P. 1
Artikel Hari Pendidikan Nasional

Artikel Hari Pendidikan Nasional

|Views: 98|Likes:
Published by Alang Rudi Setiawan

More info:

Published by: Alang Rudi Setiawan on May 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2012

pdf

text

original

Hari Pendidikan Nasional

HARI ini 2 Mei 2008 adalah Hari Pendidikan Nasional. Peringatan Hari Pendidikan ini diambil dari hari lahirnya tokoh pendidikan nasional yang menonjol sejak jaman pra kemerdekaan, Ki Hajar Dewantara atau yang bernama asli Soewardi Soerjaningrat. Pendidik kelahiran Yogyakarta, 2 Mei 1889 yang wafat pada 26 April 1959 ini adalah seorang pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia pada jaman kolonial Belanda. Dilahirkan sebagai bangsawan Jawa, Raden Mas Soewardi bertekad memperbaiki nasib kaum pribumi Jawa melalui jalur pendidikan. Diapun mendirikan perguruan Taman Siswa yang memberikan kesempatan bagi semua orang, terutama rakyat jelata. Maklumlah pada masa kolonial yang berhak memperoleh pendidikan hanyalah kaum priyayi bangsawan dan anak-anak orang Belanda saja. Soewardi mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922 di Yogyakarta. Institusi pendidikan ini kemudian menjadi tonggak sejarah yang penting dalam bidang pendidikan nasional. Tulisan Ki Hajar Dewantara yang terkenal adalah "Seandainya Aku Seorang Belanda" (judul asli: Als ik eens Nederlander was), dimuat dalam surat kabar de Expres milik Dr Douwes ekker pada 1913 melambungkan namanya. Artikel ini ditulis dalam konteks rencana pemerintah Belanda untuk mengumpulkan sumbangan dari Hindia Belanda (Indonesia), yang saat itu masih belum merdeka, untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis. Kutipan tulisan tersebut antara lain: "Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan dinegeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlandaer memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Pikiran untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang

Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengkongsi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingan sedikitpun". KRI Ki Hajar Dewantara. and the hand !” Ki Hajar Dewantara senantiasa melihat manusia lebih pada sisi kehidupan psikologiknya. Beliau dikenal sebagai Menteri Pendidikan Indonesia yang pertama dan wajahnya bisa dilihat pada uang kertas pecahan Rp20. manusia tidak lagi bebas menumbuhkembangkan dirinya menjadi manusia seutuhnya dengan segala aspeknya. the heart. Selain itu. guru harus menciptakan prakarsa dan ide). sampai saat ini perguruan Taman Siswa yang beliau dirikan masih ada dan telah memiliki sekolah dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Semboyan dalam pendidikan yang beliau pakai adalah: tut wuri handayani. Menurut Ki Hajar. lebih berbudaya. dalam arti membantu manusia lebih manusiawi. Jaman ketika banyak orang terbuai dengan teknologi yang canggih. jauh lebih penting dan tentu tidak persis sama dengan apa yang menjadi miliknya dan apa yang telah dilakukannya. Hanya ungkapan tut wuri handayani saja yang banyak dikenal dalam masyarakat umum. sebagai manusia yang utuh berkembang . Singkatnya. Pengembangan manusia seutuhnya . tut wuri handayani. Keberadaan manusia pada zaman ini seringkali diukur dari “to have” (apa saja materi yang dimilikinya) dan “to do” (apa saja yang telah berhasil/tidak berhasil dilakukannya) daripada keberadaan pribadi yang bersangkutan (“to be” atau “being”nya). ing madya mangun karsa. Dalam abad informasi ini. dalam pendidikan perlu ditanamkan sejak dini bahwa keberadaan seorang pribadi. dan daya karsa (konatif)). Arti dari semboyan ini secara lengkap adalah: tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan). karsa dan karya.Belanda. Sebab manusia tidak sekedar pemilik kekayaan dan juga menjalankan suatu fungsi tertentu. karena manusia memiliki daya jiwa yaitu cipta. pentingnya menghargai sesama lebih daripada apa yang berhasil dibuatnya. ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid. seperti pentingnya membangun relasi dengan orang lain. Semboyan ini berasal dari ungkapan aslinya ing ngarsa sung tulada. seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan baik). daya rasa (afektif). sehingga melupakan aspek-aspek lain dalam kehidupannya. Semboyan ini masih tetap abadi dan dipakai dalam dunia pendidikan kita.000. dan lain-lain. Nama beliau diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia. perlunya melakukan aktivitas sosial di dalam masyarakat. Pendidikan yang humanis menekankan pentingnya pelestarian eksistensi manusia. dan ing ngarsa sung tulada (di depan. Inilah yang menurut Ki Hajar Dewantara harus dikembangkan karena pendidikan juga menyangkut daya cipta (kognitif). “educate the head. Gagasan pendidikan dari Ki Hajar Dewantara masih terus relevan sampai pada jaman kemajuan teknologi sekarang ini.

Merdeka baik secara fisik. Pendidik atau Sang Hajar adalah seseorang yang memiliki kelebihan di bidang keagamaan dan keimanan. Pendidikan hendaknya memperkuat rasa percaya diri. sedangkan makhluk lainnya tidak berbudaya. Setiap orang harus hidup sederhana . baru kemudian menyediakan diri untuk menjadi pahlawan dan juga menyiapkan para peserta didik untuk menjadi pembela nusa dan bangsa. mengembangkan hara diri. Sebagai pendidik yang merupakan perantara Tuhan maka guru sejati sebenarnya adalah berwatak pandita juga. yang diutamakan sebagai pendidik pertama-tama adalah fungsinya sebagai model atau figure keteladanan. Suasana yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan adalah suasana yang berprinsip pada kekeluargaan. Maka salah satu cara yang efektif untuk menjadikan manusia lebih manusiawi adalah dengan mengembangkan kebudayaannya.menuntut pengembangan semua daya secara seimbang. baru kemudian sebagai fasilitator atau pengajar. keutamaan. yaitu mampu menyampaikan kehendak Tuhan dan membawa keselamatan. mewujudkan kehendak Tuhan di dunia ini. nama Hajar Dewantara sendiri memiliki makna sebagai guru yang mengajarkan kebaikan. Maka hak setiap individu hendaknya dihormati. Manusia merdeka adalah tujuan dari pendidikan nasional kita. Bagi Ki Hajar Dewantara. Beliau mengatakan bahwa pendidikan yang menekankan pada aspek intelektual belaka hanya akan menjauhkan peserta didik dari masyarakatnya. Pengembangan yang terlalu menitikberatkan pada satu daya saja akan menghasilkan ketidakutuhan perkembangan sebagai manusia. Modelnya adalah Kyai Semar yang sukses menjadi perantara antara Tuhan dan manusia. para guru hendaknya menjadi pribadi yang bermutu dalam kepribadian dan kerohanian. Dari titik pandang sosio-anthropologis. mental dan spiritual. Pendidikan hendaknya memperkaya setiap individu tetapi perbedaan antara masing-masing pribadi harus tetap dipertimbangkan. kekhasan manusia yang membedakannya dengan makhluk lain adalah bahwa manusia itu berbudaya. Persoalannya budaya dalam masyarakat itu berbeda-beda. Jika berlanjut terus akan menjadikan manusia kurang humanis atau manusiawi. Ki Hajar Dewantara sendiri dengan mengubah namanya ingin menunjukkan perubahan sikapnya dalam melaksanakan pendidikan yaitu dari satria pinandita ke pinandita satria yaitu dari pahlawan yang berwatak guru spiritual ke guru spiritual yang berjiwa ksatria. keluhuran. yang mempersiapkan diri dan peserta didik untuk melindungi bangsa dan negara. Dan ternyata pendidikan sampai sekarang ini hanya menekankan pada pengembangan daya cipta. empati. Dengan kata lain. pendidikan hendaknya membantu peserta didik untuk menjadi merdeka dan independen secara fisik. mental dan kerohanian. cintakasih dan penghargaan terhadap masing-masing anggotanya. Pendidikan juga hendaknya tidak hanya sekedar mengembangkan aspek intelektual sebab akan memisahkan dari orang kebanyakan. sekaligus masalah-masalah kemasyarakatan. dan kurang memperhatikan pengembangan olah rasa dan karsa. Oleh karena itu. kebaikan hati.

Seperti hal yang dilakukan Raden Ajeng Kartini dan dr. asah dan asuh (care and dedication based on love). intelektual. dan keinginan untuk melayani masyarakat.kawan seperjuangannya untuk mendukung perkembangan pendidikan di Indonesia .dan guru hendaknya rela mengorbankan kepentingan-kepentingan pribadinya demi kebahagiaan para peserta didiknya. Patut dihargai . produktif dan kolaboratif demi pemanusiaan secara utuh setiap peserta didik. dan sikap profesionalitasnya.kata ini menggambarkan kondisi negara kita yang masih saja mengesampingkan Pendidikan ini . pihak terkait). Sebaik . Guru yang efektif memiliki keunggulan dalam mengajar (fasilitator). kata . Pendidikan kadangkala masih dikesampingkan dalam pengalokasian dana . dalam hubungan (relasi dan komunikasi) dengan peserta didik dan anggota komunitas sekolah. Diposkan oleh iwansams di 19:28 Reaksi: Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei merupakan salah satu Hari bersejarah yang tentunya di peringati setiap tahunnya sejak meninggalnya Ki Hajar Dewantara yang ditetapkan oleh surat keputusan Presiden RI No. hal itu belum disikapi secara maksimal oleh Pemerintah . khususnya Pemerintah Pusat . segi administrasi sebagai guru. . nilai-nilai dan kerohanian serta mampu menjadi motivator. dan juga relasi dan komunikasinya dengan pihak lain (orang tua. Walaupun kita tahu bahwa Pendidikan merupakan salah satu faktor esensial yang sangat berpengaruh bagi perkembangan bangsa. Namun . Singkatnya perlu adanya peningkatan mutu kinerja yang profesional. relasi sosial. Dalam kaitan dengan ini penting juga performance/penampilan seorang profesional: secara fisik. Perjuangan Ki Hajar Dewantara dan kawan . Sikap-sikap profesional itu meliputi antara lain: keinginan untuk memperbaiki diri dan keinginan untuk mengikuti perkembangan zaman. Sebagai salah satu Mahasiswa . kepribadian. belum lagi dana pendidikan yang mungkin saja 'mengalir' ke tangan yang tidak bertanggung jawab. Metode yang yang sesuai dengan sistem pendidikan ini menurut Ki Hajar adalah sistem among yaitu metode pengajaran dan pendidikan yang berdasarkan pada asih.baiknya suatu negara adalah negara yang memperhatikan Pendidikannya . Cipto Mangunkusumo yang mengabdikan dirinya untuk keprihatinan terhadap pendidikan di Indonesia. komite sekolah. menjaga harga diri dalam melaksanakan pekerjaan. dan dilestarikan .305 Tahun 1959. penulis tentunya sangat prihatin meliah kondisi pendidikan Indonesia yang semakin tidak terkontrol . Hal ini seharusnya menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah . dikenang . Maka penting pula membangun suatu etos kerja yang positif yaitu: menjunjung tinggi pekerjaan.

Undang Dasar tahun 1945 pada bab XIII pasal 30 tentang Pendidikan berikut : (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. dsb . pengamen .Hal ini sebenarnya telah diatur dalam Undang . (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan manusia. (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan .Undang Dasar 1945 Bab XIII Pasal 30. Yang berarti Pemerintah mendorong dengan memberi kebijakan yang PRO terhadap Pendidikan di Indonesia. (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. sebenarnya telah digambarkan bahwa Pendidikan itu merupakan tanggung jawab negara. (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. dan mereka yang sehari . Sejalan dengan semangat Pendidikan Tut Wuri Handayani yang Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. yang diatur dengan undang-undang. Ki Hajar Dewantara setelah zaman kemedekaan. namun masih ada saja sekelompok orang yang terpinggirkan . Negara yang kekuasaan di pegang oleh Pemerintah seringkali lepas tangan ketika dimintai pertanggung jawaban mengenai keadaan pendidikan di Indonesia. tetapi sebagai momen untuk evaluasi terhadap kinerja pendidikan selama ini . Apakah sudah tepat penerapannya ? ataukan masih ada perbaikan dan perubahan ! Demikian sebuah ungkapan dari Penulis mengenai Pendidikan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2010 ! Kita patut untuk berkaca terhadap salah satu pahlawan Pendidikan kita di Indonesia . Yang tidak sempat mengenyam Pendidikan. Ki hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Perlunya kita memperingati Hari Pendidikan Nasional bukan hanya sebagai perayaan saja . Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Dari kelima ayat dari Undang . .hari membantu orang tuanya bertahan hidup sebagai pemulung . bahkan terlupakan . Masalah serius ini membutuhkan dorongan Pemerintah untuk menyukseskan terselenggaranya pendidikan di Indonesia dengan baik. yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Walaupun anggaran Pendidikan APBN 30 % dari total APBN .

Tut Wuri Handayani. Yang pada intinya bahwa seorang pemimpin harus memiliki ketiga sifat tersebut agar dapat menjadi panutan bagi bawahan atau anak buahnya. mengelola De Expres. peran Ki Hadjar tetap menonjol. Akan tetapi percayalah di baliknya masih ada matahari yang bersembunyi… kapan hujan turun dan udara menjadi bersih karenanya?” (Ki Hadjar Dewantara). Bersama Soekarno.Nama Ki Hadjar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional. tokoh yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia. Sebagai seorang pemimpin atau komandan harus memiliki sikap dan perilaku yang baik dalam segala langkah dan tindakannya agar dapat menjadi panutan bagi anak buah atau bawahannya. tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI No. Ing Madyo Mbangun Karso. Dari di sinilah kita. Ki Hadjar pun aktif menjadi pengurus Boedi Oetomo dan Sarikat Islam. Ki Hadjar menjadi Menteri Pengajaran Pertama.305 Tahun 1959. Sehingga yang harus dipegang teguh oleh seorang pemimpin adalah kata suri tauladan. sebuah organisasi politik pertama di Indonesia yang dengan tegas menuntut Indonesia merdeka. memimpin organisasi Putera. siap sedia memberi korban yang sesuci-sucinya… sungguh. Hatta. Ajaran kepemimpinan Ki Hadjar Dewantoro yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah Ing Ngarso Sun Tulodo. mereka dijuluki “Empat Serangkai”. Tulodo berarti tauladan. Aktivitasnya dimulai sebagai jurnalis pada beberapa surat kabar dan bersama EFE Douwes Dekker. tanggal 28 November 1959.M. Banyak pimpinan saat ini yang sikap dan . Pada zaman Jepang. Suwardi Suryaningrat merupakan tokoh pendidikan nasional. Siapa yang gak kenal sosok tokoh pendidikan Bapak Ki Hadjar Dewantara. Ing Ngarso Sun Tulodo artinya Ing ngarso itu didepan / dimuka. Ki Hadjar yang bernama asli R. Ki Hadjar Dewantara dan Hari pendidikan Nasional “TANAH air kita meminta korban. Penghargaan lain yang diterimanya adalah gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957. Selanjutnya bersama Cipto Mangun Kusumo dan EFE Douwes Dekker — dijuluki ”Tiga Serangkai” — ia mendirikan Indische Partij. dan Mas Mansur. Ketika merdeka. Sun berasal dari kata Ingsun yang aratinya saya. Jadi makna Ing Ngarso Sun Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi bawahan atau anak buahnya. korban dengan ragamu sendiri adalah korban yang paling ringan… memang awan tebal dan hitam menggantung di atas kita.

mengapa gelar bapak pendidikan Indonesia tidak diberikan kepada K. Mbangun berarti membangkitan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh bawahan. Ing Madyo artinya di tengah-tengah. tak tahu sopan santun!” gumam seorang wali murid dalam sebuah kesempatan. tokoh yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia. sehingga tidak dapat digunakan sebagai panutan bagi anak buahnya. Karena itu seorang pemimpin juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungan tugasnya dengan menciptakan suasana kerja yang lebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan kerja. Kondisi ini kian diperparah dengan deviasi visi dari penyelenggara sekolah. Padahal jauh-jauh hari “Bapak” Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara telah menekankan. Tokoh yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889 dan ditulis dengan tinta emas dalam buku sejarah kita sebagai seorang tokoh yang memberikan jasa yang sangat besar dalam dunia pendidikan Indonesia. “Pendidikan nasional . Sama halnya dengan Ing Madyo Mbangun Karso. Semoga kita sebagai generasi muda bisa melanjutkan cita-cita beliau. Apa jasanya ? Mendirikan sebuah sekolah kebangsaan yang disebut dengan Taman Siswa pada tahun 1922. Untuk mengenang jasa beliau. karena memang sudah sedari dulu kita diajarkan bahwa tokoh yang menjadi bapak pendidikan nasional kita adalah Ki Hajar Dewantara. Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat.H. Ilmu padi kini sudah tak berlaku. Jadi makna dari kata itu adalah seorang peminpin ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat kerja anggota bawahanya. dan tubuh anak. maka PERINGATAN Hari Pendidikan Nasional 2 Mei tidak bisa dipisahkan dari sosok Ki Hadjar Dewantara. Hasjim Asy’arie yang mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama yang kini memiliki basis massa yang cukup banyak di Indonesia. Lepas dari itu semua. karakter). Namun jika ingin sedikit bertanya. pikiran (intellect). dan dapat mengamalkan ajaran yang telah diberikan. Undang-undang No. Kini muncul banyak pertanyaan. Demikian pula dengan kata Tut Wuri Handayani. karena paling tidak hal ini dapat menumbuhkan motivasi dan semangat kerja. Lagu Pergi Sekolah karangan Ibu Sud sudah tak berbekas. (Amin) Lagi ! untuk kesekian kalinya bangsa Indonesia tepat pada tanggal 2 Mei memperingati sebuah hari yang disebut sebagai Hari Pendidikan Nasional. “Anak sekarang susah diatur.perilakunya kurang mencerminkan sebagai figur seorang pemimpin. Tak usah bingung tentang penetapan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan. atau kepada K.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dengan tegas juga menggariskan. kian mewabah penyimpangan karakter yang bias dari nilai agama dan moral. Sehingga artinya Tut Wuri Handayani ialah seorang komandan atau pimpinan harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. mengapa disela-sela prestasi membanggakan yang diukir oleh para pelajar Indonesia. bahwa pendidikan merupakan daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin. Ahmad Dahlan yang mendirikan organisasi pendidikan Muhammadiyah terlebih dahulu pada tahun 1912.H. Pencapaian tertinggi seorang siswa bukan lagi untuk menjadi murid yang budiman seperti lagu karangan Ibu Sud. dalam perjalanannya menjejak langkah dari tahun ke tahun pendidikan di Indonesia masih menyisakan setumpuk pengharapan yang harus segera dituntaskan. namun hanya mengejar nilai akademis semata.

peduli. Pesan yang kemudian menjadi tema utama Hari Pendidikan Nasional 2011. Apa hubungan antara bapak pendidikan dengan pendidikan karakter ? Lepas dari sosok Ki Hajar Dewantara secara pribadi. maka ia memilih jalur pendidikan sebagai alat perjuangan dan mendirikan sekolah Taman Siswa. menegaskan bahwa tidak ada yang menolak tentang pentingnya karakter. bagaimana masa depan bangsa ini apabila generasi muda kita kehilangan karakter dalam dirinya ? Rasa cemas tentang pendidikan Indonesia kini tak hanya milik sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun sejalan dengan itu Menteri Pendidikan Nasional. Mohammad Nuh. Ki Hajar Dewantara mempelajari berbagai masalah pendidikan. namun sudah mulai dirasakan oleh pejabat teras di negeri ini. . Sedikit menilik sejarah kebelakang. Ia menyadari bahwa kemajuan rakyat Indonesia pada masa itu bergantung pada kemjuan dunia pendidikan. sehingga anak-anak dapat lebih berkarakter dan lebih berbudaya. amanah. Di Belanda. apa itu pendidikan karakter ? Pertanyaan sederhana yang menyisakan jawaban rumit dan beragam.berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. ia kembali ke Indonesia dan mencurahkan perhatiannya pada pendidikan. Guru sebagai pilar terdepan dalam suksesnya pendidikan karakter diharapkan mampu menjadirow modelkarakter terpuji di tengah pola kebiasaan masyarakat kita yang masih bersifat paternalistic. Setelah selesai menjalani masa pembuangan. Pesan tentang pendidikan berbasis karakter. berbasis keteladanan. Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menyampaikan pesan yang diamanatkan oleh RI 1 sebelum melantik dirinya sebagai menteri. Bagaimana dalam sebuah wawancara salah satu stasiun televisi swasta pada Hari Pendidikan Nasional 2011. “Tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana menyusun dan menyistemasikan.. bagaimana karakter bangsa Indonesia ? Atau dalam pertanyaan yang lebih spesifik bernada was-was. Akibat kegiatan politiknya ia dibbuang ke Belanda pada tahun yang sama. tiga semboyan beliau yang fenomenal terasa mampu menjadi pilar penopang dalam suksesnya seorang guru dalam menuntaskan pendidikan karakter di Indonesia. ia berhasil menyelesaikan pendidikan dan memperoleh AKta Guru Eropa.” katanya pada suatu kesempatan. Ki Hajar Dewantara membentuk komite Bumiputera. Selama kurang lebih 6 tahun dalam pembuangan.. Maka setelah Indische Partiij yang dibentuknya mengalami kemunduran. Pada tahun 1913. Tapi mengapa pendidikan belum mampu mengubah perilaku individu menjadi lebih baik ? Mengapa sifat jujur. Lalu. ternyata penetapan Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional sedikit menemukan pembenaran. Pembentukan komite tersebut bertujuan untuk mengecam pemerintah Belanda yang akan merayakan 100 tahun kebebasan negeri itu dari jajahan negeri Perancis.”. Pesan yang sedikit terlambat. dan sholeh hilang dari dimensi pendidikan bangsa Indonesia ? Kini semua orang mulai bertanya. sebuah pesan yang merupakan perang melawan lupa. Seperti yang telah beliau sampaikan bahwa :  Ing Ngarsa Sung Tuludha.

berbasis perhatian. jangan sampai karakter penjiplak negeri lain melekat pada generasi muda bangsa Indonesia. Karakter yang hanya menuntaskanceremony acara tanpa arti. bangkitkan nuranimu karena perjuangan tak kenal henti selama harapan itu selalu ada. Dalam gegap gempita godaan globalisasi yang membuat mental generasi muda kita cepat lelah. Tutwuri Handayani. mendorong dan memberi perlindungan di tengah hilangnya jati diri mereka sebagai rakyat Indonesia dan sebagai bangsa dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. menebar dakwah untuk terus mengajak kepada kebajikan dan mencegah kemungkaran.  Ing Madya Mangun Karsa. Selamat hari pendidikan nasional negeriku. guru akan tampil sebagai sahabat yang terus memberikan semangat. Selamat berjuang para guru. Memberikan semangat tatkala generasi muda kita kian malu berkarakter baik. berbasissupport people. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->