P. 1
Navigasi

Navigasi

|Views: 48|Likes:

More info:

Published by: فيصل بحر الدين on May 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2012

pdf

text

original

Navigasi Darat

Diterbitkan April 24, 2008 Materi 25 Komentar Tag:Materi
PENDAHULUAN Navigasi adalah suatu teknik untuk menentukan kedudukan dan arah lintasan perjalanan secara tepat, atau navigasi adalah navigasi adalah suatu kegiatan mengontrol arah perjalanan baik di peta maupun di medan sebenarnya dengan tepat hingga sampai ke tujuan. Dalam arti yang lebih sempit, navigasi telah dikenal oleh bangsa-bangsa Aztec, Babylonia dan Bangsa Eskimo tua sejak 4500 tahun yang lalu. Pada awalnya, istilah navigasi dipakai dalam pelayaran maupun penerbangan, namun dewasa ini telah umum dipakai dalam pengembaraan di gunung, rimba, sungai dan sebagainya. Orang yang bertanggung jawab dalam hal navigasi biasa disebut navigator. Untuk dapat melakukan perjalanan di alam bebas kita hanya dibantu oleh peta, kompas dan kemampuan berorientasi yaitu usaha memperkirakan / menentukan tempat kedudukan setepat mungkin dengan cara mengamati, mempelajari, mengenali keadaan sekitar selama perjalanan dilakukan. Menyadari betapa pentingnya ketiga hal diatas, maka timbul pepatah : “peta dan kompas serta kemampuan untuk menggunakannya merupakan tiket ke tempat manapun di alam bebas”.

PETA
Peta adalah gambaran sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang diproyeksikan ke dalam bidang datar dengan metode dan perbandingan tertentu.
Di Indonesia, peta yang lazim digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung, lalu peta dari Jawatan Topologi, yang sering disebut sebagai peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960. Peta AMS biasanya berskala 1 : 50.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m. Selain itu ada peta keluaran

Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1 : 50.000 atau 1 : 25.000 (dengan interval kontur 12,5 m). Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna. Peta berdasarkan isinya dibagi menjadi :

1. Peta Umum; yaitu peta yang memuat kenampakan-kenampakan umum, baik kenampakan fisis maupun kenampakan sosial ekonomi. Peta jenis ini meliputi : a. Peta Topografi; yaitu peta yang berskala besar dan memuat keterangan yang umum. b. Peta Chorografi; yaitu peta yang berskala sedang yang menggambarkan daerah yang luas, negara atau benua. c. Peta Dunia; peta yang digambarkan dengan skala kecil dan meliputi seluruh dunia. 2. Peta Khusus / Thematik; yaitu peta yang menggambarkan kenampakankenampakan yang khusus. Peta ini meliputi antara lain : peta militer, peta bintang, peta triangulasi, peta pariwisata, dll. Peta berdasarkan skalanya digolongkan menjadi : a. Peta Kadaster 1 : 100 sampai 1 : 5.000 b. Peta berskala besar 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000 c. Peta berskala sedang 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000 d. Peta berskala kecil 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000 e. Peta Geografi 1 : 1.000.000 ke atas Bagian-bagian Peta : 1. Judul; menyatakan lokasi yang ditunjukkan oleh peta yang bersangkutan, biasanya terdapat diatas.

Penerbit. maka data yang disajikan akan semakin akurat. skala verbal/perkataan “satu sentimeter dibanding lima puluh ribu sentimeter” c. yakni perpotongan antara garis-garis yang tegak lurus satu sama lain. Legenda. dan garis lintang (lintang . Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu. Secara teori.2. Skala/Kedar. 5. 3. menyatakan waktu pembuatan peta. yaitu perbandingan jarak antara dua titik tertentu pada peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Tahun. menyatakan badan/lembaga yang menerbitkan/mengeluarkan peta. Koordinat Geografis (Geographycal Coordinate) Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa. dibuat untuk memudahkan pembaca menganalisa peta. Untuk menyatakan skala peta ada 3 cara yaitu : a. semakin baru tahun pembuatannya. koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. 4. Nomor. Koordinat . yaitu keterangan singkat mengenai simbol/tanda yang tercantum dalam sebuah peta. Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua macam yaitu : a. juga berguna sebagai petunjuk bila kita memerlukan peta daerah lain di sekitar daerah yang terpetakan. sebagai nomor registrasi dari badan pembuat peta.000 b. 7. yaitu kedudukan suatu titik di peta. 6. skala angka/fraksi 1 : 50.

dapat langsung ditentukan. yaitu garis khayal yang menghubungkan titik-titik yang berketinggian sama dari permukaan laut atau garis bayangan/imajinasi dari rangkaian titik-titik di lapangan yang mempunyai nilai ketinggian/elevasi yang sama. Pada peta skala 1 : 25. satu kotak (atau sering disebut satu karvak) lebarnya adalah 3. 8. biasanya menggunakan koordinat grid. Pada peta AMS.000. Sistem koordinat grid mengenal penomoran 4 angka.Untuk wilayah Indonesia. Karakteristik Garis Kontur Ketinggian : 1. . Kontur. Koordinat Grid (Grid Coordinate atau UTM) Dalam koordinat grid. biasanya menggunakan koordinat geografis sebagai koordinat utama. kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan. dan pada peta skala 1 : 50. 98° BT). satu karvak sama dengan 1 menit (60”). Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat. Sedangkan penentuan koordinat grid 8 angka dibagi menjadi 10 bagian (per 1 mm). Karena itu untuk penentuan koordinat grid 4 angka. Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara. 6 angka dan 8 angka. satu karvak sama dengan 30 detik (30”). Contoh : 114°34’10” BT atau 05°15’17” LS b.000. Pada peta ini. sedangkan horizontal dari barat ke timur. menit dan detik. Penentuan koordinat grid 6 angka. satu karvak dibagi terlebih dahulu menjadi 10 bagian (per 2 mm). Garis kontur ketinggian yang lebih rendah selalu mengelilingi garis kontur yang lebih tinggi. titik acuan berada disebelah barat Jakarta (06° LU.7 cm. Pada peta Bakosurtanal.utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Satu karvak sebanding dengan 2 cm.

Garis kontur ketinggian yang ujungnya melengkung kedalammendekati puncak berbentuk “∩” menggambarkan lembah. Garis kontur ketinggian tidak akan saling berpotongan dan tidak bercabang. Garis kontur ketinggian merupakan kurva tertutup sehingga tidak akan ada yang terputus. Kompas sendiri sudah dikenal sejak 900 tahun yang lalu terbukti dengan diketemukannya kompas kuno yang dipakai pejuang China sekitar tahun 1100 M. Perbedaan ketinggian antara dua garis kontur yang berurutan (interval kontur) merupakan bilangan tetap. Karena sifat kemagnetannya maka jarum kompas selalu menunjukkan arah utara dan selatan (jika tidak dipengaruhi oleh adanya gaya-gaya magnet . KOMPAS Kompas adalah alat penunjuk arah. 10. Interval kontur sama dengan skala peta dibagi 2000. Garis kontur ketinggian yang ujungnya melengkung keluar menjauhi puncak berbentuk “U” menggambarkan punggungan. 8. 6. Rumus ini tidak berlaku apabila peta tersebut telah di fotocopy perbesar atau perkecil. 7. Jadi cara yang paling mudah mencari interval kontur adalah selisih antara dua indeks kontur yang berdekatan dibagi spasinya adalah harga interval kontur. Garis kontur ketinggian untuk daerah yang cekung digambarkangaris berbulu.2. 5. 4. 9. Garis kontur ketinggian antara digambarkan dengan garis terputusputus. 3. Garis kontur ketinggian pada daerah landai/datar akan tergambarrenggang/berjauhan sebaliknya garis kontur di daerah curam/terjalakan tergambar rapat.

Cara Penggunaan kompas : Penggunaan kompas pada prinsipnya yang paling penting diperhatikan adalah kompas harus horozontal. Contohnya kompas silva. Badan/Body kompas yaitu tempat melekatnya komponen-komponen kompas. Contohnya Kompas Prisma.Kompas Orientasi. Bagian –bagian kompas antara lain : 1. di jazirah Boothia sekitar 1400 mil atau sekitar 2250 km. sedangkan pada kompas orienteering (misal kompas silva) yang paling penting diperhatikan adalah Utara Kompas harus sejajar dengan Utara peta. yaitu kompas yang digunakan untuk membidik objek serta arah yang akan kita lalui. Menurut kegunaan dan fungsinya kompas dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu : .Kompas Geologi. menunjukkan pembagian derajat sistem mata angin. 2. Jarum Kompas Selalu menunjuk arah utara-selatan pada posisi bagaimanapun (dengan syarat tidak dipengaruhi oleh medan magnet lain dan jarum tidak terhambat perputarannya.lainnya selain magnet bumi). Faktor kesalahan pada sudut bacaan kompas .) 3. Contoh . utara peta. Tapi unyuk keperluan praktis.Kompas Bidik. Arah yang ditunjuk oleh jarum kompas adalah kutub utara magnetis bumi yang letaknya tidak bertepatan dengan kutub utara bumi. kira-kira disebelah utara Kanada. Skala kompas. yaitu kompas yang digunakan untuk menentukan arah serta kemiringan dalam pekerjaan geologi. yaitu jenis kompas yang digunakan untuk orientasi dalam suatu perjalanan (orientering). maka pembacaan skala peta melalui garis fisir.Kompas Geologi. utara sebenarnya dan utara kompas/magnetis dianggap sama. . .

jam tangan. gunting. -Garis penunjuk arah bacaan tidak segaris lurus dengan pisir/garis rambut pembidik objek. .Karena benturan dengan benda keras. -Ada kesalahan indeks yaitu penunjuk indeks skala bacaan kompas tidak segaris lurus dengan garis penunjuk arah bacaan.Sesama kompas dilarang saling berdekatan !!!! TEKNIK PETA KOMPAS Sebelum masuk pada teknik peta kompas yang perlu duketahui adalah Azimuth dan Back azimuth. Azimuth adalah sudut antara sasaran terhadap kutub magnetik bumi (sudut kompas) sedangkan Back Azimuth adalh kebalikan dari Azimuth. victorinoks. usahakan untuk mengenal dulu tanda-tanda medan sekitar yang menyolok dan posisinya di peta. Cara praktisnya sebagai berikut : Jika Azimuth < 180° maka Back Azimuthnya = Azimuth + 180° Jika Azimuth >180° maka Back Azimuthnya = Azimuth – 180° Orientasi Peta Orientasi Peta yaitu menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (menyamakan utara peta dengan utara kompas). Hal ini dapat dilakukan dengan pencocokan nama puncak. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemakaian kompas yaitu : . pisau. walkman.Jauhkanlah dari benda-benda yang mengandung unsur logam seperti golo/parang.Penyebab dari kesalahan ini antara lain : .Jauhkan dari benda-benda elektronik seperti : TV. dll . Sebelum anda mulai orientasi peta. sehingga jarum atau piringan kompas tidak bergerak bebas. dll. -Cairan yang terdapat dalam tabung kompas membeku (pengaruh waktau atau cuaca). .

Letakkan peta pada medan datar. buat salib sumbu pada tanda-tanda medan tersebut. . Cari tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan di peta. Dengan busur dan penggaris. Jadi minimal anda tahu secara kasar posisi anda dimana. minimal 2 buah. dll.Samakan utara peta dan utara kompas (peta yang diputar). Pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta dan hitung sudut pelurusnya.Ingat tanda-tanda medan itu. sepanjang jalan. Orientasi peta ini hanya berfungsi untuk meyakinkan anda bahwa perkiraan posisi anda di peta adalah benar. . Lakukan untuk beberapa tanda medan. . Resection Resection adalah menetukan posisi kita di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Lakukan orientasi peta. Langkah-langkah melakukan resection : 1. 2.sungai desa.Ingat hal-hal yang khas dari setiap benda medan (sifat-sifat garis kontur). . maka hanya perlu mencari satu tanda medan yang lainnya yang dibidik. Bila kita berada di tepi sungai.Cari tempat terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok. 6. Perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita di peta. Bidik tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita dengan menggunakan kompas bidik. dengan demikian letak peta akan sesuai dengan bentang alam yang akan dihadapi.Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekeliling dan temukan tanda-tanda tersebut dalam peta. 5. 4. . bentuknya tempatnya di medan sebenarnya maupun di peta. 3. atau sepanjang punggungan. Lakukan ini pada setiap tanda medan yang dijadikan sebagai titik acuan. Cara-cara orientasi peta antara lain : .

Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta 5. Lakukan orientasi peta. 3. Bidik obyek yang kita amati 4. Bergerak ke posisi lain dan pastikan posisi tersebut di peta. Jika berada di daerah sebelah selatan khatulistiwa. Lakukan langkah 1 – 3. Perpanjangan garis diagonal yang memotong horizon dari tempat kita adalah Selatan. Dengan Jarum Jam Arloji Jika berada di daerah sebelah utara Khatulistiwa. . Dengan Tanda-Tanda Alam . caranya sama. untuk Indonesia menghadap ke barat laut . jarum jam diarahkan ke matahari.Mesjid menghadap kiblat. Dengan Perbintangan Perhatikan rasi bintang Crux (Bintang Salib atau Gubuk Penceng). Menentukan Arah Tanpa Kompas 1.Bagian pohon yang berlumut tebal menunjukkan arah timur. 2. 3. Langkah-langkah melakukan Intersection adalah : 1. karena sinar matahari yang belum terik pada pagi hari. garis pembagi sudut antara jarum kecil tersebut dengan angka 12 menunjukkan arah utara. Lakukan resection untuk memastikan posisi kita di peta.Intersection Intersection adalah menentukan posisi suatu titik pada peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali dilapangan tanpa harus ke tempat tersebut. 2.Kuburan Islam Menghadap Utara . 6. hanya yang didapat adalah arah selatan. Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi yang dimaksud.

guna menambah akurasi penerjemahan dari peta topografi ke penampang. dan y. 3. Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan perjalanan 2. Untuk memudahkan kita menggambarkan bentuk medan dari peta topografi yang ada. penggaris dan penghapus b. Langkah-langkah membuat penampang lintasan : a. agak sulit bagi kita untuk membayangkannya bagaimana bentuk medan lintasan yang sebenarnya. dengan satuan mdpl. sumbu x mewakili jarak. terutama menyangkut ketinggian. dengan jarak dan ketinggian sesuai . Siapkan peta yang sudah diplot. Dapat mengetahui titik ketinggian dan jarak dari tanda medan tertentu. dengan menggunakan garis kontur sebagai acuan. c.PenampangLintasan Penampang lintasan adalah penggambaran secara proposional bentuk jalur lintasan jika dilihat dari samping. Tempatkan titik awal di sumbu x = 0 dan sumbu y sesuai dengan ketinggian titik tersebut. Sumbu y mewakili ketinggian. Untuk menyusun penampang lintasan biasanya menggunakan kertas milimeter block. pensil mekanik/pensil biasa yang diruncing . Misal meter atau kilometer. buatlah satu titik lagi. dengan satuan rata-rata jarak dari lintasan yang anda buat. Dalam kontur yang kerapatannya sedemikian rupa. Sebagaimana kita ketahui bahwa peta topografi yang dua dimensi. Angkanya bisa dimulai dari titik terendah atau dibawahnya dan diakhiri titik tertinggi atau diatasnya. Lalu beda perubahan kontur berikutnya. maka dibuatlah penampang lintasan Berapa manfaat penampang lintasan : 1. dan sudut pandangnya dari atas. kertas milimeter blok. Memudahkan kita untuk menggambarkan kondisi keterjalan dan kecuraman medan. Buatlah sumbu x. bagaimana kira-kira bentuk medan sebenarnya.

Titik tersebut dihubungkan satu sama lainnya hingga membentuk penampang berupa garis menanjak.dengan perubahan kontur pada jalur yang akan anda buat. dan titik aktivitas anda (biasanya berupa titik bivak/camp dan titik istirahat). d. . ataupun tanda medan lainnya. misalkan nama-nama sungai. Catatan : informasi tentang vegetasi pada setiap lintasan. Tambahkan keterangan pada tanda-tanda medan tertentu.Demikian seterusnya hingga titik terakhir. puncak. turun dan mendatar. dan skala penampang akan lebih membantu pembaca dalam menggunakan penampang yang telah dibuat. e. Perubahan satu kontur diwakili oleh satu titik.

antara lain. busur derajat. Minimal dua tanda medan * Ingat-ingat dan tandai tanda medan tersebut pada peta * Bidik tanda-tanda medan tersebut (ingatlah pada waktu membidik tanda medan terebut posisi kita tidak boleh berubah/bergerak) *Pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta. Langkah-langkah praktis untuk orientasi medan : * Cari tempat terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan * Letakkan peta pada bidang datar * Samakan utara peta dengan utara sebenarnya. dll) Orientasi Peta / Orientasi Medan Secara istilah dapat dikatakan menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya. ingat-ingat dan tandai.TEKNIK PETA KOMPAS Sebelum melakukan teknik peta kompas perlu dipersiapkan peralatan sebagai pendukung kegiatan. Secara praktis menyamakan utara peta dengan utara sebenarnya. kompas bidik. pensil. karakternya. Dengan demikian letak peta akan sesuai dengan bentang alam yang dihadapi * Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol di sekeliling dan temukan tandatanda medan tersebut di dalam peta. penghapus. peta topografi. bentuknya. * Ingat-ingatlah hal-hal yang khas dari setiap tanda medan. dan hitung sudut pelurusnya dari tanda medan tersebut . Lakukan untuk beberapa tanda medan * Ingat tanda-tanda medan tersebut. Langkah-langkah resection : * Lakukan orientasi medan * Cari tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan temukan di peta. alat tulis (penggaris. tempatnya. Resection Penentuan posisi kita pada peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan.

Bila kita bergerak dari satu titik ke titik lain dengan sudut kompas tetap atau disebut potong kompas. Bidik obyek yang kita amati c. dll c. tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan. Setelah sampai di pada tanda medan tersebut. maka harus diusahakan agar lintasannya berupa satu garis lurus. longsoran tebing. Lakukan langkah b dan c f. Lakukan orientasi medan dan lakukan resection b. Untuk melakukan intersection kita harus yakin dengan posisi kita di peta dengan melakukan resection lebih dulu. pohon tumbang. Misalnya pohon besar. Azimuth juga disebut sebagai sudut kompas. Langkah-langkah intersection : a. Perhatikan tanda medan yang mencolok. Bidikkan kompas sesuai dengan dengan arah perjalanan kita. maka salah satu dari anggota tim kita dapat berperan sebagai tanda medan tersebut . Titik awal dan titik akhir perjalanan diplotkan di peta. Bergerak ke posisi lain dan lakukan resection e. tetapi sulit untuk dicapai. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat di lapangan. Pindahkan sudut bidikan yang di dapat ke peta d. Untuk itu digunakan teknik back azimuth. b. Langkah-langkahnya : a.* Perpotongan garis yang ditarik dari sudut pelurus tersebut adalah posisi kita Intersection Menentukan posisi benda lain di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan. Prinsipnya membuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikkan kompas ke depan dan ke belakang pada jarak tertentu. Hitung juga sudut dari titik akhir ke titik awal. Jika hal ini terjadi. Perpotongan garis memanjang dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud Azimuth-Back Azimuth (Potong Kompas) Azimuth adalah sudut antara satu titik dengan arah utara dari seorang pengamat. Perhatikan tanda medan lain yang ada di sekitar ujung lintasan yang akan dilalui d. bidikkan kompas kembali ke belakang untuk mengecek apakah kita sudah berada pada lintasan yang benar Terkadang sulit menemukan tanda medan yang dapat dijadikan sasaran.

Re:INFO .Kebakaran hutan 4. 06:37:38 » Beberapa hal yang mungkin harus diketahui oleh rekan2 semua. Tidak hanya keselamatan yang dibawa pulang oleh para pendaki. Ada banyak penyebab mengapa kecelakaan di gunung terjadi disamping faktor humam error. 4Terjadinya gap dan perbedaan pendapat dalam kelompok pendaki.Membuka jalur baru tanpa pengetahuan navigasi dan survival yang memadai.Binatang buas 3. 1. 2011.Membawa peralatan yang lengkap diutamakan peralatan pribadi misalnya jaket.Tersesat di hutan. Dasar-Dasar Mountaineering « Jawab #13 pada: April 05. 2. faktor alam juga berperan pada suatu kecelakaan di gunung. Diantaranya adalah : 1.Minimnya pengetahuan si pendaki tentang karakteristik medan yang akan dilaluinya.Kekompakan tim dalam perjalanan sangat vital dan diperlukan agar tercipta suasana saling membantu dan menghargai. tidak sedikit para pendaki yang harus pulang namanya saja ketika mendaki sebuah gunung.tutup kepala sepatu dan jas hujan 3. sehingga perjalanan akan semakin cepat dan baik .Longsornya tebing gunung 5.Pendakian sebaiknya dilakukan oleh minimal 3 orang atau lebih 2. karena kekurangan makanan dan air.sarungtangan.Gas beracun Untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan di gunung ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh si pendaki.Kecerobohan leader dalam penentuan jalur yang akan dilalui Disamping karena faktor human error kecelakaan di gunung juga disebabkan oleh faktor alam yang antara lain : Suhu yang tiba-tiba turun drastis dikarenakan perbedaan suhu sekitar gunung menyebabkan turunnya daya tahan pendaki. 3. Beberapa faktor humam error yang menyebabkan kecelakaan terjadi antara lain : 1. 5.Badai gunung 2.

Diantara pengetahuan tersebut antara lain : 1.Teknik Ukur dan Hitung pada navigasi darat .Survival 3.Geographiical Positioning System (GPS) 4.Mempunyai leader atau pemimpin yang berpengalaman baik mental maupun pengetahuan agar dalam keadaan tertentu tidak terjadi perpecahan karena kurangnya wibawaleader 5.Navigasi Darat 2.Logistik dan air yang dibawa haruslah cukup minimal untuk sendiri selama dalam perjalanan 6. sebelum menyelamatkan orang lain.4.Kesehatan pendaki haruslah dalam keadaan baik Pengetahuan yang dibutuhkan saat proses pendakian Dalam pendakian seorang pendaki minimal memiliki pengetahuan yang dapat menyelamatkan dirinya sendiri.

Pengetahuan penguasaan medan akan mempermudah kita untuk mencapai tujuan tertentu dan target tertentu dalam kegiatan alam bebas. Untuk dapat melakukan perjalanan di alam bebas kita hanya dibantu oleh peta. teknik hidup di alam bebas. kemampuan membaca dan pemahaman tentang kompas dan peta. penguasaan medan ini juga dapat berguna dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan. PENGERTIAN Navigasi darat adalah bagian dari ilmu untuk menentukan posisi suatu objek dan arah perjalanan. Dalam arti yang lebih sempit. mengenali keadaan sekitar selama perjalanan dilakukan. Berkaitan dengan pengertian tersebut. PETA Peta merupakan penggambaran dua dimensi dari unsur – unsur alam dan atau buatan manusia. istilah navigasi dipakai dalam pelayaran maupun penerbangan. peta dan kompas (IMPK). navigasi telah dikenal oleh bangsa-bangsa Aztec. Berikut beberapa pemahaman dasar yang dapat digunakan untuk mempelajari dan berlatih lebih lanjut mengenai ilmu medan. navigasi darat adalah penentuan posisi dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya maupun pada peta. mempelajari. maka timbul pepatah : “peta dan kompas serta kemampuan untuk menggunakannya merupakan tiket ke tempat manapun di alam bebas”. rimba. kompas dan kemampuan berorientasi yaitu usaha memperkirakan / menentukan tempat kedudukan setepat mungkin dengan cara mengamati. pengetahuan tentang medan merupakan sebuah modal yang harus dimiliki.menggunakan alat navigasi untuk menentukan posisi serta menganalisa dan memberikan asumsi awal terhadap medan yang dilalui merupakan salah satu dari keahlian dasar yang perlu dimiliki oleh setiap penggiat alam bebas. dll.PENDAHULUAN Sebagai penggiat kegiatan alam bebas. Navigasi adalah suatu teknik untuk menentukan kedudukan dan arah lintasan perjalanan secara tepat. Selain mungkin ada bebarapa materi pendukung seperti perencanaan perjalanan. kesehatan perjalanan. pada bidang datar dari sebagian atau seluruh permukaan bumi yang dilihat dari atas. Orang yang bertanggung jawab dalam hal navigasi biasa disebut navigator. Untuk pelaksanaan tugas SAR. baik pada medan sebenarnya maupun pada peta. Menyadari betapa pentingnya ketiga hal diatas. komunikasi lapangan. dan navigasi darat. sungai dan sebagainya. dll. Selain itu. evakuasi. Menurut penjelasan pada “Diktat Badan Diklat Wanadri”. atau navigasi adalah navigasi adalah suatu kegiatan mengontrol arah perjalanan baik di peta maupun di medan sebenarnya dengan tepat hingga sampai ke tujuan. pengetahuan lingkungan. Cara penggunaannya mutlak harus dikuasai. Pengetahuan tentang medan ini antara lain meliputi survival. pengetahuan geologi. dengan . namun dewasa ini telah umum dipakai dalam pengembaraan di gunung. Hal tersebut merupakan bekal awal dalam merencanakan dan melakukan kegiatan di alam terbuka maupun dalam usaha pencarian atau penyelamatan korban kecelakaan / tersesat. Pada awalnya. Babylonia dan Bangsa Eskimo tua sejak 4500 tahun yang lalu.

Pada peta ini. dan pada peta skala 1 : 50. dengan skala 1 : 50. Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna. satu karvak sama dengan 30 detik (30”). Koordinat ditentukan dengan sistem sumbu yaitu garis-garis yang saling berpotongan tegak lurus satu sama lain (garis bujur dan lintang). dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Menyajikan isi dan untuk kepentingan tertentu dengan 3. satu kotak (atau sering disebut satu karvak) lebarnya adalah 3. dengan skala kecil dari 1 : 10. Koordinat Peta. koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. Di Indonesia. 1. Contoh : 114°34’10” BT atau 05°15’17” LS . Peta skala sedang. besar dari 1 :100.000. Penerbit. lalu peta dari Jawatan Topologi. biasanya menggunakan koordinat geografis sebagai koordinat utama. Selain itu ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru.Pada peta Bakosurtanal. Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat. Nomor peta terdapat di sebelah kanan atas peta. dengan skala lebih besar dari 1 : 10. Nomor Peta. Umumnya menggunakan peta topografi. Selain itu juga sebagai petunjuk apabila kita memerlukan peta daerah lain di sekitar daerah yang dipetakan tersebut.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m. 3. Sistem koordinat mengenal penomoran dengan 4 angka atau 6 angka.000 atau 1 : 25. Bagian-Bagian Peta Judul Peta.000. Koordinat Geografis (Geographycal Coordinate) Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa. satu karvak sama dengan 1 menit (60”). Peta Dasar. dapat dibedakan sebagai berikut. 1. Dibuat untuk membuat peta turunan. menggunakan peta dasar untuk meletakan info tematiknya. dengan satu garis kontur mewakili satu ketinggian. peta yang lazim digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung. menit dan detik. yang sering disebut sebagai peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960.000 (dengan interval kontur 12.000.7 cm. Nomor peta merupakan nomor registrasi dari badan pembuat peta. Pada peta skala 1 : 25. 2. Secara teori.000. dengan skala kecil dari 1 : 100. Peta Tematik. Peta skala besar.000. Merupakan / menyatakan lokasi yang ditunjukkan oleh peta bersangkutan.000. Jenis Peta berdasarkan penggunaan.5 m).Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua macam yaitu : a. Judul peta tertera di bagian atas tengah peta. dan untuk daerah yang lebih sempit dengan penomoran 6 angka. 2.proyeksi dan metode tertentu yang dapat diperkecil atau diperbesar dengan perbandingan tertentu serta kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan secara visual maupun matematis. Peta AMS biasanya berskala 1 : 50. Peta skala kecil. Peta yang diperlukan untuk keperluan navigasi darat adalah peta topografi atau peta kontur. Peta topografi memetakan tempat-tempat di permukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis-garis kontur. menyatakan badan / lembaga yang menerbitkan/mengeluarkan peta. Untuk daerah yang luas dipakai penomoran 4 angka. perencanaan maupun pengembangan wilayah. Koordinat adalah kedudukan suatu titik pada peta. Jenis peta berdasarkan skala dapat dibedakan sebagai berikut.

Garis kontur ketinggian tidak akan pernah saling berpotongan dan tidak bercabang. yaitu merupakan garis khayal yang menghubungkan titik-titik yang berketinggian sama dari permukaan laut atau garis bayangan/imajinasi dari rangkaian titik-titik di lapangan yang mempunyai nilai ketinggian/elevasi yang sama. 98° BT). Sistem koordinat grid mengenal penomoran 4 angka. Punggungan gunung/bukit terlihat di peta sebagai rangkaian kontur berbentuk huruf “U”. 6 angka dan 8 angka. sedangkan sebaliknya garis kontur di daerah curam/terjal akan tergambar memiliki kontur yang rapat f.Untuk wilayah Indonesia. satu karvak dibagi terlebih dahulu menjadi 10 bagian (per 2 mm).000 . l. Garis kontur ketinggian yang ujungnya melengkung kedalam mendekati puncak berbentuk “∩” menggambarkan lembah. yaitu merupakan perbandingan antara jarak antara dua titik tertentu pada peta dengan jarak horizontal sebenarnya di lapangan. h. Perbedaan ketinggian antara dua garis kontur yang berurutan (interval kontur) merupakan bilangan tetap. c. walaupun kerapatannya berubahubah e. Koordinat Grid (Grid Coordinate atau UTM) Dalam koordinat grid. Rumus ini tidak berlaku apabila peta tersebut telah di fotocopy perbesar atau perkecil. Pada peta AMS. i.Untuk menyatakan skala peta ada 3 cara yaitu : a. Beda ketinggian antara dua garis kontur adalah tetap.b. sedangkan horizontal dari barat ke timur. k.000 cm jarak sebenarnya. Garis kontur ketinggian untuk daerah yang cekung digambarkan garis berbulu. Garis kontur ketinggian antara digambarkan dengan garis terputus-putus. Garis kontur ketinggian merupakan kurva tertutup sehingga tidak akan ada yang terputus. Skala / Kedar Peta.000 Contoh : 1 : 25. Garis kontur ketinggian yang ujungnya melengkung keluar menjauhi puncak berbentuk “U” menggambarkan punggungan. j. Sedangkan penentuan koordinat grid 8 angka dibagi menjadi 10 bagian (per 1 mm). dapat langsung ditentukan. Merupakan penunjuk ketinggian tertentu (pada peta biasanya tercantum nilai ketinggiannya) b. g. 1 : 50. Garis kontur ketinggian pada daerah landai/datar akan tergambar memiliki kontur yang renggang/berjauhan.000 berarti 1 cm jarak pada peta mewakili 25. Satu karvak sebanding dengan 2 cm. Jadi cara yang paling mudah mencari interval kontur adalah selisih antara dua indeks kontur yang berdekatan dibagi spasinya adalah harga interval kontur. Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara. biasanya menggunakan koordinat grid.Interval kontur sama dengan skala peta dibagi 2000. Karena itu untuk penentuan koordinat grid 4 angka. Sifat-sifat garis kontur dan Karakteristik Ketinggian antara lain : a. titik acuan berada disebelah barat Jakarta (06° LU. d. Garis kontur dengan ketinggian lebih rendah selalu mengelilingi garis kontur lebih tinggi. Lembah terlihat di peta sebagai rangkaian kontur berbentuk “V” yang ujungnya tajam dan menjorok ke puncak. kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan. Kontur. kecuali untuk medan khusus seperti kawah. Penentuan koordinat grid 6 angka. skala angka/fraksi 1 : 50.

. Peta ini meliputi antara lain : a.. sungai. Tahun Peta. Peta militer.... Peta Umum. Misalnya jalan. 1 : 250. b..000 d. d. yaitu peta yang memuat kenampakan-kenampakan umum. Peta Kadaster. “satu sentimeter dibanding lima puluh ribu sentimeter” c. peta bintang. yaitu peta yang berskala sedang yang menggambarkan daerah yang luas. menampilkan informasi keadaan geologis.000 sampai 1 : 250. Peta Jalan.berarti 1 cm jarak pada peta mewakili 50. Peta Kadaster . Menunjukkan / menyatakan waktu tentang tahun pembuatan peta tersebut. baik kenampakan fisis maupun kenampakan sosial ekonomi. Peta irigasi..000 cm jarak sebenarnya a. menampilkan informasi jaringan irigasi. maka data yang disajikan pada peta tersebut akan semakin akurat. peta triangulasi. Semakin baru tahun peta.. .000.. 1 : 1.. 1 : 500. menampilkan informasi ikhtisar peta dengan skala kecil dari 1 : 100..000.. Peta berskala sedang . c. Legenda Peta. Peta jenis ini meliputi : a. peta pariwisata. .000 c. negara atau benua..000 sampai 1 : 1. kota. 2. Peta Chorografi. menampilkan informasi kedalaman dan keadaan dasar laut serta info lainnya untuk kepentingan pelayaran b. Peta Kota. sarana f.. e... Kompas yang biasa digunakan untuk keperluan navigasi darat adalah kompas bidik dan kompas orienteering.. menampilkan informasi jaringan transportasi. Peta berdasarkan isinya dibagi menjadi : 1.000 b.000 sampai 1 : 500. menampilkan informasi kepemilikan tanah dan batasnya. skala verbal/perkataan. Peta Geografi. peta yang digambarkan dengan skala kecil dan meliputi seluruh dunia. Peta Geografi . yaitu peta yang berskala besar dan memuat keterangan yang umum dengan menampilkan Menampilkan sebagian unsur buatan manusia dan unsur alam dengan proyeksi tertentu. Peta Topografi (Topographic Map).. Peta Hidrografi. Peta Dunia. Peta berskala kecil . pemukiman. Peta berdasarkan skalanya digolongkan menjadi : a.. 1 : 100 sampai 1 : 5. dll. Peta Geologi.. Merupakan penunjuk arah mata angin dengan ketentuan sudut derajat dari arah utara magnetis bumi. 1 : 5. Peta Khusus / Thematik. c. yaitu memuat keterangan-keterangan singkat mengenai simbol/tanda yang tercantum dalam sebuah peta.000 e.. dll. d. menampilkaninformasi jaringan jalan e. yaitu peta yang menggambarkan kenampakan-kenampakan yang khusus.000. Peta berskala besar . drainase.000 ke atas KOMPAS Kompas sendiri sudah dikenal sejak 900 tahun yang lalu terbukti dengan diketemukannya kompas kuno yang dipakai pejuang China sekitar tahun 1100 M. dibuat untuk memudahkan pembaca menganalisa peta.

2. • Cairan yang terdapat dalam tabung kompas membeku (pengaruh waktau atau cuaca). jarum kompas akan selalu menunjuk arah Utara-Selatan(jika tidak dipengaruhi oleh adanya gaya-gaya magnet lainnya selain magnet bumi). dll. jam tangan. utara peta.Kompas Geologi. selalu menunjuk arah Utara-Selatan pada posisi bagaimanapun (dengan syarat. yaitu kompas yang digunakan untuk membidik objek serta arah yang akan kita lalui. Contoh . menunjukkan pembagian derajat sistem mata angin. . maka pembacaan skala peta melalui garis fisir.Kompas Orientasi. Tapi unyuk keperluan praktis.Kompas Geologi.Kompas adalah alat penunjuk arah. karabiner. gunting. golok. Secara fisik kompas terdiri atas: 1. Jarum. Arah yang ditunjuk oleh jarum kompas adalah kutub utara magnetis bumi yang letaknya tidak bertepatan dengan kutub utara bumi. Badan/Body. . 3. sedangkan pada kompas orienteering (misal kompas silva) yang paling penting diperhatikan adalah Utara Kompas harus sejajar dengan Utara peta. • Sesama kompas dilarang saling berdekatan !!!! MENGENAL TANDA MEDAN . di jazirah Boothia sekitar 1400 mil atau sekitar 2250 km. yaitu jenis kompas yang digunakan untuk orientasi dalam suatu perjalanan (orientering). Dalam memakai kompas. utara sebenarnya dan utara kompas/magnetis dianggap sama. Contohnya Kompas Prisma. Cara Penggunaan kompas : Penggunaan kompas pada prinsipnya yang paling penting diperhatikan adalah kompas harus horizontal. Karena sifat kemagnetannya. Kehadiran benda-benda tersebut akan mempengaruhi jarum kompas sehingga ketepatannya akan berkurang.Kompas Bidik. yaitu tempat melekatnya komponen-komponen kompas lainnya berada. kira-kira disebelah utara Kanada. perlu dijauhkan dari pengaruh benda-benda yang mengandung logam. dan lainnya. • Ada kesalahan indeks yaitu penunjuk indeks skala bacaan kompas tidak segaris lurus dengan garis penunjuk arah bacaan. • Garis penunjuk arah bacaan tidak segaris lurus dengan pisir/garis rambut pembidik objek. Contohnya kompas silva. seperti pisau. Faktor kesalahan pada sudut bacaan kompas Penyebab dari kesalahan ini antara lain : • Karena benturan dengan benda keras. tiang tenda. pisau. Kompas dipakai dengan posisi horizontal sesuai sesuai dengan arah garis medan magnet bumi. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemakaian kompas yaitu : • Jauhkanlah dari benda-benda yang mengandung unsur logam seperti golo/parang. walkman. jam tangan. dll • Jauhkan dari benda-benda elektronik seperti : TV. Skala penunjuk kompas. victorinoks. kompas tidak dipengaruhi oleh medan magnet lain dan jarum tidak terhambat perputarannya). yaitu kompas yang digunakan untuk menentukan arah serta kemiringan dalam pekerjaan geologi. Menurut kegunaan dan fungsinya kompas dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu : . sehingga jarum atau piringan kompas tidak bergerak bebas.

Koreksi sudut TEKNIK PETA KOMPAS Sebelum masuk pada teknik peta kompas yang perlu duketahui adalah Azimuth dan Back azimuth. tanpa memperlitungkan adanya deklinasi. pemukiman. dengan demikian letak peta akan sesuai dengan bentang alam yang dihadapi. d) Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekeliling dan temukan tanda medan tersebut dipeta. jalan setapak. delta. Arah Utara • Utara Sebenarnya / Utara Geografi (Truth North / Geographical North. UP / GN) diberi simbol GN. tebing. US / TN) diberi simbol * . Tanda-tanda medan dapat dijadikan acuan untuk penentuan lokasi dan pengenalan medan supaya arah perjalanan tidak melenceng hingga terjadi hal-hal buruk seperti tersesat.Azimuth dan Back Azimuth. kita perlu mengenal tanda-tanda medan yang ada dilokasi.Resection. ingat-ingat tanda medan yang khas dari setiap tanda medan. Ini bisa dilakukan dengan menanyakan kepada penduduk setempat nama-nama gunung. puncak bukit. muara. arah utara yang ditunjukan garis bujur (meridian) dan menuju ke kutub utara bumi atau titik pertemuan garis bujur bumi. untuk keperluan praktis. misalnya punggungan. c) Letakkan kompas diatas peta dan sejajarkan antara arah utara peta dengan utara magnetis/utara kompas. Langkah-langkah orientasi peta : a) Cari tempat terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok. e) Ingat tanda medan itu. sungai. bikit.Intersection.Kemampuan mengenal tanda medan sangatlah mutlak untuk dikuasai jika kita hendak melakukan navigasi darat. lakukan untuk beberapa tanda medan. atau tanda-tanda medan lainnya. anak sungai. bentuknya dan tempatnya dimedan sebenarnya maupun dipeta. utara magnetis dianggap sejajar dengan utara sebenarnya. daerah tertentu. Untuk keperluan orientasi ini. Teknik Peta Kompas Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (secara praktis menyamakan utara peta dengan utara magnetis). b) Letakkan peta pada bidang datar. TEKNIK PETA KOMPAS . Azimuth adalah sudut antara sasaran terhadap kutub magnetik bumi (sudut kompas) sedangkan Back Azimuth adalah kebalikan dari Azimuth. sungai. Tanda-tanda medan dapat dikenali dari bentang alam yang ada di sekitar. arah utara . • Utara peta / Utara Grid (Grid North. Cara praktisnya sebagai berikut : Jika Azimuth < 180° maka Back Azimuthnya = Azimuth + 180° Jika Azimuth >180° maka Back Azimuthnya = Azimuth – 180° TAK AKAN LUPUT DARI PETA DAN KOMPAS JIKA ANDA BERADA DI SUATU TEMPAT 1. atau dengan mengamati kondisi bentang alam yang terlihat dan mencocokkan dengan gambar kontur yang ada dipeta. jalan raya.

Menentukan posisi kita di peta dengan menggunakan dua atau . Azimuth disebut juga sudut kompas. Dalam hal ini. anda dan seorang rekan akan menjadi tanda tersebut. Ada tiga macam azimuth yaitu : a) Azimuth Sebenarnya. pohon tumbang. bidikkan kompas kembali ke belakang (sudut back azimuth) untuk mengecek apakah anda berada pada lintasan yang diinginkan. ujung kampong dan sebagainya). Bila kita berjalan dari suatu titik ke titik lain dengan sudut kompas tetap (istilah populernya potong kompas) maka harus diusahakan agar lintasannya berupa satu garis lurus. 1. Resection Resection adalah menentukan kedudukan/ posisi di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali.yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara peta dengan titik sasaran. Bergeserlah ke kiri atau ke kanan untuk mendapatkan back azimuth yang benar. 2. 3. perhitungan searah jarum jam. Cara menghitungnya : bila sudut azimuth lebih dari 180 derajat maka sudut azimuth dikurangi 180 derajat. Perhatikan tanda medan lain di ujung lintasan yang akan dilalui pada arah itu. Titik awal dan titik akhir perjalanan di plot di peta. bila sudut azimuth kurang dari 180 derajat maka sudut azimuth dikurangi 180 derajat. • Utara magnetik (Magnetic North. 4.yaitu sudut yang dibentuk antara utara kompas dengan titik sasaran. 5. Bidikkan kompas sesuai dengan arah perjalanan kita (sudut kompas). Perhatikan tanda medan yang menyolok pada titik awal perjalanan (pohon besar. Prinsipnya membuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikkan kompas ke muka dan ke belakang pada jarak tertentu. tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan (sudut kompas). pengamat dimanapun berada adalah titik pusat dari suatu lingkaran imajiner. 3. bila sudut azimuth = 180 derajat maka back azimuthnya adalah 0 derajat atau 360 derajat. c) Azimuth Peta. Setelah sampai pada tanda medan itu.yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara sebenarnya dengan titik sasaran. Untuk itu digunakan teknik back azimuth (back bearing).yang ditunjukan garis koordinat tegak peta ke arah atas. Azimuth dan Back Azimuth Azimuth ialah besar sudut antara utara magnetis (nol derajat) dengan titik/sasaran yang kita tuju. azimuth juga sering disebut sudut kompas. Hitung juga sudut dari titik akhir ke titik awal. Menentukan back azimuth adalah apabila azimuthnya kurang dari 180O maka ditambahkan 180O. longsoran tebing. 2. arah utara yang ditunjukan jarum kompas menuju kutub utara magnetik bumi. Azimuth atau bearing adalah sudut antara satu titik dan arah utara dari seorang pengamat. b) Azimuth Magnetis. jika lebih dari 180O maka dikurangi 180O. Sudut yang terakhir ini adalah sudut back azimuth. UM) diberi simbol T (anak panah separuh). kebalikan arah perjalanan. Langkah-langkahnya sebagai berikut. Seringkali tidak ada tanda medan yang dapat dijadikan sasaran. Perlu diingat. Back Azimuth adalah besar sudut kebalikan/kebelakang dari azimuth. susunan pohon yang khas.

kita sudah yakin pada posisi kita di peta. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan. sepanjang jalan. atau sepanjang suatu punggungan. Langkah-langkah melakukan Intersection adalah : 1. Teknik reseksi membutuhkan alam terbuka untuk dapat membidik tanda medan. tetapi sukar untuk dicapai. Lakukan orientasi peta dan pastikan posisi kita (A). 5. dan hitung sudut pelurusnya(Back Azimuth). Tidak selalu seluruh tanda medan harus dibidik. (B dan C). Lakukan resection untuk memastikan posisi kita di peta. maka hanya perlu satu tanda medan lainnya yang dibidik. atau sepanjang suatu punggungan. Lakukan langkah 1 – 3. Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta 5. b) Cari tanda medan yang mudah dikenali dilapangan dan di peta. maka hanya perlu mencari satu tanda medan lainnya yang dibidik. Interseksi digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat di lapangan. f) Perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita di peta(A) 4. Jika kita sedang berada di tepi sungai. sepanjang jalan. 2. 3. Lakukan ini pada setiap tanda medan yang dijadikan sebagai titik acuan. e) Dengan busur dan penggaris Pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta. Bergerak ke posisi lain dan pastikan posisi tersebut di peta (B). Teknik resection membutuhkan bentang alam yang terbuka untuk dapat membidik tanda medan. c) Dengan penggaris buat salib sumbu pada pusat tanda-tanda medan itu. Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di pet dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali dilapangan.lebih tanda medan yang dikenali. 6. Intersection Intersection adalah menentukan posisi suatu titik pada peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali dilapangan tanpa harus ke tempat tersebut. Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi yang dimaksud(C). Bidik obyek yang kita amati bidik objek yang kita amati (c) 4. d) Bidik dengan kompas tanda-tanda medan itu dari posisi kita.sudut bidikan dari kompas itu disebut azimuth. Pada intersection. jika kita berada di tepi sungai. Pada interseksi kita harus sudah yakin pada posisi kita di peta. tetapi sukar untuk dicapai. Tidak selalu tanda medan harus selalu dibidik. Koreksi sudut .. minimal dua buah. Langkah-langkah resection : a) Lakukan orientasi peta.

Ada kampung yang sudah berubah. b. tanda (-) untuk decrease/turun. Medan Tidak Sesuai Peta Jangan terlalu cepat membuat kesimpulan bahwa peta yang kita pegang salah. jalan setapak yang hilang.(DM +/.di dalam kurung untuk VM (variasi magnetis) = tanda (+) untuk increase/naik. a. Jarak. Yang perlu di analisa adalah jarak. Kita dapat memperkirakan jarak (dan kondisi medan) lintasan yang akan ditempuh dengan memproyeksikan lintasan. Waktu Bila kita dapat memperkirakan jarak lintasan.(DM +/. lalu berapa sudut yang akan kita pindahkan ke peta? P= K=+/. Dari peta( P) dipindahkan ke kompas (K): K= P +/. DM ke barat tanda (+) Tanda +/. karena sungai tersebut kering ketika musim kemarau.(DM +/. jadi sudut yang dibuat di peta adalah 123 1/2 derajat. Jangan hanya terpaku pada satu gejala yang tidak ada di peta sehingga hal-hal yang yang dapat dianalisa akan terlupakan. selanjutnya kita harus memperkirakan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut. waktu dan tanda medan. Contoh Perhitungan: Diketahui sudut kompas/azimuth 120 derajat. Bila anda menjumpai ketidaksesuaian antara peta dengan kondisi lapangan. Tanda medan juga bisa untuk menganalisa perjalanan dan menjadi pedoman dalam menempuh perjalanan. DM ke barat tanda (-) = dari P ke K: DM ke timur tanda (-). karena semakin lama peta tersebut maka banyak sekali perubahan yang terdapat pada peta tersebut. kemudian mengalihkannya dengan skala untuk memperoleh jarak sebenarnya. Memang banyak sungai-sungai kecil yang tidak tergambarkan di peta. c.VM) B. pada legenda peta tahun 1942 tersebut: DM 1 derajat 30 menit ketimur. DM ke timur VM increase Besar VM sekarang (2002) = (2002-1942)x 2 menit = 120 menit = 2 derajat (1 derajat=60 menit) sudut P = 120 derajat + (1 menit 30 detik + 2 derajat) = 123 derajat 30 menit.Pada pembahasan utara telah dijelaskan bahwa utara sebenarnya dan utara kompas berlainan. selisih sudut/deklinasi sangat besar sehingga perlu dilakukan perhitungan koreksi sudut yang didapat dari kompas(azimuth)yaitu : A. VM 2 menit increase. lihat tahun keluaran peta. kemungkinan besar anda yang salah (mengikuti punggungan .diluar kurung untuk DM (deklinasi magnetis/iktilaf magnetis) = dari K ke P: DM ke timur tanda (+). yang perlu diperhatikan adalah jarak yang sebenarnya yang kita tempuh bukanlah jarak horizontal. akan tetapi pada beberapa tempat. diperkirakan dengan mempelajari dan menganalisa peta. Kalau terlalu banyak hal yang tidak sesuai. Analisa Perjalanan Analisa perjalanan perlu dilakukan agar kita dapat membayangkan kira-kira medan apa yang akan kita lalui. baca kembali peta dengan lebih teliti. Dari kompas (K) dipindahkan ke peta (P): P= K +/. Hal ini sebetulnya tidaklah begitu menjadi masalah penting jika selisih sudutnya sangat kecil.VM) ingat! kompas ke peta.VM) Keterangan: Tanda +/. dan banyak perubahan-perubahan lain yang mungkin terjadi. dengan mempelajari peta yang akan dipakai.

lokasi daerah dan titik ekstrim seperti perkampungan (nama daerah. vegetasi. Bentukan sungai dapat terlihat dipeta sebagai garis yang memotong rangkaian tingkat kontur. kecuali berhimpit pada lembah yang sangat curam dimana terdapat air terjun 4. Pass adalah celah memanjang yang membelah suatu ketinggian 9. Salah satu hal yang dapat dilakukan dalam kondisi seperti ini adalah dengan melakukan analisa dan interpretasi peta untuk kemudian dapat dibandingkan hasilnya dengan medan sekitar. biasanya terdapat pada lembahan dan namanya tertera mengikuti alur sungai. dll. jalan. nama sungai. Mengenali tanda medan ini dapat dilakukan berdasarkan sifat garis kontur yaitu : 1. nama jalan. Oleh karena itu. 6. 3.yang salah. Antar kontur tidak akan saling berpotongan. Interpretasi dan analisa peta ini dapat dilakukan dari : a. 5. Makin rapat kontur. karakter medan / kemiringan (terjal / landai). sering kali teknik cross bearing tidak selalu dapat dilakukan seperti karena faktor cuaca atau tidak terlihatnya titik ekstrim yang dapat dijadikan acuan. b. serta merunutnya dari titik awal perjalanan. mengikuti sungai yang salah. Interpretasi dan Analisa Peta Topografi Sebelum melakukan perjalanan untuk memahami kondisi medan sebenarnya berdasarkan informasi pada peta sehingga dapat digunakan sebagai asumsi awal dalam penyusunan rencana perjalanan. Kontur yang rendah selalu mengelilingi kontur yang lebih tinggi.000 atau 1:25. menandai dan melakukan sebanyak mungkin analisa medan selama perjalanan serta melakukan cross check perkiraan awal tadi dengan . Perbedaan tinggi antara 2 kontur adalah setengah dari angka ribuan pada skala yang dinyatakan dalam satuan meter (biasanya tertera pada setiap peta topografi). Tanda Medan Melakukan analisa bentuk kontur yang tergambar pada peta untuk mendapatkan gambaran medan sebenarnya. nama gunung dan bentukan alam lain). biasakan untuk mempelajari. atau salah dalam melakukan resection). Peta 1:50. Saddle adalah daerah rendah dan sempit diantara dua ketinggian 8. Kontur yang bebentuk seperti huruf V dari pusat kontur merupakan punggungan dan yang berbentuk seperti huruf V terbalik dari pusat kontur adalah lembahan. legenda peta. 2. Dalam kondisi sebenarnya. 7. kerapatan kontur berdasarkan pemahaman tentang sifat kontur yang dapat digunakan untuk memperkirakan jarak dan waktu tempuh. Kontur terputus-putus menyatakan ketinggian setengah atau lebih dari perbedaan tinggi antara 2 buah kontur berurut. tahun peta itu dibuat. ketinggian suatu titik.000 umumnya cukup teliti. kecuali untuk kawah. perpotongan sungai. Informasi Dasar Peta Seperti judul peta. menunjukkan daerah yang makin terjal/curam.

dan penghapus. Dalam menentukan reseksi dan interseksi. dengan menggunakan garis kontur sebagai acuan. bukan menjamin kemampuan navigasi darat seseorang. garis pembagi sudut antara jarum kecil tersebut dengan angka 12 menunjukkan arah utara. . Dapat mengetahui titik ketinggian dan jarak dari tanda medan tertentu. terutama menyangkut ketinggian. dipeta buat dengan busur derajat 4. Langkah-langkahnya: 1. Jika berada di daerah sebelah selatan khatulistiwa. Dengan Jarum Jam Arloji Jika berada di daerah sebelah utara Khatulistiwa. dan sudut pandangnya dari atas. bagaimana kira-kira bentuk medan sebenarnya. Dalam kontur yang kerapatannya sedemikian rupa. Perpanjangan garis diagonal yang memotong horizon dari tempat kita adalah Selatan. 3. Penampang Lintasan Penampang lintasan adalah penggambaran secara proposional bentuk jalur lintasan jika dilihat dari samping. Memudahkan kita untuk menggambarkan kondisi keterjalan dan kecuraman medan. Semakin banyak kita mengetahui tanda – tanda medan yang dilalui. Sebagaimana kita ketahui bahwa peta topografi yang dua dimensi. Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan perjalanan 2. maka dibuatlah penampang lintasan Berapa manfaat penampang lintasan : 1. Untuk menyusun penampang lintasan biasanya menggunakan kertas milimeter block. 2. hanya yang didapat adalah arah selatan. Dengan Perbintangan Perhatikan rasi bintang Crux (Bintang Salib atau Gubuk Penceng). Pemahaman mengenai teori dan konsep hanyalah membantu untuk memahami ilmu navigasi. navigasi darat adalah ilmu praktis. semakin memahami pula kita tentang sifat dan tingkat kesulitan medan tersebut yang akan sangat berguna selama melakukan perjalanan dan dalam situasi darurat. Menentukan Arah Tanpa Kompas 1. Namun. untuk Indonesia menghadap ke barat laut .Kuburan Islam Menghadap Utara . agak sulit bagi kita untuk membayangkannya bagaimana bentuk medan lintasan yang sebenarnya. pensil. guna menambah akurasi penerjemahan dari peta topografi ke penampang. caranya sama. yaitu kompas. 3.Bagian pohon yang berlumut tebal menunjukkan arah timur. penggaris. harus membuat patokan arah utara. Dengan Tanda-Tanda Alam . karena sinar matahari yang belum terik pada pagi hari.fakta yang didapatkan di lapangan. jarum jam diarahkan ke matahari. busur derajat. Untuk memudahkan kita menggambarkan bentuk medan dari peta topografi yang ada. yang hanya dapat terasah jika dipraktekkan langsung pada kondisi sebenarnya. tentukan beberapa titik yang menyebar 2. titik perpotongannya merupakan titik yang dituju Alat yang digunakan untuk reseksi dan interseksi.Mesjid menghadap kiblat. arahkan dengan menggunakan kompas 3.

dengan satuan rata-rata jarak dari lintasan yang anda buat. Perubahan satu kontur diwakili oleh satu titik. Misal meter atau kilometer. turun dan mendatar. dan titik aktivitas anda (biasanya berupa titik bivak/camp dan titik istirahat). Buatlah sumbu x. Angkanya bisa dimulai dari titik terendah atau dibawahnya dan diakhiri titik tertinggi atau diatasnya. . Tambahkan keterangan pada tanda-tanda medan tertentu. dengan jarak dan ketinggian sesuai dengan perubahan kontur pada jalur yang akan anda buat. kertas milimeter blok. penggaris dan penghapus b.Langkah-langkah membuat penampang lintasan : a. Lalu beda perubahan kontur berikutnya. d. misalkan nama-nama sungai. Titik tersebut dihubungkan satu sama lainnya hingga membentuk penampang berupa garis menanjak. puncak. ataupun tanda medan lainnya. pensil mekanik/pensil biasa yang diruncing . c. e. dengan satuan mdpl. Siapkan peta yang sudah diplot. Sumbu y mewakili ketinggian. sumbu x mewakili jarak. Demikian seterusnya hingga titik terakhir. buatlah satu titik lagi. Tempatkan titik awal di sumbu x = 0 dan sumbu y sesuai dengan ketinggian titik tersebut. dan y.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->