BAB KE SATU Tentang perikatan-perikatan umumnya BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1233.

Tiap-tiap perikatan dilahirkan baik karena persetujuan, baik karena undang-undang. 1234. Tiap-tiap perikatan adalah untuk memberikan sesuatu, untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu. BAGIAN KE DUA Tentang perikatan-perikatan untuk memberikan sesuatu 1235. Dalam tiap-tiap perikatan untuk memberikan sesuatu adalah termaktub kewajiban si berutang untuk menyerahkan kebendaan yang bersangkutan dan untuk merawatnya sebagai seorang bapak rumah yang baik, sampai pada saat penyerahan. Kewajiban yang terakhir ini adalah kurang atau lebih luas terhadap perjanjian-perjanjian tertentu, yang akibat-akibatnya mengenai hal ini ditunjuk dalam bab-bab yang bersangkutan. 1236. Si berutang adalah wajib memberikan ganti biaya, rugi dan bunga kepada si berpiutang, apabila ia telah membawa dirinya dalam keadaan tak mampu untuk menyerahkan kebendaannya, atau telah tidak merawat sepatutnya guna menyelamatkannya. 1237. Dalam hal adanya perikatan untuk memberikan suatu kebendaan tertentu, kebendaan itu semenjak perikatan dilahirkan, adalah atas tanggungan si berpiutang. Jika si berutang lalai akan menyerahkannya, maka semenjak saat kelalaian, kebendaan adalah atas tanggungannya. 1239. Si berutang adalah lalai, apabila ia dengan surat perintah atau dengan sebuah akta sejenis itu telah dinyatakan lalai, atau demi perikatannya sendiri, ialah jika ini menetapkan, bahwa si berutang harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan.

BAGIAN KE TIGA Tentang perikatan-perikatan untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu 1239. Tiap-tiap perikatan untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu, apabila si berutang tidak memenuhi kewajibannya, mendapatkan penyelesaiannya dalam kewajiban memberikan penggantian biaya, rugi dan bunga. 1240. Dalam pada itu si berpiutang adalah berhak menuntut akan penghapusan segala sesuatu yang telah dibuat berlawanan dengan perikatan, dan bolehlah ia minta supaya dikuasakan oleh Hakim untuk menyuruh menghapuskan segala sesuatu yang telah dibuat tadi atas biaya si berutang; dengan tak mengurangi hak menuntut penggantian biaya, rugi dan bunga jika, ada alasan untuk itu. 1241. Apabila perikatan tidak dilaksanakannya, maka si berpiutang boleh juga dikuasakan supaya dia sendirilah mengusahakan pelaksanaannya atas biaya si berutang. 1242. Jika perikatan itu bertujuan untuk tidak berbuat sesuatu, maka, pihak yang manapun jika, yang berbuat berlawanan dengan perikatan, karena pelanggaran, itu dan karena itu pun saja, wajiblah ia akan penggantian biaya, rugi dan bunga. BAGIAN KE EMPAT Tentang penggantian biaya, rugi dan bunga karena tidak dipenuhinya suatu perikatan 1243. Penggantian biaya, rugi dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan, barulah mulai diwajibkan, apabila si berutang, setelah dinyatakan lalai memenuhi perikatannya, tetap melalaikannya, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dibuatnya, hanya dapat diberikan atau dibuat dalam tenggang waktu yang telah dilampaukannya. 1244. Jika ada alasan untuk itu, si berutang harus dihukum mengganti biaya, rugi dan bunga apabila ia tak dapat membuktikan, bahwa hal tidak atau tidak pada waktu yang tepat dilaksanakannya perikatan itu, disebabkan suatu hal yang tak terduga, pun tak dapat dipertanggungjawabkan padanya, kesemuanya itu pun jika itikad buruk tidaklah ada pada pihaknya.

1245. Tidaklah biaya rugi dan bunga, harus digantinya, apabila lantaran keadaan memaksa atau lantaran suatu kejadian tak disengaja si berutang beralangan memberikan atau berbuat sesuatu yang diwajibkan, atau lantaran hal-hal yang sama telah melakukan perbuatan yang terlarang. 1246. Biaya, rugi dan bunga yang oleh si berpiutang boleh dituntut akan penggantiannya, terdirilah pada umumnya atas rugi yang telah dideritanya dan untung yang sedianya harus dapat dinikmatinya, dengan tak mengurangi pengecualian-pengecualian serta perubahan-perubahan yang akan disebut di bawah ini. 1247. Si berutang hanya diwajibkan mengganti biaya, rugi dan bunga yang nyata telah, atau sedianya harus dapat diduganya sewaktu perikatan dilahirkan, kecuali jika hal tidak dipenuhinya perikatan itu disebabkan sesuatu tipu-daya yang dilakukan olehnya. 1249. Bahkan jika hal tidak dipenuhinya perikatan itu disebabkan tipu-daya si berutang, penggantian biaya, rugi dan bunga sekadar mengenai kerugian yang dideritanya oleh si berpiutang dan keuntungan yang terhilang baginya, hanyalah terdiri atas apa yang merupakan akibat langsung dari tak dipenuhinya perikatan. 1249. Jika dalam suatu perikatan ditentukannya, bahwa si yang lalai memenuhinya, sebagai ganti rugi harus membayar suatu jumlah uang tertentu, maka kepada pihak yang lain tak boleh diberikan suatu jumlah yang lebih maupun yang kurang dari pada jumlah itu. 1250. Dalam tiap-tiap perikatan yang semata-mata berhubungan dengan pembayaran sejumlah uang, penggantian biaya, rugi dan bunga sekadar disebabkan terlambatnya pelaksanaan, hanya terdiri atas bunga yang ditentukan oleh undangundang, dengan tidak mengurangi peraturan-peraturan undang-undang khusus. Penggantian biaya, rugi dan bunga tersebut wajib dibayar, dengan tidak usah dibuktikannya sesuatu kerugian oleh si berpiutang. Penggantian biaya, rugi dan bunga itu hanya harus dibayar terhitung mulai dari ia diminta di muka Pengadilan, kecuali dalam hal-hal dimana undang-undang menetapkan bahwa ia berlaku demi hukum. 1251. Bunga dari uang pokok yang dapat ditagih dapat pula menghasilkan

bunga. Jika suatu perikatan bergantung pada syarat bahwa suatu peristiwa . penghasilan-penghasilan yang dapat ditagih. Semua syarat harus terpenuhi secara yang mungkin dikehendaki dan dimaksudkan oleh kedua belah pihak. untuk pembebasan si berutang. Tetapi. menghasilkan bunga mulai hari dilakukannya penuntutan atau dibuatnya perjanjian. sepertinya uang gadai dan uang sewa. tak berdaya. asal saja permintaan atau persetujuan tersebut mengenai bunga yang harus dibayar untuk satu tahun. baik secara menangguhkan perikatan hingga terjadinya peristiwa semacam itu. maupun secara membatalkan perikatan menurut terjadi atau tidak terjadinya peristiwa tersebut. Semua syarat yang bertujuan melakukan sesuatu yang tak mungkin terlaksana. tak berdaya. tidak membuat perikatan yang digantungkan padanya. 1252. Syarat yang bertujuan tidak melakukan sesuatu yang tak mungkin terlaksana. dan berakibat bahwa perjanjian yang digantungkan padanya. atau sesuatu yang dilarang oleh undang-undang. padahal perbuatan itu sudah terjadi. jika perikatan bergantung pada suatu perbuatan yang pelaksanaannya berada didalam kekuasaan orang tersebut. 1256. perikatan adalah sah. Meskipun demikian. maupun karena suatu persetujuan khusus. jika pelaksanaannya semata-mata bergantung pada kemauan orang yang terikat. Semua perikatan adalah batal. bunga abadi atau bunga selama hidupnya seorang. Peraturan yang sama berlaku terhadap pengembalian penghasilanpenghasilan dan bunga yang dibayar oleh seorang pihak ke tiga kepada si berpiutang. BAGIAN KE LIMA Tentang perikatan-perikatan bersyarat 1253. Suatu perikatan adalah bersyarat manakala ia digantungkan pada suatu peristiwa yang masih akan datang dan yang masih belum tentu akan terjadi. 1254. 1257. adalah batal. 1258. sesuatu yang bertentangan dengan kesusilaan baik. baik karena suatu permintaan di muka Pengadilan. 1255.

Si berpiutang dapat. Jika barang tersebut sama. maka syarat tersebut setiap waktu dapat terpenuhi. Jika waktu tidak ditentukan. syarat itu tidak terpenuhi sebelum ada kepastian bahwa peristiwa tersebut tidak akan terjadi. tetapi jika tidak ditetapkan suatu waktu. maka barang yang menjadi pokok perikatan tetap menjadi tanggungannya si berutang. telah menghalang-halangi terpenuhinya syarat itu. dalam hal yang ke dua perikatan mulai berlaku sejak hari ia dilahirkan. sebelum terpenuhinya syarat. 1260. sekali musnah diluar kesalahan si berutang. 1262. maka . maka hak-haknya karena itu berpindah kepada ahli waris-ahli warisnya. jika si berutang yang terikat olehnya. maka syarat tersebut telah terpenuhi apabila waktu tersebut lampau dengan tidak terjadinya peristiwa. Apabila syarat telah terpenuhi. Dalam hal yang pertama perikatan tidak dapat dilaksanakan sebelum peristiwa telah terjadi. telah ada kepastian bahwa peristiwa tidak akan terjadi. apabila waktu tersebut telah lampau dengan tidak terjadinya peristiwa tersebut. Begitu juga syarat telah terpenuhi. maka syarat tersebut dianggap tidak ada. atau yang bergantung pada suatu hal yang sudah terjadi tetapi tidak diketahui oleh kedua belah pihak. Syarat dianggap telah terpenuhi. yang hanya berwajib menyerahkan barang itu apabila syarat terpenuhi. Suatu perikatan dengan suatu syarat tangguh adalah suatu perikatan yang bergantung pada suatu peristiwa yang masih akan datang dan yang masih belum tentu akan terjadi. 1264.akan terjadi didalam suatu waktu tertentu. melakukan segala usaha yang perlu untuk menjaga jangan sampai haknya hilang. jika sebelum waktu tersebut lampau. Jika suatu perikatan bergantung pada suatu syarat bahwa sesuatu peristiwa didalam suatu waktu tertentu tidak akan terjadi. 1263. Jika si berpiutang meninggal sebelum terpenuhinya syarat. 1259. 1261. maka syarat itu bertaku surut hingga saat lahimya perikatan. Jika perikatan bergantung pada suatu syarat tangguh. dan syarat itu tidak dianggap tidak ada sebelum ada kepastian bahwa peristiwa tidak akan terjadi.

pada keadaan semula. Jika barangnya merosot harganya diluar kesalahan si berutang. menghentikan perikatan. hanyalah ia mewajibkan si berpiutang mengembalikan apa yang telah diterimanya. tetapi pembatalan harus dimintakan kepada Hakim. BAGIAN KE ENAM . memberikan suatu jangka waktu untuk masih juga memenuhi kewajibannya. Hakim adalah leluasa untuk. meskipun syarat batal mengenai tidak dipenuhinya kewajiban dinyatakan didalam perjanjian. akan memaksa pihak yang lain untuk memenuhi perjanjian. 1267.baik pada pihak yang satu maupun pada pihak yang lainnya tiada lagi suatu perikatan. Pihak terhadap siapa perikatan tidak dipenuhi. apabila peristiwa yang dimaksudkan terjadi. Jika barangnya merosot harganya karena kesalahan si berutang. Jika syarat batal tidak dinyatakan dalam persetujuan. Syarat batal dianggap selalu dicantumkan dalam persetujuanpersetujuan yang bertimbal balik. maka si berpiutang berhak memutuskan perikatan atau menuntut penyerahan barangnya didalam keadaan dimana barang itu berada. menurut keadaan. dan membawa segala sesuatu kembali. jika hal itu masih dapat dilakukan. 1265. jangka waktu mana namun itu tidak boleh lebih dari satu bulan. Suatu syarat batal adalah syarat yang apabila dipenuhi. 1266. disertai penggantian biaya kerugian dan bunga. Dalam hal yang demikian persetujuan tidak batal demi hukum. atas permintaan si tergugat. maka si berpiutang dapat memilih apakah ia akan memutuskan perikatan ataukah menuntut penyerahan barangnya didalam keadaan dimana barang itu berada dengan tiada pengurangan harga yang telah dijanjikan. dengan penggantian kerugian. ataukah ia akan menuntut pembatalan perjanjian. dapat memilih apakah ia. Permintaan ini juga harus dilakukan. seolah-olah tidak pemah ada suatu perikatan. manakala salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya. Syarat ini tidak menangguhkan pemenuhan perikatan.

1274. ternyata bahwa ketetapan waktu itu telah dibuat untuk kepentingan si berpiutang. jika hak ini tidak secara tegas diberikan kepada si berpiutang. jika salah satu dari barang-barang yang dijanjikan hilang. Hak memilih adalah pada si berutang. Suatu ketetapan waktu selalu dianggap dibuat untuk kepentingan si berutang. tetapi ia tidak dapat memaksa si berpiutang untuk menerima sebagian dari barang yang satu dan sebagian dari barang yang lainnya. atau dari keadaan. 1276. Dalam perikatan-perikatan mana suka si berutang dibebaskan jika ia menyerahkan salah satu dari dua barang yang disebutkan dalam perikatan. meskipun ia dibuat secara boleh pilih atau mana suka. 1270. jika salah satu dari kedua barang yang dijanjikan tidak dapat menjadi pokok perikatan. ia harus membayar harga barangnya yang hilang paling akhir. melainkan hanya menangguhkan pelaksanaannya. Suatu perikatan adalah murni dan bersahaja. Suatu perikatan mana suka adalah murni dan bersahaja. jika ia telah dinyatakan pailit. kecuali jika dari sifat perikatan sendiri.Tentang perikatan-perikatan dengan ketetapan waktu 1268. Si berutang tak lagi dapat menarik manfaat dari suatu ketetapan waktu. Jika kedua-duanya barang telah hilang. 1271. dan si berutang bersalah tentang hilangnya salah satu. BAGIAN KE TUJUH Tentang perikatan-perikatan mana suka atau perikatan yang boleh dipilih oleh salah satu pihak 1272. Apa yang harus dibayar pada suatu waktu yang ditentukan tidak dapat ditagih sebelum waktu itu datang. atau bahkan karena kesalahan si berutang tidak lagi dapat diserahkan. atau jika karena kesalahannya jaminan yang diberikannya bagi si berpiutang telah merosot. tetapi apa yang telah dibayar sebelum waktu itu datang. Suatu ketetapan waktu tidak menangguhkan perikatan. tak dapat diminta kembali. 1275. Jika dalam hal-hal yang disebutkan dalam pasal yang lalu diserahkan . harga barang itu tidak dapat ditawarkan sebagai gantinya. 1269. 1273.

selama ia belum digugat oleh salah satu. dapat. maka jika itu terjadi diluar salahnya si berutang.kepada si berpiutang untuk memilih. Adalah terserah kepada si berutang untuk memilih apakah ia akan membayar utang kepada yang satu atau kepada yang lainnya di antara orang-orang yang berpiutang. tak dapat membebaskan si berutang untuk selebihnya dari bagian orang yang berpiutang tersebut. dan pemenuhan oleh salah satu membebaskan orang-orang berutang yang lainnya terhadap si berpiutang. 1277. BAGIAN KE DELAPAN Tentang perikatan-perikatan tanggung renteng atau perikatan-perikatan tanggung-menanggung 1278. maupun jika perikatan bertujuan melakukan suatu perbuatan. menutut pembayaran harga salah satunya menurut pilihannya. baik jika ada bayaran harga salah satunya menurut pilihahnya lebih dari dua barang termaktub didalam perikatan. maka si berpiutang dapat menuntut penyerahan barang yang masih ada atau harga barang yang telah hilang. . Suatu perikatan tanggung-menanggung atau perikatan tanggung renteng terjadi antara beberapa orang berpiutang. sedemikan bahwa salah satu dapat dituntut untuk seluruhnya. Meskipun demikian pembebasan yang diberikan oleh salah satu orang berpiutang dalam suatu perikatan tanggung-menanggung. Jika kedua-duanya barang musnah. 1279. dan hanya salah satu barang sajalah yang hilang. Adalah terjadi suatu perikatan tanggung menanggung di pihaknya orang-orang yang berutang. si berpiutang harus mendapat barang yang masih ada: jika hilangnya salah satu barang tadi terjadi karena salahnya si berutang. apabila hilangnya kedua barang itu. jika didalam perjanjian secara tegas kepada masing-masing diberikan hak untuk menuntut pemenuhan seluruh utang sedang pembayaran yang dilakukan kepada salah satu membebaskan orang yang berutang meskipun perikatan menurut sifatnya dapat dipecah dan dibagi di antara beberapa orang berpiutang tadi. 1280. manakala mereka kesemuanya diwajibkan melakukan suatu hal yang sama. Asas-asas yang sama berlaku. maka si berpiutang. bahkan apabila hilangnya salah satu saja terjadi karena salahnya si berutang.

1284. Tiada perikatan dianggap tanggung-menanggung. meskipun salah satu orang yang berutang diwajibkan memenuhi hal yang sama dengan cara yang berlainan dengan teman-temannya sepenanggung misalnya satu adalah terikat dengan bersyarat. Si berpiutang dalam suatu perikatan tanggung menanggung dapat menagih piutangnya dari salah satu orang berutang yang dipilihnya dengan tidak ada kemungkinan bagi orang ini untuk meminta supaya utangnya dipecah. 1286. Seorang yang turut berutang dalam suatu perikatan tanggung menanggung. atau setelahnya orang-orang ini dinyatakan lalai. begitu pula semua tangkisan yang mengenai diri semua orang lainnya yang turut . yang dituntut oleh si berpiutang. dan yang mengenai diri sendiri. Suatu perikatan dapat bersifat tanggung menanggung. maka orang lainnya yang turut berutang tidak bebas dari kewajiban untuk membayar harga barang. Jika barang yang harus diberikan musnah karena salah satunya atau beberapa orang yang berutang tanggung menanggung. melainkan jika hal itu dinyatakan secara tegas. kerugian-kerugian dan bunga dari orang-orang berutang yang bersalah tentang musnahnya barang atau dari orang-orang yang lalai dalam pemenuhan perikatan. dimana suatu perikatan karena kekuatan suatu penetapan undang-undang dianggap tanggung menanggung. 1283. Si berpiutang hanya dapat menuntut pembayaran penggantian biaya. rugi dan bunga. 1282. berakibat bahwa bunga itu juga berlaku terhadap semua orang berutang yang lainnya. dapat memakai semua tangkisan yang dapat disimpulkan dari sifatnya perikatan.1281. sedangkan perikatan terhadap yang lainnya adalah suatu perikatan murni dan sederhana. Aturan ini hanya dikecualikan dalam hal-hal. atau terhadap satu telah diadakan suatu ketetapan waktu sedangkan terhadap yang lain tidak. 1285. Penuntutan-penuntutan yang ditujukan kepada salah satu orang yang berutang tidak menjadi halangan bagi si berpiutang untuk juga melaksanakan haknya terhadap orang-orang berutang yang lainnya. 1287. hanyalah mereka tidak diwajibkan membayar penggantian biaya. Penuntutan pembayaran bunga yang dilakukan terhadap salah satu di antara orang-orang yang berutang tanggung menanggung.

1289. selama orang ini belum memenuhi gugatan tersebut. Hal yang sama berlaku terhadap gugatan yang ditujukan kepada salah satu orang yang turut berutang. bahwa ia mempertahankan haknya yang berdasarkan utang tanggung-menanggung atau hak-hak seumumnya. Seorang berpiutang tidak dianggap membebaskan si berutang dari perikatannya tanggung-menanggung. tidak melepaskan haknya yang berdasarkan tanggungmenanggung melainkan hanya terhadap orang yang berutang tadi. atau selama perkara belum diputus oleh Hakim. jika surat tanda penerimaan tidak secara tegas menyatakan bahwa apa yang diterima itu ialah untuk bagian orang tersebut. tersendiri dan dengan tidak menyatakan kehendaknya untuk mempertahankan hak-haknya. Ia tidak dapat memakai tangkisan-tangkisan yang hanya mengenai diri beberapa orang lainnya saja yang turut berutang. tetapi dengan dikurangi bagian si berutang yang telah dibebaskan dari perikatan tanggung-menanggungnya. Jika salah satu orang yang berutang menjadi ahli waris satu-satunya dari si berpiutang. Seorang berpiutang yang menerima bagian salah satu orang yang turut berutang dalam pembayaran bunga tunggakan dari suatu utang. maka percampuran utang ini tidak berakibat hapusnya perikatan tanggung menanggung selain hanya untuk bagian si berutang atau si berpiutang yang bersangkutan saja. atau jika si berpiutang menjadi ahli waris satu-satunya dari salah satu orang yang berutang. jika. ia menerima suatu jumlah sebesar bagian si berutang ini. tetap memiliki piutangnya yang berdasarkan perikatan tanggung-menanggung terhadap orang-orang berutang yang lainnya. 1290. 1288. kehilangan haknya yang berdasarkan perikatan tanggung-menanggung hanya terhadap bunga yang sudah dapat ditagih.berutang bersama-sama. dengan tidak menyatakan pada waktu pembayaran dilakukan. Si berpiutang yang telah menyetujui pembagian piutangnya terhadap salah satu orang yang berutang. 1291. dan tidak terhadap bunga yang belum datang waktunya ditagih. maupun terhadap pokok utang kecuali apabila . Seorang berpiutang yang menerima bagiannya salah satu orang yang berutang tersendiri.

pembayaran tersendiri itu telah berlangsung selama sepuluh tahun berturut-turut. maka benar mereka itu masing-masing terikat untuk seluruhnya kepada si berpiutang tetapi di antara mereka sendiri mereka dianggap sebagai orang-orang penanggung utang bagi orang yang harus menyelenggarakan hal tersebut tadi. 1295. maka kerugian yang disebabkan ketidakmampuannya itu. maka bagian orang-orang yang tak mampu itu harus dipikul bersama-sama oleh orang-orang berutang yang lainnya menurut imbangan bagian mereka masing-masing. Jika salah satu di antara mercka tidak mampu untuk membayar. 1294. yang telah melunasi seluruh utangnya. terhitung juga mereka yang sebelum itu telah dibebaskan dari perikatan tanggung-menanggungnya. Jika hal untuk mana berbagai orang telah mengikatkan dirinya secara tanggung-menanggung. dengan sendirinya dapat dibagi-bagi di antara orang-orang yang berutang. hanya mengenai salah satu di antara mereka. dan satu atau beberapa orang berutang yang lainnya jatuh dalam keadaan tak mampu. 1293. dan mereka harus diberikan ganti-rugi oleh orang itu sebagaimana berlaku bagi orang-orang penanggung utang. tidak dapat menuntut kembali dari orang-orang berutang yang lainnya lebih daripada jumlah bagian mereka masing-masing. atau suatu perbuatan yang pelaksanaannya dapat dibagi-bagi atau tak dapat dibagi-bagi. Suatu perikatan dapat dibagi-bagi atau tak dapat dibagi-bagi sekadar perikatan tersebut mengenai suatu barang yang penyerahannya. Seorang yang turut berutang dalam suatu perikatan tanggungmenanggung. Suatu perikatan. baik . harus dipikul bersama-sama oleh orang-orang berutang yang lainnya dan si berutang yang telah melunasi utangnya. menurut imbangan bagian masing-masing. Jika si berpiutang telah membebaskan salah satu orang yang berutang dari perikatan tanggung-menanggungnya. BAGIAN KE SEMBILAN Tentang perikatan-perikatan yang dapat dibagi bagi den perikatan-perikatan yang tak dapat dibagi-bagi 1296. meskipun orang-orangnya yang berutang menghadapi si berpiutang secara tanggung-menanggung. orang-orang mana di antara mereka sendiri tidak terikat untuk lebih daripada bagian masing-masing. 1292.

dengan tidak mengurangi haknya untuk menuntut penggantian . terhadap suatu utang dimana si berpiutang boleh memilih antara berbagai barang.secara nyata-nyata. meskipun barang atau perbuatan yang dimaksudkan karena sifatnya dapat dibagi-bagi. atau karena maksud yang dikandung tentang perjanjian tersebut. maupun sifat barang yang menjadi pokok perikatan. ternyata dengan jelas bahwa maksud kedua belah pihak ialah bahwa utangnya tidak akan dapat diangsur. Dalam ketiga hal yang pertama si ahli waris yang memegang barang yang harus diserahkan atau barang yang dijadikan tanggungan hipotik. Asas yang ditetapkan dalam pasal yang lain. dalam hal utang itu suatu utang hipotik. 4. dikecualikan terhadap ahli waris-ahli warisnya si berutang : 1. 1298. 5. jika. Bahwasannya suatu perikatan adalah suatu perikatan tanggungmenanggung belum berarti bahwa perikatan itu suatu perikatan yang tak dapat dibagi-bagi. jika barang atau perbuatan tadi menurut maksud perikatan tidak boleh diserahkan atau dilaksanakan sebagian demi sebagian. menurut perjanjiannya salah satu ahli waris sajalah yang diwajibkan melaksanakan perikatannya. Suatu perikatan yang dapat dibagi-bagi harus dilaksanakan antara si berutang dan si berpiutang seolah-olah perikatan itu tak dapat dibagi-bagi. baik karena sifat perikatan. 2. hal dapatnya dibagi-bagi hanyalah berlaku terhadap ahli waris-ahli waris kedua belah pihak. dapat dituntut untuk membayar seluruh utangnya. sedang salah satu di antara barang-barang ini tidak dapat dibagi-bagi. jika. maupun secara perhitungan. 1299. manakala utang itu terdiri atas suatu barang tertentu . 1300. yang tidak dapat menagih piutangnya atau tidak berwajib membayar utangnya selain untuk bagian masing-masing sebagai ahli waris atau orang-orang yang mewakili si berpiutang maupun si berutang. pembayaran mana dapat dilaksanakan atas barang yang harus diserahkan itu atau atas barang yang dijadikan tanggungan hipotik tersebut. 3. Suatu perikatan adalah tak dapat dibagi-bagi. 1297.

manakala perikatan itu tidak dipenuhi. atau menerima harga barangnya. si berpiutang boleh juga menuntut dipenuhinya perikatan pokok. . Ancaman hukuman adalah suatu ketentuan sedemikian rupa dengan mana seorang untuk jaminan pelaksanaan suatu perikatan diwajibkan melakukan sesuatu. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk meminta penggantian kepada ahli waris-ahli waris yang lainnya. maupun menerima harganya sebagai ganti barangnya. Jika hanya salah satu ahli waris memberikan pembebasan utangnya. maka ahli waris-ahli waris lainnya tak dibolehkan menuntut barang yang tak dapat dibagi-bagi itu. 1303. Dalam hal yang ke empat si ahli waris yang sendiri diwajibkan melunasi utang dan dalam hal yang ke lima juga setiap ahli waris dapat dituntut untuk membayar seluruh utang. meskipun perikatannya tidak dibuat secara tanggung-menanggung. Hal yang sama berlaku juga bagi ahli waris-ahli waris seorang yang diwajibkan memenuhi suatu perikatan seperti itu. Batalnya perikatan pokok mengakibatkan batalnya ancaman hukuman. Tiada seorang pun dari mereka dibolehkan memberikan pembebasan seluruh utang. 1301. BAGIAN KE SEPULUH Tentang perikatan-perikatan dengan ancaman hukuman 1304. 1306.kepada ahli waris-ahli waris yang lainnya. Batalnya ancaman hukuman sama sekali tidak berakibat batalnya perikatan pokok. 1305. adalah bertanggungjawab untuk seluruhnya. kecuali jika ia memperhitungkan bagian ahli waris yang telah memberikan pembebasan utang atau yang te!ah menerima harga barangnya. Tiap ahli waris dari si berpiutang dapat menuntut pelaksanaan suatu perikatan yang tak dapat dibagi-bagi untuk seluruhnya. Tiap orang dari mereka yang bersama-sama memikul suatu utang yang tak dapat dibagi-bagi. Daripada menuntut hukuman terhadap si berutang yang tidak memenuhi janjinya. 1302.

dengan tidak dapat diadakan tuntutan terhadap mereka yang telah memenuhi perikatan. dan hukuman ini dapat dituntut. kecuali apabila orang yang terikat untuk memberikan atau menerima sesuatu maupun berbuat sesuatu lalai dalam hal itu. dalam hal semacam ini hukuman dapat dituntut dari orang yang belakangan ini untuk seluruhnya. Jika perikatan pokok. maka hukuman hanya harus dibayar oleh siapa di antara ahli waris-ahli waris si berutang yang berbuat berlawanan dengan perikatan. Baik perikatan pokok itu memuat maupun tidak memuat suatu ketetapan waktu dalam mana perikatan harus dilaksanakan. hukuman tidak dikenakan. dengan penetapan hukuman itu mengenai suatu barang yang dapat dibagi-bagi. Hukuman dapat diubah oleh Hakim. Aturan ini dikecualikan. 1309. Penetapan hukuman adalah dimaksudkan sebagai ganti penggantian kerugian. Jika perikatan pokok. terkecuali apabila hukuman ini ditetapkan semata-mata untuk terlambatnya pemenuhan saja. dengan penetapan hukuman. semua itu dengan tidak mengurangi hak-hak orang-orang yang berpiutang hipotik. baik untuk seluruhnya dari siapa yang melakukan pelanggaran. manakala penetapan hukuman ditambahkan dengan maksud supaya pemenuhan perikatan tidak akan terjadi sebagian. hukuman sudah wajib dibayar. dan salah satu ahli waris telah menghalang-halangi pemenuhan perikatan untuk seluruhnya. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk menuntutnya kembali dari siapa yang menyebabkan harus dibayarnya hukuman. Ia tak dapat bersama-sama menuntut dipenuhinya perikatan pokok dan menuntut hukumannya. maka dengan terjadinya pelanggaran oleh satu orang ahli waris dari si berutang. maupun dari masing-masing ahli waris untuk bagiannya. yang diderita oleh si berpiutang karena tidak dipenuhinya perikatan pokok. dan hanya dapat dituntut dari ahli waris-ahli waris lainnya untuk bagian . 1310. 1308. jika perikatan pokok untuk sebagian telah dipenuhi. dan hanya untuk suatu jumlah yang mengenai bagiannya dalam perikatan pokok. mengenai suatu barang yang tak dapat dibagi-bagi. 1311.1307.

yang dibuat oleh seorang untuk dirinya sendiri. Lagi pun diperbolehkan juga untuk meminta ditetapkannya suatu janji guna kepentingan seorang pihak ke tiga. atau suatu pemberian yang dilakukannya kepada seorang lain. 1317. dengan tidak mengurangi tuntutan pembayaran ganti rugi terhadap siapa yang telah menanggung pihak ke tiga itu atau yang telah berjanji. Suatu perjanjian atas beban. untuk menyuruh pihak ke tiga tersebut menguatkan sesuatu. . dengan tidak mengurangi hak mereka menuntut pengembalian jumlah yang mereka bayarkan. dengan suatu penetapan hukuman yang tak dapat dibagi-bagi. memuat suatu janji yang seperti itu. adalah suatu perjanjian yang mewajibkan masing-masing pihak memberikan sesuatu. apabila suatu penetapan janji. maka hukuman itu terhadap ahli waris-ahli waris orang yang berutang. Pada umumnya tak seorang dapat mengikatkan diri atas nama sendiri atau meminta ditetapkannya suatu janji dari pada untuk dirinya sendiri. dengan menjanjikan bahwa orang ini akan berbuat sesuatu. 1316. 1315. 1312. tanpa menerima suatu manfaat bagi dirinya sendiri. BAB KE DUA Tentang perikatan-perikatan yang dilahirkan dari kontrak atau perjanjian BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1313. 1314. hanya dipenuhi sebagian. Suatu perjanjian dibuat dengan cuma-cuma atau atas beban. diganti dengan suatu pembayaran ganti rugi. Jika suatu perikatan pokok yang dapat dibagi-bagi. Suatu perjanjian dengan cuma-cuma adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan suatu keuntungan kepada pihak yang lain. Suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih. dari ahli waris yang bersalah tadi. Meskipun demikian adalah diperbolehkan untuk menanggung atau menjamin seorang pihak ke tiga. berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu.mereka masing-masing. jika pihak ini menolak memenuhi perikatannya.

tunduk pada peraturan-peraturan umum. 2. baik yang mempunyai suatu nama khusus. BAGIAN KE DUA Tentang syarat-syarat yang diperlukan untuk sahnya suatu perjanjian 1320.Siapa yang telah memperjanjikan sesuatu seperti itu. apabila perbuatan itu sedemikian rupa hingga . Tiada sepakat yang sah apabila sepakat itu diberikan karena kekhilafan. jika kekhilafan itu hanya terjadi mengenai dirinya orang dengan siapa seorang bermaksud membuat suatu perjanjian. yang termuat didalam bab ini dan bab yang lalu. suatu sebab yang halal. 3. atau diperolehnya dengan paksaan atau penipuan. maupun yang tidak terkenal dengan suatu nama tertentu. maka dianggap bahwa itu adalah untuk ahli waris-ahli warisnya dan orang-orang yang memperoleh hak daripadanya. kecuali jika dengan tegas ditetapkan atau dapat disimpulkan dari sifat perjanjian. 1324. 1322. Semua perjanjian. 1319. Paksaan yang dilakukan terhadap orang yang membuat suatu perjanjian. Paksaan telah terjadi. juga apabila paksaan itu dilakukan oleh seorang pihak ke tiga. sepakat mereka yang mengikatkan dirinya. suatu hal tertentu. bahwa tidak sedemikianlah maksudnya. untuk kepentingan siapa perjianjian tersebut tidak telah dibuat. 4. 1321. kecuali jika perjanjian itu telah dibuat terutama karena mengingat dirinya orang tersebut. merupakan alasan untuk batalnya perjanjian. Untuk sahnya suatu perianjian diperlukan empat syarat: 1. 1318. kecakapan untuk membuat suatu perikatan. 1323. apabila pihak ketiga tersebut telah menyatakan hendak mempergunakannya. Jika seorang minta diperjanjikan sesuatu hal. Kekhilafan itu tidak menjadi sebab kebatalan. Kekhilafan tidak mengakibatkan batalnya suatu perjanjian selain apabila kekhilafan itu terjadi mengenai hakikat barang yang menjadi pokok perjanjian. tidak boleh menariknya kembali.

harus diperhatikan usia. baik secara dinyatakan dengan tegas. Paksaan mengakibatkan batalnya suatu perjanjian tidak saja apabila dilakukan terhadap salah satu pihak yang membuat perjanjian. Dalam mempertimbangkan hal itu. Tak cakap untuk membuat suatu perjanjian adalah : 1. apabila tipu-muslihat. ibu atau sanak keluarga lain dalam garis ke atas tanpa disertai kekerasan. maupun secara diam-diam atau apabila seorang melampaukan waktu yang ditentukan oleh undang-undang untuk dipulihkan seluruhnya. tidaklah cukup untuk pembatalan perjanjian. Penipuan tidak dipersangkakan. 1328. 1325. tetapi juga apabila paksaan itu dilakukan terhadap suami atau istri atau sanak keluarga dalam garis ke atas mau pun ke bawah. 1330. mereka yang ditaruh di bawah pengampuan. Penipuan merupakan suatu alasan untuk pembatalan perjanjian. jika ia oleh undang-undang tidak dinyatakan tak cakap. dalam hal-hal yang ditetapkan oleh undangundang. yang dipakai oleh salah satu pihak. orang-orang yang belum dewasa. 1327. dan apabila perbuatan itu dapat menimbulkan ketakutan pada orang tersebut bahwa dirinya atau kekayaannya terancam dengan suatu kerugian yang terang dan nyata. dan pada umumnya semua orang kepada siapa undang-undang telah melarang membuat perjanjian-perjanjian tertentu. tetapi harus dibuktikan. orang-orang perempuan. 1329. Karena itu orang-orang yang didalam pasal yang lalu dinyatakan tak . 3. untuk membuat perikatan-perikatan. 1326. Ketakutan saja karena hormat terhadap ayah. apabila setelah paksaan berhenti. adalah sedemikian rupa hingga terang dan nyata bahwa pihak yang lain tidak telah membuat perikatan itu jika tidak dilakukan tipu-muslihat tersebut. 1331. kelamin dan kedudukan orang-orang yang bersangkutan.dapat menakutkan seorang yang berpikiran sehat. Pembatalan sesuatu perjanjian berdasarkan paksaan tak lagi dapat dituntutnya. perjanjian tersebut dikuatkan. Setiap orang adalah cakap. 2.

cakap, boleh menuntut pembatalan perikatan-perikatan yang mereka telah perbuat, dalam hal-hal dimana kekuasaan itu tidak dikecualikan oleh undang-undang. Orang-orang yang cakap untuk mengikatkan diri tak sekali-kali diperkenankan mengemukakan ketidakcakapan orang-orang yang belum dewasa, orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan dan perempuan-perempuan yang bersuami dengan siapa mereka telah membuat suatu perjanjian. 1332. Hanya barang-barang yang dapat diperdagangkan sajalah dapat menjadi pokok suatu perjanjian. 1333. Suatu perjanjian harus mempunyai sebagai pokok suatu barang yang paling sedikit ditentukan jenisnya. Tidaklah menjadi halangan bahwa jumlah barang tidak tentu, asal saja jumlah itu terkemudian dapat ditentukan atau dihitung. 1334. Barang-barang yang baru akan ada dikemudian hari dapat menjadi pokok suatu perjanjian. Tetapi tidaklah diperkenankan untuk melepaskan suatu warisan yang belum terbuka, atau pun untuk meminta diperjanjikan sesuatu hal mengenai warisan itu, sekali pun dengan sepakatnya orang yang nantinya akan meninggalkan warisan yang menjadi pokok perjanjian itu; dengan tidak mengurangi ketentuan-ketentuan pasal 169, 176 dan 178. 1335. Suatu perjanjian tanpa sebab, atau yang telah dibuat karena sesuatu sebab yang palsu atau terlarang, tidak mempunyai kekuatan. 1336. Jika tidak dinyatakan sesuatu sebab, tetapi ada suatu sebab yang halal, ataupun jika ada suatu sebab lain, daripada yang dinyatakan, perjanjiannya namun demikian adalah sah. 1337. Suatu sebab adalah terlarang, apabila dilarang oleh undang-undang, atau apabila berlawanan dengan kesusilaan baik atau ketertiban umum. BAGIAN KE TIGA Tentang akibat suatu perjanjian 1338. Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Suatu perjanjian tidak dapat ditarik kembali selain dengan sepakat kedua

belah pihak, atau karena alasan-alasan yang oleh undang-undang dinyatakan cukup untuk itu. Suatu perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik. 1339. Suatu perjanjian tidak hanya mengikat untuk hal-hal yang dengan tegas dinyatakan didalamnya, tetapi juga untuk segala sesuatu yang menurut sifat perjanjian, diharuskan oleh kepatutan, kebiasaan atau undang-undang. 1340. Suatu perjanjian hanya berlaku antara pihak-pihak yang membuatnya. Suatu perjanjian tidak dapat membawa rugi kepada pihak-pihak ke tiga; tak dapat pihak-pihak ke tiga mendapat manfaat karenanya, selain dalam hal yang diatur dalam pasal 1317. 1341. Meskipun demikian, tiap orang berpiutang boleh mengajukan batalnya segala perbuatan yang tidak diwajibkan yang dilakukan oleh si berutang dengan nama apapun juga, yang merugikan orang-orang berpiutang, asal dibuktikan, bahwa ketika perbuatan dilakukan, baik si berutang maupun orang dengan atau untuk siapa si berutang itu berbuat, mengetahui bahwa perbuatan itu membawa akibat yang merugikan orang-orang berpiutang. Hak-hak yang diperolehnya dengan itikad baik oleh orang-orang pihak ke tiga atas barang-barang yang menjadi pokok perbuatan yang batal itu, dilindungi. Untuk mengajukan hal batalnya perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan cuma-cuma oleh si berutang, cukuplah si berpiutang membuktikan bahwa si berutang pada waktu melakukan perbuatan itu tahu, bahwa ia dengan berbuat demikian merugikan orang-orang yang mengutangkan padanya, tak peduli apakah orang yang menerima keuntungan juga mengetahuinya atau tidak. BAGIAN KE EMPAT Tentang penafsiran suatu perjanjian 1342. Jika kata-kata suatu perjanjian jelas, tidaklah diperkenankan untuk menyimpang daripadanya dengan jalan penafsiran. 1343. Jika kata-kata suatu perjanjian dapat diberikan berbagai macam penafsiran, harus dipilihnya menyelidiki maksud kedua belah pihak yang membuat perjanjian itu, daripada memegang teguh arti kata-kata menurut huruf 1344. Jika suatu janji dapat diberikan dua macam pengertian, maka harus

dipilihnya pengertian yang sedemikian yang memungkinkan janji itu dilaksanakan, daripada memberikan pengertian yang tidak memungkinkan suatu pelaksanaan. 1345. Jika kata-kata dapat diberikan dua macam pengertian, maka harus dipilih pengertian yang paling selaras dengan sifat perjanjian. 1346. Apa yang meragu-ragukan harus ditafsirkan menurut apa yang menjadi kebiasaan dalam negeri atau di tempat, dimana perjanjian telah dibuat. 1347. Hal-hal yang, menurut kebiasaan selamanya diperjanjikan, dianggap secara diam-diam dimasukkan dalam perjanjian, meskipun tidak dengan tegas dinyatakan. 1348. Semua janji yang dibuat dalam suatu perjanjian, harus diartikan dalam hubungan satu sama lain; tiap janji harus ditafsirkan dalam rangka perjanjian seluruhnya. 1349. Jika ada keragu-raguan, maka suatu perjanjian harus ditafsirkan atas kerugian orang yang telah meminta diperjanjikannya sesuatu hal, dan untuk keuntungan orang yang telah mengikatkan dirinya untuk itu. 1350. Meskipun bagaimana luasnya kata-kata dalam mana suatu perjanjian disusun, namun perjanjian itu hanya meliputi hal-hal yang nyata-nyata dimaksudkan oleh kedua belah pihak sewaktu membuat perjanjian. 1351. Jika seorang dalam suatu perjanjian menyatakan suatu hal untuk menjelaskan perikatan, tak dapatlah ia dianggap bahwa dengan demikian hendak mengurangi maupun membatasi kekuatan perjanjian menurut hukum dalam hal-hal yang tidak dinyatakan. BAB KE TIGA Tentang perikatan-perikatan yang dilahirkan demi undang-undang 1352. Perikatan-perikatan yang dilahirkan demi undang-undang, timbul dari undang-undang saja, atau dari undang-undang sebagai akibat perbuatan orang. 1353. Perikatan-perikatan yang dilahirkan dari undang-undang sebagai akibat perbuatan orang, terbit dari perbuatan halal atau dari perbuatan melanggar hukum. 1354. Jika seorang dengan sukarela, dengan tidak mendapat perintah untuk itu, mewakili urusan orang lain dengan atau tanpa pengetahuan orang ini, maka ia

Meskipun demikian. membayar suatu utang. seandainya ia kuasakan dengan suatu pemberian kuasa yang dinyatakan dengan tegas. Pihak yang telah mewakili urusan orang lain dengan tiada mendapat perintah. telah menerima sesuatu yang tak harus dibayarkan padanya. tidak berhak atas sesuatu upah. Tiap-tiap pembayaran memperkirakan adanya suatu utang. hak ini hilang jika si berpiutang sebagai akibat . yang disebabkan kesalahan atau kelalaian orang yang mewakili pengurusan. kerugian dan bunga. diwajibkan mengembalikan barang yang tak harus dibayarkan itu kepada orang dari siapa ia telah menerimanya. maka ia adalah berhak menuntut kembali dari si berpiutang apa yang telah dibayarkannya. 1359. dan mengganti segala pengeluaran yang berfaedah atau perlu. yang secara sukarela telah dipenuhi. hingga orang yang diwakili kepentingannya dapat mengerjakan sendiri urusan itu. 1360. Jika seorang yang secara khilaf mengira bahwa ia berutang. memberikan ganti-rugi kepada si wakil itu tentang segala perikatan yang secara perseorangan dibuatnya. dapat dituntut kernbali. 1361. Barangsiapa secara khilaf atau dengan mengetahuinya. hingga ahli waris-ahli waris orang itu dapat mengoper pengurusan tersebut. 1358. Hakim adalah berkuasa meringankan penggantian biaya. 1356. Terhadap perikatan-perikatan bebas. Ia memikul segala kewajiban yang harus dipikulnya. diwajibkan memenuhi perikatan-perikatan yang diperbuat oleh si wakil itu atas namanya. meskipun orang yang kepentingannya diurusnya. meninggal sebelum urusan diselesaikan. 1357. Ia diwajibkan dalam hal melakukan pengurusan tersebut. tak dapat dilakukan penuntutan kembali. Ia diwajibkan meneruskan pengurusannya. memenuhi kewajiban-kewajiban seorang bapak rumah yang baik. 1355. Meskipun demikian. Pihak yang kepentingan-kepentingannya diwakili oleh seorang lain dengan baik.secara diam-diam mengikat dirinya untuk meneruskan serta menyelesaikan urusan tersebut. apa yang telah dibayarkan dengan tidak diwajibkan.

mengganti segala pengeluaran yang perlu. dengan itikad buruk. 1365. seandainya ia berada pada orang kepada siapa ia seharusnya diberikan. meskipun ini terjadi diluar salahnya. maka ia diwajibkan membayar hartanya. 1363. cukup memberikan kembali harganya. Orang kepada siapa barangnya dikembalikan itu. 1364. Jika barangnya telah musnah. diwajibkan. dengan tidak mengurangi hak orang yang telah membayar itu untuk menuntutnya kembali dari orang yang sungguh-sungguh berutang. jika barangnya telah menderita kemerosotan. mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu. yang telah dilakukan guna keselamatan barangnya.pembayaran tersebut telah memusnahkan surat pengakuan berutangnya. mengganti kerugian tersebut. telah menerima sesuatu yang tidak harus dibayarkan kepadanya. rugi dan bunga. maka tak usahlah ia mengembalikan sesuatu apa. Siapa yang telah menjual barang sesuatu. 1362. Tiap perbuatan melanggar hukum. 1367. Siapa yang. 1366. dan yang demikian itu tidak mengurangi penggantian biaya. hingga pengeluaran-pengeluaran tersebut telah diganti. yang diterimanya dengan itikad baik sebagai pembayaran yang tak diwajibkan. rugi dan bunga. Jika ia dengan itikad baik telah memberikan barangnya dengan cuma-cuma kepada orang lain. terhitung dari hari pembayaran. bahkan juga kepada seorang yang dengan itikad buruk telah memiliki barangnya. tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan perbuatan orang- . diwajibkan mengembalikannya dengan bunga dan hasil-hasil. Orang yang menguasai barang itu berhak memegangnya dalam penguasaannya sekian lama. yang membawa kerugian kepada seorang lain. terkecuali jika ia dapat membuktikan bahwa barang itu akan musnah juga. tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan kelalaian atau kurang hati-hatinya. Seorang tidak saja bertanggungjawab untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri. dengan disertai penggantian biaya. Setiap orang bertanggungjawab tidak saja untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya.

mempunyai hak menuntut suatu ganti-rugi. adalah bertanggungjawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh pelayan-pelayan atau bawahan-bawahan mereka didalam melakukan pekerjan untuk mana orang-orang ini dipakainya. yang harus dinilai menurut kedudukan dan kekayaan kedua belah pihak.orang yang menjadi tanggungannya atau disebabkan oleh barang-barang yang berada di bawah pengawasannya. jika ini terjadi karena kelalaian dalam pemeliharaannya. Orang tua dan wali bertanggungjawab tentang kerugian yang disebabkan oleh anak-anak belum dewasa. 1369. 1371. serta menurut keadaan. guru-guru sekolah dan kepala-kepala tukang itu membuktikan bahwa mereka tidak dapat mencegah perbuatan untuk mana mereka seharusnya bertanggungjawab itu. yang lazimnya mendapat nafkah dari pekerjaan si korban. 1370. maupun tersesat atau terlepas dari pengawasannya. baik binatang itu ada di bawah pengawasannya. atau siapa yang memakainya. yang tinggal pada mereka dan terhadap siapa mereka melakukan kekuasaan orang tua atau wali. 1368. Majikan-majikan dan mereka yang mengangkat orang-orang lain untuk mewakili urusan-urusan mereka. atau karena sesuatu cacat dalam pembangunan maupun tataannya. anak atau orang tua si korban. wali-wali. maka suami atau istri yang ditinggalkan. selama binatang itu dipakainya. jika orang tua-orang tua. Pemilik sebuah gedung adalah bertanggungjawab tentang kerugian yang disebabkan ambruknya gedung itu untuk seluruhnya atau sebagian. Guru-guru sekolah dan kepala-kepala tukang bertangggung jawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh murid-murid dan tukang-tukang mereka selama waktu orang-orang ini berada di bawah pengawasan mereka. Dalam halnya suatu pembunuhan dengan sengaja atau karena kurang hati-hatinya seorang. adalah. Pemilik seekor binatang. bertanggungjawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh binatang tersebut. Penyebab luka atau cacatnya sesuatu anggota badan dengan sengaja atau karena kurang hati-hati memberikan hak kepada si korban untuk. Tanggung jawab yang disebutkan di atas berakhir. selain .

yang diterbitkan dari sesuatu kejahatan terhadap pribadi seorang. begitu pula pangkat. kakek-nenek. si tergugat dapat mencegah pengabulan tuntutan yang disebutkan dalam pasal yang lalu. Tuntutan perdata tentang penghinaan. 1374. dan pada keadaan. 1375. Jika ia menuntut pernyataan. menuntut penggantian kerugian yang disebabkan oleh luka atau cacat tersebut. anak. Jika diminta. Hakim harus memperhatikan berat-ringannya penghinaan. oleh si terhina. berlakulah ketentuan-ketentuan dalam pasal 314 Kitab Undang-undang Hukum Pidana untuk penuntutan tentang memfitnah. Juga. Dengan tidak mengurangi kewajibannya untuk memberikan ganti-rugi. tak dapat dikabulkan jika tidak . dan menganggap si terhina sebagai seorang yang terhormat. atas biaya si terhukum. 1376. dengan menawarkan dan sungguh-sungguh melakukan di muka umum di hadapan Hakim suatu pernyataan yang berbunyi bahwa ia menyesal akan perbuatan yang ia telah lakukan. cucu. 1372. penggantian kerugian ini dinilai menurut kedudukan dan kemampuan kedua belah pihak. 1373. Dalam menilai satu dan lain. maka. Ketentuan paling akhir ini pada umumnya berlaku dalam hal menilaikan kerugian. Selan daripada itu.penggantian biaya-biaya penyembuhan. si terhina dapat menuntut supaya dalam putusan itu juga dinyatakan. anak dan cucu karena penghinaan yang dilakukan terhadap istri atau suami. orang tua. dan menurut keadaan. bahwa ia meminta maaf karenanya. orang tua dan kakek-nenek mereka setelah orang-orang ini meninggal. dengan sebegitu banyak lembar dan di tempat-tempat sebagaimana akan diperintahkan oleh Hakim. kedudukan dan kemampuan kedua belah pihak. bahwa perbuatan yang telah dilakukan adalah memfitnah atau menghina. Tuntutan-tuntutan yang disebutkan dalam ketiga pasal yang lalu diberikan juga kepada suami atau istri. putusan akan ditempelkan di tempat umum. Tuntutan perdata tentang hal penghinaan adalah bertujuan mendapat penggantian kerugian serta pemulihan kehormatan dan nama baik. bahwa perbuatan yang telah dilakukan itu bersifat memfitnah.

diwajibkan memberikan kepada orang tersebut penggantian kerugian yang dideritanya. Hak untuk menuntut ganti-rugi sebagaimana disebutkan dalam pasal 1372. . jika si pembuat nyata-nyata telah berbuat untuk kepentingan umum atau untuk pembelaan darurat terhadap dirinya.ternyata adanya maksud untuk menghina. BAB KE EMPAT Tentang hapusnya perikstan-perikatan 1381. Tetapi barangsiapa yang nyata-nyata dengan maksud semata-mata untuk menghina. karena penawaran pembayaran tunai. Perikatan-perikatan hapus: karena pembayaran. Tuntutan dalam perkara penghinaan gugur dengan lewatnya waktu satu tahun. Maksud untuk menghina itu tidak dianggap ada. setelah terjadinya penghinaan dan diketahuinya oleh si terhina. terus-menerus melancarkan penghinaan-penghinaan terhadap seorang. jika si terhina dengan suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak telah dipersalahkan tentang melakukan perbuatan yang dituduhkan padanya itu. terhitung mulai hari dilakukannya perbuatan dan diketahuinya perbuatan itu oleh si penggugat. karena perjumpaan utang atau kompensasi. yang bertentangan dengan maksud untuk menuntut ganti-rugi atau pemulihan kehormatan. 1379. Segala tuntutan. oleh orang ini dilakukan perbuatan-perbuatan yang menyatakan tentang adanya perdamaian atau pengampunan. juga setelah kebenaran tuduhan ternyata dari suatu putusan yang memperoleh kekuatan mutlak atau dari sepucuk akta otentik. maupun meninggalnya orang yang dihina. yang diatur dalam keenam pasal yang lalu. gugur dengan pembebasan yang dinyatakan dengan tegas atau secara diam-diam. jika. Begitu pula tuntutan perdata itu tidak da pat dikabulkan. 1378. diikuti dengan penyimpanan atau penitipan. 1377. tidak hilang dengan meninggalnya orang yang menghina. karena pembaharuan utang. 1380.

1383. karena berlakunya suatu syarat batal. yang diatur dalam bab ke satu buku ini. asal saja orang pihak ke tiga itu bertindak atas nama dan untuk melunasi utangnya si berutang. hal mana akan diatur dalam suatu bab tersendiri. BAGIAN KE SATU Tentang pembayaran 1382. 1384. pembayaran suatu jumlah uang atau suatu barang lain yang dapat dihabiskan. Pembayaran harus dilakukan kepada si berpiutang. jika si berpiutang ini mempunyai kepentingan supaya perbuatannya dilakukan sendiri oleh si berutang.karena percampuran utang. karena musnahnya barang yang terutang. karena pembebasan utangnya. agar pembayaran yang dilakukan itu sah. Tiap-tiap perikatan dapat dipenuhi oleh utang. atau. atau kepada seorang yang dikuasakan olehnya. sepertinya seorang yang turut berutang atau seorang penanggung . Suatu perikatan bahkan dapat dipenuhi juga oleh seorang pihak ke tiga. jika. karena kebatalan atau pembatalan. ia bertindak atas namanya sendiri. asal ia tidak menggantikan hak-hak si berpiutang. sekalipun pembayaran itu telah dilakukan oleh orang yang bukan pemilik atau orang yang tak cakap mengasingkan barang tersebut. Meskipun demikian. atau juga kepada seorang yang dikuasakan oleh Hakim atau oleh undang-undang untuk menerima pembayaran-pembayaran bagi si berpiutang. tak dapat diminta kembali dari seorang yang dengan itikad baik telah menghabiskan barang yang telah dibayarkan itu. karena liwatnya waktu. Adalah perlu bahwa orang yang membayar itu pemilik mutlak barang yang dibayarkan dan juga berkuasa memindahtangankannya. Suatu perikatan untuk berbuat sesuatu tak dapat dipenuhi oleh seorang pihak ketiga berlawanan dengan kemauan si berpiutang. 1385. yang tidak mempunyai kepentingan. siapa saja yang berkepentingan.

dengan itikad baik. hak si berutang untuk menagihnya kembali dari si berpiutang. 1391. Pembayaran yang dilakukan kepada si berpiutang. orang-orang ini. juga apabila surat piutang tersebut kemudian karena suatu penghukuman untuk menyerahkannya kepada orang lain. Jika barang yang terutang hanya ditentukan jenisnya. si berutang tidaklah diwajibkan memberikan barang dari jenis yang paling baik. maka untuk membebaskan diri dari utangnva. sebelum timbulnya kekurangan-kekurangan itu telah lalai menyerahkan barang itu. jika ia tidak cakap untuk menerimanya. Pembayaran yang dilakukan oleh seorang berutang kepada orang yang mengutankan padanya. 1390. bahkan lebih harganya. dibebaskan jika ia memberikan barangnya dalam keadaan dimana barang itu berada sewaktu penyerahan. tidak disebabkan kesalahan atau kelalaiannya. 1392. 1388. meskipun telah ada suatu penyitaan atau suatu perlawanan. asal kekurangan-kekurangan yang mungkin terdapat pada barang tersebut. adalah tak sah terhadap orang-orang berpiutang yang telah melakukan penyitaan atau perlawanan. dilakukan kepada seorang yang memegang surat piutangnya. adalah sah. 1387. adalah tidak sah. meskipun utangnya itu dapat dibagi-bagi. meskipun barang yang ditawarkan itu sama. melainkan sekadar si berutang membuktikan bahwa si berpiutang sungguh-sungguh mendapat manfaat dari pembayaran itu. adalah sah.Pembayaran yang dilakukan kepada seorang yang tidak berkuasa menerima bagi si berpiutang. diambil dari penguasaan orang tersebut. 1389. 1386. maupun karena kesalahan atau kelalaian orang-orang yang menjadi tanggungannya. atau pun juga karena ia. Seorang yang berutang suatu barang pasti dan tertentu. Tiada seorang berpiutang dapat dipaksakan menerima sebagai pembayaran suatu barang lain daripada barang yang terutang. tetapi tak cukuplah sebaliknya ia memberikan . sekadar si berpiutang telah menyetujuinya atau nyata-nyata telah mendapat manfaat karenanya. dapat memaksa si berutang untuk membayar sekali lagi. dengan tidak mengurangi dalam hal yang demikian. Pembayaran yang. Tiada seorang berutang dapat memaksa orang yang mengutangkan padanya menerima pembayaran utangnya sebagian demi sebagian. berdasarkan haknya.

maka pembayaran yang mengenai suatu barang yang sudah ditentukan. dan didalam hal-hal lainnya di tempat tinggal si berutang. menerima suatu tanda pembayaran. bunga uang pinjaman. Biaya yang harus dikeluarkan untuk menyelenggarakan pembayaran. tunjangan tahunan untuk nafkah. untuk menyatakan utang yang mana hendak dibayarnya. digunakan terlebih dahulu untuk melunasi bunga. dan pada umumnya segala apa yang harus dibayar tiap tahun atau tiap waktu tertentu yang lebih pendek. 1397. selama orang ini terus-menerus berdiam dalam keresidenan. Seorang yang mempunyai suatu utang untuk mana harus dibayarnya bunga.barang dari jenis yang paling buruk. 1396. sewa tanah. dimana si berpiutang telah menyatakan bahwa apa yang diterimanya itu ialah khusus untuk melunasi salah satu di antara utang-utang tersebut. dimana ia berdiam sewaktu perjanjian dibuat. dipikul oleh si berutang. Mengenai pembayaran sewa rumah. jika dalam perjanjian tidak ditetapkan suatu tempat. maka dengan adanya tiga surat tanda pembayaran. 1394. maka tak dapat lagi si berutang menuntut supaya pembayaran itu dianggap . tetapi tidak cukup untuk meltmasi seluruh utang. Pembayaran yang dilakukan untuk uang pokok dan bunga. Jika seorang yang mempunyai berbagai utang uang. Pembayaran harus dilakukan di tempat yang ditetapkan dalam perjanjian. dari mana ternyata pembayaran tiga angsuran berturut-turut. Seorang yang mempunyai berbagai utang adalah berhak. 1398. 1395. bunga abadi atau bunga cagak hidup. tanpa izin si berpiutang. melainkan jika dibuktikan sebaliknya. Diluar kedua hal tersebut. tak dapat. 1393. terbitlah suatu persangkaan bahwa angsuran-angsuran yang lebih dahulu telah dibayar lunas. pembayaran harus dilakukan di tempat tinggal si berpiutang. harus terjadi di tempat dimana barang itu berada sewaktu perjanjiannya dibuat. pada waktu melakukan pembayaran. menggunakan pembayaran yang ia lakukan untuk pelunasan uang pokok lebih dahulu dengan menunda pembayaran bunga.

1399. lebih dahulu daripada utang-utang yang belum dapat ditagih. Subrogasi ini harus dinyatakan dengan tegas dan dilakukan tepat pada waktu pembayaran. yang membayar kepada si berpiutang itu.. Penggantian ini terjadi dengan persetujuan: 1. agar subrogasi ini sah. baik perjanjian pinjam uang maupun tanda pelunasan harus dibuat dengan akta otentik. gugatan-gugatannya. maka pembayaran harus dianggap untuk melunasi utang yang sudah dapat ditagih. apabila si berutang meminjam sejumlah uang untuk melunasi utangnya. maka pembayaran itu harus dianggap. tetapi jika utang-utang itu dalam segala-galanya sama. terjadi baik dengan persetujuan maupun demi undang-undang. 1400. maka pelunasan harus dianggap berlaku untuk masing-masing utang menurut imbangan jumlah masing-masing Jika tiada suatu utang pun yang sudah dapat ditagih. dan menetapkan bahwa orang yang meminjami uang. 1401. itu akan menggantikan hakhak si berpiutang maka. kecuali jika dari pihaknya si berpiutang telah dilakukan penipuan atau si berutang dengan sengaja tidak diberi tahu tentang adanya pernyataan tersebut. Subrogasi atau penggantian hak-hak si berpiutang oleh seorang pihak ke tiga. maka penentuan pelunasan harus dilakukan seperti dalam hal utang-utang yang sudah dapat ditagih. maka pelunasan harus dianggap berlaku untuk utang yang paling tua. Jika tanda pembayaran tidak menyebutkan untuk utang yang mana pembayaran dilakukan. tetapi jika tidak semua piutang dapat ditagih.guna pelunasan suatu utang yang lain. untuk melunasi utang yang di antara utang-utang yang sama-sama dapat ditagih. dan dalam surat perjanjian . menetapkan bahwa orang ini akan menggantikan hak-haknya. si berutang pada waktu itu paling berkepentingan melunasinya. apabila si berpiutang. Jika utang-utang itu sama sifatnya. dengan menerima pembayaran itu dari seorang pihak ke tiga. hak-hak istimewanya dan hipotik-hipotik yang dipunyainya terhadap si berutang. meskipun utang yang terdahulu tadi adalah kurang memberatkan daripada utang-utang yang lainnya. 2.

diikuti dengan penitipan. jika si berpiutang menolaknya. Subrogasi ini dilaksanakan tanpa bantuan si berpiutang. yang telah mernakai uang harga benda tersebut untuk melunasi orang-orang berpiutang. telah membayar utang-utang warisan dengan uangnya sendiri. diwajibkan membayar suatu utang. 1403. sedang ia menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk mengadakan pencatatan tentang keadaan harta peninggalan. BAGIAN KE DUA Tentang penawaran pembayaran tunai. atau untuk orangorang lain. sedang ia sendiri orang berpiutang. 4. sedangkan selanjutnya surat tanda pelunasannya harus menerangkan bahwa pembayaran dilakukan dengan uang yang untuk itu dipinjamkan oleh si berpiutang baru. 1402. diikuti oleh penyimpanan atau penitipan 1404. berkepentingan untuk membayar suatu utang. Jika si berpiutang menolak pembayaran. terjadi baik terhadap orang-orang penanggung utang maupun terhadap para berutang. dan. berkepentingan untuk melunasi utang itu. membebaskan si . yang berdasarkan hak-hak istimewanya atau hipotik. subrogasi tersebut tidak dapat mengurangi hak-hak si berpiutang jika ia hanya menerima pembayaran sebagian. menitipkan uang atau barangnya kepada Pengadilan. 2. untuk seorang pernbeli sesuatu benda tak bergerak. Subrogasi terjadi demi undang-undang: 1. mempunyai suatu hak yang lebih tinggi. 3. untuk seorang ahli waris yang. untuk seorang yang bersama-sama dengan orang lain. Subrogasi yang ditetapkan dalam pasal-pasal yang lalu. untuk seorang yang. kepada siapa benda itu cliperikatkan dalam hipotik. maka si berutang dapat melakukan penawaran pembayaran tunai apa yang diutangnya. melunasi seorang berpiutang lain. Penawaran yang sedemikian. dalam hal ini ia dapat melaksanakan hak-haknya. lebih dahulu daripada orang dari siapa ia hanya menerima suatu pembayaran sebagian.pinjam uangnya harus diterangkan bahwa uang itu dipinjam guna melunasi utang tersebut. mengenai apa yang masih harus dibayar kepadanya.

bahwa ketetapan waktu telah tiba. disertai dengan bunga sampai pada hari penitipan. akan mengadilinya. kedua-duanya disertai dua orang saksi. dengan tidak mengurangi penetapan terkemudian. yang menerangkan ujudnya mata uang yang ditawarkan. 2. 1406. jika ada perselisihan. yang. kedua-duanya disertai dua orang saksi. Agar penawaran yang sedemikian itu sah. bahwa ia dilakukan oleh seorang yang berkuasa membayar. yang memuat penunjukan hari. bahwa penyimpanan itu didahului oleh suatu keterangan yang diberitahukan kepada si berpiutang. sedangkan apa yang dititipkan secara itu tetap atas tanggungan si berpiutang. 3. menurut undang-undang. bahwa syarat dengan mana utang telah dibuat. bahwa penawaran itu dilakukan oleh seorang notaris atau juru sita. telah terpenuhi. kepada si berpiutang pribadi atau di tempat tinggal yang sungguh-sungguh atau di tempat tinggal yang telah dipilihnya. 1405. dibuat sepucuk pemberitaan. beserta biaya yang telah ditetapkan dan mengenai sejumlah uang untuk biaya yang belum ditetapkan. 7. 4. jika itu dibuat untuk kepentingan si berpiutang. dan berlaku baginya sebagai pembayaran. bahwa si berutang telah melepaskan barang yang ditawarkan. bahwa oleh notaris atau juru sita.berutang. dan jika tiada suatu perjanjian khusus mengenai itu. 5. dimana menurut perjanjian pembayaran harus dilakukan. Agar suatu penyimpanan sah. 2. bahwa ia dilakukan kepada seorang berpiutang atau kepada seorang yang berkuasa menerimanya untuk dia. asal penawaran itu telah dilakukan dengan cara. jam dan tempat dimana barang yang ditawarkan akan disimpan. bahwa ia mengenai semua uang pokok dan bunga yang dapat ditagih. cukuplah: 1. 6. 3. bahwa penawaran dilakukan di tempat. atau bahwa ia tidak datang untuk . tidak diperlukan suatu penguasaan oleh Hakim. penolakan si berpiutang. adalah perlu : 1. dengan menitipkannya kepada kas penyimpanan atau penitipan di kepaniteraan Pengadilan.

1411. Apabila si berutang sendiri sudah memperoleh suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. jika si berpiutang. meskipun dengan izin si berpiutang.menerimanya. Biaya yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan penawaran pembayaran tunai dan penyimpanan. Jika peringatan ini telah dijalankan dan si berpiutang tidak mengambil barangnya maka si berutang dapat diizinkan oleh Hakim untuk menitipkan barang tersebut di suatu tempat lain. si berutang dapat mengambilnya kembali. maupun kepada alamat tempat tinggal yang dipilih untuk pelaksanaan perjanjian. untuk kerugian teman-temannya berutang dan para penanggung utang. Si berpiutang yang telah mengizinkan barang yang dititipkan itu diambil kembali oleh si berutang setelah penitipan dikuatkan dengan putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. 1409. 1407. dalam hal itu orang-orang yang turut berutang dan para penanggung utang tidak dibebaskan. pemberitaan penyimpanan itu diberitahukan kepadanya. dengan peringatan untuk mengambil apa yang telah dititipkan itu. Jika apa yang harus dibayarkan berupa sesuatu barang yang harus diserahkan di tempat dimana barang itu berada. 1408. yang harus diberitahukan kepada si berpiutang pribadi atau kepada alamat tempat tinggalnya. Selama apa yang dititipkan tidak diambil oleh si berpiutang. menggunakan hak-hak istimewanya atau hipotik-hipotik yang melekat pada piutang tersebut. semenjak hari pemberitahuan penyimpanan. maka si berutang harus memperingatkan si berpiutang dengan perantaraan Pengadilan supaya mengambilnya dengan sepucuk akta. 1412. untuk mendapat pembayaran piutangnya. tak dapat lagi. telah melampaukan satu tahun. harus dipikul oleh si berpiutang. dan akhirnya tentang dilakukannya penyimpanannya sendiri. ia tak dapat lagi mengambil kembali apa yang dititipkan. jika perbuatan-perbuatan itu telah dilakukan menurut undang-undang. 1410. . 4. tanpa menyangkal sahnya penyimpanan itu. Para kawan berutang dan para penanggung utang dibebaskan juga. dan dengan putusan itu penawaran yang dilakukannya telah dinyatakan sah. bahwa jika si berpiutang tidak datang untuk menerimanya.

Pembaharuan utang dengan penunjukan seorang berutang baru untuk mengganti yang lama. 1415. atau telah berada dalam keadaan terus-menerus merosot kekayaannya. apabila.BAGIAN KE TIGA Tentang pembaharuan utang 1413. yang dihapuskan karenanya. yang menggantikan utang yang lama. apabila seorang yang berutang membuat suatu perikatan utang baru guna orang yang mengutangkan kepadanya. terkecuali jika hak penuntutan itu dengan tegas dipertahankan dalam perjanjian. 2. tidak menerbitkan suatu pembaharuan utang. dapat dijalankan tanpa bantuan orang berutang yang pertama. sebagai akibat suatu perjanjian baru. Pembaharuan utang hanya dapat terlaksana antara orang-orang yang cakap untuk mengadakan perikatan-perikatan. dan dengan demikian telah dibebaskan terhadap si . tak dapat menuntut orang tersebut. seorang berpiutang baru ditunjuk untuk menggantikan orang berpiutang lama. secara pemindahan. Ada tiga macam jalan untuk melaksanakan pembaharuan utang: 1. 1418. apabila seorang berutang baru ditunjuk untuk menggantikan orang berutang lama. 1417. kehendak seorang untuk mengadakannya harus dengan tegas ternyata dari perbuatannya. 3. yang oleh si berpiutang dibebaskan dari perikatannya. telah mengikatkan dirinya kepada seorang berpiutang baru. jika si berpiutang tidak secara tegas menyatakan bahwa ia bermaksud membebaskan orang berutang yang melakukan pemindahan itu. Si berpiutang yang. membebaskan si berutang yang telah melakukan pemindahan. jika orang yang ditunjuk untuk menggantikan itu jatuh dalam keadaan pailit atau nyata-nyata tak mampu. Delegasi atau pemindahan. atau jika orang berutang yang ditunjuk sebagai pengganti itu pada saat pemindahan telah nyata-nyata bangkrut. dari perikatannya. 1419. Si berutang yang. 1416. Tiada pembaharuan utang yang dipersangkakan. dengan mana seorang berutang memberikan kepada orang yang mengutangkan padanya seorang berutang baru mengikatkan dirinya kepada si berpiutang. 1414. terhadap siapa si berutang dibebaskan dari perikatannya.

tak dapat terhadap si berpiutang baru memajukan tangkisantangkisan. Apabila pembaharuan utang terjadi antara si berpiutang dan salah satu dari orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung maka hak-hak istimewa dan hipotik-hipotik tidak dapat dipertahankan. kecuali kalau hal itu secara tegas dipertahankan oleh si berpiutang. 1422. meskipun ini tidak diketahuinya sewaktu membuat perikatan baru. 1421. atau dalam hal yang kedua. dalam hal yang terakhir tadi. BAGIAN KE EMPAT Tentang kompensasi atau perjumpaan utang . Hal yang sama berlaku terhadap hanya adanya si berpiutang menunjuk seorang lain. tidak berpindah atas barang-barang si berutang baru. 1420. maka hak-hak istimewa dan hipotik-hipotik yang dari semula mengikuti piutang. tidak berpinclah pada piutang baru menggantikannya. Hak-hak istimewa dan hipotik-hipotik yang melekat pada piutang lama. yang diwajibkan menerima untuk dia. namun itu dengan tidak mengurangi. 1424. selain atas. 1423. Apabila pembaharuan utang diterbitkan dengan penunjukan seorang berutang baru yang menggantikan orang berutang lama. Karena adanya suatu pembaharuan utang antara si berpiutang dan salah satu dari orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung. hak untuk menuntut si berpiutang lama. dalam hal yang pertama. telah menuntut para penanggung utang supaya mereka turut serta pada perjanjian baru. maka orang-orang lainnya yang turut berutang dibebaskan dari perikatannya. dan orang-orang itu menolak. tidak diterbitkan suatu pembaharuan utang. berpiutang telah menuntut orang-orang lainnya yang turut berutang. Pembaharuan utang yang dilakukan terhadap si berutang utama membebaskan para penanggung utang Jika meskipun demikian.berpiutang lama. benda-benda orang yang membuat perikatan baru itu. yang sebenarnya ia dapat majukan terhadap si berpiutang lama. Dengan hanya adanya si berutang menunjuk seorang lain yang harus membayar untuk dia. maka perikatan utang lama tetap berlaku.

gandum. 2. dapat dijumpakan dengan jumlah-jumlah uang yang telah ditetapkan dan seketika dapat di tagih. dengan tidak dibedakan dari sumber apa utangpiutang antara kedua belah pihak itu dilahirkan. 1428. 1427. dan harganya dapat ditetapkan menurut catatan harga atau lain-lain keterangan yang lazim dipakai di Indonesia. dengan cara dan dalam hal-hal yang akan disebutkan sesudah ini. apabila dituntutnya pengembalian suatu barang yang secara berlawanan dengan hukum dirampas dari pemiliknya. Perjumpaan hanyalah terjadi antara dua asang yang kedua-duanya berpokok sejumlah uang. atau sesuatu jumlah barang yang dapat dihabiskan. dan lain-lain hasil pertanian. terkecuali : 1. maka terjadilah antara mereka suatu perumpaan. Suatu penundaan pembayaran yang diberikan kepada seorang tidak menghalangi suatu perjumpaan. 1426. apabila dituntutnya pengembalian barang sesuatu yang dititipkan atau dipinjamkan.1425. pada saat utang-utang itu bersama-sama ada. Jika dua orang saling berutang satu pada yang lain. yang tidak dibantah. 3. 1430. bertimbal-balik untuk suatu jumlah yang sama. Perjumpaan terjadi demi hukum. Penyerahan-penyerahan bahan makanan. Si berutang dalam perikatan tanggung-menanggung juga tidak diperbolehkan menjumpakan apa yang si berpiutang wajib membayar kepada . Seorang penanggung utang boleh menjumpakan apa yang si berpiutang wajib membayar kepada si berutang utama. tetapi si berutang utama tak diperkenankan menjumpakan apa yang si berpiutang wajib membayar kepada si penanggung utang. 1429. dan yang kedua-duanya dapat ditetapkan serta ditagih seketika. terhadap suatu utang yang bersumber pada tunjangan nafkah yang telah dinyatakan tak dapat disita. dari jenis yang sama. dengan mana utang-utang antara kedua orang tersebut dihapuskan. Perjumpaan terjadi. dan kedua utang itu yang satu menghapuskan yang lain dan sebaliknya. bahkan dengan tidak setahunya orang-orang yang berutang.

tak lagi diperbolehkan terhadap pihak ke tiga untuk siapa permindahan hakhak itu telah dilakukan. pada waktu menagih suatu piutang yang tidak telah diperjumpakan. 1434. BAGIAN KE LIMA Tentang percampuran utang 1436. Seorang berutang yang secara murni dan sederhana telah menyetujui pemindahan hak-hak yang dilakukan oleh si berpiutang kepada seorang pihak ke tiga. Dengan demikian maka tak dapatlah seorang yang sebagai orang berutang menjadi orang berpiutang. 1432. harus diturut peraturan-peraturan yang ditulis dalam pasal 1399. yang telah dihapuskan demi hukum karena perjumpaan. kecuali jika ada suatu alasan yang sah yang menyebabkan ia tidak tahu tentang adanya piutang tersebut yang seharusnya dijumpakan dengan utangnya. setelah oleh satu pihak ke tiga ditaruh penyitaan atas barang yang harus dibayarkan. menggunakan perjumpaan utang untuk kerugian si penyita. maka utang-utang itu tidak dapat diperjumpakan. 1433. Apabila kedudukan-kedudukan sebagai yang berpiutang dan orang berutang berkumpul pada satu orang. Perjumpaan tidak dapat terjadi atas kerugian hak-hak yang diperoleh seorang pihak ke tiga. selain dengan penggantian biaya pengiriman. Pemindahan hak-hak yang tidak disetujui oleh si berutang. Jika utang-utang dari kedua belah pihak tidak harus dibayar di tempat yang sama. tak lagi dapat menggunakan hak-hak istimewa dan hipotikhipotik yang melekat pada piutang ini untuk kerugian orang-orang pihak ke tiga.temannya berutang. menggunakan suatu perjumpaan yang sedianya dapat dimajukannya kepada si berpiutang sebelum pemindahan tersebut. Seorang yang telah membayar suatu utang. Jika terdapat berbagai utang yang dapat diperjumpakan dan harus ditagih dari satu orang maka dalam hal melakukan perjumpaan. tetapi telah diberitahukan kepadanya. hanyalah menghalangi perjumpaan utang-utang yang terbit sesudah pemberitahuan tersebut. maka terjadilah demi hukum suatu . 1431. 1435.

1439. 1442. Pembebasan yang diberikan membebaskan si berutang utama. membebaskan semua orang berutang yang lainnya. Pengembalian sepucuk tanda piutang asli secara suka rela. oleh si berpiutang kepada si berutang. tidak berlaku untuk keuntungan temantemannya berutang secara tanggung-menanggung hingga melebihi bagiannya dalam utang yang ia sendiri menjadi orang berutang. bahkan terhadap orang-orang lain yang turut berutang secara tanggungmenanggung. Percampuran yang terjadi pada dirinya si penanggung utang. merupakan suatu bukti tentang pembebasan utangnya.percampuran utang. 1440. yang diberikan kepada si berutang utama. kepada si penanggung utang. Pembebasan suatu utang atau penglepasan menurut perjanjian untuk kepentingan salah seorang kawan berutang secara tanggung-menanggung. 1437. berlaku juga untuk keuntungan para penanggung utangnya. 1441. Pengembalian barang yang diberikan dalam gadai tidaklah cukup dijadikan persangkaan tentang pembebasan utangnya. membebaskan para penanggung utang. Percampuran utang yang terjadi pada diri si berutang utama. tetapi harus dibuktikan. tidak . Pembebasan yang diberikan kepada salah seorang penanggung utang. Pembebasan sesuatu utang atau pelepasan menurut perjanjian. dengan mana piutang dihapuskan. tak sekali-kali mengakibatkan hapusnya utang pokok. BAGIAN KE ENAM Tentang pembebasan utang 1438. Pembebasan sesuatu utang tidak dipersangkakan. Percampuran yang terjadi pada dirinya salah satu dari orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung. tidak membebaskan para penanggung lainnya. kecuali jika si berpiutang dengan tegas telah menyatakan hendak mempertahankan hak-haknya terhadap orang-orang yang tersebut belakangan tadi dalam hal mana ia tak dapat menagih utangnya selain setelah dipotong bagian orang yang telah dibebaskan olehnya.

adalah batal demi hukum. seandainya sudah diserahkan kepadanya. yang telah dicuri. hilangnya barang ini tidak sekali-kali membebaskan orang yang mencuri barang dari kewajibannya untuk mengganti harganya. semata-mata atas dasar kebelumdewasaan atau pengampuannya. dan atas penuntutan yang dimajukan oleh atau dari pihak mereka. Jika barang yang terutang. harus dianggap telah dibayarkan untuk mengurangi utangnya. maka hapuslah perikatannya. atau hilang. Apa yang si berpiutang telah terima dari seorang penanggung utang sebagai pelunasan penanggungannya. atau hilang. musnah. harus dinyatakan batal. sedemikian hingga sama sekali tak diketahui apakah barang itu masih ada. Perikatan-perikatan yang dibuat oleh orang-orang perempuan yang bersuami . diluar salahnya si berutang musnah. Si berutang diwajibkan membuktikan kejadian yang tak terduga. yang dimajukan itu. 1445. diwajibkan memberikan hak-hak dan tuntutan-tuntutan tersebut kepada orang yang mengutangkan padanya. BAGIAN KE TUJUH Tentang musnahnya barang yang terutang 1444. perikatan hapus jika barangnya akan musnah secara yang sama di tangan si berpiutang. asal barang itu musnah atau hilang diluar salahnya si berutang. maka si berutang. Jika barang tertentu yang menjadi bahan perjanjian.1443. jika ia mempunyai hakhak atau tuntutan-tuntutan ganti rugi mengenai barang tersebut. Bahkan meskipun si berutang lalai menyerahkan sesuatu barang sedangkan ia tidak telah menanggung terhadap kejadian-kejadian yang tak terduga. Semua perikatan yang dibuat oleh orang-orang belum dewasa atau orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan. musnah atau hilang. tak lagi dapat diperdagangkan. Dengan cara bagaimanapun sesuatu barang. dan harus digunakan untuk pelunasan si berutang utama dan para penanggung lainnya. BAGIAN KE DELAPAN Tentang kebatalan dan pembatalan perikatan-perikatan 1446. dan sebelum ia lalai menyerahkannya. tak lagi dapat diperdagangkan.

1449. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk menuntut orang yang melakukan kekuasaan orang tua. Begitu juga kebelumdewasaan tidak dapat dimajukan terhadap perikatanperikatan yang dibuat oleh orang-orang belum dewasa dalam perjanjian perkawinan dengan mengindahkan pasal 151. kekhilafan atau penipuan. 1447. atau perjanjian-perjanjian perburuhan terhadap mana berlaku pasal 1601 h. 1448. dengan pengertian bahwa segala apa yang telah diberikan atau dibayarkan kepada orang-orang yang . atau dalam perjanjian-perjanjian perburuhan dengan mengingat pasal 1601g. Dengan alasan dirugikan. atau orang yang melakukan kekuasaan orang tua. atau dari suatu perbuatan yang telah menerbitkan kerugian bagi seorang lain. apabila mereka ini dianggap sebagai orang dewasa. apabila ada alasan untuk itu. Pernyataan batalnya perikatan-perikatan berdasarkan ketidakcakapan orang-orang yang disebutkan dalam pasal 1330. 1450.dan oleh orang-orang belum dewasa yang telah mendapat suatu pernyataan persamaan dengan orang dewasa. 1451. Ketentuan dalam pasal yang.lalu tidak berlaku terhadap perikatanperikatan yang diterbitkan dari suatu kejahatan atau pelanggaran. Perikatan-perikatan yang dibuat dengan paksaan. orang-orang dewasa dan juga orang-orang belum dewasa. dalam hal-hal khusus yang ditetapkan dengan undang-undang. Jika acara-acara yang ditentukan untuk sahnya sementara perbuatan. atau pengampu telah melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak melampaui batas-batas kekuasaannya. maka mengenai perbuatan-perbuatan tersebut. hanyalah batal demi hukum. si wali atau si pengampu. wali. sekadar perikatanperikatan tersebut melampaui kekuasaan mereka. berakibat bahwa barang dan orangorangnya dipulihkan dalam keadaan sebelum perikatan dibuat. menerbitkan suatu tuntutan untuk membatalkannya. hanyalah dapat menuntut pembatalan perikatan-perikatan yang telah mereka perbuat. telah terpenuhi. untuk manfaat orang-orang belum dewasa dan orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan. orangorang belum dewasa dan orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan itu dianggap seolah-olah mereka sendiri telah melakukan perbuatan-perbuatan itu setelah mereka menjadi dewasa atau tidak lagi berada di bawah pengampuan.

kerugian dan bunga. 1453. atau bahwa apa yang dinikmati telah dipakai atau berguna bagi kepentingannya. Barang siapa mengira bahwa ia dapat menuntut pembatalan suatu perikatan atas dasar berbagai alasan. yang mana selalu dapat dikemukakan. orang terhadap siapa tuntutan untuk pernyataan batal itu dikabulkan. selain itu diwajibkan pula mengganti biaya. bahwa kesadaran yang diperlukan untuk kebatalan itu ada. waktu itu adalah lima tahun. yang dimaksud dalam pasal 1341. dalam halnya pengampuan. Waktu tersebut mulai berlaku: dalam halnya kebelumdewasaan. sejak hari pencabutan pengampuan.tidak berkuasa. sekadar barangnya masih berada di tangan orang yang tidak berkuasa itu. sejak hari kedewasaan. atau sekadar ternyata bahwa orang ini telah mendapat manfaat dari apa yang diberikan atau dibayarkan. kekhilafan atau penipuan. dalam halnya perbuatan seorang perempuan yang bersuami. 1454. sejak hari diketahuinya kekhilafan atau penipuan itu. Waktu yang disebutkan di atas ini. hanya dapat dituntut kembali. Pemyataan batal berdasarkan paksaan. dalam halnya kekhilafan atau penipuan. karena salahnya . diwajibkan memajukan alasan-alasan itu sekaligus. sejak hari paksaan itu telah berhenti. 1452. kecuali apabila alasan-alasan yang dimajukan terkemudian itu. yang ditetapkan untuk memajukan tuntutan. dimana suatu tuntutan untuk pemyataan batalnya suatu perikatan tidak dibatasi dengan suatu ketentuan undang-undang khusus hingga suatu waktu yang lebih pendek. jika ada alasan untuk itu. dalam halnya paksaan. sejak hari diketahuinya. sebagai akibat perikatan. Dalam hal-hal yang diatur dalam pasal-pasal 1446 dan 1449. Dalam semua hal. 1455. juga berakibat bahwa barang dan orang-orangnya dipulihkan dalam keadaan sewaktu sebelum perikatan dibuat. dalam halnya kebatalan. tidaklah berlaku terhadap kebatalan yang dimajukan selaku pembelaan atau tangkisan. atas ancaman ditolaknya alasan-alasan yang dimajukan terkemudian. sejak hari pembubaran perkawinan. yang dilakukan tanpa kuasa si suami.

jika orang belum dewasa. 1458. Jual-beli itu dianggap telah terjadi antara kedua belah pihak. dihitung atau diukur. 1456. Tuntutan untuk pernyataan batal gugur. Jika sebaliknya barang-barangnya dijual menurut tumpukan. . 1462. setelah paksaan berhenti. kekhilafan atau penipuan.pihak lawan tidak dapat diketahui lebih dahulu. Hak milik atas barang yang dijual tidaklah berpindah kepada si pembeli. maka barang-barang itu adalah atas tanggungan si pembeli. setelah penghapusan pengampuannya. 1460. orang yang ditaruh di bawah pengampuan. Jika kebendaan yang dijual itu berupa suatu barang yang sudah ditentukan. setelah pembubaran perkawinannya. maupun harganya belum dibayar. maka barang-barang itu tetap atas tanggungan si penjual hingga barang-barang ditimbang. maka barang ini sejak saat pembelian adalah atas tanggungan si pembeli. dan pihak yang lain untuk membayar harga yang telah dijanjikan. secara tegas atau secara diam-diam telah menguatkan perikatannya setelah ia menjadi dewasa. atau setelah diketahuinya tentang adanya kekhilafan atau penipuan. meskipun kebendaan itu belum diserahkan. seketika setelahnya orang-orang ini mencapai sepakat tentang kebendaan tersebut dan harganya. 1461. perempuan yang bersuami yang bertindak tanpa bantuan suaminya. meskipun penyerahannya belum dilakukan. dan si penjual berhak menuntut harganya. selama penyerahannya belum dilakukan menurut pasal 612. atau orang yang dapat memajukan adanya paksaan. tetapi menurut berat. 613 dan 616. Jual-beli adalah suatu perjanjian. BAB KE LIMA Tentang jual-beli BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1457. meskipun belum ditimbang. 1459. dihitung atau diukur. dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu kebendaan. Jika barang-barang tidak dijual menurut tumpukan. jumlah atau ukuran.

advokat. juga dari siapa ia tidak dipisahkan. 1466. jika tidak telah diperjanjikan sebaliknya. panitera. Harga beli namun itu dapat diserahkan kepada perkiraan seorang pihak ke tiga. dari siapa ia oleh Pengadilan telah dipisahkan. maka tidaklah terjadi suatu pembelian. Dengan tidak mengurangi namun itu dalam ke tiga hal ini. jaksa. sekadar benda-benda itu dikecualikan dari persatuan. apabila salah satu pihak dengan cara demikian telah memperoleh suatu keuntungan secara tak langsung.1463. Biaya akta-akta jual-beli dan lain-lain biaya tambahan dipikul oleh si pembeli. Harga beli harus ditetapkan oleh kedua belah pihak. hak-hak para ahli waris pihak-pihak yang melakukan perbuatan. untuk memenuhi apa yang menjadi haknya istri atau suaminya itu menurut hukum. jika si istri menyerahkan barang-barang kepada suaminya untuk melunasi suatu jumlah uang. demikian itu jika benda-benda atau uang tersebut dikecualikan dari persatuan. jika penyerahan yang dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya. 1468. Jual-beli yang dilakukan dengan percobaan. juru sita dan notaris tidak diperbolehkan karena penyerahan menjadi pemilik hak-hak dan tuntutan- . misalnya untuk mengembalikan benda-benda si istri yang telah dijual. berdasarkan pada suatu alasan yang sah. atau uang yang menjadi kepunyaan si istri. jika seorang suami atau seorang istri menyerahkan benda-benda kepada istri atau kepada suaminya. 2e. yang ia telah janjikan kepada suaminya sebagai harta perkawinan. kecuali dalam ke tiga hal berikut: 1e. 3e. atau mengenai barangbarang yang biasanya dicoba terlebih dahulu. Antara suami-istri tak boleh terjadi jual-beli.. Para Hakim. selalu dianggap telah dibuat dengan suatu syarat tangguh. pengacara. Jika pembelian dibuat dengan memberi uang panjar tak dapatlah salah satu pihak meniadakan pembelian itu dengan menyuruh memiliki atau mengembalikan uang panjarnya. 1464. Jika pihak ke tiga ini tidak suka atau tidak mampu membuat perkiraan tersebut. 1467. 1465.

barang yang dijual sama sekali telah musnah. 1471. untuk kepentingan umum. 1470. 1469. jika dianggapnya perlu. dan dapat memberikan dasar untuk penggantian biaya. Jika hanya sebagian saja yang musnah. Demikian pula Presiden. membebaskan pegawai-pegawai tersebut dari larangan tersebut di muka. pengurus-pengurus. Pegawai-pegawai yang memangku suatu jabatan umum tidak diperbolehkan. dengan cara yang ditetapkan dalam pasal 399.tuntutan yang menjadi pokok perkara-perkara yang sedang bergantung pada Pengadilan Negeri yang dalam wilayah mereka melakukan pekerjaan mereka atas ancaman kebatalan. membeli untuk dirinya sendiri atau untuk orang-orang perantara. tetapi hanya untuk kepentingan para penjual. Namun itu adalah terserah kepada Presiden untuk memberikan kebebasan dari larangan itu kepada pengurus-pengurus umum. atas ancaman yang sama. maka pembelian adalah batal. Jual-beli barang orang lain adalah batal. dalam hal-hal istimewa. jika si pembeli tidak telah mengetahui bahwa barang itu kepunyaan orang lain. atas ancaman yang sama. untuk membeli benda-benda tak bergerak. rugi dan bunga. barang-barang yang dijual oleh atau di hadapan mereka. 1472. Segala wali dapat membeli benda-benda tak bergerak kepunyaan anak-anak yang berada di bawah perwalian mereka. maka si pembeli adalah leluasa . serta penggantian biaya. yang dijual di hadapan mereka. Sekadar mengenai benda-benda bergerak. Begitu pula tidak diperbolehkan menjadi pembeli pada penjualan di bawah tangan. kerugian dan bunga. boleh memberikan izin kepada pegawai-pegawai yang dimaksudkan dalam pasal ini. Jika pada saat penjualan. baik pembelian itu dilakukan oleh mereka sendiri maupun oleh orang-orang perantara: kuasa-kuasa mengenai barang-barang yang mereka dikuasakan menjualnya. mengenai benda-benda milik Negara dan milik badan-badan umum. yang dipercayakan kepada pemeliharaan dan pengurusan mereka. Presiden berkuasa.

1477. Si penjual tidak diwajibkan menyerahkan barangnya. serta menyuruh menetapkan harganya menurut penilaian yang seimbang. Si penjual diwajibkan menyerahkan barang yang dijual seutuhnya. Sejak waktu itu segala hasil menjadi kepunyaan si pembeli.untuk meniadakan pembelian atau menuntut bagian yang masih ada. dengan perubahan-perubahan seperti yang berikut. Kewajiban menyerahkan suatu barang meliputi segala sesuatu yang menjadi perlengkapannya serta dimaksudkan bagi pemakaiannya yang tetap. 1478. Jika penyerahan karena kelalaian si penjual tidak dapat dilaksanakan. jika tidak telah diperjanjikan sebaliknya. Barangnya harus diserahkan dalam keadaan dimana barang itu berada pada waktu penjualan. menurut ketentuanketentuan pasal 1266 dan 1267. harus ditafsirkan untuk kerugiannya. Penyerahan ialah suatu pemindahan barang yang telah dijual kedalam kekuasaan dan kepunyaan si pembeli. Ia mempunyai dua kewajiban utama. 1482. beserta surat-surat bukti milik. 1481. segala janji yang tidak terang dan dapat diberikan berbagai pengertian. Penyerahan harus terjadi di tempat dimana barang yang terjual berada pada waktu penjualan. 1476. yaitu menyerahkan barangnya dan menanggungnya. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban si penjual 1473. 1479. sedangkan biaya pengambilan dipikul oleh si pembeli. jika tentang itu tidak telah diadakan persetujuan lain. 1474. Biaya penyerahan dipikul oleh si penjual. Si penjual diwajibkan menyatakan dengan segas untuk apa ia mengikatkan dirinya. sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian. maka si pembeli dapat menuntut pembatalan pembelian. . Dicabut 1480. 1483. jika si pembeli belum membayar harga si penjual tidak telah mengizinkan penundaan pembayaran kepadanya. 1475. jika ada.

1484. Jika penjualan sebuah benda tak bergerak terjadi dengan penyebutan luasnya atau isinya, dengan ditentukan suatu harga menurut ukurannya, maka si penjual diwajibkan menyerahkan jumlah yang dinyatakan dalam persetujuan; dan jika ia tak mampu melakukannya, atau si pembeli tidak menuntutnya, maka si penjual harus bersedia menerima suatu pengurangan harga menurut imbangan. 1485. Jika sebaliknya dalam hal yang disebutkan dalam pasal yang lalu, bendanya tak bergerak ada lebih luas daripida apa yang dinyatakan dalmn perjanjian, maka si pembeli dapat memilih apakah ia akan menambah harganya menurut imbangan atau apakah ia akan meniadakan pembelian, demikian itu jikalau kelebihannya ada seperduapuluh dari luasnya yang dinyatakan dalam perjanjian. 1486. Dalmn hal-hal lain, baik jika yang dijual suatu benda tertentu, maupun jika penjualan itu mengenai pekarangan-pekarangan yang terbatas dan terpisah satu sama lain, atau lagi jika penjualan mengenai benda, baik yang dari semula disebutkan ukurannya, maupun yang keterangan tentang ukurannya menyusuli, maka penyebutan ukuran itu tidak memberikan alasan bagi si penjual untuk menambah harga untuk apa yang melebihi ukuran, bagitu pula tidak memberikan alasan bagi si pembeli untak mengurangi harga untuk kekurangannya, selain apabila selisih antara ukuran yang sebenarnya dan ukuran yang dinyatakan dalam perjanjian ada berjumlah seper dua puluh lebih atau seper dua puluh kurang, dihitung menurut harga seluruhnya dari benda-benda yang dijual, kecuali jika dijanjikan sebaliknya. 1487. Jika menurut pasal yang lalu ada alasan untuk menaikkan harga untuk selebihnya dari ukuran, maka si pembeli boleh memilih, apakah ia akan meniadakan pembelian atau membayar harga yang telah dinaikkan, dan demikian itu dengan pembayaran bunga dalam halnya ia telah memegang bendanya tak bergerak. 1488. Dalam semua hal dimana si pembeli berhak meniadakan pembelian, si penjual diwajibkan, selainnya mengembalikan harga barang, jika itu telah diterimanya, juga mengembalikan biaya, yang telah dikeluarkan untuk melakukan pembelian dan menyerahan, sekadar si pembeli menurut perjanjian telah membayarnya. 1489. Tuntutan untuk diberikan penambahan uang harga dari pihak si

penjual, dan untuk diberikan pengurangan uang harga atau pembatalan pembelian, dari pihak si pembeli harus dimajukan dalam waktu satu tahun, terhitung mulai hari dilakukannya penyerahan, jika tidak, maka tuntutan-tuntutan itu akan gugur. 1490. Jika dua bidang pekarangan dijual bersama-sama dalam satu persetujuan dengan satu harga, dengan penyebutan tentang luasnya masing-masing, dan ternyata satu ada lebih, sedangkan yang lainnya ada kurang luasnya, maka selisih ini dihapuskan dengan cara perjumpaan sampai jumlah yang diperlukan dan tuntutan untuk mendapat penambahan atau untuk mendapat pengurangan tidaklah terjadi lebih lanjut selain menurut aturan-aturan yang ditentukan di atas. 1491. Penanggungan yang menjadi kewajiban si penjual terhadap si pembeli, adalah untuk menjamin dua hal, yaitu pertama penguasaan benda yang dijual secara aman dan tenteram, kedua terhadap adanya cacat-cacat barang tersebut yang tersembunyi, atau yang sedemikian rupa hingga menerbitkan alasan untuk pembatalan pembeliannya. 1492. Meskipun pada waktu penjualan dilakukan tiada dibuat janji tentang penanggungan, namun si penjual adalah demi hukum diwajibkan menanggung si pembeli terhadap suatu penghukuman untuk menyerahkan seluruh atau sebagian benda yang dijual kepada seorang pihak ke tiga, atau terhadap beban-beban yang menurut keterangan seorang pihak ke tiga dimilikinya atas benda tersebut dan yang tidak diberitahukan sewaktu pembelian dilakukan. 1493. Kedua belah pihak diperbolehkan dengan persetujuan-persetujuan istimewa, memperluas atau mengurangi kewajiban yang ditetapkan oleh undangundang ini; bahkan mereka itu diperbolehkan mengadakan perjanjian bahwa si penjual tidak akan diwajibkan menanggung sesuatu apa pun. 1494. Meskipun telah diperjanjikan bahwa si penjual tidak akan menanggung suatu apapun, namun ia tetap bertanggung jawab tentang apa yang berupa akibat dari sesuatu perbuatan yang dilakukan olehnya, segala perjanjian yang bertentangan dengan ini adalah batal. 1495. Si penjual, dalam hal adanya janji yang sama, jika terjadi suatu penghukuman untuk menyerahkan barang yang dijual kepada seorang lain, diwajibkan mengembalikan harga pembelian, kecuali apabila si pembeli pada waktu

pembelian

dilakukan,

mengetahui

tentang

adanya

penghukuman

untuk

menyerahkan barang yang dibelinya, atau jika ia telah membeli barangnya dengan pernyataan akan memikul sendiri untung-ruginya. 1496. Jika dijanjikan penanggungan, atau jika tentang itu tiada perjanjian suatu apa, maka si pembeli berhak dalam halnya suatu penghukuman untuk menyerahkan barang yang dibelinya kepada seorang lain, menuntut kembali dari si penjual. 1e. pengembalian uang harga pembelian, 2e. pengembalian hasil-hasil jika ia diwajibkan menyerahkan hasil-hasil itu kepada si pemilik yang melakukan penuntutan penyerahan; 3e. biaya yang dikeluarkan berhubung dengan gugatan si pembeli untuk ditanggung, begitu pula biaya yang telah dikeluarkan oleh si penggugat asal; 4e. penggantian biaya, kerugian dan bunga, beserta biaya perkara mengenai pembelian dan penyerahannya, sekadar itu telah dibayar oleh si pembeli. 1497. Jika pada waktu dijatuhkannya hukuman untuk menyerahkan barangnya kepada seorang lain, ternyata bahwa barang yang dijual telah merosot harganya atau sangat rusak, baik hal-hal itu disebabkan kelalaian si pembeli, maupun karena keadaan memaksa, maka si penjual namun itu diwajibkan mengembalikan uang harga seutuhnya. Tetapi, jika si pembeli telah mendapat manfaat karena kerugian yang disebabkan olehnya, maka si penjual berhak mengurangi uang harga dengan suatu jumlah yang sama dengan keuntungan tersebut. 1498. Jika ternyata bahwa barang yang dijual pada waktu dijatuhkannya hukuman untuk menyerahkannya kepada seorang lain, telah bertambah harganya, meskipun tanpa suatu perbuatan si pembeli, maka si penjual diwajibkan membayar kepada si pembeli apa yang melebihi harga pembelian itu. 1499. Si penjual diwajibkan mengembalikan kepada si pembeli, atau menyuruh mengembalikan oleh orang yang memajukan tuntutan penyerahan barang, segala apa yang telah dikeluarkan oleh si pembeli untuk pembetulan dan perbaikan yang perlu pada barangnya. Jika si penjual dengan itikad buruk telah menjual barang milik orang lain,

dengan tidak diberitahukannya hal itu kepada si pembeli. Si penjual diwajibkan menanggung terhadap cacat tersembunyi pada barang yang dijual. Apabila. adalah sedemikian pentingnya. maka dapatlah ia menuntut pembatalan pembelian. si pembeli harus diberikan ganti rugi untuk bagian yang harus diserahkan. kecuali jika ia memilih menerima suatu ganti rugi. Jika ternyata bahwa benda yang dijual dibebani dengan pengabdianpengabdian tanah. baik barangnya yang dijual telah naik maupun telah turun harganya. seandainya si pembeli mengetahui cacat itu. atau dengan tidak dapat diketahuinya hal itu oleh si pembeli. ia sama sekali tidak akan membeli barangnya. semata-mata untuk perhiasan atau kesenangan. sedangkan pihak ini membuktikan bahwa alasan-alasan cukup untuk menolak gugatannya. hingga dapat disangka bahwa si pembeli tidak akan melakukan pembelian jika hal itu telah diketahuinya. sedangkan pengabdianpengabdian tanah itu sedemikian pentingnya. dalam hubungan dengan keseluruhannya. takkan membeli barangnya. hingga si pembeli. pembelian tidak dibatalkan. Jika yang harus diserahkan hanya sebagian dari barangnya. dengan tidak memanggil si penjual. maka ia dapat meminta pembatalan pembeliannya. 1504. 1502. yang membuat barang itu tak sanggup untuk pemakaian yang dimaksud.maka ia diwajibkan mengembalikan kepada si pembeli segala biaya yang telah dikeluarkan. sedangkan bagian itu. menurut harga taksiran sewaktu ia diharuskan menyerahkan sebagian dari barangnya itu. 1501. atau yang demikian mengurangi pemakaian itu sehingga. asal ia memajukan tuntutannya untuk itu dalam satu tahun setelah hari putusan tentang penghukuman menyerahkan barangnya itu memperoleh kekuatan mutlak. berhenti jika si pembeli telah membiarkan dirinya dihukum menurut suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. Penanggungan terhadap penghukuman menyerahkan barangnya kepada seorang lain. 1503. tetapi tidak menurut imbangan terhadap seluruh harga pembelian. bahkan juga biaya yang dikeluarkan untuk barangnya. atau . seandainya bagian itu tidak ada. 1500. dalam hal adanya penghukuman menyerahkan sebagian dari barang yang dijual.

Tuntutan yang didasarkan pada cacat-cacat yang dapat menyebabkan pembatalan pembelian harus oleh si pembeli dimajukan dalam suatu waktu yang pendek. 1509. Tuntutan ini tidak diberikan dalam hal penjualan-penjualan yang dilakukan atas kuasa Hakim. 1506. 1512. meskipun ia sendiri tidak mengetahui adanya cacat itu. maka selain diwajibkan mengembalikan harga pembelian yang telah diterimanya. sekadar itu telah dibayar oleh si pembeli. Jika si penjual telah mengetahui cacat-cacatnya barang. Jika barang yang dijual. si pembeli dapat memilih apakah ia akan mengembalikan barangnya sambil menuntut kembali harga pembeliannya. dan mengganti kepada si pembeli biaya yang telah dikeluarkan untuk penyelenggaraan pembelian dan penyerahan. atau apakah ia akan tetap memiliki barangnya sambil menuntut pengembalian sebagian harta. kerugian dan bunga kepada si pembeli. Dalam hal-hal yang disebutkan dalam pasal 1504 dan 1506. Jika si penjual tidak telah mengetahui cacat-cacatnya barang maka ia hanya diwajibkan mengembalikan harga pembelian. Si penjual tidaklah diwajibkan menanggung terhadap cacat yang kelihatan. dan dengan mengindahkan kebiasaan-kebiasaan dari tempat mana perjanjian pembelian dibuat. menurut sifat cacat itu. 1510. setelah mendengar ahli-ahli tentang itu. tetap kerugian yang disebabkan kejadian yang tak disengaja. telah meminta diperjanjikan bahwa ia tidak diwajibkan menanggung sesuatu apa pun. 1511. yang dapat diketahui sendiri oleh si pembeli. yang terhadap si pembeli diwajibkan mengembalikan uang harga pembelian dan mengganti segala kerugian lainnya yang disebutkan dalam kedua pasal yang lalu. Ia diwajibkan menanggung terhadap cacat yang tersembunyi. ia juga diwajibkan mengganti segala biaya. musnah disebabkan cacat-cacat itu. sebagaimana akan ditentukan oleh Hakim. 1508.tidak akan membelinya selain dengan harga yang kurang. maka kerugiannya dipikul oleh si penjual. 1507. harus dipikul oleh si pembeli. dalam hal yang demikian. . kecuali jika ia. yang mengandung cacat-cacat tersembunyi. 1505.

si pembeli harus membayar di tempat dan pada waktu dimana penyerahan harus dilakukan 1515. 1518. BAGIAN KE EMPAT Tentang hak membeli kembali 1519. dalam hal penjualan barang-barang dagangan dan barang-barang perabot rumah. pada waktu dan di tempat sebagaimana ditetapkan menurut perjanjian. hingga si penjual telah menghentikan gangguan tersebut. Kekuasaan untuk membeli kembali barang yang telah dijual diterbitkan dari suatu janji. jika barang yang dijual dan diserahkan memberi hasil atau lain pendapatan. dengan mengembalikan harga pembelian asal. diganggu oleh suatu tuntutan hukum yang berdasarkan hipotik atau suatu tuntutan untuk meminta kembali barangnya. untuk keperluan si penjual. diwajibkan membayar bunga dari harga pembelian. pembatalan pembelian. Meskipun demikian. atau jika si pembeli mempunyai suatu alasan yang patut untuk berkhawatir bahwa ia akan diganggu dalam penguasaannya. 1514. . Kewajiban utama si pembeli ialah membayar pembelian. Jika si pembeli. Si pembeli. Jika pada waktu membuat perjanjian tidak ditetapkan tentang itu. akan terjadi demi hukum dan tanpa peringatan. kecuali jika si penjual memilih memberikan jaminan. dimana si penjual diberikan hak untuk mengambil kembali barang yang dijualnya. Jika si pembeli tidak membayar harga pembelian. maka ia dapat menangguhkan pembayaran harga pembelian. 1517. si penjual dapat menuntut pembatalan pembelian. setelah lewatnya waktu yang ditentukan untuk mengambil barang yang dijual.BAGIAN KE TIGA Tentang kewajiban si pembeli 1513. biarpun tidak ada suatu janji tegas. atau jika telah diperjanjikan bahwa si pembeli diwajibkan membayar biarpun segala gangguan. 1516. menurut ketentuan-ketentuan pasal 1266 dan 1267. dalam penguasaannya. dengan disertai penggantian yang disebutkan dalam pasal 1532.

1525. setelah terhadapnya dimajukan suatu gugatan untuk pemisahan dan pembagian.1520. Jika hak tersebut diperjanjikan untuk suatu waktu yang lebih lama. maka ia dapat mewajibkan si penjual untuk mengoper seluruh benda tersebut manakala orang ini hendak menggunakan haknya membeli kembali. Si penjual suatu benda tak bergerak yang telah meminta diperjanjikannya kekuasaan untuk membeli kembali barang yang dijual. menjadi pembeli dari seluruh benda tersebut. 1526. 1527. bahkan untuk kerugian orang-orang yang belum dewasa. maka tetaplah si pembeli sebagai pemilik barang yang dibeli. Jika berbagai orang bersama-sama dan dalam satu perjanjian telah menjual suatu benda yang menjadi hak mereka bersama. Terhadap orang-orang berpiutangnya si penjual ia dapat menggunakan hak istimewa untuk menuntut supaya terhadap si penjual itu lebih dahulu diadakan penyitaan kekayaannya untuk melunasi utang-utangnya. Hak membeli kembali tidak boleh diperjanjikan untuk suatu waktu yang lebih lama dari lima tahun. Jangka waktu ini berjalan untuk kerugian tiap orang. maupun terhadap siapa yang mengira mempunyai hak-hak hipotik atau lainlain hak atas barang yang dijual. maka masing-masing di . 1522. maka waktu itu diperpendek sampai lima tahun itu. jika ada alasan untuk itu. 1521. Barangsiapa membeli dengan janji beli kembali. menggantikan segala hak-hak dari penjualnya. 1524. 1523. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk menuntut penggantian kepada orang yang bersangkutan. Jangka waktu yang ditentukan harus diartikan secara mutlak. ia tak boleh diperpanjang oleh Hakim. dan apabila si penjual lalai memajukan tuntutannya untuk membeli kembali didalam tenggang yang telah ditetapkan. ia dapat menggunakan daluwarsa baik terhadap si pemilik sejati. Jika seorang yang dengan janji beli kembali telah membeli suatu bagian yang belum terbagi dalam suatu benda tak bergerak. meskipun dalam perjanjian kedua itu tidak disebutkan tentang janji tersebut. boleh menggunakan haknya terhadap seorang pembeli ke dua.

Tetapi jika harta peninggalan telah dibagi. dan si pembeli tidak boleh memaksa siapa yang menggunakan haknya secara demikian. 1528. tidak dilakukan oleh sekalian mereka bersama dan untuk seluruhnya. baik dalam halnya harta peninggalan yang belum dibagi. dan jika mereka tidak mencapai sepakat. maupun dalam halnya harta peninggalan itu sudah dibagi di antara para ahli waris. Hal yang sama terjadi apabila seoraog yang sendirian telah menjual suatu benda.antara mereka hanyalah dapat menggunakan haknya membeli kembali sekadar mengenai suatu jumlah sebesar bagiannya. maka hak membeli kembali tidak dapat dipergunakan terhadap masing-masing dari mereka selain untuk sejumlah sebesar bagiannya. tetapi masingmasing dari mereka itu telah menjual sendiri-sendiri apa yang menjadi bagiannya. 1529. Tetapi. 1530. Jika si pembeli meninggalkan beberapa orang ahli waris. untuk mengoper barangnya seluruhnya. begitu pula biaya yang perlu untuk pembetulan-pembetulan. maka tuntutan membeli kembali harus ditolak. 1532. dalam hal yang termaksud dalam kedua pasal yang lalu. meninggalkan berbagai orang ahli waris. si pembeli dapat menuntut supaya semua orang yang turut menjual atau semua orang yang turut menjadi ahli waris dipanggil agar mereka bermufakat tentang pembelian kembali bendanya seluruhnya. maka masing-masing dari mereka sendiri-sendiri dapat menggunakan haknya membeli kembali terhadap bagian yang menjadi haknya. tetapi juga diwajibkan mengganti semua biaya menurut hukum yang telah dikeluarkan untuk menyelenggarakan pembelian serta penyerahannya. Masing-masing di antara para ahli waris ini hanyalah boleh menggunakan hak membeli kembali untuk suatu jumlah sebesar bagiannya. 1531. dan biaya yang menyebabkan barangnya yang dijual . dan barang yang dijual itu jatuh pada salah seorang maka tuntutan untuk membeli kembali dapat ditujukan untuk seluruhnya kepada orang ini. Jika penjualan suatu barang kepunyaan berbagai orang. Si penjual yang menggunakan janji membeli kembali tidak saja diwajibkan mengembalikan seluruh harga pembelian asal.

sebagai akibat janji beli kembali. 1536. kecuali jika dengan tegas dijanjikan sebaliknya. ia namun itu diwajibkan menetapi perjanjian-perjanjian sewa yang dengan itikad baik ialah dibuat oleh si pembeli. hak istimewa dan hipotikhipotik. Ia tidak dapat memperoleh penguasaan atas barang yang dibeli kembali. harus menanggung bahwa hak-hak itu benar dan sewaktu diserahkannya biarpun penjualan dilakukan tanpa janji penanggungan. maka janji ini harus diartikan sebagai mengenai kemampuannya sekarang. maka ia diwajibkan menggantinya. . atau lagi telah menjual beberapa benda dari harta peninggalan itu. Apabila si penjual. Penjualan suatu piutang meliputi segala sesuatu yang melekat padanya. 1534. dan hanya untuk jumlah harga pembelian. Barangsiapa menjual suatu warisan dengan tidak diterangkan barang demi barang. memperoleh kembali barangnya. maka barang itu harus diserahkan kepadanya bebas dari semua beban dan hipotik yang diletakkan oleh si pembeli di atasnya. kecuali jika ia telah mengikatkan dirinya untuk itu. Jika ia telah menikmati hasil-hasilnya sesuatu benda atau telah menerima suatu jumlah sebesar sesuatu piutang yang termasuk warisan tersebut. sepertinya penanggungan-penanggungan. BAGIAN KE LIMA Ketentuan-ketentuan khusus mengenai jual-beli piutang dan lain-lain hak tak bertubuh 1533. 1538. 1537. tidaklah diwajibkan menanggung selain hanya terhadap kedudukannya sebagai ahli waris.bertambah harganya. selain setelah memenuhi segala kewajiban ini. Ia tidak bertanggung jawab tentang cukup mampunya si berutang. sejumlah tambahnya ini. jika tidak dengan tegas telah diperjanjikan lain. Jika ia telah berjanji untuk menanggung terhadap cukup mampunya si berutang. Barangsiapa menjual suatu piutang atau suatu hak tak bertubuh lainnya. yang telah diterimanya untuk piutangnya. 1535. dan tidak mengenai keadaan di kemudian hari.

dapat memilih apakah ia akan menuntut panggantian biaya. Tukat-menukar ialah suatu perjanjian. sebagai gantinya suatu barang lain. orangnya yang berutang membayar utangnya kepada si penjual. dengan mana kedua belah pihak mengikatkan dirinya untuk saling memberikan suatu barang secara bertimbal-balik. maka perjanjian dianggap sebagai gugur. yang telah dijanjikan untuk ditukar. 1546.1539. Jika pihak yang satu telah menerima barang yang ditukarkan kepadanya. Jika suatu barang tertentu. 1542. dapat pula menjadi bahan tukar-menukar. melainkan hanya untuk mengembalikan barang yang telah diterimanya. maka tak dapatlah ia dipaksa menyerahkan barang yang ia telah janjikan dari pihaknya sendiri. Untuk selainnya aturan-aturan tentang perjanjian jual-beli berlaku terhadap perjanjian tukar-menukar. telah terpaksa melepaskan barang yang diterimanya dalam tukar-menukar. Segala apa yang dapat dijual. 1543. BAB KE ENAM Tentang tukar-menukar 1541. lagi pula untuk memenuhi kepada si penjual apa yang si penjual ini dapat menagih selaku orang yang memegang sesuatu piutang terhadap warisan. 1540. 1545. dan kemudian ia membuktikan bahwa pihak yang lain bukan pemilik barang tersebut. maka itu cukuplah untuk membebaskan si berutang. Siapa yang karena suatu penghukuman untuk menyerahkan barangnya kepada seorang lain. 1544. Apabila sebelum penyerahan suatu piutang yang telah dijual. . musnah diluar salah pemiliknya. dapat menuntut kembali barang yang ia telah berikan dalam tukar-menukar. Sebaliknya si pembeli diwajibkan mengganti kepada si penjual segala sesuatu yang oleh orang ini telah dikeluarkan untuk membayar utang-utang dan beban-beban warisan. dan siapa yang dari pihaknya telah memenuhi perjanjian. rugi dan bunga dari pihak lawannya ataukah ia akan menuntut pengembalian barang yang ia telah berikan.

baik yang tak bergerak. baik yang bergerak dapat disewakan. 1551. memberikan si penyewa kenikmatan yang tenteram daripada barang yang disewakan selama berlangsungnya sewa. menyerahkan barang yang disewakan kepada si penyewa. 1552. . 3c. biarpun pihak yang menyewakan itu sendiri tidak mengetahuinya pada waktu dibuatnya perjanjian sewa.BAB KE TUJUH Tentang sewa-menyewa BAGIAN KE SATU Ketentuan Umum 1547. yang merintangi pemakaian barang itu. Pihak yang menyewakan diwajibkan mesyemhkan barang yang disewakan dalam keadaan terpelihara segala-galanya. Sewa-menyewa ialah suatu pcrjanjian denan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainnya kenikmatan dari sesuatu barang. terkecuali pembetulanpembetulan yang menjadi kewajiban si penyewa. selama suatu waktu tertentu dan dengan pembayaran sesuatu harga. hingga barang itu dapat dipakai untuk keperluan yang dimaksudkan. Pihak yang menyewakan diwajibkan karena sifat perjanjian. 2e. memelibara barang yang disewakan sedemikian. Semua jenis barang. Ia harus selama waktu sewa menyuruh melakukan pembetulan-pembetulan pada barang yang disewakan yang perlu dilakukan. Pihak yang menyewakan harus menanggung si penyewa terhadap semua cacat dari barang yang disewakan. 1548. Dihapuskan. yang oleh pihak tersebut belakangan itti disanggupi pembayarannya. Dihapuskan. BAGIAN KE DUA Tentang aturan-aturan yang sama-sama berlaku terhadap penyewaan rumah dan penyewaan tanah 1550. 1549. dan dengan tak perlu adanya sesuatu janji untuk itu : 1e.

1557. maka si penyewa dapat memutuskan sewanya. Jika. Tetapi. yang tidak dapat menunggu sampai berakhirnya sewa. asal tentang gangguan atau rintangan itu telah diberitahukan secara sah kepada si pemilik. Jika selama waktu sewa. 1556. tak dapat didiami. maka perjanjian sewa gugur demi hukum. Pihak yang menyewakan tidaklah diwajibkan menjamin si penyewa terhadap rintangan-rintangan dalam kenikmatannya. pada barang yang disewakan terpaksa diadakan pembetulan-pembetulan. menurut keadaan. maka harga sewa harus dikurangi menurut imbangan waktu dan bahagian dari barang yang disewakan yang tidak dapat dipakai oleh si penyewa. . dengan tidak mengurangi hak si penyewa untuk menuntut sendiri orang itu. disebabkan karena suatu tuntutan hukum yang bersangkutan dengan hak milik atas barangnya. ataukah ia akan meminta bahkan pembatalan perjanjian sewanya. Jika pembetulan-pembetulan sedemikian sifatnya. Jika barangnya hanya sebagian musnah. 1554. dan meskipun ia selama dilakukannya pembetulan-pembetulan itu terpaksa kehilangan sebagian dari barang yang disewakan. si penyewa dapat memilih. tetapi tidak dalam satu dari kedua hal itu pun ia berhak atas suatu ganti rugi. jika pembetulan-pembetulan ini berlangsung lebih lama dari empat puluh hari. maka ia berhak menuntut suatu pengurangan harga sewa menurut imbangan.Jika cacat-cacat itu telah mengakibatkan sesuatu kerugian bagi si penyewa. betapa pun kesusahan yang disebabkannya. 1555. maka kepadanya pihak yang menyewakan diwajibkan memberikan ganti rugi. yang perlu ditempati oleh si penyewa dan keluarganya. hingga barang yang disewakan. apakah ia akan meminta pengurangan harga sewa. Pihak yang menyewakan tidak diperkenankan selama waktu sewa mengubah ujud maupun tataan barang yang disewakan. maka si penyewa harus menerimanya. barang yang disewakan sama sekali musnah karena suatu kejadian yang tak disengaja. yang dilakukan oleh orangorang pihak ke tiga dengan peristiwa-peristiwa dengan tidak memajukan sesuatu hak atas barang yang disewa. 1553. selama waktu sewa. Jika sebaliknya si penyewa diganggu dakam kenikmatannya.

dengan kekecualian apa yang telah musnah . atau untuk suatu keperluan sedemikian rupa hingga dapat menerbitkan suatu kerugian kepada pihak yang menyewakan. Si penyewa harus menepati dua kewajiban utama: 1e. Jika antara pihak yang menyewakan dan pihak yang menyewa telah dibuat suatu pratelan tentang barang yang disewakan. atau jika si penyewa sendiri digugat untuk mengosongkan seluruh atau sebagian dari barangnya yang disewa. 1561. yang disewanya. rugi dan bunga. 2c. atau jika tidak ada suatu perjanjian mengenai itu. tidak diperbolehkan mengulang-sewakan barang. maka ia diwajibkan memberitahukan tentang. Jika si penyewa memakai barang yang disewa untuk suatu keperluan lain dari yang menjadi tujuannya. sedangkan pihak yang menyewakan. dapat meminta pembatalan sewanya. sesuai dengan tujuan yang diberikan pada barang itu menurut perjanjian sewanya. Jika yang disewa itu berupa sebuah rumah.1558. Jika orang-orang yang telah melakukan peristiwa-peristiwa. menurut keadaan. asal ia menunjuk orangnya untuk siapa ia menguasai barangnya. setelah pembatalan itu. memajukan bahwa mereka mempunyai sesuatu hak atas barang yang disewakan. untuk membayar harga sewa pada waktu-waktu yang telah ditentukan. menyewakan sebagian kepada orang lain. untuk memakai barang yang disewa sebagai seorang bapak rumah yang baik. maka pihak yang belakangan ini diwajibkan mengembalikan barangnya dalam keadaan dimana barang itu diterimanya menurut pratelan tersebut. 1560. maka dapatlah ia atas tanggung jawab sendiri. 1559. atau untuk menerima pelaksanaan sementara pengabdian pekarangan. yang didiami sendiri oleh si penyewa. atas ancaman pembatalan perjanjian sewa dan penggantian biaya. 1562. maupun melepaskan sewanya kepada seorang lain. Bahkan bolehlah ia menuntut supaya ia dikeluarkan sebagai pihak dalam perkara. dan ia dapat memanggil pihak tersebut untuk penanggungan. itu kepada pihak yang menyewakan. tidak diwajibkan mentaati perjanjiannya ulang sewa. jika kekuasaan itu tidak telah dilarang dalam perjanjiannya. jika kepadanya tidak telah diperizinkan. Si penyewa. maka pihak ini. menurut tujuan yang dipersangkakan berhubung dengan keadaan.

maka sewa itu tidak berakhir pada waktu yang ditentukan. apabila waktu yang ditentukan telah lampau. dan tidak terdapat suatu tanda pembayaran. yang menjadi beban para penyewa. kecuali apabila si penyewa memilih untuk menyuruh menaksir harga sewanya oleh orang-orang ahli. kecuali jika ia membuktikan bahwa kerusakan itu terjadi diluar salahnya. 1563. yang sudah dijalankan. melainkan jika pihak lain bahwa ia hendak menghentikan sewanya. Dihapuskan. . Jika terjadi perselisihan tentang harga suatu penyewaan. mengenai pemeliharaan.atau berkurang harganya sebagai akibat dari tuanya barang atau dari kejadiankejadian yang tak disengaja yang tidak dapat dihindarkan. Si penyewa bertanggung jawab untuk segala kerusakan yang diterbitkan pada barang yang disewa selama waktu sewa. 1565. kecuali jika pihak yang menyewakan membuktikan bahwa kebakaran itu disebabkan kesalahan si penyewa. membongkar dan membawa segala apa yang ia dengan biaya sendiri telah menyuruh membuat pada barang yang disewa. pada waktu mengosongkan barang yang disewa. maka si penyewa. kecuali jika dibuktikan sebaliknya dan ia harus mengembalikan barangnya dalam keadaan yang sama. tanpa diperlukannya sesuatu pemberhentian untuk itu. 1566. dianggap telah menerima barang yang disewa dalam keadaan yang baik. Jika sewa tidak dibuat dengan tulisan. dengan mengindahkan tenggang-tenggang waktu yang diharuskan menurut kebiasaan setempat. Si penyewa diperbolehkan. oleh kawan-kawannya serumah atau oleh mereka kepada siapa ia telah mengoperkan sewanya. 1571. maka pihak yang menyewakan harus dipercaya atas sumpahnya. Si penyewa adalah bertanggungjawab untuk segala kerusakan dan kerugian yang diterbitkan pada barang yang disewa. 1570. Jika sewa dibuat dengan tulisan. 1569. 1567. Jika tidak dibuat suatu pratelan. 1564. Ia namun itu tidak bertanggung jawab untuk kebakaran. asal pembongkaran dan pembawaan itu dilakukan dengan tidak merusakkan barang yang disewa. 1568. maka sewa itu berakhir demi hukum. yang dibuat dengan lisan.

1572. 1575. si penyewa tidak berhak menuntut suatu ganti rugi apabila tidak ada suatu janji yang tegas. 1574. 1578. yang akibat-akibatnya diatur dalam pasal-pasal yang mengenai penyewaan-penyewaan dengan lisan. maupun dengan meninggalnya pihak yang menyewa. penanggungan utang yang dibuat untuk sewanya. tidak meliputi kewajiban-kewajiban yang terbit dari perpanjangan sewa. Jika. sebelum ia dengan lewatnya tenggang waktu yang ditentukan untuk pembelian kembali. ia tidak diwajibkan mengosongkan barang yang disewa. Jika ada suatu perjanjian yang demikian. sebagaimana diharuskan oleh adat kebiasaan setempat mengenai pemberhentian-pemberhentian sewa. tidak dapat memajukan tentang adanya suatu penyewaan ulang secara diam-diam. jika barangnya dijual. untuk. selama ganti rugi yang terutang belum dilunasi. tetapi jika ada suatu janji seperti tersebut belakangan ini. meskipun ia tetap menikmati barangnya. maka si penyewa. Seorang pembeli yang hendak menggunakan kekuasaan yang diperjanjikan dalam perjanjian sewa. tidaklah diputuskan kecuali apabila ini telah diperjanjikan pada waktu menyewakan barang. setelah berakhirnya suatu penyewaan yang dibuat dengan tulisan. menjadi pemilik mutlak. 1576. . tidak dapat menggunakan kekuasaannya untuk memaksa si penyewa mengosongkan barang yang disewa. si penyewa tetap menguasai barang yang disewa dan dibiarkan menguasainya. diwajibkan memperingatkan si penyewa sekian lama sebelumnya. Dengan dijualnya barang yang disewa. Si pembeli dengan janji membeli kembali. 1573. maka terjadilah dengan itu suatu sewa baru. 1577. Perjanjian sewa tidak sekali-kali hapus dengan meninggalnya pihak yang menyewakan. memaksa si penyewa mengosongkan barang yang disewa. suatu persewaan yang dibuat sebelumnya. peringatan tersebut harus paling sedikit satu tahun sebelum pengosongan. Dalam halnya kedua pasal yang lalu. Dalam hal sewa tanah. Jika pihak yang satu telah memberitahukan kepada pihak yang lainnya bahwa ia hendak menghentikan sewanya.

BAGIAN KE TIGA Tentang aturan-aturan yang khusus berlaku bagi sewa rumah dan perabot rumah 1581. 1582.1579. 1580. kaca-kaca jendela. yang ia pada waktu dilakukannya suatu penyitaan. maka dianggap sebagai demikian pembetulanpembetulan pada lemari-lemari toko. Jika tidak ada perjanjian. atau menurut kebiasaan-kebiasaan setempat. kecuali apabila ia memberikan cukup jaminan untuk pembayaran uang sewa. kecuali jika telah diperjanjikan sebaliknya. apabila pembetulan-pembetulan itu terpaksa dilakukan karena keadaan rusak dari barang yang disewa atau karena keadaan memaksa. maka ia diwajibkan sebelum itu memberitahukan tentang kehendaknya untuk menghentikan sewanya sebegitu lama sebelumnya. Menjaga kebersihan sumur-sumur. dan . dapat dipaksa untuk mengosongkan rumah itu. Jika dalam perjanjian sewa telah disetujui bahwa pihak yang menyewakan akan mempunyai kekuasaan memakai sendiri rumah atau tanah yang disewakan. tutupan jendela. 1583. Pihak yang menyewakan tidak dapat menghentikan sewa dengan menyatakan hendak memakai sendiri barang yang disewakan. dan dengan tak diperbolehkan ia memajukan pembayaran-pembayaran yang dilakukan sebelumnya. kunci-kunci dalam. kolam-kolam hujan. berutang pada si penyewa pertama. dengan perabot rumah secukupnya. pembetulan-pembetulan tersebut harus dipikul oleh pihak yang menyewakan. Pembetulan-pembetulan kecil dan sehari-hari dipukul oleh si penyewa. Meskipun demikian. 1584. Seorang penyewa kedua tidaklah berwajib membayar kepada si pemilik lebih dari jumlah harga sewa dari penyewaan kedua. kecuali jika pembayaran-pembayaran itu telah dilakukan menurut suatu janji yang dinyatakan dalam dia punya perjanjian sewa. menurut kebiasaan setempat. Si penyewa yang tidak memperlengkapi sebuah rumah yang disewa. baik didalam maupun diluar rumah dan segala sesuatu yang dianggap termasuk itu. sebagaimana ditetapkan dalam pasal 1578.

sebuah toko. 1585. melainkan sesudahnya suatu pemberitahuan tentang penghentian sewa. dan tak dapatlah ia meninggalkan barang yang disewa. sedangkan pihak yang menyewakan tidak melawannya. yang dilakukan menurut kebiasaan setempat. untuk harian. Menjaga kebersihan pipa-pipa asap. maka hal itu tidaklah menjadi alasan untuk menambah atau mengurangi harga sewa. sebuah tempat kediaman seluruhnya. sebagaimana rumah-rumah tempat-tempat kediaman. melainkan hanya dalam hal-hal dan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum . setelah berakhirnya waktu sewa. jika tidak ada suatu janji. apabila dibuat atas pembayaran sejumlah uang tiap hari. untuk waktu yang ditentukan oleh kebiasaan setempat. maupun dikeluarkan dari situ. yang ditentukan dalam suatu perjanjian tertulis. dibebankan kepada pihak yang menyewa. maka penyewaan dianggap telah dibuat menurut kebiasaan setempat. Jika didalam suatu perjanjian sewa tanah disebutkan suatu keluasan yang kurang atau yang lebih daripada keluasan yang sungguh-sungguh. Penyewaan kamar-kamar yang diperlengkapi dengan mebel harus dianggap telah dilakukan milik tahunan. atau tiap hari. apabila dibuat atas pembayaran sejumlah uang tiap bulan. jika tidak telah dijanjikan sebaliknya. tiap bulan. Sewa mebel untuk memperlengkapi sebuah rumah seluruhnya. toko-toko atau ruangan-ruangan selalu disewakan menurut kebiasaan setempat. Jika si penyewa sebuah rumah atau ruangan. harus dianggap telah dibuat untuk lamanya. tetap menguasai barang yang disewa. untuk bulanan. BAGIAN KE EMPAT Tentang aturan-aturan yang khusus berlaku bagi sewa tanah 1588. maka dianggaplah si penyewa itu tetap memegang barang yang disewakan atas dasar syarat-syarat yang sama. 1587. 1586. apabila dibuat atas pembayaran sejumlah uang tiap tahun. Jika tidak ternyata bahwa penyewaan dibuat atas sejumlah uang tiap tahun. atau suatu ruangan lainnya.tandas-tandas dibebankan kepada pihak yang menyewakan.

jika ia tidak memenuhi janji-janji yang dibuat dalam perjanjian sewa. 1591. maka perkiraan tentang pengurangan uang sewa tidak dapat dilakukan selainnya pada waktu berakhirnya sewa. maka si penyewa dibebaskan dari pembayaran seluruh jumlah harga sewa atau sebagian harga sewa menurut imbangan. Si penyewa tanah diwajibkan. Jika si penyewa tanah tidak melengkapi taman yang diperlukan untuk penggembalaan atau tanah itu dengan hewan-hewan atau perkakas-perkakas penanaman. atau dalam hal itu tidak berlaku sebagai seorang bapak rumah yang baik. menahan sebagian dari uang sewa. seluruh atau separuh penghasilan setahun telah hilang karena kejadian-kejadian yang tak dapat dihindarkan. selama waktu sewa. menurut jaraknya tempat-tempat. Jika ia tidak telah mendapat penggantian kerugian. menuntut pembatalan sewa. jika ia berhenti melakukan penggembalaan atau penanaman. atau. kerugian dan bunga. dan karena itu diterbitkan sesuatu kerugian bagi pihak yang menyewakan. penyimpanan yang telah disediakan untuk itu. kecuali jika ia telah memperoleh penggantian kerugian karena penghasilan tahun-tahun yang lalu. atas ancaman penggantian biaya kerugian dan bunga. 1590. jika ia memakai barang yang disewa untuk suatu tujuan lain dari tujuan yang dimaksudkan. 1589. apabila kenikmatan dari semua tahun telah diperjumpakan satu sama lain. maka si penyewa dapat menuntut suatu pengurangan uang sewa. Jika sewa hanya dilakukan untuk satu tahun. melaporkan kepada si pemilik tentang segala peristiwa yang dilakukan didalam pekarangan-pekarangan yang disewa. 1593. disertai penggantian biaya. menurut kerugian yang telah diderita. Pemberitahuan ini harus dilakukan didalam tenggang yang sama sebagaimana ditentukan antara waktu gugatan dan hari menghadapnya di muka sidang Pengadilan.dalam bab kelima dari buku ini. menurut keadaan. sedangkan penghasilan telah hilang seluruhnya atau separuh. Hakim namun itu dapat mengizinkan si penyewa untuk sementara waktu. Jika dalam suatu sewa untuk beberapa tahun. pada umumnya. Semua penyewa tanah diwajibkan menyimpan hasil-hasil tanahnya didalam tempat. 1592. . maka pihak ini adalah berhak untuk.

jika. kilat atau rontoknya bunga dari pohon sebelum waktunya. dan semua tanah lain yang hasilnya dikumpulkan seluruhnya didalam waktu satu tahun. 1597. Sewa tanah. dihitung telah dibuat untuk sekian lama waktu. 1598. dianggap sebagai dibuat untuk sekian tahun. Begitu pula si penyewa tidak dapat menuntut sesuatu pengurangan. sepertinya: peletusan gunung. kecuali jika dalam perjanjian sewa bagi si pemilik harus memikul bagiannya dalam kerugian. Demikianlah maka sewa sebidang padang rumput. kemarau yang terlalu lama. kecuali jika si penyewa telah menyanggupi untuk memikul akibat dari semua kejadian. Si penyewa tidak dapat diberikan pengurangan apabila kerugian penghasilan itu diderita setelah penghasilan ini dipisahkan dari tanah. Janji yang sedemikian namun itu hanya dianggap dibuat untuk kejadian-kejadian biasa yang tak dapat diduga. gempa bumi. sepertinya: kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh peperangan atau kebanjiran yang tidak biasa menimpa negeri ini. asal si penyewa tidak lalai menyerahkan kepada si pemilik bagiannya dari penghasilan. hama-hama yang merusak penghasilan. 1594.Apabila kerugiannya kurang dari separuh. baik yang dapat diduga maupun yang tak dapat diduga. yang ditanami berganti-ganti dengan bermacammacam tanaman. hal yang menyebabkan kejadian sudah ada dan sudah diketahui sewaktu perjanjian sewa dibuat. menurut adanya macam tanaman. si penyewa . 1595. yang dibuat dengan tidak memakai tulisan. Janji tersebut di atas tidak meliputi kejadian-kejadian luar biasa. 1596. sebidang kebun buahbuahan. Jika setelah berakhirnya suatu sewa yang dibuat tertulis. Dengan suatu janji yang dinyatakan dengan tegas si penyewa dapat dipertanggungjawabkan tentang kejadian-kejadian yang tak dapat diduga. dihitung sebagai dibuat untuk satu tahun. maka ia tidak berhak atas sesuatu pengurangan . sebagaimana dibutuhkan oleh si penyewa untuk mengumpulkan semua hasil dari tanah yang disewa. Sewa tanah pertanian.

maupun yang mengenai pemungutan hasil-hasil yang masih berada di ladang. maka akibat-akibat sewa yang baru diatur dalam pasal yang lalu. 1599. 1600. apabila ia berangkat. maka adalah dua macam perjanjian dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk melakukan pekerjaan bagi pihak yang lainnya dengan menerima upah. 1601 a. Perjanjian perburuhan adalah perjanjian dengan mana pihak yang satu. dan dibiarkan menguasainya. dan jika itu tidak ada. perjanjian perburuhan dan pemborongan pekerjaan. segala sesuatu menurut kebiasaan setempat. oleh kebiasaan. Si penyewa yang sewanya berakhir dan orang yang menggantinya. Pemborongan pekerjaan adalah perjanjian. diwajibkan bantu-membantu sedemikian rupa hingga memudahkan keluarnya yang satu dan masuknya yang lain. menurut suatu perkiraan yang akan dibuat. namun si pemilik dapat meminta supaya jerami dan gemuk tersebut ditinggalkan padanya. maupun lagi yang mengenai hal-hal lain.*) 1601 b. Selain perjanjian-perjanjian untuk melakukan sementara jasa-jasa. si pemborong. BAB KE TUJUH A Tentang perjanjian-perjanjian untuk melakukan pekerjaan BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1601. si buruh. Begitu pula si penyewa. untuk sesuatu waktu tertentu.tetap menguasai barangnya. baik yang mengenai penanaman untuk tahun yang akan datang. jika ia menerimanya pada waktu mulai sewanya. melakukan pekerjaan dengan menerima upah. dan meskipun ia tidak telah menerimanya. mengikatkan diri untuk menyelenggarakan suatu pekerjaan bagi *) Menurut UU 21/1954: “perjanjian perburuhan” diadakan antara majikan dan “serikat buruh”. . mengikatkan dirinya untuk di bawah perintah pihak yang lain si majikan. “perjanjian kerja” antara majikan dan buruh secara perseorangan. dengan mana pihak yang satu. harus meninggalkan jerami dan gemuk dari tahun yang lalu. yang diatur oleh ketentuan-ketentuan yang khusus untuk itu dan oleh syarat-syarat yang diperjanjikan.

maka tidak satu pihak berhak karenanya meniadakan perjanjian dengan menyuruh memiliki atau dengan mengembalikan uang panjar itu. jika ada pertentangan di antara ketentuan-ketentuan ini. maka bertakulah ketentuan-ketentuan perihal perjanjian perburuhan. 1601 f. sedemikian bahwa pemboronganpemborongan itu kesemuanya dapat dianggap sebagai satu perjanjian perburuhan. dan ketentuan-ketentuan dari bagian ke enam akan berlaku baginya. ternyata maksud kedua belah pihak untuk membuat beberapa perjanjian lagi yang semacam. 1601 e. Apabila suatu perjanjian perburuhan dibuat tertulis. maka biaya akta beserta lain-lain biaya tambahan harus dipikul oleh majikan. maupun ketentuanketentuan perihal perjanjian lain. meskipun tiap kali dengan sesuatu waktu selang. maka ketentuan-ketentuan perihal perjanjian perburuhan akan berlaku terhadap baik perjanjian-perjanjian tersebut kesemuanya. atau jika sewaktu dibuatnya perjanjian pemborongan. dengan pengecualian ketentuan-ketentuan bagian ke enam dari bab ini. dengan menerima suatu harga yang ditentukan. jika hubungan kerja telah berlangsung untuk waktu yang tidak melebihi tiga bulan. Terhadap perjanjian-perjanjian perburuhan yang dibuat oleh seorang . Jika pada waktu membuat perjanjian diberikan dan diterima suatu panjar. Tetapi jika dalam hal yang demikian itu perjanjian yang pertama dibuat sebagai suatu percobaan. maka perjanjian ini dianggap tetap memiliki sifat-sifatnya sebagai pemborongan pekerjaan. Jika suatu perjanjian mengandung tanda-tanda suatu perjanjian perburuhan beserta tanda-tanda suatu perjanjian dari lain jenis. BAGIAN KE DUA Tentang perjanjian perburuhan umumnya 1601 d. Jika suatu pemborongan pekerjaan diikuti oleh beberapa perjanjian yang semacam.pihak yang lain. Uang panjar hanya dapat dikurangkan dari upah. maupun masing-masing perjanjian tersendiri. pihak yang memborongkan. 1601 c. yang tanda-tandanya ikut terkandung didalamnya itu. sedangkan perjanjian telah dibuat untuk waktu lebih lama atau untuk waktu tak tertentu. maka berlakulah baik ketentuan-ketentuan perihal perjanjian perburuhan.

Jika kuasa diberikan tertutis. Jika si belum dewasa belum berusia genap delapan belas tahun.perempuan yang bersuami sebagai buruh. dengan tiada perlawanan dari pihak wakilnya menurut undang-undang. Sekadar tidak secara tegas dikecualikan dengan dibuatnya syarat-syarat tertentu. Jika seorang belum dewasa yang belum cakap untuk membuat suatu perjanjian perburuhan. termasuk pula memberikan pembebasan-pembebasan dan menghadap di muka Hakim. 1601 g. Kuasa tersebut tak dapat diberikan dengan bersyarat. dengan tidak memakai bantuan suaminya. jika ia untuk itu dikuasakan oleh wakilnya menurut undang-undang. 1601 h. baik dengan lisan maupun tertulis. maka si belum dewasa diwajibkan menyerahkan surat-kuasa kepada si majikan. telah membuat suatu perjanjian dan karena itu selama enam minggu telah melakukan pekerjaan di bawah perintah majikan. Oleh karena itu maka ia dapat melakukan sendiri semua perbuatan yang berdasarkan perjanjian tadi. kecuali jika kepada Hakim ternyata bahwa orang tersebut tidak mampu menyatakan ke hendaknya. dengan tidak mengurangi ketentuan dalam ayat ke tiga pasal 1602. f. maka didalam segala hal yang mengenai perjanjian perburuhan yang dibuat berdasarkan kuasa yang telah diberikan itu. Ia berhak memakai apa yang diterimanya atau apa yang ia berhak menuntut berdasarkan perjanjian perburuhan tersebut. Suatu kuasa lisan hanya dapat berlaku untuk pembuatan suatu perjanjian perburuhan tertentu. si belum dewasa dipersamakan dengan orang yang dewasa. kuasa itu harus diberikan di hadapan si majikan atau siapa yang mewakilinya. undang-undang menganggap bahwa ia telah mendapat perizinan dari suaminya. yang harus segera mengirimkan suatu salinan yang ditandatangani kepada si belum dewasa dan pada waktu berakhirnya hubungan kerja mengembalikan surat kuasa tersebut kepada si belum dewasa atau orang-orang yang mendapat hak daripadanya. Seorang belum dewasa adalah cakap membuat perjanjian perburuhan sebagai buruh. maka. Namun itu ia tidak dapat menghadap dimuka Hakim jika tidak dibantu oleh orang yang diwajibkan mewakilinya menurut undang-undang. maka dianggaplah ia . guna kepentingan keluarga.

Setiap orang berkepentingan dapat memperoleh suatu salinan dan reglemen tersebut dengan cuma-cuma. Penyerahan dan pembacaan reglemen di Kementerian Perburuhan adalah dengan cuma-cuma. Suatu perjanjian perburuhan antara suami-istri adalah batal. Surat reglemen yang ditetapkan oleh si majikan hanya mengikat si buruh jika si buruh ini secara tertulis telah menyatakan menyetujui reglemen tersebut dan selainnya itu telah dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1e. 2e. sedapat mungkin dalam ruangan bekerja. Jika si buruh. kecuali jika ia berpendapat bahwa si buruh tidak atau tidak sebegitu .telah dikuasakan dengan lisan oleh wakilnya itu untuk membuat perjanjian perburuhan tersebut. 1601 j. setelahnya reglemen baru atau reglemen yang diubah. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dalam pasal ini. Hakim memutus dalam angkatan terakhir dan ia akan mengabulkan tuntutan. tidak dapat menyetujuinya. adalah batal. tersedia untuk dibaca oleh umum. bahwa suatu lembar lengkap dari reglemen tersebut ditempelkan dan tetap berada di suatu tempat yang mudah dapat didatangi si buruh. jika suatu lembar lengkap dari rancangan reglemen atau perubahan-perubahan yang dirancangkan. 1601 k. ditetapkan. maka dapatlah ia dalam jangka waktu empat minggu setelah ia mengetahui penetapan itu. maka reglemen baru atau reglemen yang lelah diubah ini hanyalah berlaku bagi si buruh. Jika selama hubungan kerja ditetapkan suatu reglemen atau reglemen yang telah ada diubah. selama suatu waktu disediakan untuk dibaca dengan cuma-cuma oleh si buruh. hingga dapat dibaca dengan terang. sehingga ia dapat memikir masak-masak tentang isinya. 3e. bahwa selembar lengkap dari reglemen tersebut dengan cuma-cuma oleh atau atas nama si majikan telah diberikan kepada si buruh. sebelumnya ditetapkan. menuntut di muka Hakim supaya perjanjian perburuhan dibatalkan. 1601 i. Setelah pihak lawan diperiksa atau dipanggil secara sah. bahwa oleh atas nama si majikan telah diserahkan kepada Kementerian Perburuhan suatu lembar lengkap dari reglemen tersebut yang ditandatangani oleh si majikan.

1601 l. Yang dinamakan perjanjian perburuhan kolektif ialah suatu peraturan yang dibuat oleh seorang majikan atau lebih atau pun suatu perkumpulan majikan atau lebih yang berbentuk badan hukum di satu pihak. Hakim menetapkan pada saat mana hubungan kerja akan berakhir dan si buruh berhak atas suatu ganti rugi berdasarkan apa yang ditentukan dalam pasal 1603 q dalam hal pengakhiran oleh si majikan. maka sebagai upah harus diambil upah yang biasa untuk pekerjaan yang paling menyerupai. mengingat sifat. Dari ketentuan-ketentuan reglernen hanyalah diperkenankan mengadakan penyimpangan dengan pembuatan suatu perjanjian khusus. dapat dibatalkan atas permintaan-pertnintaan masing-masing dari mereka yang menjadi pihak dalam perjanjian perburuhan kolektif. sedangkan reglemen baru atau reglemen yang diubah adalah sah sejak hari ia mulai berlaku. dan suatu perkumpulan buruh atau lebih yang berbentuk badan hukum. 1601 m. Untuk menghitung upah seharinya yang ditetapkan dalam uang. maka bagi pemakaian bab ini. . Jika gugatan dikabulkan. apabila perjanjian khusas ini dibuat tertulis. tempat dan waktu. dengan mana ia mengikatkan diri akan menyetujui tiap reglernen yang ditetapkan di kemudian hari atau tiap perubahan di dalam suatu reglemen yang telah ada. hubungan kerja berlangsung terus. satu minggu atas enam hari. Tiap janji antara majikan dan buruh. dihitung selarna tiga puluh hari kerja yang telah lalu. 1601 n. satu bulan atas dua puluh lima hari dan satu tahun atas tiga ratus hari. kecuali namun itu si majikan sendiri. Jika upah seluruhnya atau sebagian ditetapkan secara lain daripada menurut waktu. jika tidak terdapat ukuran seperti itu. tentang syarat-syarat pekerjaan yang harus diindahkan sewaktu membuat perjanjian perburuhan. Dalam menunggu putusan Hakim dan apabila gugatan ditolak. 1601 o. adalah batal. satu hari ditetapkan atas sepuluh jam. maka sebagai upah harian yang ditetapkan dalam jumlah uang harus diambil upah rata-rata dari si buruh.banyak dirugikan oleh reglemen baru atau reglemen yang diubah. Suatu pernyataan dari pihak si buruh. yang bertentangan dengan suatu perjanjian perburuhan kolektif yang mengikat mereka kedua. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dalam pasal ini adalah batal.

7e. tidak boleh ditetapkan lain selainnya dalam le. pemakaian seorang pelayan atau lebih dengan cuma-cuma. pengobatan dengan cuma-cuma bagi si buruh dan keluarganya. pemberian gaji selama suatu waktu cuti setelah sesuatu masa kerja tertentu atau hak atas pengangkutan dengan cuma-cuma ke tempat asalnya atau ke tempat cuti pulang-pergi. sekadar tidak termasuk nomor-nomor yang lalu. 4e. baik untuk penggembalaan maupun untuk mengandangkan sejumlah hewan tertentu dari suatu jenis. suatu jumlah tertentu dari hasil-hasil perusahaan atau dari bahan-bahan dasar maupun bahan-bahan pembantu yang dipakai dalam perusahaan tersebut. pemakaian sebidang tanah. dan bagaimana pun dengan pengecualian minuman keras dan candu. begitu pula pemeliharaannya. pakaian yang harus dikenakan oleh buruh-buruh pada waktu mereka melakukan pekerjaan. pemakaian sebuah mobil atau lain alat pengangkut atau seekor kuda atau lebih dengan cuma-cuma atau pun lain-lain tunjangan dalam pembiayaan rumah tangga yang semacam itu. 1601 q. pemakaian sebuah rumah atau bagian rumah yang ditunjuk. satu dan lain sekadar hasil-hasil atau bahan-bahan dasar maupun bahan-bahan pembantu itu termasuk keperluan hidup utama bagi si buruh dan keluarganya. maka si buruh berhak atas upah yang sedemikian sebagaimana biasa . penerangan dan pemanas yang harus dipakai di tempat dimana barang-barang itu diberikan. 2e. beserta bahan makanan.1601 p. Upah buruh-buruh yang tidak bertinggal pada si majikan. 6e. Jika dalam perjanjian atau dalam reglemen tidak ditetapkan suatu upah tertentu. 5e. piranti atau perkakas dalam perusahaan si buruh. makanan yang harus dimakan. pemakaian piranti atau alat-alat. uang. 3e. pekerjaan-pekerjaan atau jasa-jasa tertentu yang harus dilakukan oleh atau atas tanggungan si majikan guna keperluan si buruh. 8e. atau dapat dipakai sebagai bahan dasar atau bahan pembantu. kepunyaan si buruh atau salah seorang anggota keluarganya.

Si buruh adalah berhak menuntut kembali dari si majikan apa yang telah dideritanya atau dibayarnya sebagai perhitungan terhadap upahnya. menurut keadilan. sebagaimana dimaksudkan dalam pasal yang lalu. dengan mana si buruh ini mengikatkan dirinya untuk menggunakan upah atau lain-lain pendapatannya atau sebagian daripadanya menurut suatu cara tertentu. maka upah itu harus dinilaikan atas suatu jumlah berupa uang dan dianggap sebagai telah ditetapkan atas sejumlah yang lima kali lipat jumlah tersebut. asal dana tersebut memenuhi syarat-syarat. atau pun untuk membeli barang-barang keperluannya di suatu tempat atau dari seorang tertentu. Dari ketentuan ini dikecualikan janji. berkuasa membatasi penghukuman sampai suatu jumlah sebagaimana dianggapnya adil . jika ia mengabulkan tuntutan si buruh. 1601 t. Meskipun demikian Hakim. Jika kebiasaan seperti itu tidak ada. maka tidak suatu perikatan pun dilahirkan dari perbuatan itu. 1601 s. dengan tiada kewajiban mengembalikan apa yang telah diberikan kepadanya untuk memenuhi perjanjiannya. 1601 r. dengan mana si buruh mengambil bagian dalam suatu dana. dengan mengingat keadaan.untuk pekerjaan yang dijanjikan pada waktu perjanjian dibuat dan di tempat dimana pekerjaan tersebut harus dilakukan. maka upah harus ditetapkan. Seluruh upah yang akan harus dibayar karena itu namun itu tidak boleh melampaui upah yang dihitung menurut ketentuan-ketentuan pasal yang lalu dengan sepertiga. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dari pasal ini adalah batal. yang ditetapkan dalam undang-undang. Tidak diperbolehkan dan batal adalah tiap janji antara si majikan atau pegawai maupun kuasanya di satu pihak dan seorang buruh yang bekerja di dibawah salah seorang dari mereka di lain pihak. Sekadar upah telah ditetapkan berlainan dengan apa yang diperizinkan menurut pasal 1601 p. telah membuat se suatu perjanjian dengan si majikan. Jika si buruh karena sesuatu janji yang tak diperbolehkan dan batal.

dengan mana telah diperjanjikan denda. diperbolehkan dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen diadakan penyimpangan dari ketentuan ayat ke dua.mengingat keadaan. Didalam satu minggu kepada seorang buruh tidak boleh dikenakan denda-denda yang jumlahnya melebihi upahnya yang ditetapkan dalam uang untuk satu hari. maka ia berhak menuntut dari si majikan jumlah yang karena itu telah dibayarkannya atau yang masih terutang. Tidak satu denda tersendiri pun boleh ditetapkan lebih dari jumlah ini. yang diperjanjikan dalam suatu reglemen atau dalam suatu perjanjian. Perjanjian atau reglemen. telah membuat sesuatu perjanjian dengan seorang lain daripada si majikan. menurut taksiran Hakim. tetapi hanya mengenai buruh-buruh yang upahnya berupa uang berjumlah lebih dari delapan rupiah sehari. maka Hakim senantiasa berkuasa menetapkan denda pada suatu jumlah yang kurang. dalam mana upah yang berupa uang telah ditetapkannya. namun paling sedikit sampai jumlah sebesar kerugian yang diderita oleh si buruh. sebagai disebutkan di atas. yang dinyatakan dalam mata uang. harus menyebutkan dengan saksama untuk apa denda-denda itu diperuntukkannya. Jika si buruh karena suatu janji yang tidak diperbolehkan dan batal. Denda-denda tersebut tidak boleh membawa keuntungan pribadi bagi si majikan sendiri atau bagi siapa yang dikuasakan olehnya untuk menjatuhkan denda kepada si buruh. harus ditetapkan pada suatu jumlah tertentu. . Si majikan hanya dapat menetapkan denda atas pelanggaran ketentuan-ketentuan dari suatu perjanjian yang dibuat tertulis atau dari suatu reglemen. Tiap denda. 1601 u. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dari pasal ini adalah batal. Tiap hak dari si buruh untuk menuntut sesuatu yang berdasarkan pasal ini gugur setelah lewat enam bulan. ke tiga dan ke empat. jika ketentuan-ketentuan itu ditunjuk dengan tegas dan lagi dendanya disebutkan di dalam perjanjian atau reglemen. Ketentuan dari ayat kedua juga berlaku dalam hal ini. Namun itu. jika denda yang telah ditetapkan menurut pendapatnya lebih dari sepantasnya. Jika itu terjadi.

Jika oleh si majikan telah diperjanjikan suatu ganti rugi dari si buruh manakala si buruh ini melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan sesuatu janji. si buruh dirugikan secara tidak adil oleh janji tersebut. yang diberikan kepada si buruh karena kesengajaan atau kesalahan si majikan. 1601 v. Suatu janji antara si majikan dan si buruh. maka Hakim senantiasa berkuasa menetapkan ganti rugi. atau jika ia dengan sengaja atau karena kesalahannya telah memberi suatu alasan yang mendesak kepada si buruh untuk mengakhiri hubungan kerjanya. sebagaimana dimaksudkan dalam Bagian ke sepuluh dari Bab pertama Buku ini. maka Hakim akan menetapkan suatu jumlah uang menurut keadilan. sedangkan si buruh ini telah mempergunakan kekuasaan itu. demikian pun tidak. sebagai ganti rugi. Jika salah satu pihak dengan sengaja atau karena salahnya telah berbuat berlawanan dengan salah satu kewajibannya dan kerugian yang karenanya diderita oleh pihak lawan tidak dapat dinilaikan dengan uang.Termasuk hal menetapkan dan memperjanjikan denda dalam arti pasal ini adalah hal memperjanjikan hukuman. 1601 x. jika ia telah mengakhiri hubungan kerja secara melanggar hukum. Si majikan tidak dapat memperoleh hak-hak dari suatu janji sebagai yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. pada suatu jumlah yang kurang. dengan mana pihak yang belakangan ini dibatasi dalam kekuasaannya untuk setelah berakhirnya hubungan kerja melakukan pekerjaan dengan sesuatu cara. seperti yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. hanyalah sah apabila janji itu dibuat dalam suatu perjanjian tertulis atau dalam suatu reglemen. jika menurut . jika Hakim atas permintaan atau tuntutan si buruh telah menyatakan bubarnya perjanjian berdasarkan suatu alasan yang mendesak. dengan seorang buruh yang dewasa. 1601 w. meniadakan seluruhnya atau sebagian suatu janji seperti itu dengan alasan bahwa dibandingkan dengan kepentingan si majikan yang harus dilindungi. Untuk satu perbuatan tidak diperbolehkan si majikan memungut denda sambil menuntut pula ganti rugi. Hakim diperbolehkan atas tuntutan si buruh atau karena dimintanya dalam pembelaannya di dalam suatu perkara. Tiap janji yang bertentangan dengin ketentuan ini adalah batal.

harus dibayar sejak saat si buruh mulai bekerja hingga saat berakhirnya hubungan kerja. telah berhalangan melakukan pekerjaannya. untuk pemakaian . Begitu pula si buruh tetap memiliki haknya atas upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu untuk waktu pendek yang harus dihitung menurut keadilan. 1602a. Dicabut. Tiada upah yang harus dibayar untuk waktu selama mana si buruh tidak melakukan pekerjaan yang dijanjikan.pendapatnya jumlah yang diperjanjikan itu lebih dari sepantasnya. 1602b. atau berdasarkan sesuatu pertanggungan maupun sesuatu dana yang ia diwajibkan turut serta menurut sesuatu janji dalam perjanjian perburuhan atau menurut apa yang dapat disimpulkan dari perjanjian tersebut. Si majikan diwajibkan membayar kepada si buruh upahnya pada waktu yang telah ditentukan. maka upah si buruh harus dikurangi dengan jumlah penggantian atau pembayaran tersebut. Dalam keadaan-keadaan yang sangat istimewa termasuk. Namun itu si buruh tetap memiliki haknya atas upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu untuk suatu waktu yang tidak sebegitu lama. 1601y. kecuali jika sakit atau kecelakaan tersebut disebab kesengajaan atau tak susila si buruh atau suatu akibat dari suatu cacat badan tentang mana ia sewaktu membuat perjanjian dengan sengaja memberikan keterangan-keterangan palsu kepada si majikan. Upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu. apabila ia karena sakit atau karena suatu kecelakaam telah berhalangan melakukan pekerjaannya. Jika dalam hal yang sedemikian si buruh berhak atas sesuatu ganti rugi berupa uang atau sesuatu pembayaran berdasarkan sesuatu peraturan sakit atau kecelakaan yang diharuskan oleh undang-undang. apabila ia baik karena pemenuhan suatu kewajiban yang diletakkan padanya oleh undang-undang atau penguasa Negara tanpa penggantian berupa uang yang tidak dapat dilakukan diluar waktu bekerja. BACAAN KE TIGA Tentang kewajiban majikan 1602. maupun karena keadaan-keadaan yang sangat istimewa yang terjadi diluar salahnya. 1602c.

ke lima. jika ia telah bersedia melakukan pekerjaan yang dijanjikan tetapi si majikan tidak menggunakannya baik karena salahnya sendiri maupun bahkan karena halangan yang tak disengaja yang mengenai dirinya pribadi. Pemberitahuan-pemberitahuan surat-surat bukti oleh atau atas kuasa si . Upah tersebut namun itu dikurangi dengan biaya yang telah dapat dihemat oleh si buruh karena ia tidak melakukan pekerjaannya. maka berhaklah si buruh untuk meminta kepada si majikan diberitahukannya surat-surat bukti yang sedemikian sebagaimana diperlukannya untuk mengetahui keterangan tersebut. Ketentuan-ketentuan ayat ke dua.pasal ini: hal istri si buruh melahirkan anak. Begitu pula termasuk pemenuhan kewajiban yang diletakkan oleh undang-undang atau penguasa Negara hal melakukan hak pilih. Jika upah seluruhnya atau sebagian terdiri atas suatu jumlah yang digantungkan pada sesuatu keterangan yang harus dapat ternyata dari pemegangan buku si majikan. Dari ketentuan-ketentuan pasal ini hanyalah diperbolehkan menyimpang dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen. Juga si buruh tidak kehilangan haknya atas upah yang ditentukan menurut lamanya waktu. begitu pula meninggalnya serta mengubumya salah seorang teman serumah atau salah seorang sanak keluarga dalam garis lencang tak terbatas dan dalam derajat kedua dari garis samping. Dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat ditentukan bahwa pemberitahuan surat-surat bukti tersebut tidak akan dilakukan kepada masing-masing buruh tersendiri. jika tidak berhalangan melakukan pekerjaannya. tetapi sebagai gantinya akan dilakukan kepada sejumlah buruh tertentu yang bekerja pada si majikan atau kepada seorang ahli atau lebih dalam hal pemegangan buku yang semuanya ditunjuk oleh para buruh secara tertulis. ke enam dan ke tujuh dari pasal yang lalu adalah berlaku. maka berlakulah juga ketentuan-ketentuan pasal ini. Jika upah yang berupa uang ditetapkan secara lain daripada menurut lamanya waktu. 1602d. 1602e. dengan pengertian bahwa sebagai upah harus diambil upah rata-rata yang seharusnya dapat diperoleh si buruh.

Dalam hal-hal yang lain daripada yang dimaksudkan dalam ayat ke dua dan . orang yang tersebut belakangan ini namun itu tak sekali-kali dapat mewajibkan merahasiakannya terhadap si buruh. Kewajiban merahasiakan dihapuskan sekadar perlu. maka dapatlah diadakan penyimpangan dari ketentuan-ketentuan ayat ke satu bahkan dengan suatu cara lain daripada yang diterangkan dalam ayat ke dua. maka orang ini mengenai hal pembayaran upah atau bagian yang harus dibayarkan kepadanya. Pun jika tidak dimuat syarat yang demikian didalam surat kuasa dan bahkan dalam hal adanya kuasa lisan. mengenai keuntungan yang diperoleh didalam perusahaannya si majikan atau di dalam sebagian dari perusahaan itu. Dengan tidak mengurangi berlakunya ayat ke empat. Untuk pembayaran upah yang harus dibayar kepada si buruh. namun itu dengan pengertian bahwa. Jika di dalam kuasa tertulis yang disebutkan dalam pasal 1601g. dengan mengingat ketentuan ayat ke dua. jika laporan dibantah di muka Pengadilan. senantiasa kepada si buruh harus diberikan suatu laporan tertulis yang terang serta jelas. upah yang ditetapkan dalam uang yang harus dibayarkan kepada si belum dewasa. dari mana ternyata perhitungan jumlah yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. Sekadar keterangan. dimuat syarat bahwa upah yang ditetapkan berupa uang seluruhnya atau sebagian. pemberian laporan yang dimaksudkan dalam ayat yang lalu.majikan jika dikehendaki. dianggap sebagai si buruh. harus dibayarkan kepada wakilnya menurut undang-undang apabila orang ini secara tertulis melawan pembayarannya kepada si belum dewasa. harus merahasiakannya. yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. dilakukan dengan kewajiban yang dinyatakan dengan tegas bahwa si buruh dan siapa yang menurut ayat yang lalu mewakilinya. tetapi sebagai gantinya harus dibayarkan kepada wakilnya menurut undang-undang sendiri. jika dikehendaki. 1602f. harus dilakukan dengan kewajiban merahasiakan oleh si buruh seperti diuraikan dalam ayat ke tiga. tidak akan dibayarkan kepada si belum dewasa. kuasa yang dimaksudkan dalam ayat ke satu dari pasal 1385 harus suatu kuasa tertulis.

Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dalam pasal ini adalah batal. dengan pengertian bahwa upah yang ditetapkan dalam uang suatu negeri asing harus dihitung menurut nilai dari hari dan tempat dimana pembayaran dilakukan. 1602i. sedangkan upah yang ditetapkan dalam uang berjumlah delapan rupiah atau kurang sehari. menurut apa yang . hanyalah sah sekadar suatu penyitaan atas upahnya akan sah juga. selamanya dapat ditarik kembali. dilakukan menurut apa yang diperjanjikan dalam perjanjian atau reglemen. yang menjadi hak orang yang melakukan penyitaan menurut undang-undang. maka terhadap jumlah ini pun penyitaan hanya sah untuk seperlima bagian tetapi untuk jumlah yang selebihnya dapat dilakukan penyitaan dengan tak terbatas. menurut nilai dari kota dagang yang paling dekat dimana ada suatu nilai. atau dalam hal yang dimaksudkan dalam pasal 1601 r. Pembayaran upah yang ditetapkan dalam uang harus dilakukan dalam alat pembayaran yang sah di Indonesia. 1602g. Apabila upah yang ditetapkan dalam uang berjumlah lebih dari delapan rupiah. yang diberikan oleh si buruh dalam bentuk atau dengan nama apapun juga. Suatu kuasa untuk menagih upahnya. Jika terjadi penyitaan pada si majikan atas upah yang harus dibayarkan kepada si buruh. Pembayaran upah sekadar ditetapkan dalam unsur-unsur yang lain daripada uang. Namun itu untuk keresidenan-keresidenan tertentu atau bagian-bagian dari keresidenan-keresidenan dengan undang-undang dapat diadakan penyimpangan dari apa yang ditetapkan dalam ayat ke satu. adalah batal. Tiada suatu pembatasan berlaku. si majikan dibebaskan secara sah dengan pembayaran kepada si belum dewasa. jika di tempat tersebut tidak ada nilai. 1602h.ayat ke tiga pasal ini. atau. Menyerahkan. Pembayaran kepada orang-orang pihak ke tiga. jika penyitaan adalah untuk penagihan tunjangan nafkah. memberikan dalam gadai atau lain perbuatan dengan mana si buruh memberikan sesuatu hak atas upahnya kepada seorang pihak ketiga. berlawanan dengan ketentuan-ketentuan pasal ini atau pasal berikut. maka penyitaan tersebut tidak berlaku untuk lebih dari seperlima bagian dari upah yang ditetapkan dalam uang tersebut.

1602j. kali setelah lewatnya waktu untuk mana upah telah ditetapkan. bulan. maupun di kantor si majikan. Si buruh tetap memiliki haknya untuk menuntut upahnya yang terutang dari si majikan. tiap-tiap kali setelah lewat satu minggu. 1602k. satu dan lain terserah kepada si majikan. bahwa dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat ditentukan bahwa pembayaran upah yang ditetapkan untuk suatu waktu yang lebih pendek dari setengah bulan harus dilakukan tiap-tiap kali . jika kantor itu terletak di tempat dimana bertinggal jumlah terbanyak daripara buruh. baik di tempat dimana pekerjaan lazimnya dilakukan. atau pun lagi di rumah si buruh. sedangkan ia sendiri tidak diwajibkan mengembalikan apa yang telah diterimanya dengan pembayaran yang batal itu. adalah batal. jika upah ditetapkan untuk tiap. tiap-tiap kali setelah lewat satu bulan. tiap-tiap. untuk membatasi penghukuman sampai suatu jumlah yang dianggapnya adil mengingat keadaan-keadaan peristiwa. Dari aturan ini hanyalah boleh diadakan penyimpangan sedemikian rupa. jika ia mengabulkan tuntutan si buruh. Pembayaran upah yang ditetapkan dalam uang menurut lamanya waktu harus dilakukan sebagai berikut : jika upah ditetapkan untuk tiap minggu atau suatu waktu yang lebih pendek. Tiap hak dari si buruh untuk menuntut sesuatu berdasarkan pasal ini gugur dengan lewatnya waktu enam bulan. Namun itu Hakim adalah berkuasa. jika upah ditetapkan untuk suatu waktu yang lebih lama dari satu bulan. jika upah ditetapkan untuk suatu waktu yang lebih lama dari satu minggu tetapi lebih pendek dari satu bulan. 16021. maka pembayaran itu harus dilakukan. Pembayaran upah.ditetapkan disitu. tiap-tiap kali setelah lewat satu triwulan. tetapi paling banyak sampai jumlah pada mana kerugian yang diderita oleh si buruh dinilaikannya. sekadar dilakukan lain daripada yang ditentukan dalam kedua pasal yang lalu. Jika tempat pembayaran upah tidak ditetapkan dalam perjanjian atau reglemen atau oleh kebiasaan.

1602m. atau pun jika upah ditetapkan sebagian demi sebagian menurut beberapa waktu yang berbeda-beda. kecuali jika dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen telah diperjanjikan bahwa pembayaran akan terjadi menurut ketentuan-ketentuan ayat ke satu. dengan pengertian bahwa upah ini harus dianggap telah ditetapkan menurut waktu yang lazim dipakai dalam menentukan upah untuk pekerjaan yang paling mirip dengan pekerjaan untuk mana upahnya harus dibayar itu. harus terjadi dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan pasal yang lalu. 1602n. Sekadar keterangan yang dimaksud dalam ayat satu mengenai keuntungan yang diperoleh dali perusahaan si majikan atau dalam sebagian dari perusahaan itu. tiap-tiap kali setelah lewatnya waktu yang ditentukan oleh kebiasaan setempat. dan untuk sebagian lagi ditetapkan secara lain. senantiasa boleh diperpendek oleh kedua belah pihak dengan kata sepakat. dan bahwa pembayaran upah yang ditetapkan untuk suatu bulan harus dilakukan tiap-tiap kali setelah lewatnya satu triwulan. yang ditetapkan dalam pasal ini atau berdasarkan pasal ini. Jika upah yang berupa uang sebagian ditetapkan menurut lamanya waktu. dengan pengertian bahwa pembayaran paling sedikit harus dilakukan sekali setahun.setelah tewatnya waktu setengah bulan. maka untuk . sedangkan menurut sifat perusahaan atau kebiasaan keuntungan tersebut baru ditetapkan setelah lewatnya waktu yang lebih dari satu tahun maka dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat diperjanjikan bahwa pembayaran akan dilakukan tiap kali setelah diadakan penetapan itu. Pembayaran upah yang ditetapkan dalam uang tetapi tidak menurut lamanya waktu. 1602o. pembayarannya harus dilakukan tiap kali apabila jumlah upah itu telah dapat ditetapkan. Sekadar upah yang ditentukan dalam uang terdiri atas suatu jumlah yang digantungkan pada sesuatu keterangan yang harus dapat ternyata dari pemegangan buku si majikan. dengan penyimpangan sekadarnya dari ketentuan-ketentuan di atas. menurut sifat. Pembayaran upah dari buruh-buruh yang tinggal pada si majikan harus terjadi. tempat dan waktu. Tenggang-tenggang waktu pembayaran.

1602r. yang berjumlah paling sedikit tiga seperempat dari upah yang biasa dibayar untuk pekerjaan yang paling mirip dengan pekerjaan yang bersangkutan. jika tidak dilakukan pembayaran ini disebabkan kesalahan si majikan. Selain pada waktu berakhirnya hubungan kerja. seluruh jumlah upah yang terutang harus dilunasi. dengan tidak mengurangi perhitungan yang tetap. ganti-rugi yang ia wajib bayar kepada si majikan. atas suatu tambahan upah karena kelambatan. Namun itu. Jika upah yang ditetapkan dalam uang atau bagian dari upah itu yang merupakan sisa setelahnya dipotong apa yang tidak usah dibayar apa yang dituntut oleh pihak-pihak ke tiga menurut ketentuan-ketentuan bab ini. denda-denda yang ia wajib bayar kepada si majikan menurut pasal . maka si buruh berhak. Pada tiap pembayaran. Namun itu Hakim adalah berkuasa membatasi tambahan sampai suatu jumlah yang dianggapnya adil mengingat keadaan-keadaan peristiwa. dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat diperjanjikan bahwa tiap kali. Suatu janji dengan mana diadakan penyimpangan dari sesuatu ketentuan dalam pasal ini hanyalah sah terhadap buruh-buruh yang upahnya berupa uang ada berjumlah lebih dari delapan rupiah sehari. 2o. akan dibayar suatu bagian tertentu dari upahnya. tempat dan waktu. pada hari pembayaran pertama pada mana itu dapat dilakukan. 1602p. tidak dibayar paling lambat pada hari kerja ke tiga setelah hari pada mana menurut pasal-pasal 1602l. mengingat sifat. 1602m dan 1602o pembayaran itu harus dilakukan. maka terhadap tuntutan pembayaran upah hanyalah diperbolehkan mengadakan perjumpaan utang tentang utang-utang si buruh yang berikut: 1o. mengenai upah yang ditetapkan dalam uang tetapi digantungkan pada hasil pekerjaan yang harus dilakukan.masing-masing bagian itu berlakulah ketentuan-ketentuan dari pasal-pasal 16021 sampai 1602n. tambahan mana untuk hari kerja ke empat sampai dengan hari kerja ke delapan berjumlah lima persen sehari dan untuk tiap-tiap hari seterusnya satu persen dengan pengertian bahwa tambahan karena kelambatan itu sekali-kali tidak boleh melebihi separuh dari jumlah yang terutang. 1602q.

serta kapan dan sebabnya denda itu dikenakan dengan penyebutan ketentuan reglemen atau perjanjian tertulis yang telah dilanggar. 5o. maka pada tiap-tiap pembayaran tidak diperbolehkan ia menjumpakan lebih dari seperlima bagim dari upah yang ditetapkan dalam uang yang sedianya harus dibayar. yang diberikan oleh si majikan berupa uang kepada si buruh. untuk apa yang ia seluruhnya dapat menjumpakan berdasarkan ketentuan-ketentum pasal ini. yang dengan suatu perjanjian tertulis telah disewakan oleh si majikan. jumlah yang telah dibayar secara kelebihan atas upah. persekot-persekot atas upah. harga pembelian barang-barang keperluan rumah tangga biasa dan sehari-hari. beserta bahan-bahan dasar dan bahan-bahan pembantu yang dipakai si buruh dalam perusahaannya sendiri.1601u. suatu ruangan. bahan-bahan dasar dan bahan-bahan pembantu tersebut di lain tempat. 4o. sedangkan harga itu tidak melebihi pula harga untuk mana si buruh dapat membeli barang-barang keperluan rumah tangga. asal oleh si majikan ini diberikan sepucuk surat bukti yang menerangkan jumlah tiap-tiap denda. sebidang tanah atau piranti maupun perkakas yang dipakai si buruh dalam perusahaannya sendiri. dalam mana tidak termasuk minuman keras dan candu. 8o. 6o. Tiap janji dengan mana kepada si majikan diberikan suatu kekuasaan yang . asal itu ternyata dari suatu keterangan sebagai tersebut dalam nomor yang lalu. satu dan lain yang oleh si majikan telah diserahkan kepada si buruh. Untuk apa yang si majikan sedianya akan dapat menuntut berdasarkan nomor-nomor 2o. harga sewa sebuah rumah. biaya perawatan dan pengobatan yang menurut pasal 1602x harus dipikul oleh si buruh. 7o. perjumpaan utang tidak boleh melampaui dua seperlima dari jumlah yang sama. telah dipenuhi oleh si majikan untuk keperluan si buruh:. asal penyerahan itu dapat dinyatakan dari suatu keterangan tertulis diberikan oleh si buruh yang menyebutkan sebab serta jumlah utang dan lagi asal si majikan tidak meminta untuk barang-barang itu lebih dari harga pembelian. iuran untuk suatu dana yang menurut ayat ke dua dari pasal 1601s. 3o. 3o dan 5o.

makan atau lainlain keperluan hidup. memenuhinya menurut kebiasaan setempat. memenuhi ibadat-ibadat agamanya. sedangkan halangan ini tidak disebabkan oleh perbuatan si buruh sendiri. menurut kebiasaan setempat. sekadar ini ditetapkan dalam perumahan.lebih luas untuk menjumpakan utang adalah batal. yang jumlahnya ditetapkan dengan perjanjian atau jika tidak ada suatu perjanjian. maka dengan izin sebelumnya dari Menteri Sosial bagi buruh-buruh atau golongan-golongan buruh . asal dalam satu bulan paling sedikit diberikan dua hari Minggu libur. jika itu tidak ada. begitu pula menikmati istirahat dari pekerjaannya. dipersamakan dengan hari Minggu. 1602u. 1602v. Si majikan diwajibkan kepada buruh-buruh yang bertinggal padanya. Jika upah si buruh seluruhnya atau sebagian ditetapkan dalam perumahan. bahwa kewajiban si majikan ini akan dikecualikan atau dibatasi. adalah batal. hingga si buruh tidak usah melakukan pekerjaan pada hari Minggu dan hari-hari yang menurut kebiasaan setempat. dengan tidak dipotong upahnya. diwajibkan memberikan kepada si buruh ini suatu ganti rugi. yang untuk sementara waktu berhalangan memenuhi upah. sekadar mengenai pekerjaan yang diperjanjikan. sedangkan jumlah hari libur dalam satu tahun paling sedikit 52 hari. Jika berhubung dengan syarat-syarat istimewa dari perusahaan-perusahaan tertentu sepatutnya tidak dapat diharapkan. memberikan kesempatan. 1602t. maka si majikan diwajibkan. si majikan adalah berhak untuk menyimpang dari ketentuan dalam ayat yang lalu. 1602s. asal menurut syarat-syarat kesehatan dan kesusilaan baik. makan dan lain-lain keperluan hidup. Jika sifat pekerjaan menghendakinya. bahwa dalam perusahaan itu atau dalam bagian-bagian maupun babakan-babakan dari perusahaan-perusahaan itu paling sedikit diberikan dua hari Minggu libur dalam satu bulan. Si majikan. dalam kedua-dua hal secara yang ditetapkan dengan perjanjian atau. Tiap janji yang kiranya dapat mengakibatkan. oleh kebiasaan setempat. Si majikan diwajibkan mengatur pekerjaan sedemikian rupa.

sebagaimana dapat dituntut sepantasnya berhubung dengan sifat pekerjaan. yang ia tidak mendapat libur. hingga mereka itu menurut kebiasaan setempat mempunyai kesempatan mengikuti pelajaran-pelajaran dalam lembaga-lembaga untuk agama. dalam mana telah secara kurang diberikan libur pada hari Minggu atau lain hari raya. begitu pula untuk mengenai hal melakukannya pekerjaan mengadakan aturan yang sedemikian serta memberikan petunjuk-petunjuk. Dengan peraturan Pernerintah dapat ditetapkan aturan untuk pernberian izin yang termaksud ini. dengan menyimpang sekadarnya dari apa yang ditentukan dalam pasal 1601w. terhitung mulai hari penghabisan dari tahun penanggalan. Si majikan diwajibkan untuk mengatur dan memelihara ruanganruangan. si majikan diwajibkan mengganti kerugian yang karenanya menimpa si buruh dalam menjalankan . hingga si buruh diperlindungi terhadap bahaya bagi jiwa. maka si buruh.dalam perusahaan-perusahaan tersebut dapat diadakan aturan yang menyimpang dari ayat yang lalu. 1602w. pengajaran ulangan atau pengajaran keahlian. Tiap hak untuk menuntut sesuatu berdasarkan pasal ini. kehormatan dan harta-bendanya. Tiap janji yang bertentangan dengan aturan ini adalah batal. sebegitu jauh. pengajaran lanjutan. Dengan peraturan pernerintah dapat diadakan aturan-aturan untuk sedapat-dapatnya mewajibkan si majikan mengadakan pencatatan tentang hari-hari libur yang diberikan kepada si buruh dalam register-register yang disediakan untuk itu. Terhadap buruh-buruh yang belum dewasa si majikan diwajibkan mengatur pekerjaannya sedemikian rupa. piranti-piranti atau perkakas-perkakas dalam mana atau dengan mana ia menyuruh melakukan pekerjaan sedemikian rupa. sejumlah dua kali lipat upah sehari yang ditetapkan dalam uang. berhak atas suatu ganti rugi untuk tiap hari Minggu atau hari raya lain. Jika telah diperbuat bertentangan dengan apa yang ditentukan dalam ayat ke satu atau ayat ke dua atau pun bertentangan dengan suatu aturan menyimpang sebagaimana dimaksudkan dalam ayat ke tiga. gugur setelah waktu tiga tahun. Jika kewajiban-kewajiban itu tidak dipenuhi. asal jumlah hari libur dalam satu tahun paling sedikit 52 hari.

adalah batal. bahwa tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban itu disebabkan keadaan memaksa atau bahwa meninggalnya si buruh itu sebagian besar ada juga disebabkan oleh kesalahan kasar dari si buruh sendiri. Si majikan pada umunya diwajibkan melakukan atau pun tidak berbuat segala apa yang didalam keadaan yang sama sepatutnya harus dilakukan . Si majikan diwajibkan. adalah batal. 1602x. oleh si majikan dapat dilimpahkan kepada orang-orang lain. Dengan undang-undang natnun itu dapat diadakan aturan-aturan yang menetapkan. selama berlangsungnya perhubungan kerja tetapi paling lama untuk waktu enam minggu. Tiap janji. Jika sebagai akibat dari tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban itu oleh si majikan. kecuali apabila ia dapat membuktikan bahwa tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban itu disebabkan keadaan memaksa atau bahwa kerugian tersebut sebagian besar ada juga disebabkan oleh kesalahan kasar dari si buruh sendiri. 1602y. Tiap janji yang kiranya akan mengakibatkan bahwa kewajiban-kewajiban si majikan ini dikecualikan atau dibatasi. jika seorang buruh yang bertinggal padanya.pekerjaannya. si buruh didalam melakukan pekerjaannya mendapat luka yang sedemikian hingga ia meninggal karenanya. yang dimaksudkan dalam ayat ke dua dan ayat ke tiga. yang lazimnya dipelihara dengan pekerjaannya. sakit atau mendapat kecelakaan. maka si majikan diwajibkan memberikan ganti rugi kepada suami atau istri si buruh yang ditinggalkan. Ia berhak menuntut kembali biayanya dari si buruh. yang kiranya akan mengakibatkan bahwa kewajiban-kewajiban si majikan ini dikecualikan atau dibatasi. bahwa kewajiban mengganti kerugian. kecuali apabila si majikan itu dapat membuktikan. anak-anak atau orang tua si meninggal. rnenguruskan perawatan dan pengobatannya sepantasnya. sekadar tentang hal itu tidak telah diadakan aturan atas dasar lain. tetapi yang mengenai biaya selama empat minggu yang pertama hanyalah apabila sakit atau kecelakaan itu disebabkan kesengajaan atau tak susila si buruh atau akibat dari suatu cacat badan tentang mana si buruh sewaktu membuat perjanjian dengan sengaja telah memberikan keterangan-keterangan palsu kepada si majikan.

Tiap janji yang kiranya akan mengakibatkan. memberikan kepadanya sepucuk surat pernyataan yang ditandatangani olehnya. jika si buruh telah mengakhiri hubungan kerja secara berlawanan dengan hukum. Si buruh diwajibkan sendiri melakukan pekerjaannya. Si majikan diwajibkan pada waktu berakhirnya perhubungan kerja. jika namun itu si majikan telah mengakhiri hubungan kerja dengan tidak memajukan sesuatu alasan maka ia hanya diwajibkan menyebutkan apa alasan-alasan itu. bahwa kewajiban-kewajiban si majikan ini dikecualikan atau dibatasi. Surat pemyataan itu memuat suatu keterangan yang sesungguhnya tentang sifat pekerjaan yang telah dilakukan serta lamanya hubungan kerja. Si majikan yang menolak memberikan surat pernyataan yang diminta.atau tidak diperbuat oleh seorang majikan yang baik. atau pula memberikan suatu tanda pada surat pernyataannya yang dimaksudkan untuk memberikan sesuatu keterangan tentang si buruh yang tidak termuat dalam surat pemyataannya sendiri. tentang cara bagaimana si buruh telah menunaikan kewajiban-kewajibannya dan cara bagaimana hubungan kerja berakhir. 1602z. 1603a. begitu pula. adalah batal. atau dengan sengaja menuliskan keterangan-keterangan yang tidak benar. BAGIAN KE EMPAT Tentang kewajiban buruh 1603. tetapi hanya atas permintaan khusus dari orang kepada siapa surat pernyataan itu harus diberikan. atas permintaan si buruh. atau lagi memberikan keterangan-keterangan kepada orang-orang pihak ke tiga yang bertentangan dengan surat pernyataannya. tak bolehlah ia. Sekadar tentang sifat serta luasnya pekerjaan yang harus dilakukan tidak dijelaskan dalam perjanjian atau reglemen. maka hal itu ditentukan oleh kebiasaan. Si buruh diwajibkan melakukan pekerjaan yang dijanjikan menurut kemampuannya yang sebaik-baiknya. adalah bertanggung jawab baik terhadap si buruh maupun terhadap orang-orang pihak ke tiga tentang kerugian yang diterbitkan karenanya. selain dengan izin si majikan dalam melakukan pekerjaannya itu digantikan oleh . maka si majikan adalah berhak untuk menyebutkan hal itu didalam surat pernyataannya.

1603b. tetapi paling lama untuk satu tahun dan atas dasar syarat-syarat lama. tidak telah menyimpang dengan perjanjian yang dibuatnya tertulis atau dalam reglemen. yang disebutkan dalam ayat ke satu dari pasal yang lalu. juga dalam hal lamanya hubungan kerja telah ditetapkan sebelumnya. 2o. jika demikian itu telah diperjanjikan dalam perjanjian yang dibuat tertulis atau dalam reglemen. jika menurut aturan undang-undang atau menurut kebiasaan. Pemberitahuan sebelumnya tentang kehendak untuk mengakhiri hubungan kerja hanya diperlukan : 1o. Si buruh pada umumnya diwajibkan melakukan. 1603d. Hubungan kerja berakhir demi hukum. 1603c. atau jika itu tidak ada. sekadar itu diperbolehkan. yang diberikan kepadanya oleh atau atas nama si majikan didalam batas-batas aturan-aturan undang-undang atau perjanjian maupun reglemen. maupun tidak berbuat segala apa yang didalam keadaan yang sama. Si buruh diwajibkan mentaati aturan-aturan tentang hal melakukan pekerjaan serta aturan-aturan yang ditujukan pada perbaikan tata tertib dalam perusahaan si majikan. atau dalam ketentuan undang-undang atau lagi. diteruskan oleh kedua belah pihak dengan tidak ada bantahan. setelah lewatnya waktu.orang ke tiga. 1603f. BAGIAN KE LIMA Tentang bermacam-macam cara berakhirnya hubungan kerja. yang diterbitkan dari perjanjian 1603e. harus bertingkah laku menurut tertibnya rumah. jika itu tidak ada. dengan lewatnya waktu yang ditetapkan dalam perjanjian maupun reglemen. sedangkan kedua belah pihak. Jika hubungan kerja. Sekadar hubungan kerja yang diperpanjang itu akan berlangsung untuk waktu yang . harus ada suatu pemberitahuan tentang kehendak untuk mengakhirinya. patut dilakukan atau tidak diperbuat oleh seorang buruh yang baik. oleh kebiasaan. menurut kebiasaan. maka dianggap bahwa hubungan itu dilangsungkan lagi untuk waktu yang sama. Si buruh yang bertinggal pada si majikan.

atau pula oleb kebiasaan. apabila pada waktu penghentian hubungan kerja telah berlangsung berturut-turut paling . 1603g. 1603i. dua bulan atau tiga bulan. Dengan perjanjian tertulis atau dengan reglemen. apabila hubungan kerja pada waktu penghentian itu sudah berlangsung selama paling sedikit dua tahun terus-menerus. selainnya hari terakhir dari tiap-tiap bulan penanggalan. asal hubungan kerja diperpanjang dengan waktu paling sedikit enam bulan. Tiap janji dengan mana kiranya akan diberikan keleluasaan untuk menghentikan hubungan kerja menjelang suatu hari lain. Jika hubungan kerja telah dibuat untuk waktu tak tertentu atau hingga diakhiri. maka masing-masing pihak adalah berhak mengakhirinya dengan pemberitahuan penghentian dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan dalam dua pasal yang berikut. maka dianggaplah hubungan kerja itu sebagai dibuat untuk waktu tak tertentu. akibat-akibat pernberitahuan penghentian yang tidak dilakukan pada tepat waktu dapat diatur lain. Jika lamanya suatu hubungan kerja tidak telah ditentukan dengan perjanjian atau reglemen maupun dengan suatu aturan undang-undang. Aturan yang sama berlaku jika didalam hal-hal yang disebutkan dalam ayat ke dua dari pasal yang lalu tidak dilakukan pernberitahuan penghentian pada waktu yang tepat. Kecuali dalam hal yang ditentukan dalam kedua ayat yang berikut dari pasal ini. 1603h.kurang dari enam bulan. maka dalam hal menghentikan hubungan kerja harus paling sedikit diindahkan suatu tenggang waktu yang lamanya satu bulan. adalah batal. Tenggang waktu yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. tetapi untuk selainnya atas dasar syarat-syarat lama. bagi si majikan diperpanjang berturut-turut dengan satu bulan. boleh ditentukan bahwa tenggang yang dimaksudkan dalam ayat yang lalu bagi si buruh dapat diperpanjang dengan waktu paling lama satu bulan. maka dianggap bahwa hubungan itu dibuat untuk waktu tidak tertentu. Dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen. Pemberitahuan untuk mengakhiri hubungan kerja hanyalah boleh dilakukan menjelang hari terakhir dari tiap-tiap bulan penanggalan.

begitu pula tiap janji dengan mana antara dua pihak yang sama ditetapkan lagi suatu waktu percobaan baru. yang terputus selama suatu waktu yang kurang dari empat minggu atau pun yang bersambungan seketika satu sama lain. adalah batal. paling sedikit dua tahun tetapi kurang dari tiga tahun dan paling sedikit tiga tahun terus-menerus. maka selama waktu itu masing-masing pihak adalah berhak seketika. adalah batal. dengan pemberitahuan penghentian dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan pasal-pasal 1603 h dan 1603 i. Jika telah diperjanjikan suatu waktu percobaan. mengakhiri hubungan kerja dengan pemberitahuan penghentian. kecuali jika dari perjanjiannya dapat disimpulkan sebaliknya. Jika wakil menurut undang-undang dari seorang belum dewasa berpendapat. seakan-akan hubungan kerja tersebut telah dibuat untuk waktu tak tertentu. 1603 m. 1603i. untuk suatu waktu tertentu yang kurang dari enam bulan dianggap sebagai dibuat untuk waktu tak tertentu. ter. yang dibuat oleh seorang buruh didalam waktu empat minggu setelah berakhirnya hubungan kerja yang lama. Namun itu baik para ahli warisnya si majikan di satu pihak maupun si buruh di lain pihak berhak mengakhiri hubungan kerja yang dibuat untuk suatu waktu tertentu. Hubungan kerja berakhir dengan meninggalnya si buruh. Hubungan-hubungan kerja pada majikan yang sama. bahwa perjanjian perburuhan yang dibuat oleh si belum dewasa itu . secara yang dimaksudkan dalam pasal 1603f dianggap. pada majikan yang sama. 1603j. 1603k.sedikit satu tahun tetapi kurang dari dua tahun. 1603 l. Tiap janji dengan mana waktu percobaan tidak ditetapkan sama untuk kedua belah pihak atau ditetapkan untuk waktu yang lebih lama dari tiga bulan. 1603i bis. dengan tidak membedakan apakah ini telah dibuat untuk waktu tertentu atau untuk waktu tak tertentu. sekadar mengenai hal tenggang waktu penghentian yang dimaksudkan dalam pasal 1603i. Hubungan kerja tidak berakhir dengan meninggalnya si majikan. sebagai suatu hubungan perburuhan yang tak pernah terputus. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dari pasal ini. Suatu perjanjian perburuhan baru.

melainkan setelah mendengar atau memanggil dengan sah si belum dewasa si majikan dan lagi Balai Harta Peninggalan jika si belum dewasa berada di bawah perwalian dimana Balai Harta Peninggalan itu menjadi wali pengawasnya. atau kepada si majikan ini dengan sengaja telah memberikan . kecuali adanya kekuasaan Jaksa Agung untuk semata-mata demi kepentingan undangundang. atau pula jika ia berpendapat. apabila si buruh pada waktu menutup perjanjiannya telah menyesatkan si majikan dengan memperlihatkan surat-surat pernyataan yang palsu atau dipalsukan. jika pihak lawan tidak menyetujuinya. Terhadap penetapan tersebut tidak ada jalan untak melawannya. Masing-masing pihak dapat mengakhiri hubungan kerjanya tanpa pemberitahuan penghentian atau mengindahkan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk pemberitahuan-pemberitahuan penghentian.akan mempunyai akibat. Hakim takkan meluluskan permohonan. tetapi pihak yang melakukan ini. Jika Hakim mengabulkan permohonan. Bagi si majikan dianggap sebagai alasan-alasan yang mendesak dalam arti pasal yang lalu perbuatan-perbuatan. Alasan-alasan yang mendesak antara lain dapat dianggap ada: 1 o. bahwa syarat-syarat yang disebutkan dalam surat kuasa yang diterangkan dalam pasal 1601 g tidak dipenuhi. supaya perjanjian perburuhan tersebut dinyatakan putus. sifat-sifat atau tingkah laku si buruh yang demikian hingga karenanya dari pihaknya si majikan tidak sepatutnya dapat diminta untuk meneruskan hubungan kerjanya. maka. bolehlah ia memajukan permohonan tertulis kepada Hakim di tempat dimana si belum dewasa sesungguhnya berdiam. atau sudah mempunyai akibat yang merugikan bagi si belum dewasa. 1603 n. kecuali apabila ia pada waktu itu juga membayar ganti rugi atas dasar yang ditentukan dalam pasal 1603 q. berbuat berlawanan dengan hukum. atau apabila ia mengakhiri hubungan kerja secara demikian itu karena suatu alasan yang mendesak yang seketika diberitahukan kepada pihak lawan. 1603 o. ia menetapkah pada waktu mana hubungan kerjanya akan berakhir. memajukan permintaan kasasi terhadap penetapan tersebut.

masih saja gernar akan mabuk. untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan baik. 7 o. penipuan atau lain-lain kejahatan. 2 o. yang ia diwajibkan merahasiakan. meskipun telah diperingatkan. 8 o. meskipun telah diperingatkan. sanak keluarga atau teman-teman serumah si majikan. 3 o. secara sembrono merusakkan milik si majikan atau menerbitkan bahaya yang sungguhsungguh mengancam milik itu. yang menyebabkan ia tidak patut lagi mendapat kepercayaan dari si majikan. 9 o. apabila ia. 12 o. apabila ia dengan sengaja atau. 11 o. madat atau berbuat tingkah laku yang buruk lainnya. apabila ia menganiaya. meskipun telah diperingatkan. apabila ia karena sengaja atau sembrono telah menjadi tak mampu melakukan pekerjaannya. apabila ia ternyata terlalu arnat kurang mempunyai kecakapan atau kesanggupan untuk pekerjaan untuk mana ia telah mengikatkan dirinya. apabila ia berkeras kepala menolak akan memenuhi perintah-perintah yang patut yang diberikan kepadanya oleh atau atas nama si majikan. apabila ia dengan cara lain sangat melalaikan kewajiban-kewajiban yang oleh perjanjian dibebankan padanya.keterangan-keterangan palsu tentang cara bagaimana hubungan kerja yang lama telah berakhir. atau teman-teman sekerjanya. menghina secara kasar atau mengancam sungguh-sungguh si majikan. apabila ia dengan sengaja atau. 5 o. 4 o. 10 o. penggelapan. menerbitkan bahaya yang sungguh-sungguh mengancam pada dirinya sendiri atau lain-lain orang. apabila ia mengumumkan hal-hal istimewa mengenai rumah tangga atau perusahaan si majikan. sanak keluarga atau teman-teman serumah si majikan atau teman-teman sekerjanya. apabila ia telah melakukan pencurian. Janji-janji yang menetapkan bahwa kepada si majikan akan diserahkan . apabila ia membujuk atau mencoba membujuk si majikan. 6 o.

apabila ia tidak membayar upah pada waktu yang ditentukan. Bagi si buruh dianggap sebagai alasan-alasan yang mendesak dalam arti pasal 1603 n keadaan-keadaan yang demikian sehingga karenanya tidak sepantasnya dapat diharapkan dari si buruh untuk meneruskan hubungan kerjanya. 7 o. kesusilaan atau nama baiknya. 2 o. 4o. apabila. jika sifat hubungan kerja tidak mengharuskannya. Alasan-alasan yang mendesak antara lain harus dianggap ada: 1 o. dalam hal telah diperjanjikan makan dan perumahan.untuk menentukan apakah ada suatu alasan yang mendesak dalam arti pasal 1603 n. apabila ia membujuk atau mencoba membujuk si buruh. memerintahkan kepada si buruh itu supaya ia melakukan pekerjaan dalam perusahaan seorang majikan lain. kesehatan. menghina secara kasar atau mengancam sungguh-sungguh si buruh. adalah batal. ia tidak menyelenggarakan hal-hal itu sepantasnya. apabila ia. sanak keluarga atau teman-teman serumah si buruh untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan baik. jika upah si buruh digantungkan pada hasil pekerjaan yang harus dilakukan si majikan tidak memberikan bantuan yang diperjanjikan atau tidak memberikan secukupnya. 3 o. apabila ia terlalu amat melalaikan kewajiban-kewajiban yang oleh perjanjian dibebankan kepadanya. 10 o. apabila terus berlangsung hubungan kerja bagi si buruh akan membawa bahaya yang sungguh-sungguh untuk jiwa. atau membiarkan bahwa pembujukan atau percobaan membujuk yang demikian itu dilakukan oleh salah seorang teman serumah atau bawahannya. sedangkan itu tidak ternyata sewaktu perjanjian dibuat. apabila. 1603 p. 5 o. apabila si buruh karena sakit atau lain-lain sebab diluar salahnya . atau membiarkan bahwa perbuatan-perbuatan semacam itu dilakukan oleh salah seorang teman serumahnya atau bawahannya. apabila ia tidak memberikan pekerjaan secukupnya kepada si buruh yang upahnya digantungkan pada hasil pekerjaan yang dilakukan. sedangkan si buruh menolaknya. 6 o. apabila si majikan menganiaya. 8 o. 9 o.

dalam hal suatu hubungan kerja yang dibuat untuk suatu waktu tertentu. maka jika hal itu disertai alasan-alasan istimewa hingga kerugian yang disebabkan dapat dianggap . Jika upah si buruh. 1603 r. maka berlakulah ukuran dari pasal 1601 o. jika ganti rugi itu menurut pendapatnya melampaui yang sepantasnya. terhitung mulai hari hubungan kerjanya telah berakhir. Janji-janji yang menetapkan bahwa kepada si buruh akan diserahkan untuk menentukan apakah ada suatu alasan yang mendesak dalam arti pasal 1603 n. yang ditetapkan sebanyak enam persen setahun. Disini yang dimaksudkan dengan upah ialah unsur-unsur upah yang disebutkan di bawah nomor 1o dan 7o dari pasal 1601 p. ganti rugi tersebut adalah sama dengan jumlah upah untuk lamanya waktu yang hubungan kerjanya itu menurut pasal 1603 e dan pasal 1603 f sedianya harus berlangsung terus. Jika salah satu pihak telah mengakhiri hubungan kerjanya tanpa pemberitahuan penghentian atau dengan tidak mengindahkan peraturan-peraturan yang berlaku untuk pemberitahuan penghentian seraya memberikan ganti rugi kepada pihak lawan atas dasar ketentuan ayat ke satu pasal yang lalu. Dari jumlah ganti rugi yang terutang harus dibayar suatu bunga. pada suatu jumlah yang kurang. Dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen boleh ditetapkan suatu ganti rugi yang lebih jumlahnya. Hakim berkuasa menetapkan ganti rugi yang dimaksudkan dalam ayat ke satu dan ayat ke empat pasal ini. sama dengan jumlah upah yang harus dibayar sampai pada hari berikutnya hari pada mana hubungan kerja sedianya akan dapat diakhiri dengan pemberitahuan penghentian. adalah batal. seluruhnya atau sebagian tidak ditetapkan menurut lamanya waktu. Tiap janji dengan mana bagi si buruh diperjanjikan suatu ganti rugi yang jumlahnya kurang. 1603 q: Ganti rugi yang dimaksudkan dalam pasal-pasal 1601 k dan 1603 n adalah dalam hal suatu hubungan kerja yang dibuat atau dianggap telah dibuat untuk suatu waktu tak tertentu. adalah batal.menjadi tak mampu melakukan pekerjaan yang diperjanjikan.

Dalam hal menghitung masa kerja maka bulan dalam mana perjanjiannya berakhir dihitung sebagai satu bulan penuh. beserta. biaya yang diperlukan untuk pelayaran itu. 1603 s. dan pihak lawan itu telah menggunakan haknya tersebut. ke tempat asalnya atau ke tempat cuti. menuntut suatu ganti rugi sebesar gaji yang ia sedianya akan memperolehnya selama waktu cuti. maka pihak lawannya berhak menuntut jumlah yang termaksud dalam pasal 1603 q. mengakhiri hubungan kerjanya . membayar kepadanya suatu jumlah uang. Hal yang sama berlaku juga. pihak lawan tersebut berhak menuntut penggantian kerugian lagi. setelah bagian dari masa kerja yang tersebut dalam ayat yang lalu telah lampau. bis. setelah separuh dari masa kerja dalam perjanjian ditentukan untuk pemberian cuti lampau si majikan sepihak mengakhiri perjanjian tanpa alasan yang mendesak. maka si buruh adalah berhak untuk. atau suatu ganti rugi sepenuhnya. jika didalam perjanjian telah diperjanjikan suatu hak atas pelayaran dengan cuma-cuma. jika si buruh. jika salah satu pihak telah memberikan suatu alasan yang mendesak kepada pihak lawannya untuk mengakhiri hubungan kerjanya tanpa pemberitahuan penghentian atau dengan tidak mengindahkan peraturan-peraturan yang berlaku untuk pemberitahuan penghentian. selebihnya dan selainnya apa yang kiranya menjadi haknya berhubung dengan pemecatannya atas dasar lain. 1603 s. Jika si majikan mengakhiri hubungan kedanya dengan maksud meluputkan diri dari kewajibannya untuk memberikan suatu cuti setelah suatu masa kerja tertentu yang telah dijanjikan dalam atau berhubung dengan perjanjiannya. Jika diluar hal yang termaksud dalam ayat yang lalu. pada saat hubungan kerjanya diakhirinya. maka ia diwajibkan selain apa yang ia wajib membayar kepada si buruh atas dasar lain. yang imbangannya terhadap jumlah ganti rugi yang termaksud dalam ayat ke satu adalah sama dengan imbangan antara masa kerja yang dibutuhkan untuk perolehan cuti yang telah lampau pada saat berakhirnya perjanjian dan masa kerja yang dibutuhkan untuk perolehan cuti. Hal yang sama berlaku. Jika salah satu pihak telah mengakhiri hubungan kerjanya secara berlawanan dengan hukum.tidak cukup diganti dengan ganti rugi yang diterimanya.

Hakim takkan meluluskan permohonan. . kecuali alasan-alasan mendesak sebagai termaksud dalam pasal 1603 n.karena suatu alasan yang mendesak yang diberikan oleh si majikan. selain setelahnya mendengar pihak lawan atau memanggilnya secara sah. si buruh namun itu adalah berhak menghentikannya dengan pemberitahuan penghentian mulai saat. adalah batal. memajukan permohonan tertulis kepada Pengadilan Negeri dari tempat kediamannya yang sesungguhnya. Tiap janji yang mungkin menyebabkan kekuasaan menghentikan ini akan dikecualikan atau dibatasi adalah batal. atau karena suatu alasan mendesak yang diberikan oleh si majikan. atau berdasarkan pasal 1267. Tiap janji yang mungkin berakibat bahwa kekuasaan ini akan dikecualikan atau dibatasi. Sebagai alasan-alasan panting. 1603 v. Jika hubungan kerja dibuat untuk waktu yang lebih lama dari lima tahun atau untuk selama hidupnya seorang tertentu. Masing-masing pihak adalah setiap waktu berhak. Jika Hakim menyatakan bubarnya perjanjian atas alasan lain daripada alasan-alasan yang mendesak. gugur dengan lewatnya waktu satu tahun. karena alasan-alasan penting. harus dianggap juga perubahan-perubahan keadaan pribadi atau kekayaan si pemohon atau pihak lawan ataupun perubahan-perubahan keadaan-keadaan dalam mana pekerjaannya dilakukan. maka ia adalah berkuasa mengurangi jumlah uang yang ditetapkan dalam ayat ke dua hingga suatu jumlah yang sedemikian yang dianggapnya adil mengingat keadaan-keadaan kejadian. hingga sepantasnya hubungan kerjanya harus berakhir seketika atau setelah suatu waktu yang pendek. juga sebelumnya pekerjaan dimulai. Tiap hak untuk menuntut sesuatu yang berdasarkan pasal yang lalu. pada mana lima tahun telah lampau sejak ia mulai berlaku. maka. atau jika Hakim menyatakan bubarnya perjanjian karena alasan-alasan penting yang tidak mendesak sebagaimana termaksud dalam pasal 1603 v. karena si majikan tidak memenuhi kewajiban-kewajibannya. 1603 u. 1603 t. dengan mengindahkan suatu tenggang waktu enam bulan. yang demikian sifatnya. supaya perjanjian perburuhan dinyatakan bubar.

BAGIAN KE ENAM Tentang pemborongan pekerjaan 1604. Dengan undang-undang dapat ditetapkan aturan-aturan khusus bagi perjanjian-perjanjian untuk melakukan pekerjaan dalam perusahaan-perusahaan pertanian atau kerajinan. Perjanjian-perjanjian perburuhan yang dibuat antara seorang majikan yang tidak tunduk dan seorang buruh yang tunduk pada ketentuan-ketentuan yang lalu dari bab ini. 1603 w. dengan tidak memandang maksudnya para pihak. tidak dikecualikan oleh ketentuan-ketentuan dalam bagian ini.Kedua ayat terakhir dari pasal 1603 m adalah berlaku. dikuasai oleh ketentuan-ketentuan ini. ketentuan-ketentuan tersebut oleh kedua belah pihak atau atas nama mereka. kota praja. 1603 y. Dalam hal pemborongan pekerjaan dapat ditetapkan dalam perjanjian bahwa si pemborong hanya akan melakukan pekerjaan saja atau bahwa ia juga akan memberikan bahannya. . dengan tidak mengingat maksudnya para pihak. ataupun oleh suatu ketentuan undang-undang dinyatakan berlaku. 1603 z. Perjanjian-perjanjian perburuhan yang dibuat antara seorang majikan yang tunduk dan seorang buruh yang tidak tunduk pada ketentuanketentuan yang lalu dari bab ini. Kekuasaan para pihak untuk menuntut punbatalan perjanjian berdasarkan pasal 1267 disertai penggantian biaya. Ketentuan-ketentuan penutup 1603 x. untuk melakukan pekerjaan pada kereta api atau pada perusahaan-perusahaan pengangkutan dan lain-lain perusahaan. Ketentuan-ketentuan yang lalu dari bab ini tidak berlaku bagi orangorang yang bekerja pada Negara daerah atau bagian daerah. rugi dan bunga. badan untuk menyelenggarakan perairan atak lain badan kecuali jika sebelum atau pada waktu mulai berlakunya hubungan kerja. jika perjanjian-perjanjian tersebut mengenai pekerjaan yang sama atau hampir sama dengan pekerjaan yang lazimnya dilakukan oleh buruh-buruh yang tunduk pada ketentuan-ketentuan dari bab ini. dikuasai oleh ketentuan-ketentuan ini.

Jika suatu pekerjaan dikerjakan sepotong demi sepotong atau seukuran demi seukuran. apabila pihak yang memborongkan tiap-tiap kali membayar si pemborong menurut imbangan dari apa yang telah selesai dikerjakan. seluruhnya atau sebagian musnah disebabkan suatu cacat dalam penyusunannya atau bahkan karena tidak sanggupnya tanahnya. maka si pemborong tidaklah berhak atas harga yang dijanjikan. baik dengan dalih tambahnya upah-upah buruh atau bahan-bahan bangunan. sedangkan pihak yang memborongkan tidak telah lalu untuk memeriksa dan menyetujui pekerjaannya. 1607. Jika didalam hal yang tersebut dalam pasal yang lalu. dan pekerjaannya dengan cara bagaimana pun musnah sebelumnya pekerjaan itu diserahkan. Dalam halnya si pemborong diwajibkan memberikan bahannya. maka para ahli pembangunannya serta para pemborongnya adalah bertanggung jawab untuk itu selama sepuluh tahun. maka ia hanya bertanggungjawab untuk kesalahannya. jika perubahan-perubahan atau perbesaran-perbesaran itu tidak telah disetujui tertulis dan tentang harganya tidak telah diadakan perjanjian dengan si pemilik. maka pekerjaan itu dapat diperiksa sebagian demi sebagian. maka tak dapatlah ia menuntut suatu penambahan harga. Jika suatu gedung. yang telah diborongkan dan dibuat untuk suatu harga tertentu. . 1608. maka segala kerugian adalah atas tanggungan si pemborong. 1610. 1606. kecuali apabila pihak yang memborongkan telah lalai untuk menerima pekerjaan tersebut. sebelum pekerjaan itu diserahkan. kecuali apabila musnahnya barang itu disebabkan oleh sesuatu cacat dalam bahannya. 1609. pemeriksaan tersebut dianggap terjadi untuk semua bagian yang telah dibayar. menurut suatu rencana yang telah diperkirakan serta ditetapkan bersama-sama dengan si pemilik tanah. musnahnya pekerjaan itu terjadi diluar sesuatu kelalaian dari pihak si pemborong. Jika si pemborong diwajibkan melakukan pekerjaan saja dan pekerjaannya musnah.1605. Jika seorang ahli pembangun atau seorang pemborong telah menyanggupi untuk membuat suatu gedung secara memborong. maupun dengan dalih telah dibuatnya perubahan-perubahan dan tambahan-tambahan yang tidak termasuk dalam rencana.

tukang-tukang besi dan lain-lain tukang. tukang-tukang besi dan lain-lain tukang. Mereka adalah pemborong-pemborong didalam bagian pekerjaan yang mereka lakukan. meskipun pekerjaannya telah dimulai.1611. asal pekerjaan atau bahan tersebut dapat mempunyai suatu manfaat baginya. tukang-tukang kayu. asal pekerjaan atau bahan yang telah disediakan. serta harga bahan-bahan bangunan yang telah disediakan. 1614. Pihak yang memborongkan. 1615. Tukang-tukang batu. jika dikehendakinya demikian. 1616. sampai biaya dan upah-upah yang dikeluarkan untuk barang itu dipenuhi seluruhnya. boleh menghentikan pemborongannya. tidak mempunyai tuntutan terhadap orang untuk siapa pekerjaan-pekerjaan itu telah dibuatnya. tunduk pada aturanaturan yang diberikan dalam bagian ini. pemborong. Si pemborong adalah bertanggung jawab terhadap perbuatanperbuatan orang-orang yang dipekerjakan olehnya. adalah berhak menahan barang itu. yang lelah dipakai untuk mendirikan sebuah gedung atau untuk membuat sesuatu pekerjaan lain yang diborongkan. 1612. asal ia memberikan ganti rugi sepenuhnya kepada si pemborong untuk segaia biaya yang telah dikeluarkannya guna pekerjaannya serta untuk keuntungan yang terhilang karenanya. untuk mengerjakan sesuatu pada barang tersebut. yang atas tanggung jawab sendiri secara langsung dan untuk suatu harga tertentu menyanggupi melaksanakan suatu pekerjaan. tukang-tukang kayu. kecuali jika pihak yang memborongkan telah memberikan jaminan Pemborongan pekerjaan berhenti dengan meninggainya si . 1613. Orang-orang buruh yang memegang sesuatu barang kepunyaan orang lain. Namun itu pihak yang memborongkan diwajibkan untuk membayar kepada para ahli waris si pemborong harga pekerjaan yang telah dikerjakan menurut imbangannya terhadap harga pekerjaan yang telah dijanjikan dalam perjanjian. selainnya untuk sejumlah yang orang ini berutang kepada si pemborong pada saat mereka memajukan runtutannya. Tukang-tukang batu.

dan harus dibuat untuk manfaat bersama para pihak. dengan maksud untuk membagi keuntungan yang terjadi karenanya. 1619. Persekutuan-persekutuan adalah penuh atau khusus. Undang-undang hanyalah mengenal persekutuan penuh tentang keuntungan. atau hasil-hasil yang akan didapatnya dari barang-barang itu. 1617. jika dalam perjanjian ini tidak telah ditetapkan suatu saat lain. selama berlangsungnya persekutuan sebagai hasil dari kerajinan mereka. Hak-hak dan kewajiban-kewajiban jurujuru pengangkut dan nakhodanakhoda diatur didalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. Masing-masing sekutu diwajibkan memasukkan uang.secukupnya untuk pembayaran biaya dan upah-upah tersebut. Persekutuan adalah suatu perjanjian dengan mana dua orang atau lebih mengikatkan diri untuk memasukkan sesuatu dalam persekutuan. Persekutuan mulai berlaku sejak saat perjanjian. 1621. Dilarang adalah segala persekutuan. atau lagi mengenai suatu perusahaan maupun mengenai hal menjalankan sesuatu perusahaan atau pekerjaan tetap. atau pemakaiannya. barang-barang lain atau pun kerajinannya kedalam perseroan itu. BAB KE DELAPAN Tentang Persekutuan BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1618. Segala persekutuan harus mengenai suatu usaha yang halal. 1620. Persekutuan penuh tentang keuntungan hanyalah mengenai segala apa yang akan diperoleh para pihak dengan nama apa pun. Persekutuan khusus ialah persekutuan yang sedemikian yang hanya mengenai barang-barang tertentu saja. dengan tidak mengurangi ketentuan-ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam bab ke enam dan ke tujuh dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. 1622. BAGIAN KE DUA Tentang perikatan-perikstan antara para sekutu 1624. baik dari sernua kekayaan maupun dari sebagian tertentu dari kekayaan seorang secara percampuran seumumnya. 1623. .

demikian itu meskipun ia pada waktu menerima pembayaran tersebut menyatakan bahwa semuanya adalah untuk pengurangan atau pelunasan piutangnya pribadi. dan jika pemasukan ini terdiri atas suatu barang tertentu. Sekutu yang diwajibkan memasukkan sejumlah uang dan tidak melakukannya itu. Jika salah seorang sekutu telah menerima seluruh bagiannya dalam suatu piutang bersama. maka selcutu tersebut diwajibkan memasukkan apa yang telah diterimanya itu kedalam kas bersama.1625. namun itu jika ia pada waktu menerima pembayaran menenukan bahwa seluruh pembayaran adalah untuk membayar piutang persekutuan maka apa yang ditentukan itulah yang berlaku. maka ia diwajibkan menanggung. Para sekutu yang telah mengikatkan dirinya untuk memasukkan tenaga dan kerajinannya kedalam persekutuan diwajibkan memberikan perhitungan kepada persekutuan tentang semua keuntungan yang mereka telah peroleh dengan kerajinan yang sedemikian sebagaimana menjadi hal dari persekutuan. 1626. Jika salah seorang sekutu atas namanya sendiri. terhitung sejak hari ia telah mengambilnya guna kepentingannya pribadi. rugi dan bunga jika ada alasan untuk itu. meskipun ia telah menyatakan menerima pembayaran itu . mempunyai suatu penagihan sejumlah uang terhadap seorang yang disamping itu juga mempunyai suatu utang yang dapat ditagih pula kepada persekutuan maka setiap pembayaran yang diterima oleh sekutu tersebut harus dianggap berlaku baik untuk membayar piutang persekutuan maupun untuk membayar piutang si sekutu sendiri. Kesemuanya itu tidak mengurangi penggantian tambahan biaya. menurut imbangan di antara jumlah-jumlah kedua piutang tersebut. 1629. dan si berutang terkemudian jatuh kedalam keadaan tak mampu. Masing-masing sekutu berutang kepada persekutuan segala apa yang ia telah menyanggupi memasukkan didalamnya. dengan cara yang sama seperti dalam jual beli.] 1627. 1628. menjadi berutang bunga atas jumlah itu derni hukum dan dengan tidak usah ditagihnya pembayaran uang tersebut terhitung sejak hari uang tersebut sedianya harus dimasukkan. Hal yang sama berlaku terhadap jumlah-jumlah uang yang telah diambilnya dari kas bersama.

Masing-masing sekutu diwajibkan memberikan ganti rugi kepada persekutuan tentang kerugian-kerugian yang diderita oleh persekutuan yang disebabkan salahnya si sekutu sedangkan ia tidak diperbolehkan menjumpakannya dengan keuntungan-keuntungan yang diperolehnya untuk persekutuan berkat pekerjaan dan kerajinannya dalam urusan-urusan lain. Jika didalam perjanjian persekutuan tidak telah ditentukan bagian masing-masing sekutu dalam untung dan ruginya persekutuan maka bagian masing-masing adalah seimbang dengan apa yang ia telah masukkan dalam persekutuan. maka barang-barang tersebut adalah atas tanggungan si sekutu yang menjadi pemiliknya. bagian dari untung rugi ditetapkan sama dengan bagian si sekutu yang memasukkan uang atau barang paling sedikit. 1633. 1631. atau jika barangbarang itu dimasukkan dalam persekutuan menurut suatu perkiraan yang ditetapkan dalam suatu protelan atau inventaris. 1634.sebagai pelunasan bagiannya. Seorang sekutu mempunyai tuntutan terhadap persekutuan tidak saja tentang uang-uang yang ia telah keluarkan lebih dahulu untuk perkutuan tetapi juga tentang perikatan-perikatan yang ia telah perbuat dengan itikad baik guna kepentingan persekutuan dan lagi tentang kerugian-kerugian yang dideritanya yang tidak dapat dipisahkan dari pengurusannya. Jika barang-barang yang hanya kenikmatannya saja dimasukkan. maka barang-barang itu adalah atas tanggungan persekutuan. Terhadap si sekutu yang hanya memasukkan kerajinannya. 1630. Para sekutu tidaklah dapat memperjanji'kan bahwa mereka akan menyerahkan pengaturan tentang besarnya bagian masing-masing kepada salah seorang dari mereka atau kepada seorang pihak ke tiga. maka tak dapatlah si sekutu menuntut lebih daripada harganya menurut taksiran. terdiri atas benda-benda tertentu yang tidak musnah karena pemakaian. Jika barang-barang tersebut musnah karena pemakaian. . jika barang-barang tersebut turun harganya karena ditahan. jika barang-barang tersebut telah dimaksudkan untuk dijual. Jika barang itu telah ditaksir. 1632.

Kekuasaan ini selama berlangsungnya persekutuan tak dapat ditarik kembali tanpa alasan yang sah. biarpun bertentangan dengan sekutu-sekutu lainnya. para sekutu dianggap secara bertimbal-balik telah memberikan kuasa . Si sekutu yang dengan suatu janji khusus jalam perjanjian persekutuan ditugaskan melakukan pengurusan persekutuan dapat. bertindak tanpa satu bantuan dari yang lainnya. maka dapatlah ia ditarik kembali sebagaimana halnya dengan suatu pemberian kuasa biasa. Jika tidak ada janji-janji khusus mengenai cara-caranya mengurus. Janji dengan mana kepada salah seorang sekutu dijanjikan semua keuntungan. maka tak dapatlah pengurus yang satu. 1635. 1637. adalah batal. Jika beberapa sekutu telah ditugaskan melakukan pengurusan persekutuan dengan tidak ditentukan apakah yang menjadi pekerjaannya masingmasing. atau dengan tidak ditentukan bahwa yang satu tidak diperbolehkan melakukan sesuatu apa jika tidak bersama-sama bertindak dengan teman-temannya pengurus. melakukan segala perbuatan yang berhubungan dengan pengurusannya asal dia dalam hal itu berlaku dengan itikad baik. tanpa perjanjian baru. Namun itu adalah diperbolehkan untuk memperjanjikan bahwa semua kerugian semata-mata akan dipikul oleh salah seorang sekutu atau lebih. Jika telah diperjanjikan bahwa salah seorang pengurus tidak boleh melakukan sesuatu perbuatan pun jika tidak bersama-sama bertindak dengan seorang pengurus lain. 1639. harus diindahkan aturan-aturan yang berikut: 1 o. maka masing-masing sendirian adalah berkuasa untuk melakukan segala perbuatan yang mengenai pengurusan itu. 1638. 1636. meskipun orang yang belakangan ini pada sesuatu waktu berada dalam keadaan ketidakmampuan untuk turut melakukan perbuatan-perbuatan pengurusan. namun jika kekuasaan tersebut tidak telah diberikan didalam perjanjian persekutuan melainkan didalam suatu akta yang terkemudian.Suatu janji yang demikian harus dianggap sebagai tidak tertulis. dan peraturan-peraturan dari pasal yang lalu harus tetap diindahkan.

Masing-masing sekutu diperbolehkan. 4 o. Para sekutu yang tidak menjadi pengurus bahkan tidak diperbolehkan mengasingkan. sebagai anggota persekutuan. tetapi sekalipun ia ditugaskan melakukan pengurusan kepentingankepentingan persekutuan tak dapatlah ia memasukkan orang ke tiga tersebut. 2 o. maupun menggadaikan barang-barang bergerak kepunyaan persekutuan atau pun meletakkan beban-beban di atasnya. tanpa izin sekutu-sekutu lainnya. meskipun ia tidak telah memperoleh perizinan mereka. tidak seorang sekutu pun tanpa izinnya pesero-pesero lainnya. 1640. . masing-masing sekutu diperbolehkan memakai barang-barang kepunyaan persekutuan asal ia memakainya itu guna keperluan untuk mana barangbarang itu biasanya dimaksudkan. boleh membuat hal-hal yang baru kepada benda-benda tak bergerak kepunyaan persekutuan meskipun ia mengemukakan bahwa hal-hal itu menguntungkan persekutuan. Apa yang dilakukan oleh masing-masing sekutu juga mengikat untuk bagian sekutu-sekutu yang lainnya. 3 o. masing-masing sekutu berhak mewajibkan sekutu-sekutu lainnya untuk turut memikul biaya yang diperlukan untuk pemeliharaan barang-barang kepunyaan persekutuan. selama perbuatan itu belum ditutup. Para sekutu tidaklah terikat masing-masing untuk seluruh utang persekutuan. jika mereka ini tidak telah memberikan kuasa kepadanya untuk itu. 1641. dengan tidak mengurang hak mereka ini atau salah seorang untuk melawan perbuatan tersebut. BAGIAN KE TIGA Tentang perikatan-perikatan para sekutu terhadap orang-orang ke tiga 1642.supaya yang satu melakukan pengurusan bagi yang lainnya. bahkan tanpa izin sekutusekutu lainnya. menerima seorang ke tiga sebagai peserta dari bagiannya dalam persekutuan. dan masing-masing sekutu tidaklah dapat mengikat sekutu-sekutu lainnya. dan asal ia tidak memakainya berlawanan dengan kepentingan persekutuan atau secara yang demikian hingga sekutu lainnya karenanya terhalang turut memakainya menurut hak mereka.

1643. Pembubaran persekutuan-persekutuan yang dibuat untuk suatu waktu tertentu. dan tidaklah mengikat sekutu-sekutu lainnya. sebelum waktu itu lewat tidaklah dapat dituntut oleh salah seorang sekutu selainnya atas alasan yang sah. dengan lewatnya wak-tu untuk mana persekutuan telah diaclakan. sebagaimana jika seorang sekutu lain tidak memenuhi kewajibannya atau jika seorang sekutu lain karena sakit terus-menerus menjadi tak cakap melakukan pekerjaannya untuk persekutuan. maka persekutuan karenanya menjadi bubar terhadap semua sekutu. meskipun bagian sekutu yang satu dalam persekutuan adalah kurang daripada bagian sekutu yang lainya. atau lain-lain hal semacam itu yang sah maupun pentingnya diserahkan kepada pertimbangan Hakim. 1647. Janji bahwa suatu perbuatan telah dilakukm atas tanggungan persekutuan hanyalah mengikat si sekutu yang melakukan perbuatan itu saja. jika salah seorang sekutu meninggal atau ditaruh di bawah pengampuan. Persekutuan berakhir. terkecuali apabila sewaktu utang tersebut dibuatnya dengan tegas ditetapkan kewajiban para sekutu itu untuk membayar utangnya menurut imbangan besarnya bagian masing-masing dalam persekutuan. maka persukutuan dapat menuntut pelaksanaan perjanjian BAGIAN KE EMPAT Tentang bermacam-macam cara berakhirnya persekutuan 1646. Para sekutu dapat dituntut oleh si berpiutang dengan siapa. mereka telah bertindak. 1648. 1644. 1645. Jika salah seorang sekutu atas nama persekutuan telah membuat suatu perjanjian. atas kehendak semata-mata dari beberapa atau seorang sekutu. dengan musnahnya baraug afau diselesaikannya perbuatan yang menjadi pokok persekutuan. atau urusannya telah memberikan manfaat bagi persekutuan. 2 o. atau dinyatakan pailit. kecoah jika orang-orang yang belakangan ini telah memberikan kuasa kepadanya untuk itu. . 4 o. masing-masing untuk suatu jumlah dan bagian yang sama. 3 o. 1 o. dan barang ini musnah sebelum pemasukan itu terlaksana. Jika salah seorang sekutu telah berjanji akan memasukkan miliknya atas suatu barang kedalam persekutuan.

Dalam hal yang ke dua. apabila hanya kenikmatan atas barang itu saja yang dimasukkan dalam persatuan. 1651. ahli waris si meninggal tidak mempunyai hak yang lebih daripada atas pembagian persekutuan menurut keadaannya sewaktu meninggalnya si sekutu. sedangkan hak miliknya tetap berada pada si sekutu. atau akan berlangsung terus diantara sekutu-sekutu yang masih ada maka janji tersebut harus ditaati. apabila barang-barang sedangkan persekutuan tidak lagi terdapat menuntut dalam supaya keseluruhannya. Persekutuan hanya dapat dibubarkan atas kehendak beberapa atau seorang sekutu jika persekutuan itu telah dibuat tidak untuk suatu waktu tertentu. tetapi ia mendapat bagian dari keuntungan serta turut memikul kerugian yang merupakan akibat-akibat mutlak dari perbuatan-perbuatan yang terjadi sebelum si sekutu dari siapa ia ahli warisnya. Tetapi persekutuan tidak menjadi bubar karena musnahnya barang yang hak miliknya telah dimasukkan dalam persekutuan. 1650. berlaku juga untuk pembagian di antara para . cara-cara pembagian itu dilakukan. 1649. Aturan-aturan tentang pembagian warisan-warisan. persekutuannya akan berlangsung terus dengan ahli warisnya. Jika telah diperjanjikan bahwa apabila salah seorang sekutu meninggal. kepentingan persekutuan pembubarannya diundurkan. Pemberitahuan penghentian dilakukan dengan secara tidak memberikan waktu. scrta kewajiban-kewajiban yang terbit karenanya antara orang-orang yang turut mewaris. dalam hal tersebut. asal pemberitahuan penghentian ini terjadi dengan itikad baik dan tidak dilakukan dengan secara tidak memberikan waktu. Pembubaran terjadi. meninggal. dengan suatu pemberitahuan penghentian kepada segenap sekutu lainnya.Begitu pada persekutuan dalam segala hal bubar jika barangnya musnah. sedangkan para sekutu telah merancangkan akan bersama-sama menikmati keuntungan tersebut. 1652. Pemberitahuan penghentian dianggap telah dilakukan tidak dengan itikad baik apabila seorang sekutu menghentikan persekutuannya dengan maksud untuk mengambil suatu keuntungan bagi diri sendiri.

Segala perbuatan. perjanjian-pejanjiannya dan reglemen-reglemennya. 1657. berkuasa untuk bertindak atas nama perkumpulan. Sekadar tentang itu tidak telah diatur secara lain dalam surat pendirian. sekadar tentang itu tidak telah diatur secara lain dalam surat pendiriannya. dengan tidak mengurangi peraturan-peraturan umum.sekutu. begitu pula bertindak di muka Hakim. BAB KE SEMBILAN Tentang perkumpulan 1653. Selainnya perseroan yang sejati oleh undang-undang diakui pula perhimpunan-perhimpunm orang sebagai perkumpulan-perkumpulan. baik perkumpulan-perkumpulan itu diadakan atau diakui sebagai demikian oleh kekuasaan umum. Jika surat pendirian. Para pengurus suatu perkumpulan adalah. Semua perkumpulan yang sah adalah. baik sebagai penggugat maupun sebagai tergugat. maka tidak seorang anggota pun berkuasa untuk bertindak atas nama perkumpulan. hanyalah mengikat perkumpulan sekadar perkumpulan itu sungguhsungguh telah mendapat manfaut karenanya atau sekadar perbuatan-perbuatan itu terkemudian telah disetujui secara sah. maka para pengurus diwajibkan memberikan perhitungan dan pertanggungan kepada segenap anggota perkumpulan. dibatasi atau ditundukkan pada acara-acara tertentu. perjanjian dan reglemen-reglemennya tidak memuat sesuatu ketentuan pun tentang pengurusan perkumpulan. maupun perkumpulan-perkumpulan itu diterima sebagai diperbolehkan. mengikat perkumpulan kepada orang-orang pihak ke tiga dan sebaliknya. perjanjian-perjanjian dan reglemen-reglemennya. seperti halnya dengan orangorang preman. atau mengikatkan perkumpulan dengan suatu cara lain selainnya yang telah ditetapkan pada penutup pasal yang lalu. 1656. untuk mana tiap anggota berkuasa memanggil mereka di muka . 1655. 1658. dalam mana kekuasaan itu telah diubah. berkuasa melakukan tindakan-tindakan perdata. 1654. atau telah didirikan untuk suatu maksud tertentu yang tidak bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan baik. untuk mana para pengurusnya tidak berkuasa melakukannya.

menurut ketentuan-ketentuan dalam bab ini. hak-hak para anggota perkumpulan adalah bersifat perseorangan dan tidak berpindah kepada ahli waris-ahli warisnya. 1664. tidaklah dihapuskan dengan meninggalnya atau dilepaskannya keanggotaannya oleh semua anggota. reglemen-reglemen dan perjanjian-perjanjiannya tidak mengandung ketentuan-ketentuan lain. atau surat pendiriannya. sedangkan segata keputusan diambil dengan suara terbanyak. 1660. 1663. Jika peraturan-peraturan dari perkumpulan sendiri. perjanjian-perjanjian dan reglemen-reglemennya dan sekadar itu tidak ada. hingga perkumpulan itu dibubarkan menurut undang-undang. berkuasa untuk. maka. 1662. 1661. Para anggota suatu perkutnpulan tidaklah bertanggung jawab secara pribadi untuk perikatan-perikatan perkumpulan. Perkumpulan yang didirikan oleh kekuasaan umum. dan setelah mendengar dan bahkan atas tuntutan Kejaksaan. maka Pengadilan Negeri. atau hingga saat berhentinya tujuan atau hal yang menjadi pokok perkumpulan. Jika dalam surat pendirian. Hak-hak serta kewajiban-kewajiban para anggota perkumpulanperkumpulan yang sedemikian diatur menurut peraturan-peraturan dengan mana perkumpulan-perkumpulan itu telah diadakan atau diakui. tidak ada. atau menurut surat pendiriannya sendiri. Lain-lain perkumpulan tetap hidup hingga saat perkumpulanperkumpulan itu secara tegas dinyatakan bubar. 1659. yang dalam daerah hukumnya perkumpulan itu berkedudukan.Hakim. memerintahkan diambilnya tindakan-tindakan yang sementara waktu kiranya perlu dilakukan untuk kepentingan perkumpulan. atas permintaan dari yang berkepentingan. Jika semua anggotanya menurut apa yang diatur di atas. . menurut surat pendiriannya. Utang-utang hanyalah dapat dilunasi dari pendapatan penjualan barangbarang perkumpulan tersebut. perjanjian-perjanjian dan reglemenreglemennya tidak telah dibuat ketentuan-ketentuan tentang hak bersuara. reglemen-reglemennya. maka masing-masing anggota suatu perkumpulan mempunyai hak yang sama untuk mengeluarkan suaranya.

sedangkan beban ini dapat beralih kepada ahli waris-ahli waris mereka. tunduk pada kewajiban-kewajiban seperti yang dipikul oleh ahli waris-ahli waris yang menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk mengadakan pencatatan harta kekayaan. Hibah hanyalah dapat mengenai benda-benda yang sudah ada. Adalah diperbolehkan kepada si penghibah untuk memperjanjikan bahwa ia tetap memiliki kenikmatan atau nikmat hasil benda-benda yang dihibahkan. di waktu hidupnya. sekadar mengenai benda tersebut dianggap sebagai batal. Dalam hal memanggil orang-orang pemegang piutang. Undang-undang tidak mengakui lain-lain hibah selain hibah-hibah di antara orang-orang yang masih hidup. baik benda-benda bergerak maupun benda-benda tak bergerak atau . Jika hibah itu meliputi benda-benda yang baru akan ada di kemudian hari. BAB KE SEPULUH Tentang hibah BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1666. 1667. maka mereka dapat dituntut untuk membayar utang-utang masing-masing untuk seluruhnya. hibah yang semacam itu. 1669. Hibah adalah suatu perjanjian dengan mana si penghibah. maka sekadar mengenai itu hibahnya adalah batal 1668. Si penghibah tidak boleh memperjanjikan bahwa ia tetap berkuasa untuk menjual atau memberikan kepada orang lain suatu benda yang termasuk dalam hibah. dengan cuma-cuma dan dengan tidak dapat ditarik kembali. menyerahkan sesuatu benda guna keperluan si penerima hibah yang menerima penyerahan itu.1665. dan mereka hanyalah diperkenankan membagi-bagi atau mengambil sisanya dan dengan demikian juga memindahkan kepada ahli waris-ahli waris mereka. menyelesaikan pertanggungjawaban dan membayar utang-utang mereka itu. diwajibkan melunasi utang-utang perkumpulan. Jika mereka melalaikan kewajiban-kewajiban itu. Pada waktu membubarkan perkumpulan yang semacam itu anggotaanggota yang masih ada atau anggota yang paling akhir ada. sejumlah adanya kekayaan.

1671. 1670. 881. 1672. 880. Akibat dari hak untuk mengambil kembali ialah bahwa segala pengasingan benda-benda yang telah dihibahkan dibatalkan. bebas ini segala beban dan hipotik yang telah diletakkan di atasnya sejak saat penghibahan. ketentuan-ketentuan pasal 894 dan akhirnya bagian-bagian ke tujuh dan kedelapan dari bab ke tiga belas dari Buku ke dua. adalah berlaku untuk hibah. Ketentuan-ketentuan pasal-pasal 879. dan 884. sedangkan bendabenda itu kembali kepada si penghibah. Jika terjadi suatu penghukuman untuk menyerahkan suatu barang. yang telah dihibahkan. jika dibuat dengan syarat bahwa si penerima hibah akan melunasi utang-utang atau beban-beban lain. BAGIAN KE DUA Tentang kecakapan untuk memberikan sesuatu sebagai hibah. Suatu hibah adalah batal. . 1675. 882. maka si penghibah tidak diwajibkan menanggung. kepada seorang lain. 1673. Si penghibah boleh memperjanjikan bahwa ia akan memakai sejumlah uang dari benda-benda yang dihibahkan. tetapi ini tidak dapat diperjanjikan selain hanya untuk kepentingan si penghibah sendiri. Setiap orang diperbolehkan memberi dan menerima sesuatu sebagai hibah kecuali mereka yang oleh undang-undang dinyatakan tak cakap untuk itu. Jika ia meninggal dengan tidak telah memakai jumlah uang tersebut. Si penghibah dapat memperjanjikan bahwa ia tetap berhak mengambil kembali benda-benda yang telah diberikannya. dan untuk menikmati keuntungan dari suatu hibah 1676. baik dalam halnya si penerima hibah sendiri. dalam hal mana harus diperhatikan ketentuan-ketentuan dari bab ke sepuluh Buku ke dua Kitab Undang-undang ini. 1674. selain yang dinyatakan dengan tegas di dalam akta hibah sendiri atau di dalam suatu daftar yang ditempelkan padanya.bahwa ia dapat memberikan kenikmatan atau nikmat hasil tersebut kepada seorang lain. maupun dalam halnya si penerima hibah beserta turunan-turunannya akan meninggal lebih dahulu daripada si penghibah. maka apa yang dihibahkan tetap untuk seluruhnya pada si penerima hibah.

Ketontuan-ketentuan ayat ke dua dan ayat terakhir dari pasal 904. yang aslinya disimpan oleh notaris itu. Namun ketentuan ini tidak berlaku terhadap hadiah-hadiah atau pemberianpemberian benda-benda bergerak yang bertubuh. 1683. Penghibahan-penghibahan kepada lembaga-lembaga umum atau lembaga-lembaga keagamaan. kecuali dalam hal yang ditetapkan dalam bab ke tujuh dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. atas ancaman batal. Orang-orang belum dewasa tidak diperbolehkan memberi hibah.1677. selain mulai hari penghibahan itu dengan kata-kata yang tegas telah diterima oleh si penerima hibah sendiri atau oleh seorang yang dengan suatu akta otentik oleh si penerima hibah itu telah dikuasakan untuk menerima pengibahan-penghibahan yang telah diberikan kepada si penerima hibah atau akan diberikan kepadanya di kemudian hari. dapat. asal yang demikian itu dilakukan di waktu si penghibah . diperlukan bahwa si penerima hibah itu sudah ada pada saat terjadinya penghibahan. yang harganya tidak terlalu tinggi mengingat kemampuan si penghibah. selain sekadar oleh Presiden atau penguasa-penguasa yang ditunjuk olehnya telah diberikan kekuasaan kepada para pengurus lembaga-lembaga tersebut. BAGIAN KE TIGA Tentang cara menghibahkan sesuatu 1682. untuk menerima pemberianpemberian itu. 909 dan 911 berlaku terhadap penghibahan. 1680. maka itu akan dapat dilakukan didalam suatu akta otentik terkemudian. 907. kecuali yang disebutkan dalam pasal 1687. dengan mengindahkan aturan yang tercantum dalam pasal 2. Dilarang adalah penghibahan antara suami-istri selama perkawinan. Jika penerimaan tersebut tidak telah dilakukan didalam surat hibah sendiri. begitu pula pasal 906. Agar seorang cakap untuk menikmati keuntungan dari suatu hibah. dilakukan selainnya dengan suatu akta notaris. yang aslinya harus disimpan. 908. atau menerbitkan sesuatu akibat yang bagaimana pun. 1678. Tiada suatu hibah. 1681. tidak mempunyai akibat. 1679. Tiada suatu hibah mengikat si penghibah.

1684. selain dengan jalan penyerahan yang dilakukan menurut pasalpasal 612. tidaklah berpindah kepada si penerima hibah. hanya akan berlaku sejak hari penerimaan itu diberitahukan kepadanya. 2 o. Pemberian-pemberian benda-benda bergerak yang bertubuh atau surat-surat penagihan utang kepada si penunjuk dari tangan satu ke tangan lain.masih hidup. 1686. tidak memerlukan suatu akta. Penghibahan kepada orang-orang yang belum dewasa yang berada di bawah kekuasaan orang tua harus diterima oleh orang yang melakukm kekuasaan orang tua. 3 o. . jika ia menolak memberikan tunjangan nafkah kepada si penghibah. setelah orang ini jatuh dalam kemiskinan. 613. dalam hal mana penghibahan. 616 dan selanjutnya. Hak milik atas benda-benda yang termaktub dalam penghibahan. 1687. Penghibahan-penghibahan yang diberikan kepada seorang perempuan bersuami. harus diterima oleh si wali atau si pengampu. melainkan dalam hal-hal yang berikut: 1 o. yang untuk itu harus dikuasakan oleh Pengadilan Negeri. dan adalah dengan penyerahan belaka kepada si penerima hibah atau kepada seorang pihak ke tiga yang menerima pemberian itu atas nama si penerima. BAGIAN KE EMPAT Tentang pengrikan kembali dan penghapusan hibah 1689. 1685. sekalipun penghibahanan telah diterima secara sah. jika si penerima hibah telah bersalah melakukan atau membantu melakukan kejahatan yang bertujuan mengambil jiwa si penghibah atau suatu kejahatan lain terhadap si penghibah. Suatu hibah tidak dapat ditarik kembali maupun dihapuskan karenanya. Penghibahan kepada orang-orang belum dewasa yang berada di bawah perwalian atau kepada orang-orang terampu. karena tidak dipenuhi syarat-syarat dengan mana penghibahan telah dilakukan. tidak dapat menerima selain menurut ketentuan-ketentuan dari bab ke lima Buku kesatu Kitab Undang-undang ini. terhadap orang yang belakangan disebut ini.

gugur dengan lewatnya waktu satu tahun. Tuntutan hukum tersebut tidak dapat dimajukan oleh si penghibah terhadap. Dalam kedua hal yang terakhir disebutkan dalam pasal 1688. hipotik atau lain-lain beban kebendaan yang dibuat terkemudian dari pada pendaftaran oleh si penerima hibah sebagaimana pendaftaran oleh si penerima hibah sebagaimana disebutkan di atas. Tuntutan hukum tersebut dalam pasal yang lalu. bebas dari segala beban dan hipotik yang sekiranya telah diletakkan di atasnya oleh si penerima hibah. yang sekiranya telah diletakkan di atas barang tersebut oleh si penerima hibah sebelum tuntutan untuk pembatalan hibah telah didaftarkan di samping pengurnuman tersebut dalam pasal 616. mengembalikan barang yang dihibahkan. dalam hal yang tersebut dalam pasal yang lalu. melaksanakan hakhak yang sama sebagaimana dapat dilaksanakannya terhadap si penerima hibah sendiri. Si penerima hibah diwajibkan. Dalam hal yang demikian. 1691. para ahli warissi penerima hibah. dan dapat diketahuinya hal itu oleh si penghibah. apabila tuntutan soebagai akibat penarikan kembali itu dikabulkan. adalah batal. terhitung mulai hari terjadinya peristiwa yang menjadi alasan tuntutan itu. beserta hasilhasil dan pendapatan-pendapatan yang ada pada si penerima hibah yang didapatnya sejak saat kelalaiannya. 1690. Dalam hal yang pertama. juga sebelum gugatan dimasukkan. pula disertai hasil-hasil dan pendapatan-pendapatan sejak saat itu. atau jika benda telah dijualnya. Semua pemindahtanganan. 1692. tidaklah dapat diganggu-gugat. si penghibah dapat. dengan hasil-hasil dan pendapat-pendapatnya. untuk hipotik-hipotik dan beban-beban lainnya yang telah diletakkan olehnya di atas benda-benda tak bergerak. terhadap seorang pihak ke tiga yang memegang benda tak bergerak yang telah dihibahkan. terhitung mulai hari dimajukannya gugatan.1689. mengembalikan harganya pada waktu dimasukkannya gugatan. maupun oleh para ahli waris si penghibah . pemindahtanganan barang yang dihibahkan atau hipotikhipotik dan lain-lain beban kebendaan. barang yang dihibahkan tetap pada si penghibah atau ia dapat menuntutnya kembali. Selain daripada itu ia diwajibkan memberikan ganti rugi kepada si penghibah.

1698. Penitipan barang dengan sukarela hanyalah dapat terjadi antara orangorang yang mempunyai kecakapan untuk membuat perikatan-perikatan. Ketentuan-ketentuan dalam bab ini tidak mengurangi berlakunya apa yang telah ditetapkan dalam bab ke tujuh dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. 1695. atau pun jika orang ini telah meninggal di dalam waktu satu tahun setelah terjadinya peristiwa yang dituduhkan. 1700. dengan syarat bahwa ia akan menyimpannya dan mengembalikannya dalam ujud asalnya.terhadap si penerima hibah. BAGIAN KE DUA Tentang penitipan barang yang sejati 1696. apabila seorang menerima sesuatu barang dari seorang lain. 1701. Penitipan adalah terjadi. Penitipan tersebut ini hanya dapat mengenai ba-rang-barang yang bergerak. Dihapuskan. BAB KE SEBELAS Tentang penitipan barang BAGIAN KE SATU Tentang penitipan barang pada umumnya. jika tidak diperjanjikan sebaliknya. Adalah dua macam penitipan barang: yaitu penitipan yang sejati dan sekestrasi. jika tuntutan itu telah dimajukan oleh si penghibah. terkecuali dalam hal yang terakhir. 1699. 1697. menerima penitipan suatu barang dari seorang yang tidak cakap untuk membuat . Penitipan barang dengan sukarela terjadi karena sepakat bertimbalbalik antara pihak yang menitipkan barang dan pihak yang menerima titipan. dan tentang berbagai macam penitipan 1694. Penitipan barang yang scjati dianggap telah dibuat dengan Cumacuma. 1693. Penitipan barang terjadi dengan sukarela atau karena terpaksa. Jika namun itu seorang yang cakap untuk membuat perikatan-perikatan. Perjanjian itu tidaklah telah terlaksana selainnya dengan penyerahan barangnya secara sungguh-sungguh atau secara dipersangkakan.

1704. 1703.perikatan-perikatan. Ketentuan Pasal yang lalu harus dilakukan lebih keras : 1 o. Jika penitipan dilakukan oleh seorang yang berhak kepada seorang yang tidak cakap membuat perikatan-perikatan. Si penerima titipan diwajibkan mengenai perawatan barang yang dipercayakan padanya. jika ia telah meminta diperjanjikannya sesuatu upah untuk menyimpan itu. Tidak sekali-kali si penerima titipan bertanggung jawab tentang peristiwa-peristiwa yang tak dapat disingkiri. 2 o. 4 o. maka dapatlah ia menuntut pemberian ganti rugi sekadar si penerima titipan itu telah memperoleh manfaat dari barang tersebut. Penitipam karena terpaksa ialah penitipan yang terpaksa dilaksanakan oleh seorang karena timbulnya sesuatu malapetaka. atau. jika telah diperjanjikan bahwa si penerima titipan akan menanggung segala macam kelalaian. selama barang ini masih ada pada pihak yang terakhir itu. jika si penerima titipan telah menawarkan dirinya untuk menyimpan barangnya. karamnya kapal. maka tunduklah ia kepada segala kewajiban yang dipikul oleh seorang penerima titipan yang sungguh-sungguh. perampokan. misalnya kebakaran. . jika penitipan telah terjadi sedikit banyak untuk kepentingan si penerima titipan. 1707. jika barangnya sudah tidak lagi pada si penerima titipan. 1702. maka pihak yang menitipkan hanyalah mempunyai hak terhadap pihak yang menerima titipan untuk menuntut pengembalian barang yang dititipkan. runtuhnya gedung-gedung. 1706. Dihapuskan 1705. memeliharanya dengan minat yang sama seperti ia memelihara barang-barangnya sendiri. air bah dan lain-lain peristiwa yang tak tersangka. kecuali apabila ia lalai dalam pengembalian barang yang dititipkan. Penitipan karena terpaksa diatur menurut ketentuan seperti yang berlaku terhadap penitipan sukarela. 1708. 3 o.

sebagai orang-orang yang menerima titipan barang. Jika barangnya. bertanggung jawab untuk barang-barang yang dibawa oleh para tamu yang menginap pada mereka. kerugian dan bunga. 1710. Si penerima titipan diwajibkan mengembalikan barang yang sama itu telah diterimanya. Ia tidak diperbolehkan menyelidiki tentang ujudnya barang yang dititipkan. atas ancaman penggantian biaya. jika ada alasan untuk itu. 1714. Mereka adalah bertanggung jawab tentang pencurian atau kerusakan pada barang-barang kepunyaan para penginap. adalah atas tanggungan pihak yang menitipkan. Orang-orang yang menyelenggarakan rumah penginapan dan penguasa-penguasa losmen adalah. yang dinyatakan dengan tegas atau dipersangkakan. jika barang itu dipercayakan padanya dalam suatu kotak tertutup. 1711. tanpa izin orang yang menitipkan barang. 1716. Si penerima titipan hanya diwajibkan mengembalikan barang yang dititipkan dalam keadaannya pada saat pengembalian itu. Penitipan barang yang semacam itu dianggap sebagai suatu penitipan barang karena terpaksa. 1712. 1713. Mereka tidak bertanggung jawab tentang pencurian-pencurian yang dilakukan dengan kekerasan. Si penerima titipan barang tidak diperbolehkan mempergunakan barang yang dititipkan untuk keperluan sendiri. baik mata uang-mata uang itu telah naik atau telah turun harganya.Bahkan dalam hal yang terakhir ia tidak bertanggung jawab jika barangnya juga akan musnah seandainya telah berada di tangannya orang yang menitipkan. atau dalam suatu sampul tersegel. Kemunduran-kemunduran yang dialami barangnya diluar salahnya si penerima titipan. dengan paksaan dirampas dari tangannya si penerima . atau yang dilakukan oleh orang-orang yang telah dimasukkan sendiri oleh si penginap. Dengan demikian maka jumlah-jumlah tiang harus dikembalikan dalam mata uang yang sama seperti yang dititipkan. 1709. 1715. baik pencurian itu dilakukan atau kerusakan itu diterbitkan oleh pelayann-pelayan atau lain-lain budak dari rumah penginapan maupun oleh setiap orang lain.

maka haruslah ia memberitahu kepada orang ini bahwa barangnya dititipkan kepadanya. atau kepada masing-masing untuk bagiannya. melalaikan untuk meminta kembali barangnya. maka ia diwajibkan mengembalikannya. Jika benda yang dititipkan telah memberikan hasil-hasil yang telah dipungut atau diterima oleh si penerima titipan. 1717. Jika orang kepada siapa pernberitahuan itu telah dilakukan. maka si penerima titipan dibebaskan secara sah jika ia menyerahkan barang itu kepada orang dari siapa ia telah menerimanya. atau jika ia belum menerima harga itu. hanyalah diwajibkan mengembalikan harga pembelian yang diterimanya. 1718. Jika namun itu ia mengetahui bahwa barang itu adalah barang curian. Tak bolehlah ia menuntut dari orang yang menitipkan barang suatu bukti bahwa orang itu pemilik barang tersebut. dengan peringatan supaya meminta kembali barang tersebut didalam suatu waktu tertentu yang cukup lama. maka ia harus mengembalikannya kepada orang yang menitipkan barang. dan siapa pemilik sesungguhnya. 1719. Jika ada lebih dari seorang ahli waris. Jika barang yang dititipkan tidak dapat dibagi-bagi. Si penerima titipan tidak diperbolehkan mengembalikan barang titipannya selain kepada orang yang menitipkan kepadanya. atau kepada orang yang atas namanya penitipan itu telah dilakukan atau yang ditunjuk untuk menerima kembali barangnya. 1720. dengan itikad baik telah menjual barang tersebut. selain sejak hari ia lalai mengembalikannya. setelah diperingatkan. Seorang ahli waris dari si penerima titipan yang. maka barangnya hanya dapat dikembalikan kepada ahli warisnya. Ia tidak diharuskan membayar bunga atas jumlah-jumlah uang yang dititipkan kepadanya.titipan dan orang ini telah menerima harganya atau sesuatu barang lain sebagai gantinya. menyerahkan hak tuntutannya terhadap si pembeli barang. karena ia tidak tahu bahwa suatu barang telah diterimanya dalam penitipan. maka barangnya harus dikembalikan kepada mereka kesemuanya. 1721. maka para ahli waris . Jika orang yang menitipkan barang meninggal.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk itu harus ditanggung oleh orang yang menitipkan barang. 1728. barangnya harus dikembalikan di tempat terjadinya penitipan. suami atau penguasa tersebut. Orang yang menitipkan barang diwajibkan mengganti kepada si . Jika perjanjian tidak menunjuk tempat itu. Segala kewajiban si penerima titipan berhenti jika ia mengetahui dan dapat membuktikan bahwa ia sendiri adalah pemilik barang yang dititipkan itu. maka barangnya hanyalah dapat dikembalikan kepada orang yang telah diwakili oleh wali pengampu. sekalipun dalam perjanjiannya telah ditetapkan suatu waktu lain untuk pengembaliannya. dalam hal ini dan dalam hal-hal semacam itu barang yang dititipkan tidak boleh dikembalikan selain kepada orang yang melakukan pengurusan atas hak-hak dan benda-benda orang yang menitipkan barang. meskipun belum tiba waktunya yang ditetapkan dalam perjanjian. jika seorang dewasa yang menitipkan barang ditaruh di bawah pengampun. meminta izin Hakim untuk menitipkan barangnya di suatu tempat lain. 1723. Pengembalian barang yang dititipkan harus dilakukan di tempat yang ditunjuk dalam perjanjian. seorang pengampu. dan pengurusan mereka itu telah berakhir. Jika orang yang menitipkan barang berubah kedudukannya. Barang yang dititipkan harus dikembalikan kepada orang yang menitipkan. 1725. seketika apabila dimintanya. misalnya jika seorang perempuan yang pada waktu menitipkan barang tidak bersuami kemudian berkawin. 1724. 1722. 1726. juga berkuasa mengembalikan barangnya kepada orang yang menitipkan atau jika orang ini menolaknya. seorang suami atau seorang penguasa. 1727. Si penerima titipan yang mempunyai alasan yang sah untuk membebaskan diri dari barang yang dititipkan. kecuali apabila telah dilakukan suatu penyitaan atas barang-barang yang berada di tangan si penerima titipan.harus mengadakan mufakat tentang siapa yang diwajibkan mengopernya. kecuali apabila orang yang menerima titipan mempunyai alasan-alasan yang sah untuk tidak mengetahui perubahan kedudukan tersebut. Jika penitipan barang telah dilakukan oleh seorang wali.

BAGIAN KE TIGA Tenting sekestrasi dan berbagai macam-macamnya 1730. setelah perselisihan itu diputus.penerima titipan segala biaya yang telah dikeluarkan guna menyelamatkan barang yang dititipkan. 1736. tidak dapat dibebaskan dari tugasnya sebelum persengketaan diselesaikan. telah dilunasi. 1731. apabila barang yang menjadi sengketa diserahkan kepada seorang pihak ke tiga oleh satu orang atau lebih secara sukarela. namun dengan perkecualian-perkecualian sebagai berikut. kecuali apabila semua pihak yang berkepentingan menyetujuinya atau apabila ada suatu alasan lain yang sah. Sekestrasi ialah penitipan barang tentang mana ada perselisihan. Si penerima titipan adalah berhak untuk menahan barangnya hingga segala apa yang harus dibayar kepadanya karena penitipan tersebut. Sekestrasi dapat mengenai baik benda-benda bergerak maupun benda-benda tak bergerak. tentang mana ada sengketa. Penitipan ini ada yang terjadi dengan perjanjian dan ada pula yang dilakukan atas perintah Hakim. Adalah bukan syarat mutlak bahwa suatu sekestrasi terjadi dengan cuma-cuma. Sekestrasi tunduk pada aturan-aturan yang sama seperti penitipan sejati. serta mengganti kepadanya segala kerugian yang disebabkan penitipan itu. 1733. . 1732. 1735. Sekestrasi guna keperluan Pengadilan diperintahkan kepada seorang yang disetujui oleh pihak-pihak yang berkepentingan atau kepada seorang yang ditetapkan oleh Hakim karena jabatan. mengembalikan barang itu kepada siapa yang akan dinyatakan berhak. dititipkan kepada seorang. Sekestrasi atas perintah Hakim terjadi jika Hakim memerintahkan supaya suatu barang. Sekestrasi terjadi dengan perjarjian. di tangannya seorang pihak ke tiga yang mengikatkan diri untuk. 1737. 1729. beserta hasil-hasilnya. Si penerima titipan yang ditugaskan melakukan sekestrasi. 1734.

Pengangkatan seorang penyimpan barang di muka Hakim menerbitkan kewajiban-kewajiban yang bertimbal balik antara si penyita dan si penyimpan. namunlah perjanjian perhitungan itu tidak akan dapat dimajukan terhadap pihak-pihak yang berkepentingan. barang kepada pihak yang lainnya untuk dipakai dengan cuma- . tunduk pada segala kewajiban yang terbit dalam halnya sekestrasi dengan perjanjian. terhadap suatu barang yang bergerak maupun yang tak bergerak. 1739. terhadap barang-barang bergerak. Pinjam pakai adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan suatu. tentang mana hak miliknya atau hak penguasaannya menjadi persengketaan. terhadap barang-barang yang ditawarkan oleh soorang yang berutang untuk melunasi utangnya. BAB KE DUA BELAS Tentang pinjam pakai BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1740. Hakim dapat memerintahkan sekestrasi : 1 o. 2 o. dan selainnya itu ia diwajibkan setiap tahun. atau menyerahkannya kepada pihak terhadap siapa penyitaan telah dilakukan. atau pun menunjukkan barang-barang yang dipercayakan kepadanya. atas tuntutan Kejaksaan. Adalah menjadi kewajiban si penyita untuk membayar kepada si penyimpan upahnya yang ditentukan dalam undang-undang. orang kepada siapa barangnya telah dipercayakan. barang-barang yang telah disita sebagai seorang bapak rumah yang baik. Si penyimpan diwajibkan memelihara. Ia harus menyerahkan barang-barang itu untuk dijual supaya dari pendapatan penjualan itu dapat dilunasi piutang-piutang si penyita. yang telah disita di tangan seorang yang berutang. 1738. memberikan suatu perhitungan secara ringkas kepada Hakim. dengan memperlihatkan. 3 o.Dalam kedua-duanya hal. jika penyitaan tersebut telah dicabut kembali.

Segala apa yang dapat dipakai orang dan tidak musnah karena pemakaian. atau jika hanya satu dari kedua barang itu sajalah yang dapat diselamatkan. dan telah diberikan khusus kepada orang tersebut secara pribadi. akan mengembalikannya.cuma. atau yang ditentukan dalam perjanjian kesemuanya atas ancaman penggantian biaya rugi dan bunga. dapat menjadi bahan perjanjian ini. selain yang selaras dengan sifat barangnya. Jika barang yang dipinjam musnah karena suatu kejadian yang tak disengaja. Jika barangnya pada waktu dipinjamkan telah ditaksir harganya maka . dengan syarat bahwa yang menerima barang ini. atau lebih lama daripada yang diperbolehkan. sekalipun musnahnya barang ini disebabkan suatu kejadihan yang sama sekali tidak disengaja. si peminjam telah memilih menyelamatkan dia punya barang sendiri. jika ada alasan untuk itu. 1741. Namun jika suatu peminjaman telah dilakukan karena mengingat orangnya yang menerima pinjaman. Perikatan-perikatan yang terbit dari perjanjian pinjam pakai berpindah kepada para ahli waris pihak yang meminjarnkan dan para ahli waris pihak yang meminjam. Ia tidak boleh memakainya guna suatu keperluan lain. Jika ia memakai barang pinjamannya guna suatu keperluan lain. diwajibkan menyimpan dan memelihara barang pinjamannya sebagai seorang bapak rumah yang baik. maka selain daripada itu ia adalah bertanggung jawab atas musnahnya barangnya. setelah memakainya atau setelah lewatnya suatu waktu tertentu. maka ia bertanggung jawab tentang musnahnya barang yang lainnya. Siapa yang menerima pinjaman sesuatu. 1742. 1746. Pihak yang meminjamkan tetap menjadi pemilik barang yang dipinjamkan. maka para ahli waris orang ini tidak dapat tetap menikmati barang pinjaman itu. 1745. yang dapat disingkiri seandainya si peminjam telah memakai barangnya sendiri. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban seorang yang menerima pinjaman sesuatu 1744. 1743.

1749. maka tak dapatlah ia menuntutnya kembali. selama waktu peminjaman. hingga orang yang memakainya dapat dirugikan karenanya. dan diluar salahnya si pemakai. maka Hakim dapat mengingat keadaan. 1747.musnahnya barang. biarpun ini terjadi karena suatu kejadian yang tak disengaja. yang sebegitu mendesaknya hingga ia tidak sempat memberitahukan hal itu sebelumnya kepada orang yang meminjamkan. jika tidak ada penetapan waktu yang demikian. untuk dapat memakai barang pinjamannya. maka orang ini diwajibkan mengganti biaya-biaya tersebut kepada si pemakai itu. kecuali apabila telah diperjanjikan sebaliknya. telah terpaksa mengeluarkan beberapa biaya luar biasa yang perlu. telah mengeluarkan sementara biaya. bertanggung jawab tentang . jika ia mengetahui adanya cacat-cacat itu dan tidak memberitahukannya kepada si pemakai. sendiri memerlukan barangnya. Jika barang yang dipinjamkan mengandung cacat-cacat yang sedemikian. atau sebelum kebutuhan si pemakai habis. 1751. memaksa si pemakai mengembalikan barangnya kepada orang yang meminjamkannya. Jika si pemakai barang. Jika berbagai orang bersama-sama menerima satu barang dalam peminjaman. 1753. maka mereka itu adalah masing-masing untuk seluruhnya bertanggung jawab terhadap orang yang memberikan pinjaman. 1748. karena alasan-alasan yang mendesak dan sekonyong-konyong. atau. didalam jangka waktu tersebut. BAGIAN KE TIGA Tentang kewajiban-kewajiban orang yang meminjamkan 1750. Orang yang meminjamkan tidak boleh meminta kembali barang yang dipinjamkan selain setelah lewatnya waktu yang ditentukan. Jika barangnya berkurang harganya hanya karena pemakaian untuk mana barang itu telah dipinjam. setelah barangnya dipergunakan atau dapat dipergunakan untuk keperluan yang dimaksudkan. Jika si pemakai. maka orang ini tidak bertanggung jawab tentang kemunduran itu. Jika namun itu orang yang meminjamkan. adalah atas tanggungan si peminjam. 1752. maka orang yang meminjamkan.

terjadi suatu kenaikan atau kemunduran harga atau ada perubahan mengenai berlakunya mata uang. Jika yang dipinjamkan itu berupa batang-batang mas atau perak atau lain-lain barang perdagangan. pihak yang menerima pinjaman menjadi pemilik barang yang dipinjam. maka kekurangannya harus diganti dengan mata uang dari logam yang sama. sebelum saat pelunasan. Jika mata uang yang semacam tidak lagi terdapat dalam jumlah yang mencukupi. maka pengembalian jumlah yang dipinjam harus dilakukan dalam mata uang yang berlaku pada waktu pelunasan. dihitung menurut harganya yang berlaku pada saat itu. 1758. betapa pun naik atau turun harganya. BAB KE TIGA BELAS Tentang pinjam-meminjam BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1754. 1756. dan jika barang itu musnah. Jika. kedua belah pihak dengan pernyataan tegas telah bersepakat. sedapat-dapatnya dari kadar yang sama. maka kemusnahan itu adalah atas tanggungannya.akibat-akibatnya. dengan syarat bahwa pihak yang belakangan ini akan mengembalikan sejumlah yang sama dari macam dan keadaan yang sama pula. 1757. Pinjam-meminjam ialah perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan kepada pihak yang lain suatu jumlah tertentu barang-barang yang menghabis karena pemakaian. Dalam hal ini. 1755. tidak kurang dan tidak lebih. bahwa akan dikembalikan jumlah mata uang yang sama. si . maka. pihak yang menerima pinjaman diwajibkan mengembalikan jumlah mata uang yang tepat dari macam yang sama. dengan cara bagaimanapun. mengenai suatu pinjaman suatu jumlah mata uang tertentu. Aturan yang ditetapkan dalam pasal yang lalu tidak berlaku jika. Utang yang terjadi karena peminjaman uang hanyalah terdiri atas jumlah uang yang disebutkan dalam perjanjian. Berdasarkan perjanjian pinjam-meminjam ini. dan kesemuanya mengandung logam asli yang sama beratnya sebagaimana yang terdapat didalam jumlah mata uang yang telah tidak ada lagi itu.

maka ia diwajibkan membayar harga barang yang dipinjamnya. BAGIAN KE EMPAT Tentang meminjamkan dengan bunga 1765. memberikan sekadar kelonggaran kepada si peminjam. menurut perjanjian. Jika ia tidak mampu memenuhi kewajiban ini. sedianya harus dikembalikan. mengingat keadaan. Jika waktu dan tempat ini tidak telah ditentukan. yang Siapa yang menerima pinjaman sesuatu diwajibkan mengembalikannya dalam jumlah dan keadaan yang sama. pelunasannya harus dilakukan menurut harga barang pinjaman pada waktu dan di tempat dimana pinjaman telah terjadi. Jika telah diadakan perjanjian. Orang yang meminjamkan tidak dapat meminta kembali apa yang telah dipinjamkannya sebelum lewatnya waktu yang ditentukan dalam perjanjian. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban orang yang meminjamkan 1759. bahwa pihak yang telah meminjam sesuatu barang atau sejumlah uang akan mengembalikannya bilamana ia mampu untuk itu. Adalah diperbolehkan memperjanjikan bunga atas peminjaman uang atau lain barang yang menghabis karena pemakaian. dan pada waktu yang .berutang senantiasa harus mengembalikan jumlah yang sama berat dan sama mutunya. Jika tidak telah ditetapkan sesuatu waktu. 1766. 1760. maka Hakim. dalam hal mana harus diperhatikan waktu dan tempat dimana barangnya. ditentukan. dan ia tidaklah diwajibkan memberikan lebih daripada itu. 1764. Ketentuan pasal 1753 adalah berlaku terhadap pinjam mengganti. 1761. Hakim berkuasa. menurut keadaan. Siapa yang telah menerima pinjaman dan membayar bunga. apabila orang yang meminjamkan menuntut pengembalian pinjamannya. 1762. BAGIAN KE TIGA Tentang kewajiban-kewajiban si peminjam 1763. akan menentukan waktu pengembaliannya.

dan si berutang dibebaskan daripada itu. dalam hal mana uang yang telah dibayar selebihnya dapat dituntut kembali atau dikurangkan dari jumlah pokok. Bunga yang diperjanjikan dalam perjanjian boleh melampaui bunga menurut undangundang dalam segala hal yang tidak dilarang oleh undang-undang. kecuali apabila bunga yang dibayar itu melebihi bunga menurut undang-undang. tetapi bunga yang telah diperjanjikan harus dibayar sarnpai pada pengembalian atau penitipan uang pokoknya. maka si penerima pinjaman diwajibkan membayar bunga menurut undang-undang. 1769. maupun menguranginya dari jumlah pokok. Jika orang yang meminjamkan telah memperjanjikan bunga dengan tidak menentukan berapa besarnya. Bunga ini pada hakikatnya dapat diangsur. 1771. Besarnya bunga yang diperjanjikan dalam perjanjian harus ditetapkan secara tertulis (Bunga menurut undang-undang adalah menurut Lembaran Negara tahun 1848 No. Ada bunga menurut undang-undang dan ada yang ditetapkan di dalam perjanjian. Bunga menurut undang-undang ditetapkan di dalam undang-undang. . Memperjanjikan suatu bunga abadi ialah suatu perjanjian dengan mana pihak yang memberi pinjaman uang memperjanjikan pembayaran bunga atas pembayaran sejumlah uang pokok yang tidak akan dimintanya kembali.tidak telah diperjanjikan. Pembayaran bunga yang tidak telah diperjanjikan tidak mewajibkan si berutang untuk membayarnya seterusnya. telah dilakukan setelah lewatnya waktu utangnya dapat ditagih. tidak dapat menuntutnya kembali. biarpun pengembalian atau penitipan ini. 22: enam persen). BAB KE EMPAT BELAS Tentang bunga tetap atsu bunga abadi 1770. 1767. Hanyalah kedua belah pihak dapat mengadakan sepakat bahwa pengangsuran itu tidak dilakukan selain setelah lewatnya suatu waktu tertentu. 1768. Buku pembayaran uang pokok dengan tidak menyebutkan sesuatu apa mengenai bunga memberikan persangkaan tentang sudah dibayarnya bunga itu.

1773. BAGIAN KE DUA Tentang perjanjinn bungn cagsk hidup dan akibat-akibatnya 1775. 2 o. baik bagi semua pihak. Bunga cagak hidup dapat dilahirkan degan suatu perjanjian atas . Dalam kedua hal yang pertama yang tersebut dalam pasal yang lalu. membayar angsuran-angsuran yang sudah harus dibayarnya atau memberikan jaminan yang dijanjikan. mengenai untung ruginya. Seorang yang berutang suatu bunga abadi dapat dipaksa mengembalikan uang pokoknya: 1 o. terhitung mulai ia diperingatkan dengan perantaraan Hakim. BAB KE LIMA BELAS Tentong perjanjiaan-perjanjian untung-untungan BAGIAN KE SATU Ketentuan umum 1774. si berutang dapat mernbebaskan diri dari kewajibannya mengembalikan uang pokoknya. 1772. Perjanjian yang pertama diatur didalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. bunga cagak hidup. maupun bagi sementara pihak. jika ia tidak membayar sesuatu apapun atas bunga yang harus dibayamya selama dua tahun berturut-turut. bergantung pada suatu kejadian yang belum tentu. Demikian adalah: perjanjian pertanggungan. atau tidak boleh dilakukan tanpa pemberitahuan lebih dahulu kepada si berpiutang dengan suatu tenggang waktu yang sebelumnya telah ditetapkan oleh mereka. perjudian dan pertaruhan. tenggang waktu mana namun tidak boleh lebih lama daripada satu tahun.waktu mana tidak boeh ditetapkan lebih lama dari sepuluh tahun. jika ia telah dinyatakan pailit. Suatu perjanjian untung-untungan adalah sum perbuatan yang hasilnya. jika ia didalam waktu dua puluh hari. jika ia lalai memberikan jaminan yang dijanjikan kepada si berpiutang. 3o.

beban, atau dengan suatu akta hibah. Ada juga bunga cagak hidup itu diperoleh dengan suatu wasiat. 1776. Bunga cagak hidup dapat diadakan atas badan orang yang memberikan pinjaman, atau atas badan orang yang diberikan kenikmatan atas bunga tersebut, atau pula atas badan seorang pihak ke tiga, meskipun orang ini tidak mendapat nikmat daripadanya. 1777. Bunga cagak hidup dapat diadakan atas badan satu orang atau lebih. 1778. Bunga cagak hidup dapat diadakan guna seorang pihak ke tiga, meskipun uangnya diberikan oleh seorang lain. Dalam hal tersebut namun itu ia tidak tunduk pada bentuk cara yang diperlukan untuk hibah. 1779. Segala bunga cagak hidup yang diadakan atas badan seorang yang telah meninggal pada hari dibuatnya perjanjian, adalah tak berdaya. 1780. Bunga cagak hidup dapat diadakan dengan perjanjian bunga yang sedemikian tingginya, sebagaimana ditetapkan menurut kehendak para pihak sendiri. 1781. Orang untuk siapa telah diadakan suatu bunga cagak hidup atas beban, dapat menuntut pembatalan perjanjian, jika si berutang tidak memberikan kepadanya jaminan yang telah diperjanjikan. Jika perjanjian dibatalkan, si berutang diwajibkan membayar bunga yang telah diperjanjikan, yang menunggak, sampai pada hari dikembalikannya uang pokok. 1782. Penunggakan pembayaran bunga cagak hidup yang dapat ditagih, tidaklah memberikan hak kepada si pemungut bunga untuk meminta kembali uang pokoknya atau barang yang telah diberikan olehnya untuk dapat menerima bunga itu; ia hanya berhak menuntut si berutang tentang pembayaran bunga yang wajib dibayarnya dan menyita kekayaannya untuk mengambil pelunasan daripadanya, pun pula meminta diberikannya jaminan untuk bunga yang sudah dapat ditagih. 1783. Dihapuskan. 1784. Tak dapatlah si berutang membebaskan diri dari pembayaran bunga cagak hidup dengan menawarkan pengembalian uang pokoknya, dan dengan

berjanji tidak akan menuntut pengembalian bunga yang telah dibayarnya, ia diwajibkan terus membayar bunga cagak hidup selama hidupnya orang atau orangorang yang di atas badan-badannya telah diadakan bunga cagak hidup itu, betapapun beratnya pembayaran bunga itu bagi dirinya. 1785. Si pemilik suatu bunga cagak hidup hanyalah mempunyai hak atas bunga menurut imbangan jumlahnya hari hidupnya orang yang atas badannya telah diadakan bunga cagak hidup itu. Jika namun itu, menurut perjanjian, bunganya harus dibayar terlebih dahulu, maka hak atas angsuran yang sedianya sudah harus terbayar, baru diperoleh mulai hari pembayaran itu sedianya harus dilakukannya. 1786. Tidaklah diperbolehkan memperjanjikan bahwa suatu bunga cagak hidup takkan tunduk pada suatu penyitaan, kecuali apabila bunga cagak hidup itu telah diadakan dengan cuma-cuma. 1787. Si pemungut bunga tidaklah dapat menagih bunga yang sudah harus dibayar, selain dengan menyatakan tentang masih hidupnya orang yang atas badannya telah diadakan bunga cagak hidup itu. BAGIAN KE TIGA Tentang perjudian dan pertaruhan 1788. Undang-undang tidak memberikan suatu tuntutan hukum dalam halnya suatu utang yang terjadi karena perjudian atau pertaruhan. 1789. Dalam ketentuan tersebut di atas namun itu tidak termasuk permainan-permainan yang dapat dipergunakan untuk olahraga, seperti main anggar, lari cepat dan lain sebagainya. Meskipun demikian, Hakim dapat menolak atau mengurangi gugatan, apabila uang taruhannya menurut pendapatnya lebih dari sepantasnya. 1790. Tidaklah diperbolehkan untuk menyingkiri berlakunya ketentuanketentuan kedua pasal yang lalu dengan jalan perjumpaan utang. 1791. Seorang yang secara sukarela telah membayar kekalahannya, sekalikali tak diperbolehkan menuntutnya kembali, kecuali apabila dari pihak si pemenang telah dilakukan kecurangan atau penipuan. BAB KE ENAM BELAS

Tentang pemberian kuasa BAGIAN KE SATU Tentang sifat pemberian kuasa 1792. Pemberian kuasa adalah suatu perjanjian dengan mana seorang memberikan kekuasaan kepada seorang lain, yang menerimanya, untuk atas namanya menyelenggarakan suatu urusan. 1793. Kuasa dapat diberikan dan diterima dalam suatu akta umum, dalam suatu tulisan di bawah tangan, bahkan dalam sepucuk surat atau pun dengan lisan. Penerimaan suatu kuasa dapat pula terjadi secara diam-diam dan disimpulkan dari pelaksanaan kuasa itu oleh si kuasa. 1794. Pemberian kuasa terjadi dengan cuma-cuma, kecuali jika diperjanjikan sebaliknya. Jika dalam hal yang terakhir, upahnya tidak ditentukan dengan tegas, si kuasa tidak boleh meminta upah yang lebih daripada yang ditentukan dalam pasal 411 untuk wali. 1795. Pemberian kuasa dapat dilakukan secara khusus, yaitu mengenai hanya satu kepentingan tertentu atau lebih, atau secara umum, yaitu meliputi segala kepentingan si pemberi kuasa. 1796. Pemberian kuasa yang dirumuskan dalam kata-kata umum, hanya meliputi perbuatan-perbuatan pengurusan. Untuk memindahtangankan benda-benda atau untuk meletakkan hipotik di atasnya, atau lagi untuk membuat suatu perdamaian, atau pun sesuatu perbuatan lain yang hanya dapat dilakukan oleh seorang pemilik, diperlukan suatu pemberian kuasa dengan kata-kata yang tegas. 1797. Si kuasa tidak diperbolehkan melakukan sesuatu apa pun yang melampaui kuasanya; kekuasaan yang diberikan untuk menyelesaikan suatu urusan dengan jalan perdamaian, sekali-kali tidak mengandung kekuasaan untuk menyerahkan perkaranya kepada putusan wasit. 1798. Orang-orang perempuan dan orang-orang belum dewasa dapat ditunjuk menjadi kuasa, tetapi si pemberi kuasa tidaklah mempunyai suatu tuntutan hukum terhadap orang-orang belum dewasa, selain menurut ketentuan-ketentuan umum mengenai perikatan-perikatan yang diperbuat oleh orang-orang belum

Si kuasa tidak saja bertanggung jawab tentang perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan sengaja. 1803. Si kuasa bertanggung jawab untuk orang yang telah ditunjuk olehnya sebagai penggantinya dalam melaksanakan kuasanya: 1 o. sekalipun apa yang diterimanya itu tidak seharusnya dibayar kepada si pemberi kuasa. Si pemberi kuasa dapat menggugat secara langsung orang dengan siapa si kuasa telah bertindak dalam kedudukannya. Begitu pula ia diwajibkan menyelesaikan urusan yang telah mulai dikerjakannya pada waktu si pemberi kuasa meninggal jika dengan tidak segera menyelesaikannya dapat timbul sesuatu kerugian.dewasa. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban si kussa 1800. dan terhadap orang-orang perempuan yang bersuami yang menerima kuasa tanpa bantuan si suami. 1801. 1799. sedangkan orang yang dipilihnya itu ternyata seorang yang tak cakap atau . ia pun tidak mempunyai tuntutan hukum selain. Si kuasa diwajibkan memberikan laporan tentang apa yang telah diperbuatnya dan memberikan perhitungan kepada si pemberi kuasa tentang segala apa yang telah diterimanya berdasarkan kuasanya. menurut aturan-aturan yang dituliskan dalam bab ke lima dan ke tujuh Buku ke satu dari Kitab Undang-undang ini. selama ia belum dibebaskan. jika kekuasaan itu telah diberikan kepadanya tanpa penyebutan seorang tertentu. dan menuntut daripadanya pemenuhan perjanjiannya. tetapi juga tentang kelalaian-kelalaian yang dilakukan dalam menjalankan kuasanya. 1802. 2 o. Si kuasa diwajibkan. Namun itu tanggung jawab tentang kelalaian-kelalaian bagi seorang yang dengan cuma-cuma menerima kuasa adalah tidak sebegitu berat seperti yang dapat diminta dari seorang yang untuk itu menerima upah. melaksanakan kuasanya. dan ia menanggung segala biaya kerugian dan bunga yang sekiranya dapat timbul karena tidak dilaksanakannya kuasa itu. jika ia tidak diberikan kekuasaan untuk menunjuk seorang lain sebagai penggantinya.

1805. selain sekadar ia telah menyetujuinya secara tegas atau secara diam-diam. terhitung mulai saat ia memakai uang-uang itu. Si kuasa harus membayar bunga atas uang-uang pokok yang dipakainya guna keperluannya sendiri. Si kuasa yang telah memberitahukan secara sah tentang hal kuasanya kepada orang dengan siapa ia mengadakan suatu perjanjian dalam kedudukannya sebagai kuasa itu. 1806. 1804. dan mengenai uang-uang yang harus diserahkannya pada penutupan perhitungan. Si pemberi kuasa diwajibkan mengembalikan kepada si kuasa persekot-persekot dan biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh orang ini untuk melaksanakan kuasanya. begitu pula untuk membayar upahnya jika ini telah diperjanjikan. tidaklah bertanggung jawab tentang apa yang terjadi diluar batas kuasa itu. Si pemberi kuasa senantiasa dianggap telah memberikan kekuasaan kepada si kuasa untuk menunjuk seorang lain sebagai penggantinya untuk peng urusan benda-benda yang terletak diluar wilayah Indonesia atau di lain pulau daripada yang ditempat tinggali si pemberi kuasa. maka si pemberi kuasa tidak dapat meluputkan diri dari kewajiban mengembalikan persekot-persekot dan biaya-biaya serta membayar upah tersebut di atas. Jika si kuasa tidak melakukan sesuatu kelalaian. Si pemberi kuasa diwajibkan memenuhi perikatan-perikatan yang diperbuat oleh si kuasa menurut kekuasaan yang ia telah berikan kepadanya. selain sekadar hal yang demikian itu ditentukan dengan tegas. si pemberi kuasa dapat secara langsung menuntut orang yang ditunjuk oleh si kuasa sebagai penggantinya itu. Ia tidak terikat pada apa yang telah diperbuat selebihnya dari pada itu. sekalipun urusannya tidak . 1808. Dalam segala hal. BAGIAN KETIGA Tentang kewajiban-kewajiban si pemberi kuasa 1807. Jika didalam akta yang sama ditunjuk berbagai orang kuasa.tak mampu. maka terhadap mereka tidak diterbitkan suatu perikatan tanggung-menanggung. bunga itu dihitung mulai hari ia dinyatakan lalai. kecuali jika ia secara pribadi telah mengikatkan diri untuk itu.

ini tidak mengurangi tuntutan si pemberi kuasa kepada si kuasa. Pengangkatan seorang kuasa baru. asal dalam hal itu si kuasa tidak telah berbuat kurang hati-hati. .berhasil. Jika seorang kuasa diangkat oleh berbagai orang untuk mewakili suatu urusan yang merupakan urusan mereka bersama. pengampuannya. tidak dapat dimajukan terhadap orang-orang pihak ke tiga. yang karena mereka tidak mengetahui tentang penarikan kembali iutu. terhitung mulai hari dikeluarkannya persekot-persekot itu. dan jika ada alasan untuk itu. Begitu pula si pemberi kuasa harus memberikan ganti rugi kepada si kuasa tentang kerugian-kerugian yang diderita sewaktu menjalankan kuasanya. Si pemberi kuasa harus membayar kepada si kuasa bunga atas persekot-persekot yang telah dikeluarkan oleh si kuasa. 1809. telah mengadakan suatu perjanjian dengan si kuasa. menyebabkan ditariknya kembali kuasa yang pertama. dengan perkawinannya si perempuan yang memberikan atau menerima kuasa. hingga kepadanya telah dibayar lunas segala apa yang dapat dituntutnya sebagai akibat pemberian kuasa. Si kuasa adalah berhak untuk menahan segala apa kepunyaan si pemberi kuasa yang berada di tangannya. 1815. Si pemberi kuasa dapat menarik kembali kuasanya manakala itu dikehendakinya. dengan meninggalnya. atau pailitnya si pemberi kuasa maupun si kuasa. 1816. untuk menjalankan suatu urusan yang sama. maka masing-masing dari mereka adalah bertanggung jawab untuk seluruhnya terhadap si kuasa mengenai segala akibat dari pemberian kuasa itu. Pemberian kuasa berakhir: dengan ditariknya kembali kuasanya si kuasa. 1810. BAGIAN KE EMPAT Tentang bermacam-macam cara berakhirnya pemberian kuasa 1813. dengan pemberitahuan penghentian kuasanya oleh si kuasa. 1811. memaksa si kuasa untuk mengembalikan kuasa yang dipegangnya. Penarikan kembali yang hanya diberitahukan kepada si kuasa. 1814. terhitung mulai hari diberitahukannya kepada orang yang belakangan ini tentang pengangkatan tersebut. 1812. sekian lamanya.

maupun dengan syarat-syarat yang lebih berat. daripada perikatan si berutang. 1822. Jika si kuasa tidak sadar akan meninggalnya si pemberi kuasa atau akan adanya sesuatu sebab lain yang mengakhiri kuasanya. . guna kepentingan si berpiutang. maupun karena sesuatu hal lain karena salahnya si kuasa. 1821. 1818. BAB KE TUJUH BELAS Tentang penanggungan utang BAGIAN KE SATU Tentang sifat penanggungan 1820. Jika si kuasa meninggal. atas ancaman mengganti biaya. biarpun perikatan itu dapat dibatalkan dengan suatu tangkisan yang hanya mengenai dirinya pribadi si berutang. para ahli warisnya harus memberitahukan hal itu kepada si pemberi kuasa. maka orang ini harus diberikan ganti rugi oleh si kuasa. Si kuasa dapat membebaskan diri dari kuasanya dengan pemberitahuan penghentian kepada si pemberi kuasa. Tiada penanggungan jika tidak ada suatu perikatan pokok yang sah. maka apa yang diperbuatnya di dalam ketidaksadaran itu adalah sah. membawa rugi bagi si pemberi kuasa. Dalam hal itu segala perikatan yang dibuat oleh si kuasa harus dipenuhi terhadap orang-orang pihak ke tiga yang beritikad baik. dan sementara itu mengambil tindakan-tindakan yang perlu menurut keadaan bagi kepentingan si pemberi kuasa. 1819. Jika namun itu pemberitahuan penghentian ini baik karena ia dilakukan dengan tidak mengindahkan waktu. kerugian dan bunga. kecuali apabila si kuasa berada dalam keadaan tak mampu meneruskan kuasanya dengan tidak membawa rugi yang tidak sedikit bagi dirinya sendiri. Seorang penanggung tidak dapat mengikatkan diri untuk lebih. Penanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang pihak ke tiga. mengikatkan diri untuk memenuhi perikatan si berutang manakala orang ini sendiri tidak memenuhinya. jika ada alasan untuk itu. jika mereka tahu tentang adanya pemberian kuasa. Namun dapatlah seorang memajukan diri sebagai penanggung untuk suatu perikatan. misalnya dalam hal kebelumdewasaan.1817.

dan yang berdiam di wilayah Indonesia.Adapun penanggungan boleh diadakan untuk hanya sebagian saja dari utangnya. 1825. 1823. Dihapuskan 1829. 1826. Adalah diperbolehkan juga untuk menjadi penanggung tidak saja untuk si berutang utama. yang telah diterima oleh si berpiutang secara sukarela atau atas putusan Hakim. tetapi harus diadakan dengan pemyataan yang tegas. 1828. tidaklah diperbolehkan untuk memperluas penanggungan hingga melebihi ketentuan-ketentuan yang menjadi syarat sewaktu mengadakannya. tetapi juga untuk seorang penanggung orang itu. Seorang dapat memajukan diri sebagai penanggung dengan tidak telah diminta untuk itu oleh orang untuk siapa ia mengikatkan dirinya. Apabila si penanggung. 1830. Si berutang yang diwajibkan memberikan seorang penanggung. atau dengan syarat-syarat yang lebih berat maka perikatan itu tidak sama sekali batal. melainkan ia adalah sah hanya untuk apa yang diliputi oleh perikatan pokoknya. bahkan terhitung biaya-biaya gugatan yang dimajukan terhadap si berutang utama. Barang siapa yang oleh undang-undang atau karena suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. maka. 1824. atau dengan syarat-syarat yang kurang. yang cukup mampu untuk memenuhi perikatannya. meliputi segala akibat utangnya. Jika penanggungan diadakan untuk lebih dari utangnya. haruslah ditunjuk seorang penanggung baru. Penanggungan yang tak terbatas untuk suatu perikatan pokok. harus memajukan seorang yang mempunyai kecakapan untuk mengikatkan dirinya. kemudian menjadi tak mampu. bahkan diluar pengetahuan orang itu. padahal ia tidak berhasil mendapatkannya. dan terhitung pula segala biaya yang dikeluarkan setelah si penanggung utang diperingatkan tentang itu. diperbolehkan sebagai . 1827. diwajibkan memberikan seorang penanggung. Penanggungan utang tidak dipersangkakm. Perikatan-perikatan para penanggung berpindah kepada ahli warisahli warisnya.

4 o. sedangkan benda-benda si berutang ini harus lebih dahulu disita dan dijual untuk meltmasi utangnya. Si penanggung tidaklah diwajibkan membayar kepada si berpiutang. dan yang sudah tidak ada di tangan si berutang. dalam hal penanggungan yang diperintahkan oleh Hakim. jika si berutang dapat memajukan suatu tangkisan yang hanya mengenali dirinya sendiri secara pribadi. 1833. Apabila si penanggung. menurut pasal yang lalu. 2 o. 3 o. jika si berutang berada didalam keadaan pailit. Si penanggung tidak dapat menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dahulu disita dan dijual untuk meltmasi utangnya: 1 o. selain jika si berutang lalai.gantinya memberikan suatu jaminan gadai atau hipotik. maupun pula benda-benda yang terletak di luar wilayah Indonesia. 1835. Si penanggung yang menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dahulu disita dan dijual diwajibkan menunjukkan kepada si berpiutang benda-benda si berutang. 1834. maupun yang sudah dijadikan tanggungan hipotik untuk utang yang bersangkutan. apabila ia telah mengikatkan dirinya bersama-sama dengan si berutang utama secara tanggung-menanggung. telah menunjukkan benda-benda si berutang dan telah membayar lebih dahulu uang yang diperlukan . 5 o. Tak diperbolehkan ia menunjuk pada benda-benda yang sedang menjadi buah persengketaan di muka Hakim. apabila ia telah melepaskan hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dahulu disita dan dijual. dan menjual lebih dahulu benda-benda si berutang selain apabila itu diminta oleh si penanggung pada waktu ia pertama kali dituntut di muka Hakim. Si berpiutang tidak diwajibkan menyita. 1832. dan membayar lebih dahulu biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penyitaan serta penjualan tersebut. BAGIAN KE DUA Tentang akibat-akibat penanggungan antara si berutang dan si penanggung 1831. dalam hal mana akibat-akibat perikatannya diatur menurut asas-asas yang ditetapkan untuk utang-utang tanggung-menanggung.

biarpun beberapa orang di antara para penanggung tidak mampu sebelum ia telah membagi-bagi utangnya. tetapi ia tidak bertanggung jawab jika ketidakmampuan orang-orang itu terjadi setelah pemecahan utangnya.untuk penyitaan dan penjualan benda-benda itu. pada pertama kalinya ia digugat di muka Hakim. maka si penanggung tersebut diwajibkan membayar untuk orang-orang yang tak mampu itu menurut imbangan bagiannya. terjadi sesudah itu. 1837. tentang ketidakmampuan si berutang yang dengan tidak adanya tuntutantuntutan. baik penanggungan itu telah diadakan dengan maupun tanpa pengetahuan si berutang utama. dan antara para penanggung sendiri 1839. hingga sejumlah harga benda-benda yang ditunjuk itu. Jika si berpiutang sendiri secara sukarela telah membagi-bagi tuntutannya. sekadar ia telah memberitahukan kepada si berutang utama tentang . 1838. maka masingmasing adalah terikat untuk seluruh utang itu. Penuntutan kembali ini dilakukan baik mengenai uang pokoknya maupun mengenai bunga serta biaya-biaya. jika ia tidak telah melepaskan hak istimewanya untuk meminta pemecahan utangnya. maka tak bolehlah ia menarik kembali pemecahan utang itu. dan menguranginya hingga bagian masing-masing penanggung utang yang terikat secara sah. Mengenai biaya-biaya tersebut si penanggung hanya dapat menuntutnya kembali. Jika beberapa orang telah mengikatkan diri sebagai penanggung untuk seorang berutang yang sama. BAGIAN KE TIGA Tentang akibat-akibat penanggungan antara si berutang dan si penanggung. Si penanggung yang telah membayar. 1836. lagi pula untuk utang yang sama. Jika pada waktu salah seorang penanggung menuntut pemecahan utangnya. maka si berpiutang bertanggung jawab terhadap si penanggung. seorang atau beberapa orang teman penanggung berada dalam keadaan tak mampu. Namun itu masing-masing dari mereka. dapat menuntut supaya si berpiutang lebih dahulu membagi piutangnya. dapat menuntutnya kembali dari si berutang utama.

kecuali apa bila . dihapuskan. Jika beberapa orang berutang utama yang bersarna-sama memikul satu utang. menggantikan demi hukum segala hak si berpiutang terhadap si berutang. dengan tidak mengurangi hak-haknya untuk menuntutnya kembali dari si berpiutang. setelah lewatnya waktu sepuluh tahun jika perikatan pokok tidak mengandung suatu jangka waktu tertentu untuk pengakhirannya. maka ia. Si penanggung ada juga mempunyai hak menuntut penggantian biaya. 1841. pada waktu dilakukannya pembayaran. mempunyai alasan-alasan untuk menuntut dinyatakannya batal utangnya. 5o. 1842. 1840. apabila si berutang telah berjanji untuk membebaskannya dari penanggungannya didalam suatu waktu tertentu. di dalam waktu yang patut. bahkan sebelum ia membayar utangnya: 1o. dapat menuntut kembali segala apa yang telah dibayarnya dari masing-masing orang berutang tersebut. 1843. sedangkan ia tidak memberitahukannya kepada si berutang utama. dengan tidak mengurangi tuntutan si penanggung terhadap si berpiutang. maka seorang yang memajukan diri sebagai penanggung untuk mereka kesemuanya.tuntutan-tuntutan yang ditujukan kepadanya. 2o. Si penanggung yang sekali telah membayar utangnya. tidak dapat menuntutnya kembali dari si berutang utama ini. 3o. jika ada alasan untuk itu. manakala si berutang. Si penanggung dapat menuntut si berutang untuk diberikan ganti rugi atau untuk dibebaskan dari perikatannya. 4o. apabila ia digugat di muka Hakim untuk membayar. apabila utangnya dapat ditagih karena lewatnya jangka waktu yang telah ditetapkan untuk pembayarannya. Si penanggung yang telah membayar. tidak dapat menuntutnya kembali dari si berutang utama yang telah membayar untuk ke dua kalinya. masing-masing terikat untuk seluruh utang itu. jika ia tidak telah memberitahukan kepadanya tentang pembayaran yang telah dilakukannya. rugi dan bunga. Jika si penanggung telah membayar tanpa digugat untuk itu.

biarpun benda itu kemudian karena suatu putusan Hakim oleh si berpiutang harus diserahkan kepada seorang lain. sepertinya suatu perwalian. sebagaimana yang menyebabkan berakhirnya perikatan-perikatan lainnya. BAGIAN KE EMPAT Tentang hapusnya penanggungan utang 1845. Ketentuan ayat kedua dari pasal 1293 adalah berlaku dalam hal ini. 1848. Si penanggung utang dapat menggunakan terhadap si berpiutang segala tangkisan yang dapat dipakai oleh si berutang utama dan mengenai utangnya yang ditanggung itu sendiri. Perikatan yang diterbitkan dari penanggungan hapus karena sebabsebab yang sama. 1847. begitu pula apabila si berutang telah dinyatakan pailit. mempunyai hak untuk menuntutnya kembali dari orang-orang penanggung yang lainnya. maka si penanggung yang telah melunasi utangnya dalam hal yang teratur dalam nomor 1o dari pasal yang lalu. Si penanggung dibebaskan apabila ia karena salahnya si berpiutang. tidak lagi dapat menggantikan hak-haknya. 1850. Jika berbagai orang telah mengikatkan diri sebagai penanggung untuk seorang berutang yang sama. sekali-kali tidak mematikan tuntutan hukum si berpiutang terhadap orang yang telah memajukan diri sebagai penanggungnya si penanggung. hipotik-hipotiknya dan hak-hak istimewanya dari si berpiutang itu. lagi pula untuk utang yang sama. 1844. 1849. 1846. Percampuran yang terjadi di antara pribadinya si berutang utama dan pribadinya si penanggung utang. hingga ia tidak dapat diakhiri sebelum lewatnya suatu waktu tertentu.perikatan pokok sedemikian sifatnya. maka si penanggung dibebaskan karenanya. masing-masing untuk bagiannya. Suatu penundaan pembayaran belaka yang oleh si berpiutang . Namun tak bolehlah ia memajukan tangkisan-tangkisan yang melulu mengenai pribadi si berutang. Jika si berpiutang secara sukarela menerima suatu benda tak bergerak maupun suatu benda lain sebagai pembayaran atas utang pokok.

diberikan kepada si berutang. BAB KE DELAPAN BELAS Tentang perdamaian 1851. dapat diadakan perdamaian. Perdamaian ini tidak sekali-kali menghalangi Jawatan Kejaksaan untuk menuntut perkaranya. Perdamaian adalah suatu perjanjian dengan mana kedua belah pihak. baik para pihak merumuskan maksud mereka dalam perkataan khusus atau umum. Setiap perdamaian hanya mengakhiri perselisihan-perselisihan yang termaktub didalamnya. 1854. Untuk mengadakan suatu perdamaian diperlukan bahwa seorang mempunyai kekuasaan untuk melepaskan haknya atas hal-hal yang termaktub di dalam perdamaian itu. Setiap perdamaian hanya terbatas pada soal yang termaktub didalamnya. 1853. Wali-wali dan pengampu-pengampu tidak dapat mengadakan suatu perdamaian selain jika mereka bertindak menurut ketentuan-ketentuan dari bab ke lima belas dan ke tujuh belas dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. Tentang kepentingan-kepentingan keperdataan yang terbit dari suatu kejahatan atau pelanggaran. pelepasan segala hak dan tuntutan yang dituliskan di situ harus diartikan sekadar hak-hak dan tuntutan-tuntutan itu ada hubungannya dengan perselisihan yang menjadi lantaran perdamaian tersebut. 1855. maupun maksud itu dapat disimpulkan sebagai akibat . tidak membebaskan si penanggung utang. Kepala-kepala Daerah yang bertindak sebagai demikian begitu pula lembaga-lembaga umum tidak dapat mengadakan suatu perdamaian selain dengan mengindahkan acara-acara yang ditetapkan dalam perundang-undangan yang mengenai mereka. Perjanjian ini tidaklah sah. namun si penanggung ini dalam hal yang sedemikian dapat menuntut si berutang dengan maksud memaksanya untuk membayar atau untuk membebaskan si penanggung dari penanggungannya. dengan menyerahkan. melainkan jika dibuat secara tertulis. menjanjikan atau menahan suatu barang. 1852. mengakhiri suatu perkara yang sedang bergantung atau pun mencegah timbulnya suatu perkara.

1862. Suatu perdamaian yang diadakan atas dasar surat-surat yang kemudian dinyatakan palsu. Suatu perdamaian mengenai suatu sengketa. tidaklah ia terikat oleh perdamaian yang dibuat sebelumnya. tidak merupakan alasan untuk membatalkan perdamaiannya. kemudian memperoleh suatu hak yang sama dari seorang lain. Begitu pula dapat diminta pembatalan suatu perdamaian. tetapi kemudian diketemukan. Jika putusan yang tidak diketahui oleh para pihak itu masih dapat dimintakan banding. Namun itu suatu perdamaian dapat dibatalkan. Tidak dapatlah perdamaian itu dibantah dengan alasan kekhilafan mengenai hukum atau dengan alasan bahwa salah satu pihak dirugikan. apabila telah terjadi suatu kekhilafan mengenai orangnya. namun tidak diketahui oleh para pihak atau salah satu dari mereka. Jika para pihak. telah membuat suatu perdamaian tentang segala urusan yang berlaku di antara mereka. Suatu perdamaian yang diadakan oleh salah seorang yang berkepentingan. tidak mengikat orang-orang berkepentingan yang lainnya. dan tidak dapat dimajukan oleh mereka untuk memperoleh hak-hak dari padanya. yang sudah diakhiri dengan suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. maka sekadar mengenai hak yang baru diperolehnya itu. maka perdamaiannya adalah sah. Segala perdamaian mempunyai di antara para pihak suatu kekuatan seperti suatu putusan Hakim dalam tingkat yang penghabisan. 1856. 1860. jika perdamaian itu telah diadakan karena kesalahpahaman tentang duduk perkaranya. atau mengenai pokok perselisihan. adalah batal. 1858. Jika seorang yang telah mengadakan suatu perdamaian tentang suatu hak yang diperolehnya atas dasar kedudukannya sendiri. kecuali apabila surat-surat itu telah .mutlak satu-satunya dari apa yang dituliskan. adalah sama sekali batal. untuk seumumnya. 1857. 1863. Ia dapat dibatalkan dalam segala hal dimana telah dilakukan penipuan atau paksaan. kecuali apabila para pihak dengan pernyataan tegas telah mengadakan perdamaian tentang kebatalan itu. maka adanya surat-surat yang pada waktu itu tidak diketahui. 1861. mengenai suatu alas hak yang batal. 1859.

jika alas hak penguasaan mereka telah berganti.sengaja disembunyikan oleh salah satu pihak. memperoleh suatu benda tak bergerak. memperoleh hak milik atasnya. Daluwarsa dihitung dengan hari. Itikad baik selamanya harus dianggap ada. Siapa yang dengan itikad baik menguasainya selama tiga puluh tahun. 1864. orang-orang penyimpan. dengan jalan daluwarsa. dan lain-lain orang yang menguasai suatu benda berdasarkan suatu perjanjian dengan pemiliknya. suatu cacat dalam bentuk caranya. 1965. tidak dengan jam. Namun itu perdamaiannya adalah batal. dipandang sebagai suatu alat untuk memperoleh sesuatu 1963. maupun karena pembantahan yang mereka lakukan terhadap haknya si pemilik. Mereka. BAGIAN KE DUA Tentang daluwarsa. Mereka yang disebutkan dalam pasal yang lalu dapat memperoleh hak milik dengan jalan daluwarsa. atau suatu piutang lain yang tidak harus dibayar atas tunjuk. baik karena suatu sebab yang berasal dari seorang pihak ke tiga. karena. 1964. Siapa yang dengan itikad baik. telah menyerahkan bendanya dengan suatu alas hak yang dapat memindahkan hak milik. tidak dapat digunakan sebagai dasar suatu daluwarsa selama dua puluh tahun. sedangkan dari surat-surat yang diketemukan kemudian ternyata bahwa salah satu pihak sama sekali tidak mempunyai sesuatu hak atas itu. Suatu alas hak yang batal. 1960. 1961. dengan suatu penguasaan selama dua puluh tahun. . Suatu kekeliruan dalam hal menghitung dalam suatu perdamaian. jika perdamaian hanya mengenai satu urusan saja. 1962. suatu bunga. dan berdasarkan suatu alas hak yang sah. sedangkan siapa yang menunjuk kepada suatu itikad buruk diwajibkan membuktikannya. dapat memperoleh benda tersebut dengan jalan daluwarsa. kepada siapa orang-orang penyewa. Daluwarsa itu diperoleh apabila hari teralchir dari jangka waktu yang diperlukan telah lewat. memperoleh hak milik. dengan tidak dapat dipaksa untuk mempertunjukkan alas haknya. harus diperbaiki.

tuntutan para pengusaha rumah penginapan dan rumah makan. semua itu berdaluwarsa dengan lewatnya waktu dua tahun. beserta jumlah kenaikan upah itu menurut pasal 1602 q. tuntutan para pengusaha sekolah berasrama. tuntutan para buruh yang upahnya dalam uang harus dibayar tiap-tiap kali setelah lewatnya waktu yang kurang daripada satu triwulan. itikad baik itu ada. dengan lewatnya waktu tiga puluh tahun. Segala tuntutan hukum. atau tercapainya perdamaian antara para pihak yang berperkara. tuntutan para juru sita. untuk upah mereka untuk memberitahukan akta-akta dan melaksanakan pekerjaan yang diperintahkan kepada mereka. sedangkan siapa. Tuntutan para dokter dan ahli obat-obatan. untuk kunjungan mereka. BAGIAN KE TIGA Tentang daluwarsa dipandang sebagai suatu alasan untuk dibebaskan dari suatu kewajiban 1967. semua itu berdaluwarsa. Tuntutan para guru dan pengajar dalam kebudayaan dan ilmu pengetahuan. hapus karena daluwarsa. tuntutan para pengacara untuk pembayaran persekot-persekot dan upah mereka. hapus karcna daluwarsa dengan lewatnya waktu dua tahun. baik yang bersifat perbendaan maupun yang bersifat perseorangan. yang menunjukkan akan adanya daluwarsa itu tidak usah mempertunjukkan suatu alas hak. terhitung sejak hari diputusnya perkara. lagi pula tak dapatlah dimajukan terhadapnya sesuatu tangkisan yang didasarkan kepada itikadnya yang buruk. untuk pemberian penginapan serta makanan. Tuntutan para advokat untuk pembayaran jasa-jasa mereka. beserta jumlah kenaikan upah itu menurut pasal 1602 q. perawatan dan obat-obatan. 1970. untuk pelajaran yang mereka berikan tiap-tiap bulan. untuk mendapat pembayaran upah mereka. tuntutan para buruh dengan kekecualian mereka yang dimaksud dalam pasal 1968. 1969. dengan lewatnya waktu satu tahun. untuk uang makan dan pengajaran bagi murid-muridnya.1966. atau untuk waktu yang lebih pendek. begitu pula tuntutan lain-lain pengajar untuk upah pengajaran yang diberikan oleh mereka. atau . untuk pembayaran upah mereka. 1968. Adalah cukup bahwa pada waktu benda atau piutang diperoleh.

Namun demikian orang-orang kepada siapa dimajukan daluwarsa yang disebut dalam pasal 1968. apabila dibuatnya suatu pengakuan tertulis. berdaluwarsa juga dengan lewatnya waktu dua tahun. tahun. atau apabila daluwarsa dicegah menurut pasal 1979. para juru sita dibebaskan dari pertanggungjawaban tentang hal itu setelah lewatnya. Dalam halnya perkara-perkara yang tidak selesai tak dapatlah mereka menuntut pembayaran persekot-persekot dan jasa-jasa yang telah menunggak lebih daripada sepuluh tahun. Daluwarsa itu hanya berhenti berjalan. terhitung sejak hari dibuatnya akta-akta. Tuntutan para notaris untuk pembayaran persekot-persekot dan upah mereka. 1972. dapat diperintahkan sumpah untuk menerangkan bahwa mereka tidak mengetahui bahwa ada utang yang demikian itu. Tuntutan-tuntutan. terjadi. Kepada para janda dan para ahli waris. terhitung sejak pelaksanaan kuasa atau . dapat menurut dari mereka yang menggunakan daluwarsa itu supaya mereka bersumpah bahwa utang mereka sungguh-sungguh telah terbayar. tukang-tukang kayu. waktu dua. setelah pemutusan perkaranya. Begitu pula. sekadar tuntutan-tuntutan ini mengenai pekerjaan-pekerjaan dan penyerahan-penyerahan yang tidak untuk pekerjaan si berutang yang tctap. 1973. atau jika mereka yang dimaksud di atas itu orang-orang yang belum dewasa. 1971. 1969. Daluwarsa yang disebutkan dalam keempat pasal yang lalu. kepada orang-orang yang menjadi wali mereka. 1970 dan 1971. 1974. semua itu bcrdaluwarsa dengan lewatnya waktu lima tahun. Para Hakim dan pengacara tidak lagi bertanggung jawab untuk penyerahan surat-surat setelah lewatnya waktu lima tahun.ditariknya kembali kuasa kepada pengacara itu. tukang-tukang batu dan lainlain tukang untuk pembayaran bahan-bahan yang mereka berikan dan upah-upah mereka. pengusaha-pengusaha toko untuk pembayaran barang-barang yang telah mereka serahkan. meskipun seorang telah meneruskan melakukan penyerahan-penyerahan jasa-jasa dan pekerjaan.

dengan tak mengurangi penuntutan ganti rugi mereka terhadap wali-wali atau pengampu-pengampu mereka. bunga atas tunjangan tahunan guna pemeliharaan. Terhadap benda bergerak yang tidak berupa bunga. dengan tak mengurangi hak si yang tersebut belakangan ini untuk minta ganti rugi kepada orang dari siapa ia memperoleh barangnya. direbut dari tangan si berkuasa. semua itu berdaluwarsa setelah lewatnya waktu lima tahun. serta oleh tiap. maupun yang merebut itu orang pihak ke tiga.pemberitahuan akta-akta yang ditugaskan kepada mereka. dan pada umumnya. Namun demikian. dari siapa yang dalam tangannya ia ketemukan barangnya. 1979. berjalan terhadap orang-orang yang belum dewasa dan orang-orang yang berada di bawah pengampuan. maupun piutang yang tidak harus dibayar kepada si pembawa maka barangsiapa yang menguasainya dianggap sebagai pemiliknya. atas bunga abadi atau bunga cagak hidup. suatu gugatan. Daluwarsa tercegah apabila kenikmatan atas bendanya selama lebih dari satu tahun. segala apa yang harus dibayar tiap tahun atau tiap waktu tertentu yang lebih pendek. 1990. mencegah daluwarsa. BAGIAN KE EMPAT Tentang sebab-sebab yang mencegah daluwarsa 1978. Juga penggugatan di muka Hakim yang tidak berkuasa. 1977. 1976. satu dan lain diberitahukan oleh seorang pegawai yang berkuasa untuk itu atas nama pihak yang berhak kepada orang yang hendak dicegah memperolehnya dengan jalan daluwarsa. harga sewa rumah dan tanah. perbuatan yang berupa tuntutan hukum. bunga atas uang-uang pinjaman. lagi pula dengan tak mengurangi ketentuan dalam pasal 582. Daluwarsa-daluwarsa yang diatur dalam pasal 1968 dan selanjutnya dari bab ini. didalam jangka waktu tiga tahun. . terhitung sejak hari hilangnya atau dicurinya barang itu. dapatlah ia menuntut kembali barangnya yang hilang atau dicuri itu sebagai miliknya. siapa yang kehilangan atau kecurian sesuatu barang. Daluwarsa itu tercegah pula oleh suatu peringatan. Bunga. 1975. baik yang merebut itu pemilik lama.

Pengakuan. atau pengakuan ahli waris tersebut. terkecuali apabila perikatannya tak dapat dibagi-bagi.1981. Pemberitahuan yang dilakukan kepada salah seorang ahli waris seorang berutang secara tanggung-menanggung. Namun daluwarsa tidaklah tercegah. Untuk mencegah daluwarsa seluruh utangnya terhadap orang-orang yang turut berutang lainnya. baik si penggugat menggugurkan tuntutannya. Pemberitahuan. atau pengakuan orang tersebut. tidaklah mencegah daluwarsa terhadap ahli waris-ahli waris yang lainnya. tidaklah dicegah lebih lanjut selain untuk bagian ahli waris tersebut. mencegah daluwarsa terhadap orang-orang berutang yang lainnya. 1985. kepada salah seorang yang berutang secara tanggung-menanggung. akan haknya orang terhadap siapa daluwarsa berjalan. Pencegahan daluwarsa yang dilakukan oleh salah seorang berpiutang dalam suatu perikatan tanggung-menanggung berlaku untuk segenap orang yang turut berpiutang. 1982. maupun tuntutan itu ditolak oleh Hakim. bahkan pula terhadap ahli waris-ahli waris mereka. 1984. BAGIAN KE LIMA Tentang sebab-sebab yang menangguhkan berjalannya daluwarsa . Dengan pemberitahuan atau pengakuan ini daluwarsa terhadap orang-orang yang turut berutang lainnya. mencegah pula daluwarsa. yang dilakukan dengan kata-kata atau dengan perbuatan-perbuatan oleh si berkuasa atau si berutang. mencegah daluwarsa terhadap si penanggung utang. maupun pula gugatan itu dinyatakan gugur karena lewatnya waktu. Pemberitahuan yang dilakukan kepada si berutang utama atau pengakuan orang ini. 1983. diperlukan suatu pemberitahuan kepada segenap ahli waris tersebut atau suatu pengakuan yang dilakukan oleh segenap ahli waris itu. apabila peringatan atau gugatannya ditarik kembali atau pun dinyatakan batal. menurut pasal 1979. bahkan tidak dalam halnya suatu utang hipotik.

1991. Daluwarsa-daluwarsa yang sudah mulai berajan sebelum Kitab . selama belum ada putusan untuk menyerahkan barangnya kepada orang lain. melainkan setelah ia memilih antara menerima atau melepaskan persatuan. 1988. terhadap suatu piutang yang baru dapat ditagih pada suatu hari tertentu. dan didalam segala hal dimana tuntutan si istri akhimya harus ditujukan kepada suaminya. Daluwarsa tidaklah berjalan terhadap seorang istri selama perkawinannya: 1e. tidaklah terjadi diantara suami-istri. Daluwarsa tidaklah berjalan terhadap seorang waris yang telah menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk membuat pendaftaran harta peninggalan. Daluwarsa tidaklah berjalan: terhadap suatu piutang yang bergantung pada suatu syarat.1986. Daluwarsa. Daluwarsa itu berjalan pula selama ahli waris sedang dalam waktu memikir. karena ia telah menjual benda pribadi si istri. mengenai piutang-piutangnya terhadap harta peninggalan. kecuali yang bagi keuntungannya diadakan pengecualian oleh undang-undang. 1989. Ketentuan penutup 1993. berjalan terhadap suatu warisan yang tak terurus. 1987. Daluwarsa berjalan terhadap setiap orang. 1992. dalam halnya suatu perkara untuk menanggung suatu penjualan. 1990. selama syarat ini tidak dipenuhi. apabila si suami. kecuali dalam hal-hal yang ditentukan oleh undang-undang. apabila tuntutan si istri tidak akan dapat diteruskan. harus menanggung penjualan itu. selama hari itu belum tiba. Daluwarsa. 2e. meskipun warisan itu tidak ada pengampunya. Daluwarsa tidaklah dapat bermulai maupun berlangsung terhadap orang-orang yang belum dewasa dan orang-orang terampu.

c. yang menurut perundang-undangan lama masih mernbutuhkan waktu selama lebih dari tiga puluh tahun. bahwa bagi mereka berlakulah bagian ke tiga belas bab ke lima belas dari . terhitung sejak saat diundangkan Kitab Undang-undang ini. selama mereka belum mencapai umur genap dua puluh satu tahun dan tidak telah kawin sebelumnya. dan perkawinan ini dibubarkan sebelum mereka mencapai umur genap dua puluh satu tahun. b. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata bagi Indonesia. maka mereka tidaklah karena itu kembali lagi dalam kedudukan belum dewasa. mulai berlaku 1 Maret 19215). LAMPIRAN I Ketentuan-ketentuan untuk seluruh Indonesia tentang hukum perdata dan hukum dagang bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. setelah diubah.Undang-undang ini diundangkan. dalam hal bilamana mereka telah kawin sebelumnya. Bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. 1924-556. bab ke empat sampai dengan ke empat belas dari buku ke satu. L. yang mana. dengan pengertian : 1. atau dengan tiada perubahan. lain daripada Tiong Hoa. akan diatur menurut undang-undang yang pada saat itu berlaku di Indonesia. dengan ketentuan dalam pada ini bahwa. 2. kecuali : a. akan terpenuhi dengan lewatnya waktu tiga puluh tahun ini. Namun demikian daluwarsa-daluwarsa yang sudah mulai berlaku secara demikian. berlaku bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. berlakulah : A.N. § 1. lain daripada Tiong Hoa (Undang-undang 9 Desember 1924. lain daripada Tiong Hoa. Pasal 1. Penunjukan akan bagian-bagian dari perundang-undangan bagi orang-orang yang termasuk golongan Eropa. bahwa mereka yang termasuk golongan Timur Asing harus dianggap belum dewasa. bab ke lima belas dari buku ke satu. bab ke dua dari buku ke satu.

d. C. Undang-Undang Kepailitan. Balai-balai mana dalam menunaikan tugas mereka sekitar soal-soal yang berkenaan dengan hukum perdata terhadap mana perundang-undangan Eropa tidak telah atau tidak dinyatakan berlaku bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. harus menjadi pengganti peraturan dalam pasal 60 ayat ke satu sampai dengan ayat ke empat dari Undang-undang tersebut. 1603 (lama) dari Kitab Undang-Undang Hukurn Perdata”. sebagai anak buah kapal. peraturan tentang beberapa soal yang berhubungan dengan apa yang telah dinyatakan beriaku dalam § 1. bahwa terhadap seorang yang masuk kerja. sekadar perhubungan dengan ketentuanketentuan undang-undang yang telah dinyatakan berlaku. sekadar bertakunya ketentuan-ketentuan tadi tidak dengan tegas dikecualikannya”. bahwa terhadap hak-hak setiap istri dalam hal bilamana suaminya dan dalam keadaan pailit segala apa yang ditentukan dalam pasal 2 di bawah ini. 2. ke-3. D. . ialah pasal 23 sampai dengan 34. baik yang bergerak maupun yang tak bergerak. § 2. 46. 41 sampai dengan 44. 1602. ke-4 dan ke-5 bab 7A buku ke tiga dari Kitab Undang-undang Perdata. 36 sampai dengan 39. 48. bab ke dua belas dari buku ke dua. tidaklah karena hukum terbentuk suatu persatuan harta kekayaan suami dan istri. (2) Si istri tetap memiliki sekalian harta kekayaannya. Kitab Undang-undang Hukum Dagang untuk Indonesia dengan pengertian. harus dibaca: “berlakulah pasal 1601. (1) Dengan berlangsungnya suatu perkawinan. 50 sampai dengan 53. Pasal. dalam pasal 396 sebagai pengganti kata-kata: “berlakulah ketentuan-ketentuan dalam bagian ke-2. 100 dan 101.buku ke satu “Tentang Balai-balai Harta Peninggalan”. B. Pasal-pasal berikut dari Peraturan tentang Penyelenggaraan dan Peralihan kepada perundang-undangan baru. dengan pengertian. harus melaksanakan segala instruksi dan segala reglemen bagi para kepala urusan harta peninggalan dulu.

perkataan “undang-undang” harus diartikan. akta mana dengan tegas harus menyebut barang-barang itu. Pasal 3. harus dapat dinyatakan dengan suatu pertelaan dengan akta notaris. adalah batal dan tak berharga terhadap pihak ke tiga. bahkan yang dilakukan setelah bubarnya perkawinan karena perceraian. segala aturan hukum yang berlaku bagi si yang mewariskan berhubung dengan agarna dan adat-istiadat kebangsaannya. melainkan dengan suatu akta otentik yang dibuat sebelum atau tatkala perkawinan dilangsungkan. (1). (6) Segala pemberian hibah. yang memuat asal-usul kebendaan itu dan memuat pula penilaian akan harganya satu per satu. melainkan dengan alat-alat bukti tertulis yang sah. Dalam pasal 913. 915 dan 916 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. (4) Segala keuntungan bagi si istri yang diperoleh sepanjang perkawinan karena perusahaan atau perdagangannya sendiri tidak boleh dibuktikan dengan cara lain. tidak boleh dibuktikan dengan cara lain. segala kebendaan yang sepanjang perkawinan masuk dalam kemilikan si istri karena perwarisan. maupun barang-barang tak bergerak.(3) Pembawaan akan segala barang bergerak dalam perkawinan oleh si istri. baik mengenai berang-barang bergerak. harus diartikan sebagai perwarisan karena kematian. dan perkataan perwarisan karena kematian dalam pasal 914. 947 dan 948 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. menurut aturan-aturan hukum yang sama. (7) Ketentuan tersebut di atas sementara itu tidak berlaku terhadap pemberian hibah atau panjar terdiri atas barang-barang bergerak. harus dianggap sebagai milik suaminya. dengan cara seperti tertulis dalam pasal ini tak dapat dibuktikan sebagai milik si istri. (5) Segala sesuatu. pemberian hibah atau hibah wasiat. dengan tak mengurangi kewajiban untuk mendaftarkan segala kebendaan tak bergerak yang diperoleh sebelum atau sepanjang perkawinan atas nama si istri. yang mana. kecuali dalam keadaankeadaan luar biasa seperti termaktub dalam pasal 946. Pasal 4. yang dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya sepanjang perkawinan. tak diperbolehkan mengambil sesuatu ketetapan . Mereka yang dalam ketentuan-ketentuan di atas tersebut sebagai orang-orang yang tennasuk golongan Timur Asing. yang harganya teramat kecil jika dibandingkan dengan kekayaan si pemberi hibah.

anggota komisaris Balai Harta Peninggalan. (2). (4). Dihapuskan. harus menanggali dan mengesahkan dengan tanda tangannya. Pasal 6. maupun kepada orang-orang lain yang cakap untuk itu. (3). surat termaksud dalam pasal 94 Undang-Undang Kepailitan. yang mewakili Balai tersebut. Terhadap soal-soal yang berkenaan dengan hukum perdata dan hukum dagang. penyelidikan itu merupakan pekerjaan yang sangat besar. yang mana terhadap soal-soal itu mereka yang dalam ketentuan tersebut di atas disebut sebagai termasuk golongan Timur Asing. tersebut dapat pasal 86 Undang-undang tersebut. Pada waktu menerima buku-buku menurut pasal 89 UndangUndang Kepailitan. Pencabutan hanya boleh dilakukan dengan akta yang dibuat dalam bentuk yang sama. terhadap . dengan permintaan supaya selekas mungkin membuat laporan tentang penyelidikan itu. kewajiban itu dilalaikannya. beserta segala akibatnya dalam hal bilamana. Karena jabatan. Laporan yang tennaksud dalam ayat ke dua beserta segala.wasiat melainkan dengan akta umum yang dibuat menurut peraturan termuat dalam pasal 638 dan 939 dari Kitab yang sama. Pasal 5. upah mana harus dibayar dari harta peninggalan yang bersangkutan dan sesuai dengan daya kesmggupannya. (2). tidak tunduk pada perundang-undangan bagi orang-orang yang termasuk golongan Eropa. Apabila kemudian ternyata. oleh Balai harus diletakkan dalam kantornya. Ketentuan penutup Pasal 7. Balai tersebut boleh menyuruh supaya buku-buku yang telah diterimanya tadi diselidiki. agar setiap orang dapat membacanya dengan cuma-cuma. perintah mana harus dilakukan. yang dibebankan oleh pasal 101 Undang-Undang Kepailitan. atau atas tuntutan Jawatan Kejaksan. Kewajiban menghadap dan memberi penjelasan. dibebankan juga kepada orang yang mendapat tugas penyelidikan tertnaksud dalam ayat ke dua. maka Pengadilan Negeri berhak menetapkan upah bagi anggota yang telah melakukannya. baik kepada seorang anggotanya yang segolongan dengan si pailit. (1). halaman ke satu dan halaman terakhir dari tiap-tiap buku yang diterimanya. 3.

jis 1919-81. Undang-undang ini berlaku mulai tanggal I Maret 1925.soal-soal itu senantiasa harus dilakukan segala undang-undang yang kini berlaku bagi mereka dan segala aturan hukum yang berhubungan dengan agama dan adat istiadat mereka. Pasal II. LAMPIRAN II Ketentuan-ketentuan untuk seluruh Indonesia tentang hukum perdata dan hukum dagang bagi orang-orang termasuk golongan Tiong Hoa (Undang-undang 1917-129. 1924-557. 1925-92) .

yang memuat alasan-alasannya. 3. bahwa terhadap perkawinan itu ada sesuatu alangan yang sah. d. Penunjukan akan bagian-bagian dari perundang-undangan bagi orang-orang yang termasuk golongan Eropa. f. pasal-pasal mana diganti dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1.BAB KE SATU 1. berlakulah: 1. Bagi mereka yang tennasuk golongan Tiong Hoa. Dalam hal adanya penolakan. 2. nomor 6 pasal 71. mempunyai tempat kediamannya. b. kemudian dengan tak usah mengindahkan sesuatu bentuk acara dan dengan tiada kemungkinan untuk bandingan harus menguatkan penolakan itu. ternyata tidak cukup. yang mana dalam daerah hukumnya pegawai catatan sipil yang telah menolak berlangsungnya perkawinan. Pengadilan mana setelah melakukan pemeriksaan demikian sebagaimana dipandangnya perlu. Ayat ke dua pasal 268. yang mana setelah diubah atau dengan tiada perubaban. pasal 74 dan 75. Masing-masing pihak berhak dengan surat permohonan yang harus dilampiri dengan surat keterangan tersebut dalam ayat yang lalu. g. e. Dihapuskan. berlaku bagi mereka yang termasuk golongan Tiong Hoa. kepada pihak yang memintanya harus disampaikan olehnya suatu keterangan tertulis tentang penolakan itu. c. bab ke dua dan bagian ke dua dan ke tiga bab ke empat dari buku ke satu. Dihapuskan. pasal mana diganti dengan ketentuan sebagai di . terkecuali : a. apabila ternyata baginya. Penyebutan dalam pasal 99 akan pasal 52 dan 75. yang mana adanya diharuskan oleh Undang-undang. atau apabila surat-surat dan keterangan-keterangan. Kitab Undang-undang Hukum Perdata untuk Indonesia. Pegawai catatan sipil harus menolak perlangsungan sesuatu perkawinan. meminta keputusan dari Pengadilan Negeri. Pasal 1. atau memerintahkan supaya perkawinan dilangsungkan.

bawah ini. Apabila pihak-pihak yang berkepentingan berduduk diam, maka, pembesar yang mempunyai tugas menuntut perkara pidana, adalah leluasa, untuk memajukan tuntutan pidana karena kejahatan menggelapkan kedudukan, asal ada permulaan bukti dengan tulisan sesuai dengan pasal 265 Kitab Undang-undang Hukum Perdata, dan tentang adanya permulaan bukti itu pada awalnya telah dinyatakannya. h. ayat ke satu pasal 1853, yang mana diganti dengan ketentuan sebagai berikut: Perdamaian tidak sekali-kali menghalangi penuntutan perkara. 2. Kitab Undang-undang Hukum Dagang untuk Indonesia, dengan pengertian, bahwa terhadap seorang yang masuk kerja sebagai anak buah kapal dalam pasal 396 sebagai pengganti kata-kata “berlakulah ketentuan-ketentuan dalam bagian ke-2, ke-3, ke-4, dan ke-5, bab 7A buku ke tiga dari Kitab Undang-undang Perdata, sekadar berlakunya ketentuan-ketentuan tadi tidak dengan tegas dikecualikannya”, harus, dibaca: “berlakulah pasal 1601, 1602, 1603, (lama) dari Kitab Undang-Undang Perdata”. 3. Peraturan Acara Perdata, kecuali: a. pasal 816, 817 dan 818; b. pasal 844 yang mana cliganti dengan ketentuan sebagai berikut : Barangsiapa menurut ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Penyelenggaraan Register-register Catatan Sipil bagi golongan Tiong Hoa, menghendaki agar diperintahkannya oleh Hakim sesuatu penambahan atau pembetulan dalam suatu akta dari Catatan Sipil itu, harus memajukan surat permintaan kepada Pengadilan Negeri, permintaan mana harus disertai dengan segala dasar alasannya. 4. Pasal-pasal berikut dari Peraturan tentang Penyelenggaraan akan Peralihan kepada Perundang-undangan baru, sekadar perhubungan dengan ketentuan-ketentuan undang-undang yang telah dinyatakan berlaku, ialah pasal 23 sampai dengan 34, 36 sampai dengan 39, 41 sampai dengan 44, 46, 48, 50 sampai dengan 53, 100 dan 101. 5. Undang-Undang Kepailitan.

§ 2. Ketentuan-ketentuan khusus mengenai perkongsian, dan keadaan pailit Pasal 2. Dihapuskan. Pasal 3. (1). Dengan tak mengurangi berlakunya beberapa ketentuan yang diadakan bagi perseroan perseroan terbatas, segala perkumpulan Tiong Hoa terkenal dengan nama kongsi guna melakukan suatu perusahaan di bawah sesuatu nama kesatuan, haru takluk pada peraturan dalam bagian ke dua, bab ke tiga, buku ke satu dari Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. (2). Nama kongsi harus dianggap sebagai nama firma. Pasal 4. (1). Pada waktu menerima buku-buku menurut pasal 89 UndangUndang Kepailitan, anggota komisaris Balai Harta Peninggalan yang mewakili Balai tersebut harus menanggali dan mengesahkan dengan tanda tangannya, halaman ke satu dan halaman terakhir dari tiap-tiap buku yang diterimanya. (2). Karena jabatan atau atas tuntutan Jawatan Kejaksaan, Balai tersebut boleh menyuruh supaya buku-buku yang telah diterimanya diselidiki, dengan permintaan supaya selekas mungkin membuat laporannya tentang penyelidikan itu, perintah mana harus dilakukan, baik kepada seorang anggotanya dari golongan Tiong Hoa, maupun pula kepada orang-orang lain yang cakap untuk itu. Apabila kemudian ternyata, penyelidikan itu merupakan pekerjaan yang sangat besar, maka Pengadilan Negeri berhak menetapkan upah bagi anggota yang telah metakukannya, upah mana harus dibayar dari harta peninggalan yang bersangkutan dan sesuai dengan daya kesanggupannya. (3). Laporan yang dimaksud dalam ayat ke dua beserta segala surat dimaksud dalam pasal 94 Undang-Undang Kepailitan, oleh Balai harus diletakkan dalam kantornya, agar setiap orang; dapat membacanya dengan cuma-cuma. (4). Kewajiban menghadap dan memberi penjelasan, yang dibebankan oleh pasal 101 Undang-undang Kepailitan, beserta segala akibatnya dalam hal bilamana kewajiban-kewajiban itu dilalaikannya, dimaksud dalam pasal 86 Undang-undang tersebut dibebankan juga kepada orang yang mendapat tugas penyelidikan dimaksud dalam ayat ke dua.

BAB KE DUA Tentang pengangkatan anak Pasal 5. (1). Apabila seorang laki, beristri atau telah pernah beristri, tak mempunyai keturunan laki-laki yang sah dalam garis laki-laki, baik keturunan karena kelahiran, maupun keturunan karena angkatan, maka bolehlah ia mengangkat seorang laki-laki sebagai anaknya. (2). Pengangkatan yang demikian harus dilakukan oleh si orang laki tersebut bersama-sama dengan istrinya, atau jika dilakukannya setelah perkawinannya dibubarkan; oleh dia sendiri. (3). Apabila kepada seorang perempuan janda, yang tidak telah kawin lagi, oleh suaminya yang telah meninggal dunia, tidak ditinggalkan seorang keturunan sebagai dimaksud dalam ayat ke satu pasal ini, maka boleh pun ia mengangkat seorang laki sebagai anaknya. Jika sementara itu si suami yang telah meninggal dunia, dengan surat wasiat telah menyatakan tak menghendaki pengangkatan anak oleh istrinya, maka pengangkatan itu pun tak boleh dilakukannya. Pasal 6. Yang boleh diangkat hanyalah orang-orang Tiong Hoa laki-laki yang tak beristri pun tak beranak, dan yang tidak telah diangkat oleh orang lain. Pasal 7. (1). Orang yang diangkat harus paling sedikitnya delapan belas tahun lebih muda daripada si suami, dan paling sedikitnya pula lima belas tahun lebih muda daripada si istri, atau si janda yang mengangkatnya.

yang mana dalam daerah hukumnya si perempuan janda yang . 3. baik keluarga yang sah. sekadar bukan bapak atau wali si yang akan diangkat. Pasal 8. atau dalam hal lebih dulu telah meninggalnya seorang di antara mereka. 2 a. sebelum ia diangkat. atau dalam hal lebih dahulu telah meninggalnya seorang di antara mereka. jika hanya salah seorang mereka mengakuinya. sekiranya anak itu diakui kedua mereka. maka keluarga tadi karena angkatannya terhadap moyang kedua belah pihak bersama. atau tidak diam di Indonesia. dan sekiranya mereka tidak ada. Pasal 9. jika ia telah mencapai umur lima belas tahun.(2). kata sepakat dari orang. kata sepakat dari saudara-saudara laki yang telah dewasa dan bapak mendiang suaminya. Apabila kata sepakat dari mereka. Apabila yang diangkat itu seorang keluarga sedarah. maka bolehlah kata sepakat itu diganti dengan izin dari Pengadilan Negeri. harus memperoleh derajat keturunan yang sama pula dengan derajat keturunannya karena kelahiran. b. kata sepakat dari yang hidup terlaina. kata sepakat dari walinya dan dari Balai Harta Peninggalan. termaksud dalam nomor 4 pasal yang lalu. jika yang diangkat itu seorang anak yang sah. kata sepakat dari walinya dan dari Balai Harta Peninggalan. dalam hal yang terakhir. kata sepakat dari bapak atau ibu yang hidup terlama. seperti pun jika keluarga sedarah termaksud dalam kata-kata penutup ketentuan tersebut tidak ada. kata sepakat dari yang mengakui. jika yang diangkat itu seorang anak luar kawin. atau kedua orang tua yang mengakuinya telah meninggal dunia. (1). kecuali si ibu telah menceburkan diri dalam perkawinan baru. kata sepakat dari kedua orang tuanya. tidak diperoleh. jika sama sekali tiada yang mengakuinya. seperti pun apabila kedua orang tuanya telah meninggal dunia. 4. kata sepakat dari bapak dan ibunya. Tiap-tiap pengangkatan menghendaki 1. jika pengangkatan akan dilakukan oleh seorang perempuan janda seperti termaksud dalam pasal 5 ayat ke tiga. atau orang-orang yang melakukannya. yang telah dewasa dan diam di Indonesia. kata sepakat dari dua di antara keluarga sedarah laki-laki yang terdekat lainnya dari pihak bapak si suami yang telah meninggal dunia sampai dengan derajat ke empat. maupun keluarga luar kawin. kata sepakat dari orang yang akan diangkat.

berhak menuntut supaya suatu pengangkatan dicatat dalam jihad akta kelahiran si yang diangkat (5). Setiap orang yang berkepentingan. bahwa si . (2). Ketentuan dalam pasal 334 Kitab Undang-undang Perdata untuk Indonesia tentang keluarga sedarah dan semenda tersebut didalamnya. Sekalian mereka yang dimaksud dalam no. Atas permintaan si perempuan janda. 4 pasal 8. kecuali merekalah yang sebagai bapak atau wali akan menyerahkan si anak untuk pengangkatan diperbolehkan juga memberikan kata sepakat mereka bersama atau masing-masing dengan akta notaris. bertempat tinggal. untuk menyangkal angkatannya. yang mana setelah melakukan pemeriksaan itu harus menyampaikan berita acaranya kepada Pengadilan Negeri tersebut pertama. harus mengambil keputusannya setelah mendengar atau memanggil dengan sah akan sekalian mereka. (5). Pasal 11. Ketiadaan suatu catatan dalam jihad akta kelahiran seperti di atas. sebagaimana oleh Pengadilan dianggapnya perlu. Pengadilan Negeri dengan tak memakai sesuatu bentuk acara dan dengan tiada kemungkinan untuk bandingan.menghendaki pengangkatan. (1). (3). (3). (4). Jika orang-orang yang harus didengar bertempat tinggal diluar keresidenan dimana Pengadilan Negeri yang berkuasa mempunyai tempat kedudukannya. hal mana harus disebut dalain akta pengangkatan. yang kata sepakatnya dibutuhkannya dan setelah mendengar atau memanggil dengan sah akan orang-orang lainnya sedemikian. berlaku juga terhadap sekalian mereka yang harus diperiksa dalam hal ini. (4). (2). Pihak-pihak yang bersangkatan harus menghadap di depan notaris dengan diri sendiri atau dengan seorang wakilnya yang khusus dikuasakan untuk itu dengan akta notaris. Izin dari Pengadilan itu harus disebut dalam akta pengangkatan. Pasal 10. Tiap-tiap pengangkatan karena hukum mengakibatkan. maka Pengadilan itu berhak melimpahkan pemeriksaan mereka kepada Pengadilan Negeri lain. Tiap-tiap pengangkatan hanya boleh dilakukan dengan akta notaris. tak boleh dipakai sebagai senjala terhadap yang diangkat.

(1). telah meminta izin dari Hakim seperti termaksud dalam pasal 9 dan dalam waktu satu bulan setelah izin diperolehnya. (2). maka. Pasal 12. Pasal 13. antara si yang diangkat dengan kedua orang tuanya dan sekalian keluarga sedarah dan semenda kecuali dalam hal-hal : 1. Pasal 14. Hak-hak segla pihak ke tiga yang dapat dipengaruhi oleh pengangkatan itu. (2). akan tetapi paling lamanya selama tenggang waktu tersebut dalam ayat terakhir pasal 12. jika ia mempunyai nama keturunan lain daripada nama keturunan si suami yang mengangkatnya sebagai anaknya. karena hukum memperoleh nama keturunan yang terakhir ini sebagai gantinya nama keturunan yang dulu. maka dianggaplah anak itu dilahirkan dari perkawinan yang telah bubar itu. Jika si suami mengangkat seorang anak. mereka. mengenai derajat kekeluargaan sedarah dan semenda yang terlarang untuk perkawinan. (3). Jika seorang suami meninggal dunia dengan meninggalkan istri janda yang berhak melakukan sesuatu pengangkatan. maka Balai Harta Peninggalan adalah berwajib menyelenggarakan segala tindakan yang perlu dan mendesak. sampai pengangkatan memperoleh penyelesaiannya. apabila pengangkatan itu diselesaikan dalam waktu enam bulan setelah meninggalnya. anak itu hanya pun bolehlah bertindak sebagai waris. guna mengurus dan menyelamatkan harta peninggalan yang akan menjadi milik si yang akan diangkat. dianggaplah anak itu dilahirkan dari perkawinan dengan si suami yang telah meninggal dunia.yang diangkat. setelah karena kematian istrinya perkawinan bubar. atau si perempuan janda dalam tenggang waktu yang sama. Jika seorang perempuan janda mengangkat seorang anak. bahwa terhadap harta peninggalan si yang meninggal. sekadar dengan surat wasiat tidak telah diambilnya suatu ketetapan terhadapnya. maka dianggaplah anak itu dilahirkan dari perkawinan mereka. dengan pengertian sementara itu. Jika suami-istri mengangkat seorang sebagai anak. izin itu pun dipergunakannya pula. . (1). tetap ditanguhkan kan. Karena berlangsungnya suatu pengangkatan. terputuslah segala hubungan perdata yang berpangkal pada keturunan karena kelahiran.

2. sebelum di tempat itu telah berlaku Reglemen . Pengangkatan terhadap anak-anak perempuan dan pengangkatan. Jika pihak-pihak yang berkepentingan ada diluar kemungkinan akan mengunjukkan kutipan-kutipan yang demikian. bertentangan dengan salah satu ketentuan dalam pasal 5. dengan cara lain daripada cara membuat akta otentik. hukum. maka. mengenai pembuktian dengan saksi. pasal 10. 5. Tiap-tiap akta kelahiran. adalah batal karena. harus diganti dengan petikanpetikan dari register-register pembukuan atau pencatatan kelahiran. mengenai bertindak sebagai saksi dalam perbuatan akta-akta otentik. (2). atau waktu perceraian. mengenai perhitungan biaya perkara dan penyenderaan. Pasal 15 (1). dalam hal-hal bilamana kelahiran. 8. (3). atau ayat ke dua dan ke tiga. sebelum di tempatnya telah berlaku Reglemen Penyelenggaraan Registerregister Catatan Sipil bagi golongan Tiong Hoa. (1). 9. 6. (2). 7. Suatu pengangkatan boleh dinyatakan batal karena. Tiap-tiap pengangkatan tidak boleh ditiadakan karena perjanjian. mengenai ketentuan-ketentuan pidana sekadar bersandar pada keturunan karena kelahiran. kutipan-kutipan mana harus memuat waktu dan tempat kelahiran atau kematian. 4. Pasal 17. Keputusan dengan mana suatu perceraian diucapkan jika perkawinannya dilangsungkan dulu. kekurangan ini boleh diperbaiki dengan cara seperti ditentukan dalam pasal 72 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata berhubungan dengan akta kelahiran. kematian dan perceraian itu terjadi. Peraturan peralihan Pasal 16. kematian dan perceraian yang. kematian dan perceraian yang menurut pasal 71 Kitab Undang-undang Hukum Perdata untuk Indonesia harus diunjukkan oleh kedua calon suami-istri sebelum perkawinan mereka dilangsungkan. 3. diselenggarakan oleh Kepala golongan Tiong Hoa dan diberikan oleh seorang kepala Tiong Hoa yang tertinggi pangkatnya pada tempat dimana register-register itu diselenggarakannya.

dan yang masih ada pada saat Undang-undang ini pada tempat itu mulai berlaku. Untuk selain kongsikongsi itu tetap dikuasai oleh hukum yang berlaku dewasa itu.Penyelenggaraan Register-register Catatan Sipil bagi mereka yang hendak kawin harus dibukukan dalam register-register catatan sipil di Jakarta. yang sebelum saat tersebut. Pasal 18. dan diperlakukan oleh mereka secara terang-terangan sebagai anak mereka. yang didirikan dengan cara yang sah. Pasal 21 (1). yang sebelum undang-undang ini mengenai perwakilan mereka berlaku. Pasal 19. (2). . Segala campur tangan balai-balai piatu dan Balai Harta. Dengan menyimpang sekadarnya dari pasal 283 Kitab Undang-undang Perdata untuk Indonesia. Pasal 20. (2). harus dianggap sebagai anak-anak sah. bukanlah wali-wali yang sah. harus meneruskannya. bahwa orang yang diakui sebagai wali tadi. Mereka. Peninggalan dalam urusan orang-orang Tiong Hoa dan harta. atau kecuali mengenai soal sah atau tak sahnya wali-wali itu pada waktu itu dimajukan perkara di muka Hakim atau telah ada keputusan yang belum memperoleh kekuatan mutlak. bilamana yang demikian tadi menurut Undang-undang ini dikecualikan. (2). kecuali kongsi itu dengan sah tidak telah dibubarkan sebelumnya. harus diteruskan dan diselesaikan oleh balai-balai tersebut atas dasar yang sama. sewaktu mereka belum dewasa. karena. anak-anak yang dilahirkan dari selir-selir bapak mereka. pengakuan itulah saja harus dianggap sebagai wali-wali yang sah. dalam hal-hal. peninggalan mereka yang telah dimulai sebelum pada tempat itu Undang-undang ini berlaku. (1). melakukan sesuatu perwalian dengan sah. Segala kongsi sebagai termaksud dalam pasal 3. Campur tangan itu sementara itu berakhir. kecuali dengan keputusan Hakim yang memperoleh kekuatan mutlak sebelum saat tersebut telah dinyatakan. oleh balai piatu dan balai peninggalan dulu diakui sebagai wali. Dengan meninggalnya bapak mereka. jika hubungan antara si bapak dan selirnya telah timbul sebelum undang-undang ini berlaku bagi bapak mereka. (1). dan yang dilakukan menurut aturan-aturan undang-undang yang dulu berlaku. (1). maka demi hukum ibu merekalah yang melakukan perwalian. harus dibubarkan sepuluh tahun setelah saat itu. Mereka.

Pada saat mulai berlakunya undang-undang ini dihapuskanlah segala peraturan undang-undang mengenai hukum perdata dan hukum dagang yang berlaku bagi orang termasuk golongan Tiong Hoa. . Pasal 22. pengumuman mana. enam bulan dan kemudian satu bulan sebelum saat tersebut di atas harus diulangi lagi. dengan pemasangan pengumuman itu dalam Berita Negara dan dalam surat kabar lain sebagaimana dipandangnya perlu. Selambat-lambatnya satu tahun sebelum lewatnya waktu tersebut dalam ayat ke satu.(2). Direktur Kehakiman harus mengumumkan ketentuan dalam ayat ke satu tadi beserta segala akibatnya kepada khalayak ramai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful