Kisah Cinta Abu Mubarak Inilah kisah indah percintaan seorang tabi’in mulia. Namanya Mubarak.

Dulu, Mubarak itu seorang hamba. Tuannya memerdekakannya kerana keluhuran pekerti dan kejujurannya. Setelah merdeka ia bekerja pada seorang kaya raya yang memiliki kebun delima yang cukup luas. Ia bekerja sebagai penjaga kebun itu. Keramahan dan kehalusan tutur sapanya, membuatnya disenangi semua temannya dan penduduk di sekitar kebun. Suatu hari pemilik kebun itu memanggilnya dan berkata: “Mubarak, tolong petikkan buah delima yang manis dan masak!” Mubarak seketika itu bergegas ke kebun. Ia memetikkan beberapa buah dan membawanya pada Tuannya. Ia menyerahkan pada Tuannya. Majikannya mencuba delima itu dengan penuh semangat. Namun apa yang terjadi, ternyata delima yang dipetik Mubarak rasanya masam dan belum masak. Ia mencuba satu persatu dan semuanya tidak ada yang manis dan masak.. Pemilik kebun itu gusar dan berkata: ”Apakah kau tidak dapat membedakan mana yang masak dan yang belum masak? Mana yang manis dan mana yang masam?” “Maafkan saya Tuan, saya sama sekali belum pernah merasakan delima. Bagaimana saya boleh merasakan yang manis dan yang kecut,” jawab Mubarak. “Apa? Kamu sudah sekian tahun bekerja di weesini dan menjaga kebun delima yang luas yang telah berpuluh kali berbuah dan kau katakan belum merasakan delima. Kau berani berkata seperti itu!” Pemilik kebun itu marah merasa dipermainkan. “Demi Allah Tuan, saya tidak pernah memetik satu butir buah delima pun. Bukankah anda hanya memerintahkan saya menjaganya dan tidak memberi izin pada saya untuk memakannya?” lirih Mubarak. Mendengar ucapan itu pemilik kebun itu tersentak. Namun ia tidak langsung percaya begitu saja. Ia lalu pergi bertanya kepada teman-teman Mubarak dan tetangga disekitarnya tentang kebenaran ucapan Mubarak. Teman-temannya mengakui tidak pernah melihat Mubarak makan buah delima. Juga tetangganya. Seorang temannya bersaksi: “Ia seorang yang jujur, selama ini tidak pernah berbohong. Jika ia tidak pernah makan satu buah pun sejak bekerja disini bererti itu benar.” *** Kejadian itu benar-benar menyentuh hati sang pemilik kebun. Diam-diam ia kagum dengan kejujuran pekerjanya itu. Untuk lebih meyakinkan dirinya, ia kembali memanggil Mubarak: “Mubarak, sekali lagi, apakah benar kau tidak makan satu buah pun selama menjaga kebun ini?” “Benar Tuan.” “Berilah aku alasan yang boleh aku terima!”

“Aku tidak tahu apakah Tuan akan menerima penjelasanku apa tidak. Saat aku pertama kali datang untuk bekerja menjaga kebun ini, Tuan mengatakan tugas saya hanya menjaga. Itu aqadnya. Tuan tidak mengatakan aku boleh merasakan delima yang aku jaga. Selama ini aku menjaga agar perutku tidak dimasuki makanan yang syubhat apalagi haram. Bagiku kerana tidak ada izin yang jelas dari Tuan, maka aku tidak boleh memakannya.” “Meskipun itu delima yang jatuh di tanah, Mubarak?” “Ya, meskipun delima yang jatuh ditanah. Sebab itu bukan milikku, tidak halal bagiku. Kecuali jika pemiliknya mengizinkan aku boleh memakannya.” Kedua mata pemilik kebun itu berkaca-kaca. Ia sangat tersentuh dan terharu. Ia mengusap air matanya dengan sapu tangan dan berkata, “Hai Mubarak, aku hanya memiliki seorang anak perempuan. Menurutmu aku mengahwinkannya dengan siapa?” Mubarak menjawab: “Orang-orang Yahudi mengahwinkan anaknya dengan seseorang kerana harta. Orang Nasrani mengahwinkan kerana keindahan. Dan orang Arab mengahwinkan kerana nasab dan keturunannya. Sedangkan orang Muslim mengahwinkan anaknya pada seseorang kerana melihat iman dan taqwanya. Anda tinggal memilih, mahu masuk golongan yang mana? Dan kahwinkanlah puterimu dengan orang yang kau anggap satu golongan denganmu.” Pemilik kebun berkata: ”Aku rasa tak ada orang yang lebih bertakwa darimu.” Akhirnya pemilik kebun itu mengahwinkan puterinya dengan Mubarak. Puteri pemilik kebun itu ternyata gadis cantik yang solehah dan cerdas. Ia hafal kitab Allah dan mengerti sunnah NabiNya. Dengan kejujuran dan ketaqwaan, Mubarak memperoleh nikmat yang agung dari Allah SWT. Ia hidup dalam syurga cinta. Dari percintaan pasangan mulia itu lahirlah seorang anak lelaki yang diberi nama“Abdullah”. Setelah dewasa anak ini dikenal dengan sebutan “Imam Abdullah bin Mubarak” atau “Ibnu Mubarak”, seorang ulama di kalangan tabi’in yang sangat terkenal. Selain dikenali sebagai ahli hadis, Imam Abdullah bin Mubarak juga dikenali sebagai ahli zuhud. Kedalaman ilmu dan ketaqwaannya banyak diakui ulama pada zamannya. Inilah Buah cinta yang Berasaskan Ketaqwaan, semoga kita dianugerahkan cinta yang disertai ketaqwaan. *** Sumber: Sahabat

Peri dan Petani Tulisan ini diinspirasi oleh cerita seorang sahabat. Ceritanya sebenarnya sudah banyak diketahui orang, tapi ada sedikit modifikasi yang membuatnya menjadi menarik untuk diceritakan kembali. Meski konteksnya saat sahabat saya bercerita itu cuma guyon, tapi sebenarnya ada pelajaran yang bisa dipetik. Saya berusaha menuliskannya. Enjoy! Alkisah ada seorang petani tua yang miskin. Dia hidup berdua saja dengan istrinya. Tiap hari dia pergi ke sawah sambil membawa cangkul besi satu-satunya miliknya, menyeberangi sebuah sungai yang cukup dalam. Pada suatu hari, saat menyeberangi sungai dalam perjalanan ke sawah, si petani tanpa sengaja menjatuhkan cangkulnya. Cangkul itu langsung tenggelam ke dasar sungai. Si petani tertegun sedih, meratapi kecerobohan yang membuatnya kehilangan benda miliknya yang paling berharga. Saat merenungi nasibnya itu, tiba-tiba datanglah seorang peri menghampirinya. “Hai petani, kenapa kau bersedih?” “Aku kehilangan cangkulku. Padahal hanya dengan itulah aku bisa menghidupi diri dan istriku.” “Baiklah…tunggu sebentar”, kata si peri. Lalu ia menghilang, dan tak lama kemudian muncullah kembali sambil membawa sebuah cangkul terbuat dari emas murni. “Inikah cangkulmu?”, tanya si peri. “Bukan. Cangkulku tidak sebagus itu. Hanya cangkul biasa saja”, jawab si petani. Lalu si peri menghilang kembali, dan sebentar kemudian muncul sambil membawa cangkul perak. “Inikah cangkulmu?”, tanya si peri kembali. “Bukan. Cangkulku cuma terbuat dari besi.” Untuk ketiga kalinya, si peri pergi, dan saat kembali kali itu dia membawa sebuah cangkul besi.

“Inikah cangkulmu? Si petani mendadak terlihat gembira. “Benar…benar…inilah cangkulku…”, sahutnya sambil tersenyum. Si peripun ikut tersenyum, lalu berkata,”Wahai pak tani, aku salut akan kejujuranmu. Engkau tidak silau dengan hal-hal keduniawian. Sebagai anugrah, kuberikan juga cangkul emas dan cangkul perak kepadamu.” Lalu diserahkannyalah cangkul emas dan cangkul perak tadi kepada si petani. Si petani tentu saja bergirang hati mendapatkan rejeki tersebut. Pemberian emas dan perak itu kemudian dijualnya untuk memperbaiki tingkat kehidupannya. Meskipun mendapat rejeki besar, tapi si petani tidak berubah. Ia tetap bekerja keras dan mencoba bersikap jujur dalam setiap kesempatan. Suatu hari, seperti biasanya ia pergi ke sawah. Bedanya, kali ini ia ditemani istrinya. Saat menyeberangi sungai, tiba-tiba istrinya terjatuh dan hilang ditelan arus sungai. Si petani terkejut dan tidak mampu menolong istrinya, akhirnya iapun cuma bisa menangis sedih. Tiba-tiba si peri muncul kembali, dan terjadilah dialog yang mirip seperti di atas. Singkat kata, si peri pergi, dan saat kembali, ia membawa Paris Hilton (bagi yg belum tahu Paris Hilton, ia adalah selebritis jetset yang suka hidup mewah, pewaris Hilton raja jaringan hotel). “Inikah istrimu?”, tanya si peri sambil menyodorkan Paris Hilton. “Benar…benar…dialah istriku”, jawab si petani setelah melihat dan mengamati Paris Hilton dengan cermat. Si peri langsung berubah wajahnya. Ia kemudian berkata,”Wahai pak tani, ternyata engkau tidak jujur. Engkau mengaku memiliki sesuatu yang sebenarnya bukan milikmu. Aku kecewa…” Sebelum si peri melanjutkan ucapannya, si petani memotongnya,”Dengan mengakui Paris Hilton sebagai istriku, justru aku bersikap jujur, wahai peri…” Si peri keheranan dengan jawaban si petani. Dia bertanya,”Coba jelaskan, apa maksudmu?” Si petani kemudian berkata panjang lebar,”Coba pikirkan…Kalau aku tidak mengakui Paris Hilton sebagai istriku, maka engkau akan membawakanku Angelina Jolie, Demi Moore, atau selebritis lainnya, baru kemudian engkau mengembalikan istriku. Lalu engkau akan terkesan akan kejujuranku, dan akan memberiku Paris Hilton dan Angelina Jolie untuk hidup bersamaku, selain istriku sendiri.” Lanjut si petani,”Coba bayangkan…mana sanggup aku membiayai selebritis-selebritis itu. Dari mana aku dapat uang? Aku hanya seorang petani miskin. Karena itu aku mencoba jujur pada keadaanku. Aku tidak sanggup menghidupi mereka, lalu kuputuskan untuk menjawab seperti tadi. Aku tahu engkau kecewa, dan aku tahu jika engkau kecewa pasti aku tidak akan mendapatkan siapa-siapa, termasuk istriku sendiri. Tapi paling tidak aku tidak mengkhianati kehidupanku sendiri…” Dan si peripun menjadi speechless dengan jawaban si petani itu… ** EPILOG:

Saya yakin ada yang tertawa membaca cerita di atas, tapi ada juga yang tertegun. Menurut sahabat saya, moral of the storynya adalah bahwa sulit sekali bagi kita untuk tidak berprasangka kepada orang lain. Sulit karena fenomenanya terlihat jelas di hadapan kita. Bahkan saat kita sudah berusaha keras untuk tidak menaruh prasangka buruk, kadang-kadang bayangan tuduhan itu tetap muncul juga… Cerita di atas bisa menjadi pelajaran bagi kita yang kadang mudah menjatuhkan cap jelek kepada orang lain. Sesungguhnya cap jelek yang kita timpakan itu tidak selalu benar. Sesungguhnya terkadang yang ada hanyalah beda pandangan saja. Si peri menuduh petani tidak jujur karena dia mengakui Paris Hilton sebagai istrinya, sementara si petani berpendapat bahwa kejujuran tidak hanya sebatas pada pengakuan lisan saja. Sebelum berprasangka, kita juga perlu sadar bahwa kadang-kadang pandangan orang yang kita cap jelek itu malah lebih baik daripada pandangan kita. Bagi kita yang kadang menjadi korban prasangka buruk, tidak usahlah menjadi panas hati. Pahamilah bahwa prasangka tadi kadang muncul karena perbedaan pandangan atau ketidaktahuan. Jika penyebabnya memang seperti itu, komunikasi yang baik akan bisa menyelesaikan persoalan. Kalau kita bisa bersikap seperti ini, percayalah…hidup akan menjadi lebih ringan… Semoga bisa bermanfaat, baik untuk hiburan maupun renungan.. :-) PS: Untuk pak Isnaeni, terima kasih atas ceritanya yang inspiring…Semoga tidak keberatan kalau saya tuliskan sebagai note… :-) *** Oleh: Lukito Edi Nugroho

Semua Ada Awalnya Oleh Yon’s Revolta Cobalah jangan menjadi orang sukses, Melainkan berusahalah untuk menjadi orang yang berharga (Einstein) *** Di depan sebuah masjid… Lelaki berjenggot itu nampak serius bekerja. Mengipas-ngipas bara arang dengan beberapa biji jagung muda diatasnya. Dibolak-balik agar merata sambil ditaburi bumbu sesuai pesanan pembeli. Bisa pedas, gurih atau asin. Silakan tinggal memilih saja. Aroma bumbu taburnya bisa kita hirup lezatnya dari dekat.

sekira sudah sebulan dia berjualan di situ. Saya agak sepakat dengan kata Einstein yang saya kutip di atas. Tepatnya. Ijinkan saya bertanya. Dengan begitu. tetapi perlu dengan mata jiwa. atau bisa juga keterpaksaan karena hanya peluang itu yang ada. apakah langkah kaki kita telah terayunkan. Semoga. Ya. Menelisik lebih dalam atas apa yang kita kita lihat itu. Hari ini. Saya cenderung memandang apa yang dilakukannya sebagai bagian dari proses. Kata pepatah cinta. Sudah teramat banyak cerita orang-orang yang meniti karier dari awal. mata hati. Belum sempat menyapa dan bercerita banyak dengannya. perlu sejenak menengok dan berevaluasi. mungkin saat ini bekerja belum sesuai dengan apa yang kita inginkan. Apa yang menarik dari pemandangan itu. Mungkin dia punya cita-cita lebih dalam berbisnis. . Tetapi juga bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Bisa jadi begitu. pasti kalian akan mendapatkannya”. halal. ada baiknya kita ingat pesan Rasulullah Muhammad SAW “Berharaplah dengan kebaikan. Asalkan kita bisa memandangnya dengan cara yang berbeda. Ataukah kita masih saja terbayang-bayang akan nikmatnya impian. tentu kurang afdhol. kita coba untuk beranjak berjalan. Kita. Tapi mari kita selami lebih dalam lagi tentang fenomena itu. semua itu ada awalnya. Di setiap tempat. Hari ini. Nah. kitapun akan bisa meresapi sampai ke hati pula. Sebuah bagian dari proses pencapaian cita-cita dan impian kita. tentu paham di mana keberadaan manusia dimuka bumi ini memang ditentukan sejauhmana dia bermanfaat bagi orang lain. kita belajar tentang proses. Pertanyaannya sekarang. manusia yang mempunyai kemanfaatan tak hanya bagi dirinya sendiri. Keping-keping yang bisa kita petik sebagai renungan tentang kehidupan yang kita jalani selama ini. Selangkah demi selangkah. apa yang kita lihat. Adakah yang bisa menjamin bahwa orang itu memang punya cita-cita sebagai seorang penjual jagung bakar? Saya sendiri tak yakin. sebagai langkah awal. Bagi seorang muslim. kita bisa melakukannya.Saya kurang tahu tempat tinggal penjual jagung bakar itu di mana. dan tentunya setelahnya tak hanya kita yang menikmatinya. anggap saja apa yang dilakukannya kini kita alami. tapi bagi orang lain. jangan melulu untuk berambisi menjadi orang sukses. maka pekerjaan itu dilakukannya. ribuan mil dimulai dari satu langkah. Mungkin biasa saja. Ya. Yang saya tahu. langkah terindah yang bisa dilakukan adalah mencintai pekerjaan kita. Anggap ini sebagai langkah awal kita untuk meniti karier yang lebih baik dikemudian hari. Khusus bagi yang sedang melangkahkan sejengkal demi sejengkal kaki meraih capaian puncak. diridhoi Allah SWT. semuanya ternyata bisa menjadi bahan renungan kita. Memang melihatnya tak sekedar dengan dua mata kita. ada keping-keping hikmah yang tersisa. Bagi yang sudah beranjak jauh. Kalau hanya mengejar sukses pribadi. Barangkali. Kapan-kapan kalau diberi kesempatan akan saya ceritakan. ini awalan bagi kita untuk menggapai puncak yang baik. Tapi berusaha untuk menjadi manusia yang berharga. Tentu. Hanya saja. Seperti orang yang awalnya penjual koran eceran kemudian menjadi “raja media’.

beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi. Ayah tidak mendengar siapapun mengaku. Tubuhnya penuh dengan luka. . orangtuaku membajak tanah kering kuning. adikku mencengkeram tangannya dan berkata. Di pertengahan malam itu. Aku terpaku. “Ayah. Semuanya sudah terjadi. Ayah segera menyadarinya. Hari demi hari. Sesudahnya. tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Tiba-tiba. dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. aku tiba-tiba mulai menangis meraungraung. terlalu takut untuk berbicara. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok. ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Aku berusia 11. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata. aku yang melakukannya! “ Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. dan punggung mereka menghadap ke langit.*** Aku Menangis untuk Adikku Penulis : Ratu Karitasurya Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!” Malam itu.” Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Aku mempunyai seorang adik. “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. “Baiklah. tiga tahun lebih muda dariku. aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. jangan menangis lagi sekarang. jadi beliau mengatakan. adikku berusia 8 tahun. Bertahun-tahun telah lewat. “Siapa yang mencuri uang itu?” beliau bertanya. untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatan membawanya. kalian berdua layak dipukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Suatu ketika. Ayah begitu marah. sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai beliau kehabisan nafas. Waktu itu. kalau begitu. “Kak.

Suatu hari.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti ayah mesti mengemis di jalanan. Malam itu. ayah akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. dan tersekat-sekat dalam kata-kataku.Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun. Hasil yang begitu baik. aku sedang belajar di kamarku. saya telah cukup membaca banyak buku. “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kalau kamu adalah adikku?” Dia menjawab. tersenyum. Pada saat yang sama. dan air mata memenuhi mataku. menghisap rokok tembakaunya. masuk ke universitas tidaklah mudah. sebelum subuh datang. seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. “Lihat bagaimana penampilanku. telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi. ayah berjongkok di halaman.” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas. ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu. ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini. “Kak. Aku berkata.” Aku. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimmu uang. Siapa sangka keesokan harinya. bungkus demi bungkus. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku. ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya. “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apapun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu? “ Aku merasa terenyuh. Kalau tidak. “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik. aku akhirnya sampai ke tahun ketiga di universitas. Aku mendengarnya memberengut. dan terus menjelaskan.” . Aku menanyakannya. Aku 20. ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Tahun itu. sebaliknya. dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi. Ia memakaikannya kepadaku. “ Dari sakunya. “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” Saat itu juga. adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya. adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata. adikku berusia 17 tahun. “Ayah. “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak. “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!” Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar dan melihat adikku dari jauh.” Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku. aku diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi.

Tahun itu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Di tengah kalimat itu ia berhenti. dia mengatakan. ketika saya bekerja di lokasi konstruksi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” . ia baru saja jadi direktur. “Kak. “Apakah itu sakit?” aku menanyakannya. ia berusia 26 dan aku 29. Aku 23. dan kelihatan bersih di mana-mana.” Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. ia berusia 20. lalu masuk rumah sakit. Kamu tahu. “Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Tahun itu. tidak sakit. Aku mengoleskan sedikit salep pada lukanya dan membalut lukanya. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?” Dengan tampang yang serius pada wajahnya.Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. aku menggerutu. Melihat mukanya yang kurus. Tahun itu. jagalah mertuamu saja. Suatu hari. tetapi mereka tidak pernah mau. Lihat kamu sekarang. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya. luka yang begitu serius. ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya. dan saya hampir tidak berpendidikan. ia membela keputusannya. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. “Tidak. “Bu. Dalam acara pernikahannya. Seringkali suamiku dan aku mengundang orangtuaku untuk datang dan tinggal bersama kami. Mereka mengatakan. Melihat gips putih pada kakinya. “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. seratus jarum terasa menusukku. aku tinggal di kota. “Pikirkan kakak ipar. Adikku tidak setuju juga. kaca jendela yang pecah telah diganti. mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. ketika adikku sedang di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel. adikku 23. “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!” Lalu ia berkata. “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah. berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku dipenuhi air mata. Ketika aku menikah. Kali pertama aku pulang ke rumah setelah menghadiri undangan pernikahan seorang teman. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya. Jika saya menjadi manajer seperti itu. sambil tersenyum. dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. ia mendapat sengatan listrik. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.” Saat Suamiku menjadi direktur pabriknya. sekali meninggalkan dusun. Aku berusia 26.

Ketika kami tiba di rumah. tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. 44. saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya. *** Diterjemahkan dari “I Cried for My Brother Six Times” Puasa Zubaida dan Kutukan Tetangga Setiap Ramadhan.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku. di depan kerumunan perayaan ini. “Dalam hidupku. Sejak hari itu. Suatu hari. pemeluk agama Islam di sana tidak menonjol. Sedangkan ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. ia menjawab. di tengah kehidupan negeri tanggo Brasil.” Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku. Dengan mayoritas penduduknya beragama Katolik. sekolah kami ada di dusun yang berbeda. Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. berjuang mengajak keluarganya untuk berbuka puasa bersama setidaknya sekali dalam seminggu. .Tanpa berpikir. adalah sesuatu yang mahal.” Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.net. “Saya ingin melihat keluarga saya duduk bersama selama bulan suci. Zubaida Jomaa. selama saya masih hidup. Itu dilakukan untuk memberi nuansa Islam di tengah keluarganya. Setiap hari kakak dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. “Kakak saya. “Ketika saya pergi sekolah SD. seperti ditulis Islamonline.” ujar Zubaida. saya bersumpah. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Nuansa Islam.

seperti Muslim di belahan bumi lain. dan Lebanon yang menetap di Brasil pada abad kesembilan belas selama Perang Dunia I dan pada 1970-an. ada 27. orangtua umumnya sulit mengajar anak-anak mereka untuk berpuasa selama bulan suci. Salah satu contohnya. Goias. dan melakukan perbuatan baik. Muslim merasa murni dari kotoran dan berpuasa menjadikan Muslim bersikap lebih baik. Riod de Janeiro dan Sao Paulo. “Banyak orang yang mengkritik dan menuduh yang tidak baik kepada keluarga saya. karena mereka tidak mengerti. menahan diri dari hawa nafsu.” tegas dia. Momentum Ramadhan juga dipergunakan untuk mempelajari Alquran yang mulia. *** By Republika Pencuri yang Tercuri . dia selalu mengajarkan bahwa Ramadhan adalah saat refleksi. Hal itu karena masih banyak masyarakat Brazil yang tidak mengerti ajaran agama Islam. wanita muslim itu ingin mengajarkan anak-anaknya arti puasa selama bulan Ramadhan. “Tapi saya tahu apa yang saya lakukan sesuai agama Allah dan itu baik untuk menanamkan nilai Islam kepada anak saya.Meskipun hidup dalam masyarakat barat. Palestina. “Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan berkah dalam kehidupan Muslim manapun di seluruh dunia. Sebagian besar muslim tinggal di negara bagian Parana.” kata Zubaida. Ada juga jumlah masyarakat Muslim yang signifikan di Mato Grosso do Sul dan Rio Grande do Sul. banyak tetangga Zubaida yang mengutuk karena membiarkan anak kecil berpuasa.” ujar Zubaidah. Dia menjelaskan. Muslim di Brasil masih kesulitan dalam mengajarkan Islam kepada anak-anaknya. Muslim di Brazil mendedikasikan waktu mereka untuk menjadi lebih dekat kepada Allah. Saat itu.239 Muslim di Brasil. Mereka lebih banyak berdoa. Federasi Islam Brasil menempatkan angka pada sekitar satu setengah juta. Akan tetapi.” tutup Zubaida. Namun. “Saya senang melihat anak-anak saya berpikir tentang makna Ramadhan yang sama. Selama Ramadhan. Menurut sensus 2001. anak-anaknya sudah belajar berpuasa sejak umur sembilan tahun. Mayoritas Muslim adalah imigran keturunan Suriah.

Kau akan keluar dari rumah ini dengan membawa kebaikan. Si pencuri tampak menikmati shalat malam itu. Ternyata rumah ini ada penghuninya. “Kau akan pergi dengan membawa hidayah. “Lalu kerjakanlah salat dua rakaat. aku ingin tinggal di sini untuk sehari ini. Sampai kemudian si pencuri masuk ke kamar tempat Malik mengerjakan shalat. “Sekarang sudah saatnya kau pulang dari sini. sampai-sampai ia tidak hanya menambah dua rakaat. Keduanya bertatapan. Dan aku tidak akan membiarkanmu keluar dari rumahku tanpa membawa apa-apa. “Silakan. Seperti pencuri yang satu ini. Ia tetap mengerjakan shalat. Si pencuri terkejut. Setelah selesai mengerjakan shalat. jika kau memang menghendaki. dan secara kebetulan. Kerjakan semampumu. “Jika Tuan mengizinkan. “Berwudulah dengan air ini. Tuan. jika ada pencuri memasuki rumahnya.” Si pencuri masih terpaku. Malik ibn Dinar yang saat itu sedang mengerjakan shalat di kamarnya tahu jika ada yang masuk ke rumahnya.” “Baik. Sangat miskin. Malik berdiri lalu ke belakang mengambil air dan menyodorkannya kepada si pencuri. “Tuan! Bolehkah aku menambah dua rakaat lagi?” “Silakan. sementara si pencuri hanya terpaku. tapi terus mengerjakan salat sampai waktu subuh tiba.” kata Malik. Malik baru selesai mengerjakan shalat. Ia yakin jika pencuri itu tidak akan menemukan apa pun yang bisa dibawa. Aku sudah berniat berpuasa.” jawab Malik. tidak khawatir sama sekali dengan kedatangan si pencuri. itu adalah keputusan yang sangat salah.” Malik pun mengizinkan. menuruti semua perintah Malik. Saya nukilkan kisah Malik dan si pencuri dari buku Qashash min Siyar al-Musytaq al-Jannah (Kisah Para perindu Surga) karya Muhammad ibn Hamid Abdul Wahhab. Sebab. “Saudaraku. Jelas.Malik ibn Dinar adalah seorang periwayat hadis dari generasi tabi’in. Ia mencari-cari barangkali ada barang berharga yang bisa dicuri. pencuri itu memasuki rumah Malik ibn Dinar. Malik mengucapkan salam kepada pencuri. si pencuri mendekati Malik. Suatu malam. Tidak ada barang berharga di rumahnya.” Tapi si pencuri berkata. Ia orang miskin. “Kau sudah memasuki rumahku tapi tidak menemukan apa-apa.” kata Malik. Ia seperti terhipnotis.” kata Malik. dirinya hanya orang miskin yang tidak punya apa-apa.” . Semua ruangan dimasuki.” kata si pencuri.

Kita telah memasuki Ramadan. cinta.” kata temannya itu. bukan di suatu tempat atau pada waktu tertentu. Dan penyebutan seperti itu kerap diterjemahkan dengan aksi sapu-bersih tempat-tempat yang dianggap menjalankan kemaksiatan. justru dia yang mencuri apa yang kumiliki selama ini.” kata si pencuri. Sering kita dengar ia disebut ‘Bulan Suci’. dan sifat-sifat ilahiah lainnya yang selama ini mungkin tak terawat. Tidak ada yang disebut ‘bulan suci’. kesabaran. kepedulian. Itulah yang semestinya kita petik dari puasa.” kata Malik. “Aku pikir kau membawa banyak hasil curian.com/read/2010/08/26/190442/1428925/630/pencuri-yang-tercuri Puasa Mengharukan Si Penyapu Jalan By Republika .” Kita telah memasuki Ramadan. bercabang. Selanjutnya hanya perlu kesungguhan—dengan dukungan keadaan—saja bagi masing-masing benih itu untuk tumbuh. melainkan kita. Dan. Kesucian ada di setiap hati kita. “Tapi dia ternyata orang miskin yang tak punya apa-apa. tapi yang ada adalah ‘diri yang suci’. Pencuri itu berlalu.Saat hendak pergi. Benih-benih kebaikan dan keburukan tertanam di setiap hati kita. si pencuri berkata kepada Malik. Tempat-tempat hiburan diminta ditutup agar tidak menodai kesucian bulan itu. Sia-sia. ( gst / vta ) *** ramadan. disiplin. Setelah semua itu. tentu saja.” “Biar itu menjadi urusanmu dengan Allah. menjadi batang.detik. Dan puasa yang kita laksanakan selama Ramadan ini adalah keadaan yang mendukung untuk menumbuhkan benih-benih kebaikan di hati. Dan jangan sampai nanti kita keluar darinya tanpa membawa pengaruh apa-apa. Sampai kemudian ia bertemu dengan temannya sesama pencuri. bunga-bunganya mekar dalam perilaku: kearifan. lalu kita jaga sebaik mungkin. Begitulah fitrah manusia. bukan bulan yang berhak mendapat label suci. “Kemarin aku berniat mencuri di rumah seseorang bernama Malik ibn Dinar. “Aku ingin bertobat. kasih sayang. Apakah seperti itu? Tidak.

puasa kan juga kewajiban. Riska tak sedih atau pun muram usai digertak kepala sekolah tersebut. anak saya ditanyain pas lagi jualan kenapa nggak sekolah.” ungkapnya. . ibu beranak lima ini berjuang keras tiap hari demi bertahan hidup di tengah kerasnya kota Jakarta. Dikatain goblok dan bego. di bulan Ramadhan ini cukup sulit menjalani dua aktivitas sekaligus. Betapa tidak. Di tengah morat-marit hidup Ijah dan keluarganya. Dari situ saya dipaksa buat ngeluarin Riska dari sekolah. “Riska yang buat saya kuat hadapi hidup.” ujar Rusdijah saat ditemui di Lapangan Banteng. Jakarta Pusat.” katanya. Anak saya keceplosan ‘Biar sekolah gratis tapi kan bukunya bayar’ gitu kata Riska. nggak tau apa itu anak yatim. “Riska minta izin mau jadi tukang koran. berpuasa dan membersihkan lapangan. Namun hebatnya. “Ternyata Riska nggak nyerah. “Ternyata.” ujar Ijah. Eh. Dua cobaan sudah yang telah menimpa ibu pemilik empat anak lelaki dan satu anak perempuan ini. nggak lama itu sekolah didatangi orang DKI. Tapi bagaimana. Selain pengorbanannya yang total pada pekerjaannya itu. Kebakaran itu. Kata itu tampaknya cocok disematkan untuk Rusdijah (45). Ijah pun kembali bangkit. Dia nggak pernah nangis dikatain teman-temannya tukang koran. Ia pun memutuskan untuk menjadi petugas kebersihan. Selang beberapa bulan ia dan keluarga pindah ke Citayam. saya tampar dia. Anaknya yang ketiga wafat karena sakit.” paparnya. Usai insiden kebakaran yang menghanguskan rumah lengkap dengan seluruh perabotannya. Di lubuk hati Ijah. Rusdijah mengaku. ternyata putri bungsunya tersebut cerdas meski memiliki kenangan memilukan. Akhirnya. suaminya pengidap darah tinggi terpeleset di kamar mandi. Sayangnya.Hidup adalah perjuangan. Ia hanya mogok sekolah karena trauma. hidupkan harus dilanjutkan.” ucap Ibu yang akrab disapa Ijah ini mengawali ceritanya. “Nggak ada satu pun barang yang tersisa. haus. Ijah pun menyelidiki kenapa anaknya digertak dan dikatai dengan ucapan tak senonoh itu. Saya nggak tahu kenapa. Ternyata. selang beberapa lama Riska mengakui ia tidak mau masuk sekolah lantaran takut dan trauma. dua anaknya jarang pulang. Ijah pindah ke Citayam. Namun demikian. Tak lama. Ia bertekad untuk melanjutkan hidupnya kembali. terjadi karena hubungan pendek arus listrik. Kebakaran itu cukup memilukan hatinya hingga kini. Riska dianggap sumber tercemarnya nama sekolah. Anak perempuannya itu rupanya yang memberinya kekuatan untuk bertahan. itu anak digertak sama kepala sekolahnya. Anak perempuan satu-satunya. ia pun harus menelan pil pahit lagi. saya kesal.” ujarnya. “Lagi-lagi saya kehilangan. Rusdijah ialah satu dari sekian banyak perempuan yang berprofesi sebagai petugas kebersihan di Lapangan Banteng. rupanya kisah hidup Rusdijah pun cukup memprihatinkan. Ternyata cobaan tak berhenti sampai disitu. membuatnya kian ikhlas menjalani hidup sebagai orang tua tunggal. Astaghfirullah. Dia bener-bener jadi tukang koran sama abangnya keempat. sang pencari nafkah itu pun dipanggil Sang Khaliq tuk selama-lamanya.” sesalnya. “Waktu itu. Sedahsyat apa pun badai menghantam. menurut dia. Ijah tidak menyerah sedikit pun. “Meski susah. Ya Allah. ibu ini tetap menomorsatukan ibadah puasanya. “Capek.” ujarnya. Riska (12) pun tak tega melihat ibunya bekerja sendiri. “Waktu itu rumah saya kebakaran di Kwitang.” paparnya. “Masih sedih kalau ingat itu.” tuturnya memilukan. ia tak tega membiarkan anaknya yang waktu itu masih kelas IV SD untuk berjualan. Suaminya pengidap darah tinggi yang telah wafat lima tahun silam akibat terpeleset dari kamar mandi. Anak-anaknya yang lain pun giat mencari kerja.” paparnya.” tuturnya. “Dulu dia nggak mau masuk sekolah. Ijah pun mengakui. “Saya sudah lima tahun kerja ini. Tetapi.

Ijah kini hidup bahagia dengan putrinya yang kerap mengerjakan PR di kereta dan sering tertidur hingga Bojong karena saking lelahnya. terjadilah dialog. “Riska tiap hari bangun pukul 04. “Di luar.” tutupnya penuh haru. Dagang dulu. *** Naskah: Ina Febriani/irf Wanita Pertama Yang Masuk Surga Dan siapakah nama wanita itu? Dia adalah Muti’ah. Kali ini ia ingin bersilaturahmi ke rumah wanita tersebut. Dia berangkat kan naik kereta. iya. “Saya Fatimah.00 pagi. akhirnya Siti Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah. Alhamdulilah. dia dagang lagi. Buat saya semua. Hasan. Beliau juga ingin tahu. Hasan?” . Pulang sekolah. Uangnya nggak pernah dijajanin. guru-gurunya bilang Riska pintar. baru sekolah di SMPN 273 Tanah Abang. Setelah mengetuk pintu. ingin melihat lebih dekat kehidupannya. Ada keperluan apa?” “Saya hanya berkunjung saja” “Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya?” “Saya bersama dengan anak saya. Siti Fatimah berkunjung bersama dengan anaknya yang masih kecil. siapa?” kata Muti’ah tidak membukakan pintu. Waktu itu. yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga. amal apakah yang bisa membuat wanita itu bisa masuk surga pertama kali? Setelah bertanya-tanya. Siapakah Muti’ah? Karena rasa penasaran yang tinggi. Kaget? Sama seperti Siti Fatimah ketika itu. Siti Fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama Muti’ah ketika itu. putri Rasulullah” “Oh.

Ia melakukan shalat dan lainnya. dia lelaki” “Wah. wanita yang bernama Muti’ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita.“Maaf. Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang. ternyata Husein (saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut juga. Siti Fatimah kembali berkunjung ke rumah Muti’ah. Kembalilah besok. Maaf ya. Menurut Siti Fatimah. Kembalilah esok!” “Baiklah” Kembali Siti Fatimah kecewa. Betapa senangnya Siti Fatimah karena inilah kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri wanita tersebut. Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui. “Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan” “Tetapi maaf. ia pun pergi. Fatimah. Muti’ah. Akhirnya. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah Muti’ah. dia lelaki juga kan? Maaf ya. “Maaf Fatimah. dia juga lelaki. Siti Fatimah dan kedua putranya kembali mengunjungi kediaman Mutiah. akhirnya mereka pun diperkenankan berkunjung ke rumahnya.” “Tetapi dia juga masih anak-anak” “Walaupun anak-anak. Selain mengajak Hasan. saya belum memintakan izin bagi Husein. Setelah mengucapkan salam. saya harus ke ladang!” “Ada keperluan apa?” “Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya” “Oh. Saya belum mendapatkan izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki” “Tetapi Hasan masih anak-anak” “Walaupun anak-anak. Siti Fatimah masih penasaran juga. Namun. Husein ternyata merengek meminta ikut. Akhirnya hari esok pun tiba. Hampir tidak ada yang istimewa. Muti’ah pun memberanikan diri untuk memohon izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya. Jadi saya ajak juga!” “Dia perempuan?” “Bukan. “rahasia” wanita itu tidak terkuak juga. Keesokan harinya. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya. begitu” . saya akan meminta izin dulu kepada suami saya” “Baiklah” kata Fatimah dengan nada kecewa. rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya tersebut diperkanankan masuk surga pertama kali. Terjadilah dialog seperti hari kemarin.

Namun disertai sebuah cambuk. maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut kemudian mencambukku. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada suami yang baik dan sang suami ridlo kepada istrinya” “Ya… ternyata inilah rahasia itu” “Rahasia apa ya Fatimah?” Mutiah juga penasaran. *** Sumber: Kaskus.us Pahlawan Neraka . Namun yang tidak habis pikir. Ia pun ridlo atas diriku. “Ceritakanlah padaku!” “Begini. hanya demi menyenangkan suami. “Oh. “Untuk apa cambuk ini. Ternyata semua gara-gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang sholeh. Muti’ah?” “Saya hanya memerlukan keridloannya. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu” Fatimah benar-benar penasaran. Ini aku lakukan agar suamiku ridlo dengan diriku.Tidak ada yang salah dengan makanan yang dibawa Muti’ah yang disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya. “Rasulullah Saw mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali. Jika ada yang tidak enak. ini. ternyata Muti’ah juga membawa sebuah cambuk. engkau rela melakukan hal ini. Dan tentu saja melihat tingkah lakuku ini. Muti’ah?” kata Fatimah penasaran. setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam. suamiku begitu tersentuh hatinya. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau tidak.” Subhanallah. Dan aku pun ridlo atas dirinya” “Masya Allah. apakah suaminya seneng atau tidak.

tetapi bunuh diri. Tiba saat pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua pihak kembali ke markas masing-masing. “Demi Allah aku berperang bukan karena agama tetapi untuk menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. dia menjadi buah bibir waktu itu. Melihat keadaannya yang parah. Di sana Nabi Muhammad SAW dan para sahabat berkumpul membincangkan pertempuran yang telah terjadi itu. “Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam masuk ke dalam neraka. Badannya dipenuhi dengan darah. manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. Dengan keberaniannya itu. “Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka.” *** Riwayat ini dirawi oleh Luqman Hakim. orang menyangka dia sebagai ahli surga. dia kelihatan seperti singa yang lapar menerkam mangsanya. Mendengar perkataan itu. Kedua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Qotzman. mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka yaitu. kemudian baginda berkata. Kalau tidak karena itu.” kata salah seorang sahabat.” Menurut Rasulullah SAW lagi. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di benak mereka. “Semasa Qotzman dan Aktsam ikut dalam medan perang bersamasama. Qotzman mengatakan. aku tidak akan berperang. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya. Aku berperang untuk membela kehormatan kaumku. . Para sahabat saling berpandangan dengan lainnya mendengar jawapan Rasulullah itu. Dalam perbincangan itu. sebelum dia mati.” Para sahabat heran mendengar jawapan Rasulullah SAW. Rasulullah sadar para sahabat tidak percaya begitu saja. Akhirnya dia mati bukan karena melawan musuhnya. Dalam pertempuran dengan musuh mereka. Rasulullah SAW pun menjawab. Qotzman mengalami luka parah akibat ditikam oleh musuh.” “Dia melakukan perbuatan itu adalah karena dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya.Suatu hari satu terjadi pertempuran antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Tetapi dia menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka.

Sorry Nak.” “No. aku nggak bisa kasih kekuasaanku ama kamu. apa agendamu dalam menjalankan tugas menggoda manusia-manusia lemah di muka bumi?” tanya si Setan pada anaknya yang tertua. Kamu pasti kalah and gagal. maka ayolah makan. “Begini. no. dengan gaya mirip para nggota parlemen yang sedang mencari dukungan rakyat bergaya seolah-olah sedang di hadapan audience. mau judi. silahkan!” Penuh semangat. “Sumpeh loh?” tanya anak Setan yang tertua itu lagi.Hayo. Aku tidak hanya akan cukup memberitahu bahwa tidak ada surga. “Kalau kamu yang aku pilih. ayo. tidak perlu takut. “Hhhmm.” Giliran anaknya kedua yang ditanya. Bahwa satu-satunya kebenaran adalah kehidupan ini sendiri. “Kalau kamu yang gantiin kedudukanku. minum. Setan harus mengumpulkan tiga anaknya untuk menjalani fit and proper test. Mereka bilang ada sorga. dia punya tiga anak. no. nge-sek-nge-sek. (Namanya aja setan. Pap. Kata kabar. . nanti waktunya mati ya mati aja. ada neraka.Penundaan Terdengar kabar bahwa si Setan mau pensiun. jadi tidak kenal sopan santun sama orang tuanya). ada reward and ada punishment. Sehingga. kalau itu agendamu nggak akan berhasil. apa agenda kerjamu?” Sambil mengabaikan putra pertamanya yang sudah tereleminasi. mau sakau. Mereka terlalu banyak dan nggak akan dengerin pogram kamu.” sergah si Setan sambil geleng-geleng kepalanya. tapi lebih dari itu. “Di bumi sana sudah terlalu banyak calo dan agen-agen Tuhan yang sudah mencuci otak manusia sejak berabad-abad. aku akan berusaha meyakinkan-nya. aku akan beritahukan mereka bahwa tidak ada kehidupan akhirat dan tidak ada kehidupan setelah kematian. dan tidak ada kehidupan akhirat. tidak usah takut. Terjadilah persaingan berat mengenai siapa yang berhak menggantikan kedudukan sang Ayah. kalau mau leha-leha. tidak ada neraka.

Begini Pap. Rasulullah saw akan kembali dan akan memotong tangan dan kaki laki – laki yang menyebarkan isu bahwa beliau telah wafat. kalau agendamu juga nggak jelas. aku tidak akan kasih kekuasaanku kepada yang nggak pede.” Sambil mengabaikan lagi yang sudah tereleminasi. sangat meyakinkan. Beliau berdiri dan bersuara dengan lantang. “Kamu putraku yang terakhir. nanti kalau sudah berumur. smart! Penundaan ! Kita buanget tuh! Kamu akan mengharumkan namaku. Kamu gak pede. reward ada punishment juga pasti. “Laki – laki dari kaum munafik membuat isu bahwa Rasulullah saw telah wafat. baru deh mulai pikirin itu” “Hahaha. aku siap dan sanggup kok. 2007) Reaksi Umar r. NANTI ajalah. sama saja dengan memberi peluang dan kebebasan. kamu pasti sukses. Cetakan pertama. Nikmati aja dulu hidup ini. Kalau kamu ngomong begitu. terpaksa aku nggak jadi pensiun. neraka juga ada. Sekarang juga ambillah kekuasanku dan mulailah bekerja. si Setan mengarahkan dirinya ke putra ketiganya yang pedenya oke. dan Sikap Abu Bakar r. justru ini akan bikin mereka bosan dan muak. berarti kamu belum yakin agendamu itu bisa jalan. *** Sumber Tulisan Oleh : Abi Maulana (GET REAL Maka Hidup Ini Menakjubkan! Penerbit Gagas Media.a. ah. Ia hanya pergi menemui Rabbnya sebagaimana Musa bin Imran pergi meninggalkan kaumnya selama empat puluh hari.” . aku akan bilang pada manusia. tapi apa gunya mikirin surga dan neraka.“Kamu akan ‘berusaha meyakinkan’. sorga itu ada. atas Wafatnya Rasulullah Reaksi Umar Saat Mendengar Rasulullah saw.a. biarin aku akan jalankan tugas ini sampai mati.” “Nggak perlu sampai Papi mati. kemudian kembali kepada mereka. Wafat Kabar wafat Rasulullah saw yang didengar dengan kedua telinga Umar ra telah mengeluarkanya dari kesadaran. atau kalau hidup kamu sudah benar-benar mapan and bisa ngejamin cucu-cucu dan cicit-cit. Tidak. dan itu setelah diisukan bahwa ia telah mati. malah ujungnya mereka akan sadar. Demi Allah. Rasulullah saw sesungguhnya masih hidup. reward juga punishment.

Jakarta : Gema Insani Press. tampak seakan – akan semua orang belum pernah tahu bahwa Allah telah menurunkan ayat tersebut kecuali setelah Abu Bakar membacakanya. “Demi Allah. Abu Bakar keluar dan menyuruhnya untuk duduk. telah kau jalani. “Walau dengan bapak dan ibuku engkau kutebus. wahai Rasulullah. Sesaat kemudian ia mengatakan. sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul . Abu Bakar dll. aku tidak ingat ayat itu kecuali setelah Abu Bakar membacanya. Dan barang siapa di antara kalian yang menyembah Allah. ia langsung menuju ke mesjid. Benar telah wafat.’ (QS Ali Imran 144) Ibnu Abbas menyebutkan. maka sesungguhnya Allah hidup dan takkan pernah mati. “Demi Allah.. barangsiapa di antara kalian yang menyembah Muhammad. dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. merunduk. pada waktu itu. Ketika itu aku limbung ke lantai setelah mendengar Abu Bakar membacakan ayat itu. Allah berfirman. `Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul. Begitu turun dari punggung kudanya. maka sesungguhnya Muhammad telah wafat. ia memasuki rumah Aisyah dan terus menuju ke tempat Rasulullah saw. Umar enggan menuruti suruhan itu.” Sementara Umar tengah berbicara di depan orang – orang. Saat itu aku tercengang sampai – sampai aku merasa kedua kakiku tidak membawaku lagi. ” (HR Bukhari) *** (Sumber : Mahmud al-Humawi. maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun. 2003) . duduklah!” ujar Abu Bakar. Abu Bakar tiba dari kediamannya di Sunh. Abu Bakar menyingkap kain yang menutupi wajah Rasulullah saw. Tanpa mengatakan apa – apa kepada masyrakat. “Amma Ba’du. Allah tidak mengumpulkan padamu dua kematian. akan tetapai orang – orang segera meninggalkanya dan menghadapkan wajah mereka ke arah Abu Bakar. aku baru yakin bahwa Nabi saw. Washaaya wa `Izhaat Qiilat fi Aakhiril-Hayaat / Wasiat – wasiat akhir hayat dari Rasulullah. Mereka semua kemudian menyambut ayat itu sehingga aku mendengar ayat itu dibacakan oleh semua orang tanpa kecuali. Sedangkan satu kematian yang telah ditentukan kepada engkau.Sikap Abu Bakar atas Wafatnya Rasulullah saw. lalu mencium kening beliau dan air matanya pun mengalir deras. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang ? Barangsiapa yang berbalik ke belakang.” Ibnu Musayyab meriwayatkan bahwa Umar mengatakan. Zuhair. Yang berbaring ditutup sehelai kain yang dihiasi aneka warna. dengan menunggang seekor kuda. “Wahai Umar. Abu Bakar kemudian angkat bicara.

Sang kakek menjawab. air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. “Aku tidak ingin seember air. ini tidak ada gunanya. dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air. Dengan terengah-engah. ia berkata. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Alqur’an. . dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. Pada saat itu. “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali”. Kakeknya mengatakan.” Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya. tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin. tapi ketika sampai di depan kakeknya. Kamu harus mencoba lagi lebih keras. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya?” Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan memcoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari. luar dan dalam. anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin. Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. Suatu hari ia bertanya pada kakeknya. Kali ini anak itu berlari lebih cepat. menjawab pertanyaan sang cucu. aku ingin sekeranjang air. Anak itu kembali mengambil / mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin. “Nak. tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk menggati keranjangnya. aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya. mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya? Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu. dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih. Meskipun Kita Tak Mengerti Satupun Kata Bahasa Arab Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. “Kakek. tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah.Mengapa Kita Membaca Al-Qur’an. Sia-sia saja”. keranjang itu kosong lagi. Kakeknya tertawa dan berkata. “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor.” Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. ” Dan dia pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. “Kakek. Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya.

. “Aku. kecuali makanan anak-anak kita. muliakanlah tamu Rasulullah ini. orang Anshar ini tidak lantas mengusir sang tamu. Sesampai di rumah ia berkata kepada istrinya. Ia berpesan kepada istrinya. seolah-olah sedang makan pula. ya Rasul. tapi ketika kamu membacanya. Orang Anshar dan istrinya menemani sang tamu. Istri Rasulullah hanya punya air. Perilaku ini merupakan wujud persaudaraan sejati sesama Muslim. “Tidak.” Tamu itu pun datang. luar dan dalam. Mereka semua duduk. Itulah pekerjaan Allah dalam mengubah kehidupan kamu. aku tidak mempunyai apapun kecuali air. matikanlah lampu dan perlihatkan kepadanya seolah-olah kita sedang makan. hasilnya sama. Ia bermaksud meminta bantuan kepada Nabi karena sedang dalam kesusahan. Jika mereka mau makan malam maka tidurkanlah. Apakah engkau punya sesuatu?” Istrinya menjawab. Tamu itu pun makan dalam keadaan gelap. Suatu ketika ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW. Rasulullah kemudian menyuruh laki-laki itu untuk menemui salah satu istrinya. “Hiburlah mereka (anak-anaknya). Itsar memiliki nilai yang mulia di sisi Allah. “Wahai istriku. tanpa kamu menyadari kamu akan berubah. apa yang terhadi ketika kamu membaca Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali. Ternyata. Jika tamu kita sudah masuk. “Demi Allah yang telah mengutusmu dengan hak.“Cucuku.” Mendengar itu.” Orang Anshar ini lalu membawa laki-laki tersebut ke rumahnya.” Mendengar jawaban istrinya. “Siapa yang mau menjamu tamu pada malam ini?” Seorang laki-laki dari kaum Anshar menyanggupinya. Akhirnya sahabat Anshar dan istrinya itu tidur dalam keadaan lapar.” *** Itsar Oleh : Mujiyanto Al itsar atau mengutamakan orang lain adalah tindakan yang disunahkan oleh Rasulullah SAW. Rasul menyuruh laki-laki itu kepada istri beliau yang lain. Rasul kemudian bersabda di hadapan para sahabat. Maka istri Rasul berkata.

Rasulallah saw”. semua itu tak berarti sedikit pun jika tak memiliki sifat perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. Republika. Apalagi banyak anggota masyarakat yang mengalami kesusahan hidup.co. Arab Badui dari gunung? Demi Allah kalau bukan karena wajahmu yang bersinar dan parasmu yang indah maka aku akan adukan hal ini kepada kekasihku Muhammad. beliau mendengar seorang A’rabi (Arab Badui dari gunung) berkata dengan suara keras “Ya Kariim”. Itsar mendorong kita untuk mau menekan ego dan mengorbankan kepentingan pribadi demi orang lain. sahabat Anshar ini menemui Rasulullah SAW dan menceritakan perbuatannya. dan menghormati semua kelompok manusia tidak perduli apapun kedudukanya. maka Allah akan menggantinya…. Nah. *** Sumber: Dari Sahabat.id Ya Karim Oleh: Hasan Husen Assagaf Kisah berikut patut dijadikan bahan renungan. “Allah sungguh takjub karena perbuatan engkau bersama istrimu tadi malam pada saat menjamu tamu. Agar kita memiliki sifat tawadhu’ dan sikap hidup yang selalu memberi perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. Memang tidak bisa dimungkiri. bukan berarti itsar tidak bisa kita lakukan. Kemudian A’rabi itu berjalan menuju ke arah pancuran Kab’ah lalu berkata lagi dengan suara lebih keras “Ya Kariiim”. A’rabi tadi menengok ke arah suara.” (QS Saba [34]: 39). “… Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan. Berasa ada yang mengikutinya dari belakang. Nabi pun berkata. Rasulallah saw pun mengikutinya dari belakang dan berkata “Ya Kariim”. kini justru karakter mementingkan diri sendiri yang mendominasi kehidupan kita. Namun. . Rasulallah saw pun mengikutinya dari belakang. kalau begitu.” (Mutafaq alaih) Alangkah indah jika karakter itsar muncul sekarang. Diriwayatkan ketika Rasulallah saw sedang bertowaf.Ketika waktu Subuh. juga berkata “Ya Karim”. lalu berkata “Apa maksudmu mengikuti perkataanku? Apakah kau sengaja mengejekku karena aku seorang A’rabi. jadilah kita seseorang yang memiliki jiwa seperti Rasulallah saw yang selalu tawadhu’. sederhana. Biarpun kita memiliki kedudukan yang tinggi dan terhormat.

Katakanlah bahwa ia akan menjadi temanmu nanti di surga”. sesungguhnya Arsy dan seisi-isinya bergetar mendengar tangisamu. Jika Dia akan menghisabku atas kekikiranku maka aku akan menghisabNya atas kemurahanNya yang tampa batas”. dan menghormati semua kelompok manusia tidak perduli apapun kedudukanya. aku diutus sebagai saksi. bahwa sesungguhnya aku adalah Nabimu di dunia dan pemberi syafa’at bagimu di Akhirat”. pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Wallahua’lam Hasan Husen Assagaf . bagaimana caranya kamu akan menghisab Allah kelak?” Dengan lantang dan penuh keyakinan A’rabi tadi berkata “Jika Allah akan menghisabku atas dosa dosa yang aku lakukan. Allah akan menghisabmu kelak”. lalu berkata “Wahai saudaraku. Nah. Katakanlah kepada saudaramu A’rabi sesungguhnya Allah tidak akan menghisabnya dan ia tidak usah menghisabNya. A’rabi pun berkata “Apakah Allah akan menghisabku kelak ya Rasulallah???” Rasulallah saw berkata “Iya betul. lalu berkata “Wahai saudaraku. maka akupun akan menghisabNya kelak” Rasulallah saw merasa heran mendengar jawaban A’rabi tadi. tapi A’rabi tadi tetap memegangnya dengan keras dan menciumnya. wahai saudaraku. kalau begitu. aku beriman kepadanya walaupun aku belum pernah melihat wajahnya dan percaya dengan risalahnya walaupun aku belum pernah bertemumuka dengannnya”. Dia berfirman “Katakanlah kepada A’rabi janganlah merasa bangga dengan amal kebaikanya. jadilah kita seseorang yang memiliki jiwa seperti Rasulallah saw yang selalu tawadhu’. lalu berkata kepada beliau “Wahai Rasulallah janganlah kamu menangis. sesungguhnya aku diutus sebagai Nabi bukan sebagai raja. seraya berkata “Perlahan-lahan wahai saudaraku.Rasulallah saw pun tersenyum lebar mendengar uraian A’rabi tadi. bukan perkasa dan penyombong” Seketika itu juga malaikat Jibril as turun dari langit kepada Rasulallah saw lalu berkata “Allah mengucapkan salam kepadamu. “Demi Allah. Begitu A’rabi tadi mengetahui bahwa beliau adalah Rasulallah saw. dengan sepontan ia menarik tangan beliau lalu menciumya berkali kali. tegasnya. dan mengkhususkan tahiyyatNya atasmu. Agar kita memiliki sifat tawadhu’ dan sikap hidup yang selalu memberi perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. maka aku akan menghisabNya atas ampunanNya yang maha luas. apakah kau pernah melihat Rasulallah? A’rabi tadi berkata “Aku belum pernah melihatnya sama sekali”. Lalu dengan penuh tawadhu’ beliau menahan lagi tangannya sambil menariknya. Walaupun Rasulallah saw berusaha menarik tangan beliau. bahkan sampai yang sekecil kecilnya tidak akan diluputkan. Biarpun kita memiliki kedudukan yang tinggi dan terhormat. Allahumma shalli a’la sayyidina Muhammad wa a’la alihi wa shahbihi wa sallim. maka aku akan menghisabNya atas maghfirahNya yang tidak terbatas. Jika Dia akan menghisabku dengan maksiat yang aku perbuat. Lalu Rasulallah saw menyampaikan pesan Allah kepada A’rabi tadi. Kisah di atas patut dijadikan bahan renungan. dengan kehendakNya. A’rabi tadi lalu berkata lagi “Jika Allah akan menghisabku esok. Lalu Rasulallah saw berkata “Ketahuilah. sederhana. Tangisan Rasulallah saw didengar oleh malaikat Jibril as yang membuatnya turun lagi dari langit. semua itu tak berarti sedikit pun jika tak memiliki sifat perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. sesungguhnya esok Kami akan menghisab amalnya yang kecil sebelum yang besar. Rasulallah saw lalu berkata lagi “Apakah kamu beriman kepadanya?. Mendengar uraian A’rabi tadi Rasulallah saw menangis tersedu-sedu sehingga jenggot beliau basah dengan airmata.

Khalifah menjawab. tidak mencelanya. “. mendoakan orang tersebut dan berbuat kebaikan. bukankah Allah berfirman. gubernur. memaafkan kesalahan orang lain. Tiba-tiba seorang budak yang bertugas membawa minuman menumpahkan kendi. Pelayan yang cerdik itu berkata. Kedua.. di antaranya para menteri. assalamu ‘alaikum wa rahmatu-lLahi wa barakatuH. aku memerdekakanmu karena Allah”. dan tidak ada dendam untuk membalas kejahatan orang itu. amma ba’d. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS 3: 134) Saudaraku. tidak ada dendam. “Aku telah mema’afkan kamu”. Sang khalifah pun berkata. Pelayan itu berkata lagi. “Aku telah menahan amarahku”.dan mema`afkan (kesalahan) orang”. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Suatu hari. “Wahai amirul mukminin. Khalifah Harun ar Rasyid sedang menjamu para undangan penting. ayat di atas menerangkan 3 tingkatan para wali: Pertama. “… dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang.Menahan Amarah bismi-lLah wa-lhamdu li-lLah wa-shshalatu wa-ssalamu ‘ala rasuli-lLah wa ‘ala alihi wa ashhabihi wa ma-wwalah.”. Memaafkan kesalahan orang itu. Khalifah menjawab.dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. dan basahlah baju sang khalifah.. …dan orangorang yang menahan amarahnya”. Dengan muka yang memerah sang khalifah menatap pelayan tersebut. Terkadang masih tersimpan dendam untuk membalas orang yang berbuat kesalahan terhadapnya. Mengampuni kesalahan orang itu. “Sekarang. dan panglima perangnya. Pelayan itu berkata lagi. menahan amarahnya terhadap orang lain. . Ketiga.

Ketika memakai minyak ia menyebut nama Allah. Di antaranya. beliau menuturkan.salah seorang sahabat nabi terkenal. segar. Aku bersama orang kafir yang tidak pernah menyebut nama Allah. Ketika minum dia juga tidak menyebut nama Allah sehingga aku bisa ikut minum. Setan gemuk itu bertanya pada setan penggoda kaum mukmin yang kurus. dalam kitabnya yang bernama “Hasyiyah Ala Mukhtashar Ibnu Jamrah” yang berisi penjelasan kitab Mukhtashar Shahih Bukhari. “Kenapa keadaanmu menyedihkan. kusut.. betapa agung faidah membaca basmalah. maka aku tetap kusut. kering. Sedangkan setan penggoda orang mukmin kurus. kusut dan telanjang ?” Setan kurus menjawab. Ketika memakai minyak ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku ikut minyakan. maka aku tetap lapar dan haus. Ketika hendak makan dan minum ia membaca basmalah menyebut nama Allah. “Aku bertugas menggoda orang mukmin yang selalu berzikir dan membaca basmalah menyebut nama Allah. kau kurus kering.*** Dari Sahabat Keajaiban Basmalah SYAIKH MUHAMMAD AS-SANWANI. Dan ketika memakai baju ia juga menyebut nama Allah sehingga aku tetap telanjang ! “ Setan gemuk menyahut. dan memakai baju bagus. Setan tidak bisa ikut makan makanan orang yang membaca “Bismillahirrahmanirrahim !” . “Suatu ketika Abu Hurairah ra. Setan penggoda orang kafir itu gemuk. “Kalau begitu aku beruntung. dan telanjang.” *** Begitulah. bertemu dengan setan penggoda orang mukmin dan setan penggoda orang kafir. Pada waktu makan ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku bisa makan bersamanya sampai puas. menulis beberapa kisah nyata tentang keajaiban basmalah. Grand Syaikh Al-Azhar Mesir yang ke-13. rapi. Dan ketika memakai pakaian ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku ikut memakai pakaiannya.

September 2006) Keikutsertaan Nabi SAW dalam membangun Ka’bah Oleh : Dr. . Setelah itu Ka’bah mengalami beberapa kali serangan yang mengakibatkan kerapuhan bangunannya. setelah menghadapi “perang berhala” dan penghancuran tempat-tempat peribadatan yang di dirikan di atasnya. untuk menyembah Allah dan mentauhidkan-Nya. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy Ka’bah adalah “rumah” yang pertama kali dibangun atas nama Allah. Pada waktu itu Rasulullah saw berusia 35 tahun. Rasulullah saw sebelum bi’tsah pernah ikut serta dalam pembangunan Ka’bah dan pemugarannya. Diantaranya adalah serangan banjir yang menenggelamkan Makkah beberapa tahun sebelum bi’tsah. tidak diganggu setan dan mendapatkan ridha dari Allah Yang Maha Rahman. Baginda Rasulullah Saw mengajarkan agar umatnya memulai segala perbuatan baiknya dengan membaca basmalah. Penerbit Republika. sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Hal ini memaksa orang-orang Quraisy harus membangun Ka’bah kembali demi menjaga kehormatan dan kesucian bangunannya. menurut riwayat yang paling shahih. Cetakan X. Ibrahim as. Ibrahim as membangunnya berdasarkan wahyu dan perintah dari Allah : “Dan (ingatlah). ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah beserta Ismail (seraya berdoa). Penghormatan dan pengagungan terhadap Ka’bah merupakan “sisa” atau peninggalan dari syari’at Ibrahim as yang masih terpelihara di kalangan orang Arab.” (Al-Baqarah : 127). “Ya Rabb kami. menyebut nama Allah SWT. sehingga menambah kerapuhan bangunannya. Dibangun oleh bapak para Nabi. *** Sumber Tulisan Oleh : Habiburrahman El Shirazy (Di Atas Sajadah Cinta. bahwa rumah yang dibacakan basmalah maka setan tidak akan bercokol dan bermalam di dalamnya. Agar perbuatannya itu benar-benar penuh berkah.Bahkan dalam sebuah hadis Rasulullah Saw bersabda. terimalah daripada kami (amalan kami). Beliau ikut serta aktif mengusung batu di atas pundaknya.

Nabi saw memiliki pengaruh besar dalam menyelesaikan kemelut yang timbul akibat perselisihan antar kabilah tentang siapa yang berhak mendapatkan kehormatan meletakkan hajar aswad di tempatnya. Rasulullah saw diajak pamannya. . Abu Thalib pergi ke Syam dalam suatu kafilah dagang. “Dia bukan anakmu. Semua pihak tunduk pada usulan yang diajukan Nabi saw. ia berkata : Ketika Ka’bah dibangun. “Apa status anak ini di sisimu?” “Anakku (Abu Thalib memanggil Nabi saw dengan panggilan anak karena kecintaannya yang mendalam).” Kemudian Nabi saw mengikatnya.com Perjalanan Rasulullah saw yang pertama ke Syam dan Usahanya mencari Rezeki Oleh : Dr.” jawab Abu Thalib.Bukhari meriwayatkan di dalam Shahih-nya dari hadist Jabir bin Abdullah ra. Kemudian Bahira melihat Nabi saw. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy Ketika berusia 12 tahun. Tidak sepatutnya ayah anak ini masih hidup. *** Sumber : Sirah Nabawiyah. Abbas berkata kepada Nabi saw. Ia adalah seorang pendeta yang banyak mengetahui injil dan ahli tentang masalah-masalah kenasranian. Nabi saw dan Abbas pergi mengusung batu. Analisis Ilmiah Manhajiah Sejarah Pergerakan Islam di Masa Rasulullah SAW Tauziyah. mereka melewati seorang pendeta bernama Bahira. Lalu ia mulai mengamati Nabi dan mengajak berbicara. Kemudian Bahira menoleh kepada Abu Thalib dan menanyakan kepadanya. “Singkirkan kainmu di atas lutut.” tanya Bahira kepadanya. Pada waktu kafilah di Bashra. karena mereka mengenalnya sebagai AlAmin (terpercaya) dan mencintainya.

Setelah itu aku tidak pernah menginginkannya sampai Allah memuliakan aku dengan risalah. lalu mengalami kejadian sebagaimana malam terdahulu. Rasulullah saw pernah bertutur tentang dirinya. Dalil tentang hal ini banyak sekali. Setelah itu aku tidak pernah lagi menginginkan keburukan. Di antaranya adalah apa yang diriwayatkan oleh para Ulama Sirah.“Dia adalah anak saudaraku. Kemudian pada malam yang lain aku katakan kepadanya sebagaimana malam pertama. Bertutur Rasulullah tentang dirinya : “Aku tidak pernah menginginkan sesuatu yang biasa mereka lakukan di masa jahiliyah kecuali dua kali. Itu pun kemudian dicegah oleh Allah. Maka aku pun masuk ke Makkah. “Dia meninggal ketika Ibu anak ini mengandungnya. Sesungguhnya anak saudaramu ini akan memegang perkara besar. aku mendengar nyanyian. dilakukan oleh para pemuda seusianya. yakni hadist yang diriwayatkan oleh Jumhur Ulama’ Sirah dan para perawinya. “Tolong awasi kambingku. dengan mengatakan “Sesungguhnya sebentar lagi akan dibangkitkan seorang Nabi yang kami akan mengikutinya.” Hadist Bahira tentang Rasulullah saw. dan dikeluarkan oleh Tirmidzi secara panjang lebar dari hadist Abu Musa al-Asy’ari. dan aku pun mengabarkannya. Allah menurunkan firmanNya : “Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka.” Lalu aku duduk mendengarkannya.” kata Abu Thalib. Maka laknat Allah atas orang-orang yang ingkar itu. Tetapi kemudian Allah menutup telingaku.” Kemudia Abu Thalib cepat-cepat membawa kembali ke Makkah. pasti akan dijahatinya. Bahira berkata. Rasulullah saw mulai berusaha mencari rezeki dengan mengembalakan kambing. “Lakukanlah.” Ketika orang-orang Yahudi mengingkari janjinya. bahwa orang-orang Yahudi biasa memohon kedatangan Nabi saw (sebelum bi’tsah) untuk mendapatkan kemenangan atas kaum Aus dan Khazraj. bawalah dia pulang ke negerinya. “Apa ini?” Mereka berkata. lalu ia bertanya kepadaku. Jika mereka melihatnya di sini. dan jagalah dia dari orang-orang Yahudi. padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapatkan kemenangan atas orang-orang kafir. “Aku dulu mengembalakan kambing penduduk Makkah dengan upah beberapa qirath. “Anda benar. seperti berhura-hura dan permainan nista lainnya. . lalu aku tertidur dan tidak dibangunkan kecuali oleh panas matahari. maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui. karena aku akan memasuki kota Makkah untuk begadang sebagaimana para pemuda. “Apa yang telah dilakukan oleh Ayahnya?” tanya Bahira. Ini mereka ketahui dari berita kenabiannya dan penjelasan tentang tanda-tanda dan sifat-sifatnya yang terdapat di dalam Taurat dan Injil.” Kawan tersebut menjawab.” Lalu aku keluar.” Selama masa mudanya Allah telah memeliharanya dari penyimpangan yang biasanya. “Pesta.” jawab Abu Thalib.” (Al-Baqarah : 89). lalu aku berkata. Aku pernah berkata kepada seorang teman yang menggembala bersamaku di Makkah. Kemudian aku kembali kepada temanku. Memasuki masa remaja. menunjukkan bahwa para ahli kitab dari Yahudi dan Nasrani memiliki pengetahuan tentang bi’tsah Nabi dengan mengetahui tanda-tandanya. mereka lalu ingkar kepadanya. Lalu kami bersamanya akan membunuh kalian sebagaimana pembunuhan yang pernah dialami kaum ‘Aad dan Iram. Ketika aku sampai pada rumah pertama di Makkah.

ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya. Allah mengutus (Malaikat) kepercayaan-Nya di bumi dengan sifat-sifatnya. perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya. bahwa ketika turun firman Allah : “Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami berikan Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mengenal anak-anak sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran. lalu dikatakannya “ini dari Allah”. *** (Sumber (buku) : Sirah Nabawiyah. tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Analisis Ilmiah Manhajiah Sejarah Pergerakan Islam di Masa Rasulullah SAW) Kisah: Tangan Sang Anak Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. kecuali dongengan bohong belaka. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka karena apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri. terjadinya pemalsuan dan perubahan secara beruntun pada kitab-kitab tersebut telah diketahui dan diakui oleh semua pihak. bahkan lebih banyak. Dicobanya lagi .” (Al-Baqarah : 78-79). dan kecelakaan besarlah bagi mereka karena apa yang mereka kerjakan. Suatu hari dia melihat sebatang paku karat.Al Qurtubi dan lainnya meriwayatkan. atau oleh tidak adanya isyarat penyebutan Nabi saw di dalam Injil yang beredar sekarang. padahal mereka mengetahui. Anak tunggal pasangan ini. Ini tidak dapat dinafikan oleh banyaknya para ahli Kitab yang mengingkari adanya pemberitaan tersebut. dan mereka hanya mendugaduga. Sebab.” (Al-Baqarah : 146). maka saya tidak mengetahui apa yang telah terjadi dari ibunya. “Ya.” Bahkan keislaman Salman al-Farisi juga disebabkan ia telah melacak berita Nabi saw dan sifat-sifatnya dari Injil. Umar bin Khaththab bertanya kepada Abdullah bin Salam (seorang ahli kitab yang telah masuk Islam) : “Apakah kamu mengetahui Muhammad saw sebagaimana kamu mengetahui anakmu?” Ia menjawab. lalu saya mengetahuinya. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. tidak mengetahui al-Kitab (Taurat). Adapun anak saya. Maha Benar Allah yang berfirman di dalam kitab-Nya : “Dan di antara mereka ada yang buta huruf. para pendeta dan ulama al-Kitab. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan mereka sendiri. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan.

Sambil menyiramnya dengan air. gambarnya sendiri. dia ikut menangis. Pulang dari kerja. meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. Bu”. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. Si Ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. dia terus mengatakan “Saya tidak tahu.. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah. Keesokkan harinya. Si Ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya. Pembantu rumah terbengong. Si Ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara Si Ibu juga begitu. seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya. Puas memukul telapak tangan. Si anak yang mendengar suara ayahnya. tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya. Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu.” jawab Si Ibu.pada mobil baru ayahnya. terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Tiga hari berlalu. maka coretannya tampak jelas. membawanya ke kamar. Si Ayah cukup lama memukulmukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. “Oleskan obat saja!” jawab Bapak Si Anak. jawab pembantunya ringkas. kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan Si Anak kecil luka-luka dan berdarah. . pedih sekaligus ketakutan. Saat pulang petang.” “Kamu dirumah sepanjang hari. pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu. “Kasih minum panadol aja . Si Ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sedangkan Si Ibu cuma mendiamkan saja. kedua belah tangan si anak bengkak. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu.. lukisan ayam. tidak tahu harus berbuat apa. Si Bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Si Ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Lalu Si Pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. “Dita demam. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu..tuan. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya. Si Anak yang tak mengerti apa apa menangis kesakitan. Ya… karena mobil itu bewarna gelap. apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi. cantik … kan !” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh. “Kerjaan siapa ini !!!” Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar.

”. Keluar dari ruang bedah. katanya berulang kali membuatkan Si Ibu gagal menahan rasa sedihnya. Dita janji tidak akan mencoret2 mobil lagi. *** Dari Sahabat . Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya. Serasa hancur hati Si Ibu mendengar kata-kata anaknya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah. sekaligus membuat wanita itu meraung histeris. “Ayah. Namun…. pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. Si Bapak dan Ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. “Ayah. Dalam siksaan menahan sakit. Sampai saatnya Si Anak yang sudah lemah dibawa ke klinik.. dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Si Anak bersuara dalam linangan air mata.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?… Bagaimana Dita mau bermain nanti?…. “Dita juga sayang Mbok Narti.. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius. tapi apa yg dapat dikatakan lagi. sayang ibu.. Nasi sudah jadi bubur. Ditatapnya muka ayah dan ibunya.00 sudah siap” kata majikannya itu. Masuk hari keempat. kembalikan tangan Dita.” katanya memandang wajah pembantu rumah.... Untuk apa diambil. demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Terasa dunia berhenti berputar. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. “Ini sudah bernanah. Si Anak menangis kesakitan. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah.. “Sore nanti kita bawa ke klinik. selepas obat bius yang disuntikkan habis.. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. ” katanya berulang-ulang. Si Ibu meraung merangkul Si Anak. Pukul 5. Dita tak mau lagi ayah pukul. Pada akhirnya Si Anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf… Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yang tak bertepi…. “Tidak ada pilihan.Sebelum Si Ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi….” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Si Ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya.

Namun kau tidak pernah merasakan nikmatnya hidup sedikitpun. Tak pernah menyentuh gelas minuman keras apalagi meminumnya. untuk merampas harta orang lain. Ia merasa jenuh dengan hidup yang dijalaninya. Nuraninya berkata. Ia juga tidak suka bergaul dengan wanita yang bukan mahramnya. Ia berkata pada diri sendiri. Yang tua. Kenapa tidak sesekali kau datang ke tempat adikmu menghibur diri di rumah bordilnya. Saat merampok ia bahkan terkadang juga melakukan pemerkosaan. Kadang-kadang ia juga ikut gerombolan perampok. namun ia teguh dalam keimanannya. Namun perilaku dua orang itu berbeda dan akhir hidup mereka juga berbeda. “Sejak kecil kau selalu berbuat kebaikan dan beribadah. Kau telah mendapat tempat di hati masyarakat dan dikenal sebagai orang baik. Suatu ketika. Setelah itu aku pulang dan bertobat kepada Allah Swt. sang kakak yang alim dan ahli ibadah merenung. Bukankah Allah itu Maha Pengampun ?” Bujukan hawa nafsunya itu ternyata masuk dalam pikirannya. Sejak remaja sudah biasa masuk tempat maksiat. Hampir tiap hari ia mabuk dan melakukan pelbagai macam maksiat di rumah bordil miliknya itu. Sesekali saja. Waktu mudanya banyak dihabiskan di masjid. Lahir di dalam keluarga yang taat beragama. “Benar juga. Dia Maha Pengasih lagi Maha Pengampun. . Kau bisa membaca istighfar ribuan kali dalam sholat tahujjud. Setan pun dengan sangat halus masuk melalui pori-pori dan aliran darah. Setelah itu kau bisa tobat. Sejak kecil ia dikenal nakal. sejak kecil dikenal baik. Rumah bordil adalah tempat biasa ia mangkal. Ia tidak suka menyakiti orang lain. Keduanya adalah saudara kandung. Kenapa aku tidak sesekali menghibur diri ? Hidup cuma sekali. Pernah ia dirayu seorang gadis cantik yang masih sepupunya. Tiba-tiba dengan halus sekali nafsunya berkata padanya. sangat berbeda dengan kakaknya. Hampir segala jenis maksiat dan perbuatan yang menjijikan telah ia lakukan untuk memuaskan hawa nafsunya. Karena amal perbuatannya yang baik dan akhlaknya ia dicintai oleh keluarga dan masyarakat. Adiknya juga merenung. Perbuatan jahatnya itu membuat dirinya dibenci oleh keluarga dan masyarakat. alim dan ahli ibadah. Tidak suka hura-hura.” Sementara di rumah bordil.Ketika Masjid dan Rumah Bordil Roboh Ada dua lelaki bersaudara. Sedangkan adiknya. Nanti malam aku mau menari dan bersenang-senang bersama wanita cantik di rumah bordil adikku.

Adapun sang adik. Kalau begini terus kelak aku akan masuk neraka. Ia pun menuruti segala yang diinginkan nafsunya di rumah bordil itu bersama para penari dan pelacur. Meskipun tidak ada kakaknya niatnya telah bulat. Sang kakak ditemukan tewas diantara reruntuhan rumah bordil di samping mayat seorang penari wanita dalam keadaan yang memalukan. Ia mengambil air wudhu dan masuk ke dalam masjid. Orang-orang yang ada di rumah bordil tidak ada yang tahu kemana adiknya itu pergi. Aku mau tobat dan ikut shalat. Bahwa niat baik harus selalu dijaga. Hidup susah di akhirat sana. sang adik sampai masjid tempat kakaknya biasa ibadah. orang yang selama ini dikenal ahli ibadah kok bisa tewas dengan cara yang sedemikian tragisnya. Masyarakat yang tahu ihwal kedua kakak beradik itu meneteskan air mata. Padahal biasanya kakaknya selalu beritikaf di masjid usai maghrib sampai isya. Dengan peristiwa itu orang-orang diberi pelajaran yang sangat berharga. mereka memusuhiku karena kejahatanku. sang kakak kembali ke rumah. sehingga keduanya tidak berjumpa di tengah jalan. Ia bertanya pada penjaga masjid. “Awas ada gempa ! Ada gempa !” teriak orang-orang di jalan.“Sudah bertahun-tahun aku hidup bergelimang dosa. Sedangkan adiknya yang selama ini dikenal ahli maksiat kok bisa husnul khatimah. Sedangkan adiknya juga ditemukan tewas di antara reruntuhan masjid. Demikian juga sang kakak yang saat itu sedang terlena di rumah bordil. Hanya Allah yang tahu. Namun tidak ada. Na’udzubillahi min dzalik. Apakah aku akan hidup begini terus? Keluarga membenciku karena perbuatanku. Orang-orang panik keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri. ganti pakaian dan bergegas menuju rumah bordil. bagaimanakah besok kalau aku telah mati. Bermacam maksiat telah aku lakukan. Kedua tangannya mendekap sebuah mushaf di dada. telah pergi meninggalkan rumah bordil begitu mendengar suara azan maghrib. Kenapa aku tidak mencoba hidup baik-baik seperti kakak. Ah. Di tempat lain. Termasuk masjid dan rumah bordil. Aku mau kembali ke pangkuan Allah Swt. agar Allah Swt menganugerahkan akhir hidup yang indah. Aku harus mencoba hidup di jalan yang lurus. Siapa tahu saat sedang menuruti hawa nafsu itulah maut menjemput. Juga masyarakat. Usai shalat maghrib. Bagaimana aku mempertanggungjawabkan perbuatanku. Tiba-tiba bumi tergoncang dengan hebatnya. Tidak! Aku tidak boleh hidup dalam lembah maksiat terus. Ketika malam datang kedua saudara itu melakukan niatnya masing-masing. Jalan yang diambil dua bersaudara itu tidak sama. Bahwa kematian bisa datang kapan saja. Ia melakukan shalat dan beristighfar sebanyak-banyaknya dengan mata bercucuran air mata. Sang adik yang sedang larut dalam kenikmatan tobatnya tidak beranjak dari dalam masjid. Ia sudah bertekad bulat untuk tobat meninggalkan semua perbuatan buruknya. Aku mau beribadah sepanjang sisa hidupku. Nanti malam habis maghrib aku akan ke masjid tempat kakak beribadah. Sampai di rumah bordil sang kakak mencari adiknya. Ia mencari-cari kakaknya. Goncangan gempa malam itu cukup keras. Sementara kakakku akan hidup nikmat di surga. namun ia tidak tahu kemana perginya. Keesokan harinya. Maka jangan sekali-kali iseng menuruti hawa nafsu. Mereka tidak habis pikir. ternyata tidak ada. Ia tidak merasakan ada gempa. Beberapa bangunan roboh. Takut kalau-kalau rumah mereka runtuh. Semoga saja Allah mau mengampuni dosa-dosaku yang telah lalu. Akhir hidup yang diridhai-Nya. Ia sama sekali tidak merasakan gempa.” Dan benarlah. Nafsu telah menguasai akal pikirannya. . Meskipun adiknya tidak ada ia tetap melaksanakan niatnya.

Penerbit Republika. Sudah berkali-kali diam-diam wanita itu memandangi ketampanannya ketika pemuda itu lewat di depan rumahnya. karuniakanlah kepada kami keteguhan dan keistiqomahan berada dalam jalan-Mu. Akhirnya masyarakat mengenalnya sebagai Si Penjual Kain Keliling. ya Rabbal ‘Alamin. Dari lorong ke lorong. Kisah yang banyak disebut dari mulut ke mulut sampai abad ini. Begitu masuk rumah. Suatu hari. Dari satu kawasan ke kawasan lain. Diantara kelebihan pemuda ini adalah postur tubuhnya yang gagah. ketika ia sedang berkeliling menjajakan dagangannya. Sehingga siapapun yang melihatnya akan terpesona karenanya.“Ya Allah. Ia pun segera menghampiri. Wanita ini menyuruhnya masuk ke dalam rumah.” *** Sumber Tulisan Oleh : Habiburrahman El Shirazy (Di Atas Sajadah Cinta. dengan sebuah kelihaian wanita itu bisa mengunci pintu. Rumah itu sangat mewah. Wanita itu sangat terpesona dengan ketampanannya. Amin. September 2006) Suatu nasihat tidak bisa memberi pengaruh sama sekali kepada hati yang sudah keras laksana sebuah batu di dalam air yang tidak bisa lunak (Imam Ghozali) Tubuh Seharum Kesturi DALAM KITAB Al Akhlaq Al Islamiyyah Lin Nasyi’in ada sebuah kisah yang indah menggetarkan jiwa. Ia berkeliling sambil memanggul kain dagangannya. tiba-tiba ada seorang wanita memanggilnya. Ini adalah kisah ketakwaan seorang pemuda. Wajahnya yang mempesona. Kulitnya yang putih. Kisah ini terjadi di tanah Syam. Seorang pemuda yang bekerja sebagai penjual kain keliling. Dan keramahannya yang luar biasa. Karuniakanlah kepada kami husnul khatimah. Agaknya wanita itu termasuk golongan bangsawan. Itulah karunia Allah yang dianugerahkan kepadanya. Ia berkeliling dari satu daerah ke daerah. Cetakan X. Dari rumah ke rumah. . Wanita itu telah lama tergila-gila padanya.

tapi semata karena aku sangat mencintaimu. tidak ! Sekali-kali aku tidak akan melakukannya ! Tapi apa yang bisa aku perbuat ? Apakah aku harus loncat dari jendela ? hal itu tidaklah mungkin karena jendela ini terkunci sangat kuat dan sulit sekali membukanya. “Aku tahu pasti. ia bergumam. tangan. Duhai Tuhan. Tak ada seorang laki-laki dan wanita yang berduaan. Pemuda itu terus berfikir bagaimana mencari jalan keluar. Sampai di dalam kamar mandi tubuhnya gemetar karena takut terjatuh pada kemaksiatan. Mencari tempat yang tenang untuk berfikir. dan semuanya. Beberapa detik kemudian sekonyong-konyong terbitlah ide nekatnya. Setiap perkataan yang diucapkan pemuda itu justru membuat wanita itu semakin menggila dan nekat. tidak. Sungguh ini adalah kesempatan luar biasa.” . Namun pemuda itu tak bergeming dengan keimanannya. Wanita adalah perangkap setan. karena rasa takutku padaMulah aku melakukan ini ! maka gantikanlah untukku yang lebih baik. Tidak sedikit orang yang menurutkan hawa nafsunya. Allah akan menghilangkan cahaya dan kenikmatan dari hatiku. Ya aku harus melumuri tubuhku dengan kotoran. apa yang mesti aku lakukan ? Berilah hamba-Mu petunjuk ya Allah. Selama ini aku tergila-gila pada ketampananmu. ia lalu buang air besar dan melumuri seluruh tubuhnya dengan kotoran buang air besarnya. Seluruh rambutnya. wanita itu mengancam.Wanita itu berkata. Semoga jika ia melihatku seperti itu. Sebenarnya aku memanggilmu tidak untuk membeli barang daganganmu. Ya Allah. Bahkan ia mual dan sempat muntah. Terkadang tindakan nekat harus dilawan dengan nekat juga. Ia pasrah kepada Allah. Bolehkah aku ke kamar mandi untuk bersih-bersih dahulu ? Lihatlah tubuhku penuh dengan peluh yang baunya tidak sedap ! “ Begitu mendengar ucapannya. diantara golongan yang akan mendapatkan naungan pada hari tidak ada naungan lagi di hari kiamat adalah seorang pemuda yang diajak berzina oleh seorang wanita cantik dan berkedudukan. aduhai kekasihku dan belahan jiwaku. Ia sendiri sebenarnya merasa jijik. Ia tak mau maksiat tapi juga tak mau mengalami hal yang konyol. Demikianlah sabda Rasulullah Saw. dada. Akibatnya kamu akan binasa. Mereka pasti mempercayai ucapanku karena kedudukanku dan karena kamu telah memasuki rumahku. Tiba-tiba tercetus sesuatu dalam fikirannya. Wanita bangsawan itu dengan penuh harap merayunya untuk berzina. Kau akan dianggap penjahat paling nista. “O tentu saja boleh. ‘Sungguh aku takut pada Allah !’ Aku juga tahu bahwa orang yang meninggalkan sesuatu karena takut pada Allah. “Jika kamu tidak menurut apa yang kuperintahkan. Ia menolak dengan tegas. maka ia akan membawa penyesalan sampai akhir hayatnya. “Duhai pemuda tampan.” Benar saja.” Sang pemuda pun segera masuk ke kamar mandi.” Pada saat itu. Namun. mukanya. Wanita itu justru semakin tertantang untuk menaklukkan pemuda itu. aku akan berteriak sekeras-kerasnya dan mengatakan kepada orang-orang bahwa ada orang yang masuk kerumahku dan ingin memperkosaku. Karena sang pemuda tetap saja menolak. Kalau begitu aku harus melumuri tubuhku dengan kotoran. ia akan merasa jijik lalu mengusirku. Diserapahi orang banyak sebagai penjahat lalu digantung tanpa ampun. Sambil tersenyum ia berkata. wanita tersebut sangat gembira karena mengira ia akan menuruti keinginannya dan berkata dengan hati meluapkan kegembiraan. “Baiklah. kecuali ada yang ketiga adalah setan. tak ada seorang pun didalam rumah selain mereka berdua. semua usahanya sia-sia belaka. maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Jika aku lakukan kemaksiatan ini. ia mengatakan itu tadi sekedar untuk menyelamatkan diri sesaat. Sambil menangis ia berkata. sungguh hal yang sangat menyakitkan. Sang pemuda pun mengingatkannya dan menakutinya akan pedihnya siksa Allah. lalu ia mengatakan. “Ya Allah ya Rabbi. Dan orang-orang itu bisa marah dan menggantungmu hidup-hidup ! “ Wanita itu mengancam dengan serius.

udara disana selalu dingin dan sejuk. Allah menjadikan bau harum yang luar biasa memancar dari seluruh pori-pori tubuhnya hingga ajal menjemputnya. Itulah kubur orang mulia yang menjaga kesuciannya ini.Lalu iapun keluar dari kamar mandi. Si Burung pipit tak mampu berbuat apa apa. September 2006) Perjalanan Seekor Burung Pipit Ketika musim kemarau baru saja mulai. Beberapa orang yang melihatnya terheran-heran dan menertawakannya. dia tak merasakan sayapnya yang mulai tertempel salju. Ia terus berjalan menuju rumahnya lewat jalan yang sepi. lalu mengumpat pada lingkungan yang dituduhnya tidak bersahabat. Kisah ini menjadi bukti keagungan Allah. Begitu sampai diluar ia cepatcepat cari tempat yang aman. Sampai ke tanah. *** Sumber Tulisan Oleh : Habiburrahman El Shirazy (Di Atas Sajadah Cinta. makin ke utara makin sejuk. seekor Burung Pipit mulai merasakan tubuhnya kepanasan. dan akhirnya dia jatuh ke tanah karena tubuhnya terbungkus salju. Ketika ia keluar dari kamar mandi. Terbawa oleh nafsu. menyangka bahwa riwayatnya telah tamat. Akhirnya ia dikenal dengan sebutan “Al-Miski” atau Orang Yang Seharum Kesturi. Cetakan X. salju yang menempel di sayapnya justru bertambah tebal. Ia takut dilihat orang dan takut mereka akan menggunjingnya. Allah SWT menunjukkan kekuasan-Nya. dia semakin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara lagi. pelan-pelan dia merasakan kesejukan udara. Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat yang sejak dahulu menjadi habitatnya. Benar. Bau itu tercium dari jarak beberapa meter. Ia langsung melepas pakaiannya dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya. Dan begitu wanita tersebut melihatnya ia terkejut bukan main. Ia merasa jijik. terbang jauh ke utara yang konon kabarnya. Penerbit Republika. hai orang gila ! Dasar pemuda gila.” Ia berjalan keluar dan berpura-pura bertingkah laku seperti orang gila. karena ia akan dianggap benar-benar gila. “Keluarlah. Ia menjerit dan berteriak dengan keras. Ia merasa sangat lega ketika sampai dirumahnya. Di tanah Syam. . ada sebuah makam yang tertuliskan “Al-Miski”. Jika itu yang terjadi barang dagangannya bisa tidak laku. Kisah nyata ini masih bisa dilihat bekasnya. keluar kau jangan kau kotori rumahku. makin lama makin tebal.

Dia merintih menyesali nasibnya. menjilati. Si Burung Pipit semakin marah dan memaki-maki si Kerbau. dia merasakan kehangatan. salju yang membeku pada bulunya pelan-pelan meleleh oleh hangatnya kotoran kerbau. dia mengira telah mendapatkan teman yang ramah dan baik hati. Seketika itu si Burung tidak dapat bicara karena tertimbun kotoran kerbau. diantaranya : 1. Apa yang pada mulanya terasa pahit dan tidak enak. Si Burung Pipit berteriak kegirangan. kadang-kadang bisa berbalik membawa hikmah yang menyenangkan. mengelus dan membersihkan sisa-sisa salju yang masih menempel pada bulu si burung. si Burung bernyanyi dan menari kegirangan. Ketika kita baru saja mendapatkan kenikmatan. Mendengar suara rintihan. Begitu bulunya bersih. mengulurkan tangannya. seekor anak kucing menghampiri sumber suara. jangan dipakai sebagai satu-satunya ukuran. Si Burung mengira lagi bahwa dia akan mati karena tak bisa bernapas. belum tentu cocok buat kita. Mendengar ada suara burung bernyanyi. Namun perlahan lahan. Namun apa yang terjadi kemudian. bernyanyi keras sepuas puas-puasnya. dia maju satu langkah lagi. Waspadalah terhadap orang yang memberikan janji yang berlebihan *** Sumber : Dari Sahabat (myQuran. dia hanya berdiri. Si Kerbau tidak banyak bicara. dia dapat bernapas lega dan melihat kembali langit yang cerah. 4. banyak pesan moral yang dapat dipakai sebagai pelajaran. Namun si burung kecewa mengapa yang datang hanya seekor Kerbau. Baik dan buruknya penampilan. *** Dari kisah ini.org) Sabarnya Nabiullah AS . dan tamatlah riwayat si Burung Pipit ditelan oleh si Kucing. 3. dan mengeluarkan kotoran ke atas tubuh si burung. dan demikian pula sebaliknya. kemudian kencing tepat diatas burung tersebut. agar tidak kebablasan. 5. seekor Kerbau yang kebetulan lewat datang menghampirinya. dia menghardik si Kerbau agar menjauh dan mengatakan bahwa makhluk yang tolol tak mungkin mampu berbuat sesuatu untuk menolongnya. Halaman tetangga yang nampak lebih hijau. jangan lupa dan jangan terburu nafsu. mengais tubuh si burung dan kemudian menimang nimang. 2. seketika itu juga dunia terasa gelap gulita bagi si Burung. Lagi-lagi si Kerbau tidak bicara.

tapi sebuah ilustrasi yang memudahkan kita untuk memahami jenis-jenis kesabaran. sabarnya Sulaiman AS. kalau bukan seorang Yusuf as. sabarnya Yusuf AS. Sabar ujian ketaatan seorang Nabi Musa as Inilah kesabaran seorang Musa as. pasukan yang besar. Sabar ujian kesusahan Nabi Ayub as Sungguh Ayub as seorang yang sangat sabar melawan godaan kesusahan yang berniat mematahkan keteguhan imannya? Allah telah mengujinya dengan berbagai penderitaan sakit fisik luar dan dalam yang sangat dahsyat dan menjijikkan. Sungguh membutuhkan kesabaran yang besar ketika kita sedang berjuang ingin konsisten menjalankan sholat secara khusyuk atau ketika kita ingin memperjuangkan hak-hak umat Islam misalnya. yang mengeluarkan energi keberaniannya namun tetap tegar ketika berkali-kali ia mengajak Firaun untuk bertobat. atau karena ingin amar makruf nahi munkar atau karena ingin sekedar beribadah secara lebih baik. Sabar ujian kemaksiatan Nabi Yusuf as Hamba sahaya mana yang sanggup menolak godaan wanita yang punya kekuasaan dan cantik rupawan. Sabar ujian kesenangan Nabi Sulaiman as Sanggupkah kita sesabar Sulaiman as ketika ia melawan godaan kesenangan dunia yang ingin menutup hatinya? Bukankah kesenangan lebih mudah membuat kita melupakan Sang Pencipta Kesenangan ? Sungguh Sulaiman as tetap tegar dalam keimanan.Sabarnya Ayub AS. dan itu terjadi hampir sepanjang usianya. Dialah yang sanggup mengatakan tidak pada Zulaika ketika Allah mengujinya kesabarannya untuk berbuat maksiat bahkan ketika Allah telah menyediakan sarana yang memudahkannya untuk berbuat maksiat. tidak pula merupakan pilihan seibarat pilihan berbuat maksiat atau menolak maksiat. kekayaan yang melimpah. dan sabarnya Musa AS Ini bukan untuk membandingkan tingkat kesabaran diantara tiap nabi tersebut. walau Allah mengujinya dengan kerajaan yang besar. Ujian ketaatan adalah ujian yang diciptakan sendiri oleh seorang manusia di jalan Allah akibat keinginannya yang kuat untuk menjalankan perintah dan larangan Allah. istri yang cantik dan sebagainya. Ujian ketaatan bukan sesuatu yang datang seibarat ujian kesusahan atau kesenangan. Wallahu ‘alam bish shawab .

Bisa jadi kain putih itu kita sendiri yang membelinya untuk tetangga atau keluarga terdekat kita. tapi bisa jadi kain kafanmu sedang dipesan si pemilik toko. ciri kesabaran : 1. Engkau boleh saja menikmati keindahan alam pertanian. tapi boleh jadi seorang petani sedang memanen kapas bahan kain kafanmu. Hak kita sebagai manusia adalah berlomba-lomba menyebarluaskan kata-kata kebaikan kepada seluruh umat manusia. 4. Engkau boleh saja berencana. Kita tidak tahu kapan hidup kita berakhir. Kain putih itu sendiri tidak pernah tahu kepada siapa ia akan digunakan. 2. Esok hari. tapi bisa jadi seorang penenun sedang memintal kain kafanmu. siapa gerangan pembeli berikutnya. Engkau boleh saja tertawa. Bisa jadi seseorang sedang membelikannya untuk jenazah kita yang sedang menunggu dikubur. 5.Catatan tambahan. tapi bisa jadi kain kafanmu ada di truk pengirim barang yang sedang diparkir di pinggir toko kain itu. *** Hak cipta adalah milik Allah semata. Seandainya ia bisa berbicara. 3. Hari ini ada sedemikian banyak kain putih yang siap digunakan sebagai kain kafan. Bisa jadi kain putih itu akan dibeli orang yang tidak kita kenal. diukur dan dipotong. Dari Sahabat tidak terburu-buru mengambil keputusan tegar dengan tujuan yang ditetapkan tuntas sesuai kemampuan tidak gampang pasrah hati tetap senang ketika diuji Kisah Sepotong Kain Putih Hari ini ada ribuan gulung kain. . tentu ia akan meminta agar digunakan pada orang soleh yang selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan berikutnya. Hari ini ada sedemikian banyak kain putih. diperjual-belikan di pasar-pasar di kota ini. Kita juga tidak tahu kain kafan mana yang akan menemani kita di kuburan. Tapi yang jelas kain itu ada di suatu tempat. Engkau boleh saja tidur nyenyak. Hari ini ada sedemikian banyak kain kafan yang seolah bertanya untuk siapa ia akan dibeli. yang sedang dibeli.

akhirnya bus tersebut tidak mampu dikendalikan dan akhirnya jatuh ke jurang sehingga seluruh penumpang bus tewas saat itu juga (Inna lillah wa innaa ilaihi rooji`uun). dia terus menyusuri jalan ditengah keremangan malam sambil mencari cara agar bisa bunuh diri.*** Sumber : Sahabat Kisah: Pemuda Dililit Utang Malang benar nasib pemuda ini. namun karena larut malam akibatnya kendaraan yang lewat agak jarang sehingga pemuda ini agak lama juga menunggu kendaraan yang lewat. Selang beberapa meter jaranknya dari bus. Setelah menunggu agak lama akhirnya datang juga sebuah bus yang mengangkut banyak penumpang. lalu menjatuhkan dirinya kebawah. Ternyata ajalnya belum ditetapkan disini. Ditengah malam yang gelap gulita. pemuda tersebut langsung melemparkan tubuhnya ke tengah jalan. akhirnya dia berpikir bahwa bunuh diri adalah jalan terbaik baginya. . mengalungkan tali dilehernya. Diam-diam dia memanjat pohon nangka tersebut. namun karena Sopir Bus itu terlalu mwas sehingga ketika melihat sesuatu ditengah jalan dia langsung membanting setir ke kiri. dililit utang sehingga tidak mampu lagi membayarnya. kemudian mengikatkannya di tangkai. Beberapa jam berjalan akhirnya diapun menemukan jurang didepannya. dia mengambil tali untuk gantung diri dipohon nangka dibelakang rumahnya. Pemuda tersebut berjalan menyusuri jalan. dia mencari cara lain. karena tangkai tempat mengikatkan tali tidak kuat menahan beban tubuhnya sehingga tangkai pohon itu patah dan akhirnya jatuh kebawah. Tidak puas dengan cara pertama. pemuda ini lalu mengambil ancang-ancang. akhirnya diapun pun memutuskan untuk menjatuhkan dirinya dan kali ini pasti berhasil pikirnya. namun malangnya karena sopir bus tersebut terlalu tajam membanting setir ke kiri. dan lucunya lagi dia jatuh tepat diatas tumpukan kotoran kerbau. kemudian berhenti di tikungan tajam dimana banyak dilalui kendaraan. Tidak puas dengan dua kali kegagalan bunuh dirinya. dia tetap bertekad bulat untuk bunuh diri. dan akhir-nya Pemuda tersebut terbebas dari maut.

terus diperhatikan jam di tangannya yang tinggal beberapa detik lagi menunjukkan pukul 05:000. Dia menancap gas mobil dengan kencang-nya ditengah hujan yang lebat. apa yang terjadi ?. Jam semakin mendekati pukul 05:00. Dia langsung bangun dengan kagetnya. ia meninggal dunia. tubuh pemuda itu jatuh tepat diatas pepohonan itu yang ternyata pemiliknya adalah seorang Janda yang cantik dan kaya raya. dibawah jurang sana ternyata sebuah kebun yang subur dan rimbun. dan kelamaan melihat jam di tangannya tanpa memperhatikan jalan yang dilaluinya. Dari Sahabat  .al-hijr : 56] #]=– –=[# Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia.Pemuda tersebut mengambil ancang-ancang. dengan harapan agar tubuhnya terhempas diatas bebatuan sehingga ia dapat mengahiri hidupnya. dan merasakan takut yang amat sangat.an-nisa:29] #]=– –=[# Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya. Subhaanallah. hujan turun lebat sekali. akhirnya pemuda itu lupa untuk bunuh diri. disuatu malam. kecuali orangorang yang sesat". [QS. Akhirnya pemuda tersebut terbebas dari hutanghutangnya. terjadilah peristiwa yang sangat menakutkan. sesekali ia melihat jam di tangan yang sudah mendekati jam 05:00 seperti yang telah ditetapkan dalam mimpinya. sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. –=[# Hai orang-orang yang beriman. Pemuda tersebut bermimpi didatangi seseorang dan mengatakan kepadanya bahwa Nyawanya akan dicabut nanti tepat jam 05:00 subuh.al-`ankabuut : 23] #]=– *** Salam rindu buat saudaraku se-iman. memiliki istri cantik serta hidup serba kecukupan. Pemuda tersebut menjadi kaya raya. Dan baiknya lagi Janda cantik tersebut bersedia menjadi Istri si-Pemuda dan juga bersedia melunasi hutang-hutang pemuda tersebut. sambil menyetir mobil dengan kencang. [QS. dan mereka itu mendapat azab yang pedih. tubuhnya gemetaran. semakin takut.. Na`uuzu billah. Karena semakin takutnya. mereka putus asa dari rahmat-Ku. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dia langsung lari mengambil kunci mobil dan melarikan diri dari rumah agar terhindar dari maut. janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. dan akhirnya meluncurlah ia kebawah. mundur beberapa langkah kebelakang dan kemudian berlari kedepan melompat ke dalam jurang. [QS. Beberapa tahun kemudian. Akhirnya Janda tersebut mengambil pemuda itu di pagi hari di kebunnya dan ditemukan dalam keadaan siuman. dan tepat jam 05:00 subuh. dan pada tubuh pemuda itu hanya terdapat luka lecet kecil dan juga sedikit memar. serta hidup mewah.. dia semakin gugup. Dan janganlah kamu MEMBUNUH DIRIMU . akhirnya mobil yang digunakannya jatuh ke jurang persis ditempat bus terguling sewaktu ia hendak bunuh diri dulu.

. Karena hujan turun deras. langit. kisah islami ( 268 ). cerita teladan ( 355 ).” Begitu orang alim itu berkata. akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah terjebak oleh pernyataan mereka sendiri. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan Tuhan. Si Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak. sehingga jadi satu batang yang lurus.erva kurniawan 1:06 am pada 6 Mei 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. langit. atau menciptakan bumi. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada. Di antara pertanyaannya adalah: “Benarkah Tuhan itu ada” dan “Jika ada. barulah muncul orang alim tersebut. sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang. di manakah Tuhan itu?” Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut. Setelah itu. Cuma khayalan orang belaka. maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata. dan seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang lebih sulit. pohon tersebut terpotong-potong ranting dan dahannya dengan sendirinya. membuat perahu. dan seisinya ini?” Mendengar perkataan orang alim tersebut. Setelah tawa agak reda. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Bukti Tuhan itu Ada Assalamu’alaikum wr wb. Kemudian. Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang tumbang. baru saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu tersebut. orang alim pun berkata. orang alim itu belum juga datang. Mana bisa perahu jadi dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya!” Orang banyak pun tertawa riuh. Masak pohon bisa jadi perahu dengan sendirinya. Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. hingga akhirnya menjadi perahu. maka sungai menjadi banjir. cerita nasehat. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. “Maaf jika kalian menunggu lama. Karena itu. kenapa kalian percaya bahwa bumi. “Orang alim ini sudah gila rupanya. kisah teladan ( 352 ). Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang. “Jika kalian percaya bahwa perahu tak mungkin ada tanpa ada pembuatnya. Dia berkata kepada orang banyak.

sehingga tidak mengetahui keberadaannya. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru. sehingga manusia tak bisa melihatnya. dan lain-lain. Di mana sakitnya?” “Ini sakitnya di sini. Orang banyak berkata.” kata si Atheist. bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta). elektromagnetik. ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah mikroskop yang amat kuat). bukan berarti Tuhan itu tidak ada. maka Tuhan itu tidak ada.” si Atheist menunjuk-nunjuk pipinya. saya tidak melihat sakit. bukan berarti sakit itu tidak ada. bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia. Sederhana memang pembuktian orang alim tersebut. . tapi panca indera manusia lah yang terbatas. tapi pada kenyataannya benda itu ada? Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran. Saya tidak melihat sakit. sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Karena kita tidak bisa melihat Tuhan. demikian pula suara. Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia. Si Alim bertanya.“Kalau begitu.” Demikian si Alim berkata. Benda itu ada. tapi dapat membutakan manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan. tapi ternyata hal itu ada. karena dia tidak pernah melihat Tuhan. mengapa dia tidak kelihatan. Di mana Tuhan itu berada?” Orang atheist itu berpendapat. “Tidak. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat. Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. meski kita tidak bisa melihat sakit. Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras. mobil. sehingga si atheist merasa kesakitan. “Jika Tuhan itu ada. dan lain-lain) yang tak bisa dilihat. Listrik. Berapa banyak gelombang (entah radio.” Begitu si Atheist mengaduh. tapi benda itu sebenarnya ada? Berapa banyak zakat berukuran molekul. Tapi jika kita melihat pesawat terbang. Begitu juga Tuhan. “Tidak!” “Nah. Apakah para hadirin melihat sakitnya?” Si Alim bertanya ke orang banyak. apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta! Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Pasti ada pembuatnya. “Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali. “Ah mana ada sakit. jawab pertanyaanku yang kedua. Meski kita tidak bisa melihatNya. TV. Tuhan ada. tapi kita bisa merasakan ciptaannya.

Sebaliknya. Dalam Al Qur’an.Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya. dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4. tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilahmanzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu. matahari. dan udara.3 juta kilometer panjangnya. tidak pernah bumi menabrak bulan. bulan. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Matahari. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun. jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. atau pun pilot yang mengendarai. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. bulan. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur. karena jarak pandang teleskop tercanggih baru Bayangkan. dan lain-lain. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan. matahari. Matahari. supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Toh. maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. tetap terjadi kecelakaan lalu lintas. angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. tidak mungkin semua itu terjadi. sementara di kapal laut ada Kapten. demikian pula lampu merah dan radar. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini. dan 9 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya. polisi. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia. apalagi dunia yang jauh lebih kompleks. Selama milyaran tahun. Galaksi Bima Sakti. laut. bintang. keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya.” [Yaa Siin:40] Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam. ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat. insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada: .” [Al Furqoon:61] Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya.” [Yunus:5] “Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Meski ada yang mengatur. tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Copilot. hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. juru mudi.5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. laut. keliling lingkarannya sekitar 4. atau bulan menabrak matahari. dan udara. maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya. bintang. dan lain-lain: “Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. bumi. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat.

tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Maha Suci Engkau.” [Ar Ra'd:2] “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi'ah:58-59] “Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?” [Al Waaqi'ah:63-64] “Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi'ah:72] Di ayat lain. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka. cerita nasehat. tak ada satu pun yang bisa menciptakannya kecuali Allah: “…Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun. tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. bahkan Allah menantang pihak lain untuk menciptakan lalat jika mereka mampu. kisah teladan ( 352 ). atau Tuhan yang Maha Pencipta: “Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.” [Ali Imron:191] Terhadap manusia-manusia yang sombong dan tidak mengakui adanya Tuhan. Tapi untuk menciptakan seekor lalat dari tiada menjadi ada serta makhluk yang bisa bereproduksi (beranak-pinak). dan Dia lah yang Maha Pencipta Wassalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuhu *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:38 am pada 5 Mei 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita teladan ( 355 ). kisah islami ( 268 ). walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Kamukah yang menciptakannya. Manusia mungkin bisa membuat robot dari bahan-bahan yang sudah diciptakan oleh Allah.” [Al Hajj:73] Sesungguhnya. masih banyak ayat-ayat Al Qur’an lainnya yang menjelaskan bahwa sesungguhnya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . menjelaskan tanda-tanda (kebesaranNya). Allah menanyakan kepada mereka tentang makhluk ciptaannya. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan.“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat. Tuhan itu ada. dan menundukkan matahari dan bulan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya). kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy. maka peliharalah kami dari siksa neraka. Manusiakah yang menciptakan.

Mbak. Lagi-lagi calon suami yang dibicarakan. adikku. yang masih es em pe pun. Mulai dari Papi yang selalu nyindir. ”Tuh. nemu di mana lagi pendapat kayak gitu. Mbak Ajeng sih. selain soal suami. sudah pengen menimang cucu. kuhembuskan nafasku kuat-kuat. tak urung ikut menggoda. Bahkan si kembar Rani-Rano. dasar kembar! *** ”Ajeng…!” . keponakannya udah empat!” ”Iya. Bayangin. ”Mbak Ajeng kan udah jadi insinyur. Lagian. udah waktunya dong. Mami yang berulang-ulang menasihatiku agar jangan terlalu pilih-pilih tebu. Rani sama Rano kan udah pengen dipanggil ’Tante dan Oom’. Jaman sekarang. Huhh. kaaaan?!?” seru mereka berdua kompak. Bosan aku. kerjanya belajar ama ngaji melulu!” Rano menimpali kata-kata kembarnya. yang kuharap bisa menetralisir suasana. perempuan itu harus agresif. Lalu Bambang. mikirin berkeluarga. Aku hanya bisa melotot. ”Udah sana kalian belajar!” hardikku agak keras.Calon Buat Ajeng CERPEN: Calon Buat Ajeng Penulis : Asma Nadia ** Calon Suami????!!!!! Pfui. sudah dua bulan ini tidak ada topik yang lebih trend di rumah. Tika aja yang baru kelas enam. ikut-ikutan menceramahiku.

Hebat. ”Jadi. Boi!” Aku hanya bisa menahan geli. Kenapa aku jadi nggak sabaran gini. lagaknya! Batinku menggerutu sendiri. Oo…Oo…! Pasti ada yang nggak beres. Hasilnya lumayan. ”Apa perlu Bambang yang nyariin???!” Lemparan bantalku kembali melayang. Kupanjatkan syukur yang tak terkira ketika akhirnya Si Boi pulang. Iya. kulihat keseriusan di matanya. gemas aku! Terlebih melihat pancaran kagum di wajah Mami. Ayo.su’udzon! Tapi…. bahkan Eropa setiap kali holiday!” Hihhh. Tante. Bukan main. ”Ada apa. Ini Nak Bui…. Baru juga ngadepin si Boy. awass kalau kamu setuju!” ancamku serius. serius. mendengar cerita-ceritanya yang melulu berbau luar negeri.. kenalin dulu. Nggak main-main. iya. Setelah merapikan jilbab. kan. dunia akhirat!” Sekejap. saya sudah coba-coba berbisnis sendiri. kok cuma diketawain?!? ”Bang. kenalin. ya! Masih muda sudah jadi Wakil Presiden Direktur. ”Mbak Ajeng gimana. duduk di sudut ruangan. Kedua bola mata Mami tampak bersinar-sinar. sih? Biasanya Mbak yang nyuruh aku sabar menghadapi segala sesuatu. Mi?” tanyaku lunak. Lho. Benar-benar nggak peka nih anak. sebelum ia kembali menggodaku. Kok bisa sih nggak merasa dicuekin? Tetap aja ngomong.” ”Boy. kok sekarang malah panasan gini? Tenang aja. Astaghfirullah! ”Mbak bingung. ya. Tak perduli aku yang cuma diam dan sesekali manggut. Tante!” ”Eh. Iiih. Cuma sekejap. aku keluar. Orang cerita panjang lebar minta advise. milih suami itu nggak mudah. Saya bisa jalan-jalan keliling Amerika. Bambang masih cengar-cengir. “Ajeng. Ini tangan kanan Papi di kantor. Mbak nggak pengen gambling. kulemparkan bantal ke arahnya. sabar! Innallaha ma’ashshabirin!” balasnya sambil mengutip salah satu ayat di Al-Quran. resikonya besar. gumamku dalam hati. Sekilas sempat kulihat sosok seorang lelaki. Alhamdulillah! *** Kulihat Bambang tertawa.Kudengar panggilan Mami dari depan. Pelan aku bangkit dari meja belajar. . Kesal. Nyari yang shalih sekarang susah. Kamu ngerti. Mami…Mami…! Rasa geliku mendadak hilang. Bang! Habis serumah pada mojokin semua. dong! Pokoknya kalau nanti Mami nanyain kamu soal Boy. Mbak. Benar saja. Salah-salah pilih. ketika selama dua jam berikutnya aku harus mendengarkan obrolan Mami dengan Si Boi tadi. selama belajar di Harvard.

Dia anak lurah. kumatikan bunyi weker yang membangunkanku. Kuperhatikan lampu kamar Bambang masih menyala. begini rupanya gadis di penghujung usia dua puluh sembilan? Kuperhatikan bentuk wajahku yang makin tirus. Dia yang menentukan. pikirku. saat kudengar azan Subuh berkumandang. Astaghfirullah! Ishbiri ya ukhti. Panggil aja Juned!” Aku hanya mengangguk. *** Selesai berurusan dengan Mami untuk masalah Boy. Dua hari kemudian. Oooohh. rizki. Syukur-syukur Ajeng suka. Jam tiga lebih seperempat. ini bukan nasib buruk!” Bisikku menghibur. ada hal lain yang lebih penting. Tanteku itu kembali datang dengan ’balon’nya. Mungkin hilang termakan usia. Sudah sulung mereka tak cantik. menjelang tua. Maksud Ajeng. gantian aku harus menghadapi Tante Ida yang siap mempromosikan calonnya. kok. Duhh! Lagi-lagi aku cuma bisa manggut-manggut. Jodoh. Bagaimana pun aku harus tetap tawakkal pada Allah. kebiasaan menghadapi ujian dengan pola SKS (Sistem Kebut Semalam) masih membudaya rupanya. Ajeng Prihartini. Ada kematian. Tanganku masih menengadah. Ya Rabbi. ketika mereka ramai meresahkan calon suami yang tak kunjung datang. asap rokok . Berjodoh di dunia bukanlah satu kepastian yang akan kita raih dalam hidup. Mataku nanar menyaksikan pantulan wajahku di cermin.*** Kriiiiing…!!! Ups. bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu. Tercapai juga niatnya untuk begadang malam ini. nggak seharusnya membuat kita lupa untuk berpikir positif terhadap Allah. betapa pucatnya wajah itu. Mungkin Allah ingin memberikan yang lebih baik.” Kueja namaku sendiri. lebih pasti. dua tahun yang lalu. Kuhapus tetesan air wudhu yang tersisa dengan handuk kecil. Heran. dan maut. ”Jangan cemas ya ukhti. tapi disediakan di surga. who knows?” ujarku optimis. Sayup-sayup suara kaset murattal terdengar. Pokoknya lihat aja dulu. Entah kemana perginya rona merah yang biasa hadir di sana. yang masih Kau berikan. terima kasih ya Allah. Alhamdulillah. Cepat kuhapuskan pikiran tentang Bambang dan ujiannya. bergulirnya waktu dan usia. Aku bangun dari tempat tidur. untuk satu hari lagi kesempatan beramal dan taubat. Baru kusadari. ya? Lebih sering mempermasalahkan pernikahan. ”Sebetulnya kita ini lucu. Anak kuliahan juga seperti kamu!” promosi Tante Ida bersemangat. Bapaknya termasuk juragan kerbau yang paling kaya di Jawa. hal yang belum tentu terjadi. lagi! ”Ir. Tak membalas uluran tangan yang diajukannya. untuk tidak lari ke dalam. Hari baru kembali hadir. berkali-kali aku harus menahan diri. ”Tante sih terserah Ajeng. ”Junaedi. Selama pembicaraan berikutnya. Hanya saja. Boleh jadi calon kita ini nggak buat di dunia. Tapi nggak kampungan. Aku tidak ingin menyinggung perasaan Tante Ida. Apalagi beliau bermaksud baik. pantas saja Papi dan Mami begitu khawatir. isbiri…. berdoa. Tidak. Sesuatu yang selama ini sering kuucapkan kepada saudaraku muslimah yang lain. maut yang pasti kita hadapi.

tampak menemani beliau. Tan…. Ajeng memang pemalu orangnya. Habis sebatang. menyala. Aku suka bingung sendiri ngeliat perempuan yang memakai kerudung.” Kontan raut mukaku berubah. Tanpa menunggu rokok keenamnya habis. Dengan gaya bahasa yang tinggi. Mana kelihatannya Juned perokok berat. rasanya Ajeng nggak sreg. Capek rasanya jalan setengah harian. Soal doa qunut. dari satu perpustakaan ke perpustakaan IPB lainnya. Sempat kudengar Tante Ida berbicara dengan Papi dan Mami. dokterandes lagi! Terlebih kamu juga sudah cukup berumur. ”Eng…jangan tersinggung ya. Saleh bercerita tentang berbagai kitab berbahasa Arab yang telah dia kuasai. lho. Ndak apa-apa toh sedikit kelihatan leher atau betis?! Maksudku biar tidak terlihat seperti karung berjalan gitu lho. sini sayang. mematung. Kenalkan. hujan turun rintik-rintik. Mami! Kali ini Mami membiarkanku berdua dengan tamunya itu. dan tidak doyong ke sana ke mari. beliau beranjak keluar. Bukan main. aku mohon diri ke dalam. masalah posisi telunjuk ketika tahiyat. ”Maaf ya.” Bayang kekecewaan tampak menghiasi raut muka Tante Ida. ini Ajengnya sudah pulang. sambung sebatang. terdesak penumpang yang lain. Persis lokomotif uap jaman dulu! Dengan berani pula ia mengomentari penampilanku. lagi. Jeng! Hahaha…. Susah lho. sedih. nih…nggak nyesel? Tante cuma berusaha bantu. melihat Mami yang tidak sendirian.Juned benar-benar membuatku mual. nyari yang seperti Juned. Jeng.” Duhh. Padahal buku itu sangat kuperlukan untuk menghadapi ujian pasca sarjanaku sebentar lagi. perbedaan doa iftitah. Lho. udah ngerepotin. Lalu ia mulai membahas satu persatu perbedaan pendapat di kalangan umat Islam. Seperti yang dipakai artis-artis kita yang beragama Islam itu lho. Ajeng juga mesti memikirkan perasaan Mami sama Papi. Malah nggak berhenti-henti. Alhamdulillah. Kenapa sih tidak pintar-pintar memilih warna dan mode?! Aku kalau punya isteri. Kalian pasti bisa bekerja sama mengelola kegiatan masjid di sini. Selama Saleh berbicara. Sekaligus yang bervariasi. Sempat pula kudengar komentar-komentar mereka yang bernada kecewa. Maaf ya. Bisa kurasakan pandangannya yang jelalatan ke arahku. Nah. Terutama asap rokoknya itu. Aku masih di kamar. Dengan masih kecewa. sekarang. Namun buku yang kucari belum juga ketemu.” Bujukan Tante Ida tak mampu menggoyahkanku. dan kopiah di kepala. Jangan… jangan…. Tak lama kudengar suara Juned pamitan. kok malah diam? Maaf Nak Saleh. Sementara itu. Risih. pekan depan. ”Bener. pasti tak suruh beli baju yang warna-warnanya cerah. Kereta yang kutumpangi benar-benar penuh. Beragam perasaan bermain di hatiku. Ya Allah. Seorang lelaki berjeans. dan lain-lain . Saleh. dengan sajadah di pundak. Putera Pak Camat yang baru lulus dari pondok pesantren di Kalimantan. aku menunduk terus. Sudah untung bisa berdiri tegak. ”Assalamu’alaikum!” perasaanku kembali tidak enak. kuminta Rani mendampingiku. Ketika Tante Ida menanyakan pendapatku. Ajeng. Langkahku lesu menghampiri rumah. Soalnya Ajeng punya alergi sama asap rokok. hati-hati aku menjawab. Dia setuju setelah aku janji akan menemaninya mendengar ceramah di Wali Songo. Ajeng…. ”Wa’alaikumussalam. kuatkan hamba-Mu! Hari berangsur malam. Sia-sia harapanku untuk bisa beristirahat pulang ke Depok. Tan…. *** Siang begitu terik. Udah ganteng.

Awas. lalu…. Terus terang. Bambang yang duduk di kursi makan tersenyum simpul. soal calon-calon itu. ”Bukan. kan maksud Ajeng?!!” Ufh. tapi ada bukti. waktu aku protes ke Mami. Yang Islamnya nggak cuma teori. Ane sangat tidak setuju. ”Ngomong-ngomong. Tentunya akan lebih baik. dan penghargaan masyarakat terhadap orang-orang yang punya kedudukan. Menurut pendapat dan analisa ane. Jadi sebenarnya. Bingung aku. diarahkan sewajarnya. Tapi bagiku. Aku terhenyak. yang itu. Saleh yang mana calon kamu itu?” suara Mami meninggi. ”Kalau menurut Saleh. Cukuplah bahwa masing-masing berpegang pada sunnah Rasulullah.” ulasnya panjang lebar. ”Oooh. Ajeng ingin orang yang saleh. kamu bilang bukan yang seperti itu yang kamu inginkan. ”Bukan itu. Mami!!! *** Malamnya. kutahan tawa yang nyaris meledak. seperti hendak menawar barang dagangan. Sudah saatnya pola sikap ngebos. ternyata masih saja ada orang yang meributkan hal-hal yang relatif lebih kecil. dan bukan malah memperlebar jurang perbedaan. ”Ooooh. Tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan keadilan. Ajeng tahu. Mi.” aku berusaha menjelaskan dengan sabar. yang Ajeng maksudkan adalah penindasan yang terjadi pada saudara-saudara muslim kita di Negara Bosnia. hingga Ajeng sulit memahami?” Aku tambah melongo. tanpa diduga. ini…. Ajeng juga . yang taat beribadah. hanya akan memperuncing perbedaan yang ada. tidak seharusnya masalah Bosnia itu digembar-gemborkan. Duhhh. yang Saleh maksudkan?” tanyaku makin bingung. Yang nggak jelalatan memandang Ajeng terus-terusan dari ujung jilbab sampai kaos kaki. kasus Bosnia itu bagaimana?” tanyaku mengalihkan perhatian. Bosnia yang mana. Bosnia itu di mana. ”Lha. aku tidak begitu setuju dengan caranya. usia Ajeng sudah jauh dari cukup. kamu itu gimana toh? Kata Bambang kamu maunya sama Saleh. kamu de’! Bisikku gemas.” ujar Saleh optimis. malah Mami yang marah. dan melupakan masalah lain yang lebih besar.yang senada. Orang yang punya pemahaman paling tidak mendekati menyeluruhlah. ”Lho. Lucu sekali. Boss-Mania. Agar tidak berlebihan. sambil mempermainkan kerudung pink-nya. Betul bahwa semuanya harus kita ketahui. yang nanya kok malah bingung?! Yang ane bicarakan tadi ya tentang Bosnia.” ujarku sedikit gagap. Gantian aku yang bingung. tentang Islam. dengan makin meributkannya. itu. Dari sudut mataku. Ya…jelas penindasan itu tidak bisa dibenarkan. kulihat Rani pringas-pringis menahan geli. Itu akan membuat sikap tersebut kian membudaya. Pas Mami temuin. Tampak Saleh manggut-manggut. jika kita justru berusaha mencari titik temu atau persamaan. ”Kenapa? Apa karena bahasa yang ane gunakan terlalu tinggi atau bagaimana. ”Saya…saya tidak paham apa yang Saleh maksudkan. sih?” Tawa Rani meledak. ”Bukan yang namanya Saleh.

Perempuan mana sih. dan memberikan berbagai ceramah di beberapa kampus dan masjid. Biar Ajeng mesti nunggu sampai tua. Kuharap. Mi…tolong!” Kusaksikan mata Mami berkaca-kaca. Satu kerja mulia. Baru sedikit itulah. tidak ada panggilan lanjutan dari Rano. dan punya anak?” lanjutku hampir menangis. yang tidak ingin berkeluarga. yang bisa kulakukan sebagai perwujudan syukurku atas nikmat-Nya yang tak terhitung. Alhamdulillah. ”Dari siapa? Kalau dari Anto Boy. sekarang aku lebih bisa berkonsentrasi untuk menulis. Aku yakin ketidakhadiranmu semata-mata karena kesibukan dakwah yang ada. Mami tidak lagi menyodorkan calon-calonnya. Dengan hati seringan kapas. *** Kesibukanku menulis diary terhenti. Sebentar lagi. perlahan topik trend kami bergeser. Aku lega. Mami mesti mengakui. Ajeng siap. tolong. Jangan menyudutkan Ajeng. namun tidak akan pernah memudarkan ghirah Islamiah yang ada. Belum lama ini aku juga mengambil kursus jahit dan memasak. Didin. Ujian pasca sarjanaku sudah selesai. Aku maklum. tahun-tahun yang berlalu. Juned. Mbak nggak mau terima!” balasku agak keras. Daripada bersuamikan orang yang akhlaknya tidak Islami. menepuk-nepuk pundakku. Tiga puluh tahun sudah. Kesemuanya membentuk satu daftar panjang dalam agenda kita. harus pulang dengan kecewa karena promosi dibatalkan. sayang…. Mudah-mudahan aku bisa tetap istiqamah di jalan-Nya. Berdua kami berisakan. Alhamdulillah. Papi turut menghampiri. ”Maafin Mami. tapi jangan memaksakan diri. Calon suamiku…. Dengan besar hati pula. Beberapa Oom dan Tante yang datang. Aku masih ingin menenangkan diri dulu. Rani dan Reno terdiam di kursinya. satu embel-embel gelar kembali menghiasi namaku. Alhamdulillah. Hening. Diraihnya aku ke dalam pelukannya. sebelum menanyakan kesediaanku. sejak kejadian malam itu. Usiaku hari ini bertambah setahun lagi. memelukku makin erat. bila sampai detik ini kau belum juga hadir.pengen segera menikah. yang hanya . ”Tapi…. Kita memang harus berusaha. ”Mbak Ajeng…telepon tuh!” pekik Rano keras. Permasalahan yang menimpa kaum muslimin begitu banyak. kini sudah tersaingi. Tolong Ajeng. Kuraih pena. tetap tawakkal sama Allah. bahwa kemahirannya di dapur. atau Saleh. Tolong Mami bantu Ajeng agar bisa tetap sabar. aku mulai menulis: Kepada Calon Suamiku…. meski memudarkan keremajaanku.” suara Mami lirih.

” Deg! Aku tersentak. tetap tak ada uluran tangan. Wassalam. maka datanglah. Di belakangnya. sekaligus Ass Dos-nya Bambang di FISIP. “Insya Allah. ”Apa. ”Ayo. Nak Syahril.sedikit orang terpanggil untuk ikut merasa bertanggung jawab. nama kamu siapa. khitbahnya bisa dilaksanakan besok. Sekilas mataku menyapu bayangan seorang lelaki berkaca mata. rapat ke dada. Bambang berdiri dengan senyum khasnya. Lho.” Agak samar kudengar kalimatnya yang terakhir.khitbah? Ngelamar. Tak usah kau cemaskan soal kuliah yang belum selesai. Pena yang kugenggam jatuh. hari ini saya akan berta’aruf dengan Ajeng. sahabat Papi sejak jaman revolusi dulu. Tawa Papi makin lebar. kok malah nunduk?” suara ngebas Papi kembali terdengar. Sedikit berjingkat. Ini lho. Saya Syahril. ”Assalamu’alaikum. ”Nah. Percayakan semuanya pada Allah. Calon Suamiku. Namun jika engkau memang disediakan untukku di dunia ini. Aku menoleh sesaat. sih? ”Syahril… Nama saya Syahril. Sesudah itu…mudah-mudahan kita bisa jihad bareng…. Baru lulus ya Nak?” Syahril mengangguk. sedangkan kita senantiasa berjihad di sabil-Nya?! Banyaklah berdoa. ya…??” Aku mengangguk pendek. aku melangkah ke depan. atau pekerjaan yang masih sambilan. salaman. Insya Allah. melirikku. kenalkan. ini yang namanya Ajeng. hal itu akan membuat penantian ini seakan tidak pernah ada. tersipu. calon suamiku…eng…engng…ups. Insya Allah. Jika Dia senantiasa memberikan rizki. Aku masih terpana. Jeng…puteranya Mas Wismoyo. Kalau Ajeng setuju. ”Ajeng…!” Hampir aku terjatuh.” Masya Allah! Aku masih melongo. Puteri sulung Oom. bila kau sudah siap untuk menambah satu amanah lagi dalam kehidupan ini. Sebelum aku sempat menyibak tirai yang membatasi ruang makan dengan ruang tamu. kudengar suara Papi memanggilku. Ajeng. yang akan menjadi nilai plus di hadapan Allah (semoga). di manapun engkau berada. yang dipanggil Syahril tetap menunduk. Insya Allah. yang berdiri tak jauh dari Papi. Masya Allah. Calon suamiku…. Adinda NB: Ngomong-ngomong. padahal kita tidak dalam keadaan jihad di jalan-Nya. iman akan menjawab segalanya. saking tergesanya menghampiri beliau. lalu bagaimana mungkin Allah akan menelantarkan kita. terpana. Tapi. doaku selalu menyertai usahamu. dengan wajah tertunduk. Jeng …. Rasa-rasanya kudengar satu suara. apakah…apakah…ini. kamu??? * *** .. Kulihat Papi tersenyum lebar.

.  erva kurniawan 1:13 am pada 3 Mei 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).solusinya.Pemenang Harapan I LMCPI Annida.. 12 1415 H/1994 M • annisa 2:55 pm pada 11 Mei 2011 Permalink walaupun hanya cerita. tetapi kenyataannya banyak muslimah yang kesulitan mencari pendamping yang mempunyai tujuan yang sama..? tingkatkan kegiatan Rohis di sekolah dan Universitas dan buat kegiatan yang menarik.. karena sedikitnya jumlah remaja putra yang rajin mencari ilmu agama. cerita teladan ( 355 )..mantap ceritanya :D • asfi 6:57 am pada 28 Mei 2011 Permalink ceritanya nyentuh banget…. No.para ikwan. so.. Sumber : Majalah Annida. • sylvia 8:06 am pada 12 Mei 2011 Permalink Subhanallah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Di Atas Sajadah Cinta .. kisah islami ( 268 ). kisah teladan ( 352 ). cerita nasehat.

embun sejuk dari langit terasa bagai mengguyur sekujur tubuhnya. qad aflaha man zakkaaha. untuk ibadah dan menuntut ilmu pada ulama terkemuka kota Kufah. seorang pemuda berdiri tegap menghadap kiblat. ia menangis. beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Hatinya bergetar hebat. Namun jika ia sampai pada ayat-ayat nikmat dan surga. Neraka bagaikan menyala-nyala dihadapannya. Saat itu masjid adalah pusat peradaban. wa qad khaaba man dassaaha …” (maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketaqwaan. Tubuhnya berguncang. ataukah yang merugi? Ayat itu ia ulang berkali-kali. Air matanya mengalir deras. *** . sesungguhnya.CERPEN: Di Atas Sajadah Cinta Penulis: Habiburrahman El Shirazy KOTA KUFAH terang oleh sinar purnama. tubuh pemuda itu bergetar hebat. Dia dikenal masyarakat sebagai pemuda yang paling tampan dan paling mencintai masjid di kota Kufah pada masanya. Namun geliat hidup kota Kufah masih terasa. Semilir angin yang bertiup dari utara membawa hawa sejuk. pusat pendidikan. Ataukah golongan yang mengotori jiwanya? Dia termasuk golongan yang beruntung. Apakah dia termasuk golongan yang mensucikan jiwanya. Orang-orang memanggilnya “Zahid” atau “Si Ahli Zuhud”. Di serambi masjid Kufah. Ia merasakan kesejukan dan kebahagiaan. Pemuda itu terus larut dalam samudera ayat Ilahi. karena kezuhudannya meskipun ia masih muda. Akhirnya ia pingsan. Setiap kali sampai pada ayat-ayat azab. Tatkala sampai pada surat Asy Syams. Pencipta alam semesta. “fa alhamaha fujuuraha wa taqwaaha. pusat informasi dan pusat perhatian. Ia bagai mencium aroma wangi para bidadari yang suci. Sebagian besar waktunya ia habiskan di dalam masjid. Bibirnya bergetar melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Kedua matanya memandang teguh ke tempat sujud. dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya …) Hatinya bertanya-tanya. Hati dan seluruh gelegak jiwanya menyatu dengan Tuhan. Sebagian rumah telah menutup pintu dan jendelanya.

Memang sudah saatnya dia menikah.” *** Pada saat yang sama. Lampu-lampu yang menyala dari kejauhan tampak berkerlap-kerlip bagai bintang gemintang. itu syair-syair cinta. Gadis itu terus menari sambil mendendangkan syairsyair cinta. di pinggir kota tampak sebuah rumah mewah bagai istana. Yasir. Kecantikannya sungguh memesona.” “Ah. Dialah yang dulu menolong kita waktu kesusahan. putri kita sudah menginjak dewasa. dia pasti juga akan tobat! Yang penting dia kaya raya. Sang ibu berkata. engkau tentu tahu bahwa Yasir itu pemuda yang tidak baik. Tak jauh darinya seorang penari melenggak lenggokan tubuhnya diiringi suara gendang dan seruling. Di ruangan tengah. Dia penari tercantik kota ini.” . Rumah itu milik seorang saudagar kaya yang memiliki kebun kurma yang luas dan hewan ternak yang tak terhitung jumlahnya. Yasir!” “Baiklah. Wajahnya yang putih susu tampak kemerahan terkena sinar yang terpancar bagai tiga lentera yang menerangi ruangan itu.Sementara itu. Di samping itu Yasir itu gagah dan tampan. Kebetulan tadi siang di pasar aku berjumpa dengan Abu Yasir. Hatinya berbunga-bunga. Kau dengarkanlah baik-baik syair-syair yang ia dendangkan. di sebuah tenda mewah. tampak seorang gadis jelita sedang menari-nari riang gembira.” “Tapi. Nanti jika sudah beristri Afirah.” “Bagaimana. itu gampang. tak jauh dari pasar Kufah.” “Ya. Bersenang-senang dengannya memang impianku. Pemuda yang paling cocok untuk Afirah adalah Yasir. “in kuntu ‘asyiqatul lail fa ka’si musyriqun bi dhau’ wal hubb al wariq …” (jika aku pencinta malam maka gelasku memancarkan cahaya dan cinta yang mekar …) *** Gadis itu terus menari-nari dengan riangnya. “Be…benarkah?” “Benar. Dalam salah satu kamarnya. Seorang pemuda tampan dikelilingi oleh teman-temannya. Penari itu mengerlingkan matanya padamu!” bisik temannya. kedua orangtuanya menyungging senyum mendengar syair yang didendangkan putrinya. kau terima atau…?” “Ya jelas langsung aku terima.” “Tapi bukankah lebih baik kalau minta pendapat Afirah dulu?” “Tak perlu! Kita tidak ada pilihan kecuali menerima pinangan ayah Yasir. Jangan kau sia-siakan kesempatan ini. “Ayo bangun. “Abu Afirah. Dia ‘kan masih kerabat sendiri dan kita banyak berhutang budi padanya. Ayo cepatlah. Dia melamar Afirah untuk putranya. Yasir.

Dua matanya yang bening menatap Zahid. Apa yang harus ia perbuat. “Toloong! Toloong hentikan kudaku ini! Ia tidak bisa dikendalikan!” Mendengar itu Zahid tegang. Tibatiba dari kejauhan ia melihat titik hitam. Zahid mendekati perempuan itu dan menyapanya. Irama seruling melengking-lengking. Ia hendak menjenguk saudaranya yang sakit. Hati dan pikiran jadi mati. Ia berdiri tegap di tengah jalan. Dengan sedikit merintih ia menjawab pelan. . Ia menghentikan langkahnya. Keduanya lalu menari-nari diiringi irama seruling dan gendang. *** Keesokan harinya. Perempuan yang ada dipunggungnya terpelanting jatuh. Saudaranya pernah bercerita bahwa kebun itu milik saudagar kaya. Keduanya terus menari dan menari. Zahid berjalan melewati kebun kurma yang luas. Lalu sayup-sayup telinganya menangkap suara. Keduanya benar-benar hanyut dalam kelenaan. Tatkala kuda itu sudah sangat dekat ia mengangkat tangan kanannya dan berkata keras. Sang penari mengulurkan tangan kanannya dan Yasir menyambutnya. Ia sempatkan ke pasar sebentar untuk membeli anggur dan apel buat saudaranya yang sakit.Yasir lalu bangkit dari duduknya dan beranjak menghampiri sang penari. Ia terus berjalan dan titik hitam itu semakin membesar dan mendekat. Suara gendang memecah hati. Perempuan itu mengaduh. Ia terus melangkah menapaki jalan yang membelah kebun kurma itu. Aroma arak menyengat nurani. “Toloong! Toloong!!” Suara itu semakin jelas terdengar. Dengan gerakan mesra penari itu membisikkan sesuatu ketelinga Yasir. Kuda itu berlari kencang. Ia berjalan dengan hati terus berzikir membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Cepat-cepat ia menenangkan diri dan membaca shalawat. Dan matanya dengan jelas bisa menangkap penunggang kuda itu adalah seorang perempuan. Zahid meninggalkan masjid menuju ke pinggir kota. “Toloong! Toloong!!” Suara itu datang dari arah penunggang kuda yang ada jauh di depannya. Usai shalat dhuha. Mukanya tertutup cadar hitam. Sementara kuda itu semakin dekat dan tinggal beberapa belas meter di depannya. Kau tidak apa-apa?” Perempuan itu mengaduh. “Assalamu’alaiki. Matanya lalu menangkap di kejauhan sana perlahan bayangan itu menjadi seorang sedang menunggang kuda. “Hai kuda makhluk Allah. Abu Afirah. Suara seorang perempuan. kuda itu meringkik dan berhenti seketika. “Apakah Anda punya waktu malam ini bersamaku?” Yasir tersenyum dan menganggukan kepalanya. berhentilah dengan izin Allah!” Bagai pasukan mendengar perintah panglimanya. Penunggang kuda itu semakin jelas.

Kalau boleh tahu siapa nama Tuan. Apa yang menimpa dirinya. Ayah pasti akan senang dengan kehadiranmu. Dan tampaklah wajah cantik nan memesona. “Innalillah. Kebun ini milik ayahku. sementara gemuruh hati Zahid tak kalah hebatnya. *** Saat malam datang membentangkan jubah hitamnya. ia membuka cadarnya.” Gadis itu lalu mengulurkan tangannya memberi sapu tangan hijau muda.” gemuruh hatinya. Itu mungkin Zahid yang lain. Wajah bersih Zahid . Gadis itu tersenyum dengan pipi merah merona. saya ucapkan terima kasih. Mungkin terkilir saat jatuh. Tak ayal matanya menatap wajah putih bersih memesona. kaukah Zahid yang sering dibicarakan orang itu? Yang hidupnya cuma di dalam masjid?” “Tak tahulah.” “Terimalah. Sang gadis terpesona oleh ketampanan Zahid. Menyadari hal itu Zahid menundukkan pandangannya ke tanah. namaku Afirah. Terang saja Zahid gelagapan. Matanya berkaca-kaca. “Namaku Zahid. Zahid tersadar. Inilah untuk pertama kalinya ia menatap wajah gadis jelita dari jarak yang sangat dekat. Seumur hidup ia belum pernah menghadapi situasi seperti ini. aku tidak akan memberi jalan!” Terpaksa Zahid menerima sapu tangan itu. Tanpa sepengetahuan Zahid. Gadis itu lalu minggir sambil menutup kembali mukanya dengan cadar. tidak apa-apa! Kalau tidak Tuan terima. dari mana dan mau ke mana Tuan?” Zahid mengangkat mukanya. Hatinya bergetar hebat menatap aura kecantikan gadis yang ada di depannya. “Tuan aku hanya mau bilang. Syaraf dan ototnya terasa dingin semua. Sesaat lamanya keduanya beradu pandang. kota Kufah kembali diterangi sinar rembulan. Hatinya basah. Hatinya bergetar hebat. Afirah terpekur di kamarnya.” “Jadi.” “Syukurlah kalau begitu. “Tidak usah. tidak apa-apa. Ia lalu melangkah. Zahid melangkahkan kedua kakinya melanjutkan perjalanan.” kata Zahid sambil membalikkan badan. Angin sejuk dari utara semilir mengalir. “Tunggu dulu Tuan Zahid! Kenapa tergesa-gesa? Kau mau kemana? Perbincangan kita belum selesai!” “Aku mau melanjutkan perjalananku!” Tiba-tiba gadis itu berlari dan berdiri di hadapan Zahid. ia cepat-cepat menundukkan kepalanya. Pikirannya bingung. Hanya saja tangan kananku sakit sekali. Sejak kejadian tadi pagi di kebun kurma hatinya terasa gundah.“Alhamdulillah. “Tuan. Astagfirullah. Dan rumahku ada di sebelah selatan kebun ini.” Dua mata bening di balik cadar itu terus memandangi wajah tampan Zahid. Jika kau mau silakan datang ke rumahku. aku dari masjid mau mengunjungi saudaraku yang sakit. Perempuan itu perlahan bangkit. Dan sebagai ucapan terima kasih aku mau menghadiahkan ini.

Ia teringat sapu tangan yang ia berikan pada Zahid. Menjelang subuh. *** Sementara itu di dalam masjid Kufah tampak Zahid yang sedang menangis di sebelah kanan mimbar. Semua bercampur dan mengalir sedemikian hebat dalam relung hatinya. Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta. Ia telah mencoba berulang kali menepis jauh-jauh aura pesona Afirah dengan melakukan shalat sekhusyu’-khusyu’-nya namun usaha itu sia-sia. berilah padaku cawan kesejukan untuk meletakkan embun-embun cinta yang menetes-netes dalam dinding hatiku ini. Ia tersentak kaget. Sejak ia bertemu dengan Afirah di kebun kurma tadi pagi ia tidak bisa mengendalikan gelora hatinya. Aura kecantikan Afirah bercokol dan mengakar sedemikian kuat dalam relung-relung hatinya.” Air matanya terus mengalir membasahi pipinya. Ia menangis. Namun Engkau juga tahu. Ya Rabbi. Juga terasa sejuk di dalam hati. “Ilahi. izinkanlah aku mencintainya. Anehnya. Ilahi. ia menyesal. Zahid terus meratap dan mengiba. Suatu hari ia akan datang kemari.” Hatinya berbunga-bunga. Rasa takut akan azab-Nya. baca Al-Quran dan dalam apa saja yang ia kerjakan. Rasa cinta dan rindu-Nya pada Afirah. Ia belom shalat tahajjud. cinta. Pandangan matanya yang teduh menunduk membuat hatinya sedemikian terpikat. Engkau Mahatahu atas apa yang menimpa diriku. Rasa cintanya pada Tuhan. tak aku pungkiri aku jatuh hati pada hamba-Mu yang bernama Zahid. dan segala keindahan semesta. Dan inilah untuk pertama kalinya aku terpesona pada seorang pemuda. Aura itu selalu melintas dalam shalat. Ilahi. Hatinya merasakan aliran kesejukan dan kegembiraan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Beberapa orang tampak tengah asyik beribadah bercengkerama dengan Tuhannya. Wajah yang tampan bercahaya dan bermata teduh itu hadir di pelupuk matanya. semakin ia meratap embun-embun cinta itu semakin deras mengalir. Tadi pagi ia menatap wajahnya dan mendengarkan tutur suaranya. Tiba-tiba ia tersenyum. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Aku tak ingin kehilangan cinta-Mu. Ia menangisi hilangnya kekhusyukan hatinya dalam shalat. Hatinya yang dipenuhi gelora cinta terus ia paksa untuk menepis noda-noda nafsu. Dalam hati ia berkata. Ya Rabbi.” Isak Zahid mengharu biru pada Tuhan Sang Pencipta hati. hatiku ini tak mampu mengusir pesona kecantikan seorang makhluk yang Engkau ciptakan. jangan kau gantikan bidadariku di surga dengan bidadari dunia.bagai tak hilang dari pelupuk matanya. hamba lemah maka berilah kekuatan!” . “Inikah cinta? Beginikah rasanya? Terasa hangat mengaliri syaraf. kasihanilah hamba-Mu yang lemah ini. Ia pasti juga mencintaiku. Saat ini hamba sangat lemah berhadapan dengan daya tarik wajah dan suaranya Ilahi. Pembicaraan orang-orang tentang kesalehan seorang pemuda di tengah kota bernama Zahid semakin membuat hatinya tertawan. “Ilahi. Biasanya ia sudah membaca dua juz dalam shalatnya. Ia juga menyaksikan wibawanya. Dan rasa tidak ingin kehilangannya. tuntunlah langkahku pada garis takdir yang paling Engkau ridhai. Aku serahkan hidup matiku untuk-Mu. Tiba-tiba air matanya mengalir deras. “Ah sapu tanganku ada padanya. ia terbangun. Dalam puncak munajatnya ia pingsan.

Zahid menundukkan kepala ia pasrah dengan jawaban yang akan diterimanya. Afirah sudah dilamar Abu Yasir untuk putranya Yasir beberapa hari yang lalu. Sementara Afirah menanti dengan seksama jawaban ayahnya. Maafkan aku. Ilahi. cinta-Mu. Ia tidak bisa menyembunyikan irisan kepedihan hatinya. Ketika keadaannya kritis seorang jamaah membawa dan merawatnya di rumahnya. istigfhar dan … Afirah. Ia mengambil nafas panjang. Ia pun jatuh sakit. tahlil. Apa yang ia dengar dari ayah Afirah membuat nestapa jiwanya. Ia pun pingsan saat itu juga. Tak bisa kuingkari. Tujuannya jelas yaitu melamar Afirah. Sementara Afirah.” Zahid hanya mampu menganggukan kepala. ======================================= Kepada Zahid. Kabar tentang derita yang dialami Zahid ini tersebar ke seantero kota Kufah. Berkali-kali ia pingsan. *** Zahid kembali ke masjid dengan kesedihan tak terkira. dan aku telah menerimanya. hamba memohon ampunan-Mu. hamba mohon ridha-Mu dan surga. lebih tragis keadaannya. Hatinya mantap untuk melamarnya. usai shalat dhuha Zahid berjalan ke arah pinggir kota. dan shalat tahajjud. Aku tahu kau selalu menyebut diriku dalam mimpi dan sadarmu. Suhu badannya sangat panas. Rasa cinta Afirah yang tak kalah besarnya membuatnya menulis sebuah surat pendek. Ia sering mengigau. Zahid mengutarakan maksud kedatangannya. Keheningan mencekam sesaat lamanya.” *** Pagi hari. aku pun mengalami hal yang sama. “Ilahi. Zahid. Jantungnya nyaris pecah mendengarnya. kau datang terlambat. Kedua kakinya seperti lumpuh seketika. Di dalam sujudnya ia berdoa. Amin. Aku tawarkan dua hal padamu untuk mengobati rasa . Assalamu’alaikum Aku telah mendengar betapa dalam rasa cintamu padaku. “Anakku Zahid. Amin. wudhu. hamba terlalu lemah untuk menanggung-Nya. rahmat-Mu. Sang ayah diam sesaat. Angin pun meniupkan kabar ini ke telinga Afirah. Ilahi. Ia mohon diri dengan mata berkaca-kaca. Afiah keluar sekejab untuk membawa minuman lalu kembali ke dalam. Dari balik tirai ia mendengarkan dengan seksama pembicaraan Zahid dengan ayahnya. Di sana ia disambut dengan baik oleh kedua orangtua Afirah. Kaulah cintaku yang pertama. Kalau kau mau. Mereka sangat senang dengan kunjungan Zahid yang sudah terkenal ketakwaannya di seantero penjuru kota. Dan kuingin kaulah pendamping hidupku selama-lamanya. Keimanan dan ketakwaan Zahid ternyata tidak mampu mengusir rasa cintanya pada Afirah. Amin. Amin. Lalu terdengarlah jawaban ayah Afirah. Ia sudah mengerti dengan baik apa yang didengarnya. Ilahi lindungi hamba dari murkamu dan neraka. yaitu melamar Afirah.Ia lalu bangkit. Rasa cinta itulah yang membuatmu sakit dan menderita saat ini. Dari bibirnya terucap kalimat tasbih. dan ridha-Mu. jika boleh hamba titipkan rasa cinta hamba pada Afirah pada-Mu.

dan laki-laki yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula). Ia menarik nafas panjang dan beristighfar sebanyak-banyaknya. Selanjutnya Allahlah yang menentukan. Ia berpaling dari dunia dan menghadapkan wajahnya sepenuhnya untuk akhirat. Afirah. Wassalam. Pertemuan dan percintaannya dengan seorang pemuda saleh bernama Zahid itu telah mengubah jalan hidupnya. Kedua tawaranmu itu tak ada yang kuterima. Hanya kepada Allah kita serahkan hidup dan mati kita. Wassalam Afirah ======================================= Surat itu ia titipkan pada seorang pembantu setianya yang bisa dipercaya. Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (yaitu surga). Bukan air timah dari neraka. Ia berpesan agar surat itu langsung sampai ke tangan Zahid. dan menangis di tengah malam memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Pertama. Sakitku ini karena aku menginginkan sebuah cinta suci yang mendatangkan pahala dan diridhai Allah ‘Azza Wa Jalla’. Dan aku ingin mendamba yang sama. dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Az Zumar : 13 ) Afirah. . Namun aku sangat yakin dengan firmannya : “Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik. Dengan berlinang air mata ia menulis untuk Afirah : ======================================= Kepada Afirah. Benar aku sangat mencintaimu. Allah akan memberikan jalan keluar. aku akan datang ke tempatmu dan kita bisa memadu cinta. Afirah.” Karena aku ingin mendapatkan seorang bidadari yang suci dan baik maka aku akan berusaha kesucian dan kebaikan. Zahid ======================================= Begitu membaca jawaban Zahid itu Afirah menangis. Namun sakit dan deritaku ini tidaklah semata-mata karena rasa cintaku padamu. Dengan hati berbunga-bunga Zahid menerima surat itu dan membacanya.haus kita berdua. Afirah. Sorban putih pemberian Zahid ia jadikan sajadah. Jika kita terus bertakwa. Tidak mudah meraih cinta berbuah pahala. Ia menangis bukan karena kecewa tapi menangis karena menemukan sesuatu yang sangat berharga. Aku ingin mengobati kehausan jiwa ini dengan secangkir air cinta dari surga. tempat dimana ia bersujud. Hari itu juga surat Afirah sampai ke tangan Zahid. Inilah yang kudamba. Tidak boleh ada orang ketiga yang membacanya. “Inni akhaafu in ‘ashaitu Rabbi adzaaba yaumin ‘adhim!” ( Sesungguhnya aku takut akan siksa hari yang besar jika aku durhaka pada Rabb-ku. Bukan sebuah cinta yang menyeret kepada kenistaan dosa dan murka-Nya. akan aku tunjukkan jalan dan waktunya. Dan meminta jawaban Zahid saat itu juga. semoga bisa jadi pelipur lara dan rindumu. Salamullahi’alaiki. Setelah tahu isinya seluruh tubuhnya bergetar hebat. Atau kau datanglah ke kamarku. yaitu hidayah. Sejak itu ia menanggalkan semua gaya hidupnya yang glamor. Tak ada yang bisa aku lakukan saat ini kecuali menangis pada-Nya. Bersama surat ini aku sertakan sorbanku. Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka.

Pesantren Basmala Indonesia 3. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Tiada henti bibirnya mengucapkan hamdalah. Keduanya benar-benar larut dalam samudera cinta kepada Allah SWT. *** Diambil dari buku dengan judul yang sama karya Habiburrahman El Shirazy. Allah Maha Rahman dan Rahim. Secepatnya. Dialah Tuhan yang memberi jalan keluar hamba-Nya yang bertakwa. Hal yang sama juga dilakukan Zahid di masjid Kufah. Di atas sajadah putih ia menemukan cinta yang lebih agung dan lebih indah. Penerbit Republika 2. MD Entertainment Cetakan VII. Beliau telah terbuka hatinya. Cepatlah kau datang melamarku.Siang ia puasa malam ia habiskan dengan bermunajat pada Tuhannya. Assalamu’alaikum. kisah islami ( 268 ). Afirah ======================================= Seketika itu Zahid sujud syukur di mihrab masjid Kufah. Segala puji bagi Allah. Dan kita laksanakan pernikahan mengikuti sunnah Rasululullah SAW. kisah teladan ( 352 ). Juni 2006  erva kurniawan 1:27 am pada 25 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Bunga-bunga cinta bermekaran dalam hatinya. cerita teladan ( 355 ). Wassalam. Beberapa bulan kemudian Zahid menerima sepucuk surat dari Afirah : ======================================= Kepada Zahid. yaitu cinta kepada Allah SWT. cerita nasehat. Hari ini ayahku memutuskan tali pertunanganku dengan Yasir. Penerbit: 1.

memahami secara mendalam sastra Arab dan berita-berita tentang peristiwa yang dialami oleh orang-orang Arab dahulu. maka pelajaran yang dipelajari oleh temannya itu dapat beliau pahami. Oleh karena itu ibunya berpendapat agar sebaiknya beliau (yang ketika itu masih kecil) dipindahkan saja ke Makkah (untuk hidup bersama keluarga beliau disana). Beliau dilahirkan di Gaza. Diwaktu kecil Imam Syafii hidup dalam kemiskinan dan penderitaan sebagai anak yatim dalam “dekapan” ibundanya . dan ayahnya meninggal ketika masih bayi. Imam Syafi’i pergi ke tempat Bani Hudzail dengan tujuan untuk belajar kepada mereka. Maka ketika berusia 2 tahun beliau dibawa ibundanya pindah ke Makkah. alangkah baiknya seandainya engkau menguasai ilmu Fiqih sebagai kepandaianmu. Imam Syafi’i rahimahullah dilahirkan bertepatan dengan meninggalnya Imam Abu Hanifah oleh karena itu orang-orang berkata : “telah meninggal Imam dan lahirlah Imam”. “Muhammad” jawabku. secara spontan beliau dapat menghafalnya. Bani Hudzail adalah Kabilah yang paling fasih dalam berbahasa Arab. jika beliau melihat temannya diberi pelajaran oleh gurunya. Imam Malik Berkata lagi : “Wahai Muhammad bertaqwalah kepada Allah dan jauhilah laranganNya maka engkau akan menjadi orang yang disegani di kemudian hari”. Mas’ab bin Abdullah berkata : “Wahai Abu Abdullah (yaitu Imam Syafi’i). Esoknya beliau membaca al Muwaththa’ bersama Imam Malik tanpa melihat buku yang dipegangnya. Pada suatu hari beliau bertemu dengan Mas’ab bin Abdullah bin Zubair yang masih ada hubungan famili dengan beliau. Beliau tinggal di tempat Bani Hudzail selama 17 tahun. . karena Imam Malik merasa kagum akan kefasihan beliau dalam membacanya. otakmu juga cerdas. Ditempat ini beliau beliau banyak menghafal sya’irsya’ir. sungguh aku menyayangkanmu. Palestina. tahun 150 H. Sesampainya di Madinah Imam Malik bertanya : “Siapa namamu?”. Setelah beberapa tahun di Makkah. Sehingga kata gurunya : “Engkau tak perlu belajar lagi di sini (lantaran kecerdasan dan kemampuan beliau untuk menyerap dan menghafal ilmu dengan hanya mendengarkan saja)”. Demikian pula jika ada orang yang membacakan buku dihadapan Imam Syafi’i.Imam Syafii Nama lengkap beliau adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris. engkau sungguh fasih dalam berbahasa Arab. lalu beliau mendengarkannya. Maka beliau pergi ke Madinah untuk menemui Imam Malik. maka beliau disuruh melanjutkan membaca.” Imam Syafi’i : “Dimana aku harus belajar?” Mas’ab bin Abdullah pun menjawab : “Pergilah ke Malik bin Anas”. Dan suatu sifat dari Imam Safi’i adalah. Pada usia 7 tahun beliau telah menghafal Al Qur’an. sehingga beliau hanya dipelihara oleh ibunya yang berasal dari Qabilah Azad dari Yaman.

serta tafsirnya. Imam Ahmad Bin Hambal berkata tentang gurunya Imam Syafi’i rahimahullah telah diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Inna Allaha yub’astu lihadzihil ummah ‘ala ra’si kulla miati sanatin man yujaddidu laha diinaha” “Sesungguhnya Allah swt mengutus (mengirim) seseorang kepada umat ini setiap seratus tahun untuk memperbarui urusan agamanya”. Hal ini telah dibuktikan dalam diskusi-diskusi .Beliau tinggal di Madinah sampai Imam Malik meninggal dunia. Imam Ahmad bin hambal menambahkan tentang Imam Syafi’I. berkata kepadaku : “Wahai abu Ya’kub belajarlah kepada orang ini ”Seraya memandang Imam Syafi’i””. Lalu aku belajar padanya. Ilmu Yang Dimiliki Oleh Imam Syafi’i rahimahullah Imam Syafii rahimahullah memiliki ilmu yang luas seperti yang dikatakan Ar Rabbii bin Sulaiman : “Setiap selesai shalat shubuh Imam Syafi’i selalu duduk dikelilingi orang-orang yang ingin bertanya tentang tafsir Al Qur’an. dan setelah meninggalnya Imam Malik beliau pergi keYaman dan selanjutnya pergi ke Baghdad dan kembali ke Madinah . adalah beliau orang yang paling paham (pengetahuannya) tentang Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw. Sehingga namanya menjadi terkenal dan disegani umat Islam di zamannya. Abu Isma’il At Tarmudzi juga berkata : “Aku perna mendengar Ishak bin Rahawih berceritra : “ketika kami berada di Makkah Imam Bin Hambal rahimahullah. Demikian pula Imam Syafi’i berkunjung ke berbagai tempat untuk menimba ilmu dengan sungguh-sungguh dan memperoleh manfaatnya. Dan seandainya matahari telah terbit. dan beliau telah menghafalnya. Kesederhanaan Dan ketaatan Imam Syafi’i Pada Kebenaran Al Imam Syafi’i rahimahullah terkenal akan kesederhanaan dan (ketaatan) dalam menerima kebenaran. urudh dan syai’r sampai waktu dhuhur”. Dan sebelum waktu dhuhur mereka pergi disusul oleh orang-orang yang bertanya tentang nahwu. kemudian beliau pergi ke Yaman. Kitab tersebut beliau baca dan dalam waktu 9 hari. Mas’ab bin Abdullah Az Zubairi berkata : “Aku belum pernah melihat seseorang yang lebih mengetahui peristiwa tentang orang-orang Arab dahulu seperti Imam Syafi’i”. Sebagaimana yang telah diketahui tentang perjalanannya dari Mekkah ke Bani Hudzail. (shahih sunan Abu daud hadits no : 4291) Kemudian Imam Ahmad bin Hambal menambahkan dengan berkata : “Umar bin Abdul Aziz adalah orang yang pertama dan mudah-mudahan Imam Syafi’i adalah yang kedua”. Kunjungan-kunjungan itu menghasilkan banyak ilmu dan pengalaman baginya serta membuatnya gigih dalam menghadapi berbagai rintangan dalam membela kebenaran dan membela Sunnah Rasulullah saw. Beberapa jam kemudian ganti orang-orang lain untuk bertanya-jawab. sementara usianya hampir sama dengan kita? Apakah aku tidak merugi seandainya meninggalkan Ibnu Uyainah dan Mugni?”. kemudian kembali ke Mekkah dan perjuangannya untuk menemui Imam Malik. Kemudian aku berkata : “Apa yang akan aku peroleh dari orang ini. barulah orang-orang itu berdiri dan bergantian dengan orang-orang lain yang ingin bertanya juga tentang hadits. Imam Ahmad pun menjawab : “Celaka engkau! Ilmu orang-orang itu dapat engaku tinggalkan tapi Ilmu orang ini tidak dapat”. Mereka tidak perduli terhadap rintangan-rintangan yang akan mereka hadapi. Kunjungan Imam Syafi’i Keberbagai Tempat Sudah menjadi kebiasaan ulama’-ulama’ pada masa Imam Syafi’i yaitu berkunjung ke berbagai negeri untuk menimba ilmu di tempat tersebut.Al Muwaththa’ adalah kitab karangan Imam Malik yang dibawa beliau dari seorang temannya di Mekkah. dan setelah itu kembali lagi ke Baghdad kemudian ke Mesir.

dan mengatakan kebenaran kepada orang yang diharapkan serta ditakuti banyak orang”. walaupun kalian tidak pernah mendengarkan dariku” “Kullu maa kultu. dimiliki oleh semua orang dan aku mendapatkan pahalanya tanpa ucapan terima kasih dari orang-orang itu”.dan tadarus-tadarusnya serta pergaulan murid-murid. beliau masih sempat menyebutkan buku-buku yang telah ditulisnya dan berkata : “Aku ingin semua orang membacanya tanpa mengkaitkanya dengan namaku””. maka hadits Nabi saw lebih utama (untuk diikuti) .” Beliau juga mengatakan demikian : “Idza wajadtum fii kitaabii khilafa sunnati rasulillahi sallallahu ‘alaihi wasallam. maka ambillah sunnah Rasulullah saw dan tinggalkan perkataanku. lalu diterima dengan baik. Imam Syafi’i rahimahullah sendiri berkata : “Demi Allah aku belum pernah berdiskusi dengan seseorang kecuali dengan tujuan nasihat”. guru Syeikh Al Bukhari yang meninggal di Baghdad pada tahu 257 H) berkata : “As Syafi’i mengatakan : “tidak pernah terbesit dalam hatiku agar seseorang bersalah bila berdiskusi denganku. Harmalah bin Yahya juga mengatakan : “Aku pernah mendengar As Syafi’i berkata : “Aku ingin setiap ilmu yang kumiliki. Seandainya aku menyampaikan tentang kebenaran kepada seseorang dengan bukti-bukti yang tepat. Sebaliknya jika orang tersebut sombong dan membantah bukti-bukti tadi. wain lam tasma’uu minni” “setiap hadits dari Nabi saw adalah pendapatku. Dan beliau juga berkata : “ketahuilah bahwa perbuatan yang terberat itu ada tiga : “Memiliki harta sedikit tetapi dermawan. Takut kepada Allah swtdalam kedaaan sepi. fahadtsun nabiyyi awlaa. maka seketika itu juga orang tersebut jatuh dalam pandanganku”. Dan beliau juga berkata : “Idza sohhal hadits fahuwa madzhabii” “jika hadits Nabi saw (derajatnya) shahih.sedangkan hadits Nabi saw yang shahih menyelisihi perkataanku. dan janganlah kalian taklid kepadaku”. Banyak orang yang telah meriwayatkan sifat-sifat yang telah dimilikioleh Imam Syafi’i yang seolah-olah sifat itu hanya dimiliki oleh beliau saja. malah aku menginginkan agar semua ilmu yang kumiliki juga dimiliki oleh semua orang tanpa menyebut namaku””. Dan Ar Rabii berkata : “Ketika aku mengunjungi As Syafi’i sakit. . teman-teman dan orang umum. maka aku akan menjadi sayang dan akrab dengan orang tersebut. falaa tukalliduunii” “segala pendapat yang aku katakan . fakaana ‘aninnabiyyi khilafu kaulii mimma yashihhu. fakuuluu sunnati rasulillahi sallallahu ‘alaihi wasallam. wa da’uu ma kultu” “jika kalian mendapati dalam kitabku (suatu tulisan) yang menyelisihi sunnah Rasulullah saw . Al Hasan bin Abdul Aziz Al Jarwi Al Masri (dia adalah Abu Ali Al Judzami. maka itulah madhabku” “Kullu haditsin ‘anin nabi saw fahuwa kaulii.

lalu dengan cepat dia akan memberinya”. Dan Amr bin Sawwad As Sarji berkata : “Imam Syafii adalah orang yang paling dermawan dalam hal keduniaan. Al Humaidi juga berkata tentang Syafi’i ketika beliau datang dari Makkah. semuanya mengakuinya. kemudian bermukim di pinggiran kota Makkah. Karena kenyang itu memberatkan badan. meninggalkan saudara-saudaraku dan akan menjumpai Allah swt.Ketaatannya Dan Ibadahnya Kepada Allah swt. baik yang mahal maupun yang murah. Dan ketika beliau meninggalkan tempat itu uangnya sudah habis. Kemudian beliau menangis dan mengucapkan sebuah sya’ir “Falamma kosaa kalbii wa dookot madzahidii ja’altu rajaai nahwa ‘afwika sullamaa” “ketika hatiku membeku dan menyempit semua jalan bagiku. maka wajahnya merah karena malu kepada orang tersebut. Muhammad bin Abdullah Al Misri berkata : “Imam Syafii adalah orang yang paling dermawan terhadap apa yang dimilikinya”. Beliau pernah berkata kepadaku : “Aku pernah bangkrut sebanyak tiga kali dalam hidupku. Bukti-bukti tentang kedermawanan Imam Syafi’i rahimahullah banyak sekali dan tidak mungkin untuk mengungkapkannya di dalam lembaran yang pendek ini. Tentang ketaatan Imam Syafii dan ibadahnya kepada Allah. Kedermawanannya Imam Syafi’i rahimahullah terkenal dengan kedermawanannya. kecuali hanya sekali saja. Wafatnya Imam Syafi’i rahimahullah Di Mesir (Di Fisthath) Tahun 204 H Al Muzni berkata ketika aku mengunjungi beliau yang sakit yang tidak lama kemudian beliau meninggal. Aku tidak tahu apakah aku masuk surga atau neraka”. Imam Syafii membawa uang sebanyak 10. Ar Rabii bin Sulaiman mengatakan : “Imam Syafii telah mengkhatamkan Al Qur’an sebanyak 60 kali di bulan Ramadhan yang kesemuanya itu terbaca dalam shalatnya”. Dan Imam Syafii pernah berkata kepadaku : “Semenjak usia 16 tahun aku belum pernah merasa kenyang. bagian pertama untuk menulis. bagian kedua untuk shalat dan bagian ketiga untuk tidur. mengeraskan hati dan dapat menghilangkan kecerdasan. aku jadikan harapanku sebagai tangga untuk menuju ampunanMu”. semua orang yang bergaul dengannya.000 dinar. dan dibagi-bagikan uang itu kepada orang yang mengunjunginya. Hal ini tidak bisa dipungkiri atau diragukan lagi. guru maupun murid. juga perhiasan anak dan istriku tetapi aku belum pernah menggadaikannya””. Muhammad Al Busti As Sajastani juga mengatakan : “Imam Syafi’i rahimahullah belum pernah menyimpan sesuatu karena kedermawanannya”. Rabii juga mengatakan bahwa Syafi’i membagi malam menjadi tiga bagian. aku bertanya kepadanya bagaimana keadaanmu? Beliau menjawab : “Tidak lama lagi aku akan meninggalkan dunia ini. sampai aku menjual semua barang-barang yang aku miliki. mendatangkan rasa kantuk serta membuat malas seseorang untuk beribadah”. tetangga maupun teman. Ar Rabbii’ menambahkan tentang hal ini : “Seandainya Imam Syafi’i didatangi oleh seseorang untuk meminta kepadanya. .

Hidup Mulia atau Mati Syahid!!! *** Dari Sahabat • sayyidahali 7:12 pm pada 26 April 2011 Permalink subhanallah. bagaimana Imam Syafi’i itu? Aku sering kali melihatmu mendoakannya”. Serta telah mencuci besih wajah-wajah yang menghitam karena aib dan membuka pintu-pintu yang dulu tertutup dengan pendapat-pendapatnya”. lughah. Kami menguburkannya pada hari jum’at. Ar Rabbii’ bercerita : “Beberapa hari setelah berpulangnya Imam Syafi’i rahimahullah ke Rahmatullah dan ketika itu kami sedang duduk berkeliling seperti tatkala Imam Syafi’i masih hidup. nahwu dan lain-lain sepakat bahwa Al Imam Syafi’i rahimahullah adalah orang yang tidak diragukan lagi kejujurannya. kedermawannya dan kewibawaannya dikalangan para ulama’”.. Dan mampu membuat bungkam musuh-musuhnya dengan bukti yang benar. dan ketika kami meninggalkan pemakaman itu kami melihat bulan (hilal) Sya’ban 204”. bagaimana mungkin dapat digantikannya dengan yang lain?”. fiqhi. adilnya. Ibnu Khollikan (penulis buku Wafiati A’yan) berkata : “Seluruh ulama’ hadits. bahwa Imam Syafi’i itu ibarat matahari bagi dunia dan kesehatan bagi manusia. amanatnya. taatnya. akhlaqnya. Setelah berucap kata-kata itu dia meninggalkan tempat itu”. Imam Ahmad bin hambal menjawab : “ketahuilah anakku. Abdullah din Ahmad bin Hambal betanya kepada ayahnya : “Ayah. datang seorang badui dan bertanya : “Dimana matahari dan bulan (yaitu Imam Syafi’i) yang selalu hadir di tengahtengah kalian?” kami menjawab : “Beliau telah wafat” kemudian orang itu menangis tersedu-sedu seraya berkata : “Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosanya.Rabii’ bin Sulaiman berkata : “Al Imam Syafi’i meningl dunia pada malam jum’at. sehabis isya’ akhir bulan Rajab. Abu Hasan Al Razi berkata : “Aku belum pernah melihat Muhammad Al Hasan mengagungkan seorang ulama’ seperti dia mengagungkan Al Imam Syafi’i rahimahullah. usul. zuhudnya. Seandainya keduanya itu tidak ada. • Rohana 3:43 pm pada 10 Mei 2011 Permalink .”. sesungguhnya beliau dengan kata-kata yang indah telah membuka bukti-bukti yang dahulu tidak pernah kita ketahui.

mdh2n kt dpt meniru ke juhudannya  erva kurniawan 1:03 am pada 15 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Baik. Misalnya. Maka serta merta mereka akan menanyakan berapa jumlah tabungan yang ada. mereka mengerti betul bahwa menabung akan membuat ia memiliki uang yang cukup untuk membeli sesuatu. terutama untuk satuan di bawah lima ribu rupiah. kisah islami ( 268 ). Bagaimana dengan satu kebiasaan lagi? Tentang berinfak.Maha Suci ALLAH YANG tlh mencptknnya dgn bnyk klbhn yang d miliki’a…. Meski hanya beberapa jenis satuan mata uang saja yang dimengertinya. atau setidaknya langsung membuka penutup kaleng ‘celengan’ miliki mereka masing-masing kemudian menghitungnya.. saya sudah mengajarkan dan mencontohkan langsung bagaimana berinfak. ketika mereka hendak membeli mainan tertentu dengan harga yang sedikit lebih mahal. Kemudian mereka berujar. kisah teladan ( 352 ). Misalnya.. hanya satu yang bisa dimengerti oleh kedua putri saya. Ya. Dari dua kebiasaan yang sedang ditanamkan itu. pernah suatu kali saya mengajarkan langsung agar mereka memberikan sejumlah uang untuk anak yatim. kepada siapa dan untuk apa berinfak. Tetapi pertanyaan-pertanyaan polos mereka membuat saya berkeyakinan bahwa mereka belum benar-benar mengerti tentang infak. Selama ini saya akui sedikit bingung untuk memberikan penjelasan yang bisa diterima logika sepasang anak di bawah usia enam tahun tentang manfaat berinfak. sejak saat itulah saya mulai mengajarkan dua hal. cerita teladan ( 355 ). cerita nasehat. “Memang Ayahnya nggak kerja? Kok kita yang ngasih uang?” . menabung dan berifak semestinya memang menjadi kebiasaan untuk mereka. menabung dan berinfak. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Pelajaran Berinfak Oleh: Bayu Gawtama Semenjak kedua putri saya mengenal uang dan sedikit memahami nilai serta kegunaannya. yakni soal menabung.

(Gaw) Sumber: Eramuslim. Meski kalimat-kalimat tersebut sudah saya ubah menjadi kalimat yang lebih pas dan lebih bisa dipahami untuk usia mereka. berinfak itu merugikan. yang didapat kembali jauh lebih banyak dari yang kita berikan. Kemudian mereka pun mengingat-ingat. untungnya buat kita. Dalam batas pikiran mereka. saya merasa mereka sudah mulai memahami ketika mendengar anak saya berkata. hanya sejumlah yang ditabunglah yang didapat. tidak berkurang dan terus bertambah sehingga suatu saat bisa digunakan untuk membeli sesuatu yang diinginkan. *** Berinfak sesungguhnya pun menabung. “Katanya Abi nggak punya uang? Kok bisa beliin mainan?” Di sinilah kesempatan pelajaran berinfak itu datang. Kita akan mendapatkan keuntungan berlipat ganda dengan berinfak”. atau memberikan uang secara cuma-cuma kepada fakir miskin. Hingga suatu hari. kemudian saya bilang uangnya sudah habis. Lalu saya mengajaknya berdialog. khawatir perasaannya terluka oleh kalimat si kecil itu. “pasti hadiah dari Allah” saat saya membawakan lagi sesuatu untuknya. tetap saja kesimpulan mereka tidak berubah. “masih ingat nggak waktu teteh sama dede ngasih uang ke tukang minta-minta kemarin?” mereka pun mengangguk. Menabung. Bahwa menabung lebih baik daripada berinfak. “Tadi uangnya dikasih tukang minta-minta sih…” Nah. pengemis. karena teteh dan dede sudah baik sama tukang minta-minta itu. Begitu seterusnya.Atau ketika seseorang yang kami persilahkan untuk makan di rumah kami. akhirnya saya mulai bisa menemukan sedikit cara memberikan pemahaman tentang berinfak kepada kedua putri saya. Allah sayang sama kita. lantas mereka berkata. Berinfak. Mereka sangat bahagia mendapatkan mainan itu. namun cukup kritis untuk bertanya. bahwa ini hadiah dari Allah karena sudah berinfak. “Memang ibunya di rumah nggak masak ya?” Tentu saja kami harus meminta maaf teramat sangat kepadanya. Tetapi berinfak. dan takkan pernah habis karena akan terus bertambah dan bertambah. Selalu menjelaskan. anak yatim atau kaum dhuafa (lemah) lainnya yang sangat membutuhkan. Anak-anak pun tidak mampu menangkap manfaat langsung dari berinfak. Uangnya terlihat. dalam perspektif mereka. Uang yang Abi pakai untuk membeli mainan ini. bahkan berbuah. “Berinfak itu. Buahnya sangat manis untuk dinikmati. Setelah sekian lama. setiap kali saya membelikan apapun untuk anak-anak. “Allah senang kalau kita bisa membantu orang lain” atau terlebih kalimat. Tetapi berinfak.com • . hadiah dari Allah karena memberi uang untuk tukang mintaminta”. beberapa hari lalu baru saja memberi uang kepada petugas pengumpul infak masjid di jalan raya. Anak-anak tidak cukup memahami kalimat. menabung sama dengan menyimpan dan mengumpulkan uang. “Nah. mereka lebih melihatnya sebagai ‘membuang’ uang. tidak (hanya) berbunga. tiba-tiba saja putri kedua saya berseloroh polos. Suatu hari saya membelikan mereka mainan saat pulang dari kantor. Misalnya ketika pada satu kesempatan mereka meminta sejumlah uang untuk jajan.

Kira kira butuh berapa lama untuk anak mengerti dan dari usia berapa anak itu diajarkan?trima kasih!  erva kurniawan 1:03 am pada 13 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Kamis kemarin. benar-benar berbeda. saya kehilangan makhluk mungil penghuni rahim saya. dan selang itu berpusat di satu alat yang akan memonitor kondisi tubuhnya terus menerus sepanjang waktu.herry bambang 3:12 pm pada 27 Mei 2011 Permalink Ass. Makhluk mungil itu tidak bisa berkembang dengan sempurna. yang membuat badannya harus ditempeli selang. Tentu saja. Saya teringat dengan teman-teman sekamar di rumah sakit. Dengannya saya bisa memaknai anugerah yang Tuhan berikan pada kehidupan saya. membuat mata hati saya terbuka lebar. yang masih saya miliki dengan kondisi yang sempurna. cerita nasehat. Runtutan kejadian hari demi hari saat itu. untuk menghadirkan makhluk mungil itu. Yang bahkan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Setitik Debu Oleh Astarina Laya Seminggu yang lalu. cerita teladan ( 355 ). Di antara mereka ada yang menderita kanker dan harus tinggal di rumah sakit untuk menjalani terapi pengobatan. . makhluk mungilku… Dia hadir tiba-tiba. dan gugur dengan tiba-tiba. saya tidak mau tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut. Bertahun-tahun saya nantikan kehadirannya. sehingga tidak sembarang makanan bisa masuk ke dalam tubuhnya. Yang lainnya menderita satu penyakit. Dia harus dikeluarkan dari tubuh saya. kisah islami ( 268 ). Satu orang lagi menderita gangguan di pencernaan. Kehilangan yang saya alami tidak ada bandingannya dengan lautan nikmat yang tak terhitung. Kondisi saya memang berbeda dengan perempuan-perempuan yang bisa dengan mudah mendapatkan makhluk mungil itu dalam rahimnya. Ah. dan akhirnya seleksi alam itu terjadi. Berbagai macam usaha dilakukan. tidak sedikit pula yang berusaha menghalangi kehadiran sang makhluk mungil tersebut tanpa alasan yang jelas. beruntai doa dipanjatkan. kisah teladan ( 352 ).

sungguh tidak berarti. sungguh benar-benar membuka mata saya akan karunia-Mu yang tak terhingga.Mereka semua. tanpa harus menunggu peristiwa kehilangan…. harus tinggal di rumah sakit dalam waktu yang mereka sendiri pun tidak tahu. Saya masih punya mulut yang mampu merasai beraneka macam makanan dan minuman. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Taubatnya Cat Steven . Terima kasih Tuhan.. Ya. saya masih mempunyai mata yang bisa saya pakai untuk melihat wajah orang-orang terkasih. Ia hanya seperti setitik debu yang hilang terbang dibawa angin. kisah islami ( 268 ). di antara lautan padang pasir yang tak terhitung jumlahnya. Saya masih mempunyai tubuh dengan organ-organ yang lengkap dan berfungsi dengan begitu sempurna. Dan saya masih mempunyai Tuhan Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih yang menaburkan berbagai kenikmatan kepada saya tanpa henti. Saya masih punya telinga yang bisa digunakan untuk mendengar suara-suara di sekitar saya. dengan kejadian kehilangan ini. Kehilangan yang saya rasakan. suka tidak suka. kisah teladan ( 352 ). *** Sumber: Eramuslim. cerita teladan ( 355 ). Beberapa di antara mereka berusaha tegar dan optimis.com  erva kurniawan 1:26 am pada 8 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). namun tidak sedikit pula yang yang menderita tekanan batin. Dan saya? Ah. karena tidak bisa menjalani kehidupan normal seperti semula. Saya masih mempunyai keluarga yang utuh dan saudara-saudara di sekeliling saya yang selalu mendampingi dan mensupport saya lahir dan batin. Semoga saya mampu menjadi manusia yang senantiasa bersyukur. saya masih diberi kesempatan menikmati dan menjalani kehidupan dengan sempurna. cerita nasehat.

di Britania. Al Masih. Akhirnya akupn berkesimpulan bahwa tak ada satupun akidah yang sanggup memberikan jawaban dan menjelaskan kepadaku tentang hakekat yang sedang aku cari. Aku mengambil jalan falsafah ini guna mendapatkan kebahagiaan jiwa.Aku dilahirkan di London. kemudian aku bergerak ditengah khalayak ramai. Aku mulai tampil di beberapa pertunjukan yang tidak sedikit sehingga terkumpullah kekayaan yang melimpah dan ketenaran yang memuncak. namun gereja tidak mengenalkan kepadaku siapakah itu ? Aku tak sanggup menangkap hakekat tuhan yang dibicarakannya. supaya aku dapat hidup bahagia. beruntung dengan kenikmatan dunia. Semua akidah lain hanyalah bualan kosong belaka dan gereja sedikit lebih baik daripadanya. sementara kemiskinan adalah kesia siaan yang hakiki. kusangka bahwa kebaikan adalah dengan membagi seluruh kekayaan kepada setiap manusia. Aku memiliki keimanan kepada Allah. Namun begitu masa dirumah sakit lebih baik bagiku sebab telah membawaku berfikir. Diatas inilah kubina falsafah kehidupan yang tak ada hubungannya dengan agama. Kegoncangan menghantui diriku. Dalam waktu yang relative singkat. Aku sedang mencari kedamaian dan hakekat. Aku merasa ini adalah kesesatan. Aku tak sanggup duduk dalam keadaan hati yang kosong. Kebetulan aku memiliki buku tentang akidah dan ketimuran. aku melihat kebawah karena takutr terjatuh. Pemikiran itu sungguh pelik. sementara dunia ketiga adalah symbol kemiskinan. Era dimana teknologi telah sampai puncaknya. sudah ada 8 kaset rekamanku. Aku mulai membenci kehidupanku serta menjauhi manusia. Aku dihantui perasaan untuk bertolak ke suatu tujuan tertentu. Popularitas dalam puncak kesuksesan ataupun dalam gereja. Kepastian baik dan buruk. Kemudian aku beralih menelan Pil untuk memenggal seluruh mata rantai pemikiran dan kebingungan yang menyakitkan. dan akupun mulai meminum segelas arak penuh setiap hari untuk menambah keberanian dalam menyanyi.Aku . sehingga aku mulai berpikir dan mencari kebahagiaan yang tak kudapati dalam kekayaan. mengarang beberapa lagu serta menyanyikanya. topeng yang menutupi kenyataan. kebodohan dan keterbelakangan. ketika aku berumur 18 tahun. Amerika adalah lambang kekayaan. Sakitpun tak ayal menimpaku. sedikit tentang Al Masih dan lebih sedikit lagi tentang ruh kudus. Namun aku merasa konsep ini tidak sesuai fitrah. Ketika aku sudah sampai puncak. kelaparan. Pada saat itu aku belum mengenl islam sedikitpun. maka aku berpikir mencari jalan menempuh hidup baru. Kehidupan disekelilingku adalah materialis yang tertumpah dari seluruh sarana informasi. Aku dilahirkan di era televisi dan penjelajahan angkasa. Mereka mengajarkan kepadaku bahwa harta adalah kekayaan yang sebenarnya yang hakiki. Untuk itulah aku harus memilih jalan kekayaan dan menempuh jalurnya. karena yang adil adalah anda berhak mendapatkan hasil jerih payah anda dan tidak boleh diberikan kepada orang lain. Aku jadi percaya bintang serta ramalan yang akan terjadi. tak seorangpun yang membukanya. Mereka banyak bercerita kepadaku tentang Allah. Kuketuk Komunis. Maka kuketuk Budhisme dan falsafah Cina. Aku dipindah ke rumah sakit karena TBC. Dan akupun mulai mencari sarana yang mengantarkanku mencapai sukses. Inilah yang kenyataannya telah kulaklukan dengan nama Cat Stevenz. jantung dunia barat. Aku mempelajarinya dan ber anggapan bahwa kebahagiaan adalah bila sanggup meramalkan apa yang akan terjadi esok sehingga anda dapat menghindari kejahatannya. Akhirnya aku tetap pada keyakinan dan pemahaman pertama yang aku terima dari gereja. tapi aku tak tahu hakekat dan konsepnya. Aku berkembang dimasyarakat ini dan belajar di sekolah katolik yang telah memberikan pengajaran kepadaku konsep kristiani tentang Allah.Aku merasakan bahwa orang orang di sekitarku memakai topeng. namun kudapati semua itu kosong belaka.. Dan jalan yang paling mudah ialah dengan cara membeli gitar.

Aku merasa dialah agamaku. bahwa didalamnya ada konsep persesuaian dan kekuatan yang mampu mendatangkan mukjizat ( disamping tuhan ). saya mempelajari AL Qur’an. Sebelumnya aku belum pernah ketemu dengan seorangpun dari mereka. yang tak kuketahui apa didalamnya dan apa yang dibicarakannya.kembali ke pangkuan gereja untuk kedua kalinya dan menekuni musik kembali. adapun sekarang. dialah yang menyuruhku menemui Al Qur’an. aku mengumumkan keislamanku dengan bersyahad. Al Quranlah yang telah mengajakku kepada islam. Mukmin dan Kafir. ketika ia tak sanggup menjawab pertanyaan jiwa dan ruh. Qur’an itu tetap aku simpan sampai aku mengunjungi Al Quds di Palestina. Waktu itu. Tuhan seluruh alam.an telah mulai dengan penyembahan kepada Allah yang Esa. Bagaimana ? Aku tak tahu. perbedaannya dengan injil yang ditulis tangan pengarang yang beraneka ragam dari kisah kisah yang bermacam pula. Aku benar benar melihat sesuatu yang unik dalam Qur’an. tak ada agama lain bagiku. Sekiranya aku bertemu dengan seorang muslim yang berusaha mengajakku ke islam. Ini merupakan konsep baru bagiku. islam yang aku anut adalah sebuah risalah yang berat. bukan pekerjaan mudah yang selesai hanya dengan membaca dua kalimat syahadad. Islam dimata orang barat dianggap sebagai agama rasial. Kudapati didalamnya semua Nabi nabi yang dimuliaklan Allah dan tidak dibedakan antara satu dengan yang lainya. segala puji hanya bagi Allah pencipta alam semesta. Al Qur’an tidak seperti kitab yang terdiri dari penggalan penggalan dan keterangan keterangan sifat yang banyak terdapat dalam kitab yang saya pelajari sebelumnya. maka aku penuhi ajakannya. dengan nama Allah bukan lainya. Telah menjadi jelas bagiku. Dulu yg aku pahami sebelum mengenal Qur’an. Kedua orang tuaku berasal dari Yunani dan orang Yunani membenci muslim Turki karena motivasi warisan. tiada sekutu baginya. Al Qur’an dimulai dengan Bismillah. Sejak itu aku baru tahu bagaimana misi kerasulan itu bermata rantai sejak adanya permulaan makhluk hidup dan manusia sepanjang sejarahnya ada dua macam. Alhamdulillaahirobbil “alamin. tentu akan kutolak . Akhirnya di Masjid di London. Mereka mengatakan kepadaku Tuhan itu Esa dan terbagi menjadi tiga. Dari kunjungan itulah aku mulai memperhatikan kitab yang telah dihadiahkan kakakku tersebut. Pada tahun 1975 terjadi satu mukjizat setelah kakak kandungku menghadiahkan sebuah AL Qur’an kepadaku. Ketika selam 1 tahun. Adapun gereja yang telah menghancurkanku serta mendatangkan kesengsaraan dan kepayahan. akupun mulai tahu apa itu islam. Semua selaras dengan paham keesaan yang murni. Adapun AL Qur.Kemudian aku mencari terjemahan Qur’an dan itulah pertama kali aku berpikir tentang islam. pembukaan AL Kitab. dan meyakini secara toal seluruh ajaran ini. Kucoba mencari kesalahan kesalahan dalam Qur’an namun tak kudapatkan. Tapi aku berpendapat untuk melihat terjemahannya dan tak ada salahnya untuk mengetahui isinya. Pada saat itu aku merasa bahwa akulah satu satunya orang islam di dunia ini. Kemudian aku berpikir. Aku seperti dilahirkan kembali. Ungkapan Bismillahir rohmanir rahim telah measuk mempengaruhi jiwaku. bagaimana caranya menjadi muslim yang sebenarnya. Allahlah satu satunya yang berkuasa atas segala sesuatu. pemikiranku tentang Tuhan. Aku yakin. Dari pertama kali kurasakan. penguasa dan pengatur seluruh Makhluk. Karena itulah aku semakin yakin dengan konsep wahyu yang telah Allah wahyukan kepada nabi Muhammad Saw. Al Qur’an telah menjawab seluruh pertanyaanku. maka dalam konsep islam. Di sampul Al Qur’an tidak ada nama pengarangnya. Kemudian dilanjutkan dengan Al Fatihah. dangkal sekali. Allah satu satunya pencipta. sedang umat islam dianggap sebagai orang orang asing baik dari Arab ataupun dari Turki.

Kemudian aku pelajari Siroh Rosulullah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Persembunyian Terbaik: Terang dan Terbuka . namun disisi lain jutaan umat ini bangga dengan kehadiran seorang yang telah ber azzam untuk memanfaatkan segenap waktunya untuk berjuang dalam dakwah yang mulia ini. Aku telah lupa dengan musik. sebab musik itu melalaikan untuk menbgingat Allah dan ini adalah bahaya besar. itulah nukilan kisah Penyanyi terkenal Cat Steven yang telah berganti nama dengan Yusuf Islam. dan bertanya apakah aku teruskan? Mereka menasehatiku untuk berhenti. Aku telah datang kepada islam dari sumber terbaiknya. Mari kita bangkit!!! Karena sesungguhnya dakwah ini tidak akan berhenti ! Semoga bermanfaat.ajakanya karena melihat kondisi umat islam yang memprihatinkan. Kita ketahui. Tidak salah juga jika kita bertanya pada diri sendiri. Marilah kita bercermin dari kisah ini. Sudah bersemangatkah kita untuk bergabung dalam barisan dakwah seperti yang telah Allah dan rosulnya perintahkan ? Atau Jangan jangan jangan kita termasuk orang yang loyo? Jika demikian. Daromi Aks  erva kurniawan 1:35 am pada 31 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). bagaimana beliau berperilaku juga sunnahnya. semuanya kini telah kuberikan untuk dakwah islam. Aku dapatkan perbendaharaan yang melimpah ruah dalam kehidupan rosul dan sunnahnya. Saudaraku. cerita teladan ( 355 ). cerita nasehat. Akhirnya bergantilah namaku menjadi Yusuf Islam. kehidupan selanjutnya ialah. kisah islami ( 268 ). Inilah jalanku. betapa penampilannya yang islami menjadikan Amerika geram dan menolaknya ketika mau datang kesana. Semua hasil kekayaan yang aku peroleh. dan gambaran buruk yang diberikan oleh sarana informasi barat yang selama ini menjadi rujukan banyak orang. kisah teladan ( 352 ).

Suatu hari. justru ia merasa aman dan nyaman. di pasar. ia teringat pesan gurunya. selalu saja mudah bagi orang lain menemukan saya. Akhirnya si murid pergi meninggalkan gurunya. ia selalu merasa cemas dan ketakutan karena merasa semua orang di muka bumi mencarinya.Oleh: Bayu Gawtama Suatu hari. ia kembali merasa dikejar perasaan bersalah atas perbuatannya tempo dulu. bersembunyilah di tempat yang saya sarankan…” Merasa tidak puas. Tentu ada maksud tertentu dari sang guru dari anjuran tersebut. Tetapi ia tidak lagi merasa dihantui terus menerus. dan karena itulah setiap orang teramat mudah menemukan tempat persembunyiannya. Setiap kali saya merasa sudah menemukan tempat terbaik untuk bersembunyi. ” Mendengar jawaban itu. Bersembunyi. tunjukkan saya satu tempat sebagai tempat sembunyi paling aman…” Dengan tenang. Kenapa justru guru menganjurkan saya bersembunyi di tempat terang dan terbuka? Ya sudah pasti akan lebih mudah orang melihat saya…” Untuk jawaban kedua. Namun sepanjang perjalanan ia terus merenungi kalimat gurunya. Setelah mengikuti anjuran sang guru untuk bersembunyi di tempat terang dan terbuka. “Saya baru mengerti maksud guru tentang tempat terbaik untuk bersembunyi itu. gelisah dan takut. tidak lagi cemas. “bersembunyilah di tempat yang terang dan terbuka” Maka. ia pun merasa harus mengunjungi gurunya. jujur” ** Setiap manusia pasti dan pernah melakukan kesalahan. “Guru. setiap kali menemukan tempat persembunyian yang dianggap paling aman. Kejujuran kadang harus dibayar dengan . Aneh memang. meski harus didahului dengan perasaan malu dan sakit. melengganglah ia dengan tenang di depan khalayak ramai. Selama ini. dan tempat-tempat keramaian lain yang menjadi pusat aktivitas orang banyak. Ternyata yang guru maksud tempat terang dan terbuka itu tidak lain tidak bukan adalah. wajahnya kembali berseri dan ia tak perlu menundukkan kepala setiap melintasi tempat keramaian. Rasa cemas dan takut terus menerus menghantui dirinya selama di tempat persembunyian. justru ia merasa tidak aman. di taman bermain. atau bahkan makian yang membuat hatinya tercabik-cabik. Sang guru hanya mengeluarkan kalimat yang hampir sama. “Cobalah. Maka. atau menyembunyikan kesalahan terus menerus hanya akan membuat hati cemas. pada setiap mulut yang pedas mencibirnya. si murid terheran dan bertanya kembali. Selama ini. “bersembunyilah di tempat yang terang dan terbuka. ada seorang murid yang bertanya kepada gurunya. Tetapi beberapa saat setelah itu. Selalu khawatir jika suatu waktu dan pada akhirnya orang lain mengetahui perbuatan salah kita itu. Di saat itulah. yang menganjurkannya bersembunyi di tempat terang dan terbuka. Ia merasa setiap mata terus menerus mencari jejaknya dan akan mengadilinya. saya ini sudah lelah terus menerus sembunyi namun tetap saja diketahui orang. dan hatinya sangat tenang. “Guru. Maka ia pun kembali berlari dan mencari tempat sembunyi. pada mulanya ia merasa malu pada setiap pasang mata yang menatapnya tajam. sang guru menjawab. hatinya sangat tenang.

seorang laki-laki tua . kisah islami ( 268 ). “Kami berdua bersaudara. cerita nasehat. ketika Umar sedang duduk-duduk dengan para sahabatnya. Di pinggir kota. Ketika ayah kami sedang bekerja di ladangnya.com  erva kurniawan 1:25 am pada 24 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). aku turun dari kudaku untuk menyucikan diri dan berwudhu. cerita teladan ( 355 ). Pada saat itu juga. Aku tiba di Madinah tadi pagi untuk berziarah ke makam Rasullulah saw. yang sekarang kami bawa kepada tuan untuk diadili. Hukumlah dia sesuai dengan Kitabullah. aku menarik kuda menjahui ranting-ranting tersebut. Jujur dan terbuka. Dua orang di antaranya berkata.” kata si tertuduh itu. Wb. kisah teladan ( 352 ). dia dibunuh oleh pemuda ini. Kudaku mulai memakan ranting-ranting pohon kurma yang bergelantungan melewati tembok. tiga pemuda bangsawan yang tampan memasuki majelisnya. Orang Yang Beriman Selalu Menepati Ucapannya Suatu hari. pada masa pemerintahan Khalifah Umar. Aku orang dusun. Segera setelah aku melihatnya.” Khalifah Umar menatap orang yang ketiga dan memintanya untuk berbicara. di situlah mata air ketenangan jiwa (Gaw) *** Sumber: Eramuslim. Allah. “Walaupun di sana tidak ada saksi sama sekali. mengetahui bahwa mereka berdua berkata yang sebenar-benarnya. tetapi sesungguhnya itu akan membawa ketenangan batin selamanya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Orang Yang Beriman Selalu Menepati Ucapannya Assalamu’alaikum Wr. Yang selalu Hadir. “Aku sangat menyesal ayah mereka terbunuh di tanganku.perih dan malu.

dan dengan tenang dia berkata. Aku mengambil batu itu dan melemparkannya kembali ke orang tersebut.” Khalifah berkata. laksanakanlah hukumanku. kita harus melaksanakan hukuman itu kepada Abu Dzar. Beri aku tiga hari untuk pergi ke desaku dan menyelesaikan masalah ini. berdebu dan berkeringat. Jika aku ingin melarikan diri.” “Wahai Amirul Mukminin.” kata pemuda tersebut. Kedua penuduh itu berkata: “Wahai Abu Dzar. “Orang yang beriman selalu menepati ucapannya. hatiku sarat dengan rasa takut kepada Allah. Dia roboh dan meninggal. kegemparan. dan kudaku langsung mati. Orang yang tidak dapat menepati kata-katanya sendiri adalah orang munafik. yang pasti akan datang cepat atau lambat? Apakah saudara-saudara berpikir bahwa aku akan menghilang dan membuat orang-orang berkata. anak yatim itu akan kehilangan haknya.” Mendengar kata-kata tersebut. Si tertuduh pun dibebaskan untuk sementara waktu. pemuda itu tetap bersabar. setiap orang yang hadir di sana mulai menangis. Sekarang aku telah siap. Abu Dzar setuju untuk menggantikan pemuda itu. anda bersedia menjadi jaminan bagi seseorang yang tidak anda kenal. Dia melemparkan batu itu ke kepala kidaku. tetapi kemana? Jika aku tidak mendapatkan hukuman di sini. yakinlah bahwa aku akan kembali. Dia datang dengan berlari dan dalam keadaan penat. Pada hari ketiga. aku kehilangan kendali diri. Namun. aku dapat saja melakukannya. “Aku dapat melarikan diri sebelumnya jika aku mau. Tak ada seorangpun yang tahu letaknya kecuali aku. laksanakanlah. “Maafkan aku karena baru tiba pada menit terakhir. yang mulia yang berkerumun di sekeliling khalifah.yang sedang marah mendekatiku dengan membawa sebuah batu yang besar. “Orang ini akan menjadi jaminan bagiku. “Orang-orang Islam tidak kagi menepati ucapannya sendiri?” . aku pasti akan mendapatkan hukuman yang abadi di akhirat nanti. Siapakah yang dapat melarikan diri dari kematian. kesedihan dan kekaguman orang-orang mencapai puncaknya. “Permintaanmu tidak dapat dipenuhi kecuali ada orang lain yang bersedia menggantikanmu dan menjadi jaminan untuk nyawamu.” Khalifah berkata: “Sungguh. karena Abu Dzar.” dia berkata terengah-engah. Seandainya dia tidak kembali. ia menunjuk Abu Dzar AlGhifari dan berkata. Dengan memilih secara acak.” Walaupun pernyataan itu berati satu pengumuman kematian. “Engkau telah melakukan membunuh.” Kemudian dia berpaling kepada kerumunan massa dan berkata. tetapi tertuduh itu tidak ada. yang paling dicintai dan disegani. Karena itu aku sangat menyayangi kuda itu. engkau harus menerima hukuman yang setimpal dengan apa yang telah engkau lakukan. aku menanggung satu tanggung jawab untuk menyimpan harta kekayaan anak yatim yang harus aku serahkan kepadanya bila ia telah cukup umur. Sekarang aku harus menggalinya dan menyerahkan harta tersebut kepada pengawasan orang lain. kami tidal akan pergi tanpa menerima pengganti darah ayah kami. Kalau tidak. merupakan cahaya dan inpirasi bagi semua penduduk Madinah. tetapi kenyataannya dia mati di tanganku. kedua penggugat itu kembali ke sidang khalifah.” Abu Dzar adalah salah satu saeorang sahabat Rasulullah saw.” Umar menjawab. Menurut hukum Islam. Padang pasir sangatlah panas dan perjalanan ini teramat panjang. orang yang berakhlak sempurna dan bertingkah laku sangat terpuji. Aku tidak bermaksud membunuh orang itu. bila pemuda itu tidak kembali. Sekarang tuanlah yang berhak mengadili aku. “Kalau begitu. di dunia ini.” Khalifah menolak permintaan itu atas dasar hukum. “Aku mohon maaf karena telah membuat Anda khawatir. Ketika hari ketiga itu mulai berakhir. Tiba-tiba pemuda itu muncul. Terlalu banyak yang harus aku kerjakan. Tanpa keraguan sedikit pun. Aku menyimpan harta tersebut di dalam tanah agar aman. Pemuda itu memandang kepada para pengikut Rasullulah saw. Abu Dzar ada di sana.

kisah teladan ( 352 ). “Tidak. Mereka lalu menarik tuduhannya. • nino 9:31 am pada 13 Agustus 2011 Permalink Subhanallah. Haruskah saya menjadi orang yang membuat rakyat berkata bahwa tak ada lagi perasaan haru dan kasih sayang yang tersisa dalam Islam?” Hati dan perasaan kedua penuduh itu tersentuh dan bergetar. cerita teladan ( 355 ). saya tidak merasa mampu untuk menolaknya ketika dia memilih saya.terima kasih untuk cerita nya.. kisah islami ( 268 ). karena hal itu sesuai dengan asas-asas kemuliaan. • hilmi 10:28 am pada 24 Maret 2011 Permalink luar biasa…. sumber buku FUTUWWAH. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Sebuah Perjalanan Ba’da Dzuhur . Wassalamu’alaikum Wr. sama sekali.. Wb. seraya berkata. Abu Dzar menjawab. “Apakah kami harus menjadi orang yang membuat rakyat berkata bahwa tiada lagi rasa belas kasihan di dalam Islam?” s Oleh: Sumarah Wahyudi.. terima kasih atas ceritanya….Kerumunan massa itu kemudian berpaking kepada Abu Dzr dan bertanya apakah ia sudah mengetahui sifat yang terpuji dari pemuda tersebut.  erva kurniawan 1:48 am pada 19 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita nasehat. Tetapi.

Selang tiga puluh menit Pak Andi pun telepon ke HP teman saya dan satu menit kemudian kami pun bertemu. pagi-pagi dapat sms dari teman saya ” Pak. dia tahu keberadaan si pasien dan memohon untuk ditunggu. ” Mungkin yang tahu cuma Pak Ahmad. Perbincangan pun langsung terfokus kepada kondisi si pasien. Satu hari berlalu. Rupanya Pak Andi yang kami cari-cari belum ada disana. Lagian saya jam 4 sore sudah janjian dengan seseorang di Bogor dan mana sempat kita ke Tanjung Priuk. Kami pun harus menunggu dan bolak balik ke depan parkir dan ke dalam. Di selasar kamar jenazah ternyata Pak Ahmad telepon via wartel. Jangan jangan dua orang ini cuma mengada-ngada. karena di depan IGD RSCM parkir selalu penuh dan bisa-bisa kami pun tidak boleh parkir disitu. Saya dan teman saya yang sekarang dipercaya sebagai Manajer Baitul Maal di kantor kami rencananya akan ke Tanjung Priuk. ” Jangan-jangan di cuma mau menipu kita saja. Kami pun berpamitan dengan Pak Andi. Saya bilang. akhirnya teman saya mau juga mengikuti kemauan saya. Meski teman saya sama sekali belum kenal dengan si pasien. Kami kesulitan karena Pak Andi tidak memiliki alat komunikasi HP. sekarang sudah meninggal. Sebagai seorang yang besar di lingkungan Ibukota yang penuh dengan intrik-intrik penipuan. Akhirnya kami pun kembali lagi ke ruang IGD. Sambil menunggu Pak Ahmad kami bertiga ke ruang P3RN (ruang informasi) disana kami tanyakan kepada petugas dimana keberadaan si pasien sekarang ini. Di tengah perjalanan. dia hanya ingin memanfaatkan dana dari Baitul Maal kami. saya pun mulai timbul rasa curiga. sementara saya menuju ke parkir dan langsung ke Bogor. dan dia tetap bersabar. Pak Andi ternyata tidak tahu di kamar mana si pasien sekarang berada. Dan pasien dipindahkan ruangannya pada saat Pak Ahmad yang menjaganya.Siang itu kami meluncur dari kantor pusat kantor kami di Jl. sementara dia sendiri tidak tahu dimana keberadaan pasien yang akan kita bantu “. Dengan dalih yang beraneka ragam. kami pun memperbincangkan rencana yang akan berkunjung ke seorang pasien yang sedang kritis di IGD RSCM. MT Haryono ke RSCM. buktinya sekarang pasiennya tidak ada. kita tunggu saja Pak Ahmad “. kena HIV dan Narkoba “. ini Jakarta Bung. Akhirnya dengan semua atribut kemacetan Ibukota jam 14. Kami parkir di belakang kamar jenazah RSCM. Kami tanya ke suster yang bertugas disana pun tidak ada (ehm… tapi kali ini bicaranya cukup ramah). dicari-cari tetap tidak ada. Dengan keramahan yang ala kadarnya petugas menyampaikan bahwa dia tidak tahu keberadaan si pasien yang kami maksud. Teman saya tahu kondisi si pasien dari dua orang aktivis bernama Pak Andi dan Pa Ahmad yang belum lama ia kenal.00 kami pun sampai. Keduanya mengajukan bantuan dana ke Baitul Maal yang akan dimanfaatkan untuk biaya pengobatannya. hati-hati lho. tetapi sudah menjadi tanggung jawab moral untuk menjenguknya dengan membawa sejumlah dana ala kadarnya agar dapat meringankan biaya pengobatannya. Teman saya kembali ke sana. disana kami akan on the spot ke satu titik pemukiman kumuh di Ibukota. “Wah. Dan saya sangat yakin kalau kali ini adalah salah satu modus penipuan berkedok permintaan bantuan dana. Akhirnya kami pun harus menunggu Pak Ahmad. Dalam perjalanan ke Bogor otak saya masih diselimuti kecurigaan yang luar bisa tentang dua orang aktivis itu. ternyata Pak Andi belum juga ada. . Akhirnya saya pun berargumen. karena dari tanggal 15 Maret dia selalu bergantian menjaga pasien bersama dengan Pak Ahmad. Dia bilang. dan langsung meluncur ke arah parkir. pasien yang kemarin benar. Saya pun mengajak teman saya keluar ruangan IGD. tapi setelah obrolan ba’da dzuhur akhirnya saya dan teman saya menyempatkan diri ke RSCM sebelum ke Tanjung Priuk. Teman saya pun cuma tersenyum. Akhirnya dengan pertimbangan yang macam-macam kami berdua pun berpisah.

. Untuk seorang preman yang sakit dan dinistakan di emperan toko di Ibukota. kisah teladan ( 352 ).Langsung saya tersentak. kisah islami ( 268 ).12). Ternyata Pak Ahmad dan Pak Andi adalah benar-benar dua orang yang mulia. “Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun. ” Hai orang-orang yang beriman. sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.49.. kau memang orang yang sangat sabar. cerita teladan ( 355 ). Untuk temanku. jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. semoga Allah SWT mengampuni semua dosa-dosamu. teruslah berjuang di jalan Allah SWT. Untuk seorang preman pecandu narkoba. ternyata dugaan saya salah !”.jantung saya serasa copot. Prasangka buruk kepada saudara-saudaranya sendiri. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Mohon maaf Pak Ahmad dan Pak Andi. Dan bertakwalah kepada Allah. Astaghfirullah…. cerita nasehat. Selamat jalan Dorris. saya sudah terinfeksi dengan virus-virus kecurigaan dan kemunafikan Ibukota yang lebih berbahaya daripada virus HIV yang diderita Dorris. ” (QS. Untuk seorang preman yang terinfeksi HIV. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:53 am pada 16 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). yang rela mengorbankan waktunya untuk seorang yang bernama Dorris. Astagfirullah aladziim………….

compang -camping dan terkena percikan darah di sana-sini. Jangan lekas pulang. Perempuan itu menatap puing-puing bangunan masjid. Senjata itu dijulurkannya ke luar jendela. bergetar. kulihat nona tersenyum.” “Selesai salat.”dari jendela kayu yang terbuka. Pantas untuk beta pakai menghadap Allah di hari raya. aku melihat semua! “Karudung ini bagus sekali. Semakin lama semakin kencang.”suara Bapak bangga.”suaranya bergetar. menangislah. Nak. Apalagi Bapak yang mengisi khutbah Ied. Jilbabnya kumal berdebu. Kaku. Tubuhku berguncang. lalu berkali-kali dihunjamkannya ke tanah.”kataku dengan suara risau mendesau. Meliuk-liuk. Wajah hitam manisnya menyembul dari balik jendela kayu yang terbuka. Bu. di seberang kami.. Mengencerkan ceceran darah. Sebilah tombak ada dalam genggamannya. rahangnya mengeras. Beku. Mendekap Batu Merah dengan segala kegalauan.”Beta seng bisa manangis. dari bangunan yang telah menjadi arang. Berputar. Mamanya tertawa. Kupandangi nona di hadapanku sekali lagi. Itu rezeki dariNya. menampakkan lesung pipitnya yang dalam. Ia tampak lusuh.Sebab Aku Cinta Sebab Aku Angin by : Helvy Tiana Rosa Malam mengelam. Lama sekali. Meski lelah. Cinta! Cinta! Sungguh. Gerimis turun menyapa sunyi. Tetapi aku sangat ingin. Mengusir asap kepedihan yang mengepul. Bapakmu juga membelikan Ali dan Abid songkok baru. “Ya. di sepanjang jalan. bisikku. wajah keras itu tak juga berubah. “Iya! Iya!” . “Cinta. menggantungkan sesisir pisang meja di sisi lemari kayu.

Semua berlari menyelamatkan diri. yang akan dimasukkan ke dalam toples. Orang-orang terkapar. Nona terbelalak! Ternganga! Lenso putih di tangannya jatuh ke tanah. Ratapan. Banyak jamaah yang terinjak-injak. dengan kepala remuk terkena lemparan batu. “Nak. ratusan mahluk menyeramkan menyerang mereka yang tengah melaksanakan salat! Ada yang membawa tombak. parang. kulihat Nona dan keluarganya. Gema takbir terdengar di mana-mana. jeritan semakin memerihkan pagi! Para lelaki berpeci. Keesokan harinya. Darah muncrat. lalu membentuk beberapa kubangan. Pagi-pagi sekali. lalu mencomot sepotong dua potong bagia.. Kedua bocah itu mengerling nakal. Seperti ikan-ikan yang terlempar dari air kehidupan. Bahagia. mengalir. Dengan khusyu mereka melakukan salat Ied.“Wah. juga kaum muslimin yang lain berduyun duyun ke tanah lapang. kalewang. Entah dari mana.lalu. 19 Januari 1999. . mencoba melawan tanpa senjata. pisau juga pistol! Jeritan memilukan terdengar di mana-mana! Oto dan rumah di sekitar juga kena sasaran. Menggelepar. “Serang!” “Bunuh!” “Bakar!” Hiruk pikuk. Api berkobar. “Bapaaaaak!” CRESH! Kepala lelaki separuh baya itu putus dari badannya! Menggelinding di tanah lapang yang basah meresap darah. tangisan. panah. bagia ini enak sekali!”kata Ali dan Abid berbarengan. Semua tertawa. tolooong!” “Mamaaaa!” DUG! Perempuan itu tersungkur di pangkuan anaknya. “Aliii!” “Abiid!” “Aaaaaaaaaa!” Tangan-tangan kotor mengayun-ayunkan bocah itu dan melemparnya ke dalam bangunan yang terbakar. Pekat.

Kashmir. mencakar. Ia sangat berani. Terhempas-hempas. Mereka menariknarik jilbabnya sambil tertawa tanpa henti. didesak mereka yang panik menyelamatkan diri. Mereka membawa panah api! Di mana polisi? Di mana tentara? Aku mendesau risau. Nona masih kaku. Mereka memakai arumbai atau kole-kole untuk keluar dari sini. Beberapa waktu lalu. ia bahkan berhasil merampas sebuah tombak! Ya. Kadang tersandung tubuh-tubuh manusia yang terbongkar. Hening. Oh. Bulan sepotong di langit. Terkadang mereka berteman erat dengan monstermonster itu. Tetapi tak ada setetes pun air mata. Myanmar.” “Seng!”tegas Cinta tiba-tiba.. . Kosovo. Lalu merobeknya kasar dengan belati! Nona mencoba meloloskan diri. “Cinta. Nona….. Aku ingat. meski tangannya berdarah terkena ujung tombak yang tajam. Menyaksikan sendiri tumpukan lara. Aku hanya mendengar gema isakan dalam relung-relung batinnya. Mereka punya banyak urusan. Ia menggigit. Monster-monster ini serupa dengan mereka yang membantai kaum muslimin Bosnia. Ia berteriak sekuat tenaga! Menyebut nama Allah berkali-kali. tetapi monster! Mereka tak punya nurani.. meludahi monster-monster itu! Hup. Jatuh bangun. Cinta. Bintang tiada. Merasa tubuhnya tertanam dalam tanah. Jiwanya bagai mengelupas. Orang-orang pergi ke pelabuhan. ia pergi ke Masjid Raya Al Fatah.melecehkannya bergantian. Mendorong.Nona terpaku. Detak jantungnya terdengar berkejaran. Azerbaijan. menendang. Juga uang dari negeri antah berantah. Hanya tubuhnya yang terdorong ke sana ke mari. “Ose harus mengungsi. Aku tersentak. “Kini milikku hanya Allah dan tanah ini. Tetapi. Memeluk. Dingin. “Nona harus pi. Lalu dengan sisa-sisa tenaga ia berlari. Aljazair dan yang lainnya! Lalu siapa yang akan membelamu. Cintaku. Cinta? Apakah orang-orang yang selalu berteriak-teriak mengatasnamakan HAM di muka bumi ini akan tergetar pada deritamu? Akankah mereka mendengar jeritan menyayat dari tanah yang tercabik-cabik ini? Ah. Cinta. Palestina. Tersengal-sengal. Wajah itu kaku. mereka akan terus tidur. Aku melihat semua! Juga ketika tangantangan jahanam itu menyeretnya. masjid besar di kota ini. “Beta tak akan pernah pergi!” Wajahnya terangkat beberapa senti. Siapa mahluk-mahluk buas dengan mata dan ikat kepala merah itu? Lalu yang memakai ikat kepala ungu? Mereka seakan baru saja menenggak berbotol-botol sopi dan sagure. Puluhan ribu pengungsi yang rumahnya terbakar berjejalan di sana. Kulihat dadanya naik turun. Cinta.” sapaku pelan. Tak bergerak.apakah ia tak menyadari? Lawannya bukan manusia. saat palu raksasa menghantamnya berkalikali. Beta harus bajuang demi kebenaran!” Aku meliuk perih.” kutiup wajah manisnya. di tengah jalan. Chechnya.

Ia membantu memasak bubur. Tak ada apa pun. Orang-orang di sekitar masjid memandangnya dengan mata basah dan sukma tercabik. Lalu sayup. Bintang tiada. tertatih-tatih. sebelum dibunuh. Ia membentangkan kedua tangannya memeluk para balita. nona.. para monster itu telah menyerbu rumah sakit! Panik! Semua porak poranda. Peluh dan darah mengucur deras dari dahinya. Cinta tak mampu lagi tersedu. anak-anak dan lansia. Kujumpai kepedihan Pelauw. Saat itu ia mengantar seorang perempuan jamaah masjid yang akan melahirkan. entah dari mana datangnya. Bersembunyi di rumah kosong.Kebanyakan mereka perempuan. Menghibur mereka. “Buka jilbabmu sebelum mereka melihatnya!” kata seorang perawat. “Beta tak mengerti. kutemukan lima ratus mayat lebih terbujur kaku di sana. saat memasuki gerbang sebuah rumah sakit. kehausan dan terkena berbagai penyakit. Begitu juga penghuni rumah sakit yang diketahui muslim. Erangan dan tangisan di sana bagai air mendidih dalam jerangan. Menegarkan para wanita. mengobati yang terluka. tak jauh dari sana. Wailela. Pada detik terakhir sebelum bangunan itu dihancurkan. Bintang tiada. Padahal saat itu mereka diserang membabi buta. “Biar katong membela diri!” serunya garang. Nona. Satu-satunya yang tersisa dari keluarga itu!” sahut yang lain. kecuali rejam kekejian yang menggila. Bangunan putih tersebut dalam sesaat penuh cipratan darah. tanpa sempat membela diri. Sirisori. Juga mengasah bambu runcing. Bulan sepotong di langit. para jamaah yang sedang salat subuh di Masjid Al Huda. “Siapa nona pemberani itu?” Mereka berbisik-bisik. Dari jauh terdengar bunyi tiang listrik dipukul berkalikali. Tulehu. Kampung Labuhan Raja. ketika seorang tentara melarang mereka bertindak. . Mereka kelaparan. Setiap kali kupandang mata jelinya yang kini bengkak dan sayu. kala dianiaya secara paling biadab. “Puteri Haji Latusina. Kupandang lagi nona. Lebih dari satu setengah bulan. hingga walau sesaat mereka lupa akan lapar. Tangisan. Beta muslimah. Kusaksikan nyeri menebari Kuda Mati. Kate-kate dan Kampung Kolang. Mengapa kalian membiarkan monstermonster itu? Mengapa katong tak boleh mempertahankan nyawa sendiri? Di mana keadilan?”teriak Cinta. “Tidak. Bahkan 2 Maret lalu. Ia bercerita tentang Rasulullah saw dan para sahabatnya pada anak-anak itu. Air Laew. kembali dibantai. teriakan histeris memecah udara! Ibu-ibu hamil itu memekik. beberapa hari yang lalu. sejak beta dilahirkan hingga kembali padaNya!” seru Cinta dengan suara dan tubuh bergetar. Kini bulan hampir habis di langit. Cinta membawa beberapa muslimah. menjauhi rumah sakit. menumbuk sagu. “Jangan bilang ose muslimah!” Cinta menatapnya dengan pandangan menyala. Baru saja perempuan itu terbaring di atas ranjang putih. sejak hari raya berdarah itu. Karang Tagepe. kudengar lagi irama langkahnya.

Cinta! Kulihat ia berdiri. Itu adalah Panggilan Agung yang menggetarkan segenap alam. Memekik-mekik.” lirihnya. sejak masa Pattimura. belum jauh ia berlari. Para pengecut itu menyerang Cinta! Mengamuk! Mereka bakalai! Nona manise sempat terjatuh dan diinjak-injak! Biadab! Marahku menjalar. Membawa tombak di tangannya. Ia bergegas ke kamar mandi. Nona melayang-layang di udara. Mereka membawa berbagai senjata di tangan. gadis itu pasti sedang membersihkan dirinya. Mereka datang dari berbagai arah. Suara itu! Tubuhku bergetar hebat.ha. Tampaknya sebagian besar bukan berasal dari daerah itu! Mata mereka merah! Jalan mereka terhuyung-huyung! Mereka mengenakan ikat kepala yang sama seperti dahulu.ha. Mereka berteriak-teriak kasar. Semakin keras. “Mereka menyerang lagi!”teriak Cinta. Juga salawaku yang telah ditempanya beberapa hari lalu. “Allaaaaahu Akbarrr!” ulangnya berkali-kali. Mengganas! Sekonyong-konyong monster-monster itu berpentalan. “Selamat tinggal. “Allaaaaahu Akbar!” teriak Cinta. mengayun-ayunkan tombaknya ke sana kemari. di hadapannya tampak puluhan monster menyeringai. terdengar lagi. Sekuat tenaga aku meliuk-liuk di udara. Mengerikan. Terus berputarputar. bila akan berjihad. Meniup sekuat-kuatnya. Aku tahu. Memanas. Aku dapat merasakan dadanya menggelegak. Nona terdesak. Aku berputar-putar. Di daerah ini. Berjalan sambil mengacung-acungkan senjata! Mencorat-coret tembok rumah yang masih berdiri tegak dengan segala hujatan. Aku tak sudi membiarkan mereka begitu saja. Kian lama mereka semakin banyak. Tiba-tiba aku mendengar sebuah panggilan. Merah dan ungu! “Hua. Cinta bergegas ke luar rumah. mereka selalu mandi dan mengenakan pakaian putih. “Monster-monster itu telah kembali!” Kegeraman seakan membungkus keberanian gadis itu berlapis-lapis. Suara tiang listrik yang dipukul. Sekali lagi ditatapnya rumah kenangan yang sebagian telah hancur diterjang bom rakitan. Perlahan sekali kudengar guyuran air. Aku bertiup lagi. Nyaris pecah. Sementara itu suara gemuruh para monster terdengar semakin dekat.”mereka tertawa-tawa. Aku yakin. Tiba-tiba. Kali ini kuangkat tubuh Cinta. Menggigil ngilu. atau menghancurkannya! Cinta berlari. ia akan pergi ke masjid itu..Tiba-tiba Cinta bangkit dari duduknya. Cinta terkepung. Bergabung dengan yang lain. Cinta mengangkat tombaknya. Lalu dari mulut mereka ke luar berbagai makian. Terkadang monster-monster itu tanpa malu memanggil-manggil Tete Manis. “Allahu ma’i! Allahu ma’ii!”katanya berkali-kali. “Lihat! Dia terbang! Dia terbang!” . Menutup jendela yang engselnya hampir terlepas itu.

mentari merambat naik pelan-pelan. Demi Allah! *** Daftar Istilah : beta: aku seng: tidak nona: gadis kalewang: parang panjang pisang meja: pisang Ambon ose: kamu katong: kami arumbai: perahu/kapal besar kole-kole: perahu kecil bajuang: berjuang bagia: kue sagu kering oto: mobil tete manis: tuhan (non muslim) pi: pergi lenso: saputangan manangis: menangis sopi. Semilir.Orang-orang berikat kepala ungu memanah Cinta dengan panah api. setelah sekian lama. cerita nasehat.” bisik Nona. sampai kapan pun.” Aku bertiup pelan. Nona masih memejamkan mata. Mereka masih memanah tanpa henti. sagure: minuman keras salawaku: tameng bakalai: berkelahi kusu-kusu: alang-alang 6 Februari 2001  erva kurniawan 1:29 am pada 15 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Menggemuruh. sebab angin dan semua. Matanya basah. Tak akan. Dari balik kota yang sekarat. kala bercerita Kau mengirimkan ribuan malaikat. Semua lintang pukang! Aku menurunkan Cinta dengan lembut. kumpulan kisah teladan ( 284 ) .. Engkau telah mengirimkan tentaramu. “Benar Ustad Abdul Aziz. Kutiup anak panah itu. Ya. Juga tanah ini. Hanya desiranku. Aku meliuk-liuk. Nona menengadah ke langit. saat masjid raya diserang. “Allahu Akbar. Ketakutan.” sambung gadis itu. cerita teladan ( 355 ). “Dan kini Kau kirim tentaramu yang lain. Jilbabnya berkibar. kisah islami ( 268 ). Karena itu aku selalu memanggilmu Cinta. Darah masih mengucur deras dari kedua lengan dan kakinya. kisah teladan ( 352 ). Mereka berteriak-teriak histeris. monster-monster itu mungkin akan kembali. Tetapi tak ada yang sudi pergi dari tanah ini. Ah. Panah-panah itu mengejar mereka. Menyapa kusu-kusu yang membisu di tepi jalan. “Beta cinta Allah dan RasulNya.” katanya lagi. Aku tahu. hingga kembali kepada si pemanah. Tak ada suara apa pun. Aku mengangguk.” Aku kembali melihat lesung pipit itu di tempatnya. kataku sendiri. Sebab Cinta. akan bangkit menghadapi. Lembut. “Angin. Sepi.

ketika melihat Ibu pulang dari masjid selepas maghrib. Sudah berkali-kali aku memprotesnya. Meskipun demikian. tak punya uang. Sebagai anak semata wayang. Ibu tetap selaiu melakukan shalat dengan menggunakan sajadah tua itu. ada lima lembar sajadah lain yang bagus-bagus. Ketuaan sajadah itu bisa dilihat dari warnanya yang sudah kusam dan susunan serat kainnya yang sudah rapuh sehingga bolong-bolong. Konon. Dan konon pula. sajadah tua itu merupakan mas kawin yang diberikan oleh Ayah (sekarang almarhum) ketika menikahi Ibu. maklumlah. yang sudah cukup makmur karena berpenghasiian cukup tinggi sebagai anggota legislatif. “Aku sangat malu kalau sajadah lua yang sudah layak dibuang ke tong sampah itu tetap Ibu gunakan untuk shalat di masjid. Tapi rasanya percuma saja berdebat dengan Ibu yang sudah terlanjur menyukai sajadah tuanya itu. aku sangat malu melihat Ibu mengikuti shalat berjamaah di masjid dengan memakai sajadah tuanya itu. banyak serpihan serat kainnya berguguran.” “Ibu kolot!” “Ya. Orangtua memang harus kolot.Sajadah Tua Milik Ibu Cerpen oleh: Maria Magdalena Bhoemomo Sajadah milik Ibu sudah tua. Jika dikebat-kebatkan. sajadah tua itu bukan dibeli oleh Ayah. Ibu tidak malu.” Aku ingin berdebat lagi. Ayah memang sedang miskin. Tapi Ibu tak pernah menggubris protesku. Lalu aku teringat riwayat sajadah tua itu. Bahkan lebih tua dibanding umurku yang kini sudah berkepala tiga. Padahal. di dalam lemari pakaiannya. agar membuang atau membakar sajadah luanya itu. karena bisa tetap melaksanakan shalat dengan sajadah tua ini.” “Apa katamu? Justru Ibu bersyukur.” “Ibu tidak mau bersyukur. sehabis digunakan untuk shalat. karena Ayah . melainkan merupakan hadiah istimewa dari Ustadz Basyir. “Kenapa kamu yang malu? Padahal.” ujarku dengan kesal. dan satu-satunya barang berharga yang bisa digunakan untuk mas kawin adalah sajadah tua itu. Dan konon. Ayah mendapat hadiah istimewa berupa sajadah tua itu dari Ustad Basyir. Dan Ibu akan selalu memakai sajadah tua ini setiap melakukan shalat di mana pun.

Sebagaimana maling. Dengan sikap tenang. Seandainya sajadah tua itu hanya dipakai untuk shalat di rumah. Ibu sudah tidur. Tiba-tiba aku mendapat gagasan jahat: Mencuri. sebelum aku keluar dari kamar Ibu.berhasil menghapal 30 juz Al-Qur’an dalam usia 20 tahun. jika kutukan Ibu dikabulkan oleh Tuhan.” Dadaku berdebar-debar mendengar kutukan Ibu yang diulang-ulang itu. Ya. Tapi. ketika masuk dan kemudian keluar dari kamar Ibu dengan membawa sajadah tua itu. Dan tanpa berpikir panjang lagi. Dan menjelang waktu subuh.” perintah istriku dengan wajah panik. Aku tidak akan mengaku telah mencuri sajadah tua itu kepada siapa pun. . Tapi. “Cepat keluar. Maling terkutuk. Mungkin ada maling yang telah memasuki kamar Ibu. Dan aku kemudian tidur bersama istri dan anak-anak. aku beranjak ke kamar ibu. sajadah tua milik Ibu kemudian kusembunyikan di dalam almari buku di ruang kerjaku. segera aku memasuki kamar Ibu dan mencuri sajadah tuanya itu. sangat pelan. Dan setelah melihat Ibu nampak habis terserang stroke. Begitulah. semasa mudanya. Tidak. Mata Ibu berbuka lebar-lebar. lalu membuang atau membakar sajadah tua itu. Aku masih dihinggapi perasaan iba dan khawatir. Aku tidak tega jika langsung membuang atau membakarnya. *** MALAM itu sudah larut. langkahku bersijingkat. Dan aku tidak ingin Ibu kemudian jatuh sakit karena terus menerus bersedih. Begitulah. aku yakin. Ya. khususnya kepada Ibu dan istriku. aku memang harus mencurinya. jika aku mengaku telah mencuri sajadah tua itu. karena telah menjadi maling yang mencuri sajadah tua milik Ibu itu. seperti biasanya Ibu bangun tidur dan langsung mandi serta berwudhu sebelum kemudian berangkat ke masjid untuk mengikuti shalat subuh berjamaah. Malam semakin larut. agar Ibu bersedia memakai sajadahnya yang lain yang bagus-bagus. Segera kuangkat Ibu untuk kubaringkan di atas ranjangnya. Aku sangat takut. istriku kemudian menatap jendela yang terbuka lebar-lebar itu. semuanya sudah terlanjur. karena tetap merisaukan sajadah tua milik Ibu yang tetap selalu dipakainya untuk shalat di masjid. Istriku menyusulku ke kamar Ibu. agar mengesankan ada maling betulan yang telah memasuki kamarnya dan kemudian mencuri sajadah tuanya itu. Dan aku sangat terkejut ketika melihat Ibu tergeletak lemas di lantai kamar. Mas. jendelanya kubuka lebar-lebar. “Maling sial! Maling terkutuk! Kenapa sajadah tua yang tidak mungkin bisa dijual harus kamu curi. Sebab. Aku dan istriku tersentak bangun. Tapi aku masih saja duduk termenung di ruang kerjaku. Maling terkutuk. Aku merasa sangat bersalah dan menyesal. dan bibirnya bergerak-gerak membisikkan kata-kata kutukan: “Maling terkutuk. mungkin tidak akan merisaukanku. Pikiranku rasanya tegang. aku pasti kasihan jika melihat Ibu bersedih gara-gara kehilangan sajadah tuanya itu. maka Ibu akan menuntutku agar mengembalikannya dan kemudian Ibu kembali akan memakainya untuk shalat sebagaimana biasanya. maling terkutuk?!” teriak Ibu berulang-ulang sambil menangis. Aku tidak mau menanggung malu terus menerus gara-gara Ibu selalu memakai sajadah tuanya itu untuk shalat di masjid. Istriku juga sudah tidur bersama anak-anak. Ayah memang menjadi santri di pondok milik Ustadz Basyir untuk belajar menghapal Al-Qur’an.

“Gara-gara maling sial dan terkutuk itu. Ibu tidak membutuhkan sajadah lagi. dan kemudian rajin melakukan shalat dengan menggunakan sajadah tua yang dicurinya itu. ingin mendapatkan jimat. Lupakan saja sajadah tua yang telah dicuri oleh maling itu. mungkin saja. yang membuat Ibu jatuh sakit dan menderita kelumpuhan permanen itu. beberapa rekanku yang gemar melakukan korupsi suka membujukku agar ikut-ikutan melakukan korupsi. “Doakan saja semoga malingnya bertobat. Tapi untuk selanjutnya. Mula-mula. bisa menjadi kenyataan. “Sudahlah. karena menderita lumpuh. setelah aku menjadi maling yang mencuri sajadah tua milik Ibu.” hiburku. menjadi orang jujur bisa justru ajur. Bu. setiap melakukan shalat. Dengan demikian. Begitulah. Konon. Sebaiknya Ibu mengikhlaskannya dan memaafkan malingnya. Mas. Dan hasil korupsi itu kemudian kugunakan untuk membeli mobil mewah. *** SEBAGAI anggota legislatif dari partai reformis. ada maling kok sudi mencuri sajadah tua yang pasti tidak akan bisa dijual. Dan menjadi orang bersih bisa justru tersisih!” ujar rekanku. Misalnya. jika kita melihat kenyataan yang ada.” tebak istriku. Lalu. sajadah tua memang bisa digunakan untuk jimat. maka perasaan risau itu dengan sendirinya akan sirna. dengan lembut aku dan istriku menghibur Ibu. gara-gara aku menjadi tokoh reformasi yang sering lantang menentang korupsi.“Pasti malingnya masuk lewat jendela itu. aku dikenal bersih dan anti korupsi. karena shalatnya dilakukan sambil berbaring. aku jadi repot sekali merawat Ibu. kutukan seorang Ibu. aku semakin ketakutan.” lanjut istriku dengan kening berkerut.” ujarku. Istriku ikut-ikutan mengutuk maling yang telah mencuri sajadah tua milik Ibu. Sebab. Aku takut jika kutukan Ibu menimpa diriku.” tutur rekanku yang lain. “Mungkin malingnya punya tujuan khusus. konon. Bukankah Ibu masih punya lima sajadah yang bagus-bagus?” hibur istriku. agar Ibu mendapat banyak bahala. tetap saja terbaring. “Ya.” gerutu istriku menjelang tidur. betapa korupsi adalah sesuatu yang wajar. Mendengar istriku mengutuk maling yang sebenarnya adalah diriku. Ibu tidak bisa bangkit lagi. Bahkan. kemudian aku direkrut masuk partai kemudian berhasil duduk sebagai anggota legislatif. Ibu masih saja membisikkan kalimat kutukan terhadap maling yang telah mencuri sajadah tuanya. “Pada masa kini. Bu. . juga istri. “Pada mulanya. Tapi. Dan aku mendengarnya dengan hati yang semakin berdebardebar. aku mencoba ikut-ikutan melakukan korupsi dana proyek rehabilitasi jalan-jalan dan jembatan yang sengaja digelembungkan. melakukan korupsi memang sangat merisaukan hati. Tapi. Ibu kemudian tidak membisikkan lagi kalimat kutukan.” “Tapi aneh rasanya.

” “Eh. maka aku pun kemudian mencoba mengajak tidur seorang cewek cantik yang mengaku masih kuliah itu. istriku pun semakin gemar berbelanja mewah dan mencoba memasak berbagai menu sesuai dengan resep-resep terbaru yang dimuat di majalah-majalah. Aku tidak ingin istriku tertular penyakit AIDS. dengan mabuk seseorang bisa mengusir rasa risau di hatinya. . jangan-jangan kamu suka main serong atau bahkan punya simpanan?” “Memangnya aku ini orang yang bias santai? Maklumlah. apalagi istriku berseloroh bahwa dia telah menyangsikan keperkasaanku. Dan sebagai istri anggota legislatif. agar punya pengalaman mabuk. selalu aku pamit hendak mengikuti rapat tertutup.“Uang dari mana yang kamu gunakan untuk membeli mobil mewah ini. Sedangkan untuk merawat Ibu sehari-hari. istriku sudah punya dua orang pembantu di rumah. Lalu. Mungkin karena selalu risau. istriku benar-benar bergairah dan memaksaku bercinta. yang selalu sibuk dan capek setiap hari. aku mencoba mencicipi minuman keras. dan putus asa. tiba-tiba aku gemar menghabiskan waktu di tempat-tempat hiburan. karena di tempat hiburan ada banyak cewek cantik yang siap menghiburku. Sebaiknya Anda melakukan tes darah. Namun.” Dan sejak punya mobil mewah. Aku sangat marah. semata-mata karena aku sayang kepada keluarga. karena sudah lama aku tidak mengajaknya bercinta. setiap kali aku pergi ke tempat-tempat hiburan atau bercinta dengan pelacur di hotel. Istriku nampak bersikap toleran.” kata dokter. Anda bukan hanya tertular kencing nanah. aku ini anggota legislatif. Perilakuku semakin buruk. tapi juga AIDS. maka aku membutuhkan hiburan. Suatu malam. Semakin sering aku terlibat kasus korupsi.” jawabku berbohong. aku tetap punya moral dan sejak dulu dikenal sebagai tokoh reformis yang anti korupsi. begitu. “Ini hadiah istimewa dari Pak Gubernur. dan hasilnya kugunakan untuk berfoya-foya di tempat-tempat hiburan. tiba-tiba kelaminku sangat gatal dan panas. Mula-mula. jangan suka berprasangka buruk. karena aku terus menerus sibuk dan capek. Siapa tahu. Aku kira kamu sudah mulai suka melakukan korupsi.” Dengan sedih dan panik.” tukasku. karena telah mendapatkan semua gajiku perbulan yang cukup besar. Ya. menyesal. Mas?” tanya istriku ketika aku pulang membawa mobil mewah tipe terbaru yang harganya hampir satu milyar rupiah itu. Maka aku pantang menolak. aku kemudian menjalani tes darah. malam itu. Jelek-jelek begini. “Kamu sudah bosan denganku. Dan hasilnya ternyata positif: Aku telah tertular virus mematikan itu. Dan jika aku tidak pernah lagi mengajaknya bercinta. ya? Atau. Mas. aku merasa betapa hari kematianku sangat dekat. “Oh. “Cewek itu pasti pelacur profesional yang menderita penyakit kelamin kronis. Dan istriku selalu mempercayai kata-kalaku. Lalu segera aku berobat ke dokter. karena aku dan rekan-rekan telah berhasil mengesahkan undang-undang baru yang sangat menguntungkan pihak eksekutif. Dan sehabis bercinta dengan cewek cantik itu. istriku memprotesku. *** SEBAGAI pengidap AIDS. “Anda terkecoh. Konon.

” Dengan terpaksa. aku segera mengambil sajadah tua yang kusimpan di lemari buku di ruang kerjaku. Lalu segera kuberikan sajadah tua itu kepada Ibu. “Kalau masih ada. karena kondisinya semakin memburuk.” Dengan terburu-buru. “Di mana sajadah tua itu sekarang. aku segera melarikan mobilku kencang-kencang menuju rumah sakit. Aku sangat iba dan ikut-ikutan menangis. cepat serahkan kembali kepada Ibu. betapa esok pasti koran-koran memuat di halaman pertama gambar mobilku yang terbakar bersama diriku yang telah hangus. aku pergi dan pulang kerja. sebelum kemudian mobilku membentur keras-keras pagar jalan. . Ibu langsung bangkit dan tidak lumpuh lagi. Segera ibu menciumi sajadah tuanya itu. istriku tidak kunjung sembuh. aku sangat letih dan setengah mabuk akibat minuman keras yang habis kureguk.Dan setelah bercinta denganku. dan bisa melihat beberapa tukang becak mengumpat-umpat dan mengutukku sambil menyulut bensin yang tumpah di bawah mobilku. nasibku dan nasib istriku semakin buruk. Tapi aku berusaha untuk tetap tegar dan tetap menjalankan tugas-tugasku sebagai anggota legislatif. Kamu tega menularkan penyakit AIDS kepadaku. Mas?” tanya istriku. Ibu kembali melakukan shalat lima waktu di masjid dengan sajadah tuanya itu. mobilku lerlalu kencang berlari. Istriku ditempatkan di kamar khusus. meski aku telah mati. Bahkan. Kamu kejam. tiba-tiba HP-ku berdering. sehingga beberapa becak yang memadati jalan kutabrak dengan keras. Aku masih sadar. Dan di bawannya. begitu melihat sajadah tuanya. Mas. istriku positif dinyatakan mengidap AIDS. Dan untuk selanjutnya. Dan setelah berobat ke dokter. Dan kamu harus minta maaf kepadanya. Kamu telah berkhianat. mirip karantina. Kukatakan bahwa nasibku yang sial mungkin karena dikutuk oleh Ibu. sebelum kemudian membakar tubuhku. Aku sangat yakin. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Rupanya ada telepon dari rumah sakit tempat istriku dirawat. Aku pun masih bisa melihat api mulai berkobar membakar mobilku. kecuali aku dan anak-anak. gara-gara aku mencuri sajadah tua itu. ada tulisan singkat: Seorang anggota dewan legislatif mengalami kecelakaan tragis. Teriakan-teriakan umpatan dan kutukan para tukang becak sangat menakutkanku. “Istri Anda telah diambil oleh Tuhan. segera aku pergi ke hotel dan bercinta dengan pelacur cantik. Dengan mobil mewah. “Rupanya kamu telah berbohong kepadaku. Mobilku telah ringsek. istriku menderita flu berat. Sungguh ajaib. sebelum kemudian bergegas mengambil wudhu dan melakukan sujud syukur dengan menggunakan sajadah tuanya itu. Dan ketika melesat melewati tikungan yang cukup ramai. Mas.” Istriku menangis dan meratap-ratap. Lalu dokter memintanya untuk menjalani tes darah. ketika aku sedang bercinta dengan pelacur cantik di hotel. Sementara itu. Aku tetap duduk di belakang setir yang menjepit dadaku. Dan jika pikiranku sangat risau dan sedih. Suatu malam. istriku harus dirawat di rumah sakit dengan diperlakukan khusus sebagai pasien AIDS. Dan hasilnya. Tidak ada pembesuk yang dibolehkan menemuinya. Padahal. Tubuhku juga semakin lemah dan kurus.

Ia memiliki empat orang anak yang masih sekolah. cerita nasehat. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Menikah Lagi Cerpen Oleh Zaenal Radar T. Aku berniat menikahi janda itu. kalau ia kunikahi. Kupikir.*** Dari Sahabat • hilmi 2:18 pm pada 18 Maret 2011 Permalink nice story. Kalau ia mendengar aku akan menikah lagi. Menjadi penunjang ekonomi keluarganya. kisah teladan ( 352 ). apakah Ia sudi menjalaninya. kisah islami ( 268 ). . menjadi istri yang dimadu? Perempuan janda yang akan kunikahi itu tidak terlalu cantik. Usianya sekitar empat puluh lima tahun. aku akan menjadi ayah dari anak-anak mereka. Kehidupan keluarganya selalu kekurangan karena penghasilan yang tidak memadai. apakah istriku bersedia menerimanya? Dulu aku sudah berjanji pada istriku. bahwa kami akan setia sehidup semati. Tapi. izin share  erva kurniawan 1:44 am pada 12 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita teladan ( 355 ). Sehari-harinya perempuan itu menjadi pelayan di sebuah rumah makan.

“Nanti saja akan ayah ceritakan setelah kalian pulang dari rumah nenek. seperti temantemannya. Karena ayah dan ibu punya urusan yang sangat penting!” “Maksud ayah apa?!” lagi-lagi Arman menyela. “Mas harus pikir masak-masak. “Baik. menjelaskan pada mereka bahwa aku akan menikah lagi! Suatu sore seluruh keluargaku kukumpulkan di ruang tengah. mengapa aku mengumpulkan mereka. pasti suatu saat akan tercium juga. Aku tidak mau memberi contoh yang tidak baik pada mereka. Dan anak-anak kelihatannya senang menerima kehadiran mas. Apakah hal itu sebaiknya kurahasiakan? Aku tidak mau berbohong pada istri dan anak-anakku. bukan itu. Baiknya aku berterus terang saja. kusampaikan maksud kedatanganku. Tentu biaya yang ditanggung itu cukup berat bagi seorang perempuan tak bersuami yang tidak memiliki karir bagus dalam pekerjaannya. “Lho?! Kok. bagaimana dengan keluarga mas sendiri?” Pertanyaan itu tak bisa kujawab. yah! Ceritanya diterusin!” “lya. Mengapa tidak lebih baik kuceritakan pada istriku saja? Kalau istriku setuju. Aku sendiri belum tahu apa reaksi keluargaku bila mendengar aku akan menikah lagi. rasanya tak baik menceritakan hal ini pada seluruh keluargaku. Kamu dengar dulu cerita ayah. Senyumnya tak lagi terlihat. Seperti ada sesuatu yang sangat penting. “Ayo dong. mungkin kita akan berangkat umroh ke tanah suci sekeluarga untuk yang kedua kali?” “Bukan. Tapi. Begini anak-anak. Juga istriku. Hal itu membuat istriku tersenyum. anakanak mungkin lebih bisa diatur.” . Setelah kutimbang-timbang. Perempuan yang masih sangat kelihatan cantik itu tampak bangga melihat putra bontotnya kritis begitu. Seadainya ditutup-tutupi. Istri dan anak-anakku tampak bertanyatanya. yah? Ayah mau membawa kami keliling Bandung lagi? Atau. Saya sendiri sangat bersedia menjadi istri mas. ayah ini gimana sih? Katanya mau cerita??” Kupandangi keempat anakku. Yang dua SMP dan satu lagi masih SMP. MungKin mereka ingin memiliki ayah. Dan ketiga anakku yang lain semakin bingung.Aku sudah lima kali berkunjung ke rumahnya. Dan kalian semua. Keempat anaknya menerima kedatanganku dengan baik. Ketika berada di rumahnya. Yang tertua kelas tiga SMA. Istriku masih tersenyum-senyum. Besok kalian akan ayah titipkan di rumah nenek. “Ada apa sih. Atau mungkin juga mereka berfikir akan mendapatkan kejutan. anakku yang paling kecil. menjadi ayah anak-anaknya. bahwa aku akan menikahinya. jadi ikut-ikutan bingung. ayah jadi ragu begitu?” sosor Arman. Nada. akan ayah lanjutkan. Mereka terlihat penasaran pada cerita yang akan kusampaikan. jangan dulu marah pada ayah. Ayah akan menceritakan…” Tiba-tiba aku berubah pikiran.

tadi siang sebenarnya ayah ingin bercerita di depan anak-anak. Dan yang dimaksud kurang bagi ayah adalah…” Kali ini istriku tak lagi tersenyum. “Namun ayah merasa masih ada sesuatu yang kurang. demi anak-anak. Ia mulai terisak. paling masuk akal. terkejut. begitu rileksnya. Ibu cuma minta… kejujuran ayah… apa yang menyebabkan hal ini tejadi…” . Aku yakin istriku akan terkejut mendengar pengakuanku nanti. setelah mendengar apa yang akan kusampaikan nanti. atau terkejut sekali! Aku ingin ia terkejut biasa-biasa saja. sehingga istriku tidak terlalu terkejut. Tapi ayah khawatir anakanak tidak siap menerimanya. Setiap tahun kita pun tak pernah berhenti mengundang orang-orang tidak mampu untuk diberikan sedekah. “Ibu rasa…. saat anak-anak kutitipkan di rumah nenek mereka. Kita memang sudah cukup banyak beramal. paling bisa diterima. Ayah ingin hidup kita bahagia. yakni agar menjaga kemungkinan yang tidak mengenakkan terjadi. bagi keluarga besar kita. Apakah ia bersedia bila aku menikah lagi? Aku mesti mencari kalimat yang paling enak. Dan aku tak mau ia akan terkejut dengan main-main. bagi anak-anak. Kalau tiba-tiba istriku mengamuk di depan anak-anak. Air mukanya seperti orang berharap-harap cemas. aku akan berterus terang pada istriku. Kita tak pernah lupa menyisihkan bagian harta kita untuk yayasan anak-anak yatim dan panti jompo. barangkali karena keterbatasan ibu sebagai manusia biasa. paling beralasan. khawatir akan menyebabkan kekacauan pada diri mereka nantinya. juga demi persiapan kebutuhan kita kelak. yang tak luput dari kekurangan. Menunggu sebuah keputusan yang tak bisa diterkanya. ayah dan ibu pernah bersumpah sehidup semati…” Tiba-tiba kulihat airmata istriku berair. terkejut biasa-biasa saja…? Apa ada? “Begini bu. Aku melihat ia menghela napas perlahan. juga bagi lingkungan. Selama ini ibu merasa sudah menjadi ibu yang baik bagi ayah. Dan ayah pikir. “Kalau ibu merasa bersalah… hiks… maafkan ibu… Tapi… jangan terlantarkan anak-anak kita…. Hiks… yang selama ini telah kita rawat dengan baik. Mengapa hal ini kulakukan tidak di depan anak-anak. Dan seandainya istriku menahan amarahnya demi menjaga nama baiknya di depan anak-anak. Aha. ayah jadi tak enak mengutarakan ini… Sebab. Kalau masih ada yang kurang dari ibu.“Yaa. ayah terus terang saja.” Istriku menatapku. Aku ingin tahu tanggapan istriku sejujurnya. sampai akhir hayat…” Istriku mengangguk. “Selama ini ayah telah bekerja keras demi ibu. mereka belum mengerti pada hal-hal yang akan ayah ceritakan. ayah…!” Semua anak-anakku protes. Malam itu. Ya. ini juga tidak baik. Ibu mereka membujuk agar mereka mau mengerti. Senyumnya masih tersisa.” “Maaf bu. dengan tak lupa menyunggingkan senyumnya. Nampaknya perempuan cantik yang sangat kusayangi ini sudah mengetahui maksud pembicaraanku.

siapa yang mau menceraikan ibu?!” Istriku diam. Namun suatu sore. Kami bicara seperlunya saja. aku beranjak ke kamar mandi. Di depan anak-anak. kami berpura-pura mesra. “Bu. tapi ia mengelak. sambil tubuhnya terguncang-guncang karena isak tangis. dan aku tak bisa tidur di ruang tengah. Padahal anak-anak belum pulang karena tes tambahan. ketika suara azan subuh terdengar.Isak itu semakin menjadi-jadi. Aku mengambil wudhu lalu melangkah ke ruang sembahyang. tapi isaknya masih sesekali terdengar. dengar ya…” Aku ceritakan tentang seorang janda yang memiliki empat anak yang masih sangat membutuhkan seorang ayah. atau yang terbesar mungkin sedang mampir di rumah salah satu temannya. Selama seminggu aku dan istriku berdiam-diam. Namun tak berhasil menangkapnya karena ia telah mengunci pintu kamar dari dalam. Aku bingung bagaimana menjelaskannya. “Bagaimana Bu? Apakah ibu mau menerimanya??!” Istriku menarik nafas dengan berat.. saat aku pulang kantor. istriku ke kamarnya mengunci diri. Huh. aku tak akan mampu menjelaskan pada anak-anak mengapa ibu mereka menangis. ceraikan saja yah… ceraikan saja…” Istriku menangis. aku sudah melihat istriku tengah bersujud. . Di sana. dengar dulu…” “Kalau ayah sudah tak sayang padaku. “Bu. Menghelanya sambil menggelengkan kepala. Aku sungguh beruntung telah mengungsikan anak-anak ke rumah nenek. “Ssst…Bu…” ”Ayah…tak usah…memberikan alasan macam-macam…! Tak perlu… bicara panjang lebar…! Hanya akan membuat sakit hati ibu! Hiks…Kalau ayah… hendak menceraikan ibu… ibu akan menerimanya dengan lapang dada…! Biarkan anak-anak ibu rawat... Aku merengkuh tubuhnya. Pagi-pagi sekali.. Ia sudah termakan oleh perasannya sendiri. Aku mengejarnya. Seminggu ini aku memang kehilangan konsentrasi mengurus anak-anak. lalu berlari ke kamarnya. Namun selepas anak-anak keluar rumah. Semalaman ini istriku mengunci diri di dalam kamar. “Bu. baru kali ini ia begitu.! Dan ayah bisa pergi dengan perempuan lain yang menjadi pilihan ayah…!” “Bu… dengar dulu…” Tangis istriku makin menjadi-jadi. Sebab kalau tidak. “Bu…?!” Istriku tetap diam. Kuceritakan dengan jujur bagaimana perempuan yang hendak kunikahi itu. pintu kamarnya lupa terkunci.

genderang perang sudah berbunyi. Ia kudapati tengah membaca sebuah majalah. Sebelum ini aku tak pernah mendapat kesempatan bicara padanya. Ia masih saja diam. aku meneteskan airmata kesedihan di depan istriku. barangkali hatinya telah remuk. Aku menyuruh mereka segera pulang. anak-anak berangkat tidur. Tapi kini. aku juga berharap mendapat kasih sayangnya. aku tidak menemukan istriku. Tapi kali ini. Ketika kubuka. istriku sudah kembali ke rumah. masuk terlebih dahulu ke kamar. keinginanku menikah dengan perempuan janda dengan empat orang anak itu bukan semata-mata rasa kasihan pada mereka. Padahal aku tahu. Aku tak mau menyalahkannya. tak lebih dari dua jam kami akan akur kembali. “Bu… maafkan ayah…” Baru kali ini. . maafkan kata-kata ayah tempo hari. Kalau pun pernah. Sebab aku harus menyelamatkan keluargaku. “Bu. Namun juga karena benih cinta yang secara tak sengaja bersemi di antara aku dan janda penunggu rumah makan itu. Rupanya. Tapi istriku tak menunjukkan perubahan sikap. Istriku seperti biasa. Ia memang perempuan yang sangat pandai menjaga perasan di depan anak-anak. memberikan konsentrasi penuh terhadapku. Selama ini kami tak pernah serius bertengkar. sepertinya ia siap mendengar kata-kataku.Di dalam kamar. Ketika kutanya. ia masih belum tidur. sekaligus bisa membantu keluarga perempuan itu. Selain ingin menikahinya. Kesalahan harus kutumpahkan pada diriku sendiri. “Bu…” Istriku melipat majalah. Sungguh perubahan yang sangat menggembirakan. terlihat sangat ceria di depan anakanak. Di kamarku sendiri. Istriku sepetri biasanya. Lalu kuhubungi nomor telepon genggamnya. terlihat begitu santai. sudah seminggu kami berdiam-diam. Aku sangat beruntung menjadikannya sebagai istri. aku bagai orang asing. Menjelang malam. kecuali oleh ajal! Sore menjelang malam. Ayah lelaki yang tak mensyukuri karunia Tuhan…” Aku berhenti. sepanjang sejarah pernikahan kami. Menarik kembali sayap istriku yang mungkin hendak terbang meninggalkanku! Biar bagaimanapun. Aku dan dia telah berjanji sahidup semati. Dan nampaknya semua itu tak mungkin aku lakukan. yang merasa terpenjara oleh perasaannya sendiri. ia tak menyahut. seolah tak mau memotong kata-kataku. Sebelum anak-anak pulang. Ayah memang lelaki tak tahu di untung. Aku tak mau mengorbankan keluarga hanya karena kepuasanku semata. Kami tak mungkin bisa dipisahkan. kami semua berkumpul. Ternyata tidak diaktifkan. Inilah mungkin hukuman bagi orang yang bersalah. Tetapi kali ini ia tak menguncinya. Namun aku tidak mau berperang dengan istriku sendiri. Setelah itu kuhubungi anak-anakku satu persatu. aku tak mau kehilangan istriku. Sejujurnya kuakui. Ayah sungguh menyesal mengatakannya pada ibu.

Demi Tuhan. Tak sadar. “Bu…” “Sudahlah. Menunjukkan kasih sayangnya. Selama ini ibu mengurung diri bukan bermaksud membenci ayah. dan terbersit rasa sayang ayah terhadap perempuan itu. Mari kita tidur…” Istriku menggeser tubuhnya. ibu ikhlas melepas ayah… untuk menjadi kepala keluarga bagi mereka… Hanya saja.” Dengan teramat tegar kata-kata itu diucapkannya. Tak lama kemudian kudengar dengkuran. Dan malam itu. Aku tak beranjak ke mana-mana. istriku masih tetap membelai-belai rambutku.. lalu beringsut mematikan lampu kamar. aku tak berkutik di sampingnya. “Ibu minta maaf telah menyusahkan ayah..“Bu… maafkan bila ayah telah khilaf… Ayah tak mau kehilangan ibu. Ibu hanya perlu menenangkan diri agar perasaan sakit yang ibu rasakan tak terlihat oleh orang lain. Aku menjadi seperti anak kecil yang manja pada orang tuanya. lalu merapatkan tubuhnya ke dekatku... ayah tak mau bercerai. meski kedua biji mata ini sulit sekali kupejamkan *** Dari Sahabat • nisa 3:43 pm pada 17 Maret 2011 Permalink sad story…. apalagi oleh anak-anak kita… Tadi siang ibu sudah mendatangi perempuan yang menjanda itu. yang selama ini tak pernah hilang sejak kami menikah dulu. ia membelai-belai rambutku. Dan kurasakan. Namun ketika kutatap wajahnya. ga. • . aku di sebelahnya. :( antara hancurnya hati seorang wanita dan ketabahannya. Semuanya sudah jelas. bisa dijelaskan dgn kata. halusnya. Ia meluruskan tubuhnya di ranjang. biarkanlah hal ini menjadi rahasia kita berdua. kepalaku sudah berada di pangkuannya.kata. Nampaknya mereka memang memerlukan seorang lelaki untuk menjadi pelindung mereka…” “Kalau sekiranya ayah bersungguh-sungguh mau membantu mereka. dan bertemu dengan anak-anak mereka. yah… jangan lagi bicarakan masalah ini. “Ayah… ibu juga minta maaf…” Sambil berkata begitu. kulihat bola matanya basah. Anak-anak jangan sampai tahu. Dan ayah berjanji tak akan menikah lagi…” Istriku beranjak dari tempatnya.

aku teringat adik pengojeg yang memiliki 2 tanggungan sementara menanggung pula adik iparnya beserta 1 anak yatim masih harus membagi dua hasil ojegnya . Istriku cukup memahami situasi kegalauanku sehingga tidak banyak bertanya. mudah-mudahan beras di rumah cukup untuk beberapa hari ke depan. sudah habis persediaan di rumah. usai sholat Subuh. Bagaimana tidak galau 10 hari lagi adalah waktunya hutang. Istriku berucap perlahan seolah takut membuatku marah. masih terlalu mahal. biar Allah saja yang mencukupkan” Akhir-akhir ini memang aku sangat sensitif karena sedang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan. semua asli ciptaan Allah. “Ya Allah lindungilah aku dan keluargaku dari tekanan hutang piutang” do’aku dalam hati. sudah enam bulan dan entah sampai kapan. sudah terlambat tujuh bulan dan entah kapan serta bagaimana terealisasinya. cukup untuk hari ini” Tertegun dan sedih dalam hati “Ya Allah sampailah saatnya aku tidak sanggup membeli beras. “Pak. Sayur. percuma menggerutu hasil operasi pasar. uang kita tidak cukup membeli beras. ikan pasti sulit cari yang palsu. cerita teladan ( 355 ). kisah islami ( 268 ). Tiada terasa sampailah ke pedagang beras dan Istriku berujar: “Pak. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Sedekah Dikembalikan Kontan Berlipat Pada pagi yang biasanya mendung itu. Sepanjang-jalan ke pasar kami tidak banyak berbicara. Sementara pembayaran hasil usaha belum dibayar. mudahkanlah kami ya Allah” Seminggu setelah itu. Seperti biasa di pasar kelompok basah tidak ada barang palsu. antar ke pasar yuk. daging. cerita nasehat.rossi 10:57 am pada 26 Maret 2011 Permalink panjang n ber belit belit…  erva kurniawan 1:35 am pada 8 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kita pulang saja.hutang pinjaman usaha ke Bank harus kami cicil kembali untuk pembayaran bulan ini dan luar biasa rekening bank sampai bisa bernilai nol karena dipotong pembayaran atomatis. Ibu masih ada sedikit uang. aduuh rasanya harus bersyukur masih mudah merasakan keaslian ciptaanNya. kisah teladan ( 352 ).

Terlintas pula tetangga tukang bangunan yang sedang tidak memiliki pekerjaan sementara Istrinya menjadi pembantu rumah tangga harian dengan 4 tanggungan anak. kenikmatan beribadah dan beramal dan masih banyak lagi… semua adalah rejeki. kami memiliki jalan lagi dari Allah untuk mengumpulkan harta bekal `pulang’ kami nanti. lega berbuat sesuatu yang diperlukan orang lain. Hari ini adalah saatnya pembayaran cicilan pinjaman bank. kami hanya dapat melakukan Dhuha dan Istikharah saat itu. Keesokan malamnya dalam hujan setelah menempuh 1.setiap hari dengan tetangganya. Kalau dibandingkan secara matematis maka beras sedekah itu dibayar kontan oleh Allah sebesar 300 kali lipat. sebenarnya bukan harta kita tapi harta warisan ahli waris kita…Astagfirullah jangan sampai kita sibuk mengurus harta ahli waris kita sementara kita lupa `bekal pulang harta’ kita sendiri. kupanjatkan pada Allah bahwa aku tidak mau menganiaya diri sendiri dengan menambah hutang. Mereka pasti lebih sulit dari aku. Allah Maha Pengatur. Ternyata rejeki tidak hanya uang. ku harap hanya Allah saja yang memudahkan seluruh urusanku apapun bentuknya. Selama ini mereka menerima raskin 5Kg/Bln/Jiwa. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan” (QS 2: 245) Oleh: Tabuat Ahusan *** Dari Sahabat . Diawali sholat mutlak. Hanya ada 1 rasa saat itu. Maha Suci Allah. datang adik beserta istrinya yang ternyata sedang hamil 7 bulan untuk mengambil beras. mudah-mudahan sudah ada pembayaran. Bonus yang didapat karena Allah adalah membebaskan satu keluarga dari pinjaman rentenir dan memberikan satu keluarga lain sarana usaha. dengan meminjam kembali ke Bank.5jam perjalanan. hanya untuk 3 karung beras dengan niat 2 karung sedekah ikhlas karena Allah SWT. Setelah selesai tiba-tiba aku teringat bahwa masih ada jalan untuk membeli beras dibanding pengojeg dan tukang bangunan itu. aku punya sedikit keleluasaan berhutang. Terlambat satu hari. Istriku menelepon bank. denda dan bunga bank cukup menyakitkan. rasa bergantungnya pada Allah akan terasa lain dan tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Lebih cepat satu hari. kesehatan. tetapi momen. maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. kejernihan hati dan fikiran. keselamatan. ternyata belum…dug seperti dipukul palu untuk kesekian kalinya. pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah). kembali hanya ada 1 rasa saat itu. mudah. Istriku menangis karena merasa terdesak. Hari itu kami berhutang kembali. Ya Allah Alhamdulillah dalam rekening sudah ada pembayaran hasil pekerjaan dan kami tidak perlu mencicil tapi karena ijin Allah dapat dilunasi semua. tidak lebih. Ya betul-betul harta untuk bekal kami sendiri bukan untuk diwariskan. Sepulang dari pasar kami langsung ke rumah tetangga tukang bangunan.mudahan mendatangkan kebaikan bagi semua. lega berbuat sesuatu yang diperlukan orang lain. bila kubelikan 3 karung beras dan 2 karung ku sedekahkan pada pengojeg dan tukang bangunan untuk memudahkan mereka. Menjelang waktu Dhuha. kami serahkan 1 karung saat Istrinya masih bekerja. mudah-mudahan mendatangkan kebaikan bagi semua. “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah. Sedangkan harta yang katanya milik kita.

gak apa-lah. Kepulangan ku menuju rumah di bilangan bintaro. Karenanya. sebuah cemilan cekung berwarna merah yang terpampang di sudut kiri atas etalase sebuah warung kecil. hingga aku pun bergumam. sama seperti hari-hari biasanya. dengan .” 18. kumpulan kisah teladan ( 284 ) ‘Pembalasan’ di Stasiun Kereta Api Oleh Denny Hermawan ** Senin. Budget-ku pada hari itu tinggal-lah ongkos untuk pulang ‘plus’ seribu-dua ribu yang dapat aku gunakan untuk jajan cemilan (walau aku juga membawa uang lebih untuk keperluanyanglain. cerita nasehat. kisah islami ( 268 ). 18. terpaksa tertunda. telah mencuri hatiku untuk mendekatinya. 45 WIB Tiga puluh delapan menit berlalu sudah dari yang seharusnya kereta api itu telah sampai di tempatku berdiri saat ini. pukul 18. tangerang. dan aku pun menunggu kembali. 12 Maret 2007. 48 WIB “Duhh… Lapar”.dasar Indonesia. “Hmm. kisah teladan ( 352 ). “Ah. cerita teladan ( 355 ). Telat-telat juga. Beli apa ya?” Kebingunganku di dalam memilih makanan saat itu sebenarnya didasari oleh konsep hidupku. tapi aku berusaha untuk tidak menggunakannya). erva kurniawan 1:25 am pada 5 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Akhirakhir ini aku sedang berusaha untuk disiplin di dalam berbagai hal. Mana ada sih transportasi yang on-time. Pemandangan stasiun kali itu terllihat lebih lengang. Hal ini disebabkan oleh terlambatnya kereta api ekspres jurusan serpong. “Yah. memaksa mataku untuk memandang ke sekeliling stasiun. aku mencoba mencari makanan dengan harga yang sesuai. Ada kemungkinan sebagian besar penumpang telah terangkut di pemberangkatan sebelumnya. tiba-tiba saja desakan organ-organ lambungku yang sudah setengah hari ini belum mendapat suplai makanan. mencari tempat-tempat yang menyediakan penganan ringan. Dukuh-Atas Hari itu. termasuk masalah pengeluaran uang. karena dari ukuran bungkusannya pun juga kecil. yang penting aku berpeluang mendapat duduk di kereta ekspres pemberangkatan terakhir itu… “. Dan benar saja. “Eh ada keripik pedas tuh!”. Aku yakin bahwa harganya pastilah tidak terlampau mahal.. 05. tidak ‘sesumpek’ biasanya.uangku terbatas nih.

ini terlihat dari tangan kirinya yang memegang sapu bertangkai rendah. yang sepertinya ia masih dapat menahan rasa laparnya Dan akupun bermaksud mengambil kembali penganan. Toh gak setiap saat aku mendapatkan kesempatan memberi ‘sesuatu’ pada orang-orang sepertinya.”. aku sudah tahu bahwa ada orang di sampingku. 50 WIB “Kepada para penumpang kereta api ekspres jurusan serpong. Ya.” Sebuah pengumuman keras melalui speaker stasiun mengusik keasyikan prosesi ‘ngemil’ yang sedang kujalani. rasa haru dan suka menyeruak di . Subhanallah. Tapi. Namun sebelum aku bertindak. sekali lagi aku harus sabar menunggu. atau memberi kepada tukang sapu kereta itu. Kami mohon maaf atas keterlambatan ini dan kepada para penumpang diharap untuk bersabar.alhamdulillah. menuju tadahan tangannya. Barangkali pada sore itu ia belum makan dan ini sangat mungkin sekali. aku harus keluar uang lagi dong. belum selesai ku keluarkan bisikan-bisikan kecilku. Ia adalah seorang penyapu kereta. Aku bukannya tidak tahu sama sekali akan kehadirannya. yang sejurus kemudian telah memegang sekantong keripik pedas dan air mineral. sambil…. sekantong kecil keripik pedas ‘plus’ segelas air mineral telah berpindah ke tanganku. Maka tak lama kemudian. ia terlihat kuyu dan agak lemas. keadaanya tidak lebih baik dariku (saat itu). aku kan sudah janji untuk disiplin dengan budget harian ku. Seribu lima ratus memang bukan uang yang terlalu besar sih. Hmm. gak apa deh deh. Setelah mengucapkan terima kasih. walau konsekuensinya sih. “Ahh. sekeping-dua keping keripik pedas dan beberapa seruputan air mineral perlahan mulai masuk ke dalam mulutku. ia tidak menolak dan langsung menerima pemberianku. persis seperti apa yang kubeli sebelumnya di warung yang tidak jauh posisi dudukku saat itu. sekedar melihat suasana sekeliling. Karena untuk berpindah ke jenis kendaraan lain aku harus menggunakan jalur bis Blok M – Bintaro yang justru akan memakan waktu lebih lama lagi. aku harus mengurangi budgetku hari esok dikarenakan telah digunakan hari ini. terduduk dan tertunduk sambil memainkan kaki tanpa alasnya di atas aspal statisiun. dan lagi aku hanya asyik makan dan minum sendiri sementara disebelahku ada orang lain. di informasikan bahwa kereta api masih terhambat di stasiun manggarai. untuk diberikan kepada pemuda tanggung itu. sebuah keraguan datang menghampiri. Namun pada akhirnya aku tak kuasa menahan gerak tangan kananku. bisikku pada diri sendiri. sambil sesekali tangannya menyeka keringat yang mulai mengucur membasuhi kening dan mukanya. Persis seperti yang kukira.kalau aku membelikan untuknya. apakah memilih disiplin terhadap budgetku.berbekal uang Rp 1500. Namun yang aku kritisi ialah aku tidak memperhatikan dengan jelas siapa orang itu. persis seperti apa yang kubeli beberapa saat yang lalu. Seorang remaja tanggung dengan usia sekitar 10-12 tahun. “Wah. “Hmm asyik juga untuk merenung nih. Baginya.bagaimana ya?” Aku sempat bingung untuk melangkah. Dengan sehelai baju tipis dan celana pendek selutut yang melekat di tubuhnya. Sebelum terduduk di kursi panjang tempatku bersantai saat itupun.nikmatnya “ 18. Bismillah… “ Ucapan basmalah mengiringi perpindahan ‘snack’ yang kubeli untuk keduakalinya itu. barangkali penghasilan yang didapat masih lebih baik ditabung untuk keperluan di rumahnya ketimbang membeli makanan. Jadikan makan itu barakah baginya ya Allah… “. Kereta sedang dalam perbaikan AC. sambil sesekali menengok kekiri dan kekanan. aku tertegun pada sebuah sosok yang berada tidak jauh dari posisiku. “Ahh. “Tetap sepi”. sekitar 2x waktu perjalanan menggunakan kereta api. Tangan kanan dan mulutnya sibuk berkoordinasi antara mengambil dan menyantap penganan keripik dan air mineral itu. Maka aku pun kembali melanjutkan aktivitas ngemilku. ia memulai untuk mencoba menikmati rezeki Allah sore itu. yang bila kutebak. “Hmm. berayun dan berhimpitan didalamnya disebabkan oleh gencarnya gigi dan lidah-ku mencengkramnya.

Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan” (QS 2: 245) *** Eramuslim. Selain itu. dan itupun belum terhitung waktu telatnya). Silahkan naik ke loket 1. perjalanan menggunakan kereta ekonomi dimalam hari memang menjadi pertimbangan khusus bagiku..” Rasa penasaran yang masih berkecamuk sengaja kubiarkan sembari mencari info diloket 1 yang dimaksud. ini bagaimana jadinya? Kami harus berganti kereta ekonomi?” Pertanyaan inti langsung kuungkapkan kepada petugas loket 1 begitu aku tiba di sana “Oh nggak. Dan yang kedua. aku. kereta tersebut masih bisa dijalankan. 52 WIB “Diberitahukan kepada para calon penumpang kereta api serpong ekspres. seiring datangnya kesejukan di jiwa tatkala melihat pemandangan yang jarang aku dapatkan itu. pengumuman dari moncong pengeras suara stasiun kereta api menghardik aktivitas menungguku. Amiin… “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah. namun itupun masih harus menunggu sekitar 1 jam lagi (pemberangkatan pukul 19. yang kugunakan untuk makan kecil pemuda itu.500. Kami mohon maaf sebelumnya karena kereta ekspres jurusan serpong. Maka dari itu. “Subhanallah… Allahu Akbar… “. Semoga. kesan dan makna itu juga dapat melekat & mengilhami kepada para pembaca. maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Namun begitu. ini adalah pertamakalinya aku bisa menaiki kereta ekspres dengan tarif ekonomi. yang aku tidak berharap apa-apa darinya.. Aku memiliki alasan untuk bersikap demikian. untuk tetap percaya kepada janji-janji yang telah Ia berikan dan istiqomah di jalanNya. aku UNTUNG! kalau dihitung dari angka. aku lebih memilih menggunakan kereta ekspres walau tarifnya lebih mahal “Maaf pak. Pertama. lebih pada hal ‘keamanan’.hatiku.) maka aku masih mendapatkan Rp 5. sejujurnya aku tak pernah berpikir sampai sejauh itu.” Malam itu menjadi malam yang berkesan dan bermakna bagiku. walau tanpa AC. Jadi bapak dan penumpang lainnya kami kenakan tarif kereta ekonomi untuk pemberangkatan kali ini” “Hah. setahuku memang ada 1 pemberangkatan kereta ekonomi jurusan serpong.aku. mengingat perjalanan menuju rumahku hanya memakan waktu sekitar 40-60 menit. Padahal. walau tanpa fasilitas AC. “Ya Allah…ia begitu menikmatinya” 18. Mengenai kereta ekonomi. atau ada pergantian jenis kereta? Tapi kalau harus naik kereta ekonomi. ACnya belum bisa diperbaiki. dan terjadi saat itu juga… Tanpa pernah aku menduganya. keterkejutan di hatiku menggumpal begitu saja tatkala mendengar kabar yang baru saja masuk ke telingaku. aku masih lebih beruntung karena tidak harus berganti tujuan menuju blok M.com . ini yang menjadi ketakjubanku.000. aku kembali tertegun membayangkan semua ini. dan apabila dikurangi pengeluaranku untuk pemuda tukang sapu tadi (Rp 1. Dan bagiku itu tidak terlalu bermasalah. yang pastinya memakan waktu lebih lama lagi. perubahan tarif kereta ekspres menuju ekonomi menghasilkan selisih Rp 6. benarkah ini?!”. Dari sisi waktu. Engkau balas berlipat-lipat. “Apa… Apa maksud pengumuman tadi? Apakah pemberangkatan di batalkan. sembari berusaha mempercayai apa yang baru saja terjadi. “Ya Allah pembalasanMu Engkau realisasikan saat itu juga. namun kali ini dengan sedikit kernyitan didahi. anda dipersilahkan menukar karcis kereta ekspres anda dengan karcis kereta ekonomi.” Sekali lagi. Itu baru dari segi angka. bukan begitu.500. Aku tak pernah mengira bahwa uang yang ku keluarkan tadi. 45. Terima kasih ya Allah… Alhamdulillah hirabbil ‘alamiin. pinjaman yang baik (menafkahkah hartanya di jalan Allah).

ketika tiba2 ada seorang pemuda lusuh nongol di jendela mobil kami. seperti biasa. Maklum. Saking lamanya. kami pun ngobrol. jawabku. joki gado-gado sudah menanyakan mau makan apa. kisah teladan ( 352 ). Aku lirik sepatuku. erva kurniawan 1:25 am pada 2 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). “Semir om?”. Kami masih bisa milih parkir yang enak. Bisa makan di mobil soalnya. Kami pesan dua porsi gado-gado + tehbotol. Ide ke soto pak Sadi segera terpatahkan begitu melihat bahwa yang parkir sudah sampai sebrang-sebrang. Baru ada beberapa mobil. Tempat yang cukup teduh. “Makan siang yuk”. ajaknya. So. Mungkin karena masih pada jumatan. Dia menerimanya lalu membawanya ke emperan sebuah rumah. cerita nasehat. Akhirnya kami memutuskan makan gado-gado di Kertanegara. Sambil menunggu pesanan. Mungkin supaya nyemirnya nyaman. “Oke”. kami masih belum ada ide mau makan dimana. . kisah islami ( 268 ). Begitu parkir. aku kan karyawan sok sibuk… Tanpa sadar tanganku membuka sepatu dan memberikannya pada dia. Ugh. cerita teladan ( 355 ). minum apa. kami agak kaget. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Jujur ** Siang ini tadi yayangku tiba-tiba nelpon. tanyanya. Selepas SCBD. Sampai di sana masih sepi. kapan ya terakhir aku nyemir sepatuku sendiri? Aku sendiri lupa. Tempat yang terlihat dari tempat kami parkir. So she picked me up at the lobby of Jakarta Stock Exchange building.

Kenapa jadi kita yang mengharapkan bahwa semua orang harus menyemir ? hihihi… Perbincangan pun bergeser ke topik lain. masih mau memberi. . Uang sisa parkir. Tangannya seperti menyemir secara otomatis. Seribu aja”. Allah sudah sedemikian baik bagiku. Bisa buat apa sih sekarang? But. Siang ini aku seperti diingatkan. masih menenteng kotak semirnya di satu tangan. Pergi ke mobil satunya. dia juga mendapat pandangan curiga. (sudah mulai ramai). Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami apa yang dia rasakan. Soalnya setahuku jasa nyemir biasanya 2 ribu rp. tapi perilaku-ku belum seberapa dibandingkan dengan pemuda itu. di beberapa mobil. Dan setiap kali dia ditolak. Pembicaraan pun bergeser ke pemuda itu. Padahal keadaanku sudah -jauh. yang dalam kekurangannya. Ah. Pandangan matanya kosong. Lalu pandangannya kembali kosong. Terlalu tua untuk jadi penyemir sepatu. Lalu kuberikan kepadanya. Konyol ah. Kutarik 2 buah lembaran ribuan dari kantong kemejaku. Ditolak lagi. Kulambai dia. BOOM. Aku masih terbengong-bengong waktu nerima uang seribu rp yang dia kembalikan. Se-ri-bu Ru-pi-ah. Mata kami lekat padanya. Tertunduk lesu… Kami pun selesai makan. Seperti orang sedih. ke aku. Penyemir tadi belum aku bayar.lebih baik dari dia. Tiba-tiba kami tersadar. Dia berkata kalem “Kebanyakan om. Ditolak lagi. Perbincangan kami mulai ngelantur kemana-mana. Tentang kira2 umur dia berapa. Kadang2 matanya melayang ke arah mobil-mobil yang hendak parkir. Duduk di atas kotak semirnya. sepertinya kami juga merasakan penolakan itu. Ditolak. ya jadi pak ogah. Pikiranku tiba-tiba melayang. Menawarkan jasa. yang sudah berkelebihan. orang seperti dia masih berani menolak uang yang bukan hak-nya. Melangkah lagi dengan gontai ke mobil lainnya.Pesanan kami pun datang. Di kejauhan aku masih bisa melihat pemuda tadi. kenapa dia jadi penyemir dll. Kami masih makan saat dia selesai menyemir. Akhirnya dia kembali ke bawah pohon. Umur sekitar 20-an. dia bergerak menjauh. Betapa aku masih sedemikian kerdil. Sambil memperhatikan pemuda tadi nyemir sepatuku. dia merasa cukup dibayar segitu. Seperti ada yang dipikirkan. Kami makan sambil ngobrol. Kelihatannya dia memendam kesedihan. It-just-does-not-compute-with-my-logic! Bayangkan. Dia menyerahkan sepatunya padaku. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil. selain penolakan. Bahwa kejujuran itu langka. Tiba-tiba aku merasa ngeri. Menawarkan lagi. Nyengir. Belum lagi dia kubayar. Biasanya pemuda umur segitu kalo tidak jadi tukang parkir or jadi kernet. pagi tadi dia mandi apa enggak. menuju mobil-mobil yang parkir sesudah kami. Bahkan. Siang ini aku merasa mendapat pelajaran berharga. Betapa aku masih suka merasa kurang dengan gajiku. iya. Who said life would be fair anyway. mendapatkan penolakan dari satu mobil ke mobil lainnya. Jawaban itu tiba-tiba serasa petir di hatiku. Absent minded.

yaitu besi” (kita mafhum bahwa gunung batupun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi). cerita teladan ( 355 ). kisah islami ( 268 ). cerita nasehat. kisah teladan ( 352 ). ternyata bumipun terdiam. maka bumipun bergetar. sbb : Tatkala Allah Ta’ala menciptakan bumi. “Ada. adakah sesuatu dalam penciptaanMu yang lebih kuat daripada gunung?” Allah menjawab. dan kepada Allah? *** Dari Sahabat • nurvhie 3:23 pm pada 2 Maret 2011 Permalink true story yang begitu menggugah nurani.Sudahkah kita berani jujur? Kepada diri sendiri. Kemudian mereka bertanya “Ya Rabbi. kepada orang lain. . Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kekuatan Sedekah Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. thx atas sharingnya  erva kurniawan 1:53 am pada 25 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).

Para malaikat bertanya lagi “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi?” Allah yang Maha Suci menjawab, “Ada, yaitu api” (besi, bahkan bajapun bisa menjadi cair dan lumer setelah dibakar api), Para malaikat kembali bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api?” Allah yang Maha Agung menjawab, “Ada, yaitu air” (api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram air), Para malaikatpun bertanya kembali “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air?” Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada lain karena kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat). Akhirnya para malaikatpun bertanya lagi “Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua?” Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya”. Artinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain. Berkaitan dengan ikhlas ini, Rasul Allah SAW mengingatkan dalam pidatonya ketika beliau sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah: “Wahai segenap manusia ! Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat, dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang diniatkannya”. Oleh karena itu hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya karena Allah semata, tanpa tendensi ingin dipuji, dianggap dermawan, dihormati, dll yang dapat menjadikan sedekah kita menjadi sia-sia. *** Dari Sahabat

 erva kurniawan 1:21 am pada 22 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

20 Menit Penuh Senyum Oleh: Hafizh Kharisma “Selamat siang Bu… selamat siang Pak…” suara satpam itu ramah menyapa setiap orang yang masuk ke dalam sebuah bank pemerintah. Selain membukakan pintu bagi yang akan masuk dan keluar ruangan, dia juga seringkali mengantar mereka dengan pertanyaan “ada yang bisa saya bantu?” dan kemudian dengan sigap tangannya mengarahkan pada kertas yang berjejer rapi. “Lembar ini kalau buat transfer..” Siang ini saya hanya duduk diam saja di kursi tunggu bank itu karena memang tujuan datang kemari hanya untuk mengantar seorang teman yang hendak melakukan transaksi penyimpanan. Mata ini tertarik memperhatikan gerak dan sikap satpam yang tidak berhenti menarik dan menutup pintu, menyapa dan mengantarkan.. terus saja begitu tanpa berhenti melepas senyum. Pikiran saya mulai berjalan, pastilah dia capek sekali. Paling tidak sudah 15 menit saya duduk di sini (teman saya perlu waktu untuk menulis formulir dan memasuki antrian yang cukup panjang), sementara satpam itu terus berdiri entah sudah berapa lama, dari pagi mungkin dan itu juga tanpa duduk. Apa yang terlintas di benak saya dulu saat mendengar kata ‘satpam’ adalah gambaran orang kekar, garang, sigap, kaku, dan begitulah.. namanya juga satpam, ya sudah seharusnya di takuti, di segani. Tapi ini berbeda, satpam kini membawa citra perusahaan juga karena dia berada di garis depan, orang pertama yang ditemui oleh tamu.. Dan satpam yang saya perhatikan ini tidak sekedar berbadan kekar dan sigap namun ia juga ramah, sopan dan senyumnya itu yang tidak pernah lupa ia lepaskan pada setiap tamunya pun ketika ia ditegur oleh seorang customer service karena mengizinkan seorang tamu duduk didepannya disaat customer service itu sedang menerima telepon (kursi tamu didepannya memang kosong). MasyaAllah, saya perhatikan satpam itu mengangguk sambil agak membungkukkan badannya, dan masih dengan senyumnya kudengar ia meminta maaf. Agak gemas saya lihat itu semua, terutama karena polah sang customer service yang bicara kurang ramah pada satpam, menegurnya langsung di depan sang tamu terlebih karena ia menegur dengan wajah yang jauh dari senyum. Bila saya uraikan dalam artian kalimat sepengetahuan saya, satpam = satuan pengamanan dan customer service (CS) = pelayanan pelanggan artinya tugas satpam itu adalah menjaga keamanan. Dan tugas CS itu ya melayani pelanggan, dalam hal bank sudah jelas pelanggan utamanya itu ya nasabah. Saya jadi agak bingung sesaat, apa mungkin satpam di bank pemerintah itu dikirim untuk mengikuti pendidikan yang biasa diikuti oleh CS sehingga ia bisa menjadi frontliner yang lebih baik dari CS itu sendiri? Atau mungkin gaji yang diterima satpam itu jauh lebih besar dari CS karena tugasnya kan jadi merangkap,

tidak sekedar menjaga keamanan tapi juga melayani nasabah secara langsung? Dan pastinya ada tunjangan berdiri? Duh, saya jadi geli juga dengan pikiran-pikiran yang berseliweran di benak kepala saya. Jam di dinding bank menunjukkan pukul 11 lewat 50 menit, artinya sudah 20 menit saya duduk di sini menanti teman saya yang kini sedang dilayani oleh teller. Dan selama itu saya hanya memperhatikan polah satpam itu, mengagumi kesabarannya, dan mensyukuri senyum tulus yang bisa dia tebarkan pada orang-orang disekelilingnya terlepas bahwa senyum itu mungkin sudah bagian dari tugasnya namun bisa kurasakan bahwa kadang kelelahan dan kebosanan bisa saja membuat seseorang jadi sulit tersenyum atau kalau pun tersenyum agak tidak enak dipandang mata namun tidak dengan senyum satpam ini. “Ayo balik ke kantor” kudengar suara temanku dari arah belakang telingaku. Aku berdiri dan melangkah bersamanya menuju pintu keluar. Satpam itu dengan sigap membuka pintu mempersilakan kami berjalan keluar. “Terima kasih, selamat siang, hati-hati dijalan…” Kami mengangguk dan mengucapkan terima kasih juga padanya. Di atas motor aku masih sempat berpikir, jika seorang satpam saja bisa begitu ramah, sopan dan penuh senyum mengapa kita tidak? Dan bukankah senyum itu sedekah? Kita bisa sedekah dengan sangat mudah, tanpa biaya, bisa kapan saja dan di mana saja.. Allah SWT telah begitu baiknya memberi kita peluang dan kemudahan dalam mendapatkan pahala jadi kenapa kita sebagai mahlukNya terkadang malah mempersulitnya? Entahlah… Semoga kita masih bisa melukis senyum tulus di wajah kita *** eramuslim.com

 erva kurniawan 1:27 am pada 19 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Maafkan Aku, Ayah dan Ibu

Oleh Rudi Setiawan ** Ayah, Ibu, maafkan Aku, ini sudah kodrat Ku. Aku lahir kedunia belum cukup pada waktunya Delapan bulan 2 hari, tepat pada tanggal 3 Oktober 2006, jam 11, 45 dengan bantuan operasi di RS Permata Ibu. Bahagia sekali rasaya, ketika pisau bedah menyentuh kulit plasenta yang membungkusku. Bahagia sekali rasaya aku akan berkumpul dengan keluargaku. Tapi takdir berbicara lain Allah punya rencana lain nafasku, !!! Kondisi nafasku tidak seperti yang lain. Aku harus hidup, aku harus hidup, aku ingin berkumpul dengan keluargaku. Tidak lama kemudian aku mendengar suara azan di telingaku. Aku berfikir inikah Orang tuaku, inikah ayahku yang bahagia melihatku dan mengumandanka azan di telingaku. Tapi apa daya RS di mana tempatku dirawat tidak mempunyai alat yang akan menolongku.Aku dipindah kan RS Sentra Medika untuk mendapat bantuan agar nafasku bisa sempurna. Satu hari, dua hari keadaanku sedikit membaik, aku bisa menagis, aku bisa merasakan sentuhan tangan ayahku ketika dia tahu aku sudah bisa menangis. Aku juga mendengar dia berkata, anakku, kamu harus kuat, kamu harus hidup. Ini ayah. Dan terlihat jelas air mata kebahagiaan mengucur dari matanya. Tapi, dengan alasan terlalu jauh aku dipindahkan lagi ke RS Fatmawati pada tanggal 5 Oktober 2006 oleh ayahku. Aku dipindahkan dengan ambulan. Di dalam hatiku. Aku bertanya. Ayah mau dibawa ke mana aku, Ayah apa aku ingin bertemu Ibu. Setelah sampai aku sadar bahwa aku masih belum sempurna, bahwa aku masih harus berjuang untuk menyempurnakan diriku. Satu hari aku di sini, terasa badanku lemas sekali. Aku susah sekali bernafas. Ayah, aku harus hidup. Hari kedua aku di sini, diruang kecil yang penuh dengan selang kondisi tubuhku semakin menurun. Orang yang ada disekelilingku, dengan kemampuanya sebagai seorang perawat dan Dokter berusaha untuk menolongku. Banyak sudah benda-benda yang masuk ke tubuhku. Di saat tidak ada kepastian yang terjadi pada diriku aku mendengar langkah lemas menghampiriku jauh bukan di dekatku. Dia melihatku, dia memandangku, dari kejauhan. Tapi aku dapat mendengar, dia menangis, dan dia berkata, nak ini ibu, ingin sekali ibu memeluk dan menciumu. Ingin sekali ibu memberimu susu. Tapi ibu tidak bisa, ibu hanya berharap kamu harus kuat, ibu hanya berharap kamu harus hidup. Ibu, …ibu… aku berteriak, tapi dia tidak mendengar, semua orang tidak bisa mendengar teriakanku… aku pandangi dia, dia terus saja menangis. Oh Ibu, . Andai aku bisa menghampirimu aku ingin memelukmu, aku ingin dekapanmu. Aku mau kau tersenyum untuku. Hari ketiga keadaanku semakin parah. Dokter memutuskan untuk memasukan selang ventilator dan kemudian darah mengalir dari dalam selang kecil masuk ke tubuhku. Tubuhku semakin bengkak dan aku semakin tidak bisa bergerak. Hingga hari keempat keadaanku semakin parah dari mulutku keluar carian berwarna merah… Hari kelima. Dokter yang menanganiku sudah mulai putus asa. Kemudian jam 11.30 ibu menelphon ayah. Karena dokter ingin bicara. Entah apa yang dibicarakan aku melihat ayah begitu gelisah, begitu gunda bahkan sedih sekali. Sore hari menjelang maghrib ayahku pergi untuk mengambil darah untukku

lagi. Jam 11.30 malam dia sampai dan menyerahknnya ke Perawat. Ayah, Ibu, aku sudah tidak kuat, aku sudah tidak bisa lagi bernafas. Sesosok telah menghampiriku. Dia mengajaku, dia ingin mengajakku jauh dari sini. Jauh dari penderitaan dan kesedihan. Lembut tangannya menariku dari box kecil yang memenjarakanku. Dia membisikan kata-kata kepadaku, “Wahai Irsyad, kKamu telah dipanggil Allah. Allah memanggilmu untuk pulang. Mari pegang tanganku dan ikutlah bersamaku menghadap sang kuasa, sang pencipta. Zat yang menciptakanmu.” “Ayah dan Ibumu hanyalah tempat di mana kamu akan dititipkan kalau memang kamu diizinkan untuk hidup. Tapi Allah lebih cinta kamu sehingga Dia memanggilmu untuk pulang.” Jam 2.30 pagi aku menghembuskan nafas terakhirku. Aku pulang ke tempat di mana aku diciptakan. Ayah, Ibu, maafkan Irsyad. Aku tidak bisa bersama kalian. Aku cinta kalian. Tapi Allah lebih sayang padaku. Dia tidak mau aku menderita, dia tidak mau kalian menderita karenaku. Ayah, Ibu, walaupun aku tidak bersamamu tapi cinta dan sayangku selalu mengiringi kepergianku. Aku memang hanya hidup satu minggu, tapi aku yakin bahwa kalian berdua sangat mencintaiku. Ayah Ibu doaku selalu untukmu. Selamat tinggal Ayah, ibu dan kedua Kakakku. Aku mohon maaf, karena aku tidak bisa bersama kalian semua. Semoga Allah memberikan ketabahan yang kuat untuk kalian semua. Kalian harus meneruskan hidup sampai Allah akan memanggil kalian sehingga nanti kita bisa bersatu disatu tempat yang akan telah diberikanNya. Selamat tinggal keluargaku tercinta walaupun aku tidak bisa bersamamu. Doa dan cintaku selalu bersamamu… Terima kasih ibu, atas perjuanganmu mengandungku selama 8 bulan 2 hari. Cintaku selalu menyertaimu selamanya. Ayah, cinta dan ketulusanmu padaku tidak bisa aku balas dengan jiwaku. Aku cinta padamu ayah. Dan aku akan selalu mendoakanmu. Kakak-kakakku, kelak nanti kita pasti akan bertemu dan berkumpul. Jaga Ibu dan Ayah. Jadilah anak yang baik dansoleh, yang bisa melindungi keluarga dan kedua orang tua kita. Semoga Allah menyatukan kita di satu saat nanti, di tempat yang paling mulia di sisi-Nya. Wassalam Dari Ayah untuk anaku yang selalu dikenang Irsyad Ramadhan Lahir:3 oktober 06 Wafat:10 Oktober 06 *** Source : http://www.eramuslim.com/atc/oim/45dbca4f.htm

 erva kurniawan 1:28 am pada 17 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Semoga Allah Mempertemukan Kita di Syurga “Barangsiapa yang mengharapkan mati syahid dengan sepenuh hati, maka Allah akan memberikan mati syahid kepadanya, meski ia mati di tempat tidur.” Dunia, hanya satu terminal dari seluruh fase kehidupan. Hanya Allah yang tahu, rentang usia seorang manusia. Saya, khadijah, sebut saja demikian, menikah dengan Muhammad, 3 Oktober 1993. Muhammad, adalah kakak kelas saya di IPB. Pernikahan saya, melalui tahap yang biasa dilakukan oleh ikhwan dan akhwat. Saya tak pernah mengenal Muhammad sebelumnya. Dan, seperti layaknya pasangan baru, fase ta’aruf, konflik, dan kematangan pun saya alami. Meski baru saling kenal, saya rasakan suami saya sangat sayang pada saya. Seolah, tidak seimbang dengan apa yang saya berikan. Dia banyak membantu. Apalagi ketika saya menyelesaikan tugas akhir kuliah. Bisa dikatakan, ia sekretaris pribadi saya. Selama menikah, suami sering mengingatkan saya tentang kematian, tentang syurga, tentang syahid, dan sebagainya. Setiap kami bicara tentang sesuatu, ujung-ujungnya bicara tentang kematian dan indahnya syurga itu bagaimana. Kalau kita bicara soal nikmatnya materi, suami mengaitkannya dengan kenikmatan syurga yang lebih indah. Bahkan, berulang-ulang dia mengatakan, nanti kita ketemu lagi di syurga. Kalau saya ingat kata-kata itu, itu bukan kata-kata kosong. Bahkan itu mempunyai makna yang dalam bagi saya. Hari itu, 16 Januari 1996, kami ke rumah orang tua di Jakarta. Seolah suami saya mengembalikan saya kepada orang tua saya. Malam itu juga suami saya mengatakan harus kembali ke Bogor, karena harus mengisi diklat besok paginya. Menurutnya, kalau berangkat pagi dari Jakarta khawatir terlambat. Mendekati jam 12 malam, saya bangun dari tidur, perut saya sakit, keringat dingin mengucur, rasanya ingin muntah. Saya bilang pada ibu saya, untuk diobati. Saya kira maag saya kambuh. Saya sempat berpikir suami saya di sana sudah istirahat, sudah tenang, sudah sampai, karena berangkat sejak maghrib. Saya juga sempat berharap kalau ada suami saya, mungkin saya dipijitin atau bagaimana, Tapi rupanya pada saat itulah terjadi peristiwa tragis menimpa suami saya.

kami juga saling mendo’akan. Dia juga bisa menjelaskan bagaimana indahnya syurga. dalam tidur. Saya berusaha membangun keyakinan bahwa suami saya mati syahid. Saya bisa menasehati keluarga dan langsung ke Bogor. Menjelang kematiannya yang amat mendadak. Sambil menangis. saya yang mandiin. suami saya sudah dikafani. Mungkin sengaja beritanya dibuat begitu biar saya tidak kaget. Waktu subuh rasanya lama sekali. tercium bau harum sekali. Saat saya buka pintunya. Beberapa waktu kemudian. ada seorang ikhwah Jakarta yang memberitahukan bahwa beliau sudah meninggal.Jam tiga malam. Hanya. karena merasa akan ditinggal oleh bapaknya. bahwa dia bukan milik kita. Semasa suami masih hidup. Kemudian saya shalat. “Mas kalau ada hutang. dari seorang akhwat di Jakarta. Karena angkutan yang ditumpanginya hancur ditabrak truk Tronton di jalan raya Parung. saya kembali lagi ke ummi. Banyak do’a-do’a yang diajarkan suami saya. Sebenarnya. Namun tak lama kemudian. mungkin saya sudah pingsan. Ketika kami saling mengingat. Entah kenapa. Sampai saya pernah bilang pada suami saya. tapi tanpa disadari. Saya cium tangannya. Di sana. mengampuni dosamu. Saya memang sering bercanda sama suami.” Canda itu memang sering muncul ketika kami bicara masalah kematian.. segala hutang orang yang meninggal harus ditunaikan. “Kalau mas meninggal duluan. Saat itu dia mendo’akan saya: “Zawadakillahu taqwa waghafara dzanbaki. Beberapa hari setelah musibah itu. saya mimpi bersalaman dengan dia. saya menasehati ibu. catat.” Semua itu akhirnya menjadi kenyataan. bahwa suami saya dalam kondisi kritis. Kepada orang-orang yang berta’ziah waktu itu. tidak ada. mendengar berita itu hati saya tetap tegar. saya tidak merasakan firasat atau tanda-tanda khusus. Kalau mas meninggal duluan. saya ingat sekali hutang-hutang suami. anak saya sering menangis. Lama sekali saya menghabiskan lembar demi lembar mushaf kecil saya. Entahlah. Ruangan yang tercium paling wangi. Nanti kalau mas meninggal duluan saya tahu saya harus bayar berapa. “Do’a kan dia supaya syahid …. Sambil menangis. suami saya menulis do’a di white board. tapi milik ALLAH. . Ketika saya sakit. tempat tidur suami dan tempat yang biasa ia gunakan bekerja. Saya sendiri tak menyangka bisa setegar itu. seminggu sebelum suami meninggal. meski dia tidak apa-apa.” Sekali lagi. waktu itu suami saya sudah meninggal. Meski tidak ada catatannya. Saya biasa mencium tangan suami bila ia ingin keluar rumah. jadi anaknya lagi. (Semoga Allah menambah ketaqwaan padamu. saya mengatakan. wa yassara laki haitsu ma kunti”. saya balas do’a itu dengan do’a serupa. Badan saya sangat lelah dan akhirnya tertidur hingga subuh. Kalau tidak. do’akan dia supaya syahid. Kita semua bukan milik kita sendiri. saya harus kembali ke rumah kontrakan di Bogor untuk mengurus surat-surat. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”. Seperti tuntunan Islam. Saya sempat periksa barangkali sumber wangi itu ada pada buah-buahan. do’a itu memang biasa kami ucapkan ketika kami berpisah. Sampai sekarang saya selalu baca do’a itu. Bagaimana indahnya syahid. saya mendapat berita. Tapi. Anak saya juga hafal. Hampir seluruh ruangan rumah itu wangi. ketabahan saya saat itu semata datang dari Allah. atau yang lainnya. dan mempermudah segala urusanmu di mana saja). Mungkin. Dia guru saya yang paling baik. Pagi harinya. saya terbangun. meskipun badan kurang sehat. Saya banyak belajar darinya. Entah kenapa. Alhamdulillah Allah memberi kekuatan. saya ingin ngaji.

1 31 Mei 1999M / 15 Shafar 1420 H  erva kurniawan 1:22 am pada 11 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Masya Allah. saya menerima rejeki banyak sekali. tak mustahil lantaran keberkahan mereka. tapi ibunya anak yatim. Amrul Haq itu memang nama yang paling dia sukai. cerita nasehat. Akhirnya suami saya mengatakan. Ahmad Qassam Amrul Haq. saya pernah berta’ziyah ke rumah salah seorang teman yang meninggal. saya pernah tanya pada suami. Lalu. tentang neraka. tapi rejeki Allah itu tidak akan pernah habis. diapakan uang sebanyak ini. tapi saya merasa cukup. Kalau dia menulis di beberapa media. setiap bulan saya hidup dari pensiun pegawai negeri suami. kalau lahir laki-laki. Edisi 1 Th. “Mas. Saya ingat sabda Nabi. Katanya Qassam itu diambil dari nama Izzuddin Al Qassam. supaya wanita itu memelihara jati diri. tidak ada yang tahu kapan kematian itu akan datang. bekerja membantu suaminya. saya sedang hamil satu bulan. Dan rejeki dari Allah tetap saja mengalir. bahkan tentang syahid. saya sempat bertanya pada suami. kepikiran ngga’ tentang mati ?” Kami tidak saling menatap. saya sudah merasakan kedewasaan mereka lebih cepat mengerti tentang kematian. “Aku dan pengasuh anak yatim seperti ini. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Banyak kesan baik dan kenangan indah yang saya alami bersama suami. “Maksudnya apa ?” “Beribadah. lebih dari tiga belas juta. Meski masih kecil-kecil. Namanya sudah dipersiapkan oleh suami saya. kisah islami ( 268 ). persiapkan saja diri kita. Katakanlah. tentang syurga. Saya bukan pengasuh anak yatim. sampai bingung. meski suami saya tidak ada. Meskipun sedikit. dan bermasyarakat. “Mas nanti saya kerja di mana ?” Suami diam saja sejenak. Insya Allah saya optimis dengan anak-anak saya. setelah suami saya meninggal.Ketika suami meninggal. 13 Januari 1996. Menjelang kematiannya. Saya bertanya. “Memang ya. Tarbawi. anak yang kedua. Sepulang suami saya dari kerja. ” Saya berpikir bahwa saya harus mengurus rumah tangga dengan baik. *** Dzikroyat.” Waktu saya wisuda. dia ingin mengunakan nama Qassam-nya. Rejeki yang saya terima. Allah memang memberikan rejeki kepada siapa saja yang dan tidak tergantung kepada siapa saja. Suami saya hanya bilang. Sekarang. nama samarannya Abu Amrul Haq. Saya tidak mengira. cerita teladan ( 355 ).” sambil mengangkat dua jari tangannya. Alhamdulillah. kisah teladan ( 352 ). Izzuddinnya sudah sering dipakai. Tidak usah memikirkan pekerjaan.

mungkin itu hanya pemicu dari segunung emosi yang terpendam selama berhari-hari di rumah sakit. panas. Sebenarnya. boleh dibilang wajar jika seorang pasien marah lantaran kondisinya labil dan kesehatannya terganggu. rusaklah acara kangen-kangenan keluarga oleh kalimat tersebut. pusing. marahlah ia. marahlah ia kepada si pembawa jeruk. tak satu pun dari anggota keluarga itu . Si empunya suara mungkin hanya melihat dari jeruk masam itu. “Kalau nggak mampu beli jeruk yang bagus. dan sedikitnya tiga kali tukar angkutan umum. Wajar. ketika saya sedang menjenguk salah satu saudara yang tengah dirawat di rumah sakit. Harga sekantong jeruk mungkin tak lebih dari sepuluh ribu rupiah. Boleh jadi benar. mau ngeracunin saya? Biar saya cepat mati?” Suara marah itu berasal dari lelaki tua yang kedatangan salah satu keluarganya dengan membawa jeruk. mual. Boleh jadi mereka akan menggadaikan satu hari mereka tanpa lauk pauk di rumah. Tiba-tiba. keluarga yang mulai uringuringan karena kepala keluarganya sekian hari tak bekerja. Tetapi tidak dengan peristiwa lain yang hampir mirip terjadi di acara keluarga besar belum lama ini. Namun karena jeruk yang dibawanya itu tak bagus. Sepuluh ribu itu seharusnya bisa untuk makan satu hari satu keluarga. terdengar suara makian keras dari pasien sebelah. semuanya membuat dadanya bergemuruh. bosan. dan berbagai perasaan yang menderanya selama berhari-hari. Pupuslah senyum keluarga itu. Meski tidak semua jeruk yang dibawanya itu busuk dan sangat kebetulan yang terambil pertama oleh si pasien yang busuk. Penat. Ketika ia marah karena jeruk yang dibawa salah satu keluarganya itu busuk. bahwa beberapa jeruk dalam jinjingan itu busuk atau masam. Lalu datanglah salah satu saudaranya dengan setangkai ketulusan berjinjing jeruk. Atau jangan-jangan pagi hari sebelum berangkat. Seorang keluarga yang tengah diberi ujian Allah menjalani kehidupannya dalam ekonomi menengah ke bawah.Jeruk Busuk Rasa Manis Oleh Bayu Gawtama Suatu hari. tapi ia tak mampu melihat apa yang sudah dilakukan satu keluarga itu untuk bisa membawa sekantong jeruk yang boleh jadi harganya tak seberapa. Jeruk asam gini siapa yang mau makan?” suara itu terdengar di tengah-tengah keluarga dan membuat malu keluarga yang baru datang itu. Dan tanpa bertanya lagi. perawat yang kadang tak ramah. Sekali lagi wajar. belum lagi ditambah dengan bisingnya rumah sakit. Tapi tahukah seberapa besar pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk membelinya? Rumahnya sangat jauh dari rumah tempat acara keluarga. “Bawa jeruk kok busuk. berupaya untuk tetap berpartisipasi dalam acara keluarga besar tersebut. jenuh. mending nggak usah beli.

sempat menyantap sarapan karena uangnya dipakai untuk membeli jeruk. Yang lebih parah, mungkin juga mereka rela berjalan kaki dari jarak yang sangat jauh dan memilih tak menumpang satu dari tiga angkutan umum yang seharusnya. “Ongkos bisnya kita belikan jeruk saja ya, buat bawaan. Nggak enak kalau nggak bawa apa-apa,” kata si Ayah kepada keluarganya. Kalimat sang Ayah itu, hanya bisa dijawab dengan tegukan ludah kering si kecil yang sudah tak sanggup menahan lelah dan panas berjalan beberapa ratus meter. Tak tega, Ayah yang bijak itu pun menggendong gadis kecil yang hampir pingsan itu. Ia tetap memaksakan hati untuk tega demi bisa membeli harga dari di depan keluarga besarnya walau hanya dengan sekantong jeruk. Menahan tangisnya saat mendengar lenguhan nafas seluruh anggota keluarganya sambil berkali-kali membungkuk, jongkok, atau bahkan singgah sesaat untuk mengumpulkan tenaga. Itu dilakukannya demi mendapatkan sambutan hangat keluarga besar karena menjinjing sesuatu. Setibanya di tempat acara, sebuah rumah besar milik salah satu keluarga jauh yang sukses, menebar senyum di depan seluruh keluarga yang sudah hadir sambil bangga bisa membawa sejinjing jeruk, lupa sudah lelah satu setengah jam berjalan kaki, tak ingat lagi terik yang memanggang tenggorokan, bertukar dengan sejumput rindu berjumpa keluarga. Namun, terasa sakit telinga, layaknya dibakar dua matahari siang. Lebih panas dari sengatan yang belum lama memanggang kulit, ketika kalimat itu terdengar, “Jeruk asam begini kok dibawa…” Duh. Jika semua tahu pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk bisa menjinjing sekantong jeruk tadi, pastilah semua jeruk asam itu akan terasa manis. Jauh lebih manis dari buah apa pun yang dibawa keluarga lain yang tak punya masalah keuangan. Yang bisa datang dengan kendaraan pribadi atau naik taksi dengan ongkos yang cukup untuk membeli seperti jeruk manis dan segar. Mampukah kita melihat sedalam itu? Sungguh, manisnya akan terasa lebih lama, meski jeruknya sudah dimakan berhari-hari yang lalu. Bayu Gawtama

 erva kurniawan 1:25 am pada 7 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Sepatah Kata Sepetak Surga Oleh Sus Woyo Ketika kecil, saya senang sekali mendengarkan orang-orang berpidato atau ceramah di tempat-tempat pengajian. Sampai suatu saat terbersit keinginan ingin seperti mereka yang pandai bicara. Atau bahkan dulu saya sering terkagum-kagum jika pada saat menjelang pemilu para juru kampanye yang mewakili partainya masing-masing begitu semangat membakar hati massa. Atau saya juga sangat sering terpukau dengan para politikus yang sedang berbicara atau berdiskusi di layar televisi. Yang ada dalam benak saya adalah bahwa mereka termasuk orang-orang hebat. Akhirnya saya terbuai untuk belajar bagaimana caranya berbicara di depan orang banyak. Baik lewat buku-buku ataupun mengikuti cara guru-guru saya ketika ngaji sore hari di surau kampung saya. Sebab ada pelajaran pidato. Seiring dengan perjalanana waktu dan seringnya ikut berkumpul dengan teman-teman di lingkungan kampung, maka saya makin terbiasa untuk ngomong di depan orang banyak, walaupun -tentu saja- tak sepandai seperti para tokoh yang saya sebut di atas. Akhirnya saya menjadi terbiasa sering ngomong berbagai macam hal di lingkungan tempat tinggal saya. Pada saat sudah tak ada masalah lagi dalam hal bicara di depan forum, tiba-tiba saya dihantui perasaan sangat khawatir. Tak hanya khawatir, bahkan sering dihantui ketakutan. Sampai beberapa lama saya malah sangat malas jika diberi mandat untuk sekedar berbicara di depan umum. Apalagi berkaitan dengan memberi pelajaran kepada orang lain. Sebagai contoh, memberi materi kuliah subuh di masjid. Walaupun pada akhirnya tetap saya kebagian untuk bicara juga. Karena tidak ada yang lain. Bagi saya hal ini merupakan tugas yang sangat berat. Kalau sekedar ngomong, berpidato, orasi, itu sesuatu hal yang mudah. Tapi tanggung jawab di balik kata-kata itu adalah sesuatu yang tidak gampang. Hasan Basri, sorang ulama shalafussaleh yang terkenal hati-hati dan zuhud, beberapa kali menunda, bahkan menolak membahas suatu hal dalam sebuah kajian keilmuan, bukan karena alasan apa-apa, tapi lebih karena ia sendiri belum pernah melaksanakan hal-hal yang akan diterangkan kepada umat. Lantas bagaimana dengan saya? Sudahkan saya melaksanakan shalat malam pada saat saya membacakan hadits tentang qiamullail? Sudahkah saya bersedekah, sementara saya sering membacakan nash tentang itu kepada orang lain?

Saya tentu saja bukanlah Hasan Basri si ulama wara’ itu, tapi melihat ke-hati-hati-an beliau dalam membuat “sepatah kata menjadi sepetak surga”, memang perlu ditiru. Dan rupanya bukanlah sesuatu hal yang mudah. Walaupun itu juga tak selamanya menjadi sebuah kesulitan. Karena kita semua memang sudah paham, bahwa bagi orang mu’min, antara kata dan perbuatan haruslah sama. Tidak boleh seperti orang-orang munafik, yang antara kata dan perbuatan selalu tidak sama. Wallahua’lam. ***

 erva kurniawan 1:17 am pada 6 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Nikmat Yang Terlewatkan Oleh Bunda Shafiya Saat itu kami; aku, bapak dan Shafiya sedang berada dalam perjalanan pulang ke rumah. Kami baru saja pulang dari menikmati semangkuk Soto Lamongan Cak Har *slruup* yang terkenal itu. Tepat di traffic light menuju ke arah Margorejo, mobil berhenti karena traffic light menunjukkan warna merah. Aku melayangkan pandangan ke seberang jalan. Nampak olehku sosok ibu pengemis dan anaknya yang sedang mesra bersenda gurau. Si anak rupanya haus dan alhamdulillah saat itu sang ibu ada rezeki untuk membelikan sekantung plastik es teh bagi si anak. Dengan penuh rasa kasih sayang kantung plastik es teh itu dibuka dari ikatannya dan diminumkan ke si anak dengan menggunakan sedotan. Tampak si anak sangat menikmatinya, kehausan barangkali. Setelah si anak puas, ibu itu pun mencicipi es teh itu sedikit dan ternyata walaupun es teh itu hanya bersisa sangat sedikit, mungkin hanya satu tegukan lagi sisanya, sang ibu itu tetap menyimpan sisa itu dengan hati-hati dengan mengikat kembali kantung plastik es teh itu.. Subhanallah! Betapa orang seperti mereka

sangat menghargai dan mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada mereka serta menjaganya dengan sangat hati-hati. Dadaku terasa sesak, bersamaan dengan itu air mata mulai menetes.. Teringat akan percakapanku dengan Shafiya di depot soto itu, “Nak, udah deh, ice tea-nya nggak usah dihabiskan. Ayo.. cepetan, Bapak sudah menunggu di mobil.” Betapa bodohnya aku yang malah mengajarkan anakku untuk berbuat suatu hal yang mubazir yang mencerminkan rasa tidak bersyukur padaNya. Astagfirullah. Bagi orang lain, peristiwa ini mungkin bukan sesuatu yang menarik untuk diceritakan. Tapi saya memaknainya lain. Alhamdulillah.Allah memberi saya petunjuk untuk selalu mensyukuri nikmatNya dalam ketaatan kepadaNya. Syukur Alhamdulillah. Ibu pengemis itu telah mengajarkan kepada saya cara untuk menghargai nikmatNya. Fabiayyi aalaa irabbikumaa tukadzdzibaan? Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang engkau dustakan? Pertanyaan retoris ini membuat saya tertunduk malu tiap kali mendengarnya. Betapa tidak! saya sering kali iri dengan nikmat yang ada pada orang lain. Saya memang tidak pernah sampai dalam tahap merasa dengki dan menginginkan agar nikmat orang lain itu hilang. Naudzubillah min Dzalik.. Tapi rasa iri saya membawa saya menjadi orang yang kufur nikmat. Padahal Allah selalu baik kepada saya. Dalam studi dan karir insya Allah saya selalu lancar. Ketika saya berdoa agar mendapat pendamping hidup yang sholeh, Allah dengan cepat mengabulkan permintaan saya. Ketika saya berdoa agar dikarunai anak yang menyejukkan pandangan orang tuanya, Allah dengan berbaik hati mengabulkan permohonan saya itu.. Namun.dari banyak nikmat yang ada, sedikit sekali saya mampu menyentuhkan dahi bersujud pada Allah untuk menyampaikan rasa terima kasih saya. Nikmat.. begitu banyak yang saya lewatkan tanpa mensyukurinya. Ya Allah.. janganlah golongkan saya menjadi orang-orang yang merugi karena kufur terhadap nikmatMu… (Tuhan) yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Quran. Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan keduanya tunduk kepadaNya. Dan Allah meninggikan langit dan Dia melektakkan neraca keadilan. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan jangan kamu mengurangi neraca itu. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluknya, di bumi itu ada buahbuahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bungabungaan yang harum baunya. Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? (Surat Ar Rahman: 1-13)

 erva kurniawan 1:03 am pada 31 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: abu bakar ( 2 ), cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Keutamaan Abu Bakar Ash Shiddiq Anas meriwayatkan dari Abu Bakr bahwa ia berkata: “Saya pernah berkata kepada Rasululloh ketika kami berdua berada dalam gua: ‘Sekiranya salah seorang melihat ke arah telapak kakinya pasti dapat melihat kita!’ beliau bersabda: ‘Bagaimana perkiraanmu wahai Abu Bakr jika ada dua orang sedang Alloh yang ketiganya.’” (HR. Bukhori dan Muslim) ‘Aisyah meriwayatkan bahwa Rasululloh pernah berkata kepadanya saat beliau sakit: “Panggilah Abu Bakr kemari, ayahmu, dan saudara laki-lakimu agar aku menulis sebuah pesan, sebab aku khawatir akan muncul orang yang berharap lalu berkata: ‘Aku lebih berhak.’ Sesungguhnya Alloh dan segenap kaum mukminin hanya rela menerima Abu Bakr.” (HR. Muslim) Jubeir bin Mu’thim meriwayatkan: “Seorang manusia datang menemui Rasululloh. Kemudian Rasululloh menyuruhnya agar datang di lain hari. Wanita itu bertanya: ‘Bagaimana jika nantinya aku tidak menemuimu lagi?’ Maksudnya bagaimana bila beliau telah wafat? Rasululloh menjawab: ‘Jika engkau tidak menemuiku maka temuilah Abu Bakr.’” (HR. Bukhori dan Muslim) Ketiga hadis di atas cukuplah menjadi bukti kuat bahwa Rasululloh mengangkat Abu Bakr menjadi khalifah sepeninggal beliau. Sebagaimana juga Rasululloh mengangkatnya menjadi imam sholat sewaktu beliau masih hidup. Demikian juga kaum muslimin telah sepakat mengangkat Abu bakr menjadi khalifah dan membaiatnya. Di antara hadis yang menjelaskan keutamaan Abu Bakr adalah hadis: “Andaikata aku akan mengangkat seorang khalil (kekasih) dari umatku niscaya aku angkat Abu Bakr, tetapi cukuplah sebagai saudara dan sahabatku. Sungguh Alloh telah mengangkat sahabat kalian ini (maksudnya diri beliau sendiri) menjadi khalil-Nya.” (HR. Bukhori dan Muslim) Dalam sebuah riwayat disebutkan salah satu keutamaan beliau yakni beliau masuk surga dari kedelapan pintunya. Disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ia berkata “Ayah dan ibuku menjadi tebusannya wahai Rasululloh, cukuplah seseorang dipanggil dari salah satu pintu tersebut, lalu adakah yang dipanggil dari seluruh pintu?” Rasululloh menjawab ”Ada, dan saya berharap engkau termasuk orang yang dipanggil dari seluruh pintu wahai Abu Bakr!” Diantara keutamaannya adalah beliaulah yang menginfakkan seluruh hartanya fisabilillah. Oleh sebab itu Rasululloh bersabda “Sesungguhnya yang paling besar jasanya padaku dalam persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakr.” (HR. Bukhari dan Muslim) Bahkan beliau termasuk sahabat yang paling banyak mengerjakan amal kebajikan dan termasuk yang terdepan daripada sahabat lainnya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa

Umar berkata “Justru kami akan membaiatmu! Engkau adalah penghulu kami. ‘Apakah engkau menyebutnya Ash-Shiddiq?’ Ayahku berkata ‘Celaka engkau. dan paling mulia. kaum Muhajirin dan Anshor. Bukhori) Imam Al-Laaikaai meriwayatkan dari Zaid bin Ali bin Al-Husein bin Ali bin Abi Tholib. Maka tidak ada yang berani mengganggu Abu Bakr setelah itu. Lantas kaum muslimin pun membai’at beliau. paling taat. “Seorang laki-laki datang menemui ayahku lalu berkata: ‘Ceritakan padaku perihal Abu Bakr!’ Ayahku berkata: ‘Apakah engkau bertanya tentang Ash-Shiddiq?’.” (HR. Pergilah dan cintailah Abu Bakr dan Umar serta berikanlah loyalitasmu kepada keduanya. Al-Ajjuri meriwayatkan dari Abdullh bin Ja’far At Thayyar. yakni Rasululloh. Bukhori) Beliau adalah sebaik-baik hamba yang pernah menjadi khalifah. Selayaknyalah beliau mejadi suri teladan bagi setiap muslim setelah Rasululloh. hamba yang lebih baik dariku telah menyebutnya Ash-Shiddiq. beliau adalah sebaik-baik khalifah. Muslim) Itu hanya sebagian dari keutamaan beliau. Lalu apakah kalian hendak meninggalkan sahabatku itu?” beliau mengucapakan ucapan itu dua kali. “Saya!” jawab Abu Bakr. Lalu beliau bersabda “Sesungguhnya Alloh telah mengutusku kepada kalian namun kala itu kalian katakan ‘Engkau berdusta!’ Sedang Abu Bakr berkata ‘Engkau benar!’ Ia mengorbankan jiwa dan harta bendanya untuk membelaku.” (HR. Dalam Shahih Al-Bukhori diriwayatkan bahwa ketika para sahabat berkumpul di aula Bani Sa’idah. kasih sayang kepada kami dan yang paling lemah lembut kapada kami.” [Ali-Imron:144]” (Syarah Ushul I’toqod karangan Al-Laaikaai). “Siapakah diantara kalian yang berpuasa pada hari ini?” Abu Bakr menjawab ”Saya!” Rasul bertanya lagi ”Siapakah diantara kalian yang mengiringi jenazah pada hari ini?” Abu Bakr menjawab ”Saya!”. yang paling utama dan paling disayangi oleh Rasululloh. Rasululloh telah mendoakan ampunan untuk Abu Bakr. (HR. “Siapakah diantara kalian yang menjenguk orang sakit pada hari ini?” tanya Rasul pula.Rasululloh bersabda. ia berkata: ”Abu Bakr Ash-Shiddiq adalah imam para syakirin” kemudian beliau membaca ayat “Dan Alloh akan memberi balasan kepda orang-orang yang bersyukur.” Lalu Umar meraih tangan Abu Bakr dan membaiatnya. Beliau adalah penghulu para sahabat. paling berani. (Disarikan dari terjemahan: Al-Ibanah Lima lish Shahabah minal Manzilah wal Makaanah) *** Dari Sahabat . beliau berdoa: “Semoga Alloh mengampunimu wahai Abu Bakr!” beliau megucapakan tiga kali. Beliau adalah sahabat yang paling utama. orang terbaik diantara kami dan yang lebih dicintai oleh Rasululloh daripada kami semua. ia berkata “Saat Abu Bakr memimpin kami. “Saya!” jawab Abu Bakr. “Siapakah yang memberi makan fakir miskin pada hari ini?” tanya Rasul lagi. Barangasiapa tidak menyebutnya Ash-Shiddiq niscaya Alloh tidak akan membenarkan ucapannya. Kemudian Rasululloh bersabda “Tidaklah terkumpul perkara tersebut pada seorang hamba kecuali pasti masuk surga. Apa yang terjadi setelah itu maka dirikulah menjadi tebusannya!’” Demikianlah sekilas keutamaan Abu Bakr. Diriwayatkan dari Muhammad bin Ali bin Husein ia berkata.

istri Az-Zubair. Pagi harinya. orang yang dibebaskan Allah dari api neraka. Ibunya menjelaskan. erva kurniawan 1:56 am pada 30 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: abu bakar ( 2 ). cerita teladan ( 355 ). Di saat semua orang meragukan dan mendustakan apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampaikan. Rasulullah mendoakannya menjadi orang yang mempunyai derajat tinggi di jannah. Setelah tahu apa yang terjadi. Dialah Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Amir bin Ka’ab bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Luai yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Bakar Ash-Shiddiq radiallahuanhu. . kisah islami ( 268 ). Dari perkawinan dengan Qutaibah dihasilkan Abdullah yang ikut perang di Thaif dan Asma’. Rasulullah menanyakan di mana pakaiannya. manusia paling mulia dari umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Abu Bakar Ash Shidiq Khalifah Rasulullah Penulis: Al-Ustadz Ahmad Hamdani Ibnu Muslim Siapa yang tak mengenal Abu Bakar Ash-Shiddiq radiallahuanhu. Ibunya bernama Ummul Khair As-Sahmi binti Shakhr bin ‘Amir. berdahi menonjol. cerita islami ( 282 ). Panglima besar yang berhasil menundukkan kekuatan dan kecongkakan negara super power Romawi. berpundak sempit. kisah teladan ( 352 ). cerita nasehat. bahkan orang-orang kafir pun mengenalnya. seorang khalifah besar pengganti Rasulullah. Keagungan dan kemuliaan Abu Bakar bukan karena ketampanan dan kegagahannya. Qutaibah kemudian dicerai dan wafat pada usia 100 tahun. dia seorang diri membenarkannya. Secara fisik ia seorang yang berbadan kurus. Ia memiliki beberapa anak. akan tetapi karena keimanan yang kokoh di hati yang membuahkan pembenaran terhadap semua apa yang dikabarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia rela merobek habis robekan demi robekan bajunya untuk menyumbat setiap lubang yang ada di dalam gua di malam hari karena takut binatang penyengat yang bersembunyi di dalamnya keluar mengganggu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika orang-orang musyrik mengepung keduanya. suatu saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Abu Bakar lalu menjulukinya ‘atiiqullah minan nar. wafat dalam keadaan memeluk Islam. Bukan hanya kaum muslimin yang mengenalnya. berwajah cekung dan pinggang kecil.

Karenanya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Di Balik Permainan Ini . Sebelum masuk Islam. Diangkatnya Abu Bakar menjadi imam shalat pengganti Rasulullah r. Ia seorang khalifah yang adil. kisah islami ( 268 ). kisah teladan ( 352 ). Wallahu a’lam. dalam usia 63 tahun. cerita teladan ( 355 ). Abdullah bin ‘Umar c mengabarkan bahwa Abu Bakar radiallahuanhu sakit karena wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga menyebabkan kematiannya. Abu Bakar radiallahuanhu melebihi shahabat lainnya. sewaktu Rasulullah wafat orang-orang Muhajirin dan Anshar sepakat membaiatnya menjadi khalifah.Perkawinannya dengan Ummu Ruman melahirkan ‘Aisyah x (istri Rasulullah) dan Abdurrahman. Bila ia baik minta diikuti dan bila menyimpang ia minta diluruskan. Dari sisi keilmuan. *** Bacaan: Shifatush Shafwah.com  erva kurniawan 1:52 am pada 11 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). menjadi saksi atas ketinggian ilmunya. memerintah rakyatnya mengikuti syariat dan tidak mengadakan bid’ah. cerita nasehat. Al-Imam Ibnul Jauzi sumber : http://www. Tak lama setelah diangkat jadi khalifah ia berkata. bahwa ia bukanlah orang yang terbaik. Ahli sejarah menulis Abu Bakar z wafat antara waktu Maghrib dan ‘Isya pada hari Rabu bulan Rabi’ul Awwal tahun 13 H. Namun dalam perang Badr ia baru masuk Islam. tidak bergaya hidup mewah dan rendah hati.asysyariah. Banyak fatwa yang ia keluarkan di hadapan Rasulullah dan beliau menyetujuinya. Dari istrinya yang lain yang bernama Asma’ binti ‘Umais melahirkan Muhammad dan dari Habibah binti Kharijah bin Zaid melahirkan Ummu Kultsum x yang dinikahi shahabat Thalhah bin Ubaidillah z. ditambah adanya hadits yang memerintahkan kaum muslimin untuk kembali kepada “dua bulan” (Abu Bakar dan ‘Umar) bila mengalami suatu perselisihan. Abdurrahman masuk dalam barisan kaum musyrikin yang memerangi Rasulullah.

tentu saja murid-murid tadi keliru dan kikuk. Dan diulangkan seperti tadi. “Paham guru…” “Baik permainan kedua…” begitu Guru melanjutkan. musuh musuh kita memaksakan kepada kita dengan perbagai cara. Ibu guru itu berkata. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat. Permainannya adalah.saya akan meletakkannya di tengah karpet. Dan anda mulai dapat mengikutinya. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut. dari yang haq menjadi bathil. untuk menukarkan sesuatu. tanpa rasa malu. maka sebutlah “Pensil!”. “Murid-murid. Kita begitu jelas membedakannya. yang bathil itu bathil. bagaimana caranya mengambil Qur’an yang ada ditengah tanpa menginjak karpet?” Murid-muridnya berpikir. Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata. Mulanya yang haq itu haq. ditangan kiri saya ada kapur. di tangan kanan ada pensil. Jika saya angkat kapur ini. Zina tidak lagi jadi persoalan.Seorang ibu guru sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. maka berkatalah “Kapur!”. di tangan kanannya ada pensil. materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain. hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa. berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang susah. Di tangan kirinya ada kapur. Dan tanpa disadari. . Namun kemudian. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan waktu. dan sebaliknya. begitulah kita umat Islam. sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend. akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. dan sangat sukar untuk mengubahnya. permainan berhenti. Namun lambat laun. Paham?” tanya Guru kepada muridmuridnya. pakaian seksi menjadi hal yang lumrah. Sekarang anda berdiri diluar karpet. “Saya ada satu permainan… Caranya begini. Jika saya angkat kapur. semakin lama semakin cepat. “Baik sekarang perhatikan. “Keluar berduaan.” “Semuanya sudah terbalik. maka katakanlah “Kapur!”. jika saya angkat pensil ini. dan lain-lain. jika saya angkat pensil. Selang beberapa saat. “Ini ada Qur’an. mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. maka berkatalah “Pensil!” Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. anda sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. tapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka.

Ia memenuhi syarat. maka bangunlah aqidah yang kuat. baru rumah dirobohkankan…” “Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. digulungnya karpet. pakaian dan lain-lain. maka dibuatlah pondasi yang kuat. akhirnya hancur. bu?” tanya murid-murid. “Murid-murid. kursi dipindahkan dulu. jika ingin membongkar rumah. jika ingin kuat. tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu. baru mereka akan sadar”. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir. Tapi sekarang tidak lagi. “Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat. bolehkah? . tapi ia akan perlahan-lahan mempengaruhi anda. Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh kita… “ “Kenapa mereka tidak berani terang-terang menginjak-nginjak. Perang Tartar.” “Begitulah Islam… Kalau diserang perlahan-lahan. misalnya Perang Salib. begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya…Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-nginjak anda dengan terang-terang…Kerana tentu anda akan menolaknya mentah mentah. tidak menginjak karpet. mereka tidak akan sadar.” “Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). mereka akan bangkit serentak. cara hidup. minta ijin untuk share • Saeyfullah 9:23 pm pada 27 Januari 2011 Permalink Ijin share beberapa artikel. *** Dari Sahabat • hilmi 10:09 am pada 11 Januari 2011 Permalink sungguh pelajaran yang amat berharga. kita selesaikan pelajaran kita kali ini. sehingga anda tidak sadar. Mulai dari perangai anda. Sebaliknya. dan ia ambil Qur’an. dan lain-lain. tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka… Dan itulah yang mereka inginkan.Akhirnya Guru memberikan jalan keluar. “Kalau begitu. Lemari dikeluarkan dulu satu persatu. Begitulah Islam. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. “Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang. Ia tidak akan menghantam terang-terangan. dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang…” Matahari bersinar terik takala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya… Renungilah Sahabat Semua. sehingga meskipun anda muslim. tentu susah kalau dimulai dgn pondasinya dulu.

Beliau banyak menimba ilmu dari para imam dan ulama sahabat Imam Ahmad bin Hanbal. dan Nasab Beliau seorang imam. nisbat kepada daerah Barabahar salah satu daerah lembah di benua India . cerita teladan ( 355 ). namun menurut penemuan saya (yakni pentahqih). Imam al Barbahary banyak bergaul dengan para ulama murid-murid Imam Ahlu sunnah Ahmad bin Hanbal dan Beliau banyak mengambil ilmu dari mereka dan kebanyakan mereka berasal dari Baghdad. beliau lahir dan besar di Baghdad sebagaimana yang dikenal dan masyhur di kalangan kaum muslimin terutama para alim ulama. Kunyah.• erva kurniawan 9:55 am pada 28 Januari 2011 Permalink Boleh. Tempat Lahir Tidak ada referensi yang cukup untuk menjelaskan secara detail tentang sejarah kelahiran Beliau. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Imam Al Barbahary Rahimahullah Nama. silahkan  erva kurniawan 1:49 am pada 9 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). namun sangat disayangkan guru Beliau yang tercantum dalam literature hanya dua orang saja: . tokoh ulama panutan lagi disegani yang bermadzhab Hanabali dan pemuka ulama pada zamannya. Yang Demikian ini menjadi bukti bahwa beliau besar dan tumbuh di tengah lingkungan ilmu yang kental dengan sunnah yang memberi pengaruh besar pada dirinya. mujahid. kisah teladan ( 352 ). Beliau adalah Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Kholaf al Barbahary. Guru dan Petualangan Beliau dalam Mencari Ilmu Imam al Barbahary sangat menonjol dalam petualangan mencari ilmu dan memiliki perhatian besar dalam ilmu agama. kisah islami ( 268 ). cerita nasehat.

Imam adz dzahabi dalam kitab al ‘Ibar berkata: “Dia seorang ahli fiqh dan tokoh pantuan. Beliau memiliki posisi dan kedudukan yang sempurna. pengajak kembali kepada sunnah dan atsar.” Ibu Katsir berkata: “Beliau seorang ulama yang zuhud. sangat ahli dalam memberi nasihat dan sangat tegas dan keras terhada ahli bid’ah dan pelaku maksiat. faqih. ketahuilah dia termasuk ahlu sunnah”.” Sikap Zuhud dan Wara Beliau Imam al Barbahary sangat dikenal kezuhudan dan wara’nya dan sebagai bukti kuat apa yang telah dikatakan oleh Abul Hasan bin Basysyar: “Imam al Barbahary telah berlepas diri dari harta warisan dari bapaknya sebanyak tujuh puluh ribu dirham. dia salah seorang imam yang berilmu dan banyak hafalannya. sahabat karib Imam Ahmad bin Hanbal. Beliau memiliki kedudukan mulia di kalangan para pemimpin dan pra pembesar negara. Beliau sangat disegani dan terhormat di hadapan para pemimpin dan para sahabatnya. kedudukan dan kebersihan hidupnya. baik dengan Tangan maupun lisan. Ahmad bin Muhammad bin al Hajjaj bin Abdul Aziz abu Bakar al Marwazi. Sahal bin Abdulloh bin Yunus At Tustary Abu Muhammad. Muhaddits dan pemuka ulama Baghdad. tegas dalam menyampaikan kebenaran. Kedudukan dan Pujian Para Ulama Imam al Barbahary seorang imam yang sangat disegani. Beliau sangat komitmen dalam kemurnian ajaran dan proaktif dalam menyingkirkan kotoran bid’ah dan hawa nafsu baik dari pemikiran Jahmiyah. Dalam buku ini beliau sangat memperhatikan bahaya bid’ah dari mulai yang kecil hingga yang besar sebagaimana beliau katakan dalam masalah nomor (6): “Waspadalah . ulama terekemuka dari kalangan madzhab Hanbali di Iraq baik dalam pemikiran. Syiah dan rafidhoh. Di antara hal-hal yang menjadi bukti bahwa beliau seorang ulama yang disegani dan memiliki kedudukan mulia: Murid Beliau Ibnu Baththoh berkata: “Saya mendengar al Barbahary ketika seorang jamaah haji berkata: ‘Wahai kaumku! Jika beliau butuh bantuan seratus ribu dinar dan seratus ribu dinar hingga lima kali lipat maka aku siap membantunya. Abu Abdillah al Faqih berkata: “Jika ada orang yang berasal dari Baghdad senang terhadap Abul Hasan bin Basysyar dan Abu Muhammad al Barbahary.” Sikap Beliau terhadap Ahli Bid’ah Imam al barbahary bersikap sangat tegas terhadap ahli bid’ah dan sangat gencar dalam memerangi mereka baik dengan tangan atau tulisan tanpa keluar dari kaidah ahlu sunnah dalam mengambil sikap dan bermuamalah terhadap mereka. ahli ibadah. seorang imam. wafat pada tanggal 6 Jumadil Ula tahun 275 H 2. terdepan dalam anti kemungkaran dan berlepas diri dari kebathilan.” Ibnu Abi Ya’la berkata: “Imam al barbahary Memiliki banyak kelebihan dan keistimewaan dalam urusan agama. zuhud. Wafat pada bulan Muharrom tahun 233 H dalam usia 80 tahun. Asy’Aryah.” Ibnul Jauzi berkata: “Dia seorang ulama pengumpul ilmu. Mu’tazilah. zuhud dan memeiliki mutiara hikmah dan karomah srta kelebihan. ulama ahli fiqh dari kalangan madzhab Hanbali. atsar dan fiqh yang dihadiri oleh para imam ahli hadits dan fiqh. tokoh panutan. dan sangat tegas terhadap ahli bid’ah.seorang imam.1. Tasawuf. serta mumpuni dan terpercaya dalam meriwayatkan atsar”. Majlis ta’limnya dipenuhi dengan pengajian tentang ilmu hadits.” Ibnu Baththoh berkata: “Jika beliau menghendakinya maka dia bisa memperolehnya dari para jamaah”. Serta sangat berwibawa dan disegani oleh orang alim dan orang awam. Adapun pujian para ulama terhadap beliau antara lain: Ibnu Abi Ya’la berkata: “Dia seorang pemuka ulama di tengah kaumnya.

wafat pada bulan Muharrom tahun 387 H. Ahmad bin Kamil bin Kholaf bin Syajarah Abu Bakar. wafat bulan Dzul Qo’dah tahun 387 H 3. maka perhatikanlah ucapan beliau: “Perumpamaan ahli bid’ah laksana kalajengking yang mengubur kepala dan tubuhnya di dalam tanah lalu mengeluarkan ekornya yang berbisah. dan kedua orang yang sengaja menentang kebenaran dan menyelisihi orang-orang yang bertaqwa dari generasi sebelumnya sebelum mereka. Murid-Murid Beliau Banyak orang yang menimba dan mengambil faidah agama dari beliau karena beliau adalah tokoh panutan dalam ilmu dan kemuliaan. Seorang imam dan ahli fiqh serta tokoh panutan. . pertama orang yang tersesat dari jalan lurus sementara dia tidak menginginkan kecuali kebaikan. maka kekelirun orang tersebut tidak boleh diikuti karena ia telah hancur.terhadap bid’ah meskipun dianggap remeh. jangan tergesa-gesa dan cepat membenarkan suatu ucapan tersebut hingga kamu bertanya dan memperhatikan apakah ucapan itu pernah disampaikan oleh para sahabat Nabi atau para ulama ahli sunnah? Jika kamu mendapatkan atsar dalam hal tersebut (maka) peganglah dan jangan sampai kamu melampaui batas.” Jadi beliau bersikap sangat tegas terhadap ahli bid’ah sebagai bukti betapa tingginya perhatian beliau terhadap sunnah dan betapa besarnya ghirah beliau terhadap sunnah saat ada orang sesat yang ingin menghantamnya. ahli pemberi nasihat. orang yang tersesat dari jalan lurus ada dua macam.” Beliau dalam masalah nomor (101) berkata: “Ketahuilah kebid’ahan hanya tumbuh dan datang dari kaum puritan lagi kerdil ilmu yang suka ikut-ikutan dan mudah terombang-ambing oleh arus. sebab bid’ah yang remeh dan keil bila dibiarkan akan menjadi besar. Abu Abdillah bin Ubaidulloh bin Muhammad al ‘Ukbary yang dikenal dengan Ibnu Baththoh. pemilik karomahdan kedudukan mulia. perawi buku ini (syarhus Sunnah) yang meriwayatkan dari penulis. dan jangan memililh-milih darinya sehingga terjatuh dalam neraka.” Beliau juga menjelaskan bahaya penyebaran bid’ah dan memberi peringatan keras kepada kita agar tidak terjatuh ke dlam cara-cara dan praktek kebid’ahan sebagaimana ucapan beliau pada masalah no (8): “Perhatikanlah setiap ucaapan orang pada zamanmu. Seorang imam. tokoh panutan dan ahli hikmah. Sikap seperti itu bisa menjadi contoh mulia sebagai bentuk sikap ulama ahli sunnah terhadap ahli bid’ah dan kebathilan dan kesesatan. begitu juga ahli bid’ah yang senantiasa bersembunyi dari penglihatan orang dan ketika mendapat kesempatan ia langsung tanpa gamang menyebarkan racun dan bisa kebid’ahan.” Masih banyak ucapan beliau yang sangat bagus dan berbobot dalam buku ini yang memberikan gambara secara jelas tentang karakter ahli bid’ah seakan-akan kamu menyaksikan mereka di dean mata.” Beliau berkata dalam maslah n omor (9): “ketahuilah.” Beliau juga berkata dalam nomor (64) berkata: “Jika ada seorang yang suka menghujat dan menolak atsar atau mengingkari hadits Rasul sholallohu ‘alaihi wa salam maka jadikanlah dia seorang yang tertuduh dalam Islam sebab dia seorang yang buruk pemikiran dan madzhabnya. dan bila ada kesempatan ia langsung tanpa gamang menyengatmu. Muhammad bin Ahmad bin Ismail al baghdadi Abul Husain bin Sam’un. dialah orang yang telah tersesat dalam kesesatan dan menyesatkan. 2. Di antara Murid-Murid Beliau 1.

Di Antara Syair beliau: Barangsiapa yang puas dengan apa yang dimiliki maka Dia menjadi orang kaya dan selalu tetap di atas agama Betapa tingginya kedudukan qona’ah membuat orang Rendahan menjadi mulia Jiwa seseorang menajdi sempit ketika dalam kemiskinan namun bila ia mendekat kepada Tuhannya semua menjadi luas Karya-Karya Beliau Para penulis biografi menyebutkan bahwa beliau memiliki banyak tulisan. mereka lebih berani dalam melarang segala kebid’ahan dan melawan ahli bid’ah. Ketika Imam al Barbahary melewati daerah bagian barat lalu beliau bersin dan para sahabat beliau mendoakan hingga tedengar suara gemuruh maka sang kholifah mendengar dari dalam tandunya . Demikian itu terjadi pada bulan Safar tahun 323 H dan pada tahun itu beliau semakin nak daun dan tenar serta para sahabat beliau semakin diperhitungkan.” Mutiara Ucapan Beliau Abu Abdillah bin Baththoh berkata: “Saya mendengar Abu Muhammad al Barbahary berkata:’Dudukduduk untuk saling memberi nasihat adalah pembuka pintu faidah. Ibnu Muqlah pada tahun 321 H untuk menangkap Imam al barbahary dan para sahabatnya lalu beliau bersembunyi.’ Beliau berkata: “Manusia berada dalam ketertipuan terusmenerus”. sedangkan duduk-duduk untuk berdebat adalah penutup pintu faidah. namun saya tidak mendapatkan karya-karya ilmiah beliau kecuali hanya tulisan ini dan penjelasannya akan diuraikan nanti Cobaan dan Wafat Beliau Dikarenakan kedudukan Imam al Barbahary yang tinggi dan mulia. dan sebagian besar sahabatnya ditangkap dan dibawa ke Bashroh. berwibawa lagi disegani oleh semua kalangan baik yang alim atau yang awam dan terhormat di klalangan para pemimpin maka ahli bid’ah senantiasa membuat makar untuk memperdaya beliau dalam rangka untuk menghancurkan karier beliau dan menjilat kepada para pemimpin hingga Kholifa al Qohir memerintahkan kepada mentrinya. banyak sekali orang yang hadir untuk mensholatkan jenazahnya dan Imam al Barbahary mendapat kehormatan untuk menjadi Imam sholat jenazah tersebut. Dan Alloh membalas perbuatan Ibnu Muqlah yang akhiranya sang Kholifah marah kepadanya sehingga dia melarikan diri lalu dipecat oleh Kholifah al Qohir dari jabatannya dan rumahnya dilempari api. Lalu Imam al barbahary kembali lagi kepada kedudukan semula di negeri itu hingga ketika Abu Abdillah bin Arofah yang dikenal dengan Nafthowaih wafat. Kemudian dia ditangkap pada tanggal 6 bulan Jumadil akhir tahu 322 H kemudian dimasukkan penjara dan disiksa dengan dicongkel kedua matanya hingga menjadi buta. Muhammad bin Muhammad bin Utsman Abu Bakar Al Khathib berkata: “Telah samapi kepadaku bahwa dia suka hidup sederhana dan memiliki madzhab yang sangat bagus namun sering meriwayatkan riwayat yang mungkar dan bathil.4.

Para ahli bid’ah tidak bosan-bosan untuk terus menerus membuat makar keji dan kebohongan dengan menjilat kepada Kholifah ar radhiy. engkau juga melihat apa yang aku lihat?” Ia Menjawab: “Ya” pembantu berkata: “Inilah kunci-kunci rumah dan rumah dalam keadaan tertutup. cerita nasehat. maka datang seorang yang ahli dalam memandikan mayyity ke rumah lalu pintu ditutup agar tidak diketahui oleh orang kemudianorang tersebut menshalatkan sendirian. agar melarang para sahabat Imam al Barbahary berkumpul dan bertemu. Penerbit: Dar El-Hujjah)  erva kurniawan 1:35 am pada 8 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).” Pada saat pemilik rumah melihat dari kejauhan tampak ruangan rumah dipenuhi kaum laki-laki yang berpakaian putih dan hijau maka ia berusaha untuk mendekati namun ketika sholat jenazah usai mereka menghilang. hal 5-13. pembela sunnah dan sangat keras terhadap ahli bid’ah dan kaum zindiq. Ibnu Abi Ya’la berkata: “telah bercerita kepadaku bahwa Muhammad bin Hasan al Muqriy berkata bahwasannya kakek dan nenekku berkata kepadaku: ‘Abu Muhammad al Barbahary bersembunyi di rumah saudari Tuzun di daerah bagian timur daerah al Hammam jalan raya as Silsilah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Ketika beliau wafat. dia seorang imam dan tokoh panutan.” Semoga Alloh merahmati Imam al Barbahary dan memberi balasan yang besar.kemudian bertanya tentang kejadian tersebut dan dikabarkan kepadanya hingga sang kholifah merasa takjub dengan sikap tersebut. saudaru Tuzun berkata kepada pembantunya: “Caarilah orang yang ahli dalam memandikan mayat. beliau terserang pendarahan hebat hingga wafat. kisah teladan ( 352 ).” Saudari Tuzun berkata: “Kuburlah dia di dalam rumahku dan jika nanti aku meninggal dunia kuburkanlah (aku) di sisinya. Lalu pembantu berkata: “Wahai tuanku.” *** (Di tulis kembali dari: Buku “Syarhus Sunnah-Penjelasan Tuntas Bahwa Islam itu adalah Sunnah dan Sunnah itu adalah Islam. lalu pemilik rumah memanggil pembantu tersebut lalu berkata: “Wahai Hajjam. mereka berusaha memfitnah Imam al barbahary hingga Kholifah ar Rodhiy memerintahkan Badr al Harosiy kepala polisi bagian transportasi dan komunikasi di daerah Baghdad. kisah islami ( 268 ). selama satu bulan dalam persembunyian. kamu telah menghancurkanku bersama saudaraku. cerita teladan ( 355 ). Maka Imam al Barbahary dengan gerak cepat mencari tempat persembunyian dan pindah dari daerah bagian barat menuju bagian timur lalu bersembunyi di daerah tersebut hingga beliau wafat dalam masa persembunyian pada bulan rojab tahun 329 H.

Setelah itu ia lanjutkan dengan menghafal kitab-kitab semisal al-`Umdab. Penulis Mu`jam al-Mallifin menambahkan: Athaluni al-Mishri Asy-Syafi`i. dan Al-fiyah ibn Malik. bulan Rajab 849 H. kecuali ibnu Iyas dan Ismail Pasha al-Bagdadi yang menganggap bahwa kelahiran as-Sayuthi adalah pada bulan Jumadil akhir. Garis keturunan. pada saat ia masih berusia 6 tahun. bahwa dia pernah mendengar ayah saya mengatakan bahwa kakek buyut ayah adalah orang non arab dari timur. dan hafalan ini menjadi sempurna betul ketika ia menginjak usia 8 tahun. dan diberi gelar Jalaluddin. Ia menghubungkan garis keturunannya demikian: Kakek buyut saya adalah Damam adDin. Minhaj fiqh. dan para sejarawan sepakat tentang tahun kelahiran ini.Selanjutnya ia menekuni berbagai bidang ilimu dan saat itu usianya baru menginjak usia 16 tahun. dan ada pula yang menjadi pedagang. serta di panggil dengan nama abdul Fadhal. begitulah ia mengatakannya sendiri.Imam Al Hafidz Jalaluddin Abdurrahman As Suyuti Nama. Ayahnya meninggal dunia pada malam senin. Ia berasal dari keturunan non arab. Perjalanan dan masa menuntut ilmu: Pada usia yang amat sangat muda ia telah hafal Al-Quran. Ia mempelajari Fiqh dan Nahwu dari beberapa guru. dan nisbat yang dimilikinya: As-Sayuthi nama lengkapnya adalah Al-Hafizh Abdurrahman ibnu Al. Kelahiran dan pertumbuhannya: As-sayuthi dilahirkan di wilayah Asyuth sesudah magrib pada malam ahad. Darinya lahir tokoh-tokoh dan pemimpin. ada pula yang menjadi Hakim Perdata. seorang ahli hakikat dan guru tarekat. antara lain ada diantara mereka yang menjadi kepala pemerintahan di daerahnya. yakni pada tahun 864 H. 5 Safar 855 H. dan mengambil ilmu Faraid dari ulama di jamannya yakni Syeikh Syihab ad-Din asy-Syarmasahi. Namun tidak ada seorangpun diantara mereka yang saya ketahui menekuni ilmu secara sungguh-sungguh kecuali ayah saya. Ia dibesarkan dalam keadaan yatim piatu. yang dalam hal ini asysayuthi sendiri pernah mengatakan: Ada seorang yang bisa saya percaya pernah menuturkan kepada saya.Kamal Abi Bakr bin Muhammad bin Sabiq ad-Din Ibn Al-Fakhr Utsman bin Nazhir ad-Din al-Hamam al-Khudairi al-Sayuthi. Al-Ushul. lalu menimba ilmu Fiqh kepada syeikhul Islam Al-Balqini .

`Ali alAsymuni. Lalu secara tetap pula mengikuti pengajian yang diberikan oleh Saifudin muhammad bin muhammad al-Hanafi. Kendatipun demikian. serta pengajian-pengajian yang diberikan oleh al`alamah asy-Syamani dan al-Kafiji. yakni ilmu dirayah hadits. dan diantara mereka yang paling menonjol antara lain: Syamsudin asy-sakhawi. murid dan sejawatnya: as-Sayuthi mengakui sekitar seratus lima puluhan orang ulama sebagai gurunya. Dari ulama ini as-Sayuthi menimba ilmu yang tidak terbilang juga banyaknya. Ma`ani. selain kecendrungannya kepada tasawuf yang telah dirintis oleh kakek buyutnya Hamam. Dari ulama yang disebut terakhir itu. juga mempelajari Alfiah karya al-`Iraqi. Syarh-Asyudur. Kepada ash-Shyairafi di samping kita-kitab lain seperti As Syifa`. lalu menuju Syam dan Hijaj. sehingga hanya dalam waktu 22 tahun saja ia telah membanjiri perpustakaan-perpustakaan Islam dengan karya-karyanya dalam berbagai bidang. Sementara itu beribu-ribu orang telah pula berguru kepada dirinya. Kegiatannya menuntut ilmu: Di dalam usahanya menuntut ilmu as-Sayuthi telah mendatangi syeikh Safuddin Al-Hanafi dan berulangkali mengkaji kitab Al-Mukasyaf dan At-Taudhih. dan seterusnya ke Yaman. melalui para ahli bahasa dan Balaqhah. dan mengkaji shahih Muslim sampai hampir tamat.sampai yang disebut terakhir ini wafat. ia tetap mengatakan bahwa ia tidak banyak mempelajari ilmu-ilmu riwayat. dan dilanjutkan oleh putranya `Ilmuddin Al-Balqini. as-Sayuthi menyerap ilmu yang tidak terhingga jumlahnya. Ia kemudian berguru kepda Al-Ustadz Muhyiddin Al-Kafayaji selama 14 tahun. As-Sayuthi kemudian dikenal dengan orang yang begitu dalam ilmunya. Akidahnya: Dari karangan-karangan yang membela para sahabat dan tetap berpijak pada sunnah. Pengaruh intelektualitasnya: Begitu usianya menginjak 40 tahun. dalam tujuh disiplin ilmu : Tafsir Hadist. lalu menyusun buku-buku ringkas tentang ilmu-ilmu ini. dan menunjukkan perhatian dalam bidang karang-mengarang. Selain itu. bahasa dan ma`ani. Guru. Dimyat. melebihi perhatiannya terhadap masalah yang dianggapnya paling penting dalam disiplin ilmu ini. yang jauh menyimpang dari Al-Quran dan Sunnah. Nahwu. India dan al-Maghrib (Maroko). antara lain ke kota Al-Fayun. dan yang menonjol diantaranya adalah: Ahmad zas-Syarmasahi ‘Umar al-Balqini Shalih bin Umar bin Ruslan al-Balqini Muhyidin al-Kafiji Al-Qadhi syarafudin al-Manawi. dan menghadiri pengajian ilmiah yang diberikan al-Balqini. ia segera mengasingkan diri dari keramaian. ilmu . hingga ulama ini meningggal dunia. Sesudah itu ia tinggal bersama asy-Syaraf al-Manawi. Dari ulama ini ia menyerap ilmu Tafsir dan Ushul. dan mendengarkan pengajian kitab al-Mutawassith serta as-Safiyah berikut syarhnya yang ditulis oleh al-Jarudi yang disampaikan oleh ulama ini.Ia banyak melakukan perjalanan untuk menuntut ilmu. al Mughni – sebuah kitab Ushul Fiqh Mazhab Hanafiyah dan syarhnya pada Syams alMarzabani al-Hanafi. Bayan dan Badi`. telah mampu membentengi dirinya dari penyimpangan-penyimpangan yang banyak dialami oleh para pengikut aliran sufi. Al-Mihlah. Fiqh . Ia pernah pula dikirim orang tuanya mengikuti majelis yang diselenggarakan oleh al-Hafidz ibnu Hajar. Kendatipun demikian. maka tampaklah bahwa mazhab yang dipilihnya adalah mazhab ahlus sunnah. Tidak ada hal lain yang dapat diketahui tentang dirinya dalam persoalan ini. ilmunya yang demikian mendalam tentang Al-Qurn dan sunnah. Al-Fiyah ibnu Malik.

*** Dikutip dari: Proses lahirnya sebuah Hadits karya: Al-Hafizh Jalauddin as-Sayuthi. lalu dimakamkan di Hausy Qousun. hal:41-45. cerita teladan ( 355 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Senang di Dunia. Untuk itu ia mengeram dirinya di rumah dalam kamar khusus yang di sebut Raudhah al-Miqyas dan hampir-hampir tidak beranjak dari situ. Ia terus menerus terlibat dalam hal ini hingga akhir hayatnya sesudah menderita sakit dan kelumpuhan total pada tangan kirinya selama seminggu.As`af al-mabtha` bi Rijal al-Muhtha`. kisah teladan ( 352 ). yang diakui sebenarannya oleh yang bersangkutan. Bandung. Natsr al-Abir fi Takhrij Ahadits asy-syarkh al-Kabir Wafatnya: Hidup syaikh as-syayuthi sarat dengan kegiatan menghimpun ilmu dan mengarang. Jam`u aljawami` Aw al-jami` al-Kabir. Tadrib ar-Rawi bi syarkh Tawqrib an-Nawawi. Al al-fiyah fi al-Hadits. semisal tafsir dan ilmu tafsir. bahasa Arab dengan berbagai cabang ilmunya. Penullis hidayah alA`rifin mengemukakan sejumlah besar karangan yang telah ditulis oleh asy-Sayuthi yan jumlahnya mendekati apa yang kami sebutkan itu. Durr as-sahabah Fi Man Nazal al-Nishir Min al shahabah. Kedua: Dalam ilmu Hadits. kisah islami ( 268 ). Hadits dan ilmu Hadits.  erva kurniawan 1:51 am pada 7 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). 19 Jumadil Ula 911 H di tempat kediamannya. Cukuplah sekiranya di sini bisa kami sebutkan saja beberapa diantara karya-karyanya yang paling menonjol dalam ilmu Hadits lantaran kaitannya yang demikian erat dengan topik kajian kita sekarang ini. cerita nasehat. Nampaknya karena sakit yang di derita inilah ia lalu meninggal dunia pada hari kamis. Pertama: tentang Hadits Zahr ar-Rabbiy Ala Mujtaba Li an-Nasa`I Al-Hawalik `Ala Muwaththa` Malik. al-Jami` ashShaghir wa Dzailuh.dalam jumlah sekitar 600 judul. Penerbit: PUSTAKA. Senang di Akhirat . dan Tarikh. Fiqh dan Ushul Fiqh. Marqat ash-Shu`ud Syarkh Sunan Abi Dawud. sirah Nabawiyah. 1406 H – 1985 M.

seorang sufi bernama Ma’ruf al-Kurkhi sedang duduk-duduk bersama murid-muridnya. sampai dini hari. Wajah-wajah mereka kusam. Mereka akan bubar jika lintingan-lintingan ganja itu telah habis. para pendatang— seolah-olah yang diharuskan memahami kesenangan para pemuda setempat itu. Mungkin. beberapa pemuda selalu menghabiskan waktu selama beberapa jam untuk bersenang-senang: menikmati lintingan ganja.Hampir setiap malam. teras rumah yang berada di depan rumah saya itu akan sepi. Mereka memainkan alatalat musik dan bernyanyi-nyanyi sambil meminum minuman keras. lewatlah rombongan yang tampaknya sedang merayakan sesuatu. Kecuali jika mereka kehabisan ‘bekal’. Mata di wajah mereka merah. Hampir setiap hari mereka seperti itu. yaitu bermain remi sambil berjudi kecil-kecilan. “Mereka berbuat maksiat secara terangterangan. Suatu ketika. Suara-suara mereka terdengar berat khas orang mabuk. para pemuda itu berpikir: kami tidak akan berbuat macam-macam jika kalian membiarkan kami menikmati kesenangan kami. “Lihatlah orang-orang itu. Membiarkan mereka meski kegaduhan mereka terkadang mengganggu.” kata salah seorang muridnya. Dalam kondisi seperti itu tentu saja mereka tidak bisa diharapkan untuk memahami suasana. Setiap kali melihat para pemuda itu menikmati kesenangan mereka. Setelah itu mereka melanjutkan dengan kesenangan yang lain. apalagi kepada sesama manusia. Setelah bekal kembali terkumpul. Mereka tidak malu kepada Tuhan. Duduk melingkar sambil membicarakan apa saja. di teras rumah yang berada di depan rumah saya —maksud saya: rumah kontrakan saya— di daerah pinggiran Jakarta. Apalagi rumah yang terasnya mereka tempati untuk nongkrong. sebuah kitab tentang tasawuf yang telah berusia lebih dari seribu tahun karya Abu Qasim al-Qusyairi. Justru kami —saya dan beberapa penghuni kontrakan lain. Padahal dengan seperti itu pun mereka sudah berbuat macam-macam.” . Untuk beberapa hari. Kemudian. Maka. Kencang. saya selalu teringat kisah dalam alRisslah al-Qusyayriyyah fi ‘Ilm al-Tashawwuf. Terkadang tertawa terbahak-bahak. mereka pun melanjutkan kesenangan mereka. penghuninya adalah keluarga muda yang memiliki bayi baru berumur sekian bulan.

“Jika di akhirat kelak mereka bisa bersenang-senang. *** Juman Rofarif – detikRamadan. • Saya 2:30 pm pada 10 Januari 2011 Permalink ok • ahmad m 9:09 pm pada 19 Januari 2011 Permalink tafaqkur  . artinya Tuhan mengampuni maksiat mereka di dunia. guru akan selalu lebih bijak daripada murid-muridnya. Ia berdoa.” “Kami tidak memintamu berdoa seperti itu. yaitu mengharap segala sesuatu menjadi baik.” Ma’ruf ingin mengajarkan kepada para muridnya bahwa dunia adalah tempat kemungkinankemungkinan. Itulah yang disebut dengan al-raja’ dalam ilmu tasawuf. Editor di Penerbit Serambi Jakarta. Di mana-mana. ia tak perlu dikutuk. buatlah mereka bisa bersenang-senang di akhirat nanti. Sebab itulah orang Jawa mengatakan. Ma’ruf al-Kurkhi menjawab. Orang yang menjaga al-raja’ dalam dirinya tidak akan pernah merasa puas dengan kebaikan. ia akan tetap menjadi guru. ‘guru’ adalah singkatan dari ‘digugu lan ditiru’ yang artinya ‘dituruti dan diteladani’. yaitu ‘guru’ singkatan dari ‘wagu tur saru’ yang artinya ‘tak pantas dan cabul’. tapi berharap keburukan itu akan menjadi atau berakhir dengan kebaikan. Sebab itu. “Ya Tuhanku! Seperti mereka bisa bersenang-senang di dunia ini.“Doakanlah mereka agar celaka. Jika ada orang yang dianggap guru tapi tak berperilaku selayaknya guru. sehingga tak patut digugu lan ditiru. Apa yang tampak buruk tidak selalu akan berakhir tetap dalam kondisi buruk. atau berakhir dengan kebaikan. dan sebab itu ia tidak mengutuk keburukan.” kata si murid. Ma’ruf al-Kurkhi kemudian mengangkat tangannya. hanya saja dengan singkatan yang berbeda.” kata si murid kepada Ma’ruf.

. Melihat kakinya kena bisa pak tani pergi kedokter. ular marah dan mematok kaki pak tani. cerita nasehat. kisah islami ( 268 ). Ayampun cuek mendengar cerita tikus. begitu pulang pak tani memotong ayamnya. kisah teladan ( 352 ). Pak tani membalasnya dengan menebaskan goloknya dan ularpun mati.erva kurniawan 1:31 am pada 5 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Si tikus berlari menemui ayam dan menceritakan bahwa dilumbung padi ada jebakan tikus yang berbahaya. Melihat pak tani datang. Awalnya musibah itu hanya menimpa ular namun toh akhirnya ayam. cerita teladan ( 355 ). Pesan cerita diatas. kambingpun cuek. sapi-pun cuek. orang-orang sekampung pada datang untuk menyelawat maka dipotonglah sapinya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Jangan Abaikan Hal Yang Sepele Pada suatu hari ada seekor tikus yang keluar dari sarangnya pergi kelumbung pagi. Wassalam. *** Oleh: Agussyafii • hilmi 10:27 am pada 5 Januari 2011 Permalink . tikus itu melihat ada jebakan tikus. Ternyata yang terjebak bukan tikus melainkan ular. Sampai akhirnya pada pagi hari. ularpun cuek. pak tani pergi kelumbung padi untuk melihat jebakannya apakah mendapatkan tikus. toh. Tikus berlari lagi menemui sapi dan menceritakannya. kambing dan sapi juga jadi korban. Jangan sampai karena bukan kita jadi korban kemudian kita tidak ambil pusing. dipanggillah pak kyai untuk mendoakan kesembuhannya maka dipotonglah kambing.akhirnya kita juga kena getahnya. Tikus berlari menemui kambing dan bercerita bahwa dilumbung padi ada jebakan tikus. Kata dokter supaya cepat sembuh mesti makan yang bergizi. Sakitnya pak tani makin parah dan akhirnya pak tani meninggal dunia. Lukanya ternyata nggak sembuh-sembuh. Tikus berlari menemui ular dan menceritakannya.

Sehingga ketika misalnya Zulaikha meminta membawa segelas air. Tak heran jika Zulaikha. mohon di ikhlaskan. “Mendekatlah! Mengapa menjauh? Duduklah di sampingku.” . • octave 11:29 am pada 5 Januari 2011 Permalink Jazakallah khairan katsiro. cerita teladan ( 355 ). kisah teladan ( 352 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Cinta kepada Allah Menyelamatkan Yusuf dari Perbuatan Maksiat Yusuf kecil tumbuh menjadi pemuda yang indah parasnya. Asy-Sya’rawi menulis. sungguh kisah yang menarik. dan halus budi pekertinya. kisah islami ( 268 ). kini pandangan itu telah berubah. cerita nasehat..saya copy artikelnya… • Hikmah 12:14 pm pada 14 Januari 2011 Permalink Bagusss  erva kurniawan 1:49 am pada 3 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). dia berkata kepada Yusuf as. kalau pada awalnya Zulaikha memandang Yusuf as sebagai seorang remaja. tertarik padanya.ehm. istri seorang pejabat Mesir yang memelihara Yusuf.. jernih matanya.

gerak-geriknya semakin jelas menunjukkan rasa itu. ia menutup rapat pintu-pintu dan tabir-tabirnya. ia membersiapkan diri dengan berdandan sebaik mungkin. “Marilah ke sini. Untuk itu. pastilah ia melakukan seperti apa yang diinginkan Zulaikha. perhatian dan pandangannya tak lagi tertuju kepada wanita itu maupun wanita lain. laksanakan apa yang kuperintahkan!” Rayuan kepada Yusuf as dilakukan berkali-kali. Dan tatkala diam. ia tak menuruti godaan dan rayuan Zulaikha. Namun. di saat cintanya tak terbendung lagi. Tatkala bergerak. tatkala berucap. bersama Allah. Kemudian ia berkata dengan penuh harap dan merayu. Senantiasa menunaikan hak-haknya. Cinta yang selalu dalam hubungan intim dengan-Nya melalui zikir. bahkan dengan memaksa. cerita nasehat. Jangankan mempunyai tekad atau keinginan. kisah teladan ( 352 ). Ia pun tambah berani. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Bukan hanya isyarat-syarat halus yang sekarang ditampakkan. Bahkan semakin menjadi-jadi karena Yusuf as berpura-pura tidak mengerti atau mengalihkan pandangan dan pembicaraan. serasa berdosa sekali selalu menurutkan hawa nafsu……semoga Allah mengampuni hamba-Nya ini…  erva kurniawan 1:03 am pada 28 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Seandainya Yusuf as hanya memperturutkan hawa nafsunya. Suatu ketika. dengan nama Allah. (imam) *** Alifmagz – detikRamadan • hilmi 11:18 am pada 3 Januari 2011 Permalink membaca artikel ini. Apalagi Zulaikha adalah wanita yang cantik jelita. kisah islami ( 268 ). Cinta itu semakin hari semakin besar. Yang terbakar hatinya oleh hakekat Ilahi. Tabir pun terbuka sehingga sang Maha Kuasa muncul dari tirai-tirai gaib-Nya.Tanpa sadar tumbuh benih-benih cinta pada diri Zulaikha. cerita teladan ( 355 ). Zulaikha merencanakan untuk berduaan saja dengan Yusuf as di suatu ruang di rumahnya. Yang memandang kepada-Nya dengan mata hati. cinta Yusuf as kepada Allah jauh lebih besar dari itu. Saat ia telah berada di ruang itu bersama Yusuf as. Begitulah keadaan Yusuf as yang dilukiskan oleh Thabathaba’i. atas perintah Allah. Yusuf as adalah laki-laki normal yang punya ketertarikan pada wanita. Maka. Sehingga walaupun Yusuf as memiliki birahi sebagaimana manusia yang lain.

Dan Abu Hanifah At-Taimi biasa ikut rombongan pedagang minyak dan kain sutera. Nasab dan Kelahirannya Bin Tsabit bin Zuthi (ada yang mengatakan Zutha) At-Taimi Al-Kufi Beliau adalah Abu Hanifah An-Nu’man Taimillah bin Tsa’labah. yang lainnya mengatakan dari Turmudz dan yang lainnya lagi mengatakan dari Babilonia. bagus pakaiannya dan selalu memakai minyak wangi. sangat kasih sayang. lantas Ali mendoakan keberkahan kepadanya pada dirinya dan keluarganya. suaranya bagus dan enak didengar. Abu Hanifah itu tinggi badannya sedang. mempunyai kecermatan dalam berpendapat. dan dalam permasalahanpermasalahan yang samar/sulit maka kepada beliau akhir penyelesaiannya. Beliau berasal dari keturunan bangsa persi. sedangkan dia pada waktu itu masih kecil. bagus dalam bermajelis. menurut penuturan anaknya Hamad bin Abu Hadifah bahwa Zuthi berasal dari kota Kabul dan dia terlahir dalam keadaan Islam. bagus wajahnya.Imam Abu Hanifah Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit al-Kufiy merupakan orang yang faqih di negeri Irak. Adapula yang mengatakan dari Anbar. dan kami berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa Ali tersebut untuk kami. Beliau disibukkan dengan mencari atsar/hadits dan juga melakukan rihlah untuk mencari hal itu. Perkembangannya Ismail bin Hamad bin Abu Hanifah cucunya menuturkan bahwa dahulu Tsabit ayah Abu Hanifah pergi mengunjungi Ali Bin Abi Thalib. Beliau dilahirkan pada tahun 80 H pada masa shigharus shahabah dan para ulama berselisih pendapat tentang tempat kelahiran Abu Hanifah. salah satu imam dari kaum muslimin. salah seorang yang mulia dari kalangan ulama dan salah satu imam dari empat imam yang memiliki madzhab. Dan beliau ahli dalam bidang fiqih. . bahkan dia punya toko untuk berdagang kain yang berada di rumah Amr bin Harits. bagus dalam pergaulan bersama rekan-rekannya. memiliki postur tubuh yang bagus. disegani dan tidak membicarakan hal-hal yang tidak berguna. jelas dalam berbicara. pemimpin orang-orang alim.

“Aku berkata kepada Sufyan Ats-Tsauri. Hamzah temannya penjual minyak wangi. dan lain-lain. Ali bin Ashim. Beliau pernah bercerita. Abyadh bin Al-Aghar bin Ash-Shabah. Abdurrahman bin Hurmuj al-A’raj. Abdul karim bin Muhammad al-Jurjani. dia adalah orang yang paling berakal. Sulaiman bin Amr An-Nakhai.Beliau sempat bertemu dengan Anas bin Malik tatkala datang ke Kufah dan belajar kepadanya. diantaranya: 1. Al-Hasan bin Ziyad. maka beliau dihukum cambuk sebanyak 110 kali (setiap harinya dicambuk 10 kali). beliau juga belajar dan meriwayat dari ulama lain seperti Atha’ bin Abi Rabbah yang merupakan syaikh besarnya. saya optimis kalau ada orang yang bertanya kepadaku tentang sesuatu apapun saya akan menjawabnya. orang yang jujur. Qotadah bin Di’amah. Penilaian para ulama terhadap Abu Hanifah Berikut ini beberapa penilaian para ulama tentang Abu Hanifah. maka aku memutuskan untuk tidak berpisah dengan Hamad sampai dia meninggal. Ibnu Syihab Az-Zuhri. orang yang paling jauh dari perbuatan ghibah adalah Abu Hanifah. Hamad bin Abi Sulaiman guru fiqihnya. Nafi’ Maula Ibnu Umar. Su’aib bin Ishaq. Yazid bin Harun. Abu Syihab Al-Hanath Assamaqondi. Abdullah ibnul Mubarok berkata. Al-Fadhl bin Musa. Abdullah ibnul Mubarok. Dan beliau juga pernah berkata. Yahya bin Ayub Al-Mishri. tidak tertuduh dengan berdusta. dia tidak membicarakan hadits kecuali yang dia hafal dan tidak membicarakan apa-apa yang tidak hafal”. Al-Qodhi Abu Yusuf. Qois bin Muslim. Asar bin Amru Al-Bajali. Asy-Sya’bi. Ismail bin Yahya Al-Sirafi. Hamad bin Abu Hanifah. tatkala dia mengetahui keteguhan Abu Hanifah maka dia melepaskannya. Nu’man bin Abdus Salam al-Asbahani. saya tidak pernah mendengar beliau berbuat ghibah meskipun kepada musuhnya’ kemudian beliau menimpali ‘Demi Allah. Dan dia juga berkata. ‘Wahai Abu Abdillah. tatkala pergi ke kota Bashrah. aku bertanya siapakah orang yang paling wara’ di kota Kufah? Maka mereka penduduk Kufah menjawab Abu Hanifah”. maka saya bersamanya selama 10 tahun. dia tidak berdusta. Waki’ bin Al-Jarah. Abdullah bin Dinar. Abdul Aziz bin Khalid at-Turmudzi. Muhammad bin Munkandar. . Al-Harits bin Nahban. Muhammad bin Bisyr. …”. dia tidak menghilangkan kebaikannya dengan perbuatan ghibah’. Pada masa pemerintahan Marwan salah seorang raja dari Bani Umayyah di Kufah. Isa bin Yunus. dan masih banyak lagi. “Kalaulah Allah subhanahu wa ta’ala tidak menolong saya melalui Abu Hanifah dan Sufyan Ats-Tsauri maka saya hanya akan seperti orang biasa”. “Aku dating ke kota Kufah. Muhammad bin Abdullah al-Anshari. Hafsh binn Abdurrahman al-Qadhi. maka tatkala diantara mereka ada yang bertanya kepadaku tentang suatu masalah lantas saya tidak mempunyai jawabannya. “Abu Hanifah adalah orang yang paling faqih”. Dan ada yang meriwayatkan bahwa beliau sempat bertemu dengan 7 sahabat. Dan dalam waktu yang lain beliau berkata. beliau didatangi Hubairoh salah satu anak buah raja Marwan meminta Abu Hanifah agar menjadi Qodhi (hakim) di Kufah akan tetapi beliau menolak permintaan tersebut. Muhammad bin Qoshim al-Asadi. Yahya bin Ma’in berkata. Amru bin Dinar. Dawud Ath-Thai. 2. Adapun orang-orang yang belajar kepadanya dan meriwayatkan darinya diantaranya adalah sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Abul Hajaj di dalam Tahdzibnya berdasarkan abjad diantaranya Ibrahin bin Thahman seorang alim dari Khurasan. “Abu Hanifah adalah orang yang tsiqoh. “Abu hanifah laa ba’sa bih. Ishaq al-Azroq. Ali bin Zhibyan al-Qodhi. Abdullah bin Zubair al-Qurasy. Abu Ja’far Al-Baqir. Muhammad bin Hasan Assaibani. Thalhah bin Nafi’. Abu Nu’aim.” Beliau juga berkata. “Abu Hanifah adalah orang yang tsiqoh di dalam hadits”. Adi bin Tsabit. Dan beliau juga berkata.

3. Beberapa penilaian negatif yang ditujukan kepada Abu Hanifah Abu Hanifah selain dia mendapatkan penilaian yang baik dan pujian dari beberapa ulama. “Abu Hanifah orang yang miskin di dalam hadits”. Imam Syafii berkata. 2. “Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit tidak kuat hafalan haditsnya”. menunjukkan kebenaran dengan cara yang baik. Abu Manshur Al-Maturidi … dan menyelisihi pendapat ini adalah Ahlu Hadits … dan telah dinukil pula dari Abu Hanifah bahwa iman itu adalah pembenaran di dalam hati dan penetapan dengan lesan tidak bertambah dan tidak berkurang. “Abu Hanifah adalah seorang yang faqih. dan yang berpendapat seperti ini adalah Jumhur Asy’ariyyah. “Barangsiapa ingin mutabahir (memiliki ilmu seluas lautan) dalam masalah fiqih hendaklah dia belajar kepada Abu Hanifah”. Sufyan berpendapat dan Abu Hanifah berpendapat maka yang paling bagus pendapatnya adalah Abu Hanifah … dan dia orang yang paling faqih dari ketiganya”. tidak selayaknya bagi seseorang berbicara tentang hadits kecuali apa-apa yang dia hafal sebagaimana dia mendengarnya”. Dan yang dimaksudkan dengan “tidak bertambah dan berkurang” adalah . 6. “Semoga Allah merahmati Abu Hanifah karena dia adalah termasuk orang yang menjaga shalatnya (banyak melakukan shalat)”. Abdullah ibnul Mubarok berkata. kemudian imam Malik berpendapat. 3. 4. tidak banyak hadits shahihnya”. Al-Qodhi Abu Yusuf berkata. dan masih membutuhkan pendapat. dan sungguh banyak mengambil pendapatnya”. “Kami tidak mendustakan Allah swt. Al-Khuroibi berkata. 7. Yahya bin Sa’id al-Qothan berkata. “Abu Hanifah berkata. dan tidaklah mencelanya melainkan dia itu orang yang jahil tentangnya”. Abdul Karim bin Muhammad bin Syu’aib An-Nasai berkata. “Pendapat Abu Hanifah di dalam masalah fiqih lebih mendalam dari pada syair. 9. diantaranya : 1. menghindari dari harta penguasa”. “Tidaklah orang itu mensela Abu Hanifah melainkan dia itu orang yang pendengki atau orang yang jahil”. Dan telah dinukil dari Abu Hanifah bahwasanya amal-amal itu tidak termasuk dari hakekat imam. dan mengeluarkan amal dari hakikat iman. Qois bin Rabi’ juga mengatakan hal serupa dengan perkataan Fudhail bin Iyadh. Fudhail bin Iyadh berkata. 8. juga mendapatkan penilaian negatif dan celaan yang ditujukan kepada beliau. Sufyan bin Uyainah berkata. termasuk salah seorang hartawan. 4. Imam Muslim bin Hajaj berkata. akan tetapi dia termasuk dari sya’air iman. sabar dalam belajar dan mengajarkan ilmu. Hafsh bin Ghiyats berkata. “Apabila atsar telah diketahui. terkenal dengan wara’-nya. sedikit bicara. Beliau juga berkata. 5. “Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit shahibur ro’yi mudhtharib dalam hadits. Yaitu penyataan bahwa iman itu keyakinan yang adal dalam hati dan diucapkan dengan lesan.Beliau juga berkata. “Saya tidak melihat seseorang yang lebih tahu tentang tafsir hadits dan tempat-tempat pengambilan fiqih hadits dari Abu Hanifah”. tidaklah kami mendengar pendapat yang lebih baik dari pendapat Abu Hanifah. Sebagian ahlul ilmi memberikan tuduhan bahwa Abu Hanifah adalah murji’ah dalam memahi masalah iman.

Berkata Syaikh Nashirudin Al-Albani. Jami’ul Masanid karya al-Khawaruzumi dan Tadzkiratul Hufazh karya Imam Adz-Dzahabi. Dan di sana masih banyak lagi bentuk-bentuk penilaian negatif dan celaan yang diberikan kepada beliau. kalau Dia menghendaki maka akan mengadzabnya dan kalau tidak maka akan mengampuninya. hal ini bisa dibaca dalam kitab Tarikh Baghdad juz 13 dan juga kitab al-Jarh wa at-Ta’dil Juz 8 hal 450. ‘Orang yang terjerumus dalam dosa besar maka urusannya diserahkan kepada Allah’. dan orang yang berbuat kemaksiatan selain syirik dan kekufuran meskipun dia belum bertaubat sampai dia meninggal dalam keadaan beriman. Beberapa Nasehat Imam Abu Hanifah Beliau adalah termasuk imam yang pertama-tama berpendapat wajibnya mengikuti Sunnah dan meninggalkan pendapat-pendapatnya yang menyelisihi sunnah. “Kami tidak mengatakan bahwa orang yang beriman itu tidak membahayakan dosa-dosanya terhadap keimanannya. alim yang cerdas mereka bersikap inshaf (pertengahan ) secara haqiqi. Diantara nasehat beliau adalah: a. Tidak diragukan lagi bahwa merupakan cela. dan kami juga tidak mengatakan pelaku dosa besar itu masuk neraka dan kekal di neraka meskipun dia itu orang yang fasiq. tidak membatalakannya dengan kekufuran dan murtad sampai dia meninggal maka Allah tidak akan menyia-nyiakan amalannya. aib untuk ber-ashabiyyah madzhabiyyah. seperti ada yang kuat dan ada yang lemah. maka hal seperti itu sungguh dia menolak banyak pengkhabaran tentang Abu Hanifah dari orang-orang yang adil”. Dan ini merupakan pendapat ahlul haq …. mereka menyebutkan bahwa Abu Hanifah berkata.coba lihatlah ke kitab beliau Fiqhul Akbar dan Aqidah Thahawiyah ….jumlah dan ukurannya itu tidak bertingkat-tingkat. Padahahal telah dinukil dari beliau bahwa Al-Qur’an itu adalah kalamullah dan pengucapan kita dengan Al-Qur’an adalah makhluq. Dan sungguh telah diriwayatkan dari Abu Hanifah oleh para sahabatnya pendapat-pendapat yang jitu dan dengan ibarat yang berbeda-beda. Dan para imam telah memberi isyarat bahwa mereka tidak mampu untuk menguasai. dan penisbatan pendapat Al-Qur’an itu dalah makhluq kepada Abu Hanifah merupakan kedustaan”. sebagaimana yang termaktub dalam kitab “Fiqhul Akbar” karya Abu Hanifah.” 5. … dan betapa banyak daripara imamyang agung.dan sungguh kami telah meneliti semua riwayat-riwayat tersebut. yang semuanya itu menunjukkan pada sesuatu yang satu. … akan tetapi kami mengatakan bahwa barangsiapa beramal kebaikan dengan memenuhi syarat-syaratnya dan tidak melakukan hal-hal yang merusaknya. “maka terkadang diantara para . Dan apabila kalian menghendaki untuk mengetahui kedudukan riwayat-riwayat yang berkenaan dengan celaan terhadap Abu Hanifah maka bacalah kitab al-Intiqo’ karya Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh imam Syafii. Ibnu Abdil Barr berkata. ada yang jelas dan yang samar.akan menerimanya. maka di berasa dibawah kehendak Allah. “Banyak dari Ahlul Hadits – yakni yang menukil tentang Abu Hanifah dari al-Khatib (Tarikh baghdad) – melampaui batas dalam mencela Abu Hanifah. Apabila telah shahih sebuah hadits maka hadits tersebut menjadi madzhabku. dak hal ini tidak menafikan adanya iman itu bertingkat-tingkat dari segi kaifiyyah. “Ini merupakan kesempurnaan ilmu dan ketaqwaan para imam. ternyata riwayat-riwayat tersebut lemah dalam sanadnya dan mudhtharib dalam maknanya. Sebagian ahlul ilmi yang lainnya memberikan tuduhan kepada Abu Hanifah. yaitu wajibnya mengambil hadits dan meninggalkan taqlid terhadap pendapat para imam yang menyelisihi hadits. bahwa beliau berpendapat Al-Qur’an itu makhluq. meliput sunnah/hadits secara keseluruhan”. dan yang semisalnya … Dan dinukil pula oleh para sahabatnya. Dan kalian akan mengetahui riwayat-riwayat yang banyak tentang cacian yang ditujukan kepada Abiu Hanifah -dalam Tarikh Baghdad. bahklan -insya Allah.

“Keyakinan kami dan keyakinan setiap orang yang pertengahan (tidak memihak) terhadap Abu Hanifah. kami berpendapat pada hari ini. Tidak halal bagi seseorang untuk mengambil/memakai pendapat kami selama dia tidak mengetahui dari dalil mana kami mengambil pendapat tersebut. Abu Hanifah dipanggil kehadapannya untuk diminta menjadi qodhi (hakim). bahkan wajib beradab dengannya karena dia merupakan salah satu imam dari imam-imam kaum muslimin yang dengan mereka terjaga agama ini. Berbeda dengan para imam yang lainnya. Syaikh Al-Albani berkata. maka sesungguhnya aku berpendapat pada hari ini denga suatu pendapat dan aku tinggalkan pendapat itu besok. karena Allah tidak membebani manusia yang tidak dimampuinya -. itupun hanya sedikit dalam madzhabnya sebagaimana hal itu juga sedikit pada madzhab-madzhab lainnya dengan penisbahan kepadanya. dia berfatwa dengan pendapatku. hal itu merupakan udzur bagi Abu Hanifah tatkala dia menyelisihi hadits-hadits yang shahih tanpa dia sengaja – dan ini merupaka udzur yang diterima. besok aku berpendapat dengan suatu pendapat dan aku tinggalkan pendapat tersebut hari berikutnya. “Maka apabila demikian halnya. karena tidak ada nash dalam permasalahanpermasalahan yang diqiyaskan tersebut. Kemudia syaikh Al-Albani mengomentari pernyataan tersebut dengan perkataannya. kemudian dia berfatwa dengan pendapat yang menyelisishi dalil tersebut? Maka camkanlah kalimat ini! Dan perkataan ini saja cukup untuk memusnahkan taqlid buta. maka tinggalkan perkataanku. akan tetapi beliau menolak permintaan raja tersebut – karena Abu Hanifah hendak menjahui harta dan kedudukan dari sulthan (raja) – maka dia ditangkap dan dijebloskan kedalam penjara dan wafat dalam penjara. untuk itulah sebaigan orang dari para masyayikh yang diikuti mengingkari penisbahan kepada Abu Hanifah tatkala mereka mengingkari fatwanya dengan berkata “Abu Hanifah tidak tahu dalil!” Berkata Asy-sya’roni dalam kitabnya Al-Mizan 1/62 yang ringkasnya sebagai berikut. Apabila saya mengatakan sebuah pendapat yang menyelisihi kitab Allah dan hadits Rasulullah yang shahih. haram bagi orang yang tidak mengetahui dalilku. bahwa seandainya dia hidup sampai dengan dituliskannya ilmu Syariat. “Maka apabila demikian perkataan para imam terhadap orang yang tidak mengetahui dalil mereka. dalam riwayat lain. . Akan tetapi dalil-dalil syari terpisah-pesah pada zamannya dan juga pada zaman tabi’in dan atbaut tabiin masih terpencar-pencar disana-sini. dan dia dishalatkan banyak orang bahkan ada yang meriwayatkan dishalatkan sampai 6 kloter. Wafatnya Pada zaman kerajaan Bani Abbasiyah tepatnya pada masa pemerintahan Abu Ja’far Al-Manshur yaitu raja yang ke-2. setelah para penghafal hadits mengumpulkan hadits-haditsnya dari seluruh pelosok penjuru dunia maka Abu Hanifah akan mengambil hadits-hadits tersebut dan meninggalkan semua pendapatnya dengan cara qiyas. maka ketahuilah! Apakah perkataan mereka terhadap orang yang mengetahui dalil yang menyelisihi pendapat mereka.imam ada yang menyelisihi sunnah yang belum atau tidak sampai kepada mereka. …”. sesungguhnya kami adalah manusia biasa. dan kami ruju’ (membatalkan) pendapat tersebut pada pagi harinya. Dan dalam riawyat lain. Maka banyak terjadi qiyas pada madzhabnya secara darurat kalaudibanding dengan para ulama lainnya. c. …”. maka mereka memerintahkan kepada kita untuk berpegang teguh dengan sunnah dan menjadikan sunah tersebut termasuk madzhab mereka semuanya”. Dan dalam riwayat lain. maka tidak boleh mencela padanya sebagaimana yang dilakukan sebagian orang jahil. b. Dan beliau wafat pada bulan Rajab pada tahun 150 H dengan usia 70 tahun. Celaka engkau wahai Ya’qub (Abu Yusuf). janganlah engakau catat semua apa-apa yang kamu dengar dariku.

Abu Dzar memeluk Islam dengan sukarela. berasal dari suku Ghiffar. cerita teladan ( 355 ). Ia terlahir dengan nama Jundub bin Junadah bin Sakan. sehingga tanpa ragu dan takut ia memberitakan keislamannya itu kepada banyak orang secara terbuka. Siyarul A’lamin Nubala’ karya Al-Imam Syamsudin Muhammad bin Ahmad bin Utsman AdzDzahabi cetakan ke – 7 terbitan Dar ar-Risalah Beirut 3.*** Daftar Pustaka: 1. Suku Ghiffar terkenal sebagai suku penyamun sebelum datangnya Islam. . Di tengah suasana Mekah yang mencekam. Tarikhul Baghdad karya Abu Bakar Ahmad Al-Khatib Al-Baghdadi cetakan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut 2. Shifatu Shalatin Nabi karya Syaikh Nashirudin Al-Albani cetakan Maktabah Al-Ma’arif Riyadh (diambil dari majalah Fatawa)  erva kurniawan 1:25 am pada 27 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Kegundahan hati dan keinginannya untuk berperilaku yang baik membawanya pergi menempuh perjalanan yang jauh untuk bertemu Rasulullah Saw. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kekuasaan Bisa Menjadi Kehinaan dan Penyesalan Abu Dzar al-Ghiffari merupakan salah satu sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah Saw dan termasuk sahabat yang paling awal masuk Islam. Abu Dzar berhasil bertemu Rasulullah Saw dan menyatakan keislamannya. kisah teladan ( 352 ). Al-Bidayah wa an-Nihayah karya Ibnu Katsir cetakan Maktabah Darul Baz Beirut 5. karena saat itu Rasullah Saw banyak mendapat ancaman dari Quraisy. Tadzkiratul Hufazh karya Al-Imam Syamsudin Muhammad bin Ahmad bin Utsman AdzDzahabi terbitan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut 4. cerita nasehat. kisah islami ( 268 ). Keyakinannya terhadap Islam sangat kuat. Kitabul Jarhi wat Ta’dil karya Abu Mumahhan Abdurrahman bin Abi Hatim bin Muhammad ArRazi terbitan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut 6.

com/read/2010/08/24/163757/1426935/985/kekuasaan-bisa-menjadi-kehinaan-danpenyesalan  erva kurniawan 1:00 am pada 25 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). masuk dalam jajaran pemerintahan Rasulullah Saw di Madinah. tidakkah engkau mempekerjakan aku?” Rasulullah Saw sangat mengenal pribadi Abu Dzar. kisah islami ( 268 ). Tujuannya untuk ikut serta membantu Rasulullah Saw berjuang menegakkan Islam. sementara kekuasaan itu adalah amanat. ia selalu turut serta. namun Rasulullah Saw tidak mengabulkan keinginan sahabatnya itu. seluruh suku Ghiffar berhasil diajaknya memeluk Islam. Abu Dzar menjadi dekat dengan Rasulullah Saw. Di hari kiamat kekuasaan itu nanti menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali bagi orang yang mengembannya dengan benar dan menjalankan semua amanat yang ada di dalamnya. Jarang sekali. cerita nasehat. 1. kisah teladan ( 352 ). Abu Dzar menyebarkan ajaran Islam pada masyarakat seluruh suku Ghiffar. Suatu saat ia memberanikan diri menyampaikan keinginannya itu kepada Rasulullah Saw. Meski dengan susah payah. Sewaktu mendengar Rasulullah Saw hijrah. Beliau mengetahui ada sifat-sifat Abu Dzar yang tidak sesuai untuk orang yang memegang kekuasaan. dengan bijak Rasulullah Saw berkata. cerita teladan ( 355 ).Sekembalinya ke kampung halamannya. Nama dan Nasabnya . sesungguhnya engkau adalah orang yang lemah. meskipun Abu Dzar sangat dicintainya. Suatu ketika ada yang mengganjal dalam hati Abu Dzar. Ia ingin terlibat lebih jauh. tidurnya pun di masjid. Abu Dzar bersama beberapa orang dari Ghiffar pergi ke Madinah. Ia berkata. “Wahai Rasulullah.” (imam) *** ramadan. Ke mana Rasulullah Saw pergi. Sejak di Madinah itu. “Wahai Abu Dzar. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Al-Imam Malik ra. Karena itu. Sambil menepuk kedua bahu Abu Dzar.detik. ia absen dari majelis-majelis Rasulullah Saw.

Al-Muwwaththo’ Imam Malik menulis kitabnya yang legendaris Al-Muwwaththo’ selama 40 tahun. Kakek buyutnya. Kakeknya yang juga bernama Malik bin Anas termasuk seorang tabi’in besar dan salah satu yang ikut memikul Khalifah Utsman ke kuburnya. maka Malik adalah bintangnya. Ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi. Yahya bin Sa’id Al Anshari. Asy Syafi’i. Ibn Mu’in : Malik termasuk hujjah Allah atas makhluk Nya. yang bebrunyi: “Nyaris orang-orang memukul perut unta untuk mencari ilmu. dan hanya menceritakan dari orang yang terpercaya. Zaid bin Aslam. dll. Ibunya bernama Al Aliyah binti Syariek Al Asadiyah. Kelahiran dan Petumbuhannya Imam Malik ra. ada juga yang mengatakan ibunya adalah Thulaihah. Abu Az Zanad. Al Hafidh Abu Bakar Al Khatib Al Baghdadi menulis sebuah kitab tentang para perawi yang meriwayatkan dari Imam Malik. Aisyah binti Sa’ad bin Abi Waqqash. Humaid Ath Thawiel. seperti Az Zuhri dan Yahya bin Sa’id Al Anshari. menghindari orang yang tidak terpercaya (tsiqoh). kitab itu ditunjukkan ke sekitar 75 orang ulama fiqh Madinah. Disana beliau menulis kitabnya AlMuwaththo’.: a. Kedudukannya Para Imam dan Ulama yang berkomentar tentang Imam Malik ra. d. 3. Beliau menimba ilmu dari 100 orang guru lebih. wafat pada tahun 179 H dan dimakamkan di Baqie. tapi ternyata mereka tidak menemukan seorang pun yang lebih alim dari orang alim Madinah” (hadis ini hasan menurut Tirmidzi) Ibn Unayah bilnag orang alim madinah tersebut adalah Malik. dan Hisyam bin Urwah. Diantara tokoh2 yang meriwayatkan hadis dari beliau : Sufyan Ats Tsauri. bekas budak Ubaidullah bin Ma’mar. . Selama kurun waktu tersebut. c. tidak meriwayatkan kecuali yang shahih. Yahya bin Sa’id Al Qaththan : Malik adalah amirul mukminin dalam bidang hadis. Cukup banyak perawi yang meriwayatkan hadis dari beliau. Dalam kitab tersebut. Al Baghdadi menyebutkan hampir 1000 orang perawi. Ayyub As Sakhtiyani. Abdurrahman bin Al Qasim. Sebaliknya. diantaranya : Nafi’ bekas budak Ibn Umar. Ibn Syihab Az Zuhri. Beliau meriwayatkan hadis dari sejumlah besar Tabi’ien dan Tabi’ut Tabi’ien. adalah seorang sahabat agung. Abu Hanifah. Abdurrahman Al Auza’i. Ibn Hibban : Malik adalah orang pertama yang memilih para tokoh ahli fiqh di Madinah. Asy Syafi’i : Apabila ulama disebut. Namun. b. lahir di Madinah Al Munawaroh pada tahun 95 H. Anas. 4. tidak sedikit guru2nya yang meriwayatkan hadis dari beliau sesudah itu. Abdullah bin AL Mubarak. Beliau hidup selama 84 tahun. Nasabnya berakhir pada Ya’rib bin Yasyjub bin Qaththan. yang selalu mengikuti Rasululloh SAW dalam semua peperangan kecuali perang Badar. 2.Nama lengkap beliau adalah Abu Abdillah Malik bin Anas bin Malik bin Anas bin Al Harits bin Ghaiman bin Khutsail bin Amr bin Al Harits Al Ashbahiy Al Humairiy.

Menghafal ratusan ribu hadits. Beliau digelari Al Imam Al Hafizh. Dipanggil dengan Abu Abdillah. Al Muwwaththo’ memuat 6000 hadis musnad (sanad bersambung samapai ke Nabi SAW/ Marfu’). Keliling dunia mencari ilmu. sempat mendengar ketenaran Al Imam Malik bin Anas dalam bidang keilmuan. cerita nasehat. *** Wallaahu a’lam bishshowab (Ditulis ulang dari kata pengantar kitab Al-Muwwaththo’ edisi terjemahan)  erva kurniawan 1:11 am pada 24 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Al Mughirah. Lahir di Bukhara pada bulan Syawal tahun 194 H. dan 285 makalah Tabi’ien. kisah teladan ( 352 ). sesungguhnya Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putramu karena seringnya engkau berdoa”. Sewaktu kecil Al Imam Al Bukhari buta kedua matanya. . Nama lengkap beliau Muhammmad bin Islmail bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari Al Ju’fi. kisah islami ( 268 ). dan lebih dikenal dengan sebutan Al Imam Al Bukhari. seorang tokoh yang tekun dan ulet dalam menuntut ilmu.Asy Syafi’i berkomentar tentang Al Muwwaththo’ Malik : “Di muka bumi ini. dan pernah berjabatan tangan dengan Abdullah bin Al Mubarak. Ternyata pada pagi harinya sang ibu menyaksikan bahwa Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putranya. semula beragama Majusi (Zoroaster). 222 hadis mursal (sanad hanya samapai sahabat). “Hai Fulanah (yang beliau maksud adalah ibu Al Imam Al Bukhari. Pada suatu malam ibu beliau bermimpi melihat Nabi Ibrahim Al Khalil ‘Alaihissalaam yang mengatakan. kemudian masuk Islam lewat perantaraan gubernur Bukhara yang bernama Al Yaman Al Ju’fi. cerita teladan ( 355 ). Buyut beliau. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Imam Bukhari : Keajaiban Dari Bukhara Buta di masa kecilnya. 613 hadis mauquf (sanad hanya samapai tabi’ien). tidak ada satu kitab pun – sesudah Kitab Allah – yang lebih shahih daripada kitab Malik. Karyanya menjadi rujukan utama setelah Al Qur’an. pent). Ismail bin Al Mughirah. Sedang ayah beliau. pernah berjumpa dengan Hammad bin Zaid.

Abdurrahman Al Muqri’. “Semua hadits yang saya masukkan ke dalam kitab yang saya susun itu sedikit pun tidak ada yang samar bagi saya”. ” Saya mendengar Abu Abdillah (Al Imam Al Bukhari) berkata. Anugerah Allah kepada Al Imam Al Bukhari berupa reputasi di bidang hadits telah mencapai puncaknya. Abu Al Mughirah. Al Imam Al Bukhari mulai menuntut ilmu. Thalq bin Ghannaam. dan mereka segera bergerak menuju ‘Amr. “Saya tidak pernah melihat orang seperti dia. ‘Abdan bin ‘Utsman. ‘Ali bin Al Madini. Bashrah.)?” Beliau menjawab. dan saya juga hafal dua ratus ribu hadits yang tidak shahih”. “Apakah engkau hafal sanad dan matan setiap hadits yang engkau masukkan ke dalam kitab yang engkau susun (maksudnya : kitab Shahih Bukhari. Naisabur. Mereka jadi gembira dengan sebab mendengar ucapanku. Khalid bin Makhlad. dan sederet imam dan ulama ahlul hadits lainnya. Abu Al Yaman. Lalu mereka menceriterakan peristiwa itu kepada ‘Amr. “Hadits yang status (kedudukannya) tidak diketahui oleh Muhammad bin Ismail bukanlah hadits”. Seolah-olah dia diciptakan oleh Allah hanya untuk hadits”. Kufah. penyusun kitab Shahih Muslim. Abdul ‘Azizi Al Uwaisi. Ubaidaillah bin Musa. Di antara mereka yang sangat terkenal adalah Abu ‘Ashim An-Nabiil.” Muhammad bin Abi Hatim berkata. Rayy. pent. Murid-murid beliau tak terhitung jumlahnya. Berikut ini adalah sederet pujian (rekomendasi) termaksud. Guru-guru beliau banyak sekali jumlahnya. “Saya tidak pernah meliahat di kolong langit seseorang yang lebih mengetahui dan lebih kuat hafalannya tentang hadits Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dari pada Muhammad bin Ismail (Al Bukhari). “Saya melihat Abu Ammar Al Husein bin Harits memuji Abu Abdillah Al Bukhari. Baghdad. Di antara mereka yang paling terkenal adalah Al Imam Muslim bin Al Hajjaj An Naisaburi. Muhammad bin Abi Ha tim berkata. ‘Amr berkata kepada mereka. Al Imam Al Bukhari mempunyai karya besar di bidang hadits yaitu kitab beliau yang diberi judul Al Jami’ atau disebut juga Ash-Shahih atau Shahih Al Bukhari. dan Syam. Badal bin Al Muhabbir. “Saya tidak mengetahui status (kedudukan) hadits tersebut”. Makki bin Ibrahim. Al Imam Al Bukhari sangat terkenal kecerdasannya dan kekuatan hafalannya. Nu’aim bin Hammad. pasti dapat saya sebutkan sanad (rangkaian perawi-perawi)-nya”. Shadaqah bin Al Fadhl. Khallad bin Yahya. Abdurrahman bin Hammad AsySyu’aisi. Beliau juga pernah ditanya oleh Muhamad bin Abu Hatim Al Warraaq. Para ulama menilai bahwa kitab Shahih Al Bukhari ini merupakan kitab yang paling shahih setelah kitab suci Al Quran. Pada kesempatan yang lain belau berkata. Al Imam Ahmad bin Hanbal. Hajjaj bin Minhaal. ‘Ali bin Al Hasan bin Syaqiq. Tidak mengherankan jika para ulama dan para imam yang hidup sezaman dengannya memberikan pujian (rekomendasi) terhadap beliau. “Saya mendengar Ibrahim bin Khalid Al Marwazi berkata. Makkah. “Setiap hadits yang saya hafal. Abu Bakar Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah berkata. beliau melakukan pengembaraan ke Balkh. Muhammad bin ‘Ar’arah.Ketika berusia sepuluh tahun. Saya katakan kepada mereka. . Ishaq bin Rahawaih. Al Anshari. “Para sahabat ‘Amr bin ‘Ali Al Fallaas pernah meminta penjelasan kepada saya tentang status (kedudukan) sebuah hadits. Abdullah bin Raja’. Mesir. “Saya hafal seratus ribu hadits shahih. lalu beliau berkata. Beliau pernah berkata.

sampai kapan engaku mempelajari kitab Asy-Syafi’i. Abu Bakar bin Munir berkata. dan lebih zuhud terhadap dunia daripada Muhammad bin Ismail. “Saya mendengar para ulama di Bashrah mengatakan. kitab apa yang Baginda maksud?” Rasulullah menjawab. ” Kitab Jami’ karya Muhammad bin Ismail”.” Al Firabri berkata. Semoga Allah Ta’ala mencurahkan rahmat-Nya kepada Al Imam Al Bukhari.” Abdullah bin Sa’id bin Ja’far berkata. “Hai Abu Zaid. Ketakwaan dan keshalihan Al Imam Al Bukhari merupakan sisi lain yang tak pantas dilupakan. saya tidak dihisab dalam keadaan menanggung dosa ghibah (menggunjing orang lain). sementara engkau tidak mempelajari kitabku? Saya berkata. Sulaim berkata. ketika beliau mencapai usia enam puluh dua tahun. “Saya berharap bahwa ketika saya berjumpa Allah. Di bidang akhlak belau menyusun kitab Al Adab Al Mufrad. “Engkau hendak menuju ke mana?” Saya menjawab. “Tidak pernah kami jumpai di dunia ini orang seperti Muhammad bin Ismail dalam hal ma’rifah (keilmuan) dan keshalihan”. Berikut ini diketengahkan beberapa pernyataan para ulama tentang ketakwaan dan keshalihan beliau agar dapat dijadikan teladan. ada seorang ulama besar ahli fikih. “Wahai Baginda Rasulullah. nama sebuah desa di Samarkand. “Saya mendengar Abu Abdillah Al Bukhari berkata. “Saya tidak pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri semenjak enam puluh tahun orang yang lebih dalam pemahamannya tentang ajaran Islam. Di dalam tidur saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. yaitu Abu Zaid Al Marwazi menuturkan. “Saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam di dalam tidur saya”. Karya Al Imam Al Bukhari yang lain yang terkenal adalah kita At-Tarikh yang berisi tentang hal-ihwal para sahabat dan tabi’in serta ucapan-ucapan (pendapat-pendapat) mereka.Hubungannya dengan kitab tersebut. *** Sumber: Siyar A’laam An-Nubala’ karya Al Imam Adz-Dzahabi dll  . leblih wara’ (takwa). Beliau berkata kepada saya. “Suatu ketika saya tertidur pada sebuah tempat (dekat Ka’bah -ed) di antara Rukun Yamani dan Maqam Ibrahim. Jenazah beliau dikuburkan di Khartank. “Sampaikan salamku kepadanya!” Al Imam Al Bukhari wafat pada malam Idul Fithri tahun 256 H. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepada saya. “Hendak menuju ke tempat Muhammad bin Ismail Al Bukhari”. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam berkata. Dan di bidang akidah beliau menyusun kitab Khalqu Af’aal Al Ibaad.

” (QS 24: 22) Ayat di atas. ia membatalkan sumpahnya. menjadi teguran untuk Abu Bakar. Mendengar ayat tersebut.detik. Apakah kamu tak ingin Allah mengampuni kamu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Tersebutlah Misthah menjadi salah satu penyebarnya. Abu Bakar sangat marah kepadanya.com/read/2010/08/25/095702/1427340/985/abu-bakar-saya-ingin-diampuni-allah . (imam) ( gst / vta ) *** ramadan. Ia memang pernah bersumpah untuk tak memberikan bantuan kepada Misthah yang selama ini kerap ditolongnya. karena Misthah ikut menyebarkan kabar bohong menyangkut ‘Aisyah. Sebenarnya. Namun demikian. kisah islami ( 268 ). Kegundahan Nabi reda setelah turun beberapa ayat dalam Surah an-Nur (24) yang menjelaskan kebohongan berita itu. cerita teladan ( 355 ). Hendaknya. Nabi Saw pun gundah dan bimbang. Beliau mencari-cari informasi tentang kabar tersebut. Allah menegur Abu Bakar dan semua orang yang mempunyai kelebihan agar memberi bantuan kepada orang-orang yang miskin. Setelah jelas status kabar itu. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Abu Bakar: Saya Ingin Diampuni Allah “Saya ingin diampuni Allah. Janganlah mereka bersumpah untuk tidak memberi bantuan karena orang yang bersangkutan pernah melakukan kesalahan atau karena ketersinggungan pribadi. putrinya dan sekaligus istri Nabi Saw. orang-orang mencari sumber beritanya. Misthah masih termasuk keluarga Abu Bakar. Dalam ayat di atas. orang yang berkelebihan itu berhati besar dan sebaiknya mereka memaafkan dan berlapang dada. sebagaimana sediakala. dan melanjutkan bantuannya kepada Misthah. Abu Bakar memaafkan Misthah. Mendengar kabar itu.erva kurniawan 1:19 am pada 23 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Kabar yang disebarkan Misthah itu bisa menghancurkan nama baik keluarga Abu Bakar. kisah teladan ( 352 ). cerita nasehat. kaum Muhajirin (orang yang pindah dari Mekah menuju ke Madinah atau tempat yang lain) dan kepada siapa saja memerlukan uluran tangan. Karena itu Abu Bakar marah dan keluarlah sumpah itu.” kata Abu Bakar menyambut turunnya ayat: “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi kepada kaum kerabat. yaitu putra saudara perempuan ayahnya. orang-orang miskin dan para Muhajirin pada jalan Allah dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.

cerita teladan ( 355 ). kisah teladan ( 352 ). suatu tempat di daerah Khurasan.• hilmi 9:40 am pada 23 Desember 2010 Permalink subhanallah  erva kurniawan 1:03 am pada 20 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Dan sebab taubat beliau adalah karena beliau pernah terpikat dengan seorang wanita. kemudian Allah memberikan petunjuk kepada beliau dengan sebab mendengar sebuah ayat dari Kitabullah. Sebagian riwayat ada yang menyebutkan bahwa dulunya beliau adalah seorang penyamun. cerita nasehat. Disebutkan dalam Siyar A’lam An-Nubala dari jalan Al-Fadhl bin Musa. kisah islami ( 268 ). . hanya saja beliau pernah menyatakan usianya waktu itu telah mencapai 80 tahun. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Al Imam Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah. dan tidak ada gambaran yang pasti tentang permulaan kehidupan beliau. Tidak ada riwayat yang jelas tentang kapan beliau dilahirkan. beliau berkata: “Adalah AlFudhail bin ‘Iyadh dulunya seorang penyamun yang menghadang orang-orang di daerah antara Abu Warda dan Sirjis. Penulis: Al Ustadz Zainul Arifin ** Beliau dilahirkan di Samarqand dan dibesarkan di Abi Warda.

com • hilmi 9:55 am pada 20 Desember 2010 Permalink wah benar-benar kisah yang bagus. lalu mencatat ilmu dari ulama di negeri itu. Kemudian beliau menetap di Makkah. Sebagian mereka berkata: “Kita jalan terus. (Diringkas dari Mawa’izh lil Imam AlFudhail bin ‘Iyadh.” (Al Hadid: 16) Maka tatkala mendengarnya beliau langsung berkata: “Tentu saja wahai Rabbku. namun beliau pernah menerima pemberian dari Abdullah bin Al-Mubarak. 5-7) *** Sumber : http://www. ‘Atha’ bin As-Saaib serta Shafwan bin Salim dan juga dari ulama-ulama lainnya. dan tidaklah Allah menggiringku kepada mereka ini melainkan agar aku berhenti (dari kemaksiatan ini). Waktu itu beliau memiliki seekor unta yang beliau gunakan untuk mengangkut air dan menjual air tersebut guna memenuhi kebutuhan makanan beliau dan keluarganya.” dan sebagian yang lain berkata: “Kita jalan terus sampai pagi. Dan adalah beliau memberi makan dirinya dan keluarganya dari hasil mengurus air di Makkah.asysyariah. Dan sebab dari penolakan beliau terhadap pemberian-pemberian para raja diduga karena keraguan beliau terhadap kehalalannya. kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras.” Maka beliaupun berkata: “Kemudian aku merenung dan berkata: ‘Aku menjalani kemaksiatan-kemaksiatan di malam hari dan sebagian dari kaum muslimin di situ ketakutan kepadaku. Al-A’masy. karena biasanya Al-Fudhail menghadang kita di jalan ini.” Sungguh beliau telah menghabiskan satu masa di Kufah. sedang beliau sangat antusias agar tidak sampai memasuki perut beliau kecuali sesuatu yang halal. sungguh aku telah bertaubat kepada-Mu dan aku jadikan taubatku itu dengan tinggal di Baitul Haram’. seperti Manshur. tiba-tiba saja beliau mendengar seseorang membaca ayat: “Belumkah datang waktunya bagi orang –orang yang beriman untuk tunduk hati mereka guna mengingat Allah serta tunduk kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang –orang yang sebelumnya telah turun Al Kitab kepadanya. Beliau tidak mau menerima pemberian-pemberian dan juga hadiah-hadiah dari para raja dan pejabat lainnya. dan mayoritas mereka adalah orang-orang yang fasiq. dan pada malam itu ketika beliau tengah berlindung di balik reruntuhan bangunan. Sungguh telah tiba saatku (untuk bertaubat). Ya Allah. terima kasih mas . Beliau wafat di Makkah pada bulan Muharram tahun 187 H.maka tatkala beliau tengah memanjat tembok guna melaksanakan hasratnya terhadap wanita tersebut. tiba-tiba saja di sana ada sekelompok orang yang sedang lewat.” Maka beliaupun kembali. hal.

karena kesaksian seorang anak kepada ayahnya tidak dapat diterima di hadapan hukum. keduanya sepakat untuk membawa perkara itu ke hadapan hakim. orang Yahudi itu bersikukuh bahwa baju besi itu adalah miliknya. Alkisah pada masa Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah. Hasan bin Ali. Ali pun menghadirkan dua saksi. Dengan besar hati. “Tetapi apakah Anda tidak pernah mendengar Rasulullah yang menyatakan bahwa Hasan dan Husain adalah pemuda penghuni surga”. yaitu pembantunya. Ali. Setelah mendengar duduk perkaranya. ( gst / vta ) *** . Yahudi itupun serta merta mengakui bahwa baju besi tersebut adalah benar milik Ali dan ia menyatakan bahwa sebuah agama yang menyuruh hal tersebut pastilah benar. Orang Yahudi itu pun mengucapkan kalimat syahadat dan menyatakan masuk Islam. Sang hakim menerima kesaksian pembantu Ali. erva kurniawan 1:15 am pada 19 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). sang Amirul Mukminin. kisah islami ( 268 ). akhirnya hakim memutuskan bahwa baju besi tersebut adalah milik si Yahudi. Syuraih membenarkan pernyataan Ali itu namun tetap pada pendiriannya bahwa ia tidak bisa menerima kesaksian Hasan. namun menolak kesaksian Hasan. Ali menghadiahkan baju besi tersebut kepada si Yahudi disertai dengan hadiah lainnya. Tidak berapa lama. cerita nasehat. Ali pun berkata pada hakim Syuraih. kisah yang terjadi belasan abad yang lalu ini menarik untuk disimak. ia mendapati baju besinya ada pada seorang Yahudi. Karena hanya ada satu orang saksi. ketika ditanya Ali. Akhirnya. Namun. Melihat seorang pemimpin jazirah Islam dikalahkan di pengadilan padahal lawannya seorang nonmuslim dan sang pemimpin menerima putusan itu. Ali menyatakan menerima keputusan hakim. hakim yang bernama Syuraih bertanya kepada Ali. Qanbar dan anaknya. cucu Rasulullah Saw. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ali bin Abi Thalib dan Hukum Bagi Anda yang merasa frustasi dengan keadaan hukum saat ini dan tingkah polah pemimpin dan penegak hukum. kisah teladan ( 352 ). apakah ia mempunyai bukti-bukti yang mendukung pernyataannya. ia kehilangan baju dir’a (baju besi) miliknya. dikalahkan dalam persidangan tersebut. cerita teladan ( 355 ). Menyaksikan hal itu.

kisah islami ( 268 ). Isma’il as. Ia pergi dari satu bukit ke bukit lain untuk mencari batu yang paling baik. “Pergilah engkau mencari sebuah batu lagi yang akan aku letakkan di Ka’bah sebagai penanda bagi manusia. Ia memenuhi perintah itu dibantu putranya.ramadan. Dengan senang hati ia menerima batu itu dan segera membawa batu itu untuk diberikan pada ayahnya. “Dari mana kamu peroleh batu ini?” Isma’il as menjawab. “Batu ini aku dapat dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu.” Isma’il as mematuhi perintah ayahnya. Ibrahim as pun gembira dan mencium batu itu beberapa kali. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kisah Hajar Aswad Ibrahim as diperintahkan Allah Swt membangun kembali Ka’bah. Kemudian Ibrahim as bertanya pada putranya. kisah teladan ( 352 ). . cerita teladan ( 355 ).detik. Ibrahim as merasa ada yang kurang pada Ka’bah. cerita nasehat. Kemudian ia memerintahkan putranya.” Ibrahim as mencium batu itu lagi dan diikuti juga oleh Isma’il as. Saat hampir selesai mengerjakannya.com/read/2010/08/26/114320/1428283/985/ali-bin-abi-thalib-dan-hukum • kereyoben 1:27 am pada 19 Desember 2010 Permalink bagus sekali artikel ini • hilmi 9:48 am pada 20 Desember 2010 Permalink subhanallah  erva kurniawan 1:03 am pada 15 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Ketika sedang mencari. malaikat Jibril datang pada Isma’il as dan memberinya sebuah batu yang cantik.

benar bukan? Bicara mengenai menangis ada 2 cerita jaman dulu. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Air Mata dan Cinta Cinta membuat apa yang dicintai itu benar-benar masuk ke dalam lubuk hati. Umar bin Khathab pernah menyambaikan bahwa Rasulullah Saw sendiri pernah menciumnya. laki-laki itu pun ditangkap dan dihukum. cinta itu dekat dengan yang namanya air mata. Karena sangat bersejarahnya. “Demi Allah. apalagi yang terdalam. Ia mencungkil Hajar Aswad. Di akhir bulan Muharram 1351 H. Untunglah. cerita nasehat. akan mudah menangis kalau mengingat sama yang dicintainya. aku tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu. dilakukan penelitian oleh para ahli mengenai bahan perekat yang digunakan. kisah teladan ( 352 ). dan akhirnya menangis. Kalau sudah begini. dilakukan penempelan kembali bongkahan batu itu ke tempat asalnya.Begitulah. sampai saat ini banyak yang berharap bisa mencium batu yang dinamai Hajar Aswad itu. Saat Umar bin Khaththab berada di hadapan Hajar Aswad dan menciumnya ia berkata. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Saw menciummu. Hati itu lembut sekali. Akhirnya ditemukan perekat berupa bahan kimia yang dicampur dengan minyak misik dan ambar.detik. dan membawa sepotong perak dari tangga Ka’bah. . orang yang sedang jatuh cinta. Sebelumnya perekatan itu. penjaga masjid mengetahuinya. Bicara tentang lubuk hati. kisah islami ( 268 ). (imam) *** ramadan. pasti berkaitan dengan yang namanya kelembutan.” (Hadits no 228 Kitab Sahih Muslim). niscaya aku tidak akan menciummu. mencuri potongan kain Kiswah. Makanya. ada juga orang yang ingin mencuri Hajar Aswad. Tanggal 28 Rabi’ul Akhir tahun yang sama. datanglah seorang laki-laki ke Ka’bah.com/read/2010/08/27/093602/1429109/985/kisah-hajar-aswad  erva kurniawan 1:00 am pada 13 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita teladan ( 355 ).

Inilah saatnya negeri kafir tersebut menyerang negeri Islam. dan untuk yang lain. Anak-anak mudanya sudah tidak sholeh (atau mungkin kurang sholeh). Penampilannya Islam. Ini kelanjutan dari cerita pertama. Dulu. si mata-mata tadi mendekati anak muda itu. Lalu dia balik ke negerinya dan melapor kepada sang ketua. “Aku menangis karena tadi aku ketinggalan shalat berjama’ah di masjid. ” Aku menangis karena baru saja ditinggal kekasihku?” mendengar jawaban anak muda tersebut. Generasi yang kedua menangis mengeluarkan air mata karena cinta kepada pacarnya. setelah beberapa tahun. Ini bisa dilihat si mata-mata bertemu dengan anak muda Islam yang menangis karena ditinggal pacarnya. si mata-mata menyamar lagi menjadi orang Islam. ada negeri kafir yang akan menyerang negeri Islam. negeri kafir kemudian menyerang negeri Islam tadi. Tiba-tiba dia bertemu dengan seorang anak muda yang sedang menangis di pojok dinding. saatnya kita serang mereka!” Akhirnya. generasi yang pertama menangis mengeluarkan air mata karena cintanya kepada Allah. Dia bertanya. Nah Sobat. “Kenapa kamu nangis anak muda?” Jawab si anak muda. Sebelum menyerang. Begitulah sobat. Kejadian berikutnya sama dengan cerita yang pertama.Cerita pertama. Kenapa waktunya tidak dihabiskan untuk Allah dan Islam? Ini pertanda kalau negeri Islam tadi sudah lemah. Lalu. Akhirnya. Mereka cinta sama Allah. ada yang berubah di negeri Islam tersebut. Beberapa tahun kemudian. Lalu sang ketua berkata. pasti orang kafir akan kalah. Si mata-mata menyamar menjadi orang Islam. Selanjutnya. dan apa yang terjadi? Hancur-lebur dan luluh-lantaklah negeri Islam. untuk menemani. kembali diutuslah si matamata tadi untuk mengintai negeri Islam.” Cerita kedua. sang ketua berkata. hari-harinya akan dihabisin untuk sang kekasihnya. air mata kita termasuk yang mana? Kalau kita menangis gara-gara siapa?? Semoga air mata dan tangis kita hanya karena Allah! *** Oleh: Aulia Agus Iswar • hilmi 9:15 am pada 13 Desember 2010 Permalink . Pasti. dengan janggut dan pernak pernik yang Islami. “Kenapa kamu nangis?” Jawab anak muda tadi.” Kagetlah si mata-mata itu. Jadi. untuk memikirkan. Penasaran dengan hal tersebut. Selanjutnya dia masuk ke negeri Islam itu. Si mata-mata mendekati anak muda tersebut dan bertanya. kita jangan menyerang Islam dulu. Masya Allah. kemudian. “OK. pemuda-pemuda Islamnya sholeh-sholeh. sang ketua mengutus seorang mata-mata ke negeri Islam tersebut. Dia menceritakan apa yang diliatnya di negeri Islam. si mata-mata kembali ke negerinya dan melapor kepada sang ketua tentang apa yang diliatnya di negeri Islam. kalau negeri kafir menyerang saat itu. “OK. diselidiki dulu negeri Islam itu. Dia bertemu dengan anak muda yang sedang duduk menangis. Tunggu kalau saatnya sudah tepat. Kenapa bisa seperti ini? Ketua kafir melihat bahwa pada cerita yang pertama. Ketua kafir itu mengatur siasat. Sampai-sampai mereka sedih dan nangis lantaran ketinggalan shalat berjama’ah di masjid.

Bernama lengkap Uwais Al-Qarni. Tetapi apa daya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kemuliaan Taat Kepada Ibu Suatu saat Rasulullah Saw bercerita kepada para sahabat. . Ia sangat gelisah mengingat-ingat itu. kisah teladan ( 352 ). Ia begitu menyayanginya sehingga tak tega meninggalkannya sendiri. Ia punya suatu keinginan yang belum terlaksana sejak lama yaitu bertemu dengan Rasulullah Saw. ia tinggal bersama ibunya di negeri Yaman. pasti Allah akan mengabulkan doanya. Oleh karena itu. Sehingga. ibunya terharu. Suatu hari kerinduannya tak tertahan lagi. dan dia sangat berbakti kepadanya.. Semakin hari kerinduan bertemu Rasulullah Saw bertumpuk. niscaya dia akan memintakan ampun untuk kalian. Dia punya sedikit bekas penyakit kusta. Dia memiliki seorang ibu.alhamdulillah. ia pun diijinkan menemui Rasulullah Saw.…mdh2an sejak saat ini air mata yg keluar hanya untuk Allah. Mendengar curahan hati anaknya. ia memberanikan diri mengungkapkan perasaan itu kepada ibunya. “Sungguh. cerita teladan ( 355 ). ibunya sudah tua renta dan sangat lemah. selalu menjalankan ajaran yang dibawa Rasulullah Saw.  erva kurniawan 1:59 am pada 11 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Bila ada kelebihan dari upahnya itu terkadang ia berikan kepada tetangganya yang kekurangan. Setiap hari ia menggembalakan domba milik orang lain. Keinginan itu kian memuncak setiap kali melihat tetangganya yang baru pulang dari Madinah dan sempat bertemu Rasulullah Saw. Upah yang diterimanya cukup untuk biaya hidup bersama ibunya. Ia termasuk orang yang taat beribadah. kisah islami ( 268 ). dapat menjadi penyemangat dalam mencari ridho Allah SWT. kalau dia mau berdoa kepada Allah. cerita nasehat. • Ermila 8:26 am pada 14 Desember 2010 Permalink Amiiin. perintahkan dia untuk berdoa. kelak ada orang yang termasuk tabi’in terbaik yang bernama Uwais.” (HR Muslim).

” (imam) *** ramadan. matematika. ‘Aisyah menjelaskan kedatangan Uwais. Tetapi segera keluar karena tidak suka dengan kehidupan birokrat. ilmu falak. . Rasulullah Saw meneruskan keterangan tentang Uwais kepada para sahabat. Tulisannya mengenai mata telah menjadi salah satu rujukan penting dalam bidang penelitian sains di Barat.detik. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ibnu Haitham. Ibnu Haitham juga turut melakukan percobaan terhadap kaca yang dibakar dan dari situ tercetuslah teori lensa pembesar. Ia pun memilih taat ibunya dan segera berpamitan pada ‘Aisyah. mulailah perantauannya untuk belajar ilmu pengetahuan. Dunia Barat mengenalnya dengan nama Alhazen. kisah islami ( 268 ).com/read/2010/08/28/160402/1430145/985/kemuliaan-taat-kepada-ibu  erva kurniawan 1:53 am pada 8 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Kajiannya mengenai pengobatan mata menjadi dasar pengobatan mata modern. Kemudian Rasulullah Saw mengatakan Uwais yang taat pada ibunya itu penghuni langit. Sejak itu. beliau menanyakan tentang seseorang yang mencarinya. Di kota kelahirannya itu ia sempat menjadi pegawai pemerintahan. “Suatu ketika jika kalian bertemu dengan Uwais mintalah doa dan istighfar darinya. dan filsafat. Seraya memandang Ali dan beliau mengatakan. ia menyalin buku-buku tentang matematika dan ilmu falak. Ia lahir di Basrah tahun 965 M. Rasulullah Saw sedang tak berada di rumah. cerita nasehat. Ilmuwan Optik dari Basrah Nama lengkapnya Abu Al Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham. Teori itu telah digunakan oleh para saintis di Itali untuk menghasilkan kaca pembesar pertama di dunia. pengobatan. cerita teladan ( 355 ). kisah teladan ( 352 ). geometri. Kecintaannya kepada ilmu pengetahuan membawanya berhijrah ke Mesir. Untuk membiayai hidupnya. tetapi ia teringat pesan ibunya untuk segera pulang. Ingin sekali ia menunggu. Belajar yang dilakukan secara otodidak membuatnya mahir dalam bidang ilmu pengetahuan. Ketika Rasulullah Saw kembali.Namun kerinduan itu tak sempat terobati karena saat ia datang. Yang lebih menakjubkan ialah Ibnu Haitham telah menemukan prinsip isi padu udara sebelum seorang ilmuwan bernama Tricella mengetahui hal tersebut 500 tahun kemudian. Kota pertama yang dituju adalah Ahwaz kemudian Baghdad.

kisah islami ( 268 ). Kitab Tahlil ai’masa’il al ‘Adadiyah tentang aljabar. *** ramadan.detik. kisah teladan ( 352 ). dan Risalah fi Sina’at al-Syi’r mengenai teknik penulisan puisi. boleh tukeran link ga? • erva kurniawan 3:45 pm pada 9 Desember 2010 Permalink boleh mas.com/read/2010/08/29/115306/1430388/985/ibnu-haitham-ilmuwan-optik-dari-basrah • hilmi 1:57 pm pada 9 Desember 2010 Permalink ceritanya banyak yang bagus mas.Beberapa buah buku mengenai cahaya yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. cerita nasehat. Jazakallah Khairan katsiro  erva kurniawan 1:58 am pada 7 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Kajiannya banyak membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana. Banyak buku yang dihasilkannya dan masih menjadi rujukan hingga saat ini. Maqalah fi Istikhraj Simat al’Qiblah yang mengupas tentang arah kiblat. Ia dikenal sebagai orang yang miskin materi tapi kaya ilmu pengetahuan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Memuliakan Orang Berusia Lanjut . Ibnu Haitham membuktikan dirinya begitu bergairah mencari dan mendalami ilmu pengetahuan pada usia mudanya. Kitab al-Tahlil wa al’Tarkib mengenai ilmu geometri. Maqalah fima Tad’u llaih mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak. cerita teladan ( 355 ). salah satunya adalah Light dan On Twilight Phenomena. Di antara buku-bukunya itu adalah Al’Jami’ fi Usul al’Hisab yang mengandung teori-teori ilmu matemetika dan matematika penganalisaan. (imam/ Hagi). Meski menjadi orang terkenal di zamannya. namun Ibnu Haitham tetap hidup dalam kesederhanaan.

Allah memerintahkanku untuk menetapkanmu dalam keadaan ruku’ hingga Ali bisa menyusul shalat berjama’ah bersamamu. engkau memperlambat ruku’ yang terakhir?” Rasulullah Saw pun menjawab. Dengan sabar. “Aku sendiri tak mengetahuinya dan tak bisa menanyakan hal itu kepada Jibril. aku bisa mengangkat kepalaku dan berdiri.Alifmagz – detikRamadan Jakarta – Pada suatu subuh. “Ketika ruku’ dan membaca tasbih seperti biasa.” Kemudian Rasulullah Saw mengatakan. “Wahai Muhammad! Sesungguhnya tadi itu karena Ali tergesa-gesa mengejar shalat berjama’ah. Tapi Jibril datang. Namun di tengah perjalanan. “Itulah derajat orang yang memuliakan orang tua. Seusai shalat berjama’ah. Ali mengikuti langkah demi langkah bapak tua itu di belakangnya. meski orang tua itu seorang Nasrani. Tibalah iring-iringan Ali dan bapak tua itu di depan masjid. Maka.” Sumber: Pesan Indah dari Makkah & Madinah – Ahmad Rofi’ Usmani *** . Ali memberi hak orang tua itu untuk berjalan lebih dulu. ada keresahan dalam hati Ali. Ali masih sempat mengikuti raka’at terakhir. Bapak tua itu berjalan lambat di depan Ali.” “Mengapa bisa begitu ya Rasulullah?” tanya sahabat yang lain. Baru setelah beban itu diangkat. Ali menghormatinya dan tak berani mendahului langkah orang tua itu. Suami Fatimah binti Rasulullah itu tak ingin mendesak dan memaksa untuk mendahului bapak tua itu. Ali menghormati karena ketuaannya. aku hendak mengangkat kepalaku untuk berdiri. langkahnya terhambat oleh seorang lelaki tua berusia lanjut. ia seorang Nasrani yang kebetulan sedang melintas. Ternyata. ia membebani punggungku hingga lama sekali. bapak tua itu tak memasuki masjid. Setelah langkahnya tak terhalang.” jawab Rasulullah Saw. tapi terhalang oleh seorang laki-laki Nasrani tua. Tahulah Ali bahwa bapak itu bukanlah seorang muslim. Sebenarnya. Maka. Ia kawatir. “Apa yang terjadi wahai Rasulullah? Tidak seperti biasanya. datanglah Jibril kepada Rasulullah Saw dan menjelaskan apa yang terjadi. seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw. tak sempat mengikuti shalat berjamaah bersama Rasulullah Saw. Ali bergegas memasuki masjid. Ali bin Abu Thalib bergegas menuju masjid untuk salat berjamaah bersama Rasulullah Saw. Syukurlah.

ramadan.detik.com/read/2010/08/17/120059/1421819/985/memuliakan-orang-berusia-lanjut

 erva kurniawan 1:50 am pada 3 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Pohon Kurma untuk Masa Depan

Alifmagz – detikRamadan Jakarta – Suatu hari, Raja Persia berjalan-jalan, meninjau wilayah kekuasaannya. Di tengah Raja menjalankan kebiasaannya itu, ia melihat seorang kakek tua tengah menanam bibit pohon kurma. Ia heran dengan apa yang dilakukan kakek itu. Pikir sang raja, “Bagaimana ia nanti akan menikmati hasil yang ditanam, sedangkan ia sendiri sudah tua renta?” Raja pun menegur kakek itu dan bertanya, “Wahai kakek, apakah engkau bermaksud akan menuai hasil dari apa yang engkau tanam ini? Engkau tahu, pohon kurma ini tak akan berbuah setelah beberapa tahun kemudian.” Setelah memberi hormat kepada raja yang menegurnya, kakek tua itu menjawab, “Wahai Raja yang agung, paduka tentu mengetahui bahwa orang yang hidup sebelum kita telah menanam pohon kurma yang kita tuai hasilnya sekarang ini. Dengan demikian, mengapa kita tak menanam bibit pohon kurma agar generasi kita nanti akan dapat menuai hasilnya?” Sang raja terkejut dengan jawaban kakek tua itu, tapi ia membenarkan dan menyetujui apa yang dikatakannya. Raja pun memberinya hadiah sekantong uang. Kakek tua menerimanya dan berkata, “Wahai raja yang mulia, alangkah cepatnya benih pohon kurma yang hamba tanam ini berbuah!”

Raja Persia itu tak menyangka mendapat jawaban seperti itu dari Sang Kakek. Raja berkata, “Benar apa yang engkau katakan Kek.” Kemudian ia mengambil sekantong uang yang lain untuk diberikan lagi kepadanya. Kakek menerimanya dan berkata, “Wahai Raja yang agung, yang paling menakjubkan adalah pohon kurma itu akan berbuah dua kali dalam satu tahun seperti halnya dua kantong uang yang paduka berikan pada hamba.” Raja itu semakin kagum dan memberi lagi sekantong uang kepadanya. Kemudian keduanya ngobrol dengan asyik. Sang raja menanyakan mengenai pertanian, sang kakek pun menjawab seakan-akan kakek tersebut telah bertani sejak dia masih kecil. Keduanya terus-menerus ngobrol sehingga tanpa terasa matahari pun mulai terbenam. Maka sang raja pun bersiap-siap untuk pergi dan sebelumnya dia berdoa agar kakek tersebut berumur panjang dan dia dapat bertemu kembali dengannya. *** ramadan.detik.com/read/2010/08/12/172243/1419254/985/pohon-kurma-untuk-masa-depan

 erva kurniawan 1:56 am pada 1 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Ibadahnya Sang Ratu Cinta

Alifmagz – detikRamadan Jakarta – Cinta adalah bahasa yang indah. Setiap saat, selalu saja ingin bersama orang yang kita cintai; memujinya dan mengaguminya. Cinta juga bisa menjadi alasan bagi seorang hamba untuk beribadah kepada Tuhannya.

Seperti cinta Rabiah al-Adawiyah kepada Allah, Tuhannya. Meski Allah telah menyediakan banyak pahala kepada hamba-Nya, ibadah Rabiah tidak untuk itu. Tidak juga karena mengharap surga atau takut neraka. Suatu saat ia berdoa, “Ya Allah, jika aku menyembah-Mu karena takut kepada neraka, bakarlah aku di dalam neraka; dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga, campakkanlah aku dari dalam surga; tetapi jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu yang abadi kepadaku.” Rabiah, Sang Ratu Cinta, seorang sufi perempuan dari Bashrah, terlahir dalam keluarga yang sangat miskin, meski saat itu Bashrah sedang bergelimang kemakmuran. Saat sang ibu berjuang melahirkannya, tak seorangpun menolong, sementara ayahnya sedang berusaha mencari bantuan kepada tetanggatetangganya. Malam sudah larut, para tetangga sudah terlelap. Ayahnya pulang tanpa hasil. Sebenarnya, ayahnya hanya ingin meminjam pelita untuk menerangi istrinya. Kelahiran Rabiah tak mengubah nasib keluarganya. Sekuat tenaga ayahnya berusaha dan memasrahkan semua kepada yang Mencipta Kehidupan. Saat kesulitan melanda Bashrah, karena dilanda bencana kelaparan, keluarga Rabiah tetap saja menjadi sasaran kekisruhan. Seorang penjahat menculik Rabiah, kemudian dijual di pasar budak dengan harga yang murah. Seorang saudagar membeli dan memberinya pekerjaan yang berat. Tetapi justru karena penderitaan-penderitaan itu membuatnya mendekat pada Allah. Dalam kesibukannya bekerja, ia tetap menjalankan puasa. Di malam hari, ia menghabiskan waktu dengan banyak ber-mujahadah kepada-Nya. Hingga sampai suatu tingkat, ibadahnya membawa kedekatan dengan Allah. Kedekatan kemudian berubah menjadi kerinduan yang mengantarkan kepada cinta kepada-Nya. “Aku adalah milik-Nya. Aku hidup di bawah naungan-Nya. Aku lepaskan segala sesuatu yang telah kuperoleh kepada-Nya. Aku telah mengenal-Nya, sebab aku menghayati.” Di suatu malam yang senyap, dalam kerinduan yang sangat, ia bersujud dan berdoa, “Ya Allah, apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di dunia ini, berikanlah kepada musuh-musuh-Mu. Dan apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di akhirat nanti, berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu. Karena Engkau sendiri cukuplah bagiku.” *** ramadan.detik.com/read/2010/08/13/144506/1419950/985/ibadahnya-sang-ratu-cinta

 erva kurniawan 1:23 am pada 30 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Ibnu ‘Arabi, Kaya Tanpa Terjebak Nafsu Keduniawian

Ibnu ‘Arabi yang dikenal dengan sebutan Syekh al-Akbar, tiba di Tunisia. Ia bertemu dengan seorang nelayan yang tinggal di gubuk berdinding lumpur kering. Nelayan itu dikenal sangat dermawan. Setiap hari ia melaut. Namun, seluruh hasil tangkapannya ia sedekahkan kepada orang-orang miskin. Sedangkan untuknya sendiri, hanya sepotong kepala ikan untuk direbus sebagai lauk makan malamnya. Nelayan itu kemudian belajar kepada Ibnu ‘Arabi. Selang beberapa waktu, nelayan itu pun menjadi seorang syekh yang juga punya murid. Suatu ketika, salah seorang muridnya meminta izin untuk mengadakan perjalanan ke Spanyol. Sang nelayan mengijinkan dan berpesan agar menemui Ibnu ‘Arabi untuk meminta nasihat. Sudah bertahun-tahun nelayan itu merasa perkembangan jiwanya tak lagi mengalami kemajuan, ia membutuhkan nasehat Ibnu ‘Arabi. Sesampainya di kota tempat tinggal Ibnu ‘Arabi, murid nelayan itu menanyakan tempat ia bisa bertemu Ibnu ‘Arabi. Orang-orang yang ditanya menunjuk ke puncak bukit, ke sebuah puri yang tampak seperti istana. Melihat tempat yang ditunjuk orang-orang, murid itu sangat terkejut, betapa sangat duniawinya kehidupan Ibnu ‘Arabi. Jauh dibandingkan dengan kehidupan guru tercintanya yang sangat sederhana. Dengan enggan, ia melangkahkan kakinya ke arah puri itu. Sepanjang jalan ke puri, ia melalui ladangladang yang terawat baik dan jalan-jalan yang indah, lengkap dengan kumpulan domba, kambing, dan sapi. Ia menyempatkan diri bertanya kepada orang-orang di ladang, siapa pemilik semua ladang dan ternak ini. Setiap yang ditanya menjawab, milik Ibnu ‘Arabi. Keragu-raguan membayangi pikirannya, bagaimana mungkin orang yang sangat materialis seperti itu bisa menjadi seorang sufi terkemuka. Apalagi setelah ia sampai puri itu. Tak pernah ia melihat bagunan seindah dan semegah ini, bahkan dalam mimpi sekalipun. Murid sang nelayan itu tak bisa menyembunyikan kegeramannya ketika bertemu Ibnu ‘Arabi. Ia sangat marah ketika mendengar pesan Ibnu ‘Arabi yang diamanahkan kepadanya untuk disampaikan kepada gurunya, sang nelayan. Ibnu ‘Arabi berkata, “Sampaikan kepada gurumu, dirinya masih terikat pada keduniawian.”

Sekembalinya murid itu ke kampung halamannya, ia menyampaikan pesan itu kepada gurunya. Sungguh ia tak menduga sikap gurunya. Mendengar pesan itu, gurunya mengatakan, “Ia benar! Ia sungguh tak peduli sama sekali dengan semua yang ada padanya. Sementara aku, ketika setiap malam menyantap kepala ikan, aku masih saja berharap seandainya saja kepa ikan itu adalah seekor ikan yang utuh.” (imam) – ilustrasi: viky *** Sumber: Cinta Bagai Anggur – Syekh Ragip Frager, Ph. D ramadan.detik.com/read/2010/08/18/101742/1422304/985/ibnu-arabi-kaya-tanpa-terjebak-nafsukeduniawian

 erva kurniawan 1:14 am pada 29 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Ujian Cinta di Geger Kalong

Oleh Bahtiar HS “Pak Herman, gimana nih, Pak?” Pak Suherman Rosyidi, dosen Fakultas Ekonomi Unair yang tetangga saya itu menoleh kepada asal suara. Dua orang sekretaris Dekan menegurnya di pintu masuk ruang itu. Keduanya perempuan. Seorang, sebut saja Bu A sudah memiliki 3 orang anak. Dan Bu B sudah menikah tetapi belum dikaruniai anak. “Gimana apanya, Bu?” tanya Pak Herman pada mereka. “Gimana kok Aa’ Gym menikah lagi, Pak?” keluh Bu A. “Kenapa mesti poligami?”

anggota Dewan Ekonomi Syariah itu memang biasa menjadi “jujugan”. “Ibu-ibu masih bersih. dari hati nurani ibu yang paling dalam. Bu. gimana lagi kalau pilihannya hanya itu.” lanjut Pak Herman. Antara yang halal dan yang haram. lho? — yaitu merelakan suaminya menikah lagi atau merelakan suaminya melacur. “Ya. “Begini. Pak Herman!” seru Bu Icy dengan logat Amerikanya yang tak bisa dihilangkan. Dan dalam sepuluh-lima belas detik kemudian. “Jikalau pertanyaan itu terlalu berat untuk dijawab. “Jikalau ada seorang isteri diberikan pilihan — bukan Anda berdua. “Saya tak memilih dua-duanya. ”Kok pertanyaannya seperti itu. Sudah berbilang tahun wanita itu mengajar di kampus ini sejak ia menikah dengan orang Indonesia asli. ibu pilih yang mana?” Kedua wanita itu terperanjat seperti mendapatkan pertanyaan yang tak pernah didengar sekalipun selama hidupnya.” jelas dosen itu. Pak Herman sendiri dengan sabar menunggu. mengharap dukungan Bu B di sebelahnya. pilih suami menikah lagi. Pak?” kata Bu A sambil melirik. “Ok. . “Bukan begitu.” “Alhamdulillah. Pak?” protes Ibu A. Keraguan segera merayap dalam senyap. “Tolong pilih satu di antara dua. Kalau ada masalah-masalah seperti ini. kira-kira isteri itu milih yang mana?” Kedua ibu itu saling berpandangan. Pak?” tanya keduanya hampir berbarengan. Beliau kemudian menghampiri kedua ibu muda itu. Bu?” tanya Pak Herman pada temannya yang sesama dosen itu. Ok. “Masih bisa membedakan antara yang benar dan yang bathil. Bu?” Bu B mengangguk-angguk.” *** “Saya heran sama orang Indonesia. “Kalau ibu disuruh memilih. “Ya. Pak?” “Saya ganti begini. “Coba jawab pertanyaan saya dengan jujur dan ikhlas.” “Masih bersih gimana.” jawab Pak Herman.Pak Herman tersenyum. Tempat bertanya atau mengadu. Pak!” tegas Ibu B.” “Apa itu. pertanyaannya saya ganti.” “Diganti gimana.” kata Pak Herman berteka-teki. “Ibu-ibu ternyata masih bersih.” potong Pak Herman. Pak?” sergah Bu B. “Heran gimana. antara: merelakan suami ibu menikah lagi atau merelakan suami ibu melacur.” kata Pak Herman. seseorang menjawab.

” kata wanita asing itu. Ia memang telah banyak belajar tentang Islam. “maka pintu pelacuran akan terbuka lebar-lebar. pasti tidak akan terjadi kehebohan seperti ini. Pak Herman sejenak tersentak.” “Apa itu?” “Kapitalisme!” “Kapitalisme?” “Ya. Kalian.” kata saya turut menanggapi. Dan keempat. Tak logis dalam benak mereka untuk berbagi suami dengan orang lain. Coba jika seandainya Aa’ Gym memilih calon yang keempat. nenek-nenek gampang masuk angin.” *** Itulah pengantar perbincangan seputar poligami oleh Ust. “Apa salahnya jika janda itu mantan model? Apa salahnya juga jika seandainya dia memilih seorang gadis sebagai isteri kedua?” . Sebagaimana banyak laki-laki yang poligami.” Pak Herman manggut-manggut.” Pak Herman kemudian bertanya.“Mengapa mereka menolak poligami yang nyata-nyata ada dan dibolehkan di dalam Islam?” tanyanya sungguh. perempuan “barat” itu punya pendapat sedemikian. berbagi dalam Islam adalah sesuatu yang common-sense. apa masalahnya dengan penolakan poligami?” “Masalahnya. gadis. Suami saya adalah milik saya. sudah terkontaminasi dengan apa yang datang dari Barat. “Sedangkan dalam pandangan Islam. Dan Ust.” Hadirin tersenyum. Pak Herman. “Hanya saja. apa salahnya Aa’ Gym memilih janda dengan sekian anak?” tanyanya kepada hadirin seakan ingin mendapat jawaban. “Sehingga. semua yang ada ini ‘kan milik Tuhan?” lanjut wanita itu. Kedua. Pak!” Gerr. Pak. Bukan dan tak akan menjadi milik wanita lain. “Lantas menurut Ibu. Itulah ruh kapitalisme. janda dengan cukup banyak anak. “Aa’ Gym sebenarnya sudah memilih yang ketiga. Ketiga. Bukan muslimat lagi. Ia penganut Kristen. orang Indonesia. Tak dinyana. biasanya isteri keduanya adalah seorang gadis. Bagaimanapun yang ada di hadapannya itu adalah wanita Barat. janda dengan cukup banyak anak. Sebuah pandangan yang menganggap segala yang dipunya sebagai ‘milik’. “Menurut Ibu. Satu. Suherman Rosyidi – kami memanggil beliau Pak Herman — di Masjid Rungkut Jaya Ahad pagi ini. “sebenarnya ada 4 calon yang diajukan Aa’ Gym sebagai isteri kedua.” kata saya melanjutkan. Herman pun tersenyum. “Tetapi. Agaknya fenomena heboh Aa’ Gym yang menikah lagi itu turut menghangatkan beranda masjid ini setelah diguyur hujan semalam. meski sayang belum memeluknya hingga sekarang. Saya berusaha menahan diri. lebih muda dan cantik ketimbang isteri pertama. apa yang menyebabkan mereka seperti itu?” “Masalahnya sudah jelas. janda tanpa anak. ketika pintu poligami ditutup. Pak. “Kalau saya baca press release Aa’ Gym awal Desember lalu. ia mantan model.

Jamaah yang lain pun tepekur di tempat duduknya masing-masing. Tak lebih. Barangkali dengan peristiwa ini Allah ingin menunjukkan kepada kita bahwa Aa’ Gym bukanlah ‘dewa’. Umar. Cinta mereka bukan kecintaan yang tulus kepada Allah. seorang janda yang sudah sangat tua umurnya. “Ujian cinta bagaimana?” “Ya. “Fenomena apa itu. itu berarti mereka selama ini datang mendengarkan taushiyah hanya karena Aa’ Gym. yakni pemisahan antara yang benar-benar cinta kepada Allah dan yang sekadar cinta kepada manusia. menjadi isteri keduanya. Ataukah cinta kepada seorang pendakwah.” Saya setuju dengan tetangga saya itu. Lantas apa hubungannya dengan Nabi Ibrahim dan Ismail?” “Peristiwa poligami Aa’ Gym ini seperti penyembelihan Ibrahim atas Ismail. “Ujian cinta!” katanya penuh misteri. Cinta mereka sebatas hanya kepada Aa’ Gym. *** Dari Sahabat . Ceramah shubuh oleh Pak Herman baru saja usai.“Bukankah Rasul setelah Khadijah meninggal mengambil Saudah. “Abu Bakar. “Apakah serta-merta kita harus mencontohnya demikian pula?” jawab Pak Herman.” lanjut Pak Herman. Saya juga sependapat dengan Ibu Sirikit Syah sebagaimana tulisannya di Jawa Pos 13 Desember 2006 yang lalu. sampean.” *** “Fenomena Aa’ Gym ini persis seperti peristiwa penyembelihan Ismail as oleh Nabi Ibrahim as. sebagaimana Rasul baru menikah lagi setelah Khadijah meninggal?” Saya termangu. mana yang lebih dicinta: Ismail.” “Betul juga. anak yang kelahirannya didambanya berpuluh tahun ataukah Allah SWT?” Saya dan beberapa jamaah yang masih bertahan di beranda manggut-manggut. “Juga apakah kita harus menunggu isteri pertama kita meninggal sebelum menikah lagi. “Demikian juga dengan poligami Aa’ Gym. Entah cinta kepada seorang anak. Pak?” tanya saya. Justru karenanya Ia telah menyelamatkan kita dari “cinta yang salah”. Pak?” sergah saya.” simpul Pak Edy sambil menyelonjorkan kaki di beranda masjid. “Jika jamaah Aa’ Gym begitu saja meninggalkan pengajian MQ ketika tahu Aa’ menikah lagi. Nabi Ibrahim diuji oleh Allah. kita akan tersadarkan bahwa dai kondang itu ternyata manusia biasa seperti kita. “Tentu tidak. Usman dan para sahabat yang lain tidak menunggu isteri pertama mereka meninggal dulu untuk melakukan poligami. Dan di sisi lain.” katanya melanjutkan.

jawabku. Selepas SCBD. So she picked me up at the lobby of Jakarta Stock Exchange Building. kisah teladan ( 352 ). kenapa anda sering menggunakan gambar teratai dalam artikel anda? • erva kurniawan 3:51 pm pada 13 Desember 2010 Permalink Sebenarnya banyak artikel pada blog saya in yang bukan saya penulisnya. cerita nasehat. Makan siang yuk. kisah islami ( 268 ). Oke. Ide ke soto Pak Sadi segera terpatahkan begitu melihat bahwa yang parkir sudah sampai sebrang-sebrang. hanya karena tidak ada ide gambar yang tepat menggambarkan cerita itu. alasan lain saya suka gambar itu karena menyejukkan dan natural. cerita teladan ( 355 ). . seperti tulisan ini.• Totok 10:38 am pada 13 Desember 2010 Permalink saya sangat tertarik dengan artikel mengenai islam seperti artikel yang anda tulis ini. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kepuasan Ada Di Rasa Syukur Siang itu tadi temanku tiba-tiba nelpon. ajaknya. tidak ada alasan spesifik mengapa sering memakai gambar itu. kami masih belum ada ide mau makan dimana. penulis aslinya adalah Bahtiar HS. Mengenai gambar yang digunakan itu adalah Bunga Teratai atau Water Lili. Wassalam  erva kurniawan 1:08 am pada 27 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). saya Mohon ijin tanya.

Uang sisa parkir. . dia bergerak menjauh. Melangkah lagi dengan gontai ke mobil lainnya. kapan ya terakhir aku nyemir sepatuku sendiri? Aku sendiri lupa. Pergi ke mobil satunya. Bisa buat apa sih sekarang? But. Ditolak lagi. dia juga mendapat pandangan curiga. Ugh. Perbincangan kami mulai ngelantur kemana-mana. Pembicaraan pun bergeser ke pemuda itu. Tangannya seperti menyemir secara otomatis. Sambil memperhatikan pemuda tadi nyemir sepatu ku. orang seperti dia masih berani menolak uang yang bukan hak-nya. kami agak kaget. Aku lirik sepatuku. Seribu aja”. Who said life would be fair anyway. Soalnya setahu ku jasa nyemir biasanya 2 ribu rupiah Dia berkata kalem “Kebanyakan om. Terlalu tua untuk jadi penyemir sepatu. Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami apa yang dia rasakan. Kadang2 matanya melayang ke arah mobil-mobil yang hendak parkir (sudah mulai ramai). Kami makan sambil ngobrol. Pesanan kami pun datang. Ditolak lagi. So. Tertunduk lesu…Kami pun selesai makan. Dan setiap kali dia ditolak. Kami pesan dua porsi gado-gado + teh botol. Maklum. ketika tiba2 ada seorang pemuda lusuh nongol di jendela mobil kami. Sambil menunggu pesanan. Biasanya pemuda umur segitu kalo tidak jadi tukang parkir or jadi kernet. Umur sekitar 20-an. iya. Ah. Jawaban itu tiba-tiba serasa petir di hatiku. Ditolak. seperti biasa. Mungkin karena masih pada jumatan. kenapa dia jadi penyemir dll. Tempat yang cukup teduh. selain penolakan. aku kan karyawan sok sibuk…Tanpa sadar tangan ku membuka sepatu dan memberikannya pada dia. kami pun ngobrol. “Semir om?” tanyanya. Nyengir. menuju mobil-mobil yang parkir sesudah kami. Duduk di atas kotak semirnya. Lalu pandangannya kembali kosong. minum apa. Kami masih bisa milih parkir yang enak. dia merasa cukup dibayar segitu.di beberapa mobil. Konyol ah. pagi tadi dia mandi apa enggak. Mungkin supaya nyemirnya nyaman. Tempat yang terlihat dari tempat kami parkir. mendapatkan penolakan dari satu mobil ke mobil lainnya. sepertinya kami juga merasakan penolakan itu. Belum lagi dia kubayar. Di kejauhan aku masih bisa melihat pemuda tadi. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil. Seperti orang sedih. Kenapa jadi kita yang mengharapkan bahwa semua orang harus menyemir? Hihihi… Perbincangan pun bergeser ke topik lain. Kutarik 2 buah lembaran ribuan dari kantong kemejaku. Pandangan matanya kosong. Kelihatannya dia memendam kesedihan.Akhirnya kami memutuskan makan gado-gado di Kertanegara. BOOM. Tiba-tiba kami tersadar. joki gado-gado sudah menanyakan mau makan apa. Aku masih terbengong-bengong waktu nerima uang seribu rupiah yang dia kembalikan. Dia menerimanya lalu membawanya ke emperan sebuah rumah. Begitu parkir. It-just-does-not-compute-with-my-logic! Bayangkan. Akhirnya dia kembali ke bawah pohon. ya jadi pak ogah. Bahkan. Saking lamanya. Tentang kira2 umur dia berapa. Baru ada beberapa mobil. Se-ri-bu Ru-piah. Penyemir tadi belum aku bayar. Seperti ada yang dipikirkan. Lalu kuberikan kepadanya. Dia menyerahkan sepatunya pada ku. Pikiranku tiba-tiba melayang. Mata kami lekat padanya. Kami masih makan saat dia selesai menyemir. Bisa makan di mobil soalnya sampai di sana masih sepi. Kulambai dia. Absent minded. masih menenteng kotak semirnya di satu tangan. Menawarkan lagi. Menawarkan jasa.

ada yang menutup hidung. Kututup hidung ketika melewati kerumunan kambing. Orang yang lalu lalang. kisah teladan ( 352 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) HP dan Kambing Bukan bermaksud sara. Siang ini aku merasa mendapat pelajaran berharga. tapi perilaku-ku belum seberapa dibandingkan dengan pemuda itu. yang dalam kekurangannya. kisah islami ( 268 ). Betapa aku masih suka merasa kurang dengan gaji ku. . Betapa aku masih sedemikian kerdil. masih mau memberi. Dalam hati sempat juga ngedumel sich “Nih orang mau jualan kambing gak melihat-lihat tempat apa? Masak jual hewan yg bau itu di dekat kios-kios elektronik.Tiba-tiba aku merasa ngeri. Kenapa nggak sekalian aja jualan di dalam mall?” gerutuku dalam hati. ada yang cuek. cerita teladan ( 355 ). yang sudah berkelebihan. cerita nasehat. Baunya yang menyengat ternyata tidak mengganggu penjualnya. ada juga yang justeru menghampiri hewan bau itu. Padahal keadaanku sudah sangat jauh lebih baik dari dia. Selalu ingat bahwa segala sesuatunya ada lah milik Sang Pencipta. ke aku. Tuhan sudah sedemikian baik bagiku. karena masih banyak disekitar kita yang tidak memiliki kesempatan atau kelebihan seperti yang kita miliki. tapi semoga bisa diambil hikmahnya. Bahwa kepuasan itu adanya di rasa syukur  erva kurniawan 1:28 am pada 21 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Bahwa kejujuran itu langka. Siang ini aku seperti diingatkan. Janganlah bersifat mubazir.

maklum belum pernah pakai) Kadang cukup kaget juga sich saat tahu siapa saja pemilik alat-alat canggih tersebut.Kupercepat langkah kakiku melewati tempat tersebut. harga pas.” Dan seperti biasa aku cuma bisa nyengir sambil ikut tertawa. suara polyphonic. kalau tidak salah 3G (mohon maaf kalau istilahnya salah. kambing yang itu harganya berapa bang ?” Si pedagang menjawab ” Satu juta pak” “Kok mahal amat sih bang?” “Itu yang terbesar pak. Sangat pantas untuk Qurban !” “Wah kalau segitu sih. “Bang. Sekarang semua itu akan berubah.” “Saya cuma ada 650 ribu bang. baik bertelepon maupun ber-SMS. Sekali waktu sempat kulihat. Dari pegawai kantoran macam aku. Tetapi untuk saat ini. masih layak untuk di gunakan. dengan susah payah aku kumpulkan sebagian gajiku untuk menggantikan rasa “malu” dengan “kebanggaan” bertelepon di tempat umum. fasilitas bluetooth pun tak ada. Sebenarnya HP tersebut tidak bermasalah. boleh ya………?” . Sering saat aku berangkat atau pulang kantor menggunakan KRL menyaksikan penumpang yang menggunakan HP terkini. HP yang ada di saku celanaku. Memang luar biasa perkembangan teknologi saat ini. Cukup bawa satu buah HP. tepat ke sebuah kios penjual HP. Memang kios itulah yang menjadi tujuanku ke tempat ini. pengusaha. lelucon yang sering di lontarkan kawan-kawan adalah “Mau dikirimin lagu bagus nggak? Pakai Bluetooth aja. satu alat bisa mewakili berbagai macam fungsi alat-alat lainnya. Tidak sia-sia pengorbananku selama setahun ini. pegawai toko VCD di Glodok saling bertukar lagu lewat fasilitas bluetooth. sempat terdengar pertanyaan dari orang yang menghampiri pedagang kambing tadi. jangankan kamera.. dengan terkumpulnya dana 3 juta untuk mengganti HP lama dengan HP baru. Tidak perlu membawa walkman untuk mendengarkan lagu. masih tersimpan HP type lama yang sudah 5 tahun aku gunakan. Kuraba saku celana. pegawai negeri. HP tersebut sangatlah “tidak layak” digunakan di tempat umum. Bahkan saat ini ada semacam fasilitas untuk berbicara sekaligus melihat lawan bicara di seberang. tidak perlu bawa kamera untuk berfoto. pegawai toko & mall bahkan pedagang bakso sekalipun. canggih. mataku menatap lurus ke depan. nggak ngambil untung besar lho pak. semua itu sudah bisa terwakili. kan HP kamu emang rada “b u t u t” pasti bisa dech……. yang saya pikir dengan dana tersebut cukuplah membeli HP canggih. MP3 bahkan kamera foto & video. Suaranya merdu sekali saat ada telepon masuk. Sering aku ikut melantunkan dalam hati lagu yang kebetulan aku tahu dan seakan ingin agar pemiliknya tidak segera mengangkat telepon tersebut agar aku bisa lebih lama mendengarkan lagu yang sedang di gandrungi banyak orang itu. sehat lagi. Belum sampai di depan kios HP yang kutuju. mana sanggup saya beli? Berapa sih hasil dari ngasong bang!” (“ooo ternyata orang itu adalah pedagang asongan” ujarku dalam hati) “Kalau yang coklat itu berapa bang? Itu yang rada kecilan” “Itu 750 ribu pak. ada radio. bisa lagu klasik ataupun lagu pop yang sedang top dari penyanyi papan atas.

bagaimana kalau yang putih itu saja” kata si pedagang sambil menunjuk kambing yang lebih kecil “Yah sudahlah. Mamat selalu membaca basmalah dan shalawat kepada Rasulullah Saw. cerita nasehat. Semua koper yang baru saja dibongkar dari pesawat Saudia Airlines itu memiliki kesamaan. Pada kali selanjutnya. domba dan sapi di sembelih dengan menyebut asma Allah. Kapan Aku Mengangkat Koperku Sendiri…? Saat itu adalah bulan Muharram tahun 1424 H. Bayangan HP baru perlahan-lahan hilang. kisah teladan ( 352 ). kisah islami ( 268 ). Kuhentikan langkah kaki ini. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ya Allah. tiba-tiba sekali aku jadi tertarik mendekati hewan yang bau itu. kalau segitu sih belum dapat. Sudah berpuluh koper yang ia angkat. *** Oleh Bagus Hariyadi  erva kurniawan 1:16 am pada 20 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). berbentuk besar. bang”. Seorang pria bernama Mamat yang bekerja di Bandara Soekarno-Hatta sedang sibuk mengangkat koper-koper penumpang. . tiba-tiba rasa malu muncul dan mengalir deras dalam hati-ku rasa malu ini bahkan melebihi rasa malu saat kawan-kawan mencemooh HP butut-ku. ongkos angkut ke sininya saja sudah mahal. cerita teladan ( 355 ). Koper bukan sembarang koper. dari pada besok belum tentu terbeli” katanya pasrah “ini juga dari hasil nabung 3 tahun yang lalu. nomer kloter dan asal kota. Setiap kali mengangkat satu koper. “Terima kasih ya Allah. Kau telah memberikan rasa malu pada hati manusia”.“Wah pak . Koper-koper tersebut adalah milik jemaah haji yang baru saja selesai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci pada tahun itu. berwarna biru tua dan bertuliskan nama pemilik. Seketika aku terkesiap. berganti dengan bayangan gema Takbir saat kambing. hingga rasa itu muncul di dadanya.

itulah harapan Mamat. Ia tahu bahwa berita ini boleh jadi akan membuat Iis. duit itu ada.tatkala tangannya menggamit pegangan koper. tetangga. Semuanya sudah bersalaman dan berangkulan dengan Mamat. “Is… Akang hari ini mendapat kejutan. istrinya bersedih. ia sempat membaca doa kecil kepada Allah Sang Penguasa Alam di dalam hatinya.Maka tatkala menyampaikan berita ini pun. karena Akang gak punya duit untuk ngeberangkatin kamu.!!!” Iis berteriak kegirangan. tentu Akang akan ajak kamu juga untuk berhaji ke rumah Allah!” Iis lalu mengerti kegundahan yang berkecamuk dalam hati suaminya.Namun kebahagiaan ini tidak serta-merta membuat Mamat puas hati. saat itulah tiba giliran Iis mencium punggung telapak tangan suaminya dan suasana haru pun tercipta. Semua anggota keluarga. Mamat amat hati-hati dalam mengemasnya. Akang minta maaf ya sama kamu…” Mamat mencoba membuka percakapan dengan meminta maaf terlebih dahulu. Is! Akang khan cuma pegawai kecil seperti kamu tahu… Kalau saja. Hanya selang 4 bulan saja. Sambil tersenyum. Iis berujar. Hingga saat Mamat hendak naik ke atas kendaraan. Pembacaan shalawat dustur yang dikumandangkan oleh seorang ustadz pun membuat semua orang haru meneteskan air mata. “Is….. Tapi jangan lupa doain Iis ya biar cepat nyusul!” Akhirnya. Hari itu adalah jadwal Mamat untuk berangkat haji. cuma yang bikin Akang takut membuat kamu sedih adalah …. Akang terpilih menjadi salah satu karyawan yang akan diberangkatkan haji oleh kantor…” “Alhamdulillah…. tapi kamu jangan marah ya… apalagi sedih…?” sambut Mamat. Mamat pun amat bersyukur kepada Allah Ta’ala karenanya. sanak famili menghadiri acara itu. apa yang dikhawatirkan Mamat tentang perasaan istrinya pun tidak berlaku. “Semoga tidak ada bahasa yang terpeleset dan melukai hati”. . Dengan bersemangat Iis berkata. “Akang ingin beritahukan sesuatu ke kamu. Saat itulah. padahal mereka berdua selalu berdoa kepada Allah Swt agar dapat berangkat naik haji bersamasama. “Kirain berita sedih…! Berita bagus kayak begini kok dibawa sedih kayak begitu Kang? Iis ikut senang ngedengernya!” “Ya… emang sebenarnya ini adalah berita gembira. Kang?” sang istri bertanya. maka kepergian Mamat diantar dengan adzan dan iqamat. kerabat. kapan saya mengangkat koperku sendiri seperti ini…?!” Sebenarnya yang ia maksud adalah ia begitu berharap dapat berangkat haji ke Baitullah. Kalimat itu membuat Iis menjadi gelisah. “Udah kang gak usah dipikirin. Ia langsung melompat ke arah Mamat suaminya dan memeluknya dengan erat. Iis rela melepas Akang naik haji. Ia coba tenangkan hati untuk mendengar berita gak enak ini. Rupanya Allah mendengar jeritan hati Mamat. Mamat berpamitan dengan menyalami serta merangkul orang-orang yang ia kenal seraya meminta restu. Seperti kebiasaan orang kampungnya. “Ya Allah. namanya keluar sebagai salah seorang dari 17 orang pegawai yang mendapatkan jatah naik haji tahun itu atas biaya kantor. “Emangnya ada apa. Sebab hanya dia saja yang dapat berangkat naik haji. Subhanallah. Sekali lagi Mamat bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla karenanya. Mamat pun kemudian menyambung kalimatnya dengan nada hati-hati.

Usai menjalani shalat Isya. Di dalam kendaraan Mamat masih sempat berdoa kepada Allah Swt untuk keluarga yang ia tinggalkan: ALLAHUMMA ANTAS SHAHIBU FIS SAFAR. Mamat berucap agar Allah Swt juga berkenan mengajak istri dan anak-anaknya untuk berhaji seperti dia. ada pesawat lain yang tiba di luar jadwal. 42 hari Mamat menuntaskan semua ritual ibadah haji di kota suci Mekkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawwarah. Pelukan itu makin ia pererat. Nanti malam kita bangun ya untuk shalat tahajud…! kata ustadz. Semoga kita semua. atau menyapa keluarganya yang masih menunggu kedatangannya. Sajadah telah dibentangkan dan mukena pun telah ia kenakan. Hari itu ia tiba di rumah lewat dari pukul 20. Dia Maha Kuasa…. HR. Namun baru kali ini kegundahan itu membuncah. Semuanya dijalani dengan begitu khusyuk dan nikmat. Iis dan anak-anak ikhlas ngelepas Akang. tapi Akang belum cukup punya uang. doa pada sepertiga malam terakhir amat dikabul. Muslim “Ya Allah. Iis pun menyusul tidur di atas ranjang bersama suaminya. Engkau adalah pendampingku dalam perjalanan. Saat mereka berdua berpelukan. WAL KHALIFATU FIL AHLI. Usai berwudhu. Iis terjaga dan bangkit dari tidur pada pukul 3 pagi. minta yang lebih dari itu Dia pun amat kuasa. ia langsung mendapatkan sebuah titel baru dari masyarakat. Iis dapat memaklumi hal itu. disambut dengan anggukan kepala oleh Iis tanda setuju.Air mata suami-istri itu pun jatuh membasahi bumi. Karena terlalu letih. “Kang Mamat…. Muslim. Dalam hati. Dan ajakan itu. untuk kedua kalinya Iis menepuk kaki Mamat agar ia bangun dan melakukan shalat tahajud bersama-sama. Usai membaca doa. Sesampainya di tanah air pun. dengan doa kang Mamat. Rupanya Mamat pulang dari kerja tidak seperti biasa. “Is… kamu memang berhak untuk berangkat haji seperti orang lain. Sekarang kita hanya mampu untuk berdoa kepada Allah Swt…. Insya Allah. Kemudian ia tepuk-tepuk kaki suaminya. Kalimat itu dituturkan dengan nada sedih yang mengguncang hati Mamat. Iis langsung bangkit menuju kamar mandi. Sebelum melakukan shalat. Mamat pun berujar kepadanya. Ia hanya mampu mengucapkan kata ‘Amien’. ia pusatkan konsentrasinya untuk khusyuk beribadah kepada Allah Swt. Muslim atau muslimah mana yang tidak mau untuk berhaji? Maka demi menghibur hati Iis. dan tercetus lewat penuturan akan kerinduan untuk datang ke rumah Allah Swt dalam ritual haji. bisa nyusul berangkat haji bareng-bareng…!” Tak kuasa Mamat menahan tangis. sehingga beberapa kuli panggul seperti Mamat disiagakan untuk bongkar muatan. pagi itu ia kelepasan berujar bahwa dirinya sebenarnya begitu ingin juga berangkat ke tanah suci untuk berhaji.. Sekali lagi. Rupanya ada pekerjaan ekstra yang ia lakukan.Mamat pulang dengan badan yang letih. Tidak beberapa lama kemudian. Nanti kita doa sama-sama untuk minta naik haji. ia langsung rebahan di atas kasur dan langsung tertidur. Rasa letih membuatnya lupa untuk makan malam terlebih dahulu. ia kembali lagi ke kamar untuk bertahajud. Engkau juga yang menggantikan aku untuk menjaga keluarga yang ditinggalkan… Amien” HR. jangan lupa untuk doain Iis ya di Baitullah… panggil-panggil nama Iis di sana. Kegundahan itu memang pernah diduga sebelumnya oleh Mamat. Kini ia dikenal dengan panggilan Haji Mamat di kampungnya. Iis berucap.00 WIB. Mamat tak sanggup untuk bangkit dan hanya berujar. Jangankan minta haji…. “Ah…ah…!” tanda bahwa ia tak sanggup membuka mata. . Insya Allah akan dikabulkan… percaya deh!” Demikian ajakan Mamat kepada istrinya untuk melakukan shalat tahajud dan berdoa bersama nanti malam. Lepas 6 bulan setelah kepulangannya dari tanah suci. Iis istrinya yang dulu sempat berucap ikhlas melepas kepergian suaminya ke tanah suci. Mungkin. Biasanya Mamat sudah tiba di rumah pukul 5 sore. Seperti apa yang telah mereka janjikan. Mamat hanya mengeluarkan kata.

Tanpa berpikir panjang. Iis pun memaklumi. ya Allah… Izinkan hamba-Mu ini untuk dapat berhaji ke rumah-Mu. Kang…. Pembicaraan telfon di pagi hari itu sudah lebih dari 10 menit berlangsung. Mamat pun tahu bahwa orang yang menelfon ini rupanya adalah kakak iparnya sendiri. Saat itu Mamat mencoba menyelak dengan pertanyaan. Melihat istrinya terus menangis. Mamat menduga bahwa ada berita buruk yang terjadi terhadap keluarga hingga pagi-pagi begini sudah menelfon dan membuat istrinya menangis. ini adalah tidur ayam. Waktu telah menunjukkan pukul 4 lebih. Namun tiba-tiba hasratnya untuk duduk.!” Mamat pun bangkit. ia baru saja hendak menempelkan pantatnya ke kursi sofa di ruangan depan. seolah Allah Swt hadir menyambut kedatangan Iis dalam keheningan malam itu. “Gak ada yang meninggal. Iis pun melafalkan takbiratul ihram tanda ia memulai shalat tahajud. Is. Mamat kembali duduk di atas kursi sofa. “Assalamu’alaikum…. Begitu khusyuk shalat yang Iis dirikan. ini dari mana dan mau bicara dengan siapa?” Mamat membuka pembicaraan. Sudah satu jam lebih Iis melakukan shalat dan dzikir kepada Allah Swt. Semua sudah terjaga dan bangkit untuk menyongsong hari yang indah. ‘iya Teh!’ berulang-ulang diucapkan. Engkau Yang Maha Kuasa atas segalanya…. Mamat mengira bahwa ada salah seorang familinya berpulang kepangkuan Ilahi. Lapangkanlah rezeki kami. Tidur tak mau. Iis membangunkan Mamat suaminya sambil berujar. Gagang telfon itu kemudian diletakkan Iis. Untuk terakhir kali. Raut wajah Mamat yang letih sudah mengabarkan bahwa ia terlalu lelah bekerja hari itu. rupanya Mamat pun sempat mengamini di dalam hati tanpa sepatah kata pun terucap. “Mat… ini teh Sulis. Mamat pun memanggil Iis yang saat itu sedang hendak membuatkan kopi untuknya. Berikan perkenanmu agar aku sanggup datang ke rumah-Mu untuk beribadah dan memakmurkannya… Dengarkan doaku dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu…!” Dalam kesyahduan doa yang dibaca oleh Iis kepada Tuhannya.Adzan Shubuh mulai terdengar di beberapa masjid dan mushalla. Iis dan anak-anak pun sudah bangun semua. namun setelah itu tidak ada satu patah kata pun yang meluncur dari mulut Iis.?” Masih sesenggukan Iis menjawab. Kata orang.. Namun ia dalam kondisi antara tidur dan terjaga. Sungguh. Mamat mengucapkan salam saat masuk kembali ke rumah. bangun tak kuasa. Iis mencoba mengangkat wajah dan menghadap ke arah suaminya. Baru saja Iis mengucapkan salam kepada teh Sulis.“Ahh…ahh…!” Ia terlalu lelah untuk bangkit dan menyusul istrinya untuk bertahajud. malam itu telah terbangun sebuah jalinan suci antara seorang hamba dengan Allah Swt dalam rangkaian doa yang penuh hikmat dan cita.. dihentikan oleh dering telfon yang berbunyi keras di pagi hari. Berat sekali rasanya ia mengangkat badan. “Pak Haji… ayo bangun! Malu sama tetangga. “Allahumma. Dan ia berkeinginan untuk bermunajat kepada Allah Swt dalam lantunan dan rangkaian doa yang ia bacakan. Kemudian dengan tasbih di tangan. Setelah berwudhu. Kang!” . dan di atas pembaringan Mamat pun menyaksikan sosok istrinya yang bermukena sedang menjalankan shalat. Iis ada nggak?” demikian suara di seberang menjawab. Mamat pun mengangkat gagang telfon. Mudahkan jalan hamba…. Sementara Iis duduk di lantai untuk menerima telfon. Hingga kedekatan dengan Sang Maha Pencipta pun dapat dirasakan oleh Iis yang menjalankan shalat tahajud. Sungguh…. Ia masih sesenggukan menahan tangis. “Siapa yang meninggal. Tak terasa waktu bergulir dengan cepat. Setiap gerakan shalat yang Iis lakukan selalu ia iringi dengan tetesan air mata. Yang ada adalah deraian air mata dan kata. Mamat kemudian meminta Iis membuatkan secangkir kopi untuknya. Masa sudah haji enggak shalat Shubuh berjamaah? Ayo bangun. ia pun mengenakan pakaian yang bersih lalu berangkat menuju mushalla untuk melaksanakan shalat Shubuh. Inilah rumah yang berkah.

“Kamu boleh berangkat haji untuk beribadah dan nemenin teh Sulis. emangnya berita sedih apa yang diceritain teh Sulis?” Mamat masih mengejar dengan pertanyaan yang lebih menukik. tapi saya disuruh minta izin dulu ke Akang. terperangah dan takjub atas kemurahan Tuhan.?!” Itulah kisah sepasang suami-istri hamba Allah Swt yang dimudahkan untuk berhaji ke Baitullah. Kang Andi gak bisa nemenin…. “Kang…. Saat itulah Iis menceritakan hal sebenarnya. begitu cepat Allah menjawab doa yang baru saja Iis sampaikan dalam tahajud. pilihan mah ada di Akang. Mungkin bisa berangkat bareng-bareng juga kali ya…. Mamat berujar. barusan teh Sulis bilang bahwa ia berniat berangkat haji tahun ini. kisah teladan ( 352 ). saya siap. Is!” Keduanya masih berpelukan erat tanda haru dan syukur atas nikmat Allah Swt yang tiada ternilai. Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. Kebetulan kang Andi suaminya lagi banyak kerjaan.. kamu khan belum berhaji. supaya kamu bersyukur. Semoga Anda dan saya dapat menerima anugerah serupa.“Lalu kenapa kamu menangis kayak begitu. Air mata itu masih menetes tanda haru dan syukur atas doa yang Allah Swt kabulkan. Silahkan kamu berhaji untuk melengkapi agama kamu. Mamat langsung merangkul istrinya ke dalam dekapan.” (QS. Jika Akang izinkan. dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Sekarang. Kang…. Iis gak nyangka. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Umrah . kisah islami ( 268 ). Teh Sulis tadi nanya saya. saya ikut bangun tahajud dan berdoa kepada Allah untuk minta haji. “Coba. Amien! “Allah menghendaki kemudahan bagimu.  erva kurniawan 1:16 am pada 17 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Dalam keharuan tersebut ternyata masih tersisa sebuah penyesalan dalam dada Mamat yang kemudian terbersit di hatinya. mau gak saya ajak? Teh Sulis mau bayarin biaya haji saya…. cerita teladan ( 355 ). 2:185) . Sementara Mamat masih terdiam. Kalau Akang enggak izinin saya juga ikhlas…!” Iis berhenti sejenak mengatur nafasnya yang masih sesenggukan. cerita nasehat. Akang ikhlas mengizinkan kamu dan merawat anak-anak di rumah.

Takkan pernah ada cimpedak berbuah nangka kecuali dalam sajak. Saya ingin tahu hipotesa saya benar atau salah. atau mungkin itu hanya bohong belaka. Mungkin itu hanya kebetulan. Tabrani (63). tak ada alat yang saya miliki untuk telaah tersebut selain metode ilmiah. atau hanya sebuah kebetulan “. sosial. Perjalanan I: Jkt-Jeddah Saya berangkat dengan apa adanya menuju Jeddah. dsb. paling singkat. Tak ada kejadian yang pernah bisa melanggar hukum alam. setiap apapun didunia ini tidak ada yang bisa lepas dari hukum absolut alam semesta.1. setiap mahluk hidup mempunyai siklus biologi sesuai spesisnya. Diperjalanan. sentesa. Kejadian 1 . apakah fenomena itu adalah sebuah petunjuk. kekayaan. 2. selalu mengacu kepada analisa. Sebelumnya saya hanya tertawa mendengar cerita-cerita keajaiban ataupun kejadian luar biasa yang kerap terjadi pada orang yang melakukan ibadah haji atau umroh di tanah suci. ” Insya Allah you akan dapat semua itu. Takkan pernah ada keajaiban. dan hukum psikologi. dan jauh dari hal-hal yang tak masuk akal. Namun semua akan tergantung dari cara you memandangnya. dan hipotesa. saya bertemu dengan seorang Haji yang telah beberapa kali berhaji dan berumroh. Instruksi saya kepada secretaries yang membooking perjalanan untuk mengambil paket yang paling murah. hidayah bahwa Al-Qur’an adalah memang benar datangnya dari Allah dan bukan konsepnya Muhammad. 2. tapi untuk sebuah hipotesa. sampai saya dipaksa harus menyadari instrumen lain yang sesungguhnya ada dan tak pernah saya gunakan. Setiap pohon pisang akan berbuah pisang. Segala sesuatu mesti ada penjelasan ilmiahnya. Oleh karena itu pandangan saya selalu mengacu kepada konsep hukum-hukum fisika. konseptual. Saya katakan bahwa saya datang ke Mekkah bukan untuk cari umur panjang.Tabrani berkata. Takkan pernah ada orang kebal peluru. kemakmuran. Saya katakana saya hanya ingin mencari petunjuk. rejeki. H. Latar Belakang Prinsip utama saya sejak beranjak dewasa sampai sebelum perjalanan umroh ini adalah: “Tak ada keajaiban”. H. mantan walikota Jakarta Timur. dan paling efisien. Pendeknya. masuk akal.1. kelahiran Aceh. Sehingga kajian saya mengenai telaah agama islam. keanehan. Boleh dikata niat saya bukan untuk ibadah. atau anomali hukum alam. Segala sesuatu harus masuk logika. Kamipun terlibat diskusi dipesawat.

Kami semua di inapkan di Horison Hotel-Ancol. Penumpang pun diharap kembali ketempat duduk masing-masing dan memasang sabuk pengaman. Tabrani: ” You kurang niat kali… ini khan bukan perjalanan biasa”. Waduh. Pilot pun memberitahukan bahwa pesawat harus kembali ke Airport Soekarno Hatta. Walau saya jarang (hampir tidak pernah) berdo’a. Tabrani berlanjut.2. kenapa kalau Allah mau kasih pelajaran Semua satu pesawat terkena getahnya. Tabrani: ” Andry…you khan tahu tidak semua penduduk Indonesia bobrok mentalnya. sementara saya melihat kejendela pembuangan bahan bakar mulai dilakukan. Di Hotel diskusi saya dengan Bp H. Dan ketika itu saya melonjak kegirangan. saya baca-baca do’a nya. Saya tanya . H. Tiba-tiba H. Penerbangan baru berlangsung 45 menit. “Coba dech. sholat isya’-dan membaca niat untuk umroh. Apakah tempat yang saya tuju memang luar biasa? Ataukah ini hanya kebetulan saja? Dengan sisa mesin dan kekuatan yang ada. Namun akhirnya pesawat dapat mendarat di Soekarno Hatta dengan selamat. baru kali ini mengalami kejadian yang demikian. pesawat terbang miring dan mendongak. tetapi.. Kemudian pesawat mengalami turbulens yang menyeramkan disertai jeritan penumpang.Beberapa saat setelah beliau bicara. Ini merupakan pemandangan yang sama sekali tidak menyenangkan. Saat itu saya mulai takut dan berfikir tentang kematian. Tabrani datang. 5 menit kemudian kedua mesin Boeing 747 disayap kiri mati. Kejadian 2 Esoknya kami berangkat dengan pesawat lain. Aca:” Pak Haji. Saya mulai membuka-buka buku-buku petunjuk menjalankan umroh. diiringi beberapa mobil pemadam yang siap siaga. ” Wah you koq disini? ” Aca: ” Alhamdulillah saya di up-grade Pak “ . mencoba untuk merendahkan hati. enak juga. melihat ini sebagai sebuah Kebetulan. Tabrani: ” Wah…you boleh pilih. sementara yang saya lihat dibawah hanya lautan lepas. karena saya di up-grade ke first class. tiba-tiba mesin pesawat mati satu. 2. Aca: Apanya yang luar biasa. jika Allah mau kasih pelajaran khusus hampir seluruh rakyat Indonesia terkena dampaknya”. 10 jam terbang tanpa harus berdesakan dengan fasilitas lainnya yang tidak sama dengan economi. Berkali-kali saya terbang. padahal khan Ada penumpang lain seperti Bapak yang sudah berniat bulat umroh tetapi juga batal “. atau sebuah kebesaran Allah!” Aca: ” Tapi Pak. kok susah bener ya mau ke Mekkah aja?” “Baru kali ini saya saya naik pesawat kayak begini” H. ” Bisa jadi karena you dengan niat hipotesa atheis itu-kita semua satu pesawat terkena akibatnya”. you pikirin! “ Akhirnya saya mulai tafakur. Secara teknis tetap sama” H.

Saya tahu benar ilmu itu. Tabrani. “Ada daerah kekuasaan Tuhan yang tidak dapat dianalisa dan didiskusikan. namun upaya itu belum optimum. Kepala saya seperti dipentung oleh senjata saya sendiri. Saya mulai bingung dengan pertanyaan Kartiko. Tabrani: “Bagus kalau begitu. Tabrani: ” Waduh…enak benerrrr.3. “Karena otak. ia dapat berupa ilham. ini khan petugas maskapai yang Ngatur!?” H. menyarankan agar masalah saya diungkapkan kepada mereka. Tabrani pun mulai sewot dengan saya. “Betul…bagus kalau anda tahu. Kedua belahan otak tersebut harus saudara gunakan. Daerah tersebut hanya dapat dicerna oleh perasaan yang kita sebut iman”. Saudara tak akan bisa menelaah semua itu nanti di perjalanan dengan otak kiri (analisa) saja. Kamipun berkenalan. atau fenomena dan kejadian-kejadian yang tak masuk akal. “Jika yang saudara cari adalah petunjuk. saya langsung diberi kenikmatan oleh Allah “. H. saya tahu benar itu”. karena saya sering jadi pembicara tentang metode belajar dan bekerja menggunakan keseimbangan otak kiri-kanan. Saya jelaskan permasalahan utama saya. keimanan. belahan kiri yang fungsinya untuk menganalisa. seni (spt musik).H. you udah niat umroh? “ Aca: ” Udah Pak. Kartiko melanjutkan. berdo’a dan membaca niat “ H. semalam saya tafakur. mimpi. Tabrani: ” OK… khan saya sudah bilang dari kemarin. apakah you mau melihat dengan kacamata kebetulan. hipotesa. dan belahan kanan yang berfungsi mencerna keindahan. pramugari yang sebelumnya terlibat diskusi agama dengan saya dan H. konsentrasi. kalkulasi. hasilnya akan sangat menakjubkan”. euphoria. melalui tangan petugas” Aca: ” Wah ini mungkin hanya kebetulan saja Pak!” ” Nggak masuk akal kalo Cuma karena niat. saya dikenalkan oleh pramugari kepada 2 orang penumpang yang menekuni manajemen pikiran. “Loh…itu khan basic prinsip Quantum Learning. 2. Kejadian 3 Dipesawat. Wajar kalau saudara hanya mengandalkan analisa dan mendewakan sirkuit logika”. atau kacamata iman!” H. dan sebagainya. Akhirnya ia menjelaskan. ” Saudara Andry. dsb. Tabrani: ” Bukan! ini Allah yang ngatur. logika. Namun apabila saudara gunakan juga otak kanan (intuisi/rasa/iman). seorang lagi bernama Kartiko (mungkin muridnya). . Dian. tapi pernahkah anda terapkan dalam pencarian ini?”. Hasilnya akan saudara pisah-pisah dan terlihat tidak berkaitan satu sama lain. You sekarang melihat kan Allah bisa memberikan imbalan kenikmatan secara Langsung “ Aca: “Loh tapi Pak Haji. Entah karena nggak di up-grade atau karena sikap saya yang dianggapnya wangkeng. Apa sebab-karena saudara hanya menggunakan sebahagian yakni bagian kiri saja dari otak saudara “. seorang bernama Nur Cahyo. emosi. selama ini saya tahu anda telah banyak berupaya. semua terserah you saja. kilah saya. mempunyai 2 belahan.

“Loh Pak Haji nggak denger barusan “ . Tabrani. pindah menjauhi makam Rasululloh. Kejadian 4 Akhirnya kami pun tiba di Jeddah. yang kemudian perjalanan disambung ke Madinah. Saya mulai goyah dengan pandangan saya selama ini. nggak bener itu!” “Wah you ini mau sholat apa nggak!”. “Kok kuburan di Masjid Pak Haji. “Suara berisik apa “. dan ia banyak membenarkan perkataan Kartiko. Akhirnya. Sayup-sayup berdebum. Tiba-tiba. Sebelum Kartiko kembali ke kursi duduknya. Kenapa saya tak pernah menggunakannya. “Angkatan 88″. Disini Rasululloh di makamkan.4. Sayapun mulai tak percaya dengan diri saya. Malam hari kita berangkat sholat Isya’ ke Masjid Nabawi. Saya sholat tepat disamping pintu makam Rasululloh. Tanpa banyak bantah saya ikuti ajakannya sholat diluar (halaman) Masjid (karena larut. kami pun bertambah mesra. padahal saya tahu dan gandrung dengan ilmu itu? 3. pintu masuk sudah ditutup). jawab saya. Tabrani. ataukah sebuah petunjuk agar saya menggunakan instrumen itu dalam perjalanan sekarang dan nanti? 4. sedang H. sepertinya pintu itu mau dibuka orang “. Tabrani sholat 5 meter didepan saya. “Nggak tahu tuh Pak. baru saja saya takbiratul ihrom. angkatan berapa?”. “Andry…kamu kenapa pindah sholatnya?”. ada suara berisik dipintu. Sholat saya sudah nggak bisa khusuk lagi. Apakah instrumen ini berguna (telaah menggunakan kedua belahan otak) untuk pencarian saya? 2. pintu disamping saya berdebum.H. Beliau seperti biasa sambil sewot. Akhirnya saya batalkan sholat saya. Tabrani pun ikut terlibat diskusi. jawabnya. Apakah ia hanya seorang kenalan di pesawat. “Anda kuliah dimana?”. jelas H. Tapi lebih mirip suara orang marah-marah membanting meja atau kursi. 1. “You khan bisa sholat karena orang yang dimakamkan disini!”. Saya mulai menarik hipotesa dengan kedua belahan otak saya. Tabrani. Tiba-tiba perasaan takut saya datang. Apakah pertemuan kami ini hanya sebuah kebetulan? 5. Dan saya mulai dihantui pemikiran tersebut. saya bertanya kepadanya. 2. tanya H. Seperti suara orang kerja. Apakah Kartiko juga seorang yang kebetulan berlatar belakang pendidikan sama dengan saya sehingga jalan berfikir kami sepertinya klop!? Saya kembali membahas ini dengan H. “Astaga. “Terserah you mau lihat dari kacamata kebetulan a/ kacamata kebesaran Allah!”. Kartikopun menjawab “Politeknik Mekanik Swiss”. Makam orang yang saya pikir pembuat Al-Qur’an.

Saya ceritakan bahwa saya pernah menulis e-mail yang berpendapat apakah semua ini bisa-bisa nya Muhammad. Esok hari. Dalam antrian perlahan saya mendekati makam. pandangan lepas kita tak dapat melihat ujung Masjid lainnya. mereka tak bisa mendengar. Tabrani. kilah H. Kamipun hampir mencapai Raudhah. Setelah melewati pintu utama. Kami berjalan berdesakan. Setiap tiang terdapat lubang AC yang dapat mengatur suhu ruangan otomatis. Masjid besar dengan halaman yang juga besar. “Wah…kalau you udah sadar itu salah. Lantai. saya dianjurkan H. Karl Marx. kamipun berdesakan keluar melalui Pintu Jibril. dan yang mana makam Khadijah. Antara perluasan King Fadh dan King Azis terdapat Kubah yang dapat terbuka dan tertutup otomatis. Tabrani untuk berdo’a di area Raudhah. Dengan terhuyung sambil ngantuk (karena nggak biasa bangun dan sholat shubuh) saya berjalan menyusuri halaman Masjid seperti menyusuri 2 kali panjang lapangan bola. dinding dan Tiang ditutupi marmer yang di polish licin. perlahan. karena suara itu keras koq. Setelah sholat Shubuh. you mesti minta maaf besok didalam Masjid. pagi-pagi sekali kami bangun. Sempat terfikir oleh saya. “Kenapa …?”. tepat disamping makamnya kalau bisa “. barisan yang paling dekat dengan sisi makam. Iqbal…kamu dengar suara?” “Enggak Pak…” Perasaan saya mulai nggak karuan. Saya coba analisa pakai belahan kiri. namun tak bisa masuk karena penuhnya. bahwa mungkin posisi saya yang tegak lurus dengan pintu menyebabkan saya bisa dengar. Aristoteles. namun mereka karena tidak tegak lurus. dan pemikir besar dunia lainnya. isteri Nabi. . Einstein. Saya tak tahu yang mana Makam Rasululloh.“Enggak ah…. Tabrani tentang perasaan kacau saya. Rasa takut dicampur rasa bersalah. Kala itu saya tetap menyangsikan kronologi turunnya wahyu. apakah doa orang yang berdoa di Masjid Dago Atas tidak makbul? Namun saya mulai menahan diri terhadap pemikiran dan pertanyaan model itu. betapa besar biaya yang diperlukan untuk ini semua. Plato. Tapi harusnya juga dengar. yang mana makam Abu Bakar. Akhirnya saya ceritakan ke H. Kami terus berjalan menuju Raudah (batas bangunan asli Masjid yang dibangun Muhammad) melewati area perluasan King Azis. tanya saya. Namun saya coba tahan pemikiran negatif itu dan menggantikannya dengan fikiran betapa besar pengaruh Muhammad sampai sekarang hingga dapat terwujud Masjid sebesar dan seagung ini. Sempat terbesit pertanyaan saya. Saking besarnya. Dari kejauhan saya melihat pagar makam yang didalamnya gelap tak ada cahaya. Hingga saya mensejajarkan posisi Muhammad dengan Napoleon. Mustahil tidak. Di dalam pagar terlihat tiga makam yang ditutupi kain. Seluruh lantainya ditutupi Pualam putih. Saya ambil barisan paling kiri. saya berjalan memasuki ruang dalam Masjid area perluasan King Fadh. pintu yang melewati tepat muka makam Rasululloh. penuh sesak namun sangat tertib. “Berdoa disana Insya Allah lebih amat makbul (dijawab oleh Allah terhadap permintaan doa kita). berangkat menuju Masjid Nabawi. Setelah berdoa.

agar tak terlihat H. Ia berkata dalam bahasa Arab. “Musyrik!!!”. hitam legam. Kedua tangannya memegang pundak saya dari belakang. Saya lihat dipundak saya salah satu tangannya yang memegang pundak saya dari belakang. karena beranak pinak adalah perilaku ciptaaNYA dan bukan salah satu sifatNYA/perilakuNYA. Film-film kartun Hollywood. seseorang dengan suara yang berat dibelakang saya berkata perlahan. Aku tidak mencela engkau namun aku sadar aku telah melecehkan engkau. dan berbentuk fisik yang sudah dirobah menjadi mirip manusia. . Keluar pintu Jibril. Aku hanya mengagumimu namun aku tak pernah memujimu. Tabrani tahu itu. bahwa Muhammad NabiNYA.2. bukan untuk meminta sesuatu yang lain. Tabrani dan Iqbal puteranya. Nabi hanya sebagai pembawa RisalahNYA. Saya coba cari orang tinggi besar hitam tadi. Semua yang akan saya ucapkan telah diucapkan orang dibelakang saya dalam bahasa Arab yang saya tiba-tiba mengertinya. besar sekali dan hitam legam. saya menunduk menahan tangis dan haru. H. tinggi luar biasa. Mungkin karena ramai kerumunan. Ia mengucapkannya sambil merintih menahan tangis. Dongeng-dongeng binatang buku cerita untuk anak kecil juga demikian. Nabi juga bukanlah anakNYA. Merekapun mempercepat langkah agar tetap didepan saya. Aku hanya ingin meminta maaf kepadamu ya Habiballoh. bukan anakNYA. Adapula yang menganalogikan perilaku Tuhannya seperti manusia dengan perilaku beranak pinak. aku datang kepadamu. Saya tak ucapkan kata apapun. ” Ya Rasululloh…ini aku. berbadan. Aku minta maaf ya Rasululloh”. Mereka senantiasa menjaga perilaku setiap orang yang mencoba ziarah dengan kelakuan aneh. bukan tempat meminta. saya tak dapat menemukannya. dan bukan tempat untuk meminta atau berdo ‘a. selalu menampilkan bentuk perilaku binatang yang bertingkah polah bagai manusia. namun ternyata engkau lebih mulia dari itu. berkepala. MandatarisNYA. hardiknya. Kejadian 5 Disepanjang makam berdiri 4 orang tua dengan badan tinggi bersorban yang selalu menepis tangan orang yang mencoba memegang pagar dengan meratap. Tiada kepada yang lain. Ketika saya tiba persis dimuka makam. Tidak keras namun tidak berbisik. mengambil analogi kerja tubuh dan bentuk badan manusia. tapi sering kali orang melakukan “HUMANISASI”. Imajinasi bentuk alien (mahluk luar angkasa) tak pernah jauh lari dari bentuk manusia. Musyrik atau Syirik. bertangan dan berkaki. menyesal luar biasa. orang tersebut seperti dari Afrika. mensyarikatkan Allah dengan sesuatu lainnya adalah satusatunya perbuatan dosa yang tidak pernah diampuni Allah. Rasa haru. Disini saya merasa mendapat petunjuk. dan sedikit ketakutan pun menyelimuti saya. Disini saya mulai mengerti arti Islam sebagai agama Tauhid. Aku fikir aku telah menempatkanmu pada posisi yang tinggi. Waktu saya menolah kebelakang.5. Pembaca. Agama yang ber-illah hanya dan hanya kepada Allah. Robot sekarang dan masa datang. tiada pula kepada para Nabinya. Bukan maksud saya menyindir. namun saya belum pernah belajar Nahu sorob atau bahasa Arab! Saya jadi bingung sendiri. saya dapat mengerti hampir seluruh ucapannya dalam bahasa Arab itu. Sampai-sampai Tuhan atau Dewa-dewa yang digambarkannya pun mirip bentuk manusia.

dalam “The right track”. dimana dekat makam dahulunya terdapat parit besar yang dikenal sebagai Perang Khandak. Mungkin saja. semua itu terserah you saja. bahwa beliau (Rasululloh) tahu benar isi hati anda. Konsep tersebut hanya mendapat tanggapan dari kaum Anshor yang bertempat tinggal di Madinnah hingga Nabi harus hijrah/pindah kesana. Saya mulai meyakini ini sebagai Hukum Sunatulloh. sosial. Perang dimana pada saat itu kaum kafir dari berbagai bangsa dan negara memboikot dan meng-embargo kaum muslim selama kurang lebih 2 tahun. dimana sekeliling Madinnah pada saat itu dibuat Parit besar yang memisahkan/melindunginya. Juga diatas hukum fisika. Bukan efek kebetulan kondisional akibat suasana yang khusuk. kamipun mendiskusikannya. saya mulai lebih berhati-hati dan tidak gegabah. Namun yang jelas. Berkali-kali saya mengatakanterserah you saja!” Saya mulai tak banyak membantah. dan bukan hokum psikologi. Masjid Kiblat-Masjid dimana ditengah sholat Rasululloh mendapatkan wahyu untuk sholat menghadap Ka’bah/Mekkah. Aca: ” Ah masak sich Pak. . Tabrani: ” Temen you dan saya khan sudah berkali-kali mengatakan. yang sebelumnya menghadap Masjidil Aqso’. pemimpin kaum kafir Quraisy yang sangat memusuhi Nabi. sakral atau magic/angker. Karena kasus ini orang Kafir Quraisy berkomentar Muhammad pemimpin yang plin-plan. Panglima perang kaum Mukmin yang dibunuh dengan tombak oleh salah seorang budak suruhan Hindun. Namun saya tak berani berfikir bahwa saya sudah berada pada jalan yang benar. kami melakukan City Tour. tempat di mana terjadi Perang Uhud. Terutama tentang dapat mengertinya saya terhadap ucapan dalam bahasa Arab.Sesampai di Hotel. ketempat-tempat bersejarah antara lain. Disini saya melihat bahwa perjuangan Rasulloh adalah bertahan dan bukan menyerang. sehingga sholat tersebut beliau lakukan 2 roka’at menghadap Masjidil Aqso’ dan 2 roka’at sisanya menghadap Ka’bah. Tapi mungkin juga petunjuk. Melainkan hukum Sunatulloh kepada orang yang mencari ridhoNYA. orang yang mencari jalan yang diridhoNYA. karena saya dihantui rasa bersalah. Tabrani: “Itu mungkin. Terlintas dibenak saya cuplikan film “The Massage” di mana Hamzah. kami berkunjung ke Jabal Uhud. Hukum Sebab-Akibat itu diatas hukum-hukum lainnya. maka persepsi saya terhadap apa yang diucapkan orang tadi adalah persepsi fikiran saya”. Ada sebuah “hukum sebabakibat” yang berlaku absolut dialam semesta ini. Sedemikian mudah dan cepatnya saya mendapat petunjuk “ H.dan memang saya akan berkata minta maaf. Pada peperangan tersebut kaum Muslimin kalah yang disebabkan tindakan indisipliner pasukan panah. Masjid Kuba-Masjid pertama di Madinnah yang dibuat Rasululloh. Dibimbing oleh Tour Guide. 3. Saya bilang: “Mungkin begini Pak. isteri Abu Sofyan. Konsep yang diajukan Rasululloh adalh sebuah konsep dimana penguasa kafir tidak menyukainya. Perjalanan di Madinnah Setelah melewati waktu Zuhur. dan beliau dengan akhlaknya yang mulia sudah memaafkan you tentunya”. Bukan efek kebetulan karena rasa bersalah. Saya benar-benar mulai berfikir. H. Apakah you mau anggap itu semua kebetulan atau sebuah petunjuk. Semua sudah ada aturannya. maupun psikologi yang saya anut selama ini. Kami juga mengunjungi makam Fatimah. semua sudah ada sebab akibatnya. bahwa tak ada yang namanya kebetulan.

Meskipun ia bukan Tourist Guide. kalau bukan urusan kekuasaan. dalam pencarian saya yang berikutnya.1. diperjalanan kami mulai membaca Talbiah: Labbaik Allohumma labbaik Labbaik Lasyarika laka labbaik Innal hamda. “Lho. seperti waktu saya tanya kenapa koq nggak boleh pakai celana dalam. hingga berlaku hukum yang hanya kita dengar sekarang secara sayupsayup ‘hukum Islam’? Bagaimana kita memberlakukan sebuah peraturan tanpa adanya kedaulatan? Bagaimana kita bicara rajam bagi yang berzinah. saya dapat menemukan jawabannya…Amien. Abesinia. Amerika. Beberapa orang mungkin beranggapan ini tidak penting. Meskipun kadang-kadang menghardik saya. daratan China. Kejadian 6 Setelah sholat Ashar. saya terus terang belum tahu benar untuk hal ini “. anda silahkan tanya kepada orang yang lebih tahu. Persia. 2 lembar kain yang dililit dipinggang.Saya akhirnya bertanya kepada Tour Guide. Tour Guide tersebut tak dapat melanjutkan penjelasannya. dan Negos (Ethiopia). 3. yang ekspansi kekuasaanya dengan cepat dan pesat sampai ke Cordova. Dalam pencarian / perjalanan ini saya tak menemukan jawaban. Rusia. Pak H. Ia hanya menjawab “Jangan didebat!!! ini daerah otak kanan! “. saya dalam pencarian. bagaimana dengan Daulat Bani Umayah. Spanyol. dan berbagai belahan dunia lain. Roma. Tour Guide: “Baiklah. Ia menjelaskan untuk memakai pakaian Ihrom. tapi saya memang benar-benar tidak tahu. namun saya berfikir bahwa ini sangat penting. Surat itu berisikan ajakan beragama Islam. Madinnah tidak sebesar dan sekuat Mekkah. negara kecil yang baru berdiri. ini tidak seperti demikian “. sementara lokalisasi pelacuran mendapat izin dari pemerintahan Pemda setempat? Bagaimana memberlakukan hukum Islam tanpa pemerintahan Islam? “. namun saya yakin insya Alloh. Laka wal mulk La syarikalak . dimasyarakat. bukan konsep pemerintahan”. Konsep Rasululloh bukan konsep negara. akhirnya kamipun bersiap-siap untuk ber-umroh. mungkin sewotnya H. Tabrani mengajarkan saya untuk memakai pakaian Ihrom. satunya lagi di bahu. sehingga surat yang dibuat bukan surat kekuasaan . Wal nikmata. “Latihan pakai kain kafan “. tanpa angkatan bersenjata yang jelas. Analoginya mungkin seperti Vietnam. demikian saya bertanya. Mesir. “Oh tidak. saya bukan sok tahu. jawab Tour Guide. demikian penjelasannya. kepemimpinan Islam setelah Ali. namun ia begitu telaten mengajarkannya pada saya. Untung saya sudah rada kalem sekarang karena beberapa kali mengalami peristiwa2 yang lalu. bagaimana dengan tindakan Nabi yang saya anggap ekspansi nekat yakni tindakan Nabi mengirim surat dari Madinnah kepada Mekkah. “Mas Syaiful…saya mohon maaf loh. sehingga Islam tidak hanya bicara didalam Masjid. “Urusan Rasululloh bukan urusan kekuasaan. namun tindakan Nabi mengirim surat kepada Negaranegara tersebut adalah nekat (kalau tidak mau dibilanggila). Setelah mengambil niat di Miqod. Tabrani berkelanjutan. namun juga dipemerintahan. Australia. dan saya benar-benar ingin tahu. dan European Community untuk takluk dan tunduk dibawah kekuasaanya. Aca: “Terimakasih Mas…saya akan simpan pertanyaan ini”. suatu saat. kalau tidak. Konsep Rasululloh adalah konsep agama. Sayapun menjelaskan. mengirim pesan kepada Indonesia. kayak apa sich konsep Rasululloh yang disampaikan pada saat itu?”.

Posisi kami sangat dekat dengan Ka’bah dan senantiasa saya semakin merapat kedalam. ” Loh Pak…kok ada permintaan seperti ini ya…?. Kita tak kuasa menentukan arah (kecuali sedikit). H. Saya berusaha perlahan-lahan bergerak mendekat. Kembali saya lihat artinya. besar sekali. Kamipun tiba di Mekkah. Dan saya tahu persis saat itu saya tidak sedih. ” Ya memang boleh. ” Loh…Pak. Tabrani menjawab. Saya tidak pernah berfikiran bahwa di dalamnya ada Allah sedang bersemayam. semakin rapat dan semakin pekat ketengah. Sepintas hanya sebuah batu yang disusun dan dilapis kain hitam. Seolah kami bergerak perlahan bersama tanpa menginjak bumi (seperti melayang). Dengkul saya lemas luar biasa. Bukankah ini bukti dari hasil kerja Muhammad. Sementara barang-barang diurus oleh petugas travel. Sambil air mata bercucuran (tanpa malu-malu lagi sebab kanan kiri sayapun demikian) saya dibimbing H. Pada tawaf putaran kedua. Hitam pekat sekali. Tabrani sehingga sulit mengikuti apa yang didiktenya. sebuah Masjid yang paling terkenal yang mungkin paling tua didunia. segala nikmat. Kami merasa seperti memasuki sebuah gravitasi luar biasa yang menarik ketengah. Hotel kami cukup dekat dengan Masjidil Haram. . Saya menahan tangis didepan rombongan tapi tak kuasa. Pendapat ini adalah pendapat awal saya yang kemudian di konfirmasikan beberapa hari kemudian oleh H. kita hanya dapat berserah diri mengikuti arus putaran itu. Ka’bah ternyata berukuran lebih besar dari perkiraan saya. Benda itu berada ditengah-tengah Masjid. kami langsung memasuki Masjidil Haram. khan saya sudah katakan boleh minta apa saja”.Ya Allah. kami berwudhu di Hotel. Sulit sekali menggambarkan pesonanya. Minta harta boleh…habis -kalau tidak-anda mau minta ke siapa lagi kalau bukan sama Dia “. Sambil memegang buku do’a kecil. anak Pak H. Akhirnya saya mulai meraung seperti anak kecil. koq disini ada permintaan terhadap rezeki yang banyak”. H. Namun setelah melepas sandal dan memasuki Masjid. semakin tak kuasa menahan tangis. aku datang memenuhi panggilanmu Tiada syarikat bagimu. namun semakin dekat. Pembacaan Talbiah baik di pesawat maupun diperjalanan/bus. bahwa kegiatan ini pasti bukan baru dimulai kemarin. Saat itu saya belum merasakan pesonanya. Namun saya melihat sedemikian banyaknya manusia mengitarinya melakukan yang disebut tawaf. apakah sekian banyaknya manusia datang kesini hanya ditipu satu orang yang bernama Muhammad. Tabrani membaca do’a-do’a putaran pertama. saya terdiam melihat benda hitam pekat persegi empat yang berada ditengah-tengah Masjid. saya coba baca juga artinya. Ia juga mengalami hal yang sama. Saya mulai tawaf putaran pertama. Anda saja yang Cuma minta petunjuk dan nggak mau minta yang lain. besar. Kadang saya tak mendengar suara H. Disitu terdapat do’a permintaan umur panjang dan keturunan yang banyak serta soleh. bapak besar berbagai bangsa yang melahirkan agama Yahudi. Sesungguhnya segala puji. Tabrani yang pertama kali Umroh juga terdiam tak bersuara tak bergerak. Namun intuisi saya juga bermain. Saya lemas dan duduk. kota Haram. Benar-benar saya tak mengira bahwa Ka’bah berukuran sebesar itu. Tiada syarikat bagimu. yang kemudian juga Islam. “Ya memang ada. Kegiatan ini dilakukan pasti sejak ajaran Muhammad. Tabrani. dan segala kuasa Hanyalah dari engkau. Tabrani bahwa kegiatan ini sudah ada bahkan sejak milata Ibrahim. Saya menangis sambil duduk tidak mengerti kenapa. Saya tanya ke H. Saya kurang tahu persis pada saat itu tapi saya percaya Iqbal. Tabrani pun kembali menjawab. Analisa saya bermain. saya kembali membaca do’a khusus untuk putaran kedua-sambil juga melihat artinya. Nasrani (bukan Kristen). Agak sulit memang karena banyak jama’ah Iran berbadan besar berdo’a lantang sekali. sangat diliputi rasa haru yang luar biasa.

kurma pun malas tumbuh disini. Saya fikir ini harus berlaku pada semua hal-segala hal segala sesuatu-termasuk hal-hal duniawi seperti bisnis. meminta kepada Penguasa yang sesungguhnya. Bagaimana kita bisa rugi-ya karena manajemen yang buruk. . “Iyya ka na’ budu wa iyya ka’ nastaiyn”. jawab saya. “Loh-loh…ini lebih aneh lagi Pak…kok boleh minta dagang agar jauh dari rugi. Demikian saya melihat Rahman rohim Allah. Entah berapa ribu tahun. Andaikan memang ada sungai bawah tanah yang mengalir dibawah Mekkah. dan tiba-tiba saya teringat surat Al-Fatihah. ini khan urusan dunia. apakah kita akan melakukan KKN atau melakukannya dengan pendekatan lain. Saya ternyata tak hanya meminta pertunjuk. ” OK kalau begitu nggak usah do’a saja …” . Berjuta-juta orang datang setiap harinya. Statemen awal saya di pesawat. tetapi saya-dengan kesadaran baru ini-juga meminta duniawi. 3. Kepadamulah kami menyembah dan hanya kepadamulah kami minta pertolongan. Pemda. Akhirnya dengan pemahaman yang seperti ini. Karena sungai bawah tanah dapat berubah alirannya hanya dalam kurun waktu puluhan tahun saja. Sehingga musyrik hukumnya jika kita meminta pertolongan dalam bidang bisnis kepada Kadin. penguasa absolut. Ironisnya. Saya pun kembali berdo’a dengan lebih khusuk. Haram hukumnya meminta pertolongan kepada Bagian Purchasing untuk melakukan bisnis dengan kita. saya kembali membaca do’a sambil membaca artinya. Pejabat. Kejadian 7 Usai tawaf. karena ini yang akan menentukan strategi manajemen perusahaan kita. Katabelece Pejabat untuk menggoalkan proyek kita. Akhirnya H. Analisa dan rasa saya mulai jalan. dengan kesadaran baru-tanpa banyak pertanyaan lagi. Permintaan tolong hanyalah kepada Allah semata. sedangkan bagaimana kita bisa untung? Ya dengan manajemen yang baik? “. dan bag Purchasing. ayat 4. Masjidil Haram berada di tengah-tengah seperti lembah. Tabrani mulai sewot lagi. betul ndak…?” “Betul Pak “.Pada tawaf putaran ketiga. Sebuah mata air yang hampir tak mungkin ada di daerah ini. ” You khan bilang waktu dipesawat. Disini saya kembali tercengang. Jeddah. Ini pula yang menyebabkan pembangunan konstruksi di kota Mekkah sangat lamban. Namun sumur zam-zam ini tak pernah kering dan senantiasa menyediakan air yang dibutuhkan Jamaah yang datang ke sini. akankah bertahan sedemikian lamanya? Perhitungannya bukan 1400 tahun yang lalu. Jangankan tumbuhan subur.2. Terdapat dengan jelas disitu “Tijarotan Lantabur ” yang artinya “perdagangan yang jauh dari rugi”. Analisa dan intuisi saya jalan lagi. Adapun. terdapat air sumur zam-zam yang debitnya luar biasa besar yang dipompa dengan pipa-pipa sampai ke Madinah. sekarang terbantai semua. bahwa you hanya minta petunjuk. tegas H. Kadin. Persis juga sama dengan do’a-do’a di akhir tawaf yakni fiddunia hasanah-wa fil akhiroti khasanah. Namun jika kita meminta keridhoan akhirat-insya Allah kita juga akan mendapat dunia. Mekkah dapat anda lihat sebagai pegunungan batu. dan daerah lainnya selain untuk keperluan orang ber Hajji. namun sumur ini tak pernah ada keringnya. Pemda. Hal ini jangan dianggap sepele. Seolah olah ia ada memang untuk kebutuhan ibadah ini. memohon kepada pemilik yang sesungguhnya. Allah mungkin saja berikan. Saya kembali bertanya dengan lebih antusias karena masalahnya erat dengan kehidupan saya yang memang bergerak di bidang ini. sekelilingnya dapat anda temukan hanyalah bukit batu yang sangat sulit dihancurkan. hanyalah perantara. melainkan perhitungan dari Ibrahim. Tabrani. penguasa segala sesuatu. Meminta kepada yang mempunyai. Yaman. saya kembali berdo’a dengan segala kerendahan hati. kami menuju sumur zam-zam yang terletak didalam areal masjidil Haram bagian bawah. Persis lagu Bimbo yang dinyanyikan Sam. Saat itu tak ada lagi dibenak saya teori kebetulan yang dahulu. dan mungkin juga tidak. Jika kita meminta dunia saja.

Sesuatu yang dilarang dalam Umroh. Isya. yakni perasaan iklas. bahwa ia mengenakan celana dalam pada pakaian ihromnya. Dokter itu meminum juga air zam-zam dengan perasaan jijik/geli. Wueeek…sangat menjijikkan kata jamaah yang lain menambahkan. Bapak mertua saya mengingatkan akan ucapannya kemarin perihal gelas tersebut. pertanda selesainya ibadah Umroh kita. kami mulai melintasi area Sya’i. kelelahan kami luar biasa. Semoga Makbul. Tabrani membentak saya dalam masalah tersebut. Bapak mertua saya pernah menceritakan perihal yang seperti ini berkaitan dengan gelas stainless air zam-zam untuk diminum yang menempel pada setiap keran zam-zam. Mungkin karena pemikiran jijiknya terhadap batu yang sudah dicium oleh jutaan manusia pada hari itu. bahwa Ka’bah bukan dibangun oleh Muhammad. Wanita tersebut tetap asyik membersihkan batu Ka’bah . “Dulu sewaktu Siti Khajar. Yahudi. rukun Umroh berikutnya. bukan Hajarul Aswad). Mulutnya bengkak sariawan sampai ke leher. Nasrani. mengelap. 3. Seusai Sya’i kami pun menggunting rambut. Melihat kejadian itu. apa yang terjadi. maka ia mengeluarkan tisu. isteri Nabi Ibrohim. Didepan saya terdapat seorang wanita muda dan cantik berpakaian Turki yang hendak mencium batu Ka’bah (sisi kiri Ka’bah. Kotoran alias tokai nya sedemikian banyaknya sehingga ia pun kewalahan. melainkan Nabi Ibrohim. pendahulu untuk Musa. saya melihat manusia banyak yang berjalan. Agak lama baru saya sadar bahwa saya mulai kurang khusyuk karena melakukan “olah raga leher”. Saya belum pernah merasakan pegal-pegal seperti sekarang ini. Tapi kelihatannya sama aja tuch. kawan Bapak mertua saya pergi Haji. Dipisahkan oleh pembatas tengah. Ini tidak steril katanya. Keesokannyapun sang Dokter sembuh dari sariawan seperti sedia kala. dan menggosok bagian yang hendak diciumnya. antara dua bukit batu. sebahagian berlari. Sesampai di Hotel. merasa jijik dan mengatakannya kepada Bapak mertua saya perihal gelas stainless yang sudah diminum berjuta-juta mulut orang. dan Islam. Disitu terjadi antrean yang luar biasa. ia berjalan sambil berlari-lari kecil mencari air antara bukit Syofa’ dan bukit Marwah. Kami tak tahu bagaiman ia mengatasi problem mencretnya yang merembes sampai pakaian Ihrom. Tabrani. Keesokannya. Akhirnya saya bertanya kepada H. Seorang Dokter. yang melahirkan 3 agama besar. Bapak mertua mengingatkan sang Dokter untuk meminumnya sekali lagi dengan gelas tersebut tetapi dengan perasaan yang berbeda. Pantas – dalam hati saya. Syofa’ dan Marwah. Salah seorang jamaah haji wanita bercerita tentang anak temannya yang sekarang tinggal di Hotel Hilton Mekkah yang tak dapat menyelesaikan tawafnya karena mencret (penyakit yang lebih cepat dari pada jet).3. ” Pak…koq pakai lari-lari segala sich? “. sementara anaknya Ismail ditinggal sejarak tertentu dari Ka’bah. Kejadian ini terjadi pada saat saya hendak mencium batu Ka’bah. Kejadian 8 Tak ada yang khusus bagi saya dalam kejadian ini. “Begini “jawabnya perlahan. Kaki saya kering pecah-pecah. Saya fikir. dan Muhammad. Saya jadi teringat sewaktu H. Sedangkan air yang sesungguhnya justru keluar didekat kaki Ismail. Air yang dilihatnya ternyata hanyalah fatamorgana.Pada saat Sya’i. namun saya mengira pasti luar biasa untuk ukuran orang Melayu. Sesekali saya melihat wajah cantik wanita Turki dengan hidung mancung kulit putih bulu mata boros (Saat tawaf maupun Sya’i dilarang menutup cadar muka-namun ada sebahagian mazhab na. bagaimana dengan kaum wanita atau Ibu-ibu. Pasti lebih capek. Dari sini saya pun semakin yakin dan menarik kesimpulan. namun akhirnya semua tahu. Kepala rombongannya pun membawanya pulang kembali ke Hotel.

yang seharusnya berangkat melakukan perjalanan luar negeri guna menandatangani sebuah kesepakatan perang. Dengan menggunakan taksi. kejadian kecil disini-dapat menimbulkan akibat besar disana. sang suami wanita tadi (yang katakan seorang jenderal). karena ia terlalu abstrak dan hanya tunduk patuh pada sang Maha Penguasa. namun saya yakin ia ada dan bekerja secara setimbang. hingga ia harus membawa 5 real setiap sholat guna menjaga apabila sandalnya hilang. nggak apa-apa. lagian nggak lucu khan kenalan didepan Ka’bah. ia kehilangan sandal.4. ia mengalami kecelakaan mobil (mis. mengakibatkan ia harus membeli sandal di toko dimuka Masjid. Tak ada anggota rombongan yang mau ikut. Meskipun ia bukan ada di alam fisika. saya tetap mau berangkat sendiri”. dengan tas ransel dan sepatu sport. Tahukah anda. Ingin sekali saya melarangnya. ditabrak mobil). namun karena Iqbal membeli. Mekanisme ghoib pada alam Metafisika inipun bekerja pada kawan saya Iqbal dimana setiap harinya. yang tentu saja tak mengakibatkan ia mengalami kecelakaan. Kamipun merencanakannya. Ini contoh ekstreem yang memang hanya teori main-main. Perjalanan sampai . Kuwalat atau apa ini namanya ya? Hati yang kurang bersih? Saya jadi teringat cerita Ka’bah di surat Al-Fiil dimana tentara Abrahah yang mengendarai Gajah pada masa itu dibuat tak berdaya oleh burung-burung Ababil. wanita tersebut mungkin akan 10 menit lebih lama untuk jalan pulang. sepulang kami dari sholat. Seandainya Iqbal tidak kehilangan sandal. Jadi biaya travel maupun biaya Tour guide saya tanggung sendirian. Dalam perjalanannya pulang. 3. Bahkan mekanisme ini pun abstrak tak simetris. Paginya seusai sholat Shubuh. Bahkan sehari dapat lebih dari sekali ia kehilangan sandal. kami tiba dikaki bukit Gua Hira’. sehingga kesepakatan serangan atau perang tadi ditangguhkan. Terjadi di kasus ini namun kadang tidak di kasus itu. namun saya fikir standarnya sama jika kita ukur dari perasaan hati yang dalam. saya berkemas bersiap berangkat. namun karena nggak bisa bahasa Turki. ” OK. Penjual di toko tersebut seharusnya melayani seorang calon pembeli wanita misalnya. oleh karenanya saya minta kepada Tour guide untuk mengantar saya ke Goa Hira’ pagi-pagi sekali. sementara antrean sudah mulai panjang dan berdesakan. Ia mencoba berdo’a dan bertaubat dosa apa kiranya yang telah ia buat. Semuanya parsialkondisional. Tabrani maupun Iqbal anaknya. membatalkan rencananya. Ia pun selesai mencium batu Ka’bah dengan hidung mimisan (berdarah). Saya ambil contoh misalnya. Bukan disitu saja. Ketika ia hendak mencium batu Ka’ bah -mungkin setelah ia merasa bersih. tegas saya kepada Tour guide. Kejadian 9 Malam besok adalah malam terakhir saya di Mekkah. maka ia tidak jadi melayani wanita itu. Mekanisme yang tidak kasat mata.dengan tisunya. Mekanisme tersebut tak kan pernah dapat diukur karena sifatnya yang relatif tak pernah sama pada setiap individu. Saya semakin mengerti mekanisme ghoib. dapat mengakibatkan tercegahnya sebuah rencana perang atau penyerbuan. Namun tetap saja ia kehilangan sandal setiap harinya.desakan dari kerumunan orang dibelakang tak tertahankan hingga mendorong wanita itu pada saat ia menciumnya sehingga benturan hidung mancung dan batu tak dapat terelakkan. Tidak juga H. Wanita itu pergi lebih cepat. Saya cenderung menyebutnya Metafisika daripada Supranatural yang lebih berbau klenik / sihir. Hilangnya sandal seorang Iqbal. tetapi saya yakin bahwa semua ini ada mekanismenya dan jangan coba-coba untuk mengurainya. Penguasa alam fisika dan non fisika. trick sulap yang diyakini sebagai salah atu keajaiban oleh orang musyrik. hilangnya sandal Iqbal.

Tabrani. “You sholat dibatasi disana. “Begini Pak. Tabrani pernah melawat ke Masjidil Aqsa’. Saya bangunkan ia. saya sujud ditempat Nabi Muhammad duduk menyendiri 1422 tahun yang lalu. Saya juga tidak mengerti sampai sekarang arti mimpi saya. Tabrani menepak kepala “Waduh…repot ini”. “Masjid itu dikuasai Yahudi. serta tak mempedulikan situasi dan kondisi diri. Tabrani berfikir sejenak. Ditemani Tour guide. mungkin yang dimaksud adalah “The Dome of the Rock. “Bagaimana ceritera mimpinya?”. “Disini terdapat salah satu keajaiban yang anda cari”. “Subhanalloh. “Aneh memang batu itu. Cuma 5 menit “.kepuncak memakan waktu kurang lebih satu jam. Didalam mimpi saya Jibril berkata. tadi malam saya bermimpi bertemu Jibril”. kemudian ia mengajak saya untuk ikut. H. “Ya Malaikat Jibril. Terus bagaimana tanya H. yang kemudian membawa saya ke Masjidil Aqsa’ di Palestin. bermimpi dibawa seseorang yang berkata sebagai Malaikat Jibril. Gede. Gua Hira’ ternyata sangat kecil. Tabrani bertanya. Saya bertanya siapa anda? Ia menjawab saya Jibril. Saya juga sering menyendiri di Villa. You Nggak bisa keluar masuk seenaknya”. . tapi you… you…luar biasa”. kami semua juga nggak ngerti kenapa begitu”. kami pulang menuruni bukit. dan berada tepat ditengah-tengah Masjid. sesuatu berbentuk manusia dengan peci hitam datang kepada saya. Terus Jibril bilang begini Pak. Saya sudah berumur 63 thn. Buru-buru saya ketok kamar H. saya yakin you adalah orang yang disayang Allah”. dimana saya tidur di Mekkah. “Tolong Masjid ini dipelihara”. menyendiri di kaki bukit Gn. Tabrani. Saya pun membahas pertanyaan saya di dalam hati tadi kepada Tour guide. Lebih mirip dua batu yang saling bersandar daripada sebuah Gua. “Kenapa Pak?”. Saya berjalan mengikutinya. saya tiba-tiba tersadar. Esok hari terakhir. H. kemudian ia menjawab. Sebuah batu yang berada tepat ditengah Masjid”. Apakah tindakan Nabi Muhammad pada kala itu seperti para sufi tersebut? Pertanyaan inipun saya simpan kembali tanpa tahu jawabannya. tapi saya belum pernah mimpi bertemu Jibril. tawaf terakhir/ tawaf perpisahan dengan Ka’bah. Saya jadi ingat cerita-cerita para sufi yang mempelajari hakekat sehingga pergi kegunung-gunung menyendiri. tetapi kenapa tak pernah datang yang namanya Jibril. Dalam sujud saya bicara dalam hati. dan tiba-tiba kami tiba di sebuah Masjid. hari dimana saya mesti melakukan tawaf wada’. ketika saya hendak menggosok gigi. Saya jadi merinding. kenapa saya tidak?”. kenapa koq Nabi Muhammad diberi wahyu. H. Subuh dini hari saya bangun. Saya tidur cepat setelah sholat Isya”. kenapa saya tidak?” Tanpa sholat dan do’a. “Tapi yang jelas. dan saya ceritakan mimpi saya. H. “Kenapa Nabi Muhammad dapat berjumpa denganmu. tanpa meratap ke gua apalagi membuang sesaji (hanya sujud dan berkata dalam hati seperti diatas saja). tanya saya. “ini Masjidil Aqsa”. “Wah saya nggak bisa jelasin artinya “. “Subhanalloh”. lepas dari hubungan sosial. Terbayang oleh saya ketika Nabi pulang pergi setiap harinya sampai ke puncak. Ia menggantung.

daerah dimana diharamkan bagi siapa saja berbuat kerusakan. dan itupun hanya pada batas-batas tertentu yang sudah diberi patok/tanda. Kita manusia adalah manusia yang paling istimewa. 6. Tidak seperti waktu di Mekkah. ia akan dibiarkan. Al-Qur’an bukan buatan Muhammad atau ideologi Muhammad. namun demikian. dimana fikiran. karena justifikasinya akan selalu ditemukan manusia guna menghalalkannya.Saya takut sendiri dengan kejadian-kejadian yang saya alami. perubahannya apabila saya tidak menjaganya. Al-Qur’an adalah statemen dari Allah yang didalamnya berisikan petunjuk bagi manusia yang ingin berserah diri kepadanya. 9. Saya takut untuk berbuat macam-macam. karena kita mempunyai 2 pilihan. Zinah. coba fikirkan dengan instrument rasa/intuisi dari hati yang dalam. Biaya yang demikian mahal. Tak perlu dianalisa secara metode ilmiah. namun saya mempunyai beberapa kesimpulan: 1. namun bagi yang sudah kelewatan. Allah peringati ia dengan menepak. namun yang paling saya takuti. Alkohol. Allah itu benar adanya yang menciptakan segala sesuatu. berbalas negatif apabila kita berbuat negatif. 4. Mekkah dan Madinah bukan tanah suci (seperti yang saya duga sebelumnya pada tulisan Muhammad punya bisa ). Allah tidak punya banat/sarikat/kompetitor. Mekanisme Ghoib. dan perbuatan maksiat lainnya adalah haram hukumnya. 7. 10. Allah akan membiarkannya. 12. Daging Babi. atau berserah diri kepada kemauan kita sendiri. Haji dan Umroh penting adanya dan bukan bisa-bisanya Muhammad. Saya harus menghadapi dunia nyata yang penuh dengan godaan. berserah diri kepada kemauan Pencipta. Apa yang akan terjadi nanti ditanah air. sebanding bahkan melebihi hasil yang kita dapat dari perjalanannya. Allah menurunkan Wahyunya kepada Muhammad yang kemudian dibakukan dalam bentuk kitab yang bernama Al-Qur’an. jika ia tak mau. kejadian kecil lainnya yang merujuk kepada hidayah yang tidak saya ceritakan karena terlalu panjang banyak saya alami. namun sebenarnya. jiwa dan raga kita bisa khusuk serta kita jaga kebersihannya. jika ia tak juga sadar Allah peringati ia dengan menempeleng keras. hanya yang saya anggap penting saja. 5. karena Allah menegur dengan sapaan hirarki. Dari perjalanan ini. 13. *** Sumber Sahabat • putri 2:54 pm pada 21 Desember 2010 Permalink . 8. Ada mekanisme Ghoib yang tidak kelihatan. Kesadaran saya seperti sekarang ini amat saya syukuri. 2. tidak semua kejadian saya ceritakan. Wahyu Allah turun pada setiap kurun waktu tertentu. Wahyu Allah juga turun kepada Muhammad yang diutus sebagai Rasulnya. darah. berlaku pada orang-orang yang dicintai Allah. 11. Judi. Saya mengalami semua ini dalam perjalanan ke Mekkah. yang memberikan balasan positif apabila kita berbuat positif. 3. namun jika ditempeleng keras ia tetap dableg dengan perbuatan negatifnya. Peringatan pertama mungkin dengan mencolek. melainkan tanah Haram. bermanfaatkah jika dilakukan. karena hanya hari akhir setelah matinya yang akan membalasnya kekal abadi di Neraka Jahanam. adalah deviasinya.

izin copy yaa…  erva kurniawan 1:11 am pada 9 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). siap menghadap hisab.Bani Umayyah. lalu kamu membujurkannya di dalam rekahan bumi. kisah islami ( 268 ). tanpa tikar tanpa bantal. Sejak itu dia tidak keluar rumah lagi kecuali setelah jasadnya sudah membeku. lalu berkata. lalu turun dari mimbar. Orang-orang yang hidup pada generasi mendatang akan meninggalkannya. Jasad itu telah meninggalkan harta dan kekasihkekasihnya. jika masuk rumah ia langsung menuju tempat shalatnya. Dia juga disebut Abu Hafsh. karena aku tidak tahu apa yang terbatik didalam hati seorang seperti yang kuketahui pada diriku sendiri “ Selanjutnya Umar bin Abdul Aziz menarik ujung bajunya. cerita nasehat. menyeka air mata. Dia tak mampu berbuat apa-apa menghadapi keadaan sekitarnya dan tidak lagi membutuhkan semua yang ditinggalkannnya. zuhud. “ Sesungguhnya ditanganmu kini tergenggam harta orang-orang yang binasa. kusampaikanhal ini kepadamu sekalian. “ Dikalangan kaum laki-laki memang ada yang shalat dan puasanya lebih banyak dari Umar. Fathimah pernah berkata. Demi Allah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Tangisan Seorang Pemimpin Yang Takut Pada Alloh UMAR bin ABDUL AZIZ. kisah teladan ( 352 ). Tetapi aku tidak melihat seorangpun yang lebih banyak ketakutannya kepada Allah daripada Umar. memuji Alloh. Umar bin Abdul Aziz naik keatas mimbar. mujtahid.dari suku Quraisy. Dia terbujur dikolong bumi. cerita teladan ( 355 ). sangat mendalam ilmunya. . Kemudian dia bangun dan berbuat seperti itu sepanjang malam. Istrinya. Tidakkah kamu ketahui bahwa siang dan malam kamu sekalian mengarak jasad yang siap menghadap Allah.ahli ibadah dan sosok pemimpin kaum Muslimin yang sejati. bersimpuh dan menangis sambil berdoa kepada Alloh hingga tertidur. Dia seorang hafizh. lalu kamu menimbunnya dalam kegelapan bumi ?.” Takkala menyampaikan khutbah terakhirnya. seperti yang telah dilakukan oleh generasi yang terdahulu.

kisah teladan ( 352 ). “ Wahai fathimah. cerita nasehat. melihat ia menangis. . sangat mendidik sekali. istrinya bertanya: “Demi ayahku sebagai jaminan. Saya juga mempunyai cerita-cerita islam. padahal mereka tidak tahu persis apa pasalnya mereka ikut-ikutan menangis”. Fathimah.cc terima kasih . wahai Amirul Mukminin. mantan budak Maslamah bin Abdul Malik. aku ingat akan persimpangan jalan manusia takkala berada di hadapan Alloh.co. apa yang membuat engkau menangis? “. dia berkata: “ Umar bin Abdul Aziz pernah menangis.mungkin Bapak Erva kurniawan juga mau bertukar link dengan saya untuk cerita islami di http://alfafiv. Umar bin Abdul aziz menjawab.info • Alfa Ajinata 6:45 pm pada 13 November 2010 Permalink Bagus. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Hikayat Iblis : Dialog Iblis vs Rasulullah SAW Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya. cerita teladan ( 355 ). bagaimana sebagian diantara mereka berada di sorga dan sebagian lain berada di neraka *** Sumber: http://www.mediamuslim. Setelah suasana reda.Diriwayatkan dari Abdus-Salam. baik yang disukai maupun yang dibencinya. kisah islami ( 268 ).  erva kurniawan 1:07 am pada 8 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). istrinya dan semua anggota keluarganya pun ikut menangis.

” Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata. “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya. Apa kehendakmu datang menemuiku?” Taklimat Iblis. aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya. inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku. Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya. niscaya akan terputus semua anggota badanmu. dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu. raja segala iblis. cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah.” Apabila mendengar sumpah Iblis itu.” Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu. Iblis pun memberi salam. “Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia. “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah saw. binatang dan lain- . Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya.” Maka Nabi pun memandang muka Iblis. Iblis sangat ketakutan. tiadalah aku berani menyembunyikannya. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis. uratmu.s sehingga keluar dari syurga. “Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah. syaitan dan jin yang menyamar diri. “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah.Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata. Maka sambut Iblis (alaihi laknat). Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu. Sambung Iblis. “Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla. sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. Pertanyaan Nabi (1): “Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?” Jawab Iblis: “Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini. Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama. panjangnya seperti ekor lembu. serta disiksa dengan azab yang amat keras. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman.

Kiranya aku menyerupai dirimu. megah. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya. berbuat durhaka. sombong dan melengahkan amalnya. kecuali aku yang ingkar.lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda. kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. terbuai dengan makan minum.” Pertanyaan Nabi (2): “Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?” Jawab Iblis: “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya. Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. mencela dan mengumpat. maka akupun membantah. Bila pada lidahnya. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat. setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi.” Pertanyaan Nabi (3): “Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?” Jawab Iblis: “Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku . Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Bila kena goda hatinya. fikiran dan malunya. begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir. maka terbakarlah diriku menjadi abu. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu. aku lalaikan dengan harta benda daripada emas. datanglah rasa ria. mereka akan gemar berdusta. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat. ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. peminjam dan pencuri. takabur. aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam. perak dan permata. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku. murtad atau munafik. rumahnya. Apabila terjadi kasih antara mereka. Disana aku lepaskan sebesarbesar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Demikianlah aku goda mereka setiap saat. datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. tanahnya.

Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama. dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya aku dapatkan. Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi. lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. terlupa bilangan rakaatnya. aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat. pada setiap anggota badannya. imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan. hilang khusyuknya – matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut. maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia.yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Kemudian aku turun ke dunia. maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman. Aku merasa sakit hati. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu. Jika tidak berhasil juga. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah). Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia. kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Sebelum Engkau lahir ke dunia. bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya. sentiasa hendak cepat habis sholatnya. dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut-marut. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Jika aku berkeras juga hendak naik.” . bagaimana keadaanmu?” Jawab Iblis: “Sebesar-besarnya kesusahanku. aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka. penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya. was-was. perkataan. itu semua membawa kepada kurangnya pahala. kelakuan atau hatinya.” Pertanyaan Nabi (4): “Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?” Jawab Iblis: “Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya. maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku” Pertanyaan Nabi (5): “Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah.

Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka.Pertanyaan Nabi (6): “Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah.” Pertanyaan Nabi (8): “Jika umatku berpuasa karena Allah. gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya. maka kamu akan mendapat petunjuk. jin. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa.” Pertanyaan Nabi (7): “Jika umatku mengerjakan haji karena Allah. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya. Pada hari umatmu mulai berpuasa. maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi. putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit. Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. bintang. dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku. bulan. syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. maka rasa terbakarlah tubuhku. bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. jika kamu mengikuti mereka. Apabila masuk awal bulan Ramadhan. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi. yakni Malaikat.” . bagaimana perasaanmu?” Jawab Iblis: “Binasalah diriku. bagaimana perasaanmu?” Jawab Iblis: “Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah. Bagi orang yang berpuasa. burung dan ikanikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa.” Pertanyaan Nabi (9): “Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?” Jawab Iblis: “Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar – besar seteruku. bagaimana keadaanmu?” Jawab Iblis: “Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku.

” Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar. Saidina Usman Al-Affan lagi. bercakap besar sesama Islam.Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu. nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid. “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya. maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. tetapi sangat sopan santun. banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. benci dan menghina kepada yang miskin. Dia penghulu orang sabar. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu. tempat judi dan perempuan lacur. Yang ketiga umatmu seperti Firaun.” Pertanyaan Nabi (10): “Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?” Jawab Iblis: “Umatmu itu ada tiga macam. alim orangnya. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya. karena lidahnya senantiasa bergerak membaca AlQuran. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a. Jika aku pandang wajahnya. Berbuat amal soleh. dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak. “Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku”. penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. apalagi setelah berdampingan denganmu. “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat. Karena taatnya. syaitan dan jin memandang beliau. aku tidak bisa bertemu. Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya. “Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah. syukur dan ridha dengan karunia Allah.” Tambahan pula dia menjadi menantumu.s. Jika iblis. aku tidak dapat mendekatinya.” Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar. membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat. miskin hendak beribadat. tiada masa beramal ibadat.” . maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. semakin aku ngeri kepadanya. tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. tidak hendak mengeluarkan zakat. Lalu aku goda agar minta kaya dulu. dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta. karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ – dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata. maka dilupakan beramal. tawakal dan kebajikan. Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan. aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku.

Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat. saksi palsu.” Pertanyaan Nabi (16): “Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?” . maka padamlah marahnya. Jika tidak. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu’. Walaupun mereka makan.Pertanyaan Nabi (11): “Siapa yang serupa dengan engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam. pemungkir janji.” Pertanyaan Nabi (12): “Siapa yang mencahayakan muka engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang berdosa.” Pertanyaan Nabi (15): “Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?” Jawab Iblis: “Jika dia berbuat dosa.” Pertanyaan Nabi (13): “Apakah rahasia engkau kepada umatku?” Jawab Iblis: “Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan. aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya. maka larilah aku dari mereka. bersumpah bohong. malas pada kebaikan. maka aku gosokgosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari. menangis menyesal akan perbuatannya.” Pertanyaan Nabi (14): “Jika umatku bersatu dengan isterinya. durhaka. aku yang dahulu makan daripadanya. maka dia kembali bertaubat kepada Allah. dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. tiadalah merasa kenyang. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. bagaimana hal engkau?” Jawab Iblis: “Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah.

Jawab Iblis: Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup. aku beratkan hatinya untuk sholat. bersarang. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Di situlah aku mengecilkan diri. maghrib dan isya’. berbuai seperti pijat pada bulu itu. bergantung.” Pertanyaan Nabi (18): “Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang banyak menyebut nama Allah. orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. banyak bertaubat. karena engkau telah bersabda.” Pertanyaan Nabi (17): “Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang tidur meniarap / telungkup. asar.” Pertanyaan Nabi (19): “Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya” Pertanyaan Nabi (20): “Apa lagi yang memecahkan mata engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya. mendengar kata mereka. banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam. Demikian jua pada waktu zuhur. bersedekah dengan tidak diketahui orang.’Syurga itu di bawah tapak kaki ibu’” *** Dari Sahabat • .

tentu saja ada sang bunda yang teramat luar biasa… Pekan pertama setelah mengetahui bahwa dirinya positif hamil. tanpa operasi caesar.. cerita teladan ( 355 ). Allah mh besar . Proses kelahirannya berlangsung normal. takkan pernah terjadi sebuah kelahiran yang menakjubkan ini. cerita nasehat. sepanjang hari-harinya setelah itu. Luar Biasa Seorang anak terlahir normal.sip jos.. Tetapi proses panjang selama Sembilan bulan sebelum melahirkan itulah yang tidak normal. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Bunda. Sinta mengaku kaget bercampur haru. jika bukan karena kuasa Allah. kisah islami ( 268 ). Perasaan yang luar biasa menghinggapi seisi hidupnya. kisah teladan ( 352 ). Bahkan. sekian tahun lamanya ia menunggu kehamilan.  erva kurniawan 1:11 am pada 4 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).dannu 8:58 am pada 11 November 2010 Permalink Subhanallah. Selain faktor Allah. Betapa tidak. tanpa cacat sedikit pun. • rendi 4:34 pm pada 9 Desember 2010 Permalink mantap gan…… • fajar 5:02 pm pada 6 April 2011 Permalink top markotop…. ia teramat merindui kehadiran buah hati penyejuk jiwa di ..Nabi Muhammad Rasulullah SAW.

Sinta tak kunjung sembuh. Santi mengigau dalam komanya. Suaminya dan dokter pun sepakat menyerah dengan keputusan Sinta. karena jauh dari rasa iba melihat penderitaan isterinya. Dokter yang merawatnya tak bisa mendiagnosa sakit yang diderita Sinta.rumah tangganya. Keluarga sudah menangis melihat kondisinya. sementara janin yang berada dalam kandungannya pun ikut berpengaruh. Di bulan ke enam kehamilannya. ia pun sangat memimpikan bisa segera menggendong buah hatinya. biar saya saja yang mati untuknya”. begitu juga saya” Kemudian ia tertidur lagi dalam komanya. dan dinyatakan koma.” luluhlah sang suami. Yang penting saya bisa melihatnya terlahir ke dunia. Dokter dan pihak rumah sakit sudah menyodorkan surat untuk ditandatangani suami Sinta. memasuki bulan ketiga. bahkan kondisinya bertambah parah. Ia rela melakukan apa pun untuk kelahiran bayinya. “Mungkin saja ini permintaan terakhir saya Mas. biarkan saya meninggal dengan tenang setelah melahirkan nanti. Bulan berikutnya. dokter menyatakan Sinta dalam keadaan kritis. tak sanggup melihat penderitaan Sinta. Dokter mengatakan. janin yang sudah berusia hampir empat bulan pun harus segera dikeluarkan demi menyelamatkan sang bunda. Satu rumah dan dua mobil sudah habis terjual untuk biaya rumah sakit Sinta selama sekian bulan. Seluruh keluarga sudah setuju. Boleh jadi. Satu bulan kemudian. Makin lama. Janin itu pun tetap bersemayam di rahimnya. Seorang bunda memang selalu luar biasa. Sinta mengalami penurunan stamina. kamu bisa hamil lagi nanti dan melahirkan anak sebanyak kamu mau”. Namun Santi tak bergeming. meski pun harus mati. Pengguguran kandungan pun batal. Ia sangat menyayangi isteri dan calon anaknya. “bukankah seorang ibu yang meninggal saat melahirkan sama dengan mati syahid?” ujarnya menguatkan tekad. Tidak ada jalan lain. ia drop. berupa surat izin untuk menggugurkan kandungan. . jangan gugurkan bayi saya. kesehatan Sinta tak berangsur pulih. Maha Suci Allah yang berkenan menunjukkan kekuatan cinta sang bunda melalui Sinta. dan kekuatan cinta itu yang membuatnya bertahan selama enam bulan masa kehamilannya. Tak lama kemudian. Dalam keadaan kritis. Waktu terus berjalan. Tidak ada yang mampu menandingi cintanya. bahkan mereka sudah ikhlas jika Allah berkehendak terbaik untuk Sinta dan bayinya. Walau mereka sudah membujuknya dengan kalimat. Sinta pun tersenyum gembira. rupanya Sinta tahu rencana dokter dan keluarganya. Sinta yang mendengar rencana dokter. “kalau kamu sehat. kekuatan cinta dari suami dan isteri ini kepada calon anaknya yang membuat Allah tersenyum. pasiennya belum kuat untuk hamil sehingga ada kemungkinan jalan untuk kesembuhan dengan cara menggugurkan kandungannya. “Jangan. Allah menanamkan sebentuk amanah dalam rahimnya. ia jatuh sakit. Ia pun bersikeras mempertahankan bayinya. “Ia berhak hidup. Ia akan hidup. tak lebih dari dua pekan ia menikmati hari-hari indahnya. suami dan keluarganya sudah nyaris menyerah. Air mata meleleh dari pelupuk mata sang suami. langsung berkata “tidak”. Saat itu. Santi pun memohon kepada suaminya untuk mengabulkan keinginannya ini. menjelang sang suami menandatangani surat izin pengguguran. Namun kebahagiaan Sinta hanya berlangsung sesaat. Surat pun urung ditandatanganinya. sakitnya bertambah parah. Dan kenyataannya.

setelah menelpon yang punya tanah tersebut. terletak di dekat sebuah kampus terkenal. seperti kata Menteri Pendidikan beerapa waktu lalu. Bayi itu pun terlahir dengan selamat dan normal. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ini Uang Halal Kira-kira pertengahan Ramadhan. cerita teladan ( 355 ). hati saya berkata. Sebuah papan pengumuman terpampang dipinggir sawah di pendakian setelah terminal Kampung Koto. . “Tanah di jual 1024 m2″. sepeda motor bekas cicilan saya parkir di belakang kampus. sambil mengingat nomor telepon yang tercantum pada papan tersebut”.Allah Maha Kuasa. setelah hampir tiga bulan. Namun entah kenapa uang tersebut saya biarkan saja. Ada kekuatan luar biasa yang bermain dalam episode cinta seorang Sinta. Bukannya saya ingin membeli tanah tersebut. pagi hari menjelang sampai ke gerbang kampus. tidak terasa satu lembar uang dua puluh ribuan terjatuh secara tidak sengaja.” ujar Sinta menutup kisahnya. Sinta tersadar dari komanya. pemandangan laut dari atas sungguh cantik sekali. Kekuatan Allah dan kekuatan cinta sang bunda. Saya berdiri dan menarik telepon saku dari kantong celana. Hanya beberapa hari menjelang waktu melahirkan yang dijadwalkan. “Tapi tidak apalah coba ditanyakan saja. Sesampai di kampus. kisah islami ( 268 ). guman saya sendiri sambil berlalu. Luar Biasa! oleh Bayu Gawtama  erva kurniawan 1:25 am pada 2 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). ketika pemberian gelar Doktor Honouris Causa pada Presiden Republik Indonesia SBY dulu. kisah teladan ( 352 ). tanpa operasi caesar. capek di jalan terasa terhapus. Tanah tersebut pasti harga nya sangat mahal. “Mungkin ini bayi termahal yang pernah dilahirkan. lengkap dengan nomor telepon 0751 xx xxx. cerita nasehat. Sejenak memandang ke arah barat. uang tersebut akan saya ambil lagi”. dengan gaji dosen biasa jelas mana sanggup. Ia berkehendak tetap membuat hidup bayi dalam kandungan Sinta meski sang bunda dalam keadaan koma. “Biarlah sebentar. *** Sumber: Bunda. tanpa cacat. saya tak pernah membayangkan bisa melewati semua ini. Bahkan. Terima kasih Allah.

Saya pandang uang tersebut dan saya tempel dinding untuk. sedikitpun tidak teringat satu lembar uang dua puluh ribuan sempat tergeletak seperti barang tidak bernyawa. Akan tetapi sebelum sampai di sana. pasti telah banyak orang lalu lalang. dan menyerahkan satu lembar kertas kepada saya. yang jatuh dari saku celana. tiba-tiba kembali mahasiswa tersebut menyapa. dan berkata. kata hati saya. kuliah pun selesai. Saya tidak peduli setengah mahasiswa yang berkumpul di pelataran gedung agak heran. atas kelalaian ini keadaan ini harus juga diterima. Memang benar. Hampir satu bulan berlalu. Saya senang. satu lembar tersebut cukup menghidupi satu hari keluarga saya. dan setengah berlari ke belakang gedung. Sesampai di belakang kantor jurusan teknik mesin. namun puasa belum selesai. Jam 8. Sebelum kembali ke ruang kerja. Uang dua puluh ribuan saya. Kelas pun segera di mulai. ternyata uang dua puluh ribuan tersebut telah sirna. sekumpulan mahasiswa telah berkumpul di dapan kelas. Dia tertawa dan sayapun berlalu. baik mahasiswa. “Nantilah pada suatu saat kalau uang saya sudah cukup tanah seperti itu dapat dibeli juga”. Tidak berbekas. tiba-tiba batin “tercenung”. Dua puluh ribu bukan uang kecil untuk ukuran saya. bukan karena uang saya kembali. setelah satu minggu setelah Hari Raya telah molor. “Minal Aidin wal Fazin”. “Ya pak. setelah melintas di ruang labor. apa yang ditanganpun mudah sekali sirna. Badan saya terasa kehabisan asai. *** Dari Sahabat .Setelah menghubungi yang punya tanah tadi. Dengan hati sedikit menyesal. katanya. saya mampir ke kantor Pak Kajur untuk melihat apa-apa. “duapuluh ribu”.”Pak”. ternyata memang mahal sekali. maupun Dosen sebahagian lewat di sana. Saya berlalu beberapa langkah. saya langsung balik kanan.Seperti biasa kepuasan seorang Dosen adalah setelah kuliah selesai. “Yang bukan hak kita.”. saya sampai di koridor. ya memang milik kita”. “Bapak pernah kehilangan uang. “uang”. Namun yang nama nya bukan rejeki. sudah lebih dua jam. katanya. terpana.uang tersebut tergeletak di samping kendaraan Bapak” katanya kembali. hanya sekedar untuk mengingat mahasiswa saya. menyapa. tenggorokan kering terasai. kata sayai. Dengan tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepadanya saya berkata. Segera dia masuk ke dalam ruangan laboratorium dan mengambil sesuatu di kantong yang tergantung dinding. akan tetapi saya sangat sengat senang bahwa mahasiswa saya. bersih pada tahun ini. Tampa pikir panjang. “Samasama Pak”. Segera saya menyalaminya. Senin hari pertama masuk kantor. “ini uang halal” sambil mengangkat uang tersebut. setumpuk buku bahan kuliah sudah disiapkan. Sebelum selesai dia berkata saya menyahut. katanya. atau sangat senang sekali. mahasiswa penuh dan menyimak sampai pembicaraaan usai. Hari masih pagi. “Pak”. menjelang akhir anak tangga lantai dua. saya sampai kembali ke kampus ditempat yang sama di mana saya menyia-nyiakan uang dua puluh ribu saya. suasana masih lengang dan sepi. Tidak terasa dua jam telah berlalu. jauh dari beberapa ratus ribu dari saya kira. saya tadi belum sempat saya ambil an tadi saya berlalu begitu saj. Saya berlalu. Ternyata memang benar satu lembar uang dua puluh ribuan.30 pagi tersebut saya harus masuk kelas. mahasiswa Jurusan Teknik Mesin ternyata sangat putih. Sesaat sebelum sampai di tangga saya berpapasan dengan salah seorang mahasiswa. Sesampai di ruang kerja.

Bagaikan kisah diputar ulang. cerita teladan ( 355 ). wafat. cerita nasehat. butuh istirahat. Karena ia tidak bisa berbalas budi orang. Ingatan kita kepada beliau sudah menjadi kebutuhan. butuh tidur. butuh menyayangi dan disayangi. ibarat kita butuh makan. Kita tidak bisa lupa kepada beliau. Jelasnya. dan ingatan kita pasti menyertainya terutama di bulan yang penuh rahmah ini. butuh senyum. MENGENANG jasa merupakan ibadah. butuh menghirup udara segar. butuh salam. sy terharu membacanya =]  erva kurniawan 1:21 am pada 26 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kisah islami ( 268 ).• fikrie 7:52 pm pada 14 November 2010 Permalink subhanallah. setelah beberapa jam berjuang melawan penyakit yang dating secara mendadak. Tahun demi tahun berlalu. Orang yang tak mengenangnya bukan dikatagorikan orang baik. tepatnya Jumat 15 Ramadhan 1425 H Makkah dan dunia Islam menangis karena tersiar berita bahwa Sayyid Mohammad Al-Maliki. butuh minum. . beberapa tahun yang lalu. kisah teladan ( 352 ). Beliau meninggal sekitar pukul 6 pagi di salah satu rumah sakit di Makkah. jasa beliau yang besar terhadap Islam tidak bisa dilupakan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Mengenang Al Maliki Oleh : Hasan Husen Assagaf.

Tiba-tiba ada orang-orang yang lewat mengusung keranda janazah. tidak berlebih lebihan. Beliau pun berdiri karena rasa hormat terhadap jenazah tersebut. Sampai sampai beliau menerima dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas Umul Qura dan halaqah ta’lim beliau di masjidil Haram. pertama-tama yang dilakukannya. Bani Nadzir dan bani Quraidzoh. Adapun ulama yang telah mendapat gemblengan dari Sayyid Muhammad Al-Maliki. adalah membuat perdamaian dengan tiga kelompok Yahudi yang berada disana. Damai di dunia dan damai di akhirat. bani Qainuqa’. pengajar. Semua ini beliau terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan beliau selalu menghormati orang orang yang tidak bersependapat dan sealiran denganya. Beliau adalah orang cerdas dan terpelajar. Islam diambil dari kata “salam” yang artinya damai. yang datang sebagi rahmat dan membawa perdamaian bagi alam dan seluruh umat manusia. penceramah dan segala bentuk kegiatan yang bermangfaat bagi agama. setelah mepersaudarakan antara kaum Ansor dan Muhajirin. Bukankah Rasulallah. Tidak kurang dari 100 buku yang telah dikarangnya telah beredar di seluruh dunia. berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama. Beliau selalu menerima dan menghargai pendapat orang dan menghormati orang yang tidak sealiran dengannya atau tidak searah dengan thariqahnya. setelah berhijrah ke Madinah. Disamping tugas beliau sebagi da’i. Agama kita. Indonesia dll. Bukankah dalam hadist Nabi telah diriwayatkan bahwa seorang wanita masuk neraka disebabkan karna menganiyaya . Urdu. Contohnya. itu adalah jenazah orang Yahudi? ” Nabi menanggapi ” Bukankah ia juga jiwa manusia ” ( HR Imam Bukhari ) Islam mengajarkan untuk berbuat baik dan damai bukan kepada manusia saja. Beliau telah membuat hubungan baik dan menggelar perjanjian untuk hidup damai dan saling menghormati. terhormat dalam perbuatan. akan tetapi Islam menganjurkan kita untuk berperilaku baik dan berbuat hormat kepada semua manusia. tindakan serta pikiran dan perasaannya. Islam. Di samping menguasai bahasa Arab. akan tetapi Islam telah menganjurkan untuk berbuat baik sampai terhadap hewan dan tumbuh-tumbuhan. Islam tidak menyuruh untuk berperilaku baik dan menghormati hanya kepada sesama muslim saja. Namun salah seorang sahabat memberi tahu Nabi. beliau pula seorang pujangga besar dan penulis unggul. Dalam kehidupannya beliau selalu bersabar dengan orang-orang yang tidak bersependapat baik dengan pemikirannya atau dengan alirianya. mereka menguasai ilmu-ilmu agama yang cukup untuk dijadikan marja’ dan reference di negara-negara mereka. Akan tetapi orang-orang Yahudi sendirilah yang mengkhianati dan merusak perjanjian trb. Beliau tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamanya dan ini memang yang di inginkan musuh Islam. Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat muslim menjadi manusia yang berperilaku baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama. adalah agama yang membawa rahmat dan mencintai damai. Da’wah semacam inilah yang telah diwasiatkan Rasulallah saw. Prancis. lima belas abad silam. serta berkata ” Wahai Rasulallah. Semua yang berlawanan diterima dengan sabar. semasih mereka memiliki pandangan khilaf yang bersumber dari al-Quran dan Sunah. pengajar dan pendidik yang tidak beraliran keras. dosen.Sayid Muhammad Al-Maliki dikenal sebagi guru. dan selalu menerima hiwar dengan hikmah dan mauidhah hasanah. menjawab dengan hikmah dan memikirkan sesuatu masalah dengan kenyataan dan dalil dalil yang jitu bukan denganemosi dan pertikaian yang tidak bermutu. pembimbing. mereka pintarpintar dan terpelajar. suatu saat Rasulallah sedang duduk di beranda rumahnya. Dan tidak sedikit dari kibat beliau yang beredar telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

cerita teladan ( 355 ). Akan tetapi beliau mengajarkan umatnya berda’wah dengan hikmah dan mauidzah hasanah. Selamat tinggal pemimpin umat yang tak bisa kami lupakan dalam pendiriannya dan keikhlasannya. cerita nasehat. ” Jangan lakukan itu! Giringlah hewan itu menuju kematiannya dengan baik. semua memperoleh rahmat Islam. Tajamkan pisaumu sebelum kamu merebahkan kambingmu. ada seorang lelaki yang merebahkan kambingnya sementara dia masih menajamkan pisaunya. Beliau marah dan menegur orang trb. teladan di hati hati kami. Kemulyaan kamu telah meliputimu semasa hidupmu dan di saat wafatmu. tumbuh-tumbuhan dan lingkungan hidup. ikhlas dalam amal dan perbuatanya.” (HR Imam Nasai ) Itulah kebesaran agama Islam. Selamat tinggal sosok tubuh yang pernah menanamkan hikmah. paksaan dan berutal. “Apakah engkau ingin membunuh kambing itu dua kali? Jangan lakukan itu. Ibnu Abbas meriwayatkan. Kamu telah hidupi hari hari mu dengan mulia. Ini konci kesuksesan da’wah ulama semacam Sayyid Muhammad Al-Maliki. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Encouragement .” Ibnu sirin juga meriwayatkan bahwa Khalifah Umar bin Khattab pernah melihat seseorang sedang menyeret kaki kambing untuk disembelih. dan sekarang kamu telah terima imbalannya disaat wafatmu pula dengan mulia. Tidak hanya manusia. ilmu. *** Wallahu’alam Hasan Husen Assagaf. Selamat tinggal pahlawan yang jujur. tetapi hewan. dengan akhlak dan suluk yang ramah. Lalu Rasulallah bersabda.  erva kurniawan 1:20 am pada 23 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Selamat tinggal ayah yang berhati baik. Itulah kehebatan agama kita. Rasulallah tidak mengajarkan kita berda’wah dengan kekerasan. kisah teladan ( 352 ).seekor kucing? Begitu pula seorang pelacur masuk sorga karna telah memberi minum seekor anjing yang kehausan? Rahmat Islam rupanya benar-benar lil a’lamin (bagi semesta alam). kisah islami ( 268 ).

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum. saya khawatir anak saya cepat puas diri. dari program master hingga doktor. baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. logikanya sangat sederhana. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan. Sewaktu saya protes. “Di negeri Anda. Saya memintanya memperbaiki kembali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Encouragement (mengobarkan semangat.” lanjutnya. saya dapat menjamin. Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”. “Saya mengerti. malah dipuji. “Maaf Bapak dari mana?” “Dari Indonesia . Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. namun tetap simpatik itu. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat. Masalahnya. saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam.” jawab saya. ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. sampai dia menyerah. Sementara di Indonesia. Budaya Menghukum Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Ujian . ini adalah karya yang hebat. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi. hebat. Setiap anak berbeda-beda. Dia pun tersenyum.Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk. Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. red)!” Dia pun melanjutkan argumentasinya. melainkan untuk merangsang orang agar maju. Namun untuk anak sebesar itu. karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna. melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya.” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut. bagus sekali. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak-anaknya dididik di sini. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. guru sangat sulit memberi nilai. Menurut saya tulisan itu buruk. “Saya sudah 20 tahun mengajar.

melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.tetapi saya mengatakan “gurunya salah”.….…. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan. ibu guru mengingatkan saya. sebaliknya dapat menurun. bukan merusak. namun rapornya tidak diberi nilai merah. bahkan penerima Hadiah Nobel. *** . seperti berikut. tersinggung. Kalau. menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.” ujarnya dengan penuh kesungguhan. banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. rotan pemukul. melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun. Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan. penguji marah-marah. Kembali ke pengalaman anak saya di atas. Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna). kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda. Pada saat kembali ke Tanah Air. Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin.penuh puja-puji. Nanti. dan seterusnya. malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian. dapat tumbuh. dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. yang maaf. melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras.” Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Mereka bukan melakukan encouragement. Para pengajar bukan saling menolong. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis. Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan. Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis. dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Hasilnya pun bisa diduga. Bantulah orang lain untuk maju. tangan bercincin batu akik. dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karyakarya ilmiah yang hebat. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti. melainkan discouragement. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan. dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. kapur. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji. ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh. Seperti yang sering saya katakan. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh. “Sarah telah memulainya dengan berat. Melahirkan Kehebatan Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper. sundutan rokok.

Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya. dok? Dokter itu menjawab. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula. I Miss You So Much Oleh: Jamil Azzaini – Kubik Leadership Jakarta. Dokter berkata. Apabila kita melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ibu. Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang tersambung ke sebuah layar monitor. Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah sakit di Jakarta.” “Haahh 12 juta rupiah dok. Dokter itu dengan mantap menjawab “Dua belas juta rupiah sekali suntik.RHENALD KASALI Ketua Program MM UI  erva kurniawan 1:29 am pada 15 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita teladan ( 355 ). Dia sedang hamil 8 bulan. Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman pribadi yang terjadi pada 2003. kami mohon izin untuk mengganti obat ibu”. Sudah tiga pekan para dokter belum mampu mendeteksi penyakit yang diidapnya. cerita nasehat. kisah teladan ( 352 ). Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah terbujur di ruang ICU. Panasnya sangat tinggi.” “Memang harganya berapa dok?” Tanya saya. Sayapun menjawab “Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta izin saya” Dokter itu menjawab “Karena obat yang ini mahal Pak Jamil. “Sehari tiga kali suntik pak Jamil”. “Pak Jamil. lantas sehari berapa kali suntik. . Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. kisah islami ( 268 ).

“Dokter tolong usahakan sekali lagi mencari penyakit isteriku.” Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan kejadian puluhan tahun yang lalu.” “Pak Jamil kami sudah berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta bantuan berbagai laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa kami deteksi secara tepat. . “Berarti satu hari tiga puluh enam juta. kami harus sangat hati-hati memberi obat karena istri Bapak juga sedang hamil 8 bulan. maka saya bertanya kepada ibu saya Bu. Rp 75 saya gunakan untuk mebayar SPP. Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku bahwa sayalah yang mengambil uang itu. saya jahat telah tega sama ibu. baiklah kami akan coba satu kali lagi tapi kalau tidak ditemukan kami harus mengganti obatnya. yang ngambil uangku tidak kualat. “Ibu. sementara saya akan berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar penyakit istri saya segera ditemukan. Dengan suara bergetar saya berkata. maafkan saya… yang ngambil uang itu saya.Setelah menarik napas panjang saya berkata. Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata berkata “Pokoknya yang ngambil uangku kualat… yang ngambil uangku kualat…” Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh ibuku. butiran air mata mengalir di pipi.” Setelah memastikan bahwa ibu saya telah memaafkan saya. Tidak berapa lama kemudian dari balik telepon saya dengar ibu saya berkata: “Ya Tuhan pernyataanku aku cabut. bu… saya minta maaf sama ibu. kok ya tega-teganya ada yang ngambil. sisanya saya gunakan untuk jajan. Aku pasrah kepada Mu Ya Tuhanku. Mendengar jawaban itu saya menutup mata perlahan. saya pergi menuju mushola kecil dekat ruang ICU Saya melakukan sembahyang dan saya berdoa. “Jangan-jangan inilah hukum alam dan ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya akan memperoleh keburukan. Kualat yang ngambil duit itu Mil. maka saya akhiri percakapan dengan memohon doa darinya. Ketika itu. pak. “Ya Allah Ya Tuhanku… aku mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-Mu. dok?” Saat itu butiran air bening mengalir di pipi.” jawab ibu saya dari balik telepon. Sambil terbata saya berkata. akupun mengerti bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan Engkau balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah aku lakukan juga akan Engkau balas. Bagimu amat mudah menyembuhkan istriku. aku maafkan dia. saya hidup dalam keluarga yang miskin papa. semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini. Ya Tuhanku… gerangan keburukan apa yang pernah aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit isteriku yang berkepanjangan. Dan keburukan yang saya terima adalah penyakit isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan mengambil uang yang ia miliki itu. Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku Engkau Maha Tahu bahkan Engkau mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk.” jawab dokter.” Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomor telepon rumah dimana ibu saya ada di rumah menemani tiga buah hati saya. 125. Jamil kamu nggak usah pikirin dan doakan saja isterimu agar cepat sembuh. Ternyata yang ngambil adalah anak laki-lakiku. Saya minta maaaaf… saat nanti ketemu saya akan sungkem sama ibu. Saya ambil uang itu. apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan uang sebayak seratus dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?” “Sampai kapanpun ibu ingat Mil. Dan Engkaupun mengetahui hal yang kecil dari itu. Usai berdoa saya merenung. Setelah percakapan itu usai.” Suasana hening sejenak. tenaga dan pikiranku begitu lelah. duit itu sangat ibu perlukan untuk membayar hutang. tabunganku telah terkuras. Sembuhkanlah istriku. Setelah salam dan menanyakan kondisi anak-anak di rumah. Akhirnya saya memberanikan diri mencuri uang ibu saya yang hanya Rp. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya sekolah yang hanya Rp. 25 per bulan.

.  erva kurniawan 1:37 am pada 14 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).. infeksi pankreas. setelah ini kami akan operasi untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu. I miss you so much. sambil menjabat erat tangan sang dokter saya berkata. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . maafkan ank mu ini jika pnya slh. cerita teladan ( 355 ).” *** Keterangan Penulis: Jamil Azzaini adalah Senior Trainer dan penulis buku Best Seller KUBIK LEADERSHIP. “Terima kasih dokter. setibanya di ruangan sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata “Selamat pak.  ana 1:00 pm pada 13 Desember 2010 Permalink ma.” Bulu kuduk saya merinding mendengarnya. kisah islami ( 268 ).  intan 7:20 pm pada 24 Oktober 2010 Permalink Ibu swatu hari nnti aq akn mmbri ssuatu untk diri mu.Kurang lebih pukul 12. semoga Tuhan membalas semua kebaikan dokter. Ibu telah kami obati dan panasnya telah turun.i love you. karena bgi q pngorbana nyawa mu tuk mlhirkan q tdak bsa di bls oleh apapun slain kbhgian yg engkau dambakan dri diri q  lian 7:49 pm pada 27 Oktober 2010 Permalink bener2 kisah yang buat kita introkspeksi diri untuk jangan penah menyakiti hati sang ibu.” Saya meninggalkan ruangan dokter itu…. kisah teladan ( 352 ). penyakit isteri bapak sudah ditemukan... aku syg mama.. mom. cerita nasehat. Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.45 saya dipanggil dokter. dengan berbisik pada diri sendiri Ibu.

dia selalu menyisihkan uang Rp 50-100 di bawah jok andongnya. saya mulai tahu bahwa merekalah sahabat terbaik dalam hidup saya. tidak bisa membaca dan bekerja sebagai kusir andong (kereta/bendi). bodoh dan harus keluar dari kelas I SD karena tak bisa mengikuti pelajaran sedikitpun. Keterbelakangannya justru menjadi sumber kebaikan hati. Dia juga yang mengajak saya jalan-jalan. Di sebelah utara rumah saya. tinggal pemuda yang juga berumur 20-an tahun. tenyata merupakan penyelamat hidup saya. tidak bisa membaca dan sering dianggap “agak kurang” (bahasa halus untuk sedikit gila) oleh tetangga-tetangga. Uang itu khusus disediakan untuk saya. Pemuda dua puluhan tahun yang menjadi kusir andong tadi bernama Gandul. Apalah yang dimiliki seorang anak umur 2 tahun ketika ditinggal ibunya kecuali tangis ketidaktahuan. Sementara di sebelah barat rumah saya. tentu saja saya belum begitu mengenal mereka.Kisah 3 Pendekar *** Saya lahir tahun 1978 dan dua tahun kemudian ibu saya meninggal karena suatu penyakit. karena ketiadaan ibu dan ayah yang terlalu jarang di rumah. dia mencoba mengenal saya. Pemuda pertama. Karena tak pernah memiliki teman bermain. Tiga orang yang sama-sama terbelakang. Ketika semua orang mengusir dan anak-anak lain takut untuk mendekat. membuatkan wayang suket. Setiap hari. Selama bertahun-tahun. idiot dan selalu mengeluarkan air liur dari mulutnya. begitu pulang dari bekerja. di sebelahnya tinggal pula seorang pemuda lain berumur 20. Dia kira-kira berumur 12 tahun ketika ibu saya meninggal. mencari kodok di sawah. Dialah yang kemudian merawat saya. . Merekalah yang saya sebut sebagai 3 pendekar dalam hidup saya.an tahun yang belum pernah bersekolah. anak belasan tahun yang saya tahu dipanggil Adek. berendam di kali atau menonton karnaval 17 Agustus yang tiap tahun diadakan di kota kecamatan. tinggal seorang pemuda idiot. Tetapi seiring waktu. terbelakang. Selain itu. saya lah yang selalu dipandangnya dari jendela rumah. Ketidaktahuan karena belum bisa berpikir tetapi telah diberi Tuhan perasaan sepi dan kehilangan. Akal saya yang semakin terasah ketika berumur 5 tahun dan ingatan yang semakin kuat mematri kenangan saya dengan 3 orang hebat dalam hidup saya tersebut. Gandul melakukan itu karena tahu bahwa saya tak pernah bisa jajan jika dia lupa menyisihkan. Anak idiot itulah yang mengajari saya bermain. Sebagai anak berumur 2 tahun. menjadi kernet andong atau bersuka dengan kudanya. anak SD yang tak pernah lagi menerima uang saku dari ayahnya.

Mulai itulah dia mendekati saya. dia akan mencarinya. uang atau kesuksesan. ya indah…. tidak sekolah. merantau. Untunglah saya dibesarkan oleh 3 orang idiot dan bukannya 3 orang profesor. bukan karena kapasitas intelektual. tak bisa membaca. membantu saya siap untuk mandiri. dia dikeluarkan dari sekolah. Menemani dengan tulus sehingga kini saya bisa berpikir bahwa Tuhan memang mengambil ibu saya. red) saya 24 tahun dan akan segera menyelesaikan kuliah. Tetapi merekalah yang mengajari saya banyak hal. Darsio mengajari saya berenang. berjalan kaki dan melatih keberanian saya. Karena pengalaman hidup itulah saya bisa bertahan hingga sekarang. 3 orang kaya. atau 3 bisnisman. Karena sebelumnya saya memang terlalu penakut dan mudah menangis. Begitu pula ketika saya minta kelapa muda di satu siang yang panas. bahkan dua diantaranya sampai kini tak punya istri. dan memiliki pandangan positif terhadap makluk ciptaan Tuhan seperti apapun adanya. dia juga memberi segelas susu kedelai dari pabrik tahu milik orang tuanya hampir setiap hari. dia akan mengajak saya ke kebun dan memetikkan beberapa.memang indah… • che 9:43 pm pada 22 Oktober 2010 Permalink  ♂hye?????? • Fachrurozie 6:35 am pada 24 Oktober 2010 Permalink . Ketiga orang itu. 3 pendekar yang mengisi hidup masa kecil saya. mandiri. Ketiganya terbelakang. Kini (Tahun 2002. Kalau mata kita memandangnya dengan indah pula. *** Dari Sahabat • arinugroho84 1:53 am pada 14 Oktober 2010 Permalink aq terharu bro…. mengajak saya bermain di kebunnya yang luas. dan karena itulah saya selalu beranggapan. tetapi Dia mengirimkan 3 orang hebat dalam hidup saya. Bagi saya. hidup kita diciptakan Tuhan sangat indah. Berkah dari 3 pendekar hebat. seperti apapun kondisinya. Agar tubuh saya kuat. ketulusan untuk memberi dan sikap menjadi manusia seutuhnya itu lebih penting.Pemuda ketiga bernama Darsio. Sehingga saya bisa memaknai hubungan antar manusia. karena tak juga bisa melakukan apa yang dilakukan kawan-kawannya. kadang berpetualang seharian ke tempattempat yang jauh. Jika saya lagi kepingin pisang. Mencarikan buah apapun yang saya inginkan. menemani tahun-tahun sepi.

dia tak dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil. 22 tahun yang lalu. Kamilaku gesit dan lincah. Kulitnya masih merah. keluargaku. . Sayang. Ya. kunamai ia Kamila. cerita teladan ( 355 ). ingin hidup bahagia. kumpulan kisah teladan ( 284 ) 25 Tahun Yang Lalu 25 tahun yang lalu. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa dan salam sejahtera dari kerabat.good story  erva kurniawan 1:41 am pada 11 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). orangtuaku dan orangtua Kania tak mau menerima kami. kisah islami ( 268 ). mungkin karena ia baru berumur seminggu. Umurku sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku. Iya. Cita-cita kami sederhana. 19 tahun yang lalu. cerita nasehat. Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Kembang senyumnya selalu merekah seperti mawar di pot halaman rumah. prosesi pernikahan kami selesai. Begitulah dia memanggil namanya sendiri. Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan. mereka pasti akan berubah. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan sempurna. Ya sudahlah. Wali kami pun wali hakim. Dalam tiga puluh menit. kisah teladan ( 352 ). Dia sekarang sedang senang berlari-lari. Karena sekarang aku sudah punya momongan. Aku harus bisa terima nasib kembali. Iya bias terbang”. Aku tak berhak untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya yakin. Pekerjaanku tidak begitu elit. suatu saat nanti. tapi cukup untuk biaya makan keluargaku. maksudku kaya akan budi baik hingga dia tampak sempurna. Tapi aku masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. Seorang putri. melompat-lompat atau meloncat dari meja ke kursi lalu dari kursi ke lantai kemudian berteriak “Horeee.

dua kakiku sudah diamputasi. Yang aku tahu. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk SMP. keuangan rumahku sedikit membaik tapi itu hanya setahun. Waktu dia melompat dari tempat tidur ke lantai. hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnya dari sekolah. Dan dia cuma bilang “Kenapa semua kaca di rumah ini selalu pecah. Sebuah truk pasir telak menghantam tubuhku. Paling tidak aku bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Coba kalau ia nurut. atau meja kaca. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan. gelas. Kemarin lalu dia merengek minta dibelikan bola. dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola itu.Dan Kania tak jarang berteriak. Ma?” 18 tahun yang lalu. Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan Kamila. Uang pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan menguap jadi asap dapur. “Iya sayaaang. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya mulai banyak dibentak. Dan aku tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari pekerjaan ke luar negeri. ada yang pecah. makanya kubelikan ia sebuah bola. Bapak kan tidak akan seperti ini. Mainnya di rumah aja. tanpa kaki. Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat marah. “Horee. bagaimana ini. Iya jadi pemain bola. Aku tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan bola di tas sekolahnya. Waktu aku sadar.” 17 Tahun yang lalu Iya. piring. lindasan ban besarnya berhenti di atas dua kakiku. boneka kayu yang dipegangnya terpental.” jika sudah terdengar suara “Prang”. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Aku hanya bisa membelainya. Setahun sejak kepergian Kania. Kania tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya. Ya Tuhan. Terakhir cermin rias ibunya yang pecah. Setelah itu tak terdengar kabar lagi. bisa vas bunga. Hari ini Kamila ulang tahun. Dan akhirnya dia memang pergi ke Malaysia. Iya. bibir cuma berkata “Coba kalau kamu tak belikan ia bola!” 15 tahun yang lalu. . Begitu katanya. Iya mau jadi pemain bola!” tapi aku tidak suka dia menangis terus minta bola. Itu artinya. Bayang-bayang kelam menyelimuti pikiranku. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah jalan. Kulihat Kania menangis sedih. Dan seperti yang sudah kuduga. Aku sengaja pulang lebih awal dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. 13 tahun yang lalu. Diizinkan atau tidak diizinkan dia akan tetap pergi. bagaimana aku bekerja sementara pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah konsumen. Aku berlari menghampirinya. rasa khawatirku mengalahkan kehati-hatianku dan “Iyaaaa”. Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. “Nanti kalau sudah besar.

Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu. Dan itu pula yang membuat aku takut. Aku tak mungkin bohong pada diriku sendiri. Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang cuma lulusan SMP. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi TKI ke Malaysia. Ingatanku tentang Kania. “Pak. Matanya tak pernah siratkan sinar baik. hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam hatiku. Anakku maafkan bapakmu. menemaniku kembali dan membuka usaha kecil-kecilan. Hampir tiga tahun dia di sana. Aku sedih. Haruskah aku melepasnya karena alasan ekonomi. Dia bilang aku sudah tua. Dia sering jadi bulan-bulanan hinaan teman sebayanya. istriku. Menyaksikan anakku yang tumbuh remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Aku miris. menghadapi kenyataan. seperti ibunya. Tapi keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. “Biar cantik kalo kere ya kelaut aje. Dia selalu tersenyum padaku. 10 tahun yang lalu. Nak!” hiburku. Kamila tak pernah telat mengirimi aku uang. Dia bekerja sebagai seorang pelayan di rumah seorang nyonya. biar tidak diganggu!” pintanya padaku. jika aku masih menyimpan rindu untuknya. Dan aku bahagia. 7 tahun yang lalu. Dia juga dikenal suka perempuan. Aku merenung seharian. Aku hanya berdoa agar Kamilaku baik-baik saja. Tapi aku harus kuat. Seperti waktu lalu. Dia berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. Aku bekerja serabutan. Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu sembunyi di dalam kamar. Sejak hari itu.Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya. Dan aku menangis.” Mungkin itu kata-kata yang sering kudengar. Anakku. Dia bilang dia sudah ingin pulang. Anakku cantik. Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa melanjutkan sekolah. mengerjakan pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. anakku tak pernah lepas dari kerudungnya. Setelah itu dia akan pulang. Dan nyonya itu adalah istri mudanya yang keempat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup tegar. ternyata kamu sudah semakin dewasa. “Sabar ya. 4 tahun lalu. Iya pake jilbab aja ya. Tapi Kamila tidak suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. Sudah bertahuntahun tak kudengar kabarnya. . kembali menemui pikiranku. Dia tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di bangku SMP. Tapi anakku memang sabar dia tidak marah walau tak urung menangis juga. kali ini pun aku tak kuasa untuk menghalanginya. semua tetangga sering mengejek kecacatanku. tenagaku mulai habis dan dia ingin agar aku beristirahat.

Tapi aku bisa apa. Dua matanya sembab dan bengkak. Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian pemerintahan Malaysia. Kini anakku lebih pandai menasihati daripada aku. Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia. seakan tak ingin melepaskan aku. aku tak percaya. aku ingin menggantikannya. Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah datang dan ada di belakangku. aku jangan pernah lupa salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat tahajjud. dia kurus sekali. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Lihatlah. Iya takut. Andai bisa ditukar. anakku akan dihukum gantung. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. 2 tahun yang lalu. Aku iba dengan nasib anakku. memelukku erat. “Bapak. Dan wanita itu akan hadir melihatnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu hingga masa itu tiba. Anakku ingin aku ada di sisinya disaat terakhirnya.Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Ya. Aku tidak bisa apa-apa selain menangis sejadinya. Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. tapi menemuiku pun ia tidak mau. Hari ini. Dan aku bangga. Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin membunuh. Kamila bilang. karena dia terbukti membunuh suami majikannya. Dan dia harus menjalani hukuman gantung sebagai balasannya. “Kenapa. kenapa kamu membunuhnya sayang?” “Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya. anakku terbukti bersalah. . Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat. Wahai Allah kuatkan aku. Iya tidak salah kan. Aku hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia memang bersalah. Aku menangis. 2 tahun 6 bulan yang lalu. Iya Takut!” aku memeluknya lebih erat lagi. istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku dihukum mati. Aku meminta bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari maut. Iya dorong dan dia jatuh dari jendela kamar. Pak. Masa mudanya hilang begitu saja. Itu yang kubaca dari suratnya. Dan dia diancam hukuman mati. Akhirnya putusan itu jatuh juga. Iya dipukulnya. Pak!” Aku perih mendengar itu. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku selesai. Tapi aku tak ingin melihatnya. Iya tidak mau. dia berhambur ke arahku. Aku masuk ke dalam ruangan pertemuan itu. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah keadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri. Sia-sia aku tinggal di Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanita itu. 3 tahun 6 bulan yang lalu. kabarnya anakku ditahan. Dan dia mati.

” Kamu tahu Kania. Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sinis. dia sering berteriak. “Kania?” “Mas Har. dan dengan mataku yang samar oleh air mata aku melihat garis wajah yang kukenal. Yang aku tahu. kau … !” “Kau … kau bunuh anakmu sendiri. Kata pembantu yang mengantarkan jenazahnya padaku. Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia diturunkan dari tiang gantungan. Tapi apakah dia masih istriku. kali ini yang pecah adalah hatiku. kalau dari dulu Kamila sudah tahu wanita itu ibunya. Bunyinya “Terima kasih Mama. Sejak saat itu istriku gila.” Aku baru sadar. apalagi yang pecah. Dia ingin dikuburkan di samping kuburan anakku. Iya yang ingin jadi pemain bola jika sudah besar. Dan ‘blass” Kamilaku kini tergantung. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Bersinarlah Matahariku . Mungkin orang tua kita memang benar.Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana. aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku. Setahun lalu. Kania!” “Iya? Dia… dia… Iya?” serunya getir menunjuk jenazah anakku. Kamila. aku belum pernah menceraikannya. kisah islami ( 268 ).Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit histeris. Aku tak bisa lagi menangis.” “Tidak … tidaaak … “ Kania berlari ke arah jenazah anakku. Benarkah begitu Iya sayang? *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:39 am pada 8 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita teladan ( 355 ). Setelah yakin sudah mati. tak seharusnya kita menikah. jenazah anakku diturunkan mereka. dia Iya kita. “Iya sayaaang. kisah teladan ( 352 ). Agar tak ada kesengsaraan untuk Kamila anak kita. Petugas itu membuka papan yang diinjak anakku. Terakhir kudengar kabarnya dia mati bunuh diri. Aku mendongakkan kepalaku. Nak. “Ya. cerita nasehat.

bocah laki-laki berumur lebih kurang 3 tahunan. Sebuah terminal yang sudah tidak asing lagi di pendengaran kita. kami sedang berada di terminal kampung Rambutan. tak tahu kalau air hujan nakal itu telah mengganggu buah hatinya. sangat menikmati tahu campur kesukaannya.” kuminta suamiku duduk mendekat agar kami tidak ketetesan air hujan. Dia pasti juga ingat Ibu. Petang ini. Biarlah besok Bapak antar. demi karirku.” hiburnya. Pak?” tanyaku mengejutkan suamiku. Seringkali tetesan air hujan jatuh tepat di dahinya. Dalam keadaan seperti itu si Ibu masih tetap dapat mendampingi putranya. hanya untuk mengantarku.. sementara aku? “Sekarang dia sedang apa ya. Kunikmati sesendok demi sesendok lontong kari dihadapanku. walaupun untuk urusan kerja. “Pak. Allah… . Terminal yang bias dibilang begitu …… kumuh!! Tapi dibalik semua itu harus diakui bahwa ratusan keluarga menggantungkan hidupnya di sana. Ibu kangen dia. “Siapa? Karim?” tebak suamiku yakin. Pak! Sini. hanya ditemani pengasuhnya. Untuk pertama kalinya kutinggal anakku sendiri di Bandung.Cerpen: Bersinarlah Matahariku By: Riza Faisal ** “Sini. “Kenapa. Aku langsung teringat pada Karim. “Tidak baik Ibu pergi sendiri. kok!” kata-kata suamiku tadi malam masih terngiang-ngiang di telingaku. ya Bu. putra kami. Si Ibu penjual tahu campur sedang tidur mengeloni anaknya. Kami harus datang ke kota metropolitan ini.. membuatku tak bisa menahan air mata.” ujarku lirih. Dan suamiku rela cuti. Kulihat suamiku pun demikian. Ibu ingat dia? Sabar. Bapak masih punya jatah cuti. Tiba-tiba mataku tertumbuk pada pemandangan unik didepanku. Si ibu yang begitu cepat tertidur pulas.

Dan sampai hari ini aku masih tetap sibuk.terangilah selalu hati hamba-Mu ini agar bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.”kataku pada Bapak yang menunggu kaki lima ini. eui!” kataku sambil tersenyum. Direktur memanggilku. Besok. bukan mengurusnya tapi mengurus pekerjaanku. Kami berniat segera pulang. Maafkan Ibu. Kemarin. Mbak Fati. Bus Patas AC ini tak menghilangkan penat yang kami rasakan. Setengah berlari. kami menuju tempat bus antar propinsi dan berebut dengan penumpang lainnya. Belum lagi rasa bersalah yang memenuhi dadaku. Sambil duduk dia balik memainkan air hujan yang menggenang di dekatnya. Sepertinya Beliau ingin menyampaikan selamat secara langsung pada Mbak. Saya kangen. mungkin suami si Ibu. Juga telah menelantarkan anakku…membiarkannya semalam bersama orang lain. Tanpa suara lantunan ayat suci dan dendangan sholawatku yang biasa mengantar tidurnya. Saya dengar presentasi Mbak kemarin sukses!” sambut Ine. Jam telah menunjukkan pukul tujuh malam. Imbalan yang ditawarkan cukup memikat. Si kecil pun ikut terbangun. rekanan kita yang di Jakarta telpon pada beliau dan mengatakan bahwa presentasi Mbak membuat mereka tertarik. “Maaakk! Udah tuh!” teriakannya mengagetkan si Ibu. Barusan. jauh lebih tinggi dari . order dalam jumlah besar dan dalam waktu dekat!!” kata Ine berapi-api. Sengaja atau tidak aku telah memaksa suamiku meninggalkan tumpukan tugas kantornya. kami pun beranjak pergi. Bahkan kalau boleh jujur. “Selamat. Si Adek (panggilanku untuk Karim) tidurnya pulas. Sayang. “Pak Bos sepertinya paham kok. “Pesan Direktur. kemarin kan tidak ketemu seharian. Maklum. Aku dipromosikan untuk sebuah jabatan baru. Insya Allah tepat sebelas bulan usianya. Aku masih berkutat dengan pekerjaanku yang dinilai cukup sukses oleh tim manajemen. Dasar anak-anak.” ucapku sambil bersandar di pundak suamiku disambut dengan elusan tangannya di punggung tanganku. Allahu robbi. Kucium dahi bocahku. Cepat-cepat Si Ibu bangun dan mengatakan harga dua piring dan dua gelas yang telah kami habiskan. Karim sudah pulas…sendirian. teman seruanganku membuatku terkejut. “Maaf. kubaca Al Fatihah dan kukirim khusus buat buah hatiku…sekedar mengurangi rasa bersalah ini. sudah tiga bulan sejak peristiwa itu. Sepertinya mereka tidak peduli dan bahkan tidak pernah menuntut kehidupan yang lebih baik dari yang sedang mereka jalani. ** Sekarang. Wajah tanpa dosanya membuat air mataku kembali deras mengalir. Selanjutnya. Saya terlambat. “Maafkan Ibu.” lanjutnya. “Sudah. mengejar karirku. Mbak. Kembali kulihat ibu dan anak yang sekarang masih tertidur pulas. Pak. Setelah kubayar jumlah yang disebutkan. begitu sampai Mbak diharap segera menghadap. Baru bangun jam tujuh tadi. Agar keegosian hati tidak menjebak hamba. Apapun yang terjadi pada mereka… bagaimana pun kondisi mereka… mereka akan selalu menikmatinya. Hasilnya. jadi Saya menunggunya. Hujan sudah mulai reda. Pak. Kami tiba di rumah pukul satu tepat. Ne.

Ibu rela melepaskannya demi keluarga. Senyumku mengembang. “Iya Pak. Ibu bacakan ceritanya. kamu juga dapat membantu suamimu meringankan bebannya. Subhannallah. Ambil kesempatan ini atau kalian tetap akan seperti sekarang?” “Jangan Nurul.. matahariku. Membiarkan mereka tanpa kehadiranmu. sini Nak...gaji suamiku. Alhamdulillah. Pagi ini seperti biasa kami berangkat berdua. Berilah hamba petunjuk dan hidayah-Mu. “Alhamdulillah. Sementara. Yang paling menyedihkan adalah jika kemudian dia menjadi lebih dekat dengan pengasuhnya daripada dengan ibunya.. Allah. Karim melambaikan tangannya saat kami tinggal tadi.Subhannallah. Mulailah aku bercerita lengkap dengan mimik wajah yang sangat disukainya. Sementara Karim terlelap setelah mendengar ceritaku. Kalian bias pergi berlibur. Bisa jadi kamu akan semakin sering menelantarkan keluargamu. bahkan ke luar negeri!! Dan yang pasti. Uang belum tentu menjamin kebahagiaan. Karim mau cerita yang mana?” “Ni…. Bersinarlah terus Sayang…Ibu ingin selalu melihat sinarmu dalam setiap helaan nafas Ibu. Dengan gaji sebesar itu. Segala yang dimintanya dapat kalian penuhi dengan segera. Dan aku minta waktu dua hari untuk memikirkannya. Sebuah tawaran yang sempat membuatku bimbang. Ya Allah. Kamu mungkin hanya bisa membelikan tanpa pernah mengetahui kapan dia memakainya. “Karim. Bahkan kadang dia menirukan caraku bercerita saat menceritakan kembali kisah tersebut ke teman bermainnya. gumamku sambil berjalan menuju tempat tidur bocah kecilku. pada malam sebelum aku menghadap direkturku. Fati. sekarang aku di rumah. Ibu iri pada Ibu pedagang kaki lima di terminal kampung rambutan waktu itu. Sebuah keputusan yang disesalkan banyak pihak terutama di tempat aku bekerja. Sementara Ibu hanya bisa memberikan materi untuk Karim. senyum yang tak pernah kurasakan ketika aku masih sibuk dengan pekerjaanku enam bulan yang lalu. Tak terasa hari ini adalah deadline dimana aku harus memberikan jawaban pada Direkturku. Kesempatan tidak datang dua kali. Robbi. bahkan mobil mewah!! Putramu akan menjadi anak orang kaya. Dan putramu hanya akan terpenuhi kebutuhan materinya saja.”katanya sambil menunjuk salah satu cerita dari buku serial Anak Muslim: kisah sebuah tong sampah. Ya Allah. “Terima saja. Padahal kita berdua sangat paham bahwa waktu bersama orang tua adalah saat yang penting bagi perkembangan anak kita. Fati.” kata-kata suamiku masih cukup melekat dibenakku saat aku ungkapkan keputusanku.” sahutku waktu itu. kasih sayang seorang Ibu yang dia butuhkan sulit kamu penuhi. Namun sekaligus sangat menggembirakan keluargaku. aku memutuskan untuk berhenti bekerja. Bapak memang tidak salah memilih pendamping hidup dan Ibu dari anak-anak kita. Oh. Kau tunjukkan pada hamba jalan ini. Bapak bangga pada Ibu.” Batinku mulai berperang. Saat di puncak karir. Bantu hamba memutuskan yang terbaik. Menunggu suamiku pulang dari kerjanya sambil menjaga butik kecil yang kurintis enam bulan lalu. yang bisa terus bersama putranya. impian kalian akan segera terwujud. (Awal Maret-03) *** Dari Sahabat . Alhamdulillah. Ayo. Memang.Alhamdulillah. Rumah.

“Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah. “Melakukan apa ?” kata Ralph. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru. “selama perang. cerita teladan ( 355 ). cerita nasehat. kisah islami ( 268 ).” . bernama Ralph.” katanya. Ralph sering menghilang. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Setiap Langkah Adalah Anugerah Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer pada tanggal 1 Desember. “Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?” “Oh. “Dari mana Anda belajar melakukan hal-hal seperti itu ?” tanya sang profesor.” Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. erva kurniawan 1:35 am pada 7 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). saya kira. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau. Setiap kali. “Saya tak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir.” kata Ralph. sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. Ralph yang dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara. kisah teladan ( 352 ). Setelah saling memper kenalkan diri. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya. mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. Ketika berjalan keluar. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka. ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

cerita teladan ( 355 ). karena kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal tersebut. Anak itu melihat botol itu dan dengan riang memainkannya. tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas *** Oleh: Barbara Brown Taylor  erva kurniawan 1:24 am pada 30 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kisah islami ( 268 ). kisah teladan ( 352 ). Obat tersebut adalah obat yang keras yg bahkan untuk orang dewasa pun hanya dalam dosis kecil saja. Mereka adalah pasangan yang saling mencintai dan anak itu adalah buah hati mereka. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Saya Bersamamu Sayang Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan.Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup. ** . dia melihat kepada istrinya dan mengucapkan 3 kata. Dia terlambat untuk ke kantor maka dia meminta istrinya untuk menutupnya dan menyimpannya di lemari. Sang istri ngeri membayangkan bagaimana dia harus menghadapi suaminya. Tapi si anak tidak tertolong. suatu pagi si ayah melihat sebotol obat yg terbuka. Karena tertarik dengan warna obat tersebut lalu si anak memakannya semua. Sang istri segera membawa si anak ke rumah sakit. Saat anak tersebut berumur dua tahun. cerita nasehat. Istrinya. Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat anaknya yang telah meninggal.

dendam. Si anak sudah meninggal. egois dan ketakutanmu. Apa makna cerita ini ? Jawaban : (1) Sang Suami hanya mengatakan “Saya bersamamu sayang“ Reaksi sang suami yang sangat tidak disangka-sangka adalah sikap yang proaktif. Tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan pada sang istri. Hal ini akan membuat kita kehilangan kehangatan dalam hubungan antar manusia. Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara pandang seperti ini maka akan terdapat jauh lebih sedikit permasalahan di dunia ini. kisah teladan ( 352 ). cemburu. Tidak ada yg perlu disalahkan. tidak bisa dihidupkan kembali.Pertanyaan : 1. Kamu akan menemukan bahwa sesungguhnya banyak hal tidak sesulit yang kau bayangkan. Apa yang si istri perlu saat ini adalah penghiburan dari sang suami dan itulah yang diberikan suaminya sekarang. (2) Moral Cerita Cerita ini layak untuk dibaca. kisah islami ( 268 ). Apa 3 kata itu ? 2. cerita nasehat. cerita teladan ( 355 ). Si istri juga kehilangan anak semata wayangnya. Kadang kita membuang waktu hanya untuk mencari kesalahan orang lain atau siapa yang salah dalam sebuah hubungan atau dalam pekerjaan atau dengan orang yang kita kenal. “Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah kecil” Buang rasa iri hati. Lagipula seandainya dia menyempatkan untuk menutup dan menyimpan botol tersebut maka hal ini tdk akan terjadi. *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:08 am pada 26 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Penjual Kue Semprong Itu .

Memang setahu saya banyak penjaja kue semprong disana menjajakan barang dagangannya dengan sedikit memaksa. bagaimana jika tidak ada yang menghabisnya. dan pastinya secara pribadi lebih baik dari si pengemis. ia berkata lagi “pasti yang kamu berikan uang si pengemis itu dan penjaja makanan atau barang itu kamu acuhkan”. Didalam mobil saya berpikir saya kasih uang saja karena penganan yang saya beli di supermarket sudah cukup banyak.30. Saya juga berlari-lari kecil menjajari langkahnya menuju mobil. “Ya betul karena kita tidak butuh”. si pengemis itu pemalas tidak bermoral. Saya memang lebih suka dengan para penjaja kue seperti ini ketimbang pengemis. Secara serempak kami mengiyakan. tapi begitu mengena di hati saya. kenapa kita kasih uang. Nanti jatuhnya mubazir. ‘ Bu.Dari seorang sahabat: Semalam saya keluar dari Ranch Market jam 8. Dan sejak itu saya lebih memberi perhatian kepada para penjaja makanan atau barang di jalanan dibandingkan para pengemis. Saya menghela nafas. tanyanya. beli kue semprongnya untuk ongkos pulang ke Tangerang”. namun masih saya dengar ucapan penjaja kue semprong tersebut. Penjaja jual kue semprong itu masih dengan setia menanti disisi mobil saya. Pelajaran berharga yang pernah saya dapat dari mantan bos saya sembilan tahun lalu. Setelah memberikan tip saya masuk mobil. Saya membukakan bagasi dan petugas memindahkan barang-barang belanjaan saya. bukan hanya berpikir praktis saja. Hujan deras. Belum sampai kami menjawab. “coba pikirkan lagi. Pak Teddy Sutiman membuka mata hati saya untuk lebih bijaksana dalam melihat suatu persoalan. Petugas Ranch Market setengah berlari mendorong trolly berisi barang-barang belanjaan saya. apalagi di hujan deras seperti ini. sementara si penjaja makanan ataupun barang punya harga diri. Masih teringat ucapannya ketika itu kami berdiskusi di kantor. “Coba kalau ada penjaja makanan atau barang dan pengemis dilampu merah mana yang kamu berikan uang?.” karena kita ngga butuh”. Obrolan itu begitu singkat. . Seorang penjaja kue semprong mendekati kami. Mantan bos saya bergumam. lalu kenapa kita tidak membeli barang dagangan si penjaja makanan atau barang tersebut? Teman saya nyeletuk. Karena terlalu biasa saya tidak mengacuhkannya.

Saya tau dia pasti bingung memikirkan kembaliannya. Sembilan tahun saya telah lebih memberi perhatian kepada para penjaja makanan ataupun barang dibanding pengemis. Hujan masih deras mengguyur kaca mobil. kemurahan rezeki dan kemudahan hidup oleh Allah. Saya mundurkan mobil menuju kearahnya. Tiap bulan memang selalu saya sisihkan buat mereka. terlihat pikulannya ada di pinggir teras sebuah toko tutup. *** ..’ Pak. Baru kali ini ada yang menolaknya. Tidak dinyana penjaja kue semprong itu menggelengkan kepalanya dan pergi dengan cepatnya dari sisi mobil saya. Dia membawa kue semprong pesanan saya didalam plastik. Beberapa detik saya kehilangan daya ingat saya. ini rejeki Bapak.” sementara total nilai belanjaan saya tadi mungkin bisa untuk ongkos pulang Bapak penjaja kue semprong selama tiga bulan. betul betul kepada orang yang berhati mulia. dan dia bengong karena saya tidak menyerahkan uang pas.” saya serahkan uang. Saya tersentak dan menutup kaca jendela. Tersentak saya mencari-cari bayangan penjaja kue semprong ditengah kabut dari derasnya hujan. dan betul-betul kepada orang yang membutuhkannya. terbayang ucapannya ” untuk ongkos pulang ke Tangerang. Akhirnya saya katakan. betul-betul membuat saya merasa hidup saya begitu bermakna dan saya sangat bersyukur atas rahmat-Nya. hujan mengguyur deras dan membanjiri sisi kaca dalam mobil saya karena berbicara dengan si penjaja kue semprong. ” Pak. Akhirnya saya membuka kaca. “ambil saja Pak. saya tidak tahu seberapa sakitnya hati saya. Ia menyebutkan sejumlah harga yang sangat murah. memang harganya berapa ?”. Kalau Bapak itu tidak menerimanya. saya tidak mau beli kue semprongnya. memang hak Bapak”. Sampai di mobil. sebelum sempat dia mengucapkan apa-apa saya langsung menutup kaca mobil dan pergi. Ditengah leher saya yang sakit sekali karena tercekat. Baru kali ini … Hujan mengguyur makin deras dan saya masih terpaku di mobil.Bukan karena tidak rela berbagi rejeki tapi karena menyesali banyak sekali penganan yang sudah saya beli tadi. Dia meneguk ludah. Mudah-mudahan hujan cepat reda supaya bapak penjaja kue semprong tadi bisa pulang tanpa kehujanan.” ya sudah deh beli satu”. tapi kalau bapak saya beri uang mau tidak?”. tapi dengan cepat saya katakan. Penjajanya duduk dibawah dengan muka pasrah. Tiba-tiba air mata ini mengalir deras melebihi derasnya hujan diluar sana. dan hampir semuanya tidak pernah menolak pemberian saya. “kembaliannya ambil buat Bapak saja”. karena didalam rejeki saya ada hak mereka termasuk hak Bapak penjaja kue semprong itu. Dia bengong. saya berdoa kepada Allah agar Bapak penjaja kue semprong tersebut dan keluarganya diberikan rahmat. Sesekali jika saya tidak butuh barang mereka. selalu saya ucapkan kalimat tadi. karena tidak menyangka ucapan yang keluar dari penjaja kue semprong tadi. Dan saya bersyukur atas segala rahmat dan kemudahan hidup yang diberikan Allah kepada saya dan keluarga saya. Kembali saya buka kaca jendela sebelah kiri ditengah guyuran hujan dan menjerit. tapi mengetahui bahwa saya telah memberikan betul-betul kepada orang yang berhak menerimanya.

di cabang BNI jalan Kaliurang . yah tak ada niat untuk beli akhirnya saya pun membeli pisang. sepanjang perjalanan aq.  erva kurniawan 1:52 am pada 24 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). akhirnya . mw pulang nenek itu meminta saya untuk membeli pisanngnya. dan beliau menawarkan kuenya dengan suara lirih memelas.. Sbnrny aku gak butuh tp aku beli jg krn kasihan. mungkin umurnya 60tahunan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Dajjal vs Isa Ibnu Maryam . yang seharga 20rb. sekilas saya melihat nenek2 yang sudah tua. itung2 lumayan membantu meringankan beban kakek tersebut. menggendong daganganya yaitu pisang. karena sejak tadi. batinku. saya mahasiswa. utk oleh2 di rumah. cerita nasehat. padahal takutnya mubazir kalau saya bawa pulang. nah sewaktu. pisangnya belum laku. dan nenek itu berharap sekali. semoga mendapatkan berkah. ni pisang ndak bisa kuhabiskan nih kalau aq sendirian. Yogya. Pas dibawa pulang kuenya. cerita teladan ( 355 ). sy langsung pulng ke kost. beliau kakek2. sewaktu mengambil uang ATM. Waktu itu pulang kerja. kisah islami ( 268 ).• rizal 6:40 pm pada 26 September 2010 Permalink saya juga pernah mengalami pengalaman yang hampir mirip seperti itu. yang saat itu pulang dari kampus sekitar jam 6 magrib sore.. saya kasihkan cuma-cuma ke pengemis perempatan ringroad jalan kaliurang. • kue ulang tahun bandung 1:49 pm pada 28 September 2010 Permalink kuenya enak • arytama 12:14 pm pada 28 November 2010 Permalink aku jg pengalaman yg sm dgn penjual kue semprong.mahal amat ya. ternyata ortu ku senang aku bw kue itu kue trsbt dan ternyata punya memori tersendiri tentang kue itu. berpikir. tanpa basi2 lagi. kisah teladan ( 352 ).

Saya telah mengatakan suatu perkataan yang belum pernah seorangpun mengatakannya (dari nabi) sebelumku. Irene (mantan biarawati) yang tidak percaya akan turunnya Isa Ibnu Maryam dan munculnya Dajjal. Kemudian ia berkata setelah itu. Maka nampaklah agama Allah dan diamalkan.33) Kisah ini dikumpulkan hanya sebagian dari hadits-hadits dari sekian banyak hadits-hadits yang mengkisahkan tentang Dajjal vs Nabi Isa. Nabi Isa vs Dajjal. Ia akan tinggal dan berjalan dibumi selama 40 hari. sebuah fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajal. Ia mengajak manusia untuk mengikuti lalu diikuti. Lalu ia tinggal setelah itu dan berkata. bahwa. “sesungguhnya aku seorang nabi!” lalu bergetarlah semua yang berakal dan mereka pun pergi meninggalkannya. bahwa beriman terhadap hari akhir merupakan salah satu rukun iman dalam aqidah Ahlu Sunnah wal Jamaah. Sehari bagaikan setahun.a. dan penyakit belang-belang. Ia menampakkan dirinya pada mereka hal seperti itu terjadi hingga ia mendatangi Madinah. diatas mata kanannya ada alis yang tebal. bersabda: Allah tidak pernah menurunkan ke bumi sejak penciptaan Adam hingga tejadi hari kiamat. HURU-HARA HARI KIAMAT oleh: Ibnu Katsir (baca dengan sabar!) ** Nabi Muhammad s. Hj. “Aku adalah Allah!” . juga (oleh Hj. bahwa Hadits Abi Umamah al Rahili “sanadnya lemah”. dan sehari bagaikan satu jumat. Kemudian seluruh hari-harinya seperti harimu ini. agama Allah diikuti dan ia (Dajjal) suka akan hal itu. setahun bagaikan sebulan. yaitu: Asy-Syaikh al-Allamah al-Mujaddid Syaikhul Islam Muhammad Nasirudin Albani Rahimahullah. Hadits-Hadits tentang munculnya Dajjal dan turunnya Isa Ibnu Maryam “setelah di takhrij dan tahqiq” adalah SHAHIH dan MUTAWATIR (banyak yang meriwayatkan). TETAPI seorang Mujaddid dan Ahli Hadits dunia. Sumber: NABI ISA vs DAJJAL oleh: Ahli Hadits Syekh Albani. telah menyatakan. Hal. Irene) dikatakan cerita “Dajjal dan turunnya Isa” hanya berasal dari Bibel. mata kiri buta. Prof. Hamka.w.Sebagaimana diketahui. Hari Akhir tiba dengan didahului tanda-tanda kecil dan besar. Ada sebagian orang-orang (ulama lokal) seperti. dan mengajak orang-orang lalu ia membunuh mereka. dan ia mampu menyembuhkan kebutaan. Quray Shihab. (lihat. dengan (ciri-ciri): rambut keriting. (lihat buku: Jangan Tunggu Nabi Isa Turun) Hal ini dikarenakan. Dajjal keluar pada saat agama mulai melemah dan ilmu pengetahuan tidak lagi di gubris. Adapun yang tergolong tanda-tanda besar adalah: Munculnya Dajjal Dan Turunnya Isa Ibnu Maryam.Dia (Dajjal) itu dari golongan manusia.

Maka dia (Dajjal) berusaha untuk membunuh kembali orang beriman tersebut. (karenanya) kemudian dipeganglah tangan dan kaki orang (mukmin) tersebut lalu dilemparkannya. yang terbaca oleh segenap mukmin yang mampu menulis dan yang tidak mampu menulis. Ketika Dajjal muncul. “Apakah kamu masih belum percaya kepadaku?” dia menjawab. “Sesungguhnya suara ini adalah suara laki-laki yang tidak pernah kelaparan. aku mendatangkan untuk kalian pertolongan.” Ibnu Maryam akan turun kepada umatnya (umat muhammad) diwaktu antara adzan dan iqomah. dan memerintahkan untuk mengupas kulit dan memukuli punggung dan perutnya. Lalu Dajjal bertanya. Lalu sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain.” Lalu mereka membawanya ke hadapan Dajjal (terbesar). maka ia bertemu dengan sekelompok dajjal-dajjal (kecil).a. Dia membawa fitnah (cobaan bagi manusia) yang besar. Itulah manusia yang paling besar kesaksiannya (mati syahid) di sisi Tuhan Rabbul ‘Alamin. lalu Dajjal tersebut berjalan ditengah dua bagian badan yang telah tebelah dua. Kemudian diperintahkan supaya (mukmin tersebut) digergaji dari atas kepalanya hingga kakinya menjadi dua bagian.” Kemudian orang beriman tersebut berkata. dan pemimpin (imam) mereka berkata kepadanya (Isa): “semoga Allah memberi ketenangan. Kepungan itu sangat hebat dan sangat membuat mereka lelah. “Apakah engkau masih tidak mempercayai kami?” Dia menjawab. seorang lelaki dari orang-orang yang beriman mencarinya. Ketika orang beriman itu melihatnya. lalu mereka bertanya kepadanya. Lalu turunlah (hadirlah) Isa ibnu Maryam ketika shalat shubuh. dia berkata. lalu (Dajjal) datang kepada mereka dan mengepungnya. maka turunlah hujan itu dan disaksikan oleh orang-orang. “Wahai sekalian mamusia. Isa turun! Ketika keadaan mereka seperti demikian keadaannya (genting). inilah dajjal yang telah disebutkan oleh Rasulullah s. Dia memerintahkan langit untuk menurunkan hujannya.w. “Apa yang kamu cari?” Dia (lelaki itu) menjawab. bahkan bertambah yakin. Kemudian kaum muslimin lari kegunung Dukhan di Syam. hingga tidak mampu disembelih. telinganya terpotong dan tertulis diantara kedua matanya kafir. “Tidak berkurang pengetahuanku tentang kamu. “Wahai sekalian manusia. Maka Dajjal segera menyuruh merebahkan tubuh orang beriman tersebut. “Wahai sekalian orang. silahkan (Nabi Isa) maju untuk memipin shalat!” Lalu dia (Nabi Isa) berkata: “Ummat ini adalah pemimpin (bagi) sebagian mereka kepada yang lainnya!” Lalu pemimpin (Imam) mereka maju dan memimpin shalat. padahal ia dilemparkan ke surga. Tetapi Allah telah meletakkan diantara lehernya dan bagian belakang orang itu sebuah tembaga. tiba-tiba terdengar suara panggilan dari sudut bukit. Kemudian Dajjal memerintahkan kepadanya. “Bangunlah!” maka bangunlah dan tegaklah dia.maka matanya menjadi tertutup. “Engkau adalah Dajjal si pendusta. “Apakah kamu tidak mempercayai tuhan kami?” Dia menjawab: “Tuhan kami tidaklah samar. Kemudian Dajjal bertanya lagi. Ia menyandarkan kedua punggungnya pada sayap-sayap dua malaikat. Ia turun di menara putih di timur Damaskus antara dua tempat. . “saya mencari orang yang keluar!” lalu mereka bertanya kepadanya (kembali). dia (Dajjal) tidak dapat berbuat demikian lagi kepada seorangpun (membunuh kembali mukmin tersebut). Mereka menyangka ia dilemparkan ke dalam neraka.

Setalah menyelesaikan shalatnya. seakan-akan kepalanya basah sekalipun tidak dikenai air.s. menbunuh babi. kisah teladan ( 352 ). maka orang-orang beriman menshalatkannya. *** Wallahualam bishowab • novia 12:13 am pada 19 Maret 2011 Permalink apakah masih ada kehidupan setelah kiamat??  erva kurniawan 1:41 am pada 23 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). menetap di bumi selama 40 tahun sebagai pemimpin yang adil dan penengah yang jujur. Sabda Nabi s. lalu membunuhnya. membebaskan pajak. dia (Dajjal) merasa ketakutan (kemudian meleleh) sebagaimana timah meleleh. sampai pohon akan berkata kepadanya: “Wahai orang beriman.) Nabi Isa a. anak kecil bermain dengan ular tapi tidak membahayakannya. pertengahan antara kedua warna tersebut. dan sesungguhnya dia akan turun. cerita nasehat. kisah islami ( 268 ). serigala dengan kambing. Maka dia memerangi manusia demi islam. dia menghancurkan salib. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Tabiat si Yahudi .: “Tidak ada antaraku dengannya (Isa) seorang nabi. Ketika ia (Dajjal) melihatnya (melihat Isa). dan Allah menghancurkan pada zamannya itu semua agama kecuali Islam. Jika kalian melihatnya maka percayailah. lalu dia (Isa) meletakkan antara dua dadanya (Dajjal). Dia (Allah pada zaman itu) membinasakan si pembohong (Dajjal) (sehingga akhirnya penduduk di muka bumi ini merasa aman. singa dengan sapi. ini orang kafir (bersembunyi)!” dan batu juga berkata: Wahai orang beriman. seorang laki-laki yang kulitnya antara merah dan putih.a. sampai unta hitam bersusuhan dengan unta. cerita teladan ( 355 ). Isa mulai berperang. menetap di bumi selama 40 tahun sebagai pemimpin yang adil dan penengah yang jujur. ini orang kafir!” Kemudian nabi Isa a.w. dan dia (Isa) juga memerangi para pengikut-pengikutnya.s. dan dia pergi kearah Dajjal. Pada saat itu tidak ada sesuatu yang dapat melindungi salah satu diantara mereka (pengikut Dajjal). kemudian dia wafat.

Tatkala si Yahudi mengetahui bahwa Isa as hanya membawa sepotong roti. sebaiknya kita bermalam di bawah pohon ini sampai pagi menjelang. Si Yahudi menjawab. “Bolehkah aku ikut makan rotimu?” Si Yahudi menjawab. “Mahasuci Engkau ya Allah. Nabi Isa as kemudian bertanya kepada temannya.” Maka kedua orang itu bermalam dibawah pohon itu hingga pagi datang. “Tentu. Si Yahudi merasa takjub dan berkata. dimanakah rotimu yang lain?” Si Yahudi menjawab.” Lalu Isa as berkata kepadanya “Demi Zat yang telah memperlihatkan kebesaran-Nya ini. Nabi Isa bertanya kepadanya. aku tidak membawa kecuali sepotong roti. Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang buta. Kemudian keduanya melewati beberapa ekor kijang yang sedang merumput. dan satu bongkahan emas lagi untuk pemilik roti yang ketiga. “Ambillah emas ini untukmu semua!” Lalu Isa as . Kemudian Isa as berkata kepada si Yahudi. Suatu ketika Isa as pergi mengembara diatas bumi ditemani oleh seorang Yahudi. Selesai shalat. Kemudian kedua orang itu melanjutkan perjalanannya. apakah engkau mau bersyukut kepadaNya?” Orang buta itu menjawab. “Ternyata aku hanya membawa sepotong roti saja. ia menyesal telah mengiyakannya. “seandainya aku mengobatimu dan Allah mengembalikan penglihatanmu kembali. “Dimana sepotong rotimu yang lain?” Si Yahudi menjawab. Nabi Isa membawa bekal sepotong roti dan si Yahudi membawa dua potong roti.” Maka Isa as mengusap kedua matanya sambil membaca doa.Wahb bin Munabah bercerita. Demi Allah aku hanya membawa sepotong roti saja.” Nabi Isa as terdiam mendengar jawabannya. Lalu merekapun melanjutkan perjalanan. ia pergi dan memakan sepotong roti miliknya. siapakah yang telah makan roti ketiga?”. “Tentu. “Demi Zat yang telah mengembalikan penglihatannya.” Maka si Yahudi berkata. Orang buta itupun dapat melihat kembali. “Mahasuci Engkau ya Allah!”.” Kijang itupun hidup kembali. “Sungguh. satu bongkahan emas untukmu. Aku telah memakannya saat engkau melaksanakan shalat.” Maka kedua orang itu makan rotinya masing-masing. “Demi Zat yang telah memperlihatkan tanda kebesaran-Nya ini. Nabi Isa as berkata kepada temannya. Maka Isa as berkata kepada si Yahudi. Tibatiba didekat mereka ada 3 bongkahan besar emas. “Satu bongkahan emas untukku. Maka pada saat Isa as menunaikan shalat.”. lalu Isa as berkata kepada si Yahudi. “Hiduplah enkau dengan izin Allah. Si Yahudi merasa takjub melihat kejadian itu dan berkata. “Demi Allah.” Kedua orang itu melanjutkan perjalanan hingga tiba disebuah sungai besar. “sungguh aku hanya membawa satu potong roti saja. “Baiklah. Isa as menangkap seekor kijang dan menyembelihnya. lalu Isa as memegang tangan si Yahudi dan membawanya berjalan di atas air hingga keseberang sungai.” Si Yahudi menjawab.” Kemudian mereka melanjutkan perjalalan hingga disebuah kampung besar yang porak poranda. “Akulah pemilik roti yang ketiga. Isa berkata kepadanya. siapakah pemilik roti yang ketiga?” Si Yahudi menjawab. “Wahai kawanku. Ketika mereka sampai didekat sebatang pohon. kedua orang itu mengeluarkan bekal makanannya.” Isa as berkata kepadanya.

kumpulan kisah teladan ( 284 ). renungan puasa ramadhan ( 2 ) Malu Tak Seperti Kupu-Kupu Ramadhan baru saja berlalu. kisah teladan ( 352 ). kemudian datang menemui kedua orang temannya. Melihat si Yahudi menunggui emas. hikmah puasa ramadhan ( 3 ). Maka hati-hatilah terhadapnya. ia dibunuh kedua orang temannya.” *** Sumber : Kisah-kisah teladan untuk keluarga oleh Dr Mulyanto. “Pergilah ke kampung dan bawalah makanan untuk kami.” Maka orang itupun melaksanakan niat yang dibisikkan setan. Penerbit : Gema Insani. Kue- . Semua telah kembali seperti semula. Si Yahudi tidak mempunyai alat untuk membawa emas itu. cerita nasehat. Sisa-sisa keteduhan nuansa ramadhan hanya tinggal sekedarnya saja. Bahkan nyaris tak berbekas. cerita teladan ( 355 ). sehingga ia hanya bisa menungguinya. Tatkala ia melihat ke-4 orang itu mati tergeletak didekat bongkahan emas. Saat ia datang membawa makanan. ia berkata kepada pengikutnya (Hawariyyun).” Maka orang yang disuruh memberli makanan itu pergi sambil berkata dalam hati. mereka lalu membunuh si Yahudi dan mengambil bongkahan emas tersebut. puasa ramadhan ( 11 ).  erva kurniawan 7:30 am pada 14 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Tak lama kemudian datang tiga orang jahat. Dua orang dari mereka berkata kepada yang lain. “Seperti inilah dunia memperlakukan penghuninya.meninggalkannya seorang diri. Mereka menyantap makanan beracun itu tanpa curiga hingga akhirnya mereka berdua mati keracunan didekat bongkahan emas. Beberapa hari kemudian Isa as lewat ditempat itu. kisah islami ( 268 ). “Aku akan menaruh racun pada makanan mereka sehingga mereka berdua mati dan aku bisa menikmati emas itu sendirian.

tapi setelah ia berpuasa dan melewati masa kepompong makan ia berubah menjadi makhluk yang indah. Betapa malunya kita yang tak bisa seindah kupu-kupu. tapi nikmatnya iman tak jua mampu kita cicipi? Bila rumah kita indah karna warna dan interior yang serba baru namun hati dan perilaku kita masih dengan warna dan interior yang dulu. kisah islami ( 268 ). “Kupu-kupu itu mulanya adalah makhluk yang menjijikkan (siapa sih yang gak geli dan jijik ngeliat ulet?). interior serba baru dan yang tentu tidak ketinggalan pakaian baru yang serba bagus. kisah teladan ( 352 ). Amiiin. Ternyata kita ini belum bisa bersikap dewasa. karena memang persiapan buat lebaran sangat mantap. Apalagi dengan warna-warni yang Subhanalloh cantiknya. lusuh dan tak terurus? Warna kusam yang semakin suram. Tapi sebenarnya bukan itu yang kita tuju. “Apakah manusia yang berpuasa akan mendapatkan keindahan layaknya kupu-kupu?” Tentu anda bisa menjawabnya. cat rumah yang baru. cerita teladan ( 355 ). kusam. Yang siapapun akan senang melihatnya. mata kita masih saja liar dan nafsu masih menjadi nomor wahid? Perilaku kita masih semrawut. Aurat kita terbungkus hijab serta baju baru sedang jiwa kita masih setia dg nafsu sebagai pakaiannya. cerita nasehat. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Indahnya Berprasangka Baik <!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 <! [endif]--><!--[if gte mso 9]> <![endif]--> . Indah memang. Lalu indahkah kita? Bila lidah kita bisa merasakan lezatnya kue lebaran. Hanya sekedar usia yang makin bertambah. walaupun telah berpuasa sebulan panjangnya. Lengkap dengan berbagai jenis kue. Semoga Alloh terus membimbing kita untuk mencapai maqamamahmudah nan indah.” Sedikit pesimis ia tanyakan atau tepatnya menyatakan isi hatinya.kue lebaran masih banyak di meja. Seorang kawan saya. Bukankah hati ini gersang? Lisan kita tetap mengumpat. pernah berkata. *** Sumber Email dari Sahabat. Adilkah ini? Apakah kita rela? Fisik kita rapi dan cantik tapi “jeroan”nya pada sakit.  erva kurniawan 1:06 am pada 13 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).

Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna. Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya. Allah mengabulkannya. pekerjaan yang layak. dan lain-lain. Allah mengabulkannya. tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja. Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya.Dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah pabrik kecap dan sama-sama tekun belajar Islam. dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu. bila pergi mengaji. tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya. sang Adik tidak ada perubahan sama sekali. Suatu saat sang adik meninggal dunia. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian. karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do’a-do’anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla. Dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a. Sementara itu. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu. Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a. . Sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan seharihari semaksimal mungkin. maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka. hidupnya tetap sederhana. Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru pengakiannya. Jaraknya sekitar 10km dari rumah peninggalan orangtua mereka. sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul. Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya.

” Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya. . Dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a. Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman. . . hidupnya tetap sederhana. Sementara itu. Sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. pekerjaan yang layak. Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. kabulkanlah segala do’a kakak ku. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru pengakiannya. .Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Allah. Allah mengabulkannya. Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya. do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya: “Ya. Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna. karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do’a-do’anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla. Allah. tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja. Jaraknya sekitar 10km dari rumah peninggalan orangtua mereka. . Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya. bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat. diantaranya Al-fatehah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu. Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. . sang Adik tidak ada perubahan sama sekali. . tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya. bila pergi mengaji. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu. dan lain-lain. Suatu saat sang adik meninggal dunia. Shalawat. Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya. Ampunilah aku dan kakak ku. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian. sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul. menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a. Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu. dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu. Dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah pabrik kecap dan sama-sama tekun belajar Islam. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a. diantaranya Al-fatehah. do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya: “Ya. do’a untuk guru mereka. tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya *** Dari Sahabat Indahnya Berprasangka Baik . Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a. . Ampunilah aku dan kakak ku. . Shalawat. maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. do’a untuk guru mereka. Allah mengabulkannya.

hingga langit pun bersaksi. Sementara itu.” Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya. tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya *** Dari Sahabat • Sri Mulyati 3:45 pm pada 19 September 2010 Permalink izin share ya… • gadis nakal 1:43 am pada 1 Januari 2011 Permalink Benar tu bukan mudah untuk kita mendidik diri kita sentiasa berprasangka baik. kisah islami ( 268 ). kisah teladan ( 352 ). http://kepuncakmahligai. menandai berakhirnya bulan penuh kemuliaan. cerita nasehat. sambil berharap kembali meniti Ramadhan di tahun depan.kabulkanlah segala do’a kakak ku. langkah sepasang kaki terhenti oleh . Senyum kemenangan terukir diwajah-wajah perindu Ramadhan. bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat. cerita teladan ( 355 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Cara Rasul Merayakan Idul Fitri Fajar 1 Syawal menyingsing.com/  erva kurniawan 1:04 am pada 9 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). di hari itu segenap mata tak kuasa membendung airmata keharuan saat berlebaran. Satu persatu kaki-kaki melangkah menuju tanah lapang. menyeru nama Allah lewat takbir.

tak cukup satu stel pakaian baru disiapkan. seandainya Aisyah menjadi ibumu. Rasulullah tak hanya berbaju bagus saat berlebaran. “Maukah engkau. Namun tak dapat dipungkiri. bahkan bagi sebagian orang.sementara baju yang mereka kenakan sudah usang. yakni menceriakan anak yatim dengan memberikan pakaian yang lebih pantas dihari istimewa. shalawat dan salam baginya. Kebahagiaan 1 Syawal semestinya tak hanya milik anak-anak kita. dan beribu seorang Ummul Mukminin? Begitulah lelaki agung itu membuat seorang gadis kecil yang bersedih dihari raya kembali tersenyum. Rasulullah membawa serta gadis itu ke rumahnya untuk diberikan pakaian bagus. matanya masih menerawang tak menentu seperti mencari sesosok yang amat ia rindui kehadirannya di hari bahagia itu. Mungkin budaya ini merujuk pada kisah di atas. Fatimah bibimu. Anak-anak kita bangga menghitung celana dan baju yang baru saja kita belikan. tetapi juga mengajak seorang anak yatim ikut berbaju bagus. Sekaligus mencerminkan betapa bahagianya kita menggapai sukses penuh arti selama satu bulan menjalani Ramadhan. bagi sebagian besar masyarakat kita. terbasuhlah sudah airmata. Dapatlah kita bayangkan betapa cerianya mereka saat berlebaran nanti mengenakan pakaian bagus itu. Siapakah yang tak ingin berayahkan lelaki paling mulia.” tutur gadis kecil itu menjawab tanya lelaki di hadapannya tentang Ayahnya. “Ayahku mati syahid dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah. lelaki itu mendekap gadis kecil itu. Tak harus baru. yang diukir oleh Nabi anak yatim. dan Hasan serta Husain menjadi saudaramu?” Sadarlah gadis itu bahwa lelaki yang sejak tadi berdiri di hadapannya tak lain Muhammad Rasulullah SAW. Tidak sedikit uang yang dikeluarkan untuk menyambut lebaran. Tetapi ada cara berlebaran Rasulullah yang tak ikut kita budayakan. bagi kita sangat identik dengan pakaian bagus. Lelaki agung itu. bahwa keceriaan hari kemenangan bolehlah diwarnai dengan penampilan yang lebih baik. Lebaran. Seketika. setidaknya layak dipakai saat bersilaturahim dihari kemenangan itu. bahwa Rasul pun memakai pakaian yang bagus dihari raya. Muhammad Ayahmu. Tapi siapakah yang akan membelikan pakaian baru untuk anak-anak yatim? Tak ada Ayah atau Ibu yang akan mengajak mereka menyambangi pertokoan dan memilih pakaian yang mereka suka. hari istimewa itu juga milik mereka. adakah sedikit yang tersisihkan dari rezeki yang kita dapat untuk membeli satu saja pakaian bagus untuk pantas dipakai oleh anak-anak yatim tetangga kita. Tak menoleh gadis kecil itu ke arah suara yang menyapanya. Tak ketinggalan sepatu dan sandal yang juga baru. Mampukah kita meniru cara Rasul berlebaran? Kalau kita mampu membeli beberapa stel pakaian untuk anak-anak kita. ambil sisi positifnya saja. ia menangis lantaran tak memiliki baju yang bagus untuk merayakan hari kemenangan. tahu bagaimana menjadikan hari raya juga istimewa bagi anak-anak yatim. “Gerangan apakah yang membuat engkau menangis anakku?” lembut menyapa suara itu menahan beberapa detik segukan sang gadis. Lelaki agung itu. Ternyata. Dapatkah kita bayangkan perasaan mereka berada di tengah-tengah riuh rendah keceriaan anak-anak lain berbaju baru. Tak ada yang salah dengan budaya baju baru itu. Ali sebagai pamanmu. Nabi anak yatim yang senantiasa memuliakan anak yatim. sehingga nampak tak berbeda dengan Hasan dan Husain. .sesegukan gadis kecil di tepi jalan. memakai pakaian baru sudah menjadi budaya. bahkan sudah menjadi budaya. mengingat tradisi silaturahim berlebaran di Indonesia yang lebih dari satu hari. Barangkali. itu senyum terindah yang pernah tercipta dari seorang anak yatim. Baju baru bukan cuma fenomena.

saya yakin sudah banyak yang melakukannya diberbagai tempat. Bilal bertemu dengan Rasulullah. Maha Suci Allah.Maka. setidaknya Anda berkesempatan mengukir senyum anak-anak yatim. kisah islami ( 268 ). akan lebih banyak senyum anak yatim yang tercipta dihari bahagia.” kata Bilal masih dalam mimpinya. Gerakan ini. cerita teladan ( 355 ). kisah teladan ( 352 ). jauh sepeninggal Rasulullah. atau punya akses ke berbagai media cetak maupun elektronik. sudah lama kita berpisah. aku pun sudah teramat rindu ingin bertemu dan mencium harum aroma tubuhmu. Akan indahlah dunia dengan berbagi. bermimpi dalam tidurnya. Dan Bilal bangun dari tidurnya dengan hati yang gulana. Setelah itu. Rasulullah. ia menceritakan . sehingga Gerakan LCR ini menjadi sebuah gerakan nasional. ikutilah! Gerakan LCR (Lebaran Cara Rasul).” demikian Rasulullah berkata dalam mimpi Bilal. Note: Jika berkenan meneruskan tulisan ini ke berbagai milist dan komunitas. “Bilal. cerita nasehat. salah seorang sahabat utama. Bilal bin Rabbah. “Ya. Dalam mimpinya itu. Ia dirundung rindu. Namun jika lebih banyak lagi orang-orang beruntung seperti kita yang mau membudayakan LCR ini. aku rindu sekali kepadamu. Apalagi jika ada yang bekerja di media. Keesokan harinya. *** Sumber: Email dari Sahabat  erva kurniawan 1:31 am pada 6 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). mimpi tersebut berakhir begitu saja. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Suara Emas dari Ethiopia Bilal bin Rabah: Suara Emas dari Ethiopia Suatu malam.

adalah sepenggal kisah tentang Bilal bin Rabah. Seolah. aku tak ingin adzan untuk seorang pun sepeninggal Rasulullah. seakan baru kemarin saja Rasulullah tiada. ada sebuah kisah yang membuat Bilal menolak untuk mengumandangkan adzan setelah Rasulullah wafat. Tatkala. Seperti penampilan orang Afrika pada umumnya. Rasulullah telah dimakamkan. Jenazah Rasulullah. Satu persatu kalimat adzan dikumandangkan sampai pada kalimat. Bilal pun menerima dan bersedia menjadi muadzin kali itu. diharu biru oleh kenangan dengan nabi tercinta. Seperti yang kita tahu. dan Bilal mengumandangkan adzan. Akhirnya.” Tangis penduduk Madinah yang mengantar jenazah Rasulullah pecah. Umayyah bin Khalaf. Bilal adalah seorang keturunan Afrika. ia adalah budak seorang bangsawan Makkah. Seperti suara guntur yang hendak membelah langit Madinah. Madinah benar-benar terbungkus rasa haru. kisah mimpi Bilal segera memenuhi ruangan kosong di hampir seluruh penjuru kota Madinah. belum dimakamkan. Tapi jika demi Allah kau dulu membebaskan aku. “Marhaban ya Rasulullah. tinggi dan besar. suara Bilal terdengar.” perintah Abu Bakar. Dan Bilal menjawab perintah itu. seketika.” kata Abu Bakar.” “Hanya demi Allah aku membebaskanmu Bilal.” bisik salah seorang dari mereka. Madinah seolah tercekat oleh berjuta memori. Sebenarnya. setelah diminta dengan sedikit memaksa. Bilal mengumandangkan adzan. Tak terasa hampir semua penduduk Madinah meneteskan air mata. Habasyah tepatnya. hitam. terserah apa maumu. “Asyhadu anna Muhammadarrasulullah. hampir seluruh penduduk Madinah tahu. semalam Bilal bermimpi ketemu dengan nabi junjungannya. Seperti udara. penduduk Madinah seolah bersepakat meminta Bilal mengumandangkan adzan Maghrib jika tiba waktunya. “Adzanlah wahai Bilal. Padahal Bilal sudah cukup lama tidak menjadi muadzin sejak Rasulullah tiada. Hari itu.” pinta Bilal. Abu Bakar meminta Bilal untuk adzan. Tak menunggu senja.” lanjut Bilal. namun hatinya. Senjapun datang mengantar malam. . *** Di atas. Muhammad. ia sangat mudah menerima hidayah saat Rasulullah berdakwah. “Kalau demikian. Menjelang senja. “Maka biarkan aku memilih pilihanku. Meski ia sangat mudah menerima hidayah. “Jika engkau dulu membebaskan demi kepentinganmu. insya Allah bak kapas yang tak bernoda. Kemudian setelah. Antara hidup dan mati.” jawab Abu Bakar. “Sungguh. Dan Bilal sama seperti mereka. maka aku akan mengumandangkan adzan. maka biarkan aku menentukan pilihanku. Meski Bilal adalah lelaki dengan kulit hitam pekat. begitulah Bilal. Kenangan semasa Rasulullah masih bersama mereka kembali hadir. begitu kira-kira gambaran perjuangan Bilal bin Rabab.mimpi tersebut pada salah seorang sahabat lainnya. penduduk Madinah ingin menggenapkan kenangannya hari itu dengan mendengar adzan yang dikumandangkan Bilal. salah seorang sahabat dekat Rasulullah. Satu persatu dari mereka sibuk sendiri dengan kenangannya bersama manusia mulia itu. Itulah sebabnya. beberapa saat setelah malaikat maut menjemput kekasih Allah. Pada mulanya. Kini Habasyah biasa kita sebut dengan Ethiopia. ternyata ia menjadi salah seorang dari sekian banyak sahabat Rasulullah yang berjuang mempertahankan hidayahnya. Waktu itu.

tapi tidak di mata Allah. Bilal bin Rabah termasuk orang yang pilih tanding dalam mempertahankan agamanya. Dan itu. hidup sebatang kara. Saat itu. “Ya Rasulullah. Setelah puas hatinya menyiksa Bilal. dengan itu kamu mendahului aku. Semua sahabat Rasulullah. kasihanilah mereka dan berikanlah rahmatMu ke atas mereka. menjadi adzan terakhir yang dikumandangan Bilal. Sampai datang padanya Abu Bakar yang membebaskannya dengan sejumlah uang tebusan. Setiap malam aku mendengar gemerisikmu. Derita yang ditanggung Bilal bukan alang kepalang. itu lebih cukup dari segalanya. suatu hari diketahui oleh sang majikan. budak belian pula.” puluhan kali dari bibirnya yang mengeluarkan darah. Bisa dikata. Tak kurang dan tak lebih. Dan Abu Bakar dilindungi pula oleh sukunya. Bilal bin Rabah. Ia seorang perantauan. Bilal mengucap. Bilal. ada Abu Bakar. hal itu tak menjadikan Bilal tinggi hati dan merasa lebih suci ketimbang yang lain. “Wahai Bilal. Bilal dan Miqdad. lindungilah mereka. sang majikan. Selain Allah tentunya. Kemudian setelah beliau. Tapi itu tidak membuatnya merasa lemah atau tak berdaya. Saat itu. Bilal masih menganggap. aku langsung berwudhu dan shalat sunnah dua rakaat. Zurr bin Hubaisy.” kata Rasulullah membenarkan. di antara para sahabat. Bilal pun naik ke atas menara dan bergemalah suaranya. Ethiopia. Afghanistan. “Ya Allah. orang yang pertama kali menampakkan keislamannya adalah Rasulullah. Iraq. demikian tinggi derajat Bilal bin Rabah di sisi Allah. Palestin. orang paling lemah saat itu adalah Bilal. Shuhaib. hatinya tak kuasa menahan kenangan manis bersama manusia tercinta. waktu shalat telah tiba dan Umar meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan sebagai tanda panggilan shalat. nabi akhir zaman. Ada satu riwayat yang membuktikan betapa Allah memberikan kedudukan yang mulai di sisi-Nya. setiap kali aku berhadats. Bilal telah mengangkat Allah sebagai penolong dan walinya. Rasulullah ingin mengetahui langsung. meski dalam strata sosial posisinya sangat lemah. amal kebajikan apa yang menjadikan Bilal mendahului berjalan masuk surga ketimbang Rasulullah. Meski demikian. Dan di antara mereka. Dalam lubuk hati kecilnya.” “Ya. Bilal menjawab pertanyaan Rasulullah. tangis yang paling kencang dan keras adalah tangis Umar bin Khattab. ahad. Amin. Suatu hari Rasulullah memanggil Bilal untuk menghadap. Tapi dengan tegarnya. Sebagai ganjarannya. Diarak berkeliling kota dengan berbagai siksaan sepanjang jalan. Peliharakanlah mereka. yang ada di sana menangis tak terkecuali. Subhanallah. “Ahad. suatu ketika berkata. Bilal disiksa dengan berbagai cara.Keislamannya. terakhir melaksanakan tugasnya sebagai muadzin saat Umar bin Khattab menjabat sebagai khalifah.” Dengan wajah tersipu tapi tak bisa menyembunyikan raut bahagianya. Rasulullah dilindungi oleh paman beliau. Umayyah pun menyerahkan Bilal pada pemuda-pemuda kafir berandalan. selamatkanlah umat Islam yg sedang sengsara di Lubnan. bahwa ia adalah budak belian dari Habasya. tak berhenti hanya dengan menyiksa Bilal saja.” . tak ada yang membela. ya Rabbal A’lamin. Umayyah bin Khalaf. Dalam posisi sosial. Bilal sudah bermukim di Syiria dan Umar mengunjunginya. Chechnya serta diseluruh pelosok dunia akibat dari angkara mungkar dan kekejaman musuh-musuh Mu. Bilal bin Rabah. aku mendengar gemerisik langkahmu di depanku di dalam surga. Ammar bin Yasir dan keluarganya.

Namun. kisah islami ( 268 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Izinkan Aku Menangis eramuslim . Meski… jebol juga tanggul itu.saya jadi menambah wawasan……  erva kurniawan 1:09 am pada 30 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Ya. air mata bening itu hanya boleh kutunjukkan pada-Nya. kisah teladan ( 352 ). Aku hendak berapologi pada diriku sendiri. cerita teladan ( 355 ). (HR.Jam menunjukkan pukul 21. Orang yang lemah adalah yang memperturutkan hawa nafsunya dan berharap (banyak) pada Allah”. dari riwayat Syaddad bin Aus ra. ”Orang yang cerdas adalah orang yang merendahkan dirinya dan berbuat untuk masa setelah mati. Kelelahan fisik dan kepenatan pikiran.5 jam setelah berbuka puasa petang tadi. mushaf itu tetap diam disamping bantal. aku malu untuk menumpahkan air mata. Kegundahan apakah ini? Kekhawatiran apakah ini? Kecemasan apa lagi? Mengapa pelupuk mataku panas. Tapi entah mengapa. Seingatku aku sedang kejarkejaran dengan waktu di etape sulit ini.20 malam… Kecurian.*** Dari Sahabat • ahmad masum 2:45 am pada 9 Januari 2011 Permalink terima kasih atas ilmuya…. cerita nasehat. Al Qur’anku belum selesai. Aku tertidur sekitar 3. Aku membuka hadits ini lagi.) . Bukan untuk memperturutkan rasa dan emosi serta mengalahkan rasio yang wajar.Turmuzi. dekat kepalaku? Aku menyerah lagi.

mampukah aku sampai di penghujungnya. Harapan tanpa kekuatan itu disabdakan Rasulullah Saw. Sering menyerah pada diri sendiri di tengah komitmen hendak berbuat. Khalid bin Walid pun yang sangat pemberani akhirnya menutup harinya di atas pembaringan. agamaku melarang pengandaian. Masih saja melafazkan katakata tak bermakna. . Selain itu hanya kesunyian. klub kebanggaan mereka sedang berlaga. Benar. semua menjadi misteri yang tak terjawab. Aku boleh berharap banyak untuk menjadi sang pemenang. Konsentrasi di babak ini seringkali buyar. Toh. Ya. melantunkan suara pengharapan yang kuat yang bisa menembus langit-Nya. Aku terduduk lemas. Masih tersisa kedengkian. Namun. Apakah ia takkan cemburu dan marah dengan pandangan khianatku pada hal-hal yang tak seharusnya kulihat. Aku pandangi lama-lama refleksi kegundahan itu. Lantas. Sudah berapakah aku menabung untuk itu. Aku membuka genggaman tangan kiriku. tidakkah malu aku membandingkan pengaharapanku dengan kelemahan diriku menghadapi diri sendiri. Masih juga mengoleksi berita-berita tak bernilai. jarum jam diputar. Masih ada pertanyaan sikap dan prasangka buruk. Sebagaimana aku boleh berharap di penghujung hari pembekalan ini. Masih juga bersemanyam ketersinggungan dan gerutu ketidakpuasan. Masih ada pandangan mata khianat. Sekali lagi. Aku dibangunkan teriakan itu. Aku lalai mengumpulkan “dana” untuk membelinya. Aku tak pernah tahu. Dan aku telah mencintai dunia itu. Sementara hidupku dipenuhi ambisi dan obsesi yang penuh dengan tabungan materi dan memegahkan istana duniaku. kemudian kujawab sendiri. Lantas. tinggal itulah hitungan hari-hari pembekalan tahun ini. Mampukah aku menjadi yang terbaik diantara sekian juta para pemburu satu cinta. Ya. Sebagaimana aku juga boleh berharap menutup hariku di dunia dengan syahadah di jalan-Nya. Atau suara siapa saja yang menembus gendang telinga ini.Jika kebodohan (tidak cerdas) tidaklah berakibat kepada kemurkaan Allah? Dan ternyata pengharapan pada-Nya saja tak cukup. Juga madu dan jus mangga. Coffee shop masih dipenuhi orang yang asyik menonton el Ahli–mungkin–. Kedai sebelah rumah masih ramai. Aku hanya boleh bertanya. aku menjadi sang jawara. Sebagaimana aku berharap istana megah setelah matiku. Alhamdulillah Allah memberi kekuatan untuk mengungkapkannya. misalnya. Namun. Sebagaimana aku mengandaikan bidadari surga. Jika saja aku boleh berandai. apa makna tengadahan tangan di tengah malam yang diiringi isak pengharapan. Atau senyuman malaikat yang menyaksikan bocah-bocah kecil yang menahan kantuk berdiri sambil memegangi mushaf kecil dipojok-pojok masjid. Namun. Mengapa aku lemah? Jika saja ini bukan di etape final. sejuta pengampunan dan seribu keberkahan? Aku malu menanyakannya pada diriku sendiri. sebagai kelemahan. Mengapa tidak suara Syeikh Masyari Rasyid yang melantunkan surat al Qiyamah. Sebagaimana aku berharap menikmati seteguk susu dari aliran sungai di surga-Nya. pengharapan yang lemah yang kalah oleh nafsu. aku malu untuk berharap demikian. Masih ada ketajaman lidah yang melukai hati. Atau suara-suara dari rumah-Nya yang dipenuhi isakan harapan hamba-hamba-Nya yang berlomba memburu seribu keberkahan dan sejuta pengampunan. Meski dunia sekelilingku ramai dengan hiruk pikuk malam.

Karena tumpukan-tumpukan kotoran buruk sangka. Putaran roda keinginan tersebut trrgelincir oleh kerikil kecil bernama kelalaian. Air bening itu tersendat. Namun. Alhamdulillah. Khayalanku dipenuhi pengaharapan.” demikian Rasulullah Saw. Dan aku terjatuh. Karena tumpukan-tumpukan gerutu. *** Oleh: Saiful Bahri  erva kurniawan 1:53 am pada 27 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kini aku jauh tertinggal. tangan… semua menolak untuk diajak menggapai cinta-Nya. hatiku disesaki kelemahan. bulan. saudara-saudara hamba serta siapa saja yang mempunyai hak atas hamba. telinga. aku masih bisa bangkit meneruskan perjalanan. Akibatnya seluruh organ tubuhku lemah. cinta dunia. kaki. Aku memaknai keterlaluan yang fatal ini dengan sikap yang tidak seimbang. Tapi aku masih bisa berharap untuk menjadi baik. para guru hamba. kisah islami ( 268 ). Terkunci oleh hawa nafsu. mulut. Tapi aku terlalu terpana oleh keindahannya yang sementara. Ya Allah. Tergesa-gesa. Menanggalkan kecintaan dunia yang berlebihan dengan qanaah dan tawadhu’. Aku belum bisa menjadi yang terbaik. cerita teladan ( 355 ). Entah berapa tahun. Tiba-tiba aku ingin menangis. “… dan sepertiga terakhirnya adalah pembebasan dari api neraka. Ada beberapa materi terakhir di ujian final ini: menanggalkan kesombongan dan ingin dipuji serta disanjung berlebihan. kisah teladan ( 352 ). Jika demikian. kecerobohan. Karena tumpukan-tumpukan doa-doa yang kosong. rasionalisasi kesalahan. cerita nasehat. buruk sangka. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Aku khawatir kesulitan ini tersendat karena kemurkaan-Mu. Amin. Mata. Ada cinta lain yang menyesak hendak menggeser kemuliaan itu. Jangan-jangan karena kesalahanku.Sebagaimana aku tetap berharap ingin terus mencicipi delima merah dan jeruk sankis serta buah khukh di masa setelah kefanaan ini. aku masih punya bekal. hati nurani dan bahan bakar ketelitian serta nasihat orang-orang shalih. hari atau bahkan hitungan detik aku masih bisa melihatnya di toko buah-buahan di sebelah rumahku. Aku masih harus melewati tikungan tajam lainnya. jadikanlah nama hamba ada dalam daftar pembebasan itu. Namun. aku tak mampu. jangan Kau murkai hamba ini ya Allah. keluarga hamba. Karena aku masih bersama orang-orang baik bahkan mereka ada di depanku. Juga nama kedua orang tua hamba. Meski aku tahu. Etape final ini banyak tikungan tajam. Hamba masih terus berharap pembebasan dari murka-Mu di hari-hari pembebasan ini. menjelaskan karakteristik bulan pembekalan ini. Karena tumpukan-tumpukan egoisme. orangorang terbaik itu. Dan tikungan tajam yang paling membahayakan di akhir etape ini adalah: menduakan cinta-Nya. Cinta. Namun. Ya Allah aku ingin mengeluarkan air mata ini untuk-Mu.

kuning dan biru.” kataku. Ketika saya berbaring di tempat tidur. juga saya. Coba lihat ke lantai dapur. “Minggir. ” Aku menemukannya jatuh dari pohon.” Orang tidak dikenal itu.” “Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu. dengan halus Tuhan berbicara padaku. Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat.Kata-Kata Kasar.” . hati kecilnya hancur. Ia pergi.” kata saya dengan marah. tetapi anak-anak yang engkau kasihi. Ketika saya berbalik. berlaku sangat sopan. Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi. hampir saja saya membuatnya jatuh. tua dan muda. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal. Ia berkata. sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. “Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya. terutama yang berwarna biru. Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu. “Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?” Ia tersenyum. Namun cerita lainnya terjadi di rumah. Saya tidak melihat Anda. lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi. saat saya tengah memasak makan malam.” Aku berkata. “Maafkan saya juga. engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu.” Seketika aku merasa malu. maafkan saya” adalah reaksi saya. “ “Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu. bangun. “Bangun. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya. nak. dan sekarang air mataku mulai menetes. anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu. Aku tahu Ibu akan menyukainya. ketika kesopanan kamu gunakan. “Oh. “Anakku. Pada hari itu juga. merah muda.

Semoga berkenan mengunjungi blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis.” Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok. Mari kita renungkan. Terima kasih • azzen noury 9:45 am pada 8 September 2010 Permalink Siiip…cerita yang patut utk direnungkan  erva kurniawan 2:53 am pada 24 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) . “Anakku. Aku tetap mencintaimu. kisah islami ( 268 ). cerita nasehat. bukan? Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas? Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA? Dalam bahasa Inggris.” Aku pun membalas.Si kecilku berkata. “Oh. *** Dari milis. (Y)OU Teruskan cerita ini kepada orang-orang yang kau pedulikan. aku mencintaimu juga. Saya telah melakukannya. (I). kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri. (L)OVE. suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana. apalagi yang biru. dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini. cerita teladan ( 355 ). perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka. • sempulur 2:00 am pada 27 Agustus 2010 Permalink Sekedar ingin mengucapkan salam kenal dari komunitas keluarga miskin. Ibu. tidak apa-apa. KELUARGA = FAMILY. FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER. diterjemahkan dari : HARSH WORDS Everything is free Semoga menjadikan renungan yang bermanfaat. kisah teladan ( 352 ).

But I’ve a problem. . Tapi setelah saya tanya. Setelah berta’aruf lebih dekat barulah saya bertanya kepadanya: “Kenapa anda menanyakan tentang boleh tidaknya seorang Muslimah bersuamikan non Muslim? Dan kenapa pula Anda tanyakan apa diterima seorang wanita masuk ke dalam agama Islam jika bersuamikan non Muslim?” Dengan sedikit grogi atau malu. Saya kemudian menanyakan apa hubungan antara keingin tahuan dia tantang Islam dan seorang wanita bersuamikan non Muslim. dan kini secara bulat berniat untuk memeluk agama. Mulanya saya mengira bahwa sang wanita yang duduk di hadapan saya ini adalah seorang Muslimah. nampak seperti santri bule duduk menunggu kedatangan saya di Islamic Center New York. barangkali dari negara Balkan. Bosnia atau Kosovo. Jessica menjawab: “I am very much interested in Islam. dia memulai percakapan dengan bertanya.Saya Beri Dia Waktu 3 Bulan Pagi hari Kamis lalu. Maka dengan berat tapi cukup berani dia katakan: “I’ve learned Islam and I am sure this is the right way for me. Diapun baru menikah dengan suaminya sekitar 4 bulan yang lalu. Wanita muda itu bernama Jessica Mendosa. ibukota negara bagian New York dan kini tinggal di kota New York (New York City) sebagai mahasiswi di salah satu universitas di kota ini. Dengan sedikit malu dan menundukkan muka. and he is very much hostile to my intention“. Dengan pakaian Muslimah yang rapi. “Apa hukumnya seorang Muslimah bersuamikan non Muslim? Dan apakah seorang wanita yang bersuamikan non Muslim bisa diterima menjadi Muslimah? Tentu saja saya terkejut dengan pertanyaan itu. I am a wife of a non Muslim”. seorang wanita mudah berusia 24 tahun datang ke Islamic Cultural Center of New York. Kelahiran Albany. I have learned it many months“. Saya kemudian memotong: “Where did you learn Islam?” Dia menjawab: “throughn the internet (Islamic websites)“. yang menurutnya. 13 Juli 2006. the right way for her. I am willing to embrace Islam now. Ketika saya tanyakan apakah suaminya tahu keinginannya tersebut? Dia menjawab: “yes. ternyata dia hanyalah seseorang yang baru menemukan Islam lewat internet (beberapa website Islam).

maka jangan sampai hal ini tersia-siakan. But this is the rule and I have to tell you about it”. dan dengan tegas mengatakan: “I’ll give him a chance in 3 months. Penjelasan saya tentunya tidak bertumpu kepada nash atau berbagai opini ulama. “Islam is not only a bunch of ritual teachings. I will ask for a divorce“. Saya justru menjelaskan kepadanya pokok-pokok keimanan dan Islam. Pada akhirnya. ibadah. Nampaknya Jessica mendengarkan penjelasan itu dengan seksama. Bahkan menurutnya: “Nothing should prevent me to convert to Islam“. termasuk urgensi membangun rumah tangga yang Islami dalam rangka menjaga generasi Muslim masa depan. setelah mempertimbangkan berbagai pertimbangan yang terkait.” jelasku. harus terjadi kompromi. Saya kemudian menjelaskan perihal hukum nikah dalam Islam dan berbagai hal yang terkait. Hampir tak pernah bergerak mendengarkan penjelasan-penjelasan mengenai berbagai hal. Jessica Mendosa mendeklarasikan: “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah”. saya sampaikan kepada Jessica: “You may embrace Islam. If he doesn’t want to follow my way. Dalam hal ini seseorang yang mengimani ajaran Islam dan dengan kesadarannya memeluk Islam berarti bersedia mengikuti ajaran-ajaran atau aturan-aturan yang mengikat. Namun di satu sisi saya perlu tegaskan bahwa sebagai Muslimah jika tetap bersuamikan non Muslim maka itu adalah sebuah pelanggaran terhadap hukum Islam. Bahwa menerima Islam berarti bersedia menerima segala konsekwensi dari setiap hal yang terkait dengan ajarannya. tapi diserta dengan berbagai argumentasi “aqliyah” (rasional) sehingga dapat meyakinkan Jessica dalam hal ini. Dengan penjelasan terakhir ini Jessica nampak cerah. Saya katakan: “Hopefully people will not perceive that Islam separates between husbands and wives. katanya tanpa ragu. Ketika saya sampai kepada permasalahan pasangan suami isteri itulah. it’s a code of life. dari masalah-masalah akidah. Oleh karena Islamic Center memang masih sepi. Saya ikut merasakan dilema yang dihadapinya. Jessica memberanikan diri menyelah: “But I am still in love with my husband whom I married to just 4 months ago” Saya juga terkejut dan kasihan dengan Jessica. khususnya makna berislam itu sendiri. serta yang paling penting adalah pengalaman-pengalaman mengislamkan selama ini. mau tidak mau. Allahu Akbar wa lillah alhamd! . Tanpa terasa airmatanya nampak menetes. Hatinya telah mantap untuk menjadi Muslimah. baik berdasarkan “masalih al mursalah” (manfaat-manfaat yang terkait) maupun realita-realita kehidupan di Amerika. Saya katakan.Saya tidak langsung menjawab pertanyaannya karena saya yakin dia masih mencintai suami yang baru menikahinya sekitar 4 bulan silam. dengan hanya disaksikan dua orang Brothers. hingga kepada masalah-masalah mu’amalah. But you have to find any possible way to convince your husband that you are not allowed to maintain this marriage if he insists to oppose Islam”. dengan diiriingi airmata. Untuk itu. termasuk persyaratan bagi wanita Muslim untuk menikah hanya dengan pria Muslim. Dan penerimaan inilah yang merupakan inti dari keislaman itu sendiri. ketika anda sudah yakin bahwa inilah jalan hidup yang benar untuk anda ikuti.

Allah bless and further guide you! • Sri Mulyati 4:27 pm pada 19 September 2010 Permalink izin copi ya…  erva kurniawan 1:32 am pada 22 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). 17 Juli 2006 Jessica. namanya Sindu. “Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan. kisah islami ( 268 ). Cerita dari India Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran. Tampak ketakutan. kisah teladan ( 352 ).Sabtu kemarin. cerita teladan ( 355 ). Jessica hadir di kelas itu seperti seorang Muslim yang telah lama mempelajari agama ini. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Pelajaran Dari Seorang Anak. air matanya banjir didepannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam / yogurt (nasi khas India / curd rice).” Aku taruh Koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya. Syamsi Ali. cerita nasehat. Bersemangat menjawab setiap ada hal yang dipertanyakan oleh muallaf lainnya. *** Oleh: M. New York. Sayang saya belum sempat menanyakan perihal suaminya!. . Saya terkejut. Jessica telah resmi bergabung dengan kelas khusus yang dirancang untuk para muallaf “The Islamic Forum for new Muslims” di Islamic Cultural Center.

“Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak. “Betul nih ayah? Yah pasti”.” Sindu tanya sekali lagi. harta / kekuasaannya. “Iya. “…akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak. Aku mengambil mangkok dan berkata.” Sindu menjawab. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita. “Jangan khawatir. “Janji kita harus ditepati. Sindu permintaanmu akan kami penuhi. “Oh pasti sayang. karena ayah saat ini tidak punya uang.” Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. tidak ada ‘yah. mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect”. “Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami. nanti ibumu akan teriak-teriak sama ayah. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata. Sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju. anak perempuan dibotakin. Aku coba memohon kepada Sindu. “Tidak”. Aku sedikit khawatir dan berkata. “Apakah kamu sudah gila?”. dia terlalu banyak nonton TV. istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Tapi Sindu tetap dengan pilihannya. tapi saya akan minta . “Kalau kita menjilat ludah sendiri.Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. “Sindu sayang. dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. Dan semua perhatian (aku. tidak mungkin. dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu” Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. Sindu tidak minta barang-barang mahal kok. Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita. Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini.” . seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta. Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama. jawabku. dia mendekatiku dengan mata penuh harap.” Secara serentak istri dan ibuku berkata. “Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya. “Sindu jangan minta komputer atau barang-barang lain yang mahal yah. Setelah Sindu melewati penderitaannya. Ibu dan istriku msh kuno.”. bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi.” Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku. tak ada keinginan lain kata Sindu. kenapa ayah sekarang mau menjilat ludah sendiri?” Sindu melanjutkan “Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral..” Sindu dengan menangis berkata. Istriku spontan berkata permintaan gila. janji”. Aku menjawab. kata istriku. demi ayah. istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi. Aku coba membujuk. “Boleh ayah akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok tapi semuanya akan saya habiskan. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin / dibotakin pada hari Minggu. bahkan nyawa anaknya sendiri. Agak ragu-ragu sejenak.” “Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?”.

sedekah ( 8 ) Sedekah Diantara sunnah puasa adalah memperbanyak sedekah selama bulan Ramadhan dalam rangka membantu fakir miskin. Aku berpikir mungkin “botak” model jaman sekarang. kumpulan kisah teladan ( 284 ). Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata. menangis tersedu-sedu. “Anak anda. Anak laki-laki yang jalan bersama-sama dia sekarang.” Lanjut Ibu tersebut. Sindu tolong tunggu saya. serta orang-orang yang memerlukannya. Hari Senin. Aku berdiri terpaku dan aku menangis.” “Nah Minggu lalu Sindu datang kerumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Yang mengejuntukanku ternyata. anak-anak yatim. Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang kasih. Harish. wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus. benar-benar hebat. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia. cerita nasehat.” Wanita itu berhenti sejenak. aku mengantarnya ke sekolah. hanya saya betul-betul tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. kisah islami ( 268 ). cerita teladan ( 355 ). Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. kisah teladan ( 352 ). sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. dia menderita kanker leukemia. karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek / dihina oleh teman2 sekelasnya. “Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah. *** Dari milis siar islam  erva kurniawan 8:48 am pada 18 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). adalah anak saya. . kepala anak laki-laki itu botak. Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak.Dengan kepala botak. Sindu.

kulihat dalam mimpiku. maka jika tidak dapat. sandal dan lain-lain yang dapat menyelamatkan tangan kiriku dari bakaran siksa api neraka” jawab sang Ibu. karena bencana tidak dapat melangkah mendahului sedekah. (HR. kursi. sedang ibu rajin shalat. suatu waktu datanglah seorang wanita menghadap Rasulullah s. Setelah kuteliti secara cermat. dan seorang pada hari kiamat hanya bernaung dibawah naungan sedekahnya”. Thabrani) Juga sebagai pelepas dari siksa api neraka. sedang tangan kirinya tidak terlalap oleh si jago merah. Hal ini merujuk sebuah hadits. Turmudzi) Berbicara masalah keutamaan sedekah. Thabrani) “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun sedekah separuh dari biji kurma.” (HR. (HR. aku termasuk wanita bakhil yang enggan bersedekah. “Bersedekahlah kamu. serta dapat menarik keberkahan dan rezeki sebanyak mungkin”. kain bekas ini adalah sesuatu yang pernah kusedekahkan selama hidup didunia. sepatu.a. Qudha-I) Dapat menghindarkan dari panas kubur. “Ya rasul. “Sedekah itu dapat menolak mati dalam keadaan yang tidak baik”. Ya. ibuku disiksa di dalam api neraka.Rasulullah mengajarkan. . yaitu dengan sepatah kata yang baik” (HR Bukhari Muslim) ** Dikisahkan oleh Aisyah. bahwa sedekah yang paling utama. “Wahai anakku! Selama hidup didunia. seraya bercerita. karena sedekah itu sebagai pelepasmu dari api neraka” (HR. sesobek kain yang biasa kupakai untuk membersihkan perabot-perobot rumah tangga seperti piring. Keutamaan sedekah memang sering diwasiatkan Rasul kepada ummatnya. Orang yang bersedekah dapat terhindar dari Mati Suul Katimah. meja. gelas. “Seutama-utama sedekah adalah sedekah dibulan Ramadhan. zakat dan ibadah-ibadah lainnya?” Sang Ibu menjawab. “Wahai Ali! Janganlah kamu abaikan sedekah. “wahai Ibu.w. Dan di neraka inilah memang tempat penyiksaan bagi orang2 yang bakhil” “Mengapa tangan Ibu yang memegang sehelai kain bekas tidak terlalap api?” “Ketahuilah. karena sedekah dapat menolak kejahatan dari dirimu. ternyata tangan kirinya memegang sehelai kain bekas” Kemudian aku bertanya. Wahai Ali! Sedekah secara sembunyi-sembunyi dapat merekam murka Allah. puasa. teringatlah kita pada wasiat Rasulullah kepada putra menantunya yang bernama Ali bin Abu Thalib. “Sedekah itu dapat menghindarkan seseorang dari panas kubur. mengapa hal ini terjadi. yaitu sedekah dibulan Ramadhan. Segeralah bersedekah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful