IPTEK DAN PERADABAN ISLAM

1- Pendahuluan
Bicara tentang kejayaan peradaban Islam di masa lalu, dan juga jatuhnya kemuliaan itu seperti nostalgia. Orang bilang, romantisme sejarah. Tidak apa-apa, terkadang ada baiknya juga untuk dijadikan sebagai bahan renungan. Karena bukankah masa lalu juga adalah bagian dari hidup kita. Baik atau buruk, masa lalu adalah milik kita. Kaum muslimin, pernah memiliki kejayaan di masa lalu. Masa di mana Islam menjadi trendsetter sebuah peradaban modern. Peradaban yang dibangun untuk kesejahteraan umat manusia di muka bumi ini. Masa kejayaan itu bermula saat Rasulullah mendirikan pemerintahan Islam, yakni Daulah Khilafah Islamiyah di Madinah. Tongkat kepemimpinan bergantian dipegang oleh Abu Bakar as-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Usman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, dan seterusnya. Di masa Khulafa as-Rasyiddin ini Islam berkembang pesat. Perluasan wilayah menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya penyebarluasan Islam ke seluruh penjuru dunia. Islam datang membawa rahmat bagi seluruh umat manusia. Penaklukan wilayah-wilayah, adalah sebagai bagian dari upaya untuk menyebarkan Islam, bukan menjajahnya. Itu sebabnya, banyak orang yang kemudian tertarik kepada Islam. Satu contoh menarik adalah tentang Futuh Makkah (penaklukan Makkah), Rasulullah dan sekitar 10 ribu pasukannya memasuki kota Makkah. Kaum Quraisy menyerah dan berdiri di bawah kedua kakinya di pintu Ka’bah. Mereka menunggu hukuman Rasul setelah mereka menentangnya selama 21 tahun. Namun, ternyata Rasulullah justru memaafkan mereka. Begitu pula yang dilakukan oleh Shalahuddin al-Ayubi ketika merebut kembali Yerusalem dari tangan Pasukan Salib Eropa, ia malah melindungi jiwa dan harta 100 ribu orang Barat. Shalahuddin juga memberi ijin ke luar kepada mereka dengan sejumlah tebusan kecil oleh mereka yang mampu, juga membebaskan sejumlah besar orang-orang miskin. Panglima Islam ini pun membebaskan 84 ribu orang dari situ. Malah, saudaranya, al-Malikul Adil, membayar tebusan untuk 2 ribu orang laki-laki di antara mereka. Padahal 90 tahun sebelumnya, ketika pasukan Salib Eropa merebut Baitul Maqdis, mereka justru melakukan pembantaian. Diriwayatkan bahwa ketika penduduk al-Quds berlindung ke Masjid Aqsa, di atasnya dikibarkan bendera keamanan pemberian panglima Tancard. Ketika masjid itu sudah penuh dengan orang-orang (orang tua, wanita dan anak-anak), mereka dibantai habis-habisan seperti menjagal kambing. Darah-darah muncrat mengalir di tempat ibadah itu setinggi lutut penunggang kuda. Kota menjadi bersih oleh penyembelihan penghuninya secara tuntas. Jalan-jalan penuh dengan kepala-kepala yang hancur, kaki-kaki yang putus dan tubuhtubuh yang rusak. Para sejarawan muslim menyebutkan jumlah mereka yang dibantai di Masjid Aqsa sebanyak 70 ribu orang. Para sejarawan Perancis sendiri tidak mengingkari pembantaian mengerikan itu, bahkan mereka kebanyakan menceritakannya dengan bangga. Fakta ini cukup membuktikan betapa Islam mampu memberikan perlindungan kepada penduduk yang wilayahnya ditaklukan. Karena perang dalam Islam memang bukan untuk menghancurkan, tapi memberi kehidupan. Dengan begitu, Islam tersebar ke hampir sepertiga wilayah di dunia ini. Peradaban Islam memang mengalami jatuh-bangun, berbagai peristiwa telah menghiasi perjalanannya. Meski demikian, orang tidak mudah untuk begitu melupakan peradaban emas

yang berhasil ditorehkannya untuk umat manusia ini. Pencerahan pun terjadi di segala bidang dan di seluruh dunia. Sejarawan Barat beraliran konservatif, W Montgomery Watt menganalisa tentang rahasia kemajuan peradaban Islam, ia mengatakan bahwa Islam tidak mengenal pemisahan yang kaku antara ilmu pengetahuan, etika, dan ajaran agama. Satu dengan yang lain, dijalankan dalam satu tarikan nafas. Pengamalan syariat Islam, sama pentingnya dan memiliki prioritas yang sama dengan riset-riset ilmiah. Orientalis Sedillot seperti yang dikutip Mustafa as-Siba’i dalam Peradaban Islam, Dulu, Kini, dan Esok, mengatakan bahwa, “Hanya bangsa Arab pemikul panji-panji peradaban abad pertengahan. Mereka melenyapkan barbarisme Eropa yang digoncangkan oleh seranganserangan dari Utara. Bangsa Arab melanglang mendatangi ‘sumber-sumber filsafat Yunani yang abadi’. Mereka tidak berhenti pada batas yang telah diperoleh berupa khazanah-khazanah ilmu pengetahuan, tetapi berusaha mengembangkannya dan membuka pintu-pintu baru bagi pengkajian alam.” Andalusia, yang menjadi pusat ilmu pengetahuan di masa kejayaan Islam, telah melahirkan ribuan ilmuwan, dan menginsiprasi para ilmuwan Barat untuk belajar dari kemajuan iptek yang dibangun kaum muslimin. Jadi wajar jika Gustave Lebon mengatakan bahwa terjemahan buku-buku bangsa Arab, terutama buku-buku keilmuan hampir menjadi satu-satunya sumber-sumber bagi pengajaran di perguruan-perguruan tinggi Eropa selama lima atau enam abad. Tidak hanya itu, Lebon juga mengatakan bahwa hanya buku-buku bangsa Arab-Persia lah yang dijadikan sandaran oleh para ilmuwan Barat seperti Roger Bacon, Leonardo da Vinci, Arnold de Philipi, Raymond Lull, san Thomas, Albertus Magnus dan Alfonso X dari Castella. Buku al-Bashariyyat karya al-Hasan bin al-Haitsam diterjemahkan oleh Ghiteleon dari Polska. Gherardo dari Cremona menyebarkan ilmu falak yang hakiki dengan menerjemahkan asySyarh karya Jabir. Belum lagi ribuan buku yang berhasil memberikan pencerahan kepada dunia. Itu sebabnya, jangan heran kalau perpustakaan umum banyak dibangun di masa kejayaan Islam. Perpustakaan al-Ahkam di Andalusia misalnya, merupakan perpustakaan yang sangat besar dan luas. Buku yang ada di situ mencapai 400 ribu buah. Uniknya, perpustakaan ini sudah memiliki katalog. Sehingga memudahkan pencarian buku. Perpustakaan umum Tripoli di daerah Syam, memiliki sekitar tiga juta judul buku, termasuk 50.000 eksemplar alQuran dan tafsirnya. Dan masih banyak lagi perpustakaan lainnya. Tapi naas, semuanya dihancurkan Pasukan Salib Eropa dan Pasukan Tartar ketika mereka menyerang Islam. Peradaban Islam memang peradaban emas yang mencerahkan dunia. Itu sebabnya menurut Montgomery, tanpa dukungan peradaban Islam yang menjadi ‘dinamo’nya, Barat bukanlah apa-apa. Wajar jika Barat berhutang budi pada Islam. Empat belas abad yang silam, Allah Ta’ala telah mengutus Nabi Muhammad saw sebagai panutan dan ikutan bagi umat manusia. Beliau adalah merupakan Rasul terakhir yang membawa agama terakhir yakni Islam. Hal ini secara jelas dan tegas dikemukakan oleh AlQuran dimana Kitab Suci tersebut memproklamasikan keuniversalan misi dari Muhammad saw sebagaimana kita jumpai dalam ayat-ayat berikut ini:

Daulat Abbasiyah adalah daulat (negara) yang melanjutkan kekuasaan Daulat Umayyah. Umat Islam menghidupkan ilmu. bahwa ada masanya umat Islam memiliki tokoh-tokoh seperti Ibnu Sina di bidang filsafat dan kedokteran. 2. “Dan tidaklah Kami mengutus engkau melainkan sebagai rahmat bagi seluruh umat…” (QS. arsitektur. bahwa Islam pada waktu pertama kalinya memiliki kejayaan. . penuh dengan mesjid-mesjid yang megah. Di masa Kejayaan Islam Pertama. sehingga dari bangsa yang terkebelakang dalam waktu yang amat singkat mereka. Masa Kejayaan Islam Pertama telah menjadi bukti sejarah bahwa dengan mengamalkan ajaran al-Quran umat Islam sendiri akan menikmati kemajuan peradaban dan kebudayaan diatas bumi ini. Utsman dan Ali adalah merupakan pemimpin-pemimpin duniawi dengan jabatan Khalifah. Ibnu Khaldun di bidang Filsafat dan Sosiologi. Kejayaan Islam masa Dinasti Abbasiyah Dinasti Abbasiyah adalah suatu dinasti (Bani Abbas) yang menguasai daulat (negara) Islamiah pada masa klasik dan pertengahan Islam. “Dan kami tidaklah mengutus engkau melainkan sebagai pembawa kabar suka dan pemberi peringatan untuk segenap manusia…” (QS. 21:108). bagian-bagian dunia yang dikuasai Islam adalah bagianbagian yang paling maju dan memiliki peradaban yang tinggi. Kecemerlangan Islam Timur merupakan hal yang kontras dengan dunia Nasrani Barat. Pendiri dinasti ini adalah Abu Abbas as-Saffah. mengadakan penyelidikan-penyelidikan. Daulat Islamiah ketika berada di bawah kekuasaan dinasti ini disebut juga dengan Daulat Abbasiyah. Abubakar. paman Nabi Muhammad saw. Dalam tiga abad pertama sejarah permulaaan Islam (650-1000M). akhlak. pimpinan Islam berada di tangan tokoh-tokoh yang setiap orangnya patuh sepenuhnya dan setia kepada Nabi Muhammad saw. Al-jabar dll. yang tenggelam dalam masa kegelapan zaman. aljabar. 7:159). nama lengkapnya yaitu Abdullah as-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbas. “Wahai manusia . kesehatan. baik secara keimanan. Dinamakan Dinasti Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini adalah keturunan Abbas (Bani Abbas). perbuatan. Pimpinan Umat Islam sesudah wafatnya nabi Muhammad saw. filsafat dan masih banyak cabang ilmu yang lain lagi. kesucian jiwa. keluhuran budi maupun kesempurnaan. Umar. Negeri-negeri Islam penuh dengan kota-kota indah. mereka telah menjadi guru sejagat. Nabi Muhammad saw telah mengubah pandangan hidup dan memberi semangat yang menyalanyala kepada umat Islam. 34:29).“Katakanlah. sesungguhnya aku ini Rasul kepada kamu sekalian dari Allah yang mempunyai kerajaan seluruh langit dan bumi. keyakinan. dimana-mana terdapat perguruan tinggi dan Univesitas yang didalamnya tersimpan peradaban-peradaban dan hikmahhikmah yang bernilai tiggi. pendidikan. Tak ada yang patut disembah melainkan Dia. Islam telah datang ke Spanyol memperkenalkan berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti ilmu ukur. Pembahasan a. bukan sebagai alat untuk mendapatkan kekuasaan mutlak dan kemegahan. yang menganggap kedudukan mereka itu sebagai pengabdian pada umat Islam.” (QS. Fakta sejarah menjelaskan antara lain .

2. tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Bagdad. Dengan demikian. ahli hadits. masa meranumlah kesusasteraan dan ilmu pengetahuan.” (Oemar Amin Hoesin) Adapun kebijaksanaan para penguasa Daulah Abbasiyah periode 1 dalam menjalankan tugasnya lebih mengutamakan kepada pembangunan wilayah seperti: Khalifah tetap keturunan Arab. ahli sejarah. Kota Bagdad sebagai ibukota. pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia Kedua. Zaman ini adalah zaman keemasan Islam. Periode Pertama (132 H/750 M – 232 H/847 M). kemajuan. mengantarkan Eropa ke jalan renaissance. suatu kehausan akan ilmu pengetahuan yang belum pernah ada dalam sejarah. ahli tafsir. thib. yang dipunyai Eropa sekarang. Periode Kelima (590 H/1194 M – 656 H/1258 M). Kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan merefleksikan terciptanya beberapa karya ilmiah seperti terlihat pada alam pemikiran Islam pada abad ke-8 M. pujangga. masa kekuasaan Dinasti Buwaih dalam pemerintahan Khilafah Abbasiyah.Selama dinasti ini berkuasa. dan budaya. dijadikan kota internasional untuk segala kegiatan . Permulaan yang disebut serius dari penerjemahan tersebut adalah sejak abad ke-8 M. pada masa pemerintahan Al-Makmun (813 –833 M) yang membangun sebuah lembaga khusus untuk tujuan itu. ataupun kekuasaan. ahli filsafat. Mx Meyerhof yang dikutip oleh Oemar Amin Hoesin mengungkapkan tentang kejayaan Islam ini sebagai berikut: “Kedokteran Islam dan ilmu pengetahuan umumnya. Dalam zaman ini telah lahir berbagai ilmu Islam. ahli hukum. Dalam zaman Daulah Abbasiyah. biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki Kedua. masa Khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain. baik kekayaan. yaitu gerakan penerjemahan buku peninggalan kebudayaan Yunani dan Persia. Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan pola politik itu. menyinari matahari Hellenisme hingga pudar cahayanya. disebut periode pengaruh Persia Pertama. Dr.590 H/1194 M). Karena itulah Islam menjadi biang gerak besar. ahli bangunan dan sebagainya. demikian Jarji Zaidan memulai lukisannya tentang Bani Abbasiyah. masa kekuasaan Dinasti Saljuk dalam pemerintahan Khilafah Abbasiyah. para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbas menjadi lima periode: 1. 3. Kemudian ilmu Islam menjadi bulan di malam gelap gulita Eropa. 5. pantas kita menyatakan. sosial . dan berbagai ilmu penting telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. disebut masa pengaruh Turki Pertama. Masa Daulah Abbasiyah adalah masa di mana umat Islam mengembangkan ilmu pengetahuan. sedangkan menteri. Periode Ketiga (334 H/945 M – 447 H/1055 M. kedaulatan kaum muslimin telah sampai ke puncak kemuliaan. disalin ke dalam bahasa Arab. 4. Islam harus tetap bersama kita. “The House of Wisdom / Bay al-Hikmah”. ilmu-ilmu purbakala. Periode Keempat (447 H/1055 M/ . Periode Kedua (232 H/847 M – 234 H/945 M). Lahirlah pada masa itu sekian banyak penyair. gubernur. ahli bahasa. Dalam zaman ini. dan panglima perang diangkat dari keturunan bangsa Persia.

Pada umumnya khalifah adalah para ulama yang mencintai ilmu. Umpamanya memburuk-burukkan dan menyumpah Ali bin Abi Thalib RA dalam tiap khutbah Jum’at. termasuk bidang aqidah. terjadi kekeliruan dan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh para khalifah dan para pembesar negara lainnya. Hamka melukiskan keadaan tersebut “Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah. artinya mempergunakan segala kesempatan. Keadaan dan cara Umar bin Abdul Aziz memerintah telah menyebabkan suburnya propaganda untuk Daulat yang akan berdiri itu. Romawi. suku. . yang pada zaman sekarang dalam ilmu politik disebut “Machiavellisme”. sehingga mereka memegang peranan penting dalam membina tamadun/peradaban Islam. terjadilah pelanggaranpelanggaranterhadap ajaran-ajaran Islam. Dr. Prof. itu sudah terang tidak dapat diterima umat dengan rela hati. . Hindi dan sebagainya. Kebebasan berpikir sebagai hak asasi manusia diakui sepenuhnya. falsafah. Sebab sejak zaman Muawiyah Daulat Bani Umayyah itu didirikan dengan kekerasan. Pada waktu itu akal dan pikiran dibebaskan benar-benar dari belenggu taklid. golongan. menghormati sarjana dan memuliakan pujangga.Politik kepegawaian negara didasarkan pada klik.Menganggap rendah terhadap kaum muslimin yang bukan bangsa Arab. Siasat yang keras dan licik. yaitu: .Penindasan yang terus-menerus terhadap pengikut-pengikut Imam Ali bin Abi Thalib RA pada khususnya dan terhadap Bani Hasyim (Hasyimiah) pada umumnya. ada bangsa Arab. Ilmu pengetahuan dipandang sebagai suatu hal yang sangat mulia dan berharga. ibadah dan sebagainya.ekonomi dan sosial serta politik segala bangsa yang menganut berbagai keyakinan diizinkan bermukim di dalamnya. Para menteri keturunan Persia diberi hak penuh untuk menjalankan pemerintahan. b. Persia. sekalipun kesempatan yang jahat untuk memperbesar kekuasaan. waktu itulah mulai disusun dengan diam-diam propaganda untuk menegakkan Bani Abbas.Pelanggaran terhadap ajaran Islam dan hak-hak asasi manusia dengan cara yang terangterangan. Turki. Di antara kesalahan-kesalahan dan kekeliruan-kekeliruan yang diperbuat. kaum dan kawan (nepotisme) . sehingga mereka tidak diberi kesempatan dalam pemerintahan. Latar Belakang dan Faktor-faktor yang Memunculkan “Revolusi Abbasiyah” Menjelang akhir daulah Umawiyah (akhir abad pertama Hijriyah) terjadilah bermacam-macam kekacauan dalam segala cabang kehidupan negara. sehingga karena banyaknya keturunan Malawy yang memberikan tenaga dan jasanya untuk kemajuan Islam. hal mana menyebabkan orang sangat leluasa mengeluarkan pendapat dalam segala bidang. Para khalifah dan para pembesar lainnya membuka kemungkinan seluas-luasnya untuk kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Mereka sangat mencintai ilmu dan mengorbankan kekayaannya untuk memajukan kecerdasan rakyat dan meningkatkan ilmu pengetahuan.” .

kata Ketua Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia. atau menara spiral di Samara yang dibangun oleh khalifah al-Mutawakkil. pakar Medis Islam legendaris dengan karya ilmiahnya Qanun (Canon) yang menjadi referensi ilmu kedokteran para pelajar Barat. Di era ini. mengungkapkan dalam bukunya c. di negeri-negeri Islam rasio hasil panen gandum dibandingkan dengan benih yang disebar mencapai 10:1 sementara di Eropa pada waktu yang sama hanya dapat 2. Tradisi keilmuan berkembang pesat. Hasilnya. Pada abad ke-8 dan 9 M. Eropa berada dalam Abad Kegelapan. bahkan lebih percaya tahyul. atau 18 daun bunga dan tidak pernah 7 atau 9. mereka sudah pakai sistem irigasi modern dari sungai Eufrat dan Tigris.Selanjutnya Dr. Badri Yatim. al-Khawarizmi (780-850) yang menemukan angka nol dan namanya diabadikan dalam cabang ilmu matematika. Saat itu. Saat itu di Barat. ”Jika orang tersebut . Kegemilangan Iptek di Masa Khilafah Abasiyyah Kekhilafahan Abbasiyah tercatat dalam sejarah Islam dari tahun 750-1517 M/132-923 H. Blue Mosque di Konstantinopel. dua pertiga bagian dunia dikuasai oleh kekhalifahan Islam. 5. Dalam bidang kedoteran. Ada Ibnu Sina (980-1037) yang membuat termometer udara untuk mengukur suhu udara.5:1. telah lahir ilmuwan-ilmuwan Islam dengan berbagai penemuannya yang mengguncang dunia. Algoritma (logaritma). Tak ketinggalan al-Biruni (973-1048) yang melakukan pengamatan terhadap tanaman sehingga diperoleh kesimpulan kalau bunga memiliki 3. Andalusia pada tahun 913 M. Saat itu. sekitar 767 tahun. Dr Muhammad Lutfi. Sebelum Islam datang. mereka akan menangkapnya kemudian menyayat kepalanya dengan salib. Diawali oleh khalifah Abu al-’Abbas as-Saffah (750-754) dan diakhiri Khalifah al-Mutawakkil Alailah III (1508-1517). Salah satunya adalah bapak kedokteran Ibnu Sina atau yang dikenal saat ini di Barat dengan nama Avicenna. jika ada orang gila. Tapi jangan khawatir. Istana al-Hamra (al-Hamra Qasr) yang dibangun di Seville. Di atas luka tersebut mereka akan menaburinya dengan garam. Seperti arsitektur mesjid Agung Cordoba. terutama dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi. 4. Tak satu pun bidang ilmu yang maju. Dengan rentang waku yang cukup panjang. MA. Sebuah Istana terindah yang dibangun di atas bukit yang menghadap ke kota Granada. kekhilafahan ini mampu menunjukkan pada dunia ketinggian peradaban Islam dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di dunia Islam. kata Luthfi. Sebut saja. kata Lutfi. Bahkan namanya tekenal di Barat sebagai Avicena. negeri Irak dihuni oleh 30 juta penduduk yang 80% nya merupakan petani. misalnya. Dinasti Abbasiyiah membawa Islam ke puncak kejayaan. someday Islam akan kembali jaya dan tugas kita semua untuk mewujudkannya. Kecanggihan teknologi masa ini juga terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. banyak lahir tokoh dunia yang kitabnya menjadi referensi ilmu pengetahuan modern. Hebatnya. terjadi pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid. Masa kejayaan Islam. Kekhilafahan Abbasiyah dengan kegemilangan ipteknya kini hanya tercatat dalam buku usang sejarah Islam. Dia adalah khalifah dinasti Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 786.

sejenis ketepel besar pelontar batu atau api. ditambah tenaga ahli. apalagi mereka menguasai Laut Tengah. orang Barat percaya bahwa itu adalah momen pertempuran orang gila itu dengan jin. KH Akhmad Kholil Ridwan menyatakan optimismenya bahwa Islam akan kembali berjaya di muka bumi. Kini 82 tahun berlalu. seorang Zionis Turki. Orang Barat percaya bahwa orang itu menjadi gila karena kerasukan setan. Lain lagi pada masa pemerintahan dinasti Usmaniyah — di Barat disebut Ottoman — yang kekuatan militernya berhasil memperluas kekuasaan hingga ke Eropa. Dinasti Abbasiyah jatuh setelah kota Baghdad yang menjadi pusat pemerintahannya diserang oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. ujar Ridwan.” ujarnya. semua upaya ini justru semakin memperkuat eksistensi Islam. Kejatuhan Islam ke tangan Barat dimulai pada awal abad ke-18. Terjadi gerakan sekularisasi yang dipelopori oleh Kemal At-Taturk. semakin ditekan. Ini membuktikan bahwa Islam mampu mengadopsi teknologi dari luar. Meskipun saat ini umat Islam banyak ditekan. Kekuatan militer laut Usmaniyah sangat ditakuti Barat saat itu. Sejak saat itu tidak ada lagi negara yang secara konsisten menganut khilafah Islamiyah.” jelas Luthfi. Salah langkah diambil saat mereka mendukung Jerman dalam perang dunia pertama. Pada abad ke-14. Ketika Jerman kalah. ”Seperti janji Allah. Ia mencontohkan konsep pemerintahan yang dianut Iran yang menjadi modifikasi antara teokrasi (kekuasaan yang berpusat pada Tuhan) dan demokrasi (yang berpusat pada masyarakat). Di sisi lain. Saat itu Napoleon masuk dengan membawa mesin-mesin dan peralatan cetak. umat Muslim tercerai berai. yaitu Wina hingga ke selatan Spanyol dan Perancis.berteriak kesakitan. Luthfi menyatakan sistem khilafah Islamiyah masih relevan diterapkan pada zaman sekarang ini asal dimodifikasi. 700 tahun berikutnya Islam jatuh dan sekarang tengah mengalami periode 700 tahun ketiga menuju kembalinya kebangkitan Islam. tentara Salib akhirnya terusir dari Timur Tengah dan membangkitkan kebanggaan bagi masyarakat Arab. Ini sesuai janji Allah yang menyatakan bahwa meskipun begitu hebatnya musuh menindas Islam namun hal ini bukannya akan melemahkan umat Islam. Islam akan semakin menancap dengan kuat. Pada saat itu tentara Islam juga berhasil membuat senjata bernama ‘manzanik’. Tanggal 3 Maret 1924. Akankah Islam kembali mengalami zaman keemasan seperti yang terjadi di 700 tahun awal pemerintahannya? Ketua MUI. Umat Islam mulai merasa tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi setelah masuknya Napoleon Bonaparte ke Mesir. khilafah Islamiyah resmi dihapus dari konstitusi Turki. Ridwan menyebut saat ini merupakan momen kebangkitan Islam kembali. 700 tahun pertama Islam berjaya. ”Ibaratnya paku. secara otomatis Turki menjadi negara yang kalah perang sehingga akhirnya wilayah mereka dirampas Inggris dan Perancis. Sementara itu. tradisi keilmuan itu kurang berkembang pada kekhalifahan Usmaniyah.”ujarnya. .

Turki harus memilih konstitusi sekuler. Inggris menetapkan syarat bagi Turki.Di Iran. adalah tergusurnya Khilafah Islamiyah di Turki dari pentas perpolitikan dunia. Turki harus menghancurkan Khilafah Islamiyah. fikih.” Jadi terakhir kaum muslimin hidup dalam naungan Islam adalah di tahun 1924. akhirnya peradaban Islam jatuh tersungkur. Saat itu. menurut Luthfi. akhlaq. dan menyita harta bendanya. merupakan tandingan sistem pemerintahan Barat. Musthafa Kemal Attaturk. Nah. jelasnya. kekuasaan tertinggi tidak dipegang parlemen atau presiden. Mustafa Kamal Ataturk kemudian menjalankan syarat-syarat tersebut.” Upaya lainnya adalah kembali kepada tradisi keilmuan dalam agama Islam. Setelah berhasil membangun kejayaan selama 14 abad lebih. Keempat. kata Luthfi. Sedangkan yang masuk ilmu fardhu kifayah adalah kedokteran. Sistem pemerintahan Iran ini. ada dua jenis ilmu. Inilah kisah tragis yang dialami peradaban Islam. tepatnya tanggal 3 Maret tatkala Khilafah Utsmaniyah yang berpusat di Turki alias Konstantinopel diruntuhkan oleh kaki tangan Inggris keturunan Yahudi. Yang pertama adalah merapatkan barisan.” Konsep khilafah Islamiyah. sangat sulit. Akibatnya. 48) Cerzon (Menlu Inggris saat itu) menyampaikan pidato di depan parlemen Inggris. Turki harus memutuskan hubungannya dengan Islam. ”Tak heran kalau Amerika Serikat sangat takut dengan Iran karena mereka bisa menjadi tonggak peradaban baru Islam. psikologi. Sementara Kholil Ridwan menjelaskan ada tiga upaya konkret yang bisa dilakukan umat untuk mengembalikan kejayaan Islam di masa lampau. Runtuhnya sebuah kejayaan Jatuh itu memang menyakitkan. dan cabang sains lainnya. Sementara upaya ketiga adalah dengan mewujudkan sistem yang berdasarkan syariah Islam. yaitu Islam dan Khilafah. dan cabang-cabangnya. kecuali setelah Turki menjalankan syarat-syarat berikut: Pertama. bahwa Inggris tak akan menarik dirinya dari bumi Turki. mengusir Khalifah dari Turki. Ketiga. hlm. Yang masuk golongan ilmu fardhu ‘ain adalah Al-Quran. Serangan pemikiran dan militer dari Barat bertubi-tubi menguncang Islam. syariah. ”Untuk mewujudkannya lagi saat ini. melainkan oleh Ayatullah atau Imam. mengharuskan hanya ada satu pemerintahan Islami di dunia dan tidak terpecah-belah berdasarkan negara atau etnis. Allah berfirman dalam QS Ali Imran ayat 103 yang isinya “Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah. “Sesungguhnya kita telah menghancurkan Turki. tauhid. matematika. dialah . Kedua. Turki harus berjanji untuk menumpas setiap gerakan yang akan mendukung Khilafah. Dalam Islam. Puncaknya. kaum muslimin mulai goyah. sebagai pengganti dari konstitusi yang bersumber dari hukumhukum Islam. Bukan tanpa sebab tentunya. yang juga memiliki Dewan Ahli dan Dewan Pengawas. sehingga Turki tidak akan dapat bangun lagi setelah itu… Sebab kita telah menghancurkan kekuatannya yang terwujud dalam dua hal.” kata dia. yaitu ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Apalagi ketika kita udah berada jauh di puncak kesuksesan. hadis. dan janganlah kalian bercerai berai. d. dan negara-negara penjajah pun akhirnya menarik diri dari wilayah Turki (Jalal al-Alam dalam kitabnya Dammirul Islam Wa Abiiduu Ahlahu.

yang telah mengeksploitasi kekayaan tersebut dengan cara yang seburuk-buruknya. dan Rusia. dalam kitabnya al-Muslimun Wal Amal as-Siyasi. Harta kekayaan dan potensi alam milik kaum muslimin telah dirampok oleh penjajah kafir. Namun karena kemajuan tersebut tidak seimbang. Para penguasa ini adalah orang-orang yang mentaati perintah kaum kafir tersebut. serta memusuhi akidah dan syariat Islam. mencegangkan banyak orang di pelbagai penjuru dunia. bahkan menindas hak-hak dan merampas kekayaan alam negara lain dan orang lain yang lebih lemah kekuatan iptek. hlm. Perancis. dan telah menghinakan kaum muslimin dengan sehina-hinanya (Syaikh Abdurrahman Abdul Khalik. . Akibatnya. Khalifah (pemimpin) terakhir kaum muslimin ke Swiss. maka kemajuan di Barat melahirkan penderitaan kolonialisme-imperialisme (penjajahan) di Dunia Timur & Selatan. Di setiap negeri tersebut. Kaum kafir segera mengubah kurikulum pendidikan untuk mencetak generasi-generasi baru yang mempercayai persepsi kehidupan menurut Barat. Yakinlah. Pandangan Islam terhadap IPTEK Ahmad Y Samantho dalam makalahnya di ICAS Jakarta (2004) mengatakan bahwa kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. Sejak saat itulah sampai sekarang kita nggak punya lagi pemerintahan Islam. umat Islam terkotak-kotak di berbagai negeri berdasarkan letak geografis yang beraneka ragam. lebih mementingkan kesejahteraan material bagi sebagian individu dan sekelompok tertentu negara-negara maju (kelompok G-8) saja dengan mengabaikan. Belanda. Italia. Sebelumnya Kemal mengumumkan bahwa Majelis Nasional Turki telah menyetujui penghapusan Khilafah. Peradaban Barat moderen dan postmodern saat ini memang memperlihatkan kemajuan dan kebaikan kesejahteraan material yang seolah menjanjikan kebahagian hidup bagi umat manusia. dengan cuma berbekal koper pakaian dan secuil uang. yang sebagian besarnya berada di bawah kekuasaan musuh yang kafir: Inggris. yang kini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir ini. Khilafah Islamiyah dihancurkan secara total. Kaum kafir segera mengganti undang-undang dan peraturan Islam yang diterapkan di tengahtengah rakyat dengan undang-undang dan peraturan kafir milik mereka. dan aktivitas untuk mengembalikan serta mendakwahkannya dianggap sebagai tindakan kriminal yang dapat dijatuhi sanksi oleh undang-undang. ekonomi dan militernya. kaum kafir telah mengangkat penguasa yang bersedia tunduk kepada mereka dari kalangan penduduk pribumi. maka kenapa musti takut mati dengan berlumur darah. Syahid di medan tempur. Kita lahir ke dunia ini dengan berlumur darah. kita masih bisa merebutnya. 13) Beginilah kita sekarang sobat. Kesejahteraan dan kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut membuat banyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup peradaban Barat tanpa dibarengi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan krisis multidimensional yang diakibatkannya. sebab kita akan kembali mengagungkan kejayaan Islam itu.yang mengeluarkan perintah untuk mengusir Khalifah Abdul Majid bin Abdul Aziz. pincang. Tapi jangan bersedih. dan mampu menjaga stabilitas negerinya. meski dengan nyawa sebagai tebusannya. e.

Umat Islam yang mewarisi ajaran suci Ilahiah dan peradaban dan Iptek Islam yang jaya di masa lalu. busung lapar. kelaparan. Kehancuran ekosistem laut dan keracunan pada penduduk pantai akibat polusi yang diihasilkan oleh pertambangan mineral emas. Ironis bahwa Indonesia yang sangat kaya dengan sumber daya alam minyak dan gas bumi. Ironis bahwa di tengah keberlimpahan hasil produksi gunung emas-perak dan tembaga serta kayu hasil hutan yang ada di Indonesia. dan di India. Krisis ekologis. ekonomi dan moral bangsa dan umat. yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sains-teknologi. Kemandirian itu tidak bisa lain kecuali dengan pembinaan mental-karakter dan moral (akhlak) bangsa-bangsa Islam sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi keimanan-taqwa kepada Allah swt. saat ini pada umumnya adalah negaranegara berkembang atau negara terkebelakang. maka mereka kehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. Beberapa di antara mereka kemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negara Barat. Kenyataan memprihatikan ini sangat ironis. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai. kita justru mengalami kesulitan dan krisis ekonomi. Rusia. Matre dan hedonis (mempertuhankan kenikmatan hawa nafsu). justru kini terpuruk di negerinya sendiri. yang sebenarnya kaya sumber daya alamnya. Krisis multidimensional terjadi akibat perkembangan Iptek yang lepas dari kendali nilai-nilai moral Ketuhanan dan agama. Krisis Ekonomi dan politik yang terjadi di banyak negara berkembang dan negara miskin. dan berbagai penyakit akibat kemiskinan rakyat.Kemajuan Iptek di Barat. dll. Ketidakadilan global ini terlihat dari fakta bahwa 80% kekayaan dunia hanya dikuasai oleh 20 % penduduk kaya di negara-negara maju. Minamata Jepang. pada akhirnya juga telah melahirkan penderitaan dan ketidakbahagiaan psikologis/ruhaniah pada banyak manusia baik di Barat maupun di Timur. perak dan tembaga. yang didominasi oleh pandangan dunia dan paradigma sains (Iptek) yang positivistik-empirik sebagai anak kandung filsafat-ideologi materialisme-sekuler. gempa dan kacaunya iklim dan cuaca dunia akibat pemanasan global yang disebabkan tingginya polusi industri di negara-negara maju. ideologi dan budaya materialis (’matre’) dan sekular (anti Tuhan) yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat. seperti yang terjadi di Buyat. namun miskin kualitas sumberdaya manusianya (pendidikan dan Ipteknya). misalnya: berbagai bencana alam: tsunami. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim. Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. justru mengalami krisis dan kelangkaan BBM. Kemana harta kekayaan kita yang Allah berikan kepada tanah air dan bangsa Indonesia ini? Mengapa kita menjadi negara penghutang terbesar dan terkorup di dunia? Kenyataan menyedihkan tersebut sudah selayaknya menjadi cambuk bagi kita bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim untuk gigih memperjuangkan kemandirian politik. Serta melawan pengaruh buruk budaya sampah dari Barat yang Sekular. Sementara 80% penduduk dunia di negara-negara miskin hanya memperebutkan remah-remah sisa makanan pesta pora bangsa-bangsa negara maju. Sulawesi Utara dan di Freeport Papua. Karena nyatanya saudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah. Kebocoran reaktor Nuklir di Chernobil. . terjadi akibat ketidakadilan dan ’penjajahan’ (neo-imperialisme) oleh negara-negara maju yang menguasai perekonomian dunia dan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

” (QS Ali Imron [3] : 190-191) “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. dipelajari. sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan. Sumber segala sesuatu dan segala eksistensi). Islam. keyakinan dan keimanan kita kepada Allah swt. holistik dan integratif. Wujud yang wajib. Maha Suci Engkau. tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana ibadah-pengabdian Muslim kepada Allah swt dan mengembang amanat Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ’Alamin). sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari. pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam. prinsip-prinsip dan hukum alam). memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. kedua-duanya adalah merupakan ayat-ayat (atau tanda-tanda) ke-Mahakuasaan dan Keagungan Allah swt.Akhlak yang baik muncul dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt Sumber segala Kebaikan. Kekuasaan dan Keagungan-Nya. . Injil dan Al Quran). telinga dan hati (qalbu + akal) akan semakin mempertebal pengetahuan. pengenalan. Mujadillah [58]: 11 ) Bagi umat Islam. seperti kitab-kitab suci dan ajaran para Rasul Allah (Taurat. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Zabur. Keindahan dan Kemuliaan. Tuhan Yang Maha Kuasa. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal. keduanya bila dibaca. Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses perenungan. dalam Islam tidak terlepas satu sama lain. melalui mata. mengamati. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami.” (QS. Jadi agama dan ilmu pengetahuan. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt hanya akan muncul bila diawali dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap Tuhan Allah swt dan terhadap alam semesta sebagai tajaliyat (manifestasi) sifat-sifat KeMahaMuliaan. diamati dan direnungkan. saling menjelaskan dan saling memperkuat secara sinergis. Keduanya saling membutuhkan. Ayat tanziliyah/naqliyah (yang diturunkan atau transmited knowledge). Berbeda dengan pandangan dunia Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang ’matre’ dan sekular. maupun ayat-ayat kauniyah (fenomena. maka peliharalah kami dari siksa neraka. untuk ditafakuri dan menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah. Yang paling terkenal adalah ayat: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua sisi koin dari satu mata uang koin yang sama.

Bila ada ’ilmu pengetahuan’ yang menentang prinsip-prinsip pokok ajaran agama Islam maka yang salah adalah tafsiran filosofis atau paradigma materialisme-sekular yang berada di balik wajah ilmu pengetahuan modern tersebut. 2. Mengapa kita harus menguasai IPTEK? Terdapat tiga alasan pokok. yakni: 1. diungkapkan Allah dalam ayatayat berikut: “Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu?’ Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. AzZumar [39] : 9). 3. maka tidak mungkin satu sama lain saling bertentangan dan bertolak belakang.” (QS. benar-benar ia telah dianugrahi karunia yang banyak. Al-Baqoroh [2] : 269). Ilmu pengetahuan yg berasal dari dunia Islam sudah diboyong oleh negara-negara barat. Ini fakta. Keutamaan Mukmin yang berilmu Keutamaan orang-orang yang berilmu dan beriman sekaligus. misalnya umat Islam disodori persoalan-persoalan klasik agar umat Islam sibuk sendiri. filsafat dan kearifan) kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah mencintai para penuntut ilmu. (QS Mujaadilah [58] :11) Rasulullah saw pun memerintahkan para orang tua agar mendidik anak-anaknya dengan sebaik mungkin. hukum. karena mereka itu diciptakan buat menghadapi zaman yang sama sekali lain dari zamanmu kini. karena keduanya berasal dari satu Sumber yang Sama. Allah Yang Maha Pencipta dan Pemelihara seluruh Alam Semesta. maka kemungkinan yang salah adalah pemahaman dan tafsiran terhadap ajaran agama tersebut. Dan barangsiapa yang dianugrahi al-Hikmah itu. Negara-negara barat berupaya mencegah terjadinya pengembangan IPTEK di negara-negara Islam. Ini fakta yang tak dapat dipungkiri. dan ayat-ayat suci Tuhan (Al-Quran) dan Sunnah Rasulullah saw — yang dipelajari melalui agama– . “Didiklah anak-anakmu. adalah sama-sama ayat-ayat (tanda-tanda dan perwujudan/tajaliyat) Allah swt. jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (berdzikir) dari firman-firman Allah. ramai sendiri dan akhirnya bertengkar sendiri. “Allah berikan al-Hikmah (Ilmu pengetahuan. f.” (Hadis Nabi saw). Selama 20 tahun terakhir. Adanya upaya-upaya untuk melemahkan umat Islam dari memikirkan kemajuan IPTEK-nya. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 . tdk bisa dipungkiri. Karena alam semesta –yang dipelajari melalui ilmu pengetahuan–. “Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap Muslimin. “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.Bila ada pemahaman atau tafsiran ajaran agama Islam yang menentang fakta-fakta ilmiah.” (QS.” (Al-Hadits Nabi saw).

perkiraan yang umum terdengar pasca peristiwa 11 September 2001 bahwa “serangan ini akan mengubah alur sejarah dunia”.” Beriringan dengan berbagai laporan akademis ini.5 miliar. terutama umat Muslim. Perkembangan ini telah menarik perhatian yang lebih besar di tahun-tahun belakangan. dan bagaimana kaum Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya. sekarang. adalah kedudukan Gereja di milenium baru. terutama setelah serangan terhadap World Trade Center pada tanggal 11 September 2001.juta. kewajiban apakah yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim. Islam berada pada titik perkembangan pesat di Eropa. dan peningkatan ini tidak dapat dianggap hanya disebabkan oleh imigrasi. Dampak Kemajuan Islam di bidang IPTEK 1) Gereja Katolik dan Perkembangan Islam Gereja Katolik Roma. telah mulai nampak kebenarannya. Serangan ini. laporan. tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. sebagaimana ditunjukkan oleh banyak tesis. Laporan tersebut menyatakan bahwa jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di negara-negara Barat semakin terus bertambah. media massa telah sering menyiarkan berita tentang Islam dan Muslim. terutama pasca peristiwa serangan 11 September. Perkembangan ini. adalah salah satu lembaga yang mengikuti fenomena tentang kecenderungan perpindahan agama. Kini. angka ini telah mencapai 1. Ketertarikan ini secara alamiah telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam. tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk Islam yang terus meningkat. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan spiritual. yang dihadiri oleh hampir seluruh pendeta Katolik. namun banyak peneliti mengungkapkan bahwa permasalahan ini dikarenakan sebab lain: angka perpindahan agama yang tinggi. suatu fenomena yang menonjol. apa yang dikatakan Al Quran. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam akan menjadi agama terbesar di dunia. telah menjadi keberpalingan kepada Islam. Tema utama konferensi tersebut adalah tentang pertumbuhan pesat agama Islam di Eropa. yang dialami dunia sejak lama. yang dikutuk oleh setiap orang. Meskipun imigrasi dipastikan memberi pengaruh nyata pada pertumbuhan populasi umat Islam. Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara Muslim. g. dalam beberapa hal. setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. sebenarnya adalah petunjuk sangat penting bahwa nilai-nilai ajaran Islam telah mulai tersebar sangat pesat di seantero dunia. yang umumnya dilaporkan sekedar sebagai sebuah bagian dari pokok bahasan hari itu. jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di Prancis meningkat sebanyak 30 hingga 40 ribu di tahun lalu saja. Salah satu pokok bahasan dalam pertemuan bulan Oktober 1999 muktamar Gereja Eropa. Di belahan dunia Islam lainnya. dan tulisan seputar “kedudukan kaum Muslim di Eropa” dan “dialog antara masyarakat Eropa dan umat Muslim. yang mulai kita ketahui melalui surat-surat kabar maupun berita-berita di televisi. Suatu kisah yang ditayangkan NTV News pada tanggal 20 Juni 2004 dengan judul “Islam adalah agama yang berkembang paling pesat di Eropa” membahas laporan yang dikeluarkan oleh badan intelejen domestik Prancis. yang berpusat di kota Vatican. Misalnya. Demikianlah. Hal luar biasa yang sesungguhnya sedang terjadi dapat diamati ketika kita mempelajari perkembangan tentang kecenderungan ini. The National Catholic Reporter melaporkan sejumlah orang garis keras menyatakan bahwa satu-satunya cara . Penyebab ketertarikan ini adalah perkembangan yang terus-menerus mengenai angka populasi Muslim di Eropa. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu.

dibandingkan data yang dikumpulkan di tahun 1994. Menurut survei yang dilakukan oleh surat kabar Prancis Le Monde di bulan Oktober 2001. Pertama. Kesadaran ini terlihat lebih menonjol di kalangan mahasiswa universitas. para peneliti Barat memperkirakan dalam 50 tahun ke depan Eropa akan menjadi salah satu pusat utama perkembangan Islam. mengingat pendataan tahun 1999 oleh PBB menunjukkan bahwa antara tahun 1989 dan 1998. (1) Mempertimbangkan kedudukan kaum Muslim di saat menjelaskan kedudukan Gereja di milenium baru sangatlah tepat. dan selebihnya tersebar di bagian Eropa lainnya. matematika. serta penguasaan wilayah Balkan oleh kekhalifahan Utsmaniyyah (1389) memungkinkan terjadinya hubungan timbal balik antara kedua masyarakat itu. terutama di Balkan. dan di banyak bidang lain. Dalam satu sesi. banyak kaum Muslims terus melaksanakan sholat. Uskup Besar Karl Lehmann dari Jerman menegaskan bahwa terdapat lebih banyak kemajemukan internal dalam Islam daripada yang diketahui oleh banyak umat Nasrani. Di masa ketika Eropa terbelakang di bidang kedokteran. Islam adalah Bagian Tak Terpisahkan dari Eropa Bersamaan dengan kajian sosiologis dan demografis ini. 2 juta di Inggris. dan Nasrani) memiliki pijakan awal yang sama dan dapat bertemu pada satu titik yang sama. sepatutnya tidak ada celah bagi perselisihan ataupun persengketaan di antara keduanya. jumlah penduduk Muslim Eropa meningkat lebih dari 100 persen.2 juta di Jerman. astronomi. kita juga tidak boleh melupakan bahwa Eropa tidak bersentuhan dengan Islam hanya baru-baru ini saja. terdapat kesadaran yang semakin besar dalam menjalankan agama di kalangan para mahasiswa. . Yahudi. (2) Kesadaran Beragama di Kalangan Muslim Meningkat di Eropa. Bersatu pada Pijakan Bersama: “Monoteisme” Perkembangan Islam juga tercerminkan dalam perkembangan dialog antar-agama baru-baru ini. pergi ke mesjid. i. 4-5 juta di Prancis. Dilaporkan bahwa terdapat sekitar 13 juta umat Muslim tinggal di Eropa saat ini: 3. Angka ini mewakili lebih dari 2% dari keseluruhan jumlah penduduk Eropa. majalah Turki Aktüel menyatakan. kalangan lain yang lebih objektif dan rasional menekankan kenyataan bahwa oleh karena kedua agama percaya pada satu Tuhan. negara Andalusia (756-1492) di Semenanjung Iberia. (3) Dalam sebuah laporan yang didasarkan pada media masa asing di tahun 1999. dan berpuasa.mencegah kaum Muslim mendapatkan kekuatan di Eropa adalah dengan berhenti bertoleransi terhadap Islam dan umat Islam. kaum Muslim memiliki perbendaharaan ilmu pengetahuan yang sangat luas dan kemampuan hebat dalam membangun. Dialog-dialog ini berawal dengan pernyataan bahwa tiga agama monoteisme (Islam. Penelitian terkait juga mengungkap bahwa seiring dengan terus meningkatnya jumlah Muslim di Eropa. akan tetapi Islam sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Eropa. Kini banyak pakar sejarah dan sosiologi menegaskan bahwa Islam adalah pemicu utama perpindahan Eropa dari gelapnya Abad Pertengahan menuju terang-benderangnya Masa Renaisans. Eropa dan dunia Islam telah saling berhubungan dekat selama berabad-abad. dan kemudian selama masa Perang Salib (10951291). h. dan pernyataan-pernyataan radikal seputar Islam sesungguhnya tidak memiliki dasar.

Surga dan Neraka. terungkap bahwa terdapat suatu pergerakan kuat menuju Islam di banyak negara. Kemudian akan datang Zaman Keemasan. peperangan. dipaparkan sebagaimana berikut: . Islam akan memperoleh kedudukan penting dan ajaran akhlak Al Quran akan tersebar luas. bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. menghindar dari berbuat zalim dan tidak adil. dan penderitaan yang diakibatkan oleh ideologi-ideologi antiagama. Ketika dilihat dari sudut pandang ini. serta pesan perdamaian dan persaudaraan yang dihasilkannya. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama. pengorbanan diri. khususnya antara umat Nasrani dan Muslim. cinta. 9: 32-33) Tersebarnya akhlak Islami adalah salah satu janji Allah kepada orang-orang yang beriman. Penting untuk dipahami. Di samping itu. juga ulasan para ulama mengenai hadits tersebut. kepalsuan. walaupun orangorang yang kafir tidak menyukai. marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu. mereka wajib bekerja sama untuk menghapuskan permusuhan. kerendahan hati. ketidakadilan.Dialog-dialog seperti ini telah sangat berhasil dan membuahkan kedekatan hubungan yang penting. Yaitu sebuah zaman yang di dalamnya. Sejumlah seminar dan konferensi yang mempertemukan para wakil dari agama-agama ini. di mana tuntunan akhlak ini mulai tersebar luas di kalangan manusia bagaikan naiknya gelombang air laut pasang dan pada akhirnya meliputi seluruh dunia. dialog antar-agama memegang peran yang jauh lebih penting. 3: 64) Ketiga agama yang meyakini satu Tuhan tersebut memiliki keyakinan yang sama dan nilai-nilai moral yang sama. umat manusia akan mengalami sebuah masa di mana kezaliman. permusuhan. berlapang dada. dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya. banyak hadits Nabi kita saw menegaskan bahwa ajaran akhlak Al Quran akan meliputi dunia. peperangan. karena ketiga agama ini berada pada pijakan yang sama. perkembangan yang sangat penting ini telah dikabarkan dalam Al Quran 14 abad yang lalu: “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka. Kabar Gembira tentang Datangnya Zaman Keemasan Dengan mempertimbangkan semua fakta yang ada. Percaya pada keberadaan dan keesaan Tuhan. dan kebobrokan akhlak merajalela.” (QS. At Taubah. Allah memberitahukan kepada kita bahwa kaum Muslim mengajak kaum Ahli Kitab (Nasrani dan Yahudi) untuk bersatu pada satu pijakan yang disepakati bersama: Katakanlah: “Hai Ahli Kitab. malaikat. Nabi. Jadi. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah). walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. Selain ayat-ayat ini. insya Allah. adalah ajaran pokok keimanan mereka. Sejumlah hadits ini. kasih sayang. sikap menghormati. kecurangan.” (QS. terus berlanjut secara berkala sejak pertengahan tahun 1990-an. persengketaan. serta berperilaku mengikuti suara hati nurani semuanya adalah sifat-sifat akhak terpuji yang disepakati bersama. j. dan Islam semakin menjadi pokok bahasan terpenting bagi dunia. Ali ‘Imran. kejujuran. Hari Akhir. Perkembangan ini menunjukkan bahwa dunia sedang bergerak menuju zaman yang sama sekali baru. Di masa-masa akhir menjelang berakhirnya dunia. Dalam Al Quran.

(Sunan Ibnu Majah) Penghuni langit dan bumi akan ridha. ia akan menegakkan agama seperti di masa Nabi kita saw. perdamaian. Iptek merupakan dasar dan pondasi yang menjadi penyangga bangunan peradaban modern barat sekarang ini. Zaman Keemasan akan merupakan suatu masa di mana keadilan. Masa depan suatu bangsa akan banyak ditentukan oleh tingkat penguasaan bangsa itu terhadap Iptek. Disebabkan seluruh kebaikan yang akan Allah curahkan kepada penduduk bumi. sekalipun bila terselip di antara gigi-geligi seseorang. dan kesetiaan. Selain itu. Dalam hadits-haditsnya. serta peran Negara Iran dan Turki di era baru merupakan tanda-tanda penting bahwa masa yang dikabarkan dalam Al Quran dan dalam hadits Nabi kita sangatlah dekat. dan merupakan suatu zaman di mana manusia merasakan cinta. kasih sayang. k.Selama [masa] ini. berlomba-lomba serta bersaing secara ketat dalam penguasaan dan pengembangan iptek. Kekuatan Iptek Hampir menjadi pengetahuan umum (common sense) bahwa dasar dari peradaban modern adalah ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). lapang dada. lebih jauh. Suatu masyarakat atau bangsa tidak akan memiliki keunggulan dan kemampuan daya saing yang tinggi. dan persaudaraan akan menguasai kehidupan umat manusia. kesejahteraan. Kebangkitan Islam yang sedang dialami dunia saat ini. Ia akan memusnahkan paham-paham yang tidak mengenal Tuhan dan menghentikan kezaliman yang merajalela. sesuatu yang menjadi milik orang lain. Bumi akan mengeluarkan semua yang tumbuh.(2) . [Tanah] akan mengeluarkan panennya dan tidak akan menahan apa pun dan kekayaan di masa itu akan berlimpah. rasa aman. keberlimpahan. (Muhkhtasar Tazkirah Qurtubi. menjadikan tuntunan akhlak Al Quran meliputi umat manusia. dan kehancuran akhlak. dan menegakkan perdamaian dan menebarkan kesejahteraan di seluruh dunia. kemakmuran. akan dikembalikan kepada pemiliknya… Keamanan meliputi seluruh Bumi dan bahkan segelintir perempuan bisa menunaikan haji tanpa diantar laki-laki. umatku akan menjalani kehidupan yang berkecukupan dan terbebas dari rasa was-was yang mereka belum pernah mengalami hal seperti itu. 437) Bumi akan berubah seperti penampan perak yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan … (Sunan Ibnu Majah) Bumi akan diliputi oleh kesetaraan dan keadilan sebagaimana sebelumnya yang diliputi oleh penindasan dan kezaliman. hal. Bisa dimengerti bila setiap bangsa di muka bumi sekarang ini. dan langit akan menumpahkan hujan dalam jumlah berlimpah. ketidakadilan. Nabi kita saw mengatakan bahwa masa yang diberkahi ini akan terjadi melalui perantara Imam Mahdi. 23) Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas. Besar harapan kita bahwa Allah akan memperkenankan kita menyaksikan masa yang penuh berkah ini. pengorbanan diri. (Ibn Hajar al Haitsami: Al Qawlul Mukhtasar fi `Alamatul Mahdi al Muntazar. hal. yang akan datang di Akhir Zaman untuk menyelamatkan dunia dari kekacauan. bila ia tidak mengambil dan mengembangkan Iptek. orang-orang yang masih hidup berharap bahwa mereka yang telah meninggal dunia dapat hidup kembali. (Abu Dawud) Keadilan akan demikian jaya sampai-sampai semua harta yang dirampas akan dikembalikan kepada pemiliknya.

adalah orang pertama yang menggagas integrasi imtak dan iptek ini. iptek hanya absah secara metodologis. termasuk di dalamnya nilai-nilai agama. Perubahan ini.J. Dalam kajian teologi modern di Barat. gagasan tentang perlunya integrasi pendidikan imtak dan iptek ini sudah lama digulirkan. timbul konflik antara ilmu pengetahuan (sains) dan agama (gereja). dan kemanusiaan. dan sejak itu sains melepaskan diri dari kontrol dan pengaruh agama. karena sejauh ini sistem pendidikan kita tidak cukup mampu menghasilkan manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt sebagaimana diharapkan. (6) . Di negara ini. Secara lebih spesifik. terutama seteleh terjadi penyalahgunaan iptek dalam perang dunia I dan perang dunia II. tetapi batil dan miskin secara maknawi. tanpa dukungan asas iman dan takwa yang kuat.(3) Di Eropa. tapi juga pada pilihan objek (ontologi) dan metodologi (epistemologi)-nya sekaligus. sehingga pengembangan dan kemajuan iptek tidak memiliki nilai tambah dan tidak memberikan manfaat yang cukup berarti bagi kemajuan dan kemaslahatan umat dan bangsa dalam arti yang seluas-luasnya. Dalam kaitan ini. Berbagai tindak kejahatan sering terjadi dan banyak dilakukan justru oleh orangorang yang secara akademik sangat terpelajar. terutama sepanjang abad XVIII dan XIX. Profesor B. moral. bahkan mumpuni. Kekhwatiran ini. ideologi bahkan agama baru. timbul mazhab baru yang dinamakan “saintisme” dalam arti bahwa sains telah menjadi isme. integrasi pendidikan imtak dan iptek ini diperlukan karena empat alasan. selain karena adanya problem dikotomi antara apa yang dinamakan ilmu-ilmu umum (sains) dan ilmu-ilmu agama (Islam). banyak pihak mulai menyerukan perlunya integrasi ilmu dan agama. Pertama. Pembicaraan tentang iptek mulai dikaitkan dengan moral dan agama hingga sekarang (ingat kasus kloning misalnya). Ini berarti. Jika demikian. iptek bisa disalahgunakan pada tujuantujuan yang bersifat destruktif. iptek akan memberikan berkah dan manfaat yang sangat besar bagi kesejahteraan hidup umat manusia bila iptek disertai oleh asas iman dan takwa kepada Allah swt. setelah terjadi revolusi industri di Barat. Sebaliknya. juga disebabkan oleh adanya kenyataan bahwa pengembangan iptek dalam sistem pendidikan kita tampaknya berjalan sendiri.(5) Namun sejak pertengahan abad XX. sejak abad pertengahan. keterkaitan iptek dengan moral (agama) di harapkan bukan hanya pada aspek penggunaannya saja (aksiologi).(4) Dalam perkembangannya lebih lanjut. Kemajuan dalam bidang iptek telah menimbulkan perubahan sangat cepat dalam kehidupan uamt manusia. Iptek dapat mengancam nilai-nilai kemanusiaan. iptek telah mendatangkan “petaka” yang pada gilirannya mengancam nilai-nilai kemanusiaan. Dalam konflik ini sains keluar sebagai pemenang. Hal ini. Kenyataan ini menjadi salah satu catatan mengenai raport merah pendidikan nasional kita.Diakui bahwa iptek. Hampir tidak ada segi-segi kehidupan yang tidak tersentuh oleh perubahan. sebagaimana telah dikemukakan. serta membangun wilayahnya sendiri secara otonom. Perubahan ini pada kenyataannya telah menimbulkan pergeseran nilai nilai dalam kehidupan umat manusia. Namun di sisi lain. Habibie. iptek dan imtak. selain sangat cepat memiliki daya jangkau yang amat luas. aspek pendidikan turut menyumbang dan memberikan saham bagi kebangkrutan bangsa yang kita rasakan sekarang. tanpa asas imtak. disatu sisi telah memberikan “berkah” dan anugrah yang luar biasa bagi kehidupan umat manusia. sains bahkan menjadi “agama baru” atau “agama palsu”(Pseudo Religion). cukup beralasan.

pendidikan tidak berhasil melaksanakan fungsi dasarnya sebagai wahana pemberdayaan manusia dan peningkatan harkat dan martabat manusia dalam arti yang sebenarbenarnya. Dalam filsafat pendidikan konvensional. Oleh karena itu. seperti harta. . dunia dan akhirat. Filsafat pendidikan semacam ini mengandung banyak kelemahan. Maka integrasi imtak dan iptek harus diupayakan dalam format yang tepat sehingga keduanya berjalan seimbang (hand in hand) dan dapat mengantar kita meraih kebaikan dunia (hasanah fi al-Dunya) dan kebaikan akhirat (hasanah fi al-akhirah) seperti do’a yang setiap saat kita panjatkan kepada Tuhan (Q. (8) Keempat. dalam hidupnya. materialistik. Selain dapat timbul degradasi (penurunan kualitas pendidikan) setiap saat. mau tidak mau. imtak menjadi landasan dan dasar paling kuat yang akan mengantar manusia menggapai kebahagiaan hidup. peserta didik sering diperlakukan sebagai makhluk tidak berkesadaran. tidak akan mampu alias gagal mengantar manusia meraih kebahagiaan. lahir dan bathin. Tanpa mengenal siapa manusia itu sebenarnya. hanya akan menyebabkan kehidupan menjadi pincang dan berat sebelah. aspek kognitif dan kecerdasan intelektual (IQ) semata dengan mengabaikan kecerdasan emosi (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) peserta didik. proses pendidikan. yaitu: 1) Filsafat dan orientasi pendidikan (termasuk di dalamnya filsafat manusia) 2) Tujuan Pendidikan 3) Filsafat ilmu pengetahuan (Epistemologi) dan 4) Pendekatan dan metode pembelajaran.S. Berbicara filsafat pendidikan. dan hedonistik. Pendeknya. Kemajuan dalam semua itu. Dengan filosofi seperti itu. yang sangat berlawanan dengan nilai-nilai budaya dan agama yang dianut oleh bangsa kita.S. Tanpa dasar imtak. pada kenyataannya. kita harus melihat kembali aspek-aspek pendidikan kita. kita harus membicarakan pula tentang filsafat manusia. hanya akan mengahsilkan fatamorgana yang tidak menjanjikan apa-apa selain bayangan palsu (Q. telah menimbulkan pola dan gaya hidup baru yang bersifat sekularistik. akan selalu menemui kegagalan seperti yang selama ini terjadi. dan menyalahi hikmat kebijaksanaan Tuhan yang telah menciptakan manusia dalam kesatuan jiwa raga. penekanan pada salah satunya. Akibatnya. (7) Ketiga. pangkat. tanpa iman dan upaya mencari ridha Tuhan. An-Nur:39). Menuju Integrasi Imtak dan Iptek Untuk membangun sistem pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan imtak dan iptek dalam sistem pendidikan nasional kita. Soalnya. l. manusia tidak hanya memerlukan sepotong roti (kebutuhan jasmani). pendidikan melibatkan manusia baik sebagai subjek maupun objek sekaligus. terutama berkaitan dengan empat hal berikut ini. iptek yang menjadi dasar modernisme. dan keturunan.Kedua. pendidikan dipahami sebagai proses mengalihkan kebudayaan dari satu generasi ke generasi lain. tetapi juga membutuhkan imtak dan nilai-nilai sorgawi (kebutuhan spiritual). proses pendidikan itu dilakukan oleh manusia dan untuk manusia pula. pendidikan cenderung dipahami sebagai transfer of knowledge semata dengan hanya menyentuh satu aspek saja. Al-Baqarah :201). segala atribut duniawi. iptek.

Disinilah. AlBaqarah : 30. manusia adalah mahluk rasional dan emosional. tujuan. dan epistemologi pendidikan seperti telah diuraikan di atas. tidak parsial dan partikularistik. merupakan mahluk yang dipercaya oleh Tuhan sebagai Khalifah di muka bumi (Q.S. nilai-nilai budaya dan agama. adalah pendidikan manusia seutuhnya. Dalam perspektif ini. mahluk yang dimuliakan oleh Allah dan dilebihkan dibanding mahluk lain (Q. Dengan kata lain.S. sehingga pendidikan. seperti telah disinggung di muka. dan harus diarahkan pada pembentukan kesadaran dan kepribadian manusia. selain berisi transfer ilmu. dan berorientasi pada penciptaan intelektual dengan kualifikasi sebagai Ulul Albab yang dapat mengembangkan kualitas pikir dan kualitas dzikir (imtaq dan iptek) sekaligus (Q.S. Untuk itu integrasi imtak dan iptek. Pendidikan islam dapat mengikuti pola iman. Dengan pendekatan holistik. kita harus membongkar filsafat ilmu sekuler yang selama ini dianut. Dengan demikian. atau pola iman. yaitu beribadah kepada Allah swt (Q. Untuk mendukung integrasi pendidikan imtak dan iptek dalam sistem pendidikan nasional kita. Bertolak dari filsafat manusia ini. sedang epiremologi menjelaskan bagaimana manusia memperoleh pengetahuan itu dan dari mana sumbernya. Fathir : 28).S. juga bermakna transformasi nilai-nilai budaya dan agama (imtak). Lalu. manusia dibekali oleh Allah potensi-potensi baik berupa panca indera. ibadah dan akhlakul karimah. khususnya menyangkut ontologi dan epistemologi ilmu. Islam harus dipahami secara utuh. apa tujuan pendidikan itu? Dalam pandangan Islam. Naquib al Attas. Pendidikan Islam berorientasi pada penciptaan ilmuwan (ulama) yang takut bercampur kagum kepada kebesaran Allah swt (Q. At-Thiin : 4). Prof.S. maka pendidikan tidak lain harus dipahami sebagai ikhtiar manusia yang dilakukan secara sadar untuk menumbuhkan potensi-potensi baik yang dimiliki manusia sehingga ia mampu dan sanggup mempertanggung jawabkan eksistensi dan kehadirannya di muka bumi. tetapi .S. orientasi. Al-Dzariyat: 56). dapat ditanamkan. Shad :36). pada hemat saya. Pendidikan imtak pada akhirnya harus berbicara tentang pendidikan agama (Islam) di berbagai sekolah maupun perguruan tinggi. As-Sajadh : 9). harus pula dilakukan dalam tataran atau ranah metafisika keilmuan. akal pikiran (rasio). Ini berarti.S. tanpa terpisah satu dengan yang lain. integrasi imtak dan iptek itu perlu dilakukan dengan metode pembelajaran yang tepat. tujuan pendidikan tidak berbeda dengan tujuan hidup itu sendiri. sehingga pendidikan Islam dan kajian Islam tidak hanya melahirkan dan memparkaya pemikiran dan wacana keislaman. (10) Selain pada pada aspek filsafat. Ali Imran: 191-193). hati (Qalb). makhluk jasmani dan rohani sekaligus. dan sanubari (Q. imtak dan akhlaqul al-Karimah. dan belakangan Osman Bakar.Manusia. Islam dan Ihsan. harus pula dimulai dari sini. Proses integrasi imtak dan iptek. dalam pandangan Islam. pendidikan harus menciptakan pribadi-pribadi muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt yang dapat mengantar manusia meraih kebahagiaan dalam kehidupan dunia dan akhirat. maka pendidikan agama Islam disemua jenjang pendidikan tersebut harus dilakukan dengan pendekatan yang bersifat holistik. adalah puncak dari ciptaan tuhan (Q. integralistik dan fungsional. Sayyed Hossein Nasr. yaitu Allah swt seperti banyak digagas oleh tokoh-tokoh pendidikan Islam kontemporer semacam Ismail Raji al-Faruqi.(9) Dikotomi keilmuan yang terjadi selama ini sesungguhnya bermula dari sini. Al-Isra : 70). Ontologi ilmu menjelaskan apa saja realitas yang dapat diketahui manusia. Kita harus membangun epistemologi islami yang bersifat integralistik yang menegaskan kesatuan ilmu dan kesatuan imtak dan iptek dilihat dari sumbernya.

Akal juga merupakan penghantar untuk menuju kebenaran tertinggi. belajar sains tidak berkurang dan lebih rendah nilainya dari belajar agama. sama dan tidak berbeda dengan belajar agama itu sendiri. ilmiah dan filsafi). (2) naluri. Pengembangan iptek harus dilakukan untuk kemaslahatan kemanusiaan yang sebesar-besarnya dan dilakukan dalam kerangka ibadah kepada Allah swt. pendidikan agama tidak boleh terpisah dan dipisahkan dari pendidikan sains dan teknologi. Semetara dari segi metodologi. pendidikan dan pengajaran agama disemua jenjang pendidikan tersebut. Pendidikan iptek tidak harus dikeluarkan dari pusat kesadaran keagamaan dan keislaman kita. maka pengembangan pendidikan bermajna dakwah dalam arti yang sebenar-benarnya m. Dalam perspektif Islam ilmu memang tidak untuk ilmu dan pendidikan tidak untuk pendidikan semata. Dengan secara fungsional. Pemikiran teoritis bertugas mencari dan menemukan kebenaran. Integrasi ilmu dan amal. Dalam perspektif ini. Ini berarti. . (5) hati nurani. Penyikapan terhadap Perkembangan IPTEK Setiap manusia diberikan hidayah dari Allah swt berupa “alat” untuk mencapai dan membuka kebenaran. Dalam paradigma ini. untuk mempertahankan hidup dan kelangsungan hidup manusia secara probadi maupun sosial. (11) Dengan pendekatan integralistik. sedangkan pemikiran praksis bertugas mewujudkan kebenaran yang ditemukan itu dalam kehidupan nyata sehingga tugas dan kerja intelektual pada hakekatnya tidak pernah terpisah dari realitas kehidupan umat dan bangsa. pendidikan agama harus berguna bagi kemaslahatan umat dan mampu menjawab tantangan dan pekembangan zaman demi kemuliaan Islam dan kaum muslim. Pengembangan iptek harus diberi nilai rabbani (nilai ketuhanan dan nilai imtak). Pendidikan Islam dengan pendekatan ini harus melahirkan budaya “berilmu amaliah dan beramal ilmiah”. serta melalui pengalaman langsung dan keteladanan prilaku dan amal sholeh. sejalan dengan semangat wahyu pertama. Dalam tradisi intelektual Islam klasik. daya khayal yang mampu menghasilkan kreativitas dan menyempurnakan pengetahuannya. untuk menangkap kebenaran fisik. (4) imajinasi. sementara jiwa dan spiritualitasnya dibiarkan kosong dan hampa. aspek pemikiran teoritik (al aql al nazhari) tidak pernah dipisahkan dari aspek pengalaman praksis (al aql al amali). suatu kemampuan manusia untuk dapat menangkap kebenaran tingkah laku manusia sebagai makhluk yang harus bermoral. Belajar sains merupakan perintah Tuhan (Al-Quran).sekaligus melahirkan kualitas moral (akhlaq al karimah) yang menjadi tujuan dari agama itu sendiri. ilmu dan pengembangan ilmu tidak pernah bebas nilai. Penghormatan Islam yang selama ini hanya diberikan kepada ulama (pemuka agama) harus pula diberikan kepada kaum ilmuan (Saintis) dan intelektual. Ini berarti pengembangan iptek tidak boleh dilepaskan dari imtak. iqra’ bismi rabbik. Pendidikan dan pengembangan ilmu dilakukan untuk kemaslahatan umat manusia yang seluas-luasnya dalam kerangka ibadah kepada Allah swt. (3) pikiran dan atau kemampuan rasional yang mampu mengembangkan kemampuan tiga jenis pengetahuan akali (pengetahuan biasa. Hidayah tersebut adalah (1) indera. Pendidikan agama perlu dilakukan dengan memberikan penekanan pada aspek afektif melalui praktik dan pembiasaan. imtak dan iptek haruslah menjadi ciri dan sekaligus nilai tambah dari pendidikan islam. tidak cukup dengan metode rasional dengan mengisi otak dan kecerdasan peserta didik demata-mata. pada saat mana Islam mencapai puncak kejayaannya.

Ini sekurang-kurangnya telah memunculkan sikap optimis. dirasakan perlunya mencari keterkaitan antara sistem nilai dan norma-norma Islam dengan perkembangan tersebut. (2) Kelompok yang bekerja dengan IPTEK moderen. Sebab pada dasarnya ilmu pengetahuan yang dikembangkan manusia merupakan “jalan” untuk menemukan kebenaran Allah itu sendiri. Keselarasan IMTAQ dan IPTEK “Barang siapa ingin menguasai dunia dengan ilmu. generasi pelajar kita umumya telah memiliki kesiapan dalam menghadapi perubahan itu. (3) dapat memberikan pedoman bagi sesama. Dari sisi positif. Sehingga IPTEK menurut Islam haruslah bermakna ibadah. Perubahan lingkungan yang serba cepat dewasa ini sebagai dampak globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). martabat manusia secara alamiah. harus diakui telah memberikan kemudahan terhadap berbagai aktifitas dan kebutuhan hidup manusia. memunculkan kekhawatiran terhadap perkembangan perilaku khususnya para pelajar dan generasi muda kita. (3) Kelompok yang percaya adanya IPTEK Islam dan berusaha membangunnya. Dalam konsep Islam pada dasarnya tidak ada pemisahan yang tegas antara ilmu agama dan ilmu non-agama. Semuanya ini menuntut perhatian ekstra orang tua serta pendidik khususnya guru. (4) dapat menyelesaikan persoalan umat.Dalam menghadapi perkembangan budaya manusia dengan perkembangan IPTEK yang sangat pesat. Bukan IPTEK yang merusak alam semesta. yang kerap bersentuhan langsung dengan siswa. . perkembangan iptek telah memunculkan kesadaran yang kuat pada sebagian pelajar kita akan pentingnya memiliki keahlian dan keterampilan. Menurut Mehdi Ghulsyani (1995). (1) Kelompok yang menganggap IPTEK moderen bersifat netral dan berusaha melegitimasi hasilhasil IPTEK moderen dengan mencari ayat-ayat Al-Quran yang sesuai. Kebenaran IPTEK menurut Islam adalah sebanding dengan kemanfaatannya IPTEK itu sendiri. dalam rangka mengisi era milenium ketiga yang disebut sebagai era informasi dan era bio-teknologi. dan barang siapa ingin menguasai kedua-duanya juga harus dengan ilmu” (AlHadist). n. bahkan membawa manusia ketingkat yang lebih rendah martabatnya. Untuk kelompok ketiga ini memunculkan nama Al-Faruqi yang mengintrodusir istilah “islamisasi ilmu pengetahuan”. (2) dapat membantu umat merealisasikan tujuan-tujuannya (yang baik). Utamanya untuk menyongsong kehidupan masa depan yang lebih baik. tetapi berusaha juga mempelajari sejarah dan filsafat ilmu agar dapat menyaring elemen-elemen yang tidak islami. dalam menghadapi perkembangan IPTEK ilmuwan muslim dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok. barang siapa ingin menguasai akhirat dengan ilmu. Dari uraian di atas “hakekat” penyikapan IPTEK dalam kehidupan sehari-hari yang islami adalah memanfaatkan perkembangan IPTEK untuk meningkatkan martabat manusia dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah swt. Di sisi lain. Yang dikembangkan dalam budaya Islam adalah bentuk-bentuk IPTEK yang mampu mengantarkan manusia meningkatkan derajat spiritialitas. dengan tumbuhnya budaya kehidupan baru yang cenderung menjauh dari nilai-nilai spiritualitas. Dalam konsep Islam sesuatu hal dapat dikatakan mengandung kebenaran apabila ia mengandung manfaat dalam arti luas. IPTEK akan bermanfaat apabila (1) mendekatkan pada kebenaran Allah dan bukan menjauhkannya.

dalam bukunya Growing up Digital (1999). Penanaman kesadaran pentingnya nilai-nilai agama memberi jaminan kepada siswa akan kebahagiaan dan keselamatan hidup. berakhlak mulia. ada sepuluh ciri dari generasi 0 (zero). cakap. yang akan mengisi masa tersebut. cenderung inklusif. Ia menyimpulkan. telah melakukan survei terhadap para remaja di berbagai negara. Ini . bersikap lebih dewasa. peka dan kritis terutama pada informasi palsu. Sekaligus jadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Namun praktiknya. mandiri. investigative arahnya pada how use something as good as possible bukan how does it work. Sehingga tercapai keselarasan pemenuhan kebutuhan otak dan hati (kolbu). sehingga inovatif. proses dan hasil harus mempertimbangkan keseimbangan dan keserasian aspek pengembangan intelektual dan aspek spiritual (rohani). Untuk itu. berilmu. aspek spiritual seringkali hanya bertumpu pada peran guru agama. Amatilah pesta tahunan pasca ujian nasional. tapi dalam pembinaan siswa harus diakui guru faktor paling dominan. Ia ujung tombak dan garda terdepan. Tujuan pendidikan sebenarnya mengisyaratkan. para remaja umumnya memiliki pengetahuan memadai dan akses yang tak terbatas. serta cek ricek menjadi keharusan bagi mereka. 20 tahun 2003. bebas berekspresi. Sikap optimis terhadap keadaan sebagian pelajar ini tentu harus diimbangi dengan memberikan pemahaman. yang memberi pengaruh kuat pada pembentukan karakter siswa. Mereka pemikir cepat (fast thinker). Ciri-ciri itu. arti penting mengembangkan aspek spiritual keagamaan dan aspek pengendalian emosional. kreatif. tanpa memisahkan keduanya secara dikhotomis. Intinya. Bergaul sangat intensif lewat internet. hidup didasarkan pada perkembangan teknologi. tentang Sistem Pendidikan Nasional. Ini sebagaimana termaktub dalam Pasal 3 Undang-undang No. tidak menutup kemungkinan para siswa akan terhindar dari kemungkinan melakukan perilaku menyimpang. yang kerap dipertontonkan secara vulgar oleh sebagian para pelajar. Kepada guru harapan tercapainya tujuan pendidikan nasional disandarkan. Itulah salah satu contoh potret buram kondisi sebagian komunitas pelajar kita saat ini. bukan saja selama di dunia tapi juga kelak di akhirat.Don Tapscott. yang justru akan merugikan mas a depannya serta memperburuk citra kepelajarannya. sehat. para pelajar kita disiapkan agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kendati faktor lain ikut mempengaruhi. Jika hal itu dilakukan. komponen penting yang terlibat dalam pembinaan keimanan dan ketakwaan (imtak) serta akhlak siswa di sekolah adalah guru.

menyebabkan keinginan menyisipkan unsur imtak menjadi terabaikan. Pendekatannya adalah mencari kesesuaian penemuan ilmiah dengan ayat Quran. mereka mencari aman hanya mengajarkan apa yang menjadi tanggung jawabnya. mengintegrasikan unsur ‘imtaq’ pada mata ajar selain pendidikan agama adalah sesuatu yang mungkin. I’jazul Quran dipelopori Maurice Bucaille yang sempat “boom” dengan bukunya “La Bible.dirasakan cukup berat. Jujur saja guru umumnya takut salah jika berbicara masalah agama. Islamisasi IPTEK Sains adalah sarana pemecahan masalah mendasar setiap peradaban. sehingga pengembangan kedua aspek itu tidak berproses secara simultan. dan tak mempunyai batasan tentang hiburan. Dunia Islam mulai bangkit (kembali) memikirkan kedudukan sains dalam Islam pada dekade 70-an. o. target kurikulum yang menjadi beban setiap guru yang harus tuntas serta pemahaman yang berbeda dalam menyikapi muatan-muatan imtaq yang harus disampaikan. sesungguhnya telah digagas oleh pihak Departeman Pendidikan Nasional maupun Departemen Agama. le Coran et la Science” (edisi Indonesia: “Bibel. Kalaupun mereka ikut berperan di dalamnya. I’jazul Quran (mukjizat al-Quran). Secara umum. Maka kita bisa memahami mengapa di Jepang yang kabarnya sangat menghargai nilai waktu demikian pesat berkembang budaya “pachinko” dan game. Pada 1976 dilangsungkan seminar internasional pendidikan Islam di Jedah. Hal ini kemudian banyak dikritik. Tentu disebabkan mereka tak beriman akan kehidupan setelah mati. kewajiban menyampaikan kebenaran agama kewajiban setiap muslim yang mengaku beriman kepada Allah. Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan semakin ramai diseminarkan di tahun 80-an. Ilmuwan-ilmuwan muslim masih sulit menghasilkan teknologiteknologi eksak — apalagi non-eksak — untuk menopang kepentingan khusus umat Islam. Quran dan Sains Modern“). maka – secara umum — mereka tetap di bawah kendali pencetus sains tersebut. Upaya melibatkan semua guru mata ajar agar menyisipkan unsur keimanan dan ketakwaan (imtak) pada setiap pokok bahasan yang diajarkan. Sesungguhnya ia bukan sekadar tanggung jawab guru agama. tapi tanggung jawab semuanya. Kini umat Islam hanya sebagai konsumen sains yang ada sekarang. Survei membuktikan. dikenal 4 kategori pendekatan sains Islam: 1. lantaran penemuan ilmiah tidak dapat dijamin tidak akan . Memang tak ada sanksi apapun jika seorang guru selain guru agama tidak menyisipkan unsur imtaq pada pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Dalam kacamata Islam. Namun dalam praktiknya. Ia adalah ungkapan fisik dari world view di mana dia dilahirkan.

3. edisi Indonesia: “Masa Depan Islam”. Penggagas utamanya Ismail Raji al-Faruqi. Penguaasaan warisan Islam. dan ilmu politik.mengalami perubahan di masa depan. 4. ekonomi dan politik yang menguasai dunia. Penguasaan disiplin ilmu modern. Realisasi praktis islamisasi pengetahuan melalui: penulisan kembali disiplin ilmu modern ke dalam kerangka Islam dan menyebarkan pengetahuan Islam. Menggali epistimologi1 sains Islam (murni). 2.A. 5. Pencarian cara-cara untuk menciptakan perpaduan kreatif antara warisan Islam dan pengetahuan modern (melalui survey masalah umat Islam dan umat manusia seluruhnya). Islamization of Knowledge. 2. memasukkan Abdus Salam dan Habibie pada kelompok ini. 2. Pengarahan pemikiran Islam ke jalan yang menuntunnya menuju pemenuhan pola Ilahiyah dari Allah. 1987). Ide ini terutama pada proses pemanfaatan sains. Dipelopori oleh Ziauddin Sardar. untuk kemudian melahirkan text-book orisinil dari ilmuwan muslim. Epistimologi sains Islam murni digali dari pandangan dunia dunia Islam. Penentuan relevansi khusus Islam bagi setiap bidang pengetahuan modern. Ide Al-Faruqi ini mendapat dukungan yang besar sekali dan dialah yang mendorong pendirian International Institute of Islamic Thought (IIIT) di Washington (1981). Pustaka.” Ilmuwan Pakistan. 3. yang merupakan lembaga yang aktif menggulirkan program seputar Islamisasi pengetahuan. . dalam bukunya yang terkenal. 6. 1982. Sardar mengkritik ide Al-Faruqi dengan pemikiran: 1. Karena sains dan teknologilah yang menjaga struktur sosial. “sosiologi”. Z. Menganggap Quran sesuai dengan sesuatu yang masih bisa berubah berarti menganggap Quran juga bisa berubah. dalam bukunya: “Islamic Futures: “The Shape of Ideas to Come”” (1985). 4. Rencana Islamisasi pengetahuan al-Faruqi bertujuan: 1. Hasymi. dan dari sinilah dibangun teknologi dan peradaban Islam. Membangun sains pada pemerintahan Islami. Islamization Disciplines. Yakni membandingkan sains modern dan khazanah Islam. Tidak ada kegiatan manusia yang dibagi-bagi dalam kotak-kotak: “psikologi”. “Dalam lingkungan Islam pastilah sains tunduk pada tujuan mulia.

titik dari setiap pandangan dunia. (6) `Adl (keadilan) — semua sains bisa berpijak pada nilai ini: janganlah kebenciankamu terhadap suatu kaum membuat-mu berlaku tidak adil. (2) Khilafah — kami berada di bumi sebagai wakil Allah — segalanya sesuai keinginanNya. Menerima bagian-bagian disipliner pengetahuan yang dilahirkan dari epistimologi Barat berarti menganggap pandangan dunia Islam lebih rendah daripada peradaban Barat. tapi juga metafisme. semisal diuraikan Yusuf Qardhawi dalam “Sunnah dan Ilmu Pengetahuan”.3. Pokok pertanyaannya: “Apa yang dapat diketahui dan bagaimana kita mengetahuinya. 1Epistimologi: teori pengetahuan. karena kemunculan peradaban muslim yang mandiri di masa akan datang tergantung pada cara masyarakat muslim masa kini menangani hal ini. dan kebenaran itu dari-Nya. 1981. (3) Ibadah (pemujaan) — keseluruhan hidup manusia harus selaras dengan ridha Allah. (7) Istishlah (kepentingan umum). termasuk kepada hewan. Dalam seminar tentang “Pengetahuan dan Nilai-Nilai” di Stocholm. Keadilan yang menebarkan rahmatan lil alamin. (10) Dziya’ (pemborosan) — “Janganlah boros. Penemuan kembali sifat dan gaya sains Islam di zaman sekarang merupakan salah satu tantangan paling menarik dan penting. meskipun berwudhu dengan air laut”. dengan bantuan International Federation of Institutes of Advance Study (IFIAS). tidak serupa kaum Syu’aib yang memelopori akar sekularisme: “Apa hubungan sholat dan berat timbangan (dalam dagang)”. Pembatas: (8) Haram (dilarang). Sarana: (4) `Ilm — tidak menghentikan pencarian ilmu untuk hal-hal yang bersifat material. (9) Zhulm (melampaui batas). Al-Maidah 5 : 8). (Q. . Kesepuluh konsep ini adalah: Paradigma Dasar: (1) Tauhid — meyakini hanya ada 1 Tuhan.S. Penuntun: (5) Halal (diizinkan). dikemukakan 10 konsep Islam yang diharapkan dapat dipakai dalam meneliti sains modern dalam rangka membentuk cita-cita Muslim. misalnya: menajamkan pisau sembelihan.

Menganalisa kebutuhan sosial masyarakat muslim sendiri. Diharapkan. 2. Islam sangat menekankan umatnya untuk terus menuntut ilmu. . Kenyataannya. SMU: habitual dengan konsep dan ideologi. Seperti pada zaman sekarang. oleh dan untuk Barat. Setelah itu kewajiban kedua adalah mentransfer ilmu tersebut kepada generasi berikutnya. Seorang penyair besar Islam mengungkapkan bahwa kekuatan suatu bangsa berada pada ilmu. ada dua kesimpulan yang dapat kita ambil dari firman Allah swt tersebut. Allah mengajarkan kita dengan qalam – yang sering kita artikan dengan pena. Dalam ajaran Islam – baik dalam ayat Quran maupun hadits. Dalam surat Al-‘Alaq. anak anak yang dididik di sini. yaitu Pertama. Sardar mengajukan 2 pemikiran dasar: 1. Dalam surat Ar-Rahman. sudah siap bertarung secara ideologi. Kata Qalam tidak diletakkan dalam pengertian yang sempit. Dalam agama-agama lain selain Islam kita tidak akan menemukan bahwa wahyu pertama yang diturunkan adalah perintah untuk belajar. Dalam hal pendidikan. komputer dan segala perangkatnya termasuk internet bisa diartikan sebagai penafsiran kata qalam. berkenaan dengan penelitian yang dalam ayat tersebut digunakan kata qalam yang dapat kita artikan sebagai alat untuk mencatat dan meneliti yang nantinya akan menjadi warisan kita kepada generasi berikutnya. Teknologi ini dikembangkan dalam kerangka pandangan-dunia muslim.Dalam membangun dan mengejar perbaikan iptek dunia Islam. tetapi kekuatan dalam hal ilmu pengetahuan. Allah menjelaskan bahwa diri-Nya adalah pengajar (‘Allamahu al-Bayan) bagi umat Islam. Kita tahu bahwa ayat pertama yang diturunkan adalah Surat Al-‘Alaq yang memerintahan kita untuk membaca dan belajar. Orang yang tinggi di hadapan Allah swt adalah mereka yang berilmu. SMP: habitual dengan konsep. pada saat memasuki universitas. sangat tidak mudah bekerja di luar paradigma yang dominan. Peran Perguruan Tinggi Dalam Meningkatkan Keberadaban Islam Islam merupakan agama yang punya perhatian besar kepada ilmu pengetahuan. Akan tetapi sebenarnya kata qalam juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang yang dapat dipergunakan untuk mentransfer ilmu kepada orang lain. Namun paling tidak ada dua agenda praktis yang dapat dijadikan landasan: jangka pendek: membekali ilmuwan Islam dengan syakhshiyah Islamiyah. Secara umum garis besarnya berlandaskan: SD: habitual. lantaran kita masih terikat dan terdikte dengan disiplin-disiplin ilmu yang dicetuskan dari. dan jangka panjang: perumusan kurikulum pendidikan Islam yang holistik. Kedua. kita belajar dan mendapatkan ilmu yang sebanyak-banyaknya. Sehingga pada setiap zaman kata qalam dapat memiliki arti yang lebih banyak. dengan lahirnya banyak sekolah sekolah Islam. Bahkan sifat Allah swt adalah Dia memiliki ilmu yang Maha Mengetahui. dan dari sinilah dirancang teknologi yang sesuai. Allah swt memerintahkan kita agar menerangkan ilmu. Program perumusan kurikulum pendidikan Islam ini sudah mulai terlihat bentuknya di Indonesia. Saat ini kekuatan tidak bertumpu pada kekuatan fisik dan harta. bahwa ilmu pengetahuan paling tinggi nilainya melebihi hal-hal lain.

Bahkan menuntut ilmu itu dianggap sebagai ibadah yang utama. dan zakat. Sedangkan ilmu itu sendiri pasti sesuatu yang bermanfaat. Di zaman itu. karena imannya dan karena ketinggian ilmunya. Imam Ja’far AsShadiq pernah berkata: “Aku sangat senang dan sangat ingin agar orang-orang yang dekat denganku dan mencintaiku. Semua cabang ilmu pengetahuan waktu itu didominasi oleh Islam yang dibangun oleh para ilmuwan Islam pada zaman itu yang berawal dari kota Madinah. Sekarang tugas kita untuk mengembalikan masa kejayaan Islam seperti dulu melalui berbagai lembaga keilmuan yang ada di negara-negara Islam. Sehingga setiap orang baik pria maupun wanita bisa mengembangkan potensi yang diberikan oleh Allah swt kepada kita sehingga potensi itu berkembang dan sampai kepada kesempurnaan yang diharapkan. hal itu karena faktor-faktor lain yang mempengaruhinya. Spanyol. Iran. 3. dan juga tidak mengenal gender. puasa.Dalam sebuah hadits. Bukan karena jabatan atau hartanya. Karena menuntut ilmu sangat bermanfaat dan setiap ilmu pasti bemanfaat. dan supaya ada di atas kepala mereka cambuk yang siap mencambuknya ketika ia bermalas-malasan untuk menuntut ilmu agama”. Dalam AlQuran sudah dijelaskan bahwa orang yang mulia di sisi Allah hanya karena dua hal. Itulah zaman yang kita kenal dengan zaman keemasan Islam. Perpaduan antara ilmu pengetahuan dan iman akan menghasilkan peradaban yang baik yang disebut dengan AlMadinah al-Fadhilah. Saya cukup apresiatif dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang mengintegrasikan antara ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama. Hal itu juga yang kami lakukan di negara kami. Bahkan Eropa pun seolah-olah tidak berdaya menghadapi kemajuan Islam terutama di bidang IPTEK. Walaupun pada akhirnya kejayaan Islam masa Dinasti Abbasiyah telah berakhir dan hanya menjadi kenagngan manis belaka kita sebagai . Tidak bisa dipisahkan antara keduanya. Nabi Muhammad saw menganjurkan kita untuk menuntut ilmu sampai ke liang lahat. Dalam menuntut ilmu tidak mengenal waktu. Karena itu dapat kita ambil kesimpulan bawa ilmu pengetahuan harus disandingkan dengan iman. Karena itulah. Ibadah tidak terbatas kepada masalah shalat. Itu semua karena ajaran agama Islam yang menekankan kewajiban menuntut ilmu tanpa mengenal gender. Pria dan wanita punya kesempatan yang sama untuk menuntut ilmu. Kalau kita dapati ilmu yang tidak bermanfaat. Alhamdulillah saya melihat di negara Indonesia kaum pria dan wanita punya kesempatan yang sama dalam menuntut ilmu. karena dengan ilmulah kita bisa melaksanakan ibadah-ibadah yang lainnya dengan benar. walaupun setelah itu Islam mengalami kemunduran. Tidak ada Nabi lain yang begitu besar perhatian dan penekanannya pada kewajiban menuntut ilmu sedetail nabi Muhammad saw. di mana negara-negara di Eropa belum ada yang membangun perguruan tinggi. negara-negara Islam telah banyak membangun pusatpusat studi pengetahun. haji. Penutup Kejayaan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah mencerminkan bahwa Islam adalah agama yang luar biasa. Maka bukan hal yang asing jika waktu itu kita mendengar bahwa Islam memegang peradaban penting dalam ilmu pengetahuan. mereka dapat belajar agama. Sehingga generasi Islam mendatang pada masa yang sama. Cordova dan negara-negara lainnya. agama menganggap bahwa menuntut ilmu itu termasuk bagian dari ibadah. mereka ahli dalam ilmu pengatahuan dan ahli dalam bidang agama.

ac. Diantara penyikapan terhadap kemajuan IPTEK masa terdapat tiga kelompok yaitu: (1) Kelompok yang menganggap IPTEK moderen bersifat netral dan berusaha melegitimasi hasil-hasil IPTEK moderen dengan mencari ayat-ayat Al-Quran yang sesuai.www.harunyahya.Sejarah Kejayaan Islam.umj.id .www.multiply. Tarmizi. Y. .Uli dan Rio L.com .Kegemilangan IPTEK di Masa Khilafah Abbasiyah.Proletar: Masa Kejayaan Islam Pertama. Prof.http://hidayatulloh.republika.http://ahmadsamantho. tetapi berusaha juga mempelajari sejarah dan filsafat ilmu agar dapat menyaring elemen-elemen yang tidak islami. Apakah kita sanggup atau tidak menghadapi tantangan ini tergantung pada kesiapan pribadi masingmasing .wordpress.Hafidz.com .id .com .republika. Harun. Daftar Pustaka .Umatan Wasathan.net .Mustafawi.Taher.mailarchive.id . Nadri. http://sobatmuda. http://www.wordpress.Dr.Samantho.com . www.com .Peran Perguruan Tinggi Dalam Meningkatkan Keberadaan Islam.swaramuslim.Sa’aduddin. (2) Kelompok yang bekerja dengan IPTEK moderen.www.gaulislam.Farhana.generasi penerus harus senantiasa berusaha untuk menjadi generasi yang pantang menyerah apalagi di zaman serba modern ini kemajuan IPTEK semakin sulit untuk dibendung.Yahya.Dulu Islam Pernah Berjaya. O. Kemajuan IPTEK merupakan tantangan yang besar bagi kita.co.IPTEK dari Sudut Pandang Islam.co.Dinamika Madinatus Salam. Media ilmu.www.Kebangkitan dan Kemajuan. (3) Kelompok yang percaya adanya IPTEK Islam dan berusaha membangunnya.com . http://ahmadsamantho.com/2009/02/19/islam-dan-barat-benturan-budayayang-tak-kunjung-usai/#more-1856 .Agar Umat Islam Mandiri.Peradaban Islam Masa Dinasti Abbasiyah.www. Islam: Agama yang Berkembang Paling Pesat di Eropa. Ayatulloh Sayyid Hasan Sadat.Ahmad.Solihin.