Hari Pendidikan Nasional

HARI ini 2 Mei 2008 adalah Hari Pendidikan Nasional. Peringatan Hari Pendidikan ini diambil dari hari lahirnya tokoh pendidikan nasional yang menonjol sejak jaman pra kemerdekaan, Ki Hajar Dewantara atau yang bernama asli Soewardi Soerjaningrat. Pendidik kelahiran Yogyakarta, 2 Mei 1889 yang wafat pada 26 April 1959 ini adalah seorang pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia pada jaman kolonial Belanda. Dilahirkan sebagai bangsawan Jawa, Raden Mas Soewardi bertekad memperbaiki nasib kaum pribumi Jawa melalui jalur pendidikan. Diapun mendirikan perguruan Taman Siswa yang memberikan kesempatan bagi semua orang, terutama rakyat jelata. Maklumlah pada masa kolonial yang berhak memperoleh pendidikan hanyalah kaum priyayi bangsawan dan anak-anak orang Belanda saja. Soewardi mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922 di Yogyakarta. Institusi pendidikan ini kemudian menjadi tonggak sejarah yang penting dalam bidang pendidikan nasional. Tulisan Ki Hajar Dewantara yang terkenal adalah "Seandainya Aku Seorang Belanda" (judul asli: Als ik eens Nederlander was), dimuat dalam surat kabar de Expres milik Dr Douwes ekker pada 1913 melambungkan namanya. Artikel ini ditulis dalam konteks rencana pemerintah Belanda untuk mengumpulkan sumbangan dari Hindia Belanda (Indonesia), yang saat itu masih belum merdeka, untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis. Kutipan tulisan tersebut antara lain: "Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan dinegeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlandaer memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Pikiran untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang

dan ing ngarsa sung tulada (di depan. seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan baik). seperti pentingnya membangun relasi dengan orang lain. Pengembangan manusia seutuhnya . dalam pendidikan perlu ditanamkan sejak dini bahwa keberadaan seorang pribadi. Inilah yang menurut Ki Hajar Dewantara harus dikembangkan karena pendidikan juga menyangkut daya cipta (kognitif). Semboyan ini berasal dari ungkapan aslinya ing ngarsa sung tulada. sebagai manusia yang utuh berkembang . Jaman ketika banyak orang terbuai dengan teknologi yang canggih. Gagasan pendidikan dari Ki Hajar Dewantara masih terus relevan sampai pada jaman kemajuan teknologi sekarang ini. Semboyan ini masih tetap abadi dan dipakai dalam dunia pendidikan kita. Dalam abad informasi ini. lebih berbudaya. daya rasa (afektif). perlunya melakukan aktivitas sosial di dalam masyarakat. guru harus menciptakan prakarsa dan ide).Belanda.000. Beliau dikenal sebagai Menteri Pendidikan Indonesia yang pertama dan wajahnya bisa dilihat pada uang kertas pecahan Rp20. dan lain-lain. dan daya karsa (konatif)). tut wuri handayani. Keberadaan manusia pada zaman ini seringkali diukur dari “to have” (apa saja materi yang dimilikinya) dan “to do” (apa saja yang telah berhasil/tidak berhasil dilakukannya) daripada keberadaan pribadi yang bersangkutan (“to be” atau “being”nya). dalam arti membantu manusia lebih manusiawi. karsa dan karya. ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid. Menurut Ki Hajar. KRI Ki Hajar Dewantara. Sebab manusia tidak sekedar pemilik kekayaan dan juga menjalankan suatu fungsi tertentu. Nama beliau diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia. Pendidikan yang humanis menekankan pentingnya pelestarian eksistensi manusia. the heart. Singkatnya. sehingga melupakan aspek-aspek lain dalam kehidupannya. Arti dari semboyan ini secara lengkap adalah: tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan). Selain itu. pentingnya menghargai sesama lebih daripada apa yang berhasil dibuatnya. Semboyan dalam pendidikan yang beliau pakai adalah: tut wuri handayani. and the hand !” Ki Hajar Dewantara senantiasa melihat manusia lebih pada sisi kehidupan psikologiknya. “educate the head. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengkongsi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingan sedikitpun". sampai saat ini perguruan Taman Siswa yang beliau dirikan masih ada dan telah memiliki sekolah dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. jauh lebih penting dan tentu tidak persis sama dengan apa yang menjadi miliknya dan apa yang telah dilakukannya. karena manusia memiliki daya jiwa yaitu cipta. ing madya mangun karsa. manusia tidak lagi bebas menumbuhkembangkan dirinya menjadi manusia seutuhnya dengan segala aspeknya. Hanya ungkapan tut wuri handayani saja yang banyak dikenal dalam masyarakat umum.

Dari titik pandang sosio-anthropologis. yang mempersiapkan diri dan peserta didik untuk melindungi bangsa dan negara. cintakasih dan penghargaan terhadap masing-masing anggotanya. Pendidikan juga hendaknya tidak hanya sekedar mengembangkan aspek intelektual sebab akan memisahkan dari orang kebanyakan. Dengan kata lain. Manusia merdeka adalah tujuan dari pendidikan nasional kita. Maka hak setiap individu hendaknya dihormati. sekaligus masalah-masalah kemasyarakatan. Modelnya adalah Kyai Semar yang sukses menjadi perantara antara Tuhan dan manusia. Pendidikan hendaknya memperkaya setiap individu tetapi perbedaan antara masing-masing pribadi harus tetap dipertimbangkan. empati. yaitu mampu menyampaikan kehendak Tuhan dan membawa keselamatan.menuntut pengembangan semua daya secara seimbang. para guru hendaknya menjadi pribadi yang bermutu dalam kepribadian dan kerohanian. Merdeka baik secara fisik. baru kemudian menyediakan diri untuk menjadi pahlawan dan juga menyiapkan para peserta didik untuk menjadi pembela nusa dan bangsa. Ki Hajar Dewantara sendiri dengan mengubah namanya ingin menunjukkan perubahan sikapnya dalam melaksanakan pendidikan yaitu dari satria pinandita ke pinandita satria yaitu dari pahlawan yang berwatak guru spiritual ke guru spiritual yang berjiwa ksatria. dan kurang memperhatikan pengembangan olah rasa dan karsa. mewujudkan kehendak Tuhan di dunia ini. Sebagai pendidik yang merupakan perantara Tuhan maka guru sejati sebenarnya adalah berwatak pandita juga. baru kemudian sebagai fasilitator atau pengajar. Suasana yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan adalah suasana yang berprinsip pada kekeluargaan. nama Hajar Dewantara sendiri memiliki makna sebagai guru yang mengajarkan kebaikan. mental dan spiritual. sedangkan makhluk lainnya tidak berbudaya. Dan ternyata pendidikan sampai sekarang ini hanya menekankan pada pengembangan daya cipta. yang diutamakan sebagai pendidik pertama-tama adalah fungsinya sebagai model atau figure keteladanan. Pendidikan hendaknya memperkuat rasa percaya diri. pendidikan hendaknya membantu peserta didik untuk menjadi merdeka dan independen secara fisik. Persoalannya budaya dalam masyarakat itu berbeda-beda. kekhasan manusia yang membedakannya dengan makhluk lain adalah bahwa manusia itu berbudaya. Setiap orang harus hidup sederhana . Maka salah satu cara yang efektif untuk menjadikan manusia lebih manusiawi adalah dengan mengembangkan kebudayaannya. Beliau mengatakan bahwa pendidikan yang menekankan pada aspek intelektual belaka hanya akan menjauhkan peserta didik dari masyarakatnya. mental dan kerohanian. kebaikan hati. Oleh karena itu. Jika berlanjut terus akan menjadikan manusia kurang humanis atau manusiawi. Pengembangan yang terlalu menitikberatkan pada satu daya saja akan menghasilkan ketidakutuhan perkembangan sebagai manusia. Pendidik atau Sang Hajar adalah seseorang yang memiliki kelebihan di bidang keagamaan dan keimanan. Bagi Ki Hajar Dewantara. keluhuran. mengembangkan hara diri. keutamaan.

Perjuangan Ki Hajar Dewantara dan kawan . menjaga harga diri dalam melaksanakan pekerjaan. Sebaik . dan sikap profesionalitasnya. belum lagi dana pendidikan yang mungkin saja 'mengalir' ke tangan yang tidak bertanggung jawab. kepribadian. nilai-nilai dan kerohanian serta mampu menjadi motivator. Maka penting pula membangun suatu etos kerja yang positif yaitu: menjunjung tinggi pekerjaan. Patut dihargai . Namun . Singkatnya perlu adanya peningkatan mutu kinerja yang profesional. Dalam kaitan dengan ini penting juga performance/penampilan seorang profesional: secara fisik. asah dan asuh (care and dedication based on love). relasi sosial. pihak terkait). Sebagai salah satu Mahasiswa . dan dilestarikan .baiknya suatu negara adalah negara yang memperhatikan Pendidikannya . hal itu belum disikapi secara maksimal oleh Pemerintah . segi administrasi sebagai guru. khususnya Pemerintah Pusat . Sikap-sikap profesional itu meliputi antara lain: keinginan untuk memperbaiki diri dan keinginan untuk mengikuti perkembangan zaman. Cipto Mangunkusumo yang mengabdikan dirinya untuk keprihatinan terhadap pendidikan di Indonesia. Diposkan oleh iwansams di 19:28 Reaksi: Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei merupakan salah satu Hari bersejarah yang tentunya di peringati setiap tahunnya sejak meninggalnya Ki Hajar Dewantara yang ditetapkan oleh surat keputusan Presiden RI No. dan keinginan untuk melayani masyarakat. Walaupun kita tahu bahwa Pendidikan merupakan salah satu faktor esensial yang sangat berpengaruh bagi perkembangan bangsa. intelektual. Seperti hal yang dilakukan Raden Ajeng Kartini dan dr. dan juga relasi dan komunikasinya dengan pihak lain (orang tua. dalam hubungan (relasi dan komunikasi) dengan peserta didik dan anggota komunitas sekolah. Pendidikan kadangkala masih dikesampingkan dalam pengalokasian dana . kata .kawan seperjuangannya untuk mendukung perkembangan pendidikan di Indonesia . Hal ini seharusnya menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah . Metode yang yang sesuai dengan sistem pendidikan ini menurut Ki Hajar adalah sistem among yaitu metode pengajaran dan pendidikan yang berdasarkan pada asih. dikenang . penulis tentunya sangat prihatin meliah kondisi pendidikan Indonesia yang semakin tidak terkontrol . komite sekolah.kata ini menggambarkan kondisi negara kita yang masih saja mengesampingkan Pendidikan ini .305 Tahun 1959. Guru yang efektif memiliki keunggulan dalam mengajar (fasilitator). . produktif dan kolaboratif demi pemanusiaan secara utuh setiap peserta didik.dan guru hendaknya rela mengorbankan kepentingan-kepentingan pribadinya demi kebahagiaan para peserta didiknya.

Undang Dasar tahun 1945 pada bab XIII pasal 30 tentang Pendidikan berikut : (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan manusia. Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. .Hal ini sebenarnya telah diatur dalam Undang . (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Sejalan dengan semangat Pendidikan Tut Wuri Handayani yang Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. tetapi sebagai momen untuk evaluasi terhadap kinerja pendidikan selama ini . Masalah serius ini membutuhkan dorongan Pemerintah untuk menyukseskan terselenggaranya pendidikan di Indonesia dengan baik. dan mereka yang sehari . Walaupun anggaran Pendidikan APBN 30 % dari total APBN . Perlunya kita memperingati Hari Pendidikan Nasional bukan hanya sebagai perayaan saja . bahkan terlupakan .hari membantu orang tuanya bertahan hidup sebagai pemulung . (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. namun masih ada saja sekelompok orang yang terpinggirkan . Ki hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan. sebenarnya telah digambarkan bahwa Pendidikan itu merupakan tanggung jawab negara. Mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan . Yang tidak sempat mengenyam Pendidikan. (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.Undang Dasar 1945 Bab XIII Pasal 30. Ki Hajar Dewantara setelah zaman kemedekaan. pengamen . Negara yang kekuasaan di pegang oleh Pemerintah seringkali lepas tangan ketika dimintai pertanggung jawaban mengenai keadaan pendidikan di Indonesia. Yang berarti Pemerintah mendorong dengan memberi kebijakan yang PRO terhadap Pendidikan di Indonesia. Dari kelima ayat dari Undang . Apakah sudah tepat penerapannya ? ataukan masih ada perbaikan dan perubahan ! Demikian sebuah ungkapan dari Penulis mengenai Pendidikan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2010 ! Kita patut untuk berkaca terhadap salah satu pahlawan Pendidikan kita di Indonesia . dsb . yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. yang diatur dengan undang-undang.

Ki Hadjar menjadi Menteri Pengajaran Pertama. Pada zaman Jepang. Ajaran kepemimpinan Ki Hadjar Dewantoro yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah Ing Ngarso Sun Tulodo. Tut Wuri Handayani. Banyak pimpinan saat ini yang sikap dan . dan Mas Mansur. Sebagai seorang pemimpin atau komandan harus memiliki sikap dan perilaku yang baik dalam segala langkah dan tindakannya agar dapat menjadi panutan bagi anak buah atau bawahannya. Ki Hadjar Dewantara dan Hari pendidikan Nasional “TANAH air kita meminta korban. Jadi makna Ing Ngarso Sun Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi bawahan atau anak buahnya. Selanjutnya bersama Cipto Mangun Kusumo dan EFE Douwes Dekker — dijuluki ”Tiga Serangkai” — ia mendirikan Indische Partij. Penghargaan lain yang diterimanya adalah gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957. Ing Madyo Mbangun Karso. Tulodo berarti tauladan. Aktivitasnya dimulai sebagai jurnalis pada beberapa surat kabar dan bersama EFE Douwes Dekker. Ing Ngarso Sun Tulodo artinya Ing ngarso itu didepan / dimuka. mengelola De Expres. Ki Hadjar pun aktif menjadi pengurus Boedi Oetomo dan Sarikat Islam. Dari di sinilah kita.Nama Ki Hadjar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional. Ketika merdeka. tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI No. Hatta. Bersama Soekarno. Sehingga yang harus dipegang teguh oleh seorang pemimpin adalah kata suri tauladan. Suwardi Suryaningrat merupakan tokoh pendidikan nasional. tokoh yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia. korban dengan ragamu sendiri adalah korban yang paling ringan… memang awan tebal dan hitam menggantung di atas kita. Siapa yang gak kenal sosok tokoh pendidikan Bapak Ki Hadjar Dewantara. Ki Hadjar yang bernama asli R.M. Akan tetapi percayalah di baliknya masih ada matahari yang bersembunyi… kapan hujan turun dan udara menjadi bersih karenanya?” (Ki Hadjar Dewantara). tanggal 28 November 1959. sebuah organisasi politik pertama di Indonesia yang dengan tegas menuntut Indonesia merdeka. peran Ki Hadjar tetap menonjol.305 Tahun 1959. memimpin organisasi Putera. siap sedia memberi korban yang sesuci-sucinya… sungguh. Sun berasal dari kata Ingsun yang aratinya saya. mereka dijuluki “Empat Serangkai”. Yang pada intinya bahwa seorang pemimpin harus memiliki ketiga sifat tersebut agar dapat menjadi panutan bagi bawahan atau anak buahnya.

Kondisi ini kian diperparah dengan deviasi visi dari penyelenggara sekolah. mengapa gelar bapak pendidikan Indonesia tidak diberikan kepada K.H. Ilmu padi kini sudah tak berlaku. tak tahu sopan santun!” gumam seorang wali murid dalam sebuah kesempatan. tokoh yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia. Tak usah bingung tentang penetapan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan. Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh bawahan. Karena itu seorang pemimpin juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungan tugasnya dengan menciptakan suasana kerja yang lebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan kerja. Namun jika ingin sedikit bertanya. namun hanya mengejar nilai akademis semata. karakter). Lagu Pergi Sekolah karangan Ibu Sud sudah tak berbekas. karena paling tidak hal ini dapat menumbuhkan motivasi dan semangat kerja. atau kepada K. Kini muncul banyak pertanyaan. sehingga tidak dapat digunakan sebagai panutan bagi anak buahnya. kian mewabah penyimpangan karakter yang bias dari nilai agama dan moral. bahwa pendidikan merupakan daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin. Sama halnya dengan Ing Madyo Mbangun Karso. Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. mengapa disela-sela prestasi membanggakan yang diukir oleh para pelajar Indonesia. “Anak sekarang susah diatur. Lepas dari itu semua. “Pendidikan nasional . Sehingga artinya Tut Wuri Handayani ialah seorang komandan atau pimpinan harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. dan dapat mengamalkan ajaran yang telah diberikan. Jadi makna dari kata itu adalah seorang peminpin ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat kerja anggota bawahanya. Mbangun berarti membangkitan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. pikiran (intellect). maka PERINGATAN Hari Pendidikan Nasional 2 Mei tidak bisa dipisahkan dari sosok Ki Hadjar Dewantara. karena memang sudah sedari dulu kita diajarkan bahwa tokoh yang menjadi bapak pendidikan nasional kita adalah Ki Hajar Dewantara. Undang-undang No. Tokoh yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889 dan ditulis dengan tinta emas dalam buku sejarah kita sebagai seorang tokoh yang memberikan jasa yang sangat besar dalam dunia pendidikan Indonesia.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dengan tegas juga menggariskan. dalam perjalanannya menjejak langkah dari tahun ke tahun pendidikan di Indonesia masih menyisakan setumpuk pengharapan yang harus segera dituntaskan. Padahal jauh-jauh hari “Bapak” Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara telah menekankan. Hasjim Asy’arie yang mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama yang kini memiliki basis massa yang cukup banyak di Indonesia. Apa jasanya ? Mendirikan sebuah sekolah kebangsaan yang disebut dengan Taman Siswa pada tahun 1922. (Amin) Lagi ! untuk kesekian kalinya bangsa Indonesia tepat pada tanggal 2 Mei memperingati sebuah hari yang disebut sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ahmad Dahlan yang mendirikan organisasi pendidikan Muhammadiyah terlebih dahulu pada tahun 1912. Pencapaian tertinggi seorang siswa bukan lagi untuk menjadi murid yang budiman seperti lagu karangan Ibu Sud.perilakunya kurang mencerminkan sebagai figur seorang pemimpin. Untuk mengenang jasa beliau. Semoga kita sebagai generasi muda bisa melanjutkan cita-cita beliau. Demikian pula dengan kata Tut Wuri Handayani. dan tubuh anak. Ing Madyo artinya di tengah-tengah.H.

amanah. dan sholeh hilang dari dimensi pendidikan bangsa Indonesia ? Kini semua orang mulai bertanya. Pada tahun 1913. Ki Hajar Dewantara membentuk komite Bumiputera. Tapi mengapa pendidikan belum mampu mengubah perilaku individu menjadi lebih baik ? Mengapa sifat jujur. Pembentukan komite tersebut bertujuan untuk mengecam pemerintah Belanda yang akan merayakan 100 tahun kebebasan negeri itu dari jajahan negeri Perancis. bagaimana masa depan bangsa ini apabila generasi muda kita kehilangan karakter dalam dirinya ? Rasa cemas tentang pendidikan Indonesia kini tak hanya milik sebagian besar masyarakat Indonesia.”. apa itu pendidikan karakter ? Pertanyaan sederhana yang menyisakan jawaban rumit dan beragam. ia kembali ke Indonesia dan mencurahkan perhatiannya pada pendidikan. Selama kurang lebih 6 tahun dalam pembuangan. Setelah selesai menjalani masa pembuangan. Namun sejalan dengan itu Menteri Pendidikan Nasional. Apa hubungan antara bapak pendidikan dengan pendidikan karakter ? Lepas dari sosok Ki Hajar Dewantara secara pribadi. menegaskan bahwa tidak ada yang menolak tentang pentingnya karakter. “Tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana menyusun dan menyistemasikan. Sedikit menilik sejarah kebelakang. Akibat kegiatan politiknya ia dibbuang ke Belanda pada tahun yang sama. Mohammad Nuh. Pesan tentang pendidikan berbasis karakter. Maka setelah Indische Partiij yang dibentuknya mengalami kemunduran. sehingga anak-anak dapat lebih berkarakter dan lebih berbudaya. Seperti yang telah beliau sampaikan bahwa :  Ing Ngarsa Sung Tuludha. Pesan yang sedikit terlambat. bagaimana karakter bangsa Indonesia ? Atau dalam pertanyaan yang lebih spesifik bernada was-was.” katanya pada suatu kesempatan. Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menyampaikan pesan yang diamanatkan oleh RI 1 sebelum melantik dirinya sebagai menteri.. namun sudah mulai dirasakan oleh pejabat teras di negeri ini. sebuah pesan yang merupakan perang melawan lupa. tiga semboyan beliau yang fenomenal terasa mampu menjadi pilar penopang dalam suksesnya seorang guru dalam menuntaskan pendidikan karakter di Indonesia. Guru sebagai pilar terdepan dalam suksesnya pendidikan karakter diharapkan mampu menjadirow modelkarakter terpuji di tengah pola kebiasaan masyarakat kita yang masih bersifat paternalistic. Lalu. Pesan yang kemudian menjadi tema utama Hari Pendidikan Nasional 2011. Ki Hajar Dewantara mempelajari berbagai masalah pendidikan. ia berhasil menyelesaikan pendidikan dan memperoleh AKta Guru Eropa.berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.. peduli. maka ia memilih jalur pendidikan sebagai alat perjuangan dan mendirikan sekolah Taman Siswa. ternyata penetapan Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional sedikit menemukan pembenaran. Bagaimana dalam sebuah wawancara salah satu stasiun televisi swasta pada Hari Pendidikan Nasional 2011. Di Belanda. . berbasis keteladanan. Ia menyadari bahwa kemajuan rakyat Indonesia pada masa itu bergantung pada kemjuan dunia pendidikan.

Memberikan semangat tatkala generasi muda kita kian malu berkarakter baik. Karakter yang hanya menuntaskanceremony acara tanpa arti. mendorong dan memberi perlindungan di tengah hilangnya jati diri mereka sebagai rakyat Indonesia dan sebagai bangsa dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. berbasissupport people. bangkitkan nuranimu karena perjuangan tak kenal henti selama harapan itu selalu ada. guru akan tampil sebagai sahabat yang terus memberikan semangat. . Selamat hari pendidikan nasional negeriku.  Ing Madya Mangun Karsa. Tutwuri Handayani. Dalam gegap gempita godaan globalisasi yang membuat mental generasi muda kita cepat lelah. Selamat berjuang para guru. berbasis perhatian. menebar dakwah untuk terus mengajak kepada kebajikan dan mencegah kemungkaran. jangan sampai karakter penjiplak negeri lain melekat pada generasi muda bangsa Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful