1

DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN SAINS

TUGAS

Disusun sebagai Salah Satu Tugas Mata Kuliah Landasan TIK dalam Pendidikan Sains

MAGISTER PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS JAMBI MEI, 2012

pengelolaan. Seiring dengan perkembangan TIK ini telah membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di segala aspek kehidupan. kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Kemudian juga bermunculan website khusus untuk pelajaran sains seperti chem-is-try. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasarkan teknologi elektronika digital. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20.org. serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Tambahan lagi. mulai dari e-book.1 Latar Belakang Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan. 2008). 2003 dalam Webb. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini. manipulasi. termasuk salah satunya bidang pendidikan sains. mengambil dan menganalisa data secara otomatis dan mampu mengakses dan mengkomunikasikan informasi ilmiah dan keahlian tinggi. Memberikan banyak kemudahan. Studi kasus di seluruh dunia telah menunjukkan bahwa TI dapat memungkinkan praktek kelas inovatif dalam belajar sains (Kosma. phEt. dan sebagainya. pemodelan proses ilmiah. e-education. pemindahan informasi antar media. laboratorium virtual.2 BAB I PENDAHULUAN 1. e-laboratory. Khusus dalam bidang teknologi informasi . e-library. e-learning. Baru-baru ini diluar dugaan teknologi komputer untuk belajar sains berbasis teknologi telah meningkat tajam. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e. dan berbagai software komputer yang digunakan untuk pendukung pembuatan media pembelajaran. Potensi untuk mendukung dan memungkinkan belajar melalui eksplorasi simulasi fenomena ilmiah. karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.

Namun demikian. 1. Menganalisis dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains.3 sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Apa solusi yang tepat untuk menghadapi dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 1.2. 3. 4. di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.3 Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah: 1. Apa dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 4. Menganalisis dampak positif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains. 2. Bagaimana pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 2. Apa dampak positif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 3. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut: 1. Menjelaskan pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains. . walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif. Memberikan solusi yang tepat untuk menghadapi dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains.

Pendidikan Sains dan Pemanfaatan TIK Sains adalah pengetahuan yang mempelajari. serta statistika dan matematika. dan meningkatkan efisiensi sistem pendidikan. Sampai tahun ini. di dalam e-learning ada course-course atau kursus online untuk mata kuliah tertentu. Fisika.1. dan menginvestigasi fenomena alam dengan segala aspeknya yang bersifat empiris. astronomi. dan Direktorat Pendidikan sedang mengembangkan e-learning program yang disebut “e-dukasi”. Elektronika. Penggunaan TIK dalam pendidikan sains saat ini tengah mengalami perkembangan yang amat pesat. Biologi. dan Teknologi Informasi. Dengan menggunakan metode ilmiah. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan termasuk pendidikan sains. . Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Menengah. berbagai upaya untuk menggunakan TIK dalam pendidikan antara lain: 1. fisika.4 BAB II PEMBAHASAN 2. Sains dapat disebut sebagai proses atau metode dan produk. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah dan tingkat sekolah kejuruan melalui penggunaan internet. bahan pembelajaran sedang dikembangkan untuk mata pelajaran berikut: Matematika. sains meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan dan pengalaman belajar tentang ilmu-ilmu alam seperti kimia. E-learning Mulai dari tahun 2002. Dimana dosen dan murid tidak tatap muka atau menerapkan distance learning. menjelaskan. Misalnya saja di UPI. pemerintah Indonesia telah menggunakan TIK untuk memperluas kesempatan pendidikan. 2. Pada tahap awal ini. Kursus Online Beberapa perguruan tinggi telah memberikan kuliah melalui internet untuk beberapa kursus. untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan. Dalam pendidikan. biologi. Kimia.

Ini adalah bahan pembelajaran interaktif dimana siswa dapat belajar pada / dirinya sendiri dengan sedikit bantuan dari guru / dosen. Universitas Muhammaddiyah Malang dan The Central Bank Data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Lembaga Penelitian ITB. yang Pasca Sarjana Studi Perpustakaan ITB. Jenis penggunaan IT yang telah terbukti untuk memungkinkan belajar sains meliputi simulasi. Joint Research Sebagai media yang menyediakan untuk kolaborasi melalui penggunaan teknologi informasi. . Bukti bagaimana aplikasi ini dapat meningkatkan pembelajaran seperti. pemodelan dan data logging. Sedangkan menurut Mary (2008). 5. Universitas Indonesia Timur Pembangunan proyek (dalam proyek CIDA). Indonesia Digital Library Network ini dimaksudkan untuk mendukung upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi. ada jaringan perpustakaan elektronik yang disebut Bahasa Indonesia Digital Library Network yang merupakan jaringan perpustakaan elektronik dari perpustakaan pusat ITB (Digital Library). authoring multimedia dan video. Tutorial Online Salah satu penggunaan teknologi informasi untuk pendidikan di pendidikan tinggi adalah untuk tujuan tutorial lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh. Jakarta.5 3. penelitian bersama program telah dilakukan. 4. untuk meningkatkan pertukaran informasi antar lembaga pendidikan tinggi dan lembaga-lembaga penelitian di Indonesia. Perpustakaan Elektronik Saat ini. 6. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) telah mengembangkan instruksi dibantu komputer bahan belajar untuk berbagai subject matter dan kursus. pencarian di web dan proyek penelitian siswa telah diteliti tapi potensialnya untuk mendukung pembelajaran sains juga akan dieksplorasi. Universitas Brawijaya Malang Central Library. Computer Assisted Instruction (CAI) Ini adalah off-line program instruksi sehingga tidak tergantung pada akses ke internet.

2. Dampak positif Menurut Newhouse (2002) apabila kita berbicara masalah dampak TIK dalam pendidikan maka ada beberapa hal yang ditinjau yakni: dampak terhadap proses pembelajaran. dan dampak terhadap lingkungan belajar. 3) Pemodelan dan visualisasi dapat digunakan . Demikian juga dalam pendidikan sains. dampak terhadap guru dan aspek pedagoginya. dan sumber-sumber rujukan dari internet yang mengantarkan mereka menjadi sukses baik di sekolah maupun di tempat bekerja. Melalui pemanfaatan TIK. dampak terhadap proses pembelajaran. Menurut Mork di dalam disertasinya. Dalam makalah ini. serta dampak terhadap siswa. dampak terhadap kurikulum. Siswa melalui TIK mampu belajar bagaimana menemukan data. TIK memainkan peranan yang sangat penting dalam mengelola pendidikan sains menjadi lebih relevan.6 2. 2005). Salah satu keampuhan TIK dalam mengantarkan kesuksesan seorang siswa terkait dalam pelajaran sains adalah bahwa TIK mampu merangsang aspek teoritis dan praktikal dalam pengajaran dan pembelajaran sains (Mork. siswa mampu melakukan sebuah pengembangan sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. Secara umum dapat dikatakan bahwa penerapan TIK dalam pendidikan sains memiliki pengaruh yang sangat positif. dan mampu memberikan motivasi terhadap siswa. 2) Kurikulum dapat dipusatkan pada permasalahan otentik. paralel dengan kehidupan nyata. dan mampu mencapai hasil belajar melewati kurikulumnya pada tingkat yang lebih tinggi (Newhouse. setidaknya penulis menguraikan tiga hal secara singkat tentang dampak dampak terhadap siswa dan implikasinya terhadap guru. 2002). memiliki daya tarik. TIK juga menawarkan sebuah peluang untuk menghubungkan jurang pemisah antara masyarakat umum dan kalangan akademisi. dampak terhadap lingkungan belajar. penulis berpendapat bahwa harus ada kajian yang lebih rinci tentang dampak pemanfaatan TIK pada masing-masing aspek tinjauan di atas. dampak terhadap sekolah dan sistem pendidikan. kehadiran TIK mampu memunculkan dampak positif yakni: 1) Sistem pembelajaran yang kompleks dapat disimulasikan. menginterpretasikan sebuah model. siswa menjadi lebih tertarik terhadap proses pembelajaran yang mereka miliki.

pemanfaatan TIK juga mendorong sebuah lingkungan yang berpusat pada pengetahuan (knowledgecentred). 4) topic-topik kontroversial dapat didiskusikan dengan para ahlinya di luar ruang kelas (Dede. Selain itu. Dalam penggunaan TIK. TIK tetap dipandang bukan untuk sebuah revolusi pembelajaran dan pengajaran (Punie. dimana siswa sebagai pusat pembelajaran. 2002. 1991. 2004). TIK digunakan sebagai alat untuk mendukung dan meningkatkan eksistensi proses pembelajaran serta mendukung administrasinya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan TIK ternyata memberikan efek positif sebagai berikut :  Investigasi secara nyata dalam membangun pengetahuan  Meningkatkan keaktifan belajar dan penilaian otentik  Memotivasi dan menantang siswa untuk memiliki ketertarikan  Menyediakan media untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas siswa  Menyediakan sarana pendukung untuk berpikir lebih tinggi  Meningkatkan independensi siswa  Meningkatkan kolaborasi dan kerja sama  Pembelajaran yang sesuai dengan siswa  Menyelesaikan persoalan ketidakmampuan fisik Ada beberapa pembuktian yang telah dilakukan bahwa pencapaian pendidikan di Eropa secara positif disebabkan oleh pemanfaatan TIK. 2008). 1995. Schofield. Jorde. 1984. & Wilson. Rieber. lingkungan belajar lebih terkesan sebagai “learner-centred”.7 untuk menjembatani antara pengalaman dan abstraksi. tetapi kesimpulan ini tidak hanya di dalam ruang lingkup penggunaan di sekolah. Masing-masing punya akses yang sama terhadap ilmu pengetahuan . disebut “teacher-centred”. 2000. Crosier. Penggunaan TIK juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif. Cobb. Hal ini juga tergantung bagaimana TIK dikelola dan digunakan di dalam institusi pendidikan. Lebih lanjut Mork menuliskan bahwa gagasan penggunaan TIK mampu meningkatkan motivasi belajar siswa (Campbell.2003). Strømme. Proses pembelajaran konvensional umumnya lebih mengarahkan kepada lingkungan dimana guru sebagai pusat lingkungan.

dan 4) Memfasilitasi koleksi data dan presentasi data tersebut. mengarahkan . Secara khusus. Watson juga menyediakan bukti bahwa siswa dengan menggunakan TIK akan melewatkan waktu lebih banyak dalam tugas pelajaran. Berkaitan dengan pendidikan sains.8 sehingga tidak ada hal-hal yang ditutup-tutupi atau tidak diajarkan. termasuk di dalamnya pembelajaran Berbasis Sumber atau Resource Based Learning (RBL) dimana pembelajaran ini memerlukan aset pendukung TIK. sehingga siswa dapat menghubungkan sains dengan pengalaman pribadi dan pengalaman nyata mereka. McFarlane and Friedler (1998) juga memperlihatkan bukti yang jelas peningkatan proses pembelajaran menggunakan logging data. Pada tahun 1993. Ada perubahan dalam perilaku dan motivasi siswa dalam belajar serta peningkatan dalam hal ketertarikan dan kecenderungan menikmati aktivitas belajarnya. yakni adanya kerja sama dan kooperasi (Newhouse. Implementasi teknologi yang didukung oleh inquiry-kolaboratif mendorong guru sains untuk mendesain pendidikan sebagai suatu sistem terpadu yang menyediakan sejumlah peralatan relevan kepada siswa. mata pelajaran sains secara ekstrim memperoleh dampak positif dari kehadiran RBL yang berkaitan dengan penggunaan TIK. disebutkan secara detail bahwa Watson et al (1993) menyatakan penelitiannya tentang dampak TIK terhadap prestasi siswa mata pelajaran sains (di antara mata pelajaran lain). TIK juga menawarkan sebuah lingkungan belajar yang berpusat pada penilaian dan berpusat pada komunitas. sehingga guru leluasa memusatkan perhatian pada hal-hal yang mendukung pembelajaran dan pembelajaran untuk memampukan para siswa. Dari hasil tinjauan literatur oleh La Velle et al (2002). Adanya peningkatan penggunaan TIK telah memperkenalkan sebuah pendekatan pedagogi yang baru. termasuk sains. sehingga dapat membantu siswa dalam memahami dan menginterpretasikan data tersebut. 3) Meningkatkan manajemen diri siswa serta memampukan mereka untuk melacak tingkat kemajuan belajar. Morrison et al juga menunjukkan bukti adanya peningkatan prestasi bagi siswa yang menggunakan laptop selama setahun pada semua kurikulum. secara khusus Mary (2008) menyatakan bahwa lingkungan belajar sains yang diperkaya dengan TIK mampu: 1) Meningkatkan perkembangan aspek kognitif. 2002). 2) Memampukan pengalaman secara lebih luas.

9 mereka untuk berkolaborasi secara efektif. Salah satu contoh kekurangan produk hasil TIK. Sehingga untuk itu peran orang tua sangatlah penting untuk mengawasi anak-anaknya. seperti pornografi yang sangat mudah di akses yang berefek buruk bagi anak dibawah umur ataupun bagi yang sudah dewasa sekalipun.3. Banyak dari para siswa yang menyalahgunakan kecanggihannya untuk hal-hal yang tidak semestinya. 2. menyebabkan terciptanya individu yang bersifat individual karena sistem pembelajaran dapat dilakukan dengan hanya seorang diri. Perkembangan TIK tidak terlepas dari perkembangan ilmu fisika dan kimia. Prinsip-prinsip teknologi selelu mementingkan ilmu fisika dalam perkembangannya. Dampak negatif Namun dibalik dari kecanggihan ICT saat ini. serta hakikat manusia yang utama yaitu sebagai makhluk sosial akan musnah. adalah pada e-learning. Sebagaimana kita ketahui bahwa teknologi informasi dan komunikasi berkembang dari adanya penelitian dan pengembangan ilmu-ilmu sains secara berkelanjutan dan terpadu. dan kemungkinan etika dan disiplin peserta didik susah atau sulit untuk diawasi dan dibina sehungga lambat laun kualitas etika dan manusia khusunya para peserta didik akan menurun drastis. siswa akan semakin terpacu dan melihat dari dekat aplikasi sains yang dipelajarinya (khususnya kimia dan fisika). memiliki dampak yang negatif selain dampak positif seperti diatas.meski tidak semua siswa berbuat demikian. 2010). di khawatirkan pelajar bukannya benar-benar memanfaatkan TIK dengan optimal malah mengakses halhal yang tidak baik. dan meningkatkan secara epistemologi tingkat dan cara bekerja denganilmu pengetahuan (Givannini et al. Hal . Dengan mendekatkan TIK dalam pendidikan sains. elearning dapat menyebabkan pengalih fungsian guru yang mengakibatkan guru jadi tersingkirkan. Kemudian karena seringnya mengakses internet.Dan banyak dari mereka yang sampai lupa waktu karena asyik memanfaatkan kecanggihannya. termasuk kimia sebagai bahan utama pada perangkatperangkat teknologi tinggi. Inilah yang menjadikan penggunaan TIK dalam pendidikan sains menjadi lebih menarik dibandingkan dengan penggunaannya di dalam bidang ilmu non-eksakta (sosial).

Apabila suatu dampak yang sebelumnya dipandang negatif. Akan tetapi jika dikelola dengan baik. siswa mampu belajar di luar keahlian dan kemampuan guru. sebagaimana disebutkan Newhouse (2002) bahwa dengan penggunaan TIK. Beberapa pendapat juga menyatakan bahwa kedekatan siswa dengan dunia TIK. sejumlah orang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan dan mengorganisir berbagai informasi yang ada. Apabila penataan regulasi yang berlaku terkait dunia internet dapat ditingkatkan lagi maka hal ini dapat dihindari. Selain itu dengan adanya dampak negatif yang „diduga‟ muncul dalam pemanfaatan TIK.10 lain misalnya kecanduan : asik berinternet (biasanya menggunakan fasilitas social networking / game online ) sehingga lupa waktu dan berakibat buruk bagi kehidupannya. Dampak negatif yang diianggap berimplikasi terhadap kepercayaan diri guru.kemudian ada istilah Cyber-relational addiction adalah keterlibatan yang berlebihan pada hubungan yang terjalin melalui internet (seperti melalui chat room dan virtual affairs) sampai kehilangan kontak dengan hubungan-hubungan yang ada dalam dunia nyata. Langkah yang tepat diambil adalah dengan meningkatkan kesadaran dari semua pihak untuk menjaga peluangpeluang negatif tidak terjadi. Dalam kondisi ini siswa dapat saja melebihi wawasan guru apabila guru tersebut tidak mampu mengimbanginya dengan hal yang serupa. Dengan demikian. menurut penulis dampak negatif tersebut terjadi karena kesalahan pengguna dalam memanfaatkan sebuah peluang menjadi berdampak negatif. terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut. sebenarnya ini adalah potensi positif untuk menjadikan proses pembelajaran menjadi dinamis. maka perlu diantisipasi melalui pengelolaan penggunaan TIK secara baik. Kemudian bisa membuat seseorang kecanduan. apabila diantisipasi dengan baik maka akan melahirkan potensi positif bahkan dapat dikategorikan sebagai dampak positif. khususnya internet akan menjadikan mereka banyak meluangkan waktu di dunia internet dengan bermain „game‟ atau terkadang mengakses konten-konten negatif. Kemudian dikenal pula Information overload. . Karena menemukan informasi yang tidak habis-habisnya yang tersedia di internet. Hal-hal tersebut sangat menghambat berkembanganya pendidikan dalam TIK.

maka kita akan ketinggalan banyak informasi yang sekarang ini informasi-informasi tersebut paling banyak ada di internet. Kita harus mempertimbangkan kebutuhan kita terhadap teknologi. 2. 2005). Pihak-pihak pengajar baik orang tua maupun guru. khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pemakaian. 4. (Mork. berikut ada beberapa metoda pemecahan masalah agar dampak negatif dari TIK dapat tertanggulangi. 3. namun juga masih berkunjung ke perpustakaan. akses yang memadai terhadap software pendidikan. Tidak menjadikan TIK sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran. 1. Solusi dampak negatif Agar penggunaan TIK dalam pendidikan lebih optimal dan di jalankan dengan baik dan benar. pembelajaran dengan TIK. infrastruktur. Analisis untung ruginya . solusinya adalah kita jangan sampai mengatakan tidak pada teknologi (say no to technology) karena jika kita berbuat demikian. serta kelemahan guru dalam melaksanakan pendidikan berbasis TIK.4. Jadi. memberikan pengajaran-pengajaran etika dalam ber-TIK agar TIK dapat dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan etika. misalnya kita tidak hanya mendownload e-book. Beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam hal mengimplementasikan penggunaan TIK antara lain: kurang lengkapnya hardware.11 Dampak negatif lain juga timbul akibat penggunaan TIK kurang terimplementasi dengan baik. 2. tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak. mempertimbangkan baik-buruknya teknologi tersebut dan tetap menggunakan etika. Mempertimbangkan pemakaian TIK dalam pendidikan. juga tidak lupa jangan terlalu berlebihan agar kita tidak kecanduan denagn teknologi. tidak hanya berkunjung ke digital library. Pemerintah sebagai pengendali sistem-sistem informasi seharusnya lebih peka dan menyaring apa-apa saja yang dapat di akses oleh para pelajar dan seluruh rakyat Indonesia di dunia maya.

Penulis menyarankan kepada para pengajar sains agar senantiasa melakukan proses perbaikan dan pengelolaan yang mantap di dalam menggunakan TIK sehingga dampak positifnya dapat diraih.12 BAB III PENUTUP Pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains dewasa ini tidak dapat dihindarkan lagi untuk mengikuti perkembangan global. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh peneliti pendidikan sains menunjukkan bahwa TIK memiliki dampak positif terhadap pendidikan sains. tergantung pola pengelolaan pada saat penggunaannya. Beberapa sumber menyebutkan bahwa TIK memiliki dampak negatif terhadap pendidikan sains yang sebenarnya dapat diarahkan menjadi dampak yang positif. Meskipun sebagian menyatakan ketidakyakinannya tentang dampak ini. .

. Design and Implementation of the Web-Based Viten Program Radioactivity.upi.13 DAFTAR PUSTAKA Giovannini. Maria Lucia. “Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information Communication Technology)” Zulfa. 2006. A Framework to Articulate the Impact of ICT on Learning in Schools. Perth. Western Australia. Lakkala. http://izulfa.blog. Mork.. Sibylle. Knowledge transformation through ICT in science education: A case study in teacherdriven curriculum development. Sonja M. Angela. Specialist Educational Services. Indana.elearningpapers. Raymond. Graduate School of Education. 2002.. URL: http://www. Dampak TIK Terhadap Pendidikan. 2010. 2002. Punie.edu/2010/dampak-tik-terhadap-pendidikan/ (01 Mei 2012) . October 2006. Minna. 2010. Marcelino. Yves. McFarlane. Working Paper prepared for DG EAC. Moebius.. PUSTEKKOM. Pembelajaran Sains Di Sekolah Diakses http://cobaberbagi.. DJudin. 2008. Tomo. Paul.eu (Diakses 01 Mei 2012)..wordpress. Márta.. Cyrille. Simonnot. Dieter. Newhouse... Brigitte. Traina. Fostering the Use of ICT in Pedagogical Practices in Science Education. Cabrera.com/category/menyusuri-pembelajaran-sains/ (01 Mei 2012) La Velle. 2005. University of Bristol. Linda B. Luxembourg: Office for Official Publications of the European Communities. A Review of the Impact of ICT on Learning. Hunya. Zinnbauer. Ivan. Richard. Brawn.. University of Oslo Dissertation.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.