1

DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN SAINS

TUGAS

Disusun sebagai Salah Satu Tugas Mata Kuliah Landasan TIK dalam Pendidikan Sains

MAGISTER PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS JAMBI MEI, 2012

Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. mulai dari e-book. Kemudian juga bermunculan website khusus untuk pelajaran sains seperti chem-is-try. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Studi kasus di seluruh dunia telah menunjukkan bahwa TI dapat memungkinkan praktek kelas inovatif dalam belajar sains (Kosma. termasuk salah satunya bidang pendidikan sains. Memberikan banyak kemudahan. mengambil dan menganalisa data secara otomatis dan mampu mengakses dan mengkomunikasikan informasi ilmiah dan keahlian tinggi. serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. 2003 dalam Webb. dan sebagainya. pengelolaan. Seiring dengan perkembangan TIK ini telah membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di segala aspek kehidupan. Potensi untuk mendukung dan memungkinkan belajar melalui eksplorasi simulasi fenomena ilmiah. Tambahan lagi. phEt. e-library. 2008). Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasarkan teknologi elektronika digital.org. manipulasi. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini. e-laboratory. Khusus dalam bidang teknologi informasi .1 Latar Belakang Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan. dan berbagai software komputer yang digunakan untuk pendukung pembuatan media pembelajaran. pemodelan proses ilmiah. pemindahan informasi antar media. karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan.2 BAB I PENDAHULUAN 1. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya. Baru-baru ini diluar dugaan teknologi komputer untuk belajar sains berbasis teknologi telah meningkat tajam. e-learning. laboratorium virtual. e-education. kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK.

Menjelaskan pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut: 1. 1.2. Namun demikian. Menganalisis dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains.3 Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah: 1.3 sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Apa dampak positif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 3. Apa dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 4. di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Menganalisis dampak positif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains. 4. Apa solusi yang tepat untuk menghadapi dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 1. . 2. walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif. Memberikan solusi yang tepat untuk menghadapi dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains. 3. Bagaimana pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 2.

dan Teknologi Informasi. dan Direktorat Pendidikan sedang mengembangkan e-learning program yang disebut “e-dukasi”. berbagai upaya untuk menggunakan TIK dalam pendidikan antara lain: 1. bahan pembelajaran sedang dikembangkan untuk mata pelajaran berikut: Matematika. Dengan menggunakan metode ilmiah. menjelaskan. biologi. 2.4 BAB II PEMBAHASAN 2. Kursus Online Beberapa perguruan tinggi telah memberikan kuliah melalui internet untuk beberapa kursus. Fisika. Sampai tahun ini. Misalnya saja di UPI. pemerintah Indonesia telah menggunakan TIK untuk memperluas kesempatan pendidikan. Dimana dosen dan murid tidak tatap muka atau menerapkan distance learning. Kimia. dan menginvestigasi fenomena alam dengan segala aspeknya yang bersifat empiris. serta statistika dan matematika. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan termasuk pendidikan sains. E-learning Mulai dari tahun 2002. dan meningkatkan efisiensi sistem pendidikan. fisika. untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan. Penggunaan TIK dalam pendidikan sains saat ini tengah mengalami perkembangan yang amat pesat. Dalam pendidikan. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah dan tingkat sekolah kejuruan melalui penggunaan internet. sains meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan dan pengalaman belajar tentang ilmu-ilmu alam seperti kimia. Sains dapat disebut sebagai proses atau metode dan produk. Elektronika. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Menengah. . Pendidikan Sains dan Pemanfaatan TIK Sains adalah pengetahuan yang mempelajari. astronomi.1. Pada tahap awal ini. Biologi. di dalam e-learning ada course-course atau kursus online untuk mata kuliah tertentu.

5. Universitas Muhammaddiyah Malang dan The Central Bank Data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).5 3. Jenis penggunaan IT yang telah terbukti untuk memungkinkan belajar sains meliputi simulasi. Indonesia Digital Library Network ini dimaksudkan untuk mendukung upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi. pemodelan dan data logging. Universitas Brawijaya Malang Central Library. Bukti bagaimana aplikasi ini dapat meningkatkan pembelajaran seperti. yang Pasca Sarjana Studi Perpustakaan ITB. Tutorial Online Salah satu penggunaan teknologi informasi untuk pendidikan di pendidikan tinggi adalah untuk tujuan tutorial lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh. Lembaga Penelitian ITB. Perpustakaan Elektronik Saat ini. Computer Assisted Instruction (CAI) Ini adalah off-line program instruksi sehingga tidak tergantung pada akses ke internet. Ini adalah bahan pembelajaran interaktif dimana siswa dapat belajar pada / dirinya sendiri dengan sedikit bantuan dari guru / dosen. ada jaringan perpustakaan elektronik yang disebut Bahasa Indonesia Digital Library Network yang merupakan jaringan perpustakaan elektronik dari perpustakaan pusat ITB (Digital Library). Jakarta. Sedangkan menurut Mary (2008). pencarian di web dan proyek penelitian siswa telah diteliti tapi potensialnya untuk mendukung pembelajaran sains juga akan dieksplorasi. penelitian bersama program telah dilakukan. Joint Research Sebagai media yang menyediakan untuk kolaborasi melalui penggunaan teknologi informasi. untuk meningkatkan pertukaran informasi antar lembaga pendidikan tinggi dan lembaga-lembaga penelitian di Indonesia. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) telah mengembangkan instruksi dibantu komputer bahan belajar untuk berbagai subject matter dan kursus. Universitas Indonesia Timur Pembangunan proyek (dalam proyek CIDA). authoring multimedia dan video. . 4. 6.

3) Pemodelan dan visualisasi dapat digunakan . paralel dengan kehidupan nyata. 2005). dan mampu memberikan motivasi terhadap siswa. menginterpretasikan sebuah model. Demikian juga dalam pendidikan sains. kehadiran TIK mampu memunculkan dampak positif yakni: 1) Sistem pembelajaran yang kompleks dapat disimulasikan. dan dampak terhadap lingkungan belajar. Dalam makalah ini. 2002).6 2. memiliki daya tarik. 2) Kurikulum dapat dipusatkan pada permasalahan otentik. Dampak positif Menurut Newhouse (2002) apabila kita berbicara masalah dampak TIK dalam pendidikan maka ada beberapa hal yang ditinjau yakni: dampak terhadap proses pembelajaran. Secara umum dapat dikatakan bahwa penerapan TIK dalam pendidikan sains memiliki pengaruh yang sangat positif. penulis berpendapat bahwa harus ada kajian yang lebih rinci tentang dampak pemanfaatan TIK pada masing-masing aspek tinjauan di atas. dampak terhadap sekolah dan sistem pendidikan. Siswa melalui TIK mampu belajar bagaimana menemukan data. Salah satu keampuhan TIK dalam mengantarkan kesuksesan seorang siswa terkait dalam pelajaran sains adalah bahwa TIK mampu merangsang aspek teoritis dan praktikal dalam pengajaran dan pembelajaran sains (Mork. Menurut Mork di dalam disertasinya. TIK memainkan peranan yang sangat penting dalam mengelola pendidikan sains menjadi lebih relevan. TIK juga menawarkan sebuah peluang untuk menghubungkan jurang pemisah antara masyarakat umum dan kalangan akademisi. dan sumber-sumber rujukan dari internet yang mengantarkan mereka menjadi sukses baik di sekolah maupun di tempat bekerja. Melalui pemanfaatan TIK. siswa mampu melakukan sebuah pengembangan sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. siswa menjadi lebih tertarik terhadap proses pembelajaran yang mereka miliki. dan mampu mencapai hasil belajar melewati kurikulumnya pada tingkat yang lebih tinggi (Newhouse. dampak terhadap lingkungan belajar. dampak terhadap proses pembelajaran. serta dampak terhadap siswa. dampak terhadap kurikulum. dampak terhadap guru dan aspek pedagoginya. setidaknya penulis menguraikan tiga hal secara singkat tentang dampak dampak terhadap siswa dan implikasinya terhadap guru.2.

1984. TIK digunakan sebagai alat untuk mendukung dan meningkatkan eksistensi proses pembelajaran serta mendukung administrasinya. Schofield. Hal ini juga tergantung bagaimana TIK dikelola dan digunakan di dalam institusi pendidikan. Penggunaan TIK juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif. Proses pembelajaran konvensional umumnya lebih mengarahkan kepada lingkungan dimana guru sebagai pusat lingkungan. 2002. 2008). Rieber. tetapi kesimpulan ini tidak hanya di dalam ruang lingkup penggunaan di sekolah. 1991. 2000. 4) topic-topik kontroversial dapat didiskusikan dengan para ahlinya di luar ruang kelas (Dede. 1995. Strømme. Selain itu. pemanfaatan TIK juga mendorong sebuah lingkungan yang berpusat pada pengetahuan (knowledgecentred). 2004). lingkungan belajar lebih terkesan sebagai “learner-centred”. Dalam penggunaan TIK. Lebih lanjut Mork menuliskan bahwa gagasan penggunaan TIK mampu meningkatkan motivasi belajar siswa (Campbell. TIK tetap dipandang bukan untuk sebuah revolusi pembelajaran dan pengajaran (Punie. Cobb.7 untuk menjembatani antara pengalaman dan abstraksi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan TIK ternyata memberikan efek positif sebagai berikut :  Investigasi secara nyata dalam membangun pengetahuan  Meningkatkan keaktifan belajar dan penilaian otentik  Memotivasi dan menantang siswa untuk memiliki ketertarikan  Menyediakan media untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas siswa  Menyediakan sarana pendukung untuk berpikir lebih tinggi  Meningkatkan independensi siswa  Meningkatkan kolaborasi dan kerja sama  Pembelajaran yang sesuai dengan siswa  Menyelesaikan persoalan ketidakmampuan fisik Ada beberapa pembuktian yang telah dilakukan bahwa pencapaian pendidikan di Eropa secara positif disebabkan oleh pemanfaatan TIK. disebut “teacher-centred”. Crosier. Masing-masing punya akses yang sama terhadap ilmu pengetahuan . Jorde. dimana siswa sebagai pusat pembelajaran. & Wilson.2003).

McFarlane and Friedler (1998) juga memperlihatkan bukti yang jelas peningkatan proses pembelajaran menggunakan logging data. Secara khusus. sehingga guru leluasa memusatkan perhatian pada hal-hal yang mendukung pembelajaran dan pembelajaran untuk memampukan para siswa. sehingga siswa dapat menghubungkan sains dengan pengalaman pribadi dan pengalaman nyata mereka.8 sehingga tidak ada hal-hal yang ditutup-tutupi atau tidak diajarkan. Dari hasil tinjauan literatur oleh La Velle et al (2002). 2002). disebutkan secara detail bahwa Watson et al (1993) menyatakan penelitiannya tentang dampak TIK terhadap prestasi siswa mata pelajaran sains (di antara mata pelajaran lain). Adanya peningkatan penggunaan TIK telah memperkenalkan sebuah pendekatan pedagogi yang baru. 2) Memampukan pengalaman secara lebih luas. termasuk sains. Pada tahun 1993. yakni adanya kerja sama dan kooperasi (Newhouse. 3) Meningkatkan manajemen diri siswa serta memampukan mereka untuk melacak tingkat kemajuan belajar. mata pelajaran sains secara ekstrim memperoleh dampak positif dari kehadiran RBL yang berkaitan dengan penggunaan TIK. termasuk di dalamnya pembelajaran Berbasis Sumber atau Resource Based Learning (RBL) dimana pembelajaran ini memerlukan aset pendukung TIK. secara khusus Mary (2008) menyatakan bahwa lingkungan belajar sains yang diperkaya dengan TIK mampu: 1) Meningkatkan perkembangan aspek kognitif. Berkaitan dengan pendidikan sains. Morrison et al juga menunjukkan bukti adanya peningkatan prestasi bagi siswa yang menggunakan laptop selama setahun pada semua kurikulum. Implementasi teknologi yang didukung oleh inquiry-kolaboratif mendorong guru sains untuk mendesain pendidikan sebagai suatu sistem terpadu yang menyediakan sejumlah peralatan relevan kepada siswa. sehingga dapat membantu siswa dalam memahami dan menginterpretasikan data tersebut. dan 4) Memfasilitasi koleksi data dan presentasi data tersebut. Ada perubahan dalam perilaku dan motivasi siswa dalam belajar serta peningkatan dalam hal ketertarikan dan kecenderungan menikmati aktivitas belajarnya. mengarahkan . Watson juga menyediakan bukti bahwa siswa dengan menggunakan TIK akan melewatkan waktu lebih banyak dalam tugas pelajaran. TIK juga menawarkan sebuah lingkungan belajar yang berpusat pada penilaian dan berpusat pada komunitas.

Dengan mendekatkan TIK dalam pendidikan sains. menyebabkan terciptanya individu yang bersifat individual karena sistem pembelajaran dapat dilakukan dengan hanya seorang diri. serta hakikat manusia yang utama yaitu sebagai makhluk sosial akan musnah. di khawatirkan pelajar bukannya benar-benar memanfaatkan TIK dengan optimal malah mengakses halhal yang tidak baik. siswa akan semakin terpacu dan melihat dari dekat aplikasi sains yang dipelajarinya (khususnya kimia dan fisika). memiliki dampak yang negatif selain dampak positif seperti diatas. Inilah yang menjadikan penggunaan TIK dalam pendidikan sains menjadi lebih menarik dibandingkan dengan penggunaannya di dalam bidang ilmu non-eksakta (sosial). seperti pornografi yang sangat mudah di akses yang berefek buruk bagi anak dibawah umur ataupun bagi yang sudah dewasa sekalipun. Perkembangan TIK tidak terlepas dari perkembangan ilmu fisika dan kimia. 2010).Dan banyak dari mereka yang sampai lupa waktu karena asyik memanfaatkan kecanggihannya. dan kemungkinan etika dan disiplin peserta didik susah atau sulit untuk diawasi dan dibina sehungga lambat laun kualitas etika dan manusia khusunya para peserta didik akan menurun drastis. adalah pada e-learning.3. Sebagaimana kita ketahui bahwa teknologi informasi dan komunikasi berkembang dari adanya penelitian dan pengembangan ilmu-ilmu sains secara berkelanjutan dan terpadu. elearning dapat menyebabkan pengalih fungsian guru yang mengakibatkan guru jadi tersingkirkan. Salah satu contoh kekurangan produk hasil TIK. Dampak negatif Namun dibalik dari kecanggihan ICT saat ini. 2.meski tidak semua siswa berbuat demikian. Hal . Kemudian karena seringnya mengakses internet. Banyak dari para siswa yang menyalahgunakan kecanggihannya untuk hal-hal yang tidak semestinya. Sehingga untuk itu peran orang tua sangatlah penting untuk mengawasi anak-anaknya. dan meningkatkan secara epistemologi tingkat dan cara bekerja denganilmu pengetahuan (Givannini et al.9 mereka untuk berkolaborasi secara efektif. Prinsip-prinsip teknologi selelu mementingkan ilmu fisika dalam perkembangannya. termasuk kimia sebagai bahan utama pada perangkatperangkat teknologi tinggi.

apabila diantisipasi dengan baik maka akan melahirkan potensi positif bahkan dapat dikategorikan sebagai dampak positif. sebenarnya ini adalah potensi positif untuk menjadikan proses pembelajaran menjadi dinamis.kemudian ada istilah Cyber-relational addiction adalah keterlibatan yang berlebihan pada hubungan yang terjalin melalui internet (seperti melalui chat room dan virtual affairs) sampai kehilangan kontak dengan hubungan-hubungan yang ada dalam dunia nyata. Beberapa pendapat juga menyatakan bahwa kedekatan siswa dengan dunia TIK. sebagaimana disebutkan Newhouse (2002) bahwa dengan penggunaan TIK. Langkah yang tepat diambil adalah dengan meningkatkan kesadaran dari semua pihak untuk menjaga peluangpeluang negatif tidak terjadi. Apabila penataan regulasi yang berlaku terkait dunia internet dapat ditingkatkan lagi maka hal ini dapat dihindari. Dalam kondisi ini siswa dapat saja melebihi wawasan guru apabila guru tersebut tidak mampu mengimbanginya dengan hal yang serupa. khususnya internet akan menjadikan mereka banyak meluangkan waktu di dunia internet dengan bermain „game‟ atau terkadang mengakses konten-konten negatif. terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut. Apabila suatu dampak yang sebelumnya dipandang negatif. Hal-hal tersebut sangat menghambat berkembanganya pendidikan dalam TIK. sejumlah orang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan dan mengorganisir berbagai informasi yang ada.10 lain misalnya kecanduan : asik berinternet (biasanya menggunakan fasilitas social networking / game online ) sehingga lupa waktu dan berakibat buruk bagi kehidupannya. Karena menemukan informasi yang tidak habis-habisnya yang tersedia di internet. menurut penulis dampak negatif tersebut terjadi karena kesalahan pengguna dalam memanfaatkan sebuah peluang menjadi berdampak negatif. maka perlu diantisipasi melalui pengelolaan penggunaan TIK secara baik. siswa mampu belajar di luar keahlian dan kemampuan guru. Dengan demikian. Dampak negatif yang diianggap berimplikasi terhadap kepercayaan diri guru. Kemudian bisa membuat seseorang kecanduan. . Akan tetapi jika dikelola dengan baik. Selain itu dengan adanya dampak negatif yang „diduga‟ muncul dalam pemanfaatan TIK. Kemudian dikenal pula Information overload.

4. 2005). solusinya adalah kita jangan sampai mengatakan tidak pada teknologi (say no to technology) karena jika kita berbuat demikian. 2. memberikan pengajaran-pengajaran etika dalam ber-TIK agar TIK dapat dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan etika. Mempertimbangkan pemakaian TIK dalam pendidikan. juga tidak lupa jangan terlalu berlebihan agar kita tidak kecanduan denagn teknologi. Jadi. infrastruktur. Analisis untung ruginya . serta kelemahan guru dalam melaksanakan pendidikan berbasis TIK. berikut ada beberapa metoda pemecahan masalah agar dampak negatif dari TIK dapat tertanggulangi. mempertimbangkan baik-buruknya teknologi tersebut dan tetap menggunakan etika. (Mork. Kita harus mempertimbangkan kebutuhan kita terhadap teknologi. 1. namun juga masih berkunjung ke perpustakaan. pembelajaran dengan TIK. 4. Tidak menjadikan TIK sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran.11 Dampak negatif lain juga timbul akibat penggunaan TIK kurang terimplementasi dengan baik. maka kita akan ketinggalan banyak informasi yang sekarang ini informasi-informasi tersebut paling banyak ada di internet. tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak. Solusi dampak negatif Agar penggunaan TIK dalam pendidikan lebih optimal dan di jalankan dengan baik dan benar. 2. 3. misalnya kita tidak hanya mendownload e-book. akses yang memadai terhadap software pendidikan. Pemerintah sebagai pengendali sistem-sistem informasi seharusnya lebih peka dan menyaring apa-apa saja yang dapat di akses oleh para pelajar dan seluruh rakyat Indonesia di dunia maya. tidak hanya berkunjung ke digital library. Beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam hal mengimplementasikan penggunaan TIK antara lain: kurang lengkapnya hardware. khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pemakaian. Pihak-pihak pengajar baik orang tua maupun guru.

Penulis menyarankan kepada para pengajar sains agar senantiasa melakukan proses perbaikan dan pengelolaan yang mantap di dalam menggunakan TIK sehingga dampak positifnya dapat diraih. Beberapa sumber menyebutkan bahwa TIK memiliki dampak negatif terhadap pendidikan sains yang sebenarnya dapat diarahkan menjadi dampak yang positif. tergantung pola pengelolaan pada saat penggunaannya. Meskipun sebagian menyatakan ketidakyakinannya tentang dampak ini. .12 BAB III PENUTUP Pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains dewasa ini tidak dapat dihindarkan lagi untuk mengikuti perkembangan global. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh peneliti pendidikan sains menunjukkan bahwa TIK memiliki dampak positif terhadap pendidikan sains.

Indana. Maria Lucia. Angela. http://izulfa. 2005. DJudin. Fostering the Use of ICT in Pedagogical Practices in Science Education.elearningpapers. Mork. Moebius. Knowledge transformation through ICT in science education: A case study in teacherdriven curriculum development. Brawn. Márta. Tomo. A Framework to Articulate the Impact of ICT on Learning in Schools. October 2006. Dampak TIK Terhadap Pendidikan. A Review of the Impact of ICT on Learning. Working Paper prepared for DG EAC. Raymond. Brigitte.. Sibylle.. Graduate School of Education. Linda B. McFarlane.upi. 2006. Lakkala. Perth. Luxembourg: Office for Official Publications of the European Communities. PUSTEKKOM. 2002. Specialist Educational Services. Cabrera..com/category/menyusuri-pembelajaran-sains/ (01 Mei 2012) La Velle. Paul. Dieter. Minna..edu/2010/dampak-tik-terhadap-pendidikan/ (01 Mei 2012) . 2008. Simonnot. Pembelajaran Sains Di Sekolah Diakses http://cobaberbagi. Newhouse. University of Bristol. Ivan. Yves. Sonja M. University of Oslo Dissertation.wordpress.blog.eu (Diakses 01 Mei 2012). Marcelino. Hunya. Western Australia.. Zinnbauer.. 2010..... “Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information Communication Technology)” Zulfa. 2010. URL: http://www. Cyrille. Punie. Traina. Richard. Design and Implementation of the Web-Based Viten Program Radioactivity. 2002.13 DAFTAR PUSTAKA Giovannini.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.