P. 1
Cerita Nasehat

Cerita Nasehat

|Views: 487|Likes:
Published by Erwanto Effendi

More info:

Published by: Erwanto Effendi on May 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2013

pdf

text

original

Kisah Cinta Abu Mubarak Inilah kisah indah percintaan seorang tabi’in mulia. Namanya Mubarak.

Dulu, Mubarak itu seorang hamba. Tuannya memerdekakannya kerana keluhuran pekerti dan kejujurannya. Setelah merdeka ia bekerja pada seorang kaya raya yang memiliki kebun delima yang cukup luas. Ia bekerja sebagai penjaga kebun itu. Keramahan dan kehalusan tutur sapanya, membuatnya disenangi semua temannya dan penduduk di sekitar kebun. Suatu hari pemilik kebun itu memanggilnya dan berkata: “Mubarak, tolong petikkan buah delima yang manis dan masak!” Mubarak seketika itu bergegas ke kebun. Ia memetikkan beberapa buah dan membawanya pada Tuannya. Ia menyerahkan pada Tuannya. Majikannya mencuba delima itu dengan penuh semangat. Namun apa yang terjadi, ternyata delima yang dipetik Mubarak rasanya masam dan belum masak. Ia mencuba satu persatu dan semuanya tidak ada yang manis dan masak.. Pemilik kebun itu gusar dan berkata: ”Apakah kau tidak dapat membedakan mana yang masak dan yang belum masak? Mana yang manis dan mana yang masam?” “Maafkan saya Tuan, saya sama sekali belum pernah merasakan delima. Bagaimana saya boleh merasakan yang manis dan yang kecut,” jawab Mubarak. “Apa? Kamu sudah sekian tahun bekerja di weesini dan menjaga kebun delima yang luas yang telah berpuluh kali berbuah dan kau katakan belum merasakan delima. Kau berani berkata seperti itu!” Pemilik kebun itu marah merasa dipermainkan. “Demi Allah Tuan, saya tidak pernah memetik satu butir buah delima pun. Bukankah anda hanya memerintahkan saya menjaganya dan tidak memberi izin pada saya untuk memakannya?” lirih Mubarak. Mendengar ucapan itu pemilik kebun itu tersentak. Namun ia tidak langsung percaya begitu saja. Ia lalu pergi bertanya kepada teman-teman Mubarak dan tetangga disekitarnya tentang kebenaran ucapan Mubarak. Teman-temannya mengakui tidak pernah melihat Mubarak makan buah delima. Juga tetangganya. Seorang temannya bersaksi: “Ia seorang yang jujur, selama ini tidak pernah berbohong. Jika ia tidak pernah makan satu buah pun sejak bekerja disini bererti itu benar.” *** Kejadian itu benar-benar menyentuh hati sang pemilik kebun. Diam-diam ia kagum dengan kejujuran pekerjanya itu. Untuk lebih meyakinkan dirinya, ia kembali memanggil Mubarak: “Mubarak, sekali lagi, apakah benar kau tidak makan satu buah pun selama menjaga kebun ini?” “Benar Tuan.” “Berilah aku alasan yang boleh aku terima!”

“Aku tidak tahu apakah Tuan akan menerima penjelasanku apa tidak. Saat aku pertama kali datang untuk bekerja menjaga kebun ini, Tuan mengatakan tugas saya hanya menjaga. Itu aqadnya. Tuan tidak mengatakan aku boleh merasakan delima yang aku jaga. Selama ini aku menjaga agar perutku tidak dimasuki makanan yang syubhat apalagi haram. Bagiku kerana tidak ada izin yang jelas dari Tuan, maka aku tidak boleh memakannya.” “Meskipun itu delima yang jatuh di tanah, Mubarak?” “Ya, meskipun delima yang jatuh ditanah. Sebab itu bukan milikku, tidak halal bagiku. Kecuali jika pemiliknya mengizinkan aku boleh memakannya.” Kedua mata pemilik kebun itu berkaca-kaca. Ia sangat tersentuh dan terharu. Ia mengusap air matanya dengan sapu tangan dan berkata, “Hai Mubarak, aku hanya memiliki seorang anak perempuan. Menurutmu aku mengahwinkannya dengan siapa?” Mubarak menjawab: “Orang-orang Yahudi mengahwinkan anaknya dengan seseorang kerana harta. Orang Nasrani mengahwinkan kerana keindahan. Dan orang Arab mengahwinkan kerana nasab dan keturunannya. Sedangkan orang Muslim mengahwinkan anaknya pada seseorang kerana melihat iman dan taqwanya. Anda tinggal memilih, mahu masuk golongan yang mana? Dan kahwinkanlah puterimu dengan orang yang kau anggap satu golongan denganmu.” Pemilik kebun berkata: ”Aku rasa tak ada orang yang lebih bertakwa darimu.” Akhirnya pemilik kebun itu mengahwinkan puterinya dengan Mubarak. Puteri pemilik kebun itu ternyata gadis cantik yang solehah dan cerdas. Ia hafal kitab Allah dan mengerti sunnah NabiNya. Dengan kejujuran dan ketaqwaan, Mubarak memperoleh nikmat yang agung dari Allah SWT. Ia hidup dalam syurga cinta. Dari percintaan pasangan mulia itu lahirlah seorang anak lelaki yang diberi nama“Abdullah”. Setelah dewasa anak ini dikenal dengan sebutan “Imam Abdullah bin Mubarak” atau “Ibnu Mubarak”, seorang ulama di kalangan tabi’in yang sangat terkenal. Selain dikenali sebagai ahli hadis, Imam Abdullah bin Mubarak juga dikenali sebagai ahli zuhud. Kedalaman ilmu dan ketaqwaannya banyak diakui ulama pada zamannya. Inilah Buah cinta yang Berasaskan Ketaqwaan, semoga kita dianugerahkan cinta yang disertai ketaqwaan. *** Sumber: Sahabat

Peri dan Petani Tulisan ini diinspirasi oleh cerita seorang sahabat. Ceritanya sebenarnya sudah banyak diketahui orang, tapi ada sedikit modifikasi yang membuatnya menjadi menarik untuk diceritakan kembali. Meski konteksnya saat sahabat saya bercerita itu cuma guyon, tapi sebenarnya ada pelajaran yang bisa dipetik. Saya berusaha menuliskannya. Enjoy! Alkisah ada seorang petani tua yang miskin. Dia hidup berdua saja dengan istrinya. Tiap hari dia pergi ke sawah sambil membawa cangkul besi satu-satunya miliknya, menyeberangi sebuah sungai yang cukup dalam. Pada suatu hari, saat menyeberangi sungai dalam perjalanan ke sawah, si petani tanpa sengaja menjatuhkan cangkulnya. Cangkul itu langsung tenggelam ke dasar sungai. Si petani tertegun sedih, meratapi kecerobohan yang membuatnya kehilangan benda miliknya yang paling berharga. Saat merenungi nasibnya itu, tiba-tiba datanglah seorang peri menghampirinya. “Hai petani, kenapa kau bersedih?” “Aku kehilangan cangkulku. Padahal hanya dengan itulah aku bisa menghidupi diri dan istriku.” “Baiklah…tunggu sebentar”, kata si peri. Lalu ia menghilang, dan tak lama kemudian muncullah kembali sambil membawa sebuah cangkul terbuat dari emas murni. “Inikah cangkulmu?”, tanya si peri. “Bukan. Cangkulku tidak sebagus itu. Hanya cangkul biasa saja”, jawab si petani. Lalu si peri menghilang kembali, dan sebentar kemudian muncul sambil membawa cangkul perak. “Inikah cangkulmu?”, tanya si peri kembali. “Bukan. Cangkulku cuma terbuat dari besi.” Untuk ketiga kalinya, si peri pergi, dan saat kembali kali itu dia membawa sebuah cangkul besi.

“Inikah cangkulmu? Si petani mendadak terlihat gembira. “Benar…benar…inilah cangkulku…”, sahutnya sambil tersenyum. Si peripun ikut tersenyum, lalu berkata,”Wahai pak tani, aku salut akan kejujuranmu. Engkau tidak silau dengan hal-hal keduniawian. Sebagai anugrah, kuberikan juga cangkul emas dan cangkul perak kepadamu.” Lalu diserahkannyalah cangkul emas dan cangkul perak tadi kepada si petani. Si petani tentu saja bergirang hati mendapatkan rejeki tersebut. Pemberian emas dan perak itu kemudian dijualnya untuk memperbaiki tingkat kehidupannya. Meskipun mendapat rejeki besar, tapi si petani tidak berubah. Ia tetap bekerja keras dan mencoba bersikap jujur dalam setiap kesempatan. Suatu hari, seperti biasanya ia pergi ke sawah. Bedanya, kali ini ia ditemani istrinya. Saat menyeberangi sungai, tiba-tiba istrinya terjatuh dan hilang ditelan arus sungai. Si petani terkejut dan tidak mampu menolong istrinya, akhirnya iapun cuma bisa menangis sedih. Tiba-tiba si peri muncul kembali, dan terjadilah dialog yang mirip seperti di atas. Singkat kata, si peri pergi, dan saat kembali, ia membawa Paris Hilton (bagi yg belum tahu Paris Hilton, ia adalah selebritis jetset yang suka hidup mewah, pewaris Hilton raja jaringan hotel). “Inikah istrimu?”, tanya si peri sambil menyodorkan Paris Hilton. “Benar…benar…dialah istriku”, jawab si petani setelah melihat dan mengamati Paris Hilton dengan cermat. Si peri langsung berubah wajahnya. Ia kemudian berkata,”Wahai pak tani, ternyata engkau tidak jujur. Engkau mengaku memiliki sesuatu yang sebenarnya bukan milikmu. Aku kecewa…” Sebelum si peri melanjutkan ucapannya, si petani memotongnya,”Dengan mengakui Paris Hilton sebagai istriku, justru aku bersikap jujur, wahai peri…” Si peri keheranan dengan jawaban si petani. Dia bertanya,”Coba jelaskan, apa maksudmu?” Si petani kemudian berkata panjang lebar,”Coba pikirkan…Kalau aku tidak mengakui Paris Hilton sebagai istriku, maka engkau akan membawakanku Angelina Jolie, Demi Moore, atau selebritis lainnya, baru kemudian engkau mengembalikan istriku. Lalu engkau akan terkesan akan kejujuranku, dan akan memberiku Paris Hilton dan Angelina Jolie untuk hidup bersamaku, selain istriku sendiri.” Lanjut si petani,”Coba bayangkan…mana sanggup aku membiayai selebritis-selebritis itu. Dari mana aku dapat uang? Aku hanya seorang petani miskin. Karena itu aku mencoba jujur pada keadaanku. Aku tidak sanggup menghidupi mereka, lalu kuputuskan untuk menjawab seperti tadi. Aku tahu engkau kecewa, dan aku tahu jika engkau kecewa pasti aku tidak akan mendapatkan siapa-siapa, termasuk istriku sendiri. Tapi paling tidak aku tidak mengkhianati kehidupanku sendiri…” Dan si peripun menjadi speechless dengan jawaban si petani itu… ** EPILOG:

Saya yakin ada yang tertawa membaca cerita di atas, tapi ada juga yang tertegun. Menurut sahabat saya, moral of the storynya adalah bahwa sulit sekali bagi kita untuk tidak berprasangka kepada orang lain. Sulit karena fenomenanya terlihat jelas di hadapan kita. Bahkan saat kita sudah berusaha keras untuk tidak menaruh prasangka buruk, kadang-kadang bayangan tuduhan itu tetap muncul juga… Cerita di atas bisa menjadi pelajaran bagi kita yang kadang mudah menjatuhkan cap jelek kepada orang lain. Sesungguhnya cap jelek yang kita timpakan itu tidak selalu benar. Sesungguhnya terkadang yang ada hanyalah beda pandangan saja. Si peri menuduh petani tidak jujur karena dia mengakui Paris Hilton sebagai istrinya, sementara si petani berpendapat bahwa kejujuran tidak hanya sebatas pada pengakuan lisan saja. Sebelum berprasangka, kita juga perlu sadar bahwa kadang-kadang pandangan orang yang kita cap jelek itu malah lebih baik daripada pandangan kita. Bagi kita yang kadang menjadi korban prasangka buruk, tidak usahlah menjadi panas hati. Pahamilah bahwa prasangka tadi kadang muncul karena perbedaan pandangan atau ketidaktahuan. Jika penyebabnya memang seperti itu, komunikasi yang baik akan bisa menyelesaikan persoalan. Kalau kita bisa bersikap seperti ini, percayalah…hidup akan menjadi lebih ringan… Semoga bisa bermanfaat, baik untuk hiburan maupun renungan.. :-) PS: Untuk pak Isnaeni, terima kasih atas ceritanya yang inspiring…Semoga tidak keberatan kalau saya tuliskan sebagai note… :-) *** Oleh: Lukito Edi Nugroho

Semua Ada Awalnya Oleh Yon’s Revolta Cobalah jangan menjadi orang sukses, Melainkan berusahalah untuk menjadi orang yang berharga (Einstein) *** Di depan sebuah masjid… Lelaki berjenggot itu nampak serius bekerja. Mengipas-ngipas bara arang dengan beberapa biji jagung muda diatasnya. Dibolak-balik agar merata sambil ditaburi bumbu sesuai pesanan pembeli. Bisa pedas, gurih atau asin. Silakan tinggal memilih saja. Aroma bumbu taburnya bisa kita hirup lezatnya dari dekat.

Tetapi juga bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain. atau bisa juga keterpaksaan karena hanya peluang itu yang ada. Memang melihatnya tak sekedar dengan dua mata kita. mungkin saat ini bekerja belum sesuai dengan apa yang kita inginkan. kitapun akan bisa meresapi sampai ke hati pula. sebagai langkah awal. Tapi mari kita selami lebih dalam lagi tentang fenomena itu. Saya agak sepakat dengan kata Einstein yang saya kutip di atas. Menelisik lebih dalam atas apa yang kita kita lihat itu. Sebuah bagian dari proses pencapaian cita-cita dan impian kita. . Yang saya tahu. pasti kalian akan mendapatkannya”. kita coba untuk beranjak berjalan. mata hati.Saya kurang tahu tempat tinggal penjual jagung bakar itu di mana. diridhoi Allah SWT. Selangkah demi selangkah. Tapi berusaha untuk menjadi manusia yang berharga. anggap saja apa yang dilakukannya kini kita alami. Kalau hanya mengejar sukses pribadi. tapi bagi orang lain. langkah terindah yang bisa dilakukan adalah mencintai pekerjaan kita. maka pekerjaan itu dilakukannya. Asalkan kita bisa memandangnya dengan cara yang berbeda. Khusus bagi yang sedang melangkahkan sejengkal demi sejengkal kaki meraih capaian puncak. semua itu ada awalnya. Kapan-kapan kalau diberi kesempatan akan saya ceritakan. Hari ini. Bagi seorang muslim. Ya. tentu paham di mana keberadaan manusia dimuka bumi ini memang ditentukan sejauhmana dia bermanfaat bagi orang lain. Sudah teramat banyak cerita orang-orang yang meniti karier dari awal. Mungkin biasa saja. Ya. Bisa jadi begitu. apakah langkah kaki kita telah terayunkan. Bagi yang sudah beranjak jauh. Barangkali. Seperti orang yang awalnya penjual koran eceran kemudian menjadi “raja media’. Adakah yang bisa menjamin bahwa orang itu memang punya cita-cita sebagai seorang penjual jagung bakar? Saya sendiri tak yakin. jangan melulu untuk berambisi menjadi orang sukses. Pertanyaannya sekarang. semuanya ternyata bisa menjadi bahan renungan kita. ada baiknya kita ingat pesan Rasulullah Muhammad SAW “Berharaplah dengan kebaikan. perlu sejenak menengok dan berevaluasi. apa yang kita lihat. Hari ini. Saya cenderung memandang apa yang dilakukannya sebagai bagian dari proses. halal. Di setiap tempat. Dengan begitu. Ijinkan saya bertanya. Apa yang menarik dari pemandangan itu. tetapi perlu dengan mata jiwa. Mungkin dia punya cita-cita lebih dalam berbisnis. Keping-keping yang bisa kita petik sebagai renungan tentang kehidupan yang kita jalani selama ini. ribuan mil dimulai dari satu langkah. dan tentunya setelahnya tak hanya kita yang menikmatinya. Nah. Kita. manusia yang mempunyai kemanfaatan tak hanya bagi dirinya sendiri. Hanya saja. ada keping-keping hikmah yang tersisa. kita belajar tentang proses. Semoga. Tepatnya. ini awalan bagi kita untuk menggapai puncak yang baik. tentu kurang afdhol. Ataukah kita masih saja terbayang-bayang akan nikmatnya impian. Anggap ini sebagai langkah awal kita untuk meniti karier yang lebih baik dikemudian hari. kita bisa melakukannya. Tentu. Kata pepatah cinta. sekira sudah sebulan dia berjualan di situ. Belum sempat menyapa dan bercerita banyak dengannya.

terlalu takut untuk berbicara. Ayah segera menyadarinya. Aku berusia 11. Di pertengahan malam itu. ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang. orangtuaku membajak tanah kering kuning. Ayah tidak mendengar siapapun mengaku. adikku berusia 8 tahun. tiga tahun lebih muda dariku.*** Aku Menangis untuk Adikku Penulis : Ratu Karitasurya Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari. Aku terpaku. aku tiba-tiba mulai menangis meraungraung. “Siapa yang mencuri uang itu?” beliau bertanya. beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata. Waktu itu. dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. Ayah begitu marah. untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatan membawanya. Bertahun-tahun telah lewat. “Ayah. Semuanya sudah terjadi. tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Sesudahnya. hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!” Malam itu. aku yang melakukannya! “ Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. . Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok. kalau begitu. tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku mempunyai seorang adik. jangan menangis lagi sekarang. adikku mencengkeram tangannya dan berkata. aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Tubuhnya penuh dengan luka. “Baiklah. dan punggung mereka menghadap ke langit. sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai beliau kehabisan nafas. Suatu ketika. “Kak. kalian berdua layak dipukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi.” Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. jadi beliau mengatakan. Tiba-tiba.

adikku berusia 17 tahun. “Lihat bagaimana penampilanku. adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata. “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” Saat itu juga. menghisap rokok tembakaunya. Hasil yang begitu baik. Aku menanyakannya. tersenyum. ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan. Tahun itu. seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti ayah mesti mengemis di jalanan. ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. “Saya melihat semua gadis kota memakainya.” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas. “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimmu uang. Aku berkata.” Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku. Pada saat yang sama. Kalau tidak.” . Siapa sangka keesokan harinya. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu? “ Aku merasa terenyuh. “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!” Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar dan melihat adikku dari jauh.Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP. bungkus demi bungkus. saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu. “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak.” Aku. ayah akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku 20. masuk ke universitas tidaklah mudah. ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini. telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. sebaliknya. dan terus menjelaskan. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku. aku sedang belajar di kamarku. sebelum subuh datang. aku diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. “Ayah. dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi. Malam itu. aku akhirnya sampai ke tahun ketiga di universitas. “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kalau kamu adalah adikku?” Dia menjawab. “ Dari sakunya. Aku mendengarnya memberengut. dan air mata memenuhi mataku. adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. dan tersekat-sekat dalam kata-kataku. “Kak. saya telah cukup membaca banyak buku. ayah berjongkok di halaman. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun. “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apapun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. Suatu hari. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya. Ia memakaikannya kepadaku.

“Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. “Tidak. ia baru saja jadi direktur. Lihat kamu sekarang.” Saat Suamiku menjadi direktur pabriknya. luka yang begitu serius. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. “Pikirkan kakak ipar. “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!” Lalu ia berkata. Adikku tidak setuju juga. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya. ketika adikku sedang di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel. Melihat mukanya yang kurus. sambil tersenyum. adikku 23. tidak sakit. jagalah mertuamu saja. Aku mengoleskan sedikit salep pada lukanya dan membalut lukanya. “Kak.Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Mereka mengatakan. Tahun itu. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu. seratus jarum terasa menusukku.” Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah. Kamu tahu. mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Dalam acara pernikahannya. Suatu hari. Kali pertama aku pulang ke rumah setelah menghadiri undangan pernikahan seorang teman. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?” Dengan tampang yang serius pada wajahnya. kaca jendela yang pecah telah diganti. ia berusia 20. “Apakah itu sakit?” aku menanyakannya. ia membela keputusannya. Seringkali suamiku dan aku mengundang orangtuaku untuk datang dan tinggal bersama kami. ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya. “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” . pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya. berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku dipenuhi air mata. sekali meninggalkan dusun. dia mengatakan. ketika saya bekerja di lokasi konstruksi. Tahun itu. aku menggerutu. “Bu. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini. “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. ia mendapat sengatan listrik. Aku 23. Melihat gips putih pada kakinya. Jika saya menjadi manajer seperti itu. dan kelihatan bersih di mana-mana. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Aku berusia 26. aku tinggal di kota. Ketika aku menikah. lalu masuk rumah sakit. batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. tetapi mereka tidak pernah mau. dan saya hampir tidak berpendidikan. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Di tengah kalimat itu ia berhenti. ia berusia 26 dan aku 29.

Dengan mayoritas penduduknya beragama Katolik. Nuansa Islam. “Ketika saya pergi sekolah SD. Sedangkan ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. . Setiap hari kakak dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. selama saya masih hidup. saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya. air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai. sekolah kami ada di dusun yang berbeda. berjuang mengajak keluarganya untuk berbuka puasa bersama setidaknya sekali dalam seminggu. pemeluk agama Islam di sana tidak menonjol. di tengah kehidupan negeri tanggo Brasil. “Dalam hidupku.” ujar Zubaida. 44.Tanpa berpikir. Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Suatu hari. “Saya ingin melihat keluarga saya duduk bersama selama bulan suci.net. Sejak hari itu. di depan kerumunan perayaan ini. orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. adalah sesuatu yang mahal. ia menjawab. Zubaida Jomaa. tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya.” Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. seperti ditulis Islamonline. Itu dilakukan untuk memberi nuansa Islam di tengah keluarganya.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini.” Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. *** Diterjemahkan dari “I Cried for My Brother Six Times” Puasa Zubaida dan Kutukan Tetangga Setiap Ramadhan. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku. saya bersumpah. Ketika kami tiba di rumah. “Kakak saya.

Muslim di Brazil mendedikasikan waktu mereka untuk menjadi lebih dekat kepada Allah. “Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan berkah dalam kehidupan Muslim manapun di seluruh dunia. menahan diri dari hawa nafsu. Palestina. Selama Ramadhan.239 Muslim di Brasil. Saat itu. *** By Republika Pencuri yang Tercuri . Ada juga jumlah masyarakat Muslim yang signifikan di Mato Grosso do Sul dan Rio Grande do Sul.” ujar Zubaidah. Hal itu karena masih banyak masyarakat Brazil yang tidak mengerti ajaran agama Islam. Mayoritas Muslim adalah imigran keturunan Suriah. “Banyak orang yang mengkritik dan menuduh yang tidak baik kepada keluarga saya. Sebagian besar muslim tinggal di negara bagian Parana. anak-anaknya sudah belajar berpuasa sejak umur sembilan tahun. Dia menjelaskan. Akan tetapi. karena mereka tidak mengerti. ada 27. orangtua umumnya sulit mengajar anak-anak mereka untuk berpuasa selama bulan suci. Salah satu contohnya. dan Lebanon yang menetap di Brasil pada abad kesembilan belas selama Perang Dunia I dan pada 1970-an. Riod de Janeiro dan Sao Paulo. Menurut sensus 2001. Muslim di Brasil masih kesulitan dalam mengajarkan Islam kepada anak-anaknya. Goias. dia selalu mengajarkan bahwa Ramadhan adalah saat refleksi. seperti Muslim di belahan bumi lain. banyak tetangga Zubaida yang mengutuk karena membiarkan anak kecil berpuasa. Federasi Islam Brasil menempatkan angka pada sekitar satu setengah juta. wanita muslim itu ingin mengajarkan anak-anaknya arti puasa selama bulan Ramadhan. Muslim merasa murni dari kotoran dan berpuasa menjadikan Muslim bersikap lebih baik. dan melakukan perbuatan baik. Mereka lebih banyak berdoa. Namun.” tegas dia. Momentum Ramadhan juga dipergunakan untuk mempelajari Alquran yang mulia.” kata Zubaida.Meskipun hidup dalam masyarakat barat. “Saya senang melihat anak-anak saya berpikir tentang makna Ramadhan yang sama.” tutup Zubaida. “Tapi saya tahu apa yang saya lakukan sesuai agama Allah dan itu baik untuk menanamkan nilai Islam kepada anak saya.

itu adalah keputusan yang sangat salah. Tidak ada barang berharga di rumahnya. Suatu malam. Seperti pencuri yang satu ini. Malik ibn Dinar yang saat itu sedang mengerjakan shalat di kamarnya tahu jika ada yang masuk ke rumahnya. Sangat miskin.” Tapi si pencuri berkata. Kau akan keluar dari rumah ini dengan membawa kebaikan. aku ingin tinggal di sini untuk sehari ini. Keduanya bertatapan.” Si pencuri masih terpaku.” kata Malik. “Jika Tuan mengizinkan. dan secara kebetulan. “Lalu kerjakanlah salat dua rakaat.Malik ibn Dinar adalah seorang periwayat hadis dari generasi tabi’in. Ia seperti terhipnotis. Aku sudah berniat berpuasa. Ternyata rumah ini ada penghuninya. “Kau akan pergi dengan membawa hidayah. Setelah selesai mengerjakan shalat. “Sekarang sudah saatnya kau pulang dari sini. jika kau memang menghendaki. Kerjakan semampumu. Dan aku tidak akan membiarkanmu keluar dari rumahku tanpa membawa apa-apa. Malik berdiri lalu ke belakang mengambil air dan menyodorkannya kepada si pencuri.” Malik pun mengizinkan. dirinya hanya orang miskin yang tidak punya apa-apa. Ia mencari-cari barangkali ada barang berharga yang bisa dicuri. pencuri itu memasuki rumah Malik ibn Dinar. si pencuri mendekati Malik.” . sementara si pencuri hanya terpaku. Jelas. jika ada pencuri memasuki rumahnya.” kata Malik.” jawab Malik. Sebab. Malik mengucapkan salam kepada pencuri. Tuan. Saya nukilkan kisah Malik dan si pencuri dari buku Qashash min Siyar al-Musytaq al-Jannah (Kisah Para perindu Surga) karya Muhammad ibn Hamid Abdul Wahhab. “Berwudulah dengan air ini. tidak khawatir sama sekali dengan kedatangan si pencuri. Semua ruangan dimasuki. “Saudaraku. Ia yakin jika pencuri itu tidak akan menemukan apa pun yang bisa dibawa. sampai-sampai ia tidak hanya menambah dua rakaat. “Tuan! Bolehkah aku menambah dua rakaat lagi?” “Silakan. “Kau sudah memasuki rumahku tapi tidak menemukan apa-apa. menuruti semua perintah Malik. “Silakan. Si pencuri tampak menikmati shalat malam itu. Sampai kemudian si pencuri masuk ke kamar tempat Malik mengerjakan shalat.” kata Malik.” kata si pencuri.” “Baik. Malik baru selesai mengerjakan shalat. Ia orang miskin. tapi terus mengerjakan salat sampai waktu subuh tiba. Ia tetap mengerjakan shalat. Si pencuri terkejut.

justru dia yang mencuri apa yang kumiliki selama ini. kesabaran. Sampai kemudian ia bertemu dengan temannya sesama pencuri.” Kita telah memasuki Ramadan. bukan di suatu tempat atau pada waktu tertentu. bercabang.” kata temannya itu. “Kemarin aku berniat mencuri di rumah seseorang bernama Malik ibn Dinar. Dan jangan sampai nanti kita keluar darinya tanpa membawa pengaruh apa-apa.com/read/2010/08/26/190442/1428925/630/pencuri-yang-tercuri Puasa Mengharukan Si Penyapu Jalan By Republika . “Aku ingin bertobat. Apakah seperti itu? Tidak. Selanjutnya hanya perlu kesungguhan—dengan dukungan keadaan—saja bagi masing-masing benih itu untuk tumbuh. Sia-sia.” kata Malik. disiplin. kasih sayang. menjadi batang.Saat hendak pergi. Tidak ada yang disebut ‘bulan suci’. Benih-benih kebaikan dan keburukan tertanam di setiap hati kita. tentu saja. Kesucian ada di setiap hati kita. melainkan kita. Itulah yang semestinya kita petik dari puasa. “Aku pikir kau membawa banyak hasil curian.detik.” “Biar itu menjadi urusanmu dengan Allah. Setelah semua itu. Dan puasa yang kita laksanakan selama Ramadan ini adalah keadaan yang mendukung untuk menumbuhkan benih-benih kebaikan di hati. ( gst / vta ) *** ramadan.” kata si pencuri. si pencuri berkata kepada Malik. Sering kita dengar ia disebut ‘Bulan Suci’. Dan. lalu kita jaga sebaik mungkin. Kita telah memasuki Ramadan. Begitulah fitrah manusia. kepedulian. bukan bulan yang berhak mendapat label suci. tapi yang ada adalah ‘diri yang suci’. bunga-bunganya mekar dalam perilaku: kearifan. dan sifat-sifat ilahiah lainnya yang selama ini mungkin tak terawat. Dan penyebutan seperti itu kerap diterjemahkan dengan aksi sapu-bersih tempat-tempat yang dianggap menjalankan kemaksiatan. Tempat-tempat hiburan diminta ditutup agar tidak menodai kesucian bulan itu. cinta. “Tapi dia ternyata orang miskin yang tak punya apa-apa. Pencuri itu berlalu.

Tak lama. Akhirnya. nggak lama itu sekolah didatangi orang DKI. Saya nggak tahu kenapa. Anak-anaknya yang lain pun giat mencari kerja.” katanya. rupanya kisah hidup Rusdijah pun cukup memprihatinkan. Rusdijah ialah satu dari sekian banyak perempuan yang berprofesi sebagai petugas kebersihan di Lapangan Banteng. Suaminya pengidap darah tinggi yang telah wafat lima tahun silam akibat terpeleset dari kamar mandi.” ucap Ibu yang akrab disapa Ijah ini mengawali ceritanya. Selang beberapa bulan ia dan keluarga pindah ke Citayam.” ujarnya. “Saya sudah lima tahun kerja ini. Astaghfirullah. Ia bertekad untuk melanjutkan hidupnya kembali. “Ternyata Riska nggak nyerah. “Lagi-lagi saya kehilangan. ia tak tega membiarkan anaknya yang waktu itu masih kelas IV SD untuk berjualan. Dua cobaan sudah yang telah menimpa ibu pemilik empat anak lelaki dan satu anak perempuan ini. Anaknya yang ketiga wafat karena sakit. Anak saya keceplosan ‘Biar sekolah gratis tapi kan bukunya bayar’ gitu kata Riska.” tuturnya memilukan. saya tampar dia. “Nggak ada satu pun barang yang tersisa. Riska (12) pun tak tega melihat ibunya bekerja sendiri. di bulan Ramadhan ini cukup sulit menjalani dua aktivitas sekaligus. Ia hanya mogok sekolah karena trauma. nggak tau apa itu anak yatim. Ijah pun menyelidiki kenapa anaknya digertak dan dikatai dengan ucapan tak senonoh itu. Tetapi. ternyata putri bungsunya tersebut cerdas meski memiliki kenangan memilukan. Anak perempuan satu-satunya. Riska tak sedih atau pun muram usai digertak kepala sekolah tersebut. Riska dianggap sumber tercemarnya nama sekolah. Eh. suaminya pengidap darah tinggi terpeleset di kamar mandi. itu anak digertak sama kepala sekolahnya. Kata itu tampaknya cocok disematkan untuk Rusdijah (45). Ijah pindah ke Citayam. Namun demikian. selang beberapa lama Riska mengakui ia tidak mau masuk sekolah lantaran takut dan trauma. ibu ini tetap menomorsatukan ibadah puasanya. ia pun harus menelan pil pahit lagi. “Waktu itu rumah saya kebakaran di Kwitang. Ijah pun mengakui. . Rusdijah mengaku.” tuturnya. haus. berpuasa dan membersihkan lapangan.” sesalnya. terjadi karena hubungan pendek arus listrik.” ujarnya. Ternyata cobaan tak berhenti sampai disitu. Ijah pun kembali bangkit. Dia nggak pernah nangis dikatain teman-temannya tukang koran. dua anaknya jarang pulang. Dikatain goblok dan bego. Ia pun memutuskan untuk menjadi petugas kebersihan. Ya Allah. puasa kan juga kewajiban. “Riska minta izin mau jadi tukang koran. Anak perempuannya itu rupanya yang memberinya kekuatan untuk bertahan.” ujar Ijah. hidupkan harus dilanjutkan.” paparnya. Ternyata. “Waktu itu. Usai insiden kebakaran yang menghanguskan rumah lengkap dengan seluruh perabotannya. menurut dia. Di tengah morat-marit hidup Ijah dan keluarganya. Sayangnya.” paparnya.” paparnya. “Masih sedih kalau ingat itu. membuatnya kian ikhlas menjalani hidup sebagai orang tua tunggal. Jakarta Pusat. Ijah tidak menyerah sedikit pun. “Meski susah. Kebakaran itu. Tapi bagaimana. Sedahsyat apa pun badai menghantam. anak saya ditanyain pas lagi jualan kenapa nggak sekolah.” ungkapnya. “Capek. “Ternyata. saya kesal. Namun hebatnya.” ujar Rusdijah saat ditemui di Lapangan Banteng. “Dulu dia nggak mau masuk sekolah. Kebakaran itu cukup memilukan hatinya hingga kini. “Riska yang buat saya kuat hadapi hidup. Dari situ saya dipaksa buat ngeluarin Riska dari sekolah. Dia bener-bener jadi tukang koran sama abangnya keempat. ibu beranak lima ini berjuang keras tiap hari demi bertahan hidup di tengah kerasnya kota Jakarta. Selain pengorbanannya yang total pada pekerjaannya itu. Betapa tidak. Di lubuk hati Ijah.Hidup adalah perjuangan. sang pencari nafkah itu pun dipanggil Sang Khaliq tuk selama-lamanya.

Ijah kini hidup bahagia dengan putrinya yang kerap mengerjakan PR di kereta dan sering tertidur hingga Bojong karena saking lelahnya. ingin melihat lebih dekat kehidupannya. Siapakah Muti’ah? Karena rasa penasaran yang tinggi. Hasan?” . Setelah mengetuk pintu. Kali ini ia ingin bersilaturahmi ke rumah wanita tersebut. guru-gurunya bilang Riska pintar. iya. “Saya Fatimah. Beliau juga ingin tahu. dia dagang lagi. Kaget? Sama seperti Siti Fatimah ketika itu. *** Naskah: Ina Febriani/irf Wanita Pertama Yang Masuk Surga Dan siapakah nama wanita itu? Dia adalah Muti’ah. terjadilah dialog. baru sekolah di SMPN 273 Tanah Abang. Dagang dulu. Siti Fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama Muti’ah ketika itu. Buat saya semua. yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga. Hasan. Siti Fatimah berkunjung bersama dengan anaknya yang masih kecil. Waktu itu. amal apakah yang bisa membuat wanita itu bisa masuk surga pertama kali? Setelah bertanya-tanya. Pulang sekolah.00 pagi. akhirnya Siti Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah.” tutupnya penuh haru. “Di luar. “Riska tiap hari bangun pukul 04. Uangnya nggak pernah dijajanin. Dia berangkat kan naik kereta. siapa?” kata Muti’ah tidak membukakan pintu. putri Rasulullah” “Oh. Alhamdulilah. Ada keperluan apa?” “Saya hanya berkunjung saja” “Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya?” “Saya bersama dengan anak saya.

begitu” . Betapa senangnya Siti Fatimah karena inilah kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri wanita tersebut. Husein ternyata merengek meminta ikut. Akhirnya hari esok pun tiba. Siti Fatimah kembali berkunjung ke rumah Muti’ah. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah Muti’ah. Jadi saya ajak juga!” “Dia perempuan?” “Bukan. Kembalilah besok. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya. saya akan meminta izin dulu kepada suami saya” “Baiklah” kata Fatimah dengan nada kecewa. dia juga lelaki. Kembalilah esok!” “Baiklah” Kembali Siti Fatimah kecewa. “Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan” “Tetapi maaf. Akhirnya. Muti’ah pun memberanikan diri untuk memohon izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya. rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya tersebut diperkanankan masuk surga pertama kali. saya harus ke ladang!” “Ada keperluan apa?” “Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya” “Oh. wanita yang bernama Muti’ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita. Namun. Siti Fatimah dan kedua putranya kembali mengunjungi kediaman Mutiah. Setelah mengucapkan salam. “Maaf Fatimah. ia pun pergi. Saya belum mendapatkan izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki” “Tetapi Hasan masih anak-anak” “Walaupun anak-anak. Terjadilah dialog seperti hari kemarin.“Maaf. akhirnya mereka pun diperkenankan berkunjung ke rumahnya. Muti’ah. dia lelaki” “Wah. Hampir tidak ada yang istimewa. ternyata Husein (saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut juga. Ia melakukan shalat dan lainnya. Maaf ya. Menurut Siti Fatimah. Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui. Fatimah.” “Tetapi dia juga masih anak-anak” “Walaupun anak-anak. Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang. saya belum memintakan izin bagi Husein. Keesokan harinya. Siti Fatimah masih penasaran juga. dia lelaki juga kan? Maaf ya. “rahasia” wanita itu tidak terkuak juga. Selain mengajak Hasan.

Ia pun ridlo atas diriku. “Untuk apa cambuk ini.us Pahlawan Neraka . Ini aku lakukan agar suamiku ridlo dengan diriku. “Rasulullah Saw mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali. ternyata Muti’ah juga membawa sebuah cambuk. Ternyata semua gara-gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang sholeh. ini. Muti’ah?” “Saya hanya memerlukan keridloannya. engkau rela melakukan hal ini. “Oh. Muti’ah?” kata Fatimah penasaran. Dan tentu saja melihat tingkah lakuku ini.Tidak ada yang salah dengan makanan yang dibawa Muti’ah yang disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya. hanya demi menyenangkan suami. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau tidak. *** Sumber: Kaskus. suamiku begitu tersentuh hatinya.” Subhanallah. Namun disertai sebuah cambuk. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. Dan aku pun ridlo atas dirinya” “Masya Allah. Jika ada yang tidak enak. Namun yang tidak habis pikir. “Ceritakanlah padaku!” “Begini. maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut kemudian mencambukku. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu” Fatimah benar-benar penasaran. apakah suaminya seneng atau tidak. Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada suami yang baik dan sang suami ridlo kepada istrinya” “Ya… ternyata inilah rahasia itu” “Rahasia apa ya Fatimah?” Mutiah juga penasaran. setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam.

Dengan keberaniannya itu. manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. Badannya dipenuhi dengan darah. “Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman. “Demi Allah aku berperang bukan karena agama tetapi untuk menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya. Qotzman mengalami luka parah akibat ditikam oleh musuh. orang menyangka dia sebagai ahli surga. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah. “Semasa Qotzman dan Aktsam ikut dalam medan perang bersamasama. tetapi bunuh diri. Tetapi dia menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka. .” Para sahabat heran mendengar jawapan Rasulullah SAW. Mendengar perkataan itu.” Menurut Rasulullah SAW lagi. Dalam perbincangan itu. Di sana Nabi Muhammad SAW dan para sahabat berkumpul membincangkan pertempuran yang telah terjadi itu. Melihat keadaannya yang parah. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di benak mereka. Rasulullah sadar para sahabat tidak percaya begitu saja. Rasulullah SAW pun menjawab. Akhirnya dia mati bukan karena melawan musuhnya. Tiba saat pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua pihak kembali ke markas masing-masing. Dalam pertempuran dengan musuh mereka. sebelum dia mati. Aku berperang untuk membela kehormatan kaumku. dia kelihatan seperti singa yang lapar menerkam mangsanya. kemudian baginda berkata. Kedua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Qotzman. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam masuk ke dalam neraka.Suatu hari satu terjadi pertempuran antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Para sahabat saling berpandangan dengan lainnya mendengar jawapan Rasulullah itu.” *** Riwayat ini dirawi oleh Luqman Hakim. dia menjadi buah bibir waktu itu. Kalau tidak karena itu. aku tidak akan berperang. Qotzman mengatakan. mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka yaitu. “Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka.” kata salah seorang sahabat.” “Dia melakukan perbuatan itu adalah karena dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya.

Kata kabar. jadi tidak kenal sopan santun sama orang tuanya). apa agenda kerjamu?” Sambil mengabaikan putra pertamanya yang sudah tereleminasi. dengan gaya mirip para nggota parlemen yang sedang mencari dukungan rakyat bergaya seolah-olah sedang di hadapan audience. dia punya tiga anak. Terjadilah persaingan berat mengenai siapa yang berhak menggantikan kedudukan sang Ayah. nanti waktunya mati ya mati aja. dan tidak ada kehidupan akhirat. mau judi. no. mau sakau. “Di bumi sana sudah terlalu banyak calo dan agen-agen Tuhan yang sudah mencuci otak manusia sejak berabad-abad. Pap. aku akan berusaha meyakinkan-nya. nge-sek-nge-sek. Sorry Nak. Setan harus mengumpulkan tiga anaknya untuk menjalani fit and proper test. Bahwa satu-satunya kebenaran adalah kehidupan ini sendiri. ada reward and ada punishment. aku akan beritahukan mereka bahwa tidak ada kehidupan akhirat dan tidak ada kehidupan setelah kematian. Sehingga. Aku tidak hanya akan cukup memberitahu bahwa tidak ada surga.” Giliran anaknya kedua yang ditanya. . “Kalau kamu yang gantiin kedudukanku. ada neraka. “Begini. kalau mau leha-leha. “Kalau kamu yang aku pilih. “Sumpeh loh?” tanya anak Setan yang tertua itu lagi. kalau itu agendamu nggak akan berhasil. “Hhhmm. tidak ada neraka. tidak usah takut. apa agendamu dalam menjalankan tugas menggoda manusia-manusia lemah di muka bumi?” tanya si Setan pada anaknya yang tertua. maka ayolah makan.” “No. silahkan!” Penuh semangat. aku nggak bisa kasih kekuasaanku ama kamu. tidak perlu takut. minum. Mereka terlalu banyak dan nggak akan dengerin pogram kamu. ayo.Penundaan Terdengar kabar bahwa si Setan mau pensiun. Mereka bilang ada sorga.” sergah si Setan sambil geleng-geleng kepalanya. tapi lebih dari itu.Hayo. no. (Namanya aja setan. Kamu pasti kalah and gagal.

atas Wafatnya Rasulullah Reaksi Umar Saat Mendengar Rasulullah saw.“Kamu akan ‘berusaha meyakinkan’. biarin aku akan jalankan tugas ini sampai mati. “Laki – laki dari kaum munafik membuat isu bahwa Rasulullah saw telah wafat.a. malah ujungnya mereka akan sadar. aku akan bilang pada manusia. atau kalau hidup kamu sudah benar-benar mapan and bisa ngejamin cucu-cucu dan cicit-cit. Cetakan pertama. dan itu setelah diisukan bahwa ia telah mati. baru deh mulai pikirin itu” “Hahaha. Begini Pap. Kalau kamu ngomong begitu. NANTI ajalah. “Kamu putraku yang terakhir. si Setan mengarahkan dirinya ke putra ketiganya yang pedenya oke. Rasulullah saw sesungguhnya masih hidup.” Sambil mengabaikan lagi yang sudah tereleminasi. Beliau berdiri dan bersuara dengan lantang. kamu pasti sukses. ah. kemudian kembali kepada mereka. dan Sikap Abu Bakar r. *** Sumber Tulisan Oleh : Abi Maulana (GET REAL Maka Hidup Ini Menakjubkan! Penerbit Gagas Media. Tidak.a. aku tidak akan kasih kekuasaanku kepada yang nggak pede. smart! Penundaan ! Kita buanget tuh! Kamu akan mengharumkan namaku. reward ada punishment juga pasti. aku siap dan sanggup kok. reward juga punishment. terpaksa aku nggak jadi pensiun. tapi apa gunya mikirin surga dan neraka. berarti kamu belum yakin agendamu itu bisa jalan. kalau agendamu juga nggak jelas. sangat meyakinkan.” “Nggak perlu sampai Papi mati. Ia hanya pergi menemui Rabbnya sebagaimana Musa bin Imran pergi meninggalkan kaumnya selama empat puluh hari. nanti kalau sudah berumur. neraka juga ada. Rasulullah saw akan kembali dan akan memotong tangan dan kaki laki – laki yang menyebarkan isu bahwa beliau telah wafat. Demi Allah. justru ini akan bikin mereka bosan dan muak.” . Sekarang juga ambillah kekuasanku dan mulailah bekerja. sama saja dengan memberi peluang dan kebebasan. Wafat Kabar wafat Rasulullah saw yang didengar dengan kedua telinga Umar ra telah mengeluarkanya dari kesadaran. 2007) Reaksi Umar r. Kamu gak pede. sorga itu ada. Nikmati aja dulu hidup ini.

Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang ? Barangsiapa yang berbalik ke belakang. Abu Bakar kemudian angkat bicara. akan tetapai orang – orang segera meninggalkanya dan menghadapkan wajah mereka ke arah Abu Bakar.” Sementara Umar tengah berbicara di depan orang – orang. maka sesungguhnya Muhammad telah wafat.. Mereka semua kemudian menyambut ayat itu sehingga aku mendengar ayat itu dibacakan oleh semua orang tanpa kecuali. Allah berfirman. ia memasuki rumah Aisyah dan terus menuju ke tempat Rasulullah saw. Dan barang siapa di antara kalian yang menyembah Allah. Tanpa mengatakan apa – apa kepada masyrakat. maka sesungguhnya Allah hidup dan takkan pernah mati. Abu Bakar menyingkap kain yang menutupi wajah Rasulullah saw. 2003) . “Demi Allah.” Ibnu Musayyab meriwayatkan bahwa Umar mengatakan. ” (HR Bukhari) *** (Sumber : Mahmud al-Humawi. Sesaat kemudian ia mengatakan. Abu Bakar tiba dari kediamannya di Sunh. Umar enggan menuruti suruhan itu. dengan menunggang seekor kuda. “Amma Ba’du. dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. pada waktu itu. Zuhair. “Demi Allah. merunduk. Sedangkan satu kematian yang telah ditentukan kepada engkau. wahai Rasulullah. maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun. duduklah!” ujar Abu Bakar. Abu Bakar keluar dan menyuruhnya untuk duduk. barangsiapa di antara kalian yang menyembah Muhammad. Abu Bakar dll. Jakarta : Gema Insani Press. Allah tidak mengumpulkan padamu dua kematian. tampak seakan – akan semua orang belum pernah tahu bahwa Allah telah menurunkan ayat tersebut kecuali setelah Abu Bakar membacakanya. “Wahai Umar. telah kau jalani. “Walau dengan bapak dan ibuku engkau kutebus. Washaaya wa `Izhaat Qiilat fi Aakhiril-Hayaat / Wasiat – wasiat akhir hayat dari Rasulullah. Ketika itu aku limbung ke lantai setelah mendengar Abu Bakar membacakan ayat itu.’ (QS Ali Imran 144) Ibnu Abbas menyebutkan. `Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul. Saat itu aku tercengang sampai – sampai aku merasa kedua kakiku tidak membawaku lagi. Yang berbaring ditutup sehelai kain yang dihiasi aneka warna.Sikap Abu Bakar atas Wafatnya Rasulullah saw. ia langsung menuju ke mesjid. aku tidak ingat ayat itu kecuali setelah Abu Bakar membacanya. sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul . Benar telah wafat. lalu mencium kening beliau dan air matanya pun mengalir deras. aku baru yakin bahwa Nabi saw. Begitu turun dari punggung kudanya.

keranjang itu kosong lagi. tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah. aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya. Sang kakek menjawab. luar dan dalam. “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali”. Dengan terengah-engah. tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk menggati keranjangnya. “Kakek. ” Dan dia pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Kakeknya tertawa dan berkata. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan memcoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari. “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai. “Kakek. air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. menjawab pertanyaan sang cucu. Kali ini anak itu berlari lebih cepat. Meskipun Kita Tak Mengerti Satupun Kata Bahasa Arab Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. Suatu hari ia bertanya pada kakeknya. ini tidak ada gunanya.” Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih. Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya?” Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian. . Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor. mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya? Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu. anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin. “Nak. Anak itu kembali mengambil / mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin.Mengapa Kita Membaca Al-Qur’an. Pada saat itu. Kamu harus mencoba lagi lebih keras. Kakeknya mengatakan. “Aku tidak ingin seember air. tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Alqur’an. Sia-sia saja”. aku ingin sekeranjang air. ia berkata.” Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya. tapi ketika sampai di depan kakeknya. dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya.

muliakanlah tamu Rasulullah ini. “Demi Allah yang telah mengutusmu dengan hak. Suatu ketika ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW. Maka istri Rasul berkata. apa yang terhadi ketika kamu membaca Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali.” *** Itsar Oleh : Mujiyanto Al itsar atau mengutamakan orang lain adalah tindakan yang disunahkan oleh Rasulullah SAW. matikanlah lampu dan perlihatkan kepadanya seolah-olah kita sedang makan.” Orang Anshar ini lalu membawa laki-laki tersebut ke rumahnya. “Wahai istriku. Rasul kemudian bersabda di hadapan para sahabat. Apakah engkau punya sesuatu?” Istrinya menjawab. Orang Anshar dan istrinya menemani sang tamu. Akhirnya sahabat Anshar dan istrinya itu tidur dalam keadaan lapar. orang Anshar ini tidak lantas mengusir sang tamu. Ia berpesan kepada istrinya.” Mendengar jawaban istrinya. Ia bermaksud meminta bantuan kepada Nabi karena sedang dalam kesusahan. Jika tamu kita sudah masuk. tapi ketika kamu membacanya. “Tidak. Rasulullah kemudian menyuruh laki-laki itu untuk menemui salah satu istrinya. Tamu itu pun makan dalam keadaan gelap. Ternyata.” Mendengar itu.” Tamu itu pun datang. Itulah pekerjaan Allah dalam mengubah kehidupan kamu. Itsar memiliki nilai yang mulia di sisi Allah. Jika mereka mau makan malam maka tidurkanlah. “Aku. luar dan dalam. “Hiburlah mereka (anak-anaknya). Mereka semua duduk. hasilnya sama. Istri Rasulullah hanya punya air.“Cucuku. “Siapa yang mau menjamu tamu pada malam ini?” Seorang laki-laki dari kaum Anshar menyanggupinya. Perilaku ini merupakan wujud persaudaraan sejati sesama Muslim. Rasul menyuruh laki-laki itu kepada istri beliau yang lain. seolah-olah sedang makan pula. aku tidak mempunyai apapun kecuali air. kecuali makanan anak-anak kita. Sesampai di rumah ia berkata kepada istrinya. tanpa kamu menyadari kamu akan berubah. ya Rasul. .

.” (Mutafaq alaih) Alangkah indah jika karakter itsar muncul sekarang. lalu berkata “Apa maksudmu mengikuti perkataanku? Apakah kau sengaja mengejekku karena aku seorang A’rabi.Ketika waktu Subuh. sahabat Anshar ini menemui Rasulullah SAW dan menceritakan perbuatannya. dan menghormati semua kelompok manusia tidak perduli apapun kedudukanya. juga berkata “Ya Karim”. Agar kita memiliki sifat tawadhu’ dan sikap hidup yang selalu memberi perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. kini justru karakter mementingkan diri sendiri yang mendominasi kehidupan kita. Nah. Nabi pun berkata. A’rabi tadi menengok ke arah suara. Memang tidak bisa dimungkiri. Namun. Rasulallah saw”.co. maka Allah akan menggantinya…. Rasulallah saw pun mengikutinya dari belakang. Berasa ada yang mengikutinya dari belakang. Rasulallah saw pun mengikutinya dari belakang dan berkata “Ya Kariim”. Itsar mendorong kita untuk mau menekan ego dan mengorbankan kepentingan pribadi demi orang lain.id Ya Karim Oleh: Hasan Husen Assagaf Kisah berikut patut dijadikan bahan renungan. Arab Badui dari gunung? Demi Allah kalau bukan karena wajahmu yang bersinar dan parasmu yang indah maka aku akan adukan hal ini kepada kekasihku Muhammad. beliau mendengar seorang A’rabi (Arab Badui dari gunung) berkata dengan suara keras “Ya Kariim”. Apalagi banyak anggota masyarakat yang mengalami kesusahan hidup. bukan berarti itsar tidak bisa kita lakukan. Biarpun kita memiliki kedudukan yang tinggi dan terhormat. jadilah kita seseorang yang memiliki jiwa seperti Rasulallah saw yang selalu tawadhu’. Diriwayatkan ketika Rasulallah saw sedang bertowaf. “Allah sungguh takjub karena perbuatan engkau bersama istrimu tadi malam pada saat menjamu tamu. Kemudian A’rabi itu berjalan menuju ke arah pancuran Kab’ah lalu berkata lagi dengan suara lebih keras “Ya Kariiim”. semua itu tak berarti sedikit pun jika tak memiliki sifat perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah.” (QS Saba [34]: 39). sederhana. kalau begitu. Republika. *** Sumber: Dari Sahabat. “… Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan.

A’rabi pun berkata “Apakah Allah akan menghisabku kelak ya Rasulallah???” Rasulallah saw berkata “Iya betul. Katakanlah bahwa ia akan menjadi temanmu nanti di surga”. lalu berkata kepada beliau “Wahai Rasulallah janganlah kamu menangis. jadilah kita seseorang yang memiliki jiwa seperti Rasulallah saw yang selalu tawadhu’. bukan perkasa dan penyombong” Seketika itu juga malaikat Jibril as turun dari langit kepada Rasulallah saw lalu berkata “Allah mengucapkan salam kepadamu. Agar kita memiliki sifat tawadhu’ dan sikap hidup yang selalu memberi perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. maka akupun akan menghisabNya kelak” Rasulallah saw merasa heran mendengar jawaban A’rabi tadi. Wallahua’lam Hasan Husen Assagaf . Kisah di atas patut dijadikan bahan renungan. Rasulallah saw lalu berkata lagi “Apakah kamu beriman kepadanya?. Lalu Rasulallah saw berkata “Ketahuilah. maka aku akan menghisabNya atas ampunanNya yang maha luas.Rasulallah saw pun tersenyum lebar mendengar uraian A’rabi tadi. wahai saudaraku. aku beriman kepadanya walaupun aku belum pernah melihat wajahnya dan percaya dengan risalahnya walaupun aku belum pernah bertemumuka dengannnya”. Biarpun kita memiliki kedudukan yang tinggi dan terhormat. Katakanlah kepada saudaramu A’rabi sesungguhnya Allah tidak akan menghisabnya dan ia tidak usah menghisabNya. dengan sepontan ia menarik tangan beliau lalu menciumya berkali kali. bahwa sesungguhnya aku adalah Nabimu di dunia dan pemberi syafa’at bagimu di Akhirat”. Begitu A’rabi tadi mengetahui bahwa beliau adalah Rasulallah saw. Jika Dia akan menghisabku atas kekikiranku maka aku akan menghisabNya atas kemurahanNya yang tampa batas”. Lalu dengan penuh tawadhu’ beliau menahan lagi tangannya sambil menariknya. aku diutus sebagai saksi. dengan kehendakNya. Tangisan Rasulallah saw didengar oleh malaikat Jibril as yang membuatnya turun lagi dari langit. Nah. A’rabi tadi lalu berkata lagi “Jika Allah akan menghisabku esok. kalau begitu. Lalu Rasulallah saw menyampaikan pesan Allah kepada A’rabi tadi. sederhana. Walaupun Rasulallah saw berusaha menarik tangan beliau. apakah kau pernah melihat Rasulallah? A’rabi tadi berkata “Aku belum pernah melihatnya sama sekali”. semua itu tak berarti sedikit pun jika tak memiliki sifat perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. seraya berkata “Perlahan-lahan wahai saudaraku. sesungguhnya Arsy dan seisi-isinya bergetar mendengar tangisamu. dan mengkhususkan tahiyyatNya atasmu. Mendengar uraian A’rabi tadi Rasulallah saw menangis tersedu-sedu sehingga jenggot beliau basah dengan airmata. bahkan sampai yang sekecil kecilnya tidak akan diluputkan. Jika Dia akan menghisabku dengan maksiat yang aku perbuat. “Demi Allah. bagaimana caranya kamu akan menghisab Allah kelak?” Dengan lantang dan penuh keyakinan A’rabi tadi berkata “Jika Allah akan menghisabku atas dosa dosa yang aku lakukan. Allah akan menghisabmu kelak”. maka aku akan menghisabNya atas maghfirahNya yang tidak terbatas. tapi A’rabi tadi tetap memegangnya dengan keras dan menciumnya. Allahumma shalli a’la sayyidina Muhammad wa a’la alihi wa shahbihi wa sallim. sesungguhnya esok Kami akan menghisab amalnya yang kecil sebelum yang besar. Dia berfirman “Katakanlah kepada A’rabi janganlah merasa bangga dengan amal kebaikanya. lalu berkata “Wahai saudaraku. sesungguhnya aku diutus sebagai Nabi bukan sebagai raja. pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. lalu berkata “Wahai saudaraku. tegasnya. dan menghormati semua kelompok manusia tidak perduli apapun kedudukanya.

ayat di atas menerangkan 3 tingkatan para wali: Pertama. “Aku telah mema’afkan kamu”.. Pelayan itu berkata lagi. dan tidak ada dendam untuk membalas kejahatan orang itu. menahan amarahnya terhadap orang lain. gubernur. bukankah Allah berfirman. Khalifah Harun ar Rasyid sedang menjamu para undangan penting. amma ba’d. assalamu ‘alaikum wa rahmatu-lLahi wa barakatuH. tidak ada dendam. tidak mencelanya. Terkadang masih tersimpan dendam untuk membalas orang yang berbuat kesalahan terhadapnya. Dengan muka yang memerah sang khalifah menatap pelayan tersebut. Khalifah menjawab. Sang khalifah pun berkata. memaafkan kesalahan orang lain. Khalifah menjawab. “Aku telah menahan amarahku”. “Wahai amirul mukminin. dan panglima perangnya. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. “. aku memerdekakanmu karena Allah”. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS 3: 134) Saudaraku. Ketiga. “Sekarang. …dan orangorang yang menahan amarahnya”. dan basahlah baju sang khalifah. Kedua.Menahan Amarah bismi-lLah wa-lhamdu li-lLah wa-shshalatu wa-ssalamu ‘ala rasuli-lLah wa ‘ala alihi wa ashhabihi wa ma-wwalah.dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. Mengampuni kesalahan orang itu.. Memaafkan kesalahan orang itu.”. Pelayan yang cerdik itu berkata.dan mema`afkan (kesalahan) orang”. Tiba-tiba seorang budak yang bertugas membawa minuman menumpahkan kendi. Suatu hari. di antaranya para menteri. . Pelayan itu berkata lagi. “… dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. mendoakan orang tersebut dan berbuat kebaikan.

Dan ketika memakai pakaian ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku ikut memakai pakaiannya. betapa agung faidah membaca basmalah. maka aku tetap kusut. “Kenapa keadaanmu menyedihkan. dalam kitabnya yang bernama “Hasyiyah Ala Mukhtashar Ibnu Jamrah” yang berisi penjelasan kitab Mukhtashar Shahih Bukhari. Setan tidak bisa ikut makan makanan orang yang membaca “Bismillahirrahmanirrahim !” . Ketika minum dia juga tidak menyebut nama Allah sehingga aku bisa ikut minum. Pada waktu makan ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku bisa makan bersamanya sampai puas. “Aku bertugas menggoda orang mukmin yang selalu berzikir dan membaca basmalah menyebut nama Allah.. Di antaranya. Ketika memakai minyak ia menyebut nama Allah. “Suatu ketika Abu Hurairah ra. kering. Setan penggoda orang kafir itu gemuk. Ketika memakai minyak ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku ikut minyakan. Dan ketika memakai baju ia juga menyebut nama Allah sehingga aku tetap telanjang ! “ Setan gemuk menyahut. segar. Setan gemuk itu bertanya pada setan penggoda kaum mukmin yang kurus. dan memakai baju bagus. kusut dan telanjang ?” Setan kurus menjawab. menulis beberapa kisah nyata tentang keajaiban basmalah.*** Dari Sahabat Keajaiban Basmalah SYAIKH MUHAMMAD AS-SANWANI. dan telanjang. Grand Syaikh Al-Azhar Mesir yang ke-13. “Kalau begitu aku beruntung. Sedangkan setan penggoda orang mukmin kurus. Aku bersama orang kafir yang tidak pernah menyebut nama Allah. kau kurus kering. kusut. maka aku tetap lapar dan haus. rapi.salah seorang sahabat nabi terkenal. beliau menuturkan. bertemu dengan setan penggoda orang mukmin dan setan penggoda orang kafir. Ketika hendak makan dan minum ia membaca basmalah menyebut nama Allah.” *** Begitulah.

Baginda Rasulullah Saw mengajarkan agar umatnya memulai segala perbuatan baiknya dengan membaca basmalah.” (Al-Baqarah : 127). Setelah itu Ka’bah mengalami beberapa kali serangan yang mengakibatkan kerapuhan bangunannya. *** Sumber Tulisan Oleh : Habiburrahman El Shirazy (Di Atas Sajadah Cinta.Bahkan dalam sebuah hadis Rasulullah Saw bersabda. Rasulullah saw sebelum bi’tsah pernah ikut serta dalam pembangunan Ka’bah dan pemugarannya. tidak diganggu setan dan mendapatkan ridha dari Allah Yang Maha Rahman. Cetakan X. ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah beserta Ismail (seraya berdoa). . sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Agar perbuatannya itu benar-benar penuh berkah. Ibrahim as. Ibrahim as membangunnya berdasarkan wahyu dan perintah dari Allah : “Dan (ingatlah). Penghormatan dan pengagungan terhadap Ka’bah merupakan “sisa” atau peninggalan dari syari’at Ibrahim as yang masih terpelihara di kalangan orang Arab. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy Ka’bah adalah “rumah” yang pertama kali dibangun atas nama Allah. “Ya Rabb kami. terimalah daripada kami (amalan kami). menyebut nama Allah SWT. untuk menyembah Allah dan mentauhidkan-Nya. Pada waktu itu Rasulullah saw berusia 35 tahun. menurut riwayat yang paling shahih. setelah menghadapi “perang berhala” dan penghancuran tempat-tempat peribadatan yang di dirikan di atasnya. Hal ini memaksa orang-orang Quraisy harus membangun Ka’bah kembali demi menjaga kehormatan dan kesucian bangunannya. Beliau ikut serta aktif mengusung batu di atas pundaknya. Penerbit Republika. Dibangun oleh bapak para Nabi. sehingga menambah kerapuhan bangunannya. bahwa rumah yang dibacakan basmalah maka setan tidak akan bercokol dan bermalam di dalamnya. Diantaranya adalah serangan banjir yang menenggelamkan Makkah beberapa tahun sebelum bi’tsah. September 2006) Keikutsertaan Nabi SAW dalam membangun Ka’bah Oleh : Dr.

Kemudian Bahira menoleh kepada Abu Thalib dan menanyakan kepadanya. Abu Thalib pergi ke Syam dalam suatu kafilah dagang. ia berkata : Ketika Ka’bah dibangun. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy Ketika berusia 12 tahun. Nabi saw dan Abbas pergi mengusung batu. Pada waktu kafilah di Bashra. Tidak sepatutnya ayah anak ini masih hidup. Abbas berkata kepada Nabi saw. Nabi saw memiliki pengaruh besar dalam menyelesaikan kemelut yang timbul akibat perselisihan antar kabilah tentang siapa yang berhak mendapatkan kehormatan meletakkan hajar aswad di tempatnya. Ia adalah seorang pendeta yang banyak mengetahui injil dan ahli tentang masalah-masalah kenasranian. “Apa status anak ini di sisimu?” “Anakku (Abu Thalib memanggil Nabi saw dengan panggilan anak karena kecintaannya yang mendalam).Bukhari meriwayatkan di dalam Shahih-nya dari hadist Jabir bin Abdullah ra. *** Sumber : Sirah Nabawiyah. Analisis Ilmiah Manhajiah Sejarah Pergerakan Islam di Masa Rasulullah SAW Tauziyah. karena mereka mengenalnya sebagai AlAmin (terpercaya) dan mencintainya. “Singkirkan kainmu di atas lutut.” tanya Bahira kepadanya. Lalu ia mulai mengamati Nabi dan mengajak berbicara. Rasulullah saw diajak pamannya. Kemudian Bahira melihat Nabi saw.” Kemudian Nabi saw mengikatnya. .” jawab Abu Thalib. “Dia bukan anakmu. Semua pihak tunduk pada usulan yang diajukan Nabi saw.com Perjalanan Rasulullah saw yang pertama ke Syam dan Usahanya mencari Rezeki Oleh : Dr. mereka melewati seorang pendeta bernama Bahira.

Kemudian aku kembali kepada temanku.” Kemudia Abu Thalib cepat-cepat membawa kembali ke Makkah. Kemudian pada malam yang lain aku katakan kepadanya sebagaimana malam pertama. lalu aku berkata. Setelah itu aku tidak pernah menginginkannya sampai Allah memuliakan aku dengan risalah.” Ketika orang-orang Yahudi mengingkari janjinya. Memasuki masa remaja. Rasulullah saw pernah bertutur tentang dirinya. yakni hadist yang diriwayatkan oleh Jumhur Ulama’ Sirah dan para perawinya. Bertutur Rasulullah tentang dirinya : “Aku tidak pernah menginginkan sesuatu yang biasa mereka lakukan di masa jahiliyah kecuali dua kali. bawalah dia pulang ke negerinya. “Aku dulu mengembalakan kambing penduduk Makkah dengan upah beberapa qirath. Jika mereka melihatnya di sini. padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapatkan kemenangan atas orang-orang kafir. bahwa orang-orang Yahudi biasa memohon kedatangan Nabi saw (sebelum bi’tsah) untuk mendapatkan kemenangan atas kaum Aus dan Khazraj.” Kawan tersebut menjawab.” Lalu aku keluar.” Lalu aku duduk mendengarkannya. Tetapi kemudian Allah menutup telingaku. dan jagalah dia dari orang-orang Yahudi.” jawab Abu Thalib. Ini mereka ketahui dari berita kenabiannya dan penjelasan tentang tanda-tanda dan sifat-sifatnya yang terdapat di dalam Taurat dan Injil. mereka lalu ingkar kepadanya. Lalu kami bersamanya akan membunuh kalian sebagaimana pembunuhan yang pernah dialami kaum ‘Aad dan Iram. lalu ia bertanya kepadaku.” (Al-Baqarah : 89). aku mendengar nyanyian. maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui. Aku pernah berkata kepada seorang teman yang menggembala bersamaku di Makkah. lalu mengalami kejadian sebagaimana malam terdahulu. dan aku pun mengabarkannya. Rasulullah saw mulai berusaha mencari rezeki dengan mengembalakan kambing. Allah menurunkan firmanNya : “Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Maka aku pun masuk ke Makkah.” kata Abu Thalib. Itu pun kemudian dicegah oleh Allah.” Hadist Bahira tentang Rasulullah saw. “Tolong awasi kambingku.” Selama masa mudanya Allah telah memeliharanya dari penyimpangan yang biasanya. Ketika aku sampai pada rumah pertama di Makkah. “Pesta. dengan mengatakan “Sesungguhnya sebentar lagi akan dibangkitkan seorang Nabi yang kami akan mengikutinya. . “Dia meninggal ketika Ibu anak ini mengandungnya. karena aku akan memasuki kota Makkah untuk begadang sebagaimana para pemuda.“Dia adalah anak saudaraku. “Lakukanlah. lalu aku tertidur dan tidak dibangunkan kecuali oleh panas matahari. “Apa ini?” Mereka berkata. Dalil tentang hal ini banyak sekali. “Apa yang telah dilakukan oleh Ayahnya?” tanya Bahira. Bahira berkata. Sesungguhnya anak saudaramu ini akan memegang perkara besar. Setelah itu aku tidak pernah lagi menginginkan keburukan. menunjukkan bahwa para ahli kitab dari Yahudi dan Nasrani memiliki pengetahuan tentang bi’tsah Nabi dengan mengetahui tanda-tandanya. dan dikeluarkan oleh Tirmidzi secara panjang lebar dari hadist Abu Musa al-Asy’ari. seperti berhura-hura dan permainan nista lainnya. Di antaranya adalah apa yang diriwayatkan oleh para Ulama Sirah. “Anda benar. Maka laknat Allah atas orang-orang yang ingkar itu. pasti akan dijahatinya. dilakukan oleh para pemuda seusianya.

maka saya tidak mengetahui apa yang telah terjadi dari ibunya. terjadinya pemalsuan dan perubahan secara beruntun pada kitab-kitab tersebut telah diketahui dan diakui oleh semua pihak. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka karena apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri.” Bahkan keislaman Salman al-Farisi juga disebabkan ia telah melacak berita Nabi saw dan sifat-sifatnya dari Injil. Anak tunggal pasangan ini. (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. para pendeta dan ulama al-Kitab. *** (Sumber (buku) : Sirah Nabawiyah.” (Al-Baqarah : 78-79). bahwa ketika turun firman Allah : “Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami berikan Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mengenal anak-anak sendiri. Dicobanya lagi . dan mereka hanya mendugaduga. padahal mereka mengetahui. lalu dikatakannya “ini dari Allah”.Al Qurtubi dan lainnya meriwayatkan. tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya. Maha Benar Allah yang berfirman di dalam kitab-Nya : “Dan di antara mereka ada yang buta huruf. perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur.” (Al-Baqarah : 146). kecuali dongengan bohong belaka. lalu saya mengetahuinya. atau oleh tidak adanya isyarat penyebutan Nabi saw di dalam Injil yang beredar sekarang. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran. Sebab. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan. Umar bin Khaththab bertanya kepada Abdullah bin Salam (seorang ahli kitab yang telah masuk Islam) : “Apakah kamu mengetahui Muhammad saw sebagaimana kamu mengetahui anakmu?” Ia menjawab. bahkan lebih banyak. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan mereka sendiri. “Ya. tidak mengetahui al-Kitab (Taurat). Allah mengutus (Malaikat) kepercayaan-Nya di bumi dengan sifat-sifatnya. Adapun anak saya. Ini tidak dapat dinafikan oleh banyaknya para ahli Kitab yang mengingkari adanya pemberitaan tersebut. Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Analisis Ilmiah Manhajiah Sejarah Pergerakan Islam di Masa Rasulullah SAW) Kisah: Tangan Sang Anak Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. dan kecelakaan besarlah bagi mereka karena apa yang mereka kerjakan.

. dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Ya… karena mobil itu bewarna gelap.pada mobil baru ayahnya. dia terus mengatakan “Saya tidak tahu. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya.” jawab Si Ibu. Bu”. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya. cantik … kan !” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa. . Saat pulang petang. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. Pembantu rumah terbengong. Sambil menyiramnya dengan air. Puas memukul telapak tangan. terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah. apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi. gambarnya sendiri. Si Ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara Si Ibu juga begitu. Tiga hari berlalu. kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. membawanya ke kamar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. maka coretannya tampak jelas.” “Kamu dirumah sepanjang hari. Si Ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. “Kasih minum panadol aja . Dia juga beristighfar. “Dita demam. lukisan ayam. Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan Si Anak kecil luka-luka dan berdarah. Si Ayah cukup lama memukulmukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya.tuan. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Pulang dari kerja. jawab pembantunya ringkas. Si anak yang mendengar suara ayahnya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu.. Si Ayah memukul pula belakang tangan anaknya. pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu. terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Si Anak yang tak mengerti apa apa menangis kesakitan. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh. Sedangkan Si Ibu cuma mendiamkan saja. Si Ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Si Bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit. pedih sekaligus ketakutan. “Oleskan obat saja!” jawab Bapak Si Anak. tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. “Kerjaan siapa ini !!!” Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. tidak tahu harus berbuat apa. dia ikut menangis. kedua belah tangan si anak bengkak. Si Ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Lalu Si Pembantu rumah menidurkan anak kecil itu.. Keesokkan harinya.

Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius.. Si Anak bersuara dalam linangan air mata. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah. Pada akhirnya Si Anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf… Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yang tak bertepi….Sebelum Si Ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Terasa dunia berhenti berputar. Masuk hari keempat. “Tidak ada pilihan. sekaligus membuat wanita itu meraung histeris. tapi apa yg dapat dikatakan lagi. Si Ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. selepas obat bius yang disuntikkan habis... “Sore nanti kita bawa ke klinik. demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu.” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut. “Ayah. ” katanya berulang-ulang.. Serasa hancur hati Si Ibu mendengar kata-kata anaknya. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. *** Dari Sahabat . “Ini sudah bernanah. Namun….. Untuk apa diambil.. Si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya. dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. katanya berulang kali membuatkan Si Ibu gagal menahan rasa sedihnya.00 sudah siap” kata majikannya itu. Keluar dari ruang bedah. Pukul 5.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?… Bagaimana Dita mau bermain nanti?…. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dalam siksaan menahan sakit.. pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. Dita tak mau lagi ayah pukul. “Dita juga sayang Mbok Narti. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu.” katanya memandang wajah pembantu rumah.. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. sayang ibu. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah. “Ayah. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dita janji tidak akan mencoret2 mobil lagi. kembalikan tangan Dita.”. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya. Si Anak menangis kesakitan. Nasi sudah jadi bubur. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Si Ibu meraung merangkul Si Anak. Si Bapak dan Ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Sampai saatnya Si Anak yang sudah lemah dibawa ke klinik.

Namun kau tidak pernah merasakan nikmatnya hidup sedikitpun. Hampir tiap hari ia mabuk dan melakukan pelbagai macam maksiat di rumah bordil miliknya itu. namun ia teguh dalam keimanannya. Ia merasa jenuh dengan hidup yang dijalaninya. “Benar juga. Ia tidak suka menyakiti orang lain. Tiba-tiba dengan halus sekali nafsunya berkata padanya. Keduanya adalah saudara kandung. Waktu mudanya banyak dihabiskan di masjid. Setan pun dengan sangat halus masuk melalui pori-pori dan aliran darah. Setelah itu aku pulang dan bertobat kepada Allah Swt. Nanti malam aku mau menari dan bersenang-senang bersama wanita cantik di rumah bordil adikku. Sejak remaja sudah biasa masuk tempat maksiat. Ia juga tidak suka bergaul dengan wanita yang bukan mahramnya. Ia berkata pada diri sendiri. sangat berbeda dengan kakaknya. alim dan ahli ibadah. Namun perilaku dua orang itu berbeda dan akhir hidup mereka juga berbeda. Kau telah mendapat tempat di hati masyarakat dan dikenal sebagai orang baik. Lahir di dalam keluarga yang taat beragama. .” Sementara di rumah bordil. “Sejak kecil kau selalu berbuat kebaikan dan beribadah. Yang tua. Perbuatan jahatnya itu membuat dirinya dibenci oleh keluarga dan masyarakat. Hampir segala jenis maksiat dan perbuatan yang menjijikan telah ia lakukan untuk memuaskan hawa nafsunya. sang kakak yang alim dan ahli ibadah merenung. Sesekali saja. Kenapa tidak sesekali kau datang ke tempat adikmu menghibur diri di rumah bordilnya.Ketika Masjid dan Rumah Bordil Roboh Ada dua lelaki bersaudara. sejak kecil dikenal baik. Sejak kecil ia dikenal nakal. Rumah bordil adalah tempat biasa ia mangkal. Kenapa aku tidak sesekali menghibur diri ? Hidup cuma sekali. Setelah itu kau bisa tobat. Sedangkan adiknya. Nuraninya berkata. untuk merampas harta orang lain. Karena amal perbuatannya yang baik dan akhlaknya ia dicintai oleh keluarga dan masyarakat. Saat merampok ia bahkan terkadang juga melakukan pemerkosaan. Bukankah Allah itu Maha Pengampun ?” Bujukan hawa nafsunya itu ternyata masuk dalam pikirannya. Dia Maha Pengasih lagi Maha Pengampun. Kau bisa membaca istighfar ribuan kali dalam sholat tahujjud. Suatu ketika. Tidak suka hura-hura. Adiknya juga merenung. Kadang-kadang ia juga ikut gerombolan perampok. Tak pernah menyentuh gelas minuman keras apalagi meminumnya. Pernah ia dirayu seorang gadis cantik yang masih sepupunya.

” Dan benarlah. Hanya Allah yang tahu. Aku mau tobat dan ikut shalat. Usai shalat maghrib. Ia mencari-cari kakaknya. Aku mau kembali ke pangkuan Allah Swt. Semoga saja Allah mau mengampuni dosa-dosaku yang telah lalu. Adapun sang adik. Ia melakukan shalat dan beristighfar sebanyak-banyaknya dengan mata bercucuran air mata. Meskipun tidak ada kakaknya niatnya telah bulat. Akhir hidup yang diridhai-Nya. orang yang selama ini dikenal ahli ibadah kok bisa tewas dengan cara yang sedemikian tragisnya. Kedua tangannya mendekap sebuah mushaf di dada. sang kakak kembali ke rumah. Na’udzubillahi min dzalik. Orang-orang panik keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri. Hidup susah di akhirat sana. Kalau begini terus kelak aku akan masuk neraka. Sampai di rumah bordil sang kakak mencari adiknya. Sedangkan adiknya yang selama ini dikenal ahli maksiat kok bisa husnul khatimah. Juga masyarakat. Dengan peristiwa itu orang-orang diberi pelajaran yang sangat berharga. Bahwa niat baik harus selalu dijaga. Nafsu telah menguasai akal pikirannya. Nanti malam habis maghrib aku akan ke masjid tempat kakak beribadah. Ia pun menuruti segala yang diinginkan nafsunya di rumah bordil itu bersama para penari dan pelacur. namun ia tidak tahu kemana perginya. Keesokan harinya. Bagaimana aku mempertanggungjawabkan perbuatanku. Sementara kakakku akan hidup nikmat di surga. Sang adik yang sedang larut dalam kenikmatan tobatnya tidak beranjak dari dalam masjid. Orang-orang yang ada di rumah bordil tidak ada yang tahu kemana adiknya itu pergi. Sang kakak ditemukan tewas diantara reruntuhan rumah bordil di samping mayat seorang penari wanita dalam keadaan yang memalukan. Ketika malam datang kedua saudara itu melakukan niatnya masing-masing. Aku mau beribadah sepanjang sisa hidupku. Masyarakat yang tahu ihwal kedua kakak beradik itu meneteskan air mata. Takut kalau-kalau rumah mereka runtuh. Ia sudah bertekad bulat untuk tobat meninggalkan semua perbuatan buruknya. Bermacam maksiat telah aku lakukan. Goncangan gempa malam itu cukup keras.“Sudah bertahun-tahun aku hidup bergelimang dosa. Ia bertanya pada penjaga masjid. bagaimanakah besok kalau aku telah mati. Sedangkan adiknya juga ditemukan tewas di antara reruntuhan masjid. Aku harus mencoba hidup di jalan yang lurus. mereka memusuhiku karena kejahatanku. Jalan yang diambil dua bersaudara itu tidak sama. sehingga keduanya tidak berjumpa di tengah jalan. Tidak! Aku tidak boleh hidup dalam lembah maksiat terus. . Mereka tidak habis pikir. Namun tidak ada. Ia tidak merasakan ada gempa. “Awas ada gempa ! Ada gempa !” teriak orang-orang di jalan. Ia sama sekali tidak merasakan gempa. Demikian juga sang kakak yang saat itu sedang terlena di rumah bordil. ganti pakaian dan bergegas menuju rumah bordil. Apakah aku akan hidup begini terus? Keluarga membenciku karena perbuatanku. Beberapa bangunan roboh. Di tempat lain. Termasuk masjid dan rumah bordil. Bahwa kematian bisa datang kapan saja. Ia mengambil air wudhu dan masuk ke dalam masjid. sang adik sampai masjid tempat kakaknya biasa ibadah. telah pergi meninggalkan rumah bordil begitu mendengar suara azan maghrib. agar Allah Swt menganugerahkan akhir hidup yang indah. Kenapa aku tidak mencoba hidup baik-baik seperti kakak. Padahal biasanya kakaknya selalu beritikaf di masjid usai maghrib sampai isya. Ah. Meskipun adiknya tidak ada ia tetap melaksanakan niatnya. Siapa tahu saat sedang menuruti hawa nafsu itulah maut menjemput. Maka jangan sekali-kali iseng menuruti hawa nafsu. Tiba-tiba bumi tergoncang dengan hebatnya. ternyata tidak ada.

September 2006) Suatu nasihat tidak bisa memberi pengaruh sama sekali kepada hati yang sudah keras laksana sebuah batu di dalam air yang tidak bisa lunak (Imam Ghozali) Tubuh Seharum Kesturi DALAM KITAB Al Akhlaq Al Islamiyyah Lin Nasyi’in ada sebuah kisah yang indah menggetarkan jiwa. Ia pun segera menghampiri. Wanita ini menyuruhnya masuk ke dalam rumah.“Ya Allah. Karuniakanlah kepada kami husnul khatimah. Akhirnya masyarakat mengenalnya sebagai Si Penjual Kain Keliling. Wajahnya yang mempesona. Dan keramahannya yang luar biasa. Diantara kelebihan pemuda ini adalah postur tubuhnya yang gagah. ya Rabbal ‘Alamin. Kisah ini terjadi di tanah Syam. Amin. dengan sebuah kelihaian wanita itu bisa mengunci pintu. Seorang pemuda yang bekerja sebagai penjual kain keliling. tiba-tiba ada seorang wanita memanggilnya. Sehingga siapapun yang melihatnya akan terpesona karenanya. Ia berkeliling sambil memanggul kain dagangannya. Penerbit Republika. Dari rumah ke rumah.” *** Sumber Tulisan Oleh : Habiburrahman El Shirazy (Di Atas Sajadah Cinta. Cetakan X. Ia berkeliling dari satu daerah ke daerah. Begitu masuk rumah. . Dari lorong ke lorong. Kulitnya yang putih. Dari satu kawasan ke kawasan lain. Ini adalah kisah ketakwaan seorang pemuda. Suatu hari. ketika ia sedang berkeliling menjajakan dagangannya. karuniakanlah kepada kami keteguhan dan keistiqomahan berada dalam jalan-Mu. Kisah yang banyak disebut dari mulut ke mulut sampai abad ini. Agaknya wanita itu termasuk golongan bangsawan. Wanita itu telah lama tergila-gila padanya. Itulah karunia Allah yang dianugerahkan kepadanya. Wanita itu sangat terpesona dengan ketampanannya. Sudah berkali-kali diam-diam wanita itu memandangi ketampanannya ketika pemuda itu lewat di depan rumahnya. Rumah itu sangat mewah.

Sungguh ini adalah kesempatan luar biasa. Sambil menangis ia berkata. Pemuda itu terus berfikir bagaimana mencari jalan keluar. mukanya. wanita tersebut sangat gembira karena mengira ia akan menuruti keinginannya dan berkata dengan hati meluapkan kegembiraan. tidak ! Sekali-kali aku tidak akan melakukannya ! Tapi apa yang bisa aku perbuat ? Apakah aku harus loncat dari jendela ? hal itu tidaklah mungkin karena jendela ini terkunci sangat kuat dan sulit sekali membukanya. ia bergumam.” Benar saja. ia lalu buang air besar dan melumuri seluruh tubuhnya dengan kotoran buang air besarnya. tapi semata karena aku sangat mencintaimu. “Jika kamu tidak menurut apa yang kuperintahkan. Ya aku harus melumuri tubuhku dengan kotoran. Tak ada seorang laki-laki dan wanita yang berduaan. Sampai di dalam kamar mandi tubuhnya gemetar karena takut terjatuh pada kemaksiatan. Sebenarnya aku memanggilmu tidak untuk membeli barang daganganmu. tangan. maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. wanita itu mengancam. Beberapa detik kemudian sekonyong-konyong terbitlah ide nekatnya. Jika aku lakukan kemaksiatan ini.” Sang pemuda pun segera masuk ke kamar mandi. Ia sendiri sebenarnya merasa jijik. Setiap perkataan yang diucapkan pemuda itu justru membuat wanita itu semakin menggila dan nekat. Namun pemuda itu tak bergeming dengan keimanannya. “Aku tahu pasti. “Baiklah. “O tentu saja boleh.” Pada saat itu. diantara golongan yang akan mendapatkan naungan pada hari tidak ada naungan lagi di hari kiamat adalah seorang pemuda yang diajak berzina oleh seorang wanita cantik dan berkedudukan. Kalau begitu aku harus melumuri tubuhku dengan kotoran. dada. Karena sang pemuda tetap saja menolak.Wanita itu berkata. Demikianlah sabda Rasulullah Saw. Bolehkah aku ke kamar mandi untuk bersih-bersih dahulu ? Lihatlah tubuhku penuh dengan peluh yang baunya tidak sedap ! “ Begitu mendengar ucapannya. Allah akan menghilangkan cahaya dan kenikmatan dari hatiku. Ya Allah. Wanita adalah perangkap setan. Sambil tersenyum ia berkata. semua usahanya sia-sia belaka. ia akan merasa jijik lalu mengusirku. Seluruh rambutnya. dan semuanya. Mereka pasti mempercayai ucapanku karena kedudukanku dan karena kamu telah memasuki rumahku. Wanita itu justru semakin tertantang untuk menaklukkan pemuda itu. Sang pemuda pun mengingatkannya dan menakutinya akan pedihnya siksa Allah. Dan orang-orang itu bisa marah dan menggantungmu hidup-hidup ! “ Wanita itu mengancam dengan serius. Namun. Bahkan ia mual dan sempat muntah. Ia menolak dengan tegas. Kau akan dianggap penjahat paling nista. tidak. Akibatnya kamu akan binasa.” . apa yang mesti aku lakukan ? Berilah hamba-Mu petunjuk ya Allah. kecuali ada yang ketiga adalah setan. Diserapahi orang banyak sebagai penjahat lalu digantung tanpa ampun. ‘Sungguh aku takut pada Allah !’ Aku juga tahu bahwa orang yang meninggalkan sesuatu karena takut pada Allah. Wanita bangsawan itu dengan penuh harap merayunya untuk berzina. maka ia akan membawa penyesalan sampai akhir hayatnya. aku akan berteriak sekeras-kerasnya dan mengatakan kepada orang-orang bahwa ada orang yang masuk kerumahku dan ingin memperkosaku. Ia tak mau maksiat tapi juga tak mau mengalami hal yang konyol. Tiba-tiba tercetus sesuatu dalam fikirannya. Ia pasrah kepada Allah. “Duhai pemuda tampan. lalu ia mengatakan. Semoga jika ia melihatku seperti itu. Terkadang tindakan nekat harus dilawan dengan nekat juga. ia mengatakan itu tadi sekedar untuk menyelamatkan diri sesaat. “Ya Allah ya Rabbi. tak ada seorang pun didalam rumah selain mereka berdua. aduhai kekasihku dan belahan jiwaku. Selama ini aku tergila-gila pada ketampananmu. Duhai Tuhan. Mencari tempat yang tenang untuk berfikir. Tidak sedikit orang yang menurutkan hawa nafsunya. sungguh hal yang sangat menyakitkan. karena rasa takutku padaMulah aku melakukan ini ! maka gantikanlah untukku yang lebih baik.

Lalu iapun keluar dari kamar mandi. Terbawa oleh nafsu. ada sebuah makam yang tertuliskan “Al-Miski”. *** Sumber Tulisan Oleh : Habiburrahman El Shirazy (Di Atas Sajadah Cinta.” Ia berjalan keluar dan berpura-pura bertingkah laku seperti orang gila. Ia takut dilihat orang dan takut mereka akan menggunjingnya. pelan-pelan dia merasakan kesejukan udara. Itulah kubur orang mulia yang menjaga kesuciannya ini. Penerbit Republika. Begitu sampai diluar ia cepatcepat cari tempat yang aman. dan akhirnya dia jatuh ke tanah karena tubuhnya terbungkus salju. makin ke utara makin sejuk. hai orang gila ! Dasar pemuda gila. “Keluarlah. Ia menjerit dan berteriak dengan keras. menyangka bahwa riwayatnya telah tamat. keluar kau jangan kau kotori rumahku. Ia langsung melepas pakaiannya dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya. dia semakin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara lagi. udara disana selalu dingin dan sejuk. Ia merasa jijik. dia tak merasakan sayapnya yang mulai tertempel salju. terbang jauh ke utara yang konon kabarnya. Ketika ia keluar dari kamar mandi. Dan begitu wanita tersebut melihatnya ia terkejut bukan main. Sampai ke tanah. Benar. makin lama makin tebal. Allah menjadikan bau harum yang luar biasa memancar dari seluruh pori-pori tubuhnya hingga ajal menjemputnya. Kisah ini menjadi bukti keagungan Allah. . Ia merasa sangat lega ketika sampai dirumahnya. karena ia akan dianggap benar-benar gila. Si Burung pipit tak mampu berbuat apa apa. Bau itu tercium dari jarak beberapa meter. Allah SWT menunjukkan kekuasan-Nya. lalu mengumpat pada lingkungan yang dituduhnya tidak bersahabat. Kisah nyata ini masih bisa dilihat bekasnya. Cetakan X. Akhirnya ia dikenal dengan sebutan “Al-Miski” atau Orang Yang Seharum Kesturi. Jika itu yang terjadi barang dagangannya bisa tidak laku. salju yang menempel di sayapnya justru bertambah tebal. seekor Burung Pipit mulai merasakan tubuhnya kepanasan. September 2006) Perjalanan Seekor Burung Pipit Ketika musim kemarau baru saja mulai. Di tanah Syam. Ia terus berjalan menuju rumahnya lewat jalan yang sepi. Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat yang sejak dahulu menjadi habitatnya. Beberapa orang yang melihatnya terheran-heran dan menertawakannya.

kemudian kencing tepat diatas burung tersebut. belum tentu cocok buat kita. diantaranya : 1. dan tamatlah riwayat si Burung Pipit ditelan oleh si Kucing. bernyanyi keras sepuas puas-puasnya. Si Kerbau tidak banyak bicara. jangan dipakai sebagai satu-satunya ukuran. Mendengar suara rintihan. Namun apa yang terjadi kemudian. mengulurkan tangannya. jangan lupa dan jangan terburu nafsu. mengais tubuh si burung dan kemudian menimang nimang. Apa yang pada mulanya terasa pahit dan tidak enak. salju yang membeku pada bulunya pelan-pelan meleleh oleh hangatnya kotoran kerbau. seketika itu juga dunia terasa gelap gulita bagi si Burung. si Burung bernyanyi dan menari kegirangan. Si Burung Pipit semakin marah dan memaki-maki si Kerbau. dia hanya berdiri. banyak pesan moral yang dapat dipakai sebagai pelajaran. Begitu bulunya bersih. dan mengeluarkan kotoran ke atas tubuh si burung. Lagi-lagi si Kerbau tidak bicara.org) Sabarnya Nabiullah AS . 3. seekor anak kucing menghampiri sumber suara. 4. 2. 5. dia merasakan kehangatan. dia maju satu langkah lagi. Mendengar ada suara burung bernyanyi.Dia merintih menyesali nasibnya. mengelus dan membersihkan sisa-sisa salju yang masih menempel pada bulu si burung. dan demikian pula sebaliknya. Si Burung mengira lagi bahwa dia akan mati karena tak bisa bernapas. dia dapat bernapas lega dan melihat kembali langit yang cerah. *** Dari kisah ini. kadang-kadang bisa berbalik membawa hikmah yang menyenangkan. dia menghardik si Kerbau agar menjauh dan mengatakan bahwa makhluk yang tolol tak mungkin mampu berbuat sesuatu untuk menolongnya. Ketika kita baru saja mendapatkan kenikmatan. Halaman tetangga yang nampak lebih hijau. Seketika itu si Burung tidak dapat bicara karena tertimbun kotoran kerbau. Baik dan buruknya penampilan. agar tidak kebablasan. seekor Kerbau yang kebetulan lewat datang menghampirinya. menjilati. dia mengira telah mendapatkan teman yang ramah dan baik hati. Waspadalah terhadap orang yang memberikan janji yang berlebihan *** Sumber : Dari Sahabat (myQuran. Namun perlahan lahan. Si Burung Pipit berteriak kegirangan. Namun si burung kecewa mengapa yang datang hanya seekor Kerbau.

Ujian ketaatan adalah ujian yang diciptakan sendiri oleh seorang manusia di jalan Allah akibat keinginannya yang kuat untuk menjalankan perintah dan larangan Allah. kekayaan yang melimpah. pasukan yang besar. tidak pula merupakan pilihan seibarat pilihan berbuat maksiat atau menolak maksiat. sabarnya Sulaiman AS. walau Allah mengujinya dengan kerajaan yang besar. Sabar ujian kesenangan Nabi Sulaiman as Sanggupkah kita sesabar Sulaiman as ketika ia melawan godaan kesenangan dunia yang ingin menutup hatinya? Bukankah kesenangan lebih mudah membuat kita melupakan Sang Pencipta Kesenangan ? Sungguh Sulaiman as tetap tegar dalam keimanan. dan sabarnya Musa AS Ini bukan untuk membandingkan tingkat kesabaran diantara tiap nabi tersebut. kalau bukan seorang Yusuf as.Sabarnya Ayub AS. Sabar ujian kesusahan Nabi Ayub as Sungguh Ayub as seorang yang sangat sabar melawan godaan kesusahan yang berniat mematahkan keteguhan imannya? Allah telah mengujinya dengan berbagai penderitaan sakit fisik luar dan dalam yang sangat dahsyat dan menjijikkan. Sabar ujian kemaksiatan Nabi Yusuf as Hamba sahaya mana yang sanggup menolak godaan wanita yang punya kekuasaan dan cantik rupawan. Sabar ujian ketaatan seorang Nabi Musa as Inilah kesabaran seorang Musa as. yang mengeluarkan energi keberaniannya namun tetap tegar ketika berkali-kali ia mengajak Firaun untuk bertobat. sabarnya Yusuf AS. dan itu terjadi hampir sepanjang usianya. Sungguh membutuhkan kesabaran yang besar ketika kita sedang berjuang ingin konsisten menjalankan sholat secara khusyuk atau ketika kita ingin memperjuangkan hak-hak umat Islam misalnya. istri yang cantik dan sebagainya. atau karena ingin amar makruf nahi munkar atau karena ingin sekedar beribadah secara lebih baik. Ujian ketaatan bukan sesuatu yang datang seibarat ujian kesusahan atau kesenangan. Dialah yang sanggup mengatakan tidak pada Zulaika ketika Allah mengujinya kesabarannya untuk berbuat maksiat bahkan ketika Allah telah menyediakan sarana yang memudahkannya untuk berbuat maksiat. Wallahu ‘alam bish shawab . tapi sebuah ilustrasi yang memudahkan kita untuk memahami jenis-jenis kesabaran.

Engkau boleh saja menikmati keindahan alam pertanian. Tapi yang jelas kain itu ada di suatu tempat. Kita juga tidak tahu kain kafan mana yang akan menemani kita di kuburan. tapi boleh jadi seorang petani sedang memanen kapas bahan kain kafanmu. Engkau boleh saja berencana. diukur dan dipotong. diperjual-belikan di pasar-pasar di kota ini. tapi bisa jadi seorang penenun sedang memintal kain kafanmu. Bisa jadi kain putih itu akan dibeli orang yang tidak kita kenal. 5. Kita tidak tahu kapan hidup kita berakhir. Hari ini ada sedemikian banyak kain putih. Seandainya ia bisa berbicara. Dari Sahabat tidak terburu-buru mengambil keputusan tegar dengan tujuan yang ditetapkan tuntas sesuai kemampuan tidak gampang pasrah hati tetap senang ketika diuji Kisah Sepotong Kain Putih Hari ini ada ribuan gulung kain. *** Hak cipta adalah milik Allah semata. 4. Hak kita sebagai manusia adalah berlomba-lomba menyebarluaskan kata-kata kebaikan kepada seluruh umat manusia. Kain putih itu sendiri tidak pernah tahu kepada siapa ia akan digunakan. siapa gerangan pembeli berikutnya. 3. . Hari ini ada sedemikian banyak kain putih yang siap digunakan sebagai kain kafan. Bisa jadi kain putih itu kita sendiri yang membelinya untuk tetangga atau keluarga terdekat kita. tapi bisa jadi kain kafanmu ada di truk pengirim barang yang sedang diparkir di pinggir toko kain itu. tentu ia akan meminta agar digunakan pada orang soleh yang selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan berikutnya. Bisa jadi seseorang sedang membelikannya untuk jenazah kita yang sedang menunggu dikubur. Engkau boleh saja tertawa. Engkau boleh saja tidur nyenyak. 2.Catatan tambahan. yang sedang dibeli. Hari ini ada sedemikian banyak kain kafan yang seolah bertanya untuk siapa ia akan dibeli. Esok hari. ciri kesabaran : 1. tapi bisa jadi kain kafanmu sedang dipesan si pemilik toko.

kemudian berhenti di tikungan tajam dimana banyak dilalui kendaraan. dililit utang sehingga tidak mampu lagi membayarnya.*** Sumber : Sahabat Kisah: Pemuda Dililit Utang Malang benar nasib pemuda ini. pemuda tersebut langsung melemparkan tubuhnya ke tengah jalan. . namun karena Sopir Bus itu terlalu mwas sehingga ketika melihat sesuatu ditengah jalan dia langsung membanting setir ke kiri. dia tetap bertekad bulat untuk bunuh diri. Setelah menunggu agak lama akhirnya datang juga sebuah bus yang mengangkut banyak penumpang. namun karena larut malam akibatnya kendaraan yang lewat agak jarang sehingga pemuda ini agak lama juga menunggu kendaraan yang lewat. Tidak puas dengan cara pertama. akhirnya diapun pun memutuskan untuk menjatuhkan dirinya dan kali ini pasti berhasil pikirnya. dan lucunya lagi dia jatuh tepat diatas tumpukan kotoran kerbau. akhirnya dia berpikir bahwa bunuh diri adalah jalan terbaik baginya. Pemuda tersebut berjalan menyusuri jalan. Tidak puas dengan dua kali kegagalan bunuh dirinya. dia terus menyusuri jalan ditengah keremangan malam sambil mencari cara agar bisa bunuh diri. mengalungkan tali dilehernya. Beberapa jam berjalan akhirnya diapun menemukan jurang didepannya. Selang beberapa meter jaranknya dari bus. Ditengah malam yang gelap gulita. namun malangnya karena sopir bus tersebut terlalu tajam membanting setir ke kiri. lalu menjatuhkan dirinya kebawah. kemudian mengikatkannya di tangkai. dan akhir-nya Pemuda tersebut terbebas dari maut. Ternyata ajalnya belum ditetapkan disini. karena tangkai tempat mengikatkan tali tidak kuat menahan beban tubuhnya sehingga tangkai pohon itu patah dan akhirnya jatuh kebawah. pemuda ini lalu mengambil ancang-ancang. akhirnya bus tersebut tidak mampu dikendalikan dan akhirnya jatuh ke jurang sehingga seluruh penumpang bus tewas saat itu juga (Inna lillah wa innaa ilaihi rooji`uun). Diam-diam dia memanjat pohon nangka tersebut. dia mencari cara lain. dia mengambil tali untuk gantung diri dipohon nangka dibelakang rumahnya.

Pemuda tersebut menjadi kaya raya. Dan baiknya lagi Janda cantik tersebut bersedia menjadi Istri si-Pemuda dan juga bersedia melunasi hutang-hutang pemuda tersebut. dan pada tubuh pemuda itu hanya terdapat luka lecet kecil dan juga sedikit memar. mundur beberapa langkah kebelakang dan kemudian berlari kedepan melompat ke dalam jurang.an-nisa:29] #]=– –=[# Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya. apa yang terjadi ?. Karena semakin takutnya. memiliki istri cantik serta hidup serba kecukupan.. tubuh pemuda itu jatuh tepat diatas pepohonan itu yang ternyata pemiliknya adalah seorang Janda yang cantik dan kaya raya. dibawah jurang sana ternyata sebuah kebun yang subur dan rimbun. janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. serta hidup mewah. tubuhnya gemetaran. kecuali orangorang yang sesat". kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. sambil menyetir mobil dengan kencang. hujan turun lebat sekali. [QS. sesekali ia melihat jam di tangan yang sudah mendekati jam 05:00 seperti yang telah ditetapkan dalam mimpinya. dia langsung lari mengambil kunci mobil dan melarikan diri dari rumah agar terhindar dari maut. Dia menancap gas mobil dengan kencang-nya ditengah hujan yang lebat. semakin takut.al-`ankabuut : 23] #]=– *** Salam rindu buat saudaraku se-iman. Akhirnya pemuda tersebut terbebas dari hutanghutangnya. [QS. Na`uuzu billah. akhirnya pemuda itu lupa untuk bunuh diri.. dengan harapan agar tubuhnya terhempas diatas bebatuan sehingga ia dapat mengahiri hidupnya. disuatu malam. Akhirnya Janda tersebut mengambil pemuda itu di pagi hari di kebunnya dan ditemukan dalam keadaan siuman.Pemuda tersebut mengambil ancang-ancang. Pemuda tersebut bermimpi didatangi seseorang dan mengatakan kepadanya bahwa Nyawanya akan dicabut nanti tepat jam 05:00 subuh. Beberapa tahun kemudian. akhirnya mobil yang digunakannya jatuh ke jurang persis ditempat bus terguling sewaktu ia hendak bunuh diri dulu. –=[# Hai orang-orang yang beriman. Subhaanallah. terjadilah peristiwa yang sangat menakutkan.al-hijr : 56] #]=– –=[# Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia. dan tepat jam 05:00 subuh. mereka putus asa dari rahmat-Ku. [QS. dan akhirnya meluncurlah ia kebawah. dan kelamaan melihat jam di tangannya tanpa memperhatikan jalan yang dilaluinya. dan mereka itu mendapat azab yang pedih. Jam semakin mendekati pukul 05:00. Dari Sahabat  . dan merasakan takut yang amat sangat. dia semakin gugup. sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. terus diperhatikan jam di tangannya yang tinggal beberapa detik lagi menunjukkan pukul 05:000. ia meninggal dunia. Dan janganlah kamu MEMBUNUH DIRIMU . Dia langsung bangun dengan kagetnya.

sehingga jadi satu batang yang lurus. pohon tersebut terpotong-potong ranting dan dahannya dengan sendirinya. Kemudian. “Jika kalian percaya bahwa perahu tak mungkin ada tanpa ada pembuatnya. Mana bisa perahu jadi dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya!” Orang banyak pun tertawa riuh. Karena itu. Dia berkata kepada orang banyak. Setelah itu. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang. cerita teladan ( 355 ). orang alim pun berkata. atau menciptakan bumi. Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. langit. Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. membuat perahu. kenapa kalian percaya bahwa bumi.erva kurniawan 1:06 am pada 6 Mei 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). dan seisinya ini?” Mendengar perkataan orang alim tersebut. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Bukti Tuhan itu Ada Assalamu’alaikum wr wb. Karena hujan turun deras. maka sungai menjadi banjir. Masak pohon bisa jadi perahu dengan sendirinya.” Begitu orang alim itu berkata. dan seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang lebih sulit. kisah teladan ( 352 ). Setelah tawa agak reda. baru saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu tersebut. “Orang alim ini sudah gila rupanya. di manakah Tuhan itu?” Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut. kisah islami ( 268 ). cerita nasehat. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. “Maaf jika kalian menunggu lama. hingga akhirnya menjadi perahu. Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. Cuma khayalan orang belaka. sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang. Di antara pertanyaannya adalah: “Benarkah Tuhan itu ada” dan “Jika ada. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan Tuhan. maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata. tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. . akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah terjebak oleh pernyataan mereka sendiri. barulah muncul orang alim tersebut. langit. Si Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada. Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang tumbang. orang alim itu belum juga datang.

Tapi jika kita melihat pesawat terbang. TV. ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah mikroskop yang amat kuat). tapi panca indera manusia lah yang terbatas. saya tidak melihat sakit. Di mana Tuhan itu berada?” Orang atheist itu berpendapat. bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta). Berapa banyak gelombang (entah radio. Tuhan ada. Sederhana memang pembuktian orang alim tersebut. “Tidak. tapi dapat membutakan manusia.“Kalau begitu. “Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali. tapi benda itu sebenarnya ada? Berapa banyak zakat berukuran molekul. sehingga tidak mengetahui keberadaannya. Orang banyak berkata. Benda itu ada. Begitu juga Tuhan. mobil.” si Atheist menunjuk-nunjuk pipinya. dan lain-lain) yang tak bisa dilihat. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat. bukan berarti sakit itu tidak ada. Karena kita tidak bisa melihat Tuhan. demikian pula suara. “Tidak!” “Nah. meski kita tidak bisa melihat sakit. tapi pada kenyataannya benda itu ada? Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran. apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta! Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada.” Begitu si Atheist mengaduh. karena dia tidak pernah melihat Tuhan. . elektromagnetik. jawab pertanyaanku yang kedua. dan lain-lain. Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras. maka Tuhan itu tidak ada.” kata si Atheist. tapi ternyata hal itu ada.” Demikian si Alim berkata. Apakah para hadirin melihat sakitnya?” Si Alim bertanya ke orang banyak. bukan berarti Tuhan itu tidak ada. “Ah mana ada sakit. Pasti ada pembuatnya. sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. mengapa dia tidak kelihatan. Meski kita tidak bisa melihatNya. bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia. tapi kita bisa merasakan ciptaannya. “Jika Tuhan itu ada. Si Alim bertanya. sehingga manusia tak bisa melihatnya. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan. Saya tidak melihat sakit. Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia. sehingga si atheist merasa kesakitan. Listrik. Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu. Di mana sakitnya?” “Ini sakitnya di sini. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru.

matahari. Toh. tidak pernah bumi menabrak bulan. dan 9 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya. dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4. maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. atau pun pilot yang mengendarai. Sebaliknya. dan lain-lain. keliling lingkarannya sekitar 4. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya.3 juta kilometer panjangnya. jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit. insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada: . hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”.Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya. matahari.” [Yunus:5] “Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. apalagi dunia yang jauh lebih kompleks. bulan. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. dan lain-lain: “Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini. Dalam Al Qur’an. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. polisi. laut.” [Al Furqoon:61] Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya. bintang. maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur. Selama milyaran tahun. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Matahari. Galaksi Bima Sakti. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan. supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). tetap terjadi kecelakaan lalu lintas. laut. bumi. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. dan udara. demikian pula lampu merah dan radar. karena jarak pandang teleskop tercanggih baru Bayangkan. tidak mungkin semua itu terjadi. keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Meski ada yang mengatur. Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Copilot.” [Yaa Siin:40] Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam. ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Matahari. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun. atau bulan menabrak matahari. Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit. sementara di kapal laut ada Kapten. dan udara. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat. tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada. juru mudi. bulan. bintang. “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilahmanzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu.

kumpulan kisah teladan ( 284 ) . maka peliharalah kami dari siksa neraka. tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya). tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Allah menanyakan kepada mereka tentang makhluk ciptaannya. menjelaskan tanda-tanda (kebesaranNya). Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka. tak ada satu pun yang bisa menciptakannya kecuali Allah: “…Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun. masih banyak ayat-ayat Al Qur’an lainnya yang menjelaskan bahwa sesungguhnya. Kamukah yang menciptakannya. walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. cerita nasehat. supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. Tuhan itu ada.” [Ar Ra'd:2] “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. Maha Suci Engkau. dan Dia lah yang Maha Pencipta Wassalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuhu *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:38 am pada 5 Mei 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). bahkan Allah menantang pihak lain untuk menciptakan lalat jika mereka mampu.” [Ali Imron:191] Terhadap manusia-manusia yang sombong dan tidak mengakui adanya Tuhan. Manusiakah yang menciptakan. kisah teladan ( 352 ). atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi'ah:58-59] “Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?” [Al Waaqi'ah:63-64] “Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi'ah:72] Di ayat lain. Manusia mungkin bisa membuat robot dari bahan-bahan yang sudah diciptakan oleh Allah. cerita teladan ( 355 ).” [Al Hajj:73] Sesungguhnya. kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy. Tapi untuk menciptakan seekor lalat dari tiada menjadi ada serta makhluk yang bisa bereproduksi (beranak-pinak). kisah islami ( 268 ). atau Tuhan yang Maha Pencipta: “Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. dan menundukkan matahari dan bulan.

tak urung ikut menggoda. Bahkan si kembar Rani-Rano. Tika aja yang baru kelas enam. Rani sama Rano kan udah pengen dipanggil ’Tante dan Oom’. adikku. mikirin berkeluarga. ”Udah sana kalian belajar!” hardikku agak keras. kuhembuskan nafasku kuat-kuat. perempuan itu harus agresif. Mbak. Lalu Bambang. Bayangin. Lagian. ”Mbak Ajeng kan udah jadi insinyur. Lagi-lagi calon suami yang dibicarakan. Mulai dari Papi yang selalu nyindir. Jaman sekarang. yang masih es em pe pun. sudah dua bulan ini tidak ada topik yang lebih trend di rumah. keponakannya udah empat!” ”Iya.Calon Buat Ajeng CERPEN: Calon Buat Ajeng Penulis : Asma Nadia ** Calon Suami????!!!!! Pfui. Bosan aku. selain soal suami. udah waktunya dong. ikut-ikutan menceramahiku. kaaaan?!?” seru mereka berdua kompak. dasar kembar! *** ”Ajeng…!” . yang kuharap bisa menetralisir suasana. kerjanya belajar ama ngaji melulu!” Rano menimpali kata-kata kembarnya. sudah pengen menimang cucu. nemu di mana lagi pendapat kayak gitu. Huhh. Mami yang berulang-ulang menasihatiku agar jangan terlalu pilih-pilih tebu. ”Tuh. Aku hanya bisa melotot. Mbak Ajeng sih.

sebelum ia kembali menggodaku. Benar saja. kok cuma diketawain?!? ”Bang. Oo…Oo…! Pasti ada yang nggak beres. Mami…Mami…! Rasa geliku mendadak hilang. Kamu ngerti. ketika selama dua jam berikutnya aku harus mendengarkan obrolan Mami dengan Si Boi tadi. Tak perduli aku yang cuma diam dan sesekali manggut. kenalin. Kupanjatkan syukur yang tak terkira ketika akhirnya Si Boi pulang.. ”Ada apa. Mbak. saya sudah coba-coba berbisnis sendiri. Saya bisa jalan-jalan keliling Amerika. Ini tangan kanan Papi di kantor. Setelah merapikan jilbab. Kok bisa sih nggak merasa dicuekin? Tetap aja ngomong. Hebat. duduk di sudut ruangan. kenalin dulu. Iiih.su’udzon! Tapi…. selama belajar di Harvard. Ini Nak Bui…. Lho. Mbak nggak pengen gambling. Astaghfirullah! ”Mbak bingung. Cuma sekejap. Kesal. kulihat keseriusan di matanya. bahkan Eropa setiap kali holiday!” Hihhh. lagaknya! Batinku menggerutu sendiri. Boi!” Aku hanya bisa menahan geli. Kedua bola mata Mami tampak bersinar-sinar. ya! Masih muda sudah jadi Wakil Presiden Direktur. dong! Pokoknya kalau nanti Mami nanyain kamu soal Boy. ya. Orang cerita panjang lebar minta advise. Nggak main-main. resikonya besar. Tante!” ”Eh. milih suami itu nggak mudah. Baru juga ngadepin si Boy. ”Apa perlu Bambang yang nyariin???!” Lemparan bantalku kembali melayang. iya. Nyari yang shalih sekarang susah. Tante. kok sekarang malah panasan gini? Tenang aja. awass kalau kamu setuju!” ancamku serius. Kenapa aku jadi nggak sabaran gini. Bang! Habis serumah pada mojokin semua. serius. Alhamdulillah! *** Kulihat Bambang tertawa. Salah-salah pilih. “Ajeng.Kudengar panggilan Mami dari depan. Hasilnya lumayan. Bukan main. dunia akhirat!” Sekejap. gemas aku! Terlebih melihat pancaran kagum di wajah Mami. aku keluar. ”Mbak Ajeng gimana. mendengar cerita-ceritanya yang melulu berbau luar negeri. gumamku dalam hati. Iya. Sekilas sempat kulihat sosok seorang lelaki. Benar-benar nggak peka nih anak. kan. Pelan aku bangkit dari meja belajar. sih? Biasanya Mbak yang nyuruh aku sabar menghadapi segala sesuatu. . ”Jadi. Ayo.” ”Boy. Mi?” tanyaku lunak. kulemparkan bantal ke arahnya. sabar! Innallaha ma’ashshabirin!” balasnya sambil mengutip salah satu ayat di Al-Quran. Bambang masih cengar-cengir.

Tanteku itu kembali datang dengan ’balon’nya. Ada kematian. betapa pucatnya wajah itu. bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu. Astaghfirullah! Ishbiri ya ukhti. ada hal lain yang lebih penting. Oooohh. ”Jangan cemas ya ukhti. Anak kuliahan juga seperti kamu!” promosi Tante Ida bersemangat. ini bukan nasib buruk!” Bisikku menghibur. kumatikan bunyi weker yang membangunkanku. nggak seharusnya membuat kita lupa untuk berpikir positif terhadap Allah. berkali-kali aku harus menahan diri. *** Selesai berurusan dengan Mami untuk masalah Boy. Bagaimana pun aku harus tetap tawakkal pada Allah. untuk tidak lari ke dalam. Tak membalas uluran tangan yang diajukannya. isbiri…. Hanya saja. untuk satu hari lagi kesempatan beramal dan taubat. rizki. ketika mereka ramai meresahkan calon suami yang tak kunjung datang. saat kudengar azan Subuh berkumandang. Aku tidak ingin menyinggung perasaan Tante Ida. Sayup-sayup suara kaset murattal terdengar. Baru kusadari. Tidak. Berjodoh di dunia bukanlah satu kepastian yang akan kita raih dalam hidup. Ajeng Prihartini.*** Kriiiiing…!!! Ups. Dua hari kemudian. ”Tante sih terserah Ajeng. Cepat kuhapuskan pikiran tentang Bambang dan ujiannya. Kuhapus tetesan air wudhu yang tersisa dengan handuk kecil. Dia anak lurah. bergulirnya waktu dan usia. tapi disediakan di surga. gantian aku harus menghadapi Tante Ida yang siap mempromosikan calonnya. lebih pasti. Tanganku masih menengadah. Mungkin hilang termakan usia. Jodoh. Maksud Ajeng. yang masih Kau berikan. Heran. hal yang belum tentu terjadi. maut yang pasti kita hadapi. Alhamdulillah. Hari baru kembali hadir. ”Sebetulnya kita ini lucu. Apalagi beliau bermaksud baik. Dia yang menentukan. Mataku nanar menyaksikan pantulan wajahku di cermin. Entah kemana perginya rona merah yang biasa hadir di sana. Mungkin Allah ingin memberikan yang lebih baik. Sesuatu yang selama ini sering kuucapkan kepada saudaraku muslimah yang lain. Tapi nggak kampungan. Ya Rabbi. dan maut. Pokoknya lihat aja dulu. berdoa. Syukur-syukur Ajeng suka. dua tahun yang lalu. Jam tiga lebih seperempat. Sudah sulung mereka tak cantik. Selama pembicaraan berikutnya. pikirku. kebiasaan menghadapi ujian dengan pola SKS (Sistem Kebut Semalam) masih membudaya rupanya. asap rokok . pantas saja Papi dan Mami begitu khawatir. Boleh jadi calon kita ini nggak buat di dunia. menjelang tua. Duhh! Lagi-lagi aku cuma bisa manggut-manggut. terima kasih ya Allah. Bapaknya termasuk juragan kerbau yang paling kaya di Jawa. Panggil aja Juned!” Aku hanya mengangguk. Tercapai juga niatnya untuk begadang malam ini. ”Junaedi. Kuperhatikan lampu kamar Bambang masih menyala. lagi! ”Ir. who knows?” ujarku optimis. Aku bangun dari tempat tidur. ya? Lebih sering mempermasalahkan pernikahan. kok.” Kueja namaku sendiri. begini rupanya gadis di penghujung usia dua puluh sembilan? Kuperhatikan bentuk wajahku yang makin tirus.

melihat Mami yang tidak sendirian. Jeng! Hahaha…. Malah nggak berhenti-henti. Dengan gaya bahasa yang tinggi. lagi.Juned benar-benar membuatku mual. hujan turun rintik-rintik. pekan depan. Ajeng…. aku mohon diri ke dalam. Sia-sia harapanku untuk bisa beristirahat pulang ke Depok. Saleh bercerita tentang berbagai kitab berbahasa Arab yang telah dia kuasai. Selama Saleh berbicara. Bisa kurasakan pandangannya yang jelalatan ke arahku.” Bayang kekecewaan tampak menghiasi raut muka Tante Ida. kok malah diam? Maaf Nak Saleh. masalah posisi telunjuk ketika tahiyat. Bukan main. Kereta yang kutumpangi benar-benar penuh. Sekaligus yang bervariasi. Dia setuju setelah aku janji akan menemaninya mendengar ceramah di Wali Songo. *** Siang begitu terik. nyari yang seperti Juned. Ajeng memang pemalu orangnya. dan lain-lain . Terutama asap rokoknya itu. Ketika Tante Ida menanyakan pendapatku. ”Assalamu’alaikum!” perasaanku kembali tidak enak. kuminta Rani mendampingiku. Saleh. dengan sajadah di pundak. Susah lho. Sempat kudengar Tante Ida berbicara dengan Papi dan Mami. sekarang. Jangan… jangan…. Alhamdulillah. Persis lokomotif uap jaman dulu! Dengan berani pula ia mengomentari penampilanku. Kalian pasti bisa bekerja sama mengelola kegiatan masjid di sini. Kenalkan. Habis sebatang. Dengan masih kecewa. Aku suka bingung sendiri ngeliat perempuan yang memakai kerudung. Ajeng. Tan…. menyala. Lalu ia mulai membahas satu persatu perbedaan pendapat di kalangan umat Islam. Ajeng juga mesti memikirkan perasaan Mami sama Papi.” Kontan raut mukaku berubah. Sementara itu. Risih.” Duhh. aku menunduk terus. Maaf ya. Capek rasanya jalan setengah harian. sedih. Soal doa qunut. Putera Pak Camat yang baru lulus dari pondok pesantren di Kalimantan. Tak lama kudengar suara Juned pamitan. pasti tak suruh beli baju yang warna-warnanya cerah. Udah ganteng. Soalnya Ajeng punya alergi sama asap rokok. sambung sebatang. Jeng. perbedaan doa iftitah. Seorang lelaki berjeans. Aku masih di kamar. ini Ajengnya sudah pulang. dokterandes lagi! Terlebih kamu juga sudah cukup berumur. ”Eng…jangan tersinggung ya. sini sayang. lho. tampak menemani beliau. Lho. udah ngerepotin. Nah. Sempat pula kudengar komentar-komentar mereka yang bernada kecewa. dan tidak doyong ke sana ke mari. mematung. kuatkan hamba-Mu! Hari berangsur malam. ”Wa’alaikumussalam. nih…nggak nyesel? Tante cuma berusaha bantu. Namun buku yang kucari belum juga ketemu. hati-hati aku menjawab. Mana kelihatannya Juned perokok berat. beliau beranjak keluar. Tanpa menunggu rokok keenamnya habis. Padahal buku itu sangat kuperlukan untuk menghadapi ujian pasca sarjanaku sebentar lagi.” Bujukan Tante Ida tak mampu menggoyahkanku. dan kopiah di kepala. Beragam perasaan bermain di hatiku. rasanya Ajeng nggak sreg. dari satu perpustakaan ke perpustakaan IPB lainnya. Ndak apa-apa toh sedikit kelihatan leher atau betis?! Maksudku biar tidak terlihat seperti karung berjalan gitu lho. terdesak penumpang yang lain. Mami! Kali ini Mami membiarkanku berdua dengan tamunya itu. Sudah untung bisa berdiri tegak. Tan…. Kenapa sih tidak pintar-pintar memilih warna dan mode?! Aku kalau punya isteri. Ya Allah. ”Maaf ya. Seperti yang dipakai artis-artis kita yang beragama Islam itu lho. ”Bener. Langkahku lesu menghampiri rumah.

Bosnia itu di mana. dengan makin meributkannya. kan maksud Ajeng?!!” Ufh. Awas. ”Bukan yang namanya Saleh. yang Ajeng maksudkan adalah penindasan yang terjadi pada saudara-saudara muslim kita di Negara Bosnia. yang Saleh maksudkan?” tanyaku makin bingung.” ulasnya panjang lebar. dan bukan malah memperlebar jurang perbedaan. ”Kalau menurut Saleh. waktu aku protes ke Mami. tanpa diduga. malah Mami yang marah. Tampak Saleh manggut-manggut. Lucu sekali. Duhhh. Agar tidak berlebihan. Yang Islamnya nggak cuma teori. Ane sangat tidak setuju. seperti hendak menawar barang dagangan. yang taat beribadah.” aku berusaha menjelaskan dengan sabar. Dari sudut mataku. yang nanya kok malah bingung?! Yang ane bicarakan tadi ya tentang Bosnia. Ya…jelas penindasan itu tidak bisa dibenarkan.” ujar Saleh optimis. Bingung aku. sambil mempermainkan kerudung pink-nya. kutahan tawa yang nyaris meledak. lalu…. ”Saya…saya tidak paham apa yang Saleh maksudkan. Betul bahwa semuanya harus kita ketahui. Ajeng tahu.yang senada. ”Bukan. kamu de’! Bisikku gemas. ”Oooh. tentang Islam. jika kita justru berusaha mencari titik temu atau persamaan. dan penghargaan masyarakat terhadap orang-orang yang punya kedudukan. tapi ada bukti. Boss-Mania. Terus terang. Jadi sebenarnya. Bosnia yang mana. ”Ooooh. Itu akan membuat sikap tersebut kian membudaya. usia Ajeng sudah jauh dari cukup. ternyata masih saja ada orang yang meributkan hal-hal yang relatif lebih kecil. Tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan keadilan. Bambang yang duduk di kursi makan tersenyum simpul. hanya akan memperuncing perbedaan yang ada. Saleh yang mana calon kamu itu?” suara Mami meninggi. ”Lha. Ajeng juga .” ujarku sedikit gagap. hingga Ajeng sulit memahami?” Aku tambah melongo. Aku terhenyak. itu. tidak seharusnya masalah Bosnia itu digembar-gemborkan. Yang nggak jelalatan memandang Ajeng terus-terusan dari ujung jilbab sampai kaos kaki. Gantian aku yang bingung. Menurut pendapat dan analisa ane. diarahkan sewajarnya. ini…. kamu itu gimana toh? Kata Bambang kamu maunya sama Saleh. ”Lho. kasus Bosnia itu bagaimana?” tanyaku mengalihkan perhatian. Tentunya akan lebih baik. dan melupakan masalah lain yang lebih besar. ”Ngomong-ngomong. Pas Mami temuin. kamu bilang bukan yang seperti itu yang kamu inginkan. soal calon-calon itu. ”Kenapa? Apa karena bahasa yang ane gunakan terlalu tinggi atau bagaimana. sih?” Tawa Rani meledak. aku tidak begitu setuju dengan caranya. Orang yang punya pemahaman paling tidak mendekati menyeluruhlah. Mami!!! *** Malamnya. Cukuplah bahwa masing-masing berpegang pada sunnah Rasulullah. Mi. Sudah saatnya pola sikap ngebos. Ajeng ingin orang yang saleh. yang itu. kulihat Rani pringas-pringis menahan geli. ”Bukan itu. Tapi bagiku.

satu embel-embel gelar kembali menghiasi namaku. bahwa kemahirannya di dapur. Aku masih ingin menenangkan diri dulu. aku mulai menulis: Kepada Calon Suamiku…. Mi…tolong!” Kusaksikan mata Mami berkaca-kaca. Kuraih pena. Beberapa Oom dan Tante yang datang. Alhamdulillah. bila sampai detik ini kau belum juga hadir. atau Saleh. Hening. Ujian pasca sarjanaku sudah selesai. menepuk-nepuk pundakku. Usiaku hari ini bertambah setahun lagi. ”Tapi…. dan memberikan berbagai ceramah di beberapa kampus dan masjid. kini sudah tersaingi. tidak ada panggilan lanjutan dari Rano. Kesemuanya membentuk satu daftar panjang dalam agenda kita. perlahan topik trend kami bergeser. Permasalahan yang menimpa kaum muslimin begitu banyak. Tolong Ajeng. tapi jangan memaksakan diri. ”Dari siapa? Kalau dari Anto Boy. Didin. Mbak nggak mau terima!” balasku agak keras. Diraihnya aku ke dalam pelukannya. tetap tawakkal sama Allah. Biar Ajeng mesti nunggu sampai tua.” suara Mami lirih. yang bisa kulakukan sebagai perwujudan syukurku atas nikmat-Nya yang tak terhitung. tolong. Kita memang harus berusaha. memelukku makin erat.pengen segera menikah. Aku yakin ketidakhadiranmu semata-mata karena kesibukan dakwah yang ada. Calon suamiku…. ”Maafin Mami. Kuharap. yang tidak ingin berkeluarga. Perempuan mana sih. sekarang aku lebih bisa berkonsentrasi untuk menulis. Satu kerja mulia. Alhamdulillah. sebelum menanyakan kesediaanku. Rani dan Reno terdiam di kursinya. dan punya anak?” lanjutku hampir menangis. sejak kejadian malam itu. Dengan besar hati pula. *** Kesibukanku menulis diary terhenti. tahun-tahun yang berlalu. meski memudarkan keremajaanku. Ajeng siap. Mami tidak lagi menyodorkan calon-calonnya. Dengan hati seringan kapas. Aku lega. Juned. Mudah-mudahan aku bisa tetap istiqamah di jalan-Nya. Tiga puluh tahun sudah. Mami mesti mengakui. namun tidak akan pernah memudarkan ghirah Islamiah yang ada. sayang…. Alhamdulillah. harus pulang dengan kecewa karena promosi dibatalkan. Baru sedikit itulah. Jangan menyudutkan Ajeng. yang hanya . Sebentar lagi. Berdua kami berisakan. Daripada bersuamikan orang yang akhlaknya tidak Islami. ”Mbak Ajeng…telepon tuh!” pekik Rano keras. Belum lama ini aku juga mengambil kursus jahit dan memasak. Papi turut menghampiri. Tolong Mami bantu Ajeng agar bisa tetap sabar. Aku maklum.

sedikit orang terpanggil untuk ikut merasa bertanggung jawab. Di belakangnya. Sekilas mataku menyapu bayangan seorang lelaki berkaca mata. Aku masih terpana. sekaligus Ass Dos-nya Bambang di FISIP. kamu??? * *** . sahabat Papi sejak jaman revolusi dulu. nama kamu siapa. Jeng…puteranya Mas Wismoyo. hal itu akan membuat penantian ini seakan tidak pernah ada. Adinda NB: Ngomong-ngomong. Ajeng. kudengar suara Papi memanggilku. yang berdiri tak jauh dari Papi.. tersipu. Sedikit berjingkat. Sebelum aku sempat menyibak tirai yang membatasi ruang makan dengan ruang tamu. Pena yang kugenggam jatuh. Insya Allah. Sesudah itu…mudah-mudahan kita bisa jihad bareng…. apakah…apakah…ini. yang dipanggil Syahril tetap menunduk.khitbah? Ngelamar. hari ini saya akan berta’aruf dengan Ajeng. Insya Allah.” Masya Allah! Aku masih melongo. Saya Syahril. Tapi. maka datanglah. doaku selalu menyertai usahamu. ”Apa. Tawa Papi makin lebar. ya…??” Aku mengangguk pendek. Jika Dia senantiasa memberikan rizki. “Insya Allah. ”Ajeng…!” Hampir aku terjatuh. calon suamiku…eng…engng…ups. ”Ayo. Ini lho. Calon Suamiku. aku melangkah ke depan. Kulihat Papi tersenyum lebar. melirikku. Kalau Ajeng setuju. dengan wajah tertunduk. terpana. Percayakan semuanya pada Allah. Tak usah kau cemaskan soal kuliah yang belum selesai. Rasa-rasanya kudengar satu suara. Calon suamiku…. Masya Allah. sedangkan kita senantiasa berjihad di sabil-Nya?! Banyaklah berdoa.” Agak samar kudengar kalimatnya yang terakhir. lalu bagaimana mungkin Allah akan menelantarkan kita. salaman. Puteri sulung Oom. sih? ”Syahril… Nama saya Syahril.” Deg! Aku tersentak. Lho. rapat ke dada. Baru lulus ya Nak?” Syahril mengangguk. Aku menoleh sesaat. kenalkan. ini yang namanya Ajeng. Namun jika engkau memang disediakan untukku di dunia ini. di manapun engkau berada. bila kau sudah siap untuk menambah satu amanah lagi dalam kehidupan ini. yang akan menjadi nilai plus di hadapan Allah (semoga). Wassalam. iman akan menjawab segalanya. kok malah nunduk?” suara ngebas Papi kembali terdengar. padahal kita tidak dalam keadaan jihad di jalan-Nya. Jeng …. tetap tak ada uluran tangan. Insya Allah. ”Nah. khitbahnya bisa dilaksanakan besok. atau pekerjaan yang masih sambilan. saking tergesanya menghampiri beliau. Bambang berdiri dengan senyum khasnya. ”Assalamu’alaikum. Nak Syahril.

. kisah teladan ( 352 ). karena sedikitnya jumlah remaja putra yang rajin mencari ilmu agama.. Sumber : Majalah Annida.. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Di Atas Sajadah Cinta . cerita nasehat. tetapi kenyataannya banyak muslimah yang kesulitan mencari pendamping yang mempunyai tujuan yang sama.solusinya. cerita teladan ( 355 )...? tingkatkan kegiatan Rohis di sekolah dan Universitas dan buat kegiatan yang menarik.Pemenang Harapan I LMCPI Annida. kisah islami ( 268 ).. 12 1415 H/1994 M • annisa 2:55 pm pada 11 Mei 2011 Permalink walaupun hanya cerita. • sylvia 8:06 am pada 12 Mei 2011 Permalink Subhanallah. No. so..mantap ceritanya :D • asfi 6:57 am pada 28 Mei 2011 Permalink ceritanya nyentuh banget….  erva kurniawan 1:13 am pada 3 Mei 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).para ikwan.

Setiap kali sampai pada ayat-ayat azab. Akhirnya ia pingsan.CERPEN: Di Atas Sajadah Cinta Penulis: Habiburrahman El Shirazy KOTA KUFAH terang oleh sinar purnama. wa qad khaaba man dassaaha …” (maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketaqwaan. Sebagian besar waktunya ia habiskan di dalam masjid. Tubuhnya berguncang. Dia dikenal masyarakat sebagai pemuda yang paling tampan dan paling mencintai masjid di kota Kufah pada masanya. Sebagian rumah telah menutup pintu dan jendelanya. Ia bagai mencium aroma wangi para bidadari yang suci. Pemuda itu terus larut dalam samudera ayat Ilahi. Bibirnya bergetar melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Air matanya mengalir deras. ia menangis. karena kezuhudannya meskipun ia masih muda. pusat pendidikan. Apakah dia termasuk golongan yang mensucikan jiwanya. ataukah yang merugi? Ayat itu ia ulang berkali-kali. seorang pemuda berdiri tegap menghadap kiblat. untuk ibadah dan menuntut ilmu pada ulama terkemuka kota Kufah. Neraka bagaikan menyala-nyala dihadapannya. Kedua matanya memandang teguh ke tempat sujud. Saat itu masjid adalah pusat peradaban. Semilir angin yang bertiup dari utara membawa hawa sejuk. “fa alhamaha fujuuraha wa taqwaaha. Di serambi masjid Kufah. beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. embun sejuk dari langit terasa bagai mengguyur sekujur tubuhnya. dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya …) Hatinya bertanya-tanya. Pencipta alam semesta. Ataukah golongan yang mengotori jiwanya? Dia termasuk golongan yang beruntung. Namun jika ia sampai pada ayat-ayat nikmat dan surga. Hatinya bergetar hebat. Ia merasakan kesejukan dan kebahagiaan. Orang-orang memanggilnya “Zahid” atau “Si Ahli Zuhud”. sesungguhnya. Hati dan seluruh gelegak jiwanya menyatu dengan Tuhan. qad aflaha man zakkaaha. Tatkala sampai pada surat Asy Syams. tubuh pemuda itu bergetar hebat. *** . pusat informasi dan pusat perhatian. Namun geliat hidup kota Kufah masih terasa.

kedua orangtuanya menyungging senyum mendengar syair yang didendangkan putrinya. tak jauh dari pasar Kufah. Di samping itu Yasir itu gagah dan tampan. Bersenang-senang dengannya memang impianku. putri kita sudah menginjak dewasa. Tak jauh darinya seorang penari melenggak lenggokan tubuhnya diiringi suara gendang dan seruling. Seorang pemuda tampan dikelilingi oleh teman-temannya. dia pasti juga akan tobat! Yang penting dia kaya raya.” “Tapi.” “Bagaimana. “Ayo bangun. Dia melamar Afirah untuk putranya. tampak seorang gadis jelita sedang menari-nari riang gembira. “Be…benarkah?” “Benar. Rumah itu milik seorang saudagar kaya yang memiliki kebun kurma yang luas dan hewan ternak yang tak terhitung jumlahnya.” “Ah. itu syair-syair cinta. Yasir. itu gampang. Dia penari tercantik kota ini. Kau dengarkanlah baik-baik syair-syair yang ia dendangkan. di pinggir kota tampak sebuah rumah mewah bagai istana. Yasir. “in kuntu ‘asyiqatul lail fa ka’si musyriqun bi dhau’ wal hubb al wariq …” (jika aku pencinta malam maka gelasku memancarkan cahaya dan cinta yang mekar …) *** Gadis itu terus menari-nari dengan riangnya. Nanti jika sudah beristri Afirah.” “Tapi bukankah lebih baik kalau minta pendapat Afirah dulu?” “Tak perlu! Kita tidak ada pilihan kecuali menerima pinangan ayah Yasir. di sebuah tenda mewah. Lampu-lampu yang menyala dari kejauhan tampak berkerlap-kerlip bagai bintang gemintang. Pemuda yang paling cocok untuk Afirah adalah Yasir.” “Ya. engkau tentu tahu bahwa Yasir itu pemuda yang tidak baik. Yasir!” “Baiklah. Dialah yang dulu menolong kita waktu kesusahan. Penari itu mengerlingkan matanya padamu!” bisik temannya. “Abu Afirah. Kecantikannya sungguh memesona. Ayo cepatlah.” . Kebetulan tadi siang di pasar aku berjumpa dengan Abu Yasir. Memang sudah saatnya dia menikah.” *** Pada saat yang sama. Gadis itu terus menari sambil mendendangkan syairsyair cinta. Dalam salah satu kamarnya. Hatinya berbunga-bunga. kau terima atau…?” “Ya jelas langsung aku terima.Sementara itu. Dia ‘kan masih kerabat sendiri dan kita banyak berhutang budi padanya. Wajahnya yang putih susu tampak kemerahan terkena sinar yang terpancar bagai tiga lentera yang menerangi ruangan itu. Jangan kau sia-siakan kesempatan ini. Di ruangan tengah. Sang ibu berkata.

Keduanya lalu menari-nari diiringi irama seruling dan gendang. “Assalamu’alaiki. berhentilah dengan izin Allah!” Bagai pasukan mendengar perintah panglimanya. Cepat-cepat ia menenangkan diri dan membaca shalawat. Ia berjalan dengan hati terus berzikir membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Penunggang kuda itu semakin jelas.Yasir lalu bangkit dari duduknya dan beranjak menghampiri sang penari. Keduanya benar-benar hanyut dalam kelenaan. kuda itu meringkik dan berhenti seketika. Ia berdiri tegap di tengah jalan. Saudaranya pernah bercerita bahwa kebun itu milik saudagar kaya. Keduanya terus menari dan menari. Mukanya tertutup cadar hitam. Matanya lalu menangkap di kejauhan sana perlahan bayangan itu menjadi seorang sedang menunggang kuda. Dua matanya yang bening menatap Zahid. Zahid berjalan melewati kebun kurma yang luas. “Toloong! Toloong!!” Suara itu semakin jelas terdengar. . Dan matanya dengan jelas bisa menangkap penunggang kuda itu adalah seorang perempuan. Irama seruling melengking-lengking. “Toloong! Toloong hentikan kudaku ini! Ia tidak bisa dikendalikan!” Mendengar itu Zahid tegang. “Hai kuda makhluk Allah. Dengan sedikit merintih ia menjawab pelan. Sang penari mengulurkan tangan kanannya dan Yasir menyambutnya. Suara seorang perempuan. Suara gendang memecah hati. Tibatiba dari kejauhan ia melihat titik hitam. “Apakah Anda punya waktu malam ini bersamaku?” Yasir tersenyum dan menganggukan kepalanya. “Toloong! Toloong!!” Suara itu datang dari arah penunggang kuda yang ada jauh di depannya. Apa yang harus ia perbuat. Sementara kuda itu semakin dekat dan tinggal beberapa belas meter di depannya. Ia terus berjalan dan titik hitam itu semakin membesar dan mendekat. *** Keesokan harinya. Zahid mendekati perempuan itu dan menyapanya. Abu Afirah. Tatkala kuda itu sudah sangat dekat ia mengangkat tangan kanannya dan berkata keras. Perempuan yang ada dipunggungnya terpelanting jatuh. Dengan gerakan mesra penari itu membisikkan sesuatu ketelinga Yasir. Ia sempatkan ke pasar sebentar untuk membeli anggur dan apel buat saudaranya yang sakit. Ia menghentikan langkahnya. Hati dan pikiran jadi mati. Usai shalat dhuha. Kuda itu berlari kencang. Kau tidak apa-apa?” Perempuan itu mengaduh. Aroma arak menyengat nurani. Ia terus melangkah menapaki jalan yang membelah kebun kurma itu. Zahid meninggalkan masjid menuju ke pinggir kota. Ia hendak menjenguk saudaranya yang sakit. Perempuan itu mengaduh. Lalu sayup-sayup telinganya menangkap suara.

ia membuka cadarnya. Gadis itu tersenyum dengan pipi merah merona. Kebun ini milik ayahku. Wajah bersih Zahid . Terang saja Zahid gelagapan. Sang gadis terpesona oleh ketampanan Zahid.“Alhamdulillah. Dan rumahku ada di sebelah selatan kebun ini. kaukah Zahid yang sering dibicarakan orang itu? Yang hidupnya cuma di dalam masjid?” “Tak tahulah. Gadis itu lalu minggir sambil menutup kembali mukanya dengan cadar. Matanya berkaca-kaca. saya ucapkan terima kasih.” gemuruh hatinya.” kata Zahid sambil membalikkan badan. sementara gemuruh hati Zahid tak kalah hebatnya. Mungkin terkilir saat jatuh. Zahid melangkahkan kedua kakinya melanjutkan perjalanan. Kalau boleh tahu siapa nama Tuan. Tanpa sepengetahuan Zahid. dari mana dan mau ke mana Tuan?” Zahid mengangkat mukanya. Jika kau mau silakan datang ke rumahku. Zahid tersadar. Seumur hidup ia belum pernah menghadapi situasi seperti ini. Astagfirullah. Inilah untuk pertama kalinya ia menatap wajah gadis jelita dari jarak yang sangat dekat. Dan sebagai ucapan terima kasih aku mau menghadiahkan ini.” “Jadi.” “Terimalah. Hatinya basah. tidak apa-apa! Kalau tidak Tuan terima. “Tuan. “Tidak usah. kota Kufah kembali diterangi sinar rembulan.” Gadis itu lalu mengulurkan tangannya memberi sapu tangan hijau muda. Sesaat lamanya keduanya beradu pandang. Hatinya bergetar hebat menatap aura kecantikan gadis yang ada di depannya. aku tidak akan memberi jalan!” Terpaksa Zahid menerima sapu tangan itu. Afirah terpekur di kamarnya. “Tuan aku hanya mau bilang. “Innalillah. Hatinya bergetar hebat. “Tunggu dulu Tuan Zahid! Kenapa tergesa-gesa? Kau mau kemana? Perbincangan kita belum selesai!” “Aku mau melanjutkan perjalananku!” Tiba-tiba gadis itu berlari dan berdiri di hadapan Zahid. Tak ayal matanya menatap wajah putih bersih memesona.” “Syukurlah kalau begitu. *** Saat malam datang membentangkan jubah hitamnya. Sejak kejadian tadi pagi di kebun kurma hatinya terasa gundah.” Dua mata bening di balik cadar itu terus memandangi wajah tampan Zahid. “Namaku Zahid. Apa yang menimpa dirinya. Perempuan itu perlahan bangkit. ia cepat-cepat menundukkan kepalanya. Hanya saja tangan kananku sakit sekali. Itu mungkin Zahid yang lain. Menyadari hal itu Zahid menundukkan pandangannya ke tanah. tidak apa-apa. aku dari masjid mau mengunjungi saudaraku yang sakit. Angin sejuk dari utara semilir mengalir. Ayah pasti akan senang dengan kehadiranmu. Pikirannya bingung. Ia lalu melangkah. Syaraf dan ototnya terasa dingin semua. Dan tampaklah wajah cantik nan memesona. namaku Afirah.

” Hatinya berbunga-bunga. Ilahi. kasihanilah hamba-Mu yang lemah ini. Suatu hari ia akan datang kemari. ia menyesal. Ia teringat sapu tangan yang ia berikan pada Zahid. Aura itu selalu melintas dalam shalat. Hatinya yang dipenuhi gelora cinta terus ia paksa untuk menepis noda-noda nafsu. Rasa cintanya pada Tuhan. semakin ia meratap embun-embun cinta itu semakin deras mengalir. dan segala keindahan semesta. Pandangan matanya yang teduh menunduk membuat hatinya sedemikian terpikat. tuntunlah langkahku pada garis takdir yang paling Engkau ridhai. Dan rasa tidak ingin kehilangannya. Aura kecantikan Afirah bercokol dan mengakar sedemikian kuat dalam relung-relung hatinya. Sejak ia bertemu dengan Afirah di kebun kurma tadi pagi ia tidak bisa mengendalikan gelora hatinya. berilah padaku cawan kesejukan untuk meletakkan embun-embun cinta yang menetes-netes dalam dinding hatiku ini. Pembicaraan orang-orang tentang kesalehan seorang pemuda di tengah kota bernama Zahid semakin membuat hatinya tertawan. Hatinya merasakan aliran kesejukan dan kegembiraan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Tiba-tiba air matanya mengalir deras. Ia menangis. tak aku pungkiri aku jatuh hati pada hamba-Mu yang bernama Zahid. Aku serahkan hidup matiku untuk-Mu. baca Al-Quran dan dalam apa saja yang ia kerjakan. Tadi pagi ia menatap wajahnya dan mendengarkan tutur suaranya. Ia tersentak kaget. Dan inilah untuk pertama kalinya aku terpesona pada seorang pemuda. cinta. Ia tidak tahu harus berbuat apa. “Ilahi. izinkanlah aku mencintainya. Ia pasti juga mencintaiku. *** Sementara itu di dalam masjid Kufah tampak Zahid yang sedang menangis di sebelah kanan mimbar. Namun Engkau juga tahu. hamba lemah maka berilah kekuatan!” . Anehnya. Semua bercampur dan mengalir sedemikian hebat dalam relung hatinya. “Ilahi. Tiba-tiba ia tersenyum. Aku tak ingin kehilangan cinta-Mu. Ya Rabbi. “Ah sapu tanganku ada padanya. Menjelang subuh. Engkau Mahatahu atas apa yang menimpa diriku. Beberapa orang tampak tengah asyik beribadah bercengkerama dengan Tuhannya. “Inikah cinta? Beginikah rasanya? Terasa hangat mengaliri syaraf. Rasa takut akan azab-Nya. Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta. hatiku ini tak mampu mengusir pesona kecantikan seorang makhluk yang Engkau ciptakan. Biasanya ia sudah membaca dua juz dalam shalatnya. Dalam hati ia berkata.” Air matanya terus mengalir membasahi pipinya. Wajah yang tampan bercahaya dan bermata teduh itu hadir di pelupuk matanya. Saat ini hamba sangat lemah berhadapan dengan daya tarik wajah dan suaranya Ilahi. Dalam puncak munajatnya ia pingsan. ia terbangun. Ya Rabbi. Zahid terus meratap dan mengiba. Ia belom shalat tahajjud.” Isak Zahid mengharu biru pada Tuhan Sang Pencipta hati.bagai tak hilang dari pelupuk matanya. jangan kau gantikan bidadariku di surga dengan bidadari dunia. Rasa cinta dan rindu-Nya pada Afirah. Ia juga menyaksikan wibawanya. Ia menangisi hilangnya kekhusyukan hatinya dalam shalat. Ia telah mencoba berulang kali menepis jauh-jauh aura pesona Afirah dengan melakukan shalat sekhusyu’-khusyu’-nya namun usaha itu sia-sia. Ilahi. Juga terasa sejuk di dalam hati.

Amin. Ia pun pingsan saat itu juga. Ia tidak bisa menyembunyikan irisan kepedihan hatinya. hamba mohon ridha-Mu dan surga. wudhu. Apa yang ia dengar dari ayah Afirah membuat nestapa jiwanya. Amin. Kedua kakinya seperti lumpuh seketika.Ia lalu bangkit. Sang ayah diam sesaat. lebih tragis keadaannya. Angin pun meniupkan kabar ini ke telinga Afirah. Tak bisa kuingkari. Tujuannya jelas yaitu melamar Afirah. Zahid mengutarakan maksud kedatangannya. Ia pun jatuh sakit. Sementara Afirah menanti dengan seksama jawaban ayahnya. hamba memohon ampunan-Mu. Keimanan dan ketakwaan Zahid ternyata tidak mampu mengusir rasa cintanya pada Afirah.” Zahid hanya mampu menganggukan kepala. Suhu badannya sangat panas. Kabar tentang derita yang dialami Zahid ini tersebar ke seantero kota Kufah. Afirah sudah dilamar Abu Yasir untuk putranya Yasir beberapa hari yang lalu. yaitu melamar Afirah. kau datang terlambat. Jantungnya nyaris pecah mendengarnya. Aku tahu kau selalu menyebut diriku dalam mimpi dan sadarmu. Ilahi. Zahid. Dan kuingin kaulah pendamping hidupku selama-lamanya. Maafkan aku. jika boleh hamba titipkan rasa cinta hamba pada Afirah pada-Mu. “Ilahi. Aku tawarkan dua hal padamu untuk mengobati rasa . Di dalam sujudnya ia berdoa. dan aku telah menerimanya. istigfhar dan … Afirah. Amin. Berkali-kali ia pingsan. rahmat-Mu. Ia mohon diri dengan mata berkaca-kaca. dan ridha-Mu. Assalamu’alaikum Aku telah mendengar betapa dalam rasa cintamu padaku. Rasa cinta Afirah yang tak kalah besarnya membuatnya menulis sebuah surat pendek. Ia mengambil nafas panjang. Lalu terdengarlah jawaban ayah Afirah. hamba terlalu lemah untuk menanggung-Nya. Zahid menundukkan kepala ia pasrah dengan jawaban yang akan diterimanya. Ia sering mengigau. Dari balik tirai ia mendengarkan dengan seksama pembicaraan Zahid dengan ayahnya. Keheningan mencekam sesaat lamanya. Dari bibirnya terucap kalimat tasbih. Mereka sangat senang dengan kunjungan Zahid yang sudah terkenal ketakwaannya di seantero penjuru kota. tahlil. Ketika keadaannya kritis seorang jamaah membawa dan merawatnya di rumahnya. Sementara Afirah. Ia sudah mengerti dengan baik apa yang didengarnya. Ilahi lindungi hamba dari murkamu dan neraka. aku pun mengalami hal yang sama. Kalau kau mau.” *** Pagi hari. Afiah keluar sekejab untuk membawa minuman lalu kembali ke dalam. cinta-Mu. Hatinya mantap untuk melamarnya. Kaulah cintaku yang pertama. Amin. “Anakku Zahid. dan shalat tahajjud. Ilahi. *** Zahid kembali ke masjid dengan kesedihan tak terkira. Di sana ia disambut dengan baik oleh kedua orangtua Afirah. ======================================= Kepada Zahid. Rasa cinta itulah yang membuatmu sakit dan menderita saat ini. usai shalat dhuha Zahid berjalan ke arah pinggir kota.

Tidak mudah meraih cinta berbuah pahala. Salamullahi’alaiki. Pertemuan dan percintaannya dengan seorang pemuda saleh bernama Zahid itu telah mengubah jalan hidupnya. Ia berpesan agar surat itu langsung sampai ke tangan Zahid. Afirah. Aku ingin mengobati kehausan jiwa ini dengan secangkir air cinta dari surga. Bukan sebuah cinta yang menyeret kepada kenistaan dosa dan murka-Nya. . Dan aku ingin mendamba yang sama. aku akan datang ke tempatmu dan kita bisa memadu cinta. Kedua tawaranmu itu tak ada yang kuterima. Sorban putih pemberian Zahid ia jadikan sajadah.” Karena aku ingin mendapatkan seorang bidadari yang suci dan baik maka aku akan berusaha kesucian dan kebaikan.haus kita berdua. Afirah. Atau kau datanglah ke kamarku. tempat dimana ia bersujud. Dengan berlinang air mata ia menulis untuk Afirah : ======================================= Kepada Afirah. dan laki-laki yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula). Sejak itu ia menanggalkan semua gaya hidupnya yang glamor. “Inni akhaafu in ‘ashaitu Rabbi adzaaba yaumin ‘adhim!” ( Sesungguhnya aku takut akan siksa hari yang besar jika aku durhaka pada Rabb-ku. Tidak boleh ada orang ketiga yang membacanya. Namun aku sangat yakin dengan firmannya : “Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik. dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). dan menangis di tengah malam memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Bukan air timah dari neraka. Hari itu juga surat Afirah sampai ke tangan Zahid. Ia berpaling dari dunia dan menghadapkan wajahnya sepenuhnya untuk akhirat. akan aku tunjukkan jalan dan waktunya. Selanjutnya Allahlah yang menentukan. Bersama surat ini aku sertakan sorbanku. Dengan hati berbunga-bunga Zahid menerima surat itu dan membacanya. Wassalam. Setelah tahu isinya seluruh tubuhnya bergetar hebat. yaitu hidayah. Ia menangis bukan karena kecewa tapi menangis karena menemukan sesuatu yang sangat berharga. Allah akan memberikan jalan keluar. Zahid ======================================= Begitu membaca jawaban Zahid itu Afirah menangis. semoga bisa jadi pelipur lara dan rindumu. Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka. Ia menarik nafas panjang dan beristighfar sebanyak-banyaknya. Inilah yang kudamba. Wassalam Afirah ======================================= Surat itu ia titipkan pada seorang pembantu setianya yang bisa dipercaya. Pertama. Sakitku ini karena aku menginginkan sebuah cinta suci yang mendatangkan pahala dan diridhai Allah ‘Azza Wa Jalla’. Tak ada yang bisa aku lakukan saat ini kecuali menangis pada-Nya. Afirah. Benar aku sangat mencintaimu. Hanya kepada Allah kita serahkan hidup dan mati kita. Jika kita terus bertakwa. Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (yaitu surga). Namun sakit dan deritaku ini tidaklah semata-mata karena rasa cintaku padamu. Az Zumar : 13 ) Afirah. Dan meminta jawaban Zahid saat itu juga.

Hal yang sama juga dilakukan Zahid di masjid Kufah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Allah Maha Rahman dan Rahim. Pesantren Basmala Indonesia 3. Dan kita laksanakan pernikahan mengikuti sunnah Rasululullah SAW. cerita nasehat. *** Diambil dari buku dengan judul yang sama karya Habiburrahman El Shirazy. Assalamu’alaikum. Cepatlah kau datang melamarku. Di atas sajadah putih ia menemukan cinta yang lebih agung dan lebih indah. yaitu cinta kepada Allah SWT. Beberapa bulan kemudian Zahid menerima sepucuk surat dari Afirah : ======================================= Kepada Zahid. Hari ini ayahku memutuskan tali pertunanganku dengan Yasir. Beliau telah terbuka hatinya. MD Entertainment Cetakan VII. Wassalam. kisah islami ( 268 ). Tiada henti bibirnya mengucapkan hamdalah. Segala puji bagi Allah.Siang ia puasa malam ia habiskan dengan bermunajat pada Tuhannya. Keduanya benar-benar larut dalam samudera cinta kepada Allah SWT. Juni 2006  erva kurniawan 1:27 am pada 25 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Dialah Tuhan yang memberi jalan keluar hamba-Nya yang bertakwa. Penerbit Republika 2. Bunga-bunga cinta bermekaran dalam hatinya. Secepatnya. kisah teladan ( 352 ). Penerbit: 1. Afirah ======================================= Seketika itu Zahid sujud syukur di mihrab masjid Kufah. cerita teladan ( 355 ).

“Muhammad” jawabku. . engkau sungguh fasih dalam berbahasa Arab. dan ayahnya meninggal ketika masih bayi.” Imam Syafi’i : “Dimana aku harus belajar?” Mas’ab bin Abdullah pun menjawab : “Pergilah ke Malik bin Anas”. Demikian pula jika ada orang yang membacakan buku dihadapan Imam Syafi’i. lalu beliau mendengarkannya. secara spontan beliau dapat menghafalnya. alangkah baiknya seandainya engkau menguasai ilmu Fiqih sebagai kepandaianmu.Imam Syafii Nama lengkap beliau adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris. sehingga beliau hanya dipelihara oleh ibunya yang berasal dari Qabilah Azad dari Yaman. Ditempat ini beliau beliau banyak menghafal sya’irsya’ir. Maka beliau pergi ke Madinah untuk menemui Imam Malik. maka beliau disuruh melanjutkan membaca. maka pelajaran yang dipelajari oleh temannya itu dapat beliau pahami. memahami secara mendalam sastra Arab dan berita-berita tentang peristiwa yang dialami oleh orang-orang Arab dahulu. Pada usia 7 tahun beliau telah menghafal Al Qur’an. Esoknya beliau membaca al Muwaththa’ bersama Imam Malik tanpa melihat buku yang dipegangnya. tahun 150 H. Sehingga kata gurunya : “Engkau tak perlu belajar lagi di sini (lantaran kecerdasan dan kemampuan beliau untuk menyerap dan menghafal ilmu dengan hanya mendengarkan saja)”. Imam Syafi’i pergi ke tempat Bani Hudzail dengan tujuan untuk belajar kepada mereka. Diwaktu kecil Imam Syafii hidup dalam kemiskinan dan penderitaan sebagai anak yatim dalam “dekapan” ibundanya . sungguh aku menyayangkanmu. Oleh karena itu ibunya berpendapat agar sebaiknya beliau (yang ketika itu masih kecil) dipindahkan saja ke Makkah (untuk hidup bersama keluarga beliau disana). jika beliau melihat temannya diberi pelajaran oleh gurunya. Mas’ab bin Abdullah berkata : “Wahai Abu Abdullah (yaitu Imam Syafi’i). Imam Syafi’i rahimahullah dilahirkan bertepatan dengan meninggalnya Imam Abu Hanifah oleh karena itu orang-orang berkata : “telah meninggal Imam dan lahirlah Imam”. Dan suatu sifat dari Imam Safi’i adalah. Setelah beberapa tahun di Makkah. Palestina. karena Imam Malik merasa kagum akan kefasihan beliau dalam membacanya. otakmu juga cerdas. Imam Malik Berkata lagi : “Wahai Muhammad bertaqwalah kepada Allah dan jauhilah laranganNya maka engkau akan menjadi orang yang disegani di kemudian hari”. Beliau dilahirkan di Gaza. Pada suatu hari beliau bertemu dengan Mas’ab bin Abdullah bin Zubair yang masih ada hubungan famili dengan beliau. Sesampainya di Madinah Imam Malik bertanya : “Siapa namamu?”. Beliau tinggal di tempat Bani Hudzail selama 17 tahun. Bani Hudzail adalah Kabilah yang paling fasih dalam berbahasa Arab. Maka ketika berusia 2 tahun beliau dibawa ibundanya pindah ke Makkah.

Imam Ahmad bin hambal menambahkan tentang Imam Syafi’I. kemudian beliau pergi ke Yaman. dan setelah meninggalnya Imam Malik beliau pergi keYaman dan selanjutnya pergi ke Baghdad dan kembali ke Madinah . Beberapa jam kemudian ganti orang-orang lain untuk bertanya-jawab. Imam Ahmad pun menjawab : “Celaka engkau! Ilmu orang-orang itu dapat engaku tinggalkan tapi Ilmu orang ini tidak dapat”. Demikian pula Imam Syafi’i berkunjung ke berbagai tempat untuk menimba ilmu dengan sungguh-sungguh dan memperoleh manfaatnya. barulah orang-orang itu berdiri dan bergantian dengan orang-orang lain yang ingin bertanya juga tentang hadits. Dan sebelum waktu dhuhur mereka pergi disusul oleh orang-orang yang bertanya tentang nahwu. Kitab tersebut beliau baca dan dalam waktu 9 hari. serta tafsirnya. dan setelah itu kembali lagi ke Baghdad kemudian ke Mesir. Dan seandainya matahari telah terbit.Beliau tinggal di Madinah sampai Imam Malik meninggal dunia. Lalu aku belajar padanya. Mas’ab bin Abdullah Az Zubairi berkata : “Aku belum pernah melihat seseorang yang lebih mengetahui peristiwa tentang orang-orang Arab dahulu seperti Imam Syafi’i”. Imam Ahmad Bin Hambal berkata tentang gurunya Imam Syafi’i rahimahullah telah diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Inna Allaha yub’astu lihadzihil ummah ‘ala ra’si kulla miati sanatin man yujaddidu laha diinaha” “Sesungguhnya Allah swt mengutus (mengirim) seseorang kepada umat ini setiap seratus tahun untuk memperbarui urusan agamanya”. Sehingga namanya menjadi terkenal dan disegani umat Islam di zamannya. Kunjungan-kunjungan itu menghasilkan banyak ilmu dan pengalaman baginya serta membuatnya gigih dalam menghadapi berbagai rintangan dalam membela kebenaran dan membela Sunnah Rasulullah saw. Ilmu Yang Dimiliki Oleh Imam Syafi’i rahimahullah Imam Syafii rahimahullah memiliki ilmu yang luas seperti yang dikatakan Ar Rabbii bin Sulaiman : “Setiap selesai shalat shubuh Imam Syafi’i selalu duduk dikelilingi orang-orang yang ingin bertanya tentang tafsir Al Qur’an. (shahih sunan Abu daud hadits no : 4291) Kemudian Imam Ahmad bin Hambal menambahkan dengan berkata : “Umar bin Abdul Aziz adalah orang yang pertama dan mudah-mudahan Imam Syafi’i adalah yang kedua”. Hal ini telah dibuktikan dalam diskusi-diskusi . kemudian kembali ke Mekkah dan perjuangannya untuk menemui Imam Malik. berkata kepadaku : “Wahai abu Ya’kub belajarlah kepada orang ini ”Seraya memandang Imam Syafi’i””. sementara usianya hampir sama dengan kita? Apakah aku tidak merugi seandainya meninggalkan Ibnu Uyainah dan Mugni?”.Al Muwaththa’ adalah kitab karangan Imam Malik yang dibawa beliau dari seorang temannya di Mekkah. Kemudian aku berkata : “Apa yang akan aku peroleh dari orang ini. Kesederhanaan Dan ketaatan Imam Syafi’i Pada Kebenaran Al Imam Syafi’i rahimahullah terkenal akan kesederhanaan dan (ketaatan) dalam menerima kebenaran. Kunjungan Imam Syafi’i Keberbagai Tempat Sudah menjadi kebiasaan ulama’-ulama’ pada masa Imam Syafi’i yaitu berkunjung ke berbagai negeri untuk menimba ilmu di tempat tersebut. Mereka tidak perduli terhadap rintangan-rintangan yang akan mereka hadapi. Abu Isma’il At Tarmudzi juga berkata : “Aku perna mendengar Ishak bin Rahawih berceritra : “ketika kami berada di Makkah Imam Bin Hambal rahimahullah. adalah beliau orang yang paling paham (pengetahuannya) tentang Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw. dan beliau telah menghafalnya. urudh dan syai’r sampai waktu dhuhur”. Sebagaimana yang telah diketahui tentang perjalanannya dari Mekkah ke Bani Hudzail.

Banyak orang yang telah meriwayatkan sifat-sifat yang telah dimilikioleh Imam Syafi’i yang seolah-olah sifat itu hanya dimiliki oleh beliau saja. fakuuluu sunnati rasulillahi sallallahu ‘alaihi wasallam. guru Syeikh Al Bukhari yang meninggal di Baghdad pada tahu 257 H) berkata : “As Syafi’i mengatakan : “tidak pernah terbesit dalam hatiku agar seseorang bersalah bila berdiskusi denganku. falaa tukalliduunii” “segala pendapat yang aku katakan . Dan beliau juga berkata : “ketahuilah bahwa perbuatan yang terberat itu ada tiga : “Memiliki harta sedikit tetapi dermawan. wain lam tasma’uu minni” “setiap hadits dari Nabi saw adalah pendapatku. Dan Ar Rabii berkata : “Ketika aku mengunjungi As Syafi’i sakit. Takut kepada Allah swtdalam kedaaan sepi. maka seketika itu juga orang tersebut jatuh dalam pandanganku”. maka ambillah sunnah Rasulullah saw dan tinggalkan perkataanku. fakaana ‘aninnabiyyi khilafu kaulii mimma yashihhu. dimiliki oleh semua orang dan aku mendapatkan pahalanya tanpa ucapan terima kasih dari orang-orang itu”.sedangkan hadits Nabi saw yang shahih menyelisihi perkataanku. maka itulah madhabku” “Kullu haditsin ‘anin nabi saw fahuwa kaulii. Dan beliau juga berkata : “Idza sohhal hadits fahuwa madzhabii” “jika hadits Nabi saw (derajatnya) shahih. dan janganlah kalian taklid kepadaku”. maka aku akan menjadi sayang dan akrab dengan orang tersebut. walaupun kalian tidak pernah mendengarkan dariku” “Kullu maa kultu. teman-teman dan orang umum. Seandainya aku menyampaikan tentang kebenaran kepada seseorang dengan bukti-bukti yang tepat. Sebaliknya jika orang tersebut sombong dan membantah bukti-bukti tadi. maka hadits Nabi saw lebih utama (untuk diikuti) . fahadtsun nabiyyi awlaa. beliau masih sempat menyebutkan buku-buku yang telah ditulisnya dan berkata : “Aku ingin semua orang membacanya tanpa mengkaitkanya dengan namaku””.” Beliau juga mengatakan demikian : “Idza wajadtum fii kitaabii khilafa sunnati rasulillahi sallallahu ‘alaihi wasallam. dan mengatakan kebenaran kepada orang yang diharapkan serta ditakuti banyak orang”. Harmalah bin Yahya juga mengatakan : “Aku pernah mendengar As Syafi’i berkata : “Aku ingin setiap ilmu yang kumiliki. wa da’uu ma kultu” “jika kalian mendapati dalam kitabku (suatu tulisan) yang menyelisihi sunnah Rasulullah saw . . Imam Syafi’i rahimahullah sendiri berkata : “Demi Allah aku belum pernah berdiskusi dengan seseorang kecuali dengan tujuan nasihat”. Al Hasan bin Abdul Aziz Al Jarwi Al Masri (dia adalah Abu Ali Al Judzami. lalu diterima dengan baik. malah aku menginginkan agar semua ilmu yang kumiliki juga dimiliki oleh semua orang tanpa menyebut namaku””.dan tadarus-tadarusnya serta pergaulan murid-murid.

Al Humaidi juga berkata tentang Syafi’i ketika beliau datang dari Makkah. Muhammad bin Abdullah Al Misri berkata : “Imam Syafii adalah orang yang paling dermawan terhadap apa yang dimilikinya”. guru maupun murid. tetangga maupun teman. dan dibagi-bagikan uang itu kepada orang yang mengunjunginya. Dan Imam Syafii pernah berkata kepadaku : “Semenjak usia 16 tahun aku belum pernah merasa kenyang. Bukti-bukti tentang kedermawanan Imam Syafi’i rahimahullah banyak sekali dan tidak mungkin untuk mengungkapkannya di dalam lembaran yang pendek ini. semua orang yang bergaul dengannya. lalu dengan cepat dia akan memberinya”. Aku tidak tahu apakah aku masuk surga atau neraka”. bagian kedua untuk shalat dan bagian ketiga untuk tidur. aku bertanya kepadanya bagaimana keadaanmu? Beliau menjawab : “Tidak lama lagi aku akan meninggalkan dunia ini. Kemudian beliau menangis dan mengucapkan sebuah sya’ir “Falamma kosaa kalbii wa dookot madzahidii ja’altu rajaai nahwa ‘afwika sullamaa” “ketika hatiku membeku dan menyempit semua jalan bagiku. Beliau pernah berkata kepadaku : “Aku pernah bangkrut sebanyak tiga kali dalam hidupku. Ar Rabii bin Sulaiman mengatakan : “Imam Syafii telah mengkhatamkan Al Qur’an sebanyak 60 kali di bulan Ramadhan yang kesemuanya itu terbaca dalam shalatnya”. Dan Amr bin Sawwad As Sarji berkata : “Imam Syafii adalah orang yang paling dermawan dalam hal keduniaan. Tentang ketaatan Imam Syafii dan ibadahnya kepada Allah. Wafatnya Imam Syafi’i rahimahullah Di Mesir (Di Fisthath) Tahun 204 H Al Muzni berkata ketika aku mengunjungi beliau yang sakit yang tidak lama kemudian beliau meninggal. Imam Syafii membawa uang sebanyak 10. sampai aku menjual semua barang-barang yang aku miliki. kemudian bermukim di pinggiran kota Makkah. mendatangkan rasa kantuk serta membuat malas seseorang untuk beribadah”. juga perhiasan anak dan istriku tetapi aku belum pernah menggadaikannya””. bagian pertama untuk menulis. Rabii juga mengatakan bahwa Syafi’i membagi malam menjadi tiga bagian.Ketaatannya Dan Ibadahnya Kepada Allah swt. maka wajahnya merah karena malu kepada orang tersebut.000 dinar. aku jadikan harapanku sebagai tangga untuk menuju ampunanMu”. Dan ketika beliau meninggalkan tempat itu uangnya sudah habis. baik yang mahal maupun yang murah. Ar Rabbii’ menambahkan tentang hal ini : “Seandainya Imam Syafi’i didatangi oleh seseorang untuk meminta kepadanya. Karena kenyang itu memberatkan badan. semuanya mengakuinya. meninggalkan saudara-saudaraku dan akan menjumpai Allah swt. Muhammad Al Busti As Sajastani juga mengatakan : “Imam Syafi’i rahimahullah belum pernah menyimpan sesuatu karena kedermawanannya”. Kedermawanannya Imam Syafi’i rahimahullah terkenal dengan kedermawanannya. kecuali hanya sekali saja. mengeraskan hati dan dapat menghilangkan kecerdasan. . Hal ini tidak bisa dipungkiri atau diragukan lagi.

Serta telah mencuci besih wajah-wajah yang menghitam karena aib dan membuka pintu-pintu yang dulu tertutup dengan pendapat-pendapatnya”. sehabis isya’ akhir bulan Rajab. Seandainya keduanya itu tidak ada. Ar Rabbii’ bercerita : “Beberapa hari setelah berpulangnya Imam Syafi’i rahimahullah ke Rahmatullah dan ketika itu kami sedang duduk berkeliling seperti tatkala Imam Syafi’i masih hidup.. dan ketika kami meninggalkan pemakaman itu kami melihat bulan (hilal) Sya’ban 204”. akhlaqnya. kedermawannya dan kewibawaannya dikalangan para ulama’”. usul. Dan mampu membuat bungkam musuh-musuhnya dengan bukti yang benar.Rabii’ bin Sulaiman berkata : “Al Imam Syafi’i meningl dunia pada malam jum’at. zuhudnya. Imam Ahmad bin hambal menjawab : “ketahuilah anakku. nahwu dan lain-lain sepakat bahwa Al Imam Syafi’i rahimahullah adalah orang yang tidak diragukan lagi kejujurannya. datang seorang badui dan bertanya : “Dimana matahari dan bulan (yaitu Imam Syafi’i) yang selalu hadir di tengahtengah kalian?” kami menjawab : “Beliau telah wafat” kemudian orang itu menangis tersedu-sedu seraya berkata : “Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosanya. Ibnu Khollikan (penulis buku Wafiati A’yan) berkata : “Seluruh ulama’ hadits. taatnya. sesungguhnya beliau dengan kata-kata yang indah telah membuka bukti-bukti yang dahulu tidak pernah kita ketahui. Abdullah din Ahmad bin Hambal betanya kepada ayahnya : “Ayah. bahwa Imam Syafi’i itu ibarat matahari bagi dunia dan kesehatan bagi manusia. lughah.”. • Rohana 3:43 pm pada 10 Mei 2011 Permalink . bagaimana mungkin dapat digantikannya dengan yang lain?”. Abu Hasan Al Razi berkata : “Aku belum pernah melihat Muhammad Al Hasan mengagungkan seorang ulama’ seperti dia mengagungkan Al Imam Syafi’i rahimahullah. Hidup Mulia atau Mati Syahid!!! *** Dari Sahabat • sayyidahali 7:12 pm pada 26 April 2011 Permalink subhanallah. adilnya. fiqhi. amanatnya. bagaimana Imam Syafi’i itu? Aku sering kali melihatmu mendoakannya”. Setelah berucap kata-kata itu dia meninggalkan tempat itu”. Kami menguburkannya pada hari jum’at.

kepada siapa dan untuk apa berinfak. yakni soal menabung. Selama ini saya akui sedikit bingung untuk memberikan penjelasan yang bisa diterima logika sepasang anak di bawah usia enam tahun tentang manfaat berinfak. Bagaimana dengan satu kebiasaan lagi? Tentang berinfak. pernah suatu kali saya mengajarkan langsung agar mereka memberikan sejumlah uang untuk anak yatim. Misalnya. menabung dan berifak semestinya memang menjadi kebiasaan untuk mereka. atau setidaknya langsung membuka penutup kaleng ‘celengan’ miliki mereka masing-masing kemudian menghitungnya. ketika mereka hendak membeli mainan tertentu dengan harga yang sedikit lebih mahal. Tetapi pertanyaan-pertanyaan polos mereka membuat saya berkeyakinan bahwa mereka belum benar-benar mengerti tentang infak. hanya satu yang bisa dimengerti oleh kedua putri saya. kisah islami ( 268 ). sejak saat itulah saya mulai mengajarkan dua hal.. Maka serta merta mereka akan menanyakan berapa jumlah tabungan yang ada. mereka mengerti betul bahwa menabung akan membuat ia memiliki uang yang cukup untuk membeli sesuatu. Misalnya. Ya.. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Pelajaran Berinfak Oleh: Bayu Gawtama Semenjak kedua putri saya mengenal uang dan sedikit memahami nilai serta kegunaannya. mdh2n kt dpt meniru ke juhudannya  erva kurniawan 1:03 am pada 15 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Meski hanya beberapa jenis satuan mata uang saja yang dimengertinya.Maha Suci ALLAH YANG tlh mencptknnya dgn bnyk klbhn yang d miliki’a…. Baik. terutama untuk satuan di bawah lima ribu rupiah. saya sudah mengajarkan dan mencontohkan langsung bagaimana berinfak. cerita nasehat. Kemudian mereka berujar. “Memang Ayahnya nggak kerja? Kok kita yang ngasih uang?” . Dari dua kebiasaan yang sedang ditanamkan itu. menabung dan berinfak. cerita teladan ( 355 ). kisah teladan ( 352 ).

com • .Atau ketika seseorang yang kami persilahkan untuk makan di rumah kami. tetap saja kesimpulan mereka tidak berubah. Hingga suatu hari. bahwa ini hadiah dari Allah karena sudah berinfak. beberapa hari lalu baru saja memberi uang kepada petugas pengumpul infak masjid di jalan raya. “pasti hadiah dari Allah” saat saya membawakan lagi sesuatu untuknya. *** Berinfak sesungguhnya pun menabung. pengemis. dan takkan pernah habis karena akan terus bertambah dan bertambah. yang didapat kembali jauh lebih banyak dari yang kita berikan. namun cukup kritis untuk bertanya. Berinfak. (Gaw) Sumber: Eramuslim. “Allah senang kalau kita bisa membantu orang lain” atau terlebih kalimat. Bahwa menabung lebih baik daripada berinfak. “Nah. Misalnya ketika pada satu kesempatan mereka meminta sejumlah uang untuk jajan. “Berinfak itu. Lalu saya mengajaknya berdialog. atau memberikan uang secara cuma-cuma kepada fakir miskin. saya merasa mereka sudah mulai memahami ketika mendengar anak saya berkata. Tetapi berinfak. Kemudian mereka pun mengingat-ingat. Selalu menjelaskan. khawatir perasaannya terluka oleh kalimat si kecil itu. kemudian saya bilang uangnya sudah habis. Meski kalimat-kalimat tersebut sudah saya ubah menjadi kalimat yang lebih pas dan lebih bisa dipahami untuk usia mereka. Anak-anak pun tidak mampu menangkap manfaat langsung dari berinfak. akhirnya saya mulai bisa menemukan sedikit cara memberikan pemahaman tentang berinfak kepada kedua putri saya. setiap kali saya membelikan apapun untuk anak-anak. anak yatim atau kaum dhuafa (lemah) lainnya yang sangat membutuhkan. mereka lebih melihatnya sebagai ‘membuang’ uang. hadiah dari Allah karena memberi uang untuk tukang mintaminta”. hanya sejumlah yang ditabunglah yang didapat. Uang yang Abi pakai untuk membeli mainan ini. tiba-tiba saja putri kedua saya berseloroh polos. Uangnya terlihat. Buahnya sangat manis untuk dinikmati. Mereka sangat bahagia mendapatkan mainan itu. Begitu seterusnya. Menabung. lantas mereka berkata. “masih ingat nggak waktu teteh sama dede ngasih uang ke tukang minta-minta kemarin?” mereka pun mengangguk. menabung sama dengan menyimpan dan mengumpulkan uang. Dalam batas pikiran mereka. Kita akan mendapatkan keuntungan berlipat ganda dengan berinfak”. tidak berkurang dan terus bertambah sehingga suatu saat bisa digunakan untuk membeli sesuatu yang diinginkan. “Katanya Abi nggak punya uang? Kok bisa beliin mainan?” Di sinilah kesempatan pelajaran berinfak itu datang. “Tadi uangnya dikasih tukang minta-minta sih…” Nah. Suatu hari saya membelikan mereka mainan saat pulang dari kantor. Setelah sekian lama. Anak-anak tidak cukup memahami kalimat. dalam perspektif mereka. karena teteh dan dede sudah baik sama tukang minta-minta itu. untungnya buat kita. Allah sayang sama kita. Tetapi berinfak. bahkan berbuah. “Memang ibunya di rumah nggak masak ya?” Tentu saja kami harus meminta maaf teramat sangat kepadanya. tidak (hanya) berbunga. berinfak itu merugikan.

Di antara mereka ada yang menderita kanker dan harus tinggal di rumah sakit untuk menjalani terapi pengobatan. Kehilangan yang saya alami tidak ada bandingannya dengan lautan nikmat yang tak terhitung. kisah teladan ( 352 ). Yang bahkan. Bertahun-tahun saya nantikan kehadirannya. . kisah islami ( 268 ). membuat mata hati saya terbuka lebar. Makhluk mungil itu tidak bisa berkembang dengan sempurna. sehingga tidak sembarang makanan bisa masuk ke dalam tubuhnya. Dia harus dikeluarkan dari tubuh saya. saya tidak mau tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut. yang membuat badannya harus ditempeli selang.herry bambang 3:12 pm pada 27 Mei 2011 Permalink Ass. untuk menghadirkan makhluk mungil itu. makhluk mungilku… Dia hadir tiba-tiba. Kondisi saya memang berbeda dengan perempuan-perempuan yang bisa dengan mudah mendapatkan makhluk mungil itu dalam rahimnya. Satu orang lagi menderita gangguan di pencernaan. dan selang itu berpusat di satu alat yang akan memonitor kondisi tubuhnya terus menerus sepanjang waktu. saya kehilangan makhluk mungil penghuni rahim saya. Berbagai macam usaha dilakukan. Tentu saja. Runtutan kejadian hari demi hari saat itu. Ah. beruntai doa dipanjatkan. dan akhirnya seleksi alam itu terjadi. cerita teladan ( 355 ). Saya teringat dengan teman-teman sekamar di rumah sakit. yang masih saya miliki dengan kondisi yang sempurna. Kamis kemarin. dan gugur dengan tiba-tiba. benar-benar berbeda. Yang lainnya menderita satu penyakit. Dengannya saya bisa memaknai anugerah yang Tuhan berikan pada kehidupan saya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Setitik Debu Oleh Astarina Laya Seminggu yang lalu. cerita nasehat. tidak sedikit pula yang berusaha menghalangi kehadiran sang makhluk mungil tersebut tanpa alasan yang jelas.Kira kira butuh berapa lama untuk anak mengerti dan dari usia berapa anak itu diajarkan?trima kasih!  erva kurniawan 1:03 am pada 13 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).

sungguh benar-benar membuka mata saya akan karunia-Mu yang tak terhingga. Ya. Saya masih mempunyai keluarga yang utuh dan saudara-saudara di sekeliling saya yang selalu mendampingi dan mensupport saya lahir dan batin. saya masih mempunyai mata yang bisa saya pakai untuk melihat wajah orang-orang terkasih. Terima kasih Tuhan. Dan saya masih mempunyai Tuhan Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih yang menaburkan berbagai kenikmatan kepada saya tanpa henti. namun tidak sedikit pula yang yang menderita tekanan batin.Mereka semua.com  erva kurniawan 1:26 am pada 8 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Taubatnya Cat Steven . Saya masih punya telinga yang bisa digunakan untuk mendengar suara-suara di sekitar saya. Ia hanya seperti setitik debu yang hilang terbang dibawa angin. Dan saya? Ah. di antara lautan padang pasir yang tak terhitung jumlahnya. sungguh tidak berarti. Kehilangan yang saya rasakan. cerita teladan ( 355 ). saya masih diberi kesempatan menikmati dan menjalani kehidupan dengan sempurna. Beberapa di antara mereka berusaha tegar dan optimis. tanpa harus menunggu peristiwa kehilangan….. harus tinggal di rumah sakit dalam waktu yang mereka sendiri pun tidak tahu. cerita nasehat. karena tidak bisa menjalani kehidupan normal seperti semula. *** Sumber: Eramuslim. kisah islami ( 268 ). suka tidak suka. kisah teladan ( 352 ). Saya masih mempunyai tubuh dengan organ-organ yang lengkap dan berfungsi dengan begitu sempurna. Saya masih punya mulut yang mampu merasai beraneka macam makanan dan minuman. dengan kejadian kehilangan ini. Semoga saya mampu menjadi manusia yang senantiasa bersyukur.

ketika aku berumur 18 tahun. sementara kemiskinan adalah kesia siaan yang hakiki. Popularitas dalam puncak kesuksesan ataupun dalam gereja. di Britania. kusangka bahwa kebaikan adalah dengan membagi seluruh kekayaan kepada setiap manusia. Namun aku merasa konsep ini tidak sesuai fitrah. Ketika aku sudah sampai puncak.Aku merasakan bahwa orang orang di sekitarku memakai topeng. Era dimana teknologi telah sampai puncaknya. Diatas inilah kubina falsafah kehidupan yang tak ada hubungannya dengan agama. Aku dilahirkan di era televisi dan penjelajahan angkasa. Kebetulan aku memiliki buku tentang akidah dan ketimuran. tak seorangpun yang membukanya. Aku memiliki keimanan kepada Allah. sehingga aku mulai berpikir dan mencari kebahagiaan yang tak kudapati dalam kekayaan. kebodohan dan keterbelakangan. supaya aku dapat hidup bahagia. Kuketuk Komunis. aku melihat kebawah karena takutr terjatuh. Amerika adalah lambang kekayaan. Akhirnya akupn berkesimpulan bahwa tak ada satupun akidah yang sanggup memberikan jawaban dan menjelaskan kepadaku tentang hakekat yang sedang aku cari. Dan jalan yang paling mudah ialah dengan cara membeli gitar. Sakitpun tak ayal menimpaku. Aku mulai tampil di beberapa pertunjukan yang tidak sedikit sehingga terkumpullah kekayaan yang melimpah dan ketenaran yang memuncak. kemudian aku bergerak ditengah khalayak ramai. Pada saat itu aku belum mengenl islam sedikitpun. Kehidupan disekelilingku adalah materialis yang tertumpah dari seluruh sarana informasi. Namun begitu masa dirumah sakit lebih baik bagiku sebab telah membawaku berfikir. Akhirnya aku tetap pada keyakinan dan pemahaman pertama yang aku terima dari gereja. Dan akupun mulai mencari sarana yang mengantarkanku mencapai sukses. Semua akidah lain hanyalah bualan kosong belaka dan gereja sedikit lebih baik daripadanya. Pemikiran itu sungguh pelik. topeng yang menutupi kenyataan. sementara dunia ketiga adalah symbol kemiskinan. Aku jadi percaya bintang serta ramalan yang akan terjadi. Aku merasa ini adalah kesesatan. dan akupun mulai meminum segelas arak penuh setiap hari untuk menambah keberanian dalam menyanyi. jantung dunia barat. Kepastian baik dan buruk. Aku dihantui perasaan untuk bertolak ke suatu tujuan tertentu. mengarang beberapa lagu serta menyanyikanya. Kegoncangan menghantui diriku. Aku dipindah ke rumah sakit karena TBC. Aku berkembang dimasyarakat ini dan belajar di sekolah katolik yang telah memberikan pengajaran kepadaku konsep kristiani tentang Allah. beruntung dengan kenikmatan dunia. sedikit tentang Al Masih dan lebih sedikit lagi tentang ruh kudus. Aku mengambil jalan falsafah ini guna mendapatkan kebahagiaan jiwa. Mereka mengajarkan kepadaku bahwa harta adalah kekayaan yang sebenarnya yang hakiki. Inilah yang kenyataannya telah kulaklukan dengan nama Cat Stevenz.Aku . Kemudian aku beralih menelan Pil untuk memenggal seluruh mata rantai pemikiran dan kebingungan yang menyakitkan. Aku tak sanggup duduk dalam keadaan hati yang kosong.Aku dilahirkan di London. sudah ada 8 kaset rekamanku. Dalam waktu yang relative singkat. karena yang adil adalah anda berhak mendapatkan hasil jerih payah anda dan tidak boleh diberikan kepada orang lain. namun gereja tidak mengenalkan kepadaku siapakah itu ? Aku tak sanggup menangkap hakekat tuhan yang dibicarakannya. Untuk itulah aku harus memilih jalan kekayaan dan menempuh jalurnya. kelaparan. Aku mempelajarinya dan ber anggapan bahwa kebahagiaan adalah bila sanggup meramalkan apa yang akan terjadi esok sehingga anda dapat menghindari kejahatannya. namun kudapati semua itu kosong belaka. maka aku berpikir mencari jalan menempuh hidup baru. tapi aku tak tahu hakekat dan konsepnya. Aku mulai membenci kehidupanku serta menjauhi manusia. Aku sedang mencari kedamaian dan hakekat.. Mereka banyak bercerita kepadaku tentang Allah. Al Masih. Maka kuketuk Budhisme dan falsafah Cina.

Kedua orang tuaku berasal dari Yunani dan orang Yunani membenci muslim Turki karena motivasi warisan.kembali ke pangkuan gereja untuk kedua kalinya dan menekuni musik kembali. perbedaannya dengan injil yang ditulis tangan pengarang yang beraneka ragam dari kisah kisah yang bermacam pula. Sejak itu aku baru tahu bagaimana misi kerasulan itu bermata rantai sejak adanya permulaan makhluk hidup dan manusia sepanjang sejarahnya ada dua macam. dialah yang menyuruhku menemui Al Qur’an. Aku seperti dilahirkan kembali. Dulu yg aku pahami sebelum mengenal Qur’an. Tapi aku berpendapat untuk melihat terjemahannya dan tak ada salahnya untuk mengetahui isinya. Kemudian dilanjutkan dengan Al Fatihah. Allahlah satu satunya yang berkuasa atas segala sesuatu. bahwa didalamnya ada konsep persesuaian dan kekuatan yang mampu mendatangkan mukjizat ( disamping tuhan ). Dari pertama kali kurasakan. Allah satu satunya pencipta. Islam dimata orang barat dianggap sebagai agama rasial. aku mengumumkan keislamanku dengan bersyahad. Kemudian aku berpikir.Kemudian aku mencari terjemahan Qur’an dan itulah pertama kali aku berpikir tentang islam. maka dalam konsep islam.an telah mulai dengan penyembahan kepada Allah yang Esa. Aku yakin. Di sampul Al Qur’an tidak ada nama pengarangnya. Pada tahun 1975 terjadi satu mukjizat setelah kakak kandungku menghadiahkan sebuah AL Qur’an kepadaku. Al Qur’an dimulai dengan Bismillah. dangkal sekali. Akhirnya di Masjid di London. adapun sekarang. Pada saat itu aku merasa bahwa akulah satu satunya orang islam di dunia ini. dan meyakini secara toal seluruh ajaran ini. maka aku penuhi ajakannya. Adapun gereja yang telah menghancurkanku serta mendatangkan kesengsaraan dan kepayahan. ketika ia tak sanggup menjawab pertanyaan jiwa dan ruh. Tuhan seluruh alam. penguasa dan pengatur seluruh Makhluk. Ungkapan Bismillahir rohmanir rahim telah measuk mempengaruhi jiwaku. islam yang aku anut adalah sebuah risalah yang berat. dengan nama Allah bukan lainya. pembukaan AL Kitab. Sebelumnya aku belum pernah ketemu dengan seorangpun dari mereka. Karena itulah aku semakin yakin dengan konsep wahyu yang telah Allah wahyukan kepada nabi Muhammad Saw. pemikiranku tentang Tuhan. Ketika selam 1 tahun. Mereka mengatakan kepadaku Tuhan itu Esa dan terbagi menjadi tiga. Al Qur’an tidak seperti kitab yang terdiri dari penggalan penggalan dan keterangan keterangan sifat yang banyak terdapat dalam kitab yang saya pelajari sebelumnya. Aku benar benar melihat sesuatu yang unik dalam Qur’an. tak ada agama lain bagiku. yang tak kuketahui apa didalamnya dan apa yang dibicarakannya. akupun mulai tahu apa itu islam. sedang umat islam dianggap sebagai orang orang asing baik dari Arab ataupun dari Turki. Ini merupakan konsep baru bagiku. Aku merasa dialah agamaku. Semua selaras dengan paham keesaan yang murni. Alhamdulillaahirobbil “alamin. Sekiranya aku bertemu dengan seorang muslim yang berusaha mengajakku ke islam. Kudapati didalamnya semua Nabi nabi yang dimuliaklan Allah dan tidak dibedakan antara satu dengan yang lainya. Mukmin dan Kafir. saya mempelajari AL Qur’an. bagaimana caranya menjadi muslim yang sebenarnya. tiada sekutu baginya. segala puji hanya bagi Allah pencipta alam semesta. Al Qur’an telah menjawab seluruh pertanyaanku. Telah menjadi jelas bagiku. Qur’an itu tetap aku simpan sampai aku mengunjungi Al Quds di Palestina. Bagaimana ? Aku tak tahu. bukan pekerjaan mudah yang selesai hanya dengan membaca dua kalimat syahadad. Dari kunjungan itulah aku mulai memperhatikan kitab yang telah dihadiahkan kakakku tersebut. Adapun AL Qur. Al Quranlah yang telah mengajakku kepada islam. tentu akan kutolak . Waktu itu. Kucoba mencari kesalahan kesalahan dalam Qur’an namun tak kudapatkan.

Inilah jalanku. dan gambaran buruk yang diberikan oleh sarana informasi barat yang selama ini menjadi rujukan banyak orang. Semua hasil kekayaan yang aku peroleh. semuanya kini telah kuberikan untuk dakwah islam. namun disisi lain jutaan umat ini bangga dengan kehadiran seorang yang telah ber azzam untuk memanfaatkan segenap waktunya untuk berjuang dalam dakwah yang mulia ini. Saudaraku. Akhirnya bergantilah namaku menjadi Yusuf Islam.ajakanya karena melihat kondisi umat islam yang memprihatinkan. Sudah bersemangatkah kita untuk bergabung dalam barisan dakwah seperti yang telah Allah dan rosulnya perintahkan ? Atau Jangan jangan jangan kita termasuk orang yang loyo? Jika demikian. itulah nukilan kisah Penyanyi terkenal Cat Steven yang telah berganti nama dengan Yusuf Islam. bagaimana beliau berperilaku juga sunnahnya. Mari kita bangkit!!! Karena sesungguhnya dakwah ini tidak akan berhenti ! Semoga bermanfaat. Marilah kita bercermin dari kisah ini. kehidupan selanjutnya ialah. cerita teladan ( 355 ). Tidak salah juga jika kita bertanya pada diri sendiri. kisah islami ( 268 ). Daromi Aks  erva kurniawan 1:35 am pada 31 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Aku telah lupa dengan musik. kisah teladan ( 352 ). Kita ketahui. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Persembunyian Terbaik: Terang dan Terbuka . Aku dapatkan perbendaharaan yang melimpah ruah dalam kehidupan rosul dan sunnahnya. sebab musik itu melalaikan untuk menbgingat Allah dan ini adalah bahaya besar. betapa penampilannya yang islami menjadikan Amerika geram dan menolaknya ketika mau datang kesana. Aku telah datang kepada islam dari sumber terbaiknya. Kemudian aku pelajari Siroh Rosulullah. dan bertanya apakah aku teruskan? Mereka menasehatiku untuk berhenti. cerita nasehat.

tunjukkan saya satu tempat sebagai tempat sembunyi paling aman…” Dengan tenang. Di saat itulah. Namun sepanjang perjalanan ia terus merenungi kalimat gurunya. Ternyata yang guru maksud tempat terang dan terbuka itu tidak lain tidak bukan adalah. di taman bermain. Setiap kali saya merasa sudah menemukan tempat terbaik untuk bersembunyi. ia selalu merasa cemas dan ketakutan karena merasa semua orang di muka bumi mencarinya. wajahnya kembali berseri dan ia tak perlu menundukkan kepala setiap melintasi tempat keramaian. si murid terheran dan bertanya kembali. Tetapi ia tidak lagi merasa dihantui terus menerus. ia kembali merasa dikejar perasaan bersalah atas perbuatannya tempo dulu. Selalu khawatir jika suatu waktu dan pada akhirnya orang lain mengetahui perbuatan salah kita itu. atau menyembunyikan kesalahan terus menerus hanya akan membuat hati cemas. saya ini sudah lelah terus menerus sembunyi namun tetap saja diketahui orang. melengganglah ia dengan tenang di depan khalayak ramai. tidak lagi cemas. justru ia merasa tidak aman. Aneh memang. jujur” ** Setiap manusia pasti dan pernah melakukan kesalahan. Setelah mengikuti anjuran sang guru untuk bersembunyi di tempat terang dan terbuka. Akhirnya si murid pergi meninggalkan gurunya. Tetapi beberapa saat setelah itu. atau bahkan makian yang membuat hatinya tercabik-cabik. yang menganjurkannya bersembunyi di tempat terang dan terbuka. pada setiap mulut yang pedas mencibirnya. ada seorang murid yang bertanya kepada gurunya. di pasar. Selama ini. sang guru menjawab. ” Mendengar jawaban itu. “Cobalah. Selama ini. Kenapa justru guru menganjurkan saya bersembunyi di tempat terang dan terbuka? Ya sudah pasti akan lebih mudah orang melihat saya…” Untuk jawaban kedua. “Guru. dan hatinya sangat tenang. Suatu hari. Maka. setiap kali menemukan tempat persembunyian yang dianggap paling aman. Maka ia pun kembali berlari dan mencari tempat sembunyi. Tentu ada maksud tertentu dari sang guru dari anjuran tersebut. “bersembunyilah di tempat yang terang dan terbuka. hatinya sangat tenang. “Saya baru mengerti maksud guru tentang tempat terbaik untuk bersembunyi itu.Oleh: Bayu Gawtama Suatu hari. meski harus didahului dengan perasaan malu dan sakit. dan karena itulah setiap orang teramat mudah menemukan tempat persembunyiannya. Rasa cemas dan takut terus menerus menghantui dirinya selama di tempat persembunyian. ia pun merasa harus mengunjungi gurunya. justru ia merasa aman dan nyaman. gelisah dan takut. ia teringat pesan gurunya. Bersembunyi. selalu saja mudah bagi orang lain menemukan saya. Sang guru hanya mengeluarkan kalimat yang hampir sama. Ia merasa setiap mata terus menerus mencari jejaknya dan akan mengadilinya. pada mulanya ia merasa malu pada setiap pasang mata yang menatapnya tajam. “Guru. bersembunyilah di tempat yang saya sarankan…” Merasa tidak puas. “bersembunyilah di tempat yang terang dan terbuka” Maka. dan tempat-tempat keramaian lain yang menjadi pusat aktivitas orang banyak. Kejujuran kadang harus dibayar dengan .

pada masa pemerintahan Khalifah Umar.com  erva kurniawan 1:25 am pada 24 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Segera setelah aku melihatnya. yang sekarang kami bawa kepada tuan untuk diadili. di situlah mata air ketenangan jiwa (Gaw) *** Sumber: Eramuslim. seorang laki-laki tua .perih dan malu. kisah teladan ( 352 ). tiga pemuda bangsawan yang tampan memasuki majelisnya. ketika Umar sedang duduk-duduk dengan para sahabatnya. Aku tiba di Madinah tadi pagi untuk berziarah ke makam Rasullulah saw. kisah islami ( 268 ). dia dibunuh oleh pemuda ini. Aku orang dusun. Orang Yang Beriman Selalu Menepati Ucapannya Suatu hari. tetapi sesungguhnya itu akan membawa ketenangan batin selamanya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Orang Yang Beriman Selalu Menepati Ucapannya Assalamu’alaikum Wr. Kudaku mulai memakan ranting-ranting pohon kurma yang bergelantungan melewati tembok. Pada saat itu juga. Ketika ayah kami sedang bekerja di ladangnya. mengetahui bahwa mereka berdua berkata yang sebenar-benarnya. “Walaupun di sana tidak ada saksi sama sekali. Di pinggir kota. Dua orang di antaranya berkata. “Kami berdua bersaudara. Allah. Yang selalu Hadir.” kata si tertuduh itu. Hukumlah dia sesuai dengan Kitabullah. cerita teladan ( 355 ). cerita nasehat. Wb. aku turun dari kudaku untuk menyucikan diri dan berwudhu. aku menarik kuda menjahui ranting-ranting tersebut. Jujur dan terbuka.” Khalifah Umar menatap orang yang ketiga dan memintanya untuk berbicara. “Aku sangat menyesal ayah mereka terbunuh di tanganku.

” Kemudian dia berpaling kepada kerumunan massa dan berkata. dan dengan tenang dia berkata. yang pasti akan datang cepat atau lambat? Apakah saudara-saudara berpikir bahwa aku akan menghilang dan membuat orang-orang berkata. yang paling dicintai dan disegani. Aku menyimpan harta tersebut di dalam tanah agar aman. “Permintaanmu tidak dapat dipenuhi kecuali ada orang lain yang bersedia menggantikanmu dan menjadi jaminan untuk nyawamu. “Aku dapat melarikan diri sebelumnya jika aku mau. Terlalu banyak yang harus aku kerjakan. kita harus melaksanakan hukuman itu kepada Abu Dzar. aku dapat saja melakukannya.” Mendengar kata-kata tersebut. berdebu dan berkeringat. yang mulia yang berkerumun di sekeliling khalifah. pemuda itu tetap bersabar. Sekarang aku harus menggalinya dan menyerahkan harta tersebut kepada pengawasan orang lain. Tanpa keraguan sedikit pun.” Khalifah menolak permintaan itu atas dasar hukum. “Orang yang beriman selalu menepati ucapannya.” Abu Dzar adalah salah satu saeorang sahabat Rasulullah saw. Siapakah yang dapat melarikan diri dari kematian. hatiku sarat dengan rasa takut kepada Allah. Menurut hukum Islam. yakinlah bahwa aku akan kembali. anda bersedia menjadi jaminan bagi seseorang yang tidak anda kenal. “Aku mohon maaf karena telah membuat Anda khawatir. Karena itu aku sangat menyayangi kuda itu. kesedihan dan kekaguman orang-orang mencapai puncaknya. laksanakanlah.” dia berkata terengah-engah. Dengan memilih secara acak. Abu Dzar setuju untuk menggantikan pemuda itu.” Khalifah berkata: “Sungguh. Si tertuduh pun dibebaskan untuk sementara waktu. kami tidal akan pergi tanpa menerima pengganti darah ayah kami. Pada hari ketiga. Ketika hari ketiga itu mulai berakhir. Kalau tidak. Orang yang tidak dapat menepati kata-katanya sendiri adalah orang munafik. Seandainya dia tidak kembali. Sekarang aku telah siap. orang yang berakhlak sempurna dan bertingkah laku sangat terpuji. laksanakanlah hukumanku. tetapi kenyataannya dia mati di tanganku. Pemuda itu memandang kepada para pengikut Rasullulah saw. di dunia ini. bila pemuda itu tidak kembali. “Maafkan aku karena baru tiba pada menit terakhir.” Walaupun pernyataan itu berati satu pengumuman kematian. engkau harus menerima hukuman yang setimpal dengan apa yang telah engkau lakukan. Dia datang dengan berlari dan dalam keadaan penat. anak yatim itu akan kehilangan haknya. “Kalau begitu. Aku mengambil batu itu dan melemparkannya kembali ke orang tersebut. Tiba-tiba pemuda itu muncul. Namun.” Umar menjawab. aku kehilangan kendali diri. Abu Dzar ada di sana. Dia roboh dan meninggal.” Khalifah berkata.” “Wahai Amirul Mukminin. Dia melemparkan batu itu ke kepala kidaku. karena Abu Dzar. Jika aku ingin melarikan diri. dan kudaku langsung mati. Aku tidak bermaksud membunuh orang itu. Padang pasir sangatlah panas dan perjalanan ini teramat panjang. Kedua penuduh itu berkata: “Wahai Abu Dzar. ia menunjuk Abu Dzar AlGhifari dan berkata. tetapi kemana? Jika aku tidak mendapatkan hukuman di sini. “Orang-orang Islam tidak kagi menepati ucapannya sendiri?” . Beri aku tiga hari untuk pergi ke desaku dan menyelesaikan masalah ini. kedua penggugat itu kembali ke sidang khalifah.” kata pemuda tersebut. merupakan cahaya dan inpirasi bagi semua penduduk Madinah. “Orang ini akan menjadi jaminan bagiku. setiap orang yang hadir di sana mulai menangis. kegemparan. Sekarang tuanlah yang berhak mengadili aku. aku menanggung satu tanggung jawab untuk menyimpan harta kekayaan anak yatim yang harus aku serahkan kepadanya bila ia telah cukup umur. tetapi tertuduh itu tidak ada. “Engkau telah melakukan membunuh. aku pasti akan mendapatkan hukuman yang abadi di akhirat nanti.yang sedang marah mendekatiku dengan membawa sebuah batu yang besar. Tak ada seorangpun yang tahu letaknya kecuali aku.

saya tidak merasa mampu untuk menolaknya ketika dia memilih saya.Kerumunan massa itu kemudian berpaking kepada Abu Dzr dan bertanya apakah ia sudah mengetahui sifat yang terpuji dari pemuda tersebut. cerita teladan ( 355 ). Wb. sumber buku FUTUWWAH. kisah teladan ( 352 ). terima kasih atas ceritanya…. kisah islami ( 268 ).  erva kurniawan 1:48 am pada 19 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Tetapi.. “Apakah kami harus menjadi orang yang membuat rakyat berkata bahwa tiada lagi rasa belas kasihan di dalam Islam?” s Oleh: Sumarah Wahyudi.. • hilmi 10:28 am pada 24 Maret 2011 Permalink luar biasa…. Abu Dzar menjawab. sama sekali. • nino 9:31 am pada 13 Agustus 2011 Permalink Subhanallah. Wassalamu’alaikum Wr.. seraya berkata. Mereka lalu menarik tuduhannya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Sebuah Perjalanan Ba’da Dzuhur . Haruskah saya menjadi orang yang membuat rakyat berkata bahwa tak ada lagi perasaan haru dan kasih sayang yang tersisa dalam Islam?” Hati dan perasaan kedua penuduh itu tersentuh dan bergetar.terima kasih untuk cerita nya. karena hal itu sesuai dengan asas-asas kemuliaan. cerita nasehat. “Tidak.

akhirnya teman saya mau juga mengikuti kemauan saya. Akhirnya kami pun harus menunggu Pak Ahmad. Keduanya mengajukan bantuan dana ke Baitul Maal yang akan dimanfaatkan untuk biaya pengobatannya. Satu hari berlalu. Meski teman saya sama sekali belum kenal dengan si pasien. Lagian saya jam 4 sore sudah janjian dengan seseorang di Bogor dan mana sempat kita ke Tanjung Priuk. Teman saya tahu kondisi si pasien dari dua orang aktivis bernama Pak Andi dan Pa Ahmad yang belum lama ia kenal. Teman saya kembali ke sana. tapi setelah obrolan ba’da dzuhur akhirnya saya dan teman saya menyempatkan diri ke RSCM sebelum ke Tanjung Priuk. kita tunggu saja Pak Ahmad “. Akhirnya dengan pertimbangan yang macam-macam kami berdua pun berpisah. Sambil menunggu Pak Ahmad kami bertiga ke ruang P3RN (ruang informasi) disana kami tanyakan kepada petugas dimana keberadaan si pasien sekarang ini. sekarang sudah meninggal.00 kami pun sampai. ” Mungkin yang tahu cuma Pak Ahmad. kena HIV dan Narkoba “. Dalam perjalanan ke Bogor otak saya masih diselimuti kecurigaan yang luar bisa tentang dua orang aktivis itu. ternyata Pak Andi belum juga ada. Dan saya sangat yakin kalau kali ini adalah salah satu modus penipuan berkedok permintaan bantuan dana. Akhirnya kami pun kembali lagi ke ruang IGD. Kami tanya ke suster yang bertugas disana pun tidak ada (ehm… tapi kali ini bicaranya cukup ramah).Siang itu kami meluncur dari kantor pusat kantor kami di Jl. sementara saya menuju ke parkir dan langsung ke Bogor. Kami parkir di belakang kamar jenazah RSCM. dan dia tetap bersabar. pagi-pagi dapat sms dari teman saya ” Pak. Teman saya pun cuma tersenyum. buktinya sekarang pasiennya tidak ada. kami pun memperbincangkan rencana yang akan berkunjung ke seorang pasien yang sedang kritis di IGD RSCM. Sebagai seorang yang besar di lingkungan Ibukota yang penuh dengan intrik-intrik penipuan. “Wah. Di tengah perjalanan. Saya dan teman saya yang sekarang dipercaya sebagai Manajer Baitul Maal di kantor kami rencananya akan ke Tanjung Priuk. saya pun mulai timbul rasa curiga. sementara dia sendiri tidak tahu dimana keberadaan pasien yang akan kita bantu “. Kami kesulitan karena Pak Andi tidak memiliki alat komunikasi HP. pasien yang kemarin benar. Saya pun mengajak teman saya keluar ruangan IGD. Rupanya Pak Andi yang kami cari-cari belum ada disana. ini Jakarta Bung. tetapi sudah menjadi tanggung jawab moral untuk menjenguknya dengan membawa sejumlah dana ala kadarnya agar dapat meringankan biaya pengobatannya. Akhirnya saya pun berargumen. dia tahu keberadaan si pasien dan memohon untuk ditunggu. Dan pasien dipindahkan ruangannya pada saat Pak Ahmad yang menjaganya. hati-hati lho. Kami pun berpamitan dengan Pak Andi. karena di depan IGD RSCM parkir selalu penuh dan bisa-bisa kami pun tidak boleh parkir disitu. ” Jangan-jangan di cuma mau menipu kita saja. Kami pun harus menunggu dan bolak balik ke depan parkir dan ke dalam. disana kami akan on the spot ke satu titik pemukiman kumuh di Ibukota. Pak Andi ternyata tidak tahu di kamar mana si pasien sekarang berada. Dia bilang. dia hanya ingin memanfaatkan dana dari Baitul Maal kami. karena dari tanggal 15 Maret dia selalu bergantian menjaga pasien bersama dengan Pak Ahmad. Dengan keramahan yang ala kadarnya petugas menyampaikan bahwa dia tidak tahu keberadaan si pasien yang kami maksud. Jangan jangan dua orang ini cuma mengada-ngada. Perbincangan pun langsung terfokus kepada kondisi si pasien. MT Haryono ke RSCM. dan langsung meluncur ke arah parkir. Dengan dalih yang beraneka ragam. Akhirnya dengan semua atribut kemacetan Ibukota jam 14. Selang tiga puluh menit Pak Andi pun telepon ke HP teman saya dan satu menit kemudian kami pun bertemu. Di selasar kamar jenazah ternyata Pak Ahmad telepon via wartel. Saya bilang. dicari-cari tetap tidak ada. .

kisah islami ( 268 ). Untuk seorang preman pecandu narkoba. Prasangka buruk kepada saudara-saudaranya sendiri. jauhilah kebanyakan dari prasangka. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . ” (QS.49. Mohon maaf Pak Ahmad dan Pak Andi. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Astagfirullah aladziim…………. ” Hai orang-orang yang beriman. *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:53 am pada 16 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).. Untuk seorang preman yang sakit dan dinistakan di emperan toko di Ibukota. yang rela mengorbankan waktunya untuk seorang yang bernama Dorris. Astaghfirullah…. cerita teladan ( 355 ). semoga Allah SWT mengampuni semua dosa-dosamu. Selamat jalan Dorris. Untuk temanku. Dan bertakwalah kepada Allah.Langsung saya tersentak.12). saya sudah terinfeksi dengan virus-virus kecurigaan dan kemunafikan Ibukota yang lebih berbahaya daripada virus HIV yang diderita Dorris.. Ternyata Pak Ahmad dan Pak Andi adalah benar-benar dua orang yang mulia. kisah teladan ( 352 ). cerita nasehat. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. kau memang orang yang sangat sabar. “Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun.jantung saya serasa copot. Untuk seorang preman yang terinfeksi HIV. ternyata dugaan saya salah !”. teruslah berjuang di jalan Allah SWT.

Itu rezeki dariNya. Mengencerkan ceceran darah. Bapakmu juga membelikan Ali dan Abid songkok baru. compang -camping dan terkena percikan darah di sana-sini. Sebilah tombak ada dalam genggamannya. “Cinta. kulihat nona tersenyum. Mendekap Batu Merah dengan segala kegalauan. menangislah.” “Selesai salat. lalu berkali-kali dihunjamkannya ke tanah. wajah keras itu tak juga berubah. Lama sekali.Sebab Aku Cinta Sebab Aku Angin by : Helvy Tiana Rosa Malam mengelam. “Iya! Iya!” . Kaku. Meliuk-liuk. Bu.”dari jendela kayu yang terbuka. Nak. Jilbabnya kumal berdebu. Perempuan itu menatap puing-puing bangunan masjid. Gerimis turun menyapa sunyi. bisikku. Cinta! Cinta! Sungguh. Tetapi aku sangat ingin. di sepanjang jalan. menggantungkan sesisir pisang meja di sisi lemari kayu. Mengusir asap kepedihan yang mengepul. Mamanya tertawa. Berputar. “Ya. Meski lelah. Apalagi Bapak yang mengisi khutbah Ied. Kupandangi nona di hadapanku sekali lagi. Jangan lekas pulang. bergetar. Senjata itu dijulurkannya ke luar jendela.”suara Bapak bangga. aku melihat semua! “Karudung ini bagus sekali. Tubuhku berguncang. Ia tampak lusuh. menampakkan lesung pipitnya yang dalam.”suaranya bergetar. Beku.”Beta seng bisa manangis. dari bangunan yang telah menjadi arang. Semakin lama semakin kencang. Wajah hitam manisnya menyembul dari balik jendela kayu yang terbuka.”kataku dengan suara risau mendesau. Pantas untuk beta pakai menghadap Allah di hari raya.. di seberang kami. rahangnya mengeras.

Darah muncrat. Ratapan. panah. tolooong!” “Mamaaaa!” DUG! Perempuan itu tersungkur di pangkuan anaknya. tangisan. kulihat Nona dan keluarganya. dengan kepala remuk terkena lemparan batu. mencoba melawan tanpa senjata.. juga kaum muslimin yang lain berduyun duyun ke tanah lapang. Pagi-pagi sekali. Banyak jamaah yang terinjak-injak. Semua tertawa. Api berkobar. “Aliii!” “Abiid!” “Aaaaaaaaaa!” Tangan-tangan kotor mengayun-ayunkan bocah itu dan melemparnya ke dalam bangunan yang terbakar. Semua berlari menyelamatkan diri. Menggelepar. Orang-orang terkapar. “Bapaaaaak!” CRESH! Kepala lelaki separuh baya itu putus dari badannya! Menggelinding di tanah lapang yang basah meresap darah. Entah dari mana. . pisau juga pistol! Jeritan memilukan terdengar di mana-mana! Oto dan rumah di sekitar juga kena sasaran. Keesokan harinya. Dengan khusyu mereka melakukan salat Ied. kalewang. ratusan mahluk menyeramkan menyerang mereka yang tengah melaksanakan salat! Ada yang membawa tombak. Pekat. lalu membentuk beberapa kubangan.lalu. lalu mencomot sepotong dua potong bagia. “Serang!” “Bunuh!” “Bakar!” Hiruk pikuk. 19 Januari 1999. Bahagia. Nona terbelalak! Ternganga! Lenso putih di tangannya jatuh ke tanah. mengalir.“Wah. “Nak. Kedua bocah itu mengerling nakal. Gema takbir terdengar di mana-mana. parang. bagia ini enak sekali!”kata Ali dan Abid berbarengan. jeritan semakin memerihkan pagi! Para lelaki berpeci. Seperti ikan-ikan yang terlempar dari air kehidupan. yang akan dimasukkan ke dalam toples.

Ia sangat berani. ia pergi ke Masjid Raya Al Fatah. Mereka punya banyak urusan. Myanmar. Puluhan ribu pengungsi yang rumahnya terbakar berjejalan di sana. ia bahkan berhasil merampas sebuah tombak! Ya. Aku tersentak. “Ose harus mengungsi.Nona terpaku. Oh. Beta harus bajuang demi kebenaran!” Aku meliuk perih. Cinta. Monster-monster ini serupa dengan mereka yang membantai kaum muslimin Bosnia. Mereka membawa panah api! Di mana polisi? Di mana tentara? Aku mendesau risau. Kadang tersandung tubuh-tubuh manusia yang terbongkar. Lalu merobeknya kasar dengan belati! Nona mencoba meloloskan diri. Dingin. Juga uang dari negeri antah berantah.” “Seng!”tegas Cinta tiba-tiba. tetapi monster! Mereka tak punya nurani. Mereka menariknarik jilbabnya sambil tertawa tanpa henti. Tak bergerak. Nona…. Cintaku. Kashmir. Jatuh bangun. Terkadang mereka berteman erat dengan monstermonster itu. Hening.. Aljazair dan yang lainnya! Lalu siapa yang akan membelamu. Nona masih kaku. Cinta. Aku melihat semua! Juga ketika tangantangan jahanam itu menyeretnya. Aku hanya mendengar gema isakan dalam relung-relung batinnya. Bulan sepotong di langit.apakah ia tak menyadari? Lawannya bukan manusia.. Kulihat dadanya naik turun. mencakar. Merasa tubuhnya tertanam dalam tanah. Tersengal-sengal. Jiwanya bagai mengelupas. Tetapi tak ada setetes pun air mata..” kutiup wajah manisnya. Lalu dengan sisa-sisa tenaga ia berlari. saat palu raksasa menghantamnya berkalikali. Ia menggigit. Hanya tubuhnya yang terdorong ke sana ke mari. Tetapi. “Cinta. masjid besar di kota ini. Detak jantungnya terdengar berkejaran. Terhempas-hempas. Bintang tiada. Wajah itu kaku. Chechnya.melecehkannya bergantian. menendang. Memeluk. . Azerbaijan. “Beta tak akan pernah pergi!” Wajahnya terangkat beberapa senti. Mendorong.” sapaku pelan. Mereka memakai arumbai atau kole-kole untuk keluar dari sini. Kosovo. meski tangannya berdarah terkena ujung tombak yang tajam. meludahi monster-monster itu! Hup. Menyaksikan sendiri tumpukan lara. Ia berteriak sekuat tenaga! Menyebut nama Allah berkali-kali. didesak mereka yang panik menyelamatkan diri. Siapa mahluk-mahluk buas dengan mata dan ikat kepala merah itu? Lalu yang memakai ikat kepala ungu? Mereka seakan baru saja menenggak berbotol-botol sopi dan sagure. “Nona harus pi. Cinta. mereka akan terus tidur. di tengah jalan. “Kini milikku hanya Allah dan tanah ini. Palestina. Orang-orang pergi ke pelabuhan. Aku ingat. Cinta? Apakah orang-orang yang selalu berteriak-teriak mengatasnamakan HAM di muka bumi ini akan tergetar pada deritamu? Akankah mereka mendengar jeritan menyayat dari tanah yang tercabik-cabik ini? Ah. Beberapa waktu lalu.

Bersembunyi di rumah kosong. Erangan dan tangisan di sana bagai air mendidih dalam jerangan. sejak beta dilahirkan hingga kembali padaNya!” seru Cinta dengan suara dan tubuh bergetar. Kini bulan hampir habis di langit. Ia bercerita tentang Rasulullah saw dan para sahabatnya pada anak-anak itu. Saat itu ia mengantar seorang perempuan jamaah masjid yang akan melahirkan. Bintang tiada. Ia membantu memasak bubur. Kampung Labuhan Raja.Kebanyakan mereka perempuan. Ia membentangkan kedua tangannya memeluk para balita. saat memasuki gerbang sebuah rumah sakit. tak jauh dari sana. tertatih-tatih. kudengar lagi irama langkahnya. Nona. Bahkan 2 Maret lalu. Setiap kali kupandang mata jelinya yang kini bengkak dan sayu. Bangunan putih tersebut dalam sesaat penuh cipratan darah. entah dari mana datangnya. Bintang tiada. Dari jauh terdengar bunyi tiang listrik dipukul berkalikali. Kupandang lagi nona. kecuali rejam kekejian yang menggila. Lebih dari satu setengah bulan. Karang Tagepe. “Beta tak mengerti. Begitu juga penghuni rumah sakit yang diketahui muslim. Mereka kelaparan. beberapa hari yang lalu. anak-anak dan lansia. para jamaah yang sedang salat subuh di Masjid Al Huda. menjauhi rumah sakit. para monster itu telah menyerbu rumah sakit! Panik! Semua porak poranda. Orang-orang di sekitar masjid memandangnya dengan mata basah dan sukma tercabik. Padahal saat itu mereka diserang membabi buta. Peluh dan darah mengucur deras dari dahinya. kala dianiaya secara paling biadab. menumbuk sagu. “Puteri Haji Latusina. kutemukan lima ratus mayat lebih terbujur kaku di sana. Wailela. Kate-kate dan Kampung Kolang. kehausan dan terkena berbagai penyakit. Tangisan. tanpa sempat membela diri. hingga walau sesaat mereka lupa akan lapar. Baru saja perempuan itu terbaring di atas ranjang putih. Kujumpai kepedihan Pelauw. Sirisori. Bulan sepotong di langit. Beta muslimah. Menghibur mereka. sejak hari raya berdarah itu. Satu-satunya yang tersisa dari keluarga itu!” sahut yang lain. Menegarkan para wanita. . Juga mengasah bambu runcing. “Biar katong membela diri!” serunya garang. “Tidak. “Buka jilbabmu sebelum mereka melihatnya!” kata seorang perawat. Air Laew. kembali dibantai. sebelum dibunuh. Pada detik terakhir sebelum bangunan itu dihancurkan. Cinta tak mampu lagi tersedu. Cinta membawa beberapa muslimah. Lalu sayup. ketika seorang tentara melarang mereka bertindak.. teriakan histeris memecah udara! Ibu-ibu hamil itu memekik. Tak ada apa pun. mengobati yang terluka. Kusaksikan nyeri menebari Kuda Mati. “Siapa nona pemberani itu?” Mereka berbisik-bisik. Mengapa kalian membiarkan monstermonster itu? Mengapa katong tak boleh mempertahankan nyawa sendiri? Di mana keadilan?”teriak Cinta. “Jangan bilang ose muslimah!” Cinta menatapnya dengan pandangan menyala. Tulehu. nona.

Suara itu! Tubuhku bergetar hebat. Tiba-tiba aku mendengar sebuah panggilan.Tiba-tiba Cinta bangkit dari duduknya. mereka selalu mandi dan mengenakan pakaian putih.”mereka tertawa-tawa. “Lihat! Dia terbang! Dia terbang!” . Nona melayang-layang di udara. Tampaknya sebagian besar bukan berasal dari daerah itu! Mata mereka merah! Jalan mereka terhuyung-huyung! Mereka mengenakan ikat kepala yang sama seperti dahulu. Menutup jendela yang engselnya hampir terlepas itu. “Selamat tinggal. Tiba-tiba. Aku tahu. Juga salawaku yang telah ditempanya beberapa hari lalu. Nyaris pecah. Aku yakin. Di daerah ini. Perlahan sekali kudengar guyuran air. Cinta terkepung. gadis itu pasti sedang membersihkan dirinya. Lalu dari mulut mereka ke luar berbagai makian.ha. belum jauh ia berlari. bila akan berjihad. Memekik-mekik.” lirihnya. Menggigil ngilu..ha. Ia bergegas ke kamar mandi. Itu adalah Panggilan Agung yang menggetarkan segenap alam. Mereka membawa berbagai senjata di tangan. Para pengecut itu menyerang Cinta! Mengamuk! Mereka bakalai! Nona manise sempat terjatuh dan diinjak-injak! Biadab! Marahku menjalar. Kian lama mereka semakin banyak. Berjalan sambil mengacung-acungkan senjata! Mencorat-coret tembok rumah yang masih berdiri tegak dengan segala hujatan. sejak masa Pattimura. “Allaaaaahu Akbar!” teriak Cinta. Sekali lagi ditatapnya rumah kenangan yang sebagian telah hancur diterjang bom rakitan. Sementara itu suara gemuruh para monster terdengar semakin dekat. “Mereka menyerang lagi!”teriak Cinta. Aku dapat merasakan dadanya menggelegak. “Allaaaaahu Akbarrr!” ulangnya berkali-kali. Mengganas! Sekonyong-konyong monster-monster itu berpentalan. Kali ini kuangkat tubuh Cinta. Mereka berteriak-teriak kasar. Cinta! Kulihat ia berdiri. Suara tiang listrik yang dipukul. Cinta bergegas ke luar rumah. Aku berputar-putar. terdengar lagi. Sekuat tenaga aku meliuk-liuk di udara. “Allahu ma’i! Allahu ma’ii!”katanya berkali-kali. Nona terdesak. Mengerikan. di hadapannya tampak puluhan monster menyeringai. Bergabung dengan yang lain. mengayun-ayunkan tombaknya ke sana kemari. Terus berputarputar. Semakin keras. Meniup sekuat-kuatnya. atau menghancurkannya! Cinta berlari. Cinta mengangkat tombaknya. “Monster-monster itu telah kembali!” Kegeraman seakan membungkus keberanian gadis itu berlapis-lapis. Terkadang monster-monster itu tanpa malu memanggil-manggil Tete Manis. Aku tak sudi membiarkan mereka begitu saja. Aku bertiup lagi. Mereka datang dari berbagai arah. Merah dan ungu! “Hua. Membawa tombak di tangannya. Memanas. ia akan pergi ke masjid itu.

Tak akan. cerita nasehat. kataku sendiri. Aku mengangguk. Semilir. Kutiup anak panah itu. Ya. Ah. saat masjid raya diserang. Jilbabnya berkibar..” Aku bertiup pelan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Nona masih memejamkan mata. Nona menengadah ke langit. “Beta cinta Allah dan RasulNya. “Allahu Akbar.” katanya lagi. hingga kembali kepada si pemanah. setelah sekian lama. “Dan kini Kau kirim tentaramu yang lain.” sambung gadis itu. Lembut. Panah-panah itu mengejar mereka. Mereka berteriak-teriak histeris. Sebab Cinta. Aku tahu. Sepi. cerita teladan ( 355 ). “Benar Ustad Abdul Aziz. Tetapi tak ada yang sudi pergi dari tanah ini. sagure: minuman keras salawaku: tameng bakalai: berkelahi kusu-kusu: alang-alang 6 Februari 2001  erva kurniawan 1:29 am pada 15 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Mereka masih memanah tanpa henti. sampai kapan pun. Engkau telah mengirimkan tentaramu. Ketakutan. akan bangkit menghadapi. Aku meliuk-liuk. kala bercerita Kau mengirimkan ribuan malaikat. kisah islami ( 268 ). Juga tanah ini. “Angin.” bisik Nona. Karena itu aku selalu memanggilmu Cinta. Tak ada suara apa pun.Orang-orang berikat kepala ungu memanah Cinta dengan panah api. Matanya basah.” Aku kembali melihat lesung pipit itu di tempatnya. Semua lintang pukang! Aku menurunkan Cinta dengan lembut. kisah teladan ( 352 ). Dari balik kota yang sekarat. Menyapa kusu-kusu yang membisu di tepi jalan. sebab angin dan semua. Demi Allah! *** Daftar Istilah : beta: aku seng: tidak nona: gadis kalewang: parang panjang pisang meja: pisang Ambon ose: kamu katong: kami arumbai: perahu/kapal besar kole-kole: perahu kecil bajuang: berjuang bagia: kue sagu kering oto: mobil tete manis: tuhan (non muslim) pi: pergi lenso: saputangan manangis: menangis sopi. Darah masih mengucur deras dari kedua lengan dan kakinya. monster-monster itu mungkin akan kembali. Hanya desiranku. Menggemuruh. mentari merambat naik pelan-pelan.

Ketuaan sajadah itu bisa dilihat dari warnanya yang sudah kusam dan susunan serat kainnya yang sudah rapuh sehingga bolong-bolong. Ayah memang sedang miskin. Konon. “Kenapa kamu yang malu? Padahal. Orangtua memang harus kolot. Meskipun demikian. karena Ayah . karena bisa tetap melaksanakan shalat dengan sajadah tua ini.Sajadah Tua Milik Ibu Cerpen oleh: Maria Magdalena Bhoemomo Sajadah milik Ibu sudah tua.” ujarku dengan kesal. dan satu-satunya barang berharga yang bisa digunakan untuk mas kawin adalah sajadah tua itu. “Aku sangat malu kalau sajadah lua yang sudah layak dibuang ke tong sampah itu tetap Ibu gunakan untuk shalat di masjid. yang sudah cukup makmur karena berpenghasiian cukup tinggi sebagai anggota legislatif. sehabis digunakan untuk shalat. di dalam lemari pakaiannya. ketika melihat Ibu pulang dari masjid selepas maghrib. tak punya uang.” “Apa katamu? Justru Ibu bersyukur. Bahkan lebih tua dibanding umurku yang kini sudah berkepala tiga. sajadah tua itu merupakan mas kawin yang diberikan oleh Ayah (sekarang almarhum) ketika menikahi Ibu. Sebagai anak semata wayang. sajadah tua itu bukan dibeli oleh Ayah. melainkan merupakan hadiah istimewa dari Ustadz Basyir. Ibu tetap selaiu melakukan shalat dengan menggunakan sajadah tua itu. Dan konon pula.” Aku ingin berdebat lagi. Ibu tidak malu. aku sangat malu melihat Ibu mengikuti shalat berjamaah di masjid dengan memakai sajadah tuanya itu. Sudah berkali-kali aku memprotesnya. maklumlah.” “Ibu kolot!” “Ya. banyak serpihan serat kainnya berguguran. agar membuang atau membakar sajadah luanya itu. Tapi Ibu tak pernah menggubris protesku. Tapi rasanya percuma saja berdebat dengan Ibu yang sudah terlanjur menyukai sajadah tuanya itu.” “Ibu tidak mau bersyukur. Jika dikebat-kebatkan. Padahal. Lalu aku teringat riwayat sajadah tua itu. Dan konon. Ayah mendapat hadiah istimewa berupa sajadah tua itu dari Ustad Basyir. Dan Ibu akan selalu memakai sajadah tua ini setiap melakukan shalat di mana pun. ada lima lembar sajadah lain yang bagus-bagus.

aku pasti kasihan jika melihat Ibu bersedih gara-gara kehilangan sajadah tuanya itu. Pikiranku rasanya tegang. aku memang harus mencurinya. Istriku juga sudah tidur bersama anak-anak. Dengan sikap tenang. jendelanya kubuka lebar-lebar. karena tetap merisaukan sajadah tua milik Ibu yang tetap selalu dipakainya untuk shalat di masjid. khususnya kepada Ibu dan istriku. Aku tidak akan mengaku telah mencuri sajadah tua itu kepada siapa pun. aku yakin. . Dan aku kemudian tidur bersama istri dan anak-anak. semuanya sudah terlanjur. Begitulah. Aku merasa sangat bersalah dan menyesal. Begitulah. “Cepat keluar. Seandainya sajadah tua itu hanya dipakai untuk shalat di rumah. maling terkutuk?!” teriak Ibu berulang-ulang sambil menangis. Aku sangat takut.” perintah istriku dengan wajah panik. Segera kuangkat Ibu untuk kubaringkan di atas ranjangnya.” Dadaku berdebar-debar mendengar kutukan Ibu yang diulang-ulang itu. agar mengesankan ada maling betulan yang telah memasuki kamarnya dan kemudian mencuri sajadah tuanya itu. jika aku mengaku telah mencuri sajadah tua itu. Tapi.berhasil menghapal 30 juz Al-Qur’an dalam usia 20 tahun. sangat pelan. Tiba-tiba aku mendapat gagasan jahat: Mencuri. Ayah memang menjadi santri di pondok milik Ustadz Basyir untuk belajar menghapal Al-Qur’an. Maling terkutuk. Dan menjelang waktu subuh. istriku kemudian menatap jendela yang terbuka lebar-lebar itu. karena telah menjadi maling yang mencuri sajadah tua milik Ibu itu. Malam semakin larut. Dan setelah melihat Ibu nampak habis terserang stroke. langkahku bersijingkat. dan bibirnya bergerak-gerak membisikkan kata-kata kutukan: “Maling terkutuk. Aku tidak mau menanggung malu terus menerus gara-gara Ibu selalu memakai sajadah tuanya itu untuk shalat di masjid. Istriku menyusulku ke kamar Ibu. Ibu sudah tidur. Aku masih dihinggapi perasaan iba dan khawatir. Ya. Maling terkutuk. Tidak. lalu membuang atau membakar sajadah tua itu. Dan tanpa berpikir panjang lagi. Dan aku tidak ingin Ibu kemudian jatuh sakit karena terus menerus bersedih. Sebagaimana maling. semasa mudanya. maka Ibu akan menuntutku agar mengembalikannya dan kemudian Ibu kembali akan memakainya untuk shalat sebagaimana biasanya. “Maling sial! Maling terkutuk! Kenapa sajadah tua yang tidak mungkin bisa dijual harus kamu curi. *** MALAM itu sudah larut. Tapi. Mata Ibu berbuka lebar-lebar. Sebab. aku beranjak ke kamar ibu. seperti biasanya Ibu bangun tidur dan langsung mandi serta berwudhu sebelum kemudian berangkat ke masjid untuk mengikuti shalat subuh berjamaah. mungkin tidak akan merisaukanku. Ya. Mas. Mungkin ada maling yang telah memasuki kamar Ibu. sajadah tua milik Ibu kemudian kusembunyikan di dalam almari buku di ruang kerjaku. jika kutukan Ibu dikabulkan oleh Tuhan. ketika masuk dan kemudian keluar dari kamar Ibu dengan membawa sajadah tua itu. Aku tidak tega jika langsung membuang atau membakarnya. Tapi aku masih saja duduk termenung di ruang kerjaku. Dan aku sangat terkejut ketika melihat Ibu tergeletak lemas di lantai kamar. agar Ibu bersedia memakai sajadahnya yang lain yang bagus-bagus. Aku dan istriku tersentak bangun. segera aku memasuki kamar Ibu dan mencuri sajadah tuanya itu. sebelum aku keluar dari kamar Ibu.

aku dikenal bersih dan anti korupsi.” gerutu istriku menjelang tidur. Mula-mula. bisa menjadi kenyataan. konon. “Sudahlah. aku semakin ketakutan. Bukankah Ibu masih punya lima sajadah yang bagus-bagus?” hibur istriku. Tapi untuk selanjutnya. Begitulah.” tutur rekanku yang lain. Mas. “Doakan saja semoga malingnya bertobat.” ujarku. Konon. tetap saja terbaring. Lupakan saja sajadah tua yang telah dicuri oleh maling itu. Ibu tidak membutuhkan sajadah lagi. Aku takut jika kutukan Ibu menimpa diriku. melakukan korupsi memang sangat merisaukan hati. Tapi. karena menderita lumpuh. Bu. aku jadi repot sekali merawat Ibu. Sebab. Ibu kemudian tidak membisikkan lagi kalimat kutukan. Bahkan. “Ya.“Pasti malingnya masuk lewat jendela itu.” “Tapi aneh rasanya. mungkin saja. Dan aku mendengarnya dengan hati yang semakin berdebardebar. Ibu masih saja membisikkan kalimat kutukan terhadap maling yang telah mencuri sajadah tuanya. kemudian aku direkrut masuk partai kemudian berhasil duduk sebagai anggota legislatif. kutukan seorang Ibu.” hiburku. setiap melakukan shalat. Istriku ikut-ikutan mengutuk maling yang telah mencuri sajadah tua milik Ibu. maka perasaan risau itu dengan sendirinya akan sirna. beberapa rekanku yang gemar melakukan korupsi suka membujukku agar ikut-ikutan melakukan korupsi. jika kita melihat kenyataan yang ada. Dan hasil korupsi itu kemudian kugunakan untuk membeli mobil mewah. Bu. menjadi orang jujur bisa justru ajur. ada maling kok sudi mencuri sajadah tua yang pasti tidak akan bisa dijual. Dan menjadi orang bersih bisa justru tersisih!” ujar rekanku. gara-gara aku menjadi tokoh reformasi yang sering lantang menentang korupsi. Tapi. aku mencoba ikut-ikutan melakukan korupsi dana proyek rehabilitasi jalan-jalan dan jembatan yang sengaja digelembungkan. Mendengar istriku mengutuk maling yang sebenarnya adalah diriku. Dengan demikian. “Pada masa kini. Sebaiknya Ibu mengikhlaskannya dan memaafkan malingnya.” tebak istriku. juga istri. betapa korupsi adalah sesuatu yang wajar. Ibu tidak bisa bangkit lagi. *** SEBAGAI anggota legislatif dari partai reformis.” lanjut istriku dengan kening berkerut. karena shalatnya dilakukan sambil berbaring. . “Gara-gara maling sial dan terkutuk itu. Lalu. dan kemudian rajin melakukan shalat dengan menggunakan sajadah tua yang dicurinya itu. ingin mendapatkan jimat. setelah aku menjadi maling yang mencuri sajadah tua milik Ibu. agar Ibu mendapat banyak bahala. sajadah tua memang bisa digunakan untuk jimat. dengan lembut aku dan istriku menghibur Ibu. “Pada mulanya. yang membuat Ibu jatuh sakit dan menderita kelumpuhan permanen itu. “Mungkin malingnya punya tujuan khusus. Misalnya.

“Oh. istriku pun semakin gemar berbelanja mewah dan mencoba memasak berbagai menu sesuai dengan resep-resep terbaru yang dimuat di majalah-majalah. Dan hasilnya ternyata positif: Aku telah tertular virus mematikan itu. “Ini hadiah istimewa dari Pak Gubernur. Jelek-jelek begini. karena sudah lama aku tidak mengajaknya bercinta. “Kamu sudah bosan denganku. karena aku terus menerus sibuk dan capek. Mas?” tanya istriku ketika aku pulang membawa mobil mewah tipe terbaru yang harganya hampir satu milyar rupiah itu. *** SEBAGAI pengidap AIDS. Aku kira kamu sudah mulai suka melakukan korupsi. “Cewek itu pasti pelacur profesional yang menderita penyakit kelamin kronis. dan hasilnya kugunakan untuk berfoya-foya di tempat-tempat hiburan. menyesal. Siapa tahu. jangan suka berprasangka buruk.” jawabku berbohong. selalu aku pamit hendak mengikuti rapat tertutup.” kata dokter. Lalu segera aku berobat ke dokter.” Dan sejak punya mobil mewah. istriku sudah punya dua orang pembantu di rumah.” “Eh. begitu. apalagi istriku berseloroh bahwa dia telah menyangsikan keperkasaanku. Istriku nampak bersikap toleran.” Dengan sedih dan panik. aku merasa betapa hari kematianku sangat dekat. Semakin sering aku terlibat kasus korupsi. tapi juga AIDS. Sebaiknya Anda melakukan tes darah. Mungkin karena selalu risau. Dan sehabis bercinta dengan cewek cantik itu. Anda bukan hanya tertular kencing nanah. karena di tempat hiburan ada banyak cewek cantik yang siap menghiburku. dan putus asa. Lalu. aku kemudian menjalani tes darah. agar punya pengalaman mabuk. tiba-tiba aku gemar menghabiskan waktu di tempat-tempat hiburan. Konon. jangan-jangan kamu suka main serong atau bahkan punya simpanan?” “Memangnya aku ini orang yang bias santai? Maklumlah.” tukasku. . Mula-mula. maka aku pun kemudian mencoba mengajak tidur seorang cewek cantik yang mengaku masih kuliah itu. aku mencoba mencicipi minuman keras. Ya. Aku sangat marah. semata-mata karena aku sayang kepada keluarga. aku ini anggota legislatif. dengan mabuk seseorang bisa mengusir rasa risau di hatinya. setiap kali aku pergi ke tempat-tempat hiburan atau bercinta dengan pelacur di hotel. yang selalu sibuk dan capek setiap hari. tiba-tiba kelaminku sangat gatal dan panas. Maka aku pantang menolak. Perilakuku semakin buruk. istriku benar-benar bergairah dan memaksaku bercinta. Aku tidak ingin istriku tertular penyakit AIDS. malam itu. Suatu malam. Sedangkan untuk merawat Ibu sehari-hari. Namun. “Anda terkecoh. istriku memprotesku. Dan sebagai istri anggota legislatif.“Uang dari mana yang kamu gunakan untuk membeli mobil mewah ini. aku tetap punya moral dan sejak dulu dikenal sebagai tokoh reformis yang anti korupsi. Mas. ya? Atau. Dan istriku selalu mempercayai kata-kalaku. karena telah mendapatkan semua gajiku perbulan yang cukup besar. karena aku dan rekan-rekan telah berhasil mengesahkan undang-undang baru yang sangat menguntungkan pihak eksekutif. Dan jika aku tidak pernah lagi mengajaknya bercinta. maka aku membutuhkan hiburan.

Rupanya ada telepon dari rumah sakit tempat istriku dirawat. istriku positif dinyatakan mengidap AIDS. “Istri Anda telah diambil oleh Tuhan. Tapi aku berusaha untuk tetap tegar dan tetap menjalankan tugas-tugasku sebagai anggota legislatif.Dan setelah bercinta denganku. Ibu langsung bangkit dan tidak lumpuh lagi. sebelum kemudian bergegas mengambil wudhu dan melakukan sujud syukur dengan menggunakan sajadah tuanya itu. Kamu tega menularkan penyakit AIDS kepadaku. mirip karantina. Aku sangat iba dan ikut-ikutan menangis. Dan untuk selanjutnya. Aku sangat yakin.” Dengan terpaksa. kecuali aku dan anak-anak. Dan ketika melesat melewati tikungan yang cukup ramai. Aku masih sadar. istriku menderita flu berat. begitu melihat sajadah tuanya. Dengan mobil mewah. Dan kamu harus minta maaf kepadanya. aku segera mengambil sajadah tua yang kusimpan di lemari buku di ruang kerjaku. meski aku telah mati. Tubuhku juga semakin lemah dan kurus. mobilku lerlalu kencang berlari. Segera ibu menciumi sajadah tuanya itu. aku pergi dan pulang kerja. segera aku pergi ke hotel dan bercinta dengan pelacur cantik. ada tulisan singkat: Seorang anggota dewan legislatif mengalami kecelakaan tragis. istriku tidak kunjung sembuh. Istriku ditempatkan di kamar khusus. Kamu kejam. Aku tetap duduk di belakang setir yang menjepit dadaku. . tiba-tiba HP-ku berdering. betapa esok pasti koran-koran memuat di halaman pertama gambar mobilku yang terbakar bersama diriku yang telah hangus. aku segera melarikan mobilku kencang-kencang menuju rumah sakit. Mobilku telah ringsek.” Istriku menangis dan meratap-ratap. Padahal. ketika aku sedang bercinta dengan pelacur cantik di hotel. Ibu kembali melakukan shalat lima waktu di masjid dengan sajadah tuanya itu. Dan hasilnya. Kamu telah berkhianat. Lalu segera kuberikan sajadah tua itu kepada Ibu. “Di mana sajadah tua itu sekarang. Kukatakan bahwa nasibku yang sial mungkin karena dikutuk oleh Ibu. Lalu dokter memintanya untuk menjalani tes darah. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Mas. sebelum kemudian membakar tubuhku. dan bisa melihat beberapa tukang becak mengumpat-umpat dan mengutukku sambil menyulut bensin yang tumpah di bawah mobilku. Aku pun masih bisa melihat api mulai berkobar membakar mobilku. Dan di bawannya. cepat serahkan kembali kepada Ibu. sebelum kemudian mobilku membentur keras-keras pagar jalan. Teriakan-teriakan umpatan dan kutukan para tukang becak sangat menakutkanku. Suatu malam. “Rupanya kamu telah berbohong kepadaku. “Kalau masih ada. Mas?” tanya istriku. Sementara itu. aku sangat letih dan setengah mabuk akibat minuman keras yang habis kureguk. karena kondisinya semakin memburuk. Sungguh ajaib. sehingga beberapa becak yang memadati jalan kutabrak dengan keras. Dan jika pikiranku sangat risau dan sedih. Dan setelah berobat ke dokter. istriku harus dirawat di rumah sakit dengan diperlakukan khusus sebagai pasien AIDS. Mas. gara-gara aku mencuri sajadah tua itu.” Dengan terburu-buru. Tidak ada pembesuk yang dibolehkan menemuinya. Bahkan. nasibku dan nasib istriku semakin buruk.

aku akan menjadi ayah dari anak-anak mereka. kalau ia kunikahi. cerita teladan ( 355 ). . Usianya sekitar empat puluh lima tahun. apakah istriku bersedia menerimanya? Dulu aku sudah berjanji pada istriku. Tapi. Aku berniat menikahi janda itu. izin share  erva kurniawan 1:44 am pada 12 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Ia memiliki empat orang anak yang masih sekolah. Kupikir. Kalau ia mendengar aku akan menikah lagi. kisah teladan ( 352 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Menikah Lagi Cerpen Oleh Zaenal Radar T. Menjadi penunjang ekonomi keluarganya.*** Dari Sahabat • hilmi 2:18 pm pada 18 Maret 2011 Permalink nice story. menjadi istri yang dimadu? Perempuan janda yang akan kunikahi itu tidak terlalu cantik. apakah Ia sudi menjalaninya. cerita nasehat. Kehidupan keluarganya selalu kekurangan karena penghasilan yang tidak memadai. bahwa kami akan setia sehidup semati. kisah islami ( 268 ). Sehari-harinya perempuan itu menjadi pelayan di sebuah rumah makan.

bukan itu. yah! Ceritanya diterusin!” “lya. “Ada apa sih. jangan dulu marah pada ayah. Saya sendiri sangat bersedia menjadi istri mas. Dan anak-anak kelihatannya senang menerima kehadiran mas. Perempuan yang masih sangat kelihatan cantik itu tampak bangga melihat putra bontotnya kritis begitu. menjelaskan pada mereka bahwa aku akan menikah lagi! Suatu sore seluruh keluargaku kukumpulkan di ruang tengah. Hal itu membuat istriku tersenyum. anakanak mungkin lebih bisa diatur. Yang dua SMP dan satu lagi masih SMP. mungkin kita akan berangkat umroh ke tanah suci sekeluarga untuk yang kedua kali?” “Bukan. Begini anak-anak. “Mas harus pikir masak-masak. Ketika berada di rumahnya. MungKin mereka ingin memiliki ayah. bagaimana dengan keluarga mas sendiri?” Pertanyaan itu tak bisa kujawab. Yang tertua kelas tiga SMA. Senyumnya tak lagi terlihat. jadi ikut-ikutan bingung. “Ayo dong. Baiknya aku berterus terang saja. Aku sendiri belum tahu apa reaksi keluargaku bila mendengar aku akan menikah lagi. Apakah hal itu sebaiknya kurahasiakan? Aku tidak mau berbohong pada istri dan anak-anakku. Ayah akan menceritakan…” Tiba-tiba aku berubah pikiran. mengapa aku mengumpulkan mereka.” . pasti suatu saat akan tercium juga. akan ayah lanjutkan. anakku yang paling kecil. Seadainya ditutup-tutupi. seperti temantemannya. Setelah kutimbang-timbang. Kamu dengar dulu cerita ayah. Mengapa tidak lebih baik kuceritakan pada istriku saja? Kalau istriku setuju. ayah jadi ragu begitu?” sosor Arman. Istri dan anak-anakku tampak bertanyatanya. Juga istriku. Nada. Aku tidak mau memberi contoh yang tidak baik pada mereka. “Lho?! Kok. “Baik. “Nanti saja akan ayah ceritakan setelah kalian pulang dari rumah nenek. Besok kalian akan ayah titipkan di rumah nenek. Istriku masih tersenyum-senyum. Tentu biaya yang ditanggung itu cukup berat bagi seorang perempuan tak bersuami yang tidak memiliki karir bagus dalam pekerjaannya. Atau mungkin juga mereka berfikir akan mendapatkan kejutan. menjadi ayah anak-anaknya. Karena ayah dan ibu punya urusan yang sangat penting!” “Maksud ayah apa?!” lagi-lagi Arman menyela. kusampaikan maksud kedatanganku. Keempat anaknya menerima kedatanganku dengan baik. Dan ketiga anakku yang lain semakin bingung. rasanya tak baik menceritakan hal ini pada seluruh keluargaku.Aku sudah lima kali berkunjung ke rumahnya. yah? Ayah mau membawa kami keliling Bandung lagi? Atau. Mereka terlihat penasaran pada cerita yang akan kusampaikan. ayah ini gimana sih? Katanya mau cerita??” Kupandangi keempat anakku. Dan kalian semua. Seperti ada sesuatu yang sangat penting. Tapi. bahwa aku akan menikahinya.

Kalau masih ada yang kurang dari ibu. Nampaknya perempuan cantik yang sangat kusayangi ini sudah mengetahui maksud pembicaraanku. Kita memang sudah cukup banyak beramal. Tapi ayah khawatir anakanak tidak siap menerimanya. ayah dan ibu pernah bersumpah sehidup semati…” Tiba-tiba kulihat airmata istriku berair. Dan yang dimaksud kurang bagi ayah adalah…” Kali ini istriku tak lagi tersenyum. barangkali karena keterbatasan ibu sebagai manusia biasa. yang tak luput dari kekurangan. ayah terus terang saja. Dan seandainya istriku menahan amarahnya demi menjaga nama baiknya di depan anak-anak. demi anak-anak. Dan ayah pikir. Ibu mereka membujuk agar mereka mau mengerti. “Selama ini ayah telah bekerja keras demi ibu. terkejut. Air mukanya seperti orang berharap-harap cemas.” Istriku menatapku. Hiks… yang selama ini telah kita rawat dengan baik. dengan tak lupa menyunggingkan senyumnya. Selama ini ibu merasa sudah menjadi ibu yang baik bagi ayah. yakni agar menjaga kemungkinan yang tidak mengenakkan terjadi. Senyumnya masih tersisa. Aha. ayah…!” Semua anak-anakku protes. sehingga istriku tidak terlalu terkejut. Aku yakin istriku akan terkejut mendengar pengakuanku nanti.” “Maaf bu. tadi siang sebenarnya ayah ingin bercerita di depan anak-anak. aku akan berterus terang pada istriku. terkejut biasa-biasa saja…? Apa ada? “Begini bu. setelah mendengar apa yang akan kusampaikan nanti. ayah jadi tak enak mengutarakan ini… Sebab. Dan aku tak mau ia akan terkejut dengan main-main. “Namun ayah merasa masih ada sesuatu yang kurang. Ayah ingin hidup kita bahagia. khawatir akan menyebabkan kekacauan pada diri mereka nantinya. Aku ingin tahu tanggapan istriku sejujurnya. atau terkejut sekali! Aku ingin ia terkejut biasa-biasa saja. Ya. “Kalau ibu merasa bersalah… hiks… maafkan ibu… Tapi… jangan terlantarkan anak-anak kita…. sampai akhir hayat…” Istriku mengangguk. Kalau tiba-tiba istriku mengamuk di depan anak-anak. ini juga tidak baik. Ia mulai terisak. juga bagi lingkungan. Menunggu sebuah keputusan yang tak bisa diterkanya. saat anak-anak kutitipkan di rumah nenek mereka. juga demi persiapan kebutuhan kita kelak. bagi keluarga besar kita. Mengapa hal ini kulakukan tidak di depan anak-anak.“Yaa. begitu rileksnya. bagi anak-anak. “Ibu rasa…. Aku melihat ia menghela napas perlahan. Ibu cuma minta… kejujuran ayah… apa yang menyebabkan hal ini tejadi…” . paling beralasan. mereka belum mengerti pada hal-hal yang akan ayah ceritakan. paling masuk akal. paling bisa diterima. Malam itu. Kita tak pernah lupa menyisihkan bagian harta kita untuk yayasan anak-anak yatim dan panti jompo. Setiap tahun kita pun tak pernah berhenti mengundang orang-orang tidak mampu untuk diberikan sedekah. Apakah ia bersedia bila aku menikah lagi? Aku mesti mencari kalimat yang paling enak.

Aku sungguh beruntung telah mengungsikan anak-anak ke rumah nenek. Aku mengejarnya. kami berpura-pura mesra. lalu berlari ke kamarnya. Huh. Pagi-pagi sekali. Namun tak berhasil menangkapnya karena ia telah mengunci pintu kamar dari dalam.Isak itu semakin menjadi-jadi. Semalaman ini istriku mengunci diri di dalam kamar. “Ssst…Bu…” ”Ayah…tak usah…memberikan alasan macam-macam…! Tak perlu… bicara panjang lebar…! Hanya akan membuat sakit hati ibu! Hiks…Kalau ayah… hendak menceraikan ibu… ibu akan menerimanya dengan lapang dada…! Biarkan anak-anak ibu rawat. . Kuceritakan dengan jujur bagaimana perempuan yang hendak kunikahi itu. Di depan anak-anak. istriku ke kamarnya mengunci diri. aku tak akan mampu menjelaskan pada anak-anak mengapa ibu mereka menangis.. tapi ia mengelak. pintu kamarnya lupa terkunci. dengar dulu…” “Kalau ayah sudah tak sayang padaku. Aku bingung bagaimana menjelaskannya. atau yang terbesar mungkin sedang mampir di rumah salah satu temannya. Selama seminggu aku dan istriku berdiam-diam. sambil tubuhnya terguncang-guncang karena isak tangis. ketika suara azan subuh terdengar. aku sudah melihat istriku tengah bersujud. “Bu. Di sana.. Kami bicara seperlunya saja. baru kali ini ia begitu.. Menghelanya sambil menggelengkan kepala. Aku merengkuh tubuhnya. Ia sudah termakan oleh perasannya sendiri. “Bu. saat aku pulang kantor. ceraikan saja yah… ceraikan saja…” Istriku menangis. dan aku tak bisa tidur di ruang tengah. Padahal anak-anak belum pulang karena tes tambahan.! Dan ayah bisa pergi dengan perempuan lain yang menjadi pilihan ayah…!” “Bu… dengar dulu…” Tangis istriku makin menjadi-jadi. Seminggu ini aku memang kehilangan konsentrasi mengurus anak-anak.. aku beranjak ke kamar mandi. Aku mengambil wudhu lalu melangkah ke ruang sembahyang. tapi isaknya masih sesekali terdengar. “Bagaimana Bu? Apakah ibu mau menerimanya??!” Istriku menarik nafas dengan berat. Sebab kalau tidak. Namun suatu sore. “Bu…?!” Istriku tetap diam. “Bu. dengar ya…” Aku ceritakan tentang seorang janda yang memiliki empat anak yang masih sangat membutuhkan seorang ayah. siapa yang mau menceraikan ibu?!” Istriku diam. Namun selepas anak-anak keluar rumah.

Dan nampaknya semua itu tak mungkin aku lakukan. aku bagai orang asing. Kalau pun pernah. Tapi kini. Rupanya. aku tak mau kehilangan istriku. ia masih belum tidur. Inilah mungkin hukuman bagi orang yang bersalah. aku juga berharap mendapat kasih sayangnya. seolah tak mau memotong kata-kataku. Sejujurnya kuakui. Menarik kembali sayap istriku yang mungkin hendak terbang meninggalkanku! Biar bagaimanapun. Aku dan dia telah berjanji sahidup semati. Istriku sepetri biasanya. Ketika kutanya. Ayah lelaki yang tak mensyukuri karunia Tuhan…” Aku berhenti. aku tidak menemukan istriku. Kami tak mungkin bisa dipisahkan. ia tak menyahut. Aku tak mau menyalahkannya. sudah seminggu kami berdiam-diam. Kesalahan harus kutumpahkan pada diriku sendiri. yang merasa terpenjara oleh perasaannya sendiri. maafkan kata-kata ayah tempo hari. aku meneteskan airmata kesedihan di depan istriku. Ia masih saja diam. “Bu. Aku tak mau mengorbankan keluarga hanya karena kepuasanku semata. Selain ingin menikahinya. Istriku seperti biasa. Selama ini kami tak pernah serius bertengkar. istriku sudah kembali ke rumah. sepertinya ia siap mendengar kata-kataku. Sebelum ini aku tak pernah mendapat kesempatan bicara padanya. terlihat begitu santai. memberikan konsentrasi penuh terhadapku. Ia memang perempuan yang sangat pandai menjaga perasan di depan anak-anak. masuk terlebih dahulu ke kamar. terlihat sangat ceria di depan anakanak. Ternyata tidak diaktifkan. Sebelum anak-anak pulang. Ayah memang lelaki tak tahu di untung. barangkali hatinya telah remuk. kecuali oleh ajal! Sore menjelang malam. keinginanku menikah dengan perempuan janda dengan empat orang anak itu bukan semata-mata rasa kasihan pada mereka. Setelah itu kuhubungi anak-anakku satu persatu. Ayah sungguh menyesal mengatakannya pada ibu. sekaligus bisa membantu keluarga perempuan itu. kami semua berkumpul. Padahal aku tahu. Lalu kuhubungi nomor telepon genggamnya. Tetapi kali ini ia tak menguncinya. Aku menyuruh mereka segera pulang. Ketika kubuka. Di kamarku sendiri. “Bu… maafkan ayah…” Baru kali ini.Di dalam kamar. Namun juga karena benih cinta yang secara tak sengaja bersemi di antara aku dan janda penunggu rumah makan itu. Namun aku tidak mau berperang dengan istriku sendiri. Tapi istriku tak menunjukkan perubahan sikap. sepanjang sejarah pernikahan kami. . Sebab aku harus menyelamatkan keluargaku. tak lebih dari dua jam kami akan akur kembali. Ia kudapati tengah membaca sebuah majalah. Sungguh perubahan yang sangat menggembirakan. Aku sangat beruntung menjadikannya sebagai istri. anak-anak berangkat tidur. “Bu…” Istriku melipat majalah. Tapi kali ini. genderang perang sudah berbunyi. Menjelang malam.

kulihat bola matanya basah. Anak-anak jangan sampai tahu. yah… jangan lagi bicarakan masalah ini. Dan ayah berjanji tak akan menikah lagi…” Istriku beranjak dari tempatnya. Tak lama kemudian kudengar dengkuran. Nampaknya mereka memang memerlukan seorang lelaki untuk menjadi pelindung mereka…” “Kalau sekiranya ayah bersungguh-sungguh mau membantu mereka. aku di sebelahnya. Ibu hanya perlu menenangkan diri agar perasaan sakit yang ibu rasakan tak terlihat oleh orang lain.. apalagi oleh anak-anak kita… Tadi siang ibu sudah mendatangi perempuan yang menjanda itu. kepalaku sudah berada di pangkuannya. Dan malam itu. lalu beringsut mematikan lampu kamar. Namun ketika kutatap wajahnya.. Selama ini ibu mengurung diri bukan bermaksud membenci ayah. ayah tak mau bercerai.. “Bu…” “Sudahlah. Demi Tuhan. aku tak berkutik di sampingnya. “Ayah… ibu juga minta maaf…” Sambil berkata begitu. Ia meluruskan tubuhnya di ranjang.. Tak sadar. • . Aku menjadi seperti anak kecil yang manja pada orang tuanya. Mari kita tidur…” Istriku menggeser tubuhnya. Menunjukkan kasih sayangnya.kata. Semuanya sudah jelas. ibu ikhlas melepas ayah… untuk menjadi kepala keluarga bagi mereka… Hanya saja. “Ibu minta maaf telah menyusahkan ayah.“Bu… maafkan bila ayah telah khilaf… Ayah tak mau kehilangan ibu. Dan kurasakan. meski kedua biji mata ini sulit sekali kupejamkan *** Dari Sahabat • nisa 3:43 pm pada 17 Maret 2011 Permalink sad story…. :( antara hancurnya hati seorang wanita dan ketabahannya. ga. dan terbersit rasa sayang ayah terhadap perempuan itu. bisa dijelaskan dgn kata. istriku masih tetap membelai-belai rambutku. lalu merapatkan tubuhnya ke dekatku.” Dengan teramat tegar kata-kata itu diucapkannya. ia membelai-belai rambutku. yang selama ini tak pernah hilang sejak kami menikah dulu. halusnya. dan bertemu dengan anak-anak mereka. biarkanlah hal ini menjadi rahasia kita berdua. Aku tak beranjak ke mana-mana.

Istriku cukup memahami situasi kegalauanku sehingga tidak banyak bertanya. cerita nasehat. Tiada terasa sampailah ke pedagang beras dan Istriku berujar: “Pak. Bagaimana tidak galau 10 hari lagi adalah waktunya hutang. cukup untuk hari ini” Tertegun dan sedih dalam hati “Ya Allah sampailah saatnya aku tidak sanggup membeli beras. antar ke pasar yuk. usai sholat Subuh. biar Allah saja yang mencukupkan” Akhir-akhir ini memang aku sangat sensitif karena sedang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan. sudah habis persediaan di rumah. cerita teladan ( 355 ). kita pulang saja. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Sedekah Dikembalikan Kontan Berlipat Pada pagi yang biasanya mendung itu. masih terlalu mahal. Istriku berucap perlahan seolah takut membuatku marah. aku teringat adik pengojeg yang memiliki 2 tanggungan sementara menanggung pula adik iparnya beserta 1 anak yatim masih harus membagi dua hasil ojegnya . aduuh rasanya harus bersyukur masih mudah merasakan keaslian ciptaanNya. Sepanjang-jalan ke pasar kami tidak banyak berbicara. mudah-mudahan beras di rumah cukup untuk beberapa hari ke depan.hutang pinjaman usaha ke Bank harus kami cicil kembali untuk pembayaran bulan ini dan luar biasa rekening bank sampai bisa bernilai nol karena dipotong pembayaran atomatis. Sementara pembayaran hasil usaha belum dibayar. daging. kisah teladan ( 352 ). kisah islami ( 268 ). ikan pasti sulit cari yang palsu. “Ya Allah lindungilah aku dan keluargaku dari tekanan hutang piutang” do’aku dalam hati. Ibu masih ada sedikit uang. “Pak. Sayur.rossi 10:57 am pada 26 Maret 2011 Permalink panjang n ber belit belit…  erva kurniawan 1:35 am pada 8 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). uang kita tidak cukup membeli beras. percuma menggerutu hasil operasi pasar. Seperti biasa di pasar kelompok basah tidak ada barang palsu. sudah terlambat tujuh bulan dan entah kapan serta bagaimana terealisasinya. sudah enam bulan dan entah sampai kapan. mudahkanlah kami ya Allah” Seminggu setelah itu. semua asli ciptaan Allah.

datang adik beserta istrinya yang ternyata sedang hamil 7 bulan untuk mengambil beras. Lebih cepat satu hari. Diawali sholat mutlak. ku harap hanya Allah saja yang memudahkan seluruh urusanku apapun bentuknya. Kalau dibandingkan secara matematis maka beras sedekah itu dibayar kontan oleh Allah sebesar 300 kali lipat. maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.5jam perjalanan. kejernihan hati dan fikiran. Sedangkan harta yang katanya milik kita. mudah-mudahan sudah ada pembayaran. Hari ini adalah saatnya pembayaran cicilan pinjaman bank. Terlintas pula tetangga tukang bangunan yang sedang tidak memiliki pekerjaan sementara Istrinya menjadi pembantu rumah tangga harian dengan 4 tanggungan anak. kupanjatkan pada Allah bahwa aku tidak mau menganiaya diri sendiri dengan menambah hutang. Keesokan malamnya dalam hujan setelah menempuh 1. Menjelang waktu Dhuha. pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah). Ya Allah Alhamdulillah dalam rekening sudah ada pembayaran hasil pekerjaan dan kami tidak perlu mencicil tapi karena ijin Allah dapat dilunasi semua. mudah-mudahan mendatangkan kebaikan bagi semua. Allah Maha Pengatur. Maha Suci Allah. ternyata belum…dug seperti dipukul palu untuk kesekian kalinya. Ternyata rejeki tidak hanya uang. lega berbuat sesuatu yang diperlukan orang lain.mudahan mendatangkan kebaikan bagi semua. mudah. Mereka pasti lebih sulit dari aku. Ya betul-betul harta untuk bekal kami sendiri bukan untuk diwariskan. kenikmatan beribadah dan beramal dan masih banyak lagi… semua adalah rejeki. kesehatan. tidak lebih. kembali hanya ada 1 rasa saat itu. sebenarnya bukan harta kita tapi harta warisan ahli waris kita…Astagfirullah jangan sampai kita sibuk mengurus harta ahli waris kita sementara kita lupa `bekal pulang harta’ kita sendiri. Selama ini mereka menerima raskin 5Kg/Bln/Jiwa. kami memiliki jalan lagi dari Allah untuk mengumpulkan harta bekal `pulang’ kami nanti. keselamatan. Bonus yang didapat karena Allah adalah membebaskan satu keluarga dari pinjaman rentenir dan memberikan satu keluarga lain sarana usaha. kami serahkan 1 karung saat Istrinya masih bekerja. Hanya ada 1 rasa saat itu. aku punya sedikit keleluasaan berhutang. kami hanya dapat melakukan Dhuha dan Istikharah saat itu. Setelah selesai tiba-tiba aku teringat bahwa masih ada jalan untuk membeli beras dibanding pengojeg dan tukang bangunan itu. Sepulang dari pasar kami langsung ke rumah tetangga tukang bangunan. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan” (QS 2: 245) Oleh: Tabuat Ahusan *** Dari Sahabat . bila kubelikan 3 karung beras dan 2 karung ku sedekahkan pada pengojeg dan tukang bangunan untuk memudahkan mereka. tetapi momen. Terlambat satu hari. lega berbuat sesuatu yang diperlukan orang lain. Hari itu kami berhutang kembali. dengan meminjam kembali ke Bank. Istriku menangis karena merasa terdesak.setiap hari dengan tetangganya. denda dan bunga bank cukup menyakitkan. “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah. Istriku menelepon bank. hanya untuk 3 karung beras dengan niat 2 karung sedekah ikhlas karena Allah SWT. rasa bergantungnya pada Allah akan terasa lain dan tidak dapat digambarkan dengan kata-kata.

tapi aku berusaha untuk tidak menggunakannya). Telat-telat juga. sebuah cemilan cekung berwarna merah yang terpampang di sudut kiri atas etalase sebuah warung kecil. mencari tempat-tempat yang menyediakan penganan ringan. karena dari ukuran bungkusannya pun juga kecil. “Yah. pukul 18. Hal ini disebabkan oleh terlambatnya kereta api ekspres jurusan serpong. telah mencuri hatiku untuk mendekatinya. memaksa mataku untuk memandang ke sekeliling stasiun. tangerang. dan aku pun menunggu kembali. kumpulan kisah teladan ( 284 ) ‘Pembalasan’ di Stasiun Kereta Api Oleh Denny Hermawan ** Senin. Budget-ku pada hari itu tinggal-lah ongkos untuk pulang ‘plus’ seribu-dua ribu yang dapat aku gunakan untuk jajan cemilan (walau aku juga membawa uang lebih untuk keperluanyanglain. “Eh ada keripik pedas tuh!”.” 18. sama seperti hari-hari biasanya.gak apa-lah. 45 WIB Tiga puluh delapan menit berlalu sudah dari yang seharusnya kereta api itu telah sampai di tempatku berdiri saat ini. Dan benar saja. Akhirakhir ini aku sedang berusaha untuk disiplin di dalam berbagai hal.dasar Indonesia..uangku terbatas nih. erva kurniawan 1:25 am pada 5 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Karenanya. cerita nasehat. 05. 48 WIB “Duhh… Lapar”. Ada kemungkinan sebagian besar penumpang telah terangkut di pemberangkatan sebelumnya. Pemandangan stasiun kali itu terllihat lebih lengang. 12 Maret 2007. hingga aku pun bergumam. Mana ada sih transportasi yang on-time. Kepulangan ku menuju rumah di bilangan bintaro. Aku yakin bahwa harganya pastilah tidak terlampau mahal. tidak ‘sesumpek’ biasanya. “Hmm. termasuk masalah pengeluaran uang. Beli apa ya?” Kebingunganku di dalam memilih makanan saat itu sebenarnya didasari oleh konsep hidupku. kisah islami ( 268 ). 18. cerita teladan ( 355 ). tiba-tiba saja desakan organ-organ lambungku yang sudah setengah hari ini belum mendapat suplai makanan. yang penting aku berpeluang mendapat duduk di kereta ekspres pemberangkatan terakhir itu… “. dengan . kisah teladan ( 352 ). Dukuh-Atas Hari itu. terpaksa tertunda. “Ah. aku mencoba mencari makanan dengan harga yang sesuai.

sekitar 2x waktu perjalanan menggunakan kereta api. Maka tak lama kemudian. barangkali penghasilan yang didapat masih lebih baik ditabung untuk keperluan di rumahnya ketimbang membeli makanan.alhamdulillah. “Hmm. Maka aku pun kembali melanjutkan aktivitas ngemilku. aku sudah tahu bahwa ada orang di sampingku. ia tidak menolak dan langsung menerima pemberianku. Bismillah… “ Ucapan basmalah mengiringi perpindahan ‘snack’ yang kubeli untuk keduakalinya itu. Kereta sedang dalam perbaikan AC. gak apa deh deh. Sebelum terduduk di kursi panjang tempatku bersantai saat itupun. 50 WIB “Kepada para penumpang kereta api ekspres jurusan serpong. menuju tadahan tangannya. walau konsekuensinya sih. Barangkali pada sore itu ia belum makan dan ini sangat mungkin sekali. Namun yang aku kritisi ialah aku tidak memperhatikan dengan jelas siapa orang itu. belum selesai ku keluarkan bisikan-bisikan kecilku. aku harus mengurangi budgetku hari esok dikarenakan telah digunakan hari ini. Hmm.”. Aku bukannya tidak tahu sama sekali akan kehadirannya. “Ahh. sekeping-dua keping keripik pedas dan beberapa seruputan air mineral perlahan mulai masuk ke dalam mulutku. sambil sesekali menengok kekiri dan kekanan. apakah memilih disiplin terhadap budgetku. ia terlihat kuyu dan agak lemas. Tapi. sekantong kecil keripik pedas ‘plus’ segelas air mineral telah berpindah ke tanganku.bagaimana ya?” Aku sempat bingung untuk melangkah. yang bila kutebak. keadaanya tidak lebih baik dariku (saat itu). aku tertegun pada sebuah sosok yang berada tidak jauh dari posisiku. aku harus keluar uang lagi dong. Karena untuk berpindah ke jenis kendaraan lain aku harus menggunakan jalur bis Blok M – Bintaro yang justru akan memakan waktu lebih lama lagi. bisikku pada diri sendiri.kalau aku membelikan untuknya. Subhanallah. Baginya. ini terlihat dari tangan kirinya yang memegang sapu bertangkai rendah. sekali lagi aku harus sabar menunggu. persis seperti apa yang kubeli beberapa saat yang lalu. Jadikan makan itu barakah baginya ya Allah… “. “Tetap sepi”.” Sebuah pengumuman keras melalui speaker stasiun mengusik keasyikan prosesi ‘ngemil’ yang sedang kujalani.nikmatnya “ 18. persis seperti apa yang kubeli sebelumnya di warung yang tidak jauh posisi dudukku saat itu. Ia adalah seorang penyapu kereta. terduduk dan tertunduk sambil memainkan kaki tanpa alasnya di atas aspal statisiun. Kami mohon maaf atas keterlambatan ini dan kepada para penumpang diharap untuk bersabar. Namun sebelum aku bertindak. atau memberi kepada tukang sapu kereta itu. Seorang remaja tanggung dengan usia sekitar 10-12 tahun. Setelah mengucapkan terima kasih. di informasikan bahwa kereta api masih terhambat di stasiun manggarai. dan lagi aku hanya asyik makan dan minum sendiri sementara disebelahku ada orang lain. “Wah. Seribu lima ratus memang bukan uang yang terlalu besar sih. “Ahh. rasa haru dan suka menyeruak di . ia memulai untuk mencoba menikmati rezeki Allah sore itu. Namun pada akhirnya aku tak kuasa menahan gerak tangan kananku. Tangan kanan dan mulutnya sibuk berkoordinasi antara mengambil dan menyantap penganan keripik dan air mineral itu. sebuah keraguan datang menghampiri. aku kan sudah janji untuk disiplin dengan budget harian ku. Ya. sambil…. “Hmm asyik juga untuk merenung nih. sambil sesekali tangannya menyeka keringat yang mulai mengucur membasuhi kening dan mukanya. yang sepertinya ia masih dapat menahan rasa laparnya Dan akupun bermaksud mengambil kembali penganan. Persis seperti yang kukira. Dengan sehelai baju tipis dan celana pendek selutut yang melekat di tubuhnya.berbekal uang Rp 1500. yang sejurus kemudian telah memegang sekantong keripik pedas dan air mineral. berayun dan berhimpitan didalamnya disebabkan oleh gencarnya gigi dan lidah-ku mencengkramnya. untuk diberikan kepada pemuda tanggung itu. sekedar melihat suasana sekeliling. Toh gak setiap saat aku mendapatkan kesempatan memberi ‘sesuatu’ pada orang-orang sepertinya.

keterkejutan di hatiku menggumpal begitu saja tatkala mendengar kabar yang baru saja masuk ke telingaku. “Apa… Apa maksud pengumuman tadi? Apakah pemberangkatan di batalkan. Dan bagiku itu tidak terlalu bermasalah. Aku memiliki alasan untuk bersikap demikian. dan terjadi saat itu juga… Tanpa pernah aku menduganya. perjalanan menggunakan kereta ekonomi dimalam hari memang menjadi pertimbangan khusus bagiku. Dan yang kedua. kesan dan makna itu juga dapat melekat & mengilhami kepada para pembaca. atau ada pergantian jenis kereta? Tapi kalau harus naik kereta ekonomi. Pertama. setahuku memang ada 1 pemberangkatan kereta ekonomi jurusan serpong.aku. pinjaman yang baik (menafkahkah hartanya di jalan Allah).hatiku.) maka aku masih mendapatkan Rp 5. sembari berusaha mempercayai apa yang baru saja terjadi. “Ya Allah pembalasanMu Engkau realisasikan saat itu juga. lebih pada hal ‘keamanan’. “Subhanallah… Allahu Akbar… “. sejujurnya aku tak pernah berpikir sampai sejauh itu. perubahan tarif kereta ekspres menuju ekonomi menghasilkan selisih Rp 6.” Sekali lagi. anda dipersilahkan menukar karcis kereta ekspres anda dengan karcis kereta ekonomi. mengingat perjalanan menuju rumahku hanya memakan waktu sekitar 40-60 menit. Namun begitu. aku UNTUNG! kalau dihitung dari angka. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan” (QS 2: 245) *** Eramuslim. aku kembali tertegun membayangkan semua ini. walau tanpa fasilitas AC. maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Jadi bapak dan penumpang lainnya kami kenakan tarif kereta ekonomi untuk pemberangkatan kali ini” “Hah. namun kali ini dengan sedikit kernyitan didahi. 52 WIB “Diberitahukan kepada para calon penumpang kereta api serpong ekspres. Terima kasih ya Allah… Alhamdulillah hirabbil ‘alamiin. ACnya belum bisa diperbaiki. ini adalah pertamakalinya aku bisa menaiki kereta ekspres dengan tarif ekonomi.500. bukan begitu. Engkau balas berlipat-lipat. kereta tersebut masih bisa dijalankan. 45.” Malam itu menjadi malam yang berkesan dan bermakna bagiku.com . aku. ini yang menjadi ketakjubanku. pengumuman dari moncong pengeras suara stasiun kereta api menghardik aktivitas menungguku. aku masih lebih beruntung karena tidak harus berganti tujuan menuju blok M. Itu baru dari segi angka. Amiin… “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah. Maka dari itu.” Rasa penasaran yang masih berkecamuk sengaja kubiarkan sembari mencari info diloket 1 yang dimaksud.. Semoga.. benarkah ini?!”. ini bagaimana jadinya? Kami harus berganti kereta ekonomi?” Pertanyaan inti langsung kuungkapkan kepada petugas loket 1 begitu aku tiba di sana “Oh nggak. Padahal. Mengenai kereta ekonomi. Kami mohon maaf sebelumnya karena kereta ekspres jurusan serpong. dan itupun belum terhitung waktu telatnya). yang pastinya memakan waktu lebih lama lagi.000. aku lebih memilih menggunakan kereta ekspres walau tarifnya lebih mahal “Maaf pak. yang aku tidak berharap apa-apa darinya. dan apabila dikurangi pengeluaranku untuk pemuda tukang sapu tadi (Rp 1. untuk tetap percaya kepada janji-janji yang telah Ia berikan dan istiqomah di jalanNya. walau tanpa AC. namun itupun masih harus menunggu sekitar 1 jam lagi (pemberangkatan pukul 19. seiring datangnya kesejukan di jiwa tatkala melihat pemandangan yang jarang aku dapatkan itu. Aku tak pernah mengira bahwa uang yang ku keluarkan tadi. “Ya Allah…ia begitu menikmatinya” 18. yang kugunakan untuk makan kecil pemuda itu. Silahkan naik ke loket 1. Selain itu. Dari sisi waktu.500.

minum apa. So she picked me up at the lobby of Jakarta Stock Exchange building. Selepas SCBD. Maklum. . Dia menerimanya lalu membawanya ke emperan sebuah rumah. kami masih belum ada ide mau makan dimana. Baru ada beberapa mobil. “Semir om?”. Mungkin supaya nyemirnya nyaman. Sampai di sana masih sepi. Aku lirik sepatuku. kami pun ngobrol. tanyanya. cerita teladan ( 355 ). kisah islami ( 268 ). Tempat yang terlihat dari tempat kami parkir. joki gado-gado sudah menanyakan mau makan apa. ketika tiba2 ada seorang pemuda lusuh nongol di jendela mobil kami. Kami pesan dua porsi gado-gado + tehbotol. So. kami agak kaget. jawabku. Kami masih bisa milih parkir yang enak. kapan ya terakhir aku nyemir sepatuku sendiri? Aku sendiri lupa. Sambil menunggu pesanan. ajaknya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Jujur ** Siang ini tadi yayangku tiba-tiba nelpon. Tempat yang cukup teduh. Mungkin karena masih pada jumatan. kisah teladan ( 352 ). Ide ke soto pak Sadi segera terpatahkan begitu melihat bahwa yang parkir sudah sampai sebrang-sebrang. cerita nasehat. Begitu parkir. “Makan siang yuk”. Saking lamanya. Bisa makan di mobil soalnya. Akhirnya kami memutuskan makan gado-gado di Kertanegara. Ugh. “Oke”. erva kurniawan 1:25 am pada 2 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). seperti biasa. aku kan karyawan sok sibuk… Tanpa sadar tanganku membuka sepatu dan memberikannya pada dia.

Akhirnya dia kembali ke bawah pohon. masih menenteng kotak semirnya di satu tangan. orang seperti dia masih berani menolak uang yang bukan hak-nya. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil. di beberapa mobil. Kami masih makan saat dia selesai menyemir. Biasanya pemuda umur segitu kalo tidak jadi tukang parkir or jadi kernet. iya. Betapa aku masih sedemikian kerdil. Seribu aja”. BOOM. Tiba-tiba kami tersadar. Dan setiap kali dia ditolak. Kadang2 matanya melayang ke arah mobil-mobil yang hendak parkir. Melangkah lagi dengan gontai ke mobil lainnya. Mata kami lekat padanya. (sudah mulai ramai). dia bergerak menjauh. Tentang kira2 umur dia berapa. kenapa dia jadi penyemir dll.lebih baik dari dia. Pembicaraan pun bergeser ke pemuda itu. Bahwa kejujuran itu langka. Menawarkan jasa. Tiba-tiba aku merasa ngeri. Ah. Betapa aku masih suka merasa kurang dengan gajiku. Who said life would be fair anyway. dia merasa cukup dibayar segitu. Kulambai dia. Ditolak lagi. Kelihatannya dia memendam kesedihan. Seperti ada yang dipikirkan. Tangannya seperti menyemir secara otomatis. Pandangan matanya kosong. sepertinya kami juga merasakan penolakan itu. Pergi ke mobil satunya. Siang ini aku seperti diingatkan. Pikiranku tiba-tiba melayang. Allah sudah sedemikian baik bagiku. yang sudah berkelebihan. Bisa buat apa sih sekarang? But. Kenapa jadi kita yang mengharapkan bahwa semua orang harus menyemir ? hihihi… Perbincangan pun bergeser ke topik lain. Di kejauhan aku masih bisa melihat pemuda tadi. Penyemir tadi belum aku bayar. Kami makan sambil ngobrol. Umur sekitar 20-an. Jawaban itu tiba-tiba serasa petir di hatiku. . Perbincangan kami mulai ngelantur kemana-mana. mendapatkan penolakan dari satu mobil ke mobil lainnya. Belum lagi dia kubayar. Lalu pandangannya kembali kosong. selain penolakan. Terlalu tua untuk jadi penyemir sepatu. Uang sisa parkir. pagi tadi dia mandi apa enggak. masih mau memberi. dia juga mendapat pandangan curiga. Bahkan. Soalnya setahuku jasa nyemir biasanya 2 ribu rp. Se-ri-bu Ru-pi-ah. Nyengir. Absent minded. Tertunduk lesu… Kami pun selesai makan. ke aku. yang dalam kekurangannya. Seperti orang sedih. Aku masih terbengong-bengong waktu nerima uang seribu rp yang dia kembalikan. Konyol ah.Pesanan kami pun datang. Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami apa yang dia rasakan. Ditolak lagi. Siang ini aku merasa mendapat pelajaran berharga. menuju mobil-mobil yang parkir sesudah kami. Menawarkan lagi. tapi perilaku-ku belum seberapa dibandingkan dengan pemuda itu. Duduk di atas kotak semirnya. Dia menyerahkan sepatunya padaku. ya jadi pak ogah. Lalu kuberikan kepadanya. Kutarik 2 buah lembaran ribuan dari kantong kemejaku. It-just-does-not-compute-with-my-logic! Bayangkan. Dia berkata kalem “Kebanyakan om. Sambil memperhatikan pemuda tadi nyemir sepatuku. Padahal keadaanku sudah -jauh. Ditolak.

adakah sesuatu dalam penciptaanMu yang lebih kuat daripada gunung?” Allah menjawab. kisah islami ( 268 ). cerita nasehat. yaitu besi” (kita mafhum bahwa gunung batupun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi). Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kekuatan Sedekah Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad. thx atas sharingnya  erva kurniawan 1:53 am pada 25 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).Sudahkah kita berani jujur? Kepada diri sendiri. “Ada. sbb : Tatkala Allah Ta’ala menciptakan bumi. . maka bumipun bergetar. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. kepada orang lain. kisah teladan ( 352 ). ternyata bumipun terdiam. dan kepada Allah? *** Dari Sahabat • nurvhie 3:23 pm pada 2 Maret 2011 Permalink true story yang begitu menggugah nurani. cerita teladan ( 355 ). Kemudian mereka bertanya “Ya Rabbi.

Para malaikat bertanya lagi “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi?” Allah yang Maha Suci menjawab, “Ada, yaitu api” (besi, bahkan bajapun bisa menjadi cair dan lumer setelah dibakar api), Para malaikat kembali bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api?” Allah yang Maha Agung menjawab, “Ada, yaitu air” (api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram air), Para malaikatpun bertanya kembali “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air?” Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada lain karena kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat). Akhirnya para malaikatpun bertanya lagi “Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua?” Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya”. Artinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain. Berkaitan dengan ikhlas ini, Rasul Allah SAW mengingatkan dalam pidatonya ketika beliau sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah: “Wahai segenap manusia ! Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat, dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang diniatkannya”. Oleh karena itu hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya karena Allah semata, tanpa tendensi ingin dipuji, dianggap dermawan, dihormati, dll yang dapat menjadikan sedekah kita menjadi sia-sia. *** Dari Sahabat

 erva kurniawan 1:21 am pada 22 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

20 Menit Penuh Senyum Oleh: Hafizh Kharisma “Selamat siang Bu… selamat siang Pak…” suara satpam itu ramah menyapa setiap orang yang masuk ke dalam sebuah bank pemerintah. Selain membukakan pintu bagi yang akan masuk dan keluar ruangan, dia juga seringkali mengantar mereka dengan pertanyaan “ada yang bisa saya bantu?” dan kemudian dengan sigap tangannya mengarahkan pada kertas yang berjejer rapi. “Lembar ini kalau buat transfer..” Siang ini saya hanya duduk diam saja di kursi tunggu bank itu karena memang tujuan datang kemari hanya untuk mengantar seorang teman yang hendak melakukan transaksi penyimpanan. Mata ini tertarik memperhatikan gerak dan sikap satpam yang tidak berhenti menarik dan menutup pintu, menyapa dan mengantarkan.. terus saja begitu tanpa berhenti melepas senyum. Pikiran saya mulai berjalan, pastilah dia capek sekali. Paling tidak sudah 15 menit saya duduk di sini (teman saya perlu waktu untuk menulis formulir dan memasuki antrian yang cukup panjang), sementara satpam itu terus berdiri entah sudah berapa lama, dari pagi mungkin dan itu juga tanpa duduk. Apa yang terlintas di benak saya dulu saat mendengar kata ‘satpam’ adalah gambaran orang kekar, garang, sigap, kaku, dan begitulah.. namanya juga satpam, ya sudah seharusnya di takuti, di segani. Tapi ini berbeda, satpam kini membawa citra perusahaan juga karena dia berada di garis depan, orang pertama yang ditemui oleh tamu.. Dan satpam yang saya perhatikan ini tidak sekedar berbadan kekar dan sigap namun ia juga ramah, sopan dan senyumnya itu yang tidak pernah lupa ia lepaskan pada setiap tamunya pun ketika ia ditegur oleh seorang customer service karena mengizinkan seorang tamu duduk didepannya disaat customer service itu sedang menerima telepon (kursi tamu didepannya memang kosong). MasyaAllah, saya perhatikan satpam itu mengangguk sambil agak membungkukkan badannya, dan masih dengan senyumnya kudengar ia meminta maaf. Agak gemas saya lihat itu semua, terutama karena polah sang customer service yang bicara kurang ramah pada satpam, menegurnya langsung di depan sang tamu terlebih karena ia menegur dengan wajah yang jauh dari senyum. Bila saya uraikan dalam artian kalimat sepengetahuan saya, satpam = satuan pengamanan dan customer service (CS) = pelayanan pelanggan artinya tugas satpam itu adalah menjaga keamanan. Dan tugas CS itu ya melayani pelanggan, dalam hal bank sudah jelas pelanggan utamanya itu ya nasabah. Saya jadi agak bingung sesaat, apa mungkin satpam di bank pemerintah itu dikirim untuk mengikuti pendidikan yang biasa diikuti oleh CS sehingga ia bisa menjadi frontliner yang lebih baik dari CS itu sendiri? Atau mungkin gaji yang diterima satpam itu jauh lebih besar dari CS karena tugasnya kan jadi merangkap,

tidak sekedar menjaga keamanan tapi juga melayani nasabah secara langsung? Dan pastinya ada tunjangan berdiri? Duh, saya jadi geli juga dengan pikiran-pikiran yang berseliweran di benak kepala saya. Jam di dinding bank menunjukkan pukul 11 lewat 50 menit, artinya sudah 20 menit saya duduk di sini menanti teman saya yang kini sedang dilayani oleh teller. Dan selama itu saya hanya memperhatikan polah satpam itu, mengagumi kesabarannya, dan mensyukuri senyum tulus yang bisa dia tebarkan pada orang-orang disekelilingnya terlepas bahwa senyum itu mungkin sudah bagian dari tugasnya namun bisa kurasakan bahwa kadang kelelahan dan kebosanan bisa saja membuat seseorang jadi sulit tersenyum atau kalau pun tersenyum agak tidak enak dipandang mata namun tidak dengan senyum satpam ini. “Ayo balik ke kantor” kudengar suara temanku dari arah belakang telingaku. Aku berdiri dan melangkah bersamanya menuju pintu keluar. Satpam itu dengan sigap membuka pintu mempersilakan kami berjalan keluar. “Terima kasih, selamat siang, hati-hati dijalan…” Kami mengangguk dan mengucapkan terima kasih juga padanya. Di atas motor aku masih sempat berpikir, jika seorang satpam saja bisa begitu ramah, sopan dan penuh senyum mengapa kita tidak? Dan bukankah senyum itu sedekah? Kita bisa sedekah dengan sangat mudah, tanpa biaya, bisa kapan saja dan di mana saja.. Allah SWT telah begitu baiknya memberi kita peluang dan kemudahan dalam mendapatkan pahala jadi kenapa kita sebagai mahlukNya terkadang malah mempersulitnya? Entahlah… Semoga kita masih bisa melukis senyum tulus di wajah kita *** eramuslim.com

 erva kurniawan 1:27 am pada 19 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Maafkan Aku, Ayah dan Ibu

Oleh Rudi Setiawan ** Ayah, Ibu, maafkan Aku, ini sudah kodrat Ku. Aku lahir kedunia belum cukup pada waktunya Delapan bulan 2 hari, tepat pada tanggal 3 Oktober 2006, jam 11, 45 dengan bantuan operasi di RS Permata Ibu. Bahagia sekali rasaya, ketika pisau bedah menyentuh kulit plasenta yang membungkusku. Bahagia sekali rasaya aku akan berkumpul dengan keluargaku. Tapi takdir berbicara lain Allah punya rencana lain nafasku, !!! Kondisi nafasku tidak seperti yang lain. Aku harus hidup, aku harus hidup, aku ingin berkumpul dengan keluargaku. Tidak lama kemudian aku mendengar suara azan di telingaku. Aku berfikir inikah Orang tuaku, inikah ayahku yang bahagia melihatku dan mengumandanka azan di telingaku. Tapi apa daya RS di mana tempatku dirawat tidak mempunyai alat yang akan menolongku.Aku dipindah kan RS Sentra Medika untuk mendapat bantuan agar nafasku bisa sempurna. Satu hari, dua hari keadaanku sedikit membaik, aku bisa menagis, aku bisa merasakan sentuhan tangan ayahku ketika dia tahu aku sudah bisa menangis. Aku juga mendengar dia berkata, anakku, kamu harus kuat, kamu harus hidup. Ini ayah. Dan terlihat jelas air mata kebahagiaan mengucur dari matanya. Tapi, dengan alasan terlalu jauh aku dipindahkan lagi ke RS Fatmawati pada tanggal 5 Oktober 2006 oleh ayahku. Aku dipindahkan dengan ambulan. Di dalam hatiku. Aku bertanya. Ayah mau dibawa ke mana aku, Ayah apa aku ingin bertemu Ibu. Setelah sampai aku sadar bahwa aku masih belum sempurna, bahwa aku masih harus berjuang untuk menyempurnakan diriku. Satu hari aku di sini, terasa badanku lemas sekali. Aku susah sekali bernafas. Ayah, aku harus hidup. Hari kedua aku di sini, diruang kecil yang penuh dengan selang kondisi tubuhku semakin menurun. Orang yang ada disekelilingku, dengan kemampuanya sebagai seorang perawat dan Dokter berusaha untuk menolongku. Banyak sudah benda-benda yang masuk ke tubuhku. Di saat tidak ada kepastian yang terjadi pada diriku aku mendengar langkah lemas menghampiriku jauh bukan di dekatku. Dia melihatku, dia memandangku, dari kejauhan. Tapi aku dapat mendengar, dia menangis, dan dia berkata, nak ini ibu, ingin sekali ibu memeluk dan menciumu. Ingin sekali ibu memberimu susu. Tapi ibu tidak bisa, ibu hanya berharap kamu harus kuat, ibu hanya berharap kamu harus hidup. Ibu, …ibu… aku berteriak, tapi dia tidak mendengar, semua orang tidak bisa mendengar teriakanku… aku pandangi dia, dia terus saja menangis. Oh Ibu, . Andai aku bisa menghampirimu aku ingin memelukmu, aku ingin dekapanmu. Aku mau kau tersenyum untuku. Hari ketiga keadaanku semakin parah. Dokter memutuskan untuk memasukan selang ventilator dan kemudian darah mengalir dari dalam selang kecil masuk ke tubuhku. Tubuhku semakin bengkak dan aku semakin tidak bisa bergerak. Hingga hari keempat keadaanku semakin parah dari mulutku keluar carian berwarna merah… Hari kelima. Dokter yang menanganiku sudah mulai putus asa. Kemudian jam 11.30 ibu menelphon ayah. Karena dokter ingin bicara. Entah apa yang dibicarakan aku melihat ayah begitu gelisah, begitu gunda bahkan sedih sekali. Sore hari menjelang maghrib ayahku pergi untuk mengambil darah untukku

lagi. Jam 11.30 malam dia sampai dan menyerahknnya ke Perawat. Ayah, Ibu, aku sudah tidak kuat, aku sudah tidak bisa lagi bernafas. Sesosok telah menghampiriku. Dia mengajaku, dia ingin mengajakku jauh dari sini. Jauh dari penderitaan dan kesedihan. Lembut tangannya menariku dari box kecil yang memenjarakanku. Dia membisikan kata-kata kepadaku, “Wahai Irsyad, kKamu telah dipanggil Allah. Allah memanggilmu untuk pulang. Mari pegang tanganku dan ikutlah bersamaku menghadap sang kuasa, sang pencipta. Zat yang menciptakanmu.” “Ayah dan Ibumu hanyalah tempat di mana kamu akan dititipkan kalau memang kamu diizinkan untuk hidup. Tapi Allah lebih cinta kamu sehingga Dia memanggilmu untuk pulang.” Jam 2.30 pagi aku menghembuskan nafas terakhirku. Aku pulang ke tempat di mana aku diciptakan. Ayah, Ibu, maafkan Irsyad. Aku tidak bisa bersama kalian. Aku cinta kalian. Tapi Allah lebih sayang padaku. Dia tidak mau aku menderita, dia tidak mau kalian menderita karenaku. Ayah, Ibu, walaupun aku tidak bersamamu tapi cinta dan sayangku selalu mengiringi kepergianku. Aku memang hanya hidup satu minggu, tapi aku yakin bahwa kalian berdua sangat mencintaiku. Ayah Ibu doaku selalu untukmu. Selamat tinggal Ayah, ibu dan kedua Kakakku. Aku mohon maaf, karena aku tidak bisa bersama kalian semua. Semoga Allah memberikan ketabahan yang kuat untuk kalian semua. Kalian harus meneruskan hidup sampai Allah akan memanggil kalian sehingga nanti kita bisa bersatu disatu tempat yang akan telah diberikanNya. Selamat tinggal keluargaku tercinta walaupun aku tidak bisa bersamamu. Doa dan cintaku selalu bersamamu… Terima kasih ibu, atas perjuanganmu mengandungku selama 8 bulan 2 hari. Cintaku selalu menyertaimu selamanya. Ayah, cinta dan ketulusanmu padaku tidak bisa aku balas dengan jiwaku. Aku cinta padamu ayah. Dan aku akan selalu mendoakanmu. Kakak-kakakku, kelak nanti kita pasti akan bertemu dan berkumpul. Jaga Ibu dan Ayah. Jadilah anak yang baik dansoleh, yang bisa melindungi keluarga dan kedua orang tua kita. Semoga Allah menyatukan kita di satu saat nanti, di tempat yang paling mulia di sisi-Nya. Wassalam Dari Ayah untuk anaku yang selalu dikenang Irsyad Ramadhan Lahir:3 oktober 06 Wafat:10 Oktober 06 *** Source : http://www.eramuslim.com/atc/oim/45dbca4f.htm

 erva kurniawan 1:28 am pada 17 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Semoga Allah Mempertemukan Kita di Syurga “Barangsiapa yang mengharapkan mati syahid dengan sepenuh hati, maka Allah akan memberikan mati syahid kepadanya, meski ia mati di tempat tidur.” Dunia, hanya satu terminal dari seluruh fase kehidupan. Hanya Allah yang tahu, rentang usia seorang manusia. Saya, khadijah, sebut saja demikian, menikah dengan Muhammad, 3 Oktober 1993. Muhammad, adalah kakak kelas saya di IPB. Pernikahan saya, melalui tahap yang biasa dilakukan oleh ikhwan dan akhwat. Saya tak pernah mengenal Muhammad sebelumnya. Dan, seperti layaknya pasangan baru, fase ta’aruf, konflik, dan kematangan pun saya alami. Meski baru saling kenal, saya rasakan suami saya sangat sayang pada saya. Seolah, tidak seimbang dengan apa yang saya berikan. Dia banyak membantu. Apalagi ketika saya menyelesaikan tugas akhir kuliah. Bisa dikatakan, ia sekretaris pribadi saya. Selama menikah, suami sering mengingatkan saya tentang kematian, tentang syurga, tentang syahid, dan sebagainya. Setiap kami bicara tentang sesuatu, ujung-ujungnya bicara tentang kematian dan indahnya syurga itu bagaimana. Kalau kita bicara soal nikmatnya materi, suami mengaitkannya dengan kenikmatan syurga yang lebih indah. Bahkan, berulang-ulang dia mengatakan, nanti kita ketemu lagi di syurga. Kalau saya ingat kata-kata itu, itu bukan kata-kata kosong. Bahkan itu mempunyai makna yang dalam bagi saya. Hari itu, 16 Januari 1996, kami ke rumah orang tua di Jakarta. Seolah suami saya mengembalikan saya kepada orang tua saya. Malam itu juga suami saya mengatakan harus kembali ke Bogor, karena harus mengisi diklat besok paginya. Menurutnya, kalau berangkat pagi dari Jakarta khawatir terlambat. Mendekati jam 12 malam, saya bangun dari tidur, perut saya sakit, keringat dingin mengucur, rasanya ingin muntah. Saya bilang pada ibu saya, untuk diobati. Saya kira maag saya kambuh. Saya sempat berpikir suami saya di sana sudah istirahat, sudah tenang, sudah sampai, karena berangkat sejak maghrib. Saya juga sempat berharap kalau ada suami saya, mungkin saya dipijitin atau bagaimana, Tapi rupanya pada saat itulah terjadi peristiwa tragis menimpa suami saya.

meski dia tidak apa-apa. Saya memang sering bercanda sama suami. anak saya sering menangis. suami saya menulis do’a di white board. Sebenarnya. Saya berusaha membangun keyakinan bahwa suami saya mati syahid. Sambil menangis. catat. Mungkin. Kemudian saya shalat. wa yassara laki haitsu ma kunti”. Hanya. mungkin saya sudah pingsan. Saya sendiri tak menyangka bisa setegar itu. . saya kembali lagi ke ummi. seminggu sebelum suami meninggal. mengampuni dosamu. tempat tidur suami dan tempat yang biasa ia gunakan bekerja. karena merasa akan ditinggal oleh bapaknya.. saya balas do’a itu dengan do’a serupa. Namun tak lama kemudian. do’akan dia supaya syahid. jadi anaknya lagi. Entahlah. Mungkin sengaja beritanya dibuat begitu biar saya tidak kaget. saya terbangun. “Kalau mas meninggal duluan. mendengar berita itu hati saya tetap tegar. Badan saya sangat lelah dan akhirnya tertidur hingga subuh. “Do’a kan dia supaya syahid …. Ketika saya sakit. meskipun badan kurang sehat. saya menasehati ibu. atau yang lainnya. Karena angkutan yang ditumpanginya hancur ditabrak truk Tronton di jalan raya Parung. Entah kenapa. saya mendapat berita. Sambil menangis. saya yang mandiin. tapi milik ALLAH. dan mempermudah segala urusanmu di mana saja). (Semoga Allah menambah ketaqwaan padamu. Pagi harinya. Tapi. Kepada orang-orang yang berta’ziah waktu itu. Saat saya buka pintunya.” Canda itu memang sering muncul ketika kami bicara masalah kematian. saya mengatakan. ada seorang ikhwah Jakarta yang memberitahukan bahwa beliau sudah meninggal. Bagaimana indahnya syahid. kami juga saling mendo’akan. saya ingin ngaji. Saya cium tangannya. Saya bisa menasehati keluarga dan langsung ke Bogor. Semasa suami masih hidup. Kita semua bukan milik kita sendiri. Di sana. Beberapa waktu kemudian. bahwa suami saya dalam kondisi kritis. Sampai sekarang saya selalu baca do’a itu. “Mas kalau ada hutang.Jam tiga malam.” Sekali lagi. Saat itu dia mendo’akan saya: “Zawadakillahu taqwa waghafara dzanbaki. Kalau tidak.” Semua itu akhirnya menjadi kenyataan. Saya sempat periksa barangkali sumber wangi itu ada pada buah-buahan. Meski tidak ada catatannya. Kalau mas meninggal duluan. waktu itu suami saya sudah meninggal. saya tidak merasakan firasat atau tanda-tanda khusus. Ruangan yang tercium paling wangi. Alhamdulillah Allah memberi kekuatan. Nanti kalau mas meninggal duluan saya tahu saya harus bayar berapa. segala hutang orang yang meninggal harus ditunaikan. saya mimpi bersalaman dengan dia. Dia juga bisa menjelaskan bagaimana indahnya syurga. Saya biasa mencium tangan suami bila ia ingin keluar rumah. Waktu subuh rasanya lama sekali. dalam tidur. Lama sekali saya menghabiskan lembar demi lembar mushaf kecil saya. Banyak do’a-do’a yang diajarkan suami saya. Hampir seluruh ruangan rumah itu wangi. Entah kenapa. Beberapa hari setelah musibah itu. bahwa dia bukan milik kita. Sampai saya pernah bilang pada suami saya. dari seorang akhwat di Jakarta. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”. Anak saya juga hafal. saya harus kembali ke rumah kontrakan di Bogor untuk mengurus surat-surat. Menjelang kematiannya yang amat mendadak. Ketika kami saling mengingat. tapi tanpa disadari. tidak ada. tercium bau harum sekali. Seperti tuntunan Islam. Dia guru saya yang paling baik. do’a itu memang biasa kami ucapkan ketika kami berpisah. Saya banyak belajar darinya. saya ingat sekali hutang-hutang suami. suami saya sudah dikafani. ketabahan saya saat itu semata datang dari Allah.

Meskipun sedikit. “Mas nanti saya kerja di mana ?” Suami diam saja sejenak. Sepulang suami saya dari kerja. 1 31 Mei 1999M / 15 Shafar 1420 H  erva kurniawan 1:22 am pada 11 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Namanya sudah dipersiapkan oleh suami saya. Saya tidak mengira. dia ingin mengunakan nama Qassam-nya. meski suami saya tidak ada. Allah memang memberikan rejeki kepada siapa saja yang dan tidak tergantung kepada siapa saja. cerita nasehat. Dan rejeki dari Allah tetap saja mengalir. Rejeki yang saya terima. “Aku dan pengasuh anak yatim seperti ini. kisah teladan ( 352 ). Tarbawi. Lalu. kepikiran ngga’ tentang mati ?” Kami tidak saling menatap. kisah islami ( 268 ). tentang neraka.” sambil mengangkat dua jari tangannya.” Waktu saya wisuda. Edisi 1 Th. Katanya Qassam itu diambil dari nama Izzuddin Al Qassam. saya pernah tanya pada suami. saya pernah berta’ziyah ke rumah salah seorang teman yang meninggal. saya menerima rejeki banyak sekali. Insya Allah saya optimis dengan anak-anak saya. bahkan tentang syahid. anak yang kedua. Menjelang kematiannya. Alhamdulillah. lebih dari tiga belas juta. Masya Allah. setelah suami saya meninggal. Saya ingat sabda Nabi. Suami saya hanya bilang. Tidak usah memikirkan pekerjaan. saya sempat bertanya pada suami. “Maksudnya apa ?” “Beribadah. Saya bertanya. Ahmad Qassam Amrul Haq. supaya wanita itu memelihara jati diri. tak mustahil lantaran keberkahan mereka. Amrul Haq itu memang nama yang paling dia sukai. tidak ada yang tahu kapan kematian itu akan datang. saya sudah merasakan kedewasaan mereka lebih cepat mengerti tentang kematian. “Memang ya. saya sedang hamil satu bulan. 13 Januari 1996. Banyak kesan baik dan kenangan indah yang saya alami bersama suami. *** Dzikroyat.Ketika suami meninggal. diapakan uang sebanyak ini. tapi saya merasa cukup. setiap bulan saya hidup dari pensiun pegawai negeri suami. Saya bukan pengasuh anak yatim. kalau lahir laki-laki. sampai bingung. Katakanlah. Sekarang. nama samarannya Abu Amrul Haq. tentang syurga. tapi rejeki Allah itu tidak akan pernah habis. tapi ibunya anak yatim. Akhirnya suami saya mengatakan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . bekerja membantu suaminya. Izzuddinnya sudah sering dipakai. ” Saya berpikir bahwa saya harus mengurus rumah tangga dengan baik. Meski masih kecil-kecil. Kalau dia menulis di beberapa media. persiapkan saja diri kita. cerita teladan ( 355 ). “Mas. dan bermasyarakat.

Sekali lagi wajar. Jeruk asam gini siapa yang mau makan?” suara itu terdengar di tengah-tengah keluarga dan membuat malu keluarga yang baru datang itu. Si empunya suara mungkin hanya melihat dari jeruk masam itu. mending nggak usah beli. Meski tidak semua jeruk yang dibawanya itu busuk dan sangat kebetulan yang terambil pertama oleh si pasien yang busuk. dan berbagai perasaan yang menderanya selama berhari-hari. “Kalau nggak mampu beli jeruk yang bagus. Sepuluh ribu itu seharusnya bisa untuk makan satu hari satu keluarga. Harga sekantong jeruk mungkin tak lebih dari sepuluh ribu rupiah. bosan. mual. tapi ia tak mampu melihat apa yang sudah dilakukan satu keluarga itu untuk bisa membawa sekantong jeruk yang boleh jadi harganya tak seberapa. Tapi tahukah seberapa besar pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk membelinya? Rumahnya sangat jauh dari rumah tempat acara keluarga. Wajar. panas. semuanya membuat dadanya bergemuruh. marahlah ia kepada si pembawa jeruk. pusing. Dan tanpa bertanya lagi. marahlah ia. jenuh. Sebenarnya. Pupuslah senyum keluarga itu. “Bawa jeruk kok busuk. rusaklah acara kangen-kangenan keluarga oleh kalimat tersebut. mau ngeracunin saya? Biar saya cepat mati?” Suara marah itu berasal dari lelaki tua yang kedatangan salah satu keluarganya dengan membawa jeruk. Ketika ia marah karena jeruk yang dibawa salah satu keluarganya itu busuk. boleh dibilang wajar jika seorang pasien marah lantaran kondisinya labil dan kesehatannya terganggu. Boleh jadi mereka akan menggadaikan satu hari mereka tanpa lauk pauk di rumah. mungkin itu hanya pemicu dari segunung emosi yang terpendam selama berhari-hari di rumah sakit. Penat. Atau jangan-jangan pagi hari sebelum berangkat. dan sedikitnya tiga kali tukar angkutan umum. Namun karena jeruk yang dibawanya itu tak bagus. Seorang keluarga yang tengah diberi ujian Allah menjalani kehidupannya dalam ekonomi menengah ke bawah. keluarga yang mulai uringuringan karena kepala keluarganya sekian hari tak bekerja. Lalu datanglah salah satu saudaranya dengan setangkai ketulusan berjinjing jeruk. ketika saya sedang menjenguk salah satu saudara yang tengah dirawat di rumah sakit. bahwa beberapa jeruk dalam jinjingan itu busuk atau masam. Tiba-tiba. belum lagi ditambah dengan bisingnya rumah sakit. perawat yang kadang tak ramah. terdengar suara makian keras dari pasien sebelah.Jeruk Busuk Rasa Manis Oleh Bayu Gawtama Suatu hari. berupaya untuk tetap berpartisipasi dalam acara keluarga besar tersebut. tak satu pun dari anggota keluarga itu . Boleh jadi benar. Tetapi tidak dengan peristiwa lain yang hampir mirip terjadi di acara keluarga besar belum lama ini.

sempat menyantap sarapan karena uangnya dipakai untuk membeli jeruk. Yang lebih parah, mungkin juga mereka rela berjalan kaki dari jarak yang sangat jauh dan memilih tak menumpang satu dari tiga angkutan umum yang seharusnya. “Ongkos bisnya kita belikan jeruk saja ya, buat bawaan. Nggak enak kalau nggak bawa apa-apa,” kata si Ayah kepada keluarganya. Kalimat sang Ayah itu, hanya bisa dijawab dengan tegukan ludah kering si kecil yang sudah tak sanggup menahan lelah dan panas berjalan beberapa ratus meter. Tak tega, Ayah yang bijak itu pun menggendong gadis kecil yang hampir pingsan itu. Ia tetap memaksakan hati untuk tega demi bisa membeli harga dari di depan keluarga besarnya walau hanya dengan sekantong jeruk. Menahan tangisnya saat mendengar lenguhan nafas seluruh anggota keluarganya sambil berkali-kali membungkuk, jongkok, atau bahkan singgah sesaat untuk mengumpulkan tenaga. Itu dilakukannya demi mendapatkan sambutan hangat keluarga besar karena menjinjing sesuatu. Setibanya di tempat acara, sebuah rumah besar milik salah satu keluarga jauh yang sukses, menebar senyum di depan seluruh keluarga yang sudah hadir sambil bangga bisa membawa sejinjing jeruk, lupa sudah lelah satu setengah jam berjalan kaki, tak ingat lagi terik yang memanggang tenggorokan, bertukar dengan sejumput rindu berjumpa keluarga. Namun, terasa sakit telinga, layaknya dibakar dua matahari siang. Lebih panas dari sengatan yang belum lama memanggang kulit, ketika kalimat itu terdengar, “Jeruk asam begini kok dibawa…” Duh. Jika semua tahu pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk bisa menjinjing sekantong jeruk tadi, pastilah semua jeruk asam itu akan terasa manis. Jauh lebih manis dari buah apa pun yang dibawa keluarga lain yang tak punya masalah keuangan. Yang bisa datang dengan kendaraan pribadi atau naik taksi dengan ongkos yang cukup untuk membeli seperti jeruk manis dan segar. Mampukah kita melihat sedalam itu? Sungguh, manisnya akan terasa lebih lama, meski jeruknya sudah dimakan berhari-hari yang lalu. Bayu Gawtama

 erva kurniawan 1:25 am pada 7 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Sepatah Kata Sepetak Surga Oleh Sus Woyo Ketika kecil, saya senang sekali mendengarkan orang-orang berpidato atau ceramah di tempat-tempat pengajian. Sampai suatu saat terbersit keinginan ingin seperti mereka yang pandai bicara. Atau bahkan dulu saya sering terkagum-kagum jika pada saat menjelang pemilu para juru kampanye yang mewakili partainya masing-masing begitu semangat membakar hati massa. Atau saya juga sangat sering terpukau dengan para politikus yang sedang berbicara atau berdiskusi di layar televisi. Yang ada dalam benak saya adalah bahwa mereka termasuk orang-orang hebat. Akhirnya saya terbuai untuk belajar bagaimana caranya berbicara di depan orang banyak. Baik lewat buku-buku ataupun mengikuti cara guru-guru saya ketika ngaji sore hari di surau kampung saya. Sebab ada pelajaran pidato. Seiring dengan perjalanana waktu dan seringnya ikut berkumpul dengan teman-teman di lingkungan kampung, maka saya makin terbiasa untuk ngomong di depan orang banyak, walaupun -tentu saja- tak sepandai seperti para tokoh yang saya sebut di atas. Akhirnya saya menjadi terbiasa sering ngomong berbagai macam hal di lingkungan tempat tinggal saya. Pada saat sudah tak ada masalah lagi dalam hal bicara di depan forum, tiba-tiba saya dihantui perasaan sangat khawatir. Tak hanya khawatir, bahkan sering dihantui ketakutan. Sampai beberapa lama saya malah sangat malas jika diberi mandat untuk sekedar berbicara di depan umum. Apalagi berkaitan dengan memberi pelajaran kepada orang lain. Sebagai contoh, memberi materi kuliah subuh di masjid. Walaupun pada akhirnya tetap saya kebagian untuk bicara juga. Karena tidak ada yang lain. Bagi saya hal ini merupakan tugas yang sangat berat. Kalau sekedar ngomong, berpidato, orasi, itu sesuatu hal yang mudah. Tapi tanggung jawab di balik kata-kata itu adalah sesuatu yang tidak gampang. Hasan Basri, sorang ulama shalafussaleh yang terkenal hati-hati dan zuhud, beberapa kali menunda, bahkan menolak membahas suatu hal dalam sebuah kajian keilmuan, bukan karena alasan apa-apa, tapi lebih karena ia sendiri belum pernah melaksanakan hal-hal yang akan diterangkan kepada umat. Lantas bagaimana dengan saya? Sudahkan saya melaksanakan shalat malam pada saat saya membacakan hadits tentang qiamullail? Sudahkah saya bersedekah, sementara saya sering membacakan nash tentang itu kepada orang lain?

Saya tentu saja bukanlah Hasan Basri si ulama wara’ itu, tapi melihat ke-hati-hati-an beliau dalam membuat “sepatah kata menjadi sepetak surga”, memang perlu ditiru. Dan rupanya bukanlah sesuatu hal yang mudah. Walaupun itu juga tak selamanya menjadi sebuah kesulitan. Karena kita semua memang sudah paham, bahwa bagi orang mu’min, antara kata dan perbuatan haruslah sama. Tidak boleh seperti orang-orang munafik, yang antara kata dan perbuatan selalu tidak sama. Wallahua’lam. ***

 erva kurniawan 1:17 am pada 6 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Nikmat Yang Terlewatkan Oleh Bunda Shafiya Saat itu kami; aku, bapak dan Shafiya sedang berada dalam perjalanan pulang ke rumah. Kami baru saja pulang dari menikmati semangkuk Soto Lamongan Cak Har *slruup* yang terkenal itu. Tepat di traffic light menuju ke arah Margorejo, mobil berhenti karena traffic light menunjukkan warna merah. Aku melayangkan pandangan ke seberang jalan. Nampak olehku sosok ibu pengemis dan anaknya yang sedang mesra bersenda gurau. Si anak rupanya haus dan alhamdulillah saat itu sang ibu ada rezeki untuk membelikan sekantung plastik es teh bagi si anak. Dengan penuh rasa kasih sayang kantung plastik es teh itu dibuka dari ikatannya dan diminumkan ke si anak dengan menggunakan sedotan. Tampak si anak sangat menikmatinya, kehausan barangkali. Setelah si anak puas, ibu itu pun mencicipi es teh itu sedikit dan ternyata walaupun es teh itu hanya bersisa sangat sedikit, mungkin hanya satu tegukan lagi sisanya, sang ibu itu tetap menyimpan sisa itu dengan hati-hati dengan mengikat kembali kantung plastik es teh itu.. Subhanallah! Betapa orang seperti mereka

sangat menghargai dan mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada mereka serta menjaganya dengan sangat hati-hati. Dadaku terasa sesak, bersamaan dengan itu air mata mulai menetes.. Teringat akan percakapanku dengan Shafiya di depot soto itu, “Nak, udah deh, ice tea-nya nggak usah dihabiskan. Ayo.. cepetan, Bapak sudah menunggu di mobil.” Betapa bodohnya aku yang malah mengajarkan anakku untuk berbuat suatu hal yang mubazir yang mencerminkan rasa tidak bersyukur padaNya. Astagfirullah. Bagi orang lain, peristiwa ini mungkin bukan sesuatu yang menarik untuk diceritakan. Tapi saya memaknainya lain. Alhamdulillah.Allah memberi saya petunjuk untuk selalu mensyukuri nikmatNya dalam ketaatan kepadaNya. Syukur Alhamdulillah. Ibu pengemis itu telah mengajarkan kepada saya cara untuk menghargai nikmatNya. Fabiayyi aalaa irabbikumaa tukadzdzibaan? Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang engkau dustakan? Pertanyaan retoris ini membuat saya tertunduk malu tiap kali mendengarnya. Betapa tidak! saya sering kali iri dengan nikmat yang ada pada orang lain. Saya memang tidak pernah sampai dalam tahap merasa dengki dan menginginkan agar nikmat orang lain itu hilang. Naudzubillah min Dzalik.. Tapi rasa iri saya membawa saya menjadi orang yang kufur nikmat. Padahal Allah selalu baik kepada saya. Dalam studi dan karir insya Allah saya selalu lancar. Ketika saya berdoa agar mendapat pendamping hidup yang sholeh, Allah dengan cepat mengabulkan permintaan saya. Ketika saya berdoa agar dikarunai anak yang menyejukkan pandangan orang tuanya, Allah dengan berbaik hati mengabulkan permohonan saya itu.. Namun.dari banyak nikmat yang ada, sedikit sekali saya mampu menyentuhkan dahi bersujud pada Allah untuk menyampaikan rasa terima kasih saya. Nikmat.. begitu banyak yang saya lewatkan tanpa mensyukurinya. Ya Allah.. janganlah golongkan saya menjadi orang-orang yang merugi karena kufur terhadap nikmatMu… (Tuhan) yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Quran. Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan keduanya tunduk kepadaNya. Dan Allah meninggikan langit dan Dia melektakkan neraca keadilan. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan jangan kamu mengurangi neraca itu. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluknya, di bumi itu ada buahbuahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bungabungaan yang harum baunya. Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? (Surat Ar Rahman: 1-13)

 erva kurniawan 1:03 am pada 31 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: abu bakar ( 2 ), cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Keutamaan Abu Bakar Ash Shiddiq Anas meriwayatkan dari Abu Bakr bahwa ia berkata: “Saya pernah berkata kepada Rasululloh ketika kami berdua berada dalam gua: ‘Sekiranya salah seorang melihat ke arah telapak kakinya pasti dapat melihat kita!’ beliau bersabda: ‘Bagaimana perkiraanmu wahai Abu Bakr jika ada dua orang sedang Alloh yang ketiganya.’” (HR. Bukhori dan Muslim) ‘Aisyah meriwayatkan bahwa Rasululloh pernah berkata kepadanya saat beliau sakit: “Panggilah Abu Bakr kemari, ayahmu, dan saudara laki-lakimu agar aku menulis sebuah pesan, sebab aku khawatir akan muncul orang yang berharap lalu berkata: ‘Aku lebih berhak.’ Sesungguhnya Alloh dan segenap kaum mukminin hanya rela menerima Abu Bakr.” (HR. Muslim) Jubeir bin Mu’thim meriwayatkan: “Seorang manusia datang menemui Rasululloh. Kemudian Rasululloh menyuruhnya agar datang di lain hari. Wanita itu bertanya: ‘Bagaimana jika nantinya aku tidak menemuimu lagi?’ Maksudnya bagaimana bila beliau telah wafat? Rasululloh menjawab: ‘Jika engkau tidak menemuiku maka temuilah Abu Bakr.’” (HR. Bukhori dan Muslim) Ketiga hadis di atas cukuplah menjadi bukti kuat bahwa Rasululloh mengangkat Abu Bakr menjadi khalifah sepeninggal beliau. Sebagaimana juga Rasululloh mengangkatnya menjadi imam sholat sewaktu beliau masih hidup. Demikian juga kaum muslimin telah sepakat mengangkat Abu bakr menjadi khalifah dan membaiatnya. Di antara hadis yang menjelaskan keutamaan Abu Bakr adalah hadis: “Andaikata aku akan mengangkat seorang khalil (kekasih) dari umatku niscaya aku angkat Abu Bakr, tetapi cukuplah sebagai saudara dan sahabatku. Sungguh Alloh telah mengangkat sahabat kalian ini (maksudnya diri beliau sendiri) menjadi khalil-Nya.” (HR. Bukhori dan Muslim) Dalam sebuah riwayat disebutkan salah satu keutamaan beliau yakni beliau masuk surga dari kedelapan pintunya. Disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ia berkata “Ayah dan ibuku menjadi tebusannya wahai Rasululloh, cukuplah seseorang dipanggil dari salah satu pintu tersebut, lalu adakah yang dipanggil dari seluruh pintu?” Rasululloh menjawab ”Ada, dan saya berharap engkau termasuk orang yang dipanggil dari seluruh pintu wahai Abu Bakr!” Diantara keutamaannya adalah beliaulah yang menginfakkan seluruh hartanya fisabilillah. Oleh sebab itu Rasululloh bersabda “Sesungguhnya yang paling besar jasanya padaku dalam persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakr.” (HR. Bukhari dan Muslim) Bahkan beliau termasuk sahabat yang paling banyak mengerjakan amal kebajikan dan termasuk yang terdepan daripada sahabat lainnya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa

‘Apakah engkau menyebutnya Ash-Shiddiq?’ Ayahku berkata ‘Celaka engkau. dan paling mulia. “Seorang laki-laki datang menemui ayahku lalu berkata: ‘Ceritakan padaku perihal Abu Bakr!’ Ayahku berkata: ‘Apakah engkau bertanya tentang Ash-Shiddiq?’.” (HR. Lalu beliau bersabda “Sesungguhnya Alloh telah mengutusku kepada kalian namun kala itu kalian katakan ‘Engkau berdusta!’ Sedang Abu Bakr berkata ‘Engkau benar!’ Ia mengorbankan jiwa dan harta bendanya untuk membelaku. Rasululloh telah mendoakan ampunan untuk Abu Bakr. Pergilah dan cintailah Abu Bakr dan Umar serta berikanlah loyalitasmu kepada keduanya. “Saya!” jawab Abu Bakr. Maka tidak ada yang berani mengganggu Abu Bakr setelah itu. Umar berkata “Justru kami akan membaiatmu! Engkau adalah penghulu kami. Apa yang terjadi setelah itu maka dirikulah menjadi tebusannya!’” Demikianlah sekilas keutamaan Abu Bakr. “Siapakah diantara kalian yang menjenguk orang sakit pada hari ini?” tanya Rasul pula. paling berani. Bukhori) Imam Al-Laaikaai meriwayatkan dari Zaid bin Ali bin Al-Husein bin Ali bin Abi Tholib. Selayaknyalah beliau mejadi suri teladan bagi setiap muslim setelah Rasululloh.Rasululloh bersabda. yakni Rasululloh. Muslim) Itu hanya sebagian dari keutamaan beliau. beliau adalah sebaik-baik khalifah.” (HR. ia berkata: ”Abu Bakr Ash-Shiddiq adalah imam para syakirin” kemudian beliau membaca ayat “Dan Alloh akan memberi balasan kepda orang-orang yang bersyukur.” [Ali-Imron:144]” (Syarah Ushul I’toqod karangan Al-Laaikaai). “Siapakah diantara kalian yang berpuasa pada hari ini?” Abu Bakr menjawab ”Saya!” Rasul bertanya lagi ”Siapakah diantara kalian yang mengiringi jenazah pada hari ini?” Abu Bakr menjawab ”Saya!”. kaum Muhajirin dan Anshor. Beliau adalah sahabat yang paling utama. Dalam Shahih Al-Bukhori diriwayatkan bahwa ketika para sahabat berkumpul di aula Bani Sa’idah.” Lalu Umar meraih tangan Abu Bakr dan membaiatnya. Diriwayatkan dari Muhammad bin Ali bin Husein ia berkata. Kemudian Rasululloh bersabda “Tidaklah terkumpul perkara tersebut pada seorang hamba kecuali pasti masuk surga. Al-Ajjuri meriwayatkan dari Abdullh bin Ja’far At Thayyar. kasih sayang kepada kami dan yang paling lemah lembut kapada kami. Barangasiapa tidak menyebutnya Ash-Shiddiq niscaya Alloh tidak akan membenarkan ucapannya. (Disarikan dari terjemahan: Al-Ibanah Lima lish Shahabah minal Manzilah wal Makaanah) *** Dari Sahabat . Lantas kaum muslimin pun membai’at beliau. hamba yang lebih baik dariku telah menyebutnya Ash-Shiddiq. “Siapakah yang memberi makan fakir miskin pada hari ini?” tanya Rasul lagi. Bukhori) Beliau adalah sebaik-baik hamba yang pernah menjadi khalifah. Lalu apakah kalian hendak meninggalkan sahabatku itu?” beliau mengucapakan ucapan itu dua kali. orang terbaik diantara kami dan yang lebih dicintai oleh Rasululloh daripada kami semua. paling taat. (HR. ia berkata “Saat Abu Bakr memimpin kami. beliau berdoa: “Semoga Alloh mengampunimu wahai Abu Bakr!” beliau megucapakan tiga kali. “Saya!” jawab Abu Bakr. yang paling utama dan paling disayangi oleh Rasululloh. Beliau adalah penghulu para sahabat.

. wafat dalam keadaan memeluk Islam. Bukan hanya kaum muslimin yang mengenalnya. cerita nasehat. berwajah cekung dan pinggang kecil. kisah islami ( 268 ). bahkan orang-orang kafir pun mengenalnya. dia seorang diri membenarkannya. suatu saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Abu Bakar lalu menjulukinya ‘atiiqullah minan nar. Dari perkawinan dengan Qutaibah dihasilkan Abdullah yang ikut perang di Thaif dan Asma’. Ibunya bernama Ummul Khair As-Sahmi binti Shakhr bin ‘Amir. Ibunya menjelaskan. erva kurniawan 1:56 am pada 30 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: abu bakar ( 2 ). Panglima besar yang berhasil menundukkan kekuatan dan kecongkakan negara super power Romawi. Keagungan dan kemuliaan Abu Bakar bukan karena ketampanan dan kegagahannya. Qutaibah kemudian dicerai dan wafat pada usia 100 tahun. berdahi menonjol. orang yang dibebaskan Allah dari api neraka. Dialah Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Amir bin Ka’ab bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Luai yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Bakar Ash-Shiddiq radiallahuanhu. Ia rela merobek habis robekan demi robekan bajunya untuk menyumbat setiap lubang yang ada di dalam gua di malam hari karena takut binatang penyengat yang bersembunyi di dalamnya keluar mengganggu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika orang-orang musyrik mengepung keduanya. akan tetapi karena keimanan yang kokoh di hati yang membuahkan pembenaran terhadap semua apa yang dikabarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Di saat semua orang meragukan dan mendustakan apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampaikan. Secara fisik ia seorang yang berbadan kurus. berpundak sempit. cerita islami ( 282 ). istri Az-Zubair. Pagi harinya. seorang khalifah besar pengganti Rasulullah. cerita teladan ( 355 ). manusia paling mulia dari umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah mendoakannya menjadi orang yang mempunyai derajat tinggi di jannah. Setelah tahu apa yang terjadi. Rasulullah menanyakan di mana pakaiannya. Ia memiliki beberapa anak. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Abu Bakar Ash Shidiq Khalifah Rasulullah Penulis: Al-Ustadz Ahmad Hamdani Ibnu Muslim Siapa yang tak mengenal Abu Bakar Ash-Shiddiq radiallahuanhu. kisah teladan ( 352 ).

cerita teladan ( 355 ). cerita nasehat.com  erva kurniawan 1:52 am pada 11 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Banyak fatwa yang ia keluarkan di hadapan Rasulullah dan beliau menyetujuinya. Abdullah bin ‘Umar c mengabarkan bahwa Abu Bakar radiallahuanhu sakit karena wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga menyebabkan kematiannya. Ia seorang khalifah yang adil. Abu Bakar radiallahuanhu melebihi shahabat lainnya. bahwa ia bukanlah orang yang terbaik. Ahli sejarah menulis Abu Bakar z wafat antara waktu Maghrib dan ‘Isya pada hari Rabu bulan Rabi’ul Awwal tahun 13 H. Diangkatnya Abu Bakar menjadi imam shalat pengganti Rasulullah r. Dari sisi keilmuan. Abdurrahman masuk dalam barisan kaum musyrikin yang memerangi Rasulullah. Tak lama setelah diangkat jadi khalifah ia berkata. dalam usia 63 tahun. sewaktu Rasulullah wafat orang-orang Muhajirin dan Anshar sepakat membaiatnya menjadi khalifah. kisah teladan ( 352 ). kisah islami ( 268 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Di Balik Permainan Ini . tidak bergaya hidup mewah dan rendah hati.asysyariah. memerintah rakyatnya mengikuti syariat dan tidak mengadakan bid’ah. Wallahu a’lam. ditambah adanya hadits yang memerintahkan kaum muslimin untuk kembali kepada “dua bulan” (Abu Bakar dan ‘Umar) bila mengalami suatu perselisihan. menjadi saksi atas ketinggian ilmunya. Bila ia baik minta diikuti dan bila menyimpang ia minta diluruskan. Sebelum masuk Islam. Dari istrinya yang lain yang bernama Asma’ binti ‘Umais melahirkan Muhammad dan dari Habibah binti Kharijah bin Zaid melahirkan Ummu Kultsum x yang dinikahi shahabat Thalhah bin Ubaidillah z. Karenanya. Namun dalam perang Badr ia baru masuk Islam. *** Bacaan: Shifatush Shafwah. Al-Imam Ibnul Jauzi sumber : http://www.Perkawinannya dengan Ummu Ruman melahirkan ‘Aisyah x (istri Rasulullah) dan Abdurrahman.

Namun kemudian. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan waktu. bagaimana caranya mengambil Qur’an yang ada ditengah tanpa menginjak karpet?” Murid-muridnya berpikir. Zina tidak lagi jadi persoalan. Mulanya yang haq itu haq. Permainannya adalah.Seorang ibu guru sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. “Keluar berduaan. maka berkatalah “Kapur!”. dan sebaliknya. pakaian seksi menjadi hal yang lumrah. semakin lama semakin cepat. hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa. anda sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. Sekarang anda berdiri diluar karpet. di tangan kanan ada pensil. dan lain-lain. . ditangan kiri saya ada kapur. begitulah kita umat Islam. “Paham guru…” “Baik permainan kedua…” begitu Guru melanjutkan. maka katakanlah “Kapur!”. maka berkatalah “Pensil!” Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. di tangan kanannya ada pensil. Ibu guru itu berkata. Paham?” tanya Guru kepada muridmuridnya. Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya. Dan diulangkan seperti tadi. tapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka. Dan anda mulai dapat mengikutinya. Dan tanpa disadari. “Murid-murid. dari yang haq menjadi bathil. yang bathil itu bathil. permainan berhenti.saya akan meletakkannya di tengah karpet.” “Semuanya sudah terbalik. sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend. Jika saya angkat kapur ini. dan sangat sukar untuk mengubahnya. “Saya ada satu permainan… Caranya begini. berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang susah. akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Ia duduk menghadap murid-muridnya. musuh musuh kita memaksakan kepada kita dengan perbagai cara. jika saya angkat pensil ini. untuk menukarkan sesuatu. Namun lambat laun. “Baik sekarang perhatikan. mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut. Kita begitu jelas membedakannya. maka sebutlah “Pensil!”. Jika saya angkat kapur. tentu saja murid-murid tadi keliru dan kikuk. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat. Di tangan kirinya ada kapur. Selang beberapa saat. materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain. “Ini ada Qur’an. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata. jika saya angkat pensil. tanpa rasa malu.

jika ingin membongkar rumah. digulungnya karpet. tentu susah kalau dimulai dgn pondasinya dulu. begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya…Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-nginjak anda dengan terang-terang…Kerana tentu anda akan menolaknya mentah mentah.Akhirnya Guru memberikan jalan keluar. baru rumah dirobohkankan…” “Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. *** Dari Sahabat • hilmi 10:09 am pada 11 Januari 2011 Permalink sungguh pelajaran yang amat berharga. akhirnya hancur. dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang…” Matahari bersinar terik takala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya… Renungilah Sahabat Semua. dan lain-lain. jika ingin kuat. “Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat. “Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang.” “Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). bolehkah? . Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. mereka akan bangkit serentak. misalnya Perang Salib. Sebaliknya. dan ia ambil Qur’an. Perang Tartar. tidak menginjak karpet. minta ijin untuk share • Saeyfullah 9:23 pm pada 27 Januari 2011 Permalink Ijin share beberapa artikel. sehingga meskipun anda muslim. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir. baru mereka akan sadar”. Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh kita… “ “Kenapa mereka tidak berani terang-terang menginjak-nginjak. Ia memenuhi syarat. “Kalau begitu. kursi dipindahkan dulu. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan. cara hidup. pakaian dan lain-lain.” “Begitulah Islam… Kalau diserang perlahan-lahan. sehingga anda tidak sadar. “Murid-murid. kita selesaikan pelajaran kita kali ini. Lemari dikeluarkan dulu satu persatu. Tapi sekarang tidak lagi. maka bangunlah aqidah yang kuat. bu?” tanya murid-murid. Mulai dari perangai anda. tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu. Begitulah Islam. mereka tidak akan sadar. tapi ia akan perlahan-lahan mempengaruhi anda. Ia tidak akan menghantam terang-terangan. maka dibuatlah pondasi yang kuat. tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka… Dan itulah yang mereka inginkan.

Tempat Lahir Tidak ada referensi yang cukup untuk menjelaskan secara detail tentang sejarah kelahiran Beliau. Guru dan Petualangan Beliau dalam Mencari Ilmu Imam al Barbahary sangat menonjol dalam petualangan mencari ilmu dan memiliki perhatian besar dalam ilmu agama. namun menurut penemuan saya (yakni pentahqih). beliau lahir dan besar di Baghdad sebagaimana yang dikenal dan masyhur di kalangan kaum muslimin terutama para alim ulama. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Imam Al Barbahary Rahimahullah Nama. cerita nasehat. silahkan  erva kurniawan 1:49 am pada 9 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Yang Demikian ini menjadi bukti bahwa beliau besar dan tumbuh di tengah lingkungan ilmu yang kental dengan sunnah yang memberi pengaruh besar pada dirinya. Imam al Barbahary banyak bergaul dengan para ulama murid-murid Imam Ahlu sunnah Ahmad bin Hanbal dan Beliau banyak mengambil ilmu dari mereka dan kebanyakan mereka berasal dari Baghdad. nisbat kepada daerah Barabahar salah satu daerah lembah di benua India . Beliau adalah Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Kholaf al Barbahary. cerita teladan ( 355 ). mujahid. dan Nasab Beliau seorang imam. tokoh ulama panutan lagi disegani yang bermadzhab Hanabali dan pemuka ulama pada zamannya.• erva kurniawan 9:55 am pada 28 Januari 2011 Permalink Boleh. Beliau banyak menimba ilmu dari para imam dan ulama sahabat Imam Ahmad bin Hanbal. namun sangat disayangkan guru Beliau yang tercantum dalam literature hanya dua orang saja: . kisah teladan ( 352 ). Kunyah. kisah islami ( 268 ).

atsar dan fiqh yang dihadiri oleh para imam ahli hadits dan fiqh. Kedudukan dan Pujian Para Ulama Imam al Barbahary seorang imam yang sangat disegani. Di antara hal-hal yang menjadi bukti bahwa beliau seorang ulama yang disegani dan memiliki kedudukan mulia: Murid Beliau Ibnu Baththoh berkata: “Saya mendengar al Barbahary ketika seorang jamaah haji berkata: ‘Wahai kaumku! Jika beliau butuh bantuan seratus ribu dinar dan seratus ribu dinar hingga lima kali lipat maka aku siap membantunya. kedudukan dan kebersihan hidupnya.” Ibnul Jauzi berkata: “Dia seorang ulama pengumpul ilmu. faqih.” Ibnu Baththoh berkata: “Jika beliau menghendakinya maka dia bisa memperolehnya dari para jamaah”. sangat ahli dalam memberi nasihat dan sangat tegas dan keras terhada ahli bid’ah dan pelaku maksiat. sahabat karib Imam Ahmad bin Hanbal. Mu’tazilah. Ahmad bin Muhammad bin al Hajjaj bin Abdul Aziz abu Bakar al Marwazi. Muhaddits dan pemuka ulama Baghdad. zuhud. Asy’Aryah. ahli ibadah. Serta sangat berwibawa dan disegani oleh orang alim dan orang awam.” Sikap Zuhud dan Wara Beliau Imam al Barbahary sangat dikenal kezuhudan dan wara’nya dan sebagai bukti kuat apa yang telah dikatakan oleh Abul Hasan bin Basysyar: “Imam al Barbahary telah berlepas diri dari harta warisan dari bapaknya sebanyak tujuh puluh ribu dirham. Sahal bin Abdulloh bin Yunus At Tustary Abu Muhammad. Tasawuf. serta mumpuni dan terpercaya dalam meriwayatkan atsar”. tegas dalam menyampaikan kebenaran. Beliau sangat disegani dan terhormat di hadapan para pemimpin dan para sahabatnya. terdepan dalam anti kemungkaran dan berlepas diri dari kebathilan. dan sangat tegas terhadap ahli bid’ah. ulama terekemuka dari kalangan madzhab Hanbali di Iraq baik dalam pemikiran. Wafat pada bulan Muharrom tahun 233 H dalam usia 80 tahun. tokoh panutan. dia salah seorang imam yang berilmu dan banyak hafalannya.1. Abu Abdillah al Faqih berkata: “Jika ada orang yang berasal dari Baghdad senang terhadap Abul Hasan bin Basysyar dan Abu Muhammad al Barbahary. Dalam buku ini beliau sangat memperhatikan bahaya bid’ah dari mulai yang kecil hingga yang besar sebagaimana beliau katakan dalam masalah nomor (6): “Waspadalah . Beliau memiliki kedudukan mulia di kalangan para pemimpin dan pra pembesar negara.” Sikap Beliau terhadap Ahli Bid’ah Imam al barbahary bersikap sangat tegas terhadap ahli bid’ah dan sangat gencar dalam memerangi mereka baik dengan tangan atau tulisan tanpa keluar dari kaidah ahlu sunnah dalam mengambil sikap dan bermuamalah terhadap mereka. wafat pada tanggal 6 Jumadil Ula tahun 275 H 2. Beliau memiliki posisi dan kedudukan yang sempurna.” Ibnu Abi Ya’la berkata: “Imam al barbahary Memiliki banyak kelebihan dan keistimewaan dalam urusan agama. ulama ahli fiqh dari kalangan madzhab Hanbali. Adapun pujian para ulama terhadap beliau antara lain: Ibnu Abi Ya’la berkata: “Dia seorang pemuka ulama di tengah kaumnya. zuhud dan memeiliki mutiara hikmah dan karomah srta kelebihan. seorang imam.seorang imam. Majlis ta’limnya dipenuhi dengan pengajian tentang ilmu hadits. ketahuilah dia termasuk ahlu sunnah”. Beliau sangat komitmen dalam kemurnian ajaran dan proaktif dalam menyingkirkan kotoran bid’ah dan hawa nafsu baik dari pemikiran Jahmiyah. pengajak kembali kepada sunnah dan atsar.” Ibu Katsir berkata: “Beliau seorang ulama yang zuhud. Syiah dan rafidhoh. Imam adz dzahabi dalam kitab al ‘Ibar berkata: “Dia seorang ahli fiqh dan tokoh pantuan. baik dengan Tangan maupun lisan.

jangan tergesa-gesa dan cepat membenarkan suatu ucapan tersebut hingga kamu bertanya dan memperhatikan apakah ucapan itu pernah disampaikan oleh para sahabat Nabi atau para ulama ahli sunnah? Jika kamu mendapatkan atsar dalam hal tersebut (maka) peganglah dan jangan sampai kamu melampaui batas. wafat bulan Dzul Qo’dah tahun 387 H 3. Seorang imam. dan bila ada kesempatan ia langsung tanpa gamang menyengatmu. perawi buku ini (syarhus Sunnah) yang meriwayatkan dari penulis. maka kekelirun orang tersebut tidak boleh diikuti karena ia telah hancur. tokoh panutan dan ahli hikmah. pertama orang yang tersesat dari jalan lurus sementara dia tidak menginginkan kecuali kebaikan. Ahmad bin Kamil bin Kholaf bin Syajarah Abu Bakar. Seorang imam dan ahli fiqh serta tokoh panutan. dan kedua orang yang sengaja menentang kebenaran dan menyelisihi orang-orang yang bertaqwa dari generasi sebelumnya sebelum mereka.terhadap bid’ah meskipun dianggap remeh.” Jadi beliau bersikap sangat tegas terhadap ahli bid’ah sebagai bukti betapa tingginya perhatian beliau terhadap sunnah dan betapa besarnya ghirah beliau terhadap sunnah saat ada orang sesat yang ingin menghantamnya. dan jangan memililh-milih darinya sehingga terjatuh dalam neraka.” Beliau berkata dalam maslah n omor (9): “ketahuilah. Abu Abdillah bin Ubaidulloh bin Muhammad al ‘Ukbary yang dikenal dengan Ibnu Baththoh. wafat pada bulan Muharrom tahun 387 H. dialah orang yang telah tersesat dalam kesesatan dan menyesatkan. Muhammad bin Ahmad bin Ismail al baghdadi Abul Husain bin Sam’un. . ahli pemberi nasihat.” Masih banyak ucapan beliau yang sangat bagus dan berbobot dalam buku ini yang memberikan gambara secara jelas tentang karakter ahli bid’ah seakan-akan kamu menyaksikan mereka di dean mata. maka perhatikanlah ucapan beliau: “Perumpamaan ahli bid’ah laksana kalajengking yang mengubur kepala dan tubuhnya di dalam tanah lalu mengeluarkan ekornya yang berbisah.” Beliau dalam masalah nomor (101) berkata: “Ketahuilah kebid’ahan hanya tumbuh dan datang dari kaum puritan lagi kerdil ilmu yang suka ikut-ikutan dan mudah terombang-ambing oleh arus. Sikap seperti itu bisa menjadi contoh mulia sebagai bentuk sikap ulama ahli sunnah terhadap ahli bid’ah dan kebathilan dan kesesatan. 2.” Beliau juga menjelaskan bahaya penyebaran bid’ah dan memberi peringatan keras kepada kita agar tidak terjatuh ke dlam cara-cara dan praktek kebid’ahan sebagaimana ucapan beliau pada masalah no (8): “Perhatikanlah setiap ucaapan orang pada zamanmu. Murid-Murid Beliau Banyak orang yang menimba dan mengambil faidah agama dari beliau karena beliau adalah tokoh panutan dalam ilmu dan kemuliaan. sebab bid’ah yang remeh dan keil bila dibiarkan akan menjadi besar. begitu juga ahli bid’ah yang senantiasa bersembunyi dari penglihatan orang dan ketika mendapat kesempatan ia langsung tanpa gamang menyebarkan racun dan bisa kebid’ahan. Di antara Murid-Murid Beliau 1. orang yang tersesat dari jalan lurus ada dua macam.” Beliau juga berkata dalam nomor (64) berkata: “Jika ada seorang yang suka menghujat dan menolak atsar atau mengingkari hadits Rasul sholallohu ‘alaihi wa salam maka jadikanlah dia seorang yang tertuduh dalam Islam sebab dia seorang yang buruk pemikiran dan madzhabnya. pemilik karomahdan kedudukan mulia.

” Mutiara Ucapan Beliau Abu Abdillah bin Baththoh berkata: “Saya mendengar Abu Muhammad al Barbahary berkata:’Dudukduduk untuk saling memberi nasihat adalah pembuka pintu faidah.’ Beliau berkata: “Manusia berada dalam ketertipuan terusmenerus”.4. Kemudian dia ditangkap pada tanggal 6 bulan Jumadil akhir tahu 322 H kemudian dimasukkan penjara dan disiksa dengan dicongkel kedua matanya hingga menjadi buta. Muhammad bin Muhammad bin Utsman Abu Bakar Al Khathib berkata: “Telah samapi kepadaku bahwa dia suka hidup sederhana dan memiliki madzhab yang sangat bagus namun sering meriwayatkan riwayat yang mungkar dan bathil. Dan Alloh membalas perbuatan Ibnu Muqlah yang akhiranya sang Kholifah marah kepadanya sehingga dia melarikan diri lalu dipecat oleh Kholifah al Qohir dari jabatannya dan rumahnya dilempari api. mereka lebih berani dalam melarang segala kebid’ahan dan melawan ahli bid’ah. Ketika Imam al Barbahary melewati daerah bagian barat lalu beliau bersin dan para sahabat beliau mendoakan hingga tedengar suara gemuruh maka sang kholifah mendengar dari dalam tandunya . Ibnu Muqlah pada tahun 321 H untuk menangkap Imam al barbahary dan para sahabatnya lalu beliau bersembunyi. Di Antara Syair beliau: Barangsiapa yang puas dengan apa yang dimiliki maka Dia menjadi orang kaya dan selalu tetap di atas agama Betapa tingginya kedudukan qona’ah membuat orang Rendahan menjadi mulia Jiwa seseorang menajdi sempit ketika dalam kemiskinan namun bila ia mendekat kepada Tuhannya semua menjadi luas Karya-Karya Beliau Para penulis biografi menyebutkan bahwa beliau memiliki banyak tulisan. Lalu Imam al barbahary kembali lagi kepada kedudukan semula di negeri itu hingga ketika Abu Abdillah bin Arofah yang dikenal dengan Nafthowaih wafat. Demikian itu terjadi pada bulan Safar tahun 323 H dan pada tahun itu beliau semakin nak daun dan tenar serta para sahabat beliau semakin diperhitungkan. sedangkan duduk-duduk untuk berdebat adalah penutup pintu faidah. berwibawa lagi disegani oleh semua kalangan baik yang alim atau yang awam dan terhormat di klalangan para pemimpin maka ahli bid’ah senantiasa membuat makar untuk memperdaya beliau dalam rangka untuk menghancurkan karier beliau dan menjilat kepada para pemimpin hingga Kholifa al Qohir memerintahkan kepada mentrinya. dan sebagian besar sahabatnya ditangkap dan dibawa ke Bashroh. namun saya tidak mendapatkan karya-karya ilmiah beliau kecuali hanya tulisan ini dan penjelasannya akan diuraikan nanti Cobaan dan Wafat Beliau Dikarenakan kedudukan Imam al Barbahary yang tinggi dan mulia. banyak sekali orang yang hadir untuk mensholatkan jenazahnya dan Imam al Barbahary mendapat kehormatan untuk menjadi Imam sholat jenazah tersebut.

saudaru Tuzun berkata kepada pembantunya: “Caarilah orang yang ahli dalam memandikan mayat. agar melarang para sahabat Imam al Barbahary berkumpul dan bertemu. Ketika beliau wafat.kemudian bertanya tentang kejadian tersebut dan dikabarkan kepadanya hingga sang kholifah merasa takjub dengan sikap tersebut. Para ahli bid’ah tidak bosan-bosan untuk terus menerus membuat makar keji dan kebohongan dengan menjilat kepada Kholifah ar radhiy. pembela sunnah dan sangat keras terhadap ahli bid’ah dan kaum zindiq. beliau terserang pendarahan hebat hingga wafat.” Semoga Alloh merahmati Imam al Barbahary dan memberi balasan yang besar. lalu pemilik rumah memanggil pembantu tersebut lalu berkata: “Wahai Hajjam. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . mereka berusaha memfitnah Imam al barbahary hingga Kholifah ar Rodhiy memerintahkan Badr al Harosiy kepala polisi bagian transportasi dan komunikasi di daerah Baghdad. kisah teladan ( 352 ). cerita teladan ( 355 ). Maka Imam al Barbahary dengan gerak cepat mencari tempat persembunyian dan pindah dari daerah bagian barat menuju bagian timur lalu bersembunyi di daerah tersebut hingga beliau wafat dalam masa persembunyian pada bulan rojab tahun 329 H. cerita nasehat. Ibnu Abi Ya’la berkata: “telah bercerita kepadaku bahwa Muhammad bin Hasan al Muqriy berkata bahwasannya kakek dan nenekku berkata kepadaku: ‘Abu Muhammad al Barbahary bersembunyi di rumah saudari Tuzun di daerah bagian timur daerah al Hammam jalan raya as Silsilah. kamu telah menghancurkanku bersama saudaraku.” Pada saat pemilik rumah melihat dari kejauhan tampak ruangan rumah dipenuhi kaum laki-laki yang berpakaian putih dan hijau maka ia berusaha untuk mendekati namun ketika sholat jenazah usai mereka menghilang.” *** (Di tulis kembali dari: Buku “Syarhus Sunnah-Penjelasan Tuntas Bahwa Islam itu adalah Sunnah dan Sunnah itu adalah Islam. Lalu pembantu berkata: “Wahai tuanku. engkau juga melihat apa yang aku lihat?” Ia Menjawab: “Ya” pembantu berkata: “Inilah kunci-kunci rumah dan rumah dalam keadaan tertutup. dia seorang imam dan tokoh panutan. hal 5-13. selama satu bulan dalam persembunyian. maka datang seorang yang ahli dalam memandikan mayyity ke rumah lalu pintu ditutup agar tidak diketahui oleh orang kemudianorang tersebut menshalatkan sendirian. kisah islami ( 268 ). Penerbit: Dar El-Hujjah)  erva kurniawan 1:35 am pada 8 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).” Saudari Tuzun berkata: “Kuburlah dia di dalam rumahku dan jika nanti aku meninggal dunia kuburkanlah (aku) di sisinya.

Ia dibesarkan dalam keadaan yatim piatu. dan mengambil ilmu Faraid dari ulama di jamannya yakni Syeikh Syihab ad-Din asy-Syarmasahi. Minhaj fiqh. Namun tidak ada seorangpun diantara mereka yang saya ketahui menekuni ilmu secara sungguh-sungguh kecuali ayah saya. Ia berasal dari keturunan non arab. antara lain ada diantara mereka yang menjadi kepala pemerintahan di daerahnya. Penulis Mu`jam al-Mallifin menambahkan: Athaluni al-Mishri Asy-Syafi`i. Ia menghubungkan garis keturunannya demikian: Kakek buyut saya adalah Damam adDin. dan hafalan ini menjadi sempurna betul ketika ia menginjak usia 8 tahun. pada saat ia masih berusia 6 tahun. bulan Rajab 849 H. kecuali ibnu Iyas dan Ismail Pasha al-Bagdadi yang menganggap bahwa kelahiran as-Sayuthi adalah pada bulan Jumadil akhir. Darinya lahir tokoh-tokoh dan pemimpin. Ia mempelajari Fiqh dan Nahwu dari beberapa guru. yakni pada tahun 864 H. yang dalam hal ini asysayuthi sendiri pernah mengatakan: Ada seorang yang bisa saya percaya pernah menuturkan kepada saya. Perjalanan dan masa menuntut ilmu: Pada usia yang amat sangat muda ia telah hafal Al-Quran. bahwa dia pernah mendengar ayah saya mengatakan bahwa kakek buyut ayah adalah orang non arab dari timur. dan para sejarawan sepakat tentang tahun kelahiran ini. seorang ahli hakikat dan guru tarekat.Imam Al Hafidz Jalaluddin Abdurrahman As Suyuti Nama. Garis keturunan. lalu menimba ilmu Fiqh kepada syeikhul Islam Al-Balqini .Kamal Abi Bakr bin Muhammad bin Sabiq ad-Din Ibn Al-Fakhr Utsman bin Nazhir ad-Din al-Hamam al-Khudairi al-Sayuthi.Selanjutnya ia menekuni berbagai bidang ilimu dan saat itu usianya baru menginjak usia 16 tahun. serta di panggil dengan nama abdul Fadhal. Kelahiran dan pertumbuhannya: As-sayuthi dilahirkan di wilayah Asyuth sesudah magrib pada malam ahad. dan Al-fiyah ibn Malik. begitulah ia mengatakannya sendiri. dan ada pula yang menjadi pedagang. 5 Safar 855 H. Setelah itu ia lanjutkan dengan menghafal kitab-kitab semisal al-`Umdab. dan nisbat yang dimilikinya: As-Sayuthi nama lengkapnya adalah Al-Hafizh Abdurrahman ibnu Al. Al-Ushul. dan diberi gelar Jalaluddin. Ayahnya meninggal dunia pada malam senin. ada pula yang menjadi Hakim Perdata.

dan mengkaji shahih Muslim sampai hampir tamat. India dan al-Maghrib (Maroko). dan diantara mereka yang paling menonjol antara lain: Syamsudin asy-sakhawi. Al-Mihlah. Lalu secara tetap pula mengikuti pengajian yang diberikan oleh Saifudin muhammad bin muhammad al-Hanafi. telah mampu membentengi dirinya dari penyimpangan-penyimpangan yang banyak dialami oleh para pengikut aliran sufi. As-Sayuthi kemudian dikenal dengan orang yang begitu dalam ilmunya. Sesudah itu ia tinggal bersama asy-Syaraf al-Manawi. Dari ulama ini as-Sayuthi menimba ilmu yang tidak terbilang juga banyaknya. dan seterusnya ke Yaman. Selain itu. Al-Fiyah ibnu Malik. Kegiatannya menuntut ilmu: Di dalam usahanya menuntut ilmu as-Sayuthi telah mendatangi syeikh Safuddin Al-Hanafi dan berulangkali mengkaji kitab Al-Mukasyaf dan At-Taudhih. Dimyat. melebihi perhatiannya terhadap masalah yang dianggapnya paling penting dalam disiplin ilmu ini. murid dan sejawatnya: as-Sayuthi mengakui sekitar seratus lima puluhan orang ulama sebagai gurunya. serta pengajian-pengajian yang diberikan oleh al`alamah asy-Syamani dan al-Kafiji. Syarh-Asyudur.Ia banyak melakukan perjalanan untuk menuntut ilmu. Akidahnya: Dari karangan-karangan yang membela para sahabat dan tetap berpijak pada sunnah. Kendatipun demikian. hingga ulama ini meningggal dunia. Nahwu. selain kecendrungannya kepada tasawuf yang telah dirintis oleh kakek buyutnya Hamam. dan dilanjutkan oleh putranya `Ilmuddin Al-Balqini. Tidak ada hal lain yang dapat diketahui tentang dirinya dalam persoalan ini. Ia kemudian berguru kepda Al-Ustadz Muhyiddin Al-Kafayaji selama 14 tahun. ilmunya yang demikian mendalam tentang Al-Qurn dan sunnah. as-Sayuthi menyerap ilmu yang tidak terhingga jumlahnya. dan menunjukkan perhatian dalam bidang karang-mengarang. juga mempelajari Alfiah karya al-`Iraqi. Fiqh .`Ali alAsymuni. sehingga hanya dalam waktu 22 tahun saja ia telah membanjiri perpustakaan-perpustakaan Islam dengan karya-karyanya dalam berbagai bidang. dan menghadiri pengajian ilmiah yang diberikan al-Balqini. al Mughni – sebuah kitab Ushul Fiqh Mazhab Hanafiyah dan syarhnya pada Syams alMarzabani al-Hanafi. Pengaruh intelektualitasnya: Begitu usianya menginjak 40 tahun. Sementara itu beribu-ribu orang telah pula berguru kepada dirinya. Bayan dan Badi`. lalu menuju Syam dan Hijaj. yang jauh menyimpang dari Al-Quran dan Sunnah. bahasa dan ma`ani. ia segera mengasingkan diri dari keramaian. Kepada ash-Shyairafi di samping kita-kitab lain seperti As Syifa`. dan mendengarkan pengajian kitab al-Mutawassith serta as-Safiyah berikut syarhnya yang ditulis oleh al-Jarudi yang disampaikan oleh ulama ini. melalui para ahli bahasa dan Balaqhah. dalam tujuh disiplin ilmu : Tafsir Hadist. yakni ilmu dirayah hadits. Ma`ani. ia tetap mengatakan bahwa ia tidak banyak mempelajari ilmu-ilmu riwayat. Dari ulama ini ia menyerap ilmu Tafsir dan Ushul. Kendatipun demikian. maka tampaklah bahwa mazhab yang dipilihnya adalah mazhab ahlus sunnah. Guru. Dari ulama yang disebut terakhir itu. Ia pernah pula dikirim orang tuanya mengikuti majelis yang diselenggarakan oleh al-Hafidz ibnu Hajar. antara lain ke kota Al-Fayun. lalu menyusun buku-buku ringkas tentang ilmu-ilmu ini. ilmu . dan yang menonjol diantaranya adalah: Ahmad zas-Syarmasahi ‘Umar al-Balqini Shalih bin Umar bin Ruslan al-Balqini Muhyidin al-Kafiji Al-Qadhi syarafudin al-Manawi.sampai yang disebut terakhir ini wafat.

Penerbit: PUSTAKA. Hadits dan ilmu Hadits. cerita teladan ( 355 ). Marqat ash-Shu`ud Syarkh Sunan Abi Dawud.  erva kurniawan 1:51 am pada 7 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). yang diakui sebenarannya oleh yang bersangkutan. *** Dikutip dari: Proses lahirnya sebuah Hadits karya: Al-Hafizh Jalauddin as-Sayuthi. Pertama: tentang Hadits Zahr ar-Rabbiy Ala Mujtaba Li an-Nasa`I Al-Hawalik `Ala Muwaththa` Malik. 19 Jumadil Ula 911 H di tempat kediamannya. hal:41-45. bahasa Arab dengan berbagai cabang ilmunya. 1406 H – 1985 M. Durr as-sahabah Fi Man Nazal al-Nishir Min al shahabah. Jam`u aljawami` Aw al-jami` al-Kabir. Nampaknya karena sakit yang di derita inilah ia lalu meninggal dunia pada hari kamis. Cukuplah sekiranya di sini bisa kami sebutkan saja beberapa diantara karya-karyanya yang paling menonjol dalam ilmu Hadits lantaran kaitannya yang demikian erat dengan topik kajian kita sekarang ini.dalam jumlah sekitar 600 judul. kisah teladan ( 352 ). cerita nasehat. lalu dimakamkan di Hausy Qousun. kisah islami ( 268 ). Senang di Akhirat . Kedua: Dalam ilmu Hadits.As`af al-mabtha` bi Rijal al-Muhtha`. Al al-fiyah fi al-Hadits. Fiqh dan Ushul Fiqh. dan Tarikh. Penullis hidayah alA`rifin mengemukakan sejumlah besar karangan yang telah ditulis oleh asy-Sayuthi yan jumlahnya mendekati apa yang kami sebutkan itu. sirah Nabawiyah. Bandung. Natsr al-Abir fi Takhrij Ahadits asy-syarkh al-Kabir Wafatnya: Hidup syaikh as-syayuthi sarat dengan kegiatan menghimpun ilmu dan mengarang. semisal tafsir dan ilmu tafsir. Untuk itu ia mengeram dirinya di rumah dalam kamar khusus yang di sebut Raudhah al-Miqyas dan hampir-hampir tidak beranjak dari situ. Ia terus menerus terlibat dalam hal ini hingga akhir hayatnya sesudah menderita sakit dan kelumpuhan total pada tangan kirinya selama seminggu. al-Jami` ashShaghir wa Dzailuh. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Senang di Dunia. Tadrib ar-Rawi bi syarkh Tawqrib an-Nawawi.

para pemuda itu berpikir: kami tidak akan berbuat macam-macam jika kalian membiarkan kami menikmati kesenangan kami. Setelah itu mereka melanjutkan dengan kesenangan yang lain. Untuk beberapa hari. sebuah kitab tentang tasawuf yang telah berusia lebih dari seribu tahun karya Abu Qasim al-Qusyairi. Suara-suara mereka terdengar berat khas orang mabuk. Terkadang tertawa terbahak-bahak. Mata di wajah mereka merah. “Mereka berbuat maksiat secara terangterangan. Suatu ketika. apalagi kepada sesama manusia. saya selalu teringat kisah dalam alRisslah al-Qusyayriyyah fi ‘Ilm al-Tashawwuf. di teras rumah yang berada di depan rumah saya —maksud saya: rumah kontrakan saya— di daerah pinggiran Jakarta. Padahal dengan seperti itu pun mereka sudah berbuat macam-macam.” kata salah seorang muridnya. Mungkin. Kemudian. yaitu bermain remi sambil berjudi kecil-kecilan. Dalam kondisi seperti itu tentu saja mereka tidak bisa diharapkan untuk memahami suasana. beberapa pemuda selalu menghabiskan waktu selama beberapa jam untuk bersenang-senang: menikmati lintingan ganja. Setelah bekal kembali terkumpul. Apalagi rumah yang terasnya mereka tempati untuk nongkrong. Kecuali jika mereka kehabisan ‘bekal’. seorang sufi bernama Ma’ruf al-Kurkhi sedang duduk-duduk bersama murid-muridnya. Setiap kali melihat para pemuda itu menikmati kesenangan mereka. lewatlah rombongan yang tampaknya sedang merayakan sesuatu. mereka pun melanjutkan kesenangan mereka. para pendatang— seolah-olah yang diharuskan memahami kesenangan para pemuda setempat itu. Hampir setiap hari mereka seperti itu. Mereka akan bubar jika lintingan-lintingan ganja itu telah habis. Wajah-wajah mereka kusam. Membiarkan mereka meski kegaduhan mereka terkadang mengganggu. penghuninya adalah keluarga muda yang memiliki bayi baru berumur sekian bulan. Kencang. teras rumah yang berada di depan rumah saya itu akan sepi. Maka. Justru kami —saya dan beberapa penghuni kontrakan lain. Mereka tidak malu kepada Tuhan. “Lihatlah orang-orang itu.” .Hampir setiap malam. Duduk melingkar sambil membicarakan apa saja. sampai dini hari. Mereka memainkan alatalat musik dan bernyanyi-nyanyi sambil meminum minuman keras.

Ia berdoa. sehingga tak patut digugu lan ditiru. ‘guru’ adalah singkatan dari ‘digugu lan ditiru’ yang artinya ‘dituruti dan diteladani’. Sebab itulah orang Jawa mengatakan. “Jika di akhirat kelak mereka bisa bersenang-senang. atau berakhir dengan kebaikan. “Ya Tuhanku! Seperti mereka bisa bersenang-senang di dunia ini. Di mana-mana. Sebab itu. Ma’ruf al-Kurkhi menjawab. Editor di Penerbit Serambi Jakarta. • Saya 2:30 pm pada 10 Januari 2011 Permalink ok • ahmad m 9:09 pm pada 19 Januari 2011 Permalink tafaqkur  .” kata si murid kepada Ma’ruf. hanya saja dengan singkatan yang berbeda. *** Juman Rofarif – detikRamadan. yaitu mengharap segala sesuatu menjadi baik. ia akan tetap menjadi guru. tapi berharap keburukan itu akan menjadi atau berakhir dengan kebaikan. guru akan selalu lebih bijak daripada murid-muridnya. ia tak perlu dikutuk.” kata si murid.” Ma’ruf ingin mengajarkan kepada para muridnya bahwa dunia adalah tempat kemungkinankemungkinan. dan sebab itu ia tidak mengutuk keburukan. Ma’ruf al-Kurkhi kemudian mengangkat tangannya.“Doakanlah mereka agar celaka. artinya Tuhan mengampuni maksiat mereka di dunia. yaitu ‘guru’ singkatan dari ‘wagu tur saru’ yang artinya ‘tak pantas dan cabul’. Apa yang tampak buruk tidak selalu akan berakhir tetap dalam kondisi buruk. Jika ada orang yang dianggap guru tapi tak berperilaku selayaknya guru.” “Kami tidak memintamu berdoa seperti itu. buatlah mereka bisa bersenang-senang di akhirat nanti. Itulah yang disebut dengan al-raja’ dalam ilmu tasawuf. Orang yang menjaga al-raja’ dalam dirinya tidak akan pernah merasa puas dengan kebaikan.

Jangan sampai karena bukan kita jadi korban kemudian kita tidak ambil pusing. Wassalam. sapi-pun cuek. Tikus berlari menemui kambing dan bercerita bahwa dilumbung padi ada jebakan tikus. Sakitnya pak tani makin parah dan akhirnya pak tani meninggal dunia. cerita teladan ( 355 ). Pesan cerita diatas. Tikus berlari lagi menemui sapi dan menceritakannya. Awalnya musibah itu hanya menimpa ular namun toh akhirnya ayam. Tikus berlari menemui ular dan menceritakannya. Sampai akhirnya pada pagi hari. Kata dokter supaya cepat sembuh mesti makan yang bergizi. cerita nasehat. Melihat kakinya kena bisa pak tani pergi kedokter. kambing dan sapi juga jadi korban. tikus itu melihat ada jebakan tikus. dipanggillah pak kyai untuk mendoakan kesembuhannya maka dipotonglah kambing. Ayampun cuek mendengar cerita tikus. *** Oleh: Agussyafii • hilmi 10:27 am pada 5 Januari 2011 Permalink . kisah teladan ( 352 ). Lukanya ternyata nggak sembuh-sembuh. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Jangan Abaikan Hal Yang Sepele Pada suatu hari ada seekor tikus yang keluar dari sarangnya pergi kelumbung pagi. Si tikus berlari menemui ayam dan menceritakan bahwa dilumbung padi ada jebakan tikus yang berbahaya. kambingpun cuek. Pak tani membalasnya dengan menebaskan goloknya dan ularpun mati. orang-orang sekampung pada datang untuk menyelawat maka dipotonglah sapinya. toh. ularpun cuek. begitu pulang pak tani memotong ayamnya.. Melihat pak tani datang. pak tani pergi kelumbung padi untuk melihat jebakannya apakah mendapatkan tikus.akhirnya kita juga kena getahnya. kisah islami ( 268 ). ular marah dan mematok kaki pak tani. Ternyata yang terjebak bukan tikus melainkan ular.erva kurniawan 1:31 am pada 5 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).

Asy-Sya’rawi menulis. kisah islami ( 268 ). cerita teladan ( 355 ). mohon di ikhlaskan.saya copy artikelnya… • Hikmah 12:14 pm pada 14 Januari 2011 Permalink Bagusss  erva kurniawan 1:49 am pada 3 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). “Mendekatlah! Mengapa menjauh? Duduklah di sampingku.. dan halus budi pekertinya. istri seorang pejabat Mesir yang memelihara Yusuf. Sehingga ketika misalnya Zulaikha meminta membawa segelas air. sungguh kisah yang menarik. dia berkata kepada Yusuf as. kalau pada awalnya Zulaikha memandang Yusuf as sebagai seorang remaja.. kisah teladan ( 352 ). cerita nasehat. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Cinta kepada Allah Menyelamatkan Yusuf dari Perbuatan Maksiat Yusuf kecil tumbuh menjadi pemuda yang indah parasnya.ehm. Tak heran jika Zulaikha. jernih matanya. • octave 11:29 am pada 5 Januari 2011 Permalink Jazakallah khairan katsiro.” . tertarik padanya. kini pandangan itu telah berubah.

Kemudian ia berkata dengan penuh harap dan merayu. Namun. “Marilah ke sini. Sehingga walaupun Yusuf as memiliki birahi sebagaimana manusia yang lain. dengan nama Allah. cinta Yusuf as kepada Allah jauh lebih besar dari itu. Ia pun tambah berani. Suatu ketika. Cinta yang selalu dalam hubungan intim dengan-Nya melalui zikir. cerita teladan ( 355 ). Yang memandang kepada-Nya dengan mata hati. ia menutup rapat pintu-pintu dan tabir-tabirnya. (imam) *** Alifmagz – detikRamadan • hilmi 11:18 am pada 3 Januari 2011 Permalink membaca artikel ini. Begitulah keadaan Yusuf as yang dilukiskan oleh Thabathaba’i. Cinta itu semakin hari semakin besar. Maka. pastilah ia melakukan seperti apa yang diinginkan Zulaikha. gerak-geriknya semakin jelas menunjukkan rasa itu. perhatian dan pandangannya tak lagi tertuju kepada wanita itu maupun wanita lain. Zulaikha merencanakan untuk berduaan saja dengan Yusuf as di suatu ruang di rumahnya. bersama Allah. Yang terbakar hatinya oleh hakekat Ilahi. Saat ia telah berada di ruang itu bersama Yusuf as. ia tak menuruti godaan dan rayuan Zulaikha. Tabir pun terbuka sehingga sang Maha Kuasa muncul dari tirai-tirai gaib-Nya. bahkan dengan memaksa. Bahkan semakin menjadi-jadi karena Yusuf as berpura-pura tidak mengerti atau mengalihkan pandangan dan pembicaraan. Bukan hanya isyarat-syarat halus yang sekarang ditampakkan. atas perintah Allah. di saat cintanya tak terbendung lagi. kisah teladan ( 352 ). Tatkala bergerak. serasa berdosa sekali selalu menurutkan hawa nafsu……semoga Allah mengampuni hamba-Nya ini…  erva kurniawan 1:03 am pada 28 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Untuk itu. Apalagi Zulaikha adalah wanita yang cantik jelita. Senantiasa menunaikan hak-haknya. Dan tatkala diam. kisah islami ( 268 ). laksanakan apa yang kuperintahkan!” Rayuan kepada Yusuf as dilakukan berkali-kali. tatkala berucap.Tanpa sadar tumbuh benih-benih cinta pada diri Zulaikha. Yusuf as adalah laki-laki normal yang punya ketertarikan pada wanita. Jangankan mempunyai tekad atau keinginan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Seandainya Yusuf as hanya memperturutkan hawa nafsunya. ia membersiapkan diri dengan berdandan sebaik mungkin. cerita nasehat.

mempunyai kecermatan dalam berpendapat.Imam Abu Hanifah Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit al-Kufiy merupakan orang yang faqih di negeri Irak. salah seorang yang mulia dari kalangan ulama dan salah satu imam dari empat imam yang memiliki madzhab. Beliau berasal dari keturunan bangsa persi. . Dan beliau ahli dalam bidang fiqih. Beliau disibukkan dengan mencari atsar/hadits dan juga melakukan rihlah untuk mencari hal itu. lantas Ali mendoakan keberkahan kepadanya pada dirinya dan keluarganya. Perkembangannya Ismail bin Hamad bin Abu Hanifah cucunya menuturkan bahwa dahulu Tsabit ayah Abu Hanifah pergi mengunjungi Ali Bin Abi Thalib. salah satu imam dari kaum muslimin. pemimpin orang-orang alim. bagus dalam bermajelis. Adapula yang mengatakan dari Anbar. suaranya bagus dan enak didengar. dan kami berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa Ali tersebut untuk kami. Abu Hanifah itu tinggi badannya sedang. menurut penuturan anaknya Hamad bin Abu Hadifah bahwa Zuthi berasal dari kota Kabul dan dia terlahir dalam keadaan Islam. bagus wajahnya. sedangkan dia pada waktu itu masih kecil. bagus dalam pergaulan bersama rekan-rekannya. bahkan dia punya toko untuk berdagang kain yang berada di rumah Amr bin Harits. sangat kasih sayang. Dan Abu Hanifah At-Taimi biasa ikut rombongan pedagang minyak dan kain sutera. memiliki postur tubuh yang bagus. yang lainnya mengatakan dari Turmudz dan yang lainnya lagi mengatakan dari Babilonia. disegani dan tidak membicarakan hal-hal yang tidak berguna. dan dalam permasalahanpermasalahan yang samar/sulit maka kepada beliau akhir penyelesaiannya. bagus pakaiannya dan selalu memakai minyak wangi. jelas dalam berbicara. Nasab dan Kelahirannya Bin Tsabit bin Zuthi (ada yang mengatakan Zutha) At-Taimi Al-Kufi Beliau adalah Abu Hanifah An-Nu’man Taimillah bin Tsa’labah. Beliau dilahirkan pada tahun 80 H pada masa shigharus shahabah dan para ulama berselisih pendapat tentang tempat kelahiran Abu Hanifah.

“Kalaulah Allah subhanahu wa ta’ala tidak menolong saya melalui Abu Hanifah dan Sufyan Ats-Tsauri maka saya hanya akan seperti orang biasa”. diantaranya: 1. Yazid bin Harun. Al-Harits bin Nahban. Qois bin Muslim. tatkala pergi ke kota Bashrah. maka saya bersamanya selama 10 tahun. Muhammad bin Qoshim al-Asadi. …”. “Abu Hanifah adalah orang yang tsiqoh. Ali bin Zhibyan al-Qodhi. maka beliau dihukum cambuk sebanyak 110 kali (setiap harinya dicambuk 10 kali). Asar bin Amru Al-Bajali. dia tidak membicarakan hadits kecuali yang dia hafal dan tidak membicarakan apa-apa yang tidak hafal”. Pada masa pemerintahan Marwan salah seorang raja dari Bani Umayyah di Kufah. saya tidak pernah mendengar beliau berbuat ghibah meskipun kepada musuhnya’ kemudian beliau menimpali ‘Demi Allah. Abu Nu’aim. . Al-Hasan bin Ziyad. Thalhah bin Nafi’. Dan beliau juga berkata. Hafsh binn Abdurrahman al-Qadhi. Isa bin Yunus. Dan beliau juga pernah berkata. tidak tertuduh dengan berdusta.” Beliau juga berkata. Abdurrahman bin Hurmuj al-A’raj. Amru bin Dinar. Muhammad bin Munkandar. dia adalah orang yang paling berakal. Abyadh bin Al-Aghar bin Ash-Shabah. Hamzah temannya penjual minyak wangi. Abdullah ibnul Mubarok berkata. maka aku memutuskan untuk tidak berpisah dengan Hamad sampai dia meninggal. Dawud Ath-Thai. Yahya bin Ma’in berkata. Waki’ bin Al-Jarah. Dan dia juga berkata.Beliau sempat bertemu dengan Anas bin Malik tatkala datang ke Kufah dan belajar kepadanya. orang yang paling jauh dari perbuatan ghibah adalah Abu Hanifah. “Abu Hanifah adalah orang yang paling faqih”. “Abu Hanifah adalah orang yang tsiqoh di dalam hadits”. saya optimis kalau ada orang yang bertanya kepadaku tentang sesuatu apapun saya akan menjawabnya. Adapun orang-orang yang belajar kepadanya dan meriwayatkan darinya diantaranya adalah sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Abul Hajaj di dalam Tahdzibnya berdasarkan abjad diantaranya Ibrahin bin Thahman seorang alim dari Khurasan. Qotadah bin Di’amah. Abdul karim bin Muhammad al-Jurjani. aku bertanya siapakah orang yang paling wara’ di kota Kufah? Maka mereka penduduk Kufah menjawab Abu Hanifah”. Beliau pernah bercerita. Ismail bin Yahya Al-Sirafi. Nu’man bin Abdus Salam al-Asbahani. Ibnu Syihab Az-Zuhri. beliau didatangi Hubairoh salah satu anak buah raja Marwan meminta Abu Hanifah agar menjadi Qodhi (hakim) di Kufah akan tetapi beliau menolak permintaan tersebut. Abu Syihab Al-Hanath Assamaqondi. Abdul Aziz bin Khalid at-Turmudzi. 2. dia tidak berdusta. Su’aib bin Ishaq. Abdullah ibnul Mubarok. Abdullah bin Dinar. Hamad bin Abi Sulaiman guru fiqihnya. Abu Ja’far Al-Baqir. Dan dalam waktu yang lain beliau berkata. Ishaq al-Azroq. Muhammad bin Bisyr. Muhammad bin Abdullah al-Anshari. Yahya bin Ayub Al-Mishri. dia tidak menghilangkan kebaikannya dengan perbuatan ghibah’. dan masih banyak lagi. Ali bin Ashim. ‘Wahai Abu Abdillah. Hamad bin Abu Hanifah. dan lain-lain. Dan ada yang meriwayatkan bahwa beliau sempat bertemu dengan 7 sahabat. Penilaian para ulama terhadap Abu Hanifah Berikut ini beberapa penilaian para ulama tentang Abu Hanifah. Nafi’ Maula Ibnu Umar. “Abu hanifah laa ba’sa bih. Abdullah bin Zubair al-Qurasy. Adi bin Tsabit. Sulaiman bin Amr An-Nakhai. Al-Qodhi Abu Yusuf. orang yang jujur. “Aku berkata kepada Sufyan Ats-Tsauri. Asy-Sya’bi. tatkala dia mengetahui keteguhan Abu Hanifah maka dia melepaskannya. Muhammad bin Hasan Assaibani. beliau juga belajar dan meriwayat dari ulama lain seperti Atha’ bin Abi Rabbah yang merupakan syaikh besarnya. maka tatkala diantara mereka ada yang bertanya kepadaku tentang suatu masalah lantas saya tidak mempunyai jawabannya. Al-Fadhl bin Musa. “Aku dating ke kota Kufah.

Beberapa penilaian negatif yang ditujukan kepada Abu Hanifah Abu Hanifah selain dia mendapatkan penilaian yang baik dan pujian dari beberapa ulama. Imam Syafii berkata. “Saya tidak melihat seseorang yang lebih tahu tentang tafsir hadits dan tempat-tempat pengambilan fiqih hadits dari Abu Hanifah”. juga mendapatkan penilaian negatif dan celaan yang ditujukan kepada beliau. Imam Muslim bin Hajaj berkata. kemudian imam Malik berpendapat. “Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit shahibur ro’yi mudhtharib dalam hadits. Beliau juga berkata. menunjukkan kebenaran dengan cara yang baik. akan tetapi dia termasuk dari sya’air iman. terkenal dengan wara’-nya. sabar dalam belajar dan mengajarkan ilmu. dan tidaklah mencelanya melainkan dia itu orang yang jahil tentangnya”. 4. Al-Khuroibi berkata. Hafsh bin Ghiyats berkata. 3. “Abu Hanifah berkata. “Barangsiapa ingin mutabahir (memiliki ilmu seluas lautan) dalam masalah fiqih hendaklah dia belajar kepada Abu Hanifah”. dan masih membutuhkan pendapat. “Abu Hanifah orang yang miskin di dalam hadits”. “Kami tidak mendustakan Allah swt. Fudhail bin Iyadh berkata. “Pendapat Abu Hanifah di dalam masalah fiqih lebih mendalam dari pada syair. “Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit tidak kuat hafalan haditsnya”. Al-Qodhi Abu Yusuf berkata. “Abu Hanifah adalah seorang yang faqih. 2. Yahya bin Sa’id al-Qothan berkata. 3.Beliau juga berkata. “Semoga Allah merahmati Abu Hanifah karena dia adalah termasuk orang yang menjaga shalatnya (banyak melakukan shalat)”. tidak selayaknya bagi seseorang berbicara tentang hadits kecuali apa-apa yang dia hafal sebagaimana dia mendengarnya”. tidak banyak hadits shahihnya”. Sufyan berpendapat dan Abu Hanifah berpendapat maka yang paling bagus pendapatnya adalah Abu Hanifah … dan dia orang yang paling faqih dari ketiganya”. Abdul Karim bin Muhammad bin Syu’aib An-Nasai berkata. Sebagian ahlul ilmi memberikan tuduhan bahwa Abu Hanifah adalah murji’ah dalam memahi masalah iman. “Apabila atsar telah diketahui. dan yang berpendapat seperti ini adalah Jumhur Asy’ariyyah. Sufyan bin Uyainah berkata. 8. dan sungguh banyak mengambil pendapatnya”. 4. “Tidaklah orang itu mensela Abu Hanifah melainkan dia itu orang yang pendengki atau orang yang jahil”. Dan yang dimaksudkan dengan “tidak bertambah dan berkurang” adalah . Yaitu penyataan bahwa iman itu keyakinan yang adal dalam hati dan diucapkan dengan lesan. menghindari dari harta penguasa”. diantaranya : 1. Qois bin Rabi’ juga mengatakan hal serupa dengan perkataan Fudhail bin Iyadh. Abu Manshur Al-Maturidi … dan menyelisihi pendapat ini adalah Ahlu Hadits … dan telah dinukil pula dari Abu Hanifah bahwa iman itu adalah pembenaran di dalam hati dan penetapan dengan lesan tidak bertambah dan tidak berkurang. 6. sedikit bicara. Dan telah dinukil dari Abu Hanifah bahwasanya amal-amal itu tidak termasuk dari hakekat imam. Abdullah ibnul Mubarok berkata. termasuk salah seorang hartawan. 5. tidaklah kami mendengar pendapat yang lebih baik dari pendapat Abu Hanifah. dan mengeluarkan amal dari hakikat iman. 7. 9.

… dan betapa banyak daripara imamyang agung. kalau Dia menghendaki maka akan mengadzabnya dan kalau tidak maka akan mengampuninya. Dan sungguh telah diriwayatkan dari Abu Hanifah oleh para sahabatnya pendapat-pendapat yang jitu dan dengan ibarat yang berbeda-beda. Jami’ul Masanid karya al-Khawaruzumi dan Tadzkiratul Hufazh karya Imam Adz-Dzahabi. “Kami tidak mengatakan bahwa orang yang beriman itu tidak membahayakan dosa-dosanya terhadap keimanannya. alim yang cerdas mereka bersikap inshaf (pertengahan ) secara haqiqi.dan sungguh kami telah meneliti semua riwayat-riwayat tersebut. dan orang yang berbuat kemaksiatan selain syirik dan kekufuran meskipun dia belum bertaubat sampai dia meninggal dalam keadaan beriman.coba lihatlah ke kitab beliau Fiqhul Akbar dan Aqidah Thahawiyah …. “maka terkadang diantara para . sebagaimana yang termaktub dalam kitab “Fiqhul Akbar” karya Abu Hanifah. dan penisbatan pendapat Al-Qur’an itu dalah makhluq kepada Abu Hanifah merupakan kedustaan”. hal ini bisa dibaca dalam kitab Tarikh Baghdad juz 13 dan juga kitab al-Jarh wa at-Ta’dil Juz 8 hal 450. Apabila telah shahih sebuah hadits maka hadits tersebut menjadi madzhabku. Dan kalian akan mengetahui riwayat-riwayat yang banyak tentang cacian yang ditujukan kepada Abiu Hanifah -dalam Tarikh Baghdad. ada yang jelas dan yang samar. Beberapa Nasehat Imam Abu Hanifah Beliau adalah termasuk imam yang pertama-tama berpendapat wajibnya mengikuti Sunnah dan meninggalkan pendapat-pendapatnya yang menyelisihi sunnah. “Banyak dari Ahlul Hadits – yakni yang menukil tentang Abu Hanifah dari al-Khatib (Tarikh baghdad) – melampaui batas dalam mencela Abu Hanifah.” 5. yaitu wajibnya mengambil hadits dan meninggalkan taqlid terhadap pendapat para imam yang menyelisihi hadits. Tidak diragukan lagi bahwa merupakan cela. mereka menyebutkan bahwa Abu Hanifah berkata. Berkata Syaikh Nashirudin Al-Albani. Diantara nasehat beliau adalah: a. Ibnu Abdil Barr berkata. “Ini merupakan kesempurnaan ilmu dan ketaqwaan para imam. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh imam Syafii. bahklan -insya Allah. Padahahal telah dinukil dari beliau bahwa Al-Qur’an itu adalah kalamullah dan pengucapan kita dengan Al-Qur’an adalah makhluq. ‘Orang yang terjerumus dalam dosa besar maka urusannya diserahkan kepada Allah’. aib untuk ber-ashabiyyah madzhabiyyah.akan menerimanya. yang semuanya itu menunjukkan pada sesuatu yang satu. Dan apabila kalian menghendaki untuk mengetahui kedudukan riwayat-riwayat yang berkenaan dengan celaan terhadap Abu Hanifah maka bacalah kitab al-Intiqo’ karya Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr. maka di berasa dibawah kehendak Allah.jumlah dan ukurannya itu tidak bertingkat-tingkat. seperti ada yang kuat dan ada yang lemah. dan yang semisalnya … Dan dinukil pula oleh para sahabatnya. ternyata riwayat-riwayat tersebut lemah dalam sanadnya dan mudhtharib dalam maknanya. dak hal ini tidak menafikan adanya iman itu bertingkat-tingkat dari segi kaifiyyah. … akan tetapi kami mengatakan bahwa barangsiapa beramal kebaikan dengan memenuhi syarat-syaratnya dan tidak melakukan hal-hal yang merusaknya. Dan para imam telah memberi isyarat bahwa mereka tidak mampu untuk menguasai. meliput sunnah/hadits secara keseluruhan”. dan kami juga tidak mengatakan pelaku dosa besar itu masuk neraka dan kekal di neraka meskipun dia itu orang yang fasiq. Dan ini merupakan pendapat ahlul haq …. Dan di sana masih banyak lagi bentuk-bentuk penilaian negatif dan celaan yang diberikan kepada beliau. Sebagian ahlul ilmi yang lainnya memberikan tuduhan kepada Abu Hanifah. tidak membatalakannya dengan kekufuran dan murtad sampai dia meninggal maka Allah tidak akan menyia-nyiakan amalannya. bahwa beliau berpendapat Al-Qur’an itu makhluq. maka hal seperti itu sungguh dia menolak banyak pengkhabaran tentang Abu Hanifah dari orang-orang yang adil”.

“Keyakinan kami dan keyakinan setiap orang yang pertengahan (tidak memihak) terhadap Abu Hanifah. …”. Syaikh Al-Albani berkata. Apabila saya mengatakan sebuah pendapat yang menyelisihi kitab Allah dan hadits Rasulullah yang shahih. dan dia dishalatkan banyak orang bahkan ada yang meriwayatkan dishalatkan sampai 6 kloter. Dan dalam riwayat lain. besok aku berpendapat dengan suatu pendapat dan aku tinggalkan pendapat tersebut hari berikutnya. Akan tetapi dalil-dalil syari terpisah-pesah pada zamannya dan juga pada zaman tabi’in dan atbaut tabiin masih terpencar-pencar disana-sini. Berbeda dengan para imam yang lainnya. Dan dalam riawyat lain. dia berfatwa dengan pendapatku. untuk itulah sebaigan orang dari para masyayikh yang diikuti mengingkari penisbahan kepada Abu Hanifah tatkala mereka mengingkari fatwanya dengan berkata “Abu Hanifah tidak tahu dalil!” Berkata Asy-sya’roni dalam kitabnya Al-Mizan 1/62 yang ringkasnya sebagai berikut. Tidak halal bagi seseorang untuk mengambil/memakai pendapat kami selama dia tidak mengetahui dari dalil mana kami mengambil pendapat tersebut. dalam riwayat lain. akan tetapi beliau menolak permintaan raja tersebut – karena Abu Hanifah hendak menjahui harta dan kedudukan dari sulthan (raja) – maka dia ditangkap dan dijebloskan kedalam penjara dan wafat dalam penjara. itupun hanya sedikit dalam madzhabnya sebagaimana hal itu juga sedikit pada madzhab-madzhab lainnya dengan penisbahan kepadanya. bahwa seandainya dia hidup sampai dengan dituliskannya ilmu Syariat. haram bagi orang yang tidak mengetahui dalilku. . bahkan wajib beradab dengannya karena dia merupakan salah satu imam dari imam-imam kaum muslimin yang dengan mereka terjaga agama ini. kemudian dia berfatwa dengan pendapat yang menyelisishi dalil tersebut? Maka camkanlah kalimat ini! Dan perkataan ini saja cukup untuk memusnahkan taqlid buta. Kemudia syaikh Al-Albani mengomentari pernyataan tersebut dengan perkataannya.imam ada yang menyelisihi sunnah yang belum atau tidak sampai kepada mereka. maka tinggalkan perkataanku. maka ketahuilah! Apakah perkataan mereka terhadap orang yang mengetahui dalil yang menyelisihi pendapat mereka. maka sesungguhnya aku berpendapat pada hari ini denga suatu pendapat dan aku tinggalkan pendapat itu besok. “Maka apabila demikian halnya. “Maka apabila demikian perkataan para imam terhadap orang yang tidak mengetahui dalil mereka. hal itu merupakan udzur bagi Abu Hanifah tatkala dia menyelisihi hadits-hadits yang shahih tanpa dia sengaja – dan ini merupaka udzur yang diterima. setelah para penghafal hadits mengumpulkan hadits-haditsnya dari seluruh pelosok penjuru dunia maka Abu Hanifah akan mengambil hadits-hadits tersebut dan meninggalkan semua pendapatnya dengan cara qiyas. Abu Hanifah dipanggil kehadapannya untuk diminta menjadi qodhi (hakim). maka tidak boleh mencela padanya sebagaimana yang dilakukan sebagian orang jahil. dan kami ruju’ (membatalkan) pendapat tersebut pada pagi harinya. Maka banyak terjadi qiyas pada madzhabnya secara darurat kalaudibanding dengan para ulama lainnya. b. c. Wafatnya Pada zaman kerajaan Bani Abbasiyah tepatnya pada masa pemerintahan Abu Ja’far Al-Manshur yaitu raja yang ke-2. sesungguhnya kami adalah manusia biasa. janganlah engakau catat semua apa-apa yang kamu dengar dariku. kami berpendapat pada hari ini. Celaka engkau wahai Ya’qub (Abu Yusuf). karena Allah tidak membebani manusia yang tidak dimampuinya -. karena tidak ada nash dalam permasalahanpermasalahan yang diqiyaskan tersebut. Dan beliau wafat pada bulan Rajab pada tahun 150 H dengan usia 70 tahun. …”. maka mereka memerintahkan kepada kita untuk berpegang teguh dengan sunnah dan menjadikan sunah tersebut termasuk madzhab mereka semuanya”.

. Tadzkiratul Hufazh karya Al-Imam Syamsudin Muhammad bin Ahmad bin Utsman AdzDzahabi terbitan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut 4. kisah teladan ( 352 ). Ia terlahir dengan nama Jundub bin Junadah bin Sakan. Tarikhul Baghdad karya Abu Bakar Ahmad Al-Khatib Al-Baghdadi cetakan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut 2. Abu Dzar memeluk Islam dengan sukarela. sehingga tanpa ragu dan takut ia memberitakan keislamannya itu kepada banyak orang secara terbuka. Kegundahan hati dan keinginannya untuk berperilaku yang baik membawanya pergi menempuh perjalanan yang jauh untuk bertemu Rasulullah Saw. Keyakinannya terhadap Islam sangat kuat. Shifatu Shalatin Nabi karya Syaikh Nashirudin Al-Albani cetakan Maktabah Al-Ma’arif Riyadh (diambil dari majalah Fatawa)  erva kurniawan 1:25 am pada 27 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).*** Daftar Pustaka: 1. Al-Bidayah wa an-Nihayah karya Ibnu Katsir cetakan Maktabah Darul Baz Beirut 5. Di tengah suasana Mekah yang mencekam. karena saat itu Rasullah Saw banyak mendapat ancaman dari Quraisy. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kekuasaan Bisa Menjadi Kehinaan dan Penyesalan Abu Dzar al-Ghiffari merupakan salah satu sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah Saw dan termasuk sahabat yang paling awal masuk Islam. Suku Ghiffar terkenal sebagai suku penyamun sebelum datangnya Islam. cerita teladan ( 355 ). Abu Dzar berhasil bertemu Rasulullah Saw dan menyatakan keislamannya. Siyarul A’lamin Nubala’ karya Al-Imam Syamsudin Muhammad bin Ahmad bin Utsman AdzDzahabi cetakan ke – 7 terbitan Dar ar-Risalah Beirut 3. Kitabul Jarhi wat Ta’dil karya Abu Mumahhan Abdurrahman bin Abi Hatim bin Muhammad ArRazi terbitan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut 6. kisah islami ( 268 ). berasal dari suku Ghiffar. cerita nasehat.

cerita teladan ( 355 ). Sewaktu mendengar Rasulullah Saw hijrah. Suatu ketika ada yang mengganjal dalam hati Abu Dzar. Suatu saat ia memberanikan diri menyampaikan keinginannya itu kepada Rasulullah Saw. Sambil menepuk kedua bahu Abu Dzar. Ke mana Rasulullah Saw pergi.com/read/2010/08/24/163757/1426935/985/kekuasaan-bisa-menjadi-kehinaan-danpenyesalan  erva kurniawan 1:00 am pada 25 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). ia selalu turut serta. Abu Dzar menjadi dekat dengan Rasulullah Saw. seluruh suku Ghiffar berhasil diajaknya memeluk Islam. sesungguhnya engkau adalah orang yang lemah. “Wahai Rasulullah. Tujuannya untuk ikut serta membantu Rasulullah Saw berjuang menegakkan Islam. Jarang sekali. “Wahai Abu Dzar. masuk dalam jajaran pemerintahan Rasulullah Saw di Madinah.” (imam) *** ramadan. Sejak di Madinah itu.Sekembalinya ke kampung halamannya. Meski dengan susah payah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Al-Imam Malik ra. Beliau mengetahui ada sifat-sifat Abu Dzar yang tidak sesuai untuk orang yang memegang kekuasaan. Nama dan Nasabnya . Abu Dzar menyebarkan ajaran Islam pada masyarakat seluruh suku Ghiffar. dengan bijak Rasulullah Saw berkata. meskipun Abu Dzar sangat dicintainya. tidurnya pun di masjid.detik. kisah teladan ( 352 ). 1. sementara kekuasaan itu adalah amanat. Karena itu. Di hari kiamat kekuasaan itu nanti menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali bagi orang yang mengembannya dengan benar dan menjalankan semua amanat yang ada di dalamnya. Ia ingin terlibat lebih jauh. Abu Dzar bersama beberapa orang dari Ghiffar pergi ke Madinah. Ia berkata. cerita nasehat. namun Rasulullah Saw tidak mengabulkan keinginan sahabatnya itu. ia absen dari majelis-majelis Rasulullah Saw. tidakkah engkau mempekerjakan aku?” Rasulullah Saw sangat mengenal pribadi Abu Dzar. kisah islami ( 268 ).

Yahya bin Sa’id Al Anshari. yang bebrunyi: “Nyaris orang-orang memukul perut unta untuk mencari ilmu. maka Malik adalah bintangnya. Yahya bin Sa’id Al Qaththan : Malik adalah amirul mukminin dalam bidang hadis. Kelahiran dan Petumbuhannya Imam Malik ra. wafat pada tahun 179 H dan dimakamkan di Baqie. bekas budak Ubaidullah bin Ma’mar. 2. Al Baghdadi menyebutkan hampir 1000 orang perawi. Sebaliknya. Kakeknya yang juga bernama Malik bin Anas termasuk seorang tabi’in besar dan salah satu yang ikut memikul Khalifah Utsman ke kuburnya. d. Cukup banyak perawi yang meriwayatkan hadis dari beliau. Diantara tokoh2 yang meriwayatkan hadis dari beliau : Sufyan Ats Tsauri. dll. Disana beliau menulis kitabnya AlMuwaththo’. Abdurrahman bin Al Qasim. Ibn Hibban : Malik adalah orang pertama yang memilih para tokoh ahli fiqh di Madinah. diantaranya : Nafi’ bekas budak Ibn Umar. Al-Muwwaththo’ Imam Malik menulis kitabnya yang legendaris Al-Muwwaththo’ selama 40 tahun. c. Humaid Ath Thawiel. Asy Syafi’i : Apabila ulama disebut. Zaid bin Aslam. dan hanya menceritakan dari orang yang terpercaya. Abu Hanifah. Aisyah binti Sa’ad bin Abi Waqqash. Ayyub As Sakhtiyani. . Anas. Al Hafidh Abu Bakar Al Khatib Al Baghdadi menulis sebuah kitab tentang para perawi yang meriwayatkan dari Imam Malik. b. Beliau meriwayatkan hadis dari sejumlah besar Tabi’ien dan Tabi’ut Tabi’ien. Dalam kitab tersebut. Asy Syafi’i. 3. tidak meriwayatkan kecuali yang shahih.: a. Abu Az Zanad. Beliau hidup selama 84 tahun.Nama lengkap beliau adalah Abu Abdillah Malik bin Anas bin Malik bin Anas bin Al Harits bin Ghaiman bin Khutsail bin Amr bin Al Harits Al Ashbahiy Al Humairiy. Ibunya bernama Al Aliyah binti Syariek Al Asadiyah. Kakek buyutnya. Nasabnya berakhir pada Ya’rib bin Yasyjub bin Qaththan. lahir di Madinah Al Munawaroh pada tahun 95 H. Abdullah bin AL Mubarak. seperti Az Zuhri dan Yahya bin Sa’id Al Anshari. Namun. adalah seorang sahabat agung. dan Hisyam bin Urwah. Kedudukannya Para Imam dan Ulama yang berkomentar tentang Imam Malik ra. ada juga yang mengatakan ibunya adalah Thulaihah. Selama kurun waktu tersebut. menghindari orang yang tidak terpercaya (tsiqoh). tidak sedikit guru2nya yang meriwayatkan hadis dari beliau sesudah itu. Beliau menimba ilmu dari 100 orang guru lebih. kitab itu ditunjukkan ke sekitar 75 orang ulama fiqh Madinah. Ibn Mu’in : Malik termasuk hujjah Allah atas makhluk Nya. yang selalu mengikuti Rasululloh SAW dalam semua peperangan kecuali perang Badar. 4. tapi ternyata mereka tidak menemukan seorang pun yang lebih alim dari orang alim Madinah” (hadis ini hasan menurut Tirmidzi) Ibn Unayah bilnag orang alim madinah tersebut adalah Malik. Abdurrahman Al Auza’i. Ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi. Ibn Syihab Az Zuhri.

Nama lengkap beliau Muhammmad bin Islmail bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari Al Ju’fi. dan lebih dikenal dengan sebutan Al Imam Al Bukhari. Sewaktu kecil Al Imam Al Bukhari buta kedua matanya. Al Mughirah. dan pernah berjabatan tangan dengan Abdullah bin Al Mubarak. tidak ada satu kitab pun – sesudah Kitab Allah – yang lebih shahih daripada kitab Malik.Asy Syafi’i berkomentar tentang Al Muwwaththo’ Malik : “Di muka bumi ini. Sedang ayah beliau. Buyut beliau. cerita teladan ( 355 ). Ternyata pada pagi harinya sang ibu menyaksikan bahwa Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putranya. “Hai Fulanah (yang beliau maksud adalah ibu Al Imam Al Bukhari. Karyanya menjadi rujukan utama setelah Al Qur’an. kemudian masuk Islam lewat perantaraan gubernur Bukhara yang bernama Al Yaman Al Ju’fi. Keliling dunia mencari ilmu. seorang tokoh yang tekun dan ulet dalam menuntut ilmu. cerita nasehat. Al Muwwaththo’ memuat 6000 hadis musnad (sanad bersambung samapai ke Nabi SAW/ Marfu’). *** Wallaahu a’lam bishshowab (Ditulis ulang dari kata pengantar kitab Al-Muwwaththo’ edisi terjemahan)  erva kurniawan 1:11 am pada 24 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). sempat mendengar ketenaran Al Imam Malik bin Anas dalam bidang keilmuan. Dipanggil dengan Abu Abdillah. dan 285 makalah Tabi’ien. sesungguhnya Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putramu karena seringnya engkau berdoa”. Beliau digelari Al Imam Al Hafizh. pernah berjumpa dengan Hammad bin Zaid. pent). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Imam Bukhari : Keajaiban Dari Bukhara Buta di masa kecilnya. 222 hadis mursal (sanad hanya samapai sahabat). kisah teladan ( 352 ). Ismail bin Al Mughirah. kisah islami ( 268 ). Pada suatu malam ibu beliau bermimpi melihat Nabi Ibrahim Al Khalil ‘Alaihissalaam yang mengatakan. 613 hadis mauquf (sanad hanya samapai tabi’ien). Menghafal ratusan ribu hadits. semula beragama Majusi (Zoroaster). Lahir di Bukhara pada bulan Syawal tahun 194 H. .

Abu Bakar Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah berkata. Anugerah Allah kepada Al Imam Al Bukhari berupa reputasi di bidang hadits telah mencapai puncaknya. Ishaq bin Rahawaih. Lalu mereka menceriterakan peristiwa itu kepada ‘Amr. “Apakah engkau hafal sanad dan matan setiap hadits yang engkau masukkan ke dalam kitab yang engkau susun (maksudnya : kitab Shahih Bukhari. Abdul ‘Azizi Al Uwaisi.” Muhammad bin Abi Hatim berkata. Al Imam Al Bukhari mulai menuntut ilmu. Bashrah. ‘Amr berkata kepada mereka. Al Anshari. Di antara mereka yang sangat terkenal adalah Abu ‘Ashim An-Nabiil. Al Imam Al Bukhari mempunyai karya besar di bidang hadits yaitu kitab beliau yang diberi judul Al Jami’ atau disebut juga Ash-Shahih atau Shahih Al Bukhari. “Saya melihat Abu Ammar Al Husein bin Harits memuji Abu Abdillah Al Bukhari. pasti dapat saya sebutkan sanad (rangkaian perawi-perawi)-nya”. “Setiap hadits yang saya hafal. Di antara mereka yang paling terkenal adalah Al Imam Muslim bin Al Hajjaj An Naisaburi.)?” Beliau menjawab. “Para sahabat ‘Amr bin ‘Ali Al Fallaas pernah meminta penjelasan kepada saya tentang status (kedudukan) sebuah hadits. ” Saya mendengar Abu Abdillah (Al Imam Al Bukhari) berkata. Abdurrahman bin Hammad AsySyu’aisi. Abdurrahman Al Muqri’. Makki bin Ibrahim. dan mereka segera bergerak menuju ‘Amr. ‘Abdan bin ‘Utsman. dan sederet imam dan ulama ahlul hadits lainnya. dan Syam. Berikut ini adalah sederet pujian (rekomendasi) termaksud. penyusun kitab Shahih Muslim.Ketika berusia sepuluh tahun. Naisabur. Badal bin Al Muhabbir. Saya katakan kepada mereka. Seolah-olah dia diciptakan oleh Allah hanya untuk hadits”. Beliau pernah berkata. Thalq bin Ghannaam. “Saya hafal seratus ribu hadits shahih. Khalid bin Makhlad. Pada kesempatan yang lain belau berkata. Muhammad bin Abi Ha tim berkata. “Saya tidak mengetahui status (kedudukan) hadits tersebut”. Muhammad bin ‘Ar’arah. beliau melakukan pengembaraan ke Balkh. Nu’aim bin Hammad. . Makkah. dan saya juga hafal dua ratus ribu hadits yang tidak shahih”. “Saya tidak pernah meliahat di kolong langit seseorang yang lebih mengetahui dan lebih kuat hafalannya tentang hadits Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dari pada Muhammad bin Ismail (Al Bukhari). pent. Khallad bin Yahya. Rayy. Abu Al Yaman. “Saya tidak pernah melihat orang seperti dia. Abdullah bin Raja’. “Saya mendengar Ibrahim bin Khalid Al Marwazi berkata. “Semua hadits yang saya masukkan ke dalam kitab yang saya susun itu sedikit pun tidak ada yang samar bagi saya”. Al Imam Ahmad bin Hanbal. Para ulama menilai bahwa kitab Shahih Al Bukhari ini merupakan kitab yang paling shahih setelah kitab suci Al Quran. ‘Ali bin Al Hasan bin Syaqiq. Abu Al Mughirah. Tidak mengherankan jika para ulama dan para imam yang hidup sezaman dengannya memberikan pujian (rekomendasi) terhadap beliau. Mereka jadi gembira dengan sebab mendengar ucapanku. Mesir. lalu beliau berkata. Ubaidaillah bin Musa. ‘Ali bin Al Madini. Hajjaj bin Minhaal. Kufah. Guru-guru beliau banyak sekali jumlahnya. “Hadits yang status (kedudukannya) tidak diketahui oleh Muhammad bin Ismail bukanlah hadits”. Baghdad. Murid-murid beliau tak terhitung jumlahnya. Al Imam Al Bukhari sangat terkenal kecerdasannya dan kekuatan hafalannya. Shadaqah bin Al Fadhl. Beliau juga pernah ditanya oleh Muhamad bin Abu Hatim Al Warraaq.

Sulaim berkata. ” Kitab Jami’ karya Muhammad bin Ismail”. “Sampaikan salamku kepadanya!” Al Imam Al Bukhari wafat pada malam Idul Fithri tahun 256 H. “Saya tidak pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri semenjak enam puluh tahun orang yang lebih dalam pemahamannya tentang ajaran Islam. “Saya mendengar para ulama di Bashrah mengatakan. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam berkata. nama sebuah desa di Samarkand.” Al Firabri berkata. ada seorang ulama besar ahli fikih. Jenazah beliau dikuburkan di Khartank. Ketakwaan dan keshalihan Al Imam Al Bukhari merupakan sisi lain yang tak pantas dilupakan. “Tidak pernah kami jumpai di dunia ini orang seperti Muhammad bin Ismail dalam hal ma’rifah (keilmuan) dan keshalihan”.Hubungannya dengan kitab tersebut. Dan di bidang akidah beliau menyusun kitab Khalqu Af’aal Al Ibaad. “Saya mendengar Abu Abdillah Al Bukhari berkata. leblih wara’ (takwa).” Abdullah bin Sa’id bin Ja’far berkata. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepada saya. ketika beliau mencapai usia enam puluh dua tahun. Beliau berkata kepada saya. Semoga Allah Ta’ala mencurahkan rahmat-Nya kepada Al Imam Al Bukhari. kitab apa yang Baginda maksud?” Rasulullah menjawab. Di bidang akhlak belau menyusun kitab Al Adab Al Mufrad. *** Sumber: Siyar A’laam An-Nubala’ karya Al Imam Adz-Dzahabi dll  . “Hendak menuju ke tempat Muhammad bin Ismail Al Bukhari”. sampai kapan engaku mempelajari kitab Asy-Syafi’i. sementara engkau tidak mempelajari kitabku? Saya berkata. Berikut ini diketengahkan beberapa pernyataan para ulama tentang ketakwaan dan keshalihan beliau agar dapat dijadikan teladan. “Saya berharap bahwa ketika saya berjumpa Allah. “Engkau hendak menuju ke mana?” Saya menjawab. “Saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam di dalam tidur saya”. Karya Al Imam Al Bukhari yang lain yang terkenal adalah kita At-Tarikh yang berisi tentang hal-ihwal para sahabat dan tabi’in serta ucapan-ucapan (pendapat-pendapat) mereka. “Suatu ketika saya tertidur pada sebuah tempat (dekat Ka’bah -ed) di antara Rukun Yamani dan Maqam Ibrahim. dan lebih zuhud terhadap dunia daripada Muhammad bin Ismail. Di dalam tidur saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. saya tidak dihisab dalam keadaan menanggung dosa ghibah (menggunjing orang lain). “Wahai Baginda Rasulullah. yaitu Abu Zaid Al Marwazi menuturkan. Abu Bakar bin Munir berkata. “Hai Abu Zaid.

sebagaimana sediakala. orang-orang mencari sumber beritanya. yaitu putra saudara perempuan ayahnya. Misthah masih termasuk keluarga Abu Bakar. Setelah jelas status kabar itu. Ia memang pernah bersumpah untuk tak memberikan bantuan kepada Misthah yang selama ini kerap ditolongnya.erva kurniawan 1:19 am pada 23 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Abu Bakar sangat marah kepadanya. Allah menegur Abu Bakar dan semua orang yang mempunyai kelebihan agar memberi bantuan kepada orang-orang yang miskin. Janganlah mereka bersumpah untuk tidak memberi bantuan karena orang yang bersangkutan pernah melakukan kesalahan atau karena ketersinggungan pribadi. Mendengar kabar itu. kisah teladan ( 352 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Abu Bakar: Saya Ingin Diampuni Allah “Saya ingin diampuni Allah. Abu Bakar memaafkan Misthah. Sebenarnya.” kata Abu Bakar menyambut turunnya ayat: “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi kepada kaum kerabat. Namun demikian. kaum Muhajirin (orang yang pindah dari Mekah menuju ke Madinah atau tempat yang lain) dan kepada siapa saja memerlukan uluran tangan. Mendengar ayat tersebut. Hendaknya. dan melanjutkan bantuannya kepada Misthah. kisah islami ( 268 ). putrinya dan sekaligus istri Nabi Saw. ia membatalkan sumpahnya. Apakah kamu tak ingin Allah mengampuni kamu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Nabi Saw pun gundah dan bimbang. Kegundahan Nabi reda setelah turun beberapa ayat dalam Surah an-Nur (24) yang menjelaskan kebohongan berita itu. karena Misthah ikut menyebarkan kabar bohong menyangkut ‘Aisyah. orang yang berkelebihan itu berhati besar dan sebaiknya mereka memaafkan dan berlapang dada.detik. Beliau mencari-cari informasi tentang kabar tersebut.com/read/2010/08/25/095702/1427340/985/abu-bakar-saya-ingin-diampuni-allah . cerita teladan ( 355 ). (imam) ( gst / vta ) *** ramadan.” (QS 24: 22) Ayat di atas. menjadi teguran untuk Abu Bakar. Karena itu Abu Bakar marah dan keluarlah sumpah itu. Dalam ayat di atas. Kabar yang disebarkan Misthah itu bisa menghancurkan nama baik keluarga Abu Bakar. orang-orang miskin dan para Muhajirin pada jalan Allah dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. cerita nasehat. Tersebutlah Misthah menjadi salah satu penyebarnya.

Tidak ada riwayat yang jelas tentang kapan beliau dilahirkan. kisah teladan ( 352 ). Penulis: Al Ustadz Zainul Arifin ** Beliau dilahirkan di Samarqand dan dibesarkan di Abi Warda. beliau berkata: “Adalah AlFudhail bin ‘Iyadh dulunya seorang penyamun yang menghadang orang-orang di daerah antara Abu Warda dan Sirjis. cerita teladan ( 355 ). cerita nasehat. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Al Imam Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah. Sebagian riwayat ada yang menyebutkan bahwa dulunya beliau adalah seorang penyamun. hanya saja beliau pernah menyatakan usianya waktu itu telah mencapai 80 tahun. Disebutkan dalam Siyar A’lam An-Nubala dari jalan Al-Fadhl bin Musa.• hilmi 9:40 am pada 23 Desember 2010 Permalink subhanallah  erva kurniawan 1:03 am pada 20 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). dan tidak ada gambaran yang pasti tentang permulaan kehidupan beliau. suatu tempat di daerah Khurasan. kemudian Allah memberikan petunjuk kepada beliau dengan sebab mendengar sebuah ayat dari Kitabullah. kisah islami ( 268 ). Dan sebab taubat beliau adalah karena beliau pernah terpikat dengan seorang wanita. .

kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras.com • hilmi 9:55 am pada 20 Desember 2010 Permalink wah benar-benar kisah yang bagus. tiba-tiba saja beliau mendengar seseorang membaca ayat: “Belumkah datang waktunya bagi orang –orang yang beriman untuk tunduk hati mereka guna mengingat Allah serta tunduk kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang –orang yang sebelumnya telah turun Al Kitab kepadanya. dan tidaklah Allah menggiringku kepada mereka ini melainkan agar aku berhenti (dari kemaksiatan ini).” Maka beliaupun berkata: “Kemudian aku merenung dan berkata: ‘Aku menjalani kemaksiatan-kemaksiatan di malam hari dan sebagian dari kaum muslimin di situ ketakutan kepadaku. Waktu itu beliau memiliki seekor unta yang beliau gunakan untuk mengangkut air dan menjual air tersebut guna memenuhi kebutuhan makanan beliau dan keluarganya. Ya Allah. sungguh aku telah bertaubat kepada-Mu dan aku jadikan taubatku itu dengan tinggal di Baitul Haram’. Beliau wafat di Makkah pada bulan Muharram tahun 187 H.maka tatkala beliau tengah memanjat tembok guna melaksanakan hasratnya terhadap wanita tersebut. 5-7) *** Sumber : http://www. (Diringkas dari Mawa’izh lil Imam AlFudhail bin ‘Iyadh. dan mayoritas mereka adalah orang-orang yang fasiq. seperti Manshur.” dan sebagian yang lain berkata: “Kita jalan terus sampai pagi. dan pada malam itu ketika beliau tengah berlindung di balik reruntuhan bangunan. Kemudian beliau menetap di Makkah. Beliau tidak mau menerima pemberian-pemberian dan juga hadiah-hadiah dari para raja dan pejabat lainnya. karena biasanya Al-Fudhail menghadang kita di jalan ini. ‘Atha’ bin As-Saaib serta Shafwan bin Salim dan juga dari ulama-ulama lainnya.” (Al Hadid: 16) Maka tatkala mendengarnya beliau langsung berkata: “Tentu saja wahai Rabbku. namun beliau pernah menerima pemberian dari Abdullah bin Al-Mubarak. Al-A’masy. Sungguh telah tiba saatku (untuk bertaubat). hal.” Sungguh beliau telah menghabiskan satu masa di Kufah. Sebagian mereka berkata: “Kita jalan terus. sedang beliau sangat antusias agar tidak sampai memasuki perut beliau kecuali sesuatu yang halal. Dan sebab dari penolakan beliau terhadap pemberian-pemberian para raja diduga karena keraguan beliau terhadap kehalalannya. terima kasih mas .” Maka beliaupun kembali. lalu mencatat ilmu dari ulama di negeri itu. Dan adalah beliau memberi makan dirinya dan keluarganya dari hasil mengurus air di Makkah.asysyariah. tiba-tiba saja di sana ada sekelompok orang yang sedang lewat.

Hasan bin Ali. Namun. Yahudi itupun serta merta mengakui bahwa baju besi tersebut adalah benar milik Ali dan ia menyatakan bahwa sebuah agama yang menyuruh hal tersebut pastilah benar. Sang hakim menerima kesaksian pembantu Ali. cerita teladan ( 355 ). ( gst / vta ) *** . Orang Yahudi itu pun mengucapkan kalimat syahadat dan menyatakan masuk Islam. sang Amirul Mukminin. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ali bin Abi Thalib dan Hukum Bagi Anda yang merasa frustasi dengan keadaan hukum saat ini dan tingkah polah pemimpin dan penegak hukum. apakah ia mempunyai bukti-bukti yang mendukung pernyataannya. ia mendapati baju besinya ada pada seorang Yahudi. kisah yang terjadi belasan abad yang lalu ini menarik untuk disimak. akhirnya hakim memutuskan bahwa baju besi tersebut adalah milik si Yahudi. Ali menyatakan menerima keputusan hakim. erva kurniawan 1:15 am pada 19 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Tidak berapa lama. keduanya sepakat untuk membawa perkara itu ke hadapan hakim. hakim yang bernama Syuraih bertanya kepada Ali. “Tetapi apakah Anda tidak pernah mendengar Rasulullah yang menyatakan bahwa Hasan dan Husain adalah pemuda penghuni surga”. kisah islami ( 268 ). Ali menghadiahkan baju besi tersebut kepada si Yahudi disertai dengan hadiah lainnya. cucu Rasulullah Saw. Dengan besar hati. Ali pun menghadirkan dua saksi. Setelah mendengar duduk perkaranya. orang Yahudi itu bersikukuh bahwa baju besi itu adalah miliknya. Ali. ketika ditanya Ali. kisah teladan ( 352 ). Qanbar dan anaknya. cerita nasehat. Alkisah pada masa Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah. Menyaksikan hal itu. Karena hanya ada satu orang saksi. Melihat seorang pemimpin jazirah Islam dikalahkan di pengadilan padahal lawannya seorang nonmuslim dan sang pemimpin menerima putusan itu. karena kesaksian seorang anak kepada ayahnya tidak dapat diterima di hadapan hukum. Syuraih membenarkan pernyataan Ali itu namun tetap pada pendiriannya bahwa ia tidak bisa menerima kesaksian Hasan. Akhirnya. Ali pun berkata pada hakim Syuraih. ia kehilangan baju dir’a (baju besi) miliknya. dikalahkan dalam persidangan tersebut. yaitu pembantunya. namun menolak kesaksian Hasan.

“Pergilah engkau mencari sebuah batu lagi yang akan aku letakkan di Ka’bah sebagai penanda bagi manusia. Ia memenuhi perintah itu dibantu putranya.detik. Saat hampir selesai mengerjakannya.ramadan. cerita teladan ( 355 ). Isma’il as.com/read/2010/08/26/114320/1428283/985/ali-bin-abi-thalib-dan-hukum • kereyoben 1:27 am pada 19 Desember 2010 Permalink bagus sekali artikel ini • hilmi 9:48 am pada 20 Desember 2010 Permalink subhanallah  erva kurniawan 1:03 am pada 15 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). “Batu ini aku dapat dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu. Ibrahim as merasa ada yang kurang pada Ka’bah.” Ibrahim as mencium batu itu lagi dan diikuti juga oleh Isma’il as. kisah teladan ( 352 ). kisah islami ( 268 ). Ketika sedang mencari. “Dari mana kamu peroleh batu ini?” Isma’il as menjawab. cerita nasehat. Dengan senang hati ia menerima batu itu dan segera membawa batu itu untuk diberikan pada ayahnya.” Isma’il as mematuhi perintah ayahnya. Kemudian Ibrahim as bertanya pada putranya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kisah Hajar Aswad Ibrahim as diperintahkan Allah Swt membangun kembali Ka’bah. . Kemudian ia memerintahkan putranya. Ibrahim as pun gembira dan mencium batu itu beberapa kali. malaikat Jibril datang pada Isma’il as dan memberinya sebuah batu yang cantik. Ia pergi dari satu bukit ke bukit lain untuk mencari batu yang paling baik.

kumpulan kisah teladan ( 284 ) Air Mata dan Cinta Cinta membuat apa yang dicintai itu benar-benar masuk ke dalam lubuk hati. mencuri potongan kain Kiswah. . Akhirnya ditemukan perekat berupa bahan kimia yang dicampur dengan minyak misik dan ambar. cerita teladan ( 355 ). Untunglah. dan membawa sepotong perak dari tangga Ka’bah. dan akhirnya menangis.com/read/2010/08/27/093602/1429109/985/kisah-hajar-aswad  erva kurniawan 1:00 am pada 13 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Sebelumnya perekatan itu. cinta itu dekat dengan yang namanya air mata. akan mudah menangis kalau mengingat sama yang dicintainya. Ia mencungkil Hajar Aswad.” (Hadits no 228 Kitab Sahih Muslim). niscaya aku tidak akan menciummu. kisah teladan ( 352 ). aku tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu. laki-laki itu pun ditangkap dan dihukum. (imam) *** ramadan. pasti berkaitan dengan yang namanya kelembutan. benar bukan? Bicara mengenai menangis ada 2 cerita jaman dulu. penjaga masjid mengetahuinya. Kalau sudah begini. datanglah seorang laki-laki ke Ka’bah. Umar bin Khathab pernah menyambaikan bahwa Rasulullah Saw sendiri pernah menciumnya. Di akhir bulan Muharram 1351 H. “Demi Allah. cerita nasehat. apalagi yang terdalam. dilakukan penelitian oleh para ahli mengenai bahan perekat yang digunakan. Saat Umar bin Khaththab berada di hadapan Hajar Aswad dan menciumnya ia berkata. Makanya. Hati itu lembut sekali. sampai saat ini banyak yang berharap bisa mencium batu yang dinamai Hajar Aswad itu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Saw menciummu. kisah islami ( 268 ). Tanggal 28 Rabi’ul Akhir tahun yang sama. orang yang sedang jatuh cinta.Begitulah. ada juga orang yang ingin mencuri Hajar Aswad. Karena sangat bersejarahnya. dilakukan penempelan kembali bongkahan batu itu ke tempat asalnya. Bicara tentang lubuk hati.detik.

” Cerita kedua. untuk menemani.Cerita pertama. Kenapa waktunya tidak dihabiskan untuk Allah dan Islam? Ini pertanda kalau negeri Islam tadi sudah lemah. sang ketua mengutus seorang mata-mata ke negeri Islam tersebut. Penasaran dengan hal tersebut. saatnya kita serang mereka!” Akhirnya.” Kagetlah si mata-mata itu. Dia bertemu dengan anak muda yang sedang duduk menangis. kemudian. “OK. Masya Allah. kalau negeri kafir menyerang saat itu. generasi yang pertama menangis mengeluarkan air mata karena cintanya kepada Allah. Generasi yang kedua menangis mengeluarkan air mata karena cinta kepada pacarnya. Jadi. Beberapa tahun kemudian. dan apa yang terjadi? Hancur-lebur dan luluh-lantaklah negeri Islam. air mata kita termasuk yang mana? Kalau kita menangis gara-gara siapa?? Semoga air mata dan tangis kita hanya karena Allah! *** Oleh: Aulia Agus Iswar • hilmi 9:15 am pada 13 Desember 2010 Permalink . si mata-mata menyamar lagi menjadi orang Islam. Lalu. Kejadian berikutnya sama dengan cerita yang pertama. Si mata-mata menyamar menjadi orang Islam. negeri kafir kemudian menyerang negeri Islam tadi. Kenapa bisa seperti ini? Ketua kafir melihat bahwa pada cerita yang pertama. Selanjutnya dia masuk ke negeri Islam itu. ada negeri kafir yang akan menyerang negeri Islam. Inilah saatnya negeri kafir tersebut menyerang negeri Islam. Dulu. “OK. Tunggu kalau saatnya sudah tepat. kita jangan menyerang Islam dulu. Lalu sang ketua berkata. dan untuk yang lain. Begitulah sobat. Sampai-sampai mereka sedih dan nangis lantaran ketinggalan shalat berjama’ah di masjid. “Kenapa kamu nangis anak muda?” Jawab si anak muda. diselidiki dulu negeri Islam itu. Tiba-tiba dia bertemu dengan seorang anak muda yang sedang menangis di pojok dinding. Akhirnya. kembali diutuslah si matamata tadi untuk mengintai negeri Islam. ” Aku menangis karena baru saja ditinggal kekasihku?” mendengar jawaban anak muda tersebut. Mereka cinta sama Allah. Penampilannya Islam. dengan janggut dan pernak pernik yang Islami. Dia bertanya. Sebelum menyerang. “Aku menangis karena tadi aku ketinggalan shalat berjama’ah di masjid. Anak-anak mudanya sudah tidak sholeh (atau mungkin kurang sholeh). pasti orang kafir akan kalah. setelah beberapa tahun. pemuda-pemuda Islamnya sholeh-sholeh. sang ketua berkata. Pasti. Ketua kafir itu mengatur siasat. Lalu dia balik ke negerinya dan melapor kepada sang ketua. untuk memikirkan. Selanjutnya. Dia menceritakan apa yang diliatnya di negeri Islam. Nah Sobat. si mata-mata tadi mendekati anak muda itu. Si mata-mata mendekati anak muda tersebut dan bertanya. Ini kelanjutan dari cerita pertama. ada yang berubah di negeri Islam tersebut. hari-harinya akan dihabisin untuk sang kekasihnya. si mata-mata kembali ke negerinya dan melapor kepada sang ketua tentang apa yang diliatnya di negeri Islam. Ini bisa dilihat si mata-mata bertemu dengan anak muda Islam yang menangis karena ditinggal pacarnya. “Kenapa kamu nangis?” Jawab anak muda tadi.

Upah yang diterimanya cukup untuk biaya hidup bersama ibunya. Oleh karena itu. ibunya sudah tua renta dan sangat lemah. ia tinggal bersama ibunya di negeri Yaman. ibunya terharu. Mendengar curahan hati anaknya. dan dia sangat berbakti kepadanya. . Bernama lengkap Uwais Al-Qarni. cerita nasehat. Bila ada kelebihan dari upahnya itu terkadang ia berikan kepada tetangganya yang kekurangan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kemuliaan Taat Kepada Ibu Suatu saat Rasulullah Saw bercerita kepada para sahabat. dapat menjadi penyemangat dalam mencari ridho Allah SWT. kelak ada orang yang termasuk tabi’in terbaik yang bernama Uwais..  erva kurniawan 1:59 am pada 11 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kalau dia mau berdoa kepada Allah. niscaya dia akan memintakan ampun untuk kalian.…mdh2an sejak saat ini air mata yg keluar hanya untuk Allah. Ia punya suatu keinginan yang belum terlaksana sejak lama yaitu bertemu dengan Rasulullah Saw. Sehingga. perintahkan dia untuk berdoa. Tetapi apa daya. selalu menjalankan ajaran yang dibawa Rasulullah Saw.” (HR Muslim). kisah teladan ( 352 ). “Sungguh. Ia sangat gelisah mengingat-ingat itu. kisah islami ( 268 ). cerita teladan ( 355 ). pasti Allah akan mengabulkan doanya. Semakin hari kerinduan bertemu Rasulullah Saw bertumpuk. Setiap hari ia menggembalakan domba milik orang lain. ia pun diijinkan menemui Rasulullah Saw. • Ermila 8:26 am pada 14 Desember 2010 Permalink Amiiin. Dia memiliki seorang ibu. Dia punya sedikit bekas penyakit kusta. Keinginan itu kian memuncak setiap kali melihat tetangganya yang baru pulang dari Madinah dan sempat bertemu Rasulullah Saw.alhamdulillah. Ia begitu menyayanginya sehingga tak tega meninggalkannya sendiri. Ia termasuk orang yang taat beribadah. ia memberanikan diri mengungkapkan perasaan itu kepada ibunya. Suatu hari kerinduannya tak tertahan lagi.

Ia pun memilih taat ibunya dan segera berpamitan pada ‘Aisyah. Ilmuwan Optik dari Basrah Nama lengkapnya Abu Al Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham. dan filsafat. ‘Aisyah menjelaskan kedatangan Uwais. Rasulullah Saw meneruskan keterangan tentang Uwais kepada para sahabat.Namun kerinduan itu tak sempat terobati karena saat ia datang. Di kota kelahirannya itu ia sempat menjadi pegawai pemerintahan. Rasulullah Saw sedang tak berada di rumah. Kecintaannya kepada ilmu pengetahuan membawanya berhijrah ke Mesir. Ingin sekali ia menunggu. Tetapi segera keluar karena tidak suka dengan kehidupan birokrat. Sejak itu. Ketika Rasulullah Saw kembali. Belajar yang dilakukan secara otodidak membuatnya mahir dalam bidang ilmu pengetahuan. Teori itu telah digunakan oleh para saintis di Itali untuk menghasilkan kaca pembesar pertama di dunia. Yang lebih menakjubkan ialah Ibnu Haitham telah menemukan prinsip isi padu udara sebelum seorang ilmuwan bernama Tricella mengetahui hal tersebut 500 tahun kemudian. Tulisannya mengenai mata telah menjadi salah satu rujukan penting dalam bidang penelitian sains di Barat. Seraya memandang Ali dan beliau mengatakan. pengobatan. ia menyalin buku-buku tentang matematika dan ilmu falak. tetapi ia teringat pesan ibunya untuk segera pulang. Kajiannya mengenai pengobatan mata menjadi dasar pengobatan mata modern. Ibnu Haitham juga turut melakukan percobaan terhadap kaca yang dibakar dan dari situ tercetuslah teori lensa pembesar. cerita nasehat. matematika. Kemudian Rasulullah Saw mengatakan Uwais yang taat pada ibunya itu penghuni langit. mulailah perantauannya untuk belajar ilmu pengetahuan.” (imam) *** ramadan. Dunia Barat mengenalnya dengan nama Alhazen. “Suatu ketika jika kalian bertemu dengan Uwais mintalah doa dan istighfar darinya. Ia lahir di Basrah tahun 965 M. geometri.com/read/2010/08/28/160402/1430145/985/kemuliaan-taat-kepada-ibu  erva kurniawan 1:53 am pada 8 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ibnu Haitham. kisah islami ( 268 ). beliau menanyakan tentang seseorang yang mencarinya. cerita teladan ( 355 ). ilmu falak. kisah teladan ( 352 ).detik. Untuk membiayai hidupnya. . Kota pertama yang dituju adalah Ahwaz kemudian Baghdad.

Banyak buku yang dihasilkannya dan masih menjadi rujukan hingga saat ini. kisah islami ( 268 ).detik. Di antara buku-bukunya itu adalah Al’Jami’ fi Usul al’Hisab yang mengandung teori-teori ilmu matemetika dan matematika penganalisaan. namun Ibnu Haitham tetap hidup dalam kesederhanaan. cerita nasehat. Meski menjadi orang terkenal di zamannya. kisah teladan ( 352 ). salah satunya adalah Light dan On Twilight Phenomena. Maqalah fi Istikhraj Simat al’Qiblah yang mengupas tentang arah kiblat. Kajiannya banyak membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana. Jazakallah Khairan katsiro  erva kurniawan 1:58 am pada 7 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). *** ramadan. Ia dikenal sebagai orang yang miskin materi tapi kaya ilmu pengetahuan. Ibnu Haitham membuktikan dirinya begitu bergairah mencari dan mendalami ilmu pengetahuan pada usia mudanya. Kitab al-Tahlil wa al’Tarkib mengenai ilmu geometri.com/read/2010/08/29/115306/1430388/985/ibnu-haitham-ilmuwan-optik-dari-basrah • hilmi 1:57 pm pada 9 Desember 2010 Permalink ceritanya banyak yang bagus mas. Kitab Tahlil ai’masa’il al ‘Adadiyah tentang aljabar. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Memuliakan Orang Berusia Lanjut . cerita teladan ( 355 ).Beberapa buah buku mengenai cahaya yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Maqalah fima Tad’u llaih mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak. dan Risalah fi Sina’at al-Syi’r mengenai teknik penulisan puisi. (imam/ Hagi). boleh tukeran link ga? • erva kurniawan 3:45 pm pada 9 Desember 2010 Permalink boleh mas.

Ali masih sempat mengikuti raka’at terakhir. Bapak tua itu berjalan lambat di depan Ali. seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw.” Kemudian Rasulullah Saw mengatakan. Baru setelah beban itu diangkat.” jawab Rasulullah Saw. “Ketika ruku’ dan membaca tasbih seperti biasa. tapi terhalang oleh seorang laki-laki Nasrani tua. Seusai shalat berjama’ah. ia membebani punggungku hingga lama sekali. Ali bergegas memasuki masjid. “Itulah derajat orang yang memuliakan orang tua. ada keresahan dalam hati Ali. datanglah Jibril kepada Rasulullah Saw dan menjelaskan apa yang terjadi. engkau memperlambat ruku’ yang terakhir?” Rasulullah Saw pun menjawab. langkahnya terhambat oleh seorang lelaki tua berusia lanjut. Suami Fatimah binti Rasulullah itu tak ingin mendesak dan memaksa untuk mendahului bapak tua itu.Alifmagz – detikRamadan Jakarta – Pada suatu subuh. Namun di tengah perjalanan. “Aku sendiri tak mengetahuinya dan tak bisa menanyakan hal itu kepada Jibril. Dengan sabar. Ali menghormatinya dan tak berani mendahului langkah orang tua itu. “Wahai Muhammad! Sesungguhnya tadi itu karena Ali tergesa-gesa mengejar shalat berjama’ah. Ternyata. aku bisa mengangkat kepalaku dan berdiri. Maka.” Sumber: Pesan Indah dari Makkah & Madinah – Ahmad Rofi’ Usmani *** . meski orang tua itu seorang Nasrani. Ia kawatir. Allah memerintahkanku untuk menetapkanmu dalam keadaan ruku’ hingga Ali bisa menyusul shalat berjama’ah bersamamu. “Apa yang terjadi wahai Rasulullah? Tidak seperti biasanya. tak sempat mengikuti shalat berjamaah bersama Rasulullah Saw.” “Mengapa bisa begitu ya Rasulullah?” tanya sahabat yang lain. Ali mengikuti langkah demi langkah bapak tua itu di belakangnya. Maka. Syukurlah. ia seorang Nasrani yang kebetulan sedang melintas. Tahulah Ali bahwa bapak itu bukanlah seorang muslim. Ali bin Abu Thalib bergegas menuju masjid untuk salat berjamaah bersama Rasulullah Saw. Sebenarnya. Tapi Jibril datang. aku hendak mengangkat kepalaku untuk berdiri. bapak tua itu tak memasuki masjid. Tibalah iring-iringan Ali dan bapak tua itu di depan masjid. Setelah langkahnya tak terhalang. Ali menghormati karena ketuaannya. Ali memberi hak orang tua itu untuk berjalan lebih dulu.

ramadan.detik.com/read/2010/08/17/120059/1421819/985/memuliakan-orang-berusia-lanjut

 erva kurniawan 1:50 am pada 3 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Pohon Kurma untuk Masa Depan

Alifmagz – detikRamadan Jakarta – Suatu hari, Raja Persia berjalan-jalan, meninjau wilayah kekuasaannya. Di tengah Raja menjalankan kebiasaannya itu, ia melihat seorang kakek tua tengah menanam bibit pohon kurma. Ia heran dengan apa yang dilakukan kakek itu. Pikir sang raja, “Bagaimana ia nanti akan menikmati hasil yang ditanam, sedangkan ia sendiri sudah tua renta?” Raja pun menegur kakek itu dan bertanya, “Wahai kakek, apakah engkau bermaksud akan menuai hasil dari apa yang engkau tanam ini? Engkau tahu, pohon kurma ini tak akan berbuah setelah beberapa tahun kemudian.” Setelah memberi hormat kepada raja yang menegurnya, kakek tua itu menjawab, “Wahai Raja yang agung, paduka tentu mengetahui bahwa orang yang hidup sebelum kita telah menanam pohon kurma yang kita tuai hasilnya sekarang ini. Dengan demikian, mengapa kita tak menanam bibit pohon kurma agar generasi kita nanti akan dapat menuai hasilnya?” Sang raja terkejut dengan jawaban kakek tua itu, tapi ia membenarkan dan menyetujui apa yang dikatakannya. Raja pun memberinya hadiah sekantong uang. Kakek tua menerimanya dan berkata, “Wahai raja yang mulia, alangkah cepatnya benih pohon kurma yang hamba tanam ini berbuah!”

Raja Persia itu tak menyangka mendapat jawaban seperti itu dari Sang Kakek. Raja berkata, “Benar apa yang engkau katakan Kek.” Kemudian ia mengambil sekantong uang yang lain untuk diberikan lagi kepadanya. Kakek menerimanya dan berkata, “Wahai Raja yang agung, yang paling menakjubkan adalah pohon kurma itu akan berbuah dua kali dalam satu tahun seperti halnya dua kantong uang yang paduka berikan pada hamba.” Raja itu semakin kagum dan memberi lagi sekantong uang kepadanya. Kemudian keduanya ngobrol dengan asyik. Sang raja menanyakan mengenai pertanian, sang kakek pun menjawab seakan-akan kakek tersebut telah bertani sejak dia masih kecil. Keduanya terus-menerus ngobrol sehingga tanpa terasa matahari pun mulai terbenam. Maka sang raja pun bersiap-siap untuk pergi dan sebelumnya dia berdoa agar kakek tersebut berumur panjang dan dia dapat bertemu kembali dengannya. *** ramadan.detik.com/read/2010/08/12/172243/1419254/985/pohon-kurma-untuk-masa-depan

 erva kurniawan 1:56 am pada 1 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Ibadahnya Sang Ratu Cinta

Alifmagz – detikRamadan Jakarta – Cinta adalah bahasa yang indah. Setiap saat, selalu saja ingin bersama orang yang kita cintai; memujinya dan mengaguminya. Cinta juga bisa menjadi alasan bagi seorang hamba untuk beribadah kepada Tuhannya.

Seperti cinta Rabiah al-Adawiyah kepada Allah, Tuhannya. Meski Allah telah menyediakan banyak pahala kepada hamba-Nya, ibadah Rabiah tidak untuk itu. Tidak juga karena mengharap surga atau takut neraka. Suatu saat ia berdoa, “Ya Allah, jika aku menyembah-Mu karena takut kepada neraka, bakarlah aku di dalam neraka; dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga, campakkanlah aku dari dalam surga; tetapi jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu yang abadi kepadaku.” Rabiah, Sang Ratu Cinta, seorang sufi perempuan dari Bashrah, terlahir dalam keluarga yang sangat miskin, meski saat itu Bashrah sedang bergelimang kemakmuran. Saat sang ibu berjuang melahirkannya, tak seorangpun menolong, sementara ayahnya sedang berusaha mencari bantuan kepada tetanggatetangganya. Malam sudah larut, para tetangga sudah terlelap. Ayahnya pulang tanpa hasil. Sebenarnya, ayahnya hanya ingin meminjam pelita untuk menerangi istrinya. Kelahiran Rabiah tak mengubah nasib keluarganya. Sekuat tenaga ayahnya berusaha dan memasrahkan semua kepada yang Mencipta Kehidupan. Saat kesulitan melanda Bashrah, karena dilanda bencana kelaparan, keluarga Rabiah tetap saja menjadi sasaran kekisruhan. Seorang penjahat menculik Rabiah, kemudian dijual di pasar budak dengan harga yang murah. Seorang saudagar membeli dan memberinya pekerjaan yang berat. Tetapi justru karena penderitaan-penderitaan itu membuatnya mendekat pada Allah. Dalam kesibukannya bekerja, ia tetap menjalankan puasa. Di malam hari, ia menghabiskan waktu dengan banyak ber-mujahadah kepada-Nya. Hingga sampai suatu tingkat, ibadahnya membawa kedekatan dengan Allah. Kedekatan kemudian berubah menjadi kerinduan yang mengantarkan kepada cinta kepada-Nya. “Aku adalah milik-Nya. Aku hidup di bawah naungan-Nya. Aku lepaskan segala sesuatu yang telah kuperoleh kepada-Nya. Aku telah mengenal-Nya, sebab aku menghayati.” Di suatu malam yang senyap, dalam kerinduan yang sangat, ia bersujud dan berdoa, “Ya Allah, apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di dunia ini, berikanlah kepada musuh-musuh-Mu. Dan apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di akhirat nanti, berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu. Karena Engkau sendiri cukuplah bagiku.” *** ramadan.detik.com/read/2010/08/13/144506/1419950/985/ibadahnya-sang-ratu-cinta

 erva kurniawan 1:23 am pada 30 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Ibnu ‘Arabi, Kaya Tanpa Terjebak Nafsu Keduniawian

Ibnu ‘Arabi yang dikenal dengan sebutan Syekh al-Akbar, tiba di Tunisia. Ia bertemu dengan seorang nelayan yang tinggal di gubuk berdinding lumpur kering. Nelayan itu dikenal sangat dermawan. Setiap hari ia melaut. Namun, seluruh hasil tangkapannya ia sedekahkan kepada orang-orang miskin. Sedangkan untuknya sendiri, hanya sepotong kepala ikan untuk direbus sebagai lauk makan malamnya. Nelayan itu kemudian belajar kepada Ibnu ‘Arabi. Selang beberapa waktu, nelayan itu pun menjadi seorang syekh yang juga punya murid. Suatu ketika, salah seorang muridnya meminta izin untuk mengadakan perjalanan ke Spanyol. Sang nelayan mengijinkan dan berpesan agar menemui Ibnu ‘Arabi untuk meminta nasihat. Sudah bertahun-tahun nelayan itu merasa perkembangan jiwanya tak lagi mengalami kemajuan, ia membutuhkan nasehat Ibnu ‘Arabi. Sesampainya di kota tempat tinggal Ibnu ‘Arabi, murid nelayan itu menanyakan tempat ia bisa bertemu Ibnu ‘Arabi. Orang-orang yang ditanya menunjuk ke puncak bukit, ke sebuah puri yang tampak seperti istana. Melihat tempat yang ditunjuk orang-orang, murid itu sangat terkejut, betapa sangat duniawinya kehidupan Ibnu ‘Arabi. Jauh dibandingkan dengan kehidupan guru tercintanya yang sangat sederhana. Dengan enggan, ia melangkahkan kakinya ke arah puri itu. Sepanjang jalan ke puri, ia melalui ladangladang yang terawat baik dan jalan-jalan yang indah, lengkap dengan kumpulan domba, kambing, dan sapi. Ia menyempatkan diri bertanya kepada orang-orang di ladang, siapa pemilik semua ladang dan ternak ini. Setiap yang ditanya menjawab, milik Ibnu ‘Arabi. Keragu-raguan membayangi pikirannya, bagaimana mungkin orang yang sangat materialis seperti itu bisa menjadi seorang sufi terkemuka. Apalagi setelah ia sampai puri itu. Tak pernah ia melihat bagunan seindah dan semegah ini, bahkan dalam mimpi sekalipun. Murid sang nelayan itu tak bisa menyembunyikan kegeramannya ketika bertemu Ibnu ‘Arabi. Ia sangat marah ketika mendengar pesan Ibnu ‘Arabi yang diamanahkan kepadanya untuk disampaikan kepada gurunya, sang nelayan. Ibnu ‘Arabi berkata, “Sampaikan kepada gurumu, dirinya masih terikat pada keduniawian.”

Sekembalinya murid itu ke kampung halamannya, ia menyampaikan pesan itu kepada gurunya. Sungguh ia tak menduga sikap gurunya. Mendengar pesan itu, gurunya mengatakan, “Ia benar! Ia sungguh tak peduli sama sekali dengan semua yang ada padanya. Sementara aku, ketika setiap malam menyantap kepala ikan, aku masih saja berharap seandainya saja kepa ikan itu adalah seekor ikan yang utuh.” (imam) – ilustrasi: viky *** Sumber: Cinta Bagai Anggur – Syekh Ragip Frager, Ph. D ramadan.detik.com/read/2010/08/18/101742/1422304/985/ibnu-arabi-kaya-tanpa-terjebak-nafsukeduniawian

 erva kurniawan 1:14 am pada 29 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Ujian Cinta di Geger Kalong

Oleh Bahtiar HS “Pak Herman, gimana nih, Pak?” Pak Suherman Rosyidi, dosen Fakultas Ekonomi Unair yang tetangga saya itu menoleh kepada asal suara. Dua orang sekretaris Dekan menegurnya di pintu masuk ruang itu. Keduanya perempuan. Seorang, sebut saja Bu A sudah memiliki 3 orang anak. Dan Bu B sudah menikah tetapi belum dikaruniai anak. “Gimana apanya, Bu?” tanya Pak Herman pada mereka. “Gimana kok Aa’ Gym menikah lagi, Pak?” keluh Bu A. “Kenapa mesti poligami?”

“Coba jawab pertanyaan saya dengan jujur dan ikhlas. Bu?” Bu B mengangguk-angguk. Pak?” “Saya ganti begini. “Ibu-ibu ternyata masih bersih. Pak Herman sendiri dengan sabar menunggu.” kata Pak Herman. Pak!” tegas Ibu B.” potong Pak Herman. “Ok. Pak Herman!” seru Bu Icy dengan logat Amerikanya yang tak bisa dihilangkan. ”Kok pertanyaannya seperti itu.Pak Herman tersenyum. Pak?” kata Bu A sambil melirik. Kalau ada masalah-masalah seperti ini. “Masih bisa membedakan antara yang benar dan yang bathil. “Heran gimana. Antara yang halal dan yang haram.” kata Pak Herman berteka-teki. Pak?” tanya keduanya hampir berbarengan.” “Masih bersih gimana. dari hati nurani ibu yang paling dalam. “Jikalau ada seorang isteri diberikan pilihan — bukan Anda berdua. “Saya tak memilih dua-duanya.” lanjut Pak Herman. “Ya. anggota Dewan Ekonomi Syariah itu memang biasa menjadi “jujugan”. Bu?” tanya Pak Herman pada temannya yang sesama dosen itu.” “Apa itu.” jelas dosen itu. “Ibu-ibu masih bersih.” “Alhamdulillah. “Tolong pilih satu di antara dua. “Begini. kira-kira isteri itu milih yang mana?” Kedua ibu itu saling berpandangan. Beliau kemudian menghampiri kedua ibu muda itu. Pak?” protes Ibu A. Sudah berbilang tahun wanita itu mengajar di kampus ini sejak ia menikah dengan orang Indonesia asli. antara: merelakan suami ibu menikah lagi atau merelakan suami ibu melacur. Bu. Pak?” sergah Bu B. Dan dalam sepuluh-lima belas detik kemudian. “Bukan begitu. “Kalau ibu disuruh memilih. Keraguan segera merayap dalam senyap. ibu pilih yang mana?” Kedua wanita itu terperanjat seperti mendapatkan pertanyaan yang tak pernah didengar sekalipun selama hidupnya. “Jikalau pertanyaan itu terlalu berat untuk dijawab. pilih suami menikah lagi. seseorang menjawab. pertanyaannya saya ganti. lho? — yaitu merelakan suaminya menikah lagi atau merelakan suaminya melacur.” jawab Pak Herman. Tempat bertanya atau mengadu. Ok. gimana lagi kalau pilihannya hanya itu. “Ya. mengharap dukungan Bu B di sebelahnya.” *** “Saya heran sama orang Indonesia.” “Diganti gimana. .

lebih muda dan cantik ketimbang isteri pertama. “Kalau saya baca press release Aa’ Gym awal Desember lalu. Pak Herman. apa yang menyebabkan mereka seperti itu?” “Masalahnya sudah jelas. apa salahnya Aa’ Gym memilih janda dengan sekian anak?” tanyanya kepada hadirin seakan ingin mendapat jawaban. Kedua. Ia penganut Kristen. ketika pintu poligami ditutup. Dan keempat. apa masalahnya dengan penolakan poligami?” “Masalahnya. Pak!” Gerr.“Mengapa mereka menolak poligami yang nyata-nyata ada dan dibolehkan di dalam Islam?” tanyanya sungguh. Saya berusaha menahan diri. Sebagaimana banyak laki-laki yang poligami. “Menurut Ibu. Sebuah pandangan yang menganggap segala yang dipunya sebagai ‘milik’. pasti tidak akan terjadi kehebohan seperti ini. meski sayang belum memeluknya hingga sekarang. “Tetapi.” kata saya turut menanggapi. perempuan “barat” itu punya pendapat sedemikian. Bukan dan tak akan menjadi milik wanita lain. Tak dinyana. Coba jika seandainya Aa’ Gym memilih calon yang keempat. Ia memang telah banyak belajar tentang Islam. janda dengan cukup banyak anak.” *** Itulah pengantar perbincangan seputar poligami oleh Ust. “Hanya saja. Pak. janda tanpa anak. Suherman Rosyidi – kami memanggil beliau Pak Herman — di Masjid Rungkut Jaya Ahad pagi ini. Pak Herman sejenak tersentak. Tak logis dalam benak mereka untuk berbagi suami dengan orang lain. janda dengan cukup banyak anak. semua yang ada ini ‘kan milik Tuhan?” lanjut wanita itu.” Pak Herman kemudian bertanya.” kata saya melanjutkan. “Sedangkan dalam pandangan Islam.” Pak Herman manggut-manggut. Herman pun tersenyum. Ketiga.” “Apa itu?” “Kapitalisme!” “Kapitalisme?” “Ya.” kata wanita asing itu. Itulah ruh kapitalisme. berbagi dalam Islam adalah sesuatu yang common-sense. gadis. Dan Ust. orang Indonesia. Kalian. Bukan muslimat lagi.” Hadirin tersenyum. Suami saya adalah milik saya. sudah terkontaminasi dengan apa yang datang dari Barat. “Apa salahnya jika janda itu mantan model? Apa salahnya juga jika seandainya dia memilih seorang gadis sebagai isteri kedua?” . “Lantas menurut Ibu. Satu. ia mantan model. Bagaimanapun yang ada di hadapannya itu adalah wanita Barat. Pak. Agaknya fenomena heboh Aa’ Gym yang menikah lagi itu turut menghangatkan beranda masjid ini setelah diguyur hujan semalam. “Aa’ Gym sebenarnya sudah memilih yang ketiga. “maka pintu pelacuran akan terbuka lebar-lebar. biasanya isteri keduanya adalah seorang gadis. nenek-nenek gampang masuk angin. “sebenarnya ada 4 calon yang diajukan Aa’ Gym sebagai isteri kedua. “Sehingga.

“Juga apakah kita harus menunggu isteri pertama kita meninggal sebelum menikah lagi. “Fenomena apa itu. anak yang kelahirannya didambanya berpuluh tahun ataukah Allah SWT?” Saya dan beberapa jamaah yang masih bertahan di beranda manggut-manggut. Nabi Ibrahim diuji oleh Allah. yakni pemisahan antara yang benar-benar cinta kepada Allah dan yang sekadar cinta kepada manusia. Cinta mereka sebatas hanya kepada Aa’ Gym. Justru karenanya Ia telah menyelamatkan kita dari “cinta yang salah”.” “Betul juga. “Abu Bakar.” *** “Fenomena Aa’ Gym ini persis seperti peristiwa penyembelihan Ismail as oleh Nabi Ibrahim as. “Apakah serta-merta kita harus mencontohnya demikian pula?” jawab Pak Herman. “Tentu tidak. Usman dan para sahabat yang lain tidak menunggu isteri pertama mereka meninggal dulu untuk melakukan poligami. Umar. Entah cinta kepada seorang anak. Pak?” sergah saya.” lanjut Pak Herman. Ataukah cinta kepada seorang pendakwah. “Demikian juga dengan poligami Aa’ Gym.” Saya setuju dengan tetangga saya itu.“Bukankah Rasul setelah Khadijah meninggal mengambil Saudah. “Ujian cinta!” katanya penuh misteri. sampean. itu berarti mereka selama ini datang mendengarkan taushiyah hanya karena Aa’ Gym. Ceramah shubuh oleh Pak Herman baru saja usai. Tak lebih. Dan di sisi lain. “Ujian cinta bagaimana?” “Ya.” katanya melanjutkan. Jamaah yang lain pun tepekur di tempat duduknya masing-masing. Pak?” tanya saya. Saya juga sependapat dengan Ibu Sirikit Syah sebagaimana tulisannya di Jawa Pos 13 Desember 2006 yang lalu. Barangkali dengan peristiwa ini Allah ingin menunjukkan kepada kita bahwa Aa’ Gym bukanlah ‘dewa’. menjadi isteri keduanya.” simpul Pak Edy sambil menyelonjorkan kaki di beranda masjid. *** Dari Sahabat . kita akan tersadarkan bahwa dai kondang itu ternyata manusia biasa seperti kita. Cinta mereka bukan kecintaan yang tulus kepada Allah. seorang janda yang sudah sangat tua umurnya. Lantas apa hubungannya dengan Nabi Ibrahim dan Ismail?” “Peristiwa poligami Aa’ Gym ini seperti penyembelihan Ibrahim atas Ismail. sebagaimana Rasul baru menikah lagi setelah Khadijah meninggal?” Saya termangu. “Jika jamaah Aa’ Gym begitu saja meninggalkan pengajian MQ ketika tahu Aa’ menikah lagi. mana yang lebih dicinta: Ismail.

kisah islami ( 268 ). Selepas SCBD. penulis aslinya adalah Bahtiar HS. Mengenai gambar yang digunakan itu adalah Bunga Teratai atau Water Lili. saya Mohon ijin tanya. Ide ke soto Pak Sadi segera terpatahkan begitu melihat bahwa yang parkir sudah sampai sebrang-sebrang. kami masih belum ada ide mau makan dimana. cerita teladan ( 355 ). cerita nasehat. Wassalam  erva kurniawan 1:08 am pada 27 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). ajaknya. tidak ada alasan spesifik mengapa sering memakai gambar itu. hanya karena tidak ada ide gambar yang tepat menggambarkan cerita itu. kenapa anda sering menggunakan gambar teratai dalam artikel anda? • erva kurniawan 3:51 pm pada 13 Desember 2010 Permalink Sebenarnya banyak artikel pada blog saya in yang bukan saya penulisnya. kisah teladan ( 352 ). Oke.• Totok 10:38 am pada 13 Desember 2010 Permalink saya sangat tertarik dengan artikel mengenai islam seperti artikel yang anda tulis ini. seperti tulisan ini. Makan siang yuk. jawabku. . alasan lain saya suka gambar itu karena menyejukkan dan natural. So she picked me up at the lobby of Jakarta Stock Exchange Building. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kepuasan Ada Di Rasa Syukur Siang itu tadi temanku tiba-tiba nelpon.

Akhirnya dia kembali ke bawah pohon. Pandangan matanya kosong. Tempat yang terlihat dari tempat kami parkir. Maklum. Konyol ah. “Semir om?” tanyanya. Baru ada beberapa mobil. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil. Soalnya setahu ku jasa nyemir biasanya 2 ribu rupiah Dia berkata kalem “Kebanyakan om. Ditolak lagi. Aku lirik sepatuku. dia merasa cukup dibayar segitu.di beberapa mobil. Melangkah lagi dengan gontai ke mobil lainnya.Akhirnya kami memutuskan makan gado-gado di Kertanegara. So. Bahkan. kami agak kaget. Tempat yang cukup teduh. Di kejauhan aku masih bisa melihat pemuda tadi. Dia menerimanya lalu membawanya ke emperan sebuah rumah. selain penolakan. Penyemir tadi belum aku bayar. Ditolak. Pikiranku tiba-tiba melayang. Tentang kira2 umur dia berapa. pagi tadi dia mandi apa enggak. Kutarik 2 buah lembaran ribuan dari kantong kemejaku. Belum lagi dia kubayar. Seperti orang sedih. Kadang2 matanya melayang ke arah mobil-mobil yang hendak parkir (sudah mulai ramai). Menawarkan lagi. menuju mobil-mobil yang parkir sesudah kami. Saking lamanya. Seperti ada yang dipikirkan. dia juga mendapat pandangan curiga. mendapatkan penolakan dari satu mobil ke mobil lainnya. dia bergerak menjauh. Sambil memperhatikan pemuda tadi nyemir sepatu ku. Kami masih bisa milih parkir yang enak. Nyengir. ya jadi pak ogah. Pesanan kami pun datang. kami pun ngobrol. Sambil menunggu pesanan. Kami pesan dua porsi gado-gado + teh botol. orang seperti dia masih berani menolak uang yang bukan hak-nya. ketika tiba2 ada seorang pemuda lusuh nongol di jendela mobil kami. Mungkin supaya nyemirnya nyaman. Biasanya pemuda umur segitu kalo tidak jadi tukang parkir or jadi kernet. Duduk di atas kotak semirnya. Ah. Aku masih terbengong-bengong waktu nerima uang seribu rupiah yang dia kembalikan. It-just-does-not-compute-with-my-logic! Bayangkan. Begitu parkir. Mata kami lekat padanya. Dan setiap kali dia ditolak. Mungkin karena masih pada jumatan. Lalu pandangannya kembali kosong. Tangannya seperti menyemir secara otomatis. Kelihatannya dia memendam kesedihan. masih menenteng kotak semirnya di satu tangan. Lalu kuberikan kepadanya. Pembicaraan pun bergeser ke pemuda itu. BOOM. Kami makan sambil ngobrol. . Dia menyerahkan sepatunya pada ku. Se-ri-bu Ru-piah. Pergi ke mobil satunya. Tiba-tiba kami tersadar. Who said life would be fair anyway. Bisa makan di mobil soalnya sampai di sana masih sepi. sepertinya kami juga merasakan penolakan itu. Perbincangan kami mulai ngelantur kemana-mana. Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami apa yang dia rasakan. Uang sisa parkir. kenapa dia jadi penyemir dll. Seribu aja”. iya. joki gado-gado sudah menanyakan mau makan apa. kapan ya terakhir aku nyemir sepatuku sendiri? Aku sendiri lupa. Terlalu tua untuk jadi penyemir sepatu. Bisa buat apa sih sekarang? But. Umur sekitar 20-an. Kenapa jadi kita yang mengharapkan bahwa semua orang harus menyemir? Hihihi… Perbincangan pun bergeser ke topik lain. Menawarkan jasa. Tertunduk lesu…Kami pun selesai makan. Ugh. minum apa. Absent minded. Ditolak lagi. Kami masih makan saat dia selesai menyemir. seperti biasa. aku kan karyawan sok sibuk…Tanpa sadar tangan ku membuka sepatu dan memberikannya pada dia. Kulambai dia. Jawaban itu tiba-tiba serasa petir di hatiku.

Betapa aku masih suka merasa kurang dengan gaji ku. . Baunya yang menyengat ternyata tidak mengganggu penjualnya. cerita nasehat. Kenapa nggak sekalian aja jualan di dalam mall?” gerutuku dalam hati. Siang ini aku seperti diingatkan. yang sudah berkelebihan. cerita teladan ( 355 ). kisah teladan ( 352 ). Tuhan sudah sedemikian baik bagiku. Dalam hati sempat juga ngedumel sich “Nih orang mau jualan kambing gak melihat-lihat tempat apa? Masak jual hewan yg bau itu di dekat kios-kios elektronik. ke aku. Selalu ingat bahwa segala sesuatunya ada lah milik Sang Pencipta. Kututup hidung ketika melewati kerumunan kambing. Orang yang lalu lalang. Betapa aku masih sedemikian kerdil. kumpulan kisah teladan ( 284 ) HP dan Kambing Bukan bermaksud sara. Janganlah bersifat mubazir. masih mau memberi. Bahwa kejujuran itu langka. ada yang cuek.Tiba-tiba aku merasa ngeri. kisah islami ( 268 ). karena masih banyak disekitar kita yang tidak memiliki kesempatan atau kelebihan seperti yang kita miliki. tapi perilaku-ku belum seberapa dibandingkan dengan pemuda itu. Padahal keadaanku sudah sangat jauh lebih baik dari dia. Bahwa kepuasan itu adanya di rasa syukur  erva kurniawan 1:28 am pada 21 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). ada yang menutup hidung. ada juga yang justeru menghampiri hewan bau itu. Siang ini aku merasa mendapat pelajaran berharga. yang dalam kekurangannya. tapi semoga bisa diambil hikmahnya.

. Memang luar biasa perkembangan teknologi saat ini. Suaranya merdu sekali saat ada telepon masuk. dengan terkumpulnya dana 3 juta untuk mengganti HP lama dengan HP baru. Sering saat aku berangkat atau pulang kantor menggunakan KRL menyaksikan penumpang yang menggunakan HP terkini. Tetapi untuk saat ini. kalau tidak salah 3G (mohon maaf kalau istilahnya salah. ada radio. Cukup bawa satu buah HP. tidak perlu bawa kamera untuk berfoto. fasilitas bluetooth pun tak ada. maklum belum pernah pakai) Kadang cukup kaget juga sich saat tahu siapa saja pemilik alat-alat canggih tersebut. bisa lagu klasik ataupun lagu pop yang sedang top dari penyanyi papan atas. MP3 bahkan kamera foto & video.” Dan seperti biasa aku cuma bisa nyengir sambil ikut tertawa. kan HP kamu emang rada “b u t u t” pasti bisa dech……. masih tersimpan HP type lama yang sudah 5 tahun aku gunakan. baik bertelepon maupun ber-SMS. Tidak perlu membawa walkman untuk mendengarkan lagu. Sangat pantas untuk Qurban !” “Wah kalau segitu sih. HP yang ada di saku celanaku. tepat ke sebuah kios penjual HP. HP tersebut sangatlah “tidak layak” digunakan di tempat umum.” “Saya cuma ada 650 ribu bang. mataku menatap lurus ke depan. sempat terdengar pertanyaan dari orang yang menghampiri pedagang kambing tadi. Sekali waktu sempat kulihat.Kupercepat langkah kakiku melewati tempat tersebut. Bahkan saat ini ada semacam fasilitas untuk berbicara sekaligus melihat lawan bicara di seberang. “Bang. pegawai toko VCD di Glodok saling bertukar lagu lewat fasilitas bluetooth. pegawai toko & mall bahkan pedagang bakso sekalipun. satu alat bisa mewakili berbagai macam fungsi alat-alat lainnya. Sering aku ikut melantunkan dalam hati lagu yang kebetulan aku tahu dan seakan ingin agar pemiliknya tidak segera mengangkat telepon tersebut agar aku bisa lebih lama mendengarkan lagu yang sedang di gandrungi banyak orang itu. harga pas. Dari pegawai kantoran macam aku. Sekarang semua itu akan berubah. pegawai negeri. suara polyphonic. canggih. pengusaha. jangankan kamera. lelucon yang sering di lontarkan kawan-kawan adalah “Mau dikirimin lagu bagus nggak? Pakai Bluetooth aja. sehat lagi. boleh ya………?” . yang saya pikir dengan dana tersebut cukuplah membeli HP canggih. Kuraba saku celana. nggak ngambil untung besar lho pak. Memang kios itulah yang menjadi tujuanku ke tempat ini. Tidak sia-sia pengorbananku selama setahun ini. mana sanggup saya beli? Berapa sih hasil dari ngasong bang!” (“ooo ternyata orang itu adalah pedagang asongan” ujarku dalam hati) “Kalau yang coklat itu berapa bang? Itu yang rada kecilan” “Itu 750 ribu pak. dengan susah payah aku kumpulkan sebagian gajiku untuk menggantikan rasa “malu” dengan “kebanggaan” bertelepon di tempat umum. masih layak untuk di gunakan. semua itu sudah bisa terwakili. Sebenarnya HP tersebut tidak bermasalah. Belum sampai di depan kios HP yang kutuju. kambing yang itu harganya berapa bang ?” Si pedagang menjawab ” Satu juta pak” “Kok mahal amat sih bang?” “Itu yang terbesar pak.

*** Oleh Bagus Hariyadi  erva kurniawan 1:16 am pada 20 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Kapan Aku Mengangkat Koperku Sendiri…? Saat itu adalah bulan Muharram tahun 1424 H. nomer kloter dan asal kota. kisah teladan ( 352 ). tiba-tiba rasa malu muncul dan mengalir deras dalam hati-ku rasa malu ini bahkan melebihi rasa malu saat kawan-kawan mencemooh HP butut-ku. cerita teladan ( 355 ). Sudah berpuluh koper yang ia angkat. Mamat selalu membaca basmalah dan shalawat kepada Rasulullah Saw. hingga rasa itu muncul di dadanya.“Wah pak . . berbentuk besar. Semua koper yang baru saja dibongkar dari pesawat Saudia Airlines itu memiliki kesamaan. Kau telah memberikan rasa malu pada hati manusia”. berganti dengan bayangan gema Takbir saat kambing. Bayangan HP baru perlahan-lahan hilang. Kuhentikan langkah kaki ini. bang”. “Terima kasih ya Allah. bagaimana kalau yang putih itu saja” kata si pedagang sambil menunjuk kambing yang lebih kecil “Yah sudahlah. ongkos angkut ke sininya saja sudah mahal. Koper-koper tersebut adalah milik jemaah haji yang baru saja selesai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci pada tahun itu. cerita nasehat. kisah islami ( 268 ). Seorang pria bernama Mamat yang bekerja di Bandara Soekarno-Hatta sedang sibuk mengangkat koper-koper penumpang. Pada kali selanjutnya. Seketika aku terkesiap. tiba-tiba sekali aku jadi tertarik mendekati hewan yang bau itu. domba dan sapi di sembelih dengan menyebut asma Allah. Setiap kali mengangkat satu koper. kalau segitu sih belum dapat. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ya Allah. Koper bukan sembarang koper. dari pada besok belum tentu terbeli” katanya pasrah “ini juga dari hasil nabung 3 tahun yang lalu. berwarna biru tua dan bertuliskan nama pemilik.

karena Akang gak punya duit untuk ngeberangkatin kamu. Sekali lagi Mamat bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla karenanya. Sebab hanya dia saja yang dapat berangkat naik haji. “Semoga tidak ada bahasa yang terpeleset dan melukai hati”. Mamat pun amat bersyukur kepada Allah Ta’ala karenanya. Ia langsung melompat ke arah Mamat suaminya dan memeluknya dengan erat.Namun kebahagiaan ini tidak serta-merta membuat Mamat puas hati. ia sempat membaca doa kecil kepada Allah Sang Penguasa Alam di dalam hatinya. “Kirain berita sedih…! Berita bagus kayak begini kok dibawa sedih kayak begitu Kang? Iis ikut senang ngedengernya!” “Ya… emang sebenarnya ini adalah berita gembira. Seperti kebiasaan orang kampungnya. Iis berujar. namanya keluar sebagai salah seorang dari 17 orang pegawai yang mendapatkan jatah naik haji tahun itu atas biaya kantor. Akang minta maaf ya sama kamu…” Mamat mencoba membuka percakapan dengan meminta maaf terlebih dahulu. Kang?” sang istri bertanya. Kalimat itu membuat Iis menjadi gelisah. Sambil tersenyum. Ia coba tenangkan hati untuk mendengar berita gak enak ini. Hingga saat Mamat hendak naik ke atas kendaraan. Mamat pun kemudian menyambung kalimatnya dengan nada hati-hati. Hanya selang 4 bulan saja. “Is…. kapan saya mengangkat koperku sendiri seperti ini…?!” Sebenarnya yang ia maksud adalah ia begitu berharap dapat berangkat haji ke Baitullah. istrinya bersedih. . tetangga. “Ya Allah. Hari itu adalah jadwal Mamat untuk berangkat haji. Iis rela melepas Akang naik haji. apa yang dikhawatirkan Mamat tentang perasaan istrinya pun tidak berlaku. Dengan bersemangat Iis berkata. Rupanya Allah mendengar jeritan hati Mamat.!!!” Iis berteriak kegirangan. Subhanallah. “Emangnya ada apa. duit itu ada.. itulah harapan Mamat.tatkala tangannya menggamit pegangan koper. Is! Akang khan cuma pegawai kecil seperti kamu tahu… Kalau saja. tapi kamu jangan marah ya… apalagi sedih…?” sambut Mamat. Akang terpilih menjadi salah satu karyawan yang akan diberangkatkan haji oleh kantor…” “Alhamdulillah…. sanak famili menghadiri acara itu. Mamat amat hati-hati dalam mengemasnya. Semua anggota keluarga. tentu Akang akan ajak kamu juga untuk berhaji ke rumah Allah!” Iis lalu mengerti kegundahan yang berkecamuk dalam hati suaminya. padahal mereka berdua selalu berdoa kepada Allah Swt agar dapat berangkat naik haji bersamasama.Maka tatkala menyampaikan berita ini pun. “Udah kang gak usah dipikirin. Ia tahu bahwa berita ini boleh jadi akan membuat Iis. maka kepergian Mamat diantar dengan adzan dan iqamat. Tapi jangan lupa doain Iis ya biar cepat nyusul!” Akhirnya. Saat itulah. Mamat berpamitan dengan menyalami serta merangkul orang-orang yang ia kenal seraya meminta restu. “Is… Akang hari ini mendapat kejutan. Semuanya sudah bersalaman dan berangkulan dengan Mamat. “Akang ingin beritahukan sesuatu ke kamu. cuma yang bikin Akang takut membuat kamu sedih adalah …. kerabat. Pembacaan shalawat dustur yang dikumandangkan oleh seorang ustadz pun membuat semua orang haru meneteskan air mata. saat itulah tiba giliran Iis mencium punggung telapak tangan suaminya dan suasana haru pun tercipta.

Engkau juga yang menggantikan aku untuk menjaga keluarga yang ditinggalkan… Amien” HR. Iis pun menyusul tidur di atas ranjang bersama suaminya. Rasa letih membuatnya lupa untuk makan malam terlebih dahulu. disambut dengan anggukan kepala oleh Iis tanda setuju. ada pesawat lain yang tiba di luar jadwal. Sajadah telah dibentangkan dan mukena pun telah ia kenakan. ia langsung rebahan di atas kasur dan langsung tertidur. Sekali lagi. doa pada sepertiga malam terakhir amat dikabul. sehingga beberapa kuli panggul seperti Mamat disiagakan untuk bongkar muatan. Kegundahan itu memang pernah diduga sebelumnya oleh Mamat. jangan lupa untuk doain Iis ya di Baitullah… panggil-panggil nama Iis di sana. Hari itu ia tiba di rumah lewat dari pukul 20. Muslim. Rupanya ada pekerjaan ekstra yang ia lakukan. “Ah…ah…!” tanda bahwa ia tak sanggup membuka mata. minta yang lebih dari itu Dia pun amat kuasa. atau menyapa keluarganya yang masih menunggu kedatangannya. Jangankan minta haji…. Rupanya Mamat pulang dari kerja tidak seperti biasa. Iis dapat memaklumi hal itu. Engkau adalah pendampingku dalam perjalanan. Muslim atau muslimah mana yang tidak mau untuk berhaji? Maka demi menghibur hati Iis. Sekarang kita hanya mampu untuk berdoa kepada Allah Swt…. tapi Akang belum cukup punya uang. dan tercetus lewat penuturan akan kerinduan untuk datang ke rumah Allah Swt dalam ritual haji. Usai berwudhu. Nanti malam kita bangun ya untuk shalat tahajud…! kata ustadz. Ia hanya mampu mengucapkan kata ‘Amien’. Mamat hanya mengeluarkan kata. Iis terjaga dan bangkit dari tidur pada pukul 3 pagi. Mamat tak sanggup untuk bangkit dan hanya berujar. 42 hari Mamat menuntaskan semua ritual ibadah haji di kota suci Mekkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawwarah. . ia langsung mendapatkan sebuah titel baru dari masyarakat. “Kang Mamat….Air mata suami-istri itu pun jatuh membasahi bumi. bisa nyusul berangkat haji bareng-bareng…!” Tak kuasa Mamat menahan tangis. Mamat pun berujar kepadanya. Iis istrinya yang dulu sempat berucap ikhlas melepas kepergian suaminya ke tanah suci. Iis dan anak-anak ikhlas ngelepas Akang. ia pusatkan konsentrasinya untuk khusyuk beribadah kepada Allah Swt. Seperti apa yang telah mereka janjikan. Nanti kita doa sama-sama untuk minta naik haji. untuk kedua kalinya Iis menepuk kaki Mamat agar ia bangun dan melakukan shalat tahajud bersama-sama. ia kembali lagi ke kamar untuk bertahajud. Usai membaca doa. Dan ajakan itu.00 WIB. Muslim “Ya Allah. Kini ia dikenal dengan panggilan Haji Mamat di kampungnya. Kemudian ia tepuk-tepuk kaki suaminya. Pelukan itu makin ia pererat. HR. Namun baru kali ini kegundahan itu membuncah. Dalam hati. Kalimat itu dituturkan dengan nada sedih yang mengguncang hati Mamat. Lepas 6 bulan setelah kepulangannya dari tanah suci. “Is… kamu memang berhak untuk berangkat haji seperti orang lain. WAL KHALIFATU FIL AHLI. Sebelum melakukan shalat. Di dalam kendaraan Mamat masih sempat berdoa kepada Allah Swt untuk keluarga yang ia tinggalkan: ALLAHUMMA ANTAS SHAHIBU FIS SAFAR. Saat mereka berdua berpelukan. Dia Maha Kuasa…. pagi itu ia kelepasan berujar bahwa dirinya sebenarnya begitu ingin juga berangkat ke tanah suci untuk berhaji. Biasanya Mamat sudah tiba di rumah pukul 5 sore. Insya Allah akan dikabulkan… percaya deh!” Demikian ajakan Mamat kepada istrinya untuk melakukan shalat tahajud dan berdoa bersama nanti malam. Tidak beberapa lama kemudian. Iis langsung bangkit menuju kamar mandi. Insya Allah.Mamat pulang dengan badan yang letih. Karena terlalu letih.. Usai menjalani shalat Isya. Semuanya dijalani dengan begitu khusyuk dan nikmat. Mamat berucap agar Allah Swt juga berkenan mengajak istri dan anak-anaknya untuk berhaji seperti dia. Semoga kita semua. Sesampainya di tanah air pun. Mungkin. Iis berucap. dengan doa kang Mamat.

Namun tiba-tiba hasratnya untuk duduk. Mamat kemudian meminta Iis membuatkan secangkir kopi untuknya. Untuk terakhir kali. ia baru saja hendak menempelkan pantatnya ke kursi sofa di ruangan depan. Berikan perkenanmu agar aku sanggup datang ke rumah-Mu untuk beribadah dan memakmurkannya… Dengarkan doaku dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu…!” Dalam kesyahduan doa yang dibaca oleh Iis kepada Tuhannya.!” Mamat pun bangkit. “Siapa yang meninggal. ya Allah… Izinkan hamba-Mu ini untuk dapat berhaji ke rumah-Mu. “Pak Haji… ayo bangun! Malu sama tetangga. Mamat mengira bahwa ada salah seorang familinya berpulang kepangkuan Ilahi. Is. Mamat kembali duduk di atas kursi sofa. malam itu telah terbangun sebuah jalinan suci antara seorang hamba dengan Allah Swt dalam rangkaian doa yang penuh hikmat dan cita. Engkau Yang Maha Kuasa atas segalanya…. Pembicaraan telfon di pagi hari itu sudah lebih dari 10 menit berlangsung.Adzan Shubuh mulai terdengar di beberapa masjid dan mushalla.. ‘iya Teh!’ berulang-ulang diucapkan. Iis dan anak-anak pun sudah bangun semua. dihentikan oleh dering telfon yang berbunyi keras di pagi hari. Melihat istrinya terus menangis. Sungguh. Sudah satu jam lebih Iis melakukan shalat dan dzikir kepada Allah Swt. Tak terasa waktu bergulir dengan cepat. Mamat pun mengangkat gagang telfon. Saat itu Mamat mencoba menyelak dengan pertanyaan. Kemudian dengan tasbih di tangan. Mamat pun tahu bahwa orang yang menelfon ini rupanya adalah kakak iparnya sendiri. Mudahkan jalan hamba….?” Masih sesenggukan Iis menjawab. ia pun mengenakan pakaian yang bersih lalu berangkat menuju mushalla untuk melaksanakan shalat Shubuh. Mamat menduga bahwa ada berita buruk yang terjadi terhadap keluarga hingga pagi-pagi begini sudah menelfon dan membuat istrinya menangis.. Semua sudah terjaga dan bangkit untuk menyongsong hari yang indah. Ia masih sesenggukan menahan tangis. Iis mencoba mengangkat wajah dan menghadap ke arah suaminya. Tidur tak mau. ini dari mana dan mau bicara dengan siapa?” Mamat membuka pembicaraan. Gagang telfon itu kemudian diletakkan Iis. Setelah berwudhu. namun setelah itu tidak ada satu patah kata pun yang meluncur dari mulut Iis. Baru saja Iis mengucapkan salam kepada teh Sulis. Setiap gerakan shalat yang Iis lakukan selalu ia iringi dengan tetesan air mata. Sementara Iis duduk di lantai untuk menerima telfon. Raut wajah Mamat yang letih sudah mengabarkan bahwa ia terlalu lelah bekerja hari itu. seolah Allah Swt hadir menyambut kedatangan Iis dalam keheningan malam itu. “Mat… ini teh Sulis. “Gak ada yang meninggal. Sungguh…. Tanpa berpikir panjang. Lapangkanlah rezeki kami. dan di atas pembaringan Mamat pun menyaksikan sosok istrinya yang bermukena sedang menjalankan shalat. Mamat mengucapkan salam saat masuk kembali ke rumah. Hingga kedekatan dengan Sang Maha Pencipta pun dapat dirasakan oleh Iis yang menjalankan shalat tahajud. Namun ia dalam kondisi antara tidur dan terjaga. Inilah rumah yang berkah. “Assalamu’alaikum…. rupanya Mamat pun sempat mengamini di dalam hati tanpa sepatah kata pun terucap. Iis pun melafalkan takbiratul ihram tanda ia memulai shalat tahajud. Waktu telah menunjukkan pukul 4 lebih. Iis pun memaklumi. Yang ada adalah deraian air mata dan kata. Masa sudah haji enggak shalat Shubuh berjamaah? Ayo bangun. Iis membangunkan Mamat suaminya sambil berujar. Kata orang. ini adalah tidur ayam. Kang…. Kang!” . bangun tak kuasa. Dan ia berkeinginan untuk bermunajat kepada Allah Swt dalam lantunan dan rangkaian doa yang ia bacakan. Begitu khusyuk shalat yang Iis dirikan. Mamat pun memanggil Iis yang saat itu sedang hendak membuatkan kopi untuknya. “Allahumma.“Ahh…ahh…!” Ia terlalu lelah untuk bangkit dan menyusul istrinya untuk bertahajud. Iis ada nggak?” demikian suara di seberang menjawab. Berat sekali rasanya ia mengangkat badan.

Air mata itu masih menetes tanda haru dan syukur atas doa yang Allah Swt kabulkan. saya ikut bangun tahajud dan berdoa kepada Allah untuk minta haji. Akang ikhlas mengizinkan kamu dan merawat anak-anak di rumah. Jika Akang izinkan. Iis gak nyangka. Sekarang. begitu cepat Allah menjawab doa yang baru saja Iis sampaikan dalam tahajud. saya siap. kisah teladan ( 352 ). mau gak saya ajak? Teh Sulis mau bayarin biaya haji saya…. emangnya berita sedih apa yang diceritain teh Sulis?” Mamat masih mengejar dengan pertanyaan yang lebih menukik. Teh Sulis tadi nanya saya. barusan teh Sulis bilang bahwa ia berniat berangkat haji tahun ini. Mungkin bisa berangkat bareng-bareng juga kali ya…. Dalam keharuan tersebut ternyata masih tersisa sebuah penyesalan dalam dada Mamat yang kemudian terbersit di hatinya. “Kamu boleh berangkat haji untuk beribadah dan nemenin teh Sulis. cerita nasehat. Saat itulah Iis menceritakan hal sebenarnya. Silahkan kamu berhaji untuk melengkapi agama kamu. Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. Kalau Akang enggak izinin saya juga ikhlas…!” Iis berhenti sejenak mengatur nafasnya yang masih sesenggukan. Is!” Keduanya masih berpelukan erat tanda haru dan syukur atas nikmat Allah Swt yang tiada ternilai.. terperangah dan takjub atas kemurahan Tuhan. 2:185) . pilihan mah ada di Akang. Semoga Anda dan saya dapat menerima anugerah serupa. Kebetulan kang Andi suaminya lagi banyak kerjaan.” (QS.?!” Itulah kisah sepasang suami-istri hamba Allah Swt yang dimudahkan untuk berhaji ke Baitullah. dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. cerita teladan ( 355 ). “Kang…. Kang Andi gak bisa nemenin…. supaya kamu bersyukur. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Umrah . Mamat berujar. kamu khan belum berhaji.“Lalu kenapa kamu menangis kayak begitu. Kang….  erva kurniawan 1:16 am pada 17 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Amien! “Allah menghendaki kemudahan bagimu. tapi saya disuruh minta izin dulu ke Akang. Mamat langsung merangkul istrinya ke dalam dekapan. “Coba. Sementara Mamat masih terdiam. kisah islami ( 268 ).

sentesa. 2. dan paling efisien. dan jauh dari hal-hal yang tak masuk akal. Takkan pernah ada keajaiban. Kamipun terlibat diskusi dipesawat. Boleh dikata niat saya bukan untuk ibadah.Tabrani berkata. dan hukum psikologi. dan hipotesa.1. Instruksi saya kepada secretaries yang membooking perjalanan untuk mengambil paket yang paling murah. H. setiap mahluk hidup mempunyai siklus biologi sesuai spesisnya. ” Insya Allah you akan dapat semua itu. Latar Belakang Prinsip utama saya sejak beranjak dewasa sampai sebelum perjalanan umroh ini adalah: “Tak ada keajaiban”. apakah fenomena itu adalah sebuah petunjuk. kemakmuran. Namun semua akan tergantung dari cara you memandangnya. Takkan pernah ada orang kebal peluru. Perjalanan I: Jkt-Jeddah Saya berangkat dengan apa adanya menuju Jeddah. hidayah bahwa Al-Qur’an adalah memang benar datangnya dari Allah dan bukan konsepnya Muhammad. Mungkin itu hanya kebetulan. masuk akal. rejeki. Kejadian 1 . tapi untuk sebuah hipotesa. konseptual. kekayaan. Saya ingin tahu hipotesa saya benar atau salah. Tak ada kejadian yang pernah bisa melanggar hukum alam. Saya katakana saya hanya ingin mencari petunjuk.1. dsb. paling singkat. Diperjalanan. atau mungkin itu hanya bohong belaka. kelahiran Aceh. keanehan. Segala sesuatu harus masuk logika. sosial. selalu mengacu kepada analisa. atau anomali hukum alam. Segala sesuatu mesti ada penjelasan ilmiahnya. Saya katakan bahwa saya datang ke Mekkah bukan untuk cari umur panjang. tak ada alat yang saya miliki untuk telaah tersebut selain metode ilmiah. Tabrani (63). setiap apapun didunia ini tidak ada yang bisa lepas dari hukum absolut alam semesta. Oleh karena itu pandangan saya selalu mengacu kepada konsep hukum-hukum fisika. H. Sehingga kajian saya mengenai telaah agama islam. Takkan pernah ada cimpedak berbuah nangka kecuali dalam sajak. Setiap pohon pisang akan berbuah pisang. sampai saya dipaksa harus menyadari instrumen lain yang sesungguhnya ada dan tak pernah saya gunakan. mantan walikota Jakarta Timur. 2. Pendeknya. atau hanya sebuah kebetulan “. saya bertemu dengan seorang Haji yang telah beberapa kali berhaji dan berumroh. Sebelumnya saya hanya tertawa mendengar cerita-cerita keajaiban ataupun kejadian luar biasa yang kerap terjadi pada orang yang melakukan ibadah haji atau umroh di tanah suci.

sementara saya melihat kejendela pembuangan bahan bakar mulai dilakukan. Dan ketika itu saya melonjak kegirangan. padahal khan Ada penumpang lain seperti Bapak yang sudah berniat bulat umroh tetapi juga batal “. ” Bisa jadi karena you dengan niat hipotesa atheis itu-kita semua satu pesawat terkena akibatnya”. Kami semua di inapkan di Horison Hotel-Ancol. you pikirin! “ Akhirnya saya mulai tafakur. H. Namun akhirnya pesawat dapat mendarat di Soekarno Hatta dengan selamat. tetapi. 5 menit kemudian kedua mesin Boeing 747 disayap kiri mati. Penumpang pun diharap kembali ketempat duduk masing-masing dan memasang sabuk pengaman. melihat ini sebagai sebuah Kebetulan. Secara teknis tetap sama” H. atau sebuah kebesaran Allah!” Aca: ” Tapi Pak. Berkali-kali saya terbang. Aca:” Pak Haji. Apakah tempat yang saya tuju memang luar biasa? Ataukah ini hanya kebetulan saja? Dengan sisa mesin dan kekuatan yang ada. Saat itu saya mulai takut dan berfikir tentang kematian. Aca: Apanya yang luar biasa. Penerbangan baru berlangsung 45 menit.Beberapa saat setelah beliau bicara. Tabrani datang. ” Wah you koq disini? ” Aca: ” Alhamdulillah saya di up-grade Pak “ . Saya tanya . Di Hotel diskusi saya dengan Bp H. enak juga. Waduh. 10 jam terbang tanpa harus berdesakan dengan fasilitas lainnya yang tidak sama dengan economi.. Tabrani: ” Andry…you khan tahu tidak semua penduduk Indonesia bobrok mentalnya. kok susah bener ya mau ke Mekkah aja?” “Baru kali ini saya saya naik pesawat kayak begini” H. Tiba-tiba H. tiba-tiba mesin pesawat mati satu. karena saya di up-grade ke first class. pesawat terbang miring dan mendongak.2. Ini merupakan pemandangan yang sama sekali tidak menyenangkan. Saya mulai membuka-buka buku-buku petunjuk menjalankan umroh. mencoba untuk merendahkan hati. sementara yang saya lihat dibawah hanya lautan lepas. Walau saya jarang (hampir tidak pernah) berdo’a. saya baca-baca do’a nya. sholat isya’-dan membaca niat untuk umroh. “Coba dech. Kejadian 2 Esoknya kami berangkat dengan pesawat lain. kenapa kalau Allah mau kasih pelajaran Semua satu pesawat terkena getahnya. Tabrani berlanjut. Tabrani: ” You kurang niat kali… ini khan bukan perjalanan biasa”. jika Allah mau kasih pelajaran khusus hampir seluruh rakyat Indonesia terkena dampaknya”. 2. Pilot pun memberitahukan bahwa pesawat harus kembali ke Airport Soekarno Hatta. Kemudian pesawat mengalami turbulens yang menyeramkan disertai jeritan penumpang. diiringi beberapa mobil pemadam yang siap siaga. Tabrani: ” Wah…you boleh pilih. baru kali ini mengalami kejadian yang demikian.

“Betul…bagus kalau anda tahu. hasilnya akan sangat menakjubkan”. Namun apabila saudara gunakan juga otak kanan (intuisi/rasa/iman). Akhirnya ia menjelaskan. dan sebagainya. kilah saya. namun upaya itu belum optimum. saya dikenalkan oleh pramugari kepada 2 orang penumpang yang menekuni manajemen pikiran. Kepala saya seperti dipentung oleh senjata saya sendiri. pramugari yang sebelumnya terlibat diskusi agama dengan saya dan H. ia dapat berupa ilham. Saudara tak akan bisa menelaah semua itu nanti di perjalanan dengan otak kiri (analisa) saja. atau kacamata iman!” H. seorang lagi bernama Kartiko (mungkin muridnya). keimanan. menyarankan agar masalah saya diungkapkan kepada mereka. Tabrani. melalui tangan petugas” Aca: ” Wah ini mungkin hanya kebetulan saja Pak!” ” Nggak masuk akal kalo Cuma karena niat. seni (spt musik). you udah niat umroh? “ Aca: ” Udah Pak. konsentrasi. Kartiko melanjutkan. Tabrani: ” OK… khan saya sudah bilang dari kemarin. Tabrani: ” Bukan! ini Allah yang ngatur. Dian. “Karena otak. . selama ini saya tahu anda telah banyak berupaya. euphoria. semua terserah you saja. ini khan petugas maskapai yang Ngatur!?” H. Kedua belahan otak tersebut harus saudara gunakan. Entah karena nggak di up-grade atau karena sikap saya yang dianggapnya wangkeng. mempunyai 2 belahan. berdo’a dan membaca niat “ H. apakah you mau melihat dengan kacamata kebetulan. Kamipun berkenalan. Daerah tersebut hanya dapat dicerna oleh perasaan yang kita sebut iman”. H.H. Tabrani: ” Waduh…enak benerrrr. mimpi. seorang bernama Nur Cahyo. atau fenomena dan kejadian-kejadian yang tak masuk akal. ” Saudara Andry. “Loh…itu khan basic prinsip Quantum Learning. Apa sebab-karena saudara hanya menggunakan sebahagian yakni bagian kiri saja dari otak saudara “. “Jika yang saudara cari adalah petunjuk. karena saya sering jadi pembicara tentang metode belajar dan bekerja menggunakan keseimbangan otak kiri-kanan. Wajar kalau saudara hanya mengandalkan analisa dan mendewakan sirkuit logika”. semalam saya tafakur. Kejadian 3 Dipesawat. kalkulasi. belahan kiri yang fungsinya untuk menganalisa. dan belahan kanan yang berfungsi mencerna keindahan. Saya jelaskan permasalahan utama saya. dsb. tapi pernahkah anda terapkan dalam pencarian ini?”. saya tahu benar itu”. emosi. You sekarang melihat kan Allah bisa memberikan imbalan kenikmatan secara Langsung “ Aca: “Loh tapi Pak Haji.3. 2. logika. Tabrani pun mulai sewot dengan saya. Hasilnya akan saudara pisah-pisah dan terlihat tidak berkaitan satu sama lain. “Ada daerah kekuasaan Tuhan yang tidak dapat dianalisa dan didiskusikan. Saya tahu benar ilmu itu. saya langsung diberi kenikmatan oleh Allah “. Saya mulai bingung dengan pertanyaan Kartiko. Tabrani: “Bagus kalau begitu. hipotesa.

“Loh Pak Haji nggak denger barusan “ . Disini Rasululloh di makamkan. padahal saya tahu dan gandrung dengan ilmu itu? 3. “Nggak tahu tuh Pak. “Terserah you mau lihat dari kacamata kebetulan a/ kacamata kebesaran Allah!”. Saya mulai menarik hipotesa dengan kedua belahan otak saya. “Suara berisik apa “. 1. tanya H. angkatan berapa?”. Dan saya mulai dihantui pemikiran tersebut. Malam hari kita berangkat sholat Isya’ ke Masjid Nabawi. saya bertanya kepadanya. “Astaga. Tabrani. nggak bener itu!” “Wah you ini mau sholat apa nggak!”. Beliau seperti biasa sambil sewot. Tanpa banyak bantah saya ikuti ajakannya sholat diluar (halaman) Masjid (karena larut. Tabrani sholat 5 meter didepan saya. Saya mulai goyah dengan pandangan saya selama ini. Tiba-tiba perasaan takut saya datang. kami pun bertambah mesra. Tabrani. Tiba-tiba. “You khan bisa sholat karena orang yang dimakamkan disini!”. Kenapa saya tak pernah menggunakannya. Apakah instrumen ini berguna (telaah menggunakan kedua belahan otak) untuk pencarian saya? 2. Kejadian 4 Akhirnya kami pun tiba di Jeddah. ataukah sebuah petunjuk agar saya menggunakan instrumen itu dalam perjalanan sekarang dan nanti? 4. Seperti suara orang kerja. “Kok kuburan di Masjid Pak Haji. Sayapun mulai tak percaya dengan diri saya. Tabrani. 2. Apakah pertemuan kami ini hanya sebuah kebetulan? 5. ada suara berisik dipintu.H. sepertinya pintu itu mau dibuka orang “. Apakah Kartiko juga seorang yang kebetulan berlatar belakang pendidikan sama dengan saya sehingga jalan berfikir kami sepertinya klop!? Saya kembali membahas ini dengan H. jawab saya. Akhirnya. Sayup-sayup berdebum. Akhirnya saya batalkan sholat saya. Makam orang yang saya pikir pembuat Al-Qur’an. yang kemudian perjalanan disambung ke Madinah. “Anda kuliah dimana?”. Kartikopun menjawab “Politeknik Mekanik Swiss”. Sholat saya sudah nggak bisa khusuk lagi. “Angkatan 88″. jelas H. jawabnya. Saya sholat tepat disamping pintu makam Rasululloh. pintu disamping saya berdebum. sedang H. pintu masuk sudah ditutup). Apakah ia hanya seorang kenalan di pesawat. Sebelum Kartiko kembali ke kursi duduknya. pindah menjauhi makam Rasululloh. “Andry…kamu kenapa pindah sholatnya?”. baru saja saya takbiratul ihrom. Tabrani pun ikut terlibat diskusi.4. Tapi lebih mirip suara orang marah-marah membanting meja atau kursi. dan ia banyak membenarkan perkataan Kartiko.

Dengan terhuyung sambil ngantuk (karena nggak biasa bangun dan sholat shubuh) saya berjalan menyusuri halaman Masjid seperti menyusuri 2 kali panjang lapangan bola. Lantai. barisan yang paling dekat dengan sisi makam. Saking besarnya. pandangan lepas kita tak dapat melihat ujung Masjid lainnya. Karl Marx. isteri Nabi. Tabrani tentang perasaan kacau saya. namun mereka karena tidak tegak lurus. Iqbal…kamu dengar suara?” “Enggak Pak…” Perasaan saya mulai nggak karuan. Setelah sholat Shubuh. namun tak bisa masuk karena penuhnya. Kamipun hampir mencapai Raudhah. Esok hari. mereka tak bisa mendengar. Aristoteles. tanya saya. Tabrani. Mustahil tidak. Sempat terfikir oleh saya. Einstein. dinding dan Tiang ditutupi marmer yang di polish licin. tepat disamping makamnya kalau bisa “. . saya berjalan memasuki ruang dalam Masjid area perluasan King Fadh. kilah H. Saya tak tahu yang mana Makam Rasululloh. Dalam antrian perlahan saya mendekati makam. Antara perluasan King Fadh dan King Azis terdapat Kubah yang dapat terbuka dan tertutup otomatis. dan pemikir besar dunia lainnya. bahwa mungkin posisi saya yang tegak lurus dengan pintu menyebabkan saya bisa dengar. “Kenapa …?”. Setelah berdoa. saya dianjurkan H. Masjid besar dengan halaman yang juga besar. dan yang mana makam Khadijah. Akhirnya saya ceritakan ke H. Tapi harusnya juga dengar. “Wah…kalau you udah sadar itu salah. karena suara itu keras koq. Hingga saya mensejajarkan posisi Muhammad dengan Napoleon. Namun saya coba tahan pemikiran negatif itu dan menggantikannya dengan fikiran betapa besar pengaruh Muhammad sampai sekarang hingga dapat terwujud Masjid sebesar dan seagung ini. Tabrani untuk berdo’a di area Raudhah. Plato. Saya ambil barisan paling kiri. Kala itu saya tetap menyangsikan kronologi turunnya wahyu. Rasa takut dicampur rasa bersalah. penuh sesak namun sangat tertib. “Berdoa disana Insya Allah lebih amat makbul (dijawab oleh Allah terhadap permintaan doa kita). Saya ceritakan bahwa saya pernah menulis e-mail yang berpendapat apakah semua ini bisa-bisa nya Muhammad. Sempat terbesit pertanyaan saya. Dari kejauhan saya melihat pagar makam yang didalamnya gelap tak ada cahaya. Di dalam pagar terlihat tiga makam yang ditutupi kain. yang mana makam Abu Bakar. apakah doa orang yang berdoa di Masjid Dago Atas tidak makbul? Namun saya mulai menahan diri terhadap pemikiran dan pertanyaan model itu. Saya coba analisa pakai belahan kiri. Seluruh lantainya ditutupi Pualam putih. Setiap tiang terdapat lubang AC yang dapat mengatur suhu ruangan otomatis. pagi-pagi sekali kami bangun. berangkat menuju Masjid Nabawi. Kami terus berjalan menuju Raudah (batas bangunan asli Masjid yang dibangun Muhammad) melewati area perluasan King Azis. perlahan. Setelah melewati pintu utama. pintu yang melewati tepat muka makam Rasululloh. betapa besar biaya yang diperlukan untuk ini semua. Kami berjalan berdesakan.“Enggak ah…. you mesti minta maaf besok didalam Masjid. kamipun berdesakan keluar melalui Pintu Jibril.

Nabi juga bukanlah anakNYA. Ketika saya tiba persis dimuka makam. Tidak keras namun tidak berbisik. Sampai-sampai Tuhan atau Dewa-dewa yang digambarkannya pun mirip bentuk manusia. Robot sekarang dan masa datang. Bukan maksud saya menyindir. Aku hanya ingin meminta maaf kepadamu ya Habiballoh. saya tak dapat menemukannya. Aku minta maaf ya Rasululloh”. agar tak terlihat H. namun saya belum pernah belajar Nahu sorob atau bahasa Arab! Saya jadi bingung sendiri. Adapula yang menganalogikan perilaku Tuhannya seperti manusia dengan perilaku beranak pinak. bahwa Muhammad NabiNYA. H. aku datang kepadamu. bukan untuk meminta sesuatu yang lain. tiada pula kepada para Nabinya. Tabrani tahu itu.2. Saya coba cari orang tinggi besar hitam tadi. seseorang dengan suara yang berat dibelakang saya berkata perlahan. Disini saya mulai mengerti arti Islam sebagai agama Tauhid. Kedua tangannya memegang pundak saya dari belakang. Nabi hanya sebagai pembawa RisalahNYA. hitam legam. MandatarisNYA. dan berbentuk fisik yang sudah dirobah menjadi mirip manusia.5. saya dapat mengerti hampir seluruh ucapannya dalam bahasa Arab itu. dan sedikit ketakutan pun menyelimuti saya. Tiada kepada yang lain. menyesal luar biasa. besar sekali dan hitam legam. Mereka senantiasa menjaga perilaku setiap orang yang mencoba ziarah dengan kelakuan aneh. dan bukan tempat untuk meminta atau berdo ‘a. Keluar pintu Jibril. “Musyrik!!!”. Rasa haru. Musyrik atau Syirik. Ia mengucapkannya sambil merintih menahan tangis. Tabrani dan Iqbal puteranya. Disini saya merasa mendapat petunjuk. Pembaca. hardiknya. karena beranak pinak adalah perilaku ciptaaNYA dan bukan salah satu sifatNYA/perilakuNYA. mengambil analogi kerja tubuh dan bentuk badan manusia. Saya lihat dipundak saya salah satu tangannya yang memegang pundak saya dari belakang. Dongeng-dongeng binatang buku cerita untuk anak kecil juga demikian. saya menunduk menahan tangis dan haru. bertangan dan berkaki. berkepala. selalu menampilkan bentuk perilaku binatang yang bertingkah polah bagai manusia. Aku tidak mencela engkau namun aku sadar aku telah melecehkan engkau. Imajinasi bentuk alien (mahluk luar angkasa) tak pernah jauh lari dari bentuk manusia. Kejadian 5 Disepanjang makam berdiri 4 orang tua dengan badan tinggi bersorban yang selalu menepis tangan orang yang mencoba memegang pagar dengan meratap. orang tersebut seperti dari Afrika. bukan tempat meminta. Merekapun mempercepat langkah agar tetap didepan saya. Film-film kartun Hollywood. Mungkin karena ramai kerumunan. Aku fikir aku telah menempatkanmu pada posisi yang tinggi. Waktu saya menolah kebelakang. Agama yang ber-illah hanya dan hanya kepada Allah. tapi sering kali orang melakukan “HUMANISASI”. Saya tak ucapkan kata apapun. bukan anakNYA. Semua yang akan saya ucapkan telah diucapkan orang dibelakang saya dalam bahasa Arab yang saya tiba-tiba mengertinya. berbadan. mensyarikatkan Allah dengan sesuatu lainnya adalah satusatunya perbuatan dosa yang tidak pernah diampuni Allah. . Ia berkata dalam bahasa Arab. ” Ya Rasululloh…ini aku. Aku hanya mengagumimu namun aku tak pernah memujimu. namun ternyata engkau lebih mulia dari itu. tinggi luar biasa.

Terlintas dibenak saya cuplikan film “The Massage” di mana Hamzah. Kami juga mengunjungi makam Fatimah.dan memang saya akan berkata minta maaf. kami berkunjung ke Jabal Uhud. bahwa tak ada yang namanya kebetulan. . H. Mungkin saja. Juga diatas hukum fisika. Apakah you mau anggap itu semua kebetulan atau sebuah petunjuk. maupun psikologi yang saya anut selama ini. Perjalanan di Madinnah Setelah melewati waktu Zuhur. dan bukan hokum psikologi. kamipun mendiskusikannya. dalam “The right track”. orang yang mencari jalan yang diridhoNYA. Hukum Sebab-Akibat itu diatas hukum-hukum lainnya. sosial. Disini saya melihat bahwa perjuangan Rasulloh adalah bertahan dan bukan menyerang.Sesampai di Hotel. tempat di mana terjadi Perang Uhud. Saya mulai meyakini ini sebagai Hukum Sunatulloh. Masjid Kiblat-Masjid dimana ditengah sholat Rasululloh mendapatkan wahyu untuk sholat menghadap Ka’bah/Mekkah. semua sudah ada sebab akibatnya. dimana dekat makam dahulunya terdapat parit besar yang dikenal sebagai Perang Khandak. kami melakukan City Tour. Masjid Kuba-Masjid pertama di Madinnah yang dibuat Rasululloh. Bukan efek kebetulan kondisional akibat suasana yang khusuk. Konsep tersebut hanya mendapat tanggapan dari kaum Anshor yang bertempat tinggal di Madinnah hingga Nabi harus hijrah/pindah kesana. Melainkan hukum Sunatulloh kepada orang yang mencari ridhoNYA. Karena kasus ini orang Kafir Quraisy berkomentar Muhammad pemimpin yang plin-plan. Ada sebuah “hukum sebabakibat” yang berlaku absolut dialam semesta ini. ketempat-tempat bersejarah antara lain. Namun yang jelas. Konsep yang diajukan Rasululloh adalh sebuah konsep dimana penguasa kafir tidak menyukainya. 3. Tapi mungkin juga petunjuk. bahwa beliau (Rasululloh) tahu benar isi hati anda. karena saya dihantui rasa bersalah. semua itu terserah you saja. Terutama tentang dapat mengertinya saya terhadap ucapan dalam bahasa Arab. Saya benar-benar mulai berfikir. saya mulai lebih berhati-hati dan tidak gegabah. Tabrani: ” Temen you dan saya khan sudah berkali-kali mengatakan. Saya bilang: “Mungkin begini Pak. Perang dimana pada saat itu kaum kafir dari berbagai bangsa dan negara memboikot dan meng-embargo kaum muslim selama kurang lebih 2 tahun. pemimpin kaum kafir Quraisy yang sangat memusuhi Nabi. Sedemikian mudah dan cepatnya saya mendapat petunjuk “ H. Aca: ” Ah masak sich Pak. Bukan efek kebetulan karena rasa bersalah. dan beliau dengan akhlaknya yang mulia sudah memaafkan you tentunya”. sehingga sholat tersebut beliau lakukan 2 roka’at menghadap Masjidil Aqso’ dan 2 roka’at sisanya menghadap Ka’bah. Panglima perang kaum Mukmin yang dibunuh dengan tombak oleh salah seorang budak suruhan Hindun. Semua sudah ada aturannya. dimana sekeliling Madinnah pada saat itu dibuat Parit besar yang memisahkan/melindunginya. Tabrani: “Itu mungkin. maka persepsi saya terhadap apa yang diucapkan orang tadi adalah persepsi fikiran saya”. Pada peperangan tersebut kaum Muslimin kalah yang disebabkan tindakan indisipliner pasukan panah. sakral atau magic/angker. Dibimbing oleh Tour Guide. yang sebelumnya menghadap Masjidil Aqso’. Berkali-kali saya mengatakanterserah you saja!” Saya mulai tak banyak membantah. isteri Abu Sofyan. Namun saya tak berani berfikir bahwa saya sudah berada pada jalan yang benar.

yang ekspansi kekuasaanya dengan cepat dan pesat sampai ke Cordova. Ia menjelaskan untuk memakai pakaian Ihrom. bagaimana dengan Daulat Bani Umayah. anda silahkan tanya kepada orang yang lebih tahu. 3. Kejadian 6 Setelah sholat Ashar. Meskipun ia bukan Tourist Guide. 2 lembar kain yang dililit dipinggang. Analoginya mungkin seperti Vietnam. dan saya benar-benar ingin tahu. Pak H. namun ia begitu telaten mengajarkannya pada saya. namun tindakan Nabi mengirim surat kepada Negaranegara tersebut adalah nekat (kalau tidak mau dibilanggila). suatu saat. Beberapa orang mungkin beranggapan ini tidak penting. “Lho. satunya lagi di bahu. namun saya berfikir bahwa ini sangat penting. Tabrani mengajarkan saya untuk memakai pakaian Ihrom. kalau bukan urusan kekuasaan. Madinnah tidak sebesar dan sekuat Mekkah. sementara lokalisasi pelacuran mendapat izin dari pemerintahan Pemda setempat? Bagaimana memberlakukan hukum Islam tanpa pemerintahan Islam? “. “Latihan pakai kain kafan “. Laka wal mulk La syarikalak . Spanyol. diperjalanan kami mulai membaca Talbiah: Labbaik Allohumma labbaik Labbaik Lasyarika laka labbaik Innal hamda. saya terus terang belum tahu benar untuk hal ini “.1. namun juga dipemerintahan. Sayapun menjelaskan. saya bukan sok tahu. seperti waktu saya tanya kenapa koq nggak boleh pakai celana dalam. Tabrani berkelanjutan. saya dalam pencarian. Dalam pencarian / perjalanan ini saya tak menemukan jawaban. sehingga Islam tidak hanya bicara didalam Masjid. Abesinia. Wal nikmata. demikian penjelasannya. bagaimana dengan tindakan Nabi yang saya anggap ekspansi nekat yakni tindakan Nabi mengirim surat dari Madinnah kepada Mekkah.Saya akhirnya bertanya kepada Tour Guide. Aca: “Terimakasih Mas…saya akan simpan pertanyaan ini”. mengirim pesan kepada Indonesia. Untung saya sudah rada kalem sekarang karena beberapa kali mengalami peristiwa2 yang lalu. mungkin sewotnya H. Rusia. dan European Community untuk takluk dan tunduk dibawah kekuasaanya. saya dapat menemukan jawabannya…Amien. “Mas Syaiful…saya mohon maaf loh. ini tidak seperti demikian “. Tour Guide: “Baiklah. Ia hanya menjawab “Jangan didebat!!! ini daerah otak kanan! “. Tour Guide tersebut tak dapat melanjutkan penjelasannya. kalau tidak. negara kecil yang baru berdiri. dan berbagai belahan dunia lain. Konsep Rasululloh bukan konsep negara. Mesir. hingga berlaku hukum yang hanya kita dengar sekarang secara sayupsayup ‘hukum Islam’? Bagaimana kita memberlakukan sebuah peraturan tanpa adanya kedaulatan? Bagaimana kita bicara rajam bagi yang berzinah. dalam pencarian saya yang berikutnya. namun saya yakin insya Alloh. “Urusan Rasululloh bukan urusan kekuasaan. tanpa angkatan bersenjata yang jelas. Amerika. daratan China. Australia. dan Negos (Ethiopia). kepemimpinan Islam setelah Ali. Surat itu berisikan ajakan beragama Islam. sehingga surat yang dibuat bukan surat kekuasaan . Persia. dimasyarakat. Setelah mengambil niat di Miqod. Meskipun kadang-kadang menghardik saya. kayak apa sich konsep Rasululloh yang disampaikan pada saat itu?”. “Oh tidak. Konsep Rasululloh adalah konsep agama. jawab Tour Guide. bukan konsep pemerintahan”. Roma. demikian saya bertanya. tapi saya memang benar-benar tidak tahu. akhirnya kamipun bersiap-siap untuk ber-umroh.

Saya tidak pernah berfikiran bahwa di dalamnya ada Allah sedang bersemayam. Sesungguhnya segala puji. Bukankah ini bukti dari hasil kerja Muhammad. Tabrani membaca do’a-do’a putaran pertama. Saya menangis sambil duduk tidak mengerti kenapa. H. Tabrani yang pertama kali Umroh juga terdiam tak bersuara tak bergerak. besar sekali. Akhirnya saya mulai meraung seperti anak kecil. khan saya sudah katakan boleh minta apa saja”. Kamipun tiba di Mekkah. Disitu terdapat do’a permintaan umur panjang dan keturunan yang banyak serta soleh. Hotel kami cukup dekat dengan Masjidil Haram. Kita tak kuasa menentukan arah (kecuali sedikit). Namun setelah melepas sandal dan memasuki Masjid. Tabrani sehingga sulit mengikuti apa yang didiktenya. kita hanya dapat berserah diri mengikuti arus putaran itu. Kembali saya lihat artinya. bapak besar berbagai bangsa yang melahirkan agama Yahudi. koq disini ada permintaan terhadap rezeki yang banyak”. Ia juga mengalami hal yang sama. ” Loh Pak…kok ada permintaan seperti ini ya…?. Namun intuisi saya juga bermain. dan segala kuasa Hanyalah dari engkau. Sulit sekali menggambarkan pesonanya. Saya kurang tahu persis pada saat itu tapi saya percaya Iqbal. Saya mulai tawaf putaran pertama. Agak sulit memang karena banyak jama’ah Iran berbadan besar berdo’a lantang sekali. kami berwudhu di Hotel. “Ya memang ada. Tabrani pun kembali menjawab. Kadang saya tak mendengar suara H. Pada tawaf putaran kedua. Benar-benar saya tak mengira bahwa Ka’bah berukuran sebesar itu. Tiada syarikat bagimu. Dan saya tahu persis saat itu saya tidak sedih. bahwa kegiatan ini pasti bukan baru dimulai kemarin. segala nikmat. Hitam pekat sekali. kami langsung memasuki Masjidil Haram. Saya lemas dan duduk. sebuah Masjid yang paling terkenal yang mungkin paling tua didunia. Saya tanya ke H. Minta harta boleh…habis -kalau tidak-anda mau minta ke siapa lagi kalau bukan sama Dia “. kota Haram. Seolah kami bergerak perlahan bersama tanpa menginjak bumi (seperti melayang). H. Saya menahan tangis didepan rombongan tapi tak kuasa. Kegiatan ini dilakukan pasti sejak ajaran Muhammad. Pendapat ini adalah pendapat awal saya yang kemudian di konfirmasikan beberapa hari kemudian oleh H. anak Pak H. namun semakin dekat. Saat itu saya belum merasakan pesonanya. Tabrani bahwa kegiatan ini sudah ada bahkan sejak milata Ibrahim. besar. Sementara barang-barang diurus oleh petugas travel. semakin rapat dan semakin pekat ketengah. Sepintas hanya sebuah batu yang disusun dan dilapis kain hitam. Tabrani. saya kembali membaca do’a khusus untuk putaran kedua-sambil juga melihat artinya. Anda saja yang Cuma minta petunjuk dan nggak mau minta yang lain. saya coba baca juga artinya. Analisa saya bermain. Saya berusaha perlahan-lahan bergerak mendekat. saya terdiam melihat benda hitam pekat persegi empat yang berada ditengah-tengah Masjid. Nasrani (bukan Kristen). sangat diliputi rasa haru yang luar biasa. Pembacaan Talbiah baik di pesawat maupun diperjalanan/bus.Ya Allah. Kami merasa seperti memasuki sebuah gravitasi luar biasa yang menarik ketengah. aku datang memenuhi panggilanmu Tiada syarikat bagimu. yang kemudian juga Islam. . apakah sekian banyaknya manusia datang kesini hanya ditipu satu orang yang bernama Muhammad. Sambil air mata bercucuran (tanpa malu-malu lagi sebab kanan kiri sayapun demikian) saya dibimbing H. Sambil memegang buku do’a kecil. semakin tak kuasa menahan tangis. Namun saya melihat sedemikian banyaknya manusia mengitarinya melakukan yang disebut tawaf. ” Ya memang boleh. Tabrani menjawab. ” Loh…Pak. Dengkul saya lemas luar biasa. Posisi kami sangat dekat dengan Ka’bah dan senantiasa saya semakin merapat kedalam. Ka’bah ternyata berukuran lebih besar dari perkiraan saya. Benda itu berada ditengah-tengah Masjid.

Persis juga sama dengan do’a-do’a di akhir tawaf yakni fiddunia hasanah-wa fil akhiroti khasanah.Pada tawaf putaran ketiga. Pemda. Seolah olah ia ada memang untuk kebutuhan ibadah ini. Tabrani. penguasa absolut. tetapi saya-dengan kesadaran baru ini-juga meminta duniawi. kurma pun malas tumbuh disini. betul ndak…?” “Betul Pak “. Persis lagu Bimbo yang dinyanyikan Sam. Saya fikir ini harus berlaku pada semua hal-segala hal segala sesuatu-termasuk hal-hal duniawi seperti bisnis. Hal ini jangan dianggap sepele. dan tiba-tiba saya teringat surat Al-Fatihah. namun sumur ini tak pernah ada keringnya. Bagaimana kita bisa rugi-ya karena manajemen yang buruk. Akhirnya H. Saya kembali bertanya dengan lebih antusias karena masalahnya erat dengan kehidupan saya yang memang bergerak di bidang ini. Akhirnya dengan pemahaman yang seperti ini. Allah mungkin saja berikan. sekarang terbantai semua. hanyalah perantara. dan daerah lainnya selain untuk keperluan orang ber Hajji.2. Karena sungai bawah tanah dapat berubah alirannya hanya dalam kurun waktu puluhan tahun saja. dengan kesadaran baru-tanpa banyak pertanyaan lagi. sedangkan bagaimana kita bisa untung? Ya dengan manajemen yang baik? “. Kejadian 7 Usai tawaf. Saat itu tak ada lagi dibenak saya teori kebetulan yang dahulu. ayat 4. dan bag Purchasing. Jeddah. “Loh-loh…ini lebih aneh lagi Pak…kok boleh minta dagang agar jauh dari rugi. Disini saya kembali tercengang. saya kembali membaca do’a sambil membaca artinya. sekelilingnya dapat anda temukan hanyalah bukit batu yang sangat sulit dihancurkan. saya kembali berdo’a dengan segala kerendahan hati. terdapat air sumur zam-zam yang debitnya luar biasa besar yang dipompa dengan pipa-pipa sampai ke Madinah. Masjidil Haram berada di tengah-tengah seperti lembah. meminta kepada Penguasa yang sesungguhnya. Demikian saya melihat Rahman rohim Allah. Haram hukumnya meminta pertolongan kepada Bagian Purchasing untuk melakukan bisnis dengan kita. akankah bertahan sedemikian lamanya? Perhitungannya bukan 1400 tahun yang lalu. Saya pun kembali berdo’a dengan lebih khusuk. 3. Ini pula yang menyebabkan pembangunan konstruksi di kota Mekkah sangat lamban. Terdapat dengan jelas disitu “Tijarotan Lantabur ” yang artinya “perdagangan yang jauh dari rugi”. kami menuju sumur zam-zam yang terletak didalam areal masjidil Haram bagian bawah. ini khan urusan dunia. Statemen awal saya di pesawat. Permintaan tolong hanyalah kepada Allah semata. jawab saya. Saya ternyata tak hanya meminta pertunjuk. bahwa you hanya minta petunjuk. Yaman. Kepadamulah kami menyembah dan hanya kepadamulah kami minta pertolongan. dan mungkin juga tidak. Analisa dan rasa saya mulai jalan. . Meminta kepada yang mempunyai. Mekkah dapat anda lihat sebagai pegunungan batu. Entah berapa ribu tahun. Pejabat. Namun jika kita meminta keridhoan akhirat-insya Allah kita juga akan mendapat dunia. “Iyya ka na’ budu wa iyya ka’ nastaiyn”. Pemda. penguasa segala sesuatu. memohon kepada pemilik yang sesungguhnya. Adapun. melainkan perhitungan dari Ibrahim. karena ini yang akan menentukan strategi manajemen perusahaan kita. Berjuta-juta orang datang setiap harinya. tegas H. ” OK kalau begitu nggak usah do’a saja …” . Kadin. Sebuah mata air yang hampir tak mungkin ada di daerah ini. Sehingga musyrik hukumnya jika kita meminta pertolongan dalam bidang bisnis kepada Kadin. Ironisnya. Katabelece Pejabat untuk menggoalkan proyek kita. Analisa dan intuisi saya jalan lagi. apakah kita akan melakukan KKN atau melakukannya dengan pendekatan lain. Andaikan memang ada sungai bawah tanah yang mengalir dibawah Mekkah. Jika kita meminta dunia saja. ” You khan bilang waktu dipesawat. Namun sumur zam-zam ini tak pernah kering dan senantiasa menyediakan air yang dibutuhkan Jamaah yang datang ke sini. Jangankan tumbuhan subur. Tabrani mulai sewot lagi.

bagaimana dengan kaum wanita atau Ibu-ibu. Salah seorang jamaah haji wanita bercerita tentang anak temannya yang sekarang tinggal di Hotel Hilton Mekkah yang tak dapat menyelesaikan tawafnya karena mencret (penyakit yang lebih cepat dari pada jet). melainkan Nabi Ibrohim. bahwa ia mengenakan celana dalam pada pakaian ihromnya. ia berjalan sambil berlari-lari kecil mencari air antara bukit Syofa’ dan bukit Marwah. dan Muhammad. Seorang Dokter. Kami tak tahu bagaiman ia mengatasi problem mencretnya yang merembes sampai pakaian Ihrom. Saya belum pernah merasakan pegal-pegal seperti sekarang ini. Sedangkan air yang sesungguhnya justru keluar didekat kaki Ismail.3. Ini tidak steril katanya. Kejadian 8 Tak ada yang khusus bagi saya dalam kejadian ini. kami mulai melintasi area Sya’i. Dipisahkan oleh pembatas tengah. Sesuatu yang dilarang dalam Umroh. Saya jadi teringat sewaktu H. Dokter itu meminum juga air zam-zam dengan perasaan jijik/geli. Wueeek…sangat menjijikkan kata jamaah yang lain menambahkan. Kotoran alias tokai nya sedemikian banyaknya sehingga ia pun kewalahan. Sesampai di Hotel. merasa jijik dan mengatakannya kepada Bapak mertua saya perihal gelas stainless yang sudah diminum berjuta-juta mulut orang. Pasti lebih capek. Isya. namun akhirnya semua tahu. Tabrani membentak saya dalam masalah tersebut. yang melahirkan 3 agama besar. Keesokannya. Tapi kelihatannya sama aja tuch. Kaki saya kering pecah-pecah. Kepala rombongannya pun membawanya pulang kembali ke Hotel. sebahagian berlari. saya melihat manusia banyak yang berjalan. Mulutnya bengkak sariawan sampai ke leher. rukun Umroh berikutnya. Dari sini saya pun semakin yakin dan menarik kesimpulan. antara dua bukit batu. Saya fikir. apa yang terjadi. dan Islam. Keesokannyapun sang Dokter sembuh dari sariawan seperti sedia kala. Yahudi. Bapak mertua saya mengingatkan akan ucapannya kemarin perihal gelas tersebut. 3. Bapak mertua mengingatkan sang Dokter untuk meminumnya sekali lagi dengan gelas tersebut tetapi dengan perasaan yang berbeda. Air yang dilihatnya ternyata hanyalah fatamorgana. Nasrani. Syofa’ dan Marwah. Agak lama baru saya sadar bahwa saya mulai kurang khusyuk karena melakukan “olah raga leher”. dan menggosok bagian yang hendak diciumnya. yakni perasaan iklas. bukan Hajarul Aswad). Akhirnya saya bertanya kepada H. Melihat kejadian itu. Seusai Sya’i kami pun menggunting rambut. pendahulu untuk Musa. maka ia mengeluarkan tisu. Sesekali saya melihat wajah cantik wanita Turki dengan hidung mancung kulit putih bulu mata boros (Saat tawaf maupun Sya’i dilarang menutup cadar muka-namun ada sebahagian mazhab na. kawan Bapak mertua saya pergi Haji. Wanita tersebut tetap asyik membersihkan batu Ka’bah . sementara anaknya Ismail ditinggal sejarak tertentu dari Ka’bah. “Begini “jawabnya perlahan. Disitu terjadi antrean yang luar biasa. bahwa Ka’bah bukan dibangun oleh Muhammad. “Dulu sewaktu Siti Khajar. Pantas – dalam hati saya. Semoga Makbul. Bapak mertua saya pernah menceritakan perihal yang seperti ini berkaitan dengan gelas stainless air zam-zam untuk diminum yang menempel pada setiap keran zam-zam.Pada saat Sya’i. ” Pak…koq pakai lari-lari segala sich? “. pertanda selesainya ibadah Umroh kita. mengelap. Mungkin karena pemikiran jijiknya terhadap batu yang sudah dicium oleh jutaan manusia pada hari itu. Didepan saya terdapat seorang wanita muda dan cantik berpakaian Turki yang hendak mencium batu Ka’bah (sisi kiri Ka’bah. isteri Nabi Ibrohim. Tabrani. Kejadian ini terjadi pada saat saya hendak mencium batu Ka’bah. kelelahan kami luar biasa. namun saya mengira pasti luar biasa untuk ukuran orang Melayu.

Kejadian 9 Malam besok adalah malam terakhir saya di Mekkah. membatalkan rencananya. kejadian kecil disini-dapat menimbulkan akibat besar disana. kami tiba dikaki bukit Gua Hira’. Mekanisme ghoib pada alam Metafisika inipun bekerja pada kawan saya Iqbal dimana setiap harinya. 3. Penjual di toko tersebut seharusnya melayani seorang calon pembeli wanita misalnya. ia kehilangan sandal. yang seharusnya berangkat melakukan perjalanan luar negeri guna menandatangani sebuah kesepakatan perang. Ingin sekali saya melarangnya. Ia mencoba berdo’a dan bertaubat dosa apa kiranya yang telah ia buat. Tabrani maupun Iqbal anaknya. karena ia terlalu abstrak dan hanya tunduk patuh pada sang Maha Penguasa. saya berkemas bersiap berangkat. Terjadi di kasus ini namun kadang tidak di kasus itu. Kuwalat atau apa ini namanya ya? Hati yang kurang bersih? Saya jadi teringat cerita Ka’bah di surat Al-Fiil dimana tentara Abrahah yang mengendarai Gajah pada masa itu dibuat tak berdaya oleh burung-burung Ababil. ditabrak mobil). Meskipun ia bukan ada di alam fisika. Bukan disitu saja. lagian nggak lucu khan kenalan didepan Ka’bah. Semuanya parsialkondisional. Namun tetap saja ia kehilangan sandal setiap harinya. wanita tersebut mungkin akan 10 menit lebih lama untuk jalan pulang. ” OK. sepulang kami dari sholat. namun karena nggak bisa bahasa Turki. tegas saya kepada Tour guide. Jadi biaya travel maupun biaya Tour guide saya tanggung sendirian. dengan tas ransel dan sepatu sport. Perjalanan sampai . trick sulap yang diyakini sebagai salah atu keajaiban oleh orang musyrik. namun saya yakin ia ada dan bekerja secara setimbang. Saya ambil contoh misalnya. sehingga kesepakatan serangan atau perang tadi ditangguhkan. hilangnya sandal Iqbal. Tak ada anggota rombongan yang mau ikut. sang suami wanita tadi (yang katakan seorang jenderal). nggak apa-apa. Ini contoh ekstreem yang memang hanya teori main-main. Tidak juga H. oleh karenanya saya minta kepada Tour guide untuk mengantar saya ke Goa Hira’ pagi-pagi sekali. mengakibatkan ia harus membeli sandal di toko dimuka Masjid. Dalam perjalanannya pulang. Mekanisme yang tidak kasat mata.4. Saya semakin mengerti mekanisme ghoib. Ia pun selesai mencium batu Ka’bah dengan hidung mimisan (berdarah). Ketika ia hendak mencium batu Ka’ bah -mungkin setelah ia merasa bersih. Bahkan sehari dapat lebih dari sekali ia kehilangan sandal. Hilangnya sandal seorang Iqbal. Paginya seusai sholat Shubuh. hingga ia harus membawa 5 real setiap sholat guna menjaga apabila sandalnya hilang. Mekanisme tersebut tak kan pernah dapat diukur karena sifatnya yang relatif tak pernah sama pada setiap individu. Dengan menggunakan taksi. maka ia tidak jadi melayani wanita itu. dapat mengakibatkan tercegahnya sebuah rencana perang atau penyerbuan. Penguasa alam fisika dan non fisika. Kamipun merencanakannya. Tahukah anda. namun karena Iqbal membeli. Saya cenderung menyebutnya Metafisika daripada Supranatural yang lebih berbau klenik / sihir. ia mengalami kecelakaan mobil (mis. sementara antrean sudah mulai panjang dan berdesakan. Bahkan mekanisme ini pun abstrak tak simetris. tetapi saya yakin bahwa semua ini ada mekanismenya dan jangan coba-coba untuk mengurainya. yang tentu saja tak mengakibatkan ia mengalami kecelakaan.dengan tisunya.desakan dari kerumunan orang dibelakang tak tertahankan hingga mendorong wanita itu pada saat ia menciumnya sehingga benturan hidung mancung dan batu tak dapat terelakkan. Wanita itu pergi lebih cepat. Seandainya Iqbal tidak kehilangan sandal. saya tetap mau berangkat sendiri”. namun saya fikir standarnya sama jika kita ukur dari perasaan hati yang dalam.

Apakah tindakan Nabi Muhammad pada kala itu seperti para sufi tersebut? Pertanyaan inipun saya simpan kembali tanpa tahu jawabannya. “Disini terdapat salah satu keajaiban yang anda cari”. kemudian ia menjawab. Saya berjalan mengikutinya. Terus Jibril bilang begini Pak. H. Gua Hira’ ternyata sangat kecil. tanya saya. bermimpi dibawa seseorang yang berkata sebagai Malaikat Jibril. Saya bertanya siapa anda? Ia menjawab saya Jibril. tadi malam saya bermimpi bertemu Jibril”. mungkin yang dimaksud adalah “The Dome of the Rock. Tabrani. tapi you… you…luar biasa”. Gede. “Begini Pak. Terbayang oleh saya ketika Nabi pulang pergi setiap harinya sampai ke puncak. Subuh dini hari saya bangun. Dalam sujud saya bicara dalam hati. tawaf terakhir/ tawaf perpisahan dengan Ka’bah. Tabrani berfikir sejenak. Saya juga sering menyendiri di Villa. Sebuah batu yang berada tepat ditengah Masjid”. saya tiba-tiba tersadar. “Bagaimana ceritera mimpinya?”. ketika saya hendak menggosok gigi. Didalam mimpi saya Jibril berkata. “Ya Malaikat Jibril. kemudian ia mengajak saya untuk ikut. Ia menggantung. “Masjid itu dikuasai Yahudi. yang kemudian membawa saya ke Masjidil Aqsa’ di Palestin. tetapi kenapa tak pernah datang yang namanya Jibril. tanpa meratap ke gua apalagi membuang sesaji (hanya sujud dan berkata dalam hati seperti diatas saja). dan saya ceritakan mimpi saya. Lebih mirip dua batu yang saling bersandar daripada sebuah Gua. kenapa saya tidak?”. “Tapi yang jelas. kami semua juga nggak ngerti kenapa begitu”. Saya sudah berumur 63 thn. H. Tabrani menepak kepala “Waduh…repot ini”. Saya pun membahas pertanyaan saya di dalam hati tadi kepada Tour guide. “Aneh memang batu itu.kepuncak memakan waktu kurang lebih satu jam. Saya jadi ingat cerita-cerita para sufi yang mempelajari hakekat sehingga pergi kegunung-gunung menyendiri. Buru-buru saya ketok kamar H. “Wah saya nggak bisa jelasin artinya “. saya sujud ditempat Nabi Muhammad duduk menyendiri 1422 tahun yang lalu. Esok hari terakhir. Saya juga tidak mengerti sampai sekarang arti mimpi saya. hari dimana saya mesti melakukan tawaf wada’. “Subhanalloh”. Tabrani pernah melawat ke Masjidil Aqsa’. tapi saya belum pernah mimpi bertemu Jibril. dan tiba-tiba kami tiba di sebuah Masjid. H. kenapa saya tidak?” Tanpa sholat dan do’a. Ditemani Tour guide. “Kenapa Pak?”. Tabrani bertanya. Saya jadi merinding. Saya bangunkan ia. kenapa koq Nabi Muhammad diberi wahyu. “Subhanalloh. H. Cuma 5 menit “. dan berada tepat ditengah-tengah Masjid. Terus bagaimana tanya H. Saya tidur cepat setelah sholat Isya”. sesuatu berbentuk manusia dengan peci hitam datang kepada saya. kami pulang menuruni bukit. “ini Masjidil Aqsa”. “Kenapa Nabi Muhammad dapat berjumpa denganmu. Tabrani. “Tolong Masjid ini dipelihara”. dimana saya tidur di Mekkah. You Nggak bisa keluar masuk seenaknya”. menyendiri di kaki bukit Gn. . serta tak mempedulikan situasi dan kondisi diri. “You sholat dibatasi disana. lepas dari hubungan sosial. saya yakin you adalah orang yang disayang Allah”.

5. adalah deviasinya.Saya takut sendiri dengan kejadian-kejadian yang saya alami. namun sebenarnya. Zinah. karena justifikasinya akan selalu ditemukan manusia guna menghalalkannya. berbalas negatif apabila kita berbuat negatif. Mekanisme Ghoib. dan itupun hanya pada batas-batas tertentu yang sudah diberi patok/tanda. jiwa dan raga kita bisa khusuk serta kita jaga kebersihannya. namun bagi yang sudah kelewatan. namun jika ditempeleng keras ia tetap dableg dengan perbuatan negatifnya. namun saya mempunyai beberapa kesimpulan: 1. ia akan dibiarkan. Mekkah dan Madinah bukan tanah suci (seperti yang saya duga sebelumnya pada tulisan Muhammad punya bisa ). Kita manusia adalah manusia yang paling istimewa. Allah akan membiarkannya. coba fikirkan dengan instrument rasa/intuisi dari hati yang dalam. 4. Tidak seperti waktu di Mekkah. Apa yang akan terjadi nanti ditanah air. Biaya yang demikian mahal. Saya takut untuk berbuat macam-macam. karena Allah menegur dengan sapaan hirarki. berlaku pada orang-orang yang dicintai Allah. Saya mengalami semua ini dalam perjalanan ke Mekkah. Wahyu Allah turun pada setiap kurun waktu tertentu. 11. berserah diri kepada kemauan Pencipta. Saya harus menghadapi dunia nyata yang penuh dengan godaan. *** Sumber Sahabat • putri 2:54 pm pada 21 Desember 2010 Permalink . Allah tidak punya banat/sarikat/kompetitor. melainkan tanah Haram. namun yang paling saya takuti. Allah itu benar adanya yang menciptakan segala sesuatu. Ada mekanisme Ghoib yang tidak kelihatan. dimana fikiran. dan perbuatan maksiat lainnya adalah haram hukumnya. Daging Babi. Allah menurunkan Wahyunya kepada Muhammad yang kemudian dibakukan dalam bentuk kitab yang bernama Al-Qur’an. bermanfaatkah jika dilakukan. 3. perubahannya apabila saya tidak menjaganya. Peringatan pertama mungkin dengan mencolek. 10. 9. Al-Qur’an bukan buatan Muhammad atau ideologi Muhammad. jika ia tak mau. Kesadaran saya seperti sekarang ini amat saya syukuri. tidak semua kejadian saya ceritakan. jika ia tak juga sadar Allah peringati ia dengan menempeleng keras. 13. Wahyu Allah juga turun kepada Muhammad yang diutus sebagai Rasulnya. darah. karena kita mempunyai 2 pilihan. hanya yang saya anggap penting saja. Alkohol. sebanding bahkan melebihi hasil yang kita dapat dari perjalanannya. 2. 12. Judi. yang memberikan balasan positif apabila kita berbuat positif. atau berserah diri kepada kemauan kita sendiri. daerah dimana diharamkan bagi siapa saja berbuat kerusakan. Al-Qur’an adalah statemen dari Allah yang didalamnya berisikan petunjuk bagi manusia yang ingin berserah diri kepadanya. Haji dan Umroh penting adanya dan bukan bisa-bisanya Muhammad. 8. Tak perlu dianalisa secara metode ilmiah. kejadian kecil lainnya yang merujuk kepada hidayah yang tidak saya ceritakan karena terlalu panjang banyak saya alami. 6. namun demikian. Allah peringati ia dengan menepak. Dari perjalanan ini. karena hanya hari akhir setelah matinya yang akan membalasnya kekal abadi di Neraka Jahanam. 7.

Orang-orang yang hidup pada generasi mendatang akan meninggalkannya. Jasad itu telah meninggalkan harta dan kekasihkekasihnya. karena aku tidak tahu apa yang terbatik didalam hati seorang seperti yang kuketahui pada diriku sendiri “ Selanjutnya Umar bin Abdul Aziz menarik ujung bajunya. .ahli ibadah dan sosok pemimpin kaum Muslimin yang sejati. lalu turun dari mimbar.” Takkala menyampaikan khutbah terakhirnya. Fathimah pernah berkata. Dia juga disebut Abu Hafsh. Dia seorang hafizh. kisah teladan ( 352 ). lalu berkata. tanpa tikar tanpa bantal. kisah islami ( 268 ). mujtahid. Kemudian dia bangun dan berbuat seperti itu sepanjang malam. sangat mendalam ilmunya. cerita teladan ( 355 ). “ Sesungguhnya ditanganmu kini tergenggam harta orang-orang yang binasa. memuji Alloh. Umar bin Abdul Aziz naik keatas mimbar.dari suku Quraisy. siap menghadap hisab. “ Dikalangan kaum laki-laki memang ada yang shalat dan puasanya lebih banyak dari Umar. Tidakkah kamu ketahui bahwa siang dan malam kamu sekalian mengarak jasad yang siap menghadap Allah. jika masuk rumah ia langsung menuju tempat shalatnya. lalu kamu membujurkannya di dalam rekahan bumi. Dia tak mampu berbuat apa-apa menghadapi keadaan sekitarnya dan tidak lagi membutuhkan semua yang ditinggalkannnya. seperti yang telah dilakukan oleh generasi yang terdahulu. zuhud.izin copy yaa…  erva kurniawan 1:11 am pada 9 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Sejak itu dia tidak keluar rumah lagi kecuali setelah jasadnya sudah membeku. menyeka air mata. lalu kamu menimbunnya dalam kegelapan bumi ?. Istrinya. Tetapi aku tidak melihat seorangpun yang lebih banyak ketakutannya kepada Allah daripada Umar. kusampaikanhal ini kepadamu sekalian. cerita nasehat. bersimpuh dan menangis sambil berdoa kepada Alloh hingga tertidur.Bani Umayyah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Tangisan Seorang Pemimpin Yang Takut Pada Alloh UMAR bin ABDUL AZIZ. Demi Allah. Dia terbujur dikolong bumi.

Umar bin Abdul aziz menjawab. “ Wahai fathimah. istrinya bertanya: “Demi ayahku sebagai jaminan.co. padahal mereka tidak tahu persis apa pasalnya mereka ikut-ikutan menangis”. melihat ia menangis. baik yang disukai maupun yang dibencinya. Fathimah. Saya juga mempunyai cerita-cerita islam. aku ingat akan persimpangan jalan manusia takkala berada di hadapan Alloh. dia berkata: “ Umar bin Abdul Aziz pernah menangis.Diriwayatkan dari Abdus-Salam. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Hikayat Iblis : Dialog Iblis vs Rasulullah SAW Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya. . cerita teladan ( 355 ). mantan budak Maslamah bin Abdul Malik.mediamuslim. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia. bagaimana sebagian diantara mereka berada di sorga dan sebagian lain berada di neraka *** Sumber: http://www. cerita nasehat.info • Alfa Ajinata 6:45 pm pada 13 November 2010 Permalink Bagus.cc terima kasih . wahai Amirul Mukminin. istrinya dan semua anggota keluarganya pun ikut menangis. apa yang membuat engkau menangis? “. sangat mendidik sekali.mungkin Bapak Erva kurniawan juga mau bertukar link dengan saya untuk cerita islami di http://alfafiv. Setelah suasana reda.  erva kurniawan 1:07 am pada 8 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kisah islami ( 268 ). kisah teladan ( 352 ).

Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. uratmu. Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama. Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu. Iblis sangat ketakutan. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya. serta disiksa dengan azab yang amat keras.” Maka Nabi pun memandang muka Iblis. Maka sambut Iblis (alaihi laknat). dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. syaitan dan jin yang menyamar diri. Iblis pun memberi salam. cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. Apa kehendakmu datang menemuiku?” Taklimat Iblis. Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu. tiadalah aku berani menyembunyikannya. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla.” Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu. “Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia. inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis. raja segala iblis.” Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata.” Apabila mendengar sumpah Iblis itu. panjangnya seperti ekor lembu. “Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya. “Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a. binatang dan lain- . Pertanyaan Nabi (1): “Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?” Jawab Iblis: “Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai. “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah saw. kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya. Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya.Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata.s sehingga keluar dari syurga. “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu. niscaya akan terputus semua anggota badanmu. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Sambung Iblis.

Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku . Kiranya aku menyerupai dirimu. aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. fikiran dan malunya. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam. sombong dan melengahkan amalnya.” Pertanyaan Nabi (3): “Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?” Jawab Iblis: “Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. perak dan permata.” Pertanyaan Nabi (2): “Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?” Jawab Iblis: “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya. setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. kecuali aku yang ingkar. Bila pada lidahnya. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat. datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. murtad atau munafik. Apabila terjadi kasih antara mereka. datanglah rasa ria. terbuai dengan makan minum. berbuat durhaka. peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat. Disana aku lepaskan sebesarbesar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. mereka akan gemar berdusta. aku lalaikan dengan harta benda daripada emas. rumahnya. Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini. Demikianlah aku goda mereka setiap saat. begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu. Bila kena goda hatinya. mencela dan mengumpat. maka akupun membantah.lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda. Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. takabur. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. tanahnya. megah. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar. maka terbakarlah diriku menjadi abu. kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya.

Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku” Pertanyaan Nabi (5): “Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah. Jika aku berkeras juga hendak naik.” . Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini. dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya aku dapatkan. imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan. aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut-marut. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu. kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah). Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi. bagaimana keadaanmu?” Jawab Iblis: “Sebesar-besarnya kesusahanku. perkataan. aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut. maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya. Aku merasa sakit hati. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama. kelakuan atau hatinya. maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Sebelum Engkau lahir ke dunia. was-was. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat. sentiasa hendak cepat habis sholatnya. Jika tidak berhasil juga.” Pertanyaan Nabi (4): “Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?” Jawab Iblis: “Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya. penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya. maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman. hingga mereka mendapat beberapa orang anak.yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. terlupa bilangan rakaatnya. Kemudian aku turun ke dunia. pada setiap anggota badannya. hilang khusyuknya – matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia.

Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa. jin. Pada hari umatmu mulai berpuasa. bagaimana keadaanmu?” Jawab Iblis: “Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Karena engkau sendiri telah berkata: “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit. putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. yakni Malaikat. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi. bulan. bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Apabila masuk awal bulan Ramadhan.” Pertanyaan Nabi (7): “Jika umatku mengerjakan haji karena Allah.” Pertanyaan Nabi (8): “Jika umatku berpuasa karena Allah. bagaimana perasaanmu?” Jawab Iblis: “Binasalah diriku. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya. burung dan ikanikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. bintang. dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku.” Pertanyaan Nabi (9): “Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?” Jawab Iblis: “Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar – besar seteruku. Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. maka rasa terbakarlah tubuhku. Bagi orang yang berpuasa. maka kamu akan mendapat petunjuk.” . Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi.Pertanyaan Nabi (6): “Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah. bagaimana perasaanmu?” Jawab Iblis: “Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah. gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya. jika kamu mengikuti mereka. syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam.

Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak. maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. tawakal dan kebajikan. Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu.” Pertanyaan Nabi (10): “Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?” Jawab Iblis: “Umatmu itu ada tiga macam. Karena taatnya. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan. syukur dan ridha dengan karunia Allah. maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya. karena lidahnya senantiasa bergerak membaca AlQuran. Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta. tetapi sangat sopan santun. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu.Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu.” Tambahan pula dia menjadi menantumu. bercakap besar sesama Islam. Lalu aku goda agar minta kaya dulu.” . nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid. Yang ketiga umatmu seperti Firaun. miskin hendak beribadat. alim orangnya. benci dan menghina kepada yang miskin.s. Berbuat amal soleh. Dia penghulu orang sabar. “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya.” Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang.” Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a. tidak hendak mengeluarkan zakat. semakin aku ngeri kepadanya. dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya. tempat judi dan perempuan lacur. “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat. maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’. banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan. aku tidak bisa bertemu. Jika iblis. “Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah. “Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku”. maka dilupakan beramal. aku tidak dapat mendekatinya. penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar. tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. syaitan dan jin memandang beliau. apalagi setelah berdampingan denganmu. membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat. Jika aku pandang wajahnya. terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ – dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata. Saidina Usman Al-Affan lagi. tiada masa beramal ibadat.

bersumpah bohong. durhaka. maka dia kembali bertaubat kepada Allah. tiadalah merasa kenyang.” Pertanyaan Nabi (15): “Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?” Jawab Iblis: “Jika dia berbuat dosa.Pertanyaan Nabi (11): “Siapa yang serupa dengan engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam.” Pertanyaan Nabi (14): “Jika umatku bersatu dengan isterinya. bagaimana hal engkau?” Jawab Iblis: “Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan. aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu’. maka padamlah marahnya. aku yang dahulu makan daripadanya. menangis menyesal akan perbuatannya. Jika tidak. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah. saksi palsu. malas pada kebaikan. dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya.” Pertanyaan Nabi (12): “Siapa yang mencahayakan muka engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang berdosa. maka larilah aku dari mereka. pemungkir janji.” Pertanyaan Nabi (16): “Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?” . Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat.” Pertanyaan Nabi (13): “Apakah rahasia engkau kepada umatku?” Jawab Iblis: “Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan. maka aku gosokgosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari. Walaupun mereka makan.

berbuai seperti pijat pada bulu itu. banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam. asar. banyak bertaubat.” Pertanyaan Nabi (17): “Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang tidur meniarap / telungkup. aku beratkan hatinya untuk sholat. orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi.Jawab Iblis: Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri. bersedekah dengan tidak diketahui orang. membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup. bersarang. Demikian jua pada waktu zuhur.” Pertanyaan Nabi (18): “Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang banyak menyebut nama Allah.” Pertanyaan Nabi (19): “Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya” Pertanyaan Nabi (20): “Apa lagi yang memecahkan mata engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya. mendengar kata mereka. maghrib dan isya’. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar.’Syurga itu di bawah tapak kaki ibu’” *** Dari Sahabat • . bergantung. karena engkau telah bersabda.

sekian tahun lamanya ia menunggu kehamilan. sepanjang hari-harinya setelah itu. cerita nasehat.dannu 8:58 am pada 11 November 2010 Permalink Subhanallah. Bahkan.  erva kurniawan 1:11 am pada 4 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Bunda.. • rendi 4:34 pm pada 9 Desember 2010 Permalink mantap gan…… • fajar 5:02 pm pada 6 April 2011 Permalink top markotop…. tanpa cacat sedikit pun. tanpa operasi caesar. Perasaan yang luar biasa menghinggapi seisi hidupnya.Nabi Muhammad Rasulullah SAW. cerita teladan ( 355 ). tentu saja ada sang bunda yang teramat luar biasa… Pekan pertama setelah mengetahui bahwa dirinya positif hamil. kisah teladan ( 352 ). kisah islami ( 268 )... ia teramat merindui kehadiran buah hati penyejuk jiwa di . Sinta mengaku kaget bercampur haru. Selain faktor Allah.sip jos. Proses kelahirannya berlangsung normal. jika bukan karena kuasa Allah. Tetapi proses panjang selama Sembilan bulan sebelum melahirkan itulah yang tidak normal. takkan pernah terjadi sebuah kelahiran yang menakjubkan ini. Betapa tidak. Allah mh besar . Luar Biasa Seorang anak terlahir normal.

rupanya Sinta tahu rencana dokter dan keluarganya. Dalam keadaan kritis. Sinta mengalami penurunan stamina. Dokter yang merawatnya tak bisa mendiagnosa sakit yang diderita Sinta. Tidak ada yang mampu menandingi cintanya. Tidak ada jalan lain. Ia rela melakukan apa pun untuk kelahiran bayinya. tak sanggup melihat penderitaan Sinta. Pengguguran kandungan pun batal. jangan gugurkan bayi saya. dan kekuatan cinta itu yang membuatnya bertahan selama enam bulan masa kehamilannya. Namun Santi tak bergeming. Saat itu. menjelang sang suami menandatangani surat izin pengguguran. meski pun harus mati. Tak lama kemudian. kesehatan Sinta tak berangsur pulih. janin yang sudah berusia hampir empat bulan pun harus segera dikeluarkan demi menyelamatkan sang bunda. kekuatan cinta dari suami dan isteri ini kepada calon anaknya yang membuat Allah tersenyum. Sinta tak kunjung sembuh. Dan kenyataannya. Di bulan ke enam kehamilannya. langsung berkata “tidak”. Ia akan hidup. Suaminya dan dokter pun sepakat menyerah dengan keputusan Sinta. sementara janin yang berada dalam kandungannya pun ikut berpengaruh. Yang penting saya bisa melihatnya terlahir ke dunia. Seluruh keluarga sudah setuju. kamu bisa hamil lagi nanti dan melahirkan anak sebanyak kamu mau”. Keluarga sudah menangis melihat kondisinya. begitu juga saya” Kemudian ia tertidur lagi dalam komanya. Dokter dan pihak rumah sakit sudah menyodorkan surat untuk ditandatangani suami Sinta. karena jauh dari rasa iba melihat penderitaan isterinya. Allah menanamkan sebentuk amanah dalam rahimnya. biarkan saya meninggal dengan tenang setelah melahirkan nanti. ia drop. Waktu terus berjalan. Satu bulan kemudian. Namun kebahagiaan Sinta hanya berlangsung sesaat. Surat pun urung ditandatanganinya. Janin itu pun tetap bersemayam di rahimnya. Dokter mengatakan. Satu rumah dan dua mobil sudah habis terjual untuk biaya rumah sakit Sinta selama sekian bulan.” luluhlah sang suami. suami dan keluarganya sudah nyaris menyerah.rumah tangganya. Boleh jadi. “Ia berhak hidup. Sinta yang mendengar rencana dokter. Sinta pun tersenyum gembira. “kalau kamu sehat. Ia sangat menyayangi isteri dan calon anaknya. pasiennya belum kuat untuk hamil sehingga ada kemungkinan jalan untuk kesembuhan dengan cara menggugurkan kandungannya. ia jatuh sakit. bahkan kondisinya bertambah parah. “Mungkin saja ini permintaan terakhir saya Mas. berupa surat izin untuk menggugurkan kandungan. “Jangan. tak lebih dari dua pekan ia menikmati hari-hari indahnya. biar saya saja yang mati untuknya”. Ia pun bersikeras mempertahankan bayinya. dan dinyatakan koma. Santi pun memohon kepada suaminya untuk mengabulkan keinginannya ini. Seorang bunda memang selalu luar biasa. memasuki bulan ketiga. Bulan berikutnya. bahkan mereka sudah ikhlas jika Allah berkehendak terbaik untuk Sinta dan bayinya. Santi mengigau dalam komanya. . ia pun sangat memimpikan bisa segera menggendong buah hatinya. Air mata meleleh dari pelupuk mata sang suami. sakitnya bertambah parah. Walau mereka sudah membujuknya dengan kalimat. dokter menyatakan Sinta dalam keadaan kritis. Makin lama. “bukankah seorang ibu yang meninggal saat melahirkan sama dengan mati syahid?” ujarnya menguatkan tekad. Maha Suci Allah yang berkenan menunjukkan kekuatan cinta sang bunda melalui Sinta.

pemandangan laut dari atas sungguh cantik sekali. Sebuah papan pengumuman terpampang dipinggir sawah di pendakian setelah terminal Kampung Koto. “Tanah di jual 1024 m2″. Ia berkehendak tetap membuat hidup bayi dalam kandungan Sinta meski sang bunda dalam keadaan koma. Sesampai di kampus. Sejenak memandang ke arah barat. ketika pemberian gelar Doktor Honouris Causa pada Presiden Republik Indonesia SBY dulu. setelah hampir tiga bulan. . kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ini Uang Halal Kira-kira pertengahan Ramadhan. pagi hari menjelang sampai ke gerbang kampus. Kekuatan Allah dan kekuatan cinta sang bunda. Tanah tersebut pasti harga nya sangat mahal. seperti kata Menteri Pendidikan beerapa waktu lalu. sepeda motor bekas cicilan saya parkir di belakang kampus. saya tak pernah membayangkan bisa melewati semua ini. Ada kekuatan luar biasa yang bermain dalam episode cinta seorang Sinta.” ujar Sinta menutup kisahnya. *** Sumber: Bunda. kisah islami ( 268 ). Namun entah kenapa uang tersebut saya biarkan saja. tanpa operasi caesar. “Tapi tidak apalah coba ditanyakan saja. setelah menelpon yang punya tanah tersebut. Sinta tersadar dari komanya. Bukannya saya ingin membeli tanah tersebut. dengan gaji dosen biasa jelas mana sanggup. cerita nasehat. tidak terasa satu lembar uang dua puluh ribuan terjatuh secara tidak sengaja. hati saya berkata. Saya berdiri dan menarik telepon saku dari kantong celana. guman saya sendiri sambil berlalu. kisah teladan ( 352 ). “Mungkin ini bayi termahal yang pernah dilahirkan. Bahkan. uang tersebut akan saya ambil lagi”. Hanya beberapa hari menjelang waktu melahirkan yang dijadwalkan. Bayi itu pun terlahir dengan selamat dan normal. lengkap dengan nomor telepon 0751 xx xxx.Allah Maha Kuasa. tanpa cacat. Terima kasih Allah. cerita teladan ( 355 ). sambil mengingat nomor telepon yang tercantum pada papan tersebut”. capek di jalan terasa terhapus. Luar Biasa! oleh Bayu Gawtama  erva kurniawan 1:25 am pada 2 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). terletak di dekat sebuah kampus terkenal. “Biarlah sebentar.

tiba-tiba batin “tercenung”. ya memang milik kita”. Ternyata memang benar satu lembar uang dua puluh ribuan. pasti telah banyak orang lalu lalang. sekumpulan mahasiswa telah berkumpul di dapan kelas. terpana. Sebelum selesai dia berkata saya menyahut. saya tadi belum sempat saya ambil an tadi saya berlalu begitu saj. “Nantilah pada suatu saat kalau uang saya sudah cukup tanah seperti itu dapat dibeli juga”. Memang benar. akan tetapi saya sangat sengat senang bahwa mahasiswa saya. Hampir satu bulan berlalu. mahasiswa penuh dan menyimak sampai pembicaraaan usai. Segera dia masuk ke dalam ruangan laboratorium dan mengambil sesuatu di kantong yang tergantung dinding. Sesampai di ruang kerja. Saya pandang uang tersebut dan saya tempel dinding untuk. “Samasama Pak”. setumpuk buku bahan kuliah sudah disiapkan. mahasiswa Jurusan Teknik Mesin ternyata sangat putih. katanya. Jam 8. bukan karena uang saya kembali. Dua puluh ribu bukan uang kecil untuk ukuran saya.Seperti biasa kepuasan seorang Dosen adalah setelah kuliah selesai. saya mampir ke kantor Pak Kajur untuk melihat apa-apa. apa yang ditanganpun mudah sekali sirna. ternyata uang dua puluh ribuan tersebut telah sirna. Sebelum kembali ke ruang kerja. Tidak terasa dua jam telah berlalu. Sesampai di belakang kantor jurusan teknik mesin. bersih pada tahun ini. “Bapak pernah kehilangan uang. satu lembar tersebut cukup menghidupi satu hari keluarga saya. Saya tidak peduli setengah mahasiswa yang berkumpul di pelataran gedung agak heran. Dengan tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepadanya saya berkata. “Yang bukan hak kita. “Minal Aidin wal Fazin”. sedikitpun tidak teringat satu lembar uang dua puluh ribuan sempat tergeletak seperti barang tidak bernyawa. Segera saya menyalaminya. yang jatuh dari saku celana. setelah satu minggu setelah Hari Raya telah molor.uang tersebut tergeletak di samping kendaraan Bapak” katanya kembali.”Pak”.Setelah menghubungi yang punya tanah tadi. namun puasa belum selesai. menjelang akhir anak tangga lantai dua. kata hati saya. *** Dari Sahabat . Dia tertawa dan sayapun berlalu. Badan saya terasa kehabisan asai. Sesaat sebelum sampai di tangga saya berpapasan dengan salah seorang mahasiswa. baik mahasiswa. katanya. dan berkata. kuliah pun selesai. menyapa. Namun yang nama nya bukan rejeki. saya sampai di koridor. atas kelalaian ini keadaan ini harus juga diterima. “duapuluh ribu”. maupun Dosen sebahagian lewat di sana. Tidak berbekas. Hari masih pagi. “ini uang halal” sambil mengangkat uang tersebut. Saya berlalu beberapa langkah. saya langsung balik kanan.30 pagi tersebut saya harus masuk kelas. “Pak”. tenggorokan kering terasai. saya sampai kembali ke kampus ditempat yang sama di mana saya menyia-nyiakan uang dua puluh ribu saya. dan setengah berlari ke belakang gedung. tiba-tiba kembali mahasiswa tersebut menyapa. Tampa pikir panjang. Akan tetapi sebelum sampai di sana. Kelas pun segera di mulai. hanya sekedar untuk mengingat mahasiswa saya. “Ya pak. ternyata memang mahal sekali. Saya senang.”. Saya berlalu. Senin hari pertama masuk kantor. setelah melintas di ruang labor. suasana masih lengang dan sepi. kata sayai. katanya. jauh dari beberapa ratus ribu dari saya kira. atau sangat senang sekali. sudah lebih dua jam. dan menyerahkan satu lembar kertas kepada saya. “uang”. Uang dua puluh ribuan saya. Dengan hati sedikit menyesal.

jasa beliau yang besar terhadap Islam tidak bisa dilupakan. Jelasnya. kisah teladan ( 352 ). Tahun demi tahun berlalu. kisah islami ( 268 ). cerita nasehat. butuh salam. Ingatan kita kepada beliau sudah menjadi kebutuhan. sy terharu membacanya =]  erva kurniawan 1:21 am pada 26 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). butuh tidur. butuh senyum. cerita teladan ( 355 ). Kita tidak bisa lupa kepada beliau. Bagaikan kisah diputar ulang. butuh menghirup udara segar. beberapa tahun yang lalu. tepatnya Jumat 15 Ramadhan 1425 H Makkah dan dunia Islam menangis karena tersiar berita bahwa Sayyid Mohammad Al-Maliki. dan ingatan kita pasti menyertainya terutama di bulan yang penuh rahmah ini. Beliau meninggal sekitar pukul 6 pagi di salah satu rumah sakit di Makkah. Orang yang tak mengenangnya bukan dikatagorikan orang baik. setelah beberapa jam berjuang melawan penyakit yang dating secara mendadak. . ibarat kita butuh makan. MENGENANG jasa merupakan ibadah.• fikrie 7:52 pm pada 14 November 2010 Permalink subhanallah. butuh menyayangi dan disayangi. wafat. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Mengenang Al Maliki Oleh : Hasan Husen Assagaf. Karena ia tidak bisa berbalas budi orang. butuh istirahat. butuh minum.

setelah mepersaudarakan antara kaum Ansor dan Muhajirin. Di samping menguasai bahasa Arab. Akan tetapi orang-orang Yahudi sendirilah yang mengkhianati dan merusak perjanjian trb. serta berkata ” Wahai Rasulallah. terhormat dalam perbuatan. Contohnya. Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat muslim menjadi manusia yang berperilaku baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama. berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama. Urdu. Islam. Islam diambil dari kata “salam” yang artinya damai. Damai di dunia dan damai di akhirat. pengajar dan pendidik yang tidak beraliran keras. Semua ini beliau terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan beliau selalu menghormati orang orang yang tidak bersependapat dan sealiran denganya. bani Qainuqa’. pengajar. semasih mereka memiliki pandangan khilaf yang bersumber dari al-Quran dan Sunah. Bukankah dalam hadist Nabi telah diriwayatkan bahwa seorang wanita masuk neraka disebabkan karna menganiyaya . menjawab dengan hikmah dan memikirkan sesuatu masalah dengan kenyataan dan dalil dalil yang jitu bukan denganemosi dan pertikaian yang tidak bermutu. yang datang sebagi rahmat dan membawa perdamaian bagi alam dan seluruh umat manusia. Dan tidak sedikit dari kibat beliau yang beredar telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. tidak berlebih lebihan. Namun salah seorang sahabat memberi tahu Nabi. dosen. Beliau tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamanya dan ini memang yang di inginkan musuh Islam.Sayid Muhammad Al-Maliki dikenal sebagi guru. Tidak kurang dari 100 buku yang telah dikarangnya telah beredar di seluruh dunia. dan selalu menerima hiwar dengan hikmah dan mauidhah hasanah. Islam tidak menyuruh untuk berperilaku baik dan menghormati hanya kepada sesama muslim saja. Da’wah semacam inilah yang telah diwasiatkan Rasulallah saw. mereka menguasai ilmu-ilmu agama yang cukup untuk dijadikan marja’ dan reference di negara-negara mereka. Disamping tugas beliau sebagi da’i. Semua yang berlawanan diterima dengan sabar. Indonesia dll. lima belas abad silam. Beliau selalu menerima dan menghargai pendapat orang dan menghormati orang yang tidak sealiran dengannya atau tidak searah dengan thariqahnya. Sampai sampai beliau menerima dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas Umul Qura dan halaqah ta’lim beliau di masjidil Haram. Prancis. Beliau pun berdiri karena rasa hormat terhadap jenazah tersebut. adalah membuat perdamaian dengan tiga kelompok Yahudi yang berada disana. Beliau telah membuat hubungan baik dan menggelar perjanjian untuk hidup damai dan saling menghormati. Tiba-tiba ada orang-orang yang lewat mengusung keranda janazah. suatu saat Rasulallah sedang duduk di beranda rumahnya. Bukankah Rasulallah. beliau pula seorang pujangga besar dan penulis unggul. penceramah dan segala bentuk kegiatan yang bermangfaat bagi agama. tindakan serta pikiran dan perasaannya. Bani Nadzir dan bani Quraidzoh. akan tetapi Islam menganjurkan kita untuk berperilaku baik dan berbuat hormat kepada semua manusia. mereka pintarpintar dan terpelajar. Dalam kehidupannya beliau selalu bersabar dengan orang-orang yang tidak bersependapat baik dengan pemikirannya atau dengan alirianya. Adapun ulama yang telah mendapat gemblengan dari Sayyid Muhammad Al-Maliki. Agama kita. akan tetapi Islam telah menganjurkan untuk berbuat baik sampai terhadap hewan dan tumbuh-tumbuhan. Beliau adalah orang cerdas dan terpelajar. adalah agama yang membawa rahmat dan mencintai damai. setelah berhijrah ke Madinah. pembimbing. itu adalah jenazah orang Yahudi? ” Nabi menanggapi ” Bukankah ia juga jiwa manusia ” ( HR Imam Bukhari ) Islam mengajarkan untuk berbuat baik dan damai bukan kepada manusia saja. pertama-tama yang dilakukannya.

 erva kurniawan 1:20 am pada 23 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Selamat tinggal sosok tubuh yang pernah menanamkan hikmah. ilmu. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Encouragement .seekor kucing? Begitu pula seorang pelacur masuk sorga karna telah memberi minum seekor anjing yang kehausan? Rahmat Islam rupanya benar-benar lil a’lamin (bagi semesta alam). Rasulallah tidak mengajarkan kita berda’wah dengan kekerasan. Akan tetapi beliau mengajarkan umatnya berda’wah dengan hikmah dan mauidzah hasanah. “Apakah engkau ingin membunuh kambing itu dua kali? Jangan lakukan itu. Ibnu Abbas meriwayatkan. Ini konci kesuksesan da’wah ulama semacam Sayyid Muhammad Al-Maliki. tetapi hewan. Lalu Rasulallah bersabda. Itulah kehebatan agama kita. Kemulyaan kamu telah meliputimu semasa hidupmu dan di saat wafatmu. teladan di hati hati kami. Selamat tinggal pemimpin umat yang tak bisa kami lupakan dalam pendiriannya dan keikhlasannya. kisah teladan ( 352 ). kisah islami ( 268 ). Selamat tinggal pahlawan yang jujur. ada seorang lelaki yang merebahkan kambingnya sementara dia masih menajamkan pisaunya. cerita teladan ( 355 ). Beliau marah dan menegur orang trb. Selamat tinggal ayah yang berhati baik. paksaan dan berutal.” (HR Imam Nasai ) Itulah kebesaran agama Islam. tumbuh-tumbuhan dan lingkungan hidup. dengan akhlak dan suluk yang ramah. Tajamkan pisaumu sebelum kamu merebahkan kambingmu. dan sekarang kamu telah terima imbalannya disaat wafatmu pula dengan mulia. ikhlas dalam amal dan perbuatanya. cerita nasehat.” Ibnu sirin juga meriwayatkan bahwa Khalifah Umar bin Khattab pernah melihat seseorang sedang menyeret kaki kambing untuk disembelih. ” Jangan lakukan itu! Giringlah hewan itu menuju kematiannya dengan baik. semua memperoleh rahmat Islam. *** Wallahu’alam Hasan Husen Assagaf. Kamu telah hidupi hari hari mu dengan mulia. Tidak hanya manusia.

“Saya sudah 20 tahun mengajar.Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk. guru sangat sulit memberi nilai. hebat. saya dapat menjamin. Saya memintanya memperbaiki kembali.” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut. saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. sampai dia menyerah. Namun untuk anak sebesar itu. Sewaktu saya protes. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.” jawab saya. “Saya mengerti. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak-anaknya dididik di sini. dari program master hingga doktor. karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Dia pun tersenyum. baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita. Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”. Menurut saya tulisan itu buruk. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. saya khawatir anak saya cepat puas diri. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan. melainkan untuk merangsang orang agar maju.” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. “Maaf Bapak dari mana?” “Dari Indonesia . Encouragement (mengobarkan semangat. Sementara di Indonesia. ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. Masalahnya. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi. Setiap anak berbeda-beda. logikanya sangat sederhana.” lanjutnya. ini adalah karya yang hebat. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Budaya Menghukum Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. bagus sekali. malah dipuji. namun tetap simpatik itu. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum. “Di negeri Anda. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah. red)!” Dia pun melanjutkan argumentasinya. Ujian . melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya.

melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun. dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru. Para pengajar bukan saling menolong. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. rotan pemukul. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan. Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan. Nanti. menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. penguji marah-marah. melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karyakarya ilmiah yang hebat. banyak hal sebaliknya sering saya saksikan.…. bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya. Kembali ke pengalaman anak saya di atas. Seperti yang sering saya katakan. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda. ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh. Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan. melainkan discouragement. dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas….” ujarnya dengan penuh kesungguhan. menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. dapat tumbuh. tangan bercincin batu akik. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal. Kalau. ibu guru mengingatkan saya. kapur. Bantulah orang lain untuk maju. *** .…. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. seperti berikut. dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah. sundutan rokok. Melahirkan Kehebatan Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper.penuh puja-puji. dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis. tersinggung. bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan. bukan merusak. kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. namun rapornya tidak diberi nilai merah. bahkan penerima Hadiah Nobel. dan seterusnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji.tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Hasilnya pun bisa diduga.” Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis. Pada saat kembali ke Tanah Air. sebaliknya dapat menurun. Mereka bukan melakukan encouragement. Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna). Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh. malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian. yang maaf. “Sarah telah memulainya dengan berat. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.

Panasnya sangat tinggi. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ibu. Sudah tiga pekan para dokter belum mampu mendeteksi penyakit yang diidapnya. Dokter berkata. Dokter itu dengan mantap menjawab “Dua belas juta rupiah sekali suntik. Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang tersambung ke sebuah layar monitor. “Sehari tiga kali suntik pak Jamil”. kami mohon izin untuk mengganti obat ibu”. Sayapun menjawab “Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta izin saya” Dokter itu menjawab “Karena obat yang ini mahal Pak Jamil. .” “Haahh 12 juta rupiah dok. Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah terbujur di ruang ICU. Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. cerita teladan ( 355 ). “Pak Jamil.RHENALD KASALI Ketua Program MM UI  erva kurniawan 1:29 am pada 15 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Apabila kita melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. cerita nasehat. dok? Dokter itu menjawab. Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman pribadi yang terjadi pada 2003. kisah islami ( 268 ).” “Memang harganya berapa dok?” Tanya saya. lantas sehari berapa kali suntik. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula. Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya. kisah teladan ( 352 ). Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah sakit di Jakarta. I Miss You So Much Oleh: Jamil Azzaini – Kubik Leadership Jakarta. Dia sedang hamil 8 bulan.

” Setelah memastikan bahwa ibu saya telah memaafkan saya. . Saya minta maaaaf… saat nanti ketemu saya akan sungkem sama ibu.” Suasana hening sejenak. Sembuhkanlah istriku. kok ya tega-teganya ada yang ngambil. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya sekolah yang hanya Rp. Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku bahwa sayalah yang mengambil uang itu. sisanya saya gunakan untuk jajan. Tidak berapa lama kemudian dari balik telepon saya dengar ibu saya berkata: “Ya Tuhan pernyataanku aku cabut. tabunganku telah terkuras. bu… saya minta maaf sama ibu. Ketika itu. Setelah salam dan menanyakan kondisi anak-anak di rumah. duit itu sangat ibu perlukan untuk membayar hutang. Dengan suara bergetar saya berkata. “Jangan-jangan inilah hukum alam dan ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya akan memperoleh keburukan. akupun mengerti bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan Engkau balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah aku lakukan juga akan Engkau balas. Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku Engkau Maha Tahu bahkan Engkau mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk. saya jahat telah tega sama ibu. baiklah kami akan coba satu kali lagi tapi kalau tidak ditemukan kami harus mengganti obatnya. 125. apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan uang sebayak seratus dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?” “Sampai kapanpun ibu ingat Mil. Aku pasrah kepada Mu Ya Tuhanku. “Dokter tolong usahakan sekali lagi mencari penyakit isteriku. Jamil kamu nggak usah pikirin dan doakan saja isterimu agar cepat sembuh. Ternyata yang ngambil adalah anak laki-lakiku.” Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomor telepon rumah dimana ibu saya ada di rumah menemani tiga buah hati saya. Dan keburukan yang saya terima adalah penyakit isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan mengambil uang yang ia miliki itu. Ya Tuhanku… gerangan keburukan apa yang pernah aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit isteriku yang berkepanjangan. Sambil terbata saya berkata. saya pergi menuju mushola kecil dekat ruang ICU Saya melakukan sembahyang dan saya berdoa.Setelah menarik napas panjang saya berkata. Usai berdoa saya merenung. Dan Engkaupun mengetahui hal yang kecil dari itu. Rp 75 saya gunakan untuk mebayar SPP. maafkan saya… yang ngambil uang itu saya. “Berarti satu hari tiga puluh enam juta. Bagimu amat mudah menyembuhkan istriku. “Ya Allah Ya Tuhanku… aku mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-Mu. maka saya bertanya kepada ibu saya Bu.” jawab ibu saya dari balik telepon. Mendengar jawaban itu saya menutup mata perlahan. dok?” Saat itu butiran air bening mengalir di pipi. Akhirnya saya memberanikan diri mencuri uang ibu saya yang hanya Rp. semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini.” “Pak Jamil kami sudah berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta bantuan berbagai laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa kami deteksi secara tepat. tenaga dan pikiranku begitu lelah. kami harus sangat hati-hati memberi obat karena istri Bapak juga sedang hamil 8 bulan. saya hidup dalam keluarga yang miskin papa. “Ibu.” jawab dokter. Kualat yang ngambil duit itu Mil. pak. Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata berkata “Pokoknya yang ngambil uangku kualat… yang ngambil uangku kualat…” Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh ibuku. sementara saya akan berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar penyakit istri saya segera ditemukan.” Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan kejadian puluhan tahun yang lalu. maka saya akhiri percakapan dengan memohon doa darinya. yang ngambil uangku tidak kualat. Setelah percakapan itu usai. Saya ambil uang itu. aku maafkan dia. 25 per bulan. butiran air mata mengalir di pipi.

dengan berbisik pada diri sendiri Ibu. cerita nasehat.” Saya meninggalkan ruangan dokter itu…. penyakit isteri bapak sudah ditemukan.  erva kurniawan 1:37 am pada 14 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).  ana 1:00 pm pada 13 Desember 2010 Permalink ma. mom.45 saya dipanggil dokter. aku syg mama.” *** Keterangan Penulis: Jamil Azzaini adalah Senior Trainer dan penulis buku Best Seller KUBIK LEADERSHIP. kisah islami ( 268 ). maafkan ank mu ini jika pnya slh. setibanya di ruangan sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata “Selamat pak.. kisah teladan ( 352 ). setelah ini kami akan operasi untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu. Ibu telah kami obati dan panasnya telah turun. cerita teladan ( 355 )..Kurang lebih pukul 12.. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup. I miss you so much..” Bulu kuduk saya merinding mendengarnya. infeksi pankreas. semoga Tuhan membalas semua kebaikan dokter.  intan 7:20 pm pada 24 Oktober 2010 Permalink Ibu swatu hari nnti aq akn mmbri ssuatu untk diri mu.. karena bgi q pngorbana nyawa mu tuk mlhirkan q tdak bsa di bls oleh apapun slain kbhgian yg engkau dambakan dri diri q  lian 7:49 pm pada 27 Oktober 2010 Permalink bener2 kisah yang buat kita introkspeksi diri untuk jangan penah menyakiti hati sang ibu. “Terima kasih dokter. sambil menjabat erat tangan sang dokter saya berkata.i love you.

idiot dan selalu mengeluarkan air liur dari mulutnya. anak SD yang tak pernah lagi menerima uang saku dari ayahnya. Pemuda pertama.an tahun yang belum pernah bersekolah. saya mulai tahu bahwa merekalah sahabat terbaik dalam hidup saya. . di sebelahnya tinggal pula seorang pemuda lain berumur 20. dia selalu menyisihkan uang Rp 50-100 di bawah jok andongnya. Merekalah yang saya sebut sebagai 3 pendekar dalam hidup saya. tenyata merupakan penyelamat hidup saya. mencari kodok di sawah. tinggal seorang pemuda idiot. karena ketiadaan ibu dan ayah yang terlalu jarang di rumah. Uang itu khusus disediakan untuk saya. tidak bisa membaca dan sering dianggap “agak kurang” (bahasa halus untuk sedikit gila) oleh tetangga-tetangga. tinggal pemuda yang juga berumur 20-an tahun. tidak bisa membaca dan bekerja sebagai kusir andong (kereta/bendi). Keterbelakangannya justru menjadi sumber kebaikan hati. Dia kira-kira berumur 12 tahun ketika ibu saya meninggal. dia mencoba mengenal saya. begitu pulang dari bekerja. Dialah yang kemudian merawat saya. Tetapi seiring waktu. Di sebelah utara rumah saya. Pemuda dua puluhan tahun yang menjadi kusir andong tadi bernama Gandul. Karena tak pernah memiliki teman bermain. Sebagai anak berumur 2 tahun. Selama bertahun-tahun. Selain itu. membuatkan wayang suket. Tiga orang yang sama-sama terbelakang. terbelakang. menjadi kernet andong atau bersuka dengan kudanya. Sementara di sebelah barat rumah saya. berendam di kali atau menonton karnaval 17 Agustus yang tiap tahun diadakan di kota kecamatan. Akal saya yang semakin terasah ketika berumur 5 tahun dan ingatan yang semakin kuat mematri kenangan saya dengan 3 orang hebat dalam hidup saya tersebut. saya lah yang selalu dipandangnya dari jendela rumah. Anak idiot itulah yang mengajari saya bermain. tentu saja saya belum begitu mengenal mereka. Ketika semua orang mengusir dan anak-anak lain takut untuk mendekat. Dia juga yang mengajak saya jalan-jalan.Kisah 3 Pendekar *** Saya lahir tahun 1978 dan dua tahun kemudian ibu saya meninggal karena suatu penyakit. Setiap hari. Ketidaktahuan karena belum bisa berpikir tetapi telah diberi Tuhan perasaan sepi dan kehilangan. bodoh dan harus keluar dari kelas I SD karena tak bisa mengikuti pelajaran sedikitpun. Apalah yang dimiliki seorang anak umur 2 tahun ketika ditinggal ibunya kecuali tangis ketidaktahuan. anak belasan tahun yang saya tahu dipanggil Adek. Gandul melakukan itu karena tahu bahwa saya tak pernah bisa jajan jika dia lupa menyisihkan.

Begitu pula ketika saya minta kelapa muda di satu siang yang panas. Untunglah saya dibesarkan oleh 3 orang idiot dan bukannya 3 orang profesor. *** Dari Sahabat • arinugroho84 1:53 am pada 14 Oktober 2010 Permalink aq terharu bro…. ya indah…. Karena sebelumnya saya memang terlalu penakut dan mudah menangis. dia dikeluarkan dari sekolah. berjalan kaki dan melatih keberanian saya. Ketiganya terbelakang. ketulusan untuk memberi dan sikap menjadi manusia seutuhnya itu lebih penting. hidup kita diciptakan Tuhan sangat indah. Tetapi merekalah yang mengajari saya banyak hal. red) saya 24 tahun dan akan segera menyelesaikan kuliah. bukan karena kapasitas intelektual. Berkah dari 3 pendekar hebat. menemani tahun-tahun sepi.Pemuda ketiga bernama Darsio. karena tak juga bisa melakukan apa yang dilakukan kawan-kawannya. uang atau kesuksesan. mandiri. Sehingga saya bisa memaknai hubungan antar manusia. atau 3 bisnisman. Karena pengalaman hidup itulah saya bisa bertahan hingga sekarang. Darsio mengajari saya berenang. dia juga memberi segelas susu kedelai dari pabrik tahu milik orang tuanya hampir setiap hari. bahkan dua diantaranya sampai kini tak punya istri. 3 pendekar yang mengisi hidup masa kecil saya. Mencarikan buah apapun yang saya inginkan. Kalau mata kita memandangnya dengan indah pula. Kini (Tahun 2002. Jika saya lagi kepingin pisang. dan karena itulah saya selalu beranggapan. kadang berpetualang seharian ke tempattempat yang jauh. mengajak saya bermain di kebunnya yang luas. membantu saya siap untuk mandiri. Agar tubuh saya kuat. seperti apapun kondisinya. Ketiga orang itu. tetapi Dia mengirimkan 3 orang hebat dalam hidup saya. dia akan mencarinya. Menemani dengan tulus sehingga kini saya bisa berpikir bahwa Tuhan memang mengambil ibu saya. Bagi saya. merantau. Mulai itulah dia mendekati saya. 3 orang kaya. tak bisa membaca. dan memiliki pandangan positif terhadap makluk ciptaan Tuhan seperti apapun adanya. dia akan mengajak saya ke kebun dan memetikkan beberapa. tidak sekolah.memang indah… • che 9:43 pm pada 22 Oktober 2010 Permalink  ♂hye?????? • Fachrurozie 6:35 am pada 24 Oktober 2010 Permalink .

kisah islami ( 268 ). Cita-cita kami sederhana. Karena sekarang aku sudah punya momongan. Ya sudahlah. 19 tahun yang lalu. tapi cukup untuk biaya makan keluargaku. Kembang senyumnya selalu merekah seperti mawar di pot halaman rumah. suatu saat nanti. prosesi pernikahan kami selesai. keluargaku. Begitulah dia memanggil namanya sendiri. kumpulan kisah teladan ( 284 ) 25 Tahun Yang Lalu 25 tahun yang lalu. kisah teladan ( 352 ). Wali kami pun wali hakim. Iya bias terbang”. mungkin karena ia baru berumur seminggu. mereka pasti akan berubah. cerita nasehat. Iya. Kulitnya masih merah. melompat-lompat atau meloncat dari meja ke kursi lalu dari kursi ke lantai kemudian berteriak “Horeee. Umurku sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku.good story  erva kurniawan 1:41 am pada 11 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Aku harus bisa terima nasib kembali. Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan. ingin hidup bahagia. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan sempurna. Kamilaku gesit dan lincah. Aku hanya yakin. dia tak dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. . kunamai ia Kamila. 22 tahun yang lalu. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. Pekerjaanku tidak begitu elit. Tapi aku masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil. Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Dalam tiga puluh menit. Aku tak berhak untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. Dia sekarang sedang senang berlari-lari. cerita teladan ( 355 ). Sayang. orangtuaku dan orangtua Kania tak mau menerima kami. maksudku kaya akan budi baik hingga dia tampak sempurna. Ya. Seorang putri.

rasa khawatirku mengalahkan kehati-hatianku dan “Iyaaaa”. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah jalan. Uang pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan menguap jadi asap dapur. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Paling tidak aku bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan Kamila. Aku hanya bisa membelainya. Mainnya di rumah aja. Ya Tuhan. Begitu katanya. Aku tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan bola di tas sekolahnya. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya mulai banyak dibentak. Coba kalau ia nurut. Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. ada yang pecah. Setelah itu tak terdengar kabar lagi. “Nanti kalau sudah besar. “Horee. bagaimana aku bekerja sementara pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah konsumen. Iya jadi pemain bola. Waktu aku sadar. bisa vas bunga. Yang aku tahu. Dan dia cuma bilang “Kenapa semua kaca di rumah ini selalu pecah. Hari ini Kamila ulang tahun. “Iya sayaaang. Dan aku tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari pekerjaan ke luar negeri. piring.” 17 Tahun yang lalu Iya. keuangan rumahku sedikit membaik tapi itu hanya setahun. Ma?” 18 tahun yang lalu. Aku sengaja pulang lebih awal dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. boneka kayu yang dipegangnya terpental. Waktu dia melompat dari tempat tidur ke lantai. Diizinkan atau tidak diizinkan dia akan tetap pergi. Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat marah. dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola itu.” jika sudah terdengar suara “Prang”. Kulihat Kania menangis sedih. Itu artinya. gelas. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk SMP. dua kakiku sudah diamputasi. makanya kubelikan ia sebuah bola. Bayang-bayang kelam menyelimuti pikiranku. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan. 13 tahun yang lalu. atau meja kaca. Iya mau jadi pemain bola!” tapi aku tidak suka dia menangis terus minta bola. tanpa kaki. bibir cuma berkata “Coba kalau kamu tak belikan ia bola!” 15 tahun yang lalu. Terakhir cermin rias ibunya yang pecah. Kemarin lalu dia merengek minta dibelikan bola. Dan seperti yang sudah kuduga. lindasan ban besarnya berhenti di atas dua kakiku. Sebuah truk pasir telak menghantam tubuhku. Kania tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya.Dan Kania tak jarang berteriak. . hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnya dari sekolah. Bapak kan tidak akan seperti ini. bagaimana ini. Iya. Aku berlari menghampirinya. Setahun sejak kepergian Kania. Dan akhirnya dia memang pergi ke Malaysia.

Setelah itu dia akan pulang. Aku tak mungkin bohong pada diriku sendiri. Tapi Kamila tidak suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup tegar. 7 tahun yang lalu. Haruskah aku melepasnya karena alasan ekonomi. Nak!” hiburku. tenagaku mulai habis dan dia ingin agar aku beristirahat.Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya. Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang cuma lulusan SMP. Tapi aku harus kuat. Iya pake jilbab aja ya. Dan aku menangis. Aku miris. Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa melanjutkan sekolah. Anakku cantik. Dia bekerja sebagai seorang pelayan di rumah seorang nyonya. Aku merenung seharian. “Sabar ya. menemaniku kembali dan membuka usaha kecil-kecilan. istriku. Aku sedih. Dia berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. menghadapi kenyataan. Matanya tak pernah siratkan sinar baik. 10 tahun yang lalu. seperti ibunya. semua tetangga sering mengejek kecacatanku. Dia selalu tersenyum padaku. Dia bilang dia sudah ingin pulang. Sejak hari itu. Tapi anakku memang sabar dia tidak marah walau tak urung menangis juga. Dan itu pula yang membuat aku takut. jika aku masih menyimpan rindu untuknya. kembali menemui pikiranku. 4 tahun lalu. Dan aku bahagia. anakku tak pernah lepas dari kerudungnya. Dia bilang aku sudah tua. Seperti waktu lalu. “Pak. Kamila tak pernah telat mengirimi aku uang. Hampir tiga tahun dia di sana. Menyaksikan anakku yang tumbuh remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Ingatanku tentang Kania. Aku bekerja serabutan. Anakku maafkan bapakmu. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi TKI ke Malaysia. Sudah bertahuntahun tak kudengar kabarnya. “Biar cantik kalo kere ya kelaut aje. mengerjakan pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam hatiku. Aku hanya berdoa agar Kamilaku baik-baik saja. kali ini pun aku tak kuasa untuk menghalanginya. . Tapi keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. biar tidak diganggu!” pintanya padaku. Anakku.” Mungkin itu kata-kata yang sering kudengar. Dan nyonya itu adalah istri mudanya yang keempat. Dia tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di bangku SMP. Dia juga dikenal suka perempuan. Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu sembunyi di dalam kamar. ternyata kamu sudah semakin dewasa. Dia sering jadi bulan-bulanan hinaan teman sebayanya. Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu.

anakku akan dihukum gantung. aku jangan pernah lupa salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat tahajjud. dia berhambur ke arahku. istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku dihukum mati. Dan dia harus menjalani hukuman gantung sebagai balasannya. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Masa mudanya hilang begitu saja. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu hingga masa itu tiba. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat. Iya tidak salah kan. Aku meminta bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari maut. Dan wanita itu akan hadir melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah datang dan ada di belakangku. Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku.Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Aku masuk ke dalam ruangan pertemuan itu. Pak!” Aku perih mendengar itu. “Kenapa. 2 tahun yang lalu. Dan aku bangga. Sia-sia aku tinggal di Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanita itu. 3 tahun 6 bulan yang lalu. Andai bisa ditukar. Aku hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia memang bersalah. Dua matanya sembab dan bengkak. anakku terbukti bersalah. dia kurus sekali. Dan dia mati. Ya. kenapa kamu membunuhnya sayang?” “Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya. Iya tidak mau. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin membunuh. Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian pemerintahan Malaysia. 2 tahun 6 bulan yang lalu. “Bapak. Hari ini. Lihatlah. Dan dia diancam hukuman mati. karena dia terbukti membunuh suami majikannya. Kini anakku lebih pandai menasihati daripada aku. Wahai Allah kuatkan aku. Aku tidak bisa apa-apa selain menangis sejadinya. Tapi aku bisa apa. Tapi aku tak ingin melihatnya. Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia. Sesak dadaku mendapat kabar ini. seakan tak ingin melepaskan aku. Aku iba dengan nasib anakku. Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku selesai. memelukku erat. Anakku ingin aku ada di sisinya disaat terakhirnya. tapi menemuiku pun ia tidak mau. Itu yang kubaca dari suratnya. aku ingin menggantikannya. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. Kamila bilang. aku tak percaya. Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada. . Aku menangis. Iya Takut!” aku memeluknya lebih erat lagi. Iya dorong dan dia jatuh dari jendela kamar. Akhirnya putusan itu jatuh juga. kabarnya anakku ditahan. Pak. Iya takut. Iya dipukulnya. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah keadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri.

Setelah yakin sudah mati. Setahun lalu. dia sering berteriak.” Kamu tahu Kania. Aku tak bisa lagi menangis. Dia ingin dikuburkan di samping kuburan anakku. Mungkin orang tua kita memang benar. Dan ‘blass” Kamilaku kini tergantung. Kata pembantu yang mengantarkan jenazahnya padaku. Kania!” “Iya? Dia… dia… Iya?” serunya getir menunjuk jenazah anakku. aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku. “Iya sayaaang. aku belum pernah menceraikannya. dan dengan mataku yang samar oleh air mata aku melihat garis wajah yang kukenal. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Bersinarlah Matahariku . apalagi yang pecah. Sejak saat itu istriku gila. “Ya.” “Tidak … tidaaak … “ Kania berlari ke arah jenazah anakku. Tapi apakah dia masih istriku. kau … !” “Kau … kau bunuh anakmu sendiri. “Kania?” “Mas Har.” Aku baru sadar. cerita teladan ( 355 ). Kamila.Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana. dia Iya kita. Bunyinya “Terima kasih Mama. Iya yang ingin jadi pemain bola jika sudah besar. Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia diturunkan dari tiang gantungan. kalau dari dulu Kamila sudah tahu wanita itu ibunya.Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit histeris. jenazah anakku diturunkan mereka. Yang aku tahu. Nak. cerita nasehat. Benarkah begitu Iya sayang? *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:39 am pada 8 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). tak seharusnya kita menikah. Agar tak ada kesengsaraan untuk Kamila anak kita. kisah teladan ( 352 ). Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sinis. Aku mendongakkan kepalaku. Petugas itu membuka papan yang diinjak anakku. kali ini yang pecah adalah hatiku. kisah islami ( 268 ). Terakhir kudengar kabarnya dia mati bunuh diri.

Sebuah terminal yang sudah tidak asing lagi di pendengaran kita.. Biarlah besok Bapak antar. sementara aku? “Sekarang dia sedang apa ya. Ibu kangen dia. Pak! Sini. Si ibu yang begitu cepat tertidur pulas.” kuminta suamiku duduk mendekat agar kami tidak ketetesan air hujan. “Kenapa. Pak?” tanyaku mengejutkan suamiku. hanya ditemani pengasuhnya. membuatku tak bisa menahan air mata. ya Bu. bocah laki-laki berumur lebih kurang 3 tahunan. tak tahu kalau air hujan nakal itu telah mengganggu buah hatinya. Dan suamiku rela cuti.” hiburnya. Kunikmati sesendok demi sesendok lontong kari dihadapanku.” ujarku lirih. putra kami. Allah… . Ibu ingat dia? Sabar.. Si Ibu penjual tahu campur sedang tidur mengeloni anaknya. Kulihat suamiku pun demikian. Terminal yang bias dibilang begitu …… kumuh!! Tapi dibalik semua itu harus diakui bahwa ratusan keluarga menggantungkan hidupnya di sana. kami sedang berada di terminal kampung Rambutan. Kami harus datang ke kota metropolitan ini. “Siapa? Karim?” tebak suamiku yakin. kok!” kata-kata suamiku tadi malam masih terngiang-ngiang di telingaku. “Pak. sangat menikmati tahu campur kesukaannya. “Tidak baik Ibu pergi sendiri. Aku langsung teringat pada Karim. Dalam keadaan seperti itu si Ibu masih tetap dapat mendampingi putranya. Dia pasti juga ingat Ibu.Cerpen: Bersinarlah Matahariku By: Riza Faisal ** “Sini. Bapak masih punya jatah cuti. Untuk pertama kalinya kutinggal anakku sendiri di Bandung. Petang ini. Seringkali tetesan air hujan jatuh tepat di dahinya. demi karirku. Tiba-tiba mataku tertumbuk pada pemandangan unik didepanku. walaupun untuk urusan kerja. hanya untuk mengantarku.

Kemarin. Bus Patas AC ini tak menghilangkan penat yang kami rasakan. “Pak Bos sepertinya paham kok. Besok. Kami berniat segera pulang. Apapun yang terjadi pada mereka… bagaimana pun kondisi mereka… mereka akan selalu menikmatinya. begitu sampai Mbak diharap segera menghadap. Setengah berlari. jadi Saya menunggunya. “Sudah. Maklum. Baru bangun jam tujuh tadi. Belum lagi rasa bersalah yang memenuhi dadaku. Saya dengar presentasi Mbak kemarin sukses!” sambut Ine. Imbalan yang ditawarkan cukup memikat. Insya Allah tepat sebelas bulan usianya. Dasar anak-anak. Sepertinya Beliau ingin menyampaikan selamat secara langsung pada Mbak. Kembali kulihat ibu dan anak yang sekarang masih tertidur pulas. rekanan kita yang di Jakarta telpon pada beliau dan mengatakan bahwa presentasi Mbak membuat mereka tertarik. Direktur memanggilku. Kami tiba di rumah pukul satu tepat. Aku dipromosikan untuk sebuah jabatan baru. “Maafkan Ibu. “Selamat. mengejar karirku.terangilah selalu hati hamba-Mu ini agar bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. sudah tiga bulan sejak peristiwa itu. Saya kangen. Maafkan Ibu.” ucapku sambil bersandar di pundak suamiku disambut dengan elusan tangannya di punggung tanganku. kubaca Al Fatihah dan kukirim khusus buat buah hatiku…sekedar mengurangi rasa bersalah ini. Wajah tanpa dosanya membuat air mataku kembali deras mengalir. “Pesan Direktur. Selanjutnya. “Maaf. Setelah kubayar jumlah yang disebutkan. Tanpa suara lantunan ayat suci dan dendangan sholawatku yang biasa mengantar tidurnya. Sayang. Juga telah menelantarkan anakku…membiarkannya semalam bersama orang lain. Sambil duduk dia balik memainkan air hujan yang menggenang di dekatnya. Mbak Fati. Kucium dahi bocahku. Karim sudah pulas…sendirian. Si kecil pun ikut terbangun. kemarin kan tidak ketemu seharian. kami pun beranjak pergi. Sengaja atau tidak aku telah memaksa suamiku meninggalkan tumpukan tugas kantornya. Pak. Mbak. Dan sampai hari ini aku masih tetap sibuk. Ne. jauh lebih tinggi dari .” lanjutnya. Cepat-cepat Si Ibu bangun dan mengatakan harga dua piring dan dua gelas yang telah kami habiskan. Pak. kami menuju tempat bus antar propinsi dan berebut dengan penumpang lainnya. Jam telah menunjukkan pukul tujuh malam. Hujan sudah mulai reda. Hasilnya. mungkin suami si Ibu. Allahu robbi. bukan mengurusnya tapi mengurus pekerjaanku. Aku masih berkutat dengan pekerjaanku yang dinilai cukup sukses oleh tim manajemen. Barusan. ** Sekarang. Si Adek (panggilanku untuk Karim) tidurnya pulas. eui!” kataku sambil tersenyum. Agar keegosian hati tidak menjebak hamba. Sepertinya mereka tidak peduli dan bahkan tidak pernah menuntut kehidupan yang lebih baik dari yang sedang mereka jalani. Bahkan kalau boleh jujur. “Maaakk! Udah tuh!” teriakannya mengagetkan si Ibu. teman seruanganku membuatku terkejut. order dalam jumlah besar dan dalam waktu dekat!!” kata Ine berapi-api. Saya terlambat.”kataku pada Bapak yang menunggu kaki lima ini.

Bantu hamba memutuskan yang terbaik. Bapak bangga pada Ibu. Uang belum tentu menjamin kebahagiaan. Ibu iri pada Ibu pedagang kaki lima di terminal kampung rambutan waktu itu. Karim mau cerita yang mana?” “Ni…. Ibu bacakan ceritanya. Kesempatan tidak datang dua kali.. Bersinarlah terus Sayang…Ibu ingin selalu melihat sinarmu dalam setiap helaan nafas Ibu. Fati. Kau tunjukkan pada hamba jalan ini. Memang. Sementara. Berilah hamba petunjuk dan hidayah-Mu. Yang paling menyedihkan adalah jika kemudian dia menjadi lebih dekat dengan pengasuhnya daripada dengan ibunya. (Awal Maret-03) *** Dari Sahabat . Padahal kita berdua sangat paham bahwa waktu bersama orang tua adalah saat yang penting bagi perkembangan anak kita. Oh. Subhannallah. aku memutuskan untuk berhenti bekerja. gumamku sambil berjalan menuju tempat tidur bocah kecilku. Rumah.. Ayo. Membiarkan mereka tanpa kehadiranmu.. Karim melambaikan tangannya saat kami tinggal tadi. Senyumku mengembang. matahariku. Allah.Alhamdulillah.Subhannallah. Alhamdulillah. Bahkan kadang dia menirukan caraku bercerita saat menceritakan kembali kisah tersebut ke teman bermainnya. sekarang aku di rumah. Mulailah aku bercerita lengkap dengan mimik wajah yang sangat disukainya. Segala yang dimintanya dapat kalian penuhi dengan segera.” Batinku mulai berperang. pada malam sebelum aku menghadap direkturku. Ibu rela melepaskannya demi keluarga. “Alhamdulillah. kasih sayang seorang Ibu yang dia butuhkan sulit kamu penuhi. bahkan mobil mewah!! Putramu akan menjadi anak orang kaya. Ya Allah. senyum yang tak pernah kurasakan ketika aku masih sibuk dengan pekerjaanku enam bulan yang lalu. “Karim. Menunggu suamiku pulang dari kerjanya sambil menjaga butik kecil yang kurintis enam bulan lalu. Sebuah tawaran yang sempat membuatku bimbang. Sementara Ibu hanya bisa memberikan materi untuk Karim. Robbi. Sementara Karim terlelap setelah mendengar ceritaku. Sebuah keputusan yang disesalkan banyak pihak terutama di tempat aku bekerja. Tak terasa hari ini adalah deadline dimana aku harus memberikan jawaban pada Direkturku. Namun sekaligus sangat menggembirakan keluargaku. Kamu mungkin hanya bisa membelikan tanpa pernah mengetahui kapan dia memakainya. Saat di puncak karir. Alhamdulillah. impian kalian akan segera terwujud.gaji suamiku. Pagi ini seperti biasa kami berangkat berdua.”katanya sambil menunjuk salah satu cerita dari buku serial Anak Muslim: kisah sebuah tong sampah.. Kalian bias pergi berlibur. Bisa jadi kamu akan semakin sering menelantarkan keluargamu. bahkan ke luar negeri!! Dan yang pasti. sini Nak. Ambil kesempatan ini atau kalian tetap akan seperti sekarang?” “Jangan Nurul. kamu juga dapat membantu suamimu meringankan bebannya. Dan putramu hanya akan terpenuhi kebutuhan materinya saja. “Iya Pak. Dan aku minta waktu dua hari untuk memikirkannya.” sahutku waktu itu. “Terima saja. Ya Allah. Dengan gaji sebesar itu. yang bisa terus bersama putranya. Bapak memang tidak salah memilih pendamping hidup dan Ibu dari anak-anak kita.” kata-kata suamiku masih cukup melekat dibenakku saat aku ungkapkan keputusanku. Fati.

Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau. sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. kisah islami ( 268 ). Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. cerita nasehat. dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini. saya kira.” katanya. Setiap kali.” . Banyak hal yang dilakukannya. “selama perang. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Setiap Langkah Adalah Anugerah Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer pada tanggal 1 Desember. “Dari mana Anda belajar melakukan hal-hal seperti itu ?” tanya sang profesor. bernama Ralph. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka. “Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah. Kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. “Saya tak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir. kisah teladan ( 352 ). Ralph yang dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara. Ralph sering menghilang. Setelah saling memper kenalkan diri. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya. “Melakukan apa ?” kata Ralph. ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar menghiasi wajahnya. mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. “Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?” “Oh. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru. cerita teladan ( 355 ).” Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. erva kurniawan 1:35 am pada 7 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).” kata Ralph. Ketika berjalan keluar.

** . Sang istri ngeri membayangkan bagaimana dia harus menghadapi suaminya. karena kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal tersebut. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Saya Bersamamu Sayang Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan. kisah teladan ( 352 ). kisah islami ( 268 ). Saat anak tersebut berumur dua tahun. Tapi si anak tidak tertolong.Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup. Karena tertarik dengan warna obat tersebut lalu si anak memakannya semua. Istrinya. cerita nasehat. Mereka adalah pasangan yang saling mencintai dan anak itu adalah buah hati mereka. Obat tersebut adalah obat yang keras yg bahkan untuk orang dewasa pun hanya dalam dosis kecil saja. suatu pagi si ayah melihat sebotol obat yg terbuka. Dia terlambat untuk ke kantor maka dia meminta istrinya untuk menutupnya dan menyimpannya di lemari. Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat anaknya yang telah meninggal. Sang istri segera membawa si anak ke rumah sakit. cerita teladan ( 355 ). dia melihat kepada istrinya dan mengucapkan 3 kata. tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas *** Oleh: Barbara Brown Taylor  erva kurniawan 1:24 am pada 30 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Anak itu melihat botol itu dan dengan riang memainkannya.

Lagipula seandainya dia menyempatkan untuk menutup dan menyimpan botol tersebut maka hal ini tdk akan terjadi. Tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan pada sang istri. Tidak ada yg perlu disalahkan. Apa 3 kata itu ? 2. Hal ini akan membuat kita kehilangan kehangatan dalam hubungan antar manusia. Si anak sudah meninggal. Kamu akan menemukan bahwa sesungguhnya banyak hal tidak sesulit yang kau bayangkan. kisah islami ( 268 ). tidak bisa dihidupkan kembali. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Penjual Kue Semprong Itu . Apa yang si istri perlu saat ini adalah penghiburan dari sang suami dan itulah yang diberikan suaminya sekarang. Kadang kita membuang waktu hanya untuk mencari kesalahan orang lain atau siapa yang salah dalam sebuah hubungan atau dalam pekerjaan atau dengan orang yang kita kenal. Apa makna cerita ini ? Jawaban : (1) Sang Suami hanya mengatakan “Saya bersamamu sayang“ Reaksi sang suami yang sangat tidak disangka-sangka adalah sikap yang proaktif. Si istri juga kehilangan anak semata wayangnya. kisah teladan ( 352 ). dendam. cemburu. cerita teladan ( 355 ). “Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah kecil” Buang rasa iri hati. Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara pandang seperti ini maka akan terdapat jauh lebih sedikit permasalahan di dunia ini. cerita nasehat.Pertanyaan : 1. egois dan ketakutanmu. *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:08 am pada 26 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). (2) Moral Cerita Cerita ini layak untuk dibaca.

dan pastinya secara pribadi lebih baik dari si pengemis. Secara serempak kami mengiyakan. bagaimana jika tidak ada yang menghabisnya. Didalam mobil saya berpikir saya kasih uang saja karena penganan yang saya beli di supermarket sudah cukup banyak. Mantan bos saya bergumam. Hujan deras. Memang setahu saya banyak penjaja kue semprong disana menjajakan barang dagangannya dengan sedikit memaksa. sementara si penjaja makanan ataupun barang punya harga diri. “coba pikirkan lagi. Pelajaran berharga yang pernah saya dapat dari mantan bos saya sembilan tahun lalu. Setelah memberikan tip saya masuk mobil. Nanti jatuhnya mubazir. “Coba kalau ada penjaja makanan atau barang dan pengemis dilampu merah mana yang kamu berikan uang?. “Ya betul karena kita tidak butuh”. . Dan sejak itu saya lebih memberi perhatian kepada para penjaja makanan atau barang di jalanan dibandingkan para pengemis. Seorang penjaja kue semprong mendekati kami. Pak Teddy Sutiman membuka mata hati saya untuk lebih bijaksana dalam melihat suatu persoalan. Saya memang lebih suka dengan para penjaja kue seperti ini ketimbang pengemis. Saya membukakan bagasi dan petugas memindahkan barang-barang belanjaan saya.Dari seorang sahabat: Semalam saya keluar dari Ranch Market jam 8. Karena terlalu biasa saya tidak mengacuhkannya. namun masih saya dengar ucapan penjaja kue semprong tersebut. Belum sampai kami menjawab.” karena kita ngga butuh”. apalagi di hujan deras seperti ini. ia berkata lagi “pasti yang kamu berikan uang si pengemis itu dan penjaja makanan atau barang itu kamu acuhkan”. beli kue semprongnya untuk ongkos pulang ke Tangerang”. Petugas Ranch Market setengah berlari mendorong trolly berisi barang-barang belanjaan saya. lalu kenapa kita tidak membeli barang dagangan si penjaja makanan atau barang tersebut? Teman saya nyeletuk. si pengemis itu pemalas tidak bermoral. Saya menghela nafas. ‘ Bu. kenapa kita kasih uang. Penjaja jual kue semprong itu masih dengan setia menanti disisi mobil saya. tanyanya. Saya juga berlari-lari kecil menjajari langkahnya menuju mobil. Obrolan itu begitu singkat. Masih teringat ucapannya ketika itu kami berdiskusi di kantor. tapi begitu mengena di hati saya.30. bukan hanya berpikir praktis saja.

Penjajanya duduk dibawah dengan muka pasrah. dan betul-betul kepada orang yang membutuhkannya.Bukan karena tidak rela berbagi rejeki tapi karena menyesali banyak sekali penganan yang sudah saya beli tadi. kemurahan rezeki dan kemudahan hidup oleh Allah. memang harganya berapa ?”. ini rejeki Bapak. selalu saya ucapkan kalimat tadi. saya berdoa kepada Allah agar Bapak penjaja kue semprong tersebut dan keluarganya diberikan rahmat. Sesekali jika saya tidak butuh barang mereka. Tiap bulan memang selalu saya sisihkan buat mereka. saya tidak tahu seberapa sakitnya hati saya. Sampai di mobil. Baru kali ini … Hujan mengguyur makin deras dan saya masih terpaku di mobil. Saya mundurkan mobil menuju kearahnya. tapi kalau bapak saya beri uang mau tidak?”. Dan saya bersyukur atas segala rahmat dan kemudahan hidup yang diberikan Allah kepada saya dan keluarga saya. terbayang ucapannya ” untuk ongkos pulang ke Tangerang. *** .” saya serahkan uang. Saya tau dia pasti bingung memikirkan kembaliannya. tapi dengan cepat saya katakan. betul betul kepada orang yang berhati mulia. Hujan masih deras mengguyur kaca mobil. karena didalam rejeki saya ada hak mereka termasuk hak Bapak penjaja kue semprong itu. memang hak Bapak”. Dia membawa kue semprong pesanan saya didalam plastik. betul-betul membuat saya merasa hidup saya begitu bermakna dan saya sangat bersyukur atas rahmat-Nya. Dia bengong. “kembaliannya ambil buat Bapak saja”. Sembilan tahun saya telah lebih memberi perhatian kepada para penjaja makanan ataupun barang dibanding pengemis. sebelum sempat dia mengucapkan apa-apa saya langsung menutup kaca mobil dan pergi. Akhirnya saya membuka kaca. Tidak dinyana penjaja kue semprong itu menggelengkan kepalanya dan pergi dengan cepatnya dari sisi mobil saya.’ Pak. Beberapa detik saya kehilangan daya ingat saya. ” Pak. Tersentak saya mencari-cari bayangan penjaja kue semprong ditengah kabut dari derasnya hujan. Saya tersentak dan menutup kaca jendela.” ya sudah deh beli satu”. Ditengah leher saya yang sakit sekali karena tercekat. tapi mengetahui bahwa saya telah memberikan betul-betul kepada orang yang berhak menerimanya. dan dia bengong karena saya tidak menyerahkan uang pas. Kembali saya buka kaca jendela sebelah kiri ditengah guyuran hujan dan menjerit. Tiba-tiba air mata ini mengalir deras melebihi derasnya hujan diluar sana. hujan mengguyur deras dan membanjiri sisi kaca dalam mobil saya karena berbicara dengan si penjaja kue semprong. terlihat pikulannya ada di pinggir teras sebuah toko tutup. “ambil saja Pak. Akhirnya saya katakan. saya tidak mau beli kue semprongnya. karena tidak menyangka ucapan yang keluar dari penjaja kue semprong tadi. Kalau Bapak itu tidak menerimanya. dan hampir semuanya tidak pernah menolak pemberian saya. Ia menyebutkan sejumlah harga yang sangat murah. Dia meneguk ludah.. Baru kali ini ada yang menolaknya. Mudah-mudahan hujan cepat reda supaya bapak penjaja kue semprong tadi bisa pulang tanpa kehujanan.” sementara total nilai belanjaan saya tadi mungkin bisa untuk ongkos pulang Bapak penjaja kue semprong selama tiga bulan.

• kue ulang tahun bandung 1:49 pm pada 28 September 2010 Permalink kuenya enak • arytama 12:14 pm pada 28 November 2010 Permalink aku jg pengalaman yg sm dgn penjual kue semprong. akhirnya . utk oleh2 di rumah.mahal amat ya. cerita nasehat. dan nenek itu berharap sekali. itung2 lumayan membantu meringankan beban kakek tersebut. mungkin umurnya 60tahunan. mw pulang nenek itu meminta saya untuk membeli pisanngnya. yang seharga 20rb. Pas dibawa pulang kuenya. saya mahasiswa. padahal takutnya mubazir kalau saya bawa pulang. berpikir. batinku. sekilas saya melihat nenek2 yang sudah tua. sy langsung pulng ke kost. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Dajjal vs Isa Ibnu Maryam . sepanjang perjalanan aq. yah tak ada niat untuk beli akhirnya saya pun membeli pisang.  erva kurniawan 1:52 am pada 24 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita teladan ( 355 ). sewaktu mengambil uang ATM.• rizal 6:40 pm pada 26 September 2010 Permalink saya juga pernah mengalami pengalaman yang hampir mirip seperti itu. karena sejak tadi. Sbnrny aku gak butuh tp aku beli jg krn kasihan. beliau kakek2. ternyata ortu ku senang aku bw kue itu kue trsbt dan ternyata punya memori tersendiri tentang kue itu. ni pisang ndak bisa kuhabiskan nih kalau aq sendirian. tanpa basi2 lagi. nah sewaktu. kisah teladan ( 352 ). yang saat itu pulang dari kampus sekitar jam 6 magrib sore. semoga mendapatkan berkah.. Yogya. pisangnya belum laku.. di cabang BNI jalan Kaliurang . kisah islami ( 268 ). menggendong daganganya yaitu pisang. Waktu itu pulang kerja. dan beliau menawarkan kuenya dengan suara lirih memelas. saya kasihkan cuma-cuma ke pengemis perempatan ringroad jalan kaliurang.

Hj. dan penyakit belang-belang. Nabi Isa vs Dajjal. Kemudian seluruh hari-harinya seperti harimu ini. “sesungguhnya aku seorang nabi!” lalu bergetarlah semua yang berakal dan mereka pun pergi meninggalkannya. Maka nampaklah agama Allah dan diamalkan. Hal. agama Allah diikuti dan ia (Dajjal) suka akan hal itu. yaitu: Asy-Syaikh al-Allamah al-Mujaddid Syaikhul Islam Muhammad Nasirudin Albani Rahimahullah. Ia akan tinggal dan berjalan dibumi selama 40 hari. Ia menampakkan dirinya pada mereka hal seperti itu terjadi hingga ia mendatangi Madinah. Saya telah mengatakan suatu perkataan yang belum pernah seorangpun mengatakannya (dari nabi) sebelumku. Hadits-Hadits tentang munculnya Dajjal dan turunnya Isa Ibnu Maryam “setelah di takhrij dan tahqiq” adalah SHAHIH dan MUTAWATIR (banyak yang meriwayatkan). Prof. dan mengajak orang-orang lalu ia membunuh mereka. (lihat buku: Jangan Tunggu Nabi Isa Turun) Hal ini dikarenakan. (lihat. bahwa. Quray Shihab.Sebagaimana diketahui. “Aku adalah Allah!” . diatas mata kanannya ada alis yang tebal. sebuah fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajal.Dia (Dajjal) itu dari golongan manusia. dan sehari bagaikan satu jumat. Dajjal keluar pada saat agama mulai melemah dan ilmu pengetahuan tidak lagi di gubris. Sehari bagaikan setahun. mata kiri buta. Lalu ia tinggal setelah itu dan berkata. Hari Akhir tiba dengan didahului tanda-tanda kecil dan besar. Kemudian ia berkata setelah itu. dan ia mampu menyembuhkan kebutaan. HURU-HARA HARI KIAMAT oleh: Ibnu Katsir (baca dengan sabar!) ** Nabi Muhammad s. Ia mengajak manusia untuk mengikuti lalu diikuti. Irene (mantan biarawati) yang tidak percaya akan turunnya Isa Ibnu Maryam dan munculnya Dajjal.a. Hamka. bahwa Hadits Abi Umamah al Rahili “sanadnya lemah”. juga (oleh Hj. TETAPI seorang Mujaddid dan Ahli Hadits dunia. Adapun yang tergolong tanda-tanda besar adalah: Munculnya Dajjal Dan Turunnya Isa Ibnu Maryam. Sumber: NABI ISA vs DAJJAL oleh: Ahli Hadits Syekh Albani. Irene) dikatakan cerita “Dajjal dan turunnya Isa” hanya berasal dari Bibel. dengan (ciri-ciri): rambut keriting. bersabda: Allah tidak pernah menurunkan ke bumi sejak penciptaan Adam hingga tejadi hari kiamat. setahun bagaikan sebulan. telah menyatakan. bahwa beriman terhadap hari akhir merupakan salah satu rukun iman dalam aqidah Ahlu Sunnah wal Jamaah. Ada sebagian orang-orang (ulama lokal) seperti.w.33) Kisah ini dikumpulkan hanya sebagian dari hadits-hadits dari sekian banyak hadits-hadits yang mengkisahkan tentang Dajjal vs Nabi Isa.

” Lalu mereka membawanya ke hadapan Dajjal (terbesar). “Sesungguhnya suara ini adalah suara laki-laki yang tidak pernah kelaparan.maka matanya menjadi tertutup. “Tidak berkurang pengetahuanku tentang kamu. dia (Dajjal) tidak dapat berbuat demikian lagi kepada seorangpun (membunuh kembali mukmin tersebut).” Ibnu Maryam akan turun kepada umatnya (umat muhammad) diwaktu antara adzan dan iqomah. tiba-tiba terdengar suara panggilan dari sudut bukit. Itulah manusia yang paling besar kesaksiannya (mati syahid) di sisi Tuhan Rabbul ‘Alamin. dan pemimpin (imam) mereka berkata kepadanya (Isa): “semoga Allah memberi ketenangan. hingga tidak mampu disembelih. . Kepungan itu sangat hebat dan sangat membuat mereka lelah. “Bangunlah!” maka bangunlah dan tegaklah dia.a. aku mendatangkan untuk kalian pertolongan. lalu (Dajjal) datang kepada mereka dan mengepungnya. Ketika Dajjal muncul. “Apakah engkau masih tidak mempercayai kami?” Dia menjawab. Ia turun di menara putih di timur Damaskus antara dua tempat. lalu Dajjal tersebut berjalan ditengah dua bagian badan yang telah tebelah dua. silahkan (Nabi Isa) maju untuk memipin shalat!” Lalu dia (Nabi Isa) berkata: “Ummat ini adalah pemimpin (bagi) sebagian mereka kepada yang lainnya!” Lalu pemimpin (Imam) mereka maju dan memimpin shalat. Kemudian Dajjal memerintahkan kepadanya. Ketika orang beriman itu melihatnya. “Apa yang kamu cari?” Dia (lelaki itu) menjawab. Dia membawa fitnah (cobaan bagi manusia) yang besar. Kemudian Dajjal bertanya lagi. seorang lelaki dari orang-orang yang beriman mencarinya. “Apakah kamu masih belum percaya kepadaku?” dia menjawab. Tetapi Allah telah meletakkan diantara lehernya dan bagian belakang orang itu sebuah tembaga. Lalu sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain. Mereka menyangka ia dilemparkan ke dalam neraka. (karenanya) kemudian dipeganglah tangan dan kaki orang (mukmin) tersebut lalu dilemparkannya. Lalu Dajjal bertanya. Kemudian kaum muslimin lari kegunung Dukhan di Syam. “saya mencari orang yang keluar!” lalu mereka bertanya kepadanya (kembali). padahal ia dilemparkan ke surga. Dia memerintahkan langit untuk menurunkan hujannya. “Engkau adalah Dajjal si pendusta. bahkan bertambah yakin. Kemudian diperintahkan supaya (mukmin tersebut) digergaji dari atas kepalanya hingga kakinya menjadi dua bagian. “Apakah kamu tidak mempercayai tuhan kami?” Dia menjawab: “Tuhan kami tidaklah samar. maka ia bertemu dengan sekelompok dajjal-dajjal (kecil). dan memerintahkan untuk mengupas kulit dan memukuli punggung dan perutnya.” Kemudian orang beriman tersebut berkata.w. Maka Dajjal segera menyuruh merebahkan tubuh orang beriman tersebut. inilah dajjal yang telah disebutkan oleh Rasulullah s. maka turunlah hujan itu dan disaksikan oleh orang-orang. “Wahai sekalian mamusia. Maka dia (Dajjal) berusaha untuk membunuh kembali orang beriman tersebut. Isa turun! Ketika keadaan mereka seperti demikian keadaannya (genting). telinganya terpotong dan tertulis diantara kedua matanya kafir. Ia menyandarkan kedua punggungnya pada sayap-sayap dua malaikat. dia berkata. Lalu turunlah (hadirlah) Isa ibnu Maryam ketika shalat shubuh. “Wahai sekalian manusia. “Wahai sekalian orang. yang terbaca oleh segenap mukmin yang mampu menulis dan yang tidak mampu menulis. lalu mereka bertanya kepadanya.

lalu membunuhnya. menetap di bumi selama 40 tahun sebagai pemimpin yang adil dan penengah yang jujur.w.Setalah menyelesaikan shalatnya. serigala dengan kambing. ini orang kafir!” Kemudian nabi Isa a. Maka dia memerangi manusia demi islam. Dia (Allah pada zaman itu) membinasakan si pembohong (Dajjal) (sehingga akhirnya penduduk di muka bumi ini merasa aman. dan Allah menghancurkan pada zamannya itu semua agama kecuali Islam. seakan-akan kepalanya basah sekalipun tidak dikenai air.s. kemudian dia wafat.: “Tidak ada antaraku dengannya (Isa) seorang nabi. kisah teladan ( 352 ).s. Ketika ia (Dajjal) melihatnya (melihat Isa). cerita nasehat. kisah islami ( 268 ). Jika kalian melihatnya maka percayailah. dia menghancurkan salib. Sabda Nabi s. menetap di bumi selama 40 tahun sebagai pemimpin yang adil dan penengah yang jujur. seorang laki-laki yang kulitnya antara merah dan putih. *** Wallahualam bishowab • novia 12:13 am pada 19 Maret 2011 Permalink apakah masih ada kehidupan setelah kiamat??  erva kurniawan 1:41 am pada 23 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Pada saat itu tidak ada sesuatu yang dapat melindungi salah satu diantara mereka (pengikut Dajjal). Isa mulai berperang. dan dia pergi kearah Dajjal. cerita teladan ( 355 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Tabiat si Yahudi . dia (Dajjal) merasa ketakutan (kemudian meleleh) sebagaimana timah meleleh. ini orang kafir (bersembunyi)!” dan batu juga berkata: Wahai orang beriman. membebaskan pajak. singa dengan sapi. sampai pohon akan berkata kepadanya: “Wahai orang beriman. pertengahan antara kedua warna tersebut. maka orang-orang beriman menshalatkannya. menbunuh babi. dan dia (Isa) juga memerangi para pengikut-pengikutnya.a.) Nabi Isa a. anak kecil bermain dengan ular tapi tidak membahayakannya. sampai unta hitam bersusuhan dengan unta. dan sesungguhnya dia akan turun. lalu dia (Isa) meletakkan antara dua dadanya (Dajjal).

Lalu merekapun melanjutkan perjalanan.” Lalu Isa as berkata kepadanya “Demi Zat yang telah memperlihatkan kebesaran-Nya ini. Si Yahudi merasa takjub dan berkata. ia pergi dan memakan sepotong roti miliknya.” Maka si Yahudi berkata. Isa as menangkap seekor kijang dan menyembelihnya. Selesai shalat. satu bongkahan emas untukmu. “Bolehkah aku ikut makan rotimu?” Si Yahudi menjawab. “Demi Allah. “Wahai kawanku. dimanakah rotimu yang lain?” Si Yahudi menjawab. Si Yahudi menjawab. “seandainya aku mengobatimu dan Allah mengembalikan penglihatanmu kembali. “Sungguh. “sungguh aku hanya membawa satu potong roti saja. Kemudian kedua orang itu melanjutkan perjalanannya. “Baiklah.” Isa as berkata kepadanya.Wahb bin Munabah bercerita.” Maka kedua orang itu makan rotinya masing-masing.” Maka kedua orang itu bermalam dibawah pohon itu hingga pagi datang. “Demi Zat yang telah memperlihatkan tanda kebesaran-Nya ini. Nabi Isa bertanya kepadanya. Tibatiba didekat mereka ada 3 bongkahan besar emas. Demi Allah aku hanya membawa sepotong roti saja. apakah engkau mau bersyukut kepadaNya?” Orang buta itu menjawab.” Nabi Isa as terdiam mendengar jawabannya.” Kijang itupun hidup kembali.” Kedua orang itu melanjutkan perjalanan hingga tiba disebuah sungai besar. “Ternyata aku hanya membawa sepotong roti saja. “Mahasuci Engkau ya Allah!”. “Tentu.” Kemudian mereka melanjutkan perjalalan hingga disebuah kampung besar yang porak poranda.”. Kemudian Isa as berkata kepada si Yahudi. “Mahasuci Engkau ya Allah. Orang buta itupun dapat melihat kembali. Ketika mereka sampai didekat sebatang pohon. Maka Isa as berkata kepada si Yahudi. “Akulah pemilik roti yang ketiga. “Dimana sepotong rotimu yang lain?” Si Yahudi menjawab.” Maka Isa as mengusap kedua matanya sambil membaca doa. Si Yahudi merasa takjub melihat kejadian itu dan berkata. siapakah pemilik roti yang ketiga?” Si Yahudi menjawab. Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang buta. “Hiduplah enkau dengan izin Allah. Nabi Isa as berkata kepada temannya. “Satu bongkahan emas untukku.” Si Yahudi menjawab. lalu Isa as berkata kepada si Yahudi. Kemudian keduanya melewati beberapa ekor kijang yang sedang merumput. “Tentu. Nabi Isa as kemudian bertanya kepada temannya. dan satu bongkahan emas lagi untuk pemilik roti yang ketiga. siapakah yang telah makan roti ketiga?”. Suatu ketika Isa as pergi mengembara diatas bumi ditemani oleh seorang Yahudi. kedua orang itu mengeluarkan bekal makanannya. lalu Isa as memegang tangan si Yahudi dan membawanya berjalan di atas air hingga keseberang sungai. Nabi Isa membawa bekal sepotong roti dan si Yahudi membawa dua potong roti. Isa berkata kepadanya. “Ambillah emas ini untukmu semua!” Lalu Isa as . Maka pada saat Isa as menunaikan shalat. “Demi Zat yang telah mengembalikan penglihatannya. ia menyesal telah mengiyakannya. sebaiknya kita bermalam di bawah pohon ini sampai pagi menjelang. aku tidak membawa kecuali sepotong roti. Tatkala si Yahudi mengetahui bahwa Isa as hanya membawa sepotong roti. Aku telah memakannya saat engkau melaksanakan shalat.

Tak lama kemudian datang tiga orang jahat. sehingga ia hanya bisa menungguinya. ia berkata kepada pengikutnya (Hawariyyun). renungan puasa ramadhan ( 2 ) Malu Tak Seperti Kupu-Kupu Ramadhan baru saja berlalu. kisah islami ( 268 ). Penerbit : Gema Insani.  erva kurniawan 7:30 am pada 14 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita nasehat. kumpulan kisah teladan ( 284 ). “Aku akan menaruh racun pada makanan mereka sehingga mereka berdua mati dan aku bisa menikmati emas itu sendirian.” Maka orang itupun melaksanakan niat yang dibisikkan setan. mereka lalu membunuh si Yahudi dan mengambil bongkahan emas tersebut. Bahkan nyaris tak berbekas. hikmah puasa ramadhan ( 3 ). Melihat si Yahudi menunggui emas. Saat ia datang membawa makanan. “Seperti inilah dunia memperlakukan penghuninya. Mereka menyantap makanan beracun itu tanpa curiga hingga akhirnya mereka berdua mati keracunan didekat bongkahan emas. Tatkala ia melihat ke-4 orang itu mati tergeletak didekat bongkahan emas. Kue- . Maka hati-hatilah terhadapnya. kisah teladan ( 352 ). cerita teladan ( 355 ). puasa ramadhan ( 11 ). Dua orang dari mereka berkata kepada yang lain. kemudian datang menemui kedua orang temannya.” Maka orang yang disuruh memberli makanan itu pergi sambil berkata dalam hati. “Pergilah ke kampung dan bawalah makanan untuk kami. Si Yahudi tidak mempunyai alat untuk membawa emas itu. Sisa-sisa keteduhan nuansa ramadhan hanya tinggal sekedarnya saja.meninggalkannya seorang diri. Semua telah kembali seperti semula.” *** Sumber : Kisah-kisah teladan untuk keluarga oleh Dr Mulyanto. Beberapa hari kemudian Isa as lewat ditempat itu. ia dibunuh kedua orang temannya.

tapi nikmatnya iman tak jua mampu kita cicipi? Bila rumah kita indah karna warna dan interior yang serba baru namun hati dan perilaku kita masih dengan warna dan interior yang dulu. mata kita masih saja liar dan nafsu masih menjadi nomor wahid? Perilaku kita masih semrawut. walaupun telah berpuasa sebulan panjangnya. Seorang kawan saya. lusuh dan tak terurus? Warna kusam yang semakin suram. cerita nasehat. Hanya sekedar usia yang makin bertambah. Yang siapapun akan senang melihatnya. “Apakah manusia yang berpuasa akan mendapatkan keindahan layaknya kupu-kupu?” Tentu anda bisa menjawabnya. Indah memang. cat rumah yang baru. kisah teladan ( 352 ). “Kupu-kupu itu mulanya adalah makhluk yang menjijikkan (siapa sih yang gak geli dan jijik ngeliat ulet?). Lalu indahkah kita? Bila lidah kita bisa merasakan lezatnya kue lebaran. cerita teladan ( 355 ). interior serba baru dan yang tentu tidak ketinggalan pakaian baru yang serba bagus. Ternyata kita ini belum bisa bersikap dewasa. Amiiin. Adilkah ini? Apakah kita rela? Fisik kita rapi dan cantik tapi “jeroan”nya pada sakit.” Sedikit pesimis ia tanyakan atau tepatnya menyatakan isi hatinya.  erva kurniawan 1:06 am pada 13 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Tapi sebenarnya bukan itu yang kita tuju. Aurat kita terbungkus hijab serta baju baru sedang jiwa kita masih setia dg nafsu sebagai pakaiannya. kusam. pernah berkata. Lengkap dengan berbagai jenis kue. Apalagi dengan warna-warni yang Subhanalloh cantiknya. Betapa malunya kita yang tak bisa seindah kupu-kupu. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Indahnya Berprasangka Baik <!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 <! [endif]--><!--[if gte mso 9]> <![endif]--> .kue lebaran masih banyak di meja. kisah islami ( 268 ). karena memang persiapan buat lebaran sangat mantap. tapi setelah ia berpuasa dan melewati masa kepompong makan ia berubah menjadi makhluk yang indah. *** Sumber Email dari Sahabat. Semoga Alloh terus membimbing kita untuk mencapai maqamamahmudah nan indah. Bukankah hati ini gersang? Lisan kita tetap mengumpat.

Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman. Allah mengabulkannya. Allah mengabulkannya. Sementara itu. dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu. pekerjaan yang layak. Suatu saat sang adik meninggal dunia. Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul. menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a. Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu. bila pergi mengaji. Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya. Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya. tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru pengakiannya. tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja. sang Adik tidak ada perubahan sama sekali. tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka. Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna. karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do’a-do’anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla. dan lain-lain. . Sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan seharihari semaksimal mungkin. Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Jaraknya sekitar 10km dari rumah peninggalan orangtua mereka. Dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a.Dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah pabrik kecap dan sama-sama tekun belajar Islam. hidupnya tetap sederhana. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian.

bila pergi mengaji. menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a. . do’a untuk guru mereka. karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do’a-do’anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla. sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul. . maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka. Suatu saat sang adik meninggal dunia.Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya. Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya: “Ya. Dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah pabrik kecap dan sama-sama tekun belajar Islam. tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya *** Dari Sahabat Indahnya Berprasangka Baik . dan lain-lain. Allah mengabulkannya. hidupnya tetap sederhana. Shalawat. pekerjaan yang layak. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a. . kabulkanlah segala do’a kakak ku. sang Adik tidak ada perubahan sama sekali. Jaraknya sekitar 10km dari rumah peninggalan orangtua mereka. Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu. diantaranya Al-fatehah. . tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya. Allah.” Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya. Ampunilah aku dan kakak ku. . Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. . Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a. do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya: “Ya. do’a untuk guru mereka. . Sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu. Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna. Dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a. . Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman. diantaranya Al-fatehah. tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. Allah. Allah mengabulkannya. tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja. . Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian. Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya. dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu. Ampunilah aku dan kakak ku. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru pengakiannya. Sementara itu. bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat. Shalawat.

cerita teladan ( 355 ). cerita nasehat. http://kepuncakmahligai.com/  erva kurniawan 1:04 am pada 9 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). menandai berakhirnya bulan penuh kemuliaan. langkah sepasang kaki terhenti oleh .kabulkanlah segala do’a kakak ku. Senyum kemenangan terukir diwajah-wajah perindu Ramadhan. Satu persatu kaki-kaki melangkah menuju tanah lapang. di hari itu segenap mata tak kuasa membendung airmata keharuan saat berlebaran. bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat. sambil berharap kembali meniti Ramadhan di tahun depan. Sementara itu. tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya *** Dari Sahabat • Sri Mulyati 3:45 pm pada 19 September 2010 Permalink izin share ya… • gadis nakal 1:43 am pada 1 Januari 2011 Permalink Benar tu bukan mudah untuk kita mendidik diri kita sentiasa berprasangka baik. menyeru nama Allah lewat takbir. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Cara Rasul Merayakan Idul Fitri Fajar 1 Syawal menyingsing.” Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya. kisah teladan ( 352 ). kisah islami ( 268 ). hingga langit pun bersaksi.

Kebahagiaan 1 Syawal semestinya tak hanya milik anak-anak kita. Rasulullah tak hanya berbaju bagus saat berlebaran. “Ayahku mati syahid dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah. ia menangis lantaran tak memiliki baju yang bagus untuk merayakan hari kemenangan. Namun tak dapat dipungkiri. dan beribu seorang Ummul Mukminin? Begitulah lelaki agung itu membuat seorang gadis kecil yang bersedih dihari raya kembali tersenyum. yang diukir oleh Nabi anak yatim. tak cukup satu stel pakaian baru disiapkan. bagi kita sangat identik dengan pakaian bagus. seandainya Aisyah menjadi ibumu. mengingat tradisi silaturahim berlebaran di Indonesia yang lebih dari satu hari. Fatimah bibimu. sehingga nampak tak berbeda dengan Hasan dan Husain. Tak ada yang salah dengan budaya baju baru itu.sementara baju yang mereka kenakan sudah usang. bahwa keceriaan hari kemenangan bolehlah diwarnai dengan penampilan yang lebih baik. “Maukah engkau. lelaki itu mendekap gadis kecil itu. Sekaligus mencerminkan betapa bahagianya kita menggapai sukses penuh arti selama satu bulan menjalani Ramadhan. setidaknya layak dipakai saat bersilaturahim dihari kemenangan itu. Dapatlah kita bayangkan betapa cerianya mereka saat berlebaran nanti mengenakan pakaian bagus itu. Tapi siapakah yang akan membelikan pakaian baru untuk anak-anak yatim? Tak ada Ayah atau Ibu yang akan mengajak mereka menyambangi pertokoan dan memilih pakaian yang mereka suka. Mampukah kita meniru cara Rasul berlebaran? Kalau kita mampu membeli beberapa stel pakaian untuk anak-anak kita. tetapi juga mengajak seorang anak yatim ikut berbaju bagus. Muhammad Ayahmu. Dapatkah kita bayangkan perasaan mereka berada di tengah-tengah riuh rendah keceriaan anak-anak lain berbaju baru. Ali sebagai pamanmu. bahkan bagi sebagian orang. Barangkali. Tak menoleh gadis kecil itu ke arah suara yang menyapanya. bagi sebagian besar masyarakat kita. memakai pakaian baru sudah menjadi budaya. Siapakah yang tak ingin berayahkan lelaki paling mulia. Lelaki agung itu. terbasuhlah sudah airmata. matanya masih menerawang tak menentu seperti mencari sesosok yang amat ia rindui kehadirannya di hari bahagia itu. yakni menceriakan anak yatim dengan memberikan pakaian yang lebih pantas dihari istimewa. bahwa Rasul pun memakai pakaian yang bagus dihari raya. Rasulullah membawa serta gadis itu ke rumahnya untuk diberikan pakaian bagus. Tak ketinggalan sepatu dan sandal yang juga baru. dan Hasan serta Husain menjadi saudaramu?” Sadarlah gadis itu bahwa lelaki yang sejak tadi berdiri di hadapannya tak lain Muhammad Rasulullah SAW. Tetapi ada cara berlebaran Rasulullah yang tak ikut kita budayakan.sesegukan gadis kecil di tepi jalan. itu senyum terindah yang pernah tercipta dari seorang anak yatim. Anak-anak kita bangga menghitung celana dan baju yang baru saja kita belikan. . Lelaki agung itu.” tutur gadis kecil itu menjawab tanya lelaki di hadapannya tentang Ayahnya. Nabi anak yatim yang senantiasa memuliakan anak yatim. Ternyata. Mungkin budaya ini merujuk pada kisah di atas. bahkan sudah menjadi budaya. ambil sisi positifnya saja. shalawat dan salam baginya. Seketika. Tidak sedikit uang yang dikeluarkan untuk menyambut lebaran. “Gerangan apakah yang membuat engkau menangis anakku?” lembut menyapa suara itu menahan beberapa detik segukan sang gadis. adakah sedikit yang tersisihkan dari rezeki yang kita dapat untuk membeli satu saja pakaian bagus untuk pantas dipakai oleh anak-anak yatim tetangga kita. Tak harus baru. Lebaran. tahu bagaimana menjadikan hari raya juga istimewa bagi anak-anak yatim. Baju baru bukan cuma fenomena. hari istimewa itu juga milik mereka.

jauh sepeninggal Rasulullah. Dan Bilal bangun dari tidurnya dengan hati yang gulana. “Ya. aku rindu sekali kepadamu. cerita teladan ( 355 ). Akan indahlah dunia dengan berbagi. Keesokan harinya. kisah teladan ( 352 ).” kata Bilal masih dalam mimpinya. aku pun sudah teramat rindu ingin bertemu dan mencium harum aroma tubuhmu. sehingga Gerakan LCR ini menjadi sebuah gerakan nasional. *** Sumber: Email dari Sahabat  erva kurniawan 1:31 am pada 6 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Gerakan ini. setidaknya Anda berkesempatan mengukir senyum anak-anak yatim.” demikian Rasulullah berkata dalam mimpi Bilal. Note: Jika berkenan meneruskan tulisan ini ke berbagai milist dan komunitas. Dalam mimpinya itu. saya yakin sudah banyak yang melakukannya diberbagai tempat. sudah lama kita berpisah. Maha Suci Allah. akan lebih banyak senyum anak yatim yang tercipta dihari bahagia. cerita nasehat. “Bilal. Ia dirundung rindu. Apalagi jika ada yang bekerja di media. bermimpi dalam tidurnya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Suara Emas dari Ethiopia Bilal bin Rabah: Suara Emas dari Ethiopia Suatu malam. ikutilah! Gerakan LCR (Lebaran Cara Rasul). atau punya akses ke berbagai media cetak maupun elektronik.Maka. Bilal bertemu dengan Rasulullah. Rasulullah. Namun jika lebih banyak lagi orang-orang beruntung seperti kita yang mau membudayakan LCR ini. Bilal bin Rabbah. mimpi tersebut berakhir begitu saja. kisah islami ( 268 ). Setelah itu. ia menceritakan . salah seorang sahabat utama.

Meski Bilal adalah lelaki dengan kulit hitam pekat. seketika.” jawab Abu Bakar. Menjelang senja. suara Bilal terdengar.mimpi tersebut pada salah seorang sahabat lainnya. Itulah sebabnya. Seperti udara. aku tak ingin adzan untuk seorang pun sepeninggal Rasulullah. penduduk Madinah seolah bersepakat meminta Bilal mengumandangkan adzan Maghrib jika tiba waktunya. “Maka biarkan aku memilih pilihanku. Antara hidup dan mati. “Jika engkau dulu membebaskan demi kepentinganmu. setelah diminta dengan sedikit memaksa. diharu biru oleh kenangan dengan nabi tercinta. seakan baru kemarin saja Rasulullah tiada. Tatkala. beberapa saat setelah malaikat maut menjemput kekasih Allah. “Marhaban ya Rasulullah. Kenangan semasa Rasulullah masih bersama mereka kembali hadir. “Asyhadu anna Muhammadarrasulullah. terserah apa maumu. Akhirnya. tinggi dan besar. Sebenarnya. Satu persatu kalimat adzan dikumandangkan sampai pada kalimat. Satu persatu dari mereka sibuk sendiri dengan kenangannya bersama manusia mulia itu. maka aku akan mengumandangkan adzan. Waktu itu. Senjapun datang mengantar malam. Jenazah Rasulullah. Kini Habasyah biasa kita sebut dengan Ethiopia. Dan Bilal menjawab perintah itu. Tapi jika demi Allah kau dulu membebaskan aku. Kemudian setelah.” “Hanya demi Allah aku membebaskanmu Bilal. . kisah mimpi Bilal segera memenuhi ruangan kosong di hampir seluruh penjuru kota Madinah. ia adalah budak seorang bangsawan Makkah. Habasyah tepatnya. maka biarkan aku menentukan pilihanku. Dan Bilal sama seperti mereka. Tak menunggu senja. insya Allah bak kapas yang tak bernoda. Bilal mengumandangkan adzan.” perintah Abu Bakar. begitulah Bilal. Padahal Bilal sudah cukup lama tidak menjadi muadzin sejak Rasulullah tiada. namun hatinya. Bilal adalah seorang keturunan Afrika. Seolah.” Tangis penduduk Madinah yang mengantar jenazah Rasulullah pecah. ada sebuah kisah yang membuat Bilal menolak untuk mengumandangkan adzan setelah Rasulullah wafat. adalah sepenggal kisah tentang Bilal bin Rabah.” kata Abu Bakar. hitam. Muhammad. Madinah benar-benar terbungkus rasa haru. Seperti penampilan orang Afrika pada umumnya. Pada mulanya. dan Bilal mengumandangkan adzan. Seperti yang kita tahu. Madinah seolah tercekat oleh berjuta memori. Meski ia sangat mudah menerima hidayah. Umayyah bin Khalaf. Seperti suara guntur yang hendak membelah langit Madinah. ternyata ia menjadi salah seorang dari sekian banyak sahabat Rasulullah yang berjuang mempertahankan hidayahnya. Rasulullah telah dimakamkan. Hari itu. hampir seluruh penduduk Madinah tahu. begitu kira-kira gambaran perjuangan Bilal bin Rabab. penduduk Madinah ingin menggenapkan kenangannya hari itu dengan mendengar adzan yang dikumandangkan Bilal. semalam Bilal bermimpi ketemu dengan nabi junjungannya. salah seorang sahabat dekat Rasulullah. “Sungguh.” pinta Bilal. ia sangat mudah menerima hidayah saat Rasulullah berdakwah. Tak terasa hampir semua penduduk Madinah meneteskan air mata.” lanjut Bilal. belum dimakamkan. Abu Bakar meminta Bilal untuk adzan.” bisik salah seorang dari mereka. “Kalau demikian. Bilal pun menerima dan bersedia menjadi muadzin kali itu. “Adzanlah wahai Bilal. *** Di atas.

Dan itu. Afghanistan.” kata Rasulullah membenarkan. Bilal pun naik ke atas menara dan bergemalah suaranya. Rasulullah ingin mengetahui langsung. Zurr bin Hubaisy. orang paling lemah saat itu adalah Bilal. Dan di antara mereka. di antara para sahabat. Bilal masih menganggap. Setiap malam aku mendengar gemerisikmu. Umayyah bin Khalaf.Keislamannya. Iraq. Dan Abu Bakar dilindungi pula oleh sukunya. Dalam posisi sosial. Bisa dikata. bahwa ia adalah budak belian dari Habasya. Saat itu. aku langsung berwudhu dan shalat sunnah dua rakaat. “Wahai Bilal. demikian tinggi derajat Bilal bin Rabah di sisi Allah. Semua sahabat Rasulullah. Bilal sudah bermukim di Syiria dan Umar mengunjunginya. Setelah puas hatinya menyiksa Bilal. amal kebajikan apa yang menjadikan Bilal mendahului berjalan masuk surga ketimbang Rasulullah. hatinya tak kuasa menahan kenangan manis bersama manusia tercinta. tak ada yang membela. budak belian pula. meski dalam strata sosial posisinya sangat lemah. waktu shalat telah tiba dan Umar meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan sebagai tanda panggilan shalat. ahad. terakhir melaksanakan tugasnya sebagai muadzin saat Umar bin Khattab menjabat sebagai khalifah. “Ya Rasulullah. Selain Allah tentunya. dengan itu kamu mendahului aku. Ammar bin Yasir dan keluarganya. itu lebih cukup dari segalanya. tangis yang paling kencang dan keras adalah tangis Umar bin Khattab. Derita yang ditanggung Bilal bukan alang kepalang. Sampai datang padanya Abu Bakar yang membebaskannya dengan sejumlah uang tebusan. Palestin. lindungilah mereka. Bilal menjawab pertanyaan Rasulullah. Ethiopia. “Ya Allah. Meski demikian. Tapi dengan tegarnya. suatu ketika berkata. ya Rabbal A’lamin. ada Abu Bakar. Amin. Bilal telah mengangkat Allah sebagai penolong dan walinya. selamatkanlah umat Islam yg sedang sengsara di Lubnan. suatu hari diketahui oleh sang majikan. Tapi itu tidak membuatnya merasa lemah atau tak berdaya. Chechnya serta diseluruh pelosok dunia akibat dari angkara mungkar dan kekejaman musuh-musuh Mu. Ia seorang perantauan. Bilal. setiap kali aku berhadats. Sebagai ganjarannya.” . Dalam lubuk hati kecilnya. hidup sebatang kara. Bilal dan Miqdad. Tak kurang dan tak lebih. Peliharakanlah mereka.” Dengan wajah tersipu tapi tak bisa menyembunyikan raut bahagianya. Bilal bin Rabah termasuk orang yang pilih tanding dalam mempertahankan agamanya. Ada satu riwayat yang membuktikan betapa Allah memberikan kedudukan yang mulai di sisi-Nya. Bilal bin Rabah. Bilal mengucap. Diarak berkeliling kota dengan berbagai siksaan sepanjang jalan. “Ahad. Subhanallah. Umayyah pun menyerahkan Bilal pada pemuda-pemuda kafir berandalan. tak berhenti hanya dengan menyiksa Bilal saja. Bilal disiksa dengan berbagai cara. Kemudian setelah beliau. Saat itu.” “Ya. menjadi adzan terakhir yang dikumandangan Bilal. yang ada di sana menangis tak terkecuali. Shuhaib. aku mendengar gemerisik langkahmu di depanku di dalam surga. nabi akhir zaman. kasihanilah mereka dan berikanlah rahmatMu ke atas mereka. Suatu hari Rasulullah memanggil Bilal untuk menghadap. sang majikan.” puluhan kali dari bibirnya yang mengeluarkan darah. Rasulullah dilindungi oleh paman beliau. tapi tidak di mata Allah. orang yang pertama kali menampakkan keislamannya adalah Rasulullah. Bilal bin Rabah. hal itu tak menjadikan Bilal tinggi hati dan merasa lebih suci ketimbang yang lain.

(HR. aku malu untuk menumpahkan air mata.*** Dari Sahabat • ahmad masum 2:45 am pada 9 Januari 2011 Permalink terima kasih atas ilmuya….Jam menunjukkan pukul 21. dari riwayat Syaddad bin Aus ra. cerita nasehat. Orang yang lemah adalah yang memperturutkan hawa nafsunya dan berharap (banyak) pada Allah”. ”Orang yang cerdas adalah orang yang merendahkan dirinya dan berbuat untuk masa setelah mati. kisah islami ( 268 ). Namun.20 malam… Kecurian.Turmuzi. Bukan untuk memperturutkan rasa dan emosi serta mengalahkan rasio yang wajar. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Izinkan Aku Menangis eramuslim . Ya. air mata bening itu hanya boleh kutunjukkan pada-Nya. Aku membuka hadits ini lagi. Kelelahan fisik dan kepenatan pikiran. Seingatku aku sedang kejarkejaran dengan waktu di etape sulit ini. Meski… jebol juga tanggul itu.) .5 jam setelah berbuka puasa petang tadi. dekat kepalaku? Aku menyerah lagi. Tapi entah mengapa.saya jadi menambah wawasan……  erva kurniawan 1:09 am pada 30 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Kegundahan apakah ini? Kekhawatiran apakah ini? Kecemasan apa lagi? Mengapa pelupuk mataku panas. Al Qur’anku belum selesai. kisah teladan ( 352 ). Aku tertidur sekitar 3. Aku hendak berapologi pada diriku sendiri. mushaf itu tetap diam disamping bantal. cerita teladan ( 355 ).

Aku terduduk lemas. semua menjadi misteri yang tak terjawab. Masih ada ketajaman lidah yang melukai hati. Sementara hidupku dipenuhi ambisi dan obsesi yang penuh dengan tabungan materi dan memegahkan istana duniaku. Sebagaimana aku juga boleh berharap menutup hariku di dunia dengan syahadah di jalan-Nya. klub kebanggaan mereka sedang berlaga. Jika saja aku boleh berandai. Masih tersisa kedengkian. Mengapa aku lemah? Jika saja ini bukan di etape final. Aku tak pernah tahu. Atau suara siapa saja yang menembus gendang telinga ini.Jika kebodohan (tidak cerdas) tidaklah berakibat kepada kemurkaan Allah? Dan ternyata pengharapan pada-Nya saja tak cukup. mampukah aku sampai di penghujungnya. Namun. Alhamdulillah Allah memberi kekuatan untuk mengungkapkannya. pengharapan yang lemah yang kalah oleh nafsu. Khalid bin Walid pun yang sangat pemberani akhirnya menutup harinya di atas pembaringan. . Namun. Harapan tanpa kekuatan itu disabdakan Rasulullah Saw. Aku boleh berharap banyak untuk menjadi sang pemenang. tinggal itulah hitungan hari-hari pembekalan tahun ini. Aku hanya boleh bertanya. Ya. Juga madu dan jus mangga. Aku membuka genggaman tangan kiriku. Konsentrasi di babak ini seringkali buyar. aku menjadi sang jawara. tidakkah malu aku membandingkan pengaharapanku dengan kelemahan diriku menghadapi diri sendiri. Sebagaimana aku berharap istana megah setelah matiku. Masih ada pertanyaan sikap dan prasangka buruk. Coffee shop masih dipenuhi orang yang asyik menonton el Ahli–mungkin–. Mampukah aku menjadi yang terbaik diantara sekian juta para pemburu satu cinta. Benar. Sekali lagi. sebagai kelemahan. Aku pandangi lama-lama refleksi kegundahan itu. Aku lalai mengumpulkan “dana” untuk membelinya. Atau suara-suara dari rumah-Nya yang dipenuhi isakan harapan hamba-hamba-Nya yang berlomba memburu seribu keberkahan dan sejuta pengampunan. Atau senyuman malaikat yang menyaksikan bocah-bocah kecil yang menahan kantuk berdiri sambil memegangi mushaf kecil dipojok-pojok masjid. Aku dibangunkan teriakan itu. Masih juga bersemanyam ketersinggungan dan gerutu ketidakpuasan. Masih ada pandangan mata khianat. Apakah ia takkan cemburu dan marah dengan pandangan khianatku pada hal-hal yang tak seharusnya kulihat. Ya. Sebagaimana aku mengandaikan bidadari surga. sejuta pengampunan dan seribu keberkahan? Aku malu menanyakannya pada diriku sendiri. jarum jam diputar. Namun. aku malu untuk berharap demikian. Sebagaimana aku berharap menikmati seteguk susu dari aliran sungai di surga-Nya. kemudian kujawab sendiri. misalnya. Masih juga mengoleksi berita-berita tak bernilai. apa makna tengadahan tangan di tengah malam yang diiringi isak pengharapan. Selain itu hanya kesunyian. Masih saja melafazkan katakata tak bermakna. Sering menyerah pada diri sendiri di tengah komitmen hendak berbuat. Lantas. Dan aku telah mencintai dunia itu. Sudah berapakah aku menabung untuk itu. Toh. melantunkan suara pengharapan yang kuat yang bisa menembus langit-Nya. agamaku melarang pengandaian. Mengapa tidak suara Syeikh Masyari Rasyid yang melantunkan surat al Qiyamah. Kedai sebelah rumah masih ramai. Sebagaimana aku boleh berharap di penghujung hari pembekalan ini. Meski dunia sekelilingku ramai dengan hiruk pikuk malam. Lantas.

Namun. Aku khawatir kesulitan ini tersendat karena kemurkaan-Mu. Tapi aku masih bisa berharap untuk menjadi baik. kaki. aku masih bisa bangkit meneruskan perjalanan. aku tak mampu. kisah teladan ( 352 ). Tiba-tiba aku ingin menangis. Ya Allah. Akibatnya seluruh organ tubuhku lemah. Entah berapa tahun. Namun. Mata. Dan tikungan tajam yang paling membahayakan di akhir etape ini adalah: menduakan cinta-Nya. Etape final ini banyak tikungan tajam. Karena tumpukan-tumpukan doa-doa yang kosong. Cinta. hati nurani dan bahan bakar ketelitian serta nasihat orang-orang shalih. Putaran roda keinginan tersebut trrgelincir oleh kerikil kecil bernama kelalaian. Karena aku masih bersama orang-orang baik bahkan mereka ada di depanku. hari atau bahkan hitungan detik aku masih bisa melihatnya di toko buah-buahan di sebelah rumahku. telinga. Aku memaknai keterlaluan yang fatal ini dengan sikap yang tidak seimbang. Terkunci oleh hawa nafsu. jadikanlah nama hamba ada dalam daftar pembebasan itu. Aku belum bisa menjadi yang terbaik. menjelaskan karakteristik bulan pembekalan ini. kisah islami ( 268 ). Juga nama kedua orang tua hamba. cinta dunia. jangan Kau murkai hamba ini ya Allah. buruk sangka. Ada beberapa materi terakhir di ujian final ini: menanggalkan kesombongan dan ingin dipuji serta disanjung berlebihan. rasionalisasi kesalahan. kini aku jauh tertinggal. Namun. Alhamdulillah. tangan… semua menolak untuk diajak menggapai cinta-Nya. Karena tumpukan-tumpukan egoisme. Khayalanku dipenuhi pengaharapan. Jika demikian. Aku masih harus melewati tikungan tajam lainnya. keluarga hamba. para guru hamba. cerita nasehat.Sebagaimana aku tetap berharap ingin terus mencicipi delima merah dan jeruk sankis serta buah khukh di masa setelah kefanaan ini. kecerobohan. hatiku disesaki kelemahan. Dan aku terjatuh. cerita teladan ( 355 ). Air bening itu tersendat. aku masih punya bekal. bulan. “… dan sepertiga terakhirnya adalah pembebasan dari api neraka. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Karena tumpukan-tumpukan gerutu. mulut. Amin. Tapi aku terlalu terpana oleh keindahannya yang sementara. orangorang terbaik itu. saudara-saudara hamba serta siapa saja yang mempunyai hak atas hamba. Jangan-jangan karena kesalahanku. Tergesa-gesa. Ya Allah aku ingin mengeluarkan air mata ini untuk-Mu. Menanggalkan kecintaan dunia yang berlebihan dengan qanaah dan tawadhu’. Karena tumpukan-tumpukan kotoran buruk sangka. *** Oleh: Saiful Bahri  erva kurniawan 1:53 am pada 27 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Hamba masih terus berharap pembebasan dari murka-Mu di hari-hari pembebasan ini. Meski aku tahu.” demikian Rasulullah Saw. Ada cinta lain yang menyesak hendak menggeser kemuliaan itu.

juga saya. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal. ketika kesopanan kamu gunakan. anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. Aku tahu Ibu akan menyukainya. kuning dan biru. Pada hari itu juga. “Oh. “Minggir. engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu. nak.” “Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu. maafkan saya” adalah reaksi saya. merah muda. “Bangun.Kata-Kata Kasar. “Maafkan saya juga. dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu. hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya. sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. “ “Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Namun cerita lainnya terjadi di rumah. bangun. tetapi anak-anak yang engkau kasihi. Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi. Ketika saya berbaring di tempat tidur.” Aku berkata. “Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal. terutama yang berwarna biru. saat saya tengah memasak makan malam. Coba lihat ke lantai dapur. dengan halus Tuhan berbicara padaku.” Seketika aku merasa malu.” kataku. tua dan muda. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya.” kata saya dengan marah. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu. Saya tidak melihat Anda. Ketika saya berbalik. lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi. Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu. “Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?” Ia tersenyum. berlaku sangat sopan.” Orang tidak dikenal itu. ” Aku menemukannya jatuh dari pohon. “Anakku. Ia pergi. hampir saja saya membuatnya jatuh. dan sekarang air mataku mulai menetes. Ia berkata.” .

suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana. kumpulan kisah teladan ( 284 ) .Si kecilku berkata. Ibu. Saya telah melakukannya. Aku tetap mencintaimu. apalagi yang biru. dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini. tidak apa-apa. bukan? Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas? Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA? Dalam bahasa Inggris. cerita teladan ( 355 ). (I). aku mencintaimu juga. perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka. *** Dari milis. kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri. (L)OVE.” Aku pun membalas. Semoga berkenan mengunjungi blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis. cerita nasehat. FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER. diterjemahkan dari : HARSH WORDS Everything is free Semoga menjadikan renungan yang bermanfaat. “Anakku.” Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok. “Oh. kisah islami ( 268 ). Mari kita renungkan. kisah teladan ( 352 ). KELUARGA = FAMILY. Terima kasih • azzen noury 9:45 am pada 8 September 2010 Permalink Siiip…cerita yang patut utk direnungkan  erva kurniawan 2:53 am pada 24 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). (Y)OU Teruskan cerita ini kepada orang-orang yang kau pedulikan. • sempulur 2:00 am pada 27 Agustus 2010 Permalink Sekedar ingin mengucapkan salam kenal dari komunitas keluarga miskin.

Jessica menjawab: “I am very much interested in Islam. Saya kemudian memotong: “Where did you learn Islam?” Dia menjawab: “throughn the internet (Islamic websites)“. dia memulai percakapan dengan bertanya. and he is very much hostile to my intention“. . Bosnia atau Kosovo. barangkali dari negara Balkan. Wanita muda itu bernama Jessica Mendosa. nampak seperti santri bule duduk menunggu kedatangan saya di Islamic Center New York. “Apa hukumnya seorang Muslimah bersuamikan non Muslim? Dan apakah seorang wanita yang bersuamikan non Muslim bisa diterima menjadi Muslimah? Tentu saja saya terkejut dengan pertanyaan itu. But I’ve a problem. Dengan sedikit malu dan menundukkan muka. seorang wanita mudah berusia 24 tahun datang ke Islamic Cultural Center of New York. Kelahiran Albany. dan kini secara bulat berniat untuk memeluk agama. yang menurutnya. Saya kemudian menanyakan apa hubungan antara keingin tahuan dia tantang Islam dan seorang wanita bersuamikan non Muslim. Diapun baru menikah dengan suaminya sekitar 4 bulan yang lalu. Ketika saya tanyakan apakah suaminya tahu keinginannya tersebut? Dia menjawab: “yes. I am a wife of a non Muslim”. Mulanya saya mengira bahwa sang wanita yang duduk di hadapan saya ini adalah seorang Muslimah. Maka dengan berat tapi cukup berani dia katakan: “I’ve learned Islam and I am sure this is the right way for me. ternyata dia hanyalah seseorang yang baru menemukan Islam lewat internet (beberapa website Islam). 13 Juli 2006. I am willing to embrace Islam now. I have learned it many months“. the right way for her.Saya Beri Dia Waktu 3 Bulan Pagi hari Kamis lalu. ibukota negara bagian New York dan kini tinggal di kota New York (New York City) sebagai mahasiswi di salah satu universitas di kota ini. Tapi setelah saya tanya. Setelah berta’aruf lebih dekat barulah saya bertanya kepadanya: “Kenapa anda menanyakan tentang boleh tidaknya seorang Muslimah bersuamikan non Muslim? Dan kenapa pula Anda tanyakan apa diterima seorang wanita masuk ke dalam agama Islam jika bersuamikan non Muslim?” Dengan sedikit grogi atau malu. Dengan pakaian Muslimah yang rapi.

ketika anda sudah yakin bahwa inilah jalan hidup yang benar untuk anda ikuti. setelah mempertimbangkan berbagai pertimbangan yang terkait. But you have to find any possible way to convince your husband that you are not allowed to maintain this marriage if he insists to oppose Islam”. Jessica Mendosa mendeklarasikan: “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah”. I will ask for a divorce“. Hampir tak pernah bergerak mendengarkan penjelasan-penjelasan mengenai berbagai hal. Hatinya telah mantap untuk menjadi Muslimah.” jelasku. Dengan penjelasan terakhir ini Jessica nampak cerah. Saya justru menjelaskan kepadanya pokok-pokok keimanan dan Islam. If he doesn’t want to follow my way. Namun di satu sisi saya perlu tegaskan bahwa sebagai Muslimah jika tetap bersuamikan non Muslim maka itu adalah sebuah pelanggaran terhadap hukum Islam. Saya kemudian menjelaskan perihal hukum nikah dalam Islam dan berbagai hal yang terkait. mau tidak mau. tapi diserta dengan berbagai argumentasi “aqliyah” (rasional) sehingga dapat meyakinkan Jessica dalam hal ini. it’s a code of life. Bahwa menerima Islam berarti bersedia menerima segala konsekwensi dari setiap hal yang terkait dengan ajarannya. Bahkan menurutnya: “Nothing should prevent me to convert to Islam“. serta yang paling penting adalah pengalaman-pengalaman mengislamkan selama ini. dan dengan tegas mengatakan: “I’ll give him a chance in 3 months. Untuk itu.Saya tidak langsung menjawab pertanyaannya karena saya yakin dia masih mencintai suami yang baru menikahinya sekitar 4 bulan silam. Ketika saya sampai kepada permasalahan pasangan suami isteri itulah. saya sampaikan kepada Jessica: “You may embrace Islam. Nampaknya Jessica mendengarkan penjelasan itu dengan seksama. Jessica memberanikan diri menyelah: “But I am still in love with my husband whom I married to just 4 months ago” Saya juga terkejut dan kasihan dengan Jessica. katanya tanpa ragu. termasuk urgensi membangun rumah tangga yang Islami dalam rangka menjaga generasi Muslim masa depan. Allahu Akbar wa lillah alhamd! . Saya katakan: “Hopefully people will not perceive that Islam separates between husbands and wives. dengan hanya disaksikan dua orang Brothers. ibadah. baik berdasarkan “masalih al mursalah” (manfaat-manfaat yang terkait) maupun realita-realita kehidupan di Amerika. Pada akhirnya. Dan penerimaan inilah yang merupakan inti dari keislaman itu sendiri. Tanpa terasa airmatanya nampak menetes. Oleh karena Islamic Center memang masih sepi. dengan diiriingi airmata. But this is the rule and I have to tell you about it”. hingga kepada masalah-masalah mu’amalah. dari masalah-masalah akidah. khususnya makna berislam itu sendiri. Dalam hal ini seseorang yang mengimani ajaran Islam dan dengan kesadarannya memeluk Islam berarti bersedia mengikuti ajaran-ajaran atau aturan-aturan yang mengikat. harus terjadi kompromi. “Islam is not only a bunch of ritual teachings. Saya ikut merasakan dilema yang dihadapinya. maka jangan sampai hal ini tersia-siakan. Saya katakan. Penjelasan saya tentunya tidak bertumpu kepada nash atau berbagai opini ulama. termasuk persyaratan bagi wanita Muslim untuk menikah hanya dengan pria Muslim.

Allah bless and further guide you! • Sri Mulyati 4:27 pm pada 19 September 2010 Permalink izin copi ya…  erva kurniawan 1:32 am pada 22 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). air matanya banjir didepannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam / yogurt (nasi khas India / curd rice). Syamsi Ali. kisah teladan ( 352 ). cerita nasehat. Cerita dari India Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Pelajaran Dari Seorang Anak. cerita teladan ( 355 ). Jessica hadir di kelas itu seperti seorang Muslim yang telah lama mempelajari agama ini. Jessica telah resmi bergabung dengan kelas khusus yang dirancang untuk para muallaf “The Islamic Forum for new Muslims” di Islamic Cultural Center. Saya terkejut. Tampak ketakutan. kisah islami ( 268 ). Bersemangat menjawab setiap ada hal yang dipertanyakan oleh muallaf lainnya. namanya Sindu. *** Oleh: M. New York.Sabtu kemarin. .” Aku taruh Koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya. 17 Juli 2006 Jessica. “Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan. Sayang saya belum sempat menanyakan perihal suaminya!.

Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita.” “Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?”. “Jangan khawatir. Aku sedikit khawatir dan berkata. kata istriku. dia terlalu banyak nonton TV.” Secara serentak istri dan ibuku berkata. Sindu permintaanmu akan kami penuhi. istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. “Tidak”. “Oh pasti sayang. Aku mengambil mangkok dan berkata. “Kalau kita menjilat ludah sendiri. karena ayah saat ini tidak punya uang. Sindu tidak minta barang-barang mahal kok. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama. kenapa ayah sekarang mau menjilat ludah sendiri?” Sindu melanjutkan “Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral. Aku coba membujuk.. anak perempuan dibotakin.” Sindu tanya sekali lagi. “Janji kita harus ditepati.”.” . Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata. “Apakah kamu sudah gila?”. maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak. “Betul nih ayah? Yah pasti”.” Sindu menjawab. dia mendekatiku dengan mata penuh harap.” Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. Dan semua perhatian (aku. “Boleh ayah akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok tapi semuanya akan saya habiskan. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin / dibotakin pada hari Minggu. jawabku. Agak ragu-ragu sejenak. demi ayah. mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect”. Ibu dan istriku msh kuno. “Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak. dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu” Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. “Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya.Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Istriku spontan berkata permintaan gila. “Sindu jangan minta komputer atau barang-barang lain yang mahal yah. Aku menjawab. istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi. bahkan nyawa anaknya sendiri. Sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju. harta / kekuasaannya. tidak ada ‘yah. Aku coba memohon kepada Sindu. tapi saya akan minta . tidak mungkin. seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta. Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita.” Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku. “Iya. “…akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. nanti ibumu akan teriak-teriak sama ayah. “Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami. janji”. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita. “Sindu sayang. dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. tak ada keinginan lain kata Sindu.” Sindu dengan menangis berkata. Setelah Sindu melewati penderitaannya. bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi. Tapi Sindu tetap dengan pilihannya.

” Lanjut Ibu tersebut. Yang mengejuntukanku ternyata. serta orang-orang yang memerlukannya. aku mengantarnya ke sekolah. “Anak anda. dia menderita kanker leukemia. kisah islami ( 268 ). sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. sedekah ( 8 ) Sedekah Diantara sunnah puasa adalah memperbanyak sedekah selama bulan Ramadhan dalam rangka membantu fakir miskin. Aku berdiri terpaku dan aku menangis. Anak laki-laki yang jalan bersama-sama dia sekarang. Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang kasih. benar-benar hebat. *** Dari milis siar islam  erva kurniawan 8:48 am pada 18 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). . Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia. menangis tersedu-sedu. kepala anak laki-laki itu botak. cerita teladan ( 355 ).” “Nah Minggu lalu Sindu datang kerumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi.Dengan kepala botak.” Wanita itu berhenti sejenak. kumpulan kisah teladan ( 284 ). kisah teladan ( 352 ). Sindu tolong tunggu saya. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek / dihina oleh teman2 sekelasnya. anak-anak yatim. Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak. Hari Senin. Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata. cerita nasehat. wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus. Sindu. hanya saya betul-betul tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Harish. “Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah. Aku berpikir mungkin “botak” model jaman sekarang. adalah anak saya.

sesobek kain yang biasa kupakai untuk membersihkan perabot-perobot rumah tangga seperti piring. maka jika tidak dapat. mengapa hal ini terjadi.w. Dan di neraka inilah memang tempat penyiksaan bagi orang2 yang bakhil” “Mengapa tangan Ibu yang memegang sehelai kain bekas tidak terlalap api?” “Ketahuilah. karena bencana tidak dapat melangkah mendahului sedekah. teringatlah kita pada wasiat Rasulullah kepada putra menantunya yang bernama Ali bin Abu Thalib. kulihat dalam mimpiku. (HR. gelas. “Sedekah itu dapat menolak mati dalam keadaan yang tidak baik”. aku termasuk wanita bakhil yang enggan bersedekah. Thabrani) “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun sedekah separuh dari biji kurma. suatu waktu datanglah seorang wanita menghadap Rasulullah s. Thabrani) Juga sebagai pelepas dari siksa api neraka. yaitu sedekah dibulan Ramadhan.Rasulullah mengajarkan.a. Ya. Setelah kuteliti secara cermat. Keutamaan sedekah memang sering diwasiatkan Rasul kepada ummatnya. yaitu dengan sepatah kata yang baik” (HR Bukhari Muslim) ** Dikisahkan oleh Aisyah. Segeralah bersedekah. sedang ibu rajin shalat. sedang tangan kirinya tidak terlalap oleh si jago merah. “Bersedekahlah kamu. ibuku disiksa di dalam api neraka. Orang yang bersedekah dapat terhindar dari Mati Suul Katimah. “wahai Ibu. ternyata tangan kirinya memegang sehelai kain bekas” Kemudian aku bertanya. Qudha-I) Dapat menghindarkan dari panas kubur. kursi. karena sedekah itu sebagai pelepasmu dari api neraka” (HR. karena sedekah dapat menolak kejahatan dari dirimu. “Wahai anakku! Selama hidup didunia. Hal ini merujuk sebuah hadits. puasa. bahwa sedekah yang paling utama. (HR. seraya bercerita. . Turmudzi) Berbicara masalah keutamaan sedekah. Wahai Ali! Sedekah secara sembunyi-sembunyi dapat merekam murka Allah. “Wahai Ali! Janganlah kamu abaikan sedekah. meja. sandal dan lain-lain yang dapat menyelamatkan tangan kiriku dari bakaran siksa api neraka” jawab sang Ibu. “Sedekah itu dapat menghindarkan seseorang dari panas kubur. zakat dan ibadah-ibadah lainnya?” Sang Ibu menjawab. kain bekas ini adalah sesuatu yang pernah kusedekahkan selama hidup didunia. sepatu. serta dapat menarik keberkahan dan rezeki sebanyak mungkin”. “Seutama-utama sedekah adalah sedekah dibulan Ramadhan. dan seorang pada hari kiamat hanya bernaung dibawah naungan sedekahnya”.” (HR. “Ya rasul.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->