PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) DAN PEWARNAAN 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH

)

RIZKI SEPTIANI G44080028

DEPARTEMEN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011

S. tubuh kita memerlukan suatu substansi penting yakni antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dengan meredam dampak negatif senyawa ini. debu maupun diproduksi secara kontinyu sebagai konsekuensi dari metabolisme normal (Giorgi 2000). lingkungan. PENDAHULUAN Latar Belakang Kemajuan ilmu pengetahuan menemukan bahwa banyak sekali faktor penyebab penyakit degeneratif seperti kanker.Si. dapat pula terbentuk radikal bebas baru dari atom atau molekul yang elektronnya terambil untuk berpasangan dengan radikal bebas sebelumnya. Oleh sebab itu.00-12. 2003). Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat oksigen reaktif dan radikal bebas dalam tubuh.Laporan Praktikum Kimia Bahan Alam Hari/tanggal Waktu Asisten PJP : Selasa/ 6 Desember 2011 : 09. Radikal bebas dapat berasal dari polusi. Oleh karena sifatnya yang sangat reaktif dan gerakannya yang tidak beraturan. yaitu antioksidan sintetik dan antioksidan alami. Dari semua faktor penyebab tersebut. M. rusaknya sistem kekebalan dan radikal bebas. dan penuaan dini. Senyawa antioksidan ini akan menyerahkan satu atau lebih elektron kepada radikal bebas sehingga menjadi bentuk molekul yang normal kembali dan menghentikan berbagai kerusakan yang ditimbulkan (Nelson et al.Si. teori radikal bebas merupakan teori yang paling sering diungkapkan (Kosasih dkk. S. Radikal bebas dianggap berbahaya karena menjadi sangat reaktif dalam upaya mendapatkan pasangan elektronnya. Penyakit-penyakit tersebut umumnya terjadi antara lain karena faktor genetik. M. Radikal bebas adalah suatu atom atau molekul yang mempunyai satu elektron yang tidak berpasangan yang secara teoretis dapat terbentuk bila terjadi pemutusan ikatan kovalen. kardiovaskuler.Si. gaya hidup.Si.00 WIB : Zulhan Arif. mutasi gen. maka apabila terjadi di dalam tubuh makhluk hidup akan menimbulkan kerusakan di berbagai bagian sel. 2006). : Wulan Tri Wahyuni. Antioksidan sintetik merupakan . Berdasarkan sumbernya antioksidan dibagi menjadi dua kelompok. Selain itu.

anitoksidan yang diperoleh dari hasil sintesis reaksi kimia. tanin. sedangkan antioksidan alami merupakan antioksidan yang diperoleh dari ekstraksi bahan alam. KLT bioautografi merupakan uji kualitatif senyawa metabolit sekunder dengan penyemprotan menggunakan pereksi pewarna. flavonoid. dan pengkelat logam (Giorgi 2000). sedangkan yang terkandung dalam daun salam adalah saponin. asam elagat dan asam kafeat) dan senyawa flavonoid. Pereaksi pewarna yang digunakan pada percobaan ini adalah DPPH (1. Nutrisi antioksidan dapat diperoleh dari makanan sehari-hari seperti sayuran. lipid peroksida radikal. buahbuahan. triterpen.1-difenil-2-pikrilhidrazil). Perubahan warna tersebut dapat dijadikan sebagai indikator potensi suatu senyawa sebagai antioksidan. asam-asam fenolat (seperti asam ferulat. Tujuan Praktikum bertujuan melakukan uji aktivitas antioksidan senyawa metabolit sekunder kunyit dan daun salam menggunakan KLT dan pewarnaan DPPH. yaitu radikal bebas yang akan berekasi dengan antioksidan dan menghasilkan perubahan warna. . Diketahui hampir 80 % dari total antioksidan dalam buah dan sayuran berasal dari flavonoid. dan vitamin E). Salah satu metode kualitatif yang dapat digunakan untuk menentukan potensi suatu senyawa sebagai antioksidan adalah KLT (kromatografi lapis tipis) bioautografi. kacang-kacangan dan tanaman lainnya yang mengandung senyawa antioksidan bervitamin (seperti vitamin C. kuensing oksigen singlet. dan alkaloid (Haris 2006). Senyawa yang akan diuji potensinya sebagai antioksidan adalah yang terkandung dalam ekstrak etanol kunyit dan daun salam. Senyawa aktif yang terkandung pada tanaman kunyit adalah kurkuminoid (Araujo & Leon 2001). yang dapat berfungsi sebagai penangkap anion superoksida. asam klorogerat. vitamin A.

Eluen tersebut dijenuhkan selama 15 menit.BAHAN DAN METODE Alat dan Bahan Alat yang digunakan adalah pelat KLT. Penotolan ekstrak dilakukan sebanyak minimal 10 kali. Setelah dilihat di bawah sinar UV. DPPH. asam asetat.5: 0. . Ekstrak metanol kunyit dan daun salam ditotolkan pada plat KLT yang masing-masing telah diberi garis batas 1 cm dari tepi atas dan bawah. dan asam askorbat. metanol. Metode Eluen disiapkan dengan komposisi pelarut kloroform: n-heksana: etil asetat : asam asetat (5: 2.15) dengan total eluen sebanyak 10 ml. plat KLT dikeringkan dan dilihat noda yang terbentuk di bawah sinar UV pada λ= 254 nm dan λ= 366 nm. Ekstrak tersebut kemudian dielusi dengan menggunakan asam askorbat sebagai kontrol. hingga eluen mencapai garis batas. chamber.5: 2. kloroform. Bahan yang digunakan adalah ekstrak sampel kunyit dan daun salam. dan alat gelas. Setelah elusi selesai. pipa kapiler. plat tersebut disemprot dengan DPPH dilihat fraksi yang aktif sebagai antioksidan. etil asetat. lampu UV. heksana.

dan asam asetat. Spot yang terbentuk dapat ditandai dengan pensil dan dapat dilihat pada Gambar 4. Hal ini dapat disebabkan ekstrak yang ditotolkan pada pelat KLT terlalu pekat sehingga proses elusi oleh fase gerak tidak berlangsung dengan baik. Fase diam yang digunakan bersifat polar sedangkan fase geraknya bersifat sedikit polar. karena spot yang dihasilkan tidak cukup terpisah. Pemisahan dengan KLT pada asam askorbat (V1-V3) menghasilkan spot yang sedikit dan tidak terpisah. Fase diam yang digunakan pada percobaan ini adalah silica gel dan fase gerak yang digunakan adalah campuran pelarut yang terdiri atas kloroform. Hasil pemisahan menggunakan KLT tidak terlalu jelas bila diamati secara langsung. pemisahan pada sampel kunyit (K1-K3) tidak bagus. Pemisahan yang baik di antara sampel yang digunakan adalah pada sampel daun salam (S1-S3) dengan spot yang terpisah dan jumlah spot yang dihasilkan paling banyak. n-heksana. etil asetat. KLT merupakan teknik yang dugunakan untuk memisahkan campuran komponen berdasarkan distribusi komponen tersebut di antara dua fase. Di sisi lain. Oleh karena hasil pemisahan diamati di bawah sinar UV dan dapat dilihat pada gambar 2 dan Gambar 3. terutama untuk asam askorbat karena larutannya tidak berwarna (Gambar 1). .HASIL DAN PEMBAHASAN Penentuan aktivitas antioksidan senyawa dalam ekstrak metanol kunyit dan daun salam dilakukan menggunakan metode KLT bioautografi dengan penyemprotan menggunakan larutan DPPH radikal dan sebagai standar digunakan larutan vitamin C (asam askorbat). yaitu fase diam dan fase gerak (Khopkar 2002). Fase gerak menggerakkan komponen sampel pada berbagai laju karena perbedaan tingkat interaksi dari setiap komponen dengan matriks dan kelarutannya dalam pelarut (Khopkar 2002). Fase gerak bekerja berdasarkan prinsip kapilaritas terhadap fase diam.

dan standar vitamin C dilihat secara langsung. daun salam. dan standar vitamin C dengan KLT yang ditandai dengan pensil. daun salam. S3 K3 V1 S1 K1 S2 K2 V2 Gambar 3 Hasil pemisahan ekstrak metanol kunyit. S1 S2 S3 K1 K2 K3 V1 V2 Gambar 4 Hasil pemisahan ekstrak metanol kunyit. dan standar vitamin C dengan KLT dilihat di bawah lampu UV (366 nm). daun salam.S1 S2 S3 K1 K2 K3 V1 V2 Gambar 1 Hasil pemisahan ekstrak metanol kunyit. dan standar vitamin C dengan KLT dilihat di bawah lampu UV (254 nm). S3 K3 V1 S1 K1 S2 K2 V2 Gambar 2 Hasil pemisahan ekstrak metanol kunyit. daun salam. .

Pada ekstrak . Pemudaran warna ungu terlihat sangat jelas pada ekstrak kunyit (K1-K3) yaitu pada bagian yang berwarna kuning (warna ekstrak). maka semakin pudar warna ungu yang dihasilkan. daun salam. dan standar vitamin C dengan KLT setelah disemprot dengan larutan DPPH. Larutan DPPH radikal berwarna ungu. Semakin kuat aktivitas antioksidan suatu senyawa. Gambar 5 Struktur DPPH dan reaksinya dengan antioksidan (Yuhernita & Juniarti 2011 ). S1 S2 S3 V1 V2 K1 K2 K3 Gambar 5 Hasil pemisahan ekstrak metanol kunyit. terjadi pemudaran warna ungu larutan DPPH. Hal ini terjadi karena adanya aktivitas antioksidan.DPPH adalah suatu radikal yang dapat bereaksi dengan radikal lain membentuk suatu senyawa yang stabil atau bereaksi dengan atom hidrogen (yang berasal dari suatu antioksidan) membentuk DPPH tereduksi (DPPH-H). Hal ini berarti aktivitas antioksidan ekstrak metanol kunyit sangat kuat. Antioksidan yang terdapat pada ekstrak daun salam maupun kunyit mampu bereaksi dengan radikal DPPH sehingga menyebabkan radikal tersebut berubah menjadi bentuk tereduksinya (DPPH-H) dan perubahan itulah yang menyebabkan terjadinya pemudaran warna ungu. sedangkan DPPH tereduksi berwarna ungu pudar dan lama-kelamaan menjadi kuning atau tidak berwarna. Berdasarkan Gambar 5 terlihat bahwa pada bagian pelat yang terdapat spot hasil pemisahan menggunakan KLT.

diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH).daun salam (S1-S3) warna ungu yang memudar terlihat jelas pada titik penotolan sampel. Salah satu senyawa flavonoid yang terdapat di dalam daun salam adalah kuersetin (Studiawan 2004). sedangkan pada vitamin C pemudaran warna ungu tidak terlihat. menekan kerusakan jaringan oleh radikal bebas dan menghambat aktivitas beberapa enzim. Aktivitas antioksidan ekstrak daun salam pada percobaan ini lebih tinggi daripada vitamin C. diantaranya menghambat peroksidasi lipid. Hal ini dapat disebabkan oleh kerusakan vitamin C yang digunakan dalam percobaan ini. Kedua mekanisme itu membuat flavonoid memiliki beberapa efek. Sifat antioksidan dari flavonoid berasal dari kemampuan untuk mentransfer sebuah elektron ke senyawa radikal bebas (Gambar 6) dan juga membentuk kompleks dengan logam. Aktivitas antioksidan senyawa flavonoid dikaitkan dengan adanya gugus hidroksil fenolik yang menempel pada struktur kerangkanya. Senyawa flavonoid terbukti dapat meredam radikal bebas 1. (A) struktur dasar flavonoid dan (B) proses peredaman radikal bebas oleh flavonoid (Yuhernita dan Juniarti 2011). Hal ini diduga karena vitamin C yang digunakan telah mengalami kerusakan sehingga aktivitas antioksidannya menurun. Gambar 6 Penangkapan radikal bebas oleh flavonoid.) mempunyai aktivitas antioksidan karena mengandung senyawa flavonoid. . Ekstrak metanol daun salam (Syzygium polyanthum Wight.1.

temulawak.SIMPULAN Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penentuan aktivitas antioksidan senyawa bahan alam dapat dilakukan dengan metode KLT dengan penyemprotan menggunakan larutan DPPH. Kosasih EN. 2003. Bogor: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Nutr. . Lestari TA. Tanaman Minyak Atsiri. 96(5)723-728. Yuhernita dan Juniarti. Aktivitas antioksidan yang dimiliki oleh ekstrak daun salam maupun kunyit ini disebabkan adanya kandungan flavonoid dan kurkuminoid yang dapat menangkap radikal DPPH. Flavonoid an antioxidant. 2006. 2011. Von Tress MS. Giorgi P. Tony S. Studiawan H. 2006. Schmidt MC. selanjutnya ekstrak daun salam dan yang terakhir adalah vitamin C (asam askorbat). Jakarta: Pusat Kajian Nasional Masalah Lanjut Usia. Peran antioksidan pada lanjut usia. 2002. Bernstein PS. antioxidants level and marker of oxidative stress in older humans. dan Hendro H. Nelson JL. DAFTAR PUSTAKA Araujo CAC. Profil kimiawi ekstrak ramuan kunyit. Jurnal Penelitian Medika Eksata 5: 3. Jakarta: Penebar Swadaya. 2004. Jakarta: UI-Press. Konsep Dasar Kimia Analitik. Makara Sains 15(1): 48-52. J. Leon LL. 133: 3117-3123. 2001. 2000. Biological activities of Curcuma longa L. Ekstrak metanol kunyit memiliki aktivitas yang paling tinggi. Semakin tinggi aktivitas antioksidan suatu bahan. maka warna ungu larutan DPPH semakin memudar. Oswaldo Cruz. dan Askew EW. Institut Pertanian Bogor. Journal National Product (63): 10351045. Analisis senyawa metabolit sekunder dari ekstrak metanol daun surian yang berpotensi sebagai antioksidan. Khopkar SM. 2010. Uji aktivitas penurunan kadar glukosa darah ekstrak daun Eugenia polyantha pada mencit yang diinduksi dengan aloksan. Dietary modification and moderate antioxidant supplementation defferently affect serum carotenoids. dan meniran berdasarkan aktivitas antioksidan [skripsi]. Rio de Janero. Haris.

Kandungan utama kurkuminoid adalah kurkumin (diferuloilmetana). senyawa fenolik yang dapat menangkap radikal bebas sehingga dapat meredamnya. antimikroba. demetoksikurkumin (hidroksisinamoil feruloilmetan). bisdemetoksikurkumin (Lestyari 2010). demetoksikurkumin. Gambar 7 Struktur senyawa kurkumin.Ekstrak kunyit (Curcuma domestica Vahl) mempunyai aktivitas antioksidan karena mengandung senyawa kurkuminoid. antiHIV dan antitumor (Lestari 2010). Senyawa-senyawa tersebut berfungsi sebagai antioksidan. antikolesterol. dan . dan bisdemetoksikurkumin (hidroksisinamoil metana).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful