Pemeriksaan dengan metode apung ( Flotation Methode ) Pada metode ini dipakai larutan NaCl jenuh atau larutan

gula jenuh dan terutama dipakai untuk pemeriksaan faeces yang mengandung sedikit telur. Cara kerjanya didasarkan atas berat jenis (BJ) telur uyang lebih ringan daripada BJ larutanyang digunakan, sehingga telur-telur terapung di permukaan dan juga untuk memisahkan partikel-partikel yang besar yangterdapat dalam tinja. Pemeriksaan ini hanya berhasil untuk telur-telur Nematoda, Schistosoma, Dibothriocephalus, telur yang berpori-pori dari famili Tainidae, telur-telur Acanthocephala ataupun telur Ascaris yang infertil.

2) Tanah sekitar kamar mandi Dimana tanah ini berada di sekitar kamar mandi yang letaknya di luar rumah. memungkinkan tanah ini mengandung zat-zat organik dan menjadi tempat cacing untuk hidup dan berkembang biak. yaitu : 1) Tanah halaman depan rumah Dimana tanah ini sering dijadikan tempat bermain dan tempat buang air besar anak-anak usia 5-11 tahun. didapat dari pengambilan pada tiga titik.Sedangkan sampel tanah. 3) Tanah sekitar pembuangan sampah Dimana tanah ini juga sering menjadi tempat bermain anak-anak usia sekolah. Kondisi ini memungkinkan cacing untuk berkembang biak karena suasana tanah menjadi lembab. . Dengan kondisi sampah yang menumpuk di tempat pembuangan sampah.