P. 1
Klasifikasi Elektroda Las Smaw

Klasifikasi Elektroda Las Smaw

|Views: 814|Likes:
Published by Andrico Saputra

More info:

Published by: Andrico Saputra on May 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2013

pdf

text

original

Klasifikasi Elektroda las smaw

Elektroda baja lunak dan baja paduan rendah untuk las busur listrik manurut klasifikasi AWS (American Welding Society) dinyatakan dengan tanda E XXXX yang artInya sebagai berikut : E menyatakan elaktroda busur listrik XX (dua angka) sesudah E menyatakan kekuatan tarik deposit las dalam ribuan Ib/in2 lihat table. X (angka ketiga) menyatakan posisi pangelasan. angka 1 untuk pengelasan segala posisi. angka 2 untuk pengelasan posisi datar di bawah tangan X (angka keempat) menyataken jenis selaput dan jenis arus yang cocok dipakai untuk pengelasan lihat table. Contoh : E 6013 Artinya: Kekuatan tarik minimum den deposit las adalah 60.000 Ib/in2 atau 42 kg/mm2 Dapat dipakai untuk pengelasan segala posisi Jenis selaput elektroda Rutil-Kalium dan pengelasan dengan arus AC atau DC + atau DC Elektroda Baja Lunak Macam-macam jenis elektroda baja lunak perbedaannya hanyalah pada jenis selaputnya. Sedang kan kawat intinya sama.

1. E 6010 dan E 6011 Elektroda ini adalah jenis elektroda selaput selulosa yang dapat dipakai untuk pengelesan dengan penembusan yang dalam. Pengelasan dapat pada segala posisi dan terak yang tipis dapat dengan mudah dibersihkan. Deposit las biasanya mempunyai sifat sifat mekanik yang baik dan dapat dipakai untuk pekerjaan dengan pengujian Radiografi. Selaput selulosa dengan kebasahan 5% pada waktu pengelasan akan menghasilkan gas pelindung. E 6011 mengandung Kalium untuk mambantu menstabilkan busur listrik bila dipakai arus AC. 2. E 6012 dan E 6013 Kedua elektroda ini termasuk jenis selaput rutil yang dapat manghasilkan penembusan sedang. Keduanya dapat dipakai untuk pengelasan segala posisi, tetapi kebanyakan jenis E 6013 sangat baik untuk posisi pengelesan tegak arah ke bawah. Jenis E 6012 umumnya dapat dipakai pada ampere yang relatif lebih tinggi dari E 6013. E 6013 yang mengandung lebih benyak Kalium memudahkan pemakaian pada voltage mesin yang rendah. Elektroda dengan diameter kecil kebanyakan dipakai untuk pangelasan pelat tipis. 3. E 6020 Elektroda jenis ini dapat menghasilkan penembusan las sedang dan teraknya mudah dilepas dari lapisan las. Selaput elektroda terutama mengandung oksida besi dan mangan. Cairan terak yang terlalu cair dan mudah mengalir menyulitkan pada pengelasan dengan posisi lain dari pada bawah tangan atau datar pada las sudut. WELDING

Menurut AWS (American Welding Society) elektrode diklasifikasikan menggunakan kode: E xxxx . tiga digit menunjukan kuat tarik lebih dari 100. Lapisan elektroda ini merupakan campuran kimia yang komposisinya sesuai dengan kebutuhan pengelasan. yang berfungsi sebagai pembentuk gas yang melindungi cairan logam dari kontaminasi udara sekelilingnya.000 psi.000 psi atau setara dengan 42kg/mm2. Contoh: E6013 artinya mempunyai kuat tarik 60.000 psi sedangkan dua digit menunjukan kuat tarik hasil lasan kurang ari 100. Welding atau pengelasan adalah cara meyambung logam dengan cara mencairkan logam didaerah yang akan di sambung. Las smaw# Gmaw# fcaw oaw# saw # Elektroda las Sebagian besar elektroda las SMAW dilapisi oleh lapisan flux.selain itu flux berguna juga untuk membentuk terak las yang berfungsi melindungi cairan las dari udara sekelilingnya.000 psi (70 kg/mm2) . Energy untuk mencairkan logam di dapat dari flame (nyala api) atau daribusur listrik (electrical arc). dua digit pertama menunjukan kuat tarik hasil las. pada umumnya di lakukan dengan menambahkan logampengisi (filler metal). Sedangkan angka digit ketiga atau keempat bagi yang kuat tariknya lebih besar dari 100.

Self Shielded Flux Cored Arc Welding Elektroda EX1T-8 adalah elektroda FCAW-SS (Lincoln Innershield) untuk pengelasan carbon steel dan low alloy steel yang mendapat perhatian besar dari beberapa perusahaan. Elektroda EX0T-1 didisain hanya untuk mengelas pada posisi datar dan horizontal saja. Pengelasan semua posisi dilakukan dengan elektroda diameter 5/64 inch atau lebih kecil. Elektroda T-1 memiliki sifat-sifat pengelasan bagus.Gas Shielded Flux Cored Arc Welding Elektroda FCAW-G dapat digunakan untuk mengelas carbon steel. Elektroda tipe T-2 dirancang untuk pengelasan single pass pada logam-logam berkarat. sementara elektroda dengan ukuran lebih besar hanya digunakan untuk pengelasan posisi datar dan horizontal saja. Pada umumnya aluminum dipakai sebagai denitrifyng las. T-2 (single pass welding) dan T-5 (basic slag). elektroda ini juga mempunyai sifat-sifat pengelasan lebih buruk dibandingkan dengan elektroda T-1. Elektroda tipe T-1 bisa digunakan baik dengan gas pelindung CO2 ataupun campuran argon-CO2. Meskipun demikian. Pada pengelasan carbon steel dan low alloy steel. sehingga menimbulkan masalah retak ketika sedang dilas atau pada kondisi pemakaian sour service. sehingga elektroda T-5 menjadi jarang dipakai lagi. tetapi acid slag tidak membantu menjaga logam las menjadi rendah hydrogen kecuali bila dibuat secara khusus. meskipun logam las mempunyai unsur Mn dan Si sedikit lebih tinggi. Elektroda T-1 akan memiliki busur lebih halus dan percikan las lebih sedikit bila menggunakan gas pelindung argon-CO2. dan ini adalah yang paling banyak tersedia dari jenis T-1. Elektroda-elektroda ini digunakan dengan berbagai diameter mulai dari 0. dan mempunyai deoxidizer Mn dan Si lebih tinggi.3. Pengelasan posisi vertikal umumnya dikerjakan dengan arah las naik. elektroda berinti flux yang banyak dipakai adalah dari jenis T-1 (acid slag). . Elektroda ini bisa dipakai untuk pengelasan semua posisi.068 hingga 3/32 inch. elektroda-elektroda yang digunakan pada pengelasan FCAW dibicarakan pada pasal 1. karena deposit las dengan kandungan aluminum hingga 1% dianggap tidak berbahaya. Las turun umumnya tidak dilakukan kecuali bila menggunakan elektroda khusus yang dirancang untuk pengelasan pipe line. Berpedoman pada AWS. Elektroda T-2 ini jangan sekali-kali digunakan untuk pengelasan multipass karena peningkatan unsur Mn dan Si menyebabkan tensile strength logam las yang tidak terlarut akan bertambah besar (lebih dari 100 ksi). Saat ini elektroda T-1 terbaru sudah dikembangkan yang menggabungkan dua jenis elektroda yang paling baik. Elektroda tipe T-5 mempunyai basic slag dengan kandungan hydrogen logam las lebih rendah dan memperbesar impact properties dan daya tahan terhadap retak yang memuaskan. Hanya sejumlah tertentu elektroda berinti flux yang memenuhi syarat low hydrogen (kurang dari 10 ml/100 g logam las). Elektroda EX1T-1 dibuat untuk pengelasan semua posisi dengan diameter hingga 1/16 inch. Elektroda self-shielded mempunyai denitrifiers guna menghindarkan porosity karena tangkapan nitrogen selama proses pengelasan. notch toughness bagus dan pada umumnya mempunyai kandungan hydrogen rendah (kurang dari 10 ml/100 logam las).3. low alloy steel dan stainless steel.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->