P. 1
makalah rekayasa

makalah rekayasa

|Views: 209|Likes:
Published by HidayatRustdy

More info:

Published by: HidayatRustdy on May 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/07/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Genetika disebut juga ilmu keturunan, berasal dari kata genos (bahasa latin), artinya suku bangsa-bangsa atau asal-usul. Secara “Etimologi” kata genetika berasal dari kata genos dalam bahasa latin, yang berarti asal mula kejadian. Namun, genetika bukanlah ilmu tentang asal mula kejadian meskipun pada batas-batas tertentu memang ada kaitannya dengan hal itu juga. Genetika adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk alih informasi hayati dari generasi ke generasi. Oleh karena cara berlangsungnya alih informasi hayati tersebut mendasari adanya perbedaan dan persamaan sifat diantara individu organisme, maka dengan singkat dapat pula dikatakan bahwa genetika adalah ilmu tentang pewarisan sifat .Dalam ilmu ini dipelajari bagaimana sifat keturunan (hereditas) itu diwariskan kepada anak cucu, serta variasi yang mungkin timbul didalamnya. Genetika perlu dipelajari, agar kita dapat mengetahui sifat-sifat keturunan kita sendiri serta setiap makhuk hidup yang berada di lingkungan kita. Kita sebagai manusia tidak hidup autonom dan terinsolir dari makhuk lain tetapi kita menjalin ekosistem dengan mereka, karena itu selain kita harus mengetahui sifat-sifat menurun dalam tubuh kita. Genetika bisa sebagai ilmu pengetahuan murni, bisa pula sebagai ilmu pengetahuan terapan. Sebagai ilmu pengetahuan murni ia harus ditunjang oleh ilmu pengetahuan dasar lain seperti kimia, fisika dan metematika juga ilmu pengetahuan dasar dalam bidang biologi sendiri seperti bioselluler, histologi, biokimia, fiosiologi, anatomi, embriologi, taksonomi dan evolusi. Sebagai ilmu pengetahuan terapan ia menunjang banyak bidang kegiatan ilmiah dan pelayanan kebutuhan masyarakat. Rekayasa genetika dalam arti paling luas adalah penerapan genetika untuk kepentingan manusia. Demikian pula penerapan mutasi buatan tanpa target dapat pula dimasukkan. Masyarakat ilmiah sekarang lebih bersepakat dengan batasan yang lebih sempit, yaitu penerapan teknik-teknik genetika molekular untuk mengubah susunan genetik dalam kromosom atau mengubah sistem ekspresi genetik yang diarahkan pada kemanfaatan tertentu.

1. Bagaimana proses rekayasa genetika yang diaplikasikan pada kentang? 1.2 Rumusan masalah 1. Apa saja manfaat dan dampak dari rekayasa genetika? 3. Mengetahui proses rekayasa genetika yang diaplikasikan pada kentang .3 Tujuan 1. Mengetahui manfaat dan dampak dari rekayasa genetika 3. Apa yang di maksud dengan rekayasa genetika? 2. Mengetahui pengertian rekayasa genetika 2.

sterilitas dan fertilitas serangga jantan (untuk produksi benih hibrida). atau virus). kualitas aroma dan nutrisi. atau fusi sel di luar keluarga taksonomi yang dapat menembus rintangan reproduksi dan rekombinasi alami. Rekayasa genetika merupakan transplantasi atau pencangkokan satu gen ke gen lainnya dimana dapat bersifat antar gen dan dapat pula lintas gen sehingga mampu menghasilkan produk.1. dan bukan teknik yang digunakan dalam pemuliaan dan seleksi tradisional (Purnama. gen dari sel pankreas manusia yang kemudian diklon dan dimasukkan ke dalam sel E. Prinsip dasar teknologi rekayasa genetika adalah memanipulasi atau melakukan perubahan susunan asam nukleat dari DNA (gen) atau menyelipkan gen baru ke dalam struktur DNA organisme penerima. Gen yang diselipkan dan organisme penerima dapat berasal dari organisme apa saja.1 Pengertian Rekayasa Genetika Rekayasa Genetika adalah teknik yang dilakukan manusia dalam mentransfer gen (DNA) yang dianggap menguntungkan dari satu organisme kepada susunan gen dari organisme lain (Kandar. tahan terhadap herbisida. perubahan pigmentasi (Purnama. Misalnya. peningkatan mutu produk supaya tahan lama dalam penyimpanan pascapanen. 2010). tahan terhadap serangan hama dan penyakit tertentu (serangga. bakteri. 2010). 2010). penundaan kematangan buah. termasuk DNA rekombinan dan injeksi langsung DNA ke dalam sel atau organel. 2.1 Rekayasa Genetika 2. Coli yang bertujuan untuk mendapatkan insulin (Purnama. . 2010) Teknologi Rekayasa Genetika merupakan inti dari bioteknologi didifinisikan sebagai teknik in-vitro asam nukleat.1. toleransi terhadap pendinginan. jamur. Rekayasa genetika juga diartikan sebagai perpindahan gen (Purnama.BAB II PEMBAHASAN 2.2 Tujuan Rekayasa Genetika Rekayasa genetika pada tanaman mempunyai target dan tujuan antara lain peningkatan produksi. 2010). peningkatan kandunagn gizi.

Rekayasa Genetika pada mikroba bertujuan untuk meningkatkan efektivitas kerja mikroba tersebut (misalnya mikroba untuk fermentasi. Pemasangan cDNA pada cincin plasmid 4. pengikat nitrogen udara. 3. Penyisipan DNA rekombinan kedalam tubuh/sel bakteri.3 Penyebab Berkembangnya Rekayasa Genetika     Ditemukannya enzim pemotong DNA yaitu enzim restriksi endonuklease Ditemukannya pengatur ekspresi DNA yang diawali dengan penemuan operon laktosa pada prokariota Ditemukannya perekat biologi yaitu enzim ligase Ditemukannya medium untuk memindahkan gen ke dalam sel mikroorganisme Sejalan dengan penemuan-penemuan penting itu. mempercepat proses kompos dan pembuatan makanan ternak. Rekayasa Genetika atau teknik DNA rekombinan dapat didefenisikan sebagai : "Pembetukan rekombinan baru dari material yang dapat . Membuat klon bakteri yang mengandung DNA rekombinan 6. dan untuk menghasilkan bahan obatobatan dan kosmetika (Purnama.1.4 Langkah-langkah yang dilakukan dalam rekayasa genetika genetika secara sederhana urutannya sebagai berikut : 1. 2010). Mengindetifikasikan gen dan mengisolasi gen yang diinginkan. bioinformatika dan robotika/automasi memainkan peranan penting dalam kemajuan dan efisiensi kerja bidang ini (Purnama. perkembangan di bidang biostatistika. 2. 2. 2. meningkatkan kesuburan tanah.5 Teknik Rekayasa Genetika Banyak percobaan membuktikan bahwa dengan rekayasa genetika frakmen DNA manapun dapat disambungkan atau disisipkan ke genom species lain. 2. Membuat DNA/AND salinan dari ARN Duta.1. 2010). Pemanenan produk. Rakayasa genetika merupakan teknik yang paling mutakhir dalam bioteknologi. mikroba prebiotik untuk makanan olahan).1. 5. bahwa species yang jauh hubungan kekerabatannya.

Perubahan sel induk (Host Cell) Campuran plesmid yang diperkenalkan kepada sel bakteri diperlukan secara khusus sehingga sel mengambil DNA dalam proses perubahan sel induk. sehingga memungkinkan penggabungan dan kelanjutan berkembang dalam host yang baru." Proses ini juga dikenal sebagai " Gen Kloning " atau klon gen. Didalam sel enzim ini berfungsi dalam perbaikan tiap skontinuitas yang mungkin timbul pada salah satu untai pada molekul untai ganda. disamping itu memperbanyak molekul yang baru dibentuk (Mizawarti.diturunkan dengan cara penyisipan DNA dari luar kedalam suatu wahana (vektor). Setelah DNA disisipkan didalam sel bakteri maka DNA yang sudah disisipkan tersebut akan dimasukkan lagi kedalam sel hidup misalnya kedalam sel bakteri kemudian ditumbuhkan . Vektor plasmid harus memiliki tempat untuk endonuklease terbatas biasa dan faktor antibiotik sehingga memungkinkan untuk memilih perubahan yang diinginkan. Coli yang telah diinfeksi dengan T4. ligase DNA yang dimurnikan juga akan menyambungkan kedua ujung molekul yang sama (Mizawarti. 2008). 2008) Pemasangan DNA yang akan dikloning kedalam vektor plasmid disebut legasi dan enzim yang berperan dalam pemasangan ini adalah enzim yang dipakai dimurnikan dari E. 2008) Ada empat prinsip pengkloningan gen yaitu : 1. (Mizawarti. Penyiapan gen. dalam tabung percobaan. Plasmid adalah molekul DNA berbentuk lingkaran kecil yang terdapat di dalam bakteri disamping kromosom utama plasmid mengandung unsur-unsur genetik yang tidak terikat pada kromosom utarna. 2. sebab organisme yang secara genetik terbentuk adalah identik dan membawa seluruh potongan DNA yang telah disisipkan. Penyisipan kedalam vektor Vektor adalah replika yang akan memungkinkan gen untuk ditempatkan di sel induk (host cell) dan melibatkan plasmid pada bakteri induk. 2008) 3. Selain itu. Gen bakteri yang dikloning pada umumnya didapat dari penyiapan total DNA kromosom (kloning "penembakan") dengan cara membelah DNA dengan endonuklese yang terbatas sehingga menghasilkan bagian masing-masing 4 kilobase (kb) dengan ujung yang "lengket" (Mizawarti.

Kemudian DNA yang sudah dipotong. Pengujian aktifitas biologis produk gen c. 4. Enzim Polimerase ( yang membuat copy dati molekul DNA) 4. dipotong dengan enzim endonuklease restriksi 2. Probe terdiri satu segmen pendek DNA yang diberi label radioaktif. 2008). Ada tiga cara mendeteksi gen yang sudah diklon : a. disisipkan kedalam DNA plasmid yang juga sudah dipotong.kedalam media tertentu. lalu DNA plasmid dipotong enzim endonuklease 3. DNA yang diambil dari sel. Mendeteksi gen yang sudah klon. Enzim-enzim yang memanipulasi DNA ada empat yaitu : 1. Enzjim Nuklease ( yang memotong asam nukleat ) 2. ia dapat dideteksi dengan menggunakan uji antibodi khusus bagi protein yang disandi atau dengan cara menguji aktifitas biologi protein dalam sel (Mizawarti. Setelah disisipkan maka plasmid dimasukkan kedalam sel bakteri. agar dapat tumbuh dan berkembang biak serta menghasikan klon yang menghasilkan insulin. Cara lain membuat klon ialah jika protein yang disandi gen dihasilkan dalam sel yang diklon. Pengujian berdasarkan informasi urutan asam amino protein yang di sandi. Menggtmakan antibodi khusus terhadap produk gen. dan ditumbuhkan dalam media tertentu. . 4. Enzim Ligase ( yang menyambung asam nukleat menjadi satu ) 3. Enzim Modifikasi ( yang menghilangkan gugus kimia ) Dengan ringkas rekayasa genetik dapat dibuat sebagai berikut : 1. Isolasi DNA plasmid. b. dan memiliki urutan basa nukleotida yang sesuai dengan urutan asam amino yang diketahui dari satu segmen protein. sel bakteri ini akan tumbuh dan berkembang biak menghasilkan klon dan klon ini akan menghasilkan insulin. Didalam media. Penyisipan ini dibantu oleh enzim ligase DNA. Klon yang tepat dapat dideteksi dengan menggunakan "probe" untuk goo itu sendiri.

Proses industry yang lebih murah. dengan diproduksinya berbagai hormon manusia seperti insulin dan hormon pertumbuhan. . Tresedianya bahan makanan yang lebih melimpah. Susu sapi yang disuntik dengan hormone BGH disinyalir mengandung bahan kimia baru yang punya potensi berbahaya bagi kesehatan manusia (Purnama. d. memberikan pengaruh yang sangat luas pada masyarakat. Contohnya adalah penggunaan insulin hasil rekayasa menyebabkan 31 orang meninggal di inggris. Penerapan hak paten pada organism hasil rekayasa merupakan pemberian hak pribadi atas organism. Tersedianya sumber energi yang terbaharui. Produk bioteknologi dapat merugikan petanikecil. 2010). niscaya akan menggusur peternak kecil (Purnama. Hal ini bertentangan dengan banyak nilai-nilai budaya yang mengghargai nilai intrinsic makhluk hidup (Purnama. Dampak di bidang sosial ekonomi Dampak ekonomi yang tampak adalah paten hasil rekayasa.2. 2010).2 Dampak Rekayasa Genetika a.2. Dampak di bidang kesehatan Produk rekayasa di bidang kesehatan ini memang sudah ada yang menimbulkan masalah yang serius.1 Manfaat Rekayasa Genetika a. b. Penggunakan hormon pertumbuhan sapi dapat meningkatkan produksi susu sapi sampai 20%. Dampak di bidang etika dan moral Menyisipkan gen makhluk hidup kepada makhluk hidup lain memiliki dampak etika yag serius. e.2 Manfaat dan Dampak dari Rekayasa Genetika 2. Meningkatnya derajat kesehatan manusia. c. 2010). Berkurangnya polusi. b. Tomat Flavr Savr diketahui mengandung gen resisten terhaap antibiotic. c. swastanisasi dan kosentrasi bioteknologi pada kelompok tertentu. Menyisipkan gen makhluk hidup lain yang tidak berkerabat5 dianggap sebagai pelanggaran terhadap hukum alam dan sulit diterima manusia.2. Bahan pangan transgenic yang tidak berlabel juga membawa konsekuensi bagi penganut agama tertentu. 2.

insek. pengobatan patah tulang. vaksin herpes. berbagai macam antibiotika. vaksin malaria. vaksin rabies. dan pendarahan di lambung. vaksin kolera. tanaman karet yang menghasilkan lateks dengan kadar protein lebih tinggi.005 gram somastatin murni. jamur. untuk pengobatan diabetes melitus. Teknologi rekayasa genetika dalam bidang farmasi antara lain menghasilkan protein. interferon. perkebunan.2. digunakan sebagai hormon pertumbuhan. yaitu tanaman dengan struktur kayu yang diinginkan. Produk Farmasi Pemenuhan kebutuhan produk farmasi tertentu apabila dilakukan dengan teknologi konvensional akan memerlukan bahan dan biaya yang tidak sedikit. hasil transplantasi gen eukariosit dari hipofisis manusia ke gen E coli. vaksin lepra. insulin. yaitu hormon pertumbuhan pada manusia. xenotransplantasi (transplantasi dari hewan ke manusia). dan kehutanan. luka bakar. Hormon ini sangat sulit diisolasi dari hewan. 2. Sebagai contoh hormon somatostatin. beberapa preparat diagnostik. untuk pengobatan hepatitis. dan antibiotika. diperlukan setengah juta otak domba untuk mendapatkan 0. berbagai macam tanaman tahan herbisida. dan cacing. Hormon pertumbuhan pada manusia (human growth hormone) ini diberikan kepada para penderita dwarfisme hipofisis dan berfungsi untuk meningkatkan sekresi hormon pertumbuhan.3 . ternak kloning. tanaman anggrek transgenik yang tahan lama dengan warna bunga yang diinginkan. vaksin. hormon yang juga dikloning dari bakteri E coli. dan terapi gen sebagai pengobatan penyakit kronis dan beberapa kelainan makrogenetik. dan herpes zooster. tanaman hutan jati transgenik. Produk-produk tersebut misalnya: antibiotika. Produk-Produk Hasil rekayasa Genetika 1. vaksin hepatitis B. Contoh produk farmasi yang dihasilkan dari teknologi rekayasa genetika antara lain:17 somatostatin. tanaman yang toleran terhadap kekeringan dan cuaca dingin. Produk Non-pangan Sementara itu teknologi rekayasa genetika juga telah menyentuh bidang-bidang lain seperti bidang peternakan. dan hormon pertumbuhan untuk hewan. . herpes simplex. somatotropin. dan bahkan tanaman kapas yang menghasilkan serat kapas berwarna.

Molekul DNA. Beberapa ion logam ditambahkan selama proses pemecahan sel dengan tujuan tertentu. Teknik pemeliharaan (kultur) dan dan pemanenan sel Mikroba (bakteri) yang digunakan dalam rekayasa genetika pada kentang adalah Bacillus thuringiensis dengan kode gen Bt-toksin. DNA yang diperoleh kemudian diresuspensikan kembali menggunakan buffer dan diukur konsentrasinya menggunakan panjang gelombang UV (Mulyono. profil kurva pertumbuhan mikroba tersebut harus diamati terlebih dahulu. Pemecahan sel dapat dilakukan dengan dua metode. dan kemudian dimurnikan lebih lanjut sebelum pemurnian menggunakan fenol. 2010). Bakteri harus ditumbuhkan pada media yang sesuai dan dipanen ketika fase pertumbuhannya mencapai fase log. 2010). Hal ini mengingat pada usia ini sel lebih banyak melakukan aktivitas pembelahan dan belum memanfaatkan nutrien dalam kultur untuk penebalan dinding selnya. frenc press. Produk-produk pangan yang diolah dari bahan transgenik yang tidak menghilangkan jejak transgenik bahan tersebut. Produk Pangan Teknik rekayasa genetika juga dilakukan pada bahan pangan antara lain berupa tomat. sebelum melakukan isolasi DNA kromosom. food additive. bunga kol. dan penggerusan) atau secara enzimatik menggunakan enzim lisozim dan Proteinase-K. jagung.4 Proses Rekayasa Genetika Pada Kentang 1. yaitu pemecahan secara fisika (sonifikasi. Teknik pemecahan sel Molekul DNA kromosom akan lebih mudah dikeluarkan dari sel dibandingkan bila sel telah masuk fase stasioner. dan sebagainya. keju. kanola. Pemanenan pada usia ini umumnya dapat diperoleh sel dengan usia muda sehingga lebih mudah untuk dilakukan pemecahan dinding selnya (Mulyono. RNA-ase dan Proteinase-K sering digunakan untuk menghilangkan kontaminasi RNA dan protein. 2. tepung susu. DNA dipisahkan dengan penambahan pelarut dan sentrifugasi pada kecepatan tinggi. beras. dan protein akan terlarut pada fasa air. Oleh sebab itu. kedelai. Bakteri Bt menghasilkan protein kristal yang mengandung racun dan dapat membunuh serangga maupun larva atau ulat serangga tertentu (Anonim.3. kentang. 2009). . RNA. 2.

Pemasangan cDNA pada cincin plasmid Ukuran DNA kromosom dan plasmid sangat jauh berbeda. Meskipun DNA plasmid dan DNA kromosom awalnya mempunyai konformasi yang sama yaitu sirkular. 5. fragmentasi dapat menyebabkan DNA kromosom Plasmid menjadi akan potongan linear. 2010). Pita DNA dapat diperoleh namun setiap strain yang berbeda akan memberikan panjang fragmen yang berbeda (Mulyono. dan mengamplifikasi memberikan hasil yang positif hanya bila plasmid tersebut cocok dengan template DNA. 4. tidak dari yang lainnya. Penyisipan DNA rekombinan ke dalam tubuh/sel bakteri Susunan materi genetik diubah dengan jalan menyisipkan gen baru yang unggul ke dalam kromosomnya. Setelah dilakukan penyisipan gen bakteri Bt. 2010). Penyiapan DNA Plasmid Pemurnian plasmid dari kultur sel bakteri melibatkan langkah yang sama dengan penyiapan DNA kromosom (Total DNA). .3. namun selama proses penyiapan DNA kromosom dari sel ekstrak. Gen yang diinginkan dimasukkan ke dalam sel tanaman dengan cara menitipkannya (menyisipkan) pada TDNA (Widjie. 2010). Pita hasil ampifikasi hanya akan diperoleh gen dari strain bakteri tersebut. dilakukan pemekatan DNA kromosom hasil isolasi. Satu hal utama yang membedakan adalah harus dipisahkannya DNA plasmid dari sejumlah besar DNA kromosom yang juga terdapat dalam sel (Mulyono.

Jika sel inang hanya memperlihatkan salah satu sifat di antara kedua marker vektor. dan (3) sel inang dimasuki vektor rekombinan dengan/tanpa fragmen sisipan atau gen yang diinginkan. maka dapat dipastikan bahwa kemungkinan kedualah yang terjadi. Pemanenan produk Produk yang dihasilkan yakni kentang transgenik.6. untuk membedakan antara kemungkinan kedua dan ketiga dilihat pula perubahan sifat yang terjadi pada sel inang. Pada dasarnya ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi setelah transformasi dilakukan. Untuk membedakan antara kemungkinan pertama dan kedua dilihat perubahan sifat yang terjadi pada sel inang. 2010). (2) sel inang dimasuki vektor religasi atau berarti ligasi gagal. maka dapat dipastikan bahwa kemungkinan ketigalah yang terjadi (Mulyono. Dengan demikian tanaman tersebut dapat menghindarkan diri dari penggunaan pestisida kimia yang digunakan pada kentang tersebut. Jika sel inang memperlihatkan dua sifat marker vektor. merupakan produk unggul yang mengandung materi genetic di mana memungkinkan kentang mampu melindungi dirinya terhadap serangan Colorado potato beetle. Selanjutnya. Gambar kentang . yaitu (1) sel inang tidak dimasuki DNA apa pun atau berarti transformasi gagal.

Rekayasa genetika pada tanaman mempunyai target dan tujuan antara lain peningkatan produksi. Contohnya adalah rekayasa genetika yang diaplikasikan pada kentang. manusia dapat memuat organisme yang tidak dapat menghasilkan bahan tertentu menjadi mampu menghasilkan bahan tertentu yang dibutuhkan manusia. peningkatan mutu produk supaya tahan lama dalam penyimpanan pascapanen.BAB III KESIMPULAN Rekayasa genetika adalah upaya pencangkokan gen dengan teknik rekombinan DNA pada mikroorganisme tertentu. peningkatan kandungan gizi. Dengan rekayasa genetika. Mikroorganisme yang berperan ini disebut makluk transgenik. tahan terhadap serangan hama dan penyakit tertentu. .

blogspot. Crayonpedia. USU Digitaal Library Mulyono. Grasindo. http://www. http://www. BAB XIII BIOTEKNOLOGI DAN PERANANNYA BAGI KEHIDUPAN. TANAMAN TRANSGENIK. dadanpurnama. Universitas Diponegoro. PANGAN HASIL REKAYASA GENETIKA. REKAYASA GENETIKA. . kamila. TESIS. 2008. Semarang Hikam. Lampung Widjie. Jakarta . diakses pada tanggal 11 Mei 2011 Sitepoe. KIM 451 – Modul Kuliah. ERA BIOTEKNOLOGI MODEREN DAN PERANANNYA DALAM KEHIDUPAN./makalah-rekayasagenetika. Sambutan Menteri Negara Riset dan Teknologi. 2001. 2009.DAFTAR PUSTAKA Anonim. REKAYASA GENETIKA. Jurusan Kimia FMIPA UNILA. REKAYASA GENETIKA..Y.. 2010. Diakses tanggal 11 Mei 2011 Purnama. diakses pada tanggal 11 Mei 2011 Hetami. PELABELAN PRODUK PANGAN YANG MENGANDUNG BAHAN REKAYASA GENETIKA SEBAGAI WUJUD ASAS KETERBUKAAN INFORMASI.com/doc/14824776/TANAMANTRANSGENIK. Jakarta Kandar. 2009.com/exact-sciences/1999578rekayasa-genetika/. 2010. Mangku. A. http://id.-.. 2010. Muhammad A.com/..scribd.org/mw/bab xiii bioteknologi dan perananna bagi kehidupan. REKAYASA GENETIKA.shvoong.. 2010. Seminar Nasional Pangan Hasil Rekayasa Genetika: Antisipasi Penerapan Peraturan Pelabelan di Indonesia. diakses pada tanggal 11 Mei 2011 Mizawarti. S.

Vonny siranda 0810923074 0810923076 0810923078 0810923082 Oktalia lucky P.REKAYASA GENETIKA Untuk memenuhi tugas mata kuliah Biokimia Molekuler yang dibimbing oleh ibu Anna Safitri Disusun Oleh: Riris Arista Risma Putri D. 105090209111002 Yogi Rifky Yoshi Briliant 105090209111003 105090209111004 Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya Malang 2011 . Rusdhi Nur H. 105090209111001 Pertiwi Ratna L.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->