Kisah Cinta Abu Mubarak Inilah kisah indah percintaan seorang tabi’in mulia. Namanya Mubarak.

Dulu, Mubarak itu seorang hamba. Tuannya memerdekakannya kerana keluhuran pekerti dan kejujurannya. Setelah merdeka ia bekerja pada seorang kaya raya yang memiliki kebun delima yang cukup luas. Ia bekerja sebagai penjaga kebun itu. Keramahan dan kehalusan tutur sapanya, membuatnya disenangi semua temannya dan penduduk di sekitar kebun. Suatu hari pemilik kebun itu memanggilnya dan berkata: “Mubarak, tolong petikkan buah delima yang manis dan masak!” Mubarak seketika itu bergegas ke kebun. Ia memetikkan beberapa buah dan membawanya pada Tuannya. Ia menyerahkan pada Tuannya. Majikannya mencuba delima itu dengan penuh semangat. Namun apa yang terjadi, ternyata delima yang dipetik Mubarak rasanya masam dan belum masak. Ia mencuba satu persatu dan semuanya tidak ada yang manis dan masak.. Pemilik kebun itu gusar dan berkata: ”Apakah kau tidak dapat membedakan mana yang masak dan yang belum masak? Mana yang manis dan mana yang masam?” “Maafkan saya Tuan, saya sama sekali belum pernah merasakan delima. Bagaimana saya boleh merasakan yang manis dan yang kecut,” jawab Mubarak. “Apa? Kamu sudah sekian tahun bekerja di weesini dan menjaga kebun delima yang luas yang telah berpuluh kali berbuah dan kau katakan belum merasakan delima. Kau berani berkata seperti itu!” Pemilik kebun itu marah merasa dipermainkan. “Demi Allah Tuan, saya tidak pernah memetik satu butir buah delima pun. Bukankah anda hanya memerintahkan saya menjaganya dan tidak memberi izin pada saya untuk memakannya?” lirih Mubarak. Mendengar ucapan itu pemilik kebun itu tersentak. Namun ia tidak langsung percaya begitu saja. Ia lalu pergi bertanya kepada teman-teman Mubarak dan tetangga disekitarnya tentang kebenaran ucapan Mubarak. Teman-temannya mengakui tidak pernah melihat Mubarak makan buah delima. Juga tetangganya. Seorang temannya bersaksi: “Ia seorang yang jujur, selama ini tidak pernah berbohong. Jika ia tidak pernah makan satu buah pun sejak bekerja disini bererti itu benar.” *** Kejadian itu benar-benar menyentuh hati sang pemilik kebun. Diam-diam ia kagum dengan kejujuran pekerjanya itu. Untuk lebih meyakinkan dirinya, ia kembali memanggil Mubarak: “Mubarak, sekali lagi, apakah benar kau tidak makan satu buah pun selama menjaga kebun ini?” “Benar Tuan.” “Berilah aku alasan yang boleh aku terima!”

“Aku tidak tahu apakah Tuan akan menerima penjelasanku apa tidak. Saat aku pertama kali datang untuk bekerja menjaga kebun ini, Tuan mengatakan tugas saya hanya menjaga. Itu aqadnya. Tuan tidak mengatakan aku boleh merasakan delima yang aku jaga. Selama ini aku menjaga agar perutku tidak dimasuki makanan yang syubhat apalagi haram. Bagiku kerana tidak ada izin yang jelas dari Tuan, maka aku tidak boleh memakannya.” “Meskipun itu delima yang jatuh di tanah, Mubarak?” “Ya, meskipun delima yang jatuh ditanah. Sebab itu bukan milikku, tidak halal bagiku. Kecuali jika pemiliknya mengizinkan aku boleh memakannya.” Kedua mata pemilik kebun itu berkaca-kaca. Ia sangat tersentuh dan terharu. Ia mengusap air matanya dengan sapu tangan dan berkata, “Hai Mubarak, aku hanya memiliki seorang anak perempuan. Menurutmu aku mengahwinkannya dengan siapa?” Mubarak menjawab: “Orang-orang Yahudi mengahwinkan anaknya dengan seseorang kerana harta. Orang Nasrani mengahwinkan kerana keindahan. Dan orang Arab mengahwinkan kerana nasab dan keturunannya. Sedangkan orang Muslim mengahwinkan anaknya pada seseorang kerana melihat iman dan taqwanya. Anda tinggal memilih, mahu masuk golongan yang mana? Dan kahwinkanlah puterimu dengan orang yang kau anggap satu golongan denganmu.” Pemilik kebun berkata: ”Aku rasa tak ada orang yang lebih bertakwa darimu.” Akhirnya pemilik kebun itu mengahwinkan puterinya dengan Mubarak. Puteri pemilik kebun itu ternyata gadis cantik yang solehah dan cerdas. Ia hafal kitab Allah dan mengerti sunnah NabiNya. Dengan kejujuran dan ketaqwaan, Mubarak memperoleh nikmat yang agung dari Allah SWT. Ia hidup dalam syurga cinta. Dari percintaan pasangan mulia itu lahirlah seorang anak lelaki yang diberi nama“Abdullah”. Setelah dewasa anak ini dikenal dengan sebutan “Imam Abdullah bin Mubarak” atau “Ibnu Mubarak”, seorang ulama di kalangan tabi’in yang sangat terkenal. Selain dikenali sebagai ahli hadis, Imam Abdullah bin Mubarak juga dikenali sebagai ahli zuhud. Kedalaman ilmu dan ketaqwaannya banyak diakui ulama pada zamannya. Inilah Buah cinta yang Berasaskan Ketaqwaan, semoga kita dianugerahkan cinta yang disertai ketaqwaan. *** Sumber: Sahabat

Peri dan Petani Tulisan ini diinspirasi oleh cerita seorang sahabat. Ceritanya sebenarnya sudah banyak diketahui orang, tapi ada sedikit modifikasi yang membuatnya menjadi menarik untuk diceritakan kembali. Meski konteksnya saat sahabat saya bercerita itu cuma guyon, tapi sebenarnya ada pelajaran yang bisa dipetik. Saya berusaha menuliskannya. Enjoy! Alkisah ada seorang petani tua yang miskin. Dia hidup berdua saja dengan istrinya. Tiap hari dia pergi ke sawah sambil membawa cangkul besi satu-satunya miliknya, menyeberangi sebuah sungai yang cukup dalam. Pada suatu hari, saat menyeberangi sungai dalam perjalanan ke sawah, si petani tanpa sengaja menjatuhkan cangkulnya. Cangkul itu langsung tenggelam ke dasar sungai. Si petani tertegun sedih, meratapi kecerobohan yang membuatnya kehilangan benda miliknya yang paling berharga. Saat merenungi nasibnya itu, tiba-tiba datanglah seorang peri menghampirinya. “Hai petani, kenapa kau bersedih?” “Aku kehilangan cangkulku. Padahal hanya dengan itulah aku bisa menghidupi diri dan istriku.” “Baiklah…tunggu sebentar”, kata si peri. Lalu ia menghilang, dan tak lama kemudian muncullah kembali sambil membawa sebuah cangkul terbuat dari emas murni. “Inikah cangkulmu?”, tanya si peri. “Bukan. Cangkulku tidak sebagus itu. Hanya cangkul biasa saja”, jawab si petani. Lalu si peri menghilang kembali, dan sebentar kemudian muncul sambil membawa cangkul perak. “Inikah cangkulmu?”, tanya si peri kembali. “Bukan. Cangkulku cuma terbuat dari besi.” Untuk ketiga kalinya, si peri pergi, dan saat kembali kali itu dia membawa sebuah cangkul besi.

“Inikah cangkulmu? Si petani mendadak terlihat gembira. “Benar…benar…inilah cangkulku…”, sahutnya sambil tersenyum. Si peripun ikut tersenyum, lalu berkata,”Wahai pak tani, aku salut akan kejujuranmu. Engkau tidak silau dengan hal-hal keduniawian. Sebagai anugrah, kuberikan juga cangkul emas dan cangkul perak kepadamu.” Lalu diserahkannyalah cangkul emas dan cangkul perak tadi kepada si petani. Si petani tentu saja bergirang hati mendapatkan rejeki tersebut. Pemberian emas dan perak itu kemudian dijualnya untuk memperbaiki tingkat kehidupannya. Meskipun mendapat rejeki besar, tapi si petani tidak berubah. Ia tetap bekerja keras dan mencoba bersikap jujur dalam setiap kesempatan. Suatu hari, seperti biasanya ia pergi ke sawah. Bedanya, kali ini ia ditemani istrinya. Saat menyeberangi sungai, tiba-tiba istrinya terjatuh dan hilang ditelan arus sungai. Si petani terkejut dan tidak mampu menolong istrinya, akhirnya iapun cuma bisa menangis sedih. Tiba-tiba si peri muncul kembali, dan terjadilah dialog yang mirip seperti di atas. Singkat kata, si peri pergi, dan saat kembali, ia membawa Paris Hilton (bagi yg belum tahu Paris Hilton, ia adalah selebritis jetset yang suka hidup mewah, pewaris Hilton raja jaringan hotel). “Inikah istrimu?”, tanya si peri sambil menyodorkan Paris Hilton. “Benar…benar…dialah istriku”, jawab si petani setelah melihat dan mengamati Paris Hilton dengan cermat. Si peri langsung berubah wajahnya. Ia kemudian berkata,”Wahai pak tani, ternyata engkau tidak jujur. Engkau mengaku memiliki sesuatu yang sebenarnya bukan milikmu. Aku kecewa…” Sebelum si peri melanjutkan ucapannya, si petani memotongnya,”Dengan mengakui Paris Hilton sebagai istriku, justru aku bersikap jujur, wahai peri…” Si peri keheranan dengan jawaban si petani. Dia bertanya,”Coba jelaskan, apa maksudmu?” Si petani kemudian berkata panjang lebar,”Coba pikirkan…Kalau aku tidak mengakui Paris Hilton sebagai istriku, maka engkau akan membawakanku Angelina Jolie, Demi Moore, atau selebritis lainnya, baru kemudian engkau mengembalikan istriku. Lalu engkau akan terkesan akan kejujuranku, dan akan memberiku Paris Hilton dan Angelina Jolie untuk hidup bersamaku, selain istriku sendiri.” Lanjut si petani,”Coba bayangkan…mana sanggup aku membiayai selebritis-selebritis itu. Dari mana aku dapat uang? Aku hanya seorang petani miskin. Karena itu aku mencoba jujur pada keadaanku. Aku tidak sanggup menghidupi mereka, lalu kuputuskan untuk menjawab seperti tadi. Aku tahu engkau kecewa, dan aku tahu jika engkau kecewa pasti aku tidak akan mendapatkan siapa-siapa, termasuk istriku sendiri. Tapi paling tidak aku tidak mengkhianati kehidupanku sendiri…” Dan si peripun menjadi speechless dengan jawaban si petani itu… ** EPILOG:

Saya yakin ada yang tertawa membaca cerita di atas, tapi ada juga yang tertegun. Menurut sahabat saya, moral of the storynya adalah bahwa sulit sekali bagi kita untuk tidak berprasangka kepada orang lain. Sulit karena fenomenanya terlihat jelas di hadapan kita. Bahkan saat kita sudah berusaha keras untuk tidak menaruh prasangka buruk, kadang-kadang bayangan tuduhan itu tetap muncul juga… Cerita di atas bisa menjadi pelajaran bagi kita yang kadang mudah menjatuhkan cap jelek kepada orang lain. Sesungguhnya cap jelek yang kita timpakan itu tidak selalu benar. Sesungguhnya terkadang yang ada hanyalah beda pandangan saja. Si peri menuduh petani tidak jujur karena dia mengakui Paris Hilton sebagai istrinya, sementara si petani berpendapat bahwa kejujuran tidak hanya sebatas pada pengakuan lisan saja. Sebelum berprasangka, kita juga perlu sadar bahwa kadang-kadang pandangan orang yang kita cap jelek itu malah lebih baik daripada pandangan kita. Bagi kita yang kadang menjadi korban prasangka buruk, tidak usahlah menjadi panas hati. Pahamilah bahwa prasangka tadi kadang muncul karena perbedaan pandangan atau ketidaktahuan. Jika penyebabnya memang seperti itu, komunikasi yang baik akan bisa menyelesaikan persoalan. Kalau kita bisa bersikap seperti ini, percayalah…hidup akan menjadi lebih ringan… Semoga bisa bermanfaat, baik untuk hiburan maupun renungan.. :-) PS: Untuk pak Isnaeni, terima kasih atas ceritanya yang inspiring…Semoga tidak keberatan kalau saya tuliskan sebagai note… :-) *** Oleh: Lukito Edi Nugroho

Semua Ada Awalnya Oleh Yon’s Revolta Cobalah jangan menjadi orang sukses, Melainkan berusahalah untuk menjadi orang yang berharga (Einstein) *** Di depan sebuah masjid… Lelaki berjenggot itu nampak serius bekerja. Mengipas-ngipas bara arang dengan beberapa biji jagung muda diatasnya. Dibolak-balik agar merata sambil ditaburi bumbu sesuai pesanan pembeli. Bisa pedas, gurih atau asin. Silakan tinggal memilih saja. Aroma bumbu taburnya bisa kita hirup lezatnya dari dekat.

Di setiap tempat. apakah langkah kaki kita telah terayunkan. ada keping-keping hikmah yang tersisa. jangan melulu untuk berambisi menjadi orang sukses. tetapi perlu dengan mata jiwa. tapi bagi orang lain. Tapi berusaha untuk menjadi manusia yang berharga. sebagai langkah awal. Ya. Sebuah bagian dari proses pencapaian cita-cita dan impian kita. kitapun akan bisa meresapi sampai ke hati pula. Selangkah demi selangkah. Seperti orang yang awalnya penjual koran eceran kemudian menjadi “raja media’. . Ya. langkah terindah yang bisa dilakukan adalah mencintai pekerjaan kita. Keping-keping yang bisa kita petik sebagai renungan tentang kehidupan yang kita jalani selama ini. Menelisik lebih dalam atas apa yang kita kita lihat itu. Memang melihatnya tak sekedar dengan dua mata kita. anggap saja apa yang dilakukannya kini kita alami. ini awalan bagi kita untuk menggapai puncak yang baik. diridhoi Allah SWT. kita belajar tentang proses. Bagi seorang muslim. ribuan mil dimulai dari satu langkah. Tepatnya. Khusus bagi yang sedang melangkahkan sejengkal demi sejengkal kaki meraih capaian puncak. Kita. Saya cenderung memandang apa yang dilakukannya sebagai bagian dari proses. sekira sudah sebulan dia berjualan di situ. Bagi yang sudah beranjak jauh. dan tentunya setelahnya tak hanya kita yang menikmatinya. Hari ini. Sudah teramat banyak cerita orang-orang yang meniti karier dari awal. atau bisa juga keterpaksaan karena hanya peluang itu yang ada. Belum sempat menyapa dan bercerita banyak dengannya. Bisa jadi begitu. Ataukah kita masih saja terbayang-bayang akan nikmatnya impian. Kapan-kapan kalau diberi kesempatan akan saya ceritakan. manusia yang mempunyai kemanfaatan tak hanya bagi dirinya sendiri. Barangkali. halal. Kalau hanya mengejar sukses pribadi. perlu sejenak menengok dan berevaluasi. maka pekerjaan itu dilakukannya. apa yang kita lihat. semua itu ada awalnya. Ijinkan saya bertanya.Saya kurang tahu tempat tinggal penjual jagung bakar itu di mana. Saya agak sepakat dengan kata Einstein yang saya kutip di atas. kita bisa melakukannya. Pertanyaannya sekarang. Asalkan kita bisa memandangnya dengan cara yang berbeda. Yang saya tahu. Tentu. Nah. Kata pepatah cinta. Anggap ini sebagai langkah awal kita untuk meniti karier yang lebih baik dikemudian hari. kita coba untuk beranjak berjalan. Tetapi juga bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Hari ini. mungkin saat ini bekerja belum sesuai dengan apa yang kita inginkan. Dengan begitu. tentu kurang afdhol. pasti kalian akan mendapatkannya”. Apa yang menarik dari pemandangan itu. Adakah yang bisa menjamin bahwa orang itu memang punya cita-cita sebagai seorang penjual jagung bakar? Saya sendiri tak yakin. Semoga. Hanya saja. semuanya ternyata bisa menjadi bahan renungan kita. Mungkin biasa saja. Mungkin dia punya cita-cita lebih dalam berbisnis. mata hati. ada baiknya kita ingat pesan Rasulullah Muhammad SAW “Berharaplah dengan kebaikan. tentu paham di mana keberadaan manusia dimuka bumi ini memang ditentukan sejauhmana dia bermanfaat bagi orang lain. Tapi mari kita selami lebih dalam lagi tentang fenomena itu.

“Baiklah. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata.*** Aku Menangis untuk Adikku Penulis : Ratu Karitasurya Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Semuanya sudah terjadi. untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatan membawanya. tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Aku mempunyai seorang adik. Sesudahnya. Di pertengahan malam itu. Ayah begitu marah. jadi beliau mengatakan. tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. orangtuaku membajak tanah kering kuning. . aku tiba-tiba mulai menangis meraungraung. “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang. dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. Tiba-tiba. Aku berusia 11. Bertahun-tahun telah lewat. ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok. “Siapa yang mencuri uang itu?” beliau bertanya. dan punggung mereka menghadap ke langit. aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. kalian berdua layak dipukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Ayah segera menyadarinya. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Hari demi hari. hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!” Malam itu. beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi. Ayah tidak mendengar siapapun mengaku.” Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. kalau begitu. “Ayah. Waktu itu. sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai beliau kehabisan nafas. adikku berusia 8 tahun. Tubuhnya penuh dengan luka. Suatu ketika. “Kak. jangan menangis lagi sekarang. adikku mencengkeram tangannya dan berkata. aku yang melakukannya! “ Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Aku terpaku. terlalu takut untuk berbicara. tiga tahun lebih muda dariku.

ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan. “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apapun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. saya telah cukup membaca banyak buku.” Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku. dan terus menjelaskan. Tahun itu. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak. Aku 20. dan air mata memenuhi mataku. “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik. Hasil yang begitu baik.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya. sebelum subuh datang. Kalau tidak. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku. dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. “ Dari sakunya. Siapa sangka keesokan harinya. adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. masuk ke universitas tidaklah mudah. menghisap rokok tembakaunya. seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. sebaliknya. “Kak. “Lihat bagaimana penampilanku. ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu? “ Aku merasa terenyuh. “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” Saat itu juga. Aku mendengarnya memberengut. Pada saat yang sama.” . Ia memakaikannya kepadaku. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimmu uang. “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!” Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar dan melihat adikku dari jauh.Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP. Suatu hari. Aku berkata. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun.” Aku.” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas. aku akhirnya sampai ke tahun ketiga di universitas. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu. ayah berjongkok di halaman. ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. “Ayah. bungkus demi bungkus. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya. aku diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Aku menanyakannya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti ayah mesti mengemis di jalanan. adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata. saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi. ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini. “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kalau kamu adalah adikku?” Dia menjawab. “Saya melihat semua gadis kota memakainya. tersenyum. Malam itu. dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi. dan tersekat-sekat dalam kata-kataku. adikku berusia 17 tahun. aku sedang belajar di kamarku. ayah akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang.

Tahun itu. kaca jendela yang pecah telah diganti. ia berusia 26 dan aku 29. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya. jagalah mertuamu saja. “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!” Lalu ia berkata. seratus jarum terasa menusukku. berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku dipenuhi air mata. Kamu tahu. sekali meninggalkan dusun. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Di tengah kalimat itu ia berhenti. batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. adikku 23. Lihat kamu sekarang. dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. dan kelihatan bersih di mana-mana. “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. aku tinggal di kota. dan saya hampir tidak berpendidikan. ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya.” Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. tidak sakit. “Bu. “Kak. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu. Kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah. aku menggerutu. ia berusia 20. “Pikirkan kakak ipar. Kali pertama aku pulang ke rumah setelah menghadiri undangan pernikahan seorang teman. Tahun itu. pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya. sambil tersenyum. ketika adikku sedang di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel. ia membela keputusannya. dia mengatakan. tetapi mereka tidak pernah mau. “Apakah itu sakit?” aku menanyakannya.Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku 23. Aku mengoleskan sedikit salep pada lukanya dan membalut lukanya. “Tidak. Jika saya menjadi manajer seperti itu. “Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Aku berusia 26. Mereka mengatakan.” Saat Suamiku menjadi direktur pabriknya. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?” Dengan tampang yang serius pada wajahnya. Suatu hari. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ketika aku menikah. luka yang begitu serius. Dalam acara pernikahannya. lalu masuk rumah sakit. ia baru saja jadi direktur. Adikku tidak setuju juga. Melihat mukanya yang kurus. Seringkali suamiku dan aku mengundang orangtuaku untuk datang dan tinggal bersama kami. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. ketika saya bekerja di lokasi konstruksi. Melihat gips putih pada kakinya. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. ia mendapat sengatan listrik. “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” . Tahun itu. mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.

“Dalam hidupku. Ketika kami tiba di rumah. Setiap hari kakak dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. “Kakak saya.” Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. “Saya ingin melihat keluarga saya duduk bersama selama bulan suci. Sedangkan ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Suatu hari. Nuansa Islam. air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai. selama saya masih hidup. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini. berjuang mengajak keluarganya untuk berbuka puasa bersama setidaknya sekali dalam seminggu. Zubaida Jomaa. di depan kerumunan perayaan ini. *** Diterjemahkan dari “I Cried for My Brother Six Times” Puasa Zubaida dan Kutukan Tetangga Setiap Ramadhan. . Dengan mayoritas penduduknya beragama Katolik. saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya. tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku. pemeluk agama Islam di sana tidak menonjol. seperti ditulis Islamonline. Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. saya bersumpah. Sejak hari itu. “Ketika saya pergi sekolah SD.” ujar Zubaida. ia menjawab.net.Tanpa berpikir. Itu dilakukan untuk memberi nuansa Islam di tengah keluarganya. 44. adalah sesuatu yang mahal. sekolah kami ada di dusun yang berbeda. di tengah kehidupan negeri tanggo Brasil.

Selama Ramadhan. banyak tetangga Zubaida yang mengutuk karena membiarkan anak kecil berpuasa. Ada juga jumlah masyarakat Muslim yang signifikan di Mato Grosso do Sul dan Rio Grande do Sul.” kata Zubaida.239 Muslim di Brasil. karena mereka tidak mengerti. anak-anaknya sudah belajar berpuasa sejak umur sembilan tahun. orangtua umumnya sulit mengajar anak-anak mereka untuk berpuasa selama bulan suci. Sebagian besar muslim tinggal di negara bagian Parana. “Banyak orang yang mengkritik dan menuduh yang tidak baik kepada keluarga saya. dan melakukan perbuatan baik. “Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan berkah dalam kehidupan Muslim manapun di seluruh dunia. Menurut sensus 2001. Muslim merasa murni dari kotoran dan berpuasa menjadikan Muslim bersikap lebih baik. “Saya senang melihat anak-anak saya berpikir tentang makna Ramadhan yang sama. “Tapi saya tahu apa yang saya lakukan sesuai agama Allah dan itu baik untuk menanamkan nilai Islam kepada anak saya.” ujar Zubaidah. Federasi Islam Brasil menempatkan angka pada sekitar satu setengah juta. Riod de Janeiro dan Sao Paulo. menahan diri dari hawa nafsu. dia selalu mengajarkan bahwa Ramadhan adalah saat refleksi. Mereka lebih banyak berdoa. Dia menjelaskan. Muslim di Brazil mendedikasikan waktu mereka untuk menjadi lebih dekat kepada Allah. Muslim di Brasil masih kesulitan dalam mengajarkan Islam kepada anak-anaknya. dan Lebanon yang menetap di Brasil pada abad kesembilan belas selama Perang Dunia I dan pada 1970-an.Meskipun hidup dalam masyarakat barat.” tegas dia. Namun. wanita muslim itu ingin mengajarkan anak-anaknya arti puasa selama bulan Ramadhan. Mayoritas Muslim adalah imigran keturunan Suriah. Hal itu karena masih banyak masyarakat Brazil yang tidak mengerti ajaran agama Islam. Momentum Ramadhan juga dipergunakan untuk mempelajari Alquran yang mulia. Goias. *** By Republika Pencuri yang Tercuri . seperti Muslim di belahan bumi lain.” tutup Zubaida. Akan tetapi. Salah satu contohnya. Saat itu. Palestina. ada 27.

” Tapi si pencuri berkata. Ia tetap mengerjakan shalat. “Tuan! Bolehkah aku menambah dua rakaat lagi?” “Silakan.” “Baik. Setelah selesai mengerjakan shalat. “Jika Tuan mengizinkan. jika ada pencuri memasuki rumahnya. sampai-sampai ia tidak hanya menambah dua rakaat. Si pencuri terkejut. Kau akan keluar dari rumah ini dengan membawa kebaikan. “Sekarang sudah saatnya kau pulang dari sini. Saya nukilkan kisah Malik dan si pencuri dari buku Qashash min Siyar al-Musytaq al-Jannah (Kisah Para perindu Surga) karya Muhammad ibn Hamid Abdul Wahhab. “Kau akan pergi dengan membawa hidayah. “Silakan. Dan aku tidak akan membiarkanmu keluar dari rumahku tanpa membawa apa-apa. aku ingin tinggal di sini untuk sehari ini.” . Keduanya bertatapan. Sangat miskin. si pencuri mendekati Malik. itu adalah keputusan yang sangat salah. Suatu malam.” Malik pun mengizinkan. Tuan. jika kau memang menghendaki.” kata Malik. tapi terus mengerjakan salat sampai waktu subuh tiba. menuruti semua perintah Malik. Ia seperti terhipnotis. Ia orang miskin. Jelas. Semua ruangan dimasuki.” kata Malik. dan secara kebetulan. Sebab. Ia yakin jika pencuri itu tidak akan menemukan apa pun yang bisa dibawa. “Saudaraku. Malik baru selesai mengerjakan shalat. Ternyata rumah ini ada penghuninya. Seperti pencuri yang satu ini. Malik mengucapkan salam kepada pencuri. “Lalu kerjakanlah salat dua rakaat.” kata si pencuri. “Berwudulah dengan air ini. dirinya hanya orang miskin yang tidak punya apa-apa. Aku sudah berniat berpuasa.” kata Malik. Malik ibn Dinar yang saat itu sedang mengerjakan shalat di kamarnya tahu jika ada yang masuk ke rumahnya.” jawab Malik. tidak khawatir sama sekali dengan kedatangan si pencuri.Malik ibn Dinar adalah seorang periwayat hadis dari generasi tabi’in. Si pencuri tampak menikmati shalat malam itu.” Si pencuri masih terpaku. Ia mencari-cari barangkali ada barang berharga yang bisa dicuri. Malik berdiri lalu ke belakang mengambil air dan menyodorkannya kepada si pencuri. Tidak ada barang berharga di rumahnya. sementara si pencuri hanya terpaku. pencuri itu memasuki rumah Malik ibn Dinar. “Kau sudah memasuki rumahku tapi tidak menemukan apa-apa. Sampai kemudian si pencuri masuk ke kamar tempat Malik mengerjakan shalat. Kerjakan semampumu.

Itulah yang semestinya kita petik dari puasa. Apakah seperti itu? Tidak. Dan penyebutan seperti itu kerap diterjemahkan dengan aksi sapu-bersih tempat-tempat yang dianggap menjalankan kemaksiatan. Begitulah fitrah manusia. tentu saja. tapi yang ada adalah ‘diri yang suci’. lalu kita jaga sebaik mungkin. Selanjutnya hanya perlu kesungguhan—dengan dukungan keadaan—saja bagi masing-masing benih itu untuk tumbuh. Tidak ada yang disebut ‘bulan suci’. si pencuri berkata kepada Malik. Sampai kemudian ia bertemu dengan temannya sesama pencuri. disiplin. “Aku pikir kau membawa banyak hasil curian.” Kita telah memasuki Ramadan. Tempat-tempat hiburan diminta ditutup agar tidak menodai kesucian bulan itu. kesabaran. bukan bulan yang berhak mendapat label suci. melainkan kita. Pencuri itu berlalu. kepedulian. Benih-benih kebaikan dan keburukan tertanam di setiap hati kita.” “Biar itu menjadi urusanmu dengan Allah. bukan di suatu tempat atau pada waktu tertentu.” kata temannya itu. Dan.Saat hendak pergi. kasih sayang. Setelah semua itu. Sia-sia. cinta. bercabang. Dan puasa yang kita laksanakan selama Ramadan ini adalah keadaan yang mendukung untuk menumbuhkan benih-benih kebaikan di hati.com/read/2010/08/26/190442/1428925/630/pencuri-yang-tercuri Puasa Mengharukan Si Penyapu Jalan By Republika . Sering kita dengar ia disebut ‘Bulan Suci’. menjadi batang. bunga-bunganya mekar dalam perilaku: kearifan. dan sifat-sifat ilahiah lainnya yang selama ini mungkin tak terawat. Kesucian ada di setiap hati kita.detik. “Tapi dia ternyata orang miskin yang tak punya apa-apa. “Aku ingin bertobat. ( gst / vta ) *** ramadan. Dan jangan sampai nanti kita keluar darinya tanpa membawa pengaruh apa-apa. Kita telah memasuki Ramadan. “Kemarin aku berniat mencuri di rumah seseorang bernama Malik ibn Dinar.” kata Malik.” kata si pencuri. justru dia yang mencuri apa yang kumiliki selama ini.

Ia pun memutuskan untuk menjadi petugas kebersihan. “Waktu itu rumah saya kebakaran di Kwitang. nggak tau apa itu anak yatim. Tetapi. Betapa tidak.” tuturnya memilukan. membuatnya kian ikhlas menjalani hidup sebagai orang tua tunggal. Ia hanya mogok sekolah karena trauma.” tuturnya.” paparnya. Rusdijah ialah satu dari sekian banyak perempuan yang berprofesi sebagai petugas kebersihan di Lapangan Banteng. Dua cobaan sudah yang telah menimpa ibu pemilik empat anak lelaki dan satu anak perempuan ini. Ya Allah. “Capek.” ucap Ibu yang akrab disapa Ijah ini mengawali ceritanya. “Saya sudah lima tahun kerja ini. Tapi bagaimana. Ia bertekad untuk melanjutkan hidupnya kembali. Selang beberapa bulan ia dan keluarga pindah ke Citayam. Kebakaran itu. “Meski susah. ia pun harus menelan pil pahit lagi. Rusdijah mengaku. “Masih sedih kalau ingat itu. Tak lama. nggak lama itu sekolah didatangi orang DKI.” katanya. di bulan Ramadhan ini cukup sulit menjalani dua aktivitas sekaligus. Kata itu tampaknya cocok disematkan untuk Rusdijah (45). rupanya kisah hidup Rusdijah pun cukup memprihatinkan.” sesalnya. Selain pengorbanannya yang total pada pekerjaannya itu. “Nggak ada satu pun barang yang tersisa. hidupkan harus dilanjutkan. Usai insiden kebakaran yang menghanguskan rumah lengkap dengan seluruh perabotannya. Ijah pun menyelidiki kenapa anaknya digertak dan dikatai dengan ucapan tak senonoh itu. “Ternyata. ia tak tega membiarkan anaknya yang waktu itu masih kelas IV SD untuk berjualan. “Riska yang buat saya kuat hadapi hidup. “Lagi-lagi saya kehilangan. Dia bener-bener jadi tukang koran sama abangnya keempat. haus. Namun demikian.” ujarnya. Ijah pindah ke Citayam. menurut dia.” paparnya. Ternyata cobaan tak berhenti sampai disitu. ternyata putri bungsunya tersebut cerdas meski memiliki kenangan memilukan. Dia nggak pernah nangis dikatain teman-temannya tukang koran. Eh. Anak-anaknya yang lain pun giat mencari kerja. Ternyata. “Riska minta izin mau jadi tukang koran.” paparnya. ibu beranak lima ini berjuang keras tiap hari demi bertahan hidup di tengah kerasnya kota Jakarta. ibu ini tetap menomorsatukan ibadah puasanya. Jakarta Pusat. Anak saya keceplosan ‘Biar sekolah gratis tapi kan bukunya bayar’ gitu kata Riska. Astaghfirullah. Ijah tidak menyerah sedikit pun.Hidup adalah perjuangan. anak saya ditanyain pas lagi jualan kenapa nggak sekolah. Anak perempuannya itu rupanya yang memberinya kekuatan untuk bertahan. “Ternyata Riska nggak nyerah. Anak perempuan satu-satunya. saya tampar dia. berpuasa dan membersihkan lapangan. selang beberapa lama Riska mengakui ia tidak mau masuk sekolah lantaran takut dan trauma.” ujar Ijah. Dikatain goblok dan bego. itu anak digertak sama kepala sekolahnya.” ujar Rusdijah saat ditemui di Lapangan Banteng. Sayangnya. Saya nggak tahu kenapa. Sedahsyat apa pun badai menghantam. Namun hebatnya. . sang pencari nafkah itu pun dipanggil Sang Khaliq tuk selama-lamanya. dua anaknya jarang pulang. puasa kan juga kewajiban. “Dulu dia nggak mau masuk sekolah. Riska dianggap sumber tercemarnya nama sekolah. Riska tak sedih atau pun muram usai digertak kepala sekolah tersebut. “Waktu itu. Kebakaran itu cukup memilukan hatinya hingga kini. Riska (12) pun tak tega melihat ibunya bekerja sendiri. Ijah pun kembali bangkit. suaminya pengidap darah tinggi terpeleset di kamar mandi. Dari situ saya dipaksa buat ngeluarin Riska dari sekolah. Di tengah morat-marit hidup Ijah dan keluarganya.” ujarnya.” ungkapnya. saya kesal. Suaminya pengidap darah tinggi yang telah wafat lima tahun silam akibat terpeleset dari kamar mandi. terjadi karena hubungan pendek arus listrik. Di lubuk hati Ijah. Akhirnya. Anaknya yang ketiga wafat karena sakit. Ijah pun mengakui.

Ada keperluan apa?” “Saya hanya berkunjung saja” “Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya?” “Saya bersama dengan anak saya. Beliau juga ingin tahu. Waktu itu. Siapakah Muti’ah? Karena rasa penasaran yang tinggi. Dagang dulu. Alhamdulilah. yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga. Siti Fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama Muti’ah ketika itu. “Di luar. Uangnya nggak pernah dijajanin. “Saya Fatimah. iya. Hasan?” . amal apakah yang bisa membuat wanita itu bisa masuk surga pertama kali? Setelah bertanya-tanya. Setelah mengetuk pintu.Ijah kini hidup bahagia dengan putrinya yang kerap mengerjakan PR di kereta dan sering tertidur hingga Bojong karena saking lelahnya. dia dagang lagi.” tutupnya penuh haru. Dia berangkat kan naik kereta.00 pagi. “Riska tiap hari bangun pukul 04. Buat saya semua. Pulang sekolah. putri Rasulullah” “Oh. siapa?” kata Muti’ah tidak membukakan pintu. Kaget? Sama seperti Siti Fatimah ketika itu. guru-gurunya bilang Riska pintar. *** Naskah: Ina Febriani/irf Wanita Pertama Yang Masuk Surga Dan siapakah nama wanita itu? Dia adalah Muti’ah. Hasan. Siti Fatimah berkunjung bersama dengan anaknya yang masih kecil. Kali ini ia ingin bersilaturahmi ke rumah wanita tersebut. akhirnya Siti Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah. terjadilah dialog. baru sekolah di SMPN 273 Tanah Abang. ingin melihat lebih dekat kehidupannya.

Siti Fatimah dan kedua putranya kembali mengunjungi kediaman Mutiah. Ia melakukan shalat dan lainnya. dia juga lelaki. Akhirnya. Saya belum mendapatkan izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki” “Tetapi Hasan masih anak-anak” “Walaupun anak-anak. “rahasia” wanita itu tidak terkuak juga. saya harus ke ladang!” “Ada keperluan apa?” “Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya” “Oh. akhirnya mereka pun diperkenankan berkunjung ke rumahnya. Muti’ah. Keesokan harinya. Maaf ya. Kembalilah besok. Muti’ah pun memberanikan diri untuk memohon izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya. rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya tersebut diperkanankan masuk surga pertama kali. Terjadilah dialog seperti hari kemarin. Hampir tidak ada yang istimewa. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah Muti’ah.” “Tetapi dia juga masih anak-anak” “Walaupun anak-anak. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya. dia lelaki juga kan? Maaf ya. Fatimah. Selain mengajak Hasan. Betapa senangnya Siti Fatimah karena inilah kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri wanita tersebut. Setelah mengucapkan salam. Husein ternyata merengek meminta ikut. wanita yang bernama Muti’ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita. ia pun pergi. begitu” . “Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan” “Tetapi maaf. Menurut Siti Fatimah. Siti Fatimah kembali berkunjung ke rumah Muti’ah. saya akan meminta izin dulu kepada suami saya” “Baiklah” kata Fatimah dengan nada kecewa. Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang. ternyata Husein (saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut juga. Namun. Siti Fatimah masih penasaran juga.“Maaf. dia lelaki” “Wah. Akhirnya hari esok pun tiba. saya belum memintakan izin bagi Husein. Jadi saya ajak juga!” “Dia perempuan?” “Bukan. Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui. Kembalilah esok!” “Baiklah” Kembali Siti Fatimah kecewa. “Maaf Fatimah.

Ternyata semua gara-gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang sholeh.us Pahlawan Neraka . Muti’ah?” kata Fatimah penasaran. Ia pun ridlo atas diriku.” Subhanallah. “Rasulullah Saw mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali. “Oh. “Ceritakanlah padaku!” “Begini. Dan aku pun ridlo atas dirinya” “Masya Allah. *** Sumber: Kaskus. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. apakah suaminya seneng atau tidak. Namun yang tidak habis pikir. “Untuk apa cambuk ini. ini. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau tidak. suamiku begitu tersentuh hatinya. Dan tentu saja melihat tingkah lakuku ini.Tidak ada yang salah dengan makanan yang dibawa Muti’ah yang disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya. Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada suami yang baik dan sang suami ridlo kepada istrinya” “Ya… ternyata inilah rahasia itu” “Rahasia apa ya Fatimah?” Mutiah juga penasaran. ternyata Muti’ah juga membawa sebuah cambuk. Muti’ah?” “Saya hanya memerlukan keridloannya. setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam. engkau rela melakukan hal ini. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu” Fatimah benar-benar penasaran. Ini aku lakukan agar suamiku ridlo dengan diriku. Namun disertai sebuah cambuk. hanya demi menyenangkan suami. Jika ada yang tidak enak. maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut kemudian mencambukku.

mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka yaitu. tetapi bunuh diri. “Demi Allah aku berperang bukan karena agama tetapi untuk menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Akhirnya dia mati bukan karena melawan musuhnya. Aku berperang untuk membela kehormatan kaumku. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya. Badannya dipenuhi dengan darah. dia menjadi buah bibir waktu itu. sebelum dia mati. aku tidak akan berperang. Melihat keadaannya yang parah. Tetapi dia menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka. Di sana Nabi Muhammad SAW dan para sahabat berkumpul membincangkan pertempuran yang telah terjadi itu. Mendengar perkataan itu. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di benak mereka. Dalam perbincangan itu.” Para sahabat heran mendengar jawapan Rasulullah SAW. “Semasa Qotzman dan Aktsam ikut dalam medan perang bersamasama. Rasulullah SAW pun menjawab. manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. “Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman. Rasulullah sadar para sahabat tidak percaya begitu saja. . Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam masuk ke dalam neraka. dia kelihatan seperti singa yang lapar menerkam mangsanya. Qotzman.” kata salah seorang sahabat. Qotzman mengalami luka parah akibat ditikam oleh musuh. Dalam pertempuran dengan musuh mereka. kemudian baginda berkata. Kalau tidak karena itu. Qotzman mengatakan.Suatu hari satu terjadi pertempuran antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. orang menyangka dia sebagai ahli surga.” *** Riwayat ini dirawi oleh Luqman Hakim.” “Dia melakukan perbuatan itu adalah karena dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya. Tiba saat pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua pihak kembali ke markas masing-masing. Para sahabat saling berpandangan dengan lainnya mendengar jawapan Rasulullah itu.” Menurut Rasulullah SAW lagi. Kedua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Dengan keberaniannya itu. “Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka.

Mereka terlalu banyak dan nggak akan dengerin pogram kamu.” Giliran anaknya kedua yang ditanya. no. Mereka bilang ada sorga. ayo. apa agenda kerjamu?” Sambil mengabaikan putra pertamanya yang sudah tereleminasi. .Hayo. “Sumpeh loh?” tanya anak Setan yang tertua itu lagi. Bahwa satu-satunya kebenaran adalah kehidupan ini sendiri. tapi lebih dari itu. apa agendamu dalam menjalankan tugas menggoda manusia-manusia lemah di muka bumi?” tanya si Setan pada anaknya yang tertua. minum. nge-sek-nge-sek. Kamu pasti kalah and gagal. dan tidak ada kehidupan akhirat. Setan harus mengumpulkan tiga anaknya untuk menjalani fit and proper test. tidak usah takut.” sergah si Setan sambil geleng-geleng kepalanya. dengan gaya mirip para nggota parlemen yang sedang mencari dukungan rakyat bergaya seolah-olah sedang di hadapan audience. tidak perlu takut. silahkan!” Penuh semangat. “Begini. aku nggak bisa kasih kekuasaanku ama kamu. aku akan berusaha meyakinkan-nya. jadi tidak kenal sopan santun sama orang tuanya). Pap. mau judi. ada reward and ada punishment.Penundaan Terdengar kabar bahwa si Setan mau pensiun. “Di bumi sana sudah terlalu banyak calo dan agen-agen Tuhan yang sudah mencuci otak manusia sejak berabad-abad. Kata kabar. mau sakau. dia punya tiga anak. “Kalau kamu yang gantiin kedudukanku. Sehingga. Aku tidak hanya akan cukup memberitahu bahwa tidak ada surga. no. kalau itu agendamu nggak akan berhasil. kalau mau leha-leha. “Hhhmm.” “No. “Kalau kamu yang aku pilih. Sorry Nak. ada neraka. tidak ada neraka. maka ayolah makan. Terjadilah persaingan berat mengenai siapa yang berhak menggantikan kedudukan sang Ayah. aku akan beritahukan mereka bahwa tidak ada kehidupan akhirat dan tidak ada kehidupan setelah kematian. nanti waktunya mati ya mati aja. (Namanya aja setan.

terpaksa aku nggak jadi pensiun. Ia hanya pergi menemui Rabbnya sebagaimana Musa bin Imran pergi meninggalkan kaumnya selama empat puluh hari. kemudian kembali kepada mereka.” Sambil mengabaikan lagi yang sudah tereleminasi. Rasulullah saw sesungguhnya masih hidup.” “Nggak perlu sampai Papi mati.a. justru ini akan bikin mereka bosan dan muak. aku akan bilang pada manusia. neraka juga ada. Wafat Kabar wafat Rasulullah saw yang didengar dengan kedua telinga Umar ra telah mengeluarkanya dari kesadaran. si Setan mengarahkan dirinya ke putra ketiganya yang pedenya oke. Kamu gak pede. reward ada punishment juga pasti. aku siap dan sanggup kok.“Kamu akan ‘berusaha meyakinkan’. 2007) Reaksi Umar r. ah. Begini Pap. sangat meyakinkan. *** Sumber Tulisan Oleh : Abi Maulana (GET REAL Maka Hidup Ini Menakjubkan! Penerbit Gagas Media. Beliau berdiri dan bersuara dengan lantang. baru deh mulai pikirin itu” “Hahaha.” .a. kamu pasti sukses. aku tidak akan kasih kekuasaanku kepada yang nggak pede. Demi Allah. atas Wafatnya Rasulullah Reaksi Umar Saat Mendengar Rasulullah saw. Rasulullah saw akan kembali dan akan memotong tangan dan kaki laki – laki yang menyebarkan isu bahwa beliau telah wafat. sama saja dengan memberi peluang dan kebebasan. Cetakan pertama. kalau agendamu juga nggak jelas. berarti kamu belum yakin agendamu itu bisa jalan. malah ujungnya mereka akan sadar. sorga itu ada. reward juga punishment. “Kamu putraku yang terakhir. nanti kalau sudah berumur. dan Sikap Abu Bakar r. Nikmati aja dulu hidup ini. “Laki – laki dari kaum munafik membuat isu bahwa Rasulullah saw telah wafat. atau kalau hidup kamu sudah benar-benar mapan and bisa ngejamin cucu-cucu dan cicit-cit. Kalau kamu ngomong begitu. NANTI ajalah. biarin aku akan jalankan tugas ini sampai mati. smart! Penundaan ! Kita buanget tuh! Kamu akan mengharumkan namaku. tapi apa gunya mikirin surga dan neraka. Sekarang juga ambillah kekuasanku dan mulailah bekerja. dan itu setelah diisukan bahwa ia telah mati. Tidak.

Ketika itu aku limbung ke lantai setelah mendengar Abu Bakar membacakan ayat itu. “Wahai Umar. Saat itu aku tercengang sampai – sampai aku merasa kedua kakiku tidak membawaku lagi. duduklah!” ujar Abu Bakar. Abu Bakar tiba dari kediamannya di Sunh. akan tetapai orang – orang segera meninggalkanya dan menghadapkan wajah mereka ke arah Abu Bakar. Washaaya wa `Izhaat Qiilat fi Aakhiril-Hayaat / Wasiat – wasiat akhir hayat dari Rasulullah. Abu Bakar dll. Sedangkan satu kematian yang telah ditentukan kepada engkau.” Ibnu Musayyab meriwayatkan bahwa Umar mengatakan. telah kau jalani. sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul . dengan menunggang seekor kuda. “Amma Ba’du. Abu Bakar keluar dan menyuruhnya untuk duduk. Benar telah wafat. Zuhair.Sikap Abu Bakar atas Wafatnya Rasulullah saw. aku tidak ingat ayat itu kecuali setelah Abu Bakar membacanya. aku baru yakin bahwa Nabi saw. ia memasuki rumah Aisyah dan terus menuju ke tempat Rasulullah saw. Dan barang siapa di antara kalian yang menyembah Allah. Tanpa mengatakan apa – apa kepada masyrakat. “Demi Allah. Abu Bakar kemudian angkat bicara. ” (HR Bukhari) *** (Sumber : Mahmud al-Humawi. ia langsung menuju ke mesjid. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang ? Barangsiapa yang berbalik ke belakang. Allah berfirman. pada waktu itu. Umar enggan menuruti suruhan itu. Abu Bakar menyingkap kain yang menutupi wajah Rasulullah saw. “Demi Allah. maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun.’ (QS Ali Imran 144) Ibnu Abbas menyebutkan. `Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul. wahai Rasulullah. “Walau dengan bapak dan ibuku engkau kutebus. Mereka semua kemudian menyambut ayat itu sehingga aku mendengar ayat itu dibacakan oleh semua orang tanpa kecuali. merunduk. Yang berbaring ditutup sehelai kain yang dihiasi aneka warna. tampak seakan – akan semua orang belum pernah tahu bahwa Allah telah menurunkan ayat tersebut kecuali setelah Abu Bakar membacakanya. barangsiapa di antara kalian yang menyembah Muhammad. Sesaat kemudian ia mengatakan. Allah tidak mengumpulkan padamu dua kematian. Jakarta : Gema Insani Press. maka sesungguhnya Allah hidup dan takkan pernah mati.” Sementara Umar tengah berbicara di depan orang – orang. 2003) . maka sesungguhnya Muhammad telah wafat. lalu mencium kening beliau dan air matanya pun mengalir deras. dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Begitu turun dari punggung kudanya..

keranjang itu kosong lagi. Kamu harus mencoba lagi lebih keras. ia berkata. . dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih. “Kakek. “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai. “Nak. ini tidak ada gunanya. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Alqur’an. tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah. tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Dengan terengah-engah. tapi ketika sampai di depan kakeknya. luar dan dalam. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya?” Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor. “Kakek.Mengapa Kita Membaca Al-Qur’an. “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali”. Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. aku ingin sekeranjang air. Anak itu kembali mengambil / mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin. Sia-sia saja”. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan memcoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari. Kakeknya tertawa dan berkata. tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk menggati keranjangnya. Kali ini anak itu berlari lebih cepat.” Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Kakeknya mengatakan. tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin. anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin. dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. Suatu hari ia bertanya pada kakeknya. dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air. Sang kakek menjawab. “Aku tidak ingin seember air.” Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya. menjawab pertanyaan sang cucu. Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya. mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya? Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu. Pada saat itu. ” Dan dia pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Meskipun Kita Tak Mengerti Satupun Kata Bahasa Arab Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya.

” Mendengar itu.” Mendengar jawaban istrinya. “Aku. Rasul kemudian bersabda di hadapan para sahabat. “Siapa yang mau menjamu tamu pada malam ini?” Seorang laki-laki dari kaum Anshar menyanggupinya. Maka istri Rasul berkata. ya Rasul. “Wahai istriku. apa yang terhadi ketika kamu membaca Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali. Jika tamu kita sudah masuk. Jika mereka mau makan malam maka tidurkanlah. Apakah engkau punya sesuatu?” Istrinya menjawab. Itulah pekerjaan Allah dalam mengubah kehidupan kamu. “Tidak. Tamu itu pun makan dalam keadaan gelap. “Hiburlah mereka (anak-anaknya). tanpa kamu menyadari kamu akan berubah. Mereka semua duduk. Rasul menyuruh laki-laki itu kepada istri beliau yang lain. Ternyata. hasilnya sama. Perilaku ini merupakan wujud persaudaraan sejati sesama Muslim.” Tamu itu pun datang. luar dan dalam. Itsar memiliki nilai yang mulia di sisi Allah. Istri Rasulullah hanya punya air. Ia berpesan kepada istrinya. Suatu ketika ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW. orang Anshar ini tidak lantas mengusir sang tamu. matikanlah lampu dan perlihatkan kepadanya seolah-olah kita sedang makan. seolah-olah sedang makan pula. tapi ketika kamu membacanya.” *** Itsar Oleh : Mujiyanto Al itsar atau mengutamakan orang lain adalah tindakan yang disunahkan oleh Rasulullah SAW. Akhirnya sahabat Anshar dan istrinya itu tidur dalam keadaan lapar.” Orang Anshar ini lalu membawa laki-laki tersebut ke rumahnya. Rasulullah kemudian menyuruh laki-laki itu untuk menemui salah satu istrinya. muliakanlah tamu Rasulullah ini. aku tidak mempunyai apapun kecuali air. Sesampai di rumah ia berkata kepada istrinya. Orang Anshar dan istrinya menemani sang tamu.“Cucuku. Ia bermaksud meminta bantuan kepada Nabi karena sedang dalam kesusahan. “Demi Allah yang telah mengutusmu dengan hak. . kecuali makanan anak-anak kita.

“Allah sungguh takjub karena perbuatan engkau bersama istrimu tadi malam pada saat menjamu tamu. Diriwayatkan ketika Rasulallah saw sedang bertowaf. “… Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan. jadilah kita seseorang yang memiliki jiwa seperti Rasulallah saw yang selalu tawadhu’. sahabat Anshar ini menemui Rasulullah SAW dan menceritakan perbuatannya. dan menghormati semua kelompok manusia tidak perduli apapun kedudukanya. Republika.id Ya Karim Oleh: Hasan Husen Assagaf Kisah berikut patut dijadikan bahan renungan. juga berkata “Ya Karim”. .co. beliau mendengar seorang A’rabi (Arab Badui dari gunung) berkata dengan suara keras “Ya Kariim”. Memang tidak bisa dimungkiri.Ketika waktu Subuh. Apalagi banyak anggota masyarakat yang mengalami kesusahan hidup. maka Allah akan menggantinya…. kalau begitu. kini justru karakter mementingkan diri sendiri yang mendominasi kehidupan kita. Nabi pun berkata. Rasulallah saw”. bukan berarti itsar tidak bisa kita lakukan.” (Mutafaq alaih) Alangkah indah jika karakter itsar muncul sekarang. sederhana.” (QS Saba [34]: 39). Biarpun kita memiliki kedudukan yang tinggi dan terhormat. Nah. Kemudian A’rabi itu berjalan menuju ke arah pancuran Kab’ah lalu berkata lagi dengan suara lebih keras “Ya Kariiim”. Rasulallah saw pun mengikutinya dari belakang. lalu berkata “Apa maksudmu mengikuti perkataanku? Apakah kau sengaja mengejekku karena aku seorang A’rabi. semua itu tak berarti sedikit pun jika tak memiliki sifat perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. Agar kita memiliki sifat tawadhu’ dan sikap hidup yang selalu memberi perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. Berasa ada yang mengikutinya dari belakang. *** Sumber: Dari Sahabat. A’rabi tadi menengok ke arah suara. Arab Badui dari gunung? Demi Allah kalau bukan karena wajahmu yang bersinar dan parasmu yang indah maka aku akan adukan hal ini kepada kekasihku Muhammad. Itsar mendorong kita untuk mau menekan ego dan mengorbankan kepentingan pribadi demi orang lain. Rasulallah saw pun mengikutinya dari belakang dan berkata “Ya Kariim”. Namun.

Wallahua’lam Hasan Husen Assagaf . bukan perkasa dan penyombong” Seketika itu juga malaikat Jibril as turun dari langit kepada Rasulallah saw lalu berkata “Allah mengucapkan salam kepadamu. Rasulallah saw lalu berkata lagi “Apakah kamu beriman kepadanya?. aku beriman kepadanya walaupun aku belum pernah melihat wajahnya dan percaya dengan risalahnya walaupun aku belum pernah bertemumuka dengannnya”. sederhana. Nah. sesungguhnya esok Kami akan menghisab amalnya yang kecil sebelum yang besar. maka akupun akan menghisabNya kelak” Rasulallah saw merasa heran mendengar jawaban A’rabi tadi. bagaimana caranya kamu akan menghisab Allah kelak?” Dengan lantang dan penuh keyakinan A’rabi tadi berkata “Jika Allah akan menghisabku atas dosa dosa yang aku lakukan. Lalu dengan penuh tawadhu’ beliau menahan lagi tangannya sambil menariknya. sesungguhnya Arsy dan seisi-isinya bergetar mendengar tangisamu. Kisah di atas patut dijadikan bahan renungan. kalau begitu. Katakanlah bahwa ia akan menjadi temanmu nanti di surga”. Begitu A’rabi tadi mengetahui bahwa beliau adalah Rasulallah saw. Dia berfirman “Katakanlah kepada A’rabi janganlah merasa bangga dengan amal kebaikanya. Mendengar uraian A’rabi tadi Rasulallah saw menangis tersedu-sedu sehingga jenggot beliau basah dengan airmata. Tangisan Rasulallah saw didengar oleh malaikat Jibril as yang membuatnya turun lagi dari langit. apakah kau pernah melihat Rasulallah? A’rabi tadi berkata “Aku belum pernah melihatnya sama sekali”. tapi A’rabi tadi tetap memegangnya dengan keras dan menciumnya. Katakanlah kepada saudaramu A’rabi sesungguhnya Allah tidak akan menghisabnya dan ia tidak usah menghisabNya. A’rabi pun berkata “Apakah Allah akan menghisabku kelak ya Rasulallah???” Rasulallah saw berkata “Iya betul.Rasulallah saw pun tersenyum lebar mendengar uraian A’rabi tadi. wahai saudaraku. pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. seraya berkata “Perlahan-lahan wahai saudaraku. Biarpun kita memiliki kedudukan yang tinggi dan terhormat. bahwa sesungguhnya aku adalah Nabimu di dunia dan pemberi syafa’at bagimu di Akhirat”. lalu berkata “Wahai saudaraku. aku diutus sebagai saksi. maka aku akan menghisabNya atas maghfirahNya yang tidak terbatas. jadilah kita seseorang yang memiliki jiwa seperti Rasulallah saw yang selalu tawadhu’. Allah akan menghisabmu kelak”. dengan sepontan ia menarik tangan beliau lalu menciumya berkali kali. lalu berkata “Wahai saudaraku. Walaupun Rasulallah saw berusaha menarik tangan beliau. bahkan sampai yang sekecil kecilnya tidak akan diluputkan. lalu berkata kepada beliau “Wahai Rasulallah janganlah kamu menangis. Allahumma shalli a’la sayyidina Muhammad wa a’la alihi wa shahbihi wa sallim. A’rabi tadi lalu berkata lagi “Jika Allah akan menghisabku esok. Agar kita memiliki sifat tawadhu’ dan sikap hidup yang selalu memberi perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. Lalu Rasulallah saw berkata “Ketahuilah. “Demi Allah. dan menghormati semua kelompok manusia tidak perduli apapun kedudukanya. sesungguhnya aku diutus sebagai Nabi bukan sebagai raja. dan mengkhususkan tahiyyatNya atasmu. maka aku akan menghisabNya atas ampunanNya yang maha luas. Jika Dia akan menghisabku atas kekikiranku maka aku akan menghisabNya atas kemurahanNya yang tampa batas”. Lalu Rasulallah saw menyampaikan pesan Allah kepada A’rabi tadi. tegasnya. semua itu tak berarti sedikit pun jika tak memiliki sifat perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. dengan kehendakNya. Jika Dia akan menghisabku dengan maksiat yang aku perbuat.

Khalifah menjawab.dan mema`afkan (kesalahan) orang”..”. mendoakan orang tersebut dan berbuat kebaikan. Khalifah menjawab. “Sekarang. menahan amarahnya terhadap orang lain. Pelayan itu berkata lagi. memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS 3: 134) Saudaraku. dan panglima perangnya. Memaafkan kesalahan orang itu. di antaranya para menteri. …dan orangorang yang menahan amarahnya”. “Aku telah mema’afkan kamu”. Mengampuni kesalahan orang itu. Terkadang masih tersimpan dendam untuk membalas orang yang berbuat kesalahan terhadapnya. gubernur. .dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Pelayan yang cerdik itu berkata. Suatu hari. Dengan muka yang memerah sang khalifah menatap pelayan tersebut. “Aku telah menahan amarahku”. Kedua. Pelayan itu berkata lagi. ayat di atas menerangkan 3 tingkatan para wali: Pertama. “Wahai amirul mukminin. “. tidak mencelanya. Ketiga. dan tidak ada dendam untuk membalas kejahatan orang itu. amma ba’d. Sang khalifah pun berkata. tidak ada dendam.Menahan Amarah bismi-lLah wa-lhamdu li-lLah wa-shshalatu wa-ssalamu ‘ala rasuli-lLah wa ‘ala alihi wa ashhabihi wa ma-wwalah. “… dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. dan basahlah baju sang khalifah. aku memerdekakanmu karena Allah”. Tiba-tiba seorang budak yang bertugas membawa minuman menumpahkan kendi. Khalifah Harun ar Rasyid sedang menjamu para undangan penting. assalamu ‘alaikum wa rahmatu-lLahi wa barakatuH. bukankah Allah berfirman..

. Ketika memakai minyak ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku ikut minyakan. bertemu dengan setan penggoda orang mukmin dan setan penggoda orang kafir. Di antaranya. Setan penggoda orang kafir itu gemuk. segar. Grand Syaikh Al-Azhar Mesir yang ke-13.*** Dari Sahabat Keajaiban Basmalah SYAIKH MUHAMMAD AS-SANWANI. Dan ketika memakai pakaian ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku ikut memakai pakaiannya. menulis beberapa kisah nyata tentang keajaiban basmalah. Pada waktu makan ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku bisa makan bersamanya sampai puas. beliau menuturkan. Setan gemuk itu bertanya pada setan penggoda kaum mukmin yang kurus. kusut.” *** Begitulah. betapa agung faidah membaca basmalah. “Aku bertugas menggoda orang mukmin yang selalu berzikir dan membaca basmalah menyebut nama Allah. Aku bersama orang kafir yang tidak pernah menyebut nama Allah.salah seorang sahabat nabi terkenal. Ketika hendak makan dan minum ia membaca basmalah menyebut nama Allah. “Kalau begitu aku beruntung. maka aku tetap lapar dan haus. “Kenapa keadaanmu menyedihkan. maka aku tetap kusut. kering. rapi. Ketika memakai minyak ia menyebut nama Allah. “Suatu ketika Abu Hurairah ra. Sedangkan setan penggoda orang mukmin kurus. kau kurus kering. Ketika minum dia juga tidak menyebut nama Allah sehingga aku bisa ikut minum. dan memakai baju bagus. Setan tidak bisa ikut makan makanan orang yang membaca “Bismillahirrahmanirrahim !” . Dan ketika memakai baju ia juga menyebut nama Allah sehingga aku tetap telanjang ! “ Setan gemuk menyahut. dan telanjang. kusut dan telanjang ?” Setan kurus menjawab. dalam kitabnya yang bernama “Hasyiyah Ala Mukhtashar Ibnu Jamrah” yang berisi penjelasan kitab Mukhtashar Shahih Bukhari.

bahwa rumah yang dibacakan basmalah maka setan tidak akan bercokol dan bermalam di dalamnya. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy Ka’bah adalah “rumah” yang pertama kali dibangun atas nama Allah. menyebut nama Allah SWT. “Ya Rabb kami. sehingga menambah kerapuhan bangunannya. Penerbit Republika. Ibrahim as membangunnya berdasarkan wahyu dan perintah dari Allah : “Dan (ingatlah). Diantaranya adalah serangan banjir yang menenggelamkan Makkah beberapa tahun sebelum bi’tsah. Baginda Rasulullah Saw mengajarkan agar umatnya memulai segala perbuatan baiknya dengan membaca basmalah. terimalah daripada kami (amalan kami). Setelah itu Ka’bah mengalami beberapa kali serangan yang mengakibatkan kerapuhan bangunannya. Hal ini memaksa orang-orang Quraisy harus membangun Ka’bah kembali demi menjaga kehormatan dan kesucian bangunannya. Pada waktu itu Rasulullah saw berusia 35 tahun. sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah beserta Ismail (seraya berdoa). Agar perbuatannya itu benar-benar penuh berkah. setelah menghadapi “perang berhala” dan penghancuran tempat-tempat peribadatan yang di dirikan di atasnya. Dibangun oleh bapak para Nabi. . untuk menyembah Allah dan mentauhidkan-Nya. Penghormatan dan pengagungan terhadap Ka’bah merupakan “sisa” atau peninggalan dari syari’at Ibrahim as yang masih terpelihara di kalangan orang Arab. menurut riwayat yang paling shahih. September 2006) Keikutsertaan Nabi SAW dalam membangun Ka’bah Oleh : Dr. tidak diganggu setan dan mendapatkan ridha dari Allah Yang Maha Rahman. Cetakan X. Beliau ikut serta aktif mengusung batu di atas pundaknya. Ibrahim as.Bahkan dalam sebuah hadis Rasulullah Saw bersabda. *** Sumber Tulisan Oleh : Habiburrahman El Shirazy (Di Atas Sajadah Cinta.” (Al-Baqarah : 127). Rasulullah saw sebelum bi’tsah pernah ikut serta dalam pembangunan Ka’bah dan pemugarannya.

Kemudian Bahira melihat Nabi saw. Rasulullah saw diajak pamannya. Lalu ia mulai mengamati Nabi dan mengajak berbicara. mereka melewati seorang pendeta bernama Bahira. “Dia bukan anakmu. Kemudian Bahira menoleh kepada Abu Thalib dan menanyakan kepadanya. ia berkata : Ketika Ka’bah dibangun. “Apa status anak ini di sisimu?” “Anakku (Abu Thalib memanggil Nabi saw dengan panggilan anak karena kecintaannya yang mendalam). Analisis Ilmiah Manhajiah Sejarah Pergerakan Islam di Masa Rasulullah SAW Tauziyah. “Singkirkan kainmu di atas lutut. Ia adalah seorang pendeta yang banyak mengetahui injil dan ahli tentang masalah-masalah kenasranian. karena mereka mengenalnya sebagai AlAmin (terpercaya) dan mencintainya. Tidak sepatutnya ayah anak ini masih hidup. Semua pihak tunduk pada usulan yang diajukan Nabi saw. Pada waktu kafilah di Bashra. Nabi saw memiliki pengaruh besar dalam menyelesaikan kemelut yang timbul akibat perselisihan antar kabilah tentang siapa yang berhak mendapatkan kehormatan meletakkan hajar aswad di tempatnya. Abu Thalib pergi ke Syam dalam suatu kafilah dagang.Bukhari meriwayatkan di dalam Shahih-nya dari hadist Jabir bin Abdullah ra.com Perjalanan Rasulullah saw yang pertama ke Syam dan Usahanya mencari Rezeki Oleh : Dr.” jawab Abu Thalib. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy Ketika berusia 12 tahun.” Kemudian Nabi saw mengikatnya.” tanya Bahira kepadanya. Abbas berkata kepada Nabi saw. Nabi saw dan Abbas pergi mengusung batu. . *** Sumber : Sirah Nabawiyah.

“Apa yang telah dilakukan oleh Ayahnya?” tanya Bahira. dilakukan oleh para pemuda seusianya. maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui. dan dikeluarkan oleh Tirmidzi secara panjang lebar dari hadist Abu Musa al-Asy’ari. bawalah dia pulang ke negerinya.” Kawan tersebut menjawab. Bahira berkata. “Dia meninggal ketika Ibu anak ini mengandungnya. Bertutur Rasulullah tentang dirinya : “Aku tidak pernah menginginkan sesuatu yang biasa mereka lakukan di masa jahiliyah kecuali dua kali.” Hadist Bahira tentang Rasulullah saw.” Kemudia Abu Thalib cepat-cepat membawa kembali ke Makkah. Setelah itu aku tidak pernah lagi menginginkan keburukan. Setelah itu aku tidak pernah menginginkannya sampai Allah memuliakan aku dengan risalah. Aku pernah berkata kepada seorang teman yang menggembala bersamaku di Makkah. “Aku dulu mengembalakan kambing penduduk Makkah dengan upah beberapa qirath. bahwa orang-orang Yahudi biasa memohon kedatangan Nabi saw (sebelum bi’tsah) untuk mendapatkan kemenangan atas kaum Aus dan Khazraj. Tetapi kemudian Allah menutup telingaku. menunjukkan bahwa para ahli kitab dari Yahudi dan Nasrani memiliki pengetahuan tentang bi’tsah Nabi dengan mengetahui tanda-tandanya.” Lalu aku duduk mendengarkannya. lalu aku tertidur dan tidak dibangunkan kecuali oleh panas matahari. Rasulullah saw pernah bertutur tentang dirinya. karena aku akan memasuki kota Makkah untuk begadang sebagaimana para pemuda. Ini mereka ketahui dari berita kenabiannya dan penjelasan tentang tanda-tanda dan sifat-sifatnya yang terdapat di dalam Taurat dan Injil. “Lakukanlah. dengan mengatakan “Sesungguhnya sebentar lagi akan dibangkitkan seorang Nabi yang kami akan mengikutinya. Memasuki masa remaja. pasti akan dijahatinya. Ketika aku sampai pada rumah pertama di Makkah.” Lalu aku keluar. . Itu pun kemudian dicegah oleh Allah. Sesungguhnya anak saudaramu ini akan memegang perkara besar. Lalu kami bersamanya akan membunuh kalian sebagaimana pembunuhan yang pernah dialami kaum ‘Aad dan Iram. padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapatkan kemenangan atas orang-orang kafir. lalu mengalami kejadian sebagaimana malam terdahulu.“Dia adalah anak saudaraku. “Pesta. Jika mereka melihatnya di sini. Maka aku pun masuk ke Makkah. aku mendengar nyanyian. dan jagalah dia dari orang-orang Yahudi. “Anda benar.” Selama masa mudanya Allah telah memeliharanya dari penyimpangan yang biasanya.” Ketika orang-orang Yahudi mengingkari janjinya. lalu ia bertanya kepadaku. dan aku pun mengabarkannya. Dalil tentang hal ini banyak sekali.” (Al-Baqarah : 89). Allah menurunkan firmanNya : “Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Kemudian aku kembali kepada temanku. Rasulullah saw mulai berusaha mencari rezeki dengan mengembalakan kambing. Kemudian pada malam yang lain aku katakan kepadanya sebagaimana malam pertama. lalu aku berkata. “Apa ini?” Mereka berkata.” jawab Abu Thalib. “Tolong awasi kambingku. yakni hadist yang diriwayatkan oleh Jumhur Ulama’ Sirah dan para perawinya. Di antaranya adalah apa yang diriwayatkan oleh para Ulama Sirah. seperti berhura-hura dan permainan nista lainnya. Maka laknat Allah atas orang-orang yang ingkar itu. mereka lalu ingkar kepadanya.” kata Abu Thalib.

*** (Sumber (buku) : Sirah Nabawiyah. maka saya tidak mengetahui apa yang telah terjadi dari ibunya. dan kecelakaan besarlah bagi mereka karena apa yang mereka kerjakan. Maha Benar Allah yang berfirman di dalam kitab-Nya : “Dan di antara mereka ada yang buta huruf. Suatu hari dia melihat sebatang paku karat.” (Al-Baqarah : 146). kecuali dongengan bohong belaka. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka karena apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri. bahkan lebih banyak.” Bahkan keislaman Salman al-Farisi juga disebabkan ia telah melacak berita Nabi saw dan sifat-sifatnya dari Injil. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran. lalu dikatakannya “ini dari Allah”. Umar bin Khaththab bertanya kepada Abdullah bin Salam (seorang ahli kitab yang telah masuk Islam) : “Apakah kamu mengetahui Muhammad saw sebagaimana kamu mengetahui anakmu?” Ia menjawab. bahwa ketika turun firman Allah : “Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami berikan Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mengenal anak-anak sendiri. perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sebab. Allah mengutus (Malaikat) kepercayaan-Nya di bumi dengan sifat-sifatnya. ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya. Adapun anak saya. Analisis Ilmiah Manhajiah Sejarah Pergerakan Islam di Masa Rasulullah SAW) Kisah: Tangan Sang Anak Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan. para pendeta dan ulama al-Kitab. tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur.” (Al-Baqarah : 78-79). padahal mereka mengetahui. lalu saya mengetahuinya. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan mereka sendiri. Dicobanya lagi . Anak tunggal pasangan ini. “Ya. terjadinya pemalsuan dan perubahan secara beruntun pada kitab-kitab tersebut telah diketahui dan diakui oleh semua pihak.Al Qurtubi dan lainnya meriwayatkan. Ini tidak dapat dinafikan oleh banyaknya para ahli Kitab yang mengingkari adanya pemberitaan tersebut. atau oleh tidak adanya isyarat penyebutan Nabi saw di dalam Injil yang beredar sekarang. dan mereka hanya mendugaduga. (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. tidak mengetahui al-Kitab (Taurat).

Si Ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Saat pulang petang. . Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Pembantu rumah terbengong. gambarnya sendiri. Si Ayah memukul pula belakang tangan anaknya. dia terus mengatakan “Saya tidak tahu. Si Bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit. “Kerjaan siapa ini !!!” Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Si Anak yang tak mengerti apa apa menangis kesakitan. Lalu Si Pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Dia juga beristighfar. Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya. “Dita demam. dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu. “Kasih minum panadol aja . terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. maka coretannya tampak jelas. membawanya ke kamar. Si Ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Sedangkan Si Ibu cuma mendiamkan saja. jawab pembantunya ringkas. Si Ayah cukup lama memukulmukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. pedih sekaligus ketakutan. Si anak yang mendengar suara ayahnya. kedua belah tangan si anak bengkak.pada mobil baru ayahnya. apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya.” “Kamu dirumah sepanjang hari. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. cantik … kan !” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa. lukisan ayam. Ya… karena mobil itu bewarna gelap... Keesokkan harinya. Sambil menyiramnya dengan air. Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan Si Anak kecil luka-luka dan berdarah.” jawab Si Ibu. tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya. Bu”. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah. “Oleskan obat saja!” jawab Bapak Si Anak. dia ikut menangis. tidak tahu harus berbuat apa.tuan. Puas memukul telapak tangan. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Pulang dari kerja. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu. Si Ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara Si Ibu juga begitu. meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. Tiga hari berlalu. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya.. Si Ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya. Pembantu rumah mengadu ke majikannya.

.. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. Si Bapak dan Ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Nasi sudah jadi bubur. Si Anak bersuara dalam linangan air mata.” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut. Terasa dunia berhenti berputar.. Dita janji tidak akan mencoret2 mobil lagi. Dita tak mau lagi ayah pukul.00 sudah siap” kata majikannya itu. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya. demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Namun…. *** Dari Sahabat .Sebelum Si Ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Masuk hari keempat. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. Pada akhirnya Si Anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf… Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yang tak bertepi…. Si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya. Si Ibu meraung merangkul Si Anak. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?… Bagaimana Dita mau bermain nanti?…. “Sore nanti kita bawa ke klinik. Untuk apa diambil. “Dita juga sayang Mbok Narti. “Ayah.”. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. “Ini sudah bernanah.. “Tidak ada pilihan. ” katanya berulang-ulang. Keluar dari ruang bedah.. tapi apa yg dapat dikatakan lagi. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.. Si Anak menangis kesakitan. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dalam siksaan menahan sakit. Pukul 5. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius. Si Ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. selepas obat bius yang disuntikkan habis. Sampai saatnya Si Anak yang sudah lemah dibawa ke klinik.” katanya memandang wajah pembantu rumah.. “Ayah. kembalikan tangan Dita. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. katanya berulang kali membuatkan Si Ibu gagal menahan rasa sedihnya. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah. Serasa hancur hati Si Ibu mendengar kata-kata anaknya. sayang ibu. sekaligus membuat wanita itu meraung histeris... Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis.

Kau telah mendapat tempat di hati masyarakat dan dikenal sebagai orang baik. Setan pun dengan sangat halus masuk melalui pori-pori dan aliran darah. Sesekali saja. sangat berbeda dengan kakaknya. Kenapa tidak sesekali kau datang ke tempat adikmu menghibur diri di rumah bordilnya. Waktu mudanya banyak dihabiskan di masjid. Tidak suka hura-hura. Pernah ia dirayu seorang gadis cantik yang masih sepupunya. Nanti malam aku mau menari dan bersenang-senang bersama wanita cantik di rumah bordil adikku. alim dan ahli ibadah. Ia berkata pada diri sendiri. Suatu ketika. Setelah itu kau bisa tobat. sang kakak yang alim dan ahli ibadah merenung. Rumah bordil adalah tempat biasa ia mangkal. Ia juga tidak suka bergaul dengan wanita yang bukan mahramnya. “Benar juga. Hampir segala jenis maksiat dan perbuatan yang menjijikan telah ia lakukan untuk memuaskan hawa nafsunya. Namun kau tidak pernah merasakan nikmatnya hidup sedikitpun. Hampir tiap hari ia mabuk dan melakukan pelbagai macam maksiat di rumah bordil miliknya itu. Kenapa aku tidak sesekali menghibur diri ? Hidup cuma sekali. Setelah itu aku pulang dan bertobat kepada Allah Swt.Ketika Masjid dan Rumah Bordil Roboh Ada dua lelaki bersaudara. Yang tua. untuk merampas harta orang lain. Saat merampok ia bahkan terkadang juga melakukan pemerkosaan.” Sementara di rumah bordil. sejak kecil dikenal baik. Tiba-tiba dengan halus sekali nafsunya berkata padanya. Bukankah Allah itu Maha Pengampun ?” Bujukan hawa nafsunya itu ternyata masuk dalam pikirannya. namun ia teguh dalam keimanannya. Lahir di dalam keluarga yang taat beragama. Kau bisa membaca istighfar ribuan kali dalam sholat tahujjud. Sejak remaja sudah biasa masuk tempat maksiat. Dia Maha Pengasih lagi Maha Pengampun. Nuraninya berkata. Keduanya adalah saudara kandung. Sejak kecil ia dikenal nakal. Kadang-kadang ia juga ikut gerombolan perampok. Ia tidak suka menyakiti orang lain. Karena amal perbuatannya yang baik dan akhlaknya ia dicintai oleh keluarga dan masyarakat. . Adiknya juga merenung. Namun perilaku dua orang itu berbeda dan akhir hidup mereka juga berbeda. Ia merasa jenuh dengan hidup yang dijalaninya. Perbuatan jahatnya itu membuat dirinya dibenci oleh keluarga dan masyarakat. Sedangkan adiknya. “Sejak kecil kau selalu berbuat kebaikan dan beribadah. Tak pernah menyentuh gelas minuman keras apalagi meminumnya.

Meskipun adiknya tidak ada ia tetap melaksanakan niatnya. Nanti malam habis maghrib aku akan ke masjid tempat kakak beribadah. Termasuk masjid dan rumah bordil. sang kakak kembali ke rumah. Tiba-tiba bumi tergoncang dengan hebatnya. Siapa tahu saat sedang menuruti hawa nafsu itulah maut menjemput. mereka memusuhiku karena kejahatanku. Beberapa bangunan roboh. Na’udzubillahi min dzalik. Maka jangan sekali-kali iseng menuruti hawa nafsu. Sang kakak ditemukan tewas diantara reruntuhan rumah bordil di samping mayat seorang penari wanita dalam keadaan yang memalukan. ganti pakaian dan bergegas menuju rumah bordil. Bahwa niat baik harus selalu dijaga. orang yang selama ini dikenal ahli ibadah kok bisa tewas dengan cara yang sedemikian tragisnya. Orang-orang panik keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri. agar Allah Swt menganugerahkan akhir hidup yang indah. Adapun sang adik. Aku mau beribadah sepanjang sisa hidupku. Jalan yang diambil dua bersaudara itu tidak sama. telah pergi meninggalkan rumah bordil begitu mendengar suara azan maghrib. . Ia melakukan shalat dan beristighfar sebanyak-banyaknya dengan mata bercucuran air mata. Ia tidak merasakan ada gempa. Padahal biasanya kakaknya selalu beritikaf di masjid usai maghrib sampai isya. Keesokan harinya. Hidup susah di akhirat sana. Juga masyarakat. Kalau begini terus kelak aku akan masuk neraka. Apakah aku akan hidup begini terus? Keluarga membenciku karena perbuatanku. Bahwa kematian bisa datang kapan saja. Takut kalau-kalau rumah mereka runtuh. Hanya Allah yang tahu. namun ia tidak tahu kemana perginya. Bermacam maksiat telah aku lakukan.” Dan benarlah. Meskipun tidak ada kakaknya niatnya telah bulat. “Awas ada gempa ! Ada gempa !” teriak orang-orang di jalan. Ah. Dengan peristiwa itu orang-orang diberi pelajaran yang sangat berharga. Aku mau kembali ke pangkuan Allah Swt. Masyarakat yang tahu ihwal kedua kakak beradik itu meneteskan air mata. bagaimanakah besok kalau aku telah mati. Ia sama sekali tidak merasakan gempa. Sedangkan adiknya yang selama ini dikenal ahli maksiat kok bisa husnul khatimah. Nafsu telah menguasai akal pikirannya. Ketika malam datang kedua saudara itu melakukan niatnya masing-masing. Kenapa aku tidak mencoba hidup baik-baik seperti kakak. Akhir hidup yang diridhai-Nya. Semoga saja Allah mau mengampuni dosa-dosaku yang telah lalu. Aku harus mencoba hidup di jalan yang lurus. Goncangan gempa malam itu cukup keras. Ia pun menuruti segala yang diinginkan nafsunya di rumah bordil itu bersama para penari dan pelacur. sang adik sampai masjid tempat kakaknya biasa ibadah.“Sudah bertahun-tahun aku hidup bergelimang dosa. Sedangkan adiknya juga ditemukan tewas di antara reruntuhan masjid. Ia mencari-cari kakaknya. Bagaimana aku mempertanggungjawabkan perbuatanku. Ia sudah bertekad bulat untuk tobat meninggalkan semua perbuatan buruknya. Tidak! Aku tidak boleh hidup dalam lembah maksiat terus. Ia mengambil air wudhu dan masuk ke dalam masjid. Mereka tidak habis pikir. Sang adik yang sedang larut dalam kenikmatan tobatnya tidak beranjak dari dalam masjid. Aku mau tobat dan ikut shalat. Usai shalat maghrib. ternyata tidak ada. Ia bertanya pada penjaga masjid. sehingga keduanya tidak berjumpa di tengah jalan. Orang-orang yang ada di rumah bordil tidak ada yang tahu kemana adiknya itu pergi. Kedua tangannya mendekap sebuah mushaf di dada. Sampai di rumah bordil sang kakak mencari adiknya. Demikian juga sang kakak yang saat itu sedang terlena di rumah bordil. Sementara kakakku akan hidup nikmat di surga. Namun tidak ada. Di tempat lain.

Dari rumah ke rumah. Kisah ini terjadi di tanah Syam. dengan sebuah kelihaian wanita itu bisa mengunci pintu. Penerbit Republika. karuniakanlah kepada kami keteguhan dan keistiqomahan berada dalam jalan-Mu. Sehingga siapapun yang melihatnya akan terpesona karenanya. Wanita ini menyuruhnya masuk ke dalam rumah. Ia pun segera menghampiri. tiba-tiba ada seorang wanita memanggilnya. Cetakan X. Ia berkeliling sambil memanggul kain dagangannya. Agaknya wanita itu termasuk golongan bangsawan. Amin. Rumah itu sangat mewah.” *** Sumber Tulisan Oleh : Habiburrahman El Shirazy (Di Atas Sajadah Cinta. Wanita itu sangat terpesona dengan ketampanannya. Akhirnya masyarakat mengenalnya sebagai Si Penjual Kain Keliling. ya Rabbal ‘Alamin. Dan keramahannya yang luar biasa. ketika ia sedang berkeliling menjajakan dagangannya. Itulah karunia Allah yang dianugerahkan kepadanya. Begitu masuk rumah. Kulitnya yang putih. Kisah yang banyak disebut dari mulut ke mulut sampai abad ini.“Ya Allah. . Seorang pemuda yang bekerja sebagai penjual kain keliling. Suatu hari. Dari satu kawasan ke kawasan lain. Wanita itu telah lama tergila-gila padanya. Karuniakanlah kepada kami husnul khatimah. Diantara kelebihan pemuda ini adalah postur tubuhnya yang gagah. Ia berkeliling dari satu daerah ke daerah. Wajahnya yang mempesona. Ini adalah kisah ketakwaan seorang pemuda. Dari lorong ke lorong. Sudah berkali-kali diam-diam wanita itu memandangi ketampanannya ketika pemuda itu lewat di depan rumahnya. September 2006) Suatu nasihat tidak bisa memberi pengaruh sama sekali kepada hati yang sudah keras laksana sebuah batu di dalam air yang tidak bisa lunak (Imam Ghozali) Tubuh Seharum Kesturi DALAM KITAB Al Akhlaq Al Islamiyyah Lin Nasyi’in ada sebuah kisah yang indah menggetarkan jiwa.

apa yang mesti aku lakukan ? Berilah hamba-Mu petunjuk ya Allah. Mencari tempat yang tenang untuk berfikir. “Duhai pemuda tampan. Bolehkah aku ke kamar mandi untuk bersih-bersih dahulu ? Lihatlah tubuhku penuh dengan peluh yang baunya tidak sedap ! “ Begitu mendengar ucapannya. Setiap perkataan yang diucapkan pemuda itu justru membuat wanita itu semakin menggila dan nekat.” Pada saat itu. Ia pasrah kepada Allah. Bahkan ia mual dan sempat muntah. Tidak sedikit orang yang menurutkan hawa nafsunya. Ia tak mau maksiat tapi juga tak mau mengalami hal yang konyol. Mereka pasti mempercayai ucapanku karena kedudukanku dan karena kamu telah memasuki rumahku.” Benar saja. maka ia akan membawa penyesalan sampai akhir hayatnya. Karena sang pemuda tetap saja menolak. ia akan merasa jijik lalu mengusirku. “Baiklah.Wanita itu berkata. Seluruh rambutnya. Semoga jika ia melihatku seperti itu. Namun pemuda itu tak bergeming dengan keimanannya. Sang pemuda pun mengingatkannya dan menakutinya akan pedihnya siksa Allah. “Ya Allah ya Rabbi. Wanita bangsawan itu dengan penuh harap merayunya untuk berzina. Duhai Tuhan. Sambil menangis ia berkata. Ya Allah. Diserapahi orang banyak sebagai penjahat lalu digantung tanpa ampun. “Aku tahu pasti. Ia menolak dengan tegas. “Jika kamu tidak menurut apa yang kuperintahkan.” . Pemuda itu terus berfikir bagaimana mencari jalan keluar. maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. dan semuanya. tidak ! Sekali-kali aku tidak akan melakukannya ! Tapi apa yang bisa aku perbuat ? Apakah aku harus loncat dari jendela ? hal itu tidaklah mungkin karena jendela ini terkunci sangat kuat dan sulit sekali membukanya. Sampai di dalam kamar mandi tubuhnya gemetar karena takut terjatuh pada kemaksiatan. Tak ada seorang laki-laki dan wanita yang berduaan. Ia sendiri sebenarnya merasa jijik. Beberapa detik kemudian sekonyong-konyong terbitlah ide nekatnya. ia mengatakan itu tadi sekedar untuk menyelamatkan diri sesaat. Sambil tersenyum ia berkata. wanita tersebut sangat gembira karena mengira ia akan menuruti keinginannya dan berkata dengan hati meluapkan kegembiraan. mukanya. Sebenarnya aku memanggilmu tidak untuk membeli barang daganganmu. kecuali ada yang ketiga adalah setan. Demikianlah sabda Rasulullah Saw. tapi semata karena aku sangat mencintaimu. Wanita adalah perangkap setan. Kau akan dianggap penjahat paling nista. tangan. sungguh hal yang sangat menyakitkan. diantara golongan yang akan mendapatkan naungan pada hari tidak ada naungan lagi di hari kiamat adalah seorang pemuda yang diajak berzina oleh seorang wanita cantik dan berkedudukan. tidak. aduhai kekasihku dan belahan jiwaku. Ya aku harus melumuri tubuhku dengan kotoran. aku akan berteriak sekeras-kerasnya dan mengatakan kepada orang-orang bahwa ada orang yang masuk kerumahku dan ingin memperkosaku. Namun. dada. Jika aku lakukan kemaksiatan ini. ia lalu buang air besar dan melumuri seluruh tubuhnya dengan kotoran buang air besarnya. Sungguh ini adalah kesempatan luar biasa.” Sang pemuda pun segera masuk ke kamar mandi. lalu ia mengatakan. Tiba-tiba tercetus sesuatu dalam fikirannya. wanita itu mengancam. karena rasa takutku padaMulah aku melakukan ini ! maka gantikanlah untukku yang lebih baik. Akibatnya kamu akan binasa. ‘Sungguh aku takut pada Allah !’ Aku juga tahu bahwa orang yang meninggalkan sesuatu karena takut pada Allah. Selama ini aku tergila-gila pada ketampananmu. Wanita itu justru semakin tertantang untuk menaklukkan pemuda itu. Kalau begitu aku harus melumuri tubuhku dengan kotoran. semua usahanya sia-sia belaka. Allah akan menghilangkan cahaya dan kenikmatan dari hatiku. tak ada seorang pun didalam rumah selain mereka berdua. ia bergumam. “O tentu saja boleh. Dan orang-orang itu bisa marah dan menggantungmu hidup-hidup ! “ Wanita itu mengancam dengan serius. Terkadang tindakan nekat harus dilawan dengan nekat juga.

Sampai ke tanah. pelan-pelan dia merasakan kesejukan udara. Dan begitu wanita tersebut melihatnya ia terkejut bukan main. makin ke utara makin sejuk. Ia langsung melepas pakaiannya dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya. salju yang menempel di sayapnya justru bertambah tebal. . udara disana selalu dingin dan sejuk. Cetakan X. hai orang gila ! Dasar pemuda gila. dia tak merasakan sayapnya yang mulai tertempel salju. Ketika ia keluar dari kamar mandi. ada sebuah makam yang tertuliskan “Al-Miski”. Benar. lalu mengumpat pada lingkungan yang dituduhnya tidak bersahabat. Begitu sampai diluar ia cepatcepat cari tempat yang aman. Ia menjerit dan berteriak dengan keras. menyangka bahwa riwayatnya telah tamat. dan akhirnya dia jatuh ke tanah karena tubuhnya terbungkus salju. dia semakin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara lagi. Ia takut dilihat orang dan takut mereka akan menggunjingnya. Di tanah Syam. Ia terus berjalan menuju rumahnya lewat jalan yang sepi. Penerbit Republika. “Keluarlah. Akhirnya ia dikenal dengan sebutan “Al-Miski” atau Orang Yang Seharum Kesturi. Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat yang sejak dahulu menjadi habitatnya. September 2006) Perjalanan Seekor Burung Pipit Ketika musim kemarau baru saja mulai. Allah SWT menunjukkan kekuasan-Nya. Ia merasa sangat lega ketika sampai dirumahnya.Lalu iapun keluar dari kamar mandi. Kisah ini menjadi bukti keagungan Allah. karena ia akan dianggap benar-benar gila. terbang jauh ke utara yang konon kabarnya. Kisah nyata ini masih bisa dilihat bekasnya. makin lama makin tebal. Allah menjadikan bau harum yang luar biasa memancar dari seluruh pori-pori tubuhnya hingga ajal menjemputnya. Beberapa orang yang melihatnya terheran-heran dan menertawakannya. Terbawa oleh nafsu. Bau itu tercium dari jarak beberapa meter. Jika itu yang terjadi barang dagangannya bisa tidak laku. Si Burung pipit tak mampu berbuat apa apa. Itulah kubur orang mulia yang menjaga kesuciannya ini. seekor Burung Pipit mulai merasakan tubuhnya kepanasan. Ia merasa jijik. *** Sumber Tulisan Oleh : Habiburrahman El Shirazy (Di Atas Sajadah Cinta. keluar kau jangan kau kotori rumahku.” Ia berjalan keluar dan berpura-pura bertingkah laku seperti orang gila.

Dia merintih menyesali nasibnya.org) Sabarnya Nabiullah AS . 5. Si Kerbau tidak banyak bicara. mengelus dan membersihkan sisa-sisa salju yang masih menempel pada bulu si burung. Si Burung mengira lagi bahwa dia akan mati karena tak bisa bernapas. bernyanyi keras sepuas puas-puasnya. Mendengar ada suara burung bernyanyi. mengais tubuh si burung dan kemudian menimang nimang. dia dapat bernapas lega dan melihat kembali langit yang cerah. seekor anak kucing menghampiri sumber suara. dan tamatlah riwayat si Burung Pipit ditelan oleh si Kucing. seketika itu juga dunia terasa gelap gulita bagi si Burung. seekor Kerbau yang kebetulan lewat datang menghampirinya. kemudian kencing tepat diatas burung tersebut. Ketika kita baru saja mendapatkan kenikmatan. 3. Halaman tetangga yang nampak lebih hijau. Namun apa yang terjadi kemudian. jangan dipakai sebagai satu-satunya ukuran. Si Burung Pipit berteriak kegirangan. dan mengeluarkan kotoran ke atas tubuh si burung. dia menghardik si Kerbau agar menjauh dan mengatakan bahwa makhluk yang tolol tak mungkin mampu berbuat sesuatu untuk menolongnya. Begitu bulunya bersih. dia hanya berdiri. belum tentu cocok buat kita. Mendengar suara rintihan. agar tidak kebablasan. dan demikian pula sebaliknya. 2. Lagi-lagi si Kerbau tidak bicara. dia maju satu langkah lagi. diantaranya : 1. mengulurkan tangannya. Apa yang pada mulanya terasa pahit dan tidak enak. dia merasakan kehangatan. dia mengira telah mendapatkan teman yang ramah dan baik hati. kadang-kadang bisa berbalik membawa hikmah yang menyenangkan. Baik dan buruknya penampilan. jangan lupa dan jangan terburu nafsu. Namun perlahan lahan. banyak pesan moral yang dapat dipakai sebagai pelajaran. Waspadalah terhadap orang yang memberikan janji yang berlebihan *** Sumber : Dari Sahabat (myQuran. menjilati. 4. salju yang membeku pada bulunya pelan-pelan meleleh oleh hangatnya kotoran kerbau. si Burung bernyanyi dan menari kegirangan. Seketika itu si Burung tidak dapat bicara karena tertimbun kotoran kerbau. Si Burung Pipit semakin marah dan memaki-maki si Kerbau. Namun si burung kecewa mengapa yang datang hanya seekor Kerbau. *** Dari kisah ini.

Wallahu ‘alam bish shawab . walau Allah mengujinya dengan kerajaan yang besar. Sungguh membutuhkan kesabaran yang besar ketika kita sedang berjuang ingin konsisten menjalankan sholat secara khusyuk atau ketika kita ingin memperjuangkan hak-hak umat Islam misalnya. dan itu terjadi hampir sepanjang usianya. Ujian ketaatan adalah ujian yang diciptakan sendiri oleh seorang manusia di jalan Allah akibat keinginannya yang kuat untuk menjalankan perintah dan larangan Allah. Sabar ujian kesusahan Nabi Ayub as Sungguh Ayub as seorang yang sangat sabar melawan godaan kesusahan yang berniat mematahkan keteguhan imannya? Allah telah mengujinya dengan berbagai penderitaan sakit fisik luar dan dalam yang sangat dahsyat dan menjijikkan. dan sabarnya Musa AS Ini bukan untuk membandingkan tingkat kesabaran diantara tiap nabi tersebut. Sabar ujian kesenangan Nabi Sulaiman as Sanggupkah kita sesabar Sulaiman as ketika ia melawan godaan kesenangan dunia yang ingin menutup hatinya? Bukankah kesenangan lebih mudah membuat kita melupakan Sang Pencipta Kesenangan ? Sungguh Sulaiman as tetap tegar dalam keimanan. yang mengeluarkan energi keberaniannya namun tetap tegar ketika berkali-kali ia mengajak Firaun untuk bertobat. tidak pula merupakan pilihan seibarat pilihan berbuat maksiat atau menolak maksiat.Sabarnya Ayub AS. Sabar ujian ketaatan seorang Nabi Musa as Inilah kesabaran seorang Musa as. kalau bukan seorang Yusuf as. istri yang cantik dan sebagainya. tapi sebuah ilustrasi yang memudahkan kita untuk memahami jenis-jenis kesabaran. kekayaan yang melimpah. sabarnya Sulaiman AS. atau karena ingin amar makruf nahi munkar atau karena ingin sekedar beribadah secara lebih baik. Sabar ujian kemaksiatan Nabi Yusuf as Hamba sahaya mana yang sanggup menolak godaan wanita yang punya kekuasaan dan cantik rupawan. pasukan yang besar. Ujian ketaatan bukan sesuatu yang datang seibarat ujian kesusahan atau kesenangan. sabarnya Yusuf AS. Dialah yang sanggup mengatakan tidak pada Zulaika ketika Allah mengujinya kesabarannya untuk berbuat maksiat bahkan ketika Allah telah menyediakan sarana yang memudahkannya untuk berbuat maksiat.

Bisa jadi kain putih itu kita sendiri yang membelinya untuk tetangga atau keluarga terdekat kita. Bisa jadi kain putih itu akan dibeli orang yang tidak kita kenal. . Esok hari. Engkau boleh saja menikmati keindahan alam pertanian. 4. tapi bisa jadi kain kafanmu ada di truk pengirim barang yang sedang diparkir di pinggir toko kain itu. tapi bisa jadi seorang penenun sedang memintal kain kafanmu. diperjual-belikan di pasar-pasar di kota ini. Dari Sahabat tidak terburu-buru mengambil keputusan tegar dengan tujuan yang ditetapkan tuntas sesuai kemampuan tidak gampang pasrah hati tetap senang ketika diuji Kisah Sepotong Kain Putih Hari ini ada ribuan gulung kain. tentu ia akan meminta agar digunakan pada orang soleh yang selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan berikutnya.Catatan tambahan. Bisa jadi seseorang sedang membelikannya untuk jenazah kita yang sedang menunggu dikubur. tapi bisa jadi kain kafanmu sedang dipesan si pemilik toko. Hak kita sebagai manusia adalah berlomba-lomba menyebarluaskan kata-kata kebaikan kepada seluruh umat manusia. Engkau boleh saja tidur nyenyak. Kita tidak tahu kapan hidup kita berakhir. Seandainya ia bisa berbicara. 3. Tapi yang jelas kain itu ada di suatu tempat. 5. Engkau boleh saja tertawa. ciri kesabaran : 1. Kain putih itu sendiri tidak pernah tahu kepada siapa ia akan digunakan. tapi boleh jadi seorang petani sedang memanen kapas bahan kain kafanmu. Kita juga tidak tahu kain kafan mana yang akan menemani kita di kuburan. Hari ini ada sedemikian banyak kain putih yang siap digunakan sebagai kain kafan. *** Hak cipta adalah milik Allah semata. diukur dan dipotong. Hari ini ada sedemikian banyak kain putih. siapa gerangan pembeli berikutnya. 2. yang sedang dibeli. Engkau boleh saja berencana. Hari ini ada sedemikian banyak kain kafan yang seolah bertanya untuk siapa ia akan dibeli.

namun malangnya karena sopir bus tersebut terlalu tajam membanting setir ke kiri. akhirnya diapun pun memutuskan untuk menjatuhkan dirinya dan kali ini pasti berhasil pikirnya. kemudian berhenti di tikungan tajam dimana banyak dilalui kendaraan.*** Sumber : Sahabat Kisah: Pemuda Dililit Utang Malang benar nasib pemuda ini. Beberapa jam berjalan akhirnya diapun menemukan jurang didepannya. kemudian mengikatkannya di tangkai. Ternyata ajalnya belum ditetapkan disini. Tidak puas dengan dua kali kegagalan bunuh dirinya. namun karena larut malam akibatnya kendaraan yang lewat agak jarang sehingga pemuda ini agak lama juga menunggu kendaraan yang lewat. Ditengah malam yang gelap gulita. mengalungkan tali dilehernya. dan lucunya lagi dia jatuh tepat diatas tumpukan kotoran kerbau. dia terus menyusuri jalan ditengah keremangan malam sambil mencari cara agar bisa bunuh diri. Selang beberapa meter jaranknya dari bus. Setelah menunggu agak lama akhirnya datang juga sebuah bus yang mengangkut banyak penumpang. lalu menjatuhkan dirinya kebawah. akhirnya dia berpikir bahwa bunuh diri adalah jalan terbaik baginya. Diam-diam dia memanjat pohon nangka tersebut. pemuda tersebut langsung melemparkan tubuhnya ke tengah jalan. dia tetap bertekad bulat untuk bunuh diri. akhirnya bus tersebut tidak mampu dikendalikan dan akhirnya jatuh ke jurang sehingga seluruh penumpang bus tewas saat itu juga (Inna lillah wa innaa ilaihi rooji`uun). dia mencari cara lain. pemuda ini lalu mengambil ancang-ancang. dia mengambil tali untuk gantung diri dipohon nangka dibelakang rumahnya. namun karena Sopir Bus itu terlalu mwas sehingga ketika melihat sesuatu ditengah jalan dia langsung membanting setir ke kiri. karena tangkai tempat mengikatkan tali tidak kuat menahan beban tubuhnya sehingga tangkai pohon itu patah dan akhirnya jatuh kebawah. dan akhir-nya Pemuda tersebut terbebas dari maut. Pemuda tersebut berjalan menyusuri jalan. . dililit utang sehingga tidak mampu lagi membayarnya. Tidak puas dengan cara pertama.

tubuh pemuda itu jatuh tepat diatas pepohonan itu yang ternyata pemiliknya adalah seorang Janda yang cantik dan kaya raya.al-hijr : 56] #]=– –=[# Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia. memiliki istri cantik serta hidup serba kecukupan. dan pada tubuh pemuda itu hanya terdapat luka lecet kecil dan juga sedikit memar. dan mereka itu mendapat azab yang pedih. Na`uuzu billah. akhirnya mobil yang digunakannya jatuh ke jurang persis ditempat bus terguling sewaktu ia hendak bunuh diri dulu. dan kelamaan melihat jam di tangannya tanpa memperhatikan jalan yang dilaluinya. [QS. [QS. sesekali ia melihat jam di tangan yang sudah mendekati jam 05:00 seperti yang telah ditetapkan dalam mimpinya. akhirnya pemuda itu lupa untuk bunuh diri.Pemuda tersebut mengambil ancang-ancang. mundur beberapa langkah kebelakang dan kemudian berlari kedepan melompat ke dalam jurang. janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. dibawah jurang sana ternyata sebuah kebun yang subur dan rimbun. –=[# Hai orang-orang yang beriman. dan akhirnya meluncurlah ia kebawah. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Pemuda tersebut menjadi kaya raya. dan tepat jam 05:00 subuh. semakin takut. Dia langsung bangun dengan kagetnya. Akhirnya pemuda tersebut terbebas dari hutanghutangnya. hujan turun lebat sekali. Dari Sahabat  . Beberapa tahun kemudian.al-`ankabuut : 23] #]=– *** Salam rindu buat saudaraku se-iman. Jam semakin mendekati pukul 05:00. Dan baiknya lagi Janda cantik tersebut bersedia menjadi Istri si-Pemuda dan juga bersedia melunasi hutang-hutang pemuda tersebut.an-nisa:29] #]=– –=[# Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya. Subhaanallah. sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. terjadilah peristiwa yang sangat menakutkan. mereka putus asa dari rahmat-Ku.. kecuali orangorang yang sesat". [QS. apa yang terjadi ?. terus diperhatikan jam di tangannya yang tinggal beberapa detik lagi menunjukkan pukul 05:000. ia meninggal dunia. dia langsung lari mengambil kunci mobil dan melarikan diri dari rumah agar terhindar dari maut. serta hidup mewah. dengan harapan agar tubuhnya terhempas diatas bebatuan sehingga ia dapat mengahiri hidupnya. tubuhnya gemetaran. dia semakin gugup. Karena semakin takutnya.. disuatu malam. Dan janganlah kamu MEMBUNUH DIRIMU . sambil menyetir mobil dengan kencang. Pemuda tersebut bermimpi didatangi seseorang dan mengatakan kepadanya bahwa Nyawanya akan dicabut nanti tepat jam 05:00 subuh. Akhirnya Janda tersebut mengambil pemuda itu di pagi hari di kebunnya dan ditemukan dalam keadaan siuman. Dia menancap gas mobil dengan kencang-nya ditengah hujan yang lebat. dan merasakan takut yang amat sangat.

Masak pohon bisa jadi perahu dengan sendirinya. tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada. maka sungai menjadi banjir. “Maaf jika kalian menunggu lama. Mana bisa perahu jadi dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya!” Orang banyak pun tertawa riuh. cerita teladan ( 355 ). di manakah Tuhan itu?” Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut. orang alim itu belum juga datang. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan Tuhan. “Jika kalian percaya bahwa perahu tak mungkin ada tanpa ada pembuatnya. kisah islami ( 268 ). Di antara pertanyaannya adalah: “Benarkah Tuhan itu ada” dan “Jika ada. langit. atau menciptakan bumi. “Orang alim ini sudah gila rupanya. barulah muncul orang alim tersebut. langit. kisah teladan ( 352 ). Kemudian. Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang. membuat perahu. Setelah tawa agak reda. Dia berkata kepada orang banyak. baru saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu tersebut. Setelah itu. Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. dan seisinya ini?” Mendengar perkataan orang alim tersebut.erva kurniawan 1:06 am pada 6 Mei 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Bukti Tuhan itu Ada Assalamu’alaikum wr wb.” Begitu orang alim itu berkata. Karena hujan turun deras. orang alim pun berkata. pohon tersebut terpotong-potong ranting dan dahannya dengan sendirinya. Si Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak. sehingga jadi satu batang yang lurus. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang. kenapa kalian percaya bahwa bumi. Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang tumbang. maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata. akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah terjebak oleh pernyataan mereka sendiri. Cuma khayalan orang belaka. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. . hingga akhirnya menjadi perahu. Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. dan seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang lebih sulit. Karena itu. cerita nasehat.

. bukan berarti sakit itu tidak ada. Sederhana memang pembuktian orang alim tersebut. “Tidak. Karena kita tidak bisa melihat Tuhan. elektromagnetik. saya tidak melihat sakit. tapi panca indera manusia lah yang terbatas. maka Tuhan itu tidak ada. sehingga tidak mengetahui keberadaannya. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru. Meski kita tidak bisa melihatNya. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan. tapi benda itu sebenarnya ada? Berapa banyak zakat berukuran molekul. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Listrik.” Demikian si Alim berkata. Begitu juga Tuhan. Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras. demikian pula suara. ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah mikroskop yang amat kuat). apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta! Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. “Tidak!” “Nah. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat. tapi dapat membutakan manusia. tapi ternyata hal itu ada. TV. bukan berarti Tuhan itu tidak ada. mobil. Berapa banyak gelombang (entah radio. tapi pada kenyataannya benda itu ada? Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran.” Begitu si Atheist mengaduh. Benda itu ada. meski kita tidak bisa melihat sakit. Saya tidak melihat sakit. tapi kita bisa merasakan ciptaannya. “Ah mana ada sakit. bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia. Si Alim bertanya. “Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali.” kata si Atheist. Tapi jika kita melihat pesawat terbang. dan lain-lain. bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta). Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia. Apakah para hadirin melihat sakitnya?” Si Alim bertanya ke orang banyak. Tuhan ada. Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu. karena dia tidak pernah melihat Tuhan. sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Orang banyak berkata.“Kalau begitu. sehingga si atheist merasa kesakitan. Di mana sakitnya?” “Ini sakitnya di sini. Di mana Tuhan itu berada?” Orang atheist itu berpendapat. mengapa dia tidak kelihatan. sehingga manusia tak bisa melihatnya.” si Atheist menunjuk-nunjuk pipinya. “Jika Tuhan itu ada. dan lain-lain) yang tak bisa dilihat. jawab pertanyaanku yang kedua. Pasti ada pembuatnya.

Selama milyaran tahun. Matahari. sementara di kapal laut ada Kapten. demikian pula lampu merah dan radar.” [Yaa Siin:40] Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam. tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4. keliling lingkarannya sekitar 4. laut. bintang. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Sebaliknya.” [Al Furqoon:61] Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya. Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur. Dalam Al Qur’an. ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat.3 juta kilometer panjangnya. bumi. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun. polisi. Galaksi Bima Sakti. matahari. matahari. angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Meski ada yang mengatur. keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. tidak pernah bumi menabrak bulan. apalagi dunia yang jauh lebih kompleks.” [Yunus:5] “Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. atau bulan menabrak matahari. tetap terjadi kecelakaan lalu lintas. karena jarak pandang teleskop tercanggih baru Bayangkan. insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada: . laut. dan udara. Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit. jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan. dan lain-lain. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini.5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. dan 9 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya. dan lain-lain: “Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Copilot. maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. tidak mungkin semua itu terjadi. supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). bulan. juru mudi. bulan. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. atau pun pilot yang mengendarai. Matahari. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. Toh. bintang. maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat. tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada.Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya. “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilahmanzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu. dan udara.

kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy. Manusia mungkin bisa membuat robot dari bahan-bahan yang sudah diciptakan oleh Allah. atau Tuhan yang Maha Pencipta: “Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. tak ada satu pun yang bisa menciptakannya kecuali Allah: “…Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun. Maha Suci Engkau. tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia.“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan.” [Ar Ra'd:2] “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. Kamukah yang menciptakannya. cerita nasehat. tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi'ah:58-59] “Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?” [Al Waaqi'ah:63-64] “Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi'ah:72] Di ayat lain. cerita teladan ( 355 ).” [Al Hajj:73] Sesungguhnya. Manusiakah yang menciptakan. walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya). Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka. maka peliharalah kami dari siksa neraka. bahkan Allah menantang pihak lain untuk menciptakan lalat jika mereka mampu. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . masih banyak ayat-ayat Al Qur’an lainnya yang menjelaskan bahwa sesungguhnya. Tuhan itu ada. supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” [Ali Imron:191] Terhadap manusia-manusia yang sombong dan tidak mengakui adanya Tuhan. dan menundukkan matahari dan bulan. Allah menanyakan kepada mereka tentang makhluk ciptaannya. kisah islami ( 268 ). Tapi untuk menciptakan seekor lalat dari tiada menjadi ada serta makhluk yang bisa bereproduksi (beranak-pinak). kisah teladan ( 352 ). dan Dia lah yang Maha Pencipta Wassalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuhu *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:38 am pada 5 Mei 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). menjelaskan tanda-tanda (kebesaranNya). Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.

ikut-ikutan menceramahiku. kerjanya belajar ama ngaji melulu!” Rano menimpali kata-kata kembarnya. Lagi-lagi calon suami yang dibicarakan. Huhh. udah waktunya dong. ”Mbak Ajeng kan udah jadi insinyur. kuhembuskan nafasku kuat-kuat. Rani sama Rano kan udah pengen dipanggil ’Tante dan Oom’. Aku hanya bisa melotot. adikku. selain soal suami. sudah dua bulan ini tidak ada topik yang lebih trend di rumah. Tika aja yang baru kelas enam. Bosan aku. dasar kembar! *** ”Ajeng…!” . nemu di mana lagi pendapat kayak gitu. Mulai dari Papi yang selalu nyindir. Mami yang berulang-ulang menasihatiku agar jangan terlalu pilih-pilih tebu. sudah pengen menimang cucu. Mbak. Lalu Bambang. tak urung ikut menggoda. keponakannya udah empat!” ”Iya. Mbak Ajeng sih. Lagian. yang kuharap bisa menetralisir suasana. ”Udah sana kalian belajar!” hardikku agak keras.Calon Buat Ajeng CERPEN: Calon Buat Ajeng Penulis : Asma Nadia ** Calon Suami????!!!!! Pfui. ”Tuh. Jaman sekarang. mikirin berkeluarga. Bayangin. yang masih es em pe pun. perempuan itu harus agresif. Bahkan si kembar Rani-Rano. kaaaan?!?” seru mereka berdua kompak.

Mi?” tanyaku lunak. ya. ”Mbak Ajeng gimana. dong! Pokoknya kalau nanti Mami nanyain kamu soal Boy. Saya bisa jalan-jalan keliling Amerika. Oo…Oo…! Pasti ada yang nggak beres. Kenapa aku jadi nggak sabaran gini. Tante. kenalin dulu. Bang! Habis serumah pada mojokin semua. sabar! Innallaha ma’ashshabirin!” balasnya sambil mengutip salah satu ayat di Al-Quran. Ayo. Salah-salah pilih. Kedua bola mata Mami tampak bersinar-sinar. Pelan aku bangkit dari meja belajar. lagaknya! Batinku menggerutu sendiri. Iya. Hebat. Mbak.su’udzon! Tapi…. Hasilnya lumayan. kenalin. sebelum ia kembali menggodaku. . ”Jadi. ketika selama dua jam berikutnya aku harus mendengarkan obrolan Mami dengan Si Boi tadi. kan. Kupanjatkan syukur yang tak terkira ketika akhirnya Si Boi pulang. awass kalau kamu setuju!” ancamku serius. selama belajar di Harvard. Mbak nggak pengen gambling. Mami…Mami…! Rasa geliku mendadak hilang. Cuma sekejap. Kesal. Tak perduli aku yang cuma diam dan sesekali manggut. Ini Nak Bui…. Kamu ngerti. kok sekarang malah panasan gini? Tenang aja. duduk di sudut ruangan.. mendengar cerita-ceritanya yang melulu berbau luar negeri. saya sudah coba-coba berbisnis sendiri. ya! Masih muda sudah jadi Wakil Presiden Direktur. Baru juga ngadepin si Boy. Nyari yang shalih sekarang susah. Kok bisa sih nggak merasa dicuekin? Tetap aja ngomong. Benar saja. Bukan main. Sekilas sempat kulihat sosok seorang lelaki. Lho. Alhamdulillah! *** Kulihat Bambang tertawa. kok cuma diketawain?!? ”Bang.Kudengar panggilan Mami dari depan. “Ajeng. Ini tangan kanan Papi di kantor. iya. sih? Biasanya Mbak yang nyuruh aku sabar menghadapi segala sesuatu. Bambang masih cengar-cengir. Iiih. resikonya besar. dunia akhirat!” Sekejap. Orang cerita panjang lebar minta advise. Nggak main-main. kulemparkan bantal ke arahnya. aku keluar. Benar-benar nggak peka nih anak. serius. kulihat keseriusan di matanya. milih suami itu nggak mudah.” ”Boy. Astaghfirullah! ”Mbak bingung. bahkan Eropa setiap kali holiday!” Hihhh. ”Apa perlu Bambang yang nyariin???!” Lemparan bantalku kembali melayang. Tante!” ”Eh. gemas aku! Terlebih melihat pancaran kagum di wajah Mami. ”Ada apa. Setelah merapikan jilbab. Boi!” Aku hanya bisa menahan geli. gumamku dalam hati.

Tanteku itu kembali datang dengan ’balon’nya. Pokoknya lihat aja dulu. kumatikan bunyi weker yang membangunkanku. Selama pembicaraan berikutnya. Jam tiga lebih seperempat. Tak membalas uluran tangan yang diajukannya. Heran. Duhh! Lagi-lagi aku cuma bisa manggut-manggut. menjelang tua. isbiri…. ”Jangan cemas ya ukhti. untuk satu hari lagi kesempatan beramal dan taubat. gantian aku harus menghadapi Tante Ida yang siap mempromosikan calonnya. Apalagi beliau bermaksud baik. dua tahun yang lalu. Entah kemana perginya rona merah yang biasa hadir di sana. Dia yang menentukan. ”Sebetulnya kita ini lucu. Mungkin hilang termakan usia. Kuperhatikan lampu kamar Bambang masih menyala. begini rupanya gadis di penghujung usia dua puluh sembilan? Kuperhatikan bentuk wajahku yang makin tirus. Panggil aja Juned!” Aku hanya mengangguk. bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu. Mataku nanar menyaksikan pantulan wajahku di cermin. Oooohh. lebih pasti. yang masih Kau berikan. Baru kusadari. ya? Lebih sering mempermasalahkan pernikahan. Tapi nggak kampungan. untuk tidak lari ke dalam. berdoa. who knows?” ujarku optimis. Cepat kuhapuskan pikiran tentang Bambang dan ujiannya. terima kasih ya Allah. berkali-kali aku harus menahan diri. pantas saja Papi dan Mami begitu khawatir. ada hal lain yang lebih penting. Aku tidak ingin menyinggung perasaan Tante Ida. ”Junaedi. Sayup-sayup suara kaset murattal terdengar. *** Selesai berurusan dengan Mami untuk masalah Boy. kok. saat kudengar azan Subuh berkumandang. kebiasaan menghadapi ujian dengan pola SKS (Sistem Kebut Semalam) masih membudaya rupanya. bergulirnya waktu dan usia. Bagaimana pun aku harus tetap tawakkal pada Allah. Mungkin Allah ingin memberikan yang lebih baik. dan maut. nggak seharusnya membuat kita lupa untuk berpikir positif terhadap Allah. Alhamdulillah.” Kueja namaku sendiri.*** Kriiiiing…!!! Ups. Tercapai juga niatnya untuk begadang malam ini. Jodoh. ”Tante sih terserah Ajeng. Syukur-syukur Ajeng suka. Hari baru kembali hadir. Berjodoh di dunia bukanlah satu kepastian yang akan kita raih dalam hidup. Dua hari kemudian. Tanganku masih menengadah. Dia anak lurah. Ya Rabbi. Kuhapus tetesan air wudhu yang tersisa dengan handuk kecil. Ajeng Prihartini. Hanya saja. rizki. betapa pucatnya wajah itu. Tidak. pikirku. tapi disediakan di surga. Astaghfirullah! Ishbiri ya ukhti. ini bukan nasib buruk!” Bisikku menghibur. Boleh jadi calon kita ini nggak buat di dunia. Anak kuliahan juga seperti kamu!” promosi Tante Ida bersemangat. Ada kematian. ketika mereka ramai meresahkan calon suami yang tak kunjung datang. Aku bangun dari tempat tidur. Sesuatu yang selama ini sering kuucapkan kepada saudaraku muslimah yang lain. asap rokok . Maksud Ajeng. maut yang pasti kita hadapi. Sudah sulung mereka tak cantik. Bapaknya termasuk juragan kerbau yang paling kaya di Jawa. hal yang belum tentu terjadi. lagi! ”Ir.

Alhamdulillah. Sempat kudengar Tante Ida berbicara dengan Papi dan Mami. dan lain-lain . Selama Saleh berbicara. Ajeng juga mesti memikirkan perasaan Mami sama Papi. Saleh bercerita tentang berbagai kitab berbahasa Arab yang telah dia kuasai. Ndak apa-apa toh sedikit kelihatan leher atau betis?! Maksudku biar tidak terlihat seperti karung berjalan gitu lho. Aku suka bingung sendiri ngeliat perempuan yang memakai kerudung. tampak menemani beliau. Seorang lelaki berjeans. Kenalkan. Mana kelihatannya Juned perokok berat. masalah posisi telunjuk ketika tahiyat. kuatkan hamba-Mu! Hari berangsur malam. sekarang. Lalu ia mulai membahas satu persatu perbedaan pendapat di kalangan umat Islam. *** Siang begitu terik. Jangan… jangan…. Mami! Kali ini Mami membiarkanku berdua dengan tamunya itu. Kereta yang kutumpangi benar-benar penuh. Langkahku lesu menghampiri rumah. Tan…. Risih.” Bujukan Tante Ida tak mampu menggoyahkanku. Seperti yang dipakai artis-artis kita yang beragama Islam itu lho. dokterandes lagi! Terlebih kamu juga sudah cukup berumur. hati-hati aku menjawab. Nah. Sekaligus yang bervariasi. Sudah untung bisa berdiri tegak. Terutama asap rokoknya itu. terdesak penumpang yang lain. Ketika Tante Ida menanyakan pendapatku. ”Wa’alaikumussalam. Habis sebatang. udah ngerepotin. lagi.” Bayang kekecewaan tampak menghiasi raut muka Tante Ida. Lho. pasti tak suruh beli baju yang warna-warnanya cerah. pekan depan. sambung sebatang. Ajeng memang pemalu orangnya. Kenapa sih tidak pintar-pintar memilih warna dan mode?! Aku kalau punya isteri. aku mohon diri ke dalam. Ajeng. Maaf ya. Tan…. dan kopiah di kepala. dari satu perpustakaan ke perpustakaan IPB lainnya. Bisa kurasakan pandangannya yang jelalatan ke arahku. beliau beranjak keluar. Dia setuju setelah aku janji akan menemaninya mendengar ceramah di Wali Songo.Juned benar-benar membuatku mual. kok malah diam? Maaf Nak Saleh. aku menunduk terus. rasanya Ajeng nggak sreg. Ajeng…. Susah lho. ”Maaf ya. Soal doa qunut. Padahal buku itu sangat kuperlukan untuk menghadapi ujian pasca sarjanaku sebentar lagi. perbedaan doa iftitah. Jeng. ”Assalamu’alaikum!” perasaanku kembali tidak enak. Malah nggak berhenti-henti. Bukan main. Putera Pak Camat yang baru lulus dari pondok pesantren di Kalimantan. dengan sajadah di pundak. Sia-sia harapanku untuk bisa beristirahat pulang ke Depok. Beragam perasaan bermain di hatiku. melihat Mami yang tidak sendirian. kuminta Rani mendampingiku. Dengan masih kecewa. Sementara itu. lho. Kalian pasti bisa bekerja sama mengelola kegiatan masjid di sini. menyala. ini Ajengnya sudah pulang. Soalnya Ajeng punya alergi sama asap rokok. Sempat pula kudengar komentar-komentar mereka yang bernada kecewa. mematung. Jeng! Hahaha…. Udah ganteng. Ya Allah. Capek rasanya jalan setengah harian. Namun buku yang kucari belum juga ketemu. dan tidak doyong ke sana ke mari. Persis lokomotif uap jaman dulu! Dengan berani pula ia mengomentari penampilanku. Saleh. nyari yang seperti Juned. Dengan gaya bahasa yang tinggi.” Kontan raut mukaku berubah. nih…nggak nyesel? Tante cuma berusaha bantu. Aku masih di kamar. Tanpa menunggu rokok keenamnya habis. sini sayang. Tak lama kudengar suara Juned pamitan.” Duhh. sedih. ”Bener. hujan turun rintik-rintik. ”Eng…jangan tersinggung ya.

Orang yang punya pemahaman paling tidak mendekati menyeluruhlah. Tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan keadilan. Bingung aku. kamu de’! Bisikku gemas. Menurut pendapat dan analisa ane. jika kita justru berusaha mencari titik temu atau persamaan. ”Bukan yang namanya Saleh. usia Ajeng sudah jauh dari cukup. ”Kalau menurut Saleh. aku tidak begitu setuju dengan caranya. Bosnia itu di mana. ”Kenapa? Apa karena bahasa yang ane gunakan terlalu tinggi atau bagaimana. tidak seharusnya masalah Bosnia itu digembar-gemborkan. yang taat beribadah. Ajeng juga . ”Ngomong-ngomong. Ajeng tahu. hanya akan memperuncing perbedaan yang ada. ”Saya…saya tidak paham apa yang Saleh maksudkan.” ujarku sedikit gagap. Tapi bagiku. kamu itu gimana toh? Kata Bambang kamu maunya sama Saleh. Agar tidak berlebihan. kamu bilang bukan yang seperti itu yang kamu inginkan. Dari sudut mataku. sih?” Tawa Rani meledak.” ulasnya panjang lebar. ”Ooooh. ”Bukan itu. Sudah saatnya pola sikap ngebos. Mi. dan penghargaan masyarakat terhadap orang-orang yang punya kedudukan. tapi ada bukti. Bambang yang duduk di kursi makan tersenyum simpul. Mami!!! *** Malamnya.yang senada. Bosnia yang mana. kutahan tawa yang nyaris meledak. ini…. Boss-Mania. dan melupakan masalah lain yang lebih besar. Yang nggak jelalatan memandang Ajeng terus-terusan dari ujung jilbab sampai kaos kaki. Ajeng ingin orang yang saleh. dengan makin meributkannya. Ane sangat tidak setuju. malah Mami yang marah. yang nanya kok malah bingung?! Yang ane bicarakan tadi ya tentang Bosnia. Saleh yang mana calon kamu itu?” suara Mami meninggi. yang Ajeng maksudkan adalah penindasan yang terjadi pada saudara-saudara muslim kita di Negara Bosnia. Aku terhenyak. lalu…. Ya…jelas penindasan itu tidak bisa dibenarkan. Jadi sebenarnya. Yang Islamnya nggak cuma teori. kasus Bosnia itu bagaimana?” tanyaku mengalihkan perhatian. ternyata masih saja ada orang yang meributkan hal-hal yang relatif lebih kecil. kan maksud Ajeng?!!” Ufh. Awas. waktu aku protes ke Mami. hingga Ajeng sulit memahami?” Aku tambah melongo. Lucu sekali. Itu akan membuat sikap tersebut kian membudaya.” aku berusaha menjelaskan dengan sabar. diarahkan sewajarnya. ”Bukan. Tentunya akan lebih baik.” ujar Saleh optimis. kulihat Rani pringas-pringis menahan geli. yang Saleh maksudkan?” tanyaku makin bingung. seperti hendak menawar barang dagangan. Terus terang. Cukuplah bahwa masing-masing berpegang pada sunnah Rasulullah. soal calon-calon itu. Tampak Saleh manggut-manggut. tentang Islam. Gantian aku yang bingung. sambil mempermainkan kerudung pink-nya. ”Lho. tanpa diduga. itu. Betul bahwa semuanya harus kita ketahui. Pas Mami temuin. ”Oooh. dan bukan malah memperlebar jurang perbedaan. ”Lha. yang itu. Duhhh.

sayang…. Alhamdulillah. Beberapa Oom dan Tante yang datang. Tolong Ajeng. Aku maklum. satu embel-embel gelar kembali menghiasi namaku. aku mulai menulis: Kepada Calon Suamiku…. namun tidak akan pernah memudarkan ghirah Islamiah yang ada. sekarang aku lebih bisa berkonsentrasi untuk menulis. Permasalahan yang menimpa kaum muslimin begitu banyak. kini sudah tersaingi. Berdua kami berisakan. Dengan hati seringan kapas. Aku lega. harus pulang dengan kecewa karena promosi dibatalkan. Kuharap. Kita memang harus berusaha.” suara Mami lirih. sebelum menanyakan kesediaanku. ”Dari siapa? Kalau dari Anto Boy. Papi turut menghampiri.pengen segera menikah. tahun-tahun yang berlalu. tidak ada panggilan lanjutan dari Rano. Calon suamiku…. Hening. bila sampai detik ini kau belum juga hadir. Baru sedikit itulah. Belum lama ini aku juga mengambil kursus jahit dan memasak. meski memudarkan keremajaanku. Mami mesti mengakui. Biar Ajeng mesti nunggu sampai tua. bahwa kemahirannya di dapur. tetap tawakkal sama Allah. Aku masih ingin menenangkan diri dulu. Diraihnya aku ke dalam pelukannya. Ajeng siap. yang bisa kulakukan sebagai perwujudan syukurku atas nikmat-Nya yang tak terhitung. Perempuan mana sih. Tolong Mami bantu Ajeng agar bisa tetap sabar. ”Mbak Ajeng…telepon tuh!” pekik Rano keras. yang tidak ingin berkeluarga. tolong. Rani dan Reno terdiam di kursinya. dan memberikan berbagai ceramah di beberapa kampus dan masjid. Alhamdulillah. Ujian pasca sarjanaku sudah selesai. Satu kerja mulia. Kesemuanya membentuk satu daftar panjang dalam agenda kita. tapi jangan memaksakan diri. perlahan topik trend kami bergeser. Juned. Sebentar lagi. Dengan besar hati pula. Daripada bersuamikan orang yang akhlaknya tidak Islami. Jangan menyudutkan Ajeng. sejak kejadian malam itu. Aku yakin ketidakhadiranmu semata-mata karena kesibukan dakwah yang ada. menepuk-nepuk pundakku. Usiaku hari ini bertambah setahun lagi. memelukku makin erat. Didin. Mi…tolong!” Kusaksikan mata Mami berkaca-kaca. Mami tidak lagi menyodorkan calon-calonnya. atau Saleh. ”Maafin Mami. *** Kesibukanku menulis diary terhenti. Alhamdulillah. ”Tapi…. dan punya anak?” lanjutku hampir menangis. Kuraih pena. Tiga puluh tahun sudah. Mudah-mudahan aku bisa tetap istiqamah di jalan-Nya. Mbak nggak mau terima!” balasku agak keras. yang hanya .

Tawa Papi makin lebar.” Deg! Aku tersentak. Jeng …. Calon Suamiku. kenalkan. di manapun engkau berada. Aku menoleh sesaat. sih? ”Syahril… Nama saya Syahril. Masya Allah. ”Ayo. ”Assalamu’alaikum. Insya Allah. kok malah nunduk?” suara ngebas Papi kembali terdengar. Aku masih terpana. apakah…apakah…ini. bila kau sudah siap untuk menambah satu amanah lagi dalam kehidupan ini. Wassalam. sahabat Papi sejak jaman revolusi dulu. salaman.. nama kamu siapa. Di belakangnya. atau pekerjaan yang masih sambilan. kamu??? * *** . yang akan menjadi nilai plus di hadapan Allah (semoga). Lho. “Insya Allah. yang berdiri tak jauh dari Papi. tersipu. doaku selalu menyertai usahamu. Jika Dia senantiasa memberikan rizki. Puteri sulung Oom. padahal kita tidak dalam keadaan jihad di jalan-Nya. dengan wajah tertunduk. Namun jika engkau memang disediakan untukku di dunia ini. Sedikit berjingkat. kudengar suara Papi memanggilku. ”Nah. iman akan menjawab segalanya. ”Ajeng…!” Hampir aku terjatuh. Jeng…puteranya Mas Wismoyo. Percayakan semuanya pada Allah. Tak usah kau cemaskan soal kuliah yang belum selesai. Adinda NB: Ngomong-ngomong. lalu bagaimana mungkin Allah akan menelantarkan kita. yang dipanggil Syahril tetap menunduk.” Masya Allah! Aku masih melongo. Sebelum aku sempat menyibak tirai yang membatasi ruang makan dengan ruang tamu. Kalau Ajeng setuju. maka datanglah. Tapi. Ajeng. hal itu akan membuat penantian ini seakan tidak pernah ada. saking tergesanya menghampiri beliau. hari ini saya akan berta’aruf dengan Ajeng. aku melangkah ke depan. calon suamiku…eng…engng…ups. ”Apa. Insya Allah. Calon suamiku…. Ini lho. Baru lulus ya Nak?” Syahril mengangguk. Rasa-rasanya kudengar satu suara. Kulihat Papi tersenyum lebar. Insya Allah.sedikit orang terpanggil untuk ikut merasa bertanggung jawab. Sekilas mataku menyapu bayangan seorang lelaki berkaca mata. rapat ke dada. Pena yang kugenggam jatuh. Sesudah itu…mudah-mudahan kita bisa jihad bareng…. sekaligus Ass Dos-nya Bambang di FISIP.” Agak samar kudengar kalimatnya yang terakhir. terpana. Nak Syahril. khitbahnya bisa dilaksanakan besok. ya…??” Aku mengangguk pendek. sedangkan kita senantiasa berjihad di sabil-Nya?! Banyaklah berdoa. Bambang berdiri dengan senyum khasnya. ini yang namanya Ajeng.khitbah? Ngelamar. tetap tak ada uluran tangan. Saya Syahril. melirikku.

.mantap ceritanya :D • asfi 6:57 am pada 28 Mei 2011 Permalink ceritanya nyentuh banget….solusinya. cerita nasehat. Sumber : Majalah Annida...para ikwan. so. kisah teladan ( 352 ).. No.. cerita teladan ( 355 ).. • sylvia 8:06 am pada 12 Mei 2011 Permalink Subhanallah.? tingkatkan kegiatan Rohis di sekolah dan Universitas dan buat kegiatan yang menarik. tetapi kenyataannya banyak muslimah yang kesulitan mencari pendamping yang mempunyai tujuan yang sama. 12 1415 H/1994 M • annisa 2:55 pm pada 11 Mei 2011 Permalink walaupun hanya cerita.Pemenang Harapan I LMCPI Annida. karena sedikitnya jumlah remaja putra yang rajin mencari ilmu agama.. kisah islami ( 268 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Di Atas Sajadah Cinta .  erva kurniawan 1:13 am pada 3 Mei 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).

Di serambi masjid Kufah. untuk ibadah dan menuntut ilmu pada ulama terkemuka kota Kufah. qad aflaha man zakkaaha. Saat itu masjid adalah pusat peradaban. Kedua matanya memandang teguh ke tempat sujud. ataukah yang merugi? Ayat itu ia ulang berkali-kali. ia menangis. seorang pemuda berdiri tegap menghadap kiblat. Ia bagai mencium aroma wangi para bidadari yang suci. Sebagian rumah telah menutup pintu dan jendelanya. pusat pendidikan. Hati dan seluruh gelegak jiwanya menyatu dengan Tuhan. wa qad khaaba man dassaaha …” (maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketaqwaan. “fa alhamaha fujuuraha wa taqwaaha. Sebagian besar waktunya ia habiskan di dalam masjid. Pemuda itu terus larut dalam samudera ayat Ilahi. Neraka bagaikan menyala-nyala dihadapannya. Air matanya mengalir deras. Apakah dia termasuk golongan yang mensucikan jiwanya. Ia merasakan kesejukan dan kebahagiaan. Orang-orang memanggilnya “Zahid” atau “Si Ahli Zuhud”. dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya …) Hatinya bertanya-tanya. Akhirnya ia pingsan. embun sejuk dari langit terasa bagai mengguyur sekujur tubuhnya. Setiap kali sampai pada ayat-ayat azab. Semilir angin yang bertiup dari utara membawa hawa sejuk. Namun jika ia sampai pada ayat-ayat nikmat dan surga. Tatkala sampai pada surat Asy Syams. tubuh pemuda itu bergetar hebat. Bibirnya bergetar melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Dia dikenal masyarakat sebagai pemuda yang paling tampan dan paling mencintai masjid di kota Kufah pada masanya. Namun geliat hidup kota Kufah masih terasa. sesungguhnya. Pencipta alam semesta. *** .CERPEN: Di Atas Sajadah Cinta Penulis: Habiburrahman El Shirazy KOTA KUFAH terang oleh sinar purnama. pusat informasi dan pusat perhatian. karena kezuhudannya meskipun ia masih muda. Hatinya bergetar hebat. Tubuhnya berguncang. Ataukah golongan yang mengotori jiwanya? Dia termasuk golongan yang beruntung. beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu.

Lampu-lampu yang menyala dari kejauhan tampak berkerlap-kerlip bagai bintang gemintang. Dialah yang dulu menolong kita waktu kesusahan.” . Nanti jika sudah beristri Afirah. Penari itu mengerlingkan matanya padamu!” bisik temannya. Rumah itu milik seorang saudagar kaya yang memiliki kebun kurma yang luas dan hewan ternak yang tak terhitung jumlahnya. Tak jauh darinya seorang penari melenggak lenggokan tubuhnya diiringi suara gendang dan seruling. di pinggir kota tampak sebuah rumah mewah bagai istana. tampak seorang gadis jelita sedang menari-nari riang gembira. “Abu Afirah. engkau tentu tahu bahwa Yasir itu pemuda yang tidak baik. kau terima atau…?” “Ya jelas langsung aku terima. dia pasti juga akan tobat! Yang penting dia kaya raya. Yasir. Pemuda yang paling cocok untuk Afirah adalah Yasir. “in kuntu ‘asyiqatul lail fa ka’si musyriqun bi dhau’ wal hubb al wariq …” (jika aku pencinta malam maka gelasku memancarkan cahaya dan cinta yang mekar …) *** Gadis itu terus menari-nari dengan riangnya. Kecantikannya sungguh memesona. Di ruangan tengah. Memang sudah saatnya dia menikah. “Ayo bangun. itu syair-syair cinta. Gadis itu terus menari sambil mendendangkan syairsyair cinta. Dalam salah satu kamarnya.” *** Pada saat yang sama. putri kita sudah menginjak dewasa. Jangan kau sia-siakan kesempatan ini. Sang ibu berkata.” “Tapi. Di samping itu Yasir itu gagah dan tampan. “Be…benarkah?” “Benar.” “Ya. tak jauh dari pasar Kufah. kedua orangtuanya menyungging senyum mendengar syair yang didendangkan putrinya. di sebuah tenda mewah. Seorang pemuda tampan dikelilingi oleh teman-temannya. Dia penari tercantik kota ini. Kau dengarkanlah baik-baik syair-syair yang ia dendangkan. Wajahnya yang putih susu tampak kemerahan terkena sinar yang terpancar bagai tiga lentera yang menerangi ruangan itu.” “Bagaimana.” “Ah. Dia melamar Afirah untuk putranya. Dia ‘kan masih kerabat sendiri dan kita banyak berhutang budi padanya. Ayo cepatlah. Hatinya berbunga-bunga. Yasir. Bersenang-senang dengannya memang impianku. Kebetulan tadi siang di pasar aku berjumpa dengan Abu Yasir.” “Tapi bukankah lebih baik kalau minta pendapat Afirah dulu?” “Tak perlu! Kita tidak ada pilihan kecuali menerima pinangan ayah Yasir.Sementara itu. Yasir!” “Baiklah. itu gampang.

Keduanya lalu menari-nari diiringi irama seruling dan gendang. Perempuan itu mengaduh. Matanya lalu menangkap di kejauhan sana perlahan bayangan itu menjadi seorang sedang menunggang kuda. Dengan sedikit merintih ia menjawab pelan. Penunggang kuda itu semakin jelas. Ia terus melangkah menapaki jalan yang membelah kebun kurma itu. Zahid meninggalkan masjid menuju ke pinggir kota.Yasir lalu bangkit dari duduknya dan beranjak menghampiri sang penari. Ia menghentikan langkahnya. Keduanya benar-benar hanyut dalam kelenaan. Abu Afirah. Zahid mendekati perempuan itu dan menyapanya. Ia sempatkan ke pasar sebentar untuk membeli anggur dan apel buat saudaranya yang sakit. Dua matanya yang bening menatap Zahid. Sang penari mengulurkan tangan kanannya dan Yasir menyambutnya. Apa yang harus ia perbuat. Usai shalat dhuha. “Toloong! Toloong!!” Suara itu datang dari arah penunggang kuda yang ada jauh di depannya. Cepat-cepat ia menenangkan diri dan membaca shalawat. “Assalamu’alaiki. Keduanya terus menari dan menari. *** Keesokan harinya. Tatkala kuda itu sudah sangat dekat ia mengangkat tangan kanannya dan berkata keras. berhentilah dengan izin Allah!” Bagai pasukan mendengar perintah panglimanya. Suara gendang memecah hati. kuda itu meringkik dan berhenti seketika. Zahid berjalan melewati kebun kurma yang luas. Ia terus berjalan dan titik hitam itu semakin membesar dan mendekat. “Apakah Anda punya waktu malam ini bersamaku?” Yasir tersenyum dan menganggukan kepalanya. “Toloong! Toloong hentikan kudaku ini! Ia tidak bisa dikendalikan!” Mendengar itu Zahid tegang. Saudaranya pernah bercerita bahwa kebun itu milik saudagar kaya. Kau tidak apa-apa?” Perempuan itu mengaduh. Dan matanya dengan jelas bisa menangkap penunggang kuda itu adalah seorang perempuan. Ia berjalan dengan hati terus berzikir membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Ia berdiri tegap di tengah jalan. Dengan gerakan mesra penari itu membisikkan sesuatu ketelinga Yasir. Mukanya tertutup cadar hitam. Sementara kuda itu semakin dekat dan tinggal beberapa belas meter di depannya. “Hai kuda makhluk Allah. Ia hendak menjenguk saudaranya yang sakit. Suara seorang perempuan. Tibatiba dari kejauhan ia melihat titik hitam. Perempuan yang ada dipunggungnya terpelanting jatuh. Aroma arak menyengat nurani. Lalu sayup-sayup telinganya menangkap suara. . Kuda itu berlari kencang. Hati dan pikiran jadi mati. “Toloong! Toloong!!” Suara itu semakin jelas terdengar. Irama seruling melengking-lengking.

” gemuruh hatinya. Mungkin terkilir saat jatuh. Sang gadis terpesona oleh ketampanan Zahid. Inilah untuk pertama kalinya ia menatap wajah gadis jelita dari jarak yang sangat dekat. Matanya berkaca-kaca. Jika kau mau silakan datang ke rumahku.” “Jadi. Afirah terpekur di kamarnya. Zahid tersadar. Seumur hidup ia belum pernah menghadapi situasi seperti ini.“Alhamdulillah. namaku Afirah. kaukah Zahid yang sering dibicarakan orang itu? Yang hidupnya cuma di dalam masjid?” “Tak tahulah. tidak apa-apa. Sejak kejadian tadi pagi di kebun kurma hatinya terasa gundah. “Tuan. “Tunggu dulu Tuan Zahid! Kenapa tergesa-gesa? Kau mau kemana? Perbincangan kita belum selesai!” “Aku mau melanjutkan perjalananku!” Tiba-tiba gadis itu berlari dan berdiri di hadapan Zahid. Wajah bersih Zahid . Kalau boleh tahu siapa nama Tuan. Itu mungkin Zahid yang lain. Hatinya bergetar hebat. Menyadari hal itu Zahid menundukkan pandangannya ke tanah. Tak ayal matanya menatap wajah putih bersih memesona. Sesaat lamanya keduanya beradu pandang. ia membuka cadarnya. Syaraf dan ototnya terasa dingin semua. Ayah pasti akan senang dengan kehadiranmu. Ia lalu melangkah. Apa yang menimpa dirinya. sementara gemuruh hati Zahid tak kalah hebatnya. Kebun ini milik ayahku.” kata Zahid sambil membalikkan badan. Gadis itu tersenyum dengan pipi merah merona. aku tidak akan memberi jalan!” Terpaksa Zahid menerima sapu tangan itu. “Namaku Zahid. Perempuan itu perlahan bangkit. saya ucapkan terima kasih.” Dua mata bening di balik cadar itu terus memandangi wajah tampan Zahid. Astagfirullah. Zahid melangkahkan kedua kakinya melanjutkan perjalanan. Dan rumahku ada di sebelah selatan kebun ini. Gadis itu lalu minggir sambil menutup kembali mukanya dengan cadar. Angin sejuk dari utara semilir mengalir. ia cepat-cepat menundukkan kepalanya. “Tidak usah. dari mana dan mau ke mana Tuan?” Zahid mengangkat mukanya. Hatinya basah.” “Syukurlah kalau begitu. Tanpa sepengetahuan Zahid. Dan sebagai ucapan terima kasih aku mau menghadiahkan ini. “Innalillah.” “Terimalah. Pikirannya bingung. Hanya saja tangan kananku sakit sekali. kota Kufah kembali diterangi sinar rembulan. tidak apa-apa! Kalau tidak Tuan terima. Dan tampaklah wajah cantik nan memesona. aku dari masjid mau mengunjungi saudaraku yang sakit. Terang saja Zahid gelagapan. *** Saat malam datang membentangkan jubah hitamnya.” Gadis itu lalu mengulurkan tangannya memberi sapu tangan hijau muda. “Tuan aku hanya mau bilang. Hatinya bergetar hebat menatap aura kecantikan gadis yang ada di depannya.

Ia menangis. Ya Rabbi. Ia juga menyaksikan wibawanya. Tadi pagi ia menatap wajahnya dan mendengarkan tutur suaranya. Suatu hari ia akan datang kemari. Tiba-tiba ia tersenyum. izinkanlah aku mencintainya. Ia menangisi hilangnya kekhusyukan hatinya dalam shalat. tak aku pungkiri aku jatuh hati pada hamba-Mu yang bernama Zahid. Hatinya merasakan aliran kesejukan dan kegembiraan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. berilah padaku cawan kesejukan untuk meletakkan embun-embun cinta yang menetes-netes dalam dinding hatiku ini. “Ilahi. cinta. “Inikah cinta? Beginikah rasanya? Terasa hangat mengaliri syaraf. Beberapa orang tampak tengah asyik beribadah bercengkerama dengan Tuhannya. Aku tak ingin kehilangan cinta-Mu. Semua bercampur dan mengalir sedemikian hebat dalam relung hatinya. kasihanilah hamba-Mu yang lemah ini. Ya Rabbi. *** Sementara itu di dalam masjid Kufah tampak Zahid yang sedang menangis di sebelah kanan mimbar. baca Al-Quran dan dalam apa saja yang ia kerjakan. Menjelang subuh. Ilahi. Aura itu selalu melintas dalam shalat. Aura kecantikan Afirah bercokol dan mengakar sedemikian kuat dalam relung-relung hatinya. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Biasanya ia sudah membaca dua juz dalam shalatnya.” Air matanya terus mengalir membasahi pipinya. hamba lemah maka berilah kekuatan!” . ia terbangun. Dalam puncak munajatnya ia pingsan. Rasa cintanya pada Tuhan. Namun Engkau juga tahu. semakin ia meratap embun-embun cinta itu semakin deras mengalir. jangan kau gantikan bidadariku di surga dengan bidadari dunia. Ia telah mencoba berulang kali menepis jauh-jauh aura pesona Afirah dengan melakukan shalat sekhusyu’-khusyu’-nya namun usaha itu sia-sia. Ia teringat sapu tangan yang ia berikan pada Zahid. tuntunlah langkahku pada garis takdir yang paling Engkau ridhai. Dan rasa tidak ingin kehilangannya. Dalam hati ia berkata. Saat ini hamba sangat lemah berhadapan dengan daya tarik wajah dan suaranya Ilahi. Ia tersentak kaget. Dan inilah untuk pertama kalinya aku terpesona pada seorang pemuda. dan segala keindahan semesta.” Hatinya berbunga-bunga. ia menyesal. Rasa takut akan azab-Nya. “Ah sapu tanganku ada padanya. Sejak ia bertemu dengan Afirah di kebun kurma tadi pagi ia tidak bisa mengendalikan gelora hatinya. Zahid terus meratap dan mengiba. Tiba-tiba air matanya mengalir deras. Anehnya. “Ilahi. Wajah yang tampan bercahaya dan bermata teduh itu hadir di pelupuk matanya. hatiku ini tak mampu mengusir pesona kecantikan seorang makhluk yang Engkau ciptakan. Rasa cinta dan rindu-Nya pada Afirah. Aku serahkan hidup matiku untuk-Mu. Ilahi. Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta. Pembicaraan orang-orang tentang kesalehan seorang pemuda di tengah kota bernama Zahid semakin membuat hatinya tertawan. Ia pasti juga mencintaiku. Hatinya yang dipenuhi gelora cinta terus ia paksa untuk menepis noda-noda nafsu. Pandangan matanya yang teduh menunduk membuat hatinya sedemikian terpikat.” Isak Zahid mengharu biru pada Tuhan Sang Pencipta hati. Engkau Mahatahu atas apa yang menimpa diriku. Juga terasa sejuk di dalam hati. Ia belom shalat tahajjud.bagai tak hilang dari pelupuk matanya.

Sementara Afirah menanti dengan seksama jawaban ayahnya. Lalu terdengarlah jawaban ayah Afirah. Ilahi lindungi hamba dari murkamu dan neraka. Sang ayah diam sesaat. *** Zahid kembali ke masjid dengan kesedihan tak terkira. Amin. Hatinya mantap untuk melamarnya. Amin. Ia sering mengigau. Zahid mengutarakan maksud kedatangannya. Afiah keluar sekejab untuk membawa minuman lalu kembali ke dalam. Ketika keadaannya kritis seorang jamaah membawa dan merawatnya di rumahnya.Ia lalu bangkit. Ia pun pingsan saat itu juga. Di dalam sujudnya ia berdoa. Maafkan aku. Di sana ia disambut dengan baik oleh kedua orangtua Afirah. hamba terlalu lemah untuk menanggung-Nya. Zahid menundukkan kepala ia pasrah dengan jawaban yang akan diterimanya. dan shalat tahajjud. Ilahi. Keheningan mencekam sesaat lamanya. istigfhar dan … Afirah. Ia mengambil nafas panjang. Angin pun meniupkan kabar ini ke telinga Afirah. Keimanan dan ketakwaan Zahid ternyata tidak mampu mengusir rasa cintanya pada Afirah. Kabar tentang derita yang dialami Zahid ini tersebar ke seantero kota Kufah. Ia tidak bisa menyembunyikan irisan kepedihan hatinya. Kaulah cintaku yang pertama. Kalau kau mau. Assalamu’alaikum Aku telah mendengar betapa dalam rasa cintamu padaku. cinta-Mu. Sementara Afirah. Apa yang ia dengar dari ayah Afirah membuat nestapa jiwanya. rahmat-Mu. Ia pun jatuh sakit. usai shalat dhuha Zahid berjalan ke arah pinggir kota. Jantungnya nyaris pecah mendengarnya. lebih tragis keadaannya. Amin. Tak bisa kuingkari. Zahid. wudhu. Mereka sangat senang dengan kunjungan Zahid yang sudah terkenal ketakwaannya di seantero penjuru kota. Ilahi. Ia mohon diri dengan mata berkaca-kaca.” *** Pagi hari. yaitu melamar Afirah. dan aku telah menerimanya. Suhu badannya sangat panas. tahlil. Berkali-kali ia pingsan. hamba mohon ridha-Mu dan surga. Aku tahu kau selalu menyebut diriku dalam mimpi dan sadarmu. aku pun mengalami hal yang sama. Dari bibirnya terucap kalimat tasbih. Kedua kakinya seperti lumpuh seketika.” Zahid hanya mampu menganggukan kepala. Ia sudah mengerti dengan baik apa yang didengarnya. hamba memohon ampunan-Mu. Tujuannya jelas yaitu melamar Afirah. “Ilahi. dan ridha-Mu. Dari balik tirai ia mendengarkan dengan seksama pembicaraan Zahid dengan ayahnya. Dan kuingin kaulah pendamping hidupku selama-lamanya. jika boleh hamba titipkan rasa cinta hamba pada Afirah pada-Mu. kau datang terlambat. Afirah sudah dilamar Abu Yasir untuk putranya Yasir beberapa hari yang lalu. Aku tawarkan dua hal padamu untuk mengobati rasa . “Anakku Zahid. Amin. Rasa cinta itulah yang membuatmu sakit dan menderita saat ini. ======================================= Kepada Zahid. Rasa cinta Afirah yang tak kalah besarnya membuatnya menulis sebuah surat pendek.

Inilah yang kudamba. Kedua tawaranmu itu tak ada yang kuterima. tempat dimana ia bersujud. Dengan hati berbunga-bunga Zahid menerima surat itu dan membacanya. Ia berpesan agar surat itu langsung sampai ke tangan Zahid. Az Zumar : 13 ) Afirah. Namun sakit dan deritaku ini tidaklah semata-mata karena rasa cintaku padamu. Zahid ======================================= Begitu membaca jawaban Zahid itu Afirah menangis. Bukan sebuah cinta yang menyeret kepada kenistaan dosa dan murka-Nya. dan laki-laki yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (yaitu surga). dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Dan aku ingin mendamba yang sama. Bukan air timah dari neraka. Ia menangis bukan karena kecewa tapi menangis karena menemukan sesuatu yang sangat berharga. Hari itu juga surat Afirah sampai ke tangan Zahid. . Sejak itu ia menanggalkan semua gaya hidupnya yang glamor. Dan meminta jawaban Zahid saat itu juga. Pertama. Tidak mudah meraih cinta berbuah pahala. Namun aku sangat yakin dengan firmannya : “Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik. Tak ada yang bisa aku lakukan saat ini kecuali menangis pada-Nya.” Karena aku ingin mendapatkan seorang bidadari yang suci dan baik maka aku akan berusaha kesucian dan kebaikan. Aku ingin mengobati kehausan jiwa ini dengan secangkir air cinta dari surga. yaitu hidayah. Sakitku ini karena aku menginginkan sebuah cinta suci yang mendatangkan pahala dan diridhai Allah ‘Azza Wa Jalla’. Afirah. Ia menarik nafas panjang dan beristighfar sebanyak-banyaknya. Pertemuan dan percintaannya dengan seorang pemuda saleh bernama Zahid itu telah mengubah jalan hidupnya. Setelah tahu isinya seluruh tubuhnya bergetar hebat. Ia berpaling dari dunia dan menghadapkan wajahnya sepenuhnya untuk akhirat. Tidak boleh ada orang ketiga yang membacanya. “Inni akhaafu in ‘ashaitu Rabbi adzaaba yaumin ‘adhim!” ( Sesungguhnya aku takut akan siksa hari yang besar jika aku durhaka pada Rabb-ku. Hanya kepada Allah kita serahkan hidup dan mati kita.haus kita berdua. Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka. Jika kita terus bertakwa. dan menangis di tengah malam memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Afirah. Salamullahi’alaiki. Atau kau datanglah ke kamarku. aku akan datang ke tempatmu dan kita bisa memadu cinta. Wassalam. Selanjutnya Allahlah yang menentukan. semoga bisa jadi pelipur lara dan rindumu. Sorban putih pemberian Zahid ia jadikan sajadah. Afirah. Benar aku sangat mencintaimu. akan aku tunjukkan jalan dan waktunya. Bersama surat ini aku sertakan sorbanku. Allah akan memberikan jalan keluar. Dengan berlinang air mata ia menulis untuk Afirah : ======================================= Kepada Afirah. Wassalam Afirah ======================================= Surat itu ia titipkan pada seorang pembantu setianya yang bisa dipercaya.

kisah islami ( 268 ). Beberapa bulan kemudian Zahid menerima sepucuk surat dari Afirah : ======================================= Kepada Zahid. Allah Maha Rahman dan Rahim. Hal yang sama juga dilakukan Zahid di masjid Kufah. kisah teladan ( 352 ). MD Entertainment Cetakan VII. Di atas sajadah putih ia menemukan cinta yang lebih agung dan lebih indah. Penerbit Republika 2. Wassalam. Tiada henti bibirnya mengucapkan hamdalah. Dan kita laksanakan pernikahan mengikuti sunnah Rasululullah SAW. Hari ini ayahku memutuskan tali pertunanganku dengan Yasir. Assalamu’alaikum. *** Diambil dari buku dengan judul yang sama karya Habiburrahman El Shirazy. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Pesantren Basmala Indonesia 3. cerita nasehat. yaitu cinta kepada Allah SWT. Dialah Tuhan yang memberi jalan keluar hamba-Nya yang bertakwa. Beliau telah terbuka hatinya. Juni 2006  erva kurniawan 1:27 am pada 25 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Cepatlah kau datang melamarku. Afirah ======================================= Seketika itu Zahid sujud syukur di mihrab masjid Kufah. Keduanya benar-benar larut dalam samudera cinta kepada Allah SWT.Siang ia puasa malam ia habiskan dengan bermunajat pada Tuhannya. Bunga-bunga cinta bermekaran dalam hatinya. Secepatnya. Segala puji bagi Allah. cerita teladan ( 355 ). Penerbit: 1.

. otakmu juga cerdas. Palestina. Dan suatu sifat dari Imam Safi’i adalah. Imam Malik Berkata lagi : “Wahai Muhammad bertaqwalah kepada Allah dan jauhilah laranganNya maka engkau akan menjadi orang yang disegani di kemudian hari”. maka pelajaran yang dipelajari oleh temannya itu dapat beliau pahami. karena Imam Malik merasa kagum akan kefasihan beliau dalam membacanya. engkau sungguh fasih dalam berbahasa Arab. Maka beliau pergi ke Madinah untuk menemui Imam Malik. Demikian pula jika ada orang yang membacakan buku dihadapan Imam Syafi’i. memahami secara mendalam sastra Arab dan berita-berita tentang peristiwa yang dialami oleh orang-orang Arab dahulu. Beliau dilahirkan di Gaza. alangkah baiknya seandainya engkau menguasai ilmu Fiqih sebagai kepandaianmu. Oleh karena itu ibunya berpendapat agar sebaiknya beliau (yang ketika itu masih kecil) dipindahkan saja ke Makkah (untuk hidup bersama keluarga beliau disana).Imam Syafii Nama lengkap beliau adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris. sungguh aku menyayangkanmu. Esoknya beliau membaca al Muwaththa’ bersama Imam Malik tanpa melihat buku yang dipegangnya. Sehingga kata gurunya : “Engkau tak perlu belajar lagi di sini (lantaran kecerdasan dan kemampuan beliau untuk menyerap dan menghafal ilmu dengan hanya mendengarkan saja)”. Mas’ab bin Abdullah berkata : “Wahai Abu Abdullah (yaitu Imam Syafi’i). secara spontan beliau dapat menghafalnya. Pada suatu hari beliau bertemu dengan Mas’ab bin Abdullah bin Zubair yang masih ada hubungan famili dengan beliau. Ditempat ini beliau beliau banyak menghafal sya’irsya’ir. Sesampainya di Madinah Imam Malik bertanya : “Siapa namamu?”. sehingga beliau hanya dipelihara oleh ibunya yang berasal dari Qabilah Azad dari Yaman. Maka ketika berusia 2 tahun beliau dibawa ibundanya pindah ke Makkah.” Imam Syafi’i : “Dimana aku harus belajar?” Mas’ab bin Abdullah pun menjawab : “Pergilah ke Malik bin Anas”. maka beliau disuruh melanjutkan membaca. Bani Hudzail adalah Kabilah yang paling fasih dalam berbahasa Arab. Diwaktu kecil Imam Syafii hidup dalam kemiskinan dan penderitaan sebagai anak yatim dalam “dekapan” ibundanya . lalu beliau mendengarkannya. Beliau tinggal di tempat Bani Hudzail selama 17 tahun. Pada usia 7 tahun beliau telah menghafal Al Qur’an. dan ayahnya meninggal ketika masih bayi. “Muhammad” jawabku. Setelah beberapa tahun di Makkah. Imam Syafi’i pergi ke tempat Bani Hudzail dengan tujuan untuk belajar kepada mereka. jika beliau melihat temannya diberi pelajaran oleh gurunya. tahun 150 H. Imam Syafi’i rahimahullah dilahirkan bertepatan dengan meninggalnya Imam Abu Hanifah oleh karena itu orang-orang berkata : “telah meninggal Imam dan lahirlah Imam”.

adalah beliau orang yang paling paham (pengetahuannya) tentang Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw. Lalu aku belajar padanya. serta tafsirnya. Ilmu Yang Dimiliki Oleh Imam Syafi’i rahimahullah Imam Syafii rahimahullah memiliki ilmu yang luas seperti yang dikatakan Ar Rabbii bin Sulaiman : “Setiap selesai shalat shubuh Imam Syafi’i selalu duduk dikelilingi orang-orang yang ingin bertanya tentang tafsir Al Qur’an. Sehingga namanya menjadi terkenal dan disegani umat Islam di zamannya. dan setelah meninggalnya Imam Malik beliau pergi keYaman dan selanjutnya pergi ke Baghdad dan kembali ke Madinah . Beberapa jam kemudian ganti orang-orang lain untuk bertanya-jawab. sementara usianya hampir sama dengan kita? Apakah aku tidak merugi seandainya meninggalkan Ibnu Uyainah dan Mugni?”. Dan seandainya matahari telah terbit.Beliau tinggal di Madinah sampai Imam Malik meninggal dunia. Kitab tersebut beliau baca dan dalam waktu 9 hari. dan beliau telah menghafalnya. dan setelah itu kembali lagi ke Baghdad kemudian ke Mesir. barulah orang-orang itu berdiri dan bergantian dengan orang-orang lain yang ingin bertanya juga tentang hadits. kemudian beliau pergi ke Yaman. Imam Ahmad bin hambal menambahkan tentang Imam Syafi’I. Hal ini telah dibuktikan dalam diskusi-diskusi . Kunjungan Imam Syafi’i Keberbagai Tempat Sudah menjadi kebiasaan ulama’-ulama’ pada masa Imam Syafi’i yaitu berkunjung ke berbagai negeri untuk menimba ilmu di tempat tersebut. (shahih sunan Abu daud hadits no : 4291) Kemudian Imam Ahmad bin Hambal menambahkan dengan berkata : “Umar bin Abdul Aziz adalah orang yang pertama dan mudah-mudahan Imam Syafi’i adalah yang kedua”. Demikian pula Imam Syafi’i berkunjung ke berbagai tempat untuk menimba ilmu dengan sungguh-sungguh dan memperoleh manfaatnya. Imam Ahmad Bin Hambal berkata tentang gurunya Imam Syafi’i rahimahullah telah diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Inna Allaha yub’astu lihadzihil ummah ‘ala ra’si kulla miati sanatin man yujaddidu laha diinaha” “Sesungguhnya Allah swt mengutus (mengirim) seseorang kepada umat ini setiap seratus tahun untuk memperbarui urusan agamanya”. Mereka tidak perduli terhadap rintangan-rintangan yang akan mereka hadapi. Abu Isma’il At Tarmudzi juga berkata : “Aku perna mendengar Ishak bin Rahawih berceritra : “ketika kami berada di Makkah Imam Bin Hambal rahimahullah. Kesederhanaan Dan ketaatan Imam Syafi’i Pada Kebenaran Al Imam Syafi’i rahimahullah terkenal akan kesederhanaan dan (ketaatan) dalam menerima kebenaran. berkata kepadaku : “Wahai abu Ya’kub belajarlah kepada orang ini ”Seraya memandang Imam Syafi’i””. urudh dan syai’r sampai waktu dhuhur”. Kunjungan-kunjungan itu menghasilkan banyak ilmu dan pengalaman baginya serta membuatnya gigih dalam menghadapi berbagai rintangan dalam membela kebenaran dan membela Sunnah Rasulullah saw. Dan sebelum waktu dhuhur mereka pergi disusul oleh orang-orang yang bertanya tentang nahwu. Imam Ahmad pun menjawab : “Celaka engkau! Ilmu orang-orang itu dapat engaku tinggalkan tapi Ilmu orang ini tidak dapat”.Al Muwaththa’ adalah kitab karangan Imam Malik yang dibawa beliau dari seorang temannya di Mekkah. Kemudian aku berkata : “Apa yang akan aku peroleh dari orang ini. Sebagaimana yang telah diketahui tentang perjalanannya dari Mekkah ke Bani Hudzail. kemudian kembali ke Mekkah dan perjuangannya untuk menemui Imam Malik. Mas’ab bin Abdullah Az Zubairi berkata : “Aku belum pernah melihat seseorang yang lebih mengetahui peristiwa tentang orang-orang Arab dahulu seperti Imam Syafi’i”.

Dan Ar Rabii berkata : “Ketika aku mengunjungi As Syafi’i sakit. falaa tukalliduunii” “segala pendapat yang aku katakan . Sebaliknya jika orang tersebut sombong dan membantah bukti-bukti tadi. malah aku menginginkan agar semua ilmu yang kumiliki juga dimiliki oleh semua orang tanpa menyebut namaku””. walaupun kalian tidak pernah mendengarkan dariku” “Kullu maa kultu.dan tadarus-tadarusnya serta pergaulan murid-murid. maka aku akan menjadi sayang dan akrab dengan orang tersebut. Dan beliau juga berkata : “Idza sohhal hadits fahuwa madzhabii” “jika hadits Nabi saw (derajatnya) shahih. Dan beliau juga berkata : “ketahuilah bahwa perbuatan yang terberat itu ada tiga : “Memiliki harta sedikit tetapi dermawan. dan janganlah kalian taklid kepadaku”. teman-teman dan orang umum. wa da’uu ma kultu” “jika kalian mendapati dalam kitabku (suatu tulisan) yang menyelisihi sunnah Rasulullah saw .” Beliau juga mengatakan demikian : “Idza wajadtum fii kitaabii khilafa sunnati rasulillahi sallallahu ‘alaihi wasallam. dimiliki oleh semua orang dan aku mendapatkan pahalanya tanpa ucapan terima kasih dari orang-orang itu”. maka hadits Nabi saw lebih utama (untuk diikuti) . Imam Syafi’i rahimahullah sendiri berkata : “Demi Allah aku belum pernah berdiskusi dengan seseorang kecuali dengan tujuan nasihat”. Harmalah bin Yahya juga mengatakan : “Aku pernah mendengar As Syafi’i berkata : “Aku ingin setiap ilmu yang kumiliki. Takut kepada Allah swtdalam kedaaan sepi. fahadtsun nabiyyi awlaa.sedangkan hadits Nabi saw yang shahih menyelisihi perkataanku. beliau masih sempat menyebutkan buku-buku yang telah ditulisnya dan berkata : “Aku ingin semua orang membacanya tanpa mengkaitkanya dengan namaku””. Banyak orang yang telah meriwayatkan sifat-sifat yang telah dimilikioleh Imam Syafi’i yang seolah-olah sifat itu hanya dimiliki oleh beliau saja. fakuuluu sunnati rasulillahi sallallahu ‘alaihi wasallam. guru Syeikh Al Bukhari yang meninggal di Baghdad pada tahu 257 H) berkata : “As Syafi’i mengatakan : “tidak pernah terbesit dalam hatiku agar seseorang bersalah bila berdiskusi denganku. Seandainya aku menyampaikan tentang kebenaran kepada seseorang dengan bukti-bukti yang tepat. wain lam tasma’uu minni” “setiap hadits dari Nabi saw adalah pendapatku. Al Hasan bin Abdul Aziz Al Jarwi Al Masri (dia adalah Abu Ali Al Judzami. maka itulah madhabku” “Kullu haditsin ‘anin nabi saw fahuwa kaulii. lalu diterima dengan baik. maka seketika itu juga orang tersebut jatuh dalam pandanganku”. maka ambillah sunnah Rasulullah saw dan tinggalkan perkataanku. . fakaana ‘aninnabiyyi khilafu kaulii mimma yashihhu. dan mengatakan kebenaran kepada orang yang diharapkan serta ditakuti banyak orang”.

Wafatnya Imam Syafi’i rahimahullah Di Mesir (Di Fisthath) Tahun 204 H Al Muzni berkata ketika aku mengunjungi beliau yang sakit yang tidak lama kemudian beliau meninggal. kemudian bermukim di pinggiran kota Makkah. Hal ini tidak bisa dipungkiri atau diragukan lagi. Kedermawanannya Imam Syafi’i rahimahullah terkenal dengan kedermawanannya. lalu dengan cepat dia akan memberinya”. Al Humaidi juga berkata tentang Syafi’i ketika beliau datang dari Makkah. Ar Rabbii’ menambahkan tentang hal ini : “Seandainya Imam Syafi’i didatangi oleh seseorang untuk meminta kepadanya. Dan Amr bin Sawwad As Sarji berkata : “Imam Syafii adalah orang yang paling dermawan dalam hal keduniaan. tetangga maupun teman. baik yang mahal maupun yang murah. Muhammad bin Abdullah Al Misri berkata : “Imam Syafii adalah orang yang paling dermawan terhadap apa yang dimilikinya”. Beliau pernah berkata kepadaku : “Aku pernah bangkrut sebanyak tiga kali dalam hidupku. bagian pertama untuk menulis. dan dibagi-bagikan uang itu kepada orang yang mengunjunginya. Aku tidak tahu apakah aku masuk surga atau neraka”. maka wajahnya merah karena malu kepada orang tersebut. Rabii juga mengatakan bahwa Syafi’i membagi malam menjadi tiga bagian. Dan ketika beliau meninggalkan tempat itu uangnya sudah habis. semuanya mengakuinya. meninggalkan saudara-saudaraku dan akan menjumpai Allah swt. aku bertanya kepadanya bagaimana keadaanmu? Beliau menjawab : “Tidak lama lagi aku akan meninggalkan dunia ini. aku jadikan harapanku sebagai tangga untuk menuju ampunanMu”. mendatangkan rasa kantuk serta membuat malas seseorang untuk beribadah”. Bukti-bukti tentang kedermawanan Imam Syafi’i rahimahullah banyak sekali dan tidak mungkin untuk mengungkapkannya di dalam lembaran yang pendek ini. Kemudian beliau menangis dan mengucapkan sebuah sya’ir “Falamma kosaa kalbii wa dookot madzahidii ja’altu rajaai nahwa ‘afwika sullamaa” “ketika hatiku membeku dan menyempit semua jalan bagiku. juga perhiasan anak dan istriku tetapi aku belum pernah menggadaikannya””. Karena kenyang itu memberatkan badan. Imam Syafii membawa uang sebanyak 10. semua orang yang bergaul dengannya. Muhammad Al Busti As Sajastani juga mengatakan : “Imam Syafi’i rahimahullah belum pernah menyimpan sesuatu karena kedermawanannya”. guru maupun murid.Ketaatannya Dan Ibadahnya Kepada Allah swt. Tentang ketaatan Imam Syafii dan ibadahnya kepada Allah.000 dinar. mengeraskan hati dan dapat menghilangkan kecerdasan. kecuali hanya sekali saja. . bagian kedua untuk shalat dan bagian ketiga untuk tidur. sampai aku menjual semua barang-barang yang aku miliki. Ar Rabii bin Sulaiman mengatakan : “Imam Syafii telah mengkhatamkan Al Qur’an sebanyak 60 kali di bulan Ramadhan yang kesemuanya itu terbaca dalam shalatnya”. Dan Imam Syafii pernah berkata kepadaku : “Semenjak usia 16 tahun aku belum pernah merasa kenyang.

Serta telah mencuci besih wajah-wajah yang menghitam karena aib dan membuka pintu-pintu yang dulu tertutup dengan pendapat-pendapatnya”. zuhudnya. Seandainya keduanya itu tidak ada. taatnya. usul. kedermawannya dan kewibawaannya dikalangan para ulama’”. Dan mampu membuat bungkam musuh-musuhnya dengan bukti yang benar. Setelah berucap kata-kata itu dia meninggalkan tempat itu”.Rabii’ bin Sulaiman berkata : “Al Imam Syafi’i meningl dunia pada malam jum’at. Ar Rabbii’ bercerita : “Beberapa hari setelah berpulangnya Imam Syafi’i rahimahullah ke Rahmatullah dan ketika itu kami sedang duduk berkeliling seperti tatkala Imam Syafi’i masih hidup. sesungguhnya beliau dengan kata-kata yang indah telah membuka bukti-bukti yang dahulu tidak pernah kita ketahui. • Rohana 3:43 pm pada 10 Mei 2011 Permalink .. Abu Hasan Al Razi berkata : “Aku belum pernah melihat Muhammad Al Hasan mengagungkan seorang ulama’ seperti dia mengagungkan Al Imam Syafi’i rahimahullah. lughah. bagaimana mungkin dapat digantikannya dengan yang lain?”. Ibnu Khollikan (penulis buku Wafiati A’yan) berkata : “Seluruh ulama’ hadits. Hidup Mulia atau Mati Syahid!!! *** Dari Sahabat • sayyidahali 7:12 pm pada 26 April 2011 Permalink subhanallah. dan ketika kami meninggalkan pemakaman itu kami melihat bulan (hilal) Sya’ban 204”. bahwa Imam Syafi’i itu ibarat matahari bagi dunia dan kesehatan bagi manusia. Abdullah din Ahmad bin Hambal betanya kepada ayahnya : “Ayah. akhlaqnya. fiqhi. Kami menguburkannya pada hari jum’at. nahwu dan lain-lain sepakat bahwa Al Imam Syafi’i rahimahullah adalah orang yang tidak diragukan lagi kejujurannya. datang seorang badui dan bertanya : “Dimana matahari dan bulan (yaitu Imam Syafi’i) yang selalu hadir di tengahtengah kalian?” kami menjawab : “Beliau telah wafat” kemudian orang itu menangis tersedu-sedu seraya berkata : “Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosanya.”. adilnya. amanatnya. Imam Ahmad bin hambal menjawab : “ketahuilah anakku. sehabis isya’ akhir bulan Rajab. bagaimana Imam Syafi’i itu? Aku sering kali melihatmu mendoakannya”.

mereka mengerti betul bahwa menabung akan membuat ia memiliki uang yang cukup untuk membeli sesuatu. Baik. “Memang Ayahnya nggak kerja? Kok kita yang ngasih uang?” . pernah suatu kali saya mengajarkan langsung agar mereka memberikan sejumlah uang untuk anak yatim. Tetapi pertanyaan-pertanyaan polos mereka membuat saya berkeyakinan bahwa mereka belum benar-benar mengerti tentang infak.Maha Suci ALLAH YANG tlh mencptknnya dgn bnyk klbhn yang d miliki’a…. kisah teladan ( 352 ). Meski hanya beberapa jenis satuan mata uang saja yang dimengertinya. cerita nasehat. terutama untuk satuan di bawah lima ribu rupiah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Pelajaran Berinfak Oleh: Bayu Gawtama Semenjak kedua putri saya mengenal uang dan sedikit memahami nilai serta kegunaannya. Dari dua kebiasaan yang sedang ditanamkan itu. yakni soal menabung. menabung dan berifak semestinya memang menjadi kebiasaan untuk mereka. kepada siapa dan untuk apa berinfak. Maka serta merta mereka akan menanyakan berapa jumlah tabungan yang ada. cerita teladan ( 355 ). Misalnya. saya sudah mengajarkan dan mencontohkan langsung bagaimana berinfak. Kemudian mereka berujar. menabung dan berinfak. Selama ini saya akui sedikit bingung untuk memberikan penjelasan yang bisa diterima logika sepasang anak di bawah usia enam tahun tentang manfaat berinfak. Misalnya... sejak saat itulah saya mulai mengajarkan dua hal. hanya satu yang bisa dimengerti oleh kedua putri saya. Bagaimana dengan satu kebiasaan lagi? Tentang berinfak. Ya. atau setidaknya langsung membuka penutup kaleng ‘celengan’ miliki mereka masing-masing kemudian menghitungnya. kisah islami ( 268 ). mdh2n kt dpt meniru ke juhudannya  erva kurniawan 1:03 am pada 15 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). ketika mereka hendak membeli mainan tertentu dengan harga yang sedikit lebih mahal.

Atau ketika seseorang yang kami persilahkan untuk makan di rumah kami. tidak (hanya) berbunga. anak yatim atau kaum dhuafa (lemah) lainnya yang sangat membutuhkan. karena teteh dan dede sudah baik sama tukang minta-minta itu. pengemis. tetap saja kesimpulan mereka tidak berubah.com • . “masih ingat nggak waktu teteh sama dede ngasih uang ke tukang minta-minta kemarin?” mereka pun mengangguk. tiba-tiba saja putri kedua saya berseloroh polos. “Tadi uangnya dikasih tukang minta-minta sih…” Nah. yang didapat kembali jauh lebih banyak dari yang kita berikan. untungnya buat kita. beberapa hari lalu baru saja memberi uang kepada petugas pengumpul infak masjid di jalan raya. “Nah. Lalu saya mengajaknya berdialog. Hingga suatu hari. Kemudian mereka pun mengingat-ingat. *** Berinfak sesungguhnya pun menabung. Suatu hari saya membelikan mereka mainan saat pulang dari kantor. dalam perspektif mereka. berinfak itu merugikan. Buahnya sangat manis untuk dinikmati. Meski kalimat-kalimat tersebut sudah saya ubah menjadi kalimat yang lebih pas dan lebih bisa dipahami untuk usia mereka. “Memang ibunya di rumah nggak masak ya?” Tentu saja kami harus meminta maaf teramat sangat kepadanya. Setelah sekian lama. namun cukup kritis untuk bertanya. bahkan berbuah. Begitu seterusnya. akhirnya saya mulai bisa menemukan sedikit cara memberikan pemahaman tentang berinfak kepada kedua putri saya. Anak-anak pun tidak mampu menangkap manfaat langsung dari berinfak. saya merasa mereka sudah mulai memahami ketika mendengar anak saya berkata. khawatir perasaannya terluka oleh kalimat si kecil itu. (Gaw) Sumber: Eramuslim. “pasti hadiah dari Allah” saat saya membawakan lagi sesuatu untuknya. Dalam batas pikiran mereka. Uangnya terlihat. Uang yang Abi pakai untuk membeli mainan ini. hanya sejumlah yang ditabunglah yang didapat. Allah sayang sama kita. “Katanya Abi nggak punya uang? Kok bisa beliin mainan?” Di sinilah kesempatan pelajaran berinfak itu datang. “Allah senang kalau kita bisa membantu orang lain” atau terlebih kalimat. Kita akan mendapatkan keuntungan berlipat ganda dengan berinfak”. dan takkan pernah habis karena akan terus bertambah dan bertambah. atau memberikan uang secara cuma-cuma kepada fakir miskin. Menabung. tidak berkurang dan terus bertambah sehingga suatu saat bisa digunakan untuk membeli sesuatu yang diinginkan. bahwa ini hadiah dari Allah karena sudah berinfak. kemudian saya bilang uangnya sudah habis. menabung sama dengan menyimpan dan mengumpulkan uang. Anak-anak tidak cukup memahami kalimat. lantas mereka berkata. Tetapi berinfak. setiap kali saya membelikan apapun untuk anak-anak. hadiah dari Allah karena memberi uang untuk tukang mintaminta”. Misalnya ketika pada satu kesempatan mereka meminta sejumlah uang untuk jajan. “Berinfak itu. Tetapi berinfak. Mereka sangat bahagia mendapatkan mainan itu. Berinfak. Bahwa menabung lebih baik daripada berinfak. mereka lebih melihatnya sebagai ‘membuang’ uang. Selalu menjelaskan.

Dia harus dikeluarkan dari tubuh saya. Dengannya saya bisa memaknai anugerah yang Tuhan berikan pada kehidupan saya. Makhluk mungil itu tidak bisa berkembang dengan sempurna. Satu orang lagi menderita gangguan di pencernaan. cerita nasehat. Yang lainnya menderita satu penyakit. Berbagai macam usaha dilakukan. yang masih saya miliki dengan kondisi yang sempurna.herry bambang 3:12 pm pada 27 Mei 2011 Permalink Ass. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Setitik Debu Oleh Astarina Laya Seminggu yang lalu. Kehilangan yang saya alami tidak ada bandingannya dengan lautan nikmat yang tak terhitung. beruntai doa dipanjatkan. yang membuat badannya harus ditempeli selang. Di antara mereka ada yang menderita kanker dan harus tinggal di rumah sakit untuk menjalani terapi pengobatan. dan akhirnya seleksi alam itu terjadi. saya kehilangan makhluk mungil penghuni rahim saya. Ah. saya tidak mau tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut. Kondisi saya memang berbeda dengan perempuan-perempuan yang bisa dengan mudah mendapatkan makhluk mungil itu dalam rahimnya. Bertahun-tahun saya nantikan kehadirannya. kisah teladan ( 352 ). Yang bahkan. membuat mata hati saya terbuka lebar. Saya teringat dengan teman-teman sekamar di rumah sakit. dan selang itu berpusat di satu alat yang akan memonitor kondisi tubuhnya terus menerus sepanjang waktu. sehingga tidak sembarang makanan bisa masuk ke dalam tubuhnya. tidak sedikit pula yang berusaha menghalangi kehadiran sang makhluk mungil tersebut tanpa alasan yang jelas. kisah islami ( 268 ). makhluk mungilku… Dia hadir tiba-tiba. Kamis kemarin. cerita teladan ( 355 ). benar-benar berbeda. dan gugur dengan tiba-tiba. .Kira kira butuh berapa lama untuk anak mengerti dan dari usia berapa anak itu diajarkan?trima kasih!  erva kurniawan 1:03 am pada 13 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). untuk menghadirkan makhluk mungil itu. Runtutan kejadian hari demi hari saat itu. Tentu saja.

Kehilangan yang saya rasakan. Terima kasih Tuhan. Saya masih mempunyai tubuh dengan organ-organ yang lengkap dan berfungsi dengan begitu sempurna. cerita teladan ( 355 ). Semoga saya mampu menjadi manusia yang senantiasa bersyukur. Saya masih punya mulut yang mampu merasai beraneka macam makanan dan minuman. Dan saya masih mempunyai Tuhan Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih yang menaburkan berbagai kenikmatan kepada saya tanpa henti.. saya masih diberi kesempatan menikmati dan menjalani kehidupan dengan sempurna. sungguh benar-benar membuka mata saya akan karunia-Mu yang tak terhingga. kisah teladan ( 352 ). suka tidak suka. saya masih mempunyai mata yang bisa saya pakai untuk melihat wajah orang-orang terkasih. sungguh tidak berarti. Beberapa di antara mereka berusaha tegar dan optimis. cerita nasehat. Saya masih punya telinga yang bisa digunakan untuk mendengar suara-suara di sekitar saya. di antara lautan padang pasir yang tak terhitung jumlahnya. dengan kejadian kehilangan ini. namun tidak sedikit pula yang yang menderita tekanan batin.Mereka semua. Ya. Saya masih mempunyai keluarga yang utuh dan saudara-saudara di sekeliling saya yang selalu mendampingi dan mensupport saya lahir dan batin. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Taubatnya Cat Steven .com  erva kurniawan 1:26 am pada 8 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). *** Sumber: Eramuslim. kisah islami ( 268 ). Ia hanya seperti setitik debu yang hilang terbang dibawa angin. karena tidak bisa menjalani kehidupan normal seperti semula. harus tinggal di rumah sakit dalam waktu yang mereka sendiri pun tidak tahu. tanpa harus menunggu peristiwa kehilangan…. Dan saya? Ah.

Ketika aku sudah sampai puncak. Kuketuk Komunis.Aku merasakan bahwa orang orang di sekitarku memakai topeng. kusangka bahwa kebaikan adalah dengan membagi seluruh kekayaan kepada setiap manusia. Popularitas dalam puncak kesuksesan ataupun dalam gereja. Aku merasa ini adalah kesesatan.. Namun aku merasa konsep ini tidak sesuai fitrah. Maka kuketuk Budhisme dan falsafah Cina. Aku mengambil jalan falsafah ini guna mendapatkan kebahagiaan jiwa. tak seorangpun yang membukanya. sehingga aku mulai berpikir dan mencari kebahagiaan yang tak kudapati dalam kekayaan. kelaparan. namun gereja tidak mengenalkan kepadaku siapakah itu ? Aku tak sanggup menangkap hakekat tuhan yang dibicarakannya. Namun begitu masa dirumah sakit lebih baik bagiku sebab telah membawaku berfikir. Aku sedang mencari kedamaian dan hakekat. Kemudian aku beralih menelan Pil untuk memenggal seluruh mata rantai pemikiran dan kebingungan yang menyakitkan. maka aku berpikir mencari jalan menempuh hidup baru. Akhirnya akupn berkesimpulan bahwa tak ada satupun akidah yang sanggup memberikan jawaban dan menjelaskan kepadaku tentang hakekat yang sedang aku cari. Diatas inilah kubina falsafah kehidupan yang tak ada hubungannya dengan agama. Amerika adalah lambang kekayaan. sementara kemiskinan adalah kesia siaan yang hakiki. Kebetulan aku memiliki buku tentang akidah dan ketimuran. Aku mempelajarinya dan ber anggapan bahwa kebahagiaan adalah bila sanggup meramalkan apa yang akan terjadi esok sehingga anda dapat menghindari kejahatannya. tapi aku tak tahu hakekat dan konsepnya. supaya aku dapat hidup bahagia. Aku dihantui perasaan untuk bertolak ke suatu tujuan tertentu. Dalam waktu yang relative singkat. ketika aku berumur 18 tahun. Aku dilahirkan di era televisi dan penjelajahan angkasa. Aku jadi percaya bintang serta ramalan yang akan terjadi. aku melihat kebawah karena takutr terjatuh. kebodohan dan keterbelakangan. Untuk itulah aku harus memilih jalan kekayaan dan menempuh jalurnya. Aku mulai tampil di beberapa pertunjukan yang tidak sedikit sehingga terkumpullah kekayaan yang melimpah dan ketenaran yang memuncak. Mereka mengajarkan kepadaku bahwa harta adalah kekayaan yang sebenarnya yang hakiki. Aku tak sanggup duduk dalam keadaan hati yang kosong. Kegoncangan menghantui diriku. Pemikiran itu sungguh pelik. Sakitpun tak ayal menimpaku. sementara dunia ketiga adalah symbol kemiskinan. Aku memiliki keimanan kepada Allah. Inilah yang kenyataannya telah kulaklukan dengan nama Cat Stevenz. topeng yang menutupi kenyataan. beruntung dengan kenikmatan dunia. Semua akidah lain hanyalah bualan kosong belaka dan gereja sedikit lebih baik daripadanya. Al Masih.Aku . Akhirnya aku tetap pada keyakinan dan pemahaman pertama yang aku terima dari gereja. Aku berkembang dimasyarakat ini dan belajar di sekolah katolik yang telah memberikan pengajaran kepadaku konsep kristiani tentang Allah. Era dimana teknologi telah sampai puncaknya. Dan akupun mulai mencari sarana yang mengantarkanku mencapai sukses.Aku dilahirkan di London. Kehidupan disekelilingku adalah materialis yang tertumpah dari seluruh sarana informasi. namun kudapati semua itu kosong belaka. Dan jalan yang paling mudah ialah dengan cara membeli gitar. Aku mulai membenci kehidupanku serta menjauhi manusia. Mereka banyak bercerita kepadaku tentang Allah. Aku dipindah ke rumah sakit karena TBC. sedikit tentang Al Masih dan lebih sedikit lagi tentang ruh kudus. sudah ada 8 kaset rekamanku. di Britania. kemudian aku bergerak ditengah khalayak ramai. Kepastian baik dan buruk. jantung dunia barat. mengarang beberapa lagu serta menyanyikanya. dan akupun mulai meminum segelas arak penuh setiap hari untuk menambah keberanian dalam menyanyi. karena yang adil adalah anda berhak mendapatkan hasil jerih payah anda dan tidak boleh diberikan kepada orang lain. Pada saat itu aku belum mengenl islam sedikitpun.

Kemudian aku mencari terjemahan Qur’an dan itulah pertama kali aku berpikir tentang islam. Kemudian aku berpikir. perbedaannya dengan injil yang ditulis tangan pengarang yang beraneka ragam dari kisah kisah yang bermacam pula. Alhamdulillaahirobbil “alamin. Aku benar benar melihat sesuatu yang unik dalam Qur’an. Sebelumnya aku belum pernah ketemu dengan seorangpun dari mereka. Adapun AL Qur. Pada saat itu aku merasa bahwa akulah satu satunya orang islam di dunia ini. Al Qur’an dimulai dengan Bismillah. islam yang aku anut adalah sebuah risalah yang berat. pemikiranku tentang Tuhan. Semua selaras dengan paham keesaan yang murni. sedang umat islam dianggap sebagai orang orang asing baik dari Arab ataupun dari Turki. Kedua orang tuaku berasal dari Yunani dan orang Yunani membenci muslim Turki karena motivasi warisan. Ketika selam 1 tahun. Tapi aku berpendapat untuk melihat terjemahannya dan tak ada salahnya untuk mengetahui isinya. Dari pertama kali kurasakan. Al Quranlah yang telah mengajakku kepada islam. tiada sekutu baginya. ketika ia tak sanggup menjawab pertanyaan jiwa dan ruh. dengan nama Allah bukan lainya. adapun sekarang. aku mengumumkan keislamanku dengan bersyahad. pembukaan AL Kitab. tak ada agama lain bagiku. Kudapati didalamnya semua Nabi nabi yang dimuliaklan Allah dan tidak dibedakan antara satu dengan yang lainya. akupun mulai tahu apa itu islam. Pada tahun 1975 terjadi satu mukjizat setelah kakak kandungku menghadiahkan sebuah AL Qur’an kepadaku. Bagaimana ? Aku tak tahu. Dari kunjungan itulah aku mulai memperhatikan kitab yang telah dihadiahkan kakakku tersebut. penguasa dan pengatur seluruh Makhluk.kembali ke pangkuan gereja untuk kedua kalinya dan menekuni musik kembali. Karena itulah aku semakin yakin dengan konsep wahyu yang telah Allah wahyukan kepada nabi Muhammad Saw. bukan pekerjaan mudah yang selesai hanya dengan membaca dua kalimat syahadad. Akhirnya di Masjid di London. Allah satu satunya pencipta. Qur’an itu tetap aku simpan sampai aku mengunjungi Al Quds di Palestina. dialah yang menyuruhku menemui Al Qur’an. Ini merupakan konsep baru bagiku. Aku merasa dialah agamaku. Aku seperti dilahirkan kembali. bahwa didalamnya ada konsep persesuaian dan kekuatan yang mampu mendatangkan mukjizat ( disamping tuhan ). Dulu yg aku pahami sebelum mengenal Qur’an. Kucoba mencari kesalahan kesalahan dalam Qur’an namun tak kudapatkan. Telah menjadi jelas bagiku.an telah mulai dengan penyembahan kepada Allah yang Esa. dan meyakini secara toal seluruh ajaran ini. bagaimana caranya menjadi muslim yang sebenarnya. Sejak itu aku baru tahu bagaimana misi kerasulan itu bermata rantai sejak adanya permulaan makhluk hidup dan manusia sepanjang sejarahnya ada dua macam. Al Qur’an telah menjawab seluruh pertanyaanku. tentu akan kutolak . dangkal sekali. Aku yakin. saya mempelajari AL Qur’an. Mereka mengatakan kepadaku Tuhan itu Esa dan terbagi menjadi tiga. Al Qur’an tidak seperti kitab yang terdiri dari penggalan penggalan dan keterangan keterangan sifat yang banyak terdapat dalam kitab yang saya pelajari sebelumnya. Mukmin dan Kafir. Tuhan seluruh alam. Islam dimata orang barat dianggap sebagai agama rasial. yang tak kuketahui apa didalamnya dan apa yang dibicarakannya. Sekiranya aku bertemu dengan seorang muslim yang berusaha mengajakku ke islam. maka dalam konsep islam. Adapun gereja yang telah menghancurkanku serta mendatangkan kesengsaraan dan kepayahan. Waktu itu. Di sampul Al Qur’an tidak ada nama pengarangnya. maka aku penuhi ajakannya. Ungkapan Bismillahir rohmanir rahim telah measuk mempengaruhi jiwaku. segala puji hanya bagi Allah pencipta alam semesta. Kemudian dilanjutkan dengan Al Fatihah. Allahlah satu satunya yang berkuasa atas segala sesuatu.

Sudah bersemangatkah kita untuk bergabung dalam barisan dakwah seperti yang telah Allah dan rosulnya perintahkan ? Atau Jangan jangan jangan kita termasuk orang yang loyo? Jika demikian. dan gambaran buruk yang diberikan oleh sarana informasi barat yang selama ini menjadi rujukan banyak orang. dan bertanya apakah aku teruskan? Mereka menasehatiku untuk berhenti. Daromi Aks  erva kurniawan 1:35 am pada 31 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Akhirnya bergantilah namaku menjadi Yusuf Islam.ajakanya karena melihat kondisi umat islam yang memprihatinkan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Persembunyian Terbaik: Terang dan Terbuka . Inilah jalanku. namun disisi lain jutaan umat ini bangga dengan kehadiran seorang yang telah ber azzam untuk memanfaatkan segenap waktunya untuk berjuang dalam dakwah yang mulia ini. kisah islami ( 268 ). Tidak salah juga jika kita bertanya pada diri sendiri. kehidupan selanjutnya ialah. Marilah kita bercermin dari kisah ini. kisah teladan ( 352 ). betapa penampilannya yang islami menjadikan Amerika geram dan menolaknya ketika mau datang kesana. bagaimana beliau berperilaku juga sunnahnya. Kemudian aku pelajari Siroh Rosulullah. Aku telah datang kepada islam dari sumber terbaiknya. Mari kita bangkit!!! Karena sesungguhnya dakwah ini tidak akan berhenti ! Semoga bermanfaat. itulah nukilan kisah Penyanyi terkenal Cat Steven yang telah berganti nama dengan Yusuf Islam. Saudaraku. Aku telah lupa dengan musik. cerita teladan ( 355 ). semuanya kini telah kuberikan untuk dakwah islam. Aku dapatkan perbendaharaan yang melimpah ruah dalam kehidupan rosul dan sunnahnya. Kita ketahui. sebab musik itu melalaikan untuk menbgingat Allah dan ini adalah bahaya besar. cerita nasehat. Semua hasil kekayaan yang aku peroleh.

Selama ini. melengganglah ia dengan tenang di depan khalayak ramai. dan karena itulah setiap orang teramat mudah menemukan tempat persembunyiannya. Di saat itulah. dan tempat-tempat keramaian lain yang menjadi pusat aktivitas orang banyak. sang guru menjawab. Selama ini. Maka. hatinya sangat tenang. dan hatinya sangat tenang. Kejujuran kadang harus dibayar dengan . setiap kali menemukan tempat persembunyian yang dianggap paling aman. Bersembunyi. “bersembunyilah di tempat yang terang dan terbuka. ” Mendengar jawaban itu. Ia merasa setiap mata terus menerus mencari jejaknya dan akan mengadilinya. wajahnya kembali berseri dan ia tak perlu menundukkan kepala setiap melintasi tempat keramaian. justru ia merasa aman dan nyaman. “Guru. di pasar. Tetapi beberapa saat setelah itu. bersembunyilah di tempat yang saya sarankan…” Merasa tidak puas. tunjukkan saya satu tempat sebagai tempat sembunyi paling aman…” Dengan tenang. Namun sepanjang perjalanan ia terus merenungi kalimat gurunya. jujur” ** Setiap manusia pasti dan pernah melakukan kesalahan. atau menyembunyikan kesalahan terus menerus hanya akan membuat hati cemas. “bersembunyilah di tempat yang terang dan terbuka” Maka. yang menganjurkannya bersembunyi di tempat terang dan terbuka. “Cobalah. ia kembali merasa dikejar perasaan bersalah atas perbuatannya tempo dulu. gelisah dan takut. ada seorang murid yang bertanya kepada gurunya. meski harus didahului dengan perasaan malu dan sakit. saya ini sudah lelah terus menerus sembunyi namun tetap saja diketahui orang. Kenapa justru guru menganjurkan saya bersembunyi di tempat terang dan terbuka? Ya sudah pasti akan lebih mudah orang melihat saya…” Untuk jawaban kedua. selalu saja mudah bagi orang lain menemukan saya. Setelah mengikuti anjuran sang guru untuk bersembunyi di tempat terang dan terbuka. Tetapi ia tidak lagi merasa dihantui terus menerus. Selalu khawatir jika suatu waktu dan pada akhirnya orang lain mengetahui perbuatan salah kita itu. Tentu ada maksud tertentu dari sang guru dari anjuran tersebut. Maka ia pun kembali berlari dan mencari tempat sembunyi. Ternyata yang guru maksud tempat terang dan terbuka itu tidak lain tidak bukan adalah. si murid terheran dan bertanya kembali. di taman bermain. “Saya baru mengerti maksud guru tentang tempat terbaik untuk bersembunyi itu. Aneh memang. ia pun merasa harus mengunjungi gurunya. Sang guru hanya mengeluarkan kalimat yang hampir sama. “Guru. ia teringat pesan gurunya. Rasa cemas dan takut terus menerus menghantui dirinya selama di tempat persembunyian. Suatu hari. pada mulanya ia merasa malu pada setiap pasang mata yang menatapnya tajam. Akhirnya si murid pergi meninggalkan gurunya. ia selalu merasa cemas dan ketakutan karena merasa semua orang di muka bumi mencarinya.Oleh: Bayu Gawtama Suatu hari. justru ia merasa tidak aman. atau bahkan makian yang membuat hatinya tercabik-cabik. pada setiap mulut yang pedas mencibirnya. Setiap kali saya merasa sudah menemukan tempat terbaik untuk bersembunyi. tidak lagi cemas.

Ketika ayah kami sedang bekerja di ladangnya. Allah. Orang Yang Beriman Selalu Menepati Ucapannya Suatu hari. Dua orang di antaranya berkata. pada masa pemerintahan Khalifah Umar. aku menarik kuda menjahui ranting-ranting tersebut. di situlah mata air ketenangan jiwa (Gaw) *** Sumber: Eramuslim. Pada saat itu juga. Aku tiba di Madinah tadi pagi untuk berziarah ke makam Rasullulah saw. dia dibunuh oleh pemuda ini. Kudaku mulai memakan ranting-ranting pohon kurma yang bergelantungan melewati tembok.” kata si tertuduh itu. cerita nasehat.” Khalifah Umar menatap orang yang ketiga dan memintanya untuk berbicara. Hukumlah dia sesuai dengan Kitabullah.perih dan malu. kisah teladan ( 352 ). mengetahui bahwa mereka berdua berkata yang sebenar-benarnya. “Kami berdua bersaudara. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Orang Yang Beriman Selalu Menepati Ucapannya Assalamu’alaikum Wr.com  erva kurniawan 1:25 am pada 24 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Aku orang dusun. Jujur dan terbuka. kisah islami ( 268 ). Yang selalu Hadir. Di pinggir kota. seorang laki-laki tua . Wb. cerita teladan ( 355 ). yang sekarang kami bawa kepada tuan untuk diadili. ketika Umar sedang duduk-duduk dengan para sahabatnya. “Walaupun di sana tidak ada saksi sama sekali. aku turun dari kudaku untuk menyucikan diri dan berwudhu. “Aku sangat menyesal ayah mereka terbunuh di tanganku. tetapi sesungguhnya itu akan membawa ketenangan batin selamanya. tiga pemuda bangsawan yang tampan memasuki majelisnya. Segera setelah aku melihatnya.

Dia datang dengan berlari dan dalam keadaan penat. yang paling dicintai dan disegani. pemuda itu tetap bersabar. kita harus melaksanakan hukuman itu kepada Abu Dzar. tetapi kemana? Jika aku tidak mendapatkan hukuman di sini. Dengan memilih secara acak. Sekarang aku harus menggalinya dan menyerahkan harta tersebut kepada pengawasan orang lain. setiap orang yang hadir di sana mulai menangis. “Aku mohon maaf karena telah membuat Anda khawatir.” Umar menjawab. Tanpa keraguan sedikit pun. aku kehilangan kendali diri. “Orang yang beriman selalu menepati ucapannya.” Kemudian dia berpaling kepada kerumunan massa dan berkata. Karena itu aku sangat menyayangi kuda itu. “Aku dapat melarikan diri sebelumnya jika aku mau.” Khalifah berkata. Dia melemparkan batu itu ke kepala kidaku.yang sedang marah mendekatiku dengan membawa sebuah batu yang besar.” Walaupun pernyataan itu berati satu pengumuman kematian. Pada hari ketiga. Pemuda itu memandang kepada para pengikut Rasullulah saw. Aku menyimpan harta tersebut di dalam tanah agar aman. di dunia ini. Jika aku ingin melarikan diri. yang mulia yang berkerumun di sekeliling khalifah. Aku mengambil batu itu dan melemparkannya kembali ke orang tersebut. Orang yang tidak dapat menepati kata-katanya sendiri adalah orang munafik. Padang pasir sangatlah panas dan perjalanan ini teramat panjang. orang yang berakhlak sempurna dan bertingkah laku sangat terpuji. Sekarang aku telah siap. Tiba-tiba pemuda itu muncul. berdebu dan berkeringat.” kata pemuda tersebut. dan kudaku langsung mati. bila pemuda itu tidak kembali. Kalau tidak. yang pasti akan datang cepat atau lambat? Apakah saudara-saudara berpikir bahwa aku akan menghilang dan membuat orang-orang berkata. laksanakanlah hukumanku. yakinlah bahwa aku akan kembali. aku dapat saja melakukannya. “Orang-orang Islam tidak kagi menepati ucapannya sendiri?” . Aku tidak bermaksud membunuh orang itu. anak yatim itu akan kehilangan haknya. merupakan cahaya dan inpirasi bagi semua penduduk Madinah. tetapi kenyataannya dia mati di tanganku. Abu Dzar setuju untuk menggantikan pemuda itu. Seandainya dia tidak kembali. Siapakah yang dapat melarikan diri dari kematian. kegemparan. hatiku sarat dengan rasa takut kepada Allah. Beri aku tiga hari untuk pergi ke desaku dan menyelesaikan masalah ini. “Maafkan aku karena baru tiba pada menit terakhir. “Orang ini akan menjadi jaminan bagiku. dan dengan tenang dia berkata. Abu Dzar ada di sana. Sekarang tuanlah yang berhak mengadili aku.” Abu Dzar adalah salah satu saeorang sahabat Rasulullah saw. ia menunjuk Abu Dzar AlGhifari dan berkata. kami tidal akan pergi tanpa menerima pengganti darah ayah kami. tetapi tertuduh itu tidak ada. Kedua penuduh itu berkata: “Wahai Abu Dzar. Ketika hari ketiga itu mulai berakhir.” Khalifah berkata: “Sungguh.” “Wahai Amirul Mukminin. Dia roboh dan meninggal.” dia berkata terengah-engah. Si tertuduh pun dibebaskan untuk sementara waktu. “Kalau begitu. Tak ada seorangpun yang tahu letaknya kecuali aku. engkau harus menerima hukuman yang setimpal dengan apa yang telah engkau lakukan. kedua penggugat itu kembali ke sidang khalifah. aku menanggung satu tanggung jawab untuk menyimpan harta kekayaan anak yatim yang harus aku serahkan kepadanya bila ia telah cukup umur. aku pasti akan mendapatkan hukuman yang abadi di akhirat nanti. laksanakanlah. “Permintaanmu tidak dapat dipenuhi kecuali ada orang lain yang bersedia menggantikanmu dan menjadi jaminan untuk nyawamu. kesedihan dan kekaguman orang-orang mencapai puncaknya.” Mendengar kata-kata tersebut. Terlalu banyak yang harus aku kerjakan. karena Abu Dzar. Namun. anda bersedia menjadi jaminan bagi seseorang yang tidak anda kenal. “Engkau telah melakukan membunuh. Menurut hukum Islam.” Khalifah menolak permintaan itu atas dasar hukum.

“Tidak.terima kasih untuk cerita nya. cerita nasehat. Mereka lalu menarik tuduhannya.. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Sebuah Perjalanan Ba’da Dzuhur . Wb.. sama sekali.  erva kurniawan 1:48 am pada 19 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Haruskah saya menjadi orang yang membuat rakyat berkata bahwa tak ada lagi perasaan haru dan kasih sayang yang tersisa dalam Islam?” Hati dan perasaan kedua penuduh itu tersentuh dan bergetar. • nino 9:31 am pada 13 Agustus 2011 Permalink Subhanallah. Wassalamu’alaikum Wr. kisah teladan ( 352 ). sumber buku FUTUWWAH. “Apakah kami harus menjadi orang yang membuat rakyat berkata bahwa tiada lagi rasa belas kasihan di dalam Islam?” s Oleh: Sumarah Wahyudi. Tetapi. cerita teladan ( 355 ). Abu Dzar menjawab.. seraya berkata. kisah islami ( 268 ). • hilmi 10:28 am pada 24 Maret 2011 Permalink luar biasa….Kerumunan massa itu kemudian berpaking kepada Abu Dzr dan bertanya apakah ia sudah mengetahui sifat yang terpuji dari pemuda tersebut. saya tidak merasa mampu untuk menolaknya ketika dia memilih saya. terima kasih atas ceritanya…. karena hal itu sesuai dengan asas-asas kemuliaan.

. buktinya sekarang pasiennya tidak ada. Meski teman saya sama sekali belum kenal dengan si pasien. Rupanya Pak Andi yang kami cari-cari belum ada disana. hati-hati lho. Perbincangan pun langsung terfokus kepada kondisi si pasien. kena HIV dan Narkoba “. Di selasar kamar jenazah ternyata Pak Ahmad telepon via wartel. Saya bilang. MT Haryono ke RSCM. Teman saya kembali ke sana. Pak Andi ternyata tidak tahu di kamar mana si pasien sekarang berada. Akhirnya dengan pertimbangan yang macam-macam kami berdua pun berpisah. Kami pun harus menunggu dan bolak balik ke depan parkir dan ke dalam.Siang itu kami meluncur dari kantor pusat kantor kami di Jl. kita tunggu saja Pak Ahmad “. dicari-cari tetap tidak ada. sekarang sudah meninggal. Di tengah perjalanan. sementara dia sendiri tidak tahu dimana keberadaan pasien yang akan kita bantu “. tetapi sudah menjadi tanggung jawab moral untuk menjenguknya dengan membawa sejumlah dana ala kadarnya agar dapat meringankan biaya pengobatannya. Kami kesulitan karena Pak Andi tidak memiliki alat komunikasi HP. Akhirnya kami pun kembali lagi ke ruang IGD. Sebagai seorang yang besar di lingkungan Ibukota yang penuh dengan intrik-intrik penipuan. Dengan keramahan yang ala kadarnya petugas menyampaikan bahwa dia tidak tahu keberadaan si pasien yang kami maksud. akhirnya teman saya mau juga mengikuti kemauan saya. Dia bilang. Selang tiga puluh menit Pak Andi pun telepon ke HP teman saya dan satu menit kemudian kami pun bertemu. Dalam perjalanan ke Bogor otak saya masih diselimuti kecurigaan yang luar bisa tentang dua orang aktivis itu. Teman saya tahu kondisi si pasien dari dua orang aktivis bernama Pak Andi dan Pa Ahmad yang belum lama ia kenal. Saya pun mengajak teman saya keluar ruangan IGD. saya pun mulai timbul rasa curiga. Dan saya sangat yakin kalau kali ini adalah salah satu modus penipuan berkedok permintaan bantuan dana. Dan pasien dipindahkan ruangannya pada saat Pak Ahmad yang menjaganya. pasien yang kemarin benar. dia hanya ingin memanfaatkan dana dari Baitul Maal kami. karena di depan IGD RSCM parkir selalu penuh dan bisa-bisa kami pun tidak boleh parkir disitu. Akhirnya dengan semua atribut kemacetan Ibukota jam 14. Keduanya mengajukan bantuan dana ke Baitul Maal yang akan dimanfaatkan untuk biaya pengobatannya. Satu hari berlalu. Saya dan teman saya yang sekarang dipercaya sebagai Manajer Baitul Maal di kantor kami rencananya akan ke Tanjung Priuk. Lagian saya jam 4 sore sudah janjian dengan seseorang di Bogor dan mana sempat kita ke Tanjung Priuk. Dengan dalih yang beraneka ragam. pagi-pagi dapat sms dari teman saya ” Pak. Kami parkir di belakang kamar jenazah RSCM. Akhirnya saya pun berargumen. Sambil menunggu Pak Ahmad kami bertiga ke ruang P3RN (ruang informasi) disana kami tanyakan kepada petugas dimana keberadaan si pasien sekarang ini. Kami pun berpamitan dengan Pak Andi. dan langsung meluncur ke arah parkir. disana kami akan on the spot ke satu titik pemukiman kumuh di Ibukota. ini Jakarta Bung. ” Jangan-jangan di cuma mau menipu kita saja. tapi setelah obrolan ba’da dzuhur akhirnya saya dan teman saya menyempatkan diri ke RSCM sebelum ke Tanjung Priuk. ” Mungkin yang tahu cuma Pak Ahmad. dan dia tetap bersabar.00 kami pun sampai. dia tahu keberadaan si pasien dan memohon untuk ditunggu. Akhirnya kami pun harus menunggu Pak Ahmad. karena dari tanggal 15 Maret dia selalu bergantian menjaga pasien bersama dengan Pak Ahmad. “Wah. Jangan jangan dua orang ini cuma mengada-ngada. sementara saya menuju ke parkir dan langsung ke Bogor. Kami tanya ke suster yang bertugas disana pun tidak ada (ehm… tapi kali ini bicaranya cukup ramah). kami pun memperbincangkan rencana yang akan berkunjung ke seorang pasien yang sedang kritis di IGD RSCM. Teman saya pun cuma tersenyum. ternyata Pak Andi belum juga ada.

” (QS. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Astaghfirullah…. teruslah berjuang di jalan Allah SWT.. “Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun. Untuk temanku.jantung saya serasa copot.Langsung saya tersentak.49. Untuk seorang preman yang terinfeksi HIV.. semoga Allah SWT mengampuni semua dosa-dosamu. sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. kau memang orang yang sangat sabar. Selamat jalan Dorris. kisah islami ( 268 ). *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:53 am pada 16 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). saya sudah terinfeksi dengan virus-virus kecurigaan dan kemunafikan Ibukota yang lebih berbahaya daripada virus HIV yang diderita Dorris. Untuk seorang preman yang sakit dan dinistakan di emperan toko di Ibukota. ternyata dugaan saya salah !”. Dan bertakwalah kepada Allah. kisah teladan ( 352 ). Astagfirullah aladziim…………. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. cerita nasehat. yang rela mengorbankan waktunya untuk seorang yang bernama Dorris. ” Hai orang-orang yang beriman. cerita teladan ( 355 ). Untuk seorang preman pecandu narkoba. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Ternyata Pak Ahmad dan Pak Andi adalah benar-benar dua orang yang mulia. jauhilah kebanyakan dari prasangka. Prasangka buruk kepada saudara-saudaranya sendiri. Mohon maaf Pak Ahmad dan Pak Andi.12).

lalu berkali-kali dihunjamkannya ke tanah. kulihat nona tersenyum.Sebab Aku Cinta Sebab Aku Angin by : Helvy Tiana Rosa Malam mengelam. Semakin lama semakin kencang. “Iya! Iya!” .”kataku dengan suara risau mendesau.”Beta seng bisa manangis.”dari jendela kayu yang terbuka. Wajah hitam manisnya menyembul dari balik jendela kayu yang terbuka. bisikku. Jangan lekas pulang.”suara Bapak bangga. Gerimis turun menyapa sunyi. Mendekap Batu Merah dengan segala kegalauan. Tetapi aku sangat ingin. bergetar. Mengencerkan ceceran darah. menangislah. Nak. aku melihat semua! “Karudung ini bagus sekali.”suaranya bergetar. compang -camping dan terkena percikan darah di sana-sini. menggantungkan sesisir pisang meja di sisi lemari kayu. dari bangunan yang telah menjadi arang. Kupandangi nona di hadapanku sekali lagi. Meski lelah. Pantas untuk beta pakai menghadap Allah di hari raya. Cinta! Cinta! Sungguh. Jilbabnya kumal berdebu. Bapakmu juga membelikan Ali dan Abid songkok baru. “Cinta. Kaku. rahangnya mengeras.” “Selesai salat. Apalagi Bapak yang mengisi khutbah Ied. Berputar. Bu. Perempuan itu menatap puing-puing bangunan masjid. Sebilah tombak ada dalam genggamannya. wajah keras itu tak juga berubah. Senjata itu dijulurkannya ke luar jendela. di seberang kami. Lama sekali. Ia tampak lusuh. menampakkan lesung pipitnya yang dalam. Mamanya tertawa. Mengusir asap kepedihan yang mengepul. di sepanjang jalan. Itu rezeki dariNya. Beku. Tubuhku berguncang.. Meliuk-liuk. “Ya.

Keesokan harinya. “Bapaaaaak!” CRESH! Kepala lelaki separuh baya itu putus dari badannya! Menggelinding di tanah lapang yang basah meresap darah. pisau juga pistol! Jeritan memilukan terdengar di mana-mana! Oto dan rumah di sekitar juga kena sasaran. kalewang. tolooong!” “Mamaaaa!” DUG! Perempuan itu tersungkur di pangkuan anaknya.“Wah. Seperti ikan-ikan yang terlempar dari air kehidupan. tangisan. Semua berlari menyelamatkan diri. Menggelepar. dengan kepala remuk terkena lemparan batu. Bahagia. “Nak. Darah muncrat.lalu. “Serang!” “Bunuh!” “Bakar!” Hiruk pikuk. mencoba melawan tanpa senjata. Semua tertawa. ratusan mahluk menyeramkan menyerang mereka yang tengah melaksanakan salat! Ada yang membawa tombak. Gema takbir terdengar di mana-mana. panah. Dengan khusyu mereka melakukan salat Ied. kulihat Nona dan keluarganya. bagia ini enak sekali!”kata Ali dan Abid berbarengan. Pekat. lalu membentuk beberapa kubangan. Orang-orang terkapar. mengalir. Ratapan. yang akan dimasukkan ke dalam toples. Kedua bocah itu mengerling nakal. Api berkobar. Nona terbelalak! Ternganga! Lenso putih di tangannya jatuh ke tanah. juga kaum muslimin yang lain berduyun duyun ke tanah lapang. Banyak jamaah yang terinjak-injak. “Aliii!” “Abiid!” “Aaaaaaaaaa!” Tangan-tangan kotor mengayun-ayunkan bocah itu dan melemparnya ke dalam bangunan yang terbakar. . Entah dari mana. jeritan semakin memerihkan pagi! Para lelaki berpeci. lalu mencomot sepotong dua potong bagia.. parang. 19 Januari 1999. Pagi-pagi sekali.

mencakar.apakah ia tak menyadari? Lawannya bukan manusia. Aku melihat semua! Juga ketika tangantangan jahanam itu menyeretnya. Oh. meludahi monster-monster itu! Hup. Mereka punya banyak urusan. Detak jantungnya terdengar berkejaran. masjid besar di kota ini. Dingin. menendang. “Beta tak akan pernah pergi!” Wajahnya terangkat beberapa senti. Bintang tiada. Menyaksikan sendiri tumpukan lara. Puluhan ribu pengungsi yang rumahnya terbakar berjejalan di sana. Wajah itu kaku. Ia menggigit. Mendorong. di tengah jalan. Cinta. Cinta. Lalu dengan sisa-sisa tenaga ia berlari. ia bahkan berhasil merampas sebuah tombak! Ya. Beberapa waktu lalu. Jiwanya bagai mengelupas. Bulan sepotong di langit. Mereka membawa panah api! Di mana polisi? Di mana tentara? Aku mendesau risau. “Kini milikku hanya Allah dan tanah ini. mereka akan terus tidur. Cintaku.. Lalu merobeknya kasar dengan belati! Nona mencoba meloloskan diri.melecehkannya bergantian. Beta harus bajuang demi kebenaran!” Aku meliuk perih. Cinta? Apakah orang-orang yang selalu berteriak-teriak mengatasnamakan HAM di muka bumi ini akan tergetar pada deritamu? Akankah mereka mendengar jeritan menyayat dari tanah yang tercabik-cabik ini? Ah. Kashmir. Terkadang mereka berteman erat dengan monstermonster itu. Kosovo. Tetapi. Memeluk. . didesak mereka yang panik menyelamatkan diri.. Chechnya. “Ose harus mengungsi. Tetapi tak ada setetes pun air mata. Myanmar. Hanya tubuhnya yang terdorong ke sana ke mari.Nona terpaku. Aku tersentak. Juga uang dari negeri antah berantah. tetapi monster! Mereka tak punya nurani. Tak bergerak.. saat palu raksasa menghantamnya berkalikali. Merasa tubuhnya tertanam dalam tanah. Azerbaijan. Aku hanya mendengar gema isakan dalam relung-relung batinnya. Aljazair dan yang lainnya! Lalu siapa yang akan membelamu. Siapa mahluk-mahluk buas dengan mata dan ikat kepala merah itu? Lalu yang memakai ikat kepala ungu? Mereka seakan baru saja menenggak berbotol-botol sopi dan sagure. Cinta. Terhempas-hempas. Mereka memakai arumbai atau kole-kole untuk keluar dari sini.” sapaku pelan. Hening. “Cinta. Jatuh bangun. Monster-monster ini serupa dengan mereka yang membantai kaum muslimin Bosnia. “Nona harus pi.” kutiup wajah manisnya.” “Seng!”tegas Cinta tiba-tiba. ia pergi ke Masjid Raya Al Fatah. Mereka menariknarik jilbabnya sambil tertawa tanpa henti. Palestina. Nona masih kaku. meski tangannya berdarah terkena ujung tombak yang tajam. Ia sangat berani. Ia berteriak sekuat tenaga! Menyebut nama Allah berkali-kali. Kulihat dadanya naik turun. Nona…. Tersengal-sengal. Kadang tersandung tubuh-tubuh manusia yang terbongkar. Aku ingat. Orang-orang pergi ke pelabuhan.

Satu-satunya yang tersisa dari keluarga itu!” sahut yang lain. “Puteri Haji Latusina. Kusaksikan nyeri menebari Kuda Mati. para jamaah yang sedang salat subuh di Masjid Al Huda. Nona. Kupandang lagi nona. Juga mengasah bambu runcing. entah dari mana datangnya. “Tidak. hingga walau sesaat mereka lupa akan lapar. tertatih-tatih. ketika seorang tentara melarang mereka bertindak. Air Laew. Mengapa kalian membiarkan monstermonster itu? Mengapa katong tak boleh mempertahankan nyawa sendiri? Di mana keadilan?”teriak Cinta. sejak beta dilahirkan hingga kembali padaNya!” seru Cinta dengan suara dan tubuh bergetar. kehausan dan terkena berbagai penyakit. Erangan dan tangisan di sana bagai air mendidih dalam jerangan. Setiap kali kupandang mata jelinya yang kini bengkak dan sayu. menumbuk sagu. Bersembunyi di rumah kosong. Tak ada apa pun. Mereka kelaparan. Ia membentangkan kedua tangannya memeluk para balita. sejak hari raya berdarah itu. anak-anak dan lansia. Beta muslimah.. Bangunan putih tersebut dalam sesaat penuh cipratan darah. kala dianiaya secara paling biadab. “Beta tak mengerti. Karang Tagepe. Sirisori. Dari jauh terdengar bunyi tiang listrik dipukul berkalikali. tanpa sempat membela diri. kembali dibantai. Peluh dan darah mengucur deras dari dahinya. Begitu juga penghuni rumah sakit yang diketahui muslim. Menghibur mereka. “Buka jilbabmu sebelum mereka melihatnya!” kata seorang perawat. Bintang tiada. Saat itu ia mengantar seorang perempuan jamaah masjid yang akan melahirkan.Kebanyakan mereka perempuan. Pada detik terakhir sebelum bangunan itu dihancurkan. Lebih dari satu setengah bulan. kudengar lagi irama langkahnya. Menegarkan para wanita. Bahkan 2 Maret lalu. nona. beberapa hari yang lalu. Bulan sepotong di langit. Orang-orang di sekitar masjid memandangnya dengan mata basah dan sukma tercabik. “Jangan bilang ose muslimah!” Cinta menatapnya dengan pandangan menyala. kecuali rejam kekejian yang menggila. tak jauh dari sana. Ia bercerita tentang Rasulullah saw dan para sahabatnya pada anak-anak itu. saat memasuki gerbang sebuah rumah sakit. Kini bulan hampir habis di langit. Tangisan. para monster itu telah menyerbu rumah sakit! Panik! Semua porak poranda. sebelum dibunuh. menjauhi rumah sakit. Kampung Labuhan Raja. Cinta tak mampu lagi tersedu. Baru saja perempuan itu terbaring di atas ranjang putih. . Tulehu. Kate-kate dan Kampung Kolang. “Biar katong membela diri!” serunya garang. kutemukan lima ratus mayat lebih terbujur kaku di sana. mengobati yang terluka. teriakan histeris memecah udara! Ibu-ibu hamil itu memekik. Kujumpai kepedihan Pelauw. Lalu sayup. Wailela. Cinta membawa beberapa muslimah. Padahal saat itu mereka diserang membabi buta. “Siapa nona pemberani itu?” Mereka berbisik-bisik. Bintang tiada. Ia membantu memasak bubur.

ia akan pergi ke masjid itu. Merah dan ungu! “Hua. Di daerah ini. “Allaaaaahu Akbar!” teriak Cinta. Suara tiang listrik yang dipukul. Aku yakin.ha. Terkadang monster-monster itu tanpa malu memanggil-manggil Tete Manis. Sekali lagi ditatapnya rumah kenangan yang sebagian telah hancur diterjang bom rakitan.Tiba-tiba Cinta bangkit dari duduknya. Para pengecut itu menyerang Cinta! Mengamuk! Mereka bakalai! Nona manise sempat terjatuh dan diinjak-injak! Biadab! Marahku menjalar. “Selamat tinggal. Berjalan sambil mengacung-acungkan senjata! Mencorat-coret tembok rumah yang masih berdiri tegak dengan segala hujatan. Perlahan sekali kudengar guyuran air. “Mereka menyerang lagi!”teriak Cinta. Tampaknya sebagian besar bukan berasal dari daerah itu! Mata mereka merah! Jalan mereka terhuyung-huyung! Mereka mengenakan ikat kepala yang sama seperti dahulu. Menggigil ngilu. Aku berputar-putar. Kian lama mereka semakin banyak. Mengerikan. sejak masa Pattimura.”mereka tertawa-tawa. gadis itu pasti sedang membersihkan dirinya. bila akan berjihad. mereka selalu mandi dan mengenakan pakaian putih. Terus berputarputar. Semakin keras. Nona terdesak. Sekuat tenaga aku meliuk-liuk di udara. Kali ini kuangkat tubuh Cinta. Aku bertiup lagi. Mengganas! Sekonyong-konyong monster-monster itu berpentalan. atau menghancurkannya! Cinta berlari. Juga salawaku yang telah ditempanya beberapa hari lalu. “Allahu ma’i! Allahu ma’ii!”katanya berkali-kali. Suara itu! Tubuhku bergetar hebat. Mereka datang dari berbagai arah. Sementara itu suara gemuruh para monster terdengar semakin dekat. Lalu dari mulut mereka ke luar berbagai makian. Ia bergegas ke kamar mandi. Bergabung dengan yang lain. Cinta mengangkat tombaknya.ha. “Monster-monster itu telah kembali!” Kegeraman seakan membungkus keberanian gadis itu berlapis-lapis. Itu adalah Panggilan Agung yang menggetarkan segenap alam. “Allaaaaahu Akbarrr!” ulangnya berkali-kali. Aku tak sudi membiarkan mereka begitu saja. Menutup jendela yang engselnya hampir terlepas itu. Meniup sekuat-kuatnya. Aku tahu. Memanas. Cinta terkepung. Cinta! Kulihat ia berdiri. Tiba-tiba. “Lihat! Dia terbang! Dia terbang!” . Mereka berteriak-teriak kasar. Tiba-tiba aku mendengar sebuah panggilan. belum jauh ia berlari..” lirihnya. Nona melayang-layang di udara. Cinta bergegas ke luar rumah. Nyaris pecah. Membawa tombak di tangannya. terdengar lagi. Memekik-mekik. mengayun-ayunkan tombaknya ke sana kemari. di hadapannya tampak puluhan monster menyeringai. Mereka membawa berbagai senjata di tangan. Aku dapat merasakan dadanya menggelegak.

Kutiup anak panah itu.Orang-orang berikat kepala ungu memanah Cinta dengan panah api. Karena itu aku selalu memanggilmu Cinta. sampai kapan pun. Menyapa kusu-kusu yang membisu di tepi jalan. Aku tahu. sebab angin dan semua. Dari balik kota yang sekarat. “Beta cinta Allah dan RasulNya. sagure: minuman keras salawaku: tameng bakalai: berkelahi kusu-kusu: alang-alang 6 Februari 2001  erva kurniawan 1:29 am pada 15 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Demi Allah! *** Daftar Istilah : beta: aku seng: tidak nona: gadis kalewang: parang panjang pisang meja: pisang Ambon ose: kamu katong: kami arumbai: perahu/kapal besar kole-kole: perahu kecil bajuang: berjuang bagia: kue sagu kering oto: mobil tete manis: tuhan (non muslim) pi: pergi lenso: saputangan manangis: menangis sopi. Semilir. Tak ada suara apa pun. Semua lintang pukang! Aku menurunkan Cinta dengan lembut. Aku meliuk-liuk. cerita nasehat. Juga tanah ini.” bisik Nona. Engkau telah mengirimkan tentaramu. mentari merambat naik pelan-pelan. “Dan kini Kau kirim tentaramu yang lain. hingga kembali kepada si pemanah. “Allahu Akbar. Menggemuruh. Mereka masih memanah tanpa henti.. Nona menengadah ke langit. kisah teladan ( 352 ). cerita teladan ( 355 ). Nona masih memejamkan mata. setelah sekian lama. Panah-panah itu mengejar mereka. Tak akan. Ya. Tetapi tak ada yang sudi pergi dari tanah ini. monster-monster itu mungkin akan kembali. Lembut. Matanya basah.” sambung gadis itu.” Aku kembali melihat lesung pipit itu di tempatnya. kataku sendiri. Hanya desiranku. Ah. kisah islami ( 268 ). Darah masih mengucur deras dari kedua lengan dan kakinya.” Aku bertiup pelan. Mereka berteriak-teriak histeris. akan bangkit menghadapi. kala bercerita Kau mengirimkan ribuan malaikat. Jilbabnya berkibar. “Benar Ustad Abdul Aziz. Sepi.” katanya lagi. Aku mengangguk. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . saat masjid raya diserang. Sebab Cinta. “Angin. Ketakutan.

ada lima lembar sajadah lain yang bagus-bagus. Ayah mendapat hadiah istimewa berupa sajadah tua itu dari Ustad Basyir. Lalu aku teringat riwayat sajadah tua itu. Meskipun demikian.Sajadah Tua Milik Ibu Cerpen oleh: Maria Magdalena Bhoemomo Sajadah milik Ibu sudah tua. sajadah tua itu bukan dibeli oleh Ayah.” Aku ingin berdebat lagi. Orangtua memang harus kolot. Sudah berkali-kali aku memprotesnya. Sebagai anak semata wayang. “Aku sangat malu kalau sajadah lua yang sudah layak dibuang ke tong sampah itu tetap Ibu gunakan untuk shalat di masjid.” “Apa katamu? Justru Ibu bersyukur. Bahkan lebih tua dibanding umurku yang kini sudah berkepala tiga. dan satu-satunya barang berharga yang bisa digunakan untuk mas kawin adalah sajadah tua itu. yang sudah cukup makmur karena berpenghasiian cukup tinggi sebagai anggota legislatif. Jika dikebat-kebatkan. Tapi rasanya percuma saja berdebat dengan Ibu yang sudah terlanjur menyukai sajadah tuanya itu. “Kenapa kamu yang malu? Padahal. ketika melihat Ibu pulang dari masjid selepas maghrib. karena Ayah .” “Ibu kolot!” “Ya. Ketuaan sajadah itu bisa dilihat dari warnanya yang sudah kusam dan susunan serat kainnya yang sudah rapuh sehingga bolong-bolong. Tapi Ibu tak pernah menggubris protesku. tak punya uang. Konon. Ibu tetap selaiu melakukan shalat dengan menggunakan sajadah tua itu. agar membuang atau membakar sajadah luanya itu. Dan Ibu akan selalu memakai sajadah tua ini setiap melakukan shalat di mana pun. sajadah tua itu merupakan mas kawin yang diberikan oleh Ayah (sekarang almarhum) ketika menikahi Ibu. di dalam lemari pakaiannya. maklumlah. Dan konon pula. karena bisa tetap melaksanakan shalat dengan sajadah tua ini. Dan konon. banyak serpihan serat kainnya berguguran. sehabis digunakan untuk shalat. Ibu tidak malu.” ujarku dengan kesal. Ayah memang sedang miskin. melainkan merupakan hadiah istimewa dari Ustadz Basyir. aku sangat malu melihat Ibu mengikuti shalat berjamaah di masjid dengan memakai sajadah tuanya itu. Padahal.” “Ibu tidak mau bersyukur.

sebelum aku keluar dari kamar Ibu. “Cepat keluar. Tapi. karena telah menjadi maling yang mencuri sajadah tua milik Ibu itu. maka Ibu akan menuntutku agar mengembalikannya dan kemudian Ibu kembali akan memakainya untuk shalat sebagaimana biasanya. aku beranjak ke kamar ibu. Tapi. aku yakin. *** MALAM itu sudah larut. khususnya kepada Ibu dan istriku. “Maling sial! Maling terkutuk! Kenapa sajadah tua yang tidak mungkin bisa dijual harus kamu curi. Maling terkutuk. Istriku juga sudah tidur bersama anak-anak. Aku tidak tega jika langsung membuang atau membakarnya. Dan aku kemudian tidur bersama istri dan anak-anak. Tiba-tiba aku mendapat gagasan jahat: Mencuri. jika aku mengaku telah mencuri sajadah tua itu. Begitulah. . Pikiranku rasanya tegang. Seandainya sajadah tua itu hanya dipakai untuk shalat di rumah. ketika masuk dan kemudian keluar dari kamar Ibu dengan membawa sajadah tua itu. aku memang harus mencurinya. sajadah tua milik Ibu kemudian kusembunyikan di dalam almari buku di ruang kerjaku.berhasil menghapal 30 juz Al-Qur’an dalam usia 20 tahun. Sebagaimana maling. agar Ibu bersedia memakai sajadahnya yang lain yang bagus-bagus. maling terkutuk?!” teriak Ibu berulang-ulang sambil menangis. Aku sangat takut.” Dadaku berdebar-debar mendengar kutukan Ibu yang diulang-ulang itu. semasa mudanya. Ya. lalu membuang atau membakar sajadah tua itu. jendelanya kubuka lebar-lebar. Maling terkutuk. Aku dan istriku tersentak bangun. Segera kuangkat Ibu untuk kubaringkan di atas ranjangnya. Dan setelah melihat Ibu nampak habis terserang stroke. sangat pelan. Mas. Dan menjelang waktu subuh. Aku merasa sangat bersalah dan menyesal. Aku masih dihinggapi perasaan iba dan khawatir. mungkin tidak akan merisaukanku. Sebab.” perintah istriku dengan wajah panik. Mata Ibu berbuka lebar-lebar. Dan aku tidak ingin Ibu kemudian jatuh sakit karena terus menerus bersedih. Istriku menyusulku ke kamar Ibu. Aku tidak mau menanggung malu terus menerus gara-gara Ibu selalu memakai sajadah tuanya itu untuk shalat di masjid. istriku kemudian menatap jendela yang terbuka lebar-lebar itu. Mungkin ada maling yang telah memasuki kamar Ibu. Tapi aku masih saja duduk termenung di ruang kerjaku. Dengan sikap tenang. Ayah memang menjadi santri di pondok milik Ustadz Basyir untuk belajar menghapal Al-Qur’an. segera aku memasuki kamar Ibu dan mencuri sajadah tuanya itu. karena tetap merisaukan sajadah tua milik Ibu yang tetap selalu dipakainya untuk shalat di masjid. langkahku bersijingkat. Ya. aku pasti kasihan jika melihat Ibu bersedih gara-gara kehilangan sajadah tuanya itu. Dan aku sangat terkejut ketika melihat Ibu tergeletak lemas di lantai kamar. dan bibirnya bergerak-gerak membisikkan kata-kata kutukan: “Maling terkutuk. jika kutukan Ibu dikabulkan oleh Tuhan. semuanya sudah terlanjur. agar mengesankan ada maling betulan yang telah memasuki kamarnya dan kemudian mencuri sajadah tuanya itu. Dan tanpa berpikir panjang lagi. Aku tidak akan mengaku telah mencuri sajadah tua itu kepada siapa pun. Tidak. Begitulah. seperti biasanya Ibu bangun tidur dan langsung mandi serta berwudhu sebelum kemudian berangkat ke masjid untuk mengikuti shalat subuh berjamaah. Ibu sudah tidur. Malam semakin larut.

Tapi. menjadi orang jujur bisa justru ajur. “Mungkin malingnya punya tujuan khusus. Mendengar istriku mengutuk maling yang sebenarnya adalah diriku. konon. karena menderita lumpuh. Dan aku mendengarnya dengan hati yang semakin berdebardebar. Bahkan. mungkin saja. Lalu.” ujarku. Lupakan saja sajadah tua yang telah dicuri oleh maling itu. kutukan seorang Ibu. bisa menjadi kenyataan. Sebab. “Gara-gara maling sial dan terkutuk itu.” tutur rekanku yang lain. tetap saja terbaring. karena shalatnya dilakukan sambil berbaring.“Pasti malingnya masuk lewat jendela itu. melakukan korupsi memang sangat merisaukan hati. Aku takut jika kutukan Ibu menimpa diriku. Dan menjadi orang bersih bisa justru tersisih!” ujar rekanku. dengan lembut aku dan istriku menghibur Ibu. “Pada masa kini. Mas. dan kemudian rajin melakukan shalat dengan menggunakan sajadah tua yang dicurinya itu.” gerutu istriku menjelang tidur. Istriku ikut-ikutan mengutuk maling yang telah mencuri sajadah tua milik Ibu. Ibu tidak membutuhkan sajadah lagi. Sebaiknya Ibu mengikhlaskannya dan memaafkan malingnya. aku dikenal bersih dan anti korupsi. Dengan demikian. . setelah aku menjadi maling yang mencuri sajadah tua milik Ibu. Mula-mula. aku jadi repot sekali merawat Ibu. Tapi. beberapa rekanku yang gemar melakukan korupsi suka membujukku agar ikut-ikutan melakukan korupsi. “Ya. Konon. Bu. Ibu kemudian tidak membisikkan lagi kalimat kutukan. betapa korupsi adalah sesuatu yang wajar.” lanjut istriku dengan kening berkerut. ada maling kok sudi mencuri sajadah tua yang pasti tidak akan bisa dijual. ingin mendapatkan jimat. “Sudahlah. juga istri. Begitulah. Bukankah Ibu masih punya lima sajadah yang bagus-bagus?” hibur istriku. maka perasaan risau itu dengan sendirinya akan sirna. Tapi untuk selanjutnya. Dan hasil korupsi itu kemudian kugunakan untuk membeli mobil mewah.” “Tapi aneh rasanya. “Pada mulanya. yang membuat Ibu jatuh sakit dan menderita kelumpuhan permanen itu. jika kita melihat kenyataan yang ada.” hiburku. setiap melakukan shalat. *** SEBAGAI anggota legislatif dari partai reformis. aku semakin ketakutan. Misalnya. Ibu tidak bisa bangkit lagi. Ibu masih saja membisikkan kalimat kutukan terhadap maling yang telah mencuri sajadah tuanya. sajadah tua memang bisa digunakan untuk jimat. aku mencoba ikut-ikutan melakukan korupsi dana proyek rehabilitasi jalan-jalan dan jembatan yang sengaja digelembungkan. gara-gara aku menjadi tokoh reformasi yang sering lantang menentang korupsi. Bu. “Doakan saja semoga malingnya bertobat. kemudian aku direkrut masuk partai kemudian berhasil duduk sebagai anggota legislatif.” tebak istriku. agar Ibu mendapat banyak bahala.

dengan mabuk seseorang bisa mengusir rasa risau di hatinya. . Mula-mula. Mas. ya? Atau. Istriku nampak bersikap toleran. aku tetap punya moral dan sejak dulu dikenal sebagai tokoh reformis yang anti korupsi. “Oh. begitu. jangan-jangan kamu suka main serong atau bahkan punya simpanan?” “Memangnya aku ini orang yang bias santai? Maklumlah. tiba-tiba aku gemar menghabiskan waktu di tempat-tempat hiburan. Dan sehabis bercinta dengan cewek cantik itu. Aku kira kamu sudah mulai suka melakukan korupsi. aku merasa betapa hari kematianku sangat dekat. agar punya pengalaman mabuk. Suatu malam. semata-mata karena aku sayang kepada keluarga. malam itu. “Anda terkecoh. istriku sudah punya dua orang pembantu di rumah. Dan istriku selalu mempercayai kata-kalaku.” Dengan sedih dan panik. Mas?” tanya istriku ketika aku pulang membawa mobil mewah tipe terbaru yang harganya hampir satu milyar rupiah itu. maka aku membutuhkan hiburan.” tukasku. “Kamu sudah bosan denganku. Sedangkan untuk merawat Ibu sehari-hari. aku mencoba mencicipi minuman keras.“Uang dari mana yang kamu gunakan untuk membeli mobil mewah ini. yang selalu sibuk dan capek setiap hari. tiba-tiba kelaminku sangat gatal dan panas. tapi juga AIDS. Semakin sering aku terlibat kasus korupsi. *** SEBAGAI pengidap AIDS.” “Eh. karena aku dan rekan-rekan telah berhasil mengesahkan undang-undang baru yang sangat menguntungkan pihak eksekutif. Aku tidak ingin istriku tertular penyakit AIDS. Perilakuku semakin buruk.” Dan sejak punya mobil mewah. jangan suka berprasangka buruk. Siapa tahu. karena sudah lama aku tidak mengajaknya bercinta. Mungkin karena selalu risau. istriku benar-benar bergairah dan memaksaku bercinta. Aku sangat marah. Ya. “Ini hadiah istimewa dari Pak Gubernur. Lalu segera aku berobat ke dokter.” kata dokter. Anda bukan hanya tertular kencing nanah. karena di tempat hiburan ada banyak cewek cantik yang siap menghiburku. aku kemudian menjalani tes darah. Dan hasilnya ternyata positif: Aku telah tertular virus mematikan itu. karena aku terus menerus sibuk dan capek. Konon. istriku memprotesku. menyesal. Sebaiknya Anda melakukan tes darah. apalagi istriku berseloroh bahwa dia telah menyangsikan keperkasaanku. karena telah mendapatkan semua gajiku perbulan yang cukup besar.” jawabku berbohong. setiap kali aku pergi ke tempat-tempat hiburan atau bercinta dengan pelacur di hotel. Maka aku pantang menolak. istriku pun semakin gemar berbelanja mewah dan mencoba memasak berbagai menu sesuai dengan resep-resep terbaru yang dimuat di majalah-majalah. dan hasilnya kugunakan untuk berfoya-foya di tempat-tempat hiburan. selalu aku pamit hendak mengikuti rapat tertutup. Namun. “Cewek itu pasti pelacur profesional yang menderita penyakit kelamin kronis. Jelek-jelek begini. aku ini anggota legislatif. Dan sebagai istri anggota legislatif. maka aku pun kemudian mencoba mengajak tidur seorang cewek cantik yang mengaku masih kuliah itu. dan putus asa. Lalu. Dan jika aku tidak pernah lagi mengajaknya bercinta.

Kamu tega menularkan penyakit AIDS kepadaku. “Kalau masih ada. “Istri Anda telah diambil oleh Tuhan. Kamu telah berkhianat. Ibu langsung bangkit dan tidak lumpuh lagi. Tapi aku berusaha untuk tetap tegar dan tetap menjalankan tugas-tugasku sebagai anggota legislatif. Mas. Dan kamu harus minta maaf kepadanya. aku pergi dan pulang kerja. Dengan mobil mewah. Kukatakan bahwa nasibku yang sial mungkin karena dikutuk oleh Ibu. Aku sangat yakin. ada tulisan singkat: Seorang anggota dewan legislatif mengalami kecelakaan tragis. Dan di bawannya. Bahkan. Dan jika pikiranku sangat risau dan sedih. Istriku ditempatkan di kamar khusus. aku segera mengambil sajadah tua yang kusimpan di lemari buku di ruang kerjaku. sebelum kemudian mobilku membentur keras-keras pagar jalan.” Dengan terburu-buru. Lalu segera kuberikan sajadah tua itu kepada Ibu. begitu melihat sajadah tuanya.” Istriku menangis dan meratap-ratap. Dan untuk selanjutnya. Sungguh ajaib. istriku menderita flu berat. Rupanya ada telepon dari rumah sakit tempat istriku dirawat. sebelum kemudian bergegas mengambil wudhu dan melakukan sujud syukur dengan menggunakan sajadah tuanya itu. istriku positif dinyatakan mengidap AIDS. Dan setelah berobat ke dokter. “Di mana sajadah tua itu sekarang. kecuali aku dan anak-anak. betapa esok pasti koran-koran memuat di halaman pertama gambar mobilku yang terbakar bersama diriku yang telah hangus. gara-gara aku mencuri sajadah tua itu. Dan hasilnya. Tubuhku juga semakin lemah dan kurus. nasibku dan nasib istriku semakin buruk. Segera ibu menciumi sajadah tuanya itu. Aku masih sadar. Mas?” tanya istriku. aku sangat letih dan setengah mabuk akibat minuman keras yang habis kureguk. cepat serahkan kembali kepada Ibu. tiba-tiba HP-ku berdering. istriku harus dirawat di rumah sakit dengan diperlakukan khusus sebagai pasien AIDS. Aku sangat iba dan ikut-ikutan menangis. dan bisa melihat beberapa tukang becak mengumpat-umpat dan mengutukku sambil menyulut bensin yang tumpah di bawah mobilku. karena kondisinya semakin memburuk. ketika aku sedang bercinta dengan pelacur cantik di hotel. Aku tetap duduk di belakang setir yang menjepit dadaku. Kamu kejam. meski aku telah mati. Lalu dokter memintanya untuk menjalani tes darah. Padahal. “Rupanya kamu telah berbohong kepadaku. Mobilku telah ringsek. Aku pun masih bisa melihat api mulai berkobar membakar mobilku. Mas. segera aku pergi ke hotel dan bercinta dengan pelacur cantik. aku segera melarikan mobilku kencang-kencang menuju rumah sakit. Teriakan-teriakan umpatan dan kutukan para tukang becak sangat menakutkanku. sehingga beberapa becak yang memadati jalan kutabrak dengan keras. istriku tidak kunjung sembuh.Dan setelah bercinta denganku. Sementara itu. sebelum kemudian membakar tubuhku. . Dan ketika melesat melewati tikungan yang cukup ramai. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Tidak ada pembesuk yang dibolehkan menemuinya. Ibu kembali melakukan shalat lima waktu di masjid dengan sajadah tuanya itu. Suatu malam. mobilku lerlalu kencang berlari. mirip karantina.” Dengan terpaksa.

*** Dari Sahabat • hilmi 2:18 pm pada 18 Maret 2011 Permalink nice story. apakah istriku bersedia menerimanya? Dulu aku sudah berjanji pada istriku. Sehari-harinya perempuan itu menjadi pelayan di sebuah rumah makan. . kalau ia kunikahi. Kupikir. izin share  erva kurniawan 1:44 am pada 12 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kisah islami ( 268 ). aku akan menjadi ayah dari anak-anak mereka. cerita nasehat. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Menikah Lagi Cerpen Oleh Zaenal Radar T. apakah Ia sudi menjalaninya. bahwa kami akan setia sehidup semati. Aku berniat menikahi janda itu. menjadi istri yang dimadu? Perempuan janda yang akan kunikahi itu tidak terlalu cantik. kisah teladan ( 352 ). Usianya sekitar empat puluh lima tahun. Ia memiliki empat orang anak yang masih sekolah. Kalau ia mendengar aku akan menikah lagi. cerita teladan ( 355 ). Tapi. Kehidupan keluarganya selalu kekurangan karena penghasilan yang tidak memadai. Menjadi penunjang ekonomi keluarganya.

menjadi ayah anak-anaknya. Baiknya aku berterus terang saja. Begini anak-anak. “Nanti saja akan ayah ceritakan setelah kalian pulang dari rumah nenek. Ketika berada di rumahnya. Aku sendiri belum tahu apa reaksi keluargaku bila mendengar aku akan menikah lagi. yah? Ayah mau membawa kami keliling Bandung lagi? Atau. Seperti ada sesuatu yang sangat penting. Dan anak-anak kelihatannya senang menerima kehadiran mas. Seadainya ditutup-tutupi. Setelah kutimbang-timbang. Istriku masih tersenyum-senyum.Aku sudah lima kali berkunjung ke rumahnya. “Baik. Saya sendiri sangat bersedia menjadi istri mas. Nada. Ayah akan menceritakan…” Tiba-tiba aku berubah pikiran. mengapa aku mengumpulkan mereka. anakku yang paling kecil. Yang dua SMP dan satu lagi masih SMP. anakanak mungkin lebih bisa diatur. “Mas harus pikir masak-masak. Aku tidak mau memberi contoh yang tidak baik pada mereka.” . “Lho?! Kok. Perempuan yang masih sangat kelihatan cantik itu tampak bangga melihat putra bontotnya kritis begitu. “Ada apa sih. rasanya tak baik menceritakan hal ini pada seluruh keluargaku. jadi ikut-ikutan bingung. Kamu dengar dulu cerita ayah. Mereka terlihat penasaran pada cerita yang akan kusampaikan. yah! Ceritanya diterusin!” “lya. Karena ayah dan ibu punya urusan yang sangat penting!” “Maksud ayah apa?!” lagi-lagi Arman menyela. Tapi. Keempat anaknya menerima kedatanganku dengan baik. bahwa aku akan menikahinya. bukan itu. Dan kalian semua. Mengapa tidak lebih baik kuceritakan pada istriku saja? Kalau istriku setuju. MungKin mereka ingin memiliki ayah. “Ayo dong. seperti temantemannya. Istri dan anak-anakku tampak bertanyatanya. jangan dulu marah pada ayah. Juga istriku. menjelaskan pada mereka bahwa aku akan menikah lagi! Suatu sore seluruh keluargaku kukumpulkan di ruang tengah. Atau mungkin juga mereka berfikir akan mendapatkan kejutan. akan ayah lanjutkan. mungkin kita akan berangkat umroh ke tanah suci sekeluarga untuk yang kedua kali?” “Bukan. ayah ini gimana sih? Katanya mau cerita??” Kupandangi keempat anakku. Hal itu membuat istriku tersenyum. ayah jadi ragu begitu?” sosor Arman. kusampaikan maksud kedatanganku. Senyumnya tak lagi terlihat. Apakah hal itu sebaiknya kurahasiakan? Aku tidak mau berbohong pada istri dan anak-anakku. bagaimana dengan keluarga mas sendiri?” Pertanyaan itu tak bisa kujawab. Tentu biaya yang ditanggung itu cukup berat bagi seorang perempuan tak bersuami yang tidak memiliki karir bagus dalam pekerjaannya. Dan ketiga anakku yang lain semakin bingung. pasti suatu saat akan tercium juga. Besok kalian akan ayah titipkan di rumah nenek. Yang tertua kelas tiga SMA.

ayah dan ibu pernah bersumpah sehidup semati…” Tiba-tiba kulihat airmata istriku berair. Aku melihat ia menghela napas perlahan. Aha. “Ibu rasa…. paling beralasan. ayah terus terang saja. Apakah ia bersedia bila aku menikah lagi? Aku mesti mencari kalimat yang paling enak. Menunggu sebuah keputusan yang tak bisa diterkanya.“Yaa. Dan seandainya istriku menahan amarahnya demi menjaga nama baiknya di depan anak-anak. juga demi persiapan kebutuhan kita kelak. demi anak-anak. Kalau tiba-tiba istriku mengamuk di depan anak-anak. Selama ini ibu merasa sudah menjadi ibu yang baik bagi ayah. Ibu mereka membujuk agar mereka mau mengerti. “Namun ayah merasa masih ada sesuatu yang kurang. terkejut biasa-biasa saja…? Apa ada? “Begini bu. saat anak-anak kutitipkan di rumah nenek mereka. “Selama ini ayah telah bekerja keras demi ibu. Ibu cuma minta… kejujuran ayah… apa yang menyebabkan hal ini tejadi…” . aku akan berterus terang pada istriku. juga bagi lingkungan. Aku yakin istriku akan terkejut mendengar pengakuanku nanti. ayah jadi tak enak mengutarakan ini… Sebab. Ia mulai terisak. Ayah ingin hidup kita bahagia. ini juga tidak baik. paling masuk akal. Ya. setelah mendengar apa yang akan kusampaikan nanti. Hiks… yang selama ini telah kita rawat dengan baik. Nampaknya perempuan cantik yang sangat kusayangi ini sudah mengetahui maksud pembicaraanku. paling bisa diterima. Senyumnya masih tersisa. atau terkejut sekali! Aku ingin ia terkejut biasa-biasa saja. yang tak luput dari kekurangan. dengan tak lupa menyunggingkan senyumnya. Air mukanya seperti orang berharap-harap cemas. Kalau masih ada yang kurang dari ibu.” “Maaf bu. Tapi ayah khawatir anakanak tidak siap menerimanya. “Kalau ibu merasa bersalah… hiks… maafkan ibu… Tapi… jangan terlantarkan anak-anak kita…. yakni agar menjaga kemungkinan yang tidak mengenakkan terjadi. barangkali karena keterbatasan ibu sebagai manusia biasa. bagi anak-anak. Aku ingin tahu tanggapan istriku sejujurnya. khawatir akan menyebabkan kekacauan pada diri mereka nantinya. mereka belum mengerti pada hal-hal yang akan ayah ceritakan. begitu rileksnya. bagi keluarga besar kita. Dan yang dimaksud kurang bagi ayah adalah…” Kali ini istriku tak lagi tersenyum. Mengapa hal ini kulakukan tidak di depan anak-anak. ayah…!” Semua anak-anakku protes. tadi siang sebenarnya ayah ingin bercerita di depan anak-anak. sehingga istriku tidak terlalu terkejut. sampai akhir hayat…” Istriku mengangguk. Setiap tahun kita pun tak pernah berhenti mengundang orang-orang tidak mampu untuk diberikan sedekah. terkejut.” Istriku menatapku. Dan ayah pikir. Malam itu. Kita memang sudah cukup banyak beramal. Dan aku tak mau ia akan terkejut dengan main-main. Kita tak pernah lupa menyisihkan bagian harta kita untuk yayasan anak-anak yatim dan panti jompo.

tapi ia mengelak. Huh. siapa yang mau menceraikan ibu?!” Istriku diam. Di sana. Di depan anak-anak. pintu kamarnya lupa terkunci. Padahal anak-anak belum pulang karena tes tambahan. Aku merengkuh tubuhnya. Semalaman ini istriku mengunci diri di dalam kamar. “Bu. Seminggu ini aku memang kehilangan konsentrasi mengurus anak-anak. Pagi-pagi sekali..! Dan ayah bisa pergi dengan perempuan lain yang menjadi pilihan ayah…!” “Bu… dengar dulu…” Tangis istriku makin menjadi-jadi. “Bu. . dengar dulu…” “Kalau ayah sudah tak sayang padaku. aku sudah melihat istriku tengah bersujud. Sebab kalau tidak. aku tak akan mampu menjelaskan pada anak-anak mengapa ibu mereka menangis. tapi isaknya masih sesekali terdengar. dengar ya…” Aku ceritakan tentang seorang janda yang memiliki empat anak yang masih sangat membutuhkan seorang ayah. “Bu…?!” Istriku tetap diam. Selama seminggu aku dan istriku berdiam-diam.Isak itu semakin menjadi-jadi. istriku ke kamarnya mengunci diri. atau yang terbesar mungkin sedang mampir di rumah salah satu temannya. ceraikan saja yah… ceraikan saja…” Istriku menangis. aku beranjak ke kamar mandi. baru kali ini ia begitu. Namun selepas anak-anak keluar rumah. sambil tubuhnya terguncang-guncang karena isak tangis. ketika suara azan subuh terdengar. “Bagaimana Bu? Apakah ibu mau menerimanya??!” Istriku menarik nafas dengan berat. Kuceritakan dengan jujur bagaimana perempuan yang hendak kunikahi itu. Aku bingung bagaimana menjelaskannya.. Namun tak berhasil menangkapnya karena ia telah mengunci pintu kamar dari dalam. Ia sudah termakan oleh perasannya sendiri. Kami bicara seperlunya saja. Aku mengejarnya. kami berpura-pura mesra. dan aku tak bisa tidur di ruang tengah. “Ssst…Bu…” ”Ayah…tak usah…memberikan alasan macam-macam…! Tak perlu… bicara panjang lebar…! Hanya akan membuat sakit hati ibu! Hiks…Kalau ayah… hendak menceraikan ibu… ibu akan menerimanya dengan lapang dada…! Biarkan anak-anak ibu rawat.. lalu berlari ke kamarnya. Aku mengambil wudhu lalu melangkah ke ruang sembahyang. saat aku pulang kantor. Aku sungguh beruntung telah mengungsikan anak-anak ke rumah nenek. “Bu.. Namun suatu sore. Menghelanya sambil menggelengkan kepala.

Di kamarku sendiri. aku juga berharap mendapat kasih sayangnya. Aku tak mau menyalahkannya. Menjelang malam. “Bu… maafkan ayah…” Baru kali ini. Ketika kutanya. . terlihat sangat ceria di depan anakanak. Dan nampaknya semua itu tak mungkin aku lakukan. Tapi istriku tak menunjukkan perubahan sikap. Sungguh perubahan yang sangat menggembirakan. Ia masih saja diam. Ayah lelaki yang tak mensyukuri karunia Tuhan…” Aku berhenti. tak lebih dari dua jam kami akan akur kembali. Ia kudapati tengah membaca sebuah majalah. Aku sangat beruntung menjadikannya sebagai istri. aku meneteskan airmata kesedihan di depan istriku. Sebelum anak-anak pulang. istriku sudah kembali ke rumah. Selain ingin menikahinya. Menarik kembali sayap istriku yang mungkin hendak terbang meninggalkanku! Biar bagaimanapun. Padahal aku tahu. ia tak menyahut. Tapi kali ini. aku tak mau kehilangan istriku. terlihat begitu santai. Sebab aku harus menyelamatkan keluargaku. Ia memang perempuan yang sangat pandai menjaga perasan di depan anak-anak. Istriku sepetri biasanya. ia masih belum tidur. sudah seminggu kami berdiam-diam. masuk terlebih dahulu ke kamar. Sejujurnya kuakui. “Bu. Selama ini kami tak pernah serius bertengkar. Ayah sungguh menyesal mengatakannya pada ibu. Sebelum ini aku tak pernah mendapat kesempatan bicara padanya. Namun juga karena benih cinta yang secara tak sengaja bersemi di antara aku dan janda penunggu rumah makan itu. genderang perang sudah berbunyi. barangkali hatinya telah remuk.Di dalam kamar. “Bu…” Istriku melipat majalah. sepanjang sejarah pernikahan kami. seolah tak mau memotong kata-kataku. aku tidak menemukan istriku. anak-anak berangkat tidur. Inilah mungkin hukuman bagi orang yang bersalah. maafkan kata-kata ayah tempo hari. Setelah itu kuhubungi anak-anakku satu persatu. Namun aku tidak mau berperang dengan istriku sendiri. memberikan konsentrasi penuh terhadapku. Ternyata tidak diaktifkan. aku bagai orang asing. Kalau pun pernah. kecuali oleh ajal! Sore menjelang malam. sekaligus bisa membantu keluarga perempuan itu. Kesalahan harus kutumpahkan pada diriku sendiri. Ayah memang lelaki tak tahu di untung. kami semua berkumpul. Istriku seperti biasa. keinginanku menikah dengan perempuan janda dengan empat orang anak itu bukan semata-mata rasa kasihan pada mereka. Aku dan dia telah berjanji sahidup semati. Lalu kuhubungi nomor telepon genggamnya. Tetapi kali ini ia tak menguncinya. Ketika kubuka. Tapi kini. Aku tak mau mengorbankan keluarga hanya karena kepuasanku semata. Rupanya. yang merasa terpenjara oleh perasaannya sendiri. Aku menyuruh mereka segera pulang. Kami tak mungkin bisa dipisahkan. sepertinya ia siap mendengar kata-kataku.

kata. meski kedua biji mata ini sulit sekali kupejamkan *** Dari Sahabat • nisa 3:43 pm pada 17 Maret 2011 Permalink sad story…. Anak-anak jangan sampai tahu. Ia meluruskan tubuhnya di ranjang. bisa dijelaskan dgn kata. biarkanlah hal ini menjadi rahasia kita berdua. Dan malam itu. apalagi oleh anak-anak kita… Tadi siang ibu sudah mendatangi perempuan yang menjanda itu.. lalu merapatkan tubuhnya ke dekatku. • . ibu ikhlas melepas ayah… untuk menjadi kepala keluarga bagi mereka… Hanya saja. istriku masih tetap membelai-belai rambutku. Selama ini ibu mengurung diri bukan bermaksud membenci ayah. yah… jangan lagi bicarakan masalah ini. Ibu hanya perlu menenangkan diri agar perasaan sakit yang ibu rasakan tak terlihat oleh orang lain. :( antara hancurnya hati seorang wanita dan ketabahannya. ayah tak mau bercerai. “Ibu minta maaf telah menyusahkan ayah. ia membelai-belai rambutku. Dan ayah berjanji tak akan menikah lagi…” Istriku beranjak dari tempatnya. yang selama ini tak pernah hilang sejak kami menikah dulu. kepalaku sudah berada di pangkuannya..” Dengan teramat tegar kata-kata itu diucapkannya. Demi Tuhan. Aku tak beranjak ke mana-mana. dan bertemu dengan anak-anak mereka. Tak sadar. aku di sebelahnya. ga.. Aku menjadi seperti anak kecil yang manja pada orang tuanya.“Bu… maafkan bila ayah telah khilaf… Ayah tak mau kehilangan ibu. Namun ketika kutatap wajahnya. Dan kurasakan. aku tak berkutik di sampingnya. kulihat bola matanya basah. Nampaknya mereka memang memerlukan seorang lelaki untuk menjadi pelindung mereka…” “Kalau sekiranya ayah bersungguh-sungguh mau membantu mereka. “Ayah… ibu juga minta maaf…” Sambil berkata begitu. lalu beringsut mematikan lampu kamar. “Bu…” “Sudahlah.. Menunjukkan kasih sayangnya. Mari kita tidur…” Istriku menggeser tubuhnya. dan terbersit rasa sayang ayah terhadap perempuan itu. Tak lama kemudian kudengar dengkuran. Semuanya sudah jelas. halusnya.

sudah enam bulan dan entah sampai kapan.hutang pinjaman usaha ke Bank harus kami cicil kembali untuk pembayaran bulan ini dan luar biasa rekening bank sampai bisa bernilai nol karena dipotong pembayaran atomatis. kita pulang saja. uang kita tidak cukup membeli beras. mudah-mudahan beras di rumah cukup untuk beberapa hari ke depan. daging. sudah terlambat tujuh bulan dan entah kapan serta bagaimana terealisasinya. semua asli ciptaan Allah. Sepanjang-jalan ke pasar kami tidak banyak berbicara. ikan pasti sulit cari yang palsu. aku teringat adik pengojeg yang memiliki 2 tanggungan sementara menanggung pula adik iparnya beserta 1 anak yatim masih harus membagi dua hasil ojegnya . Istriku cukup memahami situasi kegalauanku sehingga tidak banyak bertanya. mudahkanlah kami ya Allah” Seminggu setelah itu. aduuh rasanya harus bersyukur masih mudah merasakan keaslian ciptaanNya. cerita nasehat. Tiada terasa sampailah ke pedagang beras dan Istriku berujar: “Pak. usai sholat Subuh. “Pak. percuma menggerutu hasil operasi pasar. Istriku berucap perlahan seolah takut membuatku marah. biar Allah saja yang mencukupkan” Akhir-akhir ini memang aku sangat sensitif karena sedang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan. kisah teladan ( 352 ). Sementara pembayaran hasil usaha belum dibayar. kisah islami ( 268 ). Sayur. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Sedekah Dikembalikan Kontan Berlipat Pada pagi yang biasanya mendung itu. Ibu masih ada sedikit uang.rossi 10:57 am pada 26 Maret 2011 Permalink panjang n ber belit belit…  erva kurniawan 1:35 am pada 8 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). antar ke pasar yuk. sudah habis persediaan di rumah. “Ya Allah lindungilah aku dan keluargaku dari tekanan hutang piutang” do’aku dalam hati. cukup untuk hari ini” Tertegun dan sedih dalam hati “Ya Allah sampailah saatnya aku tidak sanggup membeli beras. Seperti biasa di pasar kelompok basah tidak ada barang palsu. cerita teladan ( 355 ). Bagaimana tidak galau 10 hari lagi adalah waktunya hutang. masih terlalu mahal.

Mereka pasti lebih sulit dari aku. denda dan bunga bank cukup menyakitkan. kenikmatan beribadah dan beramal dan masih banyak lagi… semua adalah rejeki. Bonus yang didapat karena Allah adalah membebaskan satu keluarga dari pinjaman rentenir dan memberikan satu keluarga lain sarana usaha. Ya betul-betul harta untuk bekal kami sendiri bukan untuk diwariskan. Ternyata rejeki tidak hanya uang. lega berbuat sesuatu yang diperlukan orang lain. kami memiliki jalan lagi dari Allah untuk mengumpulkan harta bekal `pulang’ kami nanti. lega berbuat sesuatu yang diperlukan orang lain. Selama ini mereka menerima raskin 5Kg/Bln/Jiwa. Ya Allah Alhamdulillah dalam rekening sudah ada pembayaran hasil pekerjaan dan kami tidak perlu mencicil tapi karena ijin Allah dapat dilunasi semua. keselamatan. pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah). kejernihan hati dan fikiran. Diawali sholat mutlak. Lebih cepat satu hari. kami hanya dapat melakukan Dhuha dan Istikharah saat itu. Hari itu kami berhutang kembali. mudah-mudahan mendatangkan kebaikan bagi semua.mudahan mendatangkan kebaikan bagi semua. rasa bergantungnya pada Allah akan terasa lain dan tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. kesehatan. kembali hanya ada 1 rasa saat itu. ku harap hanya Allah saja yang memudahkan seluruh urusanku apapun bentuknya. Sedangkan harta yang katanya milik kita. dengan meminjam kembali ke Bank. ternyata belum…dug seperti dipukul palu untuk kesekian kalinya. Maha Suci Allah. Istriku menangis karena merasa terdesak. sebenarnya bukan harta kita tapi harta warisan ahli waris kita…Astagfirullah jangan sampai kita sibuk mengurus harta ahli waris kita sementara kita lupa `bekal pulang harta’ kita sendiri. Sepulang dari pasar kami langsung ke rumah tetangga tukang bangunan. mudah-mudahan sudah ada pembayaran. Istriku menelepon bank. aku punya sedikit keleluasaan berhutang. bila kubelikan 3 karung beras dan 2 karung ku sedekahkan pada pengojeg dan tukang bangunan untuk memudahkan mereka. Setelah selesai tiba-tiba aku teringat bahwa masih ada jalan untuk membeli beras dibanding pengojeg dan tukang bangunan itu. kupanjatkan pada Allah bahwa aku tidak mau menganiaya diri sendiri dengan menambah hutang. “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah. Terlambat satu hari. kami serahkan 1 karung saat Istrinya masih bekerja. maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.5jam perjalanan. Hanya ada 1 rasa saat itu.setiap hari dengan tetangganya. Menjelang waktu Dhuha. hanya untuk 3 karung beras dengan niat 2 karung sedekah ikhlas karena Allah SWT. tidak lebih. Terlintas pula tetangga tukang bangunan yang sedang tidak memiliki pekerjaan sementara Istrinya menjadi pembantu rumah tangga harian dengan 4 tanggungan anak. Keesokan malamnya dalam hujan setelah menempuh 1. Kalau dibandingkan secara matematis maka beras sedekah itu dibayar kontan oleh Allah sebesar 300 kali lipat. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan” (QS 2: 245) Oleh: Tabuat Ahusan *** Dari Sahabat . Hari ini adalah saatnya pembayaran cicilan pinjaman bank. Allah Maha Pengatur. tetapi momen. datang adik beserta istrinya yang ternyata sedang hamil 7 bulan untuk mengambil beras. mudah.

48 WIB “Duhh… Lapar”.uangku terbatas nih. “Hmm. 45 WIB Tiga puluh delapan menit berlalu sudah dari yang seharusnya kereta api itu telah sampai di tempatku berdiri saat ini. sebuah cemilan cekung berwarna merah yang terpampang di sudut kiri atas etalase sebuah warung kecil. tapi aku berusaha untuk tidak menggunakannya). Mana ada sih transportasi yang on-time. hingga aku pun bergumam. cerita nasehat. kisah islami ( 268 ). mencari tempat-tempat yang menyediakan penganan ringan. Aku yakin bahwa harganya pastilah tidak terlampau mahal. Pemandangan stasiun kali itu terllihat lebih lengang. terpaksa tertunda. dan aku pun menunggu kembali. kumpulan kisah teladan ( 284 ) ‘Pembalasan’ di Stasiun Kereta Api Oleh Denny Hermawan ** Senin.” 18. 12 Maret 2007. dengan . kisah teladan ( 352 ). cerita teladan ( 355 ). erva kurniawan 1:25 am pada 5 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). 18.. Telat-telat juga. 05. Hal ini disebabkan oleh terlambatnya kereta api ekspres jurusan serpong. Budget-ku pada hari itu tinggal-lah ongkos untuk pulang ‘plus’ seribu-dua ribu yang dapat aku gunakan untuk jajan cemilan (walau aku juga membawa uang lebih untuk keperluanyanglain. Karenanya. Beli apa ya?” Kebingunganku di dalam memilih makanan saat itu sebenarnya didasari oleh konsep hidupku. Kepulangan ku menuju rumah di bilangan bintaro.gak apa-lah. tiba-tiba saja desakan organ-organ lambungku yang sudah setengah hari ini belum mendapat suplai makanan. “Yah. termasuk masalah pengeluaran uang. Akhirakhir ini aku sedang berusaha untuk disiplin di dalam berbagai hal. tidak ‘sesumpek’ biasanya. sama seperti hari-hari biasanya. tangerang. “Eh ada keripik pedas tuh!”. Dukuh-Atas Hari itu. Dan benar saja. Ada kemungkinan sebagian besar penumpang telah terangkut di pemberangkatan sebelumnya. pukul 18.dasar Indonesia. memaksa mataku untuk memandang ke sekeliling stasiun. telah mencuri hatiku untuk mendekatinya. aku mencoba mencari makanan dengan harga yang sesuai. karena dari ukuran bungkusannya pun juga kecil. “Ah. yang penting aku berpeluang mendapat duduk di kereta ekspres pemberangkatan terakhir itu… “.

Barangkali pada sore itu ia belum makan dan ini sangat mungkin sekali. sekali lagi aku harus sabar menunggu. ini terlihat dari tangan kirinya yang memegang sapu bertangkai rendah. yang sejurus kemudian telah memegang sekantong keripik pedas dan air mineral. sekeping-dua keping keripik pedas dan beberapa seruputan air mineral perlahan mulai masuk ke dalam mulutku. sambil sesekali menengok kekiri dan kekanan. Setelah mengucapkan terima kasih. sekantong kecil keripik pedas ‘plus’ segelas air mineral telah berpindah ke tanganku. bisikku pada diri sendiri.nikmatnya “ 18.kalau aku membelikan untuknya. rasa haru dan suka menyeruak di . aku sudah tahu bahwa ada orang di sampingku. “Ahh. “Hmm asyik juga untuk merenung nih. atau memberi kepada tukang sapu kereta itu. Karena untuk berpindah ke jenis kendaraan lain aku harus menggunakan jalur bis Blok M – Bintaro yang justru akan memakan waktu lebih lama lagi. Bismillah… “ Ucapan basmalah mengiringi perpindahan ‘snack’ yang kubeli untuk keduakalinya itu. Seribu lima ratus memang bukan uang yang terlalu besar sih. apakah memilih disiplin terhadap budgetku. Kereta sedang dalam perbaikan AC. sambil…. Tapi. “Hmm.berbekal uang Rp 1500. belum selesai ku keluarkan bisikan-bisikan kecilku. yang sepertinya ia masih dapat menahan rasa laparnya Dan akupun bermaksud mengambil kembali penganan.” Sebuah pengumuman keras melalui speaker stasiun mengusik keasyikan prosesi ‘ngemil’ yang sedang kujalani. sambil sesekali tangannya menyeka keringat yang mulai mengucur membasuhi kening dan mukanya. sekitar 2x waktu perjalanan menggunakan kereta api. persis seperti apa yang kubeli beberapa saat yang lalu. ia tidak menolak dan langsung menerima pemberianku. Namun pada akhirnya aku tak kuasa menahan gerak tangan kananku. Maka aku pun kembali melanjutkan aktivitas ngemilku. sebuah keraguan datang menghampiri. aku kan sudah janji untuk disiplin dengan budget harian ku. Namun yang aku kritisi ialah aku tidak memperhatikan dengan jelas siapa orang itu. Jadikan makan itu barakah baginya ya Allah… “.bagaimana ya?” Aku sempat bingung untuk melangkah. persis seperti apa yang kubeli sebelumnya di warung yang tidak jauh posisi dudukku saat itu. Aku bukannya tidak tahu sama sekali akan kehadirannya. ia memulai untuk mencoba menikmati rezeki Allah sore itu. Baginya.alhamdulillah. Kami mohon maaf atas keterlambatan ini dan kepada para penumpang diharap untuk bersabar. barangkali penghasilan yang didapat masih lebih baik ditabung untuk keperluan di rumahnya ketimbang membeli makanan. menuju tadahan tangannya. Persis seperti yang kukira. yang bila kutebak. sekedar melihat suasana sekeliling. aku harus mengurangi budgetku hari esok dikarenakan telah digunakan hari ini. Sebelum terduduk di kursi panjang tempatku bersantai saat itupun. Toh gak setiap saat aku mendapatkan kesempatan memberi ‘sesuatu’ pada orang-orang sepertinya. di informasikan bahwa kereta api masih terhambat di stasiun manggarai. terduduk dan tertunduk sambil memainkan kaki tanpa alasnya di atas aspal statisiun. aku tertegun pada sebuah sosok yang berada tidak jauh dari posisiku. gak apa deh deh. untuk diberikan kepada pemuda tanggung itu. “Ahh. dan lagi aku hanya asyik makan dan minum sendiri sementara disebelahku ada orang lain. Dengan sehelai baju tipis dan celana pendek selutut yang melekat di tubuhnya. Seorang remaja tanggung dengan usia sekitar 10-12 tahun. Maka tak lama kemudian. Ya. berayun dan berhimpitan didalamnya disebabkan oleh gencarnya gigi dan lidah-ku mencengkramnya. aku harus keluar uang lagi dong. “Wah. ia terlihat kuyu dan agak lemas. 50 WIB “Kepada para penumpang kereta api ekspres jurusan serpong. “Tetap sepi”. Subhanallah. walau konsekuensinya sih. Namun sebelum aku bertindak. Ia adalah seorang penyapu kereta. Hmm. keadaanya tidak lebih baik dariku (saat itu). Tangan kanan dan mulutnya sibuk berkoordinasi antara mengambil dan menyantap penganan keripik dan air mineral itu.”.

untuk tetap percaya kepada janji-janji yang telah Ia berikan dan istiqomah di jalanNya. walau tanpa AC. Dan yang kedua.500.aku. seiring datangnya kesejukan di jiwa tatkala melihat pemandangan yang jarang aku dapatkan itu. keterkejutan di hatiku menggumpal begitu saja tatkala mendengar kabar yang baru saja masuk ke telingaku. ini adalah pertamakalinya aku bisa menaiki kereta ekspres dengan tarif ekonomi. sejujurnya aku tak pernah berpikir sampai sejauh itu. Aku memiliki alasan untuk bersikap demikian. “Subhanallah… Allahu Akbar… “.” Rasa penasaran yang masih berkecamuk sengaja kubiarkan sembari mencari info diloket 1 yang dimaksud. Jadi bapak dan penumpang lainnya kami kenakan tarif kereta ekonomi untuk pemberangkatan kali ini” “Hah. aku UNTUNG! kalau dihitung dari angka.) maka aku masih mendapatkan Rp 5. Mengenai kereta ekonomi. pinjaman yang baik (menafkahkah hartanya di jalan Allah)..com . Pertama. ACnya belum bisa diperbaiki. bukan begitu. dan itupun belum terhitung waktu telatnya). 52 WIB “Diberitahukan kepada para calon penumpang kereta api serpong ekspres. Aku tak pernah mengira bahwa uang yang ku keluarkan tadi. atau ada pergantian jenis kereta? Tapi kalau harus naik kereta ekonomi.500. aku. pengumuman dari moncong pengeras suara stasiun kereta api menghardik aktivitas menungguku. benarkah ini?!”. Padahal. yang kugunakan untuk makan kecil pemuda itu. Semoga. Namun begitu. lebih pada hal ‘keamanan’. Itu baru dari segi angka. dan terjadi saat itu juga… Tanpa pernah aku menduganya.” Malam itu menjadi malam yang berkesan dan bermakna bagiku.000. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan” (QS 2: 245) *** Eramuslim. Amiin… “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah. Dan bagiku itu tidak terlalu bermasalah. yang aku tidak berharap apa-apa darinya. dan apabila dikurangi pengeluaranku untuk pemuda tukang sapu tadi (Rp 1. “Ya Allah…ia begitu menikmatinya” 18. Selain itu.. Dari sisi waktu. namun itupun masih harus menunggu sekitar 1 jam lagi (pemberangkatan pukul 19. kesan dan makna itu juga dapat melekat & mengilhami kepada para pembaca. perjalanan menggunakan kereta ekonomi dimalam hari memang menjadi pertimbangan khusus bagiku. maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. ini bagaimana jadinya? Kami harus berganti kereta ekonomi?” Pertanyaan inti langsung kuungkapkan kepada petugas loket 1 begitu aku tiba di sana “Oh nggak. Engkau balas berlipat-lipat. “Apa… Apa maksud pengumuman tadi? Apakah pemberangkatan di batalkan. aku masih lebih beruntung karena tidak harus berganti tujuan menuju blok M. “Ya Allah pembalasanMu Engkau realisasikan saat itu juga. 45. setahuku memang ada 1 pemberangkatan kereta ekonomi jurusan serpong. Silahkan naik ke loket 1. Kami mohon maaf sebelumnya karena kereta ekspres jurusan serpong. sembari berusaha mempercayai apa yang baru saja terjadi. yang pastinya memakan waktu lebih lama lagi. perubahan tarif kereta ekspres menuju ekonomi menghasilkan selisih Rp 6. kereta tersebut masih bisa dijalankan. mengingat perjalanan menuju rumahku hanya memakan waktu sekitar 40-60 menit.” Sekali lagi. Maka dari itu. ini yang menjadi ketakjubanku. anda dipersilahkan menukar karcis kereta ekspres anda dengan karcis kereta ekonomi.hatiku. Terima kasih ya Allah… Alhamdulillah hirabbil ‘alamiin. namun kali ini dengan sedikit kernyitan didahi. aku lebih memilih menggunakan kereta ekspres walau tarifnya lebih mahal “Maaf pak. aku kembali tertegun membayangkan semua ini. walau tanpa fasilitas AC.

ketika tiba2 ada seorang pemuda lusuh nongol di jendela mobil kami. kisah islami ( 268 ). kami agak kaget. Sambil menunggu pesanan. Maklum. Tempat yang terlihat dari tempat kami parkir. kisah teladan ( 352 ). minum apa. Sampai di sana masih sepi. kapan ya terakhir aku nyemir sepatuku sendiri? Aku sendiri lupa. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Jujur ** Siang ini tadi yayangku tiba-tiba nelpon. Baru ada beberapa mobil. Akhirnya kami memutuskan makan gado-gado di Kertanegara. Mungkin karena masih pada jumatan. So. “Semir om?”. Saking lamanya. Ugh. “Oke”. Tempat yang cukup teduh. Selepas SCBD. . Kami masih bisa milih parkir yang enak. cerita teladan ( 355 ). joki gado-gado sudah menanyakan mau makan apa. jawabku. aku kan karyawan sok sibuk… Tanpa sadar tanganku membuka sepatu dan memberikannya pada dia. Aku lirik sepatuku. erva kurniawan 1:25 am pada 2 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kami pun ngobrol. cerita nasehat. Kami pesan dua porsi gado-gado + tehbotol. Dia menerimanya lalu membawanya ke emperan sebuah rumah. Begitu parkir. “Makan siang yuk”. Ide ke soto pak Sadi segera terpatahkan begitu melihat bahwa yang parkir sudah sampai sebrang-sebrang. seperti biasa. kami masih belum ada ide mau makan dimana. Mungkin supaya nyemirnya nyaman. Bisa makan di mobil soalnya. So she picked me up at the lobby of Jakarta Stock Exchange building. ajaknya. tanyanya.

ke aku. Seribu aja”. masih menenteng kotak semirnya di satu tangan. Dia berkata kalem “Kebanyakan om. Uang sisa parkir. Melangkah lagi dengan gontai ke mobil lainnya. Betapa aku masih suka merasa kurang dengan gajiku. Pandangan matanya kosong.Pesanan kami pun datang. mendapatkan penolakan dari satu mobil ke mobil lainnya. menuju mobil-mobil yang parkir sesudah kami. Siang ini aku seperti diingatkan. Kami masih makan saat dia selesai menyemir. Kenapa jadi kita yang mengharapkan bahwa semua orang harus menyemir ? hihihi… Perbincangan pun bergeser ke topik lain. Padahal keadaanku sudah -jauh. Duduk di atas kotak semirnya. Aku masih terbengong-bengong waktu nerima uang seribu rp yang dia kembalikan. Akhirnya dia kembali ke bawah pohon. Belum lagi dia kubayar. Ditolak lagi. Kelihatannya dia memendam kesedihan. Seperti ada yang dipikirkan. Pembicaraan pun bergeser ke pemuda itu. Sambil memperhatikan pemuda tadi nyemir sepatuku. Dia menyerahkan sepatunya padaku. Konyol ah. yang dalam kekurangannya. Menawarkan lagi. Lalu pandangannya kembali kosong. ya jadi pak ogah. BOOM. Allah sudah sedemikian baik bagiku. (sudah mulai ramai). Pergi ke mobil satunya. Ditolak lagi. dia bergerak menjauh. Di kejauhan aku masih bisa melihat pemuda tadi. Terlalu tua untuk jadi penyemir sepatu. masih mau memberi. Ah. di beberapa mobil. Betapa aku masih sedemikian kerdil. kenapa dia jadi penyemir dll. Biasanya pemuda umur segitu kalo tidak jadi tukang parkir or jadi kernet. Jawaban itu tiba-tiba serasa petir di hatiku. dia juga mendapat pandangan curiga. . Tiba-tiba aku merasa ngeri. Tentang kira2 umur dia berapa. sepertinya kami juga merasakan penolakan itu. Perbincangan kami mulai ngelantur kemana-mana. Bahwa kejujuran itu langka. Lalu kuberikan kepadanya. iya. Dan setiap kali dia ditolak. dia merasa cukup dibayar segitu. Who said life would be fair anyway. yang sudah berkelebihan.lebih baik dari dia. pagi tadi dia mandi apa enggak. Menawarkan jasa. Tiba-tiba kami tersadar. Tertunduk lesu… Kami pun selesai makan. Mata kami lekat padanya. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil. Seperti orang sedih. Siang ini aku merasa mendapat pelajaran berharga. tapi perilaku-ku belum seberapa dibandingkan dengan pemuda itu. Soalnya setahuku jasa nyemir biasanya 2 ribu rp. Kami makan sambil ngobrol. Kutarik 2 buah lembaran ribuan dari kantong kemejaku. Penyemir tadi belum aku bayar. Umur sekitar 20-an. Kadang2 matanya melayang ke arah mobil-mobil yang hendak parkir. Bisa buat apa sih sekarang? But. Bahkan. Nyengir. Absent minded. Ditolak. Tangannya seperti menyemir secara otomatis. It-just-does-not-compute-with-my-logic! Bayangkan. Se-ri-bu Ru-pi-ah. orang seperti dia masih berani menolak uang yang bukan hak-nya. selain penolakan. Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami apa yang dia rasakan. Pikiranku tiba-tiba melayang. Kulambai dia.

thx atas sharingnya  erva kurniawan 1:53 am pada 25 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kepada orang lain. kisah islami ( 268 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kekuatan Sedekah Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad. ternyata bumipun terdiam.Sudahkah kita berani jujur? Kepada diri sendiri. cerita nasehat. Kemudian mereka bertanya “Ya Rabbi. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. dan kepada Allah? *** Dari Sahabat • nurvhie 3:23 pm pada 2 Maret 2011 Permalink true story yang begitu menggugah nurani. . kisah teladan ( 352 ). maka bumipun bergetar. sbb : Tatkala Allah Ta’ala menciptakan bumi. “Ada. cerita teladan ( 355 ). adakah sesuatu dalam penciptaanMu yang lebih kuat daripada gunung?” Allah menjawab. Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya. yaitu besi” (kita mafhum bahwa gunung batupun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).

Para malaikat bertanya lagi “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi?” Allah yang Maha Suci menjawab, “Ada, yaitu api” (besi, bahkan bajapun bisa menjadi cair dan lumer setelah dibakar api), Para malaikat kembali bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api?” Allah yang Maha Agung menjawab, “Ada, yaitu air” (api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram air), Para malaikatpun bertanya kembali “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air?” Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada lain karena kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat). Akhirnya para malaikatpun bertanya lagi “Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua?” Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya”. Artinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain. Berkaitan dengan ikhlas ini, Rasul Allah SAW mengingatkan dalam pidatonya ketika beliau sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah: “Wahai segenap manusia ! Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat, dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang diniatkannya”. Oleh karena itu hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya karena Allah semata, tanpa tendensi ingin dipuji, dianggap dermawan, dihormati, dll yang dapat menjadikan sedekah kita menjadi sia-sia. *** Dari Sahabat

 erva kurniawan 1:21 am pada 22 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

20 Menit Penuh Senyum Oleh: Hafizh Kharisma “Selamat siang Bu… selamat siang Pak…” suara satpam itu ramah menyapa setiap orang yang masuk ke dalam sebuah bank pemerintah. Selain membukakan pintu bagi yang akan masuk dan keluar ruangan, dia juga seringkali mengantar mereka dengan pertanyaan “ada yang bisa saya bantu?” dan kemudian dengan sigap tangannya mengarahkan pada kertas yang berjejer rapi. “Lembar ini kalau buat transfer..” Siang ini saya hanya duduk diam saja di kursi tunggu bank itu karena memang tujuan datang kemari hanya untuk mengantar seorang teman yang hendak melakukan transaksi penyimpanan. Mata ini tertarik memperhatikan gerak dan sikap satpam yang tidak berhenti menarik dan menutup pintu, menyapa dan mengantarkan.. terus saja begitu tanpa berhenti melepas senyum. Pikiran saya mulai berjalan, pastilah dia capek sekali. Paling tidak sudah 15 menit saya duduk di sini (teman saya perlu waktu untuk menulis formulir dan memasuki antrian yang cukup panjang), sementara satpam itu terus berdiri entah sudah berapa lama, dari pagi mungkin dan itu juga tanpa duduk. Apa yang terlintas di benak saya dulu saat mendengar kata ‘satpam’ adalah gambaran orang kekar, garang, sigap, kaku, dan begitulah.. namanya juga satpam, ya sudah seharusnya di takuti, di segani. Tapi ini berbeda, satpam kini membawa citra perusahaan juga karena dia berada di garis depan, orang pertama yang ditemui oleh tamu.. Dan satpam yang saya perhatikan ini tidak sekedar berbadan kekar dan sigap namun ia juga ramah, sopan dan senyumnya itu yang tidak pernah lupa ia lepaskan pada setiap tamunya pun ketika ia ditegur oleh seorang customer service karena mengizinkan seorang tamu duduk didepannya disaat customer service itu sedang menerima telepon (kursi tamu didepannya memang kosong). MasyaAllah, saya perhatikan satpam itu mengangguk sambil agak membungkukkan badannya, dan masih dengan senyumnya kudengar ia meminta maaf. Agak gemas saya lihat itu semua, terutama karena polah sang customer service yang bicara kurang ramah pada satpam, menegurnya langsung di depan sang tamu terlebih karena ia menegur dengan wajah yang jauh dari senyum. Bila saya uraikan dalam artian kalimat sepengetahuan saya, satpam = satuan pengamanan dan customer service (CS) = pelayanan pelanggan artinya tugas satpam itu adalah menjaga keamanan. Dan tugas CS itu ya melayani pelanggan, dalam hal bank sudah jelas pelanggan utamanya itu ya nasabah. Saya jadi agak bingung sesaat, apa mungkin satpam di bank pemerintah itu dikirim untuk mengikuti pendidikan yang biasa diikuti oleh CS sehingga ia bisa menjadi frontliner yang lebih baik dari CS itu sendiri? Atau mungkin gaji yang diterima satpam itu jauh lebih besar dari CS karena tugasnya kan jadi merangkap,

tidak sekedar menjaga keamanan tapi juga melayani nasabah secara langsung? Dan pastinya ada tunjangan berdiri? Duh, saya jadi geli juga dengan pikiran-pikiran yang berseliweran di benak kepala saya. Jam di dinding bank menunjukkan pukul 11 lewat 50 menit, artinya sudah 20 menit saya duduk di sini menanti teman saya yang kini sedang dilayani oleh teller. Dan selama itu saya hanya memperhatikan polah satpam itu, mengagumi kesabarannya, dan mensyukuri senyum tulus yang bisa dia tebarkan pada orang-orang disekelilingnya terlepas bahwa senyum itu mungkin sudah bagian dari tugasnya namun bisa kurasakan bahwa kadang kelelahan dan kebosanan bisa saja membuat seseorang jadi sulit tersenyum atau kalau pun tersenyum agak tidak enak dipandang mata namun tidak dengan senyum satpam ini. “Ayo balik ke kantor” kudengar suara temanku dari arah belakang telingaku. Aku berdiri dan melangkah bersamanya menuju pintu keluar. Satpam itu dengan sigap membuka pintu mempersilakan kami berjalan keluar. “Terima kasih, selamat siang, hati-hati dijalan…” Kami mengangguk dan mengucapkan terima kasih juga padanya. Di atas motor aku masih sempat berpikir, jika seorang satpam saja bisa begitu ramah, sopan dan penuh senyum mengapa kita tidak? Dan bukankah senyum itu sedekah? Kita bisa sedekah dengan sangat mudah, tanpa biaya, bisa kapan saja dan di mana saja.. Allah SWT telah begitu baiknya memberi kita peluang dan kemudahan dalam mendapatkan pahala jadi kenapa kita sebagai mahlukNya terkadang malah mempersulitnya? Entahlah… Semoga kita masih bisa melukis senyum tulus di wajah kita *** eramuslim.com

 erva kurniawan 1:27 am pada 19 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Maafkan Aku, Ayah dan Ibu

Oleh Rudi Setiawan ** Ayah, Ibu, maafkan Aku, ini sudah kodrat Ku. Aku lahir kedunia belum cukup pada waktunya Delapan bulan 2 hari, tepat pada tanggal 3 Oktober 2006, jam 11, 45 dengan bantuan operasi di RS Permata Ibu. Bahagia sekali rasaya, ketika pisau bedah menyentuh kulit plasenta yang membungkusku. Bahagia sekali rasaya aku akan berkumpul dengan keluargaku. Tapi takdir berbicara lain Allah punya rencana lain nafasku, !!! Kondisi nafasku tidak seperti yang lain. Aku harus hidup, aku harus hidup, aku ingin berkumpul dengan keluargaku. Tidak lama kemudian aku mendengar suara azan di telingaku. Aku berfikir inikah Orang tuaku, inikah ayahku yang bahagia melihatku dan mengumandanka azan di telingaku. Tapi apa daya RS di mana tempatku dirawat tidak mempunyai alat yang akan menolongku.Aku dipindah kan RS Sentra Medika untuk mendapat bantuan agar nafasku bisa sempurna. Satu hari, dua hari keadaanku sedikit membaik, aku bisa menagis, aku bisa merasakan sentuhan tangan ayahku ketika dia tahu aku sudah bisa menangis. Aku juga mendengar dia berkata, anakku, kamu harus kuat, kamu harus hidup. Ini ayah. Dan terlihat jelas air mata kebahagiaan mengucur dari matanya. Tapi, dengan alasan terlalu jauh aku dipindahkan lagi ke RS Fatmawati pada tanggal 5 Oktober 2006 oleh ayahku. Aku dipindahkan dengan ambulan. Di dalam hatiku. Aku bertanya. Ayah mau dibawa ke mana aku, Ayah apa aku ingin bertemu Ibu. Setelah sampai aku sadar bahwa aku masih belum sempurna, bahwa aku masih harus berjuang untuk menyempurnakan diriku. Satu hari aku di sini, terasa badanku lemas sekali. Aku susah sekali bernafas. Ayah, aku harus hidup. Hari kedua aku di sini, diruang kecil yang penuh dengan selang kondisi tubuhku semakin menurun. Orang yang ada disekelilingku, dengan kemampuanya sebagai seorang perawat dan Dokter berusaha untuk menolongku. Banyak sudah benda-benda yang masuk ke tubuhku. Di saat tidak ada kepastian yang terjadi pada diriku aku mendengar langkah lemas menghampiriku jauh bukan di dekatku. Dia melihatku, dia memandangku, dari kejauhan. Tapi aku dapat mendengar, dia menangis, dan dia berkata, nak ini ibu, ingin sekali ibu memeluk dan menciumu. Ingin sekali ibu memberimu susu. Tapi ibu tidak bisa, ibu hanya berharap kamu harus kuat, ibu hanya berharap kamu harus hidup. Ibu, …ibu… aku berteriak, tapi dia tidak mendengar, semua orang tidak bisa mendengar teriakanku… aku pandangi dia, dia terus saja menangis. Oh Ibu, . Andai aku bisa menghampirimu aku ingin memelukmu, aku ingin dekapanmu. Aku mau kau tersenyum untuku. Hari ketiga keadaanku semakin parah. Dokter memutuskan untuk memasukan selang ventilator dan kemudian darah mengalir dari dalam selang kecil masuk ke tubuhku. Tubuhku semakin bengkak dan aku semakin tidak bisa bergerak. Hingga hari keempat keadaanku semakin parah dari mulutku keluar carian berwarna merah… Hari kelima. Dokter yang menanganiku sudah mulai putus asa. Kemudian jam 11.30 ibu menelphon ayah. Karena dokter ingin bicara. Entah apa yang dibicarakan aku melihat ayah begitu gelisah, begitu gunda bahkan sedih sekali. Sore hari menjelang maghrib ayahku pergi untuk mengambil darah untukku

lagi. Jam 11.30 malam dia sampai dan menyerahknnya ke Perawat. Ayah, Ibu, aku sudah tidak kuat, aku sudah tidak bisa lagi bernafas. Sesosok telah menghampiriku. Dia mengajaku, dia ingin mengajakku jauh dari sini. Jauh dari penderitaan dan kesedihan. Lembut tangannya menariku dari box kecil yang memenjarakanku. Dia membisikan kata-kata kepadaku, “Wahai Irsyad, kKamu telah dipanggil Allah. Allah memanggilmu untuk pulang. Mari pegang tanganku dan ikutlah bersamaku menghadap sang kuasa, sang pencipta. Zat yang menciptakanmu.” “Ayah dan Ibumu hanyalah tempat di mana kamu akan dititipkan kalau memang kamu diizinkan untuk hidup. Tapi Allah lebih cinta kamu sehingga Dia memanggilmu untuk pulang.” Jam 2.30 pagi aku menghembuskan nafas terakhirku. Aku pulang ke tempat di mana aku diciptakan. Ayah, Ibu, maafkan Irsyad. Aku tidak bisa bersama kalian. Aku cinta kalian. Tapi Allah lebih sayang padaku. Dia tidak mau aku menderita, dia tidak mau kalian menderita karenaku. Ayah, Ibu, walaupun aku tidak bersamamu tapi cinta dan sayangku selalu mengiringi kepergianku. Aku memang hanya hidup satu minggu, tapi aku yakin bahwa kalian berdua sangat mencintaiku. Ayah Ibu doaku selalu untukmu. Selamat tinggal Ayah, ibu dan kedua Kakakku. Aku mohon maaf, karena aku tidak bisa bersama kalian semua. Semoga Allah memberikan ketabahan yang kuat untuk kalian semua. Kalian harus meneruskan hidup sampai Allah akan memanggil kalian sehingga nanti kita bisa bersatu disatu tempat yang akan telah diberikanNya. Selamat tinggal keluargaku tercinta walaupun aku tidak bisa bersamamu. Doa dan cintaku selalu bersamamu… Terima kasih ibu, atas perjuanganmu mengandungku selama 8 bulan 2 hari. Cintaku selalu menyertaimu selamanya. Ayah, cinta dan ketulusanmu padaku tidak bisa aku balas dengan jiwaku. Aku cinta padamu ayah. Dan aku akan selalu mendoakanmu. Kakak-kakakku, kelak nanti kita pasti akan bertemu dan berkumpul. Jaga Ibu dan Ayah. Jadilah anak yang baik dansoleh, yang bisa melindungi keluarga dan kedua orang tua kita. Semoga Allah menyatukan kita di satu saat nanti, di tempat yang paling mulia di sisi-Nya. Wassalam Dari Ayah untuk anaku yang selalu dikenang Irsyad Ramadhan Lahir:3 oktober 06 Wafat:10 Oktober 06 *** Source : http://www.eramuslim.com/atc/oim/45dbca4f.htm

 erva kurniawan 1:28 am pada 17 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Semoga Allah Mempertemukan Kita di Syurga “Barangsiapa yang mengharapkan mati syahid dengan sepenuh hati, maka Allah akan memberikan mati syahid kepadanya, meski ia mati di tempat tidur.” Dunia, hanya satu terminal dari seluruh fase kehidupan. Hanya Allah yang tahu, rentang usia seorang manusia. Saya, khadijah, sebut saja demikian, menikah dengan Muhammad, 3 Oktober 1993. Muhammad, adalah kakak kelas saya di IPB. Pernikahan saya, melalui tahap yang biasa dilakukan oleh ikhwan dan akhwat. Saya tak pernah mengenal Muhammad sebelumnya. Dan, seperti layaknya pasangan baru, fase ta’aruf, konflik, dan kematangan pun saya alami. Meski baru saling kenal, saya rasakan suami saya sangat sayang pada saya. Seolah, tidak seimbang dengan apa yang saya berikan. Dia banyak membantu. Apalagi ketika saya menyelesaikan tugas akhir kuliah. Bisa dikatakan, ia sekretaris pribadi saya. Selama menikah, suami sering mengingatkan saya tentang kematian, tentang syurga, tentang syahid, dan sebagainya. Setiap kami bicara tentang sesuatu, ujung-ujungnya bicara tentang kematian dan indahnya syurga itu bagaimana. Kalau kita bicara soal nikmatnya materi, suami mengaitkannya dengan kenikmatan syurga yang lebih indah. Bahkan, berulang-ulang dia mengatakan, nanti kita ketemu lagi di syurga. Kalau saya ingat kata-kata itu, itu bukan kata-kata kosong. Bahkan itu mempunyai makna yang dalam bagi saya. Hari itu, 16 Januari 1996, kami ke rumah orang tua di Jakarta. Seolah suami saya mengembalikan saya kepada orang tua saya. Malam itu juga suami saya mengatakan harus kembali ke Bogor, karena harus mengisi diklat besok paginya. Menurutnya, kalau berangkat pagi dari Jakarta khawatir terlambat. Mendekati jam 12 malam, saya bangun dari tidur, perut saya sakit, keringat dingin mengucur, rasanya ingin muntah. Saya bilang pada ibu saya, untuk diobati. Saya kira maag saya kambuh. Saya sempat berpikir suami saya di sana sudah istirahat, sudah tenang, sudah sampai, karena berangkat sejak maghrib. Saya juga sempat berharap kalau ada suami saya, mungkin saya dipijitin atau bagaimana, Tapi rupanya pada saat itulah terjadi peristiwa tragis menimpa suami saya.

tercium bau harum sekali. Waktu subuh rasanya lama sekali. Hanya. “Do’a kan dia supaya syahid …. ada seorang ikhwah Jakarta yang memberitahukan bahwa beliau sudah meninggal. bahwa dia bukan milik kita. Saat itu dia mendo’akan saya: “Zawadakillahu taqwa waghafara dzanbaki.. do’akan dia supaya syahid. Sampai sekarang saya selalu baca do’a itu. anak saya sering menangis. saya menasehati ibu. saya mengatakan. Saat saya buka pintunya. Namun tak lama kemudian. dalam tidur.” Semua itu akhirnya menjadi kenyataan. atau yang lainnya. segala hutang orang yang meninggal harus ditunaikan. suami saya sudah dikafani. Kalau mas meninggal duluan. Menjelang kematiannya yang amat mendadak. tempat tidur suami dan tempat yang biasa ia gunakan bekerja. Mungkin sengaja beritanya dibuat begitu biar saya tidak kaget. saya ingin ngaji. saya mendapat berita. Saya biasa mencium tangan suami bila ia ingin keluar rumah. Dia juga bisa menjelaskan bagaimana indahnya syurga. mungkin saya sudah pingsan. Kalau tidak. Lama sekali saya menghabiskan lembar demi lembar mushaf kecil saya.Jam tiga malam. Pagi harinya. saya tidak merasakan firasat atau tanda-tanda khusus. meski dia tidak apa-apa. Sambil menangis. Saya cium tangannya. tapi milik ALLAH. (Semoga Allah menambah ketaqwaan padamu. dari seorang akhwat di Jakarta. Sambil menangis. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”. Kemudian saya shalat. tapi tanpa disadari. Badan saya sangat lelah dan akhirnya tertidur hingga subuh. jadi anaknya lagi. saya ingat sekali hutang-hutang suami. Seperti tuntunan Islam. Entah kenapa. Karena angkutan yang ditumpanginya hancur ditabrak truk Tronton di jalan raya Parung. Bagaimana indahnya syahid.” Sekali lagi. kami juga saling mendo’akan. Kita semua bukan milik kita sendiri. mengampuni dosamu. tidak ada. Alhamdulillah Allah memberi kekuatan. Sebenarnya. Beberapa waktu kemudian. saya terbangun. Saya bisa menasehati keluarga dan langsung ke Bogor. mendengar berita itu hati saya tetap tegar. Sampai saya pernah bilang pada suami saya. suami saya menulis do’a di white board. waktu itu suami saya sudah meninggal. karena merasa akan ditinggal oleh bapaknya. Nanti kalau mas meninggal duluan saya tahu saya harus bayar berapa. wa yassara laki haitsu ma kunti”. ketabahan saya saat itu semata datang dari Allah. do’a itu memang biasa kami ucapkan ketika kami berpisah. saya balas do’a itu dengan do’a serupa. “Mas kalau ada hutang. Saya berusaha membangun keyakinan bahwa suami saya mati syahid. saya harus kembali ke rumah kontrakan di Bogor untuk mengurus surat-surat. Entah kenapa. saya kembali lagi ke ummi. meskipun badan kurang sehat. Mungkin. catat. Hampir seluruh ruangan rumah itu wangi. Tapi. Anak saya juga hafal. Meski tidak ada catatannya. saya mimpi bersalaman dengan dia. Saya sempat periksa barangkali sumber wangi itu ada pada buah-buahan. seminggu sebelum suami meninggal. Di sana. Ketika kami saling mengingat. “Kalau mas meninggal duluan. dan mempermudah segala urusanmu di mana saja). Semasa suami masih hidup. Ketika saya sakit. Banyak do’a-do’a yang diajarkan suami saya. Saya memang sering bercanda sama suami. saya yang mandiin. bahwa suami saya dalam kondisi kritis. . Ruangan yang tercium paling wangi. Beberapa hari setelah musibah itu. Entahlah. Saya banyak belajar darinya. Saya sendiri tak menyangka bisa setegar itu.” Canda itu memang sering muncul ketika kami bicara masalah kematian. Dia guru saya yang paling baik. Kepada orang-orang yang berta’ziah waktu itu.

Saya bertanya. dan bermasyarakat. “Mas. anak yang kedua. setiap bulan saya hidup dari pensiun pegawai negeri suami. *** Dzikroyat. Lalu. cerita nasehat. Namanya sudah dipersiapkan oleh suami saya. tapi ibunya anak yatim. Suami saya hanya bilang. Amrul Haq itu memang nama yang paling dia sukai. persiapkan saja diri kita. saya sudah merasakan kedewasaan mereka lebih cepat mengerti tentang kematian. ” Saya berpikir bahwa saya harus mengurus rumah tangga dengan baik. dia ingin mengunakan nama Qassam-nya. “Aku dan pengasuh anak yatim seperti ini. Menjelang kematiannya. cerita teladan ( 355 ). 13 Januari 1996. Allah memang memberikan rejeki kepada siapa saja yang dan tidak tergantung kepada siapa saja. Sepulang suami saya dari kerja. Banyak kesan baik dan kenangan indah yang saya alami bersama suami. Ahmad Qassam Amrul Haq.Ketika suami meninggal. Sekarang. saya pernah tanya pada suami. lebih dari tiga belas juta. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . tentang neraka. Saya bukan pengasuh anak yatim. meski suami saya tidak ada. Kalau dia menulis di beberapa media. tapi rejeki Allah itu tidak akan pernah habis. diapakan uang sebanyak ini. tapi saya merasa cukup. Akhirnya suami saya mengatakan. kalau lahir laki-laki. “Memang ya. saya pernah berta’ziyah ke rumah salah seorang teman yang meninggal. Tarbawi. Meskipun sedikit. Tidak usah memikirkan pekerjaan. Edisi 1 Th. tidak ada yang tahu kapan kematian itu akan datang. kepikiran ngga’ tentang mati ?” Kami tidak saling menatap. nama samarannya Abu Amrul Haq. sampai bingung. Izzuddinnya sudah sering dipakai. kisah teladan ( 352 ). Saya ingat sabda Nabi. “Mas nanti saya kerja di mana ?” Suami diam saja sejenak. Insya Allah saya optimis dengan anak-anak saya. 1 31 Mei 1999M / 15 Shafar 1420 H  erva kurniawan 1:22 am pada 11 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Masya Allah.” Waktu saya wisuda. saya sedang hamil satu bulan. Alhamdulillah. Dan rejeki dari Allah tetap saja mengalir. Rejeki yang saya terima.” sambil mengangkat dua jari tangannya. Meski masih kecil-kecil. tentang syurga. Katanya Qassam itu diambil dari nama Izzuddin Al Qassam. Saya tidak mengira. saya menerima rejeki banyak sekali. kisah islami ( 268 ). “Maksudnya apa ?” “Beribadah. tak mustahil lantaran keberkahan mereka. bekerja membantu suaminya. setelah suami saya meninggal. supaya wanita itu memelihara jati diri. bahkan tentang syahid. Katakanlah. saya sempat bertanya pada suami.

Boleh jadi mereka akan menggadaikan satu hari mereka tanpa lauk pauk di rumah. mau ngeracunin saya? Biar saya cepat mati?” Suara marah itu berasal dari lelaki tua yang kedatangan salah satu keluarganya dengan membawa jeruk. mungkin itu hanya pemicu dari segunung emosi yang terpendam selama berhari-hari di rumah sakit. rusaklah acara kangen-kangenan keluarga oleh kalimat tersebut. ketika saya sedang menjenguk salah satu saudara yang tengah dirawat di rumah sakit. panas. Boleh jadi benar. Wajar. Sekali lagi wajar. tapi ia tak mampu melihat apa yang sudah dilakukan satu keluarga itu untuk bisa membawa sekantong jeruk yang boleh jadi harganya tak seberapa. Lalu datanglah salah satu saudaranya dengan setangkai ketulusan berjinjing jeruk. mending nggak usah beli. Ketika ia marah karena jeruk yang dibawa salah satu keluarganya itu busuk. jenuh. Penat. “Bawa jeruk kok busuk. Harga sekantong jeruk mungkin tak lebih dari sepuluh ribu rupiah. Tapi tahukah seberapa besar pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk membelinya? Rumahnya sangat jauh dari rumah tempat acara keluarga. boleh dibilang wajar jika seorang pasien marah lantaran kondisinya labil dan kesehatannya terganggu. perawat yang kadang tak ramah. dan sedikitnya tiga kali tukar angkutan umum. Namun karena jeruk yang dibawanya itu tak bagus. Seorang keluarga yang tengah diberi ujian Allah menjalani kehidupannya dalam ekonomi menengah ke bawah. Si empunya suara mungkin hanya melihat dari jeruk masam itu.Jeruk Busuk Rasa Manis Oleh Bayu Gawtama Suatu hari. tak satu pun dari anggota keluarga itu . berupaya untuk tetap berpartisipasi dalam acara keluarga besar tersebut. “Kalau nggak mampu beli jeruk yang bagus. semuanya membuat dadanya bergemuruh. belum lagi ditambah dengan bisingnya rumah sakit. Sepuluh ribu itu seharusnya bisa untuk makan satu hari satu keluarga. terdengar suara makian keras dari pasien sebelah. Dan tanpa bertanya lagi. dan berbagai perasaan yang menderanya selama berhari-hari. bahwa beberapa jeruk dalam jinjingan itu busuk atau masam. pusing. Tetapi tidak dengan peristiwa lain yang hampir mirip terjadi di acara keluarga besar belum lama ini. Meski tidak semua jeruk yang dibawanya itu busuk dan sangat kebetulan yang terambil pertama oleh si pasien yang busuk. Sebenarnya. Tiba-tiba. mual. keluarga yang mulai uringuringan karena kepala keluarganya sekian hari tak bekerja. Pupuslah senyum keluarga itu. Atau jangan-jangan pagi hari sebelum berangkat. marahlah ia kepada si pembawa jeruk. Jeruk asam gini siapa yang mau makan?” suara itu terdengar di tengah-tengah keluarga dan membuat malu keluarga yang baru datang itu. marahlah ia. bosan.

sempat menyantap sarapan karena uangnya dipakai untuk membeli jeruk. Yang lebih parah, mungkin juga mereka rela berjalan kaki dari jarak yang sangat jauh dan memilih tak menumpang satu dari tiga angkutan umum yang seharusnya. “Ongkos bisnya kita belikan jeruk saja ya, buat bawaan. Nggak enak kalau nggak bawa apa-apa,” kata si Ayah kepada keluarganya. Kalimat sang Ayah itu, hanya bisa dijawab dengan tegukan ludah kering si kecil yang sudah tak sanggup menahan lelah dan panas berjalan beberapa ratus meter. Tak tega, Ayah yang bijak itu pun menggendong gadis kecil yang hampir pingsan itu. Ia tetap memaksakan hati untuk tega demi bisa membeli harga dari di depan keluarga besarnya walau hanya dengan sekantong jeruk. Menahan tangisnya saat mendengar lenguhan nafas seluruh anggota keluarganya sambil berkali-kali membungkuk, jongkok, atau bahkan singgah sesaat untuk mengumpulkan tenaga. Itu dilakukannya demi mendapatkan sambutan hangat keluarga besar karena menjinjing sesuatu. Setibanya di tempat acara, sebuah rumah besar milik salah satu keluarga jauh yang sukses, menebar senyum di depan seluruh keluarga yang sudah hadir sambil bangga bisa membawa sejinjing jeruk, lupa sudah lelah satu setengah jam berjalan kaki, tak ingat lagi terik yang memanggang tenggorokan, bertukar dengan sejumput rindu berjumpa keluarga. Namun, terasa sakit telinga, layaknya dibakar dua matahari siang. Lebih panas dari sengatan yang belum lama memanggang kulit, ketika kalimat itu terdengar, “Jeruk asam begini kok dibawa…” Duh. Jika semua tahu pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk bisa menjinjing sekantong jeruk tadi, pastilah semua jeruk asam itu akan terasa manis. Jauh lebih manis dari buah apa pun yang dibawa keluarga lain yang tak punya masalah keuangan. Yang bisa datang dengan kendaraan pribadi atau naik taksi dengan ongkos yang cukup untuk membeli seperti jeruk manis dan segar. Mampukah kita melihat sedalam itu? Sungguh, manisnya akan terasa lebih lama, meski jeruknya sudah dimakan berhari-hari yang lalu. Bayu Gawtama

 erva kurniawan 1:25 am pada 7 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Sepatah Kata Sepetak Surga Oleh Sus Woyo Ketika kecil, saya senang sekali mendengarkan orang-orang berpidato atau ceramah di tempat-tempat pengajian. Sampai suatu saat terbersit keinginan ingin seperti mereka yang pandai bicara. Atau bahkan dulu saya sering terkagum-kagum jika pada saat menjelang pemilu para juru kampanye yang mewakili partainya masing-masing begitu semangat membakar hati massa. Atau saya juga sangat sering terpukau dengan para politikus yang sedang berbicara atau berdiskusi di layar televisi. Yang ada dalam benak saya adalah bahwa mereka termasuk orang-orang hebat. Akhirnya saya terbuai untuk belajar bagaimana caranya berbicara di depan orang banyak. Baik lewat buku-buku ataupun mengikuti cara guru-guru saya ketika ngaji sore hari di surau kampung saya. Sebab ada pelajaran pidato. Seiring dengan perjalanana waktu dan seringnya ikut berkumpul dengan teman-teman di lingkungan kampung, maka saya makin terbiasa untuk ngomong di depan orang banyak, walaupun -tentu saja- tak sepandai seperti para tokoh yang saya sebut di atas. Akhirnya saya menjadi terbiasa sering ngomong berbagai macam hal di lingkungan tempat tinggal saya. Pada saat sudah tak ada masalah lagi dalam hal bicara di depan forum, tiba-tiba saya dihantui perasaan sangat khawatir. Tak hanya khawatir, bahkan sering dihantui ketakutan. Sampai beberapa lama saya malah sangat malas jika diberi mandat untuk sekedar berbicara di depan umum. Apalagi berkaitan dengan memberi pelajaran kepada orang lain. Sebagai contoh, memberi materi kuliah subuh di masjid. Walaupun pada akhirnya tetap saya kebagian untuk bicara juga. Karena tidak ada yang lain. Bagi saya hal ini merupakan tugas yang sangat berat. Kalau sekedar ngomong, berpidato, orasi, itu sesuatu hal yang mudah. Tapi tanggung jawab di balik kata-kata itu adalah sesuatu yang tidak gampang. Hasan Basri, sorang ulama shalafussaleh yang terkenal hati-hati dan zuhud, beberapa kali menunda, bahkan menolak membahas suatu hal dalam sebuah kajian keilmuan, bukan karena alasan apa-apa, tapi lebih karena ia sendiri belum pernah melaksanakan hal-hal yang akan diterangkan kepada umat. Lantas bagaimana dengan saya? Sudahkan saya melaksanakan shalat malam pada saat saya membacakan hadits tentang qiamullail? Sudahkah saya bersedekah, sementara saya sering membacakan nash tentang itu kepada orang lain?

Saya tentu saja bukanlah Hasan Basri si ulama wara’ itu, tapi melihat ke-hati-hati-an beliau dalam membuat “sepatah kata menjadi sepetak surga”, memang perlu ditiru. Dan rupanya bukanlah sesuatu hal yang mudah. Walaupun itu juga tak selamanya menjadi sebuah kesulitan. Karena kita semua memang sudah paham, bahwa bagi orang mu’min, antara kata dan perbuatan haruslah sama. Tidak boleh seperti orang-orang munafik, yang antara kata dan perbuatan selalu tidak sama. Wallahua’lam. ***

 erva kurniawan 1:17 am pada 6 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Nikmat Yang Terlewatkan Oleh Bunda Shafiya Saat itu kami; aku, bapak dan Shafiya sedang berada dalam perjalanan pulang ke rumah. Kami baru saja pulang dari menikmati semangkuk Soto Lamongan Cak Har *slruup* yang terkenal itu. Tepat di traffic light menuju ke arah Margorejo, mobil berhenti karena traffic light menunjukkan warna merah. Aku melayangkan pandangan ke seberang jalan. Nampak olehku sosok ibu pengemis dan anaknya yang sedang mesra bersenda gurau. Si anak rupanya haus dan alhamdulillah saat itu sang ibu ada rezeki untuk membelikan sekantung plastik es teh bagi si anak. Dengan penuh rasa kasih sayang kantung plastik es teh itu dibuka dari ikatannya dan diminumkan ke si anak dengan menggunakan sedotan. Tampak si anak sangat menikmatinya, kehausan barangkali. Setelah si anak puas, ibu itu pun mencicipi es teh itu sedikit dan ternyata walaupun es teh itu hanya bersisa sangat sedikit, mungkin hanya satu tegukan lagi sisanya, sang ibu itu tetap menyimpan sisa itu dengan hati-hati dengan mengikat kembali kantung plastik es teh itu.. Subhanallah! Betapa orang seperti mereka

sangat menghargai dan mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada mereka serta menjaganya dengan sangat hati-hati. Dadaku terasa sesak, bersamaan dengan itu air mata mulai menetes.. Teringat akan percakapanku dengan Shafiya di depot soto itu, “Nak, udah deh, ice tea-nya nggak usah dihabiskan. Ayo.. cepetan, Bapak sudah menunggu di mobil.” Betapa bodohnya aku yang malah mengajarkan anakku untuk berbuat suatu hal yang mubazir yang mencerminkan rasa tidak bersyukur padaNya. Astagfirullah. Bagi orang lain, peristiwa ini mungkin bukan sesuatu yang menarik untuk diceritakan. Tapi saya memaknainya lain. Alhamdulillah.Allah memberi saya petunjuk untuk selalu mensyukuri nikmatNya dalam ketaatan kepadaNya. Syukur Alhamdulillah. Ibu pengemis itu telah mengajarkan kepada saya cara untuk menghargai nikmatNya. Fabiayyi aalaa irabbikumaa tukadzdzibaan? Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang engkau dustakan? Pertanyaan retoris ini membuat saya tertunduk malu tiap kali mendengarnya. Betapa tidak! saya sering kali iri dengan nikmat yang ada pada orang lain. Saya memang tidak pernah sampai dalam tahap merasa dengki dan menginginkan agar nikmat orang lain itu hilang. Naudzubillah min Dzalik.. Tapi rasa iri saya membawa saya menjadi orang yang kufur nikmat. Padahal Allah selalu baik kepada saya. Dalam studi dan karir insya Allah saya selalu lancar. Ketika saya berdoa agar mendapat pendamping hidup yang sholeh, Allah dengan cepat mengabulkan permintaan saya. Ketika saya berdoa agar dikarunai anak yang menyejukkan pandangan orang tuanya, Allah dengan berbaik hati mengabulkan permohonan saya itu.. Namun.dari banyak nikmat yang ada, sedikit sekali saya mampu menyentuhkan dahi bersujud pada Allah untuk menyampaikan rasa terima kasih saya. Nikmat.. begitu banyak yang saya lewatkan tanpa mensyukurinya. Ya Allah.. janganlah golongkan saya menjadi orang-orang yang merugi karena kufur terhadap nikmatMu… (Tuhan) yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Quran. Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan keduanya tunduk kepadaNya. Dan Allah meninggikan langit dan Dia melektakkan neraca keadilan. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan jangan kamu mengurangi neraca itu. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluknya, di bumi itu ada buahbuahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bungabungaan yang harum baunya. Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? (Surat Ar Rahman: 1-13)

 erva kurniawan 1:03 am pada 31 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: abu bakar ( 2 ), cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Keutamaan Abu Bakar Ash Shiddiq Anas meriwayatkan dari Abu Bakr bahwa ia berkata: “Saya pernah berkata kepada Rasululloh ketika kami berdua berada dalam gua: ‘Sekiranya salah seorang melihat ke arah telapak kakinya pasti dapat melihat kita!’ beliau bersabda: ‘Bagaimana perkiraanmu wahai Abu Bakr jika ada dua orang sedang Alloh yang ketiganya.’” (HR. Bukhori dan Muslim) ‘Aisyah meriwayatkan bahwa Rasululloh pernah berkata kepadanya saat beliau sakit: “Panggilah Abu Bakr kemari, ayahmu, dan saudara laki-lakimu agar aku menulis sebuah pesan, sebab aku khawatir akan muncul orang yang berharap lalu berkata: ‘Aku lebih berhak.’ Sesungguhnya Alloh dan segenap kaum mukminin hanya rela menerima Abu Bakr.” (HR. Muslim) Jubeir bin Mu’thim meriwayatkan: “Seorang manusia datang menemui Rasululloh. Kemudian Rasululloh menyuruhnya agar datang di lain hari. Wanita itu bertanya: ‘Bagaimana jika nantinya aku tidak menemuimu lagi?’ Maksudnya bagaimana bila beliau telah wafat? Rasululloh menjawab: ‘Jika engkau tidak menemuiku maka temuilah Abu Bakr.’” (HR. Bukhori dan Muslim) Ketiga hadis di atas cukuplah menjadi bukti kuat bahwa Rasululloh mengangkat Abu Bakr menjadi khalifah sepeninggal beliau. Sebagaimana juga Rasululloh mengangkatnya menjadi imam sholat sewaktu beliau masih hidup. Demikian juga kaum muslimin telah sepakat mengangkat Abu bakr menjadi khalifah dan membaiatnya. Di antara hadis yang menjelaskan keutamaan Abu Bakr adalah hadis: “Andaikata aku akan mengangkat seorang khalil (kekasih) dari umatku niscaya aku angkat Abu Bakr, tetapi cukuplah sebagai saudara dan sahabatku. Sungguh Alloh telah mengangkat sahabat kalian ini (maksudnya diri beliau sendiri) menjadi khalil-Nya.” (HR. Bukhori dan Muslim) Dalam sebuah riwayat disebutkan salah satu keutamaan beliau yakni beliau masuk surga dari kedelapan pintunya. Disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ia berkata “Ayah dan ibuku menjadi tebusannya wahai Rasululloh, cukuplah seseorang dipanggil dari salah satu pintu tersebut, lalu adakah yang dipanggil dari seluruh pintu?” Rasululloh menjawab ”Ada, dan saya berharap engkau termasuk orang yang dipanggil dari seluruh pintu wahai Abu Bakr!” Diantara keutamaannya adalah beliaulah yang menginfakkan seluruh hartanya fisabilillah. Oleh sebab itu Rasululloh bersabda “Sesungguhnya yang paling besar jasanya padaku dalam persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakr.” (HR. Bukhari dan Muslim) Bahkan beliau termasuk sahabat yang paling banyak mengerjakan amal kebajikan dan termasuk yang terdepan daripada sahabat lainnya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa

“Siapakah yang memberi makan fakir miskin pada hari ini?” tanya Rasul lagi. Beliau adalah sahabat yang paling utama. Al-Ajjuri meriwayatkan dari Abdullh bin Ja’far At Thayyar. ‘Apakah engkau menyebutnya Ash-Shiddiq?’ Ayahku berkata ‘Celaka engkau. “Siapakah diantara kalian yang menjenguk orang sakit pada hari ini?” tanya Rasul pula. Kemudian Rasululloh bersabda “Tidaklah terkumpul perkara tersebut pada seorang hamba kecuali pasti masuk surga.Rasululloh bersabda. Lantas kaum muslimin pun membai’at beliau. hamba yang lebih baik dariku telah menyebutnya Ash-Shiddiq. “Seorang laki-laki datang menemui ayahku lalu berkata: ‘Ceritakan padaku perihal Abu Bakr!’ Ayahku berkata: ‘Apakah engkau bertanya tentang Ash-Shiddiq?’. (Disarikan dari terjemahan: Al-Ibanah Lima lish Shahabah minal Manzilah wal Makaanah) *** Dari Sahabat . dan paling mulia. ia berkata: ”Abu Bakr Ash-Shiddiq adalah imam para syakirin” kemudian beliau membaca ayat “Dan Alloh akan memberi balasan kepda orang-orang yang bersyukur. orang terbaik diantara kami dan yang lebih dicintai oleh Rasululloh daripada kami semua. “Saya!” jawab Abu Bakr. Barangasiapa tidak menyebutnya Ash-Shiddiq niscaya Alloh tidak akan membenarkan ucapannya.” [Ali-Imron:144]” (Syarah Ushul I’toqod karangan Al-Laaikaai). paling taat. Lalu beliau bersabda “Sesungguhnya Alloh telah mengutusku kepada kalian namun kala itu kalian katakan ‘Engkau berdusta!’ Sedang Abu Bakr berkata ‘Engkau benar!’ Ia mengorbankan jiwa dan harta bendanya untuk membelaku. Beliau adalah penghulu para sahabat.” (HR. Muslim) Itu hanya sebagian dari keutamaan beliau. paling berani. “Siapakah diantara kalian yang berpuasa pada hari ini?” Abu Bakr menjawab ”Saya!” Rasul bertanya lagi ”Siapakah diantara kalian yang mengiringi jenazah pada hari ini?” Abu Bakr menjawab ”Saya!”. Rasululloh telah mendoakan ampunan untuk Abu Bakr. Maka tidak ada yang berani mengganggu Abu Bakr setelah itu.” (HR.” Lalu Umar meraih tangan Abu Bakr dan membaiatnya. (HR. Diriwayatkan dari Muhammad bin Ali bin Husein ia berkata. kasih sayang kepada kami dan yang paling lemah lembut kapada kami. yakni Rasululloh. Bukhori) Imam Al-Laaikaai meriwayatkan dari Zaid bin Ali bin Al-Husein bin Ali bin Abi Tholib. Selayaknyalah beliau mejadi suri teladan bagi setiap muslim setelah Rasululloh. Apa yang terjadi setelah itu maka dirikulah menjadi tebusannya!’” Demikianlah sekilas keutamaan Abu Bakr. ia berkata “Saat Abu Bakr memimpin kami. yang paling utama dan paling disayangi oleh Rasululloh. Lalu apakah kalian hendak meninggalkan sahabatku itu?” beliau mengucapakan ucapan itu dua kali. Umar berkata “Justru kami akan membaiatmu! Engkau adalah penghulu kami. Pergilah dan cintailah Abu Bakr dan Umar serta berikanlah loyalitasmu kepada keduanya. kaum Muhajirin dan Anshor. Bukhori) Beliau adalah sebaik-baik hamba yang pernah menjadi khalifah. beliau berdoa: “Semoga Alloh mengampunimu wahai Abu Bakr!” beliau megucapakan tiga kali. beliau adalah sebaik-baik khalifah. “Saya!” jawab Abu Bakr. Dalam Shahih Al-Bukhori diriwayatkan bahwa ketika para sahabat berkumpul di aula Bani Sa’idah.

Ia memiliki beberapa anak. wafat dalam keadaan memeluk Islam. Ibunya menjelaskan. cerita teladan ( 355 ). Panglima besar yang berhasil menundukkan kekuatan dan kecongkakan negara super power Romawi. Ia rela merobek habis robekan demi robekan bajunya untuk menyumbat setiap lubang yang ada di dalam gua di malam hari karena takut binatang penyengat yang bersembunyi di dalamnya keluar mengganggu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika orang-orang musyrik mengepung keduanya. Bukan hanya kaum muslimin yang mengenalnya. seorang khalifah besar pengganti Rasulullah. orang yang dibebaskan Allah dari api neraka. kisah teladan ( 352 ). dia seorang diri membenarkannya. Setelah tahu apa yang terjadi. cerita nasehat. berdahi menonjol. berwajah cekung dan pinggang kecil. Di saat semua orang meragukan dan mendustakan apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampaikan. berpundak sempit. bahkan orang-orang kafir pun mengenalnya. kisah islami ( 268 ). erva kurniawan 1:56 am pada 30 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: abu bakar ( 2 ). manusia paling mulia dari umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. cerita islami ( 282 ). Rasulullah mendoakannya menjadi orang yang mempunyai derajat tinggi di jannah. suatu saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Abu Bakar lalu menjulukinya ‘atiiqullah minan nar. Qutaibah kemudian dicerai dan wafat pada usia 100 tahun. Secara fisik ia seorang yang berbadan kurus. akan tetapi karena keimanan yang kokoh di hati yang membuahkan pembenaran terhadap semua apa yang dikabarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. . Keagungan dan kemuliaan Abu Bakar bukan karena ketampanan dan kegagahannya. Ibunya bernama Ummul Khair As-Sahmi binti Shakhr bin ‘Amir. istri Az-Zubair. Dialah Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Amir bin Ka’ab bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Luai yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Bakar Ash-Shiddiq radiallahuanhu. Pagi harinya. Dari perkawinan dengan Qutaibah dihasilkan Abdullah yang ikut perang di Thaif dan Asma’. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Abu Bakar Ash Shidiq Khalifah Rasulullah Penulis: Al-Ustadz Ahmad Hamdani Ibnu Muslim Siapa yang tak mengenal Abu Bakar Ash-Shiddiq radiallahuanhu. Rasulullah menanyakan di mana pakaiannya.

dalam usia 63 tahun. kisah islami ( 268 ). Bila ia baik minta diikuti dan bila menyimpang ia minta diluruskan. tidak bergaya hidup mewah dan rendah hati. Namun dalam perang Badr ia baru masuk Islam. Abu Bakar radiallahuanhu melebihi shahabat lainnya.asysyariah. Al-Imam Ibnul Jauzi sumber : http://www. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Di Balik Permainan Ini . *** Bacaan: Shifatush Shafwah. sewaktu Rasulullah wafat orang-orang Muhajirin dan Anshar sepakat membaiatnya menjadi khalifah. Karenanya. Wallahu a’lam. Sebelum masuk Islam. Abdullah bin ‘Umar c mengabarkan bahwa Abu Bakar radiallahuanhu sakit karena wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga menyebabkan kematiannya. Dari sisi keilmuan. cerita teladan ( 355 ).Perkawinannya dengan Ummu Ruman melahirkan ‘Aisyah x (istri Rasulullah) dan Abdurrahman. Ahli sejarah menulis Abu Bakar z wafat antara waktu Maghrib dan ‘Isya pada hari Rabu bulan Rabi’ul Awwal tahun 13 H. Diangkatnya Abu Bakar menjadi imam shalat pengganti Rasulullah r. memerintah rakyatnya mengikuti syariat dan tidak mengadakan bid’ah. Banyak fatwa yang ia keluarkan di hadapan Rasulullah dan beliau menyetujuinya. cerita nasehat. Abdurrahman masuk dalam barisan kaum musyrikin yang memerangi Rasulullah. Dari istrinya yang lain yang bernama Asma’ binti ‘Umais melahirkan Muhammad dan dari Habibah binti Kharijah bin Zaid melahirkan Ummu Kultsum x yang dinikahi shahabat Thalhah bin Ubaidillah z.com  erva kurniawan 1:52 am pada 11 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). menjadi saksi atas ketinggian ilmunya. bahwa ia bukanlah orang yang terbaik. kisah teladan ( 352 ). Tak lama setelah diangkat jadi khalifah ia berkata. ditambah adanya hadits yang memerintahkan kaum muslimin untuk kembali kepada “dua bulan” (Abu Bakar dan ‘Umar) bila mengalami suatu perselisihan. Ia seorang khalifah yang adil.

Permainannya adalah. dan sebaliknya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. anda sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain. Selang beberapa saat. dan sangat sukar untuk mengubahnya. Kita begitu jelas membedakannya. untuk menukarkan sesuatu. Di tangan kirinya ada kapur. “Baik sekarang perhatikan. Sekarang anda berdiri diluar karpet. Dan anda mulai dapat mengikutinya. sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend. pakaian seksi menjadi hal yang lumrah. “Paham guru…” “Baik permainan kedua…” begitu Guru melanjutkan.saya akan meletakkannya di tengah karpet. tapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka. Namun kemudian. Zina tidak lagi jadi persoalan. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. Namun lambat laun. Ibu guru itu berkata. mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya. di tangan kanan ada pensil. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata. Mulanya yang haq itu haq. “Keluar berduaan. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan waktu. yang bathil itu bathil. begitulah kita umat Islam. musuh musuh kita memaksakan kepada kita dengan perbagai cara. berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang susah. permainan berhenti.” “Semuanya sudah terbalik. tentu saja murid-murid tadi keliru dan kikuk. akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. maka sebutlah “Pensil!”. “Murid-murid. ditangan kiri saya ada kapur. Jika saya angkat kapur. dan lain-lain. dari yang haq menjadi bathil. . “Saya ada satu permainan… Caranya begini. semakin lama semakin cepat. Dan diulangkan seperti tadi. tanpa rasa malu. maka katakanlah “Kapur!”. hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa. “Ini ada Qur’an. maka berkatalah “Kapur!”. Jika saya angkat kapur ini. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut. di tangan kanannya ada pensil. maka berkatalah “Pensil!” Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat.Seorang ibu guru sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. jika saya angkat pensil ini. Paham?” tanya Guru kepada muridmuridnya. jika saya angkat pensil. Dan tanpa disadari. bagaimana caranya mengambil Qur’an yang ada ditengah tanpa menginjak karpet?” Murid-muridnya berpikir.

kursi dipindahkan dulu. Mulai dari perangai anda. pakaian dan lain-lain.” “Begitulah Islam… Kalau diserang perlahan-lahan. maka dibuatlah pondasi yang kuat. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan. dan lain-lain. Sebaliknya. “Murid-murid. tentu susah kalau dimulai dgn pondasinya dulu. Tapi sekarang tidak lagi. “Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang. mereka akan bangkit serentak. Begitulah Islam. bu?” tanya murid-murid. jika ingin kuat. kita selesaikan pelajaran kita kali ini. Perang Tartar. bolehkah? . baru mereka akan sadar”. maka bangunlah aqidah yang kuat. cara hidup.Akhirnya Guru memberikan jalan keluar. dan ia ambil Qur’an. jika ingin membongkar rumah.” “Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang…” Matahari bersinar terik takala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya… Renungilah Sahabat Semua. mereka tidak akan sadar. begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya…Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-nginjak anda dengan terang-terang…Kerana tentu anda akan menolaknya mentah mentah. Ia memenuhi syarat. baru rumah dirobohkankan…” “Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghantam terang-terangan. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir. minta ijin untuk share • Saeyfullah 9:23 pm pada 27 Januari 2011 Permalink Ijin share beberapa artikel. akhirnya hancur. digulungnya karpet. Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh kita… “ “Kenapa mereka tidak berani terang-terang menginjak-nginjak. tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu. sehingga meskipun anda muslim. sehingga anda tidak sadar. tapi ia akan perlahan-lahan mempengaruhi anda. misalnya Perang Salib. “Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat. *** Dari Sahabat • hilmi 10:09 am pada 11 Januari 2011 Permalink sungguh pelajaran yang amat berharga. tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka… Dan itulah yang mereka inginkan. “Kalau begitu. Lemari dikeluarkan dulu satu persatu. tidak menginjak karpet.

cerita teladan ( 355 ). Imam al Barbahary banyak bergaul dengan para ulama murid-murid Imam Ahlu sunnah Ahmad bin Hanbal dan Beliau banyak mengambil ilmu dari mereka dan kebanyakan mereka berasal dari Baghdad. Beliau adalah Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Kholaf al Barbahary. mujahid. Yang Demikian ini menjadi bukti bahwa beliau besar dan tumbuh di tengah lingkungan ilmu yang kental dengan sunnah yang memberi pengaruh besar pada dirinya. silahkan  erva kurniawan 1:49 am pada 9 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Kunyah. nisbat kepada daerah Barabahar salah satu daerah lembah di benua India . kisah islami ( 268 ). namun menurut penemuan saya (yakni pentahqih). Guru dan Petualangan Beliau dalam Mencari Ilmu Imam al Barbahary sangat menonjol dalam petualangan mencari ilmu dan memiliki perhatian besar dalam ilmu agama. namun sangat disayangkan guru Beliau yang tercantum dalam literature hanya dua orang saja: .• erva kurniawan 9:55 am pada 28 Januari 2011 Permalink Boleh. beliau lahir dan besar di Baghdad sebagaimana yang dikenal dan masyhur di kalangan kaum muslimin terutama para alim ulama. cerita nasehat. tokoh ulama panutan lagi disegani yang bermadzhab Hanabali dan pemuka ulama pada zamannya. Tempat Lahir Tidak ada referensi yang cukup untuk menjelaskan secara detail tentang sejarah kelahiran Beliau. Beliau banyak menimba ilmu dari para imam dan ulama sahabat Imam Ahmad bin Hanbal. dan Nasab Beliau seorang imam. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Imam Al Barbahary Rahimahullah Nama. kisah teladan ( 352 ).

tokoh panutan. zuhud. zuhud dan memeiliki mutiara hikmah dan karomah srta kelebihan. Asy’Aryah. faqih. ulama ahli fiqh dari kalangan madzhab Hanbali. pengajak kembali kepada sunnah dan atsar. Majlis ta’limnya dipenuhi dengan pengajian tentang ilmu hadits. Adapun pujian para ulama terhadap beliau antara lain: Ibnu Abi Ya’la berkata: “Dia seorang pemuka ulama di tengah kaumnya. seorang imam.” Sikap Beliau terhadap Ahli Bid’ah Imam al barbahary bersikap sangat tegas terhadap ahli bid’ah dan sangat gencar dalam memerangi mereka baik dengan tangan atau tulisan tanpa keluar dari kaidah ahlu sunnah dalam mengambil sikap dan bermuamalah terhadap mereka. wafat pada tanggal 6 Jumadil Ula tahun 275 H 2. sahabat karib Imam Ahmad bin Hanbal.1. Beliau sangat disegani dan terhormat di hadapan para pemimpin dan para sahabatnya. Sahal bin Abdulloh bin Yunus At Tustary Abu Muhammad. Dalam buku ini beliau sangat memperhatikan bahaya bid’ah dari mulai yang kecil hingga yang besar sebagaimana beliau katakan dalam masalah nomor (6): “Waspadalah . Abu Abdillah al Faqih berkata: “Jika ada orang yang berasal dari Baghdad senang terhadap Abul Hasan bin Basysyar dan Abu Muhammad al Barbahary.” Ibnul Jauzi berkata: “Dia seorang ulama pengumpul ilmu. ulama terekemuka dari kalangan madzhab Hanbali di Iraq baik dalam pemikiran. terdepan dalam anti kemungkaran dan berlepas diri dari kebathilan.” Ibnu Abi Ya’la berkata: “Imam al barbahary Memiliki banyak kelebihan dan keistimewaan dalam urusan agama. Beliau sangat komitmen dalam kemurnian ajaran dan proaktif dalam menyingkirkan kotoran bid’ah dan hawa nafsu baik dari pemikiran Jahmiyah. kedudukan dan kebersihan hidupnya.” Sikap Zuhud dan Wara Beliau Imam al Barbahary sangat dikenal kezuhudan dan wara’nya dan sebagai bukti kuat apa yang telah dikatakan oleh Abul Hasan bin Basysyar: “Imam al Barbahary telah berlepas diri dari harta warisan dari bapaknya sebanyak tujuh puluh ribu dirham. Tasawuf. Mu’tazilah. Wafat pada bulan Muharrom tahun 233 H dalam usia 80 tahun. Beliau memiliki kedudukan mulia di kalangan para pemimpin dan pra pembesar negara.” Ibu Katsir berkata: “Beliau seorang ulama yang zuhud. Muhaddits dan pemuka ulama Baghdad. ketahuilah dia termasuk ahlu sunnah”. Ahmad bin Muhammad bin al Hajjaj bin Abdul Aziz abu Bakar al Marwazi. Kedudukan dan Pujian Para Ulama Imam al Barbahary seorang imam yang sangat disegani. baik dengan Tangan maupun lisan. dan sangat tegas terhadap ahli bid’ah. Serta sangat berwibawa dan disegani oleh orang alim dan orang awam. tegas dalam menyampaikan kebenaran. Syiah dan rafidhoh. Imam adz dzahabi dalam kitab al ‘Ibar berkata: “Dia seorang ahli fiqh dan tokoh pantuan.seorang imam. atsar dan fiqh yang dihadiri oleh para imam ahli hadits dan fiqh.” Ibnu Baththoh berkata: “Jika beliau menghendakinya maka dia bisa memperolehnya dari para jamaah”. Beliau memiliki posisi dan kedudukan yang sempurna. serta mumpuni dan terpercaya dalam meriwayatkan atsar”. ahli ibadah. Di antara hal-hal yang menjadi bukti bahwa beliau seorang ulama yang disegani dan memiliki kedudukan mulia: Murid Beliau Ibnu Baththoh berkata: “Saya mendengar al Barbahary ketika seorang jamaah haji berkata: ‘Wahai kaumku! Jika beliau butuh bantuan seratus ribu dinar dan seratus ribu dinar hingga lima kali lipat maka aku siap membantunya. sangat ahli dalam memberi nasihat dan sangat tegas dan keras terhada ahli bid’ah dan pelaku maksiat. dia salah seorang imam yang berilmu dan banyak hafalannya.

jangan tergesa-gesa dan cepat membenarkan suatu ucapan tersebut hingga kamu bertanya dan memperhatikan apakah ucapan itu pernah disampaikan oleh para sahabat Nabi atau para ulama ahli sunnah? Jika kamu mendapatkan atsar dalam hal tersebut (maka) peganglah dan jangan sampai kamu melampaui batas. dan kedua orang yang sengaja menentang kebenaran dan menyelisihi orang-orang yang bertaqwa dari generasi sebelumnya sebelum mereka. ahli pemberi nasihat. Muhammad bin Ahmad bin Ismail al baghdadi Abul Husain bin Sam’un. maka kekelirun orang tersebut tidak boleh diikuti karena ia telah hancur. Di antara Murid-Murid Beliau 1. 2.” Jadi beliau bersikap sangat tegas terhadap ahli bid’ah sebagai bukti betapa tingginya perhatian beliau terhadap sunnah dan betapa besarnya ghirah beliau terhadap sunnah saat ada orang sesat yang ingin menghantamnya. Ahmad bin Kamil bin Kholaf bin Syajarah Abu Bakar. Seorang imam. orang yang tersesat dari jalan lurus ada dua macam. maka perhatikanlah ucapan beliau: “Perumpamaan ahli bid’ah laksana kalajengking yang mengubur kepala dan tubuhnya di dalam tanah lalu mengeluarkan ekornya yang berbisah.” Beliau juga menjelaskan bahaya penyebaran bid’ah dan memberi peringatan keras kepada kita agar tidak terjatuh ke dlam cara-cara dan praktek kebid’ahan sebagaimana ucapan beliau pada masalah no (8): “Perhatikanlah setiap ucaapan orang pada zamanmu. sebab bid’ah yang remeh dan keil bila dibiarkan akan menjadi besar.terhadap bid’ah meskipun dianggap remeh. wafat pada bulan Muharrom tahun 387 H.” Masih banyak ucapan beliau yang sangat bagus dan berbobot dalam buku ini yang memberikan gambara secara jelas tentang karakter ahli bid’ah seakan-akan kamu menyaksikan mereka di dean mata. . wafat bulan Dzul Qo’dah tahun 387 H 3. perawi buku ini (syarhus Sunnah) yang meriwayatkan dari penulis. Sikap seperti itu bisa menjadi contoh mulia sebagai bentuk sikap ulama ahli sunnah terhadap ahli bid’ah dan kebathilan dan kesesatan. begitu juga ahli bid’ah yang senantiasa bersembunyi dari penglihatan orang dan ketika mendapat kesempatan ia langsung tanpa gamang menyebarkan racun dan bisa kebid’ahan. tokoh panutan dan ahli hikmah.” Beliau berkata dalam maslah n omor (9): “ketahuilah. dan bila ada kesempatan ia langsung tanpa gamang menyengatmu. pemilik karomahdan kedudukan mulia. pertama orang yang tersesat dari jalan lurus sementara dia tidak menginginkan kecuali kebaikan. Seorang imam dan ahli fiqh serta tokoh panutan. dan jangan memililh-milih darinya sehingga terjatuh dalam neraka. Abu Abdillah bin Ubaidulloh bin Muhammad al ‘Ukbary yang dikenal dengan Ibnu Baththoh.” Beliau dalam masalah nomor (101) berkata: “Ketahuilah kebid’ahan hanya tumbuh dan datang dari kaum puritan lagi kerdil ilmu yang suka ikut-ikutan dan mudah terombang-ambing oleh arus. dialah orang yang telah tersesat dalam kesesatan dan menyesatkan. Murid-Murid Beliau Banyak orang yang menimba dan mengambil faidah agama dari beliau karena beliau adalah tokoh panutan dalam ilmu dan kemuliaan.” Beliau juga berkata dalam nomor (64) berkata: “Jika ada seorang yang suka menghujat dan menolak atsar atau mengingkari hadits Rasul sholallohu ‘alaihi wa salam maka jadikanlah dia seorang yang tertuduh dalam Islam sebab dia seorang yang buruk pemikiran dan madzhabnya.

Kemudian dia ditangkap pada tanggal 6 bulan Jumadil akhir tahu 322 H kemudian dimasukkan penjara dan disiksa dengan dicongkel kedua matanya hingga menjadi buta. berwibawa lagi disegani oleh semua kalangan baik yang alim atau yang awam dan terhormat di klalangan para pemimpin maka ahli bid’ah senantiasa membuat makar untuk memperdaya beliau dalam rangka untuk menghancurkan karier beliau dan menjilat kepada para pemimpin hingga Kholifa al Qohir memerintahkan kepada mentrinya. sedangkan duduk-duduk untuk berdebat adalah penutup pintu faidah. namun saya tidak mendapatkan karya-karya ilmiah beliau kecuali hanya tulisan ini dan penjelasannya akan diuraikan nanti Cobaan dan Wafat Beliau Dikarenakan kedudukan Imam al Barbahary yang tinggi dan mulia. Di Antara Syair beliau: Barangsiapa yang puas dengan apa yang dimiliki maka Dia menjadi orang kaya dan selalu tetap di atas agama Betapa tingginya kedudukan qona’ah membuat orang Rendahan menjadi mulia Jiwa seseorang menajdi sempit ketika dalam kemiskinan namun bila ia mendekat kepada Tuhannya semua menjadi luas Karya-Karya Beliau Para penulis biografi menyebutkan bahwa beliau memiliki banyak tulisan.4.” Mutiara Ucapan Beliau Abu Abdillah bin Baththoh berkata: “Saya mendengar Abu Muhammad al Barbahary berkata:’Dudukduduk untuk saling memberi nasihat adalah pembuka pintu faidah. Muhammad bin Muhammad bin Utsman Abu Bakar Al Khathib berkata: “Telah samapi kepadaku bahwa dia suka hidup sederhana dan memiliki madzhab yang sangat bagus namun sering meriwayatkan riwayat yang mungkar dan bathil. mereka lebih berani dalam melarang segala kebid’ahan dan melawan ahli bid’ah. banyak sekali orang yang hadir untuk mensholatkan jenazahnya dan Imam al Barbahary mendapat kehormatan untuk menjadi Imam sholat jenazah tersebut. dan sebagian besar sahabatnya ditangkap dan dibawa ke Bashroh. Ibnu Muqlah pada tahun 321 H untuk menangkap Imam al barbahary dan para sahabatnya lalu beliau bersembunyi. Dan Alloh membalas perbuatan Ibnu Muqlah yang akhiranya sang Kholifah marah kepadanya sehingga dia melarikan diri lalu dipecat oleh Kholifah al Qohir dari jabatannya dan rumahnya dilempari api. Demikian itu terjadi pada bulan Safar tahun 323 H dan pada tahun itu beliau semakin nak daun dan tenar serta para sahabat beliau semakin diperhitungkan. Lalu Imam al barbahary kembali lagi kepada kedudukan semula di negeri itu hingga ketika Abu Abdillah bin Arofah yang dikenal dengan Nafthowaih wafat. Ketika Imam al Barbahary melewati daerah bagian barat lalu beliau bersin dan para sahabat beliau mendoakan hingga tedengar suara gemuruh maka sang kholifah mendengar dari dalam tandunya .’ Beliau berkata: “Manusia berada dalam ketertipuan terusmenerus”.

Ketika beliau wafat. mereka berusaha memfitnah Imam al barbahary hingga Kholifah ar Rodhiy memerintahkan Badr al Harosiy kepala polisi bagian transportasi dan komunikasi di daerah Baghdad. selama satu bulan dalam persembunyian. cerita teladan ( 355 ).” Saudari Tuzun berkata: “Kuburlah dia di dalam rumahku dan jika nanti aku meninggal dunia kuburkanlah (aku) di sisinya.” *** (Di tulis kembali dari: Buku “Syarhus Sunnah-Penjelasan Tuntas Bahwa Islam itu adalah Sunnah dan Sunnah itu adalah Islam. Penerbit: Dar El-Hujjah)  erva kurniawan 1:35 am pada 8 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). pembela sunnah dan sangat keras terhadap ahli bid’ah dan kaum zindiq. Lalu pembantu berkata: “Wahai tuanku. Maka Imam al Barbahary dengan gerak cepat mencari tempat persembunyian dan pindah dari daerah bagian barat menuju bagian timur lalu bersembunyi di daerah tersebut hingga beliau wafat dalam masa persembunyian pada bulan rojab tahun 329 H. beliau terserang pendarahan hebat hingga wafat. lalu pemilik rumah memanggil pembantu tersebut lalu berkata: “Wahai Hajjam. saudaru Tuzun berkata kepada pembantunya: “Caarilah orang yang ahli dalam memandikan mayat. kisah teladan ( 352 ).” Pada saat pemilik rumah melihat dari kejauhan tampak ruangan rumah dipenuhi kaum laki-laki yang berpakaian putih dan hijau maka ia berusaha untuk mendekati namun ketika sholat jenazah usai mereka menghilang. kamu telah menghancurkanku bersama saudaraku. maka datang seorang yang ahli dalam memandikan mayyity ke rumah lalu pintu ditutup agar tidak diketahui oleh orang kemudianorang tersebut menshalatkan sendirian.kemudian bertanya tentang kejadian tersebut dan dikabarkan kepadanya hingga sang kholifah merasa takjub dengan sikap tersebut.” Semoga Alloh merahmati Imam al Barbahary dan memberi balasan yang besar. kisah islami ( 268 ). Para ahli bid’ah tidak bosan-bosan untuk terus menerus membuat makar keji dan kebohongan dengan menjilat kepada Kholifah ar radhiy. cerita nasehat. dia seorang imam dan tokoh panutan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . engkau juga melihat apa yang aku lihat?” Ia Menjawab: “Ya” pembantu berkata: “Inilah kunci-kunci rumah dan rumah dalam keadaan tertutup. agar melarang para sahabat Imam al Barbahary berkumpul dan bertemu. hal 5-13. Ibnu Abi Ya’la berkata: “telah bercerita kepadaku bahwa Muhammad bin Hasan al Muqriy berkata bahwasannya kakek dan nenekku berkata kepadaku: ‘Abu Muhammad al Barbahary bersembunyi di rumah saudari Tuzun di daerah bagian timur daerah al Hammam jalan raya as Silsilah.

Kamal Abi Bakr bin Muhammad bin Sabiq ad-Din Ibn Al-Fakhr Utsman bin Nazhir ad-Din al-Hamam al-Khudairi al-Sayuthi. antara lain ada diantara mereka yang menjadi kepala pemerintahan di daerahnya. dan para sejarawan sepakat tentang tahun kelahiran ini. bulan Rajab 849 H. serta di panggil dengan nama abdul Fadhal. dan mengambil ilmu Faraid dari ulama di jamannya yakni Syeikh Syihab ad-Din asy-Syarmasahi. Al-Ushul. Perjalanan dan masa menuntut ilmu: Pada usia yang amat sangat muda ia telah hafal Al-Quran. begitulah ia mengatakannya sendiri. lalu menimba ilmu Fiqh kepada syeikhul Islam Al-Balqini . dan Al-fiyah ibn Malik. Garis keturunan. 5 Safar 855 H. Setelah itu ia lanjutkan dengan menghafal kitab-kitab semisal al-`Umdab. Ia mempelajari Fiqh dan Nahwu dari beberapa guru. dan diberi gelar Jalaluddin. ada pula yang menjadi Hakim Perdata. seorang ahli hakikat dan guru tarekat. kecuali ibnu Iyas dan Ismail Pasha al-Bagdadi yang menganggap bahwa kelahiran as-Sayuthi adalah pada bulan Jumadil akhir. Ia berasal dari keturunan non arab.Imam Al Hafidz Jalaluddin Abdurrahman As Suyuti Nama. bahwa dia pernah mendengar ayah saya mengatakan bahwa kakek buyut ayah adalah orang non arab dari timur. dan hafalan ini menjadi sempurna betul ketika ia menginjak usia 8 tahun. Ia menghubungkan garis keturunannya demikian: Kakek buyut saya adalah Damam adDin. Darinya lahir tokoh-tokoh dan pemimpin. Minhaj fiqh. Penulis Mu`jam al-Mallifin menambahkan: Athaluni al-Mishri Asy-Syafi`i. yang dalam hal ini asysayuthi sendiri pernah mengatakan: Ada seorang yang bisa saya percaya pernah menuturkan kepada saya. yakni pada tahun 864 H.Selanjutnya ia menekuni berbagai bidang ilimu dan saat itu usianya baru menginjak usia 16 tahun. Kelahiran dan pertumbuhannya: As-sayuthi dilahirkan di wilayah Asyuth sesudah magrib pada malam ahad. Ia dibesarkan dalam keadaan yatim piatu. dan ada pula yang menjadi pedagang. dan nisbat yang dimilikinya: As-Sayuthi nama lengkapnya adalah Al-Hafizh Abdurrahman ibnu Al. pada saat ia masih berusia 6 tahun. Ayahnya meninggal dunia pada malam senin. Namun tidak ada seorangpun diantara mereka yang saya ketahui menekuni ilmu secara sungguh-sungguh kecuali ayah saya.

Kendatipun demikian. maka tampaklah bahwa mazhab yang dipilihnya adalah mazhab ahlus sunnah.sampai yang disebut terakhir ini wafat. al Mughni – sebuah kitab Ushul Fiqh Mazhab Hanafiyah dan syarhnya pada Syams alMarzabani al-Hanafi. dan dilanjutkan oleh putranya `Ilmuddin Al-Balqini. Dari ulama ini ia menyerap ilmu Tafsir dan Ushul. Al-Mihlah. Sesudah itu ia tinggal bersama asy-Syaraf al-Manawi. Ia kemudian berguru kepda Al-Ustadz Muhyiddin Al-Kafayaji selama 14 tahun. murid dan sejawatnya: as-Sayuthi mengakui sekitar seratus lima puluhan orang ulama sebagai gurunya. Ma`ani. dan diantara mereka yang paling menonjol antara lain: Syamsudin asy-sakhawi. melebihi perhatiannya terhadap masalah yang dianggapnya paling penting dalam disiplin ilmu ini. dalam tujuh disiplin ilmu : Tafsir Hadist. Sementara itu beribu-ribu orang telah pula berguru kepada dirinya. Kegiatannya menuntut ilmu: Di dalam usahanya menuntut ilmu as-Sayuthi telah mendatangi syeikh Safuddin Al-Hanafi dan berulangkali mengkaji kitab Al-Mukasyaf dan At-Taudhih. serta pengajian-pengajian yang diberikan oleh al`alamah asy-Syamani dan al-Kafiji. India dan al-Maghrib (Maroko). ilmunya yang demikian mendalam tentang Al-Qurn dan sunnah. Dari ulama yang disebut terakhir itu. Lalu secara tetap pula mengikuti pengajian yang diberikan oleh Saifudin muhammad bin muhammad al-Hanafi. Dari ulama ini as-Sayuthi menimba ilmu yang tidak terbilang juga banyaknya. dan menunjukkan perhatian dalam bidang karang-mengarang. Nahwu. Syarh-Asyudur. dan yang menonjol diantaranya adalah: Ahmad zas-Syarmasahi ‘Umar al-Balqini Shalih bin Umar bin Ruslan al-Balqini Muhyidin al-Kafiji Al-Qadhi syarafudin al-Manawi. melalui para ahli bahasa dan Balaqhah. Selain itu. as-Sayuthi menyerap ilmu yang tidak terhingga jumlahnya.`Ali alAsymuni. dan mendengarkan pengajian kitab al-Mutawassith serta as-Safiyah berikut syarhnya yang ditulis oleh al-Jarudi yang disampaikan oleh ulama ini. Guru. lalu menyusun buku-buku ringkas tentang ilmu-ilmu ini. Al-Fiyah ibnu Malik. Fiqh . Tidak ada hal lain yang dapat diketahui tentang dirinya dalam persoalan ini. antara lain ke kota Al-Fayun. As-Sayuthi kemudian dikenal dengan orang yang begitu dalam ilmunya. ilmu . Ia pernah pula dikirim orang tuanya mengikuti majelis yang diselenggarakan oleh al-Hafidz ibnu Hajar. bahasa dan ma`ani. dan menghadiri pengajian ilmiah yang diberikan al-Balqini. selain kecendrungannya kepada tasawuf yang telah dirintis oleh kakek buyutnya Hamam. hingga ulama ini meningggal dunia.Ia banyak melakukan perjalanan untuk menuntut ilmu. Bayan dan Badi`. Kepada ash-Shyairafi di samping kita-kitab lain seperti As Syifa`. yakni ilmu dirayah hadits. sehingga hanya dalam waktu 22 tahun saja ia telah membanjiri perpustakaan-perpustakaan Islam dengan karya-karyanya dalam berbagai bidang. dan mengkaji shahih Muslim sampai hampir tamat. Akidahnya: Dari karangan-karangan yang membela para sahabat dan tetap berpijak pada sunnah. ia segera mengasingkan diri dari keramaian. dan seterusnya ke Yaman. Dimyat. lalu menuju Syam dan Hijaj. Kendatipun demikian. ia tetap mengatakan bahwa ia tidak banyak mempelajari ilmu-ilmu riwayat. Pengaruh intelektualitasnya: Begitu usianya menginjak 40 tahun. yang jauh menyimpang dari Al-Quran dan Sunnah. juga mempelajari Alfiah karya al-`Iraqi. telah mampu membentengi dirinya dari penyimpangan-penyimpangan yang banyak dialami oleh para pengikut aliran sufi.

Durr as-sahabah Fi Man Nazal al-Nishir Min al shahabah. Kedua: Dalam ilmu Hadits. Penerbit: PUSTAKA. *** Dikutip dari: Proses lahirnya sebuah Hadits karya: Al-Hafizh Jalauddin as-Sayuthi. Al al-fiyah fi al-Hadits.  erva kurniawan 1:51 am pada 7 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Marqat ash-Shu`ud Syarkh Sunan Abi Dawud. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Senang di Dunia. kisah teladan ( 352 ). Fiqh dan Ushul Fiqh. cerita nasehat. sirah Nabawiyah. Cukuplah sekiranya di sini bisa kami sebutkan saja beberapa diantara karya-karyanya yang paling menonjol dalam ilmu Hadits lantaran kaitannya yang demikian erat dengan topik kajian kita sekarang ini. yang diakui sebenarannya oleh yang bersangkutan. lalu dimakamkan di Hausy Qousun. 1406 H – 1985 M. al-Jami` ashShaghir wa Dzailuh. kisah islami ( 268 ). Natsr al-Abir fi Takhrij Ahadits asy-syarkh al-Kabir Wafatnya: Hidup syaikh as-syayuthi sarat dengan kegiatan menghimpun ilmu dan mengarang. Pertama: tentang Hadits Zahr ar-Rabbiy Ala Mujtaba Li an-Nasa`I Al-Hawalik `Ala Muwaththa` Malik. Tadrib ar-Rawi bi syarkh Tawqrib an-Nawawi. dan Tarikh.dalam jumlah sekitar 600 judul.As`af al-mabtha` bi Rijal al-Muhtha`. hal:41-45. semisal tafsir dan ilmu tafsir. Ia terus menerus terlibat dalam hal ini hingga akhir hayatnya sesudah menderita sakit dan kelumpuhan total pada tangan kirinya selama seminggu. Penullis hidayah alA`rifin mengemukakan sejumlah besar karangan yang telah ditulis oleh asy-Sayuthi yan jumlahnya mendekati apa yang kami sebutkan itu. 19 Jumadil Ula 911 H di tempat kediamannya. Bandung. Hadits dan ilmu Hadits. Jam`u aljawami` Aw al-jami` al-Kabir. Senang di Akhirat . bahasa Arab dengan berbagai cabang ilmunya. Untuk itu ia mengeram dirinya di rumah dalam kamar khusus yang di sebut Raudhah al-Miqyas dan hampir-hampir tidak beranjak dari situ. Nampaknya karena sakit yang di derita inilah ia lalu meninggal dunia pada hari kamis. cerita teladan ( 355 ).

Setelah bekal kembali terkumpul. Justru kami —saya dan beberapa penghuni kontrakan lain. saya selalu teringat kisah dalam alRisslah al-Qusyayriyyah fi ‘Ilm al-Tashawwuf. Kencang. Mata di wajah mereka merah. teras rumah yang berada di depan rumah saya itu akan sepi. penghuninya adalah keluarga muda yang memiliki bayi baru berumur sekian bulan. lewatlah rombongan yang tampaknya sedang merayakan sesuatu. “Mereka berbuat maksiat secara terangterangan. Duduk melingkar sambil membicarakan apa saja. apalagi kepada sesama manusia. beberapa pemuda selalu menghabiskan waktu selama beberapa jam untuk bersenang-senang: menikmati lintingan ganja. sebuah kitab tentang tasawuf yang telah berusia lebih dari seribu tahun karya Abu Qasim al-Qusyairi. Membiarkan mereka meski kegaduhan mereka terkadang mengganggu. seorang sufi bernama Ma’ruf al-Kurkhi sedang duduk-duduk bersama murid-muridnya. Untuk beberapa hari. Kemudian. Setelah itu mereka melanjutkan dengan kesenangan yang lain. para pendatang— seolah-olah yang diharuskan memahami kesenangan para pemuda setempat itu. sampai dini hari. Padahal dengan seperti itu pun mereka sudah berbuat macam-macam. Suatu ketika. Apalagi rumah yang terasnya mereka tempati untuk nongkrong. Terkadang tertawa terbahak-bahak. Mereka tidak malu kepada Tuhan. “Lihatlah orang-orang itu.” . Wajah-wajah mereka kusam. Mereka memainkan alatalat musik dan bernyanyi-nyanyi sambil meminum minuman keras. Kecuali jika mereka kehabisan ‘bekal’. Suara-suara mereka terdengar berat khas orang mabuk. yaitu bermain remi sambil berjudi kecil-kecilan. Maka. di teras rumah yang berada di depan rumah saya —maksud saya: rumah kontrakan saya— di daerah pinggiran Jakarta. Setiap kali melihat para pemuda itu menikmati kesenangan mereka. Mungkin. Mereka akan bubar jika lintingan-lintingan ganja itu telah habis.Hampir setiap malam. Hampir setiap hari mereka seperti itu.” kata salah seorang muridnya. para pemuda itu berpikir: kami tidak akan berbuat macam-macam jika kalian membiarkan kami menikmati kesenangan kami. mereka pun melanjutkan kesenangan mereka. Dalam kondisi seperti itu tentu saja mereka tidak bisa diharapkan untuk memahami suasana.

ia akan tetap menjadi guru. Orang yang menjaga al-raja’ dalam dirinya tidak akan pernah merasa puas dengan kebaikan. hanya saja dengan singkatan yang berbeda.“Doakanlah mereka agar celaka. atau berakhir dengan kebaikan. artinya Tuhan mengampuni maksiat mereka di dunia.” kata si murid. Di mana-mana. “Jika di akhirat kelak mereka bisa bersenang-senang. Sebab itulah orang Jawa mengatakan. • Saya 2:30 pm pada 10 Januari 2011 Permalink ok • ahmad m 9:09 pm pada 19 Januari 2011 Permalink tafaqkur  . sehingga tak patut digugu lan ditiru.” Ma’ruf ingin mengajarkan kepada para muridnya bahwa dunia adalah tempat kemungkinankemungkinan. guru akan selalu lebih bijak daripada murid-muridnya. Sebab itu. Ma’ruf al-Kurkhi menjawab. yaitu ‘guru’ singkatan dari ‘wagu tur saru’ yang artinya ‘tak pantas dan cabul’.” kata si murid kepada Ma’ruf. ‘guru’ adalah singkatan dari ‘digugu lan ditiru’ yang artinya ‘dituruti dan diteladani’. Itulah yang disebut dengan al-raja’ dalam ilmu tasawuf. buatlah mereka bisa bersenang-senang di akhirat nanti. dan sebab itu ia tidak mengutuk keburukan. tapi berharap keburukan itu akan menjadi atau berakhir dengan kebaikan. yaitu mengharap segala sesuatu menjadi baik. ia tak perlu dikutuk.” “Kami tidak memintamu berdoa seperti itu. Ma’ruf al-Kurkhi kemudian mengangkat tangannya. Ia berdoa. *** Juman Rofarif – detikRamadan. Jika ada orang yang dianggap guru tapi tak berperilaku selayaknya guru. “Ya Tuhanku! Seperti mereka bisa bersenang-senang di dunia ini. Apa yang tampak buruk tidak selalu akan berakhir tetap dalam kondisi buruk. Editor di Penerbit Serambi Jakarta.

Ayampun cuek mendengar cerita tikus. Melihat pak tani datang. Wassalam. kisah islami ( 268 ).erva kurniawan 1:31 am pada 5 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). pak tani pergi kelumbung padi untuk melihat jebakannya apakah mendapatkan tikus. ular marah dan mematok kaki pak tani. Si tikus berlari menemui ayam dan menceritakan bahwa dilumbung padi ada jebakan tikus yang berbahaya. Kata dokter supaya cepat sembuh mesti makan yang bergizi. cerita nasehat. Lukanya ternyata nggak sembuh-sembuh. Tikus berlari menemui kambing dan bercerita bahwa dilumbung padi ada jebakan tikus. Sampai akhirnya pada pagi hari.akhirnya kita juga kena getahnya. Awalnya musibah itu hanya menimpa ular namun toh akhirnya ayam. tikus itu melihat ada jebakan tikus. Pesan cerita diatas. ularpun cuek.. Ternyata yang terjebak bukan tikus melainkan ular. sapi-pun cuek. Sakitnya pak tani makin parah dan akhirnya pak tani meninggal dunia. kambing dan sapi juga jadi korban. Pak tani membalasnya dengan menebaskan goloknya dan ularpun mati. begitu pulang pak tani memotong ayamnya. cerita teladan ( 355 ). Tikus berlari lagi menemui sapi dan menceritakannya. Tikus berlari menemui ular dan menceritakannya. *** Oleh: Agussyafii • hilmi 10:27 am pada 5 Januari 2011 Permalink . dipanggillah pak kyai untuk mendoakan kesembuhannya maka dipotonglah kambing. orang-orang sekampung pada datang untuk menyelawat maka dipotonglah sapinya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Jangan Abaikan Hal Yang Sepele Pada suatu hari ada seekor tikus yang keluar dari sarangnya pergi kelumbung pagi. Melihat kakinya kena bisa pak tani pergi kedokter. kisah teladan ( 352 ). toh. kambingpun cuek. Jangan sampai karena bukan kita jadi korban kemudian kita tidak ambil pusing.

kalau pada awalnya Zulaikha memandang Yusuf as sebagai seorang remaja. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Cinta kepada Allah Menyelamatkan Yusuf dari Perbuatan Maksiat Yusuf kecil tumbuh menjadi pemuda yang indah parasnya. kini pandangan itu telah berubah. istri seorang pejabat Mesir yang memelihara Yusuf. tertarik padanya.” . Sehingga ketika misalnya Zulaikha meminta membawa segelas air. kisah islami ( 268 ). jernih matanya. Tak heran jika Zulaikha. kisah teladan ( 352 ).ehm.saya copy artikelnya… • Hikmah 12:14 pm pada 14 Januari 2011 Permalink Bagusss  erva kurniawan 1:49 am pada 3 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita teladan ( 355 ). dia berkata kepada Yusuf as. dan halus budi pekertinya.. mohon di ikhlaskan. cerita nasehat.. sungguh kisah yang menarik. Asy-Sya’rawi menulis. “Mendekatlah! Mengapa menjauh? Duduklah di sampingku. • octave 11:29 am pada 5 Januari 2011 Permalink Jazakallah khairan katsiro.

Tabir pun terbuka sehingga sang Maha Kuasa muncul dari tirai-tirai gaib-Nya. bahkan dengan memaksa. kisah islami ( 268 ). Senantiasa menunaikan hak-haknya. perhatian dan pandangannya tak lagi tertuju kepada wanita itu maupun wanita lain. Dan tatkala diam. bersama Allah. cerita teladan ( 355 ). Saat ia telah berada di ruang itu bersama Yusuf as. Bahkan semakin menjadi-jadi karena Yusuf as berpura-pura tidak mengerti atau mengalihkan pandangan dan pembicaraan. Untuk itu. Jangankan mempunyai tekad atau keinginan. pastilah ia melakukan seperti apa yang diinginkan Zulaikha. Yang memandang kepada-Nya dengan mata hati. Begitulah keadaan Yusuf as yang dilukiskan oleh Thabathaba’i. ia menutup rapat pintu-pintu dan tabir-tabirnya. Kemudian ia berkata dengan penuh harap dan merayu. kisah teladan ( 352 ). gerak-geriknya semakin jelas menunjukkan rasa itu. “Marilah ke sini. cinta Yusuf as kepada Allah jauh lebih besar dari itu. Zulaikha merencanakan untuk berduaan saja dengan Yusuf as di suatu ruang di rumahnya. Yusuf as adalah laki-laki normal yang punya ketertarikan pada wanita. dengan nama Allah. ia tak menuruti godaan dan rayuan Zulaikha. Cinta itu semakin hari semakin besar. di saat cintanya tak terbendung lagi. Apalagi Zulaikha adalah wanita yang cantik jelita. Sehingga walaupun Yusuf as memiliki birahi sebagaimana manusia yang lain.Tanpa sadar tumbuh benih-benih cinta pada diri Zulaikha. Maka. Suatu ketika. laksanakan apa yang kuperintahkan!” Rayuan kepada Yusuf as dilakukan berkali-kali. Bukan hanya isyarat-syarat halus yang sekarang ditampakkan. Namun. cerita nasehat. Ia pun tambah berani. atas perintah Allah. Yang terbakar hatinya oleh hakekat Ilahi. tatkala berucap. Seandainya Yusuf as hanya memperturutkan hawa nafsunya. Tatkala bergerak. serasa berdosa sekali selalu menurutkan hawa nafsu……semoga Allah mengampuni hamba-Nya ini…  erva kurniawan 1:03 am pada 28 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Cinta yang selalu dalam hubungan intim dengan-Nya melalui zikir. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . ia membersiapkan diri dengan berdandan sebaik mungkin. (imam) *** Alifmagz – detikRamadan • hilmi 11:18 am pada 3 Januari 2011 Permalink membaca artikel ini.

Dan beliau ahli dalam bidang fiqih. salah satu imam dari kaum muslimin. lantas Ali mendoakan keberkahan kepadanya pada dirinya dan keluarganya. dan dalam permasalahanpermasalahan yang samar/sulit maka kepada beliau akhir penyelesaiannya. Nasab dan Kelahirannya Bin Tsabit bin Zuthi (ada yang mengatakan Zutha) At-Taimi Al-Kufi Beliau adalah Abu Hanifah An-Nu’man Taimillah bin Tsa’labah. sangat kasih sayang. sedangkan dia pada waktu itu masih kecil. salah seorang yang mulia dari kalangan ulama dan salah satu imam dari empat imam yang memiliki madzhab. bagus dalam pergaulan bersama rekan-rekannya. memiliki postur tubuh yang bagus. yang lainnya mengatakan dari Turmudz dan yang lainnya lagi mengatakan dari Babilonia. Beliau dilahirkan pada tahun 80 H pada masa shigharus shahabah dan para ulama berselisih pendapat tentang tempat kelahiran Abu Hanifah. jelas dalam berbicara. Adapula yang mengatakan dari Anbar. mempunyai kecermatan dalam berpendapat. Perkembangannya Ismail bin Hamad bin Abu Hanifah cucunya menuturkan bahwa dahulu Tsabit ayah Abu Hanifah pergi mengunjungi Ali Bin Abi Thalib. bahkan dia punya toko untuk berdagang kain yang berada di rumah Amr bin Harits. Dan Abu Hanifah At-Taimi biasa ikut rombongan pedagang minyak dan kain sutera. Abu Hanifah itu tinggi badannya sedang. bagus wajahnya. . Beliau disibukkan dengan mencari atsar/hadits dan juga melakukan rihlah untuk mencari hal itu. dan kami berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa Ali tersebut untuk kami. disegani dan tidak membicarakan hal-hal yang tidak berguna. Beliau berasal dari keturunan bangsa persi. pemimpin orang-orang alim. bagus dalam bermajelis.Imam Abu Hanifah Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit al-Kufiy merupakan orang yang faqih di negeri Irak. suaranya bagus dan enak didengar. bagus pakaiannya dan selalu memakai minyak wangi. menurut penuturan anaknya Hamad bin Abu Hadifah bahwa Zuthi berasal dari kota Kabul dan dia terlahir dalam keadaan Islam.

maka saya bersamanya selama 10 tahun. 2. beliau juga belajar dan meriwayat dari ulama lain seperti Atha’ bin Abi Rabbah yang merupakan syaikh besarnya. dia tidak menghilangkan kebaikannya dengan perbuatan ghibah’. Abyadh bin Al-Aghar bin Ash-Shabah. Muhammad bin Hasan Assaibani. Dan beliau juga berkata. Adapun orang-orang yang belajar kepadanya dan meriwayatkan darinya diantaranya adalah sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Abul Hajaj di dalam Tahdzibnya berdasarkan abjad diantaranya Ibrahin bin Thahman seorang alim dari Khurasan. aku bertanya siapakah orang yang paling wara’ di kota Kufah? Maka mereka penduduk Kufah menjawab Abu Hanifah”. …”. dia tidak berdusta. “Abu Hanifah adalah orang yang tsiqoh di dalam hadits”. Dawud Ath-Thai. saya tidak pernah mendengar beliau berbuat ghibah meskipun kepada musuhnya’ kemudian beliau menimpali ‘Demi Allah. Asar bin Amru Al-Bajali. Abdullah ibnul Mubarok. tatkala dia mengetahui keteguhan Abu Hanifah maka dia melepaskannya. Su’aib bin Ishaq. Al-Qodhi Abu Yusuf. maka beliau dihukum cambuk sebanyak 110 kali (setiap harinya dicambuk 10 kali). Ishaq al-Azroq. Penilaian para ulama terhadap Abu Hanifah Berikut ini beberapa penilaian para ulama tentang Abu Hanifah. orang yang paling jauh dari perbuatan ghibah adalah Abu Hanifah. dia tidak membicarakan hadits kecuali yang dia hafal dan tidak membicarakan apa-apa yang tidak hafal”. saya optimis kalau ada orang yang bertanya kepadaku tentang sesuatu apapun saya akan menjawabnya. Abdullah bin Zubair al-Qurasy. Dan ada yang meriwayatkan bahwa beliau sempat bertemu dengan 7 sahabat. Muhammad bin Munkandar. Yahya bin Ayub Al-Mishri. diantaranya: 1. Al-Fadhl bin Musa.” Beliau juga berkata. Thalhah bin Nafi’. Sulaiman bin Amr An-Nakhai. Abdullah bin Dinar. Abdul karim bin Muhammad al-Jurjani. Abdullah ibnul Mubarok berkata. Ali bin Zhibyan al-Qodhi. Beliau pernah bercerita. Abu Syihab Al-Hanath Assamaqondi. orang yang jujur. “Kalaulah Allah subhanahu wa ta’ala tidak menolong saya melalui Abu Hanifah dan Sufyan Ats-Tsauri maka saya hanya akan seperti orang biasa”. Hafsh binn Abdurrahman al-Qadhi. Al-Hasan bin Ziyad. Nu’man bin Abdus Salam al-Asbahani. Qotadah bin Di’amah. ‘Wahai Abu Abdillah. Nafi’ Maula Ibnu Umar. Hamad bin Abu Hanifah. maka tatkala diantara mereka ada yang bertanya kepadaku tentang suatu masalah lantas saya tidak mempunyai jawabannya. “Abu Hanifah adalah orang yang tsiqoh. Abdurrahman bin Hurmuj al-A’raj. Isa bin Yunus. dan masih banyak lagi. Al-Harits bin Nahban. Qois bin Muslim. Yahya bin Ma’in berkata. tatkala pergi ke kota Bashrah. Waki’ bin Al-Jarah. Amru bin Dinar. Ismail bin Yahya Al-Sirafi. maka aku memutuskan untuk tidak berpisah dengan Hamad sampai dia meninggal. Abdul Aziz bin Khalid at-Turmudzi. Dan dalam waktu yang lain beliau berkata. Asy-Sya’bi. Hamzah temannya penjual minyak wangi. “Aku berkata kepada Sufyan Ats-Tsauri. dan lain-lain. “Abu Hanifah adalah orang yang paling faqih”. . Hamad bin Abi Sulaiman guru fiqihnya.Beliau sempat bertemu dengan Anas bin Malik tatkala datang ke Kufah dan belajar kepadanya. Adi bin Tsabit. Dan beliau juga pernah berkata. tidak tertuduh dengan berdusta. Muhammad bin Abdullah al-Anshari. Dan dia juga berkata. Abu Nu’aim. Abu Ja’far Al-Baqir. beliau didatangi Hubairoh salah satu anak buah raja Marwan meminta Abu Hanifah agar menjadi Qodhi (hakim) di Kufah akan tetapi beliau menolak permintaan tersebut. Pada masa pemerintahan Marwan salah seorang raja dari Bani Umayyah di Kufah. Ali bin Ashim. Ibnu Syihab Az-Zuhri. dia adalah orang yang paling berakal. Muhammad bin Bisyr. “Aku dating ke kota Kufah. Yazid bin Harun. Muhammad bin Qoshim al-Asadi. “Abu hanifah laa ba’sa bih.

menghindari dari harta penguasa”. sabar dalam belajar dan mengajarkan ilmu. “Tidaklah orang itu mensela Abu Hanifah melainkan dia itu orang yang pendengki atau orang yang jahil”. tidak banyak hadits shahihnya”. akan tetapi dia termasuk dari sya’air iman. Sufyan bin Uyainah berkata. dan yang berpendapat seperti ini adalah Jumhur Asy’ariyyah. 7. Yahya bin Sa’id al-Qothan berkata. dan mengeluarkan amal dari hakikat iman. dan tidaklah mencelanya melainkan dia itu orang yang jahil tentangnya”. termasuk salah seorang hartawan. Sufyan berpendapat dan Abu Hanifah berpendapat maka yang paling bagus pendapatnya adalah Abu Hanifah … dan dia orang yang paling faqih dari ketiganya”. dan sungguh banyak mengambil pendapatnya”. 3. tidaklah kami mendengar pendapat yang lebih baik dari pendapat Abu Hanifah. “Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit tidak kuat hafalan haditsnya”. Abdullah ibnul Mubarok berkata. Imam Muslim bin Hajaj berkata. “Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit shahibur ro’yi mudhtharib dalam hadits. 4. “Semoga Allah merahmati Abu Hanifah karena dia adalah termasuk orang yang menjaga shalatnya (banyak melakukan shalat)”. “Saya tidak melihat seseorang yang lebih tahu tentang tafsir hadits dan tempat-tempat pengambilan fiqih hadits dari Abu Hanifah”. 4. 8. Fudhail bin Iyadh berkata. Al-Qodhi Abu Yusuf berkata. “Abu Hanifah adalah seorang yang faqih. “Kami tidak mendustakan Allah swt. dan masih membutuhkan pendapat. Hafsh bin Ghiyats berkata. sedikit bicara. diantaranya : 1. 3. terkenal dengan wara’-nya. 2. menunjukkan kebenaran dengan cara yang baik. 9. Yaitu penyataan bahwa iman itu keyakinan yang adal dalam hati dan diucapkan dengan lesan. Abu Manshur Al-Maturidi … dan menyelisihi pendapat ini adalah Ahlu Hadits … dan telah dinukil pula dari Abu Hanifah bahwa iman itu adalah pembenaran di dalam hati dan penetapan dengan lesan tidak bertambah dan tidak berkurang. kemudian imam Malik berpendapat. Al-Khuroibi berkata. “Abu Hanifah orang yang miskin di dalam hadits”. juga mendapatkan penilaian negatif dan celaan yang ditujukan kepada beliau. Qois bin Rabi’ juga mengatakan hal serupa dengan perkataan Fudhail bin Iyadh. Dan telah dinukil dari Abu Hanifah bahwasanya amal-amal itu tidak termasuk dari hakekat imam. Beberapa penilaian negatif yang ditujukan kepada Abu Hanifah Abu Hanifah selain dia mendapatkan penilaian yang baik dan pujian dari beberapa ulama. Sebagian ahlul ilmi memberikan tuduhan bahwa Abu Hanifah adalah murji’ah dalam memahi masalah iman. “Barangsiapa ingin mutabahir (memiliki ilmu seluas lautan) dalam masalah fiqih hendaklah dia belajar kepada Abu Hanifah”. Imam Syafii berkata.Beliau juga berkata. Dan yang dimaksudkan dengan “tidak bertambah dan berkurang” adalah . tidak selayaknya bagi seseorang berbicara tentang hadits kecuali apa-apa yang dia hafal sebagaimana dia mendengarnya”. 6. Abdul Karim bin Muhammad bin Syu’aib An-Nasai berkata. Beliau juga berkata. “Apabila atsar telah diketahui. 5. “Abu Hanifah berkata. “Pendapat Abu Hanifah di dalam masalah fiqih lebih mendalam dari pada syair.

Dan para imam telah memberi isyarat bahwa mereka tidak mampu untuk menguasai. ada yang jelas dan yang samar. “Ini merupakan kesempurnaan ilmu dan ketaqwaan para imam. Dan di sana masih banyak lagi bentuk-bentuk penilaian negatif dan celaan yang diberikan kepada beliau. Berkata Syaikh Nashirudin Al-Albani.akan menerimanya. ternyata riwayat-riwayat tersebut lemah dalam sanadnya dan mudhtharib dalam maknanya.dan sungguh kami telah meneliti semua riwayat-riwayat tersebut. Jami’ul Masanid karya al-Khawaruzumi dan Tadzkiratul Hufazh karya Imam Adz-Dzahabi. seperti ada yang kuat dan ada yang lemah. Tidak diragukan lagi bahwa merupakan cela. Sebagian ahlul ilmi yang lainnya memberikan tuduhan kepada Abu Hanifah. Ibnu Abdil Barr berkata. dan penisbatan pendapat Al-Qur’an itu dalah makhluq kepada Abu Hanifah merupakan kedustaan”. aib untuk ber-ashabiyyah madzhabiyyah. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh imam Syafii. yang semuanya itu menunjukkan pada sesuatu yang satu. bahwa beliau berpendapat Al-Qur’an itu makhluq. kalau Dia menghendaki maka akan mengadzabnya dan kalau tidak maka akan mengampuninya. … akan tetapi kami mengatakan bahwa barangsiapa beramal kebaikan dengan memenuhi syarat-syaratnya dan tidak melakukan hal-hal yang merusaknya. Dan kalian akan mengetahui riwayat-riwayat yang banyak tentang cacian yang ditujukan kepada Abiu Hanifah -dalam Tarikh Baghdad. Dan sungguh telah diriwayatkan dari Abu Hanifah oleh para sahabatnya pendapat-pendapat yang jitu dan dengan ibarat yang berbeda-beda. Apabila telah shahih sebuah hadits maka hadits tersebut menjadi madzhabku. … dan betapa banyak daripara imamyang agung. Dan apabila kalian menghendaki untuk mengetahui kedudukan riwayat-riwayat yang berkenaan dengan celaan terhadap Abu Hanifah maka bacalah kitab al-Intiqo’ karya Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr.jumlah dan ukurannya itu tidak bertingkat-tingkat. maka di berasa dibawah kehendak Allah. bahklan -insya Allah. dak hal ini tidak menafikan adanya iman itu bertingkat-tingkat dari segi kaifiyyah. “Kami tidak mengatakan bahwa orang yang beriman itu tidak membahayakan dosa-dosanya terhadap keimanannya. meliput sunnah/hadits secara keseluruhan”. tidak membatalakannya dengan kekufuran dan murtad sampai dia meninggal maka Allah tidak akan menyia-nyiakan amalannya.” 5. Padahahal telah dinukil dari beliau bahwa Al-Qur’an itu adalah kalamullah dan pengucapan kita dengan Al-Qur’an adalah makhluq. hal ini bisa dibaca dalam kitab Tarikh Baghdad juz 13 dan juga kitab al-Jarh wa at-Ta’dil Juz 8 hal 450. sebagaimana yang termaktub dalam kitab “Fiqhul Akbar” karya Abu Hanifah. “Banyak dari Ahlul Hadits – yakni yang menukil tentang Abu Hanifah dari al-Khatib (Tarikh baghdad) – melampaui batas dalam mencela Abu Hanifah. maka hal seperti itu sungguh dia menolak banyak pengkhabaran tentang Abu Hanifah dari orang-orang yang adil”. dan orang yang berbuat kemaksiatan selain syirik dan kekufuran meskipun dia belum bertaubat sampai dia meninggal dalam keadaan beriman. Dan ini merupakan pendapat ahlul haq …. “maka terkadang diantara para . dan kami juga tidak mengatakan pelaku dosa besar itu masuk neraka dan kekal di neraka meskipun dia itu orang yang fasiq. ‘Orang yang terjerumus dalam dosa besar maka urusannya diserahkan kepada Allah’. Beberapa Nasehat Imam Abu Hanifah Beliau adalah termasuk imam yang pertama-tama berpendapat wajibnya mengikuti Sunnah dan meninggalkan pendapat-pendapatnya yang menyelisihi sunnah. mereka menyebutkan bahwa Abu Hanifah berkata. dan yang semisalnya … Dan dinukil pula oleh para sahabatnya. Diantara nasehat beliau adalah: a. alim yang cerdas mereka bersikap inshaf (pertengahan ) secara haqiqi.coba lihatlah ke kitab beliau Fiqhul Akbar dan Aqidah Thahawiyah …. yaitu wajibnya mengambil hadits dan meninggalkan taqlid terhadap pendapat para imam yang menyelisihi hadits.

maka mereka memerintahkan kepada kita untuk berpegang teguh dengan sunnah dan menjadikan sunah tersebut termasuk madzhab mereka semuanya”. karena tidak ada nash dalam permasalahanpermasalahan yang diqiyaskan tersebut. akan tetapi beliau menolak permintaan raja tersebut – karena Abu Hanifah hendak menjahui harta dan kedudukan dari sulthan (raja) – maka dia ditangkap dan dijebloskan kedalam penjara dan wafat dalam penjara. maka ketahuilah! Apakah perkataan mereka terhadap orang yang mengetahui dalil yang menyelisihi pendapat mereka. dan kami ruju’ (membatalkan) pendapat tersebut pada pagi harinya. besok aku berpendapat dengan suatu pendapat dan aku tinggalkan pendapat tersebut hari berikutnya.imam ada yang menyelisihi sunnah yang belum atau tidak sampai kepada mereka. Dan dalam riawyat lain. . bahwa seandainya dia hidup sampai dengan dituliskannya ilmu Syariat. bahkan wajib beradab dengannya karena dia merupakan salah satu imam dari imam-imam kaum muslimin yang dengan mereka terjaga agama ini. janganlah engakau catat semua apa-apa yang kamu dengar dariku. Celaka engkau wahai Ya’qub (Abu Yusuf). b. maka tinggalkan perkataanku. Wafatnya Pada zaman kerajaan Bani Abbasiyah tepatnya pada masa pemerintahan Abu Ja’far Al-Manshur yaitu raja yang ke-2. “Maka apabila demikian halnya. untuk itulah sebaigan orang dari para masyayikh yang diikuti mengingkari penisbahan kepada Abu Hanifah tatkala mereka mengingkari fatwanya dengan berkata “Abu Hanifah tidak tahu dalil!” Berkata Asy-sya’roni dalam kitabnya Al-Mizan 1/62 yang ringkasnya sebagai berikut. sesungguhnya kami adalah manusia biasa. maka sesungguhnya aku berpendapat pada hari ini denga suatu pendapat dan aku tinggalkan pendapat itu besok. dalam riwayat lain. Tidak halal bagi seseorang untuk mengambil/memakai pendapat kami selama dia tidak mengetahui dari dalil mana kami mengambil pendapat tersebut. Syaikh Al-Albani berkata. kemudian dia berfatwa dengan pendapat yang menyelisishi dalil tersebut? Maka camkanlah kalimat ini! Dan perkataan ini saja cukup untuk memusnahkan taqlid buta. setelah para penghafal hadits mengumpulkan hadits-haditsnya dari seluruh pelosok penjuru dunia maka Abu Hanifah akan mengambil hadits-hadits tersebut dan meninggalkan semua pendapatnya dengan cara qiyas. Dan beliau wafat pada bulan Rajab pada tahun 150 H dengan usia 70 tahun. Abu Hanifah dipanggil kehadapannya untuk diminta menjadi qodhi (hakim). Dan dalam riwayat lain. itupun hanya sedikit dalam madzhabnya sebagaimana hal itu juga sedikit pada madzhab-madzhab lainnya dengan penisbahan kepadanya. haram bagi orang yang tidak mengetahui dalilku. “Maka apabila demikian perkataan para imam terhadap orang yang tidak mengetahui dalil mereka. kami berpendapat pada hari ini. Maka banyak terjadi qiyas pada madzhabnya secara darurat kalaudibanding dengan para ulama lainnya. “Keyakinan kami dan keyakinan setiap orang yang pertengahan (tidak memihak) terhadap Abu Hanifah. Akan tetapi dalil-dalil syari terpisah-pesah pada zamannya dan juga pada zaman tabi’in dan atbaut tabiin masih terpencar-pencar disana-sini. dan dia dishalatkan banyak orang bahkan ada yang meriwayatkan dishalatkan sampai 6 kloter. Kemudia syaikh Al-Albani mengomentari pernyataan tersebut dengan perkataannya. Berbeda dengan para imam yang lainnya. karena Allah tidak membebani manusia yang tidak dimampuinya -. Apabila saya mengatakan sebuah pendapat yang menyelisihi kitab Allah dan hadits Rasulullah yang shahih. hal itu merupakan udzur bagi Abu Hanifah tatkala dia menyelisihi hadits-hadits yang shahih tanpa dia sengaja – dan ini merupaka udzur yang diterima. …”. dia berfatwa dengan pendapatku. …”. maka tidak boleh mencela padanya sebagaimana yang dilakukan sebagian orang jahil. c.

Tarikhul Baghdad karya Abu Bakar Ahmad Al-Khatib Al-Baghdadi cetakan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut 2. cerita teladan ( 355 ). sehingga tanpa ragu dan takut ia memberitakan keislamannya itu kepada banyak orang secara terbuka. Kegundahan hati dan keinginannya untuk berperilaku yang baik membawanya pergi menempuh perjalanan yang jauh untuk bertemu Rasulullah Saw. karena saat itu Rasullah Saw banyak mendapat ancaman dari Quraisy. Di tengah suasana Mekah yang mencekam.*** Daftar Pustaka: 1. Al-Bidayah wa an-Nihayah karya Ibnu Katsir cetakan Maktabah Darul Baz Beirut 5. Abu Dzar berhasil bertemu Rasulullah Saw dan menyatakan keislamannya. Kitabul Jarhi wat Ta’dil karya Abu Mumahhan Abdurrahman bin Abi Hatim bin Muhammad ArRazi terbitan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut 6. cerita nasehat. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kekuasaan Bisa Menjadi Kehinaan dan Penyesalan Abu Dzar al-Ghiffari merupakan salah satu sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah Saw dan termasuk sahabat yang paling awal masuk Islam. Shifatu Shalatin Nabi karya Syaikh Nashirudin Al-Albani cetakan Maktabah Al-Ma’arif Riyadh (diambil dari majalah Fatawa)  erva kurniawan 1:25 am pada 27 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Abu Dzar memeluk Islam dengan sukarela. Suku Ghiffar terkenal sebagai suku penyamun sebelum datangnya Islam. berasal dari suku Ghiffar. Tadzkiratul Hufazh karya Al-Imam Syamsudin Muhammad bin Ahmad bin Utsman AdzDzahabi terbitan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut 4. Keyakinannya terhadap Islam sangat kuat. Ia terlahir dengan nama Jundub bin Junadah bin Sakan. . kisah teladan ( 352 ). kisah islami ( 268 ). Siyarul A’lamin Nubala’ karya Al-Imam Syamsudin Muhammad bin Ahmad bin Utsman AdzDzahabi cetakan ke – 7 terbitan Dar ar-Risalah Beirut 3.

sesungguhnya engkau adalah orang yang lemah. tidurnya pun di masjid. Karena itu. cerita nasehat. tidakkah engkau mempekerjakan aku?” Rasulullah Saw sangat mengenal pribadi Abu Dzar. Abu Dzar menjadi dekat dengan Rasulullah Saw. “Wahai Rasulullah. Jarang sekali. Ia berkata. kisah islami ( 268 ). Nama dan Nasabnya . Sejak di Madinah itu. 1. Ke mana Rasulullah Saw pergi. ia selalu turut serta. Abu Dzar menyebarkan ajaran Islam pada masyarakat seluruh suku Ghiffar. masuk dalam jajaran pemerintahan Rasulullah Saw di Madinah. Sewaktu mendengar Rasulullah Saw hijrah. Abu Dzar bersama beberapa orang dari Ghiffar pergi ke Madinah. Suatu ketika ada yang mengganjal dalam hati Abu Dzar. “Wahai Abu Dzar. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Al-Imam Malik ra. namun Rasulullah Saw tidak mengabulkan keinginan sahabatnya itu. kisah teladan ( 352 ). sementara kekuasaan itu adalah amanat. ia absen dari majelis-majelis Rasulullah Saw. Beliau mengetahui ada sifat-sifat Abu Dzar yang tidak sesuai untuk orang yang memegang kekuasaan. Sambil menepuk kedua bahu Abu Dzar.” (imam) *** ramadan. Ia ingin terlibat lebih jauh. seluruh suku Ghiffar berhasil diajaknya memeluk Islam. meskipun Abu Dzar sangat dicintainya. dengan bijak Rasulullah Saw berkata. cerita teladan ( 355 ). Di hari kiamat kekuasaan itu nanti menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali bagi orang yang mengembannya dengan benar dan menjalankan semua amanat yang ada di dalamnya.detik.com/read/2010/08/24/163757/1426935/985/kekuasaan-bisa-menjadi-kehinaan-danpenyesalan  erva kurniawan 1:00 am pada 25 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Suatu saat ia memberanikan diri menyampaikan keinginannya itu kepada Rasulullah Saw. Tujuannya untuk ikut serta membantu Rasulullah Saw berjuang menegakkan Islam.Sekembalinya ke kampung halamannya. Meski dengan susah payah.

bekas budak Ubaidullah bin Ma’mar. tidak sedikit guru2nya yang meriwayatkan hadis dari beliau sesudah itu. wafat pada tahun 179 H dan dimakamkan di Baqie. Dalam kitab tersebut. Abu Hanifah. Asy Syafi’i : Apabila ulama disebut. Humaid Ath Thawiel. Abdurrahman Al Auza’i. Ibn Syihab Az Zuhri. Selama kurun waktu tersebut. Al-Muwwaththo’ Imam Malik menulis kitabnya yang legendaris Al-Muwwaththo’ selama 40 tahun. d.Nama lengkap beliau adalah Abu Abdillah Malik bin Anas bin Malik bin Anas bin Al Harits bin Ghaiman bin Khutsail bin Amr bin Al Harits Al Ashbahiy Al Humairiy. dll. Kakek buyutnya. maka Malik adalah bintangnya. dan hanya menceritakan dari orang yang terpercaya. Kedudukannya Para Imam dan Ulama yang berkomentar tentang Imam Malik ra. Sebaliknya. Beliau menimba ilmu dari 100 orang guru lebih. Beliau meriwayatkan hadis dari sejumlah besar Tabi’ien dan Tabi’ut Tabi’ien. Diantara tokoh2 yang meriwayatkan hadis dari beliau : Sufyan Ats Tsauri. Yahya bin Sa’id Al Qaththan : Malik adalah amirul mukminin dalam bidang hadis. Aisyah binti Sa’ad bin Abi Waqqash. Abdurrahman bin Al Qasim. 3. c. Kelahiran dan Petumbuhannya Imam Malik ra. Zaid bin Aslam. Cukup banyak perawi yang meriwayatkan hadis dari beliau. Nasabnya berakhir pada Ya’rib bin Yasyjub bin Qaththan. adalah seorang sahabat agung. yang bebrunyi: “Nyaris orang-orang memukul perut unta untuk mencari ilmu. Disana beliau menulis kitabnya AlMuwaththo’. Namun. dan Hisyam bin Urwah. . seperti Az Zuhri dan Yahya bin Sa’id Al Anshari. b. tidak meriwayatkan kecuali yang shahih. Beliau hidup selama 84 tahun. Anas. Ibn Mu’in : Malik termasuk hujjah Allah atas makhluk Nya. ada juga yang mengatakan ibunya adalah Thulaihah. Ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi. Abdullah bin AL Mubarak. Kakeknya yang juga bernama Malik bin Anas termasuk seorang tabi’in besar dan salah satu yang ikut memikul Khalifah Utsman ke kuburnya. 2. kitab itu ditunjukkan ke sekitar 75 orang ulama fiqh Madinah. 4.: a. lahir di Madinah Al Munawaroh pada tahun 95 H. Abu Az Zanad. Al Hafidh Abu Bakar Al Khatib Al Baghdadi menulis sebuah kitab tentang para perawi yang meriwayatkan dari Imam Malik. Yahya bin Sa’id Al Anshari. tapi ternyata mereka tidak menemukan seorang pun yang lebih alim dari orang alim Madinah” (hadis ini hasan menurut Tirmidzi) Ibn Unayah bilnag orang alim madinah tersebut adalah Malik. Ibn Hibban : Malik adalah orang pertama yang memilih para tokoh ahli fiqh di Madinah. yang selalu mengikuti Rasululloh SAW dalam semua peperangan kecuali perang Badar. Ibunya bernama Al Aliyah binti Syariek Al Asadiyah. diantaranya : Nafi’ bekas budak Ibn Umar. menghindari orang yang tidak terpercaya (tsiqoh). Al Baghdadi menyebutkan hampir 1000 orang perawi. Ayyub As Sakhtiyani. Asy Syafi’i.

Sewaktu kecil Al Imam Al Bukhari buta kedua matanya.Asy Syafi’i berkomentar tentang Al Muwwaththo’ Malik : “Di muka bumi ini. dan 285 makalah Tabi’ien. cerita teladan ( 355 ). kisah teladan ( 352 ). Karyanya menjadi rujukan utama setelah Al Qur’an. pent). semula beragama Majusi (Zoroaster). . Sedang ayah beliau. Dipanggil dengan Abu Abdillah. Pada suatu malam ibu beliau bermimpi melihat Nabi Ibrahim Al Khalil ‘Alaihissalaam yang mengatakan. 613 hadis mauquf (sanad hanya samapai tabi’ien). cerita nasehat. pernah berjumpa dengan Hammad bin Zaid. 222 hadis mursal (sanad hanya samapai sahabat). kisah islami ( 268 ). Ternyata pada pagi harinya sang ibu menyaksikan bahwa Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putranya. sesungguhnya Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putramu karena seringnya engkau berdoa”. Al Mughirah. Buyut beliau. Lahir di Bukhara pada bulan Syawal tahun 194 H. Keliling dunia mencari ilmu. Al Muwwaththo’ memuat 6000 hadis musnad (sanad bersambung samapai ke Nabi SAW/ Marfu’). *** Wallaahu a’lam bishshowab (Ditulis ulang dari kata pengantar kitab Al-Muwwaththo’ edisi terjemahan)  erva kurniawan 1:11 am pada 24 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). tidak ada satu kitab pun – sesudah Kitab Allah – yang lebih shahih daripada kitab Malik. dan pernah berjabatan tangan dengan Abdullah bin Al Mubarak. Nama lengkap beliau Muhammmad bin Islmail bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari Al Ju’fi. “Hai Fulanah (yang beliau maksud adalah ibu Al Imam Al Bukhari. Ismail bin Al Mughirah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Imam Bukhari : Keajaiban Dari Bukhara Buta di masa kecilnya. kemudian masuk Islam lewat perantaraan gubernur Bukhara yang bernama Al Yaman Al Ju’fi. sempat mendengar ketenaran Al Imam Malik bin Anas dalam bidang keilmuan. Menghafal ratusan ribu hadits. seorang tokoh yang tekun dan ulet dalam menuntut ilmu. Beliau digelari Al Imam Al Hafizh. dan lebih dikenal dengan sebutan Al Imam Al Bukhari.

Al Imam Al Bukhari mulai menuntut ilmu. Al Imam Al Bukhari mempunyai karya besar di bidang hadits yaitu kitab beliau yang diberi judul Al Jami’ atau disebut juga Ash-Shahih atau Shahih Al Bukhari. Muhammad bin Abi Ha tim berkata. “Saya tidak mengetahui status (kedudukan) hadits tersebut”. Makki bin Ibrahim. pent. Al Imam Ahmad bin Hanbal. ‘Ali bin Al Madini. Al Imam Al Bukhari sangat terkenal kecerdasannya dan kekuatan hafalannya. Beliau pernah berkata. Bashrah. “Semua hadits yang saya masukkan ke dalam kitab yang saya susun itu sedikit pun tidak ada yang samar bagi saya”. Kufah. ‘Abdan bin ‘Utsman. Makkah. Pada kesempatan yang lain belau berkata.)?” Beliau menjawab. Mereka jadi gembira dengan sebab mendengar ucapanku. “Saya mendengar Ibrahim bin Khalid Al Marwazi berkata. Thalq bin Ghannaam. Seolah-olah dia diciptakan oleh Allah hanya untuk hadits”. Rayy. “Saya hafal seratus ribu hadits shahih. ” Saya mendengar Abu Abdillah (Al Imam Al Bukhari) berkata. “Para sahabat ‘Amr bin ‘Ali Al Fallaas pernah meminta penjelasan kepada saya tentang status (kedudukan) sebuah hadits. “Saya tidak pernah meliahat di kolong langit seseorang yang lebih mengetahui dan lebih kuat hafalannya tentang hadits Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dari pada Muhammad bin Ismail (Al Bukhari). Nu’aim bin Hammad.” Muhammad bin Abi Hatim berkata. Di antara mereka yang sangat terkenal adalah Abu ‘Ashim An-Nabiil. Anugerah Allah kepada Al Imam Al Bukhari berupa reputasi di bidang hadits telah mencapai puncaknya. Abdurrahman bin Hammad AsySyu’aisi. “Setiap hadits yang saya hafal. Naisabur. Abdul ‘Azizi Al Uwaisi. beliau melakukan pengembaraan ke Balkh. Al Anshari. Ishaq bin Rahawaih. “Saya melihat Abu Ammar Al Husein bin Harits memuji Abu Abdillah Al Bukhari. dan Syam. lalu beliau berkata. Abu Bakar Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah berkata. Berikut ini adalah sederet pujian (rekomendasi) termaksud. Tidak mengherankan jika para ulama dan para imam yang hidup sezaman dengannya memberikan pujian (rekomendasi) terhadap beliau. Abdullah bin Raja’. Di antara mereka yang paling terkenal adalah Al Imam Muslim bin Al Hajjaj An Naisaburi. dan mereka segera bergerak menuju ‘Amr. penyusun kitab Shahih Muslim. Murid-murid beliau tak terhitung jumlahnya. Badal bin Al Muhabbir. Mesir. dan saya juga hafal dua ratus ribu hadits yang tidak shahih”. “Apakah engkau hafal sanad dan matan setiap hadits yang engkau masukkan ke dalam kitab yang engkau susun (maksudnya : kitab Shahih Bukhari. ‘Ali bin Al Hasan bin Syaqiq. pasti dapat saya sebutkan sanad (rangkaian perawi-perawi)-nya”. Abu Al Mughirah. Lalu mereka menceriterakan peristiwa itu kepada ‘Amr.Ketika berusia sepuluh tahun. “Hadits yang status (kedudukannya) tidak diketahui oleh Muhammad bin Ismail bukanlah hadits”. Beliau juga pernah ditanya oleh Muhamad bin Abu Hatim Al Warraaq. dan sederet imam dan ulama ahlul hadits lainnya. Hajjaj bin Minhaal. Baghdad. Shadaqah bin Al Fadhl. Saya katakan kepada mereka. Abu Al Yaman. Ubaidaillah bin Musa. Muhammad bin ‘Ar’arah. ‘Amr berkata kepada mereka. . Abdurrahman Al Muqri’. Guru-guru beliau banyak sekali jumlahnya. “Saya tidak pernah melihat orang seperti dia. Khalid bin Makhlad. Para ulama menilai bahwa kitab Shahih Al Bukhari ini merupakan kitab yang paling shahih setelah kitab suci Al Quran. Khallad bin Yahya.

dan lebih zuhud terhadap dunia daripada Muhammad bin Ismail. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepada saya. “Suatu ketika saya tertidur pada sebuah tempat (dekat Ka’bah -ed) di antara Rukun Yamani dan Maqam Ibrahim. “Wahai Baginda Rasulullah. *** Sumber: Siyar A’laam An-Nubala’ karya Al Imam Adz-Dzahabi dll  . nama sebuah desa di Samarkand. Berikut ini diketengahkan beberapa pernyataan para ulama tentang ketakwaan dan keshalihan beliau agar dapat dijadikan teladan. Di bidang akhlak belau menyusun kitab Al Adab Al Mufrad. Ketakwaan dan keshalihan Al Imam Al Bukhari merupakan sisi lain yang tak pantas dilupakan. leblih wara’ (takwa). “Tidak pernah kami jumpai di dunia ini orang seperti Muhammad bin Ismail dalam hal ma’rifah (keilmuan) dan keshalihan”. “Sampaikan salamku kepadanya!” Al Imam Al Bukhari wafat pada malam Idul Fithri tahun 256 H. Abu Bakar bin Munir berkata. “Saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam di dalam tidur saya”. Semoga Allah Ta’ala mencurahkan rahmat-Nya kepada Al Imam Al Bukhari. “Hendak menuju ke tempat Muhammad bin Ismail Al Bukhari”. saya tidak dihisab dalam keadaan menanggung dosa ghibah (menggunjing orang lain).Hubungannya dengan kitab tersebut. ketika beliau mencapai usia enam puluh dua tahun. “Saya berharap bahwa ketika saya berjumpa Allah. yaitu Abu Zaid Al Marwazi menuturkan. Beliau berkata kepada saya.” Abdullah bin Sa’id bin Ja’far berkata. “Saya mendengar para ulama di Bashrah mengatakan. “Engkau hendak menuju ke mana?” Saya menjawab. Jenazah beliau dikuburkan di Khartank. sementara engkau tidak mempelajari kitabku? Saya berkata. “Hai Abu Zaid. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam berkata. ada seorang ulama besar ahli fikih.” Al Firabri berkata. “Saya tidak pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri semenjak enam puluh tahun orang yang lebih dalam pemahamannya tentang ajaran Islam. Sulaim berkata. sampai kapan engaku mempelajari kitab Asy-Syafi’i. ” Kitab Jami’ karya Muhammad bin Ismail”. Dan di bidang akidah beliau menyusun kitab Khalqu Af’aal Al Ibaad. Di dalam tidur saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. “Saya mendengar Abu Abdillah Al Bukhari berkata. Karya Al Imam Al Bukhari yang lain yang terkenal adalah kita At-Tarikh yang berisi tentang hal-ihwal para sahabat dan tabi’in serta ucapan-ucapan (pendapat-pendapat) mereka. kitab apa yang Baginda maksud?” Rasulullah menjawab.

dan melanjutkan bantuannya kepada Misthah. cerita nasehat. menjadi teguran untuk Abu Bakar. Hendaknya. Allah menegur Abu Bakar dan semua orang yang mempunyai kelebihan agar memberi bantuan kepada orang-orang yang miskin.com/read/2010/08/25/095702/1427340/985/abu-bakar-saya-ingin-diampuni-allah . kaum Muhajirin (orang yang pindah dari Mekah menuju ke Madinah atau tempat yang lain) dan kepada siapa saja memerlukan uluran tangan. Abu Bakar memaafkan Misthah. karena Misthah ikut menyebarkan kabar bohong menyangkut ‘Aisyah. yaitu putra saudara perempuan ayahnya.erva kurniawan 1:19 am pada 23 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). sebagaimana sediakala. Sebenarnya. (imam) ( gst / vta ) *** ramadan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Abu Bakar: Saya Ingin Diampuni Allah “Saya ingin diampuni Allah. kisah teladan ( 352 ). Apakah kamu tak ingin Allah mengampuni kamu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dalam ayat di atas. ia membatalkan sumpahnya. Namun demikian.detik.” (QS 24: 22) Ayat di atas. Tersebutlah Misthah menjadi salah satu penyebarnya. Setelah jelas status kabar itu. Kabar yang disebarkan Misthah itu bisa menghancurkan nama baik keluarga Abu Bakar. putrinya dan sekaligus istri Nabi Saw. Mendengar kabar itu. Karena itu Abu Bakar marah dan keluarlah sumpah itu. orang-orang mencari sumber beritanya. Ia memang pernah bersumpah untuk tak memberikan bantuan kepada Misthah yang selama ini kerap ditolongnya. orang-orang miskin dan para Muhajirin pada jalan Allah dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Beliau mencari-cari informasi tentang kabar tersebut. kisah islami ( 268 ). Nabi Saw pun gundah dan bimbang. Abu Bakar sangat marah kepadanya. Janganlah mereka bersumpah untuk tidak memberi bantuan karena orang yang bersangkutan pernah melakukan kesalahan atau karena ketersinggungan pribadi. Kegundahan Nabi reda setelah turun beberapa ayat dalam Surah an-Nur (24) yang menjelaskan kebohongan berita itu.” kata Abu Bakar menyambut turunnya ayat: “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi kepada kaum kerabat. orang yang berkelebihan itu berhati besar dan sebaiknya mereka memaafkan dan berlapang dada. Misthah masih termasuk keluarga Abu Bakar. Mendengar ayat tersebut. cerita teladan ( 355 ).

hanya saja beliau pernah menyatakan usianya waktu itu telah mencapai 80 tahun. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Al Imam Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah. kisah teladan ( 352 ). Dan sebab taubat beliau adalah karena beliau pernah terpikat dengan seorang wanita. cerita teladan ( 355 ). beliau berkata: “Adalah AlFudhail bin ‘Iyadh dulunya seorang penyamun yang menghadang orang-orang di daerah antara Abu Warda dan Sirjis. suatu tempat di daerah Khurasan. kisah islami ( 268 ). kemudian Allah memberikan petunjuk kepada beliau dengan sebab mendengar sebuah ayat dari Kitabullah. Disebutkan dalam Siyar A’lam An-Nubala dari jalan Al-Fadhl bin Musa. cerita nasehat.• hilmi 9:40 am pada 23 Desember 2010 Permalink subhanallah  erva kurniawan 1:03 am pada 20 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Penulis: Al Ustadz Zainul Arifin ** Beliau dilahirkan di Samarqand dan dibesarkan di Abi Warda. Tidak ada riwayat yang jelas tentang kapan beliau dilahirkan. dan tidak ada gambaran yang pasti tentang permulaan kehidupan beliau. . Sebagian riwayat ada yang menyebutkan bahwa dulunya beliau adalah seorang penyamun.

(Diringkas dari Mawa’izh lil Imam AlFudhail bin ‘Iyadh. seperti Manshur. karena biasanya Al-Fudhail menghadang kita di jalan ini. Beliau wafat di Makkah pada bulan Muharram tahun 187 H. terima kasih mas . kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan sebab dari penolakan beliau terhadap pemberian-pemberian para raja diduga karena keraguan beliau terhadap kehalalannya.maka tatkala beliau tengah memanjat tembok guna melaksanakan hasratnya terhadap wanita tersebut.” (Al Hadid: 16) Maka tatkala mendengarnya beliau langsung berkata: “Tentu saja wahai Rabbku. sedang beliau sangat antusias agar tidak sampai memasuki perut beliau kecuali sesuatu yang halal. dan tidaklah Allah menggiringku kepada mereka ini melainkan agar aku berhenti (dari kemaksiatan ini). Dan adalah beliau memberi makan dirinya dan keluarganya dari hasil mengurus air di Makkah. tiba-tiba saja beliau mendengar seseorang membaca ayat: “Belumkah datang waktunya bagi orang –orang yang beriman untuk tunduk hati mereka guna mengingat Allah serta tunduk kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang –orang yang sebelumnya telah turun Al Kitab kepadanya.asysyariah. namun beliau pernah menerima pemberian dari Abdullah bin Al-Mubarak. Kemudian beliau menetap di Makkah. Sebagian mereka berkata: “Kita jalan terus. lalu mencatat ilmu dari ulama di negeri itu. Waktu itu beliau memiliki seekor unta yang beliau gunakan untuk mengangkut air dan menjual air tersebut guna memenuhi kebutuhan makanan beliau dan keluarganya.com • hilmi 9:55 am pada 20 Desember 2010 Permalink wah benar-benar kisah yang bagus. Sungguh telah tiba saatku (untuk bertaubat).” Sungguh beliau telah menghabiskan satu masa di Kufah. hal.” Maka beliaupun berkata: “Kemudian aku merenung dan berkata: ‘Aku menjalani kemaksiatan-kemaksiatan di malam hari dan sebagian dari kaum muslimin di situ ketakutan kepadaku. ‘Atha’ bin As-Saaib serta Shafwan bin Salim dan juga dari ulama-ulama lainnya. 5-7) *** Sumber : http://www. Al-A’masy. dan pada malam itu ketika beliau tengah berlindung di balik reruntuhan bangunan. Ya Allah. Beliau tidak mau menerima pemberian-pemberian dan juga hadiah-hadiah dari para raja dan pejabat lainnya. tiba-tiba saja di sana ada sekelompok orang yang sedang lewat. sungguh aku telah bertaubat kepada-Mu dan aku jadikan taubatku itu dengan tinggal di Baitul Haram’. dan mayoritas mereka adalah orang-orang yang fasiq.” dan sebagian yang lain berkata: “Kita jalan terus sampai pagi.” Maka beliaupun kembali.

Ali menyatakan menerima keputusan hakim. apakah ia mempunyai bukti-bukti yang mendukung pernyataannya. Ali menghadiahkan baju besi tersebut kepada si Yahudi disertai dengan hadiah lainnya. Karena hanya ada satu orang saksi. Sang hakim menerima kesaksian pembantu Ali. Melihat seorang pemimpin jazirah Islam dikalahkan di pengadilan padahal lawannya seorang nonmuslim dan sang pemimpin menerima putusan itu. erva kurniawan 1:15 am pada 19 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kisah yang terjadi belasan abad yang lalu ini menarik untuk disimak. kisah islami ( 268 ). Syuraih membenarkan pernyataan Ali itu namun tetap pada pendiriannya bahwa ia tidak bisa menerima kesaksian Hasan. Namun. Ali pun menghadirkan dua saksi. ia mendapati baju besinya ada pada seorang Yahudi. namun menolak kesaksian Hasan. keduanya sepakat untuk membawa perkara itu ke hadapan hakim. ketika ditanya Ali. dikalahkan dalam persidangan tersebut. Tidak berapa lama. yaitu pembantunya. Yahudi itupun serta merta mengakui bahwa baju besi tersebut adalah benar milik Ali dan ia menyatakan bahwa sebuah agama yang menyuruh hal tersebut pastilah benar. cucu Rasulullah Saw. Akhirnya. hakim yang bernama Syuraih bertanya kepada Ali. Qanbar dan anaknya. Menyaksikan hal itu. Setelah mendengar duduk perkaranya. Hasan bin Ali. cerita nasehat. ia kehilangan baju dir’a (baju besi) miliknya. ( gst / vta ) *** . Dengan besar hati. Ali. Orang Yahudi itu pun mengucapkan kalimat syahadat dan menyatakan masuk Islam. akhirnya hakim memutuskan bahwa baju besi tersebut adalah milik si Yahudi. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ali bin Abi Thalib dan Hukum Bagi Anda yang merasa frustasi dengan keadaan hukum saat ini dan tingkah polah pemimpin dan penegak hukum. cerita teladan ( 355 ). orang Yahudi itu bersikukuh bahwa baju besi itu adalah miliknya. sang Amirul Mukminin. “Tetapi apakah Anda tidak pernah mendengar Rasulullah yang menyatakan bahwa Hasan dan Husain adalah pemuda penghuni surga”. karena kesaksian seorang anak kepada ayahnya tidak dapat diterima di hadapan hukum. Alkisah pada masa Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah. Ali pun berkata pada hakim Syuraih. kisah teladan ( 352 ).

Saat hampir selesai mengerjakannya. Ibrahim as merasa ada yang kurang pada Ka’bah. “Batu ini aku dapat dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu. Ia pergi dari satu bukit ke bukit lain untuk mencari batu yang paling baik.” Ibrahim as mencium batu itu lagi dan diikuti juga oleh Isma’il as. cerita nasehat. Kemudian Ibrahim as bertanya pada putranya.” Isma’il as mematuhi perintah ayahnya. “Pergilah engkau mencari sebuah batu lagi yang akan aku letakkan di Ka’bah sebagai penanda bagi manusia. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kisah Hajar Aswad Ibrahim as diperintahkan Allah Swt membangun kembali Ka’bah. Isma’il as. “Dari mana kamu peroleh batu ini?” Isma’il as menjawab. cerita teladan ( 355 ).ramadan. Ia memenuhi perintah itu dibantu putranya. . Ibrahim as pun gembira dan mencium batu itu beberapa kali.com/read/2010/08/26/114320/1428283/985/ali-bin-abi-thalib-dan-hukum • kereyoben 1:27 am pada 19 Desember 2010 Permalink bagus sekali artikel ini • hilmi 9:48 am pada 20 Desember 2010 Permalink subhanallah  erva kurniawan 1:03 am pada 15 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Ketika sedang mencari. Dengan senang hati ia menerima batu itu dan segera membawa batu itu untuk diberikan pada ayahnya. kisah teladan ( 352 ).detik. kisah islami ( 268 ). Kemudian ia memerintahkan putranya. malaikat Jibril datang pada Isma’il as dan memberinya sebuah batu yang cantik.

datanglah seorang laki-laki ke Ka’bah. penjaga masjid mengetahuinya. kisah teladan ( 352 ). Tanggal 28 Rabi’ul Akhir tahun yang sama. Bicara tentang lubuk hati. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Saw menciummu.detik. Hati itu lembut sekali. dilakukan penempelan kembali bongkahan batu itu ke tempat asalnya. ada juga orang yang ingin mencuri Hajar Aswad. apalagi yang terdalam.” (Hadits no 228 Kitab Sahih Muslim).Begitulah. sampai saat ini banyak yang berharap bisa mencium batu yang dinamai Hajar Aswad itu. laki-laki itu pun ditangkap dan dihukum. . Umar bin Khathab pernah menyambaikan bahwa Rasulullah Saw sendiri pernah menciumnya. cinta itu dekat dengan yang namanya air mata. mencuri potongan kain Kiswah. cerita nasehat.com/read/2010/08/27/093602/1429109/985/kisah-hajar-aswad  erva kurniawan 1:00 am pada 13 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). dan akhirnya menangis. Makanya. pasti berkaitan dengan yang namanya kelembutan. Sebelumnya perekatan itu. Kalau sudah begini. akan mudah menangis kalau mengingat sama yang dicintainya. Ia mencungkil Hajar Aswad. Untunglah. cerita teladan ( 355 ). Saat Umar bin Khaththab berada di hadapan Hajar Aswad dan menciumnya ia berkata. benar bukan? Bicara mengenai menangis ada 2 cerita jaman dulu. “Demi Allah. Di akhir bulan Muharram 1351 H. niscaya aku tidak akan menciummu. dilakukan penelitian oleh para ahli mengenai bahan perekat yang digunakan. kisah islami ( 268 ). Akhirnya ditemukan perekat berupa bahan kimia yang dicampur dengan minyak misik dan ambar. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Air Mata dan Cinta Cinta membuat apa yang dicintai itu benar-benar masuk ke dalam lubuk hati. aku tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu. (imam) *** ramadan. dan membawa sepotong perak dari tangga Ka’bah. Karena sangat bersejarahnya. orang yang sedang jatuh cinta.

untuk menemani. Si mata-mata menyamar menjadi orang Islam. Generasi yang kedua menangis mengeluarkan air mata karena cinta kepada pacarnya. Mereka cinta sama Allah. Dulu.Cerita pertama. dan apa yang terjadi? Hancur-lebur dan luluh-lantaklah negeri Islam. Nah Sobat. kemudian. “Aku menangis karena tadi aku ketinggalan shalat berjama’ah di masjid. Jadi. Beberapa tahun kemudian. pasti orang kafir akan kalah. Penasaran dengan hal tersebut. Ketua kafir itu mengatur siasat. hari-harinya akan dihabisin untuk sang kekasihnya. sang ketua mengutus seorang mata-mata ke negeri Islam tersebut. “OK. pemuda-pemuda Islamnya sholeh-sholeh. kembali diutuslah si matamata tadi untuk mengintai negeri Islam. Lalu dia balik ke negerinya dan melapor kepada sang ketua. Kenapa waktunya tidak dihabiskan untuk Allah dan Islam? Ini pertanda kalau negeri Islam tadi sudah lemah. ada yang berubah di negeri Islam tersebut. Selanjutnya dia masuk ke negeri Islam itu. dan untuk yang lain. “Kenapa kamu nangis anak muda?” Jawab si anak muda. Dia bertanya. Tunggu kalau saatnya sudah tepat. Kenapa bisa seperti ini? Ketua kafir melihat bahwa pada cerita yang pertama. dengan janggut dan pernak pernik yang Islami. Pasti. Inilah saatnya negeri kafir tersebut menyerang negeri Islam. Anak-anak mudanya sudah tidak sholeh (atau mungkin kurang sholeh). setelah beberapa tahun. Lalu sang ketua berkata. kalau negeri kafir menyerang saat itu. Ini kelanjutan dari cerita pertama. si mata-mata menyamar lagi menjadi orang Islam. Akhirnya. sang ketua berkata. generasi yang pertama menangis mengeluarkan air mata karena cintanya kepada Allah. Kejadian berikutnya sama dengan cerita yang pertama. Penampilannya Islam. Sampai-sampai mereka sedih dan nangis lantaran ketinggalan shalat berjama’ah di masjid. Tiba-tiba dia bertemu dengan seorang anak muda yang sedang menangis di pojok dinding.” Cerita kedua. saatnya kita serang mereka!” Akhirnya. Dia bertemu dengan anak muda yang sedang duduk menangis.” Kagetlah si mata-mata itu. si mata-mata kembali ke negerinya dan melapor kepada sang ketua tentang apa yang diliatnya di negeri Islam. diselidiki dulu negeri Islam itu. air mata kita termasuk yang mana? Kalau kita menangis gara-gara siapa?? Semoga air mata dan tangis kita hanya karena Allah! *** Oleh: Aulia Agus Iswar • hilmi 9:15 am pada 13 Desember 2010 Permalink . Begitulah sobat. untuk memikirkan. Si mata-mata mendekati anak muda tersebut dan bertanya. kita jangan menyerang Islam dulu. Sebelum menyerang. Ini bisa dilihat si mata-mata bertemu dengan anak muda Islam yang menangis karena ditinggal pacarnya. ada negeri kafir yang akan menyerang negeri Islam. “Kenapa kamu nangis?” Jawab anak muda tadi. Masya Allah. si mata-mata tadi mendekati anak muda itu. ” Aku menangis karena baru saja ditinggal kekasihku?” mendengar jawaban anak muda tersebut. Selanjutnya. Dia menceritakan apa yang diliatnya di negeri Islam. Lalu. “OK. negeri kafir kemudian menyerang negeri Islam tadi.

…mdh2an sejak saat ini air mata yg keluar hanya untuk Allah. ia pun diijinkan menemui Rasulullah Saw.alhamdulillah. Mendengar curahan hati anaknya. cerita teladan ( 355 ). Ia termasuk orang yang taat beribadah. kalau dia mau berdoa kepada Allah. Setiap hari ia menggembalakan domba milik orang lain. Bila ada kelebihan dari upahnya itu terkadang ia berikan kepada tetangganya yang kekurangan. Tetapi apa daya. Sehingga. kisah teladan ( 352 ). Upah yang diterimanya cukup untuk biaya hidup bersama ibunya. “Sungguh. Suatu hari kerinduannya tak tertahan lagi. selalu menjalankan ajaran yang dibawa Rasulullah Saw. pasti Allah akan mengabulkan doanya. . ibunya terharu. ia tinggal bersama ibunya di negeri Yaman. perintahkan dia untuk berdoa.  erva kurniawan 1:59 am pada 11 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Oleh karena itu. dapat menjadi penyemangat dalam mencari ridho Allah SWT. dan dia sangat berbakti kepadanya. ia memberanikan diri mengungkapkan perasaan itu kepada ibunya. ibunya sudah tua renta dan sangat lemah. kisah islami ( 268 ). Ia punya suatu keinginan yang belum terlaksana sejak lama yaitu bertemu dengan Rasulullah Saw. niscaya dia akan memintakan ampun untuk kalian. • Ermila 8:26 am pada 14 Desember 2010 Permalink Amiiin. Ia sangat gelisah mengingat-ingat itu. Keinginan itu kian memuncak setiap kali melihat tetangganya yang baru pulang dari Madinah dan sempat bertemu Rasulullah Saw. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kemuliaan Taat Kepada Ibu Suatu saat Rasulullah Saw bercerita kepada para sahabat. Dia punya sedikit bekas penyakit kusta. Semakin hari kerinduan bertemu Rasulullah Saw bertumpuk. Bernama lengkap Uwais Al-Qarni.” (HR Muslim). Ia begitu menyayanginya sehingga tak tega meninggalkannya sendiri. Dia memiliki seorang ibu. cerita nasehat. kelak ada orang yang termasuk tabi’in terbaik yang bernama Uwais..

Ingin sekali ia menunggu. Sejak itu. Kajiannya mengenai pengobatan mata menjadi dasar pengobatan mata modern. Kota pertama yang dituju adalah Ahwaz kemudian Baghdad.” (imam) *** ramadan. dan filsafat. ia menyalin buku-buku tentang matematika dan ilmu falak. ilmu falak. kisah teladan ( 352 ). geometri. Ketika Rasulullah Saw kembali. Di kota kelahirannya itu ia sempat menjadi pegawai pemerintahan. Tulisannya mengenai mata telah menjadi salah satu rujukan penting dalam bidang penelitian sains di Barat. Tetapi segera keluar karena tidak suka dengan kehidupan birokrat. Kecintaannya kepada ilmu pengetahuan membawanya berhijrah ke Mesir. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ibnu Haitham. tetapi ia teringat pesan ibunya untuk segera pulang. mulailah perantauannya untuk belajar ilmu pengetahuan. cerita teladan ( 355 ). Yang lebih menakjubkan ialah Ibnu Haitham telah menemukan prinsip isi padu udara sebelum seorang ilmuwan bernama Tricella mengetahui hal tersebut 500 tahun kemudian. Kemudian Rasulullah Saw mengatakan Uwais yang taat pada ibunya itu penghuni langit. Dunia Barat mengenalnya dengan nama Alhazen. cerita nasehat. Rasulullah Saw meneruskan keterangan tentang Uwais kepada para sahabat. . Rasulullah Saw sedang tak berada di rumah. kisah islami ( 268 ). pengobatan.com/read/2010/08/28/160402/1430145/985/kemuliaan-taat-kepada-ibu  erva kurniawan 1:53 am pada 8 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). beliau menanyakan tentang seseorang yang mencarinya. Belajar yang dilakukan secara otodidak membuatnya mahir dalam bidang ilmu pengetahuan. “Suatu ketika jika kalian bertemu dengan Uwais mintalah doa dan istighfar darinya. Ia pun memilih taat ibunya dan segera berpamitan pada ‘Aisyah. Ia lahir di Basrah tahun 965 M. Seraya memandang Ali dan beliau mengatakan. Ibnu Haitham juga turut melakukan percobaan terhadap kaca yang dibakar dan dari situ tercetuslah teori lensa pembesar. Ilmuwan Optik dari Basrah Nama lengkapnya Abu Al Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham. matematika. ‘Aisyah menjelaskan kedatangan Uwais. Teori itu telah digunakan oleh para saintis di Itali untuk menghasilkan kaca pembesar pertama di dunia.detik.Namun kerinduan itu tak sempat terobati karena saat ia datang. Untuk membiayai hidupnya.

Beberapa buah buku mengenai cahaya yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.com/read/2010/08/29/115306/1430388/985/ibnu-haitham-ilmuwan-optik-dari-basrah • hilmi 1:57 pm pada 9 Desember 2010 Permalink ceritanya banyak yang bagus mas. Banyak buku yang dihasilkannya dan masih menjadi rujukan hingga saat ini. Maqalah fima Tad’u llaih mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak. Di antara buku-bukunya itu adalah Al’Jami’ fi Usul al’Hisab yang mengandung teori-teori ilmu matemetika dan matematika penganalisaan. Maqalah fi Istikhraj Simat al’Qiblah yang mengupas tentang arah kiblat. Ia dikenal sebagai orang yang miskin materi tapi kaya ilmu pengetahuan. Kajiannya banyak membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana. cerita teladan ( 355 ). Jazakallah Khairan katsiro  erva kurniawan 1:58 am pada 7 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).detik. (imam/ Hagi). salah satunya adalah Light dan On Twilight Phenomena. cerita nasehat. namun Ibnu Haitham tetap hidup dalam kesederhanaan. Kitab al-Tahlil wa al’Tarkib mengenai ilmu geometri. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Memuliakan Orang Berusia Lanjut . *** ramadan. dan Risalah fi Sina’at al-Syi’r mengenai teknik penulisan puisi. Kitab Tahlil ai’masa’il al ‘Adadiyah tentang aljabar. Meski menjadi orang terkenal di zamannya. Ibnu Haitham membuktikan dirinya begitu bergairah mencari dan mendalami ilmu pengetahuan pada usia mudanya. boleh tukeran link ga? • erva kurniawan 3:45 pm pada 9 Desember 2010 Permalink boleh mas. kisah teladan ( 352 ). kisah islami ( 268 ).

Ternyata. Ali menghormatinya dan tak berani mendahului langkah orang tua itu. Maka. Tahulah Ali bahwa bapak itu bukanlah seorang muslim. tapi terhalang oleh seorang laki-laki Nasrani tua. “Apa yang terjadi wahai Rasulullah? Tidak seperti biasanya. seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw. meski orang tua itu seorang Nasrani. Ali bergegas memasuki masjid. Ali menghormati karena ketuaannya.Alifmagz – detikRamadan Jakarta – Pada suatu subuh. ada keresahan dalam hati Ali. “Wahai Muhammad! Sesungguhnya tadi itu karena Ali tergesa-gesa mengejar shalat berjama’ah. bapak tua itu tak memasuki masjid. Namun di tengah perjalanan. engkau memperlambat ruku’ yang terakhir?” Rasulullah Saw pun menjawab.” Kemudian Rasulullah Saw mengatakan. langkahnya terhambat oleh seorang lelaki tua berusia lanjut. Tapi Jibril datang. Maka. “Itulah derajat orang yang memuliakan orang tua. Bapak tua itu berjalan lambat di depan Ali. Ali masih sempat mengikuti raka’at terakhir. ia seorang Nasrani yang kebetulan sedang melintas. Setelah langkahnya tak terhalang. Sebenarnya. aku bisa mengangkat kepalaku dan berdiri. Ia kawatir. Dengan sabar. tak sempat mengikuti shalat berjamaah bersama Rasulullah Saw. Ali memberi hak orang tua itu untuk berjalan lebih dulu.” “Mengapa bisa begitu ya Rasulullah?” tanya sahabat yang lain. Ali bin Abu Thalib bergegas menuju masjid untuk salat berjamaah bersama Rasulullah Saw. ia membebani punggungku hingga lama sekali. Baru setelah beban itu diangkat. “Ketika ruku’ dan membaca tasbih seperti biasa. Seusai shalat berjama’ah. “Aku sendiri tak mengetahuinya dan tak bisa menanyakan hal itu kepada Jibril. aku hendak mengangkat kepalaku untuk berdiri. Ali mengikuti langkah demi langkah bapak tua itu di belakangnya. Syukurlah.” Sumber: Pesan Indah dari Makkah & Madinah – Ahmad Rofi’ Usmani *** . Allah memerintahkanku untuk menetapkanmu dalam keadaan ruku’ hingga Ali bisa menyusul shalat berjama’ah bersamamu. datanglah Jibril kepada Rasulullah Saw dan menjelaskan apa yang terjadi.” jawab Rasulullah Saw. Suami Fatimah binti Rasulullah itu tak ingin mendesak dan memaksa untuk mendahului bapak tua itu. Tibalah iring-iringan Ali dan bapak tua itu di depan masjid.

ramadan.detik.com/read/2010/08/17/120059/1421819/985/memuliakan-orang-berusia-lanjut

 erva kurniawan 1:50 am pada 3 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Pohon Kurma untuk Masa Depan

Alifmagz – detikRamadan Jakarta – Suatu hari, Raja Persia berjalan-jalan, meninjau wilayah kekuasaannya. Di tengah Raja menjalankan kebiasaannya itu, ia melihat seorang kakek tua tengah menanam bibit pohon kurma. Ia heran dengan apa yang dilakukan kakek itu. Pikir sang raja, “Bagaimana ia nanti akan menikmati hasil yang ditanam, sedangkan ia sendiri sudah tua renta?” Raja pun menegur kakek itu dan bertanya, “Wahai kakek, apakah engkau bermaksud akan menuai hasil dari apa yang engkau tanam ini? Engkau tahu, pohon kurma ini tak akan berbuah setelah beberapa tahun kemudian.” Setelah memberi hormat kepada raja yang menegurnya, kakek tua itu menjawab, “Wahai Raja yang agung, paduka tentu mengetahui bahwa orang yang hidup sebelum kita telah menanam pohon kurma yang kita tuai hasilnya sekarang ini. Dengan demikian, mengapa kita tak menanam bibit pohon kurma agar generasi kita nanti akan dapat menuai hasilnya?” Sang raja terkejut dengan jawaban kakek tua itu, tapi ia membenarkan dan menyetujui apa yang dikatakannya. Raja pun memberinya hadiah sekantong uang. Kakek tua menerimanya dan berkata, “Wahai raja yang mulia, alangkah cepatnya benih pohon kurma yang hamba tanam ini berbuah!”

Raja Persia itu tak menyangka mendapat jawaban seperti itu dari Sang Kakek. Raja berkata, “Benar apa yang engkau katakan Kek.” Kemudian ia mengambil sekantong uang yang lain untuk diberikan lagi kepadanya. Kakek menerimanya dan berkata, “Wahai Raja yang agung, yang paling menakjubkan adalah pohon kurma itu akan berbuah dua kali dalam satu tahun seperti halnya dua kantong uang yang paduka berikan pada hamba.” Raja itu semakin kagum dan memberi lagi sekantong uang kepadanya. Kemudian keduanya ngobrol dengan asyik. Sang raja menanyakan mengenai pertanian, sang kakek pun menjawab seakan-akan kakek tersebut telah bertani sejak dia masih kecil. Keduanya terus-menerus ngobrol sehingga tanpa terasa matahari pun mulai terbenam. Maka sang raja pun bersiap-siap untuk pergi dan sebelumnya dia berdoa agar kakek tersebut berumur panjang dan dia dapat bertemu kembali dengannya. *** ramadan.detik.com/read/2010/08/12/172243/1419254/985/pohon-kurma-untuk-masa-depan

 erva kurniawan 1:56 am pada 1 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Ibadahnya Sang Ratu Cinta

Alifmagz – detikRamadan Jakarta – Cinta adalah bahasa yang indah. Setiap saat, selalu saja ingin bersama orang yang kita cintai; memujinya dan mengaguminya. Cinta juga bisa menjadi alasan bagi seorang hamba untuk beribadah kepada Tuhannya.

Seperti cinta Rabiah al-Adawiyah kepada Allah, Tuhannya. Meski Allah telah menyediakan banyak pahala kepada hamba-Nya, ibadah Rabiah tidak untuk itu. Tidak juga karena mengharap surga atau takut neraka. Suatu saat ia berdoa, “Ya Allah, jika aku menyembah-Mu karena takut kepada neraka, bakarlah aku di dalam neraka; dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga, campakkanlah aku dari dalam surga; tetapi jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu yang abadi kepadaku.” Rabiah, Sang Ratu Cinta, seorang sufi perempuan dari Bashrah, terlahir dalam keluarga yang sangat miskin, meski saat itu Bashrah sedang bergelimang kemakmuran. Saat sang ibu berjuang melahirkannya, tak seorangpun menolong, sementara ayahnya sedang berusaha mencari bantuan kepada tetanggatetangganya. Malam sudah larut, para tetangga sudah terlelap. Ayahnya pulang tanpa hasil. Sebenarnya, ayahnya hanya ingin meminjam pelita untuk menerangi istrinya. Kelahiran Rabiah tak mengubah nasib keluarganya. Sekuat tenaga ayahnya berusaha dan memasrahkan semua kepada yang Mencipta Kehidupan. Saat kesulitan melanda Bashrah, karena dilanda bencana kelaparan, keluarga Rabiah tetap saja menjadi sasaran kekisruhan. Seorang penjahat menculik Rabiah, kemudian dijual di pasar budak dengan harga yang murah. Seorang saudagar membeli dan memberinya pekerjaan yang berat. Tetapi justru karena penderitaan-penderitaan itu membuatnya mendekat pada Allah. Dalam kesibukannya bekerja, ia tetap menjalankan puasa. Di malam hari, ia menghabiskan waktu dengan banyak ber-mujahadah kepada-Nya. Hingga sampai suatu tingkat, ibadahnya membawa kedekatan dengan Allah. Kedekatan kemudian berubah menjadi kerinduan yang mengantarkan kepada cinta kepada-Nya. “Aku adalah milik-Nya. Aku hidup di bawah naungan-Nya. Aku lepaskan segala sesuatu yang telah kuperoleh kepada-Nya. Aku telah mengenal-Nya, sebab aku menghayati.” Di suatu malam yang senyap, dalam kerinduan yang sangat, ia bersujud dan berdoa, “Ya Allah, apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di dunia ini, berikanlah kepada musuh-musuh-Mu. Dan apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di akhirat nanti, berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu. Karena Engkau sendiri cukuplah bagiku.” *** ramadan.detik.com/read/2010/08/13/144506/1419950/985/ibadahnya-sang-ratu-cinta

 erva kurniawan 1:23 am pada 30 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Ibnu ‘Arabi, Kaya Tanpa Terjebak Nafsu Keduniawian

Ibnu ‘Arabi yang dikenal dengan sebutan Syekh al-Akbar, tiba di Tunisia. Ia bertemu dengan seorang nelayan yang tinggal di gubuk berdinding lumpur kering. Nelayan itu dikenal sangat dermawan. Setiap hari ia melaut. Namun, seluruh hasil tangkapannya ia sedekahkan kepada orang-orang miskin. Sedangkan untuknya sendiri, hanya sepotong kepala ikan untuk direbus sebagai lauk makan malamnya. Nelayan itu kemudian belajar kepada Ibnu ‘Arabi. Selang beberapa waktu, nelayan itu pun menjadi seorang syekh yang juga punya murid. Suatu ketika, salah seorang muridnya meminta izin untuk mengadakan perjalanan ke Spanyol. Sang nelayan mengijinkan dan berpesan agar menemui Ibnu ‘Arabi untuk meminta nasihat. Sudah bertahun-tahun nelayan itu merasa perkembangan jiwanya tak lagi mengalami kemajuan, ia membutuhkan nasehat Ibnu ‘Arabi. Sesampainya di kota tempat tinggal Ibnu ‘Arabi, murid nelayan itu menanyakan tempat ia bisa bertemu Ibnu ‘Arabi. Orang-orang yang ditanya menunjuk ke puncak bukit, ke sebuah puri yang tampak seperti istana. Melihat tempat yang ditunjuk orang-orang, murid itu sangat terkejut, betapa sangat duniawinya kehidupan Ibnu ‘Arabi. Jauh dibandingkan dengan kehidupan guru tercintanya yang sangat sederhana. Dengan enggan, ia melangkahkan kakinya ke arah puri itu. Sepanjang jalan ke puri, ia melalui ladangladang yang terawat baik dan jalan-jalan yang indah, lengkap dengan kumpulan domba, kambing, dan sapi. Ia menyempatkan diri bertanya kepada orang-orang di ladang, siapa pemilik semua ladang dan ternak ini. Setiap yang ditanya menjawab, milik Ibnu ‘Arabi. Keragu-raguan membayangi pikirannya, bagaimana mungkin orang yang sangat materialis seperti itu bisa menjadi seorang sufi terkemuka. Apalagi setelah ia sampai puri itu. Tak pernah ia melihat bagunan seindah dan semegah ini, bahkan dalam mimpi sekalipun. Murid sang nelayan itu tak bisa menyembunyikan kegeramannya ketika bertemu Ibnu ‘Arabi. Ia sangat marah ketika mendengar pesan Ibnu ‘Arabi yang diamanahkan kepadanya untuk disampaikan kepada gurunya, sang nelayan. Ibnu ‘Arabi berkata, “Sampaikan kepada gurumu, dirinya masih terikat pada keduniawian.”

Sekembalinya murid itu ke kampung halamannya, ia menyampaikan pesan itu kepada gurunya. Sungguh ia tak menduga sikap gurunya. Mendengar pesan itu, gurunya mengatakan, “Ia benar! Ia sungguh tak peduli sama sekali dengan semua yang ada padanya. Sementara aku, ketika setiap malam menyantap kepala ikan, aku masih saja berharap seandainya saja kepa ikan itu adalah seekor ikan yang utuh.” (imam) – ilustrasi: viky *** Sumber: Cinta Bagai Anggur – Syekh Ragip Frager, Ph. D ramadan.detik.com/read/2010/08/18/101742/1422304/985/ibnu-arabi-kaya-tanpa-terjebak-nafsukeduniawian

 erva kurniawan 1:14 am pada 29 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Ujian Cinta di Geger Kalong

Oleh Bahtiar HS “Pak Herman, gimana nih, Pak?” Pak Suherman Rosyidi, dosen Fakultas Ekonomi Unair yang tetangga saya itu menoleh kepada asal suara. Dua orang sekretaris Dekan menegurnya di pintu masuk ruang itu. Keduanya perempuan. Seorang, sebut saja Bu A sudah memiliki 3 orang anak. Dan Bu B sudah menikah tetapi belum dikaruniai anak. “Gimana apanya, Bu?” tanya Pak Herman pada mereka. “Gimana kok Aa’ Gym menikah lagi, Pak?” keluh Bu A. “Kenapa mesti poligami?”

lho? — yaitu merelakan suaminya menikah lagi atau merelakan suaminya melacur. antara: merelakan suami ibu menikah lagi atau merelakan suami ibu melacur.” kata Pak Herman berteka-teki. dari hati nurani ibu yang paling dalam. Bu?” Bu B mengangguk-angguk.” “Apa itu. mengharap dukungan Bu B di sebelahnya. ibu pilih yang mana?” Kedua wanita itu terperanjat seperti mendapatkan pertanyaan yang tak pernah didengar sekalipun selama hidupnya. “Masih bisa membedakan antara yang benar dan yang bathil.Pak Herman tersenyum.” “Masih bersih gimana. Pak Herman!” seru Bu Icy dengan logat Amerikanya yang tak bisa dihilangkan. gimana lagi kalau pilihannya hanya itu. Pak?” protes Ibu A. “Saya tak memilih dua-duanya.” potong Pak Herman. “Begini.” “Alhamdulillah. pertanyaannya saya ganti. Pak Herman sendiri dengan sabar menunggu. Dan dalam sepuluh-lima belas detik kemudian. Ok. Pak?” sergah Bu B. Keraguan segera merayap dalam senyap. “Jikalau pertanyaan itu terlalu berat untuk dijawab. anggota Dewan Ekonomi Syariah itu memang biasa menjadi “jujugan”. Sudah berbilang tahun wanita itu mengajar di kampus ini sejak ia menikah dengan orang Indonesia asli. “Heran gimana. Tempat bertanya atau mengadu. “Tolong pilih satu di antara dua. “Coba jawab pertanyaan saya dengan jujur dan ikhlas. Pak?” “Saya ganti begini. seseorang menjawab. Bu.” lanjut Pak Herman. “Ibu-ibu masih bersih.” *** “Saya heran sama orang Indonesia. Beliau kemudian menghampiri kedua ibu muda itu. “Jikalau ada seorang isteri diberikan pilihan — bukan Anda berdua. Pak?” tanya keduanya hampir berbarengan. “Bukan begitu. “Ok. “Ya. “Ya. kira-kira isteri itu milih yang mana?” Kedua ibu itu saling berpandangan. Pak!” tegas Ibu B. “Kalau ibu disuruh memilih. Bu?” tanya Pak Herman pada temannya yang sesama dosen itu.” jawab Pak Herman. Kalau ada masalah-masalah seperti ini.” “Diganti gimana. . Antara yang halal dan yang haram. pilih suami menikah lagi. Pak?” kata Bu A sambil melirik. “Ibu-ibu ternyata masih bersih. ”Kok pertanyaannya seperti itu.” kata Pak Herman.” jelas dosen itu.

Tak dinyana. “Lantas menurut Ibu. Pak. “Kalau saya baca press release Aa’ Gym awal Desember lalu. Saya berusaha menahan diri. ketika pintu poligami ditutup. janda dengan cukup banyak anak. Suami saya adalah milik saya. Bukan dan tak akan menjadi milik wanita lain. Tak logis dalam benak mereka untuk berbagi suami dengan orang lain. Pak Herman. gadis. “Sedangkan dalam pandangan Islam. Herman pun tersenyum. Dan keempat. Suherman Rosyidi – kami memanggil beliau Pak Herman — di Masjid Rungkut Jaya Ahad pagi ini. apa masalahnya dengan penolakan poligami?” “Masalahnya. orang Indonesia. janda dengan cukup banyak anak. sudah terkontaminasi dengan apa yang datang dari Barat. nenek-nenek gampang masuk angin. Ia penganut Kristen. perempuan “barat” itu punya pendapat sedemikian. “Tetapi. Sebuah pandangan yang menganggap segala yang dipunya sebagai ‘milik’. Bagaimanapun yang ada di hadapannya itu adalah wanita Barat. “Hanya saja. “Menurut Ibu. “Aa’ Gym sebenarnya sudah memilih yang ketiga. Pak!” Gerr. apa salahnya Aa’ Gym memilih janda dengan sekian anak?” tanyanya kepada hadirin seakan ingin mendapat jawaban. pasti tidak akan terjadi kehebohan seperti ini. “Apa salahnya jika janda itu mantan model? Apa salahnya juga jika seandainya dia memilih seorang gadis sebagai isteri kedua?” . berbagi dalam Islam adalah sesuatu yang common-sense. Coba jika seandainya Aa’ Gym memilih calon yang keempat. Satu.” *** Itulah pengantar perbincangan seputar poligami oleh Ust. Sebagaimana banyak laki-laki yang poligami.“Mengapa mereka menolak poligami yang nyata-nyata ada dan dibolehkan di dalam Islam?” tanyanya sungguh. Ketiga. meski sayang belum memeluknya hingga sekarang. Pak Herman sejenak tersentak. Kedua.” Hadirin tersenyum. Dan Ust. “Sehingga. “maka pintu pelacuran akan terbuka lebar-lebar. Agaknya fenomena heboh Aa’ Gym yang menikah lagi itu turut menghangatkan beranda masjid ini setelah diguyur hujan semalam. apa yang menyebabkan mereka seperti itu?” “Masalahnya sudah jelas. lebih muda dan cantik ketimbang isteri pertama. Pak. ia mantan model. Kalian. Itulah ruh kapitalisme.” kata saya melanjutkan.” Pak Herman manggut-manggut.” Pak Herman kemudian bertanya. janda tanpa anak.” kata saya turut menanggapi. “sebenarnya ada 4 calon yang diajukan Aa’ Gym sebagai isteri kedua. Ia memang telah banyak belajar tentang Islam.” “Apa itu?” “Kapitalisme!” “Kapitalisme?” “Ya. semua yang ada ini ‘kan milik Tuhan?” lanjut wanita itu. Bukan muslimat lagi. biasanya isteri keduanya adalah seorang gadis.” kata wanita asing itu.

mana yang lebih dicinta: Ismail. sampean. Usman dan para sahabat yang lain tidak menunggu isteri pertama mereka meninggal dulu untuk melakukan poligami. sebagaimana Rasul baru menikah lagi setelah Khadijah meninggal?” Saya termangu. “Ujian cinta bagaimana?” “Ya. *** Dari Sahabat . Pak?” tanya saya. Entah cinta kepada seorang anak. Ceramah shubuh oleh Pak Herman baru saja usai.“Bukankah Rasul setelah Khadijah meninggal mengambil Saudah. Saya juga sependapat dengan Ibu Sirikit Syah sebagaimana tulisannya di Jawa Pos 13 Desember 2006 yang lalu.” katanya melanjutkan. Nabi Ibrahim diuji oleh Allah. Barangkali dengan peristiwa ini Allah ingin menunjukkan kepada kita bahwa Aa’ Gym bukanlah ‘dewa’.” Saya setuju dengan tetangga saya itu. “Fenomena apa itu. yakni pemisahan antara yang benar-benar cinta kepada Allah dan yang sekadar cinta kepada manusia. “Tentu tidak. Cinta mereka sebatas hanya kepada Aa’ Gym. “Ujian cinta!” katanya penuh misteri. Ataukah cinta kepada seorang pendakwah. “Demikian juga dengan poligami Aa’ Gym. Jamaah yang lain pun tepekur di tempat duduknya masing-masing. Pak?” sergah saya. Justru karenanya Ia telah menyelamatkan kita dari “cinta yang salah”. itu berarti mereka selama ini datang mendengarkan taushiyah hanya karena Aa’ Gym. “Jika jamaah Aa’ Gym begitu saja meninggalkan pengajian MQ ketika tahu Aa’ menikah lagi.” lanjut Pak Herman. Dan di sisi lain. Tak lebih.” *** “Fenomena Aa’ Gym ini persis seperti peristiwa penyembelihan Ismail as oleh Nabi Ibrahim as. menjadi isteri keduanya. anak yang kelahirannya didambanya berpuluh tahun ataukah Allah SWT?” Saya dan beberapa jamaah yang masih bertahan di beranda manggut-manggut. “Apakah serta-merta kita harus mencontohnya demikian pula?” jawab Pak Herman. kita akan tersadarkan bahwa dai kondang itu ternyata manusia biasa seperti kita.” simpul Pak Edy sambil menyelonjorkan kaki di beranda masjid. Umar. Lantas apa hubungannya dengan Nabi Ibrahim dan Ismail?” “Peristiwa poligami Aa’ Gym ini seperti penyembelihan Ibrahim atas Ismail. seorang janda yang sudah sangat tua umurnya. “Abu Bakar.” “Betul juga. Cinta mereka bukan kecintaan yang tulus kepada Allah. “Juga apakah kita harus menunggu isteri pertama kita meninggal sebelum menikah lagi.

Selepas SCBD. Oke. So she picked me up at the lobby of Jakarta Stock Exchange Building. ajaknya. cerita nasehat. kisah teladan ( 352 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kepuasan Ada Di Rasa Syukur Siang itu tadi temanku tiba-tiba nelpon. kisah islami ( 268 ). seperti tulisan ini. saya Mohon ijin tanya.• Totok 10:38 am pada 13 Desember 2010 Permalink saya sangat tertarik dengan artikel mengenai islam seperti artikel yang anda tulis ini. alasan lain saya suka gambar itu karena menyejukkan dan natural. Makan siang yuk. kami masih belum ada ide mau makan dimana. kenapa anda sering menggunakan gambar teratai dalam artikel anda? • erva kurniawan 3:51 pm pada 13 Desember 2010 Permalink Sebenarnya banyak artikel pada blog saya in yang bukan saya penulisnya. Wassalam  erva kurniawan 1:08 am pada 27 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). penulis aslinya adalah Bahtiar HS. cerita teladan ( 355 ). jawabku. . tidak ada alasan spesifik mengapa sering memakai gambar itu. Ide ke soto Pak Sadi segera terpatahkan begitu melihat bahwa yang parkir sudah sampai sebrang-sebrang. hanya karena tidak ada ide gambar yang tepat menggambarkan cerita itu. Mengenai gambar yang digunakan itu adalah Bunga Teratai atau Water Lili.

dia merasa cukup dibayar segitu. ketika tiba2 ada seorang pemuda lusuh nongol di jendela mobil kami. So. Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami apa yang dia rasakan. Kenapa jadi kita yang mengharapkan bahwa semua orang harus menyemir? Hihihi… Perbincangan pun bergeser ke topik lain. Kami pesan dua porsi gado-gado + teh botol. Melangkah lagi dengan gontai ke mobil lainnya. Ugh. Ditolak lagi. Dia menyerahkan sepatunya pada ku. BOOM. Bisa buat apa sih sekarang? But. Ditolak lagi. Baru ada beberapa mobil. Akhirnya dia kembali ke bawah pohon. Tentang kira2 umur dia berapa. Begitu parkir. Pesanan kami pun datang. Soalnya setahu ku jasa nyemir biasanya 2 ribu rupiah Dia berkata kalem “Kebanyakan om. Umur sekitar 20-an. It-just-does-not-compute-with-my-logic! Bayangkan. Uang sisa parkir. Bahkan. menuju mobil-mobil yang parkir sesudah kami. selain penolakan. seperti biasa. Perbincangan kami mulai ngelantur kemana-mana. Tempat yang terlihat dari tempat kami parkir. . Who said life would be fair anyway. kenapa dia jadi penyemir dll. Kulambai dia. kami agak kaget. Sambil memperhatikan pemuda tadi nyemir sepatu ku. ya jadi pak ogah. Mungkin karena masih pada jumatan. mendapatkan penolakan dari satu mobil ke mobil lainnya. Lalu kuberikan kepadanya. Seperti orang sedih. Di kejauhan aku masih bisa melihat pemuda tadi. “Semir om?” tanyanya. Kami masih bisa milih parkir yang enak. Duduk di atas kotak semirnya. Kami makan sambil ngobrol. Saking lamanya. Lalu pandangannya kembali kosong. Maklum. pagi tadi dia mandi apa enggak. Se-ri-bu Ru-piah. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil. Sambil menunggu pesanan. iya. Pergi ke mobil satunya. Seperti ada yang dipikirkan. Kadang2 matanya melayang ke arah mobil-mobil yang hendak parkir (sudah mulai ramai). Kami masih makan saat dia selesai menyemir. Dia menerimanya lalu membawanya ke emperan sebuah rumah. Aku masih terbengong-bengong waktu nerima uang seribu rupiah yang dia kembalikan. Ditolak. dia juga mendapat pandangan curiga. Kutarik 2 buah lembaran ribuan dari kantong kemejaku. Mungkin supaya nyemirnya nyaman. orang seperti dia masih berani menolak uang yang bukan hak-nya. Tangannya seperti menyemir secara otomatis. Menawarkan lagi. Aku lirik sepatuku. Tertunduk lesu…Kami pun selesai makan. Dan setiap kali dia ditolak. Biasanya pemuda umur segitu kalo tidak jadi tukang parkir or jadi kernet. Ah. Bisa makan di mobil soalnya sampai di sana masih sepi. Kelihatannya dia memendam kesedihan. aku kan karyawan sok sibuk…Tanpa sadar tangan ku membuka sepatu dan memberikannya pada dia. masih menenteng kotak semirnya di satu tangan. Terlalu tua untuk jadi penyemir sepatu. Pikiranku tiba-tiba melayang. Pandangan matanya kosong.di beberapa mobil. Pembicaraan pun bergeser ke pemuda itu. Mata kami lekat padanya. minum apa. Penyemir tadi belum aku bayar. Tempat yang cukup teduh. sepertinya kami juga merasakan penolakan itu. Menawarkan jasa. Belum lagi dia kubayar. Nyengir. Seribu aja”. joki gado-gado sudah menanyakan mau makan apa. Jawaban itu tiba-tiba serasa petir di hatiku.Akhirnya kami memutuskan makan gado-gado di Kertanegara. Absent minded. Tiba-tiba kami tersadar. kapan ya terakhir aku nyemir sepatuku sendiri? Aku sendiri lupa. Konyol ah. dia bergerak menjauh. kami pun ngobrol.

masih mau memberi. Baunya yang menyengat ternyata tidak mengganggu penjualnya. Siang ini aku merasa mendapat pelajaran berharga. kisah teladan ( 352 ).Tiba-tiba aku merasa ngeri. cerita nasehat. . karena masih banyak disekitar kita yang tidak memiliki kesempatan atau kelebihan seperti yang kita miliki. tapi perilaku-ku belum seberapa dibandingkan dengan pemuda itu. cerita teladan ( 355 ). Kenapa nggak sekalian aja jualan di dalam mall?” gerutuku dalam hati. yang dalam kekurangannya. kisah islami ( 268 ). ada yang menutup hidung. Orang yang lalu lalang. kumpulan kisah teladan ( 284 ) HP dan Kambing Bukan bermaksud sara. ke aku. Bahwa kejujuran itu langka. yang sudah berkelebihan. Janganlah bersifat mubazir. Betapa aku masih suka merasa kurang dengan gaji ku. Selalu ingat bahwa segala sesuatunya ada lah milik Sang Pencipta. Kututup hidung ketika melewati kerumunan kambing. Bahwa kepuasan itu adanya di rasa syukur  erva kurniawan 1:28 am pada 21 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Betapa aku masih sedemikian kerdil. ada yang cuek. tapi semoga bisa diambil hikmahnya. ada juga yang justeru menghampiri hewan bau itu. Siang ini aku seperti diingatkan. Dalam hati sempat juga ngedumel sich “Nih orang mau jualan kambing gak melihat-lihat tempat apa? Masak jual hewan yg bau itu di dekat kios-kios elektronik. Padahal keadaanku sudah sangat jauh lebih baik dari dia. Tuhan sudah sedemikian baik bagiku.

Memang luar biasa perkembangan teknologi saat ini. kalau tidak salah 3G (mohon maaf kalau istilahnya salah. pengusaha.Kupercepat langkah kakiku melewati tempat tersebut. harga pas. mataku menatap lurus ke depan. pegawai negeri. jangankan kamera. canggih. yang saya pikir dengan dana tersebut cukuplah membeli HP canggih. semua itu sudah bisa terwakili. pegawai toko VCD di Glodok saling bertukar lagu lewat fasilitas bluetooth. HP tersebut sangatlah “tidak layak” digunakan di tempat umum. Dari pegawai kantoran macam aku. Sekarang semua itu akan berubah. Tetapi untuk saat ini. fasilitas bluetooth pun tak ada. ada radio. bisa lagu klasik ataupun lagu pop yang sedang top dari penyanyi papan atas. Belum sampai di depan kios HP yang kutuju. Sekali waktu sempat kulihat. boleh ya………?” . Suaranya merdu sekali saat ada telepon masuk. Bahkan saat ini ada semacam fasilitas untuk berbicara sekaligus melihat lawan bicara di seberang. dengan terkumpulnya dana 3 juta untuk mengganti HP lama dengan HP baru. Sering aku ikut melantunkan dalam hati lagu yang kebetulan aku tahu dan seakan ingin agar pemiliknya tidak segera mengangkat telepon tersebut agar aku bisa lebih lama mendengarkan lagu yang sedang di gandrungi banyak orang itu. maklum belum pernah pakai) Kadang cukup kaget juga sich saat tahu siapa saja pemilik alat-alat canggih tersebut. Kuraba saku celana. nggak ngambil untung besar lho pak.” “Saya cuma ada 650 ribu bang. kambing yang itu harganya berapa bang ?” Si pedagang menjawab ” Satu juta pak” “Kok mahal amat sih bang?” “Itu yang terbesar pak. sehat lagi.” Dan seperti biasa aku cuma bisa nyengir sambil ikut tertawa. mana sanggup saya beli? Berapa sih hasil dari ngasong bang!” (“ooo ternyata orang itu adalah pedagang asongan” ujarku dalam hati) “Kalau yang coklat itu berapa bang? Itu yang rada kecilan” “Itu 750 ribu pak. tepat ke sebuah kios penjual HP. baik bertelepon maupun ber-SMS. kan HP kamu emang rada “b u t u t” pasti bisa dech……. dengan susah payah aku kumpulkan sebagian gajiku untuk menggantikan rasa “malu” dengan “kebanggaan” bertelepon di tempat umum. Tidak perlu membawa walkman untuk mendengarkan lagu. HP yang ada di saku celanaku. masih tersimpan HP type lama yang sudah 5 tahun aku gunakan. Sebenarnya HP tersebut tidak bermasalah. tidak perlu bawa kamera untuk berfoto. pegawai toko & mall bahkan pedagang bakso sekalipun. sempat terdengar pertanyaan dari orang yang menghampiri pedagang kambing tadi. lelucon yang sering di lontarkan kawan-kawan adalah “Mau dikirimin lagu bagus nggak? Pakai Bluetooth aja.. Sering saat aku berangkat atau pulang kantor menggunakan KRL menyaksikan penumpang yang menggunakan HP terkini. “Bang. Memang kios itulah yang menjadi tujuanku ke tempat ini. masih layak untuk di gunakan. satu alat bisa mewakili berbagai macam fungsi alat-alat lainnya. MP3 bahkan kamera foto & video. suara polyphonic. Tidak sia-sia pengorbananku selama setahun ini. Sangat pantas untuk Qurban !” “Wah kalau segitu sih. Cukup bawa satu buah HP.

Kuhentikan langkah kaki ini. dari pada besok belum tentu terbeli” katanya pasrah “ini juga dari hasil nabung 3 tahun yang lalu. Seorang pria bernama Mamat yang bekerja di Bandara Soekarno-Hatta sedang sibuk mengangkat koper-koper penumpang. Mamat selalu membaca basmalah dan shalawat kepada Rasulullah Saw. Seketika aku terkesiap.“Wah pak . hingga rasa itu muncul di dadanya. Bayangan HP baru perlahan-lahan hilang. nomer kloter dan asal kota. Kapan Aku Mengangkat Koperku Sendiri…? Saat itu adalah bulan Muharram tahun 1424 H. bagaimana kalau yang putih itu saja” kata si pedagang sambil menunjuk kambing yang lebih kecil “Yah sudahlah. tiba-tiba sekali aku jadi tertarik mendekati hewan yang bau itu. kalau segitu sih belum dapat. Koper bukan sembarang koper. berwarna biru tua dan bertuliskan nama pemilik. Pada kali selanjutnya. cerita nasehat. bang”. cerita teladan ( 355 ). “Terima kasih ya Allah. Setiap kali mengangkat satu koper. tiba-tiba rasa malu muncul dan mengalir deras dalam hati-ku rasa malu ini bahkan melebihi rasa malu saat kawan-kawan mencemooh HP butut-ku. ongkos angkut ke sininya saja sudah mahal. kisah teladan ( 352 ). domba dan sapi di sembelih dengan menyebut asma Allah. Koper-koper tersebut adalah milik jemaah haji yang baru saja selesai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci pada tahun itu. kisah islami ( 268 ). Semua koper yang baru saja dibongkar dari pesawat Saudia Airlines itu memiliki kesamaan. Kau telah memberikan rasa malu pada hati manusia”. . berbentuk besar. Sudah berpuluh koper yang ia angkat. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ya Allah. berganti dengan bayangan gema Takbir saat kambing. *** Oleh Bagus Hariyadi  erva kurniawan 1:16 am pada 20 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).

apa yang dikhawatirkan Mamat tentang perasaan istrinya pun tidak berlaku. tetangga. Akang terpilih menjadi salah satu karyawan yang akan diberangkatkan haji oleh kantor…” “Alhamdulillah…. namanya keluar sebagai salah seorang dari 17 orang pegawai yang mendapatkan jatah naik haji tahun itu atas biaya kantor.!!!” Iis berteriak kegirangan. istrinya bersedih. kerabat. Dengan bersemangat Iis berkata. Pembacaan shalawat dustur yang dikumandangkan oleh seorang ustadz pun membuat semua orang haru meneteskan air mata. Iis rela melepas Akang naik haji. Saat itulah. Kang?” sang istri bertanya. sanak famili menghadiri acara itu. Ia tahu bahwa berita ini boleh jadi akan membuat Iis.Namun kebahagiaan ini tidak serta-merta membuat Mamat puas hati. Mamat pun kemudian menyambung kalimatnya dengan nada hati-hati. Sekali lagi Mamat bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla karenanya.. Mamat berpamitan dengan menyalami serta merangkul orang-orang yang ia kenal seraya meminta restu. tentu Akang akan ajak kamu juga untuk berhaji ke rumah Allah!” Iis lalu mengerti kegundahan yang berkecamuk dalam hati suaminya. saat itulah tiba giliran Iis mencium punggung telapak tangan suaminya dan suasana haru pun tercipta. “Kirain berita sedih…! Berita bagus kayak begini kok dibawa sedih kayak begitu Kang? Iis ikut senang ngedengernya!” “Ya… emang sebenarnya ini adalah berita gembira. Ia langsung melompat ke arah Mamat suaminya dan memeluknya dengan erat. ia sempat membaca doa kecil kepada Allah Sang Penguasa Alam di dalam hatinya. Subhanallah. Iis berujar.tatkala tangannya menggamit pegangan koper. Semua anggota keluarga. . Seperti kebiasaan orang kampungnya. “Ya Allah. Tapi jangan lupa doain Iis ya biar cepat nyusul!” Akhirnya. kapan saya mengangkat koperku sendiri seperti ini…?!” Sebenarnya yang ia maksud adalah ia begitu berharap dapat berangkat haji ke Baitullah. Akang minta maaf ya sama kamu…” Mamat mencoba membuka percakapan dengan meminta maaf terlebih dahulu.Maka tatkala menyampaikan berita ini pun. “Semoga tidak ada bahasa yang terpeleset dan melukai hati”. Hari itu adalah jadwal Mamat untuk berangkat haji. Is! Akang khan cuma pegawai kecil seperti kamu tahu… Kalau saja. “Akang ingin beritahukan sesuatu ke kamu. Hanya selang 4 bulan saja. maka kepergian Mamat diantar dengan adzan dan iqamat. Mamat amat hati-hati dalam mengemasnya. Hingga saat Mamat hendak naik ke atas kendaraan. “Is… Akang hari ini mendapat kejutan. Sambil tersenyum. “Is…. cuma yang bikin Akang takut membuat kamu sedih adalah …. duit itu ada. “Udah kang gak usah dipikirin. “Emangnya ada apa. karena Akang gak punya duit untuk ngeberangkatin kamu. Rupanya Allah mendengar jeritan hati Mamat. itulah harapan Mamat. tapi kamu jangan marah ya… apalagi sedih…?” sambut Mamat. Ia coba tenangkan hati untuk mendengar berita gak enak ini. Kalimat itu membuat Iis menjadi gelisah. padahal mereka berdua selalu berdoa kepada Allah Swt agar dapat berangkat naik haji bersamasama. Semuanya sudah bersalaman dan berangkulan dengan Mamat. Mamat pun amat bersyukur kepada Allah Ta’ala karenanya. Sebab hanya dia saja yang dapat berangkat naik haji.

Mamat tak sanggup untuk bangkit dan hanya berujar. ia pusatkan konsentrasinya untuk khusyuk beribadah kepada Allah Swt. Iis pun menyusul tidur di atas ranjang bersama suaminya. Lepas 6 bulan setelah kepulangannya dari tanah suci. Kegundahan itu memang pernah diduga sebelumnya oleh Mamat. Kemudian ia tepuk-tepuk kaki suaminya. atau menyapa keluarganya yang masih menunggu kedatangannya. Kalimat itu dituturkan dengan nada sedih yang mengguncang hati Mamat. minta yang lebih dari itu Dia pun amat kuasa. Namun baru kali ini kegundahan itu membuncah. Rupanya Mamat pulang dari kerja tidak seperti biasa. Semoga kita semua. Seperti apa yang telah mereka janjikan. Sesampainya di tanah air pun. Pelukan itu makin ia pererat.. Dalam hati. dan tercetus lewat penuturan akan kerinduan untuk datang ke rumah Allah Swt dalam ritual haji. HR. “Ah…ah…!” tanda bahwa ia tak sanggup membuka mata. Dia Maha Kuasa…. Tidak beberapa lama kemudian. Biasanya Mamat sudah tiba di rumah pukul 5 sore. Sajadah telah dibentangkan dan mukena pun telah ia kenakan. Engkau juga yang menggantikan aku untuk menjaga keluarga yang ditinggalkan… Amien” HR. Mungkin. Rupanya ada pekerjaan ekstra yang ia lakukan. Iis istrinya yang dulu sempat berucap ikhlas melepas kepergian suaminya ke tanah suci. “Kang Mamat…. ia langsung rebahan di atas kasur dan langsung tertidur. Usai membaca doa. dengan doa kang Mamat. Nanti malam kita bangun ya untuk shalat tahajud…! kata ustadz. Iis terjaga dan bangkit dari tidur pada pukul 3 pagi. ia kembali lagi ke kamar untuk bertahajud. . Engkau adalah pendampingku dalam perjalanan. doa pada sepertiga malam terakhir amat dikabul. bisa nyusul berangkat haji bareng-bareng…!” Tak kuasa Mamat menahan tangis. 42 hari Mamat menuntaskan semua ritual ibadah haji di kota suci Mekkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawwarah. Iis berucap.Mamat pulang dengan badan yang letih. tapi Akang belum cukup punya uang. Insya Allah. Mamat hanya mengeluarkan kata. jangan lupa untuk doain Iis ya di Baitullah… panggil-panggil nama Iis di sana. Iis dapat memaklumi hal itu. Hari itu ia tiba di rumah lewat dari pukul 20. Usai menjalani shalat Isya. Insya Allah akan dikabulkan… percaya deh!” Demikian ajakan Mamat kepada istrinya untuk melakukan shalat tahajud dan berdoa bersama nanti malam. Dan ajakan itu. ia langsung mendapatkan sebuah titel baru dari masyarakat. Sebelum melakukan shalat. Usai berwudhu. untuk kedua kalinya Iis menepuk kaki Mamat agar ia bangun dan melakukan shalat tahajud bersama-sama. Muslim. WAL KHALIFATU FIL AHLI. Rasa letih membuatnya lupa untuk makan malam terlebih dahulu. Iis dan anak-anak ikhlas ngelepas Akang. Jangankan minta haji….Air mata suami-istri itu pun jatuh membasahi bumi. Muslim “Ya Allah. Kini ia dikenal dengan panggilan Haji Mamat di kampungnya. Semuanya dijalani dengan begitu khusyuk dan nikmat. Muslim atau muslimah mana yang tidak mau untuk berhaji? Maka demi menghibur hati Iis. Mamat pun berujar kepadanya. disambut dengan anggukan kepala oleh Iis tanda setuju. ada pesawat lain yang tiba di luar jadwal. “Is… kamu memang berhak untuk berangkat haji seperti orang lain.00 WIB. Ia hanya mampu mengucapkan kata ‘Amien’. Sekarang kita hanya mampu untuk berdoa kepada Allah Swt…. sehingga beberapa kuli panggul seperti Mamat disiagakan untuk bongkar muatan. Nanti kita doa sama-sama untuk minta naik haji. pagi itu ia kelepasan berujar bahwa dirinya sebenarnya begitu ingin juga berangkat ke tanah suci untuk berhaji. Sekali lagi. Iis langsung bangkit menuju kamar mandi. Mamat berucap agar Allah Swt juga berkenan mengajak istri dan anak-anaknya untuk berhaji seperti dia. Karena terlalu letih. Di dalam kendaraan Mamat masih sempat berdoa kepada Allah Swt untuk keluarga yang ia tinggalkan: ALLAHUMMA ANTAS SHAHIBU FIS SAFAR. Saat mereka berdua berpelukan.

seolah Allah Swt hadir menyambut kedatangan Iis dalam keheningan malam itu. Mamat kembali duduk di atas kursi sofa.!” Mamat pun bangkit. Kemudian dengan tasbih di tangan. “Gak ada yang meninggal. Lapangkanlah rezeki kami. Namun tiba-tiba hasratnya untuk duduk. ya Allah… Izinkan hamba-Mu ini untuk dapat berhaji ke rumah-Mu.. Iis mencoba mengangkat wajah dan menghadap ke arah suaminya. Mamat menduga bahwa ada berita buruk yang terjadi terhadap keluarga hingga pagi-pagi begini sudah menelfon dan membuat istrinya menangis.“Ahh…ahh…!” Ia terlalu lelah untuk bangkit dan menyusul istrinya untuk bertahajud. Baru saja Iis mengucapkan salam kepada teh Sulis. ini dari mana dan mau bicara dengan siapa?” Mamat membuka pembicaraan. Pembicaraan telfon di pagi hari itu sudah lebih dari 10 menit berlangsung. “Siapa yang meninggal. Mamat mengucapkan salam saat masuk kembali ke rumah.?” Masih sesenggukan Iis menjawab. “Pak Haji… ayo bangun! Malu sama tetangga. Kang…. Mamat mengira bahwa ada salah seorang familinya berpulang kepangkuan Ilahi. Engkau Yang Maha Kuasa atas segalanya…. Setelah berwudhu. bangun tak kuasa. Raut wajah Mamat yang letih sudah mengabarkan bahwa ia terlalu lelah bekerja hari itu. dan di atas pembaringan Mamat pun menyaksikan sosok istrinya yang bermukena sedang menjalankan shalat. ia baru saja hendak menempelkan pantatnya ke kursi sofa di ruangan depan. “Mat… ini teh Sulis. Mamat pun memanggil Iis yang saat itu sedang hendak membuatkan kopi untuknya. Mamat pun tahu bahwa orang yang menelfon ini rupanya adalah kakak iparnya sendiri. Namun ia dalam kondisi antara tidur dan terjaga. ‘iya Teh!’ berulang-ulang diucapkan. Waktu telah menunjukkan pukul 4 lebih. Masa sudah haji enggak shalat Shubuh berjamaah? Ayo bangun. Sementara Iis duduk di lantai untuk menerima telfon. ia pun mengenakan pakaian yang bersih lalu berangkat menuju mushalla untuk melaksanakan shalat Shubuh. malam itu telah terbangun sebuah jalinan suci antara seorang hamba dengan Allah Swt dalam rangkaian doa yang penuh hikmat dan cita. Sungguh…. Saat itu Mamat mencoba menyelak dengan pertanyaan. Tidur tak mau.. Ia masih sesenggukan menahan tangis.Adzan Shubuh mulai terdengar di beberapa masjid dan mushalla. Berat sekali rasanya ia mengangkat badan. Kang!” . Iis dan anak-anak pun sudah bangun semua. Mudahkan jalan hamba…. Melihat istrinya terus menangis. Iis pun memaklumi. ini adalah tidur ayam. Is. dihentikan oleh dering telfon yang berbunyi keras di pagi hari. Iis ada nggak?” demikian suara di seberang menjawab. Tak terasa waktu bergulir dengan cepat. Dan ia berkeinginan untuk bermunajat kepada Allah Swt dalam lantunan dan rangkaian doa yang ia bacakan. Berikan perkenanmu agar aku sanggup datang ke rumah-Mu untuk beribadah dan memakmurkannya… Dengarkan doaku dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu…!” Dalam kesyahduan doa yang dibaca oleh Iis kepada Tuhannya. Mamat pun mengangkat gagang telfon. Iis pun melafalkan takbiratul ihram tanda ia memulai shalat tahajud. Begitu khusyuk shalat yang Iis dirikan. Yang ada adalah deraian air mata dan kata. Untuk terakhir kali. Semua sudah terjaga dan bangkit untuk menyongsong hari yang indah. Sudah satu jam lebih Iis melakukan shalat dan dzikir kepada Allah Swt. “Allahumma. Hingga kedekatan dengan Sang Maha Pencipta pun dapat dirasakan oleh Iis yang menjalankan shalat tahajud. Mamat kemudian meminta Iis membuatkan secangkir kopi untuknya. “Assalamu’alaikum…. namun setelah itu tidak ada satu patah kata pun yang meluncur dari mulut Iis. Kata orang. Inilah rumah yang berkah. Tanpa berpikir panjang. Sungguh. rupanya Mamat pun sempat mengamini di dalam hati tanpa sepatah kata pun terucap. Setiap gerakan shalat yang Iis lakukan selalu ia iringi dengan tetesan air mata. Iis membangunkan Mamat suaminya sambil berujar. Gagang telfon itu kemudian diletakkan Iis.

Akang ikhlas mengizinkan kamu dan merawat anak-anak di rumah. tapi saya disuruh minta izin dulu ke Akang. supaya kamu bersyukur. terperangah dan takjub atas kemurahan Tuhan. 2:185) . Kebetulan kang Andi suaminya lagi banyak kerjaan. “Kamu boleh berangkat haji untuk beribadah dan nemenin teh Sulis. kisah islami ( 268 ). Jika Akang izinkan. saya siap. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Umrah . Mamat langsung merangkul istrinya ke dalam dekapan. barusan teh Sulis bilang bahwa ia berniat berangkat haji tahun ini.. cerita teladan ( 355 ). emangnya berita sedih apa yang diceritain teh Sulis?” Mamat masih mengejar dengan pertanyaan yang lebih menukik. cerita nasehat.?!” Itulah kisah sepasang suami-istri hamba Allah Swt yang dimudahkan untuk berhaji ke Baitullah. Teh Sulis tadi nanya saya. Iis gak nyangka. kisah teladan ( 352 ). Sementara Mamat masih terdiam. Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Kang Andi gak bisa nemenin….” (QS. mau gak saya ajak? Teh Sulis mau bayarin biaya haji saya….“Lalu kenapa kamu menangis kayak begitu. Air mata itu masih menetes tanda haru dan syukur atas doa yang Allah Swt kabulkan. Mungkin bisa berangkat bareng-bareng juga kali ya…. begitu cepat Allah menjawab doa yang baru saja Iis sampaikan dalam tahajud. kamu khan belum berhaji. Amien! “Allah menghendaki kemudahan bagimu. Sekarang. “Coba. Is!” Keduanya masih berpelukan erat tanda haru dan syukur atas nikmat Allah Swt yang tiada ternilai. Dalam keharuan tersebut ternyata masih tersisa sebuah penyesalan dalam dada Mamat yang kemudian terbersit di hatinya. pilihan mah ada di Akang. “Kang…. Kang…. Silahkan kamu berhaji untuk melengkapi agama kamu. Semoga Anda dan saya dapat menerima anugerah serupa. Kalau Akang enggak izinin saya juga ikhlas…!” Iis berhenti sejenak mengatur nafasnya yang masih sesenggukan.  erva kurniawan 1:16 am pada 17 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). saya ikut bangun tahajud dan berdoa kepada Allah untuk minta haji. Mamat berujar. Saat itulah Iis menceritakan hal sebenarnya.

kemakmuran. Segala sesuatu harus masuk logika. kekayaan. sosial. keanehan. Kejadian 1 . setiap mahluk hidup mempunyai siklus biologi sesuai spesisnya. dan paling efisien.1. Sehingga kajian saya mengenai telaah agama islam. Takkan pernah ada keajaiban. Takkan pernah ada cimpedak berbuah nangka kecuali dalam sajak. Latar Belakang Prinsip utama saya sejak beranjak dewasa sampai sebelum perjalanan umroh ini adalah: “Tak ada keajaiban”. Oleh karena itu pandangan saya selalu mengacu kepada konsep hukum-hukum fisika. 2. tak ada alat yang saya miliki untuk telaah tersebut selain metode ilmiah. apakah fenomena itu adalah sebuah petunjuk. paling singkat. saya bertemu dengan seorang Haji yang telah beberapa kali berhaji dan berumroh. selalu mengacu kepada analisa. 2. atau hanya sebuah kebetulan “. Diperjalanan. Sebelumnya saya hanya tertawa mendengar cerita-cerita keajaiban ataupun kejadian luar biasa yang kerap terjadi pada orang yang melakukan ibadah haji atau umroh di tanah suci. dsb. Tak ada kejadian yang pernah bisa melanggar hukum alam. Mungkin itu hanya kebetulan. hidayah bahwa Al-Qur’an adalah memang benar datangnya dari Allah dan bukan konsepnya Muhammad. Segala sesuatu mesti ada penjelasan ilmiahnya. sampai saya dipaksa harus menyadari instrumen lain yang sesungguhnya ada dan tak pernah saya gunakan. setiap apapun didunia ini tidak ada yang bisa lepas dari hukum absolut alam semesta. rejeki. H. dan hipotesa. Saya ingin tahu hipotesa saya benar atau salah. Perjalanan I: Jkt-Jeddah Saya berangkat dengan apa adanya menuju Jeddah. Saya katakana saya hanya ingin mencari petunjuk.Tabrani berkata. tapi untuk sebuah hipotesa. atau anomali hukum alam. atau mungkin itu hanya bohong belaka. masuk akal. H. mantan walikota Jakarta Timur. Setiap pohon pisang akan berbuah pisang. konseptual. kelahiran Aceh. Saya katakan bahwa saya datang ke Mekkah bukan untuk cari umur panjang.1. Boleh dikata niat saya bukan untuk ibadah. Kamipun terlibat diskusi dipesawat. Tabrani (63). Instruksi saya kepada secretaries yang membooking perjalanan untuk mengambil paket yang paling murah. Takkan pernah ada orang kebal peluru. Pendeknya. ” Insya Allah you akan dapat semua itu. Namun semua akan tergantung dari cara you memandangnya. sentesa. dan jauh dari hal-hal yang tak masuk akal. dan hukum psikologi.

Dan ketika itu saya melonjak kegirangan. Saya tanya . Kemudian pesawat mengalami turbulens yang menyeramkan disertai jeritan penumpang. H. Saya mulai membuka-buka buku-buku petunjuk menjalankan umroh. Walau saya jarang (hampir tidak pernah) berdo’a. 5 menit kemudian kedua mesin Boeing 747 disayap kiri mati. sementara yang saya lihat dibawah hanya lautan lepas. Tabrani: ” You kurang niat kali… ini khan bukan perjalanan biasa”. diiringi beberapa mobil pemadam yang siap siaga. Aca:” Pak Haji.Beberapa saat setelah beliau bicara. Waduh. Tabrani: ” Wah…you boleh pilih. Apakah tempat yang saya tuju memang luar biasa? Ataukah ini hanya kebetulan saja? Dengan sisa mesin dan kekuatan yang ada. Penumpang pun diharap kembali ketempat duduk masing-masing dan memasang sabuk pengaman. mencoba untuk merendahkan hati. sholat isya’-dan membaca niat untuk umroh.2. ” Wah you koq disini? ” Aca: ” Alhamdulillah saya di up-grade Pak “ . Di Hotel diskusi saya dengan Bp H. Secara teknis tetap sama” H. Kejadian 2 Esoknya kami berangkat dengan pesawat lain. enak juga. you pikirin! “ Akhirnya saya mulai tafakur. padahal khan Ada penumpang lain seperti Bapak yang sudah berniat bulat umroh tetapi juga batal “. tetapi. Tiba-tiba H. karena saya di up-grade ke first class. Kami semua di inapkan di Horison Hotel-Ancol. pesawat terbang miring dan mendongak. Berkali-kali saya terbang. 2. kenapa kalau Allah mau kasih pelajaran Semua satu pesawat terkena getahnya. Tabrani: ” Andry…you khan tahu tidak semua penduduk Indonesia bobrok mentalnya. kok susah bener ya mau ke Mekkah aja?” “Baru kali ini saya saya naik pesawat kayak begini” H. Tabrani berlanjut. jika Allah mau kasih pelajaran khusus hampir seluruh rakyat Indonesia terkena dampaknya”. Aca: Apanya yang luar biasa. Saat itu saya mulai takut dan berfikir tentang kematian. “Coba dech. Namun akhirnya pesawat dapat mendarat di Soekarno Hatta dengan selamat. melihat ini sebagai sebuah Kebetulan. ” Bisa jadi karena you dengan niat hipotesa atheis itu-kita semua satu pesawat terkena akibatnya”. saya baca-baca do’a nya. atau sebuah kebesaran Allah!” Aca: ” Tapi Pak. Penerbangan baru berlangsung 45 menit. 10 jam terbang tanpa harus berdesakan dengan fasilitas lainnya yang tidak sama dengan economi. Pilot pun memberitahukan bahwa pesawat harus kembali ke Airport Soekarno Hatta. tiba-tiba mesin pesawat mati satu. Ini merupakan pemandangan yang sama sekali tidak menyenangkan. sementara saya melihat kejendela pembuangan bahan bakar mulai dilakukan.. Tabrani datang. baru kali ini mengalami kejadian yang demikian.

. Wajar kalau saudara hanya mengandalkan analisa dan mendewakan sirkuit logika”. tapi pernahkah anda terapkan dalam pencarian ini?”. emosi. hasilnya akan sangat menakjubkan”. semalam saya tafakur. konsentrasi. Tabrani: ” Waduh…enak benerrrr. saya dikenalkan oleh pramugari kepada 2 orang penumpang yang menekuni manajemen pikiran.H. saya langsung diberi kenikmatan oleh Allah “. H. mimpi. you udah niat umroh? “ Aca: ” Udah Pak. menyarankan agar masalah saya diungkapkan kepada mereka. ia dapat berupa ilham. Entah karena nggak di up-grade atau karena sikap saya yang dianggapnya wangkeng. atau fenomena dan kejadian-kejadian yang tak masuk akal. atau kacamata iman!” H. You sekarang melihat kan Allah bisa memberikan imbalan kenikmatan secara Langsung “ Aca: “Loh tapi Pak Haji. Tabrani. “Betul…bagus kalau anda tahu. Dian. karena saya sering jadi pembicara tentang metode belajar dan bekerja menggunakan keseimbangan otak kiri-kanan. Tabrani: ” OK… khan saya sudah bilang dari kemarin. euphoria. seni (spt musik). dan belahan kanan yang berfungsi mencerna keindahan. Hasilnya akan saudara pisah-pisah dan terlihat tidak berkaitan satu sama lain. kilah saya. Daerah tersebut hanya dapat dicerna oleh perasaan yang kita sebut iman”. Kamipun berkenalan. “Jika yang saudara cari adalah petunjuk. Tabrani pun mulai sewot dengan saya. dsb. Kedua belahan otak tersebut harus saudara gunakan. Saudara tak akan bisa menelaah semua itu nanti di perjalanan dengan otak kiri (analisa) saja. Kartiko melanjutkan. seorang bernama Nur Cahyo. Namun apabila saudara gunakan juga otak kanan (intuisi/rasa/iman). ini khan petugas maskapai yang Ngatur!?” H. saya tahu benar itu”. Kejadian 3 Dipesawat. 2. Saya jelaskan permasalahan utama saya. melalui tangan petugas” Aca: ” Wah ini mungkin hanya kebetulan saja Pak!” ” Nggak masuk akal kalo Cuma karena niat. ” Saudara Andry. Saya tahu benar ilmu itu. “Ada daerah kekuasaan Tuhan yang tidak dapat dianalisa dan didiskusikan. dan sebagainya. keimanan. namun upaya itu belum optimum. Kepala saya seperti dipentung oleh senjata saya sendiri. apakah you mau melihat dengan kacamata kebetulan. Apa sebab-karena saudara hanya menggunakan sebahagian yakni bagian kiri saja dari otak saudara “. logika. hipotesa. Tabrani: “Bagus kalau begitu. Tabrani: ” Bukan! ini Allah yang ngatur. kalkulasi. belahan kiri yang fungsinya untuk menganalisa. pramugari yang sebelumnya terlibat diskusi agama dengan saya dan H. berdo’a dan membaca niat “ H. selama ini saya tahu anda telah banyak berupaya. Saya mulai bingung dengan pertanyaan Kartiko. mempunyai 2 belahan. semua terserah you saja. “Loh…itu khan basic prinsip Quantum Learning. Akhirnya ia menjelaskan. “Karena otak. seorang lagi bernama Kartiko (mungkin muridnya).3.

Apakah Kartiko juga seorang yang kebetulan berlatar belakang pendidikan sama dengan saya sehingga jalan berfikir kami sepertinya klop!? Saya kembali membahas ini dengan H. jawab saya. sedang H. Kenapa saya tak pernah menggunakannya. “Nggak tahu tuh Pak. Kejadian 4 Akhirnya kami pun tiba di Jeddah. “Anda kuliah dimana?”. 1.H. “Kok kuburan di Masjid Pak Haji. ada suara berisik dipintu. Tabrani. pindah menjauhi makam Rasululloh. Saya mulai menarik hipotesa dengan kedua belahan otak saya. Makam orang yang saya pikir pembuat Al-Qur’an. 2. Tapi lebih mirip suara orang marah-marah membanting meja atau kursi. Seperti suara orang kerja. “Astaga. angkatan berapa?”. pintu masuk sudah ditutup). “Terserah you mau lihat dari kacamata kebetulan a/ kacamata kebesaran Allah!”. Dan saya mulai dihantui pemikiran tersebut. kami pun bertambah mesra. padahal saya tahu dan gandrung dengan ilmu itu? 3. Saya sholat tepat disamping pintu makam Rasululloh. sepertinya pintu itu mau dibuka orang “. Malam hari kita berangkat sholat Isya’ ke Masjid Nabawi. Sholat saya sudah nggak bisa khusuk lagi. Tanpa banyak bantah saya ikuti ajakannya sholat diluar (halaman) Masjid (karena larut. Kartikopun menjawab “Politeknik Mekanik Swiss”. jawabnya. Sayapun mulai tak percaya dengan diri saya. Tabrani sholat 5 meter didepan saya. baru saja saya takbiratul ihrom. Akhirnya. “Andry…kamu kenapa pindah sholatnya?”. Tabrani. Apakah ia hanya seorang kenalan di pesawat. “You khan bisa sholat karena orang yang dimakamkan disini!”. Tabrani pun ikut terlibat diskusi. Beliau seperti biasa sambil sewot. nggak bener itu!” “Wah you ini mau sholat apa nggak!”. Apakah pertemuan kami ini hanya sebuah kebetulan? 5. saya bertanya kepadanya. “Suara berisik apa “. Akhirnya saya batalkan sholat saya. tanya H. pintu disamping saya berdebum. Tiba-tiba perasaan takut saya datang. jelas H. ataukah sebuah petunjuk agar saya menggunakan instrumen itu dalam perjalanan sekarang dan nanti? 4. Tiba-tiba. “Angkatan 88″.4. Sayup-sayup berdebum. dan ia banyak membenarkan perkataan Kartiko. Apakah instrumen ini berguna (telaah menggunakan kedua belahan otak) untuk pencarian saya? 2. Tabrani. “Loh Pak Haji nggak denger barusan “ . Disini Rasululloh di makamkan. Sebelum Kartiko kembali ke kursi duduknya. yang kemudian perjalanan disambung ke Madinah. Saya mulai goyah dengan pandangan saya selama ini.

yang mana makam Abu Bakar. saya berjalan memasuki ruang dalam Masjid area perluasan King Fadh. Tabrani untuk berdo’a di area Raudhah. Einstein. Dalam antrian perlahan saya mendekati makam. penuh sesak namun sangat tertib. pintu yang melewati tepat muka makam Rasululloh. Saking besarnya. dinding dan Tiang ditutupi marmer yang di polish licin. “Kenapa …?”. “Berdoa disana Insya Allah lebih amat makbul (dijawab oleh Allah terhadap permintaan doa kita). Antara perluasan King Fadh dan King Azis terdapat Kubah yang dapat terbuka dan tertutup otomatis. Tapi harusnya juga dengar. Kami berjalan berdesakan. Saya ceritakan bahwa saya pernah menulis e-mail yang berpendapat apakah semua ini bisa-bisa nya Muhammad. namun mereka karena tidak tegak lurus. bahwa mungkin posisi saya yang tegak lurus dengan pintu menyebabkan saya bisa dengar. Saya ambil barisan paling kiri. Setiap tiang terdapat lubang AC yang dapat mengatur suhu ruangan otomatis. Hingga saya mensejajarkan posisi Muhammad dengan Napoleon. karena suara itu keras koq. Plato. Rasa takut dicampur rasa bersalah. apakah doa orang yang berdoa di Masjid Dago Atas tidak makbul? Namun saya mulai menahan diri terhadap pemikiran dan pertanyaan model itu. Kala itu saya tetap menyangsikan kronologi turunnya wahyu. Akhirnya saya ceritakan ke H. tepat disamping makamnya kalau bisa “. Setelah sholat Shubuh. Masjid besar dengan halaman yang juga besar. berangkat menuju Masjid Nabawi. dan pemikir besar dunia lainnya. Iqbal…kamu dengar suara?” “Enggak Pak…” Perasaan saya mulai nggak karuan. namun tak bisa masuk karena penuhnya. Saya tak tahu yang mana Makam Rasululloh.“Enggak ah…. Kamipun hampir mencapai Raudhah. pagi-pagi sekali kami bangun. Saya coba analisa pakai belahan kiri. Sempat terfikir oleh saya. Di dalam pagar terlihat tiga makam yang ditutupi kain. Sempat terbesit pertanyaan saya. Dari kejauhan saya melihat pagar makam yang didalamnya gelap tak ada cahaya. Dengan terhuyung sambil ngantuk (karena nggak biasa bangun dan sholat shubuh) saya berjalan menyusuri halaman Masjid seperti menyusuri 2 kali panjang lapangan bola. Esok hari. Tabrani tentang perasaan kacau saya. Lantai. Setelah melewati pintu utama. Mustahil tidak. pandangan lepas kita tak dapat melihat ujung Masjid lainnya. Tabrani. betapa besar biaya yang diperlukan untuk ini semua. barisan yang paling dekat dengan sisi makam. Kami terus berjalan menuju Raudah (batas bangunan asli Masjid yang dibangun Muhammad) melewati area perluasan King Azis. . “Wah…kalau you udah sadar itu salah. tanya saya. Setelah berdoa. Aristoteles. kamipun berdesakan keluar melalui Pintu Jibril. isteri Nabi. mereka tak bisa mendengar. kilah H. dan yang mana makam Khadijah. Namun saya coba tahan pemikiran negatif itu dan menggantikannya dengan fikiran betapa besar pengaruh Muhammad sampai sekarang hingga dapat terwujud Masjid sebesar dan seagung ini. perlahan. Karl Marx. Seluruh lantainya ditutupi Pualam putih. you mesti minta maaf besok didalam Masjid. saya dianjurkan H.

seseorang dengan suara yang berat dibelakang saya berkata perlahan. karena beranak pinak adalah perilaku ciptaaNYA dan bukan salah satu sifatNYA/perilakuNYA. Keluar pintu Jibril. hitam legam. Mungkin karena ramai kerumunan. agar tak terlihat H. Kejadian 5 Disepanjang makam berdiri 4 orang tua dengan badan tinggi bersorban yang selalu menepis tangan orang yang mencoba memegang pagar dengan meratap. Nabi hanya sebagai pembawa RisalahNYA. Kedua tangannya memegang pundak saya dari belakang. selalu menampilkan bentuk perilaku binatang yang bertingkah polah bagai manusia. Ketika saya tiba persis dimuka makam. Disini saya mulai mengerti arti Islam sebagai agama Tauhid. ” Ya Rasululloh…ini aku. besar sekali dan hitam legam. MandatarisNYA. Agama yang ber-illah hanya dan hanya kepada Allah.5. Adapula yang menganalogikan perilaku Tuhannya seperti manusia dengan perilaku beranak pinak. Film-film kartun Hollywood. Tidak keras namun tidak berbisik. Semua yang akan saya ucapkan telah diucapkan orang dibelakang saya dalam bahasa Arab yang saya tiba-tiba mengertinya. Rasa haru. hardiknya. Waktu saya menolah kebelakang. Ia berkata dalam bahasa Arab. saya dapat mengerti hampir seluruh ucapannya dalam bahasa Arab itu. “Musyrik!!!”. Aku hanya mengagumimu namun aku tak pernah memujimu. saya menunduk menahan tangis dan haru. Tiada kepada yang lain. dan sedikit ketakutan pun menyelimuti saya. mensyarikatkan Allah dengan sesuatu lainnya adalah satusatunya perbuatan dosa yang tidak pernah diampuni Allah. Tabrani tahu itu. Sampai-sampai Tuhan atau Dewa-dewa yang digambarkannya pun mirip bentuk manusia. bahwa Muhammad NabiNYA. dan berbentuk fisik yang sudah dirobah menjadi mirip manusia. menyesal luar biasa. Aku tidak mencela engkau namun aku sadar aku telah melecehkan engkau. bertangan dan berkaki. Saya coba cari orang tinggi besar hitam tadi. Nabi juga bukanlah anakNYA. bukan untuk meminta sesuatu yang lain. . Saya tak ucapkan kata apapun. Aku minta maaf ya Rasululloh”. namun saya belum pernah belajar Nahu sorob atau bahasa Arab! Saya jadi bingung sendiri. aku datang kepadamu. Aku fikir aku telah menempatkanmu pada posisi yang tinggi. Bukan maksud saya menyindir. Ia mengucapkannya sambil merintih menahan tangis. Saya lihat dipundak saya salah satu tangannya yang memegang pundak saya dari belakang.2. Aku hanya ingin meminta maaf kepadamu ya Habiballoh. Pembaca. Mereka senantiasa menjaga perilaku setiap orang yang mencoba ziarah dengan kelakuan aneh. orang tersebut seperti dari Afrika. mengambil analogi kerja tubuh dan bentuk badan manusia. bukan anakNYA. Imajinasi bentuk alien (mahluk luar angkasa) tak pernah jauh lari dari bentuk manusia. Tabrani dan Iqbal puteranya. dan bukan tempat untuk meminta atau berdo ‘a. tiada pula kepada para Nabinya. namun ternyata engkau lebih mulia dari itu. saya tak dapat menemukannya. Dongeng-dongeng binatang buku cerita untuk anak kecil juga demikian. bukan tempat meminta. Robot sekarang dan masa datang. tapi sering kali orang melakukan “HUMANISASI”. Musyrik atau Syirik. berbadan. Merekapun mempercepat langkah agar tetap didepan saya. berkepala. H. Disini saya merasa mendapat petunjuk. tinggi luar biasa.

saya mulai lebih berhati-hati dan tidak gegabah. Juga diatas hukum fisika. Panglima perang kaum Mukmin yang dibunuh dengan tombak oleh salah seorang budak suruhan Hindun. Masjid Kiblat-Masjid dimana ditengah sholat Rasululloh mendapatkan wahyu untuk sholat menghadap Ka’bah/Mekkah.Sesampai di Hotel. Karena kasus ini orang Kafir Quraisy berkomentar Muhammad pemimpin yang plin-plan. Konsep tersebut hanya mendapat tanggapan dari kaum Anshor yang bertempat tinggal di Madinnah hingga Nabi harus hijrah/pindah kesana. ketempat-tempat bersejarah antara lain. Kami juga mengunjungi makam Fatimah. 3. semua itu terserah you saja. Saya bilang: “Mungkin begini Pak. isteri Abu Sofyan. bahwa beliau (Rasululloh) tahu benar isi hati anda. Saya benar-benar mulai berfikir. pemimpin kaum kafir Quraisy yang sangat memusuhi Nabi. Ada sebuah “hukum sebabakibat” yang berlaku absolut dialam semesta ini. Dibimbing oleh Tour Guide. maupun psikologi yang saya anut selama ini. H. Namun yang jelas. Namun saya tak berani berfikir bahwa saya sudah berada pada jalan yang benar. dan beliau dengan akhlaknya yang mulia sudah memaafkan you tentunya”. Terlintas dibenak saya cuplikan film “The Massage” di mana Hamzah. dimana sekeliling Madinnah pada saat itu dibuat Parit besar yang memisahkan/melindunginya. tempat di mana terjadi Perang Uhud. Berkali-kali saya mengatakanterserah you saja!” Saya mulai tak banyak membantah. Apakah you mau anggap itu semua kebetulan atau sebuah petunjuk. Masjid Kuba-Masjid pertama di Madinnah yang dibuat Rasululloh. Tabrani: ” Temen you dan saya khan sudah berkali-kali mengatakan. Pada peperangan tersebut kaum Muslimin kalah yang disebabkan tindakan indisipliner pasukan panah. Bukan efek kebetulan kondisional akibat suasana yang khusuk. kami melakukan City Tour. Melainkan hukum Sunatulloh kepada orang yang mencari ridhoNYA. sehingga sholat tersebut beliau lakukan 2 roka’at menghadap Masjidil Aqso’ dan 2 roka’at sisanya menghadap Ka’bah. Sedemikian mudah dan cepatnya saya mendapat petunjuk “ H. kami berkunjung ke Jabal Uhud. Hukum Sebab-Akibat itu diatas hukum-hukum lainnya. Disini saya melihat bahwa perjuangan Rasulloh adalah bertahan dan bukan menyerang. Semua sudah ada aturannya. Terutama tentang dapat mengertinya saya terhadap ucapan dalam bahasa Arab. Tabrani: “Itu mungkin.dan memang saya akan berkata minta maaf. dimana dekat makam dahulunya terdapat parit besar yang dikenal sebagai Perang Khandak. Bukan efek kebetulan karena rasa bersalah. dalam “The right track”. kamipun mendiskusikannya. Saya mulai meyakini ini sebagai Hukum Sunatulloh. semua sudah ada sebab akibatnya. karena saya dihantui rasa bersalah. Aca: ” Ah masak sich Pak. dan bukan hokum psikologi. Konsep yang diajukan Rasululloh adalh sebuah konsep dimana penguasa kafir tidak menyukainya. orang yang mencari jalan yang diridhoNYA. Tapi mungkin juga petunjuk. . sakral atau magic/angker. Mungkin saja. maka persepsi saya terhadap apa yang diucapkan orang tadi adalah persepsi fikiran saya”. Perang dimana pada saat itu kaum kafir dari berbagai bangsa dan negara memboikot dan meng-embargo kaum muslim selama kurang lebih 2 tahun. yang sebelumnya menghadap Masjidil Aqso’. sosial. bahwa tak ada yang namanya kebetulan. Perjalanan di Madinnah Setelah melewati waktu Zuhur.

“Urusan Rasululloh bukan urusan kekuasaan. negara kecil yang baru berdiri. mungkin sewotnya H. seperti waktu saya tanya kenapa koq nggak boleh pakai celana dalam. suatu saat. kayak apa sich konsep Rasululloh yang disampaikan pada saat itu?”. kepemimpinan Islam setelah Ali. Tour Guide tersebut tak dapat melanjutkan penjelasannya. saya dalam pencarian. jawab Tour Guide.1. bukan konsep pemerintahan”.Saya akhirnya bertanya kepada Tour Guide. Spanyol. hingga berlaku hukum yang hanya kita dengar sekarang secara sayupsayup ‘hukum Islam’? Bagaimana kita memberlakukan sebuah peraturan tanpa adanya kedaulatan? Bagaimana kita bicara rajam bagi yang berzinah. sementara lokalisasi pelacuran mendapat izin dari pemerintahan Pemda setempat? Bagaimana memberlakukan hukum Islam tanpa pemerintahan Islam? “. bagaimana dengan Daulat Bani Umayah. Surat itu berisikan ajakan beragama Islam. dimasyarakat. Laka wal mulk La syarikalak . Tabrani mengajarkan saya untuk memakai pakaian Ihrom. “Oh tidak. saya dapat menemukan jawabannya…Amien. tapi saya memang benar-benar tidak tahu. satunya lagi di bahu. dan saya benar-benar ingin tahu. Ia hanya menjawab “Jangan didebat!!! ini daerah otak kanan! “. Persia. Mesir. Australia. namun saya berfikir bahwa ini sangat penting. demikian penjelasannya. sehingga surat yang dibuat bukan surat kekuasaan . Dalam pencarian / perjalanan ini saya tak menemukan jawaban. kalau tidak. bagaimana dengan tindakan Nabi yang saya anggap ekspansi nekat yakni tindakan Nabi mengirim surat dari Madinnah kepada Mekkah. saya terus terang belum tahu benar untuk hal ini “. namun ia begitu telaten mengajarkannya pada saya. Tour Guide: “Baiklah. Kejadian 6 Setelah sholat Ashar. Beberapa orang mungkin beranggapan ini tidak penting. Sayapun menjelaskan. demikian saya bertanya. saya bukan sok tahu. dan European Community untuk takluk dan tunduk dibawah kekuasaanya. Rusia. Analoginya mungkin seperti Vietnam. diperjalanan kami mulai membaca Talbiah: Labbaik Allohumma labbaik Labbaik Lasyarika laka labbaik Innal hamda. namun juga dipemerintahan. 2 lembar kain yang dililit dipinggang. kalau bukan urusan kekuasaan. yang ekspansi kekuasaanya dengan cepat dan pesat sampai ke Cordova. Meskipun kadang-kadang menghardik saya. “Lho. Aca: “Terimakasih Mas…saya akan simpan pertanyaan ini”. Setelah mengambil niat di Miqod. Pak H. Konsep Rasululloh adalah konsep agama. Roma. 3. tanpa angkatan bersenjata yang jelas. dan berbagai belahan dunia lain. dalam pencarian saya yang berikutnya. namun saya yakin insya Alloh. Konsep Rasululloh bukan konsep negara. akhirnya kamipun bersiap-siap untuk ber-umroh. sehingga Islam tidak hanya bicara didalam Masjid. ini tidak seperti demikian “. Tabrani berkelanjutan. Ia menjelaskan untuk memakai pakaian Ihrom. mengirim pesan kepada Indonesia. namun tindakan Nabi mengirim surat kepada Negaranegara tersebut adalah nekat (kalau tidak mau dibilanggila). Meskipun ia bukan Tourist Guide. Wal nikmata. “Mas Syaiful…saya mohon maaf loh. Amerika. Abesinia. Madinnah tidak sebesar dan sekuat Mekkah. anda silahkan tanya kepada orang yang lebih tahu. Untung saya sudah rada kalem sekarang karena beberapa kali mengalami peristiwa2 yang lalu. dan Negos (Ethiopia). “Latihan pakai kain kafan “. daratan China.

Benar-benar saya tak mengira bahwa Ka’bah berukuran sebesar itu. Dan saya tahu persis saat itu saya tidak sedih. semakin tak kuasa menahan tangis. Tabrani yang pertama kali Umroh juga terdiam tak bersuara tak bergerak. Dengkul saya lemas luar biasa. bahwa kegiatan ini pasti bukan baru dimulai kemarin. “Ya memang ada. besar. Hotel kami cukup dekat dengan Masjidil Haram. namun semakin dekat. Tabrani pun kembali menjawab. Anda saja yang Cuma minta petunjuk dan nggak mau minta yang lain. dan segala kuasa Hanyalah dari engkau. Tabrani bahwa kegiatan ini sudah ada bahkan sejak milata Ibrahim. besar sekali. Saya mulai tawaf putaran pertama. Posisi kami sangat dekat dengan Ka’bah dan senantiasa saya semakin merapat kedalam. Saya kurang tahu persis pada saat itu tapi saya percaya Iqbal. Saya menangis sambil duduk tidak mengerti kenapa. Saya tanya ke H. H. Sulit sekali menggambarkan pesonanya. yang kemudian juga Islam. Pendapat ini adalah pendapat awal saya yang kemudian di konfirmasikan beberapa hari kemudian oleh H. sangat diliputi rasa haru yang luar biasa. apakah sekian banyaknya manusia datang kesini hanya ditipu satu orang yang bernama Muhammad. Sesungguhnya segala puji. Kami merasa seperti memasuki sebuah gravitasi luar biasa yang menarik ketengah. Saya tidak pernah berfikiran bahwa di dalamnya ada Allah sedang bersemayam. aku datang memenuhi panggilanmu Tiada syarikat bagimu. ” Ya memang boleh. Sambil memegang buku do’a kecil.Ya Allah. H. saya kembali membaca do’a khusus untuk putaran kedua-sambil juga melihat artinya. Tiada syarikat bagimu. Analisa saya bermain. Namun intuisi saya juga bermain. kami berwudhu di Hotel. koq disini ada permintaan terhadap rezeki yang banyak”. . Namun saya melihat sedemikian banyaknya manusia mengitarinya melakukan yang disebut tawaf. sebuah Masjid yang paling terkenal yang mungkin paling tua didunia. Sambil air mata bercucuran (tanpa malu-malu lagi sebab kanan kiri sayapun demikian) saya dibimbing H. Kegiatan ini dilakukan pasti sejak ajaran Muhammad. Akhirnya saya mulai meraung seperti anak kecil. Saya menahan tangis didepan rombongan tapi tak kuasa. ” Loh…Pak. Saya berusaha perlahan-lahan bergerak mendekat. Ka’bah ternyata berukuran lebih besar dari perkiraan saya. Kita tak kuasa menentukan arah (kecuali sedikit). saya terdiam melihat benda hitam pekat persegi empat yang berada ditengah-tengah Masjid. Sepintas hanya sebuah batu yang disusun dan dilapis kain hitam. Disitu terdapat do’a permintaan umur panjang dan keturunan yang banyak serta soleh. Agak sulit memang karena banyak jama’ah Iran berbadan besar berdo’a lantang sekali. Ia juga mengalami hal yang sama. bapak besar berbagai bangsa yang melahirkan agama Yahudi. saya coba baca juga artinya. Benda itu berada ditengah-tengah Masjid. Namun setelah melepas sandal dan memasuki Masjid. Saya lemas dan duduk. Seolah kami bergerak perlahan bersama tanpa menginjak bumi (seperti melayang). Tabrani sehingga sulit mengikuti apa yang didiktenya. kota Haram. Tabrani menjawab. kita hanya dapat berserah diri mengikuti arus putaran itu. ” Loh Pak…kok ada permintaan seperti ini ya…?. kami langsung memasuki Masjidil Haram. Hitam pekat sekali. Minta harta boleh…habis -kalau tidak-anda mau minta ke siapa lagi kalau bukan sama Dia “. Bukankah ini bukti dari hasil kerja Muhammad. Tabrani. Pembacaan Talbiah baik di pesawat maupun diperjalanan/bus. segala nikmat. Saat itu saya belum merasakan pesonanya. Sementara barang-barang diurus oleh petugas travel. Kembali saya lihat artinya. Pada tawaf putaran kedua. anak Pak H. Kadang saya tak mendengar suara H. semakin rapat dan semakin pekat ketengah. Nasrani (bukan Kristen). Kamipun tiba di Mekkah. khan saya sudah katakan boleh minta apa saja”. Tabrani membaca do’a-do’a putaran pertama.

Jeddah. Karena sungai bawah tanah dapat berubah alirannya hanya dalam kurun waktu puluhan tahun saja. memohon kepada pemilik yang sesungguhnya. Hal ini jangan dianggap sepele. Permintaan tolong hanyalah kepada Allah semata. saya kembali berdo’a dengan segala kerendahan hati. tetapi saya-dengan kesadaran baru ini-juga meminta duniawi. sekarang terbantai semua. Sebuah mata air yang hampir tak mungkin ada di daerah ini. Persis lagu Bimbo yang dinyanyikan Sam. dengan kesadaran baru-tanpa banyak pertanyaan lagi. Tabrani. Sehingga musyrik hukumnya jika kita meminta pertolongan dalam bidang bisnis kepada Kadin. Disini saya kembali tercengang. Saya fikir ini harus berlaku pada semua hal-segala hal segala sesuatu-termasuk hal-hal duniawi seperti bisnis. Akhirnya dengan pemahaman yang seperti ini. dan bag Purchasing. Saya ternyata tak hanya meminta pertunjuk. Allah mungkin saja berikan. Entah berapa ribu tahun. Saat itu tak ada lagi dibenak saya teori kebetulan yang dahulu. betul ndak…?” “Betul Pak “. Yaman. penguasa segala sesuatu. Demikian saya melihat Rahman rohim Allah. ” You khan bilang waktu dipesawat. namun sumur ini tak pernah ada keringnya. terdapat air sumur zam-zam yang debitnya luar biasa besar yang dipompa dengan pipa-pipa sampai ke Madinah. ini khan urusan dunia.2. kami menuju sumur zam-zam yang terletak didalam areal masjidil Haram bagian bawah. Kepadamulah kami menyembah dan hanya kepadamulah kami minta pertolongan. saya kembali membaca do’a sambil membaca artinya. Terdapat dengan jelas disitu “Tijarotan Lantabur ” yang artinya “perdagangan yang jauh dari rugi”. Masjidil Haram berada di tengah-tengah seperti lembah. Analisa dan rasa saya mulai jalan. Ironisnya. kurma pun malas tumbuh disini. Saya pun kembali berdo’a dengan lebih khusuk. sedangkan bagaimana kita bisa untung? Ya dengan manajemen yang baik? “. “Iyya ka na’ budu wa iyya ka’ nastaiyn”. Namun jika kita meminta keridhoan akhirat-insya Allah kita juga akan mendapat dunia. melainkan perhitungan dari Ibrahim. tegas H. Pejabat. Kejadian 7 Usai tawaf. Statemen awal saya di pesawat. Katabelece Pejabat untuk menggoalkan proyek kita. Tabrani mulai sewot lagi. Mekkah dapat anda lihat sebagai pegunungan batu. Namun sumur zam-zam ini tak pernah kering dan senantiasa menyediakan air yang dibutuhkan Jamaah yang datang ke sini. Akhirnya H. Meminta kepada yang mempunyai. . Pemda. Berjuta-juta orang datang setiap harinya. dan mungkin juga tidak. meminta kepada Penguasa yang sesungguhnya. 3. Jika kita meminta dunia saja. Bagaimana kita bisa rugi-ya karena manajemen yang buruk. Andaikan memang ada sungai bawah tanah yang mengalir dibawah Mekkah. Persis juga sama dengan do’a-do’a di akhir tawaf yakni fiddunia hasanah-wa fil akhiroti khasanah. Ini pula yang menyebabkan pembangunan konstruksi di kota Mekkah sangat lamban. Saya kembali bertanya dengan lebih antusias karena masalahnya erat dengan kehidupan saya yang memang bergerak di bidang ini. Jangankan tumbuhan subur. Seolah olah ia ada memang untuk kebutuhan ibadah ini.Pada tawaf putaran ketiga. penguasa absolut. “Loh-loh…ini lebih aneh lagi Pak…kok boleh minta dagang agar jauh dari rugi. ” OK kalau begitu nggak usah do’a saja …” . bahwa you hanya minta petunjuk. dan tiba-tiba saya teringat surat Al-Fatihah. dan daerah lainnya selain untuk keperluan orang ber Hajji. akankah bertahan sedemikian lamanya? Perhitungannya bukan 1400 tahun yang lalu. hanyalah perantara. Adapun. karena ini yang akan menentukan strategi manajemen perusahaan kita. Pemda. ayat 4. jawab saya. Kadin. sekelilingnya dapat anda temukan hanyalah bukit batu yang sangat sulit dihancurkan. Haram hukumnya meminta pertolongan kepada Bagian Purchasing untuk melakukan bisnis dengan kita. Analisa dan intuisi saya jalan lagi. apakah kita akan melakukan KKN atau melakukannya dengan pendekatan lain.

Bapak mertua mengingatkan sang Dokter untuk meminumnya sekali lagi dengan gelas tersebut tetapi dengan perasaan yang berbeda. rukun Umroh berikutnya. 3. mengelap. Tapi kelihatannya sama aja tuch. dan menggosok bagian yang hendak diciumnya. bahwa Ka’bah bukan dibangun oleh Muhammad. maka ia mengeluarkan tisu. isteri Nabi Ibrohim. merasa jijik dan mengatakannya kepada Bapak mertua saya perihal gelas stainless yang sudah diminum berjuta-juta mulut orang. Kejadian 8 Tak ada yang khusus bagi saya dalam kejadian ini. namun akhirnya semua tahu. Saya jadi teringat sewaktu H. Dokter itu meminum juga air zam-zam dengan perasaan jijik/geli. antara dua bukit batu. “Dulu sewaktu Siti Khajar. bahwa ia mengenakan celana dalam pada pakaian ihromnya. Mungkin karena pemikiran jijiknya terhadap batu yang sudah dicium oleh jutaan manusia pada hari itu. Kaki saya kering pecah-pecah. kelelahan kami luar biasa. Bapak mertua saya pernah menceritakan perihal yang seperti ini berkaitan dengan gelas stainless air zam-zam untuk diminum yang menempel pada setiap keran zam-zam. apa yang terjadi. Sesekali saya melihat wajah cantik wanita Turki dengan hidung mancung kulit putih bulu mata boros (Saat tawaf maupun Sya’i dilarang menutup cadar muka-namun ada sebahagian mazhab na. yang melahirkan 3 agama besar. Pantas – dalam hati saya. Keesokannyapun sang Dokter sembuh dari sariawan seperti sedia kala. kami mulai melintasi area Sya’i. Wueeek…sangat menjijikkan kata jamaah yang lain menambahkan. Kejadian ini terjadi pada saat saya hendak mencium batu Ka’bah. Kami tak tahu bagaiman ia mengatasi problem mencretnya yang merembes sampai pakaian Ihrom. Seusai Sya’i kami pun menggunting rambut. Isya. Air yang dilihatnya ternyata hanyalah fatamorgana. Didepan saya terdapat seorang wanita muda dan cantik berpakaian Turki yang hendak mencium batu Ka’bah (sisi kiri Ka’bah. bukan Hajarul Aswad). Wanita tersebut tetap asyik membersihkan batu Ka’bah . Disitu terjadi antrean yang luar biasa. Saya fikir. kawan Bapak mertua saya pergi Haji. Melihat kejadian itu. ” Pak…koq pakai lari-lari segala sich? “. Saya belum pernah merasakan pegal-pegal seperti sekarang ini. pertanda selesainya ibadah Umroh kita. Sesampai di Hotel. Mulutnya bengkak sariawan sampai ke leher.Pada saat Sya’i. Semoga Makbul. sementara anaknya Ismail ditinggal sejarak tertentu dari Ka’bah. Akhirnya saya bertanya kepada H. sebahagian berlari. dan Islam. melainkan Nabi Ibrohim. Dari sini saya pun semakin yakin dan menarik kesimpulan. pendahulu untuk Musa. Pasti lebih capek. dan Muhammad. Salah seorang jamaah haji wanita bercerita tentang anak temannya yang sekarang tinggal di Hotel Hilton Mekkah yang tak dapat menyelesaikan tawafnya karena mencret (penyakit yang lebih cepat dari pada jet). Kepala rombongannya pun membawanya pulang kembali ke Hotel. “Begini “jawabnya perlahan. namun saya mengira pasti luar biasa untuk ukuran orang Melayu. yakni perasaan iklas. Seorang Dokter. Bapak mertua saya mengingatkan akan ucapannya kemarin perihal gelas tersebut. Syofa’ dan Marwah. Nasrani. Tabrani membentak saya dalam masalah tersebut. ia berjalan sambil berlari-lari kecil mencari air antara bukit Syofa’ dan bukit Marwah. Agak lama baru saya sadar bahwa saya mulai kurang khusyuk karena melakukan “olah raga leher”. Keesokannya. Yahudi. bagaimana dengan kaum wanita atau Ibu-ibu. Sesuatu yang dilarang dalam Umroh. Kotoran alias tokai nya sedemikian banyaknya sehingga ia pun kewalahan. Tabrani. Dipisahkan oleh pembatas tengah. saya melihat manusia banyak yang berjalan. Sedangkan air yang sesungguhnya justru keluar didekat kaki Ismail. Ini tidak steril katanya.3.

Ia pun selesai mencium batu Ka’bah dengan hidung mimisan (berdarah). Kamipun merencanakannya. Bahkan sehari dapat lebih dari sekali ia kehilangan sandal. mengakibatkan ia harus membeli sandal di toko dimuka Masjid. Ingin sekali saya melarangnya. maka ia tidak jadi melayani wanita itu. Tahukah anda. Penjual di toko tersebut seharusnya melayani seorang calon pembeli wanita misalnya. Paginya seusai sholat Shubuh. Bahkan mekanisme ini pun abstrak tak simetris. namun saya fikir standarnya sama jika kita ukur dari perasaan hati yang dalam. tetapi saya yakin bahwa semua ini ada mekanismenya dan jangan coba-coba untuk mengurainya.dengan tisunya. hilangnya sandal Iqbal. wanita tersebut mungkin akan 10 menit lebih lama untuk jalan pulang. Seandainya Iqbal tidak kehilangan sandal. Jadi biaya travel maupun biaya Tour guide saya tanggung sendirian. Semuanya parsialkondisional. Perjalanan sampai . kejadian kecil disini-dapat menimbulkan akibat besar disana. Meskipun ia bukan ada di alam fisika. Ia mencoba berdo’a dan bertaubat dosa apa kiranya yang telah ia buat. yang seharusnya berangkat melakukan perjalanan luar negeri guna menandatangani sebuah kesepakatan perang.4. namun karena Iqbal membeli. oleh karenanya saya minta kepada Tour guide untuk mengantar saya ke Goa Hira’ pagi-pagi sekali. Tabrani maupun Iqbal anaknya. saya berkemas bersiap berangkat. Penguasa alam fisika dan non fisika. Ketika ia hendak mencium batu Ka’ bah -mungkin setelah ia merasa bersih. trick sulap yang diyakini sebagai salah atu keajaiban oleh orang musyrik. sementara antrean sudah mulai panjang dan berdesakan. Ini contoh ekstreem yang memang hanya teori main-main. Mekanisme yang tidak kasat mata. Namun tetap saja ia kehilangan sandal setiap harinya. namun saya yakin ia ada dan bekerja secara setimbang. ia mengalami kecelakaan mobil (mis. Terjadi di kasus ini namun kadang tidak di kasus itu. Kejadian 9 Malam besok adalah malam terakhir saya di Mekkah.desakan dari kerumunan orang dibelakang tak tertahankan hingga mendorong wanita itu pada saat ia menciumnya sehingga benturan hidung mancung dan batu tak dapat terelakkan. sang suami wanita tadi (yang katakan seorang jenderal). yang tentu saja tak mengakibatkan ia mengalami kecelakaan. hingga ia harus membawa 5 real setiap sholat guna menjaga apabila sandalnya hilang. sehingga kesepakatan serangan atau perang tadi ditangguhkan. nggak apa-apa. 3. Bukan disitu saja. Kuwalat atau apa ini namanya ya? Hati yang kurang bersih? Saya jadi teringat cerita Ka’bah di surat Al-Fiil dimana tentara Abrahah yang mengendarai Gajah pada masa itu dibuat tak berdaya oleh burung-burung Ababil. Mekanisme tersebut tak kan pernah dapat diukur karena sifatnya yang relatif tak pernah sama pada setiap individu. karena ia terlalu abstrak dan hanya tunduk patuh pada sang Maha Penguasa. Tak ada anggota rombongan yang mau ikut. ” OK. Mekanisme ghoib pada alam Metafisika inipun bekerja pada kawan saya Iqbal dimana setiap harinya. saya tetap mau berangkat sendiri”. membatalkan rencananya. ditabrak mobil). tegas saya kepada Tour guide. lagian nggak lucu khan kenalan didepan Ka’bah. sepulang kami dari sholat. Tidak juga H. Hilangnya sandal seorang Iqbal. ia kehilangan sandal. Wanita itu pergi lebih cepat. Dalam perjalanannya pulang. dengan tas ransel dan sepatu sport. Dengan menggunakan taksi. kami tiba dikaki bukit Gua Hira’. Saya semakin mengerti mekanisme ghoib. Saya ambil contoh misalnya. namun karena nggak bisa bahasa Turki. Saya cenderung menyebutnya Metafisika daripada Supranatural yang lebih berbau klenik / sihir. dapat mengakibatkan tercegahnya sebuah rencana perang atau penyerbuan.

H. Subuh dini hari saya bangun.kepuncak memakan waktu kurang lebih satu jam. kenapa saya tidak?”. tadi malam saya bermimpi bertemu Jibril”. H. H. “Disini terdapat salah satu keajaiban yang anda cari”. Saya bangunkan ia. “Tapi yang jelas. ketika saya hendak menggosok gigi. Terus bagaimana tanya H. dimana saya tidur di Mekkah. serta tak mempedulikan situasi dan kondisi diri. Cuma 5 menit “. H. Tabrani berfikir sejenak. “Subhanalloh”. Saya bertanya siapa anda? Ia menjawab saya Jibril. menyendiri di kaki bukit Gn. mungkin yang dimaksud adalah “The Dome of the Rock. “Aneh memang batu itu. “You sholat dibatasi disana. Tabrani. kenapa koq Nabi Muhammad diberi wahyu. Tabrani. Sebuah batu yang berada tepat ditengah Masjid”. tapi saya belum pernah mimpi bertemu Jibril. hari dimana saya mesti melakukan tawaf wada’. tawaf terakhir/ tawaf perpisahan dengan Ka’bah. Saya juga tidak mengerti sampai sekarang arti mimpi saya. You Nggak bisa keluar masuk seenaknya”. Terbayang oleh saya ketika Nabi pulang pergi setiap harinya sampai ke puncak. “Begini Pak. Apakah tindakan Nabi Muhammad pada kala itu seperti para sufi tersebut? Pertanyaan inipun saya simpan kembali tanpa tahu jawabannya. Saya juga sering menyendiri di Villa. tanpa meratap ke gua apalagi membuang sesaji (hanya sujud dan berkata dalam hati seperti diatas saja). . saya yakin you adalah orang yang disayang Allah”. Esok hari terakhir. lepas dari hubungan sosial. Didalam mimpi saya Jibril berkata. Saya berjalan mengikutinya. “Subhanalloh. dan tiba-tiba kami tiba di sebuah Masjid. “Kenapa Nabi Muhammad dapat berjumpa denganmu. kami pulang menuruni bukit. Tabrani pernah melawat ke Masjidil Aqsa’. Gede. Saya sudah berumur 63 thn. dan saya ceritakan mimpi saya. Ditemani Tour guide. “ini Masjidil Aqsa”. kami semua juga nggak ngerti kenapa begitu”. Lebih mirip dua batu yang saling bersandar daripada sebuah Gua. “Bagaimana ceritera mimpinya?”. Saya pun membahas pertanyaan saya di dalam hati tadi kepada Tour guide. tanya saya. Gua Hira’ ternyata sangat kecil. saya sujud ditempat Nabi Muhammad duduk menyendiri 1422 tahun yang lalu. “Tolong Masjid ini dipelihara”. saya tiba-tiba tersadar. yang kemudian membawa saya ke Masjidil Aqsa’ di Palestin. “Ya Malaikat Jibril. Saya jadi merinding. Dalam sujud saya bicara dalam hati. kenapa saya tidak?” Tanpa sholat dan do’a. Tabrani bertanya. sesuatu berbentuk manusia dengan peci hitam datang kepada saya. Ia menggantung. kemudian ia menjawab. Saya tidur cepat setelah sholat Isya”. “Masjid itu dikuasai Yahudi. “Kenapa Pak?”. kemudian ia mengajak saya untuk ikut. “Wah saya nggak bisa jelasin artinya “. Saya jadi ingat cerita-cerita para sufi yang mempelajari hakekat sehingga pergi kegunung-gunung menyendiri. tetapi kenapa tak pernah datang yang namanya Jibril. dan berada tepat ditengah-tengah Masjid. bermimpi dibawa seseorang yang berkata sebagai Malaikat Jibril. Buru-buru saya ketok kamar H. Tabrani menepak kepala “Waduh…repot ini”. Terus Jibril bilang begini Pak. tapi you… you…luar biasa”.

Alkohol.Saya takut sendiri dengan kejadian-kejadian yang saya alami. Allah akan membiarkannya. Judi. Al-Qur’an adalah statemen dari Allah yang didalamnya berisikan petunjuk bagi manusia yang ingin berserah diri kepadanya. kejadian kecil lainnya yang merujuk kepada hidayah yang tidak saya ceritakan karena terlalu panjang banyak saya alami. 12. Biaya yang demikian mahal. Tidak seperti waktu di Mekkah. jika ia tak juga sadar Allah peringati ia dengan menempeleng keras. atau berserah diri kepada kemauan kita sendiri. Allah peringati ia dengan menepak. karena Allah menegur dengan sapaan hirarki. 10. karena kita mempunyai 2 pilihan. Saya harus menghadapi dunia nyata yang penuh dengan godaan. Al-Qur’an bukan buatan Muhammad atau ideologi Muhammad. dimana fikiran. bermanfaatkah jika dilakukan. Allah menurunkan Wahyunya kepada Muhammad yang kemudian dibakukan dalam bentuk kitab yang bernama Al-Qur’an. Zinah. Dari perjalanan ini. yang memberikan balasan positif apabila kita berbuat positif. Allah itu benar adanya yang menciptakan segala sesuatu. Mekkah dan Madinah bukan tanah suci (seperti yang saya duga sebelumnya pada tulisan Muhammad punya bisa ). 4. namun saya mempunyai beberapa kesimpulan: 1. 7. ia akan dibiarkan. 9. Saya takut untuk berbuat macam-macam. Kita manusia adalah manusia yang paling istimewa. melainkan tanah Haram. 2. perubahannya apabila saya tidak menjaganya. karena hanya hari akhir setelah matinya yang akan membalasnya kekal abadi di Neraka Jahanam. coba fikirkan dengan instrument rasa/intuisi dari hati yang dalam. jika ia tak mau. daerah dimana diharamkan bagi siapa saja berbuat kerusakan. Allah tidak punya banat/sarikat/kompetitor. karena justifikasinya akan selalu ditemukan manusia guna menghalalkannya. Ada mekanisme Ghoib yang tidak kelihatan. *** Sumber Sahabat • putri 2:54 pm pada 21 Desember 2010 Permalink . 13. namun yang paling saya takuti. berlaku pada orang-orang yang dicintai Allah. Mekanisme Ghoib. Kesadaran saya seperti sekarang ini amat saya syukuri. Apa yang akan terjadi nanti ditanah air. Haji dan Umroh penting adanya dan bukan bisa-bisanya Muhammad. dan perbuatan maksiat lainnya adalah haram hukumnya. Tak perlu dianalisa secara metode ilmiah. Wahyu Allah turun pada setiap kurun waktu tertentu. 8. 5. berserah diri kepada kemauan Pencipta. adalah deviasinya. namun demikian. 6. dan itupun hanya pada batas-batas tertentu yang sudah diberi patok/tanda. jiwa dan raga kita bisa khusuk serta kita jaga kebersihannya. namun jika ditempeleng keras ia tetap dableg dengan perbuatan negatifnya. Peringatan pertama mungkin dengan mencolek. berbalas negatif apabila kita berbuat negatif. namun bagi yang sudah kelewatan. sebanding bahkan melebihi hasil yang kita dapat dari perjalanannya. darah. Wahyu Allah juga turun kepada Muhammad yang diutus sebagai Rasulnya. hanya yang saya anggap penting saja. 3. Saya mengalami semua ini dalam perjalanan ke Mekkah. tidak semua kejadian saya ceritakan. Daging Babi. 11. namun sebenarnya.

cerita teladan ( 355 ). “ Dikalangan kaum laki-laki memang ada yang shalat dan puasanya lebih banyak dari Umar.” Takkala menyampaikan khutbah terakhirnya. zuhud. kusampaikanhal ini kepadamu sekalian. bersimpuh dan menangis sambil berdoa kepada Alloh hingga tertidur. jika masuk rumah ia langsung menuju tempat shalatnya. Istrinya. Kemudian dia bangun dan berbuat seperti itu sepanjang malam. Demi Allah. kisah islami ( 268 ). cerita nasehat. Tetapi aku tidak melihat seorangpun yang lebih banyak ketakutannya kepada Allah daripada Umar. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Tangisan Seorang Pemimpin Yang Takut Pada Alloh UMAR bin ABDUL AZIZ. Umar bin Abdul Aziz naik keatas mimbar. Dia seorang hafizh. Tidakkah kamu ketahui bahwa siang dan malam kamu sekalian mengarak jasad yang siap menghadap Allah. lalu berkata. lalu kamu membujurkannya di dalam rekahan bumi.dari suku Quraisy. Dia terbujur dikolong bumi. mujtahid.Bani Umayyah. kisah teladan ( 352 ). . Dia tak mampu berbuat apa-apa menghadapi keadaan sekitarnya dan tidak lagi membutuhkan semua yang ditinggalkannnya. sangat mendalam ilmunya.izin copy yaa…  erva kurniawan 1:11 am pada 9 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Sejak itu dia tidak keluar rumah lagi kecuali setelah jasadnya sudah membeku. memuji Alloh. Orang-orang yang hidup pada generasi mendatang akan meninggalkannya. tanpa tikar tanpa bantal. Jasad itu telah meninggalkan harta dan kekasihkekasihnya. menyeka air mata. lalu turun dari mimbar. seperti yang telah dilakukan oleh generasi yang terdahulu. Dia juga disebut Abu Hafsh. siap menghadap hisab. lalu kamu menimbunnya dalam kegelapan bumi ?. “ Sesungguhnya ditanganmu kini tergenggam harta orang-orang yang binasa.ahli ibadah dan sosok pemimpin kaum Muslimin yang sejati. Fathimah pernah berkata. karena aku tidak tahu apa yang terbatik didalam hati seorang seperti yang kuketahui pada diriku sendiri “ Selanjutnya Umar bin Abdul Aziz menarik ujung bajunya.

. cerita nasehat.info • Alfa Ajinata 6:45 pm pada 13 November 2010 Permalink Bagus. sangat mendidik sekali.co.mediamuslim. Umar bin Abdul aziz menjawab. bagaimana sebagian diantara mereka berada di sorga dan sebagian lain berada di neraka *** Sumber: http://www. kisah teladan ( 352 ). Setelah suasana reda. apa yang membuat engkau menangis? “. kisah islami ( 268 ).  erva kurniawan 1:07 am pada 8 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). aku ingat akan persimpangan jalan manusia takkala berada di hadapan Alloh.Diriwayatkan dari Abdus-Salam. baik yang disukai maupun yang dibencinya.mungkin Bapak Erva kurniawan juga mau bertukar link dengan saya untuk cerita islami di http://alfafiv. mantan budak Maslamah bin Abdul Malik. istrinya dan semua anggota keluarganya pun ikut menangis. dia berkata: “ Umar bin Abdul Aziz pernah menangis. wahai Amirul Mukminin. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Hikayat Iblis : Dialog Iblis vs Rasulullah SAW Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya. melihat ia menangis.cc terima kasih . Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia. “ Wahai fathimah. cerita teladan ( 355 ). Fathimah. padahal mereka tidak tahu persis apa pasalnya mereka ikut-ikutan menangis”. istrinya bertanya: “Demi ayahku sebagai jaminan. Saya juga mempunyai cerita-cerita islam.

Maka sambut Iblis (alaihi laknat).” Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata. “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu. cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. “Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia. “Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata. sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. serta disiksa dengan azab yang amat keras. Iblis pun memberi salam. uratmu. raja segala iblis. kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya. Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman.” Apabila mendengar sumpah Iblis itu. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis. Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya. niscaya akan terputus semua anggota badanmu. Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu. “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah saw. Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla. Apa kehendakmu datang menemuiku?” Taklimat Iblis. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. binatang dan lain- . syaitan dan jin yang menyamar diri. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai. “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah.” Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya. panjangnya seperti ekor lembu. tiadalah aku berani menyembunyikannya. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Iblis sangat ketakutan. inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun. dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis. “Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah.” Maka Nabi pun memandang muka Iblis.s sehingga keluar dari syurga. Pertanyaan Nabi (1): “Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?” Jawab Iblis: “Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini. aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya.

Disana aku lepaskan sebesarbesar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. kecuali aku yang ingkar. mereka akan gemar berdusta. Demikianlah aku goda mereka setiap saat. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal. Bila pada lidahnya. maka terbakarlah diriku menjadi abu. Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini. kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku. megah. perak dan permata. fikiran dan malunya. Apabila terjadi kasih antara mereka.lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar. datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. aku lalaikan dengan harta benda daripada emas. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. terbuai dengan makan minum.” Pertanyaan Nabi (3): “Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?” Jawab Iblis: “Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir. murtad atau munafik. maka akupun membantah. Kiranya aku menyerupai dirimu. takabur. aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. sombong dan melengahkan amalnya. peminjam dan pencuri. terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku . tanahnya. datanglah rasa ria. Bila kena goda hatinya. mencela dan mengumpat. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu.” Pertanyaan Nabi (2): “Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?” Jawab Iblis: “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat. rumahnya. setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. berbuat durhaka. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat.

Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut. Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi. Kemudian aku turun ke dunia. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku” Pertanyaan Nabi (5): “Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah. pada setiap anggota badannya. lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama. dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya aku dapatkan. kelakuan atau hatinya. itu semua membawa kepada kurangnya pahala. perkataan.” Pertanyaan Nabi (4): “Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?” Jawab Iblis: “Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya. Jika aku berkeras juga hendak naik. imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Sebelum Engkau lahir ke dunia. telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. was-was. terlupa bilangan rakaatnya. maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia. penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya. dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut-marut. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah). kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. hilang khusyuknya – matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan. aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu. bagaimana keadaanmu?” Jawab Iblis: “Sebesar-besarnya kesusahanku. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. sentiasa hendak cepat habis sholatnya.” . Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat. hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Aku merasa sakit hati.yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka. maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman. Jika tidak berhasil juga. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari.

maka kamu akan mendapat petunjuk. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. bintang.Pertanyaan Nabi (6): “Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah. Apabila masuk awal bulan Ramadhan. maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi.” Pertanyaan Nabi (9): “Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?” Jawab Iblis: “Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar – besar seteruku. bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi. bagaimana perasaanmu?” Jawab Iblis: “Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah. jin. Bagi orang yang berpuasa. jika kamu mengikuti mereka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa.” . bagaimana keadaanmu?” Jawab Iblis: “Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit. maka rasa terbakarlah tubuhku. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa. dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku. bagaimana perasaanmu?” Jawab Iblis: “Binasalah diriku. Pada hari umatmu mulai berpuasa. putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya.” Pertanyaan Nabi (7): “Jika umatku mengerjakan haji karena Allah.” Pertanyaan Nabi (8): “Jika umatku berpuasa karena Allah. gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya. serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. burung dan ikanikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. yakni Malaikat. bulan.

Jika iblis. maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Dia penghulu orang sabar. aku tidak dapat mendekatinya. maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. “Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku”. maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut.” Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar. Yang ketiga umatmu seperti Firaun.” Tambahan pula dia menjadi menantumu. “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya.” Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu. semakin aku ngeri kepadanya. penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. tawakal dan kebajikan. tidak hendak mengeluarkan zakat. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar. syaitan dan jin memandang beliau. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya. tiada masa beramal ibadat. dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a. dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta. tempat judi dan perempuan lacur. Saidina Usman Al-Affan lagi. banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan. miskin hendak beribadat. Jika aku pandang wajahnya. apalagi setelah berdampingan denganmu. membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat. “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat. Karena taatnya.s. maka dilupakan beramal. Berbuat amal soleh. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak. tetapi sangat sopan santun. Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu. “Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah. tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat.” Pertanyaan Nabi (10): “Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?” Jawab Iblis: “Umatmu itu ada tiga macam.Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu. benci dan menghina kepada yang miskin. syukur dan ridha dengan karunia Allah. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya. Lalu aku goda agar minta kaya dulu. karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’. karena lidahnya senantiasa bergerak membaca AlQuran. aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ – dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata. alim orangnya. nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid. Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. aku tidak bisa bertemu.” . bercakap besar sesama Islam.

” Pertanyaan Nabi (15): “Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?” Jawab Iblis: “Jika dia berbuat dosa. maka larilah aku dari mereka.” Pertanyaan Nabi (16): “Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?” . maka aku gosokgosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari. pemungkir janji. aku yang dahulu makan daripadanya. aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah. malas pada kebaikan. menangis menyesal akan perbuatannya. bersumpah bohong.” Pertanyaan Nabi (12): “Siapa yang mencahayakan muka engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang berdosa.” Pertanyaan Nabi (13): “Apakah rahasia engkau kepada umatku?” Jawab Iblis: “Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan. Walaupun mereka makan.Pertanyaan Nabi (11): “Siapa yang serupa dengan engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam. saksi palsu. dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu’. durhaka. Jika tidak. tiadalah merasa kenyang.” Pertanyaan Nabi (14): “Jika umatku bersatu dengan isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat. maka dia kembali bertaubat kepada Allah. maka padamlah marahnya. bagaimana hal engkau?” Jawab Iblis: “Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan.

orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi.” Pertanyaan Nabi (17): “Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang tidur meniarap / telungkup. maghrib dan isya’. membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup. bersarang.Jawab Iblis: Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. karena engkau telah bersabda. Demikian jua pada waktu zuhur. bersedekah dengan tidak diketahui orang. aku beratkan hatinya untuk sholat. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Di situlah aku mengecilkan diri. banyak bertaubat.” Pertanyaan Nabi (19): “Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya” Pertanyaan Nabi (20): “Apa lagi yang memecahkan mata engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya.” Pertanyaan Nabi (18): “Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang banyak menyebut nama Allah.’Syurga itu di bawah tapak kaki ibu’” *** Dari Sahabat • . banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam. berbuai seperti pijat pada bulu itu. bergantung. mendengar kata mereka. asar.

 erva kurniawan 1:11 am pada 4 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). tentu saja ada sang bunda yang teramat luar biasa… Pekan pertama setelah mengetahui bahwa dirinya positif hamil.sip jos. Selain faktor Allah. Bahkan. ia teramat merindui kehadiran buah hati penyejuk jiwa di . Sinta mengaku kaget bercampur haru. Tetapi proses panjang selama Sembilan bulan sebelum melahirkan itulah yang tidak normal. cerita nasehat. cerita teladan ( 355 ).. Perasaan yang luar biasa menghinggapi seisi hidupnya. Proses kelahirannya berlangsung normal..Nabi Muhammad Rasulullah SAW. tanpa operasi caesar. Luar Biasa Seorang anak terlahir normal. kisah islami ( 268 ). jika bukan karena kuasa Allah. sekian tahun lamanya ia menunggu kehamilan. sepanjang hari-harinya setelah itu. tanpa cacat sedikit pun. Allah mh besar . takkan pernah terjadi sebuah kelahiran yang menakjubkan ini. Betapa tidak.dannu 8:58 am pada 11 November 2010 Permalink Subhanallah.. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Bunda. • rendi 4:34 pm pada 9 Desember 2010 Permalink mantap gan…… • fajar 5:02 pm pada 6 April 2011 Permalink top markotop…. kisah teladan ( 352 ).

begitu juga saya” Kemudian ia tertidur lagi dalam komanya. Tidak ada jalan lain. Boleh jadi. ia pun sangat memimpikan bisa segera menggendong buah hatinya. Satu rumah dan dua mobil sudah habis terjual untuk biaya rumah sakit Sinta selama sekian bulan. “Ia berhak hidup. Pengguguran kandungan pun batal. pasiennya belum kuat untuk hamil sehingga ada kemungkinan jalan untuk kesembuhan dengan cara menggugurkan kandungannya. janin yang sudah berusia hampir empat bulan pun harus segera dikeluarkan demi menyelamatkan sang bunda. sementara janin yang berada dalam kandungannya pun ikut berpengaruh. “bukankah seorang ibu yang meninggal saat melahirkan sama dengan mati syahid?” ujarnya menguatkan tekad. “kalau kamu sehat. Dokter mengatakan. Ia rela melakukan apa pun untuk kelahiran bayinya. langsung berkata “tidak”. Suaminya dan dokter pun sepakat menyerah dengan keputusan Sinta. Keluarga sudah menangis melihat kondisinya. bahkan kondisinya bertambah parah. Dokter yang merawatnya tak bisa mendiagnosa sakit yang diderita Sinta. Santi mengigau dalam komanya. . dan kekuatan cinta itu yang membuatnya bertahan selama enam bulan masa kehamilannya. dan dinyatakan koma. Sinta pun tersenyum gembira. meski pun harus mati. memasuki bulan ketiga. Ia pun bersikeras mempertahankan bayinya. Namun Santi tak bergeming. suami dan keluarganya sudah nyaris menyerah. Seorang bunda memang selalu luar biasa. Dokter dan pihak rumah sakit sudah menyodorkan surat untuk ditandatangani suami Sinta. Tidak ada yang mampu menandingi cintanya. Waktu terus berjalan. Namun kebahagiaan Sinta hanya berlangsung sesaat. Ia akan hidup. tak lebih dari dua pekan ia menikmati hari-hari indahnya. menjelang sang suami menandatangani surat izin pengguguran. Sinta tak kunjung sembuh.” luluhlah sang suami. ia drop. Seluruh keluarga sudah setuju. berupa surat izin untuk menggugurkan kandungan. Janin itu pun tetap bersemayam di rahimnya. Sinta mengalami penurunan stamina. rupanya Sinta tahu rencana dokter dan keluarganya. jangan gugurkan bayi saya. biarkan saya meninggal dengan tenang setelah melahirkan nanti. biar saya saja yang mati untuknya”. Walau mereka sudah membujuknya dengan kalimat. “Jangan. Maha Suci Allah yang berkenan menunjukkan kekuatan cinta sang bunda melalui Sinta. Tak lama kemudian. kesehatan Sinta tak berangsur pulih. bahkan mereka sudah ikhlas jika Allah berkehendak terbaik untuk Sinta dan bayinya. Dan kenyataannya. Yang penting saya bisa melihatnya terlahir ke dunia.rumah tangganya. Allah menanamkan sebentuk amanah dalam rahimnya. “Mungkin saja ini permintaan terakhir saya Mas. Air mata meleleh dari pelupuk mata sang suami. Saat itu. Surat pun urung ditandatanganinya. Sinta yang mendengar rencana dokter. Ia sangat menyayangi isteri dan calon anaknya. tak sanggup melihat penderitaan Sinta. karena jauh dari rasa iba melihat penderitaan isterinya. Makin lama. sakitnya bertambah parah. Santi pun memohon kepada suaminya untuk mengabulkan keinginannya ini. Satu bulan kemudian. ia jatuh sakit. dokter menyatakan Sinta dalam keadaan kritis. kekuatan cinta dari suami dan isteri ini kepada calon anaknya yang membuat Allah tersenyum. Di bulan ke enam kehamilannya. Dalam keadaan kritis. kamu bisa hamil lagi nanti dan melahirkan anak sebanyak kamu mau”. Bulan berikutnya.

Kekuatan Allah dan kekuatan cinta sang bunda. tidak terasa satu lembar uang dua puluh ribuan terjatuh secara tidak sengaja. Sebuah papan pengumuman terpampang dipinggir sawah di pendakian setelah terminal Kampung Koto. . Bahkan. Hanya beberapa hari menjelang waktu melahirkan yang dijadwalkan.” ujar Sinta menutup kisahnya. Namun entah kenapa uang tersebut saya biarkan saja. dengan gaji dosen biasa jelas mana sanggup. cerita teladan ( 355 ).Allah Maha Kuasa. setelah menelpon yang punya tanah tersebut. Sejenak memandang ke arah barat. seperti kata Menteri Pendidikan beerapa waktu lalu. terletak di dekat sebuah kampus terkenal. uang tersebut akan saya ambil lagi”. “Biarlah sebentar. Bayi itu pun terlahir dengan selamat dan normal. Sesampai di kampus. tanpa operasi caesar. pagi hari menjelang sampai ke gerbang kampus. “Tapi tidak apalah coba ditanyakan saja. Tanah tersebut pasti harga nya sangat mahal. tanpa cacat. “Mungkin ini bayi termahal yang pernah dilahirkan. sepeda motor bekas cicilan saya parkir di belakang kampus. kisah teladan ( 352 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ini Uang Halal Kira-kira pertengahan Ramadhan. sambil mengingat nomor telepon yang tercantum pada papan tersebut”. Sinta tersadar dari komanya. “Tanah di jual 1024 m2″. saya tak pernah membayangkan bisa melewati semua ini. lengkap dengan nomor telepon 0751 xx xxx. Terima kasih Allah. capek di jalan terasa terhapus. kisah islami ( 268 ). hati saya berkata. Saya berdiri dan menarik telepon saku dari kantong celana. cerita nasehat. Ia berkehendak tetap membuat hidup bayi dalam kandungan Sinta meski sang bunda dalam keadaan koma. ketika pemberian gelar Doktor Honouris Causa pada Presiden Republik Indonesia SBY dulu. pemandangan laut dari atas sungguh cantik sekali. Luar Biasa! oleh Bayu Gawtama  erva kurniawan 1:25 am pada 2 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). guman saya sendiri sambil berlalu. *** Sumber: Bunda. Ada kekuatan luar biasa yang bermain dalam episode cinta seorang Sinta. setelah hampir tiga bulan. Bukannya saya ingin membeli tanah tersebut.

“Bapak pernah kehilangan uang. kata sayai. Namun yang nama nya bukan rejeki. setelah melintas di ruang labor. saya sampai kembali ke kampus ditempat yang sama di mana saya menyia-nyiakan uang dua puluh ribu saya. setumpuk buku bahan kuliah sudah disiapkan. dan setengah berlari ke belakang gedung. Memang benar. Sesampai di ruang kerja. bukan karena uang saya kembali. Senin hari pertama masuk kantor. “Minal Aidin wal Fazin”. setelah satu minggu setelah Hari Raya telah molor. “ini uang halal” sambil mengangkat uang tersebut. “Ya pak. Saya pandang uang tersebut dan saya tempel dinding untuk. bersih pada tahun ini. apa yang ditanganpun mudah sekali sirna. “Yang bukan hak kita.Setelah menghubungi yang punya tanah tadi.”. ternyata uang dua puluh ribuan tersebut telah sirna. Dua puluh ribu bukan uang kecil untuk ukuran saya. “duapuluh ribu”. “Pak”. Sesaat sebelum sampai di tangga saya berpapasan dengan salah seorang mahasiswa. tiba-tiba batin “tercenung”. Segera dia masuk ke dalam ruangan laboratorium dan mengambil sesuatu di kantong yang tergantung dinding. saya mampir ke kantor Pak Kajur untuk melihat apa-apa. menjelang akhir anak tangga lantai dua.”Pak”. Hampir satu bulan berlalu. akan tetapi saya sangat sengat senang bahwa mahasiswa saya. saya tadi belum sempat saya ambil an tadi saya berlalu begitu saj. pasti telah banyak orang lalu lalang. Dengan hati sedikit menyesal. kata hati saya. Sebelum kembali ke ruang kerja. tiba-tiba kembali mahasiswa tersebut menyapa. atau sangat senang sekali. kuliah pun selesai. mahasiswa Jurusan Teknik Mesin ternyata sangat putih. katanya. saya sampai di koridor. Segera saya menyalaminya.30 pagi tersebut saya harus masuk kelas. yang jatuh dari saku celana. sudah lebih dua jam.Seperti biasa kepuasan seorang Dosen adalah setelah kuliah selesai. *** Dari Sahabat . Saya senang. tenggorokan kering terasai. suasana masih lengang dan sepi. saya langsung balik kanan. katanya. Badan saya terasa kehabisan asai. katanya. Tidak berbekas. sekumpulan mahasiswa telah berkumpul di dapan kelas. Hari masih pagi. ya memang milik kita”. Akan tetapi sebelum sampai di sana. Kelas pun segera di mulai. Ternyata memang benar satu lembar uang dua puluh ribuan. Dengan tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepadanya saya berkata. namun puasa belum selesai. sedikitpun tidak teringat satu lembar uang dua puluh ribuan sempat tergeletak seperti barang tidak bernyawa. Sesampai di belakang kantor jurusan teknik mesin. “Samasama Pak”. Sebelum selesai dia berkata saya menyahut. Uang dua puluh ribuan saya. Tidak terasa dua jam telah berlalu. Dia tertawa dan sayapun berlalu. mahasiswa penuh dan menyimak sampai pembicaraaan usai. terpana. baik mahasiswa. satu lembar tersebut cukup menghidupi satu hari keluarga saya. ternyata memang mahal sekali. menyapa. dan menyerahkan satu lembar kertas kepada saya. jauh dari beberapa ratus ribu dari saya kira. “uang”. Jam 8. Tampa pikir panjang. Saya tidak peduli setengah mahasiswa yang berkumpul di pelataran gedung agak heran. atas kelalaian ini keadaan ini harus juga diterima. Saya berlalu beberapa langkah. hanya sekedar untuk mengingat mahasiswa saya. Saya berlalu. “Nantilah pada suatu saat kalau uang saya sudah cukup tanah seperti itu dapat dibeli juga”. dan berkata.uang tersebut tergeletak di samping kendaraan Bapak” katanya kembali. maupun Dosen sebahagian lewat di sana.

Kita tidak bisa lupa kepada beliau. butuh senyum. Ingatan kita kepada beliau sudah menjadi kebutuhan. Karena ia tidak bisa berbalas budi orang. butuh salam. tepatnya Jumat 15 Ramadhan 1425 H Makkah dan dunia Islam menangis karena tersiar berita bahwa Sayyid Mohammad Al-Maliki. Bagaikan kisah diputar ulang. beberapa tahun yang lalu. jasa beliau yang besar terhadap Islam tidak bisa dilupakan. dan ingatan kita pasti menyertainya terutama di bulan yang penuh rahmah ini. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Mengenang Al Maliki Oleh : Hasan Husen Assagaf. wafat. ibarat kita butuh makan. Beliau meninggal sekitar pukul 6 pagi di salah satu rumah sakit di Makkah.• fikrie 7:52 pm pada 14 November 2010 Permalink subhanallah. butuh menghirup udara segar. butuh tidur. butuh istirahat. . Orang yang tak mengenangnya bukan dikatagorikan orang baik. kisah islami ( 268 ). Tahun demi tahun berlalu. Jelasnya. sy terharu membacanya =]  erva kurniawan 1:21 am pada 26 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). MENGENANG jasa merupakan ibadah. cerita nasehat. butuh minum. setelah beberapa jam berjuang melawan penyakit yang dating secara mendadak. cerita teladan ( 355 ). butuh menyayangi dan disayangi. kisah teladan ( 352 ).

Disamping tugas beliau sebagi da’i. mereka menguasai ilmu-ilmu agama yang cukup untuk dijadikan marja’ dan reference di negara-negara mereka. pengajar. lima belas abad silam. berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama. pertama-tama yang dilakukannya. Di samping menguasai bahasa Arab. Semua ini beliau terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan beliau selalu menghormati orang orang yang tidak bersependapat dan sealiran denganya. pengajar dan pendidik yang tidak beraliran keras. Namun salah seorang sahabat memberi tahu Nabi. Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat muslim menjadi manusia yang berperilaku baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama. Adapun ulama yang telah mendapat gemblengan dari Sayyid Muhammad Al-Maliki. suatu saat Rasulallah sedang duduk di beranda rumahnya. pembimbing. bani Qainuqa’. Damai di dunia dan damai di akhirat. Bukankah dalam hadist Nabi telah diriwayatkan bahwa seorang wanita masuk neraka disebabkan karna menganiyaya . Contohnya. Islam tidak menyuruh untuk berperilaku baik dan menghormati hanya kepada sesama muslim saja.Sayid Muhammad Al-Maliki dikenal sebagi guru. Tidak kurang dari 100 buku yang telah dikarangnya telah beredar di seluruh dunia. Semua yang berlawanan diterima dengan sabar. akan tetapi Islam menganjurkan kita untuk berperilaku baik dan berbuat hormat kepada semua manusia. Beliau pun berdiri karena rasa hormat terhadap jenazah tersebut. Beliau tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamanya dan ini memang yang di inginkan musuh Islam. Sampai sampai beliau menerima dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas Umul Qura dan halaqah ta’lim beliau di masjidil Haram. Tiba-tiba ada orang-orang yang lewat mengusung keranda janazah. Dalam kehidupannya beliau selalu bersabar dengan orang-orang yang tidak bersependapat baik dengan pemikirannya atau dengan alirianya. Indonesia dll. penceramah dan segala bentuk kegiatan yang bermangfaat bagi agama. yang datang sebagi rahmat dan membawa perdamaian bagi alam dan seluruh umat manusia. itu adalah jenazah orang Yahudi? ” Nabi menanggapi ” Bukankah ia juga jiwa manusia ” ( HR Imam Bukhari ) Islam mengajarkan untuk berbuat baik dan damai bukan kepada manusia saja. semasih mereka memiliki pandangan khilaf yang bersumber dari al-Quran dan Sunah. adalah agama yang membawa rahmat dan mencintai damai. terhormat dalam perbuatan. Akan tetapi orang-orang Yahudi sendirilah yang mengkhianati dan merusak perjanjian trb. Urdu. Islam diambil dari kata “salam” yang artinya damai. akan tetapi Islam telah menganjurkan untuk berbuat baik sampai terhadap hewan dan tumbuh-tumbuhan. setelah mepersaudarakan antara kaum Ansor dan Muhajirin. Beliau telah membuat hubungan baik dan menggelar perjanjian untuk hidup damai dan saling menghormati. tidak berlebih lebihan. menjawab dengan hikmah dan memikirkan sesuatu masalah dengan kenyataan dan dalil dalil yang jitu bukan denganemosi dan pertikaian yang tidak bermutu. Islam. Beliau adalah orang cerdas dan terpelajar. Agama kita. Dan tidak sedikit dari kibat beliau yang beredar telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. dan selalu menerima hiwar dengan hikmah dan mauidhah hasanah. Bani Nadzir dan bani Quraidzoh. adalah membuat perdamaian dengan tiga kelompok Yahudi yang berada disana. mereka pintarpintar dan terpelajar. setelah berhijrah ke Madinah. beliau pula seorang pujangga besar dan penulis unggul. serta berkata ” Wahai Rasulallah. dosen. tindakan serta pikiran dan perasaannya. Da’wah semacam inilah yang telah diwasiatkan Rasulallah saw. Beliau selalu menerima dan menghargai pendapat orang dan menghormati orang yang tidak sealiran dengannya atau tidak searah dengan thariqahnya. Bukankah Rasulallah. Prancis.

Tajamkan pisaumu sebelum kamu merebahkan kambingmu.” (HR Imam Nasai ) Itulah kebesaran agama Islam. kisah teladan ( 352 ). *** Wallahu’alam Hasan Husen Assagaf. ilmu. cerita nasehat. Ini konci kesuksesan da’wah ulama semacam Sayyid Muhammad Al-Maliki. Selamat tinggal sosok tubuh yang pernah menanamkan hikmah. teladan di hati hati kami. Kamu telah hidupi hari hari mu dengan mulia. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Encouragement . ” Jangan lakukan itu! Giringlah hewan itu menuju kematiannya dengan baik. Selamat tinggal pemimpin umat yang tak bisa kami lupakan dalam pendiriannya dan keikhlasannya.” Ibnu sirin juga meriwayatkan bahwa Khalifah Umar bin Khattab pernah melihat seseorang sedang menyeret kaki kambing untuk disembelih. Tidak hanya manusia. “Apakah engkau ingin membunuh kambing itu dua kali? Jangan lakukan itu. kisah islami ( 268 ). Akan tetapi beliau mengajarkan umatnya berda’wah dengan hikmah dan mauidzah hasanah. dan sekarang kamu telah terima imbalannya disaat wafatmu pula dengan mulia. ada seorang lelaki yang merebahkan kambingnya sementara dia masih menajamkan pisaunya. dengan akhlak dan suluk yang ramah. ikhlas dalam amal dan perbuatanya. semua memperoleh rahmat Islam.  erva kurniawan 1:20 am pada 23 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Ibnu Abbas meriwayatkan. Itulah kehebatan agama kita. Selamat tinggal ayah yang berhati baik. Rasulallah tidak mengajarkan kita berda’wah dengan kekerasan. paksaan dan berutal. Kemulyaan kamu telah meliputimu semasa hidupmu dan di saat wafatmu. Beliau marah dan menegur orang trb. Selamat tinggal pahlawan yang jujur.seekor kucing? Begitu pula seorang pelacur masuk sorga karna telah memberi minum seekor anjing yang kehausan? Rahmat Islam rupanya benar-benar lil a’lamin (bagi semesta alam). Lalu Rasulallah bersabda. cerita teladan ( 355 ). tumbuh-tumbuhan dan lingkungan hidup. tetapi hewan.

” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. Encouragement (mengobarkan semangat. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak-anaknya dididik di sini.LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. dari program master hingga doktor. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. hebat.Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan. “Maaf Bapak dari mana?” “Dari Indonesia . baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah. Budaya Menghukum Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”. namun tetap simpatik itu. Setiap anak berbeda-beda.” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut. Masalahnya. Ujian . malah dipuji. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali. saya khawatir anak saya cepat puas diri. Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna. ini adalah karya yang hebat. saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. melainkan untuk merangsang orang agar maju.” jawab saya. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum. Dia pun tersenyum. Sementara di Indonesia. “Saya mengerti. Namun untuk anak sebesar itu. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi.” lanjutnya. guru sangat sulit memberi nilai. “Di negeri Anda. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita. “Saya sudah 20 tahun mengajar. Menurut saya tulisan itu buruk. melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat. Sewaktu saya protes. red)!” Dia pun melanjutkan argumentasinya. bagus sekali. ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. sampai dia menyerah. saya dapat menjamin.

Pada saat kembali ke Tanah Air. bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun.…. Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. sundutan rokok. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal. rotan pemukul. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan. dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah. menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat.” ujarnya dengan penuh kesungguhan. dia mencobanya dengan sungguh-sungguh.tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. dan seterusnya. *** . Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan. tangan bercincin batu akik. Mereka bukan melakukan encouragement. malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.penuh puja-puji. namun rapornya tidak diberi nilai merah. bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti. Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna). melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis. melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya. dapat tumbuh. Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karyakarya ilmiah yang hebat. Kalau.” Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Para pengajar bukan saling menolong. melainkan discouragement. Nanti. seperti berikut. ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh. tersinggung. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh. menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. bukan merusak. sebaliknya dapat menurun. Bantulah orang lain untuk maju. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Melahirkan Kehebatan Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti. kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru. Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis. Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan. kapur. ibu guru mengingatkan saya. Hasilnya pun bisa diduga.…. dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. yang maaf. Kembali ke pengalaman anak saya di atas. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…. “Sarah telah memulainya dengan berat. Seperti yang sering saya katakan. bahkan penerima Hadiah Nobel. penguji marah-marah.

Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman pribadi yang terjadi pada 2003. Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang tersambung ke sebuah layar monitor. Sudah tiga pekan para dokter belum mampu mendeteksi penyakit yang diidapnya. cerita nasehat. Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah sakit di Jakarta. Dokter berkata. Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah terbujur di ruang ICU. I Miss You So Much Oleh: Jamil Azzaini – Kubik Leadership Jakarta. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula. “Pak Jamil.” “Haahh 12 juta rupiah dok.RHENALD KASALI Ketua Program MM UI  erva kurniawan 1:29 am pada 15 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita teladan ( 355 ). . Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya. kami mohon izin untuk mengganti obat ibu”. Dokter itu dengan mantap menjawab “Dua belas juta rupiah sekali suntik. dok? Dokter itu menjawab. Apabila kita melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. kisah islami ( 268 ). lantas sehari berapa kali suntik. Sayapun menjawab “Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta izin saya” Dokter itu menjawab “Karena obat yang ini mahal Pak Jamil. kisah teladan ( 352 ).” “Memang harganya berapa dok?” Tanya saya. Panasnya sangat tinggi. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ibu. Dia sedang hamil 8 bulan. Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. “Sehari tiga kali suntik pak Jamil”.

Akhirnya saya memberanikan diri mencuri uang ibu saya yang hanya Rp. Aku pasrah kepada Mu Ya Tuhanku. Mendengar jawaban itu saya menutup mata perlahan. yang ngambil uangku tidak kualat. dok?” Saat itu butiran air bening mengalir di pipi. kok ya tega-teganya ada yang ngambil. bu… saya minta maaf sama ibu. Kualat yang ngambil duit itu Mil. tenaga dan pikiranku begitu lelah. Sembuhkanlah istriku.” Suasana hening sejenak. Rp 75 saya gunakan untuk mebayar SPP. butiran air mata mengalir di pipi. Tidak berapa lama kemudian dari balik telepon saya dengar ibu saya berkata: “Ya Tuhan pernyataanku aku cabut.” jawab dokter. Saya minta maaaaf… saat nanti ketemu saya akan sungkem sama ibu. akupun mengerti bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan Engkau balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah aku lakukan juga akan Engkau balas. saya hidup dalam keluarga yang miskin papa. tabunganku telah terkuras. semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini. Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku Engkau Maha Tahu bahkan Engkau mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk. 25 per bulan. . Dan keburukan yang saya terima adalah penyakit isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan mengambil uang yang ia miliki itu. Jamil kamu nggak usah pikirin dan doakan saja isterimu agar cepat sembuh. 125. Ternyata yang ngambil adalah anak laki-lakiku. Dengan suara bergetar saya berkata. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya sekolah yang hanya Rp. maka saya bertanya kepada ibu saya Bu. Ya Tuhanku… gerangan keburukan apa yang pernah aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit isteriku yang berkepanjangan. aku maafkan dia.” “Pak Jamil kami sudah berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta bantuan berbagai laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa kami deteksi secara tepat.” Setelah memastikan bahwa ibu saya telah memaafkan saya. sementara saya akan berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar penyakit istri saya segera ditemukan. Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku bahwa sayalah yang mengambil uang itu. duit itu sangat ibu perlukan untuk membayar hutang. Saya ambil uang itu. apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan uang sebayak seratus dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?” “Sampai kapanpun ibu ingat Mil. Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata berkata “Pokoknya yang ngambil uangku kualat… yang ngambil uangku kualat…” Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh ibuku. maka saya akhiri percakapan dengan memohon doa darinya.” Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan kejadian puluhan tahun yang lalu. “Ya Allah Ya Tuhanku… aku mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-Mu. Usai berdoa saya merenung. “Jangan-jangan inilah hukum alam dan ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya akan memperoleh keburukan. maafkan saya… yang ngambil uang itu saya. Setelah salam dan menanyakan kondisi anak-anak di rumah.Setelah menarik napas panjang saya berkata. saya jahat telah tega sama ibu. saya pergi menuju mushola kecil dekat ruang ICU Saya melakukan sembahyang dan saya berdoa. kami harus sangat hati-hati memberi obat karena istri Bapak juga sedang hamil 8 bulan.” jawab ibu saya dari balik telepon.” Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomor telepon rumah dimana ibu saya ada di rumah menemani tiga buah hati saya. Bagimu amat mudah menyembuhkan istriku. “Berarti satu hari tiga puluh enam juta. “Dokter tolong usahakan sekali lagi mencari penyakit isteriku. Ketika itu. pak. Sambil terbata saya berkata. Dan Engkaupun mengetahui hal yang kecil dari itu. baiklah kami akan coba satu kali lagi tapi kalau tidak ditemukan kami harus mengganti obatnya. sisanya saya gunakan untuk jajan. Setelah percakapan itu usai. “Ibu.

Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.  erva kurniawan 1:37 am pada 14 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). sambil menjabat erat tangan sang dokter saya berkata.. setibanya di ruangan sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata “Selamat pak. penyakit isteri bapak sudah ditemukan. aku syg mama. mom.” Saya meninggalkan ruangan dokter itu…...  intan 7:20 pm pada 24 Oktober 2010 Permalink Ibu swatu hari nnti aq akn mmbri ssuatu untk diri mu..i love you.Kurang lebih pukul 12. setelah ini kami akan operasi untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu.” Bulu kuduk saya merinding mendengarnya. karena bgi q pngorbana nyawa mu tuk mlhirkan q tdak bsa di bls oleh apapun slain kbhgian yg engkau dambakan dri diri q  lian 7:49 pm pada 27 Oktober 2010 Permalink bener2 kisah yang buat kita introkspeksi diri untuk jangan penah menyakiti hati sang ibu. dengan berbisik pada diri sendiri Ibu. kumpulan kisah teladan ( 284 ) .” *** Keterangan Penulis: Jamil Azzaini adalah Senior Trainer dan penulis buku Best Seller KUBIK LEADERSHIP. “Terima kasih dokter. cerita teladan ( 355 ). cerita nasehat. I miss you so much. maafkan ank mu ini jika pnya slh.  ana 1:00 pm pada 13 Desember 2010 Permalink ma. kisah teladan ( 352 ). kisah islami ( 268 ).. semoga Tuhan membalas semua kebaikan dokter. Ibu telah kami obati dan panasnya telah turun.45 saya dipanggil dokter. infeksi pankreas.

Gandul melakukan itu karena tahu bahwa saya tak pernah bisa jajan jika dia lupa menyisihkan. karena ketiadaan ibu dan ayah yang terlalu jarang di rumah. Apalah yang dimiliki seorang anak umur 2 tahun ketika ditinggal ibunya kecuali tangis ketidaktahuan. Tetapi seiring waktu. Dia kira-kira berumur 12 tahun ketika ibu saya meninggal. Setiap hari. dia mencoba mengenal saya. saya mulai tahu bahwa merekalah sahabat terbaik dalam hidup saya. saya lah yang selalu dipandangnya dari jendela rumah. bodoh dan harus keluar dari kelas I SD karena tak bisa mengikuti pelajaran sedikitpun. Karena tak pernah memiliki teman bermain. Dia juga yang mengajak saya jalan-jalan. anak belasan tahun yang saya tahu dipanggil Adek. tenyata merupakan penyelamat hidup saya. Pemuda pertama. Uang itu khusus disediakan untuk saya. Ketika semua orang mengusir dan anak-anak lain takut untuk mendekat. tidak bisa membaca dan bekerja sebagai kusir andong (kereta/bendi). Merekalah yang saya sebut sebagai 3 pendekar dalam hidup saya. Selain itu. tinggal seorang pemuda idiot. tidak bisa membaca dan sering dianggap “agak kurang” (bahasa halus untuk sedikit gila) oleh tetangga-tetangga. Sementara di sebelah barat rumah saya. anak SD yang tak pernah lagi menerima uang saku dari ayahnya. membuatkan wayang suket. terbelakang. Di sebelah utara rumah saya. Dialah yang kemudian merawat saya. . tentu saja saya belum begitu mengenal mereka. idiot dan selalu mengeluarkan air liur dari mulutnya. tinggal pemuda yang juga berumur 20-an tahun. berendam di kali atau menonton karnaval 17 Agustus yang tiap tahun diadakan di kota kecamatan. Tiga orang yang sama-sama terbelakang. mencari kodok di sawah. Anak idiot itulah yang mengajari saya bermain. Selama bertahun-tahun. Pemuda dua puluhan tahun yang menjadi kusir andong tadi bernama Gandul.an tahun yang belum pernah bersekolah. Akal saya yang semakin terasah ketika berumur 5 tahun dan ingatan yang semakin kuat mematri kenangan saya dengan 3 orang hebat dalam hidup saya tersebut. begitu pulang dari bekerja. di sebelahnya tinggal pula seorang pemuda lain berumur 20. dia selalu menyisihkan uang Rp 50-100 di bawah jok andongnya. Keterbelakangannya justru menjadi sumber kebaikan hati. menjadi kernet andong atau bersuka dengan kudanya. Sebagai anak berumur 2 tahun. Ketidaktahuan karena belum bisa berpikir tetapi telah diberi Tuhan perasaan sepi dan kehilangan.Kisah 3 Pendekar *** Saya lahir tahun 1978 dan dua tahun kemudian ibu saya meninggal karena suatu penyakit.

dia dikeluarkan dari sekolah. Tetapi merekalah yang mengajari saya banyak hal. berjalan kaki dan melatih keberanian saya. Berkah dari 3 pendekar hebat. karena tak juga bisa melakukan apa yang dilakukan kawan-kawannya. Begitu pula ketika saya minta kelapa muda di satu siang yang panas. 3 orang kaya. tetapi Dia mengirimkan 3 orang hebat dalam hidup saya. seperti apapun kondisinya. bahkan dua diantaranya sampai kini tak punya istri. mandiri. Mulai itulah dia mendekati saya. *** Dari Sahabat • arinugroho84 1:53 am pada 14 Oktober 2010 Permalink aq terharu bro…. merantau. dan karena itulah saya selalu beranggapan. dia akan mencarinya. ketulusan untuk memberi dan sikap menjadi manusia seutuhnya itu lebih penting.memang indah… • che 9:43 pm pada 22 Oktober 2010 Permalink  ♂hye?????? • Fachrurozie 6:35 am pada 24 Oktober 2010 Permalink .Pemuda ketiga bernama Darsio. Kini (Tahun 2002. Untunglah saya dibesarkan oleh 3 orang idiot dan bukannya 3 orang profesor. kadang berpetualang seharian ke tempattempat yang jauh. tak bisa membaca. dia juga memberi segelas susu kedelai dari pabrik tahu milik orang tuanya hampir setiap hari. Karena sebelumnya saya memang terlalu penakut dan mudah menangis. membantu saya siap untuk mandiri. Agar tubuh saya kuat. Menemani dengan tulus sehingga kini saya bisa berpikir bahwa Tuhan memang mengambil ibu saya. Sehingga saya bisa memaknai hubungan antar manusia. atau 3 bisnisman. Bagi saya. Darsio mengajari saya berenang. 3 pendekar yang mengisi hidup masa kecil saya. tidak sekolah. uang atau kesuksesan. Ketiga orang itu. menemani tahun-tahun sepi. Mencarikan buah apapun yang saya inginkan. dia akan mengajak saya ke kebun dan memetikkan beberapa. hidup kita diciptakan Tuhan sangat indah. Jika saya lagi kepingin pisang. mengajak saya bermain di kebunnya yang luas. Karena pengalaman hidup itulah saya bisa bertahan hingga sekarang. red) saya 24 tahun dan akan segera menyelesaikan kuliah. Kalau mata kita memandangnya dengan indah pula. ya indah…. Ketiganya terbelakang. dan memiliki pandangan positif terhadap makluk ciptaan Tuhan seperti apapun adanya. bukan karena kapasitas intelektual.

Wali kami pun wali hakim. 19 tahun yang lalu. mungkin karena ia baru berumur seminggu. cerita teladan ( 355 ). Kembang senyumnya selalu merekah seperti mawar di pot halaman rumah. Begitulah dia memanggil namanya sendiri. keluargaku. 22 tahun yang lalu. cerita nasehat. Aku tak berhak untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. Kamilaku gesit dan lincah. mereka pasti akan berubah. Ya sudahlah. Dia sekarang sedang senang berlari-lari. Aku hanya yakin. Sayang. kisah islami ( 268 ). Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil. melompat-lompat atau meloncat dari meja ke kursi lalu dari kursi ke lantai kemudian berteriak “Horeee. tapi cukup untuk biaya makan keluargaku. Ya. Seorang putri. Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan. Dalam tiga puluh menit. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. Umurku sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku. kunamai ia Kamila. Karena sekarang aku sudah punya momongan. prosesi pernikahan kami selesai. Aku harus bisa terima nasib kembali.good story  erva kurniawan 1:41 am pada 11 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) 25 Tahun Yang Lalu 25 tahun yang lalu. Iya. . suatu saat nanti. Kulitnya masih merah. Iya bias terbang”. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan sempurna. kisah teladan ( 352 ). Pekerjaanku tidak begitu elit. dia tak dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Cita-cita kami sederhana. Tapi aku masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. orangtuaku dan orangtua Kania tak mau menerima kami. ingin hidup bahagia. maksudku kaya akan budi baik hingga dia tampak sempurna.

Waktu aku sadar. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan. “Horee. Iya jadi pemain bola. 13 tahun yang lalu. Uang pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan menguap jadi asap dapur. atau meja kaca. “Iya sayaaang. tanpa kaki. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah jalan. dua kakiku sudah diamputasi. Kulihat Kania menangis sedih. Setahun sejak kepergian Kania. keuangan rumahku sedikit membaik tapi itu hanya setahun. Hari ini Kamila ulang tahun. Sebuah truk pasir telak menghantam tubuhku.” jika sudah terdengar suara “Prang”. Aku sengaja pulang lebih awal dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. gelas. ada yang pecah. dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola itu. . Terakhir cermin rias ibunya yang pecah. Aku tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan bola di tas sekolahnya. Kemarin lalu dia merengek minta dibelikan bola. Yang aku tahu. Aku berlari menghampirinya. Aku hanya bisa membelainya. Iya. bisa vas bunga. Itu artinya. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya mulai banyak dibentak. bibir cuma berkata “Coba kalau kamu tak belikan ia bola!” 15 tahun yang lalu. Bayang-bayang kelam menyelimuti pikiranku. hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnya dari sekolah. rasa khawatirku mengalahkan kehati-hatianku dan “Iyaaaa”. Iya mau jadi pemain bola!” tapi aku tidak suka dia menangis terus minta bola. Bapak kan tidak akan seperti ini. Mainnya di rumah aja. makanya kubelikan ia sebuah bola. Dan aku tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari pekerjaan ke luar negeri. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis.Dan Kania tak jarang berteriak. Dan akhirnya dia memang pergi ke Malaysia. Waktu dia melompat dari tempat tidur ke lantai. Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan Kamila. lindasan ban besarnya berhenti di atas dua kakiku. Begitu katanya. Diizinkan atau tidak diizinkan dia akan tetap pergi.” 17 Tahun yang lalu Iya. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk SMP. Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. piring. bagaimana aku bekerja sementara pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah konsumen. boneka kayu yang dipegangnya terpental. Coba kalau ia nurut. Ya Tuhan. Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat marah. bagaimana ini. Setelah itu tak terdengar kabar lagi. Kania tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya. Paling tidak aku bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan seperti yang sudah kuduga. Ma?” 18 tahun yang lalu. Dan dia cuma bilang “Kenapa semua kaca di rumah ini selalu pecah. “Nanti kalau sudah besar.

Sudah bertahuntahun tak kudengar kabarnya. biar tidak diganggu!” pintanya padaku. Dia bilang aku sudah tua. istriku. Tapi anakku memang sabar dia tidak marah walau tak urung menangis juga. Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu. Dan itu pula yang membuat aku takut. Tapi aku harus kuat. Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang cuma lulusan SMP. Dia tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di bangku SMP. Aku miris. Tapi Kamila tidak suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. “Pak. ternyata kamu sudah semakin dewasa. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup tegar. Dan nyonya itu adalah istri mudanya yang keempat.” Mungkin itu kata-kata yang sering kudengar. Tapi keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Sejak hari itu. Hampir tiga tahun dia di sana. Dan aku menangis. Aku sedih. Iya pake jilbab aja ya. Matanya tak pernah siratkan sinar baik. jika aku masih menyimpan rindu untuknya. mengerjakan pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Dia bekerja sebagai seorang pelayan di rumah seorang nyonya. Dia bilang dia sudah ingin pulang. Setelah itu dia akan pulang. “Biar cantik kalo kere ya kelaut aje. Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu sembunyi di dalam kamar. Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa melanjutkan sekolah. Aku merenung seharian. “Sabar ya. Aku bekerja serabutan. Haruskah aku melepasnya karena alasan ekonomi. seperti ibunya. menghadapi kenyataan. tenagaku mulai habis dan dia ingin agar aku beristirahat. Nak!” hiburku. Aku tak mungkin bohong pada diriku sendiri. Dia sering jadi bulan-bulanan hinaan teman sebayanya. Anakku. Menyaksikan anakku yang tumbuh remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. 4 tahun lalu. semua tetangga sering mengejek kecacatanku. Dia selalu tersenyum padaku. hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam hatiku. Anakku cantik. Kamila tak pernah telat mengirimi aku uang. Dia juga dikenal suka perempuan. Anakku maafkan bapakmu. Seperti waktu lalu. kembali menemui pikiranku. 7 tahun yang lalu. Dan aku bahagia. Ingatanku tentang Kania.Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya. Aku hanya berdoa agar Kamilaku baik-baik saja. anakku tak pernah lepas dari kerudungnya. 10 tahun yang lalu. menemaniku kembali dan membuka usaha kecil-kecilan. . Dia berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. kali ini pun aku tak kuasa untuk menghalanginya. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi TKI ke Malaysia.

Wahai Allah kuatkan aku. kabarnya anakku ditahan. kenapa kamu membunuhnya sayang?” “Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya. Aku menangis. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat. Andai bisa ditukar. Pak!” Aku perih mendengar itu. Akhirnya putusan itu jatuh juga. anakku akan dihukum gantung. Aku masuk ke dalam ruangan pertemuan itu. Aku tidak bisa apa-apa selain menangis sejadinya. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. Anakku ingin aku ada di sisinya disaat terakhirnya. Lihatlah. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku selesai. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu hingga masa itu tiba. Aku hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia memang bersalah. Kamila bilang. istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku dihukum mati. karena dia terbukti membunuh suami majikannya. Dua matanya sembab dan bengkak. Aku meminta bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari maut. Iya tidak mau. Kini anakku lebih pandai menasihati daripada aku. Hari ini. aku tak percaya. dia berhambur ke arahku. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. seakan tak ingin melepaskan aku. Iya takut. Iya tidak salah kan. Itu yang kubaca dari suratnya. Iya Takut!” aku memeluknya lebih erat lagi. Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah datang dan ada di belakangku. Tapi aku tak ingin melihatnya. “Bapak. Dan aku bangga. aku jangan pernah lupa salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat tahajjud. Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku. 2 tahun 6 bulan yang lalu.Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia. “Kenapa. 2 tahun yang lalu. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Iya dorong dan dia jatuh dari jendela kamar. Dan dia mati. Tapi aku bisa apa. tapi menemuiku pun ia tidak mau. anakku terbukti bersalah. Sia-sia aku tinggal di Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanita itu. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah keadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri. Dan wanita itu akan hadir melihatnya. 3 tahun 6 bulan yang lalu. Dan dia harus menjalani hukuman gantung sebagai balasannya. Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian pemerintahan Malaysia. dia kurus sekali. Masa mudanya hilang begitu saja. aku ingin menggantikannya. Iya dipukulnya. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin membunuh. . Ya. Pak. Dan dia diancam hukuman mati. memelukku erat. Aku iba dengan nasib anakku.

kumpulan kisah teladan ( 284 ) Bersinarlah Matahariku . Benarkah begitu Iya sayang? *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:39 am pada 8 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana. cerita nasehat. kalau dari dulu Kamila sudah tahu wanita itu ibunya. “Iya sayaaang. Dan ‘blass” Kamilaku kini tergantung. kisah teladan ( 352 ). Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia diturunkan dari tiang gantungan. kali ini yang pecah adalah hatiku. jenazah anakku diturunkan mereka. dia Iya kita. Tapi apakah dia masih istriku.Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit histeris. Aku mendongakkan kepalaku. tak seharusnya kita menikah. Kania!” “Iya? Dia… dia… Iya?” serunya getir menunjuk jenazah anakku. Agar tak ada kesengsaraan untuk Kamila anak kita. dan dengan mataku yang samar oleh air mata aku melihat garis wajah yang kukenal. Nak. aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku. Setahun lalu. “Ya. Sejak saat itu istriku gila. Aku tak bisa lagi menangis. Setelah yakin sudah mati. kau … !” “Kau … kau bunuh anakmu sendiri. kisah islami ( 268 ).” Kamu tahu Kania. Iya yang ingin jadi pemain bola jika sudah besar. Kamila. Petugas itu membuka papan yang diinjak anakku.” “Tidak … tidaaak … “ Kania berlari ke arah jenazah anakku. Dia ingin dikuburkan di samping kuburan anakku. Mungkin orang tua kita memang benar.” Aku baru sadar. Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sinis. dia sering berteriak. “Kania?” “Mas Har. Terakhir kudengar kabarnya dia mati bunuh diri. Bunyinya “Terima kasih Mama. aku belum pernah menceraikannya. apalagi yang pecah. Kata pembantu yang mengantarkan jenazahnya padaku. Yang aku tahu. cerita teladan ( 355 ).

Kulihat suamiku pun demikian.. “Tidak baik Ibu pergi sendiri. Allah… . Dia pasti juga ingat Ibu. Ibu ingat dia? Sabar. Biarlah besok Bapak antar. “Pak.Cerpen: Bersinarlah Matahariku By: Riza Faisal ** “Sini. walaupun untuk urusan kerja. sangat menikmati tahu campur kesukaannya. putra kami. Kunikmati sesendok demi sesendok lontong kari dihadapanku. bocah laki-laki berumur lebih kurang 3 tahunan. Si Ibu penjual tahu campur sedang tidur mengeloni anaknya. demi karirku. “Siapa? Karim?” tebak suamiku yakin. ya Bu.” ujarku lirih. Terminal yang bias dibilang begitu …… kumuh!! Tapi dibalik semua itu harus diakui bahwa ratusan keluarga menggantungkan hidupnya di sana. tak tahu kalau air hujan nakal itu telah mengganggu buah hatinya.” hiburnya. Seringkali tetesan air hujan jatuh tepat di dahinya. “Kenapa. Untuk pertama kalinya kutinggal anakku sendiri di Bandung. Dan suamiku rela cuti. hanya untuk mengantarku. membuatku tak bisa menahan air mata. Bapak masih punya jatah cuti. kami sedang berada di terminal kampung Rambutan. Aku langsung teringat pada Karim. Petang ini..” kuminta suamiku duduk mendekat agar kami tidak ketetesan air hujan. Ibu kangen dia. kok!” kata-kata suamiku tadi malam masih terngiang-ngiang di telingaku. hanya ditemani pengasuhnya. Kami harus datang ke kota metropolitan ini. Sebuah terminal yang sudah tidak asing lagi di pendengaran kita. Pak! Sini. Dalam keadaan seperti itu si Ibu masih tetap dapat mendampingi putranya. Tiba-tiba mataku tertumbuk pada pemandangan unik didepanku. sementara aku? “Sekarang dia sedang apa ya. Si ibu yang begitu cepat tertidur pulas. Pak?” tanyaku mengejutkan suamiku.

begitu sampai Mbak diharap segera menghadap. Aku dipromosikan untuk sebuah jabatan baru. order dalam jumlah besar dan dalam waktu dekat!!” kata Ine berapi-api. teman seruanganku membuatku terkejut. Si kecil pun ikut terbangun. “Selamat. Wajah tanpa dosanya membuat air mataku kembali deras mengalir. Allahu robbi. Kemarin. kami pun beranjak pergi.”kataku pada Bapak yang menunggu kaki lima ini. Imbalan yang ditawarkan cukup memikat. eui!” kataku sambil tersenyum. Kami berniat segera pulang. Sayang. Sambil duduk dia balik memainkan air hujan yang menggenang di dekatnya. Maafkan Ibu. Kembali kulihat ibu dan anak yang sekarang masih tertidur pulas. Setengah berlari. kami menuju tempat bus antar propinsi dan berebut dengan penumpang lainnya. Bus Patas AC ini tak menghilangkan penat yang kami rasakan. “Pesan Direktur. Besok. mengejar karirku. “Maaakk! Udah tuh!” teriakannya mengagetkan si Ibu. Juga telah menelantarkan anakku…membiarkannya semalam bersama orang lain. “Maaf. Saya terlambat. Cepat-cepat Si Ibu bangun dan mengatakan harga dua piring dan dua gelas yang telah kami habiskan. Dasar anak-anak. sudah tiga bulan sejak peristiwa itu. Bahkan kalau boleh jujur. mungkin suami si Ibu. “Pak Bos sepertinya paham kok.” ucapku sambil bersandar di pundak suamiku disambut dengan elusan tangannya di punggung tanganku. Direktur memanggilku. Ne. Sengaja atau tidak aku telah memaksa suamiku meninggalkan tumpukan tugas kantornya. Hujan sudah mulai reda. Sepertinya Beliau ingin menyampaikan selamat secara langsung pada Mbak. ** Sekarang. Insya Allah tepat sebelas bulan usianya. Aku masih berkutat dengan pekerjaanku yang dinilai cukup sukses oleh tim manajemen.terangilah selalu hati hamba-Mu ini agar bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Baru bangun jam tujuh tadi. Kucium dahi bocahku. jadi Saya menunggunya.” lanjutnya. Tanpa suara lantunan ayat suci dan dendangan sholawatku yang biasa mengantar tidurnya. Barusan. Agar keegosian hati tidak menjebak hamba. bukan mengurusnya tapi mengurus pekerjaanku. Sepertinya mereka tidak peduli dan bahkan tidak pernah menuntut kehidupan yang lebih baik dari yang sedang mereka jalani. Selanjutnya. Belum lagi rasa bersalah yang memenuhi dadaku. Jam telah menunjukkan pukul tujuh malam. “Sudah. Karim sudah pulas…sendirian. Mbak. Hasilnya. kubaca Al Fatihah dan kukirim khusus buat buah hatiku…sekedar mengurangi rasa bersalah ini. “Maafkan Ibu. rekanan kita yang di Jakarta telpon pada beliau dan mengatakan bahwa presentasi Mbak membuat mereka tertarik. Mbak Fati. Setelah kubayar jumlah yang disebutkan. Apapun yang terjadi pada mereka… bagaimana pun kondisi mereka… mereka akan selalu menikmatinya. Pak. jauh lebih tinggi dari . Saya kangen. Kami tiba di rumah pukul satu tepat. Saya dengar presentasi Mbak kemarin sukses!” sambut Ine. Si Adek (panggilanku untuk Karim) tidurnya pulas. Dan sampai hari ini aku masih tetap sibuk. Pak. Maklum. kemarin kan tidak ketemu seharian.

kamu juga dapat membantu suamimu meringankan bebannya. Menunggu suamiku pulang dari kerjanya sambil menjaga butik kecil yang kurintis enam bulan lalu. Dengan gaji sebesar itu. Ambil kesempatan ini atau kalian tetap akan seperti sekarang?” “Jangan Nurul. Rumah.Alhamdulillah. Ayo.” Batinku mulai berperang. Mulailah aku bercerita lengkap dengan mimik wajah yang sangat disukainya. “Alhamdulillah. Kalian bias pergi berlibur. Senyumku mengembang. Bahkan kadang dia menirukan caraku bercerita saat menceritakan kembali kisah tersebut ke teman bermainnya. Saat di puncak karir. sekarang aku di rumah. Subhannallah. “Terima saja.”katanya sambil menunjuk salah satu cerita dari buku serial Anak Muslim: kisah sebuah tong sampah. Padahal kita berdua sangat paham bahwa waktu bersama orang tua adalah saat yang penting bagi perkembangan anak kita. Ibu bacakan ceritanya. Uang belum tentu menjamin kebahagiaan. Bantu hamba memutuskan yang terbaik. Sementara Karim terlelap setelah mendengar ceritaku. Sementara. Sebuah keputusan yang disesalkan banyak pihak terutama di tempat aku bekerja. Kamu mungkin hanya bisa membelikan tanpa pernah mengetahui kapan dia memakainya. Karim melambaikan tangannya saat kami tinggal tadi. Pagi ini seperti biasa kami berangkat berdua. Ibu rela melepaskannya demi keluarga. Segala yang dimintanya dapat kalian penuhi dengan segera. aku memutuskan untuk berhenti bekerja. Namun sekaligus sangat menggembirakan keluargaku. sini Nak. yang bisa terus bersama putranya. gumamku sambil berjalan menuju tempat tidur bocah kecilku. Fati. Alhamdulillah.. bahkan ke luar negeri!! Dan yang pasti. kasih sayang seorang Ibu yang dia butuhkan sulit kamu penuhi. Alhamdulillah. Tak terasa hari ini adalah deadline dimana aku harus memberikan jawaban pada Direkturku. Membiarkan mereka tanpa kehadiranmu. Ya Allah. Dan putramu hanya akan terpenuhi kebutuhan materinya saja. Sebuah tawaran yang sempat membuatku bimbang. Bapak memang tidak salah memilih pendamping hidup dan Ibu dari anak-anak kita.” sahutku waktu itu.Subhannallah. Fati.. Kesempatan tidak datang dua kali. Robbi. senyum yang tak pernah kurasakan ketika aku masih sibuk dengan pekerjaanku enam bulan yang lalu. (Awal Maret-03) *** Dari Sahabat . “Iya Pak. bahkan mobil mewah!! Putramu akan menjadi anak orang kaya. Memang. matahariku. Yang paling menyedihkan adalah jika kemudian dia menjadi lebih dekat dengan pengasuhnya daripada dengan ibunya. Dan aku minta waktu dua hari untuk memikirkannya.” kata-kata suamiku masih cukup melekat dibenakku saat aku ungkapkan keputusanku. Oh. Sementara Ibu hanya bisa memberikan materi untuk Karim.gaji suamiku. impian kalian akan segera terwujud. “Karim. Bersinarlah terus Sayang…Ibu ingin selalu melihat sinarmu dalam setiap helaan nafas Ibu.. pada malam sebelum aku menghadap direkturku. Allah. Bapak bangga pada Ibu. Bisa jadi kamu akan semakin sering menelantarkan keluargamu. Ibu iri pada Ibu pedagang kaki lima di terminal kampung rambutan waktu itu. Ya Allah. Kau tunjukkan pada hamba jalan ini. Karim mau cerita yang mana?” “Ni…. Berilah hamba petunjuk dan hidayah-Mu..

“Dari mana Anda belajar melakukan hal-hal seperti itu ?” tanya sang profesor. saya kira. Ralph yang dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara. Setiap kali. cerita teladan ( 355 ). erva kurniawan 1:35 am pada 7 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Banyak hal yang dilakukannya. ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar menghiasi wajahnya. Setelah saling memper kenalkan diri. “Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah. bernama Ralph.” . “Melakukan apa ?” kata Ralph. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya. “Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?” “Oh. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Setiap Langkah Adalah Anugerah Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer pada tanggal 1 Desember. Ketika berjalan keluar. “Saya tak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka. Ralph sering menghilang.” Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. kisah islami ( 268 ). dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. mereka menuju ke tempat pengambilan kopor.” kata Ralph. sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. kisah teladan ( 352 ). Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau. “selama perang. Kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini.” katanya. cerita nasehat.

dia melihat kepada istrinya dan mengucapkan 3 kata. Obat tersebut adalah obat yang keras yg bahkan untuk orang dewasa pun hanya dalam dosis kecil saja. Karena tertarik dengan warna obat tersebut lalu si anak memakannya semua. Istrinya. ** .Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup. tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas *** Oleh: Barbara Brown Taylor  erva kurniawan 1:24 am pada 30 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Mereka adalah pasangan yang saling mencintai dan anak itu adalah buah hati mereka. kisah islami ( 268 ). Dia terlambat untuk ke kantor maka dia meminta istrinya untuk menutupnya dan menyimpannya di lemari. cerita nasehat. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Saya Bersamamu Sayang Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan. Anak itu melihat botol itu dan dengan riang memainkannya. kisah teladan ( 352 ). suatu pagi si ayah melihat sebotol obat yg terbuka. karena kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal tersebut. Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat anaknya yang telah meninggal. Sang istri segera membawa si anak ke rumah sakit. Sang istri ngeri membayangkan bagaimana dia harus menghadapi suaminya. Tapi si anak tidak tertolong. Saat anak tersebut berumur dua tahun. cerita teladan ( 355 ).

kumpulan kisah teladan ( 284 ) Penjual Kue Semprong Itu . Kadang kita membuang waktu hanya untuk mencari kesalahan orang lain atau siapa yang salah dalam sebuah hubungan atau dalam pekerjaan atau dengan orang yang kita kenal. Apa makna cerita ini ? Jawaban : (1) Sang Suami hanya mengatakan “Saya bersamamu sayang“ Reaksi sang suami yang sangat tidak disangka-sangka adalah sikap yang proaktif. kisah teladan ( 352 ). (2) Moral Cerita Cerita ini layak untuk dibaca. cerita teladan ( 355 ). Si istri juga kehilangan anak semata wayangnya. dendam. cerita nasehat. Apa yang si istri perlu saat ini adalah penghiburan dari sang suami dan itulah yang diberikan suaminya sekarang. cemburu. Kamu akan menemukan bahwa sesungguhnya banyak hal tidak sesulit yang kau bayangkan. Lagipula seandainya dia menyempatkan untuk menutup dan menyimpan botol tersebut maka hal ini tdk akan terjadi. Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara pandang seperti ini maka akan terdapat jauh lebih sedikit permasalahan di dunia ini. Hal ini akan membuat kita kehilangan kehangatan dalam hubungan antar manusia. “Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah kecil” Buang rasa iri hati. Apa 3 kata itu ? 2. egois dan ketakutanmu. kisah islami ( 268 ). *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:08 am pada 26 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan pada sang istri.Pertanyaan : 1. Tidak ada yg perlu disalahkan. Si anak sudah meninggal. tidak bisa dihidupkan kembali.

namun masih saya dengar ucapan penjaja kue semprong tersebut. Saya membukakan bagasi dan petugas memindahkan barang-barang belanjaan saya. lalu kenapa kita tidak membeli barang dagangan si penjaja makanan atau barang tersebut? Teman saya nyeletuk. tanyanya.” karena kita ngga butuh”. Seorang penjaja kue semprong mendekati kami. dan pastinya secara pribadi lebih baik dari si pengemis.30. “Coba kalau ada penjaja makanan atau barang dan pengemis dilampu merah mana yang kamu berikan uang?. Hujan deras. Secara serempak kami mengiyakan. Karena terlalu biasa saya tidak mengacuhkannya. bagaimana jika tidak ada yang menghabisnya. Mantan bos saya bergumam. Nanti jatuhnya mubazir. Pak Teddy Sutiman membuka mata hati saya untuk lebih bijaksana dalam melihat suatu persoalan. Saya menghela nafas. Belum sampai kami menjawab. Petugas Ranch Market setengah berlari mendorong trolly berisi barang-barang belanjaan saya. . Obrolan itu begitu singkat. Saya memang lebih suka dengan para penjaja kue seperti ini ketimbang pengemis. ‘ Bu. Saya juga berlari-lari kecil menjajari langkahnya menuju mobil. beli kue semprongnya untuk ongkos pulang ke Tangerang”. Memang setahu saya banyak penjaja kue semprong disana menjajakan barang dagangannya dengan sedikit memaksa. ia berkata lagi “pasti yang kamu berikan uang si pengemis itu dan penjaja makanan atau barang itu kamu acuhkan”. tapi begitu mengena di hati saya. si pengemis itu pemalas tidak bermoral. “coba pikirkan lagi. Dan sejak itu saya lebih memberi perhatian kepada para penjaja makanan atau barang di jalanan dibandingkan para pengemis. Setelah memberikan tip saya masuk mobil. Pelajaran berharga yang pernah saya dapat dari mantan bos saya sembilan tahun lalu. sementara si penjaja makanan ataupun barang punya harga diri. Penjaja jual kue semprong itu masih dengan setia menanti disisi mobil saya. bukan hanya berpikir praktis saja. Masih teringat ucapannya ketika itu kami berdiskusi di kantor.Dari seorang sahabat: Semalam saya keluar dari Ranch Market jam 8. kenapa kita kasih uang. apalagi di hujan deras seperti ini. “Ya betul karena kita tidak butuh”. Didalam mobil saya berpikir saya kasih uang saja karena penganan yang saya beli di supermarket sudah cukup banyak.

Kembali saya buka kaca jendela sebelah kiri ditengah guyuran hujan dan menjerit. Kalau Bapak itu tidak menerimanya. Dia bengong. Beberapa detik saya kehilangan daya ingat saya. Dia membawa kue semprong pesanan saya didalam plastik. betul-betul membuat saya merasa hidup saya begitu bermakna dan saya sangat bersyukur atas rahmat-Nya.Bukan karena tidak rela berbagi rejeki tapi karena menyesali banyak sekali penganan yang sudah saya beli tadi. dan betul-betul kepada orang yang membutuhkannya. Dan saya bersyukur atas segala rahmat dan kemudahan hidup yang diberikan Allah kepada saya dan keluarga saya. Sesekali jika saya tidak butuh barang mereka. Dia meneguk ludah.’ Pak. Sembilan tahun saya telah lebih memberi perhatian kepada para penjaja makanan ataupun barang dibanding pengemis. kemurahan rezeki dan kemudahan hidup oleh Allah. terlihat pikulannya ada di pinggir teras sebuah toko tutup. Akhirnya saya katakan. saya tidak tahu seberapa sakitnya hati saya. sebelum sempat dia mengucapkan apa-apa saya langsung menutup kaca mobil dan pergi. dan dia bengong karena saya tidak menyerahkan uang pas. betul betul kepada orang yang berhati mulia. “kembaliannya ambil buat Bapak saja”. memang hak Bapak”.” ya sudah deh beli satu”. Ia menyebutkan sejumlah harga yang sangat murah. ” Pak.” sementara total nilai belanjaan saya tadi mungkin bisa untuk ongkos pulang Bapak penjaja kue semprong selama tiga bulan. Tersentak saya mencari-cari bayangan penjaja kue semprong ditengah kabut dari derasnya hujan. Saya tau dia pasti bingung memikirkan kembaliannya. hujan mengguyur deras dan membanjiri sisi kaca dalam mobil saya karena berbicara dengan si penjaja kue semprong. saya tidak mau beli kue semprongnya. dan hampir semuanya tidak pernah menolak pemberian saya. Tiba-tiba air mata ini mengalir deras melebihi derasnya hujan diluar sana. Akhirnya saya membuka kaca. tapi mengetahui bahwa saya telah memberikan betul-betul kepada orang yang berhak menerimanya. selalu saya ucapkan kalimat tadi. Tidak dinyana penjaja kue semprong itu menggelengkan kepalanya dan pergi dengan cepatnya dari sisi mobil saya. tapi dengan cepat saya katakan. Sampai di mobil. Hujan masih deras mengguyur kaca mobil. memang harganya berapa ?”. Penjajanya duduk dibawah dengan muka pasrah. Baru kali ini … Hujan mengguyur makin deras dan saya masih terpaku di mobil. saya berdoa kepada Allah agar Bapak penjaja kue semprong tersebut dan keluarganya diberikan rahmat. karena didalam rejeki saya ada hak mereka termasuk hak Bapak penjaja kue semprong itu. Saya mundurkan mobil menuju kearahnya.” saya serahkan uang. karena tidak menyangka ucapan yang keluar dari penjaja kue semprong tadi. Mudah-mudahan hujan cepat reda supaya bapak penjaja kue semprong tadi bisa pulang tanpa kehujanan. “ambil saja Pak. Tiap bulan memang selalu saya sisihkan buat mereka. tapi kalau bapak saya beri uang mau tidak?”. Ditengah leher saya yang sakit sekali karena tercekat. terbayang ucapannya ” untuk ongkos pulang ke Tangerang. ini rejeki Bapak. Saya tersentak dan menutup kaca jendela.. Baru kali ini ada yang menolaknya. *** .

cerita teladan ( 355 ). semoga mendapatkan berkah. yang saat itu pulang dari kampus sekitar jam 6 magrib sore. kisah teladan ( 352 ). berpikir. ternyata ortu ku senang aku bw kue itu kue trsbt dan ternyata punya memori tersendiri tentang kue itu. mungkin umurnya 60tahunan. ni pisang ndak bisa kuhabiskan nih kalau aq sendirian. itung2 lumayan membantu meringankan beban kakek tersebut. menggendong daganganya yaitu pisang.  erva kurniawan 1:52 am pada 24 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). mw pulang nenek itu meminta saya untuk membeli pisanngnya. yang seharga 20rb.. sepanjang perjalanan aq. Sbnrny aku gak butuh tp aku beli jg krn kasihan. Pas dibawa pulang kuenya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Dajjal vs Isa Ibnu Maryam . sewaktu mengambil uang ATM. yah tak ada niat untuk beli akhirnya saya pun membeli pisang. dan nenek itu berharap sekali. sy langsung pulng ke kost.. padahal takutnya mubazir kalau saya bawa pulang. saya kasihkan cuma-cuma ke pengemis perempatan ringroad jalan kaliurang.mahal amat ya. saya mahasiswa. akhirnya . nah sewaktu. dan beliau menawarkan kuenya dengan suara lirih memelas. Waktu itu pulang kerja. pisangnya belum laku. karena sejak tadi. tanpa basi2 lagi. beliau kakek2. Yogya. utk oleh2 di rumah. • kue ulang tahun bandung 1:49 pm pada 28 September 2010 Permalink kuenya enak • arytama 12:14 pm pada 28 November 2010 Permalink aku jg pengalaman yg sm dgn penjual kue semprong.• rizal 6:40 pm pada 26 September 2010 Permalink saya juga pernah mengalami pengalaman yang hampir mirip seperti itu. cerita nasehat. kisah islami ( 268 ). sekilas saya melihat nenek2 yang sudah tua. batinku. di cabang BNI jalan Kaliurang .

Kemudian ia berkata setelah itu. Maka nampaklah agama Allah dan diamalkan. Hamka. Nabi Isa vs Dajjal. dan sehari bagaikan satu jumat. Hj. Saya telah mengatakan suatu perkataan yang belum pernah seorangpun mengatakannya (dari nabi) sebelumku. Dajjal keluar pada saat agama mulai melemah dan ilmu pengetahuan tidak lagi di gubris. dan penyakit belang-belang. Ia akan tinggal dan berjalan dibumi selama 40 hari.Dia (Dajjal) itu dari golongan manusia. Quray Shihab. Lalu ia tinggal setelah itu dan berkata. Irene (mantan biarawati) yang tidak percaya akan turunnya Isa Ibnu Maryam dan munculnya Dajjal.a. juga (oleh Hj. (lihat buku: Jangan Tunggu Nabi Isa Turun) Hal ini dikarenakan. TETAPI seorang Mujaddid dan Ahli Hadits dunia. bahwa. diatas mata kanannya ada alis yang tebal. dan mengajak orang-orang lalu ia membunuh mereka. dengan (ciri-ciri): rambut keriting. HURU-HARA HARI KIAMAT oleh: Ibnu Katsir (baca dengan sabar!) ** Nabi Muhammad s. bahwa Hadits Abi Umamah al Rahili “sanadnya lemah”. Ia mengajak manusia untuk mengikuti lalu diikuti. telah menyatakan. “Aku adalah Allah!” .33) Kisah ini dikumpulkan hanya sebagian dari hadits-hadits dari sekian banyak hadits-hadits yang mengkisahkan tentang Dajjal vs Nabi Isa. Sumber: NABI ISA vs DAJJAL oleh: Ahli Hadits Syekh Albani.w. Hal. sebuah fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajal. “sesungguhnya aku seorang nabi!” lalu bergetarlah semua yang berakal dan mereka pun pergi meninggalkannya. dan ia mampu menyembuhkan kebutaan. (lihat. yaitu: Asy-Syaikh al-Allamah al-Mujaddid Syaikhul Islam Muhammad Nasirudin Albani Rahimahullah. mata kiri buta. setahun bagaikan sebulan.Sebagaimana diketahui. Sehari bagaikan setahun. Kemudian seluruh hari-harinya seperti harimu ini. bersabda: Allah tidak pernah menurunkan ke bumi sejak penciptaan Adam hingga tejadi hari kiamat. Hadits-Hadits tentang munculnya Dajjal dan turunnya Isa Ibnu Maryam “setelah di takhrij dan tahqiq” adalah SHAHIH dan MUTAWATIR (banyak yang meriwayatkan). Prof. agama Allah diikuti dan ia (Dajjal) suka akan hal itu. Ia menampakkan dirinya pada mereka hal seperti itu terjadi hingga ia mendatangi Madinah. Adapun yang tergolong tanda-tanda besar adalah: Munculnya Dajjal Dan Turunnya Isa Ibnu Maryam. Ada sebagian orang-orang (ulama lokal) seperti. Hari Akhir tiba dengan didahului tanda-tanda kecil dan besar. bahwa beriman terhadap hari akhir merupakan salah satu rukun iman dalam aqidah Ahlu Sunnah wal Jamaah. Irene) dikatakan cerita “Dajjal dan turunnya Isa” hanya berasal dari Bibel.

Kemudian Dajjal bertanya lagi. Dia membawa fitnah (cobaan bagi manusia) yang besar. lalu Dajjal tersebut berjalan ditengah dua bagian badan yang telah tebelah dua. . Ia menyandarkan kedua punggungnya pada sayap-sayap dua malaikat. Lalu turunlah (hadirlah) Isa ibnu Maryam ketika shalat shubuh. “Wahai sekalian orang. bahkan bertambah yakin. “Apakah engkau masih tidak mempercayai kami?” Dia menjawab. Tetapi Allah telah meletakkan diantara lehernya dan bagian belakang orang itu sebuah tembaga. seorang lelaki dari orang-orang yang beriman mencarinya. tiba-tiba terdengar suara panggilan dari sudut bukit. yang terbaca oleh segenap mukmin yang mampu menulis dan yang tidak mampu menulis. “Bangunlah!” maka bangunlah dan tegaklah dia. “Apakah kamu masih belum percaya kepadaku?” dia menjawab. Lalu sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain. “Apa yang kamu cari?” Dia (lelaki itu) menjawab. “saya mencari orang yang keluar!” lalu mereka bertanya kepadanya (kembali). “Wahai sekalian mamusia. telinganya terpotong dan tertulis diantara kedua matanya kafir. Ketika Dajjal muncul. “Engkau adalah Dajjal si pendusta. maka ia bertemu dengan sekelompok dajjal-dajjal (kecil). Kepungan itu sangat hebat dan sangat membuat mereka lelah.” Kemudian orang beriman tersebut berkata. Itulah manusia yang paling besar kesaksiannya (mati syahid) di sisi Tuhan Rabbul ‘Alamin. inilah dajjal yang telah disebutkan oleh Rasulullah s. maka turunlah hujan itu dan disaksikan oleh orang-orang. Ia turun di menara putih di timur Damaskus antara dua tempat. hingga tidak mampu disembelih. Mereka menyangka ia dilemparkan ke dalam neraka. Kemudian diperintahkan supaya (mukmin tersebut) digergaji dari atas kepalanya hingga kakinya menjadi dua bagian. lalu (Dajjal) datang kepada mereka dan mengepungnya. (karenanya) kemudian dipeganglah tangan dan kaki orang (mukmin) tersebut lalu dilemparkannya.” Lalu mereka membawanya ke hadapan Dajjal (terbesar). Dia memerintahkan langit untuk menurunkan hujannya.w. Kemudian kaum muslimin lari kegunung Dukhan di Syam. dan pemimpin (imam) mereka berkata kepadanya (Isa): “semoga Allah memberi ketenangan. “Wahai sekalian manusia. dia berkata. dia (Dajjal) tidak dapat berbuat demikian lagi kepada seorangpun (membunuh kembali mukmin tersebut).a. Lalu Dajjal bertanya. aku mendatangkan untuk kalian pertolongan.” Ibnu Maryam akan turun kepada umatnya (umat muhammad) diwaktu antara adzan dan iqomah. Ketika orang beriman itu melihatnya. Maka dia (Dajjal) berusaha untuk membunuh kembali orang beriman tersebut. silahkan (Nabi Isa) maju untuk memipin shalat!” Lalu dia (Nabi Isa) berkata: “Ummat ini adalah pemimpin (bagi) sebagian mereka kepada yang lainnya!” Lalu pemimpin (Imam) mereka maju dan memimpin shalat.maka matanya menjadi tertutup. “Tidak berkurang pengetahuanku tentang kamu. lalu mereka bertanya kepadanya. Isa turun! Ketika keadaan mereka seperti demikian keadaannya (genting). Maka Dajjal segera menyuruh merebahkan tubuh orang beriman tersebut. padahal ia dilemparkan ke surga. Kemudian Dajjal memerintahkan kepadanya. “Sesungguhnya suara ini adalah suara laki-laki yang tidak pernah kelaparan. “Apakah kamu tidak mempercayai tuhan kami?” Dia menjawab: “Tuhan kami tidaklah samar. dan memerintahkan untuk mengupas kulit dan memukuli punggung dan perutnya.

serigala dengan kambing. anak kecil bermain dengan ular tapi tidak membahayakannya. Dia (Allah pada zaman itu) membinasakan si pembohong (Dajjal) (sehingga akhirnya penduduk di muka bumi ini merasa aman. dan sesungguhnya dia akan turun. menetap di bumi selama 40 tahun sebagai pemimpin yang adil dan penengah yang jujur. Jika kalian melihatnya maka percayailah. ini orang kafir (bersembunyi)!” dan batu juga berkata: Wahai orang beriman. ini orang kafir!” Kemudian nabi Isa a. seorang laki-laki yang kulitnya antara merah dan putih. pertengahan antara kedua warna tersebut. dia (Dajjal) merasa ketakutan (kemudian meleleh) sebagaimana timah meleleh. sampai unta hitam bersusuhan dengan unta. sampai pohon akan berkata kepadanya: “Wahai orang beriman. kemudian dia wafat.Setalah menyelesaikan shalatnya.a. dan Allah menghancurkan pada zamannya itu semua agama kecuali Islam. kisah islami ( 268 ). kisah teladan ( 352 ). dia menghancurkan salib. menbunuh babi.: “Tidak ada antaraku dengannya (Isa) seorang nabi. Ketika ia (Dajjal) melihatnya (melihat Isa). dan dia pergi kearah Dajjal.s.s. lalu membunuhnya. Isa mulai berperang. *** Wallahualam bishowab • novia 12:13 am pada 19 Maret 2011 Permalink apakah masih ada kehidupan setelah kiamat??  erva kurniawan 1:41 am pada 23 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). menetap di bumi selama 40 tahun sebagai pemimpin yang adil dan penengah yang jujur.) Nabi Isa a. membebaskan pajak. Maka dia memerangi manusia demi islam. maka orang-orang beriman menshalatkannya. Sabda Nabi s. singa dengan sapi. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Tabiat si Yahudi . cerita teladan ( 355 ). seakan-akan kepalanya basah sekalipun tidak dikenai air. Pada saat itu tidak ada sesuatu yang dapat melindungi salah satu diantara mereka (pengikut Dajjal). dan dia (Isa) juga memerangi para pengikut-pengikutnya. cerita nasehat.w. lalu dia (Isa) meletakkan antara dua dadanya (Dajjal).

“Satu bongkahan emas untukku. Nabi Isa as kemudian bertanya kepada temannya. Nabi Isa bertanya kepadanya. Maka Isa as berkata kepada si Yahudi.” Lalu Isa as berkata kepadanya “Demi Zat yang telah memperlihatkan kebesaran-Nya ini. Suatu ketika Isa as pergi mengembara diatas bumi ditemani oleh seorang Yahudi. Isa as menangkap seekor kijang dan menyembelihnya. “Mahasuci Engkau ya Allah!”. Maka pada saat Isa as menunaikan shalat. Tatkala si Yahudi mengetahui bahwa Isa as hanya membawa sepotong roti. Kemudian Isa as berkata kepada si Yahudi. Selesai shalat. Nabi Isa as berkata kepada temannya. Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang buta. Si Yahudi merasa takjub dan berkata. “Demi Allah.” Maka kedua orang itu makan rotinya masing-masing. Lalu merekapun melanjutkan perjalanan. Nabi Isa membawa bekal sepotong roti dan si Yahudi membawa dua potong roti. “Akulah pemilik roti yang ketiga. “Demi Zat yang telah memperlihatkan tanda kebesaran-Nya ini. “Tentu. “Sungguh. Tibatiba didekat mereka ada 3 bongkahan besar emas. Ketika mereka sampai didekat sebatang pohon. “Bolehkah aku ikut makan rotimu?” Si Yahudi menjawab. “Dimana sepotong rotimu yang lain?” Si Yahudi menjawab.” Nabi Isa as terdiam mendengar jawabannya. Kemudian kedua orang itu melanjutkan perjalanannya. Kemudian keduanya melewati beberapa ekor kijang yang sedang merumput. “Ambillah emas ini untukmu semua!” Lalu Isa as . lalu Isa as berkata kepada si Yahudi.” Maka Isa as mengusap kedua matanya sambil membaca doa. “Demi Zat yang telah mengembalikan penglihatannya. Si Yahudi menjawab. “Tentu. siapakah pemilik roti yang ketiga?” Si Yahudi menjawab. apakah engkau mau bersyukut kepadaNya?” Orang buta itu menjawab. siapakah yang telah makan roti ketiga?”. “Hiduplah enkau dengan izin Allah.” Maka si Yahudi berkata. Aku telah memakannya saat engkau melaksanakan shalat. ia menyesal telah mengiyakannya.”. lalu Isa as memegang tangan si Yahudi dan membawanya berjalan di atas air hingga keseberang sungai. aku tidak membawa kecuali sepotong roti.” Isa as berkata kepadanya. kedua orang itu mengeluarkan bekal makanannya. Demi Allah aku hanya membawa sepotong roti saja.” Kedua orang itu melanjutkan perjalanan hingga tiba disebuah sungai besar.” Maka kedua orang itu bermalam dibawah pohon itu hingga pagi datang. “Baiklah.Wahb bin Munabah bercerita. ia pergi dan memakan sepotong roti miliknya. “seandainya aku mengobatimu dan Allah mengembalikan penglihatanmu kembali.” Kijang itupun hidup kembali. Si Yahudi merasa takjub melihat kejadian itu dan berkata. “Ternyata aku hanya membawa sepotong roti saja. Orang buta itupun dapat melihat kembali. Isa berkata kepadanya. satu bongkahan emas untukmu.” Si Yahudi menjawab. dimanakah rotimu yang lain?” Si Yahudi menjawab. “sungguh aku hanya membawa satu potong roti saja. “Mahasuci Engkau ya Allah.” Kemudian mereka melanjutkan perjalalan hingga disebuah kampung besar yang porak poranda. sebaiknya kita bermalam di bawah pohon ini sampai pagi menjelang. dan satu bongkahan emas lagi untuk pemilik roti yang ketiga. “Wahai kawanku.

cerita teladan ( 355 ). puasa ramadhan ( 11 ). Melihat si Yahudi menunggui emas. kemudian datang menemui kedua orang temannya. sehingga ia hanya bisa menungguinya. kumpulan kisah teladan ( 284 ). Sisa-sisa keteduhan nuansa ramadhan hanya tinggal sekedarnya saja. Saat ia datang membawa makanan. ia dibunuh kedua orang temannya. hikmah puasa ramadhan ( 3 ). Semua telah kembali seperti semula. Si Yahudi tidak mempunyai alat untuk membawa emas itu. kisah teladan ( 352 ). Bahkan nyaris tak berbekas. Penerbit : Gema Insani. “Seperti inilah dunia memperlakukan penghuninya.” Maka orang itupun melaksanakan niat yang dibisikkan setan.  erva kurniawan 7:30 am pada 14 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Tatkala ia melihat ke-4 orang itu mati tergeletak didekat bongkahan emas. cerita nasehat.meninggalkannya seorang diri. Kue- . Mereka menyantap makanan beracun itu tanpa curiga hingga akhirnya mereka berdua mati keracunan didekat bongkahan emas. Dua orang dari mereka berkata kepada yang lain. renungan puasa ramadhan ( 2 ) Malu Tak Seperti Kupu-Kupu Ramadhan baru saja berlalu. Beberapa hari kemudian Isa as lewat ditempat itu. mereka lalu membunuh si Yahudi dan mengambil bongkahan emas tersebut.” Maka orang yang disuruh memberli makanan itu pergi sambil berkata dalam hati. Maka hati-hatilah terhadapnya. kisah islami ( 268 ). “Aku akan menaruh racun pada makanan mereka sehingga mereka berdua mati dan aku bisa menikmati emas itu sendirian.” *** Sumber : Kisah-kisah teladan untuk keluarga oleh Dr Mulyanto. “Pergilah ke kampung dan bawalah makanan untuk kami. ia berkata kepada pengikutnya (Hawariyyun). Tak lama kemudian datang tiga orang jahat.

Indah memang. Tapi sebenarnya bukan itu yang kita tuju. Yang siapapun akan senang melihatnya. “Apakah manusia yang berpuasa akan mendapatkan keindahan layaknya kupu-kupu?” Tentu anda bisa menjawabnya. Amiiin. Hanya sekedar usia yang makin bertambah. Apalagi dengan warna-warni yang Subhanalloh cantiknya. Betapa malunya kita yang tak bisa seindah kupu-kupu. Lalu indahkah kita? Bila lidah kita bisa merasakan lezatnya kue lebaran. mata kita masih saja liar dan nafsu masih menjadi nomor wahid? Perilaku kita masih semrawut.” Sedikit pesimis ia tanyakan atau tepatnya menyatakan isi hatinya. Bukankah hati ini gersang? Lisan kita tetap mengumpat. lusuh dan tak terurus? Warna kusam yang semakin suram.kue lebaran masih banyak di meja. Aurat kita terbungkus hijab serta baju baru sedang jiwa kita masih setia dg nafsu sebagai pakaiannya. kisah teladan ( 352 ). Semoga Alloh terus membimbing kita untuk mencapai maqamamahmudah nan indah. kisah islami ( 268 ). cerita teladan ( 355 ). cat rumah yang baru. *** Sumber Email dari Sahabat. Adilkah ini? Apakah kita rela? Fisik kita rapi dan cantik tapi “jeroan”nya pada sakit. Seorang kawan saya. interior serba baru dan yang tentu tidak ketinggalan pakaian baru yang serba bagus. cerita nasehat. Ternyata kita ini belum bisa bersikap dewasa. tapi nikmatnya iman tak jua mampu kita cicipi? Bila rumah kita indah karna warna dan interior yang serba baru namun hati dan perilaku kita masih dengan warna dan interior yang dulu. karena memang persiapan buat lebaran sangat mantap.  erva kurniawan 1:06 am pada 13 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). “Kupu-kupu itu mulanya adalah makhluk yang menjijikkan (siapa sih yang gak geli dan jijik ngeliat ulet?). Lengkap dengan berbagai jenis kue. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Indahnya Berprasangka Baik <!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 <! [endif]--><!--[if gte mso 9]> <![endif]--> . pernah berkata. kusam. tapi setelah ia berpuasa dan melewati masa kepompong makan ia berubah menjadi makhluk yang indah. walaupun telah berpuasa sebulan panjangnya.

tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna. Suatu saat sang adik meninggal dunia. dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu. pekerjaan yang layak. Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman. Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya. menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a. tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya. dan lain-lain. .Dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah pabrik kecap dan sama-sama tekun belajar Islam. sang Adik tidak ada perubahan sama sekali. maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka. hidupnya tetap sederhana. Dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a. Allah mengabulkannya. karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do’a-do’anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla. Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya. Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu. tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja. Sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan seharihari semaksimal mungkin. Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru pengakiannya. Sementara itu. bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya. Jaraknya sekitar 10km dari rumah peninggalan orangtua mereka.

Allah. diantaranya Al-fatehah. Dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah pabrik kecap dan sama-sama tekun belajar Islam. Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya. menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a. do’a untuk guru mereka. Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman. . . dan lain-lain. Shalawat. sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul. .Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. . tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu. Jaraknya sekitar 10km dari rumah peninggalan orangtua mereka. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a. tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. sang Adik tidak ada perubahan sama sekali. Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya. Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu. diantaranya Al-fatehah. do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya: “Ya. do’a untuk guru mereka. kabulkanlah segala do’a kakak ku. Ampunilah aku dan kakak ku. Sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin.” Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya. . maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka. . Sementara itu. . Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a. Suatu saat sang adik meninggal dunia. Allah mengabulkannya. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu. Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya. Allah mengabulkannya. Allah. tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja. karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do’a-do’anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla. hidupnya tetap sederhana. bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat. tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya. do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya: “Ya. . Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna. bila pergi mengaji. pekerjaan yang layak. Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Shalawat. Ampunilah aku dan kakak ku. tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya *** Dari Sahabat Indahnya Berprasangka Baik . Dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru pengakiannya. Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu. .

Satu persatu kaki-kaki melangkah menuju tanah lapang. bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat. menyeru nama Allah lewat takbir.kabulkanlah segala do’a kakak ku. tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya *** Dari Sahabat • Sri Mulyati 3:45 pm pada 19 September 2010 Permalink izin share ya… • gadis nakal 1:43 am pada 1 Januari 2011 Permalink Benar tu bukan mudah untuk kita mendidik diri kita sentiasa berprasangka baik. di hari itu segenap mata tak kuasa membendung airmata keharuan saat berlebaran.” Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya. kisah islami ( 268 ). menandai berakhirnya bulan penuh kemuliaan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Cara Rasul Merayakan Idul Fitri Fajar 1 Syawal menyingsing. http://kepuncakmahligai.com/  erva kurniawan 1:04 am pada 9 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita nasehat. hingga langit pun bersaksi. sambil berharap kembali meniti Ramadhan di tahun depan. cerita teladan ( 355 ). Sementara itu. langkah sepasang kaki terhenti oleh . Senyum kemenangan terukir diwajah-wajah perindu Ramadhan. kisah teladan ( 352 ).

sesegukan gadis kecil di tepi jalan. mengingat tradisi silaturahim berlebaran di Indonesia yang lebih dari satu hari. Mungkin budaya ini merujuk pada kisah di atas. bahwa Rasul pun memakai pakaian yang bagus dihari raya. Baju baru bukan cuma fenomena. yang diukir oleh Nabi anak yatim. Rasulullah membawa serta gadis itu ke rumahnya untuk diberikan pakaian bagus. hari istimewa itu juga milik mereka. matanya masih menerawang tak menentu seperti mencari sesosok yang amat ia rindui kehadirannya di hari bahagia itu. Rasulullah tak hanya berbaju bagus saat berlebaran. Barangkali. terbasuhlah sudah airmata. seandainya Aisyah menjadi ibumu. tetapi juga mengajak seorang anak yatim ikut berbaju bagus. Lebaran.sementara baju yang mereka kenakan sudah usang. Tak ketinggalan sepatu dan sandal yang juga baru. Sekaligus mencerminkan betapa bahagianya kita menggapai sukses penuh arti selama satu bulan menjalani Ramadhan. tahu bagaimana menjadikan hari raya juga istimewa bagi anak-anak yatim. bahwa keceriaan hari kemenangan bolehlah diwarnai dengan penampilan yang lebih baik. Lelaki agung itu. “Ayahku mati syahid dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah. Dapatlah kita bayangkan betapa cerianya mereka saat berlebaran nanti mengenakan pakaian bagus itu. dan Hasan serta Husain menjadi saudaramu?” Sadarlah gadis itu bahwa lelaki yang sejak tadi berdiri di hadapannya tak lain Muhammad Rasulullah SAW. Ali sebagai pamanmu. ia menangis lantaran tak memiliki baju yang bagus untuk merayakan hari kemenangan. memakai pakaian baru sudah menjadi budaya. setidaknya layak dipakai saat bersilaturahim dihari kemenangan itu. bahkan sudah menjadi budaya. Tak ada yang salah dengan budaya baju baru itu. dan beribu seorang Ummul Mukminin? Begitulah lelaki agung itu membuat seorang gadis kecil yang bersedih dihari raya kembali tersenyum. Fatimah bibimu. Seketika. Tidak sedikit uang yang dikeluarkan untuk menyambut lebaran. sehingga nampak tak berbeda dengan Hasan dan Husain. “Gerangan apakah yang membuat engkau menangis anakku?” lembut menyapa suara itu menahan beberapa detik segukan sang gadis. Tak menoleh gadis kecil itu ke arah suara yang menyapanya. Tapi siapakah yang akan membelikan pakaian baru untuk anak-anak yatim? Tak ada Ayah atau Ibu yang akan mengajak mereka menyambangi pertokoan dan memilih pakaian yang mereka suka. “Maukah engkau. Dapatkah kita bayangkan perasaan mereka berada di tengah-tengah riuh rendah keceriaan anak-anak lain berbaju baru. Tak harus baru. yakni menceriakan anak yatim dengan memberikan pakaian yang lebih pantas dihari istimewa. Muhammad Ayahmu. bahkan bagi sebagian orang. shalawat dan salam baginya. adakah sedikit yang tersisihkan dari rezeki yang kita dapat untuk membeli satu saja pakaian bagus untuk pantas dipakai oleh anak-anak yatim tetangga kita. lelaki itu mendekap gadis kecil itu. Mampukah kita meniru cara Rasul berlebaran? Kalau kita mampu membeli beberapa stel pakaian untuk anak-anak kita. bagi sebagian besar masyarakat kita. tak cukup satu stel pakaian baru disiapkan. bagi kita sangat identik dengan pakaian bagus. Siapakah yang tak ingin berayahkan lelaki paling mulia. ambil sisi positifnya saja. Lelaki agung itu.” tutur gadis kecil itu menjawab tanya lelaki di hadapannya tentang Ayahnya. Kebahagiaan 1 Syawal semestinya tak hanya milik anak-anak kita. Nabi anak yatim yang senantiasa memuliakan anak yatim. . Namun tak dapat dipungkiri. Anak-anak kita bangga menghitung celana dan baju yang baru saja kita belikan. Tetapi ada cara berlebaran Rasulullah yang tak ikut kita budayakan. itu senyum terindah yang pernah tercipta dari seorang anak yatim. Ternyata.

akan lebih banyak senyum anak yatim yang tercipta dihari bahagia. Maha Suci Allah. bermimpi dalam tidurnya. salah seorang sahabat utama. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Suara Emas dari Ethiopia Bilal bin Rabah: Suara Emas dari Ethiopia Suatu malam. Rasulullah. Akan indahlah dunia dengan berbagi. ia menceritakan . sehingga Gerakan LCR ini menjadi sebuah gerakan nasional. Bilal bin Rabbah. “Bilal. setidaknya Anda berkesempatan mengukir senyum anak-anak yatim. Dalam mimpinya itu. kisah teladan ( 352 ). Dan Bilal bangun dari tidurnya dengan hati yang gulana. mimpi tersebut berakhir begitu saja. ikutilah! Gerakan LCR (Lebaran Cara Rasul). Setelah itu. Keesokan harinya. Namun jika lebih banyak lagi orang-orang beruntung seperti kita yang mau membudayakan LCR ini. cerita teladan ( 355 ). Apalagi jika ada yang bekerja di media.” kata Bilal masih dalam mimpinya.Maka. sudah lama kita berpisah. Ia dirundung rindu. Bilal bertemu dengan Rasulullah. Gerakan ini. Note: Jika berkenan meneruskan tulisan ini ke berbagai milist dan komunitas. *** Sumber: Email dari Sahabat  erva kurniawan 1:31 am pada 6 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).” demikian Rasulullah berkata dalam mimpi Bilal. atau punya akses ke berbagai media cetak maupun elektronik. aku rindu sekali kepadamu. jauh sepeninggal Rasulullah. cerita nasehat. kisah islami ( 268 ). aku pun sudah teramat rindu ingin bertemu dan mencium harum aroma tubuhmu. “Ya. saya yakin sudah banyak yang melakukannya diberbagai tempat.

semalam Bilal bermimpi ketemu dengan nabi junjungannya. suara Bilal terdengar.” lanjut Bilal. “Asyhadu anna Muhammadarrasulullah. Pada mulanya.” bisik salah seorang dari mereka. Seperti udara. Tak terasa hampir semua penduduk Madinah meneteskan air mata. Itulah sebabnya.” kata Abu Bakar. Tatkala. Abu Bakar meminta Bilal untuk adzan. Tak menunggu senja. salah seorang sahabat dekat Rasulullah. diharu biru oleh kenangan dengan nabi tercinta. Kini Habasyah biasa kita sebut dengan Ethiopia. Dan Bilal menjawab perintah itu. Satu persatu dari mereka sibuk sendiri dengan kenangannya bersama manusia mulia itu. “Kalau demikian. kisah mimpi Bilal segera memenuhi ruangan kosong di hampir seluruh penjuru kota Madinah. Kemudian setelah. “Marhaban ya Rasulullah. Muhammad. terserah apa maumu. Madinah seolah tercekat oleh berjuta memori.” pinta Bilal.” jawab Abu Bakar. Senjapun datang mengantar malam. penduduk Madinah seolah bersepakat meminta Bilal mengumandangkan adzan Maghrib jika tiba waktunya. ternyata ia menjadi salah seorang dari sekian banyak sahabat Rasulullah yang berjuang mempertahankan hidayahnya. Hari itu.mimpi tersebut pada salah seorang sahabat lainnya. ada sebuah kisah yang membuat Bilal menolak untuk mengumandangkan adzan setelah Rasulullah wafat. Seperti penampilan orang Afrika pada umumnya. Umayyah bin Khalaf. *** Di atas. namun hatinya. Habasyah tepatnya. setelah diminta dengan sedikit memaksa. hitam. Akhirnya. Seperti yang kita tahu. ia adalah budak seorang bangsawan Makkah. “Sungguh. insya Allah bak kapas yang tak bernoda. Bilal mengumandangkan adzan. Satu persatu kalimat adzan dikumandangkan sampai pada kalimat. maka biarkan aku menentukan pilihanku. Meski Bilal adalah lelaki dengan kulit hitam pekat. Kenangan semasa Rasulullah masih bersama mereka kembali hadir. Seperti suara guntur yang hendak membelah langit Madinah. hampir seluruh penduduk Madinah tahu. seketika.” “Hanya demi Allah aku membebaskanmu Bilal. Seolah. Bilal pun menerima dan bersedia menjadi muadzin kali itu. “Maka biarkan aku memilih pilihanku. Madinah benar-benar terbungkus rasa haru. adalah sepenggal kisah tentang Bilal bin Rabah. Padahal Bilal sudah cukup lama tidak menjadi muadzin sejak Rasulullah tiada. Menjelang senja. maka aku akan mengumandangkan adzan. begitulah Bilal. Jenazah Rasulullah. beberapa saat setelah malaikat maut menjemput kekasih Allah. Dan Bilal sama seperti mereka. belum dimakamkan. aku tak ingin adzan untuk seorang pun sepeninggal Rasulullah.” Tangis penduduk Madinah yang mengantar jenazah Rasulullah pecah. seakan baru kemarin saja Rasulullah tiada. Tapi jika demi Allah kau dulu membebaskan aku. “Adzanlah wahai Bilal. penduduk Madinah ingin menggenapkan kenangannya hari itu dengan mendengar adzan yang dikumandangkan Bilal. dan Bilal mengumandangkan adzan. ia sangat mudah menerima hidayah saat Rasulullah berdakwah. . Antara hidup dan mati. Rasulullah telah dimakamkan. tinggi dan besar. Waktu itu. Bilal adalah seorang keturunan Afrika.” perintah Abu Bakar. Meski ia sangat mudah menerima hidayah. begitu kira-kira gambaran perjuangan Bilal bin Rabab. Sebenarnya. “Jika engkau dulu membebaskan demi kepentinganmu.

Meski demikian. Sampai datang padanya Abu Bakar yang membebaskannya dengan sejumlah uang tebusan. Bilal bin Rabah. Setiap malam aku mendengar gemerisikmu. kasihanilah mereka dan berikanlah rahmatMu ke atas mereka. Subhanallah. Semua sahabat Rasulullah. Kemudian setelah beliau. Peliharakanlah mereka. Afghanistan. hidup sebatang kara. Ia seorang perantauan. Setelah puas hatinya menyiksa Bilal. aku langsung berwudhu dan shalat sunnah dua rakaat. Umayyah pun menyerahkan Bilal pada pemuda-pemuda kafir berandalan. Suatu hari Rasulullah memanggil Bilal untuk menghadap. menjadi adzan terakhir yang dikumandangan Bilal. Ada satu riwayat yang membuktikan betapa Allah memberikan kedudukan yang mulai di sisi-Nya. terakhir melaksanakan tugasnya sebagai muadzin saat Umar bin Khattab menjabat sebagai khalifah. Saat itu. Selain Allah tentunya. tapi tidak di mata Allah. Shuhaib. yang ada di sana menangis tak terkecuali. tak ada yang membela. lindungilah mereka. Saat itu. Dalam posisi sosial.Keislamannya. ahad. “Ya Allah. dengan itu kamu mendahului aku. Bilal sudah bermukim di Syiria dan Umar mengunjunginya. orang paling lemah saat itu adalah Bilal. waktu shalat telah tiba dan Umar meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan sebagai tanda panggilan shalat. Zurr bin Hubaisy. Ammar bin Yasir dan keluarganya. demikian tinggi derajat Bilal bin Rabah di sisi Allah. Tapi itu tidak membuatnya merasa lemah atau tak berdaya. budak belian pula. Bilal disiksa dengan berbagai cara. Bilal bin Rabah termasuk orang yang pilih tanding dalam mempertahankan agamanya. tangis yang paling kencang dan keras adalah tangis Umar bin Khattab. orang yang pertama kali menampakkan keislamannya adalah Rasulullah. Bilal. Umayyah bin Khalaf. suatu hari diketahui oleh sang majikan. Bilal pun naik ke atas menara dan bergemalah suaranya. hatinya tak kuasa menahan kenangan manis bersama manusia tercinta.” kata Rasulullah membenarkan. tak berhenti hanya dengan menyiksa Bilal saja. Bilal dan Miqdad. di antara para sahabat. Dan di antara mereka. Diarak berkeliling kota dengan berbagai siksaan sepanjang jalan. Bilal masih menganggap. aku mendengar gemerisik langkahmu di depanku di dalam surga. Ethiopia. Tapi dengan tegarnya.” puluhan kali dari bibirnya yang mengeluarkan darah. Tak kurang dan tak lebih. sang majikan. setiap kali aku berhadats. itu lebih cukup dari segalanya. Dan Abu Bakar dilindungi pula oleh sukunya.” “Ya. bahwa ia adalah budak belian dari Habasya. suatu ketika berkata. Bilal menjawab pertanyaan Rasulullah. Dalam lubuk hati kecilnya. “Ya Rasulullah. Rasulullah dilindungi oleh paman beliau. meski dalam strata sosial posisinya sangat lemah.” Dengan wajah tersipu tapi tak bisa menyembunyikan raut bahagianya. “Ahad. Bilal bin Rabah. Bilal telah mengangkat Allah sebagai penolong dan walinya. Iraq. Chechnya serta diseluruh pelosok dunia akibat dari angkara mungkar dan kekejaman musuh-musuh Mu. Dan itu. amal kebajikan apa yang menjadikan Bilal mendahului berjalan masuk surga ketimbang Rasulullah. Amin. Derita yang ditanggung Bilal bukan alang kepalang.” . Bilal mengucap. Sebagai ganjarannya. “Wahai Bilal. Bisa dikata. ada Abu Bakar. Palestin. hal itu tak menjadikan Bilal tinggi hati dan merasa lebih suci ketimbang yang lain. selamatkanlah umat Islam yg sedang sengsara di Lubnan. ya Rabbal A’lamin. nabi akhir zaman. Rasulullah ingin mengetahui langsung.

) . Seingatku aku sedang kejarkejaran dengan waktu di etape sulit ini. kisah teladan ( 352 ). (HR.Turmuzi. dekat kepalaku? Aku menyerah lagi. Kegundahan apakah ini? Kekhawatiran apakah ini? Kecemasan apa lagi? Mengapa pelupuk mataku panas. air mata bening itu hanya boleh kutunjukkan pada-Nya. mushaf itu tetap diam disamping bantal. aku malu untuk menumpahkan air mata. dari riwayat Syaddad bin Aus ra. Bukan untuk memperturutkan rasa dan emosi serta mengalahkan rasio yang wajar. Aku hendak berapologi pada diriku sendiri. Kelelahan fisik dan kepenatan pikiran.5 jam setelah berbuka puasa petang tadi. Ya. Meski… jebol juga tanggul itu. ”Orang yang cerdas adalah orang yang merendahkan dirinya dan berbuat untuk masa setelah mati. cerita teladan ( 355 ). Orang yang lemah adalah yang memperturutkan hawa nafsunya dan berharap (banyak) pada Allah”. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Izinkan Aku Menangis eramuslim .20 malam… Kecurian. Namun. Al Qur’anku belum selesai. kisah islami ( 268 ). Aku membuka hadits ini lagi. Aku tertidur sekitar 3.saya jadi menambah wawasan……  erva kurniawan 1:09 am pada 30 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).Jam menunjukkan pukul 21. Tapi entah mengapa.*** Dari Sahabat • ahmad masum 2:45 am pada 9 Januari 2011 Permalink terima kasih atas ilmuya…. cerita nasehat.

Jika saja aku boleh berandai. Masih ada pandangan mata khianat. Masih saja melafazkan katakata tak bermakna. Sebagaimana aku boleh berharap di penghujung hari pembekalan ini. Apakah ia takkan cemburu dan marah dengan pandangan khianatku pada hal-hal yang tak seharusnya kulihat. Mengapa tidak suara Syeikh Masyari Rasyid yang melantunkan surat al Qiyamah. kemudian kujawab sendiri. Sering menyerah pada diri sendiri di tengah komitmen hendak berbuat. Aku boleh berharap banyak untuk menjadi sang pemenang. Konsentrasi di babak ini seringkali buyar. sebagai kelemahan. Namun. Aku dibangunkan teriakan itu. Masih tersisa kedengkian. Khalid bin Walid pun yang sangat pemberani akhirnya menutup harinya di atas pembaringan. semua menjadi misteri yang tak terjawab. Selain itu hanya kesunyian. Masih ada ketajaman lidah yang melukai hati. aku malu untuk berharap demikian. tinggal itulah hitungan hari-hari pembekalan tahun ini. Harapan tanpa kekuatan itu disabdakan Rasulullah Saw. Sebagaimana aku berharap istana megah setelah matiku. Sebagaimana aku mengandaikan bidadari surga. Atau suara-suara dari rumah-Nya yang dipenuhi isakan harapan hamba-hamba-Nya yang berlomba memburu seribu keberkahan dan sejuta pengampunan. Sudah berapakah aku menabung untuk itu. melantunkan suara pengharapan yang kuat yang bisa menembus langit-Nya. aku menjadi sang jawara. misalnya. Ya. mampukah aku sampai di penghujungnya. Aku pandangi lama-lama refleksi kegundahan itu. Aku lalai mengumpulkan “dana” untuk membelinya. Aku hanya boleh bertanya. Aku tak pernah tahu. Atau suara siapa saja yang menembus gendang telinga ini. Aku terduduk lemas. klub kebanggaan mereka sedang berlaga. Lantas. Sebagaimana aku juga boleh berharap menutup hariku di dunia dengan syahadah di jalan-Nya. tidakkah malu aku membandingkan pengaharapanku dengan kelemahan diriku menghadapi diri sendiri. Sekali lagi. jarum jam diputar. Mengapa aku lemah? Jika saja ini bukan di etape final. Alhamdulillah Allah memberi kekuatan untuk mengungkapkannya. Sementara hidupku dipenuhi ambisi dan obsesi yang penuh dengan tabungan materi dan memegahkan istana duniaku. Meski dunia sekelilingku ramai dengan hiruk pikuk malam. pengharapan yang lemah yang kalah oleh nafsu. Masih juga mengoleksi berita-berita tak bernilai. Kedai sebelah rumah masih ramai.Jika kebodohan (tidak cerdas) tidaklah berakibat kepada kemurkaan Allah? Dan ternyata pengharapan pada-Nya saja tak cukup. apa makna tengadahan tangan di tengah malam yang diiringi isak pengharapan. Masih ada pertanyaan sikap dan prasangka buruk. Masih juga bersemanyam ketersinggungan dan gerutu ketidakpuasan. Benar. Namun. Atau senyuman malaikat yang menyaksikan bocah-bocah kecil yang menahan kantuk berdiri sambil memegangi mushaf kecil dipojok-pojok masjid. Ya. agamaku melarang pengandaian. Juga madu dan jus mangga. Sebagaimana aku berharap menikmati seteguk susu dari aliran sungai di surga-Nya. . sejuta pengampunan dan seribu keberkahan? Aku malu menanyakannya pada diriku sendiri. Coffee shop masih dipenuhi orang yang asyik menonton el Ahli–mungkin–. Aku membuka genggaman tangan kiriku. Dan aku telah mencintai dunia itu. Lantas. Mampukah aku menjadi yang terbaik diantara sekian juta para pemburu satu cinta. Namun. Toh.

para guru hamba. telinga. Terkunci oleh hawa nafsu. Jangan-jangan karena kesalahanku. tangan… semua menolak untuk diajak menggapai cinta-Nya. rasionalisasi kesalahan. jadikanlah nama hamba ada dalam daftar pembebasan itu. aku masih punya bekal. Tiba-tiba aku ingin menangis. Etape final ini banyak tikungan tajam. Aku memaknai keterlaluan yang fatal ini dengan sikap yang tidak seimbang. buruk sangka. aku tak mampu. Namun. hari atau bahkan hitungan detik aku masih bisa melihatnya di toko buah-buahan di sebelah rumahku. menjelaskan karakteristik bulan pembekalan ini. Aku belum bisa menjadi yang terbaik. Tergesa-gesa. Karena tumpukan-tumpukan kotoran buruk sangka. Karena tumpukan-tumpukan gerutu. kisah teladan ( 352 ). aku masih bisa bangkit meneruskan perjalanan. *** Oleh: Saiful Bahri  erva kurniawan 1:53 am pada 27 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kaki. Aku masih harus melewati tikungan tajam lainnya. Mata. Dan aku terjatuh.Sebagaimana aku tetap berharap ingin terus mencicipi delima merah dan jeruk sankis serta buah khukh di masa setelah kefanaan ini. hati nurani dan bahan bakar ketelitian serta nasihat orang-orang shalih. Ya Allah. Alhamdulillah. cerita teladan ( 355 ). Meski aku tahu. Tapi aku terlalu terpana oleh keindahannya yang sementara. jangan Kau murkai hamba ini ya Allah. Entah berapa tahun. Ada beberapa materi terakhir di ujian final ini: menanggalkan kesombongan dan ingin dipuji serta disanjung berlebihan. saudara-saudara hamba serta siapa saja yang mempunyai hak atas hamba. Ya Allah aku ingin mengeluarkan air mata ini untuk-Mu. Amin. cinta dunia. cerita nasehat. “… dan sepertiga terakhirnya adalah pembebasan dari api neraka. mulut. Air bening itu tersendat. Karena tumpukan-tumpukan egoisme. Akibatnya seluruh organ tubuhku lemah. Hamba masih terus berharap pembebasan dari murka-Mu di hari-hari pembebasan ini. Putaran roda keinginan tersebut trrgelincir oleh kerikil kecil bernama kelalaian. Ada cinta lain yang menyesak hendak menggeser kemuliaan itu. kecerobohan. Karena aku masih bersama orang-orang baik bahkan mereka ada di depanku. kini aku jauh tertinggal. Dan tikungan tajam yang paling membahayakan di akhir etape ini adalah: menduakan cinta-Nya. Cinta. Tapi aku masih bisa berharap untuk menjadi baik. bulan. hatiku disesaki kelemahan. Karena tumpukan-tumpukan doa-doa yang kosong. Khayalanku dipenuhi pengaharapan. keluarga hamba. orangorang terbaik itu. Menanggalkan kecintaan dunia yang berlebihan dengan qanaah dan tawadhu’. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Namun. Namun. Aku khawatir kesulitan ini tersendat karena kemurkaan-Mu. kisah islami ( 268 ). Jika demikian. Juga nama kedua orang tua hamba.” demikian Rasulullah Saw.

nak. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya. ” Aku menemukannya jatuh dari pohon. bangun.” Seketika aku merasa malu. saat saya tengah memasak makan malam. Coba lihat ke lantai dapur.” kataku. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal. juga saya. hampir saja saya membuatnya jatuh. Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi. Saya tidak melihat Anda. terutama yang berwarna biru. kuning dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu. hati kecilnya hancur.Kata-Kata Kasar. “ “Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu. “Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?” Ia tersenyum. Ia berkata. dengan halus Tuhan berbicara padaku. Aku tahu Ibu akan menyukainya. anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. Pada hari itu juga. “Oh.” Orang tidak dikenal itu. “Maafkan saya juga. dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu. lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi. tua dan muda. “Bangun. Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat.” . dan sekarang air mataku mulai menetes. Ketika saya berbaring di tempat tidur.” “Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu. sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. maafkan saya” adalah reaksi saya. Ia pergi. “Anakku. merah muda. ketika kesopanan kamu gunakan. engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu. Ketika saya berbalik. “Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal. tetapi anak-anak yang engkau kasihi. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.” kata saya dengan marah. berlaku sangat sopan. Namun cerita lainnya terjadi di rumah. “Minggir.” Aku berkata.

Aku tetap mencintaimu. (Y)OU Teruskan cerita ini kepada orang-orang yang kau pedulikan. • sempulur 2:00 am pada 27 Agustus 2010 Permalink Sekedar ingin mengucapkan salam kenal dari komunitas keluarga miskin.” Aku pun membalas. cerita teladan ( 355 ). Mari kita renungkan. aku mencintaimu juga. kisah teladan ( 352 ). dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini. kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri. cerita nasehat.” Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok. FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER. *** Dari milis. Ibu. bukan? Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas? Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA? Dalam bahasa Inggris. Saya telah melakukannya.Si kecilku berkata. diterjemahkan dari : HARSH WORDS Everything is free Semoga menjadikan renungan yang bermanfaat. kisah islami ( 268 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) . tidak apa-apa. apalagi yang biru. “Oh. “Anakku. Terima kasih • azzen noury 9:45 am pada 8 September 2010 Permalink Siiip…cerita yang patut utk direnungkan  erva kurniawan 2:53 am pada 24 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Semoga berkenan mengunjungi blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis. perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka. KELUARGA = FAMILY. suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana. (I). (L)OVE.

. dia memulai percakapan dengan bertanya. I am willing to embrace Islam now. Wanita muda itu bernama Jessica Mendosa. Dengan sedikit malu dan menundukkan muka. I am a wife of a non Muslim”. Bosnia atau Kosovo. Jessica menjawab: “I am very much interested in Islam. Mulanya saya mengira bahwa sang wanita yang duduk di hadapan saya ini adalah seorang Muslimah. nampak seperti santri bule duduk menunggu kedatangan saya di Islamic Center New York. Dengan pakaian Muslimah yang rapi. Maka dengan berat tapi cukup berani dia katakan: “I’ve learned Islam and I am sure this is the right way for me. dan kini secara bulat berniat untuk memeluk agama.Saya Beri Dia Waktu 3 Bulan Pagi hari Kamis lalu. barangkali dari negara Balkan. 13 Juli 2006. Saya kemudian menanyakan apa hubungan antara keingin tahuan dia tantang Islam dan seorang wanita bersuamikan non Muslim. I have learned it many months“. Saya kemudian memotong: “Where did you learn Islam?” Dia menjawab: “throughn the internet (Islamic websites)“. Setelah berta’aruf lebih dekat barulah saya bertanya kepadanya: “Kenapa anda menanyakan tentang boleh tidaknya seorang Muslimah bersuamikan non Muslim? Dan kenapa pula Anda tanyakan apa diterima seorang wanita masuk ke dalam agama Islam jika bersuamikan non Muslim?” Dengan sedikit grogi atau malu. “Apa hukumnya seorang Muslimah bersuamikan non Muslim? Dan apakah seorang wanita yang bersuamikan non Muslim bisa diterima menjadi Muslimah? Tentu saja saya terkejut dengan pertanyaan itu. the right way for her. Kelahiran Albany. seorang wanita mudah berusia 24 tahun datang ke Islamic Cultural Center of New York. But I’ve a problem. ibukota negara bagian New York dan kini tinggal di kota New York (New York City) sebagai mahasiswi di salah satu universitas di kota ini. Diapun baru menikah dengan suaminya sekitar 4 bulan yang lalu. Tapi setelah saya tanya. Ketika saya tanyakan apakah suaminya tahu keinginannya tersebut? Dia menjawab: “yes. and he is very much hostile to my intention“. ternyata dia hanyalah seseorang yang baru menemukan Islam lewat internet (beberapa website Islam). yang menurutnya.

“Islam is not only a bunch of ritual teachings. Namun di satu sisi saya perlu tegaskan bahwa sebagai Muslimah jika tetap bersuamikan non Muslim maka itu adalah sebuah pelanggaran terhadap hukum Islam. dari masalah-masalah akidah. baik berdasarkan “masalih al mursalah” (manfaat-manfaat yang terkait) maupun realita-realita kehidupan di Amerika. I will ask for a divorce“. hingga kepada masalah-masalah mu’amalah. termasuk urgensi membangun rumah tangga yang Islami dalam rangka menjaga generasi Muslim masa depan. Hampir tak pernah bergerak mendengarkan penjelasan-penjelasan mengenai berbagai hal. mau tidak mau. If he doesn’t want to follow my way.” jelasku. maka jangan sampai hal ini tersia-siakan. saya sampaikan kepada Jessica: “You may embrace Islam. Saya kemudian menjelaskan perihal hukum nikah dalam Islam dan berbagai hal yang terkait. Ketika saya sampai kepada permasalahan pasangan suami isteri itulah. Dan penerimaan inilah yang merupakan inti dari keislaman itu sendiri. Allahu Akbar wa lillah alhamd! . Bahkan menurutnya: “Nothing should prevent me to convert to Islam“. termasuk persyaratan bagi wanita Muslim untuk menikah hanya dengan pria Muslim. it’s a code of life. But this is the rule and I have to tell you about it”. dengan hanya disaksikan dua orang Brothers. Nampaknya Jessica mendengarkan penjelasan itu dengan seksama. harus terjadi kompromi. Saya katakan. Dengan penjelasan terakhir ini Jessica nampak cerah. dengan diiriingi airmata. Dalam hal ini seseorang yang mengimani ajaran Islam dan dengan kesadarannya memeluk Islam berarti bersedia mengikuti ajaran-ajaran atau aturan-aturan yang mengikat. dan dengan tegas mengatakan: “I’ll give him a chance in 3 months. Untuk itu. Pada akhirnya.Saya tidak langsung menjawab pertanyaannya karena saya yakin dia masih mencintai suami yang baru menikahinya sekitar 4 bulan silam. Saya ikut merasakan dilema yang dihadapinya. tapi diserta dengan berbagai argumentasi “aqliyah” (rasional) sehingga dapat meyakinkan Jessica dalam hal ini. setelah mempertimbangkan berbagai pertimbangan yang terkait. Tanpa terasa airmatanya nampak menetes. Saya justru menjelaskan kepadanya pokok-pokok keimanan dan Islam. ketika anda sudah yakin bahwa inilah jalan hidup yang benar untuk anda ikuti. Penjelasan saya tentunya tidak bertumpu kepada nash atau berbagai opini ulama. katanya tanpa ragu. serta yang paling penting adalah pengalaman-pengalaman mengislamkan selama ini. khususnya makna berislam itu sendiri. Oleh karena Islamic Center memang masih sepi. Jessica memberanikan diri menyelah: “But I am still in love with my husband whom I married to just 4 months ago” Saya juga terkejut dan kasihan dengan Jessica. Jessica Mendosa mendeklarasikan: “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah”. But you have to find any possible way to convince your husband that you are not allowed to maintain this marriage if he insists to oppose Islam”. ibadah. Bahwa menerima Islam berarti bersedia menerima segala konsekwensi dari setiap hal yang terkait dengan ajarannya. Hatinya telah mantap untuk menjadi Muslimah. Saya katakan: “Hopefully people will not perceive that Islam separates between husbands and wives.

kisah islami ( 268 ). Syamsi Ali. 17 Juli 2006 Jessica. Bersemangat menjawab setiap ada hal yang dipertanyakan oleh muallaf lainnya. “Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan. Jessica hadir di kelas itu seperti seorang Muslim yang telah lama mempelajari agama ini. namanya Sindu. Tampak ketakutan. *** Oleh: M. Jessica telah resmi bergabung dengan kelas khusus yang dirancang untuk para muallaf “The Islamic Forum for new Muslims” di Islamic Cultural Center.Sabtu kemarin. New York.” Aku taruh Koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya. cerita nasehat. Saya terkejut. kisah teladan ( 352 ). Cerita dari India Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Pelajaran Dari Seorang Anak. air matanya banjir didepannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam / yogurt (nasi khas India / curd rice). Sayang saya belum sempat menanyakan perihal suaminya!. Allah bless and further guide you! • Sri Mulyati 4:27 pm pada 19 September 2010 Permalink izin copi ya…  erva kurniawan 1:32 am pada 22 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita teladan ( 355 ). .

Ibu dan istriku msh kuno. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. tidak ada ‘yah. Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama. seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta. mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect”. kenapa ayah sekarang mau menjilat ludah sendiri?” Sindu melanjutkan “Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral. harta / kekuasaannya.” . “Sindu sayang. Agak ragu-ragu sejenak. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita. tapi saya akan minta . Sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.”.. “Iya. “…akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Aku coba memohon kepada Sindu. dia mendekatiku dengan mata penuh harap. istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. “Janji kita harus ditepati. Setelah Sindu melewati penderitaannya. tidak mungkin. dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. “Tidak”. maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak. dia terlalu banyak nonton TV. “Kalau kita menjilat ludah sendiri. anak perempuan dibotakin.” Secara serentak istri dan ibuku berkata. “Betul nih ayah? Yah pasti”. Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita. Istriku spontan berkata permintaan gila. karena ayah saat ini tidak punya uang. Sindu tidak minta barang-barang mahal kok. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin / dibotakin pada hari Minggu. Tapi Sindu tetap dengan pilihannya. Aku menjawab. “Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak. “Boleh ayah akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok tapi semuanya akan saya habiskan.” Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku. istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi.” Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. bahkan nyawa anaknya sendiri. dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu” Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. “Apakah kamu sudah gila?”.” Sindu menjawab. “Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami. janji”.Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. jawabku.” “Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?”.” Sindu tanya sekali lagi. Aku mengambil mangkok dan berkata. “Jangan khawatir. kata istriku. Sindu permintaanmu akan kami penuhi. “Oh pasti sayang. Aku sedikit khawatir dan berkata. Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita. Dan semua perhatian (aku.” Sindu dengan menangis berkata. “Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya. Aku coba membujuk. tak ada keinginan lain kata Sindu. “Sindu jangan minta komputer atau barang-barang lain yang mahal yah. demi ayah. nanti ibumu akan teriak-teriak sama ayah. bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata.

anak-anak yatim. Sindu tolong tunggu saya. menangis tersedu-sedu. hanya saya betul-betul tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. “Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah. Aku berdiri terpaku dan aku menangis. kisah teladan ( 352 ). aku mengantarnya ke sekolah. sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. benar-benar hebat. Sindu. Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak. wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus. sedekah ( 8 ) Sedekah Diantara sunnah puasa adalah memperbanyak sedekah selama bulan Ramadhan dalam rangka membantu fakir miskin. . cerita nasehat.” “Nah Minggu lalu Sindu datang kerumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. dia menderita kanker leukemia. kisah islami ( 268 ). kepala anak laki-laki itu botak. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. Anak laki-laki yang jalan bersama-sama dia sekarang. adalah anak saya. cerita teladan ( 355 ).” Wanita itu berhenti sejenak. Harish. Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang kasih. karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek / dihina oleh teman2 sekelasnya. Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata. serta orang-orang yang memerlukannya. *** Dari milis siar islam  erva kurniawan 8:48 am pada 18 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).” Lanjut Ibu tersebut. Hari Senin. Aku berpikir mungkin “botak” model jaman sekarang. kumpulan kisah teladan ( 284 ). “Anak anda.Dengan kepala botak. Yang mengejuntukanku ternyata. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.

“wahai Ibu. “Seutama-utama sedekah adalah sedekah dibulan Ramadhan. serta dapat menarik keberkahan dan rezeki sebanyak mungkin”. puasa. “Wahai anakku! Selama hidup didunia. Orang yang bersedekah dapat terhindar dari Mati Suul Katimah. (HR. aku termasuk wanita bakhil yang enggan bersedekah.w. maka jika tidak dapat. karena sedekah dapat menolak kejahatan dari dirimu. “Wahai Ali! Janganlah kamu abaikan sedekah. dan seorang pada hari kiamat hanya bernaung dibawah naungan sedekahnya”. sandal dan lain-lain yang dapat menyelamatkan tangan kiriku dari bakaran siksa api neraka” jawab sang Ibu. mengapa hal ini terjadi. sedang ibu rajin shalat. suatu waktu datanglah seorang wanita menghadap Rasulullah s. “Sedekah itu dapat menolak mati dalam keadaan yang tidak baik”. gelas. yaitu dengan sepatah kata yang baik” (HR Bukhari Muslim) ** Dikisahkan oleh Aisyah.Rasulullah mengajarkan. kursi. “Ya rasul. ibuku disiksa di dalam api neraka. Thabrani) Juga sebagai pelepas dari siksa api neraka.” (HR.a. teringatlah kita pada wasiat Rasulullah kepada putra menantunya yang bernama Ali bin Abu Thalib. karena bencana tidak dapat melangkah mendahului sedekah. ternyata tangan kirinya memegang sehelai kain bekas” Kemudian aku bertanya. bahwa sedekah yang paling utama. seraya bercerita. Ya. sedang tangan kirinya tidak terlalap oleh si jago merah. yaitu sedekah dibulan Ramadhan. “Bersedekahlah kamu. meja. “Sedekah itu dapat menghindarkan seseorang dari panas kubur. kain bekas ini adalah sesuatu yang pernah kusedekahkan selama hidup didunia. Setelah kuteliti secara cermat. . Qudha-I) Dapat menghindarkan dari panas kubur. karena sedekah itu sebagai pelepasmu dari api neraka” (HR. Segeralah bersedekah. zakat dan ibadah-ibadah lainnya?” Sang Ibu menjawab. kulihat dalam mimpiku. sepatu. Hal ini merujuk sebuah hadits. Keutamaan sedekah memang sering diwasiatkan Rasul kepada ummatnya. Turmudzi) Berbicara masalah keutamaan sedekah. sesobek kain yang biasa kupakai untuk membersihkan perabot-perobot rumah tangga seperti piring. Wahai Ali! Sedekah secara sembunyi-sembunyi dapat merekam murka Allah. (HR. Thabrani) “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun sedekah separuh dari biji kurma. Dan di neraka inilah memang tempat penyiksaan bagi orang2 yang bakhil” “Mengapa tangan Ibu yang memegang sehelai kain bekas tidak terlalap api?” “Ketahuilah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful