1

DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN SAINS

TUGAS

Disusun sebagai Salah Satu Tugas Mata Kuliah Landasan TIK dalam Pendidikan Sains

MAGISTER PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS JAMBI MEI, 2012

Khusus dalam bidang teknologi informasi . Potensi untuk mendukung dan memungkinkan belajar melalui eksplorasi simulasi fenomena ilmiah. 2008). Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasarkan teknologi elektronika digital. dan sebagainya. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. e-education. dan berbagai software komputer yang digunakan untuk pendukung pembuatan media pembelajaran. e-learning. serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia.2 BAB I PENDAHULUAN 1. kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. mengambil dan menganalisa data secara otomatis dan mampu mengakses dan mengkomunikasikan informasi ilmiah dan keahlian tinggi. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e. Baru-baru ini diluar dugaan teknologi komputer untuk belajar sains berbasis teknologi telah meningkat tajam. laboratorium virtual. pengelolaan. pemindahan informasi antar media.1 Latar Belakang Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan. e-laboratory. phEt. e-library. pemodelan proses ilmiah. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Kemudian juga bermunculan website khusus untuk pelajaran sains seperti chem-is-try. manipulasi. mulai dari e-book. Tambahan lagi. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia.org. Studi kasus di seluruh dunia telah menunjukkan bahwa TI dapat memungkinkan praktek kelas inovatif dalam belajar sains (Kosma. termasuk salah satunya bidang pendidikan sains. 2003 dalam Webb. Memberikan banyak kemudahan. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini. Seiring dengan perkembangan TIK ini telah membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di segala aspek kehidupan.

Menjelaskan pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains. Bagaimana pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 2. Apa solusi yang tepat untuk menghadapi dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 1. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut: 1. Apa dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 4. Menganalisis dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains. Menganalisis dampak positif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains. 4. Memberikan solusi yang tepat untuk menghadapi dampak negatif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains. 3. 2. di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.3 Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah: 1.2. walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif. Namun demikian. 1.3 sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. . Apa dampak positif pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains? 3.

E-learning Mulai dari tahun 2002. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Menengah. bahan pembelajaran sedang dikembangkan untuk mata pelajaran berikut: Matematika. Sains dapat disebut sebagai proses atau metode dan produk. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah dan tingkat sekolah kejuruan melalui penggunaan internet. Sampai tahun ini. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan termasuk pendidikan sains. di dalam e-learning ada course-course atau kursus online untuk mata kuliah tertentu. pemerintah Indonesia telah menggunakan TIK untuk memperluas kesempatan pendidikan.4 BAB II PEMBAHASAN 2. dan Direktorat Pendidikan sedang mengembangkan e-learning program yang disebut “e-dukasi”. dan menginvestigasi fenomena alam dengan segala aspeknya yang bersifat empiris. 2. astronomi. . berbagai upaya untuk menggunakan TIK dalam pendidikan antara lain: 1. Kursus Online Beberapa perguruan tinggi telah memberikan kuliah melalui internet untuk beberapa kursus. sains meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan dan pengalaman belajar tentang ilmu-ilmu alam seperti kimia. Dalam pendidikan. fisika. Penggunaan TIK dalam pendidikan sains saat ini tengah mengalami perkembangan yang amat pesat. Fisika. dan meningkatkan efisiensi sistem pendidikan. Dimana dosen dan murid tidak tatap muka atau menerapkan distance learning. untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan. Dengan menggunakan metode ilmiah.1. Kimia. serta statistika dan matematika. menjelaskan. biologi. Pendidikan Sains dan Pemanfaatan TIK Sains adalah pengetahuan yang mempelajari. dan Teknologi Informasi. Biologi. Elektronika. Pada tahap awal ini. Misalnya saja di UPI.

6.5 3. Universitas Brawijaya Malang Central Library. yang Pasca Sarjana Studi Perpustakaan ITB. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) telah mengembangkan instruksi dibantu komputer bahan belajar untuk berbagai subject matter dan kursus. untuk meningkatkan pertukaran informasi antar lembaga pendidikan tinggi dan lembaga-lembaga penelitian di Indonesia. pencarian di web dan proyek penelitian siswa telah diteliti tapi potensialnya untuk mendukung pembelajaran sains juga akan dieksplorasi. Lembaga Penelitian ITB. Indonesia Digital Library Network ini dimaksudkan untuk mendukung upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi. Bukti bagaimana aplikasi ini dapat meningkatkan pembelajaran seperti. Ini adalah bahan pembelajaran interaktif dimana siswa dapat belajar pada / dirinya sendiri dengan sedikit bantuan dari guru / dosen. . Computer Assisted Instruction (CAI) Ini adalah off-line program instruksi sehingga tidak tergantung pada akses ke internet. pemodelan dan data logging. Jenis penggunaan IT yang telah terbukti untuk memungkinkan belajar sains meliputi simulasi. authoring multimedia dan video. Universitas Muhammaddiyah Malang dan The Central Bank Data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Joint Research Sebagai media yang menyediakan untuk kolaborasi melalui penggunaan teknologi informasi. ada jaringan perpustakaan elektronik yang disebut Bahasa Indonesia Digital Library Network yang merupakan jaringan perpustakaan elektronik dari perpustakaan pusat ITB (Digital Library). Perpustakaan Elektronik Saat ini. 5. Tutorial Online Salah satu penggunaan teknologi informasi untuk pendidikan di pendidikan tinggi adalah untuk tujuan tutorial lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh. penelitian bersama program telah dilakukan. Sedangkan menurut Mary (2008). Jakarta. 4. Universitas Indonesia Timur Pembangunan proyek (dalam proyek CIDA).

Menurut Mork di dalam disertasinya.2. Melalui pemanfaatan TIK. dan dampak terhadap lingkungan belajar. Dalam makalah ini. siswa mampu melakukan sebuah pengembangan sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. TIK memainkan peranan yang sangat penting dalam mengelola pendidikan sains menjadi lebih relevan. Siswa melalui TIK mampu belajar bagaimana menemukan data. memiliki daya tarik.6 2. Secara umum dapat dikatakan bahwa penerapan TIK dalam pendidikan sains memiliki pengaruh yang sangat positif. siswa menjadi lebih tertarik terhadap proses pembelajaran yang mereka miliki. 2002). dampak terhadap guru dan aspek pedagoginya. menginterpretasikan sebuah model. setidaknya penulis menguraikan tiga hal secara singkat tentang dampak dampak terhadap siswa dan implikasinya terhadap guru. dan sumber-sumber rujukan dari internet yang mengantarkan mereka menjadi sukses baik di sekolah maupun di tempat bekerja. Dampak positif Menurut Newhouse (2002) apabila kita berbicara masalah dampak TIK dalam pendidikan maka ada beberapa hal yang ditinjau yakni: dampak terhadap proses pembelajaran. dampak terhadap sekolah dan sistem pendidikan. dampak terhadap proses pembelajaran. dampak terhadap lingkungan belajar. 2) Kurikulum dapat dipusatkan pada permasalahan otentik. Salah satu keampuhan TIK dalam mengantarkan kesuksesan seorang siswa terkait dalam pelajaran sains adalah bahwa TIK mampu merangsang aspek teoritis dan praktikal dalam pengajaran dan pembelajaran sains (Mork. TIK juga menawarkan sebuah peluang untuk menghubungkan jurang pemisah antara masyarakat umum dan kalangan akademisi. paralel dengan kehidupan nyata. dan mampu memberikan motivasi terhadap siswa. kehadiran TIK mampu memunculkan dampak positif yakni: 1) Sistem pembelajaran yang kompleks dapat disimulasikan. dampak terhadap kurikulum. penulis berpendapat bahwa harus ada kajian yang lebih rinci tentang dampak pemanfaatan TIK pada masing-masing aspek tinjauan di atas. serta dampak terhadap siswa. Demikian juga dalam pendidikan sains. 2005). dan mampu mencapai hasil belajar melewati kurikulumnya pada tingkat yang lebih tinggi (Newhouse. 3) Pemodelan dan visualisasi dapat digunakan .

Selain itu. Strømme. Proses pembelajaran konvensional umumnya lebih mengarahkan kepada lingkungan dimana guru sebagai pusat lingkungan. lingkungan belajar lebih terkesan sebagai “learner-centred”. Penggunaan TIK juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif. 2004). 1995. 2000. TIK digunakan sebagai alat untuk mendukung dan meningkatkan eksistensi proses pembelajaran serta mendukung administrasinya. 1991. TIK tetap dipandang bukan untuk sebuah revolusi pembelajaran dan pengajaran (Punie.2003). Crosier. & Wilson. Lebih lanjut Mork menuliskan bahwa gagasan penggunaan TIK mampu meningkatkan motivasi belajar siswa (Campbell. Dalam penggunaan TIK. Cobb. Masing-masing punya akses yang sama terhadap ilmu pengetahuan . 1984.7 untuk menjembatani antara pengalaman dan abstraksi. 2002. 4) topic-topik kontroversial dapat didiskusikan dengan para ahlinya di luar ruang kelas (Dede. Jorde. Schofield. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan TIK ternyata memberikan efek positif sebagai berikut :  Investigasi secara nyata dalam membangun pengetahuan  Meningkatkan keaktifan belajar dan penilaian otentik  Memotivasi dan menantang siswa untuk memiliki ketertarikan  Menyediakan media untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas siswa  Menyediakan sarana pendukung untuk berpikir lebih tinggi  Meningkatkan independensi siswa  Meningkatkan kolaborasi dan kerja sama  Pembelajaran yang sesuai dengan siswa  Menyelesaikan persoalan ketidakmampuan fisik Ada beberapa pembuktian yang telah dilakukan bahwa pencapaian pendidikan di Eropa secara positif disebabkan oleh pemanfaatan TIK. pemanfaatan TIK juga mendorong sebuah lingkungan yang berpusat pada pengetahuan (knowledgecentred). dimana siswa sebagai pusat pembelajaran. tetapi kesimpulan ini tidak hanya di dalam ruang lingkup penggunaan di sekolah. 2008). Hal ini juga tergantung bagaimana TIK dikelola dan digunakan di dalam institusi pendidikan. Rieber. disebut “teacher-centred”.

Watson juga menyediakan bukti bahwa siswa dengan menggunakan TIK akan melewatkan waktu lebih banyak dalam tugas pelajaran. TIK juga menawarkan sebuah lingkungan belajar yang berpusat pada penilaian dan berpusat pada komunitas. Adanya peningkatan penggunaan TIK telah memperkenalkan sebuah pendekatan pedagogi yang baru. termasuk di dalamnya pembelajaran Berbasis Sumber atau Resource Based Learning (RBL) dimana pembelajaran ini memerlukan aset pendukung TIK. Ada perubahan dalam perilaku dan motivasi siswa dalam belajar serta peningkatan dalam hal ketertarikan dan kecenderungan menikmati aktivitas belajarnya. sehingga guru leluasa memusatkan perhatian pada hal-hal yang mendukung pembelajaran dan pembelajaran untuk memampukan para siswa. sehingga dapat membantu siswa dalam memahami dan menginterpretasikan data tersebut. mengarahkan . dan 4) Memfasilitasi koleksi data dan presentasi data tersebut. Morrison et al juga menunjukkan bukti adanya peningkatan prestasi bagi siswa yang menggunakan laptop selama setahun pada semua kurikulum. secara khusus Mary (2008) menyatakan bahwa lingkungan belajar sains yang diperkaya dengan TIK mampu: 1) Meningkatkan perkembangan aspek kognitif. sehingga siswa dapat menghubungkan sains dengan pengalaman pribadi dan pengalaman nyata mereka. Berkaitan dengan pendidikan sains.8 sehingga tidak ada hal-hal yang ditutup-tutupi atau tidak diajarkan. Secara khusus. disebutkan secara detail bahwa Watson et al (1993) menyatakan penelitiannya tentang dampak TIK terhadap prestasi siswa mata pelajaran sains (di antara mata pelajaran lain). 2) Memampukan pengalaman secara lebih luas. 2002). Implementasi teknologi yang didukung oleh inquiry-kolaboratif mendorong guru sains untuk mendesain pendidikan sebagai suatu sistem terpadu yang menyediakan sejumlah peralatan relevan kepada siswa. yakni adanya kerja sama dan kooperasi (Newhouse. Pada tahun 1993. McFarlane and Friedler (1998) juga memperlihatkan bukti yang jelas peningkatan proses pembelajaran menggunakan logging data. 3) Meningkatkan manajemen diri siswa serta memampukan mereka untuk melacak tingkat kemajuan belajar. Dari hasil tinjauan literatur oleh La Velle et al (2002). mata pelajaran sains secara ekstrim memperoleh dampak positif dari kehadiran RBL yang berkaitan dengan penggunaan TIK. termasuk sains.

Dengan mendekatkan TIK dalam pendidikan sains. Sehingga untuk itu peran orang tua sangatlah penting untuk mengawasi anak-anaknya. Kemudian karena seringnya mengakses internet. dan kemungkinan etika dan disiplin peserta didik susah atau sulit untuk diawasi dan dibina sehungga lambat laun kualitas etika dan manusia khusunya para peserta didik akan menurun drastis.Dan banyak dari mereka yang sampai lupa waktu karena asyik memanfaatkan kecanggihannya. Prinsip-prinsip teknologi selelu mementingkan ilmu fisika dalam perkembangannya. Hal . memiliki dampak yang negatif selain dampak positif seperti diatas. Inilah yang menjadikan penggunaan TIK dalam pendidikan sains menjadi lebih menarik dibandingkan dengan penggunaannya di dalam bidang ilmu non-eksakta (sosial). 2. Sebagaimana kita ketahui bahwa teknologi informasi dan komunikasi berkembang dari adanya penelitian dan pengembangan ilmu-ilmu sains secara berkelanjutan dan terpadu. seperti pornografi yang sangat mudah di akses yang berefek buruk bagi anak dibawah umur ataupun bagi yang sudah dewasa sekalipun. siswa akan semakin terpacu dan melihat dari dekat aplikasi sains yang dipelajarinya (khususnya kimia dan fisika). Salah satu contoh kekurangan produk hasil TIK. serta hakikat manusia yang utama yaitu sebagai makhluk sosial akan musnah. elearning dapat menyebabkan pengalih fungsian guru yang mengakibatkan guru jadi tersingkirkan. Dampak negatif Namun dibalik dari kecanggihan ICT saat ini.meski tidak semua siswa berbuat demikian. Perkembangan TIK tidak terlepas dari perkembangan ilmu fisika dan kimia. dan meningkatkan secara epistemologi tingkat dan cara bekerja denganilmu pengetahuan (Givannini et al. termasuk kimia sebagai bahan utama pada perangkatperangkat teknologi tinggi.3.9 mereka untuk berkolaborasi secara efektif. menyebabkan terciptanya individu yang bersifat individual karena sistem pembelajaran dapat dilakukan dengan hanya seorang diri. di khawatirkan pelajar bukannya benar-benar memanfaatkan TIK dengan optimal malah mengakses halhal yang tidak baik. Banyak dari para siswa yang menyalahgunakan kecanggihannya untuk hal-hal yang tidak semestinya. adalah pada e-learning. 2010).

maka perlu diantisipasi melalui pengelolaan penggunaan TIK secara baik. khususnya internet akan menjadikan mereka banyak meluangkan waktu di dunia internet dengan bermain „game‟ atau terkadang mengakses konten-konten negatif. terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut. sebenarnya ini adalah potensi positif untuk menjadikan proses pembelajaran menjadi dinamis. Beberapa pendapat juga menyatakan bahwa kedekatan siswa dengan dunia TIK. siswa mampu belajar di luar keahlian dan kemampuan guru. Apabila suatu dampak yang sebelumnya dipandang negatif. apabila diantisipasi dengan baik maka akan melahirkan potensi positif bahkan dapat dikategorikan sebagai dampak positif. Langkah yang tepat diambil adalah dengan meningkatkan kesadaran dari semua pihak untuk menjaga peluangpeluang negatif tidak terjadi. Dengan demikian. Kemudian dikenal pula Information overload.kemudian ada istilah Cyber-relational addiction adalah keterlibatan yang berlebihan pada hubungan yang terjalin melalui internet (seperti melalui chat room dan virtual affairs) sampai kehilangan kontak dengan hubungan-hubungan yang ada dalam dunia nyata. menurut penulis dampak negatif tersebut terjadi karena kesalahan pengguna dalam memanfaatkan sebuah peluang menjadi berdampak negatif. Dalam kondisi ini siswa dapat saja melebihi wawasan guru apabila guru tersebut tidak mampu mengimbanginya dengan hal yang serupa. Akan tetapi jika dikelola dengan baik. sebagaimana disebutkan Newhouse (2002) bahwa dengan penggunaan TIK. Karena menemukan informasi yang tidak habis-habisnya yang tersedia di internet. Dampak negatif yang diianggap berimplikasi terhadap kepercayaan diri guru. Kemudian bisa membuat seseorang kecanduan. . Selain itu dengan adanya dampak negatif yang „diduga‟ muncul dalam pemanfaatan TIK. Apabila penataan regulasi yang berlaku terkait dunia internet dapat ditingkatkan lagi maka hal ini dapat dihindari.10 lain misalnya kecanduan : asik berinternet (biasanya menggunakan fasilitas social networking / game online ) sehingga lupa waktu dan berakibat buruk bagi kehidupannya. sejumlah orang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan dan mengorganisir berbagai informasi yang ada. Hal-hal tersebut sangat menghambat berkembanganya pendidikan dalam TIK.

Solusi dampak negatif Agar penggunaan TIK dalam pendidikan lebih optimal dan di jalankan dengan baik dan benar. memberikan pengajaran-pengajaran etika dalam ber-TIK agar TIK dapat dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan etika. akses yang memadai terhadap software pendidikan. namun juga masih berkunjung ke perpustakaan. 3. 2. infrastruktur. 2. Pemerintah sebagai pengendali sistem-sistem informasi seharusnya lebih peka dan menyaring apa-apa saja yang dapat di akses oleh para pelajar dan seluruh rakyat Indonesia di dunia maya.11 Dampak negatif lain juga timbul akibat penggunaan TIK kurang terimplementasi dengan baik. Kita harus mempertimbangkan kebutuhan kita terhadap teknologi. solusinya adalah kita jangan sampai mengatakan tidak pada teknologi (say no to technology) karena jika kita berbuat demikian. Tidak menjadikan TIK sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran. tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak. berikut ada beberapa metoda pemecahan masalah agar dampak negatif dari TIK dapat tertanggulangi.4. Beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam hal mengimplementasikan penggunaan TIK antara lain: kurang lengkapnya hardware. Pihak-pihak pengajar baik orang tua maupun guru. Analisis untung ruginya . tidak hanya berkunjung ke digital library. maka kita akan ketinggalan banyak informasi yang sekarang ini informasi-informasi tersebut paling banyak ada di internet. misalnya kita tidak hanya mendownload e-book. serta kelemahan guru dalam melaksanakan pendidikan berbasis TIK. pembelajaran dengan TIK. (Mork. Mempertimbangkan pemakaian TIK dalam pendidikan. 1. juga tidak lupa jangan terlalu berlebihan agar kita tidak kecanduan denagn teknologi. 2005). Jadi. khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pemakaian. 4. mempertimbangkan baik-buruknya teknologi tersebut dan tetap menggunakan etika.

tergantung pola pengelolaan pada saat penggunaannya.12 BAB III PENUTUP Pemanfaatan TIK dalam pendidikan sains dewasa ini tidak dapat dihindarkan lagi untuk mengikuti perkembangan global. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh peneliti pendidikan sains menunjukkan bahwa TIK memiliki dampak positif terhadap pendidikan sains. Meskipun sebagian menyatakan ketidakyakinannya tentang dampak ini. Penulis menyarankan kepada para pengajar sains agar senantiasa melakukan proses perbaikan dan pengelolaan yang mantap di dalam menggunakan TIK sehingga dampak positifnya dapat diraih. Beberapa sumber menyebutkan bahwa TIK memiliki dampak negatif terhadap pendidikan sains yang sebenarnya dapat diarahkan menjadi dampak yang positif. .

Mork. Pembelajaran Sains Di Sekolah Diakses http://cobaberbagi. Tomo. Marcelino.13 DAFTAR PUSTAKA Giovannini.. Western Australia. October 2006. Luxembourg: Office for Official Publications of the European Communities. Indana. Fostering the Use of ICT in Pedagogical Practices in Science Education. Traina. http://izulfa.eu (Diakses 01 Mei 2012). Márta. DJudin.. Design and Implementation of the Web-Based Viten Program Radioactivity. Brawn... Cabrera.. 2002. Zinnbauer. Dieter. Working Paper prepared for DG EAC. Yves.upi. PUSTEKKOM. A Framework to Articulate the Impact of ICT on Learning in Schools. 2005.com/category/menyusuri-pembelajaran-sains/ (01 Mei 2012) La Velle. Simonnot. Newhouse. Hunya. Brigitte.elearningpapers. Richard. Raymond. University of Oslo Dissertation. Dampak TIK Terhadap Pendidikan.. Lakkala. 2010. McFarlane. Cyrille.. Minna. University of Bristol. Sonja M. Moebius. 2008.wordpress. Angela. Sibylle.blog. 2002. Ivan. 2010. Specialist Educational Services. Punie. URL: http://www. Linda B. Perth.. Graduate School of Education. 2006. Maria Lucia.. Paul. Knowledge transformation through ICT in science education: A case study in teacherdriven curriculum development.edu/2010/dampak-tik-terhadap-pendidikan/ (01 Mei 2012) .. A Review of the Impact of ICT on Learning. “Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information Communication Technology)” Zulfa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful