1

DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN SAINS

TUGAS

Disusun sebagai Salah Satu Tugas Mata Kuliah Landasan TIK dalam Pendidikan Sains

MAGISTER PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS JAMBI MEI, 2012

karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasarkan teknologi elektronika digital. mulai dari e-book. termasuk salah satunya bidang pendidikan sains. laboratorium virtual. Khusus dalam bidang teknologi informasi . Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. mengambil dan menganalisa data secara otomatis dan mampu mengakses dan mengkomunikasikan informasi ilmiah dan keahlian tinggi. phEt. e-laboratory. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. 2008). Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya. manipulasi. e-education. Seiring dengan perkembangan TIK ini telah membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di segala aspek kehidupan. Kemudian juga bermunculan website khusus untuk pelajaran sains seperti chem-is-try.1 Latar Belakang Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan. e-library. dan berbagai software komputer yang digunakan untuk pendukung pembuatan media pembelajaran. pemodelan proses ilmiah. Memberikan banyak kemudahan. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini. kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. Tambahan lagi. Studi kasus di seluruh dunia telah menunjukkan bahwa TI dapat memungkinkan praktek kelas inovatif dalam belajar sains (Kosma. Potensi untuk mendukung dan memungkinkan belajar melalui eksplorasi simulasi fenomena ilmiah. 2003 dalam Webb.2 BAB I PENDAHULUAN 1. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e. e-learning. pengelolaan.org. Baru-baru ini diluar dugaan teknologi komputer untuk belajar sains berbasis teknologi telah meningkat tajam. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. dan sebagainya. pemindahan informasi antar media. serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia.

4. Memberikan solusi yang tepat untuk menghadapi dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains. Apa dampak positif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 3. Bagaimana pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 2. Menganalisis dampak positif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains.2. . Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut: 1. Menganalisis dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains. 1. walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif. Namun demikian.3 Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah: 1. 3. di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Menjelaskan pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains. Apa dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 4.3 sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Apa solusi yang tepat untuk menghadapi dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 1. 2.

untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan. Biologi. . Pendidikan Sains dan Pemanfaatan TIK Sains adalah pengetahuan yang mempelajari. Kursus Online Beberapa perguruan tinggi telah memberikan kuliah melalui internet untuk beberapa kursus. Sains dapat disebut sebagai proses atau metode dan produk. sains meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan dan pengalaman belajar tentang ilmu-ilmu alam seperti kimia. dan menginvestigasi fenomena alam dengan segala aspeknya yang bersifat empiris. Penggunaan TIK dalam pendidikan sains saat ini tengah mengalami perkembangan yang amat pesat. bahan pembelajaran sedang dikembangkan untuk mata pelajaran berikut: Matematika. Pada tahap awal ini. menjelaskan. fisika. serta statistika dan matematika. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Menengah.4 BAB II PEMBAHASAN 2. dan Teknologi Informasi. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan termasuk pendidikan sains. pemerintah Indonesia telah menggunakan TIK untuk memperluas kesempatan pendidikan. astronomi. Kimia. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah dan tingkat sekolah kejuruan melalui penggunaan internet. berbagai upaya untuk menggunakan TIK dalam pendidikan antara lain: 1. Misalnya saja di UPI. dan meningkatkan efisiensi sistem pendidikan. di dalam e-learning ada course-course atau kursus online untuk mata kuliah tertentu. dan Direktorat Pendidikan sedang mengembangkan e-learning program yang disebut “e-dukasi”.1. Sampai tahun ini. Dalam pendidikan. Dimana dosen dan murid tidak tatap muka atau menerapkan distance learning. Dengan menggunakan metode ilmiah. Fisika. 2. E-learning Mulai dari tahun 2002. Elektronika. biologi.

Ini adalah bahan pembelajaran interaktif dimana siswa dapat belajar pada / dirinya sendiri dengan sedikit bantuan dari guru / dosen. pemodelan dan data logging. Universitas Muhammaddiyah Malang dan The Central Bank Data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) telah mengembangkan instruksi dibantu komputer bahan belajar untuk berbagai subject matter dan kursus. Lembaga Penelitian ITB. Computer Assisted Instruction (CAI) Ini adalah off-line program instruksi sehingga tidak tergantung pada akses ke internet. ada jaringan perpustakaan elektronik yang disebut Bahasa Indonesia Digital Library Network yang merupakan jaringan perpustakaan elektronik dari perpustakaan pusat ITB (Digital Library). untuk meningkatkan pertukaran informasi antar lembaga pendidikan tinggi dan lembaga-lembaga penelitian di Indonesia. yang Pasca Sarjana Studi Perpustakaan ITB. Jenis penggunaan IT yang telah terbukti untuk memungkinkan belajar sains meliputi simulasi.5 3. Bukti bagaimana aplikasi ini dapat meningkatkan pembelajaran seperti. . 5. Universitas Brawijaya Malang Central Library. penelitian bersama program telah dilakukan. Sedangkan menurut Mary (2008). Universitas Indonesia Timur Pembangunan proyek (dalam proyek CIDA). authoring multimedia dan video. 4. Perpustakaan Elektronik Saat ini. pencarian di web dan proyek penelitian siswa telah diteliti tapi potensialnya untuk mendukung pembelajaran sains juga akan dieksplorasi. Jakarta. 6. Indonesia Digital Library Network ini dimaksudkan untuk mendukung upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi. Joint Research Sebagai media yang menyediakan untuk kolaborasi melalui penggunaan teknologi informasi. Tutorial Online Salah satu penggunaan teknologi informasi untuk pendidikan di pendidikan tinggi adalah untuk tujuan tutorial lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh.

dan dampak terhadap lingkungan belajar. Dampak positif Menurut Newhouse (2002) apabila kita berbicara masalah dampak TIK dalam pendidikan maka ada beberapa hal yang ditinjau yakni: dampak terhadap proses pembelajaran. serta dampak terhadap siswa. Melalui pemanfaatan TIK. kehadiran TIK mampu memunculkan dampak positif yakni: 1) Sistem pembelajaran yang kompleks dapat disimulasikan. setidaknya penulis menguraikan tiga hal secara singkat tentang dampak dampak terhadap siswa dan implikasinya terhadap guru. Secara umum dapat dikatakan bahwa penerapan TIK dalam pendidikan sains memiliki pengaruh yang sangat positif. dan sumber-sumber rujukan dari internet yang mengantarkan mereka menjadi sukses baik di sekolah maupun di tempat bekerja. Demikian juga dalam pendidikan sains. Menurut Mork di dalam disertasinya.6 2. dampak terhadap guru dan aspek pedagoginya. Siswa melalui TIK mampu belajar bagaimana menemukan data. 2) Kurikulum dapat dipusatkan pada permasalahan otentik. dampak terhadap kurikulum. 3) Pemodelan dan visualisasi dapat digunakan . penulis berpendapat bahwa harus ada kajian yang lebih rinci tentang dampak pemanfaatan TIK pada masing-masing aspek tinjauan di atas. Dalam makalah ini. siswa menjadi lebih tertarik terhadap proses pembelajaran yang mereka miliki. paralel dengan kehidupan nyata. memiliki daya tarik. TIK memainkan peranan yang sangat penting dalam mengelola pendidikan sains menjadi lebih relevan. 2005). menginterpretasikan sebuah model. dampak terhadap proses pembelajaran. Salah satu keampuhan TIK dalam mengantarkan kesuksesan seorang siswa terkait dalam pelajaran sains adalah bahwa TIK mampu merangsang aspek teoritis dan praktikal dalam pengajaran dan pembelajaran sains (Mork. dan mampu memberikan motivasi terhadap siswa. dampak terhadap lingkungan belajar. dampak terhadap sekolah dan sistem pendidikan. 2002).2. TIK juga menawarkan sebuah peluang untuk menghubungkan jurang pemisah antara masyarakat umum dan kalangan akademisi. dan mampu mencapai hasil belajar melewati kurikulumnya pada tingkat yang lebih tinggi (Newhouse. siswa mampu melakukan sebuah pengembangan sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing.

lingkungan belajar lebih terkesan sebagai “learner-centred”. 2008). 1984. 1995. 2000. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan TIK ternyata memberikan efek positif sebagai berikut :  Investigasi secara nyata dalam membangun pengetahuan  Meningkatkan keaktifan belajar dan penilaian otentik  Memotivasi dan menantang siswa untuk memiliki ketertarikan  Menyediakan media untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas siswa  Menyediakan sarana pendukung untuk berpikir lebih tinggi  Meningkatkan independensi siswa  Meningkatkan kolaborasi dan kerja sama  Pembelajaran yang sesuai dengan siswa  Menyelesaikan persoalan ketidakmampuan fisik Ada beberapa pembuktian yang telah dilakukan bahwa pencapaian pendidikan di Eropa secara positif disebabkan oleh pemanfaatan TIK. 2004).2003). Rieber. Crosier. Proses pembelajaran konvensional umumnya lebih mengarahkan kepada lingkungan dimana guru sebagai pusat lingkungan. dimana siswa sebagai pusat pembelajaran. Jorde. Dalam penggunaan TIK. 1991. Selain itu. Penggunaan TIK juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif. Schofield. TIK digunakan sebagai alat untuk mendukung dan meningkatkan eksistensi proses pembelajaran serta mendukung administrasinya. Masing-masing punya akses yang sama terhadap ilmu pengetahuan . pemanfaatan TIK juga mendorong sebuah lingkungan yang berpusat pada pengetahuan (knowledgecentred). Lebih lanjut Mork menuliskan bahwa gagasan penggunaan TIK mampu meningkatkan motivasi belajar siswa (Campbell. tetapi kesimpulan ini tidak hanya di dalam ruang lingkup penggunaan di sekolah.7 untuk menjembatani antara pengalaman dan abstraksi. Cobb. TIK tetap dipandang bukan untuk sebuah revolusi pembelajaran dan pengajaran (Punie. Hal ini juga tergantung bagaimana TIK dikelola dan digunakan di dalam institusi pendidikan. disebut “teacher-centred”. 2002. Strømme. 4) topic-topik kontroversial dapat didiskusikan dengan para ahlinya di luar ruang kelas (Dede. & Wilson.

Secara khusus. Dari hasil tinjauan literatur oleh La Velle et al (2002). Ada perubahan dalam perilaku dan motivasi siswa dalam belajar serta peningkatan dalam hal ketertarikan dan kecenderungan menikmati aktivitas belajarnya. Watson juga menyediakan bukti bahwa siswa dengan menggunakan TIK akan melewatkan waktu lebih banyak dalam tugas pelajaran. secara khusus Mary (2008) menyatakan bahwa lingkungan belajar sains yang diperkaya dengan TIK mampu: 1) Meningkatkan perkembangan aspek kognitif. TIK juga menawarkan sebuah lingkungan belajar yang berpusat pada penilaian dan berpusat pada komunitas. McFarlane and Friedler (1998) juga memperlihatkan bukti yang jelas peningkatan proses pembelajaran menggunakan logging data. Morrison et al juga menunjukkan bukti adanya peningkatan prestasi bagi siswa yang menggunakan laptop selama setahun pada semua kurikulum. Pada tahun 1993. yakni adanya kerja sama dan kooperasi (Newhouse. 2002). sehingga guru leluasa memusatkan perhatian pada hal-hal yang mendukung pembelajaran dan pembelajaran untuk memampukan para siswa. 2) Memampukan pengalaman secara lebih luas.8 sehingga tidak ada hal-hal yang ditutup-tutupi atau tidak diajarkan. dan 4) Memfasilitasi koleksi data dan presentasi data tersebut. termasuk di dalamnya pembelajaran Berbasis Sumber atau Resource Based Learning (RBL) dimana pembelajaran ini memerlukan aset pendukung TIK. Berkaitan dengan pendidikan sains. sehingga siswa dapat menghubungkan sains dengan pengalaman pribadi dan pengalaman nyata mereka. Adanya peningkatan penggunaan TIK telah memperkenalkan sebuah pendekatan pedagogi yang baru. Implementasi teknologi yang didukung oleh inquiry-kolaboratif mendorong guru sains untuk mendesain pendidikan sebagai suatu sistem terpadu yang menyediakan sejumlah peralatan relevan kepada siswa. termasuk sains. disebutkan secara detail bahwa Watson et al (1993) menyatakan penelitiannya tentang dampak TIK terhadap prestasi siswa mata pelajaran sains (di antara mata pelajaran lain). sehingga dapat membantu siswa dalam memahami dan menginterpretasikan data tersebut. mata pelajaran sains secara ekstrim memperoleh dampak positif dari kehadiran RBL yang berkaitan dengan penggunaan TIK. mengarahkan . 3) Meningkatkan manajemen diri siswa serta memampukan mereka untuk melacak tingkat kemajuan belajar.

serta hakikat manusia yang utama yaitu sebagai makhluk sosial akan musnah. Banyak dari para siswa yang menyalahgunakan kecanggihannya untuk hal-hal yang tidak semestinya.meski tidak semua siswa berbuat demikian. memiliki dampak yang negatif selain dampak positif seperti diatas. Sebagaimana kita ketahui bahwa teknologi informasi dan komunikasi berkembang dari adanya penelitian dan pengembangan ilmu-ilmu sains secara berkelanjutan dan terpadu. siswa akan semakin terpacu dan melihat dari dekat aplikasi sains yang dipelajarinya (khususnya kimia dan fisika). Dengan mendekatkan TIK dalam pendidikan sains. Perkembangan TIK tidak terlepas dari perkembangan ilmu fisika dan kimia. Sehingga untuk itu peran orang tua sangatlah penting untuk mengawasi anak-anaknya. termasuk kimia sebagai bahan utama pada perangkatperangkat teknologi tinggi. dan kemungkinan etika dan disiplin peserta didik susah atau sulit untuk diawasi dan dibina sehungga lambat laun kualitas etika dan manusia khusunya para peserta didik akan menurun drastis. elearning dapat menyebabkan pengalih fungsian guru yang mengakibatkan guru jadi tersingkirkan.3. adalah pada e-learning. Kemudian karena seringnya mengakses internet. 2. Salah satu contoh kekurangan produk hasil TIK. 2010). menyebabkan terciptanya individu yang bersifat individual karena sistem pembelajaran dapat dilakukan dengan hanya seorang diri.9 mereka untuk berkolaborasi secara efektif. di khawatirkan pelajar bukannya benar-benar memanfaatkan TIK dengan optimal malah mengakses halhal yang tidak baik. Hal .Dan banyak dari mereka yang sampai lupa waktu karena asyik memanfaatkan kecanggihannya. dan meningkatkan secara epistemologi tingkat dan cara bekerja denganilmu pengetahuan (Givannini et al. Prinsip-prinsip teknologi selelu mementingkan ilmu fisika dalam perkembangannya. seperti pornografi yang sangat mudah di akses yang berefek buruk bagi anak dibawah umur ataupun bagi yang sudah dewasa sekalipun. Dampak negatif Namun dibalik dari kecanggihan ICT saat ini. Inilah yang menjadikan penggunaan TIK dalam pendidikan sains menjadi lebih menarik dibandingkan dengan penggunaannya di dalam bidang ilmu non-eksakta (sosial).

Beberapa pendapat juga menyatakan bahwa kedekatan siswa dengan dunia TIK. apabila diantisipasi dengan baik maka akan melahirkan potensi positif bahkan dapat dikategorikan sebagai dampak positif. Apabila suatu dampak yang sebelumnya dipandang negatif. Akan tetapi jika dikelola dengan baik. sejumlah orang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan dan mengorganisir berbagai informasi yang ada. siswa mampu belajar di luar keahlian dan kemampuan guru. Karena menemukan informasi yang tidak habis-habisnya yang tersedia di internet. Hal-hal tersebut sangat menghambat berkembanganya pendidikan dalam TIK. Apabila penataan regulasi yang berlaku terkait dunia internet dapat ditingkatkan lagi maka hal ini dapat dihindari. . menurut penulis dampak negatif tersebut terjadi karena kesalahan pengguna dalam memanfaatkan sebuah peluang menjadi berdampak negatif. terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.10 lain misalnya kecanduan : asik berinternet (biasanya menggunakan fasilitas social networking / game online ) sehingga lupa waktu dan berakibat buruk bagi kehidupannya. Dampak negatif yang diianggap berimplikasi terhadap kepercayaan diri guru. maka perlu diantisipasi melalui pengelolaan penggunaan TIK secara baik. Kemudian dikenal pula Information overload. sebagaimana disebutkan Newhouse (2002) bahwa dengan penggunaan TIK. Selain itu dengan adanya dampak negatif yang „diduga‟ muncul dalam pemanfaatan TIK. khususnya internet akan menjadikan mereka banyak meluangkan waktu di dunia internet dengan bermain „game‟ atau terkadang mengakses konten-konten negatif. Dalam kondisi ini siswa dapat saja melebihi wawasan guru apabila guru tersebut tidak mampu mengimbanginya dengan hal yang serupa. Dengan demikian.kemudian ada istilah Cyber-relational addiction adalah keterlibatan yang berlebihan pada hubungan yang terjalin melalui internet (seperti melalui chat room dan virtual affairs) sampai kehilangan kontak dengan hubungan-hubungan yang ada dalam dunia nyata. Kemudian bisa membuat seseorang kecanduan. sebenarnya ini adalah potensi positif untuk menjadikan proses pembelajaran menjadi dinamis. Langkah yang tepat diambil adalah dengan meningkatkan kesadaran dari semua pihak untuk menjaga peluangpeluang negatif tidak terjadi.

juga tidak lupa jangan terlalu berlebihan agar kita tidak kecanduan denagn teknologi. Pihak-pihak pengajar baik orang tua maupun guru. Tidak menjadikan TIK sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran. serta kelemahan guru dalam melaksanakan pendidikan berbasis TIK. 2.11 Dampak negatif lain juga timbul akibat penggunaan TIK kurang terimplementasi dengan baik.4. Kita harus mempertimbangkan kebutuhan kita terhadap teknologi. 2005). memberikan pengajaran-pengajaran etika dalam ber-TIK agar TIK dapat dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan etika. 3. akses yang memadai terhadap software pendidikan. tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak. (Mork. khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pemakaian. Jadi. 2. Beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam hal mengimplementasikan penggunaan TIK antara lain: kurang lengkapnya hardware. solusinya adalah kita jangan sampai mengatakan tidak pada teknologi (say no to technology) karena jika kita berbuat demikian. mempertimbangkan baik-buruknya teknologi tersebut dan tetap menggunakan etika. maka kita akan ketinggalan banyak informasi yang sekarang ini informasi-informasi tersebut paling banyak ada di internet. pembelajaran dengan TIK. infrastruktur. namun juga masih berkunjung ke perpustakaan. Mempertimbangkan pemakaian TIK dalam pendidikan. 1. Pemerintah sebagai pengendali sistem-sistem informasi seharusnya lebih peka dan menyaring apa-apa saja yang dapat di akses oleh para pelajar dan seluruh rakyat Indonesia di dunia maya. 4. tidak hanya berkunjung ke digital library. misalnya kita tidak hanya mendownload e-book. Solusi dampak negatif Agar penggunaan TIK dalam pendidikan lebih optimal dan di jalankan dengan baik dan benar. Analisis untung ruginya . berikut ada beberapa metoda pemecahan masalah agar dampak negatif dari TIK dapat tertanggulangi.

Penulis menyarankan kepada para pengajar sains agar senantiasa melakukan proses perbaikan dan pengelolaan yang mantap di dalam menggunakan TIK sehingga dampak positifnya dapat diraih.12 BAB III PENUTUP Pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains dewasa ini tidak dapat dihindarkan lagi untuk mengikuti perkembangan global. . Beberapa sumber menyebutkan bahwa TIK memiliki dampak negatif terhadap pendidikan sains yang sebenarnya dapat diarahkan menjadi dampak yang positif. tergantung pola pengelolaan pada saat penggunaannya. Meskipun sebagian menyatakan ketidakyakinannya tentang dampak ini. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh peneliti pendidikan sains menunjukkan bahwa TIK memiliki dampak positif terhadap pendidikan sains.

.. Brawn. Ivan. 2008. Dieter. Punie. Luxembourg: Office for Official Publications of the European Communities. 2005.edu/2010/dampak-tik-terhadap-pendidikan/ (01 Mei 2012) . Working Paper prepared for DG EAC. Maria Lucia. PUSTEKKOM. Moebius. University of Bristol. 2010. University of Oslo Dissertation.blog. Western Australia. Knowledge transformation through ICT in science education: A case study in teacherdriven curriculum development. Design and Implementation of the Web-Based Viten Program Radioactivity. Richard.upi. Dampak TIK Terhadap Pendidikan. Graduate School of Education. Yves. Paul. “Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information Communication Technology)” Zulfa. Pembelajaran Sains Di Sekolah Diakses http://cobaberbagi.. Raymond..eu (Diakses 01 Mei 2012). DJudin. McFarlane.. Hunya. Traina. October 2006. Sonja M. Cyrille.com/category/menyusuri-pembelajaran-sains/ (01 Mei 2012) La Velle.. 2010. 2002. Newhouse. Lakkala. Fostering the Use of ICT in Pedagogical Practices in Science Education. Angela. Minna..13 DAFTAR PUSTAKA Giovannini. Mork. Sibylle... Tomo. Indana. Cabrera. A Framework to Articulate the Impact of ICT on Learning in Schools. Brigitte. Simonnot. http://izulfa.wordpress. 2006. Linda B. URL: http://www.. Perth. Specialist Educational Services. Márta. 2002. Marcelino.elearningpapers. Zinnbauer. A Review of the Impact of ICT on Learning.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.