1

DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN SAINS

TUGAS

Disusun sebagai Salah Satu Tugas Mata Kuliah Landasan TIK dalam Pendidikan Sains

MAGISTER PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS JAMBI MEI, 2012

mengambil dan menganalisa data secara otomatis dan mampu mengakses dan mengkomunikasikan informasi ilmiah dan keahlian tinggi. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasarkan teknologi elektronika digital. e-library.2 BAB I PENDAHULUAN 1. Memberikan banyak kemudahan. karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. pemindahan informasi antar media. mulai dari e-book. e-learning. 2003 dalam Webb. Kemudian juga bermunculan website khusus untuk pelajaran sains seperti chem-is-try. Khusus dalam bidang teknologi informasi . Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya. 2008). Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Seiring dengan perkembangan TIK ini telah membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di segala aspek kehidupan. dan sebagainya. laboratorium virtual.1 Latar Belakang Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan.org. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. pemodelan proses ilmiah. e-laboratory. dan berbagai software komputer yang digunakan untuk pendukung pembuatan media pembelajaran. Baru-baru ini diluar dugaan teknologi komputer untuk belajar sains berbasis teknologi telah meningkat tajam. pengelolaan. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Studi kasus di seluruh dunia telah menunjukkan bahwa TI dapat memungkinkan praktek kelas inovatif dalam belajar sains (Kosma. kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. Tambahan lagi. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini. e-education. phEt. serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e. Potensi untuk mendukung dan memungkinkan belajar melalui eksplorasi simulasi fenomena ilmiah. manipulasi. termasuk salah satunya bidang pendidikan sains.

3 Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah: 1. walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif. di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.3 sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Menjelaskan pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains. Namun demikian. 1. Apa solusi yang tepat untuk menghadapi dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 1. Menganalisis dampak positif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains. 2. 4.2. Apa dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 4. Bagaimana pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 2. 3. Memberikan solusi yang tepat untuk menghadapi dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut: 1. . Menganalisis dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains. Apa dampak positif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 3.

Kimia. Pada tahap awal ini.1. Penggunaan TIK dalam pendidikan sains saat ini tengah mengalami perkembangan yang amat pesat. berbagai upaya untuk menggunakan TIK dalam pendidikan antara lain: 1. di dalam e-learning ada course-course atau kursus online untuk mata kuliah tertentu. . fisika. Dimana dosen dan murid tidak tatap muka atau menerapkan distance learning. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah dan tingkat sekolah kejuruan melalui penggunaan internet. Sampai tahun ini. serta statistika dan matematika. astronomi. Pendidikan Sains dan Pemanfaatan TIK Sains adalah pengetahuan yang mempelajari. untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan. E-learning Mulai dari tahun 2002. menjelaskan. Dengan menggunakan metode ilmiah. Sains dapat disebut sebagai proses atau metode dan produk. dan menginvestigasi fenomena alam dengan segala aspeknya yang bersifat empiris. sains meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan dan pengalaman belajar tentang ilmu-ilmu alam seperti kimia. Kursus Online Beberapa perguruan tinggi telah memberikan kuliah melalui internet untuk beberapa kursus. Dalam pendidikan. Fisika. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan termasuk pendidikan sains. dan Teknologi Informasi.4 BAB II PEMBAHASAN 2. Misalnya saja di UPI. Biologi. dan Direktorat Pendidikan sedang mengembangkan e-learning program yang disebut “e-dukasi”. 2. pemerintah Indonesia telah menggunakan TIK untuk memperluas kesempatan pendidikan. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Menengah. biologi. Elektronika. bahan pembelajaran sedang dikembangkan untuk mata pelajaran berikut: Matematika. dan meningkatkan efisiensi sistem pendidikan.

Sedangkan menurut Mary (2008). Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) telah mengembangkan instruksi dibantu komputer bahan belajar untuk berbagai subject matter dan kursus. Universitas Brawijaya Malang Central Library. Jenis penggunaan IT yang telah terbukti untuk memungkinkan belajar sains meliputi simulasi. penelitian bersama program telah dilakukan. . yang Pasca Sarjana Studi Perpustakaan ITB. 4.5 3. authoring multimedia dan video. untuk meningkatkan pertukaran informasi antar lembaga pendidikan tinggi dan lembaga-lembaga penelitian di Indonesia. Jakarta. Indonesia Digital Library Network ini dimaksudkan untuk mendukung upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi. Universitas Indonesia Timur Pembangunan proyek (dalam proyek CIDA). Computer Assisted Instruction (CAI) Ini adalah off-line program instruksi sehingga tidak tergantung pada akses ke internet. Ini adalah bahan pembelajaran interaktif dimana siswa dapat belajar pada / dirinya sendiri dengan sedikit bantuan dari guru / dosen. Bukti bagaimana aplikasi ini dapat meningkatkan pembelajaran seperti. pemodelan dan data logging. Tutorial Online Salah satu penggunaan teknologi informasi untuk pendidikan di pendidikan tinggi adalah untuk tujuan tutorial lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh. Lembaga Penelitian ITB. Joint Research Sebagai media yang menyediakan untuk kolaborasi melalui penggunaan teknologi informasi. Perpustakaan Elektronik Saat ini. Universitas Muhammaddiyah Malang dan The Central Bank Data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). pencarian di web dan proyek penelitian siswa telah diteliti tapi potensialnya untuk mendukung pembelajaran sains juga akan dieksplorasi. 6. 5. ada jaringan perpustakaan elektronik yang disebut Bahasa Indonesia Digital Library Network yang merupakan jaringan perpustakaan elektronik dari perpustakaan pusat ITB (Digital Library).

2. 3) Pemodelan dan visualisasi dapat digunakan . dampak terhadap proses pembelajaran. dan mampu mencapai hasil belajar melewati kurikulumnya pada tingkat yang lebih tinggi (Newhouse. serta dampak terhadap siswa. dampak terhadap guru dan aspek pedagoginya. 2002). paralel dengan kehidupan nyata. dampak terhadap sekolah dan sistem pendidikan. Secara umum dapat dikatakan bahwa penerapan TIK dalam pendidikan sains memiliki pengaruh yang sangat positif. 2) Kurikulum dapat dipusatkan pada permasalahan otentik.6 2. kehadiran TIK mampu memunculkan dampak positif yakni: 1) Sistem pembelajaran yang kompleks dapat disimulasikan. dan sumber-sumber rujukan dari internet yang mengantarkan mereka menjadi sukses baik di sekolah maupun di tempat bekerja. setidaknya penulis menguraikan tiga hal secara singkat tentang dampak dampak terhadap siswa dan implikasinya terhadap guru. Salah satu keampuhan TIK dalam mengantarkan kesuksesan seorang siswa terkait dalam pelajaran sains adalah bahwa TIK mampu merangsang aspek teoritis dan praktikal dalam pengajaran dan pembelajaran sains (Mork. penulis berpendapat bahwa harus ada kajian yang lebih rinci tentang dampak pemanfaatan TIK pada masing-masing aspek tinjauan di atas. memiliki daya tarik. Melalui pemanfaatan TIK. TIK memainkan peranan yang sangat penting dalam mengelola pendidikan sains menjadi lebih relevan. Demikian juga dalam pendidikan sains. Dalam makalah ini. TIK juga menawarkan sebuah peluang untuk menghubungkan jurang pemisah antara masyarakat umum dan kalangan akademisi. dampak terhadap kurikulum. Dampak positif Menurut Newhouse (2002) apabila kita berbicara masalah dampak TIK dalam pendidikan maka ada beberapa hal yang ditinjau yakni: dampak terhadap proses pembelajaran. 2005). dan dampak terhadap lingkungan belajar. siswa mampu melakukan sebuah pengembangan sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. menginterpretasikan sebuah model. Siswa melalui TIK mampu belajar bagaimana menemukan data. siswa menjadi lebih tertarik terhadap proses pembelajaran yang mereka miliki. dampak terhadap lingkungan belajar. dan mampu memberikan motivasi terhadap siswa. Menurut Mork di dalam disertasinya.

Cobb. TIK tetap dipandang bukan untuk sebuah revolusi pembelajaran dan pengajaran (Punie. lingkungan belajar lebih terkesan sebagai “learner-centred”. TIK digunakan sebagai alat untuk mendukung dan meningkatkan eksistensi proses pembelajaran serta mendukung administrasinya. Schofield.7 untuk menjembatani antara pengalaman dan abstraksi. 2000. Hal ini juga tergantung bagaimana TIK dikelola dan digunakan di dalam institusi pendidikan. Penggunaan TIK juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif. Rieber. disebut “teacher-centred”. Dalam penggunaan TIK. Crosier. 2002. dimana siswa sebagai pusat pembelajaran. Lebih lanjut Mork menuliskan bahwa gagasan penggunaan TIK mampu meningkatkan motivasi belajar siswa (Campbell. 2004). tetapi kesimpulan ini tidak hanya di dalam ruang lingkup penggunaan di sekolah.2003). pemanfaatan TIK juga mendorong sebuah lingkungan yang berpusat pada pengetahuan (knowledgecentred). 1984. 1995. Proses pembelajaran konvensional umumnya lebih mengarahkan kepada lingkungan dimana guru sebagai pusat lingkungan. Selain itu. 4) topic-topik kontroversial dapat didiskusikan dengan para ahlinya di luar ruang kelas (Dede. 1991. & Wilson. 2008). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan TIK ternyata memberikan efek positif sebagai berikut :  Investigasi secara nyata dalam membangun pengetahuan  Meningkatkan keaktifan belajar dan penilaian otentik  Memotivasi dan menantang siswa untuk memiliki ketertarikan  Menyediakan media untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas siswa  Menyediakan sarana pendukung untuk berpikir lebih tinggi  Meningkatkan independensi siswa  Meningkatkan kolaborasi dan kerja sama  Pembelajaran yang sesuai dengan siswa  Menyelesaikan persoalan ketidakmampuan fisik Ada beberapa pembuktian yang telah dilakukan bahwa pencapaian pendidikan di Eropa secara positif disebabkan oleh pemanfaatan TIK. Masing-masing punya akses yang sama terhadap ilmu pengetahuan . Strømme. Jorde.

Morrison et al juga menunjukkan bukti adanya peningkatan prestasi bagi siswa yang menggunakan laptop selama setahun pada semua kurikulum. secara khusus Mary (2008) menyatakan bahwa lingkungan belajar sains yang diperkaya dengan TIK mampu: 1) Meningkatkan perkembangan aspek kognitif. 3) Meningkatkan manajemen diri siswa serta memampukan mereka untuk melacak tingkat kemajuan belajar. Pada tahun 1993. termasuk sains. Watson juga menyediakan bukti bahwa siswa dengan menggunakan TIK akan melewatkan waktu lebih banyak dalam tugas pelajaran. sehingga siswa dapat menghubungkan sains dengan pengalaman pribadi dan pengalaman nyata mereka. Secara khusus. Berkaitan dengan pendidikan sains. 2002). termasuk di dalamnya pembelajaran Berbasis Sumber atau Resource Based Learning (RBL) dimana pembelajaran ini memerlukan aset pendukung TIK. 2) Memampukan pengalaman secara lebih luas. McFarlane and Friedler (1998) juga memperlihatkan bukti yang jelas peningkatan proses pembelajaran menggunakan logging data. dan 4) Memfasilitasi koleksi data dan presentasi data tersebut. Ada perubahan dalam perilaku dan motivasi siswa dalam belajar serta peningkatan dalam hal ketertarikan dan kecenderungan menikmati aktivitas belajarnya. Dari hasil tinjauan literatur oleh La Velle et al (2002).8 sehingga tidak ada hal-hal yang ditutup-tutupi atau tidak diajarkan. TIK juga menawarkan sebuah lingkungan belajar yang berpusat pada penilaian dan berpusat pada komunitas. mata pelajaran sains secara ekstrim memperoleh dampak positif dari kehadiran RBL yang berkaitan dengan penggunaan TIK. mengarahkan . sehingga dapat membantu siswa dalam memahami dan menginterpretasikan data tersebut. yakni adanya kerja sama dan kooperasi (Newhouse. disebutkan secara detail bahwa Watson et al (1993) menyatakan penelitiannya tentang dampak TIK terhadap prestasi siswa mata pelajaran sains (di antara mata pelajaran lain). Adanya peningkatan penggunaan TIK telah memperkenalkan sebuah pendekatan pedagogi yang baru. Implementasi teknologi yang didukung oleh inquiry-kolaboratif mendorong guru sains untuk mendesain pendidikan sebagai suatu sistem terpadu yang menyediakan sejumlah peralatan relevan kepada siswa. sehingga guru leluasa memusatkan perhatian pada hal-hal yang mendukung pembelajaran dan pembelajaran untuk memampukan para siswa.

Sehingga untuk itu peran orang tua sangatlah penting untuk mengawasi anak-anaknya. Kemudian karena seringnya mengakses internet. seperti pornografi yang sangat mudah di akses yang berefek buruk bagi anak dibawah umur ataupun bagi yang sudah dewasa sekalipun. menyebabkan terciptanya individu yang bersifat individual karena sistem pembelajaran dapat dilakukan dengan hanya seorang diri. di khawatirkan pelajar bukannya benar-benar memanfaatkan TIK dengan optimal malah mengakses halhal yang tidak baik. Banyak dari para siswa yang menyalahgunakan kecanggihannya untuk hal-hal yang tidak semestinya. Salah satu contoh kekurangan produk hasil TIK.9 mereka untuk berkolaborasi secara efektif. dan meningkatkan secara epistemologi tingkat dan cara bekerja denganilmu pengetahuan (Givannini et al. Dampak negatif Namun dibalik dari kecanggihan ICT saat ini. serta hakikat manusia yang utama yaitu sebagai makhluk sosial akan musnah. Sebagaimana kita ketahui bahwa teknologi informasi dan komunikasi berkembang dari adanya penelitian dan pengembangan ilmu-ilmu sains secara berkelanjutan dan terpadu. dan kemungkinan etika dan disiplin peserta didik susah atau sulit untuk diawasi dan dibina sehungga lambat laun kualitas etika dan manusia khusunya para peserta didik akan menurun drastis. Hal . Inilah yang menjadikan penggunaan TIK dalam pendidikan sains menjadi lebih menarik dibandingkan dengan penggunaannya di dalam bidang ilmu non-eksakta (sosial). adalah pada e-learning. Prinsip-prinsip teknologi selelu mementingkan ilmu fisika dalam perkembangannya. termasuk kimia sebagai bahan utama pada perangkatperangkat teknologi tinggi.3. Dengan mendekatkan TIK dalam pendidikan sains.Dan banyak dari mereka yang sampai lupa waktu karena asyik memanfaatkan kecanggihannya.meski tidak semua siswa berbuat demikian. 2010). memiliki dampak yang negatif selain dampak positif seperti diatas. Perkembangan TIK tidak terlepas dari perkembangan ilmu fisika dan kimia. elearning dapat menyebabkan pengalih fungsian guru yang mengakibatkan guru jadi tersingkirkan. siswa akan semakin terpacu dan melihat dari dekat aplikasi sains yang dipelajarinya (khususnya kimia dan fisika). 2.

Dalam kondisi ini siswa dapat saja melebihi wawasan guru apabila guru tersebut tidak mampu mengimbanginya dengan hal yang serupa. Dengan demikian. sebenarnya ini adalah potensi positif untuk menjadikan proses pembelajaran menjadi dinamis. Kemudian bisa membuat seseorang kecanduan. Kemudian dikenal pula Information overload. maka perlu diantisipasi melalui pengelolaan penggunaan TIK secara baik. menurut penulis dampak negatif tersebut terjadi karena kesalahan pengguna dalam memanfaatkan sebuah peluang menjadi berdampak negatif. sebagaimana disebutkan Newhouse (2002) bahwa dengan penggunaan TIK. siswa mampu belajar di luar keahlian dan kemampuan guru. apabila diantisipasi dengan baik maka akan melahirkan potensi positif bahkan dapat dikategorikan sebagai dampak positif. Langkah yang tepat diambil adalah dengan meningkatkan kesadaran dari semua pihak untuk menjaga peluangpeluang negatif tidak terjadi. khususnya internet akan menjadikan mereka banyak meluangkan waktu di dunia internet dengan bermain „game‟ atau terkadang mengakses konten-konten negatif. Apabila suatu dampak yang sebelumnya dipandang negatif. Dampak negatif yang diianggap berimplikasi terhadap kepercayaan diri guru. Karena menemukan informasi yang tidak habis-habisnya yang tersedia di internet. sejumlah orang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan dan mengorganisir berbagai informasi yang ada. terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut. Hal-hal tersebut sangat menghambat berkembanganya pendidikan dalam TIK.10 lain misalnya kecanduan : asik berinternet (biasanya menggunakan fasilitas social networking / game online ) sehingga lupa waktu dan berakibat buruk bagi kehidupannya. Beberapa pendapat juga menyatakan bahwa kedekatan siswa dengan dunia TIK. Apabila penataan regulasi yang berlaku terkait dunia internet dapat ditingkatkan lagi maka hal ini dapat dihindari. Selain itu dengan adanya dampak negatif yang „diduga‟ muncul dalam pemanfaatan TIK. .kemudian ada istilah Cyber-relational addiction adalah keterlibatan yang berlebihan pada hubungan yang terjalin melalui internet (seperti melalui chat room dan virtual affairs) sampai kehilangan kontak dengan hubungan-hubungan yang ada dalam dunia nyata. Akan tetapi jika dikelola dengan baik.

Mempertimbangkan pemakaian TIK dalam pendidikan. 2005).4. juga tidak lupa jangan terlalu berlebihan agar kita tidak kecanduan denagn teknologi. Pihak-pihak pengajar baik orang tua maupun guru. pembelajaran dengan TIK. misalnya kita tidak hanya mendownload e-book. (Mork. tidak hanya berkunjung ke digital library. akses yang memadai terhadap software pendidikan. Pemerintah sebagai pengendali sistem-sistem informasi seharusnya lebih peka dan menyaring apa-apa saja yang dapat di akses oleh para pelajar dan seluruh rakyat Indonesia di dunia maya. khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pemakaian. 2. Tidak menjadikan TIK sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran. solusinya adalah kita jangan sampai mengatakan tidak pada teknologi (say no to technology) karena jika kita berbuat demikian. mempertimbangkan baik-buruknya teknologi tersebut dan tetap menggunakan etika. serta kelemahan guru dalam melaksanakan pendidikan berbasis TIK. berikut ada beberapa metoda pemecahan masalah agar dampak negatif dari TIK dapat tertanggulangi. Solusi dampak negatif Agar penggunaan TIK dalam pendidikan lebih optimal dan di jalankan dengan baik dan benar. tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak. Kita harus mempertimbangkan kebutuhan kita terhadap teknologi. memberikan pengajaran-pengajaran etika dalam ber-TIK agar TIK dapat dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan etika. Analisis untung ruginya . 2. maka kita akan ketinggalan banyak informasi yang sekarang ini informasi-informasi tersebut paling banyak ada di internet. 3. namun juga masih berkunjung ke perpustakaan. infrastruktur.11 Dampak negatif lain juga timbul akibat penggunaan TIK kurang terimplementasi dengan baik. 1. Beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam hal mengimplementasikan penggunaan TIK antara lain: kurang lengkapnya hardware. Jadi. 4.

Penulis menyarankan kepada para pengajar sains agar senantiasa melakukan proses perbaikan dan pengelolaan yang mantap di dalam menggunakan TIK sehingga dampak positifnya dapat diraih. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh peneliti pendidikan sains menunjukkan bahwa TIK memiliki dampak positif terhadap pendidikan sains. tergantung pola pengelolaan pada saat penggunaannya. Beberapa sumber menyebutkan bahwa TIK memiliki dampak negatif terhadap pendidikan sains yang sebenarnya dapat diarahkan menjadi dampak yang positif. . Meskipun sebagian menyatakan ketidakyakinannya tentang dampak ini.12 BAB III PENUTUP Pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains dewasa ini tidak dapat dihindarkan lagi untuk mengikuti perkembangan global.

Linda B. Dampak TIK Terhadap Pendidikan. Newhouse..elearningpapers.wordpress. http://izulfa. Márta. October 2006. DJudin. Pembelajaran Sains Di Sekolah Diakses http://cobaberbagi. University of Bristol. Fostering the Use of ICT in Pedagogical Practices in Science Education. Zinnbauer. Sibylle. Minna. Cyrille. Working Paper prepared for DG EAC. Design and Implementation of the Web-Based Viten Program Radioactivity. A Review of the Impact of ICT on Learning. Specialist Educational Services. Mork. 2002.eu (Diakses 01 Mei 2012)..com/category/menyusuri-pembelajaran-sains/ (01 Mei 2012) La Velle. McFarlane.. Maria Lucia. 2005. A Framework to Articulate the Impact of ICT on Learning in Schools. Graduate School of Education. Knowledge transformation through ICT in science education: A case study in teacherdriven curriculum development. Indana. 2010. 2008. Paul.13 DAFTAR PUSTAKA Giovannini. Cabrera. Richard. Tomo.. 2006. Brawn. Raymond. University of Oslo Dissertation. URL: http://www.. Traina. Western Australia. Sonja M. 2002. Angela... Hunya. Luxembourg: Office for Official Publications of the European Communities. Ivan. Punie. 2010.. Yves.. Moebius. Simonnot. “Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information Communication Technology)” Zulfa. Marcelino. Brigitte. Dieter.blog..edu/2010/dampak-tik-terhadap-pendidikan/ (01 Mei 2012) .upi. Perth. Lakkala. PUSTEKKOM.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.