BAB KE SATU Tentang perikatan-perikatan umumnya BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1233.

Tiap-tiap perikatan dilahirkan baik karena persetujuan, baik karena undang-undang. 1234. Tiap-tiap perikatan adalah untuk memberikan sesuatu, untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu. BAGIAN KE DUA Tentang perikatan-perikatan untuk memberikan sesuatu 1235. Dalam tiap-tiap perikatan untuk memberikan sesuatu adalah termaktub kewajiban si berutang untuk menyerahkan kebendaan yang bersangkutan dan untuk merawatnya sebagai seorang bapak rumah yang baik, sampai pada saat penyerahan. Kewajiban yang terakhir ini adalah kurang atau lebih luas terhadap perjanjian-perjanjian tertentu, yang akibat-akibatnya mengenai hal ini ditunjuk dalam bab-bab yang bersangkutan. 1236. Si berutang adalah wajib memberikan ganti biaya, rugi dan bunga kepada si berpiutang, apabila ia telah membawa dirinya dalam keadaan tak mampu untuk menyerahkan kebendaannya, atau telah tidak merawat sepatutnya guna menyelamatkannya. 1237. Dalam hal adanya perikatan untuk memberikan suatu kebendaan tertentu, kebendaan itu semenjak perikatan dilahirkan, adalah atas tanggungan si berpiutang. Jika si berutang lalai akan menyerahkannya, maka semenjak saat kelalaian, kebendaan adalah atas tanggungannya. 1239. Si berutang adalah lalai, apabila ia dengan surat perintah atau dengan sebuah akta sejenis itu telah dinyatakan lalai, atau demi perikatannya sendiri, ialah jika ini menetapkan, bahwa si berutang harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan.

BAGIAN KE TIGA Tentang perikatan-perikatan untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu 1239. Tiap-tiap perikatan untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu, apabila si berutang tidak memenuhi kewajibannya, mendapatkan penyelesaiannya dalam kewajiban memberikan penggantian biaya, rugi dan bunga. 1240. Dalam pada itu si berpiutang adalah berhak menuntut akan penghapusan segala sesuatu yang telah dibuat berlawanan dengan perikatan, dan bolehlah ia minta supaya dikuasakan oleh Hakim untuk menyuruh menghapuskan segala sesuatu yang telah dibuat tadi atas biaya si berutang; dengan tak mengurangi hak menuntut penggantian biaya, rugi dan bunga jika, ada alasan untuk itu. 1241. Apabila perikatan tidak dilaksanakannya, maka si berpiutang boleh juga dikuasakan supaya dia sendirilah mengusahakan pelaksanaannya atas biaya si berutang. 1242. Jika perikatan itu bertujuan untuk tidak berbuat sesuatu, maka, pihak yang manapun jika, yang berbuat berlawanan dengan perikatan, karena pelanggaran, itu dan karena itu pun saja, wajiblah ia akan penggantian biaya, rugi dan bunga. BAGIAN KE EMPAT Tentang penggantian biaya, rugi dan bunga karena tidak dipenuhinya suatu perikatan 1243. Penggantian biaya, rugi dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan, barulah mulai diwajibkan, apabila si berutang, setelah dinyatakan lalai memenuhi perikatannya, tetap melalaikannya, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dibuatnya, hanya dapat diberikan atau dibuat dalam tenggang waktu yang telah dilampaukannya. 1244. Jika ada alasan untuk itu, si berutang harus dihukum mengganti biaya, rugi dan bunga apabila ia tak dapat membuktikan, bahwa hal tidak atau tidak pada waktu yang tepat dilaksanakannya perikatan itu, disebabkan suatu hal yang tak terduga, pun tak dapat dipertanggungjawabkan padanya, kesemuanya itu pun jika itikad buruk tidaklah ada pada pihaknya.

1245. Tidaklah biaya rugi dan bunga, harus digantinya, apabila lantaran keadaan memaksa atau lantaran suatu kejadian tak disengaja si berutang beralangan memberikan atau berbuat sesuatu yang diwajibkan, atau lantaran hal-hal yang sama telah melakukan perbuatan yang terlarang. 1246. Biaya, rugi dan bunga yang oleh si berpiutang boleh dituntut akan penggantiannya, terdirilah pada umumnya atas rugi yang telah dideritanya dan untung yang sedianya harus dapat dinikmatinya, dengan tak mengurangi pengecualian-pengecualian serta perubahan-perubahan yang akan disebut di bawah ini. 1247. Si berutang hanya diwajibkan mengganti biaya, rugi dan bunga yang nyata telah, atau sedianya harus dapat diduganya sewaktu perikatan dilahirkan, kecuali jika hal tidak dipenuhinya perikatan itu disebabkan sesuatu tipu-daya yang dilakukan olehnya. 1249. Bahkan jika hal tidak dipenuhinya perikatan itu disebabkan tipu-daya si berutang, penggantian biaya, rugi dan bunga sekadar mengenai kerugian yang dideritanya oleh si berpiutang dan keuntungan yang terhilang baginya, hanyalah terdiri atas apa yang merupakan akibat langsung dari tak dipenuhinya perikatan. 1249. Jika dalam suatu perikatan ditentukannya, bahwa si yang lalai memenuhinya, sebagai ganti rugi harus membayar suatu jumlah uang tertentu, maka kepada pihak yang lain tak boleh diberikan suatu jumlah yang lebih maupun yang kurang dari pada jumlah itu. 1250. Dalam tiap-tiap perikatan yang semata-mata berhubungan dengan pembayaran sejumlah uang, penggantian biaya, rugi dan bunga sekadar disebabkan terlambatnya pelaksanaan, hanya terdiri atas bunga yang ditentukan oleh undangundang, dengan tidak mengurangi peraturan-peraturan undang-undang khusus. Penggantian biaya, rugi dan bunga tersebut wajib dibayar, dengan tidak usah dibuktikannya sesuatu kerugian oleh si berpiutang. Penggantian biaya, rugi dan bunga itu hanya harus dibayar terhitung mulai dari ia diminta di muka Pengadilan, kecuali dalam hal-hal dimana undang-undang menetapkan bahwa ia berlaku demi hukum. 1251. Bunga dari uang pokok yang dapat ditagih dapat pula menghasilkan

penghasilan-penghasilan yang dapat ditagih. Semua syarat harus terpenuhi secara yang mungkin dikehendaki dan dimaksudkan oleh kedua belah pihak. maupun karena suatu persetujuan khusus. jika pelaksanaannya semata-mata bergantung pada kemauan orang yang terikat. bunga abadi atau bunga selama hidupnya seorang. tak berdaya. Meskipun demikian. maupun secara membatalkan perikatan menurut terjadi atau tidak terjadinya peristiwa tersebut. Semua syarat yang bertujuan melakukan sesuatu yang tak mungkin terlaksana. atau sesuatu yang dilarang oleh undang-undang. Syarat yang bertujuan tidak melakukan sesuatu yang tak mungkin terlaksana. baik secara menangguhkan perikatan hingga terjadinya peristiwa semacam itu. Semua perikatan adalah batal. adalah batal. baik karena suatu permintaan di muka Pengadilan. 1258. sepertinya uang gadai dan uang sewa. Suatu perikatan adalah bersyarat manakala ia digantungkan pada suatu peristiwa yang masih akan datang dan yang masih belum tentu akan terjadi. menghasilkan bunga mulai hari dilakukannya penuntutan atau dibuatnya perjanjian. Tetapi. jika perikatan bergantung pada suatu perbuatan yang pelaksanaannya berada didalam kekuasaan orang tersebut. BAGIAN KE LIMA Tentang perikatan-perikatan bersyarat 1253. 1255. 1252. 1256. dan berakibat bahwa perjanjian yang digantungkan padanya. 1257. perikatan adalah sah. 1254.bunga. tak berdaya. asal saja permintaan atau persetujuan tersebut mengenai bunga yang harus dibayar untuk satu tahun. sesuatu yang bertentangan dengan kesusilaan baik. Jika suatu perikatan bergantung pada syarat bahwa suatu peristiwa . tidak membuat perikatan yang digantungkan padanya. untuk pembebasan si berutang. Peraturan yang sama berlaku terhadap pengembalian penghasilanpenghasilan dan bunga yang dibayar oleh seorang pihak ke tiga kepada si berpiutang. padahal perbuatan itu sudah terjadi.

maka barang yang menjadi pokok perikatan tetap menjadi tanggungannya si berutang. sekali musnah diluar kesalahan si berutang. atau yang bergantung pada suatu hal yang sudah terjadi tetapi tidak diketahui oleh kedua belah pihak. dalam hal yang ke dua perikatan mulai berlaku sejak hari ia dilahirkan. melakukan segala usaha yang perlu untuk menjaga jangan sampai haknya hilang. Jika waktu tidak ditentukan. Si berpiutang dapat. Begitu juga syarat telah terpenuhi. maka syarat itu bertaku surut hingga saat lahimya perikatan. maka . tetapi jika tidak ditetapkan suatu waktu. jika sebelum waktu tersebut lampau. Jika suatu perikatan bergantung pada suatu syarat bahwa sesuatu peristiwa didalam suatu waktu tertentu tidak akan terjadi. maka syarat tersebut dianggap tidak ada. 1263. maka hak-haknya karena itu berpindah kepada ahli waris-ahli warisnya. jika si berutang yang terikat olehnya. yang hanya berwajib menyerahkan barang itu apabila syarat terpenuhi. 1262. telah ada kepastian bahwa peristiwa tidak akan terjadi. Jika barang tersebut sama. 1261. 1264.akan terjadi didalam suatu waktu tertentu. maka syarat tersebut setiap waktu dapat terpenuhi. Syarat dianggap telah terpenuhi. dan syarat itu tidak dianggap tidak ada sebelum ada kepastian bahwa peristiwa tidak akan terjadi. sebelum terpenuhinya syarat. Jika si berpiutang meninggal sebelum terpenuhinya syarat. Dalam hal yang pertama perikatan tidak dapat dilaksanakan sebelum peristiwa telah terjadi. maka syarat tersebut telah terpenuhi apabila waktu tersebut lampau dengan tidak terjadinya peristiwa. apabila waktu tersebut telah lampau dengan tidak terjadinya peristiwa tersebut. Apabila syarat telah terpenuhi. 1260. 1259. syarat itu tidak terpenuhi sebelum ada kepastian bahwa peristiwa tersebut tidak akan terjadi. telah menghalang-halangi terpenuhinya syarat itu. Suatu perikatan dengan suatu syarat tangguh adalah suatu perikatan yang bergantung pada suatu peristiwa yang masih akan datang dan yang masih belum tentu akan terjadi. Jika perikatan bergantung pada suatu syarat tangguh.

jangka waktu mana namun itu tidak boleh lebih dari satu bulan. disertai penggantian biaya kerugian dan bunga. meskipun syarat batal mengenai tidak dipenuhinya kewajiban dinyatakan didalam perjanjian. Jika syarat batal tidak dinyatakan dalam persetujuan. memberikan suatu jangka waktu untuk masih juga memenuhi kewajibannya. jika hal itu masih dapat dilakukan. dengan penggantian kerugian. menghentikan perikatan. Jika barangnya merosot harganya diluar kesalahan si berutang. dapat memilih apakah ia. maka si berpiutang berhak memutuskan perikatan atau menuntut penyerahan barangnya didalam keadaan dimana barang itu berada. manakala salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya. tetapi pembatalan harus dimintakan kepada Hakim. Jika barangnya merosot harganya karena kesalahan si berutang. ataukah ia akan menuntut pembatalan perjanjian. pada keadaan semula. BAGIAN KE ENAM . apabila peristiwa yang dimaksudkan terjadi. akan memaksa pihak yang lain untuk memenuhi perjanjian. menurut keadaan. 1266.baik pada pihak yang satu maupun pada pihak yang lainnya tiada lagi suatu perikatan. maka si berpiutang dapat memilih apakah ia akan memutuskan perikatan ataukah menuntut penyerahan barangnya didalam keadaan dimana barang itu berada dengan tiada pengurangan harga yang telah dijanjikan. atas permintaan si tergugat. 1265. Permintaan ini juga harus dilakukan. Pihak terhadap siapa perikatan tidak dipenuhi. Hakim adalah leluasa untuk. 1267. Suatu syarat batal adalah syarat yang apabila dipenuhi. seolah-olah tidak pemah ada suatu perikatan. Dalam hal yang demikian persetujuan tidak batal demi hukum. Syarat batal dianggap selalu dicantumkan dalam persetujuanpersetujuan yang bertimbal balik. Syarat ini tidak menangguhkan pemenuhan perikatan. dan membawa segala sesuatu kembali. hanyalah ia mewajibkan si berpiutang mengembalikan apa yang telah diterimanya.

Suatu ketetapan waktu selalu dianggap dibuat untuk kepentingan si berutang. 1271. tetapi ia tidak dapat memaksa si berpiutang untuk menerima sebagian dari barang yang satu dan sebagian dari barang yang lainnya. jika hak ini tidak secara tegas diberikan kepada si berpiutang. atau dari keadaan. jika salah satu dari barang-barang yang dijanjikan hilang. ternyata bahwa ketetapan waktu itu telah dibuat untuk kepentingan si berpiutang.Tentang perikatan-perikatan dengan ketetapan waktu 1268. Suatu perikatan adalah murni dan bersahaja. Suatu perikatan mana suka adalah murni dan bersahaja. atau jika karena kesalahannya jaminan yang diberikannya bagi si berpiutang telah merosot. Apa yang harus dibayar pada suatu waktu yang ditentukan tidak dapat ditagih sebelum waktu itu datang. kecuali jika dari sifat perikatan sendiri. 1269. atau bahkan karena kesalahan si berutang tidak lagi dapat diserahkan. Suatu ketetapan waktu tidak menangguhkan perikatan. ia harus membayar harga barangnya yang hilang paling akhir. jika ia telah dinyatakan pailit. BAGIAN KE TUJUH Tentang perikatan-perikatan mana suka atau perikatan yang boleh dipilih oleh salah satu pihak 1272. jika salah satu dari kedua barang yang dijanjikan tidak dapat menjadi pokok perikatan. 1270. 1276. tak dapat diminta kembali. Si berutang tak lagi dapat menarik manfaat dari suatu ketetapan waktu. meskipun ia dibuat secara boleh pilih atau mana suka. Dalam perikatan-perikatan mana suka si berutang dibebaskan jika ia menyerahkan salah satu dari dua barang yang disebutkan dalam perikatan. dan si berutang bersalah tentang hilangnya salah satu. 1273. tetapi apa yang telah dibayar sebelum waktu itu datang. Hak memilih adalah pada si berutang. Jika kedua-duanya barang telah hilang. harga barang itu tidak dapat ditawarkan sebagai gantinya. 1275. melainkan hanya menangguhkan pelaksanaannya. 1274. Jika dalam hal-hal yang disebutkan dalam pasal yang lalu diserahkan .

selama ia belum digugat oleh salah satu. maka si berpiutang dapat menuntut penyerahan barang yang masih ada atau harga barang yang telah hilang. Jika kedua-duanya barang musnah. maka jika itu terjadi diluar salahnya si berutang. baik jika ada bayaran harga salah satunya menurut pilihahnya lebih dari dua barang termaktub didalam perikatan. maupun jika perikatan bertujuan melakukan suatu perbuatan. 1277. 1279. BAGIAN KE DELAPAN Tentang perikatan-perikatan tanggung renteng atau perikatan-perikatan tanggung-menanggung 1278. dapat. Adalah terserah kepada si berutang untuk memilih apakah ia akan membayar utang kepada yang satu atau kepada yang lainnya di antara orang-orang yang berpiutang. maka si berpiutang. bahkan apabila hilangnya salah satu saja terjadi karena salahnya si berutang.kepada si berpiutang untuk memilih. dan hanya salah satu barang sajalah yang hilang. Asas-asas yang sama berlaku. apabila hilangnya kedua barang itu. Meskipun demikian pembebasan yang diberikan oleh salah satu orang berpiutang dalam suatu perikatan tanggung-menanggung. tak dapat membebaskan si berutang untuk selebihnya dari bagian orang yang berpiutang tersebut. si berpiutang harus mendapat barang yang masih ada: jika hilangnya salah satu barang tadi terjadi karena salahnya si berutang. . menutut pembayaran harga salah satunya menurut pilihannya. jika didalam perjanjian secara tegas kepada masing-masing diberikan hak untuk menuntut pemenuhan seluruh utang sedang pembayaran yang dilakukan kepada salah satu membebaskan orang yang berutang meskipun perikatan menurut sifatnya dapat dipecah dan dibagi di antara beberapa orang berpiutang tadi. manakala mereka kesemuanya diwajibkan melakukan suatu hal yang sama. 1280. Suatu perikatan tanggung-menanggung atau perikatan tanggung renteng terjadi antara beberapa orang berpiutang. sedemikan bahwa salah satu dapat dituntut untuk seluruhnya. dan pemenuhan oleh salah satu membebaskan orang-orang berutang yang lainnya terhadap si berpiutang. Adalah terjadi suatu perikatan tanggung menanggung di pihaknya orang-orang yang berutang.

maka orang lainnya yang turut berutang tidak bebas dari kewajiban untuk membayar harga barang. dimana suatu perikatan karena kekuatan suatu penetapan undang-undang dianggap tanggung menanggung. 1282. hanyalah mereka tidak diwajibkan membayar penggantian biaya. Jika barang yang harus diberikan musnah karena salah satunya atau beberapa orang yang berutang tanggung menanggung. 1285. Tiada perikatan dianggap tanggung-menanggung. rugi dan bunga. 1286. atau terhadap satu telah diadakan suatu ketetapan waktu sedangkan terhadap yang lain tidak. Seorang yang turut berutang dalam suatu perikatan tanggung menanggung. Si berpiutang dalam suatu perikatan tanggung menanggung dapat menagih piutangnya dari salah satu orang berutang yang dipilihnya dengan tidak ada kemungkinan bagi orang ini untuk meminta supaya utangnya dipecah.1281. melainkan jika hal itu dinyatakan secara tegas. Penuntutan-penuntutan yang ditujukan kepada salah satu orang yang berutang tidak menjadi halangan bagi si berpiutang untuk juga melaksanakan haknya terhadap orang-orang berutang yang lainnya. kerugian-kerugian dan bunga dari orang-orang berutang yang bersalah tentang musnahnya barang atau dari orang-orang yang lalai dalam pemenuhan perikatan. dapat memakai semua tangkisan yang dapat disimpulkan dari sifatnya perikatan. Penuntutan pembayaran bunga yang dilakukan terhadap salah satu di antara orang-orang yang berutang tanggung menanggung. yang dituntut oleh si berpiutang. 1284. dan yang mengenai diri sendiri. Suatu perikatan dapat bersifat tanggung menanggung. 1287. Aturan ini hanya dikecualikan dalam hal-hal. sedangkan perikatan terhadap yang lainnya adalah suatu perikatan murni dan sederhana. Si berpiutang hanya dapat menuntut pembayaran penggantian biaya. 1283. meskipun salah satu orang yang berutang diwajibkan memenuhi hal yang sama dengan cara yang berlainan dengan teman-temannya sepenanggung misalnya satu adalah terikat dengan bersyarat. berakibat bahwa bunga itu juga berlaku terhadap semua orang berutang yang lainnya. begitu pula semua tangkisan yang mengenai diri semua orang lainnya yang turut . atau setelahnya orang-orang ini dinyatakan lalai.

kehilangan haknya yang berdasarkan perikatan tanggung-menanggung hanya terhadap bunga yang sudah dapat ditagih. 1290. maupun terhadap pokok utang kecuali apabila . atau jika si berpiutang menjadi ahli waris satu-satunya dari salah satu orang yang berutang. Seorang berpiutang tidak dianggap membebaskan si berutang dari perikatannya tanggung-menanggung. Si berpiutang yang telah menyetujui pembagian piutangnya terhadap salah satu orang yang berutang. tidak melepaskan haknya yang berdasarkan tanggungmenanggung melainkan hanya terhadap orang yang berutang tadi. selama orang ini belum memenuhi gugatan tersebut. dengan tidak menyatakan pada waktu pembayaran dilakukan. ia menerima suatu jumlah sebesar bagian si berutang ini. tetapi dengan dikurangi bagian si berutang yang telah dibebaskan dari perikatan tanggung-menanggungnya. jika surat tanda penerimaan tidak secara tegas menyatakan bahwa apa yang diterima itu ialah untuk bagian orang tersebut. tersendiri dan dengan tidak menyatakan kehendaknya untuk mempertahankan hak-haknya. dan tidak terhadap bunga yang belum datang waktunya ditagih. tetap memiliki piutangnya yang berdasarkan perikatan tanggung-menanggung terhadap orang-orang berutang yang lainnya. Seorang berpiutang yang menerima bagiannya salah satu orang yang berutang tersendiri.berutang bersama-sama. maka percampuran utang ini tidak berakibat hapusnya perikatan tanggung menanggung selain hanya untuk bagian si berutang atau si berpiutang yang bersangkutan saja. Seorang berpiutang yang menerima bagian salah satu orang yang turut berutang dalam pembayaran bunga tunggakan dari suatu utang. Hal yang sama berlaku terhadap gugatan yang ditujukan kepada salah satu orang yang turut berutang. 1288. 1291. bahwa ia mempertahankan haknya yang berdasarkan utang tanggung-menanggung atau hak-hak seumumnya. jika. Jika salah satu orang yang berutang menjadi ahli waris satu-satunya dari si berpiutang. Ia tidak dapat memakai tangkisan-tangkisan yang hanya mengenai diri beberapa orang lainnya saja yang turut berutang. 1289. atau selama perkara belum diputus oleh Hakim.

Suatu perikatan. Jika si berpiutang telah membebaskan salah satu orang yang berutang dari perikatan tanggung-menanggungnya. 1295. tidak dapat menuntut kembali dari orang-orang berutang yang lainnya lebih daripada jumlah bagian mereka masing-masing. BAGIAN KE SEMBILAN Tentang perikatan-perikatan yang dapat dibagi bagi den perikatan-perikatan yang tak dapat dibagi-bagi 1296. maka benar mereka itu masing-masing terikat untuk seluruhnya kepada si berpiutang tetapi di antara mereka sendiri mereka dianggap sebagai orang-orang penanggung utang bagi orang yang harus menyelenggarakan hal tersebut tadi. atau suatu perbuatan yang pelaksanaannya dapat dibagi-bagi atau tak dapat dibagi-bagi. orang-orang mana di antara mereka sendiri tidak terikat untuk lebih daripada bagian masing-masing. maka bagian orang-orang yang tak mampu itu harus dipikul bersama-sama oleh orang-orang berutang yang lainnya menurut imbangan bagian mereka masing-masing. meskipun orang-orangnya yang berutang menghadapi si berpiutang secara tanggung-menanggung.pembayaran tersendiri itu telah berlangsung selama sepuluh tahun berturut-turut. dan mereka harus diberikan ganti-rugi oleh orang itu sebagaimana berlaku bagi orang-orang penanggung utang. dengan sendirinya dapat dibagi-bagi di antara orang-orang yang berutang. menurut imbangan bagian masing-masing. Suatu perikatan dapat dibagi-bagi atau tak dapat dibagi-bagi sekadar perikatan tersebut mengenai suatu barang yang penyerahannya. 1292. terhitung juga mereka yang sebelum itu telah dibebaskan dari perikatan tanggung-menanggungnya. Seorang yang turut berutang dalam suatu perikatan tanggungmenanggung. hanya mengenai salah satu di antara mereka. 1294. dan satu atau beberapa orang berutang yang lainnya jatuh dalam keadaan tak mampu. Jika hal untuk mana berbagai orang telah mengikatkan dirinya secara tanggung-menanggung. baik . maka kerugian yang disebabkan ketidakmampuannya itu. harus dipikul bersama-sama oleh orang-orang berutang yang lainnya dan si berutang yang telah melunasi utangnya. yang telah melunasi seluruh utangnya. 1293. Jika salah satu di antara mercka tidak mampu untuk membayar.

Suatu perikatan yang dapat dibagi-bagi harus dilaksanakan antara si berutang dan si berpiutang seolah-olah perikatan itu tak dapat dibagi-bagi. sedang salah satu di antara barang-barang ini tidak dapat dibagi-bagi. menurut perjanjiannya salah satu ahli waris sajalah yang diwajibkan melaksanakan perikatannya. jika. atau karena maksud yang dikandung tentang perjanjian tersebut.secara nyata-nyata. maupun secara perhitungan. 1297. dengan tidak mengurangi haknya untuk menuntut penggantian . 1298. jika barang atau perbuatan tadi menurut maksud perikatan tidak boleh diserahkan atau dilaksanakan sebagian demi sebagian. jika. Bahwasannya suatu perikatan adalah suatu perikatan tanggungmenanggung belum berarti bahwa perikatan itu suatu perikatan yang tak dapat dibagi-bagi. Suatu perikatan adalah tak dapat dibagi-bagi. dapat dituntut untuk membayar seluruh utangnya. 1299. Dalam ketiga hal yang pertama si ahli waris yang memegang barang yang harus diserahkan atau barang yang dijadikan tanggungan hipotik. 2. terhadap suatu utang dimana si berpiutang boleh memilih antara berbagai barang. yang tidak dapat menagih piutangnya atau tidak berwajib membayar utangnya selain untuk bagian masing-masing sebagai ahli waris atau orang-orang yang mewakili si berpiutang maupun si berutang. maupun sifat barang yang menjadi pokok perikatan. 1300. 5. pembayaran mana dapat dilaksanakan atas barang yang harus diserahkan itu atau atas barang yang dijadikan tanggungan hipotik tersebut. hal dapatnya dibagi-bagi hanyalah berlaku terhadap ahli waris-ahli waris kedua belah pihak. Asas yang ditetapkan dalam pasal yang lain. 3. 4. dikecualikan terhadap ahli waris-ahli warisnya si berutang : 1. manakala utang itu terdiri atas suatu barang tertentu . baik karena sifat perikatan. ternyata dengan jelas bahwa maksud kedua belah pihak ialah bahwa utangnya tidak akan dapat diangsur. meskipun barang atau perbuatan yang dimaksudkan karena sifatnya dapat dibagi-bagi. dalam hal utang itu suatu utang hipotik.

Jika hanya salah satu ahli waris memberikan pembebasan utangnya. Batalnya ancaman hukuman sama sekali tidak berakibat batalnya perikatan pokok. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk meminta penggantian kepada ahli waris-ahli waris yang lainnya. 1306. manakala perikatan itu tidak dipenuhi. Batalnya perikatan pokok mengakibatkan batalnya ancaman hukuman. Tiap ahli waris dari si berpiutang dapat menuntut pelaksanaan suatu perikatan yang tak dapat dibagi-bagi untuk seluruhnya. kecuali jika ia memperhitungkan bagian ahli waris yang telah memberikan pembebasan utang atau yang te!ah menerima harga barangnya. BAGIAN KE SEPULUH Tentang perikatan-perikatan dengan ancaman hukuman 1304. Daripada menuntut hukuman terhadap si berutang yang tidak memenuhi janjinya. 1302. adalah bertanggungjawab untuk seluruhnya. maka ahli waris-ahli waris lainnya tak dibolehkan menuntut barang yang tak dapat dibagi-bagi itu. Ancaman hukuman adalah suatu ketentuan sedemikian rupa dengan mana seorang untuk jaminan pelaksanaan suatu perikatan diwajibkan melakukan sesuatu. si berpiutang boleh juga menuntut dipenuhinya perikatan pokok. . 1303. 1301. Hal yang sama berlaku juga bagi ahli waris-ahli waris seorang yang diwajibkan memenuhi suatu perikatan seperti itu.kepada ahli waris-ahli waris yang lainnya. maupun menerima harganya sebagai ganti barangnya. Tiada seorang pun dari mereka dibolehkan memberikan pembebasan seluruh utang. Dalam hal yang ke empat si ahli waris yang sendiri diwajibkan melunasi utang dan dalam hal yang ke lima juga setiap ahli waris dapat dituntut untuk membayar seluruh utang. meskipun perikatannya tidak dibuat secara tanggung-menanggung. 1305. atau menerima harga barangnya. Tiap orang dari mereka yang bersama-sama memikul suatu utang yang tak dapat dibagi-bagi.

terkecuali apabila hukuman ini ditetapkan semata-mata untuk terlambatnya pemenuhan saja. Jika perikatan pokok.1307. Hukuman dapat diubah oleh Hakim. jika perikatan pokok untuk sebagian telah dipenuhi. hukuman sudah wajib dibayar. Jika perikatan pokok. Aturan ini dikecualikan. kecuali apabila orang yang terikat untuk memberikan atau menerima sesuatu maupun berbuat sesuatu lalai dalam hal itu. Ia tak dapat bersama-sama menuntut dipenuhinya perikatan pokok dan menuntut hukumannya. dengan penetapan hukuman itu mengenai suatu barang yang dapat dibagi-bagi. mengenai suatu barang yang tak dapat dibagi-bagi. dan hanya dapat dituntut dari ahli waris-ahli waris lainnya untuk bagian . manakala penetapan hukuman ditambahkan dengan maksud supaya pemenuhan perikatan tidak akan terjadi sebagian. dengan tidak dapat diadakan tuntutan terhadap mereka yang telah memenuhi perikatan. yang diderita oleh si berpiutang karena tidak dipenuhinya perikatan pokok. 1308. dan salah satu ahli waris telah menghalang-halangi pemenuhan perikatan untuk seluruhnya. 1309. semua itu dengan tidak mengurangi hak-hak orang-orang yang berpiutang hipotik. baik untuk seluruhnya dari siapa yang melakukan pelanggaran. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk menuntutnya kembali dari siapa yang menyebabkan harus dibayarnya hukuman. maupun dari masing-masing ahli waris untuk bagiannya. Penetapan hukuman adalah dimaksudkan sebagai ganti penggantian kerugian. hukuman tidak dikenakan. 1311. 1310. dan hanya untuk suatu jumlah yang mengenai bagiannya dalam perikatan pokok. dan hukuman ini dapat dituntut. maka hukuman hanya harus dibayar oleh siapa di antara ahli waris-ahli waris si berutang yang berbuat berlawanan dengan perikatan. dengan penetapan hukuman. maka dengan terjadinya pelanggaran oleh satu orang ahli waris dari si berutang. dalam hal semacam ini hukuman dapat dituntut dari orang yang belakangan ini untuk seluruhnya. Baik perikatan pokok itu memuat maupun tidak memuat suatu ketetapan waktu dalam mana perikatan harus dilaksanakan.

hanya dipenuhi sebagian. dari ahli waris yang bersalah tadi. Suatu perjanjian atas beban. 1315. berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu. diganti dengan suatu pembayaran ganti rugi. tanpa menerima suatu manfaat bagi dirinya sendiri. dengan suatu penetapan hukuman yang tak dapat dibagi-bagi. 1316.mereka masing-masing. maka hukuman itu terhadap ahli waris-ahli waris orang yang berutang. Suatu perjanjian dengan cuma-cuma adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan suatu keuntungan kepada pihak yang lain. 1314. Meskipun demikian adalah diperbolehkan untuk menanggung atau menjamin seorang pihak ke tiga. Lagi pun diperbolehkan juga untuk meminta ditetapkannya suatu janji guna kepentingan seorang pihak ke tiga. dengan menjanjikan bahwa orang ini akan berbuat sesuatu. apabila suatu penetapan janji. 1317. adalah suatu perjanjian yang mewajibkan masing-masing pihak memberikan sesuatu. atau suatu pemberian yang dilakukannya kepada seorang lain. Pada umumnya tak seorang dapat mengikatkan diri atas nama sendiri atau meminta ditetapkannya suatu janji dari pada untuk dirinya sendiri. . BAB KE DUA Tentang perikatan-perikatan yang dilahirkan dari kontrak atau perjanjian BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1313. untuk menyuruh pihak ke tiga tersebut menguatkan sesuatu. yang dibuat oleh seorang untuk dirinya sendiri. Suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih. 1312. Suatu perjanjian dibuat dengan cuma-cuma atau atas beban. dengan tidak mengurangi tuntutan pembayaran ganti rugi terhadap siapa yang telah menanggung pihak ke tiga itu atau yang telah berjanji. jika pihak ini menolak memenuhi perikatannya. dengan tidak mengurangi hak mereka menuntut pengembalian jumlah yang mereka bayarkan. Jika suatu perikatan pokok yang dapat dibagi-bagi. memuat suatu janji yang seperti itu.

tidak boleh menariknya kembali. 1318. 1319. sepakat mereka yang mengikatkan dirinya.Siapa yang telah memperjanjikan sesuatu seperti itu. tunduk pada peraturan-peraturan umum. bahwa tidak sedemikianlah maksudnya. Semua perjanjian. apabila pihak ketiga tersebut telah menyatakan hendak mempergunakannya. Untuk sahnya suatu perianjian diperlukan empat syarat: 1. baik yang mempunyai suatu nama khusus. Jika seorang minta diperjanjikan sesuatu hal. jika kekhilafan itu hanya terjadi mengenai dirinya orang dengan siapa seorang bermaksud membuat suatu perjanjian. kecuali jika dengan tegas ditetapkan atau dapat disimpulkan dari sifat perjanjian. Tiada sepakat yang sah apabila sepakat itu diberikan karena kekhilafan. Paksaan yang dilakukan terhadap orang yang membuat suatu perjanjian. suatu hal tertentu. maupun yang tidak terkenal dengan suatu nama tertentu. Kekhilafan tidak mengakibatkan batalnya suatu perjanjian selain apabila kekhilafan itu terjadi mengenai hakikat barang yang menjadi pokok perjanjian. kecakapan untuk membuat suatu perikatan. 1324. apabila perbuatan itu sedemikian rupa hingga . 1321. suatu sebab yang halal. 2. kecuali jika perjanjian itu telah dibuat terutama karena mengingat dirinya orang tersebut. untuk kepentingan siapa perjianjian tersebut tidak telah dibuat. merupakan alasan untuk batalnya perjanjian. atau diperolehnya dengan paksaan atau penipuan. 1322. maka dianggap bahwa itu adalah untuk ahli waris-ahli warisnya dan orang-orang yang memperoleh hak daripadanya. Paksaan telah terjadi. 1323. yang termuat didalam bab ini dan bab yang lalu. 4. BAGIAN KE DUA Tentang syarat-syarat yang diperlukan untuk sahnya suatu perjanjian 1320. 3. Kekhilafan itu tidak menjadi sebab kebatalan. juga apabila paksaan itu dilakukan oleh seorang pihak ke tiga.

1327. tetapi harus dibuktikan. harus diperhatikan usia. Setiap orang adalah cakap. perjanjian tersebut dikuatkan. untuk membuat perikatan-perikatan. adalah sedemikian rupa hingga terang dan nyata bahwa pihak yang lain tidak telah membuat perikatan itu jika tidak dilakukan tipu-muslihat tersebut. tidaklah cukup untuk pembatalan perjanjian. kelamin dan kedudukan orang-orang yang bersangkutan. Ketakutan saja karena hormat terhadap ayah.dapat menakutkan seorang yang berpikiran sehat. 1331. Paksaan mengakibatkan batalnya suatu perjanjian tidak saja apabila dilakukan terhadap salah satu pihak yang membuat perjanjian. 1325. apabila tipu-muslihat. dan apabila perbuatan itu dapat menimbulkan ketakutan pada orang tersebut bahwa dirinya atau kekayaannya terancam dengan suatu kerugian yang terang dan nyata. baik secara dinyatakan dengan tegas. Pembatalan sesuatu perjanjian berdasarkan paksaan tak lagi dapat dituntutnya. 1326. Dalam mempertimbangkan hal itu. Tak cakap untuk membuat suatu perjanjian adalah : 1. ibu atau sanak keluarga lain dalam garis ke atas tanpa disertai kekerasan. yang dipakai oleh salah satu pihak. orang-orang perempuan. dan pada umumnya semua orang kepada siapa undang-undang telah melarang membuat perjanjian-perjanjian tertentu. orang-orang yang belum dewasa. dalam hal-hal yang ditetapkan oleh undangundang. 1328. apabila setelah paksaan berhenti. 3. maupun secara diam-diam atau apabila seorang melampaukan waktu yang ditentukan oleh undang-undang untuk dipulihkan seluruhnya. 2. tetapi juga apabila paksaan itu dilakukan terhadap suami atau istri atau sanak keluarga dalam garis ke atas mau pun ke bawah. 1329. 1330. Penipuan tidak dipersangkakan. mereka yang ditaruh di bawah pengampuan. Karena itu orang-orang yang didalam pasal yang lalu dinyatakan tak . Penipuan merupakan suatu alasan untuk pembatalan perjanjian. jika ia oleh undang-undang tidak dinyatakan tak cakap.

cakap, boleh menuntut pembatalan perikatan-perikatan yang mereka telah perbuat, dalam hal-hal dimana kekuasaan itu tidak dikecualikan oleh undang-undang. Orang-orang yang cakap untuk mengikatkan diri tak sekali-kali diperkenankan mengemukakan ketidakcakapan orang-orang yang belum dewasa, orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan dan perempuan-perempuan yang bersuami dengan siapa mereka telah membuat suatu perjanjian. 1332. Hanya barang-barang yang dapat diperdagangkan sajalah dapat menjadi pokok suatu perjanjian. 1333. Suatu perjanjian harus mempunyai sebagai pokok suatu barang yang paling sedikit ditentukan jenisnya. Tidaklah menjadi halangan bahwa jumlah barang tidak tentu, asal saja jumlah itu terkemudian dapat ditentukan atau dihitung. 1334. Barang-barang yang baru akan ada dikemudian hari dapat menjadi pokok suatu perjanjian. Tetapi tidaklah diperkenankan untuk melepaskan suatu warisan yang belum terbuka, atau pun untuk meminta diperjanjikan sesuatu hal mengenai warisan itu, sekali pun dengan sepakatnya orang yang nantinya akan meninggalkan warisan yang menjadi pokok perjanjian itu; dengan tidak mengurangi ketentuan-ketentuan pasal 169, 176 dan 178. 1335. Suatu perjanjian tanpa sebab, atau yang telah dibuat karena sesuatu sebab yang palsu atau terlarang, tidak mempunyai kekuatan. 1336. Jika tidak dinyatakan sesuatu sebab, tetapi ada suatu sebab yang halal, ataupun jika ada suatu sebab lain, daripada yang dinyatakan, perjanjiannya namun demikian adalah sah. 1337. Suatu sebab adalah terlarang, apabila dilarang oleh undang-undang, atau apabila berlawanan dengan kesusilaan baik atau ketertiban umum. BAGIAN KE TIGA Tentang akibat suatu perjanjian 1338. Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Suatu perjanjian tidak dapat ditarik kembali selain dengan sepakat kedua

belah pihak, atau karena alasan-alasan yang oleh undang-undang dinyatakan cukup untuk itu. Suatu perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik. 1339. Suatu perjanjian tidak hanya mengikat untuk hal-hal yang dengan tegas dinyatakan didalamnya, tetapi juga untuk segala sesuatu yang menurut sifat perjanjian, diharuskan oleh kepatutan, kebiasaan atau undang-undang. 1340. Suatu perjanjian hanya berlaku antara pihak-pihak yang membuatnya. Suatu perjanjian tidak dapat membawa rugi kepada pihak-pihak ke tiga; tak dapat pihak-pihak ke tiga mendapat manfaat karenanya, selain dalam hal yang diatur dalam pasal 1317. 1341. Meskipun demikian, tiap orang berpiutang boleh mengajukan batalnya segala perbuatan yang tidak diwajibkan yang dilakukan oleh si berutang dengan nama apapun juga, yang merugikan orang-orang berpiutang, asal dibuktikan, bahwa ketika perbuatan dilakukan, baik si berutang maupun orang dengan atau untuk siapa si berutang itu berbuat, mengetahui bahwa perbuatan itu membawa akibat yang merugikan orang-orang berpiutang. Hak-hak yang diperolehnya dengan itikad baik oleh orang-orang pihak ke tiga atas barang-barang yang menjadi pokok perbuatan yang batal itu, dilindungi. Untuk mengajukan hal batalnya perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan cuma-cuma oleh si berutang, cukuplah si berpiutang membuktikan bahwa si berutang pada waktu melakukan perbuatan itu tahu, bahwa ia dengan berbuat demikian merugikan orang-orang yang mengutangkan padanya, tak peduli apakah orang yang menerima keuntungan juga mengetahuinya atau tidak. BAGIAN KE EMPAT Tentang penafsiran suatu perjanjian 1342. Jika kata-kata suatu perjanjian jelas, tidaklah diperkenankan untuk menyimpang daripadanya dengan jalan penafsiran. 1343. Jika kata-kata suatu perjanjian dapat diberikan berbagai macam penafsiran, harus dipilihnya menyelidiki maksud kedua belah pihak yang membuat perjanjian itu, daripada memegang teguh arti kata-kata menurut huruf 1344. Jika suatu janji dapat diberikan dua macam pengertian, maka harus

dipilihnya pengertian yang sedemikian yang memungkinkan janji itu dilaksanakan, daripada memberikan pengertian yang tidak memungkinkan suatu pelaksanaan. 1345. Jika kata-kata dapat diberikan dua macam pengertian, maka harus dipilih pengertian yang paling selaras dengan sifat perjanjian. 1346. Apa yang meragu-ragukan harus ditafsirkan menurut apa yang menjadi kebiasaan dalam negeri atau di tempat, dimana perjanjian telah dibuat. 1347. Hal-hal yang, menurut kebiasaan selamanya diperjanjikan, dianggap secara diam-diam dimasukkan dalam perjanjian, meskipun tidak dengan tegas dinyatakan. 1348. Semua janji yang dibuat dalam suatu perjanjian, harus diartikan dalam hubungan satu sama lain; tiap janji harus ditafsirkan dalam rangka perjanjian seluruhnya. 1349. Jika ada keragu-raguan, maka suatu perjanjian harus ditafsirkan atas kerugian orang yang telah meminta diperjanjikannya sesuatu hal, dan untuk keuntungan orang yang telah mengikatkan dirinya untuk itu. 1350. Meskipun bagaimana luasnya kata-kata dalam mana suatu perjanjian disusun, namun perjanjian itu hanya meliputi hal-hal yang nyata-nyata dimaksudkan oleh kedua belah pihak sewaktu membuat perjanjian. 1351. Jika seorang dalam suatu perjanjian menyatakan suatu hal untuk menjelaskan perikatan, tak dapatlah ia dianggap bahwa dengan demikian hendak mengurangi maupun membatasi kekuatan perjanjian menurut hukum dalam hal-hal yang tidak dinyatakan. BAB KE TIGA Tentang perikatan-perikatan yang dilahirkan demi undang-undang 1352. Perikatan-perikatan yang dilahirkan demi undang-undang, timbul dari undang-undang saja, atau dari undang-undang sebagai akibat perbuatan orang. 1353. Perikatan-perikatan yang dilahirkan dari undang-undang sebagai akibat perbuatan orang, terbit dari perbuatan halal atau dari perbuatan melanggar hukum. 1354. Jika seorang dengan sukarela, dengan tidak mendapat perintah untuk itu, mewakili urusan orang lain dengan atau tanpa pengetahuan orang ini, maka ia

Terhadap perikatan-perikatan bebas. meskipun orang yang kepentingannya diurusnya. 1358. seandainya ia kuasakan dengan suatu pemberian kuasa yang dinyatakan dengan tegas. 1356. 1360. Ia memikul segala kewajiban yang harus dipikulnya. tak dapat dilakukan penuntutan kembali. membayar suatu utang. yang disebabkan kesalahan atau kelalaian orang yang mewakili pengurusan. Jika seorang yang secara khilaf mengira bahwa ia berutang. hingga orang yang diwakili kepentingannya dapat mengerjakan sendiri urusan itu. apa yang telah dibayarkan dengan tidak diwajibkan. kerugian dan bunga. 1359. maka ia adalah berhak menuntut kembali dari si berpiutang apa yang telah dibayarkannya. Barangsiapa secara khilaf atau dengan mengetahuinya. memenuhi kewajiban-kewajiban seorang bapak rumah yang baik. Ia diwajibkan dalam hal melakukan pengurusan tersebut. diwajibkan memenuhi perikatan-perikatan yang diperbuat oleh si wakil itu atas namanya. dan mengganti segala pengeluaran yang berfaedah atau perlu. 1357. 1361. Hakim adalah berkuasa meringankan penggantian biaya. telah menerima sesuatu yang tak harus dibayarkan padanya. Pihak yang telah mewakili urusan orang lain dengan tiada mendapat perintah. meninggal sebelum urusan diselesaikan. tidak berhak atas sesuatu upah. hingga ahli waris-ahli waris orang itu dapat mengoper pengurusan tersebut. Meskipun demikian. hak ini hilang jika si berpiutang sebagai akibat . dapat dituntut kernbali. Pihak yang kepentingan-kepentingannya diwakili oleh seorang lain dengan baik. diwajibkan mengembalikan barang yang tak harus dibayarkan itu kepada orang dari siapa ia telah menerimanya. memberikan ganti-rugi kepada si wakil itu tentang segala perikatan yang secara perseorangan dibuatnya. Tiap-tiap pembayaran memperkirakan adanya suatu utang. Ia diwajibkan meneruskan pengurusannya. Meskipun demikian.secara diam-diam mengikat dirinya untuk meneruskan serta menyelesaikan urusan tersebut. 1355. yang secara sukarela telah dipenuhi.

meskipun ini terjadi diluar salahnya. mengganti segala pengeluaran yang perlu. dengan tidak mengurangi hak orang yang telah membayar itu untuk menuntutnya kembali dari orang yang sungguh-sungguh berutang. dengan disertai penggantian biaya. rugi dan bunga. mengganti kerugian tersebut. jika barangnya telah menderita kemerosotan. terkecuali jika ia dapat membuktikan bahwa barang itu akan musnah juga. 1363. telah menerima sesuatu yang tidak harus dibayarkan kepadanya. Tiap perbuatan melanggar hukum. maka ia diwajibkan membayar hartanya. Siapa yang. terhitung dari hari pembayaran. maka tak usahlah ia mengembalikan sesuatu apa. Siapa yang telah menjual barang sesuatu. diwajibkan. dan yang demikian itu tidak mengurangi penggantian biaya. yang membawa kerugian kepada seorang lain.pembayaran tersebut telah memusnahkan surat pengakuan berutangnya. Setiap orang bertanggungjawab tidak saja untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya. Orang kepada siapa barangnya dikembalikan itu. Seorang tidak saja bertanggungjawab untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri. diwajibkan mengembalikannya dengan bunga dan hasil-hasil. 1364. 1365. Orang yang menguasai barang itu berhak memegangnya dalam penguasaannya sekian lama. mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu. yang telah dilakukan guna keselamatan barangnya. yang diterimanya dengan itikad baik sebagai pembayaran yang tak diwajibkan. Jika ia dengan itikad baik telah memberikan barangnya dengan cuma-cuma kepada orang lain. hingga pengeluaran-pengeluaran tersebut telah diganti. 1367. tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan kelalaian atau kurang hati-hatinya. 1366. 1362. dengan itikad buruk. seandainya ia berada pada orang kepada siapa ia seharusnya diberikan. cukup memberikan kembali harganya. rugi dan bunga. bahkan juga kepada seorang yang dengan itikad buruk telah memiliki barangnya. Jika barangnya telah musnah. tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan perbuatan orang- .

Orang tua dan wali bertanggungjawab tentang kerugian yang disebabkan oleh anak-anak belum dewasa. selama binatang itu dipakainya. adalah. atau karena sesuatu cacat dalam pembangunan maupun tataannya. mempunyai hak menuntut suatu ganti-rugi. Penyebab luka atau cacatnya sesuatu anggota badan dengan sengaja atau karena kurang hati-hati memberikan hak kepada si korban untuk. wali-wali. yang harus dinilai menurut kedudukan dan kekayaan kedua belah pihak. Pemilik sebuah gedung adalah bertanggungjawab tentang kerugian yang disebabkan ambruknya gedung itu untuk seluruhnya atau sebagian. anak atau orang tua si korban. baik binatang itu ada di bawah pengawasannya. 1369. yang lazimnya mendapat nafkah dari pekerjaan si korban. Dalam halnya suatu pembunuhan dengan sengaja atau karena kurang hati-hatinya seorang. Tanggung jawab yang disebutkan di atas berakhir. adalah bertanggungjawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh pelayan-pelayan atau bawahan-bawahan mereka didalam melakukan pekerjan untuk mana orang-orang ini dipakainya. atau siapa yang memakainya. bertanggungjawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh binatang tersebut. jika ini terjadi karena kelalaian dalam pemeliharaannya. serta menurut keadaan. maupun tersesat atau terlepas dari pengawasannya. 1368. 1370. guru-guru sekolah dan kepala-kepala tukang itu membuktikan bahwa mereka tidak dapat mencegah perbuatan untuk mana mereka seharusnya bertanggungjawab itu. maka suami atau istri yang ditinggalkan. yang tinggal pada mereka dan terhadap siapa mereka melakukan kekuasaan orang tua atau wali. Pemilik seekor binatang. jika orang tua-orang tua. Majikan-majikan dan mereka yang mengangkat orang-orang lain untuk mewakili urusan-urusan mereka. selain .orang yang menjadi tanggungannya atau disebabkan oleh barang-barang yang berada di bawah pengawasannya. Guru-guru sekolah dan kepala-kepala tukang bertangggung jawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh murid-murid dan tukang-tukang mereka selama waktu orang-orang ini berada di bawah pengawasan mereka. 1371.

1374. bahwa perbuatan yang telah dilakukan adalah memfitnah atau menghina. maka. anak dan cucu karena penghinaan yang dilakukan terhadap istri atau suami. Tuntutan perdata tentang penghinaan. kedudukan dan kemampuan kedua belah pihak. dan menurut keadaan. Selan daripada itu. 1372. 1375.penggantian biaya-biaya penyembuhan. yang diterbitkan dari sesuatu kejahatan terhadap pribadi seorang. begitu pula pangkat. Hakim harus memperhatikan berat-ringannya penghinaan. 1376. penggantian kerugian ini dinilai menurut kedudukan dan kemampuan kedua belah pihak. Dalam menilai satu dan lain. bahwa perbuatan yang telah dilakukan itu bersifat memfitnah. tak dapat dikabulkan jika tidak . Dengan tidak mengurangi kewajibannya untuk memberikan ganti-rugi. menuntut penggantian kerugian yang disebabkan oleh luka atau cacat tersebut. dan pada keadaan. Tuntutan perdata tentang hal penghinaan adalah bertujuan mendapat penggantian kerugian serta pemulihan kehormatan dan nama baik. Tuntutan-tuntutan yang disebutkan dalam ketiga pasal yang lalu diberikan juga kepada suami atau istri. oleh si terhina. putusan akan ditempelkan di tempat umum. 1373. dan menganggap si terhina sebagai seorang yang terhormat. Jika diminta. Juga. orang tua. Ketentuan paling akhir ini pada umumnya berlaku dalam hal menilaikan kerugian. orang tua dan kakek-nenek mereka setelah orang-orang ini meninggal. dengan sebegitu banyak lembar dan di tempat-tempat sebagaimana akan diperintahkan oleh Hakim. anak. cucu. dengan menawarkan dan sungguh-sungguh melakukan di muka umum di hadapan Hakim suatu pernyataan yang berbunyi bahwa ia menyesal akan perbuatan yang ia telah lakukan. atas biaya si terhukum. kakek-nenek. berlakulah ketentuan-ketentuan dalam pasal 314 Kitab Undang-undang Hukum Pidana untuk penuntutan tentang memfitnah. si tergugat dapat mencegah pengabulan tuntutan yang disebutkan dalam pasal yang lalu. bahwa ia meminta maaf karenanya. Jika ia menuntut pernyataan. si terhina dapat menuntut supaya dalam putusan itu juga dinyatakan.

jika. Maksud untuk menghina itu tidak dianggap ada. yang diatur dalam keenam pasal yang lalu. terhitung mulai hari dilakukannya perbuatan dan diketahuinya perbuatan itu oleh si penggugat. jika si terhina dengan suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak telah dipersalahkan tentang melakukan perbuatan yang dituduhkan padanya itu.ternyata adanya maksud untuk menghina. Tetapi barangsiapa yang nyata-nyata dengan maksud semata-mata untuk menghina. diikuti dengan penyimpanan atau penitipan. maupun meninggalnya orang yang dihina. Hak untuk menuntut ganti-rugi sebagaimana disebutkan dalam pasal 1372. Segala tuntutan. 1379. diwajibkan memberikan kepada orang tersebut penggantian kerugian yang dideritanya. Begitu pula tuntutan perdata itu tidak da pat dikabulkan. karena perjumpaan utang atau kompensasi. oleh orang ini dilakukan perbuatan-perbuatan yang menyatakan tentang adanya perdamaian atau pengampunan. terus-menerus melancarkan penghinaan-penghinaan terhadap seorang. karena pembaharuan utang. yang bertentangan dengan maksud untuk menuntut ganti-rugi atau pemulihan kehormatan. juga setelah kebenaran tuduhan ternyata dari suatu putusan yang memperoleh kekuatan mutlak atau dari sepucuk akta otentik. 1380. gugur dengan pembebasan yang dinyatakan dengan tegas atau secara diam-diam. BAB KE EMPAT Tentang hapusnya perikstan-perikatan 1381. jika si pembuat nyata-nyata telah berbuat untuk kepentingan umum atau untuk pembelaan darurat terhadap dirinya. 1378. karena penawaran pembayaran tunai. Tuntutan dalam perkara penghinaan gugur dengan lewatnya waktu satu tahun. Perikatan-perikatan hapus: karena pembayaran. setelah terjadinya penghinaan dan diketahuinya oleh si terhina. 1377. . tidak hilang dengan meninggalnya orang yang menghina.

BAGIAN KE SATU Tentang pembayaran 1382. 1383.karena percampuran utang. karena kebatalan atau pembatalan. karena berlakunya suatu syarat batal. Suatu perikatan untuk berbuat sesuatu tak dapat dipenuhi oleh seorang pihak ketiga berlawanan dengan kemauan si berpiutang. jika si berpiutang ini mempunyai kepentingan supaya perbuatannya dilakukan sendiri oleh si berutang. siapa saja yang berkepentingan. karena musnahnya barang yang terutang. hal mana akan diatur dalam suatu bab tersendiri. yang diatur dalam bab ke satu buku ini. Suatu perikatan bahkan dapat dipenuhi juga oleh seorang pihak ke tiga. Pembayaran harus dilakukan kepada si berpiutang. pembayaran suatu jumlah uang atau suatu barang lain yang dapat dihabiskan. 1384. karena liwatnya waktu. karena pembebasan utangnya. atau kepada seorang yang dikuasakan olehnya. tak dapat diminta kembali dari seorang yang dengan itikad baik telah menghabiskan barang yang telah dibayarkan itu. Tiap-tiap perikatan dapat dipenuhi oleh utang. agar pembayaran yang dilakukan itu sah. sepertinya seorang yang turut berutang atau seorang penanggung . Meskipun demikian. asal saja orang pihak ke tiga itu bertindak atas nama dan untuk melunasi utangnya si berutang. jika. ia bertindak atas namanya sendiri. yang tidak mempunyai kepentingan. asal ia tidak menggantikan hak-hak si berpiutang. Adalah perlu bahwa orang yang membayar itu pemilik mutlak barang yang dibayarkan dan juga berkuasa memindahtangankannya. atau juga kepada seorang yang dikuasakan oleh Hakim atau oleh undang-undang untuk menerima pembayaran-pembayaran bagi si berpiutang. sekalipun pembayaran itu telah dilakukan oleh orang yang bukan pemilik atau orang yang tak cakap mengasingkan barang tersebut. 1385. atau.

adalah sah. Pembayaran yang dilakukan oleh seorang berutang kepada orang yang mengutankan padanya. meskipun barang yang ditawarkan itu sama. bahkan lebih harganya. dibebaskan jika ia memberikan barangnya dalam keadaan dimana barang itu berada sewaktu penyerahan. asal kekurangan-kekurangan yang mungkin terdapat pada barang tersebut. juga apabila surat piutang tersebut kemudian karena suatu penghukuman untuk menyerahkannya kepada orang lain. berdasarkan haknya. 1390. dengan tidak mengurangi dalam hal yang demikian. Jika barang yang terutang hanya ditentukan jenisnya. hak si berutang untuk menagihnya kembali dari si berpiutang.Pembayaran yang dilakukan kepada seorang yang tidak berkuasa menerima bagi si berpiutang. sebelum timbulnya kekurangan-kekurangan itu telah lalai menyerahkan barang itu. meskipun utangnya itu dapat dibagi-bagi. 1386. dilakukan kepada seorang yang memegang surat piutangnya. dapat memaksa si berutang untuk membayar sekali lagi. adalah tidak sah. 1392. maka untuk membebaskan diri dari utangnva. 1389. Seorang yang berutang suatu barang pasti dan tertentu. atau pun juga karena ia. Tiada seorang berpiutang dapat dipaksakan menerima sebagai pembayaran suatu barang lain daripada barang yang terutang. diambil dari penguasaan orang tersebut. Pembayaran yang. sekadar si berpiutang telah menyetujuinya atau nyata-nyata telah mendapat manfaat karenanya. meskipun telah ada suatu penyitaan atau suatu perlawanan. dengan itikad baik. 1388. maupun karena kesalahan atau kelalaian orang-orang yang menjadi tanggungannya. tetapi tak cukuplah sebaliknya ia memberikan . adalah tak sah terhadap orang-orang berpiutang yang telah melakukan penyitaan atau perlawanan. orang-orang ini. Pembayaran yang dilakukan kepada si berpiutang. 1387. 1391. jika ia tidak cakap untuk menerimanya. adalah sah. Tiada seorang berutang dapat memaksa orang yang mengutangkan padanya menerima pembayaran utangnya sebagian demi sebagian. si berutang tidaklah diwajibkan memberikan barang dari jenis yang paling baik. tidak disebabkan kesalahan atau kelalaiannya. melainkan sekadar si berutang membuktikan bahwa si berpiutang sungguh-sungguh mendapat manfaat dari pembayaran itu.

Diluar kedua hal tersebut. Mengenai pembayaran sewa rumah. maka pembayaran yang mengenai suatu barang yang sudah ditentukan. pembayaran harus dilakukan di tempat tinggal si berpiutang. melainkan jika dibuktikan sebaliknya. jika dalam perjanjian tidak ditetapkan suatu tempat. harus terjadi di tempat dimana barang itu berada sewaktu perjanjiannya dibuat. 1395. Seorang yang mempunyai berbagai utang adalah berhak. Biaya yang harus dikeluarkan untuk menyelenggarakan pembayaran. 1394. tetapi tidak cukup untuk meltmasi seluruh utang. dari mana ternyata pembayaran tiga angsuran berturut-turut. sewa tanah. tak dapat. dan didalam hal-hal lainnya di tempat tinggal si berutang. dimana si berpiutang telah menyatakan bahwa apa yang diterimanya itu ialah khusus untuk melunasi salah satu di antara utang-utang tersebut. Pembayaran harus dilakukan di tempat yang ditetapkan dalam perjanjian. Seorang yang mempunyai suatu utang untuk mana harus dibayarnya bunga. bunga abadi atau bunga cagak hidup. untuk menyatakan utang yang mana hendak dibayarnya. 1398. Pembayaran yang dilakukan untuk uang pokok dan bunga. dimana ia berdiam sewaktu perjanjian dibuat. tunjangan tahunan untuk nafkah. maka dengan adanya tiga surat tanda pembayaran. 1397. bunga uang pinjaman. pada waktu melakukan pembayaran. Jika seorang yang mempunyai berbagai utang uang. terbitlah suatu persangkaan bahwa angsuran-angsuran yang lebih dahulu telah dibayar lunas. digunakan terlebih dahulu untuk melunasi bunga. dipikul oleh si berutang. tanpa izin si berpiutang.barang dari jenis yang paling buruk. 1396. dan pada umumnya segala apa yang harus dibayar tiap tahun atau tiap waktu tertentu yang lebih pendek. 1393. menerima suatu tanda pembayaran. selama orang ini terus-menerus berdiam dalam keresidenan. maka tak dapat lagi si berutang menuntut supaya pembayaran itu dianggap . menggunakan pembayaran yang ia lakukan untuk pelunasan uang pokok lebih dahulu dengan menunda pembayaran bunga.

terjadi baik dengan persetujuan maupun demi undang-undang. maka penentuan pelunasan harus dilakukan seperti dalam hal utang-utang yang sudah dapat ditagih. Jika utang-utang itu sama sifatnya. untuk melunasi utang yang di antara utang-utang yang sama-sama dapat ditagih. dan menetapkan bahwa orang yang meminjami uang. dengan menerima pembayaran itu dari seorang pihak ke tiga. yang membayar kepada si berpiutang itu. Subrogasi atau penggantian hak-hak si berpiutang oleh seorang pihak ke tiga. Jika tanda pembayaran tidak menyebutkan untuk utang yang mana pembayaran dilakukan. maka pelunasan harus dianggap berlaku untuk utang yang paling tua. apabila si berutang meminjam sejumlah uang untuk melunasi utangnya. agar subrogasi ini sah.guna pelunasan suatu utang yang lain. dan dalam surat perjanjian . lebih dahulu daripada utang-utang yang belum dapat ditagih. tetapi jika tidak semua piutang dapat ditagih. maka pembayaran harus dianggap untuk melunasi utang yang sudah dapat ditagih. hak-hak istimewanya dan hipotik-hipotik yang dipunyainya terhadap si berutang. Penggantian ini terjadi dengan persetujuan: 1. Subrogasi ini harus dinyatakan dengan tegas dan dilakukan tepat pada waktu pembayaran. 1400. maka pelunasan harus dianggap berlaku untuk masing-masing utang menurut imbangan jumlah masing-masing Jika tiada suatu utang pun yang sudah dapat ditagih. baik perjanjian pinjam uang maupun tanda pelunasan harus dibuat dengan akta otentik. kecuali jika dari pihaknya si berpiutang telah dilakukan penipuan atau si berutang dengan sengaja tidak diberi tahu tentang adanya pernyataan tersebut. si berutang pada waktu itu paling berkepentingan melunasinya.. 2. gugatan-gugatannya. menetapkan bahwa orang ini akan menggantikan hak-haknya. meskipun utang yang terdahulu tadi adalah kurang memberatkan daripada utang-utang yang lainnya. itu akan menggantikan hakhak si berpiutang maka. maka pembayaran itu harus dianggap. tetapi jika utang-utang itu dalam segala-galanya sama. apabila si berpiutang. 1401. 1399.

sedangkan selanjutnya surat tanda pelunasannya harus menerangkan bahwa pembayaran dilakukan dengan uang yang untuk itu dipinjamkan oleh si berpiutang baru. maka si berutang dapat melakukan penawaran pembayaran tunai apa yang diutangnya. sedang ia menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk mengadakan pencatatan tentang keadaan harta peninggalan. diikuti oleh penyimpanan atau penitipan 1404.pinjam uangnya harus diterangkan bahwa uang itu dipinjam guna melunasi utang tersebut. melunasi seorang berpiutang lain. terjadi baik terhadap orang-orang penanggung utang maupun terhadap para berutang. menitipkan uang atau barangnya kepada Pengadilan. untuk seorang pernbeli sesuatu benda tak bergerak. diikuti dengan penitipan. subrogasi tersebut tidak dapat mengurangi hak-hak si berpiutang jika ia hanya menerima pembayaran sebagian. yang berdasarkan hak-hak istimewanya atau hipotik. dalam hal ini ia dapat melaksanakan hak-haknya. mengenai apa yang masih harus dibayar kepadanya. membebaskan si . untuk seorang ahli waris yang. 2. lebih dahulu daripada orang dari siapa ia hanya menerima suatu pembayaran sebagian. Subrogasi ini dilaksanakan tanpa bantuan si berpiutang. untuk seorang yang. berkepentingan untuk membayar suatu utang. 1402. telah membayar utang-utang warisan dengan uangnya sendiri. BAGIAN KE DUA Tentang penawaran pembayaran tunai. jika si berpiutang menolaknya. yang telah mernakai uang harga benda tersebut untuk melunasi orang-orang berpiutang. Subrogasi terjadi demi undang-undang: 1. untuk seorang yang bersama-sama dengan orang lain. diwajibkan membayar suatu utang. dan. berkepentingan untuk melunasi utang itu. atau untuk orangorang lain. sedang ia sendiri orang berpiutang. Subrogasi yang ditetapkan dalam pasal-pasal yang lalu. kepada siapa benda itu cliperikatkan dalam hipotik. 4. 3. mempunyai suatu hak yang lebih tinggi. Jika si berpiutang menolak pembayaran. 1403. Penawaran yang sedemikian.

adalah perlu : 1. 2. dimana menurut perjanjian pembayaran harus dilakukan. bahwa penyimpanan itu didahului oleh suatu keterangan yang diberitahukan kepada si berpiutang. atau bahwa ia tidak datang untuk . akan mengadilinya. 7.berutang. tidak diperlukan suatu penguasaan oleh Hakim. bahwa ketetapan waktu telah tiba. bahwa penawaran itu dilakukan oleh seorang notaris atau juru sita. 1405. bahwa ia dilakukan kepada seorang berpiutang atau kepada seorang yang berkuasa menerimanya untuk dia. 2. bahwa oleh notaris atau juru sita. 5. 4. menurut undang-undang. yang memuat penunjukan hari. asal penawaran itu telah dilakukan dengan cara. kedua-duanya disertai dua orang saksi. sedangkan apa yang dititipkan secara itu tetap atas tanggungan si berpiutang. jika itu dibuat untuk kepentingan si berpiutang. bahwa si berutang telah melepaskan barang yang ditawarkan. dibuat sepucuk pemberitaan. disertai dengan bunga sampai pada hari penitipan. dan jika tiada suatu perjanjian khusus mengenai itu. dengan menitipkannya kepada kas penyimpanan atau penitipan di kepaniteraan Pengadilan. telah terpenuhi. kepada si berpiutang pribadi atau di tempat tinggal yang sungguh-sungguh atau di tempat tinggal yang telah dipilihnya. dengan tidak mengurangi penetapan terkemudian. bahwa ia mengenai semua uang pokok dan bunga yang dapat ditagih. 6. bahwa syarat dengan mana utang telah dibuat. dan berlaku baginya sebagai pembayaran. 3. jika ada perselisihan. yang. Agar penawaran yang sedemikian itu sah. beserta biaya yang telah ditetapkan dan mengenai sejumlah uang untuk biaya yang belum ditetapkan. penolakan si berpiutang. kedua-duanya disertai dua orang saksi. bahwa penawaran dilakukan di tempat. bahwa ia dilakukan oleh seorang yang berkuasa membayar. yang menerangkan ujudnya mata uang yang ditawarkan. Agar suatu penyimpanan sah. jam dan tempat dimana barang yang ditawarkan akan disimpan. cukuplah: 1. 3. 1406.

dengan peringatan untuk mengambil apa yang telah dititipkan itu. 1410. Jika apa yang harus dibayarkan berupa sesuatu barang yang harus diserahkan di tempat dimana barang itu berada.menerimanya. tanpa menyangkal sahnya penyimpanan itu. dalam hal itu orang-orang yang turut berutang dan para penanggung utang tidak dibebaskan. dan dengan putusan itu penawaran yang dilakukannya telah dinyatakan sah. . untuk kerugian teman-temannya berutang dan para penanggung utang. harus dipikul oleh si berpiutang. Biaya yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan penawaran pembayaran tunai dan penyimpanan. maka si berutang harus memperingatkan si berpiutang dengan perantaraan Pengadilan supaya mengambilnya dengan sepucuk akta. 1412. maupun kepada alamat tempat tinggal yang dipilih untuk pelaksanaan perjanjian. ia tak dapat lagi mengambil kembali apa yang dititipkan. si berutang dapat mengambilnya kembali. 1408. telah melampaukan satu tahun. tak dapat lagi. semenjak hari pemberitahuan penyimpanan. yang harus diberitahukan kepada si berpiutang pribadi atau kepada alamat tempat tinggalnya. menggunakan hak-hak istimewanya atau hipotik-hipotik yang melekat pada piutang tersebut. Si berpiutang yang telah mengizinkan barang yang dititipkan itu diambil kembali oleh si berutang setelah penitipan dikuatkan dengan putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. 4. 1411. pemberitaan penyimpanan itu diberitahukan kepadanya. 1407. jika si berpiutang. Para kawan berutang dan para penanggung utang dibebaskan juga. 1409. meskipun dengan izin si berpiutang. Selama apa yang dititipkan tidak diambil oleh si berpiutang. bahwa jika si berpiutang tidak datang untuk menerimanya. untuk mendapat pembayaran piutangnya. Jika peringatan ini telah dijalankan dan si berpiutang tidak mengambil barangnya maka si berutang dapat diizinkan oleh Hakim untuk menitipkan barang tersebut di suatu tempat lain. jika perbuatan-perbuatan itu telah dilakukan menurut undang-undang. Apabila si berutang sendiri sudah memperoleh suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. dan akhirnya tentang dilakukannya penyimpanannya sendiri.

dan dengan demikian telah dibebaskan terhadap si . yang oleh si berpiutang dibebaskan dari perikatannya. 2. tidak menerbitkan suatu pembaharuan utang. apabila seorang berutang baru ditunjuk untuk menggantikan orang berutang lama. jika si berpiutang tidak secara tegas menyatakan bahwa ia bermaksud membebaskan orang berutang yang melakukan pemindahan itu. 1415. dari perikatannya. yang menggantikan utang yang lama. 1418. apabila seorang yang berutang membuat suatu perikatan utang baru guna orang yang mengutangkan kepadanya. Si berutang yang. sebagai akibat suatu perjanjian baru. jika orang yang ditunjuk untuk menggantikan itu jatuh dalam keadaan pailit atau nyata-nyata tak mampu. dengan mana seorang berutang memberikan kepada orang yang mengutangkan padanya seorang berutang baru mengikatkan dirinya kepada si berpiutang. Tiada pembaharuan utang yang dipersangkakan. Ada tiga macam jalan untuk melaksanakan pembaharuan utang: 1. apabila. terkecuali jika hak penuntutan itu dengan tegas dipertahankan dalam perjanjian. Si berpiutang yang. 1416. Delegasi atau pemindahan. seorang berpiutang baru ditunjuk untuk menggantikan orang berpiutang lama. membebaskan si berutang yang telah melakukan pemindahan. telah mengikatkan dirinya kepada seorang berpiutang baru.BAGIAN KE TIGA Tentang pembaharuan utang 1413. dapat dijalankan tanpa bantuan orang berutang yang pertama. atau telah berada dalam keadaan terus-menerus merosot kekayaannya. Pembaharuan utang dengan penunjukan seorang berutang baru untuk mengganti yang lama. terhadap siapa si berutang dibebaskan dari perikatannya. 1414. secara pemindahan. kehendak seorang untuk mengadakannya harus dengan tegas ternyata dari perbuatannya. atau jika orang berutang yang ditunjuk sebagai pengganti itu pada saat pemindahan telah nyata-nyata bangkrut. yang dihapuskan karenanya. Pembaharuan utang hanya dapat terlaksana antara orang-orang yang cakap untuk mengadakan perikatan-perikatan. 3. 1419. tak dapat menuntut orang tersebut. 1417.

Dengan hanya adanya si berutang menunjuk seorang lain yang harus membayar untuk dia. yang diwajibkan menerima untuk dia. 1422. namun itu dengan tidak mengurangi. dan orang-orang itu menolak. 1420. 1421. Karena adanya suatu pembaharuan utang antara si berpiutang dan salah satu dari orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung. tidak diterbitkan suatu pembaharuan utang. Apabila pembaharuan utang diterbitkan dengan penunjukan seorang berutang baru yang menggantikan orang berutang lama. Hal yang sama berlaku terhadap hanya adanya si berpiutang menunjuk seorang lain. hak untuk menuntut si berpiutang lama. yang sebenarnya ia dapat majukan terhadap si berpiutang lama. 1423. telah menuntut para penanggung utang supaya mereka turut serta pada perjanjian baru. maka perikatan utang lama tetap berlaku. kecuali kalau hal itu secara tegas dipertahankan oleh si berpiutang.berpiutang lama. 1424. dalam hal yang pertama. tak dapat terhadap si berpiutang baru memajukan tangkisantangkisan. tidak berpinclah pada piutang baru menggantikannya. tidak berpindah atas barang-barang si berutang baru. meskipun ini tidak diketahuinya sewaktu membuat perikatan baru. selain atas. benda-benda orang yang membuat perikatan baru itu. dalam hal yang terakhir tadi. maka orang-orang lainnya yang turut berutang dibebaskan dari perikatannya. atau dalam hal yang kedua. maka hak-hak istimewa dan hipotik-hipotik yang dari semula mengikuti piutang. Hak-hak istimewa dan hipotik-hipotik yang melekat pada piutang lama. Apabila pembaharuan utang terjadi antara si berpiutang dan salah satu dari orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung maka hak-hak istimewa dan hipotik-hipotik tidak dapat dipertahankan. BAGIAN KE EMPAT Tentang kompensasi atau perjumpaan utang . Pembaharuan utang yang dilakukan terhadap si berutang utama membebaskan para penanggung utang Jika meskipun demikian. berpiutang telah menuntut orang-orang lainnya yang turut berutang.

dan harganya dapat ditetapkan menurut catatan harga atau lain-lain keterangan yang lazim dipakai di Indonesia. dengan cara dan dalam hal-hal yang akan disebutkan sesudah ini. atau sesuatu jumlah barang yang dapat dihabiskan. 1426. 1429. Jika dua orang saling berutang satu pada yang lain. apabila dituntutnya pengembalian barang sesuatu yang dititipkan atau dipinjamkan. maka terjadilah antara mereka suatu perumpaan. 1430. Perjumpaan terjadi. gandum.1425. pada saat utang-utang itu bersama-sama ada. Perjumpaan terjadi demi hukum. 1428. bahkan dengan tidak setahunya orang-orang yang berutang. 2. dan lain-lain hasil pertanian. terkecuali : 1. 1427. yang tidak dibantah. bertimbal-balik untuk suatu jumlah yang sama. Si berutang dalam perikatan tanggung-menanggung juga tidak diperbolehkan menjumpakan apa yang si berpiutang wajib membayar kepada . Suatu penundaan pembayaran yang diberikan kepada seorang tidak menghalangi suatu perjumpaan. dengan mana utang-utang antara kedua orang tersebut dihapuskan. dan kedua utang itu yang satu menghapuskan yang lain dan sebaliknya. tetapi si berutang utama tak diperkenankan menjumpakan apa yang si berpiutang wajib membayar kepada si penanggung utang. terhadap suatu utang yang bersumber pada tunjangan nafkah yang telah dinyatakan tak dapat disita. dapat dijumpakan dengan jumlah-jumlah uang yang telah ditetapkan dan seketika dapat di tagih. apabila dituntutnya pengembalian suatu barang yang secara berlawanan dengan hukum dirampas dari pemiliknya. dengan tidak dibedakan dari sumber apa utangpiutang antara kedua belah pihak itu dilahirkan. Penyerahan-penyerahan bahan makanan. dan yang kedua-duanya dapat ditetapkan serta ditagih seketika. 3. Perjumpaan hanyalah terjadi antara dua asang yang kedua-duanya berpokok sejumlah uang. dari jenis yang sama. Seorang penanggung utang boleh menjumpakan apa yang si berpiutang wajib membayar kepada si berutang utama.

tak lagi dapat menggunakan hak-hak istimewa dan hipotikhipotik yang melekat pada piutang ini untuk kerugian orang-orang pihak ke tiga. harus diturut peraturan-peraturan yang ditulis dalam pasal 1399. setelah oleh satu pihak ke tiga ditaruh penyitaan atas barang yang harus dibayarkan.temannya berutang. hanyalah menghalangi perjumpaan utang-utang yang terbit sesudah pemberitahuan tersebut. tetapi telah diberitahukan kepadanya. BAGIAN KE LIMA Tentang percampuran utang 1436. 1433. menggunakan suatu perjumpaan yang sedianya dapat dimajukannya kepada si berpiutang sebelum pemindahan tersebut. 1432. Pemindahan hak-hak yang tidak disetujui oleh si berutang. kecuali jika ada suatu alasan yang sah yang menyebabkan ia tidak tahu tentang adanya piutang tersebut yang seharusnya dijumpakan dengan utangnya. menggunakan perjumpaan utang untuk kerugian si penyita. maka utang-utang itu tidak dapat diperjumpakan. pada waktu menagih suatu piutang yang tidak telah diperjumpakan. Jika utang-utang dari kedua belah pihak tidak harus dibayar di tempat yang sama. Apabila kedudukan-kedudukan sebagai yang berpiutang dan orang berutang berkumpul pada satu orang. Seorang berutang yang secara murni dan sederhana telah menyetujui pemindahan hak-hak yang dilakukan oleh si berpiutang kepada seorang pihak ke tiga. tak lagi diperbolehkan terhadap pihak ke tiga untuk siapa permindahan hakhak itu telah dilakukan. Seorang yang telah membayar suatu utang. selain dengan penggantian biaya pengiriman. 1435. maka terjadilah demi hukum suatu . Perjumpaan tidak dapat terjadi atas kerugian hak-hak yang diperoleh seorang pihak ke tiga. Jika terdapat berbagai utang yang dapat diperjumpakan dan harus ditagih dari satu orang maka dalam hal melakukan perjumpaan. 1431. yang telah dihapuskan demi hukum karena perjumpaan. 1434. Dengan demikian maka tak dapatlah seorang yang sebagai orang berutang menjadi orang berpiutang.

Pengembalian barang yang diberikan dalam gadai tidaklah cukup dijadikan persangkaan tentang pembebasan utangnya. 1440. 1442. Pengembalian sepucuk tanda piutang asli secara suka rela. membebaskan semua orang berutang yang lainnya. Percampuran yang terjadi pada dirinya si penanggung utang. Pembebasan sesuatu utang tidak dipersangkakan. membebaskan para penanggung utang. Pembebasan suatu utang atau penglepasan menurut perjanjian untuk kepentingan salah seorang kawan berutang secara tanggung-menanggung.percampuran utang. tetapi harus dibuktikan. tidak . kecuali jika si berpiutang dengan tegas telah menyatakan hendak mempertahankan hak-haknya terhadap orang-orang yang tersebut belakangan tadi dalam hal mana ia tak dapat menagih utangnya selain setelah dipotong bagian orang yang telah dibebaskan olehnya. 1439. tidak berlaku untuk keuntungan temantemannya berutang secara tanggung-menanggung hingga melebihi bagiannya dalam utang yang ia sendiri menjadi orang berutang. BAGIAN KE ENAM Tentang pembebasan utang 1438. oleh si berpiutang kepada si berutang. Percampuran yang terjadi pada dirinya salah satu dari orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung. yang diberikan kepada si berutang utama. bahkan terhadap orang-orang lain yang turut berutang secara tanggungmenanggung. kepada si penanggung utang. berlaku juga untuk keuntungan para penanggung utangnya. tidak membebaskan para penanggung lainnya. Pembebasan yang diberikan membebaskan si berutang utama. Pembebasan sesuatu utang atau pelepasan menurut perjanjian. Percampuran utang yang terjadi pada diri si berutang utama. dengan mana piutang dihapuskan. merupakan suatu bukti tentang pembebasan utangnya. 1441. Pembebasan yang diberikan kepada salah seorang penanggung utang. tak sekali-kali mengakibatkan hapusnya utang pokok. 1437.

maka hapuslah perikatannya. musnah. Si berutang diwajibkan membuktikan kejadian yang tak terduga. yang dimajukan itu. musnah atau hilang.1443. dan harus digunakan untuk pelunasan si berutang utama dan para penanggung lainnya. dan sebelum ia lalai menyerahkannya. tak lagi dapat diperdagangkan. tak lagi dapat diperdagangkan. Perikatan-perikatan yang dibuat oleh orang-orang perempuan yang bersuami . BAGIAN KE DELAPAN Tentang kebatalan dan pembatalan perikatan-perikatan 1446. Jika barang yang terutang. hilangnya barang ini tidak sekali-kali membebaskan orang yang mencuri barang dari kewajibannya untuk mengganti harganya. BAGIAN KE TUJUH Tentang musnahnya barang yang terutang 1444. adalah batal demi hukum. perikatan hapus jika barangnya akan musnah secara yang sama di tangan si berpiutang. semata-mata atas dasar kebelumdewasaan atau pengampuannya. Jika barang tertentu yang menjadi bahan perjanjian. dan atas penuntutan yang dimajukan oleh atau dari pihak mereka. yang telah dicuri. maka si berutang. 1445. Apa yang si berpiutang telah terima dari seorang penanggung utang sebagai pelunasan penanggungannya. diluar salahnya si berutang musnah. Dengan cara bagaimanapun sesuatu barang. Bahkan meskipun si berutang lalai menyerahkan sesuatu barang sedangkan ia tidak telah menanggung terhadap kejadian-kejadian yang tak terduga. diwajibkan memberikan hak-hak dan tuntutan-tuntutan tersebut kepada orang yang mengutangkan padanya. asal barang itu musnah atau hilang diluar salahnya si berutang. atau hilang. harus dinyatakan batal. harus dianggap telah dibayarkan untuk mengurangi utangnya. Semua perikatan yang dibuat oleh orang-orang belum dewasa atau orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan. atau hilang. seandainya sudah diserahkan kepadanya. jika ia mempunyai hakhak atau tuntutan-tuntutan ganti rugi mengenai barang tersebut. sedemikian hingga sama sekali tak diketahui apakah barang itu masih ada.

si wali atau si pengampu.dan oleh orang-orang belum dewasa yang telah mendapat suatu pernyataan persamaan dengan orang dewasa. Pernyataan batalnya perikatan-perikatan berdasarkan ketidakcakapan orang-orang yang disebutkan dalam pasal 1330. telah terpenuhi. untuk manfaat orang-orang belum dewasa dan orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan. hanyalah dapat menuntut pembatalan perikatan-perikatan yang telah mereka perbuat. orangorang belum dewasa dan orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan itu dianggap seolah-olah mereka sendiri telah melakukan perbuatan-perbuatan itu setelah mereka menjadi dewasa atau tidak lagi berada di bawah pengampuan. kekhilafan atau penipuan. Dengan alasan dirugikan. dengan pengertian bahwa segala apa yang telah diberikan atau dibayarkan kepada orang-orang yang . 1450. sekadar perikatanperikatan tersebut melampaui kekuasaan mereka. 1449. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk menuntut orang yang melakukan kekuasaan orang tua. apabila ada alasan untuk itu. Perikatan-perikatan yang dibuat dengan paksaan. Jika acara-acara yang ditentukan untuk sahnya sementara perbuatan. hanyalah batal demi hukum. 1447. atau dari suatu perbuatan yang telah menerbitkan kerugian bagi seorang lain. atau pengampu telah melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak melampaui batas-batas kekuasaannya. Begitu juga kebelumdewasaan tidak dapat dimajukan terhadap perikatanperikatan yang dibuat oleh orang-orang belum dewasa dalam perjanjian perkawinan dengan mengindahkan pasal 151.lalu tidak berlaku terhadap perikatanperikatan yang diterbitkan dari suatu kejahatan atau pelanggaran. dalam hal-hal khusus yang ditetapkan dengan undang-undang. atau orang yang melakukan kekuasaan orang tua. 1451. wali. orang-orang dewasa dan juga orang-orang belum dewasa. berakibat bahwa barang dan orangorangnya dipulihkan dalam keadaan sebelum perikatan dibuat. menerbitkan suatu tuntutan untuk membatalkannya. 1448. atau perjanjian-perjanjian perburuhan terhadap mana berlaku pasal 1601 h. atau dalam perjanjian-perjanjian perburuhan dengan mengingat pasal 1601g. Ketentuan dalam pasal yang. apabila mereka ini dianggap sebagai orang dewasa. maka mengenai perbuatan-perbuatan tersebut.

dimana suatu tuntutan untuk pemyataan batalnya suatu perikatan tidak dibatasi dengan suatu ketentuan undang-undang khusus hingga suatu waktu yang lebih pendek. kekhilafan atau penipuan. bahwa kesadaran yang diperlukan untuk kebatalan itu ada. kerugian dan bunga. 1453. dalam halnya paksaan. Barang siapa mengira bahwa ia dapat menuntut pembatalan suatu perikatan atas dasar berbagai alasan. orang terhadap siapa tuntutan untuk pernyataan batal itu dikabulkan. selain itu diwajibkan pula mengganti biaya. Waktu tersebut mulai berlaku: dalam halnya kebelumdewasaan. sebagai akibat perikatan. sekadar barangnya masih berada di tangan orang yang tidak berkuasa itu. sejak hari diketahuinya kekhilafan atau penipuan itu. sejak hari pembubaran perkawinan. waktu itu adalah lima tahun. hanya dapat dituntut kembali. yang dilakukan tanpa kuasa si suami. 1452. yang mana selalu dapat dikemukakan. karena salahnya . yang ditetapkan untuk memajukan tuntutan. 1455. dalam halnya pengampuan. sejak hari kedewasaan.tidak berkuasa. dalam halnya perbuatan seorang perempuan yang bersuami. tidaklah berlaku terhadap kebatalan yang dimajukan selaku pembelaan atau tangkisan. yang dimaksud dalam pasal 1341. 1454. atau sekadar ternyata bahwa orang ini telah mendapat manfaat dari apa yang diberikan atau dibayarkan. atau bahwa apa yang dinikmati telah dipakai atau berguna bagi kepentingannya. juga berakibat bahwa barang dan orang-orangnya dipulihkan dalam keadaan sewaktu sebelum perikatan dibuat. dalam halnya kekhilafan atau penipuan. Dalam hal-hal yang diatur dalam pasal-pasal 1446 dan 1449. sejak hari paksaan itu telah berhenti. atas ancaman ditolaknya alasan-alasan yang dimajukan terkemudian. diwajibkan memajukan alasan-alasan itu sekaligus. jika ada alasan untuk itu. kecuali apabila alasan-alasan yang dimajukan terkemudian itu. sejak hari pencabutan pengampuan. Dalam semua hal. dalam halnya kebatalan. Waktu yang disebutkan di atas ini. sejak hari diketahuinya. Pemyataan batal berdasarkan paksaan.

orang yang ditaruh di bawah pengampuan. 1458. 1459. setelah pembubaran perkawinannya. Jika sebaliknya barang-barangnya dijual menurut tumpukan. BAB KE LIMA Tentang jual-beli BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1457. 1461. jika orang belum dewasa. dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu kebendaan. Hak milik atas barang yang dijual tidaklah berpindah kepada si pembeli. maupun harganya belum dibayar. Jual-beli adalah suatu perjanjian. setelah penghapusan pengampuannya. meskipun belum ditimbang. . 1460. tetapi menurut berat. seketika setelahnya orang-orang ini mencapai sepakat tentang kebendaan tersebut dan harganya. jumlah atau ukuran. atau setelah diketahuinya tentang adanya kekhilafan atau penipuan. Tuntutan untuk pernyataan batal gugur. dan si penjual berhak menuntut harganya.pihak lawan tidak dapat diketahui lebih dahulu. maka barang-barang itu adalah atas tanggungan si pembeli. dihitung atau diukur. maka barang-barang itu tetap atas tanggungan si penjual hingga barang-barang ditimbang. Jika kebendaan yang dijual itu berupa suatu barang yang sudah ditentukan. maka barang ini sejak saat pembelian adalah atas tanggungan si pembeli. Jual-beli itu dianggap telah terjadi antara kedua belah pihak. kekhilafan atau penipuan. setelah paksaan berhenti. secara tegas atau secara diam-diam telah menguatkan perikatannya setelah ia menjadi dewasa. 1462. dan pihak yang lain untuk membayar harga yang telah dijanjikan. selama penyerahannya belum dilakukan menurut pasal 612. Jika barang-barang tidak dijual menurut tumpukan. 613 dan 616. perempuan yang bersuami yang bertindak tanpa bantuan suaminya. meskipun kebendaan itu belum diserahkan. atau orang yang dapat memajukan adanya paksaan. meskipun penyerahannya belum dilakukan. 1456. dihitung atau diukur.

1468. juru sita dan notaris tidak diperbolehkan karena penyerahan menjadi pemilik hak-hak dan tuntutan- . misalnya untuk mengembalikan benda-benda si istri yang telah dijual. dari siapa ia oleh Pengadilan telah dipisahkan. berdasarkan pada suatu alasan yang sah. demikian itu jika benda-benda atau uang tersebut dikecualikan dari persatuan. pengacara. jaksa. Antara suami-istri tak boleh terjadi jual-beli. 1464. Jika pihak ke tiga ini tidak suka atau tidak mampu membuat perkiraan tersebut. juga dari siapa ia tidak dipisahkan. panitera. Jual-beli yang dilakukan dengan percobaan. untuk memenuhi apa yang menjadi haknya istri atau suaminya itu menurut hukum. jika si istri menyerahkan barang-barang kepada suaminya untuk melunasi suatu jumlah uang. kecuali dalam ke tiga hal berikut: 1e. 1467. atau mengenai barangbarang yang biasanya dicoba terlebih dahulu. apabila salah satu pihak dengan cara demikian telah memperoleh suatu keuntungan secara tak langsung. 2e. atau uang yang menjadi kepunyaan si istri. advokat. selalu dianggap telah dibuat dengan suatu syarat tangguh. 1465. hak-hak para ahli waris pihak-pihak yang melakukan perbuatan. jika penyerahan yang dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya. Biaya akta-akta jual-beli dan lain-lain biaya tambahan dipikul oleh si pembeli.. jika seorang suami atau seorang istri menyerahkan benda-benda kepada istri atau kepada suaminya. sekadar benda-benda itu dikecualikan dari persatuan. jika tidak telah diperjanjikan sebaliknya. Para Hakim. Harga beli harus ditetapkan oleh kedua belah pihak. 3e.1463. Harga beli namun itu dapat diserahkan kepada perkiraan seorang pihak ke tiga. yang ia telah janjikan kepada suaminya sebagai harta perkawinan. maka tidaklah terjadi suatu pembelian. Dengan tidak mengurangi namun itu dalam ke tiga hal ini. Jika pembelian dibuat dengan memberi uang panjar tak dapatlah salah satu pihak meniadakan pembelian itu dengan menyuruh memiliki atau mengembalikan uang panjarnya. 1466.

dan dapat memberikan dasar untuk penggantian biaya. tetapi hanya untuk kepentingan para penjual. barang-barang yang dijual oleh atau di hadapan mereka. membeli untuk dirinya sendiri atau untuk orang-orang perantara.tuntutan yang menjadi pokok perkara-perkara yang sedang bergantung pada Pengadilan Negeri yang dalam wilayah mereka melakukan pekerjaan mereka atas ancaman kebatalan. yang dipercayakan kepada pemeliharaan dan pengurusan mereka. Pegawai-pegawai yang memangku suatu jabatan umum tidak diperbolehkan. 1469. rugi dan bunga. 1472. 1471. yang dijual di hadapan mereka. jika dianggapnya perlu. Segala wali dapat membeli benda-benda tak bergerak kepunyaan anak-anak yang berada di bawah perwalian mereka. Jual-beli barang orang lain adalah batal. dalam hal-hal istimewa. Jika pada saat penjualan. atas ancaman yang sama. Jika hanya sebagian saja yang musnah. serta penggantian biaya. Presiden berkuasa. Sekadar mengenai benda-benda bergerak. atas ancaman yang sama. kerugian dan bunga. Namun itu adalah terserah kepada Presiden untuk memberikan kebebasan dari larangan itu kepada pengurus-pengurus umum. untuk membeli benda-benda tak bergerak. untuk kepentingan umum. 1470. barang yang dijual sama sekali telah musnah. Demikian pula Presiden. maka si pembeli adalah leluasa . membebaskan pegawai-pegawai tersebut dari larangan tersebut di muka. mengenai benda-benda milik Negara dan milik badan-badan umum. jika si pembeli tidak telah mengetahui bahwa barang itu kepunyaan orang lain. Begitu pula tidak diperbolehkan menjadi pembeli pada penjualan di bawah tangan. baik pembelian itu dilakukan oleh mereka sendiri maupun oleh orang-orang perantara: kuasa-kuasa mengenai barang-barang yang mereka dikuasakan menjualnya. pengurus-pengurus. dengan cara yang ditetapkan dalam pasal 399. maka pembelian adalah batal. boleh memberikan izin kepada pegawai-pegawai yang dimaksudkan dalam pasal ini.

1476. jika tidak telah diperjanjikan sebaliknya. serta menyuruh menetapkan harganya menurut penilaian yang seimbang. Jika penyerahan karena kelalaian si penjual tidak dapat dilaksanakan. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban si penjual 1473. beserta surat-surat bukti milik. . Sejak waktu itu segala hasil menjadi kepunyaan si pembeli. Si penjual diwajibkan menyatakan dengan segas untuk apa ia mengikatkan dirinya. menurut ketentuanketentuan pasal 1266 dan 1267. Penyerahan ialah suatu pemindahan barang yang telah dijual kedalam kekuasaan dan kepunyaan si pembeli. 1483. Si penjual tidak diwajibkan menyerahkan barangnya. yaitu menyerahkan barangnya dan menanggungnya. jika si pembeli belum membayar harga si penjual tidak telah mengizinkan penundaan pembayaran kepadanya. Kewajiban menyerahkan suatu barang meliputi segala sesuatu yang menjadi perlengkapannya serta dimaksudkan bagi pemakaiannya yang tetap. Dicabut 1480. 1482. 1481. harus ditafsirkan untuk kerugiannya. 1479. Biaya penyerahan dipikul oleh si penjual. jika ada. jika tentang itu tidak telah diadakan persetujuan lain. Si penjual diwajibkan menyerahkan barang yang dijual seutuhnya. maka si pembeli dapat menuntut pembatalan pembelian. 1474. Ia mempunyai dua kewajiban utama. sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian. Penyerahan harus terjadi di tempat dimana barang yang terjual berada pada waktu penjualan. sedangkan biaya pengambilan dipikul oleh si pembeli. dengan perubahan-perubahan seperti yang berikut. 1478.untuk meniadakan pembelian atau menuntut bagian yang masih ada. 1477. segala janji yang tidak terang dan dapat diberikan berbagai pengertian. Barangnya harus diserahkan dalam keadaan dimana barang itu berada pada waktu penjualan. 1475.

1484. Jika penjualan sebuah benda tak bergerak terjadi dengan penyebutan luasnya atau isinya, dengan ditentukan suatu harga menurut ukurannya, maka si penjual diwajibkan menyerahkan jumlah yang dinyatakan dalam persetujuan; dan jika ia tak mampu melakukannya, atau si pembeli tidak menuntutnya, maka si penjual harus bersedia menerima suatu pengurangan harga menurut imbangan. 1485. Jika sebaliknya dalam hal yang disebutkan dalam pasal yang lalu, bendanya tak bergerak ada lebih luas daripida apa yang dinyatakan dalmn perjanjian, maka si pembeli dapat memilih apakah ia akan menambah harganya menurut imbangan atau apakah ia akan meniadakan pembelian, demikian itu jikalau kelebihannya ada seperduapuluh dari luasnya yang dinyatakan dalam perjanjian. 1486. Dalmn hal-hal lain, baik jika yang dijual suatu benda tertentu, maupun jika penjualan itu mengenai pekarangan-pekarangan yang terbatas dan terpisah satu sama lain, atau lagi jika penjualan mengenai benda, baik yang dari semula disebutkan ukurannya, maupun yang keterangan tentang ukurannya menyusuli, maka penyebutan ukuran itu tidak memberikan alasan bagi si penjual untuk menambah harga untuk apa yang melebihi ukuran, bagitu pula tidak memberikan alasan bagi si pembeli untak mengurangi harga untuk kekurangannya, selain apabila selisih antara ukuran yang sebenarnya dan ukuran yang dinyatakan dalam perjanjian ada berjumlah seper dua puluh lebih atau seper dua puluh kurang, dihitung menurut harga seluruhnya dari benda-benda yang dijual, kecuali jika dijanjikan sebaliknya. 1487. Jika menurut pasal yang lalu ada alasan untuk menaikkan harga untuk selebihnya dari ukuran, maka si pembeli boleh memilih, apakah ia akan meniadakan pembelian atau membayar harga yang telah dinaikkan, dan demikian itu dengan pembayaran bunga dalam halnya ia telah memegang bendanya tak bergerak. 1488. Dalam semua hal dimana si pembeli berhak meniadakan pembelian, si penjual diwajibkan, selainnya mengembalikan harga barang, jika itu telah diterimanya, juga mengembalikan biaya, yang telah dikeluarkan untuk melakukan pembelian dan menyerahan, sekadar si pembeli menurut perjanjian telah membayarnya. 1489. Tuntutan untuk diberikan penambahan uang harga dari pihak si

penjual, dan untuk diberikan pengurangan uang harga atau pembatalan pembelian, dari pihak si pembeli harus dimajukan dalam waktu satu tahun, terhitung mulai hari dilakukannya penyerahan, jika tidak, maka tuntutan-tuntutan itu akan gugur. 1490. Jika dua bidang pekarangan dijual bersama-sama dalam satu persetujuan dengan satu harga, dengan penyebutan tentang luasnya masing-masing, dan ternyata satu ada lebih, sedangkan yang lainnya ada kurang luasnya, maka selisih ini dihapuskan dengan cara perjumpaan sampai jumlah yang diperlukan dan tuntutan untuk mendapat penambahan atau untuk mendapat pengurangan tidaklah terjadi lebih lanjut selain menurut aturan-aturan yang ditentukan di atas. 1491. Penanggungan yang menjadi kewajiban si penjual terhadap si pembeli, adalah untuk menjamin dua hal, yaitu pertama penguasaan benda yang dijual secara aman dan tenteram, kedua terhadap adanya cacat-cacat barang tersebut yang tersembunyi, atau yang sedemikian rupa hingga menerbitkan alasan untuk pembatalan pembeliannya. 1492. Meskipun pada waktu penjualan dilakukan tiada dibuat janji tentang penanggungan, namun si penjual adalah demi hukum diwajibkan menanggung si pembeli terhadap suatu penghukuman untuk menyerahkan seluruh atau sebagian benda yang dijual kepada seorang pihak ke tiga, atau terhadap beban-beban yang menurut keterangan seorang pihak ke tiga dimilikinya atas benda tersebut dan yang tidak diberitahukan sewaktu pembelian dilakukan. 1493. Kedua belah pihak diperbolehkan dengan persetujuan-persetujuan istimewa, memperluas atau mengurangi kewajiban yang ditetapkan oleh undangundang ini; bahkan mereka itu diperbolehkan mengadakan perjanjian bahwa si penjual tidak akan diwajibkan menanggung sesuatu apa pun. 1494. Meskipun telah diperjanjikan bahwa si penjual tidak akan menanggung suatu apapun, namun ia tetap bertanggung jawab tentang apa yang berupa akibat dari sesuatu perbuatan yang dilakukan olehnya, segala perjanjian yang bertentangan dengan ini adalah batal. 1495. Si penjual, dalam hal adanya janji yang sama, jika terjadi suatu penghukuman untuk menyerahkan barang yang dijual kepada seorang lain, diwajibkan mengembalikan harga pembelian, kecuali apabila si pembeli pada waktu

pembelian

dilakukan,

mengetahui

tentang

adanya

penghukuman

untuk

menyerahkan barang yang dibelinya, atau jika ia telah membeli barangnya dengan pernyataan akan memikul sendiri untung-ruginya. 1496. Jika dijanjikan penanggungan, atau jika tentang itu tiada perjanjian suatu apa, maka si pembeli berhak dalam halnya suatu penghukuman untuk menyerahkan barang yang dibelinya kepada seorang lain, menuntut kembali dari si penjual. 1e. pengembalian uang harga pembelian, 2e. pengembalian hasil-hasil jika ia diwajibkan menyerahkan hasil-hasil itu kepada si pemilik yang melakukan penuntutan penyerahan; 3e. biaya yang dikeluarkan berhubung dengan gugatan si pembeli untuk ditanggung, begitu pula biaya yang telah dikeluarkan oleh si penggugat asal; 4e. penggantian biaya, kerugian dan bunga, beserta biaya perkara mengenai pembelian dan penyerahannya, sekadar itu telah dibayar oleh si pembeli. 1497. Jika pada waktu dijatuhkannya hukuman untuk menyerahkan barangnya kepada seorang lain, ternyata bahwa barang yang dijual telah merosot harganya atau sangat rusak, baik hal-hal itu disebabkan kelalaian si pembeli, maupun karena keadaan memaksa, maka si penjual namun itu diwajibkan mengembalikan uang harga seutuhnya. Tetapi, jika si pembeli telah mendapat manfaat karena kerugian yang disebabkan olehnya, maka si penjual berhak mengurangi uang harga dengan suatu jumlah yang sama dengan keuntungan tersebut. 1498. Jika ternyata bahwa barang yang dijual pada waktu dijatuhkannya hukuman untuk menyerahkannya kepada seorang lain, telah bertambah harganya, meskipun tanpa suatu perbuatan si pembeli, maka si penjual diwajibkan membayar kepada si pembeli apa yang melebihi harga pembelian itu. 1499. Si penjual diwajibkan mengembalikan kepada si pembeli, atau menyuruh mengembalikan oleh orang yang memajukan tuntutan penyerahan barang, segala apa yang telah dikeluarkan oleh si pembeli untuk pembetulan dan perbaikan yang perlu pada barangnya. Jika si penjual dengan itikad buruk telah menjual barang milik orang lain,

Penanggungan terhadap penghukuman menyerahkan barangnya kepada seorang lain. menurut harga taksiran sewaktu ia diharuskan menyerahkan sebagian dari barangnya itu. 1504. hingga si pembeli. dengan tidak memanggil si penjual. dengan tidak diberitahukannya hal itu kepada si pembeli. 1501. atau . asal ia memajukan tuntutannya untuk itu dalam satu tahun setelah hari putusan tentang penghukuman menyerahkan barangnya itu memperoleh kekuatan mutlak. 1502. adalah sedemikian pentingnya. baik barangnya yang dijual telah naik maupun telah turun harganya. atau yang demikian mengurangi pemakaian itu sehingga. 1503. bahkan juga biaya yang dikeluarkan untuk barangnya. tetapi tidak menurut imbangan terhadap seluruh harga pembelian. sedangkan bagian itu. Apabila. pembelian tidak dibatalkan. takkan membeli barangnya.maka ia diwajibkan mengembalikan kepada si pembeli segala biaya yang telah dikeluarkan. maka dapatlah ia menuntut pembatalan pembelian. berhenti jika si pembeli telah membiarkan dirinya dihukum menurut suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. kecuali jika ia memilih menerima suatu ganti rugi. sedangkan pengabdianpengabdian tanah itu sedemikian pentingnya. dalam hal adanya penghukuman menyerahkan sebagian dari barang yang dijual. seandainya si pembeli mengetahui cacat itu. si pembeli harus diberikan ganti rugi untuk bagian yang harus diserahkan. Jika ternyata bahwa benda yang dijual dibebani dengan pengabdianpengabdian tanah. ia sama sekali tidak akan membeli barangnya. Jika yang harus diserahkan hanya sebagian dari barangnya. 1500. maka ia dapat meminta pembatalan pembeliannya. atau dengan tidak dapat diketahuinya hal itu oleh si pembeli. Si penjual diwajibkan menanggung terhadap cacat tersembunyi pada barang yang dijual. semata-mata untuk perhiasan atau kesenangan. yang membuat barang itu tak sanggup untuk pemakaian yang dimaksud. seandainya bagian itu tidak ada. dalam hubungan dengan keseluruhannya. sedangkan pihak ini membuktikan bahwa alasan-alasan cukup untuk menolak gugatannya. hingga dapat disangka bahwa si pembeli tidak akan melakukan pembelian jika hal itu telah diketahuinya.

. 1507. menurut sifat cacat itu. setelah mendengar ahli-ahli tentang itu. harus dipikul oleh si pembeli. 1506. kecuali jika ia. musnah disebabkan cacat-cacat itu. 1509. Tuntutan yang didasarkan pada cacat-cacat yang dapat menyebabkan pembatalan pembelian harus oleh si pembeli dimajukan dalam suatu waktu yang pendek. meskipun ia sendiri tidak mengetahui adanya cacat itu. 1511. maka selain diwajibkan mengembalikan harga pembelian yang telah diterimanya. si pembeli dapat memilih apakah ia akan mengembalikan barangnya sambil menuntut kembali harga pembeliannya. 1505. kerugian dan bunga kepada si pembeli. sebagaimana akan ditentukan oleh Hakim. Jika si penjual telah mengetahui cacat-cacatnya barang. Jika si penjual tidak telah mengetahui cacat-cacatnya barang maka ia hanya diwajibkan mengembalikan harga pembelian. sekadar itu telah dibayar oleh si pembeli. atau apakah ia akan tetap memiliki barangnya sambil menuntut pengembalian sebagian harta. yang terhadap si pembeli diwajibkan mengembalikan uang harga pembelian dan mengganti segala kerugian lainnya yang disebutkan dalam kedua pasal yang lalu. 1508. 1510. Jika barang yang dijual. Ia diwajibkan menanggung terhadap cacat yang tersembunyi. 1512. dan dengan mengindahkan kebiasaan-kebiasaan dari tempat mana perjanjian pembelian dibuat. telah meminta diperjanjikan bahwa ia tidak diwajibkan menanggung sesuatu apa pun. dan mengganti kepada si pembeli biaya yang telah dikeluarkan untuk penyelenggaraan pembelian dan penyerahan. tetap kerugian yang disebabkan kejadian yang tak disengaja. Tuntutan ini tidak diberikan dalam hal penjualan-penjualan yang dilakukan atas kuasa Hakim.tidak akan membelinya selain dengan harga yang kurang. dalam hal yang demikian. Si penjual tidaklah diwajibkan menanggung terhadap cacat yang kelihatan. ia juga diwajibkan mengganti segala biaya. maka kerugiannya dipikul oleh si penjual. yang mengandung cacat-cacat tersembunyi. Dalam hal-hal yang disebutkan dalam pasal 1504 dan 1506. yang dapat diketahui sendiri oleh si pembeli.

kecuali jika si penjual memilih memberikan jaminan. atau jika telah diperjanjikan bahwa si pembeli diwajibkan membayar biarpun segala gangguan. 1516. Kewajiban utama si pembeli ialah membayar pembelian. diwajibkan membayar bunga dari harga pembelian. Jika pada waktu membuat perjanjian tidak ditetapkan tentang itu. dalam penguasaannya. atau jika si pembeli mempunyai suatu alasan yang patut untuk berkhawatir bahwa ia akan diganggu dalam penguasaannya. hingga si penjual telah menghentikan gangguan tersebut. Meskipun demikian. Kekuasaan untuk membeli kembali barang yang telah dijual diterbitkan dari suatu janji. 1518. si pembeli harus membayar di tempat dan pada waktu dimana penyerahan harus dilakukan 1515. Jika si pembeli. 1514. si penjual dapat menuntut pembatalan pembelian. 1517. jika barang yang dijual dan diserahkan memberi hasil atau lain pendapatan. untuk keperluan si penjual. pembatalan pembelian. dengan disertai penggantian yang disebutkan dalam pasal 1532. pada waktu dan di tempat sebagaimana ditetapkan menurut perjanjian. . BAGIAN KE EMPAT Tentang hak membeli kembali 1519. diganggu oleh suatu tuntutan hukum yang berdasarkan hipotik atau suatu tuntutan untuk meminta kembali barangnya.BAGIAN KE TIGA Tentang kewajiban si pembeli 1513. dengan mengembalikan harga pembelian asal. dimana si penjual diberikan hak untuk mengambil kembali barang yang dijualnya. dalam hal penjualan barang-barang dagangan dan barang-barang perabot rumah. Jika si pembeli tidak membayar harga pembelian. setelah lewatnya waktu yang ditentukan untuk mengambil barang yang dijual. biarpun tidak ada suatu janji tegas. Si pembeli. menurut ketentuan-ketentuan pasal 1266 dan 1267. maka ia dapat menangguhkan pembayaran harga pembelian. akan terjadi demi hukum dan tanpa peringatan.

Si penjual suatu benda tak bergerak yang telah meminta diperjanjikannya kekuasaan untuk membeli kembali barang yang dijual. 1521. Hak membeli kembali tidak boleh diperjanjikan untuk suatu waktu yang lebih lama dari lima tahun. 1524. 1525. Jangka waktu yang ditentukan harus diartikan secara mutlak. Jika seorang yang dengan janji beli kembali telah membeli suatu bagian yang belum terbagi dalam suatu benda tak bergerak. maka ia dapat mewajibkan si penjual untuk mengoper seluruh benda tersebut manakala orang ini hendak menggunakan haknya membeli kembali. dan apabila si penjual lalai memajukan tuntutannya untuk membeli kembali didalam tenggang yang telah ditetapkan. Jika berbagai orang bersama-sama dan dalam satu perjanjian telah menjual suatu benda yang menjadi hak mereka bersama. menjadi pembeli dari seluruh benda tersebut. Terhadap orang-orang berpiutangnya si penjual ia dapat menggunakan hak istimewa untuk menuntut supaya terhadap si penjual itu lebih dahulu diadakan penyitaan kekayaannya untuk melunasi utang-utangnya. dengan tidak mengurangi hak mereka untuk menuntut penggantian kepada orang yang bersangkutan. Jangka waktu ini berjalan untuk kerugian tiap orang.1520. jika ada alasan untuk itu. menggantikan segala hak-hak dari penjualnya. meskipun dalam perjanjian kedua itu tidak disebutkan tentang janji tersebut. ia dapat menggunakan daluwarsa baik terhadap si pemilik sejati. 1522. 1526. 1523. Jika hak tersebut diperjanjikan untuk suatu waktu yang lebih lama. bahkan untuk kerugian orang-orang yang belum dewasa. boleh menggunakan haknya terhadap seorang pembeli ke dua. 1527. setelah terhadapnya dimajukan suatu gugatan untuk pemisahan dan pembagian. ia tak boleh diperpanjang oleh Hakim. Barangsiapa membeli dengan janji beli kembali. maka masing-masing di . maka waktu itu diperpendek sampai lima tahun itu. maka tetaplah si pembeli sebagai pemilik barang yang dibeli. maupun terhadap siapa yang mengira mempunyai hak-hak hipotik atau lainlain hak atas barang yang dijual.

begitu pula biaya yang perlu untuk pembetulan-pembetulan. Jika si pembeli meninggalkan beberapa orang ahli waris. Si penjual yang menggunakan janji membeli kembali tidak saja diwajibkan mengembalikan seluruh harga pembelian asal. meninggalkan berbagai orang ahli waris. Jika penjualan suatu barang kepunyaan berbagai orang. maupun dalam halnya harta peninggalan itu sudah dibagi di antara para ahli waris. tetapi juga diwajibkan mengganti semua biaya menurut hukum yang telah dikeluarkan untuk menyelenggarakan pembelian serta penyerahannya. dan barang yang dijual itu jatuh pada salah seorang maka tuntutan untuk membeli kembali dapat ditujukan untuk seluruhnya kepada orang ini.antara mereka hanyalah dapat menggunakan haknya membeli kembali sekadar mengenai suatu jumlah sebesar bagiannya. Tetapi jika harta peninggalan telah dibagi. baik dalam halnya harta peninggalan yang belum dibagi. dalam hal yang termaksud dalam kedua pasal yang lalu. dan jika mereka tidak mencapai sepakat. Masing-masing di antara para ahli waris ini hanyalah boleh menggunakan hak membeli kembali untuk suatu jumlah sebesar bagiannya. maka tuntutan membeli kembali harus ditolak. 1532. untuk mengoper barangnya seluruhnya. dan si pembeli tidak boleh memaksa siapa yang menggunakan haknya secara demikian. 1528. dan biaya yang menyebabkan barangnya yang dijual . tetapi masingmasing dari mereka itu telah menjual sendiri-sendiri apa yang menjadi bagiannya. 1529. 1531. tidak dilakukan oleh sekalian mereka bersama dan untuk seluruhnya. 1530. Tetapi. maka masing-masing dari mereka sendiri-sendiri dapat menggunakan haknya membeli kembali terhadap bagian yang menjadi haknya. maka hak membeli kembali tidak dapat dipergunakan terhadap masing-masing dari mereka selain untuk sejumlah sebesar bagiannya. si pembeli dapat menuntut supaya semua orang yang turut menjual atau semua orang yang turut menjadi ahli waris dipanggil agar mereka bermufakat tentang pembelian kembali bendanya seluruhnya. Hal yang sama terjadi apabila seoraog yang sendirian telah menjual suatu benda.

yang telah diterimanya untuk piutangnya. ia namun itu diwajibkan menetapi perjanjian-perjanjian sewa yang dengan itikad baik ialah dibuat oleh si pembeli. 1538. selain setelah memenuhi segala kewajiban ini. kecuali jika dengan tegas dijanjikan sebaliknya. dan tidak mengenai keadaan di kemudian hari. sejumlah tambahnya ini. Barangsiapa menjual suatu piutang atau suatu hak tak bertubuh lainnya. . dan hanya untuk jumlah harga pembelian. Ia tidak bertanggung jawab tentang cukup mampunya si berutang. BAGIAN KE LIMA Ketentuan-ketentuan khusus mengenai jual-beli piutang dan lain-lain hak tak bertubuh 1533. Jika ia telah berjanji untuk menanggung terhadap cukup mampunya si berutang. 1536. maka barang itu harus diserahkan kepadanya bebas dari semua beban dan hipotik yang diletakkan oleh si pembeli di atasnya. kecuali jika ia telah mengikatkan dirinya untuk itu. memperoleh kembali barangnya. harus menanggung bahwa hak-hak itu benar dan sewaktu diserahkannya biarpun penjualan dilakukan tanpa janji penanggungan. hak istimewa dan hipotikhipotik. sepertinya penanggungan-penanggungan. Ia tidak dapat memperoleh penguasaan atas barang yang dibeli kembali. maka janji ini harus diartikan sebagai mengenai kemampuannya sekarang. Barangsiapa menjual suatu warisan dengan tidak diterangkan barang demi barang. Penjualan suatu piutang meliputi segala sesuatu yang melekat padanya. sebagai akibat janji beli kembali. 1535. atau lagi telah menjual beberapa benda dari harta peninggalan itu. Apabila si penjual. 1534. maka ia diwajibkan menggantinya. Jika ia telah menikmati hasil-hasilnya sesuatu benda atau telah menerima suatu jumlah sebesar sesuatu piutang yang termasuk warisan tersebut.bertambah harganya. tidaklah diwajibkan menanggung selain hanya terhadap kedudukannya sebagai ahli waris. jika tidak dengan tegas telah diperjanjikan lain. 1537.

1545. . dan siapa yang dari pihaknya telah memenuhi perjanjian. 1542. Apabila sebelum penyerahan suatu piutang yang telah dijual. Untuk selainnya aturan-aturan tentang perjanjian jual-beli berlaku terhadap perjanjian tukar-menukar. Siapa yang karena suatu penghukuman untuk menyerahkan barangnya kepada seorang lain. Jika pihak yang satu telah menerima barang yang ditukarkan kepadanya. sebagai gantinya suatu barang lain. yang telah dijanjikan untuk ditukar. rugi dan bunga dari pihak lawannya ataukah ia akan menuntut pengembalian barang yang ia telah berikan. telah terpaksa melepaskan barang yang diterimanya dalam tukar-menukar. dapat memilih apakah ia akan menuntut panggantian biaya. Jika suatu barang tertentu. Sebaliknya si pembeli diwajibkan mengganti kepada si penjual segala sesuatu yang oleh orang ini telah dikeluarkan untuk membayar utang-utang dan beban-beban warisan.1539. maka itu cukuplah untuk membebaskan si berutang. dengan mana kedua belah pihak mengikatkan dirinya untuk saling memberikan suatu barang secara bertimbal-balik. dapat menuntut kembali barang yang ia telah berikan dalam tukar-menukar. orangnya yang berutang membayar utangnya kepada si penjual. 1540. Segala apa yang dapat dijual. BAB KE ENAM Tentang tukar-menukar 1541. Tukat-menukar ialah suatu perjanjian. melainkan hanya untuk mengembalikan barang yang telah diterimanya. dan kemudian ia membuktikan bahwa pihak yang lain bukan pemilik barang tersebut. 1546. lagi pula untuk memenuhi kepada si penjual apa yang si penjual ini dapat menagih selaku orang yang memegang sesuatu piutang terhadap warisan. 1543. maka perjanjian dianggap sebagai gugur. dapat pula menjadi bahan tukar-menukar. maka tak dapatlah ia dipaksa menyerahkan barang yang ia telah janjikan dari pihaknya sendiri. 1544. musnah diluar salah pemiliknya.

menyerahkan barang yang disewakan kepada si penyewa. Ia harus selama waktu sewa menyuruh melakukan pembetulan-pembetulan pada barang yang disewakan yang perlu dilakukan. 1548. 1551. yang merintangi pemakaian barang itu. Semua jenis barang. Pihak yang menyewakan diwajibkan mesyemhkan barang yang disewakan dalam keadaan terpelihara segala-galanya. Pihak yang menyewakan diwajibkan karena sifat perjanjian. 1549. BAGIAN KE DUA Tentang aturan-aturan yang sama-sama berlaku terhadap penyewaan rumah dan penyewaan tanah 1550. biarpun pihak yang menyewakan itu sendiri tidak mengetahuinya pada waktu dibuatnya perjanjian sewa. baik yang tak bergerak. . terkecuali pembetulanpembetulan yang menjadi kewajiban si penyewa. 1552. 3c. baik yang bergerak dapat disewakan. hingga barang itu dapat dipakai untuk keperluan yang dimaksudkan. selama suatu waktu tertentu dan dengan pembayaran sesuatu harga. Pihak yang menyewakan harus menanggung si penyewa terhadap semua cacat dari barang yang disewakan. Dihapuskan. Dihapuskan. 2e. dan dengan tak perlu adanya sesuatu janji untuk itu : 1e. memelibara barang yang disewakan sedemikian. Sewa-menyewa ialah suatu pcrjanjian denan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainnya kenikmatan dari sesuatu barang.BAB KE TUJUH Tentang sewa-menyewa BAGIAN KE SATU Ketentuan Umum 1547. yang oleh pihak tersebut belakangan itti disanggupi pembayarannya. memberikan si penyewa kenikmatan yang tenteram daripada barang yang disewakan selama berlangsungnya sewa.

jika pembetulan-pembetulan ini berlangsung lebih lama dari empat puluh hari. 1555. si penyewa dapat memilih. tetapi tidak dalam satu dari kedua hal itu pun ia berhak atas suatu ganti rugi. betapa pun kesusahan yang disebabkannya. maka si penyewa dapat memutuskan sewanya. yang dilakukan oleh orangorang pihak ke tiga dengan peristiwa-peristiwa dengan tidak memajukan sesuatu hak atas barang yang disewa. dengan tidak mengurangi hak si penyewa untuk menuntut sendiri orang itu. asal tentang gangguan atau rintangan itu telah diberitahukan secara sah kepada si pemilik. Pihak yang menyewakan tidaklah diwajibkan menjamin si penyewa terhadap rintangan-rintangan dalam kenikmatannya. maka harga sewa harus dikurangi menurut imbangan waktu dan bahagian dari barang yang disewakan yang tidak dapat dipakai oleh si penyewa. barang yang disewakan sama sekali musnah karena suatu kejadian yang tak disengaja. 1553. menurut keadaan. disebabkan karena suatu tuntutan hukum yang bersangkutan dengan hak milik atas barangnya. maka si penyewa harus menerimanya. Jika. Tetapi. 1556. apakah ia akan meminta pengurangan harga sewa. . ataukah ia akan meminta bahkan pembatalan perjanjian sewanya. 1557. maka perjanjian sewa gugur demi hukum. yang perlu ditempati oleh si penyewa dan keluarganya. pada barang yang disewakan terpaksa diadakan pembetulan-pembetulan. selama waktu sewa. 1554. tak dapat didiami. hingga barang yang disewakan. maka ia berhak menuntut suatu pengurangan harga sewa menurut imbangan. Jika pembetulan-pembetulan sedemikian sifatnya. yang tidak dapat menunggu sampai berakhirnya sewa. Jika sebaliknya si penyewa diganggu dakam kenikmatannya. Jika selama waktu sewa. Jika barangnya hanya sebagian musnah. maka kepadanya pihak yang menyewakan diwajibkan memberikan ganti rugi. Pihak yang menyewakan tidak diperkenankan selama waktu sewa mengubah ujud maupun tataan barang yang disewakan.Jika cacat-cacat itu telah mengakibatkan sesuatu kerugian bagi si penyewa. dan meskipun ia selama dilakukannya pembetulan-pembetulan itu terpaksa kehilangan sebagian dari barang yang disewakan.

menurut tujuan yang dipersangkakan berhubung dengan keadaan. dan ia dapat memanggil pihak tersebut untuk penanggungan. 1559. maka ia diwajibkan memberitahukan tentang. asal ia menunjuk orangnya untuk siapa ia menguasai barangnya. maupun melepaskan sewanya kepada seorang lain. tidak diwajibkan mentaati perjanjiannya ulang sewa. Bahkan bolehlah ia menuntut supaya ia dikeluarkan sebagai pihak dalam perkara. Jika si penyewa memakai barang yang disewa untuk suatu keperluan lain dari yang menjadi tujuannya. jika kekuasaan itu tidak telah dilarang dalam perjanjiannya. atau jika tidak ada suatu perjanjian mengenai itu. yang didiami sendiri oleh si penyewa. memajukan bahwa mereka mempunyai sesuatu hak atas barang yang disewakan. menurut keadaan. Si penyewa harus menepati dua kewajiban utama: 1e. maka pihak yang belakangan ini diwajibkan mengembalikan barangnya dalam keadaan dimana barang itu diterimanya menurut pratelan tersebut. Jika orang-orang yang telah melakukan peristiwa-peristiwa. untuk memakai barang yang disewa sebagai seorang bapak rumah yang baik. maka pihak ini. maka dapatlah ia atas tanggung jawab sendiri. menyewakan sebagian kepada orang lain. Jika antara pihak yang menyewakan dan pihak yang menyewa telah dibuat suatu pratelan tentang barang yang disewakan. itu kepada pihak yang menyewakan. jika kepadanya tidak telah diperizinkan. Si penyewa. untuk membayar harga sewa pada waktu-waktu yang telah ditentukan. yang disewanya. 1562. atas ancaman pembatalan perjanjian sewa dan penggantian biaya. dapat meminta pembatalan sewanya. tidak diperbolehkan mengulang-sewakan barang. Jika yang disewa itu berupa sebuah rumah. rugi dan bunga. atau untuk suatu keperluan sedemikian rupa hingga dapat menerbitkan suatu kerugian kepada pihak yang menyewakan. 1561. setelah pembatalan itu. 2c. dengan kekecualian apa yang telah musnah . sedangkan pihak yang menyewakan. atau untuk menerima pelaksanaan sementara pengabdian pekarangan. 1560.1558. sesuai dengan tujuan yang diberikan pada barang itu menurut perjanjian sewanya. atau jika si penyewa sendiri digugat untuk mengosongkan seluruh atau sebagian dari barangnya yang disewa.

kecuali jika ia membuktikan bahwa kerusakan itu terjadi diluar salahnya. oleh kawan-kawannya serumah atau oleh mereka kepada siapa ia telah mengoperkan sewanya. Si penyewa bertanggung jawab untuk segala kerusakan yang diterbitkan pada barang yang disewa selama waktu sewa. maka si penyewa. Dihapuskan. maka sewa itu berakhir demi hukum. kecuali jika pihak yang menyewakan membuktikan bahwa kebakaran itu disebabkan kesalahan si penyewa. 1570. 1566.atau berkurang harganya sebagai akibat dari tuanya barang atau dari kejadiankejadian yang tak disengaja yang tidak dapat dihindarkan. 1564. pada waktu mengosongkan barang yang disewa. 1569. yang dibuat dengan lisan. Si penyewa diperbolehkan. 1571. dengan mengindahkan tenggang-tenggang waktu yang diharuskan menurut kebiasaan setempat. Si penyewa adalah bertanggungjawab untuk segala kerusakan dan kerugian yang diterbitkan pada barang yang disewa. . 1567. asal pembongkaran dan pembawaan itu dilakukan dengan tidak merusakkan barang yang disewa. Jika sewa dibuat dengan tulisan. maka sewa itu tidak berakhir pada waktu yang ditentukan. yang sudah dijalankan. Jika tidak dibuat suatu pratelan. yang menjadi beban para penyewa. tanpa diperlukannya sesuatu pemberhentian untuk itu. kecuali apabila si penyewa memilih untuk menyuruh menaksir harga sewanya oleh orang-orang ahli. dianggap telah menerima barang yang disewa dalam keadaan yang baik. Jika terjadi perselisihan tentang harga suatu penyewaan. apabila waktu yang ditentukan telah lampau. membongkar dan membawa segala apa yang ia dengan biaya sendiri telah menyuruh membuat pada barang yang disewa. kecuali jika dibuktikan sebaliknya dan ia harus mengembalikan barangnya dalam keadaan yang sama. 1568. mengenai pemeliharaan. maka pihak yang menyewakan harus dipercaya atas sumpahnya. 1563. Ia namun itu tidak bertanggung jawab untuk kebakaran. 1565. melainkan jika pihak lain bahwa ia hendak menghentikan sewanya. dan tidak terdapat suatu tanda pembayaran. Jika sewa tidak dibuat dengan tulisan.

Perjanjian sewa tidak sekali-kali hapus dengan meninggalnya pihak yang menyewakan. si penyewa tetap menguasai barang yang disewa dan dibiarkan menguasainya. untuk. diwajibkan memperingatkan si penyewa sekian lama sebelumnya. tidak dapat memajukan tentang adanya suatu penyewaan ulang secara diam-diam. tidaklah diputuskan kecuali apabila ini telah diperjanjikan pada waktu menyewakan barang. sebelum ia dengan lewatnya tenggang waktu yang ditentukan untuk pembelian kembali. Jika ada suatu perjanjian yang demikian. Dengan dijualnya barang yang disewa. Si pembeli dengan janji membeli kembali. 1578. Dalam hal sewa tanah. sebagaimana diharuskan oleh adat kebiasaan setempat mengenai pemberhentian-pemberhentian sewa. peringatan tersebut harus paling sedikit satu tahun sebelum pengosongan. tetapi jika ada suatu janji seperti tersebut belakangan ini. suatu persewaan yang dibuat sebelumnya. selama ganti rugi yang terutang belum dilunasi. Jika. maka si penyewa. tidak dapat menggunakan kekuasaannya untuk memaksa si penyewa mengosongkan barang yang disewa. jika barangnya dijual. si penyewa tidak berhak menuntut suatu ganti rugi apabila tidak ada suatu janji yang tegas. . yang akibat-akibatnya diatur dalam pasal-pasal yang mengenai penyewaan-penyewaan dengan lisan. menjadi pemilik mutlak. ia tidak diwajibkan mengosongkan barang yang disewa. Jika pihak yang satu telah memberitahukan kepada pihak yang lainnya bahwa ia hendak menghentikan sewanya. penanggungan utang yang dibuat untuk sewanya. setelah berakhirnya suatu penyewaan yang dibuat dengan tulisan. maupun dengan meninggalnya pihak yang menyewa. Seorang pembeli yang hendak menggunakan kekuasaan yang diperjanjikan dalam perjanjian sewa. tidak meliputi kewajiban-kewajiban yang terbit dari perpanjangan sewa. meskipun ia tetap menikmati barangnya. 1576. 1574. 1575. maka terjadilah dengan itu suatu sewa baru.1572. 1577. memaksa si penyewa mengosongkan barang yang disewa. 1573. Dalam halnya kedua pasal yang lalu.

menurut kebiasaan setempat. kecuali jika telah diperjanjikan sebaliknya. Jika tidak ada perjanjian. atau menurut kebiasaan-kebiasaan setempat. 1580. kunci-kunci dalam. maka dianggap sebagai demikian pembetulanpembetulan pada lemari-lemari toko. Seorang penyewa kedua tidaklah berwajib membayar kepada si pemilik lebih dari jumlah harga sewa dari penyewaan kedua.1579. dan . pembetulan-pembetulan tersebut harus dipikul oleh pihak yang menyewakan. 1582. dan dengan tak diperbolehkan ia memajukan pembayaran-pembayaran yang dilakukan sebelumnya. sebagaimana ditetapkan dalam pasal 1578. Menjaga kebersihan sumur-sumur. Pihak yang menyewakan tidak dapat menghentikan sewa dengan menyatakan hendak memakai sendiri barang yang disewakan. yang ia pada waktu dilakukannya suatu penyitaan. dapat dipaksa untuk mengosongkan rumah itu. baik didalam maupun diluar rumah dan segala sesuatu yang dianggap termasuk itu. tutupan jendela. Pembetulan-pembetulan kecil dan sehari-hari dipukul oleh si penyewa. kaca-kaca jendela. maka ia diwajibkan sebelum itu memberitahukan tentang kehendaknya untuk menghentikan sewanya sebegitu lama sebelumnya. kecuali apabila ia memberikan cukup jaminan untuk pembayaran uang sewa. BAGIAN KE TIGA Tentang aturan-aturan yang khusus berlaku bagi sewa rumah dan perabot rumah 1581. apabila pembetulan-pembetulan itu terpaksa dilakukan karena keadaan rusak dari barang yang disewa atau karena keadaan memaksa. dengan perabot rumah secukupnya. 1584. kolam-kolam hujan. Jika dalam perjanjian sewa telah disetujui bahwa pihak yang menyewakan akan mempunyai kekuasaan memakai sendiri rumah atau tanah yang disewakan. berutang pada si penyewa pertama. Meskipun demikian. kecuali jika pembayaran-pembayaran itu telah dilakukan menurut suatu janji yang dinyatakan dalam dia punya perjanjian sewa. 1583. Si penyewa yang tidak memperlengkapi sebuah rumah yang disewa.

1587. toko-toko atau ruangan-ruangan selalu disewakan menurut kebiasaan setempat. sebagaimana rumah-rumah tempat-tempat kediaman. untuk bulanan. atau suatu ruangan lainnya. Jika didalam suatu perjanjian sewa tanah disebutkan suatu keluasan yang kurang atau yang lebih daripada keluasan yang sungguh-sungguh. harus dianggap telah dibuat untuk lamanya. maka penyewaan dianggap telah dibuat menurut kebiasaan setempat. melainkan sesudahnya suatu pemberitahuan tentang penghentian sewa. Sewa mebel untuk memperlengkapi sebuah rumah seluruhnya. sedangkan pihak yang menyewakan tidak melawannya. Jika si penyewa sebuah rumah atau ruangan. yang ditentukan dalam suatu perjanjian tertulis. atau tiap hari. apabila dibuat atas pembayaran sejumlah uang tiap bulan.tandas-tandas dibebankan kepada pihak yang menyewakan. tiap bulan. jika tidak ada suatu janji. Menjaga kebersihan pipa-pipa asap. apabila dibuat atas pembayaran sejumlah uang tiap hari. maupun dikeluarkan dari situ. dan tak dapatlah ia meninggalkan barang yang disewa. Penyewaan kamar-kamar yang diperlengkapi dengan mebel harus dianggap telah dilakukan milik tahunan. untuk waktu yang ditentukan oleh kebiasaan setempat. 1586. dibebankan kepada pihak yang menyewa. 1585. maka hal itu tidaklah menjadi alasan untuk menambah atau mengurangi harga sewa. maka dianggaplah si penyewa itu tetap memegang barang yang disewakan atas dasar syarat-syarat yang sama. apabila dibuat atas pembayaran sejumlah uang tiap tahun. Jika tidak ternyata bahwa penyewaan dibuat atas sejumlah uang tiap tahun. untuk harian. melainkan hanya dalam hal-hal dan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum . setelah berakhirnya waktu sewa. BAGIAN KE EMPAT Tentang aturan-aturan yang khusus berlaku bagi sewa tanah 1588. jika tidak telah dijanjikan sebaliknya. sebuah tempat kediaman seluruhnya. tetap menguasai barang yang disewa. sebuah toko. yang dilakukan menurut kebiasaan setempat.

penyimpanan yang telah disediakan untuk itu. atau. Jika dalam suatu sewa untuk beberapa tahun. dan karena itu diterbitkan sesuatu kerugian bagi pihak yang menyewakan. kecuali jika ia telah memperoleh penggantian kerugian karena penghasilan tahun-tahun yang lalu. 1593. . 1591. maka pihak ini adalah berhak untuk. apabila kenikmatan dari semua tahun telah diperjumpakan satu sama lain. maka si penyewa dibebaskan dari pembayaran seluruh jumlah harga sewa atau sebagian harga sewa menurut imbangan. 1589. jika ia tidak memenuhi janji-janji yang dibuat dalam perjanjian sewa. 1590. selama waktu sewa. menuntut pembatalan sewa. disertai penggantian biaya. menahan sebagian dari uang sewa. Jika ia tidak telah mendapat penggantian kerugian. pada umumnya. Semua penyewa tanah diwajibkan menyimpan hasil-hasil tanahnya didalam tempat. Jika si penyewa tanah tidak melengkapi taman yang diperlukan untuk penggembalaan atau tanah itu dengan hewan-hewan atau perkakas-perkakas penanaman. menurut kerugian yang telah diderita. jika ia memakai barang yang disewa untuk suatu tujuan lain dari tujuan yang dimaksudkan. menurut jaraknya tempat-tempat. Pemberitahuan ini harus dilakukan didalam tenggang yang sama sebagaimana ditentukan antara waktu gugatan dan hari menghadapnya di muka sidang Pengadilan. atas ancaman penggantian biaya kerugian dan bunga. 1592. sedangkan penghasilan telah hilang seluruhnya atau separuh. jika ia berhenti melakukan penggembalaan atau penanaman. seluruh atau separuh penghasilan setahun telah hilang karena kejadian-kejadian yang tak dapat dihindarkan. maka perkiraan tentang pengurangan uang sewa tidak dapat dilakukan selainnya pada waktu berakhirnya sewa. melaporkan kepada si pemilik tentang segala peristiwa yang dilakukan didalam pekarangan-pekarangan yang disewa. menurut keadaan. Hakim namun itu dapat mengizinkan si penyewa untuk sementara waktu. maka si penyewa dapat menuntut suatu pengurangan uang sewa. Si penyewa tanah diwajibkan. atau dalam hal itu tidak berlaku sebagai seorang bapak rumah yang baik. kerugian dan bunga.dalam bab kelima dari buku ini. Jika sewa hanya dilakukan untuk satu tahun.

1595. dan semua tanah lain yang hasilnya dikumpulkan seluruhnya didalam waktu satu tahun. 1594.Apabila kerugiannya kurang dari separuh. Janji yang sedemikian namun itu hanya dianggap dibuat untuk kejadian-kejadian biasa yang tak dapat diduga. gempa bumi. Demikianlah maka sewa sebidang padang rumput. baik yang dapat diduga maupun yang tak dapat diduga. dihitung telah dibuat untuk sekian lama waktu. Begitu pula si penyewa tidak dapat menuntut sesuatu pengurangan. yang dibuat dengan tidak memakai tulisan. asal si penyewa tidak lalai menyerahkan kepada si pemilik bagiannya dari penghasilan. Si penyewa tidak dapat diberikan pengurangan apabila kerugian penghasilan itu diderita setelah penghasilan ini dipisahkan dari tanah. kemarau yang terlalu lama. hal yang menyebabkan kejadian sudah ada dan sudah diketahui sewaktu perjanjian sewa dibuat. Sewa tanah pertanian. 1598. sepertinya: kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh peperangan atau kebanjiran yang tidak biasa menimpa negeri ini. sebagaimana dibutuhkan oleh si penyewa untuk mengumpulkan semua hasil dari tanah yang disewa. Janji tersebut di atas tidak meliputi kejadian-kejadian luar biasa. kecuali jika si penyewa telah menyanggupi untuk memikul akibat dari semua kejadian. kilat atau rontoknya bunga dari pohon sebelum waktunya. yang ditanami berganti-ganti dengan bermacammacam tanaman. 1597. dihitung sebagai dibuat untuk satu tahun. menurut adanya macam tanaman. dianggap sebagai dibuat untuk sekian tahun. hama-hama yang merusak penghasilan. Jika setelah berakhirnya suatu sewa yang dibuat tertulis. 1596. maka ia tidak berhak atas sesuatu pengurangan . Dengan suatu janji yang dinyatakan dengan tegas si penyewa dapat dipertanggungjawabkan tentang kejadian-kejadian yang tak dapat diduga. kecuali jika dalam perjanjian sewa bagi si pemilik harus memikul bagiannya dalam kerugian. si penyewa . Sewa tanah. jika. sepertinya: peletusan gunung. sebidang kebun buahbuahan.

1600. 1599. menurut suatu perkiraan yang akan dibuat. jika ia menerimanya pada waktu mulai sewanya. Pemborongan pekerjaan adalah perjanjian. Perjanjian perburuhan adalah perjanjian dengan mana pihak yang satu.tetap menguasai barangnya. maka adalah dua macam perjanjian dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk melakukan pekerjaan bagi pihak yang lainnya dengan menerima upah. dan meskipun ia tidak telah menerimanya. Begitu pula si penyewa. diwajibkan bantu-membantu sedemikian rupa hingga memudahkan keluarnya yang satu dan masuknya yang lain.*) 1601 b. yang diatur oleh ketentuan-ketentuan yang khusus untuk itu dan oleh syarat-syarat yang diperjanjikan. harus meninggalkan jerami dan gemuk dari tahun yang lalu. segala sesuatu menurut kebiasaan setempat. dan dibiarkan menguasainya. “perjanjian kerja” antara majikan dan buruh secara perseorangan. namun si pemilik dapat meminta supaya jerami dan gemuk tersebut ditinggalkan padanya. dengan mana pihak yang satu. maupun yang mengenai pemungutan hasil-hasil yang masih berada di ladang. melakukan pekerjaan dengan menerima upah. mengikatkan dirinya untuk di bawah perintah pihak yang lain si majikan. si buruh. Si penyewa yang sewanya berakhir dan orang yang menggantinya. apabila ia berangkat. . mengikatkan diri untuk menyelenggarakan suatu pekerjaan bagi *) Menurut UU 21/1954: “perjanjian perburuhan” diadakan antara majikan dan “serikat buruh”. untuk sesuatu waktu tertentu. oleh kebiasaan. baik yang mengenai penanaman untuk tahun yang akan datang. maupun lagi yang mengenai hal-hal lain. dan jika itu tidak ada. si pemborong. maka akibat-akibat sewa yang baru diatur dalam pasal yang lalu. BAB KE TUJUH A Tentang perjanjian-perjanjian untuk melakukan pekerjaan BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1601. perjanjian perburuhan dan pemborongan pekerjaan. Selain perjanjian-perjanjian untuk melakukan sementara jasa-jasa. 1601 a.

Terhadap perjanjian-perjanjian perburuhan yang dibuat oleh seorang . pihak yang memborongkan. atau jika sewaktu dibuatnya perjanjian pemborongan. dengan menerima suatu harga yang ditentukan.pihak yang lain. sedangkan perjanjian telah dibuat untuk waktu lebih lama atau untuk waktu tak tertentu. maka berlakulah baik ketentuan-ketentuan perihal perjanjian perburuhan. 1601 c. maka bertakulah ketentuan-ketentuan perihal perjanjian perburuhan. maupun masing-masing perjanjian tersendiri. Jika suatu pemborongan pekerjaan diikuti oleh beberapa perjanjian yang semacam. Uang panjar hanya dapat dikurangkan dari upah. ternyata maksud kedua belah pihak untuk membuat beberapa perjanjian lagi yang semacam. Jika pada waktu membuat perjanjian diberikan dan diterima suatu panjar. meskipun tiap kali dengan sesuatu waktu selang. maka ketentuan-ketentuan perihal perjanjian perburuhan akan berlaku terhadap baik perjanjian-perjanjian tersebut kesemuanya. yang tanda-tandanya ikut terkandung didalamnya itu. maupun ketentuanketentuan perihal perjanjian lain. Jika suatu perjanjian mengandung tanda-tanda suatu perjanjian perburuhan beserta tanda-tanda suatu perjanjian dari lain jenis. 1601 f. maka biaya akta beserta lain-lain biaya tambahan harus dipikul oleh majikan. maka tidak satu pihak berhak karenanya meniadakan perjanjian dengan menyuruh memiliki atau dengan mengembalikan uang panjar itu. Apabila suatu perjanjian perburuhan dibuat tertulis. sedemikian bahwa pemboronganpemborongan itu kesemuanya dapat dianggap sebagai satu perjanjian perburuhan. jika hubungan kerja telah berlangsung untuk waktu yang tidak melebihi tiga bulan. BAGIAN KE DUA Tentang perjanjian perburuhan umumnya 1601 d. Tetapi jika dalam hal yang demikian itu perjanjian yang pertama dibuat sebagai suatu percobaan. maka perjanjian ini dianggap tetap memiliki sifat-sifatnya sebagai pemborongan pekerjaan. 1601 e. jika ada pertentangan di antara ketentuan-ketentuan ini. dan ketentuan-ketentuan dari bagian ke enam akan berlaku baginya. dengan pengecualian ketentuan-ketentuan bagian ke enam dari bab ini.

Seorang belum dewasa adalah cakap membuat perjanjian perburuhan sebagai buruh. Kuasa tersebut tak dapat diberikan dengan bersyarat. Namun itu ia tidak dapat menghadap dimuka Hakim jika tidak dibantu oleh orang yang diwajibkan mewakilinya menurut undang-undang. guna kepentingan keluarga. Jika seorang belum dewasa yang belum cakap untuk membuat suatu perjanjian perburuhan. kecuali jika kepada Hakim ternyata bahwa orang tersebut tidak mampu menyatakan ke hendaknya. dengan tiada perlawanan dari pihak wakilnya menurut undang-undang. dengan tidak memakai bantuan suaminya. termasuk pula memberikan pembebasan-pembebasan dan menghadap di muka Hakim. Jika kuasa diberikan tertutis. baik dengan lisan maupun tertulis. maka dianggaplah ia . maka didalam segala hal yang mengenai perjanjian perburuhan yang dibuat berdasarkan kuasa yang telah diberikan itu. undang-undang menganggap bahwa ia telah mendapat perizinan dari suaminya. si belum dewasa dipersamakan dengan orang yang dewasa. jika ia untuk itu dikuasakan oleh wakilnya menurut undang-undang. maka. maka si belum dewasa diwajibkan menyerahkan surat-kuasa kepada si majikan. f. kuasa itu harus diberikan di hadapan si majikan atau siapa yang mewakilinya. Sekadar tidak secara tegas dikecualikan dengan dibuatnya syarat-syarat tertentu. yang harus segera mengirimkan suatu salinan yang ditandatangani kepada si belum dewasa dan pada waktu berakhirnya hubungan kerja mengembalikan surat kuasa tersebut kepada si belum dewasa atau orang-orang yang mendapat hak daripadanya. telah membuat suatu perjanjian dan karena itu selama enam minggu telah melakukan pekerjaan di bawah perintah majikan. 1601 h. Ia berhak memakai apa yang diterimanya atau apa yang ia berhak menuntut berdasarkan perjanjian perburuhan tersebut. 1601 g. Oleh karena itu maka ia dapat melakukan sendiri semua perbuatan yang berdasarkan perjanjian tadi.perempuan yang bersuami sebagai buruh. dengan tidak mengurangi ketentuan dalam ayat ke tiga pasal 1602. Jika si belum dewasa belum berusia genap delapan belas tahun. Suatu kuasa lisan hanya dapat berlaku untuk pembuatan suatu perjanjian perburuhan tertentu.

maka reglemen baru atau reglemen yang lelah diubah ini hanyalah berlaku bagi si buruh. menuntut di muka Hakim supaya perjanjian perburuhan dibatalkan. 2e. setelahnya reglemen baru atau reglemen yang diubah. sebelumnya ditetapkan. selama suatu waktu disediakan untuk dibaca dengan cuma-cuma oleh si buruh. Jika si buruh. Setiap orang berkepentingan dapat memperoleh suatu salinan dan reglemen tersebut dengan cuma-cuma. adalah batal. Suatu perjanjian perburuhan antara suami-istri adalah batal. tersedia untuk dibaca oleh umum. 1601 k. Setelah pihak lawan diperiksa atau dipanggil secara sah. jika suatu lembar lengkap dari rancangan reglemen atau perubahan-perubahan yang dirancangkan. sehingga ia dapat memikir masak-masak tentang isinya. tidak dapat menyetujuinya. maka dapatlah ia dalam jangka waktu empat minggu setelah ia mengetahui penetapan itu. bahwa suatu lembar lengkap dari reglemen tersebut ditempelkan dan tetap berada di suatu tempat yang mudah dapat didatangi si buruh. Surat reglemen yang ditetapkan oleh si majikan hanya mengikat si buruh jika si buruh ini secara tertulis telah menyatakan menyetujui reglemen tersebut dan selainnya itu telah dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1e. bahwa oleh atas nama si majikan telah diserahkan kepada Kementerian Perburuhan suatu lembar lengkap dari reglemen tersebut yang ditandatangani oleh si majikan. ditetapkan. 1601 j. bahwa selembar lengkap dari reglemen tersebut dengan cuma-cuma oleh atau atas nama si majikan telah diberikan kepada si buruh. 1601 i. Hakim memutus dalam angkatan terakhir dan ia akan mengabulkan tuntutan. sedapat mungkin dalam ruangan bekerja. kecuali jika ia berpendapat bahwa si buruh tidak atau tidak sebegitu . Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dalam pasal ini. hingga dapat dibaca dengan terang. Penyerahan dan pembacaan reglemen di Kementerian Perburuhan adalah dengan cuma-cuma. Jika selama hubungan kerja ditetapkan suatu reglemen atau reglemen yang telah ada diubah.telah dikuasakan dengan lisan oleh wakilnya itu untuk membuat perjanjian perburuhan tersebut. 3e.

kecuali namun itu si majikan sendiri. dengan mana ia mengikatkan diri akan menyetujui tiap reglernen yang ditetapkan di kemudian hari atau tiap perubahan di dalam suatu reglemen yang telah ada. tentang syarat-syarat pekerjaan yang harus diindahkan sewaktu membuat perjanjian perburuhan. adalah batal. dapat dibatalkan atas permintaan-pertnintaan masing-masing dari mereka yang menjadi pihak dalam perjanjian perburuhan kolektif. tempat dan waktu. maka bagi pemakaian bab ini. yang bertentangan dengan suatu perjanjian perburuhan kolektif yang mengikat mereka kedua. Tiap janji antara majikan dan buruh. satu bulan atas dua puluh lima hari dan satu tahun atas tiga ratus hari. Suatu pernyataan dari pihak si buruh. hubungan kerja berlangsung terus. sedangkan reglemen baru atau reglemen yang diubah adalah sah sejak hari ia mulai berlaku. Hakim menetapkan pada saat mana hubungan kerja akan berakhir dan si buruh berhak atas suatu ganti rugi berdasarkan apa yang ditentukan dalam pasal 1603 q dalam hal pengakhiran oleh si majikan. Yang dinamakan perjanjian perburuhan kolektif ialah suatu peraturan yang dibuat oleh seorang majikan atau lebih atau pun suatu perkumpulan majikan atau lebih yang berbentuk badan hukum di satu pihak. 1601 m. . satu minggu atas enam hari. maka sebagai upah harus diambil upah yang biasa untuk pekerjaan yang paling menyerupai. Dalam menunggu putusan Hakim dan apabila gugatan ditolak. dan suatu perkumpulan buruh atau lebih yang berbentuk badan hukum. jika tidak terdapat ukuran seperti itu. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dalam pasal ini adalah batal. dihitung selarna tiga puluh hari kerja yang telah lalu. maka sebagai upah harian yang ditetapkan dalam jumlah uang harus diambil upah rata-rata dari si buruh. 1601 n. apabila perjanjian khusas ini dibuat tertulis. Untuk menghitung upah seharinya yang ditetapkan dalam uang. 1601 l. Jika gugatan dikabulkan. satu hari ditetapkan atas sepuluh jam. mengingat sifat. Dari ketentuan-ketentuan reglernen hanyalah diperkenankan mengadakan penyimpangan dengan pembuatan suatu perjanjian khusus. 1601 o.banyak dirugikan oleh reglemen baru atau reglemen yang diubah. Jika upah seluruhnya atau sebagian ditetapkan secara lain daripada menurut waktu.

maka si buruh berhak atas upah yang sedemikian sebagaimana biasa . 5e. pemakaian seorang pelayan atau lebih dengan cuma-cuma. 4e. piranti atau perkakas dalam perusahaan si buruh. baik untuk penggembalaan maupun untuk mengandangkan sejumlah hewan tertentu dari suatu jenis. 2e. pakaian yang harus dikenakan oleh buruh-buruh pada waktu mereka melakukan pekerjaan. begitu pula pemeliharaannya. tidak boleh ditetapkan lain selainnya dalam le. 8e. kepunyaan si buruh atau salah seorang anggota keluarganya. pemakaian sebuah mobil atau lain alat pengangkut atau seekor kuda atau lebih dengan cuma-cuma atau pun lain-lain tunjangan dalam pembiayaan rumah tangga yang semacam itu. atau dapat dipakai sebagai bahan dasar atau bahan pembantu. pemakaian sebuah rumah atau bagian rumah yang ditunjuk. suatu jumlah tertentu dari hasil-hasil perusahaan atau dari bahan-bahan dasar maupun bahan-bahan pembantu yang dipakai dalam perusahaan tersebut. beserta bahan makanan.1601 p. dan bagaimana pun dengan pengecualian minuman keras dan candu. uang. Jika dalam perjanjian atau dalam reglemen tidak ditetapkan suatu upah tertentu. 6e. penerangan dan pemanas yang harus dipakai di tempat dimana barang-barang itu diberikan. pemakaian sebidang tanah. 1601 q. 7e. pemakaian piranti atau alat-alat. sekadar tidak termasuk nomor-nomor yang lalu. Upah buruh-buruh yang tidak bertinggal pada si majikan. 3e. pekerjaan-pekerjaan atau jasa-jasa tertentu yang harus dilakukan oleh atau atas tanggungan si majikan guna keperluan si buruh. pengobatan dengan cuma-cuma bagi si buruh dan keluarganya. pemberian gaji selama suatu waktu cuti setelah sesuatu masa kerja tertentu atau hak atas pengangkutan dengan cuma-cuma ke tempat asalnya atau ke tempat cuti pulang-pergi. satu dan lain sekadar hasil-hasil atau bahan-bahan dasar maupun bahan-bahan pembantu itu termasuk keperluan hidup utama bagi si buruh dan keluarganya. makanan yang harus dimakan.

1601 t. Meskipun demikian Hakim. atau pun untuk membeli barang-barang keperluannya di suatu tempat atau dari seorang tertentu. Jika kebiasaan seperti itu tidak ada. dengan tiada kewajiban mengembalikan apa yang telah diberikan kepadanya untuk memenuhi perjanjiannya. yang ditetapkan dalam undang-undang. Seluruh upah yang akan harus dibayar karena itu namun itu tidak boleh melampaui upah yang dihitung menurut ketentuan-ketentuan pasal yang lalu dengan sepertiga.untuk pekerjaan yang dijanjikan pada waktu perjanjian dibuat dan di tempat dimana pekerjaan tersebut harus dilakukan. Jika si buruh karena sesuatu janji yang tak diperbolehkan dan batal. berkuasa membatasi penghukuman sampai suatu jumlah sebagaimana dianggapnya adil . menurut keadilan. asal dana tersebut memenuhi syarat-syarat. dengan mengingat keadaan. maka upah itu harus dinilaikan atas suatu jumlah berupa uang dan dianggap sebagai telah ditetapkan atas sejumlah yang lima kali lipat jumlah tersebut. dengan mana si buruh ini mengikatkan dirinya untuk menggunakan upah atau lain-lain pendapatannya atau sebagian daripadanya menurut suatu cara tertentu. sebagaimana dimaksudkan dalam pasal yang lalu. maka upah harus ditetapkan. telah membuat se suatu perjanjian dengan si majikan. jika ia mengabulkan tuntutan si buruh. 1601 s. maka tidak suatu perikatan pun dilahirkan dari perbuatan itu. Tidak diperbolehkan dan batal adalah tiap janji antara si majikan atau pegawai maupun kuasanya di satu pihak dan seorang buruh yang bekerja di dibawah salah seorang dari mereka di lain pihak. Dari ketentuan ini dikecualikan janji. 1601 r. dengan mana si buruh mengambil bagian dalam suatu dana. Si buruh adalah berhak menuntut kembali dari si majikan apa yang telah dideritanya atau dibayarnya sebagai perhitungan terhadap upahnya. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dari pasal ini adalah batal. Sekadar upah telah ditetapkan berlainan dengan apa yang diperizinkan menurut pasal 1601 p.

menurut taksiran Hakim. sebagai disebutkan di atas. Namun itu. jika denda yang telah ditetapkan menurut pendapatnya lebih dari sepantasnya. 1601 u. Perjanjian atau reglemen. jika ketentuan-ketentuan itu ditunjuk dengan tegas dan lagi dendanya disebutkan di dalam perjanjian atau reglemen. yang dinyatakan dalam mata uang. harus ditetapkan pada suatu jumlah tertentu. Ketentuan dari ayat kedua juga berlaku dalam hal ini. tetapi hanya mengenai buruh-buruh yang upahnya berupa uang berjumlah lebih dari delapan rupiah sehari. namun paling sedikit sampai jumlah sebesar kerugian yang diderita oleh si buruh. Tiap hak dari si buruh untuk menuntut sesuatu yang berdasarkan pasal ini gugur setelah lewat enam bulan. maka ia berhak menuntut dari si majikan jumlah yang karena itu telah dibayarkannya atau yang masih terutang. . maka Hakim senantiasa berkuasa menetapkan denda pada suatu jumlah yang kurang. Denda-denda tersebut tidak boleh membawa keuntungan pribadi bagi si majikan sendiri atau bagi siapa yang dikuasakan olehnya untuk menjatuhkan denda kepada si buruh. dengan mana telah diperjanjikan denda. ke tiga dan ke empat. Jika itu terjadi. yang diperjanjikan dalam suatu reglemen atau dalam suatu perjanjian. Tiap denda. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dari pasal ini adalah batal.mengingat keadaan. telah membuat sesuatu perjanjian dengan seorang lain daripada si majikan. Tidak satu denda tersendiri pun boleh ditetapkan lebih dari jumlah ini. diperbolehkan dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen diadakan penyimpangan dari ketentuan ayat ke dua. Jika si buruh karena suatu janji yang tidak diperbolehkan dan batal. harus menyebutkan dengan saksama untuk apa denda-denda itu diperuntukkannya. Didalam satu minggu kepada seorang buruh tidak boleh dikenakan denda-denda yang jumlahnya melebihi upahnya yang ditetapkan dalam uang untuk satu hari. dalam mana upah yang berupa uang telah ditetapkannya. Si majikan hanya dapat menetapkan denda atas pelanggaran ketentuan-ketentuan dari suatu perjanjian yang dibuat tertulis atau dari suatu reglemen.

Jika oleh si majikan telah diperjanjikan suatu ganti rugi dari si buruh manakala si buruh ini melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan sesuatu janji. atau jika ia dengan sengaja atau karena kesalahannya telah memberi suatu alasan yang mendesak kepada si buruh untuk mengakhiri hubungan kerjanya. Jika salah satu pihak dengan sengaja atau karena salahnya telah berbuat berlawanan dengan salah satu kewajibannya dan kerugian yang karenanya diderita oleh pihak lawan tidak dapat dinilaikan dengan uang. dengan mana pihak yang belakangan ini dibatasi dalam kekuasaannya untuk setelah berakhirnya hubungan kerja melakukan pekerjaan dengan sesuatu cara. maka Hakim akan menetapkan suatu jumlah uang menurut keadilan. jika menurut . Hakim diperbolehkan atas tuntutan si buruh atau karena dimintanya dalam pembelaannya di dalam suatu perkara. 1601 w. Tiap janji yang bertentangan dengin ketentuan ini adalah batal. seperti yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. dengan seorang buruh yang dewasa. pada suatu jumlah yang kurang. hanyalah sah apabila janji itu dibuat dalam suatu perjanjian tertulis atau dalam suatu reglemen. demikian pun tidak. yang diberikan kepada si buruh karena kesengajaan atau kesalahan si majikan. Si majikan tidak dapat memperoleh hak-hak dari suatu janji sebagai yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. jika ia telah mengakhiri hubungan kerja secara melanggar hukum. sebagaimana dimaksudkan dalam Bagian ke sepuluh dari Bab pertama Buku ini. jika Hakim atas permintaan atau tuntutan si buruh telah menyatakan bubarnya perjanjian berdasarkan suatu alasan yang mendesak. sebagai ganti rugi. 1601 x. si buruh dirugikan secara tidak adil oleh janji tersebut. 1601 v. Untuk satu perbuatan tidak diperbolehkan si majikan memungut denda sambil menuntut pula ganti rugi. maka Hakim senantiasa berkuasa menetapkan ganti rugi. meniadakan seluruhnya atau sebagian suatu janji seperti itu dengan alasan bahwa dibandingkan dengan kepentingan si majikan yang harus dilindungi. sedangkan si buruh ini telah mempergunakan kekuasaan itu. Suatu janji antara si majikan dan si buruh.Termasuk hal menetapkan dan memperjanjikan denda dalam arti pasal ini adalah hal memperjanjikan hukuman.

atau berdasarkan sesuatu pertanggungan maupun sesuatu dana yang ia diwajibkan turut serta menurut sesuatu janji dalam perjanjian perburuhan atau menurut apa yang dapat disimpulkan dari perjanjian tersebut. apabila ia baik karena pemenuhan suatu kewajiban yang diletakkan padanya oleh undang-undang atau penguasa Negara tanpa penggantian berupa uang yang tidak dapat dilakukan diluar waktu bekerja. 1602c. 1602a. Dalam keadaan-keadaan yang sangat istimewa termasuk. Jika dalam hal yang sedemikian si buruh berhak atas sesuatu ganti rugi berupa uang atau sesuatu pembayaran berdasarkan sesuatu peraturan sakit atau kecelakaan yang diharuskan oleh undang-undang. 1602b. BACAAN KE TIGA Tentang kewajiban majikan 1602. kecuali jika sakit atau kecelakaan tersebut disebab kesengajaan atau tak susila si buruh atau suatu akibat dari suatu cacat badan tentang mana ia sewaktu membuat perjanjian dengan sengaja memberikan keterangan-keterangan palsu kepada si majikan. maupun karena keadaan-keadaan yang sangat istimewa yang terjadi diluar salahnya. maka upah si buruh harus dikurangi dengan jumlah penggantian atau pembayaran tersebut. Namun itu si buruh tetap memiliki haknya atas upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu untuk suatu waktu yang tidak sebegitu lama. apabila ia karena sakit atau karena suatu kecelakaam telah berhalangan melakukan pekerjaannya. Upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu. Tiada upah yang harus dibayar untuk waktu selama mana si buruh tidak melakukan pekerjaan yang dijanjikan. telah berhalangan melakukan pekerjaannya. untuk pemakaian . 1601y. Dicabut. harus dibayar sejak saat si buruh mulai bekerja hingga saat berakhirnya hubungan kerja. Begitu pula si buruh tetap memiliki haknya atas upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu untuk waktu pendek yang harus dihitung menurut keadilan. Si majikan diwajibkan membayar kepada si buruh upahnya pada waktu yang telah ditentukan.pendapatnya jumlah yang diperjanjikan itu lebih dari sepantasnya.

Dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat ditentukan bahwa pemberitahuan surat-surat bukti tersebut tidak akan dilakukan kepada masing-masing buruh tersendiri. Begitu pula termasuk pemenuhan kewajiban yang diletakkan oleh undang-undang atau penguasa Negara hal melakukan hak pilih. Jika upah seluruhnya atau sebagian terdiri atas suatu jumlah yang digantungkan pada sesuatu keterangan yang harus dapat ternyata dari pemegangan buku si majikan. Dari ketentuan-ketentuan pasal ini hanyalah diperbolehkan menyimpang dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen. Juga si buruh tidak kehilangan haknya atas upah yang ditentukan menurut lamanya waktu. ke enam dan ke tujuh dari pasal yang lalu adalah berlaku. jika tidak berhalangan melakukan pekerjaannya. Ketentuan-ketentuan ayat ke dua. ke lima. Jika upah yang berupa uang ditetapkan secara lain daripada menurut lamanya waktu. Pemberitahuan-pemberitahuan surat-surat bukti oleh atau atas kuasa si . Upah tersebut namun itu dikurangi dengan biaya yang telah dapat dihemat oleh si buruh karena ia tidak melakukan pekerjaannya. 1602d.pasal ini: hal istri si buruh melahirkan anak. jika ia telah bersedia melakukan pekerjaan yang dijanjikan tetapi si majikan tidak menggunakannya baik karena salahnya sendiri maupun bahkan karena halangan yang tak disengaja yang mengenai dirinya pribadi. begitu pula meninggalnya serta mengubumya salah seorang teman serumah atau salah seorang sanak keluarga dalam garis lencang tak terbatas dan dalam derajat kedua dari garis samping. maka berhaklah si buruh untuk meminta kepada si majikan diberitahukannya surat-surat bukti yang sedemikian sebagaimana diperlukannya untuk mengetahui keterangan tersebut. dengan pengertian bahwa sebagai upah harus diambil upah rata-rata yang seharusnya dapat diperoleh si buruh. 1602e. maka berlakulah juga ketentuan-ketentuan pasal ini. tetapi sebagai gantinya akan dilakukan kepada sejumlah buruh tertentu yang bekerja pada si majikan atau kepada seorang ahli atau lebih dalam hal pemegangan buku yang semuanya ditunjuk oleh para buruh secara tertulis.

orang yang tersebut belakangan ini namun itu tak sekali-kali dapat mewajibkan merahasiakannya terhadap si buruh. jika dikehendaki. dimuat syarat bahwa upah yang ditetapkan berupa uang seluruhnya atau sebagian. jika laporan dibantah di muka Pengadilan. Dengan tidak mengurangi berlakunya ayat ke empat. Dalam hal-hal yang lain daripada yang dimaksudkan dalam ayat ke dua dan . dengan mengingat ketentuan ayat ke dua. tetapi sebagai gantinya harus dibayarkan kepada wakilnya menurut undang-undang sendiri. Untuk pembayaran upah yang harus dibayar kepada si buruh. dianggap sebagai si buruh. Kewajiban merahasiakan dihapuskan sekadar perlu. Sekadar keterangan. senantiasa kepada si buruh harus diberikan suatu laporan tertulis yang terang serta jelas. Pun jika tidak dimuat syarat yang demikian didalam surat kuasa dan bahkan dalam hal adanya kuasa lisan. namun itu dengan pengertian bahwa. harus merahasiakannya. harus dilakukan dengan kewajiban merahasiakan oleh si buruh seperti diuraikan dalam ayat ke tiga. maka dapatlah diadakan penyimpangan dari ketentuan-ketentuan ayat ke satu bahkan dengan suatu cara lain daripada yang diterangkan dalam ayat ke dua. yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. upah yang ditetapkan dalam uang yang harus dibayarkan kepada si belum dewasa. dari mana ternyata perhitungan jumlah yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. harus dibayarkan kepada wakilnya menurut undang-undang apabila orang ini secara tertulis melawan pembayarannya kepada si belum dewasa. maka orang ini mengenai hal pembayaran upah atau bagian yang harus dibayarkan kepadanya. dilakukan dengan kewajiban yang dinyatakan dengan tegas bahwa si buruh dan siapa yang menurut ayat yang lalu mewakilinya.majikan jika dikehendaki. mengenai keuntungan yang diperoleh didalam perusahaannya si majikan atau di dalam sebagian dari perusahaan itu. Jika di dalam kuasa tertulis yang disebutkan dalam pasal 1601g. tidak akan dibayarkan kepada si belum dewasa. kuasa yang dimaksudkan dalam ayat ke satu dari pasal 1385 harus suatu kuasa tertulis. 1602f. pemberian laporan yang dimaksudkan dalam ayat yang lalu.

Pembayaran kepada orang-orang pihak ke tiga. si majikan dibebaskan secara sah dengan pembayaran kepada si belum dewasa. atau. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dalam pasal ini adalah batal. 1602h. Apabila upah yang ditetapkan dalam uang berjumlah lebih dari delapan rupiah. Menyerahkan. 1602g. yang diberikan oleh si buruh dalam bentuk atau dengan nama apapun juga. Pembayaran upah yang ditetapkan dalam uang harus dilakukan dalam alat pembayaran yang sah di Indonesia. menurut nilai dari kota dagang yang paling dekat dimana ada suatu nilai. 1602i. maka penyitaan tersebut tidak berlaku untuk lebih dari seperlima bagian dari upah yang ditetapkan dalam uang tersebut. jika penyitaan adalah untuk penagihan tunjangan nafkah. Suatu kuasa untuk menagih upahnya. Pembayaran upah sekadar ditetapkan dalam unsur-unsur yang lain daripada uang. dilakukan menurut apa yang diperjanjikan dalam perjanjian atau reglemen. Jika terjadi penyitaan pada si majikan atas upah yang harus dibayarkan kepada si buruh. adalah batal. yang menjadi hak orang yang melakukan penyitaan menurut undang-undang. dengan pengertian bahwa upah yang ditetapkan dalam uang suatu negeri asing harus dihitung menurut nilai dari hari dan tempat dimana pembayaran dilakukan. Namun itu untuk keresidenan-keresidenan tertentu atau bagian-bagian dari keresidenan-keresidenan dengan undang-undang dapat diadakan penyimpangan dari apa yang ditetapkan dalam ayat ke satu. maka terhadap jumlah ini pun penyitaan hanya sah untuk seperlima bagian tetapi untuk jumlah yang selebihnya dapat dilakukan penyitaan dengan tak terbatas. atau dalam hal yang dimaksudkan dalam pasal 1601 r.ayat ke tiga pasal ini. menurut apa yang . sedangkan upah yang ditetapkan dalam uang berjumlah delapan rupiah atau kurang sehari. jika di tempat tersebut tidak ada nilai. berlawanan dengan ketentuan-ketentuan pasal ini atau pasal berikut. hanyalah sah sekadar suatu penyitaan atas upahnya akan sah juga. memberikan dalam gadai atau lain perbuatan dengan mana si buruh memberikan sesuatu hak atas upahnya kepada seorang pihak ketiga. selamanya dapat ditarik kembali. Tiada suatu pembatasan berlaku.

sekadar dilakukan lain daripada yang ditentukan dalam kedua pasal yang lalu. tiap-tiap kali setelah lewat satu bulan. adalah batal. tiap-tiap kali setelah lewat satu triwulan. baik di tempat dimana pekerjaan lazimnya dilakukan. jika ia mengabulkan tuntutan si buruh. atau pun lagi di rumah si buruh. tetapi paling banyak sampai jumlah pada mana kerugian yang diderita oleh si buruh dinilaikannya. bulan. maka pembayaran itu harus dilakukan. jika kantor itu terletak di tempat dimana bertinggal jumlah terbanyak daripara buruh. 1602k. 16021. bahwa dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat ditentukan bahwa pembayaran upah yang ditetapkan untuk suatu waktu yang lebih pendek dari setengah bulan harus dilakukan tiap-tiap kali . Pembayaran upah. sedangkan ia sendiri tidak diwajibkan mengembalikan apa yang telah diterimanya dengan pembayaran yang batal itu. Namun itu Hakim adalah berkuasa. jika upah ditetapkan untuk suatu waktu yang lebih lama dari satu minggu tetapi lebih pendek dari satu bulan. maupun di kantor si majikan. kali setelah lewatnya waktu untuk mana upah telah ditetapkan. Jika tempat pembayaran upah tidak ditetapkan dalam perjanjian atau reglemen atau oleh kebiasaan.ditetapkan disitu. Pembayaran upah yang ditetapkan dalam uang menurut lamanya waktu harus dilakukan sebagai berikut : jika upah ditetapkan untuk tiap minggu atau suatu waktu yang lebih pendek. jika upah ditetapkan untuk tiap. Tiap hak dari si buruh untuk menuntut sesuatu berdasarkan pasal ini gugur dengan lewatnya waktu enam bulan. 1602j. Dari aturan ini hanyalah boleh diadakan penyimpangan sedemikian rupa. untuk membatasi penghukuman sampai suatu jumlah yang dianggapnya adil mengingat keadaan-keadaan peristiwa. tiap-tiap kali setelah lewat satu minggu. tiap-tiap. Si buruh tetap memiliki haknya untuk menuntut upahnya yang terutang dari si majikan. jika upah ditetapkan untuk suatu waktu yang lebih lama dari satu bulan. satu dan lain terserah kepada si majikan.

1602o. Sekadar upah yang ditentukan dalam uang terdiri atas suatu jumlah yang digantungkan pada sesuatu keterangan yang harus dapat ternyata dari pemegangan buku si majikan. Jika upah yang berupa uang sebagian ditetapkan menurut lamanya waktu. tiap-tiap kali setelah lewatnya waktu yang ditentukan oleh kebiasaan setempat. senantiasa boleh diperpendek oleh kedua belah pihak dengan kata sepakat. dan untuk sebagian lagi ditetapkan secara lain. sedangkan menurut sifat perusahaan atau kebiasaan keuntungan tersebut baru ditetapkan setelah lewatnya waktu yang lebih dari satu tahun maka dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat diperjanjikan bahwa pembayaran akan dilakukan tiap kali setelah diadakan penetapan itu. yang ditetapkan dalam pasal ini atau berdasarkan pasal ini. tempat dan waktu. Sekadar keterangan yang dimaksud dalam ayat satu mengenai keuntungan yang diperoleh dali perusahaan si majikan atau dalam sebagian dari perusahaan itu. menurut sifat. Pembayaran upah yang ditetapkan dalam uang tetapi tidak menurut lamanya waktu. pembayarannya harus dilakukan tiap kali apabila jumlah upah itu telah dapat ditetapkan. 1602n. harus terjadi dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan pasal yang lalu. kecuali jika dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen telah diperjanjikan bahwa pembayaran akan terjadi menurut ketentuan-ketentuan ayat ke satu. 1602m. dengan pengertian bahwa upah ini harus dianggap telah ditetapkan menurut waktu yang lazim dipakai dalam menentukan upah untuk pekerjaan yang paling mirip dengan pekerjaan untuk mana upahnya harus dibayar itu. Tenggang-tenggang waktu pembayaran. Pembayaran upah dari buruh-buruh yang tinggal pada si majikan harus terjadi. dan bahwa pembayaran upah yang ditetapkan untuk suatu bulan harus dilakukan tiap-tiap kali setelah lewatnya satu triwulan. dengan pengertian bahwa pembayaran paling sedikit harus dilakukan sekali setahun. maka untuk .setelah tewatnya waktu setengah bulan. atau pun jika upah ditetapkan sebagian demi sebagian menurut beberapa waktu yang berbeda-beda. dengan penyimpangan sekadarnya dari ketentuan-ketentuan di atas.

2o. atas suatu tambahan upah karena kelambatan. maka terhadap tuntutan pembayaran upah hanyalah diperbolehkan mengadakan perjumpaan utang tentang utang-utang si buruh yang berikut: 1o. maka si buruh berhak. seluruh jumlah upah yang terutang harus dilunasi. Pada tiap pembayaran.masing-masing bagian itu berlakulah ketentuan-ketentuan dari pasal-pasal 16021 sampai 1602n. mengenai upah yang ditetapkan dalam uang tetapi digantungkan pada hasil pekerjaan yang harus dilakukan. jika tidak dilakukan pembayaran ini disebabkan kesalahan si majikan. dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen dapat diperjanjikan bahwa tiap kali. pada hari pembayaran pertama pada mana itu dapat dilakukan. ganti-rugi yang ia wajib bayar kepada si majikan. akan dibayar suatu bagian tertentu dari upahnya. tambahan mana untuk hari kerja ke empat sampai dengan hari kerja ke delapan berjumlah lima persen sehari dan untuk tiap-tiap hari seterusnya satu persen dengan pengertian bahwa tambahan karena kelambatan itu sekali-kali tidak boleh melebihi separuh dari jumlah yang terutang. tempat dan waktu. denda-denda yang ia wajib bayar kepada si majikan menurut pasal . 1602p. Namun itu Hakim adalah berkuasa membatasi tambahan sampai suatu jumlah yang dianggapnya adil mengingat keadaan-keadaan peristiwa. mengingat sifat. 1602m dan 1602o pembayaran itu harus dilakukan. 1602q. 1602r. Jika upah yang ditetapkan dalam uang atau bagian dari upah itu yang merupakan sisa setelahnya dipotong apa yang tidak usah dibayar apa yang dituntut oleh pihak-pihak ke tiga menurut ketentuan-ketentuan bab ini. dengan tidak mengurangi perhitungan yang tetap. yang berjumlah paling sedikit tiga seperempat dari upah yang biasa dibayar untuk pekerjaan yang paling mirip dengan pekerjaan yang bersangkutan. tidak dibayar paling lambat pada hari kerja ke tiga setelah hari pada mana menurut pasal-pasal 1602l. Suatu janji dengan mana diadakan penyimpangan dari sesuatu ketentuan dalam pasal ini hanyalah sah terhadap buruh-buruh yang upahnya berupa uang ada berjumlah lebih dari delapan rupiah sehari. Namun itu. Selain pada waktu berakhirnya hubungan kerja.

maka pada tiap-tiap pembayaran tidak diperbolehkan ia menjumpakan lebih dari seperlima bagim dari upah yang ditetapkan dalam uang yang sedianya harus dibayar. harga pembelian barang-barang keperluan rumah tangga biasa dan sehari-hari. sedangkan harga itu tidak melebihi pula harga untuk mana si buruh dapat membeli barang-barang keperluan rumah tangga. 3o. 5o. Untuk apa yang si majikan sedianya akan dapat menuntut berdasarkan nomor-nomor 2o. untuk apa yang ia seluruhnya dapat menjumpakan berdasarkan ketentuan-ketentum pasal ini. bahan-bahan dasar dan bahan-bahan pembantu tersebut di lain tempat. 3o dan 5o. 7o. asal oleh si majikan ini diberikan sepucuk surat bukti yang menerangkan jumlah tiap-tiap denda. 6o.1601u. 8o. persekot-persekot atas upah. suatu ruangan. asal itu ternyata dari suatu keterangan sebagai tersebut dalam nomor yang lalu. yang dengan suatu perjanjian tertulis telah disewakan oleh si majikan. Tiap janji dengan mana kepada si majikan diberikan suatu kekuasaan yang . asal penyerahan itu dapat dinyatakan dari suatu keterangan tertulis diberikan oleh si buruh yang menyebutkan sebab serta jumlah utang dan lagi asal si majikan tidak meminta untuk barang-barang itu lebih dari harga pembelian. harga sewa sebuah rumah. jumlah yang telah dibayar secara kelebihan atas upah. iuran untuk suatu dana yang menurut ayat ke dua dari pasal 1601s. perjumpaan utang tidak boleh melampaui dua seperlima dari jumlah yang sama. serta kapan dan sebabnya denda itu dikenakan dengan penyebutan ketentuan reglemen atau perjanjian tertulis yang telah dilanggar. 4o. yang diberikan oleh si majikan berupa uang kepada si buruh. satu dan lain yang oleh si majikan telah diserahkan kepada si buruh. telah dipenuhi oleh si majikan untuk keperluan si buruh:. sebidang tanah atau piranti maupun perkakas yang dipakai si buruh dalam perusahaannya sendiri. biaya perawatan dan pengobatan yang menurut pasal 1602x harus dipikul oleh si buruh. dalam mana tidak termasuk minuman keras dan candu. beserta bahan-bahan dasar dan bahan-bahan pembantu yang dipakai si buruh dalam perusahaannya sendiri.

si majikan adalah berhak untuk menyimpang dari ketentuan dalam ayat yang lalu. maka si majikan diwajibkan. bahwa kewajiban si majikan ini akan dikecualikan atau dibatasi. sekadar mengenai pekerjaan yang diperjanjikan. adalah batal. memenuhinya menurut kebiasaan setempat. 1602u. maka dengan izin sebelumnya dari Menteri Sosial bagi buruh-buruh atau golongan-golongan buruh . 1602s. oleh kebiasaan setempat. dipersamakan dengan hari Minggu. makan dan lain-lain keperluan hidup. Si majikan diwajibkan mengatur pekerjaan sedemikian rupa. sekadar ini ditetapkan dalam perumahan. memberikan kesempatan. menurut kebiasaan setempat. yang jumlahnya ditetapkan dengan perjanjian atau jika tidak ada suatu perjanjian. dengan tidak dipotong upahnya. diwajibkan memberikan kepada si buruh ini suatu ganti rugi. yang untuk sementara waktu berhalangan memenuhi upah. Jika upah si buruh seluruhnya atau sebagian ditetapkan dalam perumahan. memenuhi ibadat-ibadat agamanya. dalam kedua-dua hal secara yang ditetapkan dengan perjanjian atau. Jika sifat pekerjaan menghendakinya. bahwa dalam perusahaan itu atau dalam bagian-bagian maupun babakan-babakan dari perusahaan-perusahaan itu paling sedikit diberikan dua hari Minggu libur dalam satu bulan. sedangkan halangan ini tidak disebabkan oleh perbuatan si buruh sendiri. Si majikan. hingga si buruh tidak usah melakukan pekerjaan pada hari Minggu dan hari-hari yang menurut kebiasaan setempat.lebih luas untuk menjumpakan utang adalah batal. Si majikan diwajibkan kepada buruh-buruh yang bertinggal padanya. asal menurut syarat-syarat kesehatan dan kesusilaan baik. Jika berhubung dengan syarat-syarat istimewa dari perusahaan-perusahaan tertentu sepatutnya tidak dapat diharapkan. begitu pula menikmati istirahat dari pekerjaannya. asal dalam satu bulan paling sedikit diberikan dua hari Minggu libur. Tiap janji yang kiranya dapat mengakibatkan. 1602t. makan atau lainlain keperluan hidup. jika itu tidak ada. 1602v. sedangkan jumlah hari libur dalam satu tahun paling sedikit 52 hari.

berhak atas suatu ganti rugi untuk tiap hari Minggu atau hari raya lain. Dengan peraturan pernerintah dapat diadakan aturan-aturan untuk sedapat-dapatnya mewajibkan si majikan mengadakan pencatatan tentang hari-hari libur yang diberikan kepada si buruh dalam register-register yang disediakan untuk itu. 1602w.dalam perusahaan-perusahaan tersebut dapat diadakan aturan yang menyimpang dari ayat yang lalu. pengajaran lanjutan. terhitung mulai hari penghabisan dari tahun penanggalan. sejumlah dua kali lipat upah sehari yang ditetapkan dalam uang. dengan menyimpang sekadarnya dari apa yang ditentukan dalam pasal 1601w. dalam mana telah secara kurang diberikan libur pada hari Minggu atau lain hari raya. piranti-piranti atau perkakas-perkakas dalam mana atau dengan mana ia menyuruh melakukan pekerjaan sedemikian rupa. pengajaran ulangan atau pengajaran keahlian. Si majikan diwajibkan untuk mengatur dan memelihara ruanganruangan. Tiap hak untuk menuntut sesuatu berdasarkan pasal ini. sebegitu jauh. yang ia tidak mendapat libur. Jika kewajiban-kewajiban itu tidak dipenuhi. Dengan peraturan Pernerintah dapat ditetapkan aturan untuk pernberian izin yang termaksud ini. asal jumlah hari libur dalam satu tahun paling sedikit 52 hari. Jika telah diperbuat bertentangan dengan apa yang ditentukan dalam ayat ke satu atau ayat ke dua atau pun bertentangan dengan suatu aturan menyimpang sebagaimana dimaksudkan dalam ayat ke tiga. Terhadap buruh-buruh yang belum dewasa si majikan diwajibkan mengatur pekerjaannya sedemikian rupa. sebagaimana dapat dituntut sepantasnya berhubung dengan sifat pekerjaan. maka si buruh. gugur setelah waktu tiga tahun. Tiap janji yang bertentangan dengan aturan ini adalah batal. begitu pula untuk mengenai hal melakukannya pekerjaan mengadakan aturan yang sedemikian serta memberikan petunjuk-petunjuk. si majikan diwajibkan mengganti kerugian yang karenanya menimpa si buruh dalam menjalankan . hingga mereka itu menurut kebiasaan setempat mempunyai kesempatan mengikuti pelajaran-pelajaran dalam lembaga-lembaga untuk agama. kehormatan dan harta-bendanya. hingga si buruh diperlindungi terhadap bahaya bagi jiwa.

selama berlangsungnya perhubungan kerja tetapi paling lama untuk waktu enam minggu. kecuali apabila ia dapat membuktikan bahwa tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban itu disebabkan keadaan memaksa atau bahwa kerugian tersebut sebagian besar ada juga disebabkan oleh kesalahan kasar dari si buruh sendiri. Jika sebagai akibat dari tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban itu oleh si majikan. adalah batal. si buruh didalam melakukan pekerjaannya mendapat luka yang sedemikian hingga ia meninggal karenanya. Dengan undang-undang natnun itu dapat diadakan aturan-aturan yang menetapkan. sakit atau mendapat kecelakaan. yang lazimnya dipelihara dengan pekerjaannya. oleh si majikan dapat dilimpahkan kepada orang-orang lain. anak-anak atau orang tua si meninggal. yang dimaksudkan dalam ayat ke dua dan ayat ke tiga. bahwa kewajiban mengganti kerugian. Si majikan pada umunya diwajibkan melakukan atau pun tidak berbuat segala apa yang didalam keadaan yang sama sepatutnya harus dilakukan . yang kiranya akan mengakibatkan bahwa kewajiban-kewajiban si majikan ini dikecualikan atau dibatasi. jika seorang buruh yang bertinggal padanya. maka si majikan diwajibkan memberikan ganti rugi kepada suami atau istri si buruh yang ditinggalkan. Si majikan diwajibkan. rnenguruskan perawatan dan pengobatannya sepantasnya. kecuali apabila si majikan itu dapat membuktikan. 1602x.pekerjaannya. adalah batal. Ia berhak menuntut kembali biayanya dari si buruh. Tiap janji yang kiranya akan mengakibatkan bahwa kewajiban-kewajiban si majikan ini dikecualikan atau dibatasi. tetapi yang mengenai biaya selama empat minggu yang pertama hanyalah apabila sakit atau kecelakaan itu disebabkan kesengajaan atau tak susila si buruh atau akibat dari suatu cacat badan tentang mana si buruh sewaktu membuat perjanjian dengan sengaja telah memberikan keterangan-keterangan palsu kepada si majikan. 1602y. Tiap janji. bahwa tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban itu disebabkan keadaan memaksa atau bahwa meninggalnya si buruh itu sebagian besar ada juga disebabkan oleh kesalahan kasar dari si buruh sendiri. sekadar tentang hal itu tidak telah diadakan aturan atas dasar lain.

1602z. atau pula memberikan suatu tanda pada surat pernyataannya yang dimaksudkan untuk memberikan sesuatu keterangan tentang si buruh yang tidak termuat dalam surat pemyataannya sendiri. adalah batal. BAGIAN KE EMPAT Tentang kewajiban buruh 1603. atau lagi memberikan keterangan-keterangan kepada orang-orang pihak ke tiga yang bertentangan dengan surat pernyataannya.atau tidak diperbuat oleh seorang majikan yang baik. 1603a. Sekadar tentang sifat serta luasnya pekerjaan yang harus dilakukan tidak dijelaskan dalam perjanjian atau reglemen. tentang cara bagaimana si buruh telah menunaikan kewajiban-kewajibannya dan cara bagaimana hubungan kerja berakhir. jika namun itu si majikan telah mengakhiri hubungan kerja dengan tidak memajukan sesuatu alasan maka ia hanya diwajibkan menyebutkan apa alasan-alasan itu. atas permintaan si buruh. Surat pemyataan itu memuat suatu keterangan yang sesungguhnya tentang sifat pekerjaan yang telah dilakukan serta lamanya hubungan kerja. adalah bertanggung jawab baik terhadap si buruh maupun terhadap orang-orang pihak ke tiga tentang kerugian yang diterbitkan karenanya. bahwa kewajiban-kewajiban si majikan ini dikecualikan atau dibatasi. Tiap janji yang kiranya akan mengakibatkan. jika si buruh telah mengakhiri hubungan kerja secara berlawanan dengan hukum. begitu pula. Si buruh diwajibkan sendiri melakukan pekerjaannya. memberikan kepadanya sepucuk surat pernyataan yang ditandatangani olehnya. selain dengan izin si majikan dalam melakukan pekerjaannya itu digantikan oleh . maka hal itu ditentukan oleh kebiasaan. atau dengan sengaja menuliskan keterangan-keterangan yang tidak benar. Si majikan diwajibkan pada waktu berakhirnya perhubungan kerja. tetapi hanya atas permintaan khusus dari orang kepada siapa surat pernyataan itu harus diberikan. maka si majikan adalah berhak untuk menyebutkan hal itu didalam surat pernyataannya. Si buruh diwajibkan melakukan pekerjaan yang dijanjikan menurut kemampuannya yang sebaik-baiknya. Si majikan yang menolak memberikan surat pernyataan yang diminta. tak bolehlah ia.

setelah lewatnya waktu. jika itu tidak ada. BAGIAN KE LIMA Tentang bermacam-macam cara berakhirnya hubungan kerja. 2o. yang diberikan kepadanya oleh atau atas nama si majikan didalam batas-batas aturan-aturan undang-undang atau perjanjian maupun reglemen. maupun tidak berbuat segala apa yang didalam keadaan yang sama. menurut kebiasaan. 1603b. yang diterbitkan dari perjanjian 1603e. dengan lewatnya waktu yang ditetapkan dalam perjanjian maupun reglemen. 1603c. jika menurut aturan undang-undang atau menurut kebiasaan. harus ada suatu pemberitahuan tentang kehendak untuk mengakhirinya. Si buruh diwajibkan mentaati aturan-aturan tentang hal melakukan pekerjaan serta aturan-aturan yang ditujukan pada perbaikan tata tertib dalam perusahaan si majikan. oleh kebiasaan. tidak telah menyimpang dengan perjanjian yang dibuatnya tertulis atau dalam reglemen. patut dilakukan atau tidak diperbuat oleh seorang buruh yang baik. harus bertingkah laku menurut tertibnya rumah. atau jika itu tidak ada. 1603f.orang ke tiga. Jika hubungan kerja. yang disebutkan dalam ayat ke satu dari pasal yang lalu. juga dalam hal lamanya hubungan kerja telah ditetapkan sebelumnya. sedangkan kedua belah pihak. diteruskan oleh kedua belah pihak dengan tidak ada bantahan. Si buruh pada umumnya diwajibkan melakukan. Pemberitahuan sebelumnya tentang kehendak untuk mengakhiri hubungan kerja hanya diperlukan : 1o. Si buruh yang bertinggal pada si majikan. 1603d. maka dianggap bahwa hubungan itu dilangsungkan lagi untuk waktu yang sama. sekadar itu diperbolehkan. tetapi paling lama untuk satu tahun dan atas dasar syarat-syarat lama. Hubungan kerja berakhir demi hukum. atau dalam ketentuan undang-undang atau lagi. Sekadar hubungan kerja yang diperpanjang itu akan berlangsung untuk waktu yang . jika demikian itu telah diperjanjikan dalam perjanjian yang dibuat tertulis atau dalam reglemen.

Dengan perjanjian tertulis atau dengan reglemen. maka dianggaplah hubungan kerja itu sebagai dibuat untuk waktu tak tertentu. dua bulan atau tiga bulan. boleh ditentukan bahwa tenggang yang dimaksudkan dalam ayat yang lalu bagi si buruh dapat diperpanjang dengan waktu paling lama satu bulan. apabila hubungan kerja pada waktu penghentian itu sudah berlangsung selama paling sedikit dua tahun terus-menerus. Tiap janji dengan mana kiranya akan diberikan keleluasaan untuk menghentikan hubungan kerja menjelang suatu hari lain. atau pula oleb kebiasaan. 1603i. adalah batal. Dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen. bagi si majikan diperpanjang berturut-turut dengan satu bulan. 1603g. Pemberitahuan untuk mengakhiri hubungan kerja hanyalah boleh dilakukan menjelang hari terakhir dari tiap-tiap bulan penanggalan. akibat-akibat pernberitahuan penghentian yang tidak dilakukan pada tepat waktu dapat diatur lain. selainnya hari terakhir dari tiap-tiap bulan penanggalan. maka dalam hal menghentikan hubungan kerja harus paling sedikit diindahkan suatu tenggang waktu yang lamanya satu bulan. asal hubungan kerja diperpanjang dengan waktu paling sedikit enam bulan. Tenggang waktu yang dimaksudkan dalam ayat ke satu. Aturan yang sama berlaku jika didalam hal-hal yang disebutkan dalam ayat ke dua dari pasal yang lalu tidak dilakukan pernberitahuan penghentian pada waktu yang tepat.kurang dari enam bulan. Jika hubungan kerja telah dibuat untuk waktu tak tertentu atau hingga diakhiri. tetapi untuk selainnya atas dasar syarat-syarat lama. maka masing-masing pihak adalah berhak mengakhirinya dengan pemberitahuan penghentian dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan dalam dua pasal yang berikut. Kecuali dalam hal yang ditentukan dalam kedua ayat yang berikut dari pasal ini. apabila pada waktu penghentian hubungan kerja telah berlangsung berturut-turut paling . Jika lamanya suatu hubungan kerja tidak telah ditentukan dengan perjanjian atau reglemen maupun dengan suatu aturan undang-undang. 1603h. maka dianggap bahwa hubungan itu dibuat untuk waktu tidak tertentu.

Jika telah diperjanjikan suatu waktu percobaan. Hubungan-hubungan kerja pada majikan yang sama. yang terputus selama suatu waktu yang kurang dari empat minggu atau pun yang bersambungan seketika satu sama lain. 1603 l. Jika wakil menurut undang-undang dari seorang belum dewasa berpendapat. mengakhiri hubungan kerja dengan pemberitahuan penghentian. secara yang dimaksudkan dalam pasal 1603f dianggap. Tiap janji dengan mana waktu percobaan tidak ditetapkan sama untuk kedua belah pihak atau ditetapkan untuk waktu yang lebih lama dari tiga bulan. 1603 m. 1603k. Namun itu baik para ahli warisnya si majikan di satu pihak maupun si buruh di lain pihak berhak mengakhiri hubungan kerja yang dibuat untuk suatu waktu tertentu. begitu pula tiap janji dengan mana antara dua pihak yang sama ditetapkan lagi suatu waktu percobaan baru. Suatu perjanjian perburuhan baru. Hubungan kerja tidak berakhir dengan meninggalnya si majikan. adalah batal. yang dibuat oleh seorang buruh didalam waktu empat minggu setelah berakhirnya hubungan kerja yang lama. kecuali jika dari perjanjiannya dapat disimpulkan sebaliknya.sedikit satu tahun tetapi kurang dari dua tahun. 1603i. pada majikan yang sama. 1603j. sebagai suatu hubungan perburuhan yang tak pernah terputus. Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dari pasal ini. sekadar mengenai hal tenggang waktu penghentian yang dimaksudkan dalam pasal 1603i. Hubungan kerja berakhir dengan meninggalnya si buruh. seakan-akan hubungan kerja tersebut telah dibuat untuk waktu tak tertentu. maka selama waktu itu masing-masing pihak adalah berhak seketika. dengan pemberitahuan penghentian dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan pasal-pasal 1603 h dan 1603 i. adalah batal. 1603i bis. untuk suatu waktu tertentu yang kurang dari enam bulan dianggap sebagai dibuat untuk waktu tak tertentu. ter. bahwa perjanjian perburuhan yang dibuat oleh si belum dewasa itu . dengan tidak membedakan apakah ini telah dibuat untuk waktu tertentu atau untuk waktu tak tertentu. paling sedikit dua tahun tetapi kurang dari tiga tahun dan paling sedikit tiga tahun terus-menerus.

maka. kecuali apabila ia pada waktu itu juga membayar ganti rugi atas dasar yang ditentukan dalam pasal 1603 q. Masing-masing pihak dapat mengakhiri hubungan kerjanya tanpa pemberitahuan penghentian atau mengindahkan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk pemberitahuan-pemberitahuan penghentian. Hakim takkan meluluskan permohonan. berbuat berlawanan dengan hukum. supaya perjanjian perburuhan tersebut dinyatakan putus. apabila si buruh pada waktu menutup perjanjiannya telah menyesatkan si majikan dengan memperlihatkan surat-surat pernyataan yang palsu atau dipalsukan. ia menetapkah pada waktu mana hubungan kerjanya akan berakhir. sifat-sifat atau tingkah laku si buruh yang demikian hingga karenanya dari pihaknya si majikan tidak sepatutnya dapat diminta untuk meneruskan hubungan kerjanya. Terhadap penetapan tersebut tidak ada jalan untak melawannya. bahwa syarat-syarat yang disebutkan dalam surat kuasa yang diterangkan dalam pasal 1601 g tidak dipenuhi. atau sudah mempunyai akibat yang merugikan bagi si belum dewasa. Bagi si majikan dianggap sebagai alasan-alasan yang mendesak dalam arti pasal yang lalu perbuatan-perbuatan. atau pula jika ia berpendapat. bolehlah ia memajukan permohonan tertulis kepada Hakim di tempat dimana si belum dewasa sesungguhnya berdiam. 1603 o. Jika Hakim mengabulkan permohonan. melainkan setelah mendengar atau memanggil dengan sah si belum dewasa si majikan dan lagi Balai Harta Peninggalan jika si belum dewasa berada di bawah perwalian dimana Balai Harta Peninggalan itu menjadi wali pengawasnya.akan mempunyai akibat. kecuali adanya kekuasaan Jaksa Agung untuk semata-mata demi kepentingan undangundang. 1603 n. atau kepada si majikan ini dengan sengaja telah memberikan . tetapi pihak yang melakukan ini. jika pihak lawan tidak menyetujuinya. memajukan permintaan kasasi terhadap penetapan tersebut. atau apabila ia mengakhiri hubungan kerja secara demikian itu karena suatu alasan yang mendesak yang seketika diberitahukan kepada pihak lawan. Alasan-alasan yang mendesak antara lain dapat dianggap ada: 1 o.

sanak keluarga atau teman-teman serumah si majikan atau teman-teman sekerjanya. 11 o. 9 o. apabila ia membujuk atau mencoba membujuk si majikan. 12 o. yang ia diwajibkan merahasiakan. yang menyebabkan ia tidak patut lagi mendapat kepercayaan dari si majikan. untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan baik. 7 o. 8 o. 10 o. penggelapan. apabila ia telah melakukan pencurian. apabila ia ternyata terlalu arnat kurang mempunyai kecakapan atau kesanggupan untuk pekerjaan untuk mana ia telah mengikatkan dirinya. apabila ia mengumumkan hal-hal istimewa mengenai rumah tangga atau perusahaan si majikan. masih saja gernar akan mabuk. 3 o. apabila ia karena sengaja atau sembrono telah menjadi tak mampu melakukan pekerjaannya. meskipun telah diperingatkan.keterangan-keterangan palsu tentang cara bagaimana hubungan kerja yang lama telah berakhir. menghina secara kasar atau mengancam sungguh-sungguh si majikan. sanak keluarga atau teman-teman serumah si majikan. apabila ia dengan cara lain sangat melalaikan kewajiban-kewajiban yang oleh perjanjian dibebankan padanya. apabila ia menganiaya. meskipun telah diperingatkan. apabila ia. 4 o. penipuan atau lain-lain kejahatan. apabila ia berkeras kepala menolak akan memenuhi perintah-perintah yang patut yang diberikan kepadanya oleh atau atas nama si majikan. Janji-janji yang menetapkan bahwa kepada si majikan akan diserahkan . 5 o. menerbitkan bahaya yang sungguh-sungguh mengancam pada dirinya sendiri atau lain-lain orang. 6 o. madat atau berbuat tingkah laku yang buruk lainnya. secara sembrono merusakkan milik si majikan atau menerbitkan bahaya yang sungguhsungguh mengancam milik itu. apabila ia dengan sengaja atau. apabila ia dengan sengaja atau. meskipun telah diperingatkan. 2 o. atau teman-teman sekerjanya.

memerintahkan kepada si buruh itu supaya ia melakukan pekerjaan dalam perusahaan seorang majikan lain. sanak keluarga atau teman-teman serumah si buruh untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan baik. apabila ia membujuk atau mencoba membujuk si buruh. kesusilaan atau nama baiknya. 1603 p. apabila. apabila ia. 5 o. apabila ia terlalu amat melalaikan kewajiban-kewajiban yang oleh perjanjian dibebankan kepadanya. 4o. jika upah si buruh digantungkan pada hasil pekerjaan yang harus dilakukan si majikan tidak memberikan bantuan yang diperjanjikan atau tidak memberikan secukupnya. 3 o. apabila si majikan menganiaya. 7 o. apabila ia tidak membayar upah pada waktu yang ditentukan. dalam hal telah diperjanjikan makan dan perumahan.untuk menentukan apakah ada suatu alasan yang mendesak dalam arti pasal 1603 n. adalah batal. sedangkan itu tidak ternyata sewaktu perjanjian dibuat. 10 o. 6 o. 9 o. kesehatan. menghina secara kasar atau mengancam sungguh-sungguh si buruh. Alasan-alasan yang mendesak antara lain harus dianggap ada: 1 o. atau membiarkan bahwa pembujukan atau percobaan membujuk yang demikian itu dilakukan oleh salah seorang teman serumah atau bawahannya. 8 o. 2 o. apabila. atau membiarkan bahwa perbuatan-perbuatan semacam itu dilakukan oleh salah seorang teman serumahnya atau bawahannya. sedangkan si buruh menolaknya. apabila ia tidak memberikan pekerjaan secukupnya kepada si buruh yang upahnya digantungkan pada hasil pekerjaan yang dilakukan. apabila si buruh karena sakit atau lain-lain sebab diluar salahnya . Bagi si buruh dianggap sebagai alasan-alasan yang mendesak dalam arti pasal 1603 n keadaan-keadaan yang demikian sehingga karenanya tidak sepantasnya dapat diharapkan dari si buruh untuk meneruskan hubungan kerjanya. jika sifat hubungan kerja tidak mengharuskannya. apabila terus berlangsung hubungan kerja bagi si buruh akan membawa bahaya yang sungguh-sungguh untuk jiwa. ia tidak menyelenggarakan hal-hal itu sepantasnya.

Jika upah si buruh. Janji-janji yang menetapkan bahwa kepada si buruh akan diserahkan untuk menentukan apakah ada suatu alasan yang mendesak dalam arti pasal 1603 n. Hakim berkuasa menetapkan ganti rugi yang dimaksudkan dalam ayat ke satu dan ayat ke empat pasal ini. jika ganti rugi itu menurut pendapatnya melampaui yang sepantasnya. terhitung mulai hari hubungan kerjanya telah berakhir. pada suatu jumlah yang kurang. dalam hal suatu hubungan kerja yang dibuat untuk suatu waktu tertentu. sama dengan jumlah upah yang harus dibayar sampai pada hari berikutnya hari pada mana hubungan kerja sedianya akan dapat diakhiri dengan pemberitahuan penghentian. Dengan perjanjian yang dibuat tertulis atau dengan reglemen boleh ditetapkan suatu ganti rugi yang lebih jumlahnya. 1603 r. Jika salah satu pihak telah mengakhiri hubungan kerjanya tanpa pemberitahuan penghentian atau dengan tidak mengindahkan peraturan-peraturan yang berlaku untuk pemberitahuan penghentian seraya memberikan ganti rugi kepada pihak lawan atas dasar ketentuan ayat ke satu pasal yang lalu.menjadi tak mampu melakukan pekerjaan yang diperjanjikan. Tiap janji dengan mana bagi si buruh diperjanjikan suatu ganti rugi yang jumlahnya kurang. seluruhnya atau sebagian tidak ditetapkan menurut lamanya waktu. Dari jumlah ganti rugi yang terutang harus dibayar suatu bunga. yang ditetapkan sebanyak enam persen setahun. Disini yang dimaksudkan dengan upah ialah unsur-unsur upah yang disebutkan di bawah nomor 1o dan 7o dari pasal 1601 p. adalah batal. ganti rugi tersebut adalah sama dengan jumlah upah untuk lamanya waktu yang hubungan kerjanya itu menurut pasal 1603 e dan pasal 1603 f sedianya harus berlangsung terus. adalah batal. maka berlakulah ukuran dari pasal 1601 o. 1603 q: Ganti rugi yang dimaksudkan dalam pasal-pasal 1601 k dan 1603 n adalah dalam hal suatu hubungan kerja yang dibuat atau dianggap telah dibuat untuk suatu waktu tak tertentu. maka jika hal itu disertai alasan-alasan istimewa hingga kerugian yang disebabkan dapat dianggap .

Dalam hal menghitung masa kerja maka bulan dalam mana perjanjiannya berakhir dihitung sebagai satu bulan penuh. setelah separuh dari masa kerja dalam perjanjian ditentukan untuk pemberian cuti lampau si majikan sepihak mengakhiri perjanjian tanpa alasan yang mendesak. jika didalam perjanjian telah diperjanjikan suatu hak atas pelayaran dengan cuma-cuma. setelah bagian dari masa kerja yang tersebut dalam ayat yang lalu telah lampau.tidak cukup diganti dengan ganti rugi yang diterimanya. atau suatu ganti rugi sepenuhnya. dan pihak lawan itu telah menggunakan haknya tersebut. mengakhiri hubungan kerjanya . 1603 s. maka pihak lawannya berhak menuntut jumlah yang termaksud dalam pasal 1603 q. pihak lawan tersebut berhak menuntut penggantian kerugian lagi. yang imbangannya terhadap jumlah ganti rugi yang termaksud dalam ayat ke satu adalah sama dengan imbangan antara masa kerja yang dibutuhkan untuk perolehan cuti yang telah lampau pada saat berakhirnya perjanjian dan masa kerja yang dibutuhkan untuk perolehan cuti. Jika diluar hal yang termaksud dalam ayat yang lalu. pada saat hubungan kerjanya diakhirinya. Hal yang sama berlaku juga. maka ia diwajibkan selain apa yang ia wajib membayar kepada si buruh atas dasar lain. beserta. menuntut suatu ganti rugi sebesar gaji yang ia sedianya akan memperolehnya selama waktu cuti. Jika salah satu pihak telah mengakhiri hubungan kerjanya secara berlawanan dengan hukum. jika si buruh. biaya yang diperlukan untuk pelayaran itu. maka si buruh adalah berhak untuk. bis. 1603 s. membayar kepadanya suatu jumlah uang. selebihnya dan selainnya apa yang kiranya menjadi haknya berhubung dengan pemecatannya atas dasar lain. jika salah satu pihak telah memberikan suatu alasan yang mendesak kepada pihak lawannya untuk mengakhiri hubungan kerjanya tanpa pemberitahuan penghentian atau dengan tidak mengindahkan peraturan-peraturan yang berlaku untuk pemberitahuan penghentian. Jika si majikan mengakhiri hubungan kedanya dengan maksud meluputkan diri dari kewajibannya untuk memberikan suatu cuti setelah suatu masa kerja tertentu yang telah dijanjikan dalam atau berhubung dengan perjanjiannya. ke tempat asalnya atau ke tempat cuti. Hal yang sama berlaku.

Tiap janji yang mungkin berakibat bahwa kekuasaan ini akan dikecualikan atau dibatasi. yang demikian sifatnya. Masing-masing pihak adalah setiap waktu berhak. 1603 u. kecuali alasan-alasan mendesak sebagai termaksud dalam pasal 1603 n. karena alasan-alasan penting. supaya perjanjian perburuhan dinyatakan bubar. Sebagai alasan-alasan panting. karena si majikan tidak memenuhi kewajiban-kewajibannya. juga sebelumnya pekerjaan dimulai. Jika Hakim menyatakan bubarnya perjanjian atas alasan lain daripada alasan-alasan yang mendesak. Hakim takkan meluluskan permohonan. dengan mengindahkan suatu tenggang waktu enam bulan. maka ia adalah berkuasa mengurangi jumlah uang yang ditetapkan dalam ayat ke dua hingga suatu jumlah yang sedemikian yang dianggapnya adil mengingat keadaan-keadaan kejadian. 1603 t. atau jika Hakim menyatakan bubarnya perjanjian karena alasan-alasan penting yang tidak mendesak sebagaimana termaksud dalam pasal 1603 v. pada mana lima tahun telah lampau sejak ia mulai berlaku. Tiap hak untuk menuntut sesuatu yang berdasarkan pasal yang lalu. 1603 v. harus dianggap juga perubahan-perubahan keadaan pribadi atau kekayaan si pemohon atau pihak lawan ataupun perubahan-perubahan keadaan-keadaan dalam mana pekerjaannya dilakukan. selain setelahnya mendengar pihak lawan atau memanggilnya secara sah.karena suatu alasan yang mendesak yang diberikan oleh si majikan. si buruh namun itu adalah berhak menghentikannya dengan pemberitahuan penghentian mulai saat. hingga sepantasnya hubungan kerjanya harus berakhir seketika atau setelah suatu waktu yang pendek. maka. adalah batal. Jika hubungan kerja dibuat untuk waktu yang lebih lama dari lima tahun atau untuk selama hidupnya seorang tertentu. . memajukan permohonan tertulis kepada Pengadilan Negeri dari tempat kediamannya yang sesungguhnya. gugur dengan lewatnya waktu satu tahun. Tiap janji yang mungkin menyebabkan kekuasaan menghentikan ini akan dikecualikan atau dibatasi adalah batal. atau berdasarkan pasal 1267. atau karena suatu alasan mendesak yang diberikan oleh si majikan.

Dengan undang-undang dapat ditetapkan aturan-aturan khusus bagi perjanjian-perjanjian untuk melakukan pekerjaan dalam perusahaan-perusahaan pertanian atau kerajinan. dikuasai oleh ketentuan-ketentuan ini. BAGIAN KE ENAM Tentang pemborongan pekerjaan 1604. Ketentuan-ketentuan penutup 1603 x. Dalam hal pemborongan pekerjaan dapat ditetapkan dalam perjanjian bahwa si pemborong hanya akan melakukan pekerjaan saja atau bahwa ia juga akan memberikan bahannya. Perjanjian-perjanjian perburuhan yang dibuat antara seorang majikan yang tidak tunduk dan seorang buruh yang tunduk pada ketentuan-ketentuan yang lalu dari bab ini. kota praja. ataupun oleh suatu ketentuan undang-undang dinyatakan berlaku. 1603 w. dengan tidak memandang maksudnya para pihak. dikuasai oleh ketentuan-ketentuan ini. untuk melakukan pekerjaan pada kereta api atau pada perusahaan-perusahaan pengangkutan dan lain-lain perusahaan. rugi dan bunga. Perjanjian-perjanjian perburuhan yang dibuat antara seorang majikan yang tunduk dan seorang buruh yang tidak tunduk pada ketentuanketentuan yang lalu dari bab ini. 1603 y. tidak dikecualikan oleh ketentuan-ketentuan dalam bagian ini. . dengan tidak mengingat maksudnya para pihak. Kekuasaan para pihak untuk menuntut punbatalan perjanjian berdasarkan pasal 1267 disertai penggantian biaya.Kedua ayat terakhir dari pasal 1603 m adalah berlaku. Ketentuan-ketentuan yang lalu dari bab ini tidak berlaku bagi orangorang yang bekerja pada Negara daerah atau bagian daerah. badan untuk menyelenggarakan perairan atak lain badan kecuali jika sebelum atau pada waktu mulai berlakunya hubungan kerja. ketentuan-ketentuan tersebut oleh kedua belah pihak atau atas nama mereka. 1603 z. jika perjanjian-perjanjian tersebut mengenai pekerjaan yang sama atau hampir sama dengan pekerjaan yang lazimnya dilakukan oleh buruh-buruh yang tunduk pada ketentuan-ketentuan dari bab ini.

pemeriksaan tersebut dianggap terjadi untuk semua bagian yang telah dibayar.1605. Jika seorang ahli pembangun atau seorang pemborong telah menyanggupi untuk membuat suatu gedung secara memborong. Dalam halnya si pemborong diwajibkan memberikan bahannya. sedangkan pihak yang memborongkan tidak telah lalu untuk memeriksa dan menyetujui pekerjaannya. menurut suatu rencana yang telah diperkirakan serta ditetapkan bersama-sama dengan si pemilik tanah. 1607. musnahnya pekerjaan itu terjadi diluar sesuatu kelalaian dari pihak si pemborong. sebelum pekerjaan itu diserahkan. maka ia hanya bertanggungjawab untuk kesalahannya. Jika suatu pekerjaan dikerjakan sepotong demi sepotong atau seukuran demi seukuran. Jika suatu gedung. jika perubahan-perubahan atau perbesaran-perbesaran itu tidak telah disetujui tertulis dan tentang harganya tidak telah diadakan perjanjian dengan si pemilik. maka segala kerugian adalah atas tanggungan si pemborong. 1606. Jika didalam hal yang tersebut dalam pasal yang lalu. 1608. 1610. maka tak dapatlah ia menuntut suatu penambahan harga. Jika si pemborong diwajibkan melakukan pekerjaan saja dan pekerjaannya musnah. kecuali apabila pihak yang memborongkan telah lalai untuk menerima pekerjaan tersebut. dan pekerjaannya dengan cara bagaimana pun musnah sebelumnya pekerjaan itu diserahkan. baik dengan dalih tambahnya upah-upah buruh atau bahan-bahan bangunan. yang telah diborongkan dan dibuat untuk suatu harga tertentu. kecuali apabila musnahnya barang itu disebabkan oleh sesuatu cacat dalam bahannya. apabila pihak yang memborongkan tiap-tiap kali membayar si pemborong menurut imbangan dari apa yang telah selesai dikerjakan. maupun dengan dalih telah dibuatnya perubahan-perubahan dan tambahan-tambahan yang tidak termasuk dalam rencana. . seluruhnya atau sebagian musnah disebabkan suatu cacat dalam penyusunannya atau bahkan karena tidak sanggupnya tanahnya. maka si pemborong tidaklah berhak atas harga yang dijanjikan. 1609. maka para ahli pembangunannya serta para pemborongnya adalah bertanggung jawab untuk itu selama sepuluh tahun. maka pekerjaan itu dapat diperiksa sebagian demi sebagian.

asal pekerjaan atau bahan yang telah disediakan. kecuali jika pihak yang memborongkan telah memberikan jaminan Pemborongan pekerjaan berhenti dengan meninggainya si . asal ia memberikan ganti rugi sepenuhnya kepada si pemborong untuk segaia biaya yang telah dikeluarkannya guna pekerjaannya serta untuk keuntungan yang terhilang karenanya. tukang-tukang besi dan lain-lain tukang. adalah berhak menahan barang itu. tukang-tukang besi dan lain-lain tukang. yang atas tanggung jawab sendiri secara langsung dan untuk suatu harga tertentu menyanggupi melaksanakan suatu pekerjaan. selainnya untuk sejumlah yang orang ini berutang kepada si pemborong pada saat mereka memajukan runtutannya. Pihak yang memborongkan. tidak mempunyai tuntutan terhadap orang untuk siapa pekerjaan-pekerjaan itu telah dibuatnya. 1615. Namun itu pihak yang memborongkan diwajibkan untuk membayar kepada para ahli waris si pemborong harga pekerjaan yang telah dikerjakan menurut imbangannya terhadap harga pekerjaan yang telah dijanjikan dalam perjanjian. untuk mengerjakan sesuatu pada barang tersebut. Mereka adalah pemborong-pemborong didalam bagian pekerjaan yang mereka lakukan. 1614. 1616. Si pemborong adalah bertanggung jawab terhadap perbuatanperbuatan orang-orang yang dipekerjakan olehnya. tunduk pada aturanaturan yang diberikan dalam bagian ini. sampai biaya dan upah-upah yang dikeluarkan untuk barang itu dipenuhi seluruhnya. Tukang-tukang batu. 1613. 1612. Tukang-tukang batu. Orang-orang buruh yang memegang sesuatu barang kepunyaan orang lain. serta harga bahan-bahan bangunan yang telah disediakan. tukang-tukang kayu. boleh menghentikan pemborongannya. tukang-tukang kayu.1611. jika dikehendakinya demikian. meskipun pekerjaannya telah dimulai. asal pekerjaan atau bahan tersebut dapat mempunyai suatu manfaat baginya. yang lelah dipakai untuk mendirikan sebuah gedung atau untuk membuat sesuatu pekerjaan lain yang diborongkan. pemborong.

barang-barang lain atau pun kerajinannya kedalam perseroan itu. Persekutuan-persekutuan adalah penuh atau khusus. Segala persekutuan harus mengenai suatu usaha yang halal. Undang-undang hanyalah mengenal persekutuan penuh tentang keuntungan.secukupnya untuk pembayaran biaya dan upah-upah tersebut. selama berlangsungnya persekutuan sebagai hasil dari kerajinan mereka. atau pemakaiannya. Dilarang adalah segala persekutuan. 1619. atau hasil-hasil yang akan didapatnya dari barang-barang itu. dengan tidak mengurangi ketentuan-ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam bab ke enam dan ke tujuh dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. Persekutuan mulai berlaku sejak saat perjanjian. dan harus dibuat untuk manfaat bersama para pihak. Masing-masing sekutu diwajibkan memasukkan uang. 1621. Persekutuan adalah suatu perjanjian dengan mana dua orang atau lebih mengikatkan diri untuk memasukkan sesuatu dalam persekutuan. Persekutuan khusus ialah persekutuan yang sedemikian yang hanya mengenai barang-barang tertentu saja. BAGIAN KE DUA Tentang perikatan-perikstan antara para sekutu 1624. Persekutuan penuh tentang keuntungan hanyalah mengenai segala apa yang akan diperoleh para pihak dengan nama apa pun. dengan maksud untuk membagi keuntungan yang terjadi karenanya. 1620. atau lagi mengenai suatu perusahaan maupun mengenai hal menjalankan sesuatu perusahaan atau pekerjaan tetap. jika dalam perjanjian ini tidak telah ditetapkan suatu saat lain. Hak-hak dan kewajiban-kewajiban jurujuru pengangkut dan nakhodanakhoda diatur didalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. 1622. . BAB KE DELAPAN Tentang Persekutuan BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1618. baik dari sernua kekayaan maupun dari sebagian tertentu dari kekayaan seorang secara percampuran seumumnya. 1623. 1617.

1626. meskipun ia telah menyatakan menerima pembayaran itu . dan si berutang terkemudian jatuh kedalam keadaan tak mampu. Kesemuanya itu tidak mengurangi penggantian tambahan biaya. Para sekutu yang telah mengikatkan dirinya untuk memasukkan tenaga dan kerajinannya kedalam persekutuan diwajibkan memberikan perhitungan kepada persekutuan tentang semua keuntungan yang mereka telah peroleh dengan kerajinan yang sedemikian sebagaimana menjadi hal dari persekutuan. terhitung sejak hari ia telah mengambilnya guna kepentingannya pribadi. menjadi berutang bunga atas jumlah itu derni hukum dan dengan tidak usah ditagihnya pembayaran uang tersebut terhitung sejak hari uang tersebut sedianya harus dimasukkan. menurut imbangan di antara jumlah-jumlah kedua piutang tersebut. dan jika pemasukan ini terdiri atas suatu barang tertentu. namun itu jika ia pada waktu menerima pembayaran menenukan bahwa seluruh pembayaran adalah untuk membayar piutang persekutuan maka apa yang ditentukan itulah yang berlaku. Masing-masing sekutu berutang kepada persekutuan segala apa yang ia telah menyanggupi memasukkan didalamnya. Hal yang sama berlaku terhadap jumlah-jumlah uang yang telah diambilnya dari kas bersama. rugi dan bunga jika ada alasan untuk itu. 1629.1625. demikian itu meskipun ia pada waktu menerima pembayaran tersebut menyatakan bahwa semuanya adalah untuk pengurangan atau pelunasan piutangnya pribadi.] 1627. maka ia diwajibkan menanggung. maka selcutu tersebut diwajibkan memasukkan apa yang telah diterimanya itu kedalam kas bersama. Sekutu yang diwajibkan memasukkan sejumlah uang dan tidak melakukannya itu. dengan cara yang sama seperti dalam jual beli. Jika salah seorang sekutu telah menerima seluruh bagiannya dalam suatu piutang bersama. mempunyai suatu penagihan sejumlah uang terhadap seorang yang disamping itu juga mempunyai suatu utang yang dapat ditagih pula kepada persekutuan maka setiap pembayaran yang diterima oleh sekutu tersebut harus dianggap berlaku baik untuk membayar piutang persekutuan maupun untuk membayar piutang si sekutu sendiri. 1628. Jika salah seorang sekutu atas namanya sendiri.

Masing-masing sekutu diwajibkan memberikan ganti rugi kepada persekutuan tentang kerugian-kerugian yang diderita oleh persekutuan yang disebabkan salahnya si sekutu sedangkan ia tidak diperbolehkan menjumpakannya dengan keuntungan-keuntungan yang diperolehnya untuk persekutuan berkat pekerjaan dan kerajinannya dalam urusan-urusan lain. maka barang-barang tersebut adalah atas tanggungan si sekutu yang menjadi pemiliknya. 1632. jika barang-barang tersebut telah dimaksudkan untuk dijual. 1631. Terhadap si sekutu yang hanya memasukkan kerajinannya. atau jika barangbarang itu dimasukkan dalam persekutuan menurut suatu perkiraan yang ditetapkan dalam suatu protelan atau inventaris. bagian dari untung rugi ditetapkan sama dengan bagian si sekutu yang memasukkan uang atau barang paling sedikit. 1630. . maka barang-barang itu adalah atas tanggungan persekutuan.sebagai pelunasan bagiannya. Jika barang-barang yang hanya kenikmatannya saja dimasukkan. Para sekutu tidaklah dapat memperjanji'kan bahwa mereka akan menyerahkan pengaturan tentang besarnya bagian masing-masing kepada salah seorang dari mereka atau kepada seorang pihak ke tiga. Jika barang-barang tersebut musnah karena pemakaian. maka tak dapatlah si sekutu menuntut lebih daripada harganya menurut taksiran. 1633. terdiri atas benda-benda tertentu yang tidak musnah karena pemakaian. Seorang sekutu mempunyai tuntutan terhadap persekutuan tidak saja tentang uang-uang yang ia telah keluarkan lebih dahulu untuk perkutuan tetapi juga tentang perikatan-perikatan yang ia telah perbuat dengan itikad baik guna kepentingan persekutuan dan lagi tentang kerugian-kerugian yang dideritanya yang tidak dapat dipisahkan dari pengurusannya. jika barang-barang tersebut turun harganya karena ditahan. 1634. Jika barang itu telah ditaksir. Jika didalam perjanjian persekutuan tidak telah ditentukan bagian masing-masing sekutu dalam untung dan ruginya persekutuan maka bagian masing-masing adalah seimbang dengan apa yang ia telah masukkan dalam persekutuan.

Si sekutu yang dengan suatu janji khusus jalam perjanjian persekutuan ditugaskan melakukan pengurusan persekutuan dapat. para sekutu dianggap secara bertimbal-balik telah memberikan kuasa . Kekuasaan ini selama berlangsungnya persekutuan tak dapat ditarik kembali tanpa alasan yang sah. biarpun bertentangan dengan sekutu-sekutu lainnya.Suatu janji yang demikian harus dianggap sebagai tidak tertulis. Janji dengan mana kepada salah seorang sekutu dijanjikan semua keuntungan. Jika tidak ada janji-janji khusus mengenai cara-caranya mengurus. maka masing-masing sendirian adalah berkuasa untuk melakukan segala perbuatan yang mengenai pengurusan itu. 1637. Namun itu adalah diperbolehkan untuk memperjanjikan bahwa semua kerugian semata-mata akan dipikul oleh salah seorang sekutu atau lebih. 1636. namun jika kekuasaan tersebut tidak telah diberikan didalam perjanjian persekutuan melainkan didalam suatu akta yang terkemudian. melakukan segala perbuatan yang berhubungan dengan pengurusannya asal dia dalam hal itu berlaku dengan itikad baik. bertindak tanpa satu bantuan dari yang lainnya. Jika beberapa sekutu telah ditugaskan melakukan pengurusan persekutuan dengan tidak ditentukan apakah yang menjadi pekerjaannya masingmasing. maka tak dapatlah pengurus yang satu. dan peraturan-peraturan dari pasal yang lalu harus tetap diindahkan. Jika telah diperjanjikan bahwa salah seorang pengurus tidak boleh melakukan sesuatu perbuatan pun jika tidak bersama-sama bertindak dengan seorang pengurus lain. atau dengan tidak ditentukan bahwa yang satu tidak diperbolehkan melakukan sesuatu apa jika tidak bersama-sama bertindak dengan teman-temannya pengurus. tanpa perjanjian baru. 1639. adalah batal. 1635. harus diindahkan aturan-aturan yang berikut: 1 o. maka dapatlah ia ditarik kembali sebagaimana halnya dengan suatu pemberian kuasa biasa. 1638. meskipun orang yang belakangan ini pada sesuatu waktu berada dalam keadaan ketidakmampuan untuk turut melakukan perbuatan-perbuatan pengurusan.

tanpa izin sekutu-sekutu lainnya. Apa yang dilakukan oleh masing-masing sekutu juga mengikat untuk bagian sekutu-sekutu yang lainnya. selama perbuatan itu belum ditutup. jika mereka ini tidak telah memberikan kuasa kepadanya untuk itu. Para sekutu tidaklah terikat masing-masing untuk seluruh utang persekutuan. 1641. dengan tidak mengurang hak mereka ini atau salah seorang untuk melawan perbuatan tersebut. 3 o. maupun menggadaikan barang-barang bergerak kepunyaan persekutuan atau pun meletakkan beban-beban di atasnya. masing-masing sekutu diperbolehkan memakai barang-barang kepunyaan persekutuan asal ia memakainya itu guna keperluan untuk mana barangbarang itu biasanya dimaksudkan. meskipun ia tidak telah memperoleh perizinan mereka. tidak seorang sekutu pun tanpa izinnya pesero-pesero lainnya. dan asal ia tidak memakainya berlawanan dengan kepentingan persekutuan atau secara yang demikian hingga sekutu lainnya karenanya terhalang turut memakainya menurut hak mereka. sebagai anggota persekutuan. 2 o. menerima seorang ke tiga sebagai peserta dari bagiannya dalam persekutuan. BAGIAN KE TIGA Tentang perikatan-perikatan para sekutu terhadap orang-orang ke tiga 1642. boleh membuat hal-hal yang baru kepada benda-benda tak bergerak kepunyaan persekutuan meskipun ia mengemukakan bahwa hal-hal itu menguntungkan persekutuan. dan masing-masing sekutu tidaklah dapat mengikat sekutu-sekutu lainnya. tetapi sekalipun ia ditugaskan melakukan pengurusan kepentingankepentingan persekutuan tak dapatlah ia memasukkan orang ke tiga tersebut.supaya yang satu melakukan pengurusan bagi yang lainnya. 1640. masing-masing sekutu berhak mewajibkan sekutu-sekutu lainnya untuk turut memikul biaya yang diperlukan untuk pemeliharaan barang-barang kepunyaan persekutuan. 4 o. Masing-masing sekutu diperbolehkan. Para sekutu yang tidak menjadi pengurus bahkan tidak diperbolehkan mengasingkan. bahkan tanpa izin sekutusekutu lainnya. .

maka persukutuan dapat menuntut pelaksanaan perjanjian BAGIAN KE EMPAT Tentang bermacam-macam cara berakhirnya persekutuan 1646. maka persekutuan karenanya menjadi bubar terhadap semua sekutu.1643. sebagaimana jika seorang sekutu lain tidak memenuhi kewajibannya atau jika seorang sekutu lain karena sakit terus-menerus menjadi tak cakap melakukan pekerjaannya untuk persekutuan. dengan musnahnya baraug afau diselesaikannya perbuatan yang menjadi pokok persekutuan. 1648. 3 o. 4 o. Para sekutu dapat dituntut oleh si berpiutang dengan siapa. Janji bahwa suatu perbuatan telah dilakukm atas tanggungan persekutuan hanyalah mengikat si sekutu yang melakukan perbuatan itu saja. 1 o. meskipun bagian sekutu yang satu dalam persekutuan adalah kurang daripada bagian sekutu yang lainya. 1647. jika salah seorang sekutu meninggal atau ditaruh di bawah pengampuan. Pembubaran persekutuan-persekutuan yang dibuat untuk suatu waktu tertentu. dengan lewatnya wak-tu untuk mana persekutuan telah diaclakan. terkecuali apabila sewaktu utang tersebut dibuatnya dengan tegas ditetapkan kewajiban para sekutu itu untuk membayar utangnya menurut imbangan besarnya bagian masing-masing dalam persekutuan. atau dinyatakan pailit. 1645. 1644. Jika salah seorang sekutu atas nama persekutuan telah membuat suatu perjanjian. atau lain-lain hal semacam itu yang sah maupun pentingnya diserahkan kepada pertimbangan Hakim. atau urusannya telah memberikan manfaat bagi persekutuan. Persekutuan berakhir. kecoah jika orang-orang yang belakangan ini telah memberikan kuasa kepadanya untuk itu. 2 o. dan barang ini musnah sebelum pemasukan itu terlaksana. Jika salah seorang sekutu telah berjanji akan memasukkan miliknya atas suatu barang kedalam persekutuan. . sebelum waktu itu lewat tidaklah dapat dituntut oleh salah seorang sekutu selainnya atas alasan yang sah. mereka telah bertindak. atas kehendak semata-mata dari beberapa atau seorang sekutu. masing-masing untuk suatu jumlah dan bagian yang sama. dan tidaklah mengikat sekutu-sekutu lainnya.

1649. Pemberitahuan penghentian dilakukan dengan secara tidak memberikan waktu.Begitu pada persekutuan dalam segala hal bubar jika barangnya musnah. atau akan berlangsung terus diantara sekutu-sekutu yang masih ada maka janji tersebut harus ditaati. dengan suatu pemberitahuan penghentian kepada segenap sekutu lainnya. 1651. Tetapi persekutuan tidak menjadi bubar karena musnahnya barang yang hak miliknya telah dimasukkan dalam persekutuan. Pemberitahuan penghentian dianggap telah dilakukan tidak dengan itikad baik apabila seorang sekutu menghentikan persekutuannya dengan maksud untuk mengambil suatu keuntungan bagi diri sendiri. meninggal. Persekutuan hanya dapat dibubarkan atas kehendak beberapa atau seorang sekutu jika persekutuan itu telah dibuat tidak untuk suatu waktu tertentu. dalam hal tersebut. sedangkan para sekutu telah merancangkan akan bersama-sama menikmati keuntungan tersebut. Pembubaran terjadi. Dalam hal yang ke dua. cara-cara pembagian itu dilakukan. asal pemberitahuan penghentian ini terjadi dengan itikad baik dan tidak dilakukan dengan secara tidak memberikan waktu. berlaku juga untuk pembagian di antara para . 1652. Aturan-aturan tentang pembagian warisan-warisan. Jika telah diperjanjikan bahwa apabila salah seorang sekutu meninggal. apabila barang-barang sedangkan persekutuan tidak lagi terdapat menuntut dalam supaya keseluruhannya. tetapi ia mendapat bagian dari keuntungan serta turut memikul kerugian yang merupakan akibat-akibat mutlak dari perbuatan-perbuatan yang terjadi sebelum si sekutu dari siapa ia ahli warisnya. persekutuannya akan berlangsung terus dengan ahli warisnya. kepentingan persekutuan pembubarannya diundurkan. scrta kewajiban-kewajiban yang terbit karenanya antara orang-orang yang turut mewaris. ahli waris si meninggal tidak mempunyai hak yang lebih daripada atas pembagian persekutuan menurut keadaannya sewaktu meninggalnya si sekutu. 1650. sedangkan hak miliknya tetap berada pada si sekutu. apabila hanya kenikmatan atas barang itu saja yang dimasukkan dalam persatuan.

perjanjian dan reglemen-reglemennya tidak memuat sesuatu ketentuan pun tentang pengurusan perkumpulan. 1657. 1656. atau mengikatkan perkumpulan dengan suatu cara lain selainnya yang telah ditetapkan pada penutup pasal yang lalu. Selainnya perseroan yang sejati oleh undang-undang diakui pula perhimpunan-perhimpunm orang sebagai perkumpulan-perkumpulan. maka tidak seorang anggota pun berkuasa untuk bertindak atas nama perkumpulan. perjanjian-perjanjian dan reglemen-reglemennya. baik perkumpulan-perkumpulan itu diadakan atau diakui sebagai demikian oleh kekuasaan umum. BAB KE SEMBILAN Tentang perkumpulan 1653. untuk mana para pengurusnya tidak berkuasa melakukannya. Para pengurus suatu perkumpulan adalah. hanyalah mengikat perkumpulan sekadar perkumpulan itu sungguhsungguh telah mendapat manfaut karenanya atau sekadar perbuatan-perbuatan itu terkemudian telah disetujui secara sah. 1658. maka para pengurus diwajibkan memberikan perhitungan dan pertanggungan kepada segenap anggota perkumpulan. berkuasa untuk bertindak atas nama perkumpulan. Sekadar tentang itu tidak telah diatur secara lain dalam surat pendirian. sekadar tentang itu tidak telah diatur secara lain dalam surat pendiriannya. 1655. mengikat perkumpulan kepada orang-orang pihak ke tiga dan sebaliknya. atau telah didirikan untuk suatu maksud tertentu yang tidak bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan baik. perjanjian-pejanjiannya dan reglemen-reglemennya. maupun perkumpulan-perkumpulan itu diterima sebagai diperbolehkan. seperti halnya dengan orangorang preman. baik sebagai penggugat maupun sebagai tergugat. Jika surat pendirian. 1654. berkuasa melakukan tindakan-tindakan perdata. Segala perbuatan. dengan tidak mengurangi peraturan-peraturan umum.sekutu. dalam mana kekuasaan itu telah diubah. begitu pula bertindak di muka Hakim. dibatasi atau ditundukkan pada acara-acara tertentu. untuk mana tiap anggota berkuasa memanggil mereka di muka . Semua perkumpulan yang sah adalah.

Jika peraturan-peraturan dari perkumpulan sendiri. atau hingga saat berhentinya tujuan atau hal yang menjadi pokok perkumpulan. maka Pengadilan Negeri. maka masing-masing anggota suatu perkumpulan mempunyai hak yang sama untuk mengeluarkan suaranya. menurut ketentuan-ketentuan dalam bab ini. atas permintaan dari yang berkepentingan. Jika dalam surat pendirian. 1659. reglemen-reglemen dan perjanjian-perjanjiannya tidak mengandung ketentuan-ketentuan lain. menurut surat pendiriannya. 1663. berkuasa untuk. .Hakim. Lain-lain perkumpulan tetap hidup hingga saat perkumpulanperkumpulan itu secara tegas dinyatakan bubar. memerintahkan diambilnya tindakan-tindakan yang sementara waktu kiranya perlu dilakukan untuk kepentingan perkumpulan. perjanjian-perjanjian dan reglemen-reglemennya dan sekadar itu tidak ada. atau menurut surat pendiriannya sendiri. tidak ada. Para anggota suatu perkutnpulan tidaklah bertanggung jawab secara pribadi untuk perikatan-perikatan perkumpulan. atau surat pendiriannya. yang dalam daerah hukumnya perkumpulan itu berkedudukan. hingga perkumpulan itu dibubarkan menurut undang-undang. reglemen-reglemennya. Hak-hak serta kewajiban-kewajiban para anggota perkumpulanperkumpulan yang sedemikian diatur menurut peraturan-peraturan dengan mana perkumpulan-perkumpulan itu telah diadakan atau diakui. Utang-utang hanyalah dapat dilunasi dari pendapatan penjualan barangbarang perkumpulan tersebut. 1661. Jika semua anggotanya menurut apa yang diatur di atas. 1662. sedangkan segata keputusan diambil dengan suara terbanyak. tidaklah dihapuskan dengan meninggalnya atau dilepaskannya keanggotaannya oleh semua anggota. maka. perjanjian-perjanjian dan reglemenreglemennya tidak telah dibuat ketentuan-ketentuan tentang hak bersuara. hak-hak para anggota perkumpulan adalah bersifat perseorangan dan tidak berpindah kepada ahli waris-ahli warisnya. 1664. dan setelah mendengar dan bahkan atas tuntutan Kejaksaan. 1660. Perkumpulan yang didirikan oleh kekuasaan umum.

sedangkan beban ini dapat beralih kepada ahli waris-ahli waris mereka. Adalah diperbolehkan kepada si penghibah untuk memperjanjikan bahwa ia tetap memiliki kenikmatan atau nikmat hasil benda-benda yang dihibahkan. maka mereka dapat dituntut untuk membayar utang-utang masing-masing untuk seluruhnya. Jika mereka melalaikan kewajiban-kewajiban itu. 1667. BAB KE SEPULUH Tentang hibah BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1666. dan mereka hanyalah diperkenankan membagi-bagi atau mengambil sisanya dan dengan demikian juga memindahkan kepada ahli waris-ahli waris mereka. 1669. Undang-undang tidak mengakui lain-lain hibah selain hibah-hibah di antara orang-orang yang masih hidup. Hibah hanyalah dapat mengenai benda-benda yang sudah ada. Dalam hal memanggil orang-orang pemegang piutang. menyelesaikan pertanggungjawaban dan membayar utang-utang mereka itu.1665. tunduk pada kewajiban-kewajiban seperti yang dipikul oleh ahli waris-ahli waris yang menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk mengadakan pencatatan harta kekayaan. Pada waktu membubarkan perkumpulan yang semacam itu anggotaanggota yang masih ada atau anggota yang paling akhir ada. Jika hibah itu meliputi benda-benda yang baru akan ada di kemudian hari. dengan cuma-cuma dan dengan tidak dapat ditarik kembali. Si penghibah tidak boleh memperjanjikan bahwa ia tetap berkuasa untuk menjual atau memberikan kepada orang lain suatu benda yang termasuk dalam hibah. Hibah adalah suatu perjanjian dengan mana si penghibah. sekadar mengenai benda tersebut dianggap sebagai batal. hibah yang semacam itu. di waktu hidupnya. baik benda-benda bergerak maupun benda-benda tak bergerak atau . menyerahkan sesuatu benda guna keperluan si penerima hibah yang menerima penyerahan itu. maka sekadar mengenai itu hibahnya adalah batal 1668. sejumlah adanya kekayaan. diwajibkan melunasi utang-utang perkumpulan.

sedangkan bendabenda itu kembali kepada si penghibah. 882. yang telah dihibahkan.bahwa ia dapat memberikan kenikmatan atau nikmat hasil tersebut kepada seorang lain. baik dalam halnya si penerima hibah sendiri. 881. adalah berlaku untuk hibah. 1675. dalam hal mana harus diperhatikan ketentuan-ketentuan dari bab ke sepuluh Buku ke dua Kitab Undang-undang ini. . 880. 1673. Setiap orang diperbolehkan memberi dan menerima sesuatu sebagai hibah kecuali mereka yang oleh undang-undang dinyatakan tak cakap untuk itu. Ketentuan-ketentuan pasal-pasal 879. maka si penghibah tidak diwajibkan menanggung. selain yang dinyatakan dengan tegas di dalam akta hibah sendiri atau di dalam suatu daftar yang ditempelkan padanya. kepada seorang lain. BAGIAN KE DUA Tentang kecakapan untuk memberikan sesuatu sebagai hibah. ketentuan-ketentuan pasal 894 dan akhirnya bagian-bagian ke tujuh dan kedelapan dari bab ke tiga belas dari Buku ke dua. maupun dalam halnya si penerima hibah beserta turunan-turunannya akan meninggal lebih dahulu daripada si penghibah. 1674. Jika ia meninggal dengan tidak telah memakai jumlah uang tersebut. Si penghibah boleh memperjanjikan bahwa ia akan memakai sejumlah uang dari benda-benda yang dihibahkan. tetapi ini tidak dapat diperjanjikan selain hanya untuk kepentingan si penghibah sendiri. 1670. Suatu hibah adalah batal. dan untuk menikmati keuntungan dari suatu hibah 1676. 1671. jika dibuat dengan syarat bahwa si penerima hibah akan melunasi utang-utang atau beban-beban lain. 1672. bebas ini segala beban dan hipotik yang telah diletakkan di atasnya sejak saat penghibahan. maka apa yang dihibahkan tetap untuk seluruhnya pada si penerima hibah. dan 884. Jika terjadi suatu penghukuman untuk menyerahkan suatu barang. Si penghibah dapat memperjanjikan bahwa ia tetap berhak mengambil kembali benda-benda yang telah diberikannya. Akibat dari hak untuk mengambil kembali ialah bahwa segala pengasingan benda-benda yang telah dihibahkan dibatalkan.

selain mulai hari penghibahan itu dengan kata-kata yang tegas telah diterima oleh si penerima hibah sendiri atau oleh seorang yang dengan suatu akta otentik oleh si penerima hibah itu telah dikuasakan untuk menerima pengibahan-penghibahan yang telah diberikan kepada si penerima hibah atau akan diberikan kepadanya di kemudian hari. 908. Ketontuan-ketentuan ayat ke dua dan ayat terakhir dari pasal 904. dilakukan selainnya dengan suatu akta notaris. 909 dan 911 berlaku terhadap penghibahan. Orang-orang belum dewasa tidak diperbolehkan memberi hibah. 1679. BAGIAN KE TIGA Tentang cara menghibahkan sesuatu 1682. Penghibahan-penghibahan kepada lembaga-lembaga umum atau lembaga-lembaga keagamaan. untuk menerima pemberianpemberian itu. begitu pula pasal 906. atas ancaman batal. Tiada suatu hibah. 1683. kecuali dalam hal yang ditetapkan dalam bab ke tujuh dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. Dilarang adalah penghibahan antara suami-istri selama perkawinan. yang aslinya harus disimpan. Tiada suatu hibah mengikat si penghibah. dengan mengindahkan aturan yang tercantum dalam pasal 2. 907.1677. yang harganya tidak terlalu tinggi mengingat kemampuan si penghibah. kecuali yang disebutkan dalam pasal 1687. atau menerbitkan sesuatu akibat yang bagaimana pun. dapat. selain sekadar oleh Presiden atau penguasa-penguasa yang ditunjuk olehnya telah diberikan kekuasaan kepada para pengurus lembaga-lembaga tersebut. yang aslinya disimpan oleh notaris itu. tidak mempunyai akibat. Agar seorang cakap untuk menikmati keuntungan dari suatu hibah. 1680. diperlukan bahwa si penerima hibah itu sudah ada pada saat terjadinya penghibahan. Jika penerimaan tersebut tidak telah dilakukan didalam surat hibah sendiri. Namun ketentuan ini tidak berlaku terhadap hadiah-hadiah atau pemberianpemberian benda-benda bergerak yang bertubuh. 1681. maka itu akan dapat dilakukan didalam suatu akta otentik terkemudian. asal yang demikian itu dilakukan di waktu si penghibah . 1678.

1684. jika si penerima hibah telah bersalah melakukan atau membantu melakukan kejahatan yang bertujuan mengambil jiwa si penghibah atau suatu kejahatan lain terhadap si penghibah. tidak memerlukan suatu akta. setelah orang ini jatuh dalam kemiskinan. dan adalah dengan penyerahan belaka kepada si penerima hibah atau kepada seorang pihak ke tiga yang menerima pemberian itu atas nama si penerima.masih hidup. sekalipun penghibahanan telah diterima secara sah. 3 o. Penghibahan kepada orang-orang belum dewasa yang berada di bawah perwalian atau kepada orang-orang terampu. dalam hal mana penghibahan. hanya akan berlaku sejak hari penerimaan itu diberitahukan kepadanya. terhadap orang yang belakangan disebut ini. melainkan dalam hal-hal yang berikut: 1 o. Penghibahan-penghibahan yang diberikan kepada seorang perempuan bersuami. tidaklah berpindah kepada si penerima hibah. . 616 dan selanjutnya. jika ia menolak memberikan tunjangan nafkah kepada si penghibah. 1685. BAGIAN KE EMPAT Tentang pengrikan kembali dan penghapusan hibah 1689. 613. 1686. Suatu hibah tidak dapat ditarik kembali maupun dihapuskan karenanya. Pemberian-pemberian benda-benda bergerak yang bertubuh atau surat-surat penagihan utang kepada si penunjuk dari tangan satu ke tangan lain. yang untuk itu harus dikuasakan oleh Pengadilan Negeri. Hak milik atas benda-benda yang termaktub dalam penghibahan. 1687. karena tidak dipenuhi syarat-syarat dengan mana penghibahan telah dilakukan. 2 o. harus diterima oleh si wali atau si pengampu. Penghibahan kepada orang-orang yang belum dewasa yang berada di bawah kekuasaan orang tua harus diterima oleh orang yang melakukm kekuasaan orang tua. tidak dapat menerima selain menurut ketentuan-ketentuan dari bab ke lima Buku kesatu Kitab Undang-undang ini. selain dengan jalan penyerahan yang dilakukan menurut pasalpasal 612.

hipotik atau lain-lain beban kebendaan yang dibuat terkemudian dari pada pendaftaran oleh si penerima hibah sebagaimana pendaftaran oleh si penerima hibah sebagaimana disebutkan di atas. Dalam hal yang pertama. barang yang dihibahkan tetap pada si penghibah atau ia dapat menuntutnya kembali. Tuntutan hukum tersebut dalam pasal yang lalu.1689. apabila tuntutan soebagai akibat penarikan kembali itu dikabulkan. gugur dengan lewatnya waktu satu tahun. Tuntutan hukum tersebut tidak dapat dimajukan oleh si penghibah terhadap. Semua pemindahtanganan. terhitung mulai hari terjadinya peristiwa yang menjadi alasan tuntutan itu. 1690. yang sekiranya telah diletakkan di atas barang tersebut oleh si penerima hibah sebelum tuntutan untuk pembatalan hibah telah didaftarkan di samping pengurnuman tersebut dalam pasal 616. mengembalikan harganya pada waktu dimasukkannya gugatan. 1691. dan dapat diketahuinya hal itu oleh si penghibah. melaksanakan hakhak yang sama sebagaimana dapat dilaksanakannya terhadap si penerima hibah sendiri. terhitung mulai hari dimajukannya gugatan. si penghibah dapat. untuk hipotik-hipotik dan beban-beban lainnya yang telah diletakkan olehnya di atas benda-benda tak bergerak. bebas dari segala beban dan hipotik yang sekiranya telah diletakkan di atasnya oleh si penerima hibah. terhadap seorang pihak ke tiga yang memegang benda tak bergerak yang telah dihibahkan. tidaklah dapat diganggu-gugat. pemindahtanganan barang yang dihibahkan atau hipotikhipotik dan lain-lain beban kebendaan. Dalam hal yang demikian. para ahli warissi penerima hibah. maupun oleh para ahli waris si penghibah . atau jika benda telah dijualnya. dalam hal yang tersebut dalam pasal yang lalu. beserta hasilhasil dan pendapatan-pendapatan yang ada pada si penerima hibah yang didapatnya sejak saat kelalaiannya. dengan hasil-hasil dan pendapat-pendapatnya. Si penerima hibah diwajibkan. Selain daripada itu ia diwajibkan memberikan ganti rugi kepada si penghibah. 1692. adalah batal. Dalam kedua hal yang terakhir disebutkan dalam pasal 1688. mengembalikan barang yang dihibahkan. pula disertai hasil-hasil dan pendapatan-pendapatan sejak saat itu. juga sebelum gugatan dimasukkan.

Penitipan adalah terjadi. menerima penitipan suatu barang dari seorang yang tidak cakap untuk membuat . Dihapuskan.terhadap si penerima hibah. jika tuntutan itu telah dimajukan oleh si penghibah. 1698. Penitipan barang dengan sukarela hanyalah dapat terjadi antara orangorang yang mempunyai kecakapan untuk membuat perikatan-perikatan. 1697. Penitipan tersebut ini hanya dapat mengenai ba-rang-barang yang bergerak. terkecuali dalam hal yang terakhir. BAGIAN KE DUA Tentang penitipan barang yang sejati 1696. Penitipan barang yang scjati dianggap telah dibuat dengan Cumacuma. Ketentuan-ketentuan dalam bab ini tidak mengurangi berlakunya apa yang telah ditetapkan dalam bab ke tujuh dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. Penitipan barang terjadi dengan sukarela atau karena terpaksa. apabila seorang menerima sesuatu barang dari seorang lain. Penitipan barang dengan sukarela terjadi karena sepakat bertimbalbalik antara pihak yang menitipkan barang dan pihak yang menerima titipan. 1701. Jika namun itu seorang yang cakap untuk membuat perikatan-perikatan. atau pun jika orang ini telah meninggal di dalam waktu satu tahun setelah terjadinya peristiwa yang dituduhkan. 1695. dan tentang berbagai macam penitipan 1694. 1699. Perjanjian itu tidaklah telah terlaksana selainnya dengan penyerahan barangnya secara sungguh-sungguh atau secara dipersangkakan. 1693. jika tidak diperjanjikan sebaliknya. Adalah dua macam penitipan barang: yaitu penitipan yang sejati dan sekestrasi. 1700. dengan syarat bahwa ia akan menyimpannya dan mengembalikannya dalam ujud asalnya. BAB KE SEBELAS Tentang penitipan barang BAGIAN KE SATU Tentang penitipan barang pada umumnya.

kecuali apabila ia lalai dalam pengembalian barang yang dititipkan. 1704. karamnya kapal. . atau. 3 o. selama barang ini masih ada pada pihak yang terakhir itu. air bah dan lain-lain peristiwa yang tak tersangka. jika penitipan telah terjadi sedikit banyak untuk kepentingan si penerima titipan. Penitipam karena terpaksa ialah penitipan yang terpaksa dilaksanakan oleh seorang karena timbulnya sesuatu malapetaka. 1706. memeliharanya dengan minat yang sama seperti ia memelihara barang-barangnya sendiri. maka tunduklah ia kepada segala kewajiban yang dipikul oleh seorang penerima titipan yang sungguh-sungguh. jika ia telah meminta diperjanjikannya sesuatu upah untuk menyimpan itu. misalnya kebakaran. 4 o. Ketentuan Pasal yang lalu harus dilakukan lebih keras : 1 o. 2 o. 1707. 1703. runtuhnya gedung-gedung. Si penerima titipan diwajibkan mengenai perawatan barang yang dipercayakan padanya. Dihapuskan 1705. jika barangnya sudah tidak lagi pada si penerima titipan. Penitipan karena terpaksa diatur menurut ketentuan seperti yang berlaku terhadap penitipan sukarela. perampokan. Jika penitipan dilakukan oleh seorang yang berhak kepada seorang yang tidak cakap membuat perikatan-perikatan. 1702. maka pihak yang menitipkan hanyalah mempunyai hak terhadap pihak yang menerima titipan untuk menuntut pengembalian barang yang dititipkan. jika si penerima titipan telah menawarkan dirinya untuk menyimpan barangnya. maka dapatlah ia menuntut pemberian ganti rugi sekadar si penerima titipan itu telah memperoleh manfaat dari barang tersebut. jika telah diperjanjikan bahwa si penerima titipan akan menanggung segala macam kelalaian. 1708.perikatan-perikatan. Tidak sekali-kali si penerima titipan bertanggung jawab tentang peristiwa-peristiwa yang tak dapat disingkiri.

Jika barangnya. Ia tidak diperbolehkan menyelidiki tentang ujudnya barang yang dititipkan. Mereka adalah bertanggung jawab tentang pencurian atau kerusakan pada barang-barang kepunyaan para penginap. sebagai orang-orang yang menerima titipan barang.Bahkan dalam hal yang terakhir ia tidak bertanggung jawab jika barangnya juga akan musnah seandainya telah berada di tangannya orang yang menitipkan. atau yang dilakukan oleh orang-orang yang telah dimasukkan sendiri oleh si penginap. Si penerima titipan barang tidak diperbolehkan mempergunakan barang yang dititipkan untuk keperluan sendiri. jika barang itu dipercayakan padanya dalam suatu kotak tertutup. Kemunduran-kemunduran yang dialami barangnya diluar salahnya si penerima titipan. 1715. 1710. kerugian dan bunga. yang dinyatakan dengan tegas atau dipersangkakan. 1711. Mereka tidak bertanggung jawab tentang pencurian-pencurian yang dilakukan dengan kekerasan. jika ada alasan untuk itu. baik pencurian itu dilakukan atau kerusakan itu diterbitkan oleh pelayann-pelayan atau lain-lain budak dari rumah penginapan maupun oleh setiap orang lain. 1713. Penitipan barang yang semacam itu dianggap sebagai suatu penitipan barang karena terpaksa. tanpa izin orang yang menitipkan barang. Dengan demikian maka jumlah-jumlah tiang harus dikembalikan dalam mata uang yang sama seperti yang dititipkan. adalah atas tanggungan pihak yang menitipkan. Orang-orang yang menyelenggarakan rumah penginapan dan penguasa-penguasa losmen adalah. baik mata uang-mata uang itu telah naik atau telah turun harganya. 1714. bertanggung jawab untuk barang-barang yang dibawa oleh para tamu yang menginap pada mereka. Si penerima titipan diwajibkan mengembalikan barang yang sama itu telah diterimanya. 1712. atau dalam suatu sampul tersegel. atas ancaman penggantian biaya. 1716. 1709. dengan paksaan dirampas dari tangannya si penerima . Si penerima titipan hanya diwajibkan mengembalikan barang yang dititipkan dalam keadaannya pada saat pengembalian itu.

selain sejak hari ia lalai mengembalikannya. Jika orang yang menitipkan barang meninggal. Jika namun itu ia mengetahui bahwa barang itu adalah barang curian. Tak bolehlah ia menuntut dari orang yang menitipkan barang suatu bukti bahwa orang itu pemilik barang tersebut. dengan peringatan supaya meminta kembali barang tersebut didalam suatu waktu tertentu yang cukup lama. 1718. Seorang ahli waris dari si penerima titipan yang. 1720. maka barangnya hanya dapat dikembalikan kepada ahli warisnya. Jika barang yang dititipkan tidak dapat dibagi-bagi. setelah diperingatkan. maka si penerima titipan dibebaskan secara sah jika ia menyerahkan barang itu kepada orang dari siapa ia telah menerimanya. 1721. dengan itikad baik telah menjual barang tersebut. maka ia harus mengembalikannya kepada orang yang menitipkan barang. Jika benda yang dititipkan telah memberikan hasil-hasil yang telah dipungut atau diterima oleh si penerima titipan. maka para ahli waris . atau kepada masing-masing untuk bagiannya. menyerahkan hak tuntutannya terhadap si pembeli barang. atau kepada orang yang atas namanya penitipan itu telah dilakukan atau yang ditunjuk untuk menerima kembali barangnya. melalaikan untuk meminta kembali barangnya. Ia tidak diharuskan membayar bunga atas jumlah-jumlah uang yang dititipkan kepadanya. 1719. maka haruslah ia memberitahu kepada orang ini bahwa barangnya dititipkan kepadanya. 1717. dan siapa pemilik sesungguhnya. karena ia tidak tahu bahwa suatu barang telah diterimanya dalam penitipan. Jika ada lebih dari seorang ahli waris. maka barangnya harus dikembalikan kepada mereka kesemuanya. Si penerima titipan tidak diperbolehkan mengembalikan barang titipannya selain kepada orang yang menitipkan kepadanya.titipan dan orang ini telah menerima harganya atau sesuatu barang lain sebagai gantinya. atau jika ia belum menerima harga itu. maka ia diwajibkan mengembalikannya. hanyalah diwajibkan mengembalikan harga pembelian yang diterimanya. Jika orang kepada siapa pernberitahuan itu telah dilakukan.

1726. juga berkuasa mengembalikan barangnya kepada orang yang menitipkan atau jika orang ini menolaknya. dalam hal ini dan dalam hal-hal semacam itu barang yang dititipkan tidak boleh dikembalikan selain kepada orang yang melakukan pengurusan atas hak-hak dan benda-benda orang yang menitipkan barang. Jika perjanjian tidak menunjuk tempat itu. meskipun belum tiba waktunya yang ditetapkan dalam perjanjian. maka barangnya hanyalah dapat dikembalikan kepada orang yang telah diwakili oleh wali pengampu. Segala kewajiban si penerima titipan berhenti jika ia mengetahui dan dapat membuktikan bahwa ia sendiri adalah pemilik barang yang dititipkan itu. Jika orang yang menitipkan barang berubah kedudukannya. 1723. jika seorang dewasa yang menitipkan barang ditaruh di bawah pengampun. Jika penitipan barang telah dilakukan oleh seorang wali. Biaya yang harus dikeluarkan untuk itu harus ditanggung oleh orang yang menitipkan barang. seorang suami atau seorang penguasa. Orang yang menitipkan barang diwajibkan mengganti kepada si .harus mengadakan mufakat tentang siapa yang diwajibkan mengopernya. 1725. seketika apabila dimintanya. 1728. barangnya harus dikembalikan di tempat terjadinya penitipan. Si penerima titipan yang mempunyai alasan yang sah untuk membebaskan diri dari barang yang dititipkan. dan pengurusan mereka itu telah berakhir. 1724. misalnya jika seorang perempuan yang pada waktu menitipkan barang tidak bersuami kemudian berkawin. Pengembalian barang yang dititipkan harus dilakukan di tempat yang ditunjuk dalam perjanjian. seorang pengampu. 1727. kecuali apabila orang yang menerima titipan mempunyai alasan-alasan yang sah untuk tidak mengetahui perubahan kedudukan tersebut. kecuali apabila telah dilakukan suatu penyitaan atas barang-barang yang berada di tangan si penerima titipan. meminta izin Hakim untuk menitipkan barangnya di suatu tempat lain. Barang yang dititipkan harus dikembalikan kepada orang yang menitipkan. sekalipun dalam perjanjiannya telah ditetapkan suatu waktu lain untuk pengembaliannya. 1722. suami atau penguasa tersebut.

. di tangannya seorang pihak ke tiga yang mengikatkan diri untuk. Penitipan ini ada yang terjadi dengan perjanjian dan ada pula yang dilakukan atas perintah Hakim. Sekestrasi terjadi dengan perjarjian. setelah perselisihan itu diputus. kecuali apabila semua pihak yang berkepentingan menyetujuinya atau apabila ada suatu alasan lain yang sah. tidak dapat dibebaskan dari tugasnya sebelum persengketaan diselesaikan. 1729. telah dilunasi. namun dengan perkecualian-perkecualian sebagai berikut.penerima titipan segala biaya yang telah dikeluarkan guna menyelamatkan barang yang dititipkan. serta mengganti kepadanya segala kerugian yang disebabkan penitipan itu. Sekestrasi tunduk pada aturan-aturan yang sama seperti penitipan sejati. 1732. 1733. 1734. dititipkan kepada seorang. Si penerima titipan adalah berhak untuk menahan barangnya hingga segala apa yang harus dibayar kepadanya karena penitipan tersebut. BAGIAN KE TIGA Tenting sekestrasi dan berbagai macam-macamnya 1730. tentang mana ada sengketa. Sekestrasi ialah penitipan barang tentang mana ada perselisihan. 1735. beserta hasil-hasilnya. mengembalikan barang itu kepada siapa yang akan dinyatakan berhak. 1736. Adalah bukan syarat mutlak bahwa suatu sekestrasi terjadi dengan cuma-cuma. Sekestrasi guna keperluan Pengadilan diperintahkan kepada seorang yang disetujui oleh pihak-pihak yang berkepentingan atau kepada seorang yang ditetapkan oleh Hakim karena jabatan. apabila barang yang menjadi sengketa diserahkan kepada seorang pihak ke tiga oleh satu orang atau lebih secara sukarela. Sekestrasi atas perintah Hakim terjadi jika Hakim memerintahkan supaya suatu barang. 1731. Sekestrasi dapat mengenai baik benda-benda bergerak maupun benda-benda tak bergerak. 1737. Si penerima titipan yang ditugaskan melakukan sekestrasi.

terhadap suatu barang yang bergerak maupun yang tak bergerak. Adalah menjadi kewajiban si penyita untuk membayar kepada si penyimpan upahnya yang ditentukan dalam undang-undang. memberikan suatu perhitungan secara ringkas kepada Hakim. barang-barang yang telah disita sebagai seorang bapak rumah yang baik. dengan memperlihatkan. atau pun menunjukkan barang-barang yang dipercayakan kepadanya. BAB KE DUA BELAS Tentang pinjam pakai BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1740. tunduk pada segala kewajiban yang terbit dalam halnya sekestrasi dengan perjanjian. barang kepada pihak yang lainnya untuk dipakai dengan cuma- . jika penyitaan tersebut telah dicabut kembali. terhadap barang-barang yang ditawarkan oleh soorang yang berutang untuk melunasi utangnya. 2 o. namunlah perjanjian perhitungan itu tidak akan dapat dimajukan terhadap pihak-pihak yang berkepentingan. Hakim dapat memerintahkan sekestrasi : 1 o. Ia harus menyerahkan barang-barang itu untuk dijual supaya dari pendapatan penjualan itu dapat dilunasi piutang-piutang si penyita. terhadap barang-barang bergerak. 1738. yang telah disita di tangan seorang yang berutang. Pengangkatan seorang penyimpan barang di muka Hakim menerbitkan kewajiban-kewajiban yang bertimbal balik antara si penyita dan si penyimpan. atas tuntutan Kejaksaan. atau menyerahkannya kepada pihak terhadap siapa penyitaan telah dilakukan. tentang mana hak miliknya atau hak penguasaannya menjadi persengketaan.Dalam kedua-duanya hal. Pinjam pakai adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan suatu. 3 o. Si penyimpan diwajibkan memelihara. orang kepada siapa barangnya telah dipercayakan. dan selainnya itu ia diwajibkan setiap tahun. 1739.

diwajibkan menyimpan dan memelihara barang pinjamannya sebagai seorang bapak rumah yang baik. setelah memakainya atau setelah lewatnya suatu waktu tertentu. Jika barangnya pada waktu dipinjamkan telah ditaksir harganya maka . 1743. Namun jika suatu peminjaman telah dilakukan karena mengingat orangnya yang menerima pinjaman. 1745. yang dapat disingkiri seandainya si peminjam telah memakai barangnya sendiri. atau jika hanya satu dari kedua barang itu sajalah yang dapat diselamatkan. si peminjam telah memilih menyelamatkan dia punya barang sendiri. maka selain daripada itu ia adalah bertanggung jawab atas musnahnya barangnya. Ia tidak boleh memakainya guna suatu keperluan lain. Perikatan-perikatan yang terbit dari perjanjian pinjam pakai berpindah kepada para ahli waris pihak yang meminjarnkan dan para ahli waris pihak yang meminjam. Jika ia memakai barang pinjamannya guna suatu keperluan lain. 1741. maka ia bertanggung jawab tentang musnahnya barang yang lainnya. Pihak yang meminjamkan tetap menjadi pemilik barang yang dipinjamkan. akan mengembalikannya. selain yang selaras dengan sifat barangnya. dan telah diberikan khusus kepada orang tersebut secara pribadi. 1746. Siapa yang menerima pinjaman sesuatu. dapat menjadi bahan perjanjian ini.cuma. atau lebih lama daripada yang diperbolehkan. dengan syarat bahwa yang menerima barang ini. maka para ahli waris orang ini tidak dapat tetap menikmati barang pinjaman itu. jika ada alasan untuk itu. 1742. sekalipun musnahnya barang ini disebabkan suatu kejadihan yang sama sekali tidak disengaja. Segala apa yang dapat dipakai orang dan tidak musnah karena pemakaian. Jika barang yang dipinjam musnah karena suatu kejadian yang tak disengaja. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban seorang yang menerima pinjaman sesuatu 1744. atau yang ditentukan dalam perjanjian kesemuanya atas ancaman penggantian biaya rugi dan bunga.

BAGIAN KE TIGA Tentang kewajiban-kewajiban orang yang meminjamkan 1750. memaksa si pemakai mengembalikan barangnya kepada orang yang meminjamkannya. maka orang yang meminjamkan. 1748. 1749. Jika barangnya berkurang harganya hanya karena pemakaian untuk mana barang itu telah dipinjam. 1752. telah terpaksa mengeluarkan beberapa biaya luar biasa yang perlu. Jika berbagai orang bersama-sama menerima satu barang dalam peminjaman. sendiri memerlukan barangnya. maka orang ini tidak bertanggung jawab tentang kemunduran itu. biarpun ini terjadi karena suatu kejadian yang tak disengaja. Jika barang yang dipinjamkan mengandung cacat-cacat yang sedemikian. Jika namun itu orang yang meminjamkan. setelah barangnya dipergunakan atau dapat dipergunakan untuk keperluan yang dimaksudkan. yang sebegitu mendesaknya hingga ia tidak sempat memberitahukan hal itu sebelumnya kepada orang yang meminjamkan. 1751. kecuali apabila telah diperjanjikan sebaliknya. jika ia mengetahui adanya cacat-cacat itu dan tidak memberitahukannya kepada si pemakai. bertanggung jawab tentang . selama waktu peminjaman. maka mereka itu adalah masing-masing untuk seluruhnya bertanggung jawab terhadap orang yang memberikan pinjaman. adalah atas tanggungan si peminjam. Orang yang meminjamkan tidak boleh meminta kembali barang yang dipinjamkan selain setelah lewatnya waktu yang ditentukan. jika tidak ada penetapan waktu yang demikian. maka orang ini diwajibkan mengganti biaya-biaya tersebut kepada si pemakai itu.musnahnya barang. Jika si pemakai. 1747. hingga orang yang memakainya dapat dirugikan karenanya. atau sebelum kebutuhan si pemakai habis. maka tak dapatlah ia menuntutnya kembali. karena alasan-alasan yang mendesak dan sekonyong-konyong. maka Hakim dapat mengingat keadaan. didalam jangka waktu tersebut. telah mengeluarkan sementara biaya. atau. dan diluar salahnya si pemakai. untuk dapat memakai barang pinjamannya. 1753. Jika si pemakai barang.

sedapat-dapatnya dari kadar yang sama. Aturan yang ditetapkan dalam pasal yang lalu tidak berlaku jika. 1756. 1757. si .akibat-akibatnya. Pinjam-meminjam ialah perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan kepada pihak yang lain suatu jumlah tertentu barang-barang yang menghabis karena pemakaian. Utang yang terjadi karena peminjaman uang hanyalah terdiri atas jumlah uang yang disebutkan dalam perjanjian. bahwa akan dikembalikan jumlah mata uang yang sama. mengenai suatu pinjaman suatu jumlah mata uang tertentu. Jika. dengan syarat bahwa pihak yang belakangan ini akan mengembalikan sejumlah yang sama dari macam dan keadaan yang sama pula. maka. dan jika barang itu musnah. dan kesemuanya mengandung logam asli yang sama beratnya sebagaimana yang terdapat didalam jumlah mata uang yang telah tidak ada lagi itu. maka pengembalian jumlah yang dipinjam harus dilakukan dalam mata uang yang berlaku pada waktu pelunasan. betapa pun naik atau turun harganya. tidak kurang dan tidak lebih. Jika yang dipinjamkan itu berupa batang-batang mas atau perak atau lain-lain barang perdagangan. maka kekurangannya harus diganti dengan mata uang dari logam yang sama. terjadi suatu kenaikan atau kemunduran harga atau ada perubahan mengenai berlakunya mata uang. 1755. maka kemusnahan itu adalah atas tanggungannya. Jika mata uang yang semacam tidak lagi terdapat dalam jumlah yang mencukupi. dihitung menurut harganya yang berlaku pada saat itu. pihak yang menerima pinjaman diwajibkan mengembalikan jumlah mata uang yang tepat dari macam yang sama. BAB KE TIGA BELAS Tentang pinjam-meminjam BAGIAN KE SATU Ketentuan-ketentuan umum 1754. sebelum saat pelunasan. Dalam hal ini. dengan cara bagaimanapun. 1758. kedua belah pihak dengan pernyataan tegas telah bersepakat. Berdasarkan perjanjian pinjam-meminjam ini. pihak yang menerima pinjaman menjadi pemilik barang yang dipinjam.

Siapa yang telah menerima pinjaman dan membayar bunga. 1764. memberikan sekadar kelonggaran kepada si peminjam. mengingat keadaan. 1762. 1761. menurut perjanjian. 1760. pelunasannya harus dilakukan menurut harga barang pinjaman pada waktu dan di tempat dimana pinjaman telah terjadi. Jika telah diadakan perjanjian. Jika waktu dan tempat ini tidak telah ditentukan. yang Siapa yang menerima pinjaman sesuatu diwajibkan mengembalikannya dalam jumlah dan keadaan yang sama. BAGIAN KE TIGA Tentang kewajiban-kewajiban si peminjam 1763. akan menentukan waktu pengembaliannya. Jika tidak telah ditetapkan sesuatu waktu. Jika ia tidak mampu memenuhi kewajiban ini. 1766. Orang yang meminjamkan tidak dapat meminta kembali apa yang telah dipinjamkannya sebelum lewatnya waktu yang ditentukan dalam perjanjian. apabila orang yang meminjamkan menuntut pengembalian pinjamannya. ditentukan. maka Hakim. dalam hal mana harus diperhatikan waktu dan tempat dimana barangnya. Hakim berkuasa. dan pada waktu yang . BAGIAN KE EMPAT Tentang meminjamkan dengan bunga 1765. maka ia diwajibkan membayar harga barang yang dipinjamnya. bahwa pihak yang telah meminjam sesuatu barang atau sejumlah uang akan mengembalikannya bilamana ia mampu untuk itu. menurut keadaan. sedianya harus dikembalikan.berutang senantiasa harus mengembalikan jumlah yang sama berat dan sama mutunya. dan ia tidaklah diwajibkan memberikan lebih daripada itu. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban orang yang meminjamkan 1759. Adalah diperbolehkan memperjanjikan bunga atas peminjaman uang atau lain barang yang menghabis karena pemakaian. Ketentuan pasal 1753 adalah berlaku terhadap pinjam mengganti.

maka si penerima pinjaman diwajibkan membayar bunga menurut undang-undang. Besarnya bunga yang diperjanjikan dalam perjanjian harus ditetapkan secara tertulis (Bunga menurut undang-undang adalah menurut Lembaran Negara tahun 1848 No. Pembayaran bunga yang tidak telah diperjanjikan tidak mewajibkan si berutang untuk membayarnya seterusnya. Memperjanjikan suatu bunga abadi ialah suatu perjanjian dengan mana pihak yang memberi pinjaman uang memperjanjikan pembayaran bunga atas pembayaran sejumlah uang pokok yang tidak akan dimintanya kembali. 1767. Bunga yang diperjanjikan dalam perjanjian boleh melampaui bunga menurut undangundang dalam segala hal yang tidak dilarang oleh undang-undang. telah dilakukan setelah lewatnya waktu utangnya dapat ditagih. 22: enam persen). maupun menguranginya dari jumlah pokok. 1768. tidak dapat menuntutnya kembali. Hanyalah kedua belah pihak dapat mengadakan sepakat bahwa pengangsuran itu tidak dilakukan selain setelah lewatnya suatu waktu tertentu. Bunga menurut undang-undang ditetapkan di dalam undang-undang. Ada bunga menurut undang-undang dan ada yang ditetapkan di dalam perjanjian. 1771. 1769. Bunga ini pada hakikatnya dapat diangsur. Jika orang yang meminjamkan telah memperjanjikan bunga dengan tidak menentukan berapa besarnya. BAB KE EMPAT BELAS Tentang bunga tetap atsu bunga abadi 1770. Buku pembayaran uang pokok dengan tidak menyebutkan sesuatu apa mengenai bunga memberikan persangkaan tentang sudah dibayarnya bunga itu. tetapi bunga yang telah diperjanjikan harus dibayar sarnpai pada pengembalian atau penitipan uang pokoknya. .tidak telah diperjanjikan. biarpun pengembalian atau penitipan ini. dan si berutang dibebaskan daripada itu. dalam hal mana uang yang telah dibayar selebihnya dapat dituntut kembali atau dikurangkan dari jumlah pokok. kecuali apabila bunga yang dibayar itu melebihi bunga menurut undang-undang.

si berutang dapat mernbebaskan diri dari kewajibannya mengembalikan uang pokoknya. perjudian dan pertaruhan. BAB KE LIMA BELAS Tentong perjanjiaan-perjanjian untung-untungan BAGIAN KE SATU Ketentuan umum 1774. 1773. tenggang waktu mana namun tidak boleh lebih lama daripada satu tahun. jika ia lalai memberikan jaminan yang dijanjikan kepada si berpiutang. Suatu perjanjian untung-untungan adalah sum perbuatan yang hasilnya. terhitung mulai ia diperingatkan dengan perantaraan Hakim. bunga cagak hidup. 1772. jika ia didalam waktu dua puluh hari. Dalam kedua hal yang pertama yang tersebut dalam pasal yang lalu. maupun bagi sementara pihak. Seorang yang berutang suatu bunga abadi dapat dipaksa mengembalikan uang pokoknya: 1 o. mengenai untung ruginya. BAGIAN KE DUA Tentang perjanjinn bungn cagsk hidup dan akibat-akibatnya 1775. 3o. atau tidak boleh dilakukan tanpa pemberitahuan lebih dahulu kepada si berpiutang dengan suatu tenggang waktu yang sebelumnya telah ditetapkan oleh mereka. 2 o. Bunga cagak hidup dapat dilahirkan degan suatu perjanjian atas . jika ia telah dinyatakan pailit. membayar angsuran-angsuran yang sudah harus dibayarnya atau memberikan jaminan yang dijanjikan. bergantung pada suatu kejadian yang belum tentu. Perjanjian yang pertama diatur didalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. baik bagi semua pihak.waktu mana tidak boeh ditetapkan lebih lama dari sepuluh tahun. jika ia tidak membayar sesuatu apapun atas bunga yang harus dibayamya selama dua tahun berturut-turut. Demikian adalah: perjanjian pertanggungan.

beban, atau dengan suatu akta hibah. Ada juga bunga cagak hidup itu diperoleh dengan suatu wasiat. 1776. Bunga cagak hidup dapat diadakan atas badan orang yang memberikan pinjaman, atau atas badan orang yang diberikan kenikmatan atas bunga tersebut, atau pula atas badan seorang pihak ke tiga, meskipun orang ini tidak mendapat nikmat daripadanya. 1777. Bunga cagak hidup dapat diadakan atas badan satu orang atau lebih. 1778. Bunga cagak hidup dapat diadakan guna seorang pihak ke tiga, meskipun uangnya diberikan oleh seorang lain. Dalam hal tersebut namun itu ia tidak tunduk pada bentuk cara yang diperlukan untuk hibah. 1779. Segala bunga cagak hidup yang diadakan atas badan seorang yang telah meninggal pada hari dibuatnya perjanjian, adalah tak berdaya. 1780. Bunga cagak hidup dapat diadakan dengan perjanjian bunga yang sedemikian tingginya, sebagaimana ditetapkan menurut kehendak para pihak sendiri. 1781. Orang untuk siapa telah diadakan suatu bunga cagak hidup atas beban, dapat menuntut pembatalan perjanjian, jika si berutang tidak memberikan kepadanya jaminan yang telah diperjanjikan. Jika perjanjian dibatalkan, si berutang diwajibkan membayar bunga yang telah diperjanjikan, yang menunggak, sampai pada hari dikembalikannya uang pokok. 1782. Penunggakan pembayaran bunga cagak hidup yang dapat ditagih, tidaklah memberikan hak kepada si pemungut bunga untuk meminta kembali uang pokoknya atau barang yang telah diberikan olehnya untuk dapat menerima bunga itu; ia hanya berhak menuntut si berutang tentang pembayaran bunga yang wajib dibayarnya dan menyita kekayaannya untuk mengambil pelunasan daripadanya, pun pula meminta diberikannya jaminan untuk bunga yang sudah dapat ditagih. 1783. Dihapuskan. 1784. Tak dapatlah si berutang membebaskan diri dari pembayaran bunga cagak hidup dengan menawarkan pengembalian uang pokoknya, dan dengan

berjanji tidak akan menuntut pengembalian bunga yang telah dibayarnya, ia diwajibkan terus membayar bunga cagak hidup selama hidupnya orang atau orangorang yang di atas badan-badannya telah diadakan bunga cagak hidup itu, betapapun beratnya pembayaran bunga itu bagi dirinya. 1785. Si pemilik suatu bunga cagak hidup hanyalah mempunyai hak atas bunga menurut imbangan jumlahnya hari hidupnya orang yang atas badannya telah diadakan bunga cagak hidup itu. Jika namun itu, menurut perjanjian, bunganya harus dibayar terlebih dahulu, maka hak atas angsuran yang sedianya sudah harus terbayar, baru diperoleh mulai hari pembayaran itu sedianya harus dilakukannya. 1786. Tidaklah diperbolehkan memperjanjikan bahwa suatu bunga cagak hidup takkan tunduk pada suatu penyitaan, kecuali apabila bunga cagak hidup itu telah diadakan dengan cuma-cuma. 1787. Si pemungut bunga tidaklah dapat menagih bunga yang sudah harus dibayar, selain dengan menyatakan tentang masih hidupnya orang yang atas badannya telah diadakan bunga cagak hidup itu. BAGIAN KE TIGA Tentang perjudian dan pertaruhan 1788. Undang-undang tidak memberikan suatu tuntutan hukum dalam halnya suatu utang yang terjadi karena perjudian atau pertaruhan. 1789. Dalam ketentuan tersebut di atas namun itu tidak termasuk permainan-permainan yang dapat dipergunakan untuk olahraga, seperti main anggar, lari cepat dan lain sebagainya. Meskipun demikian, Hakim dapat menolak atau mengurangi gugatan, apabila uang taruhannya menurut pendapatnya lebih dari sepantasnya. 1790. Tidaklah diperbolehkan untuk menyingkiri berlakunya ketentuanketentuan kedua pasal yang lalu dengan jalan perjumpaan utang. 1791. Seorang yang secara sukarela telah membayar kekalahannya, sekalikali tak diperbolehkan menuntutnya kembali, kecuali apabila dari pihak si pemenang telah dilakukan kecurangan atau penipuan. BAB KE ENAM BELAS

Tentang pemberian kuasa BAGIAN KE SATU Tentang sifat pemberian kuasa 1792. Pemberian kuasa adalah suatu perjanjian dengan mana seorang memberikan kekuasaan kepada seorang lain, yang menerimanya, untuk atas namanya menyelenggarakan suatu urusan. 1793. Kuasa dapat diberikan dan diterima dalam suatu akta umum, dalam suatu tulisan di bawah tangan, bahkan dalam sepucuk surat atau pun dengan lisan. Penerimaan suatu kuasa dapat pula terjadi secara diam-diam dan disimpulkan dari pelaksanaan kuasa itu oleh si kuasa. 1794. Pemberian kuasa terjadi dengan cuma-cuma, kecuali jika diperjanjikan sebaliknya. Jika dalam hal yang terakhir, upahnya tidak ditentukan dengan tegas, si kuasa tidak boleh meminta upah yang lebih daripada yang ditentukan dalam pasal 411 untuk wali. 1795. Pemberian kuasa dapat dilakukan secara khusus, yaitu mengenai hanya satu kepentingan tertentu atau lebih, atau secara umum, yaitu meliputi segala kepentingan si pemberi kuasa. 1796. Pemberian kuasa yang dirumuskan dalam kata-kata umum, hanya meliputi perbuatan-perbuatan pengurusan. Untuk memindahtangankan benda-benda atau untuk meletakkan hipotik di atasnya, atau lagi untuk membuat suatu perdamaian, atau pun sesuatu perbuatan lain yang hanya dapat dilakukan oleh seorang pemilik, diperlukan suatu pemberian kuasa dengan kata-kata yang tegas. 1797. Si kuasa tidak diperbolehkan melakukan sesuatu apa pun yang melampaui kuasanya; kekuasaan yang diberikan untuk menyelesaikan suatu urusan dengan jalan perdamaian, sekali-kali tidak mengandung kekuasaan untuk menyerahkan perkaranya kepada putusan wasit. 1798. Orang-orang perempuan dan orang-orang belum dewasa dapat ditunjuk menjadi kuasa, tetapi si pemberi kuasa tidaklah mempunyai suatu tuntutan hukum terhadap orang-orang belum dewasa, selain menurut ketentuan-ketentuan umum mengenai perikatan-perikatan yang diperbuat oleh orang-orang belum

1802. 1799. dan terhadap orang-orang perempuan yang bersuami yang menerima kuasa tanpa bantuan si suami. 2 o. Si kuasa tidak saja bertanggung jawab tentang perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan sengaja. Si kuasa bertanggung jawab untuk orang yang telah ditunjuk olehnya sebagai penggantinya dalam melaksanakan kuasanya: 1 o. 1801. dan ia menanggung segala biaya kerugian dan bunga yang sekiranya dapat timbul karena tidak dilaksanakannya kuasa itu. tetapi juga tentang kelalaian-kelalaian yang dilakukan dalam menjalankan kuasanya. melaksanakan kuasanya. Begitu pula ia diwajibkan menyelesaikan urusan yang telah mulai dikerjakannya pada waktu si pemberi kuasa meninggal jika dengan tidak segera menyelesaikannya dapat timbul sesuatu kerugian. sedangkan orang yang dipilihnya itu ternyata seorang yang tak cakap atau . jika ia tidak diberikan kekuasaan untuk menunjuk seorang lain sebagai penggantinya. menurut aturan-aturan yang dituliskan dalam bab ke lima dan ke tujuh Buku ke satu dari Kitab Undang-undang ini.dewasa. Si kuasa diwajibkan. Si kuasa diwajibkan memberikan laporan tentang apa yang telah diperbuatnya dan memberikan perhitungan kepada si pemberi kuasa tentang segala apa yang telah diterimanya berdasarkan kuasanya. sekalipun apa yang diterimanya itu tidak seharusnya dibayar kepada si pemberi kuasa. ia pun tidak mempunyai tuntutan hukum selain. jika kekuasaan itu telah diberikan kepadanya tanpa penyebutan seorang tertentu. dan menuntut daripadanya pemenuhan perjanjiannya. Namun itu tanggung jawab tentang kelalaian-kelalaian bagi seorang yang dengan cuma-cuma menerima kuasa adalah tidak sebegitu berat seperti yang dapat diminta dari seorang yang untuk itu menerima upah. 1803. BAGIAN KE DUA Tentang kewajiban-kewajiban si kussa 1800. Si pemberi kuasa dapat menggugat secara langsung orang dengan siapa si kuasa telah bertindak dalam kedudukannya. selama ia belum dibebaskan.

sekalipun urusannya tidak . selain sekadar ia telah menyetujuinya secara tegas atau secara diam-diam. Dalam segala hal. Jika didalam akta yang sama ditunjuk berbagai orang kuasa. Ia tidak terikat pada apa yang telah diperbuat selebihnya dari pada itu. 1808. Si pemberi kuasa senantiasa dianggap telah memberikan kekuasaan kepada si kuasa untuk menunjuk seorang lain sebagai penggantinya untuk peng urusan benda-benda yang terletak diluar wilayah Indonesia atau di lain pulau daripada yang ditempat tinggali si pemberi kuasa.tak mampu. 1806. selain sekadar hal yang demikian itu ditentukan dengan tegas. BAGIAN KETIGA Tentang kewajiban-kewajiban si pemberi kuasa 1807. 1805. Si kuasa yang telah memberitahukan secara sah tentang hal kuasanya kepada orang dengan siapa ia mengadakan suatu perjanjian dalam kedudukannya sebagai kuasa itu. terhitung mulai saat ia memakai uang-uang itu. maka si pemberi kuasa tidak dapat meluputkan diri dari kewajiban mengembalikan persekot-persekot dan biaya-biaya serta membayar upah tersebut di atas. kecuali jika ia secara pribadi telah mengikatkan diri untuk itu. si pemberi kuasa dapat secara langsung menuntut orang yang ditunjuk oleh si kuasa sebagai penggantinya itu. Si kuasa harus membayar bunga atas uang-uang pokok yang dipakainya guna keperluannya sendiri. Jika si kuasa tidak melakukan sesuatu kelalaian. Si pemberi kuasa diwajibkan memenuhi perikatan-perikatan yang diperbuat oleh si kuasa menurut kekuasaan yang ia telah berikan kepadanya. bunga itu dihitung mulai hari ia dinyatakan lalai. dan mengenai uang-uang yang harus diserahkannya pada penutupan perhitungan. tidaklah bertanggung jawab tentang apa yang terjadi diluar batas kuasa itu. maka terhadap mereka tidak diterbitkan suatu perikatan tanggung-menanggung. begitu pula untuk membayar upahnya jika ini telah diperjanjikan. 1804. Si pemberi kuasa diwajibkan mengembalikan kepada si kuasa persekot-persekot dan biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh orang ini untuk melaksanakan kuasanya.

Jika seorang kuasa diangkat oleh berbagai orang untuk mewakili suatu urusan yang merupakan urusan mereka bersama. Penarikan kembali yang hanya diberitahukan kepada si kuasa. 1809. 1814. 1811. Si kuasa adalah berhak untuk menahan segala apa kepunyaan si pemberi kuasa yang berada di tangannya. Si pemberi kuasa dapat menarik kembali kuasanya manakala itu dikehendakinya. 1810. yang karena mereka tidak mengetahui tentang penarikan kembali iutu. . tidak dapat dimajukan terhadap orang-orang pihak ke tiga. 1815. dengan pemberitahuan penghentian kuasanya oleh si kuasa. maka masing-masing dari mereka adalah bertanggung jawab untuk seluruhnya terhadap si kuasa mengenai segala akibat dari pemberian kuasa itu. Si pemberi kuasa harus membayar kepada si kuasa bunga atas persekot-persekot yang telah dikeluarkan oleh si kuasa. memaksa si kuasa untuk mengembalikan kuasa yang dipegangnya. ini tidak mengurangi tuntutan si pemberi kuasa kepada si kuasa. dan jika ada alasan untuk itu. Begitu pula si pemberi kuasa harus memberikan ganti rugi kepada si kuasa tentang kerugian-kerugian yang diderita sewaktu menjalankan kuasanya. BAGIAN KE EMPAT Tentang bermacam-macam cara berakhirnya pemberian kuasa 1813. 1816. Pemberian kuasa berakhir: dengan ditariknya kembali kuasanya si kuasa. hingga kepadanya telah dibayar lunas segala apa yang dapat dituntutnya sebagai akibat pemberian kuasa. asal dalam hal itu si kuasa tidak telah berbuat kurang hati-hati. untuk menjalankan suatu urusan yang sama. 1812. pengampuannya. atau pailitnya si pemberi kuasa maupun si kuasa. menyebabkan ditariknya kembali kuasa yang pertama. dengan perkawinannya si perempuan yang memberikan atau menerima kuasa. terhitung mulai hari diberitahukannya kepada orang yang belakangan ini tentang pengangkatan tersebut. Pengangkatan seorang kuasa baru. telah mengadakan suatu perjanjian dengan si kuasa. terhitung mulai hari dikeluarkannya persekot-persekot itu. sekian lamanya. dengan meninggalnya.berhasil.

jika ada alasan untuk itu. maupun karena sesuatu hal lain karena salahnya si kuasa. maka apa yang diperbuatnya di dalam ketidaksadaran itu adalah sah. maupun dengan syarat-syarat yang lebih berat. BAB KE TUJUH BELAS Tentang penanggungan utang BAGIAN KE SATU Tentang sifat penanggungan 1820. kerugian dan bunga. Penanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang pihak ke tiga. 1821. .1817. membawa rugi bagi si pemberi kuasa. Tiada penanggungan jika tidak ada suatu perikatan pokok yang sah. mengikatkan diri untuk memenuhi perikatan si berutang manakala orang ini sendiri tidak memenuhinya. maka orang ini harus diberikan ganti rugi oleh si kuasa. 1822. 1818. atas ancaman mengganti biaya. Dalam hal itu segala perikatan yang dibuat oleh si kuasa harus dipenuhi terhadap orang-orang pihak ke tiga yang beritikad baik. Jika si kuasa meninggal. dan sementara itu mengambil tindakan-tindakan yang perlu menurut keadaan bagi kepentingan si pemberi kuasa. jika mereka tahu tentang adanya pemberian kuasa. daripada perikatan si berutang. misalnya dalam hal kebelumdewasaan. guna kepentingan si berpiutang. Jika si kuasa tidak sadar akan meninggalnya si pemberi kuasa atau akan adanya sesuatu sebab lain yang mengakhiri kuasanya. Namun dapatlah seorang memajukan diri sebagai penanggung untuk suatu perikatan. Jika namun itu pemberitahuan penghentian ini baik karena ia dilakukan dengan tidak mengindahkan waktu. 1819. kecuali apabila si kuasa berada dalam keadaan tak mampu meneruskan kuasanya dengan tidak membawa rugi yang tidak sedikit bagi dirinya sendiri. Seorang penanggung tidak dapat mengikatkan diri untuk lebih. biarpun perikatan itu dapat dibatalkan dengan suatu tangkisan yang hanya mengenai dirinya pribadi si berutang. Si kuasa dapat membebaskan diri dari kuasanya dengan pemberitahuan penghentian kepada si pemberi kuasa. para ahli warisnya harus memberitahukan hal itu kepada si pemberi kuasa.

1825.Adapun penanggungan boleh diadakan untuk hanya sebagian saja dari utangnya. yang telah diterima oleh si berpiutang secara sukarela atau atas putusan Hakim. 1823. melainkan ia adalah sah hanya untuk apa yang diliputi oleh perikatan pokoknya. Apabila si penanggung. Adalah diperbolehkan juga untuk menjadi penanggung tidak saja untuk si berutang utama. Seorang dapat memajukan diri sebagai penanggung dengan tidak telah diminta untuk itu oleh orang untuk siapa ia mengikatkan dirinya. yang cukup mampu untuk memenuhi perikatannya. Si berutang yang diwajibkan memberikan seorang penanggung. atau dengan syarat-syarat yang kurang. 1830. 1827. bahkan diluar pengetahuan orang itu. Dihapuskan 1829. diperbolehkan sebagai . Penanggungan utang tidak dipersangkakm. dan terhitung pula segala biaya yang dikeluarkan setelah si penanggung utang diperingatkan tentang itu. meliputi segala akibat utangnya. Barang siapa yang oleh undang-undang atau karena suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. dan yang berdiam di wilayah Indonesia. tetapi harus diadakan dengan pemyataan yang tegas. 1826. Jika penanggungan diadakan untuk lebih dari utangnya. 1824. tetapi juga untuk seorang penanggung orang itu. Penanggungan yang tak terbatas untuk suatu perikatan pokok. haruslah ditunjuk seorang penanggung baru. tidaklah diperbolehkan untuk memperluas penanggungan hingga melebihi ketentuan-ketentuan yang menjadi syarat sewaktu mengadakannya. 1828. bahkan terhitung biaya-biaya gugatan yang dimajukan terhadap si berutang utama. Perikatan-perikatan para penanggung berpindah kepada ahli warisahli warisnya. padahal ia tidak berhasil mendapatkannya. atau dengan syarat-syarat yang lebih berat maka perikatan itu tidak sama sekali batal. maka. harus memajukan seorang yang mempunyai kecakapan untuk mengikatkan dirinya. diwajibkan memberikan seorang penanggung. kemudian menjadi tak mampu.

1833. apabila ia telah mengikatkan dirinya bersama-sama dengan si berutang utama secara tanggung-menanggung. selain jika si berutang lalai. dan yang sudah tidak ada di tangan si berutang. telah menunjukkan benda-benda si berutang dan telah membayar lebih dahulu uang yang diperlukan . dan menjual lebih dahulu benda-benda si berutang selain apabila itu diminta oleh si penanggung pada waktu ia pertama kali dituntut di muka Hakim. 1834. jika si berutang berada didalam keadaan pailit. dalam hal penanggungan yang diperintahkan oleh Hakim. sedangkan benda-benda si berutang ini harus lebih dahulu disita dan dijual untuk meltmasi utangnya. Si penanggung tidak dapat menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dahulu disita dan dijual untuk meltmasi utangnya: 1 o. 4 o. jika si berutang dapat memajukan suatu tangkisan yang hanya mengenali dirinya sendiri secara pribadi. 2 o. maupun pula benda-benda yang terletak di luar wilayah Indonesia. 5 o. apabila ia telah melepaskan hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dahulu disita dan dijual.gantinya memberikan suatu jaminan gadai atau hipotik. Tak diperbolehkan ia menunjuk pada benda-benda yang sedang menjadi buah persengketaan di muka Hakim. dalam hal mana akibat-akibat perikatannya diatur menurut asas-asas yang ditetapkan untuk utang-utang tanggung-menanggung. BAGIAN KE DUA Tentang akibat-akibat penanggungan antara si berutang dan si penanggung 1831. 1832. dan membayar lebih dahulu biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penyitaan serta penjualan tersebut. Si penanggung tidaklah diwajibkan membayar kepada si berpiutang. Si berpiutang tidak diwajibkan menyita. 3 o. Apabila si penanggung. menurut pasal yang lalu. maupun yang sudah dijadikan tanggungan hipotik untuk utang yang bersangkutan. 1835. Si penanggung yang menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dahulu disita dan dijual diwajibkan menunjukkan kepada si berpiutang benda-benda si berutang.

tetapi ia tidak bertanggung jawab jika ketidakmampuan orang-orang itu terjadi setelah pemecahan utangnya. Namun itu masing-masing dari mereka. Si penanggung yang telah membayar. 1837. Jika beberapa orang telah mengikatkan diri sebagai penanggung untuk seorang berutang yang sama. 1836.untuk penyitaan dan penjualan benda-benda itu. maka tak bolehlah ia menarik kembali pemecahan utang itu. Mengenai biaya-biaya tersebut si penanggung hanya dapat menuntutnya kembali. 1838. maka masingmasing adalah terikat untuk seluruh utang itu. tentang ketidakmampuan si berutang yang dengan tidak adanya tuntutantuntutan. Jika si berpiutang sendiri secara sukarela telah membagi-bagi tuntutannya. dan antara para penanggung sendiri 1839. BAGIAN KE TIGA Tentang akibat-akibat penanggungan antara si berutang dan si penanggung. biarpun beberapa orang di antara para penanggung tidak mampu sebelum ia telah membagi-bagi utangnya. lagi pula untuk utang yang sama. dan menguranginya hingga bagian masing-masing penanggung utang yang terikat secara sah. maka si penanggung tersebut diwajibkan membayar untuk orang-orang yang tak mampu itu menurut imbangan bagiannya. dapat menuntutnya kembali dari si berutang utama. dapat menuntut supaya si berpiutang lebih dahulu membagi piutangnya. hingga sejumlah harga benda-benda yang ditunjuk itu. maka si berpiutang bertanggung jawab terhadap si penanggung. Jika pada waktu salah seorang penanggung menuntut pemecahan utangnya. baik penanggungan itu telah diadakan dengan maupun tanpa pengetahuan si berutang utama. seorang atau beberapa orang teman penanggung berada dalam keadaan tak mampu. pada pertama kalinya ia digugat di muka Hakim. sekadar ia telah memberitahukan kepada si berutang utama tentang . jika ia tidak telah melepaskan hak istimewanya untuk meminta pemecahan utangnya. Penuntutan kembali ini dilakukan baik mengenai uang pokoknya maupun mengenai bunga serta biaya-biaya. terjadi sesudah itu.

Jika si penanggung telah membayar tanpa digugat untuk itu. Si penanggung yang sekali telah membayar utangnya. 1843. dihapuskan. manakala si berutang. 3o. jika ada alasan untuk itu. apabila si berutang telah berjanji untuk membebaskannya dari penanggungannya didalam suatu waktu tertentu. di dalam waktu yang patut. Si penanggung ada juga mempunyai hak menuntut penggantian biaya. 4o. tidak dapat menuntutnya kembali dari si berutang utama yang telah membayar untuk ke dua kalinya. sedangkan ia tidak memberitahukannya kepada si berutang utama. 1840. tidak dapat menuntutnya kembali dari si berutang utama ini. setelah lewatnya waktu sepuluh tahun jika perikatan pokok tidak mengandung suatu jangka waktu tertentu untuk pengakhirannya. masing-masing terikat untuk seluruh utang itu. dapat menuntut kembali segala apa yang telah dibayarnya dari masing-masing orang berutang tersebut. maka seorang yang memajukan diri sebagai penanggung untuk mereka kesemuanya. pada waktu dilakukannya pembayaran. Si penanggung dapat menuntut si berutang untuk diberikan ganti rugi atau untuk dibebaskan dari perikatannya. 5o. menggantikan demi hukum segala hak si berpiutang terhadap si berutang. rugi dan bunga. 2o. mempunyai alasan-alasan untuk menuntut dinyatakannya batal utangnya. maka ia. dengan tidak mengurangi hak-haknya untuk menuntutnya kembali dari si berpiutang. bahkan sebelum ia membayar utangnya: 1o. apabila ia digugat di muka Hakim untuk membayar. 1841. apabila utangnya dapat ditagih karena lewatnya jangka waktu yang telah ditetapkan untuk pembayarannya. kecuali apa bila .tuntutan-tuntutan yang ditujukan kepadanya. dengan tidak mengurangi tuntutan si penanggung terhadap si berpiutang. jika ia tidak telah memberitahukan kepadanya tentang pembayaran yang telah dilakukannya. Jika beberapa orang berutang utama yang bersarna-sama memikul satu utang. Si penanggung yang telah membayar. 1842.

lagi pula untuk utang yang sama. sebagaimana yang menyebabkan berakhirnya perikatan-perikatan lainnya. Jika berbagai orang telah mengikatkan diri sebagai penanggung untuk seorang berutang yang sama. masing-masing untuk bagiannya. hipotik-hipotiknya dan hak-hak istimewanya dari si berpiutang itu. Ketentuan ayat kedua dari pasal 1293 adalah berlaku dalam hal ini. maka si penanggung yang telah melunasi utangnya dalam hal yang teratur dalam nomor 1o dari pasal yang lalu. Si penanggung utang dapat menggunakan terhadap si berpiutang segala tangkisan yang dapat dipakai oleh si berutang utama dan mengenai utangnya yang ditanggung itu sendiri. tidak lagi dapat menggantikan hak-haknya.perikatan pokok sedemikian sifatnya. 1847. Si penanggung dibebaskan apabila ia karena salahnya si berpiutang. BAGIAN KE EMPAT Tentang hapusnya penanggungan utang 1845. begitu pula apabila si berutang telah dinyatakan pailit. maka si penanggung dibebaskan karenanya. 1848. Percampuran yang terjadi di antara pribadinya si berutang utama dan pribadinya si penanggung utang. Jika si berpiutang secara sukarela menerima suatu benda tak bergerak maupun suatu benda lain sebagai pembayaran atas utang pokok. 1844. mempunyai hak untuk menuntutnya kembali dari orang-orang penanggung yang lainnya. sekali-kali tidak mematikan tuntutan hukum si berpiutang terhadap orang yang telah memajukan diri sebagai penanggungnya si penanggung. Perikatan yang diterbitkan dari penanggungan hapus karena sebabsebab yang sama. Suatu penundaan pembayaran belaka yang oleh si berpiutang . Namun tak bolehlah ia memajukan tangkisan-tangkisan yang melulu mengenai pribadi si berutang. hingga ia tidak dapat diakhiri sebelum lewatnya suatu waktu tertentu. sepertinya suatu perwalian. 1849. 1850. 1846. biarpun benda itu kemudian karena suatu putusan Hakim oleh si berpiutang harus diserahkan kepada seorang lain.

menjanjikan atau menahan suatu barang. 1852. Tentang kepentingan-kepentingan keperdataan yang terbit dari suatu kejahatan atau pelanggaran. Setiap perdamaian hanya mengakhiri perselisihan-perselisihan yang termaktub didalamnya.diberikan kepada si berutang. Perdamaian ini tidak sekali-kali menghalangi Jawatan Kejaksaan untuk menuntut perkaranya. dengan menyerahkan. namun si penanggung ini dalam hal yang sedemikian dapat menuntut si berutang dengan maksud memaksanya untuk membayar atau untuk membebaskan si penanggung dari penanggungannya. BAB KE DELAPAN BELAS Tentang perdamaian 1851. 1855. Kepala-kepala Daerah yang bertindak sebagai demikian begitu pula lembaga-lembaga umum tidak dapat mengadakan suatu perdamaian selain dengan mengindahkan acara-acara yang ditetapkan dalam perundang-undangan yang mengenai mereka. melainkan jika dibuat secara tertulis. dapat diadakan perdamaian. Wali-wali dan pengampu-pengampu tidak dapat mengadakan suatu perdamaian selain jika mereka bertindak menurut ketentuan-ketentuan dari bab ke lima belas dan ke tujuh belas dari Buku ke satu Kitab Undang-undang ini. mengakhiri suatu perkara yang sedang bergantung atau pun mencegah timbulnya suatu perkara. Perjanjian ini tidaklah sah. Untuk mengadakan suatu perdamaian diperlukan bahwa seorang mempunyai kekuasaan untuk melepaskan haknya atas hal-hal yang termaktub di dalam perdamaian itu. maupun maksud itu dapat disimpulkan sebagai akibat . 1854. pelepasan segala hak dan tuntutan yang dituliskan di situ harus diartikan sekadar hak-hak dan tuntutan-tuntutan itu ada hubungannya dengan perselisihan yang menjadi lantaran perdamaian tersebut. baik para pihak merumuskan maksud mereka dalam perkataan khusus atau umum. tidak membebaskan si penanggung utang. 1853. Setiap perdamaian hanya terbatas pada soal yang termaktub didalamnya. Perdamaian adalah suatu perjanjian dengan mana kedua belah pihak.

tetapi kemudian diketemukan. 1862. Suatu perdamaian mengenai suatu sengketa. namun tidak diketahui oleh para pihak atau salah satu dari mereka. Namun itu suatu perdamaian dapat dibatalkan. Suatu perdamaian yang diadakan oleh salah seorang yang berkepentingan. Begitu pula dapat diminta pembatalan suatu perdamaian. atau mengenai pokok perselisihan. kemudian memperoleh suatu hak yang sama dari seorang lain. Segala perdamaian mempunyai di antara para pihak suatu kekuatan seperti suatu putusan Hakim dalam tingkat yang penghabisan. yang sudah diakhiri dengan suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak. dan tidak dapat dimajukan oleh mereka untuk memperoleh hak-hak dari padanya. kecuali apabila surat-surat itu telah .mutlak satu-satunya dari apa yang dituliskan. maka adanya surat-surat yang pada waktu itu tidak diketahui. tidaklah ia terikat oleh perdamaian yang dibuat sebelumnya. adalah sama sekali batal. tidak merupakan alasan untuk membatalkan perdamaiannya. untuk seumumnya. Jika seorang yang telah mengadakan suatu perdamaian tentang suatu hak yang diperolehnya atas dasar kedudukannya sendiri. Tidak dapatlah perdamaian itu dibantah dengan alasan kekhilafan mengenai hukum atau dengan alasan bahwa salah satu pihak dirugikan. maka sekadar mengenai hak yang baru diperolehnya itu. tidak mengikat orang-orang berkepentingan yang lainnya. 1859. kecuali apabila para pihak dengan pernyataan tegas telah mengadakan perdamaian tentang kebatalan itu. Jika putusan yang tidak diketahui oleh para pihak itu masih dapat dimintakan banding. 1861. apabila telah terjadi suatu kekhilafan mengenai orangnya. Ia dapat dibatalkan dalam segala hal dimana telah dilakukan penipuan atau paksaan. 1857. mengenai suatu alas hak yang batal. Jika para pihak. 1860. maka perdamaiannya adalah sah. 1858. adalah batal. jika perdamaian itu telah diadakan karena kesalahpahaman tentang duduk perkaranya. Suatu perdamaian yang diadakan atas dasar surat-surat yang kemudian dinyatakan palsu. 1863. 1856. telah membuat suatu perdamaian tentang segala urusan yang berlaku di antara mereka.

memperoleh hak milik. baik karena suatu sebab yang berasal dari seorang pihak ke tiga. tidak dapat digunakan sebagai dasar suatu daluwarsa selama dua puluh tahun. harus diperbaiki. dan lain-lain orang yang menguasai suatu benda berdasarkan suatu perjanjian dengan pemiliknya. dengan jalan daluwarsa. memperoleh suatu benda tak bergerak. sedangkan siapa yang menunjuk kepada suatu itikad buruk diwajibkan membuktikannya. Itikad baik selamanya harus dianggap ada. dapat memperoleh benda tersebut dengan jalan daluwarsa. sedangkan dari surat-surat yang diketemukan kemudian ternyata bahwa salah satu pihak sama sekali tidak mempunyai sesuatu hak atas itu. dengan tidak dapat dipaksa untuk mempertunjukkan alas haknya. suatu cacat dalam bentuk caranya. Siapa yang dengan itikad baik menguasainya selama tiga puluh tahun. BAGIAN KE DUA Tentang daluwarsa. 1964. dengan suatu penguasaan selama dua puluh tahun. Suatu kekeliruan dalam hal menghitung dalam suatu perdamaian. 1965. telah menyerahkan bendanya dengan suatu alas hak yang dapat memindahkan hak milik. Daluwarsa itu diperoleh apabila hari teralchir dari jangka waktu yang diperlukan telah lewat. Mereka. orang-orang penyimpan. 1961. 1962. maupun karena pembantahan yang mereka lakukan terhadap haknya si pemilik. Suatu alas hak yang batal. karena. 1864. kepada siapa orang-orang penyewa. jika alas hak penguasaan mereka telah berganti. Siapa yang dengan itikad baik. dipandang sebagai suatu alat untuk memperoleh sesuatu 1963. Namun itu perdamaiannya adalah batal. dan berdasarkan suatu alas hak yang sah. Mereka yang disebutkan dalam pasal yang lalu dapat memperoleh hak milik dengan jalan daluwarsa. tidak dengan jam. atau suatu piutang lain yang tidak harus dibayar atas tunjuk. . suatu bunga. jika perdamaian hanya mengenai satu urusan saja.sengaja disembunyikan oleh salah satu pihak. memperoleh hak milik atasnya. Daluwarsa dihitung dengan hari. 1960.

untuk mendapat pembayaran upah mereka. 1970. beserta jumlah kenaikan upah itu menurut pasal 1602 q. semua itu berdaluwarsa dengan lewatnya waktu dua tahun. BAGIAN KE TIGA Tentang daluwarsa dipandang sebagai suatu alasan untuk dibebaskan dari suatu kewajiban 1967.1966. untuk kunjungan mereka. lagi pula tak dapatlah dimajukan terhadapnya sesuatu tangkisan yang didasarkan kepada itikadnya yang buruk. dengan lewatnya waktu satu tahun. Tuntutan para dokter dan ahli obat-obatan. yang menunjukkan akan adanya daluwarsa itu tidak usah mempertunjukkan suatu alas hak. tuntutan para juru sita. untuk pembayaran upah mereka. Adalah cukup bahwa pada waktu benda atau piutang diperoleh. baik yang bersifat perbendaan maupun yang bersifat perseorangan. semua itu berdaluwarsa. itikad baik itu ada. Tuntutan para advokat untuk pembayaran jasa-jasa mereka. untuk uang makan dan pengajaran bagi murid-muridnya. tuntutan para buruh yang upahnya dalam uang harus dibayar tiap-tiap kali setelah lewatnya waktu yang kurang daripada satu triwulan. begitu pula tuntutan lain-lain pengajar untuk upah pengajaran yang diberikan oleh mereka. terhitung sejak hari diputusnya perkara. hapus karcna daluwarsa dengan lewatnya waktu dua tahun. Segala tuntutan hukum. tuntutan para pengacara untuk pembayaran persekot-persekot dan upah mereka. perawatan dan obat-obatan. Tuntutan para guru dan pengajar dalam kebudayaan dan ilmu pengetahuan. tuntutan para pengusaha rumah penginapan dan rumah makan. tuntutan para pengusaha sekolah berasrama. 1968. hapus karena daluwarsa. atau tercapainya perdamaian antara para pihak yang berperkara. untuk pelajaran yang mereka berikan tiap-tiap bulan. untuk pemberian penginapan serta makanan. tuntutan para buruh dengan kekecualian mereka yang dimaksud dalam pasal 1968. beserta jumlah kenaikan upah itu menurut pasal 1602 q. untuk upah mereka untuk memberitahukan akta-akta dan melaksanakan pekerjaan yang diperintahkan kepada mereka. atau untuk waktu yang lebih pendek. 1969. sedangkan siapa. atau . dengan lewatnya waktu tiga puluh tahun.

Tuntutan para notaris untuk pembayaran persekot-persekot dan upah mereka. Daluwarsa yang disebutkan dalam keempat pasal yang lalu. para juru sita dibebaskan dari pertanggungjawaban tentang hal itu setelah lewatnya. tukang-tukang batu dan lainlain tukang untuk pembayaran bahan-bahan yang mereka berikan dan upah-upah mereka. 1972. Daluwarsa itu hanya berhenti berjalan. Tuntutan-tuntutan. 1973. dapat menurut dari mereka yang menggunakan daluwarsa itu supaya mereka bersumpah bahwa utang mereka sungguh-sungguh telah terbayar. setelah pemutusan perkaranya. tahun. atau jika mereka yang dimaksud di atas itu orang-orang yang belum dewasa. 1974. dapat diperintahkan sumpah untuk menerangkan bahwa mereka tidak mengetahui bahwa ada utang yang demikian itu. kepada orang-orang yang menjadi wali mereka. 1970 dan 1971. meskipun seorang telah meneruskan melakukan penyerahan-penyerahan jasa-jasa dan pekerjaan. sekadar tuntutan-tuntutan ini mengenai pekerjaan-pekerjaan dan penyerahan-penyerahan yang tidak untuk pekerjaan si berutang yang tctap. Dalam halnya perkara-perkara yang tidak selesai tak dapatlah mereka menuntut pembayaran persekot-persekot dan jasa-jasa yang telah menunggak lebih daripada sepuluh tahun. Kepada para janda dan para ahli waris. 1971. berdaluwarsa juga dengan lewatnya waktu dua tahun. waktu dua. terjadi. Begitu pula. 1969. Para Hakim dan pengacara tidak lagi bertanggung jawab untuk penyerahan surat-surat setelah lewatnya waktu lima tahun. terhitung sejak hari dibuatnya akta-akta. tukang-tukang kayu.ditariknya kembali kuasa kepada pengacara itu. apabila dibuatnya suatu pengakuan tertulis. pengusaha-pengusaha toko untuk pembayaran barang-barang yang telah mereka serahkan. Namun demikian orang-orang kepada siapa dimajukan daluwarsa yang disebut dalam pasal 1968. semua itu bcrdaluwarsa dengan lewatnya waktu lima tahun. atau apabila daluwarsa dicegah menurut pasal 1979. terhitung sejak pelaksanaan kuasa atau .

didalam jangka waktu tiga tahun. dan pada umumnya. lagi pula dengan tak mengurangi ketentuan dalam pasal 582. 1990. Daluwarsa itu tercegah pula oleh suatu peringatan. serta oleh tiap. Namun demikian. baik yang merebut itu pemilik lama. bunga atas tunjangan tahunan guna pemeliharaan. 1979. dapatlah ia menuntut kembali barangnya yang hilang atau dicuri itu sebagai miliknya. maupun yang merebut itu orang pihak ke tiga. perbuatan yang berupa tuntutan hukum. siapa yang kehilangan atau kecurian sesuatu barang. terhitung sejak hari hilangnya atau dicurinya barang itu. harga sewa rumah dan tanah. segala apa yang harus dibayar tiap tahun atau tiap waktu tertentu yang lebih pendek. atas bunga abadi atau bunga cagak hidup. 1976. 1975. satu dan lain diberitahukan oleh seorang pegawai yang berkuasa untuk itu atas nama pihak yang berhak kepada orang yang hendak dicegah memperolehnya dengan jalan daluwarsa. maupun piutang yang tidak harus dibayar kepada si pembawa maka barangsiapa yang menguasainya dianggap sebagai pemiliknya. Daluwarsa tercegah apabila kenikmatan atas bendanya selama lebih dari satu tahun. Daluwarsa-daluwarsa yang diatur dalam pasal 1968 dan selanjutnya dari bab ini. berjalan terhadap orang-orang yang belum dewasa dan orang-orang yang berada di bawah pengampuan. dengan tak mengurangi hak si yang tersebut belakangan ini untuk minta ganti rugi kepada orang dari siapa ia memperoleh barangnya. Juga penggugatan di muka Hakim yang tidak berkuasa. BAGIAN KE EMPAT Tentang sebab-sebab yang mencegah daluwarsa 1978. Terhadap benda bergerak yang tidak berupa bunga. direbut dari tangan si berkuasa. dengan tak mengurangi penuntutan ganti rugi mereka terhadap wali-wali atau pengampu-pengampu mereka. mencegah daluwarsa. 1977. Bunga. dari siapa yang dalam tangannya ia ketemukan barangnya. . semua itu berdaluwarsa setelah lewatnya waktu lima tahun. bunga atas uang-uang pinjaman.pemberitahuan akta-akta yang ditugaskan kepada mereka. suatu gugatan.

mencegah daluwarsa terhadap orang-orang berutang yang lainnya. 1984. maupun tuntutan itu ditolak oleh Hakim. 1985. Untuk mencegah daluwarsa seluruh utangnya terhadap orang-orang yang turut berutang lainnya. mencegah daluwarsa terhadap si penanggung utang. maupun pula gugatan itu dinyatakan gugur karena lewatnya waktu. Pemberitahuan yang dilakukan kepada salah seorang ahli waris seorang berutang secara tanggung-menanggung. diperlukan suatu pemberitahuan kepada segenap ahli waris tersebut atau suatu pengakuan yang dilakukan oleh segenap ahli waris itu. tidaklah dicegah lebih lanjut selain untuk bagian ahli waris tersebut. BAGIAN KE LIMA Tentang sebab-sebab yang menangguhkan berjalannya daluwarsa . baik si penggugat menggugurkan tuntutannya. Pengakuan. 1982. apabila peringatan atau gugatannya ditarik kembali atau pun dinyatakan batal. Namun daluwarsa tidaklah tercegah. tidaklah mencegah daluwarsa terhadap ahli waris-ahli waris yang lainnya. menurut pasal 1979. akan haknya orang terhadap siapa daluwarsa berjalan. Dengan pemberitahuan atau pengakuan ini daluwarsa terhadap orang-orang yang turut berutang lainnya. 1983. terkecuali apabila perikatannya tak dapat dibagi-bagi. Pencegahan daluwarsa yang dilakukan oleh salah seorang berpiutang dalam suatu perikatan tanggung-menanggung berlaku untuk segenap orang yang turut berpiutang. mencegah pula daluwarsa. Pemberitahuan yang dilakukan kepada si berutang utama atau pengakuan orang ini.1981. atau pengakuan orang tersebut. bahkan pula terhadap ahli waris-ahli waris mereka. yang dilakukan dengan kata-kata atau dengan perbuatan-perbuatan oleh si berkuasa atau si berutang. bahkan tidak dalam halnya suatu utang hipotik. Pemberitahuan. kepada salah seorang yang berutang secara tanggung-menanggung. atau pengakuan ahli waris tersebut.

Daluwarsa tidaklah berjalan terhadap seorang waris yang telah menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk membuat pendaftaran harta peninggalan. dalam halnya suatu perkara untuk menanggung suatu penjualan. apabila si suami. Daluwarsa berjalan terhadap setiap orang. 1987. kecuali dalam hal-hal yang ditentukan oleh undang-undang.1986. Daluwarsa itu berjalan pula selama ahli waris sedang dalam waktu memikir. selama hari itu belum tiba. terhadap suatu piutang yang baru dapat ditagih pada suatu hari tertentu. 1992. 2e. 1989. Daluwarsa tidaklah berjalan terhadap seorang istri selama perkawinannya: 1e. Daluwarsa-daluwarsa yang sudah mulai berajan sebelum Kitab . karena ia telah menjual benda pribadi si istri. 1991. melainkan setelah ia memilih antara menerima atau melepaskan persatuan. 1990. dan didalam segala hal dimana tuntutan si istri akhimya harus ditujukan kepada suaminya. selama belum ada putusan untuk menyerahkan barangnya kepada orang lain. 1988. meskipun warisan itu tidak ada pengampunya. tidaklah terjadi diantara suami-istri. Daluwarsa. Ketentuan penutup 1993. mengenai piutang-piutangnya terhadap harta peninggalan. Daluwarsa tidaklah berjalan: terhadap suatu piutang yang bergantung pada suatu syarat. Daluwarsa tidaklah dapat bermulai maupun berlangsung terhadap orang-orang yang belum dewasa dan orang-orang terampu. apabila tuntutan si istri tidak akan dapat diteruskan. harus menanggung penjualan itu. kecuali yang bagi keuntungannya diadakan pengecualian oleh undang-undang. Daluwarsa. selama syarat ini tidak dipenuhi. berjalan terhadap suatu warisan yang tak terurus.

terhitung sejak saat diundangkan Kitab Undang-undang ini. bab ke dua dari buku ke satu. yang mana. lain daripada Tiong Hoa. bahwa bagi mereka berlakulah bagian ke tiga belas bab ke lima belas dari . akan terpenuhi dengan lewatnya waktu tiga puluh tahun ini. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata bagi Indonesia. Penunjukan akan bagian-bagian dari perundang-undangan bagi orang-orang yang termasuk golongan Eropa. dengan pengertian : 1. c. Bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. setelah diubah. bahwa mereka yang termasuk golongan Timur Asing harus dianggap belum dewasa. Pasal 1. 2. bab ke empat sampai dengan ke empat belas dari buku ke satu. LAMPIRAN I Ketentuan-ketentuan untuk seluruh Indonesia tentang hukum perdata dan hukum dagang bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. bab ke lima belas dari buku ke satu.Undang-undang ini diundangkan. L. dalam hal bilamana mereka telah kawin sebelumnya. lain daripada Tiong Hoa. b. akan diatur menurut undang-undang yang pada saat itu berlaku di Indonesia. kecuali : a. § 1. mulai berlaku 1 Maret 19215). selama mereka belum mencapai umur genap dua puluh satu tahun dan tidak telah kawin sebelumnya. dan perkawinan ini dibubarkan sebelum mereka mencapai umur genap dua puluh satu tahun. maka mereka tidaklah karena itu kembali lagi dalam kedudukan belum dewasa. berlakulah : A. berlaku bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. lain daripada Tiong Hoa (Undang-undang 9 Desember 1924. yang menurut perundang-undangan lama masih mernbutuhkan waktu selama lebih dari tiga puluh tahun. Namun demikian daluwarsa-daluwarsa yang sudah mulai berlaku secara demikian. dengan ketentuan dalam pada ini bahwa. atau dengan tiada perubahan.N. 1924-556.

harus menjadi pengganti peraturan dalam pasal 60 ayat ke satu sampai dengan ayat ke empat dari Undang-undang tersebut. 48. bahwa terhadap hak-hak setiap istri dalam hal bilamana suaminya dan dalam keadaan pailit segala apa yang ditentukan dalam pasal 2 di bawah ini. Kitab Undang-undang Hukum Dagang untuk Indonesia dengan pengertian. 1602. peraturan tentang beberapa soal yang berhubungan dengan apa yang telah dinyatakan beriaku dalam § 1. d. ke-3. 50 sampai dengan 53. dalam pasal 396 sebagai pengganti kata-kata: “berlakulah ketentuan-ketentuan dalam bagian ke-2. (1) Dengan berlangsungnya suatu perkawinan.buku ke satu “Tentang Balai-balai Harta Peninggalan”. ke-4 dan ke-5 bab 7A buku ke tiga dari Kitab Undang-undang Perdata. (2) Si istri tetap memiliki sekalian harta kekayaannya. sebagai anak buah kapal. 2. Undang-Undang Kepailitan. B. harus melaksanakan segala instruksi dan segala reglemen bagi para kepala urusan harta peninggalan dulu. 46. D. dengan pengertian. bahwa terhadap seorang yang masuk kerja. § 2. tidaklah karena hukum terbentuk suatu persatuan harta kekayaan suami dan istri. Balai-balai mana dalam menunaikan tugas mereka sekitar soal-soal yang berkenaan dengan hukum perdata terhadap mana perundang-undangan Eropa tidak telah atau tidak dinyatakan berlaku bagi mereka yang termasuk golongan Timur Asing. Pasal. . baik yang bergerak maupun yang tak bergerak. Pasal-pasal berikut dari Peraturan tentang Penyelenggaraan dan Peralihan kepada perundang-undangan baru. C. sekadar bertakunya ketentuan-ketentuan tadi tidak dengan tegas dikecualikannya”. 41 sampai dengan 44. 1603 (lama) dari Kitab Undang-Undang Hukurn Perdata”. bab ke dua belas dari buku ke dua. 36 sampai dengan 39. ialah pasal 23 sampai dengan 34. harus dibaca: “berlakulah pasal 1601. 100 dan 101. sekadar perhubungan dengan ketentuanketentuan undang-undang yang telah dinyatakan berlaku.

Pasal 3. (6) Segala pemberian hibah. melainkan dengan alat-alat bukti tertulis yang sah. maupun barang-barang tak bergerak. Pasal 4. Dalam pasal 913. harus diartikan sebagai perwarisan karena kematian. tidak boleh dibuktikan dengan cara lain. yang mana. menurut aturan-aturan hukum yang sama. (7) Ketentuan tersebut di atas sementara itu tidak berlaku terhadap pemberian hibah atau panjar terdiri atas barang-barang bergerak. segala kebendaan yang sepanjang perkawinan masuk dalam kemilikan si istri karena perwarisan. harus dapat dinyatakan dengan suatu pertelaan dengan akta notaris. adalah batal dan tak berharga terhadap pihak ke tiga. tak diperbolehkan mengambil sesuatu ketetapan . (1). perkataan “undang-undang” harus diartikan. pemberian hibah atau hibah wasiat. yang dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya sepanjang perkawinan. melainkan dengan suatu akta otentik yang dibuat sebelum atau tatkala perkawinan dilangsungkan. yang memuat asal-usul kebendaan itu dan memuat pula penilaian akan harganya satu per satu. 915 dan 916 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. dan perkataan perwarisan karena kematian dalam pasal 914. dengan tak mengurangi kewajiban untuk mendaftarkan segala kebendaan tak bergerak yang diperoleh sebelum atau sepanjang perkawinan atas nama si istri. bahkan yang dilakukan setelah bubarnya perkawinan karena perceraian. 947 dan 948 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Mereka yang dalam ketentuan-ketentuan di atas tersebut sebagai orang-orang yang tennasuk golongan Timur Asing. (4) Segala keuntungan bagi si istri yang diperoleh sepanjang perkawinan karena perusahaan atau perdagangannya sendiri tidak boleh dibuktikan dengan cara lain. kecuali dalam keadaankeadaan luar biasa seperti termaktub dalam pasal 946. dengan cara seperti tertulis dalam pasal ini tak dapat dibuktikan sebagai milik si istri. baik mengenai berang-barang bergerak. akta mana dengan tegas harus menyebut barang-barang itu.(3) Pembawaan akan segala barang bergerak dalam perkawinan oleh si istri. (5) Segala sesuatu. harus dianggap sebagai milik suaminya. yang harganya teramat kecil jika dibandingkan dengan kekayaan si pemberi hibah. segala aturan hukum yang berlaku bagi si yang mewariskan berhubung dengan agarna dan adat-istiadat kebangsaannya.

surat termaksud dalam pasal 94 Undang-Undang Kepailitan. Dihapuskan. beserta segala akibatnya dalam hal bilamana. Balai tersebut boleh menyuruh supaya buku-buku yang telah diterimanya tadi diselidiki. (3). perintah mana harus dilakukan. harus menanggali dan mengesahkan dengan tanda tangannya. Pada waktu menerima buku-buku menurut pasal 89 UndangUndang Kepailitan.wasiat melainkan dengan akta umum yang dibuat menurut peraturan termuat dalam pasal 638 dan 939 dari Kitab yang sama. maka Pengadilan Negeri berhak menetapkan upah bagi anggota yang telah melakukannya. yang mewakili Balai tersebut. Pasal 5. Terhadap soal-soal yang berkenaan dengan hukum perdata dan hukum dagang. yang mana terhadap soal-soal itu mereka yang dalam ketentuan tersebut di atas disebut sebagai termasuk golongan Timur Asing. kewajiban itu dilalaikannya. penyelidikan itu merupakan pekerjaan yang sangat besar. (1). Ketentuan penutup Pasal 7. tidak tunduk pada perundang-undangan bagi orang-orang yang termasuk golongan Eropa. atau atas tuntutan Jawatan Kejaksan. baik kepada seorang anggotanya yang segolongan dengan si pailit. yang dibebankan oleh pasal 101 Undang-Undang Kepailitan. Apabila kemudian ternyata. (2). tersebut dapat pasal 86 Undang-undang tersebut. upah mana harus dibayar dari harta peninggalan yang bersangkutan dan sesuai dengan daya kesmggupannya. halaman ke satu dan halaman terakhir dari tiap-tiap buku yang diterimanya. 3. Laporan yang tennaksud dalam ayat ke dua beserta segala. Pasal 6. dengan permintaan supaya selekas mungkin membuat laporan tentang penyelidikan itu. agar setiap orang dapat membacanya dengan cuma-cuma. dibebankan juga kepada orang yang mendapat tugas penyelidikan tertnaksud dalam ayat ke dua. oleh Balai harus diletakkan dalam kantornya. maupun kepada orang-orang lain yang cakap untuk itu. (2). Kewajiban menghadap dan memberi penjelasan. terhadap . (4). anggota komisaris Balai Harta Peninggalan. Pencabutan hanya boleh dilakukan dengan akta yang dibuat dalam bentuk yang sama. Karena jabatan.

LAMPIRAN II Ketentuan-ketentuan untuk seluruh Indonesia tentang hukum perdata dan hukum dagang bagi orang-orang termasuk golongan Tiong Hoa (Undang-undang 1917-129. Pasal II. 1924-557. Undang-undang ini berlaku mulai tanggal I Maret 1925. 1925-92) .soal-soal itu senantiasa harus dilakukan segala undang-undang yang kini berlaku bagi mereka dan segala aturan hukum yang berhubungan dengan agama dan adat istiadat mereka. jis 1919-81.

3. Masing-masing pihak berhak dengan surat permohonan yang harus dilampiri dengan surat keterangan tersebut dalam ayat yang lalu. c. Dihapuskan. terkecuali : a. pasal-pasal mana diganti dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. Pegawai catatan sipil harus menolak perlangsungan sesuatu perkawinan. Penunjukan akan bagian-bagian dari perundang-undangan bagi orang-orang yang termasuk golongan Eropa. yang mana setelah diubah atau dengan tiada perubaban. kemudian dengan tak usah mengindahkan sesuatu bentuk acara dan dengan tiada kemungkinan untuk bandingan harus menguatkan penolakan itu. g. berlaku bagi mereka yang termasuk golongan Tiong Hoa. bab ke dua dan bagian ke dua dan ke tiga bab ke empat dari buku ke satu. d. 2. berlakulah: 1. b. yang mana dalam daerah hukumnya pegawai catatan sipil yang telah menolak berlangsungnya perkawinan. Ayat ke dua pasal 268. Dalam hal adanya penolakan. ternyata tidak cukup. Kitab Undang-undang Hukum Perdata untuk Indonesia. atau memerintahkan supaya perkawinan dilangsungkan.BAB KE SATU 1. meminta keputusan dari Pengadilan Negeri. atau apabila surat-surat dan keterangan-keterangan. pasal mana diganti dengan ketentuan sebagai di . f. Pengadilan mana setelah melakukan pemeriksaan demikian sebagaimana dipandangnya perlu. kepada pihak yang memintanya harus disampaikan olehnya suatu keterangan tertulis tentang penolakan itu. apabila ternyata baginya. Pasal 1. Bagi mereka yang tennasuk golongan Tiong Hoa. yang mana adanya diharuskan oleh Undang-undang. Penyebutan dalam pasal 99 akan pasal 52 dan 75. Dihapuskan. e. mempunyai tempat kediamannya. pasal 74 dan 75. yang memuat alasan-alasannya. nomor 6 pasal 71. bahwa terhadap perkawinan itu ada sesuatu alangan yang sah.

bawah ini. Apabila pihak-pihak yang berkepentingan berduduk diam, maka, pembesar yang mempunyai tugas menuntut perkara pidana, adalah leluasa, untuk memajukan tuntutan pidana karena kejahatan menggelapkan kedudukan, asal ada permulaan bukti dengan tulisan sesuai dengan pasal 265 Kitab Undang-undang Hukum Perdata, dan tentang adanya permulaan bukti itu pada awalnya telah dinyatakannya. h. ayat ke satu pasal 1853, yang mana diganti dengan ketentuan sebagai berikut: Perdamaian tidak sekali-kali menghalangi penuntutan perkara. 2. Kitab Undang-undang Hukum Dagang untuk Indonesia, dengan pengertian, bahwa terhadap seorang yang masuk kerja sebagai anak buah kapal dalam pasal 396 sebagai pengganti kata-kata “berlakulah ketentuan-ketentuan dalam bagian ke-2, ke-3, ke-4, dan ke-5, bab 7A buku ke tiga dari Kitab Undang-undang Perdata, sekadar berlakunya ketentuan-ketentuan tadi tidak dengan tegas dikecualikannya”, harus, dibaca: “berlakulah pasal 1601, 1602, 1603, (lama) dari Kitab Undang-Undang Perdata”. 3. Peraturan Acara Perdata, kecuali: a. pasal 816, 817 dan 818; b. pasal 844 yang mana cliganti dengan ketentuan sebagai berikut : Barangsiapa menurut ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Penyelenggaraan Register-register Catatan Sipil bagi golongan Tiong Hoa, menghendaki agar diperintahkannya oleh Hakim sesuatu penambahan atau pembetulan dalam suatu akta dari Catatan Sipil itu, harus memajukan surat permintaan kepada Pengadilan Negeri, permintaan mana harus disertai dengan segala dasar alasannya. 4. Pasal-pasal berikut dari Peraturan tentang Penyelenggaraan akan Peralihan kepada Perundang-undangan baru, sekadar perhubungan dengan ketentuan-ketentuan undang-undang yang telah dinyatakan berlaku, ialah pasal 23 sampai dengan 34, 36 sampai dengan 39, 41 sampai dengan 44, 46, 48, 50 sampai dengan 53, 100 dan 101. 5. Undang-Undang Kepailitan.

§ 2. Ketentuan-ketentuan khusus mengenai perkongsian, dan keadaan pailit Pasal 2. Dihapuskan. Pasal 3. (1). Dengan tak mengurangi berlakunya beberapa ketentuan yang diadakan bagi perseroan perseroan terbatas, segala perkumpulan Tiong Hoa terkenal dengan nama kongsi guna melakukan suatu perusahaan di bawah sesuatu nama kesatuan, haru takluk pada peraturan dalam bagian ke dua, bab ke tiga, buku ke satu dari Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. (2). Nama kongsi harus dianggap sebagai nama firma. Pasal 4. (1). Pada waktu menerima buku-buku menurut pasal 89 UndangUndang Kepailitan, anggota komisaris Balai Harta Peninggalan yang mewakili Balai tersebut harus menanggali dan mengesahkan dengan tanda tangannya, halaman ke satu dan halaman terakhir dari tiap-tiap buku yang diterimanya. (2). Karena jabatan atau atas tuntutan Jawatan Kejaksaan, Balai tersebut boleh menyuruh supaya buku-buku yang telah diterimanya diselidiki, dengan permintaan supaya selekas mungkin membuat laporannya tentang penyelidikan itu, perintah mana harus dilakukan, baik kepada seorang anggotanya dari golongan Tiong Hoa, maupun pula kepada orang-orang lain yang cakap untuk itu. Apabila kemudian ternyata, penyelidikan itu merupakan pekerjaan yang sangat besar, maka Pengadilan Negeri berhak menetapkan upah bagi anggota yang telah metakukannya, upah mana harus dibayar dari harta peninggalan yang bersangkutan dan sesuai dengan daya kesanggupannya. (3). Laporan yang dimaksud dalam ayat ke dua beserta segala surat dimaksud dalam pasal 94 Undang-Undang Kepailitan, oleh Balai harus diletakkan dalam kantornya, agar setiap orang; dapat membacanya dengan cuma-cuma. (4). Kewajiban menghadap dan memberi penjelasan, yang dibebankan oleh pasal 101 Undang-undang Kepailitan, beserta segala akibatnya dalam hal bilamana kewajiban-kewajiban itu dilalaikannya, dimaksud dalam pasal 86 Undang-undang tersebut dibebankan juga kepada orang yang mendapat tugas penyelidikan dimaksud dalam ayat ke dua.

BAB KE DUA Tentang pengangkatan anak Pasal 5. (1). Apabila seorang laki, beristri atau telah pernah beristri, tak mempunyai keturunan laki-laki yang sah dalam garis laki-laki, baik keturunan karena kelahiran, maupun keturunan karena angkatan, maka bolehlah ia mengangkat seorang laki-laki sebagai anaknya. (2). Pengangkatan yang demikian harus dilakukan oleh si orang laki tersebut bersama-sama dengan istrinya, atau jika dilakukannya setelah perkawinannya dibubarkan; oleh dia sendiri. (3). Apabila kepada seorang perempuan janda, yang tidak telah kawin lagi, oleh suaminya yang telah meninggal dunia, tidak ditinggalkan seorang keturunan sebagai dimaksud dalam ayat ke satu pasal ini, maka boleh pun ia mengangkat seorang laki sebagai anaknya. Jika sementara itu si suami yang telah meninggal dunia, dengan surat wasiat telah menyatakan tak menghendaki pengangkatan anak oleh istrinya, maka pengangkatan itu pun tak boleh dilakukannya. Pasal 6. Yang boleh diangkat hanyalah orang-orang Tiong Hoa laki-laki yang tak beristri pun tak beranak, dan yang tidak telah diangkat oleh orang lain. Pasal 7. (1). Orang yang diangkat harus paling sedikitnya delapan belas tahun lebih muda daripada si suami, dan paling sedikitnya pula lima belas tahun lebih muda daripada si istri, atau si janda yang mengangkatnya.

(1). kecuali si ibu telah menceburkan diri dalam perkawinan baru. maupun keluarga luar kawin. kata sepakat dari orang yang akan diangkat. yang telah dewasa dan diam di Indonesia. seperti pun apabila kedua orang tuanya telah meninggal dunia. atau kedua orang tua yang mengakuinya telah meninggal dunia. dalam hal yang terakhir. tidak diperoleh. kata sepakat dari walinya dan dari Balai Harta Peninggalan. jika yang diangkat itu seorang anak luar kawin. sekadar bukan bapak atau wali si yang akan diangkat. seperti pun jika keluarga sedarah termaksud dalam kata-kata penutup ketentuan tersebut tidak ada. termaksud dalam nomor 4 pasal yang lalu. jika hanya salah seorang mereka mengakuinya. jika yang diangkat itu seorang anak yang sah.(2). kata sepakat dari kedua orang tuanya. kata sepakat dari saudara-saudara laki yang telah dewasa dan bapak mendiang suaminya. kata sepakat dari bapak atau ibu yang hidup terlama. atau dalam hal lebih dulu telah meninggalnya seorang di antara mereka. kata sepakat dari orang. 2 a. Pasal 9. 3. Apabila kata sepakat dari mereka. Apabila yang diangkat itu seorang keluarga sedarah. atau tidak diam di Indonesia. b. kata sepakat dari yang hidup terlaina. kata sepakat dari dua di antara keluarga sedarah laki-laki yang terdekat lainnya dari pihak bapak si suami yang telah meninggal dunia sampai dengan derajat ke empat. kata sepakat dari bapak dan ibunya. maka keluarga tadi karena angkatannya terhadap moyang kedua belah pihak bersama. jika ia telah mencapai umur lima belas tahun. Pasal 8. maka bolehlah kata sepakat itu diganti dengan izin dari Pengadilan Negeri. atau orang-orang yang melakukannya. jika sama sekali tiada yang mengakuinya. dan sekiranya mereka tidak ada. Tiap-tiap pengangkatan menghendaki 1. sebelum ia diangkat. jika pengangkatan akan dilakukan oleh seorang perempuan janda seperti termaksud dalam pasal 5 ayat ke tiga. harus memperoleh derajat keturunan yang sama pula dengan derajat keturunannya karena kelahiran. 4. sekiranya anak itu diakui kedua mereka. baik keluarga yang sah. kata sepakat dari walinya dan dari Balai Harta Peninggalan. atau dalam hal lebih dahulu telah meninggalnya seorang di antara mereka. kata sepakat dari yang mengakui. yang mana dalam daerah hukumnya si perempuan janda yang .

(3). (4). Setiap orang yang berkepentingan. untuk menyangkal angkatannya. Ketiadaan suatu catatan dalam jihad akta kelahiran seperti di atas. Jika orang-orang yang harus didengar bertempat tinggal diluar keresidenan dimana Pengadilan Negeri yang berkuasa mempunyai tempat kedudukannya. (3). bahwa si . harus mengambil keputusannya setelah mendengar atau memanggil dengan sah akan sekalian mereka. Izin dari Pengadilan itu harus disebut dalam akta pengangkatan. Atas permintaan si perempuan janda. kecuali merekalah yang sebagai bapak atau wali akan menyerahkan si anak untuk pengangkatan diperbolehkan juga memberikan kata sepakat mereka bersama atau masing-masing dengan akta notaris. Pengadilan Negeri dengan tak memakai sesuatu bentuk acara dan dengan tiada kemungkinan untuk bandingan. (2). Tiap-tiap pengangkatan hanya boleh dilakukan dengan akta notaris. bertempat tinggal. 4 pasal 8. Ketentuan dalam pasal 334 Kitab Undang-undang Perdata untuk Indonesia tentang keluarga sedarah dan semenda tersebut didalamnya. (1). Tiap-tiap pengangkatan karena hukum mengakibatkan. Sekalian mereka yang dimaksud dalam no. (5). Pasal 10. Pasal 11. tak boleh dipakai sebagai senjala terhadap yang diangkat. yang mana setelah melakukan pemeriksaan itu harus menyampaikan berita acaranya kepada Pengadilan Negeri tersebut pertama. maka Pengadilan itu berhak melimpahkan pemeriksaan mereka kepada Pengadilan Negeri lain. (2). hal mana harus disebut dalain akta pengangkatan. Pihak-pihak yang bersangkatan harus menghadap di depan notaris dengan diri sendiri atau dengan seorang wakilnya yang khusus dikuasakan untuk itu dengan akta notaris. (4). sebagaimana oleh Pengadilan dianggapnya perlu. berhak menuntut supaya suatu pengangkatan dicatat dalam jihad akta kelahiran si yang diangkat (5). yang kata sepakatnya dibutuhkannya dan setelah mendengar atau memanggil dengan sah akan orang-orang lainnya sedemikian. berlaku juga terhadap sekalian mereka yang harus diperiksa dalam hal ini.menghendaki pengangkatan.

Hak-hak segla pihak ke tiga yang dapat dipengaruhi oleh pengangkatan itu. Pasal 13. Jika suami-istri mengangkat seorang sebagai anak.yang diangkat. antara si yang diangkat dengan kedua orang tuanya dan sekalian keluarga sedarah dan semenda kecuali dalam hal-hal : 1. sekadar dengan surat wasiat tidak telah diambilnya suatu ketetapan terhadapnya. anak itu hanya pun bolehlah bertindak sebagai waris. maka dianggaplah anak itu dilahirkan dari perkawinan yang telah bubar itu. dianggaplah anak itu dilahirkan dari perkawinan dengan si suami yang telah meninggal dunia. Jika seorang suami meninggal dunia dengan meninggalkan istri janda yang berhak melakukan sesuatu pengangkatan. izin itu pun dipergunakannya pula. Jika seorang perempuan janda mengangkat seorang anak. maka. (3). maka Balai Harta Peninggalan adalah berwajib menyelenggarakan segala tindakan yang perlu dan mendesak. Pasal 14. guna mengurus dan menyelamatkan harta peninggalan yang akan menjadi milik si yang akan diangkat. tetap ditanguhkan kan. (2). jika ia mempunyai nama keturunan lain daripada nama keturunan si suami yang mengangkatnya sebagai anaknya. maka dianggaplah anak itu dilahirkan dari perkawinan mereka. bahwa terhadap harta peninggalan si yang meninggal. Jika si suami mengangkat seorang anak. dengan pengertian sementara itu. setelah karena kematian istrinya perkawinan bubar. telah meminta izin dari Hakim seperti termaksud dalam pasal 9 dan dalam waktu satu bulan setelah izin diperolehnya. apabila pengangkatan itu diselesaikan dalam waktu enam bulan setelah meninggalnya. mereka. Karena berlangsungnya suatu pengangkatan. terputuslah segala hubungan perdata yang berpangkal pada keturunan karena kelahiran. sampai pengangkatan memperoleh penyelesaiannya. Pasal 12. (2). atau si perempuan janda dalam tenggang waktu yang sama. karena hukum memperoleh nama keturunan yang terakhir ini sebagai gantinya nama keturunan yang dulu. mengenai derajat kekeluargaan sedarah dan semenda yang terlarang untuk perkawinan. . (1). akan tetapi paling lamanya selama tenggang waktu tersebut dalam ayat terakhir pasal 12. (1).

kematian dan perceraian itu terjadi. sebelum di tempat itu telah berlaku Reglemen . (2). Pasal 17. mengenai ketentuan-ketentuan pidana sekadar bersandar pada keturunan karena kelahiran. atau waktu perceraian. Jika pihak-pihak yang berkepentingan ada diluar kemungkinan akan mengunjukkan kutipan-kutipan yang demikian. adalah batal karena. 4. bertentangan dengan salah satu ketentuan dalam pasal 5. Tiap-tiap akta kelahiran. 7. dengan cara lain daripada cara membuat akta otentik.2. Pasal 15 (1). Peraturan peralihan Pasal 16. kematian dan perceraian yang menurut pasal 71 Kitab Undang-undang Hukum Perdata untuk Indonesia harus diunjukkan oleh kedua calon suami-istri sebelum perkawinan mereka dilangsungkan. Suatu pengangkatan boleh dinyatakan batal karena. kematian dan perceraian yang. diselenggarakan oleh Kepala golongan Tiong Hoa dan diberikan oleh seorang kepala Tiong Hoa yang tertinggi pangkatnya pada tempat dimana register-register itu diselenggarakannya. Pengangkatan terhadap anak-anak perempuan dan pengangkatan. 5. atau ayat ke dua dan ke tiga. kekurangan ini boleh diperbaiki dengan cara seperti ditentukan dalam pasal 72 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata berhubungan dengan akta kelahiran. mengenai perhitungan biaya perkara dan penyenderaan. (3). Keputusan dengan mana suatu perceraian diucapkan jika perkawinannya dilangsungkan dulu. sebelum di tempatnya telah berlaku Reglemen Penyelenggaraan Registerregister Catatan Sipil bagi golongan Tiong Hoa. 8. mengenai bertindak sebagai saksi dalam perbuatan akta-akta otentik. dalam hal-hal bilamana kelahiran. pasal 10. mengenai pembuktian dengan saksi. harus diganti dengan petikanpetikan dari register-register pembukuan atau pencatatan kelahiran. 6. kutipan-kutipan mana harus memuat waktu dan tempat kelahiran atau kematian. (1). 3. Tiap-tiap pengangkatan tidak boleh ditiadakan karena perjanjian. 9. (2). maka. hukum.

Pasal 20. Pasal 21 (1). Segala campur tangan balai-balai piatu dan Balai Harta. bilamana yang demikian tadi menurut Undang-undang ini dikecualikan. (1). dalam hal-hal. harus dianggap sebagai anak-anak sah. maka demi hukum ibu merekalah yang melakukan perwalian. oleh balai piatu dan balai peninggalan dulu diakui sebagai wali. dan diperlakukan oleh mereka secara terang-terangan sebagai anak mereka. Pasal 18. sewaktu mereka belum dewasa. Peninggalan dalam urusan orang-orang Tiong Hoa dan harta. bukanlah wali-wali yang sah. pengakuan itulah saja harus dianggap sebagai wali-wali yang sah.Penyelenggaraan Register-register Catatan Sipil bagi mereka yang hendak kawin harus dibukukan dalam register-register catatan sipil di Jakarta. melakukan sesuatu perwalian dengan sah. yang sebelum saat tersebut. yang didirikan dengan cara yang sah. harus meneruskannya. kecuali kongsi itu dengan sah tidak telah dibubarkan sebelumnya. (2). atau kecuali mengenai soal sah atau tak sahnya wali-wali itu pada waktu itu dimajukan perkara di muka Hakim atau telah ada keputusan yang belum memperoleh kekuatan mutlak. Campur tangan itu sementara itu berakhir. Dengan menyimpang sekadarnya dari pasal 283 Kitab Undang-undang Perdata untuk Indonesia. karena. Mereka. yang sebelum undang-undang ini mengenai perwakilan mereka berlaku. dan yang dilakukan menurut aturan-aturan undang-undang yang dulu berlaku. (1). kecuali dengan keputusan Hakim yang memperoleh kekuatan mutlak sebelum saat tersebut telah dinyatakan. jika hubungan antara si bapak dan selirnya telah timbul sebelum undang-undang ini berlaku bagi bapak mereka. (2). Dengan meninggalnya bapak mereka. harus dibubarkan sepuluh tahun setelah saat itu. anak-anak yang dilahirkan dari selir-selir bapak mereka. dan yang masih ada pada saat Undang-undang ini pada tempat itu mulai berlaku. harus diteruskan dan diselesaikan oleh balai-balai tersebut atas dasar yang sama. peninggalan mereka yang telah dimulai sebelum pada tempat itu Undang-undang ini berlaku. Segala kongsi sebagai termaksud dalam pasal 3. Pasal 19. (2). . Untuk selain kongsikongsi itu tetap dikuasai oleh hukum yang berlaku dewasa itu. (1). Mereka. bahwa orang yang diakui sebagai wali tadi.

Pada saat mulai berlakunya undang-undang ini dihapuskanlah segala peraturan undang-undang mengenai hukum perdata dan hukum dagang yang berlaku bagi orang termasuk golongan Tiong Hoa. Selambat-lambatnya satu tahun sebelum lewatnya waktu tersebut dalam ayat ke satu.(2). dengan pemasangan pengumuman itu dalam Berita Negara dan dalam surat kabar lain sebagaimana dipandangnya perlu. Pasal 22. enam bulan dan kemudian satu bulan sebelum saat tersebut di atas harus diulangi lagi. . Direktur Kehakiman harus mengumumkan ketentuan dalam ayat ke satu tadi beserta segala akibatnya kepada khalayak ramai. pengumuman mana.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful