan sesuatu pertanggungan maupun sesuatu dana yang ia diwajibkan turut serta menurut sesuatu janji dalam perjanjian perburuhan atau menurut apa yang dapat disimpulkan dari perjanjian tersebut. Begitu pula si buruh tetap memiliki haknya atas upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu untuk waktu pendek yang harus dihitung menurut keadilan. BACAAN KE TIGA Tentang kewajiban majikan 1602. 1602c. 1602a. harus dibayar sejak saat si buruh mulai bekerja hingga saat berakhirnya hubungan kerja. Si majikan diwajibkan membayar kepada si buruh upahnya pada waktu yang telah ditentukan. Upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu. apabila ia karena sakit atau karena suatu kecelakaam telah berhalangan melakukan pekerjaannya.pendapatnya jumlah yang diperjanjikan itu lebih dari sepantasnya.

maka berhaklah si buruh untuk meminta kepada si majikan diberitahukannya surat-surat bukti yang sedemikian sebagaimana diperlukannya untuk mengetahui keterangan tersebut. tetapi sebagai gantinya akan dilakukan kepada sejumlah buruh tertentu yang bekerja pada si majikan atau kepada seorang ahli atau lebih dalam hal pemegangan buku yang semuanya ditunjuk oleh para buruh secara tertulis. Upah tersebut namun itu dikurangi dengan biaya yang telah dapat dihemat oleh si buruh karena ia tidak melakukan pekerjaannya. maka berlakulah juga ketentuan-ketentuan pasal ini.pasal ini: hal istri si buruh melahirkan anak. jika tidak berhalangan melakukan pekerjaannya. ke lima. Pemberitahuan-pemberitahuan surat-surat bukti oleh atau atas kuasa si . jika ia telah bersedia melakukan pekerjaan yang dijanjikan tetapi si majikan tidak menggunakannya baik karena salahnya sendiri maupun bahkan karena halangan yang tak disengaja yang mengenai dirinya pribadi. Dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat ditentukan bahwa pemberitahuan surat-surat bukti tersebut tidak akan dilakukan kepada masing-masing buruh tersendiri. 1602e. begitu pula meninggalnya serta mengubumya salah seorang teman serumah atau salah seorang sanak keluarga dalam garis lencang tak terbatas dan dalam derajat kedua dari garis samping. 1602d. Juga si buruh tidak kehilangan haknya atas upah yang ditentukan menurut lamanya waktu. Jika upah seluruhnya atau sebagian terdiri atas suatu jumlah yang digantungkan pada sesuatu keterangan yang harus dapat ternyata dari pemegangan buku si majikan. ke enam dan ke tujuh dari pasal yang lalu adalah berlaku. Jika upah yang berupa uang ditetapkan secara lain daripada menurut lamanya waktu. Begitu pula termasuk pemenuhan kewajiban yang diletakkan oleh undang-undang atau penguasa Negara hal melakukan hak pilih. Ketentuan-ketentuan ayat ke dua. dengan pengertian bahwa sebagai upah harus diambil upah rata-rata yang seharusnya dapat diperoleh si buruh. Dari ketentuan-ketentuan pasal ini hanyalah diperbolehkan menyimpang dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen.

Pun jika tidak dimuat syarat yang demikian didalam surat kuasa dan bahkan dalam hal adanya kuasa lisan. dimuat syarat bahwa upah yang ditetapkan berupa uang seluruhnya atau sebagian. maka orang ini mengenai hal pembayaran upah atau bagian yang harus dibayarkan kepadanya. harus merahasiakannya. dari mana ternyata perhitungan jumlah yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. upah yang ditetapkan dalam uang yang harus dibayarkan kepada si belum dewasa. Sekadar keterangan. mengenai keuntungan yang diperoleh didalam perusahaannya si majikan atau di dalam sebagian dari perusahaan itu. namun itu dengan pengertian bahwa. jika dikehendaki. Jika di dalam kuasa tertulis yang disebutkan dalam pasal 1601g. tidak akan dibayarkan kepada si belum dewasa. Dalam hal-hal yang lain daripada yang dimaksudkan dalam ayat ke dua dan . dianggap sebagai si buruh. Dengan tidak mengurangi berlakunya ayat ke empat. pemberian laporan yang dimaksudkan dalam ayat yang lalu. dilakukan dengan kewajiban yang dinyatakan dengan tegas bahwa si buruh dan siapa yang menurut ayat yang lalu mewakilinya. Kewajiban merahasiakan dihapuskan sekadar perlu. 1602f. orang yang tersebut belakangan ini namun itu tak sekali-kali dapat mewajibkan merahasiakannya terhadap si buruh. senantiasa kepada si buruh harus diberikan suatu laporan tertulis yang terang serta jelas. yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. dengan mengingat ketentuan ayat ke dua. kuasa yang dimaksudkan dalam ayat ke satu dari pasal 1385 harus suatu kuasa tertulis. harus dilakukan dengan kewajiban merahasiakan oleh si buruh seperti diuraikan dalam ayat ke tiga. Untuk pembayaran upah yang harus dibayar kepada si buruh. tetapi sebagai gantinya harus dibayarkan kepada wakilnya menurut undang-undang sendiri.majikan jika dikehendaki. maka dapatlah diadakan penyimpangan dari ketentuan-ketentuan ayat ke satu bahkan dengan suatu cara lain daripada yang diterangkan dalam ayat ke dua. jika laporan dibantah di muka Pengadilan. harus dibayarkan kepada wakilnya menurut undang-undang apabila orang ini secara tertulis melawan pembayarannya kepada si belum dewasa.

Suatu kuasa untuk menagih upahnya. selamanya dapat ditarik kembali. menurut nilai dari kota dagang yang paling dekat dimana ada suatu nilai. atau. Pembayaran kepada orang-orang pihak ke tiga. jika penyitaan adalah untuk penagihan tunjangan nafkah. maka terhadap jumlah ini pun penyitaan hanya sah untuk seperlima bagian tetapi untuk jumlah yang selebihnya dapat dilakukan penyitaan dengan tak terbatas. Tiada suatu pembatasan berlaku. sedangkan upah yang ditetapkan dalam uang berjumlah delapan rupiah atau kurang sehari. hanyalah sah sekadar suatu penyitaan atas upahnya akan sah juga. 1602i. Pembayaran upah sekadar ditetapkan dalam unsur-unsur yang lain daripada uang. Menyerahkan. Namun itu untuk keresidenan-keresidenan tertentu atau bagian-bagian dari keresidenan-keresidenan dengan undang-undang dapat diadakan penyimpangan dari apa yang ditetapkan dalam ayat ke satu. maka penyitaan tersebut tidak berlaku untuk lebih dari seperlima bagian dari upah yang ditetapkan dalam uang tersebut. jika di tempat tersebut tidak ada nilai. memberikan dalam gadai atau lain perbuatan dengan mana si buruh memberikan sesuatu hak atas upahnya kepada seorang pihak ketiga. Jika terjadi penyitaan pada si majikan atas upah yang harus dibayarkan kepada si buruh. atau dalam hal yang dimaksudkan dalam pasal 1601 r. Apabila upah yang ditetapkan dalam uang berjumlah lebih dari delapan rupiah. menurut apa yang . adalah batal. berlawanan dengan ketentuan-ketentuan pasal ini atau pasal berikut.ayat ke tiga pasal ini. dilakukan menurut apa yang diperjanjikan dalam perjanjian atau reglemen. dengan pengertian bahwa upah yang ditetapkan dalam uang suatu negeri asing harus dihitung menurut nilai dari hari dan tempat dimana pembayaran dilakukan. yang diberikan oleh si buruh dalam bentuk atau dengan nama apapun juga. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dalam pasal ini adalah batal. 1602g. si majikan dibebaskan secara sah dengan pembayaran kepada si belum dewasa. yang menjadi hak orang yang melakukan penyitaan menurut undang-undang. Pembayaran upah yang ditetapkan dalam uang harus dilakukan dalam alat pembayaran yang sah di Indonesia. 1602h.

jika ia mengabulkan tuntutan si buruh. tetapi paling banyak sampai jumlah pada mana kerugian yang diderita oleh si buruh dinilaikannya. tiap-tiap kali setelah lewat satu bulan. Si buruh tetap memiliki haknya untuk menuntut upahnya yang terutang dari si majikan. Namun itu Hakim adalah berkuasa. sedangkan ia sendiri tidak diwajibkan mengembalikan apa yang telah diterimanya dengan pembayaran yang batal itu. bahwa dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat ditentukan bahwa pembayaran upah yang ditetapkan untuk suatu waktu yang lebih pendek dari setengah bulan harus dilakukan tiap-tiap kali . 1602j. baik di tempat dimana pekerjaan lazimnya dilakukan. kali setelah lewatnya waktu untuk mana upah telah ditetapkan. maupun di kantor si majikan. tiap-tiap. satu dan lain terserah kepada si majikan. adalah batal. untuk membatasi penghukuman sampai suatu jumlah yang dianggapnya adil mengingat keadaan-keadaan peristiwa. atau pun lagi di rumah si buruh. Tiap hak dari si buruh untuk menuntut sesuatu berdasarkan pasal ini gugur dengan lewatnya waktu enam bulan. bulan. jika upah ditetapkan untuk suatu waktu yang lebih lama dari satu minggu tetapi lebih pendek dari satu bulan. tiap-tiap kali setelah lewat satu minggu. 16021. sekadar dilakukan lain daripada yang ditentukan dalam kedua pasal yang lalu. tiap-tiap kali setelah lewat satu triwulan.ditetapkan disitu. jika kantor itu terletak di tempat dimana bertinggal jumlah terbanyak daripara buruh. Pembayaran upah. Jika tempat pembayaran upah tidak ditetapkan dalam perjanjian atau reglemen atau oleh kebiasaan. Pembayaran upah yang ditetapkan dalam uang menurut lamanya waktu harus dilakukan sebagai berikut : jika upah ditetapkan untuk tiap minggu atau suatu waktu yang lebih pendek. jika upah ditetapkan untuk suatu waktu yang lebih lama dari satu bulan. Dari aturan ini hanyalah boleh diadakan penyimpangan sedemikian rupa. jika upah ditetapkan untuk tiap. 1602k. maka pembayaran itu harus dilakukan.

senantiasa boleh diperpendek oleh kedua belah pihak dengan kata sepakat. 1602o. Pembayaran upah dari buruh-buruh yang tinggal pada si majikan harus terjadi. maka untuk . atau pun jika upah ditetapkan sebagian demi sebagian menurut beberapa waktu yang berbeda-beda. 1602m.setelah tewatnya waktu setengah bulan. Pembayaran upah yang ditetapkan dalam uang tetapi tidak menurut lamanya waktu. dan bahwa pembayaran upah yang ditetapkan untuk suatu bulan harus dilakukan tiap-tiap kali setelah lewatnya satu triwulan. tiap-tiap kali setelah lewatnya waktu yang ditentukan oleh kebiasaan setempat. tempat dan waktu. Jika upah yang berupa uang sebagian ditetapkan menurut lamanya waktu. Tenggang-tenggang waktu pembayaran. dan untuk sebagian lagi ditetapkan secara lain. dengan penyimpangan sekadarnya dari ketentuan-ketentuan di atas. Sekadar keterangan yang dimaksud dalam ayat satu mengenai keuntungan yang diperoleh dali perusahaan si majikan atau dalam sebagian dari perusahaan itu. sedangkan menurut sifat perusahaan atau kebiasaan keuntungan tersebut baru ditetapkan setelah lewatnya waktu yang lebih dari satu tahun maka dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat diperjanjikan bahwa pembayaran akan dilakukan tiap kali setelah diadakan penetapan itu. dengan pengertian bahwa upah ini harus dianggap telah ditetapkan menurut waktu yang lazim dipakai dalam menentukan upah untuk pekerjaan yang paling mirip dengan pekerjaan untuk mana upahnya harus dibayar itu. pembayarannya harus dilakukan tiap kali apabila jumlah upah itu telah dapat ditetapkan. menurut sifat. Sekadar upah yang ditentukan dalam uang terdiri atas suatu jumlah yang digantungkan pada sesuatu keterangan yang harus dapat ternyata dari pemegangan buku si majikan. kecuali jika dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen telah diperjanjikan bahwa pembayaran akan terjadi menurut ketentuan-ketentuan ayat ke satu. harus terjadi dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan pasal yang lalu. dengan pengertian bahwa pembayaran paling sedikit harus dilakukan sekali setahun. 1602n. yang ditetapkan dalam pasal ini atau berdasarkan pasal ini.

1602q. dengan tidak mengurangi perhitungan yang tetap. atas suatu tambahan upah karena kelambatan. 2o. tambahan mana untuk hari kerja ke empat sampai dengan hari kerja ke delapan berjumlah lima persen sehari dan untuk tiap-tiap hari seterusnya satu persen dengan pengertian bahwa tambahan karena kelambatan itu sekali-kali tidak boleh melebihi separuh dari jumlah yang terutang. tempat dan waktu. tidak dibayar paling lambat pada hari kerja ke tiga setelah hari pada mana menurut pasal-pasal 1602l. mengingat sifat. 1602m dan 1602o pembayaran itu harus dilakukan. pada hari pembayaran pertama pada mana itu dapat dilakukan. 1602p. Jika upah yang ditetapkan dalam uang atau bagian dari upah itu yang merupakan sisa setelahnya dipotong apa yang tidak usah dibayar apa yang dituntut oleh pihak-pihak ke tiga menurut ketentuan-ketentuan bab ini. jika tidak dilakukan pembayaran ini disebabkan kesalahan si majikan. Namun itu Hakim adalah berkuasa membatasi tambahan sampai suatu jumlah yang dianggapnya adil mengingat keadaan-keadaan peristiwa. denda-denda yang ia wajib bayar kepada si majikan menurut pasal .masing-masing bagian itu berlakulah ketentuan-ketentuan dari pasal-pasal 16021 sampai 1602n. 1602r. dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat diperjanjikan bahwa tiap kali. Namun itu. mengenai upah yang ditetapkan dalam uang tetapi digantungkan pada hasil pekerjaan yang harus dilakukan. akan dibayar suatu bagian tertentu dari upahnya. seluruh jumlah upah yang terutang harus dilunasi. Suatu janji dengan mana diadakan penyimpangan dari sesuatu ketentuan dalam pasal ini hanyalah sah terhadap buruh-buruh yang upahnya berupa uang ada berjumlah lebih dari delapan rupiah sehari. yang berjumlah paling sedikit tiga seperempat dari upah yang biasa dibayar untuk pekerjaan yang paling mirip dengan pekerjaan yang bersangkutan. maka terhadap tuntutan pembayaran upah hanyalah diperbolehkan mengadakan perjumpaan utang tentang utang-utang si buruh yang berikut: 1o. Selain pada waktu berakhirnya hubungan kerja. Pada tiap pembayaran. maka si buruh berhak. ganti-rugi yang ia wajib bayar kepada si majikan.

maka pada tiap-tiap pembayaran tidak diperbolehkan ia menjumpakan lebih dari seperlima bagim dari upah yang ditetapkan dalam uang yang sedianya harus dibayar. 7o. jumlah yang telah dibayar secara kelebihan atas upah. biaya perawatan dan pengobatan yang menurut pasal 1602x harus dipikul oleh si buruh. perjumpaan utang tidak boleh melampaui dua seperlima dari jumlah yang sama. sedangkan harga itu tidak melebihi pula harga untuk mana si buruh dapat membeli barang-barang keperluan rumah tangga. 3o dan 5o. 4o. persekot-persekot atas upah. beserta bahan-bahan dasar dan bahan-bahan pembantu yang dipakai si buruh dalam perusahaannya sendiri. Untuk apa yang si majikan sedianya akan dapat menuntut berdasarkan nomor-nomor 2o. 3o. iuran untuk suatu dana yang menurut ayat ke dua dari pasal 1601s. satu dan lain yang oleh si majikan telah diserahkan kepada si buruh. harga sewa sebuah rumah. 5o.1601u. 6o. untuk apa yang ia seluruhnya dapat menjumpakan berdasarkan ketentuan-ketentum pasal ini. yang diberikan oleh si majikan berupa uang kepada si buruh. asal penyerahan itu dapat dinyatakan dari suatu keterangan tertulis diberikan oleh si buruh yang menyebutkan sebab serta jumlah utang dan lagi asal si majikan tidak meminta untuk barang-barang itu lebih dari harga pembelian. sebidang tanah atau piranti maupun perkakas yang dipakai si buruh dalam perusahaannya sendiri. asal itu ternyata dari suatu keterangan sebagai tersebut dalam nomor yang lalu. bahan-bahan dasar dan bahan-bahan pembantu tersebut di lain tempat. suatu ruangan. telah dipenuhi oleh si majikan untuk keperluan si buruh:. asal oleh si majikan ini diberikan sepucuk surat bukti yang menerangkan jumlah tiap-tiap denda. Tiap janji dengan mana kepada si majikan diberikan suatu kekuasaan yang . dalam mana tidak termasuk minuman keras dan candu. yang dengan suatu perjanjian tertulis telah disewakan oleh si majikan. harga pembelian barang-barang keperluan rumah tangga biasa dan sehari-hari. serta kapan dan sebabnya denda itu dikenakan dengan penyebutan ketentuan reglemen atau perjanjian tertulis yang telah dilanggar. 8o.

yang jumlahnya ditetapkan dengan perjanjian atau jika tidak ada suatu perjanjian. bahwa dalam perusahaan itu atau dalam bagian-bagian maupun babakan-babakan dari perusahaan-perusahaan itu paling sedikit diberikan dua hari Minggu libur dalam satu bulan. Tiap janji yang kiranya dapat mengakibatkan. Jika berhubung dengan syarat-syarat istimewa dari perusahaan-perusahaan tertentu sepatutnya tidak dapat diharapkan. adalah batal. yang untuk sementara waktu berhalangan memenuhi upah. memenuhinya menurut kebiasaan setempat. Si majikan diwajibkan mengatur pekerjaan sedemikian rupa. Si majikan. diwajibkan memberikan kepada si buruh ini suatu ganti rugi. bahwa kewajiban si majikan ini akan dikecualikan atau dibatasi. 1602s. 1602u. 1602t. oleh kebiasaan setempat. hingga si buruh tidak usah melakukan pekerjaan pada hari Minggu dan hari-hari yang menurut kebiasaan setempat. begitu pula menikmati istirahat dari pekerjaannya. dengan tidak dipotong upahnya. maka dengan izin sebelumnya dari Menteri Sosial bagi buruh-buruh atau golongan-golongan buruh . Jika upah si buruh seluruhnya atau sebagian ditetapkan dalam perumahan. memberikan kesempatan. Jika sifat pekerjaan menghendakinya. si majikan adalah berhak untuk menyimpang dari ketentuan dalam ayat yang lalu. dipersamakan dengan hari Minggu. makan dan lain-lain keperluan hidup. menurut kebiasaan setempat. memenuhi ibadat-ibadat agamanya. sedangkan halangan ini tidak disebabkan oleh perbuatan si buruh sendiri. makan atau lainlain keperluan hidup. maka si majikan diwajibkan. dalam kedua-dua hal secara yang ditetapkan dengan perjanjian atau. sedangkan jumlah hari libur dalam satu tahun paling sedikit 52 hari.lebih luas untuk menjumpakan utang adalah batal. sekadar mengenai pekerjaan yang diperjanjikan. asal menurut syarat-syarat kesehatan dan kesusilaan baik. sekadar ini ditetapkan dalam perumahan. Si majikan diwajibkan kepada buruh-buruh yang bertinggal padanya. asal dalam satu bulan paling sedikit diberikan dua hari Minggu libur. 1602v. jika itu tidak ada.

dengan menyimpang sekadarnya dari apa yang ditentukan dalam pasal 1601w. si majikan diwajibkan mengganti kerugian yang karenanya menimpa si buruh dalam menjalankan . Dengan peraturan Pernerintah dapat ditetapkan aturan untuk pernberian izin yang termaksud ini. gugur setelah waktu tiga tahun. Tiap hak untuk menuntut sesuatu berdasarkan pasal ini. Dengan peraturan pernerintah dapat diadakan aturan-aturan untuk sedapat-dapatnya mewajibkan si majikan mengadakan pencatatan tentang hari-hari libur yang diberikan kepada si buruh dalam register-register yang disediakan untuk itu. hingga si buruh diperlindungi terhadap bahaya bagi jiwa. sejumlah dua kali lipat upah sehari yang ditetapkan dalam uang. begitu pula untuk mengenai hal melakukannya pekerjaan mengadakan aturan yang sedemikian serta memberikan petunjuk-petunjuk. sebagaimana dapat dituntut sepantasnya berhubung dengan sifat pekerjaan. hingga mereka itu menurut kebiasaan setempat mempunyai kesempatan mengikuti pelajaran-pelajaran dalam lembaga-lembaga untuk agama. piranti-piranti atau perkakas-perkakas dalam mana atau dengan mana ia menyuruh melakukan pekerjaan sedemikian rupa. Tiap janji yang bertentangan dengan aturan ini adalah batal. yang ia tidak mendapat libur. berhak atas suatu ganti rugi untuk tiap hari Minggu atau hari raya lain. sebegitu jauh. kehormatan dan harta-bendanya. pengajaran lanjutan.dalam perusahaan-perusahaan tersebut dapat diadakan aturan yang menyimpang dari ayat yang lalu. maka si buruh. terhitung mulai hari penghabisan dari tahun penanggalan. pengajaran ulangan atau pengajaran keahlian. dalam mana telah secara kurang diberikan libur pada hari Minggu atau lain hari raya. Jika kewajiban-kewajiban itu tidak dipenuhi. asal jumlah hari libur dalam satu tahun paling sedikit 52 hari. Terhadap buruh-buruh yang belum dewasa si majikan diwajibkan mengatur pekerjaannya sedemikian rupa. Si majikan diwajibkan untuk mengatur dan memelihara ruanganruangan. 1602w. Jika telah diperbuat bertentangan dengan apa yang ditentukan dalam ayat ke satu atau ayat ke dua atau pun bertentangan dengan suatu aturan menyimpang sebagaimana dimaksudkan dalam ayat ke tiga.

si buruh didalam melakukan pekerjaannya mendapat luka yang sedemikian hingga ia meninggal karenanya. Jika sebagai akibat dari tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban itu oleh si majikan. Tiap janji. rnenguruskan perawatan dan pengobatannya sepantasnya. yang lazimnya dipelihara dengan pekerjaannya. Si majikan pada umunya diwajibkan melakukan atau pun tidak berbuat segala apa yang didalam keadaan yang sama sepatutnya harus dilakukan .pekerjaannya. Ia berhak menuntut kembali biayanya dari si buruh. Si majikan diwajibkan. 1602x. Tiap janji yang kiranya akan mengakibatkan bahwa kewajiban-kewajiban si majikan ini dikecualikan atau dibatasi. selama berlangsungnya perhubungan kerja tetapi paling lama untuk waktu enam minggu. 1602y. adalah batal. yang kiranya akan mengakibatkan bahwa kewajiban-kewajiban si majikan ini dikecualikan atau dibatasi. tetapi yang mengenai biaya selama empat minggu yang pertama hanyalah apabila sakit atau kecelakaan itu disebabkan kesengajaan atau tak susila si buruh atau akibat dari suatu cacat badan tentang mana si buruh sewaktu membuat perjanjian dengan sengaja telah memberikan keterangan-keterangan palsu kepada si majikan. Dengan undang-undang natnun itu dapat diadakan aturan-aturan yang menetapkan. sekadar tentang hal itu tidak telah diadakan aturan atas dasar lain. yang dimaksudkan dalam ayat ke dua dan ayat ke tiga. kecuali apabila si majikan itu dapat membuktikan. jika seorang buruh yang bertinggal padanya. anak-anak atau orang tua si meninggal. maka si majikan diwajibkan memberikan ganti rugi kepada suami atau istri si buruh yang ditinggalkan. oleh si majikan dapat dilimpahkan kepada orang-orang lain. bahwa tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban itu disebabkan keadaan memaksa atau bahwa meninggalnya si buruh itu sebagian besar ada juga disebabkan oleh kesalahan kasar dari si buruh sendiri. bahwa kewajiban mengganti kerugian. sakit atau mendapat kecelakaan. adalah batal. kecuali apabila ia dapat membuktikan bahwa tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban itu disebabkan keadaan memaksa atau bahwa kerugian tersebut sebagian besar ada juga disebabkan oleh kesalahan kasar dari si buruh sendiri.

jika si buruh telah mengakhiri hubungan kerja secara berlawanan dengan hukum. tak bolehlah ia. Si majikan yang menolak memberikan surat pernyataan yang diminta.atau tidak diperbuat oleh seorang majikan yang baik. Sekadar tentang sifat serta luasnya pekerjaan yang harus dilakukan tidak dijelaskan dalam perjanjian atau reglemen. bahwa kewajiban-kewajiban si majikan ini dikecualikan atau dibatasi. atau dengan sengaja menuliskan keterangan-keterangan yang tidak benar. 1603a. adalah bertanggung jawab baik terhadap si buruh maupun terhadap orang-orang pihak ke tiga tentang kerugian yang diterbitkan karenanya. maka hal itu ditentukan oleh kebiasaan. begitu pula. atas permintaan si buruh. atau pula memberikan suatu tanda pada surat pernyataannya yang dimaksudkan untuk memberikan sesuatu keterangan tentang si buruh yang tidak termuat dalam surat pemyataannya sendiri. maka si majikan adalah berhak untuk menyebutkan hal itu didalam surat pernyataannya. memberikan kepadanya sepucuk surat pernyataan yang ditandatangani olehnya. Si majikan diwajibkan pada waktu berakhirnya perhubungan kerja. 1602z. BAGIAN KE EMPAT Tentang kewajiban buruh 1603. jika namun itu si majikan telah mengakhiri hubungan kerja dengan tidak memajukan sesuatu alasan maka ia hanya diwajibkan menyebutkan apa alasan-alasan itu. Si buruh diwajibkan sendiri melakukan pekerjaannya. tentang cara bagaimana si buruh telah menunaikan kewajiban-kewajibannya dan cara bagaimana hubungan kerja berakhir. adalah batal. Surat pemyataan itu memuat suatu keterangan yang sesungguhnya tentang sifat pekerjaan yang telah dilakukan serta lamanya hubungan kerja. Tiap janji yang kiranya akan mengakibatkan. selain dengan izin si majikan dalam melakukan pekerjaannya itu digantikan oleh . Si buruh diwajibkan melakukan pekerjaan yang dijanjikan menurut kemampuannya yang sebaik-baiknya. tetapi hanya atas permintaan khusus dari orang kepada siapa surat pernyataan itu harus diberikan. atau lagi memberikan keterangan-keterangan kepada orang-orang pihak ke tiga yang bertentangan dengan surat pernyataannya.

1603d. dengan lewatnya waktu yang ditetapkan dalam perjanjian maupun reglemen. jika menurut aturan undang-undang atau menurut kebiasaan. Si buruh yang bertinggal pada si majikan. tetapi paling lama untuk satu tahun dan atas dasar syarat-syarat lama. Jika hubungan kerja. patut dilakukan atau tidak diperbuat oleh seorang buruh yang baik. 1603c. Si buruh pada umumnya diwajibkan melakukan. yang diberikan kepadanya oleh atau atas nama si majikan didalam batas-batas aturan-aturan undang-undang atau perjanjian maupun reglemen. yang diterbitkan dari perjanjian 1603e. BAGIAN KE LIMA Tentang bermacam-macam cara berakhirnya hubungan kerja. yang disebutkan dalam ayat ke satu dari pasal yang lalu. Pemberitahuan sebelumnya tentang kehendak untuk mengakhiri hubungan kerja hanya diperlukan : 1o. 1603f. 2o. maupun tidak berbuat segala apa yang didalam keadaan yang sama. 1603b. maka dianggap bahwa hubungan itu dilangsungkan lagi untuk waktu yang sama. sekadar itu diperbolehkan. atau dalam ketentuan undang-undang atau lagi. juga dalam hal lamanya hubungan kerja telah ditetapkan sebelumnya. menurut kebiasaan. atau jika itu tidak ada.orang ke tiga. diteruskan oleh kedua belah pihak dengan tidak ada bantahan. Hubungan kerja berakhir demi hukum. jika demikian itu telah diperjanjikan dalam perjanjian yang dibuat tertulis atau dalam reglemen. harus bertingkah laku menurut tertibnya rumah. harus ada suatu pemberitahuan tentang kehendak untuk mengakhirinya. jika itu tidak ada. tidak telah menyimpang dengan perjanjian yang dibuatnya tertulis atau dalam reglemen. sedangkan kedua belah pihak. setelah lewatnya waktu. oleh kebiasaan. Si buruh diwajibkan mentaati aturan-aturan tentang hal melakukan pekerjaan serta aturan-aturan yang ditujukan pada perbaikan tata tertib dalam perusahaan si majikan. Sekadar hubungan kerja yang diperpanjang itu akan berlangsung untuk waktu yang .

Kecuali dalam hal yang ditentukan dalam kedua ayat yang berikut dari pasal ini. tetapi untuk selainnya atas dasar syarat-syarat lama. apabila pada waktu penghentian hubungan kerja telah berlangsung berturut-turut paling . selainnya hari terakhir dari tiap-tiap bulan penanggalan. Tiap janji dengan mana kiranya akan diberikan keleluasaan untuk menghentikan hubungan kerja menjelang suatu hari lain.kurang dari enam bulan. maka masing-masing pihak adalah berhak mengakhirinya dengan pemberitahuan penghentian dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan dalam dua pasal yang berikut. Aturan yang sama berlaku jika didalam hal-hal yang disebutkan dalam ayat ke dua dari pasal yang lalu tidak dilakukan pernberitahuan penghentian pada waktu yang tepat. Dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen. dua bulan atau tiga bulan. akibat-akibat pernberitahuan penghentian yang tidak dilakukan pada tepat waktu dapat diatur lain. bagi si majikan diperpanjang berturut-turut dengan satu bulan. apabila hubungan kerja pada waktu penghentian itu sudah berlangsung selama paling sedikit dua tahun terus-menerus. adalah batal. maka dalam hal menghentikan hubungan kerja harus paling sedikit diindahkan suatu tenggang waktu yang lamanya satu bulan. boleh ditentukan bahwa tenggang yang dimaksudkan dalam ayat yang lalu bagi si buruh dapat diperpanjang dengan waktu paling lama satu bulan. Tenggang waktu yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. maka dianggap bahwa hubungan itu dibuat untuk waktu tidak tertentu. maka dianggaplah hubungan kerja itu sebagai dibuat untuk waktu tak tertentu. Jika lamanya suatu hubungan kerja tidak telah ditentukan dengan perjanjian atau reglemen maupun dengan suatu aturan undang-undang. atau pula oleb kebiasaan. 1603h. Jika hubungan kerja telah dibuat untuk waktu tak tertentu atau hingga diakhiri. 1603i. 1603g. asal hubungan kerja diperpanjang dengan waktu paling sedikit enam bulan. Pemberitahuan untuk mengakhiri hubungan kerja hanyalah boleh dilakukan menjelang hari terakhir dari tiap-tiap bulan penanggalan. Dengan perjanjian tertulis atau dengan reglemen.

yang dibuat oleh seorang buruh didalam waktu empat minggu setelah berakhirnya hubungan kerja yang lama. 1603 m. 1603j. Jika telah diperjanjikan suatu waktu percobaan. yang terputus selama suatu waktu yang kurang dari empat minggu atau pun yang bersambungan seketika satu sama lain. Hubungan kerja berakhir dengan meninggalnya si buruh. secara yang dimaksudkan dalam pasal 1603f dianggap. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dari pasal ini. pada majikan yang sama. maka selama waktu itu masing-masing pihak adalah berhak seketika. kecuali jika dari perjanjiannya dapat disimpulkan sebaliknya. Tiap janji dengan mana waktu percobaan tidak ditetapkan sama untuk kedua belah pihak atau ditetapkan untuk waktu yang lebih lama dari tiga bulan. sekadar mengenai hal tenggang waktu penghentian yang dimaksudkan dalam pasal 1603i. paling sedikit dua tahun tetapi kurang dari tiga tahun dan paling sedikit tiga tahun terus-menerus. adalah batal. adalah batal. dengan pemberitahuan penghentian dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan pasal-pasal 1603 h dan 1603 i. seakan-akan hubungan kerja tersebut telah dibuat untuk waktu tak tertentu. sebagai suatu hubungan perburuhan yang tak pernah terputus. bahwa perjanjian perburuhan yang dibuat oleh si belum dewasa itu . begitu pula tiap janji dengan mana antara dua pihak yang sama ditetapkan lagi suatu waktu percobaan baru. Namun itu baik para ahli warisnya si majikan di satu pihak maupun si buruh di lain pihak berhak mengakhiri hubungan kerja yang dibuat untuk suatu waktu tertentu. mengakhiri hubungan kerja dengan pemberitahuan penghentian. Suatu perjanjian perburuhan baru. 1603k. untuk suatu waktu tertentu yang kurang dari enam bulan dianggap sebagai dibuat untuk waktu tak tertentu. Jika wakil menurut undang-undang dari seorang belum dewasa berpendapat. Hubungan kerja tidak berakhir dengan meninggalnya si majikan. 1603i bis. dengan tidak membedakan apakah ini telah dibuat untuk waktu tertentu atau untuk waktu tak tertentu.sedikit satu tahun tetapi kurang dari dua tahun. 1603i. ter. 1603 l. Hubungan-hubungan kerja pada majikan yang sama.

1603 o. atau kepada si majikan ini dengan sengaja telah memberikan . kecuali apabila ia pada waktu itu juga membayar ganti rugi atas dasar yang ditentukan dalam pasal 1603 q. Hakim takkan meluluskan permohonan. melainkan setelah mendengar atau memanggil dengan sah si belum dewasa si majikan dan lagi Balai Harta Peninggalan jika si belum dewasa berada di bawah perwalian dimana Balai Harta Peninggalan itu menjadi wali pengawasnya. ia menetapkah pada waktu mana hubungan kerjanya akan berakhir. jika pihak lawan tidak menyetujuinya. berbuat berlawanan dengan hukum.akan mempunyai akibat. memajukan permintaan kasasi terhadap penetapan tersebut. supaya perjanjian perburuhan tersebut dinyatakan putus. Bagi si majikan dianggap sebagai alasan-alasan yang mendesak dalam arti pasal yang lalu perbuatan-perbuatan. Masing-masing pihak dapat mengakhiri hubungan kerjanya tanpa pemberitahuan penghentian atau mengindahkan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk pemberitahuan-pemberitahuan penghentian. atau apabila ia mengakhiri hubungan kerja secara demikian itu karena suatu alasan yang mendesak yang seketika diberitahukan kepada pihak lawan. Terhadap penetapan tersebut tidak ada jalan untak melawannya. kecuali adanya kekuasaan Jaksa Agung untuk semata-mata demi kepentingan undangundang. atau sudah mempunyai akibat yang merugikan bagi si belum dewasa. Alasan-alasan yang mendesak antara lain dapat dianggap ada: 1 o. bahwa syarat-syarat yang disebutkan dalam surat kuasa yang diterangkan dalam pasal 1601 g tidak dipenuhi. tetapi pihak yang melakukan ini. maka. 1603 n. Jika Hakim mengabulkan permohonan. bolehlah ia memajukan permohonan tertulis kepada Hakim di tempat dimana si belum dewasa sesungguhnya berdiam. apabila si buruh pada waktu menutup perjanjiannya telah menyesatkan si majikan dengan memperlihatkan surat-surat pernyataan yang palsu atau dipalsukan. sifat-sifat atau tingkah laku si buruh yang demikian hingga karenanya dari pihaknya si majikan tidak sepatutnya dapat diminta untuk meneruskan hubungan kerjanya. atau pula jika ia berpendapat.

secara sembrono merusakkan milik si majikan atau menerbitkan bahaya yang sungguhsungguh mengancam milik itu. atau teman-teman sekerjanya. apabila ia telah melakukan pencurian. meskipun telah diperingatkan. 10 o. apabila ia ternyata terlalu arnat kurang mempunyai kecakapan atau kesanggupan untuk pekerjaan untuk mana ia telah mengikatkan dirinya. apabila ia dengan sengaja atau. apabila ia membujuk atau mencoba membujuk si majikan. madat atau berbuat tingkah laku yang buruk lainnya. yang menyebabkan ia tidak patut lagi mendapat kepercayaan dari si majikan. sanak keluarga atau teman-teman serumah si majikan. meskipun telah diperingatkan. menghina secara kasar atau mengancam sungguh-sungguh si majikan.keterangan-keterangan palsu tentang cara bagaimana hubungan kerja yang lama telah berakhir. 9 o. 6 o. apabila ia dengan cara lain sangat melalaikan kewajiban-kewajiban yang oleh perjanjian dibebankan padanya. apabila ia dengan sengaja atau. masih saja gernar akan mabuk. apabila ia. Janji-janji yang menetapkan bahwa kepada si majikan akan diserahkan . 12 o. apabila ia mengumumkan hal-hal istimewa mengenai rumah tangga atau perusahaan si majikan. penipuan atau lain-lain kejahatan. menerbitkan bahaya yang sungguh-sungguh mengancam pada dirinya sendiri atau lain-lain orang. 4 o. untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan baik. sanak keluarga atau teman-teman serumah si majikan atau teman-teman sekerjanya. penggelapan. 5 o. apabila ia menganiaya. 8 o. yang ia diwajibkan merahasiakan. 7 o. apabila ia berkeras kepala menolak akan memenuhi perintah-perintah yang patut yang diberikan kepadanya oleh atau atas nama si majikan. meskipun telah diperingatkan. apabila ia karena sengaja atau sembrono telah menjadi tak mampu melakukan pekerjaannya. 2 o. 3 o. 11 o.

6 o. Alasan-alasan yang mendesak antara lain harus dianggap ada: 1 o. sedangkan si buruh menolaknya. atau membiarkan bahwa perbuatan-perbuatan semacam itu dilakukan oleh salah seorang teman serumahnya atau bawahannya. kesusilaan atau nama baiknya. 7 o. jika sifat hubungan kerja tidak mengharuskannya. jika upah si buruh digantungkan pada hasil pekerjaan yang harus dilakukan si majikan tidak memberikan bantuan yang diperjanjikan atau tidak memberikan secukupnya. apabila si majikan menganiaya. sanak keluarga atau teman-teman serumah si buruh untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan baik.untuk menentukan apakah ada suatu alasan yang mendesak dalam arti pasal 1603 n. 2 o. sedangkan itu tidak ternyata sewaktu perjanjian dibuat. 8 o. apabila ia tidak membayar upah pada waktu yang ditentukan. adalah batal. 9 o. apabila ia. apabila si buruh karena sakit atau lain-lain sebab diluar salahnya . dalam hal telah diperjanjikan makan dan perumahan. 4o. memerintahkan kepada si buruh itu supaya ia melakukan pekerjaan dalam perusahaan seorang majikan lain. apabila ia terlalu amat melalaikan kewajiban-kewajiban yang oleh perjanjian dibebankan kepadanya. ia tidak menyelenggarakan hal-hal itu sepantasnya. 5 o. 10 o. atau membiarkan bahwa pembujukan atau percobaan membujuk yang demikian itu dilakukan oleh salah seorang teman serumah atau bawahannya. apabila ia membujuk atau mencoba membujuk si buruh. 1603 p. 3 o. Bagi si buruh dianggap sebagai alasan-alasan yang mendesak dalam arti pasal 1603 n keadaan-keadaan yang demikian sehingga karenanya tidak sepantasnya dapat diharapkan dari si buruh untuk meneruskan hubungan kerjanya. apabila terus berlangsung hubungan kerja bagi si buruh akan membawa bahaya yang sungguh-sungguh untuk jiwa. apabila. apabila. apabila ia tidak memberikan pekerjaan secukupnya kepada si buruh yang upahnya digantungkan pada hasil pekerjaan yang dilakukan. kesehatan. menghina secara kasar atau mengancam sungguh-sungguh si buruh.

1603 r. Jika salah satu pihak telah mengakhiri hubungan kerjanya tanpa pemberitahuan penghentian atau dengan tidak mengindahkan peraturan-peraturan yang berlaku untuk pemberitahuan penghentian seraya memberikan ganti rugi kepada pihak lawan atas dasar ketentuan ayat ke satu pasal yang lalu. adalah batal. maka jika hal itu disertai alasan-alasan istimewa hingga kerugian yang disebabkan dapat dianggap . ganti rugi tersebut adalah sama dengan jumlah upah untuk lamanya waktu yang hubungan kerjanya itu menurut pasal 1603 e dan pasal 1603 f sedianya harus berlangsung terus. jika ganti rugi itu menurut pendapatnya melampaui yang sepantasnya. Tiap janji dengan mana bagi si buruh diperjanjikan suatu ganti rugi yang jumlahnya kurang. pada suatu jumlah yang kurang. Jika upah si buruh. seluruhnya atau sebagian tidak ditetapkan menurut lamanya waktu. dalam hal suatu hubungan kerja yang dibuat untuk suatu waktu tertentu. Dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen boleh ditetapkan suatu ganti rugi yang lebih jumlahnya. Dari jumlah ganti rugi yang terutang harus dibayar suatu bunga. terhitung mulai hari hubungan kerjanya telah berakhir. maka berlakulah ukuran dari pasal 1601 o. Janji-janji yang menetapkan bahwa kepada si buruh akan diserahkan untuk menentukan apakah ada suatu alasan yang mendesak dalam arti pasal 1603 n.menjadi tak mampu melakukan pekerjaan yang diperjanjikan. Hakim berkuasa menetapkan ganti rugi yang dimaksudkan dalam ayat ke satu dan ayat ke empat pasal ini. adalah batal. sama dengan jumlah upah yang harus dibayar sampai pada hari berikutnya hari pada mana hubungan kerja sedianya akan dapat diakhiri dengan pemberitahuan penghentian. yang ditetapkan sebanyak enam persen setahun. Disini yang dimaksudkan dengan upah ialah unsur-unsur upah yang disebutkan di bawah nomor 1o dan 7o dari pasal 1601 p. 1603 q: Ganti rugi yang dimaksudkan dalam pasal-pasal 1601 k dan 1603 n adalah dalam hal suatu hubungan kerja yang dibuat atau dianggap telah dibuat untuk suatu waktu tak tertentu.

beserta. dan pihak lawan itu telah menggunakan haknya tersebut. 1603 s. ke tempat asalnya atau ke tempat cuti. selebihnya dan selainnya apa yang kiranya menjadi haknya berhubung dengan pemecatannya atas dasar lain. jika didalam perjanjian telah diperjanjikan suatu hak atas pelayaran dengan cuma-cuma.tidak cukup diganti dengan ganti rugi yang diterimanya. setelah separuh dari masa kerja dalam perjanjian ditentukan untuk pemberian cuti lampau si majikan sepihak mengakhiri perjanjian tanpa alasan yang mendesak. mengakhiri hubungan kerjanya . atau suatu ganti rugi sepenuhnya. Hal yang sama berlaku. pihak lawan tersebut berhak menuntut penggantian kerugian lagi. bis. menuntut suatu ganti rugi sebesar gaji yang ia sedianya akan memperolehnya selama waktu cuti. Dalam hal menghitung masa kerja maka bulan dalam mana perjanjiannya berakhir dihitung sebagai satu bulan penuh. setelah bagian dari masa kerja yang tersebut dalam ayat yang lalu telah lampau. maka si buruh adalah berhak untuk. maka ia diwajibkan selain apa yang ia wajib membayar kepada si buruh atas dasar lain. Hal yang sama berlaku juga. biaya yang diperlukan untuk pelayaran itu. 1603 s. jika si buruh. Jika si majikan mengakhiri hubungan kedanya dengan maksud meluputkan diri dari kewajibannya untuk memberikan suatu cuti setelah suatu masa kerja tertentu yang telah dijanjikan dalam atau berhubung dengan perjanjiannya. yang imbangannya terhadap jumlah ganti rugi yang termaksud dalam ayat ke satu adalah sama dengan imbangan antara masa kerja yang dibutuhkan untuk perolehan cuti yang telah lampau pada saat berakhirnya perjanjian dan masa kerja yang dibutuhkan untuk perolehan cuti. Jika diluar hal yang termaksud dalam ayat yang lalu. pada saat hubungan kerjanya diakhirinya. membayar kepadanya suatu jumlah uang. Jika salah satu pihak telah mengakhiri hubungan kerjanya secara berlawanan dengan hukum. jika salah satu pihak telah memberikan suatu alasan yang mendesak kepada pihak lawannya untuk mengakhiri hubungan kerjanya tanpa pemberitahuan penghentian atau dengan tidak mengindahkan peraturan-peraturan yang berlaku untuk pemberitahuan penghentian. maka pihak lawannya berhak menuntut jumlah yang termaksud dalam pasal 1603 q.

harus dianggap juga perubahan-perubahan keadaan pribadi atau kekayaan si pemohon atau pihak lawan ataupun perubahan-perubahan keadaan-keadaan dalam mana pekerjaannya dilakukan. Tiap janji yang mungkin berakibat bahwa kekuasaan ini akan dikecualikan atau dibatasi. juga sebelumnya pekerjaan dimulai. 1603 v. 1603 t. adalah batal. Hakim takkan meluluskan permohonan. . pada mana lima tahun telah lampau sejak ia mulai berlaku. hingga sepantasnya hubungan kerjanya harus berakhir seketika atau setelah suatu waktu yang pendek. Sebagai alasan-alasan panting. atau karena suatu alasan mendesak yang diberikan oleh si majikan. yang demikian sifatnya. maka ia adalah berkuasa mengurangi jumlah uang yang ditetapkan dalam ayat ke dua hingga suatu jumlah yang sedemikian yang dianggapnya adil mengingat keadaan-keadaan kejadian. selain setelahnya mendengar pihak lawan atau memanggilnya secara sah. karena si majikan tidak memenuhi kewajiban-kewajibannya. Masing-masing pihak adalah setiap waktu berhak. Jika Hakim menyatakan bubarnya perjanjian atas alasan lain daripada alasan-alasan yang mendesak. kecuali alasan-alasan mendesak sebagai termaksud dalam pasal 1603 n. si buruh namun itu adalah berhak menghentikannya dengan pemberitahuan penghentian mulai saat. atau berdasarkan pasal 1267. memajukan permohonan tertulis kepada Pengadilan Negeri dari tempat kediamannya yang sesungguhnya. atau jika Hakim menyatakan bubarnya perjanjian karena alasan-alasan penting yang tidak mendesak sebagaimana termaksud dalam pasal 1603 v. maka. karena alasan-alasan penting. Jika hubungan kerja dibuat untuk waktu yang lebih lama dari lima tahun atau untuk selama hidupnya seorang tertentu. Tiap janji yang mungkin menyebabkan kekuasaan menghentikan ini akan dikecualikan atau dibatasi adalah batal. dengan mengindahkan suatu tenggang waktu enam bulan.karena suatu alasan yang mendesak yang diberikan oleh si majikan. 1603 u. Tiap hak untuk menuntut sesuatu yang berdasarkan pasal yang lalu. gugur dengan lewatnya waktu satu tahun. supaya perjanjian perburuhan dinyatakan bubar.

BAGIAN KE ENAM Tentang pemborongan pekerjaan 1604. Dalam hal pemborongan pekerjaan dapat ditetapkan dalam perjanjian bahwa si pemborong hanya akan melakukan pekerjaan saja atau bahwa ia juga akan memberikan bahannya. Ketentuan-ketentuan yang lalu dari bab ini tidak berlaku bagi orangorang yang bekerja pada Negara daerah atau bagian daerah. . jika perjanjian-perjanjian tersebut mengenai pekerjaan yang sama atau hampir sama dengan pekerjaan yang lazimnya dilakukan oleh buruh-buruh yang tunduk pada ketentuan-ketentuan dari bab ini. rugi dan bunga. tidak dikecualikan oleh ketentuan-ketentuan dalam bagian ini. dengan tidak memandang maksudnya para pihak. 1603 w. untuk melakukan pekerjaan pada kereta api atau pada perusahaan-perusahaan pengangkutan dan lain-lain perusahaan. Perjanjian-perjanjian perburuhan yang dibuat antara seorang majikan yang tidak tunduk dan seorang buruh yang tunduk pada ketentuan-ketentuan yang lalu dari bab ini. 1603 z. 1603 y. dikuasai oleh ketentuan-ketentuan ini. kota praja. dengan tidak mengingat maksudnya para pihak. Kekuasaan para pihak untuk menuntut punbatalan perjanjian berdasarkan pasal 1267 disertai penggantian biaya. Dengan undang-undang dapat ditetapkan aturan-aturan khusus bagi perjanjian-perjanjian untuk melakukan pekerjaan dalam perusahaan-perusahaan pertanian atau kerajinan.Kedua ayat terakhir dari pasal 1603 m adalah berlaku. ketentuan-ketentuan tersebut oleh kedua belah pihak atau atas nama mereka. ataupun oleh suatu ketentuan undang-undang dinyatakan berlaku. badan untuk menyelenggarakan perairan atak lain badan kecuali jika sebelum atau pada waktu mulai berlakunya hubungan kerja. Perjanjian-perjanjian perburuhan yang dibuat antara seorang majikan yang tunduk dan seorang buruh yang tidak tunduk pada ketentuanketentuan yang lalu dari bab ini. dikuasai oleh ketentuan-ketentuan ini. Ketentuan-ketentuan penutup 1603 x.

baik dengan dalih tambahnya upah-upah buruh atau bahan-bahan bangunan. maka si pemborong tidaklah berhak atas harga yang dijanjikan. Jika seorang ahli pembangun atau seorang pemborong telah menyanggupi untuk membuat suatu gedung secara memborong. sebelum pekerjaan itu diserahkan. kecuali apabila musnahnya barang itu disebabkan oleh sesuatu cacat dalam bahannya. 1606. 1610. maka pekerjaan itu dapat diperiksa sebagian demi sebagian. 1608. musnahnya pekerjaan itu terjadi diluar sesuatu kelalaian dari pihak si pemborong. 1607. pemeriksaan tersebut dianggap terjadi untuk semua bagian yang telah dibayar. Jika si pemborong diwajibkan melakukan pekerjaan saja dan pekerjaannya musnah. 1609. Jika didalam hal yang tersebut dalam pasal yang lalu. kecuali apabila pihak yang memborongkan telah lalai untuk menerima pekerjaan tersebut. maka segala kerugian adalah atas tanggungan si pemborong. yang telah diborongkan dan dibuat untuk suatu harga tertentu. . seluruhnya atau sebagian musnah disebabkan suatu cacat dalam penyusunannya atau bahkan karena tidak sanggupnya tanahnya. maka para ahli pembangunannya serta para pemborongnya adalah bertanggung jawab untuk itu selama sepuluh tahun. Dalam halnya si pemborong diwajibkan memberikan bahannya. sedangkan pihak yang memborongkan tidak telah lalu untuk memeriksa dan menyetujui pekerjaannya. maka ia hanya bertanggungjawab untuk kesalahannya.1605. apabila pihak yang memborongkan tiap-tiap kali membayar si pemborong menurut imbangan dari apa yang telah selesai dikerjakan. Jika suatu pekerjaan dikerjakan sepotong demi sepotong atau seukuran demi seukuran. Jika suatu gedung. menurut suatu rencana yang telah diperkirakan serta ditetapkan bersama-sama dengan si pemilik tanah. maka tak dapatlah ia menuntut suatu penambahan harga. dan pekerjaannya dengan cara bagaimana pun musnah sebelumnya pekerjaan itu diserahkan. jika perubahan-perubahan atau perbesaran-perbesaran itu tidak telah disetujui tertulis dan tentang harganya tidak telah diadakan perjanjian dengan si pemilik. maupun dengan dalih telah dibuatnya perubahan-perubahan dan tambahan-tambahan yang tidak termasuk dalam rencana.

Tukang-tukang batu. serta harga bahan-bahan bangunan yang telah disediakan. 1616. 1615. meskipun pekerjaannya telah dimulai. tidak mempunyai tuntutan terhadap orang untuk siapa pekerjaan-pekerjaan itu telah dibuatnya. 1613. yang atas tanggung jawab sendiri secara langsung dan untuk suatu harga tertentu menyanggupi melaksanakan suatu pekerjaan. tukang-tukang kayu. Pihak yang memborongkan. tukang-tukang besi dan lain-lain tukang. jika dikehendakinya demikian. asal pekerjaan atau bahan tersebut dapat mempunyai suatu manfaat baginya. asal pekerjaan atau bahan yang telah disediakan. tunduk pada aturanaturan yang diberikan dalam bagian ini. yang lelah dipakai untuk mendirikan sebuah gedung atau untuk membuat sesuatu pekerjaan lain yang diborongkan. boleh menghentikan pemborongannya. Orang-orang buruh yang memegang sesuatu barang kepunyaan orang lain. Namun itu pihak yang memborongkan diwajibkan untuk membayar kepada para ahli waris si pemborong harga pekerjaan yang telah dikerjakan menurut imbangannya terhadap harga pekerjaan yang telah dijanjikan dalam perjanjian. tukang-tukang besi dan lain-lain tukang.1611. sampai biaya dan upah-upah yang dikeluarkan untuk barang itu dipenuhi seluruhnya. tukang-tukang kayu. Mereka adalah pemborong-pemborong didalam bagian pekerjaan yang mereka lakukan. Tukang-tukang batu. 1612. untuk mengerjakan sesuatu pada barang tersebut. pemborong. asal ia memberikan ganti rugi sepenuhnya kepada si pemborong untuk segaia biaya yang telah dikeluarkannya guna pekerjaannya serta untuk keuntungan yang terhilang karenanya. Si pemborong adalah bertanggung jawab terhadap perbuatanperbuatan orang-orang yang dipekerjakan olehnya. selainnya untuk sejumlah yang orang ini berutang kepada si pemborong pada saat mereka memajukan runtutannya. 1614. kecuali jika pihak yang memborongkan telah memberikan jaminan Pemborongan pekerjaan berhenti dengan meninggainya si . adalah berhak menahan barang itu.

Segala persekutuan harus mengenai suatu usaha yang halal. . Masing-masing sekutu diwajibkan memasukkan uang. 1623. Undang-undang hanyalah mengenal persekutuan penuh tentang keuntungan. Hak-hak dan kewajiban-kewajiban jurujuru pengangkut dan nakhodanakhoda diatur didalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. Persekutuan adalah suatu perjanjian dengan mana dua orang atau lebih mengikatkan diri untuk memasukkan sesuatu dalam persekutuan. atau hasil-hasil yang akan didapatnya dari barang-barang itu. Persekutuan mulai berlaku sejak saat perjanjian. 1619. selama berlangsungnya persekutuan sebagai hasil dari kerajinan mereka. Persekutuan penuh tentang keuntungan hanyalah mengenai segala apa yang akan diperoleh para pihak dengan nama apa pun. Dilarang adalah segala persekutuan. BAB KE DELAPAN Tentang Persekutuan BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1618. 1622. baik dari sernua kekayaan maupun dari sebagian tertentu dari kekayaan seorang secara percampuran seumumnya. atau pemakaiannya. Persekutuan-persekutuan adalah penuh atau khusus. Persekutuan khusus ialah persekutuan yang sedemikian yang hanya mengenai barang-barang tertentu saja.secukupnya untuk pembayaran biaya dan upah-upah tersebut. 1621. 1617. atau lagi mengenai suatu perusahaan maupun mengenai hal menjalankan sesuatu perusahaan atau pekerjaan tetap. dengan maksud untuk membagi keuntungan yang terjadi karenanya. BAGIAN KE DUA Tentang perikatan-perikstan antara para sekutu 1624. 1620. dengan tidak mengurangi ketentuan-ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam bab ke enam dan ke tujuh dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. dan harus dibuat untuk manfaat bersama para pihak. barang-barang lain atau pun kerajinannya kedalam perseroan itu. jika dalam perjanjian ini tidak telah ditetapkan suatu saat lain.

] 1627. mempunyai suatu penagihan sejumlah uang terhadap seorang yang disamping itu juga mempunyai suatu utang yang dapat ditagih pula kepada persekutuan maka setiap pembayaran yang diterima oleh sekutu tersebut harus dianggap berlaku baik untuk membayar piutang persekutuan maupun untuk membayar piutang si sekutu sendiri. menjadi berutang bunga atas jumlah itu derni hukum dan dengan tidak usah ditagihnya pembayaran uang tersebut terhitung sejak hari uang tersebut sedianya harus dimasukkan. Jika salah seorang sekutu atas namanya sendiri. meskipun ia telah menyatakan menerima pembayaran itu . 1628. namun itu jika ia pada waktu menerima pembayaran menenukan bahwa seluruh pembayaran adalah untuk membayar piutang persekutuan maka apa yang ditentukan itulah yang berlaku. maka selcutu tersebut diwajibkan memasukkan apa yang telah diterimanya itu kedalam kas bersama. dengan cara yang sama seperti dalam jual beli.1625. Hal yang sama berlaku terhadap jumlah-jumlah uang yang telah diambilnya dari kas bersama. demikian itu meskipun ia pada waktu menerima pembayaran tersebut menyatakan bahwa semuanya adalah untuk pengurangan atau pelunasan piutangnya pribadi. Para sekutu yang telah mengikatkan dirinya untuk memasukkan tenaga dan kerajinannya kedalam persekutuan diwajibkan memberikan perhitungan kepada persekutuan tentang semua keuntungan yang mereka telah peroleh dengan kerajinan yang sedemikian sebagaimana menjadi hal dari persekutuan. Sekutu yang diwajibkan memasukkan sejumlah uang dan tidak melakukannya itu. Kesemuanya itu tidak mengurangi penggantian tambahan biaya. Jika salah seorang sekutu telah menerima seluruh bagiannya dalam suatu piutang bersama. rugi dan bunga jika ada alasan untuk itu. 1629. dan si berutang terkemudian jatuh kedalam keadaan tak mampu. 1626. dan jika pemasukan ini terdiri atas suatu barang tertentu. maka ia diwajibkan menanggung. menurut imbangan di antara jumlah-jumlah kedua piutang tersebut. terhitung sejak hari ia telah mengambilnya guna kepentingannya pribadi. Masing-masing sekutu berutang kepada persekutuan segala apa yang ia telah menyanggupi memasukkan didalamnya.

jika barang-barang tersebut telah dimaksudkan untuk dijual. jika barang-barang tersebut turun harganya karena ditahan. Jika barang-barang tersebut musnah karena pemakaian. Para sekutu tidaklah dapat memperjanji'kan bahwa mereka akan menyerahkan pengaturan tentang besarnya bagian masing-masing kepada salah seorang dari mereka atau kepada seorang pihak ke tiga. Jika didalam perjanjian persekutuan tidak telah ditentukan bagian masing-masing sekutu dalam untung dan ruginya persekutuan maka bagian masing-masing adalah seimbang dengan apa yang ia telah masukkan dalam persekutuan. Masing-masing sekutu diwajibkan memberikan ganti rugi kepada persekutuan tentang kerugian-kerugian yang diderita oleh persekutuan yang disebabkan salahnya si sekutu sedangkan ia tidak diperbolehkan menjumpakannya dengan keuntungan-keuntungan yang diperolehnya untuk persekutuan berkat pekerjaan dan kerajinannya dalam urusan-urusan lain. maka barang-barang itu adalah atas tanggungan persekutuan. Jika barang-barang yang hanya kenikmatannya saja dimasukkan. maka barang-barang tersebut adalah atas tanggungan si sekutu yang menjadi pemiliknya. Terhadap si sekutu yang hanya memasukkan kerajinannya. bagian dari untung rugi ditetapkan sama dengan bagian si sekutu yang memasukkan uang atau barang paling sedikit. 1631. 1630. atau jika barangbarang itu dimasukkan dalam persekutuan menurut suatu perkiraan yang ditetapkan dalam suatu protelan atau inventaris. maka tak dapatlah si sekutu menuntut lebih daripada harganya menurut taksiran.sebagai pelunasan bagiannya. . Jika barang itu telah ditaksir. Seorang sekutu mempunyai tuntutan terhadap persekutuan tidak saja tentang uang-uang yang ia telah keluarkan lebih dahulu untuk perkutuan tetapi juga tentang perikatan-perikatan yang ia telah perbuat dengan itikad baik guna kepentingan persekutuan dan lagi tentang kerugian-kerugian yang dideritanya yang tidak dapat dipisahkan dari pengurusannya. 1633. terdiri atas benda-benda tertentu yang tidak musnah karena pemakaian. 1632. 1634.

tanpa perjanjian baru. Namun itu adalah diperbolehkan untuk memperjanjikan bahwa semua kerugian semata-mata akan dipikul oleh salah seorang sekutu atau lebih. 1636. bertindak tanpa satu bantuan dari yang lainnya. maka dapatlah ia ditarik kembali sebagaimana halnya dengan suatu pemberian kuasa biasa. adalah batal. dan peraturan-peraturan dari pasal yang lalu harus tetap diindahkan. Si sekutu yang dengan suatu janji khusus jalam perjanjian persekutuan ditugaskan melakukan pengurusan persekutuan dapat. maka tak dapatlah pengurus yang satu. 1639. Kekuasaan ini selama berlangsungnya persekutuan tak dapat ditarik kembali tanpa alasan yang sah. Jika beberapa sekutu telah ditugaskan melakukan pengurusan persekutuan dengan tidak ditentukan apakah yang menjadi pekerjaannya masingmasing. harus diindahkan aturan-aturan yang berikut: 1 o. meskipun orang yang belakangan ini pada sesuatu waktu berada dalam keadaan ketidakmampuan untuk turut melakukan perbuatan-perbuatan pengurusan. para sekutu dianggap secara bertimbal-balik telah memberikan kuasa . Janji dengan mana kepada salah seorang sekutu dijanjikan semua keuntungan. biarpun bertentangan dengan sekutu-sekutu lainnya. 1638. maka masing-masing sendirian adalah berkuasa untuk melakukan segala perbuatan yang mengenai pengurusan itu. atau dengan tidak ditentukan bahwa yang satu tidak diperbolehkan melakukan sesuatu apa jika tidak bersama-sama bertindak dengan teman-temannya pengurus. 1635. Jika tidak ada janji-janji khusus mengenai cara-caranya mengurus.Suatu janji yang demikian harus dianggap sebagai tidak tertulis. namun jika kekuasaan tersebut tidak telah diberikan didalam perjanjian persekutuan melainkan didalam suatu akta yang terkemudian. melakukan segala perbuatan yang berhubungan dengan pengurusannya asal dia dalam hal itu berlaku dengan itikad baik. Jika telah diperjanjikan bahwa salah seorang pengurus tidak boleh melakukan sesuatu perbuatan pun jika tidak bersama-sama bertindak dengan seorang pengurus lain. 1637.

boleh membuat hal-hal yang baru kepada benda-benda tak bergerak kepunyaan persekutuan meskipun ia mengemukakan bahwa hal-hal itu menguntungkan persekutuan. BAGIAN KE TIGA Tentang perikatan-perikatan para sekutu terhadap orang-orang ke tiga 1642. sebagai anggota persekutuan. Apa yang dilakukan oleh masing-masing sekutu juga mengikat untuk bagian sekutu-sekutu yang lainnya. tanpa izin sekutu-sekutu lainnya. bahkan tanpa izin sekutusekutu lainnya. jika mereka ini tidak telah memberikan kuasa kepadanya untuk itu. 2 o. Para sekutu tidaklah terikat masing-masing untuk seluruh utang persekutuan. menerima seorang ke tiga sebagai peserta dari bagiannya dalam persekutuan.supaya yang satu melakukan pengurusan bagi yang lainnya. 4 o. Masing-masing sekutu diperbolehkan. masing-masing sekutu diperbolehkan memakai barang-barang kepunyaan persekutuan asal ia memakainya itu guna keperluan untuk mana barangbarang itu biasanya dimaksudkan. tetapi sekalipun ia ditugaskan melakukan pengurusan kepentingankepentingan persekutuan tak dapatlah ia memasukkan orang ke tiga tersebut. dan asal ia tidak memakainya berlawanan dengan kepentingan persekutuan atau secara yang demikian hingga sekutu lainnya karenanya terhalang turut memakainya menurut hak mereka. meskipun ia tidak telah memperoleh perizinan mereka. maupun menggadaikan barang-barang bergerak kepunyaan persekutuan atau pun meletakkan beban-beban di atasnya. Para sekutu yang tidak menjadi pengurus bahkan tidak diperbolehkan mengasingkan. 3 o. dengan tidak mengurang hak mereka ini atau salah seorang untuk melawan perbuatan tersebut. . 1640. dan masing-masing sekutu tidaklah dapat mengikat sekutu-sekutu lainnya. selama perbuatan itu belum ditutup. 1641. masing-masing sekutu berhak mewajibkan sekutu-sekutu lainnya untuk turut memikul biaya yang diperlukan untuk pemeliharaan barang-barang kepunyaan persekutuan. tidak seorang sekutu pun tanpa izinnya pesero-pesero lainnya.

atas kehendak semata-mata dari beberapa atau seorang sekutu. jika salah seorang sekutu meninggal atau ditaruh di bawah pengampuan. Pembubaran persekutuan-persekutuan yang dibuat untuk suatu waktu tertentu. kecoah jika orang-orang yang belakangan ini telah memberikan kuasa kepadanya untuk itu. 1 o. 2 o. atau lain-lain hal semacam itu yang sah maupun pentingnya diserahkan kepada pertimbangan Hakim. atau urusannya telah memberikan manfaat bagi persekutuan. maka persekutuan karenanya menjadi bubar terhadap semua sekutu. maka persukutuan dapat menuntut pelaksanaan perjanjian BAGIAN KE EMPAT Tentang bermacam-macam cara berakhirnya persekutuan 1646. 3 o. terkecuali apabila sewaktu utang tersebut dibuatnya dengan tegas ditetapkan kewajiban para sekutu itu untuk membayar utangnya menurut imbangan besarnya bagian masing-masing dalam persekutuan.1643. dengan lewatnya wak-tu untuk mana persekutuan telah diaclakan. Jika salah seorang sekutu telah berjanji akan memasukkan miliknya atas suatu barang kedalam persekutuan. 1645. 1647. Jika salah seorang sekutu atas nama persekutuan telah membuat suatu perjanjian. dan barang ini musnah sebelum pemasukan itu terlaksana. 4 o. dengan musnahnya baraug afau diselesaikannya perbuatan yang menjadi pokok persekutuan. mereka telah bertindak. . sebagaimana jika seorang sekutu lain tidak memenuhi kewajibannya atau jika seorang sekutu lain karena sakit terus-menerus menjadi tak cakap melakukan pekerjaannya untuk persekutuan. atau dinyatakan pailit. Para sekutu dapat dituntut oleh si berpiutang dengan siapa. meskipun bagian sekutu yang satu dalam persekutuan adalah kurang daripada bagian sekutu yang lainya. 1648. 1644. masing-masing untuk suatu jumlah dan bagian yang sama. Persekutuan berakhir. dan tidaklah mengikat sekutu-sekutu lainnya. sebelum waktu itu lewat tidaklah dapat dituntut oleh salah seorang sekutu selainnya atas alasan yang sah. Janji bahwa suatu perbuatan telah dilakukm atas tanggungan persekutuan hanyalah mengikat si sekutu yang melakukan perbuatan itu saja.

dalam hal tersebut. tetapi ia mendapat bagian dari keuntungan serta turut memikul kerugian yang merupakan akibat-akibat mutlak dari perbuatan-perbuatan yang terjadi sebelum si sekutu dari siapa ia ahli warisnya. Pemberitahuan penghentian dianggap telah dilakukan tidak dengan itikad baik apabila seorang sekutu menghentikan persekutuannya dengan maksud untuk mengambil suatu keuntungan bagi diri sendiri. kepentingan persekutuan pembubarannya diundurkan. Pemberitahuan penghentian dilakukan dengan secara tidak memberikan waktu. asal pemberitahuan penghentian ini terjadi dengan itikad baik dan tidak dilakukan dengan secara tidak memberikan waktu. scrta kewajiban-kewajiban yang terbit karenanya antara orang-orang yang turut mewaris. sedangkan hak miliknya tetap berada pada si sekutu. meninggal. Tetapi persekutuan tidak menjadi bubar karena musnahnya barang yang hak miliknya telah dimasukkan dalam persekutuan. apabila hanya kenikmatan atas barang itu saja yang dimasukkan dalam persatuan. ahli waris si meninggal tidak mempunyai hak yang lebih daripada atas pembagian persekutuan menurut keadaannya sewaktu meninggalnya si sekutu. 1652. 1649. dengan suatu pemberitahuan penghentian kepada segenap sekutu lainnya. Jika telah diperjanjikan bahwa apabila salah seorang sekutu meninggal. Dalam hal yang ke dua. Aturan-aturan tentang pembagian warisan-warisan. sedangkan para sekutu telah merancangkan akan bersama-sama menikmati keuntungan tersebut. atau akan berlangsung terus diantara sekutu-sekutu yang masih ada maka janji tersebut harus ditaati. persekutuannya akan berlangsung terus dengan ahli warisnya. apabila barang-barang sedangkan persekutuan tidak lagi terdapat menuntut dalam supaya keseluruhannya.Begitu pada persekutuan dalam segala hal bubar jika barangnya musnah. berlaku juga untuk pembagian di antara para . 1650. 1651. cara-cara pembagian itu dilakukan. Persekutuan hanya dapat dibubarkan atas kehendak beberapa atau seorang sekutu jika persekutuan itu telah dibuat tidak untuk suatu waktu tertentu. Pembubaran terjadi.

Jika surat pendirian. Sekadar tentang itu tidak telah diatur secara lain dalam surat pendirian. dalam mana kekuasaan itu telah diubah. dengan tidak mengurangi peraturan-peraturan umum. perjanjian dan reglemen-reglemennya tidak memuat sesuatu ketentuan pun tentang pengurusan perkumpulan. Semua perkumpulan yang sah adalah. Selainnya perseroan yang sejati oleh undang-undang diakui pula perhimpunan-perhimpunm orang sebagai perkumpulan-perkumpulan. perjanjian-perjanjian dan reglemen-reglemennya. dibatasi atau ditundukkan pada acara-acara tertentu.sekutu. 1658. untuk mana para pengurusnya tidak berkuasa melakukannya. maupun perkumpulan-perkumpulan itu diterima sebagai diperbolehkan. perjanjian-pejanjiannya dan reglemen-reglemennya. mengikat perkumpulan kepada orang-orang pihak ke tiga dan sebaliknya. Segala perbuatan. 1654. berkuasa melakukan tindakan-tindakan perdata. seperti halnya dengan orangorang preman. 1655. Para pengurus suatu perkumpulan adalah. BAB KE SEMBILAN Tentang perkumpulan 1653. berkuasa untuk bertindak atas nama perkumpulan. baik sebagai penggugat maupun sebagai tergugat. baik perkumpulan-perkumpulan itu diadakan atau diakui sebagai demikian oleh kekuasaan umum. 1657. 1656. maka para pengurus diwajibkan memberikan perhitungan dan pertanggungan kepada segenap anggota perkumpulan. atau mengikatkan perkumpulan dengan suatu cara lain selainnya yang telah ditetapkan pada penutup pasal yang lalu. untuk mana tiap anggota berkuasa memanggil mereka di muka . begitu pula bertindak di muka Hakim. maka tidak seorang anggota pun berkuasa untuk bertindak atas nama perkumpulan. atau telah didirikan untuk suatu maksud tertentu yang tidak bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan baik. sekadar tentang itu tidak telah diatur secara lain dalam surat pendiriannya. hanyalah mengikat perkumpulan sekadar perkumpulan itu sungguhsungguh telah mendapat manfaut karenanya atau sekadar perbuatan-perbuatan itu terkemudian telah disetujui secara sah.

reglemen-reglemen dan perjanjian-perjanjiannya tidak mengandung ketentuan-ketentuan lain. maka masing-masing anggota suatu perkumpulan mempunyai hak yang sama untuk mengeluarkan suaranya. dan setelah mendengar dan bahkan atas tuntutan Kejaksaan. atau menurut surat pendiriannya sendiri. reglemen-reglemennya. Lain-lain perkumpulan tetap hidup hingga saat perkumpulanperkumpulan itu secara tegas dinyatakan bubar. Perkumpulan yang didirikan oleh kekuasaan umum. 1660. 1662. atau hingga saat berhentinya tujuan atau hal yang menjadi pokok perkumpulan. sedangkan segata keputusan diambil dengan suara terbanyak. 1664. Jika dalam surat pendirian. 1659. hingga perkumpulan itu dibubarkan menurut undang-undang. Hak-hak serta kewajiban-kewajiban para anggota perkumpulanperkumpulan yang sedemikian diatur menurut peraturan-peraturan dengan mana perkumpulan-perkumpulan itu telah diadakan atau diakui. memerintahkan diambilnya tindakan-tindakan yang sementara waktu kiranya perlu dilakukan untuk kepentingan perkumpulan. 1663. atas permintaan dari yang berkepentingan. hak-hak para anggota perkumpulan adalah bersifat perseorangan dan tidak berpindah kepada ahli waris-ahli warisnya. . yang dalam daerah hukumnya perkumpulan itu berkedudukan. berkuasa untuk.Hakim. tidak ada. 1661. perjanjian-perjanjian dan reglemenreglemennya tidak telah dibuat ketentuan-ketentuan tentang hak bersuara. menurut ketentuan-ketentuan dalam bab ini. maka Pengadilan Negeri. Jika peraturan-peraturan dari perkumpulan sendiri. perjanjian-perjanjian dan reglemen-reglemennya dan sekadar itu tidak ada. Para anggota suatu perkutnpulan tidaklah bertanggung jawab secara pribadi untuk perikatan-perikatan perkumpulan. maka. Utang-utang hanyalah dapat dilunasi dari pendapatan penjualan barangbarang perkumpulan tersebut. atau surat pendiriannya. tidaklah dihapuskan dengan meninggalnya atau dilepaskannya keanggotaannya oleh semua anggota. Jika semua anggotanya menurut apa yang diatur di atas. menurut surat pendiriannya.

hibah yang semacam itu. menyerahkan sesuatu benda guna keperluan si penerima hibah yang menerima penyerahan itu. 1669. dengan cuma-cuma dan dengan tidak dapat ditarik kembali. Adalah diperbolehkan kepada si penghibah untuk memperjanjikan bahwa ia tetap memiliki kenikmatan atau nikmat hasil benda-benda yang dihibahkan. 1667. baik benda-benda bergerak maupun benda-benda tak bergerak atau . menyelesaikan pertanggungjawaban dan membayar utang-utang mereka itu. Jika hibah itu meliputi benda-benda yang baru akan ada di kemudian hari. diwajibkan melunasi utang-utang perkumpulan. di waktu hidupnya. Jika mereka melalaikan kewajiban-kewajiban itu. sekadar mengenai benda tersebut dianggap sebagai batal. sejumlah adanya kekayaan. Undang-undang tidak mengakui lain-lain hibah selain hibah-hibah di antara orang-orang yang masih hidup. Hibah hanyalah dapat mengenai benda-benda yang sudah ada. maka mereka dapat dituntut untuk membayar utang-utang masing-masing untuk seluruhnya. Dalam hal memanggil orang-orang pemegang piutang.1665. Si penghibah tidak boleh memperjanjikan bahwa ia tetap berkuasa untuk menjual atau memberikan kepada orang lain suatu benda yang termasuk dalam hibah. Pada waktu membubarkan perkumpulan yang semacam itu anggotaanggota yang masih ada atau anggota yang paling akhir ada. Hibah adalah suatu perjanjian dengan mana si penghibah. dan mereka hanyalah diperkenankan membagi-bagi atau mengambil sisanya dan dengan demikian juga memindahkan kepada ahli waris-ahli waris mereka. sedangkan beban ini dapat beralih kepada ahli waris-ahli waris mereka. tunduk pada kewajiban-kewajiban seperti yang dipikul oleh ahli waris-ahli waris yang menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk mengadakan pencatatan harta kekayaan. maka sekadar mengenai itu hibahnya adalah batal 1668. BAB KE SEPULUH Tentang hibah BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1666.

Setiap orang diperbolehkan memberi dan menerima sesuatu sebagai hibah kecuali mereka yang oleh undang-undang dinyatakan tak cakap untuk itu. BAGIAN KE DUA Tentang kecakapan untuk memberikan sesuatu sebagai hibah. dalam hal mana harus diperhatikan ketentuan-ketentuan dari bab ke sepuluh Buku ke dua Kitab Undang-undang ini. dan untuk menikmati keuntungan dari suatu hibah 1676.bahwa ia dapat memberikan kenikmatan atau nikmat hasil tersebut kepada seorang lain. jika dibuat dengan syarat bahwa si penerima hibah akan melunasi utang-utang atau beban-beban lain. maupun dalam halnya si penerima hibah beserta turunan-turunannya akan meninggal lebih dahulu daripada si penghibah. Jika ia meninggal dengan tidak telah memakai jumlah uang tersebut. yang telah dihibahkan. 1673. Akibat dari hak untuk mengambil kembali ialah bahwa segala pengasingan benda-benda yang telah dihibahkan dibatalkan. maka si penghibah tidak diwajibkan menanggung. ketentuan-ketentuan pasal 894 dan akhirnya bagian-bagian ke tujuh dan kedelapan dari bab ke tiga belas dari Buku ke dua. Jika terjadi suatu penghukuman untuk menyerahkan suatu barang. dan 884. 1675. 1670. 882. kepada seorang lain. selain yang dinyatakan dengan tegas di dalam akta hibah sendiri atau di dalam suatu daftar yang ditempelkan padanya. 1672. sedangkan bendabenda itu kembali kepada si penghibah. . 1671. bebas ini segala beban dan hipotik yang telah diletakkan di atasnya sejak saat penghibahan. adalah berlaku untuk hibah. 1674. Si penghibah boleh memperjanjikan bahwa ia akan memakai sejumlah uang dari benda-benda yang dihibahkan. 881. 880. baik dalam halnya si penerima hibah sendiri. Ketentuan-ketentuan pasal-pasal 879. maka apa yang dihibahkan tetap untuk seluruhnya pada si penerima hibah. Si penghibah dapat memperjanjikan bahwa ia tetap berhak mengambil kembali benda-benda yang telah diberikannya. Suatu hibah adalah batal. tetapi ini tidak dapat diperjanjikan selain hanya untuk kepentingan si penghibah sendiri.

begitu pula pasal 906. Namun ketentuan ini tidak berlaku terhadap hadiah-hadiah atau pemberianpemberian benda-benda bergerak yang bertubuh. maka itu akan dapat dilakukan didalam suatu akta otentik terkemudian. 1683. 1681. BAGIAN KE TIGA Tentang cara menghibahkan sesuatu 1682. atas ancaman batal. kecuali yang disebutkan dalam pasal 1687. 1680. selain sekadar oleh Presiden atau penguasa-penguasa yang ditunjuk olehnya telah diberikan kekuasaan kepada para pengurus lembaga-lembaga tersebut. Tiada suatu hibah mengikat si penghibah. 909 dan 911 berlaku terhadap penghibahan. Tiada suatu hibah. Penghibahan-penghibahan kepada lembaga-lembaga umum atau lembaga-lembaga keagamaan. atau menerbitkan sesuatu akibat yang bagaimana pun. asal yang demikian itu dilakukan di waktu si penghibah . 907. Agar seorang cakap untuk menikmati keuntungan dari suatu hibah. Dilarang adalah penghibahan antara suami-istri selama perkawinan.1677. yang aslinya disimpan oleh notaris itu. dengan mengindahkan aturan yang tercantum dalam pasal 2. kecuali dalam hal yang ditetapkan dalam bab ke tujuh dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. selain mulai hari penghibahan itu dengan kata-kata yang tegas telah diterima oleh si penerima hibah sendiri atau oleh seorang yang dengan suatu akta otentik oleh si penerima hibah itu telah dikuasakan untuk menerima pengibahan-penghibahan yang telah diberikan kepada si penerima hibah atau akan diberikan kepadanya di kemudian hari. dilakukan selainnya dengan suatu akta notaris. 908. yang aslinya harus disimpan. dapat. diperlukan bahwa si penerima hibah itu sudah ada pada saat terjadinya penghibahan. Jika penerimaan tersebut tidak telah dilakukan didalam surat hibah sendiri. untuk menerima pemberianpemberian itu. Orang-orang belum dewasa tidak diperbolehkan memberi hibah. Ketontuan-ketentuan ayat ke dua dan ayat terakhir dari pasal 904. tidak mempunyai akibat. yang harganya tidak terlalu tinggi mengingat kemampuan si penghibah. 1679. 1678.

tidaklah berpindah kepada si penerima hibah. 2 o. 3 o. BAGIAN KE EMPAT Tentang pengrikan kembali dan penghapusan hibah 1689. melainkan dalam hal-hal yang berikut: 1 o. tidak memerlukan suatu akta. 1685. 613. selain dengan jalan penyerahan yang dilakukan menurut pasalpasal 612. Pemberian-pemberian benda-benda bergerak yang bertubuh atau surat-surat penagihan utang kepada si penunjuk dari tangan satu ke tangan lain. Hak milik atas benda-benda yang termaktub dalam penghibahan. jika si penerima hibah telah bersalah melakukan atau membantu melakukan kejahatan yang bertujuan mengambil jiwa si penghibah atau suatu kejahatan lain terhadap si penghibah. tidak dapat menerima selain menurut ketentuan-ketentuan dari bab ke lima Buku kesatu Kitab Undang-undang ini. 1686. Suatu hibah tidak dapat ditarik kembali maupun dihapuskan karenanya. harus diterima oleh si wali atau si pengampu. 616 dan selanjutnya. hanya akan berlaku sejak hari penerimaan itu diberitahukan kepadanya. karena tidak dipenuhi syarat-syarat dengan mana penghibahan telah dilakukan. terhadap orang yang belakangan disebut ini. setelah orang ini jatuh dalam kemiskinan. dalam hal mana penghibahan. jika ia menolak memberikan tunjangan nafkah kepada si penghibah. Penghibahan-penghibahan yang diberikan kepada seorang perempuan bersuami. sekalipun penghibahanan telah diterima secara sah. 1684. . Penghibahan kepada orang-orang yang belum dewasa yang berada di bawah kekuasaan orang tua harus diterima oleh orang yang melakukm kekuasaan orang tua. dan adalah dengan penyerahan belaka kepada si penerima hibah atau kepada seorang pihak ke tiga yang menerima pemberian itu atas nama si penerima. 1687. Penghibahan kepada orang-orang belum dewasa yang berada di bawah perwalian atau kepada orang-orang terampu. yang untuk itu harus dikuasakan oleh Pengadilan Negeri.masih hidup.

adalah batal. terhitung mulai hari terjadinya peristiwa yang menjadi alasan tuntutan itu. juga sebelum gugatan dimasukkan.1689. apabila tuntutan soebagai akibat penarikan kembali itu dikabulkan. bebas dari segala beban dan hipotik yang sekiranya telah diletakkan di atasnya oleh si penerima hibah. si penghibah dapat. terhadap seorang pihak ke tiga yang memegang benda tak bergerak yang telah dihibahkan. terhitung mulai hari dimajukannya gugatan. Selain daripada itu ia diwajibkan memberikan ganti rugi kepada si penghibah. para ahli warissi penerima hibah. 1690. dalam hal yang tersebut dalam pasal yang lalu. Tuntutan hukum tersebut dalam pasal yang lalu. untuk hipotik-hipotik dan beban-beban lainnya yang telah diletakkan olehnya di atas benda-benda tak bergerak. Si penerima hibah diwajibkan. Semua pemindahtanganan. atau jika benda telah dijualnya. yang sekiranya telah diletakkan di atas barang tersebut oleh si penerima hibah sebelum tuntutan untuk pembatalan hibah telah didaftarkan di samping pengurnuman tersebut dalam pasal 616. Tuntutan hukum tersebut tidak dapat dimajukan oleh si penghibah terhadap. dengan hasil-hasil dan pendapat-pendapatnya. mengembalikan harganya pada waktu dimasukkannya gugatan. Dalam hal yang pertama. barang yang dihibahkan tetap pada si penghibah atau ia dapat menuntutnya kembali. tidaklah dapat diganggu-gugat. 1692. pemindahtanganan barang yang dihibahkan atau hipotikhipotik dan lain-lain beban kebendaan. pula disertai hasil-hasil dan pendapatan-pendapatan sejak saat itu. beserta hasilhasil dan pendapatan-pendapatan yang ada pada si penerima hibah yang didapatnya sejak saat kelalaiannya. Dalam hal yang demikian. Dalam kedua hal yang terakhir disebutkan dalam pasal 1688. hipotik atau lain-lain beban kebendaan yang dibuat terkemudian dari pada pendaftaran oleh si penerima hibah sebagaimana pendaftaran oleh si penerima hibah sebagaimana disebutkan di atas. dan dapat diketahuinya hal itu oleh si penghibah. mengembalikan barang yang dihibahkan. melaksanakan hakhak yang sama sebagaimana dapat dilaksanakannya terhadap si penerima hibah sendiri. 1691. maupun oleh para ahli waris si penghibah . gugur dengan lewatnya waktu satu tahun.

BAB KE SEBELAS Tentang penitipan barang BAGIAN KE SATU Tentang penitipan barang pada umumnya. Penitipan tersebut ini hanya dapat mengenai ba-rang-barang yang bergerak. atau pun jika orang ini telah meninggal di dalam waktu satu tahun setelah terjadinya peristiwa yang dituduhkan. 1699. Perjanjian itu tidaklah telah terlaksana selainnya dengan penyerahan barangnya secara sungguh-sungguh atau secara dipersangkakan. 1697. 1698. Penitipan barang dengan sukarela hanyalah dapat terjadi antara orangorang yang mempunyai kecakapan untuk membuat perikatan-perikatan. menerima penitipan suatu barang dari seorang yang tidak cakap untuk membuat . dan tentang berbagai macam penitipan 1694. Penitipan barang yang scjati dianggap telah dibuat dengan Cumacuma. terkecuali dalam hal yang terakhir. Penitipan adalah terjadi. 1700. jika tuntutan itu telah dimajukan oleh si penghibah. 1695. Jika namun itu seorang yang cakap untuk membuat perikatan-perikatan. Penitipan barang dengan sukarela terjadi karena sepakat bertimbalbalik antara pihak yang menitipkan barang dan pihak yang menerima titipan. Penitipan barang terjadi dengan sukarela atau karena terpaksa. jika tidak diperjanjikan sebaliknya. 1693. apabila seorang menerima sesuatu barang dari seorang lain. Dihapuskan. Adalah dua macam penitipan barang: yaitu penitipan yang sejati dan sekestrasi.terhadap si penerima hibah. dengan syarat bahwa ia akan menyimpannya dan mengembalikannya dalam ujud asalnya. BAGIAN KE DUA Tentang penitipan barang yang sejati 1696. 1701. Ketentuan-ketentuan dalam bab ini tidak mengurangi berlakunya apa yang telah ditetapkan dalam bab ke tujuh dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini.

Dihapuskan 1705. air bah dan lain-lain peristiwa yang tak tersangka. 1704. maka tunduklah ia kepada segala kewajiban yang dipikul oleh seorang penerima titipan yang sungguh-sungguh. kecuali apabila ia lalai dalam pengembalian barang yang dititipkan. Si penerima titipan diwajibkan mengenai perawatan barang yang dipercayakan padanya. 1707. Penitipam karena terpaksa ialah penitipan yang terpaksa dilaksanakan oleh seorang karena timbulnya sesuatu malapetaka. maka dapatlah ia menuntut pemberian ganti rugi sekadar si penerima titipan itu telah memperoleh manfaat dari barang tersebut. Tidak sekali-kali si penerima titipan bertanggung jawab tentang peristiwa-peristiwa yang tak dapat disingkiri. jika penitipan telah terjadi sedikit banyak untuk kepentingan si penerima titipan. jika barangnya sudah tidak lagi pada si penerima titipan. jika ia telah meminta diperjanjikannya sesuatu upah untuk menyimpan itu. maka pihak yang menitipkan hanyalah mempunyai hak terhadap pihak yang menerima titipan untuk menuntut pengembalian barang yang dititipkan. 1702. atau. jika si penerima titipan telah menawarkan dirinya untuk menyimpan barangnya. runtuhnya gedung-gedung. perampokan. jika telah diperjanjikan bahwa si penerima titipan akan menanggung segala macam kelalaian. 4 o. Penitipan karena terpaksa diatur menurut ketentuan seperti yang berlaku terhadap penitipan sukarela. Ketentuan Pasal yang lalu harus dilakukan lebih keras : 1 o. 1703. Jika penitipan dilakukan oleh seorang yang berhak kepada seorang yang tidak cakap membuat perikatan-perikatan. 1706. .perikatan-perikatan. selama barang ini masih ada pada pihak yang terakhir itu. 2 o. misalnya kebakaran. 1708. memeliharanya dengan minat yang sama seperti ia memelihara barang-barangnya sendiri. 3 o. karamnya kapal.

1711. atas ancaman penggantian biaya. Penitipan barang yang semacam itu dianggap sebagai suatu penitipan barang karena terpaksa. tanpa izin orang yang menitipkan barang. jika barang itu dipercayakan padanya dalam suatu kotak tertutup. 1716. Mereka tidak bertanggung jawab tentang pencurian-pencurian yang dilakukan dengan kekerasan. 1715. 1712. kerugian dan bunga. bertanggung jawab untuk barang-barang yang dibawa oleh para tamu yang menginap pada mereka. Kemunduran-kemunduran yang dialami barangnya diluar salahnya si penerima titipan. baik mata uang-mata uang itu telah naik atau telah turun harganya. Mereka adalah bertanggung jawab tentang pencurian atau kerusakan pada barang-barang kepunyaan para penginap. atau dalam suatu sampul tersegel. 1713. dengan paksaan dirampas dari tangannya si penerima . Ia tidak diperbolehkan menyelidiki tentang ujudnya barang yang dititipkan. 1709. adalah atas tanggungan pihak yang menitipkan. Si penerima titipan barang tidak diperbolehkan mempergunakan barang yang dititipkan untuk keperluan sendiri. Orang-orang yang menyelenggarakan rumah penginapan dan penguasa-penguasa losmen adalah. yang dinyatakan dengan tegas atau dipersangkakan. jika ada alasan untuk itu.Bahkan dalam hal yang terakhir ia tidak bertanggung jawab jika barangnya juga akan musnah seandainya telah berada di tangannya orang yang menitipkan. 1714. sebagai orang-orang yang menerima titipan barang. baik pencurian itu dilakukan atau kerusakan itu diterbitkan oleh pelayann-pelayan atau lain-lain budak dari rumah penginapan maupun oleh setiap orang lain. 1710. Dengan demikian maka jumlah-jumlah tiang harus dikembalikan dalam mata uang yang sama seperti yang dititipkan. atau yang dilakukan oleh orang-orang yang telah dimasukkan sendiri oleh si penginap. Si penerima titipan hanya diwajibkan mengembalikan barang yang dititipkan dalam keadaannya pada saat pengembalian itu. Jika barangnya. Si penerima titipan diwajibkan mengembalikan barang yang sama itu telah diterimanya.

atau kepada orang yang atas namanya penitipan itu telah dilakukan atau yang ditunjuk untuk menerima kembali barangnya. maka si penerima titipan dibebaskan secara sah jika ia menyerahkan barang itu kepada orang dari siapa ia telah menerimanya. karena ia tidak tahu bahwa suatu barang telah diterimanya dalam penitipan. hanyalah diwajibkan mengembalikan harga pembelian yang diterimanya. Jika namun itu ia mengetahui bahwa barang itu adalah barang curian. Ia tidak diharuskan membayar bunga atas jumlah-jumlah uang yang dititipkan kepadanya. maka ia harus mengembalikannya kepada orang yang menitipkan barang.titipan dan orang ini telah menerima harganya atau sesuatu barang lain sebagai gantinya. maka barangnya harus dikembalikan kepada mereka kesemuanya. Jika ada lebih dari seorang ahli waris. maka barangnya hanya dapat dikembalikan kepada ahli warisnya. dengan peringatan supaya meminta kembali barang tersebut didalam suatu waktu tertentu yang cukup lama. maka ia diwajibkan mengembalikannya. dengan itikad baik telah menjual barang tersebut. Si penerima titipan tidak diperbolehkan mengembalikan barang titipannya selain kepada orang yang menitipkan kepadanya. menyerahkan hak tuntutannya terhadap si pembeli barang. Seorang ahli waris dari si penerima titipan yang. Jika orang kepada siapa pernberitahuan itu telah dilakukan. 1717. 1719. 1718. Jika barang yang dititipkan tidak dapat dibagi-bagi. 1720. maka para ahli waris . atau kepada masing-masing untuk bagiannya. Tak bolehlah ia menuntut dari orang yang menitipkan barang suatu bukti bahwa orang itu pemilik barang tersebut. dan siapa pemilik sesungguhnya. setelah diperingatkan. melalaikan untuk meminta kembali barangnya. maka haruslah ia memberitahu kepada orang ini bahwa barangnya dititipkan kepadanya. selain sejak hari ia lalai mengembalikannya. Jika benda yang dititipkan telah memberikan hasil-hasil yang telah dipungut atau diterima oleh si penerima titipan. 1721. atau jika ia belum menerima harga itu. Jika orang yang menitipkan barang meninggal.

Segala kewajiban si penerima titipan berhenti jika ia mengetahui dan dapat membuktikan bahwa ia sendiri adalah pemilik barang yang dititipkan itu. 1722. 1727. 1728. jika seorang dewasa yang menitipkan barang ditaruh di bawah pengampun. juga berkuasa mengembalikan barangnya kepada orang yang menitipkan atau jika orang ini menolaknya. meskipun belum tiba waktunya yang ditetapkan dalam perjanjian. 1725. seketika apabila dimintanya. seorang pengampu. 1723. Biaya yang harus dikeluarkan untuk itu harus ditanggung oleh orang yang menitipkan barang. maka barangnya hanyalah dapat dikembalikan kepada orang yang telah diwakili oleh wali pengampu. dan pengurusan mereka itu telah berakhir. Si penerima titipan yang mempunyai alasan yang sah untuk membebaskan diri dari barang yang dititipkan. Orang yang menitipkan barang diwajibkan mengganti kepada si . Barang yang dititipkan harus dikembalikan kepada orang yang menitipkan. Jika perjanjian tidak menunjuk tempat itu. kecuali apabila orang yang menerima titipan mempunyai alasan-alasan yang sah untuk tidak mengetahui perubahan kedudukan tersebut. Jika penitipan barang telah dilakukan oleh seorang wali. Jika orang yang menitipkan barang berubah kedudukannya. suami atau penguasa tersebut. dalam hal ini dan dalam hal-hal semacam itu barang yang dititipkan tidak boleh dikembalikan selain kepada orang yang melakukan pengurusan atas hak-hak dan benda-benda orang yang menitipkan barang. seorang suami atau seorang penguasa. 1724. barangnya harus dikembalikan di tempat terjadinya penitipan. Pengembalian barang yang dititipkan harus dilakukan di tempat yang ditunjuk dalam perjanjian. 1726. misalnya jika seorang perempuan yang pada waktu menitipkan barang tidak bersuami kemudian berkawin. sekalipun dalam perjanjiannya telah ditetapkan suatu waktu lain untuk pengembaliannya.harus mengadakan mufakat tentang siapa yang diwajibkan mengopernya. kecuali apabila telah dilakukan suatu penyitaan atas barang-barang yang berada di tangan si penerima titipan. meminta izin Hakim untuk menitipkan barangnya di suatu tempat lain.

apabila barang yang menjadi sengketa diserahkan kepada seorang pihak ke tiga oleh satu orang atau lebih secara sukarela. Sekestrasi dapat mengenai baik benda-benda bergerak maupun benda-benda tak bergerak. 1732. dititipkan kepada seorang. Si penerima titipan adalah berhak untuk menahan barangnya hingga segala apa yang harus dibayar kepadanya karena penitipan tersebut. kecuali apabila semua pihak yang berkepentingan menyetujuinya atau apabila ada suatu alasan lain yang sah. serta mengganti kepadanya segala kerugian yang disebabkan penitipan itu. Sekestrasi atas perintah Hakim terjadi jika Hakim memerintahkan supaya suatu barang. 1733. BAGIAN KE TIGA Tenting sekestrasi dan berbagai macam-macamnya 1730. Sekestrasi terjadi dengan perjarjian. setelah perselisihan itu diputus. tidak dapat dibebaskan dari tugasnya sebelum persengketaan diselesaikan. 1731. 1734. Si penerima titipan yang ditugaskan melakukan sekestrasi. telah dilunasi. 1735.penerima titipan segala biaya yang telah dikeluarkan guna menyelamatkan barang yang dititipkan. Sekestrasi tunduk pada aturan-aturan yang sama seperti penitipan sejati. Penitipan ini ada yang terjadi dengan perjanjian dan ada pula yang dilakukan atas perintah Hakim. di tangannya seorang pihak ke tiga yang mengikatkan diri untuk. 1729. . 1736. mengembalikan barang itu kepada siapa yang akan dinyatakan berhak. Sekestrasi ialah penitipan barang tentang mana ada perselisihan. beserta hasil-hasilnya. Adalah bukan syarat mutlak bahwa suatu sekestrasi terjadi dengan cuma-cuma. 1737. tentang mana ada sengketa. namun dengan perkecualian-perkecualian sebagai berikut. Sekestrasi guna keperluan Pengadilan diperintahkan kepada seorang yang disetujui oleh pihak-pihak yang berkepentingan atau kepada seorang yang ditetapkan oleh Hakim karena jabatan.

Si penyimpan diwajibkan memelihara. atau pun menunjukkan barang-barang yang dipercayakan kepadanya. memberikan suatu perhitungan secara ringkas kepada Hakim. tentang mana hak miliknya atau hak penguasaannya menjadi persengketaan. 3 o. atas tuntutan Kejaksaan. yang telah disita di tangan seorang yang berutang. terhadap barang-barang yang ditawarkan oleh soorang yang berutang untuk melunasi utangnya. Adalah menjadi kewajiban si penyita untuk membayar kepada si penyimpan upahnya yang ditentukan dalam undang-undang. atau menyerahkannya kepada pihak terhadap siapa penyitaan telah dilakukan. terhadap barang-barang bergerak.Dalam kedua-duanya hal. namunlah perjanjian perhitungan itu tidak akan dapat dimajukan terhadap pihak-pihak yang berkepentingan. tunduk pada segala kewajiban yang terbit dalam halnya sekestrasi dengan perjanjian. dan selainnya itu ia diwajibkan setiap tahun. barang kepada pihak yang lainnya untuk dipakai dengan cuma- . barang-barang yang telah disita sebagai seorang bapak rumah yang baik. orang kepada siapa barangnya telah dipercayakan. Ia harus menyerahkan barang-barang itu untuk dijual supaya dari pendapatan penjualan itu dapat dilunasi piutang-piutang si penyita. Hakim dapat memerintahkan sekestrasi : 1 o. terhadap suatu barang yang bergerak maupun yang tak bergerak. 1738. BAB KE DUA BELAS Tentang pinjam pakai BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1740. jika penyitaan tersebut telah dicabut kembali. Pengangkatan seorang penyimpan barang di muka Hakim menerbitkan kewajiban-kewajiban yang bertimbal balik antara si penyita dan si penyimpan. 1739. Pinjam pakai adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan suatu. dengan memperlihatkan. 2 o.

Ia tidak boleh memakainya guna suatu keperluan lain. diwajibkan menyimpan dan memelihara barang pinjamannya sebagai seorang bapak rumah yang baik. Segala apa yang dapat dipakai orang dan tidak musnah karena pemakaian. 1745. Namun jika suatu peminjaman telah dilakukan karena mengingat orangnya yang menerima pinjaman. setelah memakainya atau setelah lewatnya suatu waktu tertentu. si peminjam telah memilih menyelamatkan dia punya barang sendiri. maka selain daripada itu ia adalah bertanggung jawab atas musnahnya barangnya. yang dapat disingkiri seandainya si peminjam telah memakai barangnya sendiri. Jika barangnya pada waktu dipinjamkan telah ditaksir harganya maka . selain yang selaras dengan sifat barangnya. dan telah diberikan khusus kepada orang tersebut secara pribadi. 1746. jika ada alasan untuk itu. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban seorang yang menerima pinjaman sesuatu 1744. atau yang ditentukan dalam perjanjian kesemuanya atas ancaman penggantian biaya rugi dan bunga. atau lebih lama daripada yang diperbolehkan. 1741. Siapa yang menerima pinjaman sesuatu. 1742. Pihak yang meminjamkan tetap menjadi pemilik barang yang dipinjamkan. maka ia bertanggung jawab tentang musnahnya barang yang lainnya.cuma. atau jika hanya satu dari kedua barang itu sajalah yang dapat diselamatkan. dapat menjadi bahan perjanjian ini. Jika barang yang dipinjam musnah karena suatu kejadian yang tak disengaja. maka para ahli waris orang ini tidak dapat tetap menikmati barang pinjaman itu. 1743. Jika ia memakai barang pinjamannya guna suatu keperluan lain. akan mengembalikannya. Perikatan-perikatan yang terbit dari perjanjian pinjam pakai berpindah kepada para ahli waris pihak yang meminjarnkan dan para ahli waris pihak yang meminjam. dengan syarat bahwa yang menerima barang ini. sekalipun musnahnya barang ini disebabkan suatu kejadihan yang sama sekali tidak disengaja.

1753. maka Hakim dapat mengingat keadaan. sendiri memerlukan barangnya. untuk dapat memakai barang pinjamannya. telah mengeluarkan sementara biaya. 1747. jika ia mengetahui adanya cacat-cacat itu dan tidak memberitahukannya kepada si pemakai. jika tidak ada penetapan waktu yang demikian. maka mereka itu adalah masing-masing untuk seluruhnya bertanggung jawab terhadap orang yang memberikan pinjaman. BAGIAN KE TIGA Tentang kewajiban-kewajiban orang yang meminjamkan 1750. maka orang yang meminjamkan. maka orang ini tidak bertanggung jawab tentang kemunduran itu. 1751. Jika si pemakai barang. atau sebelum kebutuhan si pemakai habis. selama waktu peminjaman. kecuali apabila telah diperjanjikan sebaliknya. karena alasan-alasan yang mendesak dan sekonyong-konyong. yang sebegitu mendesaknya hingga ia tidak sempat memberitahukan hal itu sebelumnya kepada orang yang meminjamkan. dan diluar salahnya si pemakai. 1749. Jika si pemakai. maka orang ini diwajibkan mengganti biaya-biaya tersebut kepada si pemakai itu. memaksa si pemakai mengembalikan barangnya kepada orang yang meminjamkannya. biarpun ini terjadi karena suatu kejadian yang tak disengaja. Jika barangnya berkurang harganya hanya karena pemakaian untuk mana barang itu telah dipinjam. atau. Jika barang yang dipinjamkan mengandung cacat-cacat yang sedemikian. Jika namun itu orang yang meminjamkan. bertanggung jawab tentang . didalam jangka waktu tersebut. Jika berbagai orang bersama-sama menerima satu barang dalam peminjaman. setelah barangnya dipergunakan atau dapat dipergunakan untuk keperluan yang dimaksudkan. maka tak dapatlah ia menuntutnya kembali. 1752. hingga orang yang memakainya dapat dirugikan karenanya. 1748.musnahnya barang. adalah atas tanggungan si peminjam. Orang yang meminjamkan tidak boleh meminta kembali barang yang dipinjamkan selain setelah lewatnya waktu yang ditentukan. telah terpaksa mengeluarkan beberapa biaya luar biasa yang perlu.

maka pengembalian jumlah yang dipinjam harus dilakukan dalam mata uang yang berlaku pada waktu pelunasan. maka kekurangannya harus diganti dengan mata uang dari logam yang sama. mengenai suatu pinjaman suatu jumlah mata uang tertentu. dan jika barang itu musnah. Utang yang terjadi karena peminjaman uang hanyalah terdiri atas jumlah uang yang disebutkan dalam perjanjian. 1758. Jika. sedapat-dapatnya dari kadar yang sama. Dalam hal ini. dan kesemuanya mengandung logam asli yang sama beratnya sebagaimana yang terdapat didalam jumlah mata uang yang telah tidak ada lagi itu. kedua belah pihak dengan pernyataan tegas telah bersepakat. maka kemusnahan itu adalah atas tanggungannya. si . sebelum saat pelunasan. Berdasarkan perjanjian pinjam-meminjam ini. pihak yang menerima pinjaman diwajibkan mengembalikan jumlah mata uang yang tepat dari macam yang sama. Jika mata uang yang semacam tidak lagi terdapat dalam jumlah yang mencukupi. Jika yang dipinjamkan itu berupa batang-batang mas atau perak atau lain-lain barang perdagangan.akibat-akibatnya. 1755. terjadi suatu kenaikan atau kemunduran harga atau ada perubahan mengenai berlakunya mata uang. pihak yang menerima pinjaman menjadi pemilik barang yang dipinjam. 1756. dengan cara bagaimanapun. betapa pun naik atau turun harganya. dengan syarat bahwa pihak yang belakangan ini akan mengembalikan sejumlah yang sama dari macam dan keadaan yang sama pula. maka. bahwa akan dikembalikan jumlah mata uang yang sama. tidak kurang dan tidak lebih. dihitung menurut harganya yang berlaku pada saat itu. 1757. Pinjam-meminjam ialah perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan kepada pihak yang lain suatu jumlah tertentu barang-barang yang menghabis karena pemakaian. BAB KE TIGA BELAS Tentang pinjam-meminjam BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1754. Aturan yang ditetapkan dalam pasal yang lalu tidak berlaku jika.

BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban orang yang meminjamkan 1759. maka Hakim. Orang yang meminjamkan tidak dapat meminta kembali apa yang telah dipinjamkannya sebelum lewatnya waktu yang ditentukan dalam perjanjian. Jika tidak telah ditetapkan sesuatu waktu. menurut perjanjian. bahwa pihak yang telah meminjam sesuatu barang atau sejumlah uang akan mengembalikannya bilamana ia mampu untuk itu. Jika ia tidak mampu memenuhi kewajiban ini. pelunasannya harus dilakukan menurut harga barang pinjaman pada waktu dan di tempat dimana pinjaman telah terjadi. mengingat keadaan. Adalah diperbolehkan memperjanjikan bunga atas peminjaman uang atau lain barang yang menghabis karena pemakaian. dalam hal mana harus diperhatikan waktu dan tempat dimana barangnya. 1764. 1760. 1761. dan pada waktu yang . 1762. Ketentuan pasal 1753 adalah berlaku terhadap pinjam mengganti. dan ia tidaklah diwajibkan memberikan lebih daripada itu. menurut keadaan. BAGIAN KE EMPAT Tentang meminjamkan dengan bunga 1765.berutang senantiasa harus mengembalikan jumlah yang sama berat dan sama mutunya. akan menentukan waktu pengembaliannya. yang Siapa yang menerima pinjaman sesuatu diwajibkan mengembalikannya dalam jumlah dan keadaan yang sama. sedianya harus dikembalikan. Siapa yang telah menerima pinjaman dan membayar bunga. maka ia diwajibkan membayar harga barang yang dipinjamnya. memberikan sekadar kelonggaran kepada si peminjam. BAGIAN KE TIGA Tentang kewajiban-kewajiban si peminjam 1763. Hakim berkuasa. apabila orang yang meminjamkan menuntut pengembalian pinjamannya. Jika telah diadakan perjanjian. 1766. Jika waktu dan tempat ini tidak telah ditentukan. ditentukan.

maupun menguranginya dari jumlah pokok. 22: enam persen). Bunga ini pada hakikatnya dapat diangsur. telah dilakukan setelah lewatnya waktu utangnya dapat ditagih. tidak dapat menuntutnya kembali. 1768. Besarnya bunga yang diperjanjikan dalam perjanjian harus ditetapkan secara tertulis (Bunga menurut undang-undang adalah menurut Lembaran Negara tahun 1848 No. biarpun pengembalian atau penitipan ini. dalam hal mana uang yang telah dibayar selebihnya dapat dituntut kembali atau dikurangkan dari jumlah pokok. Buku pembayaran uang pokok dengan tidak menyebutkan sesuatu apa mengenai bunga memberikan persangkaan tentang sudah dibayarnya bunga itu.tidak telah diperjanjikan. . Ada bunga menurut undang-undang dan ada yang ditetapkan di dalam perjanjian. Bunga yang diperjanjikan dalam perjanjian boleh melampaui bunga menurut undangundang dalam segala hal yang tidak dilarang oleh undang-undang. 1771. Bunga menurut undang-undang ditetapkan di dalam undang-undang. maka si penerima pinjaman diwajibkan membayar bunga menurut undang-undang. 1769. tetapi bunga yang telah diperjanjikan harus dibayar sarnpai pada pengembalian atau penitipan uang pokoknya. Hanyalah kedua belah pihak dapat mengadakan sepakat bahwa pengangsuran itu tidak dilakukan selain setelah lewatnya suatu waktu tertentu. dan si berutang dibebaskan daripada itu. Memperjanjikan suatu bunga abadi ialah suatu perjanjian dengan mana pihak yang memberi pinjaman uang memperjanjikan pembayaran bunga atas pembayaran sejumlah uang pokok yang tidak akan dimintanya kembali. kecuali apabila bunga yang dibayar itu melebihi bunga menurut undang-undang. Jika orang yang meminjamkan telah memperjanjikan bunga dengan tidak menentukan berapa besarnya. 1767. BAB KE EMPAT BELAS Tentang bunga tetap atsu bunga abadi 1770. Pembayaran bunga yang tidak telah diperjanjikan tidak mewajibkan si berutang untuk membayarnya seterusnya.

1772. bergantung pada suatu kejadian yang belum tentu. jika ia lalai memberikan jaminan yang dijanjikan kepada si berpiutang. Suatu perjanjian untung-untungan adalah sum perbuatan yang hasilnya. jika ia tidak membayar sesuatu apapun atas bunga yang harus dibayamya selama dua tahun berturut-turut. BAB KE LIMA BELAS Tentong perjanjiaan-perjanjian untung-untungan BAGIAN KE SATU Ketentuan umum 1774. mengenai untung ruginya. si berutang dapat mernbebaskan diri dari kewajibannya mengembalikan uang pokoknya. baik bagi semua pihak. atau tidak boleh dilakukan tanpa pemberitahuan lebih dahulu kepada si berpiutang dengan suatu tenggang waktu yang sebelumnya telah ditetapkan oleh mereka. BAGIAN KE DUA Tentang perjanjinn bungn cagsk hidup dan akibat-akibatnya 1775. membayar angsuran-angsuran yang sudah harus dibayarnya atau memberikan jaminan yang dijanjikan. 2 o. jika ia didalam waktu dua puluh hari. terhitung mulai ia diperingatkan dengan perantaraan Hakim. Perjanjian yang pertama diatur didalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang.waktu mana tidak boeh ditetapkan lebih lama dari sepuluh tahun. bunga cagak hidup. Demikian adalah: perjanjian pertanggungan. perjudian dan pertaruhan. 3o. 1773. maupun bagi sementara pihak. tenggang waktu mana namun tidak boleh lebih lama daripada satu tahun. Bunga cagak hidup dapat dilahirkan degan suatu perjanjian atas . Dalam kedua hal yang pertama yang tersebut dalam pasal yang lalu. jika ia telah dinyatakan pailit. Seorang yang berutang suatu bunga abadi dapat dipaksa mengembalikan uang pokoknya: 1 o.

beban, atau dengan suatu akta hibah. Ada juga bunga cagak hidup itu diperoleh dengan suatu wasiat. 1776. Bunga cagak hidup dapat diadakan atas badan orang yang memberikan pinjaman, atau atas badan orang yang diberikan kenikmatan atas bunga tersebut, atau pula atas badan seorang pihak ke tiga, meskipun orang ini tidak mendapat nikmat daripadanya. 1777. Bunga cagak hidup dapat diadakan atas badan satu orang atau lebih. 1778. Bunga cagak hidup dapat diadakan guna seorang pihak ke tiga, meskipun uangnya diberikan oleh seorang lain. Dalam hal tersebut namun itu ia tidak tunduk pada bentuk cara yang diperlukan untuk hibah. 1779. Segala bunga cagak hidup yang diadakan atas badan seorang yang telah meninggal pada hari dibuatnya perjanjian, adalah tak berdaya. 1780. Bunga cagak hidup dapat diadakan dengan perjanjian bunga yang sedemikian tingginya, sebagaimana ditetapkan menurut kehendak para pihak sendiri. 1781. Orang untuk siapa telah diadakan suatu bunga cagak hidup atas beban, dapat menuntut pembatalan perjanjian, jika si berutang tidak memberikan kepadanya jaminan yang telah diperjanjikan. Jika perjanjian dibatalkan, si berutang diwajibkan membayar bunga yang telah diperjanjikan, yang menunggak, sampai pada hari dikembalikannya uang pokok. 1782. Penunggakan pembayaran bunga cagak hidup yang dapat ditagih, tidaklah memberikan hak kepada si pemungut bunga untuk meminta kembali uang pokoknya atau barang yang telah diberikan olehnya untuk dapat menerima bunga itu; ia hanya berhak menuntut si berutang tentang pembayaran bunga yang wajib dibayarnya dan menyita kekayaannya untuk mengambil pelunasan daripadanya, pun pula meminta diberikannya jaminan untuk bunga yang sudah dapat ditagih. 1783. Dihapuskan. 1784. Tak dapatlah si berutang membebaskan diri dari pembayaran bunga cagak hidup dengan menawarkan pengembalian uang pokoknya, dan dengan

berjanji tidak akan menuntut pengembalian bunga yang telah dibayarnya, ia diwajibkan terus membayar bunga cagak hidup selama hidupnya orang atau orangorang yang di atas badan-badannya telah diadakan bunga cagak hidup itu, betapapun beratnya pembayaran bunga itu bagi dirinya. 1785. Si pemilik suatu bunga cagak hidup hanyalah mempunyai hak atas bunga menurut imbangan jumlahnya hari hidupnya orang yang atas badannya telah diadakan bunga cagak hidup itu. Jika namun itu, menurut perjanjian, bunganya harus dibayar terlebih dahulu, maka hak atas angsuran yang sedianya sudah harus terbayar, baru diperoleh mulai hari pembayaran itu sedianya harus dilakukannya. 1786. Tidaklah diperbolehkan memperjanjikan bahwa suatu bunga cagak hidup takkan tunduk pada suatu penyitaan, kecuali apabila bunga cagak hidup itu telah diadakan dengan cuma-cuma. 1787. Si pemungut bunga tidaklah dapat menagih bunga yang sudah harus dibayar, selain dengan menyatakan tentang masih hidupnya orang yang atas badannya telah diadakan bunga cagak hidup itu. BAGIAN KE TIGA Tentang perjudian dan pertaruhan 1788. Undang-undang tidak memberikan suatu tuntutan hukum dalam halnya suatu utang yang terjadi karena perjudian atau pertaruhan. 1789. Dalam ketentuan tersebut di atas namun itu tidak termasuk permainan-permainan yang dapat dipergunakan untuk olahraga, seperti main anggar, lari cepat dan lain sebagainya. Meskipun demikian, Hakim dapat menolak atau mengurangi gugatan, apabila uang taruhannya menurut pendapatnya lebih dari sepantasnya. 1790. Tidaklah diperbolehkan untuk menyingkiri berlakunya ketentuanketentuan kedua pasal yang lalu dengan jalan perjumpaan utang. 1791. Seorang yang secara sukarela telah membayar kekalahannya, sekalikali tak diperbolehkan menuntutnya kembali, kecuali apabila dari pihak si pemenang telah dilakukan kecurangan atau penipuan. BAB KE ENAM BELAS

Tentang pemberian kuasa BAGIAN KE SATU Tentang sifat pemberian kuasa 1792. Pemberian kuasa adalah suatu perjanjian dengan mana seorang memberikan kekuasaan kepada seorang lain, yang menerimanya, untuk atas namanya menyelenggarakan suatu urusan. 1793. Kuasa dapat diberikan dan diterima dalam suatu akta umum, dalam suatu tulisan di bawah tangan, bahkan dalam sepucuk surat atau pun dengan lisan. Penerimaan suatu kuasa dapat pula terjadi secara diam-diam dan disimpulkan dari pelaksanaan kuasa itu oleh si kuasa. 1794. Pemberian kuasa terjadi dengan cuma-cuma, kecuali jika diperjanjikan sebaliknya. Jika dalam hal yang terakhir, upahnya tidak ditentukan dengan tegas, si kuasa tidak boleh meminta upah yang lebih daripada yang ditentukan dalam pasal 411 untuk wali. 1795. Pemberian kuasa dapat dilakukan secara khusus, yaitu mengenai hanya satu kepentingan tertentu atau lebih, atau secara umum, yaitu meliputi segala kepentingan si pemberi kuasa. 1796. Pemberian kuasa yang dirumuskan dalam kata-kata umum, hanya meliputi perbuatan-perbuatan pengurusan. Untuk memindahtangankan benda-benda atau untuk meletakkan hipotik di atasnya, atau lagi untuk membuat suatu perdamaian, atau pun sesuatu perbuatan lain yang hanya dapat dilakukan oleh seorang pemilik, diperlukan suatu pemberian kuasa dengan kata-kata yang tegas. 1797. Si kuasa tidak diperbolehkan melakukan sesuatu apa pun yang melampaui kuasanya; kekuasaan yang diberikan untuk menyelesaikan suatu urusan dengan jalan perdamaian, sekali-kali tidak mengandung kekuasaan untuk menyerahkan perkaranya kepada putusan wasit. 1798. Orang-orang perempuan dan orang-orang belum dewasa dapat ditunjuk menjadi kuasa, tetapi si pemberi kuasa tidaklah mempunyai suatu tuntutan hukum terhadap orang-orang belum dewasa, selain menurut ketentuan-ketentuan umum mengenai perikatan-perikatan yang diperbuat oleh orang-orang belum

1803. Si kuasa diwajibkan. Namun itu tanggung jawab tentang kelalaian-kelalaian bagi seorang yang dengan cuma-cuma menerima kuasa adalah tidak sebegitu berat seperti yang dapat diminta dari seorang yang untuk itu menerima upah. 2 o. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban si kussa 1800. selama ia belum dibebaskan. 1801. jika ia tidak diberikan kekuasaan untuk menunjuk seorang lain sebagai penggantinya. jika kekuasaan itu telah diberikan kepadanya tanpa penyebutan seorang tertentu.dewasa. tetapi juga tentang kelalaian-kelalaian yang dilakukan dalam menjalankan kuasanya. Si kuasa tidak saja bertanggung jawab tentang perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan sengaja. Si pemberi kuasa dapat menggugat secara langsung orang dengan siapa si kuasa telah bertindak dalam kedudukannya. Si kuasa diwajibkan memberikan laporan tentang apa yang telah diperbuatnya dan memberikan perhitungan kepada si pemberi kuasa tentang segala apa yang telah diterimanya berdasarkan kuasanya. 1799. 1802. sekalipun apa yang diterimanya itu tidak seharusnya dibayar kepada si pemberi kuasa. dan ia menanggung segala biaya kerugian dan bunga yang sekiranya dapat timbul karena tidak dilaksanakannya kuasa itu. dan terhadap orang-orang perempuan yang bersuami yang menerima kuasa tanpa bantuan si suami. Begitu pula ia diwajibkan menyelesaikan urusan yang telah mulai dikerjakannya pada waktu si pemberi kuasa meninggal jika dengan tidak segera menyelesaikannya dapat timbul sesuatu kerugian. Si kuasa bertanggung jawab untuk orang yang telah ditunjuk olehnya sebagai penggantinya dalam melaksanakan kuasanya: 1 o. dan menuntut daripadanya pemenuhan perjanjiannya. ia pun tidak mempunyai tuntutan hukum selain. sedangkan orang yang dipilihnya itu ternyata seorang yang tak cakap atau . menurut aturan-aturan yang dituliskan dalam bab ke lima dan ke tujuh Buku ke satu dari Kitab Undang-undang ini. melaksanakan kuasanya.

Si kuasa harus membayar bunga atas uang-uang pokok yang dipakainya guna keperluannya sendiri. selain sekadar ia telah menyetujuinya secara tegas atau secara diam-diam. 1808. si pemberi kuasa dapat secara langsung menuntut orang yang ditunjuk oleh si kuasa sebagai penggantinya itu. selain sekadar hal yang demikian itu ditentukan dengan tegas. BAGIAN KETIGA Tentang kewajiban-kewajiban si pemberi kuasa 1807.tak mampu. maka si pemberi kuasa tidak dapat meluputkan diri dari kewajiban mengembalikan persekot-persekot dan biaya-biaya serta membayar upah tersebut di atas. terhitung mulai saat ia memakai uang-uang itu. sekalipun urusannya tidak . begitu pula untuk membayar upahnya jika ini telah diperjanjikan. Si kuasa yang telah memberitahukan secara sah tentang hal kuasanya kepada orang dengan siapa ia mengadakan suatu perjanjian dalam kedudukannya sebagai kuasa itu. Jika si kuasa tidak melakukan sesuatu kelalaian. 1804. tidaklah bertanggung jawab tentang apa yang terjadi diluar batas kuasa itu. maka terhadap mereka tidak diterbitkan suatu perikatan tanggung-menanggung. Dalam segala hal. Jika didalam akta yang sama ditunjuk berbagai orang kuasa. bunga itu dihitung mulai hari ia dinyatakan lalai. Si pemberi kuasa diwajibkan mengembalikan kepada si kuasa persekot-persekot dan biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh orang ini untuk melaksanakan kuasanya. Si pemberi kuasa diwajibkan memenuhi perikatan-perikatan yang diperbuat oleh si kuasa menurut kekuasaan yang ia telah berikan kepadanya. Si pemberi kuasa senantiasa dianggap telah memberikan kekuasaan kepada si kuasa untuk menunjuk seorang lain sebagai penggantinya untuk peng urusan benda-benda yang terletak diluar wilayah Indonesia atau di lain pulau daripada yang ditempat tinggali si pemberi kuasa. dan mengenai uang-uang yang harus diserahkannya pada penutupan perhitungan. 1806. 1805. Ia tidak terikat pada apa yang telah diperbuat selebihnya dari pada itu. kecuali jika ia secara pribadi telah mengikatkan diri untuk itu.

dan jika ada alasan untuk itu. telah mengadakan suatu perjanjian dengan si kuasa. 1811. pengampuannya. 1816. sekian lamanya.berhasil. 1809. Si kuasa adalah berhak untuk menahan segala apa kepunyaan si pemberi kuasa yang berada di tangannya. Penarikan kembali yang hanya diberitahukan kepada si kuasa. untuk menjalankan suatu urusan yang sama. terhitung mulai hari dikeluarkannya persekot-persekot itu. ini tidak mengurangi tuntutan si pemberi kuasa kepada si kuasa. menyebabkan ditariknya kembali kuasa yang pertama. 1812. Pemberian kuasa berakhir: dengan ditariknya kembali kuasanya si kuasa. Pengangkatan seorang kuasa baru. 1814. yang karena mereka tidak mengetahui tentang penarikan kembali iutu. BAGIAN KE EMPAT Tentang bermacam-macam cara berakhirnya pemberian kuasa 1813. memaksa si kuasa untuk mengembalikan kuasa yang dipegangnya. dengan pemberitahuan penghentian kuasanya oleh si kuasa. terhitung mulai hari diberitahukannya kepada orang yang belakangan ini tentang pengangkatan tersebut. Si pemberi kuasa dapat menarik kembali kuasanya manakala itu dikehendakinya. maka masing-masing dari mereka adalah bertanggung jawab untuk seluruhnya terhadap si kuasa mengenai segala akibat dari pemberian kuasa itu. . Begitu pula si pemberi kuasa harus memberikan ganti rugi kepada si kuasa tentang kerugian-kerugian yang diderita sewaktu menjalankan kuasanya. dengan perkawinannya si perempuan yang memberikan atau menerima kuasa. Jika seorang kuasa diangkat oleh berbagai orang untuk mewakili suatu urusan yang merupakan urusan mereka bersama. dengan meninggalnya. tidak dapat dimajukan terhadap orang-orang pihak ke tiga. 1810. 1815. asal dalam hal itu si kuasa tidak telah berbuat kurang hati-hati. hingga kepadanya telah dibayar lunas segala apa yang dapat dituntutnya sebagai akibat pemberian kuasa. Si pemberi kuasa harus membayar kepada si kuasa bunga atas persekot-persekot yang telah dikeluarkan oleh si kuasa. atau pailitnya si pemberi kuasa maupun si kuasa.

maka apa yang diperbuatnya di dalam ketidaksadaran itu adalah sah. Namun dapatlah seorang memajukan diri sebagai penanggung untuk suatu perikatan. dan sementara itu mengambil tindakan-tindakan yang perlu menurut keadaan bagi kepentingan si pemberi kuasa. maupun dengan syarat-syarat yang lebih berat. para ahli warisnya harus memberitahukan hal itu kepada si pemberi kuasa. 1819. guna kepentingan si berpiutang. 1822. BAB KE TUJUH BELAS Tentang penanggungan utang BAGIAN KE SATU Tentang sifat penanggungan 1820. membawa rugi bagi si pemberi kuasa. kecuali apabila si kuasa berada dalam keadaan tak mampu meneruskan kuasanya dengan tidak membawa rugi yang tidak sedikit bagi dirinya sendiri. Penanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang pihak ke tiga. . jika mereka tahu tentang adanya pemberian kuasa. 1821. biarpun perikatan itu dapat dibatalkan dengan suatu tangkisan yang hanya mengenai dirinya pribadi si berutang. Jika namun itu pemberitahuan penghentian ini baik karena ia dilakukan dengan tidak mengindahkan waktu. Dalam hal itu segala perikatan yang dibuat oleh si kuasa harus dipenuhi terhadap orang-orang pihak ke tiga yang beritikad baik. atas ancaman mengganti biaya. jika ada alasan untuk itu. 1818. Jika si kuasa meninggal. Seorang penanggung tidak dapat mengikatkan diri untuk lebih. Tiada penanggungan jika tidak ada suatu perikatan pokok yang sah. maka orang ini harus diberikan ganti rugi oleh si kuasa.1817. misalnya dalam hal kebelumdewasaan. Jika si kuasa tidak sadar akan meninggalnya si pemberi kuasa atau akan adanya sesuatu sebab lain yang mengakhiri kuasanya. mengikatkan diri untuk memenuhi perikatan si berutang manakala orang ini sendiri tidak memenuhinya. kerugian dan bunga. Si kuasa dapat membebaskan diri dari kuasanya dengan pemberitahuan penghentian kepada si pemberi kuasa. maupun karena sesuatu hal lain karena salahnya si kuasa. daripada perikatan si berutang.

Penanggungan yang tak terbatas untuk suatu perikatan pokok. 1827. atau dengan syarat-syarat yang lebih berat maka perikatan itu tidak sama sekali batal. Jika penanggungan diadakan untuk lebih dari utangnya. 1824. dan terhitung pula segala biaya yang dikeluarkan setelah si penanggung utang diperingatkan tentang itu. melainkan ia adalah sah hanya untuk apa yang diliputi oleh perikatan pokoknya. Barang siapa yang oleh undang-undang atau karena suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. haruslah ditunjuk seorang penanggung baru. atau dengan syarat-syarat yang kurang. 1830. Si berutang yang diwajibkan memberikan seorang penanggung.Adapun penanggungan boleh diadakan untuk hanya sebagian saja dari utangnya. maka. 1825. kemudian menjadi tak mampu. diperbolehkan sebagai . Penanggungan utang tidak dipersangkakm. bahkan terhitung biaya-biaya gugatan yang dimajukan terhadap si berutang utama. padahal ia tidak berhasil mendapatkannya. tetapi juga untuk seorang penanggung orang itu. dan yang berdiam di wilayah Indonesia. Perikatan-perikatan para penanggung berpindah kepada ahli warisahli warisnya. bahkan diluar pengetahuan orang itu. Seorang dapat memajukan diri sebagai penanggung dengan tidak telah diminta untuk itu oleh orang untuk siapa ia mengikatkan dirinya. Dihapuskan 1829. 1826. tetapi harus diadakan dengan pemyataan yang tegas. yang cukup mampu untuk memenuhi perikatannya. diwajibkan memberikan seorang penanggung. meliputi segala akibat utangnya. 1823. 1828. tidaklah diperbolehkan untuk memperluas penanggungan hingga melebihi ketentuan-ketentuan yang menjadi syarat sewaktu mengadakannya. harus memajukan seorang yang mempunyai kecakapan untuk mengikatkan dirinya. Adalah diperbolehkan juga untuk menjadi penanggung tidak saja untuk si berutang utama. Apabila si penanggung. yang telah diterima oleh si berpiutang secara sukarela atau atas putusan Hakim.

dalam hal mana akibat-akibat perikatannya diatur menurut asas-asas yang ditetapkan untuk utang-utang tanggung-menanggung. apabila ia telah mengikatkan dirinya bersama-sama dengan si berutang utama secara tanggung-menanggung. telah menunjukkan benda-benda si berutang dan telah membayar lebih dahulu uang yang diperlukan . BAGIAN KE DUA Tentang akibat-akibat penanggungan antara si berutang dan si penanggung 1831. dan yang sudah tidak ada di tangan si berutang. 2 o. Si berpiutang tidak diwajibkan menyita. Tak diperbolehkan ia menunjuk pada benda-benda yang sedang menjadi buah persengketaan di muka Hakim. dan membayar lebih dahulu biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penyitaan serta penjualan tersebut.gantinya memberikan suatu jaminan gadai atau hipotik. selain jika si berutang lalai. 4 o. Si penanggung tidaklah diwajibkan membayar kepada si berpiutang. 1835. jika si berutang dapat memajukan suatu tangkisan yang hanya mengenali dirinya sendiri secara pribadi. Apabila si penanggung. dan menjual lebih dahulu benda-benda si berutang selain apabila itu diminta oleh si penanggung pada waktu ia pertama kali dituntut di muka Hakim. Si penanggung yang menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dahulu disita dan dijual diwajibkan menunjukkan kepada si berpiutang benda-benda si berutang. maupun pula benda-benda yang terletak di luar wilayah Indonesia. 1833. apabila ia telah melepaskan hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dahulu disita dan dijual. 3 o. 1832. 5 o. Si penanggung tidak dapat menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dahulu disita dan dijual untuk meltmasi utangnya: 1 o. 1834. sedangkan benda-benda si berutang ini harus lebih dahulu disita dan dijual untuk meltmasi utangnya. jika si berutang berada didalam keadaan pailit. maupun yang sudah dijadikan tanggungan hipotik untuk utang yang bersangkutan. dalam hal penanggungan yang diperintahkan oleh Hakim. menurut pasal yang lalu.

sekadar ia telah memberitahukan kepada si berutang utama tentang . Mengenai biaya-biaya tersebut si penanggung hanya dapat menuntutnya kembali. Jika beberapa orang telah mengikatkan diri sebagai penanggung untuk seorang berutang yang sama. tentang ketidakmampuan si berutang yang dengan tidak adanya tuntutantuntutan. Namun itu masing-masing dari mereka. seorang atau beberapa orang teman penanggung berada dalam keadaan tak mampu. Jika si berpiutang sendiri secara sukarela telah membagi-bagi tuntutannya. terjadi sesudah itu. Jika pada waktu salah seorang penanggung menuntut pemecahan utangnya. BAGIAN KE TIGA Tentang akibat-akibat penanggungan antara si berutang dan si penanggung. jika ia tidak telah melepaskan hak istimewanya untuk meminta pemecahan utangnya. dapat menuntut supaya si berpiutang lebih dahulu membagi piutangnya. lagi pula untuk utang yang sama. maka masingmasing adalah terikat untuk seluruh utang itu. hingga sejumlah harga benda-benda yang ditunjuk itu. pada pertama kalinya ia digugat di muka Hakim. Si penanggung yang telah membayar. baik penanggungan itu telah diadakan dengan maupun tanpa pengetahuan si berutang utama. 1836. 1837. dan menguranginya hingga bagian masing-masing penanggung utang yang terikat secara sah. Penuntutan kembali ini dilakukan baik mengenai uang pokoknya maupun mengenai bunga serta biaya-biaya. maka si berpiutang bertanggung jawab terhadap si penanggung. maka tak bolehlah ia menarik kembali pemecahan utang itu. dapat menuntutnya kembali dari si berutang utama. 1838. biarpun beberapa orang di antara para penanggung tidak mampu sebelum ia telah membagi-bagi utangnya. maka si penanggung tersebut diwajibkan membayar untuk orang-orang yang tak mampu itu menurut imbangan bagiannya. dan antara para penanggung sendiri 1839.untuk penyitaan dan penjualan benda-benda itu. tetapi ia tidak bertanggung jawab jika ketidakmampuan orang-orang itu terjadi setelah pemecahan utangnya.

tidak dapat menuntutnya kembali dari si berutang utama yang telah membayar untuk ke dua kalinya. tidak dapat menuntutnya kembali dari si berutang utama ini. menggantikan demi hukum segala hak si berpiutang terhadap si berutang. Si penanggung dapat menuntut si berutang untuk diberikan ganti rugi atau untuk dibebaskan dari perikatannya. Si penanggung yang telah membayar. dapat menuntut kembali segala apa yang telah dibayarnya dari masing-masing orang berutang tersebut. dihapuskan. apabila si berutang telah berjanji untuk membebaskannya dari penanggungannya didalam suatu waktu tertentu. 4o. Jika beberapa orang berutang utama yang bersarna-sama memikul satu utang. mempunyai alasan-alasan untuk menuntut dinyatakannya batal utangnya. masing-masing terikat untuk seluruh utang itu. rugi dan bunga. di dalam waktu yang patut. 5o. sedangkan ia tidak memberitahukannya kepada si berutang utama. bahkan sebelum ia membayar utangnya: 1o. manakala si berutang. 2o. apabila utangnya dapat ditagih karena lewatnya jangka waktu yang telah ditetapkan untuk pembayarannya. 1840. Si penanggung yang sekali telah membayar utangnya. 3o. 1843.tuntutan-tuntutan yang ditujukan kepadanya. jika ia tidak telah memberitahukan kepadanya tentang pembayaran yang telah dilakukannya. jika ada alasan untuk itu. pada waktu dilakukannya pembayaran. dengan tidak mengurangi tuntutan si penanggung terhadap si berpiutang. Si penanggung ada juga mempunyai hak menuntut penggantian biaya. setelah lewatnya waktu sepuluh tahun jika perikatan pokok tidak mengandung suatu jangka waktu tertentu untuk pengakhirannya. maka ia. 1841. apabila ia digugat di muka Hakim untuk membayar. Jika si penanggung telah membayar tanpa digugat untuk itu. maka seorang yang memajukan diri sebagai penanggung untuk mereka kesemuanya. kecuali apa bila . 1842. dengan tidak mengurangi hak-haknya untuk menuntutnya kembali dari si berpiutang.

Namun tak bolehlah ia memajukan tangkisan-tangkisan yang melulu mengenai pribadi si berutang. 1848. Si penanggung utang dapat menggunakan terhadap si berpiutang segala tangkisan yang dapat dipakai oleh si berutang utama dan mengenai utangnya yang ditanggung itu sendiri. biarpun benda itu kemudian karena suatu putusan Hakim oleh si berpiutang harus diserahkan kepada seorang lain. 1847. Jika si berpiutang secara sukarela menerima suatu benda tak bergerak maupun suatu benda lain sebagai pembayaran atas utang pokok. begitu pula apabila si berutang telah dinyatakan pailit. maka si penanggung yang telah melunasi utangnya dalam hal yang teratur dalam nomor 1o dari pasal yang lalu. sebagaimana yang menyebabkan berakhirnya perikatan-perikatan lainnya. 1844. tidak lagi dapat menggantikan hak-haknya. Perikatan yang diterbitkan dari penanggungan hapus karena sebabsebab yang sama. 1850. BAGIAN KE EMPAT Tentang hapusnya penanggungan utang 1845. lagi pula untuk utang yang sama. 1849. masing-masing untuk bagiannya. sepertinya suatu perwalian. Ketentuan ayat kedua dari pasal 1293 adalah berlaku dalam hal ini. mempunyai hak untuk menuntutnya kembali dari orang-orang penanggung yang lainnya. hingga ia tidak dapat diakhiri sebelum lewatnya suatu waktu tertentu. hipotik-hipotiknya dan hak-hak istimewanya dari si berpiutang itu. Jika berbagai orang telah mengikatkan diri sebagai penanggung untuk seorang berutang yang sama. Si penanggung dibebaskan apabila ia karena salahnya si berpiutang.perikatan pokok sedemikian sifatnya. Percampuran yang terjadi di antara pribadinya si berutang utama dan pribadinya si penanggung utang. Suatu penundaan pembayaran belaka yang oleh si berpiutang . 1846. sekali-kali tidak mematikan tuntutan hukum si berpiutang terhadap orang yang telah memajukan diri sebagai penanggungnya si penanggung. maka si penanggung dibebaskan karenanya.

1853. Kepala-kepala Daerah yang bertindak sebagai demikian begitu pula lembaga-lembaga umum tidak dapat mengadakan suatu perdamaian selain dengan mengindahkan acara-acara yang ditetapkan dalam perundang-undangan yang mengenai mereka.diberikan kepada si berutang. mengakhiri suatu perkara yang sedang bergantung atau pun mencegah timbulnya suatu perkara. Tentang kepentingan-kepentingan keperdataan yang terbit dari suatu kejahatan atau pelanggaran. 1852. maupun maksud itu dapat disimpulkan sebagai akibat . 1854. Untuk mengadakan suatu perdamaian diperlukan bahwa seorang mempunyai kekuasaan untuk melepaskan haknya atas hal-hal yang termaktub di dalam perdamaian itu. Perjanjian ini tidaklah sah. tidak membebaskan si penanggung utang. dengan menyerahkan. baik para pihak merumuskan maksud mereka dalam perkataan khusus atau umum. melainkan jika dibuat secara tertulis. Setiap perdamaian hanya terbatas pada soal yang termaktub didalamnya. Perdamaian adalah suatu perjanjian dengan mana kedua belah pihak. Perdamaian ini tidak sekali-kali menghalangi Jawatan Kejaksaan untuk menuntut perkaranya. namun si penanggung ini dalam hal yang sedemikian dapat menuntut si berutang dengan maksud memaksanya untuk membayar atau untuk membebaskan si penanggung dari penanggungannya. Setiap perdamaian hanya mengakhiri perselisihan-perselisihan yang termaktub didalamnya. Wali-wali dan pengampu-pengampu tidak dapat mengadakan suatu perdamaian selain jika mereka bertindak menurut ketentuan-ketentuan dari bab ke lima belas dan ke tujuh belas dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. BAB KE DELAPAN BELAS Tentang perdamaian 1851. pelepasan segala hak dan tuntutan yang dituliskan di situ harus diartikan sekadar hak-hak dan tuntutan-tuntutan itu ada hubungannya dengan perselisihan yang menjadi lantaran perdamaian tersebut. 1855. menjanjikan atau menahan suatu barang. dapat diadakan perdamaian.

adalah batal.mutlak satu-satunya dari apa yang dituliskan. Jika para pihak. Jika seorang yang telah mengadakan suatu perdamaian tentang suatu hak yang diperolehnya atas dasar kedudukannya sendiri. maka perdamaiannya adalah sah. 1858. untuk seumumnya. atau mengenai pokok perselisihan. 1861. 1862. apabila telah terjadi suatu kekhilafan mengenai orangnya. tetapi kemudian diketemukan. 1860. dan tidak dapat dimajukan oleh mereka untuk memperoleh hak-hak dari padanya. tidak mengikat orang-orang berkepentingan yang lainnya. jika perdamaian itu telah diadakan karena kesalahpahaman tentang duduk perkaranya. Begitu pula dapat diminta pembatalan suatu perdamaian. adalah sama sekali batal. kecuali apabila surat-surat itu telah . tidak merupakan alasan untuk membatalkan perdamaiannya. yang sudah diakhiri dengan suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. telah membuat suatu perdamaian tentang segala urusan yang berlaku di antara mereka. 1859. kecuali apabila para pihak dengan pernyataan tegas telah mengadakan perdamaian tentang kebatalan itu. Namun itu suatu perdamaian dapat dibatalkan. Suatu perdamaian yang diadakan atas dasar surat-surat yang kemudian dinyatakan palsu. maka sekadar mengenai hak yang baru diperolehnya itu. Suatu perdamaian mengenai suatu sengketa. maka adanya surat-surat yang pada waktu itu tidak diketahui. Segala perdamaian mempunyai di antara para pihak suatu kekuatan seperti suatu putusan Hakim dalam tingkat yang penghabisan. namun tidak diketahui oleh para pihak atau salah satu dari mereka. Tidak dapatlah perdamaian itu dibantah dengan alasan kekhilafan mengenai hukum atau dengan alasan bahwa salah satu pihak dirugikan. 1863. Suatu perdamaian yang diadakan oleh salah seorang yang berkepentingan. mengenai suatu alas hak yang batal. 1856. Jika putusan yang tidak diketahui oleh para pihak itu masih dapat dimintakan banding. kemudian memperoleh suatu hak yang sama dari seorang lain. 1857. Ia dapat dibatalkan dalam segala hal dimana telah dilakukan penipuan atau paksaan. tidaklah ia terikat oleh perdamaian yang dibuat sebelumnya.

Daluwarsa dihitung dengan hari. karena. tidak dengan jam. jika perdamaian hanya mengenai satu urusan saja.sengaja disembunyikan oleh salah satu pihak. dipandang sebagai suatu alat untuk memperoleh sesuatu 1963. dapat memperoleh benda tersebut dengan jalan daluwarsa. dengan tidak dapat dipaksa untuk mempertunjukkan alas haknya. maupun karena pembantahan yang mereka lakukan terhadap haknya si pemilik. 1964. 1961. 1962. Mereka. Namun itu perdamaiannya adalah batal. baik karena suatu sebab yang berasal dari seorang pihak ke tiga. Daluwarsa itu diperoleh apabila hari teralchir dari jangka waktu yang diperlukan telah lewat. 1965. orang-orang penyimpan. memperoleh hak milik atasnya. memperoleh suatu benda tak bergerak. Itikad baik selamanya harus dianggap ada. Siapa yang dengan itikad baik. BAGIAN KE DUA Tentang daluwarsa. . atau suatu piutang lain yang tidak harus dibayar atas tunjuk. Suatu kekeliruan dalam hal menghitung dalam suatu perdamaian. dengan suatu penguasaan selama dua puluh tahun. dan lain-lain orang yang menguasai suatu benda berdasarkan suatu perjanjian dengan pemiliknya. Suatu alas hak yang batal. jika alas hak penguasaan mereka telah berganti. telah menyerahkan bendanya dengan suatu alas hak yang dapat memindahkan hak milik. 1960. suatu bunga. suatu cacat dalam bentuk caranya. tidak dapat digunakan sebagai dasar suatu daluwarsa selama dua puluh tahun. harus diperbaiki. Mereka yang disebutkan dalam pasal yang lalu dapat memperoleh hak milik dengan jalan daluwarsa. Siapa yang dengan itikad baik menguasainya selama tiga puluh tahun. sedangkan dari surat-surat yang diketemukan kemudian ternyata bahwa salah satu pihak sama sekali tidak mempunyai sesuatu hak atas itu. dengan jalan daluwarsa. sedangkan siapa yang menunjuk kepada suatu itikad buruk diwajibkan membuktikannya. memperoleh hak milik. 1864. kepada siapa orang-orang penyewa. dan berdasarkan suatu alas hak yang sah.

hapus karena daluwarsa. atau untuk waktu yang lebih pendek. tuntutan para pengusaha sekolah berasrama. begitu pula tuntutan lain-lain pengajar untuk upah pengajaran yang diberikan oleh mereka. BAGIAN KE TIGA Tentang daluwarsa dipandang sebagai suatu alasan untuk dibebaskan dari suatu kewajiban 1967. perawatan dan obat-obatan. tuntutan para juru sita. hapus karcna daluwarsa dengan lewatnya waktu dua tahun. semua itu berdaluwarsa dengan lewatnya waktu dua tahun. yang menunjukkan akan adanya daluwarsa itu tidak usah mempertunjukkan suatu alas hak. Segala tuntutan hukum. sedangkan siapa. Adalah cukup bahwa pada waktu benda atau piutang diperoleh. atau . Tuntutan para advokat untuk pembayaran jasa-jasa mereka. dengan lewatnya waktu satu tahun.1966. untuk mendapat pembayaran upah mereka. untuk pelajaran yang mereka berikan tiap-tiap bulan. untuk pembayaran upah mereka. baik yang bersifat perbendaan maupun yang bersifat perseorangan. tuntutan para pengusaha rumah penginapan dan rumah makan. beserta jumlah kenaikan upah itu menurut pasal 1602 q. terhitung sejak hari diputusnya perkara. lagi pula tak dapatlah dimajukan terhadapnya sesuatu tangkisan yang didasarkan kepada itikadnya yang buruk. tuntutan para buruh dengan kekecualian mereka yang dimaksud dalam pasal 1968. untuk upah mereka untuk memberitahukan akta-akta dan melaksanakan pekerjaan yang diperintahkan kepada mereka. 1969. itikad baik itu ada. Tuntutan para guru dan pengajar dalam kebudayaan dan ilmu pengetahuan. untuk uang makan dan pengajaran bagi murid-muridnya. semua itu berdaluwarsa. untuk pemberian penginapan serta makanan. dengan lewatnya waktu tiga puluh tahun. 1968. beserta jumlah kenaikan upah itu menurut pasal 1602 q. untuk kunjungan mereka. tuntutan para buruh yang upahnya dalam uang harus dibayar tiap-tiap kali setelah lewatnya waktu yang kurang daripada satu triwulan. 1970. tuntutan para pengacara untuk pembayaran persekot-persekot dan upah mereka. atau tercapainya perdamaian antara para pihak yang berperkara. Tuntutan para dokter dan ahli obat-obatan.

Begitu pula. tukang-tukang batu dan lainlain tukang untuk pembayaran bahan-bahan yang mereka berikan dan upah-upah mereka. dapat menurut dari mereka yang menggunakan daluwarsa itu supaya mereka bersumpah bahwa utang mereka sungguh-sungguh telah terbayar. pengusaha-pengusaha toko untuk pembayaran barang-barang yang telah mereka serahkan. Dalam halnya perkara-perkara yang tidak selesai tak dapatlah mereka menuntut pembayaran persekot-persekot dan jasa-jasa yang telah menunggak lebih daripada sepuluh tahun. para juru sita dibebaskan dari pertanggungjawaban tentang hal itu setelah lewatnya. 1969. 1970 dan 1971. atau apabila daluwarsa dicegah menurut pasal 1979. Daluwarsa itu hanya berhenti berjalan. terhitung sejak pelaksanaan kuasa atau . atau jika mereka yang dimaksud di atas itu orang-orang yang belum dewasa. Namun demikian orang-orang kepada siapa dimajukan daluwarsa yang disebut dalam pasal 1968. Tuntutan para notaris untuk pembayaran persekot-persekot dan upah mereka. setelah pemutusan perkaranya. Tuntutan-tuntutan. Para Hakim dan pengacara tidak lagi bertanggung jawab untuk penyerahan surat-surat setelah lewatnya waktu lima tahun. terhitung sejak hari dibuatnya akta-akta. 1973. meskipun seorang telah meneruskan melakukan penyerahan-penyerahan jasa-jasa dan pekerjaan. sekadar tuntutan-tuntutan ini mengenai pekerjaan-pekerjaan dan penyerahan-penyerahan yang tidak untuk pekerjaan si berutang yang tctap. kepada orang-orang yang menjadi wali mereka. berdaluwarsa juga dengan lewatnya waktu dua tahun. 1971. 1972. apabila dibuatnya suatu pengakuan tertulis. tukang-tukang kayu. semua itu bcrdaluwarsa dengan lewatnya waktu lima tahun.ditariknya kembali kuasa kepada pengacara itu. Daluwarsa yang disebutkan dalam keempat pasal yang lalu. terjadi. tahun. Kepada para janda dan para ahli waris. 1974. waktu dua. dapat diperintahkan sumpah untuk menerangkan bahwa mereka tidak mengetahui bahwa ada utang yang demikian itu.

. segala apa yang harus dibayar tiap tahun atau tiap waktu tertentu yang lebih pendek. maupun piutang yang tidak harus dibayar kepada si pembawa maka barangsiapa yang menguasainya dianggap sebagai pemiliknya. siapa yang kehilangan atau kecurian sesuatu barang. Terhadap benda bergerak yang tidak berupa bunga. didalam jangka waktu tiga tahun. semua itu berdaluwarsa setelah lewatnya waktu lima tahun. baik yang merebut itu pemilik lama. terhitung sejak hari hilangnya atau dicurinya barang itu. BAGIAN KE EMPAT Tentang sebab-sebab yang mencegah daluwarsa 1978. Juga penggugatan di muka Hakim yang tidak berkuasa. bunga atas uang-uang pinjaman. 1975. bunga atas tunjangan tahunan guna pemeliharaan. lagi pula dengan tak mengurangi ketentuan dalam pasal 582. perbuatan yang berupa tuntutan hukum. harga sewa rumah dan tanah. suatu gugatan. serta oleh tiap. dapatlah ia menuntut kembali barangnya yang hilang atau dicuri itu sebagai miliknya. 1979. dan pada umumnya. dari siapa yang dalam tangannya ia ketemukan barangnya. satu dan lain diberitahukan oleh seorang pegawai yang berkuasa untuk itu atas nama pihak yang berhak kepada orang yang hendak dicegah memperolehnya dengan jalan daluwarsa. 1977. mencegah daluwarsa. maupun yang merebut itu orang pihak ke tiga. dengan tak mengurangi hak si yang tersebut belakangan ini untuk minta ganti rugi kepada orang dari siapa ia memperoleh barangnya. berjalan terhadap orang-orang yang belum dewasa dan orang-orang yang berada di bawah pengampuan. Namun demikian. 1976. 1990.pemberitahuan akta-akta yang ditugaskan kepada mereka. Bunga. atas bunga abadi atau bunga cagak hidup. direbut dari tangan si berkuasa. Daluwarsa itu tercegah pula oleh suatu peringatan. dengan tak mengurangi penuntutan ganti rugi mereka terhadap wali-wali atau pengampu-pengampu mereka. Daluwarsa tercegah apabila kenikmatan atas bendanya selama lebih dari satu tahun. Daluwarsa-daluwarsa yang diatur dalam pasal 1968 dan selanjutnya dari bab ini.

baik si penggugat menggugurkan tuntutannya. BAGIAN KE LIMA Tentang sebab-sebab yang menangguhkan berjalannya daluwarsa . Pemberitahuan yang dilakukan kepada si berutang utama atau pengakuan orang ini. Pencegahan daluwarsa yang dilakukan oleh salah seorang berpiutang dalam suatu perikatan tanggung-menanggung berlaku untuk segenap orang yang turut berpiutang. bahkan tidak dalam halnya suatu utang hipotik. kepada salah seorang yang berutang secara tanggung-menanggung. menurut pasal 1979. Pemberitahuan. bahkan pula terhadap ahli waris-ahli waris mereka. 1985. Pengakuan. Untuk mencegah daluwarsa seluruh utangnya terhadap orang-orang yang turut berutang lainnya. 1983. atau pengakuan orang tersebut. mencegah daluwarsa terhadap si penanggung utang. mencegah daluwarsa terhadap orang-orang berutang yang lainnya. tidaklah mencegah daluwarsa terhadap ahli waris-ahli waris yang lainnya. Pemberitahuan yang dilakukan kepada salah seorang ahli waris seorang berutang secara tanggung-menanggung. yang dilakukan dengan kata-kata atau dengan perbuatan-perbuatan oleh si berkuasa atau si berutang. tidaklah dicegah lebih lanjut selain untuk bagian ahli waris tersebut. mencegah pula daluwarsa. akan haknya orang terhadap siapa daluwarsa berjalan. Namun daluwarsa tidaklah tercegah. 1982.1981. terkecuali apabila perikatannya tak dapat dibagi-bagi. maupun tuntutan itu ditolak oleh Hakim. apabila peringatan atau gugatannya ditarik kembali atau pun dinyatakan batal. Dengan pemberitahuan atau pengakuan ini daluwarsa terhadap orang-orang yang turut berutang lainnya. diperlukan suatu pemberitahuan kepada segenap ahli waris tersebut atau suatu pengakuan yang dilakukan oleh segenap ahli waris itu. 1984. maupun pula gugatan itu dinyatakan gugur karena lewatnya waktu. atau pengakuan ahli waris tersebut.

1986. harus menanggung penjualan itu. dalam halnya suatu perkara untuk menanggung suatu penjualan. Daluwarsa. berjalan terhadap suatu warisan yang tak terurus. 1988. 2e. 1989. selama hari itu belum tiba. meskipun warisan itu tidak ada pengampunya. 1990. Daluwarsa-daluwarsa yang sudah mulai berajan sebelum Kitab . tidaklah terjadi diantara suami-istri. 1991. Daluwarsa tidaklah berjalan terhadap seorang istri selama perkawinannya: 1e. melainkan setelah ia memilih antara menerima atau melepaskan persatuan. Daluwarsa tidaklah berjalan: terhadap suatu piutang yang bergantung pada suatu syarat. terhadap suatu piutang yang baru dapat ditagih pada suatu hari tertentu. Daluwarsa berjalan terhadap setiap orang. selama belum ada putusan untuk menyerahkan barangnya kepada orang lain. 1992. kecuali yang bagi keuntungannya diadakan pengecualian oleh undang-undang. dan didalam segala hal dimana tuntutan si istri akhimya harus ditujukan kepada suaminya. Daluwarsa. selama syarat ini tidak dipenuhi. apabila si suami. Daluwarsa tidaklah berjalan terhadap seorang waris yang telah menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk membuat pendaftaran harta peninggalan. karena ia telah menjual benda pribadi si istri. 1987. apabila tuntutan si istri tidak akan dapat diteruskan. Daluwarsa itu berjalan pula selama ahli waris sedang dalam waktu memikir. mengenai piutang-piutangnya terhadap harta peninggalan. kecuali dalam hal-hal yang ditentukan oleh undang-undang. Ketentuan penutup 1993. Daluwarsa tidaklah dapat bermulai maupun berlangsung terhadap orang-orang yang belum dewasa dan orang-orang terampu.

dengan pengertian : 1.Undang-undang ini diundangkan. bab ke dua dari buku ke satu. akan diatur menurut undang-undang yang pada saat itu berlaku di Indonesia. § 1. maka mereka tidaklah karena itu kembali lagi dalam kedudukan belum dewasa. yang menurut perundang-undangan lama masih mernbutuhkan waktu selama lebih dari tiga puluh tahun. mulai berlaku 1 Maret 19215). lain daripada Tiong Hoa. bab ke empat sampai dengan ke empat belas dari buku ke satu.N. setelah diubah. Namun demikian daluwarsa-daluwarsa yang sudah mulai berlaku secara demikian. terhitung sejak saat diundangkan Kitab Undang-undang ini. L. LAMPIRAN I Ketentuan-ketentuan untuk seluruh Indonesia tentang hukum perdata dan hukum dagang bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. Penunjukan akan bagian-bagian dari perundang-undangan bagi orang-orang yang termasuk golongan Eropa. kecuali : a. 1924-556. lain daripada Tiong Hoa. b. berlaku bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. akan terpenuhi dengan lewatnya waktu tiga puluh tahun ini. dalam hal bilamana mereka telah kawin sebelumnya. lain daripada Tiong Hoa (Undang-undang 9 Desember 1924. berlakulah : A. Pasal 1. yang mana. selama mereka belum mencapai umur genap dua puluh satu tahun dan tidak telah kawin sebelumnya. Bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. 2. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata bagi Indonesia. c. atau dengan tiada perubahan. bahwa mereka yang termasuk golongan Timur Asing harus dianggap belum dewasa. bab ke lima belas dari buku ke satu. bahwa bagi mereka berlakulah bagian ke tiga belas bab ke lima belas dari . dan perkawinan ini dibubarkan sebelum mereka mencapai umur genap dua puluh satu tahun. dengan ketentuan dalam pada ini bahwa.

Kitab Undang-undang Hukum Dagang untuk Indonesia dengan pengertian. harus melaksanakan segala instruksi dan segala reglemen bagi para kepala urusan harta peninggalan dulu. bahwa terhadap hak-hak setiap istri dalam hal bilamana suaminya dan dalam keadaan pailit segala apa yang ditentukan dalam pasal 2 di bawah ini. . 36 sampai dengan 39. sekadar perhubungan dengan ketentuanketentuan undang-undang yang telah dinyatakan berlaku. 2.buku ke satu “Tentang Balai-balai Harta Peninggalan”. 1602. 48. ke-4 dan ke-5 bab 7A buku ke tiga dari Kitab Undang-undang Perdata. harus menjadi pengganti peraturan dalam pasal 60 ayat ke satu sampai dengan ayat ke empat dari Undang-undang tersebut. D. ke-3. ialah pasal 23 sampai dengan 34. d. C. bab ke dua belas dari buku ke dua. B. (1) Dengan berlangsungnya suatu perkawinan. sebagai anak buah kapal. harus dibaca: “berlakulah pasal 1601. Undang-Undang Kepailitan. dengan pengertian. 100 dan 101. baik yang bergerak maupun yang tak bergerak. tidaklah karena hukum terbentuk suatu persatuan harta kekayaan suami dan istri. Pasal. 50 sampai dengan 53. 46. sekadar bertakunya ketentuan-ketentuan tadi tidak dengan tegas dikecualikannya”. Balai-balai mana dalam menunaikan tugas mereka sekitar soal-soal yang berkenaan dengan hukum perdata terhadap mana perundang-undangan Eropa tidak telah atau tidak dinyatakan berlaku bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. Pasal-pasal berikut dari Peraturan tentang Penyelenggaraan dan Peralihan kepada perundang-undangan baru. bahwa terhadap seorang yang masuk kerja. 1603 (lama) dari Kitab Undang-Undang Hukurn Perdata”. § 2. (2) Si istri tetap memiliki sekalian harta kekayaannya. 41 sampai dengan 44. peraturan tentang beberapa soal yang berhubungan dengan apa yang telah dinyatakan beriaku dalam § 1. dalam pasal 396 sebagai pengganti kata-kata: “berlakulah ketentuan-ketentuan dalam bagian ke-2.

melainkan dengan alat-alat bukti tertulis yang sah. dengan cara seperti tertulis dalam pasal ini tak dapat dibuktikan sebagai milik si istri. baik mengenai berang-barang bergerak. Dalam pasal 913. harus diartikan sebagai perwarisan karena kematian. harus dapat dinyatakan dengan suatu pertelaan dengan akta notaris.(3) Pembawaan akan segala barang bergerak dalam perkawinan oleh si istri. dan perkataan perwarisan karena kematian dalam pasal 914. menurut aturan-aturan hukum yang sama. (4) Segala keuntungan bagi si istri yang diperoleh sepanjang perkawinan karena perusahaan atau perdagangannya sendiri tidak boleh dibuktikan dengan cara lain. yang mana. Pasal 4. (1). segala kebendaan yang sepanjang perkawinan masuk dalam kemilikan si istri karena perwarisan. 947 dan 948 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. yang memuat asal-usul kebendaan itu dan memuat pula penilaian akan harganya satu per satu. tak diperbolehkan mengambil sesuatu ketetapan . perkataan “undang-undang” harus diartikan. pemberian hibah atau hibah wasiat. segala aturan hukum yang berlaku bagi si yang mewariskan berhubung dengan agarna dan adat-istiadat kebangsaannya. Pasal 3. bahkan yang dilakukan setelah bubarnya perkawinan karena perceraian. (6) Segala pemberian hibah. yang harganya teramat kecil jika dibandingkan dengan kekayaan si pemberi hibah. (7) Ketentuan tersebut di atas sementara itu tidak berlaku terhadap pemberian hibah atau panjar terdiri atas barang-barang bergerak. akta mana dengan tegas harus menyebut barang-barang itu. tidak boleh dibuktikan dengan cara lain. (5) Segala sesuatu. kecuali dalam keadaankeadaan luar biasa seperti termaktub dalam pasal 946. Mereka yang dalam ketentuan-ketentuan di atas tersebut sebagai orang-orang yang tennasuk golongan Timur Asing. yang dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya sepanjang perkawinan. maupun barang-barang tak bergerak. melainkan dengan suatu akta otentik yang dibuat sebelum atau tatkala perkawinan dilangsungkan. adalah batal dan tak berharga terhadap pihak ke tiga. dengan tak mengurangi kewajiban untuk mendaftarkan segala kebendaan tak bergerak yang diperoleh sebelum atau sepanjang perkawinan atas nama si istri. harus dianggap sebagai milik suaminya. 915 dan 916 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

harus menanggali dan mengesahkan dengan tanda tangannya. surat termaksud dalam pasal 94 Undang-Undang Kepailitan. Karena jabatan. atau atas tuntutan Jawatan Kejaksan. (2). dengan permintaan supaya selekas mungkin membuat laporan tentang penyelidikan itu. Pasal 5. terhadap . 3. perintah mana harus dilakukan. beserta segala akibatnya dalam hal bilamana. Ketentuan penutup Pasal 7. anggota komisaris Balai Harta Peninggalan. upah mana harus dibayar dari harta peninggalan yang bersangkutan dan sesuai dengan daya kesmggupannya. Balai tersebut boleh menyuruh supaya buku-buku yang telah diterimanya tadi diselidiki. (2). yang mewakili Balai tersebut. tidak tunduk pada perundang-undangan bagi orang-orang yang termasuk golongan Eropa. halaman ke satu dan halaman terakhir dari tiap-tiap buku yang diterimanya. baik kepada seorang anggotanya yang segolongan dengan si pailit. (1). Pada waktu menerima buku-buku menurut pasal 89 UndangUndang Kepailitan. oleh Balai harus diletakkan dalam kantornya. Apabila kemudian ternyata.wasiat melainkan dengan akta umum yang dibuat menurut peraturan termuat dalam pasal 638 dan 939 dari Kitab yang sama. (3). tersebut dapat pasal 86 Undang-undang tersebut. kewajiban itu dilalaikannya. maka Pengadilan Negeri berhak menetapkan upah bagi anggota yang telah melakukannya. yang dibebankan oleh pasal 101 Undang-Undang Kepailitan. agar setiap orang dapat membacanya dengan cuma-cuma. maupun kepada orang-orang lain yang cakap untuk itu. Pencabutan hanya boleh dilakukan dengan akta yang dibuat dalam bentuk yang sama. Terhadap soal-soal yang berkenaan dengan hukum perdata dan hukum dagang. dibebankan juga kepada orang yang mendapat tugas penyelidikan tertnaksud dalam ayat ke dua. Dihapuskan. Kewajiban menghadap dan memberi penjelasan. Laporan yang tennaksud dalam ayat ke dua beserta segala. (4). Pasal 6. yang mana terhadap soal-soal itu mereka yang dalam ketentuan tersebut di atas disebut sebagai termasuk golongan Timur Asing. penyelidikan itu merupakan pekerjaan yang sangat besar.

LAMPIRAN II Ketentuan-ketentuan untuk seluruh Indonesia tentang hukum perdata dan hukum dagang bagi orang-orang termasuk golongan Tiong Hoa (Undang-undang 1917-129. Undang-undang ini berlaku mulai tanggal I Maret 1925. 1925-92) . jis 1919-81. 1924-557. Pasal II.soal-soal itu senantiasa harus dilakukan segala undang-undang yang kini berlaku bagi mereka dan segala aturan hukum yang berhubungan dengan agama dan adat istiadat mereka.

d. kemudian dengan tak usah mengindahkan sesuatu bentuk acara dan dengan tiada kemungkinan untuk bandingan harus menguatkan penolakan itu. b. terkecuali : a. Penunjukan akan bagian-bagian dari perundang-undangan bagi orang-orang yang termasuk golongan Eropa. Pengadilan mana setelah melakukan pemeriksaan demikian sebagaimana dipandangnya perlu. g. pasal-pasal mana diganti dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. nomor 6 pasal 71. atau memerintahkan supaya perkawinan dilangsungkan. Pegawai catatan sipil harus menolak perlangsungan sesuatu perkawinan. apabila ternyata baginya. e. yang mana adanya diharuskan oleh Undang-undang. bahwa terhadap perkawinan itu ada sesuatu alangan yang sah. pasal mana diganti dengan ketentuan sebagai di . Dihapuskan.BAB KE SATU 1. mempunyai tempat kediamannya. bab ke dua dan bagian ke dua dan ke tiga bab ke empat dari buku ke satu. yang memuat alasan-alasannya. Masing-masing pihak berhak dengan surat permohonan yang harus dilampiri dengan surat keterangan tersebut dalam ayat yang lalu. berlaku bagi mereka yang termasuk golongan Tiong Hoa. Kitab Undang-undang Hukum Perdata untuk Indonesia. Dalam hal adanya penolakan. Dihapuskan. Penyebutan dalam pasal 99 akan pasal 52 dan 75. Ayat ke dua pasal 268. meminta keputusan dari Pengadilan Negeri. 2. Pasal 1. f. yang mana dalam daerah hukumnya pegawai catatan sipil yang telah menolak berlangsungnya perkawinan. 3. Bagi mereka yang tennasuk golongan Tiong Hoa. ternyata tidak cukup. berlakulah: 1. c. atau apabila surat-surat dan keterangan-keterangan. pasal 74 dan 75. yang mana setelah diubah atau dengan tiada perubaban. kepada pihak yang memintanya harus disampaikan olehnya suatu keterangan tertulis tentang penolakan itu.

bawah ini. Apabila pihak-pihak yang berkepentingan berduduk diam, maka, pembesar yang mempunyai tugas menuntut perkara pidana, adalah leluasa, untuk memajukan tuntutan pidana karena kejahatan menggelapkan kedudukan, asal ada permulaan bukti dengan tulisan sesuai dengan pasal 265 Kitab Undang-undang Hukum Perdata, dan tentang adanya permulaan bukti itu pada awalnya telah dinyatakannya. h. ayat ke satu pasal 1853, yang mana diganti dengan ketentuan sebagai berikut: Perdamaian tidak sekali-kali menghalangi penuntutan perkara. 2. Kitab Undang-undang Hukum Dagang untuk Indonesia, dengan pengertian, bahwa terhadap seorang yang masuk kerja sebagai anak buah kapal dalam pasal 396 sebagai pengganti kata-kata “berlakulah ketentuan-ketentuan dalam bagian ke-2, ke-3, ke-4, dan ke-5, bab 7A buku ke tiga dari Kitab Undang-undang Perdata, sekadar berlakunya ketentuan-ketentuan tadi tidak dengan tegas dikecualikannya”, harus, dibaca: “berlakulah pasal 1601, 1602, 1603, (lama) dari Kitab Undang-Undang Perdata”. 3. Peraturan Acara Perdata, kecuali: a. pasal 816, 817 dan 818; b. pasal 844 yang mana cliganti dengan ketentuan sebagai berikut : Barangsiapa menurut ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Penyelenggaraan Register-register Catatan Sipil bagi golongan Tiong Hoa, menghendaki agar diperintahkannya oleh Hakim sesuatu penambahan atau pembetulan dalam suatu akta dari Catatan Sipil itu, harus memajukan surat permintaan kepada Pengadilan Negeri, permintaan mana harus disertai dengan segala dasar alasannya. 4. Pasal-pasal berikut dari Peraturan tentang Penyelenggaraan akan Peralihan kepada Perundang-undangan baru, sekadar perhubungan dengan ketentuan-ketentuan undang-undang yang telah dinyatakan berlaku, ialah pasal 23 sampai dengan 34, 36 sampai dengan 39, 41 sampai dengan 44, 46, 48, 50 sampai dengan 53, 100 dan 101. 5. Undang-Undang Kepailitan.

§ 2. Ketentuan-ketentuan khusus mengenai perkongsian, dan keadaan pailit Pasal 2. Dihapuskan. Pasal 3. (1). Dengan tak mengurangi berlakunya beberapa ketentuan yang diadakan bagi perseroan perseroan terbatas, segala perkumpulan Tiong Hoa terkenal dengan nama kongsi guna melakukan suatu perusahaan di bawah sesuatu nama kesatuan, haru takluk pada peraturan dalam bagian ke dua, bab ke tiga, buku ke satu dari Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. (2). Nama kongsi harus dianggap sebagai nama firma. Pasal 4. (1). Pada waktu menerima buku-buku menurut pasal 89 UndangUndang Kepailitan, anggota komisaris Balai Harta Peninggalan yang mewakili Balai tersebut harus menanggali dan mengesahkan dengan tanda tangannya, halaman ke satu dan halaman terakhir dari tiap-tiap buku yang diterimanya. (2). Karena jabatan atau atas tuntutan Jawatan Kejaksaan, Balai tersebut boleh menyuruh supaya buku-buku yang telah diterimanya diselidiki, dengan permintaan supaya selekas mungkin membuat laporannya tentang penyelidikan itu, perintah mana harus dilakukan, baik kepada seorang anggotanya dari golongan Tiong Hoa, maupun pula kepada orang-orang lain yang cakap untuk itu. Apabila kemudian ternyata, penyelidikan itu merupakan pekerjaan yang sangat besar, maka Pengadilan Negeri berhak menetapkan upah bagi anggota yang telah metakukannya, upah mana harus dibayar dari harta peninggalan yang bersangkutan dan sesuai dengan daya kesanggupannya. (3). Laporan yang dimaksud dalam ayat ke dua beserta segala surat dimaksud dalam pasal 94 Undang-Undang Kepailitan, oleh Balai harus diletakkan dalam kantornya, agar setiap orang; dapat membacanya dengan cuma-cuma. (4). Kewajiban menghadap dan memberi penjelasan, yang dibebankan oleh pasal 101 Undang-undang Kepailitan, beserta segala akibatnya dalam hal bilamana kewajiban-kewajiban itu dilalaikannya, dimaksud dalam pasal 86 Undang-undang tersebut dibebankan juga kepada orang yang mendapat tugas penyelidikan dimaksud dalam ayat ke dua.

BAB KE DUA Tentang pengangkatan anak Pasal 5. (1). Apabila seorang laki, beristri atau telah pernah beristri, tak mempunyai keturunan laki-laki yang sah dalam garis laki-laki, baik keturunan karena kelahiran, maupun keturunan karena angkatan, maka bolehlah ia mengangkat seorang laki-laki sebagai anaknya. (2). Pengangkatan yang demikian harus dilakukan oleh si orang laki tersebut bersama-sama dengan istrinya, atau jika dilakukannya setelah perkawinannya dibubarkan; oleh dia sendiri. (3). Apabila kepada seorang perempuan janda, yang tidak telah kawin lagi, oleh suaminya yang telah meninggal dunia, tidak ditinggalkan seorang keturunan sebagai dimaksud dalam ayat ke satu pasal ini, maka boleh pun ia mengangkat seorang laki sebagai anaknya. Jika sementara itu si suami yang telah meninggal dunia, dengan surat wasiat telah menyatakan tak menghendaki pengangkatan anak oleh istrinya, maka pengangkatan itu pun tak boleh dilakukannya. Pasal 6. Yang boleh diangkat hanyalah orang-orang Tiong Hoa laki-laki yang tak beristri pun tak beranak, dan yang tidak telah diangkat oleh orang lain. Pasal 7. (1). Orang yang diangkat harus paling sedikitnya delapan belas tahun lebih muda daripada si suami, dan paling sedikitnya pula lima belas tahun lebih muda daripada si istri, atau si janda yang mengangkatnya.

kata sepakat dari dua di antara keluarga sedarah laki-laki yang terdekat lainnya dari pihak bapak si suami yang telah meninggal dunia sampai dengan derajat ke empat. kecuali si ibu telah menceburkan diri dalam perkawinan baru. sebelum ia diangkat. jika sama sekali tiada yang mengakuinya. dalam hal yang terakhir. kata sepakat dari saudara-saudara laki yang telah dewasa dan bapak mendiang suaminya. baik keluarga yang sah. kata sepakat dari walinya dan dari Balai Harta Peninggalan. maka keluarga tadi karena angkatannya terhadap moyang kedua belah pihak bersama. tidak diperoleh. Tiap-tiap pengangkatan menghendaki 1. seperti pun jika keluarga sedarah termaksud dalam kata-kata penutup ketentuan tersebut tidak ada. kata sepakat dari walinya dan dari Balai Harta Peninggalan. atau kedua orang tua yang mengakuinya telah meninggal dunia. Apabila yang diangkat itu seorang keluarga sedarah. atau dalam hal lebih dulu telah meninggalnya seorang di antara mereka. 4. jika pengangkatan akan dilakukan oleh seorang perempuan janda seperti termaksud dalam pasal 5 ayat ke tiga. kata sepakat dari orang yang akan diangkat. (1). maupun keluarga luar kawin. kata sepakat dari yang mengakui. 2 a. b. kata sepakat dari orang. jika ia telah mencapai umur lima belas tahun. jika yang diangkat itu seorang anak luar kawin. Pasal 9. atau dalam hal lebih dahulu telah meninggalnya seorang di antara mereka. kata sepakat dari bapak dan ibunya. termaksud dalam nomor 4 pasal yang lalu. jika yang diangkat itu seorang anak yang sah. jika hanya salah seorang mereka mengakuinya. atau orang-orang yang melakukannya. Apabila kata sepakat dari mereka. yang mana dalam daerah hukumnya si perempuan janda yang . dan sekiranya mereka tidak ada. yang telah dewasa dan diam di Indonesia. sekadar bukan bapak atau wali si yang akan diangkat. maka bolehlah kata sepakat itu diganti dengan izin dari Pengadilan Negeri. kata sepakat dari bapak atau ibu yang hidup terlama. Pasal 8.(2). sekiranya anak itu diakui kedua mereka. kata sepakat dari kedua orang tuanya. seperti pun apabila kedua orang tuanya telah meninggal dunia. 3. atau tidak diam di Indonesia. kata sepakat dari yang hidup terlaina. harus memperoleh derajat keturunan yang sama pula dengan derajat keturunannya karena kelahiran.

untuk menyangkal angkatannya. (4). berlaku juga terhadap sekalian mereka yang harus diperiksa dalam hal ini. (1). (3). (2).menghendaki pengangkatan. Pihak-pihak yang bersangkatan harus menghadap di depan notaris dengan diri sendiri atau dengan seorang wakilnya yang khusus dikuasakan untuk itu dengan akta notaris. Jika orang-orang yang harus didengar bertempat tinggal diluar keresidenan dimana Pengadilan Negeri yang berkuasa mempunyai tempat kedudukannya. sebagaimana oleh Pengadilan dianggapnya perlu. Sekalian mereka yang dimaksud dalam no. bahwa si . Ketentuan dalam pasal 334 Kitab Undang-undang Perdata untuk Indonesia tentang keluarga sedarah dan semenda tersebut didalamnya. 4 pasal 8. tak boleh dipakai sebagai senjala terhadap yang diangkat. Setiap orang yang berkepentingan. Pasal 10. maka Pengadilan itu berhak melimpahkan pemeriksaan mereka kepada Pengadilan Negeri lain. Ketiadaan suatu catatan dalam jihad akta kelahiran seperti di atas. Pasal 11. yang kata sepakatnya dibutuhkannya dan setelah mendengar atau memanggil dengan sah akan orang-orang lainnya sedemikian. Izin dari Pengadilan itu harus disebut dalam akta pengangkatan. berhak menuntut supaya suatu pengangkatan dicatat dalam jihad akta kelahiran si yang diangkat (5). harus mengambil keputusannya setelah mendengar atau memanggil dengan sah akan sekalian mereka. Tiap-tiap pengangkatan karena hukum mengakibatkan. hal mana harus disebut dalain akta pengangkatan. kecuali merekalah yang sebagai bapak atau wali akan menyerahkan si anak untuk pengangkatan diperbolehkan juga memberikan kata sepakat mereka bersama atau masing-masing dengan akta notaris. Pengadilan Negeri dengan tak memakai sesuatu bentuk acara dan dengan tiada kemungkinan untuk bandingan. yang mana setelah melakukan pemeriksaan itu harus menyampaikan berita acaranya kepada Pengadilan Negeri tersebut pertama. bertempat tinggal. (4). (5). (3). (2). Tiap-tiap pengangkatan hanya boleh dilakukan dengan akta notaris. Atas permintaan si perempuan janda.

. mereka. tetap ditanguhkan kan. setelah karena kematian istrinya perkawinan bubar. guna mengurus dan menyelamatkan harta peninggalan yang akan menjadi milik si yang akan diangkat. apabila pengangkatan itu diselesaikan dalam waktu enam bulan setelah meninggalnya. maka Balai Harta Peninggalan adalah berwajib menyelenggarakan segala tindakan yang perlu dan mendesak. telah meminta izin dari Hakim seperti termaksud dalam pasal 9 dan dalam waktu satu bulan setelah izin diperolehnya. Jika si suami mengangkat seorang anak. Jika seorang suami meninggal dunia dengan meninggalkan istri janda yang berhak melakukan sesuatu pengangkatan. (2). antara si yang diangkat dengan kedua orang tuanya dan sekalian keluarga sedarah dan semenda kecuali dalam hal-hal : 1. terputuslah segala hubungan perdata yang berpangkal pada keturunan karena kelahiran. atau si perempuan janda dalam tenggang waktu yang sama. izin itu pun dipergunakannya pula. Hak-hak segla pihak ke tiga yang dapat dipengaruhi oleh pengangkatan itu. Pasal 14. jika ia mempunyai nama keturunan lain daripada nama keturunan si suami yang mengangkatnya sebagai anaknya. dianggaplah anak itu dilahirkan dari perkawinan dengan si suami yang telah meninggal dunia. (2). (1). maka. (3). sampai pengangkatan memperoleh penyelesaiannya. Karena berlangsungnya suatu pengangkatan. sekadar dengan surat wasiat tidak telah diambilnya suatu ketetapan terhadapnya. dengan pengertian sementara itu. Pasal 12. bahwa terhadap harta peninggalan si yang meninggal. maka dianggaplah anak itu dilahirkan dari perkawinan yang telah bubar itu. (1).yang diangkat. mengenai derajat kekeluargaan sedarah dan semenda yang terlarang untuk perkawinan. Pasal 13. Jika seorang perempuan janda mengangkat seorang anak. anak itu hanya pun bolehlah bertindak sebagai waris. Jika suami-istri mengangkat seorang sebagai anak. maka dianggaplah anak itu dilahirkan dari perkawinan mereka. karena hukum memperoleh nama keturunan yang terakhir ini sebagai gantinya nama keturunan yang dulu. akan tetapi paling lamanya selama tenggang waktu tersebut dalam ayat terakhir pasal 12.

(2). 4. sebelum di tempatnya telah berlaku Reglemen Penyelenggaraan Registerregister Catatan Sipil bagi golongan Tiong Hoa.2. atau waktu perceraian. Tiap-tiap akta kelahiran. dalam hal-hal bilamana kelahiran. bertentangan dengan salah satu ketentuan dalam pasal 5. (2). kematian dan perceraian itu terjadi. adalah batal karena. sebelum di tempat itu telah berlaku Reglemen . diselenggarakan oleh Kepala golongan Tiong Hoa dan diberikan oleh seorang kepala Tiong Hoa yang tertinggi pangkatnya pada tempat dimana register-register itu diselenggarakannya. hukum. Tiap-tiap pengangkatan tidak boleh ditiadakan karena perjanjian. mengenai ketentuan-ketentuan pidana sekadar bersandar pada keturunan karena kelahiran. 7. Peraturan peralihan Pasal 16. kematian dan perceraian yang. mengenai bertindak sebagai saksi dalam perbuatan akta-akta otentik. Jika pihak-pihak yang berkepentingan ada diluar kemungkinan akan mengunjukkan kutipan-kutipan yang demikian. 3. kekurangan ini boleh diperbaiki dengan cara seperti ditentukan dalam pasal 72 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata berhubungan dengan akta kelahiran. 8. Suatu pengangkatan boleh dinyatakan batal karena. (1). kematian dan perceraian yang menurut pasal 71 Kitab Undang-undang Hukum Perdata untuk Indonesia harus diunjukkan oleh kedua calon suami-istri sebelum perkawinan mereka dilangsungkan. 9. 6. kutipan-kutipan mana harus memuat waktu dan tempat kelahiran atau kematian. Keputusan dengan mana suatu perceraian diucapkan jika perkawinannya dilangsungkan dulu. harus diganti dengan petikanpetikan dari register-register pembukuan atau pencatatan kelahiran. atau ayat ke dua dan ke tiga. 5. Pasal 15 (1). pasal 10. maka. Pasal 17. Pengangkatan terhadap anak-anak perempuan dan pengangkatan. (3). dengan cara lain daripada cara membuat akta otentik. mengenai perhitungan biaya perkara dan penyenderaan. mengenai pembuktian dengan saksi.

Untuk selain kongsikongsi itu tetap dikuasai oleh hukum yang berlaku dewasa itu. melakukan sesuatu perwalian dengan sah. harus dianggap sebagai anak-anak sah. Dengan meninggalnya bapak mereka. Pasal 21 (1). jika hubungan antara si bapak dan selirnya telah timbul sebelum undang-undang ini berlaku bagi bapak mereka. Campur tangan itu sementara itu berakhir. (1). anak-anak yang dilahirkan dari selir-selir bapak mereka. Pasal 20. peninggalan mereka yang telah dimulai sebelum pada tempat itu Undang-undang ini berlaku. yang sebelum saat tersebut. (2). bilamana yang demikian tadi menurut Undang-undang ini dikecualikan. Dengan menyimpang sekadarnya dari pasal 283 Kitab Undang-undang Perdata untuk Indonesia. harus meneruskannya. Mereka. kecuali dengan keputusan Hakim yang memperoleh kekuatan mutlak sebelum saat tersebut telah dinyatakan. . maka demi hukum ibu merekalah yang melakukan perwalian. (2). bahwa orang yang diakui sebagai wali tadi. harus diteruskan dan diselesaikan oleh balai-balai tersebut atas dasar yang sama. dan diperlakukan oleh mereka secara terang-terangan sebagai anak mereka. (1).Penyelenggaraan Register-register Catatan Sipil bagi mereka yang hendak kawin harus dibukukan dalam register-register catatan sipil di Jakarta. Pasal 19. dalam hal-hal. sewaktu mereka belum dewasa. harus dibubarkan sepuluh tahun setelah saat itu. Segala kongsi sebagai termaksud dalam pasal 3. Segala campur tangan balai-balai piatu dan Balai Harta. yang didirikan dengan cara yang sah. (2). oleh balai piatu dan balai peninggalan dulu diakui sebagai wali. atau kecuali mengenai soal sah atau tak sahnya wali-wali itu pada waktu itu dimajukan perkara di muka Hakim atau telah ada keputusan yang belum memperoleh kekuatan mutlak. bukanlah wali-wali yang sah. kecuali kongsi itu dengan sah tidak telah dibubarkan sebelumnya. dan yang masih ada pada saat Undang-undang ini pada tempat itu mulai berlaku. Pasal 18. Mereka. pengakuan itulah saja harus dianggap sebagai wali-wali yang sah. (1). karena. dan yang dilakukan menurut aturan-aturan undang-undang yang dulu berlaku. Peninggalan dalam urusan orang-orang Tiong Hoa dan harta. yang sebelum undang-undang ini mengenai perwakilan mereka berlaku.

Direktur Kehakiman harus mengumumkan ketentuan dalam ayat ke satu tadi beserta segala akibatnya kepada khalayak ramai. Pada saat mulai berlakunya undang-undang ini dihapuskanlah segala peraturan undang-undang mengenai hukum perdata dan hukum dagang yang berlaku bagi orang termasuk golongan Tiong Hoa.(2). Pasal 22. . enam bulan dan kemudian satu bulan sebelum saat tersebut di atas harus diulangi lagi. Selambat-lambatnya satu tahun sebelum lewatnya waktu tersebut dalam ayat ke satu. pengumuman mana. dengan pemasangan pengumuman itu dalam Berita Negara dan dalam surat kabar lain sebagaimana dipandangnya perlu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful