BAB KE SATU Tentang perikatan-perikatan umumnya BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1233.

Tiap-tiap perikatan dilahirkan baik karena persetujuan, baik karena undang-undang. 1234. Tiap-tiap perikatan adalah untuk memberikan sesuatu, untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu. BAGIAN KE DUA Tentang perikatan-perikatan untuk memberikan sesuatu 1235. Dalam tiap-tiap perikatan untuk memberikan sesuatu adalah termaktub kewajiban si berutang untuk menyerahkan kebendaan yang bersangkutan dan untuk merawatnya sebagai seorang bapak rumah yang baik, sampai pada saat penyerahan. Kewajiban yang terakhir ini adalah kurang atau lebih luas terhadap perjanjian-perjanjian tertentu, yang akibat-akibatnya mengenai hal ini ditunjuk dalam bab-bab yang bersangkutan. 1236. Si berutang adalah wajib memberikan ganti biaya, rugi dan bunga kepada si berpiutang, apabila ia telah membawa dirinya dalam keadaan tak mampu untuk menyerahkan kebendaannya, atau telah tidak merawat sepatutnya guna menyelamatkannya. 1237. Dalam hal adanya perikatan untuk memberikan suatu kebendaan tertentu, kebendaan itu semenjak perikatan dilahirkan, adalah atas tanggungan si berpiutang. Jika si berutang lalai akan menyerahkannya, maka semenjak saat kelalaian, kebendaan adalah atas tanggungannya. 1239. Si berutang adalah lalai, apabila ia dengan surat perintah atau dengan sebuah akta sejenis itu telah dinyatakan lalai, atau demi perikatannya sendiri, ialah jika ini menetapkan, bahwa si berutang harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan.

BAGIAN KE TIGA Tentang perikatan-perikatan untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu 1239. Tiap-tiap perikatan untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu, apabila si berutang tidak memenuhi kewajibannya, mendapatkan penyelesaiannya dalam kewajiban memberikan penggantian biaya, rugi dan bunga. 1240. Dalam pada itu si berpiutang adalah berhak menuntut akan penghapusan segala sesuatu yang telah dibuat berlawanan dengan perikatan, dan bolehlah ia minta supaya dikuasakan oleh Hakim untuk menyuruh menghapuskan segala sesuatu yang telah dibuat tadi atas biaya si berutang; dengan tak mengurangi hak menuntut penggantian biaya, rugi dan bunga jika, ada alasan untuk itu. 1241. Apabila perikatan tidak dilaksanakannya, maka si berpiutang boleh juga dikuasakan supaya dia sendirilah mengusahakan pelaksanaannya atas biaya si berutang. 1242. Jika perikatan itu bertujuan untuk tidak berbuat sesuatu, maka, pihak yang manapun jika, yang berbuat berlawanan dengan perikatan, karena pelanggaran, itu dan karena itu pun saja, wajiblah ia akan penggantian biaya, rugi dan bunga. BAGIAN KE EMPAT Tentang penggantian biaya, rugi dan bunga karena tidak dipenuhinya suatu perikatan 1243. Penggantian biaya, rugi dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan, barulah mulai diwajibkan, apabila si berutang, setelah dinyatakan lalai memenuhi perikatannya, tetap melalaikannya, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dibuatnya, hanya dapat diberikan atau dibuat dalam tenggang waktu yang telah dilampaukannya. 1244. Jika ada alasan untuk itu, si berutang harus dihukum mengganti biaya, rugi dan bunga apabila ia tak dapat membuktikan, bahwa hal tidak atau tidak pada waktu yang tepat dilaksanakannya perikatan itu, disebabkan suatu hal yang tak terduga, pun tak dapat dipertanggungjawabkan padanya, kesemuanya itu pun jika itikad buruk tidaklah ada pada pihaknya.

1245. Tidaklah biaya rugi dan bunga, harus digantinya, apabila lantaran keadaan memaksa atau lantaran suatu kejadian tak disengaja si berutang beralangan memberikan atau berbuat sesuatu yang diwajibkan, atau lantaran hal-hal yang sama telah melakukan perbuatan yang terlarang. 1246. Biaya, rugi dan bunga yang oleh si berpiutang boleh dituntut akan penggantiannya, terdirilah pada umumnya atas rugi yang telah dideritanya dan untung yang sedianya harus dapat dinikmatinya, dengan tak mengurangi pengecualian-pengecualian serta perubahan-perubahan yang akan disebut di bawah ini. 1247. Si berutang hanya diwajibkan mengganti biaya, rugi dan bunga yang nyata telah, atau sedianya harus dapat diduganya sewaktu perikatan dilahirkan, kecuali jika hal tidak dipenuhinya perikatan itu disebabkan sesuatu tipu-daya yang dilakukan olehnya. 1249. Bahkan jika hal tidak dipenuhinya perikatan itu disebabkan tipu-daya si berutang, penggantian biaya, rugi dan bunga sekadar mengenai kerugian yang dideritanya oleh si berpiutang dan keuntungan yang terhilang baginya, hanyalah terdiri atas apa yang merupakan akibat langsung dari tak dipenuhinya perikatan. 1249. Jika dalam suatu perikatan ditentukannya, bahwa si yang lalai memenuhinya, sebagai ganti rugi harus membayar suatu jumlah uang tertentu, maka kepada pihak yang lain tak boleh diberikan suatu jumlah yang lebih maupun yang kurang dari pada jumlah itu. 1250. Dalam tiap-tiap perikatan yang semata-mata berhubungan dengan pembayaran sejumlah uang, penggantian biaya, rugi dan bunga sekadar disebabkan terlambatnya pelaksanaan, hanya terdiri atas bunga yang ditentukan oleh undangundang, dengan tidak mengurangi peraturan-peraturan undang-undang khusus. Penggantian biaya, rugi dan bunga tersebut wajib dibayar, dengan tidak usah dibuktikannya sesuatu kerugian oleh si berpiutang. Penggantian biaya, rugi dan bunga itu hanya harus dibayar terhitung mulai dari ia diminta di muka Pengadilan, kecuali dalam hal-hal dimana undang-undang menetapkan bahwa ia berlaku demi hukum. 1251. Bunga dari uang pokok yang dapat ditagih dapat pula menghasilkan

sesuatu yang bertentangan dengan kesusilaan baik. jika perikatan bergantung pada suatu perbuatan yang pelaksanaannya berada didalam kekuasaan orang tersebut. Jika suatu perikatan bergantung pada syarat bahwa suatu peristiwa . baik secara menangguhkan perikatan hingga terjadinya peristiwa semacam itu. 1258.bunga. jika pelaksanaannya semata-mata bergantung pada kemauan orang yang terikat. Semua syarat yang bertujuan melakukan sesuatu yang tak mungkin terlaksana. 1252. menghasilkan bunga mulai hari dilakukannya penuntutan atau dibuatnya perjanjian. tak berdaya. Syarat yang bertujuan tidak melakukan sesuatu yang tak mungkin terlaksana. Semua syarat harus terpenuhi secara yang mungkin dikehendaki dan dimaksudkan oleh kedua belah pihak. sepertinya uang gadai dan uang sewa. Meskipun demikian. atau sesuatu yang dilarang oleh undang-undang. 1257. perikatan adalah sah. baik karena suatu permintaan di muka Pengadilan. bunga abadi atau bunga selama hidupnya seorang. untuk pembebasan si berutang. Suatu perikatan adalah bersyarat manakala ia digantungkan pada suatu peristiwa yang masih akan datang dan yang masih belum tentu akan terjadi. maupun secara membatalkan perikatan menurut terjadi atau tidak terjadinya peristiwa tersebut. penghasilan-penghasilan yang dapat ditagih. tidak membuat perikatan yang digantungkan padanya. maupun karena suatu persetujuan khusus. 1255. 1254. BAGIAN KE LIMA Tentang perikatan-perikatan bersyarat 1253. Semua perikatan adalah batal. tak berdaya. adalah batal. padahal perbuatan itu sudah terjadi. Peraturan yang sama berlaku terhadap pengembalian penghasilanpenghasilan dan bunga yang dibayar oleh seorang pihak ke tiga kepada si berpiutang. Tetapi. 1256. asal saja permintaan atau persetujuan tersebut mengenai bunga yang harus dibayar untuk satu tahun. dan berakibat bahwa perjanjian yang digantungkan padanya.

1259. jika si berutang yang terikat olehnya. apabila waktu tersebut telah lampau dengan tidak terjadinya peristiwa tersebut. 1260. Begitu juga syarat telah terpenuhi. maka syarat itu bertaku surut hingga saat lahimya perikatan.akan terjadi didalam suatu waktu tertentu. tetapi jika tidak ditetapkan suatu waktu. Syarat dianggap telah terpenuhi. Jika si berpiutang meninggal sebelum terpenuhinya syarat. Si berpiutang dapat. Jika suatu perikatan bergantung pada suatu syarat bahwa sesuatu peristiwa didalam suatu waktu tertentu tidak akan terjadi. maka syarat tersebut setiap waktu dapat terpenuhi. Jika perikatan bergantung pada suatu syarat tangguh. yang hanya berwajib menyerahkan barang itu apabila syarat terpenuhi. atau yang bergantung pada suatu hal yang sudah terjadi tetapi tidak diketahui oleh kedua belah pihak. Suatu perikatan dengan suatu syarat tangguh adalah suatu perikatan yang bergantung pada suatu peristiwa yang masih akan datang dan yang masih belum tentu akan terjadi. Dalam hal yang pertama perikatan tidak dapat dilaksanakan sebelum peristiwa telah terjadi. maka syarat tersebut telah terpenuhi apabila waktu tersebut lampau dengan tidak terjadinya peristiwa. syarat itu tidak terpenuhi sebelum ada kepastian bahwa peristiwa tersebut tidak akan terjadi. maka syarat tersebut dianggap tidak ada. telah menghalang-halangi terpenuhinya syarat itu. 1261. sebelum terpenuhinya syarat. jika sebelum waktu tersebut lampau. sekali musnah diluar kesalahan si berutang. melakukan segala usaha yang perlu untuk menjaga jangan sampai haknya hilang. telah ada kepastian bahwa peristiwa tidak akan terjadi. Apabila syarat telah terpenuhi. Jika barang tersebut sama. maka hak-haknya karena itu berpindah kepada ahli waris-ahli warisnya. dan syarat itu tidak dianggap tidak ada sebelum ada kepastian bahwa peristiwa tidak akan terjadi. Jika waktu tidak ditentukan. maka barang yang menjadi pokok perikatan tetap menjadi tanggungannya si berutang. 1262. 1263. dalam hal yang ke dua perikatan mulai berlaku sejak hari ia dilahirkan. maka . 1264.

disertai penggantian biaya kerugian dan bunga. dengan penggantian kerugian. Syarat batal dianggap selalu dicantumkan dalam persetujuanpersetujuan yang bertimbal balik. menghentikan perikatan. Jika barangnya merosot harganya diluar kesalahan si berutang. meskipun syarat batal mengenai tidak dipenuhinya kewajiban dinyatakan didalam perjanjian. Dalam hal yang demikian persetujuan tidak batal demi hukum. Jika syarat batal tidak dinyatakan dalam persetujuan. Permintaan ini juga harus dilakukan. Hakim adalah leluasa untuk. tetapi pembatalan harus dimintakan kepada Hakim. 1266. ataukah ia akan menuntut pembatalan perjanjian. 1265. maka si berpiutang berhak memutuskan perikatan atau menuntut penyerahan barangnya didalam keadaan dimana barang itu berada. jika hal itu masih dapat dilakukan. Pihak terhadap siapa perikatan tidak dipenuhi. Suatu syarat batal adalah syarat yang apabila dipenuhi. hanyalah ia mewajibkan si berpiutang mengembalikan apa yang telah diterimanya. Jika barangnya merosot harganya karena kesalahan si berutang. apabila peristiwa yang dimaksudkan terjadi. dapat memilih apakah ia. Syarat ini tidak menangguhkan pemenuhan perikatan. memberikan suatu jangka waktu untuk masih juga memenuhi kewajibannya. menurut keadaan. pada keadaan semula. atas permintaan si tergugat. manakala salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya.baik pada pihak yang satu maupun pada pihak yang lainnya tiada lagi suatu perikatan. dan membawa segala sesuatu kembali. akan memaksa pihak yang lain untuk memenuhi perjanjian. jangka waktu mana namun itu tidak boleh lebih dari satu bulan. BAGIAN KE ENAM . 1267. seolah-olah tidak pemah ada suatu perikatan. maka si berpiutang dapat memilih apakah ia akan memutuskan perikatan ataukah menuntut penyerahan barangnya didalam keadaan dimana barang itu berada dengan tiada pengurangan harga yang telah dijanjikan.

Jika kedua-duanya barang telah hilang. 1270. kecuali jika dari sifat perikatan sendiri. atau bahkan karena kesalahan si berutang tidak lagi dapat diserahkan. 1273. Dalam perikatan-perikatan mana suka si berutang dibebaskan jika ia menyerahkan salah satu dari dua barang yang disebutkan dalam perikatan. jika salah satu dari kedua barang yang dijanjikan tidak dapat menjadi pokok perikatan. atau dari keadaan. tak dapat diminta kembali. Suatu ketetapan waktu selalu dianggap dibuat untuk kepentingan si berutang. BAGIAN KE TUJUH Tentang perikatan-perikatan mana suka atau perikatan yang boleh dipilih oleh salah satu pihak 1272. 1275. meskipun ia dibuat secara boleh pilih atau mana suka. 1274. dan si berutang bersalah tentang hilangnya salah satu. Suatu ketetapan waktu tidak menangguhkan perikatan. Apa yang harus dibayar pada suatu waktu yang ditentukan tidak dapat ditagih sebelum waktu itu datang. tetapi apa yang telah dibayar sebelum waktu itu datang. Jika dalam hal-hal yang disebutkan dalam pasal yang lalu diserahkan . ia harus membayar harga barangnya yang hilang paling akhir. 1271. Hak memilih adalah pada si berutang.Tentang perikatan-perikatan dengan ketetapan waktu 1268. Suatu perikatan adalah murni dan bersahaja. 1276. 1269. jika salah satu dari barang-barang yang dijanjikan hilang. atau jika karena kesalahannya jaminan yang diberikannya bagi si berpiutang telah merosot. harga barang itu tidak dapat ditawarkan sebagai gantinya. melainkan hanya menangguhkan pelaksanaannya. ternyata bahwa ketetapan waktu itu telah dibuat untuk kepentingan si berpiutang. Si berutang tak lagi dapat menarik manfaat dari suatu ketetapan waktu. jika hak ini tidak secara tegas diberikan kepada si berpiutang. Suatu perikatan mana suka adalah murni dan bersahaja. jika ia telah dinyatakan pailit. tetapi ia tidak dapat memaksa si berpiutang untuk menerima sebagian dari barang yang satu dan sebagian dari barang yang lainnya.

Adalah terjadi suatu perikatan tanggung menanggung di pihaknya orang-orang yang berutang. Meskipun demikian pembebasan yang diberikan oleh salah satu orang berpiutang dalam suatu perikatan tanggung-menanggung. maka si berpiutang dapat menuntut penyerahan barang yang masih ada atau harga barang yang telah hilang. Suatu perikatan tanggung-menanggung atau perikatan tanggung renteng terjadi antara beberapa orang berpiutang. manakala mereka kesemuanya diwajibkan melakukan suatu hal yang sama. dan hanya salah satu barang sajalah yang hilang. dan pemenuhan oleh salah satu membebaskan orang-orang berutang yang lainnya terhadap si berpiutang. apabila hilangnya kedua barang itu. jika didalam perjanjian secara tegas kepada masing-masing diberikan hak untuk menuntut pemenuhan seluruh utang sedang pembayaran yang dilakukan kepada salah satu membebaskan orang yang berutang meskipun perikatan menurut sifatnya dapat dipecah dan dibagi di antara beberapa orang berpiutang tadi. si berpiutang harus mendapat barang yang masih ada: jika hilangnya salah satu barang tadi terjadi karena salahnya si berutang. baik jika ada bayaran harga salah satunya menurut pilihahnya lebih dari dua barang termaktub didalam perikatan. BAGIAN KE DELAPAN Tentang perikatan-perikatan tanggung renteng atau perikatan-perikatan tanggung-menanggung 1278. maupun jika perikatan bertujuan melakukan suatu perbuatan. tak dapat membebaskan si berutang untuk selebihnya dari bagian orang yang berpiutang tersebut. 1279. maka si berpiutang.kepada si berpiutang untuk memilih. Asas-asas yang sama berlaku. Adalah terserah kepada si berutang untuk memilih apakah ia akan membayar utang kepada yang satu atau kepada yang lainnya di antara orang-orang yang berpiutang. selama ia belum digugat oleh salah satu. Jika kedua-duanya barang musnah. bahkan apabila hilangnya salah satu saja terjadi karena salahnya si berutang. 1277. menutut pembayaran harga salah satunya menurut pilihannya. sedemikan bahwa salah satu dapat dituntut untuk seluruhnya. 1280. dapat. maka jika itu terjadi diluar salahnya si berutang. .

yang dituntut oleh si berpiutang. 1284. Penuntutan pembayaran bunga yang dilakukan terhadap salah satu di antara orang-orang yang berutang tanggung menanggung. Si berpiutang dalam suatu perikatan tanggung menanggung dapat menagih piutangnya dari salah satu orang berutang yang dipilihnya dengan tidak ada kemungkinan bagi orang ini untuk meminta supaya utangnya dipecah. Penuntutan-penuntutan yang ditujukan kepada salah satu orang yang berutang tidak menjadi halangan bagi si berpiutang untuk juga melaksanakan haknya terhadap orang-orang berutang yang lainnya. Seorang yang turut berutang dalam suatu perikatan tanggung menanggung. dimana suatu perikatan karena kekuatan suatu penetapan undang-undang dianggap tanggung menanggung. 1286. Suatu perikatan dapat bersifat tanggung menanggung. 1282. sedangkan perikatan terhadap yang lainnya adalah suatu perikatan murni dan sederhana. Si berpiutang hanya dapat menuntut pembayaran penggantian biaya. meskipun salah satu orang yang berutang diwajibkan memenuhi hal yang sama dengan cara yang berlainan dengan teman-temannya sepenanggung misalnya satu adalah terikat dengan bersyarat. hanyalah mereka tidak diwajibkan membayar penggantian biaya. dan yang mengenai diri sendiri. begitu pula semua tangkisan yang mengenai diri semua orang lainnya yang turut . atau terhadap satu telah diadakan suatu ketetapan waktu sedangkan terhadap yang lain tidak. melainkan jika hal itu dinyatakan secara tegas. berakibat bahwa bunga itu juga berlaku terhadap semua orang berutang yang lainnya. Tiada perikatan dianggap tanggung-menanggung. Aturan ini hanya dikecualikan dalam hal-hal. Jika barang yang harus diberikan musnah karena salah satunya atau beberapa orang yang berutang tanggung menanggung. kerugian-kerugian dan bunga dari orang-orang berutang yang bersalah tentang musnahnya barang atau dari orang-orang yang lalai dalam pemenuhan perikatan. 1283. rugi dan bunga. 1285. dapat memakai semua tangkisan yang dapat disimpulkan dari sifatnya perikatan. 1287. atau setelahnya orang-orang ini dinyatakan lalai. maka orang lainnya yang turut berutang tidak bebas dari kewajiban untuk membayar harga barang.1281.

Seorang berpiutang yang menerima bagiannya salah satu orang yang berutang tersendiri. bahwa ia mempertahankan haknya yang berdasarkan utang tanggung-menanggung atau hak-hak seumumnya. selama orang ini belum memenuhi gugatan tersebut. tidak melepaskan haknya yang berdasarkan tanggungmenanggung melainkan hanya terhadap orang yang berutang tadi. dan tidak terhadap bunga yang belum datang waktunya ditagih. atau selama perkara belum diputus oleh Hakim. ia menerima suatu jumlah sebesar bagian si berutang ini. Seorang berpiutang yang menerima bagian salah satu orang yang turut berutang dalam pembayaran bunga tunggakan dari suatu utang.berutang bersama-sama. maupun terhadap pokok utang kecuali apabila . kehilangan haknya yang berdasarkan perikatan tanggung-menanggung hanya terhadap bunga yang sudah dapat ditagih. tetapi dengan dikurangi bagian si berutang yang telah dibebaskan dari perikatan tanggung-menanggungnya. dengan tidak menyatakan pada waktu pembayaran dilakukan. 1288. tersendiri dan dengan tidak menyatakan kehendaknya untuk mempertahankan hak-haknya. 1291. Hal yang sama berlaku terhadap gugatan yang ditujukan kepada salah satu orang yang turut berutang. jika surat tanda penerimaan tidak secara tegas menyatakan bahwa apa yang diterima itu ialah untuk bagian orang tersebut. 1289. atau jika si berpiutang menjadi ahli waris satu-satunya dari salah satu orang yang berutang. Jika salah satu orang yang berutang menjadi ahli waris satu-satunya dari si berpiutang. Ia tidak dapat memakai tangkisan-tangkisan yang hanya mengenai diri beberapa orang lainnya saja yang turut berutang. jika. Si berpiutang yang telah menyetujui pembagian piutangnya terhadap salah satu orang yang berutang. 1290. Seorang berpiutang tidak dianggap membebaskan si berutang dari perikatannya tanggung-menanggung. tetap memiliki piutangnya yang berdasarkan perikatan tanggung-menanggung terhadap orang-orang berutang yang lainnya. maka percampuran utang ini tidak berakibat hapusnya perikatan tanggung menanggung selain hanya untuk bagian si berutang atau si berpiutang yang bersangkutan saja.

menurut imbangan bagian masing-masing. dan satu atau beberapa orang berutang yang lainnya jatuh dalam keadaan tak mampu. maka kerugian yang disebabkan ketidakmampuannya itu. 1295. Jika salah satu di antara mercka tidak mampu untuk membayar. terhitung juga mereka yang sebelum itu telah dibebaskan dari perikatan tanggung-menanggungnya. Jika hal untuk mana berbagai orang telah mengikatkan dirinya secara tanggung-menanggung. dengan sendirinya dapat dibagi-bagi di antara orang-orang yang berutang. harus dipikul bersama-sama oleh orang-orang berutang yang lainnya dan si berutang yang telah melunasi utangnya. maka bagian orang-orang yang tak mampu itu harus dipikul bersama-sama oleh orang-orang berutang yang lainnya menurut imbangan bagian mereka masing-masing. Seorang yang turut berutang dalam suatu perikatan tanggungmenanggung. baik . dan mereka harus diberikan ganti-rugi oleh orang itu sebagaimana berlaku bagi orang-orang penanggung utang. Suatu perikatan.pembayaran tersendiri itu telah berlangsung selama sepuluh tahun berturut-turut. 1292. orang-orang mana di antara mereka sendiri tidak terikat untuk lebih daripada bagian masing-masing. tidak dapat menuntut kembali dari orang-orang berutang yang lainnya lebih daripada jumlah bagian mereka masing-masing. BAGIAN KE SEMBILAN Tentang perikatan-perikatan yang dapat dibagi bagi den perikatan-perikatan yang tak dapat dibagi-bagi 1296. 1293. meskipun orang-orangnya yang berutang menghadapi si berpiutang secara tanggung-menanggung. 1294. maka benar mereka itu masing-masing terikat untuk seluruhnya kepada si berpiutang tetapi di antara mereka sendiri mereka dianggap sebagai orang-orang penanggung utang bagi orang yang harus menyelenggarakan hal tersebut tadi. yang telah melunasi seluruh utangnya. hanya mengenai salah satu di antara mereka. Suatu perikatan dapat dibagi-bagi atau tak dapat dibagi-bagi sekadar perikatan tersebut mengenai suatu barang yang penyerahannya. Jika si berpiutang telah membebaskan salah satu orang yang berutang dari perikatan tanggung-menanggungnya. atau suatu perbuatan yang pelaksanaannya dapat dibagi-bagi atau tak dapat dibagi-bagi.

maupun sifat barang yang menjadi pokok perikatan. 5. dikecualikan terhadap ahli waris-ahli warisnya si berutang : 1. 1299. menurut perjanjiannya salah satu ahli waris sajalah yang diwajibkan melaksanakan perikatannya. ternyata dengan jelas bahwa maksud kedua belah pihak ialah bahwa utangnya tidak akan dapat diangsur. sedang salah satu di antara barang-barang ini tidak dapat dibagi-bagi. pembayaran mana dapat dilaksanakan atas barang yang harus diserahkan itu atau atas barang yang dijadikan tanggungan hipotik tersebut. jika. 1300. dapat dituntut untuk membayar seluruh utangnya. 4. Dalam ketiga hal yang pertama si ahli waris yang memegang barang yang harus diserahkan atau barang yang dijadikan tanggungan hipotik. Bahwasannya suatu perikatan adalah suatu perikatan tanggungmenanggung belum berarti bahwa perikatan itu suatu perikatan yang tak dapat dibagi-bagi. jika barang atau perbuatan tadi menurut maksud perikatan tidak boleh diserahkan atau dilaksanakan sebagian demi sebagian. 1298. dalam hal utang itu suatu utang hipotik. dengan tidak mengurangi haknya untuk menuntut penggantian . yang tidak dapat menagih piutangnya atau tidak berwajib membayar utangnya selain untuk bagian masing-masing sebagai ahli waris atau orang-orang yang mewakili si berpiutang maupun si berutang. terhadap suatu utang dimana si berpiutang boleh memilih antara berbagai barang. 3. hal dapatnya dibagi-bagi hanyalah berlaku terhadap ahli waris-ahli waris kedua belah pihak. Suatu perikatan adalah tak dapat dibagi-bagi. atau karena maksud yang dikandung tentang perjanjian tersebut. baik karena sifat perikatan. 1297.secara nyata-nyata. 2. meskipun barang atau perbuatan yang dimaksudkan karena sifatnya dapat dibagi-bagi. jika. maupun secara perhitungan. manakala utang itu terdiri atas suatu barang tertentu . Asas yang ditetapkan dalam pasal yang lain. Suatu perikatan yang dapat dibagi-bagi harus dilaksanakan antara si berutang dan si berpiutang seolah-olah perikatan itu tak dapat dibagi-bagi.

Batalnya perikatan pokok mengakibatkan batalnya ancaman hukuman. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk meminta penggantian kepada ahli waris-ahli waris yang lainnya.kepada ahli waris-ahli waris yang lainnya. . 1303. Dalam hal yang ke empat si ahli waris yang sendiri diwajibkan melunasi utang dan dalam hal yang ke lima juga setiap ahli waris dapat dituntut untuk membayar seluruh utang. adalah bertanggungjawab untuk seluruhnya. 1305. Tiada seorang pun dari mereka dibolehkan memberikan pembebasan seluruh utang. 1301. 1302. BAGIAN KE SEPULUH Tentang perikatan-perikatan dengan ancaman hukuman 1304. atau menerima harga barangnya. meskipun perikatannya tidak dibuat secara tanggung-menanggung. Tiap ahli waris dari si berpiutang dapat menuntut pelaksanaan suatu perikatan yang tak dapat dibagi-bagi untuk seluruhnya. manakala perikatan itu tidak dipenuhi. Hal yang sama berlaku juga bagi ahli waris-ahli waris seorang yang diwajibkan memenuhi suatu perikatan seperti itu. Batalnya ancaman hukuman sama sekali tidak berakibat batalnya perikatan pokok. maupun menerima harganya sebagai ganti barangnya. kecuali jika ia memperhitungkan bagian ahli waris yang telah memberikan pembebasan utang atau yang te!ah menerima harga barangnya. si berpiutang boleh juga menuntut dipenuhinya perikatan pokok. Jika hanya salah satu ahli waris memberikan pembebasan utangnya. Ancaman hukuman adalah suatu ketentuan sedemikian rupa dengan mana seorang untuk jaminan pelaksanaan suatu perikatan diwajibkan melakukan sesuatu. Tiap orang dari mereka yang bersama-sama memikul suatu utang yang tak dapat dibagi-bagi. 1306. Daripada menuntut hukuman terhadap si berutang yang tidak memenuhi janjinya. maka ahli waris-ahli waris lainnya tak dibolehkan menuntut barang yang tak dapat dibagi-bagi itu.

Aturan ini dikecualikan. Penetapan hukuman adalah dimaksudkan sebagai ganti penggantian kerugian. 1311. 1308. yang diderita oleh si berpiutang karena tidak dipenuhinya perikatan pokok. baik untuk seluruhnya dari siapa yang melakukan pelanggaran. maka dengan terjadinya pelanggaran oleh satu orang ahli waris dari si berutang. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk menuntutnya kembali dari siapa yang menyebabkan harus dibayarnya hukuman. 1309. 1310. Baik perikatan pokok itu memuat maupun tidak memuat suatu ketetapan waktu dalam mana perikatan harus dilaksanakan. kecuali apabila orang yang terikat untuk memberikan atau menerima sesuatu maupun berbuat sesuatu lalai dalam hal itu. Hukuman dapat diubah oleh Hakim. dengan tidak dapat diadakan tuntutan terhadap mereka yang telah memenuhi perikatan. Jika perikatan pokok. Ia tak dapat bersama-sama menuntut dipenuhinya perikatan pokok dan menuntut hukumannya. dan hanya untuk suatu jumlah yang mengenai bagiannya dalam perikatan pokok. jika perikatan pokok untuk sebagian telah dipenuhi. dengan penetapan hukuman. mengenai suatu barang yang tak dapat dibagi-bagi. maka hukuman hanya harus dibayar oleh siapa di antara ahli waris-ahli waris si berutang yang berbuat berlawanan dengan perikatan. manakala penetapan hukuman ditambahkan dengan maksud supaya pemenuhan perikatan tidak akan terjadi sebagian. hukuman tidak dikenakan.1307. dan hanya dapat dituntut dari ahli waris-ahli waris lainnya untuk bagian . semua itu dengan tidak mengurangi hak-hak orang-orang yang berpiutang hipotik. dan hukuman ini dapat dituntut. maupun dari masing-masing ahli waris untuk bagiannya. Jika perikatan pokok. dalam hal semacam ini hukuman dapat dituntut dari orang yang belakangan ini untuk seluruhnya. dan salah satu ahli waris telah menghalang-halangi pemenuhan perikatan untuk seluruhnya. dengan penetapan hukuman itu mengenai suatu barang yang dapat dibagi-bagi. hukuman sudah wajib dibayar. terkecuali apabila hukuman ini ditetapkan semata-mata untuk terlambatnya pemenuhan saja.

yang dibuat oleh seorang untuk dirinya sendiri. Suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih. Meskipun demikian adalah diperbolehkan untuk menanggung atau menjamin seorang pihak ke tiga. dengan menjanjikan bahwa orang ini akan berbuat sesuatu. atau suatu pemberian yang dilakukannya kepada seorang lain. Suatu perjanjian dengan cuma-cuma adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan suatu keuntungan kepada pihak yang lain. Jika suatu perikatan pokok yang dapat dibagi-bagi. 1317. memuat suatu janji yang seperti itu. untuk menyuruh pihak ke tiga tersebut menguatkan sesuatu. dengan suatu penetapan hukuman yang tak dapat dibagi-bagi. maka hukuman itu terhadap ahli waris-ahli waris orang yang berutang. Pada umumnya tak seorang dapat mengikatkan diri atas nama sendiri atau meminta ditetapkannya suatu janji dari pada untuk dirinya sendiri. adalah suatu perjanjian yang mewajibkan masing-masing pihak memberikan sesuatu. 1315. BAB KE DUA Tentang perikatan-perikatan yang dilahirkan dari kontrak atau perjanjian BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1313. 1314. dengan tidak mengurangi tuntutan pembayaran ganti rugi terhadap siapa yang telah menanggung pihak ke tiga itu atau yang telah berjanji. tanpa menerima suatu manfaat bagi dirinya sendiri. 1316. diganti dengan suatu pembayaran ganti rugi. dari ahli waris yang bersalah tadi. hanya dipenuhi sebagian. apabila suatu penetapan janji. Suatu perjanjian atas beban. dengan tidak mengurangi hak mereka menuntut pengembalian jumlah yang mereka bayarkan. 1312. Suatu perjanjian dibuat dengan cuma-cuma atau atas beban.mereka masing-masing. jika pihak ini menolak memenuhi perikatannya. . berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu. Lagi pun diperbolehkan juga untuk meminta ditetapkannya suatu janji guna kepentingan seorang pihak ke tiga.

maka dianggap bahwa itu adalah untuk ahli waris-ahli warisnya dan orang-orang yang memperoleh hak daripadanya. baik yang mempunyai suatu nama khusus. BAGIAN KE DUA Tentang syarat-syarat yang diperlukan untuk sahnya suatu perjanjian 1320. apabila pihak ketiga tersebut telah menyatakan hendak mempergunakannya. juga apabila paksaan itu dilakukan oleh seorang pihak ke tiga. 2. 1323. Kekhilafan itu tidak menjadi sebab kebatalan. apabila perbuatan itu sedemikian rupa hingga . suatu sebab yang halal. Tiada sepakat yang sah apabila sepakat itu diberikan karena kekhilafan. 1324. Untuk sahnya suatu perianjian diperlukan empat syarat: 1. 4.Siapa yang telah memperjanjikan sesuatu seperti itu. kecuali jika perjanjian itu telah dibuat terutama karena mengingat dirinya orang tersebut. Semua perjanjian. tunduk pada peraturan-peraturan umum. 1321. sepakat mereka yang mengikatkan dirinya. jika kekhilafan itu hanya terjadi mengenai dirinya orang dengan siapa seorang bermaksud membuat suatu perjanjian. bahwa tidak sedemikianlah maksudnya. yang termuat didalam bab ini dan bab yang lalu. 3. tidak boleh menariknya kembali. 1319. atau diperolehnya dengan paksaan atau penipuan. Jika seorang minta diperjanjikan sesuatu hal. Paksaan telah terjadi. Paksaan yang dilakukan terhadap orang yang membuat suatu perjanjian. suatu hal tertentu. kecakapan untuk membuat suatu perikatan. merupakan alasan untuk batalnya perjanjian. 1318. Kekhilafan tidak mengakibatkan batalnya suatu perjanjian selain apabila kekhilafan itu terjadi mengenai hakikat barang yang menjadi pokok perjanjian. kecuali jika dengan tegas ditetapkan atau dapat disimpulkan dari sifat perjanjian. maupun yang tidak terkenal dengan suatu nama tertentu. 1322. untuk kepentingan siapa perjianjian tersebut tidak telah dibuat.

dapat menakutkan seorang yang berpikiran sehat. Paksaan mengakibatkan batalnya suatu perjanjian tidak saja apabila dilakukan terhadap salah satu pihak yang membuat perjanjian. tetapi harus dibuktikan. yang dipakai oleh salah satu pihak. apabila tipu-muslihat. ibu atau sanak keluarga lain dalam garis ke atas tanpa disertai kekerasan. orang-orang yang belum dewasa. Penipuan merupakan suatu alasan untuk pembatalan perjanjian. Ketakutan saja karena hormat terhadap ayah. dalam hal-hal yang ditetapkan oleh undangundang. apabila setelah paksaan berhenti. 1328. orang-orang perempuan. baik secara dinyatakan dengan tegas. 2. maupun secara diam-diam atau apabila seorang melampaukan waktu yang ditentukan oleh undang-undang untuk dipulihkan seluruhnya. perjanjian tersebut dikuatkan. mereka yang ditaruh di bawah pengampuan. tidaklah cukup untuk pembatalan perjanjian. 1326. 1325. Penipuan tidak dipersangkakan. Tak cakap untuk membuat suatu perjanjian adalah : 1. Dalam mempertimbangkan hal itu. 3. kelamin dan kedudukan orang-orang yang bersangkutan. untuk membuat perikatan-perikatan. Setiap orang adalah cakap. 1329. harus diperhatikan usia. Pembatalan sesuatu perjanjian berdasarkan paksaan tak lagi dapat dituntutnya. 1331. Karena itu orang-orang yang didalam pasal yang lalu dinyatakan tak . dan apabila perbuatan itu dapat menimbulkan ketakutan pada orang tersebut bahwa dirinya atau kekayaannya terancam dengan suatu kerugian yang terang dan nyata. adalah sedemikian rupa hingga terang dan nyata bahwa pihak yang lain tidak telah membuat perikatan itu jika tidak dilakukan tipu-muslihat tersebut. tetapi juga apabila paksaan itu dilakukan terhadap suami atau istri atau sanak keluarga dalam garis ke atas mau pun ke bawah. jika ia oleh undang-undang tidak dinyatakan tak cakap. 1327. 1330. dan pada umumnya semua orang kepada siapa undang-undang telah melarang membuat perjanjian-perjanjian tertentu.

cakap, boleh menuntut pembatalan perikatan-perikatan yang mereka telah perbuat, dalam hal-hal dimana kekuasaan itu tidak dikecualikan oleh undang-undang. Orang-orang yang cakap untuk mengikatkan diri tak sekali-kali diperkenankan mengemukakan ketidakcakapan orang-orang yang belum dewasa, orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan dan perempuan-perempuan yang bersuami dengan siapa mereka telah membuat suatu perjanjian. 1332. Hanya barang-barang yang dapat diperdagangkan sajalah dapat menjadi pokok suatu perjanjian. 1333. Suatu perjanjian harus mempunyai sebagai pokok suatu barang yang paling sedikit ditentukan jenisnya. Tidaklah menjadi halangan bahwa jumlah barang tidak tentu, asal saja jumlah itu terkemudian dapat ditentukan atau dihitung. 1334. Barang-barang yang baru akan ada dikemudian hari dapat menjadi pokok suatu perjanjian. Tetapi tidaklah diperkenankan untuk melepaskan suatu warisan yang belum terbuka, atau pun untuk meminta diperjanjikan sesuatu hal mengenai warisan itu, sekali pun dengan sepakatnya orang yang nantinya akan meninggalkan warisan yang menjadi pokok perjanjian itu; dengan tidak mengurangi ketentuan-ketentuan pasal 169, 176 dan 178. 1335. Suatu perjanjian tanpa sebab, atau yang telah dibuat karena sesuatu sebab yang palsu atau terlarang, tidak mempunyai kekuatan. 1336. Jika tidak dinyatakan sesuatu sebab, tetapi ada suatu sebab yang halal, ataupun jika ada suatu sebab lain, daripada yang dinyatakan, perjanjiannya namun demikian adalah sah. 1337. Suatu sebab adalah terlarang, apabila dilarang oleh undang-undang, atau apabila berlawanan dengan kesusilaan baik atau ketertiban umum. BAGIAN KE TIGA Tentang akibat suatu perjanjian 1338. Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Suatu perjanjian tidak dapat ditarik kembali selain dengan sepakat kedua

belah pihak, atau karena alasan-alasan yang oleh undang-undang dinyatakan cukup untuk itu. Suatu perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik. 1339. Suatu perjanjian tidak hanya mengikat untuk hal-hal yang dengan tegas dinyatakan didalamnya, tetapi juga untuk segala sesuatu yang menurut sifat perjanjian, diharuskan oleh kepatutan, kebiasaan atau undang-undang. 1340. Suatu perjanjian hanya berlaku antara pihak-pihak yang membuatnya. Suatu perjanjian tidak dapat membawa rugi kepada pihak-pihak ke tiga; tak dapat pihak-pihak ke tiga mendapat manfaat karenanya, selain dalam hal yang diatur dalam pasal 1317. 1341. Meskipun demikian, tiap orang berpiutang boleh mengajukan batalnya segala perbuatan yang tidak diwajibkan yang dilakukan oleh si berutang dengan nama apapun juga, yang merugikan orang-orang berpiutang, asal dibuktikan, bahwa ketika perbuatan dilakukan, baik si berutang maupun orang dengan atau untuk siapa si berutang itu berbuat, mengetahui bahwa perbuatan itu membawa akibat yang merugikan orang-orang berpiutang. Hak-hak yang diperolehnya dengan itikad baik oleh orang-orang pihak ke tiga atas barang-barang yang menjadi pokok perbuatan yang batal itu, dilindungi. Untuk mengajukan hal batalnya perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan cuma-cuma oleh si berutang, cukuplah si berpiutang membuktikan bahwa si berutang pada waktu melakukan perbuatan itu tahu, bahwa ia dengan berbuat demikian merugikan orang-orang yang mengutangkan padanya, tak peduli apakah orang yang menerima keuntungan juga mengetahuinya atau tidak. BAGIAN KE EMPAT Tentang penafsiran suatu perjanjian 1342. Jika kata-kata suatu perjanjian jelas, tidaklah diperkenankan untuk menyimpang daripadanya dengan jalan penafsiran. 1343. Jika kata-kata suatu perjanjian dapat diberikan berbagai macam penafsiran, harus dipilihnya menyelidiki maksud kedua belah pihak yang membuat perjanjian itu, daripada memegang teguh arti kata-kata menurut huruf 1344. Jika suatu janji dapat diberikan dua macam pengertian, maka harus

dipilihnya pengertian yang sedemikian yang memungkinkan janji itu dilaksanakan, daripada memberikan pengertian yang tidak memungkinkan suatu pelaksanaan. 1345. Jika kata-kata dapat diberikan dua macam pengertian, maka harus dipilih pengertian yang paling selaras dengan sifat perjanjian. 1346. Apa yang meragu-ragukan harus ditafsirkan menurut apa yang menjadi kebiasaan dalam negeri atau di tempat, dimana perjanjian telah dibuat. 1347. Hal-hal yang, menurut kebiasaan selamanya diperjanjikan, dianggap secara diam-diam dimasukkan dalam perjanjian, meskipun tidak dengan tegas dinyatakan. 1348. Semua janji yang dibuat dalam suatu perjanjian, harus diartikan dalam hubungan satu sama lain; tiap janji harus ditafsirkan dalam rangka perjanjian seluruhnya. 1349. Jika ada keragu-raguan, maka suatu perjanjian harus ditafsirkan atas kerugian orang yang telah meminta diperjanjikannya sesuatu hal, dan untuk keuntungan orang yang telah mengikatkan dirinya untuk itu. 1350. Meskipun bagaimana luasnya kata-kata dalam mana suatu perjanjian disusun, namun perjanjian itu hanya meliputi hal-hal yang nyata-nyata dimaksudkan oleh kedua belah pihak sewaktu membuat perjanjian. 1351. Jika seorang dalam suatu perjanjian menyatakan suatu hal untuk menjelaskan perikatan, tak dapatlah ia dianggap bahwa dengan demikian hendak mengurangi maupun membatasi kekuatan perjanjian menurut hukum dalam hal-hal yang tidak dinyatakan. BAB KE TIGA Tentang perikatan-perikatan yang dilahirkan demi undang-undang 1352. Perikatan-perikatan yang dilahirkan demi undang-undang, timbul dari undang-undang saja, atau dari undang-undang sebagai akibat perbuatan orang. 1353. Perikatan-perikatan yang dilahirkan dari undang-undang sebagai akibat perbuatan orang, terbit dari perbuatan halal atau dari perbuatan melanggar hukum. 1354. Jika seorang dengan sukarela, dengan tidak mendapat perintah untuk itu, mewakili urusan orang lain dengan atau tanpa pengetahuan orang ini, maka ia

Meskipun demikian. Meskipun demikian. apa yang telah dibayarkan dengan tidak diwajibkan. 1358. membayar suatu utang. meskipun orang yang kepentingannya diurusnya. seandainya ia kuasakan dengan suatu pemberian kuasa yang dinyatakan dengan tegas. 1360. Barangsiapa secara khilaf atau dengan mengetahuinya.secara diam-diam mengikat dirinya untuk meneruskan serta menyelesaikan urusan tersebut. Ia memikul segala kewajiban yang harus dipikulnya. kerugian dan bunga. yang disebabkan kesalahan atau kelalaian orang yang mewakili pengurusan. 1356. yang secara sukarela telah dipenuhi. 1355. hingga ahli waris-ahli waris orang itu dapat mengoper pengurusan tersebut. diwajibkan mengembalikan barang yang tak harus dibayarkan itu kepada orang dari siapa ia telah menerimanya. hingga orang yang diwakili kepentingannya dapat mengerjakan sendiri urusan itu. Pihak yang kepentingan-kepentingannya diwakili oleh seorang lain dengan baik. Jika seorang yang secara khilaf mengira bahwa ia berutang. 1357. Ia diwajibkan meneruskan pengurusannya. Pihak yang telah mewakili urusan orang lain dengan tiada mendapat perintah. memenuhi kewajiban-kewajiban seorang bapak rumah yang baik. meninggal sebelum urusan diselesaikan. tidak berhak atas sesuatu upah. Hakim adalah berkuasa meringankan penggantian biaya. telah menerima sesuatu yang tak harus dibayarkan padanya. memberikan ganti-rugi kepada si wakil itu tentang segala perikatan yang secara perseorangan dibuatnya. Tiap-tiap pembayaran memperkirakan adanya suatu utang. hak ini hilang jika si berpiutang sebagai akibat . dapat dituntut kernbali. 1361. maka ia adalah berhak menuntut kembali dari si berpiutang apa yang telah dibayarkannya. tak dapat dilakukan penuntutan kembali. dan mengganti segala pengeluaran yang berfaedah atau perlu. diwajibkan memenuhi perikatan-perikatan yang diperbuat oleh si wakil itu atas namanya. Terhadap perikatan-perikatan bebas. Ia diwajibkan dalam hal melakukan pengurusan tersebut. 1359.

dengan disertai penggantian biaya. Setiap orang bertanggungjawab tidak saja untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya. tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan perbuatan orang- . 1364. Seorang tidak saja bertanggungjawab untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri. 1366. yang telah dilakukan guna keselamatan barangnya. seandainya ia berada pada orang kepada siapa ia seharusnya diberikan. dengan tidak mengurangi hak orang yang telah membayar itu untuk menuntutnya kembali dari orang yang sungguh-sungguh berutang. maka tak usahlah ia mengembalikan sesuatu apa. maka ia diwajibkan membayar hartanya. hingga pengeluaran-pengeluaran tersebut telah diganti. bahkan juga kepada seorang yang dengan itikad buruk telah memiliki barangnya. terhitung dari hari pembayaran. yang membawa kerugian kepada seorang lain. mengganti kerugian tersebut. yang diterimanya dengan itikad baik sebagai pembayaran yang tak diwajibkan. cukup memberikan kembali harganya. 1362. diwajibkan. mengganti segala pengeluaran yang perlu. tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan kelalaian atau kurang hati-hatinya. Siapa yang telah menjual barang sesuatu. rugi dan bunga. diwajibkan mengembalikannya dengan bunga dan hasil-hasil. 1367. meskipun ini terjadi diluar salahnya. rugi dan bunga. Orang yang menguasai barang itu berhak memegangnya dalam penguasaannya sekian lama. 1365. dengan itikad buruk. Tiap perbuatan melanggar hukum. jika barangnya telah menderita kemerosotan. Jika barangnya telah musnah.pembayaran tersebut telah memusnahkan surat pengakuan berutangnya. 1363. telah menerima sesuatu yang tidak harus dibayarkan kepadanya. Jika ia dengan itikad baik telah memberikan barangnya dengan cuma-cuma kepada orang lain. dan yang demikian itu tidak mengurangi penggantian biaya. mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu. terkecuali jika ia dapat membuktikan bahwa barang itu akan musnah juga. Siapa yang. Orang kepada siapa barangnya dikembalikan itu.

1369. bertanggungjawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh binatang tersebut. guru-guru sekolah dan kepala-kepala tukang itu membuktikan bahwa mereka tidak dapat mencegah perbuatan untuk mana mereka seharusnya bertanggungjawab itu. adalah bertanggungjawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh pelayan-pelayan atau bawahan-bawahan mereka didalam melakukan pekerjan untuk mana orang-orang ini dipakainya. yang harus dinilai menurut kedudukan dan kekayaan kedua belah pihak. Pemilik seekor binatang. maka suami atau istri yang ditinggalkan. Guru-guru sekolah dan kepala-kepala tukang bertangggung jawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh murid-murid dan tukang-tukang mereka selama waktu orang-orang ini berada di bawah pengawasan mereka. selain . 1370. baik binatang itu ada di bawah pengawasannya. mempunyai hak menuntut suatu ganti-rugi. yang tinggal pada mereka dan terhadap siapa mereka melakukan kekuasaan orang tua atau wali. 1371. jika ini terjadi karena kelalaian dalam pemeliharaannya. Majikan-majikan dan mereka yang mengangkat orang-orang lain untuk mewakili urusan-urusan mereka.orang yang menjadi tanggungannya atau disebabkan oleh barang-barang yang berada di bawah pengawasannya. jika orang tua-orang tua. anak atau orang tua si korban. atau karena sesuatu cacat dalam pembangunan maupun tataannya. Dalam halnya suatu pembunuhan dengan sengaja atau karena kurang hati-hatinya seorang. yang lazimnya mendapat nafkah dari pekerjaan si korban. selama binatang itu dipakainya. wali-wali. adalah. Penyebab luka atau cacatnya sesuatu anggota badan dengan sengaja atau karena kurang hati-hati memberikan hak kepada si korban untuk. Tanggung jawab yang disebutkan di atas berakhir. Pemilik sebuah gedung adalah bertanggungjawab tentang kerugian yang disebabkan ambruknya gedung itu untuk seluruhnya atau sebagian. 1368. serta menurut keadaan. Orang tua dan wali bertanggungjawab tentang kerugian yang disebabkan oleh anak-anak belum dewasa. atau siapa yang memakainya. maupun tersesat atau terlepas dari pengawasannya.

kakek-nenek. bahwa perbuatan yang telah dilakukan itu bersifat memfitnah. bahwa ia meminta maaf karenanya. menuntut penggantian kerugian yang disebabkan oleh luka atau cacat tersebut. Tuntutan perdata tentang penghinaan. Juga. Ketentuan paling akhir ini pada umumnya berlaku dalam hal menilaikan kerugian. orang tua. begitu pula pangkat. Dengan tidak mengurangi kewajibannya untuk memberikan ganti-rugi. tak dapat dikabulkan jika tidak . Jika ia menuntut pernyataan. anak. Tuntutan perdata tentang hal penghinaan adalah bertujuan mendapat penggantian kerugian serta pemulihan kehormatan dan nama baik. 1375. dengan sebegitu banyak lembar dan di tempat-tempat sebagaimana akan diperintahkan oleh Hakim. yang diterbitkan dari sesuatu kejahatan terhadap pribadi seorang. dan menurut keadaan. 1372. maka. atas biaya si terhukum. bahwa perbuatan yang telah dilakukan adalah memfitnah atau menghina. cucu. oleh si terhina. Selan daripada itu. penggantian kerugian ini dinilai menurut kedudukan dan kemampuan kedua belah pihak. si tergugat dapat mencegah pengabulan tuntutan yang disebutkan dalam pasal yang lalu. dan pada keadaan. Hakim harus memperhatikan berat-ringannya penghinaan. putusan akan ditempelkan di tempat umum. berlakulah ketentuan-ketentuan dalam pasal 314 Kitab Undang-undang Hukum Pidana untuk penuntutan tentang memfitnah. Dalam menilai satu dan lain. dan menganggap si terhina sebagai seorang yang terhormat. 1373.penggantian biaya-biaya penyembuhan. si terhina dapat menuntut supaya dalam putusan itu juga dinyatakan. Jika diminta. 1376. anak dan cucu karena penghinaan yang dilakukan terhadap istri atau suami. kedudukan dan kemampuan kedua belah pihak. 1374. Tuntutan-tuntutan yang disebutkan dalam ketiga pasal yang lalu diberikan juga kepada suami atau istri. dengan menawarkan dan sungguh-sungguh melakukan di muka umum di hadapan Hakim suatu pernyataan yang berbunyi bahwa ia menyesal akan perbuatan yang ia telah lakukan. orang tua dan kakek-nenek mereka setelah orang-orang ini meninggal.

jika. Perikatan-perikatan hapus: karena pembayaran. terus-menerus melancarkan penghinaan-penghinaan terhadap seorang. jika si terhina dengan suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak telah dipersalahkan tentang melakukan perbuatan yang dituduhkan padanya itu. Begitu pula tuntutan perdata itu tidak da pat dikabulkan. Segala tuntutan. . 1377.ternyata adanya maksud untuk menghina. karena penawaran pembayaran tunai. 1380. Maksud untuk menghina itu tidak dianggap ada. karena pembaharuan utang. karena perjumpaan utang atau kompensasi. setelah terjadinya penghinaan dan diketahuinya oleh si terhina. diikuti dengan penyimpanan atau penitipan. Tetapi barangsiapa yang nyata-nyata dengan maksud semata-mata untuk menghina. oleh orang ini dilakukan perbuatan-perbuatan yang menyatakan tentang adanya perdamaian atau pengampunan. 1378. diwajibkan memberikan kepada orang tersebut penggantian kerugian yang dideritanya. maupun meninggalnya orang yang dihina. Tuntutan dalam perkara penghinaan gugur dengan lewatnya waktu satu tahun. terhitung mulai hari dilakukannya perbuatan dan diketahuinya perbuatan itu oleh si penggugat. yang diatur dalam keenam pasal yang lalu. 1379. BAB KE EMPAT Tentang hapusnya perikstan-perikatan 1381. Hak untuk menuntut ganti-rugi sebagaimana disebutkan dalam pasal 1372. juga setelah kebenaran tuduhan ternyata dari suatu putusan yang memperoleh kekuatan mutlak atau dari sepucuk akta otentik. jika si pembuat nyata-nyata telah berbuat untuk kepentingan umum atau untuk pembelaan darurat terhadap dirinya. tidak hilang dengan meninggalnya orang yang menghina. yang bertentangan dengan maksud untuk menuntut ganti-rugi atau pemulihan kehormatan. gugur dengan pembebasan yang dinyatakan dengan tegas atau secara diam-diam.

asal ia tidak menggantikan hak-hak si berpiutang. Suatu perikatan untuk berbuat sesuatu tak dapat dipenuhi oleh seorang pihak ketiga berlawanan dengan kemauan si berpiutang. sekalipun pembayaran itu telah dilakukan oleh orang yang bukan pemilik atau orang yang tak cakap mengasingkan barang tersebut. sepertinya seorang yang turut berutang atau seorang penanggung . karena pembebasan utangnya. Adalah perlu bahwa orang yang membayar itu pemilik mutlak barang yang dibayarkan dan juga berkuasa memindahtangankannya. karena musnahnya barang yang terutang. Meskipun demikian. jika si berpiutang ini mempunyai kepentingan supaya perbuatannya dilakukan sendiri oleh si berutang. Tiap-tiap perikatan dapat dipenuhi oleh utang. agar pembayaran yang dilakukan itu sah. siapa saja yang berkepentingan. tak dapat diminta kembali dari seorang yang dengan itikad baik telah menghabiskan barang yang telah dibayarkan itu. atau. ia bertindak atas namanya sendiri. 1383. pembayaran suatu jumlah uang atau suatu barang lain yang dapat dihabiskan. 1384. Suatu perikatan bahkan dapat dipenuhi juga oleh seorang pihak ke tiga. atau kepada seorang yang dikuasakan olehnya. karena liwatnya waktu. BAGIAN KE SATU Tentang pembayaran 1382. yang diatur dalam bab ke satu buku ini. yang tidak mempunyai kepentingan. atau juga kepada seorang yang dikuasakan oleh Hakim atau oleh undang-undang untuk menerima pembayaran-pembayaran bagi si berpiutang. hal mana akan diatur dalam suatu bab tersendiri. karena berlakunya suatu syarat batal. asal saja orang pihak ke tiga itu bertindak atas nama dan untuk melunasi utangnya si berutang. 1385. jika. karena kebatalan atau pembatalan. Pembayaran harus dilakukan kepada si berpiutang.karena percampuran utang.

1392. 1388. Seorang yang berutang suatu barang pasti dan tertentu. dibebaskan jika ia memberikan barangnya dalam keadaan dimana barang itu berada sewaktu penyerahan. Tiada seorang berpiutang dapat dipaksakan menerima sebagai pembayaran suatu barang lain daripada barang yang terutang. Jika barang yang terutang hanya ditentukan jenisnya. dilakukan kepada seorang yang memegang surat piutangnya. meskipun utangnya itu dapat dibagi-bagi. 1391. adalah sah. meskipun telah ada suatu penyitaan atau suatu perlawanan. diambil dari penguasaan orang tersebut. dengan itikad baik. bahkan lebih harganya. jika ia tidak cakap untuk menerimanya.Pembayaran yang dilakukan kepada seorang yang tidak berkuasa menerima bagi si berpiutang. maka untuk membebaskan diri dari utangnva. sekadar si berpiutang telah menyetujuinya atau nyata-nyata telah mendapat manfaat karenanya. hak si berutang untuk menagihnya kembali dari si berpiutang. dapat memaksa si berutang untuk membayar sekali lagi. melainkan sekadar si berutang membuktikan bahwa si berpiutang sungguh-sungguh mendapat manfaat dari pembayaran itu. sebelum timbulnya kekurangan-kekurangan itu telah lalai menyerahkan barang itu. Pembayaran yang dilakukan oleh seorang berutang kepada orang yang mengutankan padanya. tetapi tak cukuplah sebaliknya ia memberikan . 1387. tidak disebabkan kesalahan atau kelalaiannya. atau pun juga karena ia. maupun karena kesalahan atau kelalaian orang-orang yang menjadi tanggungannya. asal kekurangan-kekurangan yang mungkin terdapat pada barang tersebut. si berutang tidaklah diwajibkan memberikan barang dari jenis yang paling baik. Tiada seorang berutang dapat memaksa orang yang mengutangkan padanya menerima pembayaran utangnya sebagian demi sebagian. Pembayaran yang dilakukan kepada si berpiutang. adalah tak sah terhadap orang-orang berpiutang yang telah melakukan penyitaan atau perlawanan. juga apabila surat piutang tersebut kemudian karena suatu penghukuman untuk menyerahkannya kepada orang lain. dengan tidak mengurangi dalam hal yang demikian. adalah sah. 1386. adalah tidak sah. meskipun barang yang ditawarkan itu sama. Pembayaran yang. berdasarkan haknya. 1389. 1390. orang-orang ini.

barang dari jenis yang paling buruk. dimana si berpiutang telah menyatakan bahwa apa yang diterimanya itu ialah khusus untuk melunasi salah satu di antara utang-utang tersebut. pada waktu melakukan pembayaran. tak dapat. jika dalam perjanjian tidak ditetapkan suatu tempat. Jika seorang yang mempunyai berbagai utang uang. pembayaran harus dilakukan di tempat tinggal si berpiutang. 1396. dan pada umumnya segala apa yang harus dibayar tiap tahun atau tiap waktu tertentu yang lebih pendek. 1397. maka tak dapat lagi si berutang menuntut supaya pembayaran itu dianggap . Pembayaran yang dilakukan untuk uang pokok dan bunga. melainkan jika dibuktikan sebaliknya. Seorang yang mempunyai suatu utang untuk mana harus dibayarnya bunga. tunjangan tahunan untuk nafkah. 1395. dipikul oleh si berutang. menggunakan pembayaran yang ia lakukan untuk pelunasan uang pokok lebih dahulu dengan menunda pembayaran bunga. sewa tanah. terbitlah suatu persangkaan bahwa angsuran-angsuran yang lebih dahulu telah dibayar lunas. maka dengan adanya tiga surat tanda pembayaran. Biaya yang harus dikeluarkan untuk menyelenggarakan pembayaran. selama orang ini terus-menerus berdiam dalam keresidenan. Seorang yang mempunyai berbagai utang adalah berhak. Diluar kedua hal tersebut. tetapi tidak cukup untuk meltmasi seluruh utang. digunakan terlebih dahulu untuk melunasi bunga. bunga uang pinjaman. 1393. tanpa izin si berpiutang. dari mana ternyata pembayaran tiga angsuran berturut-turut. dan didalam hal-hal lainnya di tempat tinggal si berutang. 1398. untuk menyatakan utang yang mana hendak dibayarnya. menerima suatu tanda pembayaran. 1394. Pembayaran harus dilakukan di tempat yang ditetapkan dalam perjanjian. bunga abadi atau bunga cagak hidup. maka pembayaran yang mengenai suatu barang yang sudah ditentukan. harus terjadi di tempat dimana barang itu berada sewaktu perjanjiannya dibuat. dimana ia berdiam sewaktu perjanjian dibuat. Mengenai pembayaran sewa rumah.

dan dalam surat perjanjian . Jika tanda pembayaran tidak menyebutkan untuk utang yang mana pembayaran dilakukan. Subrogasi ini harus dinyatakan dengan tegas dan dilakukan tepat pada waktu pembayaran. Subrogasi atau penggantian hak-hak si berpiutang oleh seorang pihak ke tiga. tetapi jika tidak semua piutang dapat ditagih. maka penentuan pelunasan harus dilakukan seperti dalam hal utang-utang yang sudah dapat ditagih. Jika utang-utang itu sama sifatnya.guna pelunasan suatu utang yang lain. lebih dahulu daripada utang-utang yang belum dapat ditagih. 1401. maka pembayaran itu harus dianggap. agar subrogasi ini sah. terjadi baik dengan persetujuan maupun demi undang-undang. yang membayar kepada si berpiutang itu. maka pelunasan harus dianggap berlaku untuk masing-masing utang menurut imbangan jumlah masing-masing Jika tiada suatu utang pun yang sudah dapat ditagih.. kecuali jika dari pihaknya si berpiutang telah dilakukan penipuan atau si berutang dengan sengaja tidak diberi tahu tentang adanya pernyataan tersebut. maka pembayaran harus dianggap untuk melunasi utang yang sudah dapat ditagih. baik perjanjian pinjam uang maupun tanda pelunasan harus dibuat dengan akta otentik. dan menetapkan bahwa orang yang meminjami uang. dengan menerima pembayaran itu dari seorang pihak ke tiga. 2. hak-hak istimewanya dan hipotik-hipotik yang dipunyainya terhadap si berutang. 1399. tetapi jika utang-utang itu dalam segala-galanya sama. si berutang pada waktu itu paling berkepentingan melunasinya. gugatan-gugatannya. 1400. apabila si berpiutang. maka pelunasan harus dianggap berlaku untuk utang yang paling tua. menetapkan bahwa orang ini akan menggantikan hak-haknya. Penggantian ini terjadi dengan persetujuan: 1. itu akan menggantikan hakhak si berpiutang maka. untuk melunasi utang yang di antara utang-utang yang sama-sama dapat ditagih. apabila si berutang meminjam sejumlah uang untuk melunasi utangnya. meskipun utang yang terdahulu tadi adalah kurang memberatkan daripada utang-utang yang lainnya.

4. berkepentingan untuk membayar suatu utang. jika si berpiutang menolaknya. 1402. subrogasi tersebut tidak dapat mengurangi hak-hak si berpiutang jika ia hanya menerima pembayaran sebagian. kepada siapa benda itu cliperikatkan dalam hipotik. diikuti dengan penitipan. lebih dahulu daripada orang dari siapa ia hanya menerima suatu pembayaran sebagian. yang telah mernakai uang harga benda tersebut untuk melunasi orang-orang berpiutang. 2. sedang ia menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk mengadakan pencatatan tentang keadaan harta peninggalan. Subrogasi ini dilaksanakan tanpa bantuan si berpiutang. sedang ia sendiri orang berpiutang. Penawaran yang sedemikian. untuk seorang yang bersama-sama dengan orang lain. untuk seorang yang. Subrogasi yang ditetapkan dalam pasal-pasal yang lalu.pinjam uangnya harus diterangkan bahwa uang itu dipinjam guna melunasi utang tersebut. membebaskan si . Subrogasi terjadi demi undang-undang: 1. maka si berutang dapat melakukan penawaran pembayaran tunai apa yang diutangnya. 1403. diikuti oleh penyimpanan atau penitipan 1404. untuk seorang ahli waris yang. dan. 3. yang berdasarkan hak-hak istimewanya atau hipotik. menitipkan uang atau barangnya kepada Pengadilan. telah membayar utang-utang warisan dengan uangnya sendiri. mempunyai suatu hak yang lebih tinggi. dalam hal ini ia dapat melaksanakan hak-haknya. terjadi baik terhadap orang-orang penanggung utang maupun terhadap para berutang. BAGIAN KE DUA Tentang penawaran pembayaran tunai. atau untuk orangorang lain. Jika si berpiutang menolak pembayaran. untuk seorang pernbeli sesuatu benda tak bergerak. melunasi seorang berpiutang lain. diwajibkan membayar suatu utang. mengenai apa yang masih harus dibayar kepadanya. sedangkan selanjutnya surat tanda pelunasannya harus menerangkan bahwa pembayaran dilakukan dengan uang yang untuk itu dipinjamkan oleh si berpiutang baru. berkepentingan untuk melunasi utang itu.

penolakan si berpiutang. adalah perlu : 1. bahwa ia mengenai semua uang pokok dan bunga yang dapat ditagih. bahwa si berutang telah melepaskan barang yang ditawarkan. beserta biaya yang telah ditetapkan dan mengenai sejumlah uang untuk biaya yang belum ditetapkan. 4. 1405. dengan tidak mengurangi penetapan terkemudian. 2. atau bahwa ia tidak datang untuk . bahwa oleh notaris atau juru sita. sedangkan apa yang dititipkan secara itu tetap atas tanggungan si berpiutang. cukuplah: 1. menurut undang-undang. dibuat sepucuk pemberitaan. 2. bahwa ia dilakukan kepada seorang berpiutang atau kepada seorang yang berkuasa menerimanya untuk dia. 7. jika ada perselisihan. bahwa penawaran dilakukan di tempat. jam dan tempat dimana barang yang ditawarkan akan disimpan. asal penawaran itu telah dilakukan dengan cara. bahwa ia dilakukan oleh seorang yang berkuasa membayar. yang memuat penunjukan hari. Agar suatu penyimpanan sah. dengan menitipkannya kepada kas penyimpanan atau penitipan di kepaniteraan Pengadilan. 5. dan jika tiada suatu perjanjian khusus mengenai itu. 3. telah terpenuhi. Agar penawaran yang sedemikian itu sah. bahwa ketetapan waktu telah tiba. jika itu dibuat untuk kepentingan si berpiutang. kedua-duanya disertai dua orang saksi. bahwa penawaran itu dilakukan oleh seorang notaris atau juru sita. disertai dengan bunga sampai pada hari penitipan. yang. kedua-duanya disertai dua orang saksi. 1406. tidak diperlukan suatu penguasaan oleh Hakim. akan mengadilinya. bahwa penyimpanan itu didahului oleh suatu keterangan yang diberitahukan kepada si berpiutang. bahwa syarat dengan mana utang telah dibuat. 6.berutang. dan berlaku baginya sebagai pembayaran. dimana menurut perjanjian pembayaran harus dilakukan. kepada si berpiutang pribadi atau di tempat tinggal yang sungguh-sungguh atau di tempat tinggal yang telah dipilihnya. yang menerangkan ujudnya mata uang yang ditawarkan. 3.

harus dipikul oleh si berpiutang. maupun kepada alamat tempat tinggal yang dipilih untuk pelaksanaan perjanjian. Jika apa yang harus dibayarkan berupa sesuatu barang yang harus diserahkan di tempat dimana barang itu berada. bahwa jika si berpiutang tidak datang untuk menerimanya. 1410. Si berpiutang yang telah mengizinkan barang yang dititipkan itu diambil kembali oleh si berutang setelah penitipan dikuatkan dengan putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. 1409. dan akhirnya tentang dilakukannya penyimpanannya sendiri. untuk mendapat pembayaran piutangnya. Biaya yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan penawaran pembayaran tunai dan penyimpanan. 1407. meskipun dengan izin si berpiutang. yang harus diberitahukan kepada si berpiutang pribadi atau kepada alamat tempat tinggalnya. ia tak dapat lagi mengambil kembali apa yang dititipkan. 1408. telah melampaukan satu tahun. si berutang dapat mengambilnya kembali. .menerimanya. 1411. menggunakan hak-hak istimewanya atau hipotik-hipotik yang melekat pada piutang tersebut. pemberitaan penyimpanan itu diberitahukan kepadanya. maka si berutang harus memperingatkan si berpiutang dengan perantaraan Pengadilan supaya mengambilnya dengan sepucuk akta. dalam hal itu orang-orang yang turut berutang dan para penanggung utang tidak dibebaskan. dan dengan putusan itu penawaran yang dilakukannya telah dinyatakan sah. Jika peringatan ini telah dijalankan dan si berpiutang tidak mengambil barangnya maka si berutang dapat diizinkan oleh Hakim untuk menitipkan barang tersebut di suatu tempat lain. 4. semenjak hari pemberitahuan penyimpanan. jika perbuatan-perbuatan itu telah dilakukan menurut undang-undang. tak dapat lagi. jika si berpiutang. dengan peringatan untuk mengambil apa yang telah dititipkan itu. Apabila si berutang sendiri sudah memperoleh suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. 1412. Para kawan berutang dan para penanggung utang dibebaskan juga. untuk kerugian teman-temannya berutang dan para penanggung utang. Selama apa yang dititipkan tidak diambil oleh si berpiutang. tanpa menyangkal sahnya penyimpanan itu.

Pembaharuan utang dengan penunjukan seorang berutang baru untuk mengganti yang lama. 1419. Tiada pembaharuan utang yang dipersangkakan. 1416. secara pemindahan. seorang berpiutang baru ditunjuk untuk menggantikan orang berpiutang lama. 1418. dapat dijalankan tanpa bantuan orang berutang yang pertama. 1415. yang oleh si berpiutang dibebaskan dari perikatannya. 1417. jika orang yang ditunjuk untuk menggantikan itu jatuh dalam keadaan pailit atau nyata-nyata tak mampu. yang dihapuskan karenanya. atau jika orang berutang yang ditunjuk sebagai pengganti itu pada saat pemindahan telah nyata-nyata bangkrut. sebagai akibat suatu perjanjian baru. telah mengikatkan dirinya kepada seorang berpiutang baru. apabila. Si berpiutang yang. dengan mana seorang berutang memberikan kepada orang yang mengutangkan padanya seorang berutang baru mengikatkan dirinya kepada si berpiutang. Pembaharuan utang hanya dapat terlaksana antara orang-orang yang cakap untuk mengadakan perikatan-perikatan. 1414. tidak menerbitkan suatu pembaharuan utang. terkecuali jika hak penuntutan itu dengan tegas dipertahankan dalam perjanjian. dari perikatannya. 3. apabila seorang yang berutang membuat suatu perikatan utang baru guna orang yang mengutangkan kepadanya. Delegasi atau pemindahan. yang menggantikan utang yang lama.BAGIAN KE TIGA Tentang pembaharuan utang 1413. dan dengan demikian telah dibebaskan terhadap si . Si berutang yang. Ada tiga macam jalan untuk melaksanakan pembaharuan utang: 1. 2. apabila seorang berutang baru ditunjuk untuk menggantikan orang berutang lama. jika si berpiutang tidak secara tegas menyatakan bahwa ia bermaksud membebaskan orang berutang yang melakukan pemindahan itu. tak dapat menuntut orang tersebut. membebaskan si berutang yang telah melakukan pemindahan. kehendak seorang untuk mengadakannya harus dengan tegas ternyata dari perbuatannya. terhadap siapa si berutang dibebaskan dari perikatannya. atau telah berada dalam keadaan terus-menerus merosot kekayaannya.

meskipun ini tidak diketahuinya sewaktu membuat perikatan baru. maka hak-hak istimewa dan hipotik-hipotik yang dari semula mengikuti piutang. berpiutang telah menuntut orang-orang lainnya yang turut berutang. atau dalam hal yang kedua. dalam hal yang pertama. telah menuntut para penanggung utang supaya mereka turut serta pada perjanjian baru. tidak berpinclah pada piutang baru menggantikannya. 1421. Karena adanya suatu pembaharuan utang antara si berpiutang dan salah satu dari orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung. tak dapat terhadap si berpiutang baru memajukan tangkisantangkisan. Hal yang sama berlaku terhadap hanya adanya si berpiutang menunjuk seorang lain. Pembaharuan utang yang dilakukan terhadap si berutang utama membebaskan para penanggung utang Jika meskipun demikian. tidak diterbitkan suatu pembaharuan utang. Dengan hanya adanya si berutang menunjuk seorang lain yang harus membayar untuk dia. maka orang-orang lainnya yang turut berutang dibebaskan dari perikatannya. 1422. Apabila pembaharuan utang diterbitkan dengan penunjukan seorang berutang baru yang menggantikan orang berutang lama. yang diwajibkan menerima untuk dia. tidak berpindah atas barang-barang si berutang baru. Hak-hak istimewa dan hipotik-hipotik yang melekat pada piutang lama. dan orang-orang itu menolak. maka perikatan utang lama tetap berlaku. hak untuk menuntut si berpiutang lama. selain atas. yang sebenarnya ia dapat majukan terhadap si berpiutang lama. benda-benda orang yang membuat perikatan baru itu. 1420. dalam hal yang terakhir tadi. 1423. namun itu dengan tidak mengurangi.berpiutang lama. BAGIAN KE EMPAT Tentang kompensasi atau perjumpaan utang . kecuali kalau hal itu secara tegas dipertahankan oleh si berpiutang. Apabila pembaharuan utang terjadi antara si berpiutang dan salah satu dari orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung maka hak-hak istimewa dan hipotik-hipotik tidak dapat dipertahankan. 1424.

Perjumpaan terjadi. 2. terhadap suatu utang yang bersumber pada tunjangan nafkah yang telah dinyatakan tak dapat disita. apabila dituntutnya pengembalian barang sesuatu yang dititipkan atau dipinjamkan. atau sesuatu jumlah barang yang dapat dihabiskan. Seorang penanggung utang boleh menjumpakan apa yang si berpiutang wajib membayar kepada si berutang utama. terkecuali : 1. yang tidak dibantah. Perjumpaan terjadi demi hukum. dan harganya dapat ditetapkan menurut catatan harga atau lain-lain keterangan yang lazim dipakai di Indonesia. 3. 1429. dan lain-lain hasil pertanian. tetapi si berutang utama tak diperkenankan menjumpakan apa yang si berpiutang wajib membayar kepada si penanggung utang. pada saat utang-utang itu bersama-sama ada. bahkan dengan tidak setahunya orang-orang yang berutang. dan kedua utang itu yang satu menghapuskan yang lain dan sebaliknya. dan yang kedua-duanya dapat ditetapkan serta ditagih seketika. 1426. dengan cara dan dalam hal-hal yang akan disebutkan sesudah ini. apabila dituntutnya pengembalian suatu barang yang secara berlawanan dengan hukum dirampas dari pemiliknya. 1430.1425. dari jenis yang sama. dapat dijumpakan dengan jumlah-jumlah uang yang telah ditetapkan dan seketika dapat di tagih. dengan tidak dibedakan dari sumber apa utangpiutang antara kedua belah pihak itu dilahirkan. bertimbal-balik untuk suatu jumlah yang sama. gandum. Jika dua orang saling berutang satu pada yang lain. maka terjadilah antara mereka suatu perumpaan. Si berutang dalam perikatan tanggung-menanggung juga tidak diperbolehkan menjumpakan apa yang si berpiutang wajib membayar kepada . Penyerahan-penyerahan bahan makanan. Perjumpaan hanyalah terjadi antara dua asang yang kedua-duanya berpokok sejumlah uang. dengan mana utang-utang antara kedua orang tersebut dihapuskan. Suatu penundaan pembayaran yang diberikan kepada seorang tidak menghalangi suatu perjumpaan. 1428. 1427.

menggunakan perjumpaan utang untuk kerugian si penyita. BAGIAN KE LIMA Tentang percampuran utang 1436. Dengan demikian maka tak dapatlah seorang yang sebagai orang berutang menjadi orang berpiutang. Jika utang-utang dari kedua belah pihak tidak harus dibayar di tempat yang sama.temannya berutang. yang telah dihapuskan demi hukum karena perjumpaan. menggunakan suatu perjumpaan yang sedianya dapat dimajukannya kepada si berpiutang sebelum pemindahan tersebut. pada waktu menagih suatu piutang yang tidak telah diperjumpakan. 1433. Seorang berutang yang secara murni dan sederhana telah menyetujui pemindahan hak-hak yang dilakukan oleh si berpiutang kepada seorang pihak ke tiga. Perjumpaan tidak dapat terjadi atas kerugian hak-hak yang diperoleh seorang pihak ke tiga. maka terjadilah demi hukum suatu . harus diturut peraturan-peraturan yang ditulis dalam pasal 1399. tak lagi dapat menggunakan hak-hak istimewa dan hipotikhipotik yang melekat pada piutang ini untuk kerugian orang-orang pihak ke tiga. Pemindahan hak-hak yang tidak disetujui oleh si berutang. 1434. hanyalah menghalangi perjumpaan utang-utang yang terbit sesudah pemberitahuan tersebut. Seorang yang telah membayar suatu utang. kecuali jika ada suatu alasan yang sah yang menyebabkan ia tidak tahu tentang adanya piutang tersebut yang seharusnya dijumpakan dengan utangnya. Jika terdapat berbagai utang yang dapat diperjumpakan dan harus ditagih dari satu orang maka dalam hal melakukan perjumpaan. Apabila kedudukan-kedudukan sebagai yang berpiutang dan orang berutang berkumpul pada satu orang. tak lagi diperbolehkan terhadap pihak ke tiga untuk siapa permindahan hakhak itu telah dilakukan. selain dengan penggantian biaya pengiriman. setelah oleh satu pihak ke tiga ditaruh penyitaan atas barang yang harus dibayarkan. tetapi telah diberitahukan kepadanya. 1432. 1431. maka utang-utang itu tidak dapat diperjumpakan. 1435.

bahkan terhadap orang-orang lain yang turut berutang secara tanggungmenanggung. oleh si berpiutang kepada si berutang. 1439. Percampuran yang terjadi pada dirinya si penanggung utang. 1441. Pembebasan yang diberikan membebaskan si berutang utama. Pengembalian sepucuk tanda piutang asli secara suka rela.percampuran utang. tidak membebaskan para penanggung lainnya. yang diberikan kepada si berutang utama. 1437. kecuali jika si berpiutang dengan tegas telah menyatakan hendak mempertahankan hak-haknya terhadap orang-orang yang tersebut belakangan tadi dalam hal mana ia tak dapat menagih utangnya selain setelah dipotong bagian orang yang telah dibebaskan olehnya. BAGIAN KE ENAM Tentang pembebasan utang 1438. kepada si penanggung utang. Percampuran utang yang terjadi pada diri si berutang utama. Pembebasan yang diberikan kepada salah seorang penanggung utang. Pembebasan sesuatu utang atau pelepasan menurut perjanjian. tak sekali-kali mengakibatkan hapusnya utang pokok. 1442. Percampuran yang terjadi pada dirinya salah satu dari orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung. membebaskan semua orang berutang yang lainnya. Pengembalian barang yang diberikan dalam gadai tidaklah cukup dijadikan persangkaan tentang pembebasan utangnya. Pembebasan suatu utang atau penglepasan menurut perjanjian untuk kepentingan salah seorang kawan berutang secara tanggung-menanggung. tidak berlaku untuk keuntungan temantemannya berutang secara tanggung-menanggung hingga melebihi bagiannya dalam utang yang ia sendiri menjadi orang berutang. berlaku juga untuk keuntungan para penanggung utangnya. tidak . 1440. Pembebasan sesuatu utang tidak dipersangkakan. dengan mana piutang dihapuskan. membebaskan para penanggung utang. merupakan suatu bukti tentang pembebasan utangnya. tetapi harus dibuktikan.

diluar salahnya si berutang musnah. tak lagi dapat diperdagangkan. dan atas penuntutan yang dimajukan oleh atau dari pihak mereka. semata-mata atas dasar kebelumdewasaan atau pengampuannya. yang dimajukan itu. atau hilang. Si berutang diwajibkan membuktikan kejadian yang tak terduga. 1445. Dengan cara bagaimanapun sesuatu barang. Bahkan meskipun si berutang lalai menyerahkan sesuatu barang sedangkan ia tidak telah menanggung terhadap kejadian-kejadian yang tak terduga. harus dinyatakan batal. Semua perikatan yang dibuat oleh orang-orang belum dewasa atau orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan.1443. asal barang itu musnah atau hilang diluar salahnya si berutang. yang telah dicuri. musnah. dan sebelum ia lalai menyerahkannya. adalah batal demi hukum. jika ia mempunyai hakhak atau tuntutan-tuntutan ganti rugi mengenai barang tersebut. maka si berutang. Jika barang tertentu yang menjadi bahan perjanjian. musnah atau hilang. Apa yang si berpiutang telah terima dari seorang penanggung utang sebagai pelunasan penanggungannya. diwajibkan memberikan hak-hak dan tuntutan-tuntutan tersebut kepada orang yang mengutangkan padanya. seandainya sudah diserahkan kepadanya. BAGIAN KE DELAPAN Tentang kebatalan dan pembatalan perikatan-perikatan 1446. Perikatan-perikatan yang dibuat oleh orang-orang perempuan yang bersuami . perikatan hapus jika barangnya akan musnah secara yang sama di tangan si berpiutang. BAGIAN KE TUJUH Tentang musnahnya barang yang terutang 1444. Jika barang yang terutang. hilangnya barang ini tidak sekali-kali membebaskan orang yang mencuri barang dari kewajibannya untuk mengganti harganya. harus dianggap telah dibayarkan untuk mengurangi utangnya. sedemikian hingga sama sekali tak diketahui apakah barang itu masih ada. atau hilang. tak lagi dapat diperdagangkan. dan harus digunakan untuk pelunasan si berutang utama dan para penanggung lainnya. maka hapuslah perikatannya.

Ketentuan dalam pasal yang.lalu tidak berlaku terhadap perikatanperikatan yang diterbitkan dari suatu kejahatan atau pelanggaran. telah terpenuhi. 1448. atau perjanjian-perjanjian perburuhan terhadap mana berlaku pasal 1601 h. 1450. orangorang belum dewasa dan orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan itu dianggap seolah-olah mereka sendiri telah melakukan perbuatan-perbuatan itu setelah mereka menjadi dewasa atau tidak lagi berada di bawah pengampuan. Perikatan-perikatan yang dibuat dengan paksaan. berakibat bahwa barang dan orangorangnya dipulihkan dalam keadaan sebelum perikatan dibuat. dengan pengertian bahwa segala apa yang telah diberikan atau dibayarkan kepada orang-orang yang . wali. Dengan alasan dirugikan. orang-orang dewasa dan juga orang-orang belum dewasa. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk menuntut orang yang melakukan kekuasaan orang tua. atau orang yang melakukan kekuasaan orang tua. menerbitkan suatu tuntutan untuk membatalkannya. Jika acara-acara yang ditentukan untuk sahnya sementara perbuatan. hanyalah batal demi hukum. apabila ada alasan untuk itu. dalam hal-hal khusus yang ditetapkan dengan undang-undang. Begitu juga kebelumdewasaan tidak dapat dimajukan terhadap perikatanperikatan yang dibuat oleh orang-orang belum dewasa dalam perjanjian perkawinan dengan mengindahkan pasal 151. untuk manfaat orang-orang belum dewasa dan orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan. si wali atau si pengampu. atau pengampu telah melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak melampaui batas-batas kekuasaannya. 1447. sekadar perikatanperikatan tersebut melampaui kekuasaan mereka. atau dari suatu perbuatan yang telah menerbitkan kerugian bagi seorang lain. apabila mereka ini dianggap sebagai orang dewasa.dan oleh orang-orang belum dewasa yang telah mendapat suatu pernyataan persamaan dengan orang dewasa. 1451. Pernyataan batalnya perikatan-perikatan berdasarkan ketidakcakapan orang-orang yang disebutkan dalam pasal 1330. hanyalah dapat menuntut pembatalan perikatan-perikatan yang telah mereka perbuat. atau dalam perjanjian-perjanjian perburuhan dengan mengingat pasal 1601g. 1449. kekhilafan atau penipuan. maka mengenai perbuatan-perbuatan tersebut.

sebagai akibat perikatan. dalam halnya perbuatan seorang perempuan yang bersuami. bahwa kesadaran yang diperlukan untuk kebatalan itu ada. 1454. sekadar barangnya masih berada di tangan orang yang tidak berkuasa itu. 1453. karena salahnya . sejak hari pembubaran perkawinan. 1452. yang ditetapkan untuk memajukan tuntutan. atas ancaman ditolaknya alasan-alasan yang dimajukan terkemudian. yang dimaksud dalam pasal 1341. diwajibkan memajukan alasan-alasan itu sekaligus. kerugian dan bunga. sejak hari pencabutan pengampuan. Dalam semua hal. sejak hari paksaan itu telah berhenti. hanya dapat dituntut kembali. Barang siapa mengira bahwa ia dapat menuntut pembatalan suatu perikatan atas dasar berbagai alasan. sejak hari diketahuinya kekhilafan atau penipuan itu. Waktu tersebut mulai berlaku: dalam halnya kebelumdewasaan. juga berakibat bahwa barang dan orang-orangnya dipulihkan dalam keadaan sewaktu sebelum perikatan dibuat. orang terhadap siapa tuntutan untuk pernyataan batal itu dikabulkan. dalam halnya pengampuan. atau bahwa apa yang dinikmati telah dipakai atau berguna bagi kepentingannya.tidak berkuasa. Pemyataan batal berdasarkan paksaan. dalam halnya kekhilafan atau penipuan. selain itu diwajibkan pula mengganti biaya. dalam halnya paksaan. kecuali apabila alasan-alasan yang dimajukan terkemudian itu. Waktu yang disebutkan di atas ini. waktu itu adalah lima tahun. atau sekadar ternyata bahwa orang ini telah mendapat manfaat dari apa yang diberikan atau dibayarkan. yang mana selalu dapat dikemukakan. yang dilakukan tanpa kuasa si suami. 1455. kekhilafan atau penipuan. dalam halnya kebatalan. sejak hari kedewasaan. tidaklah berlaku terhadap kebatalan yang dimajukan selaku pembelaan atau tangkisan. jika ada alasan untuk itu. Dalam hal-hal yang diatur dalam pasal-pasal 1446 dan 1449. dimana suatu tuntutan untuk pemyataan batalnya suatu perikatan tidak dibatasi dengan suatu ketentuan undang-undang khusus hingga suatu waktu yang lebih pendek. sejak hari diketahuinya.

dan si penjual berhak menuntut harganya. setelah paksaan berhenti. . maka barang ini sejak saat pembelian adalah atas tanggungan si pembeli. 1459. seketika setelahnya orang-orang ini mencapai sepakat tentang kebendaan tersebut dan harganya. kekhilafan atau penipuan. meskipun belum ditimbang. dan pihak yang lain untuk membayar harga yang telah dijanjikan. Hak milik atas barang yang dijual tidaklah berpindah kepada si pembeli. orang yang ditaruh di bawah pengampuan. 1461. Jika kebendaan yang dijual itu berupa suatu barang yang sudah ditentukan. perempuan yang bersuami yang bertindak tanpa bantuan suaminya. 1460. Jika sebaliknya barang-barangnya dijual menurut tumpukan. Tuntutan untuk pernyataan batal gugur. dihitung atau diukur. setelah penghapusan pengampuannya. jumlah atau ukuran. 1458. setelah pembubaran perkawinannya.pihak lawan tidak dapat diketahui lebih dahulu. atau orang yang dapat memajukan adanya paksaan. secara tegas atau secara diam-diam telah menguatkan perikatannya setelah ia menjadi dewasa. 1462. 1456. selama penyerahannya belum dilakukan menurut pasal 612. dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu kebendaan. 613 dan 616. Jual-beli adalah suatu perjanjian. dihitung atau diukur. jika orang belum dewasa. meskipun kebendaan itu belum diserahkan. meskipun penyerahannya belum dilakukan. tetapi menurut berat. maka barang-barang itu adalah atas tanggungan si pembeli. maka barang-barang itu tetap atas tanggungan si penjual hingga barang-barang ditimbang. maupun harganya belum dibayar. atau setelah diketahuinya tentang adanya kekhilafan atau penipuan. BAB KE LIMA Tentang jual-beli BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1457. Jika barang-barang tidak dijual menurut tumpukan. Jual-beli itu dianggap telah terjadi antara kedua belah pihak.

pengacara. apabila salah satu pihak dengan cara demikian telah memperoleh suatu keuntungan secara tak langsung. jika tidak telah diperjanjikan sebaliknya. Jika pembelian dibuat dengan memberi uang panjar tak dapatlah salah satu pihak meniadakan pembelian itu dengan menyuruh memiliki atau mengembalikan uang panjarnya. advokat. atau uang yang menjadi kepunyaan si istri. untuk memenuhi apa yang menjadi haknya istri atau suaminya itu menurut hukum. jika si istri menyerahkan barang-barang kepada suaminya untuk melunasi suatu jumlah uang. 1464.. Harga beli namun itu dapat diserahkan kepada perkiraan seorang pihak ke tiga. 1468. panitera. juru sita dan notaris tidak diperbolehkan karena penyerahan menjadi pemilik hak-hak dan tuntutan- . atau mengenai barangbarang yang biasanya dicoba terlebih dahulu. demikian itu jika benda-benda atau uang tersebut dikecualikan dari persatuan. 1465. jika seorang suami atau seorang istri menyerahkan benda-benda kepada istri atau kepada suaminya. 3e. sekadar benda-benda itu dikecualikan dari persatuan.1463. jaksa. jika penyerahan yang dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya. Antara suami-istri tak boleh terjadi jual-beli. juga dari siapa ia tidak dipisahkan. 1466. Jika pihak ke tiga ini tidak suka atau tidak mampu membuat perkiraan tersebut. yang ia telah janjikan kepada suaminya sebagai harta perkawinan. kecuali dalam ke tiga hal berikut: 1e. Jual-beli yang dilakukan dengan percobaan. hak-hak para ahli waris pihak-pihak yang melakukan perbuatan. Dengan tidak mengurangi namun itu dalam ke tiga hal ini. Harga beli harus ditetapkan oleh kedua belah pihak. 2e. selalu dianggap telah dibuat dengan suatu syarat tangguh. 1467. misalnya untuk mengembalikan benda-benda si istri yang telah dijual. Biaya akta-akta jual-beli dan lain-lain biaya tambahan dipikul oleh si pembeli. Para Hakim. berdasarkan pada suatu alasan yang sah. dari siapa ia oleh Pengadilan telah dipisahkan. maka tidaklah terjadi suatu pembelian.

tuntutan yang menjadi pokok perkara-perkara yang sedang bergantung pada Pengadilan Negeri yang dalam wilayah mereka melakukan pekerjaan mereka atas ancaman kebatalan. Namun itu adalah terserah kepada Presiden untuk memberikan kebebasan dari larangan itu kepada pengurus-pengurus umum. Pegawai-pegawai yang memangku suatu jabatan umum tidak diperbolehkan. 1470. kerugian dan bunga. Segala wali dapat membeli benda-benda tak bergerak kepunyaan anak-anak yang berada di bawah perwalian mereka. serta penggantian biaya. maka si pembeli adalah leluasa . rugi dan bunga. mengenai benda-benda milik Negara dan milik badan-badan umum. 1469. pengurus-pengurus. dan dapat memberikan dasar untuk penggantian biaya. dalam hal-hal istimewa. yang dijual di hadapan mereka. Jual-beli barang orang lain adalah batal. dengan cara yang ditetapkan dalam pasal 399. 1471. Jika hanya sebagian saja yang musnah. membeli untuk dirinya sendiri atau untuk orang-orang perantara. tetapi hanya untuk kepentingan para penjual. Jika pada saat penjualan. atas ancaman yang sama. jika dianggapnya perlu. yang dipercayakan kepada pemeliharaan dan pengurusan mereka. maka pembelian adalah batal. Sekadar mengenai benda-benda bergerak. untuk kepentingan umum. barang-barang yang dijual oleh atau di hadapan mereka. Demikian pula Presiden. jika si pembeli tidak telah mengetahui bahwa barang itu kepunyaan orang lain. Presiden berkuasa. atas ancaman yang sama. untuk membeli benda-benda tak bergerak. membebaskan pegawai-pegawai tersebut dari larangan tersebut di muka. baik pembelian itu dilakukan oleh mereka sendiri maupun oleh orang-orang perantara: kuasa-kuasa mengenai barang-barang yang mereka dikuasakan menjualnya. Begitu pula tidak diperbolehkan menjadi pembeli pada penjualan di bawah tangan. 1472. barang yang dijual sama sekali telah musnah. boleh memberikan izin kepada pegawai-pegawai yang dimaksudkan dalam pasal ini.

1479. Barangnya harus diserahkan dalam keadaan dimana barang itu berada pada waktu penjualan. Kewajiban menyerahkan suatu barang meliputi segala sesuatu yang menjadi perlengkapannya serta dimaksudkan bagi pemakaiannya yang tetap. 1475. yaitu menyerahkan barangnya dan menanggungnya. maka si pembeli dapat menuntut pembatalan pembelian. Si penjual diwajibkan menyatakan dengan segas untuk apa ia mengikatkan dirinya. jika tentang itu tidak telah diadakan persetujuan lain. 1478. sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian. Sejak waktu itu segala hasil menjadi kepunyaan si pembeli. menurut ketentuanketentuan pasal 1266 dan 1267. 1476. Biaya penyerahan dipikul oleh si penjual. jika si pembeli belum membayar harga si penjual tidak telah mengizinkan penundaan pembayaran kepadanya. 1483. beserta surat-surat bukti milik. 1477. Si penjual diwajibkan menyerahkan barang yang dijual seutuhnya. jika ada. harus ditafsirkan untuk kerugiannya. dengan perubahan-perubahan seperti yang berikut. Ia mempunyai dua kewajiban utama. Dicabut 1480. .untuk meniadakan pembelian atau menuntut bagian yang masih ada. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban si penjual 1473. 1482. 1481. segala janji yang tidak terang dan dapat diberikan berbagai pengertian. jika tidak telah diperjanjikan sebaliknya. Penyerahan ialah suatu pemindahan barang yang telah dijual kedalam kekuasaan dan kepunyaan si pembeli. sedangkan biaya pengambilan dipikul oleh si pembeli. 1474. serta menyuruh menetapkan harganya menurut penilaian yang seimbang. Penyerahan harus terjadi di tempat dimana barang yang terjual berada pada waktu penjualan. Si penjual tidak diwajibkan menyerahkan barangnya. Jika penyerahan karena kelalaian si penjual tidak dapat dilaksanakan.

1484. Jika penjualan sebuah benda tak bergerak terjadi dengan penyebutan luasnya atau isinya, dengan ditentukan suatu harga menurut ukurannya, maka si penjual diwajibkan menyerahkan jumlah yang dinyatakan dalam persetujuan; dan jika ia tak mampu melakukannya, atau si pembeli tidak menuntutnya, maka si penjual harus bersedia menerima suatu pengurangan harga menurut imbangan. 1485. Jika sebaliknya dalam hal yang disebutkan dalam pasal yang lalu, bendanya tak bergerak ada lebih luas daripida apa yang dinyatakan dalmn perjanjian, maka si pembeli dapat memilih apakah ia akan menambah harganya menurut imbangan atau apakah ia akan meniadakan pembelian, demikian itu jikalau kelebihannya ada seperduapuluh dari luasnya yang dinyatakan dalam perjanjian. 1486. Dalmn hal-hal lain, baik jika yang dijual suatu benda tertentu, maupun jika penjualan itu mengenai pekarangan-pekarangan yang terbatas dan terpisah satu sama lain, atau lagi jika penjualan mengenai benda, baik yang dari semula disebutkan ukurannya, maupun yang keterangan tentang ukurannya menyusuli, maka penyebutan ukuran itu tidak memberikan alasan bagi si penjual untuk menambah harga untuk apa yang melebihi ukuran, bagitu pula tidak memberikan alasan bagi si pembeli untak mengurangi harga untuk kekurangannya, selain apabila selisih antara ukuran yang sebenarnya dan ukuran yang dinyatakan dalam perjanjian ada berjumlah seper dua puluh lebih atau seper dua puluh kurang, dihitung menurut harga seluruhnya dari benda-benda yang dijual, kecuali jika dijanjikan sebaliknya. 1487. Jika menurut pasal yang lalu ada alasan untuk menaikkan harga untuk selebihnya dari ukuran, maka si pembeli boleh memilih, apakah ia akan meniadakan pembelian atau membayar harga yang telah dinaikkan, dan demikian itu dengan pembayaran bunga dalam halnya ia telah memegang bendanya tak bergerak. 1488. Dalam semua hal dimana si pembeli berhak meniadakan pembelian, si penjual diwajibkan, selainnya mengembalikan harga barang, jika itu telah diterimanya, juga mengembalikan biaya, yang telah dikeluarkan untuk melakukan pembelian dan menyerahan, sekadar si pembeli menurut perjanjian telah membayarnya. 1489. Tuntutan untuk diberikan penambahan uang harga dari pihak si

penjual, dan untuk diberikan pengurangan uang harga atau pembatalan pembelian, dari pihak si pembeli harus dimajukan dalam waktu satu tahun, terhitung mulai hari dilakukannya penyerahan, jika tidak, maka tuntutan-tuntutan itu akan gugur. 1490. Jika dua bidang pekarangan dijual bersama-sama dalam satu persetujuan dengan satu harga, dengan penyebutan tentang luasnya masing-masing, dan ternyata satu ada lebih, sedangkan yang lainnya ada kurang luasnya, maka selisih ini dihapuskan dengan cara perjumpaan sampai jumlah yang diperlukan dan tuntutan untuk mendapat penambahan atau untuk mendapat pengurangan tidaklah terjadi lebih lanjut selain menurut aturan-aturan yang ditentukan di atas. 1491. Penanggungan yang menjadi kewajiban si penjual terhadap si pembeli, adalah untuk menjamin dua hal, yaitu pertama penguasaan benda yang dijual secara aman dan tenteram, kedua terhadap adanya cacat-cacat barang tersebut yang tersembunyi, atau yang sedemikian rupa hingga menerbitkan alasan untuk pembatalan pembeliannya. 1492. Meskipun pada waktu penjualan dilakukan tiada dibuat janji tentang penanggungan, namun si penjual adalah demi hukum diwajibkan menanggung si pembeli terhadap suatu penghukuman untuk menyerahkan seluruh atau sebagian benda yang dijual kepada seorang pihak ke tiga, atau terhadap beban-beban yang menurut keterangan seorang pihak ke tiga dimilikinya atas benda tersebut dan yang tidak diberitahukan sewaktu pembelian dilakukan. 1493. Kedua belah pihak diperbolehkan dengan persetujuan-persetujuan istimewa, memperluas atau mengurangi kewajiban yang ditetapkan oleh undangundang ini; bahkan mereka itu diperbolehkan mengadakan perjanjian bahwa si penjual tidak akan diwajibkan menanggung sesuatu apa pun. 1494. Meskipun telah diperjanjikan bahwa si penjual tidak akan menanggung suatu apapun, namun ia tetap bertanggung jawab tentang apa yang berupa akibat dari sesuatu perbuatan yang dilakukan olehnya, segala perjanjian yang bertentangan dengan ini adalah batal. 1495. Si penjual, dalam hal adanya janji yang sama, jika terjadi suatu penghukuman untuk menyerahkan barang yang dijual kepada seorang lain, diwajibkan mengembalikan harga pembelian, kecuali apabila si pembeli pada waktu

pembelian

dilakukan,

mengetahui

tentang

adanya

penghukuman

untuk

menyerahkan barang yang dibelinya, atau jika ia telah membeli barangnya dengan pernyataan akan memikul sendiri untung-ruginya. 1496. Jika dijanjikan penanggungan, atau jika tentang itu tiada perjanjian suatu apa, maka si pembeli berhak dalam halnya suatu penghukuman untuk menyerahkan barang yang dibelinya kepada seorang lain, menuntut kembali dari si penjual. 1e. pengembalian uang harga pembelian, 2e. pengembalian hasil-hasil jika ia diwajibkan menyerahkan hasil-hasil itu kepada si pemilik yang melakukan penuntutan penyerahan; 3e. biaya yang dikeluarkan berhubung dengan gugatan si pembeli untuk ditanggung, begitu pula biaya yang telah dikeluarkan oleh si penggugat asal; 4e. penggantian biaya, kerugian dan bunga, beserta biaya perkara mengenai pembelian dan penyerahannya, sekadar itu telah dibayar oleh si pembeli. 1497. Jika pada waktu dijatuhkannya hukuman untuk menyerahkan barangnya kepada seorang lain, ternyata bahwa barang yang dijual telah merosot harganya atau sangat rusak, baik hal-hal itu disebabkan kelalaian si pembeli, maupun karena keadaan memaksa, maka si penjual namun itu diwajibkan mengembalikan uang harga seutuhnya. Tetapi, jika si pembeli telah mendapat manfaat karena kerugian yang disebabkan olehnya, maka si penjual berhak mengurangi uang harga dengan suatu jumlah yang sama dengan keuntungan tersebut. 1498. Jika ternyata bahwa barang yang dijual pada waktu dijatuhkannya hukuman untuk menyerahkannya kepada seorang lain, telah bertambah harganya, meskipun tanpa suatu perbuatan si pembeli, maka si penjual diwajibkan membayar kepada si pembeli apa yang melebihi harga pembelian itu. 1499. Si penjual diwajibkan mengembalikan kepada si pembeli, atau menyuruh mengembalikan oleh orang yang memajukan tuntutan penyerahan barang, segala apa yang telah dikeluarkan oleh si pembeli untuk pembetulan dan perbaikan yang perlu pada barangnya. Jika si penjual dengan itikad buruk telah menjual barang milik orang lain,

atau . 1503. Apabila. kecuali jika ia memilih menerima suatu ganti rugi. Jika ternyata bahwa benda yang dijual dibebani dengan pengabdianpengabdian tanah. bahkan juga biaya yang dikeluarkan untuk barangnya. Penanggungan terhadap penghukuman menyerahkan barangnya kepada seorang lain. si pembeli harus diberikan ganti rugi untuk bagian yang harus diserahkan. dengan tidak diberitahukannya hal itu kepada si pembeli. ia sama sekali tidak akan membeli barangnya. dalam hal adanya penghukuman menyerahkan sebagian dari barang yang dijual. hingga dapat disangka bahwa si pembeli tidak akan melakukan pembelian jika hal itu telah diketahuinya. pembelian tidak dibatalkan. maka ia dapat meminta pembatalan pembeliannya. tetapi tidak menurut imbangan terhadap seluruh harga pembelian. sedangkan bagian itu. adalah sedemikian pentingnya. 1504. menurut harga taksiran sewaktu ia diharuskan menyerahkan sebagian dari barangnya itu. sedangkan pihak ini membuktikan bahwa alasan-alasan cukup untuk menolak gugatannya. seandainya bagian itu tidak ada. dalam hubungan dengan keseluruhannya. asal ia memajukan tuntutannya untuk itu dalam satu tahun setelah hari putusan tentang penghukuman menyerahkan barangnya itu memperoleh kekuatan mutlak. dengan tidak memanggil si penjual. maka dapatlah ia menuntut pembatalan pembelian. 1501. takkan membeli barangnya. 1502.maka ia diwajibkan mengembalikan kepada si pembeli segala biaya yang telah dikeluarkan. berhenti jika si pembeli telah membiarkan dirinya dihukum menurut suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. baik barangnya yang dijual telah naik maupun telah turun harganya. semata-mata untuk perhiasan atau kesenangan. sedangkan pengabdianpengabdian tanah itu sedemikian pentingnya. seandainya si pembeli mengetahui cacat itu. hingga si pembeli. Jika yang harus diserahkan hanya sebagian dari barangnya. atau yang demikian mengurangi pemakaian itu sehingga. atau dengan tidak dapat diketahuinya hal itu oleh si pembeli. yang membuat barang itu tak sanggup untuk pemakaian yang dimaksud. Si penjual diwajibkan menanggung terhadap cacat tersembunyi pada barang yang dijual. 1500.

1512. dan mengganti kepada si pembeli biaya yang telah dikeluarkan untuk penyelenggaraan pembelian dan penyerahan. kerugian dan bunga kepada si pembeli. meskipun ia sendiri tidak mengetahui adanya cacat itu. musnah disebabkan cacat-cacat itu. Jika si penjual telah mengetahui cacat-cacatnya barang. 1507. setelah mendengar ahli-ahli tentang itu. 1511. harus dipikul oleh si pembeli. ia juga diwajibkan mengganti segala biaya. si pembeli dapat memilih apakah ia akan mengembalikan barangnya sambil menuntut kembali harga pembeliannya. 1505. Jika si penjual tidak telah mengetahui cacat-cacatnya barang maka ia hanya diwajibkan mengembalikan harga pembelian. 1508. yang mengandung cacat-cacat tersembunyi. kecuali jika ia. sebagaimana akan ditentukan oleh Hakim. . Tuntutan yang didasarkan pada cacat-cacat yang dapat menyebabkan pembatalan pembelian harus oleh si pembeli dimajukan dalam suatu waktu yang pendek. 1506. Dalam hal-hal yang disebutkan dalam pasal 1504 dan 1506. Ia diwajibkan menanggung terhadap cacat yang tersembunyi. dan dengan mengindahkan kebiasaan-kebiasaan dari tempat mana perjanjian pembelian dibuat. Tuntutan ini tidak diberikan dalam hal penjualan-penjualan yang dilakukan atas kuasa Hakim. yang terhadap si pembeli diwajibkan mengembalikan uang harga pembelian dan mengganti segala kerugian lainnya yang disebutkan dalam kedua pasal yang lalu. telah meminta diperjanjikan bahwa ia tidak diwajibkan menanggung sesuatu apa pun. tetap kerugian yang disebabkan kejadian yang tak disengaja. sekadar itu telah dibayar oleh si pembeli. Jika barang yang dijual. Si penjual tidaklah diwajibkan menanggung terhadap cacat yang kelihatan. menurut sifat cacat itu. maka selain diwajibkan mengembalikan harga pembelian yang telah diterimanya. yang dapat diketahui sendiri oleh si pembeli. atau apakah ia akan tetap memiliki barangnya sambil menuntut pengembalian sebagian harta. dalam hal yang demikian. maka kerugiannya dipikul oleh si penjual. 1510. 1509.tidak akan membelinya selain dengan harga yang kurang.

pembatalan pembelian. 1516. Kekuasaan untuk membeli kembali barang yang telah dijual diterbitkan dari suatu janji. pada waktu dan di tempat sebagaimana ditetapkan menurut perjanjian. diwajibkan membayar bunga dari harga pembelian. setelah lewatnya waktu yang ditentukan untuk mengambil barang yang dijual. dengan mengembalikan harga pembelian asal. maka ia dapat menangguhkan pembayaran harga pembelian. dimana si penjual diberikan hak untuk mengambil kembali barang yang dijualnya. Jika si pembeli. dalam penguasaannya. untuk keperluan si penjual. si pembeli harus membayar di tempat dan pada waktu dimana penyerahan harus dilakukan 1515. kecuali jika si penjual memilih memberikan jaminan.BAGIAN KE TIGA Tentang kewajiban si pembeli 1513. biarpun tidak ada suatu janji tegas. menurut ketentuan-ketentuan pasal 1266 dan 1267. . 1517. Meskipun demikian. si penjual dapat menuntut pembatalan pembelian. 1514. Kewajiban utama si pembeli ialah membayar pembelian. diganggu oleh suatu tuntutan hukum yang berdasarkan hipotik atau suatu tuntutan untuk meminta kembali barangnya. akan terjadi demi hukum dan tanpa peringatan. Jika si pembeli tidak membayar harga pembelian. Jika pada waktu membuat perjanjian tidak ditetapkan tentang itu. jika barang yang dijual dan diserahkan memberi hasil atau lain pendapatan. hingga si penjual telah menghentikan gangguan tersebut. Si pembeli. 1518. dengan disertai penggantian yang disebutkan dalam pasal 1532. atau jika telah diperjanjikan bahwa si pembeli diwajibkan membayar biarpun segala gangguan. dalam hal penjualan barang-barang dagangan dan barang-barang perabot rumah. BAGIAN KE EMPAT Tentang hak membeli kembali 1519. atau jika si pembeli mempunyai suatu alasan yang patut untuk berkhawatir bahwa ia akan diganggu dalam penguasaannya.

maka waktu itu diperpendek sampai lima tahun itu.1520. bahkan untuk kerugian orang-orang yang belum dewasa. 1522. maka ia dapat mewajibkan si penjual untuk mengoper seluruh benda tersebut manakala orang ini hendak menggunakan haknya membeli kembali. Jika seorang yang dengan janji beli kembali telah membeli suatu bagian yang belum terbagi dalam suatu benda tak bergerak. meskipun dalam perjanjian kedua itu tidak disebutkan tentang janji tersebut. Barangsiapa membeli dengan janji beli kembali. maka masing-masing di . Hak membeli kembali tidak boleh diperjanjikan untuk suatu waktu yang lebih lama dari lima tahun. Jika hak tersebut diperjanjikan untuk suatu waktu yang lebih lama. Jika berbagai orang bersama-sama dan dalam satu perjanjian telah menjual suatu benda yang menjadi hak mereka bersama. maka tetaplah si pembeli sebagai pemilik barang yang dibeli. ia dapat menggunakan daluwarsa baik terhadap si pemilik sejati. 1523. dan apabila si penjual lalai memajukan tuntutannya untuk membeli kembali didalam tenggang yang telah ditetapkan. ia tak boleh diperpanjang oleh Hakim. 1527. setelah terhadapnya dimajukan suatu gugatan untuk pemisahan dan pembagian. Jangka waktu yang ditentukan harus diartikan secara mutlak. jika ada alasan untuk itu. 1525. 1521. 1524. menggantikan segala hak-hak dari penjualnya. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk menuntut penggantian kepada orang yang bersangkutan. Jangka waktu ini berjalan untuk kerugian tiap orang. menjadi pembeli dari seluruh benda tersebut. Si penjual suatu benda tak bergerak yang telah meminta diperjanjikannya kekuasaan untuk membeli kembali barang yang dijual. boleh menggunakan haknya terhadap seorang pembeli ke dua. 1526. Terhadap orang-orang berpiutangnya si penjual ia dapat menggunakan hak istimewa untuk menuntut supaya terhadap si penjual itu lebih dahulu diadakan penyitaan kekayaannya untuk melunasi utang-utangnya. maupun terhadap siapa yang mengira mempunyai hak-hak hipotik atau lainlain hak atas barang yang dijual.

Jika penjualan suatu barang kepunyaan berbagai orang. baik dalam halnya harta peninggalan yang belum dibagi. dan barang yang dijual itu jatuh pada salah seorang maka tuntutan untuk membeli kembali dapat ditujukan untuk seluruhnya kepada orang ini. maka masing-masing dari mereka sendiri-sendiri dapat menggunakan haknya membeli kembali terhadap bagian yang menjadi haknya. Masing-masing di antara para ahli waris ini hanyalah boleh menggunakan hak membeli kembali untuk suatu jumlah sebesar bagiannya. 1530. si pembeli dapat menuntut supaya semua orang yang turut menjual atau semua orang yang turut menjadi ahli waris dipanggil agar mereka bermufakat tentang pembelian kembali bendanya seluruhnya. Hal yang sama terjadi apabila seoraog yang sendirian telah menjual suatu benda. Tetapi jika harta peninggalan telah dibagi. Tetapi. dan biaya yang menyebabkan barangnya yang dijual . 1532. maka hak membeli kembali tidak dapat dipergunakan terhadap masing-masing dari mereka selain untuk sejumlah sebesar bagiannya. 1529. maka tuntutan membeli kembali harus ditolak.antara mereka hanyalah dapat menggunakan haknya membeli kembali sekadar mengenai suatu jumlah sebesar bagiannya. dan jika mereka tidak mencapai sepakat. tidak dilakukan oleh sekalian mereka bersama dan untuk seluruhnya. tetapi masingmasing dari mereka itu telah menjual sendiri-sendiri apa yang menjadi bagiannya. tetapi juga diwajibkan mengganti semua biaya menurut hukum yang telah dikeluarkan untuk menyelenggarakan pembelian serta penyerahannya. Jika si pembeli meninggalkan beberapa orang ahli waris. 1531. untuk mengoper barangnya seluruhnya. meninggalkan berbagai orang ahli waris. 1528. dan si pembeli tidak boleh memaksa siapa yang menggunakan haknya secara demikian. maupun dalam halnya harta peninggalan itu sudah dibagi di antara para ahli waris. dalam hal yang termaksud dalam kedua pasal yang lalu. begitu pula biaya yang perlu untuk pembetulan-pembetulan. Si penjual yang menggunakan janji membeli kembali tidak saja diwajibkan mengembalikan seluruh harga pembelian asal.

Barangsiapa menjual suatu piutang atau suatu hak tak bertubuh lainnya. sepertinya penanggungan-penanggungan. kecuali jika ia telah mengikatkan dirinya untuk itu. Barangsiapa menjual suatu warisan dengan tidak diterangkan barang demi barang. sebagai akibat janji beli kembali. Ia tidak bertanggung jawab tentang cukup mampunya si berutang. . harus menanggung bahwa hak-hak itu benar dan sewaktu diserahkannya biarpun penjualan dilakukan tanpa janji penanggungan. 1536. maka janji ini harus diartikan sebagai mengenai kemampuannya sekarang. dan hanya untuk jumlah harga pembelian. yang telah diterimanya untuk piutangnya. hak istimewa dan hipotikhipotik. Apabila si penjual. 1538. dan tidak mengenai keadaan di kemudian hari. Jika ia telah berjanji untuk menanggung terhadap cukup mampunya si berutang. 1534. Jika ia telah menikmati hasil-hasilnya sesuatu benda atau telah menerima suatu jumlah sebesar sesuatu piutang yang termasuk warisan tersebut. 1535. Ia tidak dapat memperoleh penguasaan atas barang yang dibeli kembali. memperoleh kembali barangnya. kecuali jika dengan tegas dijanjikan sebaliknya. maka barang itu harus diserahkan kepadanya bebas dari semua beban dan hipotik yang diletakkan oleh si pembeli di atasnya. BAGIAN KE LIMA Ketentuan-ketentuan khusus mengenai jual-beli piutang dan lain-lain hak tak bertubuh 1533. ia namun itu diwajibkan menetapi perjanjian-perjanjian sewa yang dengan itikad baik ialah dibuat oleh si pembeli. maka ia diwajibkan menggantinya. Penjualan suatu piutang meliputi segala sesuatu yang melekat padanya.bertambah harganya. tidaklah diwajibkan menanggung selain hanya terhadap kedudukannya sebagai ahli waris. atau lagi telah menjual beberapa benda dari harta peninggalan itu. sejumlah tambahnya ini. 1537. selain setelah memenuhi segala kewajiban ini. jika tidak dengan tegas telah diperjanjikan lain.

dan kemudian ia membuktikan bahwa pihak yang lain bukan pemilik barang tersebut. BAB KE ENAM Tentang tukar-menukar 1541. dengan mana kedua belah pihak mengikatkan dirinya untuk saling memberikan suatu barang secara bertimbal-balik.1539. Jika pihak yang satu telah menerima barang yang ditukarkan kepadanya. sebagai gantinya suatu barang lain. dapat memilih apakah ia akan menuntut panggantian biaya. maka perjanjian dianggap sebagai gugur. 1546. maka tak dapatlah ia dipaksa menyerahkan barang yang ia telah janjikan dari pihaknya sendiri. lagi pula untuk memenuhi kepada si penjual apa yang si penjual ini dapat menagih selaku orang yang memegang sesuatu piutang terhadap warisan. 1545. musnah diluar salah pemiliknya. yang telah dijanjikan untuk ditukar. 1544. 1543. rugi dan bunga dari pihak lawannya ataukah ia akan menuntut pengembalian barang yang ia telah berikan. Segala apa yang dapat dijual. . Sebaliknya si pembeli diwajibkan mengganti kepada si penjual segala sesuatu yang oleh orang ini telah dikeluarkan untuk membayar utang-utang dan beban-beban warisan. melainkan hanya untuk mengembalikan barang yang telah diterimanya. 1542. dapat pula menjadi bahan tukar-menukar. 1540. Tukat-menukar ialah suatu perjanjian. telah terpaksa melepaskan barang yang diterimanya dalam tukar-menukar. Siapa yang karena suatu penghukuman untuk menyerahkan barangnya kepada seorang lain. dan siapa yang dari pihaknya telah memenuhi perjanjian. Apabila sebelum penyerahan suatu piutang yang telah dijual. maka itu cukuplah untuk membebaskan si berutang. Jika suatu barang tertentu. orangnya yang berutang membayar utangnya kepada si penjual. dapat menuntut kembali barang yang ia telah berikan dalam tukar-menukar. Untuk selainnya aturan-aturan tentang perjanjian jual-beli berlaku terhadap perjanjian tukar-menukar.

hingga barang itu dapat dipakai untuk keperluan yang dimaksudkan. . dan dengan tak perlu adanya sesuatu janji untuk itu : 1e. BAGIAN KE DUA Tentang aturan-aturan yang sama-sama berlaku terhadap penyewaan rumah dan penyewaan tanah 1550. Ia harus selama waktu sewa menyuruh melakukan pembetulan-pembetulan pada barang yang disewakan yang perlu dilakukan. Pihak yang menyewakan harus menanggung si penyewa terhadap semua cacat dari barang yang disewakan. yang merintangi pemakaian barang itu. 1548. Pihak yang menyewakan diwajibkan mesyemhkan barang yang disewakan dalam keadaan terpelihara segala-galanya. Dihapuskan. baik yang tak bergerak. menyerahkan barang yang disewakan kepada si penyewa. 1549. memelibara barang yang disewakan sedemikian. 3c. Dihapuskan.BAB KE TUJUH Tentang sewa-menyewa BAGIAN KE SATU Ketentuan Umum 1547. terkecuali pembetulanpembetulan yang menjadi kewajiban si penyewa. biarpun pihak yang menyewakan itu sendiri tidak mengetahuinya pada waktu dibuatnya perjanjian sewa. selama suatu waktu tertentu dan dengan pembayaran sesuatu harga. Sewa-menyewa ialah suatu pcrjanjian denan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainnya kenikmatan dari sesuatu barang. memberikan si penyewa kenikmatan yang tenteram daripada barang yang disewakan selama berlangsungnya sewa. 1552. 2e. Semua jenis barang. yang oleh pihak tersebut belakangan itti disanggupi pembayarannya. Pihak yang menyewakan diwajibkan karena sifat perjanjian. 1551. baik yang bergerak dapat disewakan.

1553. Pihak yang menyewakan tidaklah diwajibkan menjamin si penyewa terhadap rintangan-rintangan dalam kenikmatannya. jika pembetulan-pembetulan ini berlangsung lebih lama dari empat puluh hari. maka si penyewa harus menerimanya. yang perlu ditempati oleh si penyewa dan keluarganya. asal tentang gangguan atau rintangan itu telah diberitahukan secara sah kepada si pemilik. 1556. maka ia berhak menuntut suatu pengurangan harga sewa menurut imbangan. hingga barang yang disewakan. ataukah ia akan meminta bahkan pembatalan perjanjian sewanya. pada barang yang disewakan terpaksa diadakan pembetulan-pembetulan. maka si penyewa dapat memutuskan sewanya. 1557. menurut keadaan. maka perjanjian sewa gugur demi hukum. Jika pembetulan-pembetulan sedemikian sifatnya. tetapi tidak dalam satu dari kedua hal itu pun ia berhak atas suatu ganti rugi. si penyewa dapat memilih. Jika selama waktu sewa. selama waktu sewa. Jika barangnya hanya sebagian musnah. 1555. 1554. tak dapat didiami. disebabkan karena suatu tuntutan hukum yang bersangkutan dengan hak milik atas barangnya.Jika cacat-cacat itu telah mengakibatkan sesuatu kerugian bagi si penyewa. betapa pun kesusahan yang disebabkannya. Tetapi. Pihak yang menyewakan tidak diperkenankan selama waktu sewa mengubah ujud maupun tataan barang yang disewakan. . Jika sebaliknya si penyewa diganggu dakam kenikmatannya. apakah ia akan meminta pengurangan harga sewa. dengan tidak mengurangi hak si penyewa untuk menuntut sendiri orang itu. yang dilakukan oleh orangorang pihak ke tiga dengan peristiwa-peristiwa dengan tidak memajukan sesuatu hak atas barang yang disewa. maka kepadanya pihak yang menyewakan diwajibkan memberikan ganti rugi. yang tidak dapat menunggu sampai berakhirnya sewa. dan meskipun ia selama dilakukannya pembetulan-pembetulan itu terpaksa kehilangan sebagian dari barang yang disewakan. barang yang disewakan sama sekali musnah karena suatu kejadian yang tak disengaja. Jika. maka harga sewa harus dikurangi menurut imbangan waktu dan bahagian dari barang yang disewakan yang tidak dapat dipakai oleh si penyewa.

setelah pembatalan itu. atau untuk suatu keperluan sedemikian rupa hingga dapat menerbitkan suatu kerugian kepada pihak yang menyewakan. 1561. atau jika tidak ada suatu perjanjian mengenai itu. untuk memakai barang yang disewa sebagai seorang bapak rumah yang baik. atau untuk menerima pelaksanaan sementara pengabdian pekarangan. dan ia dapat memanggil pihak tersebut untuk penanggungan. tidak diperbolehkan mengulang-sewakan barang. atau jika si penyewa sendiri digugat untuk mengosongkan seluruh atau sebagian dari barangnya yang disewa. Si penyewa harus menepati dua kewajiban utama: 1e. untuk membayar harga sewa pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Jika yang disewa itu berupa sebuah rumah. Si penyewa. asal ia menunjuk orangnya untuk siapa ia menguasai barangnya. dapat meminta pembatalan sewanya. maupun melepaskan sewanya kepada seorang lain. 2c. menurut keadaan. 1559. menurut tujuan yang dipersangkakan berhubung dengan keadaan. 1562. dengan kekecualian apa yang telah musnah . memajukan bahwa mereka mempunyai sesuatu hak atas barang yang disewakan. maka pihak ini. Jika antara pihak yang menyewakan dan pihak yang menyewa telah dibuat suatu pratelan tentang barang yang disewakan. maka dapatlah ia atas tanggung jawab sendiri. 1560. Bahkan bolehlah ia menuntut supaya ia dikeluarkan sebagai pihak dalam perkara. maka pihak yang belakangan ini diwajibkan mengembalikan barangnya dalam keadaan dimana barang itu diterimanya menurut pratelan tersebut. atas ancaman pembatalan perjanjian sewa dan penggantian biaya. jika kepadanya tidak telah diperizinkan. Jika orang-orang yang telah melakukan peristiwa-peristiwa. itu kepada pihak yang menyewakan. yang didiami sendiri oleh si penyewa. maka ia diwajibkan memberitahukan tentang. sedangkan pihak yang menyewakan. rugi dan bunga. menyewakan sebagian kepada orang lain. yang disewanya. sesuai dengan tujuan yang diberikan pada barang itu menurut perjanjian sewanya.1558. jika kekuasaan itu tidak telah dilarang dalam perjanjiannya. tidak diwajibkan mentaati perjanjiannya ulang sewa. Jika si penyewa memakai barang yang disewa untuk suatu keperluan lain dari yang menjadi tujuannya.

mengenai pemeliharaan. apabila waktu yang ditentukan telah lampau. kecuali jika ia membuktikan bahwa kerusakan itu terjadi diluar salahnya. . Dihapuskan. Si penyewa bertanggung jawab untuk segala kerusakan yang diterbitkan pada barang yang disewa selama waktu sewa. Jika tidak dibuat suatu pratelan. pada waktu mengosongkan barang yang disewa. 1565. dan tidak terdapat suatu tanda pembayaran. Si penyewa adalah bertanggungjawab untuk segala kerusakan dan kerugian yang diterbitkan pada barang yang disewa. melainkan jika pihak lain bahwa ia hendak menghentikan sewanya. maka sewa itu berakhir demi hukum. 1567. 1568. dengan mengindahkan tenggang-tenggang waktu yang diharuskan menurut kebiasaan setempat. 1569. kecuali apabila si penyewa memilih untuk menyuruh menaksir harga sewanya oleh orang-orang ahli. maka sewa itu tidak berakhir pada waktu yang ditentukan. 1566. yang dibuat dengan lisan. Ia namun itu tidak bertanggung jawab untuk kebakaran. kecuali jika pihak yang menyewakan membuktikan bahwa kebakaran itu disebabkan kesalahan si penyewa. 1564. oleh kawan-kawannya serumah atau oleh mereka kepada siapa ia telah mengoperkan sewanya. 1571. yang sudah dijalankan. maka pihak yang menyewakan harus dipercaya atas sumpahnya. kecuali jika dibuktikan sebaliknya dan ia harus mengembalikan barangnya dalam keadaan yang sama. Jika terjadi perselisihan tentang harga suatu penyewaan. Si penyewa diperbolehkan. asal pembongkaran dan pembawaan itu dilakukan dengan tidak merusakkan barang yang disewa. membongkar dan membawa segala apa yang ia dengan biaya sendiri telah menyuruh membuat pada barang yang disewa. 1563. dianggap telah menerima barang yang disewa dalam keadaan yang baik. yang menjadi beban para penyewa. 1570.atau berkurang harganya sebagai akibat dari tuanya barang atau dari kejadiankejadian yang tak disengaja yang tidak dapat dihindarkan. Jika sewa tidak dibuat dengan tulisan. maka si penyewa. tanpa diperlukannya sesuatu pemberhentian untuk itu. Jika sewa dibuat dengan tulisan.

1578. tidak dapat memajukan tentang adanya suatu penyewaan ulang secara diam-diam. Dengan dijualnya barang yang disewa. tidak dapat menggunakan kekuasaannya untuk memaksa si penyewa mengosongkan barang yang disewa. Jika pihak yang satu telah memberitahukan kepada pihak yang lainnya bahwa ia hendak menghentikan sewanya. memaksa si penyewa mengosongkan barang yang disewa. untuk. Seorang pembeli yang hendak menggunakan kekuasaan yang diperjanjikan dalam perjanjian sewa. meskipun ia tetap menikmati barangnya. 1575. maupun dengan meninggalnya pihak yang menyewa. Dalam halnya kedua pasal yang lalu. suatu persewaan yang dibuat sebelumnya. sebelum ia dengan lewatnya tenggang waktu yang ditentukan untuk pembelian kembali. maka si penyewa. selama ganti rugi yang terutang belum dilunasi.1572. ia tidak diwajibkan mengosongkan barang yang disewa. maka terjadilah dengan itu suatu sewa baru. 1577. jika barangnya dijual. Si pembeli dengan janji membeli kembali. Dalam hal sewa tanah. sebagaimana diharuskan oleh adat kebiasaan setempat mengenai pemberhentian-pemberhentian sewa. Jika. setelah berakhirnya suatu penyewaan yang dibuat dengan tulisan. Jika ada suatu perjanjian yang demikian. 1574. 1573. penanggungan utang yang dibuat untuk sewanya. yang akibat-akibatnya diatur dalam pasal-pasal yang mengenai penyewaan-penyewaan dengan lisan. Perjanjian sewa tidak sekali-kali hapus dengan meninggalnya pihak yang menyewakan. si penyewa tidak berhak menuntut suatu ganti rugi apabila tidak ada suatu janji yang tegas. tidaklah diputuskan kecuali apabila ini telah diperjanjikan pada waktu menyewakan barang. diwajibkan memperingatkan si penyewa sekian lama sebelumnya. 1576. menjadi pemilik mutlak. . tidak meliputi kewajiban-kewajiban yang terbit dari perpanjangan sewa. si penyewa tetap menguasai barang yang disewa dan dibiarkan menguasainya. peringatan tersebut harus paling sedikit satu tahun sebelum pengosongan. tetapi jika ada suatu janji seperti tersebut belakangan ini.

menurut kebiasaan setempat. maka dianggap sebagai demikian pembetulanpembetulan pada lemari-lemari toko. Pembetulan-pembetulan kecil dan sehari-hari dipukul oleh si penyewa. Seorang penyewa kedua tidaklah berwajib membayar kepada si pemilik lebih dari jumlah harga sewa dari penyewaan kedua. Jika tidak ada perjanjian. kunci-kunci dalam. dengan perabot rumah secukupnya. 1583. kecuali jika telah diperjanjikan sebaliknya. kaca-kaca jendela. pembetulan-pembetulan tersebut harus dipikul oleh pihak yang menyewakan. 1582. apabila pembetulan-pembetulan itu terpaksa dilakukan karena keadaan rusak dari barang yang disewa atau karena keadaan memaksa. Jika dalam perjanjian sewa telah disetujui bahwa pihak yang menyewakan akan mempunyai kekuasaan memakai sendiri rumah atau tanah yang disewakan. kecuali apabila ia memberikan cukup jaminan untuk pembayaran uang sewa. tutupan jendela. dan dengan tak diperbolehkan ia memajukan pembayaran-pembayaran yang dilakukan sebelumnya. sebagaimana ditetapkan dalam pasal 1578. 1584. dan . kolam-kolam hujan. Si penyewa yang tidak memperlengkapi sebuah rumah yang disewa. dapat dipaksa untuk mengosongkan rumah itu. Meskipun demikian. berutang pada si penyewa pertama. maka ia diwajibkan sebelum itu memberitahukan tentang kehendaknya untuk menghentikan sewanya sebegitu lama sebelumnya. 1580. baik didalam maupun diluar rumah dan segala sesuatu yang dianggap termasuk itu. Pihak yang menyewakan tidak dapat menghentikan sewa dengan menyatakan hendak memakai sendiri barang yang disewakan. atau menurut kebiasaan-kebiasaan setempat. kecuali jika pembayaran-pembayaran itu telah dilakukan menurut suatu janji yang dinyatakan dalam dia punya perjanjian sewa. BAGIAN KE TIGA Tentang aturan-aturan yang khusus berlaku bagi sewa rumah dan perabot rumah 1581. Menjaga kebersihan sumur-sumur.1579. yang ia pada waktu dilakukannya suatu penyitaan.

tiap bulan. 1586. apabila dibuat atas pembayaran sejumlah uang tiap hari. Penyewaan kamar-kamar yang diperlengkapi dengan mebel harus dianggap telah dilakukan milik tahunan. 1587. atau suatu ruangan lainnya. 1585. setelah berakhirnya waktu sewa.tandas-tandas dibebankan kepada pihak yang menyewakan. BAGIAN KE EMPAT Tentang aturan-aturan yang khusus berlaku bagi sewa tanah 1588. sedangkan pihak yang menyewakan tidak melawannya. maka dianggaplah si penyewa itu tetap memegang barang yang disewakan atas dasar syarat-syarat yang sama. sebagaimana rumah-rumah tempat-tempat kediaman. maupun dikeluarkan dari situ. toko-toko atau ruangan-ruangan selalu disewakan menurut kebiasaan setempat. jika tidak telah dijanjikan sebaliknya. untuk bulanan. yang dilakukan menurut kebiasaan setempat. dibebankan kepada pihak yang menyewa. tetap menguasai barang yang disewa. maka penyewaan dianggap telah dibuat menurut kebiasaan setempat. dan tak dapatlah ia meninggalkan barang yang disewa. Jika didalam suatu perjanjian sewa tanah disebutkan suatu keluasan yang kurang atau yang lebih daripada keluasan yang sungguh-sungguh. sebuah toko. harus dianggap telah dibuat untuk lamanya. sebuah tempat kediaman seluruhnya. untuk harian. untuk waktu yang ditentukan oleh kebiasaan setempat. apabila dibuat atas pembayaran sejumlah uang tiap bulan. Jika si penyewa sebuah rumah atau ruangan. jika tidak ada suatu janji. Jika tidak ternyata bahwa penyewaan dibuat atas sejumlah uang tiap tahun. atau tiap hari. melainkan sesudahnya suatu pemberitahuan tentang penghentian sewa. melainkan hanya dalam hal-hal dan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum . maka hal itu tidaklah menjadi alasan untuk menambah atau mengurangi harga sewa. apabila dibuat atas pembayaran sejumlah uang tiap tahun. Sewa mebel untuk memperlengkapi sebuah rumah seluruhnya. yang ditentukan dalam suatu perjanjian tertulis. Menjaga kebersihan pipa-pipa asap.

1590. menurut kerugian yang telah diderita. 1591. maka perkiraan tentang pengurangan uang sewa tidak dapat dilakukan selainnya pada waktu berakhirnya sewa. dan karena itu diterbitkan sesuatu kerugian bagi pihak yang menyewakan. menurut jaraknya tempat-tempat. atas ancaman penggantian biaya kerugian dan bunga. Pemberitahuan ini harus dilakukan didalam tenggang yang sama sebagaimana ditentukan antara waktu gugatan dan hari menghadapnya di muka sidang Pengadilan. disertai penggantian biaya. menahan sebagian dari uang sewa. menurut keadaan. Semua penyewa tanah diwajibkan menyimpan hasil-hasil tanahnya didalam tempat. kecuali jika ia telah memperoleh penggantian kerugian karena penghasilan tahun-tahun yang lalu. maka si penyewa dibebaskan dari pembayaran seluruh jumlah harga sewa atau sebagian harga sewa menurut imbangan. Jika si penyewa tanah tidak melengkapi taman yang diperlukan untuk penggembalaan atau tanah itu dengan hewan-hewan atau perkakas-perkakas penanaman. Jika dalam suatu sewa untuk beberapa tahun. jika ia berhenti melakukan penggembalaan atau penanaman. sedangkan penghasilan telah hilang seluruhnya atau separuh. Jika ia tidak telah mendapat penggantian kerugian. Hakim namun itu dapat mengizinkan si penyewa untuk sementara waktu. pada umumnya. melaporkan kepada si pemilik tentang segala peristiwa yang dilakukan didalam pekarangan-pekarangan yang disewa. 1589. apabila kenikmatan dari semua tahun telah diperjumpakan satu sama lain. seluruh atau separuh penghasilan setahun telah hilang karena kejadian-kejadian yang tak dapat dihindarkan. menuntut pembatalan sewa. 1592. maka si penyewa dapat menuntut suatu pengurangan uang sewa. selama waktu sewa. kerugian dan bunga. Jika sewa hanya dilakukan untuk satu tahun. Si penyewa tanah diwajibkan.dalam bab kelima dari buku ini. jika ia memakai barang yang disewa untuk suatu tujuan lain dari tujuan yang dimaksudkan. maka pihak ini adalah berhak untuk. jika ia tidak memenuhi janji-janji yang dibuat dalam perjanjian sewa. atau dalam hal itu tidak berlaku sebagai seorang bapak rumah yang baik. 1593. . penyimpanan yang telah disediakan untuk itu. atau.

1595. menurut adanya macam tanaman. kecuali jika si penyewa telah menyanggupi untuk memikul akibat dari semua kejadian. si penyewa . kilat atau rontoknya bunga dari pohon sebelum waktunya. sebidang kebun buahbuahan. gempa bumi. dianggap sebagai dibuat untuk sekian tahun. dihitung telah dibuat untuk sekian lama waktu. sepertinya: kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh peperangan atau kebanjiran yang tidak biasa menimpa negeri ini. kemarau yang terlalu lama.Apabila kerugiannya kurang dari separuh. Janji tersebut di atas tidak meliputi kejadian-kejadian luar biasa. Jika setelah berakhirnya suatu sewa yang dibuat tertulis. hal yang menyebabkan kejadian sudah ada dan sudah diketahui sewaktu perjanjian sewa dibuat. yang ditanami berganti-ganti dengan bermacammacam tanaman. dihitung sebagai dibuat untuk satu tahun. 1596. 1597. yang dibuat dengan tidak memakai tulisan. baik yang dapat diduga maupun yang tak dapat diduga. sebagaimana dibutuhkan oleh si penyewa untuk mengumpulkan semua hasil dari tanah yang disewa. hama-hama yang merusak penghasilan. jika. Sewa tanah. 1598. Begitu pula si penyewa tidak dapat menuntut sesuatu pengurangan. Sewa tanah pertanian. sepertinya: peletusan gunung. Janji yang sedemikian namun itu hanya dianggap dibuat untuk kejadian-kejadian biasa yang tak dapat diduga. asal si penyewa tidak lalai menyerahkan kepada si pemilik bagiannya dari penghasilan. maka ia tidak berhak atas sesuatu pengurangan . kecuali jika dalam perjanjian sewa bagi si pemilik harus memikul bagiannya dalam kerugian. 1594. Si penyewa tidak dapat diberikan pengurangan apabila kerugian penghasilan itu diderita setelah penghasilan ini dipisahkan dari tanah. Demikianlah maka sewa sebidang padang rumput. Dengan suatu janji yang dinyatakan dengan tegas si penyewa dapat dipertanggungjawabkan tentang kejadian-kejadian yang tak dapat diduga. dan semua tanah lain yang hasilnya dikumpulkan seluruhnya didalam waktu satu tahun.

tetap menguasai barangnya. dan meskipun ia tidak telah menerimanya. dan jika itu tidak ada. Si penyewa yang sewanya berakhir dan orang yang menggantinya. dan dibiarkan menguasainya. maka akibat-akibat sewa yang baru diatur dalam pasal yang lalu. yang diatur oleh ketentuan-ketentuan yang khusus untuk itu dan oleh syarat-syarat yang diperjanjikan. 1601 a. . diwajibkan bantu-membantu sedemikian rupa hingga memudahkan keluarnya yang satu dan masuknya yang lain. “perjanjian kerja” antara majikan dan buruh secara perseorangan.*) 1601 b. maupun yang mengenai pemungutan hasil-hasil yang masih berada di ladang. oleh kebiasaan. harus meninggalkan jerami dan gemuk dari tahun yang lalu. BAB KE TUJUH A Tentang perjanjian-perjanjian untuk melakukan pekerjaan BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1601. si buruh. segala sesuatu menurut kebiasaan setempat. apabila ia berangkat. maupun lagi yang mengenai hal-hal lain. 1599. 1600. baik yang mengenai penanaman untuk tahun yang akan datang. Pemborongan pekerjaan adalah perjanjian. untuk sesuatu waktu tertentu. dengan mana pihak yang satu. melakukan pekerjaan dengan menerima upah. perjanjian perburuhan dan pemborongan pekerjaan. Begitu pula si penyewa. mengikatkan dirinya untuk di bawah perintah pihak yang lain si majikan. jika ia menerimanya pada waktu mulai sewanya. mengikatkan diri untuk menyelenggarakan suatu pekerjaan bagi *) Menurut UU 21/1954: “perjanjian perburuhan” diadakan antara majikan dan “serikat buruh”. Perjanjian perburuhan adalah perjanjian dengan mana pihak yang satu. si pemborong. maka adalah dua macam perjanjian dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk melakukan pekerjaan bagi pihak yang lainnya dengan menerima upah. Selain perjanjian-perjanjian untuk melakukan sementara jasa-jasa. namun si pemilik dapat meminta supaya jerami dan gemuk tersebut ditinggalkan padanya. menurut suatu perkiraan yang akan dibuat.

maka berlakulah baik ketentuan-ketentuan perihal perjanjian perburuhan. yang tanda-tandanya ikut terkandung didalamnya itu. Apabila suatu perjanjian perburuhan dibuat tertulis. Tetapi jika dalam hal yang demikian itu perjanjian yang pertama dibuat sebagai suatu percobaan. maka tidak satu pihak berhak karenanya meniadakan perjanjian dengan menyuruh memiliki atau dengan mengembalikan uang panjar itu. meskipun tiap kali dengan sesuatu waktu selang. 1601 e. 1601 f. jika hubungan kerja telah berlangsung untuk waktu yang tidak melebihi tiga bulan. maka bertakulah ketentuan-ketentuan perihal perjanjian perburuhan. dengan pengecualian ketentuan-ketentuan bagian ke enam dari bab ini. 1601 c. Terhadap perjanjian-perjanjian perburuhan yang dibuat oleh seorang . sedangkan perjanjian telah dibuat untuk waktu lebih lama atau untuk waktu tak tertentu. Jika pada waktu membuat perjanjian diberikan dan diterima suatu panjar. Uang panjar hanya dapat dikurangkan dari upah. pihak yang memborongkan. dengan menerima suatu harga yang ditentukan. maka biaya akta beserta lain-lain biaya tambahan harus dipikul oleh majikan. jika ada pertentangan di antara ketentuan-ketentuan ini. Jika suatu perjanjian mengandung tanda-tanda suatu perjanjian perburuhan beserta tanda-tanda suatu perjanjian dari lain jenis. Jika suatu pemborongan pekerjaan diikuti oleh beberapa perjanjian yang semacam. maupun ketentuanketentuan perihal perjanjian lain. BAGIAN KE DUA Tentang perjanjian perburuhan umumnya 1601 d. dan ketentuan-ketentuan dari bagian ke enam akan berlaku baginya. maka ketentuan-ketentuan perihal perjanjian perburuhan akan berlaku terhadap baik perjanjian-perjanjian tersebut kesemuanya. atau jika sewaktu dibuatnya perjanjian pemborongan.pihak yang lain. sedemikian bahwa pemboronganpemborongan itu kesemuanya dapat dianggap sebagai satu perjanjian perburuhan. ternyata maksud kedua belah pihak untuk membuat beberapa perjanjian lagi yang semacam. maupun masing-masing perjanjian tersendiri. maka perjanjian ini dianggap tetap memiliki sifat-sifatnya sebagai pemborongan pekerjaan.

Sekadar tidak secara tegas dikecualikan dengan dibuatnya syarat-syarat tertentu. Jika si belum dewasa belum berusia genap delapan belas tahun. 1601 h. Ia berhak memakai apa yang diterimanya atau apa yang ia berhak menuntut berdasarkan perjanjian perburuhan tersebut.perempuan yang bersuami sebagai buruh. guna kepentingan keluarga. termasuk pula memberikan pembebasan-pembebasan dan menghadap di muka Hakim. maka dianggaplah ia . undang-undang menganggap bahwa ia telah mendapat perizinan dari suaminya. baik dengan lisan maupun tertulis. Suatu kuasa lisan hanya dapat berlaku untuk pembuatan suatu perjanjian perburuhan tertentu. Seorang belum dewasa adalah cakap membuat perjanjian perburuhan sebagai buruh. Jika kuasa diberikan tertutis. Kuasa tersebut tak dapat diberikan dengan bersyarat. yang harus segera mengirimkan suatu salinan yang ditandatangani kepada si belum dewasa dan pada waktu berakhirnya hubungan kerja mengembalikan surat kuasa tersebut kepada si belum dewasa atau orang-orang yang mendapat hak daripadanya. dengan tiada perlawanan dari pihak wakilnya menurut undang-undang. telah membuat suatu perjanjian dan karena itu selama enam minggu telah melakukan pekerjaan di bawah perintah majikan. dengan tidak memakai bantuan suaminya. kuasa itu harus diberikan di hadapan si majikan atau siapa yang mewakilinya. maka. Oleh karena itu maka ia dapat melakukan sendiri semua perbuatan yang berdasarkan perjanjian tadi. si belum dewasa dipersamakan dengan orang yang dewasa. Namun itu ia tidak dapat menghadap dimuka Hakim jika tidak dibantu oleh orang yang diwajibkan mewakilinya menurut undang-undang. maka didalam segala hal yang mengenai perjanjian perburuhan yang dibuat berdasarkan kuasa yang telah diberikan itu. dengan tidak mengurangi ketentuan dalam ayat ke tiga pasal 1602. jika ia untuk itu dikuasakan oleh wakilnya menurut undang-undang. maka si belum dewasa diwajibkan menyerahkan surat-kuasa kepada si majikan. 1601 g. kecuali jika kepada Hakim ternyata bahwa orang tersebut tidak mampu menyatakan ke hendaknya. Jika seorang belum dewasa yang belum cakap untuk membuat suatu perjanjian perburuhan. f.

2e. jika suatu lembar lengkap dari rancangan reglemen atau perubahan-perubahan yang dirancangkan.telah dikuasakan dengan lisan oleh wakilnya itu untuk membuat perjanjian perburuhan tersebut. sedapat mungkin dalam ruangan bekerja. adalah batal. tersedia untuk dibaca oleh umum. 1601 k. kecuali jika ia berpendapat bahwa si buruh tidak atau tidak sebegitu . selama suatu waktu disediakan untuk dibaca dengan cuma-cuma oleh si buruh. Setelah pihak lawan diperiksa atau dipanggil secara sah. Surat reglemen yang ditetapkan oleh si majikan hanya mengikat si buruh jika si buruh ini secara tertulis telah menyatakan menyetujui reglemen tersebut dan selainnya itu telah dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1e. setelahnya reglemen baru atau reglemen yang diubah. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dalam pasal ini. Jika si buruh. bahwa oleh atas nama si majikan telah diserahkan kepada Kementerian Perburuhan suatu lembar lengkap dari reglemen tersebut yang ditandatangani oleh si majikan. maka dapatlah ia dalam jangka waktu empat minggu setelah ia mengetahui penetapan itu. 1601 j. sebelumnya ditetapkan. bahwa suatu lembar lengkap dari reglemen tersebut ditempelkan dan tetap berada di suatu tempat yang mudah dapat didatangi si buruh. Penyerahan dan pembacaan reglemen di Kementerian Perburuhan adalah dengan cuma-cuma. 1601 i. Suatu perjanjian perburuhan antara suami-istri adalah batal. sehingga ia dapat memikir masak-masak tentang isinya. Jika selama hubungan kerja ditetapkan suatu reglemen atau reglemen yang telah ada diubah. Hakim memutus dalam angkatan terakhir dan ia akan mengabulkan tuntutan. tidak dapat menyetujuinya. ditetapkan. bahwa selembar lengkap dari reglemen tersebut dengan cuma-cuma oleh atau atas nama si majikan telah diberikan kepada si buruh. Setiap orang berkepentingan dapat memperoleh suatu salinan dan reglemen tersebut dengan cuma-cuma. maka reglemen baru atau reglemen yang lelah diubah ini hanyalah berlaku bagi si buruh. hingga dapat dibaca dengan terang. 3e. menuntut di muka Hakim supaya perjanjian perburuhan dibatalkan.

adalah batal. satu bulan atas dua puluh lima hari dan satu tahun atas tiga ratus hari. Tiap janji antara majikan dan buruh. sedangkan reglemen baru atau reglemen yang diubah adalah sah sejak hari ia mulai berlaku. apabila perjanjian khusas ini dibuat tertulis. Dari ketentuan-ketentuan reglernen hanyalah diperkenankan mengadakan penyimpangan dengan pembuatan suatu perjanjian khusus. 1601 m. Untuk menghitung upah seharinya yang ditetapkan dalam uang. Jika upah seluruhnya atau sebagian ditetapkan secara lain daripada menurut waktu. yang bertentangan dengan suatu perjanjian perburuhan kolektif yang mengikat mereka kedua. satu minggu atas enam hari. Dalam menunggu putusan Hakim dan apabila gugatan ditolak. dengan mana ia mengikatkan diri akan menyetujui tiap reglernen yang ditetapkan di kemudian hari atau tiap perubahan di dalam suatu reglemen yang telah ada. Suatu pernyataan dari pihak si buruh. jika tidak terdapat ukuran seperti itu. 1601 l.banyak dirugikan oleh reglemen baru atau reglemen yang diubah. Hakim menetapkan pada saat mana hubungan kerja akan berakhir dan si buruh berhak atas suatu ganti rugi berdasarkan apa yang ditentukan dalam pasal 1603 q dalam hal pengakhiran oleh si majikan. dihitung selarna tiga puluh hari kerja yang telah lalu. maka sebagai upah harian yang ditetapkan dalam jumlah uang harus diambil upah rata-rata dari si buruh. dan suatu perkumpulan buruh atau lebih yang berbentuk badan hukum. dapat dibatalkan atas permintaan-pertnintaan masing-masing dari mereka yang menjadi pihak dalam perjanjian perburuhan kolektif. Jika gugatan dikabulkan. maka sebagai upah harus diambil upah yang biasa untuk pekerjaan yang paling menyerupai. tentang syarat-syarat pekerjaan yang harus diindahkan sewaktu membuat perjanjian perburuhan. Yang dinamakan perjanjian perburuhan kolektif ialah suatu peraturan yang dibuat oleh seorang majikan atau lebih atau pun suatu perkumpulan majikan atau lebih yang berbentuk badan hukum di satu pihak. kecuali namun itu si majikan sendiri. maka bagi pemakaian bab ini. tempat dan waktu. . Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dalam pasal ini adalah batal. 1601 o. 1601 n. hubungan kerja berlangsung terus. mengingat sifat. satu hari ditetapkan atas sepuluh jam.

penerangan dan pemanas yang harus dipakai di tempat dimana barang-barang itu diberikan. pemakaian sebidang tanah. 4e. kepunyaan si buruh atau salah seorang anggota keluarganya. pemakaian piranti atau alat-alat. satu dan lain sekadar hasil-hasil atau bahan-bahan dasar maupun bahan-bahan pembantu itu termasuk keperluan hidup utama bagi si buruh dan keluarganya. pemakaian seorang pelayan atau lebih dengan cuma-cuma.1601 p. dan bagaimana pun dengan pengecualian minuman keras dan candu. 2e. pemakaian sebuah rumah atau bagian rumah yang ditunjuk. 5e. 7e. pemakaian sebuah mobil atau lain alat pengangkut atau seekor kuda atau lebih dengan cuma-cuma atau pun lain-lain tunjangan dalam pembiayaan rumah tangga yang semacam itu. pekerjaan-pekerjaan atau jasa-jasa tertentu yang harus dilakukan oleh atau atas tanggungan si majikan guna keperluan si buruh. makanan yang harus dimakan. maka si buruh berhak atas upah yang sedemikian sebagaimana biasa . 6e. sekadar tidak termasuk nomor-nomor yang lalu. Upah buruh-buruh yang tidak bertinggal pada si majikan. pengobatan dengan cuma-cuma bagi si buruh dan keluarganya. suatu jumlah tertentu dari hasil-hasil perusahaan atau dari bahan-bahan dasar maupun bahan-bahan pembantu yang dipakai dalam perusahaan tersebut. 8e. pakaian yang harus dikenakan oleh buruh-buruh pada waktu mereka melakukan pekerjaan. Jika dalam perjanjian atau dalam reglemen tidak ditetapkan suatu upah tertentu. begitu pula pemeliharaannya. 3e. uang. beserta bahan makanan. piranti atau perkakas dalam perusahaan si buruh. atau dapat dipakai sebagai bahan dasar atau bahan pembantu. tidak boleh ditetapkan lain selainnya dalam le. pemberian gaji selama suatu waktu cuti setelah sesuatu masa kerja tertentu atau hak atas pengangkutan dengan cuma-cuma ke tempat asalnya atau ke tempat cuti pulang-pergi. baik untuk penggembalaan maupun untuk mengandangkan sejumlah hewan tertentu dari suatu jenis. 1601 q.

menurut keadilan. atau pun untuk membeli barang-barang keperluannya di suatu tempat atau dari seorang tertentu.untuk pekerjaan yang dijanjikan pada waktu perjanjian dibuat dan di tempat dimana pekerjaan tersebut harus dilakukan. dengan mana si buruh mengambil bagian dalam suatu dana. Jika si buruh karena sesuatu janji yang tak diperbolehkan dan batal. dengan tiada kewajiban mengembalikan apa yang telah diberikan kepadanya untuk memenuhi perjanjiannya. 1601 t. telah membuat se suatu perjanjian dengan si majikan. maka upah itu harus dinilaikan atas suatu jumlah berupa uang dan dianggap sebagai telah ditetapkan atas sejumlah yang lima kali lipat jumlah tersebut. Dari ketentuan ini dikecualikan janji. yang ditetapkan dalam undang-undang. maka upah harus ditetapkan. dengan mengingat keadaan. Meskipun demikian Hakim. asal dana tersebut memenuhi syarat-syarat. dengan mana si buruh ini mengikatkan dirinya untuk menggunakan upah atau lain-lain pendapatannya atau sebagian daripadanya menurut suatu cara tertentu. Si buruh adalah berhak menuntut kembali dari si majikan apa yang telah dideritanya atau dibayarnya sebagai perhitungan terhadap upahnya. Sekadar upah telah ditetapkan berlainan dengan apa yang diperizinkan menurut pasal 1601 p. Seluruh upah yang akan harus dibayar karena itu namun itu tidak boleh melampaui upah yang dihitung menurut ketentuan-ketentuan pasal yang lalu dengan sepertiga. sebagaimana dimaksudkan dalam pasal yang lalu. jika ia mengabulkan tuntutan si buruh. berkuasa membatasi penghukuman sampai suatu jumlah sebagaimana dianggapnya adil . 1601 s. Jika kebiasaan seperti itu tidak ada. 1601 r. Tidak diperbolehkan dan batal adalah tiap janji antara si majikan atau pegawai maupun kuasanya di satu pihak dan seorang buruh yang bekerja di dibawah salah seorang dari mereka di lain pihak. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dari pasal ini adalah batal. maka tidak suatu perikatan pun dilahirkan dari perbuatan itu.

Ketentuan dari ayat kedua juga berlaku dalam hal ini. dengan mana telah diperjanjikan denda. dalam mana upah yang berupa uang telah ditetapkannya. maka ia berhak menuntut dari si majikan jumlah yang karena itu telah dibayarkannya atau yang masih terutang. ke tiga dan ke empat. harus ditetapkan pada suatu jumlah tertentu. Tiap denda. 1601 u. tetapi hanya mengenai buruh-buruh yang upahnya berupa uang berjumlah lebih dari delapan rupiah sehari. Tidak satu denda tersendiri pun boleh ditetapkan lebih dari jumlah ini. yang dinyatakan dalam mata uang. harus menyebutkan dengan saksama untuk apa denda-denda itu diperuntukkannya. telah membuat sesuatu perjanjian dengan seorang lain daripada si majikan. sebagai disebutkan di atas. Denda-denda tersebut tidak boleh membawa keuntungan pribadi bagi si majikan sendiri atau bagi siapa yang dikuasakan olehnya untuk menjatuhkan denda kepada si buruh. maka Hakim senantiasa berkuasa menetapkan denda pada suatu jumlah yang kurang. . Perjanjian atau reglemen. namun paling sedikit sampai jumlah sebesar kerugian yang diderita oleh si buruh. Si majikan hanya dapat menetapkan denda atas pelanggaran ketentuan-ketentuan dari suatu perjanjian yang dibuat tertulis atau dari suatu reglemen. jika ketentuan-ketentuan itu ditunjuk dengan tegas dan lagi dendanya disebutkan di dalam perjanjian atau reglemen. Jika si buruh karena suatu janji yang tidak diperbolehkan dan batal. Namun itu.mengingat keadaan. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dari pasal ini adalah batal. Didalam satu minggu kepada seorang buruh tidak boleh dikenakan denda-denda yang jumlahnya melebihi upahnya yang ditetapkan dalam uang untuk satu hari. jika denda yang telah ditetapkan menurut pendapatnya lebih dari sepantasnya. Jika itu terjadi. menurut taksiran Hakim. yang diperjanjikan dalam suatu reglemen atau dalam suatu perjanjian. Tiap hak dari si buruh untuk menuntut sesuatu yang berdasarkan pasal ini gugur setelah lewat enam bulan. diperbolehkan dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen diadakan penyimpangan dari ketentuan ayat ke dua.

Jika oleh si majikan telah diperjanjikan suatu ganti rugi dari si buruh manakala si buruh ini melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan sesuatu janji. 1601 w. Tiap janji yang bertentangan dengin ketentuan ini adalah batal. sedangkan si buruh ini telah mempergunakan kekuasaan itu. maka Hakim senantiasa berkuasa menetapkan ganti rugi. hanyalah sah apabila janji itu dibuat dalam suatu perjanjian tertulis atau dalam suatu reglemen. maka Hakim akan menetapkan suatu jumlah uang menurut keadilan. jika Hakim atas permintaan atau tuntutan si buruh telah menyatakan bubarnya perjanjian berdasarkan suatu alasan yang mendesak. yang diberikan kepada si buruh karena kesengajaan atau kesalahan si majikan. Untuk satu perbuatan tidak diperbolehkan si majikan memungut denda sambil menuntut pula ganti rugi. pada suatu jumlah yang kurang. dengan seorang buruh yang dewasa. jika ia telah mengakhiri hubungan kerja secara melanggar hukum. demikian pun tidak. Jika salah satu pihak dengan sengaja atau karena salahnya telah berbuat berlawanan dengan salah satu kewajibannya dan kerugian yang karenanya diderita oleh pihak lawan tidak dapat dinilaikan dengan uang.Termasuk hal menetapkan dan memperjanjikan denda dalam arti pasal ini adalah hal memperjanjikan hukuman. sebagaimana dimaksudkan dalam Bagian ke sepuluh dari Bab pertama Buku ini. Si majikan tidak dapat memperoleh hak-hak dari suatu janji sebagai yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. seperti yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. si buruh dirugikan secara tidak adil oleh janji tersebut. 1601 x. jika menurut . dengan mana pihak yang belakangan ini dibatasi dalam kekuasaannya untuk setelah berakhirnya hubungan kerja melakukan pekerjaan dengan sesuatu cara. Suatu janji antara si majikan dan si buruh. meniadakan seluruhnya atau sebagian suatu janji seperti itu dengan alasan bahwa dibandingkan dengan kepentingan si majikan yang harus dilindungi. sebagai ganti rugi. Hakim diperbolehkan atas tuntutan si buruh atau karena dimintanya dalam pembelaannya di dalam suatu perkara. 1601 v. atau jika ia dengan sengaja atau karena kesalahannya telah memberi suatu alasan yang mendesak kepada si buruh untuk mengakhiri hubungan kerjanya.

1602c. apabila ia baik karena pemenuhan suatu kewajiban yang diletakkan padanya oleh undang-undang atau penguasa Negara tanpa penggantian berupa uang yang tidak dapat dilakukan diluar waktu bekerja. harus dibayar sejak saat si buruh mulai bekerja hingga saat berakhirnya hubungan kerja. telah berhalangan melakukan pekerjaannya. Jika dalam hal yang sedemikian si buruh berhak atas sesuatu ganti rugi berupa uang atau sesuatu pembayaran berdasarkan sesuatu peraturan sakit atau kecelakaan yang diharuskan oleh undang-undang.pendapatnya jumlah yang diperjanjikan itu lebih dari sepantasnya. Begitu pula si buruh tetap memiliki haknya atas upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu untuk waktu pendek yang harus dihitung menurut keadilan. atau berdasarkan sesuatu pertanggungan maupun sesuatu dana yang ia diwajibkan turut serta menurut sesuatu janji dalam perjanjian perburuhan atau menurut apa yang dapat disimpulkan dari perjanjian tersebut. Tiada upah yang harus dibayar untuk waktu selama mana si buruh tidak melakukan pekerjaan yang dijanjikan. 1601y. BACAAN KE TIGA Tentang kewajiban majikan 1602. maupun karena keadaan-keadaan yang sangat istimewa yang terjadi diluar salahnya. Dalam keadaan-keadaan yang sangat istimewa termasuk. apabila ia karena sakit atau karena suatu kecelakaam telah berhalangan melakukan pekerjaannya. kecuali jika sakit atau kecelakaan tersebut disebab kesengajaan atau tak susila si buruh atau suatu akibat dari suatu cacat badan tentang mana ia sewaktu membuat perjanjian dengan sengaja memberikan keterangan-keterangan palsu kepada si majikan. Namun itu si buruh tetap memiliki haknya atas upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu untuk suatu waktu yang tidak sebegitu lama. Upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu. maka upah si buruh harus dikurangi dengan jumlah penggantian atau pembayaran tersebut. 1602a. 1602b. untuk pemakaian . Si majikan diwajibkan membayar kepada si buruh upahnya pada waktu yang telah ditentukan. Dicabut.

Begitu pula termasuk pemenuhan kewajiban yang diletakkan oleh undang-undang atau penguasa Negara hal melakukan hak pilih. maka berlakulah juga ketentuan-ketentuan pasal ini. 1602e. Jika upah yang berupa uang ditetapkan secara lain daripada menurut lamanya waktu. Dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat ditentukan bahwa pemberitahuan surat-surat bukti tersebut tidak akan dilakukan kepada masing-masing buruh tersendiri. Jika upah seluruhnya atau sebagian terdiri atas suatu jumlah yang digantungkan pada sesuatu keterangan yang harus dapat ternyata dari pemegangan buku si majikan. Dari ketentuan-ketentuan pasal ini hanyalah diperbolehkan menyimpang dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen. tetapi sebagai gantinya akan dilakukan kepada sejumlah buruh tertentu yang bekerja pada si majikan atau kepada seorang ahli atau lebih dalam hal pemegangan buku yang semuanya ditunjuk oleh para buruh secara tertulis. Upah tersebut namun itu dikurangi dengan biaya yang telah dapat dihemat oleh si buruh karena ia tidak melakukan pekerjaannya. jika tidak berhalangan melakukan pekerjaannya.pasal ini: hal istri si buruh melahirkan anak. ke lima. jika ia telah bersedia melakukan pekerjaan yang dijanjikan tetapi si majikan tidak menggunakannya baik karena salahnya sendiri maupun bahkan karena halangan yang tak disengaja yang mengenai dirinya pribadi. Pemberitahuan-pemberitahuan surat-surat bukti oleh atau atas kuasa si . 1602d. Ketentuan-ketentuan ayat ke dua. maka berhaklah si buruh untuk meminta kepada si majikan diberitahukannya surat-surat bukti yang sedemikian sebagaimana diperlukannya untuk mengetahui keterangan tersebut. ke enam dan ke tujuh dari pasal yang lalu adalah berlaku. Juga si buruh tidak kehilangan haknya atas upah yang ditentukan menurut lamanya waktu. dengan pengertian bahwa sebagai upah harus diambil upah rata-rata yang seharusnya dapat diperoleh si buruh. begitu pula meninggalnya serta mengubumya salah seorang teman serumah atau salah seorang sanak keluarga dalam garis lencang tak terbatas dan dalam derajat kedua dari garis samping.

namun itu dengan pengertian bahwa. orang yang tersebut belakangan ini namun itu tak sekali-kali dapat mewajibkan merahasiakannya terhadap si buruh. tidak akan dibayarkan kepada si belum dewasa. yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. Untuk pembayaran upah yang harus dibayar kepada si buruh. Pun jika tidak dimuat syarat yang demikian didalam surat kuasa dan bahkan dalam hal adanya kuasa lisan. harus merahasiakannya. maka dapatlah diadakan penyimpangan dari ketentuan-ketentuan ayat ke satu bahkan dengan suatu cara lain daripada yang diterangkan dalam ayat ke dua. harus dibayarkan kepada wakilnya menurut undang-undang apabila orang ini secara tertulis melawan pembayarannya kepada si belum dewasa. kuasa yang dimaksudkan dalam ayat ke satu dari pasal 1385 harus suatu kuasa tertulis. harus dilakukan dengan kewajiban merahasiakan oleh si buruh seperti diuraikan dalam ayat ke tiga. upah yang ditetapkan dalam uang yang harus dibayarkan kepada si belum dewasa. Dengan tidak mengurangi berlakunya ayat ke empat.majikan jika dikehendaki. Sekadar keterangan. dari mana ternyata perhitungan jumlah yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. maka orang ini mengenai hal pembayaran upah atau bagian yang harus dibayarkan kepadanya. jika laporan dibantah di muka Pengadilan. dimuat syarat bahwa upah yang ditetapkan berupa uang seluruhnya atau sebagian. tetapi sebagai gantinya harus dibayarkan kepada wakilnya menurut undang-undang sendiri. Dalam hal-hal yang lain daripada yang dimaksudkan dalam ayat ke dua dan . jika dikehendaki. senantiasa kepada si buruh harus diberikan suatu laporan tertulis yang terang serta jelas. dianggap sebagai si buruh. dengan mengingat ketentuan ayat ke dua. dilakukan dengan kewajiban yang dinyatakan dengan tegas bahwa si buruh dan siapa yang menurut ayat yang lalu mewakilinya. 1602f. pemberian laporan yang dimaksudkan dalam ayat yang lalu. mengenai keuntungan yang diperoleh didalam perusahaannya si majikan atau di dalam sebagian dari perusahaan itu. Jika di dalam kuasa tertulis yang disebutkan dalam pasal 1601g. Kewajiban merahasiakan dihapuskan sekadar perlu.

Menyerahkan. sedangkan upah yang ditetapkan dalam uang berjumlah delapan rupiah atau kurang sehari. maka terhadap jumlah ini pun penyitaan hanya sah untuk seperlima bagian tetapi untuk jumlah yang selebihnya dapat dilakukan penyitaan dengan tak terbatas. Tiada suatu pembatasan berlaku. Jika terjadi penyitaan pada si majikan atas upah yang harus dibayarkan kepada si buruh. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dalam pasal ini adalah batal. yang menjadi hak orang yang melakukan penyitaan menurut undang-undang. berlawanan dengan ketentuan-ketentuan pasal ini atau pasal berikut. jika di tempat tersebut tidak ada nilai. 1602h. adalah batal. Suatu kuasa untuk menagih upahnya. menurut apa yang . 1602i. atau. 1602g. menurut nilai dari kota dagang yang paling dekat dimana ada suatu nilai. Pembayaran kepada orang-orang pihak ke tiga.ayat ke tiga pasal ini. hanyalah sah sekadar suatu penyitaan atas upahnya akan sah juga. Pembayaran upah yang ditetapkan dalam uang harus dilakukan dalam alat pembayaran yang sah di Indonesia. atau dalam hal yang dimaksudkan dalam pasal 1601 r. dilakukan menurut apa yang diperjanjikan dalam perjanjian atau reglemen. maka penyitaan tersebut tidak berlaku untuk lebih dari seperlima bagian dari upah yang ditetapkan dalam uang tersebut. Pembayaran upah sekadar ditetapkan dalam unsur-unsur yang lain daripada uang. Apabila upah yang ditetapkan dalam uang berjumlah lebih dari delapan rupiah. yang diberikan oleh si buruh dalam bentuk atau dengan nama apapun juga. dengan pengertian bahwa upah yang ditetapkan dalam uang suatu negeri asing harus dihitung menurut nilai dari hari dan tempat dimana pembayaran dilakukan. si majikan dibebaskan secara sah dengan pembayaran kepada si belum dewasa. jika penyitaan adalah untuk penagihan tunjangan nafkah. Namun itu untuk keresidenan-keresidenan tertentu atau bagian-bagian dari keresidenan-keresidenan dengan undang-undang dapat diadakan penyimpangan dari apa yang ditetapkan dalam ayat ke satu. selamanya dapat ditarik kembali. memberikan dalam gadai atau lain perbuatan dengan mana si buruh memberikan sesuatu hak atas upahnya kepada seorang pihak ketiga.

kali setelah lewatnya waktu untuk mana upah telah ditetapkan. atau pun lagi di rumah si buruh. bulan. jika upah ditetapkan untuk suatu waktu yang lebih lama dari satu minggu tetapi lebih pendek dari satu bulan. jika ia mengabulkan tuntutan si buruh. 16021. adalah batal. sedangkan ia sendiri tidak diwajibkan mengembalikan apa yang telah diterimanya dengan pembayaran yang batal itu. sekadar dilakukan lain daripada yang ditentukan dalam kedua pasal yang lalu. untuk membatasi penghukuman sampai suatu jumlah yang dianggapnya adil mengingat keadaan-keadaan peristiwa. Pembayaran upah. Dari aturan ini hanyalah boleh diadakan penyimpangan sedemikian rupa. jika kantor itu terletak di tempat dimana bertinggal jumlah terbanyak daripara buruh. satu dan lain terserah kepada si majikan. Namun itu Hakim adalah berkuasa. jika upah ditetapkan untuk tiap. maka pembayaran itu harus dilakukan. tiap-tiap kali setelah lewat satu triwulan. Tiap hak dari si buruh untuk menuntut sesuatu berdasarkan pasal ini gugur dengan lewatnya waktu enam bulan. jika upah ditetapkan untuk suatu waktu yang lebih lama dari satu bulan. Jika tempat pembayaran upah tidak ditetapkan dalam perjanjian atau reglemen atau oleh kebiasaan. maupun di kantor si majikan. tetapi paling banyak sampai jumlah pada mana kerugian yang diderita oleh si buruh dinilaikannya. baik di tempat dimana pekerjaan lazimnya dilakukan.ditetapkan disitu. bahwa dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat ditentukan bahwa pembayaran upah yang ditetapkan untuk suatu waktu yang lebih pendek dari setengah bulan harus dilakukan tiap-tiap kali . 1602j. tiap-tiap kali setelah lewat satu minggu. tiap-tiap kali setelah lewat satu bulan. Pembayaran upah yang ditetapkan dalam uang menurut lamanya waktu harus dilakukan sebagai berikut : jika upah ditetapkan untuk tiap minggu atau suatu waktu yang lebih pendek. tiap-tiap. Si buruh tetap memiliki haknya untuk menuntut upahnya yang terutang dari si majikan. 1602k.

menurut sifat. yang ditetapkan dalam pasal ini atau berdasarkan pasal ini.setelah tewatnya waktu setengah bulan. atau pun jika upah ditetapkan sebagian demi sebagian menurut beberapa waktu yang berbeda-beda. 1602o. Pembayaran upah yang ditetapkan dalam uang tetapi tidak menurut lamanya waktu. dan bahwa pembayaran upah yang ditetapkan untuk suatu bulan harus dilakukan tiap-tiap kali setelah lewatnya satu triwulan. dengan pengertian bahwa pembayaran paling sedikit harus dilakukan sekali setahun. harus terjadi dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan pasal yang lalu. pembayarannya harus dilakukan tiap kali apabila jumlah upah itu telah dapat ditetapkan. dengan pengertian bahwa upah ini harus dianggap telah ditetapkan menurut waktu yang lazim dipakai dalam menentukan upah untuk pekerjaan yang paling mirip dengan pekerjaan untuk mana upahnya harus dibayar itu. 1602n. dan untuk sebagian lagi ditetapkan secara lain. 1602m. kecuali jika dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen telah diperjanjikan bahwa pembayaran akan terjadi menurut ketentuan-ketentuan ayat ke satu. tiap-tiap kali setelah lewatnya waktu yang ditentukan oleh kebiasaan setempat. Pembayaran upah dari buruh-buruh yang tinggal pada si majikan harus terjadi. Sekadar keterangan yang dimaksud dalam ayat satu mengenai keuntungan yang diperoleh dali perusahaan si majikan atau dalam sebagian dari perusahaan itu. tempat dan waktu. Jika upah yang berupa uang sebagian ditetapkan menurut lamanya waktu. maka untuk . dengan penyimpangan sekadarnya dari ketentuan-ketentuan di atas. Sekadar upah yang ditentukan dalam uang terdiri atas suatu jumlah yang digantungkan pada sesuatu keterangan yang harus dapat ternyata dari pemegangan buku si majikan. sedangkan menurut sifat perusahaan atau kebiasaan keuntungan tersebut baru ditetapkan setelah lewatnya waktu yang lebih dari satu tahun maka dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat diperjanjikan bahwa pembayaran akan dilakukan tiap kali setelah diadakan penetapan itu. Tenggang-tenggang waktu pembayaran. senantiasa boleh diperpendek oleh kedua belah pihak dengan kata sepakat.

denda-denda yang ia wajib bayar kepada si majikan menurut pasal . seluruh jumlah upah yang terutang harus dilunasi. tempat dan waktu. akan dibayar suatu bagian tertentu dari upahnya.masing-masing bagian itu berlakulah ketentuan-ketentuan dari pasal-pasal 16021 sampai 1602n. Suatu janji dengan mana diadakan penyimpangan dari sesuatu ketentuan dalam pasal ini hanyalah sah terhadap buruh-buruh yang upahnya berupa uang ada berjumlah lebih dari delapan rupiah sehari. pada hari pembayaran pertama pada mana itu dapat dilakukan. Namun itu. 1602r. Pada tiap pembayaran. ganti-rugi yang ia wajib bayar kepada si majikan. Namun itu Hakim adalah berkuasa membatasi tambahan sampai suatu jumlah yang dianggapnya adil mengingat keadaan-keadaan peristiwa. maka si buruh berhak. 1602q. Jika upah yang ditetapkan dalam uang atau bagian dari upah itu yang merupakan sisa setelahnya dipotong apa yang tidak usah dibayar apa yang dituntut oleh pihak-pihak ke tiga menurut ketentuan-ketentuan bab ini. maka terhadap tuntutan pembayaran upah hanyalah diperbolehkan mengadakan perjumpaan utang tentang utang-utang si buruh yang berikut: 1o. 1602m dan 1602o pembayaran itu harus dilakukan. mengingat sifat. tidak dibayar paling lambat pada hari kerja ke tiga setelah hari pada mana menurut pasal-pasal 1602l. Selain pada waktu berakhirnya hubungan kerja. 1602p. dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat diperjanjikan bahwa tiap kali. dengan tidak mengurangi perhitungan yang tetap. atas suatu tambahan upah karena kelambatan. jika tidak dilakukan pembayaran ini disebabkan kesalahan si majikan. yang berjumlah paling sedikit tiga seperempat dari upah yang biasa dibayar untuk pekerjaan yang paling mirip dengan pekerjaan yang bersangkutan. tambahan mana untuk hari kerja ke empat sampai dengan hari kerja ke delapan berjumlah lima persen sehari dan untuk tiap-tiap hari seterusnya satu persen dengan pengertian bahwa tambahan karena kelambatan itu sekali-kali tidak boleh melebihi separuh dari jumlah yang terutang. mengenai upah yang ditetapkan dalam uang tetapi digantungkan pada hasil pekerjaan yang harus dilakukan. 2o.

jumlah yang telah dibayar secara kelebihan atas upah. sedangkan harga itu tidak melebihi pula harga untuk mana si buruh dapat membeli barang-barang keperluan rumah tangga. asal oleh si majikan ini diberikan sepucuk surat bukti yang menerangkan jumlah tiap-tiap denda. iuran untuk suatu dana yang menurut ayat ke dua dari pasal 1601s.1601u. yang dengan suatu perjanjian tertulis telah disewakan oleh si majikan. Tiap janji dengan mana kepada si majikan diberikan suatu kekuasaan yang . serta kapan dan sebabnya denda itu dikenakan dengan penyebutan ketentuan reglemen atau perjanjian tertulis yang telah dilanggar. 3o. telah dipenuhi oleh si majikan untuk keperluan si buruh:. biaya perawatan dan pengobatan yang menurut pasal 1602x harus dipikul oleh si buruh. bahan-bahan dasar dan bahan-bahan pembantu tersebut di lain tempat. 6o. dalam mana tidak termasuk minuman keras dan candu. satu dan lain yang oleh si majikan telah diserahkan kepada si buruh. Untuk apa yang si majikan sedianya akan dapat menuntut berdasarkan nomor-nomor 2o. yang diberikan oleh si majikan berupa uang kepada si buruh. 7o. 3o dan 5o. 5o. 8o. maka pada tiap-tiap pembayaran tidak diperbolehkan ia menjumpakan lebih dari seperlima bagim dari upah yang ditetapkan dalam uang yang sedianya harus dibayar. asal itu ternyata dari suatu keterangan sebagai tersebut dalam nomor yang lalu. asal penyerahan itu dapat dinyatakan dari suatu keterangan tertulis diberikan oleh si buruh yang menyebutkan sebab serta jumlah utang dan lagi asal si majikan tidak meminta untuk barang-barang itu lebih dari harga pembelian. suatu ruangan. 4o. perjumpaan utang tidak boleh melampaui dua seperlima dari jumlah yang sama. sebidang tanah atau piranti maupun perkakas yang dipakai si buruh dalam perusahaannya sendiri. harga pembelian barang-barang keperluan rumah tangga biasa dan sehari-hari. persekot-persekot atas upah. untuk apa yang ia seluruhnya dapat menjumpakan berdasarkan ketentuan-ketentum pasal ini. beserta bahan-bahan dasar dan bahan-bahan pembantu yang dipakai si buruh dalam perusahaannya sendiri. harga sewa sebuah rumah.

memberikan kesempatan. si majikan adalah berhak untuk menyimpang dari ketentuan dalam ayat yang lalu. dalam kedua-dua hal secara yang ditetapkan dengan perjanjian atau. sekadar ini ditetapkan dalam perumahan. 1602t. diwajibkan memberikan kepada si buruh ini suatu ganti rugi. Jika upah si buruh seluruhnya atau sebagian ditetapkan dalam perumahan. hingga si buruh tidak usah melakukan pekerjaan pada hari Minggu dan hari-hari yang menurut kebiasaan setempat. sekadar mengenai pekerjaan yang diperjanjikan. Si majikan. asal menurut syarat-syarat kesehatan dan kesusilaan baik. maka dengan izin sebelumnya dari Menteri Sosial bagi buruh-buruh atau golongan-golongan buruh . dipersamakan dengan hari Minggu. 1602s. bahwa kewajiban si majikan ini akan dikecualikan atau dibatasi. Jika sifat pekerjaan menghendakinya. bahwa dalam perusahaan itu atau dalam bagian-bagian maupun babakan-babakan dari perusahaan-perusahaan itu paling sedikit diberikan dua hari Minggu libur dalam satu bulan. oleh kebiasaan setempat. makan dan lain-lain keperluan hidup. memenuhinya menurut kebiasaan setempat. begitu pula menikmati istirahat dari pekerjaannya.lebih luas untuk menjumpakan utang adalah batal. memenuhi ibadat-ibadat agamanya. jika itu tidak ada. Si majikan diwajibkan kepada buruh-buruh yang bertinggal padanya. sedangkan halangan ini tidak disebabkan oleh perbuatan si buruh sendiri. 1602v. dengan tidak dipotong upahnya. 1602u. yang untuk sementara waktu berhalangan memenuhi upah. adalah batal. sedangkan jumlah hari libur dalam satu tahun paling sedikit 52 hari. Tiap janji yang kiranya dapat mengakibatkan. menurut kebiasaan setempat. Si majikan diwajibkan mengatur pekerjaan sedemikian rupa. yang jumlahnya ditetapkan dengan perjanjian atau jika tidak ada suatu perjanjian. maka si majikan diwajibkan. Jika berhubung dengan syarat-syarat istimewa dari perusahaan-perusahaan tertentu sepatutnya tidak dapat diharapkan. makan atau lainlain keperluan hidup. asal dalam satu bulan paling sedikit diberikan dua hari Minggu libur.

Jika kewajiban-kewajiban itu tidak dipenuhi. Terhadap buruh-buruh yang belum dewasa si majikan diwajibkan mengatur pekerjaannya sedemikian rupa. si majikan diwajibkan mengganti kerugian yang karenanya menimpa si buruh dalam menjalankan . hingga si buruh diperlindungi terhadap bahaya bagi jiwa. terhitung mulai hari penghabisan dari tahun penanggalan. dengan menyimpang sekadarnya dari apa yang ditentukan dalam pasal 1601w. begitu pula untuk mengenai hal melakukannya pekerjaan mengadakan aturan yang sedemikian serta memberikan petunjuk-petunjuk. kehormatan dan harta-bendanya. Si majikan diwajibkan untuk mengatur dan memelihara ruanganruangan. Tiap hak untuk menuntut sesuatu berdasarkan pasal ini. maka si buruh. 1602w. Dengan peraturan Pernerintah dapat ditetapkan aturan untuk pernberian izin yang termaksud ini. Dengan peraturan pernerintah dapat diadakan aturan-aturan untuk sedapat-dapatnya mewajibkan si majikan mengadakan pencatatan tentang hari-hari libur yang diberikan kepada si buruh dalam register-register yang disediakan untuk itu. Tiap janji yang bertentangan dengan aturan ini adalah batal. berhak atas suatu ganti rugi untuk tiap hari Minggu atau hari raya lain. gugur setelah waktu tiga tahun. sejumlah dua kali lipat upah sehari yang ditetapkan dalam uang. pengajaran lanjutan. pengajaran ulangan atau pengajaran keahlian. asal jumlah hari libur dalam satu tahun paling sedikit 52 hari. piranti-piranti atau perkakas-perkakas dalam mana atau dengan mana ia menyuruh melakukan pekerjaan sedemikian rupa. yang ia tidak mendapat libur.dalam perusahaan-perusahaan tersebut dapat diadakan aturan yang menyimpang dari ayat yang lalu. Jika telah diperbuat bertentangan dengan apa yang ditentukan dalam ayat ke satu atau ayat ke dua atau pun bertentangan dengan suatu aturan menyimpang sebagaimana dimaksudkan dalam ayat ke tiga. hingga mereka itu menurut kebiasaan setempat mempunyai kesempatan mengikuti pelajaran-pelajaran dalam lembaga-lembaga untuk agama. sebegitu jauh. dalam mana telah secara kurang diberikan libur pada hari Minggu atau lain hari raya. sebagaimana dapat dituntut sepantasnya berhubung dengan sifat pekerjaan.

yang lazimnya dipelihara dengan pekerjaannya. selama berlangsungnya perhubungan kerja tetapi paling lama untuk waktu enam minggu. Jika sebagai akibat dari tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban itu oleh si majikan. Tiap janji yang kiranya akan mengakibatkan bahwa kewajiban-kewajiban si majikan ini dikecualikan atau dibatasi. 1602y. sekadar tentang hal itu tidak telah diadakan aturan atas dasar lain. 1602x. maka si majikan diwajibkan memberikan ganti rugi kepada suami atau istri si buruh yang ditinggalkan. yang dimaksudkan dalam ayat ke dua dan ayat ke tiga. kecuali apabila si majikan itu dapat membuktikan. tetapi yang mengenai biaya selama empat minggu yang pertama hanyalah apabila sakit atau kecelakaan itu disebabkan kesengajaan atau tak susila si buruh atau akibat dari suatu cacat badan tentang mana si buruh sewaktu membuat perjanjian dengan sengaja telah memberikan keterangan-keterangan palsu kepada si majikan. bahwa tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban itu disebabkan keadaan memaksa atau bahwa meninggalnya si buruh itu sebagian besar ada juga disebabkan oleh kesalahan kasar dari si buruh sendiri. si buruh didalam melakukan pekerjaannya mendapat luka yang sedemikian hingga ia meninggal karenanya. Ia berhak menuntut kembali biayanya dari si buruh. yang kiranya akan mengakibatkan bahwa kewajiban-kewajiban si majikan ini dikecualikan atau dibatasi. bahwa kewajiban mengganti kerugian. Si majikan pada umunya diwajibkan melakukan atau pun tidak berbuat segala apa yang didalam keadaan yang sama sepatutnya harus dilakukan . oleh si majikan dapat dilimpahkan kepada orang-orang lain. sakit atau mendapat kecelakaan.pekerjaannya. Dengan undang-undang natnun itu dapat diadakan aturan-aturan yang menetapkan. anak-anak atau orang tua si meninggal. jika seorang buruh yang bertinggal padanya. adalah batal. kecuali apabila ia dapat membuktikan bahwa tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban itu disebabkan keadaan memaksa atau bahwa kerugian tersebut sebagian besar ada juga disebabkan oleh kesalahan kasar dari si buruh sendiri. rnenguruskan perawatan dan pengobatannya sepantasnya. Tiap janji. adalah batal. Si majikan diwajibkan.

tetapi hanya atas permintaan khusus dari orang kepada siapa surat pernyataan itu harus diberikan.atau tidak diperbuat oleh seorang majikan yang baik. atau dengan sengaja menuliskan keterangan-keterangan yang tidak benar. tentang cara bagaimana si buruh telah menunaikan kewajiban-kewajibannya dan cara bagaimana hubungan kerja berakhir. Si majikan yang menolak memberikan surat pernyataan yang diminta. 1603a. Surat pemyataan itu memuat suatu keterangan yang sesungguhnya tentang sifat pekerjaan yang telah dilakukan serta lamanya hubungan kerja. maka hal itu ditentukan oleh kebiasaan. Tiap janji yang kiranya akan mengakibatkan. begitu pula. atau lagi memberikan keterangan-keterangan kepada orang-orang pihak ke tiga yang bertentangan dengan surat pernyataannya. Si buruh diwajibkan melakukan pekerjaan yang dijanjikan menurut kemampuannya yang sebaik-baiknya. Si majikan diwajibkan pada waktu berakhirnya perhubungan kerja. atau pula memberikan suatu tanda pada surat pernyataannya yang dimaksudkan untuk memberikan sesuatu keterangan tentang si buruh yang tidak termuat dalam surat pemyataannya sendiri. jika si buruh telah mengakhiri hubungan kerja secara berlawanan dengan hukum. adalah batal. selain dengan izin si majikan dalam melakukan pekerjaannya itu digantikan oleh . memberikan kepadanya sepucuk surat pernyataan yang ditandatangani olehnya. jika namun itu si majikan telah mengakhiri hubungan kerja dengan tidak memajukan sesuatu alasan maka ia hanya diwajibkan menyebutkan apa alasan-alasan itu. Si buruh diwajibkan sendiri melakukan pekerjaannya. Sekadar tentang sifat serta luasnya pekerjaan yang harus dilakukan tidak dijelaskan dalam perjanjian atau reglemen. BAGIAN KE EMPAT Tentang kewajiban buruh 1603. 1602z. adalah bertanggung jawab baik terhadap si buruh maupun terhadap orang-orang pihak ke tiga tentang kerugian yang diterbitkan karenanya. maka si majikan adalah berhak untuk menyebutkan hal itu didalam surat pernyataannya. atas permintaan si buruh. tak bolehlah ia. bahwa kewajiban-kewajiban si majikan ini dikecualikan atau dibatasi.

Si buruh pada umumnya diwajibkan melakukan. yang diberikan kepadanya oleh atau atas nama si majikan didalam batas-batas aturan-aturan undang-undang atau perjanjian maupun reglemen. jika itu tidak ada. harus bertingkah laku menurut tertibnya rumah. atau dalam ketentuan undang-undang atau lagi. patut dilakukan atau tidak diperbuat oleh seorang buruh yang baik. 1603c. tetapi paling lama untuk satu tahun dan atas dasar syarat-syarat lama. BAGIAN KE LIMA Tentang bermacam-macam cara berakhirnya hubungan kerja. jika menurut aturan undang-undang atau menurut kebiasaan. diteruskan oleh kedua belah pihak dengan tidak ada bantahan. sedangkan kedua belah pihak. 1603b. 1603d. yang diterbitkan dari perjanjian 1603e. Si buruh yang bertinggal pada si majikan. maupun tidak berbuat segala apa yang didalam keadaan yang sama. 1603f. Pemberitahuan sebelumnya tentang kehendak untuk mengakhiri hubungan kerja hanya diperlukan : 1o. Jika hubungan kerja. atau jika itu tidak ada. menurut kebiasaan. jika demikian itu telah diperjanjikan dalam perjanjian yang dibuat tertulis atau dalam reglemen. juga dalam hal lamanya hubungan kerja telah ditetapkan sebelumnya. dengan lewatnya waktu yang ditetapkan dalam perjanjian maupun reglemen. Sekadar hubungan kerja yang diperpanjang itu akan berlangsung untuk waktu yang .orang ke tiga. harus ada suatu pemberitahuan tentang kehendak untuk mengakhirinya. sekadar itu diperbolehkan. 2o. tidak telah menyimpang dengan perjanjian yang dibuatnya tertulis atau dalam reglemen. Hubungan kerja berakhir demi hukum. Si buruh diwajibkan mentaati aturan-aturan tentang hal melakukan pekerjaan serta aturan-aturan yang ditujukan pada perbaikan tata tertib dalam perusahaan si majikan. setelah lewatnya waktu. yang disebutkan dalam ayat ke satu dari pasal yang lalu. maka dianggap bahwa hubungan itu dilangsungkan lagi untuk waktu yang sama. oleh kebiasaan.

adalah batal. Jika lamanya suatu hubungan kerja tidak telah ditentukan dengan perjanjian atau reglemen maupun dengan suatu aturan undang-undang. Aturan yang sama berlaku jika didalam hal-hal yang disebutkan dalam ayat ke dua dari pasal yang lalu tidak dilakukan pernberitahuan penghentian pada waktu yang tepat. Dengan perjanjian tertulis atau dengan reglemen. apabila pada waktu penghentian hubungan kerja telah berlangsung berturut-turut paling . maka masing-masing pihak adalah berhak mengakhirinya dengan pemberitahuan penghentian dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan dalam dua pasal yang berikut. 1603g. apabila hubungan kerja pada waktu penghentian itu sudah berlangsung selama paling sedikit dua tahun terus-menerus. asal hubungan kerja diperpanjang dengan waktu paling sedikit enam bulan. akibat-akibat pernberitahuan penghentian yang tidak dilakukan pada tepat waktu dapat diatur lain. Pemberitahuan untuk mengakhiri hubungan kerja hanyalah boleh dilakukan menjelang hari terakhir dari tiap-tiap bulan penanggalan. Jika hubungan kerja telah dibuat untuk waktu tak tertentu atau hingga diakhiri. maka dianggaplah hubungan kerja itu sebagai dibuat untuk waktu tak tertentu. maka dianggap bahwa hubungan itu dibuat untuk waktu tidak tertentu. 1603i. Tenggang waktu yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. atau pula oleb kebiasaan. 1603h. Dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen.kurang dari enam bulan. dua bulan atau tiga bulan. selainnya hari terakhir dari tiap-tiap bulan penanggalan. bagi si majikan diperpanjang berturut-turut dengan satu bulan. Tiap janji dengan mana kiranya akan diberikan keleluasaan untuk menghentikan hubungan kerja menjelang suatu hari lain. Kecuali dalam hal yang ditentukan dalam kedua ayat yang berikut dari pasal ini. boleh ditentukan bahwa tenggang yang dimaksudkan dalam ayat yang lalu bagi si buruh dapat diperpanjang dengan waktu paling lama satu bulan. maka dalam hal menghentikan hubungan kerja harus paling sedikit diindahkan suatu tenggang waktu yang lamanya satu bulan. tetapi untuk selainnya atas dasar syarat-syarat lama.

1603i bis. paling sedikit dua tahun tetapi kurang dari tiga tahun dan paling sedikit tiga tahun terus-menerus. kecuali jika dari perjanjiannya dapat disimpulkan sebaliknya. bahwa perjanjian perburuhan yang dibuat oleh si belum dewasa itu . Namun itu baik para ahli warisnya si majikan di satu pihak maupun si buruh di lain pihak berhak mengakhiri hubungan kerja yang dibuat untuk suatu waktu tertentu. Suatu perjanjian perburuhan baru. secara yang dimaksudkan dalam pasal 1603f dianggap. sekadar mengenai hal tenggang waktu penghentian yang dimaksudkan dalam pasal 1603i. mengakhiri hubungan kerja dengan pemberitahuan penghentian. sebagai suatu hubungan perburuhan yang tak pernah terputus. begitu pula tiap janji dengan mana antara dua pihak yang sama ditetapkan lagi suatu waktu percobaan baru. dengan pemberitahuan penghentian dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan pasal-pasal 1603 h dan 1603 i. Jika wakil menurut undang-undang dari seorang belum dewasa berpendapat. adalah batal. Tiap janji dengan mana waktu percobaan tidak ditetapkan sama untuk kedua belah pihak atau ditetapkan untuk waktu yang lebih lama dari tiga bulan. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dari pasal ini. adalah batal. untuk suatu waktu tertentu yang kurang dari enam bulan dianggap sebagai dibuat untuk waktu tak tertentu. yang dibuat oleh seorang buruh didalam waktu empat minggu setelah berakhirnya hubungan kerja yang lama. Hubungan kerja tidak berakhir dengan meninggalnya si majikan. pada majikan yang sama. Hubungan kerja berakhir dengan meninggalnya si buruh. yang terputus selama suatu waktu yang kurang dari empat minggu atau pun yang bersambungan seketika satu sama lain. ter. Jika telah diperjanjikan suatu waktu percobaan.sedikit satu tahun tetapi kurang dari dua tahun. dengan tidak membedakan apakah ini telah dibuat untuk waktu tertentu atau untuk waktu tak tertentu. 1603i. maka selama waktu itu masing-masing pihak adalah berhak seketika. 1603j. seakan-akan hubungan kerja tersebut telah dibuat untuk waktu tak tertentu. Hubungan-hubungan kerja pada majikan yang sama. 1603k. 1603 m. 1603 l.

atau kepada si majikan ini dengan sengaja telah memberikan . Terhadap penetapan tersebut tidak ada jalan untak melawannya. tetapi pihak yang melakukan ini. Bagi si majikan dianggap sebagai alasan-alasan yang mendesak dalam arti pasal yang lalu perbuatan-perbuatan. 1603 o. ia menetapkah pada waktu mana hubungan kerjanya akan berakhir. kecuali adanya kekuasaan Jaksa Agung untuk semata-mata demi kepentingan undangundang. maka. sifat-sifat atau tingkah laku si buruh yang demikian hingga karenanya dari pihaknya si majikan tidak sepatutnya dapat diminta untuk meneruskan hubungan kerjanya. bolehlah ia memajukan permohonan tertulis kepada Hakim di tempat dimana si belum dewasa sesungguhnya berdiam. atau sudah mempunyai akibat yang merugikan bagi si belum dewasa. memajukan permintaan kasasi terhadap penetapan tersebut. Alasan-alasan yang mendesak antara lain dapat dianggap ada: 1 o. 1603 n. Masing-masing pihak dapat mengakhiri hubungan kerjanya tanpa pemberitahuan penghentian atau mengindahkan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk pemberitahuan-pemberitahuan penghentian. jika pihak lawan tidak menyetujuinya. atau apabila ia mengakhiri hubungan kerja secara demikian itu karena suatu alasan yang mendesak yang seketika diberitahukan kepada pihak lawan. Hakim takkan meluluskan permohonan. apabila si buruh pada waktu menutup perjanjiannya telah menyesatkan si majikan dengan memperlihatkan surat-surat pernyataan yang palsu atau dipalsukan. melainkan setelah mendengar atau memanggil dengan sah si belum dewasa si majikan dan lagi Balai Harta Peninggalan jika si belum dewasa berada di bawah perwalian dimana Balai Harta Peninggalan itu menjadi wali pengawasnya. Jika Hakim mengabulkan permohonan. supaya perjanjian perburuhan tersebut dinyatakan putus. kecuali apabila ia pada waktu itu juga membayar ganti rugi atas dasar yang ditentukan dalam pasal 1603 q. bahwa syarat-syarat yang disebutkan dalam surat kuasa yang diterangkan dalam pasal 1601 g tidak dipenuhi. berbuat berlawanan dengan hukum.akan mempunyai akibat. atau pula jika ia berpendapat.

sanak keluarga atau teman-teman serumah si majikan. secara sembrono merusakkan milik si majikan atau menerbitkan bahaya yang sungguhsungguh mengancam milik itu. yang ia diwajibkan merahasiakan. apabila ia membujuk atau mencoba membujuk si majikan. meskipun telah diperingatkan. 4 o. apabila ia dengan sengaja atau. 9 o. 5 o. apabila ia ternyata terlalu arnat kurang mempunyai kecakapan atau kesanggupan untuk pekerjaan untuk mana ia telah mengikatkan dirinya. 10 o. apabila ia berkeras kepala menolak akan memenuhi perintah-perintah yang patut yang diberikan kepadanya oleh atau atas nama si majikan. yang menyebabkan ia tidak patut lagi mendapat kepercayaan dari si majikan. menerbitkan bahaya yang sungguh-sungguh mengancam pada dirinya sendiri atau lain-lain orang. menghina secara kasar atau mengancam sungguh-sungguh si majikan. Janji-janji yang menetapkan bahwa kepada si majikan akan diserahkan . 8 o. penipuan atau lain-lain kejahatan. apabila ia telah melakukan pencurian. meskipun telah diperingatkan.keterangan-keterangan palsu tentang cara bagaimana hubungan kerja yang lama telah berakhir. apabila ia dengan cara lain sangat melalaikan kewajiban-kewajiban yang oleh perjanjian dibebankan padanya. masih saja gernar akan mabuk. meskipun telah diperingatkan. penggelapan. apabila ia menganiaya. 12 o. atau teman-teman sekerjanya. madat atau berbuat tingkah laku yang buruk lainnya. 6 o. apabila ia karena sengaja atau sembrono telah menjadi tak mampu melakukan pekerjaannya. sanak keluarga atau teman-teman serumah si majikan atau teman-teman sekerjanya. 11 o. 2 o. apabila ia. apabila ia mengumumkan hal-hal istimewa mengenai rumah tangga atau perusahaan si majikan. untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan baik. apabila ia dengan sengaja atau. 7 o. 3 o.

adalah batal. sedangkan itu tidak ternyata sewaktu perjanjian dibuat. kesusilaan atau nama baiknya. Bagi si buruh dianggap sebagai alasan-alasan yang mendesak dalam arti pasal 1603 n keadaan-keadaan yang demikian sehingga karenanya tidak sepantasnya dapat diharapkan dari si buruh untuk meneruskan hubungan kerjanya. 3 o. apabila terus berlangsung hubungan kerja bagi si buruh akan membawa bahaya yang sungguh-sungguh untuk jiwa. atau membiarkan bahwa pembujukan atau percobaan membujuk yang demikian itu dilakukan oleh salah seorang teman serumah atau bawahannya. apabila ia membujuk atau mencoba membujuk si buruh. apabila ia. 10 o. ia tidak menyelenggarakan hal-hal itu sepantasnya. 2 o. jika sifat hubungan kerja tidak mengharuskannya. 1603 p. 6 o. memerintahkan kepada si buruh itu supaya ia melakukan pekerjaan dalam perusahaan seorang majikan lain. apabila ia tidak membayar upah pada waktu yang ditentukan. atau membiarkan bahwa perbuatan-perbuatan semacam itu dilakukan oleh salah seorang teman serumahnya atau bawahannya. dalam hal telah diperjanjikan makan dan perumahan. apabila si majikan menganiaya. apabila ia terlalu amat melalaikan kewajiban-kewajiban yang oleh perjanjian dibebankan kepadanya. jika upah si buruh digantungkan pada hasil pekerjaan yang harus dilakukan si majikan tidak memberikan bantuan yang diperjanjikan atau tidak memberikan secukupnya. apabila si buruh karena sakit atau lain-lain sebab diluar salahnya . apabila. 5 o. menghina secara kasar atau mengancam sungguh-sungguh si buruh. sedangkan si buruh menolaknya. sanak keluarga atau teman-teman serumah si buruh untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan baik.untuk menentukan apakah ada suatu alasan yang mendesak dalam arti pasal 1603 n. apabila ia tidak memberikan pekerjaan secukupnya kepada si buruh yang upahnya digantungkan pada hasil pekerjaan yang dilakukan. apabila. 9 o. kesehatan. 8 o. Alasan-alasan yang mendesak antara lain harus dianggap ada: 1 o. 7 o. 4o.

1603 q: Ganti rugi yang dimaksudkan dalam pasal-pasal 1601 k dan 1603 n adalah dalam hal suatu hubungan kerja yang dibuat atau dianggap telah dibuat untuk suatu waktu tak tertentu. seluruhnya atau sebagian tidak ditetapkan menurut lamanya waktu. dalam hal suatu hubungan kerja yang dibuat untuk suatu waktu tertentu. adalah batal. Hakim berkuasa menetapkan ganti rugi yang dimaksudkan dalam ayat ke satu dan ayat ke empat pasal ini.menjadi tak mampu melakukan pekerjaan yang diperjanjikan. Tiap janji dengan mana bagi si buruh diperjanjikan suatu ganti rugi yang jumlahnya kurang. maka jika hal itu disertai alasan-alasan istimewa hingga kerugian yang disebabkan dapat dianggap . pada suatu jumlah yang kurang. Disini yang dimaksudkan dengan upah ialah unsur-unsur upah yang disebutkan di bawah nomor 1o dan 7o dari pasal 1601 p. jika ganti rugi itu menurut pendapatnya melampaui yang sepantasnya. sama dengan jumlah upah yang harus dibayar sampai pada hari berikutnya hari pada mana hubungan kerja sedianya akan dapat diakhiri dengan pemberitahuan penghentian. maka berlakulah ukuran dari pasal 1601 o. Jika salah satu pihak telah mengakhiri hubungan kerjanya tanpa pemberitahuan penghentian atau dengan tidak mengindahkan peraturan-peraturan yang berlaku untuk pemberitahuan penghentian seraya memberikan ganti rugi kepada pihak lawan atas dasar ketentuan ayat ke satu pasal yang lalu. Dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen boleh ditetapkan suatu ganti rugi yang lebih jumlahnya. 1603 r. adalah batal. terhitung mulai hari hubungan kerjanya telah berakhir. yang ditetapkan sebanyak enam persen setahun. ganti rugi tersebut adalah sama dengan jumlah upah untuk lamanya waktu yang hubungan kerjanya itu menurut pasal 1603 e dan pasal 1603 f sedianya harus berlangsung terus. Dari jumlah ganti rugi yang terutang harus dibayar suatu bunga. Jika upah si buruh. Janji-janji yang menetapkan bahwa kepada si buruh akan diserahkan untuk menentukan apakah ada suatu alasan yang mendesak dalam arti pasal 1603 n.

bis. setelah separuh dari masa kerja dalam perjanjian ditentukan untuk pemberian cuti lampau si majikan sepihak mengakhiri perjanjian tanpa alasan yang mendesak. beserta. 1603 s. pada saat hubungan kerjanya diakhirinya. biaya yang diperlukan untuk pelayaran itu. maka ia diwajibkan selain apa yang ia wajib membayar kepada si buruh atas dasar lain. selebihnya dan selainnya apa yang kiranya menjadi haknya berhubung dengan pemecatannya atas dasar lain. maka si buruh adalah berhak untuk. Dalam hal menghitung masa kerja maka bulan dalam mana perjanjiannya berakhir dihitung sebagai satu bulan penuh. membayar kepadanya suatu jumlah uang. setelah bagian dari masa kerja yang tersebut dalam ayat yang lalu telah lampau. atau suatu ganti rugi sepenuhnya. Jika salah satu pihak telah mengakhiri hubungan kerjanya secara berlawanan dengan hukum. dan pihak lawan itu telah menggunakan haknya tersebut. 1603 s. Hal yang sama berlaku. Hal yang sama berlaku juga. Jika diluar hal yang termaksud dalam ayat yang lalu. mengakhiri hubungan kerjanya . Jika si majikan mengakhiri hubungan kedanya dengan maksud meluputkan diri dari kewajibannya untuk memberikan suatu cuti setelah suatu masa kerja tertentu yang telah dijanjikan dalam atau berhubung dengan perjanjiannya. jika didalam perjanjian telah diperjanjikan suatu hak atas pelayaran dengan cuma-cuma. maka pihak lawannya berhak menuntut jumlah yang termaksud dalam pasal 1603 q. menuntut suatu ganti rugi sebesar gaji yang ia sedianya akan memperolehnya selama waktu cuti. pihak lawan tersebut berhak menuntut penggantian kerugian lagi. ke tempat asalnya atau ke tempat cuti.tidak cukup diganti dengan ganti rugi yang diterimanya. yang imbangannya terhadap jumlah ganti rugi yang termaksud dalam ayat ke satu adalah sama dengan imbangan antara masa kerja yang dibutuhkan untuk perolehan cuti yang telah lampau pada saat berakhirnya perjanjian dan masa kerja yang dibutuhkan untuk perolehan cuti. jika si buruh. jika salah satu pihak telah memberikan suatu alasan yang mendesak kepada pihak lawannya untuk mengakhiri hubungan kerjanya tanpa pemberitahuan penghentian atau dengan tidak mengindahkan peraturan-peraturan yang berlaku untuk pemberitahuan penghentian.

kecuali alasan-alasan mendesak sebagai termaksud dalam pasal 1603 n. harus dianggap juga perubahan-perubahan keadaan pribadi atau kekayaan si pemohon atau pihak lawan ataupun perubahan-perubahan keadaan-keadaan dalam mana pekerjaannya dilakukan. adalah batal. Hakim takkan meluluskan permohonan. 1603 v. maka. 1603 t. gugur dengan lewatnya waktu satu tahun. Jika hubungan kerja dibuat untuk waktu yang lebih lama dari lima tahun atau untuk selama hidupnya seorang tertentu. selain setelahnya mendengar pihak lawan atau memanggilnya secara sah. atau jika Hakim menyatakan bubarnya perjanjian karena alasan-alasan penting yang tidak mendesak sebagaimana termaksud dalam pasal 1603 v. 1603 u. Sebagai alasan-alasan panting. maka ia adalah berkuasa mengurangi jumlah uang yang ditetapkan dalam ayat ke dua hingga suatu jumlah yang sedemikian yang dianggapnya adil mengingat keadaan-keadaan kejadian. yang demikian sifatnya. si buruh namun itu adalah berhak menghentikannya dengan pemberitahuan penghentian mulai saat. atau karena suatu alasan mendesak yang diberikan oleh si majikan. memajukan permohonan tertulis kepada Pengadilan Negeri dari tempat kediamannya yang sesungguhnya. pada mana lima tahun telah lampau sejak ia mulai berlaku. atau berdasarkan pasal 1267. karena si majikan tidak memenuhi kewajiban-kewajibannya. dengan mengindahkan suatu tenggang waktu enam bulan. Jika Hakim menyatakan bubarnya perjanjian atas alasan lain daripada alasan-alasan yang mendesak. Tiap hak untuk menuntut sesuatu yang berdasarkan pasal yang lalu. karena alasan-alasan penting. Tiap janji yang mungkin berakibat bahwa kekuasaan ini akan dikecualikan atau dibatasi. . juga sebelumnya pekerjaan dimulai. supaya perjanjian perburuhan dinyatakan bubar. Tiap janji yang mungkin menyebabkan kekuasaan menghentikan ini akan dikecualikan atau dibatasi adalah batal. Masing-masing pihak adalah setiap waktu berhak.karena suatu alasan yang mendesak yang diberikan oleh si majikan. hingga sepantasnya hubungan kerjanya harus berakhir seketika atau setelah suatu waktu yang pendek.

1603 w. badan untuk menyelenggarakan perairan atak lain badan kecuali jika sebelum atau pada waktu mulai berlakunya hubungan kerja. 1603 y. BAGIAN KE ENAM Tentang pemborongan pekerjaan 1604. Perjanjian-perjanjian perburuhan yang dibuat antara seorang majikan yang tunduk dan seorang buruh yang tidak tunduk pada ketentuanketentuan yang lalu dari bab ini. dengan tidak memandang maksudnya para pihak. dikuasai oleh ketentuan-ketentuan ini. 1603 z. Ketentuan-ketentuan penutup 1603 x. Dalam hal pemborongan pekerjaan dapat ditetapkan dalam perjanjian bahwa si pemborong hanya akan melakukan pekerjaan saja atau bahwa ia juga akan memberikan bahannya. Dengan undang-undang dapat ditetapkan aturan-aturan khusus bagi perjanjian-perjanjian untuk melakukan pekerjaan dalam perusahaan-perusahaan pertanian atau kerajinan. tidak dikecualikan oleh ketentuan-ketentuan dalam bagian ini. jika perjanjian-perjanjian tersebut mengenai pekerjaan yang sama atau hampir sama dengan pekerjaan yang lazimnya dilakukan oleh buruh-buruh yang tunduk pada ketentuan-ketentuan dari bab ini. . kota praja. ataupun oleh suatu ketentuan undang-undang dinyatakan berlaku. untuk melakukan pekerjaan pada kereta api atau pada perusahaan-perusahaan pengangkutan dan lain-lain perusahaan. ketentuan-ketentuan tersebut oleh kedua belah pihak atau atas nama mereka. rugi dan bunga. Kekuasaan para pihak untuk menuntut punbatalan perjanjian berdasarkan pasal 1267 disertai penggantian biaya. Perjanjian-perjanjian perburuhan yang dibuat antara seorang majikan yang tidak tunduk dan seorang buruh yang tunduk pada ketentuan-ketentuan yang lalu dari bab ini. Ketentuan-ketentuan yang lalu dari bab ini tidak berlaku bagi orangorang yang bekerja pada Negara daerah atau bagian daerah.Kedua ayat terakhir dari pasal 1603 m adalah berlaku. dikuasai oleh ketentuan-ketentuan ini. dengan tidak mengingat maksudnya para pihak.

1610. maka tak dapatlah ia menuntut suatu penambahan harga. . maupun dengan dalih telah dibuatnya perubahan-perubahan dan tambahan-tambahan yang tidak termasuk dalam rencana. 1606. menurut suatu rencana yang telah diperkirakan serta ditetapkan bersama-sama dengan si pemilik tanah. kecuali apabila musnahnya barang itu disebabkan oleh sesuatu cacat dalam bahannya. maka segala kerugian adalah atas tanggungan si pemborong. maka para ahli pembangunannya serta para pemborongnya adalah bertanggung jawab untuk itu selama sepuluh tahun. seluruhnya atau sebagian musnah disebabkan suatu cacat dalam penyusunannya atau bahkan karena tidak sanggupnya tanahnya. Jika suatu pekerjaan dikerjakan sepotong demi sepotong atau seukuran demi seukuran. baik dengan dalih tambahnya upah-upah buruh atau bahan-bahan bangunan. Jika seorang ahli pembangun atau seorang pemborong telah menyanggupi untuk membuat suatu gedung secara memborong. Dalam halnya si pemborong diwajibkan memberikan bahannya. yang telah diborongkan dan dibuat untuk suatu harga tertentu. Jika si pemborong diwajibkan melakukan pekerjaan saja dan pekerjaannya musnah. sedangkan pihak yang memborongkan tidak telah lalu untuk memeriksa dan menyetujui pekerjaannya. dan pekerjaannya dengan cara bagaimana pun musnah sebelumnya pekerjaan itu diserahkan. 1609. kecuali apabila pihak yang memborongkan telah lalai untuk menerima pekerjaan tersebut. sebelum pekerjaan itu diserahkan. apabila pihak yang memborongkan tiap-tiap kali membayar si pemborong menurut imbangan dari apa yang telah selesai dikerjakan. musnahnya pekerjaan itu terjadi diluar sesuatu kelalaian dari pihak si pemborong. 1608. pemeriksaan tersebut dianggap terjadi untuk semua bagian yang telah dibayar. 1607. Jika didalam hal yang tersebut dalam pasal yang lalu. Jika suatu gedung. maka pekerjaan itu dapat diperiksa sebagian demi sebagian.1605. jika perubahan-perubahan atau perbesaran-perbesaran itu tidak telah disetujui tertulis dan tentang harganya tidak telah diadakan perjanjian dengan si pemilik. maka ia hanya bertanggungjawab untuk kesalahannya. maka si pemborong tidaklah berhak atas harga yang dijanjikan.

tukang-tukang besi dan lain-lain tukang. yang atas tanggung jawab sendiri secara langsung dan untuk suatu harga tertentu menyanggupi melaksanakan suatu pekerjaan. 1612. meskipun pekerjaannya telah dimulai. tidak mempunyai tuntutan terhadap orang untuk siapa pekerjaan-pekerjaan itu telah dibuatnya. selainnya untuk sejumlah yang orang ini berutang kepada si pemborong pada saat mereka memajukan runtutannya. Tukang-tukang batu. asal pekerjaan atau bahan yang telah disediakan. asal pekerjaan atau bahan tersebut dapat mempunyai suatu manfaat baginya. yang lelah dipakai untuk mendirikan sebuah gedung atau untuk membuat sesuatu pekerjaan lain yang diborongkan. 1613. tunduk pada aturanaturan yang diberikan dalam bagian ini. tukang-tukang kayu. pemborong. tukang-tukang besi dan lain-lain tukang. 1615. untuk mengerjakan sesuatu pada barang tersebut. sampai biaya dan upah-upah yang dikeluarkan untuk barang itu dipenuhi seluruhnya. serta harga bahan-bahan bangunan yang telah disediakan. adalah berhak menahan barang itu. 1614. Mereka adalah pemborong-pemborong didalam bagian pekerjaan yang mereka lakukan. jika dikehendakinya demikian. Tukang-tukang batu. 1616. kecuali jika pihak yang memborongkan telah memberikan jaminan Pemborongan pekerjaan berhenti dengan meninggainya si . asal ia memberikan ganti rugi sepenuhnya kepada si pemborong untuk segaia biaya yang telah dikeluarkannya guna pekerjaannya serta untuk keuntungan yang terhilang karenanya.1611. Orang-orang buruh yang memegang sesuatu barang kepunyaan orang lain. Namun itu pihak yang memborongkan diwajibkan untuk membayar kepada para ahli waris si pemborong harga pekerjaan yang telah dikerjakan menurut imbangannya terhadap harga pekerjaan yang telah dijanjikan dalam perjanjian. Si pemborong adalah bertanggung jawab terhadap perbuatanperbuatan orang-orang yang dipekerjakan olehnya. boleh menghentikan pemborongannya. Pihak yang memborongkan. tukang-tukang kayu.

dengan maksud untuk membagi keuntungan yang terjadi karenanya. barang-barang lain atau pun kerajinannya kedalam perseroan itu. Persekutuan penuh tentang keuntungan hanyalah mengenai segala apa yang akan diperoleh para pihak dengan nama apa pun. Dilarang adalah segala persekutuan. Persekutuan mulai berlaku sejak saat perjanjian. Persekutuan-persekutuan adalah penuh atau khusus. 1622. Masing-masing sekutu diwajibkan memasukkan uang. BAB KE DELAPAN Tentang Persekutuan BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1618. Persekutuan khusus ialah persekutuan yang sedemikian yang hanya mengenai barang-barang tertentu saja. baik dari sernua kekayaan maupun dari sebagian tertentu dari kekayaan seorang secara percampuran seumumnya. . atau hasil-hasil yang akan didapatnya dari barang-barang itu. Hak-hak dan kewajiban-kewajiban jurujuru pengangkut dan nakhodanakhoda diatur didalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. 1619. Persekutuan adalah suatu perjanjian dengan mana dua orang atau lebih mengikatkan diri untuk memasukkan sesuatu dalam persekutuan. dan harus dibuat untuk manfaat bersama para pihak. atau lagi mengenai suatu perusahaan maupun mengenai hal menjalankan sesuatu perusahaan atau pekerjaan tetap. 1623.secukupnya untuk pembayaran biaya dan upah-upah tersebut. 1621. dengan tidak mengurangi ketentuan-ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam bab ke enam dan ke tujuh dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. Segala persekutuan harus mengenai suatu usaha yang halal. Undang-undang hanyalah mengenal persekutuan penuh tentang keuntungan. jika dalam perjanjian ini tidak telah ditetapkan suatu saat lain. BAGIAN KE DUA Tentang perikatan-perikstan antara para sekutu 1624. atau pemakaiannya. 1617. selama berlangsungnya persekutuan sebagai hasil dari kerajinan mereka. 1620.

Sekutu yang diwajibkan memasukkan sejumlah uang dan tidak melakukannya itu.] 1627. Hal yang sama berlaku terhadap jumlah-jumlah uang yang telah diambilnya dari kas bersama. Jika salah seorang sekutu atas namanya sendiri. mempunyai suatu penagihan sejumlah uang terhadap seorang yang disamping itu juga mempunyai suatu utang yang dapat ditagih pula kepada persekutuan maka setiap pembayaran yang diterima oleh sekutu tersebut harus dianggap berlaku baik untuk membayar piutang persekutuan maupun untuk membayar piutang si sekutu sendiri. menurut imbangan di antara jumlah-jumlah kedua piutang tersebut. dan jika pemasukan ini terdiri atas suatu barang tertentu. namun itu jika ia pada waktu menerima pembayaran menenukan bahwa seluruh pembayaran adalah untuk membayar piutang persekutuan maka apa yang ditentukan itulah yang berlaku. maka ia diwajibkan menanggung. maka selcutu tersebut diwajibkan memasukkan apa yang telah diterimanya itu kedalam kas bersama. demikian itu meskipun ia pada waktu menerima pembayaran tersebut menyatakan bahwa semuanya adalah untuk pengurangan atau pelunasan piutangnya pribadi. 1628. menjadi berutang bunga atas jumlah itu derni hukum dan dengan tidak usah ditagihnya pembayaran uang tersebut terhitung sejak hari uang tersebut sedianya harus dimasukkan. Para sekutu yang telah mengikatkan dirinya untuk memasukkan tenaga dan kerajinannya kedalam persekutuan diwajibkan memberikan perhitungan kepada persekutuan tentang semua keuntungan yang mereka telah peroleh dengan kerajinan yang sedemikian sebagaimana menjadi hal dari persekutuan. rugi dan bunga jika ada alasan untuk itu. meskipun ia telah menyatakan menerima pembayaran itu . dengan cara yang sama seperti dalam jual beli. Masing-masing sekutu berutang kepada persekutuan segala apa yang ia telah menyanggupi memasukkan didalamnya. Kesemuanya itu tidak mengurangi penggantian tambahan biaya. terhitung sejak hari ia telah mengambilnya guna kepentingannya pribadi. dan si berutang terkemudian jatuh kedalam keadaan tak mampu.1625. Jika salah seorang sekutu telah menerima seluruh bagiannya dalam suatu piutang bersama. 1626. 1629.

1631. . Jika didalam perjanjian persekutuan tidak telah ditentukan bagian masing-masing sekutu dalam untung dan ruginya persekutuan maka bagian masing-masing adalah seimbang dengan apa yang ia telah masukkan dalam persekutuan. Jika barang itu telah ditaksir. Jika barang-barang yang hanya kenikmatannya saja dimasukkan. jika barang-barang tersebut telah dimaksudkan untuk dijual. jika barang-barang tersebut turun harganya karena ditahan. Seorang sekutu mempunyai tuntutan terhadap persekutuan tidak saja tentang uang-uang yang ia telah keluarkan lebih dahulu untuk perkutuan tetapi juga tentang perikatan-perikatan yang ia telah perbuat dengan itikad baik guna kepentingan persekutuan dan lagi tentang kerugian-kerugian yang dideritanya yang tidak dapat dipisahkan dari pengurusannya. 1634. maka tak dapatlah si sekutu menuntut lebih daripada harganya menurut taksiran. bagian dari untung rugi ditetapkan sama dengan bagian si sekutu yang memasukkan uang atau barang paling sedikit. terdiri atas benda-benda tertentu yang tidak musnah karena pemakaian. maka barang-barang itu adalah atas tanggungan persekutuan. Para sekutu tidaklah dapat memperjanji'kan bahwa mereka akan menyerahkan pengaturan tentang besarnya bagian masing-masing kepada salah seorang dari mereka atau kepada seorang pihak ke tiga. 1630. Terhadap si sekutu yang hanya memasukkan kerajinannya.sebagai pelunasan bagiannya. maka barang-barang tersebut adalah atas tanggungan si sekutu yang menjadi pemiliknya. 1632. Masing-masing sekutu diwajibkan memberikan ganti rugi kepada persekutuan tentang kerugian-kerugian yang diderita oleh persekutuan yang disebabkan salahnya si sekutu sedangkan ia tidak diperbolehkan menjumpakannya dengan keuntungan-keuntungan yang diperolehnya untuk persekutuan berkat pekerjaan dan kerajinannya dalam urusan-urusan lain. 1633. atau jika barangbarang itu dimasukkan dalam persekutuan menurut suatu perkiraan yang ditetapkan dalam suatu protelan atau inventaris. Jika barang-barang tersebut musnah karena pemakaian.

tanpa perjanjian baru. Jika telah diperjanjikan bahwa salah seorang pengurus tidak boleh melakukan sesuatu perbuatan pun jika tidak bersama-sama bertindak dengan seorang pengurus lain. 1639. Jika beberapa sekutu telah ditugaskan melakukan pengurusan persekutuan dengan tidak ditentukan apakah yang menjadi pekerjaannya masingmasing. Namun itu adalah diperbolehkan untuk memperjanjikan bahwa semua kerugian semata-mata akan dipikul oleh salah seorang sekutu atau lebih. melakukan segala perbuatan yang berhubungan dengan pengurusannya asal dia dalam hal itu berlaku dengan itikad baik. Janji dengan mana kepada salah seorang sekutu dijanjikan semua keuntungan. 1635. para sekutu dianggap secara bertimbal-balik telah memberikan kuasa . harus diindahkan aturan-aturan yang berikut: 1 o. 1637. adalah batal. Si sekutu yang dengan suatu janji khusus jalam perjanjian persekutuan ditugaskan melakukan pengurusan persekutuan dapat. maka dapatlah ia ditarik kembali sebagaimana halnya dengan suatu pemberian kuasa biasa.Suatu janji yang demikian harus dianggap sebagai tidak tertulis. Jika tidak ada janji-janji khusus mengenai cara-caranya mengurus. Kekuasaan ini selama berlangsungnya persekutuan tak dapat ditarik kembali tanpa alasan yang sah. biarpun bertentangan dengan sekutu-sekutu lainnya. bertindak tanpa satu bantuan dari yang lainnya. maka masing-masing sendirian adalah berkuasa untuk melakukan segala perbuatan yang mengenai pengurusan itu. atau dengan tidak ditentukan bahwa yang satu tidak diperbolehkan melakukan sesuatu apa jika tidak bersama-sama bertindak dengan teman-temannya pengurus. namun jika kekuasaan tersebut tidak telah diberikan didalam perjanjian persekutuan melainkan didalam suatu akta yang terkemudian. meskipun orang yang belakangan ini pada sesuatu waktu berada dalam keadaan ketidakmampuan untuk turut melakukan perbuatan-perbuatan pengurusan. 1636. dan peraturan-peraturan dari pasal yang lalu harus tetap diindahkan. maka tak dapatlah pengurus yang satu. 1638.

tanpa izin sekutu-sekutu lainnya. masing-masing sekutu berhak mewajibkan sekutu-sekutu lainnya untuk turut memikul biaya yang diperlukan untuk pemeliharaan barang-barang kepunyaan persekutuan. dan asal ia tidak memakainya berlawanan dengan kepentingan persekutuan atau secara yang demikian hingga sekutu lainnya karenanya terhalang turut memakainya menurut hak mereka. Masing-masing sekutu diperbolehkan. 2 o. 3 o. sebagai anggota persekutuan.supaya yang satu melakukan pengurusan bagi yang lainnya. 1641. tidak seorang sekutu pun tanpa izinnya pesero-pesero lainnya. dan masing-masing sekutu tidaklah dapat mengikat sekutu-sekutu lainnya. Para sekutu yang tidak menjadi pengurus bahkan tidak diperbolehkan mengasingkan. boleh membuat hal-hal yang baru kepada benda-benda tak bergerak kepunyaan persekutuan meskipun ia mengemukakan bahwa hal-hal itu menguntungkan persekutuan. meskipun ia tidak telah memperoleh perizinan mereka. 1640. dengan tidak mengurang hak mereka ini atau salah seorang untuk melawan perbuatan tersebut. maupun menggadaikan barang-barang bergerak kepunyaan persekutuan atau pun meletakkan beban-beban di atasnya. Para sekutu tidaklah terikat masing-masing untuk seluruh utang persekutuan. jika mereka ini tidak telah memberikan kuasa kepadanya untuk itu. menerima seorang ke tiga sebagai peserta dari bagiannya dalam persekutuan. Apa yang dilakukan oleh masing-masing sekutu juga mengikat untuk bagian sekutu-sekutu yang lainnya. 4 o. bahkan tanpa izin sekutusekutu lainnya. tetapi sekalipun ia ditugaskan melakukan pengurusan kepentingankepentingan persekutuan tak dapatlah ia memasukkan orang ke tiga tersebut. . BAGIAN KE TIGA Tentang perikatan-perikatan para sekutu terhadap orang-orang ke tiga 1642. selama perbuatan itu belum ditutup. masing-masing sekutu diperbolehkan memakai barang-barang kepunyaan persekutuan asal ia memakainya itu guna keperluan untuk mana barangbarang itu biasanya dimaksudkan.

1 o. atau lain-lain hal semacam itu yang sah maupun pentingnya diserahkan kepada pertimbangan Hakim. masing-masing untuk suatu jumlah dan bagian yang sama. 1648. 2 o. atau urusannya telah memberikan manfaat bagi persekutuan. maka persukutuan dapat menuntut pelaksanaan perjanjian BAGIAN KE EMPAT Tentang bermacam-macam cara berakhirnya persekutuan 1646.1643. dan tidaklah mengikat sekutu-sekutu lainnya. sebelum waktu itu lewat tidaklah dapat dituntut oleh salah seorang sekutu selainnya atas alasan yang sah. sebagaimana jika seorang sekutu lain tidak memenuhi kewajibannya atau jika seorang sekutu lain karena sakit terus-menerus menjadi tak cakap melakukan pekerjaannya untuk persekutuan. . dengan lewatnya wak-tu untuk mana persekutuan telah diaclakan. terkecuali apabila sewaktu utang tersebut dibuatnya dengan tegas ditetapkan kewajiban para sekutu itu untuk membayar utangnya menurut imbangan besarnya bagian masing-masing dalam persekutuan. Para sekutu dapat dituntut oleh si berpiutang dengan siapa. jika salah seorang sekutu meninggal atau ditaruh di bawah pengampuan. maka persekutuan karenanya menjadi bubar terhadap semua sekutu. Jika salah seorang sekutu atas nama persekutuan telah membuat suatu perjanjian. atau dinyatakan pailit. meskipun bagian sekutu yang satu dalam persekutuan adalah kurang daripada bagian sekutu yang lainya. dan barang ini musnah sebelum pemasukan itu terlaksana. 1645. dengan musnahnya baraug afau diselesaikannya perbuatan yang menjadi pokok persekutuan. 4 o. 1647. mereka telah bertindak. kecoah jika orang-orang yang belakangan ini telah memberikan kuasa kepadanya untuk itu. Pembubaran persekutuan-persekutuan yang dibuat untuk suatu waktu tertentu. atas kehendak semata-mata dari beberapa atau seorang sekutu. 3 o. Persekutuan berakhir. 1644. Janji bahwa suatu perbuatan telah dilakukm atas tanggungan persekutuan hanyalah mengikat si sekutu yang melakukan perbuatan itu saja. Jika salah seorang sekutu telah berjanji akan memasukkan miliknya atas suatu barang kedalam persekutuan.

Tetapi persekutuan tidak menjadi bubar karena musnahnya barang yang hak miliknya telah dimasukkan dalam persekutuan. meninggal. scrta kewajiban-kewajiban yang terbit karenanya antara orang-orang yang turut mewaris. cara-cara pembagian itu dilakukan. 1650. 1649. asal pemberitahuan penghentian ini terjadi dengan itikad baik dan tidak dilakukan dengan secara tidak memberikan waktu. kepentingan persekutuan pembubarannya diundurkan. dengan suatu pemberitahuan penghentian kepada segenap sekutu lainnya. Pemberitahuan penghentian dianggap telah dilakukan tidak dengan itikad baik apabila seorang sekutu menghentikan persekutuannya dengan maksud untuk mengambil suatu keuntungan bagi diri sendiri. Pembubaran terjadi. Pemberitahuan penghentian dilakukan dengan secara tidak memberikan waktu. sedangkan hak miliknya tetap berada pada si sekutu. Persekutuan hanya dapat dibubarkan atas kehendak beberapa atau seorang sekutu jika persekutuan itu telah dibuat tidak untuk suatu waktu tertentu. Aturan-aturan tentang pembagian warisan-warisan. apabila hanya kenikmatan atas barang itu saja yang dimasukkan dalam persatuan. berlaku juga untuk pembagian di antara para . Jika telah diperjanjikan bahwa apabila salah seorang sekutu meninggal. 1652. tetapi ia mendapat bagian dari keuntungan serta turut memikul kerugian yang merupakan akibat-akibat mutlak dari perbuatan-perbuatan yang terjadi sebelum si sekutu dari siapa ia ahli warisnya. 1651. Dalam hal yang ke dua. sedangkan para sekutu telah merancangkan akan bersama-sama menikmati keuntungan tersebut. ahli waris si meninggal tidak mempunyai hak yang lebih daripada atas pembagian persekutuan menurut keadaannya sewaktu meninggalnya si sekutu. persekutuannya akan berlangsung terus dengan ahli warisnya. dalam hal tersebut. apabila barang-barang sedangkan persekutuan tidak lagi terdapat menuntut dalam supaya keseluruhannya.Begitu pada persekutuan dalam segala hal bubar jika barangnya musnah. atau akan berlangsung terus diantara sekutu-sekutu yang masih ada maka janji tersebut harus ditaati.

maupun perkumpulan-perkumpulan itu diterima sebagai diperbolehkan. perjanjian-pejanjiannya dan reglemen-reglemennya. maka tidak seorang anggota pun berkuasa untuk bertindak atas nama perkumpulan.sekutu. atau telah didirikan untuk suatu maksud tertentu yang tidak bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan baik. 1654. 1656. seperti halnya dengan orangorang preman. atau mengikatkan perkumpulan dengan suatu cara lain selainnya yang telah ditetapkan pada penutup pasal yang lalu. 1657. dengan tidak mengurangi peraturan-peraturan umum. Selainnya perseroan yang sejati oleh undang-undang diakui pula perhimpunan-perhimpunm orang sebagai perkumpulan-perkumpulan. untuk mana para pengurusnya tidak berkuasa melakukannya. berkuasa untuk bertindak atas nama perkumpulan. sekadar tentang itu tidak telah diatur secara lain dalam surat pendiriannya. dalam mana kekuasaan itu telah diubah. Segala perbuatan. Para pengurus suatu perkumpulan adalah. untuk mana tiap anggota berkuasa memanggil mereka di muka . Sekadar tentang itu tidak telah diatur secara lain dalam surat pendirian. Jika surat pendirian. 1655. Semua perkumpulan yang sah adalah. hanyalah mengikat perkumpulan sekadar perkumpulan itu sungguhsungguh telah mendapat manfaut karenanya atau sekadar perbuatan-perbuatan itu terkemudian telah disetujui secara sah. BAB KE SEMBILAN Tentang perkumpulan 1653. dibatasi atau ditundukkan pada acara-acara tertentu. perjanjian-perjanjian dan reglemen-reglemennya. begitu pula bertindak di muka Hakim. mengikat perkumpulan kepada orang-orang pihak ke tiga dan sebaliknya. maka para pengurus diwajibkan memberikan perhitungan dan pertanggungan kepada segenap anggota perkumpulan. perjanjian dan reglemen-reglemennya tidak memuat sesuatu ketentuan pun tentang pengurusan perkumpulan. berkuasa melakukan tindakan-tindakan perdata. baik perkumpulan-perkumpulan itu diadakan atau diakui sebagai demikian oleh kekuasaan umum. baik sebagai penggugat maupun sebagai tergugat. 1658.

perjanjian-perjanjian dan reglemen-reglemennya dan sekadar itu tidak ada. Para anggota suatu perkutnpulan tidaklah bertanggung jawab secara pribadi untuk perikatan-perikatan perkumpulan. menurut surat pendiriannya. Utang-utang hanyalah dapat dilunasi dari pendapatan penjualan barangbarang perkumpulan tersebut. reglemen-reglemennya. maka Pengadilan Negeri. memerintahkan diambilnya tindakan-tindakan yang sementara waktu kiranya perlu dilakukan untuk kepentingan perkumpulan. 1660. maka. reglemen-reglemen dan perjanjian-perjanjiannya tidak mengandung ketentuan-ketentuan lain. Jika dalam surat pendirian. 1662. 1659. 1664. maka masing-masing anggota suatu perkumpulan mempunyai hak yang sama untuk mengeluarkan suaranya. hak-hak para anggota perkumpulan adalah bersifat perseorangan dan tidak berpindah kepada ahli waris-ahli warisnya. Lain-lain perkumpulan tetap hidup hingga saat perkumpulanperkumpulan itu secara tegas dinyatakan bubar. . hingga perkumpulan itu dibubarkan menurut undang-undang. atau menurut surat pendiriannya sendiri. dan setelah mendengar dan bahkan atas tuntutan Kejaksaan. perjanjian-perjanjian dan reglemenreglemennya tidak telah dibuat ketentuan-ketentuan tentang hak bersuara. Hak-hak serta kewajiban-kewajiban para anggota perkumpulanperkumpulan yang sedemikian diatur menurut peraturan-peraturan dengan mana perkumpulan-perkumpulan itu telah diadakan atau diakui. atau hingga saat berhentinya tujuan atau hal yang menjadi pokok perkumpulan. atau surat pendiriannya. Jika peraturan-peraturan dari perkumpulan sendiri. tidaklah dihapuskan dengan meninggalnya atau dilepaskannya keanggotaannya oleh semua anggota. menurut ketentuan-ketentuan dalam bab ini. Jika semua anggotanya menurut apa yang diatur di atas. 1661. atas permintaan dari yang berkepentingan. 1663.Hakim. berkuasa untuk. sedangkan segata keputusan diambil dengan suara terbanyak. tidak ada. Perkumpulan yang didirikan oleh kekuasaan umum. yang dalam daerah hukumnya perkumpulan itu berkedudukan.

Si penghibah tidak boleh memperjanjikan bahwa ia tetap berkuasa untuk menjual atau memberikan kepada orang lain suatu benda yang termasuk dalam hibah. baik benda-benda bergerak maupun benda-benda tak bergerak atau . Pada waktu membubarkan perkumpulan yang semacam itu anggotaanggota yang masih ada atau anggota yang paling akhir ada.1665. 1667. Hibah adalah suatu perjanjian dengan mana si penghibah. Hibah hanyalah dapat mengenai benda-benda yang sudah ada. Jika mereka melalaikan kewajiban-kewajiban itu. Adalah diperbolehkan kepada si penghibah untuk memperjanjikan bahwa ia tetap memiliki kenikmatan atau nikmat hasil benda-benda yang dihibahkan. maka sekadar mengenai itu hibahnya adalah batal 1668. sejumlah adanya kekayaan. tunduk pada kewajiban-kewajiban seperti yang dipikul oleh ahli waris-ahli waris yang menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk mengadakan pencatatan harta kekayaan. diwajibkan melunasi utang-utang perkumpulan. sedangkan beban ini dapat beralih kepada ahli waris-ahli waris mereka. Jika hibah itu meliputi benda-benda yang baru akan ada di kemudian hari. dan mereka hanyalah diperkenankan membagi-bagi atau mengambil sisanya dan dengan demikian juga memindahkan kepada ahli waris-ahli waris mereka. hibah yang semacam itu. Undang-undang tidak mengakui lain-lain hibah selain hibah-hibah di antara orang-orang yang masih hidup. di waktu hidupnya. menyerahkan sesuatu benda guna keperluan si penerima hibah yang menerima penyerahan itu. maka mereka dapat dituntut untuk membayar utang-utang masing-masing untuk seluruhnya. 1669. Dalam hal memanggil orang-orang pemegang piutang. sekadar mengenai benda tersebut dianggap sebagai batal. BAB KE SEPULUH Tentang hibah BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1666. menyelesaikan pertanggungjawaban dan membayar utang-utang mereka itu. dengan cuma-cuma dan dengan tidak dapat ditarik kembali.

1675. BAGIAN KE DUA Tentang kecakapan untuk memberikan sesuatu sebagai hibah. 882. 1673. tetapi ini tidak dapat diperjanjikan selain hanya untuk kepentingan si penghibah sendiri. Suatu hibah adalah batal. dan untuk menikmati keuntungan dari suatu hibah 1676. maka apa yang dihibahkan tetap untuk seluruhnya pada si penerima hibah. 1671. Jika terjadi suatu penghukuman untuk menyerahkan suatu barang. . 1674. 1672. Ketentuan-ketentuan pasal-pasal 879. dan 884. 880. Setiap orang diperbolehkan memberi dan menerima sesuatu sebagai hibah kecuali mereka yang oleh undang-undang dinyatakan tak cakap untuk itu. dalam hal mana harus diperhatikan ketentuan-ketentuan dari bab ke sepuluh Buku ke dua Kitab Undang-undang ini. ketentuan-ketentuan pasal 894 dan akhirnya bagian-bagian ke tujuh dan kedelapan dari bab ke tiga belas dari Buku ke dua. sedangkan bendabenda itu kembali kepada si penghibah. Si penghibah boleh memperjanjikan bahwa ia akan memakai sejumlah uang dari benda-benda yang dihibahkan. yang telah dihibahkan. bebas ini segala beban dan hipotik yang telah diletakkan di atasnya sejak saat penghibahan.bahwa ia dapat memberikan kenikmatan atau nikmat hasil tersebut kepada seorang lain. Jika ia meninggal dengan tidak telah memakai jumlah uang tersebut. kepada seorang lain. maka si penghibah tidak diwajibkan menanggung. 881. baik dalam halnya si penerima hibah sendiri. selain yang dinyatakan dengan tegas di dalam akta hibah sendiri atau di dalam suatu daftar yang ditempelkan padanya. 1670. adalah berlaku untuk hibah. maupun dalam halnya si penerima hibah beserta turunan-turunannya akan meninggal lebih dahulu daripada si penghibah. Si penghibah dapat memperjanjikan bahwa ia tetap berhak mengambil kembali benda-benda yang telah diberikannya. jika dibuat dengan syarat bahwa si penerima hibah akan melunasi utang-utang atau beban-beban lain. Akibat dari hak untuk mengambil kembali ialah bahwa segala pengasingan benda-benda yang telah dihibahkan dibatalkan.

kecuali yang disebutkan dalam pasal 1687. diperlukan bahwa si penerima hibah itu sudah ada pada saat terjadinya penghibahan. atas ancaman batal. Tiada suatu hibah mengikat si penghibah. Ketontuan-ketentuan ayat ke dua dan ayat terakhir dari pasal 904. selain sekadar oleh Presiden atau penguasa-penguasa yang ditunjuk olehnya telah diberikan kekuasaan kepada para pengurus lembaga-lembaga tersebut. 907. yang aslinya disimpan oleh notaris itu. yang aslinya harus disimpan. 1681. 1680. dilakukan selainnya dengan suatu akta notaris. 1678. 909 dan 911 berlaku terhadap penghibahan. maka itu akan dapat dilakukan didalam suatu akta otentik terkemudian. 1679.1677. 908. dengan mengindahkan aturan yang tercantum dalam pasal 2. yang harganya tidak terlalu tinggi mengingat kemampuan si penghibah. Namun ketentuan ini tidak berlaku terhadap hadiah-hadiah atau pemberianpemberian benda-benda bergerak yang bertubuh. atau menerbitkan sesuatu akibat yang bagaimana pun. Jika penerimaan tersebut tidak telah dilakukan didalam surat hibah sendiri. tidak mempunyai akibat. Orang-orang belum dewasa tidak diperbolehkan memberi hibah. 1683. dapat. asal yang demikian itu dilakukan di waktu si penghibah . selain mulai hari penghibahan itu dengan kata-kata yang tegas telah diterima oleh si penerima hibah sendiri atau oleh seorang yang dengan suatu akta otentik oleh si penerima hibah itu telah dikuasakan untuk menerima pengibahan-penghibahan yang telah diberikan kepada si penerima hibah atau akan diberikan kepadanya di kemudian hari. BAGIAN KE TIGA Tentang cara menghibahkan sesuatu 1682. kecuali dalam hal yang ditetapkan dalam bab ke tujuh dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. untuk menerima pemberianpemberian itu. Agar seorang cakap untuk menikmati keuntungan dari suatu hibah. Penghibahan-penghibahan kepada lembaga-lembaga umum atau lembaga-lembaga keagamaan. begitu pula pasal 906. Dilarang adalah penghibahan antara suami-istri selama perkawinan. Tiada suatu hibah.

616 dan selanjutnya. 613. jika si penerima hibah telah bersalah melakukan atau membantu melakukan kejahatan yang bertujuan mengambil jiwa si penghibah atau suatu kejahatan lain terhadap si penghibah. Suatu hibah tidak dapat ditarik kembali maupun dihapuskan karenanya. melainkan dalam hal-hal yang berikut: 1 o. karena tidak dipenuhi syarat-syarat dengan mana penghibahan telah dilakukan. harus diterima oleh si wali atau si pengampu. hanya akan berlaku sejak hari penerimaan itu diberitahukan kepadanya. 1685. BAGIAN KE EMPAT Tentang pengrikan kembali dan penghapusan hibah 1689. 1687. 1686. tidak memerlukan suatu akta. 3 o. Pemberian-pemberian benda-benda bergerak yang bertubuh atau surat-surat penagihan utang kepada si penunjuk dari tangan satu ke tangan lain. yang untuk itu harus dikuasakan oleh Pengadilan Negeri. setelah orang ini jatuh dalam kemiskinan. 1684. 2 o. Penghibahan kepada orang-orang belum dewasa yang berada di bawah perwalian atau kepada orang-orang terampu. . sekalipun penghibahanan telah diterima secara sah. dalam hal mana penghibahan. dan adalah dengan penyerahan belaka kepada si penerima hibah atau kepada seorang pihak ke tiga yang menerima pemberian itu atas nama si penerima. tidak dapat menerima selain menurut ketentuan-ketentuan dari bab ke lima Buku kesatu Kitab Undang-undang ini. selain dengan jalan penyerahan yang dilakukan menurut pasalpasal 612. Penghibahan kepada orang-orang yang belum dewasa yang berada di bawah kekuasaan orang tua harus diterima oleh orang yang melakukm kekuasaan orang tua. Penghibahan-penghibahan yang diberikan kepada seorang perempuan bersuami. jika ia menolak memberikan tunjangan nafkah kepada si penghibah. Hak milik atas benda-benda yang termaktub dalam penghibahan.masih hidup. tidaklah berpindah kepada si penerima hibah. terhadap orang yang belakangan disebut ini.

apabila tuntutan soebagai akibat penarikan kembali itu dikabulkan. dan dapat diketahuinya hal itu oleh si penghibah. Tuntutan hukum tersebut dalam pasal yang lalu. si penghibah dapat. Dalam hal yang demikian. pemindahtanganan barang yang dihibahkan atau hipotikhipotik dan lain-lain beban kebendaan. mengembalikan barang yang dihibahkan. juga sebelum gugatan dimasukkan. terhadap seorang pihak ke tiga yang memegang benda tak bergerak yang telah dihibahkan. para ahli warissi penerima hibah. adalah batal. 1690.1689. Selain daripada itu ia diwajibkan memberikan ganti rugi kepada si penghibah. terhitung mulai hari dimajukannya gugatan. pula disertai hasil-hasil dan pendapatan-pendapatan sejak saat itu. dalam hal yang tersebut dalam pasal yang lalu. Tuntutan hukum tersebut tidak dapat dimajukan oleh si penghibah terhadap. Si penerima hibah diwajibkan. beserta hasilhasil dan pendapatan-pendapatan yang ada pada si penerima hibah yang didapatnya sejak saat kelalaiannya. terhitung mulai hari terjadinya peristiwa yang menjadi alasan tuntutan itu. barang yang dihibahkan tetap pada si penghibah atau ia dapat menuntutnya kembali. gugur dengan lewatnya waktu satu tahun. Semua pemindahtanganan. bebas dari segala beban dan hipotik yang sekiranya telah diletakkan di atasnya oleh si penerima hibah. dengan hasil-hasil dan pendapat-pendapatnya. 1692. untuk hipotik-hipotik dan beban-beban lainnya yang telah diletakkan olehnya di atas benda-benda tak bergerak. maupun oleh para ahli waris si penghibah . melaksanakan hakhak yang sama sebagaimana dapat dilaksanakannya terhadap si penerima hibah sendiri. tidaklah dapat diganggu-gugat. atau jika benda telah dijualnya. 1691. mengembalikan harganya pada waktu dimasukkannya gugatan. yang sekiranya telah diletakkan di atas barang tersebut oleh si penerima hibah sebelum tuntutan untuk pembatalan hibah telah didaftarkan di samping pengurnuman tersebut dalam pasal 616. Dalam kedua hal yang terakhir disebutkan dalam pasal 1688. Dalam hal yang pertama. hipotik atau lain-lain beban kebendaan yang dibuat terkemudian dari pada pendaftaran oleh si penerima hibah sebagaimana pendaftaran oleh si penerima hibah sebagaimana disebutkan di atas.

1701. BAGIAN KE DUA Tentang penitipan barang yang sejati 1696. Jika namun itu seorang yang cakap untuk membuat perikatan-perikatan. Penitipan tersebut ini hanya dapat mengenai ba-rang-barang yang bergerak. 1700. jika tuntutan itu telah dimajukan oleh si penghibah. dengan syarat bahwa ia akan menyimpannya dan mengembalikannya dalam ujud asalnya. Dihapuskan. atau pun jika orang ini telah meninggal di dalam waktu satu tahun setelah terjadinya peristiwa yang dituduhkan. Penitipan barang dengan sukarela terjadi karena sepakat bertimbalbalik antara pihak yang menitipkan barang dan pihak yang menerima titipan. Penitipan adalah terjadi. 1698. BAB KE SEBELAS Tentang penitipan barang BAGIAN KE SATU Tentang penitipan barang pada umumnya. dan tentang berbagai macam penitipan 1694. jika tidak diperjanjikan sebaliknya. Penitipan barang yang scjati dianggap telah dibuat dengan Cumacuma. 1699. terkecuali dalam hal yang terakhir. menerima penitipan suatu barang dari seorang yang tidak cakap untuk membuat . Penitipan barang terjadi dengan sukarela atau karena terpaksa. 1693. Perjanjian itu tidaklah telah terlaksana selainnya dengan penyerahan barangnya secara sungguh-sungguh atau secara dipersangkakan. Ketentuan-ketentuan dalam bab ini tidak mengurangi berlakunya apa yang telah ditetapkan dalam bab ke tujuh dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. Adalah dua macam penitipan barang: yaitu penitipan yang sejati dan sekestrasi. apabila seorang menerima sesuatu barang dari seorang lain. Penitipan barang dengan sukarela hanyalah dapat terjadi antara orangorang yang mempunyai kecakapan untuk membuat perikatan-perikatan.terhadap si penerima hibah. 1697. 1695.

4 o. Si penerima titipan diwajibkan mengenai perawatan barang yang dipercayakan padanya. selama barang ini masih ada pada pihak yang terakhir itu. jika ia telah meminta diperjanjikannya sesuatu upah untuk menyimpan itu. maka pihak yang menitipkan hanyalah mempunyai hak terhadap pihak yang menerima titipan untuk menuntut pengembalian barang yang dititipkan. atau. runtuhnya gedung-gedung. Tidak sekali-kali si penerima titipan bertanggung jawab tentang peristiwa-peristiwa yang tak dapat disingkiri. kecuali apabila ia lalai dalam pengembalian barang yang dititipkan. 1704. memeliharanya dengan minat yang sama seperti ia memelihara barang-barangnya sendiri. jika si penerima titipan telah menawarkan dirinya untuk menyimpan barangnya. Penitipan karena terpaksa diatur menurut ketentuan seperti yang berlaku terhadap penitipan sukarela. maka dapatlah ia menuntut pemberian ganti rugi sekadar si penerima titipan itu telah memperoleh manfaat dari barang tersebut. 1708. maka tunduklah ia kepada segala kewajiban yang dipikul oleh seorang penerima titipan yang sungguh-sungguh. 2 o. jika telah diperjanjikan bahwa si penerima titipan akan menanggung segala macam kelalaian. Jika penitipan dilakukan oleh seorang yang berhak kepada seorang yang tidak cakap membuat perikatan-perikatan. karamnya kapal. 1706. Penitipam karena terpaksa ialah penitipan yang terpaksa dilaksanakan oleh seorang karena timbulnya sesuatu malapetaka. Ketentuan Pasal yang lalu harus dilakukan lebih keras : 1 o. air bah dan lain-lain peristiwa yang tak tersangka. 3 o.perikatan-perikatan. 1703. 1707. perampokan. . 1702. misalnya kebakaran. jika barangnya sudah tidak lagi pada si penerima titipan. Dihapuskan 1705. jika penitipan telah terjadi sedikit banyak untuk kepentingan si penerima titipan.

Si penerima titipan hanya diwajibkan mengembalikan barang yang dititipkan dalam keadaannya pada saat pengembalian itu. 1716. sebagai orang-orang yang menerima titipan barang.Bahkan dalam hal yang terakhir ia tidak bertanggung jawab jika barangnya juga akan musnah seandainya telah berada di tangannya orang yang menitipkan. adalah atas tanggungan pihak yang menitipkan. baik pencurian itu dilakukan atau kerusakan itu diterbitkan oleh pelayann-pelayan atau lain-lain budak dari rumah penginapan maupun oleh setiap orang lain. 1712. Mereka adalah bertanggung jawab tentang pencurian atau kerusakan pada barang-barang kepunyaan para penginap. 1715. tanpa izin orang yang menitipkan barang. atau yang dilakukan oleh orang-orang yang telah dimasukkan sendiri oleh si penginap. jika ada alasan untuk itu. bertanggung jawab untuk barang-barang yang dibawa oleh para tamu yang menginap pada mereka. yang dinyatakan dengan tegas atau dipersangkakan. Orang-orang yang menyelenggarakan rumah penginapan dan penguasa-penguasa losmen adalah. Dengan demikian maka jumlah-jumlah tiang harus dikembalikan dalam mata uang yang sama seperti yang dititipkan. dengan paksaan dirampas dari tangannya si penerima . jika barang itu dipercayakan padanya dalam suatu kotak tertutup. 1714. Si penerima titipan barang tidak diperbolehkan mempergunakan barang yang dititipkan untuk keperluan sendiri. Jika barangnya. Ia tidak diperbolehkan menyelidiki tentang ujudnya barang yang dititipkan. Kemunduran-kemunduran yang dialami barangnya diluar salahnya si penerima titipan. 1710. 1711. baik mata uang-mata uang itu telah naik atau telah turun harganya. Si penerima titipan diwajibkan mengembalikan barang yang sama itu telah diterimanya. atas ancaman penggantian biaya. kerugian dan bunga. atau dalam suatu sampul tersegel. Mereka tidak bertanggung jawab tentang pencurian-pencurian yang dilakukan dengan kekerasan. Penitipan barang yang semacam itu dianggap sebagai suatu penitipan barang karena terpaksa. 1713. 1709.

Seorang ahli waris dari si penerima titipan yang. 1721.titipan dan orang ini telah menerima harganya atau sesuatu barang lain sebagai gantinya. melalaikan untuk meminta kembali barangnya. maka ia harus mengembalikannya kepada orang yang menitipkan barang. Si penerima titipan tidak diperbolehkan mengembalikan barang titipannya selain kepada orang yang menitipkan kepadanya. hanyalah diwajibkan mengembalikan harga pembelian yang diterimanya. menyerahkan hak tuntutannya terhadap si pembeli barang. Jika orang kepada siapa pernberitahuan itu telah dilakukan. dengan peringatan supaya meminta kembali barang tersebut didalam suatu waktu tertentu yang cukup lama. maka para ahli waris . setelah diperingatkan. 1717. 1718. maka barangnya hanya dapat dikembalikan kepada ahli warisnya. selain sejak hari ia lalai mengembalikannya. Jika benda yang dititipkan telah memberikan hasil-hasil yang telah dipungut atau diterima oleh si penerima titipan. Ia tidak diharuskan membayar bunga atas jumlah-jumlah uang yang dititipkan kepadanya. Jika ada lebih dari seorang ahli waris. maka si penerima titipan dibebaskan secara sah jika ia menyerahkan barang itu kepada orang dari siapa ia telah menerimanya. maka ia diwajibkan mengembalikannya. Jika barang yang dititipkan tidak dapat dibagi-bagi. Tak bolehlah ia menuntut dari orang yang menitipkan barang suatu bukti bahwa orang itu pemilik barang tersebut. maka barangnya harus dikembalikan kepada mereka kesemuanya. 1719. karena ia tidak tahu bahwa suatu barang telah diterimanya dalam penitipan. dan siapa pemilik sesungguhnya. Jika namun itu ia mengetahui bahwa barang itu adalah barang curian. dengan itikad baik telah menjual barang tersebut. atau kepada orang yang atas namanya penitipan itu telah dilakukan atau yang ditunjuk untuk menerima kembali barangnya. atau kepada masing-masing untuk bagiannya. 1720. Jika orang yang menitipkan barang meninggal. maka haruslah ia memberitahu kepada orang ini bahwa barangnya dititipkan kepadanya. atau jika ia belum menerima harga itu.

Jika orang yang menitipkan barang berubah kedudukannya. juga berkuasa mengembalikan barangnya kepada orang yang menitipkan atau jika orang ini menolaknya. jika seorang dewasa yang menitipkan barang ditaruh di bawah pengampun. Jika perjanjian tidak menunjuk tempat itu. kecuali apabila telah dilakukan suatu penyitaan atas barang-barang yang berada di tangan si penerima titipan. 1723. Pengembalian barang yang dititipkan harus dilakukan di tempat yang ditunjuk dalam perjanjian. dalam hal ini dan dalam hal-hal semacam itu barang yang dititipkan tidak boleh dikembalikan selain kepada orang yang melakukan pengurusan atas hak-hak dan benda-benda orang yang menitipkan barang. meminta izin Hakim untuk menitipkan barangnya di suatu tempat lain. suami atau penguasa tersebut. kecuali apabila orang yang menerima titipan mempunyai alasan-alasan yang sah untuk tidak mengetahui perubahan kedudukan tersebut. Jika penitipan barang telah dilakukan oleh seorang wali.harus mengadakan mufakat tentang siapa yang diwajibkan mengopernya. seorang pengampu. Biaya yang harus dikeluarkan untuk itu harus ditanggung oleh orang yang menitipkan barang. 1725. barangnya harus dikembalikan di tempat terjadinya penitipan. 1726. misalnya jika seorang perempuan yang pada waktu menitipkan barang tidak bersuami kemudian berkawin. 1724. Orang yang menitipkan barang diwajibkan mengganti kepada si . maka barangnya hanyalah dapat dikembalikan kepada orang yang telah diwakili oleh wali pengampu. 1728. meskipun belum tiba waktunya yang ditetapkan dalam perjanjian. Segala kewajiban si penerima titipan berhenti jika ia mengetahui dan dapat membuktikan bahwa ia sendiri adalah pemilik barang yang dititipkan itu. Si penerima titipan yang mempunyai alasan yang sah untuk membebaskan diri dari barang yang dititipkan. seorang suami atau seorang penguasa. dan pengurusan mereka itu telah berakhir. 1727. sekalipun dalam perjanjiannya telah ditetapkan suatu waktu lain untuk pengembaliannya. Barang yang dititipkan harus dikembalikan kepada orang yang menitipkan. seketika apabila dimintanya. 1722.

1736. telah dilunasi. Adalah bukan syarat mutlak bahwa suatu sekestrasi terjadi dengan cuma-cuma. Sekestrasi terjadi dengan perjarjian. beserta hasil-hasilnya. Sekestrasi ialah penitipan barang tentang mana ada perselisihan. . kecuali apabila semua pihak yang berkepentingan menyetujuinya atau apabila ada suatu alasan lain yang sah. serta mengganti kepadanya segala kerugian yang disebabkan penitipan itu. 1737.penerima titipan segala biaya yang telah dikeluarkan guna menyelamatkan barang yang dititipkan. Sekestrasi tunduk pada aturan-aturan yang sama seperti penitipan sejati. Sekestrasi atas perintah Hakim terjadi jika Hakim memerintahkan supaya suatu barang. apabila barang yang menjadi sengketa diserahkan kepada seorang pihak ke tiga oleh satu orang atau lebih secara sukarela. Penitipan ini ada yang terjadi dengan perjanjian dan ada pula yang dilakukan atas perintah Hakim. mengembalikan barang itu kepada siapa yang akan dinyatakan berhak. Si penerima titipan adalah berhak untuk menahan barangnya hingga segala apa yang harus dibayar kepadanya karena penitipan tersebut. Sekestrasi dapat mengenai baik benda-benda bergerak maupun benda-benda tak bergerak. 1735. Si penerima titipan yang ditugaskan melakukan sekestrasi. tidak dapat dibebaskan dari tugasnya sebelum persengketaan diselesaikan. 1733. 1731. di tangannya seorang pihak ke tiga yang mengikatkan diri untuk. 1732. namun dengan perkecualian-perkecualian sebagai berikut. 1734. setelah perselisihan itu diputus. tentang mana ada sengketa. BAGIAN KE TIGA Tenting sekestrasi dan berbagai macam-macamnya 1730. Sekestrasi guna keperluan Pengadilan diperintahkan kepada seorang yang disetujui oleh pihak-pihak yang berkepentingan atau kepada seorang yang ditetapkan oleh Hakim karena jabatan. 1729. dititipkan kepada seorang.

Hakim dapat memerintahkan sekestrasi : 1 o. jika penyitaan tersebut telah dicabut kembali. atau pun menunjukkan barang-barang yang dipercayakan kepadanya. Ia harus menyerahkan barang-barang itu untuk dijual supaya dari pendapatan penjualan itu dapat dilunasi piutang-piutang si penyita. yang telah disita di tangan seorang yang berutang. BAB KE DUA BELAS Tentang pinjam pakai BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1740. terhadap barang-barang bergerak. dan selainnya itu ia diwajibkan setiap tahun. Si penyimpan diwajibkan memelihara. barang kepada pihak yang lainnya untuk dipakai dengan cuma- . terhadap barang-barang yang ditawarkan oleh soorang yang berutang untuk melunasi utangnya. Pengangkatan seorang penyimpan barang di muka Hakim menerbitkan kewajiban-kewajiban yang bertimbal balik antara si penyita dan si penyimpan. Pinjam pakai adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan suatu. 3 o. Adalah menjadi kewajiban si penyita untuk membayar kepada si penyimpan upahnya yang ditentukan dalam undang-undang. namunlah perjanjian perhitungan itu tidak akan dapat dimajukan terhadap pihak-pihak yang berkepentingan.Dalam kedua-duanya hal. terhadap suatu barang yang bergerak maupun yang tak bergerak. memberikan suatu perhitungan secara ringkas kepada Hakim. orang kepada siapa barangnya telah dipercayakan. dengan memperlihatkan. atau menyerahkannya kepada pihak terhadap siapa penyitaan telah dilakukan. 1739. tentang mana hak miliknya atau hak penguasaannya menjadi persengketaan. atas tuntutan Kejaksaan. barang-barang yang telah disita sebagai seorang bapak rumah yang baik. 1738. 2 o. tunduk pada segala kewajiban yang terbit dalam halnya sekestrasi dengan perjanjian.

setelah memakainya atau setelah lewatnya suatu waktu tertentu. dengan syarat bahwa yang menerima barang ini. Segala apa yang dapat dipakai orang dan tidak musnah karena pemakaian. akan mengembalikannya. atau lebih lama daripada yang diperbolehkan.cuma. 1745. atau jika hanya satu dari kedua barang itu sajalah yang dapat diselamatkan. atau yang ditentukan dalam perjanjian kesemuanya atas ancaman penggantian biaya rugi dan bunga. Jika barang yang dipinjam musnah karena suatu kejadian yang tak disengaja. maka para ahli waris orang ini tidak dapat tetap menikmati barang pinjaman itu. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban seorang yang menerima pinjaman sesuatu 1744. dan telah diberikan khusus kepada orang tersebut secara pribadi. si peminjam telah memilih menyelamatkan dia punya barang sendiri. Pihak yang meminjamkan tetap menjadi pemilik barang yang dipinjamkan. 1743. maka selain daripada itu ia adalah bertanggung jawab atas musnahnya barangnya. Ia tidak boleh memakainya guna suatu keperluan lain. 1742. 1746. maka ia bertanggung jawab tentang musnahnya barang yang lainnya. 1741. Jika barangnya pada waktu dipinjamkan telah ditaksir harganya maka . jika ada alasan untuk itu. sekalipun musnahnya barang ini disebabkan suatu kejadihan yang sama sekali tidak disengaja. Jika ia memakai barang pinjamannya guna suatu keperluan lain. dapat menjadi bahan perjanjian ini. Perikatan-perikatan yang terbit dari perjanjian pinjam pakai berpindah kepada para ahli waris pihak yang meminjarnkan dan para ahli waris pihak yang meminjam. Namun jika suatu peminjaman telah dilakukan karena mengingat orangnya yang menerima pinjaman. yang dapat disingkiri seandainya si peminjam telah memakai barangnya sendiri. diwajibkan menyimpan dan memelihara barang pinjamannya sebagai seorang bapak rumah yang baik. selain yang selaras dengan sifat barangnya. Siapa yang menerima pinjaman sesuatu.

1748. Jika barang yang dipinjamkan mengandung cacat-cacat yang sedemikian. biarpun ini terjadi karena suatu kejadian yang tak disengaja. telah mengeluarkan sementara biaya. 1747. jika ia mengetahui adanya cacat-cacat itu dan tidak memberitahukannya kepada si pemakai. maka tak dapatlah ia menuntutnya kembali. selama waktu peminjaman. 1749. hingga orang yang memakainya dapat dirugikan karenanya. 1751. jika tidak ada penetapan waktu yang demikian. Jika barangnya berkurang harganya hanya karena pemakaian untuk mana barang itu telah dipinjam. Jika berbagai orang bersama-sama menerima satu barang dalam peminjaman. karena alasan-alasan yang mendesak dan sekonyong-konyong. adalah atas tanggungan si peminjam. maka Hakim dapat mengingat keadaan. Jika si pemakai barang. atau sebelum kebutuhan si pemakai habis. telah terpaksa mengeluarkan beberapa biaya luar biasa yang perlu.musnahnya barang. untuk dapat memakai barang pinjamannya. kecuali apabila telah diperjanjikan sebaliknya. 1753. atau. Jika si pemakai. memaksa si pemakai mengembalikan barangnya kepada orang yang meminjamkannya. dan diluar salahnya si pemakai. maka orang yang meminjamkan. maka mereka itu adalah masing-masing untuk seluruhnya bertanggung jawab terhadap orang yang memberikan pinjaman. sendiri memerlukan barangnya. BAGIAN KE TIGA Tentang kewajiban-kewajiban orang yang meminjamkan 1750. maka orang ini tidak bertanggung jawab tentang kemunduran itu. didalam jangka waktu tersebut. Jika namun itu orang yang meminjamkan. Orang yang meminjamkan tidak boleh meminta kembali barang yang dipinjamkan selain setelah lewatnya waktu yang ditentukan. bertanggung jawab tentang . 1752. setelah barangnya dipergunakan atau dapat dipergunakan untuk keperluan yang dimaksudkan. maka orang ini diwajibkan mengganti biaya-biaya tersebut kepada si pemakai itu. yang sebegitu mendesaknya hingga ia tidak sempat memberitahukan hal itu sebelumnya kepada orang yang meminjamkan.

tidak kurang dan tidak lebih. si . dengan syarat bahwa pihak yang belakangan ini akan mengembalikan sejumlah yang sama dari macam dan keadaan yang sama pula. dan kesemuanya mengandung logam asli yang sama beratnya sebagaimana yang terdapat didalam jumlah mata uang yang telah tidak ada lagi itu. Aturan yang ditetapkan dalam pasal yang lalu tidak berlaku jika. 1755. mengenai suatu pinjaman suatu jumlah mata uang tertentu. 1758. maka kemusnahan itu adalah atas tanggungannya. pihak yang menerima pinjaman menjadi pemilik barang yang dipinjam. sedapat-dapatnya dari kadar yang sama. dengan cara bagaimanapun. maka. maka pengembalian jumlah yang dipinjam harus dilakukan dalam mata uang yang berlaku pada waktu pelunasan. Jika. dan jika barang itu musnah. bahwa akan dikembalikan jumlah mata uang yang sama. Jika yang dipinjamkan itu berupa batang-batang mas atau perak atau lain-lain barang perdagangan. pihak yang menerima pinjaman diwajibkan mengembalikan jumlah mata uang yang tepat dari macam yang sama. Utang yang terjadi karena peminjaman uang hanyalah terdiri atas jumlah uang yang disebutkan dalam perjanjian. maka kekurangannya harus diganti dengan mata uang dari logam yang sama. sebelum saat pelunasan. Berdasarkan perjanjian pinjam-meminjam ini. Jika mata uang yang semacam tidak lagi terdapat dalam jumlah yang mencukupi. Pinjam-meminjam ialah perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan kepada pihak yang lain suatu jumlah tertentu barang-barang yang menghabis karena pemakaian.akibat-akibatnya. BAB KE TIGA BELAS Tentang pinjam-meminjam BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1754. betapa pun naik atau turun harganya. kedua belah pihak dengan pernyataan tegas telah bersepakat. Dalam hal ini. 1757. terjadi suatu kenaikan atau kemunduran harga atau ada perubahan mengenai berlakunya mata uang. 1756. dihitung menurut harganya yang berlaku pada saat itu.

BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban orang yang meminjamkan 1759. ditentukan. menurut perjanjian. 1766. menurut keadaan. dalam hal mana harus diperhatikan waktu dan tempat dimana barangnya. Jika telah diadakan perjanjian. pelunasannya harus dilakukan menurut harga barang pinjaman pada waktu dan di tempat dimana pinjaman telah terjadi. 1762. Jika waktu dan tempat ini tidak telah ditentukan. Jika tidak telah ditetapkan sesuatu waktu. maka ia diwajibkan membayar harga barang yang dipinjamnya. Siapa yang telah menerima pinjaman dan membayar bunga. apabila orang yang meminjamkan menuntut pengembalian pinjamannya. mengingat keadaan. Orang yang meminjamkan tidak dapat meminta kembali apa yang telah dipinjamkannya sebelum lewatnya waktu yang ditentukan dalam perjanjian. bahwa pihak yang telah meminjam sesuatu barang atau sejumlah uang akan mengembalikannya bilamana ia mampu untuk itu. 1764. akan menentukan waktu pengembaliannya. Adalah diperbolehkan memperjanjikan bunga atas peminjaman uang atau lain barang yang menghabis karena pemakaian. dan pada waktu yang .berutang senantiasa harus mengembalikan jumlah yang sama berat dan sama mutunya. dan ia tidaklah diwajibkan memberikan lebih daripada itu. BAGIAN KE EMPAT Tentang meminjamkan dengan bunga 1765. yang Siapa yang menerima pinjaman sesuatu diwajibkan mengembalikannya dalam jumlah dan keadaan yang sama. memberikan sekadar kelonggaran kepada si peminjam. BAGIAN KE TIGA Tentang kewajiban-kewajiban si peminjam 1763. Ketentuan pasal 1753 adalah berlaku terhadap pinjam mengganti. sedianya harus dikembalikan. Jika ia tidak mampu memenuhi kewajiban ini. maka Hakim. 1760. 1761. Hakim berkuasa.

tidak dapat menuntutnya kembali. dalam hal mana uang yang telah dibayar selebihnya dapat dituntut kembali atau dikurangkan dari jumlah pokok. kecuali apabila bunga yang dibayar itu melebihi bunga menurut undang-undang. 1771. Bunga yang diperjanjikan dalam perjanjian boleh melampaui bunga menurut undangundang dalam segala hal yang tidak dilarang oleh undang-undang. Pembayaran bunga yang tidak telah diperjanjikan tidak mewajibkan si berutang untuk membayarnya seterusnya. 1769.tidak telah diperjanjikan. Jika orang yang meminjamkan telah memperjanjikan bunga dengan tidak menentukan berapa besarnya. Besarnya bunga yang diperjanjikan dalam perjanjian harus ditetapkan secara tertulis (Bunga menurut undang-undang adalah menurut Lembaran Negara tahun 1848 No. biarpun pengembalian atau penitipan ini. Buku pembayaran uang pokok dengan tidak menyebutkan sesuatu apa mengenai bunga memberikan persangkaan tentang sudah dibayarnya bunga itu. 1767. maupun menguranginya dari jumlah pokok. dan si berutang dibebaskan daripada itu. telah dilakukan setelah lewatnya waktu utangnya dapat ditagih. 22: enam persen). . Bunga menurut undang-undang ditetapkan di dalam undang-undang. BAB KE EMPAT BELAS Tentang bunga tetap atsu bunga abadi 1770. Memperjanjikan suatu bunga abadi ialah suatu perjanjian dengan mana pihak yang memberi pinjaman uang memperjanjikan pembayaran bunga atas pembayaran sejumlah uang pokok yang tidak akan dimintanya kembali. Bunga ini pada hakikatnya dapat diangsur. tetapi bunga yang telah diperjanjikan harus dibayar sarnpai pada pengembalian atau penitipan uang pokoknya. maka si penerima pinjaman diwajibkan membayar bunga menurut undang-undang. Ada bunga menurut undang-undang dan ada yang ditetapkan di dalam perjanjian. Hanyalah kedua belah pihak dapat mengadakan sepakat bahwa pengangsuran itu tidak dilakukan selain setelah lewatnya suatu waktu tertentu. 1768.

Bunga cagak hidup dapat dilahirkan degan suatu perjanjian atas . jika ia lalai memberikan jaminan yang dijanjikan kepada si berpiutang. si berutang dapat mernbebaskan diri dari kewajibannya mengembalikan uang pokoknya. Perjanjian yang pertama diatur didalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. 2 o. tenggang waktu mana namun tidak boleh lebih lama daripada satu tahun. Suatu perjanjian untung-untungan adalah sum perbuatan yang hasilnya. perjudian dan pertaruhan.waktu mana tidak boeh ditetapkan lebih lama dari sepuluh tahun. baik bagi semua pihak. BAGIAN KE DUA Tentang perjanjinn bungn cagsk hidup dan akibat-akibatnya 1775. jika ia didalam waktu dua puluh hari. jika ia tidak membayar sesuatu apapun atas bunga yang harus dibayamya selama dua tahun berturut-turut. Dalam kedua hal yang pertama yang tersebut dalam pasal yang lalu. mengenai untung ruginya. jika ia telah dinyatakan pailit. Demikian adalah: perjanjian pertanggungan. maupun bagi sementara pihak. Seorang yang berutang suatu bunga abadi dapat dipaksa mengembalikan uang pokoknya: 1 o. membayar angsuran-angsuran yang sudah harus dibayarnya atau memberikan jaminan yang dijanjikan. 3o. BAB KE LIMA BELAS Tentong perjanjiaan-perjanjian untung-untungan BAGIAN KE SATU Ketentuan umum 1774. 1772. terhitung mulai ia diperingatkan dengan perantaraan Hakim. atau tidak boleh dilakukan tanpa pemberitahuan lebih dahulu kepada si berpiutang dengan suatu tenggang waktu yang sebelumnya telah ditetapkan oleh mereka. bergantung pada suatu kejadian yang belum tentu. bunga cagak hidup. 1773.

beban, atau dengan suatu akta hibah. Ada juga bunga cagak hidup itu diperoleh dengan suatu wasiat. 1776. Bunga cagak hidup dapat diadakan atas badan orang yang memberikan pinjaman, atau atas badan orang yang diberikan kenikmatan atas bunga tersebut, atau pula atas badan seorang pihak ke tiga, meskipun orang ini tidak mendapat nikmat daripadanya. 1777. Bunga cagak hidup dapat diadakan atas badan satu orang atau lebih. 1778. Bunga cagak hidup dapat diadakan guna seorang pihak ke tiga, meskipun uangnya diberikan oleh seorang lain. Dalam hal tersebut namun itu ia tidak tunduk pada bentuk cara yang diperlukan untuk hibah. 1779. Segala bunga cagak hidup yang diadakan atas badan seorang yang telah meninggal pada hari dibuatnya perjanjian, adalah tak berdaya. 1780. Bunga cagak hidup dapat diadakan dengan perjanjian bunga yang sedemikian tingginya, sebagaimana ditetapkan menurut kehendak para pihak sendiri. 1781. Orang untuk siapa telah diadakan suatu bunga cagak hidup atas beban, dapat menuntut pembatalan perjanjian, jika si berutang tidak memberikan kepadanya jaminan yang telah diperjanjikan. Jika perjanjian dibatalkan, si berutang diwajibkan membayar bunga yang telah diperjanjikan, yang menunggak, sampai pada hari dikembalikannya uang pokok. 1782. Penunggakan pembayaran bunga cagak hidup yang dapat ditagih, tidaklah memberikan hak kepada si pemungut bunga untuk meminta kembali uang pokoknya atau barang yang telah diberikan olehnya untuk dapat menerima bunga itu; ia hanya berhak menuntut si berutang tentang pembayaran bunga yang wajib dibayarnya dan menyita kekayaannya untuk mengambil pelunasan daripadanya, pun pula meminta diberikannya jaminan untuk bunga yang sudah dapat ditagih. 1783. Dihapuskan. 1784. Tak dapatlah si berutang membebaskan diri dari pembayaran bunga cagak hidup dengan menawarkan pengembalian uang pokoknya, dan dengan

berjanji tidak akan menuntut pengembalian bunga yang telah dibayarnya, ia diwajibkan terus membayar bunga cagak hidup selama hidupnya orang atau orangorang yang di atas badan-badannya telah diadakan bunga cagak hidup itu, betapapun beratnya pembayaran bunga itu bagi dirinya. 1785. Si pemilik suatu bunga cagak hidup hanyalah mempunyai hak atas bunga menurut imbangan jumlahnya hari hidupnya orang yang atas badannya telah diadakan bunga cagak hidup itu. Jika namun itu, menurut perjanjian, bunganya harus dibayar terlebih dahulu, maka hak atas angsuran yang sedianya sudah harus terbayar, baru diperoleh mulai hari pembayaran itu sedianya harus dilakukannya. 1786. Tidaklah diperbolehkan memperjanjikan bahwa suatu bunga cagak hidup takkan tunduk pada suatu penyitaan, kecuali apabila bunga cagak hidup itu telah diadakan dengan cuma-cuma. 1787. Si pemungut bunga tidaklah dapat menagih bunga yang sudah harus dibayar, selain dengan menyatakan tentang masih hidupnya orang yang atas badannya telah diadakan bunga cagak hidup itu. BAGIAN KE TIGA Tentang perjudian dan pertaruhan 1788. Undang-undang tidak memberikan suatu tuntutan hukum dalam halnya suatu utang yang terjadi karena perjudian atau pertaruhan. 1789. Dalam ketentuan tersebut di atas namun itu tidak termasuk permainan-permainan yang dapat dipergunakan untuk olahraga, seperti main anggar, lari cepat dan lain sebagainya. Meskipun demikian, Hakim dapat menolak atau mengurangi gugatan, apabila uang taruhannya menurut pendapatnya lebih dari sepantasnya. 1790. Tidaklah diperbolehkan untuk menyingkiri berlakunya ketentuanketentuan kedua pasal yang lalu dengan jalan perjumpaan utang. 1791. Seorang yang secara sukarela telah membayar kekalahannya, sekalikali tak diperbolehkan menuntutnya kembali, kecuali apabila dari pihak si pemenang telah dilakukan kecurangan atau penipuan. BAB KE ENAM BELAS

Tentang pemberian kuasa BAGIAN KE SATU Tentang sifat pemberian kuasa 1792. Pemberian kuasa adalah suatu perjanjian dengan mana seorang memberikan kekuasaan kepada seorang lain, yang menerimanya, untuk atas namanya menyelenggarakan suatu urusan. 1793. Kuasa dapat diberikan dan diterima dalam suatu akta umum, dalam suatu tulisan di bawah tangan, bahkan dalam sepucuk surat atau pun dengan lisan. Penerimaan suatu kuasa dapat pula terjadi secara diam-diam dan disimpulkan dari pelaksanaan kuasa itu oleh si kuasa. 1794. Pemberian kuasa terjadi dengan cuma-cuma, kecuali jika diperjanjikan sebaliknya. Jika dalam hal yang terakhir, upahnya tidak ditentukan dengan tegas, si kuasa tidak boleh meminta upah yang lebih daripada yang ditentukan dalam pasal 411 untuk wali. 1795. Pemberian kuasa dapat dilakukan secara khusus, yaitu mengenai hanya satu kepentingan tertentu atau lebih, atau secara umum, yaitu meliputi segala kepentingan si pemberi kuasa. 1796. Pemberian kuasa yang dirumuskan dalam kata-kata umum, hanya meliputi perbuatan-perbuatan pengurusan. Untuk memindahtangankan benda-benda atau untuk meletakkan hipotik di atasnya, atau lagi untuk membuat suatu perdamaian, atau pun sesuatu perbuatan lain yang hanya dapat dilakukan oleh seorang pemilik, diperlukan suatu pemberian kuasa dengan kata-kata yang tegas. 1797. Si kuasa tidak diperbolehkan melakukan sesuatu apa pun yang melampaui kuasanya; kekuasaan yang diberikan untuk menyelesaikan suatu urusan dengan jalan perdamaian, sekali-kali tidak mengandung kekuasaan untuk menyerahkan perkaranya kepada putusan wasit. 1798. Orang-orang perempuan dan orang-orang belum dewasa dapat ditunjuk menjadi kuasa, tetapi si pemberi kuasa tidaklah mempunyai suatu tuntutan hukum terhadap orang-orang belum dewasa, selain menurut ketentuan-ketentuan umum mengenai perikatan-perikatan yang diperbuat oleh orang-orang belum

tetapi juga tentang kelalaian-kelalaian yang dilakukan dalam menjalankan kuasanya. jika kekuasaan itu telah diberikan kepadanya tanpa penyebutan seorang tertentu. dan menuntut daripadanya pemenuhan perjanjiannya. sedangkan orang yang dipilihnya itu ternyata seorang yang tak cakap atau . Si kuasa bertanggung jawab untuk orang yang telah ditunjuk olehnya sebagai penggantinya dalam melaksanakan kuasanya: 1 o. 1799. selama ia belum dibebaskan. 1802. ia pun tidak mempunyai tuntutan hukum selain. Begitu pula ia diwajibkan menyelesaikan urusan yang telah mulai dikerjakannya pada waktu si pemberi kuasa meninggal jika dengan tidak segera menyelesaikannya dapat timbul sesuatu kerugian. 1801. jika ia tidak diberikan kekuasaan untuk menunjuk seorang lain sebagai penggantinya. Si kuasa tidak saja bertanggung jawab tentang perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan sengaja. dan terhadap orang-orang perempuan yang bersuami yang menerima kuasa tanpa bantuan si suami. melaksanakan kuasanya. Si pemberi kuasa dapat menggugat secara langsung orang dengan siapa si kuasa telah bertindak dalam kedudukannya. 2 o. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban si kussa 1800. 1803. Namun itu tanggung jawab tentang kelalaian-kelalaian bagi seorang yang dengan cuma-cuma menerima kuasa adalah tidak sebegitu berat seperti yang dapat diminta dari seorang yang untuk itu menerima upah. Si kuasa diwajibkan. sekalipun apa yang diterimanya itu tidak seharusnya dibayar kepada si pemberi kuasa.dewasa. Si kuasa diwajibkan memberikan laporan tentang apa yang telah diperbuatnya dan memberikan perhitungan kepada si pemberi kuasa tentang segala apa yang telah diterimanya berdasarkan kuasanya. dan ia menanggung segala biaya kerugian dan bunga yang sekiranya dapat timbul karena tidak dilaksanakannya kuasa itu. menurut aturan-aturan yang dituliskan dalam bab ke lima dan ke tujuh Buku ke satu dari Kitab Undang-undang ini.

dan mengenai uang-uang yang harus diserahkannya pada penutupan perhitungan. terhitung mulai saat ia memakai uang-uang itu. maka terhadap mereka tidak diterbitkan suatu perikatan tanggung-menanggung. Dalam segala hal. bunga itu dihitung mulai hari ia dinyatakan lalai. sekalipun urusannya tidak .tak mampu. tidaklah bertanggung jawab tentang apa yang terjadi diluar batas kuasa itu. Ia tidak terikat pada apa yang telah diperbuat selebihnya dari pada itu. kecuali jika ia secara pribadi telah mengikatkan diri untuk itu. Si pemberi kuasa diwajibkan mengembalikan kepada si kuasa persekot-persekot dan biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh orang ini untuk melaksanakan kuasanya. si pemberi kuasa dapat secara langsung menuntut orang yang ditunjuk oleh si kuasa sebagai penggantinya itu. 1805. 1808. selain sekadar ia telah menyetujuinya secara tegas atau secara diam-diam. 1804. Jika didalam akta yang sama ditunjuk berbagai orang kuasa. Si pemberi kuasa diwajibkan memenuhi perikatan-perikatan yang diperbuat oleh si kuasa menurut kekuasaan yang ia telah berikan kepadanya. Si pemberi kuasa senantiasa dianggap telah memberikan kekuasaan kepada si kuasa untuk menunjuk seorang lain sebagai penggantinya untuk peng urusan benda-benda yang terletak diluar wilayah Indonesia atau di lain pulau daripada yang ditempat tinggali si pemberi kuasa. maka si pemberi kuasa tidak dapat meluputkan diri dari kewajiban mengembalikan persekot-persekot dan biaya-biaya serta membayar upah tersebut di atas. Jika si kuasa tidak melakukan sesuatu kelalaian. Si kuasa yang telah memberitahukan secara sah tentang hal kuasanya kepada orang dengan siapa ia mengadakan suatu perjanjian dalam kedudukannya sebagai kuasa itu. 1806. Si kuasa harus membayar bunga atas uang-uang pokok yang dipakainya guna keperluannya sendiri. begitu pula untuk membayar upahnya jika ini telah diperjanjikan. BAGIAN KETIGA Tentang kewajiban-kewajiban si pemberi kuasa 1807. selain sekadar hal yang demikian itu ditentukan dengan tegas.

menyebabkan ditariknya kembali kuasa yang pertama. BAGIAN KE EMPAT Tentang bermacam-macam cara berakhirnya pemberian kuasa 1813. Begitu pula si pemberi kuasa harus memberikan ganti rugi kepada si kuasa tentang kerugian-kerugian yang diderita sewaktu menjalankan kuasanya. Si pemberi kuasa dapat menarik kembali kuasanya manakala itu dikehendakinya. 1816. yang karena mereka tidak mengetahui tentang penarikan kembali iutu. 1812. hingga kepadanya telah dibayar lunas segala apa yang dapat dituntutnya sebagai akibat pemberian kuasa. . dengan meninggalnya. asal dalam hal itu si kuasa tidak telah berbuat kurang hati-hati. untuk menjalankan suatu urusan yang sama.berhasil. 1814. Penarikan kembali yang hanya diberitahukan kepada si kuasa. memaksa si kuasa untuk mengembalikan kuasa yang dipegangnya. terhitung mulai hari diberitahukannya kepada orang yang belakangan ini tentang pengangkatan tersebut. dan jika ada alasan untuk itu. 1811. 1810. dengan perkawinannya si perempuan yang memberikan atau menerima kuasa. Jika seorang kuasa diangkat oleh berbagai orang untuk mewakili suatu urusan yang merupakan urusan mereka bersama. Pemberian kuasa berakhir: dengan ditariknya kembali kuasanya si kuasa. dengan pemberitahuan penghentian kuasanya oleh si kuasa. telah mengadakan suatu perjanjian dengan si kuasa. tidak dapat dimajukan terhadap orang-orang pihak ke tiga. Pengangkatan seorang kuasa baru. atau pailitnya si pemberi kuasa maupun si kuasa. maka masing-masing dari mereka adalah bertanggung jawab untuk seluruhnya terhadap si kuasa mengenai segala akibat dari pemberian kuasa itu. sekian lamanya. Si pemberi kuasa harus membayar kepada si kuasa bunga atas persekot-persekot yang telah dikeluarkan oleh si kuasa. terhitung mulai hari dikeluarkannya persekot-persekot itu. 1809. pengampuannya. Si kuasa adalah berhak untuk menahan segala apa kepunyaan si pemberi kuasa yang berada di tangannya. ini tidak mengurangi tuntutan si pemberi kuasa kepada si kuasa. 1815.

kecuali apabila si kuasa berada dalam keadaan tak mampu meneruskan kuasanya dengan tidak membawa rugi yang tidak sedikit bagi dirinya sendiri. Jika namun itu pemberitahuan penghentian ini baik karena ia dilakukan dengan tidak mengindahkan waktu. atas ancaman mengganti biaya. maka apa yang diperbuatnya di dalam ketidaksadaran itu adalah sah. misalnya dalam hal kebelumdewasaan. biarpun perikatan itu dapat dibatalkan dengan suatu tangkisan yang hanya mengenai dirinya pribadi si berutang. maupun karena sesuatu hal lain karena salahnya si kuasa. Penanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang pihak ke tiga. Jika si kuasa tidak sadar akan meninggalnya si pemberi kuasa atau akan adanya sesuatu sebab lain yang mengakhiri kuasanya. jika ada alasan untuk itu. mengikatkan diri untuk memenuhi perikatan si berutang manakala orang ini sendiri tidak memenuhinya. maka orang ini harus diberikan ganti rugi oleh si kuasa. BAB KE TUJUH BELAS Tentang penanggungan utang BAGIAN KE SATU Tentang sifat penanggungan 1820. guna kepentingan si berpiutang. 1822. Tiada penanggungan jika tidak ada suatu perikatan pokok yang sah.1817. jika mereka tahu tentang adanya pemberian kuasa. para ahli warisnya harus memberitahukan hal itu kepada si pemberi kuasa. kerugian dan bunga. 1819. membawa rugi bagi si pemberi kuasa. Seorang penanggung tidak dapat mengikatkan diri untuk lebih. Si kuasa dapat membebaskan diri dari kuasanya dengan pemberitahuan penghentian kepada si pemberi kuasa. 1821. Namun dapatlah seorang memajukan diri sebagai penanggung untuk suatu perikatan. daripada perikatan si berutang. maupun dengan syarat-syarat yang lebih berat. 1818. . Jika si kuasa meninggal. dan sementara itu mengambil tindakan-tindakan yang perlu menurut keadaan bagi kepentingan si pemberi kuasa. Dalam hal itu segala perikatan yang dibuat oleh si kuasa harus dipenuhi terhadap orang-orang pihak ke tiga yang beritikad baik.

bahkan terhitung biaya-biaya gugatan yang dimajukan terhadap si berutang utama. Seorang dapat memajukan diri sebagai penanggung dengan tidak telah diminta untuk itu oleh orang untuk siapa ia mengikatkan dirinya. Penanggungan utang tidak dipersangkakm. Apabila si penanggung. harus memajukan seorang yang mempunyai kecakapan untuk mengikatkan dirinya. Dihapuskan 1829. yang cukup mampu untuk memenuhi perikatannya. tidaklah diperbolehkan untuk memperluas penanggungan hingga melebihi ketentuan-ketentuan yang menjadi syarat sewaktu mengadakannya. Adalah diperbolehkan juga untuk menjadi penanggung tidak saja untuk si berutang utama. 1826. Barang siapa yang oleh undang-undang atau karena suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. melainkan ia adalah sah hanya untuk apa yang diliputi oleh perikatan pokoknya. Jika penanggungan diadakan untuk lebih dari utangnya. yang telah diterima oleh si berpiutang secara sukarela atau atas putusan Hakim. 1824. Si berutang yang diwajibkan memberikan seorang penanggung. haruslah ditunjuk seorang penanggung baru. dan terhitung pula segala biaya yang dikeluarkan setelah si penanggung utang diperingatkan tentang itu. diwajibkan memberikan seorang penanggung. 1828. dan yang berdiam di wilayah Indonesia. bahkan diluar pengetahuan orang itu. 1830. meliputi segala akibat utangnya. atau dengan syarat-syarat yang kurang. 1827. tetapi harus diadakan dengan pemyataan yang tegas. atau dengan syarat-syarat yang lebih berat maka perikatan itu tidak sama sekali batal. Penanggungan yang tak terbatas untuk suatu perikatan pokok.Adapun penanggungan boleh diadakan untuk hanya sebagian saja dari utangnya. diperbolehkan sebagai . 1825. maka. 1823. Perikatan-perikatan para penanggung berpindah kepada ahli warisahli warisnya. tetapi juga untuk seorang penanggung orang itu. kemudian menjadi tak mampu. padahal ia tidak berhasil mendapatkannya.

telah menunjukkan benda-benda si berutang dan telah membayar lebih dahulu uang yang diperlukan . sedangkan benda-benda si berutang ini harus lebih dahulu disita dan dijual untuk meltmasi utangnya. 2 o. dalam hal penanggungan yang diperintahkan oleh Hakim. Si penanggung tidak dapat menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dahulu disita dan dijual untuk meltmasi utangnya: 1 o. Apabila si penanggung. jika si berutang berada didalam keadaan pailit. Si penanggung yang menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dahulu disita dan dijual diwajibkan menunjukkan kepada si berpiutang benda-benda si berutang. 3 o. dalam hal mana akibat-akibat perikatannya diatur menurut asas-asas yang ditetapkan untuk utang-utang tanggung-menanggung. 1833. 1834. Si penanggung tidaklah diwajibkan membayar kepada si berpiutang. dan membayar lebih dahulu biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penyitaan serta penjualan tersebut. maupun pula benda-benda yang terletak di luar wilayah Indonesia. apabila ia telah mengikatkan dirinya bersama-sama dengan si berutang utama secara tanggung-menanggung. 5 o. BAGIAN KE DUA Tentang akibat-akibat penanggungan antara si berutang dan si penanggung 1831. selain jika si berutang lalai. 1835. apabila ia telah melepaskan hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dahulu disita dan dijual. dan yang sudah tidak ada di tangan si berutang.gantinya memberikan suatu jaminan gadai atau hipotik. Si berpiutang tidak diwajibkan menyita. maupun yang sudah dijadikan tanggungan hipotik untuk utang yang bersangkutan. jika si berutang dapat memajukan suatu tangkisan yang hanya mengenali dirinya sendiri secara pribadi. 4 o. 1832. menurut pasal yang lalu. dan menjual lebih dahulu benda-benda si berutang selain apabila itu diminta oleh si penanggung pada waktu ia pertama kali dituntut di muka Hakim. Tak diperbolehkan ia menunjuk pada benda-benda yang sedang menjadi buah persengketaan di muka Hakim.

tetapi ia tidak bertanggung jawab jika ketidakmampuan orang-orang itu terjadi setelah pemecahan utangnya. dapat menuntutnya kembali dari si berutang utama. sekadar ia telah memberitahukan kepada si berutang utama tentang . 1836. tentang ketidakmampuan si berutang yang dengan tidak adanya tuntutantuntutan. hingga sejumlah harga benda-benda yang ditunjuk itu. 1838. baik penanggungan itu telah diadakan dengan maupun tanpa pengetahuan si berutang utama. dan menguranginya hingga bagian masing-masing penanggung utang yang terikat secara sah. Jika si berpiutang sendiri secara sukarela telah membagi-bagi tuntutannya. terjadi sesudah itu. Jika pada waktu salah seorang penanggung menuntut pemecahan utangnya. Jika beberapa orang telah mengikatkan diri sebagai penanggung untuk seorang berutang yang sama. seorang atau beberapa orang teman penanggung berada dalam keadaan tak mampu. jika ia tidak telah melepaskan hak istimewanya untuk meminta pemecahan utangnya.untuk penyitaan dan penjualan benda-benda itu. maka si penanggung tersebut diwajibkan membayar untuk orang-orang yang tak mampu itu menurut imbangan bagiannya. Penuntutan kembali ini dilakukan baik mengenai uang pokoknya maupun mengenai bunga serta biaya-biaya. biarpun beberapa orang di antara para penanggung tidak mampu sebelum ia telah membagi-bagi utangnya. BAGIAN KE TIGA Tentang akibat-akibat penanggungan antara si berutang dan si penanggung. pada pertama kalinya ia digugat di muka Hakim. maka masingmasing adalah terikat untuk seluruh utang itu. Mengenai biaya-biaya tersebut si penanggung hanya dapat menuntutnya kembali. dapat menuntut supaya si berpiutang lebih dahulu membagi piutangnya. Si penanggung yang telah membayar. dan antara para penanggung sendiri 1839. 1837. maka si berpiutang bertanggung jawab terhadap si penanggung. Namun itu masing-masing dari mereka. maka tak bolehlah ia menarik kembali pemecahan utang itu. lagi pula untuk utang yang sama.

menggantikan demi hukum segala hak si berpiutang terhadap si berutang. dapat menuntut kembali segala apa yang telah dibayarnya dari masing-masing orang berutang tersebut. tidak dapat menuntutnya kembali dari si berutang utama ini. bahkan sebelum ia membayar utangnya: 1o. 5o. maka seorang yang memajukan diri sebagai penanggung untuk mereka kesemuanya. di dalam waktu yang patut. 1840. Jika beberapa orang berutang utama yang bersarna-sama memikul satu utang. setelah lewatnya waktu sepuluh tahun jika perikatan pokok tidak mengandung suatu jangka waktu tertentu untuk pengakhirannya. sedangkan ia tidak memberitahukannya kepada si berutang utama. dengan tidak mengurangi hak-haknya untuk menuntutnya kembali dari si berpiutang. Si penanggung yang telah membayar. Si penanggung yang sekali telah membayar utangnya. pada waktu dilakukannya pembayaran. masing-masing terikat untuk seluruh utang itu. 1842. jika ia tidak telah memberitahukan kepadanya tentang pembayaran yang telah dilakukannya. 1843. 2o. Jika si penanggung telah membayar tanpa digugat untuk itu. Si penanggung ada juga mempunyai hak menuntut penggantian biaya. mempunyai alasan-alasan untuk menuntut dinyatakannya batal utangnya. tidak dapat menuntutnya kembali dari si berutang utama yang telah membayar untuk ke dua kalinya. dihapuskan. apabila ia digugat di muka Hakim untuk membayar. maka ia. manakala si berutang. kecuali apa bila . 4o. apabila utangnya dapat ditagih karena lewatnya jangka waktu yang telah ditetapkan untuk pembayarannya. Si penanggung dapat menuntut si berutang untuk diberikan ganti rugi atau untuk dibebaskan dari perikatannya.tuntutan-tuntutan yang ditujukan kepadanya. 3o. dengan tidak mengurangi tuntutan si penanggung terhadap si berpiutang. rugi dan bunga. jika ada alasan untuk itu. 1841. apabila si berutang telah berjanji untuk membebaskannya dari penanggungannya didalam suatu waktu tertentu.

Ketentuan ayat kedua dari pasal 1293 adalah berlaku dalam hal ini. maka si penanggung yang telah melunasi utangnya dalam hal yang teratur dalam nomor 1o dari pasal yang lalu. tidak lagi dapat menggantikan hak-haknya. 1846. sepertinya suatu perwalian. 1847. lagi pula untuk utang yang sama. hingga ia tidak dapat diakhiri sebelum lewatnya suatu waktu tertentu. 1844. Percampuran yang terjadi di antara pribadinya si berutang utama dan pribadinya si penanggung utang. Suatu penundaan pembayaran belaka yang oleh si berpiutang . Jika si berpiutang secara sukarela menerima suatu benda tak bergerak maupun suatu benda lain sebagai pembayaran atas utang pokok. Jika berbagai orang telah mengikatkan diri sebagai penanggung untuk seorang berutang yang sama. Perikatan yang diterbitkan dari penanggungan hapus karena sebabsebab yang sama. begitu pula apabila si berutang telah dinyatakan pailit. Si penanggung utang dapat menggunakan terhadap si berpiutang segala tangkisan yang dapat dipakai oleh si berutang utama dan mengenai utangnya yang ditanggung itu sendiri. maka si penanggung dibebaskan karenanya. 1848. 1850. 1849. Namun tak bolehlah ia memajukan tangkisan-tangkisan yang melulu mengenai pribadi si berutang. sebagaimana yang menyebabkan berakhirnya perikatan-perikatan lainnya. mempunyai hak untuk menuntutnya kembali dari orang-orang penanggung yang lainnya. BAGIAN KE EMPAT Tentang hapusnya penanggungan utang 1845. Si penanggung dibebaskan apabila ia karena salahnya si berpiutang. masing-masing untuk bagiannya. biarpun benda itu kemudian karena suatu putusan Hakim oleh si berpiutang harus diserahkan kepada seorang lain. sekali-kali tidak mematikan tuntutan hukum si berpiutang terhadap orang yang telah memajukan diri sebagai penanggungnya si penanggung.perikatan pokok sedemikian sifatnya. hipotik-hipotiknya dan hak-hak istimewanya dari si berpiutang itu.

Perdamaian adalah suatu perjanjian dengan mana kedua belah pihak. Setiap perdamaian hanya mengakhiri perselisihan-perselisihan yang termaktub didalamnya. Untuk mengadakan suatu perdamaian diperlukan bahwa seorang mempunyai kekuasaan untuk melepaskan haknya atas hal-hal yang termaktub di dalam perdamaian itu. tidak membebaskan si penanggung utang. 1853. mengakhiri suatu perkara yang sedang bergantung atau pun mencegah timbulnya suatu perkara. Kepala-kepala Daerah yang bertindak sebagai demikian begitu pula lembaga-lembaga umum tidak dapat mengadakan suatu perdamaian selain dengan mengindahkan acara-acara yang ditetapkan dalam perundang-undangan yang mengenai mereka. Wali-wali dan pengampu-pengampu tidak dapat mengadakan suatu perdamaian selain jika mereka bertindak menurut ketentuan-ketentuan dari bab ke lima belas dan ke tujuh belas dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. Setiap perdamaian hanya terbatas pada soal yang termaktub didalamnya. dengan menyerahkan. BAB KE DELAPAN BELAS Tentang perdamaian 1851. melainkan jika dibuat secara tertulis. baik para pihak merumuskan maksud mereka dalam perkataan khusus atau umum. pelepasan segala hak dan tuntutan yang dituliskan di situ harus diartikan sekadar hak-hak dan tuntutan-tuntutan itu ada hubungannya dengan perselisihan yang menjadi lantaran perdamaian tersebut. maupun maksud itu dapat disimpulkan sebagai akibat . menjanjikan atau menahan suatu barang. namun si penanggung ini dalam hal yang sedemikian dapat menuntut si berutang dengan maksud memaksanya untuk membayar atau untuk membebaskan si penanggung dari penanggungannya. Perjanjian ini tidaklah sah. 1854.diberikan kepada si berutang. dapat diadakan perdamaian. 1855. Tentang kepentingan-kepentingan keperdataan yang terbit dari suatu kejahatan atau pelanggaran. 1852. Perdamaian ini tidak sekali-kali menghalangi Jawatan Kejaksaan untuk menuntut perkaranya.

Jika seorang yang telah mengadakan suatu perdamaian tentang suatu hak yang diperolehnya atas dasar kedudukannya sendiri. untuk seumumnya. 1858. Jika para pihak. Segala perdamaian mempunyai di antara para pihak suatu kekuatan seperti suatu putusan Hakim dalam tingkat yang penghabisan. adalah sama sekali batal. jika perdamaian itu telah diadakan karena kesalahpahaman tentang duduk perkaranya. Suatu perdamaian yang diadakan oleh salah seorang yang berkepentingan. Suatu perdamaian mengenai suatu sengketa. Jika putusan yang tidak diketahui oleh para pihak itu masih dapat dimintakan banding. mengenai suatu alas hak yang batal. kecuali apabila surat-surat itu telah . yang sudah diakhiri dengan suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. Ia dapat dibatalkan dalam segala hal dimana telah dilakukan penipuan atau paksaan. namun tidak diketahui oleh para pihak atau salah satu dari mereka. maka sekadar mengenai hak yang baru diperolehnya itu. kecuali apabila para pihak dengan pernyataan tegas telah mengadakan perdamaian tentang kebatalan itu.mutlak satu-satunya dari apa yang dituliskan. maka perdamaiannya adalah sah. kemudian memperoleh suatu hak yang sama dari seorang lain. Tidak dapatlah perdamaian itu dibantah dengan alasan kekhilafan mengenai hukum atau dengan alasan bahwa salah satu pihak dirugikan. 1862. tidak mengikat orang-orang berkepentingan yang lainnya. tidaklah ia terikat oleh perdamaian yang dibuat sebelumnya. Begitu pula dapat diminta pembatalan suatu perdamaian. 1863. 1859. telah membuat suatu perdamaian tentang segala urusan yang berlaku di antara mereka. 1856. adalah batal. Namun itu suatu perdamaian dapat dibatalkan. tetapi kemudian diketemukan. dan tidak dapat dimajukan oleh mereka untuk memperoleh hak-hak dari padanya. 1857. tidak merupakan alasan untuk membatalkan perdamaiannya. atau mengenai pokok perselisihan. apabila telah terjadi suatu kekhilafan mengenai orangnya. Suatu perdamaian yang diadakan atas dasar surat-surat yang kemudian dinyatakan palsu. maka adanya surat-surat yang pada waktu itu tidak diketahui. 1860. 1861.

1864. memperoleh hak milik. orang-orang penyimpan. Daluwarsa dihitung dengan hari. . dengan jalan daluwarsa. jika alas hak penguasaan mereka telah berganti. 1960. sedangkan siapa yang menunjuk kepada suatu itikad buruk diwajibkan membuktikannya.sengaja disembunyikan oleh salah satu pihak. 1961. sedangkan dari surat-surat yang diketemukan kemudian ternyata bahwa salah satu pihak sama sekali tidak mempunyai sesuatu hak atas itu. jika perdamaian hanya mengenai satu urusan saja. Siapa yang dengan itikad baik. atau suatu piutang lain yang tidak harus dibayar atas tunjuk. suatu cacat dalam bentuk caranya. dengan tidak dapat dipaksa untuk mempertunjukkan alas haknya. 1962. dan berdasarkan suatu alas hak yang sah. dipandang sebagai suatu alat untuk memperoleh sesuatu 1963. tidak dengan jam. BAGIAN KE DUA Tentang daluwarsa. 1964. 1965. Daluwarsa itu diperoleh apabila hari teralchir dari jangka waktu yang diperlukan telah lewat. kepada siapa orang-orang penyewa. tidak dapat digunakan sebagai dasar suatu daluwarsa selama dua puluh tahun. dengan suatu penguasaan selama dua puluh tahun. dapat memperoleh benda tersebut dengan jalan daluwarsa. memperoleh suatu benda tak bergerak. Itikad baik selamanya harus dianggap ada. memperoleh hak milik atasnya. Namun itu perdamaiannya adalah batal. dan lain-lain orang yang menguasai suatu benda berdasarkan suatu perjanjian dengan pemiliknya. suatu bunga. Suatu kekeliruan dalam hal menghitung dalam suatu perdamaian. karena. Mereka. Siapa yang dengan itikad baik menguasainya selama tiga puluh tahun. Mereka yang disebutkan dalam pasal yang lalu dapat memperoleh hak milik dengan jalan daluwarsa. maupun karena pembantahan yang mereka lakukan terhadap haknya si pemilik. baik karena suatu sebab yang berasal dari seorang pihak ke tiga. harus diperbaiki. telah menyerahkan bendanya dengan suatu alas hak yang dapat memindahkan hak milik. Suatu alas hak yang batal.

hapus karena daluwarsa. 1969. baik yang bersifat perbendaan maupun yang bersifat perseorangan. Tuntutan para guru dan pengajar dalam kebudayaan dan ilmu pengetahuan. untuk kunjungan mereka. sedangkan siapa. begitu pula tuntutan lain-lain pengajar untuk upah pengajaran yang diberikan oleh mereka. untuk pemberian penginapan serta makanan. tuntutan para pengusaha sekolah berasrama. untuk uang makan dan pengajaran bagi murid-muridnya. tuntutan para buruh dengan kekecualian mereka yang dimaksud dalam pasal 1968. tuntutan para juru sita. beserta jumlah kenaikan upah itu menurut pasal 1602 q. dengan lewatnya waktu tiga puluh tahun. semua itu berdaluwarsa dengan lewatnya waktu dua tahun. tuntutan para buruh yang upahnya dalam uang harus dibayar tiap-tiap kali setelah lewatnya waktu yang kurang daripada satu triwulan. atau tercapainya perdamaian antara para pihak yang berperkara. tuntutan para pengacara untuk pembayaran persekot-persekot dan upah mereka. Tuntutan para dokter dan ahli obat-obatan. hapus karcna daluwarsa dengan lewatnya waktu dua tahun. semua itu berdaluwarsa. itikad baik itu ada. untuk pelajaran yang mereka berikan tiap-tiap bulan. beserta jumlah kenaikan upah itu menurut pasal 1602 q.1966. terhitung sejak hari diputusnya perkara. BAGIAN KE TIGA Tentang daluwarsa dipandang sebagai suatu alasan untuk dibebaskan dari suatu kewajiban 1967. 1968. yang menunjukkan akan adanya daluwarsa itu tidak usah mempertunjukkan suatu alas hak. untuk upah mereka untuk memberitahukan akta-akta dan melaksanakan pekerjaan yang diperintahkan kepada mereka. atau untuk waktu yang lebih pendek. Segala tuntutan hukum. perawatan dan obat-obatan. dengan lewatnya waktu satu tahun. lagi pula tak dapatlah dimajukan terhadapnya sesuatu tangkisan yang didasarkan kepada itikadnya yang buruk. 1970. Adalah cukup bahwa pada waktu benda atau piutang diperoleh. Tuntutan para advokat untuk pembayaran jasa-jasa mereka. tuntutan para pengusaha rumah penginapan dan rumah makan. untuk pembayaran upah mereka. atau . untuk mendapat pembayaran upah mereka.

Dalam halnya perkara-perkara yang tidak selesai tak dapatlah mereka menuntut pembayaran persekot-persekot dan jasa-jasa yang telah menunggak lebih daripada sepuluh tahun. Namun demikian orang-orang kepada siapa dimajukan daluwarsa yang disebut dalam pasal 1968. berdaluwarsa juga dengan lewatnya waktu dua tahun. 1971. waktu dua. tahun. tukang-tukang batu dan lainlain tukang untuk pembayaran bahan-bahan yang mereka berikan dan upah-upah mereka. terhitung sejak hari dibuatnya akta-akta. semua itu bcrdaluwarsa dengan lewatnya waktu lima tahun. setelah pemutusan perkaranya. Kepada para janda dan para ahli waris. dapat menurut dari mereka yang menggunakan daluwarsa itu supaya mereka bersumpah bahwa utang mereka sungguh-sungguh telah terbayar. 1973. para juru sita dibebaskan dari pertanggungjawaban tentang hal itu setelah lewatnya. meskipun seorang telah meneruskan melakukan penyerahan-penyerahan jasa-jasa dan pekerjaan. terjadi. 1974. Tuntutan-tuntutan. dapat diperintahkan sumpah untuk menerangkan bahwa mereka tidak mengetahui bahwa ada utang yang demikian itu. pengusaha-pengusaha toko untuk pembayaran barang-barang yang telah mereka serahkan. tukang-tukang kayu. Para Hakim dan pengacara tidak lagi bertanggung jawab untuk penyerahan surat-surat setelah lewatnya waktu lima tahun. Tuntutan para notaris untuk pembayaran persekot-persekot dan upah mereka. sekadar tuntutan-tuntutan ini mengenai pekerjaan-pekerjaan dan penyerahan-penyerahan yang tidak untuk pekerjaan si berutang yang tctap. Begitu pula. terhitung sejak pelaksanaan kuasa atau . atau apabila daluwarsa dicegah menurut pasal 1979. 1970 dan 1971.ditariknya kembali kuasa kepada pengacara itu. 1969. atau jika mereka yang dimaksud di atas itu orang-orang yang belum dewasa. 1972. Daluwarsa itu hanya berhenti berjalan. apabila dibuatnya suatu pengakuan tertulis. Daluwarsa yang disebutkan dalam keempat pasal yang lalu. kepada orang-orang yang menjadi wali mereka.

serta oleh tiap. segala apa yang harus dibayar tiap tahun atau tiap waktu tertentu yang lebih pendek. terhitung sejak hari hilangnya atau dicurinya barang itu. Daluwarsa-daluwarsa yang diatur dalam pasal 1968 dan selanjutnya dari bab ini. Bunga. Namun demikian. maupun piutang yang tidak harus dibayar kepada si pembawa maka barangsiapa yang menguasainya dianggap sebagai pemiliknya. 1990. harga sewa rumah dan tanah. 1976. direbut dari tangan si berkuasa.pemberitahuan akta-akta yang ditugaskan kepada mereka. semua itu berdaluwarsa setelah lewatnya waktu lima tahun. Daluwarsa tercegah apabila kenikmatan atas bendanya selama lebih dari satu tahun. bunga atas tunjangan tahunan guna pemeliharaan. . 1979. dapatlah ia menuntut kembali barangnya yang hilang atau dicuri itu sebagai miliknya. suatu gugatan. Terhadap benda bergerak yang tidak berupa bunga. 1975. satu dan lain diberitahukan oleh seorang pegawai yang berkuasa untuk itu atas nama pihak yang berhak kepada orang yang hendak dicegah memperolehnya dengan jalan daluwarsa. mencegah daluwarsa. 1977. Daluwarsa itu tercegah pula oleh suatu peringatan. maupun yang merebut itu orang pihak ke tiga. atas bunga abadi atau bunga cagak hidup. berjalan terhadap orang-orang yang belum dewasa dan orang-orang yang berada di bawah pengampuan. perbuatan yang berupa tuntutan hukum. BAGIAN KE EMPAT Tentang sebab-sebab yang mencegah daluwarsa 1978. dari siapa yang dalam tangannya ia ketemukan barangnya. Juga penggugatan di muka Hakim yang tidak berkuasa. bunga atas uang-uang pinjaman. didalam jangka waktu tiga tahun. lagi pula dengan tak mengurangi ketentuan dalam pasal 582. dan pada umumnya. siapa yang kehilangan atau kecurian sesuatu barang. dengan tak mengurangi penuntutan ganti rugi mereka terhadap wali-wali atau pengampu-pengampu mereka. baik yang merebut itu pemilik lama. dengan tak mengurangi hak si yang tersebut belakangan ini untuk minta ganti rugi kepada orang dari siapa ia memperoleh barangnya.

1983. Pemberitahuan. baik si penggugat menggugurkan tuntutannya. diperlukan suatu pemberitahuan kepada segenap ahli waris tersebut atau suatu pengakuan yang dilakukan oleh segenap ahli waris itu. terkecuali apabila perikatannya tak dapat dibagi-bagi. Namun daluwarsa tidaklah tercegah. 1984. 1985. bahkan tidak dalam halnya suatu utang hipotik. mencegah pula daluwarsa. Untuk mencegah daluwarsa seluruh utangnya terhadap orang-orang yang turut berutang lainnya. bahkan pula terhadap ahli waris-ahli waris mereka. atau pengakuan orang tersebut. apabila peringatan atau gugatannya ditarik kembali atau pun dinyatakan batal. Pencegahan daluwarsa yang dilakukan oleh salah seorang berpiutang dalam suatu perikatan tanggung-menanggung berlaku untuk segenap orang yang turut berpiutang. yang dilakukan dengan kata-kata atau dengan perbuatan-perbuatan oleh si berkuasa atau si berutang. atau pengakuan ahli waris tersebut. mencegah daluwarsa terhadap si penanggung utang. kepada salah seorang yang berutang secara tanggung-menanggung. menurut pasal 1979. Pemberitahuan yang dilakukan kepada salah seorang ahli waris seorang berutang secara tanggung-menanggung. maupun tuntutan itu ditolak oleh Hakim. 1982. tidaklah dicegah lebih lanjut selain untuk bagian ahli waris tersebut. BAGIAN KE LIMA Tentang sebab-sebab yang menangguhkan berjalannya daluwarsa .1981. mencegah daluwarsa terhadap orang-orang berutang yang lainnya. Pengakuan. akan haknya orang terhadap siapa daluwarsa berjalan. tidaklah mencegah daluwarsa terhadap ahli waris-ahli waris yang lainnya. Dengan pemberitahuan atau pengakuan ini daluwarsa terhadap orang-orang yang turut berutang lainnya. maupun pula gugatan itu dinyatakan gugur karena lewatnya waktu. Pemberitahuan yang dilakukan kepada si berutang utama atau pengakuan orang ini.

melainkan setelah ia memilih antara menerima atau melepaskan persatuan. tidaklah terjadi diantara suami-istri. meskipun warisan itu tidak ada pengampunya. kecuali yang bagi keuntungannya diadakan pengecualian oleh undang-undang. kecuali dalam hal-hal yang ditentukan oleh undang-undang. harus menanggung penjualan itu. Daluwarsa. Daluwarsa tidaklah berjalan terhadap seorang istri selama perkawinannya: 1e. Daluwarsa-daluwarsa yang sudah mulai berajan sebelum Kitab . Daluwarsa. Daluwarsa itu berjalan pula selama ahli waris sedang dalam waktu memikir. apabila si suami. dan didalam segala hal dimana tuntutan si istri akhimya harus ditujukan kepada suaminya. selama syarat ini tidak dipenuhi. mengenai piutang-piutangnya terhadap harta peninggalan. 1988. dalam halnya suatu perkara untuk menanggung suatu penjualan. apabila tuntutan si istri tidak akan dapat diteruskan. Daluwarsa tidaklah berjalan: terhadap suatu piutang yang bergantung pada suatu syarat. 1992. 2e. Daluwarsa berjalan terhadap setiap orang. 1991. 1990. karena ia telah menjual benda pribadi si istri. selama belum ada putusan untuk menyerahkan barangnya kepada orang lain. Daluwarsa tidaklah berjalan terhadap seorang waris yang telah menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk membuat pendaftaran harta peninggalan. Ketentuan penutup 1993. Daluwarsa tidaklah dapat bermulai maupun berlangsung terhadap orang-orang yang belum dewasa dan orang-orang terampu. selama hari itu belum tiba. terhadap suatu piutang yang baru dapat ditagih pada suatu hari tertentu. berjalan terhadap suatu warisan yang tak terurus.1986. 1987. 1989.

1924-556. berlakulah : A. Pasal 1. selama mereka belum mencapai umur genap dua puluh satu tahun dan tidak telah kawin sebelumnya. dalam hal bilamana mereka telah kawin sebelumnya. yang menurut perundang-undangan lama masih mernbutuhkan waktu selama lebih dari tiga puluh tahun. L. b. bahwa bagi mereka berlakulah bagian ke tiga belas bab ke lima belas dari . dengan ketentuan dalam pada ini bahwa. bab ke lima belas dari buku ke satu. terhitung sejak saat diundangkan Kitab Undang-undang ini.Undang-undang ini diundangkan. atau dengan tiada perubahan. yang mana. c. dan perkawinan ini dibubarkan sebelum mereka mencapai umur genap dua puluh satu tahun. kecuali : a. bab ke empat sampai dengan ke empat belas dari buku ke satu. LAMPIRAN I Ketentuan-ketentuan untuk seluruh Indonesia tentang hukum perdata dan hukum dagang bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. setelah diubah. dengan pengertian : 1. 2. Bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. lain daripada Tiong Hoa. Namun demikian daluwarsa-daluwarsa yang sudah mulai berlaku secara demikian. lain daripada Tiong Hoa (Undang-undang 9 Desember 1924. akan diatur menurut undang-undang yang pada saat itu berlaku di Indonesia. bahwa mereka yang termasuk golongan Timur Asing harus dianggap belum dewasa. lain daripada Tiong Hoa.N. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata bagi Indonesia. bab ke dua dari buku ke satu. Penunjukan akan bagian-bagian dari perundang-undangan bagi orang-orang yang termasuk golongan Eropa. § 1. berlaku bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. maka mereka tidaklah karena itu kembali lagi dalam kedudukan belum dewasa. mulai berlaku 1 Maret 19215). akan terpenuhi dengan lewatnya waktu tiga puluh tahun ini.

D. Kitab Undang-undang Hukum Dagang untuk Indonesia dengan pengertian. baik yang bergerak maupun yang tak bergerak. harus menjadi pengganti peraturan dalam pasal 60 ayat ke satu sampai dengan ayat ke empat dari Undang-undang tersebut. Balai-balai mana dalam menunaikan tugas mereka sekitar soal-soal yang berkenaan dengan hukum perdata terhadap mana perundang-undangan Eropa tidak telah atau tidak dinyatakan berlaku bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. 1602.buku ke satu “Tentang Balai-balai Harta Peninggalan”. C. dalam pasal 396 sebagai pengganti kata-kata: “berlakulah ketentuan-ketentuan dalam bagian ke-2. ke-4 dan ke-5 bab 7A buku ke tiga dari Kitab Undang-undang Perdata. d. harus dibaca: “berlakulah pasal 1601. § 2. tidaklah karena hukum terbentuk suatu persatuan harta kekayaan suami dan istri. 48. 1603 (lama) dari Kitab Undang-Undang Hukurn Perdata”. Pasal. sekadar bertakunya ketentuan-ketentuan tadi tidak dengan tegas dikecualikannya”. 100 dan 101. (2) Si istri tetap memiliki sekalian harta kekayaannya. bab ke dua belas dari buku ke dua. 2. (1) Dengan berlangsungnya suatu perkawinan. B. Pasal-pasal berikut dari Peraturan tentang Penyelenggaraan dan Peralihan kepada perundang-undangan baru. 46. . 41 sampai dengan 44. 50 sampai dengan 53. dengan pengertian. ke-3. bahwa terhadap hak-hak setiap istri dalam hal bilamana suaminya dan dalam keadaan pailit segala apa yang ditentukan dalam pasal 2 di bawah ini. sebagai anak buah kapal. Undang-Undang Kepailitan. bahwa terhadap seorang yang masuk kerja. 36 sampai dengan 39. harus melaksanakan segala instruksi dan segala reglemen bagi para kepala urusan harta peninggalan dulu. ialah pasal 23 sampai dengan 34. sekadar perhubungan dengan ketentuanketentuan undang-undang yang telah dinyatakan berlaku. peraturan tentang beberapa soal yang berhubungan dengan apa yang telah dinyatakan beriaku dalam § 1.

baik mengenai berang-barang bergerak. akta mana dengan tegas harus menyebut barang-barang itu. Dalam pasal 913. yang memuat asal-usul kebendaan itu dan memuat pula penilaian akan harganya satu per satu. bahkan yang dilakukan setelah bubarnya perkawinan karena perceraian. adalah batal dan tak berharga terhadap pihak ke tiga.(3) Pembawaan akan segala barang bergerak dalam perkawinan oleh si istri. (6) Segala pemberian hibah. Pasal 4. harus diartikan sebagai perwarisan karena kematian. dengan cara seperti tertulis dalam pasal ini tak dapat dibuktikan sebagai milik si istri. Mereka yang dalam ketentuan-ketentuan di atas tersebut sebagai orang-orang yang tennasuk golongan Timur Asing. 947 dan 948 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. segala kebendaan yang sepanjang perkawinan masuk dalam kemilikan si istri karena perwarisan. segala aturan hukum yang berlaku bagi si yang mewariskan berhubung dengan agarna dan adat-istiadat kebangsaannya. (4) Segala keuntungan bagi si istri yang diperoleh sepanjang perkawinan karena perusahaan atau perdagangannya sendiri tidak boleh dibuktikan dengan cara lain. pemberian hibah atau hibah wasiat. dan perkataan perwarisan karena kematian dalam pasal 914. (7) Ketentuan tersebut di atas sementara itu tidak berlaku terhadap pemberian hibah atau panjar terdiri atas barang-barang bergerak. melainkan dengan alat-alat bukti tertulis yang sah. melainkan dengan suatu akta otentik yang dibuat sebelum atau tatkala perkawinan dilangsungkan. maupun barang-barang tak bergerak. harus dianggap sebagai milik suaminya. yang harganya teramat kecil jika dibandingkan dengan kekayaan si pemberi hibah. perkataan “undang-undang” harus diartikan. (5) Segala sesuatu. yang mana. (1). dengan tak mengurangi kewajiban untuk mendaftarkan segala kebendaan tak bergerak yang diperoleh sebelum atau sepanjang perkawinan atas nama si istri. tidak boleh dibuktikan dengan cara lain. menurut aturan-aturan hukum yang sama. yang dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya sepanjang perkawinan. tak diperbolehkan mengambil sesuatu ketetapan . kecuali dalam keadaankeadaan luar biasa seperti termaktub dalam pasal 946. Pasal 3. 915 dan 916 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. harus dapat dinyatakan dengan suatu pertelaan dengan akta notaris.

Balai tersebut boleh menyuruh supaya buku-buku yang telah diterimanya tadi diselidiki. halaman ke satu dan halaman terakhir dari tiap-tiap buku yang diterimanya. agar setiap orang dapat membacanya dengan cuma-cuma. (1). Ketentuan penutup Pasal 7. anggota komisaris Balai Harta Peninggalan. (2). yang mana terhadap soal-soal itu mereka yang dalam ketentuan tersebut di atas disebut sebagai termasuk golongan Timur Asing. dibebankan juga kepada orang yang mendapat tugas penyelidikan tertnaksud dalam ayat ke dua. surat termaksud dalam pasal 94 Undang-Undang Kepailitan. Pada waktu menerima buku-buku menurut pasal 89 UndangUndang Kepailitan. Pencabutan hanya boleh dilakukan dengan akta yang dibuat dalam bentuk yang sama. (4). beserta segala akibatnya dalam hal bilamana. 3. Pasal 5. atau atas tuntutan Jawatan Kejaksan. Laporan yang tennaksud dalam ayat ke dua beserta segala. Kewajiban menghadap dan memberi penjelasan. yang mewakili Balai tersebut. perintah mana harus dilakukan. oleh Balai harus diletakkan dalam kantornya. upah mana harus dibayar dari harta peninggalan yang bersangkutan dan sesuai dengan daya kesmggupannya. maka Pengadilan Negeri berhak menetapkan upah bagi anggota yang telah melakukannya. maupun kepada orang-orang lain yang cakap untuk itu. yang dibebankan oleh pasal 101 Undang-Undang Kepailitan. baik kepada seorang anggotanya yang segolongan dengan si pailit. tidak tunduk pada perundang-undangan bagi orang-orang yang termasuk golongan Eropa. Terhadap soal-soal yang berkenaan dengan hukum perdata dan hukum dagang.wasiat melainkan dengan akta umum yang dibuat menurut peraturan termuat dalam pasal 638 dan 939 dari Kitab yang sama. dengan permintaan supaya selekas mungkin membuat laporan tentang penyelidikan itu. Karena jabatan. Apabila kemudian ternyata. (2). (3). Pasal 6. Dihapuskan. tersebut dapat pasal 86 Undang-undang tersebut. harus menanggali dan mengesahkan dengan tanda tangannya. penyelidikan itu merupakan pekerjaan yang sangat besar. kewajiban itu dilalaikannya. terhadap .

soal-soal itu senantiasa harus dilakukan segala undang-undang yang kini berlaku bagi mereka dan segala aturan hukum yang berhubungan dengan agama dan adat istiadat mereka. Pasal II. Undang-undang ini berlaku mulai tanggal I Maret 1925. 1925-92) . LAMPIRAN II Ketentuan-ketentuan untuk seluruh Indonesia tentang hukum perdata dan hukum dagang bagi orang-orang termasuk golongan Tiong Hoa (Undang-undang 1917-129. jis 1919-81. 1924-557.

bahwa terhadap perkawinan itu ada sesuatu alangan yang sah. f. g. meminta keputusan dari Pengadilan Negeri. ternyata tidak cukup. Pegawai catatan sipil harus menolak perlangsungan sesuatu perkawinan. Pengadilan mana setelah melakukan pemeriksaan demikian sebagaimana dipandangnya perlu. c. Kitab Undang-undang Hukum Perdata untuk Indonesia. 2. berlaku bagi mereka yang termasuk golongan Tiong Hoa. bab ke dua dan bagian ke dua dan ke tiga bab ke empat dari buku ke satu. atau memerintahkan supaya perkawinan dilangsungkan. Bagi mereka yang tennasuk golongan Tiong Hoa. Dihapuskan. kemudian dengan tak usah mengindahkan sesuatu bentuk acara dan dengan tiada kemungkinan untuk bandingan harus menguatkan penolakan itu. Pasal 1. Ayat ke dua pasal 268. apabila ternyata baginya. b. Penyebutan dalam pasal 99 akan pasal 52 dan 75. yang memuat alasan-alasannya. yang mana adanya diharuskan oleh Undang-undang. pasal 74 dan 75. Penunjukan akan bagian-bagian dari perundang-undangan bagi orang-orang yang termasuk golongan Eropa. terkecuali : a. Dalam hal adanya penolakan. nomor 6 pasal 71. kepada pihak yang memintanya harus disampaikan olehnya suatu keterangan tertulis tentang penolakan itu. e. Masing-masing pihak berhak dengan surat permohonan yang harus dilampiri dengan surat keterangan tersebut dalam ayat yang lalu. Dihapuskan. d.BAB KE SATU 1. yang mana setelah diubah atau dengan tiada perubaban. pasal-pasal mana diganti dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. yang mana dalam daerah hukumnya pegawai catatan sipil yang telah menolak berlangsungnya perkawinan. atau apabila surat-surat dan keterangan-keterangan. 3. mempunyai tempat kediamannya. pasal mana diganti dengan ketentuan sebagai di . berlakulah: 1.

bawah ini. Apabila pihak-pihak yang berkepentingan berduduk diam, maka, pembesar yang mempunyai tugas menuntut perkara pidana, adalah leluasa, untuk memajukan tuntutan pidana karena kejahatan menggelapkan kedudukan, asal ada permulaan bukti dengan tulisan sesuai dengan pasal 265 Kitab Undang-undang Hukum Perdata, dan tentang adanya permulaan bukti itu pada awalnya telah dinyatakannya. h. ayat ke satu pasal 1853, yang mana diganti dengan ketentuan sebagai berikut: Perdamaian tidak sekali-kali menghalangi penuntutan perkara. 2. Kitab Undang-undang Hukum Dagang untuk Indonesia, dengan pengertian, bahwa terhadap seorang yang masuk kerja sebagai anak buah kapal dalam pasal 396 sebagai pengganti kata-kata “berlakulah ketentuan-ketentuan dalam bagian ke-2, ke-3, ke-4, dan ke-5, bab 7A buku ke tiga dari Kitab Undang-undang Perdata, sekadar berlakunya ketentuan-ketentuan tadi tidak dengan tegas dikecualikannya”, harus, dibaca: “berlakulah pasal 1601, 1602, 1603, (lama) dari Kitab Undang-Undang Perdata”. 3. Peraturan Acara Perdata, kecuali: a. pasal 816, 817 dan 818; b. pasal 844 yang mana cliganti dengan ketentuan sebagai berikut : Barangsiapa menurut ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Penyelenggaraan Register-register Catatan Sipil bagi golongan Tiong Hoa, menghendaki agar diperintahkannya oleh Hakim sesuatu penambahan atau pembetulan dalam suatu akta dari Catatan Sipil itu, harus memajukan surat permintaan kepada Pengadilan Negeri, permintaan mana harus disertai dengan segala dasar alasannya. 4. Pasal-pasal berikut dari Peraturan tentang Penyelenggaraan akan Peralihan kepada Perundang-undangan baru, sekadar perhubungan dengan ketentuan-ketentuan undang-undang yang telah dinyatakan berlaku, ialah pasal 23 sampai dengan 34, 36 sampai dengan 39, 41 sampai dengan 44, 46, 48, 50 sampai dengan 53, 100 dan 101. 5. Undang-Undang Kepailitan.

§ 2. Ketentuan-ketentuan khusus mengenai perkongsian, dan keadaan pailit Pasal 2. Dihapuskan. Pasal 3. (1). Dengan tak mengurangi berlakunya beberapa ketentuan yang diadakan bagi perseroan perseroan terbatas, segala perkumpulan Tiong Hoa terkenal dengan nama kongsi guna melakukan suatu perusahaan di bawah sesuatu nama kesatuan, haru takluk pada peraturan dalam bagian ke dua, bab ke tiga, buku ke satu dari Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. (2). Nama kongsi harus dianggap sebagai nama firma. Pasal 4. (1). Pada waktu menerima buku-buku menurut pasal 89 UndangUndang Kepailitan, anggota komisaris Balai Harta Peninggalan yang mewakili Balai tersebut harus menanggali dan mengesahkan dengan tanda tangannya, halaman ke satu dan halaman terakhir dari tiap-tiap buku yang diterimanya. (2). Karena jabatan atau atas tuntutan Jawatan Kejaksaan, Balai tersebut boleh menyuruh supaya buku-buku yang telah diterimanya diselidiki, dengan permintaan supaya selekas mungkin membuat laporannya tentang penyelidikan itu, perintah mana harus dilakukan, baik kepada seorang anggotanya dari golongan Tiong Hoa, maupun pula kepada orang-orang lain yang cakap untuk itu. Apabila kemudian ternyata, penyelidikan itu merupakan pekerjaan yang sangat besar, maka Pengadilan Negeri berhak menetapkan upah bagi anggota yang telah metakukannya, upah mana harus dibayar dari harta peninggalan yang bersangkutan dan sesuai dengan daya kesanggupannya. (3). Laporan yang dimaksud dalam ayat ke dua beserta segala surat dimaksud dalam pasal 94 Undang-Undang Kepailitan, oleh Balai harus diletakkan dalam kantornya, agar setiap orang; dapat membacanya dengan cuma-cuma. (4). Kewajiban menghadap dan memberi penjelasan, yang dibebankan oleh pasal 101 Undang-undang Kepailitan, beserta segala akibatnya dalam hal bilamana kewajiban-kewajiban itu dilalaikannya, dimaksud dalam pasal 86 Undang-undang tersebut dibebankan juga kepada orang yang mendapat tugas penyelidikan dimaksud dalam ayat ke dua.

BAB KE DUA Tentang pengangkatan anak Pasal 5. (1). Apabila seorang laki, beristri atau telah pernah beristri, tak mempunyai keturunan laki-laki yang sah dalam garis laki-laki, baik keturunan karena kelahiran, maupun keturunan karena angkatan, maka bolehlah ia mengangkat seorang laki-laki sebagai anaknya. (2). Pengangkatan yang demikian harus dilakukan oleh si orang laki tersebut bersama-sama dengan istrinya, atau jika dilakukannya setelah perkawinannya dibubarkan; oleh dia sendiri. (3). Apabila kepada seorang perempuan janda, yang tidak telah kawin lagi, oleh suaminya yang telah meninggal dunia, tidak ditinggalkan seorang keturunan sebagai dimaksud dalam ayat ke satu pasal ini, maka boleh pun ia mengangkat seorang laki sebagai anaknya. Jika sementara itu si suami yang telah meninggal dunia, dengan surat wasiat telah menyatakan tak menghendaki pengangkatan anak oleh istrinya, maka pengangkatan itu pun tak boleh dilakukannya. Pasal 6. Yang boleh diangkat hanyalah orang-orang Tiong Hoa laki-laki yang tak beristri pun tak beranak, dan yang tidak telah diangkat oleh orang lain. Pasal 7. (1). Orang yang diangkat harus paling sedikitnya delapan belas tahun lebih muda daripada si suami, dan paling sedikitnya pula lima belas tahun lebih muda daripada si istri, atau si janda yang mengangkatnya.

sekadar bukan bapak atau wali si yang akan diangkat. Pasal 8. Tiap-tiap pengangkatan menghendaki 1. jika ia telah mencapai umur lima belas tahun. kata sepakat dari kedua orang tuanya. baik keluarga yang sah. kata sepakat dari dua di antara keluarga sedarah laki-laki yang terdekat lainnya dari pihak bapak si suami yang telah meninggal dunia sampai dengan derajat ke empat. kecuali si ibu telah menceburkan diri dalam perkawinan baru. yang mana dalam daerah hukumnya si perempuan janda yang . atau dalam hal lebih dahulu telah meninggalnya seorang di antara mereka. yang telah dewasa dan diam di Indonesia. sebelum ia diangkat. Pasal 9. jika yang diangkat itu seorang anak yang sah. atau tidak diam di Indonesia. b. seperti pun jika keluarga sedarah termaksud dalam kata-kata penutup ketentuan tersebut tidak ada. kata sepakat dari bapak dan ibunya. maka bolehlah kata sepakat itu diganti dengan izin dari Pengadilan Negeri. dan sekiranya mereka tidak ada. jika hanya salah seorang mereka mengakuinya.(2). harus memperoleh derajat keturunan yang sama pula dengan derajat keturunannya karena kelahiran. 2 a. atau orang-orang yang melakukannya. dalam hal yang terakhir. kata sepakat dari walinya dan dari Balai Harta Peninggalan. 4. 3. kata sepakat dari orang yang akan diangkat. jika pengangkatan akan dilakukan oleh seorang perempuan janda seperti termaksud dalam pasal 5 ayat ke tiga. sekiranya anak itu diakui kedua mereka. (1). jika sama sekali tiada yang mengakuinya. kata sepakat dari bapak atau ibu yang hidup terlama. Apabila yang diangkat itu seorang keluarga sedarah. Apabila kata sepakat dari mereka. tidak diperoleh. kata sepakat dari yang mengakui. maka keluarga tadi karena angkatannya terhadap moyang kedua belah pihak bersama. kata sepakat dari saudara-saudara laki yang telah dewasa dan bapak mendiang suaminya. termaksud dalam nomor 4 pasal yang lalu. kata sepakat dari yang hidup terlaina. atau kedua orang tua yang mengakuinya telah meninggal dunia. seperti pun apabila kedua orang tuanya telah meninggal dunia. kata sepakat dari walinya dan dari Balai Harta Peninggalan. kata sepakat dari orang. maupun keluarga luar kawin. atau dalam hal lebih dulu telah meninggalnya seorang di antara mereka. jika yang diangkat itu seorang anak luar kawin.

kecuali merekalah yang sebagai bapak atau wali akan menyerahkan si anak untuk pengangkatan diperbolehkan juga memberikan kata sepakat mereka bersama atau masing-masing dengan akta notaris. hal mana harus disebut dalain akta pengangkatan. (4). sebagaimana oleh Pengadilan dianggapnya perlu. Pihak-pihak yang bersangkatan harus menghadap di depan notaris dengan diri sendiri atau dengan seorang wakilnya yang khusus dikuasakan untuk itu dengan akta notaris. Ketentuan dalam pasal 334 Kitab Undang-undang Perdata untuk Indonesia tentang keluarga sedarah dan semenda tersebut didalamnya. maka Pengadilan itu berhak melimpahkan pemeriksaan mereka kepada Pengadilan Negeri lain. untuk menyangkal angkatannya. (5). (2). 4 pasal 8. (2). Pengadilan Negeri dengan tak memakai sesuatu bentuk acara dan dengan tiada kemungkinan untuk bandingan. bahwa si . (4). (3). Atas permintaan si perempuan janda. tak boleh dipakai sebagai senjala terhadap yang diangkat. Setiap orang yang berkepentingan. Izin dari Pengadilan itu harus disebut dalam akta pengangkatan. Jika orang-orang yang harus didengar bertempat tinggal diluar keresidenan dimana Pengadilan Negeri yang berkuasa mempunyai tempat kedudukannya. berlaku juga terhadap sekalian mereka yang harus diperiksa dalam hal ini. Pasal 11. Tiap-tiap pengangkatan karena hukum mengakibatkan. (1). Ketiadaan suatu catatan dalam jihad akta kelahiran seperti di atas. berhak menuntut supaya suatu pengangkatan dicatat dalam jihad akta kelahiran si yang diangkat (5). (3). Tiap-tiap pengangkatan hanya boleh dilakukan dengan akta notaris. bertempat tinggal. Sekalian mereka yang dimaksud dalam no. harus mengambil keputusannya setelah mendengar atau memanggil dengan sah akan sekalian mereka. yang mana setelah melakukan pemeriksaan itu harus menyampaikan berita acaranya kepada Pengadilan Negeri tersebut pertama. Pasal 10.menghendaki pengangkatan. yang kata sepakatnya dibutuhkannya dan setelah mendengar atau memanggil dengan sah akan orang-orang lainnya sedemikian.

sekadar dengan surat wasiat tidak telah diambilnya suatu ketetapan terhadapnya. izin itu pun dipergunakannya pula. maka dianggaplah anak itu dilahirkan dari perkawinan yang telah bubar itu. antara si yang diangkat dengan kedua orang tuanya dan sekalian keluarga sedarah dan semenda kecuali dalam hal-hal : 1. Pasal 13. Jika seorang perempuan janda mengangkat seorang anak. maka Balai Harta Peninggalan adalah berwajib menyelenggarakan segala tindakan yang perlu dan mendesak. (3). tetap ditanguhkan kan. Jika seorang suami meninggal dunia dengan meninggalkan istri janda yang berhak melakukan sesuatu pengangkatan. dianggaplah anak itu dilahirkan dari perkawinan dengan si suami yang telah meninggal dunia. sampai pengangkatan memperoleh penyelesaiannya. mengenai derajat kekeluargaan sedarah dan semenda yang terlarang untuk perkawinan. . Jika suami-istri mengangkat seorang sebagai anak. mereka. anak itu hanya pun bolehlah bertindak sebagai waris. karena hukum memperoleh nama keturunan yang terakhir ini sebagai gantinya nama keturunan yang dulu. apabila pengangkatan itu diselesaikan dalam waktu enam bulan setelah meninggalnya. Karena berlangsungnya suatu pengangkatan. dengan pengertian sementara itu. jika ia mempunyai nama keturunan lain daripada nama keturunan si suami yang mengangkatnya sebagai anaknya.yang diangkat. maka. Jika si suami mengangkat seorang anak. Pasal 14. atau si perempuan janda dalam tenggang waktu yang sama. Hak-hak segla pihak ke tiga yang dapat dipengaruhi oleh pengangkatan itu. (2). bahwa terhadap harta peninggalan si yang meninggal. telah meminta izin dari Hakim seperti termaksud dalam pasal 9 dan dalam waktu satu bulan setelah izin diperolehnya. akan tetapi paling lamanya selama tenggang waktu tersebut dalam ayat terakhir pasal 12. terputuslah segala hubungan perdata yang berpangkal pada keturunan karena kelahiran. Pasal 12. maka dianggaplah anak itu dilahirkan dari perkawinan mereka. setelah karena kematian istrinya perkawinan bubar. (1). (2). guna mengurus dan menyelamatkan harta peninggalan yang akan menjadi milik si yang akan diangkat. (1).

adalah batal karena. 4. Suatu pengangkatan boleh dinyatakan batal karena. sebelum di tempatnya telah berlaku Reglemen Penyelenggaraan Registerregister Catatan Sipil bagi golongan Tiong Hoa. mengenai ketentuan-ketentuan pidana sekadar bersandar pada keturunan karena kelahiran. Keputusan dengan mana suatu perceraian diucapkan jika perkawinannya dilangsungkan dulu. atau ayat ke dua dan ke tiga. kematian dan perceraian yang. 9. mengenai bertindak sebagai saksi dalam perbuatan akta-akta otentik. hukum. harus diganti dengan petikanpetikan dari register-register pembukuan atau pencatatan kelahiran. Pasal 17. Pasal 15 (1). sebelum di tempat itu telah berlaku Reglemen . bertentangan dengan salah satu ketentuan dalam pasal 5. (1). Tiap-tiap pengangkatan tidak boleh ditiadakan karena perjanjian. 3. pasal 10. diselenggarakan oleh Kepala golongan Tiong Hoa dan diberikan oleh seorang kepala Tiong Hoa yang tertinggi pangkatnya pada tempat dimana register-register itu diselenggarakannya. Peraturan peralihan Pasal 16. mengenai pembuktian dengan saksi. 5. mengenai perhitungan biaya perkara dan penyenderaan. 8. Jika pihak-pihak yang berkepentingan ada diluar kemungkinan akan mengunjukkan kutipan-kutipan yang demikian. Tiap-tiap akta kelahiran. dengan cara lain daripada cara membuat akta otentik. (2). Pengangkatan terhadap anak-anak perempuan dan pengangkatan. kematian dan perceraian yang menurut pasal 71 Kitab Undang-undang Hukum Perdata untuk Indonesia harus diunjukkan oleh kedua calon suami-istri sebelum perkawinan mereka dilangsungkan. kematian dan perceraian itu terjadi. 6. kutipan-kutipan mana harus memuat waktu dan tempat kelahiran atau kematian. 7. (2).2. kekurangan ini boleh diperbaiki dengan cara seperti ditentukan dalam pasal 72 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata berhubungan dengan akta kelahiran. atau waktu perceraian. (3). maka. dalam hal-hal bilamana kelahiran.

dan yang dilakukan menurut aturan-aturan undang-undang yang dulu berlaku. kecuali kongsi itu dengan sah tidak telah dibubarkan sebelumnya. melakukan sesuatu perwalian dengan sah. kecuali dengan keputusan Hakim yang memperoleh kekuatan mutlak sebelum saat tersebut telah dinyatakan. (2). Pasal 18. Mereka. bilamana yang demikian tadi menurut Undang-undang ini dikecualikan. harus dianggap sebagai anak-anak sah. maka demi hukum ibu merekalah yang melakukan perwalian. karena. yang sebelum saat tersebut. Segala campur tangan balai-balai piatu dan Balai Harta. oleh balai piatu dan balai peninggalan dulu diakui sebagai wali. harus dibubarkan sepuluh tahun setelah saat itu. Peninggalan dalam urusan orang-orang Tiong Hoa dan harta. yang sebelum undang-undang ini mengenai perwakilan mereka berlaku. Dengan meninggalnya bapak mereka. sewaktu mereka belum dewasa. (1). harus meneruskannya. Mereka. Untuk selain kongsikongsi itu tetap dikuasai oleh hukum yang berlaku dewasa itu. (1). Pasal 20. pengakuan itulah saja harus dianggap sebagai wali-wali yang sah. bukanlah wali-wali yang sah. anak-anak yang dilahirkan dari selir-selir bapak mereka. peninggalan mereka yang telah dimulai sebelum pada tempat itu Undang-undang ini berlaku. atau kecuali mengenai soal sah atau tak sahnya wali-wali itu pada waktu itu dimajukan perkara di muka Hakim atau telah ada keputusan yang belum memperoleh kekuatan mutlak. dan yang masih ada pada saat Undang-undang ini pada tempat itu mulai berlaku. yang didirikan dengan cara yang sah. dalam hal-hal. (2).Penyelenggaraan Register-register Catatan Sipil bagi mereka yang hendak kawin harus dibukukan dalam register-register catatan sipil di Jakarta. Pasal 21 (1). jika hubungan antara si bapak dan selirnya telah timbul sebelum undang-undang ini berlaku bagi bapak mereka. Segala kongsi sebagai termaksud dalam pasal 3. Dengan menyimpang sekadarnya dari pasal 283 Kitab Undang-undang Perdata untuk Indonesia. Campur tangan itu sementara itu berakhir. Pasal 19. (1). dan diperlakukan oleh mereka secara terang-terangan sebagai anak mereka. (2). harus diteruskan dan diselesaikan oleh balai-balai tersebut atas dasar yang sama. . bahwa orang yang diakui sebagai wali tadi.

Direktur Kehakiman harus mengumumkan ketentuan dalam ayat ke satu tadi beserta segala akibatnya kepada khalayak ramai. Pada saat mulai berlakunya undang-undang ini dihapuskanlah segala peraturan undang-undang mengenai hukum perdata dan hukum dagang yang berlaku bagi orang termasuk golongan Tiong Hoa.(2). enam bulan dan kemudian satu bulan sebelum saat tersebut di atas harus diulangi lagi. Pasal 22. Selambat-lambatnya satu tahun sebelum lewatnya waktu tersebut dalam ayat ke satu. dengan pemasangan pengumuman itu dalam Berita Negara dan dalam surat kabar lain sebagaimana dipandangnya perlu. . pengumuman mana.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful