Hari Pendidikan Nasional

HARI ini 2 Mei 2008 adalah Hari Pendidikan Nasional. Peringatan Hari Pendidikan ini diambil dari hari lahirnya tokoh pendidikan nasional yang menonjol sejak jaman pra kemerdekaan, Ki Hajar Dewantara atau yang bernama asli Soewardi Soerjaningrat. Pendidik kelahiran Yogyakarta, 2 Mei 1889 yang wafat pada 26 April 1959 ini adalah seorang pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia pada jaman kolonial Belanda. Dilahirkan sebagai bangsawan Jawa, Raden Mas Soewardi bertekad memperbaiki nasib kaum pribumi Jawa melalui jalur pendidikan. Diapun mendirikan perguruan Taman Siswa yang memberikan kesempatan bagi semua orang, terutama rakyat jelata. Maklumlah pada masa kolonial yang berhak memperoleh pendidikan hanyalah kaum priyayi bangsawan dan anak-anak orang Belanda saja. Soewardi mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922 di Yogyakarta. Institusi pendidikan ini kemudian menjadi tonggak sejarah yang penting dalam bidang pendidikan nasional. Tulisan Ki Hajar Dewantara yang terkenal adalah "Seandainya Aku Seorang Belanda" (judul asli: Als ik eens Nederlander was), dimuat dalam surat kabar de Expres milik Dr Douwes ekker pada 1913 melambungkan namanya. Artikel ini ditulis dalam konteks rencana pemerintah Belanda untuk mengumpulkan sumbangan dari Hindia Belanda (Indonesia), yang saat itu masih belum merdeka, untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis. Kutipan tulisan tersebut antara lain: "Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan dinegeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlandaer memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Pikiran untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang

the heart. dan ing ngarsa sung tulada (di depan.000. guru harus menciptakan prakarsa dan ide). karena manusia memiliki daya jiwa yaitu cipta. Pendidikan yang humanis menekankan pentingnya pelestarian eksistensi manusia. seperti pentingnya membangun relasi dengan orang lain. “educate the head. dan daya karsa (konatif)). Pengembangan manusia seutuhnya . sebagai manusia yang utuh berkembang . Inilah yang menurut Ki Hajar Dewantara harus dikembangkan karena pendidikan juga menyangkut daya cipta (kognitif). karsa dan karya. seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan baik). tut wuri handayani. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengkongsi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingan sedikitpun". dalam arti membantu manusia lebih manusiawi. Semboyan dalam pendidikan yang beliau pakai adalah: tut wuri handayani. dan lain-lain. Menurut Ki Hajar. daya rasa (afektif). ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid. Sebab manusia tidak sekedar pemilik kekayaan dan juga menjalankan suatu fungsi tertentu. Semboyan ini masih tetap abadi dan dipakai dalam dunia pendidikan kita. Nama beliau diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia. Jaman ketika banyak orang terbuai dengan teknologi yang canggih. Gagasan pendidikan dari Ki Hajar Dewantara masih terus relevan sampai pada jaman kemajuan teknologi sekarang ini. dalam pendidikan perlu ditanamkan sejak dini bahwa keberadaan seorang pribadi. manusia tidak lagi bebas menumbuhkembangkan dirinya menjadi manusia seutuhnya dengan segala aspeknya. Singkatnya. Hanya ungkapan tut wuri handayani saja yang banyak dikenal dalam masyarakat umum. Arti dari semboyan ini secara lengkap adalah: tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan). Keberadaan manusia pada zaman ini seringkali diukur dari “to have” (apa saja materi yang dimilikinya) dan “to do” (apa saja yang telah berhasil/tidak berhasil dilakukannya) daripada keberadaan pribadi yang bersangkutan (“to be” atau “being”nya). and the hand !” Ki Hajar Dewantara senantiasa melihat manusia lebih pada sisi kehidupan psikologiknya. Dalam abad informasi ini. Beliau dikenal sebagai Menteri Pendidikan Indonesia yang pertama dan wajahnya bisa dilihat pada uang kertas pecahan Rp20. perlunya melakukan aktivitas sosial di dalam masyarakat. ing madya mangun karsa. KRI Ki Hajar Dewantara. Selain itu. lebih berbudaya.Belanda. sampai saat ini perguruan Taman Siswa yang beliau dirikan masih ada dan telah memiliki sekolah dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Semboyan ini berasal dari ungkapan aslinya ing ngarsa sung tulada. sehingga melupakan aspek-aspek lain dalam kehidupannya. pentingnya menghargai sesama lebih daripada apa yang berhasil dibuatnya. jauh lebih penting dan tentu tidak persis sama dengan apa yang menjadi miliknya dan apa yang telah dilakukannya.

Dan ternyata pendidikan sampai sekarang ini hanya menekankan pada pengembangan daya cipta. baru kemudian sebagai fasilitator atau pengajar. Persoalannya budaya dalam masyarakat itu berbeda-beda. yaitu mampu menyampaikan kehendak Tuhan dan membawa keselamatan. cintakasih dan penghargaan terhadap masing-masing anggotanya. Pendidikan juga hendaknya tidak hanya sekedar mengembangkan aspek intelektual sebab akan memisahkan dari orang kebanyakan. Setiap orang harus hidup sederhana . mewujudkan kehendak Tuhan di dunia ini. sedangkan makhluk lainnya tidak berbudaya. kebaikan hati. baru kemudian menyediakan diri untuk menjadi pahlawan dan juga menyiapkan para peserta didik untuk menjadi pembela nusa dan bangsa. Pendidik atau Sang Hajar adalah seseorang yang memiliki kelebihan di bidang keagamaan dan keimanan. nama Hajar Dewantara sendiri memiliki makna sebagai guru yang mengajarkan kebaikan. Merdeka baik secara fisik. Maka salah satu cara yang efektif untuk menjadikan manusia lebih manusiawi adalah dengan mengembangkan kebudayaannya. Ki Hajar Dewantara sendiri dengan mengubah namanya ingin menunjukkan perubahan sikapnya dalam melaksanakan pendidikan yaitu dari satria pinandita ke pinandita satria yaitu dari pahlawan yang berwatak guru spiritual ke guru spiritual yang berjiwa ksatria. Manusia merdeka adalah tujuan dari pendidikan nasional kita. mental dan kerohanian. Dari titik pandang sosio-anthropologis. Oleh karena itu. pendidikan hendaknya membantu peserta didik untuk menjadi merdeka dan independen secara fisik. kekhasan manusia yang membedakannya dengan makhluk lain adalah bahwa manusia itu berbudaya. yang mempersiapkan diri dan peserta didik untuk melindungi bangsa dan negara. keluhuran. Maka hak setiap individu hendaknya dihormati.menuntut pengembangan semua daya secara seimbang. Suasana yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan adalah suasana yang berprinsip pada kekeluargaan. Pendidikan hendaknya memperkuat rasa percaya diri. keutamaan. sekaligus masalah-masalah kemasyarakatan. Pengembangan yang terlalu menitikberatkan pada satu daya saja akan menghasilkan ketidakutuhan perkembangan sebagai manusia. mental dan spiritual. yang diutamakan sebagai pendidik pertama-tama adalah fungsinya sebagai model atau figure keteladanan. para guru hendaknya menjadi pribadi yang bermutu dalam kepribadian dan kerohanian. Modelnya adalah Kyai Semar yang sukses menjadi perantara antara Tuhan dan manusia. mengembangkan hara diri. Dengan kata lain. Jika berlanjut terus akan menjadikan manusia kurang humanis atau manusiawi. Bagi Ki Hajar Dewantara. empati. Beliau mengatakan bahwa pendidikan yang menekankan pada aspek intelektual belaka hanya akan menjauhkan peserta didik dari masyarakatnya. Pendidikan hendaknya memperkaya setiap individu tetapi perbedaan antara masing-masing pribadi harus tetap dipertimbangkan. Sebagai pendidik yang merupakan perantara Tuhan maka guru sejati sebenarnya adalah berwatak pandita juga. dan kurang memperhatikan pengembangan olah rasa dan karsa.

Diposkan oleh iwansams di 19:28 Reaksi: Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei merupakan salah satu Hari bersejarah yang tentunya di peringati setiap tahunnya sejak meninggalnya Ki Hajar Dewantara yang ditetapkan oleh surat keputusan Presiden RI No. penulis tentunya sangat prihatin meliah kondisi pendidikan Indonesia yang semakin tidak terkontrol .kawan seperjuangannya untuk mendukung perkembangan pendidikan di Indonesia . produktif dan kolaboratif demi pemanusiaan secara utuh setiap peserta didik.dan guru hendaknya rela mengorbankan kepentingan-kepentingan pribadinya demi kebahagiaan para peserta didiknya. Walaupun kita tahu bahwa Pendidikan merupakan salah satu faktor esensial yang sangat berpengaruh bagi perkembangan bangsa.baiknya suatu negara adalah negara yang memperhatikan Pendidikannya . kata .305 Tahun 1959. Hal ini seharusnya menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah . dikenang . segi administrasi sebagai guru. Guru yang efektif memiliki keunggulan dalam mengajar (fasilitator). dalam hubungan (relasi dan komunikasi) dengan peserta didik dan anggota komunitas sekolah. pihak terkait). menjaga harga diri dalam melaksanakan pekerjaan. Dalam kaitan dengan ini penting juga performance/penampilan seorang profesional: secara fisik. hal itu belum disikapi secara maksimal oleh Pemerintah . Cipto Mangunkusumo yang mengabdikan dirinya untuk keprihatinan terhadap pendidikan di Indonesia. dan juga relasi dan komunikasinya dengan pihak lain (orang tua. nilai-nilai dan kerohanian serta mampu menjadi motivator.kata ini menggambarkan kondisi negara kita yang masih saja mengesampingkan Pendidikan ini . Metode yang yang sesuai dengan sistem pendidikan ini menurut Ki Hajar adalah sistem among yaitu metode pengajaran dan pendidikan yang berdasarkan pada asih. Seperti hal yang dilakukan Raden Ajeng Kartini dan dr. khususnya Pemerintah Pusat . kepribadian. belum lagi dana pendidikan yang mungkin saja 'mengalir' ke tangan yang tidak bertanggung jawab. intelektual. dan keinginan untuk melayani masyarakat. Sikap-sikap profesional itu meliputi antara lain: keinginan untuk memperbaiki diri dan keinginan untuk mengikuti perkembangan zaman. Singkatnya perlu adanya peningkatan mutu kinerja yang profesional. Sebagai salah satu Mahasiswa . Namun . relasi sosial. dan sikap profesionalitasnya. Maka penting pula membangun suatu etos kerja yang positif yaitu: menjunjung tinggi pekerjaan. Perjuangan Ki Hajar Dewantara dan kawan . dan dilestarikan . asah dan asuh (care and dedication based on love). Sebaik . . komite sekolah. Patut dihargai . Pendidikan kadangkala masih dikesampingkan dalam pengalokasian dana .

Masalah serius ini membutuhkan dorongan Pemerintah untuk menyukseskan terselenggaranya pendidikan di Indonesia dengan baik. Negara yang kekuasaan di pegang oleh Pemerintah seringkali lepas tangan ketika dimintai pertanggung jawaban mengenai keadaan pendidikan di Indonesia. Apakah sudah tepat penerapannya ? ataukan masih ada perbaikan dan perubahan ! Demikian sebuah ungkapan dari Penulis mengenai Pendidikan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2010 ! Kita patut untuk berkaca terhadap salah satu pahlawan Pendidikan kita di Indonesia . (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. tetapi sebagai momen untuk evaluasi terhadap kinerja pendidikan selama ini . Sejalan dengan semangat Pendidikan Tut Wuri Handayani yang Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. dan mereka yang sehari . namun masih ada saja sekelompok orang yang terpinggirkan . (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. Ki hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan.Undang Dasar tahun 1945 pada bab XIII pasal 30 tentang Pendidikan berikut : (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.Undang Dasar 1945 Bab XIII Pasal 30. Dari kelima ayat dari Undang . pengamen . dsb . Ki Hajar Dewantara setelah zaman kemedekaan. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan manusia. Yang tidak sempat mengenyam Pendidikan. yang diatur dengan undang-undang.Hal ini sebenarnya telah diatur dalam Undang . sebenarnya telah digambarkan bahwa Pendidikan itu merupakan tanggung jawab negara. Perlunya kita memperingati Hari Pendidikan Nasional bukan hanya sebagai perayaan saja . Yang berarti Pemerintah mendorong dengan memberi kebijakan yang PRO terhadap Pendidikan di Indonesia. Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Walaupun anggaran Pendidikan APBN 30 % dari total APBN . Mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan . bahkan terlupakan .hari membantu orang tuanya bertahan hidup sebagai pemulung . yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. .

korban dengan ragamu sendiri adalah korban yang paling ringan… memang awan tebal dan hitam menggantung di atas kita. mereka dijuluki “Empat Serangkai”. Ki Hadjar Dewantara dan Hari pendidikan Nasional “TANAH air kita meminta korban. Jadi makna Ing Ngarso Sun Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi bawahan atau anak buahnya. memimpin organisasi Putera. Selanjutnya bersama Cipto Mangun Kusumo dan EFE Douwes Dekker — dijuluki ”Tiga Serangkai” — ia mendirikan Indische Partij.305 Tahun 1959. sebuah organisasi politik pertama di Indonesia yang dengan tegas menuntut Indonesia merdeka. Ajaran kepemimpinan Ki Hadjar Dewantoro yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah Ing Ngarso Sun Tulodo. Ki Hadjar menjadi Menteri Pengajaran Pertama. Hatta. tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI No. Ki Hadjar pun aktif menjadi pengurus Boedi Oetomo dan Sarikat Islam.Nama Ki Hadjar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional. Sebagai seorang pemimpin atau komandan harus memiliki sikap dan perilaku yang baik dalam segala langkah dan tindakannya agar dapat menjadi panutan bagi anak buah atau bawahannya. tokoh yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia. Akan tetapi percayalah di baliknya masih ada matahari yang bersembunyi… kapan hujan turun dan udara menjadi bersih karenanya?” (Ki Hadjar Dewantara). Aktivitasnya dimulai sebagai jurnalis pada beberapa surat kabar dan bersama EFE Douwes Dekker. Suwardi Suryaningrat merupakan tokoh pendidikan nasional. Pada zaman Jepang. Ki Hadjar yang bernama asli R. Sun berasal dari kata Ingsun yang aratinya saya. Ing Ngarso Sun Tulodo artinya Ing ngarso itu didepan / dimuka. tanggal 28 November 1959. Yang pada intinya bahwa seorang pemimpin harus memiliki ketiga sifat tersebut agar dapat menjadi panutan bagi bawahan atau anak buahnya. Siapa yang gak kenal sosok tokoh pendidikan Bapak Ki Hadjar Dewantara. Ing Madyo Mbangun Karso. siap sedia memberi korban yang sesuci-sucinya… sungguh. Banyak pimpinan saat ini yang sikap dan . Sehingga yang harus dipegang teguh oleh seorang pemimpin adalah kata suri tauladan. dan Mas Mansur. peran Ki Hadjar tetap menonjol. Tulodo berarti tauladan. Tut Wuri Handayani.M. Dari di sinilah kita. Bersama Soekarno. Penghargaan lain yang diterimanya adalah gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957. Ketika merdeka. mengelola De Expres.

karena paling tidak hal ini dapat menumbuhkan motivasi dan semangat kerja. pikiran (intellect). Lepas dari itu semua. tak tahu sopan santun!” gumam seorang wali murid dalam sebuah kesempatan.H. Sama halnya dengan Ing Madyo Mbangun Karso. atau kepada K. dan tubuh anak. Jadi makna dari kata itu adalah seorang peminpin ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat kerja anggota bawahanya. Namun jika ingin sedikit bertanya. “Anak sekarang susah diatur. Kini muncul banyak pertanyaan. Pencapaian tertinggi seorang siswa bukan lagi untuk menjadi murid yang budiman seperti lagu karangan Ibu Sud. bahwa pendidikan merupakan daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin. Untuk mengenang jasa beliau. Demikian pula dengan kata Tut Wuri Handayani. Apa jasanya ? Mendirikan sebuah sekolah kebangsaan yang disebut dengan Taman Siswa pada tahun 1922. sehingga tidak dapat digunakan sebagai panutan bagi anak buahnya. Ing Madyo artinya di tengah-tengah. Undang-undang No. Padahal jauh-jauh hari “Bapak” Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara telah menekankan. Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh bawahan. Sehingga artinya Tut Wuri Handayani ialah seorang komandan atau pimpinan harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang.perilakunya kurang mencerminkan sebagai figur seorang pemimpin. Hasjim Asy’arie yang mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama yang kini memiliki basis massa yang cukup banyak di Indonesia. karena memang sudah sedari dulu kita diajarkan bahwa tokoh yang menjadi bapak pendidikan nasional kita adalah Ki Hajar Dewantara. Mbangun berarti membangkitan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Tak usah bingung tentang penetapan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan. Tokoh yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889 dan ditulis dengan tinta emas dalam buku sejarah kita sebagai seorang tokoh yang memberikan jasa yang sangat besar dalam dunia pendidikan Indonesia. dalam perjalanannya menjejak langkah dari tahun ke tahun pendidikan di Indonesia masih menyisakan setumpuk pengharapan yang harus segera dituntaskan. dan dapat mengamalkan ajaran yang telah diberikan. kian mewabah penyimpangan karakter yang bias dari nilai agama dan moral. Karena itu seorang pemimpin juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungan tugasnya dengan menciptakan suasana kerja yang lebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan kerja. Ilmu padi kini sudah tak berlaku.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dengan tegas juga menggariskan. “Pendidikan nasional . (Amin) Lagi ! untuk kesekian kalinya bangsa Indonesia tepat pada tanggal 2 Mei memperingati sebuah hari yang disebut sebagai Hari Pendidikan Nasional.H. Semoga kita sebagai generasi muda bisa melanjutkan cita-cita beliau. Ahmad Dahlan yang mendirikan organisasi pendidikan Muhammadiyah terlebih dahulu pada tahun 1912. mengapa disela-sela prestasi membanggakan yang diukir oleh para pelajar Indonesia. tokoh yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia. Lagu Pergi Sekolah karangan Ibu Sud sudah tak berbekas. karakter). mengapa gelar bapak pendidikan Indonesia tidak diberikan kepada K. namun hanya mengejar nilai akademis semata. maka PERINGATAN Hari Pendidikan Nasional 2 Mei tidak bisa dipisahkan dari sosok Ki Hadjar Dewantara. Kondisi ini kian diperparah dengan deviasi visi dari penyelenggara sekolah.

Di Belanda.”.. tiga semboyan beliau yang fenomenal terasa mampu menjadi pilar penopang dalam suksesnya seorang guru dalam menuntaskan pendidikan karakter di Indonesia. Akibat kegiatan politiknya ia dibbuang ke Belanda pada tahun yang sama. ia kembali ke Indonesia dan mencurahkan perhatiannya pada pendidikan. Tapi mengapa pendidikan belum mampu mengubah perilaku individu menjadi lebih baik ? Mengapa sifat jujur. Ia menyadari bahwa kemajuan rakyat Indonesia pada masa itu bergantung pada kemjuan dunia pendidikan. Ki Hajar Dewantara mempelajari berbagai masalah pendidikan.berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Apa hubungan antara bapak pendidikan dengan pendidikan karakter ? Lepas dari sosok Ki Hajar Dewantara secara pribadi. dan sholeh hilang dari dimensi pendidikan bangsa Indonesia ? Kini semua orang mulai bertanya. “Tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana menyusun dan menyistemasikan. sebuah pesan yang merupakan perang melawan lupa. Pesan yang kemudian menjadi tema utama Hari Pendidikan Nasional 2011. bagaimana karakter bangsa Indonesia ? Atau dalam pertanyaan yang lebih spesifik bernada was-was. ternyata penetapan Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional sedikit menemukan pembenaran. Namun sejalan dengan itu Menteri Pendidikan Nasional. Pada tahun 1913.. Pesan tentang pendidikan berbasis karakter. Guru sebagai pilar terdepan dalam suksesnya pendidikan karakter diharapkan mampu menjadirow modelkarakter terpuji di tengah pola kebiasaan masyarakat kita yang masih bersifat paternalistic. Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menyampaikan pesan yang diamanatkan oleh RI 1 sebelum melantik dirinya sebagai menteri. Bagaimana dalam sebuah wawancara salah satu stasiun televisi swasta pada Hari Pendidikan Nasional 2011. Pembentukan komite tersebut bertujuan untuk mengecam pemerintah Belanda yang akan merayakan 100 tahun kebebasan negeri itu dari jajahan negeri Perancis. bagaimana masa depan bangsa ini apabila generasi muda kita kehilangan karakter dalam dirinya ? Rasa cemas tentang pendidikan Indonesia kini tak hanya milik sebagian besar masyarakat Indonesia. apa itu pendidikan karakter ? Pertanyaan sederhana yang menyisakan jawaban rumit dan beragam. sehingga anak-anak dapat lebih berkarakter dan lebih berbudaya.” katanya pada suatu kesempatan. . namun sudah mulai dirasakan oleh pejabat teras di negeri ini. Selama kurang lebih 6 tahun dalam pembuangan. Seperti yang telah beliau sampaikan bahwa :  Ing Ngarsa Sung Tuludha. Maka setelah Indische Partiij yang dibentuknya mengalami kemunduran. Pesan yang sedikit terlambat. peduli. berbasis keteladanan. Setelah selesai menjalani masa pembuangan. Sedikit menilik sejarah kebelakang. Lalu. ia berhasil menyelesaikan pendidikan dan memperoleh AKta Guru Eropa. Mohammad Nuh. amanah. Ki Hajar Dewantara membentuk komite Bumiputera. menegaskan bahwa tidak ada yang menolak tentang pentingnya karakter. maka ia memilih jalur pendidikan sebagai alat perjuangan dan mendirikan sekolah Taman Siswa.

Karakter yang hanya menuntaskanceremony acara tanpa arti. Selamat berjuang para guru. berbasis perhatian. . berbasissupport people. Dalam gegap gempita godaan globalisasi yang membuat mental generasi muda kita cepat lelah. menebar dakwah untuk terus mengajak kepada kebajikan dan mencegah kemungkaran. jangan sampai karakter penjiplak negeri lain melekat pada generasi muda bangsa Indonesia. guru akan tampil sebagai sahabat yang terus memberikan semangat. mendorong dan memberi perlindungan di tengah hilangnya jati diri mereka sebagai rakyat Indonesia dan sebagai bangsa dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Tutwuri Handayani. Selamat hari pendidikan nasional negeriku. bangkitkan nuranimu karena perjuangan tak kenal henti selama harapan itu selalu ada.  Ing Madya Mangun Karsa. Memberikan semangat tatkala generasi muda kita kian malu berkarakter baik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful