P. 1
KUHPerdata (Buku Ketiga Tentang Perikatan

KUHPerdata (Buku Ketiga Tentang Perikatan

|Views: 48|Likes:
Published by danmulhap

More info:

Published by: danmulhap on May 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2012

pdf

text

original

BAB KE SATU Tentang perikatan-perikatan umumnya BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1233.

Tiap-tiap perikatan dilahirkan baik karena persetujuan, baik karena undang-undang. 1234. Tiap-tiap perikatan adalah untuk memberikan sesuatu, untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu. BAGIAN KE DUA Tentang perikatan-perikatan untuk memberikan sesuatu 1235. Dalam tiap-tiap perikatan untuk memberikan sesuatu adalah termaktub kewajiban si berutang untuk menyerahkan kebendaan yang bersangkutan dan untuk merawatnya sebagai seorang bapak rumah yang baik, sampai pada saat penyerahan. Kewajiban yang terakhir ini adalah kurang atau lebih luas terhadap perjanjian-perjanjian tertentu, yang akibat-akibatnya mengenai hal ini ditunjuk dalam bab-bab yang bersangkutan. 1236. Si berutang adalah wajib memberikan ganti biaya, rugi dan bunga kepada si berpiutang, apabila ia telah membawa dirinya dalam keadaan tak mampu untuk menyerahkan kebendaannya, atau telah tidak merawat sepatutnya guna menyelamatkannya. 1237. Dalam hal adanya perikatan untuk memberikan suatu kebendaan tertentu, kebendaan itu semenjak perikatan dilahirkan, adalah atas tanggungan si berpiutang. Jika si berutang lalai akan menyerahkannya, maka semenjak saat kelalaian, kebendaan adalah atas tanggungannya. 1239. Si berutang adalah lalai, apabila ia dengan surat perintah atau dengan sebuah akta sejenis itu telah dinyatakan lalai, atau demi perikatannya sendiri, ialah jika ini menetapkan, bahwa si berutang harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan.

BAGIAN KE TIGA Tentang perikatan-perikatan untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu 1239. Tiap-tiap perikatan untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu, apabila si berutang tidak memenuhi kewajibannya, mendapatkan penyelesaiannya dalam kewajiban memberikan penggantian biaya, rugi dan bunga. 1240. Dalam pada itu si berpiutang adalah berhak menuntut akan penghapusan segala sesuatu yang telah dibuat berlawanan dengan perikatan, dan bolehlah ia minta supaya dikuasakan oleh Hakim untuk menyuruh menghapuskan segala sesuatu yang telah dibuat tadi atas biaya si berutang; dengan tak mengurangi hak menuntut penggantian biaya, rugi dan bunga jika, ada alasan untuk itu. 1241. Apabila perikatan tidak dilaksanakannya, maka si berpiutang boleh juga dikuasakan supaya dia sendirilah mengusahakan pelaksanaannya atas biaya si berutang. 1242. Jika perikatan itu bertujuan untuk tidak berbuat sesuatu, maka, pihak yang manapun jika, yang berbuat berlawanan dengan perikatan, karena pelanggaran, itu dan karena itu pun saja, wajiblah ia akan penggantian biaya, rugi dan bunga. BAGIAN KE EMPAT Tentang penggantian biaya, rugi dan bunga karena tidak dipenuhinya suatu perikatan 1243. Penggantian biaya, rugi dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan, barulah mulai diwajibkan, apabila si berutang, setelah dinyatakan lalai memenuhi perikatannya, tetap melalaikannya, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dibuatnya, hanya dapat diberikan atau dibuat dalam tenggang waktu yang telah dilampaukannya. 1244. Jika ada alasan untuk itu, si berutang harus dihukum mengganti biaya, rugi dan bunga apabila ia tak dapat membuktikan, bahwa hal tidak atau tidak pada waktu yang tepat dilaksanakannya perikatan itu, disebabkan suatu hal yang tak terduga, pun tak dapat dipertanggungjawabkan padanya, kesemuanya itu pun jika itikad buruk tidaklah ada pada pihaknya.

1245. Tidaklah biaya rugi dan bunga, harus digantinya, apabila lantaran keadaan memaksa atau lantaran suatu kejadian tak disengaja si berutang beralangan memberikan atau berbuat sesuatu yang diwajibkan, atau lantaran hal-hal yang sama telah melakukan perbuatan yang terlarang. 1246. Biaya, rugi dan bunga yang oleh si berpiutang boleh dituntut akan penggantiannya, terdirilah pada umumnya atas rugi yang telah dideritanya dan untung yang sedianya harus dapat dinikmatinya, dengan tak mengurangi pengecualian-pengecualian serta perubahan-perubahan yang akan disebut di bawah ini. 1247. Si berutang hanya diwajibkan mengganti biaya, rugi dan bunga yang nyata telah, atau sedianya harus dapat diduganya sewaktu perikatan dilahirkan, kecuali jika hal tidak dipenuhinya perikatan itu disebabkan sesuatu tipu-daya yang dilakukan olehnya. 1249. Bahkan jika hal tidak dipenuhinya perikatan itu disebabkan tipu-daya si berutang, penggantian biaya, rugi dan bunga sekadar mengenai kerugian yang dideritanya oleh si berpiutang dan keuntungan yang terhilang baginya, hanyalah terdiri atas apa yang merupakan akibat langsung dari tak dipenuhinya perikatan. 1249. Jika dalam suatu perikatan ditentukannya, bahwa si yang lalai memenuhinya, sebagai ganti rugi harus membayar suatu jumlah uang tertentu, maka kepada pihak yang lain tak boleh diberikan suatu jumlah yang lebih maupun yang kurang dari pada jumlah itu. 1250. Dalam tiap-tiap perikatan yang semata-mata berhubungan dengan pembayaran sejumlah uang, penggantian biaya, rugi dan bunga sekadar disebabkan terlambatnya pelaksanaan, hanya terdiri atas bunga yang ditentukan oleh undangundang, dengan tidak mengurangi peraturan-peraturan undang-undang khusus. Penggantian biaya, rugi dan bunga tersebut wajib dibayar, dengan tidak usah dibuktikannya sesuatu kerugian oleh si berpiutang. Penggantian biaya, rugi dan bunga itu hanya harus dibayar terhitung mulai dari ia diminta di muka Pengadilan, kecuali dalam hal-hal dimana undang-undang menetapkan bahwa ia berlaku demi hukum. 1251. Bunga dari uang pokok yang dapat ditagih dapat pula menghasilkan

1257. padahal perbuatan itu sudah terjadi. atau sesuatu yang dilarang oleh undang-undang. 1252. baik secara menangguhkan perikatan hingga terjadinya peristiwa semacam itu. perikatan adalah sah. 1258. baik karena suatu permintaan di muka Pengadilan. tak berdaya. jika perikatan bergantung pada suatu perbuatan yang pelaksanaannya berada didalam kekuasaan orang tersebut. Semua syarat yang bertujuan melakukan sesuatu yang tak mungkin terlaksana. tidak membuat perikatan yang digantungkan padanya. adalah batal. 1255. jika pelaksanaannya semata-mata bergantung pada kemauan orang yang terikat. bunga abadi atau bunga selama hidupnya seorang. 1254. maupun karena suatu persetujuan khusus. BAGIAN KE LIMA Tentang perikatan-perikatan bersyarat 1253. Meskipun demikian. dan berakibat bahwa perjanjian yang digantungkan padanya. asal saja permintaan atau persetujuan tersebut mengenai bunga yang harus dibayar untuk satu tahun. sepertinya uang gadai dan uang sewa. 1256. Suatu perikatan adalah bersyarat manakala ia digantungkan pada suatu peristiwa yang masih akan datang dan yang masih belum tentu akan terjadi. sesuatu yang bertentangan dengan kesusilaan baik. Jika suatu perikatan bergantung pada syarat bahwa suatu peristiwa . Semua syarat harus terpenuhi secara yang mungkin dikehendaki dan dimaksudkan oleh kedua belah pihak. Peraturan yang sama berlaku terhadap pengembalian penghasilanpenghasilan dan bunga yang dibayar oleh seorang pihak ke tiga kepada si berpiutang. Syarat yang bertujuan tidak melakukan sesuatu yang tak mungkin terlaksana. menghasilkan bunga mulai hari dilakukannya penuntutan atau dibuatnya perjanjian.bunga. Semua perikatan adalah batal. tak berdaya. Tetapi. penghasilan-penghasilan yang dapat ditagih. untuk pembebasan si berutang. maupun secara membatalkan perikatan menurut terjadi atau tidak terjadinya peristiwa tersebut.

telah ada kepastian bahwa peristiwa tidak akan terjadi. Suatu perikatan dengan suatu syarat tangguh adalah suatu perikatan yang bergantung pada suatu peristiwa yang masih akan datang dan yang masih belum tentu akan terjadi. 1263. Dalam hal yang pertama perikatan tidak dapat dilaksanakan sebelum peristiwa telah terjadi. Jika waktu tidak ditentukan. 1259. Jika suatu perikatan bergantung pada suatu syarat bahwa sesuatu peristiwa didalam suatu waktu tertentu tidak akan terjadi. Syarat dianggap telah terpenuhi. maka hak-haknya karena itu berpindah kepada ahli waris-ahli warisnya. 1264. 1261. melakukan segala usaha yang perlu untuk menjaga jangan sampai haknya hilang. jika sebelum waktu tersebut lampau. maka syarat itu bertaku surut hingga saat lahimya perikatan. Jika perikatan bergantung pada suatu syarat tangguh. atau yang bergantung pada suatu hal yang sudah terjadi tetapi tidak diketahui oleh kedua belah pihak. dan syarat itu tidak dianggap tidak ada sebelum ada kepastian bahwa peristiwa tidak akan terjadi. syarat itu tidak terpenuhi sebelum ada kepastian bahwa peristiwa tersebut tidak akan terjadi. apabila waktu tersebut telah lampau dengan tidak terjadinya peristiwa tersebut. 1262. Jika barang tersebut sama. maka barang yang menjadi pokok perikatan tetap menjadi tanggungannya si berutang. dalam hal yang ke dua perikatan mulai berlaku sejak hari ia dilahirkan. maka syarat tersebut setiap waktu dapat terpenuhi. maka syarat tersebut dianggap tidak ada. sebelum terpenuhinya syarat. maka syarat tersebut telah terpenuhi apabila waktu tersebut lampau dengan tidak terjadinya peristiwa. yang hanya berwajib menyerahkan barang itu apabila syarat terpenuhi. jika si berutang yang terikat olehnya. sekali musnah diluar kesalahan si berutang. Begitu juga syarat telah terpenuhi. tetapi jika tidak ditetapkan suatu waktu. maka .akan terjadi didalam suatu waktu tertentu. telah menghalang-halangi terpenuhinya syarat itu. Si berpiutang dapat. Apabila syarat telah terpenuhi. 1260. Jika si berpiutang meninggal sebelum terpenuhinya syarat.

Suatu syarat batal adalah syarat yang apabila dipenuhi. meskipun syarat batal mengenai tidak dipenuhinya kewajiban dinyatakan didalam perjanjian. Syarat ini tidak menangguhkan pemenuhan perikatan. Jika barangnya merosot harganya diluar kesalahan si berutang. maka si berpiutang berhak memutuskan perikatan atau menuntut penyerahan barangnya didalam keadaan dimana barang itu berada. memberikan suatu jangka waktu untuk masih juga memenuhi kewajibannya. Permintaan ini juga harus dilakukan. maka si berpiutang dapat memilih apakah ia akan memutuskan perikatan ataukah menuntut penyerahan barangnya didalam keadaan dimana barang itu berada dengan tiada pengurangan harga yang telah dijanjikan. 1266. ataukah ia akan menuntut pembatalan perjanjian. menghentikan perikatan. Jika barangnya merosot harganya karena kesalahan si berutang. dan membawa segala sesuatu kembali. Syarat batal dianggap selalu dicantumkan dalam persetujuanpersetujuan yang bertimbal balik. atas permintaan si tergugat. menurut keadaan. pada keadaan semula. apabila peristiwa yang dimaksudkan terjadi. BAGIAN KE ENAM . tetapi pembatalan harus dimintakan kepada Hakim. 1265.baik pada pihak yang satu maupun pada pihak yang lainnya tiada lagi suatu perikatan. dapat memilih apakah ia. dengan penggantian kerugian. manakala salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya. Pihak terhadap siapa perikatan tidak dipenuhi. Jika syarat batal tidak dinyatakan dalam persetujuan. Hakim adalah leluasa untuk. akan memaksa pihak yang lain untuk memenuhi perjanjian. Dalam hal yang demikian persetujuan tidak batal demi hukum. jika hal itu masih dapat dilakukan. hanyalah ia mewajibkan si berpiutang mengembalikan apa yang telah diterimanya. seolah-olah tidak pemah ada suatu perikatan. disertai penggantian biaya kerugian dan bunga. 1267. jangka waktu mana namun itu tidak boleh lebih dari satu bulan.

Jika kedua-duanya barang telah hilang. Jika dalam hal-hal yang disebutkan dalam pasal yang lalu diserahkan . 1274. Suatu perikatan adalah murni dan bersahaja. tetapi ia tidak dapat memaksa si berpiutang untuk menerima sebagian dari barang yang satu dan sebagian dari barang yang lainnya. 1275. 1273. Si berutang tak lagi dapat menarik manfaat dari suatu ketetapan waktu. Apa yang harus dibayar pada suatu waktu yang ditentukan tidak dapat ditagih sebelum waktu itu datang. jika hak ini tidak secara tegas diberikan kepada si berpiutang.Tentang perikatan-perikatan dengan ketetapan waktu 1268. jika salah satu dari barang-barang yang dijanjikan hilang. Dalam perikatan-perikatan mana suka si berutang dibebaskan jika ia menyerahkan salah satu dari dua barang yang disebutkan dalam perikatan. ternyata bahwa ketetapan waktu itu telah dibuat untuk kepentingan si berpiutang. Hak memilih adalah pada si berutang. Suatu perikatan mana suka adalah murni dan bersahaja. tak dapat diminta kembali. 1276. ia harus membayar harga barangnya yang hilang paling akhir. jika salah satu dari kedua barang yang dijanjikan tidak dapat menjadi pokok perikatan. 1271. atau bahkan karena kesalahan si berutang tidak lagi dapat diserahkan. Suatu ketetapan waktu selalu dianggap dibuat untuk kepentingan si berutang. dan si berutang bersalah tentang hilangnya salah satu. meskipun ia dibuat secara boleh pilih atau mana suka. melainkan hanya menangguhkan pelaksanaannya. Suatu ketetapan waktu tidak menangguhkan perikatan. kecuali jika dari sifat perikatan sendiri. 1269. jika ia telah dinyatakan pailit. atau dari keadaan. tetapi apa yang telah dibayar sebelum waktu itu datang. 1270. harga barang itu tidak dapat ditawarkan sebagai gantinya. BAGIAN KE TUJUH Tentang perikatan-perikatan mana suka atau perikatan yang boleh dipilih oleh salah satu pihak 1272. atau jika karena kesalahannya jaminan yang diberikannya bagi si berpiutang telah merosot.

maka jika itu terjadi diluar salahnya si berutang. apabila hilangnya kedua barang itu. jika didalam perjanjian secara tegas kepada masing-masing diberikan hak untuk menuntut pemenuhan seluruh utang sedang pembayaran yang dilakukan kepada salah satu membebaskan orang yang berutang meskipun perikatan menurut sifatnya dapat dipecah dan dibagi di antara beberapa orang berpiutang tadi. 1279. menutut pembayaran harga salah satunya menurut pilihannya. Adalah terserah kepada si berutang untuk memilih apakah ia akan membayar utang kepada yang satu atau kepada yang lainnya di antara orang-orang yang berpiutang. Asas-asas yang sama berlaku. maupun jika perikatan bertujuan melakukan suatu perbuatan. bahkan apabila hilangnya salah satu saja terjadi karena salahnya si berutang. dan hanya salah satu barang sajalah yang hilang. Jika kedua-duanya barang musnah.kepada si berpiutang untuk memilih. tak dapat membebaskan si berutang untuk selebihnya dari bagian orang yang berpiutang tersebut. Adalah terjadi suatu perikatan tanggung menanggung di pihaknya orang-orang yang berutang. Meskipun demikian pembebasan yang diberikan oleh salah satu orang berpiutang dalam suatu perikatan tanggung-menanggung. BAGIAN KE DELAPAN Tentang perikatan-perikatan tanggung renteng atau perikatan-perikatan tanggung-menanggung 1278. 1277. manakala mereka kesemuanya diwajibkan melakukan suatu hal yang sama. maka si berpiutang. sedemikan bahwa salah satu dapat dituntut untuk seluruhnya. dan pemenuhan oleh salah satu membebaskan orang-orang berutang yang lainnya terhadap si berpiutang. . si berpiutang harus mendapat barang yang masih ada: jika hilangnya salah satu barang tadi terjadi karena salahnya si berutang. baik jika ada bayaran harga salah satunya menurut pilihahnya lebih dari dua barang termaktub didalam perikatan. 1280. Suatu perikatan tanggung-menanggung atau perikatan tanggung renteng terjadi antara beberapa orang berpiutang. dapat. maka si berpiutang dapat menuntut penyerahan barang yang masih ada atau harga barang yang telah hilang. selama ia belum digugat oleh salah satu.

dapat memakai semua tangkisan yang dapat disimpulkan dari sifatnya perikatan. sedangkan perikatan terhadap yang lainnya adalah suatu perikatan murni dan sederhana. 1286. Si berpiutang dalam suatu perikatan tanggung menanggung dapat menagih piutangnya dari salah satu orang berutang yang dipilihnya dengan tidak ada kemungkinan bagi orang ini untuk meminta supaya utangnya dipecah. 1287. Si berpiutang hanya dapat menuntut pembayaran penggantian biaya. Seorang yang turut berutang dalam suatu perikatan tanggung menanggung. atau setelahnya orang-orang ini dinyatakan lalai. dan yang mengenai diri sendiri. 1284. atau terhadap satu telah diadakan suatu ketetapan waktu sedangkan terhadap yang lain tidak. begitu pula semua tangkisan yang mengenai diri semua orang lainnya yang turut . Aturan ini hanya dikecualikan dalam hal-hal. kerugian-kerugian dan bunga dari orang-orang berutang yang bersalah tentang musnahnya barang atau dari orang-orang yang lalai dalam pemenuhan perikatan. hanyalah mereka tidak diwajibkan membayar penggantian biaya. rugi dan bunga. 1282. yang dituntut oleh si berpiutang. 1285. meskipun salah satu orang yang berutang diwajibkan memenuhi hal yang sama dengan cara yang berlainan dengan teman-temannya sepenanggung misalnya satu adalah terikat dengan bersyarat. 1283. Penuntutan-penuntutan yang ditujukan kepada salah satu orang yang berutang tidak menjadi halangan bagi si berpiutang untuk juga melaksanakan haknya terhadap orang-orang berutang yang lainnya.1281. Suatu perikatan dapat bersifat tanggung menanggung. melainkan jika hal itu dinyatakan secara tegas. Jika barang yang harus diberikan musnah karena salah satunya atau beberapa orang yang berutang tanggung menanggung. berakibat bahwa bunga itu juga berlaku terhadap semua orang berutang yang lainnya. dimana suatu perikatan karena kekuatan suatu penetapan undang-undang dianggap tanggung menanggung. Penuntutan pembayaran bunga yang dilakukan terhadap salah satu di antara orang-orang yang berutang tanggung menanggung. maka orang lainnya yang turut berutang tidak bebas dari kewajiban untuk membayar harga barang. Tiada perikatan dianggap tanggung-menanggung.

selama orang ini belum memenuhi gugatan tersebut. Seorang berpiutang yang menerima bagian salah satu orang yang turut berutang dalam pembayaran bunga tunggakan dari suatu utang. maka percampuran utang ini tidak berakibat hapusnya perikatan tanggung menanggung selain hanya untuk bagian si berutang atau si berpiutang yang bersangkutan saja. dengan tidak menyatakan pada waktu pembayaran dilakukan. atau selama perkara belum diputus oleh Hakim. 1289. 1290. jika. Ia tidak dapat memakai tangkisan-tangkisan yang hanya mengenai diri beberapa orang lainnya saja yang turut berutang. tetap memiliki piutangnya yang berdasarkan perikatan tanggung-menanggung terhadap orang-orang berutang yang lainnya. tetapi dengan dikurangi bagian si berutang yang telah dibebaskan dari perikatan tanggung-menanggungnya. 1291. 1288. atau jika si berpiutang menjadi ahli waris satu-satunya dari salah satu orang yang berutang. jika surat tanda penerimaan tidak secara tegas menyatakan bahwa apa yang diterima itu ialah untuk bagian orang tersebut. Seorang berpiutang yang menerima bagiannya salah satu orang yang berutang tersendiri. tersendiri dan dengan tidak menyatakan kehendaknya untuk mempertahankan hak-haknya. tidak melepaskan haknya yang berdasarkan tanggungmenanggung melainkan hanya terhadap orang yang berutang tadi.berutang bersama-sama. Jika salah satu orang yang berutang menjadi ahli waris satu-satunya dari si berpiutang. dan tidak terhadap bunga yang belum datang waktunya ditagih. Si berpiutang yang telah menyetujui pembagian piutangnya terhadap salah satu orang yang berutang. Seorang berpiutang tidak dianggap membebaskan si berutang dari perikatannya tanggung-menanggung. kehilangan haknya yang berdasarkan perikatan tanggung-menanggung hanya terhadap bunga yang sudah dapat ditagih. Hal yang sama berlaku terhadap gugatan yang ditujukan kepada salah satu orang yang turut berutang. bahwa ia mempertahankan haknya yang berdasarkan utang tanggung-menanggung atau hak-hak seumumnya. ia menerima suatu jumlah sebesar bagian si berutang ini. maupun terhadap pokok utang kecuali apabila .

1292. 1293. Suatu perikatan. 1294. BAGIAN KE SEMBILAN Tentang perikatan-perikatan yang dapat dibagi bagi den perikatan-perikatan yang tak dapat dibagi-bagi 1296. terhitung juga mereka yang sebelum itu telah dibebaskan dari perikatan tanggung-menanggungnya. orang-orang mana di antara mereka sendiri tidak terikat untuk lebih daripada bagian masing-masing. atau suatu perbuatan yang pelaksanaannya dapat dibagi-bagi atau tak dapat dibagi-bagi. harus dipikul bersama-sama oleh orang-orang berutang yang lainnya dan si berutang yang telah melunasi utangnya. yang telah melunasi seluruh utangnya. Seorang yang turut berutang dalam suatu perikatan tanggungmenanggung. Jika si berpiutang telah membebaskan salah satu orang yang berutang dari perikatan tanggung-menanggungnya. maka kerugian yang disebabkan ketidakmampuannya itu. tidak dapat menuntut kembali dari orang-orang berutang yang lainnya lebih daripada jumlah bagian mereka masing-masing. Jika hal untuk mana berbagai orang telah mengikatkan dirinya secara tanggung-menanggung. maka bagian orang-orang yang tak mampu itu harus dipikul bersama-sama oleh orang-orang berutang yang lainnya menurut imbangan bagian mereka masing-masing. Jika salah satu di antara mercka tidak mampu untuk membayar. hanya mengenai salah satu di antara mereka. dengan sendirinya dapat dibagi-bagi di antara orang-orang yang berutang.pembayaran tersendiri itu telah berlangsung selama sepuluh tahun berturut-turut. Suatu perikatan dapat dibagi-bagi atau tak dapat dibagi-bagi sekadar perikatan tersebut mengenai suatu barang yang penyerahannya. maka benar mereka itu masing-masing terikat untuk seluruhnya kepada si berpiutang tetapi di antara mereka sendiri mereka dianggap sebagai orang-orang penanggung utang bagi orang yang harus menyelenggarakan hal tersebut tadi. menurut imbangan bagian masing-masing. 1295. dan mereka harus diberikan ganti-rugi oleh orang itu sebagaimana berlaku bagi orang-orang penanggung utang. meskipun orang-orangnya yang berutang menghadapi si berpiutang secara tanggung-menanggung. dan satu atau beberapa orang berutang yang lainnya jatuh dalam keadaan tak mampu. baik .

yang tidak dapat menagih piutangnya atau tidak berwajib membayar utangnya selain untuk bagian masing-masing sebagai ahli waris atau orang-orang yang mewakili si berpiutang maupun si berutang. dikecualikan terhadap ahli waris-ahli warisnya si berutang : 1. Suatu perikatan adalah tak dapat dibagi-bagi. dengan tidak mengurangi haknya untuk menuntut penggantian . dalam hal utang itu suatu utang hipotik. menurut perjanjiannya salah satu ahli waris sajalah yang diwajibkan melaksanakan perikatannya. 1299. hal dapatnya dibagi-bagi hanyalah berlaku terhadap ahli waris-ahli waris kedua belah pihak. Dalam ketiga hal yang pertama si ahli waris yang memegang barang yang harus diserahkan atau barang yang dijadikan tanggungan hipotik. maupun sifat barang yang menjadi pokok perikatan. 5.secara nyata-nyata. Asas yang ditetapkan dalam pasal yang lain. 4. dapat dituntut untuk membayar seluruh utangnya. 2. 3. 1297. pembayaran mana dapat dilaksanakan atas barang yang harus diserahkan itu atau atas barang yang dijadikan tanggungan hipotik tersebut. ternyata dengan jelas bahwa maksud kedua belah pihak ialah bahwa utangnya tidak akan dapat diangsur. Bahwasannya suatu perikatan adalah suatu perikatan tanggungmenanggung belum berarti bahwa perikatan itu suatu perikatan yang tak dapat dibagi-bagi. maupun secara perhitungan. manakala utang itu terdiri atas suatu barang tertentu . 1298. meskipun barang atau perbuatan yang dimaksudkan karena sifatnya dapat dibagi-bagi. baik karena sifat perikatan. atau karena maksud yang dikandung tentang perjanjian tersebut. Suatu perikatan yang dapat dibagi-bagi harus dilaksanakan antara si berutang dan si berpiutang seolah-olah perikatan itu tak dapat dibagi-bagi. sedang salah satu di antara barang-barang ini tidak dapat dibagi-bagi. jika. terhadap suatu utang dimana si berpiutang boleh memilih antara berbagai barang. 1300. jika barang atau perbuatan tadi menurut maksud perikatan tidak boleh diserahkan atau dilaksanakan sebagian demi sebagian. jika.

Batalnya ancaman hukuman sama sekali tidak berakibat batalnya perikatan pokok. 1302. Tiap ahli waris dari si berpiutang dapat menuntut pelaksanaan suatu perikatan yang tak dapat dibagi-bagi untuk seluruhnya. maka ahli waris-ahli waris lainnya tak dibolehkan menuntut barang yang tak dapat dibagi-bagi itu.kepada ahli waris-ahli waris yang lainnya. 1301. kecuali jika ia memperhitungkan bagian ahli waris yang telah memberikan pembebasan utang atau yang te!ah menerima harga barangnya. Ancaman hukuman adalah suatu ketentuan sedemikian rupa dengan mana seorang untuk jaminan pelaksanaan suatu perikatan diwajibkan melakukan sesuatu. adalah bertanggungjawab untuk seluruhnya. Dalam hal yang ke empat si ahli waris yang sendiri diwajibkan melunasi utang dan dalam hal yang ke lima juga setiap ahli waris dapat dituntut untuk membayar seluruh utang. meskipun perikatannya tidak dibuat secara tanggung-menanggung. Daripada menuntut hukuman terhadap si berutang yang tidak memenuhi janjinya. Batalnya perikatan pokok mengakibatkan batalnya ancaman hukuman. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk meminta penggantian kepada ahli waris-ahli waris yang lainnya. 1305. . Tiada seorang pun dari mereka dibolehkan memberikan pembebasan seluruh utang. manakala perikatan itu tidak dipenuhi. atau menerima harga barangnya. 1306. Hal yang sama berlaku juga bagi ahli waris-ahli waris seorang yang diwajibkan memenuhi suatu perikatan seperti itu. si berpiutang boleh juga menuntut dipenuhinya perikatan pokok. Tiap orang dari mereka yang bersama-sama memikul suatu utang yang tak dapat dibagi-bagi. maupun menerima harganya sebagai ganti barangnya. 1303. Jika hanya salah satu ahli waris memberikan pembebasan utangnya. BAGIAN KE SEPULUH Tentang perikatan-perikatan dengan ancaman hukuman 1304.

dengan penetapan hukuman itu mengenai suatu barang yang dapat dibagi-bagi. mengenai suatu barang yang tak dapat dibagi-bagi. 1311. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk menuntutnya kembali dari siapa yang menyebabkan harus dibayarnya hukuman. 1308. dengan penetapan hukuman. dan hukuman ini dapat dituntut. 1310.1307. dan salah satu ahli waris telah menghalang-halangi pemenuhan perikatan untuk seluruhnya. baik untuk seluruhnya dari siapa yang melakukan pelanggaran. maupun dari masing-masing ahli waris untuk bagiannya. Baik perikatan pokok itu memuat maupun tidak memuat suatu ketetapan waktu dalam mana perikatan harus dilaksanakan. semua itu dengan tidak mengurangi hak-hak orang-orang yang berpiutang hipotik. kecuali apabila orang yang terikat untuk memberikan atau menerima sesuatu maupun berbuat sesuatu lalai dalam hal itu. hukuman sudah wajib dibayar. Jika perikatan pokok. Aturan ini dikecualikan. manakala penetapan hukuman ditambahkan dengan maksud supaya pemenuhan perikatan tidak akan terjadi sebagian. Jika perikatan pokok. maka dengan terjadinya pelanggaran oleh satu orang ahli waris dari si berutang. dengan tidak dapat diadakan tuntutan terhadap mereka yang telah memenuhi perikatan. dan hanya untuk suatu jumlah yang mengenai bagiannya dalam perikatan pokok. Penetapan hukuman adalah dimaksudkan sebagai ganti penggantian kerugian. terkecuali apabila hukuman ini ditetapkan semata-mata untuk terlambatnya pemenuhan saja. 1309. maka hukuman hanya harus dibayar oleh siapa di antara ahli waris-ahli waris si berutang yang berbuat berlawanan dengan perikatan. Hukuman dapat diubah oleh Hakim. dalam hal semacam ini hukuman dapat dituntut dari orang yang belakangan ini untuk seluruhnya. dan hanya dapat dituntut dari ahli waris-ahli waris lainnya untuk bagian . jika perikatan pokok untuk sebagian telah dipenuhi. yang diderita oleh si berpiutang karena tidak dipenuhinya perikatan pokok. hukuman tidak dikenakan. Ia tak dapat bersama-sama menuntut dipenuhinya perikatan pokok dan menuntut hukumannya.

Suatu perjanjian atas beban. Meskipun demikian adalah diperbolehkan untuk menanggung atau menjamin seorang pihak ke tiga. memuat suatu janji yang seperti itu. maka hukuman itu terhadap ahli waris-ahli waris orang yang berutang. jika pihak ini menolak memenuhi perikatannya. hanya dipenuhi sebagian. untuk menyuruh pihak ke tiga tersebut menguatkan sesuatu. dengan tidak mengurangi tuntutan pembayaran ganti rugi terhadap siapa yang telah menanggung pihak ke tiga itu atau yang telah berjanji. Lagi pun diperbolehkan juga untuk meminta ditetapkannya suatu janji guna kepentingan seorang pihak ke tiga. BAB KE DUA Tentang perikatan-perikatan yang dilahirkan dari kontrak atau perjanjian BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1313. 1317. Suatu perjanjian dengan cuma-cuma adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan suatu keuntungan kepada pihak yang lain. Pada umumnya tak seorang dapat mengikatkan diri atas nama sendiri atau meminta ditetapkannya suatu janji dari pada untuk dirinya sendiri. Suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih. dari ahli waris yang bersalah tadi. yang dibuat oleh seorang untuk dirinya sendiri. dengan tidak mengurangi hak mereka menuntut pengembalian jumlah yang mereka bayarkan. 1315. . apabila suatu penetapan janji. 1314. Jika suatu perikatan pokok yang dapat dibagi-bagi. 1316. diganti dengan suatu pembayaran ganti rugi. adalah suatu perjanjian yang mewajibkan masing-masing pihak memberikan sesuatu. berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu. 1312.mereka masing-masing. Suatu perjanjian dibuat dengan cuma-cuma atau atas beban. dengan menjanjikan bahwa orang ini akan berbuat sesuatu. dengan suatu penetapan hukuman yang tak dapat dibagi-bagi. atau suatu pemberian yang dilakukannya kepada seorang lain. tanpa menerima suatu manfaat bagi dirinya sendiri.

1319. 1324. suatu sebab yang halal. Kekhilafan itu tidak menjadi sebab kebatalan. tunduk pada peraturan-peraturan umum. BAGIAN KE DUA Tentang syarat-syarat yang diperlukan untuk sahnya suatu perjanjian 1320. Kekhilafan tidak mengakibatkan batalnya suatu perjanjian selain apabila kekhilafan itu terjadi mengenai hakikat barang yang menjadi pokok perjanjian. 4. Semua perjanjian. apabila perbuatan itu sedemikian rupa hingga . maupun yang tidak terkenal dengan suatu nama tertentu. merupakan alasan untuk batalnya perjanjian. 3. kecuali jika dengan tegas ditetapkan atau dapat disimpulkan dari sifat perjanjian. atau diperolehnya dengan paksaan atau penipuan. kecuali jika perjanjian itu telah dibuat terutama karena mengingat dirinya orang tersebut. 2. baik yang mempunyai suatu nama khusus. 1322.Siapa yang telah memperjanjikan sesuatu seperti itu. Paksaan telah terjadi. jika kekhilafan itu hanya terjadi mengenai dirinya orang dengan siapa seorang bermaksud membuat suatu perjanjian. Tiada sepakat yang sah apabila sepakat itu diberikan karena kekhilafan. kecakapan untuk membuat suatu perikatan. 1323. yang termuat didalam bab ini dan bab yang lalu. Paksaan yang dilakukan terhadap orang yang membuat suatu perjanjian. untuk kepentingan siapa perjianjian tersebut tidak telah dibuat. 1318. juga apabila paksaan itu dilakukan oleh seorang pihak ke tiga. Untuk sahnya suatu perianjian diperlukan empat syarat: 1. 1321. maka dianggap bahwa itu adalah untuk ahli waris-ahli warisnya dan orang-orang yang memperoleh hak daripadanya. tidak boleh menariknya kembali. bahwa tidak sedemikianlah maksudnya. sepakat mereka yang mengikatkan dirinya. apabila pihak ketiga tersebut telah menyatakan hendak mempergunakannya. Jika seorang minta diperjanjikan sesuatu hal. suatu hal tertentu.

dapat menakutkan seorang yang berpikiran sehat. Tak cakap untuk membuat suatu perjanjian adalah : 1. 1328. untuk membuat perikatan-perikatan. 1329. maupun secara diam-diam atau apabila seorang melampaukan waktu yang ditentukan oleh undang-undang untuk dipulihkan seluruhnya. adalah sedemikian rupa hingga terang dan nyata bahwa pihak yang lain tidak telah membuat perikatan itu jika tidak dilakukan tipu-muslihat tersebut. Setiap orang adalah cakap. orang-orang yang belum dewasa. tidaklah cukup untuk pembatalan perjanjian. dan apabila perbuatan itu dapat menimbulkan ketakutan pada orang tersebut bahwa dirinya atau kekayaannya terancam dengan suatu kerugian yang terang dan nyata. 2. tetapi juga apabila paksaan itu dilakukan terhadap suami atau istri atau sanak keluarga dalam garis ke atas mau pun ke bawah. mereka yang ditaruh di bawah pengampuan. 1327. tetapi harus dibuktikan. Dalam mempertimbangkan hal itu. Paksaan mengakibatkan batalnya suatu perjanjian tidak saja apabila dilakukan terhadap salah satu pihak yang membuat perjanjian. yang dipakai oleh salah satu pihak. 1330. apabila setelah paksaan berhenti. 1331. ibu atau sanak keluarga lain dalam garis ke atas tanpa disertai kekerasan. orang-orang perempuan. 1326. kelamin dan kedudukan orang-orang yang bersangkutan. 1325. Penipuan merupakan suatu alasan untuk pembatalan perjanjian. harus diperhatikan usia. apabila tipu-muslihat. Penipuan tidak dipersangkakan. Ketakutan saja karena hormat terhadap ayah. Karena itu orang-orang yang didalam pasal yang lalu dinyatakan tak . dalam hal-hal yang ditetapkan oleh undangundang. 3. dan pada umumnya semua orang kepada siapa undang-undang telah melarang membuat perjanjian-perjanjian tertentu. perjanjian tersebut dikuatkan. baik secara dinyatakan dengan tegas. Pembatalan sesuatu perjanjian berdasarkan paksaan tak lagi dapat dituntutnya. jika ia oleh undang-undang tidak dinyatakan tak cakap.

cakap, boleh menuntut pembatalan perikatan-perikatan yang mereka telah perbuat, dalam hal-hal dimana kekuasaan itu tidak dikecualikan oleh undang-undang. Orang-orang yang cakap untuk mengikatkan diri tak sekali-kali diperkenankan mengemukakan ketidakcakapan orang-orang yang belum dewasa, orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan dan perempuan-perempuan yang bersuami dengan siapa mereka telah membuat suatu perjanjian. 1332. Hanya barang-barang yang dapat diperdagangkan sajalah dapat menjadi pokok suatu perjanjian. 1333. Suatu perjanjian harus mempunyai sebagai pokok suatu barang yang paling sedikit ditentukan jenisnya. Tidaklah menjadi halangan bahwa jumlah barang tidak tentu, asal saja jumlah itu terkemudian dapat ditentukan atau dihitung. 1334. Barang-barang yang baru akan ada dikemudian hari dapat menjadi pokok suatu perjanjian. Tetapi tidaklah diperkenankan untuk melepaskan suatu warisan yang belum terbuka, atau pun untuk meminta diperjanjikan sesuatu hal mengenai warisan itu, sekali pun dengan sepakatnya orang yang nantinya akan meninggalkan warisan yang menjadi pokok perjanjian itu; dengan tidak mengurangi ketentuan-ketentuan pasal 169, 176 dan 178. 1335. Suatu perjanjian tanpa sebab, atau yang telah dibuat karena sesuatu sebab yang palsu atau terlarang, tidak mempunyai kekuatan. 1336. Jika tidak dinyatakan sesuatu sebab, tetapi ada suatu sebab yang halal, ataupun jika ada suatu sebab lain, daripada yang dinyatakan, perjanjiannya namun demikian adalah sah. 1337. Suatu sebab adalah terlarang, apabila dilarang oleh undang-undang, atau apabila berlawanan dengan kesusilaan baik atau ketertiban umum. BAGIAN KE TIGA Tentang akibat suatu perjanjian 1338. Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Suatu perjanjian tidak dapat ditarik kembali selain dengan sepakat kedua

belah pihak, atau karena alasan-alasan yang oleh undang-undang dinyatakan cukup untuk itu. Suatu perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik. 1339. Suatu perjanjian tidak hanya mengikat untuk hal-hal yang dengan tegas dinyatakan didalamnya, tetapi juga untuk segala sesuatu yang menurut sifat perjanjian, diharuskan oleh kepatutan, kebiasaan atau undang-undang. 1340. Suatu perjanjian hanya berlaku antara pihak-pihak yang membuatnya. Suatu perjanjian tidak dapat membawa rugi kepada pihak-pihak ke tiga; tak dapat pihak-pihak ke tiga mendapat manfaat karenanya, selain dalam hal yang diatur dalam pasal 1317. 1341. Meskipun demikian, tiap orang berpiutang boleh mengajukan batalnya segala perbuatan yang tidak diwajibkan yang dilakukan oleh si berutang dengan nama apapun juga, yang merugikan orang-orang berpiutang, asal dibuktikan, bahwa ketika perbuatan dilakukan, baik si berutang maupun orang dengan atau untuk siapa si berutang itu berbuat, mengetahui bahwa perbuatan itu membawa akibat yang merugikan orang-orang berpiutang. Hak-hak yang diperolehnya dengan itikad baik oleh orang-orang pihak ke tiga atas barang-barang yang menjadi pokok perbuatan yang batal itu, dilindungi. Untuk mengajukan hal batalnya perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan cuma-cuma oleh si berutang, cukuplah si berpiutang membuktikan bahwa si berutang pada waktu melakukan perbuatan itu tahu, bahwa ia dengan berbuat demikian merugikan orang-orang yang mengutangkan padanya, tak peduli apakah orang yang menerima keuntungan juga mengetahuinya atau tidak. BAGIAN KE EMPAT Tentang penafsiran suatu perjanjian 1342. Jika kata-kata suatu perjanjian jelas, tidaklah diperkenankan untuk menyimpang daripadanya dengan jalan penafsiran. 1343. Jika kata-kata suatu perjanjian dapat diberikan berbagai macam penafsiran, harus dipilihnya menyelidiki maksud kedua belah pihak yang membuat perjanjian itu, daripada memegang teguh arti kata-kata menurut huruf 1344. Jika suatu janji dapat diberikan dua macam pengertian, maka harus

dipilihnya pengertian yang sedemikian yang memungkinkan janji itu dilaksanakan, daripada memberikan pengertian yang tidak memungkinkan suatu pelaksanaan. 1345. Jika kata-kata dapat diberikan dua macam pengertian, maka harus dipilih pengertian yang paling selaras dengan sifat perjanjian. 1346. Apa yang meragu-ragukan harus ditafsirkan menurut apa yang menjadi kebiasaan dalam negeri atau di tempat, dimana perjanjian telah dibuat. 1347. Hal-hal yang, menurut kebiasaan selamanya diperjanjikan, dianggap secara diam-diam dimasukkan dalam perjanjian, meskipun tidak dengan tegas dinyatakan. 1348. Semua janji yang dibuat dalam suatu perjanjian, harus diartikan dalam hubungan satu sama lain; tiap janji harus ditafsirkan dalam rangka perjanjian seluruhnya. 1349. Jika ada keragu-raguan, maka suatu perjanjian harus ditafsirkan atas kerugian orang yang telah meminta diperjanjikannya sesuatu hal, dan untuk keuntungan orang yang telah mengikatkan dirinya untuk itu. 1350. Meskipun bagaimana luasnya kata-kata dalam mana suatu perjanjian disusun, namun perjanjian itu hanya meliputi hal-hal yang nyata-nyata dimaksudkan oleh kedua belah pihak sewaktu membuat perjanjian. 1351. Jika seorang dalam suatu perjanjian menyatakan suatu hal untuk menjelaskan perikatan, tak dapatlah ia dianggap bahwa dengan demikian hendak mengurangi maupun membatasi kekuatan perjanjian menurut hukum dalam hal-hal yang tidak dinyatakan. BAB KE TIGA Tentang perikatan-perikatan yang dilahirkan demi undang-undang 1352. Perikatan-perikatan yang dilahirkan demi undang-undang, timbul dari undang-undang saja, atau dari undang-undang sebagai akibat perbuatan orang. 1353. Perikatan-perikatan yang dilahirkan dari undang-undang sebagai akibat perbuatan orang, terbit dari perbuatan halal atau dari perbuatan melanggar hukum. 1354. Jika seorang dengan sukarela, dengan tidak mendapat perintah untuk itu, mewakili urusan orang lain dengan atau tanpa pengetahuan orang ini, maka ia

1361. 1355. Barangsiapa secara khilaf atau dengan mengetahuinya. kerugian dan bunga. memberikan ganti-rugi kepada si wakil itu tentang segala perikatan yang secara perseorangan dibuatnya. Tiap-tiap pembayaran memperkirakan adanya suatu utang. hingga ahli waris-ahli waris orang itu dapat mengoper pengurusan tersebut. membayar suatu utang. telah menerima sesuatu yang tak harus dibayarkan padanya. Hakim adalah berkuasa meringankan penggantian biaya. diwajibkan mengembalikan barang yang tak harus dibayarkan itu kepada orang dari siapa ia telah menerimanya. Ia memikul segala kewajiban yang harus dipikulnya. 1359. seandainya ia kuasakan dengan suatu pemberian kuasa yang dinyatakan dengan tegas. meskipun orang yang kepentingannya diurusnya. hak ini hilang jika si berpiutang sebagai akibat . apa yang telah dibayarkan dengan tidak diwajibkan. 1356. 1357. yang disebabkan kesalahan atau kelalaian orang yang mewakili pengurusan. Pihak yang kepentingan-kepentingannya diwakili oleh seorang lain dengan baik.secara diam-diam mengikat dirinya untuk meneruskan serta menyelesaikan urusan tersebut. Terhadap perikatan-perikatan bebas. hingga orang yang diwakili kepentingannya dapat mengerjakan sendiri urusan itu. yang secara sukarela telah dipenuhi. Jika seorang yang secara khilaf mengira bahwa ia berutang. dapat dituntut kernbali. diwajibkan memenuhi perikatan-perikatan yang diperbuat oleh si wakil itu atas namanya. Ia diwajibkan meneruskan pengurusannya. Meskipun demikian. maka ia adalah berhak menuntut kembali dari si berpiutang apa yang telah dibayarkannya. memenuhi kewajiban-kewajiban seorang bapak rumah yang baik. meninggal sebelum urusan diselesaikan. dan mengganti segala pengeluaran yang berfaedah atau perlu. tidak berhak atas sesuatu upah. 1360. 1358. tak dapat dilakukan penuntutan kembali. Meskipun demikian. Pihak yang telah mewakili urusan orang lain dengan tiada mendapat perintah. Ia diwajibkan dalam hal melakukan pengurusan tersebut.

meskipun ini terjadi diluar salahnya. Jika ia dengan itikad baik telah memberikan barangnya dengan cuma-cuma kepada orang lain. rugi dan bunga. Siapa yang. maka ia diwajibkan membayar hartanya. mengganti segala pengeluaran yang perlu. dengan tidak mengurangi hak orang yang telah membayar itu untuk menuntutnya kembali dari orang yang sungguh-sungguh berutang. yang diterimanya dengan itikad baik sebagai pembayaran yang tak diwajibkan. tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan perbuatan orang- . mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu. dengan itikad buruk. rugi dan bunga. diwajibkan mengembalikannya dengan bunga dan hasil-hasil. Orang kepada siapa barangnya dikembalikan itu. yang telah dilakukan guna keselamatan barangnya. hingga pengeluaran-pengeluaran tersebut telah diganti. Jika barangnya telah musnah. dengan disertai penggantian biaya. cukup memberikan kembali harganya. telah menerima sesuatu yang tidak harus dibayarkan kepadanya. diwajibkan. 1363. bahkan juga kepada seorang yang dengan itikad buruk telah memiliki barangnya. jika barangnya telah menderita kemerosotan. dan yang demikian itu tidak mengurangi penggantian biaya. tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan kelalaian atau kurang hati-hatinya. Seorang tidak saja bertanggungjawab untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri. Tiap perbuatan melanggar hukum. 1362. 1367. terkecuali jika ia dapat membuktikan bahwa barang itu akan musnah juga. 1364. terhitung dari hari pembayaran. Siapa yang telah menjual barang sesuatu. maka tak usahlah ia mengembalikan sesuatu apa. Setiap orang bertanggungjawab tidak saja untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya. 1366.pembayaran tersebut telah memusnahkan surat pengakuan berutangnya. mengganti kerugian tersebut. 1365. Orang yang menguasai barang itu berhak memegangnya dalam penguasaannya sekian lama. seandainya ia berada pada orang kepada siapa ia seharusnya diberikan. yang membawa kerugian kepada seorang lain.

Tanggung jawab yang disebutkan di atas berakhir. selama binatang itu dipakainya.orang yang menjadi tanggungannya atau disebabkan oleh barang-barang yang berada di bawah pengawasannya. 1370. atau karena sesuatu cacat dalam pembangunan maupun tataannya. Guru-guru sekolah dan kepala-kepala tukang bertangggung jawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh murid-murid dan tukang-tukang mereka selama waktu orang-orang ini berada di bawah pengawasan mereka. guru-guru sekolah dan kepala-kepala tukang itu membuktikan bahwa mereka tidak dapat mencegah perbuatan untuk mana mereka seharusnya bertanggungjawab itu. maupun tersesat atau terlepas dari pengawasannya. Pemilik sebuah gedung adalah bertanggungjawab tentang kerugian yang disebabkan ambruknya gedung itu untuk seluruhnya atau sebagian. yang lazimnya mendapat nafkah dari pekerjaan si korban. anak atau orang tua si korban. adalah. mempunyai hak menuntut suatu ganti-rugi. Pemilik seekor binatang. atau siapa yang memakainya. 1368. serta menurut keadaan. jika orang tua-orang tua. baik binatang itu ada di bawah pengawasannya. yang tinggal pada mereka dan terhadap siapa mereka melakukan kekuasaan orang tua atau wali. 1371. maka suami atau istri yang ditinggalkan. Majikan-majikan dan mereka yang mengangkat orang-orang lain untuk mewakili urusan-urusan mereka. yang harus dinilai menurut kedudukan dan kekayaan kedua belah pihak. jika ini terjadi karena kelalaian dalam pemeliharaannya. Orang tua dan wali bertanggungjawab tentang kerugian yang disebabkan oleh anak-anak belum dewasa. Penyebab luka atau cacatnya sesuatu anggota badan dengan sengaja atau karena kurang hati-hati memberikan hak kepada si korban untuk. adalah bertanggungjawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh pelayan-pelayan atau bawahan-bawahan mereka didalam melakukan pekerjan untuk mana orang-orang ini dipakainya. bertanggungjawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh binatang tersebut. Dalam halnya suatu pembunuhan dengan sengaja atau karena kurang hati-hatinya seorang. selain . 1369. wali-wali.

putusan akan ditempelkan di tempat umum. dengan sebegitu banyak lembar dan di tempat-tempat sebagaimana akan diperintahkan oleh Hakim. orang tua dan kakek-nenek mereka setelah orang-orang ini meninggal. anak dan cucu karena penghinaan yang dilakukan terhadap istri atau suami. bahwa ia meminta maaf karenanya. 1374. 1375. cucu. 1373. Dalam menilai satu dan lain. berlakulah ketentuan-ketentuan dalam pasal 314 Kitab Undang-undang Hukum Pidana untuk penuntutan tentang memfitnah. bahwa perbuatan yang telah dilakukan adalah memfitnah atau menghina. begitu pula pangkat. bahwa perbuatan yang telah dilakukan itu bersifat memfitnah. Tuntutan perdata tentang hal penghinaan adalah bertujuan mendapat penggantian kerugian serta pemulihan kehormatan dan nama baik. oleh si terhina. penggantian kerugian ini dinilai menurut kedudukan dan kemampuan kedua belah pihak. kedudukan dan kemampuan kedua belah pihak.penggantian biaya-biaya penyembuhan. Jika ia menuntut pernyataan. 1376. kakek-nenek. orang tua. dengan menawarkan dan sungguh-sungguh melakukan di muka umum di hadapan Hakim suatu pernyataan yang berbunyi bahwa ia menyesal akan perbuatan yang ia telah lakukan. Tuntutan perdata tentang penghinaan. maka. yang diterbitkan dari sesuatu kejahatan terhadap pribadi seorang. Jika diminta. si terhina dapat menuntut supaya dalam putusan itu juga dinyatakan. dan menganggap si terhina sebagai seorang yang terhormat. menuntut penggantian kerugian yang disebabkan oleh luka atau cacat tersebut. dan pada keadaan. si tergugat dapat mencegah pengabulan tuntutan yang disebutkan dalam pasal yang lalu. anak. Selan daripada itu. Tuntutan-tuntutan yang disebutkan dalam ketiga pasal yang lalu diberikan juga kepada suami atau istri. Dengan tidak mengurangi kewajibannya untuk memberikan ganti-rugi. dan menurut keadaan. tak dapat dikabulkan jika tidak . atas biaya si terhukum. Juga. 1372. Ketentuan paling akhir ini pada umumnya berlaku dalam hal menilaikan kerugian. Hakim harus memperhatikan berat-ringannya penghinaan.

yang diatur dalam keenam pasal yang lalu. Hak untuk menuntut ganti-rugi sebagaimana disebutkan dalam pasal 1372. karena pembaharuan utang. Tuntutan dalam perkara penghinaan gugur dengan lewatnya waktu satu tahun. yang bertentangan dengan maksud untuk menuntut ganti-rugi atau pemulihan kehormatan. . BAB KE EMPAT Tentang hapusnya perikstan-perikatan 1381.ternyata adanya maksud untuk menghina. tidak hilang dengan meninggalnya orang yang menghina. juga setelah kebenaran tuduhan ternyata dari suatu putusan yang memperoleh kekuatan mutlak atau dari sepucuk akta otentik. setelah terjadinya penghinaan dan diketahuinya oleh si terhina. Segala tuntutan. jika si terhina dengan suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak telah dipersalahkan tentang melakukan perbuatan yang dituduhkan padanya itu. karena perjumpaan utang atau kompensasi. Perikatan-perikatan hapus: karena pembayaran. terhitung mulai hari dilakukannya perbuatan dan diketahuinya perbuatan itu oleh si penggugat. gugur dengan pembebasan yang dinyatakan dengan tegas atau secara diam-diam. Begitu pula tuntutan perdata itu tidak da pat dikabulkan. 1377. oleh orang ini dilakukan perbuatan-perbuatan yang menyatakan tentang adanya perdamaian atau pengampunan. 1379. diwajibkan memberikan kepada orang tersebut penggantian kerugian yang dideritanya. Tetapi barangsiapa yang nyata-nyata dengan maksud semata-mata untuk menghina. diikuti dengan penyimpanan atau penitipan. jika. 1380. maupun meninggalnya orang yang dihina. 1378. karena penawaran pembayaran tunai. terus-menerus melancarkan penghinaan-penghinaan terhadap seorang. Maksud untuk menghina itu tidak dianggap ada. jika si pembuat nyata-nyata telah berbuat untuk kepentingan umum atau untuk pembelaan darurat terhadap dirinya.

agar pembayaran yang dilakukan itu sah. karena liwatnya waktu. sekalipun pembayaran itu telah dilakukan oleh orang yang bukan pemilik atau orang yang tak cakap mengasingkan barang tersebut. atau. tak dapat diminta kembali dari seorang yang dengan itikad baik telah menghabiskan barang yang telah dibayarkan itu. asal ia tidak menggantikan hak-hak si berpiutang. Meskipun demikian. asal saja orang pihak ke tiga itu bertindak atas nama dan untuk melunasi utangnya si berutang. 1383. Adalah perlu bahwa orang yang membayar itu pemilik mutlak barang yang dibayarkan dan juga berkuasa memindahtangankannya. atau juga kepada seorang yang dikuasakan oleh Hakim atau oleh undang-undang untuk menerima pembayaran-pembayaran bagi si berpiutang. Suatu perikatan bahkan dapat dipenuhi juga oleh seorang pihak ke tiga. jika si berpiutang ini mempunyai kepentingan supaya perbuatannya dilakukan sendiri oleh si berutang. yang tidak mempunyai kepentingan. 1384. karena musnahnya barang yang terutang. Suatu perikatan untuk berbuat sesuatu tak dapat dipenuhi oleh seorang pihak ketiga berlawanan dengan kemauan si berpiutang. karena pembebasan utangnya. jika. pembayaran suatu jumlah uang atau suatu barang lain yang dapat dihabiskan. Pembayaran harus dilakukan kepada si berpiutang. siapa saja yang berkepentingan.karena percampuran utang. hal mana akan diatur dalam suatu bab tersendiri. karena berlakunya suatu syarat batal. atau kepada seorang yang dikuasakan olehnya. sepertinya seorang yang turut berutang atau seorang penanggung . yang diatur dalam bab ke satu buku ini. ia bertindak atas namanya sendiri. 1385. karena kebatalan atau pembatalan. Tiap-tiap perikatan dapat dipenuhi oleh utang. BAGIAN KE SATU Tentang pembayaran 1382.

Tiada seorang berutang dapat memaksa orang yang mengutangkan padanya menerima pembayaran utangnya sebagian demi sebagian. adalah tidak sah. Jika barang yang terutang hanya ditentukan jenisnya. 1386. tetapi tak cukuplah sebaliknya ia memberikan . si berutang tidaklah diwajibkan memberikan barang dari jenis yang paling baik. adalah sah. atau pun juga karena ia. meskipun barang yang ditawarkan itu sama. Tiada seorang berpiutang dapat dipaksakan menerima sebagai pembayaran suatu barang lain daripada barang yang terutang. berdasarkan haknya. sebelum timbulnya kekurangan-kekurangan itu telah lalai menyerahkan barang itu. sekadar si berpiutang telah menyetujuinya atau nyata-nyata telah mendapat manfaat karenanya. dilakukan kepada seorang yang memegang surat piutangnya. dengan tidak mengurangi dalam hal yang demikian. 1391. diambil dari penguasaan orang tersebut. bahkan lebih harganya. melainkan sekadar si berutang membuktikan bahwa si berpiutang sungguh-sungguh mendapat manfaat dari pembayaran itu. adalah tak sah terhadap orang-orang berpiutang yang telah melakukan penyitaan atau perlawanan. jika ia tidak cakap untuk menerimanya.Pembayaran yang dilakukan kepada seorang yang tidak berkuasa menerima bagi si berpiutang. hak si berutang untuk menagihnya kembali dari si berpiutang. adalah sah. Pembayaran yang dilakukan oleh seorang berutang kepada orang yang mengutankan padanya. dengan itikad baik. 1387. meskipun utangnya itu dapat dibagi-bagi. tidak disebabkan kesalahan atau kelalaiannya. Seorang yang berutang suatu barang pasti dan tertentu. dibebaskan jika ia memberikan barangnya dalam keadaan dimana barang itu berada sewaktu penyerahan. meskipun telah ada suatu penyitaan atau suatu perlawanan. 1390. dapat memaksa si berutang untuk membayar sekali lagi. 1389. Pembayaran yang. juga apabila surat piutang tersebut kemudian karena suatu penghukuman untuk menyerahkannya kepada orang lain. Pembayaran yang dilakukan kepada si berpiutang. 1388. 1392. maupun karena kesalahan atau kelalaian orang-orang yang menjadi tanggungannya. orang-orang ini. asal kekurangan-kekurangan yang mungkin terdapat pada barang tersebut. maka untuk membebaskan diri dari utangnva.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk menyelenggarakan pembayaran. dimana si berpiutang telah menyatakan bahwa apa yang diterimanya itu ialah khusus untuk melunasi salah satu di antara utang-utang tersebut. sewa tanah. Diluar kedua hal tersebut. Pembayaran yang dilakukan untuk uang pokok dan bunga. menggunakan pembayaran yang ia lakukan untuk pelunasan uang pokok lebih dahulu dengan menunda pembayaran bunga. menerima suatu tanda pembayaran. Jika seorang yang mempunyai berbagai utang uang. dan didalam hal-hal lainnya di tempat tinggal si berutang. dimana ia berdiam sewaktu perjanjian dibuat. Pembayaran harus dilakukan di tempat yang ditetapkan dalam perjanjian. 1394. 1398. maka tak dapat lagi si berutang menuntut supaya pembayaran itu dianggap . maka dengan adanya tiga surat tanda pembayaran. pembayaran harus dilakukan di tempat tinggal si berpiutang. tanpa izin si berpiutang. Seorang yang mempunyai suatu utang untuk mana harus dibayarnya bunga. harus terjadi di tempat dimana barang itu berada sewaktu perjanjiannya dibuat. selama orang ini terus-menerus berdiam dalam keresidenan. untuk menyatakan utang yang mana hendak dibayarnya. Mengenai pembayaran sewa rumah. pada waktu melakukan pembayaran. 1396. 1395. 1393. 1397. jika dalam perjanjian tidak ditetapkan suatu tempat. terbitlah suatu persangkaan bahwa angsuran-angsuran yang lebih dahulu telah dibayar lunas. maka pembayaran yang mengenai suatu barang yang sudah ditentukan. Seorang yang mempunyai berbagai utang adalah berhak. melainkan jika dibuktikan sebaliknya. dipikul oleh si berutang.barang dari jenis yang paling buruk. dan pada umumnya segala apa yang harus dibayar tiap tahun atau tiap waktu tertentu yang lebih pendek. digunakan terlebih dahulu untuk melunasi bunga. tak dapat. tunjangan tahunan untuk nafkah. dari mana ternyata pembayaran tiga angsuran berturut-turut. bunga abadi atau bunga cagak hidup. bunga uang pinjaman. tetapi tidak cukup untuk meltmasi seluruh utang.

maka pelunasan harus dianggap berlaku untuk masing-masing utang menurut imbangan jumlah masing-masing Jika tiada suatu utang pun yang sudah dapat ditagih. menetapkan bahwa orang ini akan menggantikan hak-haknya. kecuali jika dari pihaknya si berpiutang telah dilakukan penipuan atau si berutang dengan sengaja tidak diberi tahu tentang adanya pernyataan tersebut. hak-hak istimewanya dan hipotik-hipotik yang dipunyainya terhadap si berutang. maka penentuan pelunasan harus dilakukan seperti dalam hal utang-utang yang sudah dapat ditagih. si berutang pada waktu itu paling berkepentingan melunasinya. 1401. gugatan-gugatannya. dan menetapkan bahwa orang yang meminjami uang. dengan menerima pembayaran itu dari seorang pihak ke tiga. lebih dahulu daripada utang-utang yang belum dapat ditagih. untuk melunasi utang yang di antara utang-utang yang sama-sama dapat ditagih. dan dalam surat perjanjian . Penggantian ini terjadi dengan persetujuan: 1.. 2. 1399. maka pembayaran harus dianggap untuk melunasi utang yang sudah dapat ditagih. tetapi jika tidak semua piutang dapat ditagih. maka pembayaran itu harus dianggap. apabila si berpiutang. maka pelunasan harus dianggap berlaku untuk utang yang paling tua. Jika tanda pembayaran tidak menyebutkan untuk utang yang mana pembayaran dilakukan. Jika utang-utang itu sama sifatnya. Subrogasi atau penggantian hak-hak si berpiutang oleh seorang pihak ke tiga. 1400. apabila si berutang meminjam sejumlah uang untuk melunasi utangnya. baik perjanjian pinjam uang maupun tanda pelunasan harus dibuat dengan akta otentik. Subrogasi ini harus dinyatakan dengan tegas dan dilakukan tepat pada waktu pembayaran.guna pelunasan suatu utang yang lain. tetapi jika utang-utang itu dalam segala-galanya sama. yang membayar kepada si berpiutang itu. terjadi baik dengan persetujuan maupun demi undang-undang. itu akan menggantikan hakhak si berpiutang maka. meskipun utang yang terdahulu tadi adalah kurang memberatkan daripada utang-utang yang lainnya. agar subrogasi ini sah.

yang berdasarkan hak-hak istimewanya atau hipotik. 4. atau untuk orangorang lain. lebih dahulu daripada orang dari siapa ia hanya menerima suatu pembayaran sebagian. telah membayar utang-utang warisan dengan uangnya sendiri. sedang ia menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk mengadakan pencatatan tentang keadaan harta peninggalan. jika si berpiutang menolaknya. yang telah mernakai uang harga benda tersebut untuk melunasi orang-orang berpiutang. melunasi seorang berpiutang lain. Penawaran yang sedemikian. Jika si berpiutang menolak pembayaran. Subrogasi yang ditetapkan dalam pasal-pasal yang lalu. untuk seorang pernbeli sesuatu benda tak bergerak. membebaskan si . berkepentingan untuk membayar suatu utang. 2. mengenai apa yang masih harus dibayar kepadanya. Subrogasi terjadi demi undang-undang: 1. BAGIAN KE DUA Tentang penawaran pembayaran tunai. untuk seorang yang bersama-sama dengan orang lain. untuk seorang ahli waris yang. kepada siapa benda itu cliperikatkan dalam hipotik. mempunyai suatu hak yang lebih tinggi. berkepentingan untuk melunasi utang itu. terjadi baik terhadap orang-orang penanggung utang maupun terhadap para berutang. sedangkan selanjutnya surat tanda pelunasannya harus menerangkan bahwa pembayaran dilakukan dengan uang yang untuk itu dipinjamkan oleh si berpiutang baru. 1402. 1403. dan. diikuti oleh penyimpanan atau penitipan 1404. dalam hal ini ia dapat melaksanakan hak-haknya. subrogasi tersebut tidak dapat mengurangi hak-hak si berpiutang jika ia hanya menerima pembayaran sebagian. diikuti dengan penitipan. untuk seorang yang. diwajibkan membayar suatu utang.pinjam uangnya harus diterangkan bahwa uang itu dipinjam guna melunasi utang tersebut. maka si berutang dapat melakukan penawaran pembayaran tunai apa yang diutangnya. Subrogasi ini dilaksanakan tanpa bantuan si berpiutang. 3. menitipkan uang atau barangnya kepada Pengadilan. sedang ia sendiri orang berpiutang.

cukuplah: 1. Agar penawaran yang sedemikian itu sah. 3. bahwa penawaran itu dilakukan oleh seorang notaris atau juru sita.berutang. dengan tidak mengurangi penetapan terkemudian. kedua-duanya disertai dua orang saksi. 3. bahwa ia dilakukan oleh seorang yang berkuasa membayar. bahwa syarat dengan mana utang telah dibuat. jam dan tempat dimana barang yang ditawarkan akan disimpan. 6. dan jika tiada suatu perjanjian khusus mengenai itu. dan berlaku baginya sebagai pembayaran. yang. bahwa ketetapan waktu telah tiba. jika itu dibuat untuk kepentingan si berpiutang. adalah perlu : 1. 7. 4. asal penawaran itu telah dilakukan dengan cara. atau bahwa ia tidak datang untuk . beserta biaya yang telah ditetapkan dan mengenai sejumlah uang untuk biaya yang belum ditetapkan. Agar suatu penyimpanan sah. disertai dengan bunga sampai pada hari penitipan. bahwa si berutang telah melepaskan barang yang ditawarkan. kedua-duanya disertai dua orang saksi. bahwa oleh notaris atau juru sita. yang memuat penunjukan hari. akan mengadilinya. jika ada perselisihan. 1405. kepada si berpiutang pribadi atau di tempat tinggal yang sungguh-sungguh atau di tempat tinggal yang telah dipilihnya. 1406. sedangkan apa yang dititipkan secara itu tetap atas tanggungan si berpiutang. 2. yang menerangkan ujudnya mata uang yang ditawarkan. bahwa ia dilakukan kepada seorang berpiutang atau kepada seorang yang berkuasa menerimanya untuk dia. tidak diperlukan suatu penguasaan oleh Hakim. penolakan si berpiutang. dimana menurut perjanjian pembayaran harus dilakukan. 5. 2. bahwa penyimpanan itu didahului oleh suatu keterangan yang diberitahukan kepada si berpiutang. telah terpenuhi. dengan menitipkannya kepada kas penyimpanan atau penitipan di kepaniteraan Pengadilan. dibuat sepucuk pemberitaan. menurut undang-undang. bahwa penawaran dilakukan di tempat. bahwa ia mengenai semua uang pokok dan bunga yang dapat ditagih.

Jika apa yang harus dibayarkan berupa sesuatu barang yang harus diserahkan di tempat dimana barang itu berada. bahwa jika si berpiutang tidak datang untuk menerimanya. maka si berutang harus memperingatkan si berpiutang dengan perantaraan Pengadilan supaya mengambilnya dengan sepucuk akta. telah melampaukan satu tahun. dan dengan putusan itu penawaran yang dilakukannya telah dinyatakan sah. . Selama apa yang dititipkan tidak diambil oleh si berpiutang. 1410. 1408.menerimanya. Biaya yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan penawaran pembayaran tunai dan penyimpanan. 1407. jika perbuatan-perbuatan itu telah dilakukan menurut undang-undang. tak dapat lagi. 4. ia tak dapat lagi mengambil kembali apa yang dititipkan. untuk kerugian teman-temannya berutang dan para penanggung utang. tanpa menyangkal sahnya penyimpanan itu. Para kawan berutang dan para penanggung utang dibebaskan juga. dengan peringatan untuk mengambil apa yang telah dititipkan itu. pemberitaan penyimpanan itu diberitahukan kepadanya. Jika peringatan ini telah dijalankan dan si berpiutang tidak mengambil barangnya maka si berutang dapat diizinkan oleh Hakim untuk menitipkan barang tersebut di suatu tempat lain. yang harus diberitahukan kepada si berpiutang pribadi atau kepada alamat tempat tinggalnya. si berutang dapat mengambilnya kembali. semenjak hari pemberitahuan penyimpanan. menggunakan hak-hak istimewanya atau hipotik-hipotik yang melekat pada piutang tersebut. jika si berpiutang. 1412. maupun kepada alamat tempat tinggal yang dipilih untuk pelaksanaan perjanjian. Apabila si berutang sendiri sudah memperoleh suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. 1409. dan akhirnya tentang dilakukannya penyimpanannya sendiri. 1411. meskipun dengan izin si berpiutang. dalam hal itu orang-orang yang turut berutang dan para penanggung utang tidak dibebaskan. untuk mendapat pembayaran piutangnya. Si berpiutang yang telah mengizinkan barang yang dititipkan itu diambil kembali oleh si berutang setelah penitipan dikuatkan dengan putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. harus dipikul oleh si berpiutang.

1417. terkecuali jika hak penuntutan itu dengan tegas dipertahankan dalam perjanjian. terhadap siapa si berutang dibebaskan dari perikatannya. dengan mana seorang berutang memberikan kepada orang yang mengutangkan padanya seorang berutang baru mengikatkan dirinya kepada si berpiutang. Ada tiga macam jalan untuk melaksanakan pembaharuan utang: 1.BAGIAN KE TIGA Tentang pembaharuan utang 1413. Pembaharuan utang hanya dapat terlaksana antara orang-orang yang cakap untuk mengadakan perikatan-perikatan. atau jika orang berutang yang ditunjuk sebagai pengganti itu pada saat pemindahan telah nyata-nyata bangkrut. secara pemindahan. membebaskan si berutang yang telah melakukan pemindahan. 2. Pembaharuan utang dengan penunjukan seorang berutang baru untuk mengganti yang lama. Si berpiutang yang. sebagai akibat suatu perjanjian baru. kehendak seorang untuk mengadakannya harus dengan tegas ternyata dari perbuatannya. yang oleh si berpiutang dibebaskan dari perikatannya. Delegasi atau pemindahan. telah mengikatkan dirinya kepada seorang berpiutang baru. yang dihapuskan karenanya. jika orang yang ditunjuk untuk menggantikan itu jatuh dalam keadaan pailit atau nyata-nyata tak mampu. 1418. apabila seorang yang berutang membuat suatu perikatan utang baru guna orang yang mengutangkan kepadanya. Tiada pembaharuan utang yang dipersangkakan. 1414. 1416. atau telah berada dalam keadaan terus-menerus merosot kekayaannya. dan dengan demikian telah dibebaskan terhadap si . dapat dijalankan tanpa bantuan orang berutang yang pertama. tidak menerbitkan suatu pembaharuan utang. 3. 1419. yang menggantikan utang yang lama. seorang berpiutang baru ditunjuk untuk menggantikan orang berpiutang lama. apabila. dari perikatannya. jika si berpiutang tidak secara tegas menyatakan bahwa ia bermaksud membebaskan orang berutang yang melakukan pemindahan itu. tak dapat menuntut orang tersebut. 1415. apabila seorang berutang baru ditunjuk untuk menggantikan orang berutang lama. Si berutang yang.

hak untuk menuntut si berpiutang lama. dan orang-orang itu menolak. Apabila pembaharuan utang terjadi antara si berpiutang dan salah satu dari orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung maka hak-hak istimewa dan hipotik-hipotik tidak dapat dipertahankan. kecuali kalau hal itu secara tegas dipertahankan oleh si berpiutang. Apabila pembaharuan utang diterbitkan dengan penunjukan seorang berutang baru yang menggantikan orang berutang lama. 1420. tak dapat terhadap si berpiutang baru memajukan tangkisantangkisan. 1422. telah menuntut para penanggung utang supaya mereka turut serta pada perjanjian baru. yang sebenarnya ia dapat majukan terhadap si berpiutang lama. maka hak-hak istimewa dan hipotik-hipotik yang dari semula mengikuti piutang. Karena adanya suatu pembaharuan utang antara si berpiutang dan salah satu dari orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung. Dengan hanya adanya si berutang menunjuk seorang lain yang harus membayar untuk dia. tidak berpinclah pada piutang baru menggantikannya. tidak diterbitkan suatu pembaharuan utang. 1423. benda-benda orang yang membuat perikatan baru itu. selain atas. atau dalam hal yang kedua. 1424. 1421. tidak berpindah atas barang-barang si berutang baru. Hak-hak istimewa dan hipotik-hipotik yang melekat pada piutang lama. namun itu dengan tidak mengurangi. berpiutang telah menuntut orang-orang lainnya yang turut berutang. maka orang-orang lainnya yang turut berutang dibebaskan dari perikatannya.berpiutang lama. dalam hal yang pertama. meskipun ini tidak diketahuinya sewaktu membuat perikatan baru. maka perikatan utang lama tetap berlaku. yang diwajibkan menerima untuk dia. dalam hal yang terakhir tadi. BAGIAN KE EMPAT Tentang kompensasi atau perjumpaan utang . Hal yang sama berlaku terhadap hanya adanya si berpiutang menunjuk seorang lain. Pembaharuan utang yang dilakukan terhadap si berutang utama membebaskan para penanggung utang Jika meskipun demikian.

1430. apabila dituntutnya pengembalian suatu barang yang secara berlawanan dengan hukum dirampas dari pemiliknya. Penyerahan-penyerahan bahan makanan. Perjumpaan terjadi demi hukum. terkecuali : 1. gandum. terhadap suatu utang yang bersumber pada tunjangan nafkah yang telah dinyatakan tak dapat disita. bahkan dengan tidak setahunya orang-orang yang berutang. tetapi si berutang utama tak diperkenankan menjumpakan apa yang si berpiutang wajib membayar kepada si penanggung utang. Suatu penundaan pembayaran yang diberikan kepada seorang tidak menghalangi suatu perjumpaan. Perjumpaan hanyalah terjadi antara dua asang yang kedua-duanya berpokok sejumlah uang. dapat dijumpakan dengan jumlah-jumlah uang yang telah ditetapkan dan seketika dapat di tagih. Si berutang dalam perikatan tanggung-menanggung juga tidak diperbolehkan menjumpakan apa yang si berpiutang wajib membayar kepada . apabila dituntutnya pengembalian barang sesuatu yang dititipkan atau dipinjamkan. Perjumpaan terjadi. dari jenis yang sama. dan yang kedua-duanya dapat ditetapkan serta ditagih seketika. dan kedua utang itu yang satu menghapuskan yang lain dan sebaliknya. 1427. maka terjadilah antara mereka suatu perumpaan. dengan mana utang-utang antara kedua orang tersebut dihapuskan. Jika dua orang saling berutang satu pada yang lain. dan harganya dapat ditetapkan menurut catatan harga atau lain-lain keterangan yang lazim dipakai di Indonesia. atau sesuatu jumlah barang yang dapat dihabiskan. 2. 3. 1429. pada saat utang-utang itu bersama-sama ada. yang tidak dibantah. dengan cara dan dalam hal-hal yang akan disebutkan sesudah ini. dan lain-lain hasil pertanian. 1428.1425. 1426. dengan tidak dibedakan dari sumber apa utangpiutang antara kedua belah pihak itu dilahirkan. Seorang penanggung utang boleh menjumpakan apa yang si berpiutang wajib membayar kepada si berutang utama. bertimbal-balik untuk suatu jumlah yang sama.

tak lagi diperbolehkan terhadap pihak ke tiga untuk siapa permindahan hakhak itu telah dilakukan. Apabila kedudukan-kedudukan sebagai yang berpiutang dan orang berutang berkumpul pada satu orang. maka terjadilah demi hukum suatu . menggunakan suatu perjumpaan yang sedianya dapat dimajukannya kepada si berpiutang sebelum pemindahan tersebut. Jika utang-utang dari kedua belah pihak tidak harus dibayar di tempat yang sama. 1433. maka utang-utang itu tidak dapat diperjumpakan. kecuali jika ada suatu alasan yang sah yang menyebabkan ia tidak tahu tentang adanya piutang tersebut yang seharusnya dijumpakan dengan utangnya. BAGIAN KE LIMA Tentang percampuran utang 1436. 1432. Dengan demikian maka tak dapatlah seorang yang sebagai orang berutang menjadi orang berpiutang. Seorang yang telah membayar suatu utang. harus diturut peraturan-peraturan yang ditulis dalam pasal 1399. Pemindahan hak-hak yang tidak disetujui oleh si berutang. selain dengan penggantian biaya pengiriman. 1435. hanyalah menghalangi perjumpaan utang-utang yang terbit sesudah pemberitahuan tersebut. tak lagi dapat menggunakan hak-hak istimewa dan hipotikhipotik yang melekat pada piutang ini untuk kerugian orang-orang pihak ke tiga. yang telah dihapuskan demi hukum karena perjumpaan. 1434. pada waktu menagih suatu piutang yang tidak telah diperjumpakan. menggunakan perjumpaan utang untuk kerugian si penyita. Perjumpaan tidak dapat terjadi atas kerugian hak-hak yang diperoleh seorang pihak ke tiga. setelah oleh satu pihak ke tiga ditaruh penyitaan atas barang yang harus dibayarkan. Seorang berutang yang secara murni dan sederhana telah menyetujui pemindahan hak-hak yang dilakukan oleh si berpiutang kepada seorang pihak ke tiga.temannya berutang. Jika terdapat berbagai utang yang dapat diperjumpakan dan harus ditagih dari satu orang maka dalam hal melakukan perjumpaan. tetapi telah diberitahukan kepadanya. 1431.

Pembebasan suatu utang atau penglepasan menurut perjanjian untuk kepentingan salah seorang kawan berutang secara tanggung-menanggung. bahkan terhadap orang-orang lain yang turut berutang secara tanggungmenanggung. Pembebasan sesuatu utang tidak dipersangkakan. Pengembalian sepucuk tanda piutang asli secara suka rela. membebaskan semua orang berutang yang lainnya. berlaku juga untuk keuntungan para penanggung utangnya. Pembebasan sesuatu utang atau pelepasan menurut perjanjian. dengan mana piutang dihapuskan. 1442. Pembebasan yang diberikan membebaskan si berutang utama. tidak berlaku untuk keuntungan temantemannya berutang secara tanggung-menanggung hingga melebihi bagiannya dalam utang yang ia sendiri menjadi orang berutang. yang diberikan kepada si berutang utama. 1441. oleh si berpiutang kepada si berutang. 1439. merupakan suatu bukti tentang pembebasan utangnya. membebaskan para penanggung utang. Pembebasan yang diberikan kepada salah seorang penanggung utang. Pengembalian barang yang diberikan dalam gadai tidaklah cukup dijadikan persangkaan tentang pembebasan utangnya. Percampuran utang yang terjadi pada diri si berutang utama. Percampuran yang terjadi pada dirinya salah satu dari orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung. tetapi harus dibuktikan. tak sekali-kali mengakibatkan hapusnya utang pokok. kecuali jika si berpiutang dengan tegas telah menyatakan hendak mempertahankan hak-haknya terhadap orang-orang yang tersebut belakangan tadi dalam hal mana ia tak dapat menagih utangnya selain setelah dipotong bagian orang yang telah dibebaskan olehnya. kepada si penanggung utang. BAGIAN KE ENAM Tentang pembebasan utang 1438. 1437. tidak membebaskan para penanggung lainnya. Percampuran yang terjadi pada dirinya si penanggung utang. 1440. tidak .percampuran utang.

atau hilang. maka hapuslah perikatannya. diluar salahnya si berutang musnah. tak lagi dapat diperdagangkan. BAGIAN KE TUJUH Tentang musnahnya barang yang terutang 1444. Si berutang diwajibkan membuktikan kejadian yang tak terduga. BAGIAN KE DELAPAN Tentang kebatalan dan pembatalan perikatan-perikatan 1446. perikatan hapus jika barangnya akan musnah secara yang sama di tangan si berpiutang. tak lagi dapat diperdagangkan. diwajibkan memberikan hak-hak dan tuntutan-tuntutan tersebut kepada orang yang mengutangkan padanya. dan atas penuntutan yang dimajukan oleh atau dari pihak mereka. yang telah dicuri. 1445. Bahkan meskipun si berutang lalai menyerahkan sesuatu barang sedangkan ia tidak telah menanggung terhadap kejadian-kejadian yang tak terduga. maka si berutang. harus dianggap telah dibayarkan untuk mengurangi utangnya. Perikatan-perikatan yang dibuat oleh orang-orang perempuan yang bersuami . Jika barang yang terutang. Jika barang tertentu yang menjadi bahan perjanjian. dan harus digunakan untuk pelunasan si berutang utama dan para penanggung lainnya. jika ia mempunyai hakhak atau tuntutan-tuntutan ganti rugi mengenai barang tersebut. semata-mata atas dasar kebelumdewasaan atau pengampuannya. hilangnya barang ini tidak sekali-kali membebaskan orang yang mencuri barang dari kewajibannya untuk mengganti harganya. adalah batal demi hukum. yang dimajukan itu. asal barang itu musnah atau hilang diluar salahnya si berutang. seandainya sudah diserahkan kepadanya. atau hilang. sedemikian hingga sama sekali tak diketahui apakah barang itu masih ada. musnah atau hilang. Dengan cara bagaimanapun sesuatu barang. musnah. dan sebelum ia lalai menyerahkannya. harus dinyatakan batal. Semua perikatan yang dibuat oleh orang-orang belum dewasa atau orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan. Apa yang si berpiutang telah terima dari seorang penanggung utang sebagai pelunasan penanggungannya.1443.

atau dalam perjanjian-perjanjian perburuhan dengan mengingat pasal 1601g. kekhilafan atau penipuan. 1447. dengan pengertian bahwa segala apa yang telah diberikan atau dibayarkan kepada orang-orang yang . si wali atau si pengampu. orang-orang dewasa dan juga orang-orang belum dewasa. 1450. Pernyataan batalnya perikatan-perikatan berdasarkan ketidakcakapan orang-orang yang disebutkan dalam pasal 1330. Perikatan-perikatan yang dibuat dengan paksaan.dan oleh orang-orang belum dewasa yang telah mendapat suatu pernyataan persamaan dengan orang dewasa. Begitu juga kebelumdewasaan tidak dapat dimajukan terhadap perikatanperikatan yang dibuat oleh orang-orang belum dewasa dalam perjanjian perkawinan dengan mengindahkan pasal 151. 1448. orangorang belum dewasa dan orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan itu dianggap seolah-olah mereka sendiri telah melakukan perbuatan-perbuatan itu setelah mereka menjadi dewasa atau tidak lagi berada di bawah pengampuan. Jika acara-acara yang ditentukan untuk sahnya sementara perbuatan. maka mengenai perbuatan-perbuatan tersebut. apabila mereka ini dianggap sebagai orang dewasa. untuk manfaat orang-orang belum dewasa dan orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan.lalu tidak berlaku terhadap perikatanperikatan yang diterbitkan dari suatu kejahatan atau pelanggaran. atau dari suatu perbuatan yang telah menerbitkan kerugian bagi seorang lain. hanyalah batal demi hukum. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk menuntut orang yang melakukan kekuasaan orang tua. 1449. wali. menerbitkan suatu tuntutan untuk membatalkannya. dalam hal-hal khusus yang ditetapkan dengan undang-undang. sekadar perikatanperikatan tersebut melampaui kekuasaan mereka. 1451. Dengan alasan dirugikan. hanyalah dapat menuntut pembatalan perikatan-perikatan yang telah mereka perbuat. apabila ada alasan untuk itu. Ketentuan dalam pasal yang. atau pengampu telah melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak melampaui batas-batas kekuasaannya. atau perjanjian-perjanjian perburuhan terhadap mana berlaku pasal 1601 h. atau orang yang melakukan kekuasaan orang tua. telah terpenuhi. berakibat bahwa barang dan orangorangnya dipulihkan dalam keadaan sebelum perikatan dibuat.

Waktu yang disebutkan di atas ini. dimana suatu tuntutan untuk pemyataan batalnya suatu perikatan tidak dibatasi dengan suatu ketentuan undang-undang khusus hingga suatu waktu yang lebih pendek. dalam halnya kebatalan. dalam halnya pengampuan. kecuali apabila alasan-alasan yang dimajukan terkemudian itu. sejak hari paksaan itu telah berhenti. sejak hari diketahuinya. Pemyataan batal berdasarkan paksaan. jika ada alasan untuk itu. orang terhadap siapa tuntutan untuk pernyataan batal itu dikabulkan. Barang siapa mengira bahwa ia dapat menuntut pembatalan suatu perikatan atas dasar berbagai alasan. sekadar barangnya masih berada di tangan orang yang tidak berkuasa itu. 1453. 1455. sejak hari diketahuinya kekhilafan atau penipuan itu. yang dimaksud dalam pasal 1341. dalam halnya perbuatan seorang perempuan yang bersuami. hanya dapat dituntut kembali. kekhilafan atau penipuan. atau sekadar ternyata bahwa orang ini telah mendapat manfaat dari apa yang diberikan atau dibayarkan. sejak hari kedewasaan. Dalam semua hal. kerugian dan bunga. diwajibkan memajukan alasan-alasan itu sekaligus. atas ancaman ditolaknya alasan-alasan yang dimajukan terkemudian. selain itu diwajibkan pula mengganti biaya. Dalam hal-hal yang diatur dalam pasal-pasal 1446 dan 1449. sejak hari pembubaran perkawinan. yang mana selalu dapat dikemukakan. dalam halnya kekhilafan atau penipuan. sebagai akibat perikatan. Waktu tersebut mulai berlaku: dalam halnya kebelumdewasaan. waktu itu adalah lima tahun. dalam halnya paksaan. yang dilakukan tanpa kuasa si suami.tidak berkuasa. bahwa kesadaran yang diperlukan untuk kebatalan itu ada. karena salahnya . yang ditetapkan untuk memajukan tuntutan. juga berakibat bahwa barang dan orang-orangnya dipulihkan dalam keadaan sewaktu sebelum perikatan dibuat. atau bahwa apa yang dinikmati telah dipakai atau berguna bagi kepentingannya. 1452. sejak hari pencabutan pengampuan. 1454. tidaklah berlaku terhadap kebatalan yang dimajukan selaku pembelaan atau tangkisan.

Tuntutan untuk pernyataan batal gugur. 1462. atau orang yang dapat memajukan adanya paksaan. atau setelah diketahuinya tentang adanya kekhilafan atau penipuan. meskipun kebendaan itu belum diserahkan. 1459. maka barang-barang itu adalah atas tanggungan si pembeli. dihitung atau diukur. maka barang-barang itu tetap atas tanggungan si penjual hingga barang-barang ditimbang. kekhilafan atau penipuan. Hak milik atas barang yang dijual tidaklah berpindah kepada si pembeli. BAB KE LIMA Tentang jual-beli BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1457. dan pihak yang lain untuk membayar harga yang telah dijanjikan. 613 dan 616. Jika barang-barang tidak dijual menurut tumpukan. perempuan yang bersuami yang bertindak tanpa bantuan suaminya. meskipun penyerahannya belum dilakukan. tetapi menurut berat. seketika setelahnya orang-orang ini mencapai sepakat tentang kebendaan tersebut dan harganya. 1458. Jual-beli itu dianggap telah terjadi antara kedua belah pihak. Jika kebendaan yang dijual itu berupa suatu barang yang sudah ditentukan. setelah penghapusan pengampuannya. 1460. 1456. Jika sebaliknya barang-barangnya dijual menurut tumpukan. dihitung atau diukur. dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu kebendaan. 1461. setelah paksaan berhenti. secara tegas atau secara diam-diam telah menguatkan perikatannya setelah ia menjadi dewasa. . jika orang belum dewasa. dan si penjual berhak menuntut harganya. maupun harganya belum dibayar. meskipun belum ditimbang. setelah pembubaran perkawinannya. orang yang ditaruh di bawah pengampuan. selama penyerahannya belum dilakukan menurut pasal 612. Jual-beli adalah suatu perjanjian.pihak lawan tidak dapat diketahui lebih dahulu. maka barang ini sejak saat pembelian adalah atas tanggungan si pembeli. jumlah atau ukuran.

jaksa. Dengan tidak mengurangi namun itu dalam ke tiga hal ini. maka tidaklah terjadi suatu pembelian. jika si istri menyerahkan barang-barang kepada suaminya untuk melunasi suatu jumlah uang. apabila salah satu pihak dengan cara demikian telah memperoleh suatu keuntungan secara tak langsung. kecuali dalam ke tiga hal berikut: 1e. 3e. pengacara. 1465. 1468. demikian itu jika benda-benda atau uang tersebut dikecualikan dari persatuan. jika penyerahan yang dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya. Biaya akta-akta jual-beli dan lain-lain biaya tambahan dipikul oleh si pembeli. untuk memenuhi apa yang menjadi haknya istri atau suaminya itu menurut hukum. panitera. yang ia telah janjikan kepada suaminya sebagai harta perkawinan. 1464. Jika pihak ke tiga ini tidak suka atau tidak mampu membuat perkiraan tersebut. sekadar benda-benda itu dikecualikan dari persatuan. advokat. 2e. Harga beli harus ditetapkan oleh kedua belah pihak. Jual-beli yang dilakukan dengan percobaan. jika seorang suami atau seorang istri menyerahkan benda-benda kepada istri atau kepada suaminya. Jika pembelian dibuat dengan memberi uang panjar tak dapatlah salah satu pihak meniadakan pembelian itu dengan menyuruh memiliki atau mengembalikan uang panjarnya. hak-hak para ahli waris pihak-pihak yang melakukan perbuatan. atau mengenai barangbarang yang biasanya dicoba terlebih dahulu. misalnya untuk mengembalikan benda-benda si istri yang telah dijual. berdasarkan pada suatu alasan yang sah.. 1467. Harga beli namun itu dapat diserahkan kepada perkiraan seorang pihak ke tiga. dari siapa ia oleh Pengadilan telah dipisahkan. juru sita dan notaris tidak diperbolehkan karena penyerahan menjadi pemilik hak-hak dan tuntutan- . 1466. Para Hakim. Antara suami-istri tak boleh terjadi jual-beli. jika tidak telah diperjanjikan sebaliknya.1463. juga dari siapa ia tidak dipisahkan. selalu dianggap telah dibuat dengan suatu syarat tangguh. atau uang yang menjadi kepunyaan si istri.

1471. atas ancaman yang sama. Pegawai-pegawai yang memangku suatu jabatan umum tidak diperbolehkan. rugi dan bunga. maka si pembeli adalah leluasa . dalam hal-hal istimewa. Begitu pula tidak diperbolehkan menjadi pembeli pada penjualan di bawah tangan. Namun itu adalah terserah kepada Presiden untuk memberikan kebebasan dari larangan itu kepada pengurus-pengurus umum. mengenai benda-benda milik Negara dan milik badan-badan umum. yang dipercayakan kepada pemeliharaan dan pengurusan mereka. barang yang dijual sama sekali telah musnah. 1470. Demikian pula Presiden. pengurus-pengurus. dengan cara yang ditetapkan dalam pasal 399. jika dianggapnya perlu. membebaskan pegawai-pegawai tersebut dari larangan tersebut di muka. maka pembelian adalah batal. atas ancaman yang sama. Jika hanya sebagian saja yang musnah. Jika pada saat penjualan. baik pembelian itu dilakukan oleh mereka sendiri maupun oleh orang-orang perantara: kuasa-kuasa mengenai barang-barang yang mereka dikuasakan menjualnya. boleh memberikan izin kepada pegawai-pegawai yang dimaksudkan dalam pasal ini. 1472. Presiden berkuasa. kerugian dan bunga. Jual-beli barang orang lain adalah batal. 1469. membeli untuk dirinya sendiri atau untuk orang-orang perantara. Sekadar mengenai benda-benda bergerak. dan dapat memberikan dasar untuk penggantian biaya. untuk kepentingan umum. Segala wali dapat membeli benda-benda tak bergerak kepunyaan anak-anak yang berada di bawah perwalian mereka. tetapi hanya untuk kepentingan para penjual. yang dijual di hadapan mereka. jika si pembeli tidak telah mengetahui bahwa barang itu kepunyaan orang lain. barang-barang yang dijual oleh atau di hadapan mereka. untuk membeli benda-benda tak bergerak. serta penggantian biaya.tuntutan yang menjadi pokok perkara-perkara yang sedang bergantung pada Pengadilan Negeri yang dalam wilayah mereka melakukan pekerjaan mereka atas ancaman kebatalan.

Biaya penyerahan dipikul oleh si penjual. Si penjual diwajibkan menyerahkan barang yang dijual seutuhnya. Jika penyerahan karena kelalaian si penjual tidak dapat dilaksanakan. segala janji yang tidak terang dan dapat diberikan berbagai pengertian. 1483. Kewajiban menyerahkan suatu barang meliputi segala sesuatu yang menjadi perlengkapannya serta dimaksudkan bagi pemakaiannya yang tetap. Dicabut 1480. jika ada. Ia mempunyai dua kewajiban utama. harus ditafsirkan untuk kerugiannya. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban si penjual 1473. 1478. 1482. 1477. 1481. serta menyuruh menetapkan harganya menurut penilaian yang seimbang. jika tentang itu tidak telah diadakan persetujuan lain. sedangkan biaya pengambilan dipikul oleh si pembeli. Penyerahan harus terjadi di tempat dimana barang yang terjual berada pada waktu penjualan. 1479. Penyerahan ialah suatu pemindahan barang yang telah dijual kedalam kekuasaan dan kepunyaan si pembeli.untuk meniadakan pembelian atau menuntut bagian yang masih ada. dengan perubahan-perubahan seperti yang berikut. . sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian. 1474. Si penjual diwajibkan menyatakan dengan segas untuk apa ia mengikatkan dirinya. jika si pembeli belum membayar harga si penjual tidak telah mengizinkan penundaan pembayaran kepadanya. Barangnya harus diserahkan dalam keadaan dimana barang itu berada pada waktu penjualan. 1475. yaitu menyerahkan barangnya dan menanggungnya. beserta surat-surat bukti milik. 1476. jika tidak telah diperjanjikan sebaliknya. menurut ketentuanketentuan pasal 1266 dan 1267. Sejak waktu itu segala hasil menjadi kepunyaan si pembeli. Si penjual tidak diwajibkan menyerahkan barangnya. maka si pembeli dapat menuntut pembatalan pembelian.

1484. Jika penjualan sebuah benda tak bergerak terjadi dengan penyebutan luasnya atau isinya, dengan ditentukan suatu harga menurut ukurannya, maka si penjual diwajibkan menyerahkan jumlah yang dinyatakan dalam persetujuan; dan jika ia tak mampu melakukannya, atau si pembeli tidak menuntutnya, maka si penjual harus bersedia menerima suatu pengurangan harga menurut imbangan. 1485. Jika sebaliknya dalam hal yang disebutkan dalam pasal yang lalu, bendanya tak bergerak ada lebih luas daripida apa yang dinyatakan dalmn perjanjian, maka si pembeli dapat memilih apakah ia akan menambah harganya menurut imbangan atau apakah ia akan meniadakan pembelian, demikian itu jikalau kelebihannya ada seperduapuluh dari luasnya yang dinyatakan dalam perjanjian. 1486. Dalmn hal-hal lain, baik jika yang dijual suatu benda tertentu, maupun jika penjualan itu mengenai pekarangan-pekarangan yang terbatas dan terpisah satu sama lain, atau lagi jika penjualan mengenai benda, baik yang dari semula disebutkan ukurannya, maupun yang keterangan tentang ukurannya menyusuli, maka penyebutan ukuran itu tidak memberikan alasan bagi si penjual untuk menambah harga untuk apa yang melebihi ukuran, bagitu pula tidak memberikan alasan bagi si pembeli untak mengurangi harga untuk kekurangannya, selain apabila selisih antara ukuran yang sebenarnya dan ukuran yang dinyatakan dalam perjanjian ada berjumlah seper dua puluh lebih atau seper dua puluh kurang, dihitung menurut harga seluruhnya dari benda-benda yang dijual, kecuali jika dijanjikan sebaliknya. 1487. Jika menurut pasal yang lalu ada alasan untuk menaikkan harga untuk selebihnya dari ukuran, maka si pembeli boleh memilih, apakah ia akan meniadakan pembelian atau membayar harga yang telah dinaikkan, dan demikian itu dengan pembayaran bunga dalam halnya ia telah memegang bendanya tak bergerak. 1488. Dalam semua hal dimana si pembeli berhak meniadakan pembelian, si penjual diwajibkan, selainnya mengembalikan harga barang, jika itu telah diterimanya, juga mengembalikan biaya, yang telah dikeluarkan untuk melakukan pembelian dan menyerahan, sekadar si pembeli menurut perjanjian telah membayarnya. 1489. Tuntutan untuk diberikan penambahan uang harga dari pihak si

penjual, dan untuk diberikan pengurangan uang harga atau pembatalan pembelian, dari pihak si pembeli harus dimajukan dalam waktu satu tahun, terhitung mulai hari dilakukannya penyerahan, jika tidak, maka tuntutan-tuntutan itu akan gugur. 1490. Jika dua bidang pekarangan dijual bersama-sama dalam satu persetujuan dengan satu harga, dengan penyebutan tentang luasnya masing-masing, dan ternyata satu ada lebih, sedangkan yang lainnya ada kurang luasnya, maka selisih ini dihapuskan dengan cara perjumpaan sampai jumlah yang diperlukan dan tuntutan untuk mendapat penambahan atau untuk mendapat pengurangan tidaklah terjadi lebih lanjut selain menurut aturan-aturan yang ditentukan di atas. 1491. Penanggungan yang menjadi kewajiban si penjual terhadap si pembeli, adalah untuk menjamin dua hal, yaitu pertama penguasaan benda yang dijual secara aman dan tenteram, kedua terhadap adanya cacat-cacat barang tersebut yang tersembunyi, atau yang sedemikian rupa hingga menerbitkan alasan untuk pembatalan pembeliannya. 1492. Meskipun pada waktu penjualan dilakukan tiada dibuat janji tentang penanggungan, namun si penjual adalah demi hukum diwajibkan menanggung si pembeli terhadap suatu penghukuman untuk menyerahkan seluruh atau sebagian benda yang dijual kepada seorang pihak ke tiga, atau terhadap beban-beban yang menurut keterangan seorang pihak ke tiga dimilikinya atas benda tersebut dan yang tidak diberitahukan sewaktu pembelian dilakukan. 1493. Kedua belah pihak diperbolehkan dengan persetujuan-persetujuan istimewa, memperluas atau mengurangi kewajiban yang ditetapkan oleh undangundang ini; bahkan mereka itu diperbolehkan mengadakan perjanjian bahwa si penjual tidak akan diwajibkan menanggung sesuatu apa pun. 1494. Meskipun telah diperjanjikan bahwa si penjual tidak akan menanggung suatu apapun, namun ia tetap bertanggung jawab tentang apa yang berupa akibat dari sesuatu perbuatan yang dilakukan olehnya, segala perjanjian yang bertentangan dengan ini adalah batal. 1495. Si penjual, dalam hal adanya janji yang sama, jika terjadi suatu penghukuman untuk menyerahkan barang yang dijual kepada seorang lain, diwajibkan mengembalikan harga pembelian, kecuali apabila si pembeli pada waktu

pembelian

dilakukan,

mengetahui

tentang

adanya

penghukuman

untuk

menyerahkan barang yang dibelinya, atau jika ia telah membeli barangnya dengan pernyataan akan memikul sendiri untung-ruginya. 1496. Jika dijanjikan penanggungan, atau jika tentang itu tiada perjanjian suatu apa, maka si pembeli berhak dalam halnya suatu penghukuman untuk menyerahkan barang yang dibelinya kepada seorang lain, menuntut kembali dari si penjual. 1e. pengembalian uang harga pembelian, 2e. pengembalian hasil-hasil jika ia diwajibkan menyerahkan hasil-hasil itu kepada si pemilik yang melakukan penuntutan penyerahan; 3e. biaya yang dikeluarkan berhubung dengan gugatan si pembeli untuk ditanggung, begitu pula biaya yang telah dikeluarkan oleh si penggugat asal; 4e. penggantian biaya, kerugian dan bunga, beserta biaya perkara mengenai pembelian dan penyerahannya, sekadar itu telah dibayar oleh si pembeli. 1497. Jika pada waktu dijatuhkannya hukuman untuk menyerahkan barangnya kepada seorang lain, ternyata bahwa barang yang dijual telah merosot harganya atau sangat rusak, baik hal-hal itu disebabkan kelalaian si pembeli, maupun karena keadaan memaksa, maka si penjual namun itu diwajibkan mengembalikan uang harga seutuhnya. Tetapi, jika si pembeli telah mendapat manfaat karena kerugian yang disebabkan olehnya, maka si penjual berhak mengurangi uang harga dengan suatu jumlah yang sama dengan keuntungan tersebut. 1498. Jika ternyata bahwa barang yang dijual pada waktu dijatuhkannya hukuman untuk menyerahkannya kepada seorang lain, telah bertambah harganya, meskipun tanpa suatu perbuatan si pembeli, maka si penjual diwajibkan membayar kepada si pembeli apa yang melebihi harga pembelian itu. 1499. Si penjual diwajibkan mengembalikan kepada si pembeli, atau menyuruh mengembalikan oleh orang yang memajukan tuntutan penyerahan barang, segala apa yang telah dikeluarkan oleh si pembeli untuk pembetulan dan perbaikan yang perlu pada barangnya. Jika si penjual dengan itikad buruk telah menjual barang milik orang lain,

dengan tidak diberitahukannya hal itu kepada si pembeli. Si penjual diwajibkan menanggung terhadap cacat tersembunyi pada barang yang dijual. si pembeli harus diberikan ganti rugi untuk bagian yang harus diserahkan. sedangkan pihak ini membuktikan bahwa alasan-alasan cukup untuk menolak gugatannya.maka ia diwajibkan mengembalikan kepada si pembeli segala biaya yang telah dikeluarkan. seandainya si pembeli mengetahui cacat itu. kecuali jika ia memilih menerima suatu ganti rugi. bahkan juga biaya yang dikeluarkan untuk barangnya. yang membuat barang itu tak sanggup untuk pemakaian yang dimaksud. dengan tidak memanggil si penjual. Penanggungan terhadap penghukuman menyerahkan barangnya kepada seorang lain. berhenti jika si pembeli telah membiarkan dirinya dihukum menurut suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. atau dengan tidak dapat diketahuinya hal itu oleh si pembeli. tetapi tidak menurut imbangan terhadap seluruh harga pembelian. seandainya bagian itu tidak ada. 1503. sedangkan pengabdianpengabdian tanah itu sedemikian pentingnya. 1502. ia sama sekali tidak akan membeli barangnya. hingga si pembeli. semata-mata untuk perhiasan atau kesenangan. atau . menurut harga taksiran sewaktu ia diharuskan menyerahkan sebagian dari barangnya itu. 1501. adalah sedemikian pentingnya. Apabila. Jika ternyata bahwa benda yang dijual dibebani dengan pengabdianpengabdian tanah. maka dapatlah ia menuntut pembatalan pembelian. takkan membeli barangnya. sedangkan bagian itu. 1504. Jika yang harus diserahkan hanya sebagian dari barangnya. maka ia dapat meminta pembatalan pembeliannya. hingga dapat disangka bahwa si pembeli tidak akan melakukan pembelian jika hal itu telah diketahuinya. pembelian tidak dibatalkan. 1500. asal ia memajukan tuntutannya untuk itu dalam satu tahun setelah hari putusan tentang penghukuman menyerahkan barangnya itu memperoleh kekuatan mutlak. baik barangnya yang dijual telah naik maupun telah turun harganya. dalam hal adanya penghukuman menyerahkan sebagian dari barang yang dijual. dalam hubungan dengan keseluruhannya. atau yang demikian mengurangi pemakaian itu sehingga.

tetap kerugian yang disebabkan kejadian yang tak disengaja. si pembeli dapat memilih apakah ia akan mengembalikan barangnya sambil menuntut kembali harga pembeliannya. yang terhadap si pembeli diwajibkan mengembalikan uang harga pembelian dan mengganti segala kerugian lainnya yang disebutkan dalam kedua pasal yang lalu. Ia diwajibkan menanggung terhadap cacat yang tersembunyi. dan mengganti kepada si pembeli biaya yang telah dikeluarkan untuk penyelenggaraan pembelian dan penyerahan. dalam hal yang demikian.tidak akan membelinya selain dengan harga yang kurang. Jika si penjual tidak telah mengetahui cacat-cacatnya barang maka ia hanya diwajibkan mengembalikan harga pembelian. setelah mendengar ahli-ahli tentang itu. 1507. yang dapat diketahui sendiri oleh si pembeli. telah meminta diperjanjikan bahwa ia tidak diwajibkan menanggung sesuatu apa pun. . maka selain diwajibkan mengembalikan harga pembelian yang telah diterimanya. 1509. 1510. 1512. Jika si penjual telah mengetahui cacat-cacatnya barang. 1508. 1506. atau apakah ia akan tetap memiliki barangnya sambil menuntut pengembalian sebagian harta. musnah disebabkan cacat-cacat itu. 1505. kerugian dan bunga kepada si pembeli. Si penjual tidaklah diwajibkan menanggung terhadap cacat yang kelihatan. harus dipikul oleh si pembeli. yang mengandung cacat-cacat tersembunyi. sekadar itu telah dibayar oleh si pembeli. Dalam hal-hal yang disebutkan dalam pasal 1504 dan 1506. dan dengan mengindahkan kebiasaan-kebiasaan dari tempat mana perjanjian pembelian dibuat. menurut sifat cacat itu. Tuntutan ini tidak diberikan dalam hal penjualan-penjualan yang dilakukan atas kuasa Hakim. Tuntutan yang didasarkan pada cacat-cacat yang dapat menyebabkan pembatalan pembelian harus oleh si pembeli dimajukan dalam suatu waktu yang pendek. ia juga diwajibkan mengganti segala biaya. meskipun ia sendiri tidak mengetahui adanya cacat itu. maka kerugiannya dipikul oleh si penjual. 1511. Jika barang yang dijual. sebagaimana akan ditentukan oleh Hakim. kecuali jika ia.

maka ia dapat menangguhkan pembayaran harga pembelian. dengan disertai penggantian yang disebutkan dalam pasal 1532. si pembeli harus membayar di tempat dan pada waktu dimana penyerahan harus dilakukan 1515. kecuali jika si penjual memilih memberikan jaminan. hingga si penjual telah menghentikan gangguan tersebut. Kewajiban utama si pembeli ialah membayar pembelian. pada waktu dan di tempat sebagaimana ditetapkan menurut perjanjian. diganggu oleh suatu tuntutan hukum yang berdasarkan hipotik atau suatu tuntutan untuk meminta kembali barangnya. jika barang yang dijual dan diserahkan memberi hasil atau lain pendapatan. Si pembeli. biarpun tidak ada suatu janji tegas. dalam penguasaannya. pembatalan pembelian. si penjual dapat menuntut pembatalan pembelian. BAGIAN KE EMPAT Tentang hak membeli kembali 1519. Jika si pembeli tidak membayar harga pembelian. Jika si pembeli. dengan mengembalikan harga pembelian asal. untuk keperluan si penjual. 1514. atau jika telah diperjanjikan bahwa si pembeli diwajibkan membayar biarpun segala gangguan. atau jika si pembeli mempunyai suatu alasan yang patut untuk berkhawatir bahwa ia akan diganggu dalam penguasaannya. Kekuasaan untuk membeli kembali barang yang telah dijual diterbitkan dari suatu janji. setelah lewatnya waktu yang ditentukan untuk mengambil barang yang dijual. . akan terjadi demi hukum dan tanpa peringatan. Jika pada waktu membuat perjanjian tidak ditetapkan tentang itu. 1516. 1518.BAGIAN KE TIGA Tentang kewajiban si pembeli 1513. dimana si penjual diberikan hak untuk mengambil kembali barang yang dijualnya. dalam hal penjualan barang-barang dagangan dan barang-barang perabot rumah. diwajibkan membayar bunga dari harga pembelian. Meskipun demikian. menurut ketentuan-ketentuan pasal 1266 dan 1267. 1517.

1520. 1526. Si penjual suatu benda tak bergerak yang telah meminta diperjanjikannya kekuasaan untuk membeli kembali barang yang dijual. Jika berbagai orang bersama-sama dan dalam satu perjanjian telah menjual suatu benda yang menjadi hak mereka bersama. menjadi pembeli dari seluruh benda tersebut. maka tetaplah si pembeli sebagai pemilik barang yang dibeli. 1525. menggantikan segala hak-hak dari penjualnya. maupun terhadap siapa yang mengira mempunyai hak-hak hipotik atau lainlain hak atas barang yang dijual. ia dapat menggunakan daluwarsa baik terhadap si pemilik sejati. jika ada alasan untuk itu. bahkan untuk kerugian orang-orang yang belum dewasa. 1527. dan apabila si penjual lalai memajukan tuntutannya untuk membeli kembali didalam tenggang yang telah ditetapkan. Jika hak tersebut diperjanjikan untuk suatu waktu yang lebih lama. 1521. maka masing-masing di . 1523. Hak membeli kembali tidak boleh diperjanjikan untuk suatu waktu yang lebih lama dari lima tahun. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk menuntut penggantian kepada orang yang bersangkutan. setelah terhadapnya dimajukan suatu gugatan untuk pemisahan dan pembagian. ia tak boleh diperpanjang oleh Hakim. Jika seorang yang dengan janji beli kembali telah membeli suatu bagian yang belum terbagi dalam suatu benda tak bergerak. 1524. boleh menggunakan haknya terhadap seorang pembeli ke dua. Barangsiapa membeli dengan janji beli kembali. Jangka waktu yang ditentukan harus diartikan secara mutlak. maka ia dapat mewajibkan si penjual untuk mengoper seluruh benda tersebut manakala orang ini hendak menggunakan haknya membeli kembali. meskipun dalam perjanjian kedua itu tidak disebutkan tentang janji tersebut. Terhadap orang-orang berpiutangnya si penjual ia dapat menggunakan hak istimewa untuk menuntut supaya terhadap si penjual itu lebih dahulu diadakan penyitaan kekayaannya untuk melunasi utang-utangnya. 1522. Jangka waktu ini berjalan untuk kerugian tiap orang. maka waktu itu diperpendek sampai lima tahun itu.

tetapi juga diwajibkan mengganti semua biaya menurut hukum yang telah dikeluarkan untuk menyelenggarakan pembelian serta penyerahannya. meninggalkan berbagai orang ahli waris. dalam hal yang termaksud dalam kedua pasal yang lalu. begitu pula biaya yang perlu untuk pembetulan-pembetulan. 1529. untuk mengoper barangnya seluruhnya. 1531. tidak dilakukan oleh sekalian mereka bersama dan untuk seluruhnya. tetapi masingmasing dari mereka itu telah menjual sendiri-sendiri apa yang menjadi bagiannya. baik dalam halnya harta peninggalan yang belum dibagi. maka hak membeli kembali tidak dapat dipergunakan terhadap masing-masing dari mereka selain untuk sejumlah sebesar bagiannya.antara mereka hanyalah dapat menggunakan haknya membeli kembali sekadar mengenai suatu jumlah sebesar bagiannya. maka masing-masing dari mereka sendiri-sendiri dapat menggunakan haknya membeli kembali terhadap bagian yang menjadi haknya. Masing-masing di antara para ahli waris ini hanyalah boleh menggunakan hak membeli kembali untuk suatu jumlah sebesar bagiannya. dan jika mereka tidak mencapai sepakat. maupun dalam halnya harta peninggalan itu sudah dibagi di antara para ahli waris. Tetapi jika harta peninggalan telah dibagi. Si penjual yang menggunakan janji membeli kembali tidak saja diwajibkan mengembalikan seluruh harga pembelian asal. 1532. dan biaya yang menyebabkan barangnya yang dijual . Jika penjualan suatu barang kepunyaan berbagai orang. dan si pembeli tidak boleh memaksa siapa yang menggunakan haknya secara demikian. maka tuntutan membeli kembali harus ditolak. Tetapi. dan barang yang dijual itu jatuh pada salah seorang maka tuntutan untuk membeli kembali dapat ditujukan untuk seluruhnya kepada orang ini. 1530. Jika si pembeli meninggalkan beberapa orang ahli waris. si pembeli dapat menuntut supaya semua orang yang turut menjual atau semua orang yang turut menjadi ahli waris dipanggil agar mereka bermufakat tentang pembelian kembali bendanya seluruhnya. 1528. Hal yang sama terjadi apabila seoraog yang sendirian telah menjual suatu benda.

1535. sejumlah tambahnya ini. Jika ia telah menikmati hasil-hasilnya sesuatu benda atau telah menerima suatu jumlah sebesar sesuatu piutang yang termasuk warisan tersebut. memperoleh kembali barangnya. Barangsiapa menjual suatu piutang atau suatu hak tak bertubuh lainnya. maka janji ini harus diartikan sebagai mengenai kemampuannya sekarang. atau lagi telah menjual beberapa benda dari harta peninggalan itu. Ia tidak bertanggung jawab tentang cukup mampunya si berutang.bertambah harganya. kecuali jika dengan tegas dijanjikan sebaliknya. kecuali jika ia telah mengikatkan dirinya untuk itu. Penjualan suatu piutang meliputi segala sesuatu yang melekat padanya. dan tidak mengenai keadaan di kemudian hari. 1538. jika tidak dengan tegas telah diperjanjikan lain. tidaklah diwajibkan menanggung selain hanya terhadap kedudukannya sebagai ahli waris. dan hanya untuk jumlah harga pembelian. BAGIAN KE LIMA Ketentuan-ketentuan khusus mengenai jual-beli piutang dan lain-lain hak tak bertubuh 1533. hak istimewa dan hipotikhipotik. 1536. sepertinya penanggungan-penanggungan. Apabila si penjual. 1534. Barangsiapa menjual suatu warisan dengan tidak diterangkan barang demi barang. Jika ia telah berjanji untuk menanggung terhadap cukup mampunya si berutang. . yang telah diterimanya untuk piutangnya. ia namun itu diwajibkan menetapi perjanjian-perjanjian sewa yang dengan itikad baik ialah dibuat oleh si pembeli. 1537. maka ia diwajibkan menggantinya. sebagai akibat janji beli kembali. Ia tidak dapat memperoleh penguasaan atas barang yang dibeli kembali. maka barang itu harus diserahkan kepadanya bebas dari semua beban dan hipotik yang diletakkan oleh si pembeli di atasnya. harus menanggung bahwa hak-hak itu benar dan sewaktu diserahkannya biarpun penjualan dilakukan tanpa janji penanggungan. selain setelah memenuhi segala kewajiban ini.

musnah diluar salah pemiliknya. maka perjanjian dianggap sebagai gugur. Jika suatu barang tertentu. Sebaliknya si pembeli diwajibkan mengganti kepada si penjual segala sesuatu yang oleh orang ini telah dikeluarkan untuk membayar utang-utang dan beban-beban warisan. dan siapa yang dari pihaknya telah memenuhi perjanjian. dapat memilih apakah ia akan menuntut panggantian biaya. maka itu cukuplah untuk membebaskan si berutang. melainkan hanya untuk mengembalikan barang yang telah diterimanya. lagi pula untuk memenuhi kepada si penjual apa yang si penjual ini dapat menagih selaku orang yang memegang sesuatu piutang terhadap warisan. yang telah dijanjikan untuk ditukar. 1540. Siapa yang karena suatu penghukuman untuk menyerahkan barangnya kepada seorang lain. Untuk selainnya aturan-aturan tentang perjanjian jual-beli berlaku terhadap perjanjian tukar-menukar. Apabila sebelum penyerahan suatu piutang yang telah dijual. orangnya yang berutang membayar utangnya kepada si penjual. 1545. . dengan mana kedua belah pihak mengikatkan dirinya untuk saling memberikan suatu barang secara bertimbal-balik. dapat menuntut kembali barang yang ia telah berikan dalam tukar-menukar. BAB KE ENAM Tentang tukar-menukar 1541.1539. sebagai gantinya suatu barang lain. Segala apa yang dapat dijual. Jika pihak yang satu telah menerima barang yang ditukarkan kepadanya. 1546. telah terpaksa melepaskan barang yang diterimanya dalam tukar-menukar. rugi dan bunga dari pihak lawannya ataukah ia akan menuntut pengembalian barang yang ia telah berikan. 1543. maka tak dapatlah ia dipaksa menyerahkan barang yang ia telah janjikan dari pihaknya sendiri. Tukat-menukar ialah suatu perjanjian. 1542. dan kemudian ia membuktikan bahwa pihak yang lain bukan pemilik barang tersebut. dapat pula menjadi bahan tukar-menukar. 1544.

BAGIAN KE DUA Tentang aturan-aturan yang sama-sama berlaku terhadap penyewaan rumah dan penyewaan tanah 1550. hingga barang itu dapat dipakai untuk keperluan yang dimaksudkan. terkecuali pembetulanpembetulan yang menjadi kewajiban si penyewa.BAB KE TUJUH Tentang sewa-menyewa BAGIAN KE SATU Ketentuan Umum 1547. 3c. yang merintangi pemakaian barang itu. Pihak yang menyewakan harus menanggung si penyewa terhadap semua cacat dari barang yang disewakan. baik yang bergerak dapat disewakan. Dihapuskan. biarpun pihak yang menyewakan itu sendiri tidak mengetahuinya pada waktu dibuatnya perjanjian sewa. 2e. Semua jenis barang. Sewa-menyewa ialah suatu pcrjanjian denan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainnya kenikmatan dari sesuatu barang. dan dengan tak perlu adanya sesuatu janji untuk itu : 1e. yang oleh pihak tersebut belakangan itti disanggupi pembayarannya. Pihak yang menyewakan diwajibkan mesyemhkan barang yang disewakan dalam keadaan terpelihara segala-galanya. Pihak yang menyewakan diwajibkan karena sifat perjanjian. memberikan si penyewa kenikmatan yang tenteram daripada barang yang disewakan selama berlangsungnya sewa. memelibara barang yang disewakan sedemikian. menyerahkan barang yang disewakan kepada si penyewa. 1549. baik yang tak bergerak. 1548. 1552. . Ia harus selama waktu sewa menyuruh melakukan pembetulan-pembetulan pada barang yang disewakan yang perlu dilakukan. selama suatu waktu tertentu dan dengan pembayaran sesuatu harga. Dihapuskan. 1551.

yang tidak dapat menunggu sampai berakhirnya sewa. . 1556. apakah ia akan meminta pengurangan harga sewa. Jika selama waktu sewa. maka harga sewa harus dikurangi menurut imbangan waktu dan bahagian dari barang yang disewakan yang tidak dapat dipakai oleh si penyewa. si penyewa dapat memilih. maka kepadanya pihak yang menyewakan diwajibkan memberikan ganti rugi. barang yang disewakan sama sekali musnah karena suatu kejadian yang tak disengaja. maka perjanjian sewa gugur demi hukum. hingga barang yang disewakan. Tetapi. selama waktu sewa. ataukah ia akan meminta bahkan pembatalan perjanjian sewanya. Pihak yang menyewakan tidak diperkenankan selama waktu sewa mengubah ujud maupun tataan barang yang disewakan. asal tentang gangguan atau rintangan itu telah diberitahukan secara sah kepada si pemilik. dengan tidak mengurangi hak si penyewa untuk menuntut sendiri orang itu. yang dilakukan oleh orangorang pihak ke tiga dengan peristiwa-peristiwa dengan tidak memajukan sesuatu hak atas barang yang disewa. 1554. jika pembetulan-pembetulan ini berlangsung lebih lama dari empat puluh hari. dan meskipun ia selama dilakukannya pembetulan-pembetulan itu terpaksa kehilangan sebagian dari barang yang disewakan. disebabkan karena suatu tuntutan hukum yang bersangkutan dengan hak milik atas barangnya. Jika barangnya hanya sebagian musnah. yang perlu ditempati oleh si penyewa dan keluarganya. Jika pembetulan-pembetulan sedemikian sifatnya. tetapi tidak dalam satu dari kedua hal itu pun ia berhak atas suatu ganti rugi.Jika cacat-cacat itu telah mengakibatkan sesuatu kerugian bagi si penyewa. Jika sebaliknya si penyewa diganggu dakam kenikmatannya. 1553. pada barang yang disewakan terpaksa diadakan pembetulan-pembetulan. tak dapat didiami. 1555. betapa pun kesusahan yang disebabkannya. 1557. maka si penyewa dapat memutuskan sewanya. maka ia berhak menuntut suatu pengurangan harga sewa menurut imbangan. Jika. Pihak yang menyewakan tidaklah diwajibkan menjamin si penyewa terhadap rintangan-rintangan dalam kenikmatannya. menurut keadaan. maka si penyewa harus menerimanya.

Jika si penyewa memakai barang yang disewa untuk suatu keperluan lain dari yang menjadi tujuannya. memajukan bahwa mereka mempunyai sesuatu hak atas barang yang disewakan. dengan kekecualian apa yang telah musnah . sesuai dengan tujuan yang diberikan pada barang itu menurut perjanjian sewanya. Jika antara pihak yang menyewakan dan pihak yang menyewa telah dibuat suatu pratelan tentang barang yang disewakan. 1559. 1561. atau untuk menerima pelaksanaan sementara pengabdian pekarangan. yang didiami sendiri oleh si penyewa. maka dapatlah ia atas tanggung jawab sendiri. menurut tujuan yang dipersangkakan berhubung dengan keadaan. Jika yang disewa itu berupa sebuah rumah.1558. atau jika si penyewa sendiri digugat untuk mengosongkan seluruh atau sebagian dari barangnya yang disewa. tidak diwajibkan mentaati perjanjiannya ulang sewa. rugi dan bunga. menurut keadaan. setelah pembatalan itu. untuk membayar harga sewa pada waktu-waktu yang telah ditentukan. atau untuk suatu keperluan sedemikian rupa hingga dapat menerbitkan suatu kerugian kepada pihak yang menyewakan. Bahkan bolehlah ia menuntut supaya ia dikeluarkan sebagai pihak dalam perkara. maka ia diwajibkan memberitahukan tentang. itu kepada pihak yang menyewakan. jika kepadanya tidak telah diperizinkan. tidak diperbolehkan mengulang-sewakan barang. menyewakan sebagian kepada orang lain. dapat meminta pembatalan sewanya. maka pihak yang belakangan ini diwajibkan mengembalikan barangnya dalam keadaan dimana barang itu diterimanya menurut pratelan tersebut. maka pihak ini. Jika orang-orang yang telah melakukan peristiwa-peristiwa. Si penyewa. sedangkan pihak yang menyewakan. dan ia dapat memanggil pihak tersebut untuk penanggungan. untuk memakai barang yang disewa sebagai seorang bapak rumah yang baik. maupun melepaskan sewanya kepada seorang lain. atas ancaman pembatalan perjanjian sewa dan penggantian biaya. yang disewanya. Si penyewa harus menepati dua kewajiban utama: 1e. 1562. 1560. jika kekuasaan itu tidak telah dilarang dalam perjanjiannya. asal ia menunjuk orangnya untuk siapa ia menguasai barangnya. atau jika tidak ada suatu perjanjian mengenai itu. 2c.

1568. dan tidak terdapat suatu tanda pembayaran. Jika sewa dibuat dengan tulisan. Ia namun itu tidak bertanggung jawab untuk kebakaran. Jika terjadi perselisihan tentang harga suatu penyewaan. Jika tidak dibuat suatu pratelan. yang sudah dijalankan. 1570. 1569. maka pihak yang menyewakan harus dipercaya atas sumpahnya. kecuali jika pihak yang menyewakan membuktikan bahwa kebakaran itu disebabkan kesalahan si penyewa.atau berkurang harganya sebagai akibat dari tuanya barang atau dari kejadiankejadian yang tak disengaja yang tidak dapat dihindarkan. dianggap telah menerima barang yang disewa dalam keadaan yang baik. yang dibuat dengan lisan. Si penyewa bertanggung jawab untuk segala kerusakan yang diterbitkan pada barang yang disewa selama waktu sewa. 1571. yang menjadi beban para penyewa. membongkar dan membawa segala apa yang ia dengan biaya sendiri telah menyuruh membuat pada barang yang disewa. maka sewa itu tidak berakhir pada waktu yang ditentukan. 1563. 1566. Dihapuskan. kecuali jika dibuktikan sebaliknya dan ia harus mengembalikan barangnya dalam keadaan yang sama. kecuali jika ia membuktikan bahwa kerusakan itu terjadi diluar salahnya. kecuali apabila si penyewa memilih untuk menyuruh menaksir harga sewanya oleh orang-orang ahli. mengenai pemeliharaan. Jika sewa tidak dibuat dengan tulisan. asal pembongkaran dan pembawaan itu dilakukan dengan tidak merusakkan barang yang disewa. apabila waktu yang ditentukan telah lampau. maka si penyewa. 1564. maka sewa itu berakhir demi hukum. dengan mengindahkan tenggang-tenggang waktu yang diharuskan menurut kebiasaan setempat. Si penyewa diperbolehkan. . Si penyewa adalah bertanggungjawab untuk segala kerusakan dan kerugian yang diterbitkan pada barang yang disewa. oleh kawan-kawannya serumah atau oleh mereka kepada siapa ia telah mengoperkan sewanya. 1565. melainkan jika pihak lain bahwa ia hendak menghentikan sewanya. pada waktu mengosongkan barang yang disewa. 1567. tanpa diperlukannya sesuatu pemberhentian untuk itu.

Si pembeli dengan janji membeli kembali. tetapi jika ada suatu janji seperti tersebut belakangan ini. 1573. meskipun ia tetap menikmati barangnya. maupun dengan meninggalnya pihak yang menyewa. Dalam hal sewa tanah. sebagaimana diharuskan oleh adat kebiasaan setempat mengenai pemberhentian-pemberhentian sewa. yang akibat-akibatnya diatur dalam pasal-pasal yang mengenai penyewaan-penyewaan dengan lisan. maka terjadilah dengan itu suatu sewa baru. Dalam halnya kedua pasal yang lalu. selama ganti rugi yang terutang belum dilunasi. Jika pihak yang satu telah memberitahukan kepada pihak yang lainnya bahwa ia hendak menghentikan sewanya. peringatan tersebut harus paling sedikit satu tahun sebelum pengosongan. Dengan dijualnya barang yang disewa. 1574. diwajibkan memperingatkan si penyewa sekian lama sebelumnya. Jika ada suatu perjanjian yang demikian. memaksa si penyewa mengosongkan barang yang disewa. 1577. untuk. sebelum ia dengan lewatnya tenggang waktu yang ditentukan untuk pembelian kembali. Perjanjian sewa tidak sekali-kali hapus dengan meninggalnya pihak yang menyewakan. . suatu persewaan yang dibuat sebelumnya. tidak dapat menggunakan kekuasaannya untuk memaksa si penyewa mengosongkan barang yang disewa. Jika. Seorang pembeli yang hendak menggunakan kekuasaan yang diperjanjikan dalam perjanjian sewa. ia tidak diwajibkan mengosongkan barang yang disewa. tidak meliputi kewajiban-kewajiban yang terbit dari perpanjangan sewa. si penyewa tidak berhak menuntut suatu ganti rugi apabila tidak ada suatu janji yang tegas. 1578.1572. tidaklah diputuskan kecuali apabila ini telah diperjanjikan pada waktu menyewakan barang. setelah berakhirnya suatu penyewaan yang dibuat dengan tulisan. menjadi pemilik mutlak. 1575. jika barangnya dijual. tidak dapat memajukan tentang adanya suatu penyewaan ulang secara diam-diam. maka si penyewa. penanggungan utang yang dibuat untuk sewanya. si penyewa tetap menguasai barang yang disewa dan dibiarkan menguasainya. 1576.

apabila pembetulan-pembetulan itu terpaksa dilakukan karena keadaan rusak dari barang yang disewa atau karena keadaan memaksa. pembetulan-pembetulan tersebut harus dipikul oleh pihak yang menyewakan. dan . yang ia pada waktu dilakukannya suatu penyitaan. Jika tidak ada perjanjian. kecuali apabila ia memberikan cukup jaminan untuk pembayaran uang sewa. maka ia diwajibkan sebelum itu memberitahukan tentang kehendaknya untuk menghentikan sewanya sebegitu lama sebelumnya. Meskipun demikian. dengan perabot rumah secukupnya. Menjaga kebersihan sumur-sumur. dapat dipaksa untuk mengosongkan rumah itu. kunci-kunci dalam. 1584. berutang pada si penyewa pertama. Pihak yang menyewakan tidak dapat menghentikan sewa dengan menyatakan hendak memakai sendiri barang yang disewakan. sebagaimana ditetapkan dalam pasal 1578. kecuali jika telah diperjanjikan sebaliknya. Jika dalam perjanjian sewa telah disetujui bahwa pihak yang menyewakan akan mempunyai kekuasaan memakai sendiri rumah atau tanah yang disewakan.1579. baik didalam maupun diluar rumah dan segala sesuatu yang dianggap termasuk itu. 1582. Si penyewa yang tidak memperlengkapi sebuah rumah yang disewa. maka dianggap sebagai demikian pembetulanpembetulan pada lemari-lemari toko. atau menurut kebiasaan-kebiasaan setempat. menurut kebiasaan setempat. Seorang penyewa kedua tidaklah berwajib membayar kepada si pemilik lebih dari jumlah harga sewa dari penyewaan kedua. kolam-kolam hujan. 1580. kecuali jika pembayaran-pembayaran itu telah dilakukan menurut suatu janji yang dinyatakan dalam dia punya perjanjian sewa. kaca-kaca jendela. dan dengan tak diperbolehkan ia memajukan pembayaran-pembayaran yang dilakukan sebelumnya. 1583. Pembetulan-pembetulan kecil dan sehari-hari dipukul oleh si penyewa. tutupan jendela. BAGIAN KE TIGA Tentang aturan-aturan yang khusus berlaku bagi sewa rumah dan perabot rumah 1581.

sebuah tempat kediaman seluruhnya. tiap bulan.tandas-tandas dibebankan kepada pihak yang menyewakan. 1585. Penyewaan kamar-kamar yang diperlengkapi dengan mebel harus dianggap telah dilakukan milik tahunan. tetap menguasai barang yang disewa. BAGIAN KE EMPAT Tentang aturan-aturan yang khusus berlaku bagi sewa tanah 1588. dan tak dapatlah ia meninggalkan barang yang disewa. untuk harian. maka dianggaplah si penyewa itu tetap memegang barang yang disewakan atas dasar syarat-syarat yang sama. jika tidak ada suatu janji. apabila dibuat atas pembayaran sejumlah uang tiap tahun. melainkan hanya dalam hal-hal dan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum . maka penyewaan dianggap telah dibuat menurut kebiasaan setempat. untuk bulanan. dibebankan kepada pihak yang menyewa. apabila dibuat atas pembayaran sejumlah uang tiap bulan. jika tidak telah dijanjikan sebaliknya. yang dilakukan menurut kebiasaan setempat. atau tiap hari. apabila dibuat atas pembayaran sejumlah uang tiap hari. toko-toko atau ruangan-ruangan selalu disewakan menurut kebiasaan setempat. Jika tidak ternyata bahwa penyewaan dibuat atas sejumlah uang tiap tahun. Jika si penyewa sebuah rumah atau ruangan. maka hal itu tidaklah menjadi alasan untuk menambah atau mengurangi harga sewa. 1586. atau suatu ruangan lainnya. maupun dikeluarkan dari situ. harus dianggap telah dibuat untuk lamanya. setelah berakhirnya waktu sewa. Jika didalam suatu perjanjian sewa tanah disebutkan suatu keluasan yang kurang atau yang lebih daripada keluasan yang sungguh-sungguh. Menjaga kebersihan pipa-pipa asap. Sewa mebel untuk memperlengkapi sebuah rumah seluruhnya. sebagaimana rumah-rumah tempat-tempat kediaman. sedangkan pihak yang menyewakan tidak melawannya. yang ditentukan dalam suatu perjanjian tertulis. melainkan sesudahnya suatu pemberitahuan tentang penghentian sewa. sebuah toko. 1587. untuk waktu yang ditentukan oleh kebiasaan setempat.

melaporkan kepada si pemilik tentang segala peristiwa yang dilakukan didalam pekarangan-pekarangan yang disewa. apabila kenikmatan dari semua tahun telah diperjumpakan satu sama lain. maka pihak ini adalah berhak untuk. dan karena itu diterbitkan sesuatu kerugian bagi pihak yang menyewakan. Jika dalam suatu sewa untuk beberapa tahun. menuntut pembatalan sewa. maka si penyewa dapat menuntut suatu pengurangan uang sewa. maka si penyewa dibebaskan dari pembayaran seluruh jumlah harga sewa atau sebagian harga sewa menurut imbangan. penyimpanan yang telah disediakan untuk itu. Semua penyewa tanah diwajibkan menyimpan hasil-hasil tanahnya didalam tempat. jika ia memakai barang yang disewa untuk suatu tujuan lain dari tujuan yang dimaksudkan. disertai penggantian biaya.dalam bab kelima dari buku ini. kerugian dan bunga. 1589. atau. Jika si penyewa tanah tidak melengkapi taman yang diperlukan untuk penggembalaan atau tanah itu dengan hewan-hewan atau perkakas-perkakas penanaman. Hakim namun itu dapat mengizinkan si penyewa untuk sementara waktu. maka perkiraan tentang pengurangan uang sewa tidak dapat dilakukan selainnya pada waktu berakhirnya sewa. Si penyewa tanah diwajibkan. Jika ia tidak telah mendapat penggantian kerugian. . seluruh atau separuh penghasilan setahun telah hilang karena kejadian-kejadian yang tak dapat dihindarkan. sedangkan penghasilan telah hilang seluruhnya atau separuh. atas ancaman penggantian biaya kerugian dan bunga. pada umumnya. 1590. jika ia berhenti melakukan penggembalaan atau penanaman. menahan sebagian dari uang sewa. 1591. jika ia tidak memenuhi janji-janji yang dibuat dalam perjanjian sewa. Jika sewa hanya dilakukan untuk satu tahun. atau dalam hal itu tidak berlaku sebagai seorang bapak rumah yang baik. menurut keadaan. 1593. menurut kerugian yang telah diderita. 1592. Pemberitahuan ini harus dilakukan didalam tenggang yang sama sebagaimana ditentukan antara waktu gugatan dan hari menghadapnya di muka sidang Pengadilan. kecuali jika ia telah memperoleh penggantian kerugian karena penghasilan tahun-tahun yang lalu. menurut jaraknya tempat-tempat. selama waktu sewa.

asal si penyewa tidak lalai menyerahkan kepada si pemilik bagiannya dari penghasilan. dianggap sebagai dibuat untuk sekian tahun. Sewa tanah pertanian. Janji tersebut di atas tidak meliputi kejadian-kejadian luar biasa. 1598.Apabila kerugiannya kurang dari separuh. Si penyewa tidak dapat diberikan pengurangan apabila kerugian penghasilan itu diderita setelah penghasilan ini dipisahkan dari tanah. kemarau yang terlalu lama. gempa bumi. sebidang kebun buahbuahan. yang ditanami berganti-ganti dengan bermacammacam tanaman. Begitu pula si penyewa tidak dapat menuntut sesuatu pengurangan. sepertinya: kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh peperangan atau kebanjiran yang tidak biasa menimpa negeri ini. dihitung sebagai dibuat untuk satu tahun. hal yang menyebabkan kejadian sudah ada dan sudah diketahui sewaktu perjanjian sewa dibuat. kilat atau rontoknya bunga dari pohon sebelum waktunya. kecuali jika dalam perjanjian sewa bagi si pemilik harus memikul bagiannya dalam kerugian. dihitung telah dibuat untuk sekian lama waktu. Jika setelah berakhirnya suatu sewa yang dibuat tertulis. sepertinya: peletusan gunung. 1594. dan semua tanah lain yang hasilnya dikumpulkan seluruhnya didalam waktu satu tahun. maka ia tidak berhak atas sesuatu pengurangan . 1597. baik yang dapat diduga maupun yang tak dapat diduga. menurut adanya macam tanaman. 1595. Demikianlah maka sewa sebidang padang rumput. kecuali jika si penyewa telah menyanggupi untuk memikul akibat dari semua kejadian. 1596. jika. Dengan suatu janji yang dinyatakan dengan tegas si penyewa dapat dipertanggungjawabkan tentang kejadian-kejadian yang tak dapat diduga. yang dibuat dengan tidak memakai tulisan. sebagaimana dibutuhkan oleh si penyewa untuk mengumpulkan semua hasil dari tanah yang disewa. si penyewa . hama-hama yang merusak penghasilan. Sewa tanah. Janji yang sedemikian namun itu hanya dianggap dibuat untuk kejadian-kejadian biasa yang tak dapat diduga.

melakukan pekerjaan dengan menerima upah. dan dibiarkan menguasainya. baik yang mengenai penanaman untuk tahun yang akan datang. Begitu pula si penyewa.tetap menguasai barangnya. jika ia menerimanya pada waktu mulai sewanya. mengikatkan dirinya untuk di bawah perintah pihak yang lain si majikan. maka akibat-akibat sewa yang baru diatur dalam pasal yang lalu. menurut suatu perkiraan yang akan dibuat. dan jika itu tidak ada. diwajibkan bantu-membantu sedemikian rupa hingga memudahkan keluarnya yang satu dan masuknya yang lain. Pemborongan pekerjaan adalah perjanjian. dengan mana pihak yang satu. maupun yang mengenai pemungutan hasil-hasil yang masih berada di ladang. yang diatur oleh ketentuan-ketentuan yang khusus untuk itu dan oleh syarat-syarat yang diperjanjikan.*) 1601 b. si pemborong. “perjanjian kerja” antara majikan dan buruh secara perseorangan. 1601 a. Selain perjanjian-perjanjian untuk melakukan sementara jasa-jasa. si buruh. oleh kebiasaan. maupun lagi yang mengenai hal-hal lain. 1599. perjanjian perburuhan dan pemborongan pekerjaan. . Si penyewa yang sewanya berakhir dan orang yang menggantinya. mengikatkan diri untuk menyelenggarakan suatu pekerjaan bagi *) Menurut UU 21/1954: “perjanjian perburuhan” diadakan antara majikan dan “serikat buruh”. namun si pemilik dapat meminta supaya jerami dan gemuk tersebut ditinggalkan padanya. dan meskipun ia tidak telah menerimanya. 1600. segala sesuatu menurut kebiasaan setempat. apabila ia berangkat. Perjanjian perburuhan adalah perjanjian dengan mana pihak yang satu. BAB KE TUJUH A Tentang perjanjian-perjanjian untuk melakukan pekerjaan BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1601. harus meninggalkan jerami dan gemuk dari tahun yang lalu. untuk sesuatu waktu tertentu. maka adalah dua macam perjanjian dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk melakukan pekerjaan bagi pihak yang lainnya dengan menerima upah.

dan ketentuan-ketentuan dari bagian ke enam akan berlaku baginya. maka bertakulah ketentuan-ketentuan perihal perjanjian perburuhan. yang tanda-tandanya ikut terkandung didalamnya itu. dengan pengecualian ketentuan-ketentuan bagian ke enam dari bab ini. atau jika sewaktu dibuatnya perjanjian pemborongan. jika ada pertentangan di antara ketentuan-ketentuan ini. BAGIAN KE DUA Tentang perjanjian perburuhan umumnya 1601 d. maka biaya akta beserta lain-lain biaya tambahan harus dipikul oleh majikan. 1601 c. 1601 e. Uang panjar hanya dapat dikurangkan dari upah. maka ketentuan-ketentuan perihal perjanjian perburuhan akan berlaku terhadap baik perjanjian-perjanjian tersebut kesemuanya. maka perjanjian ini dianggap tetap memiliki sifat-sifatnya sebagai pemborongan pekerjaan. Jika suatu pemborongan pekerjaan diikuti oleh beberapa perjanjian yang semacam. sedangkan perjanjian telah dibuat untuk waktu lebih lama atau untuk waktu tak tertentu. Apabila suatu perjanjian perburuhan dibuat tertulis. sedemikian bahwa pemboronganpemborongan itu kesemuanya dapat dianggap sebagai satu perjanjian perburuhan.pihak yang lain. maka tidak satu pihak berhak karenanya meniadakan perjanjian dengan menyuruh memiliki atau dengan mengembalikan uang panjar itu. Tetapi jika dalam hal yang demikian itu perjanjian yang pertama dibuat sebagai suatu percobaan. maupun masing-masing perjanjian tersendiri. Jika pada waktu membuat perjanjian diberikan dan diterima suatu panjar. maka berlakulah baik ketentuan-ketentuan perihal perjanjian perburuhan. dengan menerima suatu harga yang ditentukan. pihak yang memborongkan. Terhadap perjanjian-perjanjian perburuhan yang dibuat oleh seorang . jika hubungan kerja telah berlangsung untuk waktu yang tidak melebihi tiga bulan. maupun ketentuanketentuan perihal perjanjian lain. ternyata maksud kedua belah pihak untuk membuat beberapa perjanjian lagi yang semacam. Jika suatu perjanjian mengandung tanda-tanda suatu perjanjian perburuhan beserta tanda-tanda suatu perjanjian dari lain jenis. 1601 f. meskipun tiap kali dengan sesuatu waktu selang.

maka si belum dewasa diwajibkan menyerahkan surat-kuasa kepada si majikan. Ia berhak memakai apa yang diterimanya atau apa yang ia berhak menuntut berdasarkan perjanjian perburuhan tersebut.perempuan yang bersuami sebagai buruh. Sekadar tidak secara tegas dikecualikan dengan dibuatnya syarat-syarat tertentu. maka. termasuk pula memberikan pembebasan-pembebasan dan menghadap di muka Hakim. Jika seorang belum dewasa yang belum cakap untuk membuat suatu perjanjian perburuhan. kuasa itu harus diberikan di hadapan si majikan atau siapa yang mewakilinya. dengan tiada perlawanan dari pihak wakilnya menurut undang-undang. Kuasa tersebut tak dapat diberikan dengan bersyarat. baik dengan lisan maupun tertulis. Oleh karena itu maka ia dapat melakukan sendiri semua perbuatan yang berdasarkan perjanjian tadi. undang-undang menganggap bahwa ia telah mendapat perizinan dari suaminya. dengan tidak memakai bantuan suaminya. Seorang belum dewasa adalah cakap membuat perjanjian perburuhan sebagai buruh. 1601 h. Jika si belum dewasa belum berusia genap delapan belas tahun. dengan tidak mengurangi ketentuan dalam ayat ke tiga pasal 1602. guna kepentingan keluarga. f. si belum dewasa dipersamakan dengan orang yang dewasa. Jika kuasa diberikan tertutis. Suatu kuasa lisan hanya dapat berlaku untuk pembuatan suatu perjanjian perburuhan tertentu. yang harus segera mengirimkan suatu salinan yang ditandatangani kepada si belum dewasa dan pada waktu berakhirnya hubungan kerja mengembalikan surat kuasa tersebut kepada si belum dewasa atau orang-orang yang mendapat hak daripadanya. 1601 g. jika ia untuk itu dikuasakan oleh wakilnya menurut undang-undang. kecuali jika kepada Hakim ternyata bahwa orang tersebut tidak mampu menyatakan ke hendaknya. Namun itu ia tidak dapat menghadap dimuka Hakim jika tidak dibantu oleh orang yang diwajibkan mewakilinya menurut undang-undang. maka didalam segala hal yang mengenai perjanjian perburuhan yang dibuat berdasarkan kuasa yang telah diberikan itu. telah membuat suatu perjanjian dan karena itu selama enam minggu telah melakukan pekerjaan di bawah perintah majikan. maka dianggaplah ia .

selama suatu waktu disediakan untuk dibaca dengan cuma-cuma oleh si buruh. maka dapatlah ia dalam jangka waktu empat minggu setelah ia mengetahui penetapan itu. Surat reglemen yang ditetapkan oleh si majikan hanya mengikat si buruh jika si buruh ini secara tertulis telah menyatakan menyetujui reglemen tersebut dan selainnya itu telah dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1e. 1601 i. Suatu perjanjian perburuhan antara suami-istri adalah batal. maka reglemen baru atau reglemen yang lelah diubah ini hanyalah berlaku bagi si buruh. Jika selama hubungan kerja ditetapkan suatu reglemen atau reglemen yang telah ada diubah. tidak dapat menyetujuinya. adalah batal. Jika si buruh. 2e. sebelumnya ditetapkan. jika suatu lembar lengkap dari rancangan reglemen atau perubahan-perubahan yang dirancangkan. ditetapkan. tersedia untuk dibaca oleh umum. Penyerahan dan pembacaan reglemen di Kementerian Perburuhan adalah dengan cuma-cuma. menuntut di muka Hakim supaya perjanjian perburuhan dibatalkan. Hakim memutus dalam angkatan terakhir dan ia akan mengabulkan tuntutan. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dalam pasal ini. Setiap orang berkepentingan dapat memperoleh suatu salinan dan reglemen tersebut dengan cuma-cuma. bahwa suatu lembar lengkap dari reglemen tersebut ditempelkan dan tetap berada di suatu tempat yang mudah dapat didatangi si buruh. bahwa oleh atas nama si majikan telah diserahkan kepada Kementerian Perburuhan suatu lembar lengkap dari reglemen tersebut yang ditandatangani oleh si majikan.telah dikuasakan dengan lisan oleh wakilnya itu untuk membuat perjanjian perburuhan tersebut. Setelah pihak lawan diperiksa atau dipanggil secara sah. bahwa selembar lengkap dari reglemen tersebut dengan cuma-cuma oleh atau atas nama si majikan telah diberikan kepada si buruh. sehingga ia dapat memikir masak-masak tentang isinya. 1601 k. setelahnya reglemen baru atau reglemen yang diubah. hingga dapat dibaca dengan terang. 3e. sedapat mungkin dalam ruangan bekerja. kecuali jika ia berpendapat bahwa si buruh tidak atau tidak sebegitu . 1601 j.

satu bulan atas dua puluh lima hari dan satu tahun atas tiga ratus hari. Dalam menunggu putusan Hakim dan apabila gugatan ditolak. jika tidak terdapat ukuran seperti itu. dan suatu perkumpulan buruh atau lebih yang berbentuk badan hukum. . satu minggu atas enam hari. yang bertentangan dengan suatu perjanjian perburuhan kolektif yang mengikat mereka kedua. 1601 l. sedangkan reglemen baru atau reglemen yang diubah adalah sah sejak hari ia mulai berlaku. 1601 o.banyak dirugikan oleh reglemen baru atau reglemen yang diubah. adalah batal. dihitung selarna tiga puluh hari kerja yang telah lalu. satu hari ditetapkan atas sepuluh jam. tempat dan waktu. maka sebagai upah harus diambil upah yang biasa untuk pekerjaan yang paling menyerupai. apabila perjanjian khusas ini dibuat tertulis. hubungan kerja berlangsung terus. 1601 n. 1601 m. Jika upah seluruhnya atau sebagian ditetapkan secara lain daripada menurut waktu. maka bagi pemakaian bab ini. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dalam pasal ini adalah batal. mengingat sifat. Hakim menetapkan pada saat mana hubungan kerja akan berakhir dan si buruh berhak atas suatu ganti rugi berdasarkan apa yang ditentukan dalam pasal 1603 q dalam hal pengakhiran oleh si majikan. Suatu pernyataan dari pihak si buruh. Yang dinamakan perjanjian perburuhan kolektif ialah suatu peraturan yang dibuat oleh seorang majikan atau lebih atau pun suatu perkumpulan majikan atau lebih yang berbentuk badan hukum di satu pihak. tentang syarat-syarat pekerjaan yang harus diindahkan sewaktu membuat perjanjian perburuhan. dapat dibatalkan atas permintaan-pertnintaan masing-masing dari mereka yang menjadi pihak dalam perjanjian perburuhan kolektif. kecuali namun itu si majikan sendiri. dengan mana ia mengikatkan diri akan menyetujui tiap reglernen yang ditetapkan di kemudian hari atau tiap perubahan di dalam suatu reglemen yang telah ada. Jika gugatan dikabulkan. Tiap janji antara majikan dan buruh. maka sebagai upah harian yang ditetapkan dalam jumlah uang harus diambil upah rata-rata dari si buruh. Dari ketentuan-ketentuan reglernen hanyalah diperkenankan mengadakan penyimpangan dengan pembuatan suatu perjanjian khusus. Untuk menghitung upah seharinya yang ditetapkan dalam uang.

pemakaian sebuah mobil atau lain alat pengangkut atau seekor kuda atau lebih dengan cuma-cuma atau pun lain-lain tunjangan dalam pembiayaan rumah tangga yang semacam itu. pemakaian sebidang tanah. beserta bahan makanan. pekerjaan-pekerjaan atau jasa-jasa tertentu yang harus dilakukan oleh atau atas tanggungan si majikan guna keperluan si buruh. satu dan lain sekadar hasil-hasil atau bahan-bahan dasar maupun bahan-bahan pembantu itu termasuk keperluan hidup utama bagi si buruh dan keluarganya. piranti atau perkakas dalam perusahaan si buruh. 6e. maka si buruh berhak atas upah yang sedemikian sebagaimana biasa . suatu jumlah tertentu dari hasil-hasil perusahaan atau dari bahan-bahan dasar maupun bahan-bahan pembantu yang dipakai dalam perusahaan tersebut. sekadar tidak termasuk nomor-nomor yang lalu. pemakaian piranti atau alat-alat. pakaian yang harus dikenakan oleh buruh-buruh pada waktu mereka melakukan pekerjaan. 8e. dan bagaimana pun dengan pengecualian minuman keras dan candu. Upah buruh-buruh yang tidak bertinggal pada si majikan. 5e. penerangan dan pemanas yang harus dipakai di tempat dimana barang-barang itu diberikan. 4e. makanan yang harus dimakan. 3e. Jika dalam perjanjian atau dalam reglemen tidak ditetapkan suatu upah tertentu. pemakaian sebuah rumah atau bagian rumah yang ditunjuk. 7e. kepunyaan si buruh atau salah seorang anggota keluarganya. pemberian gaji selama suatu waktu cuti setelah sesuatu masa kerja tertentu atau hak atas pengangkutan dengan cuma-cuma ke tempat asalnya atau ke tempat cuti pulang-pergi.1601 p. uang. 1601 q. tidak boleh ditetapkan lain selainnya dalam le. baik untuk penggembalaan maupun untuk mengandangkan sejumlah hewan tertentu dari suatu jenis. pengobatan dengan cuma-cuma bagi si buruh dan keluarganya. atau dapat dipakai sebagai bahan dasar atau bahan pembantu. pemakaian seorang pelayan atau lebih dengan cuma-cuma. 2e. begitu pula pemeliharaannya.

maka tidak suatu perikatan pun dilahirkan dari perbuatan itu. Jika kebiasaan seperti itu tidak ada. menurut keadilan.untuk pekerjaan yang dijanjikan pada waktu perjanjian dibuat dan di tempat dimana pekerjaan tersebut harus dilakukan. sebagaimana dimaksudkan dalam pasal yang lalu. dengan mana si buruh ini mengikatkan dirinya untuk menggunakan upah atau lain-lain pendapatannya atau sebagian daripadanya menurut suatu cara tertentu. maka upah harus ditetapkan. Tidak diperbolehkan dan batal adalah tiap janji antara si majikan atau pegawai maupun kuasanya di satu pihak dan seorang buruh yang bekerja di dibawah salah seorang dari mereka di lain pihak. jika ia mengabulkan tuntutan si buruh. 1601 r. telah membuat se suatu perjanjian dengan si majikan. dengan tiada kewajiban mengembalikan apa yang telah diberikan kepadanya untuk memenuhi perjanjiannya. Seluruh upah yang akan harus dibayar karena itu namun itu tidak boleh melampaui upah yang dihitung menurut ketentuan-ketentuan pasal yang lalu dengan sepertiga. Si buruh adalah berhak menuntut kembali dari si majikan apa yang telah dideritanya atau dibayarnya sebagai perhitungan terhadap upahnya. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dari pasal ini adalah batal. yang ditetapkan dalam undang-undang. dengan mana si buruh mengambil bagian dalam suatu dana. asal dana tersebut memenuhi syarat-syarat. 1601 t. berkuasa membatasi penghukuman sampai suatu jumlah sebagaimana dianggapnya adil . maka upah itu harus dinilaikan atas suatu jumlah berupa uang dan dianggap sebagai telah ditetapkan atas sejumlah yang lima kali lipat jumlah tersebut. Dari ketentuan ini dikecualikan janji. Jika si buruh karena sesuatu janji yang tak diperbolehkan dan batal. atau pun untuk membeli barang-barang keperluannya di suatu tempat atau dari seorang tertentu. 1601 s. dengan mengingat keadaan. Meskipun demikian Hakim. Sekadar upah telah ditetapkan berlainan dengan apa yang diperizinkan menurut pasal 1601 p.

harus ditetapkan pada suatu jumlah tertentu. Tiap hak dari si buruh untuk menuntut sesuatu yang berdasarkan pasal ini gugur setelah lewat enam bulan. Denda-denda tersebut tidak boleh membawa keuntungan pribadi bagi si majikan sendiri atau bagi siapa yang dikuasakan olehnya untuk menjatuhkan denda kepada si buruh. tetapi hanya mengenai buruh-buruh yang upahnya berupa uang berjumlah lebih dari delapan rupiah sehari. jika ketentuan-ketentuan itu ditunjuk dengan tegas dan lagi dendanya disebutkan di dalam perjanjian atau reglemen. yang diperjanjikan dalam suatu reglemen atau dalam suatu perjanjian. namun paling sedikit sampai jumlah sebesar kerugian yang diderita oleh si buruh. Namun itu. harus menyebutkan dengan saksama untuk apa denda-denda itu diperuntukkannya. sebagai disebutkan di atas. maka Hakim senantiasa berkuasa menetapkan denda pada suatu jumlah yang kurang. Ketentuan dari ayat kedua juga berlaku dalam hal ini. dalam mana upah yang berupa uang telah ditetapkannya. ke tiga dan ke empat. dengan mana telah diperjanjikan denda. . Didalam satu minggu kepada seorang buruh tidak boleh dikenakan denda-denda yang jumlahnya melebihi upahnya yang ditetapkan dalam uang untuk satu hari. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dari pasal ini adalah batal. 1601 u. Si majikan hanya dapat menetapkan denda atas pelanggaran ketentuan-ketentuan dari suatu perjanjian yang dibuat tertulis atau dari suatu reglemen. Tiap denda. Jika itu terjadi. menurut taksiran Hakim. telah membuat sesuatu perjanjian dengan seorang lain daripada si majikan. Perjanjian atau reglemen. diperbolehkan dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen diadakan penyimpangan dari ketentuan ayat ke dua. yang dinyatakan dalam mata uang.mengingat keadaan. jika denda yang telah ditetapkan menurut pendapatnya lebih dari sepantasnya. maka ia berhak menuntut dari si majikan jumlah yang karena itu telah dibayarkannya atau yang masih terutang. Jika si buruh karena suatu janji yang tidak diperbolehkan dan batal. Tidak satu denda tersendiri pun boleh ditetapkan lebih dari jumlah ini.

Tiap janji yang bertentangan dengin ketentuan ini adalah batal. si buruh dirugikan secara tidak adil oleh janji tersebut. jika menurut .Termasuk hal menetapkan dan memperjanjikan denda dalam arti pasal ini adalah hal memperjanjikan hukuman. 1601 v. Hakim diperbolehkan atas tuntutan si buruh atau karena dimintanya dalam pembelaannya di dalam suatu perkara. atau jika ia dengan sengaja atau karena kesalahannya telah memberi suatu alasan yang mendesak kepada si buruh untuk mengakhiri hubungan kerjanya. maka Hakim akan menetapkan suatu jumlah uang menurut keadilan. demikian pun tidak. Si majikan tidak dapat memperoleh hak-hak dari suatu janji sebagai yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. sedangkan si buruh ini telah mempergunakan kekuasaan itu. seperti yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. 1601 w. jika Hakim atas permintaan atau tuntutan si buruh telah menyatakan bubarnya perjanjian berdasarkan suatu alasan yang mendesak. maka Hakim senantiasa berkuasa menetapkan ganti rugi. Jika oleh si majikan telah diperjanjikan suatu ganti rugi dari si buruh manakala si buruh ini melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan sesuatu janji. hanyalah sah apabila janji itu dibuat dalam suatu perjanjian tertulis atau dalam suatu reglemen. Untuk satu perbuatan tidak diperbolehkan si majikan memungut denda sambil menuntut pula ganti rugi. dengan mana pihak yang belakangan ini dibatasi dalam kekuasaannya untuk setelah berakhirnya hubungan kerja melakukan pekerjaan dengan sesuatu cara. jika ia telah mengakhiri hubungan kerja secara melanggar hukum. sebagaimana dimaksudkan dalam Bagian ke sepuluh dari Bab pertama Buku ini. Jika salah satu pihak dengan sengaja atau karena salahnya telah berbuat berlawanan dengan salah satu kewajibannya dan kerugian yang karenanya diderita oleh pihak lawan tidak dapat dinilaikan dengan uang. 1601 x. dengan seorang buruh yang dewasa. pada suatu jumlah yang kurang. meniadakan seluruhnya atau sebagian suatu janji seperti itu dengan alasan bahwa dibandingkan dengan kepentingan si majikan yang harus dilindungi. sebagai ganti rugi. yang diberikan kepada si buruh karena kesengajaan atau kesalahan si majikan. Suatu janji antara si majikan dan si buruh.

1602a. Upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu. kecuali jika sakit atau kecelakaan tersebut disebab kesengajaan atau tak susila si buruh atau suatu akibat dari suatu cacat badan tentang mana ia sewaktu membuat perjanjian dengan sengaja memberikan keterangan-keterangan palsu kepada si majikan. atau berdasarkan sesuatu pertanggungan maupun sesuatu dana yang ia diwajibkan turut serta menurut sesuatu janji dalam perjanjian perburuhan atau menurut apa yang dapat disimpulkan dari perjanjian tersebut.pendapatnya jumlah yang diperjanjikan itu lebih dari sepantasnya. Jika dalam hal yang sedemikian si buruh berhak atas sesuatu ganti rugi berupa uang atau sesuatu pembayaran berdasarkan sesuatu peraturan sakit atau kecelakaan yang diharuskan oleh undang-undang. telah berhalangan melakukan pekerjaannya. BACAAN KE TIGA Tentang kewajiban majikan 1602. Begitu pula si buruh tetap memiliki haknya atas upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu untuk waktu pendek yang harus dihitung menurut keadilan. Dalam keadaan-keadaan yang sangat istimewa termasuk. apabila ia baik karena pemenuhan suatu kewajiban yang diletakkan padanya oleh undang-undang atau penguasa Negara tanpa penggantian berupa uang yang tidak dapat dilakukan diluar waktu bekerja. Tiada upah yang harus dibayar untuk waktu selama mana si buruh tidak melakukan pekerjaan yang dijanjikan. 1602c. 1602b. harus dibayar sejak saat si buruh mulai bekerja hingga saat berakhirnya hubungan kerja. maka upah si buruh harus dikurangi dengan jumlah penggantian atau pembayaran tersebut. maupun karena keadaan-keadaan yang sangat istimewa yang terjadi diluar salahnya. Dicabut. apabila ia karena sakit atau karena suatu kecelakaam telah berhalangan melakukan pekerjaannya. Si majikan diwajibkan membayar kepada si buruh upahnya pada waktu yang telah ditentukan. Namun itu si buruh tetap memiliki haknya atas upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu untuk suatu waktu yang tidak sebegitu lama. untuk pemakaian . 1601y.

Dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat ditentukan bahwa pemberitahuan surat-surat bukti tersebut tidak akan dilakukan kepada masing-masing buruh tersendiri. maka berhaklah si buruh untuk meminta kepada si majikan diberitahukannya surat-surat bukti yang sedemikian sebagaimana diperlukannya untuk mengetahui keterangan tersebut. dengan pengertian bahwa sebagai upah harus diambil upah rata-rata yang seharusnya dapat diperoleh si buruh. ke enam dan ke tujuh dari pasal yang lalu adalah berlaku. Jika upah seluruhnya atau sebagian terdiri atas suatu jumlah yang digantungkan pada sesuatu keterangan yang harus dapat ternyata dari pemegangan buku si majikan. jika tidak berhalangan melakukan pekerjaannya. ke lima. jika ia telah bersedia melakukan pekerjaan yang dijanjikan tetapi si majikan tidak menggunakannya baik karena salahnya sendiri maupun bahkan karena halangan yang tak disengaja yang mengenai dirinya pribadi.pasal ini: hal istri si buruh melahirkan anak. Dari ketentuan-ketentuan pasal ini hanyalah diperbolehkan menyimpang dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen. Upah tersebut namun itu dikurangi dengan biaya yang telah dapat dihemat oleh si buruh karena ia tidak melakukan pekerjaannya. 1602d. Pemberitahuan-pemberitahuan surat-surat bukti oleh atau atas kuasa si . tetapi sebagai gantinya akan dilakukan kepada sejumlah buruh tertentu yang bekerja pada si majikan atau kepada seorang ahli atau lebih dalam hal pemegangan buku yang semuanya ditunjuk oleh para buruh secara tertulis. Begitu pula termasuk pemenuhan kewajiban yang diletakkan oleh undang-undang atau penguasa Negara hal melakukan hak pilih. begitu pula meninggalnya serta mengubumya salah seorang teman serumah atau salah seorang sanak keluarga dalam garis lencang tak terbatas dan dalam derajat kedua dari garis samping. maka berlakulah juga ketentuan-ketentuan pasal ini. Juga si buruh tidak kehilangan haknya atas upah yang ditentukan menurut lamanya waktu. 1602e. Ketentuan-ketentuan ayat ke dua. Jika upah yang berupa uang ditetapkan secara lain daripada menurut lamanya waktu.

tidak akan dibayarkan kepada si belum dewasa. Dengan tidak mengurangi berlakunya ayat ke empat. harus dilakukan dengan kewajiban merahasiakan oleh si buruh seperti diuraikan dalam ayat ke tiga. kuasa yang dimaksudkan dalam ayat ke satu dari pasal 1385 harus suatu kuasa tertulis. namun itu dengan pengertian bahwa. Kewajiban merahasiakan dihapuskan sekadar perlu. dengan mengingat ketentuan ayat ke dua. maka dapatlah diadakan penyimpangan dari ketentuan-ketentuan ayat ke satu bahkan dengan suatu cara lain daripada yang diterangkan dalam ayat ke dua. dianggap sebagai si buruh.majikan jika dikehendaki. Dalam hal-hal yang lain daripada yang dimaksudkan dalam ayat ke dua dan . upah yang ditetapkan dalam uang yang harus dibayarkan kepada si belum dewasa. tetapi sebagai gantinya harus dibayarkan kepada wakilnya menurut undang-undang sendiri. mengenai keuntungan yang diperoleh didalam perusahaannya si majikan atau di dalam sebagian dari perusahaan itu. 1602f. harus dibayarkan kepada wakilnya menurut undang-undang apabila orang ini secara tertulis melawan pembayarannya kepada si belum dewasa. yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. pemberian laporan yang dimaksudkan dalam ayat yang lalu. maka orang ini mengenai hal pembayaran upah atau bagian yang harus dibayarkan kepadanya. senantiasa kepada si buruh harus diberikan suatu laporan tertulis yang terang serta jelas. dimuat syarat bahwa upah yang ditetapkan berupa uang seluruhnya atau sebagian. Untuk pembayaran upah yang harus dibayar kepada si buruh. Pun jika tidak dimuat syarat yang demikian didalam surat kuasa dan bahkan dalam hal adanya kuasa lisan. Sekadar keterangan. jika laporan dibantah di muka Pengadilan. dari mana ternyata perhitungan jumlah yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. orang yang tersebut belakangan ini namun itu tak sekali-kali dapat mewajibkan merahasiakannya terhadap si buruh. dilakukan dengan kewajiban yang dinyatakan dengan tegas bahwa si buruh dan siapa yang menurut ayat yang lalu mewakilinya. jika dikehendaki. Jika di dalam kuasa tertulis yang disebutkan dalam pasal 1601g. harus merahasiakannya.

Tiada suatu pembatasan berlaku. Pembayaran upah sekadar ditetapkan dalam unsur-unsur yang lain daripada uang. selamanya dapat ditarik kembali. berlawanan dengan ketentuan-ketentuan pasal ini atau pasal berikut. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dalam pasal ini adalah batal. Suatu kuasa untuk menagih upahnya. Apabila upah yang ditetapkan dalam uang berjumlah lebih dari delapan rupiah.ayat ke tiga pasal ini. yang diberikan oleh si buruh dalam bentuk atau dengan nama apapun juga. 1602i. Namun itu untuk keresidenan-keresidenan tertentu atau bagian-bagian dari keresidenan-keresidenan dengan undang-undang dapat diadakan penyimpangan dari apa yang ditetapkan dalam ayat ke satu. Pembayaran upah yang ditetapkan dalam uang harus dilakukan dalam alat pembayaran yang sah di Indonesia. memberikan dalam gadai atau lain perbuatan dengan mana si buruh memberikan sesuatu hak atas upahnya kepada seorang pihak ketiga. yang menjadi hak orang yang melakukan penyitaan menurut undang-undang. maka terhadap jumlah ini pun penyitaan hanya sah untuk seperlima bagian tetapi untuk jumlah yang selebihnya dapat dilakukan penyitaan dengan tak terbatas. Pembayaran kepada orang-orang pihak ke tiga. menurut nilai dari kota dagang yang paling dekat dimana ada suatu nilai. si majikan dibebaskan secara sah dengan pembayaran kepada si belum dewasa. Jika terjadi penyitaan pada si majikan atas upah yang harus dibayarkan kepada si buruh. dilakukan menurut apa yang diperjanjikan dalam perjanjian atau reglemen. 1602h. jika penyitaan adalah untuk penagihan tunjangan nafkah. sedangkan upah yang ditetapkan dalam uang berjumlah delapan rupiah atau kurang sehari. maka penyitaan tersebut tidak berlaku untuk lebih dari seperlima bagian dari upah yang ditetapkan dalam uang tersebut. menurut apa yang . atau. jika di tempat tersebut tidak ada nilai. atau dalam hal yang dimaksudkan dalam pasal 1601 r. dengan pengertian bahwa upah yang ditetapkan dalam uang suatu negeri asing harus dihitung menurut nilai dari hari dan tempat dimana pembayaran dilakukan. hanyalah sah sekadar suatu penyitaan atas upahnya akan sah juga. 1602g. adalah batal. Menyerahkan.

bahwa dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat ditentukan bahwa pembayaran upah yang ditetapkan untuk suatu waktu yang lebih pendek dari setengah bulan harus dilakukan tiap-tiap kali . satu dan lain terserah kepada si majikan. untuk membatasi penghukuman sampai suatu jumlah yang dianggapnya adil mengingat keadaan-keadaan peristiwa. jika kantor itu terletak di tempat dimana bertinggal jumlah terbanyak daripara buruh. maupun di kantor si majikan. tiap-tiap kali setelah lewat satu triwulan. 1602k. jika upah ditetapkan untuk tiap. jika upah ditetapkan untuk suatu waktu yang lebih lama dari satu minggu tetapi lebih pendek dari satu bulan. 1602j. 16021. jika ia mengabulkan tuntutan si buruh. maka pembayaran itu harus dilakukan. sedangkan ia sendiri tidak diwajibkan mengembalikan apa yang telah diterimanya dengan pembayaran yang batal itu. baik di tempat dimana pekerjaan lazimnya dilakukan. tiap-tiap kali setelah lewat satu bulan. Tiap hak dari si buruh untuk menuntut sesuatu berdasarkan pasal ini gugur dengan lewatnya waktu enam bulan. sekadar dilakukan lain daripada yang ditentukan dalam kedua pasal yang lalu. jika upah ditetapkan untuk suatu waktu yang lebih lama dari satu bulan. Namun itu Hakim adalah berkuasa.ditetapkan disitu. tiap-tiap. Dari aturan ini hanyalah boleh diadakan penyimpangan sedemikian rupa. atau pun lagi di rumah si buruh. Jika tempat pembayaran upah tidak ditetapkan dalam perjanjian atau reglemen atau oleh kebiasaan. bulan. tetapi paling banyak sampai jumlah pada mana kerugian yang diderita oleh si buruh dinilaikannya. Pembayaran upah yang ditetapkan dalam uang menurut lamanya waktu harus dilakukan sebagai berikut : jika upah ditetapkan untuk tiap minggu atau suatu waktu yang lebih pendek. kali setelah lewatnya waktu untuk mana upah telah ditetapkan. tiap-tiap kali setelah lewat satu minggu. Si buruh tetap memiliki haknya untuk menuntut upahnya yang terutang dari si majikan. adalah batal. Pembayaran upah.

Sekadar keterangan yang dimaksud dalam ayat satu mengenai keuntungan yang diperoleh dali perusahaan si majikan atau dalam sebagian dari perusahaan itu. senantiasa boleh diperpendek oleh kedua belah pihak dengan kata sepakat. Jika upah yang berupa uang sebagian ditetapkan menurut lamanya waktu. maka untuk . harus terjadi dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan pasal yang lalu. dan bahwa pembayaran upah yang ditetapkan untuk suatu bulan harus dilakukan tiap-tiap kali setelah lewatnya satu triwulan. dengan pengertian bahwa upah ini harus dianggap telah ditetapkan menurut waktu yang lazim dipakai dalam menentukan upah untuk pekerjaan yang paling mirip dengan pekerjaan untuk mana upahnya harus dibayar itu. Sekadar upah yang ditentukan dalam uang terdiri atas suatu jumlah yang digantungkan pada sesuatu keterangan yang harus dapat ternyata dari pemegangan buku si majikan. Pembayaran upah yang ditetapkan dalam uang tetapi tidak menurut lamanya waktu. 1602n. 1602o. Pembayaran upah dari buruh-buruh yang tinggal pada si majikan harus terjadi. dan untuk sebagian lagi ditetapkan secara lain. dengan pengertian bahwa pembayaran paling sedikit harus dilakukan sekali setahun. Tenggang-tenggang waktu pembayaran. menurut sifat. dengan penyimpangan sekadarnya dari ketentuan-ketentuan di atas. 1602m. kecuali jika dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen telah diperjanjikan bahwa pembayaran akan terjadi menurut ketentuan-ketentuan ayat ke satu. tempat dan waktu. pembayarannya harus dilakukan tiap kali apabila jumlah upah itu telah dapat ditetapkan. tiap-tiap kali setelah lewatnya waktu yang ditentukan oleh kebiasaan setempat. atau pun jika upah ditetapkan sebagian demi sebagian menurut beberapa waktu yang berbeda-beda.setelah tewatnya waktu setengah bulan. yang ditetapkan dalam pasal ini atau berdasarkan pasal ini. sedangkan menurut sifat perusahaan atau kebiasaan keuntungan tersebut baru ditetapkan setelah lewatnya waktu yang lebih dari satu tahun maka dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat diperjanjikan bahwa pembayaran akan dilakukan tiap kali setelah diadakan penetapan itu.

Namun itu. akan dibayar suatu bagian tertentu dari upahnya. ganti-rugi yang ia wajib bayar kepada si majikan. tambahan mana untuk hari kerja ke empat sampai dengan hari kerja ke delapan berjumlah lima persen sehari dan untuk tiap-tiap hari seterusnya satu persen dengan pengertian bahwa tambahan karena kelambatan itu sekali-kali tidak boleh melebihi separuh dari jumlah yang terutang. dengan tidak mengurangi perhitungan yang tetap.masing-masing bagian itu berlakulah ketentuan-ketentuan dari pasal-pasal 16021 sampai 1602n. 1602m dan 1602o pembayaran itu harus dilakukan. tidak dibayar paling lambat pada hari kerja ke tiga setelah hari pada mana menurut pasal-pasal 1602l. Namun itu Hakim adalah berkuasa membatasi tambahan sampai suatu jumlah yang dianggapnya adil mengingat keadaan-keadaan peristiwa. 2o. Suatu janji dengan mana diadakan penyimpangan dari sesuatu ketentuan dalam pasal ini hanyalah sah terhadap buruh-buruh yang upahnya berupa uang ada berjumlah lebih dari delapan rupiah sehari. Jika upah yang ditetapkan dalam uang atau bagian dari upah itu yang merupakan sisa setelahnya dipotong apa yang tidak usah dibayar apa yang dituntut oleh pihak-pihak ke tiga menurut ketentuan-ketentuan bab ini. dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat diperjanjikan bahwa tiap kali. Selain pada waktu berakhirnya hubungan kerja. mengingat sifat. maka si buruh berhak. denda-denda yang ia wajib bayar kepada si majikan menurut pasal . seluruh jumlah upah yang terutang harus dilunasi. atas suatu tambahan upah karena kelambatan. tempat dan waktu. yang berjumlah paling sedikit tiga seperempat dari upah yang biasa dibayar untuk pekerjaan yang paling mirip dengan pekerjaan yang bersangkutan. 1602q. 1602p. mengenai upah yang ditetapkan dalam uang tetapi digantungkan pada hasil pekerjaan yang harus dilakukan. pada hari pembayaran pertama pada mana itu dapat dilakukan. Pada tiap pembayaran. 1602r. jika tidak dilakukan pembayaran ini disebabkan kesalahan si majikan. maka terhadap tuntutan pembayaran upah hanyalah diperbolehkan mengadakan perjumpaan utang tentang utang-utang si buruh yang berikut: 1o.

suatu ruangan. biaya perawatan dan pengobatan yang menurut pasal 1602x harus dipikul oleh si buruh. 6o. Tiap janji dengan mana kepada si majikan diberikan suatu kekuasaan yang . bahan-bahan dasar dan bahan-bahan pembantu tersebut di lain tempat.1601u. asal oleh si majikan ini diberikan sepucuk surat bukti yang menerangkan jumlah tiap-tiap denda. 3o dan 5o. sedangkan harga itu tidak melebihi pula harga untuk mana si buruh dapat membeli barang-barang keperluan rumah tangga. iuran untuk suatu dana yang menurut ayat ke dua dari pasal 1601s. 7o. telah dipenuhi oleh si majikan untuk keperluan si buruh:. beserta bahan-bahan dasar dan bahan-bahan pembantu yang dipakai si buruh dalam perusahaannya sendiri. 4o. jumlah yang telah dibayar secara kelebihan atas upah. yang dengan suatu perjanjian tertulis telah disewakan oleh si majikan. persekot-persekot atas upah. serta kapan dan sebabnya denda itu dikenakan dengan penyebutan ketentuan reglemen atau perjanjian tertulis yang telah dilanggar. 8o. 5o. satu dan lain yang oleh si majikan telah diserahkan kepada si buruh. yang diberikan oleh si majikan berupa uang kepada si buruh. harga pembelian barang-barang keperluan rumah tangga biasa dan sehari-hari. asal penyerahan itu dapat dinyatakan dari suatu keterangan tertulis diberikan oleh si buruh yang menyebutkan sebab serta jumlah utang dan lagi asal si majikan tidak meminta untuk barang-barang itu lebih dari harga pembelian. dalam mana tidak termasuk minuman keras dan candu. Untuk apa yang si majikan sedianya akan dapat menuntut berdasarkan nomor-nomor 2o. untuk apa yang ia seluruhnya dapat menjumpakan berdasarkan ketentuan-ketentum pasal ini. harga sewa sebuah rumah. 3o. perjumpaan utang tidak boleh melampaui dua seperlima dari jumlah yang sama. maka pada tiap-tiap pembayaran tidak diperbolehkan ia menjumpakan lebih dari seperlima bagim dari upah yang ditetapkan dalam uang yang sedianya harus dibayar. asal itu ternyata dari suatu keterangan sebagai tersebut dalam nomor yang lalu. sebidang tanah atau piranti maupun perkakas yang dipakai si buruh dalam perusahaannya sendiri.

memenuhi ibadat-ibadat agamanya. 1602v. dengan tidak dipotong upahnya. bahwa dalam perusahaan itu atau dalam bagian-bagian maupun babakan-babakan dari perusahaan-perusahaan itu paling sedikit diberikan dua hari Minggu libur dalam satu bulan. Si majikan diwajibkan kepada buruh-buruh yang bertinggal padanya. maka si majikan diwajibkan. jika itu tidak ada. adalah batal. sedangkan jumlah hari libur dalam satu tahun paling sedikit 52 hari. sedangkan halangan ini tidak disebabkan oleh perbuatan si buruh sendiri. bahwa kewajiban si majikan ini akan dikecualikan atau dibatasi. asal dalam satu bulan paling sedikit diberikan dua hari Minggu libur. menurut kebiasaan setempat. si majikan adalah berhak untuk menyimpang dari ketentuan dalam ayat yang lalu.lebih luas untuk menjumpakan utang adalah batal. 1602u. Tiap janji yang kiranya dapat mengakibatkan. Si majikan. sekadar ini ditetapkan dalam perumahan. dalam kedua-dua hal secara yang ditetapkan dengan perjanjian atau. 1602s. yang untuk sementara waktu berhalangan memenuhi upah. begitu pula menikmati istirahat dari pekerjaannya. Jika berhubung dengan syarat-syarat istimewa dari perusahaan-perusahaan tertentu sepatutnya tidak dapat diharapkan. 1602t. Jika sifat pekerjaan menghendakinya. asal menurut syarat-syarat kesehatan dan kesusilaan baik. maka dengan izin sebelumnya dari Menteri Sosial bagi buruh-buruh atau golongan-golongan buruh . yang jumlahnya ditetapkan dengan perjanjian atau jika tidak ada suatu perjanjian. Jika upah si buruh seluruhnya atau sebagian ditetapkan dalam perumahan. makan dan lain-lain keperluan hidup. Si majikan diwajibkan mengatur pekerjaan sedemikian rupa. sekadar mengenai pekerjaan yang diperjanjikan. hingga si buruh tidak usah melakukan pekerjaan pada hari Minggu dan hari-hari yang menurut kebiasaan setempat. makan atau lainlain keperluan hidup. oleh kebiasaan setempat. dipersamakan dengan hari Minggu. memenuhinya menurut kebiasaan setempat. memberikan kesempatan. diwajibkan memberikan kepada si buruh ini suatu ganti rugi.

hingga mereka itu menurut kebiasaan setempat mempunyai kesempatan mengikuti pelajaran-pelajaran dalam lembaga-lembaga untuk agama. maka si buruh. Jika telah diperbuat bertentangan dengan apa yang ditentukan dalam ayat ke satu atau ayat ke dua atau pun bertentangan dengan suatu aturan menyimpang sebagaimana dimaksudkan dalam ayat ke tiga. 1602w. berhak atas suatu ganti rugi untuk tiap hari Minggu atau hari raya lain. piranti-piranti atau perkakas-perkakas dalam mana atau dengan mana ia menyuruh melakukan pekerjaan sedemikian rupa. Dengan peraturan pernerintah dapat diadakan aturan-aturan untuk sedapat-dapatnya mewajibkan si majikan mengadakan pencatatan tentang hari-hari libur yang diberikan kepada si buruh dalam register-register yang disediakan untuk itu. asal jumlah hari libur dalam satu tahun paling sedikit 52 hari. sejumlah dua kali lipat upah sehari yang ditetapkan dalam uang. kehormatan dan harta-bendanya. gugur setelah waktu tiga tahun. pengajaran lanjutan. dengan menyimpang sekadarnya dari apa yang ditentukan dalam pasal 1601w. sebegitu jauh. pengajaran ulangan atau pengajaran keahlian. Tiap janji yang bertentangan dengan aturan ini adalah batal. yang ia tidak mendapat libur. sebagaimana dapat dituntut sepantasnya berhubung dengan sifat pekerjaan. begitu pula untuk mengenai hal melakukannya pekerjaan mengadakan aturan yang sedemikian serta memberikan petunjuk-petunjuk. Tiap hak untuk menuntut sesuatu berdasarkan pasal ini. hingga si buruh diperlindungi terhadap bahaya bagi jiwa. terhitung mulai hari penghabisan dari tahun penanggalan. Dengan peraturan Pernerintah dapat ditetapkan aturan untuk pernberian izin yang termaksud ini. Si majikan diwajibkan untuk mengatur dan memelihara ruanganruangan. si majikan diwajibkan mengganti kerugian yang karenanya menimpa si buruh dalam menjalankan . Jika kewajiban-kewajiban itu tidak dipenuhi. dalam mana telah secara kurang diberikan libur pada hari Minggu atau lain hari raya.dalam perusahaan-perusahaan tersebut dapat diadakan aturan yang menyimpang dari ayat yang lalu. Terhadap buruh-buruh yang belum dewasa si majikan diwajibkan mengatur pekerjaannya sedemikian rupa.

yang lazimnya dipelihara dengan pekerjaannya. Dengan undang-undang natnun itu dapat diadakan aturan-aturan yang menetapkan. Jika sebagai akibat dari tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban itu oleh si majikan.pekerjaannya. oleh si majikan dapat dilimpahkan kepada orang-orang lain. kecuali apabila si majikan itu dapat membuktikan. bahwa kewajiban mengganti kerugian. Tiap janji yang kiranya akan mengakibatkan bahwa kewajiban-kewajiban si majikan ini dikecualikan atau dibatasi. jika seorang buruh yang bertinggal padanya. maka si majikan diwajibkan memberikan ganti rugi kepada suami atau istri si buruh yang ditinggalkan. rnenguruskan perawatan dan pengobatannya sepantasnya. Si majikan pada umunya diwajibkan melakukan atau pun tidak berbuat segala apa yang didalam keadaan yang sama sepatutnya harus dilakukan . bahwa tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban itu disebabkan keadaan memaksa atau bahwa meninggalnya si buruh itu sebagian besar ada juga disebabkan oleh kesalahan kasar dari si buruh sendiri. Si majikan diwajibkan. adalah batal. tetapi yang mengenai biaya selama empat minggu yang pertama hanyalah apabila sakit atau kecelakaan itu disebabkan kesengajaan atau tak susila si buruh atau akibat dari suatu cacat badan tentang mana si buruh sewaktu membuat perjanjian dengan sengaja telah memberikan keterangan-keterangan palsu kepada si majikan. sakit atau mendapat kecelakaan. sekadar tentang hal itu tidak telah diadakan aturan atas dasar lain. 1602y. Ia berhak menuntut kembali biayanya dari si buruh. kecuali apabila ia dapat membuktikan bahwa tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban itu disebabkan keadaan memaksa atau bahwa kerugian tersebut sebagian besar ada juga disebabkan oleh kesalahan kasar dari si buruh sendiri. selama berlangsungnya perhubungan kerja tetapi paling lama untuk waktu enam minggu. yang kiranya akan mengakibatkan bahwa kewajiban-kewajiban si majikan ini dikecualikan atau dibatasi. adalah batal. yang dimaksudkan dalam ayat ke dua dan ayat ke tiga. si buruh didalam melakukan pekerjaannya mendapat luka yang sedemikian hingga ia meninggal karenanya. 1602x. Tiap janji. anak-anak atau orang tua si meninggal.

jika si buruh telah mengakhiri hubungan kerja secara berlawanan dengan hukum. 1603a. selain dengan izin si majikan dalam melakukan pekerjaannya itu digantikan oleh . tak bolehlah ia. begitu pula. jika namun itu si majikan telah mengakhiri hubungan kerja dengan tidak memajukan sesuatu alasan maka ia hanya diwajibkan menyebutkan apa alasan-alasan itu. Si majikan diwajibkan pada waktu berakhirnya perhubungan kerja. Si buruh diwajibkan sendiri melakukan pekerjaannya. maka si majikan adalah berhak untuk menyebutkan hal itu didalam surat pernyataannya. BAGIAN KE EMPAT Tentang kewajiban buruh 1603. bahwa kewajiban-kewajiban si majikan ini dikecualikan atau dibatasi. atas permintaan si buruh. maka hal itu ditentukan oleh kebiasaan. tentang cara bagaimana si buruh telah menunaikan kewajiban-kewajibannya dan cara bagaimana hubungan kerja berakhir. Si buruh diwajibkan melakukan pekerjaan yang dijanjikan menurut kemampuannya yang sebaik-baiknya. Sekadar tentang sifat serta luasnya pekerjaan yang harus dilakukan tidak dijelaskan dalam perjanjian atau reglemen. tetapi hanya atas permintaan khusus dari orang kepada siapa surat pernyataan itu harus diberikan. Tiap janji yang kiranya akan mengakibatkan. adalah batal.atau tidak diperbuat oleh seorang majikan yang baik. atau lagi memberikan keterangan-keterangan kepada orang-orang pihak ke tiga yang bertentangan dengan surat pernyataannya. 1602z. atau pula memberikan suatu tanda pada surat pernyataannya yang dimaksudkan untuk memberikan sesuatu keterangan tentang si buruh yang tidak termuat dalam surat pemyataannya sendiri. memberikan kepadanya sepucuk surat pernyataan yang ditandatangani olehnya. Si majikan yang menolak memberikan surat pernyataan yang diminta. adalah bertanggung jawab baik terhadap si buruh maupun terhadap orang-orang pihak ke tiga tentang kerugian yang diterbitkan karenanya. atau dengan sengaja menuliskan keterangan-keterangan yang tidak benar. Surat pemyataan itu memuat suatu keterangan yang sesungguhnya tentang sifat pekerjaan yang telah dilakukan serta lamanya hubungan kerja.

tetapi paling lama untuk satu tahun dan atas dasar syarat-syarat lama. patut dilakukan atau tidak diperbuat oleh seorang buruh yang baik. menurut kebiasaan. Hubungan kerja berakhir demi hukum. Si buruh pada umumnya diwajibkan melakukan. diteruskan oleh kedua belah pihak dengan tidak ada bantahan. 2o. Si buruh diwajibkan mentaati aturan-aturan tentang hal melakukan pekerjaan serta aturan-aturan yang ditujukan pada perbaikan tata tertib dalam perusahaan si majikan. sekadar itu diperbolehkan. jika demikian itu telah diperjanjikan dalam perjanjian yang dibuat tertulis atau dalam reglemen. dengan lewatnya waktu yang ditetapkan dalam perjanjian maupun reglemen. harus ada suatu pemberitahuan tentang kehendak untuk mengakhirinya. yang disebutkan dalam ayat ke satu dari pasal yang lalu. harus bertingkah laku menurut tertibnya rumah. tidak telah menyimpang dengan perjanjian yang dibuatnya tertulis atau dalam reglemen. yang diberikan kepadanya oleh atau atas nama si majikan didalam batas-batas aturan-aturan undang-undang atau perjanjian maupun reglemen.orang ke tiga. atau dalam ketentuan undang-undang atau lagi. maka dianggap bahwa hubungan itu dilangsungkan lagi untuk waktu yang sama. Pemberitahuan sebelumnya tentang kehendak untuk mengakhiri hubungan kerja hanya diperlukan : 1o. yang diterbitkan dari perjanjian 1603e. atau jika itu tidak ada. Jika hubungan kerja. oleh kebiasaan. sedangkan kedua belah pihak. jika menurut aturan undang-undang atau menurut kebiasaan. 1603d. juga dalam hal lamanya hubungan kerja telah ditetapkan sebelumnya. jika itu tidak ada. 1603f. setelah lewatnya waktu. BAGIAN KE LIMA Tentang bermacam-macam cara berakhirnya hubungan kerja. 1603c. Si buruh yang bertinggal pada si majikan. maupun tidak berbuat segala apa yang didalam keadaan yang sama. Sekadar hubungan kerja yang diperpanjang itu akan berlangsung untuk waktu yang . 1603b.

maka masing-masing pihak adalah berhak mengakhirinya dengan pemberitahuan penghentian dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan dalam dua pasal yang berikut. dua bulan atau tiga bulan. asal hubungan kerja diperpanjang dengan waktu paling sedikit enam bulan. adalah batal. atau pula oleb kebiasaan.kurang dari enam bulan. Dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen. bagi si majikan diperpanjang berturut-turut dengan satu bulan. Kecuali dalam hal yang ditentukan dalam kedua ayat yang berikut dari pasal ini. selainnya hari terakhir dari tiap-tiap bulan penanggalan. tetapi untuk selainnya atas dasar syarat-syarat lama. Dengan perjanjian tertulis atau dengan reglemen. Jika hubungan kerja telah dibuat untuk waktu tak tertentu atau hingga diakhiri. apabila pada waktu penghentian hubungan kerja telah berlangsung berturut-turut paling . boleh ditentukan bahwa tenggang yang dimaksudkan dalam ayat yang lalu bagi si buruh dapat diperpanjang dengan waktu paling lama satu bulan. Aturan yang sama berlaku jika didalam hal-hal yang disebutkan dalam ayat ke dua dari pasal yang lalu tidak dilakukan pernberitahuan penghentian pada waktu yang tepat. akibat-akibat pernberitahuan penghentian yang tidak dilakukan pada tepat waktu dapat diatur lain. 1603h. Jika lamanya suatu hubungan kerja tidak telah ditentukan dengan perjanjian atau reglemen maupun dengan suatu aturan undang-undang. 1603i. maka dianggap bahwa hubungan itu dibuat untuk waktu tidak tertentu. 1603g. Tenggang waktu yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. apabila hubungan kerja pada waktu penghentian itu sudah berlangsung selama paling sedikit dua tahun terus-menerus. maka dianggaplah hubungan kerja itu sebagai dibuat untuk waktu tak tertentu. Tiap janji dengan mana kiranya akan diberikan keleluasaan untuk menghentikan hubungan kerja menjelang suatu hari lain. maka dalam hal menghentikan hubungan kerja harus paling sedikit diindahkan suatu tenggang waktu yang lamanya satu bulan. Pemberitahuan untuk mengakhiri hubungan kerja hanyalah boleh dilakukan menjelang hari terakhir dari tiap-tiap bulan penanggalan.

pada majikan yang sama. 1603 l. sekadar mengenai hal tenggang waktu penghentian yang dimaksudkan dalam pasal 1603i. Tiap janji dengan mana waktu percobaan tidak ditetapkan sama untuk kedua belah pihak atau ditetapkan untuk waktu yang lebih lama dari tiga bulan. Namun itu baik para ahli warisnya si majikan di satu pihak maupun si buruh di lain pihak berhak mengakhiri hubungan kerja yang dibuat untuk suatu waktu tertentu. begitu pula tiap janji dengan mana antara dua pihak yang sama ditetapkan lagi suatu waktu percobaan baru. mengakhiri hubungan kerja dengan pemberitahuan penghentian. adalah batal. yang dibuat oleh seorang buruh didalam waktu empat minggu setelah berakhirnya hubungan kerja yang lama. sebagai suatu hubungan perburuhan yang tak pernah terputus. adalah batal. 1603i. Hubungan-hubungan kerja pada majikan yang sama. Hubungan kerja tidak berakhir dengan meninggalnya si majikan. ter.sedikit satu tahun tetapi kurang dari dua tahun. Jika wakil menurut undang-undang dari seorang belum dewasa berpendapat. Suatu perjanjian perburuhan baru. Jika telah diperjanjikan suatu waktu percobaan. Hubungan kerja berakhir dengan meninggalnya si buruh. yang terputus selama suatu waktu yang kurang dari empat minggu atau pun yang bersambungan seketika satu sama lain. untuk suatu waktu tertentu yang kurang dari enam bulan dianggap sebagai dibuat untuk waktu tak tertentu. paling sedikit dua tahun tetapi kurang dari tiga tahun dan paling sedikit tiga tahun terus-menerus. dengan tidak membedakan apakah ini telah dibuat untuk waktu tertentu atau untuk waktu tak tertentu. 1603k. dengan pemberitahuan penghentian dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan pasal-pasal 1603 h dan 1603 i. 1603i bis. 1603 m. 1603j. secara yang dimaksudkan dalam pasal 1603f dianggap. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dari pasal ini. maka selama waktu itu masing-masing pihak adalah berhak seketika. bahwa perjanjian perburuhan yang dibuat oleh si belum dewasa itu . seakan-akan hubungan kerja tersebut telah dibuat untuk waktu tak tertentu. kecuali jika dari perjanjiannya dapat disimpulkan sebaliknya.

atau kepada si majikan ini dengan sengaja telah memberikan . melainkan setelah mendengar atau memanggil dengan sah si belum dewasa si majikan dan lagi Balai Harta Peninggalan jika si belum dewasa berada di bawah perwalian dimana Balai Harta Peninggalan itu menjadi wali pengawasnya. ia menetapkah pada waktu mana hubungan kerjanya akan berakhir. atau apabila ia mengakhiri hubungan kerja secara demikian itu karena suatu alasan yang mendesak yang seketika diberitahukan kepada pihak lawan. kecuali apabila ia pada waktu itu juga membayar ganti rugi atas dasar yang ditentukan dalam pasal 1603 q. sifat-sifat atau tingkah laku si buruh yang demikian hingga karenanya dari pihaknya si majikan tidak sepatutnya dapat diminta untuk meneruskan hubungan kerjanya. Alasan-alasan yang mendesak antara lain dapat dianggap ada: 1 o. Jika Hakim mengabulkan permohonan. kecuali adanya kekuasaan Jaksa Agung untuk semata-mata demi kepentingan undangundang. Masing-masing pihak dapat mengakhiri hubungan kerjanya tanpa pemberitahuan penghentian atau mengindahkan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk pemberitahuan-pemberitahuan penghentian. 1603 n. bolehlah ia memajukan permohonan tertulis kepada Hakim di tempat dimana si belum dewasa sesungguhnya berdiam. 1603 o. berbuat berlawanan dengan hukum. atau pula jika ia berpendapat. apabila si buruh pada waktu menutup perjanjiannya telah menyesatkan si majikan dengan memperlihatkan surat-surat pernyataan yang palsu atau dipalsukan. Bagi si majikan dianggap sebagai alasan-alasan yang mendesak dalam arti pasal yang lalu perbuatan-perbuatan. supaya perjanjian perburuhan tersebut dinyatakan putus. maka. Hakim takkan meluluskan permohonan. atau sudah mempunyai akibat yang merugikan bagi si belum dewasa. tetapi pihak yang melakukan ini. Terhadap penetapan tersebut tidak ada jalan untak melawannya.akan mempunyai akibat. jika pihak lawan tidak menyetujuinya. bahwa syarat-syarat yang disebutkan dalam surat kuasa yang diterangkan dalam pasal 1601 g tidak dipenuhi. memajukan permintaan kasasi terhadap penetapan tersebut.

sanak keluarga atau teman-teman serumah si majikan. apabila ia karena sengaja atau sembrono telah menjadi tak mampu melakukan pekerjaannya. 6 o. madat atau berbuat tingkah laku yang buruk lainnya. apabila ia. apabila ia dengan sengaja atau. apabila ia mengumumkan hal-hal istimewa mengenai rumah tangga atau perusahaan si majikan. apabila ia dengan cara lain sangat melalaikan kewajiban-kewajiban yang oleh perjanjian dibebankan padanya. atau teman-teman sekerjanya. 2 o. menghina secara kasar atau mengancam sungguh-sungguh si majikan. yang ia diwajibkan merahasiakan. 5 o. apabila ia ternyata terlalu arnat kurang mempunyai kecakapan atau kesanggupan untuk pekerjaan untuk mana ia telah mengikatkan dirinya. penipuan atau lain-lain kejahatan. menerbitkan bahaya yang sungguh-sungguh mengancam pada dirinya sendiri atau lain-lain orang. sanak keluarga atau teman-teman serumah si majikan atau teman-teman sekerjanya. 11 o. 4 o. 10 o. masih saja gernar akan mabuk. 9 o. apabila ia dengan sengaja atau. apabila ia telah melakukan pencurian. secara sembrono merusakkan milik si majikan atau menerbitkan bahaya yang sungguhsungguh mengancam milik itu. apabila ia menganiaya. apabila ia berkeras kepala menolak akan memenuhi perintah-perintah yang patut yang diberikan kepadanya oleh atau atas nama si majikan. penggelapan. 7 o. untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan baik. apabila ia membujuk atau mencoba membujuk si majikan. 12 o. yang menyebabkan ia tidak patut lagi mendapat kepercayaan dari si majikan. meskipun telah diperingatkan.keterangan-keterangan palsu tentang cara bagaimana hubungan kerja yang lama telah berakhir. 3 o. meskipun telah diperingatkan. 8 o. Janji-janji yang menetapkan bahwa kepada si majikan akan diserahkan . meskipun telah diperingatkan.

jika sifat hubungan kerja tidak mengharuskannya. menghina secara kasar atau mengancam sungguh-sungguh si buruh. memerintahkan kepada si buruh itu supaya ia melakukan pekerjaan dalam perusahaan seorang majikan lain. sedangkan si buruh menolaknya. 10 o. apabila si majikan menganiaya. sedangkan itu tidak ternyata sewaktu perjanjian dibuat. apabila terus berlangsung hubungan kerja bagi si buruh akan membawa bahaya yang sungguh-sungguh untuk jiwa. sanak keluarga atau teman-teman serumah si buruh untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan baik. 1603 p. apabila. atau membiarkan bahwa perbuatan-perbuatan semacam itu dilakukan oleh salah seorang teman serumahnya atau bawahannya. 9 o. ia tidak menyelenggarakan hal-hal itu sepantasnya. Bagi si buruh dianggap sebagai alasan-alasan yang mendesak dalam arti pasal 1603 n keadaan-keadaan yang demikian sehingga karenanya tidak sepantasnya dapat diharapkan dari si buruh untuk meneruskan hubungan kerjanya. kesusilaan atau nama baiknya. Alasan-alasan yang mendesak antara lain harus dianggap ada: 1 o. apabila ia. adalah batal. 3 o. atau membiarkan bahwa pembujukan atau percobaan membujuk yang demikian itu dilakukan oleh salah seorang teman serumah atau bawahannya. apabila ia tidak memberikan pekerjaan secukupnya kepada si buruh yang upahnya digantungkan pada hasil pekerjaan yang dilakukan. apabila si buruh karena sakit atau lain-lain sebab diluar salahnya . apabila ia tidak membayar upah pada waktu yang ditentukan. 2 o. apabila ia membujuk atau mencoba membujuk si buruh. 6 o. 4o.untuk menentukan apakah ada suatu alasan yang mendesak dalam arti pasal 1603 n. apabila ia terlalu amat melalaikan kewajiban-kewajiban yang oleh perjanjian dibebankan kepadanya. dalam hal telah diperjanjikan makan dan perumahan. jika upah si buruh digantungkan pada hasil pekerjaan yang harus dilakukan si majikan tidak memberikan bantuan yang diperjanjikan atau tidak memberikan secukupnya. 7 o. 5 o. apabila. kesehatan. 8 o.

Janji-janji yang menetapkan bahwa kepada si buruh akan diserahkan untuk menentukan apakah ada suatu alasan yang mendesak dalam arti pasal 1603 n. Disini yang dimaksudkan dengan upah ialah unsur-unsur upah yang disebutkan di bawah nomor 1o dan 7o dari pasal 1601 p. terhitung mulai hari hubungan kerjanya telah berakhir.menjadi tak mampu melakukan pekerjaan yang diperjanjikan. maka berlakulah ukuran dari pasal 1601 o. ganti rugi tersebut adalah sama dengan jumlah upah untuk lamanya waktu yang hubungan kerjanya itu menurut pasal 1603 e dan pasal 1603 f sedianya harus berlangsung terus. dalam hal suatu hubungan kerja yang dibuat untuk suatu waktu tertentu. Dari jumlah ganti rugi yang terutang harus dibayar suatu bunga. pada suatu jumlah yang kurang. Hakim berkuasa menetapkan ganti rugi yang dimaksudkan dalam ayat ke satu dan ayat ke empat pasal ini. jika ganti rugi itu menurut pendapatnya melampaui yang sepantasnya. Jika salah satu pihak telah mengakhiri hubungan kerjanya tanpa pemberitahuan penghentian atau dengan tidak mengindahkan peraturan-peraturan yang berlaku untuk pemberitahuan penghentian seraya memberikan ganti rugi kepada pihak lawan atas dasar ketentuan ayat ke satu pasal yang lalu. Jika upah si buruh. maka jika hal itu disertai alasan-alasan istimewa hingga kerugian yang disebabkan dapat dianggap . adalah batal. adalah batal. 1603 q: Ganti rugi yang dimaksudkan dalam pasal-pasal 1601 k dan 1603 n adalah dalam hal suatu hubungan kerja yang dibuat atau dianggap telah dibuat untuk suatu waktu tak tertentu. 1603 r. yang ditetapkan sebanyak enam persen setahun. Dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen boleh ditetapkan suatu ganti rugi yang lebih jumlahnya. seluruhnya atau sebagian tidak ditetapkan menurut lamanya waktu. Tiap janji dengan mana bagi si buruh diperjanjikan suatu ganti rugi yang jumlahnya kurang. sama dengan jumlah upah yang harus dibayar sampai pada hari berikutnya hari pada mana hubungan kerja sedianya akan dapat diakhiri dengan pemberitahuan penghentian.

jika salah satu pihak telah memberikan suatu alasan yang mendesak kepada pihak lawannya untuk mengakhiri hubungan kerjanya tanpa pemberitahuan penghentian atau dengan tidak mengindahkan peraturan-peraturan yang berlaku untuk pemberitahuan penghentian. Jika diluar hal yang termaksud dalam ayat yang lalu. dan pihak lawan itu telah menggunakan haknya tersebut. Jika si majikan mengakhiri hubungan kedanya dengan maksud meluputkan diri dari kewajibannya untuk memberikan suatu cuti setelah suatu masa kerja tertentu yang telah dijanjikan dalam atau berhubung dengan perjanjiannya. Hal yang sama berlaku juga. jika didalam perjanjian telah diperjanjikan suatu hak atas pelayaran dengan cuma-cuma. bis. Dalam hal menghitung masa kerja maka bulan dalam mana perjanjiannya berakhir dihitung sebagai satu bulan penuh.tidak cukup diganti dengan ganti rugi yang diterimanya. jika si buruh. beserta. Jika salah satu pihak telah mengakhiri hubungan kerjanya secara berlawanan dengan hukum. yang imbangannya terhadap jumlah ganti rugi yang termaksud dalam ayat ke satu adalah sama dengan imbangan antara masa kerja yang dibutuhkan untuk perolehan cuti yang telah lampau pada saat berakhirnya perjanjian dan masa kerja yang dibutuhkan untuk perolehan cuti. biaya yang diperlukan untuk pelayaran itu. pihak lawan tersebut berhak menuntut penggantian kerugian lagi. Hal yang sama berlaku. 1603 s. membayar kepadanya suatu jumlah uang. atau suatu ganti rugi sepenuhnya. pada saat hubungan kerjanya diakhirinya. mengakhiri hubungan kerjanya . maka ia diwajibkan selain apa yang ia wajib membayar kepada si buruh atas dasar lain. maka pihak lawannya berhak menuntut jumlah yang termaksud dalam pasal 1603 q. setelah separuh dari masa kerja dalam perjanjian ditentukan untuk pemberian cuti lampau si majikan sepihak mengakhiri perjanjian tanpa alasan yang mendesak. menuntut suatu ganti rugi sebesar gaji yang ia sedianya akan memperolehnya selama waktu cuti. 1603 s. selebihnya dan selainnya apa yang kiranya menjadi haknya berhubung dengan pemecatannya atas dasar lain. maka si buruh adalah berhak untuk. setelah bagian dari masa kerja yang tersebut dalam ayat yang lalu telah lampau. ke tempat asalnya atau ke tempat cuti.

. 1603 v. Jika hubungan kerja dibuat untuk waktu yang lebih lama dari lima tahun atau untuk selama hidupnya seorang tertentu. Masing-masing pihak adalah setiap waktu berhak. Tiap hak untuk menuntut sesuatu yang berdasarkan pasal yang lalu. juga sebelumnya pekerjaan dimulai. memajukan permohonan tertulis kepada Pengadilan Negeri dari tempat kediamannya yang sesungguhnya. karena alasan-alasan penting. dengan mengindahkan suatu tenggang waktu enam bulan. harus dianggap juga perubahan-perubahan keadaan pribadi atau kekayaan si pemohon atau pihak lawan ataupun perubahan-perubahan keadaan-keadaan dalam mana pekerjaannya dilakukan. pada mana lima tahun telah lampau sejak ia mulai berlaku. adalah batal. si buruh namun itu adalah berhak menghentikannya dengan pemberitahuan penghentian mulai saat. hingga sepantasnya hubungan kerjanya harus berakhir seketika atau setelah suatu waktu yang pendek. supaya perjanjian perburuhan dinyatakan bubar. Tiap janji yang mungkin menyebabkan kekuasaan menghentikan ini akan dikecualikan atau dibatasi adalah batal. Tiap janji yang mungkin berakibat bahwa kekuasaan ini akan dikecualikan atau dibatasi. atau karena suatu alasan mendesak yang diberikan oleh si majikan. maka. karena si majikan tidak memenuhi kewajiban-kewajibannya. Sebagai alasan-alasan panting. atau jika Hakim menyatakan bubarnya perjanjian karena alasan-alasan penting yang tidak mendesak sebagaimana termaksud dalam pasal 1603 v. maka ia adalah berkuasa mengurangi jumlah uang yang ditetapkan dalam ayat ke dua hingga suatu jumlah yang sedemikian yang dianggapnya adil mengingat keadaan-keadaan kejadian. kecuali alasan-alasan mendesak sebagai termaksud dalam pasal 1603 n. 1603 t.karena suatu alasan yang mendesak yang diberikan oleh si majikan. Jika Hakim menyatakan bubarnya perjanjian atas alasan lain daripada alasan-alasan yang mendesak. atau berdasarkan pasal 1267. yang demikian sifatnya. gugur dengan lewatnya waktu satu tahun. 1603 u. Hakim takkan meluluskan permohonan. selain setelahnya mendengar pihak lawan atau memanggilnya secara sah.

ataupun oleh suatu ketentuan undang-undang dinyatakan berlaku. Ketentuan-ketentuan penutup 1603 x. Dengan undang-undang dapat ditetapkan aturan-aturan khusus bagi perjanjian-perjanjian untuk melakukan pekerjaan dalam perusahaan-perusahaan pertanian atau kerajinan. 1603 z. 1603 w. BAGIAN KE ENAM Tentang pemborongan pekerjaan 1604. 1603 y. . Perjanjian-perjanjian perburuhan yang dibuat antara seorang majikan yang tunduk dan seorang buruh yang tidak tunduk pada ketentuanketentuan yang lalu dari bab ini. dikuasai oleh ketentuan-ketentuan ini. badan untuk menyelenggarakan perairan atak lain badan kecuali jika sebelum atau pada waktu mulai berlakunya hubungan kerja.Kedua ayat terakhir dari pasal 1603 m adalah berlaku. dengan tidak mengingat maksudnya para pihak. kota praja. jika perjanjian-perjanjian tersebut mengenai pekerjaan yang sama atau hampir sama dengan pekerjaan yang lazimnya dilakukan oleh buruh-buruh yang tunduk pada ketentuan-ketentuan dari bab ini. dikuasai oleh ketentuan-ketentuan ini. dengan tidak memandang maksudnya para pihak. Perjanjian-perjanjian perburuhan yang dibuat antara seorang majikan yang tidak tunduk dan seorang buruh yang tunduk pada ketentuan-ketentuan yang lalu dari bab ini. untuk melakukan pekerjaan pada kereta api atau pada perusahaan-perusahaan pengangkutan dan lain-lain perusahaan. ketentuan-ketentuan tersebut oleh kedua belah pihak atau atas nama mereka. tidak dikecualikan oleh ketentuan-ketentuan dalam bagian ini. Dalam hal pemborongan pekerjaan dapat ditetapkan dalam perjanjian bahwa si pemborong hanya akan melakukan pekerjaan saja atau bahwa ia juga akan memberikan bahannya. Ketentuan-ketentuan yang lalu dari bab ini tidak berlaku bagi orangorang yang bekerja pada Negara daerah atau bagian daerah. Kekuasaan para pihak untuk menuntut punbatalan perjanjian berdasarkan pasal 1267 disertai penggantian biaya. rugi dan bunga.

Dalam halnya si pemborong diwajibkan memberikan bahannya. 1609. 1608. maka segala kerugian adalah atas tanggungan si pemborong. 1607. maka si pemborong tidaklah berhak atas harga yang dijanjikan.1605. kecuali apabila musnahnya barang itu disebabkan oleh sesuatu cacat dalam bahannya. dan pekerjaannya dengan cara bagaimana pun musnah sebelumnya pekerjaan itu diserahkan. seluruhnya atau sebagian musnah disebabkan suatu cacat dalam penyusunannya atau bahkan karena tidak sanggupnya tanahnya. maka pekerjaan itu dapat diperiksa sebagian demi sebagian. jika perubahan-perubahan atau perbesaran-perbesaran itu tidak telah disetujui tertulis dan tentang harganya tidak telah diadakan perjanjian dengan si pemilik. maka ia hanya bertanggungjawab untuk kesalahannya. kecuali apabila pihak yang memborongkan telah lalai untuk menerima pekerjaan tersebut. Jika si pemborong diwajibkan melakukan pekerjaan saja dan pekerjaannya musnah. yang telah diborongkan dan dibuat untuk suatu harga tertentu. sedangkan pihak yang memborongkan tidak telah lalu untuk memeriksa dan menyetujui pekerjaannya. maka tak dapatlah ia menuntut suatu penambahan harga. 1606. musnahnya pekerjaan itu terjadi diluar sesuatu kelalaian dari pihak si pemborong. sebelum pekerjaan itu diserahkan. . Jika seorang ahli pembangun atau seorang pemborong telah menyanggupi untuk membuat suatu gedung secara memborong. baik dengan dalih tambahnya upah-upah buruh atau bahan-bahan bangunan. pemeriksaan tersebut dianggap terjadi untuk semua bagian yang telah dibayar. Jika didalam hal yang tersebut dalam pasal yang lalu. menurut suatu rencana yang telah diperkirakan serta ditetapkan bersama-sama dengan si pemilik tanah. Jika suatu gedung. Jika suatu pekerjaan dikerjakan sepotong demi sepotong atau seukuran demi seukuran. maka para ahli pembangunannya serta para pemborongnya adalah bertanggung jawab untuk itu selama sepuluh tahun. maupun dengan dalih telah dibuatnya perubahan-perubahan dan tambahan-tambahan yang tidak termasuk dalam rencana. apabila pihak yang memborongkan tiap-tiap kali membayar si pemborong menurut imbangan dari apa yang telah selesai dikerjakan. 1610.

Tukang-tukang batu. Tukang-tukang batu. asal ia memberikan ganti rugi sepenuhnya kepada si pemborong untuk segaia biaya yang telah dikeluarkannya guna pekerjaannya serta untuk keuntungan yang terhilang karenanya. yang lelah dipakai untuk mendirikan sebuah gedung atau untuk membuat sesuatu pekerjaan lain yang diborongkan. jika dikehendakinya demikian. 1613. tukang-tukang besi dan lain-lain tukang. 1616. Mereka adalah pemborong-pemborong didalam bagian pekerjaan yang mereka lakukan. Namun itu pihak yang memborongkan diwajibkan untuk membayar kepada para ahli waris si pemborong harga pekerjaan yang telah dikerjakan menurut imbangannya terhadap harga pekerjaan yang telah dijanjikan dalam perjanjian. selainnya untuk sejumlah yang orang ini berutang kepada si pemborong pada saat mereka memajukan runtutannya. boleh menghentikan pemborongannya. asal pekerjaan atau bahan yang telah disediakan. 1615. asal pekerjaan atau bahan tersebut dapat mempunyai suatu manfaat baginya. pemborong. tukang-tukang kayu. sampai biaya dan upah-upah yang dikeluarkan untuk barang itu dipenuhi seluruhnya. meskipun pekerjaannya telah dimulai.1611. Si pemborong adalah bertanggung jawab terhadap perbuatanperbuatan orang-orang yang dipekerjakan olehnya. kecuali jika pihak yang memborongkan telah memberikan jaminan Pemborongan pekerjaan berhenti dengan meninggainya si . tunduk pada aturanaturan yang diberikan dalam bagian ini. Pihak yang memborongkan. untuk mengerjakan sesuatu pada barang tersebut. 1612. serta harga bahan-bahan bangunan yang telah disediakan. Orang-orang buruh yang memegang sesuatu barang kepunyaan orang lain. adalah berhak menahan barang itu. tukang-tukang kayu. 1614. yang atas tanggung jawab sendiri secara langsung dan untuk suatu harga tertentu menyanggupi melaksanakan suatu pekerjaan. tukang-tukang besi dan lain-lain tukang. tidak mempunyai tuntutan terhadap orang untuk siapa pekerjaan-pekerjaan itu telah dibuatnya.

atau lagi mengenai suatu perusahaan maupun mengenai hal menjalankan sesuatu perusahaan atau pekerjaan tetap. 1623. 1619. barang-barang lain atau pun kerajinannya kedalam perseroan itu. Undang-undang hanyalah mengenal persekutuan penuh tentang keuntungan. jika dalam perjanjian ini tidak telah ditetapkan suatu saat lain. dengan tidak mengurangi ketentuan-ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam bab ke enam dan ke tujuh dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. dengan maksud untuk membagi keuntungan yang terjadi karenanya. Persekutuan-persekutuan adalah penuh atau khusus. Segala persekutuan harus mengenai suatu usaha yang halal. dan harus dibuat untuk manfaat bersama para pihak. selama berlangsungnya persekutuan sebagai hasil dari kerajinan mereka. atau hasil-hasil yang akan didapatnya dari barang-barang itu. 1620. Persekutuan penuh tentang keuntungan hanyalah mengenai segala apa yang akan diperoleh para pihak dengan nama apa pun. Masing-masing sekutu diwajibkan memasukkan uang. Persekutuan mulai berlaku sejak saat perjanjian. 1621. atau pemakaiannya. BAGIAN KE DUA Tentang perikatan-perikstan antara para sekutu 1624. Hak-hak dan kewajiban-kewajiban jurujuru pengangkut dan nakhodanakhoda diatur didalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. BAB KE DELAPAN Tentang Persekutuan BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1618. Persekutuan adalah suatu perjanjian dengan mana dua orang atau lebih mengikatkan diri untuk memasukkan sesuatu dalam persekutuan. 1622. Persekutuan khusus ialah persekutuan yang sedemikian yang hanya mengenai barang-barang tertentu saja. 1617. baik dari sernua kekayaan maupun dari sebagian tertentu dari kekayaan seorang secara percampuran seumumnya. . Dilarang adalah segala persekutuan.secukupnya untuk pembayaran biaya dan upah-upah tersebut.

meskipun ia telah menyatakan menerima pembayaran itu . Jika salah seorang sekutu atas namanya sendiri. dan si berutang terkemudian jatuh kedalam keadaan tak mampu. terhitung sejak hari ia telah mengambilnya guna kepentingannya pribadi. Masing-masing sekutu berutang kepada persekutuan segala apa yang ia telah menyanggupi memasukkan didalamnya.1625. dan jika pemasukan ini terdiri atas suatu barang tertentu. Para sekutu yang telah mengikatkan dirinya untuk memasukkan tenaga dan kerajinannya kedalam persekutuan diwajibkan memberikan perhitungan kepada persekutuan tentang semua keuntungan yang mereka telah peroleh dengan kerajinan yang sedemikian sebagaimana menjadi hal dari persekutuan. Sekutu yang diwajibkan memasukkan sejumlah uang dan tidak melakukannya itu. 1629. dengan cara yang sama seperti dalam jual beli. Kesemuanya itu tidak mengurangi penggantian tambahan biaya. 1628. Jika salah seorang sekutu telah menerima seluruh bagiannya dalam suatu piutang bersama. maka selcutu tersebut diwajibkan memasukkan apa yang telah diterimanya itu kedalam kas bersama. menurut imbangan di antara jumlah-jumlah kedua piutang tersebut. 1626. Hal yang sama berlaku terhadap jumlah-jumlah uang yang telah diambilnya dari kas bersama. rugi dan bunga jika ada alasan untuk itu. demikian itu meskipun ia pada waktu menerima pembayaran tersebut menyatakan bahwa semuanya adalah untuk pengurangan atau pelunasan piutangnya pribadi.] 1627. maka ia diwajibkan menanggung. mempunyai suatu penagihan sejumlah uang terhadap seorang yang disamping itu juga mempunyai suatu utang yang dapat ditagih pula kepada persekutuan maka setiap pembayaran yang diterima oleh sekutu tersebut harus dianggap berlaku baik untuk membayar piutang persekutuan maupun untuk membayar piutang si sekutu sendiri. namun itu jika ia pada waktu menerima pembayaran menenukan bahwa seluruh pembayaran adalah untuk membayar piutang persekutuan maka apa yang ditentukan itulah yang berlaku. menjadi berutang bunga atas jumlah itu derni hukum dan dengan tidak usah ditagihnya pembayaran uang tersebut terhitung sejak hari uang tersebut sedianya harus dimasukkan.

maka barang-barang tersebut adalah atas tanggungan si sekutu yang menjadi pemiliknya. jika barang-barang tersebut telah dimaksudkan untuk dijual. maka tak dapatlah si sekutu menuntut lebih daripada harganya menurut taksiran. 1630. jika barang-barang tersebut turun harganya karena ditahan. Terhadap si sekutu yang hanya memasukkan kerajinannya. terdiri atas benda-benda tertentu yang tidak musnah karena pemakaian. Jika barang-barang tersebut musnah karena pemakaian. Jika barang-barang yang hanya kenikmatannya saja dimasukkan. Jika barang itu telah ditaksir.sebagai pelunasan bagiannya. maka barang-barang itu adalah atas tanggungan persekutuan. . Seorang sekutu mempunyai tuntutan terhadap persekutuan tidak saja tentang uang-uang yang ia telah keluarkan lebih dahulu untuk perkutuan tetapi juga tentang perikatan-perikatan yang ia telah perbuat dengan itikad baik guna kepentingan persekutuan dan lagi tentang kerugian-kerugian yang dideritanya yang tidak dapat dipisahkan dari pengurusannya. Para sekutu tidaklah dapat memperjanji'kan bahwa mereka akan menyerahkan pengaturan tentang besarnya bagian masing-masing kepada salah seorang dari mereka atau kepada seorang pihak ke tiga. Jika didalam perjanjian persekutuan tidak telah ditentukan bagian masing-masing sekutu dalam untung dan ruginya persekutuan maka bagian masing-masing adalah seimbang dengan apa yang ia telah masukkan dalam persekutuan. 1633. 1632. Masing-masing sekutu diwajibkan memberikan ganti rugi kepada persekutuan tentang kerugian-kerugian yang diderita oleh persekutuan yang disebabkan salahnya si sekutu sedangkan ia tidak diperbolehkan menjumpakannya dengan keuntungan-keuntungan yang diperolehnya untuk persekutuan berkat pekerjaan dan kerajinannya dalam urusan-urusan lain. bagian dari untung rugi ditetapkan sama dengan bagian si sekutu yang memasukkan uang atau barang paling sedikit. 1631. 1634. atau jika barangbarang itu dimasukkan dalam persekutuan menurut suatu perkiraan yang ditetapkan dalam suatu protelan atau inventaris.

para sekutu dianggap secara bertimbal-balik telah memberikan kuasa . tanpa perjanjian baru. Si sekutu yang dengan suatu janji khusus jalam perjanjian persekutuan ditugaskan melakukan pengurusan persekutuan dapat. biarpun bertentangan dengan sekutu-sekutu lainnya. bertindak tanpa satu bantuan dari yang lainnya. Jika tidak ada janji-janji khusus mengenai cara-caranya mengurus. dan peraturan-peraturan dari pasal yang lalu harus tetap diindahkan. 1635. Namun itu adalah diperbolehkan untuk memperjanjikan bahwa semua kerugian semata-mata akan dipikul oleh salah seorang sekutu atau lebih. Kekuasaan ini selama berlangsungnya persekutuan tak dapat ditarik kembali tanpa alasan yang sah. 1637. maka tak dapatlah pengurus yang satu. 1639. harus diindahkan aturan-aturan yang berikut: 1 o. Jika telah diperjanjikan bahwa salah seorang pengurus tidak boleh melakukan sesuatu perbuatan pun jika tidak bersama-sama bertindak dengan seorang pengurus lain. adalah batal. meskipun orang yang belakangan ini pada sesuatu waktu berada dalam keadaan ketidakmampuan untuk turut melakukan perbuatan-perbuatan pengurusan. 1636. maka masing-masing sendirian adalah berkuasa untuk melakukan segala perbuatan yang mengenai pengurusan itu. atau dengan tidak ditentukan bahwa yang satu tidak diperbolehkan melakukan sesuatu apa jika tidak bersama-sama bertindak dengan teman-temannya pengurus. 1638. namun jika kekuasaan tersebut tidak telah diberikan didalam perjanjian persekutuan melainkan didalam suatu akta yang terkemudian. melakukan segala perbuatan yang berhubungan dengan pengurusannya asal dia dalam hal itu berlaku dengan itikad baik. maka dapatlah ia ditarik kembali sebagaimana halnya dengan suatu pemberian kuasa biasa. Janji dengan mana kepada salah seorang sekutu dijanjikan semua keuntungan.Suatu janji yang demikian harus dianggap sebagai tidak tertulis. Jika beberapa sekutu telah ditugaskan melakukan pengurusan persekutuan dengan tidak ditentukan apakah yang menjadi pekerjaannya masingmasing.

Para sekutu tidaklah terikat masing-masing untuk seluruh utang persekutuan. Para sekutu yang tidak menjadi pengurus bahkan tidak diperbolehkan mengasingkan. boleh membuat hal-hal yang baru kepada benda-benda tak bergerak kepunyaan persekutuan meskipun ia mengemukakan bahwa hal-hal itu menguntungkan persekutuan. dan asal ia tidak memakainya berlawanan dengan kepentingan persekutuan atau secara yang demikian hingga sekutu lainnya karenanya terhalang turut memakainya menurut hak mereka. tidak seorang sekutu pun tanpa izinnya pesero-pesero lainnya.supaya yang satu melakukan pengurusan bagi yang lainnya. Apa yang dilakukan oleh masing-masing sekutu juga mengikat untuk bagian sekutu-sekutu yang lainnya. masing-masing sekutu diperbolehkan memakai barang-barang kepunyaan persekutuan asal ia memakainya itu guna keperluan untuk mana barangbarang itu biasanya dimaksudkan. 1640. 1641. maupun menggadaikan barang-barang bergerak kepunyaan persekutuan atau pun meletakkan beban-beban di atasnya. 3 o. dengan tidak mengurang hak mereka ini atau salah seorang untuk melawan perbuatan tersebut. bahkan tanpa izin sekutusekutu lainnya. sebagai anggota persekutuan. meskipun ia tidak telah memperoleh perizinan mereka. selama perbuatan itu belum ditutup. tetapi sekalipun ia ditugaskan melakukan pengurusan kepentingankepentingan persekutuan tak dapatlah ia memasukkan orang ke tiga tersebut. 4 o. 2 o. masing-masing sekutu berhak mewajibkan sekutu-sekutu lainnya untuk turut memikul biaya yang diperlukan untuk pemeliharaan barang-barang kepunyaan persekutuan. . BAGIAN KE TIGA Tentang perikatan-perikatan para sekutu terhadap orang-orang ke tiga 1642. tanpa izin sekutu-sekutu lainnya. jika mereka ini tidak telah memberikan kuasa kepadanya untuk itu. menerima seorang ke tiga sebagai peserta dari bagiannya dalam persekutuan. dan masing-masing sekutu tidaklah dapat mengikat sekutu-sekutu lainnya. Masing-masing sekutu diperbolehkan.

Para sekutu dapat dituntut oleh si berpiutang dengan siapa. atau dinyatakan pailit. Janji bahwa suatu perbuatan telah dilakukm atas tanggungan persekutuan hanyalah mengikat si sekutu yang melakukan perbuatan itu saja. dan barang ini musnah sebelum pemasukan itu terlaksana. maka persekutuan karenanya menjadi bubar terhadap semua sekutu. 1648. atas kehendak semata-mata dari beberapa atau seorang sekutu. Persekutuan berakhir. kecoah jika orang-orang yang belakangan ini telah memberikan kuasa kepadanya untuk itu. atau urusannya telah memberikan manfaat bagi persekutuan. dengan musnahnya baraug afau diselesaikannya perbuatan yang menjadi pokok persekutuan. dengan lewatnya wak-tu untuk mana persekutuan telah diaclakan.1643. Pembubaran persekutuan-persekutuan yang dibuat untuk suatu waktu tertentu. Jika salah seorang sekutu atas nama persekutuan telah membuat suatu perjanjian. masing-masing untuk suatu jumlah dan bagian yang sama. sebagaimana jika seorang sekutu lain tidak memenuhi kewajibannya atau jika seorang sekutu lain karena sakit terus-menerus menjadi tak cakap melakukan pekerjaannya untuk persekutuan. dan tidaklah mengikat sekutu-sekutu lainnya. maka persukutuan dapat menuntut pelaksanaan perjanjian BAGIAN KE EMPAT Tentang bermacam-macam cara berakhirnya persekutuan 1646. atau lain-lain hal semacam itu yang sah maupun pentingnya diserahkan kepada pertimbangan Hakim. 1645. 1647. jika salah seorang sekutu meninggal atau ditaruh di bawah pengampuan. 3 o. mereka telah bertindak. 1 o. 2 o. meskipun bagian sekutu yang satu dalam persekutuan adalah kurang daripada bagian sekutu yang lainya. . 1644. terkecuali apabila sewaktu utang tersebut dibuatnya dengan tegas ditetapkan kewajiban para sekutu itu untuk membayar utangnya menurut imbangan besarnya bagian masing-masing dalam persekutuan. Jika salah seorang sekutu telah berjanji akan memasukkan miliknya atas suatu barang kedalam persekutuan. sebelum waktu itu lewat tidaklah dapat dituntut oleh salah seorang sekutu selainnya atas alasan yang sah. 4 o.

Aturan-aturan tentang pembagian warisan-warisan. Pemberitahuan penghentian dilakukan dengan secara tidak memberikan waktu. scrta kewajiban-kewajiban yang terbit karenanya antara orang-orang yang turut mewaris. meninggal. 1652. Pemberitahuan penghentian dianggap telah dilakukan tidak dengan itikad baik apabila seorang sekutu menghentikan persekutuannya dengan maksud untuk mengambil suatu keuntungan bagi diri sendiri. Pembubaran terjadi. dengan suatu pemberitahuan penghentian kepada segenap sekutu lainnya. 1651. dalam hal tersebut. kepentingan persekutuan pembubarannya diundurkan. cara-cara pembagian itu dilakukan. atau akan berlangsung terus diantara sekutu-sekutu yang masih ada maka janji tersebut harus ditaati. apabila barang-barang sedangkan persekutuan tidak lagi terdapat menuntut dalam supaya keseluruhannya. Jika telah diperjanjikan bahwa apabila salah seorang sekutu meninggal. Persekutuan hanya dapat dibubarkan atas kehendak beberapa atau seorang sekutu jika persekutuan itu telah dibuat tidak untuk suatu waktu tertentu. Dalam hal yang ke dua. asal pemberitahuan penghentian ini terjadi dengan itikad baik dan tidak dilakukan dengan secara tidak memberikan waktu. 1650. tetapi ia mendapat bagian dari keuntungan serta turut memikul kerugian yang merupakan akibat-akibat mutlak dari perbuatan-perbuatan yang terjadi sebelum si sekutu dari siapa ia ahli warisnya. sedangkan hak miliknya tetap berada pada si sekutu. Tetapi persekutuan tidak menjadi bubar karena musnahnya barang yang hak miliknya telah dimasukkan dalam persekutuan. berlaku juga untuk pembagian di antara para . ahli waris si meninggal tidak mempunyai hak yang lebih daripada atas pembagian persekutuan menurut keadaannya sewaktu meninggalnya si sekutu. 1649.Begitu pada persekutuan dalam segala hal bubar jika barangnya musnah. persekutuannya akan berlangsung terus dengan ahli warisnya. sedangkan para sekutu telah merancangkan akan bersama-sama menikmati keuntungan tersebut. apabila hanya kenikmatan atas barang itu saja yang dimasukkan dalam persatuan.

perjanjian-perjanjian dan reglemen-reglemennya. begitu pula bertindak di muka Hakim. 1658. perjanjian dan reglemen-reglemennya tidak memuat sesuatu ketentuan pun tentang pengurusan perkumpulan. baik sebagai penggugat maupun sebagai tergugat. maka tidak seorang anggota pun berkuasa untuk bertindak atas nama perkumpulan. dengan tidak mengurangi peraturan-peraturan umum. Para pengurus suatu perkumpulan adalah. Sekadar tentang itu tidak telah diatur secara lain dalam surat pendirian. seperti halnya dengan orangorang preman. berkuasa melakukan tindakan-tindakan perdata. untuk mana tiap anggota berkuasa memanggil mereka di muka . 1657. Selainnya perseroan yang sejati oleh undang-undang diakui pula perhimpunan-perhimpunm orang sebagai perkumpulan-perkumpulan. 1656. BAB KE SEMBILAN Tentang perkumpulan 1653. sekadar tentang itu tidak telah diatur secara lain dalam surat pendiriannya. perjanjian-pejanjiannya dan reglemen-reglemennya. berkuasa untuk bertindak atas nama perkumpulan. Segala perbuatan. atau mengikatkan perkumpulan dengan suatu cara lain selainnya yang telah ditetapkan pada penutup pasal yang lalu. untuk mana para pengurusnya tidak berkuasa melakukannya. 1655. dibatasi atau ditundukkan pada acara-acara tertentu. maka para pengurus diwajibkan memberikan perhitungan dan pertanggungan kepada segenap anggota perkumpulan. atau telah didirikan untuk suatu maksud tertentu yang tidak bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan baik.sekutu. mengikat perkumpulan kepada orang-orang pihak ke tiga dan sebaliknya. Jika surat pendirian. hanyalah mengikat perkumpulan sekadar perkumpulan itu sungguhsungguh telah mendapat manfaut karenanya atau sekadar perbuatan-perbuatan itu terkemudian telah disetujui secara sah. dalam mana kekuasaan itu telah diubah. 1654. Semua perkumpulan yang sah adalah. baik perkumpulan-perkumpulan itu diadakan atau diakui sebagai demikian oleh kekuasaan umum. maupun perkumpulan-perkumpulan itu diterima sebagai diperbolehkan.

atau menurut surat pendiriannya sendiri.Hakim. 1660. 1659. Jika semua anggotanya menurut apa yang diatur di atas. dan setelah mendengar dan bahkan atas tuntutan Kejaksaan. maka. yang dalam daerah hukumnya perkumpulan itu berkedudukan. Perkumpulan yang didirikan oleh kekuasaan umum. perjanjian-perjanjian dan reglemenreglemennya tidak telah dibuat ketentuan-ketentuan tentang hak bersuara. reglemen-reglemennya. 1661. menurut ketentuan-ketentuan dalam bab ini. sedangkan segata keputusan diambil dengan suara terbanyak. reglemen-reglemen dan perjanjian-perjanjiannya tidak mengandung ketentuan-ketentuan lain. 1663. Para anggota suatu perkutnpulan tidaklah bertanggung jawab secara pribadi untuk perikatan-perikatan perkumpulan. tidaklah dihapuskan dengan meninggalnya atau dilepaskannya keanggotaannya oleh semua anggota. memerintahkan diambilnya tindakan-tindakan yang sementara waktu kiranya perlu dilakukan untuk kepentingan perkumpulan. 1662. tidak ada. atas permintaan dari yang berkepentingan. menurut surat pendiriannya. Utang-utang hanyalah dapat dilunasi dari pendapatan penjualan barangbarang perkumpulan tersebut. hingga perkumpulan itu dibubarkan menurut undang-undang. 1664. Lain-lain perkumpulan tetap hidup hingga saat perkumpulanperkumpulan itu secara tegas dinyatakan bubar. maka Pengadilan Negeri. . atau hingga saat berhentinya tujuan atau hal yang menjadi pokok perkumpulan. berkuasa untuk. Jika dalam surat pendirian. Jika peraturan-peraturan dari perkumpulan sendiri. Hak-hak serta kewajiban-kewajiban para anggota perkumpulanperkumpulan yang sedemikian diatur menurut peraturan-peraturan dengan mana perkumpulan-perkumpulan itu telah diadakan atau diakui. maka masing-masing anggota suatu perkumpulan mempunyai hak yang sama untuk mengeluarkan suaranya. perjanjian-perjanjian dan reglemen-reglemennya dan sekadar itu tidak ada. hak-hak para anggota perkumpulan adalah bersifat perseorangan dan tidak berpindah kepada ahli waris-ahli warisnya. atau surat pendiriannya.

Si penghibah tidak boleh memperjanjikan bahwa ia tetap berkuasa untuk menjual atau memberikan kepada orang lain suatu benda yang termasuk dalam hibah. Dalam hal memanggil orang-orang pemegang piutang. Jika mereka melalaikan kewajiban-kewajiban itu. hibah yang semacam itu. dengan cuma-cuma dan dengan tidak dapat ditarik kembali. diwajibkan melunasi utang-utang perkumpulan. Hibah hanyalah dapat mengenai benda-benda yang sudah ada. Pada waktu membubarkan perkumpulan yang semacam itu anggotaanggota yang masih ada atau anggota yang paling akhir ada. sekadar mengenai benda tersebut dianggap sebagai batal. tunduk pada kewajiban-kewajiban seperti yang dipikul oleh ahli waris-ahli waris yang menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk mengadakan pencatatan harta kekayaan. 1669. menyelesaikan pertanggungjawaban dan membayar utang-utang mereka itu. di waktu hidupnya. maka mereka dapat dituntut untuk membayar utang-utang masing-masing untuk seluruhnya. menyerahkan sesuatu benda guna keperluan si penerima hibah yang menerima penyerahan itu. Jika hibah itu meliputi benda-benda yang baru akan ada di kemudian hari. maka sekadar mengenai itu hibahnya adalah batal 1668. sejumlah adanya kekayaan.1665. BAB KE SEPULUH Tentang hibah BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1666. dan mereka hanyalah diperkenankan membagi-bagi atau mengambil sisanya dan dengan demikian juga memindahkan kepada ahli waris-ahli waris mereka. 1667. baik benda-benda bergerak maupun benda-benda tak bergerak atau . sedangkan beban ini dapat beralih kepada ahli waris-ahli waris mereka. Adalah diperbolehkan kepada si penghibah untuk memperjanjikan bahwa ia tetap memiliki kenikmatan atau nikmat hasil benda-benda yang dihibahkan. Hibah adalah suatu perjanjian dengan mana si penghibah. Undang-undang tidak mengakui lain-lain hibah selain hibah-hibah di antara orang-orang yang masih hidup.

BAGIAN KE DUA Tentang kecakapan untuk memberikan sesuatu sebagai hibah. . maupun dalam halnya si penerima hibah beserta turunan-turunannya akan meninggal lebih dahulu daripada si penghibah. maka apa yang dihibahkan tetap untuk seluruhnya pada si penerima hibah. Jika ia meninggal dengan tidak telah memakai jumlah uang tersebut. Setiap orang diperbolehkan memberi dan menerima sesuatu sebagai hibah kecuali mereka yang oleh undang-undang dinyatakan tak cakap untuk itu. 882. 1675. Jika terjadi suatu penghukuman untuk menyerahkan suatu barang. Ketentuan-ketentuan pasal-pasal 879. 880. yang telah dihibahkan. 1672. maka si penghibah tidak diwajibkan menanggung. jika dibuat dengan syarat bahwa si penerima hibah akan melunasi utang-utang atau beban-beban lain. bebas ini segala beban dan hipotik yang telah diletakkan di atasnya sejak saat penghibahan. ketentuan-ketentuan pasal 894 dan akhirnya bagian-bagian ke tujuh dan kedelapan dari bab ke tiga belas dari Buku ke dua.bahwa ia dapat memberikan kenikmatan atau nikmat hasil tersebut kepada seorang lain. sedangkan bendabenda itu kembali kepada si penghibah. Si penghibah dapat memperjanjikan bahwa ia tetap berhak mengambil kembali benda-benda yang telah diberikannya. dan 884. adalah berlaku untuk hibah. selain yang dinyatakan dengan tegas di dalam akta hibah sendiri atau di dalam suatu daftar yang ditempelkan padanya. Suatu hibah adalah batal. dalam hal mana harus diperhatikan ketentuan-ketentuan dari bab ke sepuluh Buku ke dua Kitab Undang-undang ini. Si penghibah boleh memperjanjikan bahwa ia akan memakai sejumlah uang dari benda-benda yang dihibahkan. tetapi ini tidak dapat diperjanjikan selain hanya untuk kepentingan si penghibah sendiri. baik dalam halnya si penerima hibah sendiri. 1673. dan untuk menikmati keuntungan dari suatu hibah 1676. 1671. 881. 1674. Akibat dari hak untuk mengambil kembali ialah bahwa segala pengasingan benda-benda yang telah dihibahkan dibatalkan. 1670. kepada seorang lain.

1683. 908. Tiada suatu hibah mengikat si penghibah. begitu pula pasal 906. 1678. 909 dan 911 berlaku terhadap penghibahan. yang aslinya disimpan oleh notaris itu.1677. Tiada suatu hibah. dengan mengindahkan aturan yang tercantum dalam pasal 2. Namun ketentuan ini tidak berlaku terhadap hadiah-hadiah atau pemberianpemberian benda-benda bergerak yang bertubuh. atau menerbitkan sesuatu akibat yang bagaimana pun. asal yang demikian itu dilakukan di waktu si penghibah . 907. Ketontuan-ketentuan ayat ke dua dan ayat terakhir dari pasal 904. selain mulai hari penghibahan itu dengan kata-kata yang tegas telah diterima oleh si penerima hibah sendiri atau oleh seorang yang dengan suatu akta otentik oleh si penerima hibah itu telah dikuasakan untuk menerima pengibahan-penghibahan yang telah diberikan kepada si penerima hibah atau akan diberikan kepadanya di kemudian hari. maka itu akan dapat dilakukan didalam suatu akta otentik terkemudian. Jika penerimaan tersebut tidak telah dilakukan didalam surat hibah sendiri. 1681. Agar seorang cakap untuk menikmati keuntungan dari suatu hibah. Penghibahan-penghibahan kepada lembaga-lembaga umum atau lembaga-lembaga keagamaan. 1679. Dilarang adalah penghibahan antara suami-istri selama perkawinan. untuk menerima pemberianpemberian itu. dilakukan selainnya dengan suatu akta notaris. yang aslinya harus disimpan. selain sekadar oleh Presiden atau penguasa-penguasa yang ditunjuk olehnya telah diberikan kekuasaan kepada para pengurus lembaga-lembaga tersebut. 1680. diperlukan bahwa si penerima hibah itu sudah ada pada saat terjadinya penghibahan. atas ancaman batal. kecuali yang disebutkan dalam pasal 1687. tidak mempunyai akibat. kecuali dalam hal yang ditetapkan dalam bab ke tujuh dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. BAGIAN KE TIGA Tentang cara menghibahkan sesuatu 1682. yang harganya tidak terlalu tinggi mengingat kemampuan si penghibah. Orang-orang belum dewasa tidak diperbolehkan memberi hibah. dapat.

tidak memerlukan suatu akta. 613. BAGIAN KE EMPAT Tentang pengrikan kembali dan penghapusan hibah 1689. hanya akan berlaku sejak hari penerimaan itu diberitahukan kepadanya. jika ia menolak memberikan tunjangan nafkah kepada si penghibah. tidaklah berpindah kepada si penerima hibah. 1684. selain dengan jalan penyerahan yang dilakukan menurut pasalpasal 612. Penghibahan kepada orang-orang yang belum dewasa yang berada di bawah kekuasaan orang tua harus diterima oleh orang yang melakukm kekuasaan orang tua. 1687. terhadap orang yang belakangan disebut ini. sekalipun penghibahanan telah diterima secara sah. Pemberian-pemberian benda-benda bergerak yang bertubuh atau surat-surat penagihan utang kepada si penunjuk dari tangan satu ke tangan lain. 2 o. Suatu hibah tidak dapat ditarik kembali maupun dihapuskan karenanya. Penghibahan kepada orang-orang belum dewasa yang berada di bawah perwalian atau kepada orang-orang terampu. setelah orang ini jatuh dalam kemiskinan. karena tidak dipenuhi syarat-syarat dengan mana penghibahan telah dilakukan. 3 o. dan adalah dengan penyerahan belaka kepada si penerima hibah atau kepada seorang pihak ke tiga yang menerima pemberian itu atas nama si penerima. Penghibahan-penghibahan yang diberikan kepada seorang perempuan bersuami. . Hak milik atas benda-benda yang termaktub dalam penghibahan. 616 dan selanjutnya. melainkan dalam hal-hal yang berikut: 1 o. yang untuk itu harus dikuasakan oleh Pengadilan Negeri. 1685. harus diterima oleh si wali atau si pengampu.masih hidup. 1686. tidak dapat menerima selain menurut ketentuan-ketentuan dari bab ke lima Buku kesatu Kitab Undang-undang ini. dalam hal mana penghibahan. jika si penerima hibah telah bersalah melakukan atau membantu melakukan kejahatan yang bertujuan mengambil jiwa si penghibah atau suatu kejahatan lain terhadap si penghibah.

yang sekiranya telah diletakkan di atas barang tersebut oleh si penerima hibah sebelum tuntutan untuk pembatalan hibah telah didaftarkan di samping pengurnuman tersebut dalam pasal 616. maupun oleh para ahli waris si penghibah . 1690. si penghibah dapat. atau jika benda telah dijualnya. tidaklah dapat diganggu-gugat. Dalam hal yang demikian. dalam hal yang tersebut dalam pasal yang lalu.1689. 1691. juga sebelum gugatan dimasukkan. adalah batal. Semua pemindahtanganan. pula disertai hasil-hasil dan pendapatan-pendapatan sejak saat itu. 1692. terhitung mulai hari terjadinya peristiwa yang menjadi alasan tuntutan itu. pemindahtanganan barang yang dihibahkan atau hipotikhipotik dan lain-lain beban kebendaan. terhitung mulai hari dimajukannya gugatan. Selain daripada itu ia diwajibkan memberikan ganti rugi kepada si penghibah. barang yang dihibahkan tetap pada si penghibah atau ia dapat menuntutnya kembali. untuk hipotik-hipotik dan beban-beban lainnya yang telah diletakkan olehnya di atas benda-benda tak bergerak. gugur dengan lewatnya waktu satu tahun. beserta hasilhasil dan pendapatan-pendapatan yang ada pada si penerima hibah yang didapatnya sejak saat kelalaiannya. para ahli warissi penerima hibah. apabila tuntutan soebagai akibat penarikan kembali itu dikabulkan. Si penerima hibah diwajibkan. dengan hasil-hasil dan pendapat-pendapatnya. mengembalikan barang yang dihibahkan. bebas dari segala beban dan hipotik yang sekiranya telah diletakkan di atasnya oleh si penerima hibah. dan dapat diketahuinya hal itu oleh si penghibah. Dalam kedua hal yang terakhir disebutkan dalam pasal 1688. Dalam hal yang pertama. mengembalikan harganya pada waktu dimasukkannya gugatan. melaksanakan hakhak yang sama sebagaimana dapat dilaksanakannya terhadap si penerima hibah sendiri. Tuntutan hukum tersebut dalam pasal yang lalu. Tuntutan hukum tersebut tidak dapat dimajukan oleh si penghibah terhadap. hipotik atau lain-lain beban kebendaan yang dibuat terkemudian dari pada pendaftaran oleh si penerima hibah sebagaimana pendaftaran oleh si penerima hibah sebagaimana disebutkan di atas. terhadap seorang pihak ke tiga yang memegang benda tak bergerak yang telah dihibahkan.

Penitipan barang dengan sukarela hanyalah dapat terjadi antara orangorang yang mempunyai kecakapan untuk membuat perikatan-perikatan. Penitipan barang dengan sukarela terjadi karena sepakat bertimbalbalik antara pihak yang menitipkan barang dan pihak yang menerima titipan. BAB KE SEBELAS Tentang penitipan barang BAGIAN KE SATU Tentang penitipan barang pada umumnya. menerima penitipan suatu barang dari seorang yang tidak cakap untuk membuat . terkecuali dalam hal yang terakhir. jika tuntutan itu telah dimajukan oleh si penghibah. 1701. Dihapuskan. 1697. Ketentuan-ketentuan dalam bab ini tidak mengurangi berlakunya apa yang telah ditetapkan dalam bab ke tujuh dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. 1700. Penitipan barang yang scjati dianggap telah dibuat dengan Cumacuma. Adalah dua macam penitipan barang: yaitu penitipan yang sejati dan sekestrasi. 1699. 1693.terhadap si penerima hibah. 1695. BAGIAN KE DUA Tentang penitipan barang yang sejati 1696. atau pun jika orang ini telah meninggal di dalam waktu satu tahun setelah terjadinya peristiwa yang dituduhkan. apabila seorang menerima sesuatu barang dari seorang lain. Jika namun itu seorang yang cakap untuk membuat perikatan-perikatan. dengan syarat bahwa ia akan menyimpannya dan mengembalikannya dalam ujud asalnya. Penitipan adalah terjadi. dan tentang berbagai macam penitipan 1694. 1698. Penitipan tersebut ini hanya dapat mengenai ba-rang-barang yang bergerak. Perjanjian itu tidaklah telah terlaksana selainnya dengan penyerahan barangnya secara sungguh-sungguh atau secara dipersangkakan. jika tidak diperjanjikan sebaliknya. Penitipan barang terjadi dengan sukarela atau karena terpaksa.

jika si penerima titipan telah menawarkan dirinya untuk menyimpan barangnya. Si penerima titipan diwajibkan mengenai perawatan barang yang dipercayakan padanya. maka pihak yang menitipkan hanyalah mempunyai hak terhadap pihak yang menerima titipan untuk menuntut pengembalian barang yang dititipkan. air bah dan lain-lain peristiwa yang tak tersangka. atau. 3 o. . kecuali apabila ia lalai dalam pengembalian barang yang dititipkan. 1706. 1707. perampokan. 1708. maka dapatlah ia menuntut pemberian ganti rugi sekadar si penerima titipan itu telah memperoleh manfaat dari barang tersebut. maka tunduklah ia kepada segala kewajiban yang dipikul oleh seorang penerima titipan yang sungguh-sungguh. jika ia telah meminta diperjanjikannya sesuatu upah untuk menyimpan itu. jika barangnya sudah tidak lagi pada si penerima titipan. 4 o. Penitipam karena terpaksa ialah penitipan yang terpaksa dilaksanakan oleh seorang karena timbulnya sesuatu malapetaka. 1702. 1703.perikatan-perikatan. jika telah diperjanjikan bahwa si penerima titipan akan menanggung segala macam kelalaian. 1704. Jika penitipan dilakukan oleh seorang yang berhak kepada seorang yang tidak cakap membuat perikatan-perikatan. Tidak sekali-kali si penerima titipan bertanggung jawab tentang peristiwa-peristiwa yang tak dapat disingkiri. jika penitipan telah terjadi sedikit banyak untuk kepentingan si penerima titipan. Dihapuskan 1705. Ketentuan Pasal yang lalu harus dilakukan lebih keras : 1 o. memeliharanya dengan minat yang sama seperti ia memelihara barang-barangnya sendiri. selama barang ini masih ada pada pihak yang terakhir itu. karamnya kapal. runtuhnya gedung-gedung. 2 o. misalnya kebakaran. Penitipan karena terpaksa diatur menurut ketentuan seperti yang berlaku terhadap penitipan sukarela.

Ia tidak diperbolehkan menyelidiki tentang ujudnya barang yang dititipkan. sebagai orang-orang yang menerima titipan barang. Kemunduran-kemunduran yang dialami barangnya diluar salahnya si penerima titipan. baik mata uang-mata uang itu telah naik atau telah turun harganya. 1709. adalah atas tanggungan pihak yang menitipkan. atau yang dilakukan oleh orang-orang yang telah dimasukkan sendiri oleh si penginap. baik pencurian itu dilakukan atau kerusakan itu diterbitkan oleh pelayann-pelayan atau lain-lain budak dari rumah penginapan maupun oleh setiap orang lain. Si penerima titipan barang tidak diperbolehkan mempergunakan barang yang dititipkan untuk keperluan sendiri. Mereka adalah bertanggung jawab tentang pencurian atau kerusakan pada barang-barang kepunyaan para penginap. 1715. 1716. 1710. Dengan demikian maka jumlah-jumlah tiang harus dikembalikan dalam mata uang yang sama seperti yang dititipkan. bertanggung jawab untuk barang-barang yang dibawa oleh para tamu yang menginap pada mereka. 1713. Penitipan barang yang semacam itu dianggap sebagai suatu penitipan barang karena terpaksa. kerugian dan bunga. atas ancaman penggantian biaya. 1712.Bahkan dalam hal yang terakhir ia tidak bertanggung jawab jika barangnya juga akan musnah seandainya telah berada di tangannya orang yang menitipkan. Orang-orang yang menyelenggarakan rumah penginapan dan penguasa-penguasa losmen adalah. jika barang itu dipercayakan padanya dalam suatu kotak tertutup. dengan paksaan dirampas dari tangannya si penerima . Jika barangnya. 1711. Si penerima titipan hanya diwajibkan mengembalikan barang yang dititipkan dalam keadaannya pada saat pengembalian itu. Si penerima titipan diwajibkan mengembalikan barang yang sama itu telah diterimanya. atau dalam suatu sampul tersegel. 1714. Mereka tidak bertanggung jawab tentang pencurian-pencurian yang dilakukan dengan kekerasan. tanpa izin orang yang menitipkan barang. jika ada alasan untuk itu. yang dinyatakan dengan tegas atau dipersangkakan.

Jika benda yang dititipkan telah memberikan hasil-hasil yang telah dipungut atau diterima oleh si penerima titipan. maka para ahli waris . 1718. hanyalah diwajibkan mengembalikan harga pembelian yang diterimanya. atau kepada masing-masing untuk bagiannya. maka barangnya harus dikembalikan kepada mereka kesemuanya. 1717. 1719. selain sejak hari ia lalai mengembalikannya. atau jika ia belum menerima harga itu. Jika orang kepada siapa pernberitahuan itu telah dilakukan.titipan dan orang ini telah menerima harganya atau sesuatu barang lain sebagai gantinya. melalaikan untuk meminta kembali barangnya. Jika orang yang menitipkan barang meninggal. maka haruslah ia memberitahu kepada orang ini bahwa barangnya dititipkan kepadanya. Si penerima titipan tidak diperbolehkan mengembalikan barang titipannya selain kepada orang yang menitipkan kepadanya. maka si penerima titipan dibebaskan secara sah jika ia menyerahkan barang itu kepada orang dari siapa ia telah menerimanya. dengan peringatan supaya meminta kembali barang tersebut didalam suatu waktu tertentu yang cukup lama. maka barangnya hanya dapat dikembalikan kepada ahli warisnya. Seorang ahli waris dari si penerima titipan yang. karena ia tidak tahu bahwa suatu barang telah diterimanya dalam penitipan. maka ia diwajibkan mengembalikannya. Ia tidak diharuskan membayar bunga atas jumlah-jumlah uang yang dititipkan kepadanya. Jika namun itu ia mengetahui bahwa barang itu adalah barang curian. Tak bolehlah ia menuntut dari orang yang menitipkan barang suatu bukti bahwa orang itu pemilik barang tersebut. 1720. maka ia harus mengembalikannya kepada orang yang menitipkan barang. menyerahkan hak tuntutannya terhadap si pembeli barang. 1721. dengan itikad baik telah menjual barang tersebut. dan siapa pemilik sesungguhnya. Jika ada lebih dari seorang ahli waris. atau kepada orang yang atas namanya penitipan itu telah dilakukan atau yang ditunjuk untuk menerima kembali barangnya. Jika barang yang dititipkan tidak dapat dibagi-bagi. setelah diperingatkan.

1722. dan pengurusan mereka itu telah berakhir. kecuali apabila telah dilakukan suatu penyitaan atas barang-barang yang berada di tangan si penerima titipan. Barang yang dititipkan harus dikembalikan kepada orang yang menitipkan. Si penerima titipan yang mempunyai alasan yang sah untuk membebaskan diri dari barang yang dititipkan. seorang pengampu. Segala kewajiban si penerima titipan berhenti jika ia mengetahui dan dapat membuktikan bahwa ia sendiri adalah pemilik barang yang dititipkan itu. 1726. barangnya harus dikembalikan di tempat terjadinya penitipan. juga berkuasa mengembalikan barangnya kepada orang yang menitipkan atau jika orang ini menolaknya. 1724. 1727. misalnya jika seorang perempuan yang pada waktu menitipkan barang tidak bersuami kemudian berkawin. meminta izin Hakim untuk menitipkan barangnya di suatu tempat lain. maka barangnya hanyalah dapat dikembalikan kepada orang yang telah diwakili oleh wali pengampu. Jika penitipan barang telah dilakukan oleh seorang wali. 1728.harus mengadakan mufakat tentang siapa yang diwajibkan mengopernya. suami atau penguasa tersebut. Pengembalian barang yang dititipkan harus dilakukan di tempat yang ditunjuk dalam perjanjian. Biaya yang harus dikeluarkan untuk itu harus ditanggung oleh orang yang menitipkan barang. 1723. Orang yang menitipkan barang diwajibkan mengganti kepada si . seorang suami atau seorang penguasa. jika seorang dewasa yang menitipkan barang ditaruh di bawah pengampun. Jika perjanjian tidak menunjuk tempat itu. Jika orang yang menitipkan barang berubah kedudukannya. 1725. dalam hal ini dan dalam hal-hal semacam itu barang yang dititipkan tidak boleh dikembalikan selain kepada orang yang melakukan pengurusan atas hak-hak dan benda-benda orang yang menitipkan barang. seketika apabila dimintanya. sekalipun dalam perjanjiannya telah ditetapkan suatu waktu lain untuk pengembaliannya. meskipun belum tiba waktunya yang ditetapkan dalam perjanjian. kecuali apabila orang yang menerima titipan mempunyai alasan-alasan yang sah untuk tidak mengetahui perubahan kedudukan tersebut.

serta mengganti kepadanya segala kerugian yang disebabkan penitipan itu. mengembalikan barang itu kepada siapa yang akan dinyatakan berhak. namun dengan perkecualian-perkecualian sebagai berikut. 1735. Sekestrasi terjadi dengan perjarjian. BAGIAN KE TIGA Tenting sekestrasi dan berbagai macam-macamnya 1730. Sekestrasi dapat mengenai baik benda-benda bergerak maupun benda-benda tak bergerak. 1733. 1734. 1729. dititipkan kepada seorang. beserta hasil-hasilnya. Sekestrasi tunduk pada aturan-aturan yang sama seperti penitipan sejati. Si penerima titipan adalah berhak untuk menahan barangnya hingga segala apa yang harus dibayar kepadanya karena penitipan tersebut. Adalah bukan syarat mutlak bahwa suatu sekestrasi terjadi dengan cuma-cuma. 1737. Penitipan ini ada yang terjadi dengan perjanjian dan ada pula yang dilakukan atas perintah Hakim. 1731. Sekestrasi ialah penitipan barang tentang mana ada perselisihan.penerima titipan segala biaya yang telah dikeluarkan guna menyelamatkan barang yang dititipkan. Sekestrasi atas perintah Hakim terjadi jika Hakim memerintahkan supaya suatu barang. setelah perselisihan itu diputus. kecuali apabila semua pihak yang berkepentingan menyetujuinya atau apabila ada suatu alasan lain yang sah. di tangannya seorang pihak ke tiga yang mengikatkan diri untuk. tentang mana ada sengketa. apabila barang yang menjadi sengketa diserahkan kepada seorang pihak ke tiga oleh satu orang atau lebih secara sukarela. . 1736. Sekestrasi guna keperluan Pengadilan diperintahkan kepada seorang yang disetujui oleh pihak-pihak yang berkepentingan atau kepada seorang yang ditetapkan oleh Hakim karena jabatan. Si penerima titipan yang ditugaskan melakukan sekestrasi. telah dilunasi. 1732. tidak dapat dibebaskan dari tugasnya sebelum persengketaan diselesaikan.

Pinjam pakai adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan suatu. tunduk pada segala kewajiban yang terbit dalam halnya sekestrasi dengan perjanjian. memberikan suatu perhitungan secara ringkas kepada Hakim. tentang mana hak miliknya atau hak penguasaannya menjadi persengketaan. 3 o. barang-barang yang telah disita sebagai seorang bapak rumah yang baik. 2 o. Pengangkatan seorang penyimpan barang di muka Hakim menerbitkan kewajiban-kewajiban yang bertimbal balik antara si penyita dan si penyimpan. barang kepada pihak yang lainnya untuk dipakai dengan cuma- . yang telah disita di tangan seorang yang berutang. orang kepada siapa barangnya telah dipercayakan. Si penyimpan diwajibkan memelihara. BAB KE DUA BELAS Tentang pinjam pakai BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1740. Ia harus menyerahkan barang-barang itu untuk dijual supaya dari pendapatan penjualan itu dapat dilunasi piutang-piutang si penyita. jika penyitaan tersebut telah dicabut kembali. atau pun menunjukkan barang-barang yang dipercayakan kepadanya. terhadap suatu barang yang bergerak maupun yang tak bergerak. terhadap barang-barang bergerak. atau menyerahkannya kepada pihak terhadap siapa penyitaan telah dilakukan. atas tuntutan Kejaksaan. 1739. 1738. Adalah menjadi kewajiban si penyita untuk membayar kepada si penyimpan upahnya yang ditentukan dalam undang-undang. namunlah perjanjian perhitungan itu tidak akan dapat dimajukan terhadap pihak-pihak yang berkepentingan. dengan memperlihatkan. dan selainnya itu ia diwajibkan setiap tahun. terhadap barang-barang yang ditawarkan oleh soorang yang berutang untuk melunasi utangnya. Hakim dapat memerintahkan sekestrasi : 1 o.Dalam kedua-duanya hal.

Siapa yang menerima pinjaman sesuatu.cuma. sekalipun musnahnya barang ini disebabkan suatu kejadihan yang sama sekali tidak disengaja. Jika barangnya pada waktu dipinjamkan telah ditaksir harganya maka . selain yang selaras dengan sifat barangnya. 1743. yang dapat disingkiri seandainya si peminjam telah memakai barangnya sendiri. maka selain daripada itu ia adalah bertanggung jawab atas musnahnya barangnya. si peminjam telah memilih menyelamatkan dia punya barang sendiri. Pihak yang meminjamkan tetap menjadi pemilik barang yang dipinjamkan. akan mengembalikannya. 1742. 1746. maka para ahli waris orang ini tidak dapat tetap menikmati barang pinjaman itu. atau lebih lama daripada yang diperbolehkan. Perikatan-perikatan yang terbit dari perjanjian pinjam pakai berpindah kepada para ahli waris pihak yang meminjarnkan dan para ahli waris pihak yang meminjam. diwajibkan menyimpan dan memelihara barang pinjamannya sebagai seorang bapak rumah yang baik. Namun jika suatu peminjaman telah dilakukan karena mengingat orangnya yang menerima pinjaman. Ia tidak boleh memakainya guna suatu keperluan lain. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban seorang yang menerima pinjaman sesuatu 1744. dapat menjadi bahan perjanjian ini. jika ada alasan untuk itu. 1741. dengan syarat bahwa yang menerima barang ini. 1745. atau yang ditentukan dalam perjanjian kesemuanya atas ancaman penggantian biaya rugi dan bunga. Jika ia memakai barang pinjamannya guna suatu keperluan lain. setelah memakainya atau setelah lewatnya suatu waktu tertentu. Segala apa yang dapat dipakai orang dan tidak musnah karena pemakaian. Jika barang yang dipinjam musnah karena suatu kejadian yang tak disengaja. atau jika hanya satu dari kedua barang itu sajalah yang dapat diselamatkan. maka ia bertanggung jawab tentang musnahnya barang yang lainnya. dan telah diberikan khusus kepada orang tersebut secara pribadi.

Jika barang yang dipinjamkan mengandung cacat-cacat yang sedemikian. maka tak dapatlah ia menuntutnya kembali. 1753. selama waktu peminjaman. 1747. Jika si pemakai barang. maka orang ini diwajibkan mengganti biaya-biaya tersebut kepada si pemakai itu.musnahnya barang. kecuali apabila telah diperjanjikan sebaliknya. maka orang yang meminjamkan. jika tidak ada penetapan waktu yang demikian. Jika berbagai orang bersama-sama menerima satu barang dalam peminjaman. jika ia mengetahui adanya cacat-cacat itu dan tidak memberitahukannya kepada si pemakai. bertanggung jawab tentang . 1749. karena alasan-alasan yang mendesak dan sekonyong-konyong. dan diluar salahnya si pemakai. memaksa si pemakai mengembalikan barangnya kepada orang yang meminjamkannya. Jika barangnya berkurang harganya hanya karena pemakaian untuk mana barang itu telah dipinjam. Jika namun itu orang yang meminjamkan. atau sebelum kebutuhan si pemakai habis. telah terpaksa mengeluarkan beberapa biaya luar biasa yang perlu. hingga orang yang memakainya dapat dirugikan karenanya. maka mereka itu adalah masing-masing untuk seluruhnya bertanggung jawab terhadap orang yang memberikan pinjaman. telah mengeluarkan sementara biaya. maka orang ini tidak bertanggung jawab tentang kemunduran itu. Jika si pemakai. atau. Orang yang meminjamkan tidak boleh meminta kembali barang yang dipinjamkan selain setelah lewatnya waktu yang ditentukan. yang sebegitu mendesaknya hingga ia tidak sempat memberitahukan hal itu sebelumnya kepada orang yang meminjamkan. 1748. maka Hakim dapat mengingat keadaan. biarpun ini terjadi karena suatu kejadian yang tak disengaja. untuk dapat memakai barang pinjamannya. didalam jangka waktu tersebut. sendiri memerlukan barangnya. adalah atas tanggungan si peminjam. 1752. 1751. BAGIAN KE TIGA Tentang kewajiban-kewajiban orang yang meminjamkan 1750. setelah barangnya dipergunakan atau dapat dipergunakan untuk keperluan yang dimaksudkan.

bahwa akan dikembalikan jumlah mata uang yang sama. terjadi suatu kenaikan atau kemunduran harga atau ada perubahan mengenai berlakunya mata uang. 1755. maka pengembalian jumlah yang dipinjam harus dilakukan dalam mata uang yang berlaku pada waktu pelunasan. Jika yang dipinjamkan itu berupa batang-batang mas atau perak atau lain-lain barang perdagangan. sebelum saat pelunasan. pihak yang menerima pinjaman diwajibkan mengembalikan jumlah mata uang yang tepat dari macam yang sama. tidak kurang dan tidak lebih. 1757. maka. Jika mata uang yang semacam tidak lagi terdapat dalam jumlah yang mencukupi. Pinjam-meminjam ialah perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan kepada pihak yang lain suatu jumlah tertentu barang-barang yang menghabis karena pemakaian. kedua belah pihak dengan pernyataan tegas telah bersepakat.akibat-akibatnya. 1756. mengenai suatu pinjaman suatu jumlah mata uang tertentu. BAB KE TIGA BELAS Tentang pinjam-meminjam BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1754. dihitung menurut harganya yang berlaku pada saat itu. betapa pun naik atau turun harganya. sedapat-dapatnya dari kadar yang sama. Aturan yang ditetapkan dalam pasal yang lalu tidak berlaku jika. Utang yang terjadi karena peminjaman uang hanyalah terdiri atas jumlah uang yang disebutkan dalam perjanjian. dengan syarat bahwa pihak yang belakangan ini akan mengembalikan sejumlah yang sama dari macam dan keadaan yang sama pula. dengan cara bagaimanapun. pihak yang menerima pinjaman menjadi pemilik barang yang dipinjam. Dalam hal ini. Berdasarkan perjanjian pinjam-meminjam ini. maka kemusnahan itu adalah atas tanggungannya. si . Jika. dan jika barang itu musnah. maka kekurangannya harus diganti dengan mata uang dari logam yang sama. 1758. dan kesemuanya mengandung logam asli yang sama beratnya sebagaimana yang terdapat didalam jumlah mata uang yang telah tidak ada lagi itu.

dalam hal mana harus diperhatikan waktu dan tempat dimana barangnya. menurut keadaan. ditentukan. yang Siapa yang menerima pinjaman sesuatu diwajibkan mengembalikannya dalam jumlah dan keadaan yang sama. sedianya harus dikembalikan. menurut perjanjian. 1762. 1766. Jika tidak telah ditetapkan sesuatu waktu. apabila orang yang meminjamkan menuntut pengembalian pinjamannya. bahwa pihak yang telah meminjam sesuatu barang atau sejumlah uang akan mengembalikannya bilamana ia mampu untuk itu. Jika telah diadakan perjanjian. 1764. BAGIAN KE TIGA Tentang kewajiban-kewajiban si peminjam 1763. 1761. Orang yang meminjamkan tidak dapat meminta kembali apa yang telah dipinjamkannya sebelum lewatnya waktu yang ditentukan dalam perjanjian. Adalah diperbolehkan memperjanjikan bunga atas peminjaman uang atau lain barang yang menghabis karena pemakaian. BAGIAN KE EMPAT Tentang meminjamkan dengan bunga 1765. dan pada waktu yang . Jika waktu dan tempat ini tidak telah ditentukan. Ketentuan pasal 1753 adalah berlaku terhadap pinjam mengganti. Hakim berkuasa. mengingat keadaan. maka ia diwajibkan membayar harga barang yang dipinjamnya. 1760. memberikan sekadar kelonggaran kepada si peminjam. maka Hakim. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban orang yang meminjamkan 1759. Jika ia tidak mampu memenuhi kewajiban ini. dan ia tidaklah diwajibkan memberikan lebih daripada itu. Siapa yang telah menerima pinjaman dan membayar bunga. akan menentukan waktu pengembaliannya.berutang senantiasa harus mengembalikan jumlah yang sama berat dan sama mutunya. pelunasannya harus dilakukan menurut harga barang pinjaman pada waktu dan di tempat dimana pinjaman telah terjadi.

BAB KE EMPAT BELAS Tentang bunga tetap atsu bunga abadi 1770. tetapi bunga yang telah diperjanjikan harus dibayar sarnpai pada pengembalian atau penitipan uang pokoknya. maupun menguranginya dari jumlah pokok. telah dilakukan setelah lewatnya waktu utangnya dapat ditagih. Bunga ini pada hakikatnya dapat diangsur. Besarnya bunga yang diperjanjikan dalam perjanjian harus ditetapkan secara tertulis (Bunga menurut undang-undang adalah menurut Lembaran Negara tahun 1848 No. Hanyalah kedua belah pihak dapat mengadakan sepakat bahwa pengangsuran itu tidak dilakukan selain setelah lewatnya suatu waktu tertentu. 1771.tidak telah diperjanjikan. Memperjanjikan suatu bunga abadi ialah suatu perjanjian dengan mana pihak yang memberi pinjaman uang memperjanjikan pembayaran bunga atas pembayaran sejumlah uang pokok yang tidak akan dimintanya kembali. Bunga menurut undang-undang ditetapkan di dalam undang-undang. biarpun pengembalian atau penitipan ini. 1768. Bunga yang diperjanjikan dalam perjanjian boleh melampaui bunga menurut undangundang dalam segala hal yang tidak dilarang oleh undang-undang. . 22: enam persen). 1767. Pembayaran bunga yang tidak telah diperjanjikan tidak mewajibkan si berutang untuk membayarnya seterusnya. tidak dapat menuntutnya kembali. dalam hal mana uang yang telah dibayar selebihnya dapat dituntut kembali atau dikurangkan dari jumlah pokok. dan si berutang dibebaskan daripada itu. Jika orang yang meminjamkan telah memperjanjikan bunga dengan tidak menentukan berapa besarnya. 1769. maka si penerima pinjaman diwajibkan membayar bunga menurut undang-undang. Ada bunga menurut undang-undang dan ada yang ditetapkan di dalam perjanjian. Buku pembayaran uang pokok dengan tidak menyebutkan sesuatu apa mengenai bunga memberikan persangkaan tentang sudah dibayarnya bunga itu. kecuali apabila bunga yang dibayar itu melebihi bunga menurut undang-undang.

mengenai untung ruginya. bergantung pada suatu kejadian yang belum tentu. 1773. jika ia lalai memberikan jaminan yang dijanjikan kepada si berpiutang. si berutang dapat mernbebaskan diri dari kewajibannya mengembalikan uang pokoknya. 2 o. Perjanjian yang pertama diatur didalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. Bunga cagak hidup dapat dilahirkan degan suatu perjanjian atas . Seorang yang berutang suatu bunga abadi dapat dipaksa mengembalikan uang pokoknya: 1 o. atau tidak boleh dilakukan tanpa pemberitahuan lebih dahulu kepada si berpiutang dengan suatu tenggang waktu yang sebelumnya telah ditetapkan oleh mereka. jika ia telah dinyatakan pailit. membayar angsuran-angsuran yang sudah harus dibayarnya atau memberikan jaminan yang dijanjikan. BAB KE LIMA BELAS Tentong perjanjiaan-perjanjian untung-untungan BAGIAN KE SATU Ketentuan umum 1774. maupun bagi sementara pihak. perjudian dan pertaruhan. Demikian adalah: perjanjian pertanggungan. jika ia didalam waktu dua puluh hari. 1772.waktu mana tidak boeh ditetapkan lebih lama dari sepuluh tahun. BAGIAN KE DUA Tentang perjanjinn bungn cagsk hidup dan akibat-akibatnya 1775. baik bagi semua pihak. terhitung mulai ia diperingatkan dengan perantaraan Hakim. 3o. jika ia tidak membayar sesuatu apapun atas bunga yang harus dibayamya selama dua tahun berturut-turut. tenggang waktu mana namun tidak boleh lebih lama daripada satu tahun. Suatu perjanjian untung-untungan adalah sum perbuatan yang hasilnya. Dalam kedua hal yang pertama yang tersebut dalam pasal yang lalu. bunga cagak hidup.

beban, atau dengan suatu akta hibah. Ada juga bunga cagak hidup itu diperoleh dengan suatu wasiat. 1776. Bunga cagak hidup dapat diadakan atas badan orang yang memberikan pinjaman, atau atas badan orang yang diberikan kenikmatan atas bunga tersebut, atau pula atas badan seorang pihak ke tiga, meskipun orang ini tidak mendapat nikmat daripadanya. 1777. Bunga cagak hidup dapat diadakan atas badan satu orang atau lebih. 1778. Bunga cagak hidup dapat diadakan guna seorang pihak ke tiga, meskipun uangnya diberikan oleh seorang lain. Dalam hal tersebut namun itu ia tidak tunduk pada bentuk cara yang diperlukan untuk hibah. 1779. Segala bunga cagak hidup yang diadakan atas badan seorang yang telah meninggal pada hari dibuatnya perjanjian, adalah tak berdaya. 1780. Bunga cagak hidup dapat diadakan dengan perjanjian bunga yang sedemikian tingginya, sebagaimana ditetapkan menurut kehendak para pihak sendiri. 1781. Orang untuk siapa telah diadakan suatu bunga cagak hidup atas beban, dapat menuntut pembatalan perjanjian, jika si berutang tidak memberikan kepadanya jaminan yang telah diperjanjikan. Jika perjanjian dibatalkan, si berutang diwajibkan membayar bunga yang telah diperjanjikan, yang menunggak, sampai pada hari dikembalikannya uang pokok. 1782. Penunggakan pembayaran bunga cagak hidup yang dapat ditagih, tidaklah memberikan hak kepada si pemungut bunga untuk meminta kembali uang pokoknya atau barang yang telah diberikan olehnya untuk dapat menerima bunga itu; ia hanya berhak menuntut si berutang tentang pembayaran bunga yang wajib dibayarnya dan menyita kekayaannya untuk mengambil pelunasan daripadanya, pun pula meminta diberikannya jaminan untuk bunga yang sudah dapat ditagih. 1783. Dihapuskan. 1784. Tak dapatlah si berutang membebaskan diri dari pembayaran bunga cagak hidup dengan menawarkan pengembalian uang pokoknya, dan dengan

berjanji tidak akan menuntut pengembalian bunga yang telah dibayarnya, ia diwajibkan terus membayar bunga cagak hidup selama hidupnya orang atau orangorang yang di atas badan-badannya telah diadakan bunga cagak hidup itu, betapapun beratnya pembayaran bunga itu bagi dirinya. 1785. Si pemilik suatu bunga cagak hidup hanyalah mempunyai hak atas bunga menurut imbangan jumlahnya hari hidupnya orang yang atas badannya telah diadakan bunga cagak hidup itu. Jika namun itu, menurut perjanjian, bunganya harus dibayar terlebih dahulu, maka hak atas angsuran yang sedianya sudah harus terbayar, baru diperoleh mulai hari pembayaran itu sedianya harus dilakukannya. 1786. Tidaklah diperbolehkan memperjanjikan bahwa suatu bunga cagak hidup takkan tunduk pada suatu penyitaan, kecuali apabila bunga cagak hidup itu telah diadakan dengan cuma-cuma. 1787. Si pemungut bunga tidaklah dapat menagih bunga yang sudah harus dibayar, selain dengan menyatakan tentang masih hidupnya orang yang atas badannya telah diadakan bunga cagak hidup itu. BAGIAN KE TIGA Tentang perjudian dan pertaruhan 1788. Undang-undang tidak memberikan suatu tuntutan hukum dalam halnya suatu utang yang terjadi karena perjudian atau pertaruhan. 1789. Dalam ketentuan tersebut di atas namun itu tidak termasuk permainan-permainan yang dapat dipergunakan untuk olahraga, seperti main anggar, lari cepat dan lain sebagainya. Meskipun demikian, Hakim dapat menolak atau mengurangi gugatan, apabila uang taruhannya menurut pendapatnya lebih dari sepantasnya. 1790. Tidaklah diperbolehkan untuk menyingkiri berlakunya ketentuanketentuan kedua pasal yang lalu dengan jalan perjumpaan utang. 1791. Seorang yang secara sukarela telah membayar kekalahannya, sekalikali tak diperbolehkan menuntutnya kembali, kecuali apabila dari pihak si pemenang telah dilakukan kecurangan atau penipuan. BAB KE ENAM BELAS

Tentang pemberian kuasa BAGIAN KE SATU Tentang sifat pemberian kuasa 1792. Pemberian kuasa adalah suatu perjanjian dengan mana seorang memberikan kekuasaan kepada seorang lain, yang menerimanya, untuk atas namanya menyelenggarakan suatu urusan. 1793. Kuasa dapat diberikan dan diterima dalam suatu akta umum, dalam suatu tulisan di bawah tangan, bahkan dalam sepucuk surat atau pun dengan lisan. Penerimaan suatu kuasa dapat pula terjadi secara diam-diam dan disimpulkan dari pelaksanaan kuasa itu oleh si kuasa. 1794. Pemberian kuasa terjadi dengan cuma-cuma, kecuali jika diperjanjikan sebaliknya. Jika dalam hal yang terakhir, upahnya tidak ditentukan dengan tegas, si kuasa tidak boleh meminta upah yang lebih daripada yang ditentukan dalam pasal 411 untuk wali. 1795. Pemberian kuasa dapat dilakukan secara khusus, yaitu mengenai hanya satu kepentingan tertentu atau lebih, atau secara umum, yaitu meliputi segala kepentingan si pemberi kuasa. 1796. Pemberian kuasa yang dirumuskan dalam kata-kata umum, hanya meliputi perbuatan-perbuatan pengurusan. Untuk memindahtangankan benda-benda atau untuk meletakkan hipotik di atasnya, atau lagi untuk membuat suatu perdamaian, atau pun sesuatu perbuatan lain yang hanya dapat dilakukan oleh seorang pemilik, diperlukan suatu pemberian kuasa dengan kata-kata yang tegas. 1797. Si kuasa tidak diperbolehkan melakukan sesuatu apa pun yang melampaui kuasanya; kekuasaan yang diberikan untuk menyelesaikan suatu urusan dengan jalan perdamaian, sekali-kali tidak mengandung kekuasaan untuk menyerahkan perkaranya kepada putusan wasit. 1798. Orang-orang perempuan dan orang-orang belum dewasa dapat ditunjuk menjadi kuasa, tetapi si pemberi kuasa tidaklah mempunyai suatu tuntutan hukum terhadap orang-orang belum dewasa, selain menurut ketentuan-ketentuan umum mengenai perikatan-perikatan yang diperbuat oleh orang-orang belum

Si kuasa bertanggung jawab untuk orang yang telah ditunjuk olehnya sebagai penggantinya dalam melaksanakan kuasanya: 1 o. Si kuasa diwajibkan memberikan laporan tentang apa yang telah diperbuatnya dan memberikan perhitungan kepada si pemberi kuasa tentang segala apa yang telah diterimanya berdasarkan kuasanya. jika ia tidak diberikan kekuasaan untuk menunjuk seorang lain sebagai penggantinya. selama ia belum dibebaskan. 1799. dan menuntut daripadanya pemenuhan perjanjiannya. jika kekuasaan itu telah diberikan kepadanya tanpa penyebutan seorang tertentu. menurut aturan-aturan yang dituliskan dalam bab ke lima dan ke tujuh Buku ke satu dari Kitab Undang-undang ini. 1801. 1803. Si pemberi kuasa dapat menggugat secara langsung orang dengan siapa si kuasa telah bertindak dalam kedudukannya. 2 o. Si kuasa diwajibkan. Begitu pula ia diwajibkan menyelesaikan urusan yang telah mulai dikerjakannya pada waktu si pemberi kuasa meninggal jika dengan tidak segera menyelesaikannya dapat timbul sesuatu kerugian. dan ia menanggung segala biaya kerugian dan bunga yang sekiranya dapat timbul karena tidak dilaksanakannya kuasa itu. Namun itu tanggung jawab tentang kelalaian-kelalaian bagi seorang yang dengan cuma-cuma menerima kuasa adalah tidak sebegitu berat seperti yang dapat diminta dari seorang yang untuk itu menerima upah. sekalipun apa yang diterimanya itu tidak seharusnya dibayar kepada si pemberi kuasa. Si kuasa tidak saja bertanggung jawab tentang perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan sengaja. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban si kussa 1800. melaksanakan kuasanya. 1802. sedangkan orang yang dipilihnya itu ternyata seorang yang tak cakap atau . ia pun tidak mempunyai tuntutan hukum selain.dewasa. dan terhadap orang-orang perempuan yang bersuami yang menerima kuasa tanpa bantuan si suami. tetapi juga tentang kelalaian-kelalaian yang dilakukan dalam menjalankan kuasanya.

Si pemberi kuasa senantiasa dianggap telah memberikan kekuasaan kepada si kuasa untuk menunjuk seorang lain sebagai penggantinya untuk peng urusan benda-benda yang terletak diluar wilayah Indonesia atau di lain pulau daripada yang ditempat tinggali si pemberi kuasa. dan mengenai uang-uang yang harus diserahkannya pada penutupan perhitungan. Jika didalam akta yang sama ditunjuk berbagai orang kuasa. maka si pemberi kuasa tidak dapat meluputkan diri dari kewajiban mengembalikan persekot-persekot dan biaya-biaya serta membayar upah tersebut di atas. begitu pula untuk membayar upahnya jika ini telah diperjanjikan. 1804. Jika si kuasa tidak melakukan sesuatu kelalaian. Si kuasa harus membayar bunga atas uang-uang pokok yang dipakainya guna keperluannya sendiri. 1805. 1806. Si pemberi kuasa diwajibkan memenuhi perikatan-perikatan yang diperbuat oleh si kuasa menurut kekuasaan yang ia telah berikan kepadanya. maka terhadap mereka tidak diterbitkan suatu perikatan tanggung-menanggung. terhitung mulai saat ia memakai uang-uang itu. Si kuasa yang telah memberitahukan secara sah tentang hal kuasanya kepada orang dengan siapa ia mengadakan suatu perjanjian dalam kedudukannya sebagai kuasa itu. Dalam segala hal. Si pemberi kuasa diwajibkan mengembalikan kepada si kuasa persekot-persekot dan biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh orang ini untuk melaksanakan kuasanya. selain sekadar ia telah menyetujuinya secara tegas atau secara diam-diam. selain sekadar hal yang demikian itu ditentukan dengan tegas. si pemberi kuasa dapat secara langsung menuntut orang yang ditunjuk oleh si kuasa sebagai penggantinya itu. sekalipun urusannya tidak . 1808. bunga itu dihitung mulai hari ia dinyatakan lalai.tak mampu. tidaklah bertanggung jawab tentang apa yang terjadi diluar batas kuasa itu. BAGIAN KETIGA Tentang kewajiban-kewajiban si pemberi kuasa 1807. Ia tidak terikat pada apa yang telah diperbuat selebihnya dari pada itu. kecuali jika ia secara pribadi telah mengikatkan diri untuk itu.

Pemberian kuasa berakhir: dengan ditariknya kembali kuasanya si kuasa. menyebabkan ditariknya kembali kuasa yang pertama. dengan meninggalnya. tidak dapat dimajukan terhadap orang-orang pihak ke tiga. 1811. BAGIAN KE EMPAT Tentang bermacam-macam cara berakhirnya pemberian kuasa 1813. dengan pemberitahuan penghentian kuasanya oleh si kuasa. dan jika ada alasan untuk itu. 1812. 1810. maka masing-masing dari mereka adalah bertanggung jawab untuk seluruhnya terhadap si kuasa mengenai segala akibat dari pemberian kuasa itu. Begitu pula si pemberi kuasa harus memberikan ganti rugi kepada si kuasa tentang kerugian-kerugian yang diderita sewaktu menjalankan kuasanya. 1809. Si kuasa adalah berhak untuk menahan segala apa kepunyaan si pemberi kuasa yang berada di tangannya. asal dalam hal itu si kuasa tidak telah berbuat kurang hati-hati. hingga kepadanya telah dibayar lunas segala apa yang dapat dituntutnya sebagai akibat pemberian kuasa. 1814. telah mengadakan suatu perjanjian dengan si kuasa. Penarikan kembali yang hanya diberitahukan kepada si kuasa. dengan perkawinannya si perempuan yang memberikan atau menerima kuasa. Pengangkatan seorang kuasa baru. ini tidak mengurangi tuntutan si pemberi kuasa kepada si kuasa. memaksa si kuasa untuk mengembalikan kuasa yang dipegangnya. yang karena mereka tidak mengetahui tentang penarikan kembali iutu. terhitung mulai hari diberitahukannya kepada orang yang belakangan ini tentang pengangkatan tersebut. pengampuannya.berhasil. . untuk menjalankan suatu urusan yang sama. Si pemberi kuasa harus membayar kepada si kuasa bunga atas persekot-persekot yang telah dikeluarkan oleh si kuasa. 1816. terhitung mulai hari dikeluarkannya persekot-persekot itu. sekian lamanya. 1815. atau pailitnya si pemberi kuasa maupun si kuasa. Si pemberi kuasa dapat menarik kembali kuasanya manakala itu dikehendakinya. Jika seorang kuasa diangkat oleh berbagai orang untuk mewakili suatu urusan yang merupakan urusan mereka bersama.

daripada perikatan si berutang. dan sementara itu mengambil tindakan-tindakan yang perlu menurut keadaan bagi kepentingan si pemberi kuasa.1817. Jika si kuasa tidak sadar akan meninggalnya si pemberi kuasa atau akan adanya sesuatu sebab lain yang mengakhiri kuasanya. Penanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang pihak ke tiga. maupun karena sesuatu hal lain karena salahnya si kuasa. kecuali apabila si kuasa berada dalam keadaan tak mampu meneruskan kuasanya dengan tidak membawa rugi yang tidak sedikit bagi dirinya sendiri. BAB KE TUJUH BELAS Tentang penanggungan utang BAGIAN KE SATU Tentang sifat penanggungan 1820. maka orang ini harus diberikan ganti rugi oleh si kuasa. Jika namun itu pemberitahuan penghentian ini baik karena ia dilakukan dengan tidak mengindahkan waktu. para ahli warisnya harus memberitahukan hal itu kepada si pemberi kuasa. 1822. mengikatkan diri untuk memenuhi perikatan si berutang manakala orang ini sendiri tidak memenuhinya. jika mereka tahu tentang adanya pemberian kuasa. Jika si kuasa meninggal. maupun dengan syarat-syarat yang lebih berat. maka apa yang diperbuatnya di dalam ketidaksadaran itu adalah sah. jika ada alasan untuk itu. Si kuasa dapat membebaskan diri dari kuasanya dengan pemberitahuan penghentian kepada si pemberi kuasa. biarpun perikatan itu dapat dibatalkan dengan suatu tangkisan yang hanya mengenai dirinya pribadi si berutang. Seorang penanggung tidak dapat mengikatkan diri untuk lebih. 1818. Namun dapatlah seorang memajukan diri sebagai penanggung untuk suatu perikatan. kerugian dan bunga. membawa rugi bagi si pemberi kuasa. . Dalam hal itu segala perikatan yang dibuat oleh si kuasa harus dipenuhi terhadap orang-orang pihak ke tiga yang beritikad baik. Tiada penanggungan jika tidak ada suatu perikatan pokok yang sah. misalnya dalam hal kebelumdewasaan. atas ancaman mengganti biaya. 1821. guna kepentingan si berpiutang. 1819.

bahkan terhitung biaya-biaya gugatan yang dimajukan terhadap si berutang utama. 1823. atau dengan syarat-syarat yang kurang. tetapi juga untuk seorang penanggung orang itu. Barang siapa yang oleh undang-undang atau karena suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. padahal ia tidak berhasil mendapatkannya. 1826. melainkan ia adalah sah hanya untuk apa yang diliputi oleh perikatan pokoknya. harus memajukan seorang yang mempunyai kecakapan untuk mengikatkan dirinya. 1830. meliputi segala akibat utangnya. tetapi harus diadakan dengan pemyataan yang tegas. maka. bahkan diluar pengetahuan orang itu. Adalah diperbolehkan juga untuk menjadi penanggung tidak saja untuk si berutang utama.Adapun penanggungan boleh diadakan untuk hanya sebagian saja dari utangnya. tidaklah diperbolehkan untuk memperluas penanggungan hingga melebihi ketentuan-ketentuan yang menjadi syarat sewaktu mengadakannya. 1824. dan yang berdiam di wilayah Indonesia. kemudian menjadi tak mampu. Dihapuskan 1829. atau dengan syarat-syarat yang lebih berat maka perikatan itu tidak sama sekali batal. Perikatan-perikatan para penanggung berpindah kepada ahli warisahli warisnya. yang cukup mampu untuk memenuhi perikatannya. Seorang dapat memajukan diri sebagai penanggung dengan tidak telah diminta untuk itu oleh orang untuk siapa ia mengikatkan dirinya. diwajibkan memberikan seorang penanggung. 1828. Jika penanggungan diadakan untuk lebih dari utangnya. haruslah ditunjuk seorang penanggung baru. Si berutang yang diwajibkan memberikan seorang penanggung. yang telah diterima oleh si berpiutang secara sukarela atau atas putusan Hakim. diperbolehkan sebagai . 1827. Penanggungan yang tak terbatas untuk suatu perikatan pokok. Apabila si penanggung. 1825. dan terhitung pula segala biaya yang dikeluarkan setelah si penanggung utang diperingatkan tentang itu. Penanggungan utang tidak dipersangkakm.

2 o. Si penanggung yang menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dahulu disita dan dijual diwajibkan menunjukkan kepada si berpiutang benda-benda si berutang. Si berpiutang tidak diwajibkan menyita. sedangkan benda-benda si berutang ini harus lebih dahulu disita dan dijual untuk meltmasi utangnya. telah menunjukkan benda-benda si berutang dan telah membayar lebih dahulu uang yang diperlukan . 1832. 1834. jika si berutang berada didalam keadaan pailit. dalam hal penanggungan yang diperintahkan oleh Hakim. Si penanggung tidaklah diwajibkan membayar kepada si berpiutang. BAGIAN KE DUA Tentang akibat-akibat penanggungan antara si berutang dan si penanggung 1831. 3 o. maupun pula benda-benda yang terletak di luar wilayah Indonesia. Si penanggung tidak dapat menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dahulu disita dan dijual untuk meltmasi utangnya: 1 o. 5 o. menurut pasal yang lalu. 1833. selain jika si berutang lalai. Tak diperbolehkan ia menunjuk pada benda-benda yang sedang menjadi buah persengketaan di muka Hakim. apabila ia telah mengikatkan dirinya bersama-sama dengan si berutang utama secara tanggung-menanggung.gantinya memberikan suatu jaminan gadai atau hipotik. jika si berutang dapat memajukan suatu tangkisan yang hanya mengenali dirinya sendiri secara pribadi. dalam hal mana akibat-akibat perikatannya diatur menurut asas-asas yang ditetapkan untuk utang-utang tanggung-menanggung. 4 o. dan yang sudah tidak ada di tangan si berutang. dan membayar lebih dahulu biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penyitaan serta penjualan tersebut. Apabila si penanggung. maupun yang sudah dijadikan tanggungan hipotik untuk utang yang bersangkutan. dan menjual lebih dahulu benda-benda si berutang selain apabila itu diminta oleh si penanggung pada waktu ia pertama kali dituntut di muka Hakim. apabila ia telah melepaskan hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dahulu disita dan dijual. 1835.

1838. maka si berpiutang bertanggung jawab terhadap si penanggung. jika ia tidak telah melepaskan hak istimewanya untuk meminta pemecahan utangnya. baik penanggungan itu telah diadakan dengan maupun tanpa pengetahuan si berutang utama. BAGIAN KE TIGA Tentang akibat-akibat penanggungan antara si berutang dan si penanggung. hingga sejumlah harga benda-benda yang ditunjuk itu. dan antara para penanggung sendiri 1839. Mengenai biaya-biaya tersebut si penanggung hanya dapat menuntutnya kembali. dan menguranginya hingga bagian masing-masing penanggung utang yang terikat secara sah. 1836. sekadar ia telah memberitahukan kepada si berutang utama tentang .untuk penyitaan dan penjualan benda-benda itu. 1837. lagi pula untuk utang yang sama. Jika pada waktu salah seorang penanggung menuntut pemecahan utangnya. Si penanggung yang telah membayar. maka tak bolehlah ia menarik kembali pemecahan utang itu. Jika beberapa orang telah mengikatkan diri sebagai penanggung untuk seorang berutang yang sama. maka masingmasing adalah terikat untuk seluruh utang itu. biarpun beberapa orang di antara para penanggung tidak mampu sebelum ia telah membagi-bagi utangnya. tentang ketidakmampuan si berutang yang dengan tidak adanya tuntutantuntutan. Penuntutan kembali ini dilakukan baik mengenai uang pokoknya maupun mengenai bunga serta biaya-biaya. Jika si berpiutang sendiri secara sukarela telah membagi-bagi tuntutannya. dapat menuntut supaya si berpiutang lebih dahulu membagi piutangnya. Namun itu masing-masing dari mereka. maka si penanggung tersebut diwajibkan membayar untuk orang-orang yang tak mampu itu menurut imbangan bagiannya. dapat menuntutnya kembali dari si berutang utama. seorang atau beberapa orang teman penanggung berada dalam keadaan tak mampu. terjadi sesudah itu. tetapi ia tidak bertanggung jawab jika ketidakmampuan orang-orang itu terjadi setelah pemecahan utangnya. pada pertama kalinya ia digugat di muka Hakim.

jika ia tidak telah memberitahukan kepadanya tentang pembayaran yang telah dilakukannya. apabila ia digugat di muka Hakim untuk membayar. apabila utangnya dapat ditagih karena lewatnya jangka waktu yang telah ditetapkan untuk pembayarannya. 2o.tuntutan-tuntutan yang ditujukan kepadanya. kecuali apa bila . maka seorang yang memajukan diri sebagai penanggung untuk mereka kesemuanya. Jika beberapa orang berutang utama yang bersarna-sama memikul satu utang. sedangkan ia tidak memberitahukannya kepada si berutang utama. bahkan sebelum ia membayar utangnya: 1o. 1842. maka ia. Si penanggung ada juga mempunyai hak menuntut penggantian biaya. 5o. rugi dan bunga. Si penanggung yang sekali telah membayar utangnya. manakala si berutang. dapat menuntut kembali segala apa yang telah dibayarnya dari masing-masing orang berutang tersebut. setelah lewatnya waktu sepuluh tahun jika perikatan pokok tidak mengandung suatu jangka waktu tertentu untuk pengakhirannya. 1843. pada waktu dilakukannya pembayaran. Si penanggung dapat menuntut si berutang untuk diberikan ganti rugi atau untuk dibebaskan dari perikatannya. dihapuskan. apabila si berutang telah berjanji untuk membebaskannya dari penanggungannya didalam suatu waktu tertentu. dengan tidak mengurangi tuntutan si penanggung terhadap si berpiutang. 3o. mempunyai alasan-alasan untuk menuntut dinyatakannya batal utangnya. Si penanggung yang telah membayar. 1840. jika ada alasan untuk itu. dengan tidak mengurangi hak-haknya untuk menuntutnya kembali dari si berpiutang. Jika si penanggung telah membayar tanpa digugat untuk itu. tidak dapat menuntutnya kembali dari si berutang utama ini. 4o. tidak dapat menuntutnya kembali dari si berutang utama yang telah membayar untuk ke dua kalinya. menggantikan demi hukum segala hak si berpiutang terhadap si berutang. 1841. masing-masing terikat untuk seluruh utang itu. di dalam waktu yang patut.

tidak lagi dapat menggantikan hak-haknya. masing-masing untuk bagiannya. begitu pula apabila si berutang telah dinyatakan pailit. biarpun benda itu kemudian karena suatu putusan Hakim oleh si berpiutang harus diserahkan kepada seorang lain. Namun tak bolehlah ia memajukan tangkisan-tangkisan yang melulu mengenai pribadi si berutang. mempunyai hak untuk menuntutnya kembali dari orang-orang penanggung yang lainnya. 1849. sebagaimana yang menyebabkan berakhirnya perikatan-perikatan lainnya. sekali-kali tidak mematikan tuntutan hukum si berpiutang terhadap orang yang telah memajukan diri sebagai penanggungnya si penanggung. hipotik-hipotiknya dan hak-hak istimewanya dari si berpiutang itu. maka si penanggung dibebaskan karenanya. 1850. Suatu penundaan pembayaran belaka yang oleh si berpiutang . 1848. Si penanggung utang dapat menggunakan terhadap si berpiutang segala tangkisan yang dapat dipakai oleh si berutang utama dan mengenai utangnya yang ditanggung itu sendiri. Percampuran yang terjadi di antara pribadinya si berutang utama dan pribadinya si penanggung utang. lagi pula untuk utang yang sama. 1844. sepertinya suatu perwalian. maka si penanggung yang telah melunasi utangnya dalam hal yang teratur dalam nomor 1o dari pasal yang lalu. hingga ia tidak dapat diakhiri sebelum lewatnya suatu waktu tertentu.perikatan pokok sedemikian sifatnya. 1846. Ketentuan ayat kedua dari pasal 1293 adalah berlaku dalam hal ini. BAGIAN KE EMPAT Tentang hapusnya penanggungan utang 1845. Perikatan yang diterbitkan dari penanggungan hapus karena sebabsebab yang sama. Jika si berpiutang secara sukarela menerima suatu benda tak bergerak maupun suatu benda lain sebagai pembayaran atas utang pokok. Jika berbagai orang telah mengikatkan diri sebagai penanggung untuk seorang berutang yang sama. 1847. Si penanggung dibebaskan apabila ia karena salahnya si berpiutang.

BAB KE DELAPAN BELAS Tentang perdamaian 1851. Tentang kepentingan-kepentingan keperdataan yang terbit dari suatu kejahatan atau pelanggaran. Setiap perdamaian hanya mengakhiri perselisihan-perselisihan yang termaktub didalamnya. melainkan jika dibuat secara tertulis. maupun maksud itu dapat disimpulkan sebagai akibat . baik para pihak merumuskan maksud mereka dalam perkataan khusus atau umum. 1855. mengakhiri suatu perkara yang sedang bergantung atau pun mencegah timbulnya suatu perkara. Perjanjian ini tidaklah sah. 1852. Setiap perdamaian hanya terbatas pada soal yang termaktub didalamnya. dengan menyerahkan. tidak membebaskan si penanggung utang. menjanjikan atau menahan suatu barang. Untuk mengadakan suatu perdamaian diperlukan bahwa seorang mempunyai kekuasaan untuk melepaskan haknya atas hal-hal yang termaktub di dalam perdamaian itu. Wali-wali dan pengampu-pengampu tidak dapat mengadakan suatu perdamaian selain jika mereka bertindak menurut ketentuan-ketentuan dari bab ke lima belas dan ke tujuh belas dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. Perdamaian ini tidak sekali-kali menghalangi Jawatan Kejaksaan untuk menuntut perkaranya. Perdamaian adalah suatu perjanjian dengan mana kedua belah pihak. 1854. namun si penanggung ini dalam hal yang sedemikian dapat menuntut si berutang dengan maksud memaksanya untuk membayar atau untuk membebaskan si penanggung dari penanggungannya. dapat diadakan perdamaian.diberikan kepada si berutang. 1853. pelepasan segala hak dan tuntutan yang dituliskan di situ harus diartikan sekadar hak-hak dan tuntutan-tuntutan itu ada hubungannya dengan perselisihan yang menjadi lantaran perdamaian tersebut. Kepala-kepala Daerah yang bertindak sebagai demikian begitu pula lembaga-lembaga umum tidak dapat mengadakan suatu perdamaian selain dengan mengindahkan acara-acara yang ditetapkan dalam perundang-undangan yang mengenai mereka.

Jika seorang yang telah mengadakan suatu perdamaian tentang suatu hak yang diperolehnya atas dasar kedudukannya sendiri. 1862. Suatu perdamaian yang diadakan atas dasar surat-surat yang kemudian dinyatakan palsu. 1863. mengenai suatu alas hak yang batal. telah membuat suatu perdamaian tentang segala urusan yang berlaku di antara mereka. 1856. Jika putusan yang tidak diketahui oleh para pihak itu masih dapat dimintakan banding. Begitu pula dapat diminta pembatalan suatu perdamaian. adalah batal. 1857. Namun itu suatu perdamaian dapat dibatalkan. maka adanya surat-surat yang pada waktu itu tidak diketahui. Tidak dapatlah perdamaian itu dibantah dengan alasan kekhilafan mengenai hukum atau dengan alasan bahwa salah satu pihak dirugikan. tidak mengikat orang-orang berkepentingan yang lainnya. 1859. tidaklah ia terikat oleh perdamaian yang dibuat sebelumnya. kecuali apabila surat-surat itu telah .mutlak satu-satunya dari apa yang dituliskan. adalah sama sekali batal. 1861. Segala perdamaian mempunyai di antara para pihak suatu kekuatan seperti suatu putusan Hakim dalam tingkat yang penghabisan. apabila telah terjadi suatu kekhilafan mengenai orangnya. 1860. Ia dapat dibatalkan dalam segala hal dimana telah dilakukan penipuan atau paksaan. kecuali apabila para pihak dengan pernyataan tegas telah mengadakan perdamaian tentang kebatalan itu. tidak merupakan alasan untuk membatalkan perdamaiannya. yang sudah diakhiri dengan suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. Suatu perdamaian yang diadakan oleh salah seorang yang berkepentingan. 1858. maka sekadar mengenai hak yang baru diperolehnya itu. dan tidak dapat dimajukan oleh mereka untuk memperoleh hak-hak dari padanya. atau mengenai pokok perselisihan. namun tidak diketahui oleh para pihak atau salah satu dari mereka. Suatu perdamaian mengenai suatu sengketa. tetapi kemudian diketemukan. maka perdamaiannya adalah sah. Jika para pihak. kemudian memperoleh suatu hak yang sama dari seorang lain. jika perdamaian itu telah diadakan karena kesalahpahaman tentang duduk perkaranya. untuk seumumnya.

jika perdamaian hanya mengenai satu urusan saja. Suatu alas hak yang batal. dengan tidak dapat dipaksa untuk mempertunjukkan alas haknya. dan lain-lain orang yang menguasai suatu benda berdasarkan suatu perjanjian dengan pemiliknya. sedangkan dari surat-surat yang diketemukan kemudian ternyata bahwa salah satu pihak sama sekali tidak mempunyai sesuatu hak atas itu. Itikad baik selamanya harus dianggap ada. 1964. karena. BAGIAN KE DUA Tentang daluwarsa. Daluwarsa itu diperoleh apabila hari teralchir dari jangka waktu yang diperlukan telah lewat. Siapa yang dengan itikad baik. memperoleh suatu benda tak bergerak. suatu bunga. dapat memperoleh benda tersebut dengan jalan daluwarsa. 1962. suatu cacat dalam bentuk caranya. tidak dengan jam. sedangkan siapa yang menunjuk kepada suatu itikad buruk diwajibkan membuktikannya. dengan suatu penguasaan selama dua puluh tahun. tidak dapat digunakan sebagai dasar suatu daluwarsa selama dua puluh tahun. 1965. atau suatu piutang lain yang tidak harus dibayar atas tunjuk. dan berdasarkan suatu alas hak yang sah. dengan jalan daluwarsa. harus diperbaiki. jika alas hak penguasaan mereka telah berganti. Mereka. 1864. Namun itu perdamaiannya adalah batal. kepada siapa orang-orang penyewa. Siapa yang dengan itikad baik menguasainya selama tiga puluh tahun.sengaja disembunyikan oleh salah satu pihak. baik karena suatu sebab yang berasal dari seorang pihak ke tiga. 1960. Suatu kekeliruan dalam hal menghitung dalam suatu perdamaian. 1961. Mereka yang disebutkan dalam pasal yang lalu dapat memperoleh hak milik dengan jalan daluwarsa. Daluwarsa dihitung dengan hari. maupun karena pembantahan yang mereka lakukan terhadap haknya si pemilik. orang-orang penyimpan. dipandang sebagai suatu alat untuk memperoleh sesuatu 1963. . memperoleh hak milik atasnya. telah menyerahkan bendanya dengan suatu alas hak yang dapat memindahkan hak milik. memperoleh hak milik.

1968. untuk mendapat pembayaran upah mereka. untuk pemberian penginapan serta makanan. atau tercapainya perdamaian antara para pihak yang berperkara. untuk upah mereka untuk memberitahukan akta-akta dan melaksanakan pekerjaan yang diperintahkan kepada mereka. hapus karena daluwarsa. yang menunjukkan akan adanya daluwarsa itu tidak usah mempertunjukkan suatu alas hak. hapus karcna daluwarsa dengan lewatnya waktu dua tahun. tuntutan para juru sita. atau untuk waktu yang lebih pendek. BAGIAN KE TIGA Tentang daluwarsa dipandang sebagai suatu alasan untuk dibebaskan dari suatu kewajiban 1967. untuk uang makan dan pengajaran bagi murid-muridnya. Tuntutan para advokat untuk pembayaran jasa-jasa mereka. beserta jumlah kenaikan upah itu menurut pasal 1602 q. tuntutan para pengacara untuk pembayaran persekot-persekot dan upah mereka. tuntutan para buruh yang upahnya dalam uang harus dibayar tiap-tiap kali setelah lewatnya waktu yang kurang daripada satu triwulan. itikad baik itu ada. sedangkan siapa. terhitung sejak hari diputusnya perkara. dengan lewatnya waktu tiga puluh tahun. tuntutan para buruh dengan kekecualian mereka yang dimaksud dalam pasal 1968. Tuntutan para dokter dan ahli obat-obatan. semua itu berdaluwarsa dengan lewatnya waktu dua tahun. untuk pembayaran upah mereka. tuntutan para pengusaha rumah penginapan dan rumah makan. untuk kunjungan mereka. semua itu berdaluwarsa. atau . Tuntutan para guru dan pengajar dalam kebudayaan dan ilmu pengetahuan. tuntutan para pengusaha sekolah berasrama. lagi pula tak dapatlah dimajukan terhadapnya sesuatu tangkisan yang didasarkan kepada itikadnya yang buruk.1966. perawatan dan obat-obatan. beserta jumlah kenaikan upah itu menurut pasal 1602 q. dengan lewatnya waktu satu tahun. begitu pula tuntutan lain-lain pengajar untuk upah pengajaran yang diberikan oleh mereka. untuk pelajaran yang mereka berikan tiap-tiap bulan. baik yang bersifat perbendaan maupun yang bersifat perseorangan. 1969. 1970. Segala tuntutan hukum. Adalah cukup bahwa pada waktu benda atau piutang diperoleh.

terhitung sejak hari dibuatnya akta-akta. tukang-tukang batu dan lainlain tukang untuk pembayaran bahan-bahan yang mereka berikan dan upah-upah mereka. Namun demikian orang-orang kepada siapa dimajukan daluwarsa yang disebut dalam pasal 1968. Kepada para janda dan para ahli waris. tahun. 1969. waktu dua. pengusaha-pengusaha toko untuk pembayaran barang-barang yang telah mereka serahkan. terhitung sejak pelaksanaan kuasa atau . 1974. apabila dibuatnya suatu pengakuan tertulis. Para Hakim dan pengacara tidak lagi bertanggung jawab untuk penyerahan surat-surat setelah lewatnya waktu lima tahun. 1972. dapat menurut dari mereka yang menggunakan daluwarsa itu supaya mereka bersumpah bahwa utang mereka sungguh-sungguh telah terbayar. semua itu bcrdaluwarsa dengan lewatnya waktu lima tahun. meskipun seorang telah meneruskan melakukan penyerahan-penyerahan jasa-jasa dan pekerjaan. tukang-tukang kayu. terjadi. para juru sita dibebaskan dari pertanggungjawaban tentang hal itu setelah lewatnya.ditariknya kembali kuasa kepada pengacara itu. atau jika mereka yang dimaksud di atas itu orang-orang yang belum dewasa. 1973. Begitu pula. Tuntutan-tuntutan. Daluwarsa itu hanya berhenti berjalan. atau apabila daluwarsa dicegah menurut pasal 1979. 1970 dan 1971. sekadar tuntutan-tuntutan ini mengenai pekerjaan-pekerjaan dan penyerahan-penyerahan yang tidak untuk pekerjaan si berutang yang tctap. Tuntutan para notaris untuk pembayaran persekot-persekot dan upah mereka. Daluwarsa yang disebutkan dalam keempat pasal yang lalu. berdaluwarsa juga dengan lewatnya waktu dua tahun. kepada orang-orang yang menjadi wali mereka. Dalam halnya perkara-perkara yang tidak selesai tak dapatlah mereka menuntut pembayaran persekot-persekot dan jasa-jasa yang telah menunggak lebih daripada sepuluh tahun. dapat diperintahkan sumpah untuk menerangkan bahwa mereka tidak mengetahui bahwa ada utang yang demikian itu. 1971. setelah pemutusan perkaranya.

maupun piutang yang tidak harus dibayar kepada si pembawa maka barangsiapa yang menguasainya dianggap sebagai pemiliknya.pemberitahuan akta-akta yang ditugaskan kepada mereka. suatu gugatan. bunga atas tunjangan tahunan guna pemeliharaan. Terhadap benda bergerak yang tidak berupa bunga. Daluwarsa-daluwarsa yang diatur dalam pasal 1968 dan selanjutnya dari bab ini. semua itu berdaluwarsa setelah lewatnya waktu lima tahun. direbut dari tangan si berkuasa. dari siapa yang dalam tangannya ia ketemukan barangnya. Bunga. dapatlah ia menuntut kembali barangnya yang hilang atau dicuri itu sebagai miliknya. segala apa yang harus dibayar tiap tahun atau tiap waktu tertentu yang lebih pendek. siapa yang kehilangan atau kecurian sesuatu barang. lagi pula dengan tak mengurangi ketentuan dalam pasal 582. maupun yang merebut itu orang pihak ke tiga. Daluwarsa tercegah apabila kenikmatan atas bendanya selama lebih dari satu tahun. satu dan lain diberitahukan oleh seorang pegawai yang berkuasa untuk itu atas nama pihak yang berhak kepada orang yang hendak dicegah memperolehnya dengan jalan daluwarsa. baik yang merebut itu pemilik lama. 1977. . perbuatan yang berupa tuntutan hukum. dengan tak mengurangi penuntutan ganti rugi mereka terhadap wali-wali atau pengampu-pengampu mereka. dan pada umumnya. berjalan terhadap orang-orang yang belum dewasa dan orang-orang yang berada di bawah pengampuan. mencegah daluwarsa. 1975. Juga penggugatan di muka Hakim yang tidak berkuasa. bunga atas uang-uang pinjaman. didalam jangka waktu tiga tahun. terhitung sejak hari hilangnya atau dicurinya barang itu. Daluwarsa itu tercegah pula oleh suatu peringatan. 1979. Namun demikian. harga sewa rumah dan tanah. BAGIAN KE EMPAT Tentang sebab-sebab yang mencegah daluwarsa 1978. serta oleh tiap. 1990. dengan tak mengurangi hak si yang tersebut belakangan ini untuk minta ganti rugi kepada orang dari siapa ia memperoleh barangnya. atas bunga abadi atau bunga cagak hidup. 1976.

terkecuali apabila perikatannya tak dapat dibagi-bagi. Pemberitahuan. Dengan pemberitahuan atau pengakuan ini daluwarsa terhadap orang-orang yang turut berutang lainnya. mencegah pula daluwarsa. Pencegahan daluwarsa yang dilakukan oleh salah seorang berpiutang dalam suatu perikatan tanggung-menanggung berlaku untuk segenap orang yang turut berpiutang. mencegah daluwarsa terhadap orang-orang berutang yang lainnya. maupun tuntutan itu ditolak oleh Hakim. tidaklah mencegah daluwarsa terhadap ahli waris-ahli waris yang lainnya. kepada salah seorang yang berutang secara tanggung-menanggung. Untuk mencegah daluwarsa seluruh utangnya terhadap orang-orang yang turut berutang lainnya. Pemberitahuan yang dilakukan kepada salah seorang ahli waris seorang berutang secara tanggung-menanggung. Namun daluwarsa tidaklah tercegah. diperlukan suatu pemberitahuan kepada segenap ahli waris tersebut atau suatu pengakuan yang dilakukan oleh segenap ahli waris itu. mencegah daluwarsa terhadap si penanggung utang. yang dilakukan dengan kata-kata atau dengan perbuatan-perbuatan oleh si berkuasa atau si berutang. Pengakuan.1981. akan haknya orang terhadap siapa daluwarsa berjalan. Pemberitahuan yang dilakukan kepada si berutang utama atau pengakuan orang ini. maupun pula gugatan itu dinyatakan gugur karena lewatnya waktu. 1984. baik si penggugat menggugurkan tuntutannya. 1985. apabila peringatan atau gugatannya ditarik kembali atau pun dinyatakan batal. bahkan tidak dalam halnya suatu utang hipotik. atau pengakuan ahli waris tersebut. bahkan pula terhadap ahli waris-ahli waris mereka. menurut pasal 1979. 1983. tidaklah dicegah lebih lanjut selain untuk bagian ahli waris tersebut. atau pengakuan orang tersebut. BAGIAN KE LIMA Tentang sebab-sebab yang menangguhkan berjalannya daluwarsa . 1982.

terhadap suatu piutang yang baru dapat ditagih pada suatu hari tertentu.1986. kecuali yang bagi keuntungannya diadakan pengecualian oleh undang-undang. 1991. dan didalam segala hal dimana tuntutan si istri akhimya harus ditujukan kepada suaminya. dalam halnya suatu perkara untuk menanggung suatu penjualan. Daluwarsa tidaklah dapat bermulai maupun berlangsung terhadap orang-orang yang belum dewasa dan orang-orang terampu. Daluwarsa tidaklah berjalan terhadap seorang istri selama perkawinannya: 1e. tidaklah terjadi diantara suami-istri. Daluwarsa tidaklah berjalan terhadap seorang waris yang telah menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk membuat pendaftaran harta peninggalan. 1990. karena ia telah menjual benda pribadi si istri. 2e. mengenai piutang-piutangnya terhadap harta peninggalan. 1987. melainkan setelah ia memilih antara menerima atau melepaskan persatuan. selama belum ada putusan untuk menyerahkan barangnya kepada orang lain. 1992. selama syarat ini tidak dipenuhi. apabila tuntutan si istri tidak akan dapat diteruskan. kecuali dalam hal-hal yang ditentukan oleh undang-undang. Daluwarsa tidaklah berjalan: terhadap suatu piutang yang bergantung pada suatu syarat. berjalan terhadap suatu warisan yang tak terurus. Daluwarsa itu berjalan pula selama ahli waris sedang dalam waktu memikir. selama hari itu belum tiba. 1989. Ketentuan penutup 1993. Daluwarsa. Daluwarsa. Daluwarsa berjalan terhadap setiap orang. meskipun warisan itu tidak ada pengampunya. Daluwarsa-daluwarsa yang sudah mulai berajan sebelum Kitab . 1988. apabila si suami. harus menanggung penjualan itu.

dengan pengertian : 1. setelah diubah. yang mana. Bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. Namun demikian daluwarsa-daluwarsa yang sudah mulai berlaku secara demikian. maka mereka tidaklah karena itu kembali lagi dalam kedudukan belum dewasa. Penunjukan akan bagian-bagian dari perundang-undangan bagi orang-orang yang termasuk golongan Eropa. § 1. L. bab ke empat sampai dengan ke empat belas dari buku ke satu. bahwa bagi mereka berlakulah bagian ke tiga belas bab ke lima belas dari . berlakulah : A. dengan ketentuan dalam pada ini bahwa. akan diatur menurut undang-undang yang pada saat itu berlaku di Indonesia. atau dengan tiada perubahan. terhitung sejak saat diundangkan Kitab Undang-undang ini. mulai berlaku 1 Maret 19215). dalam hal bilamana mereka telah kawin sebelumnya. 2.N. bahwa mereka yang termasuk golongan Timur Asing harus dianggap belum dewasa. bab ke dua dari buku ke satu. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata bagi Indonesia. yang menurut perundang-undangan lama masih mernbutuhkan waktu selama lebih dari tiga puluh tahun. akan terpenuhi dengan lewatnya waktu tiga puluh tahun ini.Undang-undang ini diundangkan. lain daripada Tiong Hoa. 1924-556. b. Pasal 1. kecuali : a. c. lain daripada Tiong Hoa. berlaku bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. dan perkawinan ini dibubarkan sebelum mereka mencapai umur genap dua puluh satu tahun. lain daripada Tiong Hoa (Undang-undang 9 Desember 1924. LAMPIRAN I Ketentuan-ketentuan untuk seluruh Indonesia tentang hukum perdata dan hukum dagang bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. selama mereka belum mencapai umur genap dua puluh satu tahun dan tidak telah kawin sebelumnya. bab ke lima belas dari buku ke satu.

50 sampai dengan 53. bab ke dua belas dari buku ke dua. ke-3. dengan pengertian. 2. . peraturan tentang beberapa soal yang berhubungan dengan apa yang telah dinyatakan beriaku dalam § 1. 1602. ialah pasal 23 sampai dengan 34. harus menjadi pengganti peraturan dalam pasal 60 ayat ke satu sampai dengan ayat ke empat dari Undang-undang tersebut.buku ke satu “Tentang Balai-balai Harta Peninggalan”. tidaklah karena hukum terbentuk suatu persatuan harta kekayaan suami dan istri. baik yang bergerak maupun yang tak bergerak. 1603 (lama) dari Kitab Undang-Undang Hukurn Perdata”. Kitab Undang-undang Hukum Dagang untuk Indonesia dengan pengertian. sebagai anak buah kapal. (2) Si istri tetap memiliki sekalian harta kekayaannya. sekadar bertakunya ketentuan-ketentuan tadi tidak dengan tegas dikecualikannya”. bahwa terhadap hak-hak setiap istri dalam hal bilamana suaminya dan dalam keadaan pailit segala apa yang ditentukan dalam pasal 2 di bawah ini. Balai-balai mana dalam menunaikan tugas mereka sekitar soal-soal yang berkenaan dengan hukum perdata terhadap mana perundang-undangan Eropa tidak telah atau tidak dinyatakan berlaku bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. (1) Dengan berlangsungnya suatu perkawinan. ke-4 dan ke-5 bab 7A buku ke tiga dari Kitab Undang-undang Perdata. § 2. 41 sampai dengan 44. Pasal-pasal berikut dari Peraturan tentang Penyelenggaraan dan Peralihan kepada perundang-undangan baru. 100 dan 101. d. Undang-Undang Kepailitan. D. harus dibaca: “berlakulah pasal 1601. 48. 46. sekadar perhubungan dengan ketentuanketentuan undang-undang yang telah dinyatakan berlaku. C. dalam pasal 396 sebagai pengganti kata-kata: “berlakulah ketentuan-ketentuan dalam bagian ke-2. harus melaksanakan segala instruksi dan segala reglemen bagi para kepala urusan harta peninggalan dulu. bahwa terhadap seorang yang masuk kerja. Pasal. B. 36 sampai dengan 39.

melainkan dengan suatu akta otentik yang dibuat sebelum atau tatkala perkawinan dilangsungkan. harus dapat dinyatakan dengan suatu pertelaan dengan akta notaris. yang dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya sepanjang perkawinan. harus diartikan sebagai perwarisan karena kematian. baik mengenai berang-barang bergerak. Pasal 3. maupun barang-barang tak bergerak. akta mana dengan tegas harus menyebut barang-barang itu. perkataan “undang-undang” harus diartikan. Mereka yang dalam ketentuan-ketentuan di atas tersebut sebagai orang-orang yang tennasuk golongan Timur Asing. yang memuat asal-usul kebendaan itu dan memuat pula penilaian akan harganya satu per satu. adalah batal dan tak berharga terhadap pihak ke tiga. Pasal 4. (5) Segala sesuatu. yang mana. yang harganya teramat kecil jika dibandingkan dengan kekayaan si pemberi hibah. dengan tak mengurangi kewajiban untuk mendaftarkan segala kebendaan tak bergerak yang diperoleh sebelum atau sepanjang perkawinan atas nama si istri. tidak boleh dibuktikan dengan cara lain. 947 dan 948 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. segala aturan hukum yang berlaku bagi si yang mewariskan berhubung dengan agarna dan adat-istiadat kebangsaannya. 915 dan 916 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. harus dianggap sebagai milik suaminya. dan perkataan perwarisan karena kematian dalam pasal 914.(3) Pembawaan akan segala barang bergerak dalam perkawinan oleh si istri. Dalam pasal 913. pemberian hibah atau hibah wasiat. melainkan dengan alat-alat bukti tertulis yang sah. (1). menurut aturan-aturan hukum yang sama. bahkan yang dilakukan setelah bubarnya perkawinan karena perceraian. dengan cara seperti tertulis dalam pasal ini tak dapat dibuktikan sebagai milik si istri. tak diperbolehkan mengambil sesuatu ketetapan . (6) Segala pemberian hibah. kecuali dalam keadaankeadaan luar biasa seperti termaktub dalam pasal 946. (7) Ketentuan tersebut di atas sementara itu tidak berlaku terhadap pemberian hibah atau panjar terdiri atas barang-barang bergerak. (4) Segala keuntungan bagi si istri yang diperoleh sepanjang perkawinan karena perusahaan atau perdagangannya sendiri tidak boleh dibuktikan dengan cara lain. segala kebendaan yang sepanjang perkawinan masuk dalam kemilikan si istri karena perwarisan.

perintah mana harus dilakukan. yang dibebankan oleh pasal 101 Undang-Undang Kepailitan. Kewajiban menghadap dan memberi penjelasan. Balai tersebut boleh menyuruh supaya buku-buku yang telah diterimanya tadi diselidiki.wasiat melainkan dengan akta umum yang dibuat menurut peraturan termuat dalam pasal 638 dan 939 dari Kitab yang sama. Karena jabatan. Pencabutan hanya boleh dilakukan dengan akta yang dibuat dalam bentuk yang sama. yang mewakili Balai tersebut. 3. (1). harus menanggali dan mengesahkan dengan tanda tangannya. (3). tersebut dapat pasal 86 Undang-undang tersebut. maupun kepada orang-orang lain yang cakap untuk itu. beserta segala akibatnya dalam hal bilamana. Ketentuan penutup Pasal 7. terhadap . Pasal 6. atau atas tuntutan Jawatan Kejaksan. yang mana terhadap soal-soal itu mereka yang dalam ketentuan tersebut di atas disebut sebagai termasuk golongan Timur Asing. (2). (2). Terhadap soal-soal yang berkenaan dengan hukum perdata dan hukum dagang. Pasal 5. baik kepada seorang anggotanya yang segolongan dengan si pailit. maka Pengadilan Negeri berhak menetapkan upah bagi anggota yang telah melakukannya. halaman ke satu dan halaman terakhir dari tiap-tiap buku yang diterimanya. surat termaksud dalam pasal 94 Undang-Undang Kepailitan. agar setiap orang dapat membacanya dengan cuma-cuma. (4). dengan permintaan supaya selekas mungkin membuat laporan tentang penyelidikan itu. Dihapuskan. kewajiban itu dilalaikannya. Pada waktu menerima buku-buku menurut pasal 89 UndangUndang Kepailitan. tidak tunduk pada perundang-undangan bagi orang-orang yang termasuk golongan Eropa. penyelidikan itu merupakan pekerjaan yang sangat besar. dibebankan juga kepada orang yang mendapat tugas penyelidikan tertnaksud dalam ayat ke dua. oleh Balai harus diletakkan dalam kantornya. anggota komisaris Balai Harta Peninggalan. Laporan yang tennaksud dalam ayat ke dua beserta segala. Apabila kemudian ternyata. upah mana harus dibayar dari harta peninggalan yang bersangkutan dan sesuai dengan daya kesmggupannya.

Pasal II. Undang-undang ini berlaku mulai tanggal I Maret 1925. LAMPIRAN II Ketentuan-ketentuan untuk seluruh Indonesia tentang hukum perdata dan hukum dagang bagi orang-orang termasuk golongan Tiong Hoa (Undang-undang 1917-129.soal-soal itu senantiasa harus dilakukan segala undang-undang yang kini berlaku bagi mereka dan segala aturan hukum yang berhubungan dengan agama dan adat istiadat mereka. 1925-92) . jis 1919-81. 1924-557.

BAB KE SATU 1. Bagi mereka yang tennasuk golongan Tiong Hoa. atau memerintahkan supaya perkawinan dilangsungkan. yang memuat alasan-alasannya. yang mana adanya diharuskan oleh Undang-undang. Masing-masing pihak berhak dengan surat permohonan yang harus dilampiri dengan surat keterangan tersebut dalam ayat yang lalu. berlaku bagi mereka yang termasuk golongan Tiong Hoa. pasal 74 dan 75. Pegawai catatan sipil harus menolak perlangsungan sesuatu perkawinan. Pengadilan mana setelah melakukan pemeriksaan demikian sebagaimana dipandangnya perlu. atau apabila surat-surat dan keterangan-keterangan. Ayat ke dua pasal 268. ternyata tidak cukup. 2. Dihapuskan. Penyebutan dalam pasal 99 akan pasal 52 dan 75. yang mana dalam daerah hukumnya pegawai catatan sipil yang telah menolak berlangsungnya perkawinan. terkecuali : a. pasal-pasal mana diganti dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. e. c. b. d. Dihapuskan. meminta keputusan dari Pengadilan Negeri. yang mana setelah diubah atau dengan tiada perubaban. apabila ternyata baginya. f. pasal mana diganti dengan ketentuan sebagai di . g. 3. Pasal 1. Kitab Undang-undang Hukum Perdata untuk Indonesia. mempunyai tempat kediamannya. Dalam hal adanya penolakan. Penunjukan akan bagian-bagian dari perundang-undangan bagi orang-orang yang termasuk golongan Eropa. bahwa terhadap perkawinan itu ada sesuatu alangan yang sah. kemudian dengan tak usah mengindahkan sesuatu bentuk acara dan dengan tiada kemungkinan untuk bandingan harus menguatkan penolakan itu. nomor 6 pasal 71. kepada pihak yang memintanya harus disampaikan olehnya suatu keterangan tertulis tentang penolakan itu. bab ke dua dan bagian ke dua dan ke tiga bab ke empat dari buku ke satu. berlakulah: 1.

bawah ini. Apabila pihak-pihak yang berkepentingan berduduk diam, maka, pembesar yang mempunyai tugas menuntut perkara pidana, adalah leluasa, untuk memajukan tuntutan pidana karena kejahatan menggelapkan kedudukan, asal ada permulaan bukti dengan tulisan sesuai dengan pasal 265 Kitab Undang-undang Hukum Perdata, dan tentang adanya permulaan bukti itu pada awalnya telah dinyatakannya. h. ayat ke satu pasal 1853, yang mana diganti dengan ketentuan sebagai berikut: Perdamaian tidak sekali-kali menghalangi penuntutan perkara. 2. Kitab Undang-undang Hukum Dagang untuk Indonesia, dengan pengertian, bahwa terhadap seorang yang masuk kerja sebagai anak buah kapal dalam pasal 396 sebagai pengganti kata-kata “berlakulah ketentuan-ketentuan dalam bagian ke-2, ke-3, ke-4, dan ke-5, bab 7A buku ke tiga dari Kitab Undang-undang Perdata, sekadar berlakunya ketentuan-ketentuan tadi tidak dengan tegas dikecualikannya”, harus, dibaca: “berlakulah pasal 1601, 1602, 1603, (lama) dari Kitab Undang-Undang Perdata”. 3. Peraturan Acara Perdata, kecuali: a. pasal 816, 817 dan 818; b. pasal 844 yang mana cliganti dengan ketentuan sebagai berikut : Barangsiapa menurut ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Penyelenggaraan Register-register Catatan Sipil bagi golongan Tiong Hoa, menghendaki agar diperintahkannya oleh Hakim sesuatu penambahan atau pembetulan dalam suatu akta dari Catatan Sipil itu, harus memajukan surat permintaan kepada Pengadilan Negeri, permintaan mana harus disertai dengan segala dasar alasannya. 4. Pasal-pasal berikut dari Peraturan tentang Penyelenggaraan akan Peralihan kepada Perundang-undangan baru, sekadar perhubungan dengan ketentuan-ketentuan undang-undang yang telah dinyatakan berlaku, ialah pasal 23 sampai dengan 34, 36 sampai dengan 39, 41 sampai dengan 44, 46, 48, 50 sampai dengan 53, 100 dan 101. 5. Undang-Undang Kepailitan.

§ 2. Ketentuan-ketentuan khusus mengenai perkongsian, dan keadaan pailit Pasal 2. Dihapuskan. Pasal 3. (1). Dengan tak mengurangi berlakunya beberapa ketentuan yang diadakan bagi perseroan perseroan terbatas, segala perkumpulan Tiong Hoa terkenal dengan nama kongsi guna melakukan suatu perusahaan di bawah sesuatu nama kesatuan, haru takluk pada peraturan dalam bagian ke dua, bab ke tiga, buku ke satu dari Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. (2). Nama kongsi harus dianggap sebagai nama firma. Pasal 4. (1). Pada waktu menerima buku-buku menurut pasal 89 UndangUndang Kepailitan, anggota komisaris Balai Harta Peninggalan yang mewakili Balai tersebut harus menanggali dan mengesahkan dengan tanda tangannya, halaman ke satu dan halaman terakhir dari tiap-tiap buku yang diterimanya. (2). Karena jabatan atau atas tuntutan Jawatan Kejaksaan, Balai tersebut boleh menyuruh supaya buku-buku yang telah diterimanya diselidiki, dengan permintaan supaya selekas mungkin membuat laporannya tentang penyelidikan itu, perintah mana harus dilakukan, baik kepada seorang anggotanya dari golongan Tiong Hoa, maupun pula kepada orang-orang lain yang cakap untuk itu. Apabila kemudian ternyata, penyelidikan itu merupakan pekerjaan yang sangat besar, maka Pengadilan Negeri berhak menetapkan upah bagi anggota yang telah metakukannya, upah mana harus dibayar dari harta peninggalan yang bersangkutan dan sesuai dengan daya kesanggupannya. (3). Laporan yang dimaksud dalam ayat ke dua beserta segala surat dimaksud dalam pasal 94 Undang-Undang Kepailitan, oleh Balai harus diletakkan dalam kantornya, agar setiap orang; dapat membacanya dengan cuma-cuma. (4). Kewajiban menghadap dan memberi penjelasan, yang dibebankan oleh pasal 101 Undang-undang Kepailitan, beserta segala akibatnya dalam hal bilamana kewajiban-kewajiban itu dilalaikannya, dimaksud dalam pasal 86 Undang-undang tersebut dibebankan juga kepada orang yang mendapat tugas penyelidikan dimaksud dalam ayat ke dua.

BAB KE DUA Tentang pengangkatan anak Pasal 5. (1). Apabila seorang laki, beristri atau telah pernah beristri, tak mempunyai keturunan laki-laki yang sah dalam garis laki-laki, baik keturunan karena kelahiran, maupun keturunan karena angkatan, maka bolehlah ia mengangkat seorang laki-laki sebagai anaknya. (2). Pengangkatan yang demikian harus dilakukan oleh si orang laki tersebut bersama-sama dengan istrinya, atau jika dilakukannya setelah perkawinannya dibubarkan; oleh dia sendiri. (3). Apabila kepada seorang perempuan janda, yang tidak telah kawin lagi, oleh suaminya yang telah meninggal dunia, tidak ditinggalkan seorang keturunan sebagai dimaksud dalam ayat ke satu pasal ini, maka boleh pun ia mengangkat seorang laki sebagai anaknya. Jika sementara itu si suami yang telah meninggal dunia, dengan surat wasiat telah menyatakan tak menghendaki pengangkatan anak oleh istrinya, maka pengangkatan itu pun tak boleh dilakukannya. Pasal 6. Yang boleh diangkat hanyalah orang-orang Tiong Hoa laki-laki yang tak beristri pun tak beranak, dan yang tidak telah diangkat oleh orang lain. Pasal 7. (1). Orang yang diangkat harus paling sedikitnya delapan belas tahun lebih muda daripada si suami, dan paling sedikitnya pula lima belas tahun lebih muda daripada si istri, atau si janda yang mengangkatnya.

kata sepakat dari bapak dan ibunya.(2). yang telah dewasa dan diam di Indonesia. maka keluarga tadi karena angkatannya terhadap moyang kedua belah pihak bersama. kata sepakat dari dua di antara keluarga sedarah laki-laki yang terdekat lainnya dari pihak bapak si suami yang telah meninggal dunia sampai dengan derajat ke empat. Pasal 9. kata sepakat dari orang yang akan diangkat. dan sekiranya mereka tidak ada. b. kata sepakat dari kedua orang tuanya. kata sepakat dari yang hidup terlaina. kata sepakat dari saudara-saudara laki yang telah dewasa dan bapak mendiang suaminya. atau orang-orang yang melakukannya. 4. (1). Apabila kata sepakat dari mereka. maupun keluarga luar kawin. atau kedua orang tua yang mengakuinya telah meninggal dunia. 3. termaksud dalam nomor 4 pasal yang lalu. kata sepakat dari orang. dalam hal yang terakhir. atau tidak diam di Indonesia. kata sepakat dari walinya dan dari Balai Harta Peninggalan. seperti pun jika keluarga sedarah termaksud dalam kata-kata penutup ketentuan tersebut tidak ada. kata sepakat dari walinya dan dari Balai Harta Peninggalan. atau dalam hal lebih dulu telah meninggalnya seorang di antara mereka. yang mana dalam daerah hukumnya si perempuan janda yang . jika yang diangkat itu seorang anak yang sah. kata sepakat dari yang mengakui. 2 a. jika sama sekali tiada yang mengakuinya. harus memperoleh derajat keturunan yang sama pula dengan derajat keturunannya karena kelahiran. jika hanya salah seorang mereka mengakuinya. jika ia telah mencapai umur lima belas tahun. sekiranya anak itu diakui kedua mereka. kecuali si ibu telah menceburkan diri dalam perkawinan baru. jika yang diangkat itu seorang anak luar kawin. maka bolehlah kata sepakat itu diganti dengan izin dari Pengadilan Negeri. kata sepakat dari bapak atau ibu yang hidup terlama. tidak diperoleh. sebelum ia diangkat. Apabila yang diangkat itu seorang keluarga sedarah. baik keluarga yang sah. Tiap-tiap pengangkatan menghendaki 1. jika pengangkatan akan dilakukan oleh seorang perempuan janda seperti termaksud dalam pasal 5 ayat ke tiga. Pasal 8. atau dalam hal lebih dahulu telah meninggalnya seorang di antara mereka. seperti pun apabila kedua orang tuanya telah meninggal dunia. sekadar bukan bapak atau wali si yang akan diangkat.

(3). Tiap-tiap pengangkatan hanya boleh dilakukan dengan akta notaris. bertempat tinggal. sebagaimana oleh Pengadilan dianggapnya perlu. (4). untuk menyangkal angkatannya. yang mana setelah melakukan pemeriksaan itu harus menyampaikan berita acaranya kepada Pengadilan Negeri tersebut pertama. maka Pengadilan itu berhak melimpahkan pemeriksaan mereka kepada Pengadilan Negeri lain. Sekalian mereka yang dimaksud dalam no. Pasal 11. Jika orang-orang yang harus didengar bertempat tinggal diluar keresidenan dimana Pengadilan Negeri yang berkuasa mempunyai tempat kedudukannya. yang kata sepakatnya dibutuhkannya dan setelah mendengar atau memanggil dengan sah akan orang-orang lainnya sedemikian. bahwa si . Pihak-pihak yang bersangkatan harus menghadap di depan notaris dengan diri sendiri atau dengan seorang wakilnya yang khusus dikuasakan untuk itu dengan akta notaris. kecuali merekalah yang sebagai bapak atau wali akan menyerahkan si anak untuk pengangkatan diperbolehkan juga memberikan kata sepakat mereka bersama atau masing-masing dengan akta notaris. (5).menghendaki pengangkatan. harus mengambil keputusannya setelah mendengar atau memanggil dengan sah akan sekalian mereka. (2). berlaku juga terhadap sekalian mereka yang harus diperiksa dalam hal ini. 4 pasal 8. hal mana harus disebut dalain akta pengangkatan. Tiap-tiap pengangkatan karena hukum mengakibatkan. Izin dari Pengadilan itu harus disebut dalam akta pengangkatan. (1). (2). (4). berhak menuntut supaya suatu pengangkatan dicatat dalam jihad akta kelahiran si yang diangkat (5). tak boleh dipakai sebagai senjala terhadap yang diangkat. Atas permintaan si perempuan janda. (3). Setiap orang yang berkepentingan. Ketentuan dalam pasal 334 Kitab Undang-undang Perdata untuk Indonesia tentang keluarga sedarah dan semenda tersebut didalamnya. Pasal 10. Pengadilan Negeri dengan tak memakai sesuatu bentuk acara dan dengan tiada kemungkinan untuk bandingan. Ketiadaan suatu catatan dalam jihad akta kelahiran seperti di atas.

dengan pengertian sementara itu. (2). Pasal 14. bahwa terhadap harta peninggalan si yang meninggal. (1). Hak-hak segla pihak ke tiga yang dapat dipengaruhi oleh pengangkatan itu. Jika si suami mengangkat seorang anak. Jika suami-istri mengangkat seorang sebagai anak. jika ia mempunyai nama keturunan lain daripada nama keturunan si suami yang mengangkatnya sebagai anaknya. akan tetapi paling lamanya selama tenggang waktu tersebut dalam ayat terakhir pasal 12. mengenai derajat kekeluargaan sedarah dan semenda yang terlarang untuk perkawinan. atau si perempuan janda dalam tenggang waktu yang sama. karena hukum memperoleh nama keturunan yang terakhir ini sebagai gantinya nama keturunan yang dulu. maka. apabila pengangkatan itu diselesaikan dalam waktu enam bulan setelah meninggalnya. maka Balai Harta Peninggalan adalah berwajib menyelenggarakan segala tindakan yang perlu dan mendesak. . sekadar dengan surat wasiat tidak telah diambilnya suatu ketetapan terhadapnya. tetap ditanguhkan kan. maka dianggaplah anak itu dilahirkan dari perkawinan yang telah bubar itu. izin itu pun dipergunakannya pula. (1). terputuslah segala hubungan perdata yang berpangkal pada keturunan karena kelahiran.yang diangkat. (3). Pasal 13. Karena berlangsungnya suatu pengangkatan. Jika seorang perempuan janda mengangkat seorang anak. sampai pengangkatan memperoleh penyelesaiannya. guna mengurus dan menyelamatkan harta peninggalan yang akan menjadi milik si yang akan diangkat. (2). maka dianggaplah anak itu dilahirkan dari perkawinan mereka. Pasal 12. telah meminta izin dari Hakim seperti termaksud dalam pasal 9 dan dalam waktu satu bulan setelah izin diperolehnya. antara si yang diangkat dengan kedua orang tuanya dan sekalian keluarga sedarah dan semenda kecuali dalam hal-hal : 1. mereka. anak itu hanya pun bolehlah bertindak sebagai waris. setelah karena kematian istrinya perkawinan bubar. Jika seorang suami meninggal dunia dengan meninggalkan istri janda yang berhak melakukan sesuatu pengangkatan. dianggaplah anak itu dilahirkan dari perkawinan dengan si suami yang telah meninggal dunia.

mengenai ketentuan-ketentuan pidana sekadar bersandar pada keturunan karena kelahiran. 9. (2). kematian dan perceraian yang menurut pasal 71 Kitab Undang-undang Hukum Perdata untuk Indonesia harus diunjukkan oleh kedua calon suami-istri sebelum perkawinan mereka dilangsungkan. Keputusan dengan mana suatu perceraian diucapkan jika perkawinannya dilangsungkan dulu.2. Tiap-tiap pengangkatan tidak boleh ditiadakan karena perjanjian. harus diganti dengan petikanpetikan dari register-register pembukuan atau pencatatan kelahiran. diselenggarakan oleh Kepala golongan Tiong Hoa dan diberikan oleh seorang kepala Tiong Hoa yang tertinggi pangkatnya pada tempat dimana register-register itu diselenggarakannya. Pasal 15 (1). sebelum di tempat itu telah berlaku Reglemen . mengenai bertindak sebagai saksi dalam perbuatan akta-akta otentik. dalam hal-hal bilamana kelahiran. (2). 5. Pengangkatan terhadap anak-anak perempuan dan pengangkatan. bertentangan dengan salah satu ketentuan dalam pasal 5. adalah batal karena. kutipan-kutipan mana harus memuat waktu dan tempat kelahiran atau kematian. kekurangan ini boleh diperbaiki dengan cara seperti ditentukan dalam pasal 72 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata berhubungan dengan akta kelahiran. Peraturan peralihan Pasal 16. 8. 3. mengenai pembuktian dengan saksi. Suatu pengangkatan boleh dinyatakan batal karena. atau ayat ke dua dan ke tiga. (3). 6. 4. (1). dengan cara lain daripada cara membuat akta otentik. Pasal 17. hukum. mengenai perhitungan biaya perkara dan penyenderaan. maka. pasal 10. sebelum di tempatnya telah berlaku Reglemen Penyelenggaraan Registerregister Catatan Sipil bagi golongan Tiong Hoa. kematian dan perceraian yang. kematian dan perceraian itu terjadi. atau waktu perceraian. 7. Jika pihak-pihak yang berkepentingan ada diluar kemungkinan akan mengunjukkan kutipan-kutipan yang demikian. Tiap-tiap akta kelahiran.

melakukan sesuatu perwalian dengan sah. anak-anak yang dilahirkan dari selir-selir bapak mereka. (1). Segala kongsi sebagai termaksud dalam pasal 3. kecuali dengan keputusan Hakim yang memperoleh kekuatan mutlak sebelum saat tersebut telah dinyatakan. Pasal 20. harus diteruskan dan diselesaikan oleh balai-balai tersebut atas dasar yang sama. (2). bukanlah wali-wali yang sah. Pasal 19. harus dibubarkan sepuluh tahun setelah saat itu. harus meneruskannya. Pasal 21 (1). dan diperlakukan oleh mereka secara terang-terangan sebagai anak mereka. bahwa orang yang diakui sebagai wali tadi. oleh balai piatu dan balai peninggalan dulu diakui sebagai wali. Peninggalan dalam urusan orang-orang Tiong Hoa dan harta. . pengakuan itulah saja harus dianggap sebagai wali-wali yang sah. Campur tangan itu sementara itu berakhir. atau kecuali mengenai soal sah atau tak sahnya wali-wali itu pada waktu itu dimajukan perkara di muka Hakim atau telah ada keputusan yang belum memperoleh kekuatan mutlak. yang didirikan dengan cara yang sah. Untuk selain kongsikongsi itu tetap dikuasai oleh hukum yang berlaku dewasa itu. harus dianggap sebagai anak-anak sah. Pasal 18. (1). sewaktu mereka belum dewasa. yang sebelum saat tersebut.Penyelenggaraan Register-register Catatan Sipil bagi mereka yang hendak kawin harus dibukukan dalam register-register catatan sipil di Jakarta. yang sebelum undang-undang ini mengenai perwakilan mereka berlaku. dan yang dilakukan menurut aturan-aturan undang-undang yang dulu berlaku. Dengan meninggalnya bapak mereka. (1). (2). (2). peninggalan mereka yang telah dimulai sebelum pada tempat itu Undang-undang ini berlaku. dan yang masih ada pada saat Undang-undang ini pada tempat itu mulai berlaku. Segala campur tangan balai-balai piatu dan Balai Harta. bilamana yang demikian tadi menurut Undang-undang ini dikecualikan. karena. jika hubungan antara si bapak dan selirnya telah timbul sebelum undang-undang ini berlaku bagi bapak mereka. Dengan menyimpang sekadarnya dari pasal 283 Kitab Undang-undang Perdata untuk Indonesia. dalam hal-hal. Mereka. kecuali kongsi itu dengan sah tidak telah dibubarkan sebelumnya. maka demi hukum ibu merekalah yang melakukan perwalian. Mereka.

(2). Direktur Kehakiman harus mengumumkan ketentuan dalam ayat ke satu tadi beserta segala akibatnya kepada khalayak ramai. pengumuman mana. Pada saat mulai berlakunya undang-undang ini dihapuskanlah segala peraturan undang-undang mengenai hukum perdata dan hukum dagang yang berlaku bagi orang termasuk golongan Tiong Hoa. dengan pemasangan pengumuman itu dalam Berita Negara dan dalam surat kabar lain sebagaimana dipandangnya perlu. . Pasal 22. Selambat-lambatnya satu tahun sebelum lewatnya waktu tersebut dalam ayat ke satu. enam bulan dan kemudian satu bulan sebelum saat tersebut di atas harus diulangi lagi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->