IPTEK DAN PERADABAN ISLAM

1- Pendahuluan
Bicara tentang kejayaan peradaban Islam di masa lalu, dan juga jatuhnya kemuliaan itu seperti nostalgia. Orang bilang, romantisme sejarah. Tidak apa-apa, terkadang ada baiknya juga untuk dijadikan sebagai bahan renungan. Karena bukankah masa lalu juga adalah bagian dari hidup kita. Baik atau buruk, masa lalu adalah milik kita. Kaum muslimin, pernah memiliki kejayaan di masa lalu. Masa di mana Islam menjadi trendsetter sebuah peradaban modern. Peradaban yang dibangun untuk kesejahteraan umat manusia di muka bumi ini. Masa kejayaan itu bermula saat Rasulullah mendirikan pemerintahan Islam, yakni Daulah Khilafah Islamiyah di Madinah. Tongkat kepemimpinan bergantian dipegang oleh Abu Bakar as-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Usman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, dan seterusnya. Di masa Khulafa as-Rasyiddin ini Islam berkembang pesat. Perluasan wilayah menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya penyebarluasan Islam ke seluruh penjuru dunia. Islam datang membawa rahmat bagi seluruh umat manusia. Penaklukan wilayah-wilayah, adalah sebagai bagian dari upaya untuk menyebarkan Islam, bukan menjajahnya. Itu sebabnya, banyak orang yang kemudian tertarik kepada Islam. Satu contoh menarik adalah tentang Futuh Makkah (penaklukan Makkah), Rasulullah dan sekitar 10 ribu pasukannya memasuki kota Makkah. Kaum Quraisy menyerah dan berdiri di bawah kedua kakinya di pintu Ka’bah. Mereka menunggu hukuman Rasul setelah mereka menentangnya selama 21 tahun. Namun, ternyata Rasulullah justru memaafkan mereka. Begitu pula yang dilakukan oleh Shalahuddin al-Ayubi ketika merebut kembali Yerusalem dari tangan Pasukan Salib Eropa, ia malah melindungi jiwa dan harta 100 ribu orang Barat. Shalahuddin juga memberi ijin ke luar kepada mereka dengan sejumlah tebusan kecil oleh mereka yang mampu, juga membebaskan sejumlah besar orang-orang miskin. Panglima Islam ini pun membebaskan 84 ribu orang dari situ. Malah, saudaranya, al-Malikul Adil, membayar tebusan untuk 2 ribu orang laki-laki di antara mereka. Padahal 90 tahun sebelumnya, ketika pasukan Salib Eropa merebut Baitul Maqdis, mereka justru melakukan pembantaian. Diriwayatkan bahwa ketika penduduk al-Quds berlindung ke Masjid Aqsa, di atasnya dikibarkan bendera keamanan pemberian panglima Tancard. Ketika masjid itu sudah penuh dengan orang-orang (orang tua, wanita dan anak-anak), mereka dibantai habis-habisan seperti menjagal kambing. Darah-darah muncrat mengalir di tempat ibadah itu setinggi lutut penunggang kuda. Kota menjadi bersih oleh penyembelihan penghuninya secara tuntas. Jalan-jalan penuh dengan kepala-kepala yang hancur, kaki-kaki yang putus dan tubuhtubuh yang rusak. Para sejarawan muslim menyebutkan jumlah mereka yang dibantai di Masjid Aqsa sebanyak 70 ribu orang. Para sejarawan Perancis sendiri tidak mengingkari pembantaian mengerikan itu, bahkan mereka kebanyakan menceritakannya dengan bangga. Fakta ini cukup membuktikan betapa Islam mampu memberikan perlindungan kepada penduduk yang wilayahnya ditaklukan. Karena perang dalam Islam memang bukan untuk menghancurkan, tapi memberi kehidupan. Dengan begitu, Islam tersebar ke hampir sepertiga wilayah di dunia ini. Peradaban Islam memang mengalami jatuh-bangun, berbagai peristiwa telah menghiasi perjalanannya. Meski demikian, orang tidak mudah untuk begitu melupakan peradaban emas

yang berhasil ditorehkannya untuk umat manusia ini. Pencerahan pun terjadi di segala bidang dan di seluruh dunia. Sejarawan Barat beraliran konservatif, W Montgomery Watt menganalisa tentang rahasia kemajuan peradaban Islam, ia mengatakan bahwa Islam tidak mengenal pemisahan yang kaku antara ilmu pengetahuan, etika, dan ajaran agama. Satu dengan yang lain, dijalankan dalam satu tarikan nafas. Pengamalan syariat Islam, sama pentingnya dan memiliki prioritas yang sama dengan riset-riset ilmiah. Orientalis Sedillot seperti yang dikutip Mustafa as-Siba’i dalam Peradaban Islam, Dulu, Kini, dan Esok, mengatakan bahwa, “Hanya bangsa Arab pemikul panji-panji peradaban abad pertengahan. Mereka melenyapkan barbarisme Eropa yang digoncangkan oleh seranganserangan dari Utara. Bangsa Arab melanglang mendatangi ‘sumber-sumber filsafat Yunani yang abadi’. Mereka tidak berhenti pada batas yang telah diperoleh berupa khazanah-khazanah ilmu pengetahuan, tetapi berusaha mengembangkannya dan membuka pintu-pintu baru bagi pengkajian alam.” Andalusia, yang menjadi pusat ilmu pengetahuan di masa kejayaan Islam, telah melahirkan ribuan ilmuwan, dan menginsiprasi para ilmuwan Barat untuk belajar dari kemajuan iptek yang dibangun kaum muslimin. Jadi wajar jika Gustave Lebon mengatakan bahwa terjemahan buku-buku bangsa Arab, terutama buku-buku keilmuan hampir menjadi satu-satunya sumber-sumber bagi pengajaran di perguruan-perguruan tinggi Eropa selama lima atau enam abad. Tidak hanya itu, Lebon juga mengatakan bahwa hanya buku-buku bangsa Arab-Persia lah yang dijadikan sandaran oleh para ilmuwan Barat seperti Roger Bacon, Leonardo da Vinci, Arnold de Philipi, Raymond Lull, san Thomas, Albertus Magnus dan Alfonso X dari Castella. Buku al-Bashariyyat karya al-Hasan bin al-Haitsam diterjemahkan oleh Ghiteleon dari Polska. Gherardo dari Cremona menyebarkan ilmu falak yang hakiki dengan menerjemahkan asySyarh karya Jabir. Belum lagi ribuan buku yang berhasil memberikan pencerahan kepada dunia. Itu sebabnya, jangan heran kalau perpustakaan umum banyak dibangun di masa kejayaan Islam. Perpustakaan al-Ahkam di Andalusia misalnya, merupakan perpustakaan yang sangat besar dan luas. Buku yang ada di situ mencapai 400 ribu buah. Uniknya, perpustakaan ini sudah memiliki katalog. Sehingga memudahkan pencarian buku. Perpustakaan umum Tripoli di daerah Syam, memiliki sekitar tiga juta judul buku, termasuk 50.000 eksemplar alQuran dan tafsirnya. Dan masih banyak lagi perpustakaan lainnya. Tapi naas, semuanya dihancurkan Pasukan Salib Eropa dan Pasukan Tartar ketika mereka menyerang Islam. Peradaban Islam memang peradaban emas yang mencerahkan dunia. Itu sebabnya menurut Montgomery, tanpa dukungan peradaban Islam yang menjadi ‘dinamo’nya, Barat bukanlah apa-apa. Wajar jika Barat berhutang budi pada Islam. Empat belas abad yang silam, Allah Ta’ala telah mengutus Nabi Muhammad saw sebagai panutan dan ikutan bagi umat manusia. Beliau adalah merupakan Rasul terakhir yang membawa agama terakhir yakni Islam. Hal ini secara jelas dan tegas dikemukakan oleh AlQuran dimana Kitab Suci tersebut memproklamasikan keuniversalan misi dari Muhammad saw sebagaimana kita jumpai dalam ayat-ayat berikut ini:

pendidikan. bahwa Islam pada waktu pertama kalinya memiliki kejayaan. Umat Islam menghidupkan ilmu. kesucian jiwa. arsitektur. aljabar. Umar. mengadakan penyelidikan-penyelidikan. Di masa Kejayaan Islam Pertama. Dalam tiga abad pertama sejarah permulaaan Islam (650-1000M). yang tenggelam dalam masa kegelapan zaman. bahwa ada masanya umat Islam memiliki tokoh-tokoh seperti Ibnu Sina di bidang filsafat dan kedokteran. Masa Kejayaan Islam Pertama telah menjadi bukti sejarah bahwa dengan mengamalkan ajaran al-Quran umat Islam sendiri akan menikmati kemajuan peradaban dan kebudayaan diatas bumi ini. “Dan kami tidaklah mengutus engkau melainkan sebagai pembawa kabar suka dan pemberi peringatan untuk segenap manusia…” (QS. Kejayaan Islam masa Dinasti Abbasiyah Dinasti Abbasiyah adalah suatu dinasti (Bani Abbas) yang menguasai daulat (negara) Islamiah pada masa klasik dan pertengahan Islam. akhlak. mereka telah menjadi guru sejagat. Nabi Muhammad saw telah mengubah pandangan hidup dan memberi semangat yang menyalanyala kepada umat Islam. Islam telah datang ke Spanyol memperkenalkan berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti ilmu ukur. Daulat Islamiah ketika berada di bawah kekuasaan dinasti ini disebut juga dengan Daulat Abbasiyah.“Katakanlah. “Wahai manusia . “Dan tidaklah Kami mengutus engkau melainkan sebagai rahmat bagi seluruh umat…” (QS. pimpinan Islam berada di tangan tokoh-tokoh yang setiap orangnya patuh sepenuhnya dan setia kepada Nabi Muhammad saw. Dinamakan Dinasti Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini adalah keturunan Abbas (Bani Abbas). Al-jabar dll. Kecemerlangan Islam Timur merupakan hal yang kontras dengan dunia Nasrani Barat. filsafat dan masih banyak cabang ilmu yang lain lagi. Pendiri dinasti ini adalah Abu Abbas as-Saffah. Pimpinan Umat Islam sesudah wafatnya nabi Muhammad saw. Utsman dan Ali adalah merupakan pemimpin-pemimpin duniawi dengan jabatan Khalifah. paman Nabi Muhammad saw. perbuatan. 34:29). dimana-mana terdapat perguruan tinggi dan Univesitas yang didalamnya tersimpan peradaban-peradaban dan hikmahhikmah yang bernilai tiggi. Ibnu Khaldun di bidang Filsafat dan Sosiologi. 21:108). keluhuran budi maupun kesempurnaan. . bukan sebagai alat untuk mendapatkan kekuasaan mutlak dan kemegahan. keyakinan. sehingga dari bangsa yang terkebelakang dalam waktu yang amat singkat mereka. kesehatan. nama lengkapnya yaitu Abdullah as-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbas.” (QS. Fakta sejarah menjelaskan antara lain . Tak ada yang patut disembah melainkan Dia. Negeri-negeri Islam penuh dengan kota-kota indah. Pembahasan a. Daulat Abbasiyah adalah daulat (negara) yang melanjutkan kekuasaan Daulat Umayyah. Abubakar. yang menganggap kedudukan mereka itu sebagai pengabdian pada umat Islam. baik secara keimanan. bagian-bagian dunia yang dikuasai Islam adalah bagianbagian yang paling maju dan memiliki peradaban yang tinggi. penuh dengan mesjid-mesjid yang megah. 7:159). 2. sesungguhnya aku ini Rasul kepada kamu sekalian dari Allah yang mempunyai kerajaan seluruh langit dan bumi.

Kota Bagdad sebagai ibukota. suatu kehausan akan ilmu pengetahuan yang belum pernah ada dalam sejarah. baik kekayaan. thib. gubernur. yang dipunyai Eropa sekarang. Permulaan yang disebut serius dari penerjemahan tersebut adalah sejak abad ke-8 M. demikian Jarji Zaidan memulai lukisannya tentang Bani Abbasiyah. menyinari matahari Hellenisme hingga pudar cahayanya. ataupun kekuasaan. masa kekuasaan Dinasti Saljuk dalam pemerintahan Khilafah Abbasiyah. pada masa pemerintahan Al-Makmun (813 –833 M) yang membangun sebuah lembaga khusus untuk tujuan itu. ilmu-ilmu purbakala. kedaulatan kaum muslimin telah sampai ke puncak kemuliaan. 2. Kemudian ilmu Islam menjadi bulan di malam gelap gulita Eropa. Masa Daulah Abbasiyah adalah masa di mana umat Islam mengembangkan ilmu pengetahuan. disalin ke dalam bahasa Arab. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia Kedua. biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki Kedua. mengantarkan Eropa ke jalan renaissance. Dalam zaman Daulah Abbasiyah. Lahirlah pada masa itu sekian banyak penyair. Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan pola politik itu. ahli bangunan dan sebagainya. ahli filsafat. para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbas menjadi lima periode: 1. tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Bagdad. dan panglima perang diangkat dari keturunan bangsa Persia. dan berbagai ilmu penting telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.Selama dinasti ini berkuasa. Dengan demikian.590 H/1194 M). pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik. Dalam zaman ini. kemajuan. ahli hadits. ahli tafsir. Periode Pertama (132 H/750 M – 232 H/847 M). sedangkan menteri. “The House of Wisdom / Bay al-Hikmah”. Periode Kedua (232 H/847 M – 234 H/945 M). disebut masa pengaruh Turki Pertama. 4. Islam harus tetap bersama kita. Kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan merefleksikan terciptanya beberapa karya ilmiah seperti terlihat pada alam pemikiran Islam pada abad ke-8 M. Periode Ketiga (334 H/945 M – 447 H/1055 M. masa meranumlah kesusasteraan dan ilmu pengetahuan. sosial . 3. yaitu gerakan penerjemahan buku peninggalan kebudayaan Yunani dan Persia. ahli bahasa. ahli sejarah. pantas kita menyatakan. Zaman ini adalah zaman keemasan Islam. dan budaya.” (Oemar Amin Hoesin) Adapun kebijaksanaan para penguasa Daulah Abbasiyah periode 1 dalam menjalankan tugasnya lebih mengutamakan kepada pembangunan wilayah seperti: Khalifah tetap keturunan Arab. Periode Kelima (590 H/1194 M – 656 H/1258 M). Dalam zaman ini telah lahir berbagai ilmu Islam. Periode Keempat (447 H/1055 M/ . 5. pujangga. masa kekuasaan Dinasti Buwaih dalam pemerintahan Khilafah Abbasiyah. Karena itulah Islam menjadi biang gerak besar. masa Khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain. ahli hukum. dijadikan kota internasional untuk segala kegiatan . disebut periode pengaruh Persia Pertama. Dr. Mx Meyerhof yang dikutip oleh Oemar Amin Hoesin mengungkapkan tentang kejayaan Islam ini sebagai berikut: “Kedokteran Islam dan ilmu pengetahuan umumnya.

Latar Belakang dan Faktor-faktor yang Memunculkan “Revolusi Abbasiyah” Menjelang akhir daulah Umawiyah (akhir abad pertama Hijriyah) terjadilah bermacam-macam kekacauan dalam segala cabang kehidupan negara. Siasat yang keras dan licik. menghormati sarjana dan memuliakan pujangga. Dr. yaitu: . kaum dan kawan (nepotisme) . sehingga mereka memegang peranan penting dalam membina tamadun/peradaban Islam. Kebebasan berpikir sebagai hak asasi manusia diakui sepenuhnya. golongan. termasuk bidang aqidah.Politik kepegawaian negara didasarkan pada klik. Para menteri keturunan Persia diberi hak penuh untuk menjalankan pemerintahan. Persia.” . sehingga karena banyaknya keturunan Malawy yang memberikan tenaga dan jasanya untuk kemajuan Islam. hal mana menyebabkan orang sangat leluasa mengeluarkan pendapat dalam segala bidang. suku.Menganggap rendah terhadap kaum muslimin yang bukan bangsa Arab. Umpamanya memburuk-burukkan dan menyumpah Ali bin Abi Thalib RA dalam tiap khutbah Jum’at. Sebab sejak zaman Muawiyah Daulat Bani Umayyah itu didirikan dengan kekerasan. Mereka sangat mencintai ilmu dan mengorbankan kekayaannya untuk memajukan kecerdasan rakyat dan meningkatkan ilmu pengetahuan. Hindi dan sebagainya. terjadilah pelanggaranpelanggaranterhadap ajaran-ajaran Islam. Keadaan dan cara Umar bin Abdul Aziz memerintah telah menyebabkan suburnya propaganda untuk Daulat yang akan berdiri itu. Ilmu pengetahuan dipandang sebagai suatu hal yang sangat mulia dan berharga. falsafah. Hamka melukiskan keadaan tersebut “Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah. Pada waktu itu akal dan pikiran dibebaskan benar-benar dari belenggu taklid. Para khalifah dan para pembesar lainnya membuka kemungkinan seluas-luasnya untuk kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Prof.ekonomi dan sosial serta politik segala bangsa yang menganut berbagai keyakinan diizinkan bermukim di dalamnya.Penindasan yang terus-menerus terhadap pengikut-pengikut Imam Ali bin Abi Thalib RA pada khususnya dan terhadap Bani Hasyim (Hasyimiah) pada umumnya. terjadi kekeliruan dan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh para khalifah dan para pembesar negara lainnya. Romawi. b. waktu itulah mulai disusun dengan diam-diam propaganda untuk menegakkan Bani Abbas. ada bangsa Arab. Di antara kesalahan-kesalahan dan kekeliruan-kekeliruan yang diperbuat. artinya mempergunakan segala kesempatan. sekalipun kesempatan yang jahat untuk memperbesar kekuasaan. sehingga mereka tidak diberi kesempatan dalam pemerintahan. . yang pada zaman sekarang dalam ilmu politik disebut “Machiavellisme”. ibadah dan sebagainya. itu sudah terang tidak dapat diterima umat dengan rela hati. Pada umumnya khalifah adalah para ulama yang mencintai ilmu.Pelanggaran terhadap ajaran Islam dan hak-hak asasi manusia dengan cara yang terangterangan. Turki. .

pakar Medis Islam legendaris dengan karya ilmiahnya Qanun (Canon) yang menjadi referensi ilmu kedokteran para pelajar Barat. Sebut saja. Saat itu. Algoritma (logaritma). Di era ini. Istana al-Hamra (al-Hamra Qasr) yang dibangun di Seville. Eropa berada dalam Abad Kegelapan.Selanjutnya Dr. dua pertiga bagian dunia dikuasai oleh kekhalifahan Islam. Saat itu di Barat. banyak lahir tokoh dunia yang kitabnya menjadi referensi ilmu pengetahuan modern. Tradisi keilmuan berkembang pesat. Diawali oleh khalifah Abu al-’Abbas as-Saffah (750-754) dan diakhiri Khalifah al-Mutawakkil Alailah III (1508-1517). Dr Muhammad Lutfi. Ada Ibnu Sina (980-1037) yang membuat termometer udara untuk mengukur suhu udara. Tak satu pun bidang ilmu yang maju. 5. terjadi pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid. Kekhilafahan Abbasiyah dengan kegemilangan ipteknya kini hanya tercatat dalam buku usang sejarah Islam. atau menara spiral di Samara yang dibangun oleh khalifah al-Mutawakkil. di negeri-negeri Islam rasio hasil panen gandum dibandingkan dengan benih yang disebar mencapai 10:1 sementara di Eropa pada waktu yang sama hanya dapat 2. Di atas luka tersebut mereka akan menaburinya dengan garam. Badri Yatim. Kecanggihan teknologi masa ini juga terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. Seperti arsitektur mesjid Agung Cordoba. jika ada orang gila. Dalam bidang kedoteran. Sebelum Islam datang. Hasilnya.5:1. 4. mereka akan menangkapnya kemudian menyayat kepalanya dengan salib. Saat itu. atau 18 daun bunga dan tidak pernah 7 atau 9. MA. Kegemilangan Iptek di Masa Khilafah Abasiyyah Kekhilafahan Abbasiyah tercatat dalam sejarah Islam dari tahun 750-1517 M/132-923 H. kata Lutfi. Dengan rentang waku yang cukup panjang. mereka sudah pakai sistem irigasi modern dari sungai Eufrat dan Tigris. sekitar 767 tahun. kata Ketua Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia. someday Islam akan kembali jaya dan tugas kita semua untuk mewujudkannya. kata Luthfi. Salah satunya adalah bapak kedokteran Ibnu Sina atau yang dikenal saat ini di Barat dengan nama Avicenna. al-Khawarizmi (780-850) yang menemukan angka nol dan namanya diabadikan dalam cabang ilmu matematika. ”Jika orang tersebut . kekhilafahan ini mampu menunjukkan pada dunia ketinggian peradaban Islam dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di dunia Islam. Tapi jangan khawatir. Sebuah Istana terindah yang dibangun di atas bukit yang menghadap ke kota Granada. Blue Mosque di Konstantinopel. misalnya. telah lahir ilmuwan-ilmuwan Islam dengan berbagai penemuannya yang mengguncang dunia. Bahkan namanya tekenal di Barat sebagai Avicena. Andalusia pada tahun 913 M. Dia adalah khalifah dinasti Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 786. Tak ketinggalan al-Biruni (973-1048) yang melakukan pengamatan terhadap tanaman sehingga diperoleh kesimpulan kalau bunga memiliki 3. Hebatnya. Pada abad ke-8 dan 9 M. Masa kejayaan Islam. terutama dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi. mengungkapkan dalam bukunya c. negeri Irak dihuni oleh 30 juta penduduk yang 80% nya merupakan petani. Dinasti Abbasiyiah membawa Islam ke puncak kejayaan. bahkan lebih percaya tahyul.

Luthfi menyatakan sistem khilafah Islamiyah masih relevan diterapkan pada zaman sekarang ini asal dimodifikasi. ”Seperti janji Allah. Akankah Islam kembali mengalami zaman keemasan seperti yang terjadi di 700 tahun awal pemerintahannya? Ketua MUI. Umat Islam mulai merasa tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi setelah masuknya Napoleon Bonaparte ke Mesir. Terjadi gerakan sekularisasi yang dipelopori oleh Kemal At-Taturk. Tanggal 3 Maret 1924. Ini sesuai janji Allah yang menyatakan bahwa meskipun begitu hebatnya musuh menindas Islam namun hal ini bukannya akan melemahkan umat Islam.” ujarnya. 700 tahun berikutnya Islam jatuh dan sekarang tengah mengalami periode 700 tahun ketiga menuju kembalinya kebangkitan Islam.” jelas Luthfi. . orang Barat percaya bahwa itu adalah momen pertempuran orang gila itu dengan jin. yaitu Wina hingga ke selatan Spanyol dan Perancis. tradisi keilmuan itu kurang berkembang pada kekhalifahan Usmaniyah. semakin ditekan. Orang Barat percaya bahwa orang itu menjadi gila karena kerasukan setan. Pada saat itu tentara Islam juga berhasil membuat senjata bernama ‘manzanik’. Ia mencontohkan konsep pemerintahan yang dianut Iran yang menjadi modifikasi antara teokrasi (kekuasaan yang berpusat pada Tuhan) dan demokrasi (yang berpusat pada masyarakat). Sejak saat itu tidak ada lagi negara yang secara konsisten menganut khilafah Islamiyah. Dinasti Abbasiyah jatuh setelah kota Baghdad yang menjadi pusat pemerintahannya diserang oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. Ridwan menyebut saat ini merupakan momen kebangkitan Islam kembali.berteriak kesakitan. Kini 82 tahun berlalu. Sementara itu. Ketika Jerman kalah. umat Muslim tercerai berai. tentara Salib akhirnya terusir dari Timur Tengah dan membangkitkan kebanggaan bagi masyarakat Arab. KH Akhmad Kholil Ridwan menyatakan optimismenya bahwa Islam akan kembali berjaya di muka bumi. semua upaya ini justru semakin memperkuat eksistensi Islam. seorang Zionis Turki. Pada abad ke-14. Kejatuhan Islam ke tangan Barat dimulai pada awal abad ke-18. apalagi mereka menguasai Laut Tengah. Ini membuktikan bahwa Islam mampu mengadopsi teknologi dari luar. sejenis ketepel besar pelontar batu atau api.”ujarnya. 700 tahun pertama Islam berjaya. ”Ibaratnya paku. secara otomatis Turki menjadi negara yang kalah perang sehingga akhirnya wilayah mereka dirampas Inggris dan Perancis. Meskipun saat ini umat Islam banyak ditekan. Islam akan semakin menancap dengan kuat. khilafah Islamiyah resmi dihapus dari konstitusi Turki. Salah langkah diambil saat mereka mendukung Jerman dalam perang dunia pertama. Di sisi lain. Saat itu Napoleon masuk dengan membawa mesin-mesin dan peralatan cetak. ditambah tenaga ahli. ujar Ridwan. Kekuatan militer laut Usmaniyah sangat ditakuti Barat saat itu. Lain lagi pada masa pemerintahan dinasti Usmaniyah — di Barat disebut Ottoman — yang kekuatan militernya berhasil memperluas kekuasaan hingga ke Eropa.

fikih. Dalam Islam. Allah berfirman dalam QS Ali Imran ayat 103 yang isinya “Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah. Sedangkan yang masuk ilmu fardhu kifayah adalah kedokteran. ”Untuk mewujudkannya lagi saat ini. Turki harus memilih konstitusi sekuler. Setelah berhasil membangun kejayaan selama 14 abad lebih.Di Iran. Nah. melainkan oleh Ayatullah atau Imam. Bukan tanpa sebab tentunya. Inilah kisah tragis yang dialami peradaban Islam. bahwa Inggris tak akan menarik dirinya dari bumi Turki. yang juga memiliki Dewan Ahli dan Dewan Pengawas. sebagai pengganti dari konstitusi yang bersumber dari hukumhukum Islam. Turki harus menghancurkan Khilafah Islamiyah. ”Tak heran kalau Amerika Serikat sangat takut dengan Iran karena mereka bisa menjadi tonggak peradaban baru Islam. merupakan tandingan sistem pemerintahan Barat.” Konsep khilafah Islamiyah. mengharuskan hanya ada satu pemerintahan Islami di dunia dan tidak terpecah-belah berdasarkan negara atau etnis. Turki harus berjanji untuk menumpas setiap gerakan yang akan mendukung Khilafah. mengusir Khalifah dari Turki. Apalagi ketika kita udah berada jauh di puncak kesuksesan. Ketiga. sehingga Turki tidak akan dapat bangun lagi setelah itu… Sebab kita telah menghancurkan kekuatannya yang terwujud dalam dua hal. Kedua. Musthafa Kemal Attaturk. adalah tergusurnya Khilafah Islamiyah di Turki dari pentas perpolitikan dunia. dan cabang-cabangnya. hlm. Mustafa Kamal Ataturk kemudian menjalankan syarat-syarat tersebut. Yang masuk golongan ilmu fardhu ‘ain adalah Al-Quran. menurut Luthfi. sangat sulit. dan negara-negara penjajah pun akhirnya menarik diri dari wilayah Turki (Jalal al-Alam dalam kitabnya Dammirul Islam Wa Abiiduu Ahlahu. kecuali setelah Turki menjalankan syarat-syarat berikut: Pertama. tepatnya tanggal 3 Maret tatkala Khilafah Utsmaniyah yang berpusat di Turki alias Konstantinopel diruntuhkan oleh kaki tangan Inggris keturunan Yahudi.” kata dia. tauhid. dialah . Inggris menetapkan syarat bagi Turki. Yang pertama adalah merapatkan barisan. yaitu ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. dan janganlah kalian bercerai berai. matematika. kata Luthfi. Sementara upaya ketiga adalah dengan mewujudkan sistem yang berdasarkan syariah Islam. Puncaknya. Akibatnya. kaum muslimin mulai goyah. yaitu Islam dan Khilafah. Sementara Kholil Ridwan menjelaskan ada tiga upaya konkret yang bisa dilakukan umat untuk mengembalikan kejayaan Islam di masa lampau.” Jadi terakhir kaum muslimin hidup dalam naungan Islam adalah di tahun 1924. Sistem pemerintahan Iran ini. Serangan pemikiran dan militer dari Barat bertubi-tubi menguncang Islam. akhlaq. dan cabang sains lainnya. psikologi. Keempat. 48) Cerzon (Menlu Inggris saat itu) menyampaikan pidato di depan parlemen Inggris. dan menyita harta bendanya. Runtuhnya sebuah kejayaan Jatuh itu memang menyakitkan. “Sesungguhnya kita telah menghancurkan Turki. jelasnya.” Upaya lainnya adalah kembali kepada tradisi keilmuan dalam agama Islam. akhirnya peradaban Islam jatuh tersungkur. kekuasaan tertinggi tidak dipegang parlemen atau presiden. syariah. d. ada dua jenis ilmu. Saat itu. Turki harus memutuskan hubungannya dengan Islam. hadis.

Pandangan Islam terhadap IPTEK Ahmad Y Samantho dalam makalahnya di ICAS Jakarta (2004) mengatakan bahwa kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. Peradaban Barat moderen dan postmodern saat ini memang memperlihatkan kemajuan dan kebaikan kesejahteraan material yang seolah menjanjikan kebahagian hidup bagi umat manusia. sebab kita akan kembali mengagungkan kejayaan Islam itu. meski dengan nyawa sebagai tebusannya. Di setiap negeri tersebut. dengan cuma berbekal koper pakaian dan secuil uang. yang sebagian besarnya berada di bawah kekuasaan musuh yang kafir: Inggris. bahkan menindas hak-hak dan merampas kekayaan alam negara lain dan orang lain yang lebih lemah kekuatan iptek. yang kini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir ini. Sebelumnya Kemal mengumumkan bahwa Majelis Nasional Turki telah menyetujui penghapusan Khilafah. Para penguasa ini adalah orang-orang yang mentaati perintah kaum kafir tersebut. Harta kekayaan dan potensi alam milik kaum muslimin telah dirampok oleh penjajah kafir. dan Rusia. mencegangkan banyak orang di pelbagai penjuru dunia. Sejak saat itulah sampai sekarang kita nggak punya lagi pemerintahan Islam. Kaum kafir segera mengganti undang-undang dan peraturan Islam yang diterapkan di tengahtengah rakyat dengan undang-undang dan peraturan kafir milik mereka. serta memusuhi akidah dan syariat Islam. yang telah mengeksploitasi kekayaan tersebut dengan cara yang seburuk-buruknya. Kesejahteraan dan kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut membuat banyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup peradaban Barat tanpa dibarengi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan krisis multidimensional yang diakibatkannya. 13) Beginilah kita sekarang sobat. Namun karena kemajuan tersebut tidak seimbang. umat Islam terkotak-kotak di berbagai negeri berdasarkan letak geografis yang beraneka ragam. Syahid di medan tempur. Italia. kaum kafir telah mengangkat penguasa yang bersedia tunduk kepada mereka dari kalangan penduduk pribumi. hlm.yang mengeluarkan perintah untuk mengusir Khalifah Abdul Majid bin Abdul Aziz. kita masih bisa merebutnya. pincang. Perancis. ekonomi dan militernya. Tapi jangan bersedih. . Khilafah Islamiyah dihancurkan secara total. dan mampu menjaga stabilitas negerinya. maka kemajuan di Barat melahirkan penderitaan kolonialisme-imperialisme (penjajahan) di Dunia Timur & Selatan. Khalifah (pemimpin) terakhir kaum muslimin ke Swiss. Kaum kafir segera mengubah kurikulum pendidikan untuk mencetak generasi-generasi baru yang mempercayai persepsi kehidupan menurut Barat. Kita lahir ke dunia ini dengan berlumur darah. maka kenapa musti takut mati dengan berlumur darah. e. dan aktivitas untuk mengembalikan serta mendakwahkannya dianggap sebagai tindakan kriminal yang dapat dijatuhi sanksi oleh undang-undang. Yakinlah. dalam kitabnya al-Muslimun Wal Amal as-Siyasi. Akibatnya. dan telah menghinakan kaum muslimin dengan sehina-hinanya (Syaikh Abdurrahman Abdul Khalik. Belanda. lebih mementingkan kesejahteraan material bagi sebagian individu dan sekelompok tertentu negara-negara maju (kelompok G-8) saja dengan mengabaikan.

gempa dan kacaunya iklim dan cuaca dunia akibat pemanasan global yang disebabkan tingginya polusi industri di negara-negara maju. Umat Islam yang mewarisi ajaran suci Ilahiah dan peradaban dan Iptek Islam yang jaya di masa lalu. dll. Ironis bahwa Indonesia yang sangat kaya dengan sumber daya alam minyak dan gas bumi. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai. justru kini terpuruk di negerinya sendiri. Sementara 80% penduduk dunia di negara-negara miskin hanya memperebutkan remah-remah sisa makanan pesta pora bangsa-bangsa negara maju. Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. Rusia. Kehancuran ekosistem laut dan keracunan pada penduduk pantai akibat polusi yang diihasilkan oleh pertambangan mineral emas. terjadi akibat ketidakadilan dan ’penjajahan’ (neo-imperialisme) oleh negara-negara maju yang menguasai perekonomian dunia dan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. dan di India. Karena nyatanya saudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah. pada akhirnya juga telah melahirkan penderitaan dan ketidakbahagiaan psikologis/ruhaniah pada banyak manusia baik di Barat maupun di Timur. yang didominasi oleh pandangan dunia dan paradigma sains (Iptek) yang positivistik-empirik sebagai anak kandung filsafat-ideologi materialisme-sekuler. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim. maka mereka kehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. busung lapar.Kemajuan Iptek di Barat. . Matre dan hedonis (mempertuhankan kenikmatan hawa nafsu). yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sains-teknologi. Kemandirian itu tidak bisa lain kecuali dengan pembinaan mental-karakter dan moral (akhlak) bangsa-bangsa Islam sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi keimanan-taqwa kepada Allah swt. Kebocoran reaktor Nuklir di Chernobil. ekonomi dan moral bangsa dan umat. saat ini pada umumnya adalah negaranegara berkembang atau negara terkebelakang. Krisis ekologis. Krisis multidimensional terjadi akibat perkembangan Iptek yang lepas dari kendali nilai-nilai moral Ketuhanan dan agama. yang sebenarnya kaya sumber daya alamnya. Beberapa di antara mereka kemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negara Barat. Kenyataan memprihatikan ini sangat ironis. justru mengalami krisis dan kelangkaan BBM. kelaparan. Kemana harta kekayaan kita yang Allah berikan kepada tanah air dan bangsa Indonesia ini? Mengapa kita menjadi negara penghutang terbesar dan terkorup di dunia? Kenyataan menyedihkan tersebut sudah selayaknya menjadi cambuk bagi kita bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim untuk gigih memperjuangkan kemandirian politik. seperti yang terjadi di Buyat. ideologi dan budaya materialis (’matre’) dan sekular (anti Tuhan) yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat. Ketidakadilan global ini terlihat dari fakta bahwa 80% kekayaan dunia hanya dikuasai oleh 20 % penduduk kaya di negara-negara maju. misalnya: berbagai bencana alam: tsunami. kita justru mengalami kesulitan dan krisis ekonomi. dan berbagai penyakit akibat kemiskinan rakyat. Minamata Jepang. Sulawesi Utara dan di Freeport Papua. Krisis Ekonomi dan politik yang terjadi di banyak negara berkembang dan negara miskin. namun miskin kualitas sumberdaya manusianya (pendidikan dan Ipteknya). Serta melawan pengaruh buruk budaya sampah dari Barat yang Sekular. perak dan tembaga. Ironis bahwa di tengah keberlimpahan hasil produksi gunung emas-perak dan tembaga serta kayu hasil hutan yang ada di Indonesia.

Keduanya saling membutuhkan.” (QS Ali Imron [3] : 190-191) “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. Islam. Wujud yang wajib. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt hanya akan muncul bila diawali dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap Tuhan Allah swt dan terhadap alam semesta sebagai tajaliyat (manifestasi) sifat-sifat KeMahaMuliaan. Zabur. keyakinan dan keimanan kita kepada Allah swt. maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana ibadah-pengabdian Muslim kepada Allah swt dan mengembang amanat Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ’Alamin). melalui mata. holistik dan integratif. keduanya bila dibaca.” (QS. Tuhan Yang Maha Kuasa. kedua-duanya adalah merupakan ayat-ayat (atau tanda-tanda) ke-Mahakuasaan dan Keagungan Allah swt. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. Berbeda dengan pandangan dunia Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang ’matre’ dan sekular. dalam Islam tidak terlepas satu sama lain. prinsip-prinsip dan hukum alam). Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua sisi koin dari satu mata uang koin yang sama. maka peliharalah kami dari siksa neraka. diamati dan direnungkan. Ayat tanziliyah/naqliyah (yang diturunkan atau transmited knowledge). Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses perenungan. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal. Maha Suci Engkau. pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam. Jadi agama dan ilmu pengetahuan. telinga dan hati (qalbu + akal) akan semakin mempertebal pengetahuan. tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. Injil dan Al Quran). seperti kitab-kitab suci dan ajaran para Rasul Allah (Taurat. pengenalan. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mujadillah [58]: 11 ) Bagi umat Islam. dipelajari.Akhlak yang baik muncul dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt Sumber segala Kebaikan. Kekuasaan dan Keagungan-Nya. Yang paling terkenal adalah ayat: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Keindahan dan Kemuliaan. maupun ayat-ayat kauniyah (fenomena. saling menjelaskan dan saling memperkuat secara sinergis. untuk ditafakuri dan menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah. . sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan. sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari. memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. mengamati. Sumber segala sesuatu dan segala eksistensi).

benar-benar ia telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan barangsiapa yang dianugrahi al-Hikmah itu. adalah sama-sama ayat-ayat (tanda-tanda dan perwujudan/tajaliyat) Allah swt. Keutamaan Mukmin yang berilmu Keutamaan orang-orang yang berilmu dan beriman sekaligus. Sesungguhnya Allah mencintai para penuntut ilmu. hukum. Bila ada ’ilmu pengetahuan’ yang menentang prinsip-prinsip pokok ajaran agama Islam maka yang salah adalah tafsiran filosofis atau paradigma materialisme-sekular yang berada di balik wajah ilmu pengetahuan modern tersebut. tdk bisa dipungkiri.” (QS. “Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap Muslimin. f. yakni: 1. misalnya umat Islam disodori persoalan-persoalan klasik agar umat Islam sibuk sendiri. Allah Yang Maha Pencipta dan Pemelihara seluruh Alam Semesta. Ini fakta. “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Karena alam semesta –yang dipelajari melalui ilmu pengetahuan–. diungkapkan Allah dalam ayatayat berikut: “Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu?’ Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. “Didiklah anak-anakmu. “Allah berikan al-Hikmah (Ilmu pengetahuan. Al-Baqoroh [2] : 269). Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (berdzikir) dari firman-firman Allah. Selama 20 tahun terakhir.Bila ada pemahaman atau tafsiran ajaran agama Islam yang menentang fakta-fakta ilmiah.” (Hadis Nabi saw).” (Al-Hadits Nabi saw). filsafat dan kearifan) kepada siapa saja yang Dia kehendaki.” (QS. Mengapa kita harus menguasai IPTEK? Terdapat tiga alasan pokok. jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. maka kemungkinan yang salah adalah pemahaman dan tafsiran terhadap ajaran agama tersebut. maka tidak mungkin satu sama lain saling bertentangan dan bertolak belakang. (QS Mujaadilah [58] :11) Rasulullah saw pun memerintahkan para orang tua agar mendidik anak-anaknya dengan sebaik mungkin. karena keduanya berasal dari satu Sumber yang Sama. 2. AzZumar [39] : 9). Ini fakta yang tak dapat dipungkiri. karena mereka itu diciptakan buat menghadapi zaman yang sama sekali lain dari zamanmu kini. Adanya upaya-upaya untuk melemahkan umat Islam dari memikirkan kemajuan IPTEK-nya. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 . 3. Ilmu pengetahuan yg berasal dari dunia Islam sudah diboyong oleh negara-negara barat. dan ayat-ayat suci Tuhan (Al-Quran) dan Sunnah Rasulullah saw — yang dipelajari melalui agama– . Negara-negara barat berupaya mencegah terjadinya pengembangan IPTEK di negara-negara Islam. ramai sendiri dan akhirnya bertengkar sendiri.

laporan. Salah satu pokok bahasan dalam pertemuan bulan Oktober 1999 muktamar Gereja Eropa. Perkembangan ini. dan tulisan seputar “kedudukan kaum Muslim di Eropa” dan “dialog antara masyarakat Eropa dan umat Muslim. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan spiritual. tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk Islam yang terus meningkat. Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara Muslim. Demikianlah. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu. Kini.5 miliar. telah mulai nampak kebenarannya. Di belahan dunia Islam lainnya. Perkembangan ini telah menarik perhatian yang lebih besar di tahun-tahun belakangan. Laporan tersebut menyatakan bahwa jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di negara-negara Barat semakin terus bertambah. adalah kedudukan Gereja di milenium baru. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam akan menjadi agama terbesar di dunia. Hal luar biasa yang sesungguhnya sedang terjadi dapat diamati ketika kita mempelajari perkembangan tentang kecenderungan ini. sebagaimana ditunjukkan oleh banyak tesis. yang umumnya dilaporkan sekedar sebagai sebuah bagian dari pokok bahasan hari itu. yang mulai kita ketahui melalui surat-surat kabar maupun berita-berita di televisi. terutama pasca peristiwa serangan 11 September. yang dikutuk oleh setiap orang. apa yang dikatakan Al Quran. Serangan ini. dan bagaimana kaum Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya. Suatu kisah yang ditayangkan NTV News pada tanggal 20 Juni 2004 dengan judul “Islam adalah agama yang berkembang paling pesat di Eropa” membahas laporan yang dikeluarkan oleh badan intelejen domestik Prancis. jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di Prancis meningkat sebanyak 30 hingga 40 ribu di tahun lalu saja. dalam beberapa hal. Islam berada pada titik perkembangan pesat di Eropa. yang dialami dunia sejak lama. angka ini telah mencapai 1. suatu fenomena yang menonjol. Penyebab ketertarikan ini adalah perkembangan yang terus-menerus mengenai angka populasi Muslim di Eropa. Misalnya. Dampak Kemajuan Islam di bidang IPTEK 1) Gereja Katolik dan Perkembangan Islam Gereja Katolik Roma.” Beriringan dengan berbagai laporan akademis ini. terutama setelah serangan terhadap World Trade Center pada tanggal 11 September 2001. telah menjadi keberpalingan kepada Islam. namun banyak peneliti mengungkapkan bahwa permasalahan ini dikarenakan sebab lain: angka perpindahan agama yang tinggi. Meskipun imigrasi dipastikan memberi pengaruh nyata pada pertumbuhan populasi umat Islam. sebenarnya adalah petunjuk sangat penting bahwa nilai-nilai ajaran Islam telah mulai tersebar sangat pesat di seantero dunia. kewajiban apakah yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim. terutama umat Muslim. tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. dan peningkatan ini tidak dapat dianggap hanya disebabkan oleh imigrasi. sekarang. perkiraan yang umum terdengar pasca peristiwa 11 September 2001 bahwa “serangan ini akan mengubah alur sejarah dunia”. Tema utama konferensi tersebut adalah tentang pertumbuhan pesat agama Islam di Eropa. setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. media massa telah sering menyiarkan berita tentang Islam dan Muslim. Ketertarikan ini secara alamiah telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam. adalah salah satu lembaga yang mengikuti fenomena tentang kecenderungan perpindahan agama.juta. yang dihadiri oleh hampir seluruh pendeta Katolik. g. yang berpusat di kota Vatican. The National Catholic Reporter melaporkan sejumlah orang garis keras menyatakan bahwa satu-satunya cara .

h. dibandingkan data yang dikumpulkan di tahun 1994. Dialog-dialog ini berawal dengan pernyataan bahwa tiga agama monoteisme (Islam.mencegah kaum Muslim mendapatkan kekuatan di Eropa adalah dengan berhenti bertoleransi terhadap Islam dan umat Islam. Kesadaran ini terlihat lebih menonjol di kalangan mahasiswa universitas. dan Nasrani) memiliki pijakan awal yang sama dan dapat bertemu pada satu titik yang sama. dan selebihnya tersebar di bagian Eropa lainnya. dan pernyataan-pernyataan radikal seputar Islam sesungguhnya tidak memiliki dasar. pergi ke mesjid. serta penguasaan wilayah Balkan oleh kekhalifahan Utsmaniyyah (1389) memungkinkan terjadinya hubungan timbal balik antara kedua masyarakat itu. jumlah penduduk Muslim Eropa meningkat lebih dari 100 persen. Yahudi. kita juga tidak boleh melupakan bahwa Eropa tidak bersentuhan dengan Islam hanya baru-baru ini saja. Angka ini mewakili lebih dari 2% dari keseluruhan jumlah penduduk Eropa. . dan berpuasa. 4-5 juta di Prancis. Bersatu pada Pijakan Bersama: “Monoteisme” Perkembangan Islam juga tercerminkan dalam perkembangan dialog antar-agama baru-baru ini. terutama di Balkan.2 juta di Jerman. Dilaporkan bahwa terdapat sekitar 13 juta umat Muslim tinggal di Eropa saat ini: 3. Menurut survei yang dilakukan oleh surat kabar Prancis Le Monde di bulan Oktober 2001. Kini banyak pakar sejarah dan sosiologi menegaskan bahwa Islam adalah pemicu utama perpindahan Eropa dari gelapnya Abad Pertengahan menuju terang-benderangnya Masa Renaisans. Pertama. mengingat pendataan tahun 1999 oleh PBB menunjukkan bahwa antara tahun 1989 dan 1998. (1) Mempertimbangkan kedudukan kaum Muslim di saat menjelaskan kedudukan Gereja di milenium baru sangatlah tepat. majalah Turki Aktüel menyatakan. negara Andalusia (756-1492) di Semenanjung Iberia. para peneliti Barat memperkirakan dalam 50 tahun ke depan Eropa akan menjadi salah satu pusat utama perkembangan Islam. (3) Dalam sebuah laporan yang didasarkan pada media masa asing di tahun 1999. matematika. kalangan lain yang lebih objektif dan rasional menekankan kenyataan bahwa oleh karena kedua agama percaya pada satu Tuhan. dan kemudian selama masa Perang Salib (10951291). Islam adalah Bagian Tak Terpisahkan dari Eropa Bersamaan dengan kajian sosiologis dan demografis ini. banyak kaum Muslims terus melaksanakan sholat. Dalam satu sesi. Di masa ketika Eropa terbelakang di bidang kedokteran. Penelitian terkait juga mengungkap bahwa seiring dengan terus meningkatnya jumlah Muslim di Eropa. 2 juta di Inggris. terdapat kesadaran yang semakin besar dalam menjalankan agama di kalangan para mahasiswa. i. dan di banyak bidang lain. Uskup Besar Karl Lehmann dari Jerman menegaskan bahwa terdapat lebih banyak kemajemukan internal dalam Islam daripada yang diketahui oleh banyak umat Nasrani. sepatutnya tidak ada celah bagi perselisihan ataupun persengketaan di antara keduanya. kaum Muslim memiliki perbendaharaan ilmu pengetahuan yang sangat luas dan kemampuan hebat dalam membangun. akan tetapi Islam sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Eropa. astronomi. Eropa dan dunia Islam telah saling berhubungan dekat selama berabad-abad. (2) Kesadaran Beragama di Kalangan Muslim Meningkat di Eropa.

Yaitu sebuah zaman yang di dalamnya. Allah memberitahukan kepada kita bahwa kaum Muslim mengajak kaum Ahli Kitab (Nasrani dan Yahudi) untuk bersatu pada satu pijakan yang disepakati bersama: Katakanlah: “Hai Ahli Kitab. Percaya pada keberadaan dan keesaan Tuhan. Kemudian akan datang Zaman Keemasan. 9: 32-33) Tersebarnya akhlak Islami adalah salah satu janji Allah kepada orang-orang yang beriman. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama. dan kebobrokan akhlak merajalela. di mana tuntunan akhlak ini mulai tersebar luas di kalangan manusia bagaikan naiknya gelombang air laut pasang dan pada akhirnya meliputi seluruh dunia. terungkap bahwa terdapat suatu pergerakan kuat menuju Islam di banyak negara. serta berperilaku mengikuti suara hati nurani semuanya adalah sifat-sifat akhak terpuji yang disepakati bersama. walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. adalah ajaran pokok keimanan mereka. Di masa-masa akhir menjelang berakhirnya dunia. peperangan. banyak hadits Nabi kita saw menegaskan bahwa ajaran akhlak Al Quran akan meliputi dunia. dipaparkan sebagaimana berikut: . dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya. menghindar dari berbuat zalim dan tidak adil. perkembangan yang sangat penting ini telah dikabarkan dalam Al Quran 14 abad yang lalu: “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka. At Taubah. umat manusia akan mengalami sebuah masa di mana kezaliman. ketidakadilan. peperangan. malaikat. Sejumlah seminar dan konferensi yang mempertemukan para wakil dari agama-agama ini. kejujuran. kepalsuan. berlapang dada. j. bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. karena ketiga agama ini berada pada pijakan yang sama. Perkembangan ini menunjukkan bahwa dunia sedang bergerak menuju zaman yang sama sekali baru. Islam akan memperoleh kedudukan penting dan ajaran akhlak Al Quran akan tersebar luas. persengketaan. Hari Akhir.” (QS. marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu. Sejumlah hadits ini.” (QS. kasih sayang. Surga dan Neraka. Jadi. Dalam Al Quran. Selain ayat-ayat ini. juga ulasan para ulama mengenai hadits tersebut. serta pesan perdamaian dan persaudaraan yang dihasilkannya. kerendahan hati. permusuhan. Nabi. mereka wajib bekerja sama untuk menghapuskan permusuhan. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah). Ketika dilihat dari sudut pandang ini. Penting untuk dipahami. dialog antar-agama memegang peran yang jauh lebih penting. sikap menghormati. insya Allah. pengorbanan diri. Ali ‘Imran. Di samping itu. cinta. dan Islam semakin menjadi pokok bahasan terpenting bagi dunia. Kabar Gembira tentang Datangnya Zaman Keemasan Dengan mempertimbangkan semua fakta yang ada. 3: 64) Ketiga agama yang meyakini satu Tuhan tersebut memiliki keyakinan yang sama dan nilai-nilai moral yang sama.Dialog-dialog seperti ini telah sangat berhasil dan membuahkan kedekatan hubungan yang penting. kecurangan. terus berlanjut secara berkala sejak pertengahan tahun 1990-an. khususnya antara umat Nasrani dan Muslim. dan penderitaan yang diakibatkan oleh ideologi-ideologi antiagama. walaupun orangorang yang kafir tidak menyukai.

perdamaian. dan kesetiaan. sesuatu yang menjadi milik orang lain. pengorbanan diri. Ia akan memusnahkan paham-paham yang tidak mengenal Tuhan dan menghentikan kezaliman yang merajalela. Nabi kita saw mengatakan bahwa masa yang diberkahi ini akan terjadi melalui perantara Imam Mahdi. (Muhkhtasar Tazkirah Qurtubi. Kekuatan Iptek Hampir menjadi pengetahuan umum (common sense) bahwa dasar dari peradaban modern adalah ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). hal. dan persaudaraan akan menguasai kehidupan umat manusia. keberlimpahan. kasih sayang. Bisa dimengerti bila setiap bangsa di muka bumi sekarang ini. (Sunan Ibnu Majah) Penghuni langit dan bumi akan ridha. Suatu masyarakat atau bangsa tidak akan memiliki keunggulan dan kemampuan daya saing yang tinggi. (Abu Dawud) Keadilan akan demikian jaya sampai-sampai semua harta yang dirampas akan dikembalikan kepada pemiliknya. bila ia tidak mengambil dan mengembangkan Iptek. dan merupakan suatu zaman di mana manusia merasakan cinta. hal. akan dikembalikan kepada pemiliknya… Keamanan meliputi seluruh Bumi dan bahkan segelintir perempuan bisa menunaikan haji tanpa diantar laki-laki. Bumi akan mengeluarkan semua yang tumbuh. menjadikan tuntunan akhlak Al Quran meliputi umat manusia. lebih jauh. 23) Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas. umatku akan menjalani kehidupan yang berkecukupan dan terbebas dari rasa was-was yang mereka belum pernah mengalami hal seperti itu. lapang dada. k. kemakmuran. (Ibn Hajar al Haitsami: Al Qawlul Mukhtasar fi `Alamatul Mahdi al Muntazar. ketidakadilan. [Tanah] akan mengeluarkan panennya dan tidak akan menahan apa pun dan kekayaan di masa itu akan berlimpah. dan langit akan menumpahkan hujan dalam jumlah berlimpah. kesejahteraan. Iptek merupakan dasar dan pondasi yang menjadi penyangga bangunan peradaban modern barat sekarang ini. 437) Bumi akan berubah seperti penampan perak yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan … (Sunan Ibnu Majah) Bumi akan diliputi oleh kesetaraan dan keadilan sebagaimana sebelumnya yang diliputi oleh penindasan dan kezaliman. berlomba-lomba serta bersaing secara ketat dalam penguasaan dan pengembangan iptek. orang-orang yang masih hidup berharap bahwa mereka yang telah meninggal dunia dapat hidup kembali. ia akan menegakkan agama seperti di masa Nabi kita saw. serta peran Negara Iran dan Turki di era baru merupakan tanda-tanda penting bahwa masa yang dikabarkan dalam Al Quran dan dalam hadits Nabi kita sangatlah dekat. Selain itu. Masa depan suatu bangsa akan banyak ditentukan oleh tingkat penguasaan bangsa itu terhadap Iptek. Disebabkan seluruh kebaikan yang akan Allah curahkan kepada penduduk bumi.(2) .Selama [masa] ini. Zaman Keemasan akan merupakan suatu masa di mana keadilan. rasa aman. sekalipun bila terselip di antara gigi-geligi seseorang. Besar harapan kita bahwa Allah akan memperkenankan kita menyaksikan masa yang penuh berkah ini. Kebangkitan Islam yang sedang dialami dunia saat ini. dan kehancuran akhlak. Dalam hadits-haditsnya. dan menegakkan perdamaian dan menebarkan kesejahteraan di seluruh dunia. yang akan datang di Akhir Zaman untuk menyelamatkan dunia dari kekacauan.

serta membangun wilayahnya sendiri secara otonom. bahkan mumpuni. Ini berarti. Berbagai tindak kejahatan sering terjadi dan banyak dilakukan justru oleh orangorang yang secara akademik sangat terpelajar. Kenyataan ini menjadi salah satu catatan mengenai raport merah pendidikan nasional kita. Perubahan ini pada kenyataannya telah menimbulkan pergeseran nilai nilai dalam kehidupan umat manusia. moral.(4) Dalam perkembangannya lebih lanjut. iptek telah mendatangkan “petaka” yang pada gilirannya mengancam nilai-nilai kemanusiaan. Secara lebih spesifik. Hampir tidak ada segi-segi kehidupan yang tidak tersentuh oleh perubahan. integrasi pendidikan imtak dan iptek ini diperlukan karena empat alasan. dan sejak itu sains melepaskan diri dari kontrol dan pengaruh agama. Dalam kaitan ini. cukup beralasan. sebagaimana telah dikemukakan. Hal ini. Kemajuan dalam bidang iptek telah menimbulkan perubahan sangat cepat dalam kehidupan uamt manusia. adalah orang pertama yang menggagas integrasi imtak dan iptek ini. aspek pendidikan turut menyumbang dan memberikan saham bagi kebangkrutan bangsa yang kita rasakan sekarang. gagasan tentang perlunya integrasi pendidikan imtak dan iptek ini sudah lama digulirkan. Profesor B. disatu sisi telah memberikan “berkah” dan anugrah yang luar biasa bagi kehidupan umat manusia. Sebaliknya. Jika demikian.(5) Namun sejak pertengahan abad XX. Habibie. selain karena adanya problem dikotomi antara apa yang dinamakan ilmu-ilmu umum (sains) dan ilmu-ilmu agama (Islam). iptek hanya absah secara metodologis. keterkaitan iptek dengan moral (agama) di harapkan bukan hanya pada aspek penggunaannya saja (aksiologi). iptek dan imtak. selain sangat cepat memiliki daya jangkau yang amat luas. tanpa dukungan asas iman dan takwa yang kuat. Di negara ini. tanpa asas imtak.J. terutama sepanjang abad XVIII dan XIX. Pembicaraan tentang iptek mulai dikaitkan dengan moral dan agama hingga sekarang (ingat kasus kloning misalnya). Dalam kajian teologi modern di Barat. timbul konflik antara ilmu pengetahuan (sains) dan agama (gereja). Pertama.Diakui bahwa iptek. tapi juga pada pilihan objek (ontologi) dan metodologi (epistemologi)-nya sekaligus. Dalam konflik ini sains keluar sebagai pemenang. terutama seteleh terjadi penyalahgunaan iptek dalam perang dunia I dan perang dunia II. Perubahan ini. Kekhwatiran ini. dan kemanusiaan. ideologi bahkan agama baru. termasuk di dalamnya nilai-nilai agama. juga disebabkan oleh adanya kenyataan bahwa pengembangan iptek dalam sistem pendidikan kita tampaknya berjalan sendiri. tetapi batil dan miskin secara maknawi. iptek bisa disalahgunakan pada tujuantujuan yang bersifat destruktif.(3) Di Eropa. sains bahkan menjadi “agama baru” atau “agama palsu”(Pseudo Religion). (6) . setelah terjadi revolusi industri di Barat. timbul mazhab baru yang dinamakan “saintisme” dalam arti bahwa sains telah menjadi isme. Namun di sisi lain. sehingga pengembangan dan kemajuan iptek tidak memiliki nilai tambah dan tidak memberikan manfaat yang cukup berarti bagi kemajuan dan kemaslahatan umat dan bangsa dalam arti yang seluas-luasnya. Iptek dapat mengancam nilai-nilai kemanusiaan. iptek akan memberikan berkah dan manfaat yang sangat besar bagi kesejahteraan hidup umat manusia bila iptek disertai oleh asas iman dan takwa kepada Allah swt. karena sejauh ini sistem pendidikan kita tidak cukup mampu menghasilkan manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt sebagaimana diharapkan. banyak pihak mulai menyerukan perlunya integrasi ilmu dan agama. sejak abad pertengahan.

seperti harta. aspek kognitif dan kecerdasan intelektual (IQ) semata dengan mengabaikan kecerdasan emosi (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) peserta didik. materialistik. iptek. terutama berkaitan dengan empat hal berikut ini. Pendeknya. Dengan filosofi seperti itu. kita harus membicarakan pula tentang filsafat manusia. manusia tidak hanya memerlukan sepotong roti (kebutuhan jasmani). Soalnya. yaitu: 1) Filsafat dan orientasi pendidikan (termasuk di dalamnya filsafat manusia) 2) Tujuan Pendidikan 3) Filsafat ilmu pengetahuan (Epistemologi) dan 4) Pendekatan dan metode pembelajaran. tidak akan mampu alias gagal mengantar manusia meraih kebahagiaan. imtak menjadi landasan dan dasar paling kuat yang akan mengantar manusia menggapai kebahagiaan hidup. Menuju Integrasi Imtak dan Iptek Untuk membangun sistem pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan imtak dan iptek dalam sistem pendidikan nasional kita. An-Nur:39). Filsafat pendidikan semacam ini mengandung banyak kelemahan. (7) Ketiga. pangkat. kita harus melihat kembali aspek-aspek pendidikan kita. Akibatnya. tetapi juga membutuhkan imtak dan nilai-nilai sorgawi (kebutuhan spiritual).S. dalam hidupnya. pendidikan tidak berhasil melaksanakan fungsi dasarnya sebagai wahana pemberdayaan manusia dan peningkatan harkat dan martabat manusia dalam arti yang sebenarbenarnya. dan menyalahi hikmat kebijaksanaan Tuhan yang telah menciptakan manusia dalam kesatuan jiwa raga. dan hedonistik. hanya akan menyebabkan kehidupan menjadi pincang dan berat sebelah. tanpa iman dan upaya mencari ridha Tuhan. segala atribut duniawi. Tanpa dasar imtak. akan selalu menemui kegagalan seperti yang selama ini terjadi. pendidikan cenderung dipahami sebagai transfer of knowledge semata dengan hanya menyentuh satu aspek saja. dunia dan akhirat. mau tidak mau. Dalam filsafat pendidikan konvensional. proses pendidikan itu dilakukan oleh manusia dan untuk manusia pula. dan keturunan. Oleh karena itu. proses pendidikan. pendidikan melibatkan manusia baik sebagai subjek maupun objek sekaligus. Selain dapat timbul degradasi (penurunan kualitas pendidikan) setiap saat. peserta didik sering diperlakukan sebagai makhluk tidak berkesadaran. hanya akan mengahsilkan fatamorgana yang tidak menjanjikan apa-apa selain bayangan palsu (Q. lahir dan bathin. pada kenyataannya. Maka integrasi imtak dan iptek harus diupayakan dalam format yang tepat sehingga keduanya berjalan seimbang (hand in hand) dan dapat mengantar kita meraih kebaikan dunia (hasanah fi al-Dunya) dan kebaikan akhirat (hasanah fi al-akhirah) seperti do’a yang setiap saat kita panjatkan kepada Tuhan (Q.S. Tanpa mengenal siapa manusia itu sebenarnya. . penekanan pada salah satunya.Kedua. Berbicara filsafat pendidikan. pendidikan dipahami sebagai proses mengalihkan kebudayaan dari satu generasi ke generasi lain. Al-Baqarah :201). telah menimbulkan pola dan gaya hidup baru yang bersifat sekularistik. iptek yang menjadi dasar modernisme. yang sangat berlawanan dengan nilai-nilai budaya dan agama yang dianut oleh bangsa kita. l. (8) Keempat. Kemajuan dalam semua itu.

tetapi . Islam dan Ihsan. dan berorientasi pada penciptaan intelektual dengan kualifikasi sebagai Ulul Albab yang dapat mengembangkan kualitas pikir dan kualitas dzikir (imtaq dan iptek) sekaligus (Q. AlBaqarah : 30. Pendidikan Islam berorientasi pada penciptaan ilmuwan (ulama) yang takut bercampur kagum kepada kebesaran Allah swt (Q. dalam pandangan Islam. selain berisi transfer ilmu.S.S. dan epistemologi pendidikan seperti telah diuraikan di atas. yaitu Allah swt seperti banyak digagas oleh tokoh-tokoh pendidikan Islam kontemporer semacam Ismail Raji al-Faruqi. seperti telah disinggung di muka. Sayyed Hossein Nasr. sehingga pendidikan. tujuan. Islam harus dipahami secara utuh. Lalu.Manusia. hati (Qalb).S. khususnya menyangkut ontologi dan epistemologi ilmu. Untuk mendukung integrasi pendidikan imtak dan iptek dalam sistem pendidikan nasional kita. dan sanubari (Q. manusia adalah mahluk rasional dan emosional. dapat ditanamkan. yaitu beribadah kepada Allah swt (Q. kita harus membongkar filsafat ilmu sekuler yang selama ini dianut. Dengan pendekatan holistik. harus pula dilakukan dalam tataran atau ranah metafisika keilmuan. sedang epiremologi menjelaskan bagaimana manusia memperoleh pengetahuan itu dan dari mana sumbernya. orientasi. Fathir : 28). mahluk yang dimuliakan oleh Allah dan dilebihkan dibanding mahluk lain (Q. Bertolak dari filsafat manusia ini. tidak parsial dan partikularistik. akal pikiran (rasio). Proses integrasi imtak dan iptek. integralistik dan fungsional. maka pendidikan tidak lain harus dipahami sebagai ikhtiar manusia yang dilakukan secara sadar untuk menumbuhkan potensi-potensi baik yang dimiliki manusia sehingga ia mampu dan sanggup mempertanggung jawabkan eksistensi dan kehadirannya di muka bumi. manusia dibekali oleh Allah potensi-potensi baik berupa panca indera. Dengan demikian. Disinilah. Al-Dzariyat: 56).S. juga bermakna transformasi nilai-nilai budaya dan agama (imtak). imtak dan akhlaqul al-Karimah. As-Sajadh : 9). Dengan kata lain. nilai-nilai budaya dan agama. Ini berarti. Ali Imran: 191-193). Prof. tujuan pendidikan tidak berbeda dengan tujuan hidup itu sendiri. adalah pendidikan manusia seutuhnya. tanpa terpisah satu dengan yang lain. merupakan mahluk yang dipercaya oleh Tuhan sebagai Khalifah di muka bumi (Q. Ontologi ilmu menjelaskan apa saja realitas yang dapat diketahui manusia. harus pula dimulai dari sini. atau pola iman. sehingga pendidikan Islam dan kajian Islam tidak hanya melahirkan dan memparkaya pemikiran dan wacana keislaman. Pendidikan imtak pada akhirnya harus berbicara tentang pendidikan agama (Islam) di berbagai sekolah maupun perguruan tinggi. At-Thiin : 4). dan harus diarahkan pada pembentukan kesadaran dan kepribadian manusia. Untuk itu integrasi imtak dan iptek. pendidikan harus menciptakan pribadi-pribadi muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt yang dapat mengantar manusia meraih kebahagiaan dalam kehidupan dunia dan akhirat.S. makhluk jasmani dan rohani sekaligus. adalah puncak dari ciptaan tuhan (Q. Kita harus membangun epistemologi islami yang bersifat integralistik yang menegaskan kesatuan ilmu dan kesatuan imtak dan iptek dilihat dari sumbernya.(9) Dikotomi keilmuan yang terjadi selama ini sesungguhnya bermula dari sini. dan belakangan Osman Bakar.S. maka pendidikan agama Islam disemua jenjang pendidikan tersebut harus dilakukan dengan pendekatan yang bersifat holistik. ibadah dan akhlakul karimah. apa tujuan pendidikan itu? Dalam pandangan Islam. integrasi imtak dan iptek itu perlu dilakukan dengan metode pembelajaran yang tepat. Al-Isra : 70). pada hemat saya. (10) Selain pada pada aspek filsafat. Dalam perspektif ini. Shad :36).S. Naquib al Attas. Pendidikan islam dapat mengikuti pola iman.

Hidayah tersebut adalah (1) indera. pendidikan dan pengajaran agama disemua jenjang pendidikan tersebut. Pengembangan iptek harus diberi nilai rabbani (nilai ketuhanan dan nilai imtak). Ini berarti. (5) hati nurani. ilmiah dan filsafi). Pendidikan iptek tidak harus dikeluarkan dari pusat kesadaran keagamaan dan keislaman kita. Dengan secara fungsional. belajar sains tidak berkurang dan lebih rendah nilainya dari belajar agama. (4) imajinasi. tidak cukup dengan metode rasional dengan mengisi otak dan kecerdasan peserta didik demata-mata. pendidikan agama tidak boleh terpisah dan dipisahkan dari pendidikan sains dan teknologi. pada saat mana Islam mencapai puncak kejayaannya. Penghormatan Islam yang selama ini hanya diberikan kepada ulama (pemuka agama) harus pula diberikan kepada kaum ilmuan (Saintis) dan intelektual. sedangkan pemikiran praksis bertugas mewujudkan kebenaran yang ditemukan itu dalam kehidupan nyata sehingga tugas dan kerja intelektual pada hakekatnya tidak pernah terpisah dari realitas kehidupan umat dan bangsa. sementara jiwa dan spiritualitasnya dibiarkan kosong dan hampa. Dalam perspektif Islam ilmu memang tidak untuk ilmu dan pendidikan tidak untuk pendidikan semata. Pengembangan iptek harus dilakukan untuk kemaslahatan kemanusiaan yang sebesar-besarnya dan dilakukan dalam kerangka ibadah kepada Allah swt. daya khayal yang mampu menghasilkan kreativitas dan menyempurnakan pengetahuannya. Pendidikan dan pengembangan ilmu dilakukan untuk kemaslahatan umat manusia yang seluas-luasnya dalam kerangka ibadah kepada Allah swt. Pendidikan agama perlu dilakukan dengan memberikan penekanan pada aspek afektif melalui praktik dan pembiasaan. Pemikiran teoritis bertugas mencari dan menemukan kebenaran. Ini berarti pengembangan iptek tidak boleh dilepaskan dari imtak. Penyikapan terhadap Perkembangan IPTEK Setiap manusia diberikan hidayah dari Allah swt berupa “alat” untuk mencapai dan membuka kebenaran. Belajar sains merupakan perintah Tuhan (Al-Quran). Semetara dari segi metodologi. ilmu dan pengembangan ilmu tidak pernah bebas nilai. sejalan dengan semangat wahyu pertama. Pendidikan Islam dengan pendekatan ini harus melahirkan budaya “berilmu amaliah dan beramal ilmiah”. aspek pemikiran teoritik (al aql al nazhari) tidak pernah dipisahkan dari aspek pengalaman praksis (al aql al amali). (11) Dengan pendekatan integralistik. pendidikan agama harus berguna bagi kemaslahatan umat dan mampu menjawab tantangan dan pekembangan zaman demi kemuliaan Islam dan kaum muslim. sama dan tidak berbeda dengan belajar agama itu sendiri. maka pengembangan pendidikan bermajna dakwah dalam arti yang sebenar-benarnya m. (3) pikiran dan atau kemampuan rasional yang mampu mengembangkan kemampuan tiga jenis pengetahuan akali (pengetahuan biasa. untuk mempertahankan hidup dan kelangsungan hidup manusia secara probadi maupun sosial.sekaligus melahirkan kualitas moral (akhlaq al karimah) yang menjadi tujuan dari agama itu sendiri. Integrasi ilmu dan amal. Dalam perspektif ini. imtak dan iptek haruslah menjadi ciri dan sekaligus nilai tambah dari pendidikan islam. serta melalui pengalaman langsung dan keteladanan prilaku dan amal sholeh. untuk menangkap kebenaran fisik. Dalam tradisi intelektual Islam klasik. suatu kemampuan manusia untuk dapat menangkap kebenaran tingkah laku manusia sebagai makhluk yang harus bermoral. iqra’ bismi rabbik. Dalam paradigma ini. . Akal juga merupakan penghantar untuk menuju kebenaran tertinggi. (2) naluri.

tetapi berusaha juga mempelajari sejarah dan filsafat ilmu agar dapat menyaring elemen-elemen yang tidak islami. Sebab pada dasarnya ilmu pengetahuan yang dikembangkan manusia merupakan “jalan” untuk menemukan kebenaran Allah itu sendiri. Utamanya untuk menyongsong kehidupan masa depan yang lebih baik. dan barang siapa ingin menguasai kedua-duanya juga harus dengan ilmu” (AlHadist). harus diakui telah memberikan kemudahan terhadap berbagai aktifitas dan kebutuhan hidup manusia.Dalam menghadapi perkembangan budaya manusia dengan perkembangan IPTEK yang sangat pesat. memunculkan kekhawatiran terhadap perkembangan perilaku khususnya para pelajar dan generasi muda kita. n. dirasakan perlunya mencari keterkaitan antara sistem nilai dan norma-norma Islam dengan perkembangan tersebut. Yang dikembangkan dalam budaya Islam adalah bentuk-bentuk IPTEK yang mampu mengantarkan manusia meningkatkan derajat spiritialitas. (2) Kelompok yang bekerja dengan IPTEK moderen. Bukan IPTEK yang merusak alam semesta. Semuanya ini menuntut perhatian ekstra orang tua serta pendidik khususnya guru. Kebenaran IPTEK menurut Islam adalah sebanding dengan kemanfaatannya IPTEK itu sendiri. generasi pelajar kita umumya telah memiliki kesiapan dalam menghadapi perubahan itu. . Ini sekurang-kurangnya telah memunculkan sikap optimis. IPTEK akan bermanfaat apabila (1) mendekatkan pada kebenaran Allah dan bukan menjauhkannya. Dari uraian di atas “hakekat” penyikapan IPTEK dalam kehidupan sehari-hari yang islami adalah memanfaatkan perkembangan IPTEK untuk meningkatkan martabat manusia dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah swt. Sehingga IPTEK menurut Islam haruslah bermakna ibadah. (2) dapat membantu umat merealisasikan tujuan-tujuannya (yang baik). Dalam konsep Islam pada dasarnya tidak ada pemisahan yang tegas antara ilmu agama dan ilmu non-agama. (1) Kelompok yang menganggap IPTEK moderen bersifat netral dan berusaha melegitimasi hasilhasil IPTEK moderen dengan mencari ayat-ayat Al-Quran yang sesuai. (4) dapat menyelesaikan persoalan umat. (3) dapat memberikan pedoman bagi sesama. Dari sisi positif. dalam rangka mengisi era milenium ketiga yang disebut sebagai era informasi dan era bio-teknologi. dalam menghadapi perkembangan IPTEK ilmuwan muslim dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok. Di sisi lain. martabat manusia secara alamiah. dengan tumbuhnya budaya kehidupan baru yang cenderung menjauh dari nilai-nilai spiritualitas. bahkan membawa manusia ketingkat yang lebih rendah martabatnya. barang siapa ingin menguasai akhirat dengan ilmu. Keselarasan IMTAQ dan IPTEK “Barang siapa ingin menguasai dunia dengan ilmu. yang kerap bersentuhan langsung dengan siswa. Dalam konsep Islam sesuatu hal dapat dikatakan mengandung kebenaran apabila ia mengandung manfaat dalam arti luas. (3) Kelompok yang percaya adanya IPTEK Islam dan berusaha membangunnya. Menurut Mehdi Ghulsyani (1995). Perubahan lingkungan yang serba cepat dewasa ini sebagai dampak globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). perkembangan iptek telah memunculkan kesadaran yang kuat pada sebagian pelajar kita akan pentingnya memiliki keahlian dan keterampilan. Untuk kelompok ketiga ini memunculkan nama Al-Faruqi yang mengintrodusir istilah “islamisasi ilmu pengetahuan”.

Sekaligus jadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. dalam bukunya Growing up Digital (1999). tapi dalam pembinaan siswa harus diakui guru faktor paling dominan. yang justru akan merugikan mas a depannya serta memperburuk citra kepelajarannya. cenderung inklusif. Sikap optimis terhadap keadaan sebagian pelajar ini tentu harus diimbangi dengan memberikan pemahaman. peka dan kritis terutama pada informasi palsu. komponen penting yang terlibat dalam pembinaan keimanan dan ketakwaan (imtak) serta akhlak siswa di sekolah adalah guru. Amatilah pesta tahunan pasca ujian nasional. serta cek ricek menjadi keharusan bagi mereka. investigative arahnya pada how use something as good as possible bukan how does it work. ada sepuluh ciri dari generasi 0 (zero). arti penting mengembangkan aspek spiritual keagamaan dan aspek pengendalian emosional. mandiri.Don Tapscott. Penanaman kesadaran pentingnya nilai-nilai agama memberi jaminan kepada siswa akan kebahagiaan dan keselamatan hidup. Ini . yang akan mengisi masa tersebut. tanpa memisahkan keduanya secara dikhotomis. kreatif. bersikap lebih dewasa. Ciri-ciri itu. Namun praktiknya. Ia menyimpulkan. 20 tahun 2003. para pelajar kita disiapkan agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Intinya. para remaja umumnya memiliki pengetahuan memadai dan akses yang tak terbatas. berakhlak mulia. aspek spiritual seringkali hanya bertumpu pada peran guru agama. proses dan hasil harus mempertimbangkan keseimbangan dan keserasian aspek pengembangan intelektual dan aspek spiritual (rohani). tidak menutup kemungkinan para siswa akan terhindar dari kemungkinan melakukan perilaku menyimpang. Ini sebagaimana termaktub dalam Pasal 3 Undang-undang No. cakap. Untuk itu. Tujuan pendidikan sebenarnya mengisyaratkan. sehingga inovatif. tentang Sistem Pendidikan Nasional. bukan saja selama di dunia tapi juga kelak di akhirat. Mereka pemikir cepat (fast thinker). Kepada guru harapan tercapainya tujuan pendidikan nasional disandarkan. Bergaul sangat intensif lewat internet. sehat. telah melakukan survei terhadap para remaja di berbagai negara. Sehingga tercapai keselarasan pemenuhan kebutuhan otak dan hati (kolbu). hidup didasarkan pada perkembangan teknologi. berilmu. Jika hal itu dilakukan. yang kerap dipertontonkan secara vulgar oleh sebagian para pelajar. Itulah salah satu contoh potret buram kondisi sebagian komunitas pelajar kita saat ini. Kendati faktor lain ikut mempengaruhi. yang memberi pengaruh kuat pada pembentukan karakter siswa. bebas berekspresi. Ia ujung tombak dan garda terdepan.

Hal ini kemudian banyak dikritik. dikenal 4 kategori pendekatan sains Islam: 1. Upaya melibatkan semua guru mata ajar agar menyisipkan unsur keimanan dan ketakwaan (imtak) pada setiap pokok bahasan yang diajarkan. Dan semakin ramai diseminarkan di tahun 80-an. Maka kita bisa memahami mengapa di Jepang yang kabarnya sangat menghargai nilai waktu demikian pesat berkembang budaya “pachinko” dan game. mengintegrasikan unsur ‘imtaq’ pada mata ajar selain pendidikan agama adalah sesuatu yang mungkin. tapi tanggung jawab semuanya. Pendekatannya adalah mencari kesesuaian penemuan ilmiah dengan ayat Quran. Quran dan Sains Modern“). I’jazul Quran (mukjizat al-Quran). I’jazul Quran dipelopori Maurice Bucaille yang sempat “boom” dengan bukunya “La Bible. Memang tak ada sanksi apapun jika seorang guru selain guru agama tidak menyisipkan unsur imtaq pada pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Tentu disebabkan mereka tak beriman akan kehidupan setelah mati. Survei membuktikan. Tuhan Yang Maha Kuasa. Kini umat Islam hanya sebagai konsumen sains yang ada sekarang. Dalam kacamata Islam. Pada 1976 dilangsungkan seminar internasional pendidikan Islam di Jedah. Dunia Islam mulai bangkit (kembali) memikirkan kedudukan sains dalam Islam pada dekade 70-an. o. menyebabkan keinginan menyisipkan unsur imtak menjadi terabaikan.dirasakan cukup berat. sehingga pengembangan kedua aspek itu tidak berproses secara simultan. mereka mencari aman hanya mengajarkan apa yang menjadi tanggung jawabnya. le Coran et la Science” (edisi Indonesia: “Bibel. Secara umum. Jujur saja guru umumnya takut salah jika berbicara masalah agama. sesungguhnya telah digagas oleh pihak Departeman Pendidikan Nasional maupun Departemen Agama. Sesungguhnya ia bukan sekadar tanggung jawab guru agama. lantaran penemuan ilmiah tidak dapat dijamin tidak akan . Namun dalam praktiknya. Kalaupun mereka ikut berperan di dalamnya. maka – secara umum — mereka tetap di bawah kendali pencetus sains tersebut. Islamisasi IPTEK Sains adalah sarana pemecahan masalah mendasar setiap peradaban. kewajiban menyampaikan kebenaran agama kewajiban setiap muslim yang mengaku beriman kepada Allah. target kurikulum yang menjadi beban setiap guru yang harus tuntas serta pemahaman yang berbeda dalam menyikapi muatan-muatan imtaq yang harus disampaikan. Ilmuwan-ilmuwan muslim masih sulit menghasilkan teknologiteknologi eksak — apalagi non-eksak — untuk menopang kepentingan khusus umat Islam. Ia adalah ungkapan fisik dari world view di mana dia dilahirkan. dan tak mempunyai batasan tentang hiburan.

Rencana Islamisasi pengetahuan al-Faruqi bertujuan: 1. Pengarahan pemikiran Islam ke jalan yang menuntunnya menuju pemenuhan pola Ilahiyah dari Allah. dan dari sinilah dibangun teknologi dan peradaban Islam. 3. Epistimologi sains Islam murni digali dari pandangan dunia dunia Islam. dalam bukunya yang terkenal. Pustaka. Realisasi praktis islamisasi pengetahuan melalui: penulisan kembali disiplin ilmu modern ke dalam kerangka Islam dan menyebarkan pengetahuan Islam. Penguasaan disiplin ilmu modern.A. 2. ekonomi dan politik yang menguasai dunia. Sardar mengkritik ide Al-Faruqi dengan pemikiran: 1. . Menganggap Quran sesuai dengan sesuatu yang masih bisa berubah berarti menganggap Quran juga bisa berubah. 3. 2. 1982. Dipelopori oleh Ziauddin Sardar. Tidak ada kegiatan manusia yang dibagi-bagi dalam kotak-kotak: “psikologi”. yang merupakan lembaga yang aktif menggulirkan program seputar Islamisasi pengetahuan. “Dalam lingkungan Islam pastilah sains tunduk pada tujuan mulia. untuk kemudian melahirkan text-book orisinil dari ilmuwan muslim. Hasymi. Karena sains dan teknologilah yang menjaga struktur sosial. dan ilmu politik. Penentuan relevansi khusus Islam bagi setiap bidang pengetahuan modern. Ide ini terutama pada proses pemanfaatan sains. Islamization Disciplines. Ide Al-Faruqi ini mendapat dukungan yang besar sekali dan dialah yang mendorong pendirian International Institute of Islamic Thought (IIIT) di Washington (1981). 4. 6. Membangun sains pada pemerintahan Islami. dalam bukunya: “Islamic Futures: “The Shape of Ideas to Come”” (1985). Penggagas utamanya Ismail Raji al-Faruqi. 2. edisi Indonesia: “Masa Depan Islam”. Pencarian cara-cara untuk menciptakan perpaduan kreatif antara warisan Islam dan pengetahuan modern (melalui survey masalah umat Islam dan umat manusia seluruhnya). memasukkan Abdus Salam dan Habibie pada kelompok ini. 1987). Menggali epistimologi1 sains Islam (murni). Islamization of Knowledge. Penguaasaan warisan Islam.” Ilmuwan Pakistan. Yakni membandingkan sains modern dan khazanah Islam. Z. “sosiologi”.mengalami perubahan di masa depan. 4. 5.

S. (9) Zhulm (melampaui batas). karena kemunculan peradaban muslim yang mandiri di masa akan datang tergantung pada cara masyarakat muslim masa kini menangani hal ini.3. (10) Dziya’ (pemborosan) — “Janganlah boros. 1Epistimologi: teori pengetahuan. termasuk kepada hewan. Penemuan kembali sifat dan gaya sains Islam di zaman sekarang merupakan salah satu tantangan paling menarik dan penting. (3) Ibadah (pemujaan) — keseluruhan hidup manusia harus selaras dengan ridha Allah. tidak serupa kaum Syu’aib yang memelopori akar sekularisme: “Apa hubungan sholat dan berat timbangan (dalam dagang)”. dikemukakan 10 konsep Islam yang diharapkan dapat dipakai dalam meneliti sains modern dalam rangka membentuk cita-cita Muslim. Keadilan yang menebarkan rahmatan lil alamin. Pembatas: (8) Haram (dilarang). semisal diuraikan Yusuf Qardhawi dalam “Sunnah dan Ilmu Pengetahuan”. Al-Maidah 5 : 8). . meskipun berwudhu dengan air laut”. titik dari setiap pandangan dunia. Menerima bagian-bagian disipliner pengetahuan yang dilahirkan dari epistimologi Barat berarti menganggap pandangan dunia Islam lebih rendah daripada peradaban Barat. Pokok pertanyaannya: “Apa yang dapat diketahui dan bagaimana kita mengetahuinya. (2) Khilafah — kami berada di bumi sebagai wakil Allah — segalanya sesuai keinginanNya. misalnya: menajamkan pisau sembelihan. dengan bantuan International Federation of Institutes of Advance Study (IFIAS). Penuntun: (5) Halal (diizinkan). tapi juga metafisme. 1981. Sarana: (4) `Ilm — tidak menghentikan pencarian ilmu untuk hal-hal yang bersifat material. Kesepuluh konsep ini adalah: Paradigma Dasar: (1) Tauhid — meyakini hanya ada 1 Tuhan. (6) `Adl (keadilan) — semua sains bisa berpijak pada nilai ini: janganlah kebenciankamu terhadap suatu kaum membuat-mu berlaku tidak adil. (7) Istishlah (kepentingan umum). Dalam seminar tentang “Pengetahuan dan Nilai-Nilai” di Stocholm. (Q. dan kebenaran itu dari-Nya.

SMU: habitual dengan konsep dan ideologi. Saat ini kekuatan tidak bertumpu pada kekuatan fisik dan harta. Secara umum garis besarnya berlandaskan: SD: habitual. Sardar mengajukan 2 pemikiran dasar: 1. lantaran kita masih terikat dan terdikte dengan disiplin-disiplin ilmu yang dicetuskan dari. Dalam surat Al-‘Alaq. Dalam hal pendidikan. yaitu Pertama. Islam sangat menekankan umatnya untuk terus menuntut ilmu.Dalam membangun dan mengejar perbaikan iptek dunia Islam. Bahkan sifat Allah swt adalah Dia memiliki ilmu yang Maha Mengetahui. Menganalisa kebutuhan sosial masyarakat muslim sendiri. Dalam surat Ar-Rahman. komputer dan segala perangkatnya termasuk internet bisa diartikan sebagai penafsiran kata qalam. Akan tetapi sebenarnya kata qalam juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang yang dapat dipergunakan untuk mentransfer ilmu kepada orang lain. . kita belajar dan mendapatkan ilmu yang sebanyak-banyaknya. ada dua kesimpulan yang dapat kita ambil dari firman Allah swt tersebut. Peran Perguruan Tinggi Dalam Meningkatkan Keberadaban Islam Islam merupakan agama yang punya perhatian besar kepada ilmu pengetahuan. Orang yang tinggi di hadapan Allah swt adalah mereka yang berilmu. Seorang penyair besar Islam mengungkapkan bahwa kekuatan suatu bangsa berada pada ilmu. bahwa ilmu pengetahuan paling tinggi nilainya melebihi hal-hal lain. Seperti pada zaman sekarang. Kedua. sudah siap bertarung secara ideologi. Allah menjelaskan bahwa diri-Nya adalah pengajar (‘Allamahu al-Bayan) bagi umat Islam. Allah mengajarkan kita dengan qalam – yang sering kita artikan dengan pena. Allah swt memerintahkan kita agar menerangkan ilmu. Dalam ajaran Islam – baik dalam ayat Quran maupun hadits. dan jangka panjang: perumusan kurikulum pendidikan Islam yang holistik. tetapi kekuatan dalam hal ilmu pengetahuan. dengan lahirnya banyak sekolah sekolah Islam. dan dari sinilah dirancang teknologi yang sesuai. Teknologi ini dikembangkan dalam kerangka pandangan-dunia muslim. Sehingga pada setiap zaman kata qalam dapat memiliki arti yang lebih banyak. anak anak yang dididik di sini. Diharapkan. Namun paling tidak ada dua agenda praktis yang dapat dijadikan landasan: jangka pendek: membekali ilmuwan Islam dengan syakhshiyah Islamiyah. 2. pada saat memasuki universitas. Kita tahu bahwa ayat pertama yang diturunkan adalah Surat Al-‘Alaq yang memerintahan kita untuk membaca dan belajar. sangat tidak mudah bekerja di luar paradigma yang dominan. SMP: habitual dengan konsep. Kenyataannya. Dalam agama-agama lain selain Islam kita tidak akan menemukan bahwa wahyu pertama yang diturunkan adalah perintah untuk belajar. Kata Qalam tidak diletakkan dalam pengertian yang sempit. oleh dan untuk Barat. Program perumusan kurikulum pendidikan Islam ini sudah mulai terlihat bentuknya di Indonesia. berkenaan dengan penelitian yang dalam ayat tersebut digunakan kata qalam yang dapat kita artikan sebagai alat untuk mencatat dan meneliti yang nantinya akan menjadi warisan kita kepada generasi berikutnya. Setelah itu kewajiban kedua adalah mentransfer ilmu tersebut kepada generasi berikutnya.

Dalam AlQuran sudah dijelaskan bahwa orang yang mulia di sisi Allah hanya karena dua hal. Cordova dan negara-negara lainnya. Nabi Muhammad saw menganjurkan kita untuk menuntut ilmu sampai ke liang lahat. Itu semua karena ajaran agama Islam yang menekankan kewajiban menuntut ilmu tanpa mengenal gender. 3. Iran. karena imannya dan karena ketinggian ilmunya. Kalau kita dapati ilmu yang tidak bermanfaat. Dalam menuntut ilmu tidak mengenal waktu. Sedangkan ilmu itu sendiri pasti sesuatu yang bermanfaat. dan supaya ada di atas kepala mereka cambuk yang siap mencambuknya ketika ia bermalas-malasan untuk menuntut ilmu agama”. Karena itulah. dan zakat. Tidak bisa dipisahkan antara keduanya. Walaupun pada akhirnya kejayaan Islam masa Dinasti Abbasiyah telah berakhir dan hanya menjadi kenagngan manis belaka kita sebagai . mereka dapat belajar agama. haji. puasa. Sehingga setiap orang baik pria maupun wanita bisa mengembangkan potensi yang diberikan oleh Allah swt kepada kita sehingga potensi itu berkembang dan sampai kepada kesempurnaan yang diharapkan. Bahkan Eropa pun seolah-olah tidak berdaya menghadapi kemajuan Islam terutama di bidang IPTEK. Pria dan wanita punya kesempatan yang sama untuk menuntut ilmu. dan juga tidak mengenal gender. Imam Ja’far AsShadiq pernah berkata: “Aku sangat senang dan sangat ingin agar orang-orang yang dekat denganku dan mencintaiku.Dalam sebuah hadits. Bahkan menuntut ilmu itu dianggap sebagai ibadah yang utama. Perpaduan antara ilmu pengetahuan dan iman akan menghasilkan peradaban yang baik yang disebut dengan AlMadinah al-Fadhilah. Saya cukup apresiatif dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang mengintegrasikan antara ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama. Semua cabang ilmu pengetahuan waktu itu didominasi oleh Islam yang dibangun oleh para ilmuwan Islam pada zaman itu yang berawal dari kota Madinah. hal itu karena faktor-faktor lain yang mempengaruhinya. negara-negara Islam telah banyak membangun pusatpusat studi pengetahun. mereka ahli dalam ilmu pengatahuan dan ahli dalam bidang agama. karena dengan ilmulah kita bisa melaksanakan ibadah-ibadah yang lainnya dengan benar. agama menganggap bahwa menuntut ilmu itu termasuk bagian dari ibadah. Spanyol. Penutup Kejayaan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah mencerminkan bahwa Islam adalah agama yang luar biasa. di mana negara-negara di Eropa belum ada yang membangun perguruan tinggi. Sehingga generasi Islam mendatang pada masa yang sama. Karena menuntut ilmu sangat bermanfaat dan setiap ilmu pasti bemanfaat. Karena itu dapat kita ambil kesimpulan bawa ilmu pengetahuan harus disandingkan dengan iman. Alhamdulillah saya melihat di negara Indonesia kaum pria dan wanita punya kesempatan yang sama dalam menuntut ilmu. Itulah zaman yang kita kenal dengan zaman keemasan Islam. Tidak ada Nabi lain yang begitu besar perhatian dan penekanannya pada kewajiban menuntut ilmu sedetail nabi Muhammad saw. Sekarang tugas kita untuk mengembalikan masa kejayaan Islam seperti dulu melalui berbagai lembaga keilmuan yang ada di negara-negara Islam. Maka bukan hal yang asing jika waktu itu kita mendengar bahwa Islam memegang peradaban penting dalam ilmu pengetahuan. Ibadah tidak terbatas kepada masalah shalat. Bukan karena jabatan atau hartanya. Hal itu juga yang kami lakukan di negara kami. Di zaman itu. walaupun setelah itu Islam mengalami kemunduran.

Agar Umat Islam Mandiri.Farhana.com . Ayatulloh Sayyid Hasan Sadat. Harun.co.Kegemilangan IPTEK di Masa Khilafah Abbasiyah.http://ahmadsamantho.wordpress. Y.com .Ahmad.Kebangkitan dan Kemajuan. http://www. (3) Kelompok yang percaya adanya IPTEK Islam dan berusaha membangunnya.harunyahya.ac. Nadri.com .Peran Perguruan Tinggi Dalam Meningkatkan Keberadaan Islam.Hafidz. Apakah kita sanggup atau tidak menghadapi tantangan ini tergantung pada kesiapan pribadi masingmasing .Dr.www.id .umj.co.Proletar: Masa Kejayaan Islam Pertama.republika. http://sobatmuda.multiply.Umatan Wasathan. Tarmizi. Daftar Pustaka .net .com . O.Uli dan Rio L. Media ilmu.id .gaulislam.Yahya.swaramuslim.Sa’aduddin.Sejarah Kejayaan Islam.Taher.www. http://ahmadsamantho. Islam: Agama yang Berkembang Paling Pesat di Eropa. tetapi berusaha juga mempelajari sejarah dan filsafat ilmu agar dapat menyaring elemen-elemen yang tidak islami.Samantho.http://hidayatulloh.generasi penerus harus senantiasa berusaha untuk menjadi generasi yang pantang menyerah apalagi di zaman serba modern ini kemajuan IPTEK semakin sulit untuk dibendung. Diantara penyikapan terhadap kemajuan IPTEK masa terdapat tiga kelompok yaitu: (1) Kelompok yang menganggap IPTEK moderen bersifat netral dan berusaha melegitimasi hasil-hasil IPTEK moderen dengan mencari ayat-ayat Al-Quran yang sesuai. www.www.www.id .com . Kemajuan IPTEK merupakan tantangan yang besar bagi kita. .com . (2) Kelompok yang bekerja dengan IPTEK moderen.Solihin.www.Peradaban Islam Masa Dinasti Abbasiyah.Dulu Islam Pernah Berjaya.wordpress.com/2009/02/19/islam-dan-barat-benturan-budayayang-tak-kunjung-usai/#more-1856 .republika.IPTEK dari Sudut Pandang Islam. Prof.mailarchive.Dinamika Madinatus Salam.Mustafawi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful