Kisah Cinta Abu Mubarak Inilah kisah indah percintaan seorang tabi’in mulia. Namanya Mubarak.

Dulu, Mubarak itu seorang hamba. Tuannya memerdekakannya kerana keluhuran pekerti dan kejujurannya. Setelah merdeka ia bekerja pada seorang kaya raya yang memiliki kebun delima yang cukup luas. Ia bekerja sebagai penjaga kebun itu. Keramahan dan kehalusan tutur sapanya, membuatnya disenangi semua temannya dan penduduk di sekitar kebun. Suatu hari pemilik kebun itu memanggilnya dan berkata: “Mubarak, tolong petikkan buah delima yang manis dan masak!” Mubarak seketika itu bergegas ke kebun. Ia memetikkan beberapa buah dan membawanya pada Tuannya. Ia menyerahkan pada Tuannya. Majikannya mencuba delima itu dengan penuh semangat. Namun apa yang terjadi, ternyata delima yang dipetik Mubarak rasanya masam dan belum masak. Ia mencuba satu persatu dan semuanya tidak ada yang manis dan masak.. Pemilik kebun itu gusar dan berkata: ”Apakah kau tidak dapat membedakan mana yang masak dan yang belum masak? Mana yang manis dan mana yang masam?” “Maafkan saya Tuan, saya sama sekali belum pernah merasakan delima. Bagaimana saya boleh merasakan yang manis dan yang kecut,” jawab Mubarak. “Apa? Kamu sudah sekian tahun bekerja di weesini dan menjaga kebun delima yang luas yang telah berpuluh kali berbuah dan kau katakan belum merasakan delima. Kau berani berkata seperti itu!” Pemilik kebun itu marah merasa dipermainkan. “Demi Allah Tuan, saya tidak pernah memetik satu butir buah delima pun. Bukankah anda hanya memerintahkan saya menjaganya dan tidak memberi izin pada saya untuk memakannya?” lirih Mubarak. Mendengar ucapan itu pemilik kebun itu tersentak. Namun ia tidak langsung percaya begitu saja. Ia lalu pergi bertanya kepada teman-teman Mubarak dan tetangga disekitarnya tentang kebenaran ucapan Mubarak. Teman-temannya mengakui tidak pernah melihat Mubarak makan buah delima. Juga tetangganya. Seorang temannya bersaksi: “Ia seorang yang jujur, selama ini tidak pernah berbohong. Jika ia tidak pernah makan satu buah pun sejak bekerja disini bererti itu benar.” *** Kejadian itu benar-benar menyentuh hati sang pemilik kebun. Diam-diam ia kagum dengan kejujuran pekerjanya itu. Untuk lebih meyakinkan dirinya, ia kembali memanggil Mubarak: “Mubarak, sekali lagi, apakah benar kau tidak makan satu buah pun selama menjaga kebun ini?” “Benar Tuan.” “Berilah aku alasan yang boleh aku terima!”

“Aku tidak tahu apakah Tuan akan menerima penjelasanku apa tidak. Saat aku pertama kali datang untuk bekerja menjaga kebun ini, Tuan mengatakan tugas saya hanya menjaga. Itu aqadnya. Tuan tidak mengatakan aku boleh merasakan delima yang aku jaga. Selama ini aku menjaga agar perutku tidak dimasuki makanan yang syubhat apalagi haram. Bagiku kerana tidak ada izin yang jelas dari Tuan, maka aku tidak boleh memakannya.” “Meskipun itu delima yang jatuh di tanah, Mubarak?” “Ya, meskipun delima yang jatuh ditanah. Sebab itu bukan milikku, tidak halal bagiku. Kecuali jika pemiliknya mengizinkan aku boleh memakannya.” Kedua mata pemilik kebun itu berkaca-kaca. Ia sangat tersentuh dan terharu. Ia mengusap air matanya dengan sapu tangan dan berkata, “Hai Mubarak, aku hanya memiliki seorang anak perempuan. Menurutmu aku mengahwinkannya dengan siapa?” Mubarak menjawab: “Orang-orang Yahudi mengahwinkan anaknya dengan seseorang kerana harta. Orang Nasrani mengahwinkan kerana keindahan. Dan orang Arab mengahwinkan kerana nasab dan keturunannya. Sedangkan orang Muslim mengahwinkan anaknya pada seseorang kerana melihat iman dan taqwanya. Anda tinggal memilih, mahu masuk golongan yang mana? Dan kahwinkanlah puterimu dengan orang yang kau anggap satu golongan denganmu.” Pemilik kebun berkata: ”Aku rasa tak ada orang yang lebih bertakwa darimu.” Akhirnya pemilik kebun itu mengahwinkan puterinya dengan Mubarak. Puteri pemilik kebun itu ternyata gadis cantik yang solehah dan cerdas. Ia hafal kitab Allah dan mengerti sunnah NabiNya. Dengan kejujuran dan ketaqwaan, Mubarak memperoleh nikmat yang agung dari Allah SWT. Ia hidup dalam syurga cinta. Dari percintaan pasangan mulia itu lahirlah seorang anak lelaki yang diberi nama“Abdullah”. Setelah dewasa anak ini dikenal dengan sebutan “Imam Abdullah bin Mubarak” atau “Ibnu Mubarak”, seorang ulama di kalangan tabi’in yang sangat terkenal. Selain dikenali sebagai ahli hadis, Imam Abdullah bin Mubarak juga dikenali sebagai ahli zuhud. Kedalaman ilmu dan ketaqwaannya banyak diakui ulama pada zamannya. Inilah Buah cinta yang Berasaskan Ketaqwaan, semoga kita dianugerahkan cinta yang disertai ketaqwaan. *** Sumber: Sahabat

Peri dan Petani Tulisan ini diinspirasi oleh cerita seorang sahabat. Ceritanya sebenarnya sudah banyak diketahui orang, tapi ada sedikit modifikasi yang membuatnya menjadi menarik untuk diceritakan kembali. Meski konteksnya saat sahabat saya bercerita itu cuma guyon, tapi sebenarnya ada pelajaran yang bisa dipetik. Saya berusaha menuliskannya. Enjoy! Alkisah ada seorang petani tua yang miskin. Dia hidup berdua saja dengan istrinya. Tiap hari dia pergi ke sawah sambil membawa cangkul besi satu-satunya miliknya, menyeberangi sebuah sungai yang cukup dalam. Pada suatu hari, saat menyeberangi sungai dalam perjalanan ke sawah, si petani tanpa sengaja menjatuhkan cangkulnya. Cangkul itu langsung tenggelam ke dasar sungai. Si petani tertegun sedih, meratapi kecerobohan yang membuatnya kehilangan benda miliknya yang paling berharga. Saat merenungi nasibnya itu, tiba-tiba datanglah seorang peri menghampirinya. “Hai petani, kenapa kau bersedih?” “Aku kehilangan cangkulku. Padahal hanya dengan itulah aku bisa menghidupi diri dan istriku.” “Baiklah…tunggu sebentar”, kata si peri. Lalu ia menghilang, dan tak lama kemudian muncullah kembali sambil membawa sebuah cangkul terbuat dari emas murni. “Inikah cangkulmu?”, tanya si peri. “Bukan. Cangkulku tidak sebagus itu. Hanya cangkul biasa saja”, jawab si petani. Lalu si peri menghilang kembali, dan sebentar kemudian muncul sambil membawa cangkul perak. “Inikah cangkulmu?”, tanya si peri kembali. “Bukan. Cangkulku cuma terbuat dari besi.” Untuk ketiga kalinya, si peri pergi, dan saat kembali kali itu dia membawa sebuah cangkul besi.

“Inikah cangkulmu? Si petani mendadak terlihat gembira. “Benar…benar…inilah cangkulku…”, sahutnya sambil tersenyum. Si peripun ikut tersenyum, lalu berkata,”Wahai pak tani, aku salut akan kejujuranmu. Engkau tidak silau dengan hal-hal keduniawian. Sebagai anugrah, kuberikan juga cangkul emas dan cangkul perak kepadamu.” Lalu diserahkannyalah cangkul emas dan cangkul perak tadi kepada si petani. Si petani tentu saja bergirang hati mendapatkan rejeki tersebut. Pemberian emas dan perak itu kemudian dijualnya untuk memperbaiki tingkat kehidupannya. Meskipun mendapat rejeki besar, tapi si petani tidak berubah. Ia tetap bekerja keras dan mencoba bersikap jujur dalam setiap kesempatan. Suatu hari, seperti biasanya ia pergi ke sawah. Bedanya, kali ini ia ditemani istrinya. Saat menyeberangi sungai, tiba-tiba istrinya terjatuh dan hilang ditelan arus sungai. Si petani terkejut dan tidak mampu menolong istrinya, akhirnya iapun cuma bisa menangis sedih. Tiba-tiba si peri muncul kembali, dan terjadilah dialog yang mirip seperti di atas. Singkat kata, si peri pergi, dan saat kembali, ia membawa Paris Hilton (bagi yg belum tahu Paris Hilton, ia adalah selebritis jetset yang suka hidup mewah, pewaris Hilton raja jaringan hotel). “Inikah istrimu?”, tanya si peri sambil menyodorkan Paris Hilton. “Benar…benar…dialah istriku”, jawab si petani setelah melihat dan mengamati Paris Hilton dengan cermat. Si peri langsung berubah wajahnya. Ia kemudian berkata,”Wahai pak tani, ternyata engkau tidak jujur. Engkau mengaku memiliki sesuatu yang sebenarnya bukan milikmu. Aku kecewa…” Sebelum si peri melanjutkan ucapannya, si petani memotongnya,”Dengan mengakui Paris Hilton sebagai istriku, justru aku bersikap jujur, wahai peri…” Si peri keheranan dengan jawaban si petani. Dia bertanya,”Coba jelaskan, apa maksudmu?” Si petani kemudian berkata panjang lebar,”Coba pikirkan…Kalau aku tidak mengakui Paris Hilton sebagai istriku, maka engkau akan membawakanku Angelina Jolie, Demi Moore, atau selebritis lainnya, baru kemudian engkau mengembalikan istriku. Lalu engkau akan terkesan akan kejujuranku, dan akan memberiku Paris Hilton dan Angelina Jolie untuk hidup bersamaku, selain istriku sendiri.” Lanjut si petani,”Coba bayangkan…mana sanggup aku membiayai selebritis-selebritis itu. Dari mana aku dapat uang? Aku hanya seorang petani miskin. Karena itu aku mencoba jujur pada keadaanku. Aku tidak sanggup menghidupi mereka, lalu kuputuskan untuk menjawab seperti tadi. Aku tahu engkau kecewa, dan aku tahu jika engkau kecewa pasti aku tidak akan mendapatkan siapa-siapa, termasuk istriku sendiri. Tapi paling tidak aku tidak mengkhianati kehidupanku sendiri…” Dan si peripun menjadi speechless dengan jawaban si petani itu… ** EPILOG:

Saya yakin ada yang tertawa membaca cerita di atas, tapi ada juga yang tertegun. Menurut sahabat saya, moral of the storynya adalah bahwa sulit sekali bagi kita untuk tidak berprasangka kepada orang lain. Sulit karena fenomenanya terlihat jelas di hadapan kita. Bahkan saat kita sudah berusaha keras untuk tidak menaruh prasangka buruk, kadang-kadang bayangan tuduhan itu tetap muncul juga… Cerita di atas bisa menjadi pelajaran bagi kita yang kadang mudah menjatuhkan cap jelek kepada orang lain. Sesungguhnya cap jelek yang kita timpakan itu tidak selalu benar. Sesungguhnya terkadang yang ada hanyalah beda pandangan saja. Si peri menuduh petani tidak jujur karena dia mengakui Paris Hilton sebagai istrinya, sementara si petani berpendapat bahwa kejujuran tidak hanya sebatas pada pengakuan lisan saja. Sebelum berprasangka, kita juga perlu sadar bahwa kadang-kadang pandangan orang yang kita cap jelek itu malah lebih baik daripada pandangan kita. Bagi kita yang kadang menjadi korban prasangka buruk, tidak usahlah menjadi panas hati. Pahamilah bahwa prasangka tadi kadang muncul karena perbedaan pandangan atau ketidaktahuan. Jika penyebabnya memang seperti itu, komunikasi yang baik akan bisa menyelesaikan persoalan. Kalau kita bisa bersikap seperti ini, percayalah…hidup akan menjadi lebih ringan… Semoga bisa bermanfaat, baik untuk hiburan maupun renungan.. :-) PS: Untuk pak Isnaeni, terima kasih atas ceritanya yang inspiring…Semoga tidak keberatan kalau saya tuliskan sebagai note… :-) *** Oleh: Lukito Edi Nugroho

Semua Ada Awalnya Oleh Yon’s Revolta Cobalah jangan menjadi orang sukses, Melainkan berusahalah untuk menjadi orang yang berharga (Einstein) *** Di depan sebuah masjid… Lelaki berjenggot itu nampak serius bekerja. Mengipas-ngipas bara arang dengan beberapa biji jagung muda diatasnya. Dibolak-balik agar merata sambil ditaburi bumbu sesuai pesanan pembeli. Bisa pedas, gurih atau asin. Silakan tinggal memilih saja. Aroma bumbu taburnya bisa kita hirup lezatnya dari dekat.

Belum sempat menyapa dan bercerita banyak dengannya. ribuan mil dimulai dari satu langkah. Memang melihatnya tak sekedar dengan dua mata kita. Tapi mari kita selami lebih dalam lagi tentang fenomena itu. manusia yang mempunyai kemanfaatan tak hanya bagi dirinya sendiri. ada keping-keping hikmah yang tersisa. perlu sejenak menengok dan berevaluasi. anggap saja apa yang dilakukannya kini kita alami. semuanya ternyata bisa menjadi bahan renungan kita. Tentu. ada baiknya kita ingat pesan Rasulullah Muhammad SAW “Berharaplah dengan kebaikan. Pertanyaannya sekarang. Adakah yang bisa menjamin bahwa orang itu memang punya cita-cita sebagai seorang penjual jagung bakar? Saya sendiri tak yakin. Kita. Ya. Saya cenderung memandang apa yang dilakukannya sebagai bagian dari proses.Saya kurang tahu tempat tinggal penjual jagung bakar itu di mana. halal. mata hati. Ataukah kita masih saja terbayang-bayang akan nikmatnya impian. tentu kurang afdhol. tapi bagi orang lain. Ya. Yang saya tahu. ini awalan bagi kita untuk menggapai puncak yang baik. Semoga. tetapi perlu dengan mata jiwa. Sudah teramat banyak cerita orang-orang yang meniti karier dari awal. Keping-keping yang bisa kita petik sebagai renungan tentang kehidupan yang kita jalani selama ini. kitapun akan bisa meresapi sampai ke hati pula. Bagi yang sudah beranjak jauh. Bisa jadi begitu. Menelisik lebih dalam atas apa yang kita kita lihat itu. . Seperti orang yang awalnya penjual koran eceran kemudian menjadi “raja media’. Nah. Dengan begitu. jangan melulu untuk berambisi menjadi orang sukses. Bagi seorang muslim. sebagai langkah awal. Asalkan kita bisa memandangnya dengan cara yang berbeda. semua itu ada awalnya. Tetapi juga bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Mungkin dia punya cita-cita lebih dalam berbisnis. Anggap ini sebagai langkah awal kita untuk meniti karier yang lebih baik dikemudian hari. Ijinkan saya bertanya. apa yang kita lihat. kita coba untuk beranjak berjalan. mungkin saat ini bekerja belum sesuai dengan apa yang kita inginkan. Hari ini. Saya agak sepakat dengan kata Einstein yang saya kutip di atas. Hanya saja. Tapi berusaha untuk menjadi manusia yang berharga. tentu paham di mana keberadaan manusia dimuka bumi ini memang ditentukan sejauhmana dia bermanfaat bagi orang lain. Hari ini. sekira sudah sebulan dia berjualan di situ. Kata pepatah cinta. Apa yang menarik dari pemandangan itu. dan tentunya setelahnya tak hanya kita yang menikmatinya. pasti kalian akan mendapatkannya”. Di setiap tempat. Kapan-kapan kalau diberi kesempatan akan saya ceritakan. langkah terindah yang bisa dilakukan adalah mencintai pekerjaan kita. atau bisa juga keterpaksaan karena hanya peluang itu yang ada. Tepatnya. diridhoi Allah SWT. Selangkah demi selangkah. maka pekerjaan itu dilakukannya. Khusus bagi yang sedang melangkahkan sejengkal demi sejengkal kaki meraih capaian puncak. Barangkali. apakah langkah kaki kita telah terayunkan. kita bisa melakukannya. Kalau hanya mengejar sukses pribadi. Sebuah bagian dari proses pencapaian cita-cita dan impian kita. Mungkin biasa saja. kita belajar tentang proses.

dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. Waktu itu. untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatan membawanya.” Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. adikku mencengkeram tangannya dan berkata. sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai beliau kehabisan nafas. tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Hari demi hari. “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang. Tubuhnya penuh dengan luka. Aku mempunyai seorang adik. adikku berusia 8 tahun. hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!” Malam itu. aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. tiga tahun lebih muda dariku. beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi.*** Aku Menangis untuk Adikku Penulis : Ratu Karitasurya Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Aku berusia 11. Ayah segera menyadarinya. jadi beliau mengatakan. tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. “Siapa yang mencuri uang itu?” beliau bertanya. Aku terpaku. “Ayah. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok. aku yang melakukannya! “ Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. kalian berdua layak dipukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata. Sesudahnya. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. jangan menangis lagi sekarang. aku tiba-tiba mulai menangis meraungraung. terlalu takut untuk berbicara. Bertahun-tahun telah lewat. Semuanya sudah terjadi. orangtuaku membajak tanah kering kuning. dan punggung mereka menghadap ke langit. Ayah tidak mendengar siapapun mengaku. Di pertengahan malam itu. Tiba-tiba. Ayah begitu marah. “Baiklah. “Kak. kalau begitu. Suatu ketika. .

“Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” Saat itu juga. Aku menanyakannya. Aku berkata.Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP. Pada saat yang sama.” Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku. Malam itu. dan air mata memenuhi mataku. aku sedang belajar di kamarku.” Aku. ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. saya telah cukup membaca banyak buku. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku. Siapa sangka keesokan harinya. adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu? “ Aku merasa terenyuh. “Kak. Ia memakaikannya kepadaku. dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi.” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimmu uang.” . “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti ayah mesti mengemis di jalanan. “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya. aku diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. ayah berjongkok di halaman. Hasil yang begitu baik. “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kalau kamu adalah adikku?” Dia menjawab. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun. “Lihat bagaimana penampilanku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya. “Saya melihat semua gadis kota memakainya.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. Aku mendengarnya memberengut. Aku 20. “Ayah. sebelum subuh datang. dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Kalau tidak. ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini. telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak. Suatu hari. saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi. “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik. Tahun itu. aku akhirnya sampai ke tahun ketiga di universitas. menghisap rokok tembakaunya. adikku berusia 17 tahun. adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apapun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. masuk ke universitas tidaklah mudah. sebaliknya. “ Dari sakunya. ayah akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. dan tersekat-sekat dalam kata-kataku. ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan. tersenyum. dan terus menjelaskan. “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!” Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar dan melihat adikku dari jauh. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu. bungkus demi bungkus.

ia berusia 20. “Apakah itu sakit?” aku menanyakannya. Adikku tidak setuju juga. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. ia berusia 26 dan aku 29. “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. “Pikirkan kakak ipar. Dalam acara pernikahannya. ia baru saja jadi direktur. Kamu tahu. Aku berusia 26. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. sekali meninggalkan dusun. Suatu hari. “Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. “Tidak. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Di tengah kalimat itu ia berhenti. dia mengatakan. Tahun itu. ketika adikku sedang di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel. aku menggerutu. Kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah. dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” . Tahun itu. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?” Dengan tampang yang serius pada wajahnya. “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Lihat kamu sekarang. ia membela keputusannya.” Saat Suamiku menjadi direktur pabriknya.” Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Ketika aku menikah. Seringkali suamiku dan aku mengundang orangtuaku untuk datang dan tinggal bersama kami. kaca jendela yang pecah telah diganti. dan saya hampir tidak berpendidikan. jagalah mertuamu saja. ketika saya bekerja di lokasi konstruksi. luka yang begitu serius. Melihat gips putih pada kakinya. Tahun itu. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. adikku 23. mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. tetapi mereka tidak pernah mau. Aku mengoleskan sedikit salep pada lukanya dan membalut lukanya. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. ia mendapat sengatan listrik. lalu masuk rumah sakit. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya. tidak sakit. pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya. “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!” Lalu ia berkata. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu. batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya. Kali pertama aku pulang ke rumah setelah menghadiri undangan pernikahan seorang teman. Mereka mengatakan. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. aku tinggal di kota. “Bu. sambil tersenyum. “Kak. berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku dipenuhi air mata. Jika saya menjadi manajer seperti itu. Melihat mukanya yang kurus. seratus jarum terasa menusukku. Aku 23. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. dan kelihatan bersih di mana-mana.

“Ketika saya pergi sekolah SD. selama saya masih hidup. tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Itu dilakukan untuk memberi nuansa Islam di tengah keluarganya. saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya. Zubaida Jomaa. Ketika kami tiba di rumah. . di tengah kehidupan negeri tanggo Brasil. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Suatu hari. seperti ditulis Islamonline. Nuansa Islam. *** Diterjemahkan dari “I Cried for My Brother Six Times” Puasa Zubaida dan Kutukan Tetangga Setiap Ramadhan. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. pemeluk agama Islam di sana tidak menonjol. orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku. Sedangkan ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu.” ujar Zubaida. air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai. Dengan mayoritas penduduknya beragama Katolik. Sejak hari itu.” Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. adalah sesuatu yang mahal. ia menjawab.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini. “Kakak saya. sekolah kami ada di dusun yang berbeda.Tanpa berpikir. di depan kerumunan perayaan ini. saya bersumpah. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku. Setiap hari kakak dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah.” Tepuk tangan membanjiri ruangan itu.net. “Saya ingin melihat keluarga saya duduk bersama selama bulan suci. “Dalam hidupku. berjuang mengajak keluarganya untuk berbuka puasa bersama setidaknya sekali dalam seminggu. 44.

ada 27. Muslim di Brasil masih kesulitan dalam mengajarkan Islam kepada anak-anaknya. Selama Ramadhan. Federasi Islam Brasil menempatkan angka pada sekitar satu setengah juta. Akan tetapi. Riod de Janeiro dan Sao Paulo. seperti Muslim di belahan bumi lain. dia selalu mengajarkan bahwa Ramadhan adalah saat refleksi.” tegas dia.” tutup Zubaida. dan Lebanon yang menetap di Brasil pada abad kesembilan belas selama Perang Dunia I dan pada 1970-an. Hal itu karena masih banyak masyarakat Brazil yang tidak mengerti ajaran agama Islam. Muslim di Brazil mendedikasikan waktu mereka untuk menjadi lebih dekat kepada Allah. wanita muslim itu ingin mengajarkan anak-anaknya arti puasa selama bulan Ramadhan. Mayoritas Muslim adalah imigran keturunan Suriah. Menurut sensus 2001. karena mereka tidak mengerti. Momentum Ramadhan juga dipergunakan untuk mempelajari Alquran yang mulia. “Saya senang melihat anak-anak saya berpikir tentang makna Ramadhan yang sama. “Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan berkah dalam kehidupan Muslim manapun di seluruh dunia. Dia menjelaskan. Mereka lebih banyak berdoa.239 Muslim di Brasil. Palestina. dan melakukan perbuatan baik. Ada juga jumlah masyarakat Muslim yang signifikan di Mato Grosso do Sul dan Rio Grande do Sul.Meskipun hidup dalam masyarakat barat. *** By Republika Pencuri yang Tercuri . Salah satu contohnya. Sebagian besar muslim tinggal di negara bagian Parana. anak-anaknya sudah belajar berpuasa sejak umur sembilan tahun. “Banyak orang yang mengkritik dan menuduh yang tidak baik kepada keluarga saya. menahan diri dari hawa nafsu.” kata Zubaida. Namun. Saat itu.” ujar Zubaidah. “Tapi saya tahu apa yang saya lakukan sesuai agama Allah dan itu baik untuk menanamkan nilai Islam kepada anak saya. banyak tetangga Zubaida yang mengutuk karena membiarkan anak kecil berpuasa. Muslim merasa murni dari kotoran dan berpuasa menjadikan Muslim bersikap lebih baik. orangtua umumnya sulit mengajar anak-anak mereka untuk berpuasa selama bulan suci. Goias.

” kata si pencuri. “Berwudulah dengan air ini. “Sekarang sudah saatnya kau pulang dari sini. Tidak ada barang berharga di rumahnya. tidak khawatir sama sekali dengan kedatangan si pencuri.” “Baik. Kerjakan semampumu. jika kau memang menghendaki. “Tuan! Bolehkah aku menambah dua rakaat lagi?” “Silakan. “Saudaraku.” .” Malik pun mengizinkan. aku ingin tinggal di sini untuk sehari ini. Dan aku tidak akan membiarkanmu keluar dari rumahku tanpa membawa apa-apa. Ia tetap mengerjakan shalat. dan secara kebetulan. Saya nukilkan kisah Malik dan si pencuri dari buku Qashash min Siyar al-Musytaq al-Jannah (Kisah Para perindu Surga) karya Muhammad ibn Hamid Abdul Wahhab.” Tapi si pencuri berkata. Sangat miskin. Sebab. sampai-sampai ia tidak hanya menambah dua rakaat. “Jika Tuan mengizinkan.” kata Malik. Si pencuri terkejut. Malik berdiri lalu ke belakang mengambil air dan menyodorkannya kepada si pencuri. dirinya hanya orang miskin yang tidak punya apa-apa.” kata Malik. Jelas. si pencuri mendekati Malik.” Si pencuri masih terpaku. pencuri itu memasuki rumah Malik ibn Dinar. Kau akan keluar dari rumah ini dengan membawa kebaikan. Aku sudah berniat berpuasa. “Kau sudah memasuki rumahku tapi tidak menemukan apa-apa.” kata Malik. Malik mengucapkan salam kepada pencuri. Ternyata rumah ini ada penghuninya. tapi terus mengerjakan salat sampai waktu subuh tiba. Malik ibn Dinar yang saat itu sedang mengerjakan shalat di kamarnya tahu jika ada yang masuk ke rumahnya. Ia mencari-cari barangkali ada barang berharga yang bisa dicuri. Semua ruangan dimasuki. Sampai kemudian si pencuri masuk ke kamar tempat Malik mengerjakan shalat. Keduanya bertatapan. itu adalah keputusan yang sangat salah.Malik ibn Dinar adalah seorang periwayat hadis dari generasi tabi’in. Tuan. Malik baru selesai mengerjakan shalat. jika ada pencuri memasuki rumahnya. Setelah selesai mengerjakan shalat. Si pencuri tampak menikmati shalat malam itu. “Lalu kerjakanlah salat dua rakaat. Suatu malam. Ia seperti terhipnotis. menuruti semua perintah Malik. “Silakan. Ia orang miskin.” jawab Malik. sementara si pencuri hanya terpaku. “Kau akan pergi dengan membawa hidayah. Ia yakin jika pencuri itu tidak akan menemukan apa pun yang bisa dibawa. Seperti pencuri yang satu ini.

Sampai kemudian ia bertemu dengan temannya sesama pencuri. kepedulian. Dan jangan sampai nanti kita keluar darinya tanpa membawa pengaruh apa-apa.” kata si pencuri. Itulah yang semestinya kita petik dari puasa. Kesucian ada di setiap hati kita. Selanjutnya hanya perlu kesungguhan—dengan dukungan keadaan—saja bagi masing-masing benih itu untuk tumbuh. kasih sayang. melainkan kita.com/read/2010/08/26/190442/1428925/630/pencuri-yang-tercuri Puasa Mengharukan Si Penyapu Jalan By Republika . tentu saja. tapi yang ada adalah ‘diri yang suci’. Pencuri itu berlalu.” “Biar itu menjadi urusanmu dengan Allah. bukan bulan yang berhak mendapat label suci.” kata Malik. bercabang. kesabaran. Benih-benih kebaikan dan keburukan tertanam di setiap hati kita. Setelah semua itu.Saat hendak pergi. Dan puasa yang kita laksanakan selama Ramadan ini adalah keadaan yang mendukung untuk menumbuhkan benih-benih kebaikan di hati. Sering kita dengar ia disebut ‘Bulan Suci’. Tempat-tempat hiburan diminta ditutup agar tidak menodai kesucian bulan itu. menjadi batang. dan sifat-sifat ilahiah lainnya yang selama ini mungkin tak terawat. “Tapi dia ternyata orang miskin yang tak punya apa-apa. cinta.” kata temannya itu. justru dia yang mencuri apa yang kumiliki selama ini. Dan penyebutan seperti itu kerap diterjemahkan dengan aksi sapu-bersih tempat-tempat yang dianggap menjalankan kemaksiatan. Apakah seperti itu? Tidak. “Kemarin aku berniat mencuri di rumah seseorang bernama Malik ibn Dinar.” Kita telah memasuki Ramadan. Begitulah fitrah manusia. disiplin.detik. Sia-sia. bukan di suatu tempat atau pada waktu tertentu. bunga-bunganya mekar dalam perilaku: kearifan. Dan. lalu kita jaga sebaik mungkin. si pencuri berkata kepada Malik. Tidak ada yang disebut ‘bulan suci’. “Aku pikir kau membawa banyak hasil curian. “Aku ingin bertobat. Kita telah memasuki Ramadan. ( gst / vta ) *** ramadan.

Tapi bagaimana. ternyata putri bungsunya tersebut cerdas meski memiliki kenangan memilukan. “Meski susah. Rusdijah ialah satu dari sekian banyak perempuan yang berprofesi sebagai petugas kebersihan di Lapangan Banteng. Namun demikian. ibu ini tetap menomorsatukan ibadah puasanya. haus. “Lagi-lagi saya kehilangan. ia pun harus menelan pil pahit lagi. Di tengah morat-marit hidup Ijah dan keluarganya. membuatnya kian ikhlas menjalani hidup sebagai orang tua tunggal. saya tampar dia.” tuturnya. Ia bertekad untuk melanjutkan hidupnya kembali. ia tak tega membiarkan anaknya yang waktu itu masih kelas IV SD untuk berjualan. “Saya sudah lima tahun kerja ini. . “Riska yang buat saya kuat hadapi hidup. Ia pun memutuskan untuk menjadi petugas kebersihan.” paparnya. “Ternyata. dua anaknya jarang pulang. Eh. Ijah pun mengakui. Ternyata. Anak perempuannya itu rupanya yang memberinya kekuatan untuk bertahan. “Waktu itu. Ijah pindah ke Citayam. suaminya pengidap darah tinggi terpeleset di kamar mandi. Dikatain goblok dan bego. rupanya kisah hidup Rusdijah pun cukup memprihatinkan. Ijah pun kembali bangkit. Anak perempuan satu-satunya. terjadi karena hubungan pendek arus listrik. menurut dia. Anak saya keceplosan ‘Biar sekolah gratis tapi kan bukunya bayar’ gitu kata Riska.” ungkapnya. Saya nggak tahu kenapa. Sedahsyat apa pun badai menghantam. Riska (12) pun tak tega melihat ibunya bekerja sendiri. Suaminya pengidap darah tinggi yang telah wafat lima tahun silam akibat terpeleset dari kamar mandi. Namun hebatnya. anak saya ditanyain pas lagi jualan kenapa nggak sekolah. Kebakaran itu cukup memilukan hatinya hingga kini. Ya Allah. Riska tak sedih atau pun muram usai digertak kepala sekolah tersebut. nggak tau apa itu anak yatim. Ijah pun menyelidiki kenapa anaknya digertak dan dikatai dengan ucapan tak senonoh itu. Betapa tidak. Tak lama. “Waktu itu rumah saya kebakaran di Kwitang.Hidup adalah perjuangan. hidupkan harus dilanjutkan. Astaghfirullah.” paparnya. puasa kan juga kewajiban. Sayangnya. Jakarta Pusat. Ia hanya mogok sekolah karena trauma. “Dulu dia nggak mau masuk sekolah. sang pencari nafkah itu pun dipanggil Sang Khaliq tuk selama-lamanya. di bulan Ramadhan ini cukup sulit menjalani dua aktivitas sekaligus. Ijah tidak menyerah sedikit pun. Anak-anaknya yang lain pun giat mencari kerja.” sesalnya. nggak lama itu sekolah didatangi orang DKI. Dua cobaan sudah yang telah menimpa ibu pemilik empat anak lelaki dan satu anak perempuan ini. “Ternyata Riska nggak nyerah. itu anak digertak sama kepala sekolahnya. berpuasa dan membersihkan lapangan. Anaknya yang ketiga wafat karena sakit. Dia bener-bener jadi tukang koran sama abangnya keempat. Kebakaran itu. “Nggak ada satu pun barang yang tersisa.” ujar Rusdijah saat ditemui di Lapangan Banteng. Dari situ saya dipaksa buat ngeluarin Riska dari sekolah. Akhirnya. Usai insiden kebakaran yang menghanguskan rumah lengkap dengan seluruh perabotannya. Dia nggak pernah nangis dikatain teman-temannya tukang koran. “Riska minta izin mau jadi tukang koran.” tuturnya memilukan. “Masih sedih kalau ingat itu. selang beberapa lama Riska mengakui ia tidak mau masuk sekolah lantaran takut dan trauma.” katanya.” ujarnya. Di lubuk hati Ijah.” paparnya. Riska dianggap sumber tercemarnya nama sekolah. Selain pengorbanannya yang total pada pekerjaannya itu. saya kesal.” ujarnya.” ucap Ibu yang akrab disapa Ijah ini mengawali ceritanya. Tetapi. Rusdijah mengaku. ibu beranak lima ini berjuang keras tiap hari demi bertahan hidup di tengah kerasnya kota Jakarta.” ujar Ijah. Selang beberapa bulan ia dan keluarga pindah ke Citayam. “Capek. Kata itu tampaknya cocok disematkan untuk Rusdijah (45). Ternyata cobaan tak berhenti sampai disitu.

Uangnya nggak pernah dijajanin. Beliau juga ingin tahu. Alhamdulilah. terjadilah dialog.00 pagi. Kaget? Sama seperti Siti Fatimah ketika itu. “Saya Fatimah. Ada keperluan apa?” “Saya hanya berkunjung saja” “Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya?” “Saya bersama dengan anak saya. Setelah mengetuk pintu. iya. Dia berangkat kan naik kereta. Siti Fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama Muti’ah ketika itu. “Riska tiap hari bangun pukul 04. Pulang sekolah. Waktu itu. Dagang dulu. Hasan. amal apakah yang bisa membuat wanita itu bisa masuk surga pertama kali? Setelah bertanya-tanya. Siti Fatimah berkunjung bersama dengan anaknya yang masih kecil. “Di luar. Siapakah Muti’ah? Karena rasa penasaran yang tinggi. ingin melihat lebih dekat kehidupannya. putri Rasulullah” “Oh. *** Naskah: Ina Febriani/irf Wanita Pertama Yang Masuk Surga Dan siapakah nama wanita itu? Dia adalah Muti’ah. dia dagang lagi.” tutupnya penuh haru. yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga. baru sekolah di SMPN 273 Tanah Abang. guru-gurunya bilang Riska pintar.Ijah kini hidup bahagia dengan putrinya yang kerap mengerjakan PR di kereta dan sering tertidur hingga Bojong karena saking lelahnya. Buat saya semua. Kali ini ia ingin bersilaturahmi ke rumah wanita tersebut. Hasan?” . siapa?” kata Muti’ah tidak membukakan pintu. akhirnya Siti Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah.

saya belum memintakan izin bagi Husein. Fatimah. wanita yang bernama Muti’ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita. Maaf ya. dia juga lelaki. “Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan” “Tetapi maaf. Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang. Jadi saya ajak juga!” “Dia perempuan?” “Bukan. Siti Fatimah kembali berkunjung ke rumah Muti’ah. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah Muti’ah. saya harus ke ladang!” “Ada keperluan apa?” “Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya” “Oh. Ia melakukan shalat dan lainnya. Kembalilah esok!” “Baiklah” Kembali Siti Fatimah kecewa. “rahasia” wanita itu tidak terkuak juga. dia lelaki juga kan? Maaf ya. Terjadilah dialog seperti hari kemarin. ternyata Husein (saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut juga. “Maaf Fatimah. Siti Fatimah dan kedua putranya kembali mengunjungi kediaman Mutiah. Kembalilah besok. Keesokan harinya. Siti Fatimah masih penasaran juga. Namun. Akhirnya hari esok pun tiba. rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya tersebut diperkanankan masuk surga pertama kali. Husein ternyata merengek meminta ikut. Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui. Setelah mengucapkan salam. dia lelaki” “Wah. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya. Selain mengajak Hasan. ia pun pergi. Betapa senangnya Siti Fatimah karena inilah kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri wanita tersebut. Akhirnya. Saya belum mendapatkan izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki” “Tetapi Hasan masih anak-anak” “Walaupun anak-anak. Menurut Siti Fatimah. saya akan meminta izin dulu kepada suami saya” “Baiklah” kata Fatimah dengan nada kecewa. begitu” .“Maaf. Muti’ah.” “Tetapi dia juga masih anak-anak” “Walaupun anak-anak. akhirnya mereka pun diperkenankan berkunjung ke rumahnya. Muti’ah pun memberanikan diri untuk memohon izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya. Hampir tidak ada yang istimewa.

Muti’ah?” “Saya hanya memerlukan keridloannya. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu” Fatimah benar-benar penasaran. ternyata Muti’ah juga membawa sebuah cambuk. engkau rela melakukan hal ini. Dan tentu saja melihat tingkah lakuku ini.us Pahlawan Neraka . Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada suami yang baik dan sang suami ridlo kepada istrinya” “Ya… ternyata inilah rahasia itu” “Rahasia apa ya Fatimah?” Mutiah juga penasaran. “Ceritakanlah padaku!” “Begini. Namun disertai sebuah cambuk. “Rasulullah Saw mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali. Muti’ah?” kata Fatimah penasaran. Dan aku pun ridlo atas dirinya” “Masya Allah. maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut kemudian mencambukku. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. *** Sumber: Kaskus. Namun yang tidak habis pikir. hanya demi menyenangkan suami. suamiku begitu tersentuh hatinya. Ternyata semua gara-gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang sholeh. “Oh. “Untuk apa cambuk ini. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau tidak. Jika ada yang tidak enak. setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam.” Subhanallah. ini. apakah suaminya seneng atau tidak.Tidak ada yang salah dengan makanan yang dibawa Muti’ah yang disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya. Ia pun ridlo atas diriku. Ini aku lakukan agar suamiku ridlo dengan diriku.

dia kelihatan seperti singa yang lapar menerkam mangsanya. Mendengar perkataan itu. Kedua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Dalam pertempuran dengan musuh mereka. Tiba saat pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua pihak kembali ke markas masing-masing. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam masuk ke dalam neraka. dia menjadi buah bibir waktu itu. Tetapi dia menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka. Melihat keadaannya yang parah. Aku berperang untuk membela kehormatan kaumku. kemudian baginda berkata. Badannya dipenuhi dengan darah. Rasulullah sadar para sahabat tidak percaya begitu saja. “Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman. Kalau tidak karena itu. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah. “Demi Allah aku berperang bukan karena agama tetapi untuk menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Para sahabat saling berpandangan dengan lainnya mendengar jawapan Rasulullah itu. manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. tetapi bunuh diri.” Para sahabat heran mendengar jawapan Rasulullah SAW. Di sana Nabi Muhammad SAW dan para sahabat berkumpul membincangkan pertempuran yang telah terjadi itu. aku tidak akan berperang.” *** Riwayat ini dirawi oleh Luqman Hakim. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di benak mereka. “Semasa Qotzman dan Aktsam ikut dalam medan perang bersamasama. Qotzman mengalami luka parah akibat ditikam oleh musuh. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya.” Menurut Rasulullah SAW lagi. mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka yaitu. Dengan keberaniannya itu. orang menyangka dia sebagai ahli surga. Qotzman. Dalam perbincangan itu. Qotzman mengatakan.Suatu hari satu terjadi pertempuran antara pihak Islam dengan pihak Musyrik.” “Dia melakukan perbuatan itu adalah karena dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya. sebelum dia mati. “Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka.” kata salah seorang sahabat. . Akhirnya dia mati bukan karena melawan musuhnya. Rasulullah SAW pun menjawab.

kalau itu agendamu nggak akan berhasil. no. Kamu pasti kalah and gagal. maka ayolah makan. tapi lebih dari itu. Sehingga. tidak ada neraka.” “No.Hayo. tidak perlu takut.” Giliran anaknya kedua yang ditanya. kalau mau leha-leha. (Namanya aja setan. aku akan beritahukan mereka bahwa tidak ada kehidupan akhirat dan tidak ada kehidupan setelah kematian. mau judi. Setan harus mengumpulkan tiga anaknya untuk menjalani fit and proper test. dia punya tiga anak. apa agenda kerjamu?” Sambil mengabaikan putra pertamanya yang sudah tereleminasi. mau sakau. Terjadilah persaingan berat mengenai siapa yang berhak menggantikan kedudukan sang Ayah. “Begini. dan tidak ada kehidupan akhirat. nanti waktunya mati ya mati aja. nge-sek-nge-sek. aku nggak bisa kasih kekuasaanku ama kamu. “Kalau kamu yang aku pilih. ada neraka. Sorry Nak.” sergah si Setan sambil geleng-geleng kepalanya. ayo. no. silahkan!” Penuh semangat. . Mereka terlalu banyak dan nggak akan dengerin pogram kamu. “Sumpeh loh?” tanya anak Setan yang tertua itu lagi. dengan gaya mirip para nggota parlemen yang sedang mencari dukungan rakyat bergaya seolah-olah sedang di hadapan audience. minum. aku akan berusaha meyakinkan-nya. Bahwa satu-satunya kebenaran adalah kehidupan ini sendiri. “Di bumi sana sudah terlalu banyak calo dan agen-agen Tuhan yang sudah mencuci otak manusia sejak berabad-abad. tidak usah takut. “Hhhmm. “Kalau kamu yang gantiin kedudukanku. Aku tidak hanya akan cukup memberitahu bahwa tidak ada surga.Penundaan Terdengar kabar bahwa si Setan mau pensiun. Pap. apa agendamu dalam menjalankan tugas menggoda manusia-manusia lemah di muka bumi?” tanya si Setan pada anaknya yang tertua. ada reward and ada punishment. Kata kabar. jadi tidak kenal sopan santun sama orang tuanya). Mereka bilang ada sorga.

Sekarang juga ambillah kekuasanku dan mulailah bekerja.” . Wafat Kabar wafat Rasulullah saw yang didengar dengan kedua telinga Umar ra telah mengeluarkanya dari kesadaran. sama saja dengan memberi peluang dan kebebasan. Rasulullah saw sesungguhnya masih hidup. nanti kalau sudah berumur. Kalau kamu ngomong begitu. reward juga punishment. Kamu gak pede. aku akan bilang pada manusia. aku tidak akan kasih kekuasaanku kepada yang nggak pede. Ia hanya pergi menemui Rabbnya sebagaimana Musa bin Imran pergi meninggalkan kaumnya selama empat puluh hari. kamu pasti sukses.a.” Sambil mengabaikan lagi yang sudah tereleminasi. atas Wafatnya Rasulullah Reaksi Umar Saat Mendengar Rasulullah saw. sangat meyakinkan. sorga itu ada. *** Sumber Tulisan Oleh : Abi Maulana (GET REAL Maka Hidup Ini Menakjubkan! Penerbit Gagas Media. reward ada punishment juga pasti. dan Sikap Abu Bakar r. kalau agendamu juga nggak jelas. Demi Allah. Nikmati aja dulu hidup ini. ah. si Setan mengarahkan dirinya ke putra ketiganya yang pedenya oke. malah ujungnya mereka akan sadar. Tidak. smart! Penundaan ! Kita buanget tuh! Kamu akan mengharumkan namaku. Begini Pap. tapi apa gunya mikirin surga dan neraka. aku siap dan sanggup kok. “Laki – laki dari kaum munafik membuat isu bahwa Rasulullah saw telah wafat. Rasulullah saw akan kembali dan akan memotong tangan dan kaki laki – laki yang menyebarkan isu bahwa beliau telah wafat.“Kamu akan ‘berusaha meyakinkan’. Beliau berdiri dan bersuara dengan lantang. terpaksa aku nggak jadi pensiun. berarti kamu belum yakin agendamu itu bisa jalan. neraka juga ada. kemudian kembali kepada mereka. Cetakan pertama. biarin aku akan jalankan tugas ini sampai mati. atau kalau hidup kamu sudah benar-benar mapan and bisa ngejamin cucu-cucu dan cicit-cit. dan itu setelah diisukan bahwa ia telah mati.” “Nggak perlu sampai Papi mati. 2007) Reaksi Umar r. baru deh mulai pikirin itu” “Hahaha.a. NANTI ajalah. “Kamu putraku yang terakhir. justru ini akan bikin mereka bosan dan muak.

Umar enggan menuruti suruhan itu. aku baru yakin bahwa Nabi saw. Abu Bakar keluar dan menyuruhnya untuk duduk. Mereka semua kemudian menyambut ayat itu sehingga aku mendengar ayat itu dibacakan oleh semua orang tanpa kecuali. wahai Rasulullah. pada waktu itu.” Ibnu Musayyab meriwayatkan bahwa Umar mengatakan. maka sesungguhnya Allah hidup dan takkan pernah mati. Abu Bakar menyingkap kain yang menutupi wajah Rasulullah saw. maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun. Tanpa mengatakan apa – apa kepada masyrakat. “Walau dengan bapak dan ibuku engkau kutebus. `Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul. ia memasuki rumah Aisyah dan terus menuju ke tempat Rasulullah saw. dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. maka sesungguhnya Muhammad telah wafat. “Wahai Umar. Begitu turun dari punggung kudanya. Abu Bakar tiba dari kediamannya di Sunh. Saat itu aku tercengang sampai – sampai aku merasa kedua kakiku tidak membawaku lagi. ” (HR Bukhari) *** (Sumber : Mahmud al-Humawi. sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul . ia langsung menuju ke mesjid. telah kau jalani.Sikap Abu Bakar atas Wafatnya Rasulullah saw. Allah berfirman. “Demi Allah. Abu Bakar dll. Sesaat kemudian ia mengatakan. akan tetapai orang – orang segera meninggalkanya dan menghadapkan wajah mereka ke arah Abu Bakar.. Sedangkan satu kematian yang telah ditentukan kepada engkau. 2003) . Allah tidak mengumpulkan padamu dua kematian. “Demi Allah. Dan barang siapa di antara kalian yang menyembah Allah. tampak seakan – akan semua orang belum pernah tahu bahwa Allah telah menurunkan ayat tersebut kecuali setelah Abu Bakar membacakanya. Abu Bakar kemudian angkat bicara. Jakarta : Gema Insani Press. Zuhair. Ketika itu aku limbung ke lantai setelah mendengar Abu Bakar membacakan ayat itu. “Amma Ba’du. Benar telah wafat. duduklah!” ujar Abu Bakar. dengan menunggang seekor kuda. barangsiapa di antara kalian yang menyembah Muhammad.” Sementara Umar tengah berbicara di depan orang – orang. Yang berbaring ditutup sehelai kain yang dihiasi aneka warna. lalu mencium kening beliau dan air matanya pun mengalir deras. Washaaya wa `Izhaat Qiilat fi Aakhiril-Hayaat / Wasiat – wasiat akhir hayat dari Rasulullah. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang ? Barangsiapa yang berbalik ke belakang. merunduk.’ (QS Ali Imran 144) Ibnu Abbas menyebutkan. aku tidak ingat ayat itu kecuali setelah Abu Bakar membacanya.

luar dan dalam. anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin. Anak itu kembali mengambil / mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin.Mengapa Kita Membaca Al-Qur’an. tapi ketika sampai di depan kakeknya. dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih. dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya. ” Dan dia pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin. Sang kakek menjawab. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor.” Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya. “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai. “Kakek. Dengan terengah-engah. tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah. Meskipun Kita Tak Mengerti Satupun Kata Bahasa Arab Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. Kamu harus mencoba lagi lebih keras. Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Sia-sia saja”. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Alqur’an. Kakeknya tertawa dan berkata. “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali”. mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya? Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu. menjawab pertanyaan sang cucu. aku ingin sekeranjang air. “Aku tidak ingin seember air. Kali ini anak itu berlari lebih cepat. “Nak. Suatu hari ia bertanya pada kakeknya. ia berkata. keranjang itu kosong lagi. “Kakek. Kakeknya mengatakan. dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air. . Pada saat itu. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan memcoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya?” Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian. tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk menggati keranjangnya.” Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya. ini tidak ada gunanya.

Orang Anshar dan istrinya menemani sang tamu. kecuali makanan anak-anak kita. aku tidak mempunyai apapun kecuali air. Rasul kemudian bersabda di hadapan para sahabat. Perilaku ini merupakan wujud persaudaraan sejati sesama Muslim.” Tamu itu pun datang. muliakanlah tamu Rasulullah ini. Ia bermaksud meminta bantuan kepada Nabi karena sedang dalam kesusahan. tanpa kamu menyadari kamu akan berubah. ya Rasul.” Mendengar itu. Ia berpesan kepada istrinya. Ternyata. apa yang terhadi ketika kamu membaca Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali. Suatu ketika ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW. matikanlah lampu dan perlihatkan kepadanya seolah-olah kita sedang makan. “Tidak. Itulah pekerjaan Allah dalam mengubah kehidupan kamu. hasilnya sama.” Mendengar jawaban istrinya. Rasul menyuruh laki-laki itu kepada istri beliau yang lain. “Demi Allah yang telah mengutusmu dengan hak. Akhirnya sahabat Anshar dan istrinya itu tidur dalam keadaan lapar. Sesampai di rumah ia berkata kepada istrinya. seolah-olah sedang makan pula. “Wahai istriku. Maka istri Rasul berkata. Jika tamu kita sudah masuk. Mereka semua duduk. luar dan dalam. “Siapa yang mau menjamu tamu pada malam ini?” Seorang laki-laki dari kaum Anshar menyanggupinya. “Aku. “Hiburlah mereka (anak-anaknya). Itsar memiliki nilai yang mulia di sisi Allah.” Orang Anshar ini lalu membawa laki-laki tersebut ke rumahnya.“Cucuku. Jika mereka mau makan malam maka tidurkanlah.” *** Itsar Oleh : Mujiyanto Al itsar atau mengutamakan orang lain adalah tindakan yang disunahkan oleh Rasulullah SAW. tapi ketika kamu membacanya. orang Anshar ini tidak lantas mengusir sang tamu. Tamu itu pun makan dalam keadaan gelap. . Rasulullah kemudian menyuruh laki-laki itu untuk menemui salah satu istrinya. Apakah engkau punya sesuatu?” Istrinya menjawab. Istri Rasulullah hanya punya air.

Arab Badui dari gunung? Demi Allah kalau bukan karena wajahmu yang bersinar dan parasmu yang indah maka aku akan adukan hal ini kepada kekasihku Muhammad. juga berkata “Ya Karim”. lalu berkata “Apa maksudmu mengikuti perkataanku? Apakah kau sengaja mengejekku karena aku seorang A’rabi.” (Mutafaq alaih) Alangkah indah jika karakter itsar muncul sekarang. *** Sumber: Dari Sahabat. kini justru karakter mementingkan diri sendiri yang mendominasi kehidupan kita. bukan berarti itsar tidak bisa kita lakukan. Namun. Rasulallah saw pun mengikutinya dari belakang dan berkata “Ya Kariim”. Agar kita memiliki sifat tawadhu’ dan sikap hidup yang selalu memberi perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. Berasa ada yang mengikutinya dari belakang. Memang tidak bisa dimungkiri. Rasulallah saw pun mengikutinya dari belakang. jadilah kita seseorang yang memiliki jiwa seperti Rasulallah saw yang selalu tawadhu’. Itsar mendorong kita untuk mau menekan ego dan mengorbankan kepentingan pribadi demi orang lain. kalau begitu. A’rabi tadi menengok ke arah suara. Kemudian A’rabi itu berjalan menuju ke arah pancuran Kab’ah lalu berkata lagi dengan suara lebih keras “Ya Kariiim”. . dan menghormati semua kelompok manusia tidak perduli apapun kedudukanya. Republika. Apalagi banyak anggota masyarakat yang mengalami kesusahan hidup. Nah. “… Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan. beliau mendengar seorang A’rabi (Arab Badui dari gunung) berkata dengan suara keras “Ya Kariim”. semua itu tak berarti sedikit pun jika tak memiliki sifat perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. maka Allah akan menggantinya….” (QS Saba [34]: 39).id Ya Karim Oleh: Hasan Husen Assagaf Kisah berikut patut dijadikan bahan renungan. “Allah sungguh takjub karena perbuatan engkau bersama istrimu tadi malam pada saat menjamu tamu. Nabi pun berkata. Diriwayatkan ketika Rasulallah saw sedang bertowaf. Rasulallah saw”.Ketika waktu Subuh. Biarpun kita memiliki kedudukan yang tinggi dan terhormat. sahabat Anshar ini menemui Rasulullah SAW dan menceritakan perbuatannya. sederhana.co.

bahwa sesungguhnya aku adalah Nabimu di dunia dan pemberi syafa’at bagimu di Akhirat”. Agar kita memiliki sifat tawadhu’ dan sikap hidup yang selalu memberi perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. aku diutus sebagai saksi. sederhana. Nah. Lalu Rasulallah saw berkata “Ketahuilah. bukan perkasa dan penyombong” Seketika itu juga malaikat Jibril as turun dari langit kepada Rasulallah saw lalu berkata “Allah mengucapkan salam kepadamu. sesungguhnya Arsy dan seisi-isinya bergetar mendengar tangisamu. sesungguhnya esok Kami akan menghisab amalnya yang kecil sebelum yang besar. Dia berfirman “Katakanlah kepada A’rabi janganlah merasa bangga dengan amal kebaikanya. A’rabi tadi lalu berkata lagi “Jika Allah akan menghisabku esok. Tangisan Rasulallah saw didengar oleh malaikat Jibril as yang membuatnya turun lagi dari langit. Katakanlah bahwa ia akan menjadi temanmu nanti di surga”. dengan kehendakNya. “Demi Allah. dengan sepontan ia menarik tangan beliau lalu menciumya berkali kali. kalau begitu. bahkan sampai yang sekecil kecilnya tidak akan diluputkan. Rasulallah saw lalu berkata lagi “Apakah kamu beriman kepadanya?. A’rabi pun berkata “Apakah Allah akan menghisabku kelak ya Rasulallah???” Rasulallah saw berkata “Iya betul. maka aku akan menghisabNya atas ampunanNya yang maha luas. jadilah kita seseorang yang memiliki jiwa seperti Rasulallah saw yang selalu tawadhu’.Rasulallah saw pun tersenyum lebar mendengar uraian A’rabi tadi. Walaupun Rasulallah saw berusaha menarik tangan beliau. Jika Dia akan menghisabku atas kekikiranku maka aku akan menghisabNya atas kemurahanNya yang tampa batas”. Lalu Rasulallah saw menyampaikan pesan Allah kepada A’rabi tadi. Lalu dengan penuh tawadhu’ beliau menahan lagi tangannya sambil menariknya. bagaimana caranya kamu akan menghisab Allah kelak?” Dengan lantang dan penuh keyakinan A’rabi tadi berkata “Jika Allah akan menghisabku atas dosa dosa yang aku lakukan. maka akupun akan menghisabNya kelak” Rasulallah saw merasa heran mendengar jawaban A’rabi tadi. maka aku akan menghisabNya atas maghfirahNya yang tidak terbatas. dan menghormati semua kelompok manusia tidak perduli apapun kedudukanya. tapi A’rabi tadi tetap memegangnya dengan keras dan menciumnya. apakah kau pernah melihat Rasulallah? A’rabi tadi berkata “Aku belum pernah melihatnya sama sekali”. Mendengar uraian A’rabi tadi Rasulallah saw menangis tersedu-sedu sehingga jenggot beliau basah dengan airmata. dan mengkhususkan tahiyyatNya atasmu. Kisah di atas patut dijadikan bahan renungan. lalu berkata “Wahai saudaraku. lalu berkata kepada beliau “Wahai Rasulallah janganlah kamu menangis. Jika Dia akan menghisabku dengan maksiat yang aku perbuat. pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Wallahua’lam Hasan Husen Assagaf . Allah akan menghisabmu kelak”. Allahumma shalli a’la sayyidina Muhammad wa a’la alihi wa shahbihi wa sallim. Begitu A’rabi tadi mengetahui bahwa beliau adalah Rasulallah saw. tegasnya. seraya berkata “Perlahan-lahan wahai saudaraku. wahai saudaraku. Biarpun kita memiliki kedudukan yang tinggi dan terhormat. sesungguhnya aku diutus sebagai Nabi bukan sebagai raja. Katakanlah kepada saudaramu A’rabi sesungguhnya Allah tidak akan menghisabnya dan ia tidak usah menghisabNya. lalu berkata “Wahai saudaraku. semua itu tak berarti sedikit pun jika tak memiliki sifat perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. aku beriman kepadanya walaupun aku belum pernah melihat wajahnya dan percaya dengan risalahnya walaupun aku belum pernah bertemumuka dengannnya”.

Sang khalifah pun berkata. memaafkan kesalahan orang lain. “. dan basahlah baju sang khalifah. Terkadang masih tersimpan dendam untuk membalas orang yang berbuat kesalahan terhadapnya. menahan amarahnya terhadap orang lain. aku memerdekakanmu karena Allah”. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS 3: 134) Saudaraku. Suatu hari.”. Ketiga.dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. gubernur. assalamu ‘alaikum wa rahmatu-lLahi wa barakatuH. “Aku telah menahan amarahku”. Khalifah menjawab. Pelayan itu berkata lagi. . dan panglima perangnya. Tiba-tiba seorang budak yang bertugas membawa minuman menumpahkan kendi. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. di antaranya para menteri. “Wahai amirul mukminin. Memaafkan kesalahan orang itu. Khalifah menjawab. amma ba’d. Khalifah Harun ar Rasyid sedang menjamu para undangan penting.dan mema`afkan (kesalahan) orang”.. Mengampuni kesalahan orang itu. …dan orangorang yang menahan amarahnya”. Dengan muka yang memerah sang khalifah menatap pelayan tersebut.Menahan Amarah bismi-lLah wa-lhamdu li-lLah wa-shshalatu wa-ssalamu ‘ala rasuli-lLah wa ‘ala alihi wa ashhabihi wa ma-wwalah. “… dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Kedua. Pelayan yang cerdik itu berkata. “Aku telah mema’afkan kamu”. tidak mencelanya. dan tidak ada dendam untuk membalas kejahatan orang itu. “Sekarang. mendoakan orang tersebut dan berbuat kebaikan. bukankah Allah berfirman.. tidak ada dendam. ayat di atas menerangkan 3 tingkatan para wali: Pertama. Pelayan itu berkata lagi.

“Aku bertugas menggoda orang mukmin yang selalu berzikir dan membaca basmalah menyebut nama Allah. “Suatu ketika Abu Hurairah ra. maka aku tetap kusut. dalam kitabnya yang bernama “Hasyiyah Ala Mukhtashar Ibnu Jamrah” yang berisi penjelasan kitab Mukhtashar Shahih Bukhari. dan memakai baju bagus. Ketika hendak makan dan minum ia membaca basmalah menyebut nama Allah. Dan ketika memakai pakaian ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku ikut memakai pakaiannya. betapa agung faidah membaca basmalah. Setan gemuk itu bertanya pada setan penggoda kaum mukmin yang kurus. Setan penggoda orang kafir itu gemuk. kering. beliau menuturkan. Ketika minum dia juga tidak menyebut nama Allah sehingga aku bisa ikut minum. Setan tidak bisa ikut makan makanan orang yang membaca “Bismillahirrahmanirrahim !” .. dan telanjang. Ketika memakai minyak ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku ikut minyakan. kau kurus kering.salah seorang sahabat nabi terkenal. “Kenapa keadaanmu menyedihkan. Grand Syaikh Al-Azhar Mesir yang ke-13. Aku bersama orang kafir yang tidak pernah menyebut nama Allah. Ketika memakai minyak ia menyebut nama Allah. kusut dan telanjang ?” Setan kurus menjawab. segar.” *** Begitulah. maka aku tetap lapar dan haus. kusut. bertemu dengan setan penggoda orang mukmin dan setan penggoda orang kafir. Di antaranya. “Kalau begitu aku beruntung. menulis beberapa kisah nyata tentang keajaiban basmalah. Sedangkan setan penggoda orang mukmin kurus.*** Dari Sahabat Keajaiban Basmalah SYAIKH MUHAMMAD AS-SANWANI. Dan ketika memakai baju ia juga menyebut nama Allah sehingga aku tetap telanjang ! “ Setan gemuk menyahut. Pada waktu makan ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku bisa makan bersamanya sampai puas. rapi.

Diantaranya adalah serangan banjir yang menenggelamkan Makkah beberapa tahun sebelum bi’tsah. Baginda Rasulullah Saw mengajarkan agar umatnya memulai segala perbuatan baiknya dengan membaca basmalah. ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah beserta Ismail (seraya berdoa). Penghormatan dan pengagungan terhadap Ka’bah merupakan “sisa” atau peninggalan dari syari’at Ibrahim as yang masih terpelihara di kalangan orang Arab. setelah menghadapi “perang berhala” dan penghancuran tempat-tempat peribadatan yang di dirikan di atasnya. Rasulullah saw sebelum bi’tsah pernah ikut serta dalam pembangunan Ka’bah dan pemugarannya. menurut riwayat yang paling shahih. Ibrahim as membangunnya berdasarkan wahyu dan perintah dari Allah : “Dan (ingatlah).Bahkan dalam sebuah hadis Rasulullah Saw bersabda. sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Cetakan X. menyebut nama Allah SWT. Agar perbuatannya itu benar-benar penuh berkah. terimalah daripada kami (amalan kami). “Ya Rabb kami. *** Sumber Tulisan Oleh : Habiburrahman El Shirazy (Di Atas Sajadah Cinta.” (Al-Baqarah : 127). Penerbit Republika. bahwa rumah yang dibacakan basmalah maka setan tidak akan bercokol dan bermalam di dalamnya. sehingga menambah kerapuhan bangunannya. Ibrahim as. Beliau ikut serta aktif mengusung batu di atas pundaknya. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy Ka’bah adalah “rumah” yang pertama kali dibangun atas nama Allah. Setelah itu Ka’bah mengalami beberapa kali serangan yang mengakibatkan kerapuhan bangunannya. Dibangun oleh bapak para Nabi. Hal ini memaksa orang-orang Quraisy harus membangun Ka’bah kembali demi menjaga kehormatan dan kesucian bangunannya. untuk menyembah Allah dan mentauhidkan-Nya. September 2006) Keikutsertaan Nabi SAW dalam membangun Ka’bah Oleh : Dr. . Pada waktu itu Rasulullah saw berusia 35 tahun. tidak diganggu setan dan mendapatkan ridha dari Allah Yang Maha Rahman.

Tidak sepatutnya ayah anak ini masih hidup. “Singkirkan kainmu di atas lutut. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy Ketika berusia 12 tahun. Abbas berkata kepada Nabi saw. Kemudian Bahira melihat Nabi saw. Rasulullah saw diajak pamannya. Lalu ia mulai mengamati Nabi dan mengajak berbicara. Nabi saw memiliki pengaruh besar dalam menyelesaikan kemelut yang timbul akibat perselisihan antar kabilah tentang siapa yang berhak mendapatkan kehormatan meletakkan hajar aswad di tempatnya.” tanya Bahira kepadanya. “Apa status anak ini di sisimu?” “Anakku (Abu Thalib memanggil Nabi saw dengan panggilan anak karena kecintaannya yang mendalam).Bukhari meriwayatkan di dalam Shahih-nya dari hadist Jabir bin Abdullah ra.” Kemudian Nabi saw mengikatnya. Pada waktu kafilah di Bashra. Ia adalah seorang pendeta yang banyak mengetahui injil dan ahli tentang masalah-masalah kenasranian. Kemudian Bahira menoleh kepada Abu Thalib dan menanyakan kepadanya. “Dia bukan anakmu. Semua pihak tunduk pada usulan yang diajukan Nabi saw. *** Sumber : Sirah Nabawiyah. . karena mereka mengenalnya sebagai AlAmin (terpercaya) dan mencintainya. Abu Thalib pergi ke Syam dalam suatu kafilah dagang. ia berkata : Ketika Ka’bah dibangun. Analisis Ilmiah Manhajiah Sejarah Pergerakan Islam di Masa Rasulullah SAW Tauziyah.com Perjalanan Rasulullah saw yang pertama ke Syam dan Usahanya mencari Rezeki Oleh : Dr.” jawab Abu Thalib. mereka melewati seorang pendeta bernama Bahira. Nabi saw dan Abbas pergi mengusung batu.

Bahira berkata. Tetapi kemudian Allah menutup telingaku.” jawab Abu Thalib. dan dikeluarkan oleh Tirmidzi secara panjang lebar dari hadist Abu Musa al-Asy’ari. Dalil tentang hal ini banyak sekali. Ketika aku sampai pada rumah pertama di Makkah. “Dia meninggal ketika Ibu anak ini mengandungnya. “Apa ini?” Mereka berkata. lalu aku tertidur dan tidak dibangunkan kecuali oleh panas matahari.“Dia adalah anak saudaraku. Setelah itu aku tidak pernah lagi menginginkan keburukan. Allah menurunkan firmanNya : “Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Rasulullah saw mulai berusaha mencari rezeki dengan mengembalakan kambing. mereka lalu ingkar kepadanya. dan jagalah dia dari orang-orang Yahudi. aku mendengar nyanyian. Kemudian aku kembali kepada temanku.” (Al-Baqarah : 89). Kemudian pada malam yang lain aku katakan kepadanya sebagaimana malam pertama.” Lalu aku duduk mendengarkannya. bawalah dia pulang ke negerinya. lalu aku berkata. padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapatkan kemenangan atas orang-orang kafir. “Apa yang telah dilakukan oleh Ayahnya?” tanya Bahira. yakni hadist yang diriwayatkan oleh Jumhur Ulama’ Sirah dan para perawinya. Maka laknat Allah atas orang-orang yang ingkar itu.” Ketika orang-orang Yahudi mengingkari janjinya.” Selama masa mudanya Allah telah memeliharanya dari penyimpangan yang biasanya. “Pesta. bahwa orang-orang Yahudi biasa memohon kedatangan Nabi saw (sebelum bi’tsah) untuk mendapatkan kemenangan atas kaum Aus dan Khazraj. Memasuki masa remaja.” Kemudia Abu Thalib cepat-cepat membawa kembali ke Makkah. dengan mengatakan “Sesungguhnya sebentar lagi akan dibangkitkan seorang Nabi yang kami akan mengikutinya. Setelah itu aku tidak pernah menginginkannya sampai Allah memuliakan aku dengan risalah. Lalu kami bersamanya akan membunuh kalian sebagaimana pembunuhan yang pernah dialami kaum ‘Aad dan Iram. Ini mereka ketahui dari berita kenabiannya dan penjelasan tentang tanda-tanda dan sifat-sifatnya yang terdapat di dalam Taurat dan Injil.” Hadist Bahira tentang Rasulullah saw. Rasulullah saw pernah bertutur tentang dirinya. Aku pernah berkata kepada seorang teman yang menggembala bersamaku di Makkah. Itu pun kemudian dicegah oleh Allah. lalu ia bertanya kepadaku. maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui. Sesungguhnya anak saudaramu ini akan memegang perkara besar. “Lakukanlah. Jika mereka melihatnya di sini. dilakukan oleh para pemuda seusianya. Bertutur Rasulullah tentang dirinya : “Aku tidak pernah menginginkan sesuatu yang biasa mereka lakukan di masa jahiliyah kecuali dua kali. menunjukkan bahwa para ahli kitab dari Yahudi dan Nasrani memiliki pengetahuan tentang bi’tsah Nabi dengan mengetahui tanda-tandanya.” Lalu aku keluar. lalu mengalami kejadian sebagaimana malam terdahulu. dan aku pun mengabarkannya. karena aku akan memasuki kota Makkah untuk begadang sebagaimana para pemuda.” kata Abu Thalib. Maka aku pun masuk ke Makkah. seperti berhura-hura dan permainan nista lainnya. pasti akan dijahatinya. . “Aku dulu mengembalakan kambing penduduk Makkah dengan upah beberapa qirath. Di antaranya adalah apa yang diriwayatkan oleh para Ulama Sirah.” Kawan tersebut menjawab. “Tolong awasi kambingku. “Anda benar.

perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. bahwa ketika turun firman Allah : “Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami berikan Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mengenal anak-anak sendiri. lalu saya mengetahuinya. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. bahkan lebih banyak. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan. Anak tunggal pasangan ini. Sebab.Al Qurtubi dan lainnya meriwayatkan. maka saya tidak mengetahui apa yang telah terjadi dari ibunya. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka karena apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri. lalu dikatakannya “ini dari Allah”. *** (Sumber (buku) : Sirah Nabawiyah. dan kecelakaan besarlah bagi mereka karena apa yang mereka kerjakan. Dicobanya lagi . Maha Benar Allah yang berfirman di dalam kitab-Nya : “Dan di antara mereka ada yang buta huruf. Analisis Ilmiah Manhajiah Sejarah Pergerakan Islam di Masa Rasulullah SAW) Kisah: Tangan Sang Anak Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan mereka sendiri. Allah mengutus (Malaikat) kepercayaan-Nya di bumi dengan sifat-sifatnya. ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya. atau oleh tidak adanya isyarat penyebutan Nabi saw di dalam Injil yang beredar sekarang.” Bahkan keislaman Salman al-Farisi juga disebabkan ia telah melacak berita Nabi saw dan sifat-sifatnya dari Injil. Umar bin Khaththab bertanya kepada Abdullah bin Salam (seorang ahli kitab yang telah masuk Islam) : “Apakah kamu mengetahui Muhammad saw sebagaimana kamu mengetahui anakmu?” Ia menjawab. Ini tidak dapat dinafikan oleh banyaknya para ahli Kitab yang mengingkari adanya pemberitaan tersebut. dan mereka hanya mendugaduga. Adapun anak saya. padahal mereka mengetahui.” (Al-Baqarah : 78-79). Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya. kecuali dongengan bohong belaka. (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu.” (Al-Baqarah : 146). para pendeta dan ulama al-Kitab. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran. tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. “Ya. terjadinya pemalsuan dan perubahan secara beruntun pada kitab-kitab tersebut telah diketahui dan diakui oleh semua pihak. tidak mengetahui al-Kitab (Taurat).

Si Ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara Si Ibu juga begitu.tuan. Si anak yang mendengar suara ayahnya. membawanya ke kamar. Sedangkan Si Ibu cuma mendiamkan saja. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya. . Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Si Ayah cukup lama memukulmukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu. “Dita demam. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya. meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. “Oleskan obat saja!” jawab Bapak Si Anak.. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah. gambarnya sendiri.” jawab Si Ibu. pedih sekaligus ketakutan. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya. seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Bu”. Dia juga beristighfar. terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya. apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi. terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Lalu Si Pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. dia terus mengatakan “Saya tidak tahu. tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya.. Pulang dari kerja. kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. Pembantu rumah terbengong. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh. Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan Si Anak kecil luka-luka dan berdarah. cantik … kan !” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa. Tiga hari berlalu. “Kerjaan siapa ini !!!” Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu. Si Bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit. tidak tahu harus berbuat apa.pada mobil baru ayahnya. Si Ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. “Kasih minum panadol aja . Sambil menyiramnya dengan air. Keesokkan harinya. dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Saat pulang petang. jawab pembantunya ringkas. Si Ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya. lukisan ayam. dia ikut menangis. Si Ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Si Ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Si Anak yang tak mengerti apa apa menangis kesakitan.” “Kamu dirumah sepanjang hari. Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. maka coretannya tampak jelas. Ya… karena mobil itu bewarna gelap.. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. kedua belah tangan si anak bengkak. Puas memukul telapak tangan.

“Tidak ada pilihan. ” katanya berulang-ulang. Si Anak menangis kesakitan. pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. Sampai saatnya Si Anak yang sudah lemah dibawa ke klinik.. kembalikan tangan Dita.” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut. demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Dita tak mau lagi ayah pukul. “Ayah.00 sudah siap” kata majikannya itu. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis.” katanya memandang wajah pembantu rumah. Si Ibu meraung merangkul Si Anak.Sebelum Si Ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah. selepas obat bius yang disuntikkan habis. tapi apa yg dapat dikatakan lagi. Untuk apa diambil. Si Ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. “Dita juga sayang Mbok Narti. “Ayah. sayang ibu.. Terasa dunia berhenti berputar. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. Serasa hancur hati Si Ibu mendengar kata-kata anaknya. “Sore nanti kita bawa ke klinik. dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. sekaligus membuat wanita itu meraung histeris. Keluar dari ruang bedah. katanya berulang kali membuatkan Si Ibu gagal menahan rasa sedihnya. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya... Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya.. *** Dari Sahabat . Ditatapnya muka ayah dan ibunya... Namun…. Si Bapak dan Ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?… Bagaimana Dita mau bermain nanti?…. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah.. Kemudian ke wajah pembantu rumah.”. Dita janji tidak akan mencoret2 mobil lagi. Dalam siksaan menahan sakit.. Si Anak bersuara dalam linangan air mata. Pukul 5. “Ini sudah bernanah. Nasi sudah jadi bubur. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Pada akhirnya Si Anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf… Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yang tak bertepi…. Masuk hari keempat. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius.

Sedangkan adiknya. Ia berkata pada diri sendiri. Tidak suka hura-hura. Waktu mudanya banyak dihabiskan di masjid. Karena amal perbuatannya yang baik dan akhlaknya ia dicintai oleh keluarga dan masyarakat. Hampir tiap hari ia mabuk dan melakukan pelbagai macam maksiat di rumah bordil miliknya itu. Perbuatan jahatnya itu membuat dirinya dibenci oleh keluarga dan masyarakat. Dia Maha Pengasih lagi Maha Pengampun. Yang tua. sejak kecil dikenal baik. Setan pun dengan sangat halus masuk melalui pori-pori dan aliran darah. Namun kau tidak pernah merasakan nikmatnya hidup sedikitpun. Sejak kecil ia dikenal nakal. “Sejak kecil kau selalu berbuat kebaikan dan beribadah. Setelah itu aku pulang dan bertobat kepada Allah Swt. Tak pernah menyentuh gelas minuman keras apalagi meminumnya. Saat merampok ia bahkan terkadang juga melakukan pemerkosaan. “Benar juga. untuk merampas harta orang lain. Ia merasa jenuh dengan hidup yang dijalaninya. Hampir segala jenis maksiat dan perbuatan yang menjijikan telah ia lakukan untuk memuaskan hawa nafsunya.” Sementara di rumah bordil. alim dan ahli ibadah. Kenapa aku tidak sesekali menghibur diri ? Hidup cuma sekali. Kau bisa membaca istighfar ribuan kali dalam sholat tahujjud.Ketika Masjid dan Rumah Bordil Roboh Ada dua lelaki bersaudara. Kadang-kadang ia juga ikut gerombolan perampok. Sejak remaja sudah biasa masuk tempat maksiat. . Ia juga tidak suka bergaul dengan wanita yang bukan mahramnya. Setelah itu kau bisa tobat. Nuraninya berkata. Nanti malam aku mau menari dan bersenang-senang bersama wanita cantik di rumah bordil adikku. Rumah bordil adalah tempat biasa ia mangkal. Bukankah Allah itu Maha Pengampun ?” Bujukan hawa nafsunya itu ternyata masuk dalam pikirannya. Ia tidak suka menyakiti orang lain. Tiba-tiba dengan halus sekali nafsunya berkata padanya. Sesekali saja. Namun perilaku dua orang itu berbeda dan akhir hidup mereka juga berbeda. sang kakak yang alim dan ahli ibadah merenung. Lahir di dalam keluarga yang taat beragama. Kau telah mendapat tempat di hati masyarakat dan dikenal sebagai orang baik. Pernah ia dirayu seorang gadis cantik yang masih sepupunya. Keduanya adalah saudara kandung. Adiknya juga merenung. Suatu ketika. Kenapa tidak sesekali kau datang ke tempat adikmu menghibur diri di rumah bordilnya. sangat berbeda dengan kakaknya. namun ia teguh dalam keimanannya.

Sang kakak ditemukan tewas diantara reruntuhan rumah bordil di samping mayat seorang penari wanita dalam keadaan yang memalukan. Ia mencari-cari kakaknya. Kenapa aku tidak mencoba hidup baik-baik seperti kakak. Juga masyarakat. Ia mengambil air wudhu dan masuk ke dalam masjid. Ah. Termasuk masjid dan rumah bordil. Bahwa niat baik harus selalu dijaga. Hidup susah di akhirat sana. ganti pakaian dan bergegas menuju rumah bordil. Masyarakat yang tahu ihwal kedua kakak beradik itu meneteskan air mata. Sedangkan adiknya juga ditemukan tewas di antara reruntuhan masjid. Meskipun tidak ada kakaknya niatnya telah bulat. Semoga saja Allah mau mengampuni dosa-dosaku yang telah lalu. Sementara kakakku akan hidup nikmat di surga. Aku mau kembali ke pangkuan Allah Swt. Demikian juga sang kakak yang saat itu sedang terlena di rumah bordil. Bagaimana aku mempertanggungjawabkan perbuatanku. Ia sudah bertekad bulat untuk tobat meninggalkan semua perbuatan buruknya. sang adik sampai masjid tempat kakaknya biasa ibadah. mereka memusuhiku karena kejahatanku. Siapa tahu saat sedang menuruti hawa nafsu itulah maut menjemput. Sedangkan adiknya yang selama ini dikenal ahli maksiat kok bisa husnul khatimah. Tidak! Aku tidak boleh hidup dalam lembah maksiat terus. Ia sama sekali tidak merasakan gempa. Usai shalat maghrib. Aku mau tobat dan ikut shalat. sehingga keduanya tidak berjumpa di tengah jalan. Maka jangan sekali-kali iseng menuruti hawa nafsu. Goncangan gempa malam itu cukup keras. Ia bertanya pada penjaga masjid. Kalau begini terus kelak aku akan masuk neraka. orang yang selama ini dikenal ahli ibadah kok bisa tewas dengan cara yang sedemikian tragisnya. Orang-orang yang ada di rumah bordil tidak ada yang tahu kemana adiknya itu pergi. Keesokan harinya. Bermacam maksiat telah aku lakukan. Ia tidak merasakan ada gempa. Tiba-tiba bumi tergoncang dengan hebatnya. Sang adik yang sedang larut dalam kenikmatan tobatnya tidak beranjak dari dalam masjid. . ternyata tidak ada. “Awas ada gempa ! Ada gempa !” teriak orang-orang di jalan. sang kakak kembali ke rumah. Mereka tidak habis pikir.” Dan benarlah. Di tempat lain. Dengan peristiwa itu orang-orang diberi pelajaran yang sangat berharga. Na’udzubillahi min dzalik. bagaimanakah besok kalau aku telah mati. Takut kalau-kalau rumah mereka runtuh. Beberapa bangunan roboh.“Sudah bertahun-tahun aku hidup bergelimang dosa. Ia melakukan shalat dan beristighfar sebanyak-banyaknya dengan mata bercucuran air mata. Orang-orang panik keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri. Kedua tangannya mendekap sebuah mushaf di dada. Ketika malam datang kedua saudara itu melakukan niatnya masing-masing. Ia pun menuruti segala yang diinginkan nafsunya di rumah bordil itu bersama para penari dan pelacur. Nanti malam habis maghrib aku akan ke masjid tempat kakak beribadah. Sampai di rumah bordil sang kakak mencari adiknya. Jalan yang diambil dua bersaudara itu tidak sama. Hanya Allah yang tahu. Padahal biasanya kakaknya selalu beritikaf di masjid usai maghrib sampai isya. Meskipun adiknya tidak ada ia tetap melaksanakan niatnya. Bahwa kematian bisa datang kapan saja. Namun tidak ada. agar Allah Swt menganugerahkan akhir hidup yang indah. Akhir hidup yang diridhai-Nya. Apakah aku akan hidup begini terus? Keluarga membenciku karena perbuatanku. Nafsu telah menguasai akal pikirannya. namun ia tidak tahu kemana perginya. Aku harus mencoba hidup di jalan yang lurus. telah pergi meninggalkan rumah bordil begitu mendengar suara azan maghrib. Adapun sang adik. Aku mau beribadah sepanjang sisa hidupku.

Dari lorong ke lorong. Seorang pemuda yang bekerja sebagai penjual kain keliling. Wanita itu telah lama tergila-gila padanya. Sudah berkali-kali diam-diam wanita itu memandangi ketampanannya ketika pemuda itu lewat di depan rumahnya. Dari satu kawasan ke kawasan lain. ya Rabbal ‘Alamin. karuniakanlah kepada kami keteguhan dan keistiqomahan berada dalam jalan-Mu. tiba-tiba ada seorang wanita memanggilnya. Penerbit Republika. Diantara kelebihan pemuda ini adalah postur tubuhnya yang gagah. Ia pun segera menghampiri. Ia berkeliling sambil memanggul kain dagangannya. Kisah yang banyak disebut dari mulut ke mulut sampai abad ini. Begitu masuk rumah. Kulitnya yang putih. Wajahnya yang mempesona. Amin. Karuniakanlah kepada kami husnul khatimah. Ini adalah kisah ketakwaan seorang pemuda. ketika ia sedang berkeliling menjajakan dagangannya. dengan sebuah kelihaian wanita itu bisa mengunci pintu. Itulah karunia Allah yang dianugerahkan kepadanya. September 2006) Suatu nasihat tidak bisa memberi pengaruh sama sekali kepada hati yang sudah keras laksana sebuah batu di dalam air yang tidak bisa lunak (Imam Ghozali) Tubuh Seharum Kesturi DALAM KITAB Al Akhlaq Al Islamiyyah Lin Nasyi’in ada sebuah kisah yang indah menggetarkan jiwa.” *** Sumber Tulisan Oleh : Habiburrahman El Shirazy (Di Atas Sajadah Cinta. Wanita ini menyuruhnya masuk ke dalam rumah. Wanita itu sangat terpesona dengan ketampanannya. Suatu hari. Dan keramahannya yang luar biasa. Sehingga siapapun yang melihatnya akan terpesona karenanya. Dari rumah ke rumah. . Cetakan X. Ia berkeliling dari satu daerah ke daerah. Agaknya wanita itu termasuk golongan bangsawan. Akhirnya masyarakat mengenalnya sebagai Si Penjual Kain Keliling. Rumah itu sangat mewah. Kisah ini terjadi di tanah Syam.“Ya Allah.

Duhai Tuhan. “Aku tahu pasti. aduhai kekasihku dan belahan jiwaku. mukanya. ia mengatakan itu tadi sekedar untuk menyelamatkan diri sesaat. maka ia akan membawa penyesalan sampai akhir hayatnya. Wanita itu justru semakin tertantang untuk menaklukkan pemuda itu. Allah akan menghilangkan cahaya dan kenikmatan dari hatiku. Ya aku harus melumuri tubuhku dengan kotoran. kecuali ada yang ketiga adalah setan. Mereka pasti mempercayai ucapanku karena kedudukanku dan karena kamu telah memasuki rumahku. Sambil menangis ia berkata. Selama ini aku tergila-gila pada ketampananmu. lalu ia mengatakan. dada. Tidak sedikit orang yang menurutkan hawa nafsunya. semua usahanya sia-sia belaka. Mencari tempat yang tenang untuk berfikir. apa yang mesti aku lakukan ? Berilah hamba-Mu petunjuk ya Allah. Ya Allah. Ia pasrah kepada Allah. Tak ada seorang laki-laki dan wanita yang berduaan. Terkadang tindakan nekat harus dilawan dengan nekat juga. “Baiklah. Sungguh ini adalah kesempatan luar biasa. Karena sang pemuda tetap saja menolak. Demikianlah sabda Rasulullah Saw. Beberapa detik kemudian sekonyong-konyong terbitlah ide nekatnya. ‘Sungguh aku takut pada Allah !’ Aku juga tahu bahwa orang yang meninggalkan sesuatu karena takut pada Allah. tak ada seorang pun didalam rumah selain mereka berdua. ia lalu buang air besar dan melumuri seluruh tubuhnya dengan kotoran buang air besarnya.” Benar saja. Setiap perkataan yang diucapkan pemuda itu justru membuat wanita itu semakin menggila dan nekat. Ia menolak dengan tegas. diantara golongan yang akan mendapatkan naungan pada hari tidak ada naungan lagi di hari kiamat adalah seorang pemuda yang diajak berzina oleh seorang wanita cantik dan berkedudukan. “O tentu saja boleh. “Duhai pemuda tampan. Pemuda itu terus berfikir bagaimana mencari jalan keluar. tangan.Wanita itu berkata. “Ya Allah ya Rabbi. sungguh hal yang sangat menyakitkan. Sebenarnya aku memanggilmu tidak untuk membeli barang daganganmu. Kau akan dianggap penjahat paling nista. Dan orang-orang itu bisa marah dan menggantungmu hidup-hidup ! “ Wanita itu mengancam dengan serius. tidak ! Sekali-kali aku tidak akan melakukannya ! Tapi apa yang bisa aku perbuat ? Apakah aku harus loncat dari jendela ? hal itu tidaklah mungkin karena jendela ini terkunci sangat kuat dan sulit sekali membukanya. Namun. Semoga jika ia melihatku seperti itu. maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. dan semuanya. wanita itu mengancam. Ia sendiri sebenarnya merasa jijik. wanita tersebut sangat gembira karena mengira ia akan menuruti keinginannya dan berkata dengan hati meluapkan kegembiraan. Tiba-tiba tercetus sesuatu dalam fikirannya. Akibatnya kamu akan binasa. Bahkan ia mual dan sempat muntah. Kalau begitu aku harus melumuri tubuhku dengan kotoran.” . ia akan merasa jijik lalu mengusirku. ia bergumam. Sambil tersenyum ia berkata. tapi semata karena aku sangat mencintaimu. Sang pemuda pun mengingatkannya dan menakutinya akan pedihnya siksa Allah. Seluruh rambutnya. Bolehkah aku ke kamar mandi untuk bersih-bersih dahulu ? Lihatlah tubuhku penuh dengan peluh yang baunya tidak sedap ! “ Begitu mendengar ucapannya. Ia tak mau maksiat tapi juga tak mau mengalami hal yang konyol. Wanita bangsawan itu dengan penuh harap merayunya untuk berzina. Wanita adalah perangkap setan. Jika aku lakukan kemaksiatan ini. aku akan berteriak sekeras-kerasnya dan mengatakan kepada orang-orang bahwa ada orang yang masuk kerumahku dan ingin memperkosaku. karena rasa takutku padaMulah aku melakukan ini ! maka gantikanlah untukku yang lebih baik. “Jika kamu tidak menurut apa yang kuperintahkan. Namun pemuda itu tak bergeming dengan keimanannya.” Sang pemuda pun segera masuk ke kamar mandi. Diserapahi orang banyak sebagai penjahat lalu digantung tanpa ampun. tidak.” Pada saat itu. Sampai di dalam kamar mandi tubuhnya gemetar karena takut terjatuh pada kemaksiatan.

hai orang gila ! Dasar pemuda gila. Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat yang sejak dahulu menjadi habitatnya. dia tak merasakan sayapnya yang mulai tertempel salju. Sampai ke tanah.Lalu iapun keluar dari kamar mandi. Si Burung pipit tak mampu berbuat apa apa. Jika itu yang terjadi barang dagangannya bisa tidak laku. Ia langsung melepas pakaiannya dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya. seekor Burung Pipit mulai merasakan tubuhnya kepanasan. “Keluarlah. ada sebuah makam yang tertuliskan “Al-Miski”. makin ke utara makin sejuk. salju yang menempel di sayapnya justru bertambah tebal. Cetakan X. dia semakin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara lagi. Ketika ia keluar dari kamar mandi. Ia takut dilihat orang dan takut mereka akan menggunjingnya. makin lama makin tebal. Ia menjerit dan berteriak dengan keras. terbang jauh ke utara yang konon kabarnya. Terbawa oleh nafsu. menyangka bahwa riwayatnya telah tamat. Kisah ini menjadi bukti keagungan Allah. Beberapa orang yang melihatnya terheran-heran dan menertawakannya.” Ia berjalan keluar dan berpura-pura bertingkah laku seperti orang gila. Allah SWT menunjukkan kekuasan-Nya. September 2006) Perjalanan Seekor Burung Pipit Ketika musim kemarau baru saja mulai. . pelan-pelan dia merasakan kesejukan udara. Penerbit Republika. dan akhirnya dia jatuh ke tanah karena tubuhnya terbungkus salju. Ia terus berjalan menuju rumahnya lewat jalan yang sepi. Dan begitu wanita tersebut melihatnya ia terkejut bukan main. Benar. karena ia akan dianggap benar-benar gila. Ia merasa jijik. *** Sumber Tulisan Oleh : Habiburrahman El Shirazy (Di Atas Sajadah Cinta. Ia merasa sangat lega ketika sampai dirumahnya. Bau itu tercium dari jarak beberapa meter. Kisah nyata ini masih bisa dilihat bekasnya. keluar kau jangan kau kotori rumahku. Allah menjadikan bau harum yang luar biasa memancar dari seluruh pori-pori tubuhnya hingga ajal menjemputnya. udara disana selalu dingin dan sejuk. Akhirnya ia dikenal dengan sebutan “Al-Miski” atau Orang Yang Seharum Kesturi. Di tanah Syam. lalu mengumpat pada lingkungan yang dituduhnya tidak bersahabat. Itulah kubur orang mulia yang menjaga kesuciannya ini. Begitu sampai diluar ia cepatcepat cari tempat yang aman.

Namun si burung kecewa mengapa yang datang hanya seekor Kerbau. dia mengira telah mendapatkan teman yang ramah dan baik hati. Ketika kita baru saja mendapatkan kenikmatan. Mendengar suara rintihan. mengulurkan tangannya. Namun perlahan lahan.org) Sabarnya Nabiullah AS . mengelus dan membersihkan sisa-sisa salju yang masih menempel pada bulu si burung. seekor Kerbau yang kebetulan lewat datang menghampirinya. 4. 3. Namun apa yang terjadi kemudian. dan tamatlah riwayat si Burung Pipit ditelan oleh si Kucing. belum tentu cocok buat kita. dan demikian pula sebaliknya.Dia merintih menyesali nasibnya. dia hanya berdiri. banyak pesan moral yang dapat dipakai sebagai pelajaran. Waspadalah terhadap orang yang memberikan janji yang berlebihan *** Sumber : Dari Sahabat (myQuran. Si Kerbau tidak banyak bicara. salju yang membeku pada bulunya pelan-pelan meleleh oleh hangatnya kotoran kerbau. Si Burung mengira lagi bahwa dia akan mati karena tak bisa bernapas. 5. dan mengeluarkan kotoran ke atas tubuh si burung. dia maju satu langkah lagi. Halaman tetangga yang nampak lebih hijau. si Burung bernyanyi dan menari kegirangan. Si Burung Pipit semakin marah dan memaki-maki si Kerbau. dia dapat bernapas lega dan melihat kembali langit yang cerah. seketika itu juga dunia terasa gelap gulita bagi si Burung. Lagi-lagi si Kerbau tidak bicara. Mendengar ada suara burung bernyanyi. dia merasakan kehangatan. dia menghardik si Kerbau agar menjauh dan mengatakan bahwa makhluk yang tolol tak mungkin mampu berbuat sesuatu untuk menolongnya. jangan lupa dan jangan terburu nafsu. jangan dipakai sebagai satu-satunya ukuran. seekor anak kucing menghampiri sumber suara. Begitu bulunya bersih. kemudian kencing tepat diatas burung tersebut. menjilati. diantaranya : 1. Si Burung Pipit berteriak kegirangan. bernyanyi keras sepuas puas-puasnya. agar tidak kebablasan. 2. Apa yang pada mulanya terasa pahit dan tidak enak. Seketika itu si Burung tidak dapat bicara karena tertimbun kotoran kerbau. kadang-kadang bisa berbalik membawa hikmah yang menyenangkan. *** Dari kisah ini. mengais tubuh si burung dan kemudian menimang nimang. Baik dan buruknya penampilan.

Sabarnya Ayub AS. atau karena ingin amar makruf nahi munkar atau karena ingin sekedar beribadah secara lebih baik. Sabar ujian ketaatan seorang Nabi Musa as Inilah kesabaran seorang Musa as. tapi sebuah ilustrasi yang memudahkan kita untuk memahami jenis-jenis kesabaran. yang mengeluarkan energi keberaniannya namun tetap tegar ketika berkali-kali ia mengajak Firaun untuk bertobat. sabarnya Yusuf AS. dan itu terjadi hampir sepanjang usianya. sabarnya Sulaiman AS. Sungguh membutuhkan kesabaran yang besar ketika kita sedang berjuang ingin konsisten menjalankan sholat secara khusyuk atau ketika kita ingin memperjuangkan hak-hak umat Islam misalnya. Ujian ketaatan bukan sesuatu yang datang seibarat ujian kesusahan atau kesenangan. Sabar ujian kesenangan Nabi Sulaiman as Sanggupkah kita sesabar Sulaiman as ketika ia melawan godaan kesenangan dunia yang ingin menutup hatinya? Bukankah kesenangan lebih mudah membuat kita melupakan Sang Pencipta Kesenangan ? Sungguh Sulaiman as tetap tegar dalam keimanan. Dialah yang sanggup mengatakan tidak pada Zulaika ketika Allah mengujinya kesabarannya untuk berbuat maksiat bahkan ketika Allah telah menyediakan sarana yang memudahkannya untuk berbuat maksiat. Sabar ujian kemaksiatan Nabi Yusuf as Hamba sahaya mana yang sanggup menolak godaan wanita yang punya kekuasaan dan cantik rupawan. Wallahu ‘alam bish shawab . istri yang cantik dan sebagainya. tidak pula merupakan pilihan seibarat pilihan berbuat maksiat atau menolak maksiat. Ujian ketaatan adalah ujian yang diciptakan sendiri oleh seorang manusia di jalan Allah akibat keinginannya yang kuat untuk menjalankan perintah dan larangan Allah. pasukan yang besar. walau Allah mengujinya dengan kerajaan yang besar. Sabar ujian kesusahan Nabi Ayub as Sungguh Ayub as seorang yang sangat sabar melawan godaan kesusahan yang berniat mematahkan keteguhan imannya? Allah telah mengujinya dengan berbagai penderitaan sakit fisik luar dan dalam yang sangat dahsyat dan menjijikkan. kekayaan yang melimpah. dan sabarnya Musa AS Ini bukan untuk membandingkan tingkat kesabaran diantara tiap nabi tersebut. kalau bukan seorang Yusuf as.

Hak kita sebagai manusia adalah berlomba-lomba menyebarluaskan kata-kata kebaikan kepada seluruh umat manusia. tentu ia akan meminta agar digunakan pada orang soleh yang selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan berikutnya. Engkau boleh saja menikmati keindahan alam pertanian. tapi bisa jadi kain kafanmu sedang dipesan si pemilik toko. tapi bisa jadi kain kafanmu ada di truk pengirim barang yang sedang diparkir di pinggir toko kain itu. tapi bisa jadi seorang penenun sedang memintal kain kafanmu. Engkau boleh saja berencana. *** Hak cipta adalah milik Allah semata. Kita tidak tahu kapan hidup kita berakhir. siapa gerangan pembeli berikutnya. tapi boleh jadi seorang petani sedang memanen kapas bahan kain kafanmu. Dari Sahabat tidak terburu-buru mengambil keputusan tegar dengan tujuan yang ditetapkan tuntas sesuai kemampuan tidak gampang pasrah hati tetap senang ketika diuji Kisah Sepotong Kain Putih Hari ini ada ribuan gulung kain. Esok hari. 3. . Hari ini ada sedemikian banyak kain kafan yang seolah bertanya untuk siapa ia akan dibeli. Bisa jadi kain putih itu kita sendiri yang membelinya untuk tetangga atau keluarga terdekat kita. diukur dan dipotong. Tapi yang jelas kain itu ada di suatu tempat. Bisa jadi kain putih itu akan dibeli orang yang tidak kita kenal. Engkau boleh saja tidur nyenyak. Kita juga tidak tahu kain kafan mana yang akan menemani kita di kuburan. 4.Catatan tambahan. Bisa jadi seseorang sedang membelikannya untuk jenazah kita yang sedang menunggu dikubur. Engkau boleh saja tertawa. 2. ciri kesabaran : 1. diperjual-belikan di pasar-pasar di kota ini. 5. Hari ini ada sedemikian banyak kain putih. yang sedang dibeli. Seandainya ia bisa berbicara. Kain putih itu sendiri tidak pernah tahu kepada siapa ia akan digunakan. Hari ini ada sedemikian banyak kain putih yang siap digunakan sebagai kain kafan.

Selang beberapa meter jaranknya dari bus. dililit utang sehingga tidak mampu lagi membayarnya. namun malangnya karena sopir bus tersebut terlalu tajam membanting setir ke kiri. Diam-diam dia memanjat pohon nangka tersebut. Beberapa jam berjalan akhirnya diapun menemukan jurang didepannya.*** Sumber : Sahabat Kisah: Pemuda Dililit Utang Malang benar nasib pemuda ini. akhirnya dia berpikir bahwa bunuh diri adalah jalan terbaik baginya. dia terus menyusuri jalan ditengah keremangan malam sambil mencari cara agar bisa bunuh diri. karena tangkai tempat mengikatkan tali tidak kuat menahan beban tubuhnya sehingga tangkai pohon itu patah dan akhirnya jatuh kebawah. Tidak puas dengan cara pertama. Ditengah malam yang gelap gulita. akhirnya diapun pun memutuskan untuk menjatuhkan dirinya dan kali ini pasti berhasil pikirnya. mengalungkan tali dilehernya. Setelah menunggu agak lama akhirnya datang juga sebuah bus yang mengangkut banyak penumpang. dia mencari cara lain. Pemuda tersebut berjalan menyusuri jalan. dia mengambil tali untuk gantung diri dipohon nangka dibelakang rumahnya. pemuda ini lalu mengambil ancang-ancang. dan akhir-nya Pemuda tersebut terbebas dari maut. Ternyata ajalnya belum ditetapkan disini. dia tetap bertekad bulat untuk bunuh diri. lalu menjatuhkan dirinya kebawah. kemudian mengikatkannya di tangkai. akhirnya bus tersebut tidak mampu dikendalikan dan akhirnya jatuh ke jurang sehingga seluruh penumpang bus tewas saat itu juga (Inna lillah wa innaa ilaihi rooji`uun). dan lucunya lagi dia jatuh tepat diatas tumpukan kotoran kerbau. . pemuda tersebut langsung melemparkan tubuhnya ke tengah jalan. namun karena Sopir Bus itu terlalu mwas sehingga ketika melihat sesuatu ditengah jalan dia langsung membanting setir ke kiri. namun karena larut malam akibatnya kendaraan yang lewat agak jarang sehingga pemuda ini agak lama juga menunggu kendaraan yang lewat. Tidak puas dengan dua kali kegagalan bunuh dirinya. kemudian berhenti di tikungan tajam dimana banyak dilalui kendaraan.

[QS. –=[# Hai orang-orang yang beriman. akhirnya pemuda itu lupa untuk bunuh diri. dan mereka itu mendapat azab yang pedih. memiliki istri cantik serta hidup serba kecukupan.al-`ankabuut : 23] #]=– *** Salam rindu buat saudaraku se-iman. Dari Sahabat  . Dia langsung bangun dengan kagetnya.. dia langsung lari mengambil kunci mobil dan melarikan diri dari rumah agar terhindar dari maut. Dan janganlah kamu MEMBUNUH DIRIMU . apa yang terjadi ?. terjadilah peristiwa yang sangat menakutkan. kecuali orangorang yang sesat". dan kelamaan melihat jam di tangannya tanpa memperhatikan jalan yang dilaluinya. dan pada tubuh pemuda itu hanya terdapat luka lecet kecil dan juga sedikit memar. dia semakin gugup. disuatu malam. sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Subhaanallah. dan tepat jam 05:00 subuh. tubuhnya gemetaran. [QS. Pemuda tersebut menjadi kaya raya. dengan harapan agar tubuhnya terhempas diatas bebatuan sehingga ia dapat mengahiri hidupnya. mereka putus asa dari rahmat-Ku. Akhirnya Janda tersebut mengambil pemuda itu di pagi hari di kebunnya dan ditemukan dalam keadaan siuman. semakin takut. Jam semakin mendekati pukul 05:00. ia meninggal dunia. dibawah jurang sana ternyata sebuah kebun yang subur dan rimbun. serta hidup mewah. tubuh pemuda itu jatuh tepat diatas pepohonan itu yang ternyata pemiliknya adalah seorang Janda yang cantik dan kaya raya.al-hijr : 56] #]=– –=[# Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia. Dia menancap gas mobil dengan kencang-nya ditengah hujan yang lebat. dan akhirnya meluncurlah ia kebawah. hujan turun lebat sekali. mundur beberapa langkah kebelakang dan kemudian berlari kedepan melompat ke dalam jurang. Beberapa tahun kemudian. Karena semakin takutnya. terus diperhatikan jam di tangannya yang tinggal beberapa detik lagi menunjukkan pukul 05:000. Akhirnya pemuda tersebut terbebas dari hutanghutangnya. dan merasakan takut yang amat sangat. [QS. Na`uuzu billah.. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Pemuda tersebut bermimpi didatangi seseorang dan mengatakan kepadanya bahwa Nyawanya akan dicabut nanti tepat jam 05:00 subuh. akhirnya mobil yang digunakannya jatuh ke jurang persis ditempat bus terguling sewaktu ia hendak bunuh diri dulu. sesekali ia melihat jam di tangan yang sudah mendekati jam 05:00 seperti yang telah ditetapkan dalam mimpinya. sambil menyetir mobil dengan kencang. janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. Dan baiknya lagi Janda cantik tersebut bersedia menjadi Istri si-Pemuda dan juga bersedia melunasi hutang-hutang pemuda tersebut.an-nisa:29] #]=– –=[# Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya.Pemuda tersebut mengambil ancang-ancang.

hingga akhirnya menjadi perahu. “Jika kalian percaya bahwa perahu tak mungkin ada tanpa ada pembuatnya. Di antara pertanyaannya adalah: “Benarkah Tuhan itu ada” dan “Jika ada. kisah islami ( 268 ). tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan orang belaka. .erva kurniawan 1:06 am pada 6 Mei 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Karena itu. Kemudian. Mana bisa perahu jadi dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya!” Orang banyak pun tertawa riuh. baru saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu tersebut. Karena hujan turun deras. barulah muncul orang alim tersebut. membuat perahu. langit. “Orang alim ini sudah gila rupanya. Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. Setelah itu. orang alim pun berkata. Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang tumbang. sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan Tuhan. dan seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang lebih sulit. sehingga jadi satu batang yang lurus. maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata. “Maaf jika kalian menunggu lama. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Bukti Tuhan itu Ada Assalamu’alaikum wr wb. kisah teladan ( 352 ).” Begitu orang alim itu berkata. cerita nasehat. pohon tersebut terpotong-potong ranting dan dahannya dengan sendirinya. kenapa kalian percaya bahwa bumi. langit. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. dan seisinya ini?” Mendengar perkataan orang alim tersebut. Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah terjebak oleh pernyataan mereka sendiri. orang alim itu belum juga datang. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang. atau menciptakan bumi. Si Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak. Dia berkata kepada orang banyak. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada. Setelah tawa agak reda. Masak pohon bisa jadi perahu dengan sendirinya. di manakah Tuhan itu?” Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut. maka sungai menjadi banjir. cerita teladan ( 355 ).

apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta! Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. “Ah mana ada sakit. “Tidak. mengapa dia tidak kelihatan. tapi ternyata hal itu ada. Apakah para hadirin melihat sakitnya?” Si Alim bertanya ke orang banyak.” kata si Atheist. mobil. sehingga si atheist merasa kesakitan. ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah mikroskop yang amat kuat). Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu. bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta). demikian pula suara.” si Atheist menunjuk-nunjuk pipinya. bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia. Benda itu ada. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. saya tidak melihat sakit. Meski kita tidak bisa melihatNya. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru. Di mana sakitnya?” “Ini sakitnya di sini. meski kita tidak bisa melihat sakit. Si Alim bertanya. Pasti ada pembuatnya. maka Tuhan itu tidak ada. “Tidak!” “Nah. jawab pertanyaanku yang kedua. Tapi jika kita melihat pesawat terbang. Berapa banyak gelombang (entah radio. sehingga tidak mengetahui keberadaannya. Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras.” Begitu si Atheist mengaduh. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat. Orang banyak berkata. dan lain-lain. tapi pada kenyataannya benda itu ada? Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran. TV. bukan berarti Tuhan itu tidak ada. sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. tapi benda itu sebenarnya ada? Berapa banyak zakat berukuran molekul. Tuhan ada. karena dia tidak pernah melihat Tuhan. elektromagnetik. Sederhana memang pembuktian orang alim tersebut. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan. dan lain-lain) yang tak bisa dilihat. sehingga manusia tak bisa melihatnya. “Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali. Saya tidak melihat sakit.” Demikian si Alim berkata. tapi dapat membutakan manusia. . Karena kita tidak bisa melihat Tuhan. bukan berarti sakit itu tidak ada. “Jika Tuhan itu ada. Di mana Tuhan itu berada?” Orang atheist itu berpendapat. Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia.“Kalau begitu. Listrik. tapi panca indera manusia lah yang terbatas. Begitu juga Tuhan. tapi kita bisa merasakan ciptaannya.

laut. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan. Toh. apalagi dunia yang jauh lebih kompleks. tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. Sebaliknya. Galaksi Bima Sakti. tidak mungkin semua itu terjadi. tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada. dan 9 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan. maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya. insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada: . Matahari. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. dan udara. ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat. “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilahmanzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu.” [Yaa Siin:40] Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam. keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. laut. Selama milyaran tahun. dan udara.Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya. tetap terjadi kecelakaan lalu lintas. matahari.” [Yunus:5] “Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. matahari. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. atau pun pilot yang mengendarai. Meski ada yang mengatur. demikian pula lampu merah dan radar. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Copilot. Matahari.5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. dan lain-lain.” [Al Furqoon:61] Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. karena jarak pandang teleskop tercanggih baru Bayangkan. bumi. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur. jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit. atau bulan menabrak matahari. Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit. bintang. dan lain-lain: “Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. bintang. bulan. Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia. angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini. polisi. juru mudi. dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4. hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. keliling lingkarannya sekitar 4. Dalam Al Qur’an. supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). tidak pernah bumi menabrak bulan. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini.3 juta kilometer panjangnya. bulan. sementara di kapal laut ada Kapten.

bahkan Allah menantang pihak lain untuk menciptakan lalat jika mereka mampu. kisah teladan ( 352 ). menjelaskan tanda-tanda (kebesaranNya). tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau. atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi'ah:58-59] “Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?” [Al Waaqi'ah:63-64] “Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi'ah:72] Di ayat lain. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka. Allah menanyakan kepada mereka tentang makhluk ciptaannya. dan Dia lah yang Maha Pencipta Wassalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuhu *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:38 am pada 5 Mei 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). tak ada satu pun yang bisa menciptakannya kecuali Allah: “…Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . maka peliharalah kami dari siksa neraka. Manusiakah yang menciptakan. walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. atau Tuhan yang Maha Pencipta: “Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. cerita nasehat. kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy.” [Ali Imron:191] Terhadap manusia-manusia yang sombong dan tidak mengakui adanya Tuhan. supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. kisah islami ( 268 ). Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Tapi untuk menciptakan seekor lalat dari tiada menjadi ada serta makhluk yang bisa bereproduksi (beranak-pinak). dan menundukkan matahari dan bulan. Manusia mungkin bisa membuat robot dari bahan-bahan yang sudah diciptakan oleh Allah. cerita teladan ( 355 ). masih banyak ayat-ayat Al Qur’an lainnya yang menjelaskan bahwa sesungguhnya. Tuhan itu ada. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya). tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu.” [Ar Ra'd:2] “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami.” [Al Hajj:73] Sesungguhnya.“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat. Kamukah yang menciptakannya.

keponakannya udah empat!” ”Iya. mikirin berkeluarga. Bayangin. Jaman sekarang. Bosan aku.Calon Buat Ajeng CERPEN: Calon Buat Ajeng Penulis : Asma Nadia ** Calon Suami????!!!!! Pfui. Tika aja yang baru kelas enam. dasar kembar! *** ”Ajeng…!” . udah waktunya dong. ”Tuh. Lagian. perempuan itu harus agresif. Mbak. Mami yang berulang-ulang menasihatiku agar jangan terlalu pilih-pilih tebu. Mulai dari Papi yang selalu nyindir. yang kuharap bisa menetralisir suasana. sudah pengen menimang cucu. kuhembuskan nafasku kuat-kuat. Mbak Ajeng sih. Rani sama Rano kan udah pengen dipanggil ’Tante dan Oom’. yang masih es em pe pun. kaaaan?!?” seru mereka berdua kompak. Bahkan si kembar Rani-Rano. selain soal suami. adikku. Lalu Bambang. Lagi-lagi calon suami yang dibicarakan. ”Mbak Ajeng kan udah jadi insinyur. Aku hanya bisa melotot. ”Udah sana kalian belajar!” hardikku agak keras. sudah dua bulan ini tidak ada topik yang lebih trend di rumah. ikut-ikutan menceramahiku. tak urung ikut menggoda. kerjanya belajar ama ngaji melulu!” Rano menimpali kata-kata kembarnya. nemu di mana lagi pendapat kayak gitu. Huhh.

gumamku dalam hati. sebelum ia kembali menggodaku.su’udzon! Tapi…. kenalin dulu. Iya. Cuma sekejap. Pelan aku bangkit dari meja belajar. Kenapa aku jadi nggak sabaran gini. Mi?” tanyaku lunak. Nggak main-main. . awass kalau kamu setuju!” ancamku serius. kan. ketika selama dua jam berikutnya aku harus mendengarkan obrolan Mami dengan Si Boi tadi. Hebat. kenalin. Benar saja. ”Mbak Ajeng gimana. Tante!” ”Eh. Boi!” Aku hanya bisa menahan geli. Lho. sih? Biasanya Mbak yang nyuruh aku sabar menghadapi segala sesuatu. Kamu ngerti.” ”Boy. Hasilnya lumayan. Iiih. lagaknya! Batinku menggerutu sendiri.Kudengar panggilan Mami dari depan. ya. iya. Mbak nggak pengen gambling. milih suami itu nggak mudah. selama belajar di Harvard.. kulemparkan bantal ke arahnya. Oo…Oo…! Pasti ada yang nggak beres. ”Ada apa. Ini Nak Bui…. Orang cerita panjang lebar minta advise. Tante. Ini tangan kanan Papi di kantor. dong! Pokoknya kalau nanti Mami nanyain kamu soal Boy. duduk di sudut ruangan. Setelah merapikan jilbab. Kupanjatkan syukur yang tak terkira ketika akhirnya Si Boi pulang. ”Jadi. Mbak. Kesal. kulihat keseriusan di matanya. saya sudah coba-coba berbisnis sendiri. Mami…Mami…! Rasa geliku mendadak hilang. Ayo. Baru juga ngadepin si Boy. bahkan Eropa setiap kali holiday!” Hihhh. ya! Masih muda sudah jadi Wakil Presiden Direktur. Saya bisa jalan-jalan keliling Amerika. serius. Nyari yang shalih sekarang susah. gemas aku! Terlebih melihat pancaran kagum di wajah Mami. Kok bisa sih nggak merasa dicuekin? Tetap aja ngomong. kok cuma diketawain?!? ”Bang. ”Apa perlu Bambang yang nyariin???!” Lemparan bantalku kembali melayang. mendengar cerita-ceritanya yang melulu berbau luar negeri. Bang! Habis serumah pada mojokin semua. Salah-salah pilih. resikonya besar. kok sekarang malah panasan gini? Tenang aja. Alhamdulillah! *** Kulihat Bambang tertawa. Bambang masih cengar-cengir. Sekilas sempat kulihat sosok seorang lelaki. dunia akhirat!” Sekejap. Tak perduli aku yang cuma diam dan sesekali manggut. Kedua bola mata Mami tampak bersinar-sinar. aku keluar. Benar-benar nggak peka nih anak. sabar! Innallaha ma’ashshabirin!” balasnya sambil mengutip salah satu ayat di Al-Quran. Bukan main. “Ajeng. Astaghfirullah! ”Mbak bingung.

Ajeng Prihartini. kok. Berjodoh di dunia bukanlah satu kepastian yang akan kita raih dalam hidup. terima kasih ya Allah. betapa pucatnya wajah itu. rizki. Aku tidak ingin menyinggung perasaan Tante Ida. Duhh! Lagi-lagi aku cuma bisa manggut-manggut. dan maut.*** Kriiiiing…!!! Ups. Selama pembicaraan berikutnya. Tapi nggak kampungan. Cepat kuhapuskan pikiran tentang Bambang dan ujiannya. lebih pasti. gantian aku harus menghadapi Tante Ida yang siap mempromosikan calonnya. who knows?” ujarku optimis. ”Tante sih terserah Ajeng. Tercapai juga niatnya untuk begadang malam ini. Sesuatu yang selama ini sering kuucapkan kepada saudaraku muslimah yang lain. Mungkin hilang termakan usia. Dia yang menentukan. ketika mereka ramai meresahkan calon suami yang tak kunjung datang. Heran. hal yang belum tentu terjadi. Pokoknya lihat aja dulu. Boleh jadi calon kita ini nggak buat di dunia. Tanganku masih menengadah. isbiri…. kumatikan bunyi weker yang membangunkanku. Baru kusadari. kebiasaan menghadapi ujian dengan pola SKS (Sistem Kebut Semalam) masih membudaya rupanya. ”Jangan cemas ya ukhti. berkali-kali aku harus menahan diri. lagi! ”Ir. *** Selesai berurusan dengan Mami untuk masalah Boy. Alhamdulillah. Ada kematian. ya? Lebih sering mempermasalahkan pernikahan. Jam tiga lebih seperempat. Bagaimana pun aku harus tetap tawakkal pada Allah. Sayup-sayup suara kaset murattal terdengar. Tanteku itu kembali datang dengan ’balon’nya. menjelang tua. nggak seharusnya membuat kita lupa untuk berpikir positif terhadap Allah. bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu. Dia anak lurah. Tidak. untuk satu hari lagi kesempatan beramal dan taubat. ”Sebetulnya kita ini lucu. Oooohh. Ya Rabbi. Mataku nanar menyaksikan pantulan wajahku di cermin. Panggil aja Juned!” Aku hanya mengangguk. saat kudengar azan Subuh berkumandang. Bapaknya termasuk juragan kerbau yang paling kaya di Jawa. Entah kemana perginya rona merah yang biasa hadir di sana.” Kueja namaku sendiri. Hari baru kembali hadir. dua tahun yang lalu. Apalagi beliau bermaksud baik. begini rupanya gadis di penghujung usia dua puluh sembilan? Kuperhatikan bentuk wajahku yang makin tirus. pikirku. ada hal lain yang lebih penting. Tak membalas uluran tangan yang diajukannya. ini bukan nasib buruk!” Bisikku menghibur. Dua hari kemudian. pantas saja Papi dan Mami begitu khawatir. Maksud Ajeng. Mungkin Allah ingin memberikan yang lebih baik. ”Junaedi. Kuhapus tetesan air wudhu yang tersisa dengan handuk kecil. Jodoh. Anak kuliahan juga seperti kamu!” promosi Tante Ida bersemangat. Sudah sulung mereka tak cantik. bergulirnya waktu dan usia. berdoa. asap rokok . Syukur-syukur Ajeng suka. yang masih Kau berikan. untuk tidak lari ke dalam. tapi disediakan di surga. Hanya saja. Kuperhatikan lampu kamar Bambang masih menyala. Aku bangun dari tempat tidur. Astaghfirullah! Ishbiri ya ukhti. maut yang pasti kita hadapi.

” Bayang kekecewaan tampak menghiasi raut muka Tante Ida. Kenalkan. sini sayang. Habis sebatang. Kenapa sih tidak pintar-pintar memilih warna dan mode?! Aku kalau punya isteri. Selama Saleh berbicara. Sudah untung bisa berdiri tegak. Mana kelihatannya Juned perokok berat.” Duhh. Jangan… jangan…. ”Maaf ya. Soal doa qunut. Tan…. Saleh bercerita tentang berbagai kitab berbahasa Arab yang telah dia kuasai. Tak lama kudengar suara Juned pamitan. Seperti yang dipakai artis-artis kita yang beragama Islam itu lho. Capek rasanya jalan setengah harian. Ketika Tante Ida menanyakan pendapatku. Bukan main. sedih. Dengan gaya bahasa yang tinggi. Malah nggak berhenti-henti. dokterandes lagi! Terlebih kamu juga sudah cukup berumur. Seorang lelaki berjeans. Aku suka bingung sendiri ngeliat perempuan yang memakai kerudung. nyari yang seperti Juned. Dengan masih kecewa. beliau beranjak keluar.Juned benar-benar membuatku mual. tampak menemani beliau. Bisa kurasakan pandangannya yang jelalatan ke arahku. sambung sebatang. dan kopiah di kepala. dengan sajadah di pundak. Sekaligus yang bervariasi. Maaf ya. Jeng! Hahaha…. kok malah diam? Maaf Nak Saleh. Ajeng memang pemalu orangnya. Ndak apa-apa toh sedikit kelihatan leher atau betis?! Maksudku biar tidak terlihat seperti karung berjalan gitu lho. Udah ganteng. Terutama asap rokoknya itu. *** Siang begitu terik. Sia-sia harapanku untuk bisa beristirahat pulang ke Depok. Risih. Sementara itu. ”Assalamu’alaikum!” perasaanku kembali tidak enak.” Bujukan Tante Ida tak mampu menggoyahkanku. aku mohon diri ke dalam. Jeng. pasti tak suruh beli baju yang warna-warnanya cerah.” Kontan raut mukaku berubah. menyala. Kereta yang kutumpangi benar-benar penuh. mematung. Sempat pula kudengar komentar-komentar mereka yang bernada kecewa. rasanya Ajeng nggak sreg. ini Ajengnya sudah pulang. ”Eng…jangan tersinggung ya. ”Bener. Tan…. Dia setuju setelah aku janji akan menemaninya mendengar ceramah di Wali Songo. kuminta Rani mendampingiku. Lalu ia mulai membahas satu persatu perbedaan pendapat di kalangan umat Islam. Namun buku yang kucari belum juga ketemu. aku menunduk terus. Lho. Susah lho. Mami! Kali ini Mami membiarkanku berdua dengan tamunya itu. dari satu perpustakaan ke perpustakaan IPB lainnya. Beragam perasaan bermain di hatiku. Putera Pak Camat yang baru lulus dari pondok pesantren di Kalimantan. hati-hati aku menjawab. dan lain-lain . hujan turun rintik-rintik. ”Wa’alaikumussalam. masalah posisi telunjuk ketika tahiyat. Aku masih di kamar. Ajeng…. Sempat kudengar Tante Ida berbicara dengan Papi dan Mami. Ajeng. Saleh. dan tidak doyong ke sana ke mari. Langkahku lesu menghampiri rumah. pekan depan. terdesak penumpang yang lain. Soalnya Ajeng punya alergi sama asap rokok. nih…nggak nyesel? Tante cuma berusaha bantu. Alhamdulillah. perbedaan doa iftitah. lagi. Kalian pasti bisa bekerja sama mengelola kegiatan masjid di sini. lho. sekarang. Persis lokomotif uap jaman dulu! Dengan berani pula ia mengomentari penampilanku. Ya Allah. kuatkan hamba-Mu! Hari berangsur malam. melihat Mami yang tidak sendirian. Padahal buku itu sangat kuperlukan untuk menghadapi ujian pasca sarjanaku sebentar lagi. udah ngerepotin. Nah. Ajeng juga mesti memikirkan perasaan Mami sama Papi. Tanpa menunggu rokok keenamnya habis.

Jadi sebenarnya. yang nanya kok malah bingung?! Yang ane bicarakan tadi ya tentang Bosnia. ”Ngomong-ngomong. malah Mami yang marah. Ajeng tahu. ”Bukan yang namanya Saleh. ”Lho. dan penghargaan masyarakat terhadap orang-orang yang punya kedudukan. Bosnia yang mana. ”Bukan itu. ”Ooooh. Itu akan membuat sikap tersebut kian membudaya. kamu bilang bukan yang seperti itu yang kamu inginkan. Bosnia itu di mana. Bambang yang duduk di kursi makan tersenyum simpul. Lucu sekali. ”Kenapa? Apa karena bahasa yang ane gunakan terlalu tinggi atau bagaimana. Saleh yang mana calon kamu itu?” suara Mami meninggi. soal calon-calon itu. ”Kalau menurut Saleh. Pas Mami temuin. Betul bahwa semuanya harus kita ketahui. sih?” Tawa Rani meledak. Duhhh. ”Bukan. jika kita justru berusaha mencari titik temu atau persamaan. kan maksud Ajeng?!!” Ufh. aku tidak begitu setuju dengan caranya. Boss-Mania. lalu…. Ane sangat tidak setuju. Mi. Yang Islamnya nggak cuma teori. kamu itu gimana toh? Kata Bambang kamu maunya sama Saleh. tapi ada bukti. dan melupakan masalah lain yang lebih besar. dengan makin meributkannya. Cukuplah bahwa masing-masing berpegang pada sunnah Rasulullah. Tampak Saleh manggut-manggut. Mami!!! *** Malamnya. Awas. ”Saya…saya tidak paham apa yang Saleh maksudkan. Menurut pendapat dan analisa ane. dan bukan malah memperlebar jurang perbedaan. tentang Islam. Yang nggak jelalatan memandang Ajeng terus-terusan dari ujung jilbab sampai kaos kaki. tanpa diduga. kutahan tawa yang nyaris meledak. Gantian aku yang bingung. kulihat Rani pringas-pringis menahan geli. tidak seharusnya masalah Bosnia itu digembar-gemborkan. Sudah saatnya pola sikap ngebos. waktu aku protes ke Mami. Tentunya akan lebih baik. ”Oooh. usia Ajeng sudah jauh dari cukup. Dari sudut mataku. yang itu. yang taat beribadah. Ajeng ingin orang yang saleh.” aku berusaha menjelaskan dengan sabar. Terus terang. yang Saleh maksudkan?” tanyaku makin bingung.” ujarku sedikit gagap.” ujar Saleh optimis. hanya akan memperuncing perbedaan yang ada. Ajeng juga . ”Lha. sambil mempermainkan kerudung pink-nya. Orang yang punya pemahaman paling tidak mendekati menyeluruhlah.yang senada. itu. Agar tidak berlebihan. Tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan keadilan. yang Ajeng maksudkan adalah penindasan yang terjadi pada saudara-saudara muslim kita di Negara Bosnia. hingga Ajeng sulit memahami?” Aku tambah melongo. ternyata masih saja ada orang yang meributkan hal-hal yang relatif lebih kecil. seperti hendak menawar barang dagangan. diarahkan sewajarnya. Ya…jelas penindasan itu tidak bisa dibenarkan. ini…. Tapi bagiku. Bingung aku.” ulasnya panjang lebar. kamu de’! Bisikku gemas. Aku terhenyak. kasus Bosnia itu bagaimana?” tanyaku mengalihkan perhatian.

Biar Ajeng mesti nunggu sampai tua. yang bisa kulakukan sebagai perwujudan syukurku atas nikmat-Nya yang tak terhitung. tapi jangan memaksakan diri. yang hanya . tolong. Permasalahan yang menimpa kaum muslimin begitu banyak. Papi turut menghampiri. namun tidak akan pernah memudarkan ghirah Islamiah yang ada. Berdua kami berisakan. sejak kejadian malam itu. Tiga puluh tahun sudah. Kuraih pena. Aku yakin ketidakhadiranmu semata-mata karena kesibukan dakwah yang ada. Rani dan Reno terdiam di kursinya. Alhamdulillah. Kuharap. Hening. harus pulang dengan kecewa karena promosi dibatalkan. menepuk-nepuk pundakku. Daripada bersuamikan orang yang akhlaknya tidak Islami. Tolong Mami bantu Ajeng agar bisa tetap sabar. Mi…tolong!” Kusaksikan mata Mami berkaca-kaca. bila sampai detik ini kau belum juga hadir. ”Maafin Mami. Mami tidak lagi menyodorkan calon-calonnya. tidak ada panggilan lanjutan dari Rano. memelukku makin erat. Mami mesti mengakui. Tolong Ajeng. Sebentar lagi. Belum lama ini aku juga mengambil kursus jahit dan memasak. sekarang aku lebih bisa berkonsentrasi untuk menulis. Alhamdulillah. Diraihnya aku ke dalam pelukannya. ”Mbak Ajeng…telepon tuh!” pekik Rano keras. Kesemuanya membentuk satu daftar panjang dalam agenda kita. meski memudarkan keremajaanku. satu embel-embel gelar kembali menghiasi namaku. Perempuan mana sih. dan memberikan berbagai ceramah di beberapa kampus dan masjid. yang tidak ingin berkeluarga. Dengan hati seringan kapas. atau Saleh. Dengan besar hati pula. aku mulai menulis: Kepada Calon Suamiku…. Jangan menyudutkan Ajeng. *** Kesibukanku menulis diary terhenti. Usiaku hari ini bertambah setahun lagi. Calon suamiku…. dan punya anak?” lanjutku hampir menangis. tetap tawakkal sama Allah. Juned. ”Tapi…. bahwa kemahirannya di dapur. kini sudah tersaingi. ”Dari siapa? Kalau dari Anto Boy. Ajeng siap. Didin. Satu kerja mulia. Baru sedikit itulah. Alhamdulillah. Ujian pasca sarjanaku sudah selesai.” suara Mami lirih. Aku maklum. sebelum menanyakan kesediaanku. Beberapa Oom dan Tante yang datang. sayang…. tahun-tahun yang berlalu. Mbak nggak mau terima!” balasku agak keras. Aku masih ingin menenangkan diri dulu. perlahan topik trend kami bergeser.pengen segera menikah. Mudah-mudahan aku bisa tetap istiqamah di jalan-Nya. Kita memang harus berusaha. Aku lega.

“Insya Allah. Baru lulus ya Nak?” Syahril mengangguk. Jeng …. hari ini saya akan berta’aruf dengan Ajeng. sedangkan kita senantiasa berjihad di sabil-Nya?! Banyaklah berdoa.” Agak samar kudengar kalimatnya yang terakhir. Namun jika engkau memang disediakan untukku di dunia ini. apakah…apakah…ini. Aku masih terpana. maka datanglah. ”Ayo. kamu??? * *** . sekaligus Ass Dos-nya Bambang di FISIP. di manapun engkau berada. iman akan menjawab segalanya. melirikku. Sekilas mataku menyapu bayangan seorang lelaki berkaca mata. Bambang berdiri dengan senyum khasnya.. Tawa Papi makin lebar. Sesudah itu…mudah-mudahan kita bisa jihad bareng…. Calon Suamiku. Di belakangnya.sedikit orang terpanggil untuk ikut merasa bertanggung jawab. sahabat Papi sejak jaman revolusi dulu. Tapi. Percayakan semuanya pada Allah. Calon suamiku…. khitbahnya bisa dilaksanakan besok. saking tergesanya menghampiri beliau. ini yang namanya Ajeng. Puteri sulung Oom. kudengar suara Papi memanggilku. aku melangkah ke depan. nama kamu siapa. atau pekerjaan yang masih sambilan. ya…??” Aku mengangguk pendek. yang akan menjadi nilai plus di hadapan Allah (semoga). bila kau sudah siap untuk menambah satu amanah lagi dalam kehidupan ini. ”Nah. Nak Syahril. dengan wajah tertunduk. terpana. Ini lho. Lho. padahal kita tidak dalam keadaan jihad di jalan-Nya.khitbah? Ngelamar. yang berdiri tak jauh dari Papi. lalu bagaimana mungkin Allah akan menelantarkan kita. kenalkan. tetap tak ada uluran tangan. ”Apa. doaku selalu menyertai usahamu. Sedikit berjingkat. calon suamiku…eng…engng…ups. kok malah nunduk?” suara ngebas Papi kembali terdengar. ”Assalamu’alaikum. Rasa-rasanya kudengar satu suara. Pena yang kugenggam jatuh. Masya Allah.” Deg! Aku tersentak. yang dipanggil Syahril tetap menunduk. Insya Allah. Ajeng. hal itu akan membuat penantian ini seakan tidak pernah ada.” Masya Allah! Aku masih melongo. ”Ajeng…!” Hampir aku terjatuh. Insya Allah. Saya Syahril. Insya Allah. tersipu. sih? ”Syahril… Nama saya Syahril. Wassalam. Kulihat Papi tersenyum lebar. rapat ke dada. Tak usah kau cemaskan soal kuliah yang belum selesai. Kalau Ajeng setuju. salaman. Jeng…puteranya Mas Wismoyo. Sebelum aku sempat menyibak tirai yang membatasi ruang makan dengan ruang tamu. Adinda NB: Ngomong-ngomong. Jika Dia senantiasa memberikan rizki. Aku menoleh sesaat.

. cerita nasehat..para ikwan. 12 1415 H/1994 M • annisa 2:55 pm pada 11 Mei 2011 Permalink walaupun hanya cerita.solusinya... kisah teladan ( 352 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Di Atas Sajadah Cinta . karena sedikitnya jumlah remaja putra yang rajin mencari ilmu agama. so.mantap ceritanya :D • asfi 6:57 am pada 28 Mei 2011 Permalink ceritanya nyentuh banget…... tetapi kenyataannya banyak muslimah yang kesulitan mencari pendamping yang mempunyai tujuan yang sama. Sumber : Majalah Annida. No.Pemenang Harapan I LMCPI Annida. kisah islami ( 268 ).? tingkatkan kegiatan Rohis di sekolah dan Universitas dan buat kegiatan yang menarik. • sylvia 8:06 am pada 12 Mei 2011 Permalink Subhanallah.  erva kurniawan 1:13 am pada 3 Mei 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).. cerita teladan ( 355 ).

Pemuda itu terus larut dalam samudera ayat Ilahi. Namun geliat hidup kota Kufah masih terasa.CERPEN: Di Atas Sajadah Cinta Penulis: Habiburrahman El Shirazy KOTA KUFAH terang oleh sinar purnama. Hatinya bergetar hebat. qad aflaha man zakkaaha. ataukah yang merugi? Ayat itu ia ulang berkali-kali. Saat itu masjid adalah pusat peradaban. pusat informasi dan pusat perhatian. “fa alhamaha fujuuraha wa taqwaaha. Neraka bagaikan menyala-nyala dihadapannya. beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Bibirnya bergetar melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Air matanya mengalir deras. dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya …) Hatinya bertanya-tanya. Ia bagai mencium aroma wangi para bidadari yang suci. Tatkala sampai pada surat Asy Syams. embun sejuk dari langit terasa bagai mengguyur sekujur tubuhnya. Akhirnya ia pingsan. sesungguhnya. Namun jika ia sampai pada ayat-ayat nikmat dan surga. Sebagian besar waktunya ia habiskan di dalam masjid. Di serambi masjid Kufah. Tubuhnya berguncang. untuk ibadah dan menuntut ilmu pada ulama terkemuka kota Kufah. seorang pemuda berdiri tegap menghadap kiblat. pusat pendidikan. *** . Pencipta alam semesta. Setiap kali sampai pada ayat-ayat azab. wa qad khaaba man dassaaha …” (maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketaqwaan. Ia merasakan kesejukan dan kebahagiaan. Hati dan seluruh gelegak jiwanya menyatu dengan Tuhan. Sebagian rumah telah menutup pintu dan jendelanya. Orang-orang memanggilnya “Zahid” atau “Si Ahli Zuhud”. ia menangis. Ataukah golongan yang mengotori jiwanya? Dia termasuk golongan yang beruntung. Semilir angin yang bertiup dari utara membawa hawa sejuk. Dia dikenal masyarakat sebagai pemuda yang paling tampan dan paling mencintai masjid di kota Kufah pada masanya. tubuh pemuda itu bergetar hebat. Kedua matanya memandang teguh ke tempat sujud. karena kezuhudannya meskipun ia masih muda. Apakah dia termasuk golongan yang mensucikan jiwanya.

putri kita sudah menginjak dewasa. Nanti jika sudah beristri Afirah. kedua orangtuanya menyungging senyum mendengar syair yang didendangkan putrinya.” . Kau dengarkanlah baik-baik syair-syair yang ia dendangkan. Yasir. itu gampang. “Be…benarkah?” “Benar. Kecantikannya sungguh memesona. tak jauh dari pasar Kufah. itu syair-syair cinta. Dialah yang dulu menolong kita waktu kesusahan. Yasir. Jangan kau sia-siakan kesempatan ini.” “Ah.” “Ya. “Abu Afirah. Lampu-lampu yang menyala dari kejauhan tampak berkerlap-kerlip bagai bintang gemintang. Rumah itu milik seorang saudagar kaya yang memiliki kebun kurma yang luas dan hewan ternak yang tak terhitung jumlahnya. Bersenang-senang dengannya memang impianku. Memang sudah saatnya dia menikah.” “Tapi. Di ruangan tengah. di pinggir kota tampak sebuah rumah mewah bagai istana. Dia melamar Afirah untuk putranya. Tak jauh darinya seorang penari melenggak lenggokan tubuhnya diiringi suara gendang dan seruling. Kebetulan tadi siang di pasar aku berjumpa dengan Abu Yasir. Gadis itu terus menari sambil mendendangkan syairsyair cinta. Ayo cepatlah. dia pasti juga akan tobat! Yang penting dia kaya raya. “Ayo bangun. kau terima atau…?” “Ya jelas langsung aku terima. Seorang pemuda tampan dikelilingi oleh teman-temannya.” “Tapi bukankah lebih baik kalau minta pendapat Afirah dulu?” “Tak perlu! Kita tidak ada pilihan kecuali menerima pinangan ayah Yasir. Yasir!” “Baiklah. Wajahnya yang putih susu tampak kemerahan terkena sinar yang terpancar bagai tiga lentera yang menerangi ruangan itu.Sementara itu. engkau tentu tahu bahwa Yasir itu pemuda yang tidak baik. tampak seorang gadis jelita sedang menari-nari riang gembira. Hatinya berbunga-bunga. Di samping itu Yasir itu gagah dan tampan. Dia ‘kan masih kerabat sendiri dan kita banyak berhutang budi padanya. Dia penari tercantik kota ini. Sang ibu berkata. Dalam salah satu kamarnya. Pemuda yang paling cocok untuk Afirah adalah Yasir.” *** Pada saat yang sama.” “Bagaimana. di sebuah tenda mewah. Penari itu mengerlingkan matanya padamu!” bisik temannya. “in kuntu ‘asyiqatul lail fa ka’si musyriqun bi dhau’ wal hubb al wariq …” (jika aku pencinta malam maka gelasku memancarkan cahaya dan cinta yang mekar …) *** Gadis itu terus menari-nari dengan riangnya.

Dua matanya yang bening menatap Zahid. Kuda itu berlari kencang. Apa yang harus ia perbuat. “Assalamu’alaiki. Zahid mendekati perempuan itu dan menyapanya. *** Keesokan harinya. “Apakah Anda punya waktu malam ini bersamaku?” Yasir tersenyum dan menganggukan kepalanya. Matanya lalu menangkap di kejauhan sana perlahan bayangan itu menjadi seorang sedang menunggang kuda. Ia berjalan dengan hati terus berzikir membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Usai shalat dhuha. Ia hendak menjenguk saudaranya yang sakit. Keduanya terus menari dan menari. kuda itu meringkik dan berhenti seketika. Tatkala kuda itu sudah sangat dekat ia mengangkat tangan kanannya dan berkata keras. Kau tidak apa-apa?” Perempuan itu mengaduh. Lalu sayup-sayup telinganya menangkap suara. Penunggang kuda itu semakin jelas. Zahid meninggalkan masjid menuju ke pinggir kota. “Toloong! Toloong hentikan kudaku ini! Ia tidak bisa dikendalikan!” Mendengar itu Zahid tegang. Abu Afirah. Saudaranya pernah bercerita bahwa kebun itu milik saudagar kaya. Perempuan itu mengaduh. Ia terus melangkah menapaki jalan yang membelah kebun kurma itu. Zahid berjalan melewati kebun kurma yang luas. Irama seruling melengking-lengking. Cepat-cepat ia menenangkan diri dan membaca shalawat.Yasir lalu bangkit dari duduknya dan beranjak menghampiri sang penari. berhentilah dengan izin Allah!” Bagai pasukan mendengar perintah panglimanya. Suara seorang perempuan. Aroma arak menyengat nurani. “Hai kuda makhluk Allah. Suara gendang memecah hati. Mukanya tertutup cadar hitam. Perempuan yang ada dipunggungnya terpelanting jatuh. Hati dan pikiran jadi mati. “Toloong! Toloong!!” Suara itu datang dari arah penunggang kuda yang ada jauh di depannya. . Keduanya benar-benar hanyut dalam kelenaan. Ia sempatkan ke pasar sebentar untuk membeli anggur dan apel buat saudaranya yang sakit. Ia menghentikan langkahnya. Dengan gerakan mesra penari itu membisikkan sesuatu ketelinga Yasir. Tibatiba dari kejauhan ia melihat titik hitam. Sang penari mengulurkan tangan kanannya dan Yasir menyambutnya. Ia terus berjalan dan titik hitam itu semakin membesar dan mendekat. Ia berdiri tegap di tengah jalan. Dan matanya dengan jelas bisa menangkap penunggang kuda itu adalah seorang perempuan. “Toloong! Toloong!!” Suara itu semakin jelas terdengar. Sementara kuda itu semakin dekat dan tinggal beberapa belas meter di depannya. Keduanya lalu menari-nari diiringi irama seruling dan gendang. Dengan sedikit merintih ia menjawab pelan.

*** Saat malam datang membentangkan jubah hitamnya. Angin sejuk dari utara semilir mengalir. Ayah pasti akan senang dengan kehadiranmu. aku tidak akan memberi jalan!” Terpaksa Zahid menerima sapu tangan itu. Apa yang menimpa dirinya. Dan rumahku ada di sebelah selatan kebun ini. Astagfirullah. aku dari masjid mau mengunjungi saudaraku yang sakit. Pikirannya bingung. “Tidak usah.“Alhamdulillah. Sesaat lamanya keduanya beradu pandang. Mungkin terkilir saat jatuh. Syaraf dan ototnya terasa dingin semua.” “Jadi. tidak apa-apa! Kalau tidak Tuan terima. “Innalillah. Dan sebagai ucapan terima kasih aku mau menghadiahkan ini. “Namaku Zahid. Hatinya basah.” Gadis itu lalu mengulurkan tangannya memberi sapu tangan hijau muda. Hatinya bergetar hebat. Ia lalu melangkah. saya ucapkan terima kasih.” Dua mata bening di balik cadar itu terus memandangi wajah tampan Zahid. “Tuan aku hanya mau bilang.” gemuruh hatinya. kaukah Zahid yang sering dibicarakan orang itu? Yang hidupnya cuma di dalam masjid?” “Tak tahulah. Sang gadis terpesona oleh ketampanan Zahid. Hanya saja tangan kananku sakit sekali. namaku Afirah. Wajah bersih Zahid . Hatinya bergetar hebat menatap aura kecantikan gadis yang ada di depannya. dari mana dan mau ke mana Tuan?” Zahid mengangkat mukanya. Zahid melangkahkan kedua kakinya melanjutkan perjalanan. Menyadari hal itu Zahid menundukkan pandangannya ke tanah. Afirah terpekur di kamarnya. Sejak kejadian tadi pagi di kebun kurma hatinya terasa gundah.” “Terimalah. kota Kufah kembali diterangi sinar rembulan. Jika kau mau silakan datang ke rumahku. Gadis itu lalu minggir sambil menutup kembali mukanya dengan cadar. Matanya berkaca-kaca. Tanpa sepengetahuan Zahid.” “Syukurlah kalau begitu. Zahid tersadar.” kata Zahid sambil membalikkan badan. Seumur hidup ia belum pernah menghadapi situasi seperti ini. “Tuan. “Tunggu dulu Tuan Zahid! Kenapa tergesa-gesa? Kau mau kemana? Perbincangan kita belum selesai!” “Aku mau melanjutkan perjalananku!” Tiba-tiba gadis itu berlari dan berdiri di hadapan Zahid. Tak ayal matanya menatap wajah putih bersih memesona. Inilah untuk pertama kalinya ia menatap wajah gadis jelita dari jarak yang sangat dekat. Kalau boleh tahu siapa nama Tuan. Dan tampaklah wajah cantik nan memesona. ia cepat-cepat menundukkan kepalanya. Kebun ini milik ayahku. tidak apa-apa. Itu mungkin Zahid yang lain. Terang saja Zahid gelagapan. sementara gemuruh hati Zahid tak kalah hebatnya. Perempuan itu perlahan bangkit. Gadis itu tersenyum dengan pipi merah merona. ia membuka cadarnya.

semakin ia meratap embun-embun cinta itu semakin deras mengalir. ia terbangun. Hatinya merasakan aliran kesejukan dan kegembiraan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Pandangan matanya yang teduh menunduk membuat hatinya sedemikian terpikat. Aura itu selalu melintas dalam shalat. Namun Engkau juga tahu. Dalam hati ia berkata. Suatu hari ia akan datang kemari. Ya Rabbi. Ya Rabbi. Dan inilah untuk pertama kalinya aku terpesona pada seorang pemuda. Ia tersentak kaget. hamba lemah maka berilah kekuatan!” . Dalam puncak munajatnya ia pingsan. Anehnya. berilah padaku cawan kesejukan untuk meletakkan embun-embun cinta yang menetes-netes dalam dinding hatiku ini. Zahid terus meratap dan mengiba. Juga terasa sejuk di dalam hati.” Isak Zahid mengharu biru pada Tuhan Sang Pencipta hati. “Inikah cinta? Beginikah rasanya? Terasa hangat mengaliri syaraf.bagai tak hilang dari pelupuk matanya. Rasa cinta dan rindu-Nya pada Afirah. Ia telah mencoba berulang kali menepis jauh-jauh aura pesona Afirah dengan melakukan shalat sekhusyu’-khusyu’-nya namun usaha itu sia-sia. Menjelang subuh. “Ah sapu tanganku ada padanya. Tiba-tiba ia tersenyum. kasihanilah hamba-Mu yang lemah ini. Dan rasa tidak ingin kehilangannya. Ia menangisi hilangnya kekhusyukan hatinya dalam shalat. Tadi pagi ia menatap wajahnya dan mendengarkan tutur suaranya.” Hatinya berbunga-bunga. baca Al-Quran dan dalam apa saja yang ia kerjakan. Aku serahkan hidup matiku untuk-Mu. Engkau Mahatahu atas apa yang menimpa diriku. Wajah yang tampan bercahaya dan bermata teduh itu hadir di pelupuk matanya. “Ilahi. Sejak ia bertemu dengan Afirah di kebun kurma tadi pagi ia tidak bisa mengendalikan gelora hatinya. Pembicaraan orang-orang tentang kesalehan seorang pemuda di tengah kota bernama Zahid semakin membuat hatinya tertawan. Hatinya yang dipenuhi gelora cinta terus ia paksa untuk menepis noda-noda nafsu. Tiba-tiba air matanya mengalir deras. tuntunlah langkahku pada garis takdir yang paling Engkau ridhai. Rasa takut akan azab-Nya. hatiku ini tak mampu mengusir pesona kecantikan seorang makhluk yang Engkau ciptakan. cinta. Ia belom shalat tahajjud. Aku tak ingin kehilangan cinta-Mu. ia menyesal. Ia pasti juga mencintaiku. jangan kau gantikan bidadariku di surga dengan bidadari dunia. izinkanlah aku mencintainya. Ia juga menyaksikan wibawanya. Biasanya ia sudah membaca dua juz dalam shalatnya. Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta. Rasa cintanya pada Tuhan. tak aku pungkiri aku jatuh hati pada hamba-Mu yang bernama Zahid. Ilahi. Ia teringat sapu tangan yang ia berikan pada Zahid. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Ia menangis.” Air matanya terus mengalir membasahi pipinya. dan segala keindahan semesta. Aura kecantikan Afirah bercokol dan mengakar sedemikian kuat dalam relung-relung hatinya. Saat ini hamba sangat lemah berhadapan dengan daya tarik wajah dan suaranya Ilahi. Ilahi. *** Sementara itu di dalam masjid Kufah tampak Zahid yang sedang menangis di sebelah kanan mimbar. “Ilahi. Beberapa orang tampak tengah asyik beribadah bercengkerama dengan Tuhannya. Semua bercampur dan mengalir sedemikian hebat dalam relung hatinya.

Kalau kau mau. Kedua kakinya seperti lumpuh seketika. Dari bibirnya terucap kalimat tasbih. Ia tidak bisa menyembunyikan irisan kepedihan hatinya. Aku tahu kau selalu menyebut diriku dalam mimpi dan sadarmu. “Ilahi. Ia sudah mengerti dengan baik apa yang didengarnya. jika boleh hamba titipkan rasa cinta hamba pada Afirah pada-Mu.Ia lalu bangkit. aku pun mengalami hal yang sama. Berkali-kali ia pingsan. Aku tawarkan dua hal padamu untuk mengobati rasa . Tujuannya jelas yaitu melamar Afirah. Di dalam sujudnya ia berdoa. kau datang terlambat. Amin. Afiah keluar sekejab untuk membawa minuman lalu kembali ke dalam. hamba terlalu lemah untuk menanggung-Nya. hamba mohon ridha-Mu dan surga. Ia pun pingsan saat itu juga. Ia mengambil nafas panjang. Angin pun meniupkan kabar ini ke telinga Afirah. Ilahi. Zahid. Amin. Kaulah cintaku yang pertama. Ketika keadaannya kritis seorang jamaah membawa dan merawatnya di rumahnya. Di sana ia disambut dengan baik oleh kedua orangtua Afirah. Ia sering mengigau. Keimanan dan ketakwaan Zahid ternyata tidak mampu mengusir rasa cintanya pada Afirah. Maafkan aku. Assalamu’alaikum Aku telah mendengar betapa dalam rasa cintamu padaku. Keheningan mencekam sesaat lamanya. Afirah sudah dilamar Abu Yasir untuk putranya Yasir beberapa hari yang lalu. Zahid mengutarakan maksud kedatangannya. Sementara Afirah menanti dengan seksama jawaban ayahnya. dan ridha-Mu. hamba memohon ampunan-Mu. Zahid menundukkan kepala ia pasrah dengan jawaban yang akan diterimanya. istigfhar dan … Afirah. Ia mohon diri dengan mata berkaca-kaca. Amin. Suhu badannya sangat panas. yaitu melamar Afirah.” *** Pagi hari. Sementara Afirah. lebih tragis keadaannya. Amin. Kabar tentang derita yang dialami Zahid ini tersebar ke seantero kota Kufah. Ia pun jatuh sakit. Lalu terdengarlah jawaban ayah Afirah. dan aku telah menerimanya. “Anakku Zahid.” Zahid hanya mampu menganggukan kepala. Ilahi lindungi hamba dari murkamu dan neraka. Ilahi. Rasa cinta itulah yang membuatmu sakit dan menderita saat ini. ======================================= Kepada Zahid. tahlil. Tak bisa kuingkari. cinta-Mu. usai shalat dhuha Zahid berjalan ke arah pinggir kota. *** Zahid kembali ke masjid dengan kesedihan tak terkira. Apa yang ia dengar dari ayah Afirah membuat nestapa jiwanya. Hatinya mantap untuk melamarnya. Jantungnya nyaris pecah mendengarnya. Dan kuingin kaulah pendamping hidupku selama-lamanya. Dari balik tirai ia mendengarkan dengan seksama pembicaraan Zahid dengan ayahnya. rahmat-Mu. Rasa cinta Afirah yang tak kalah besarnya membuatnya menulis sebuah surat pendek. Sang ayah diam sesaat. dan shalat tahajjud. wudhu. Mereka sangat senang dengan kunjungan Zahid yang sudah terkenal ketakwaannya di seantero penjuru kota.

Tidak boleh ada orang ketiga yang membacanya. Wassalam Afirah ======================================= Surat itu ia titipkan pada seorang pembantu setianya yang bisa dipercaya. Wassalam. Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (yaitu surga). Afirah.haus kita berdua. Dengan hati berbunga-bunga Zahid menerima surat itu dan membacanya. Zahid ======================================= Begitu membaca jawaban Zahid itu Afirah menangis. Afirah. Inilah yang kudamba. aku akan datang ke tempatmu dan kita bisa memadu cinta. Tidak mudah meraih cinta berbuah pahala. Sorban putih pemberian Zahid ia jadikan sajadah. Benar aku sangat mencintaimu. dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). . Ia berpesan agar surat itu langsung sampai ke tangan Zahid. Afirah. Setelah tahu isinya seluruh tubuhnya bergetar hebat. Sejak itu ia menanggalkan semua gaya hidupnya yang glamor. dan menangis di tengah malam memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Aku ingin mengobati kehausan jiwa ini dengan secangkir air cinta dari surga. Sakitku ini karena aku menginginkan sebuah cinta suci yang mendatangkan pahala dan diridhai Allah ‘Azza Wa Jalla’. Kedua tawaranmu itu tak ada yang kuterima. Bukan air timah dari neraka. Pertemuan dan percintaannya dengan seorang pemuda saleh bernama Zahid itu telah mengubah jalan hidupnya. Selanjutnya Allahlah yang menentukan. Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka. akan aku tunjukkan jalan dan waktunya. Bersama surat ini aku sertakan sorbanku. Namun aku sangat yakin dengan firmannya : “Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik. Tak ada yang bisa aku lakukan saat ini kecuali menangis pada-Nya. Hari itu juga surat Afirah sampai ke tangan Zahid. dan laki-laki yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula). Pertama. Ia menarik nafas panjang dan beristighfar sebanyak-banyaknya. semoga bisa jadi pelipur lara dan rindumu. Salamullahi’alaiki. Atau kau datanglah ke kamarku. “Inni akhaafu in ‘ashaitu Rabbi adzaaba yaumin ‘adhim!” ( Sesungguhnya aku takut akan siksa hari yang besar jika aku durhaka pada Rabb-ku. Namun sakit dan deritaku ini tidaklah semata-mata karena rasa cintaku padamu. Bukan sebuah cinta yang menyeret kepada kenistaan dosa dan murka-Nya. yaitu hidayah. Hanya kepada Allah kita serahkan hidup dan mati kita. Dan aku ingin mendamba yang sama. Dan meminta jawaban Zahid saat itu juga. Jika kita terus bertakwa. Ia berpaling dari dunia dan menghadapkan wajahnya sepenuhnya untuk akhirat.” Karena aku ingin mendapatkan seorang bidadari yang suci dan baik maka aku akan berusaha kesucian dan kebaikan. Ia menangis bukan karena kecewa tapi menangis karena menemukan sesuatu yang sangat berharga. Az Zumar : 13 ) Afirah. Dengan berlinang air mata ia menulis untuk Afirah : ======================================= Kepada Afirah. tempat dimana ia bersujud. Allah akan memberikan jalan keluar.

Assalamu’alaikum. Cepatlah kau datang melamarku. Afirah ======================================= Seketika itu Zahid sujud syukur di mihrab masjid Kufah. yaitu cinta kepada Allah SWT. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . kisah teladan ( 352 ). Allah Maha Rahman dan Rahim. Segala puji bagi Allah. cerita nasehat. Beberapa bulan kemudian Zahid menerima sepucuk surat dari Afirah : ======================================= Kepada Zahid. Secepatnya. Penerbit Republika 2.Siang ia puasa malam ia habiskan dengan bermunajat pada Tuhannya. Tiada henti bibirnya mengucapkan hamdalah. Wassalam. cerita teladan ( 355 ). Di atas sajadah putih ia menemukan cinta yang lebih agung dan lebih indah. Hal yang sama juga dilakukan Zahid di masjid Kufah. Dan kita laksanakan pernikahan mengikuti sunnah Rasululullah SAW. Keduanya benar-benar larut dalam samudera cinta kepada Allah SWT. Dialah Tuhan yang memberi jalan keluar hamba-Nya yang bertakwa. Beliau telah terbuka hatinya. Pesantren Basmala Indonesia 3. kisah islami ( 268 ). Juni 2006  erva kurniawan 1:27 am pada 25 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Hari ini ayahku memutuskan tali pertunanganku dengan Yasir. Bunga-bunga cinta bermekaran dalam hatinya. *** Diambil dari buku dengan judul yang sama karya Habiburrahman El Shirazy. Penerbit: 1. MD Entertainment Cetakan VII.

Palestina. Pada usia 7 tahun beliau telah menghafal Al Qur’an. secara spontan beliau dapat menghafalnya. alangkah baiknya seandainya engkau menguasai ilmu Fiqih sebagai kepandaianmu. Beliau tinggal di tempat Bani Hudzail selama 17 tahun. Maka beliau pergi ke Madinah untuk menemui Imam Malik.” Imam Syafi’i : “Dimana aku harus belajar?” Mas’ab bin Abdullah pun menjawab : “Pergilah ke Malik bin Anas”. tahun 150 H. Oleh karena itu ibunya berpendapat agar sebaiknya beliau (yang ketika itu masih kecil) dipindahkan saja ke Makkah (untuk hidup bersama keluarga beliau disana).Imam Syafii Nama lengkap beliau adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris. lalu beliau mendengarkannya. Demikian pula jika ada orang yang membacakan buku dihadapan Imam Syafi’i. Imam Malik Berkata lagi : “Wahai Muhammad bertaqwalah kepada Allah dan jauhilah laranganNya maka engkau akan menjadi orang yang disegani di kemudian hari”. Imam Syafi’i rahimahullah dilahirkan bertepatan dengan meninggalnya Imam Abu Hanifah oleh karena itu orang-orang berkata : “telah meninggal Imam dan lahirlah Imam”. Imam Syafi’i pergi ke tempat Bani Hudzail dengan tujuan untuk belajar kepada mereka. Sehingga kata gurunya : “Engkau tak perlu belajar lagi di sini (lantaran kecerdasan dan kemampuan beliau untuk menyerap dan menghafal ilmu dengan hanya mendengarkan saja)”. karena Imam Malik merasa kagum akan kefasihan beliau dalam membacanya. Beliau dilahirkan di Gaza. Bani Hudzail adalah Kabilah yang paling fasih dalam berbahasa Arab. maka pelajaran yang dipelajari oleh temannya itu dapat beliau pahami. Diwaktu kecil Imam Syafii hidup dalam kemiskinan dan penderitaan sebagai anak yatim dalam “dekapan” ibundanya . Mas’ab bin Abdullah berkata : “Wahai Abu Abdullah (yaitu Imam Syafi’i). engkau sungguh fasih dalam berbahasa Arab. Maka ketika berusia 2 tahun beliau dibawa ibundanya pindah ke Makkah. Ditempat ini beliau beliau banyak menghafal sya’irsya’ir. dan ayahnya meninggal ketika masih bayi. Sesampainya di Madinah Imam Malik bertanya : “Siapa namamu?”. Dan suatu sifat dari Imam Safi’i adalah. Esoknya beliau membaca al Muwaththa’ bersama Imam Malik tanpa melihat buku yang dipegangnya. sungguh aku menyayangkanmu. . otakmu juga cerdas. jika beliau melihat temannya diberi pelajaran oleh gurunya. memahami secara mendalam sastra Arab dan berita-berita tentang peristiwa yang dialami oleh orang-orang Arab dahulu. maka beliau disuruh melanjutkan membaca. sehingga beliau hanya dipelihara oleh ibunya yang berasal dari Qabilah Azad dari Yaman. Pada suatu hari beliau bertemu dengan Mas’ab bin Abdullah bin Zubair yang masih ada hubungan famili dengan beliau. Setelah beberapa tahun di Makkah. “Muhammad” jawabku.

Sebagaimana yang telah diketahui tentang perjalanannya dari Mekkah ke Bani Hudzail. dan setelah itu kembali lagi ke Baghdad kemudian ke Mesir. barulah orang-orang itu berdiri dan bergantian dengan orang-orang lain yang ingin bertanya juga tentang hadits. Kemudian aku berkata : “Apa yang akan aku peroleh dari orang ini. kemudian kembali ke Mekkah dan perjuangannya untuk menemui Imam Malik. Mas’ab bin Abdullah Az Zubairi berkata : “Aku belum pernah melihat seseorang yang lebih mengetahui peristiwa tentang orang-orang Arab dahulu seperti Imam Syafi’i”. Kesederhanaan Dan ketaatan Imam Syafi’i Pada Kebenaran Al Imam Syafi’i rahimahullah terkenal akan kesederhanaan dan (ketaatan) dalam menerima kebenaran. Mereka tidak perduli terhadap rintangan-rintangan yang akan mereka hadapi. urudh dan syai’r sampai waktu dhuhur”. sementara usianya hampir sama dengan kita? Apakah aku tidak merugi seandainya meninggalkan Ibnu Uyainah dan Mugni?”. Ilmu Yang Dimiliki Oleh Imam Syafi’i rahimahullah Imam Syafii rahimahullah memiliki ilmu yang luas seperti yang dikatakan Ar Rabbii bin Sulaiman : “Setiap selesai shalat shubuh Imam Syafi’i selalu duduk dikelilingi orang-orang yang ingin bertanya tentang tafsir Al Qur’an. kemudian beliau pergi ke Yaman.Beliau tinggal di Madinah sampai Imam Malik meninggal dunia. (shahih sunan Abu daud hadits no : 4291) Kemudian Imam Ahmad bin Hambal menambahkan dengan berkata : “Umar bin Abdul Aziz adalah orang yang pertama dan mudah-mudahan Imam Syafi’i adalah yang kedua”. Dan seandainya matahari telah terbit. adalah beliau orang yang paling paham (pengetahuannya) tentang Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw. Imam Ahmad Bin Hambal berkata tentang gurunya Imam Syafi’i rahimahullah telah diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Inna Allaha yub’astu lihadzihil ummah ‘ala ra’si kulla miati sanatin man yujaddidu laha diinaha” “Sesungguhnya Allah swt mengutus (mengirim) seseorang kepada umat ini setiap seratus tahun untuk memperbarui urusan agamanya”. Kitab tersebut beliau baca dan dalam waktu 9 hari. Imam Ahmad pun menjawab : “Celaka engkau! Ilmu orang-orang itu dapat engaku tinggalkan tapi Ilmu orang ini tidak dapat”.Al Muwaththa’ adalah kitab karangan Imam Malik yang dibawa beliau dari seorang temannya di Mekkah. dan beliau telah menghafalnya. Sehingga namanya menjadi terkenal dan disegani umat Islam di zamannya. Dan sebelum waktu dhuhur mereka pergi disusul oleh orang-orang yang bertanya tentang nahwu. Kunjungan-kunjungan itu menghasilkan banyak ilmu dan pengalaman baginya serta membuatnya gigih dalam menghadapi berbagai rintangan dalam membela kebenaran dan membela Sunnah Rasulullah saw. berkata kepadaku : “Wahai abu Ya’kub belajarlah kepada orang ini ”Seraya memandang Imam Syafi’i””. Kunjungan Imam Syafi’i Keberbagai Tempat Sudah menjadi kebiasaan ulama’-ulama’ pada masa Imam Syafi’i yaitu berkunjung ke berbagai negeri untuk menimba ilmu di tempat tersebut. Demikian pula Imam Syafi’i berkunjung ke berbagai tempat untuk menimba ilmu dengan sungguh-sungguh dan memperoleh manfaatnya. Imam Ahmad bin hambal menambahkan tentang Imam Syafi’I. Lalu aku belajar padanya. Beberapa jam kemudian ganti orang-orang lain untuk bertanya-jawab. dan setelah meninggalnya Imam Malik beliau pergi keYaman dan selanjutnya pergi ke Baghdad dan kembali ke Madinah . Abu Isma’il At Tarmudzi juga berkata : “Aku perna mendengar Ishak bin Rahawih berceritra : “ketika kami berada di Makkah Imam Bin Hambal rahimahullah. serta tafsirnya. Hal ini telah dibuktikan dalam diskusi-diskusi .

Dan beliau juga berkata : “Idza sohhal hadits fahuwa madzhabii” “jika hadits Nabi saw (derajatnya) shahih. dan janganlah kalian taklid kepadaku”. Imam Syafi’i rahimahullah sendiri berkata : “Demi Allah aku belum pernah berdiskusi dengan seseorang kecuali dengan tujuan nasihat”. fahadtsun nabiyyi awlaa. beliau masih sempat menyebutkan buku-buku yang telah ditulisnya dan berkata : “Aku ingin semua orang membacanya tanpa mengkaitkanya dengan namaku””. wa da’uu ma kultu” “jika kalian mendapati dalam kitabku (suatu tulisan) yang menyelisihi sunnah Rasulullah saw . Dan beliau juga berkata : “ketahuilah bahwa perbuatan yang terberat itu ada tiga : “Memiliki harta sedikit tetapi dermawan. . maka itulah madhabku” “Kullu haditsin ‘anin nabi saw fahuwa kaulii.dan tadarus-tadarusnya serta pergaulan murid-murid. Sebaliknya jika orang tersebut sombong dan membantah bukti-bukti tadi. Banyak orang yang telah meriwayatkan sifat-sifat yang telah dimilikioleh Imam Syafi’i yang seolah-olah sifat itu hanya dimiliki oleh beliau saja.sedangkan hadits Nabi saw yang shahih menyelisihi perkataanku. wain lam tasma’uu minni” “setiap hadits dari Nabi saw adalah pendapatku. Takut kepada Allah swtdalam kedaaan sepi. maka hadits Nabi saw lebih utama (untuk diikuti) . teman-teman dan orang umum. dan mengatakan kebenaran kepada orang yang diharapkan serta ditakuti banyak orang”. dimiliki oleh semua orang dan aku mendapatkan pahalanya tanpa ucapan terima kasih dari orang-orang itu”. walaupun kalian tidak pernah mendengarkan dariku” “Kullu maa kultu. fakuuluu sunnati rasulillahi sallallahu ‘alaihi wasallam. maka ambillah sunnah Rasulullah saw dan tinggalkan perkataanku. maka aku akan menjadi sayang dan akrab dengan orang tersebut.” Beliau juga mengatakan demikian : “Idza wajadtum fii kitaabii khilafa sunnati rasulillahi sallallahu ‘alaihi wasallam. lalu diterima dengan baik. fakaana ‘aninnabiyyi khilafu kaulii mimma yashihhu. Dan Ar Rabii berkata : “Ketika aku mengunjungi As Syafi’i sakit. falaa tukalliduunii” “segala pendapat yang aku katakan . guru Syeikh Al Bukhari yang meninggal di Baghdad pada tahu 257 H) berkata : “As Syafi’i mengatakan : “tidak pernah terbesit dalam hatiku agar seseorang bersalah bila berdiskusi denganku. malah aku menginginkan agar semua ilmu yang kumiliki juga dimiliki oleh semua orang tanpa menyebut namaku””. maka seketika itu juga orang tersebut jatuh dalam pandanganku”. Seandainya aku menyampaikan tentang kebenaran kepada seseorang dengan bukti-bukti yang tepat. Al Hasan bin Abdul Aziz Al Jarwi Al Masri (dia adalah Abu Ali Al Judzami. Harmalah bin Yahya juga mengatakan : “Aku pernah mendengar As Syafi’i berkata : “Aku ingin setiap ilmu yang kumiliki.

dan dibagi-bagikan uang itu kepada orang yang mengunjunginya. Muhammad Al Busti As Sajastani juga mengatakan : “Imam Syafi’i rahimahullah belum pernah menyimpan sesuatu karena kedermawanannya”. Ar Rabbii’ menambahkan tentang hal ini : “Seandainya Imam Syafi’i didatangi oleh seseorang untuk meminta kepadanya. bagian pertama untuk menulis.000 dinar. Beliau pernah berkata kepadaku : “Aku pernah bangkrut sebanyak tiga kali dalam hidupku. Imam Syafii membawa uang sebanyak 10. sampai aku menjual semua barang-barang yang aku miliki. lalu dengan cepat dia akan memberinya”. maka wajahnya merah karena malu kepada orang tersebut. kecuali hanya sekali saja. Dan Imam Syafii pernah berkata kepadaku : “Semenjak usia 16 tahun aku belum pernah merasa kenyang. juga perhiasan anak dan istriku tetapi aku belum pernah menggadaikannya””. aku bertanya kepadanya bagaimana keadaanmu? Beliau menjawab : “Tidak lama lagi aku akan meninggalkan dunia ini. Kemudian beliau menangis dan mengucapkan sebuah sya’ir “Falamma kosaa kalbii wa dookot madzahidii ja’altu rajaai nahwa ‘afwika sullamaa” “ketika hatiku membeku dan menyempit semua jalan bagiku. guru maupun murid. Rabii juga mengatakan bahwa Syafi’i membagi malam menjadi tiga bagian. Al Humaidi juga berkata tentang Syafi’i ketika beliau datang dari Makkah. Wafatnya Imam Syafi’i rahimahullah Di Mesir (Di Fisthath) Tahun 204 H Al Muzni berkata ketika aku mengunjungi beliau yang sakit yang tidak lama kemudian beliau meninggal. . baik yang mahal maupun yang murah. Hal ini tidak bisa dipungkiri atau diragukan lagi. Ar Rabii bin Sulaiman mengatakan : “Imam Syafii telah mengkhatamkan Al Qur’an sebanyak 60 kali di bulan Ramadhan yang kesemuanya itu terbaca dalam shalatnya”. Tentang ketaatan Imam Syafii dan ibadahnya kepada Allah.Ketaatannya Dan Ibadahnya Kepada Allah swt. semuanya mengakuinya. Karena kenyang itu memberatkan badan. meninggalkan saudara-saudaraku dan akan menjumpai Allah swt. Bukti-bukti tentang kedermawanan Imam Syafi’i rahimahullah banyak sekali dan tidak mungkin untuk mengungkapkannya di dalam lembaran yang pendek ini. semua orang yang bergaul dengannya. Kedermawanannya Imam Syafi’i rahimahullah terkenal dengan kedermawanannya. Muhammad bin Abdullah Al Misri berkata : “Imam Syafii adalah orang yang paling dermawan terhadap apa yang dimilikinya”. Dan ketika beliau meninggalkan tempat itu uangnya sudah habis. kemudian bermukim di pinggiran kota Makkah. tetangga maupun teman. aku jadikan harapanku sebagai tangga untuk menuju ampunanMu”. Aku tidak tahu apakah aku masuk surga atau neraka”. mengeraskan hati dan dapat menghilangkan kecerdasan. bagian kedua untuk shalat dan bagian ketiga untuk tidur. Dan Amr bin Sawwad As Sarji berkata : “Imam Syafii adalah orang yang paling dermawan dalam hal keduniaan. mendatangkan rasa kantuk serta membuat malas seseorang untuk beribadah”.

bagaimana mungkin dapat digantikannya dengan yang lain?”. lughah. bahwa Imam Syafi’i itu ibarat matahari bagi dunia dan kesehatan bagi manusia.”. fiqhi. Setelah berucap kata-kata itu dia meninggalkan tempat itu”. Kami menguburkannya pada hari jum’at. Abdullah din Ahmad bin Hambal betanya kepada ayahnya : “Ayah. Serta telah mencuci besih wajah-wajah yang menghitam karena aib dan membuka pintu-pintu yang dulu tertutup dengan pendapat-pendapatnya”. Ibnu Khollikan (penulis buku Wafiati A’yan) berkata : “Seluruh ulama’ hadits. Seandainya keduanya itu tidak ada. sehabis isya’ akhir bulan Rajab. Imam Ahmad bin hambal menjawab : “ketahuilah anakku. Ar Rabbii’ bercerita : “Beberapa hari setelah berpulangnya Imam Syafi’i rahimahullah ke Rahmatullah dan ketika itu kami sedang duduk berkeliling seperti tatkala Imam Syafi’i masih hidup. • Rohana 3:43 pm pada 10 Mei 2011 Permalink . nahwu dan lain-lain sepakat bahwa Al Imam Syafi’i rahimahullah adalah orang yang tidak diragukan lagi kejujurannya. bagaimana Imam Syafi’i itu? Aku sering kali melihatmu mendoakannya”. Hidup Mulia atau Mati Syahid!!! *** Dari Sahabat • sayyidahali 7:12 pm pada 26 April 2011 Permalink subhanallah. Dan mampu membuat bungkam musuh-musuhnya dengan bukti yang benar. kedermawannya dan kewibawaannya dikalangan para ulama’”. amanatnya. adilnya. akhlaqnya. taatnya. datang seorang badui dan bertanya : “Dimana matahari dan bulan (yaitu Imam Syafi’i) yang selalu hadir di tengahtengah kalian?” kami menjawab : “Beliau telah wafat” kemudian orang itu menangis tersedu-sedu seraya berkata : “Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosanya. zuhudnya.. Abu Hasan Al Razi berkata : “Aku belum pernah melihat Muhammad Al Hasan mengagungkan seorang ulama’ seperti dia mengagungkan Al Imam Syafi’i rahimahullah. sesungguhnya beliau dengan kata-kata yang indah telah membuka bukti-bukti yang dahulu tidak pernah kita ketahui. dan ketika kami meninggalkan pemakaman itu kami melihat bulan (hilal) Sya’ban 204”. usul.Rabii’ bin Sulaiman berkata : “Al Imam Syafi’i meningl dunia pada malam jum’at.

mdh2n kt dpt meniru ke juhudannya  erva kurniawan 1:03 am pada 15 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kisah teladan ( 352 ). Dari dua kebiasaan yang sedang ditanamkan itu.. Bagaimana dengan satu kebiasaan lagi? Tentang berinfak. Selama ini saya akui sedikit bingung untuk memberikan penjelasan yang bisa diterima logika sepasang anak di bawah usia enam tahun tentang manfaat berinfak. cerita nasehat. atau setidaknya langsung membuka penutup kaleng ‘celengan’ miliki mereka masing-masing kemudian menghitungnya. menabung dan berinfak. mereka mengerti betul bahwa menabung akan membuat ia memiliki uang yang cukup untuk membeli sesuatu. Misalnya. saya sudah mengajarkan dan mencontohkan langsung bagaimana berinfak. ketika mereka hendak membeli mainan tertentu dengan harga yang sedikit lebih mahal. Baik. kepada siapa dan untuk apa berinfak. Misalnya. kisah islami ( 268 ).Maha Suci ALLAH YANG tlh mencptknnya dgn bnyk klbhn yang d miliki’a…. Meski hanya beberapa jenis satuan mata uang saja yang dimengertinya. Maka serta merta mereka akan menanyakan berapa jumlah tabungan yang ada.. menabung dan berifak semestinya memang menjadi kebiasaan untuk mereka. Kemudian mereka berujar. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Pelajaran Berinfak Oleh: Bayu Gawtama Semenjak kedua putri saya mengenal uang dan sedikit memahami nilai serta kegunaannya. terutama untuk satuan di bawah lima ribu rupiah. yakni soal menabung. Tetapi pertanyaan-pertanyaan polos mereka membuat saya berkeyakinan bahwa mereka belum benar-benar mengerti tentang infak. “Memang Ayahnya nggak kerja? Kok kita yang ngasih uang?” . cerita teladan ( 355 ). Ya. sejak saat itulah saya mulai mengajarkan dua hal. pernah suatu kali saya mengajarkan langsung agar mereka memberikan sejumlah uang untuk anak yatim. hanya satu yang bisa dimengerti oleh kedua putri saya.

tetap saja kesimpulan mereka tidak berubah. “Katanya Abi nggak punya uang? Kok bisa beliin mainan?” Di sinilah kesempatan pelajaran berinfak itu datang. bahwa ini hadiah dari Allah karena sudah berinfak. “Allah senang kalau kita bisa membantu orang lain” atau terlebih kalimat. Allah sayang sama kita. Selalu menjelaskan. Dalam batas pikiran mereka. dan takkan pernah habis karena akan terus bertambah dan bertambah. “Nah. saya merasa mereka sudah mulai memahami ketika mendengar anak saya berkata. tidak berkurang dan terus bertambah sehingga suatu saat bisa digunakan untuk membeli sesuatu yang diinginkan. Misalnya ketika pada satu kesempatan mereka meminta sejumlah uang untuk jajan. akhirnya saya mulai bisa menemukan sedikit cara memberikan pemahaman tentang berinfak kepada kedua putri saya. Uangnya terlihat. Bahwa menabung lebih baik daripada berinfak. berinfak itu merugikan. bahkan berbuah. Setelah sekian lama. kemudian saya bilang uangnya sudah habis. Tetapi berinfak. *** Berinfak sesungguhnya pun menabung. karena teteh dan dede sudah baik sama tukang minta-minta itu. “masih ingat nggak waktu teteh sama dede ngasih uang ke tukang minta-minta kemarin?” mereka pun mengangguk. hadiah dari Allah karena memberi uang untuk tukang mintaminta”. beberapa hari lalu baru saja memberi uang kepada petugas pengumpul infak masjid di jalan raya. Hingga suatu hari. yang didapat kembali jauh lebih banyak dari yang kita berikan. Buahnya sangat manis untuk dinikmati. Tetapi berinfak. “Memang ibunya di rumah nggak masak ya?” Tentu saja kami harus meminta maaf teramat sangat kepadanya. Berinfak. Meski kalimat-kalimat tersebut sudah saya ubah menjadi kalimat yang lebih pas dan lebih bisa dipahami untuk usia mereka. Kita akan mendapatkan keuntungan berlipat ganda dengan berinfak”. (Gaw) Sumber: Eramuslim. Uang yang Abi pakai untuk membeli mainan ini. lantas mereka berkata. pengemis. hanya sejumlah yang ditabunglah yang didapat. “Tadi uangnya dikasih tukang minta-minta sih…” Nah. Kemudian mereka pun mengingat-ingat. anak yatim atau kaum dhuafa (lemah) lainnya yang sangat membutuhkan. Lalu saya mengajaknya berdialog. Begitu seterusnya.com • . untungnya buat kita. Mereka sangat bahagia mendapatkan mainan itu. dalam perspektif mereka.Atau ketika seseorang yang kami persilahkan untuk makan di rumah kami. “pasti hadiah dari Allah” saat saya membawakan lagi sesuatu untuknya. menabung sama dengan menyimpan dan mengumpulkan uang. mereka lebih melihatnya sebagai ‘membuang’ uang. “Berinfak itu. Menabung. atau memberikan uang secara cuma-cuma kepada fakir miskin. setiap kali saya membelikan apapun untuk anak-anak. Anak-anak tidak cukup memahami kalimat. khawatir perasaannya terluka oleh kalimat si kecil itu. tidak (hanya) berbunga. tiba-tiba saja putri kedua saya berseloroh polos. namun cukup kritis untuk bertanya. Suatu hari saya membelikan mereka mainan saat pulang dari kantor. Anak-anak pun tidak mampu menangkap manfaat langsung dari berinfak.

makhluk mungilku… Dia hadir tiba-tiba. Tentu saja. Kehilangan yang saya alami tidak ada bandingannya dengan lautan nikmat yang tak terhitung. sehingga tidak sembarang makanan bisa masuk ke dalam tubuhnya. saya tidak mau tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut. beruntai doa dipanjatkan. kisah islami ( 268 ).Kira kira butuh berapa lama untuk anak mengerti dan dari usia berapa anak itu diajarkan?trima kasih!  erva kurniawan 1:03 am pada 13 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Dia harus dikeluarkan dari tubuh saya. tidak sedikit pula yang berusaha menghalangi kehadiran sang makhluk mungil tersebut tanpa alasan yang jelas. Dengannya saya bisa memaknai anugerah yang Tuhan berikan pada kehidupan saya. Kondisi saya memang berbeda dengan perempuan-perempuan yang bisa dengan mudah mendapatkan makhluk mungil itu dalam rahimnya. yang membuat badannya harus ditempeli selang. . benar-benar berbeda. Bertahun-tahun saya nantikan kehadirannya. dan selang itu berpusat di satu alat yang akan memonitor kondisi tubuhnya terus menerus sepanjang waktu. dan akhirnya seleksi alam itu terjadi. membuat mata hati saya terbuka lebar. Kamis kemarin. kisah teladan ( 352 ). saya kehilangan makhluk mungil penghuni rahim saya. Runtutan kejadian hari demi hari saat itu. Saya teringat dengan teman-teman sekamar di rumah sakit. Makhluk mungil itu tidak bisa berkembang dengan sempurna. Berbagai macam usaha dilakukan. Satu orang lagi menderita gangguan di pencernaan.herry bambang 3:12 pm pada 27 Mei 2011 Permalink Ass. Ah. yang masih saya miliki dengan kondisi yang sempurna. cerita teladan ( 355 ). dan gugur dengan tiba-tiba. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Setitik Debu Oleh Astarina Laya Seminggu yang lalu. Yang bahkan. cerita nasehat. Yang lainnya menderita satu penyakit. Di antara mereka ada yang menderita kanker dan harus tinggal di rumah sakit untuk menjalani terapi pengobatan. untuk menghadirkan makhluk mungil itu.

tanpa harus menunggu peristiwa kehilangan…. Dan saya? Ah. namun tidak sedikit pula yang yang menderita tekanan batin. kisah teladan ( 352 ). Saya masih mempunyai keluarga yang utuh dan saudara-saudara di sekeliling saya yang selalu mendampingi dan mensupport saya lahir dan batin. saya masih mempunyai mata yang bisa saya pakai untuk melihat wajah orang-orang terkasih. kisah islami ( 268 ). Saya masih mempunyai tubuh dengan organ-organ yang lengkap dan berfungsi dengan begitu sempurna.com  erva kurniawan 1:26 am pada 8 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). *** Sumber: Eramuslim. karena tidak bisa menjalani kehidupan normal seperti semula. saya masih diberi kesempatan menikmati dan menjalani kehidupan dengan sempurna. Ia hanya seperti setitik debu yang hilang terbang dibawa angin. Ya. di antara lautan padang pasir yang tak terhitung jumlahnya. Kehilangan yang saya rasakan. sungguh benar-benar membuka mata saya akan karunia-Mu yang tak terhingga. Terima kasih Tuhan. Saya masih punya telinga yang bisa digunakan untuk mendengar suara-suara di sekitar saya.Mereka semua. Saya masih punya mulut yang mampu merasai beraneka macam makanan dan minuman. dengan kejadian kehilangan ini. cerita nasehat. Dan saya masih mempunyai Tuhan Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih yang menaburkan berbagai kenikmatan kepada saya tanpa henti.. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Taubatnya Cat Steven . Beberapa di antara mereka berusaha tegar dan optimis. cerita teladan ( 355 ). suka tidak suka. harus tinggal di rumah sakit dalam waktu yang mereka sendiri pun tidak tahu. sungguh tidak berarti. Semoga saya mampu menjadi manusia yang senantiasa bersyukur.

Kuketuk Komunis. Aku dilahirkan di era televisi dan penjelajahan angkasa. Pemikiran itu sungguh pelik. Pada saat itu aku belum mengenl islam sedikitpun. Popularitas dalam puncak kesuksesan ataupun dalam gereja. Kegoncangan menghantui diriku. Aku mengambil jalan falsafah ini guna mendapatkan kebahagiaan jiwa. Kepastian baik dan buruk. Sakitpun tak ayal menimpaku. kebodohan dan keterbelakangan. namun gereja tidak mengenalkan kepadaku siapakah itu ? Aku tak sanggup menangkap hakekat tuhan yang dibicarakannya. sementara kemiskinan adalah kesia siaan yang hakiki. beruntung dengan kenikmatan dunia. Semua akidah lain hanyalah bualan kosong belaka dan gereja sedikit lebih baik daripadanya. Al Masih. ketika aku berumur 18 tahun. supaya aku dapat hidup bahagia. kusangka bahwa kebaikan adalah dengan membagi seluruh kekayaan kepada setiap manusia. sehingga aku mulai berpikir dan mencari kebahagiaan yang tak kudapati dalam kekayaan. Ketika aku sudah sampai puncak. kelaparan. Akhirnya akupn berkesimpulan bahwa tak ada satupun akidah yang sanggup memberikan jawaban dan menjelaskan kepadaku tentang hakekat yang sedang aku cari. Aku merasa ini adalah kesesatan. Aku dipindah ke rumah sakit karena TBC. Mereka mengajarkan kepadaku bahwa harta adalah kekayaan yang sebenarnya yang hakiki. karena yang adil adalah anda berhak mendapatkan hasil jerih payah anda dan tidak boleh diberikan kepada orang lain.Aku merasakan bahwa orang orang di sekitarku memakai topeng. Inilah yang kenyataannya telah kulaklukan dengan nama Cat Stevenz. di Britania. tak seorangpun yang membukanya. aku melihat kebawah karena takutr terjatuh. Mereka banyak bercerita kepadaku tentang Allah. Kehidupan disekelilingku adalah materialis yang tertumpah dari seluruh sarana informasi.. sudah ada 8 kaset rekamanku. Dalam waktu yang relative singkat. Aku memiliki keimanan kepada Allah. tapi aku tak tahu hakekat dan konsepnya. Aku mempelajarinya dan ber anggapan bahwa kebahagiaan adalah bila sanggup meramalkan apa yang akan terjadi esok sehingga anda dapat menghindari kejahatannya. Dan jalan yang paling mudah ialah dengan cara membeli gitar. topeng yang menutupi kenyataan. maka aku berpikir mencari jalan menempuh hidup baru. Namun aku merasa konsep ini tidak sesuai fitrah. sementara dunia ketiga adalah symbol kemiskinan. Aku berkembang dimasyarakat ini dan belajar di sekolah katolik yang telah memberikan pengajaran kepadaku konsep kristiani tentang Allah. dan akupun mulai meminum segelas arak penuh setiap hari untuk menambah keberanian dalam menyanyi. namun kudapati semua itu kosong belaka. Akhirnya aku tetap pada keyakinan dan pemahaman pertama yang aku terima dari gereja. sedikit tentang Al Masih dan lebih sedikit lagi tentang ruh kudus. Aku mulai tampil di beberapa pertunjukan yang tidak sedikit sehingga terkumpullah kekayaan yang melimpah dan ketenaran yang memuncak. mengarang beberapa lagu serta menyanyikanya. Aku mulai membenci kehidupanku serta menjauhi manusia. Kemudian aku beralih menelan Pil untuk memenggal seluruh mata rantai pemikiran dan kebingungan yang menyakitkan. Namun begitu masa dirumah sakit lebih baik bagiku sebab telah membawaku berfikir. Aku sedang mencari kedamaian dan hakekat.Aku dilahirkan di London. Era dimana teknologi telah sampai puncaknya. Untuk itulah aku harus memilih jalan kekayaan dan menempuh jalurnya.Aku . jantung dunia barat. Aku jadi percaya bintang serta ramalan yang akan terjadi. Diatas inilah kubina falsafah kehidupan yang tak ada hubungannya dengan agama. Kebetulan aku memiliki buku tentang akidah dan ketimuran. Dan akupun mulai mencari sarana yang mengantarkanku mencapai sukses. kemudian aku bergerak ditengah khalayak ramai. Amerika adalah lambang kekayaan. Aku dihantui perasaan untuk bertolak ke suatu tujuan tertentu. Aku tak sanggup duduk dalam keadaan hati yang kosong. Maka kuketuk Budhisme dan falsafah Cina.

Kedua orang tuaku berasal dari Yunani dan orang Yunani membenci muslim Turki karena motivasi warisan. yang tak kuketahui apa didalamnya dan apa yang dibicarakannya.kembali ke pangkuan gereja untuk kedua kalinya dan menekuni musik kembali. maka dalam konsep islam. dangkal sekali. Allah satu satunya pencipta. Telah menjadi jelas bagiku. ketika ia tak sanggup menjawab pertanyaan jiwa dan ruh. Aku yakin. Qur’an itu tetap aku simpan sampai aku mengunjungi Al Quds di Palestina. Adapun AL Qur. islam yang aku anut adalah sebuah risalah yang berat. Kemudian aku berpikir. Dari kunjungan itulah aku mulai memperhatikan kitab yang telah dihadiahkan kakakku tersebut.an telah mulai dengan penyembahan kepada Allah yang Esa. Akhirnya di Masjid di London. Allahlah satu satunya yang berkuasa atas segala sesuatu. Ketika selam 1 tahun. adapun sekarang. penguasa dan pengatur seluruh Makhluk. Ungkapan Bismillahir rohmanir rahim telah measuk mempengaruhi jiwaku. Al Qur’an tidak seperti kitab yang terdiri dari penggalan penggalan dan keterangan keterangan sifat yang banyak terdapat dalam kitab yang saya pelajari sebelumnya. Al Quranlah yang telah mengajakku kepada islam. segala puji hanya bagi Allah pencipta alam semesta. Islam dimata orang barat dianggap sebagai agama rasial. Sebelumnya aku belum pernah ketemu dengan seorangpun dari mereka. Aku merasa dialah agamaku. tak ada agama lain bagiku. Ini merupakan konsep baru bagiku. bukan pekerjaan mudah yang selesai hanya dengan membaca dua kalimat syahadad. aku mengumumkan keislamanku dengan bersyahad. Aku seperti dilahirkan kembali. Sekiranya aku bertemu dengan seorang muslim yang berusaha mengajakku ke islam. Alhamdulillaahirobbil “alamin.Kemudian aku mencari terjemahan Qur’an dan itulah pertama kali aku berpikir tentang islam. sedang umat islam dianggap sebagai orang orang asing baik dari Arab ataupun dari Turki. Karena itulah aku semakin yakin dengan konsep wahyu yang telah Allah wahyukan kepada nabi Muhammad Saw. perbedaannya dengan injil yang ditulis tangan pengarang yang beraneka ragam dari kisah kisah yang bermacam pula. saya mempelajari AL Qur’an. Sejak itu aku baru tahu bagaimana misi kerasulan itu bermata rantai sejak adanya permulaan makhluk hidup dan manusia sepanjang sejarahnya ada dua macam. tentu akan kutolak . Al Qur’an dimulai dengan Bismillah. Pada saat itu aku merasa bahwa akulah satu satunya orang islam di dunia ini. maka aku penuhi ajakannya. akupun mulai tahu apa itu islam. pemikiranku tentang Tuhan. Di sampul Al Qur’an tidak ada nama pengarangnya. Al Qur’an telah menjawab seluruh pertanyaanku. Tapi aku berpendapat untuk melihat terjemahannya dan tak ada salahnya untuk mengetahui isinya. Pada tahun 1975 terjadi satu mukjizat setelah kakak kandungku menghadiahkan sebuah AL Qur’an kepadaku. Bagaimana ? Aku tak tahu. Semua selaras dengan paham keesaan yang murni. Kemudian dilanjutkan dengan Al Fatihah. Kudapati didalamnya semua Nabi nabi yang dimuliaklan Allah dan tidak dibedakan antara satu dengan yang lainya. Kucoba mencari kesalahan kesalahan dalam Qur’an namun tak kudapatkan. dan meyakini secara toal seluruh ajaran ini. Mereka mengatakan kepadaku Tuhan itu Esa dan terbagi menjadi tiga. bagaimana caranya menjadi muslim yang sebenarnya. tiada sekutu baginya. bahwa didalamnya ada konsep persesuaian dan kekuatan yang mampu mendatangkan mukjizat ( disamping tuhan ). Mukmin dan Kafir. pembukaan AL Kitab. dengan nama Allah bukan lainya. Dari pertama kali kurasakan. dialah yang menyuruhku menemui Al Qur’an. Aku benar benar melihat sesuatu yang unik dalam Qur’an. Adapun gereja yang telah menghancurkanku serta mendatangkan kesengsaraan dan kepayahan. Waktu itu. Dulu yg aku pahami sebelum mengenal Qur’an. Tuhan seluruh alam.

kisah islami ( 268 ). Mari kita bangkit!!! Karena sesungguhnya dakwah ini tidak akan berhenti ! Semoga bermanfaat. dan gambaran buruk yang diberikan oleh sarana informasi barat yang selama ini menjadi rujukan banyak orang. Kita ketahui. betapa penampilannya yang islami menjadikan Amerika geram dan menolaknya ketika mau datang kesana. Aku telah datang kepada islam dari sumber terbaiknya. bagaimana beliau berperilaku juga sunnahnya. cerita teladan ( 355 ). namun disisi lain jutaan umat ini bangga dengan kehadiran seorang yang telah ber azzam untuk memanfaatkan segenap waktunya untuk berjuang dalam dakwah yang mulia ini. semuanya kini telah kuberikan untuk dakwah islam. Daromi Aks  erva kurniawan 1:35 am pada 31 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). itulah nukilan kisah Penyanyi terkenal Cat Steven yang telah berganti nama dengan Yusuf Islam. kehidupan selanjutnya ialah. Sudah bersemangatkah kita untuk bergabung dalam barisan dakwah seperti yang telah Allah dan rosulnya perintahkan ? Atau Jangan jangan jangan kita termasuk orang yang loyo? Jika demikian. Inilah jalanku. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Persembunyian Terbaik: Terang dan Terbuka . sebab musik itu melalaikan untuk menbgingat Allah dan ini adalah bahaya besar. Aku telah lupa dengan musik. Tidak salah juga jika kita bertanya pada diri sendiri. Akhirnya bergantilah namaku menjadi Yusuf Islam. Semua hasil kekayaan yang aku peroleh. kisah teladan ( 352 ). Saudaraku.ajakanya karena melihat kondisi umat islam yang memprihatinkan. dan bertanya apakah aku teruskan? Mereka menasehatiku untuk berhenti. cerita nasehat. Marilah kita bercermin dari kisah ini. Aku dapatkan perbendaharaan yang melimpah ruah dalam kehidupan rosul dan sunnahnya. Kemudian aku pelajari Siroh Rosulullah.

wajahnya kembali berseri dan ia tak perlu menundukkan kepala setiap melintasi tempat keramaian.Oleh: Bayu Gawtama Suatu hari. sang guru menjawab. Ternyata yang guru maksud tempat terang dan terbuka itu tidak lain tidak bukan adalah. pada mulanya ia merasa malu pada setiap pasang mata yang menatapnya tajam. Selama ini. “bersembunyilah di tempat yang terang dan terbuka. pada setiap mulut yang pedas mencibirnya. ia teringat pesan gurunya. Akhirnya si murid pergi meninggalkan gurunya. dan tempat-tempat keramaian lain yang menjadi pusat aktivitas orang banyak. bersembunyilah di tempat yang saya sarankan…” Merasa tidak puas. Tentu ada maksud tertentu dari sang guru dari anjuran tersebut. Namun sepanjang perjalanan ia terus merenungi kalimat gurunya. si murid terheran dan bertanya kembali. di taman bermain. Kenapa justru guru menganjurkan saya bersembunyi di tempat terang dan terbuka? Ya sudah pasti akan lebih mudah orang melihat saya…” Untuk jawaban kedua. tunjukkan saya satu tempat sebagai tempat sembunyi paling aman…” Dengan tenang. Maka. Selama ini. Ia merasa setiap mata terus menerus mencari jejaknya dan akan mengadilinya. hatinya sangat tenang. ada seorang murid yang bertanya kepada gurunya. selalu saja mudah bagi orang lain menemukan saya. Di saat itulah. dan hatinya sangat tenang. ia selalu merasa cemas dan ketakutan karena merasa semua orang di muka bumi mencarinya. ia pun merasa harus mengunjungi gurunya. Bersembunyi. ia kembali merasa dikejar perasaan bersalah atas perbuatannya tempo dulu. tidak lagi cemas. di pasar. “Cobalah. atau bahkan makian yang membuat hatinya tercabik-cabik. “Guru. yang menganjurkannya bersembunyi di tempat terang dan terbuka. “Saya baru mengerti maksud guru tentang tempat terbaik untuk bersembunyi itu. gelisah dan takut. “Guru. Kejujuran kadang harus dibayar dengan . saya ini sudah lelah terus menerus sembunyi namun tetap saja diketahui orang. Tetapi ia tidak lagi merasa dihantui terus menerus. dan karena itulah setiap orang teramat mudah menemukan tempat persembunyiannya. atau menyembunyikan kesalahan terus menerus hanya akan membuat hati cemas. Rasa cemas dan takut terus menerus menghantui dirinya selama di tempat persembunyian. “bersembunyilah di tempat yang terang dan terbuka” Maka. Setiap kali saya merasa sudah menemukan tempat terbaik untuk bersembunyi. jujur” ** Setiap manusia pasti dan pernah melakukan kesalahan. setiap kali menemukan tempat persembunyian yang dianggap paling aman. justru ia merasa aman dan nyaman. meski harus didahului dengan perasaan malu dan sakit. justru ia merasa tidak aman. Sang guru hanya mengeluarkan kalimat yang hampir sama. Maka ia pun kembali berlari dan mencari tempat sembunyi. Selalu khawatir jika suatu waktu dan pada akhirnya orang lain mengetahui perbuatan salah kita itu. Setelah mengikuti anjuran sang guru untuk bersembunyi di tempat terang dan terbuka. Tetapi beberapa saat setelah itu. Suatu hari. ” Mendengar jawaban itu. melengganglah ia dengan tenang di depan khalayak ramai. Aneh memang.

“Kami berdua bersaudara. Wb. Dua orang di antaranya berkata.perih dan malu. di situlah mata air ketenangan jiwa (Gaw) *** Sumber: Eramuslim. Yang selalu Hadir. yang sekarang kami bawa kepada tuan untuk diadili. Jujur dan terbuka. Aku tiba di Madinah tadi pagi untuk berziarah ke makam Rasullulah saw. “Aku sangat menyesal ayah mereka terbunuh di tanganku. seorang laki-laki tua . kumpulan kisah teladan ( 284 ) Orang Yang Beriman Selalu Menepati Ucapannya Assalamu’alaikum Wr. Segera setelah aku melihatnya. “Walaupun di sana tidak ada saksi sama sekali. cerita teladan ( 355 ). dia dibunuh oleh pemuda ini. Hukumlah dia sesuai dengan Kitabullah. Aku orang dusun. aku turun dari kudaku untuk menyucikan diri dan berwudhu.” Khalifah Umar menatap orang yang ketiga dan memintanya untuk berbicara. Orang Yang Beriman Selalu Menepati Ucapannya Suatu hari. Allah. Di pinggir kota.com  erva kurniawan 1:25 am pada 24 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). mengetahui bahwa mereka berdua berkata yang sebenar-benarnya. cerita nasehat. tetapi sesungguhnya itu akan membawa ketenangan batin selamanya.” kata si tertuduh itu. pada masa pemerintahan Khalifah Umar. ketika Umar sedang duduk-duduk dengan para sahabatnya. kisah teladan ( 352 ). aku menarik kuda menjahui ranting-ranting tersebut. Pada saat itu juga. kisah islami ( 268 ). Ketika ayah kami sedang bekerja di ladangnya. tiga pemuda bangsawan yang tampan memasuki majelisnya. Kudaku mulai memakan ranting-ranting pohon kurma yang bergelantungan melewati tembok.

tetapi kenyataannya dia mati di tanganku. kita harus melaksanakan hukuman itu kepada Abu Dzar. Seandainya dia tidak kembali. Ketika hari ketiga itu mulai berakhir. anda bersedia menjadi jaminan bagi seseorang yang tidak anda kenal. Abu Dzar setuju untuk menggantikan pemuda itu. berdebu dan berkeringat. “Orang-orang Islam tidak kagi menepati ucapannya sendiri?” .yang sedang marah mendekatiku dengan membawa sebuah batu yang besar.” kata pemuda tersebut. “Maafkan aku karena baru tiba pada menit terakhir. Namun. laksanakanlah hukumanku. Aku menyimpan harta tersebut di dalam tanah agar aman. Sekarang tuanlah yang berhak mengadili aku. Jika aku ingin melarikan diri. Si tertuduh pun dibebaskan untuk sementara waktu. kedua penggugat itu kembali ke sidang khalifah. di dunia ini. Pada hari ketiga. dan kudaku langsung mati. yang mulia yang berkerumun di sekeliling khalifah. dan dengan tenang dia berkata. Sekarang aku harus menggalinya dan menyerahkan harta tersebut kepada pengawasan orang lain. Dia roboh dan meninggal. setiap orang yang hadir di sana mulai menangis. kami tidal akan pergi tanpa menerima pengganti darah ayah kami.” Mendengar kata-kata tersebut. tetapi tertuduh itu tidak ada. Tanpa keraguan sedikit pun. Orang yang tidak dapat menepati kata-katanya sendiri adalah orang munafik. tetapi kemana? Jika aku tidak mendapatkan hukuman di sini. Tiba-tiba pemuda itu muncul. aku menanggung satu tanggung jawab untuk menyimpan harta kekayaan anak yatim yang harus aku serahkan kepadanya bila ia telah cukup umur. laksanakanlah.” Umar menjawab. bila pemuda itu tidak kembali. “Kalau begitu. Kedua penuduh itu berkata: “Wahai Abu Dzar.” Kemudian dia berpaling kepada kerumunan massa dan berkata. “Permintaanmu tidak dapat dipenuhi kecuali ada orang lain yang bersedia menggantikanmu dan menjadi jaminan untuk nyawamu.” Khalifah berkata. Sekarang aku telah siap. merupakan cahaya dan inpirasi bagi semua penduduk Madinah. “Orang yang beriman selalu menepati ucapannya. ia menunjuk Abu Dzar AlGhifari dan berkata. Aku tidak bermaksud membunuh orang itu. hatiku sarat dengan rasa takut kepada Allah. Menurut hukum Islam. aku pasti akan mendapatkan hukuman yang abadi di akhirat nanti.” “Wahai Amirul Mukminin. yang paling dicintai dan disegani.” Walaupun pernyataan itu berati satu pengumuman kematian. Pemuda itu memandang kepada para pengikut Rasullulah saw. Dia melemparkan batu itu ke kepala kidaku. karena Abu Dzar. “Aku mohon maaf karena telah membuat Anda khawatir.” Abu Dzar adalah salah satu saeorang sahabat Rasulullah saw. kegemparan. Karena itu aku sangat menyayangi kuda itu. yang pasti akan datang cepat atau lambat? Apakah saudara-saudara berpikir bahwa aku akan menghilang dan membuat orang-orang berkata. anak yatim itu akan kehilangan haknya.” Khalifah menolak permintaan itu atas dasar hukum. Dia datang dengan berlari dan dalam keadaan penat. “Aku dapat melarikan diri sebelumnya jika aku mau. Siapakah yang dapat melarikan diri dari kematian. Beri aku tiga hari untuk pergi ke desaku dan menyelesaikan masalah ini. Aku mengambil batu itu dan melemparkannya kembali ke orang tersebut. aku dapat saja melakukannya. Padang pasir sangatlah panas dan perjalanan ini teramat panjang. Dengan memilih secara acak. kesedihan dan kekaguman orang-orang mencapai puncaknya. Kalau tidak. aku kehilangan kendali diri. pemuda itu tetap bersabar. yakinlah bahwa aku akan kembali. “Engkau telah melakukan membunuh. “Orang ini akan menjadi jaminan bagiku. Tak ada seorangpun yang tahu letaknya kecuali aku. orang yang berakhlak sempurna dan bertingkah laku sangat terpuji.” Khalifah berkata: “Sungguh. Terlalu banyak yang harus aku kerjakan. Abu Dzar ada di sana.” dia berkata terengah-engah. engkau harus menerima hukuman yang setimpal dengan apa yang telah engkau lakukan.

terima kasih atas ceritanya…. Wassalamu’alaikum Wr. saya tidak merasa mampu untuk menolaknya ketika dia memilih saya. Wb.. • nino 9:31 am pada 13 Agustus 2011 Permalink Subhanallah. Mereka lalu menarik tuduhannya. karena hal itu sesuai dengan asas-asas kemuliaan. Abu Dzar menjawab.Kerumunan massa itu kemudian berpaking kepada Abu Dzr dan bertanya apakah ia sudah mengetahui sifat yang terpuji dari pemuda tersebut.  erva kurniawan 1:48 am pada 19 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).. “Apakah kami harus menjadi orang yang membuat rakyat berkata bahwa tiada lagi rasa belas kasihan di dalam Islam?” s Oleh: Sumarah Wahyudi. “Tidak. kisah teladan ( 352 ). • hilmi 10:28 am pada 24 Maret 2011 Permalink luar biasa….terima kasih untuk cerita nya. kisah islami ( 268 ).. cerita teladan ( 355 ). sumber buku FUTUWWAH. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Sebuah Perjalanan Ba’da Dzuhur . Tetapi. cerita nasehat. seraya berkata. sama sekali. Haruskah saya menjadi orang yang membuat rakyat berkata bahwa tak ada lagi perasaan haru dan kasih sayang yang tersisa dalam Islam?” Hati dan perasaan kedua penuduh itu tersentuh dan bergetar.

Dengan keramahan yang ala kadarnya petugas menyampaikan bahwa dia tidak tahu keberadaan si pasien yang kami maksud. Dengan dalih yang beraneka ragam. Kami pun harus menunggu dan bolak balik ke depan parkir dan ke dalam. pasien yang kemarin benar. Kami parkir di belakang kamar jenazah RSCM. Satu hari berlalu. dan dia tetap bersabar. Sebagai seorang yang besar di lingkungan Ibukota yang penuh dengan intrik-intrik penipuan. Lagian saya jam 4 sore sudah janjian dengan seseorang di Bogor dan mana sempat kita ke Tanjung Priuk. Keduanya mengajukan bantuan dana ke Baitul Maal yang akan dimanfaatkan untuk biaya pengobatannya. ” Mungkin yang tahu cuma Pak Ahmad. Kami tanya ke suster yang bertugas disana pun tidak ada (ehm… tapi kali ini bicaranya cukup ramah). saya pun mulai timbul rasa curiga. MT Haryono ke RSCM. kena HIV dan Narkoba “.Siang itu kami meluncur dari kantor pusat kantor kami di Jl. dia tahu keberadaan si pasien dan memohon untuk ditunggu. dia hanya ingin memanfaatkan dana dari Baitul Maal kami. Saya pun mengajak teman saya keluar ruangan IGD. Sambil menunggu Pak Ahmad kami bertiga ke ruang P3RN (ruang informasi) disana kami tanyakan kepada petugas dimana keberadaan si pasien sekarang ini. Meski teman saya sama sekali belum kenal dengan si pasien. hati-hati lho. Selang tiga puluh menit Pak Andi pun telepon ke HP teman saya dan satu menit kemudian kami pun bertemu. Rupanya Pak Andi yang kami cari-cari belum ada disana. Saya bilang. Di tengah perjalanan. Di selasar kamar jenazah ternyata Pak Ahmad telepon via wartel. sementara saya menuju ke parkir dan langsung ke Bogor. Dan saya sangat yakin kalau kali ini adalah salah satu modus penipuan berkedok permintaan bantuan dana. karena di depan IGD RSCM parkir selalu penuh dan bisa-bisa kami pun tidak boleh parkir disitu. Teman saya tahu kondisi si pasien dari dua orang aktivis bernama Pak Andi dan Pa Ahmad yang belum lama ia kenal. Teman saya kembali ke sana. akhirnya teman saya mau juga mengikuti kemauan saya. Saya dan teman saya yang sekarang dipercaya sebagai Manajer Baitul Maal di kantor kami rencananya akan ke Tanjung Priuk. Dia bilang. kami pun memperbincangkan rencana yang akan berkunjung ke seorang pasien yang sedang kritis di IGD RSCM. Kami kesulitan karena Pak Andi tidak memiliki alat komunikasi HP. sementara dia sendiri tidak tahu dimana keberadaan pasien yang akan kita bantu “. disana kami akan on the spot ke satu titik pemukiman kumuh di Ibukota. Akhirnya kami pun harus menunggu Pak Ahmad. karena dari tanggal 15 Maret dia selalu bergantian menjaga pasien bersama dengan Pak Ahmad. Dalam perjalanan ke Bogor otak saya masih diselimuti kecurigaan yang luar bisa tentang dua orang aktivis itu. Kami pun berpamitan dengan Pak Andi. Teman saya pun cuma tersenyum. Jangan jangan dua orang ini cuma mengada-ngada. tetapi sudah menjadi tanggung jawab moral untuk menjenguknya dengan membawa sejumlah dana ala kadarnya agar dapat meringankan biaya pengobatannya. Akhirnya saya pun berargumen. dicari-cari tetap tidak ada. ternyata Pak Andi belum juga ada. ” Jangan-jangan di cuma mau menipu kita saja.00 kami pun sampai. Pak Andi ternyata tidak tahu di kamar mana si pasien sekarang berada. ini Jakarta Bung. Perbincangan pun langsung terfokus kepada kondisi si pasien. tapi setelah obrolan ba’da dzuhur akhirnya saya dan teman saya menyempatkan diri ke RSCM sebelum ke Tanjung Priuk. dan langsung meluncur ke arah parkir. Dan pasien dipindahkan ruangannya pada saat Pak Ahmad yang menjaganya. sekarang sudah meninggal. Akhirnya dengan pertimbangan yang macam-macam kami berdua pun berpisah. “Wah. kita tunggu saja Pak Ahmad “. Akhirnya dengan semua atribut kemacetan Ibukota jam 14. pagi-pagi dapat sms dari teman saya ” Pak. buktinya sekarang pasiennya tidak ada. Akhirnya kami pun kembali lagi ke ruang IGD. .

Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:53 am pada 16 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Astaghfirullah….Langsung saya tersentak. Untuk seorang preman pecandu narkoba. Untuk seorang preman yang terinfeksi HIV. ” (QS. cerita nasehat. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Mohon maaf Pak Ahmad dan Pak Andi.. Selamat jalan Dorris. jauhilah kebanyakan dari prasangka. Astagfirullah aladziim…………. kisah teladan ( 352 ). semoga Allah SWT mengampuni semua dosa-dosamu.. kisah islami ( 268 ). kau memang orang yang sangat sabar. ternyata dugaan saya salah !”. teruslah berjuang di jalan Allah SWT.jantung saya serasa copot. Ternyata Pak Ahmad dan Pak Andi adalah benar-benar dua orang yang mulia. cerita teladan ( 355 ). yang rela mengorbankan waktunya untuk seorang yang bernama Dorris. Prasangka buruk kepada saudara-saudaranya sendiri. ” Hai orang-orang yang beriman. sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . saya sudah terinfeksi dengan virus-virus kecurigaan dan kemunafikan Ibukota yang lebih berbahaya daripada virus HIV yang diderita Dorris.12).49. Dan bertakwalah kepada Allah. “Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun. Untuk seorang preman yang sakit dan dinistakan di emperan toko di Ibukota. Untuk temanku.

bisikku. Apalagi Bapak yang mengisi khutbah Ied.Sebab Aku Cinta Sebab Aku Angin by : Helvy Tiana Rosa Malam mengelam. Perempuan itu menatap puing-puing bangunan masjid. Beku. Berputar. di seberang kami. wajah keras itu tak juga berubah. menampakkan lesung pipitnya yang dalam. Senjata itu dijulurkannya ke luar jendela. Jangan lekas pulang. Pantas untuk beta pakai menghadap Allah di hari raya.. lalu berkali-kali dihunjamkannya ke tanah.”kataku dengan suara risau mendesau. Gerimis turun menyapa sunyi. menggantungkan sesisir pisang meja di sisi lemari kayu. bergetar. Itu rezeki dariNya. Kupandangi nona di hadapanku sekali lagi. rahangnya mengeras. menangislah.” “Selesai salat. Kaku. Mengusir asap kepedihan yang mengepul. Meski lelah. Bapakmu juga membelikan Ali dan Abid songkok baru. Semakin lama semakin kencang. compang -camping dan terkena percikan darah di sana-sini. Tetapi aku sangat ingin. Meliuk-liuk.”dari jendela kayu yang terbuka. “Ya. aku melihat semua! “Karudung ini bagus sekali. Sebilah tombak ada dalam genggamannya.”suaranya bergetar. Nak. “Cinta. Ia tampak lusuh. Tubuhku berguncang. di sepanjang jalan. Jilbabnya kumal berdebu. kulihat nona tersenyum. Lama sekali. Bu. “Iya! Iya!” . Mengencerkan ceceran darah. Wajah hitam manisnya menyembul dari balik jendela kayu yang terbuka. dari bangunan yang telah menjadi arang. Cinta! Cinta! Sungguh. Mendekap Batu Merah dengan segala kegalauan.”Beta seng bisa manangis. Mamanya tertawa.”suara Bapak bangga.

Pagi-pagi sekali. “Serang!” “Bunuh!” “Bakar!” Hiruk pikuk. Dengan khusyu mereka melakukan salat Ied. 19 Januari 1999. panah. Semua tertawa. mengalir. Nona terbelalak! Ternganga! Lenso putih di tangannya jatuh ke tanah. tangisan. tolooong!” “Mamaaaa!” DUG! Perempuan itu tersungkur di pangkuan anaknya. Entah dari mana. mencoba melawan tanpa senjata.“Wah. pisau juga pistol! Jeritan memilukan terdengar di mana-mana! Oto dan rumah di sekitar juga kena sasaran.. Keesokan harinya. parang. Darah muncrat. Ratapan. lalu mencomot sepotong dua potong bagia. dengan kepala remuk terkena lemparan batu. ratusan mahluk menyeramkan menyerang mereka yang tengah melaksanakan salat! Ada yang membawa tombak.lalu. jeritan semakin memerihkan pagi! Para lelaki berpeci. “Nak. Semua berlari menyelamatkan diri. Seperti ikan-ikan yang terlempar dari air kehidupan. bagia ini enak sekali!”kata Ali dan Abid berbarengan. kalewang. Orang-orang terkapar. Kedua bocah itu mengerling nakal. Pekat. kulihat Nona dan keluarganya. yang akan dimasukkan ke dalam toples. juga kaum muslimin yang lain berduyun duyun ke tanah lapang. “Bapaaaaak!” CRESH! Kepala lelaki separuh baya itu putus dari badannya! Menggelinding di tanah lapang yang basah meresap darah. . Banyak jamaah yang terinjak-injak. Bahagia. “Aliii!” “Abiid!” “Aaaaaaaaaa!” Tangan-tangan kotor mengayun-ayunkan bocah itu dan melemparnya ke dalam bangunan yang terbakar. Menggelepar. Gema takbir terdengar di mana-mana. lalu membentuk beberapa kubangan. Api berkobar.

Myanmar. Menyaksikan sendiri tumpukan lara. Cinta. “Kini milikku hanya Allah dan tanah ini. mereka akan terus tidur. Tetapi. mencakar. . Ia berteriak sekuat tenaga! Menyebut nama Allah berkali-kali.” “Seng!”tegas Cinta tiba-tiba.. Aljazair dan yang lainnya! Lalu siapa yang akan membelamu.. Memeluk. Beta harus bajuang demi kebenaran!” Aku meliuk perih.melecehkannya bergantian. Cintaku. Orang-orang pergi ke pelabuhan. Wajah itu kaku. tetapi monster! Mereka tak punya nurani. Monster-monster ini serupa dengan mereka yang membantai kaum muslimin Bosnia. Cinta? Apakah orang-orang yang selalu berteriak-teriak mengatasnamakan HAM di muka bumi ini akan tergetar pada deritamu? Akankah mereka mendengar jeritan menyayat dari tanah yang tercabik-cabik ini? Ah. Tetapi tak ada setetes pun air mata. “Nona harus pi. meski tangannya berdarah terkena ujung tombak yang tajam. Cinta. Jatuh bangun. Cinta.Nona terpaku. Kosovo.” kutiup wajah manisnya. Terkadang mereka berteman erat dengan monstermonster itu. Lalu merobeknya kasar dengan belati! Nona mencoba meloloskan diri. di tengah jalan. Aku hanya mendengar gema isakan dalam relung-relung batinnya. Mereka memakai arumbai atau kole-kole untuk keluar dari sini. Oh. “Ose harus mengungsi. Lalu dengan sisa-sisa tenaga ia berlari. Palestina. Mereka punya banyak urusan. Hanya tubuhnya yang terdorong ke sana ke mari. Bintang tiada. Siapa mahluk-mahluk buas dengan mata dan ikat kepala merah itu? Lalu yang memakai ikat kepala ungu? Mereka seakan baru saja menenggak berbotol-botol sopi dan sagure.. Kadang tersandung tubuh-tubuh manusia yang terbongkar. Nona…. Mereka menariknarik jilbabnya sambil tertawa tanpa henti. Kashmir. Jiwanya bagai mengelupas. Mereka membawa panah api! Di mana polisi? Di mana tentara? Aku mendesau risau. Tak bergerak. Kulihat dadanya naik turun. ia bahkan berhasil merampas sebuah tombak! Ya. saat palu raksasa menghantamnya berkalikali.apakah ia tak menyadari? Lawannya bukan manusia. Merasa tubuhnya tertanam dalam tanah. “Beta tak akan pernah pergi!” Wajahnya terangkat beberapa senti. Azerbaijan. Tersengal-sengal. Chechnya. Hening. meludahi monster-monster itu! Hup. Detak jantungnya terdengar berkejaran. Aku ingat. menendang. Beberapa waktu lalu. Aku tersentak. Puluhan ribu pengungsi yang rumahnya terbakar berjejalan di sana. didesak mereka yang panik menyelamatkan diri. Ia sangat berani. Ia menggigit. Aku melihat semua! Juga ketika tangantangan jahanam itu menyeretnya. Dingin. Bulan sepotong di langit. Terhempas-hempas. Nona masih kaku. “Cinta. Juga uang dari negeri antah berantah. Mendorong. ia pergi ke Masjid Raya Al Fatah.” sapaku pelan. masjid besar di kota ini.

entah dari mana datangnya. “Buka jilbabmu sebelum mereka melihatnya!” kata seorang perawat. sejak hari raya berdarah itu. Pada detik terakhir sebelum bangunan itu dihancurkan. “Tidak. Bersembunyi di rumah kosong. Kupandang lagi nona. Baru saja perempuan itu terbaring di atas ranjang putih. Tulehu. Tangisan. kutemukan lima ratus mayat lebih terbujur kaku di sana. Lalu sayup. Mereka kelaparan. kembali dibantai. nona. Air Laew. Kini bulan hampir habis di langit. menjauhi rumah sakit. Bangunan putih tersebut dalam sesaat penuh cipratan darah. kudengar lagi irama langkahnya. para monster itu telah menyerbu rumah sakit! Panik! Semua porak poranda. Bahkan 2 Maret lalu. para jamaah yang sedang salat subuh di Masjid Al Huda. anak-anak dan lansia. Bulan sepotong di langit. Karang Tagepe. Menghibur mereka. Bintang tiada. Cinta membawa beberapa muslimah. Erangan dan tangisan di sana bagai air mendidih dalam jerangan. Menegarkan para wanita. Padahal saat itu mereka diserang membabi buta.Kebanyakan mereka perempuan. Orang-orang di sekitar masjid memandangnya dengan mata basah dan sukma tercabik. Ia membentangkan kedua tangannya memeluk para balita. Cinta tak mampu lagi tersedu. beberapa hari yang lalu. Dari jauh terdengar bunyi tiang listrik dipukul berkalikali. Kampung Labuhan Raja. kehausan dan terkena berbagai penyakit. tertatih-tatih. Begitu juga penghuni rumah sakit yang diketahui muslim. sebelum dibunuh. “Puteri Haji Latusina. ketika seorang tentara melarang mereka bertindak. Wailela. Ia membantu memasak bubur. Saat itu ia mengantar seorang perempuan jamaah masjid yang akan melahirkan. “Biar katong membela diri!” serunya garang. Kate-kate dan Kampung Kolang. Ia bercerita tentang Rasulullah saw dan para sahabatnya pada anak-anak itu. Mengapa kalian membiarkan monstermonster itu? Mengapa katong tak boleh mempertahankan nyawa sendiri? Di mana keadilan?”teriak Cinta. sejak beta dilahirkan hingga kembali padaNya!” seru Cinta dengan suara dan tubuh bergetar. Setiap kali kupandang mata jelinya yang kini bengkak dan sayu. Kujumpai kepedihan Pelauw. Tak ada apa pun. hingga walau sesaat mereka lupa akan lapar. Kusaksikan nyeri menebari Kuda Mati. “Jangan bilang ose muslimah!” Cinta menatapnya dengan pandangan menyala. “Siapa nona pemberani itu?” Mereka berbisik-bisik. mengobati yang terluka. tanpa sempat membela diri. kala dianiaya secara paling biadab. tak jauh dari sana. Nona. “Beta tak mengerti. kecuali rejam kekejian yang menggila. Sirisori. Juga mengasah bambu runcing. Beta muslimah.. saat memasuki gerbang sebuah rumah sakit. Peluh dan darah mengucur deras dari dahinya. teriakan histeris memecah udara! Ibu-ibu hamil itu memekik. Satu-satunya yang tersisa dari keluarga itu!” sahut yang lain. . Bintang tiada. Lebih dari satu setengah bulan. menumbuk sagu.

Juga salawaku yang telah ditempanya beberapa hari lalu. ia akan pergi ke masjid itu. Perlahan sekali kudengar guyuran air. Membawa tombak di tangannya. Aku berputar-putar. Cinta mengangkat tombaknya. Lalu dari mulut mereka ke luar berbagai makian. Cinta terkepung. Mengganas! Sekonyong-konyong monster-monster itu berpentalan. Sekuat tenaga aku meliuk-liuk di udara. Mereka membawa berbagai senjata di tangan. Kali ini kuangkat tubuh Cinta. Ia bergegas ke kamar mandi. “Mereka menyerang lagi!”teriak Cinta. “Allaaaaahu Akbarrr!” ulangnya berkali-kali.Tiba-tiba Cinta bangkit dari duduknya. Cinta! Kulihat ia berdiri. Suara itu! Tubuhku bergetar hebat. Nona melayang-layang di udara. Aku dapat merasakan dadanya menggelegak. Nona terdesak. Aku bertiup lagi.. Itu adalah Panggilan Agung yang menggetarkan segenap alam. “Lihat! Dia terbang! Dia terbang!” .ha. Memanas. Suara tiang listrik yang dipukul. Tiba-tiba aku mendengar sebuah panggilan. belum jauh ia berlari. “Allahu ma’i! Allahu ma’ii!”katanya berkali-kali. Berjalan sambil mengacung-acungkan senjata! Mencorat-coret tembok rumah yang masih berdiri tegak dengan segala hujatan. Meniup sekuat-kuatnya.” lirihnya. Sementara itu suara gemuruh para monster terdengar semakin dekat. Mengerikan.”mereka tertawa-tawa. Nyaris pecah. Menutup jendela yang engselnya hampir terlepas itu. sejak masa Pattimura. atau menghancurkannya! Cinta berlari. Aku yakin. Di daerah ini. Tampaknya sebagian besar bukan berasal dari daerah itu! Mata mereka merah! Jalan mereka terhuyung-huyung! Mereka mengenakan ikat kepala yang sama seperti dahulu. Merah dan ungu! “Hua. terdengar lagi. Mereka datang dari berbagai arah. Kian lama mereka semakin banyak. Semakin keras. mereka selalu mandi dan mengenakan pakaian putih. Mereka berteriak-teriak kasar. Menggigil ngilu. Terus berputarputar. Cinta bergegas ke luar rumah. gadis itu pasti sedang membersihkan dirinya. Para pengecut itu menyerang Cinta! Mengamuk! Mereka bakalai! Nona manise sempat terjatuh dan diinjak-injak! Biadab! Marahku menjalar. bila akan berjihad. “Monster-monster itu telah kembali!” Kegeraman seakan membungkus keberanian gadis itu berlapis-lapis.ha. Aku tahu. Terkadang monster-monster itu tanpa malu memanggil-manggil Tete Manis. “Allaaaaahu Akbar!” teriak Cinta. Aku tak sudi membiarkan mereka begitu saja. Memekik-mekik. di hadapannya tampak puluhan monster menyeringai. Tiba-tiba. Bergabung dengan yang lain. mengayun-ayunkan tombaknya ke sana kemari. Sekali lagi ditatapnya rumah kenangan yang sebagian telah hancur diterjang bom rakitan. “Selamat tinggal.

. Kutiup anak panah itu. Tetapi tak ada yang sudi pergi dari tanah ini. sagure: minuman keras salawaku: tameng bakalai: berkelahi kusu-kusu: alang-alang 6 Februari 2001  erva kurniawan 1:29 am pada 15 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kataku sendiri. “Benar Ustad Abdul Aziz. akan bangkit menghadapi. mentari merambat naik pelan-pelan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) .Orang-orang berikat kepala ungu memanah Cinta dengan panah api. Sepi.” bisik Nona. Aku mengangguk. sebab angin dan semua. cerita nasehat. Aku tahu. setelah sekian lama. Ah. kisah islami ( 268 ). Jilbabnya berkibar. cerita teladan ( 355 ). Nona menengadah ke langit. Dari balik kota yang sekarat. Ketakutan. Semilir. Juga tanah ini.” katanya lagi.” Aku kembali melihat lesung pipit itu di tempatnya. kisah teladan ( 352 ). saat masjid raya diserang. Matanya basah. Aku meliuk-liuk. sampai kapan pun. Menggemuruh. Nona masih memejamkan mata. Engkau telah mengirimkan tentaramu. Demi Allah! *** Daftar Istilah : beta: aku seng: tidak nona: gadis kalewang: parang panjang pisang meja: pisang Ambon ose: kamu katong: kami arumbai: perahu/kapal besar kole-kole: perahu kecil bajuang: berjuang bagia: kue sagu kering oto: mobil tete manis: tuhan (non muslim) pi: pergi lenso: saputangan manangis: menangis sopi. Sebab Cinta. Lembut. Mereka berteriak-teriak histeris. “Dan kini Kau kirim tentaramu yang lain. Karena itu aku selalu memanggilmu Cinta. Mereka masih memanah tanpa henti. Tak ada suara apa pun. Semua lintang pukang! Aku menurunkan Cinta dengan lembut.” Aku bertiup pelan. monster-monster itu mungkin akan kembali. Ya. “Angin. Hanya desiranku. Menyapa kusu-kusu yang membisu di tepi jalan. Panah-panah itu mengejar mereka. “Beta cinta Allah dan RasulNya. Darah masih mengucur deras dari kedua lengan dan kakinya. Tak akan. “Allahu Akbar. hingga kembali kepada si pemanah. kala bercerita Kau mengirimkan ribuan malaikat.” sambung gadis itu.

Konon. Ayah memang sedang miskin. maklumlah. sehabis digunakan untuk shalat. Sebagai anak semata wayang. Meskipun demikian. Lalu aku teringat riwayat sajadah tua itu. karena bisa tetap melaksanakan shalat dengan sajadah tua ini. aku sangat malu melihat Ibu mengikuti shalat berjamaah di masjid dengan memakai sajadah tuanya itu. banyak serpihan serat kainnya berguguran. agar membuang atau membakar sajadah luanya itu. sajadah tua itu bukan dibeli oleh Ayah. tak punya uang.” “Ibu tidak mau bersyukur. Dan Ibu akan selalu memakai sajadah tua ini setiap melakukan shalat di mana pun. Bahkan lebih tua dibanding umurku yang kini sudah berkepala tiga. Orangtua memang harus kolot.Sajadah Tua Milik Ibu Cerpen oleh: Maria Magdalena Bhoemomo Sajadah milik Ibu sudah tua. Ayah mendapat hadiah istimewa berupa sajadah tua itu dari Ustad Basyir. Dan konon pula.” Aku ingin berdebat lagi. sajadah tua itu merupakan mas kawin yang diberikan oleh Ayah (sekarang almarhum) ketika menikahi Ibu. ada lima lembar sajadah lain yang bagus-bagus. Sudah berkali-kali aku memprotesnya. karena Ayah . Tapi rasanya percuma saja berdebat dengan Ibu yang sudah terlanjur menyukai sajadah tuanya itu.” “Apa katamu? Justru Ibu bersyukur. “Kenapa kamu yang malu? Padahal. Jika dikebat-kebatkan. Dan konon. di dalam lemari pakaiannya. melainkan merupakan hadiah istimewa dari Ustadz Basyir. Ketuaan sajadah itu bisa dilihat dari warnanya yang sudah kusam dan susunan serat kainnya yang sudah rapuh sehingga bolong-bolong. Padahal. yang sudah cukup makmur karena berpenghasiian cukup tinggi sebagai anggota legislatif.” ujarku dengan kesal. Ibu tidak malu. Ibu tetap selaiu melakukan shalat dengan menggunakan sajadah tua itu.” “Ibu kolot!” “Ya. “Aku sangat malu kalau sajadah lua yang sudah layak dibuang ke tong sampah itu tetap Ibu gunakan untuk shalat di masjid. ketika melihat Ibu pulang dari masjid selepas maghrib. Tapi Ibu tak pernah menggubris protesku. dan satu-satunya barang berharga yang bisa digunakan untuk mas kawin adalah sajadah tua itu.

semasa mudanya. Tapi aku masih saja duduk termenung di ruang kerjaku. Aku sangat takut. Maling terkutuk. “Cepat keluar. Sebagaimana maling. Ayah memang menjadi santri di pondok milik Ustadz Basyir untuk belajar menghapal Al-Qur’an. langkahku bersijingkat. maling terkutuk?!” teriak Ibu berulang-ulang sambil menangis. Aku masih dihinggapi perasaan iba dan khawatir. dan bibirnya bergerak-gerak membisikkan kata-kata kutukan: “Maling terkutuk. Istriku menyusulku ke kamar Ibu.” perintah istriku dengan wajah panik. lalu membuang atau membakar sajadah tua itu. Istriku juga sudah tidur bersama anak-anak. Dan menjelang waktu subuh. Tidak. Mata Ibu berbuka lebar-lebar. aku pasti kasihan jika melihat Ibu bersedih gara-gara kehilangan sajadah tuanya itu. Segera kuangkat Ibu untuk kubaringkan di atas ranjangnya. Dan setelah melihat Ibu nampak habis terserang stroke. Tapi. Aku dan istriku tersentak bangun.berhasil menghapal 30 juz Al-Qur’an dalam usia 20 tahun. .” Dadaku berdebar-debar mendengar kutukan Ibu yang diulang-ulang itu. Dan aku tidak ingin Ibu kemudian jatuh sakit karena terus menerus bersedih. semuanya sudah terlanjur. Dan aku sangat terkejut ketika melihat Ibu tergeletak lemas di lantai kamar. *** MALAM itu sudah larut. sebelum aku keluar dari kamar Ibu. Malam semakin larut. karena tetap merisaukan sajadah tua milik Ibu yang tetap selalu dipakainya untuk shalat di masjid. seperti biasanya Ibu bangun tidur dan langsung mandi serta berwudhu sebelum kemudian berangkat ke masjid untuk mengikuti shalat subuh berjamaah. Sebab. Pikiranku rasanya tegang. Tiba-tiba aku mendapat gagasan jahat: Mencuri. Ya. jendelanya kubuka lebar-lebar. Seandainya sajadah tua itu hanya dipakai untuk shalat di rumah. Aku merasa sangat bersalah dan menyesal. Dan tanpa berpikir panjang lagi. aku beranjak ke kamar ibu. Ibu sudah tidur. Begitulah. jika aku mengaku telah mencuri sajadah tua itu. mungkin tidak akan merisaukanku. aku yakin. Begitulah. aku memang harus mencurinya. Mungkin ada maling yang telah memasuki kamar Ibu. agar mengesankan ada maling betulan yang telah memasuki kamarnya dan kemudian mencuri sajadah tuanya itu. Ya. maka Ibu akan menuntutku agar mengembalikannya dan kemudian Ibu kembali akan memakainya untuk shalat sebagaimana biasanya. khususnya kepada Ibu dan istriku. istriku kemudian menatap jendela yang terbuka lebar-lebar itu. jika kutukan Ibu dikabulkan oleh Tuhan. “Maling sial! Maling terkutuk! Kenapa sajadah tua yang tidak mungkin bisa dijual harus kamu curi. karena telah menjadi maling yang mencuri sajadah tua milik Ibu itu. Dengan sikap tenang. Aku tidak tega jika langsung membuang atau membakarnya. Maling terkutuk. Aku tidak mau menanggung malu terus menerus gara-gara Ibu selalu memakai sajadah tuanya itu untuk shalat di masjid. segera aku memasuki kamar Ibu dan mencuri sajadah tuanya itu. Aku tidak akan mengaku telah mencuri sajadah tua itu kepada siapa pun. ketika masuk dan kemudian keluar dari kamar Ibu dengan membawa sajadah tua itu. Mas. sangat pelan. sajadah tua milik Ibu kemudian kusembunyikan di dalam almari buku di ruang kerjaku. Tapi. Dan aku kemudian tidur bersama istri dan anak-anak. agar Ibu bersedia memakai sajadahnya yang lain yang bagus-bagus.

Konon. “Doakan saja semoga malingnya bertobat. konon. Bukankah Ibu masih punya lima sajadah yang bagus-bagus?” hibur istriku.” hiburku. setelah aku menjadi maling yang mencuri sajadah tua milik Ibu. aku dikenal bersih dan anti korupsi. karena shalatnya dilakukan sambil berbaring. “Mungkin malingnya punya tujuan khusus. Bahkan. Sebab. Ibu kemudian tidak membisikkan lagi kalimat kutukan. Dan menjadi orang bersih bisa justru tersisih!” ujar rekanku. Lupakan saja sajadah tua yang telah dicuri oleh maling itu. aku jadi repot sekali merawat Ibu.” tebak istriku. yang membuat Ibu jatuh sakit dan menderita kelumpuhan permanen itu. Tapi. tetap saja terbaring. mungkin saja. ingin mendapatkan jimat. aku mencoba ikut-ikutan melakukan korupsi dana proyek rehabilitasi jalan-jalan dan jembatan yang sengaja digelembungkan. betapa korupsi adalah sesuatu yang wajar. Dan hasil korupsi itu kemudian kugunakan untuk membeli mobil mewah.“Pasti malingnya masuk lewat jendela itu. Bu. “Gara-gara maling sial dan terkutuk itu. . Mendengar istriku mengutuk maling yang sebenarnya adalah diriku. menjadi orang jujur bisa justru ajur. Ibu tidak bisa bangkit lagi. “Pada masa kini. Begitulah. Tapi. kemudian aku direkrut masuk partai kemudian berhasil duduk sebagai anggota legislatif. Dengan demikian. juga istri. karena menderita lumpuh. Ibu masih saja membisikkan kalimat kutukan terhadap maling yang telah mencuri sajadah tuanya. ada maling kok sudi mencuri sajadah tua yang pasti tidak akan bisa dijual. Tapi untuk selanjutnya. setiap melakukan shalat. Aku takut jika kutukan Ibu menimpa diriku. dengan lembut aku dan istriku menghibur Ibu. Lalu. *** SEBAGAI anggota legislatif dari partai reformis. gara-gara aku menjadi tokoh reformasi yang sering lantang menentang korupsi. kutukan seorang Ibu.” tutur rekanku yang lain. dan kemudian rajin melakukan shalat dengan menggunakan sajadah tua yang dicurinya itu. Mula-mula. Mas. Sebaiknya Ibu mengikhlaskannya dan memaafkan malingnya. Bu. aku semakin ketakutan.” lanjut istriku dengan kening berkerut.” “Tapi aneh rasanya. “Sudahlah. Istriku ikut-ikutan mengutuk maling yang telah mencuri sajadah tua milik Ibu.” gerutu istriku menjelang tidur. maka perasaan risau itu dengan sendirinya akan sirna. Ibu tidak membutuhkan sajadah lagi. beberapa rekanku yang gemar melakukan korupsi suka membujukku agar ikut-ikutan melakukan korupsi.” ujarku. Misalnya. melakukan korupsi memang sangat merisaukan hati. sajadah tua memang bisa digunakan untuk jimat. “Ya. jika kita melihat kenyataan yang ada. “Pada mulanya. Dan aku mendengarnya dengan hati yang semakin berdebardebar. bisa menjadi kenyataan. agar Ibu mendapat banyak bahala.

” tukasku. yang selalu sibuk dan capek setiap hari. Namun. Dan sebagai istri anggota legislatif. tapi juga AIDS. setiap kali aku pergi ke tempat-tempat hiburan atau bercinta dengan pelacur di hotel. . Perilakuku semakin buruk. aku merasa betapa hari kematianku sangat dekat. agar punya pengalaman mabuk. *** SEBAGAI pengidap AIDS. ya? Atau. istriku memprotesku. istriku sudah punya dua orang pembantu di rumah. Siapa tahu. karena telah mendapatkan semua gajiku perbulan yang cukup besar. aku kemudian menjalani tes darah. tiba-tiba aku gemar menghabiskan waktu di tempat-tempat hiburan. Aku sangat marah. Mas?” tanya istriku ketika aku pulang membawa mobil mewah tipe terbaru yang harganya hampir satu milyar rupiah itu. jangan-jangan kamu suka main serong atau bahkan punya simpanan?” “Memangnya aku ini orang yang bias santai? Maklumlah. aku mencoba mencicipi minuman keras. Dan hasilnya ternyata positif: Aku telah tertular virus mematikan itu. Ya. maka aku membutuhkan hiburan. Jelek-jelek begini. aku ini anggota legislatif. Istriku nampak bersikap toleran. karena aku terus menerus sibuk dan capek. istriku pun semakin gemar berbelanja mewah dan mencoba memasak berbagai menu sesuai dengan resep-resep terbaru yang dimuat di majalah-majalah. “Kamu sudah bosan denganku. Konon.” Dengan sedih dan panik. Mula-mula. karena sudah lama aku tidak mengajaknya bercinta. Lalu. istriku benar-benar bergairah dan memaksaku bercinta. begitu. Sebaiknya Anda melakukan tes darah. Mungkin karena selalu risau. Semakin sering aku terlibat kasus korupsi. Lalu segera aku berobat ke dokter. Dan sehabis bercinta dengan cewek cantik itu. selalu aku pamit hendak mengikuti rapat tertutup. Aku tidak ingin istriku tertular penyakit AIDS. aku tetap punya moral dan sejak dulu dikenal sebagai tokoh reformis yang anti korupsi. dan putus asa. maka aku pun kemudian mencoba mengajak tidur seorang cewek cantik yang mengaku masih kuliah itu. karena aku dan rekan-rekan telah berhasil mengesahkan undang-undang baru yang sangat menguntungkan pihak eksekutif. menyesal. malam itu. karena di tempat hiburan ada banyak cewek cantik yang siap menghiburku. Mas. dengan mabuk seseorang bisa mengusir rasa risau di hatinya. jangan suka berprasangka buruk. Sedangkan untuk merawat Ibu sehari-hari.” Dan sejak punya mobil mewah.” “Eh. Dan jika aku tidak pernah lagi mengajaknya bercinta.” kata dokter. Maka aku pantang menolak. “Oh. Aku kira kamu sudah mulai suka melakukan korupsi. apalagi istriku berseloroh bahwa dia telah menyangsikan keperkasaanku. Anda bukan hanya tertular kencing nanah. “Ini hadiah istimewa dari Pak Gubernur. “Cewek itu pasti pelacur profesional yang menderita penyakit kelamin kronis.“Uang dari mana yang kamu gunakan untuk membeli mobil mewah ini. tiba-tiba kelaminku sangat gatal dan panas. Dan istriku selalu mempercayai kata-kalaku. “Anda terkecoh.” jawabku berbohong. semata-mata karena aku sayang kepada keluarga. Suatu malam. dan hasilnya kugunakan untuk berfoya-foya di tempat-tempat hiburan.

Dan setelah bercinta denganku. segera aku pergi ke hotel dan bercinta dengan pelacur cantik. Ibu langsung bangkit dan tidak lumpuh lagi. Lalu dokter memintanya untuk menjalani tes darah. Bahkan. Kamu tega menularkan penyakit AIDS kepadaku. Lalu segera kuberikan sajadah tua itu kepada Ibu. begitu melihat sajadah tuanya. dan bisa melihat beberapa tukang becak mengumpat-umpat dan mengutukku sambil menyulut bensin yang tumpah di bawah mobilku. Dan setelah berobat ke dokter. Tapi aku berusaha untuk tetap tegar dan tetap menjalankan tugas-tugasku sebagai anggota legislatif. Dan hasilnya. gara-gara aku mencuri sajadah tua itu. Aku masih sadar.” Istriku menangis dan meratap-ratap. ketika aku sedang bercinta dengan pelacur cantik di hotel. meski aku telah mati. Mas. aku pergi dan pulang kerja. mobilku lerlalu kencang berlari. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Tubuhku juga semakin lemah dan kurus. Aku tetap duduk di belakang setir yang menjepit dadaku. kecuali aku dan anak-anak. Mas. Kukatakan bahwa nasibku yang sial mungkin karena dikutuk oleh Ibu. sebelum kemudian bergegas mengambil wudhu dan melakukan sujud syukur dengan menggunakan sajadah tuanya itu. Dan untuk selanjutnya. Istriku ditempatkan di kamar khusus. Rupanya ada telepon dari rumah sakit tempat istriku dirawat. . istriku positif dinyatakan mengidap AIDS. Sungguh ajaib.” Dengan terpaksa. Mobilku telah ringsek. Aku sangat iba dan ikut-ikutan menangis. sehingga beberapa becak yang memadati jalan kutabrak dengan keras. Segera ibu menciumi sajadah tuanya itu. Dan di bawannya. “Rupanya kamu telah berbohong kepadaku. istriku harus dirawat di rumah sakit dengan diperlakukan khusus sebagai pasien AIDS. ada tulisan singkat: Seorang anggota dewan legislatif mengalami kecelakaan tragis. Dan jika pikiranku sangat risau dan sedih. Kamu telah berkhianat. aku segera melarikan mobilku kencang-kencang menuju rumah sakit. karena kondisinya semakin memburuk. “Istri Anda telah diambil oleh Tuhan. istriku tidak kunjung sembuh. Aku sangat yakin. Dan kamu harus minta maaf kepadanya. Kamu kejam. Padahal. “Di mana sajadah tua itu sekarang. Tidak ada pembesuk yang dibolehkan menemuinya. Sementara itu. “Kalau masih ada. Teriakan-teriakan umpatan dan kutukan para tukang becak sangat menakutkanku. Aku pun masih bisa melihat api mulai berkobar membakar mobilku. tiba-tiba HP-ku berdering. Suatu malam. aku segera mengambil sajadah tua yang kusimpan di lemari buku di ruang kerjaku. nasibku dan nasib istriku semakin buruk.” Dengan terburu-buru. cepat serahkan kembali kepada Ibu. mirip karantina. aku sangat letih dan setengah mabuk akibat minuman keras yang habis kureguk. Mas?” tanya istriku. Dengan mobil mewah. Dan ketika melesat melewati tikungan yang cukup ramai. sebelum kemudian mobilku membentur keras-keras pagar jalan. istriku menderita flu berat. Ibu kembali melakukan shalat lima waktu di masjid dengan sajadah tuanya itu. sebelum kemudian membakar tubuhku. betapa esok pasti koran-koran memuat di halaman pertama gambar mobilku yang terbakar bersama diriku yang telah hangus.

Kehidupan keluarganya selalu kekurangan karena penghasilan yang tidak memadai. menjadi istri yang dimadu? Perempuan janda yang akan kunikahi itu tidak terlalu cantik. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Menikah Lagi Cerpen Oleh Zaenal Radar T. bahwa kami akan setia sehidup semati. aku akan menjadi ayah dari anak-anak mereka. kalau ia kunikahi. Aku berniat menikahi janda itu. Kupikir. . Menjadi penunjang ekonomi keluarganya. Tapi. Ia memiliki empat orang anak yang masih sekolah. cerita teladan ( 355 ). apakah Ia sudi menjalaninya. izin share  erva kurniawan 1:44 am pada 12 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kisah islami ( 268 ).*** Dari Sahabat • hilmi 2:18 pm pada 18 Maret 2011 Permalink nice story. kisah teladan ( 352 ). Usianya sekitar empat puluh lima tahun. cerita nasehat. apakah istriku bersedia menerimanya? Dulu aku sudah berjanji pada istriku. Sehari-harinya perempuan itu menjadi pelayan di sebuah rumah makan. Kalau ia mendengar aku akan menikah lagi.

Begini anak-anak. Mengapa tidak lebih baik kuceritakan pada istriku saja? Kalau istriku setuju. Ketika berada di rumahnya. bagaimana dengan keluarga mas sendiri?” Pertanyaan itu tak bisa kujawab. Aku tidak mau memberi contoh yang tidak baik pada mereka. Istri dan anak-anakku tampak bertanyatanya. Ayah akan menceritakan…” Tiba-tiba aku berubah pikiran. Saya sendiri sangat bersedia menjadi istri mas. mungkin kita akan berangkat umroh ke tanah suci sekeluarga untuk yang kedua kali?” “Bukan. Kamu dengar dulu cerita ayah. Dan kalian semua. Dan anak-anak kelihatannya senang menerima kehadiran mas. Setelah kutimbang-timbang. “Ayo dong. Seadainya ditutup-tutupi. Istriku masih tersenyum-senyum. mengapa aku mengumpulkan mereka.” . Karena ayah dan ibu punya urusan yang sangat penting!” “Maksud ayah apa?!” lagi-lagi Arman menyela. Dan ketiga anakku yang lain semakin bingung. “Nanti saja akan ayah ceritakan setelah kalian pulang dari rumah nenek. akan ayah lanjutkan. Tentu biaya yang ditanggung itu cukup berat bagi seorang perempuan tak bersuami yang tidak memiliki karir bagus dalam pekerjaannya. Baiknya aku berterus terang saja. Senyumnya tak lagi terlihat. pasti suatu saat akan tercium juga. Aku sendiri belum tahu apa reaksi keluargaku bila mendengar aku akan menikah lagi. Hal itu membuat istriku tersenyum.Aku sudah lima kali berkunjung ke rumahnya. jadi ikut-ikutan bingung. bukan itu. Seperti ada sesuatu yang sangat penting. Besok kalian akan ayah titipkan di rumah nenek. yah? Ayah mau membawa kami keliling Bandung lagi? Atau. anakanak mungkin lebih bisa diatur. seperti temantemannya. menjadi ayah anak-anaknya. ayah ini gimana sih? Katanya mau cerita??” Kupandangi keempat anakku. Tapi. “Baik. menjelaskan pada mereka bahwa aku akan menikah lagi! Suatu sore seluruh keluargaku kukumpulkan di ruang tengah. Juga istriku. ayah jadi ragu begitu?” sosor Arman. jangan dulu marah pada ayah. Atau mungkin juga mereka berfikir akan mendapatkan kejutan. Yang tertua kelas tiga SMA. yah! Ceritanya diterusin!” “lya. Mereka terlihat penasaran pada cerita yang akan kusampaikan. MungKin mereka ingin memiliki ayah. rasanya tak baik menceritakan hal ini pada seluruh keluargaku. anakku yang paling kecil. Perempuan yang masih sangat kelihatan cantik itu tampak bangga melihat putra bontotnya kritis begitu. kusampaikan maksud kedatanganku. “Ada apa sih. Yang dua SMP dan satu lagi masih SMP. “Mas harus pikir masak-masak. Nada. Keempat anaknya menerima kedatanganku dengan baik. Apakah hal itu sebaiknya kurahasiakan? Aku tidak mau berbohong pada istri dan anak-anakku. bahwa aku akan menikahinya. “Lho?! Kok.

ayah dan ibu pernah bersumpah sehidup semati…” Tiba-tiba kulihat airmata istriku berair. barangkali karena keterbatasan ibu sebagai manusia biasa. paling masuk akal.“Yaa. Ia mulai terisak. Setiap tahun kita pun tak pernah berhenti mengundang orang-orang tidak mampu untuk diberikan sedekah. Air mukanya seperti orang berharap-harap cemas.” “Maaf bu. saat anak-anak kutitipkan di rumah nenek mereka. Ibu cuma minta… kejujuran ayah… apa yang menyebabkan hal ini tejadi…” . yakni agar menjaga kemungkinan yang tidak mengenakkan terjadi. Hiks… yang selama ini telah kita rawat dengan baik. “Kalau ibu merasa bersalah… hiks… maafkan ibu… Tapi… jangan terlantarkan anak-anak kita…. khawatir akan menyebabkan kekacauan pada diri mereka nantinya. Ya. Aku ingin tahu tanggapan istriku sejujurnya. Apakah ia bersedia bila aku menikah lagi? Aku mesti mencari kalimat yang paling enak. bagi keluarga besar kita. Ibu mereka membujuk agar mereka mau mengerti. Dan ayah pikir. “Selama ini ayah telah bekerja keras demi ibu. Senyumnya masih tersisa. paling beralasan. “Ibu rasa…. tadi siang sebenarnya ayah ingin bercerita di depan anak-anak.” Istriku menatapku. ayah jadi tak enak mengutarakan ini… Sebab. juga bagi lingkungan. sehingga istriku tidak terlalu terkejut. demi anak-anak. ayah terus terang saja. “Namun ayah merasa masih ada sesuatu yang kurang. paling bisa diterima. Nampaknya perempuan cantik yang sangat kusayangi ini sudah mengetahui maksud pembicaraanku. ayah…!” Semua anak-anakku protes. Kita memang sudah cukup banyak beramal. Kalau masih ada yang kurang dari ibu. aku akan berterus terang pada istriku. Tapi ayah khawatir anakanak tidak siap menerimanya. Aha. Dan aku tak mau ia akan terkejut dengan main-main. Dan seandainya istriku menahan amarahnya demi menjaga nama baiknya di depan anak-anak. atau terkejut sekali! Aku ingin ia terkejut biasa-biasa saja. Menunggu sebuah keputusan yang tak bisa diterkanya. mereka belum mengerti pada hal-hal yang akan ayah ceritakan. setelah mendengar apa yang akan kusampaikan nanti. Mengapa hal ini kulakukan tidak di depan anak-anak. bagi anak-anak. juga demi persiapan kebutuhan kita kelak. sampai akhir hayat…” Istriku mengangguk. Malam itu. Aku melihat ia menghela napas perlahan. dengan tak lupa menyunggingkan senyumnya. terkejut. Dan yang dimaksud kurang bagi ayah adalah…” Kali ini istriku tak lagi tersenyum. yang tak luput dari kekurangan. Ayah ingin hidup kita bahagia. Kita tak pernah lupa menyisihkan bagian harta kita untuk yayasan anak-anak yatim dan panti jompo. ini juga tidak baik. Aku yakin istriku akan terkejut mendengar pengakuanku nanti. terkejut biasa-biasa saja…? Apa ada? “Begini bu. Selama ini ibu merasa sudah menjadi ibu yang baik bagi ayah. begitu rileksnya. Kalau tiba-tiba istriku mengamuk di depan anak-anak.

dengar dulu…” “Kalau ayah sudah tak sayang padaku. Di depan anak-anak. Selama seminggu aku dan istriku berdiam-diam. lalu berlari ke kamarnya. . atau yang terbesar mungkin sedang mampir di rumah salah satu temannya. aku beranjak ke kamar mandi. “Bu. Kuceritakan dengan jujur bagaimana perempuan yang hendak kunikahi itu. “Bu. Aku sungguh beruntung telah mengungsikan anak-anak ke rumah nenek. dan aku tak bisa tidur di ruang tengah.! Dan ayah bisa pergi dengan perempuan lain yang menjadi pilihan ayah…!” “Bu… dengar dulu…” Tangis istriku makin menjadi-jadi. ketika suara azan subuh terdengar. Namun tak berhasil menangkapnya karena ia telah mengunci pintu kamar dari dalam. tapi ia mengelak. tapi isaknya masih sesekali terdengar. “Ssst…Bu…” ”Ayah…tak usah…memberikan alasan macam-macam…! Tak perlu… bicara panjang lebar…! Hanya akan membuat sakit hati ibu! Hiks…Kalau ayah… hendak menceraikan ibu… ibu akan menerimanya dengan lapang dada…! Biarkan anak-anak ibu rawat. aku sudah melihat istriku tengah bersujud. kami berpura-pura mesra. Sebab kalau tidak. Namun selepas anak-anak keluar rumah. Huh. Aku merengkuh tubuhnya. Aku mengejarnya. “Bagaimana Bu? Apakah ibu mau menerimanya??!” Istriku menarik nafas dengan berat. Menghelanya sambil menggelengkan kepala. Aku bingung bagaimana menjelaskannya. Semalaman ini istriku mengunci diri di dalam kamar. sambil tubuhnya terguncang-guncang karena isak tangis. Di sana.Isak itu semakin menjadi-jadi. ceraikan saja yah… ceraikan saja…” Istriku menangis. istriku ke kamarnya mengunci diri... aku tak akan mampu menjelaskan pada anak-anak mengapa ibu mereka menangis. Kami bicara seperlunya saja. Ia sudah termakan oleh perasannya sendiri. pintu kamarnya lupa terkunci. saat aku pulang kantor. Namun suatu sore.. “Bu. “Bu…?!” Istriku tetap diam. dengar ya…” Aku ceritakan tentang seorang janda yang memiliki empat anak yang masih sangat membutuhkan seorang ayah. Padahal anak-anak belum pulang karena tes tambahan. Seminggu ini aku memang kehilangan konsentrasi mengurus anak-anak. Pagi-pagi sekali. Aku mengambil wudhu lalu melangkah ke ruang sembahyang. siapa yang mau menceraikan ibu?!” Istriku diam.. baru kali ini ia begitu.

Ketika kubuka. Kalau pun pernah. istriku sudah kembali ke rumah. Tapi istriku tak menunjukkan perubahan sikap. “Bu… maafkan ayah…” Baru kali ini. memberikan konsentrasi penuh terhadapku. Lalu kuhubungi nomor telepon genggamnya. Ayah lelaki yang tak mensyukuri karunia Tuhan…” Aku berhenti. seolah tak mau memotong kata-kataku. Tetapi kali ini ia tak menguncinya. Namun juga karena benih cinta yang secara tak sengaja bersemi di antara aku dan janda penunggu rumah makan itu. Ia memang perempuan yang sangat pandai menjaga perasan di depan anak-anak. Selama ini kami tak pernah serius bertengkar. Aku sangat beruntung menjadikannya sebagai istri. Inilah mungkin hukuman bagi orang yang bersalah. tak lebih dari dua jam kami akan akur kembali. kecuali oleh ajal! Sore menjelang malam. Aku tak mau mengorbankan keluarga hanya karena kepuasanku semata. Di kamarku sendiri. Tapi kali ini. aku meneteskan airmata kesedihan di depan istriku. anak-anak berangkat tidur. terlihat sangat ceria di depan anakanak. Sebelum ini aku tak pernah mendapat kesempatan bicara padanya. Tapi kini. . Kesalahan harus kutumpahkan pada diriku sendiri. Kami tak mungkin bisa dipisahkan. Selain ingin menikahinya. Sebab aku harus menyelamatkan keluargaku. terlihat begitu santai. Ayah sungguh menyesal mengatakannya pada ibu. kami semua berkumpul. Sejujurnya kuakui. sepertinya ia siap mendengar kata-kataku. Aku dan dia telah berjanji sahidup semati. Istriku sepetri biasanya. yang merasa terpenjara oleh perasaannya sendiri. Ternyata tidak diaktifkan. “Bu. Istriku seperti biasa. Sebelum anak-anak pulang. sudah seminggu kami berdiam-diam. “Bu…” Istriku melipat majalah. Aku menyuruh mereka segera pulang. Dan nampaknya semua itu tak mungkin aku lakukan. masuk terlebih dahulu ke kamar. Sungguh perubahan yang sangat menggembirakan. Ia kudapati tengah membaca sebuah majalah. sepanjang sejarah pernikahan kami. Setelah itu kuhubungi anak-anakku satu persatu. Ayah memang lelaki tak tahu di untung. genderang perang sudah berbunyi. Namun aku tidak mau berperang dengan istriku sendiri. Ketika kutanya. aku bagai orang asing. aku tak mau kehilangan istriku. Rupanya. maafkan kata-kata ayah tempo hari.Di dalam kamar. barangkali hatinya telah remuk. aku tidak menemukan istriku. Padahal aku tahu. ia masih belum tidur. aku juga berharap mendapat kasih sayangnya. sekaligus bisa membantu keluarga perempuan itu. Menarik kembali sayap istriku yang mungkin hendak terbang meninggalkanku! Biar bagaimanapun. keinginanku menikah dengan perempuan janda dengan empat orang anak itu bukan semata-mata rasa kasihan pada mereka. ia tak menyahut. Menjelang malam. Ia masih saja diam. Aku tak mau menyalahkannya.

“Ibu minta maaf telah menyusahkan ayah. • . Menunjukkan kasih sayangnya. Anak-anak jangan sampai tahu. halusnya. istriku masih tetap membelai-belai rambutku. Semuanya sudah jelas. Aku tak beranjak ke mana-mana.. Ia meluruskan tubuhnya di ranjang. Demi Tuhan. yah… jangan lagi bicarakan masalah ini. dan bertemu dengan anak-anak mereka. Aku menjadi seperti anak kecil yang manja pada orang tuanya. ayah tak mau bercerai. apalagi oleh anak-anak kita… Tadi siang ibu sudah mendatangi perempuan yang menjanda itu. Tak sadar..“Bu… maafkan bila ayah telah khilaf… Ayah tak mau kehilangan ibu. “Ayah… ibu juga minta maaf…” Sambil berkata begitu. ibu ikhlas melepas ayah… untuk menjadi kepala keluarga bagi mereka… Hanya saja. bisa dijelaskan dgn kata. dan terbersit rasa sayang ayah terhadap perempuan itu. Dan kurasakan. aku di sebelahnya. “Bu…” “Sudahlah. ga.kata. Dan ayah berjanji tak akan menikah lagi…” Istriku beranjak dari tempatnya.. :( antara hancurnya hati seorang wanita dan ketabahannya. biarkanlah hal ini menjadi rahasia kita berdua.” Dengan teramat tegar kata-kata itu diucapkannya. yang selama ini tak pernah hilang sejak kami menikah dulu. aku tak berkutik di sampingnya. meski kedua biji mata ini sulit sekali kupejamkan *** Dari Sahabat • nisa 3:43 pm pada 17 Maret 2011 Permalink sad story…. ia membelai-belai rambutku. Dan malam itu. Namun ketika kutatap wajahnya. Mari kita tidur…” Istriku menggeser tubuhnya. lalu merapatkan tubuhnya ke dekatku. Selama ini ibu mengurung diri bukan bermaksud membenci ayah. Ibu hanya perlu menenangkan diri agar perasaan sakit yang ibu rasakan tak terlihat oleh orang lain. kepalaku sudah berada di pangkuannya.. Tak lama kemudian kudengar dengkuran. lalu beringsut mematikan lampu kamar. kulihat bola matanya basah. Nampaknya mereka memang memerlukan seorang lelaki untuk menjadi pelindung mereka…” “Kalau sekiranya ayah bersungguh-sungguh mau membantu mereka.

kumpulan kisah teladan ( 284 ) Sedekah Dikembalikan Kontan Berlipat Pada pagi yang biasanya mendung itu. kita pulang saja. Tiada terasa sampailah ke pedagang beras dan Istriku berujar: “Pak. “Pak. biar Allah saja yang mencukupkan” Akhir-akhir ini memang aku sangat sensitif karena sedang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan.hutang pinjaman usaha ke Bank harus kami cicil kembali untuk pembayaran bulan ini dan luar biasa rekening bank sampai bisa bernilai nol karena dipotong pembayaran atomatis. Sepanjang-jalan ke pasar kami tidak banyak berbicara. antar ke pasar yuk. Sementara pembayaran hasil usaha belum dibayar. kisah islami ( 268 ). Istriku cukup memahami situasi kegalauanku sehingga tidak banyak bertanya. Istriku berucap perlahan seolah takut membuatku marah. aduuh rasanya harus bersyukur masih mudah merasakan keaslian ciptaanNya. usai sholat Subuh. sudah terlambat tujuh bulan dan entah kapan serta bagaimana terealisasinya. uang kita tidak cukup membeli beras. cukup untuk hari ini” Tertegun dan sedih dalam hati “Ya Allah sampailah saatnya aku tidak sanggup membeli beras. aku teringat adik pengojeg yang memiliki 2 tanggungan sementara menanggung pula adik iparnya beserta 1 anak yatim masih harus membagi dua hasil ojegnya . Bagaimana tidak galau 10 hari lagi adalah waktunya hutang. daging. Sayur. masih terlalu mahal. Seperti biasa di pasar kelompok basah tidak ada barang palsu. “Ya Allah lindungilah aku dan keluargaku dari tekanan hutang piutang” do’aku dalam hati. cerita nasehat. percuma menggerutu hasil operasi pasar. mudah-mudahan beras di rumah cukup untuk beberapa hari ke depan. sudah enam bulan dan entah sampai kapan. kisah teladan ( 352 ). sudah habis persediaan di rumah. ikan pasti sulit cari yang palsu. cerita teladan ( 355 ). semua asli ciptaan Allah. Ibu masih ada sedikit uang. mudahkanlah kami ya Allah” Seminggu setelah itu.rossi 10:57 am pada 26 Maret 2011 Permalink panjang n ber belit belit…  erva kurniawan 1:35 am pada 8 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).

Istriku menangis karena merasa terdesak. ku harap hanya Allah saja yang memudahkan seluruh urusanku apapun bentuknya. hanya untuk 3 karung beras dengan niat 2 karung sedekah ikhlas karena Allah SWT. Lebih cepat satu hari. kembali hanya ada 1 rasa saat itu. Mereka pasti lebih sulit dari aku. Hari ini adalah saatnya pembayaran cicilan pinjaman bank. bila kubelikan 3 karung beras dan 2 karung ku sedekahkan pada pengojeg dan tukang bangunan untuk memudahkan mereka.mudahan mendatangkan kebaikan bagi semua. maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.setiap hari dengan tetangganya. lega berbuat sesuatu yang diperlukan orang lain. Terlambat satu hari. Setelah selesai tiba-tiba aku teringat bahwa masih ada jalan untuk membeli beras dibanding pengojeg dan tukang bangunan itu. Ternyata rejeki tidak hanya uang. kami serahkan 1 karung saat Istrinya masih bekerja.5jam perjalanan. keselamatan. kami memiliki jalan lagi dari Allah untuk mengumpulkan harta bekal `pulang’ kami nanti. Sedangkan harta yang katanya milik kita. ternyata belum…dug seperti dipukul palu untuk kesekian kalinya. kami hanya dapat melakukan Dhuha dan Istikharah saat itu. Bonus yang didapat karena Allah adalah membebaskan satu keluarga dari pinjaman rentenir dan memberikan satu keluarga lain sarana usaha. rasa bergantungnya pada Allah akan terasa lain dan tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Hanya ada 1 rasa saat itu. Kalau dibandingkan secara matematis maka beras sedekah itu dibayar kontan oleh Allah sebesar 300 kali lipat. kejernihan hati dan fikiran. Istriku menelepon bank. mudah. datang adik beserta istrinya yang ternyata sedang hamil 7 bulan untuk mengambil beras. Selama ini mereka menerima raskin 5Kg/Bln/Jiwa. sebenarnya bukan harta kita tapi harta warisan ahli waris kita…Astagfirullah jangan sampai kita sibuk mengurus harta ahli waris kita sementara kita lupa `bekal pulang harta’ kita sendiri. kupanjatkan pada Allah bahwa aku tidak mau menganiaya diri sendiri dengan menambah hutang. Sepulang dari pasar kami langsung ke rumah tetangga tukang bangunan. kenikmatan beribadah dan beramal dan masih banyak lagi… semua adalah rejeki. Ya Allah Alhamdulillah dalam rekening sudah ada pembayaran hasil pekerjaan dan kami tidak perlu mencicil tapi karena ijin Allah dapat dilunasi semua. dengan meminjam kembali ke Bank. Hari itu kami berhutang kembali. Maha Suci Allah. “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah. mudah-mudahan mendatangkan kebaikan bagi semua. Menjelang waktu Dhuha. mudah-mudahan sudah ada pembayaran. tidak lebih. Terlintas pula tetangga tukang bangunan yang sedang tidak memiliki pekerjaan sementara Istrinya menjadi pembantu rumah tangga harian dengan 4 tanggungan anak. Keesokan malamnya dalam hujan setelah menempuh 1. pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah). Diawali sholat mutlak. denda dan bunga bank cukup menyakitkan. lega berbuat sesuatu yang diperlukan orang lain. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan” (QS 2: 245) Oleh: Tabuat Ahusan *** Dari Sahabat . aku punya sedikit keleluasaan berhutang. Allah Maha Pengatur. Ya betul-betul harta untuk bekal kami sendiri bukan untuk diwariskan. kesehatan. tetapi momen.

Karenanya. dan aku pun menunggu kembali. “Eh ada keripik pedas tuh!”. dengan . yang penting aku berpeluang mendapat duduk di kereta ekspres pemberangkatan terakhir itu… “. 12 Maret 2007. karena dari ukuran bungkusannya pun juga kecil. telah mencuri hatiku untuk mendekatinya. Kepulangan ku menuju rumah di bilangan bintaro.dasar Indonesia. terpaksa tertunda. “Hmm. erva kurniawan 1:25 am pada 5 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita teladan ( 355 ). Akhirakhir ini aku sedang berusaha untuk disiplin di dalam berbagai hal. sebuah cemilan cekung berwarna merah yang terpampang di sudut kiri atas etalase sebuah warung kecil.uangku terbatas nih. mencari tempat-tempat yang menyediakan penganan ringan. Telat-telat juga. Ada kemungkinan sebagian besar penumpang telah terangkut di pemberangkatan sebelumnya. hingga aku pun bergumam. Hal ini disebabkan oleh terlambatnya kereta api ekspres jurusan serpong. kisah teladan ( 352 ). kisah islami ( 268 ). Mana ada sih transportasi yang on-time.” 18. Budget-ku pada hari itu tinggal-lah ongkos untuk pulang ‘plus’ seribu-dua ribu yang dapat aku gunakan untuk jajan cemilan (walau aku juga membawa uang lebih untuk keperluanyanglain. “Yah. memaksa mataku untuk memandang ke sekeliling stasiun. “Ah. tangerang. 45 WIB Tiga puluh delapan menit berlalu sudah dari yang seharusnya kereta api itu telah sampai di tempatku berdiri saat ini. Dan benar saja.gak apa-lah. pukul 18. Beli apa ya?” Kebingunganku di dalam memilih makanan saat itu sebenarnya didasari oleh konsep hidupku. 05. tiba-tiba saja desakan organ-organ lambungku yang sudah setengah hari ini belum mendapat suplai makanan. Pemandangan stasiun kali itu terllihat lebih lengang. termasuk masalah pengeluaran uang. aku mencoba mencari makanan dengan harga yang sesuai. tidak ‘sesumpek’ biasanya. sama seperti hari-hari biasanya. Aku yakin bahwa harganya pastilah tidak terlampau mahal.. kumpulan kisah teladan ( 284 ) ‘Pembalasan’ di Stasiun Kereta Api Oleh Denny Hermawan ** Senin. cerita nasehat. 18. 48 WIB “Duhh… Lapar”. tapi aku berusaha untuk tidak menggunakannya). Dukuh-Atas Hari itu.

“Wah. barangkali penghasilan yang didapat masih lebih baik ditabung untuk keperluan di rumahnya ketimbang membeli makanan. terduduk dan tertunduk sambil memainkan kaki tanpa alasnya di atas aspal statisiun. keadaanya tidak lebih baik dariku (saat itu). Ya.bagaimana ya?” Aku sempat bingung untuk melangkah. ini terlihat dari tangan kirinya yang memegang sapu bertangkai rendah. yang sejurus kemudian telah memegang sekantong keripik pedas dan air mineral. aku tertegun pada sebuah sosok yang berada tidak jauh dari posisiku.” Sebuah pengumuman keras melalui speaker stasiun mengusik keasyikan prosesi ‘ngemil’ yang sedang kujalani. bisikku pada diri sendiri. aku kan sudah janji untuk disiplin dengan budget harian ku. Dengan sehelai baju tipis dan celana pendek selutut yang melekat di tubuhnya. Ia adalah seorang penyapu kereta. Kereta sedang dalam perbaikan AC. persis seperti apa yang kubeli beberapa saat yang lalu. Jadikan makan itu barakah baginya ya Allah… “. “Ahh. Hmm. belum selesai ku keluarkan bisikan-bisikan kecilku.berbekal uang Rp 1500. Maka aku pun kembali melanjutkan aktivitas ngemilku. sekantong kecil keripik pedas ‘plus’ segelas air mineral telah berpindah ke tanganku. Karena untuk berpindah ke jenis kendaraan lain aku harus menggunakan jalur bis Blok M – Bintaro yang justru akan memakan waktu lebih lama lagi. sambil sesekali tangannya menyeka keringat yang mulai mengucur membasuhi kening dan mukanya. Namun yang aku kritisi ialah aku tidak memperhatikan dengan jelas siapa orang itu. menuju tadahan tangannya. sekali lagi aku harus sabar menunggu. Seribu lima ratus memang bukan uang yang terlalu besar sih. Toh gak setiap saat aku mendapatkan kesempatan memberi ‘sesuatu’ pada orang-orang sepertinya. “Hmm asyik juga untuk merenung nih. yang sepertinya ia masih dapat menahan rasa laparnya Dan akupun bermaksud mengambil kembali penganan. Namun sebelum aku bertindak. “Hmm. untuk diberikan kepada pemuda tanggung itu. Namun pada akhirnya aku tak kuasa menahan gerak tangan kananku. “Ahh.alhamdulillah. atau memberi kepada tukang sapu kereta itu.”. ia memulai untuk mencoba menikmati rezeki Allah sore itu. Sebelum terduduk di kursi panjang tempatku bersantai saat itupun. Maka tak lama kemudian. Barangkali pada sore itu ia belum makan dan ini sangat mungkin sekali. Subhanallah. sekitar 2x waktu perjalanan menggunakan kereta api. Kami mohon maaf atas keterlambatan ini dan kepada para penumpang diharap untuk bersabar. Tangan kanan dan mulutnya sibuk berkoordinasi antara mengambil dan menyantap penganan keripik dan air mineral itu. apakah memilih disiplin terhadap budgetku. ia terlihat kuyu dan agak lemas.nikmatnya “ 18. gak apa deh deh. sambil sesekali menengok kekiri dan kekanan. Tapi. Aku bukannya tidak tahu sama sekali akan kehadirannya. dan lagi aku hanya asyik makan dan minum sendiri sementara disebelahku ada orang lain. Setelah mengucapkan terima kasih. aku harus mengurangi budgetku hari esok dikarenakan telah digunakan hari ini. 50 WIB “Kepada para penumpang kereta api ekspres jurusan serpong. “Tetap sepi”. sekedar melihat suasana sekeliling. sambil…. Bismillah… “ Ucapan basmalah mengiringi perpindahan ‘snack’ yang kubeli untuk keduakalinya itu. berayun dan berhimpitan didalamnya disebabkan oleh gencarnya gigi dan lidah-ku mencengkramnya. Persis seperti yang kukira. Seorang remaja tanggung dengan usia sekitar 10-12 tahun. yang bila kutebak. ia tidak menolak dan langsung menerima pemberianku. rasa haru dan suka menyeruak di . Baginya. aku harus keluar uang lagi dong. di informasikan bahwa kereta api masih terhambat di stasiun manggarai. aku sudah tahu bahwa ada orang di sampingku. sekeping-dua keping keripik pedas dan beberapa seruputan air mineral perlahan mulai masuk ke dalam mulutku. sebuah keraguan datang menghampiri. walau konsekuensinya sih. persis seperti apa yang kubeli sebelumnya di warung yang tidak jauh posisi dudukku saat itu.kalau aku membelikan untuknya.

yang pastinya memakan waktu lebih lama lagi. Engkau balas berlipat-lipat. Silahkan naik ke loket 1. sejujurnya aku tak pernah berpikir sampai sejauh itu. walau tanpa fasilitas AC. untuk tetap percaya kepada janji-janji yang telah Ia berikan dan istiqomah di jalanNya.500. Aku tak pernah mengira bahwa uang yang ku keluarkan tadi.. atau ada pergantian jenis kereta? Tapi kalau harus naik kereta ekonomi. aku lebih memilih menggunakan kereta ekspres walau tarifnya lebih mahal “Maaf pak. pengumuman dari moncong pengeras suara stasiun kereta api menghardik aktivitas menungguku. Pertama. aku masih lebih beruntung karena tidak harus berganti tujuan menuju blok M. Aku memiliki alasan untuk bersikap demikian. Dan yang kedua..” Rasa penasaran yang masih berkecamuk sengaja kubiarkan sembari mencari info diloket 1 yang dimaksud. yang aku tidak berharap apa-apa darinya. ini yang menjadi ketakjubanku. perubahan tarif kereta ekspres menuju ekonomi menghasilkan selisih Rp 6. pinjaman yang baik (menafkahkah hartanya di jalan Allah). bukan begitu. Kami mohon maaf sebelumnya karena kereta ekspres jurusan serpong. Jadi bapak dan penumpang lainnya kami kenakan tarif kereta ekonomi untuk pemberangkatan kali ini” “Hah. “Ya Allah pembalasanMu Engkau realisasikan saat itu juga. dan apabila dikurangi pengeluaranku untuk pemuda tukang sapu tadi (Rp 1. “Ya Allah…ia begitu menikmatinya” 18. walau tanpa AC. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan” (QS 2: 245) *** Eramuslim.500. kereta tersebut masih bisa dijalankan.” Malam itu menjadi malam yang berkesan dan bermakna bagiku. 52 WIB “Diberitahukan kepada para calon penumpang kereta api serpong ekspres. keterkejutan di hatiku menggumpal begitu saja tatkala mendengar kabar yang baru saja masuk ke telingaku. Itu baru dari segi angka. seiring datangnya kesejukan di jiwa tatkala melihat pemandangan yang jarang aku dapatkan itu. kesan dan makna itu juga dapat melekat & mengilhami kepada para pembaca. Terima kasih ya Allah… Alhamdulillah hirabbil ‘alamiin. benarkah ini?!”. ACnya belum bisa diperbaiki. Padahal. “Subhanallah… Allahu Akbar… “. mengingat perjalanan menuju rumahku hanya memakan waktu sekitar 40-60 menit.000. maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Maka dari itu. perjalanan menggunakan kereta ekonomi dimalam hari memang menjadi pertimbangan khusus bagiku. aku. aku kembali tertegun membayangkan semua ini. lebih pada hal ‘keamanan’. aku UNTUNG! kalau dihitung dari angka.” Sekali lagi. 45. ini bagaimana jadinya? Kami harus berganti kereta ekonomi?” Pertanyaan inti langsung kuungkapkan kepada petugas loket 1 begitu aku tiba di sana “Oh nggak. Mengenai kereta ekonomi. Dari sisi waktu. dan itupun belum terhitung waktu telatnya).com . Semoga.hatiku. yang kugunakan untuk makan kecil pemuda itu. Amiin… “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah. namun itupun masih harus menunggu sekitar 1 jam lagi (pemberangkatan pukul 19.aku. setahuku memang ada 1 pemberangkatan kereta ekonomi jurusan serpong. namun kali ini dengan sedikit kernyitan didahi. “Apa… Apa maksud pengumuman tadi? Apakah pemberangkatan di batalkan. Selain itu. dan terjadi saat itu juga… Tanpa pernah aku menduganya. sembari berusaha mempercayai apa yang baru saja terjadi. anda dipersilahkan menukar karcis kereta ekspres anda dengan karcis kereta ekonomi.) maka aku masih mendapatkan Rp 5. ini adalah pertamakalinya aku bisa menaiki kereta ekspres dengan tarif ekonomi. Dan bagiku itu tidak terlalu bermasalah. Namun begitu.

Maklum. aku kan karyawan sok sibuk… Tanpa sadar tanganku membuka sepatu dan memberikannya pada dia. Sampai di sana masih sepi. Ide ke soto pak Sadi segera terpatahkan begitu melihat bahwa yang parkir sudah sampai sebrang-sebrang. seperti biasa. . minum apa. tanyanya. Bisa makan di mobil soalnya. Dia menerimanya lalu membawanya ke emperan sebuah rumah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Jujur ** Siang ini tadi yayangku tiba-tiba nelpon. kami agak kaget. “Oke”. Ugh. kisah teladan ( 352 ). So she picked me up at the lobby of Jakarta Stock Exchange building. ajaknya. jawabku. Baru ada beberapa mobil. Tempat yang terlihat dari tempat kami parkir. Kami pesan dua porsi gado-gado + tehbotol. kapan ya terakhir aku nyemir sepatuku sendiri? Aku sendiri lupa. joki gado-gado sudah menanyakan mau makan apa. Saking lamanya. So. cerita nasehat. Selepas SCBD. kami masih belum ada ide mau makan dimana. Tempat yang cukup teduh. kisah islami ( 268 ). Begitu parkir. cerita teladan ( 355 ). Akhirnya kami memutuskan makan gado-gado di Kertanegara. Mungkin karena masih pada jumatan. Kami masih bisa milih parkir yang enak. kami pun ngobrol. Mungkin supaya nyemirnya nyaman. “Makan siang yuk”. Sambil menunggu pesanan. ketika tiba2 ada seorang pemuda lusuh nongol di jendela mobil kami. “Semir om?”. Aku lirik sepatuku. erva kurniawan 1:25 am pada 2 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).

Se-ri-bu Ru-pi-ah. Bisa buat apa sih sekarang? But. Bahwa kejujuran itu langka. menuju mobil-mobil yang parkir sesudah kami. Nyengir. Kami makan sambil ngobrol. Kadang2 matanya melayang ke arah mobil-mobil yang hendak parkir. Penyemir tadi belum aku bayar. masih menenteng kotak semirnya di satu tangan. Biasanya pemuda umur segitu kalo tidak jadi tukang parkir or jadi kernet. Dia menyerahkan sepatunya padaku. Terlalu tua untuk jadi penyemir sepatu. Tiba-tiba kami tersadar. Kami masih makan saat dia selesai menyemir. Kutarik 2 buah lembaran ribuan dari kantong kemejaku. It-just-does-not-compute-with-my-logic! Bayangkan. Umur sekitar 20-an. Tentang kira2 umur dia berapa. Melangkah lagi dengan gontai ke mobil lainnya. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil. Sambil memperhatikan pemuda tadi nyemir sepatuku. Aku masih terbengong-bengong waktu nerima uang seribu rp yang dia kembalikan. Ditolak lagi. (sudah mulai ramai). Seperti ada yang dipikirkan. dia juga mendapat pandangan curiga. di beberapa mobil. Tangannya seperti menyemir secara otomatis. BOOM. ya jadi pak ogah. Lalu kuberikan kepadanya.lebih baik dari dia. Ah. Pembicaraan pun bergeser ke pemuda itu. Belum lagi dia kubayar. iya. Menawarkan jasa. orang seperti dia masih berani menolak uang yang bukan hak-nya. Dia berkata kalem “Kebanyakan om. Duduk di atas kotak semirnya. Lalu pandangannya kembali kosong. Siang ini aku merasa mendapat pelajaran berharga. Bahkan. Ditolak lagi. Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami apa yang dia rasakan. Soalnya setahuku jasa nyemir biasanya 2 ribu rp. Menawarkan lagi. selain penolakan. Ditolak. yang sudah berkelebihan. Kulambai dia. Jawaban itu tiba-tiba serasa petir di hatiku. Betapa aku masih suka merasa kurang dengan gajiku. Dan setiap kali dia ditolak. Kenapa jadi kita yang mengharapkan bahwa semua orang harus menyemir ? hihihi… Perbincangan pun bergeser ke topik lain. Allah sudah sedemikian baik bagiku. Absent minded. tapi perilaku-ku belum seberapa dibandingkan dengan pemuda itu. Who said life would be fair anyway. kenapa dia jadi penyemir dll. Pandangan matanya kosong. Mata kami lekat padanya. Pikiranku tiba-tiba melayang. Konyol ah. Siang ini aku seperti diingatkan. Betapa aku masih sedemikian kerdil. pagi tadi dia mandi apa enggak. Perbincangan kami mulai ngelantur kemana-mana. dia merasa cukup dibayar segitu. Tiba-tiba aku merasa ngeri. mendapatkan penolakan dari satu mobil ke mobil lainnya. Pergi ke mobil satunya. ke aku. Kelihatannya dia memendam kesedihan. Tertunduk lesu… Kami pun selesai makan. Padahal keadaanku sudah -jauh. Uang sisa parkir. sepertinya kami juga merasakan penolakan itu. Seperti orang sedih. Seribu aja”. Akhirnya dia kembali ke bawah pohon. yang dalam kekurangannya.Pesanan kami pun datang. masih mau memberi. Di kejauhan aku masih bisa melihat pemuda tadi. . dia bergerak menjauh.

adakah sesuatu dalam penciptaanMu yang lebih kuat daripada gunung?” Allah menjawab. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kekuatan Sedekah Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad. “Ada. kepada orang lain. . thx atas sharingnya  erva kurniawan 1:53 am pada 25 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya. kisah teladan ( 352 ). cerita nasehat. maka bumipun bergetar. cerita teladan ( 355 ). ternyata bumipun terdiam. sbb : Tatkala Allah Ta’ala menciptakan bumi. yaitu besi” (kita mafhum bahwa gunung batupun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi). Kemudian mereka bertanya “Ya Rabbi. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.Sudahkah kita berani jujur? Kepada diri sendiri. kisah islami ( 268 ). dan kepada Allah? *** Dari Sahabat • nurvhie 3:23 pm pada 2 Maret 2011 Permalink true story yang begitu menggugah nurani.

Para malaikat bertanya lagi “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi?” Allah yang Maha Suci menjawab, “Ada, yaitu api” (besi, bahkan bajapun bisa menjadi cair dan lumer setelah dibakar api), Para malaikat kembali bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api?” Allah yang Maha Agung menjawab, “Ada, yaitu air” (api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram air), Para malaikatpun bertanya kembali “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air?” Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada lain karena kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat). Akhirnya para malaikatpun bertanya lagi “Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua?” Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya”. Artinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain. Berkaitan dengan ikhlas ini, Rasul Allah SAW mengingatkan dalam pidatonya ketika beliau sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah: “Wahai segenap manusia ! Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat, dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang diniatkannya”. Oleh karena itu hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya karena Allah semata, tanpa tendensi ingin dipuji, dianggap dermawan, dihormati, dll yang dapat menjadikan sedekah kita menjadi sia-sia. *** Dari Sahabat

 erva kurniawan 1:21 am pada 22 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

20 Menit Penuh Senyum Oleh: Hafizh Kharisma “Selamat siang Bu… selamat siang Pak…” suara satpam itu ramah menyapa setiap orang yang masuk ke dalam sebuah bank pemerintah. Selain membukakan pintu bagi yang akan masuk dan keluar ruangan, dia juga seringkali mengantar mereka dengan pertanyaan “ada yang bisa saya bantu?” dan kemudian dengan sigap tangannya mengarahkan pada kertas yang berjejer rapi. “Lembar ini kalau buat transfer..” Siang ini saya hanya duduk diam saja di kursi tunggu bank itu karena memang tujuan datang kemari hanya untuk mengantar seorang teman yang hendak melakukan transaksi penyimpanan. Mata ini tertarik memperhatikan gerak dan sikap satpam yang tidak berhenti menarik dan menutup pintu, menyapa dan mengantarkan.. terus saja begitu tanpa berhenti melepas senyum. Pikiran saya mulai berjalan, pastilah dia capek sekali. Paling tidak sudah 15 menit saya duduk di sini (teman saya perlu waktu untuk menulis formulir dan memasuki antrian yang cukup panjang), sementara satpam itu terus berdiri entah sudah berapa lama, dari pagi mungkin dan itu juga tanpa duduk. Apa yang terlintas di benak saya dulu saat mendengar kata ‘satpam’ adalah gambaran orang kekar, garang, sigap, kaku, dan begitulah.. namanya juga satpam, ya sudah seharusnya di takuti, di segani. Tapi ini berbeda, satpam kini membawa citra perusahaan juga karena dia berada di garis depan, orang pertama yang ditemui oleh tamu.. Dan satpam yang saya perhatikan ini tidak sekedar berbadan kekar dan sigap namun ia juga ramah, sopan dan senyumnya itu yang tidak pernah lupa ia lepaskan pada setiap tamunya pun ketika ia ditegur oleh seorang customer service karena mengizinkan seorang tamu duduk didepannya disaat customer service itu sedang menerima telepon (kursi tamu didepannya memang kosong). MasyaAllah, saya perhatikan satpam itu mengangguk sambil agak membungkukkan badannya, dan masih dengan senyumnya kudengar ia meminta maaf. Agak gemas saya lihat itu semua, terutama karena polah sang customer service yang bicara kurang ramah pada satpam, menegurnya langsung di depan sang tamu terlebih karena ia menegur dengan wajah yang jauh dari senyum. Bila saya uraikan dalam artian kalimat sepengetahuan saya, satpam = satuan pengamanan dan customer service (CS) = pelayanan pelanggan artinya tugas satpam itu adalah menjaga keamanan. Dan tugas CS itu ya melayani pelanggan, dalam hal bank sudah jelas pelanggan utamanya itu ya nasabah. Saya jadi agak bingung sesaat, apa mungkin satpam di bank pemerintah itu dikirim untuk mengikuti pendidikan yang biasa diikuti oleh CS sehingga ia bisa menjadi frontliner yang lebih baik dari CS itu sendiri? Atau mungkin gaji yang diterima satpam itu jauh lebih besar dari CS karena tugasnya kan jadi merangkap,

tidak sekedar menjaga keamanan tapi juga melayani nasabah secara langsung? Dan pastinya ada tunjangan berdiri? Duh, saya jadi geli juga dengan pikiran-pikiran yang berseliweran di benak kepala saya. Jam di dinding bank menunjukkan pukul 11 lewat 50 menit, artinya sudah 20 menit saya duduk di sini menanti teman saya yang kini sedang dilayani oleh teller. Dan selama itu saya hanya memperhatikan polah satpam itu, mengagumi kesabarannya, dan mensyukuri senyum tulus yang bisa dia tebarkan pada orang-orang disekelilingnya terlepas bahwa senyum itu mungkin sudah bagian dari tugasnya namun bisa kurasakan bahwa kadang kelelahan dan kebosanan bisa saja membuat seseorang jadi sulit tersenyum atau kalau pun tersenyum agak tidak enak dipandang mata namun tidak dengan senyum satpam ini. “Ayo balik ke kantor” kudengar suara temanku dari arah belakang telingaku. Aku berdiri dan melangkah bersamanya menuju pintu keluar. Satpam itu dengan sigap membuka pintu mempersilakan kami berjalan keluar. “Terima kasih, selamat siang, hati-hati dijalan…” Kami mengangguk dan mengucapkan terima kasih juga padanya. Di atas motor aku masih sempat berpikir, jika seorang satpam saja bisa begitu ramah, sopan dan penuh senyum mengapa kita tidak? Dan bukankah senyum itu sedekah? Kita bisa sedekah dengan sangat mudah, tanpa biaya, bisa kapan saja dan di mana saja.. Allah SWT telah begitu baiknya memberi kita peluang dan kemudahan dalam mendapatkan pahala jadi kenapa kita sebagai mahlukNya terkadang malah mempersulitnya? Entahlah… Semoga kita masih bisa melukis senyum tulus di wajah kita *** eramuslim.com

 erva kurniawan 1:27 am pada 19 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Maafkan Aku, Ayah dan Ibu

Oleh Rudi Setiawan ** Ayah, Ibu, maafkan Aku, ini sudah kodrat Ku. Aku lahir kedunia belum cukup pada waktunya Delapan bulan 2 hari, tepat pada tanggal 3 Oktober 2006, jam 11, 45 dengan bantuan operasi di RS Permata Ibu. Bahagia sekali rasaya, ketika pisau bedah menyentuh kulit plasenta yang membungkusku. Bahagia sekali rasaya aku akan berkumpul dengan keluargaku. Tapi takdir berbicara lain Allah punya rencana lain nafasku, !!! Kondisi nafasku tidak seperti yang lain. Aku harus hidup, aku harus hidup, aku ingin berkumpul dengan keluargaku. Tidak lama kemudian aku mendengar suara azan di telingaku. Aku berfikir inikah Orang tuaku, inikah ayahku yang bahagia melihatku dan mengumandanka azan di telingaku. Tapi apa daya RS di mana tempatku dirawat tidak mempunyai alat yang akan menolongku.Aku dipindah kan RS Sentra Medika untuk mendapat bantuan agar nafasku bisa sempurna. Satu hari, dua hari keadaanku sedikit membaik, aku bisa menagis, aku bisa merasakan sentuhan tangan ayahku ketika dia tahu aku sudah bisa menangis. Aku juga mendengar dia berkata, anakku, kamu harus kuat, kamu harus hidup. Ini ayah. Dan terlihat jelas air mata kebahagiaan mengucur dari matanya. Tapi, dengan alasan terlalu jauh aku dipindahkan lagi ke RS Fatmawati pada tanggal 5 Oktober 2006 oleh ayahku. Aku dipindahkan dengan ambulan. Di dalam hatiku. Aku bertanya. Ayah mau dibawa ke mana aku, Ayah apa aku ingin bertemu Ibu. Setelah sampai aku sadar bahwa aku masih belum sempurna, bahwa aku masih harus berjuang untuk menyempurnakan diriku. Satu hari aku di sini, terasa badanku lemas sekali. Aku susah sekali bernafas. Ayah, aku harus hidup. Hari kedua aku di sini, diruang kecil yang penuh dengan selang kondisi tubuhku semakin menurun. Orang yang ada disekelilingku, dengan kemampuanya sebagai seorang perawat dan Dokter berusaha untuk menolongku. Banyak sudah benda-benda yang masuk ke tubuhku. Di saat tidak ada kepastian yang terjadi pada diriku aku mendengar langkah lemas menghampiriku jauh bukan di dekatku. Dia melihatku, dia memandangku, dari kejauhan. Tapi aku dapat mendengar, dia menangis, dan dia berkata, nak ini ibu, ingin sekali ibu memeluk dan menciumu. Ingin sekali ibu memberimu susu. Tapi ibu tidak bisa, ibu hanya berharap kamu harus kuat, ibu hanya berharap kamu harus hidup. Ibu, …ibu… aku berteriak, tapi dia tidak mendengar, semua orang tidak bisa mendengar teriakanku… aku pandangi dia, dia terus saja menangis. Oh Ibu, . Andai aku bisa menghampirimu aku ingin memelukmu, aku ingin dekapanmu. Aku mau kau tersenyum untuku. Hari ketiga keadaanku semakin parah. Dokter memutuskan untuk memasukan selang ventilator dan kemudian darah mengalir dari dalam selang kecil masuk ke tubuhku. Tubuhku semakin bengkak dan aku semakin tidak bisa bergerak. Hingga hari keempat keadaanku semakin parah dari mulutku keluar carian berwarna merah… Hari kelima. Dokter yang menanganiku sudah mulai putus asa. Kemudian jam 11.30 ibu menelphon ayah. Karena dokter ingin bicara. Entah apa yang dibicarakan aku melihat ayah begitu gelisah, begitu gunda bahkan sedih sekali. Sore hari menjelang maghrib ayahku pergi untuk mengambil darah untukku

lagi. Jam 11.30 malam dia sampai dan menyerahknnya ke Perawat. Ayah, Ibu, aku sudah tidak kuat, aku sudah tidak bisa lagi bernafas. Sesosok telah menghampiriku. Dia mengajaku, dia ingin mengajakku jauh dari sini. Jauh dari penderitaan dan kesedihan. Lembut tangannya menariku dari box kecil yang memenjarakanku. Dia membisikan kata-kata kepadaku, “Wahai Irsyad, kKamu telah dipanggil Allah. Allah memanggilmu untuk pulang. Mari pegang tanganku dan ikutlah bersamaku menghadap sang kuasa, sang pencipta. Zat yang menciptakanmu.” “Ayah dan Ibumu hanyalah tempat di mana kamu akan dititipkan kalau memang kamu diizinkan untuk hidup. Tapi Allah lebih cinta kamu sehingga Dia memanggilmu untuk pulang.” Jam 2.30 pagi aku menghembuskan nafas terakhirku. Aku pulang ke tempat di mana aku diciptakan. Ayah, Ibu, maafkan Irsyad. Aku tidak bisa bersama kalian. Aku cinta kalian. Tapi Allah lebih sayang padaku. Dia tidak mau aku menderita, dia tidak mau kalian menderita karenaku. Ayah, Ibu, walaupun aku tidak bersamamu tapi cinta dan sayangku selalu mengiringi kepergianku. Aku memang hanya hidup satu minggu, tapi aku yakin bahwa kalian berdua sangat mencintaiku. Ayah Ibu doaku selalu untukmu. Selamat tinggal Ayah, ibu dan kedua Kakakku. Aku mohon maaf, karena aku tidak bisa bersama kalian semua. Semoga Allah memberikan ketabahan yang kuat untuk kalian semua. Kalian harus meneruskan hidup sampai Allah akan memanggil kalian sehingga nanti kita bisa bersatu disatu tempat yang akan telah diberikanNya. Selamat tinggal keluargaku tercinta walaupun aku tidak bisa bersamamu. Doa dan cintaku selalu bersamamu… Terima kasih ibu, atas perjuanganmu mengandungku selama 8 bulan 2 hari. Cintaku selalu menyertaimu selamanya. Ayah, cinta dan ketulusanmu padaku tidak bisa aku balas dengan jiwaku. Aku cinta padamu ayah. Dan aku akan selalu mendoakanmu. Kakak-kakakku, kelak nanti kita pasti akan bertemu dan berkumpul. Jaga Ibu dan Ayah. Jadilah anak yang baik dansoleh, yang bisa melindungi keluarga dan kedua orang tua kita. Semoga Allah menyatukan kita di satu saat nanti, di tempat yang paling mulia di sisi-Nya. Wassalam Dari Ayah untuk anaku yang selalu dikenang Irsyad Ramadhan Lahir:3 oktober 06 Wafat:10 Oktober 06 *** Source : http://www.eramuslim.com/atc/oim/45dbca4f.htm

 erva kurniawan 1:28 am pada 17 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Semoga Allah Mempertemukan Kita di Syurga “Barangsiapa yang mengharapkan mati syahid dengan sepenuh hati, maka Allah akan memberikan mati syahid kepadanya, meski ia mati di tempat tidur.” Dunia, hanya satu terminal dari seluruh fase kehidupan. Hanya Allah yang tahu, rentang usia seorang manusia. Saya, khadijah, sebut saja demikian, menikah dengan Muhammad, 3 Oktober 1993. Muhammad, adalah kakak kelas saya di IPB. Pernikahan saya, melalui tahap yang biasa dilakukan oleh ikhwan dan akhwat. Saya tak pernah mengenal Muhammad sebelumnya. Dan, seperti layaknya pasangan baru, fase ta’aruf, konflik, dan kematangan pun saya alami. Meski baru saling kenal, saya rasakan suami saya sangat sayang pada saya. Seolah, tidak seimbang dengan apa yang saya berikan. Dia banyak membantu. Apalagi ketika saya menyelesaikan tugas akhir kuliah. Bisa dikatakan, ia sekretaris pribadi saya. Selama menikah, suami sering mengingatkan saya tentang kematian, tentang syurga, tentang syahid, dan sebagainya. Setiap kami bicara tentang sesuatu, ujung-ujungnya bicara tentang kematian dan indahnya syurga itu bagaimana. Kalau kita bicara soal nikmatnya materi, suami mengaitkannya dengan kenikmatan syurga yang lebih indah. Bahkan, berulang-ulang dia mengatakan, nanti kita ketemu lagi di syurga. Kalau saya ingat kata-kata itu, itu bukan kata-kata kosong. Bahkan itu mempunyai makna yang dalam bagi saya. Hari itu, 16 Januari 1996, kami ke rumah orang tua di Jakarta. Seolah suami saya mengembalikan saya kepada orang tua saya. Malam itu juga suami saya mengatakan harus kembali ke Bogor, karena harus mengisi diklat besok paginya. Menurutnya, kalau berangkat pagi dari Jakarta khawatir terlambat. Mendekati jam 12 malam, saya bangun dari tidur, perut saya sakit, keringat dingin mengucur, rasanya ingin muntah. Saya bilang pada ibu saya, untuk diobati. Saya kira maag saya kambuh. Saya sempat berpikir suami saya di sana sudah istirahat, sudah tenang, sudah sampai, karena berangkat sejak maghrib. Saya juga sempat berharap kalau ada suami saya, mungkin saya dipijitin atau bagaimana, Tapi rupanya pada saat itulah terjadi peristiwa tragis menimpa suami saya.

Bagaimana indahnya syahid. Kepada orang-orang yang berta’ziah waktu itu.” Canda itu memang sering muncul ketika kami bicara masalah kematian. Kalau tidak. waktu itu suami saya sudah meninggal. Alhamdulillah Allah memberi kekuatan.” Semua itu akhirnya menjadi kenyataan. seminggu sebelum suami meninggal. saya yang mandiin. Di sana. Meski tidak ada catatannya. Sambil menangis. “Kalau mas meninggal duluan. saya kembali lagi ke ummi. “Do’a kan dia supaya syahid …. mungkin saya sudah pingsan. Pagi harinya. saya mengatakan. Saya sendiri tak menyangka bisa setegar itu. Saat itu dia mendo’akan saya: “Zawadakillahu taqwa waghafara dzanbaki. segala hutang orang yang meninggal harus ditunaikan. do’a itu memang biasa kami ucapkan ketika kami berpisah. Saya berusaha membangun keyakinan bahwa suami saya mati syahid. Anak saya juga hafal. mendengar berita itu hati saya tetap tegar. Entahlah. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”. saya balas do’a itu dengan do’a serupa. Dia juga bisa menjelaskan bagaimana indahnya syurga. saya ingin ngaji.” Sekali lagi. Semasa suami masih hidup. Kemudian saya shalat. catat. Hampir seluruh ruangan rumah itu wangi. Hanya. Waktu subuh rasanya lama sekali. dan mempermudah segala urusanmu di mana saja). suami saya menulis do’a di white board. atau yang lainnya. saya terbangun. Mungkin. Lama sekali saya menghabiskan lembar demi lembar mushaf kecil saya. Ketika kami saling mengingat. bahwa suami saya dalam kondisi kritis. Beberapa hari setelah musibah itu. Nanti kalau mas meninggal duluan saya tahu saya harus bayar berapa. meskipun badan kurang sehat. kami juga saling mendo’akan. Ruangan yang tercium paling wangi. Saat saya buka pintunya. Kita semua bukan milik kita sendiri. anak saya sering menangis. (Semoga Allah menambah ketaqwaan padamu. suami saya sudah dikafani. “Mas kalau ada hutang. Saya bisa menasehati keluarga dan langsung ke Bogor. Karena angkutan yang ditumpanginya hancur ditabrak truk Tronton di jalan raya Parung. Saya sempat periksa barangkali sumber wangi itu ada pada buah-buahan. saya mendapat berita. mengampuni dosamu. ada seorang ikhwah Jakarta yang memberitahukan bahwa beliau sudah meninggal. Dia guru saya yang paling baik. karena merasa akan ditinggal oleh bapaknya. tapi milik ALLAH. dalam tidur. saya tidak merasakan firasat atau tanda-tanda khusus. tidak ada. Saya cium tangannya. Ketika saya sakit. Banyak do’a-do’a yang diajarkan suami saya. saya ingat sekali hutang-hutang suami. tapi tanpa disadari. saya harus kembali ke rumah kontrakan di Bogor untuk mengurus surat-surat. Badan saya sangat lelah dan akhirnya tertidur hingga subuh. Sambil menangis.Jam tiga malam. tercium bau harum sekali. Saya biasa mencium tangan suami bila ia ingin keluar rumah. ketabahan saya saat itu semata datang dari Allah. saya mimpi bersalaman dengan dia. Kalau mas meninggal duluan. Namun tak lama kemudian. Mungkin sengaja beritanya dibuat begitu biar saya tidak kaget. tempat tidur suami dan tempat yang biasa ia gunakan bekerja. meski dia tidak apa-apa. bahwa dia bukan milik kita. Sampai saya pernah bilang pada suami saya.. . Entah kenapa. Sampai sekarang saya selalu baca do’a itu. Tapi. wa yassara laki haitsu ma kunti”. Seperti tuntunan Islam. Saya banyak belajar darinya. Saya memang sering bercanda sama suami. dari seorang akhwat di Jakarta. Beberapa waktu kemudian. do’akan dia supaya syahid. Menjelang kematiannya yang amat mendadak. Sebenarnya. Entah kenapa. saya menasehati ibu. jadi anaknya lagi.

kisah teladan ( 352 ). 1 31 Mei 1999M / 15 Shafar 1420 H  erva kurniawan 1:22 am pada 11 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). tapi saya merasa cukup. Allah memang memberikan rejeki kepada siapa saja yang dan tidak tergantung kepada siapa saja. kalau lahir laki-laki. “Maksudnya apa ?” “Beribadah. Rejeki yang saya terima. persiapkan saja diri kita. bekerja membantu suaminya. ” Saya berpikir bahwa saya harus mengurus rumah tangga dengan baik. “Mas.” sambil mengangkat dua jari tangannya. Insya Allah saya optimis dengan anak-anak saya. “Aku dan pengasuh anak yatim seperti ini. Saya tidak mengira. Ahmad Qassam Amrul Haq. kepikiran ngga’ tentang mati ?” Kami tidak saling menatap. tak mustahil lantaran keberkahan mereka. tentang syurga. Saya bukan pengasuh anak yatim. setelah suami saya meninggal. anak yang kedua. tapi ibunya anak yatim. supaya wanita itu memelihara jati diri. Kalau dia menulis di beberapa media. saya sedang hamil satu bulan. saya pernah tanya pada suami. nama samarannya Abu Amrul Haq. Saya bertanya. sampai bingung. Izzuddinnya sudah sering dipakai. Masya Allah. saya pernah berta’ziyah ke rumah salah seorang teman yang meninggal. diapakan uang sebanyak ini. Dan rejeki dari Allah tetap saja mengalir. tidak ada yang tahu kapan kematian itu akan datang. lebih dari tiga belas juta. Sekarang. tapi rejeki Allah itu tidak akan pernah habis. Alhamdulillah.Ketika suami meninggal. 13 Januari 1996. saya sudah merasakan kedewasaan mereka lebih cepat mengerti tentang kematian. Tarbawi. Lalu. Katanya Qassam itu diambil dari nama Izzuddin Al Qassam. setiap bulan saya hidup dari pensiun pegawai negeri suami. Tidak usah memikirkan pekerjaan. *** Dzikroyat. Amrul Haq itu memang nama yang paling dia sukai. Sepulang suami saya dari kerja. tentang neraka. Menjelang kematiannya. Akhirnya suami saya mengatakan. “Mas nanti saya kerja di mana ?” Suami diam saja sejenak. Meskipun sedikit. Saya ingat sabda Nabi.” Waktu saya wisuda. saya sempat bertanya pada suami. Banyak kesan baik dan kenangan indah yang saya alami bersama suami. Namanya sudah dipersiapkan oleh suami saya. Meski masih kecil-kecil. saya menerima rejeki banyak sekali. Edisi 1 Th. cerita nasehat. “Memang ya. Katakanlah. kisah islami ( 268 ). dia ingin mengunakan nama Qassam-nya. meski suami saya tidak ada. cerita teladan ( 355 ). dan bermasyarakat. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . bahkan tentang syahid. Suami saya hanya bilang.

Sepuluh ribu itu seharusnya bisa untuk makan satu hari satu keluarga. perawat yang kadang tak ramah. semuanya membuat dadanya bergemuruh. Dan tanpa bertanya lagi.Jeruk Busuk Rasa Manis Oleh Bayu Gawtama Suatu hari. Wajar. Atau jangan-jangan pagi hari sebelum berangkat. Sekali lagi wajar. Tiba-tiba. bosan. terdengar suara makian keras dari pasien sebelah. Lalu datanglah salah satu saudaranya dengan setangkai ketulusan berjinjing jeruk. keluarga yang mulai uringuringan karena kepala keluarganya sekian hari tak bekerja. tapi ia tak mampu melihat apa yang sudah dilakukan satu keluarga itu untuk bisa membawa sekantong jeruk yang boleh jadi harganya tak seberapa. mungkin itu hanya pemicu dari segunung emosi yang terpendam selama berhari-hari di rumah sakit. berupaya untuk tetap berpartisipasi dalam acara keluarga besar tersebut. boleh dibilang wajar jika seorang pasien marah lantaran kondisinya labil dan kesehatannya terganggu. rusaklah acara kangen-kangenan keluarga oleh kalimat tersebut. mending nggak usah beli. Namun karena jeruk yang dibawanya itu tak bagus. Meski tidak semua jeruk yang dibawanya itu busuk dan sangat kebetulan yang terambil pertama oleh si pasien yang busuk. pusing. mau ngeracunin saya? Biar saya cepat mati?” Suara marah itu berasal dari lelaki tua yang kedatangan salah satu keluarganya dengan membawa jeruk. Ketika ia marah karena jeruk yang dibawa salah satu keluarganya itu busuk. Pupuslah senyum keluarga itu. Boleh jadi benar. Seorang keluarga yang tengah diberi ujian Allah menjalani kehidupannya dalam ekonomi menengah ke bawah. bahwa beberapa jeruk dalam jinjingan itu busuk atau masam. belum lagi ditambah dengan bisingnya rumah sakit. tak satu pun dari anggota keluarga itu . Penat. dan sedikitnya tiga kali tukar angkutan umum. Sebenarnya. marahlah ia. jenuh. “Bawa jeruk kok busuk. panas. marahlah ia kepada si pembawa jeruk. ketika saya sedang menjenguk salah satu saudara yang tengah dirawat di rumah sakit. Tapi tahukah seberapa besar pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk membelinya? Rumahnya sangat jauh dari rumah tempat acara keluarga. “Kalau nggak mampu beli jeruk yang bagus. dan berbagai perasaan yang menderanya selama berhari-hari. Si empunya suara mungkin hanya melihat dari jeruk masam itu. Boleh jadi mereka akan menggadaikan satu hari mereka tanpa lauk pauk di rumah. Tetapi tidak dengan peristiwa lain yang hampir mirip terjadi di acara keluarga besar belum lama ini. mual. Jeruk asam gini siapa yang mau makan?” suara itu terdengar di tengah-tengah keluarga dan membuat malu keluarga yang baru datang itu. Harga sekantong jeruk mungkin tak lebih dari sepuluh ribu rupiah.

sempat menyantap sarapan karena uangnya dipakai untuk membeli jeruk. Yang lebih parah, mungkin juga mereka rela berjalan kaki dari jarak yang sangat jauh dan memilih tak menumpang satu dari tiga angkutan umum yang seharusnya. “Ongkos bisnya kita belikan jeruk saja ya, buat bawaan. Nggak enak kalau nggak bawa apa-apa,” kata si Ayah kepada keluarganya. Kalimat sang Ayah itu, hanya bisa dijawab dengan tegukan ludah kering si kecil yang sudah tak sanggup menahan lelah dan panas berjalan beberapa ratus meter. Tak tega, Ayah yang bijak itu pun menggendong gadis kecil yang hampir pingsan itu. Ia tetap memaksakan hati untuk tega demi bisa membeli harga dari di depan keluarga besarnya walau hanya dengan sekantong jeruk. Menahan tangisnya saat mendengar lenguhan nafas seluruh anggota keluarganya sambil berkali-kali membungkuk, jongkok, atau bahkan singgah sesaat untuk mengumpulkan tenaga. Itu dilakukannya demi mendapatkan sambutan hangat keluarga besar karena menjinjing sesuatu. Setibanya di tempat acara, sebuah rumah besar milik salah satu keluarga jauh yang sukses, menebar senyum di depan seluruh keluarga yang sudah hadir sambil bangga bisa membawa sejinjing jeruk, lupa sudah lelah satu setengah jam berjalan kaki, tak ingat lagi terik yang memanggang tenggorokan, bertukar dengan sejumput rindu berjumpa keluarga. Namun, terasa sakit telinga, layaknya dibakar dua matahari siang. Lebih panas dari sengatan yang belum lama memanggang kulit, ketika kalimat itu terdengar, “Jeruk asam begini kok dibawa…” Duh. Jika semua tahu pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk bisa menjinjing sekantong jeruk tadi, pastilah semua jeruk asam itu akan terasa manis. Jauh lebih manis dari buah apa pun yang dibawa keluarga lain yang tak punya masalah keuangan. Yang bisa datang dengan kendaraan pribadi atau naik taksi dengan ongkos yang cukup untuk membeli seperti jeruk manis dan segar. Mampukah kita melihat sedalam itu? Sungguh, manisnya akan terasa lebih lama, meski jeruknya sudah dimakan berhari-hari yang lalu. Bayu Gawtama

 erva kurniawan 1:25 am pada 7 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Sepatah Kata Sepetak Surga Oleh Sus Woyo Ketika kecil, saya senang sekali mendengarkan orang-orang berpidato atau ceramah di tempat-tempat pengajian. Sampai suatu saat terbersit keinginan ingin seperti mereka yang pandai bicara. Atau bahkan dulu saya sering terkagum-kagum jika pada saat menjelang pemilu para juru kampanye yang mewakili partainya masing-masing begitu semangat membakar hati massa. Atau saya juga sangat sering terpukau dengan para politikus yang sedang berbicara atau berdiskusi di layar televisi. Yang ada dalam benak saya adalah bahwa mereka termasuk orang-orang hebat. Akhirnya saya terbuai untuk belajar bagaimana caranya berbicara di depan orang banyak. Baik lewat buku-buku ataupun mengikuti cara guru-guru saya ketika ngaji sore hari di surau kampung saya. Sebab ada pelajaran pidato. Seiring dengan perjalanana waktu dan seringnya ikut berkumpul dengan teman-teman di lingkungan kampung, maka saya makin terbiasa untuk ngomong di depan orang banyak, walaupun -tentu saja- tak sepandai seperti para tokoh yang saya sebut di atas. Akhirnya saya menjadi terbiasa sering ngomong berbagai macam hal di lingkungan tempat tinggal saya. Pada saat sudah tak ada masalah lagi dalam hal bicara di depan forum, tiba-tiba saya dihantui perasaan sangat khawatir. Tak hanya khawatir, bahkan sering dihantui ketakutan. Sampai beberapa lama saya malah sangat malas jika diberi mandat untuk sekedar berbicara di depan umum. Apalagi berkaitan dengan memberi pelajaran kepada orang lain. Sebagai contoh, memberi materi kuliah subuh di masjid. Walaupun pada akhirnya tetap saya kebagian untuk bicara juga. Karena tidak ada yang lain. Bagi saya hal ini merupakan tugas yang sangat berat. Kalau sekedar ngomong, berpidato, orasi, itu sesuatu hal yang mudah. Tapi tanggung jawab di balik kata-kata itu adalah sesuatu yang tidak gampang. Hasan Basri, sorang ulama shalafussaleh yang terkenal hati-hati dan zuhud, beberapa kali menunda, bahkan menolak membahas suatu hal dalam sebuah kajian keilmuan, bukan karena alasan apa-apa, tapi lebih karena ia sendiri belum pernah melaksanakan hal-hal yang akan diterangkan kepada umat. Lantas bagaimana dengan saya? Sudahkan saya melaksanakan shalat malam pada saat saya membacakan hadits tentang qiamullail? Sudahkah saya bersedekah, sementara saya sering membacakan nash tentang itu kepada orang lain?

Saya tentu saja bukanlah Hasan Basri si ulama wara’ itu, tapi melihat ke-hati-hati-an beliau dalam membuat “sepatah kata menjadi sepetak surga”, memang perlu ditiru. Dan rupanya bukanlah sesuatu hal yang mudah. Walaupun itu juga tak selamanya menjadi sebuah kesulitan. Karena kita semua memang sudah paham, bahwa bagi orang mu’min, antara kata dan perbuatan haruslah sama. Tidak boleh seperti orang-orang munafik, yang antara kata dan perbuatan selalu tidak sama. Wallahua’lam. ***

 erva kurniawan 1:17 am pada 6 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Nikmat Yang Terlewatkan Oleh Bunda Shafiya Saat itu kami; aku, bapak dan Shafiya sedang berada dalam perjalanan pulang ke rumah. Kami baru saja pulang dari menikmati semangkuk Soto Lamongan Cak Har *slruup* yang terkenal itu. Tepat di traffic light menuju ke arah Margorejo, mobil berhenti karena traffic light menunjukkan warna merah. Aku melayangkan pandangan ke seberang jalan. Nampak olehku sosok ibu pengemis dan anaknya yang sedang mesra bersenda gurau. Si anak rupanya haus dan alhamdulillah saat itu sang ibu ada rezeki untuk membelikan sekantung plastik es teh bagi si anak. Dengan penuh rasa kasih sayang kantung plastik es teh itu dibuka dari ikatannya dan diminumkan ke si anak dengan menggunakan sedotan. Tampak si anak sangat menikmatinya, kehausan barangkali. Setelah si anak puas, ibu itu pun mencicipi es teh itu sedikit dan ternyata walaupun es teh itu hanya bersisa sangat sedikit, mungkin hanya satu tegukan lagi sisanya, sang ibu itu tetap menyimpan sisa itu dengan hati-hati dengan mengikat kembali kantung plastik es teh itu.. Subhanallah! Betapa orang seperti mereka

sangat menghargai dan mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada mereka serta menjaganya dengan sangat hati-hati. Dadaku terasa sesak, bersamaan dengan itu air mata mulai menetes.. Teringat akan percakapanku dengan Shafiya di depot soto itu, “Nak, udah deh, ice tea-nya nggak usah dihabiskan. Ayo.. cepetan, Bapak sudah menunggu di mobil.” Betapa bodohnya aku yang malah mengajarkan anakku untuk berbuat suatu hal yang mubazir yang mencerminkan rasa tidak bersyukur padaNya. Astagfirullah. Bagi orang lain, peristiwa ini mungkin bukan sesuatu yang menarik untuk diceritakan. Tapi saya memaknainya lain. Alhamdulillah.Allah memberi saya petunjuk untuk selalu mensyukuri nikmatNya dalam ketaatan kepadaNya. Syukur Alhamdulillah. Ibu pengemis itu telah mengajarkan kepada saya cara untuk menghargai nikmatNya. Fabiayyi aalaa irabbikumaa tukadzdzibaan? Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang engkau dustakan? Pertanyaan retoris ini membuat saya tertunduk malu tiap kali mendengarnya. Betapa tidak! saya sering kali iri dengan nikmat yang ada pada orang lain. Saya memang tidak pernah sampai dalam tahap merasa dengki dan menginginkan agar nikmat orang lain itu hilang. Naudzubillah min Dzalik.. Tapi rasa iri saya membawa saya menjadi orang yang kufur nikmat. Padahal Allah selalu baik kepada saya. Dalam studi dan karir insya Allah saya selalu lancar. Ketika saya berdoa agar mendapat pendamping hidup yang sholeh, Allah dengan cepat mengabulkan permintaan saya. Ketika saya berdoa agar dikarunai anak yang menyejukkan pandangan orang tuanya, Allah dengan berbaik hati mengabulkan permohonan saya itu.. Namun.dari banyak nikmat yang ada, sedikit sekali saya mampu menyentuhkan dahi bersujud pada Allah untuk menyampaikan rasa terima kasih saya. Nikmat.. begitu banyak yang saya lewatkan tanpa mensyukurinya. Ya Allah.. janganlah golongkan saya menjadi orang-orang yang merugi karena kufur terhadap nikmatMu… (Tuhan) yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Quran. Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan keduanya tunduk kepadaNya. Dan Allah meninggikan langit dan Dia melektakkan neraca keadilan. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan jangan kamu mengurangi neraca itu. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluknya, di bumi itu ada buahbuahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bungabungaan yang harum baunya. Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? (Surat Ar Rahman: 1-13)

 erva kurniawan 1:03 am pada 31 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: abu bakar ( 2 ), cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Keutamaan Abu Bakar Ash Shiddiq Anas meriwayatkan dari Abu Bakr bahwa ia berkata: “Saya pernah berkata kepada Rasululloh ketika kami berdua berada dalam gua: ‘Sekiranya salah seorang melihat ke arah telapak kakinya pasti dapat melihat kita!’ beliau bersabda: ‘Bagaimana perkiraanmu wahai Abu Bakr jika ada dua orang sedang Alloh yang ketiganya.’” (HR. Bukhori dan Muslim) ‘Aisyah meriwayatkan bahwa Rasululloh pernah berkata kepadanya saat beliau sakit: “Panggilah Abu Bakr kemari, ayahmu, dan saudara laki-lakimu agar aku menulis sebuah pesan, sebab aku khawatir akan muncul orang yang berharap lalu berkata: ‘Aku lebih berhak.’ Sesungguhnya Alloh dan segenap kaum mukminin hanya rela menerima Abu Bakr.” (HR. Muslim) Jubeir bin Mu’thim meriwayatkan: “Seorang manusia datang menemui Rasululloh. Kemudian Rasululloh menyuruhnya agar datang di lain hari. Wanita itu bertanya: ‘Bagaimana jika nantinya aku tidak menemuimu lagi?’ Maksudnya bagaimana bila beliau telah wafat? Rasululloh menjawab: ‘Jika engkau tidak menemuiku maka temuilah Abu Bakr.’” (HR. Bukhori dan Muslim) Ketiga hadis di atas cukuplah menjadi bukti kuat bahwa Rasululloh mengangkat Abu Bakr menjadi khalifah sepeninggal beliau. Sebagaimana juga Rasululloh mengangkatnya menjadi imam sholat sewaktu beliau masih hidup. Demikian juga kaum muslimin telah sepakat mengangkat Abu bakr menjadi khalifah dan membaiatnya. Di antara hadis yang menjelaskan keutamaan Abu Bakr adalah hadis: “Andaikata aku akan mengangkat seorang khalil (kekasih) dari umatku niscaya aku angkat Abu Bakr, tetapi cukuplah sebagai saudara dan sahabatku. Sungguh Alloh telah mengangkat sahabat kalian ini (maksudnya diri beliau sendiri) menjadi khalil-Nya.” (HR. Bukhori dan Muslim) Dalam sebuah riwayat disebutkan salah satu keutamaan beliau yakni beliau masuk surga dari kedelapan pintunya. Disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ia berkata “Ayah dan ibuku menjadi tebusannya wahai Rasululloh, cukuplah seseorang dipanggil dari salah satu pintu tersebut, lalu adakah yang dipanggil dari seluruh pintu?” Rasululloh menjawab ”Ada, dan saya berharap engkau termasuk orang yang dipanggil dari seluruh pintu wahai Abu Bakr!” Diantara keutamaannya adalah beliaulah yang menginfakkan seluruh hartanya fisabilillah. Oleh sebab itu Rasululloh bersabda “Sesungguhnya yang paling besar jasanya padaku dalam persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakr.” (HR. Bukhari dan Muslim) Bahkan beliau termasuk sahabat yang paling banyak mengerjakan amal kebajikan dan termasuk yang terdepan daripada sahabat lainnya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa

Dalam Shahih Al-Bukhori diriwayatkan bahwa ketika para sahabat berkumpul di aula Bani Sa’idah. ia berkata: ”Abu Bakr Ash-Shiddiq adalah imam para syakirin” kemudian beliau membaca ayat “Dan Alloh akan memberi balasan kepda orang-orang yang bersyukur.” Lalu Umar meraih tangan Abu Bakr dan membaiatnya.” (HR. Pergilah dan cintailah Abu Bakr dan Umar serta berikanlah loyalitasmu kepada keduanya. Rasululloh telah mendoakan ampunan untuk Abu Bakr. “Saya!” jawab Abu Bakr. Lantas kaum muslimin pun membai’at beliau. Beliau adalah sahabat yang paling utama. (HR. orang terbaik diantara kami dan yang lebih dicintai oleh Rasululloh daripada kami semua. Kemudian Rasululloh bersabda “Tidaklah terkumpul perkara tersebut pada seorang hamba kecuali pasti masuk surga. “Siapakah diantara kalian yang berpuasa pada hari ini?” Abu Bakr menjawab ”Saya!” Rasul bertanya lagi ”Siapakah diantara kalian yang mengiringi jenazah pada hari ini?” Abu Bakr menjawab ”Saya!”. ‘Apakah engkau menyebutnya Ash-Shiddiq?’ Ayahku berkata ‘Celaka engkau. Lalu apakah kalian hendak meninggalkan sahabatku itu?” beliau mengucapakan ucapan itu dua kali. Bukhori) Beliau adalah sebaik-baik hamba yang pernah menjadi khalifah. “Saya!” jawab Abu Bakr. “Siapakah yang memberi makan fakir miskin pada hari ini?” tanya Rasul lagi.” (HR. yang paling utama dan paling disayangi oleh Rasululloh. beliau adalah sebaik-baik khalifah. Muslim) Itu hanya sebagian dari keutamaan beliau. dan paling mulia. Maka tidak ada yang berani mengganggu Abu Bakr setelah itu. kaum Muhajirin dan Anshor. Barangasiapa tidak menyebutnya Ash-Shiddiq niscaya Alloh tidak akan membenarkan ucapannya. “Seorang laki-laki datang menemui ayahku lalu berkata: ‘Ceritakan padaku perihal Abu Bakr!’ Ayahku berkata: ‘Apakah engkau bertanya tentang Ash-Shiddiq?’. hamba yang lebih baik dariku telah menyebutnya Ash-Shiddiq. (Disarikan dari terjemahan: Al-Ibanah Lima lish Shahabah minal Manzilah wal Makaanah) *** Dari Sahabat .Rasululloh bersabda. ia berkata “Saat Abu Bakr memimpin kami. paling taat. Selayaknyalah beliau mejadi suri teladan bagi setiap muslim setelah Rasululloh. paling berani. yakni Rasululloh. Al-Ajjuri meriwayatkan dari Abdullh bin Ja’far At Thayyar. Lalu beliau bersabda “Sesungguhnya Alloh telah mengutusku kepada kalian namun kala itu kalian katakan ‘Engkau berdusta!’ Sedang Abu Bakr berkata ‘Engkau benar!’ Ia mengorbankan jiwa dan harta bendanya untuk membelaku. kasih sayang kepada kami dan yang paling lemah lembut kapada kami. Diriwayatkan dari Muhammad bin Ali bin Husein ia berkata.” [Ali-Imron:144]” (Syarah Ushul I’toqod karangan Al-Laaikaai). beliau berdoa: “Semoga Alloh mengampunimu wahai Abu Bakr!” beliau megucapakan tiga kali. Apa yang terjadi setelah itu maka dirikulah menjadi tebusannya!’” Demikianlah sekilas keutamaan Abu Bakr. Umar berkata “Justru kami akan membaiatmu! Engkau adalah penghulu kami. “Siapakah diantara kalian yang menjenguk orang sakit pada hari ini?” tanya Rasul pula. Bukhori) Imam Al-Laaikaai meriwayatkan dari Zaid bin Ali bin Al-Husein bin Ali bin Abi Tholib. Beliau adalah penghulu para sahabat.

Dialah Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Amir bin Ka’ab bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Luai yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Bakar Ash-Shiddiq radiallahuanhu. . Secara fisik ia seorang yang berbadan kurus. Di saat semua orang meragukan dan mendustakan apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampaikan. Ibunya menjelaskan. berdahi menonjol. dia seorang diri membenarkannya. Panglima besar yang berhasil menundukkan kekuatan dan kecongkakan negara super power Romawi. berwajah cekung dan pinggang kecil. kisah teladan ( 352 ). bahkan orang-orang kafir pun mengenalnya. Ibunya bernama Ummul Khair As-Sahmi binti Shakhr bin ‘Amir. manusia paling mulia dari umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Keagungan dan kemuliaan Abu Bakar bukan karena ketampanan dan kegagahannya. Ia rela merobek habis robekan demi robekan bajunya untuk menyumbat setiap lubang yang ada di dalam gua di malam hari karena takut binatang penyengat yang bersembunyi di dalamnya keluar mengganggu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika orang-orang musyrik mengepung keduanya. Rasulullah menanyakan di mana pakaiannya. Bukan hanya kaum muslimin yang mengenalnya. Pagi harinya. berpundak sempit. Rasulullah mendoakannya menjadi orang yang mempunyai derajat tinggi di jannah. Qutaibah kemudian dicerai dan wafat pada usia 100 tahun. cerita nasehat. akan tetapi karena keimanan yang kokoh di hati yang membuahkan pembenaran terhadap semua apa yang dikabarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Setelah tahu apa yang terjadi. wafat dalam keadaan memeluk Islam. seorang khalifah besar pengganti Rasulullah. Ia memiliki beberapa anak. cerita islami ( 282 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Abu Bakar Ash Shidiq Khalifah Rasulullah Penulis: Al-Ustadz Ahmad Hamdani Ibnu Muslim Siapa yang tak mengenal Abu Bakar Ash-Shiddiq radiallahuanhu. erva kurniawan 1:56 am pada 30 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: abu bakar ( 2 ). cerita teladan ( 355 ). orang yang dibebaskan Allah dari api neraka. suatu saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Abu Bakar lalu menjulukinya ‘atiiqullah minan nar. kisah islami ( 268 ). istri Az-Zubair. Dari perkawinan dengan Qutaibah dihasilkan Abdullah yang ikut perang di Thaif dan Asma’.

Namun dalam perang Badr ia baru masuk Islam. Bila ia baik minta diikuti dan bila menyimpang ia minta diluruskan. *** Bacaan: Shifatush Shafwah. kisah islami ( 268 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Di Balik Permainan Ini . Sebelum masuk Islam. Ia seorang khalifah yang adil. Tak lama setelah diangkat jadi khalifah ia berkata. menjadi saksi atas ketinggian ilmunya. cerita teladan ( 355 ). tidak bergaya hidup mewah dan rendah hati. Diangkatnya Abu Bakar menjadi imam shalat pengganti Rasulullah r. sewaktu Rasulullah wafat orang-orang Muhajirin dan Anshar sepakat membaiatnya menjadi khalifah. Al-Imam Ibnul Jauzi sumber : http://www.com  erva kurniawan 1:52 am pada 11 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita nasehat. Abdullah bin ‘Umar c mengabarkan bahwa Abu Bakar radiallahuanhu sakit karena wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga menyebabkan kematiannya. Abu Bakar radiallahuanhu melebihi shahabat lainnya. memerintah rakyatnya mengikuti syariat dan tidak mengadakan bid’ah. Ahli sejarah menulis Abu Bakar z wafat antara waktu Maghrib dan ‘Isya pada hari Rabu bulan Rabi’ul Awwal tahun 13 H. dalam usia 63 tahun. Banyak fatwa yang ia keluarkan di hadapan Rasulullah dan beliau menyetujuinya. Wallahu a’lam. Abdurrahman masuk dalam barisan kaum musyrikin yang memerangi Rasulullah. Dari sisi keilmuan. kisah teladan ( 352 ). ditambah adanya hadits yang memerintahkan kaum muslimin untuk kembali kepada “dua bulan” (Abu Bakar dan ‘Umar) bila mengalami suatu perselisihan. Karenanya.asysyariah.Perkawinannya dengan Ummu Ruman melahirkan ‘Aisyah x (istri Rasulullah) dan Abdurrahman. bahwa ia bukanlah orang yang terbaik. Dari istrinya yang lain yang bernama Asma’ binti ‘Umais melahirkan Muhammad dan dari Habibah binti Kharijah bin Zaid melahirkan Ummu Kultsum x yang dinikahi shahabat Thalhah bin Ubaidillah z.

dan lain-lain. Kita begitu jelas membedakannya. dan sangat sukar untuk mengubahnya.saya akan meletakkannya di tengah karpet. semakin lama semakin cepat. Dan diulangkan seperti tadi. “Ini ada Qur’an. . tanpa rasa malu. “Baik sekarang perhatikan. materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain. tentu saja murid-murid tadi keliru dan kikuk. Dan tanpa disadari. jika saya angkat pensil ini. anda sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata. jika saya angkat pensil. “Keluar berduaan. ditangan kiri saya ada kapur. maka berkatalah “Pensil!” Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan waktu. Selang beberapa saat. Di tangan kirinya ada kapur. “Saya ada satu permainan… Caranya begini. maka sebutlah “Pensil!”.Seorang ibu guru sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Zina tidak lagi jadi persoalan. mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Dan anda mulai dapat mengikutinya. untuk menukarkan sesuatu. akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Mulanya yang haq itu haq. musuh musuh kita memaksakan kepada kita dengan perbagai cara. di tangan kanannya ada pensil. Namun lambat laun. “Murid-murid. Permainannya adalah. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat. Jika saya angkat kapur ini.” “Semuanya sudah terbalik. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. tapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka. dan sebaliknya. hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa. Paham?” tanya Guru kepada muridmuridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. pakaian seksi menjadi hal yang lumrah. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut. “Paham guru…” “Baik permainan kedua…” begitu Guru melanjutkan. sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend. Namun kemudian. yang bathil itu bathil. Ibu guru itu berkata. di tangan kanan ada pensil. Jika saya angkat kapur. bagaimana caranya mengambil Qur’an yang ada ditengah tanpa menginjak karpet?” Murid-muridnya berpikir. berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang susah. maka berkatalah “Kapur!”. begitulah kita umat Islam. permainan berhenti. Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya. Sekarang anda berdiri diluar karpet. maka katakanlah “Kapur!”. dari yang haq menjadi bathil.

dan lain-lain. sehingga anda tidak sadar. baru mereka akan sadar”. Ia tidak akan menghantam terang-terangan.Akhirnya Guru memberikan jalan keluar.” “Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya…Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-nginjak anda dengan terang-terang…Kerana tentu anda akan menolaknya mentah mentah. “Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang. kursi dipindahkan dulu. jika ingin membongkar rumah. *** Dari Sahabat • hilmi 10:09 am pada 11 Januari 2011 Permalink sungguh pelajaran yang amat berharga. tidak menginjak karpet. mereka akan bangkit serentak. bu?” tanya murid-murid. misalnya Perang Salib. Mulai dari perangai anda. Sebaliknya. tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka… Dan itulah yang mereka inginkan. maka bangunlah aqidah yang kuat. tapi ia akan perlahan-lahan mempengaruhi anda. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir. sehingga meskipun anda muslim.” “Begitulah Islam… Kalau diserang perlahan-lahan. jika ingin kuat. dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang…” Matahari bersinar terik takala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya… Renungilah Sahabat Semua. mereka tidak akan sadar. kita selesaikan pelajaran kita kali ini. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Lemari dikeluarkan dulu satu persatu. “Kalau begitu. maka dibuatlah pondasi yang kuat. digulungnya karpet. “Murid-murid. minta ijin untuk share • Saeyfullah 9:23 pm pada 27 Januari 2011 Permalink Ijin share beberapa artikel. cara hidup. dan ia ambil Qur’an. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan. Tapi sekarang tidak lagi. Perang Tartar. tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu. Ia memenuhi syarat. bolehkah? . Begitulah Islam. Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh kita… “ “Kenapa mereka tidak berani terang-terang menginjak-nginjak. tentu susah kalau dimulai dgn pondasinya dulu. “Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat. akhirnya hancur. pakaian dan lain-lain. baru rumah dirobohkankan…” “Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita.

Kunyah. dan Nasab Beliau seorang imam. beliau lahir dan besar di Baghdad sebagaimana yang dikenal dan masyhur di kalangan kaum muslimin terutama para alim ulama.• erva kurniawan 9:55 am pada 28 Januari 2011 Permalink Boleh. namun menurut penemuan saya (yakni pentahqih). Beliau banyak menimba ilmu dari para imam dan ulama sahabat Imam Ahmad bin Hanbal. nisbat kepada daerah Barabahar salah satu daerah lembah di benua India . silahkan  erva kurniawan 1:49 am pada 9 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Yang Demikian ini menjadi bukti bahwa beliau besar dan tumbuh di tengah lingkungan ilmu yang kental dengan sunnah yang memberi pengaruh besar pada dirinya. namun sangat disayangkan guru Beliau yang tercantum dalam literature hanya dua orang saja: . Beliau adalah Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Kholaf al Barbahary. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Imam Al Barbahary Rahimahullah Nama. mujahid. Tempat Lahir Tidak ada referensi yang cukup untuk menjelaskan secara detail tentang sejarah kelahiran Beliau. kisah islami ( 268 ). cerita nasehat. Guru dan Petualangan Beliau dalam Mencari Ilmu Imam al Barbahary sangat menonjol dalam petualangan mencari ilmu dan memiliki perhatian besar dalam ilmu agama. tokoh ulama panutan lagi disegani yang bermadzhab Hanabali dan pemuka ulama pada zamannya. kisah teladan ( 352 ). Imam al Barbahary banyak bergaul dengan para ulama murid-murid Imam Ahlu sunnah Ahmad bin Hanbal dan Beliau banyak mengambil ilmu dari mereka dan kebanyakan mereka berasal dari Baghdad. cerita teladan ( 355 ).

ketahuilah dia termasuk ahlu sunnah”. Sahal bin Abdulloh bin Yunus At Tustary Abu Muhammad. dan sangat tegas terhadap ahli bid’ah. Beliau memiliki posisi dan kedudukan yang sempurna. Imam adz dzahabi dalam kitab al ‘Ibar berkata: “Dia seorang ahli fiqh dan tokoh pantuan. terdepan dalam anti kemungkaran dan berlepas diri dari kebathilan. Mu’tazilah.1. sangat ahli dalam memberi nasihat dan sangat tegas dan keras terhada ahli bid’ah dan pelaku maksiat.” Sikap Zuhud dan Wara Beliau Imam al Barbahary sangat dikenal kezuhudan dan wara’nya dan sebagai bukti kuat apa yang telah dikatakan oleh Abul Hasan bin Basysyar: “Imam al Barbahary telah berlepas diri dari harta warisan dari bapaknya sebanyak tujuh puluh ribu dirham. faqih.seorang imam. serta mumpuni dan terpercaya dalam meriwayatkan atsar”. tegas dalam menyampaikan kebenaran. wafat pada tanggal 6 Jumadil Ula tahun 275 H 2. Beliau sangat komitmen dalam kemurnian ajaran dan proaktif dalam menyingkirkan kotoran bid’ah dan hawa nafsu baik dari pemikiran Jahmiyah. sahabat karib Imam Ahmad bin Hanbal. Asy’Aryah.” Sikap Beliau terhadap Ahli Bid’ah Imam al barbahary bersikap sangat tegas terhadap ahli bid’ah dan sangat gencar dalam memerangi mereka baik dengan tangan atau tulisan tanpa keluar dari kaidah ahlu sunnah dalam mengambil sikap dan bermuamalah terhadap mereka. kedudukan dan kebersihan hidupnya.” Ibnu Baththoh berkata: “Jika beliau menghendakinya maka dia bisa memperolehnya dari para jamaah”.” Ibnu Abi Ya’la berkata: “Imam al barbahary Memiliki banyak kelebihan dan keistimewaan dalam urusan agama. ulama terekemuka dari kalangan madzhab Hanbali di Iraq baik dalam pemikiran. Kedudukan dan Pujian Para Ulama Imam al Barbahary seorang imam yang sangat disegani. Adapun pujian para ulama terhadap beliau antara lain: Ibnu Abi Ya’la berkata: “Dia seorang pemuka ulama di tengah kaumnya. Wafat pada bulan Muharrom tahun 233 H dalam usia 80 tahun. zuhud. Majlis ta’limnya dipenuhi dengan pengajian tentang ilmu hadits. baik dengan Tangan maupun lisan. atsar dan fiqh yang dihadiri oleh para imam ahli hadits dan fiqh. Serta sangat berwibawa dan disegani oleh orang alim dan orang awam. Beliau sangat disegani dan terhormat di hadapan para pemimpin dan para sahabatnya. Syiah dan rafidhoh. Beliau memiliki kedudukan mulia di kalangan para pemimpin dan pra pembesar negara.” Ibu Katsir berkata: “Beliau seorang ulama yang zuhud. dia salah seorang imam yang berilmu dan banyak hafalannya. Di antara hal-hal yang menjadi bukti bahwa beliau seorang ulama yang disegani dan memiliki kedudukan mulia: Murid Beliau Ibnu Baththoh berkata: “Saya mendengar al Barbahary ketika seorang jamaah haji berkata: ‘Wahai kaumku! Jika beliau butuh bantuan seratus ribu dinar dan seratus ribu dinar hingga lima kali lipat maka aku siap membantunya. pengajak kembali kepada sunnah dan atsar. Ahmad bin Muhammad bin al Hajjaj bin Abdul Aziz abu Bakar al Marwazi. zuhud dan memeiliki mutiara hikmah dan karomah srta kelebihan. Tasawuf.” Ibnul Jauzi berkata: “Dia seorang ulama pengumpul ilmu. Muhaddits dan pemuka ulama Baghdad. ahli ibadah. Abu Abdillah al Faqih berkata: “Jika ada orang yang berasal dari Baghdad senang terhadap Abul Hasan bin Basysyar dan Abu Muhammad al Barbahary. ulama ahli fiqh dari kalangan madzhab Hanbali. seorang imam. tokoh panutan. Dalam buku ini beliau sangat memperhatikan bahaya bid’ah dari mulai yang kecil hingga yang besar sebagaimana beliau katakan dalam masalah nomor (6): “Waspadalah .

Ahmad bin Kamil bin Kholaf bin Syajarah Abu Bakar. wafat pada bulan Muharrom tahun 387 H. perawi buku ini (syarhus Sunnah) yang meriwayatkan dari penulis.” Beliau berkata dalam maslah n omor (9): “ketahuilah. Muhammad bin Ahmad bin Ismail al baghdadi Abul Husain bin Sam’un. dan bila ada kesempatan ia langsung tanpa gamang menyengatmu. pemilik karomahdan kedudukan mulia. Abu Abdillah bin Ubaidulloh bin Muhammad al ‘Ukbary yang dikenal dengan Ibnu Baththoh.” Masih banyak ucapan beliau yang sangat bagus dan berbobot dalam buku ini yang memberikan gambara secara jelas tentang karakter ahli bid’ah seakan-akan kamu menyaksikan mereka di dean mata. dan kedua orang yang sengaja menentang kebenaran dan menyelisihi orang-orang yang bertaqwa dari generasi sebelumnya sebelum mereka. begitu juga ahli bid’ah yang senantiasa bersembunyi dari penglihatan orang dan ketika mendapat kesempatan ia langsung tanpa gamang menyebarkan racun dan bisa kebid’ahan. ahli pemberi nasihat. tokoh panutan dan ahli hikmah. Di antara Murid-Murid Beliau 1. orang yang tersesat dari jalan lurus ada dua macam.terhadap bid’ah meskipun dianggap remeh. Seorang imam dan ahli fiqh serta tokoh panutan. maka perhatikanlah ucapan beliau: “Perumpamaan ahli bid’ah laksana kalajengking yang mengubur kepala dan tubuhnya di dalam tanah lalu mengeluarkan ekornya yang berbisah. .” Beliau juga menjelaskan bahaya penyebaran bid’ah dan memberi peringatan keras kepada kita agar tidak terjatuh ke dlam cara-cara dan praktek kebid’ahan sebagaimana ucapan beliau pada masalah no (8): “Perhatikanlah setiap ucaapan orang pada zamanmu. wafat bulan Dzul Qo’dah tahun 387 H 3.” Beliau juga berkata dalam nomor (64) berkata: “Jika ada seorang yang suka menghujat dan menolak atsar atau mengingkari hadits Rasul sholallohu ‘alaihi wa salam maka jadikanlah dia seorang yang tertuduh dalam Islam sebab dia seorang yang buruk pemikiran dan madzhabnya. maka kekelirun orang tersebut tidak boleh diikuti karena ia telah hancur. pertama orang yang tersesat dari jalan lurus sementara dia tidak menginginkan kecuali kebaikan.” Jadi beliau bersikap sangat tegas terhadap ahli bid’ah sebagai bukti betapa tingginya perhatian beliau terhadap sunnah dan betapa besarnya ghirah beliau terhadap sunnah saat ada orang sesat yang ingin menghantamnya. sebab bid’ah yang remeh dan keil bila dibiarkan akan menjadi besar. dialah orang yang telah tersesat dalam kesesatan dan menyesatkan. Sikap seperti itu bisa menjadi contoh mulia sebagai bentuk sikap ulama ahli sunnah terhadap ahli bid’ah dan kebathilan dan kesesatan. 2. jangan tergesa-gesa dan cepat membenarkan suatu ucapan tersebut hingga kamu bertanya dan memperhatikan apakah ucapan itu pernah disampaikan oleh para sahabat Nabi atau para ulama ahli sunnah? Jika kamu mendapatkan atsar dalam hal tersebut (maka) peganglah dan jangan sampai kamu melampaui batas. Murid-Murid Beliau Banyak orang yang menimba dan mengambil faidah agama dari beliau karena beliau adalah tokoh panutan dalam ilmu dan kemuliaan. Seorang imam. dan jangan memililh-milih darinya sehingga terjatuh dalam neraka.” Beliau dalam masalah nomor (101) berkata: “Ketahuilah kebid’ahan hanya tumbuh dan datang dari kaum puritan lagi kerdil ilmu yang suka ikut-ikutan dan mudah terombang-ambing oleh arus.

dan sebagian besar sahabatnya ditangkap dan dibawa ke Bashroh. mereka lebih berani dalam melarang segala kebid’ahan dan melawan ahli bid’ah.4. Ketika Imam al Barbahary melewati daerah bagian barat lalu beliau bersin dan para sahabat beliau mendoakan hingga tedengar suara gemuruh maka sang kholifah mendengar dari dalam tandunya . Di Antara Syair beliau: Barangsiapa yang puas dengan apa yang dimiliki maka Dia menjadi orang kaya dan selalu tetap di atas agama Betapa tingginya kedudukan qona’ah membuat orang Rendahan menjadi mulia Jiwa seseorang menajdi sempit ketika dalam kemiskinan namun bila ia mendekat kepada Tuhannya semua menjadi luas Karya-Karya Beliau Para penulis biografi menyebutkan bahwa beliau memiliki banyak tulisan.’ Beliau berkata: “Manusia berada dalam ketertipuan terusmenerus”. namun saya tidak mendapatkan karya-karya ilmiah beliau kecuali hanya tulisan ini dan penjelasannya akan diuraikan nanti Cobaan dan Wafat Beliau Dikarenakan kedudukan Imam al Barbahary yang tinggi dan mulia. sedangkan duduk-duduk untuk berdebat adalah penutup pintu faidah. Dan Alloh membalas perbuatan Ibnu Muqlah yang akhiranya sang Kholifah marah kepadanya sehingga dia melarikan diri lalu dipecat oleh Kholifah al Qohir dari jabatannya dan rumahnya dilempari api. Demikian itu terjadi pada bulan Safar tahun 323 H dan pada tahun itu beliau semakin nak daun dan tenar serta para sahabat beliau semakin diperhitungkan. Lalu Imam al barbahary kembali lagi kepada kedudukan semula di negeri itu hingga ketika Abu Abdillah bin Arofah yang dikenal dengan Nafthowaih wafat.” Mutiara Ucapan Beliau Abu Abdillah bin Baththoh berkata: “Saya mendengar Abu Muhammad al Barbahary berkata:’Dudukduduk untuk saling memberi nasihat adalah pembuka pintu faidah. berwibawa lagi disegani oleh semua kalangan baik yang alim atau yang awam dan terhormat di klalangan para pemimpin maka ahli bid’ah senantiasa membuat makar untuk memperdaya beliau dalam rangka untuk menghancurkan karier beliau dan menjilat kepada para pemimpin hingga Kholifa al Qohir memerintahkan kepada mentrinya. Ibnu Muqlah pada tahun 321 H untuk menangkap Imam al barbahary dan para sahabatnya lalu beliau bersembunyi. Kemudian dia ditangkap pada tanggal 6 bulan Jumadil akhir tahu 322 H kemudian dimasukkan penjara dan disiksa dengan dicongkel kedua matanya hingga menjadi buta. banyak sekali orang yang hadir untuk mensholatkan jenazahnya dan Imam al Barbahary mendapat kehormatan untuk menjadi Imam sholat jenazah tersebut. Muhammad bin Muhammad bin Utsman Abu Bakar Al Khathib berkata: “Telah samapi kepadaku bahwa dia suka hidup sederhana dan memiliki madzhab yang sangat bagus namun sering meriwayatkan riwayat yang mungkar dan bathil.

agar melarang para sahabat Imam al Barbahary berkumpul dan bertemu.” *** (Di tulis kembali dari: Buku “Syarhus Sunnah-Penjelasan Tuntas Bahwa Islam itu adalah Sunnah dan Sunnah itu adalah Islam. kamu telah menghancurkanku bersama saudaraku.kemudian bertanya tentang kejadian tersebut dan dikabarkan kepadanya hingga sang kholifah merasa takjub dengan sikap tersebut. Lalu pembantu berkata: “Wahai tuanku. Penerbit: Dar El-Hujjah)  erva kurniawan 1:35 am pada 8 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita nasehat. Para ahli bid’ah tidak bosan-bosan untuk terus menerus membuat makar keji dan kebohongan dengan menjilat kepada Kholifah ar radhiy. lalu pemilik rumah memanggil pembantu tersebut lalu berkata: “Wahai Hajjam. beliau terserang pendarahan hebat hingga wafat. pembela sunnah dan sangat keras terhadap ahli bid’ah dan kaum zindiq.” Saudari Tuzun berkata: “Kuburlah dia di dalam rumahku dan jika nanti aku meninggal dunia kuburkanlah (aku) di sisinya.” Pada saat pemilik rumah melihat dari kejauhan tampak ruangan rumah dipenuhi kaum laki-laki yang berpakaian putih dan hijau maka ia berusaha untuk mendekati namun ketika sholat jenazah usai mereka menghilang. Ibnu Abi Ya’la berkata: “telah bercerita kepadaku bahwa Muhammad bin Hasan al Muqriy berkata bahwasannya kakek dan nenekku berkata kepadaku: ‘Abu Muhammad al Barbahary bersembunyi di rumah saudari Tuzun di daerah bagian timur daerah al Hammam jalan raya as Silsilah. cerita teladan ( 355 ). mereka berusaha memfitnah Imam al barbahary hingga Kholifah ar Rodhiy memerintahkan Badr al Harosiy kepala polisi bagian transportasi dan komunikasi di daerah Baghdad. dia seorang imam dan tokoh panutan. kisah islami ( 268 ). engkau juga melihat apa yang aku lihat?” Ia Menjawab: “Ya” pembantu berkata: “Inilah kunci-kunci rumah dan rumah dalam keadaan tertutup. Maka Imam al Barbahary dengan gerak cepat mencari tempat persembunyian dan pindah dari daerah bagian barat menuju bagian timur lalu bersembunyi di daerah tersebut hingga beliau wafat dalam masa persembunyian pada bulan rojab tahun 329 H.” Semoga Alloh merahmati Imam al Barbahary dan memberi balasan yang besar. hal 5-13. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . selama satu bulan dalam persembunyian. maka datang seorang yang ahli dalam memandikan mayyity ke rumah lalu pintu ditutup agar tidak diketahui oleh orang kemudianorang tersebut menshalatkan sendirian. Ketika beliau wafat. kisah teladan ( 352 ). saudaru Tuzun berkata kepada pembantunya: “Caarilah orang yang ahli dalam memandikan mayat.

lalu menimba ilmu Fiqh kepada syeikhul Islam Al-Balqini . Ia mempelajari Fiqh dan Nahwu dari beberapa guru. dan mengambil ilmu Faraid dari ulama di jamannya yakni Syeikh Syihab ad-Din asy-Syarmasahi. dan Al-fiyah ibn Malik. dan nisbat yang dimilikinya: As-Sayuthi nama lengkapnya adalah Al-Hafizh Abdurrahman ibnu Al. pada saat ia masih berusia 6 tahun. 5 Safar 855 H. Ia berasal dari keturunan non arab.Imam Al Hafidz Jalaluddin Abdurrahman As Suyuti Nama. seorang ahli hakikat dan guru tarekat. Setelah itu ia lanjutkan dengan menghafal kitab-kitab semisal al-`Umdab. Ia dibesarkan dalam keadaan yatim piatu. dan hafalan ini menjadi sempurna betul ketika ia menginjak usia 8 tahun. bulan Rajab 849 H. antara lain ada diantara mereka yang menjadi kepala pemerintahan di daerahnya. dan para sejarawan sepakat tentang tahun kelahiran ini. serta di panggil dengan nama abdul Fadhal. Garis keturunan. Ia menghubungkan garis keturunannya demikian: Kakek buyut saya adalah Damam adDin. Perjalanan dan masa menuntut ilmu: Pada usia yang amat sangat muda ia telah hafal Al-Quran. yang dalam hal ini asysayuthi sendiri pernah mengatakan: Ada seorang yang bisa saya percaya pernah menuturkan kepada saya. Darinya lahir tokoh-tokoh dan pemimpin.Kamal Abi Bakr bin Muhammad bin Sabiq ad-Din Ibn Al-Fakhr Utsman bin Nazhir ad-Din al-Hamam al-Khudairi al-Sayuthi. Minhaj fiqh. dan diberi gelar Jalaluddin. Namun tidak ada seorangpun diantara mereka yang saya ketahui menekuni ilmu secara sungguh-sungguh kecuali ayah saya. Penulis Mu`jam al-Mallifin menambahkan: Athaluni al-Mishri Asy-Syafi`i.Selanjutnya ia menekuni berbagai bidang ilimu dan saat itu usianya baru menginjak usia 16 tahun. kecuali ibnu Iyas dan Ismail Pasha al-Bagdadi yang menganggap bahwa kelahiran as-Sayuthi adalah pada bulan Jumadil akhir. Ayahnya meninggal dunia pada malam senin. begitulah ia mengatakannya sendiri. bahwa dia pernah mendengar ayah saya mengatakan bahwa kakek buyut ayah adalah orang non arab dari timur. Kelahiran dan pertumbuhannya: As-sayuthi dilahirkan di wilayah Asyuth sesudah magrib pada malam ahad. Al-Ushul. ada pula yang menjadi Hakim Perdata. dan ada pula yang menjadi pedagang. yakni pada tahun 864 H.

Al-Fiyah ibnu Malik. Kepada ash-Shyairafi di samping kita-kitab lain seperti As Syifa`. al Mughni – sebuah kitab Ushul Fiqh Mazhab Hanafiyah dan syarhnya pada Syams alMarzabani al-Hanafi. melebihi perhatiannya terhadap masalah yang dianggapnya paling penting dalam disiplin ilmu ini. Akidahnya: Dari karangan-karangan yang membela para sahabat dan tetap berpijak pada sunnah. hingga ulama ini meningggal dunia. as-Sayuthi menyerap ilmu yang tidak terhingga jumlahnya. ilmunya yang demikian mendalam tentang Al-Qurn dan sunnah. Selain itu. Dari ulama ini ia menyerap ilmu Tafsir dan Ushul. dan diantara mereka yang paling menonjol antara lain: Syamsudin asy-sakhawi. Kegiatannya menuntut ilmu: Di dalam usahanya menuntut ilmu as-Sayuthi telah mendatangi syeikh Safuddin Al-Hanafi dan berulangkali mengkaji kitab Al-Mukasyaf dan At-Taudhih. dan menunjukkan perhatian dalam bidang karang-mengarang. Sesudah itu ia tinggal bersama asy-Syaraf al-Manawi. Lalu secara tetap pula mengikuti pengajian yang diberikan oleh Saifudin muhammad bin muhammad al-Hanafi. Tidak ada hal lain yang dapat diketahui tentang dirinya dalam persoalan ini. Pengaruh intelektualitasnya: Begitu usianya menginjak 40 tahun. Syarh-Asyudur. bahasa dan ma`ani. maka tampaklah bahwa mazhab yang dipilihnya adalah mazhab ahlus sunnah. ia tetap mengatakan bahwa ia tidak banyak mempelajari ilmu-ilmu riwayat. Kendatipun demikian. dan mendengarkan pengajian kitab al-Mutawassith serta as-Safiyah berikut syarhnya yang ditulis oleh al-Jarudi yang disampaikan oleh ulama ini. murid dan sejawatnya: as-Sayuthi mengakui sekitar seratus lima puluhan orang ulama sebagai gurunya. Fiqh . sehingga hanya dalam waktu 22 tahun saja ia telah membanjiri perpustakaan-perpustakaan Islam dengan karya-karyanya dalam berbagai bidang. India dan al-Maghrib (Maroko). melalui para ahli bahasa dan Balaqhah. lalu menyusun buku-buku ringkas tentang ilmu-ilmu ini.sampai yang disebut terakhir ini wafat. telah mampu membentengi dirinya dari penyimpangan-penyimpangan yang banyak dialami oleh para pengikut aliran sufi. Kendatipun demikian. ilmu . Bayan dan Badi`. juga mempelajari Alfiah karya al-`Iraqi. lalu menuju Syam dan Hijaj. Ia pernah pula dikirim orang tuanya mengikuti majelis yang diselenggarakan oleh al-Hafidz ibnu Hajar. Dimyat. Dari ulama ini as-Sayuthi menimba ilmu yang tidak terbilang juga banyaknya. yakni ilmu dirayah hadits. dan menghadiri pengajian ilmiah yang diberikan al-Balqini. Ma`ani. As-Sayuthi kemudian dikenal dengan orang yang begitu dalam ilmunya. Sementara itu beribu-ribu orang telah pula berguru kepada dirinya. yang jauh menyimpang dari Al-Quran dan Sunnah. Dari ulama yang disebut terakhir itu. serta pengajian-pengajian yang diberikan oleh al`alamah asy-Syamani dan al-Kafiji. ia segera mengasingkan diri dari keramaian. Nahwu.`Ali alAsymuni. dalam tujuh disiplin ilmu : Tafsir Hadist. selain kecendrungannya kepada tasawuf yang telah dirintis oleh kakek buyutnya Hamam. Ia kemudian berguru kepda Al-Ustadz Muhyiddin Al-Kafayaji selama 14 tahun. dan seterusnya ke Yaman. dan dilanjutkan oleh putranya `Ilmuddin Al-Balqini. antara lain ke kota Al-Fayun. Guru. dan yang menonjol diantaranya adalah: Ahmad zas-Syarmasahi ‘Umar al-Balqini Shalih bin Umar bin Ruslan al-Balqini Muhyidin al-Kafiji Al-Qadhi syarafudin al-Manawi. dan mengkaji shahih Muslim sampai hampir tamat.Ia banyak melakukan perjalanan untuk menuntut ilmu. Al-Mihlah.

Fiqh dan Ushul Fiqh. Senang di Akhirat . al-Jami` ashShaghir wa Dzailuh. Penerbit: PUSTAKA. Tadrib ar-Rawi bi syarkh Tawqrib an-Nawawi. Ia terus menerus terlibat dalam hal ini hingga akhir hayatnya sesudah menderita sakit dan kelumpuhan total pada tangan kirinya selama seminggu. Pertama: tentang Hadits Zahr ar-Rabbiy Ala Mujtaba Li an-Nasa`I Al-Hawalik `Ala Muwaththa` Malik. Cukuplah sekiranya di sini bisa kami sebutkan saja beberapa diantara karya-karyanya yang paling menonjol dalam ilmu Hadits lantaran kaitannya yang demikian erat dengan topik kajian kita sekarang ini. Marqat ash-Shu`ud Syarkh Sunan Abi Dawud. Hadits dan ilmu Hadits. Jam`u aljawami` Aw al-jami` al-Kabir. bahasa Arab dengan berbagai cabang ilmunya. 19 Jumadil Ula 911 H di tempat kediamannya. semisal tafsir dan ilmu tafsir. hal:41-45. *** Dikutip dari: Proses lahirnya sebuah Hadits karya: Al-Hafizh Jalauddin as-Sayuthi. Penullis hidayah alA`rifin mengemukakan sejumlah besar karangan yang telah ditulis oleh asy-Sayuthi yan jumlahnya mendekati apa yang kami sebutkan itu.dalam jumlah sekitar 600 judul. kisah teladan ( 352 ). kisah islami ( 268 ). Durr as-sahabah Fi Man Nazal al-Nishir Min al shahabah. Nampaknya karena sakit yang di derita inilah ia lalu meninggal dunia pada hari kamis. yang diakui sebenarannya oleh yang bersangkutan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Senang di Dunia. cerita nasehat. Bandung. dan Tarikh. Natsr al-Abir fi Takhrij Ahadits asy-syarkh al-Kabir Wafatnya: Hidup syaikh as-syayuthi sarat dengan kegiatan menghimpun ilmu dan mengarang. sirah Nabawiyah. Kedua: Dalam ilmu Hadits. lalu dimakamkan di Hausy Qousun.  erva kurniawan 1:51 am pada 7 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). 1406 H – 1985 M. cerita teladan ( 355 ).As`af al-mabtha` bi Rijal al-Muhtha`. Al al-fiyah fi al-Hadits. Untuk itu ia mengeram dirinya di rumah dalam kamar khusus yang di sebut Raudhah al-Miqyas dan hampir-hampir tidak beranjak dari situ.

Hampir setiap malam. saya selalu teringat kisah dalam alRisslah al-Qusyayriyyah fi ‘Ilm al-Tashawwuf. sebuah kitab tentang tasawuf yang telah berusia lebih dari seribu tahun karya Abu Qasim al-Qusyairi. yaitu bermain remi sambil berjudi kecil-kecilan. Mereka memainkan alatalat musik dan bernyanyi-nyanyi sambil meminum minuman keras. beberapa pemuda selalu menghabiskan waktu selama beberapa jam untuk bersenang-senang: menikmati lintingan ganja. Setelah itu mereka melanjutkan dengan kesenangan yang lain. Mereka akan bubar jika lintingan-lintingan ganja itu telah habis. di teras rumah yang berada di depan rumah saya —maksud saya: rumah kontrakan saya— di daerah pinggiran Jakarta. “Lihatlah orang-orang itu.” . Hampir setiap hari mereka seperti itu. “Mereka berbuat maksiat secara terangterangan. Mata di wajah mereka merah. mereka pun melanjutkan kesenangan mereka. Terkadang tertawa terbahak-bahak. Suatu ketika. para pemuda itu berpikir: kami tidak akan berbuat macam-macam jika kalian membiarkan kami menikmati kesenangan kami. Wajah-wajah mereka kusam. Justru kami —saya dan beberapa penghuni kontrakan lain. Suara-suara mereka terdengar berat khas orang mabuk. Mungkin. sampai dini hari. Dalam kondisi seperti itu tentu saja mereka tidak bisa diharapkan untuk memahami suasana. Untuk beberapa hari. Setiap kali melihat para pemuda itu menikmati kesenangan mereka. apalagi kepada sesama manusia. Padahal dengan seperti itu pun mereka sudah berbuat macam-macam. Mereka tidak malu kepada Tuhan. Apalagi rumah yang terasnya mereka tempati untuk nongkrong. teras rumah yang berada di depan rumah saya itu akan sepi. penghuninya adalah keluarga muda yang memiliki bayi baru berumur sekian bulan. para pendatang— seolah-olah yang diharuskan memahami kesenangan para pemuda setempat itu.” kata salah seorang muridnya. Setelah bekal kembali terkumpul. Kencang. seorang sufi bernama Ma’ruf al-Kurkhi sedang duduk-duduk bersama murid-muridnya. Maka. Kecuali jika mereka kehabisan ‘bekal’. Duduk melingkar sambil membicarakan apa saja. Kemudian. lewatlah rombongan yang tampaknya sedang merayakan sesuatu. Membiarkan mereka meski kegaduhan mereka terkadang mengganggu.

Apa yang tampak buruk tidak selalu akan berakhir tetap dalam kondisi buruk. Sebab itu.“Doakanlah mereka agar celaka. *** Juman Rofarif – detikRamadan. Sebab itulah orang Jawa mengatakan. Itulah yang disebut dengan al-raja’ dalam ilmu tasawuf. ia akan tetap menjadi guru. “Jika di akhirat kelak mereka bisa bersenang-senang. artinya Tuhan mengampuni maksiat mereka di dunia. sehingga tak patut digugu lan ditiru. buatlah mereka bisa bersenang-senang di akhirat nanti. dan sebab itu ia tidak mengutuk keburukan. atau berakhir dengan kebaikan. • Saya 2:30 pm pada 10 Januari 2011 Permalink ok • ahmad m 9:09 pm pada 19 Januari 2011 Permalink tafaqkur  .” “Kami tidak memintamu berdoa seperti itu. guru akan selalu lebih bijak daripada murid-muridnya. hanya saja dengan singkatan yang berbeda.” Ma’ruf ingin mengajarkan kepada para muridnya bahwa dunia adalah tempat kemungkinankemungkinan. “Ya Tuhanku! Seperti mereka bisa bersenang-senang di dunia ini. Di mana-mana. tapi berharap keburukan itu akan menjadi atau berakhir dengan kebaikan. ‘guru’ adalah singkatan dari ‘digugu lan ditiru’ yang artinya ‘dituruti dan diteladani’. yaitu mengharap segala sesuatu menjadi baik. Ia berdoa. Ma’ruf al-Kurkhi kemudian mengangkat tangannya. Orang yang menjaga al-raja’ dalam dirinya tidak akan pernah merasa puas dengan kebaikan. Ma’ruf al-Kurkhi menjawab. Editor di Penerbit Serambi Jakarta.” kata si murid kepada Ma’ruf.” kata si murid. ia tak perlu dikutuk. Jika ada orang yang dianggap guru tapi tak berperilaku selayaknya guru. yaitu ‘guru’ singkatan dari ‘wagu tur saru’ yang artinya ‘tak pantas dan cabul’.

Tikus berlari lagi menemui sapi dan menceritakannya. Tikus berlari menemui ular dan menceritakannya. kisah teladan ( 352 ). Kata dokter supaya cepat sembuh mesti makan yang bergizi. kambing dan sapi juga jadi korban. tikus itu melihat ada jebakan tikus. Pak tani membalasnya dengan menebaskan goloknya dan ularpun mati.. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Jangan Abaikan Hal Yang Sepele Pada suatu hari ada seekor tikus yang keluar dari sarangnya pergi kelumbung pagi. toh. pak tani pergi kelumbung padi untuk melihat jebakannya apakah mendapatkan tikus.akhirnya kita juga kena getahnya. sapi-pun cuek. Awalnya musibah itu hanya menimpa ular namun toh akhirnya ayam. kambingpun cuek. dipanggillah pak kyai untuk mendoakan kesembuhannya maka dipotonglah kambing. begitu pulang pak tani memotong ayamnya. Lukanya ternyata nggak sembuh-sembuh. kisah islami ( 268 ).erva kurniawan 1:31 am pada 5 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). orang-orang sekampung pada datang untuk menyelawat maka dipotonglah sapinya. Wassalam. cerita teladan ( 355 ). Tikus berlari menemui kambing dan bercerita bahwa dilumbung padi ada jebakan tikus. Ayampun cuek mendengar cerita tikus. *** Oleh: Agussyafii • hilmi 10:27 am pada 5 Januari 2011 Permalink . Jangan sampai karena bukan kita jadi korban kemudian kita tidak ambil pusing. Melihat pak tani datang. ular marah dan mematok kaki pak tani. Si tikus berlari menemui ayam dan menceritakan bahwa dilumbung padi ada jebakan tikus yang berbahaya. Melihat kakinya kena bisa pak tani pergi kedokter. cerita nasehat. Ternyata yang terjebak bukan tikus melainkan ular. Sakitnya pak tani makin parah dan akhirnya pak tani meninggal dunia. Sampai akhirnya pada pagi hari. Pesan cerita diatas. ularpun cuek.

dan halus budi pekertinya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Cinta kepada Allah Menyelamatkan Yusuf dari Perbuatan Maksiat Yusuf kecil tumbuh menjadi pemuda yang indah parasnya. “Mendekatlah! Mengapa menjauh? Duduklah di sampingku. istri seorang pejabat Mesir yang memelihara Yusuf. cerita teladan ( 355 ).” . kisah islami ( 268 ). Sehingga ketika misalnya Zulaikha meminta membawa segelas air. Tak heran jika Zulaikha. tertarik padanya. kisah teladan ( 352 ). kini pandangan itu telah berubah. kalau pada awalnya Zulaikha memandang Yusuf as sebagai seorang remaja..saya copy artikelnya… • Hikmah 12:14 pm pada 14 Januari 2011 Permalink Bagusss  erva kurniawan 1:49 am pada 3 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). mohon di ikhlaskan. cerita nasehat. • octave 11:29 am pada 5 Januari 2011 Permalink Jazakallah khairan katsiro. jernih matanya. dia berkata kepada Yusuf as.. Asy-Sya’rawi menulis.ehm. sungguh kisah yang menarik.

Ia pun tambah berani. Jangankan mempunyai tekad atau keinginan. Tatkala bergerak. Cinta itu semakin hari semakin besar. tatkala berucap. ia membersiapkan diri dengan berdandan sebaik mungkin. Suatu ketika. Yusuf as adalah laki-laki normal yang punya ketertarikan pada wanita. ia tak menuruti godaan dan rayuan Zulaikha. ia menutup rapat pintu-pintu dan tabir-tabirnya. Begitulah keadaan Yusuf as yang dilukiskan oleh Thabathaba’i. serasa berdosa sekali selalu menurutkan hawa nafsu……semoga Allah mengampuni hamba-Nya ini…  erva kurniawan 1:03 am pada 28 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).Tanpa sadar tumbuh benih-benih cinta pada diri Zulaikha. cerita teladan ( 355 ). Tabir pun terbuka sehingga sang Maha Kuasa muncul dari tirai-tirai gaib-Nya. Cinta yang selalu dalam hubungan intim dengan-Nya melalui zikir. pastilah ia melakukan seperti apa yang diinginkan Zulaikha. Untuk itu. bahkan dengan memaksa. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . dengan nama Allah. gerak-geriknya semakin jelas menunjukkan rasa itu. Yang terbakar hatinya oleh hakekat Ilahi. Kemudian ia berkata dengan penuh harap dan merayu. Zulaikha merencanakan untuk berduaan saja dengan Yusuf as di suatu ruang di rumahnya. Apalagi Zulaikha adalah wanita yang cantik jelita. (imam) *** Alifmagz – detikRamadan • hilmi 11:18 am pada 3 Januari 2011 Permalink membaca artikel ini. Saat ia telah berada di ruang itu bersama Yusuf as. “Marilah ke sini. perhatian dan pandangannya tak lagi tertuju kepada wanita itu maupun wanita lain. laksanakan apa yang kuperintahkan!” Rayuan kepada Yusuf as dilakukan berkali-kali. kisah teladan ( 352 ). Maka. Namun. Seandainya Yusuf as hanya memperturutkan hawa nafsunya. kisah islami ( 268 ). di saat cintanya tak terbendung lagi. Dan tatkala diam. Sehingga walaupun Yusuf as memiliki birahi sebagaimana manusia yang lain. atas perintah Allah. Yang memandang kepada-Nya dengan mata hati. bersama Allah. Senantiasa menunaikan hak-haknya. cinta Yusuf as kepada Allah jauh lebih besar dari itu. Bahkan semakin menjadi-jadi karena Yusuf as berpura-pura tidak mengerti atau mengalihkan pandangan dan pembicaraan. Bukan hanya isyarat-syarat halus yang sekarang ditampakkan. cerita nasehat.

suaranya bagus dan enak didengar. sangat kasih sayang. yang lainnya mengatakan dari Turmudz dan yang lainnya lagi mengatakan dari Babilonia. mempunyai kecermatan dalam berpendapat. bagus pakaiannya dan selalu memakai minyak wangi. salah satu imam dari kaum muslimin. bagus dalam pergaulan bersama rekan-rekannya. sedangkan dia pada waktu itu masih kecil. jelas dalam berbicara. Nasab dan Kelahirannya Bin Tsabit bin Zuthi (ada yang mengatakan Zutha) At-Taimi Al-Kufi Beliau adalah Abu Hanifah An-Nu’man Taimillah bin Tsa’labah. Adapula yang mengatakan dari Anbar. memiliki postur tubuh yang bagus. lantas Ali mendoakan keberkahan kepadanya pada dirinya dan keluarganya. dan kami berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa Ali tersebut untuk kami. Abu Hanifah itu tinggi badannya sedang. pemimpin orang-orang alim. Beliau disibukkan dengan mencari atsar/hadits dan juga melakukan rihlah untuk mencari hal itu. salah seorang yang mulia dari kalangan ulama dan salah satu imam dari empat imam yang memiliki madzhab. Dan beliau ahli dalam bidang fiqih. Perkembangannya Ismail bin Hamad bin Abu Hanifah cucunya menuturkan bahwa dahulu Tsabit ayah Abu Hanifah pergi mengunjungi Ali Bin Abi Thalib. dan dalam permasalahanpermasalahan yang samar/sulit maka kepada beliau akhir penyelesaiannya. Beliau dilahirkan pada tahun 80 H pada masa shigharus shahabah dan para ulama berselisih pendapat tentang tempat kelahiran Abu Hanifah. disegani dan tidak membicarakan hal-hal yang tidak berguna. bahkan dia punya toko untuk berdagang kain yang berada di rumah Amr bin Harits.Imam Abu Hanifah Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit al-Kufiy merupakan orang yang faqih di negeri Irak. bagus wajahnya. Beliau berasal dari keturunan bangsa persi. menurut penuturan anaknya Hamad bin Abu Hadifah bahwa Zuthi berasal dari kota Kabul dan dia terlahir dalam keadaan Islam. Dan Abu Hanifah At-Taimi biasa ikut rombongan pedagang minyak dan kain sutera. . bagus dalam bermajelis.

diantaranya: 1. tatkala pergi ke kota Bashrah. maka aku memutuskan untuk tidak berpisah dengan Hamad sampai dia meninggal. saya tidak pernah mendengar beliau berbuat ghibah meskipun kepada musuhnya’ kemudian beliau menimpali ‘Demi Allah. Hamad bin Abi Sulaiman guru fiqihnya. Muhammad bin Munkandar. Ismail bin Yahya Al-Sirafi. Hamzah temannya penjual minyak wangi. Al-Qodhi Abu Yusuf. Thalhah bin Nafi’. maka tatkala diantara mereka ada yang bertanya kepadaku tentang suatu masalah lantas saya tidak mempunyai jawabannya. Abdurrahman bin Hurmuj al-A’raj. dan lain-lain. Amru bin Dinar. Dan beliau juga berkata. Ishaq al-Azroq. Abdullah bin Zubair al-Qurasy. Muhammad bin Hasan Assaibani. Asy-Sya’bi.” Beliau juga berkata. …”. Dan dia juga berkata. Asar bin Amru Al-Bajali. tatkala dia mengetahui keteguhan Abu Hanifah maka dia melepaskannya. maka beliau dihukum cambuk sebanyak 110 kali (setiap harinya dicambuk 10 kali). “Abu Hanifah adalah orang yang tsiqoh di dalam hadits”. Al-Harits bin Nahban. Abdullah ibnul Mubarok. Muhammad bin Abdullah al-Anshari. Al-Hasan bin Ziyad. “Aku berkata kepada Sufyan Ats-Tsauri. Dan dalam waktu yang lain beliau berkata. saya optimis kalau ada orang yang bertanya kepadaku tentang sesuatu apapun saya akan menjawabnya. Adapun orang-orang yang belajar kepadanya dan meriwayatkan darinya diantaranya adalah sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Abul Hajaj di dalam Tahdzibnya berdasarkan abjad diantaranya Ibrahin bin Thahman seorang alim dari Khurasan. Hafsh binn Abdurrahman al-Qadhi. Nafi’ Maula Ibnu Umar.Beliau sempat bertemu dengan Anas bin Malik tatkala datang ke Kufah dan belajar kepadanya. beliau juga belajar dan meriwayat dari ulama lain seperti Atha’ bin Abi Rabbah yang merupakan syaikh besarnya. Su’aib bin Ishaq. Yazid bin Harun. Muhammad bin Qoshim al-Asadi. Yahya bin Ma’in berkata. Dan ada yang meriwayatkan bahwa beliau sempat bertemu dengan 7 sahabat. Abu Ja’far Al-Baqir. Muhammad bin Bisyr. Yahya bin Ayub Al-Mishri. tidak tertuduh dengan berdusta. Abdul karim bin Muhammad al-Jurjani. dia tidak menghilangkan kebaikannya dengan perbuatan ghibah’. Abdullah ibnul Mubarok berkata. “Abu hanifah laa ba’sa bih. Abu Nu’aim. aku bertanya siapakah orang yang paling wara’ di kota Kufah? Maka mereka penduduk Kufah menjawab Abu Hanifah”. Penilaian para ulama terhadap Abu Hanifah Berikut ini beberapa penilaian para ulama tentang Abu Hanifah. Waki’ bin Al-Jarah. “Kalaulah Allah subhanahu wa ta’ala tidak menolong saya melalui Abu Hanifah dan Sufyan Ats-Tsauri maka saya hanya akan seperti orang biasa”. Ali bin Zhibyan al-Qodhi. Pada masa pemerintahan Marwan salah seorang raja dari Bani Umayyah di Kufah. orang yang jujur. 2. Abu Syihab Al-Hanath Assamaqondi. Dawud Ath-Thai. “Aku dating ke kota Kufah. ‘Wahai Abu Abdillah. Abdullah bin Dinar. dia tidak berdusta. dia tidak membicarakan hadits kecuali yang dia hafal dan tidak membicarakan apa-apa yang tidak hafal”. “Abu Hanifah adalah orang yang paling faqih”. Sulaiman bin Amr An-Nakhai. Hamad bin Abu Hanifah. Adi bin Tsabit. Nu’man bin Abdus Salam al-Asbahani. Qois bin Muslim. Abdul Aziz bin Khalid at-Turmudzi. dia adalah orang yang paling berakal. Dan beliau juga pernah berkata. Ali bin Ashim. dan masih banyak lagi. Isa bin Yunus. Qotadah bin Di’amah. Abyadh bin Al-Aghar bin Ash-Shabah. . Al-Fadhl bin Musa. orang yang paling jauh dari perbuatan ghibah adalah Abu Hanifah. Ibnu Syihab Az-Zuhri. “Abu Hanifah adalah orang yang tsiqoh. Beliau pernah bercerita. maka saya bersamanya selama 10 tahun. beliau didatangi Hubairoh salah satu anak buah raja Marwan meminta Abu Hanifah agar menjadi Qodhi (hakim) di Kufah akan tetapi beliau menolak permintaan tersebut.

diantaranya : 1. “Abu Hanifah orang yang miskin di dalam hadits”. Sebagian ahlul ilmi memberikan tuduhan bahwa Abu Hanifah adalah murji’ah dalam memahi masalah iman. 9. “Pendapat Abu Hanifah di dalam masalah fiqih lebih mendalam dari pada syair. 2. 3. tidak banyak hadits shahihnya”. menghindari dari harta penguasa”. “Abu Hanifah berkata. 7. dan sungguh banyak mengambil pendapatnya”. Dan yang dimaksudkan dengan “tidak bertambah dan berkurang” adalah . Imam Muslim bin Hajaj berkata. Qois bin Rabi’ juga mengatakan hal serupa dengan perkataan Fudhail bin Iyadh. Yaitu penyataan bahwa iman itu keyakinan yang adal dalam hati dan diucapkan dengan lesan. akan tetapi dia termasuk dari sya’air iman. “Abu Hanifah adalah seorang yang faqih. “Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit tidak kuat hafalan haditsnya”. Sufyan berpendapat dan Abu Hanifah berpendapat maka yang paling bagus pendapatnya adalah Abu Hanifah … dan dia orang yang paling faqih dari ketiganya”. 6. sabar dalam belajar dan mengajarkan ilmu. Fudhail bin Iyadh berkata. Abdul Karim bin Muhammad bin Syu’aib An-Nasai berkata. kemudian imam Malik berpendapat. dan masih membutuhkan pendapat. Al-Khuroibi berkata. “Apabila atsar telah diketahui. Yahya bin Sa’id al-Qothan berkata. “Tidaklah orang itu mensela Abu Hanifah melainkan dia itu orang yang pendengki atau orang yang jahil”. dan tidaklah mencelanya melainkan dia itu orang yang jahil tentangnya”. “Saya tidak melihat seseorang yang lebih tahu tentang tafsir hadits dan tempat-tempat pengambilan fiqih hadits dari Abu Hanifah”. Abdullah ibnul Mubarok berkata. tidak selayaknya bagi seseorang berbicara tentang hadits kecuali apa-apa yang dia hafal sebagaimana dia mendengarnya”. menunjukkan kebenaran dengan cara yang baik.Beliau juga berkata. “Barangsiapa ingin mutabahir (memiliki ilmu seluas lautan) dalam masalah fiqih hendaklah dia belajar kepada Abu Hanifah”. Hafsh bin Ghiyats berkata. 8. juga mendapatkan penilaian negatif dan celaan yang ditujukan kepada beliau. 3. Beliau juga berkata. dan yang berpendapat seperti ini adalah Jumhur Asy’ariyyah. 5. dan mengeluarkan amal dari hakikat iman. 4. termasuk salah seorang hartawan. “Semoga Allah merahmati Abu Hanifah karena dia adalah termasuk orang yang menjaga shalatnya (banyak melakukan shalat)”. 4. “Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit shahibur ro’yi mudhtharib dalam hadits. Sufyan bin Uyainah berkata. terkenal dengan wara’-nya. Al-Qodhi Abu Yusuf berkata. tidaklah kami mendengar pendapat yang lebih baik dari pendapat Abu Hanifah. sedikit bicara. Imam Syafii berkata. “Kami tidak mendustakan Allah swt. Beberapa penilaian negatif yang ditujukan kepada Abu Hanifah Abu Hanifah selain dia mendapatkan penilaian yang baik dan pujian dari beberapa ulama. Abu Manshur Al-Maturidi … dan menyelisihi pendapat ini adalah Ahlu Hadits … dan telah dinukil pula dari Abu Hanifah bahwa iman itu adalah pembenaran di dalam hati dan penetapan dengan lesan tidak bertambah dan tidak berkurang. Dan telah dinukil dari Abu Hanifah bahwasanya amal-amal itu tidak termasuk dari hakekat imam.

akan menerimanya. Dan sungguh telah diriwayatkan dari Abu Hanifah oleh para sahabatnya pendapat-pendapat yang jitu dan dengan ibarat yang berbeda-beda. hal ini bisa dibaca dalam kitab Tarikh Baghdad juz 13 dan juga kitab al-Jarh wa at-Ta’dil Juz 8 hal 450.coba lihatlah ke kitab beliau Fiqhul Akbar dan Aqidah Thahawiyah …. … dan betapa banyak daripara imamyang agung. Dan ini merupakan pendapat ahlul haq …. alim yang cerdas mereka bersikap inshaf (pertengahan ) secara haqiqi. “Ini merupakan kesempurnaan ilmu dan ketaqwaan para imam.jumlah dan ukurannya itu tidak bertingkat-tingkat.dan sungguh kami telah meneliti semua riwayat-riwayat tersebut. maka hal seperti itu sungguh dia menolak banyak pengkhabaran tentang Abu Hanifah dari orang-orang yang adil”. aib untuk ber-ashabiyyah madzhabiyyah. Dan di sana masih banyak lagi bentuk-bentuk penilaian negatif dan celaan yang diberikan kepada beliau. meliput sunnah/hadits secara keseluruhan”. dan orang yang berbuat kemaksiatan selain syirik dan kekufuran meskipun dia belum bertaubat sampai dia meninggal dalam keadaan beriman. Dan para imam telah memberi isyarat bahwa mereka tidak mampu untuk menguasai. Apabila telah shahih sebuah hadits maka hadits tersebut menjadi madzhabku. tidak membatalakannya dengan kekufuran dan murtad sampai dia meninggal maka Allah tidak akan menyia-nyiakan amalannya. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh imam Syafii. Padahahal telah dinukil dari beliau bahwa Al-Qur’an itu adalah kalamullah dan pengucapan kita dengan Al-Qur’an adalah makhluq. … akan tetapi kami mengatakan bahwa barangsiapa beramal kebaikan dengan memenuhi syarat-syaratnya dan tidak melakukan hal-hal yang merusaknya. seperti ada yang kuat dan ada yang lemah. “Banyak dari Ahlul Hadits – yakni yang menukil tentang Abu Hanifah dari al-Khatib (Tarikh baghdad) – melampaui batas dalam mencela Abu Hanifah. bahwa beliau berpendapat Al-Qur’an itu makhluq. dan kami juga tidak mengatakan pelaku dosa besar itu masuk neraka dan kekal di neraka meskipun dia itu orang yang fasiq. “maka terkadang diantara para . Berkata Syaikh Nashirudin Al-Albani. Tidak diragukan lagi bahwa merupakan cela. yang semuanya itu menunjukkan pada sesuatu yang satu. maka di berasa dibawah kehendak Allah. ada yang jelas dan yang samar. Dan kalian akan mengetahui riwayat-riwayat yang banyak tentang cacian yang ditujukan kepada Abiu Hanifah -dalam Tarikh Baghdad. Diantara nasehat beliau adalah: a. kalau Dia menghendaki maka akan mengadzabnya dan kalau tidak maka akan mengampuninya. dan yang semisalnya … Dan dinukil pula oleh para sahabatnya. ‘Orang yang terjerumus dalam dosa besar maka urusannya diserahkan kepada Allah’. Ibnu Abdil Barr berkata.” 5. dan penisbatan pendapat Al-Qur’an itu dalah makhluq kepada Abu Hanifah merupakan kedustaan”. dak hal ini tidak menafikan adanya iman itu bertingkat-tingkat dari segi kaifiyyah. ternyata riwayat-riwayat tersebut lemah dalam sanadnya dan mudhtharib dalam maknanya. sebagaimana yang termaktub dalam kitab “Fiqhul Akbar” karya Abu Hanifah. yaitu wajibnya mengambil hadits dan meninggalkan taqlid terhadap pendapat para imam yang menyelisihi hadits. bahklan -insya Allah. mereka menyebutkan bahwa Abu Hanifah berkata. Beberapa Nasehat Imam Abu Hanifah Beliau adalah termasuk imam yang pertama-tama berpendapat wajibnya mengikuti Sunnah dan meninggalkan pendapat-pendapatnya yang menyelisihi sunnah. “Kami tidak mengatakan bahwa orang yang beriman itu tidak membahayakan dosa-dosanya terhadap keimanannya. Sebagian ahlul ilmi yang lainnya memberikan tuduhan kepada Abu Hanifah. Dan apabila kalian menghendaki untuk mengetahui kedudukan riwayat-riwayat yang berkenaan dengan celaan terhadap Abu Hanifah maka bacalah kitab al-Intiqo’ karya Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr. Jami’ul Masanid karya al-Khawaruzumi dan Tadzkiratul Hufazh karya Imam Adz-Dzahabi.

maka tidak boleh mencela padanya sebagaimana yang dilakukan sebagian orang jahil. itupun hanya sedikit dalam madzhabnya sebagaimana hal itu juga sedikit pada madzhab-madzhab lainnya dengan penisbahan kepadanya. c. Abu Hanifah dipanggil kehadapannya untuk diminta menjadi qodhi (hakim). kemudian dia berfatwa dengan pendapat yang menyelisishi dalil tersebut? Maka camkanlah kalimat ini! Dan perkataan ini saja cukup untuk memusnahkan taqlid buta. dia berfatwa dengan pendapatku. akan tetapi beliau menolak permintaan raja tersebut – karena Abu Hanifah hendak menjahui harta dan kedudukan dari sulthan (raja) – maka dia ditangkap dan dijebloskan kedalam penjara dan wafat dalam penjara. …”. …”. Wafatnya Pada zaman kerajaan Bani Abbasiyah tepatnya pada masa pemerintahan Abu Ja’far Al-Manshur yaitu raja yang ke-2. haram bagi orang yang tidak mengetahui dalilku. sesungguhnya kami adalah manusia biasa. Tidak halal bagi seseorang untuk mengambil/memakai pendapat kami selama dia tidak mengetahui dari dalil mana kami mengambil pendapat tersebut. dan dia dishalatkan banyak orang bahkan ada yang meriwayatkan dishalatkan sampai 6 kloter. janganlah engakau catat semua apa-apa yang kamu dengar dariku. maka ketahuilah! Apakah perkataan mereka terhadap orang yang mengetahui dalil yang menyelisihi pendapat mereka. dalam riwayat lain. bahkan wajib beradab dengannya karena dia merupakan salah satu imam dari imam-imam kaum muslimin yang dengan mereka terjaga agama ini. Berbeda dengan para imam yang lainnya. “Maka apabila demikian halnya. karena tidak ada nash dalam permasalahanpermasalahan yang diqiyaskan tersebut. setelah para penghafal hadits mengumpulkan hadits-haditsnya dari seluruh pelosok penjuru dunia maka Abu Hanifah akan mengambil hadits-hadits tersebut dan meninggalkan semua pendapatnya dengan cara qiyas. Maka banyak terjadi qiyas pada madzhabnya secara darurat kalaudibanding dengan para ulama lainnya.imam ada yang menyelisihi sunnah yang belum atau tidak sampai kepada mereka. Dan dalam riwayat lain. “Keyakinan kami dan keyakinan setiap orang yang pertengahan (tidak memihak) terhadap Abu Hanifah. dan kami ruju’ (membatalkan) pendapat tersebut pada pagi harinya. besok aku berpendapat dengan suatu pendapat dan aku tinggalkan pendapat tersebut hari berikutnya. Apabila saya mengatakan sebuah pendapat yang menyelisihi kitab Allah dan hadits Rasulullah yang shahih. . maka sesungguhnya aku berpendapat pada hari ini denga suatu pendapat dan aku tinggalkan pendapat itu besok. Dan dalam riawyat lain. Akan tetapi dalil-dalil syari terpisah-pesah pada zamannya dan juga pada zaman tabi’in dan atbaut tabiin masih terpencar-pencar disana-sini. maka tinggalkan perkataanku. Syaikh Al-Albani berkata. kami berpendapat pada hari ini. untuk itulah sebaigan orang dari para masyayikh yang diikuti mengingkari penisbahan kepada Abu Hanifah tatkala mereka mengingkari fatwanya dengan berkata “Abu Hanifah tidak tahu dalil!” Berkata Asy-sya’roni dalam kitabnya Al-Mizan 1/62 yang ringkasnya sebagai berikut. Kemudia syaikh Al-Albani mengomentari pernyataan tersebut dengan perkataannya. Dan beliau wafat pada bulan Rajab pada tahun 150 H dengan usia 70 tahun. maka mereka memerintahkan kepada kita untuk berpegang teguh dengan sunnah dan menjadikan sunah tersebut termasuk madzhab mereka semuanya”. bahwa seandainya dia hidup sampai dengan dituliskannya ilmu Syariat. hal itu merupakan udzur bagi Abu Hanifah tatkala dia menyelisihi hadits-hadits yang shahih tanpa dia sengaja – dan ini merupaka udzur yang diterima. Celaka engkau wahai Ya’qub (Abu Yusuf). karena Allah tidak membebani manusia yang tidak dimampuinya -. b. “Maka apabila demikian perkataan para imam terhadap orang yang tidak mengetahui dalil mereka.

kisah islami ( 268 ). Kegundahan hati dan keinginannya untuk berperilaku yang baik membawanya pergi menempuh perjalanan yang jauh untuk bertemu Rasulullah Saw. Tadzkiratul Hufazh karya Al-Imam Syamsudin Muhammad bin Ahmad bin Utsman AdzDzahabi terbitan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut 4. Keyakinannya terhadap Islam sangat kuat. cerita nasehat. Abu Dzar berhasil bertemu Rasulullah Saw dan menyatakan keislamannya. Ia terlahir dengan nama Jundub bin Junadah bin Sakan. Di tengah suasana Mekah yang mencekam.*** Daftar Pustaka: 1. Kitabul Jarhi wat Ta’dil karya Abu Mumahhan Abdurrahman bin Abi Hatim bin Muhammad ArRazi terbitan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut 6. cerita teladan ( 355 ). Tarikhul Baghdad karya Abu Bakar Ahmad Al-Khatib Al-Baghdadi cetakan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut 2. Al-Bidayah wa an-Nihayah karya Ibnu Katsir cetakan Maktabah Darul Baz Beirut 5. karena saat itu Rasullah Saw banyak mendapat ancaman dari Quraisy. kisah teladan ( 352 ). . berasal dari suku Ghiffar. Shifatu Shalatin Nabi karya Syaikh Nashirudin Al-Albani cetakan Maktabah Al-Ma’arif Riyadh (diambil dari majalah Fatawa)  erva kurniawan 1:25 am pada 27 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Siyarul A’lamin Nubala’ karya Al-Imam Syamsudin Muhammad bin Ahmad bin Utsman AdzDzahabi cetakan ke – 7 terbitan Dar ar-Risalah Beirut 3. Abu Dzar memeluk Islam dengan sukarela. sehingga tanpa ragu dan takut ia memberitakan keislamannya itu kepada banyak orang secara terbuka. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kekuasaan Bisa Menjadi Kehinaan dan Penyesalan Abu Dzar al-Ghiffari merupakan salah satu sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah Saw dan termasuk sahabat yang paling awal masuk Islam. Suku Ghiffar terkenal sebagai suku penyamun sebelum datangnya Islam.

dengan bijak Rasulullah Saw berkata. Ke mana Rasulullah Saw pergi. Meski dengan susah payah. Tujuannya untuk ikut serta membantu Rasulullah Saw berjuang menegakkan Islam. Abu Dzar menyebarkan ajaran Islam pada masyarakat seluruh suku Ghiffar. Abu Dzar menjadi dekat dengan Rasulullah Saw. Sambil menepuk kedua bahu Abu Dzar. seluruh suku Ghiffar berhasil diajaknya memeluk Islam. cerita nasehat. Suatu ketika ada yang mengganjal dalam hati Abu Dzar. Ia berkata. Karena itu. ia selalu turut serta. meskipun Abu Dzar sangat dicintainya. Suatu saat ia memberanikan diri menyampaikan keinginannya itu kepada Rasulullah Saw. kisah teladan ( 352 ). masuk dalam jajaran pemerintahan Rasulullah Saw di Madinah. Beliau mengetahui ada sifat-sifat Abu Dzar yang tidak sesuai untuk orang yang memegang kekuasaan. sementara kekuasaan itu adalah amanat. tidakkah engkau mempekerjakan aku?” Rasulullah Saw sangat mengenal pribadi Abu Dzar. cerita teladan ( 355 ).Sekembalinya ke kampung halamannya. Sewaktu mendengar Rasulullah Saw hijrah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Al-Imam Malik ra. tidurnya pun di masjid. Di hari kiamat kekuasaan itu nanti menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali bagi orang yang mengembannya dengan benar dan menjalankan semua amanat yang ada di dalamnya. ia absen dari majelis-majelis Rasulullah Saw. Nama dan Nasabnya .” (imam) *** ramadan. Ia ingin terlibat lebih jauh. Jarang sekali. Sejak di Madinah itu. 1. Abu Dzar bersama beberapa orang dari Ghiffar pergi ke Madinah.com/read/2010/08/24/163757/1426935/985/kekuasaan-bisa-menjadi-kehinaan-danpenyesalan  erva kurniawan 1:00 am pada 25 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). namun Rasulullah Saw tidak mengabulkan keinginan sahabatnya itu. “Wahai Abu Dzar. sesungguhnya engkau adalah orang yang lemah. “Wahai Rasulullah.detik. kisah islami ( 268 ).

Ayyub As Sakhtiyani. Kakek buyutnya. Beliau meriwayatkan hadis dari sejumlah besar Tabi’ien dan Tabi’ut Tabi’ien. Aisyah binti Sa’ad bin Abi Waqqash. adalah seorang sahabat agung. dll. Abu Az Zanad. maka Malik adalah bintangnya. Disana beliau menulis kitabnya AlMuwaththo’. Nasabnya berakhir pada Ya’rib bin Yasyjub bin Qaththan. Al Hafidh Abu Bakar Al Khatib Al Baghdadi menulis sebuah kitab tentang para perawi yang meriwayatkan dari Imam Malik.: a. Al-Muwwaththo’ Imam Malik menulis kitabnya yang legendaris Al-Muwwaththo’ selama 40 tahun. c. Yahya bin Sa’id Al Anshari. Ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi. Selama kurun waktu tersebut. Humaid Ath Thawiel. Sebaliknya.Nama lengkap beliau adalah Abu Abdillah Malik bin Anas bin Malik bin Anas bin Al Harits bin Ghaiman bin Khutsail bin Amr bin Al Harits Al Ashbahiy Al Humairiy. tidak meriwayatkan kecuali yang shahih. Zaid bin Aslam. Ibunya bernama Al Aliyah binti Syariek Al Asadiyah. Namun. dan Hisyam bin Urwah. Al Baghdadi menyebutkan hampir 1000 orang perawi. Asy Syafi’i. Abdurrahman bin Al Qasim. b. menghindari orang yang tidak terpercaya (tsiqoh). 2. d. wafat pada tahun 179 H dan dimakamkan di Baqie. Cukup banyak perawi yang meriwayatkan hadis dari beliau. tapi ternyata mereka tidak menemukan seorang pun yang lebih alim dari orang alim Madinah” (hadis ini hasan menurut Tirmidzi) Ibn Unayah bilnag orang alim madinah tersebut adalah Malik. yang bebrunyi: “Nyaris orang-orang memukul perut unta untuk mencari ilmu. lahir di Madinah Al Munawaroh pada tahun 95 H. seperti Az Zuhri dan Yahya bin Sa’id Al Anshari. ada juga yang mengatakan ibunya adalah Thulaihah. Kelahiran dan Petumbuhannya Imam Malik ra. 4. Abu Hanifah. Kakeknya yang juga bernama Malik bin Anas termasuk seorang tabi’in besar dan salah satu yang ikut memikul Khalifah Utsman ke kuburnya. Anas. Yahya bin Sa’id Al Qaththan : Malik adalah amirul mukminin dalam bidang hadis. Beliau hidup selama 84 tahun. . bekas budak Ubaidullah bin Ma’mar. kitab itu ditunjukkan ke sekitar 75 orang ulama fiqh Madinah. 3. Abdullah bin AL Mubarak. diantaranya : Nafi’ bekas budak Ibn Umar. Abdurrahman Al Auza’i. Diantara tokoh2 yang meriwayatkan hadis dari beliau : Sufyan Ats Tsauri. dan hanya menceritakan dari orang yang terpercaya. Beliau menimba ilmu dari 100 orang guru lebih. Asy Syafi’i : Apabila ulama disebut. Ibn Mu’in : Malik termasuk hujjah Allah atas makhluk Nya. Dalam kitab tersebut. tidak sedikit guru2nya yang meriwayatkan hadis dari beliau sesudah itu. Ibn Hibban : Malik adalah orang pertama yang memilih para tokoh ahli fiqh di Madinah. Kedudukannya Para Imam dan Ulama yang berkomentar tentang Imam Malik ra. yang selalu mengikuti Rasululloh SAW dalam semua peperangan kecuali perang Badar. Ibn Syihab Az Zuhri.

Dipanggil dengan Abu Abdillah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Imam Bukhari : Keajaiban Dari Bukhara Buta di masa kecilnya. *** Wallaahu a’lam bishshowab (Ditulis ulang dari kata pengantar kitab Al-Muwwaththo’ edisi terjemahan)  erva kurniawan 1:11 am pada 24 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kisah islami ( 268 ). Buyut beliau. tidak ada satu kitab pun – sesudah Kitab Allah – yang lebih shahih daripada kitab Malik. seorang tokoh yang tekun dan ulet dalam menuntut ilmu. “Hai Fulanah (yang beliau maksud adalah ibu Al Imam Al Bukhari. Beliau digelari Al Imam Al Hafizh. kemudian masuk Islam lewat perantaraan gubernur Bukhara yang bernama Al Yaman Al Ju’fi. pent).Asy Syafi’i berkomentar tentang Al Muwwaththo’ Malik : “Di muka bumi ini. Al Muwwaththo’ memuat 6000 hadis musnad (sanad bersambung samapai ke Nabi SAW/ Marfu’). Al Mughirah. dan 285 makalah Tabi’ien. Sedang ayah beliau. Ternyata pada pagi harinya sang ibu menyaksikan bahwa Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putranya. . 613 hadis mauquf (sanad hanya samapai tabi’ien). Keliling dunia mencari ilmu. dan pernah berjabatan tangan dengan Abdullah bin Al Mubarak. 222 hadis mursal (sanad hanya samapai sahabat). Menghafal ratusan ribu hadits. sesungguhnya Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putramu karena seringnya engkau berdoa”. kisah teladan ( 352 ). semula beragama Majusi (Zoroaster). dan lebih dikenal dengan sebutan Al Imam Al Bukhari. cerita nasehat. Ismail bin Al Mughirah. Sewaktu kecil Al Imam Al Bukhari buta kedua matanya. Nama lengkap beliau Muhammmad bin Islmail bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari Al Ju’fi. Lahir di Bukhara pada bulan Syawal tahun 194 H. pernah berjumpa dengan Hammad bin Zaid. cerita teladan ( 355 ). Pada suatu malam ibu beliau bermimpi melihat Nabi Ibrahim Al Khalil ‘Alaihissalaam yang mengatakan. sempat mendengar ketenaran Al Imam Malik bin Anas dalam bidang keilmuan. Karyanya menjadi rujukan utama setelah Al Qur’an.

Beliau juga pernah ditanya oleh Muhamad bin Abu Hatim Al Warraaq. Naisabur. Al Imam Ahmad bin Hanbal. Badal bin Al Muhabbir. ‘Amr berkata kepada mereka. Al Anshari. Lalu mereka menceriterakan peristiwa itu kepada ‘Amr. Nu’aim bin Hammad. pent. Abu Al Mughirah.” Muhammad bin Abi Hatim berkata. Seolah-olah dia diciptakan oleh Allah hanya untuk hadits”. Baghdad. dan saya juga hafal dua ratus ribu hadits yang tidak shahih”. “Saya tidak mengetahui status (kedudukan) hadits tersebut”. Khallad bin Yahya. “Saya tidak pernah melihat orang seperti dia. Rayy. Ubaidaillah bin Musa. ‘Ali bin Al Madini. Di antara mereka yang paling terkenal adalah Al Imam Muslim bin Al Hajjaj An Naisaburi. Beliau pernah berkata. Muhammad bin Abi Ha tim berkata. dan mereka segera bergerak menuju ‘Amr. Mesir. Ishaq bin Rahawaih. Saya katakan kepada mereka. “Semua hadits yang saya masukkan ke dalam kitab yang saya susun itu sedikit pun tidak ada yang samar bagi saya”.Ketika berusia sepuluh tahun. dan Syam. “Saya hafal seratus ribu hadits shahih. Bashrah. Murid-murid beliau tak terhitung jumlahnya. Abdul ‘Azizi Al Uwaisi. pasti dapat saya sebutkan sanad (rangkaian perawi-perawi)-nya”. Al Imam Al Bukhari sangat terkenal kecerdasannya dan kekuatan hafalannya. Pada kesempatan yang lain belau berkata. Khalid bin Makhlad.)?” Beliau menjawab. Kufah. “Apakah engkau hafal sanad dan matan setiap hadits yang engkau masukkan ke dalam kitab yang engkau susun (maksudnya : kitab Shahih Bukhari. Di antara mereka yang sangat terkenal adalah Abu ‘Ashim An-Nabiil. Al Imam Al Bukhari mulai menuntut ilmu. Abdurrahman Al Muqri’. ‘Ali bin Al Hasan bin Syaqiq. Abu Bakar Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah berkata. Makkah. ” Saya mendengar Abu Abdillah (Al Imam Al Bukhari) berkata. “Setiap hadits yang saya hafal. . “Saya tidak pernah meliahat di kolong langit seseorang yang lebih mengetahui dan lebih kuat hafalannya tentang hadits Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dari pada Muhammad bin Ismail (Al Bukhari). Para ulama menilai bahwa kitab Shahih Al Bukhari ini merupakan kitab yang paling shahih setelah kitab suci Al Quran. Shadaqah bin Al Fadhl. “Saya melihat Abu Ammar Al Husein bin Harits memuji Abu Abdillah Al Bukhari. dan sederet imam dan ulama ahlul hadits lainnya. “Hadits yang status (kedudukannya) tidak diketahui oleh Muhammad bin Ismail bukanlah hadits”. penyusun kitab Shahih Muslim. Hajjaj bin Minhaal. lalu beliau berkata. Makki bin Ibrahim. Abdullah bin Raja’. Guru-guru beliau banyak sekali jumlahnya. Tidak mengherankan jika para ulama dan para imam yang hidup sezaman dengannya memberikan pujian (rekomendasi) terhadap beliau. beliau melakukan pengembaraan ke Balkh. Abdurrahman bin Hammad AsySyu’aisi. “Saya mendengar Ibrahim bin Khalid Al Marwazi berkata. Abu Al Yaman. “Para sahabat ‘Amr bin ‘Ali Al Fallaas pernah meminta penjelasan kepada saya tentang status (kedudukan) sebuah hadits. Thalq bin Ghannaam. Al Imam Al Bukhari mempunyai karya besar di bidang hadits yaitu kitab beliau yang diberi judul Al Jami’ atau disebut juga Ash-Shahih atau Shahih Al Bukhari. Muhammad bin ‘Ar’arah. ‘Abdan bin ‘Utsman. Anugerah Allah kepada Al Imam Al Bukhari berupa reputasi di bidang hadits telah mencapai puncaknya. Mereka jadi gembira dengan sebab mendengar ucapanku. Berikut ini adalah sederet pujian (rekomendasi) termaksud.

Berikut ini diketengahkan beberapa pernyataan para ulama tentang ketakwaan dan keshalihan beliau agar dapat dijadikan teladan. leblih wara’ (takwa). ” Kitab Jami’ karya Muhammad bin Ismail”. Abu Bakar bin Munir berkata. “Sampaikan salamku kepadanya!” Al Imam Al Bukhari wafat pada malam Idul Fithri tahun 256 H. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepada saya. *** Sumber: Siyar A’laam An-Nubala’ karya Al Imam Adz-Dzahabi dll  . sampai kapan engaku mempelajari kitab Asy-Syafi’i. “Saya berharap bahwa ketika saya berjumpa Allah. “Hai Abu Zaid. Sulaim berkata. Dan di bidang akidah beliau menyusun kitab Khalqu Af’aal Al Ibaad. Di dalam tidur saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam.” Al Firabri berkata. dan lebih zuhud terhadap dunia daripada Muhammad bin Ismail. “Wahai Baginda Rasulullah. Di bidang akhlak belau menyusun kitab Al Adab Al Mufrad. Ketakwaan dan keshalihan Al Imam Al Bukhari merupakan sisi lain yang tak pantas dilupakan. “Saya tidak pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri semenjak enam puluh tahun orang yang lebih dalam pemahamannya tentang ajaran Islam. kitab apa yang Baginda maksud?” Rasulullah menjawab. Jenazah beliau dikuburkan di Khartank. nama sebuah desa di Samarkand.Hubungannya dengan kitab tersebut. sementara engkau tidak mempelajari kitabku? Saya berkata. ketika beliau mencapai usia enam puluh dua tahun. “Saya mendengar Abu Abdillah Al Bukhari berkata. “Tidak pernah kami jumpai di dunia ini orang seperti Muhammad bin Ismail dalam hal ma’rifah (keilmuan) dan keshalihan”. Beliau berkata kepada saya. ada seorang ulama besar ahli fikih. Semoga Allah Ta’ala mencurahkan rahmat-Nya kepada Al Imam Al Bukhari. “Hendak menuju ke tempat Muhammad bin Ismail Al Bukhari”. yaitu Abu Zaid Al Marwazi menuturkan. “Suatu ketika saya tertidur pada sebuah tempat (dekat Ka’bah -ed) di antara Rukun Yamani dan Maqam Ibrahim. saya tidak dihisab dalam keadaan menanggung dosa ghibah (menggunjing orang lain). “Saya mendengar para ulama di Bashrah mengatakan. “Saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam di dalam tidur saya”.” Abdullah bin Sa’id bin Ja’far berkata. “Engkau hendak menuju ke mana?” Saya menjawab. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam berkata. Karya Al Imam Al Bukhari yang lain yang terkenal adalah kita At-Tarikh yang berisi tentang hal-ihwal para sahabat dan tabi’in serta ucapan-ucapan (pendapat-pendapat) mereka.

Abu Bakar memaafkan Misthah. ia membatalkan sumpahnya. Kegundahan Nabi reda setelah turun beberapa ayat dalam Surah an-Nur (24) yang menjelaskan kebohongan berita itu. dan melanjutkan bantuannya kepada Misthah. Karena itu Abu Bakar marah dan keluarlah sumpah itu. (imam) ( gst / vta ) *** ramadan. kisah teladan ( 352 ). Tersebutlah Misthah menjadi salah satu penyebarnya. orang-orang miskin dan para Muhajirin pada jalan Allah dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Abu Bakar sangat marah kepadanya. Namun demikian. kisah islami ( 268 ). Kabar yang disebarkan Misthah itu bisa menghancurkan nama baik keluarga Abu Bakar. Misthah masih termasuk keluarga Abu Bakar. Dalam ayat di atas. karena Misthah ikut menyebarkan kabar bohong menyangkut ‘Aisyah. Apakah kamu tak ingin Allah mengampuni kamu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. kaum Muhajirin (orang yang pindah dari Mekah menuju ke Madinah atau tempat yang lain) dan kepada siapa saja memerlukan uluran tangan. cerita nasehat. Mendengar kabar itu. orang-orang mencari sumber beritanya.com/read/2010/08/25/095702/1427340/985/abu-bakar-saya-ingin-diampuni-allah .” kata Abu Bakar menyambut turunnya ayat: “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi kepada kaum kerabat. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Abu Bakar: Saya Ingin Diampuni Allah “Saya ingin diampuni Allah. Mendengar ayat tersebut. Allah menegur Abu Bakar dan semua orang yang mempunyai kelebihan agar memberi bantuan kepada orang-orang yang miskin. Ia memang pernah bersumpah untuk tak memberikan bantuan kepada Misthah yang selama ini kerap ditolongnya. Beliau mencari-cari informasi tentang kabar tersebut. Hendaknya. menjadi teguran untuk Abu Bakar. Sebenarnya. Janganlah mereka bersumpah untuk tidak memberi bantuan karena orang yang bersangkutan pernah melakukan kesalahan atau karena ketersinggungan pribadi. yaitu putra saudara perempuan ayahnya. cerita teladan ( 355 ).erva kurniawan 1:19 am pada 23 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). putrinya dan sekaligus istri Nabi Saw.” (QS 24: 22) Ayat di atas. Setelah jelas status kabar itu.detik. orang yang berkelebihan itu berhati besar dan sebaiknya mereka memaafkan dan berlapang dada. sebagaimana sediakala. Nabi Saw pun gundah dan bimbang.

suatu tempat di daerah Khurasan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Al Imam Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah. Penulis: Al Ustadz Zainul Arifin ** Beliau dilahirkan di Samarqand dan dibesarkan di Abi Warda.• hilmi 9:40 am pada 23 Desember 2010 Permalink subhanallah  erva kurniawan 1:03 am pada 20 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Dan sebab taubat beliau adalah karena beliau pernah terpikat dengan seorang wanita. Sebagian riwayat ada yang menyebutkan bahwa dulunya beliau adalah seorang penyamun. kemudian Allah memberikan petunjuk kepada beliau dengan sebab mendengar sebuah ayat dari Kitabullah. kisah islami ( 268 ). Disebutkan dalam Siyar A’lam An-Nubala dari jalan Al-Fadhl bin Musa. hanya saja beliau pernah menyatakan usianya waktu itu telah mencapai 80 tahun. . dan tidak ada gambaran yang pasti tentang permulaan kehidupan beliau. cerita nasehat. kisah teladan ( 352 ). Tidak ada riwayat yang jelas tentang kapan beliau dilahirkan. beliau berkata: “Adalah AlFudhail bin ‘Iyadh dulunya seorang penyamun yang menghadang orang-orang di daerah antara Abu Warda dan Sirjis. cerita teladan ( 355 ).

sedang beliau sangat antusias agar tidak sampai memasuki perut beliau kecuali sesuatu yang halal. (Diringkas dari Mawa’izh lil Imam AlFudhail bin ‘Iyadh. Kemudian beliau menetap di Makkah. dan pada malam itu ketika beliau tengah berlindung di balik reruntuhan bangunan. tiba-tiba saja di sana ada sekelompok orang yang sedang lewat. ‘Atha’ bin As-Saaib serta Shafwan bin Salim dan juga dari ulama-ulama lainnya. hal. terima kasih mas . Beliau wafat di Makkah pada bulan Muharram tahun 187 H.” Maka beliaupun kembali. Waktu itu beliau memiliki seekor unta yang beliau gunakan untuk mengangkut air dan menjual air tersebut guna memenuhi kebutuhan makanan beliau dan keluarganya. namun beliau pernah menerima pemberian dari Abdullah bin Al-Mubarak. Al-A’masy. dan mayoritas mereka adalah orang-orang yang fasiq. dan tidaklah Allah menggiringku kepada mereka ini melainkan agar aku berhenti (dari kemaksiatan ini). Ya Allah. kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras.asysyariah. lalu mencatat ilmu dari ulama di negeri itu. karena biasanya Al-Fudhail menghadang kita di jalan ini. tiba-tiba saja beliau mendengar seseorang membaca ayat: “Belumkah datang waktunya bagi orang –orang yang beriman untuk tunduk hati mereka guna mengingat Allah serta tunduk kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang –orang yang sebelumnya telah turun Al Kitab kepadanya.maka tatkala beliau tengah memanjat tembok guna melaksanakan hasratnya terhadap wanita tersebut.” dan sebagian yang lain berkata: “Kita jalan terus sampai pagi. Sungguh telah tiba saatku (untuk bertaubat). Sebagian mereka berkata: “Kita jalan terus.” (Al Hadid: 16) Maka tatkala mendengarnya beliau langsung berkata: “Tentu saja wahai Rabbku. Dan sebab dari penolakan beliau terhadap pemberian-pemberian para raja diduga karena keraguan beliau terhadap kehalalannya. seperti Manshur. Beliau tidak mau menerima pemberian-pemberian dan juga hadiah-hadiah dari para raja dan pejabat lainnya. sungguh aku telah bertaubat kepada-Mu dan aku jadikan taubatku itu dengan tinggal di Baitul Haram’.” Sungguh beliau telah menghabiskan satu masa di Kufah. Dan adalah beliau memberi makan dirinya dan keluarganya dari hasil mengurus air di Makkah.com • hilmi 9:55 am pada 20 Desember 2010 Permalink wah benar-benar kisah yang bagus. 5-7) *** Sumber : http://www.” Maka beliaupun berkata: “Kemudian aku merenung dan berkata: ‘Aku menjalani kemaksiatan-kemaksiatan di malam hari dan sebagian dari kaum muslimin di situ ketakutan kepadaku.

cerita teladan ( 355 ). Tidak berapa lama. ia kehilangan baju dir’a (baju besi) miliknya. ( gst / vta ) *** . ketika ditanya Ali. hakim yang bernama Syuraih bertanya kepada Ali. yaitu pembantunya. kisah yang terjadi belasan abad yang lalu ini menarik untuk disimak. Setelah mendengar duduk perkaranya. Ali menyatakan menerima keputusan hakim. Ali. Ali pun menghadirkan dua saksi. Akhirnya. cerita nasehat. dikalahkan dalam persidangan tersebut. Yahudi itupun serta merta mengakui bahwa baju besi tersebut adalah benar milik Ali dan ia menyatakan bahwa sebuah agama yang menyuruh hal tersebut pastilah benar. Alkisah pada masa Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah. karena kesaksian seorang anak kepada ayahnya tidak dapat diterima di hadapan hukum. sang Amirul Mukminin. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ali bin Abi Thalib dan Hukum Bagi Anda yang merasa frustasi dengan keadaan hukum saat ini dan tingkah polah pemimpin dan penegak hukum. ia mendapati baju besinya ada pada seorang Yahudi. cucu Rasulullah Saw. Sang hakim menerima kesaksian pembantu Ali. keduanya sepakat untuk membawa perkara itu ke hadapan hakim. Namun. Ali pun berkata pada hakim Syuraih. Syuraih membenarkan pernyataan Ali itu namun tetap pada pendiriannya bahwa ia tidak bisa menerima kesaksian Hasan. “Tetapi apakah Anda tidak pernah mendengar Rasulullah yang menyatakan bahwa Hasan dan Husain adalah pemuda penghuni surga”. kisah teladan ( 352 ). Ali menghadiahkan baju besi tersebut kepada si Yahudi disertai dengan hadiah lainnya. Dengan besar hati. Orang Yahudi itu pun mengucapkan kalimat syahadat dan menyatakan masuk Islam. namun menolak kesaksian Hasan. Melihat seorang pemimpin jazirah Islam dikalahkan di pengadilan padahal lawannya seorang nonmuslim dan sang pemimpin menerima putusan itu. Qanbar dan anaknya. Menyaksikan hal itu. orang Yahudi itu bersikukuh bahwa baju besi itu adalah miliknya. Hasan bin Ali. kisah islami ( 268 ). Karena hanya ada satu orang saksi. akhirnya hakim memutuskan bahwa baju besi tersebut adalah milik si Yahudi. erva kurniawan 1:15 am pada 19 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). apakah ia mempunyai bukti-bukti yang mendukung pernyataannya.

kisah teladan ( 352 ).ramadan. Kemudian ia memerintahkan putranya. kisah islami ( 268 ). . cerita teladan ( 355 ). malaikat Jibril datang pada Isma’il as dan memberinya sebuah batu yang cantik. cerita nasehat. “Dari mana kamu peroleh batu ini?” Isma’il as menjawab. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kisah Hajar Aswad Ibrahim as diperintahkan Allah Swt membangun kembali Ka’bah. Ia memenuhi perintah itu dibantu putranya. Ia pergi dari satu bukit ke bukit lain untuk mencari batu yang paling baik. Saat hampir selesai mengerjakannya. Ketika sedang mencari.detik. Isma’il as. “Batu ini aku dapat dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu. Ibrahim as merasa ada yang kurang pada Ka’bah. “Pergilah engkau mencari sebuah batu lagi yang akan aku letakkan di Ka’bah sebagai penanda bagi manusia. Ibrahim as pun gembira dan mencium batu itu beberapa kali.” Ibrahim as mencium batu itu lagi dan diikuti juga oleh Isma’il as. Dengan senang hati ia menerima batu itu dan segera membawa batu itu untuk diberikan pada ayahnya.” Isma’il as mematuhi perintah ayahnya. Kemudian Ibrahim as bertanya pada putranya.com/read/2010/08/26/114320/1428283/985/ali-bin-abi-thalib-dan-hukum • kereyoben 1:27 am pada 19 Desember 2010 Permalink bagus sekali artikel ini • hilmi 9:48 am pada 20 Desember 2010 Permalink subhanallah  erva kurniawan 1:03 am pada 15 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).

cerita nasehat. dan membawa sepotong perak dari tangga Ka’bah. dan akhirnya menangis. cerita teladan ( 355 ). Di akhir bulan Muharram 1351 H. Hati itu lembut sekali. pasti berkaitan dengan yang namanya kelembutan. datanglah seorang laki-laki ke Ka’bah. kisah teladan ( 352 ). dilakukan penempelan kembali bongkahan batu itu ke tempat asalnya. (imam) *** ramadan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Air Mata dan Cinta Cinta membuat apa yang dicintai itu benar-benar masuk ke dalam lubuk hati. Kalau sudah begini. apalagi yang terdalam. sampai saat ini banyak yang berharap bisa mencium batu yang dinamai Hajar Aswad itu. “Demi Allah.detik. Karena sangat bersejarahnya. Tanggal 28 Rabi’ul Akhir tahun yang sama.” (Hadits no 228 Kitab Sahih Muslim). mencuri potongan kain Kiswah. Akhirnya ditemukan perekat berupa bahan kimia yang dicampur dengan minyak misik dan ambar. orang yang sedang jatuh cinta. akan mudah menangis kalau mengingat sama yang dicintainya. penjaga masjid mengetahuinya. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Saw menciummu. Saat Umar bin Khaththab berada di hadapan Hajar Aswad dan menciumnya ia berkata. . Sebelumnya perekatan itu. Bicara tentang lubuk hati. niscaya aku tidak akan menciummu. dilakukan penelitian oleh para ahli mengenai bahan perekat yang digunakan. aku tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu. kisah islami ( 268 ). Makanya. benar bukan? Bicara mengenai menangis ada 2 cerita jaman dulu. cinta itu dekat dengan yang namanya air mata. Ia mencungkil Hajar Aswad. Umar bin Khathab pernah menyambaikan bahwa Rasulullah Saw sendiri pernah menciumnya. ada juga orang yang ingin mencuri Hajar Aswad.com/read/2010/08/27/093602/1429109/985/kisah-hajar-aswad  erva kurniawan 1:00 am pada 13 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). laki-laki itu pun ditangkap dan dihukum. Untunglah.Begitulah.

pemuda-pemuda Islamnya sholeh-sholeh. Sampai-sampai mereka sedih dan nangis lantaran ketinggalan shalat berjama’ah di masjid. pasti orang kafir akan kalah. sang ketua mengutus seorang mata-mata ke negeri Islam tersebut. Ketua kafir itu mengatur siasat. “OK. si mata-mata menyamar lagi menjadi orang Islam. “Kenapa kamu nangis?” Jawab anak muda tadi. Inilah saatnya negeri kafir tersebut menyerang negeri Islam. si mata-mata tadi mendekati anak muda itu. Si mata-mata mendekati anak muda tersebut dan bertanya. Ini bisa dilihat si mata-mata bertemu dengan anak muda Islam yang menangis karena ditinggal pacarnya. setelah beberapa tahun. Nah Sobat. Penampilannya Islam. dan untuk yang lain. negeri kafir kemudian menyerang negeri Islam tadi.” Cerita kedua. Kejadian berikutnya sama dengan cerita yang pertama. Jadi. sang ketua berkata.Cerita pertama. Kenapa waktunya tidak dihabiskan untuk Allah dan Islam? Ini pertanda kalau negeri Islam tadi sudah lemah. saatnya kita serang mereka!” Akhirnya. ada negeri kafir yang akan menyerang negeri Islam. ” Aku menangis karena baru saja ditinggal kekasihku?” mendengar jawaban anak muda tersebut. si mata-mata kembali ke negerinya dan melapor kepada sang ketua tentang apa yang diliatnya di negeri Islam. Akhirnya. generasi yang pertama menangis mengeluarkan air mata karena cintanya kepada Allah. Sebelum menyerang. kita jangan menyerang Islam dulu. diselidiki dulu negeri Islam itu. ada yang berubah di negeri Islam tersebut. “OK. kembali diutuslah si matamata tadi untuk mengintai negeri Islam. Mereka cinta sama Allah. Selanjutnya dia masuk ke negeri Islam itu. dan apa yang terjadi? Hancur-lebur dan luluh-lantaklah negeri Islam. Dulu. “Kenapa kamu nangis anak muda?” Jawab si anak muda. Selanjutnya. Si mata-mata menyamar menjadi orang Islam. Dia bertemu dengan anak muda yang sedang duduk menangis. air mata kita termasuk yang mana? Kalau kita menangis gara-gara siapa?? Semoga air mata dan tangis kita hanya karena Allah! *** Oleh: Aulia Agus Iswar • hilmi 9:15 am pada 13 Desember 2010 Permalink . “Aku menangis karena tadi aku ketinggalan shalat berjama’ah di masjid. Begitulah sobat.” Kagetlah si mata-mata itu. kalau negeri kafir menyerang saat itu. dengan janggut dan pernak pernik yang Islami. untuk menemani. Lalu dia balik ke negerinya dan melapor kepada sang ketua. Generasi yang kedua menangis mengeluarkan air mata karena cinta kepada pacarnya. Dia menceritakan apa yang diliatnya di negeri Islam. Dia bertanya. Lalu. untuk memikirkan. Anak-anak mudanya sudah tidak sholeh (atau mungkin kurang sholeh). Beberapa tahun kemudian. kemudian. Penasaran dengan hal tersebut. Lalu sang ketua berkata. Masya Allah. Pasti. Ini kelanjutan dari cerita pertama. hari-harinya akan dihabisin untuk sang kekasihnya. Kenapa bisa seperti ini? Ketua kafir melihat bahwa pada cerita yang pertama. Tunggu kalau saatnya sudah tepat. Tiba-tiba dia bertemu dengan seorang anak muda yang sedang menangis di pojok dinding.

selalu menjalankan ajaran yang dibawa Rasulullah Saw. pasti Allah akan mengabulkan doanya. Setiap hari ia menggembalakan domba milik orang lain.alhamdulillah. Dia punya sedikit bekas penyakit kusta. Ia begitu menyayanginya sehingga tak tega meninggalkannya sendiri. “Sungguh. Ia termasuk orang yang taat beribadah. Oleh karena itu. cerita nasehat. kisah teladan ( 352 ). Bernama lengkap Uwais Al-Qarni. Semakin hari kerinduan bertemu Rasulullah Saw bertumpuk. dan dia sangat berbakti kepadanya.  erva kurniawan 1:59 am pada 11 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Upah yang diterimanya cukup untuk biaya hidup bersama ibunya. cerita teladan ( 355 ). Suatu hari kerinduannya tak tertahan lagi. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kemuliaan Taat Kepada Ibu Suatu saat Rasulullah Saw bercerita kepada para sahabat. Ia punya suatu keinginan yang belum terlaksana sejak lama yaitu bertemu dengan Rasulullah Saw. kisah islami ( 268 ). . dapat menjadi penyemangat dalam mencari ridho Allah SWT. ia pun diijinkan menemui Rasulullah Saw. niscaya dia akan memintakan ampun untuk kalian. • Ermila 8:26 am pada 14 Desember 2010 Permalink Amiiin. ia memberanikan diri mengungkapkan perasaan itu kepada ibunya. Tetapi apa daya.…mdh2an sejak saat ini air mata yg keluar hanya untuk Allah. kelak ada orang yang termasuk tabi’in terbaik yang bernama Uwais. Dia memiliki seorang ibu. ibunya sudah tua renta dan sangat lemah.. Sehingga. Ia sangat gelisah mengingat-ingat itu. ibunya terharu.” (HR Muslim). Mendengar curahan hati anaknya. Bila ada kelebihan dari upahnya itu terkadang ia berikan kepada tetangganya yang kekurangan. ia tinggal bersama ibunya di negeri Yaman. Keinginan itu kian memuncak setiap kali melihat tetangganya yang baru pulang dari Madinah dan sempat bertemu Rasulullah Saw. kalau dia mau berdoa kepada Allah. perintahkan dia untuk berdoa.

Tetapi segera keluar karena tidak suka dengan kehidupan birokrat. Rasulullah Saw meneruskan keterangan tentang Uwais kepada para sahabat. Kemudian Rasulullah Saw mengatakan Uwais yang taat pada ibunya itu penghuni langit. Ingin sekali ia menunggu. Kajiannya mengenai pengobatan mata menjadi dasar pengobatan mata modern. tetapi ia teringat pesan ibunya untuk segera pulang. pengobatan. Yang lebih menakjubkan ialah Ibnu Haitham telah menemukan prinsip isi padu udara sebelum seorang ilmuwan bernama Tricella mengetahui hal tersebut 500 tahun kemudian.detik. Ia lahir di Basrah tahun 965 M. ilmu falak. Dunia Barat mengenalnya dengan nama Alhazen.com/read/2010/08/28/160402/1430145/985/kemuliaan-taat-kepada-ibu  erva kurniawan 1:53 am pada 8 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Sejak itu. Rasulullah Saw sedang tak berada di rumah. Ilmuwan Optik dari Basrah Nama lengkapnya Abu Al Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham. beliau menanyakan tentang seseorang yang mencarinya.” (imam) *** ramadan.Namun kerinduan itu tak sempat terobati karena saat ia datang. geometri. Tulisannya mengenai mata telah menjadi salah satu rujukan penting dalam bidang penelitian sains di Barat. Belajar yang dilakukan secara otodidak membuatnya mahir dalam bidang ilmu pengetahuan. cerita nasehat. ia menyalin buku-buku tentang matematika dan ilmu falak. Ketika Rasulullah Saw kembali. Kecintaannya kepada ilmu pengetahuan membawanya berhijrah ke Mesir. dan filsafat. “Suatu ketika jika kalian bertemu dengan Uwais mintalah doa dan istighfar darinya. Teori itu telah digunakan oleh para saintis di Itali untuk menghasilkan kaca pembesar pertama di dunia. cerita teladan ( 355 ). Untuk membiayai hidupnya. Ia pun memilih taat ibunya dan segera berpamitan pada ‘Aisyah. matematika. Di kota kelahirannya itu ia sempat menjadi pegawai pemerintahan. Kota pertama yang dituju adalah Ahwaz kemudian Baghdad. mulailah perantauannya untuk belajar ilmu pengetahuan. Ibnu Haitham juga turut melakukan percobaan terhadap kaca yang dibakar dan dari situ tercetuslah teori lensa pembesar. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ibnu Haitham. ‘Aisyah menjelaskan kedatangan Uwais. . Seraya memandang Ali dan beliau mengatakan. kisah islami ( 268 ). kisah teladan ( 352 ).

Kitab al-Tahlil wa al’Tarkib mengenai ilmu geometri.com/read/2010/08/29/115306/1430388/985/ibnu-haitham-ilmuwan-optik-dari-basrah • hilmi 1:57 pm pada 9 Desember 2010 Permalink ceritanya banyak yang bagus mas. Meski menjadi orang terkenal di zamannya. Maqalah fi Istikhraj Simat al’Qiblah yang mengupas tentang arah kiblat. namun Ibnu Haitham tetap hidup dalam kesederhanaan. cerita teladan ( 355 ). salah satunya adalah Light dan On Twilight Phenomena. (imam/ Hagi). Kajiannya banyak membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana. cerita nasehat. Ibnu Haitham membuktikan dirinya begitu bergairah mencari dan mendalami ilmu pengetahuan pada usia mudanya. Kitab Tahlil ai’masa’il al ‘Adadiyah tentang aljabar. Ia dikenal sebagai orang yang miskin materi tapi kaya ilmu pengetahuan. kisah islami ( 268 ). *** ramadan. Di antara buku-bukunya itu adalah Al’Jami’ fi Usul al’Hisab yang mengandung teori-teori ilmu matemetika dan matematika penganalisaan. Banyak buku yang dihasilkannya dan masih menjadi rujukan hingga saat ini. boleh tukeran link ga? • erva kurniawan 3:45 pm pada 9 Desember 2010 Permalink boleh mas. dan Risalah fi Sina’at al-Syi’r mengenai teknik penulisan puisi. kisah teladan ( 352 ). Jazakallah Khairan katsiro  erva kurniawan 1:58 am pada 7 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).detik.Beberapa buah buku mengenai cahaya yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Maqalah fima Tad’u llaih mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Memuliakan Orang Berusia Lanjut .

Ia kawatir. datanglah Jibril kepada Rasulullah Saw dan menjelaskan apa yang terjadi. tak sempat mengikuti shalat berjamaah bersama Rasulullah Saw. Ali masih sempat mengikuti raka’at terakhir. Setelah langkahnya tak terhalang. Ali bergegas memasuki masjid. Ali bin Abu Thalib bergegas menuju masjid untuk salat berjamaah bersama Rasulullah Saw. Ali mengikuti langkah demi langkah bapak tua itu di belakangnya.Alifmagz – detikRamadan Jakarta – Pada suatu subuh. ia membebani punggungku hingga lama sekali. Bapak tua itu berjalan lambat di depan Ali. Allah memerintahkanku untuk menetapkanmu dalam keadaan ruku’ hingga Ali bisa menyusul shalat berjama’ah bersamamu. Maka. Ternyata. Maka. langkahnya terhambat oleh seorang lelaki tua berusia lanjut. Tapi Jibril datang. ada keresahan dalam hati Ali. Suami Fatimah binti Rasulullah itu tak ingin mendesak dan memaksa untuk mendahului bapak tua itu. ia seorang Nasrani yang kebetulan sedang melintas. “Itulah derajat orang yang memuliakan orang tua. Ali menghormatinya dan tak berani mendahului langkah orang tua itu. Namun di tengah perjalanan. “Ketika ruku’ dan membaca tasbih seperti biasa. Dengan sabar. Tibalah iring-iringan Ali dan bapak tua itu di depan masjid.” “Mengapa bisa begitu ya Rasulullah?” tanya sahabat yang lain. Sebenarnya. Ali menghormati karena ketuaannya. engkau memperlambat ruku’ yang terakhir?” Rasulullah Saw pun menjawab. meski orang tua itu seorang Nasrani.” Sumber: Pesan Indah dari Makkah & Madinah – Ahmad Rofi’ Usmani *** . aku hendak mengangkat kepalaku untuk berdiri. Seusai shalat berjama’ah.” Kemudian Rasulullah Saw mengatakan. Ali memberi hak orang tua itu untuk berjalan lebih dulu. seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw. “Aku sendiri tak mengetahuinya dan tak bisa menanyakan hal itu kepada Jibril. tapi terhalang oleh seorang laki-laki Nasrani tua. “Wahai Muhammad! Sesungguhnya tadi itu karena Ali tergesa-gesa mengejar shalat berjama’ah. aku bisa mengangkat kepalaku dan berdiri. bapak tua itu tak memasuki masjid. “Apa yang terjadi wahai Rasulullah? Tidak seperti biasanya.” jawab Rasulullah Saw. Baru setelah beban itu diangkat. Syukurlah. Tahulah Ali bahwa bapak itu bukanlah seorang muslim.

ramadan.detik.com/read/2010/08/17/120059/1421819/985/memuliakan-orang-berusia-lanjut

 erva kurniawan 1:50 am pada 3 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Pohon Kurma untuk Masa Depan

Alifmagz – detikRamadan Jakarta – Suatu hari, Raja Persia berjalan-jalan, meninjau wilayah kekuasaannya. Di tengah Raja menjalankan kebiasaannya itu, ia melihat seorang kakek tua tengah menanam bibit pohon kurma. Ia heran dengan apa yang dilakukan kakek itu. Pikir sang raja, “Bagaimana ia nanti akan menikmati hasil yang ditanam, sedangkan ia sendiri sudah tua renta?” Raja pun menegur kakek itu dan bertanya, “Wahai kakek, apakah engkau bermaksud akan menuai hasil dari apa yang engkau tanam ini? Engkau tahu, pohon kurma ini tak akan berbuah setelah beberapa tahun kemudian.” Setelah memberi hormat kepada raja yang menegurnya, kakek tua itu menjawab, “Wahai Raja yang agung, paduka tentu mengetahui bahwa orang yang hidup sebelum kita telah menanam pohon kurma yang kita tuai hasilnya sekarang ini. Dengan demikian, mengapa kita tak menanam bibit pohon kurma agar generasi kita nanti akan dapat menuai hasilnya?” Sang raja terkejut dengan jawaban kakek tua itu, tapi ia membenarkan dan menyetujui apa yang dikatakannya. Raja pun memberinya hadiah sekantong uang. Kakek tua menerimanya dan berkata, “Wahai raja yang mulia, alangkah cepatnya benih pohon kurma yang hamba tanam ini berbuah!”

Raja Persia itu tak menyangka mendapat jawaban seperti itu dari Sang Kakek. Raja berkata, “Benar apa yang engkau katakan Kek.” Kemudian ia mengambil sekantong uang yang lain untuk diberikan lagi kepadanya. Kakek menerimanya dan berkata, “Wahai Raja yang agung, yang paling menakjubkan adalah pohon kurma itu akan berbuah dua kali dalam satu tahun seperti halnya dua kantong uang yang paduka berikan pada hamba.” Raja itu semakin kagum dan memberi lagi sekantong uang kepadanya. Kemudian keduanya ngobrol dengan asyik. Sang raja menanyakan mengenai pertanian, sang kakek pun menjawab seakan-akan kakek tersebut telah bertani sejak dia masih kecil. Keduanya terus-menerus ngobrol sehingga tanpa terasa matahari pun mulai terbenam. Maka sang raja pun bersiap-siap untuk pergi dan sebelumnya dia berdoa agar kakek tersebut berumur panjang dan dia dapat bertemu kembali dengannya. *** ramadan.detik.com/read/2010/08/12/172243/1419254/985/pohon-kurma-untuk-masa-depan

 erva kurniawan 1:56 am pada 1 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Ibadahnya Sang Ratu Cinta

Alifmagz – detikRamadan Jakarta – Cinta adalah bahasa yang indah. Setiap saat, selalu saja ingin bersama orang yang kita cintai; memujinya dan mengaguminya. Cinta juga bisa menjadi alasan bagi seorang hamba untuk beribadah kepada Tuhannya.

Seperti cinta Rabiah al-Adawiyah kepada Allah, Tuhannya. Meski Allah telah menyediakan banyak pahala kepada hamba-Nya, ibadah Rabiah tidak untuk itu. Tidak juga karena mengharap surga atau takut neraka. Suatu saat ia berdoa, “Ya Allah, jika aku menyembah-Mu karena takut kepada neraka, bakarlah aku di dalam neraka; dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga, campakkanlah aku dari dalam surga; tetapi jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu yang abadi kepadaku.” Rabiah, Sang Ratu Cinta, seorang sufi perempuan dari Bashrah, terlahir dalam keluarga yang sangat miskin, meski saat itu Bashrah sedang bergelimang kemakmuran. Saat sang ibu berjuang melahirkannya, tak seorangpun menolong, sementara ayahnya sedang berusaha mencari bantuan kepada tetanggatetangganya. Malam sudah larut, para tetangga sudah terlelap. Ayahnya pulang tanpa hasil. Sebenarnya, ayahnya hanya ingin meminjam pelita untuk menerangi istrinya. Kelahiran Rabiah tak mengubah nasib keluarganya. Sekuat tenaga ayahnya berusaha dan memasrahkan semua kepada yang Mencipta Kehidupan. Saat kesulitan melanda Bashrah, karena dilanda bencana kelaparan, keluarga Rabiah tetap saja menjadi sasaran kekisruhan. Seorang penjahat menculik Rabiah, kemudian dijual di pasar budak dengan harga yang murah. Seorang saudagar membeli dan memberinya pekerjaan yang berat. Tetapi justru karena penderitaan-penderitaan itu membuatnya mendekat pada Allah. Dalam kesibukannya bekerja, ia tetap menjalankan puasa. Di malam hari, ia menghabiskan waktu dengan banyak ber-mujahadah kepada-Nya. Hingga sampai suatu tingkat, ibadahnya membawa kedekatan dengan Allah. Kedekatan kemudian berubah menjadi kerinduan yang mengantarkan kepada cinta kepada-Nya. “Aku adalah milik-Nya. Aku hidup di bawah naungan-Nya. Aku lepaskan segala sesuatu yang telah kuperoleh kepada-Nya. Aku telah mengenal-Nya, sebab aku menghayati.” Di suatu malam yang senyap, dalam kerinduan yang sangat, ia bersujud dan berdoa, “Ya Allah, apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di dunia ini, berikanlah kepada musuh-musuh-Mu. Dan apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di akhirat nanti, berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu. Karena Engkau sendiri cukuplah bagiku.” *** ramadan.detik.com/read/2010/08/13/144506/1419950/985/ibadahnya-sang-ratu-cinta

 erva kurniawan 1:23 am pada 30 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Ibnu ‘Arabi, Kaya Tanpa Terjebak Nafsu Keduniawian

Ibnu ‘Arabi yang dikenal dengan sebutan Syekh al-Akbar, tiba di Tunisia. Ia bertemu dengan seorang nelayan yang tinggal di gubuk berdinding lumpur kering. Nelayan itu dikenal sangat dermawan. Setiap hari ia melaut. Namun, seluruh hasil tangkapannya ia sedekahkan kepada orang-orang miskin. Sedangkan untuknya sendiri, hanya sepotong kepala ikan untuk direbus sebagai lauk makan malamnya. Nelayan itu kemudian belajar kepada Ibnu ‘Arabi. Selang beberapa waktu, nelayan itu pun menjadi seorang syekh yang juga punya murid. Suatu ketika, salah seorang muridnya meminta izin untuk mengadakan perjalanan ke Spanyol. Sang nelayan mengijinkan dan berpesan agar menemui Ibnu ‘Arabi untuk meminta nasihat. Sudah bertahun-tahun nelayan itu merasa perkembangan jiwanya tak lagi mengalami kemajuan, ia membutuhkan nasehat Ibnu ‘Arabi. Sesampainya di kota tempat tinggal Ibnu ‘Arabi, murid nelayan itu menanyakan tempat ia bisa bertemu Ibnu ‘Arabi. Orang-orang yang ditanya menunjuk ke puncak bukit, ke sebuah puri yang tampak seperti istana. Melihat tempat yang ditunjuk orang-orang, murid itu sangat terkejut, betapa sangat duniawinya kehidupan Ibnu ‘Arabi. Jauh dibandingkan dengan kehidupan guru tercintanya yang sangat sederhana. Dengan enggan, ia melangkahkan kakinya ke arah puri itu. Sepanjang jalan ke puri, ia melalui ladangladang yang terawat baik dan jalan-jalan yang indah, lengkap dengan kumpulan domba, kambing, dan sapi. Ia menyempatkan diri bertanya kepada orang-orang di ladang, siapa pemilik semua ladang dan ternak ini. Setiap yang ditanya menjawab, milik Ibnu ‘Arabi. Keragu-raguan membayangi pikirannya, bagaimana mungkin orang yang sangat materialis seperti itu bisa menjadi seorang sufi terkemuka. Apalagi setelah ia sampai puri itu. Tak pernah ia melihat bagunan seindah dan semegah ini, bahkan dalam mimpi sekalipun. Murid sang nelayan itu tak bisa menyembunyikan kegeramannya ketika bertemu Ibnu ‘Arabi. Ia sangat marah ketika mendengar pesan Ibnu ‘Arabi yang diamanahkan kepadanya untuk disampaikan kepada gurunya, sang nelayan. Ibnu ‘Arabi berkata, “Sampaikan kepada gurumu, dirinya masih terikat pada keduniawian.”

Sekembalinya murid itu ke kampung halamannya, ia menyampaikan pesan itu kepada gurunya. Sungguh ia tak menduga sikap gurunya. Mendengar pesan itu, gurunya mengatakan, “Ia benar! Ia sungguh tak peduli sama sekali dengan semua yang ada padanya. Sementara aku, ketika setiap malam menyantap kepala ikan, aku masih saja berharap seandainya saja kepa ikan itu adalah seekor ikan yang utuh.” (imam) – ilustrasi: viky *** Sumber: Cinta Bagai Anggur – Syekh Ragip Frager, Ph. D ramadan.detik.com/read/2010/08/18/101742/1422304/985/ibnu-arabi-kaya-tanpa-terjebak-nafsukeduniawian

 erva kurniawan 1:14 am pada 29 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Ujian Cinta di Geger Kalong

Oleh Bahtiar HS “Pak Herman, gimana nih, Pak?” Pak Suherman Rosyidi, dosen Fakultas Ekonomi Unair yang tetangga saya itu menoleh kepada asal suara. Dua orang sekretaris Dekan menegurnya di pintu masuk ruang itu. Keduanya perempuan. Seorang, sebut saja Bu A sudah memiliki 3 orang anak. Dan Bu B sudah menikah tetapi belum dikaruniai anak. “Gimana apanya, Bu?” tanya Pak Herman pada mereka. “Gimana kok Aa’ Gym menikah lagi, Pak?” keluh Bu A. “Kenapa mesti poligami?”

” lanjut Pak Herman. “Jikalau ada seorang isteri diberikan pilihan — bukan Anda berdua. “Masih bisa membedakan antara yang benar dan yang bathil. Kalau ada masalah-masalah seperti ini. “Tolong pilih satu di antara dua. Pak?” protes Ibu A. Bu.” “Apa itu.” potong Pak Herman.” “Alhamdulillah. “Ibu-ibu ternyata masih bersih. Pak?” tanya keduanya hampir berbarengan.” *** “Saya heran sama orang Indonesia. Tempat bertanya atau mengadu. Keraguan segera merayap dalam senyap. lho? — yaitu merelakan suaminya menikah lagi atau merelakan suaminya melacur. Dan dalam sepuluh-lima belas detik kemudian. kira-kira isteri itu milih yang mana?” Kedua ibu itu saling berpandangan. dari hati nurani ibu yang paling dalam. Pak!” tegas Ibu B. “Saya tak memilih dua-duanya. Sudah berbilang tahun wanita itu mengajar di kampus ini sejak ia menikah dengan orang Indonesia asli. gimana lagi kalau pilihannya hanya itu.” kata Pak Herman berteka-teki. pertanyaannya saya ganti. Pak Herman!” seru Bu Icy dengan logat Amerikanya yang tak bisa dihilangkan. ibu pilih yang mana?” Kedua wanita itu terperanjat seperti mendapatkan pertanyaan yang tak pernah didengar sekalipun selama hidupnya. mengharap dukungan Bu B di sebelahnya. Ok. “Ya. “Ya. “Kalau ibu disuruh memilih.Pak Herman tersenyum.” “Diganti gimana. Pak?” sergah Bu B. . Pak?” kata Bu A sambil melirik. antara: merelakan suami ibu menikah lagi atau merelakan suami ibu melacur. “Bukan begitu. Pak Herman sendiri dengan sabar menunggu.” jelas dosen itu. Beliau kemudian menghampiri kedua ibu muda itu. pilih suami menikah lagi. ”Kok pertanyaannya seperti itu. “Jikalau pertanyaan itu terlalu berat untuk dijawab. anggota Dewan Ekonomi Syariah itu memang biasa menjadi “jujugan”. Pak?” “Saya ganti begini. Antara yang halal dan yang haram. “Begini. Bu?” tanya Pak Herman pada temannya yang sesama dosen itu. “Ibu-ibu masih bersih. “Ok.” jawab Pak Herman. seseorang menjawab.” kata Pak Herman.” “Masih bersih gimana. “Coba jawab pertanyaan saya dengan jujur dan ikhlas. “Heran gimana. Bu?” Bu B mengangguk-angguk.

“Lantas menurut Ibu. Saya berusaha menahan diri. ia mantan model.” *** Itulah pengantar perbincangan seputar poligami oleh Ust. Satu. Suherman Rosyidi – kami memanggil beliau Pak Herman — di Masjid Rungkut Jaya Ahad pagi ini. Herman pun tersenyum. Agaknya fenomena heboh Aa’ Gym yang menikah lagi itu turut menghangatkan beranda masjid ini setelah diguyur hujan semalam. Pak!” Gerr. janda dengan cukup banyak anak. “Tetapi. Pak Herman. “sebenarnya ada 4 calon yang diajukan Aa’ Gym sebagai isteri kedua. Sebuah pandangan yang menganggap segala yang dipunya sebagai ‘milik’.” kata saya turut menanggapi.” Pak Herman manggut-manggut. Kedua. Itulah ruh kapitalisme.” kata saya melanjutkan. semua yang ada ini ‘kan milik Tuhan?” lanjut wanita itu. perempuan “barat” itu punya pendapat sedemikian. Bukan muslimat lagi. lebih muda dan cantik ketimbang isteri pertama.” kata wanita asing itu. sudah terkontaminasi dengan apa yang datang dari Barat. Pak Herman sejenak tersentak.” Pak Herman kemudian bertanya. “maka pintu pelacuran akan terbuka lebar-lebar. “Kalau saya baca press release Aa’ Gym awal Desember lalu. Tak dinyana. gadis.” “Apa itu?” “Kapitalisme!” “Kapitalisme?” “Ya. Ketiga. Dan Ust. pasti tidak akan terjadi kehebohan seperti ini. Sebagaimana banyak laki-laki yang poligami. Bagaimanapun yang ada di hadapannya itu adalah wanita Barat.” Hadirin tersenyum. Tak logis dalam benak mereka untuk berbagi suami dengan orang lain. meski sayang belum memeluknya hingga sekarang. orang Indonesia. “Sedangkan dalam pandangan Islam. ketika pintu poligami ditutup. “Hanya saja. apa masalahnya dengan penolakan poligami?” “Masalahnya. Kalian. apa yang menyebabkan mereka seperti itu?” “Masalahnya sudah jelas. Coba jika seandainya Aa’ Gym memilih calon yang keempat. nenek-nenek gampang masuk angin. janda tanpa anak. Ia penganut Kristen. Dan keempat. Pak. Bukan dan tak akan menjadi milik wanita lain. “Sehingga. “Menurut Ibu. Suami saya adalah milik saya. “Apa salahnya jika janda itu mantan model? Apa salahnya juga jika seandainya dia memilih seorang gadis sebagai isteri kedua?” . biasanya isteri keduanya adalah seorang gadis. berbagi dalam Islam adalah sesuatu yang common-sense. Ia memang telah banyak belajar tentang Islam. apa salahnya Aa’ Gym memilih janda dengan sekian anak?” tanyanya kepada hadirin seakan ingin mendapat jawaban. “Aa’ Gym sebenarnya sudah memilih yang ketiga. janda dengan cukup banyak anak. Pak.“Mengapa mereka menolak poligami yang nyata-nyata ada dan dibolehkan di dalam Islam?” tanyanya sungguh.

” lanjut Pak Herman. Nabi Ibrahim diuji oleh Allah.” Saya setuju dengan tetangga saya itu. Saya juga sependapat dengan Ibu Sirikit Syah sebagaimana tulisannya di Jawa Pos 13 Desember 2006 yang lalu. Pak?” tanya saya. itu berarti mereka selama ini datang mendengarkan taushiyah hanya karena Aa’ Gym. Dan di sisi lain. *** Dari Sahabat . “Abu Bakar.” simpul Pak Edy sambil menyelonjorkan kaki di beranda masjid. kita akan tersadarkan bahwa dai kondang itu ternyata manusia biasa seperti kita.“Bukankah Rasul setelah Khadijah meninggal mengambil Saudah. “Juga apakah kita harus menunggu isteri pertama kita meninggal sebelum menikah lagi. “Ujian cinta bagaimana?” “Ya. Ceramah shubuh oleh Pak Herman baru saja usai. Barangkali dengan peristiwa ini Allah ingin menunjukkan kepada kita bahwa Aa’ Gym bukanlah ‘dewa’. mana yang lebih dicinta: Ismail. sampean.” katanya melanjutkan. Lantas apa hubungannya dengan Nabi Ibrahim dan Ismail?” “Peristiwa poligami Aa’ Gym ini seperti penyembelihan Ibrahim atas Ismail. Entah cinta kepada seorang anak. “Apakah serta-merta kita harus mencontohnya demikian pula?” jawab Pak Herman. Cinta mereka bukan kecintaan yang tulus kepada Allah. Justru karenanya Ia telah menyelamatkan kita dari “cinta yang salah”. Ataukah cinta kepada seorang pendakwah. Usman dan para sahabat yang lain tidak menunggu isteri pertama mereka meninggal dulu untuk melakukan poligami. Tak lebih. “Jika jamaah Aa’ Gym begitu saja meninggalkan pengajian MQ ketika tahu Aa’ menikah lagi. Jamaah yang lain pun tepekur di tempat duduknya masing-masing. “Tentu tidak. seorang janda yang sudah sangat tua umurnya.” “Betul juga. menjadi isteri keduanya. “Demikian juga dengan poligami Aa’ Gym. Cinta mereka sebatas hanya kepada Aa’ Gym.” *** “Fenomena Aa’ Gym ini persis seperti peristiwa penyembelihan Ismail as oleh Nabi Ibrahim as. “Ujian cinta!” katanya penuh misteri. “Fenomena apa itu. Pak?” sergah saya. yakni pemisahan antara yang benar-benar cinta kepada Allah dan yang sekadar cinta kepada manusia. sebagaimana Rasul baru menikah lagi setelah Khadijah meninggal?” Saya termangu. anak yang kelahirannya didambanya berpuluh tahun ataukah Allah SWT?” Saya dan beberapa jamaah yang masih bertahan di beranda manggut-manggut. Umar.

• Totok 10:38 am pada 13 Desember 2010 Permalink saya sangat tertarik dengan artikel mengenai islam seperti artikel yang anda tulis ini. alasan lain saya suka gambar itu karena menyejukkan dan natural. So she picked me up at the lobby of Jakarta Stock Exchange Building. . cerita nasehat. saya Mohon ijin tanya. seperti tulisan ini. Makan siang yuk. Mengenai gambar yang digunakan itu adalah Bunga Teratai atau Water Lili. tidak ada alasan spesifik mengapa sering memakai gambar itu. penulis aslinya adalah Bahtiar HS. cerita teladan ( 355 ). kami masih belum ada ide mau makan dimana. Selepas SCBD. Oke. jawabku. Ide ke soto Pak Sadi segera terpatahkan begitu melihat bahwa yang parkir sudah sampai sebrang-sebrang. kenapa anda sering menggunakan gambar teratai dalam artikel anda? • erva kurniawan 3:51 pm pada 13 Desember 2010 Permalink Sebenarnya banyak artikel pada blog saya in yang bukan saya penulisnya. kisah teladan ( 352 ). ajaknya. kisah islami ( 268 ). hanya karena tidak ada ide gambar yang tepat menggambarkan cerita itu. Wassalam  erva kurniawan 1:08 am pada 27 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kepuasan Ada Di Rasa Syukur Siang itu tadi temanku tiba-tiba nelpon.

Who said life would be fair anyway. seperti biasa. Bahkan. Di kejauhan aku masih bisa melihat pemuda tadi. menuju mobil-mobil yang parkir sesudah kami. kenapa dia jadi penyemir dll. Baru ada beberapa mobil. Konyol ah. Sambil memperhatikan pemuda tadi nyemir sepatu ku. Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami apa yang dia rasakan. Bisa makan di mobil soalnya sampai di sana masih sepi. dia bergerak menjauh. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil. ya jadi pak ogah. Soalnya setahu ku jasa nyemir biasanya 2 ribu rupiah Dia berkata kalem “Kebanyakan om. Tertunduk lesu…Kami pun selesai makan. Pikiranku tiba-tiba melayang. Ditolak. Menawarkan jasa. selain penolakan. Tiba-tiba kami tersadar. Lalu pandangannya kembali kosong. Ugh. Mata kami lekat padanya. Tangannya seperti menyemir secara otomatis. kapan ya terakhir aku nyemir sepatuku sendiri? Aku sendiri lupa. minum apa. Kulambai dia. So. Pandangan matanya kosong. Terlalu tua untuk jadi penyemir sepatu. Melangkah lagi dengan gontai ke mobil lainnya. Kutarik 2 buah lembaran ribuan dari kantong kemejaku. Lalu kuberikan kepadanya.di beberapa mobil. Bisa buat apa sih sekarang? But. Duduk di atas kotak semirnya. Kami makan sambil ngobrol. Nyengir. Sambil menunggu pesanan. Absent minded. BOOM. Umur sekitar 20-an. Dia menyerahkan sepatunya pada ku. Se-ri-bu Ru-piah. Kami pesan dua porsi gado-gado + teh botol. Kami masih bisa milih parkir yang enak. Begitu parkir. Ah. Mungkin karena masih pada jumatan. Maklum. Ditolak lagi.Akhirnya kami memutuskan makan gado-gado di Kertanegara. Kami masih makan saat dia selesai menyemir. Tempat yang terlihat dari tempat kami parkir. It-just-does-not-compute-with-my-logic! Bayangkan. iya. Perbincangan kami mulai ngelantur kemana-mana. Jawaban itu tiba-tiba serasa petir di hatiku. aku kan karyawan sok sibuk…Tanpa sadar tangan ku membuka sepatu dan memberikannya pada dia. orang seperti dia masih berani menolak uang yang bukan hak-nya. kami pun ngobrol. kami agak kaget. Mungkin supaya nyemirnya nyaman. Penyemir tadi belum aku bayar. Saking lamanya. Pesanan kami pun datang. pagi tadi dia mandi apa enggak. Kadang2 matanya melayang ke arah mobil-mobil yang hendak parkir (sudah mulai ramai). Seperti orang sedih. dia juga mendapat pandangan curiga. Seribu aja”. Akhirnya dia kembali ke bawah pohon. Kenapa jadi kita yang mengharapkan bahwa semua orang harus menyemir? Hihihi… Perbincangan pun bergeser ke topik lain. Pembicaraan pun bergeser ke pemuda itu. mendapatkan penolakan dari satu mobil ke mobil lainnya. Pergi ke mobil satunya. ketika tiba2 ada seorang pemuda lusuh nongol di jendela mobil kami. sepertinya kami juga merasakan penolakan itu. Biasanya pemuda umur segitu kalo tidak jadi tukang parkir or jadi kernet. Kelihatannya dia memendam kesedihan. Aku masih terbengong-bengong waktu nerima uang seribu rupiah yang dia kembalikan. Uang sisa parkir. Dan setiap kali dia ditolak. Menawarkan lagi. Aku lirik sepatuku. Tentang kira2 umur dia berapa. Tempat yang cukup teduh. dia merasa cukup dibayar segitu. “Semir om?” tanyanya. Belum lagi dia kubayar. . masih menenteng kotak semirnya di satu tangan. Seperti ada yang dipikirkan. Ditolak lagi. joki gado-gado sudah menanyakan mau makan apa. Dia menerimanya lalu membawanya ke emperan sebuah rumah.

yang dalam kekurangannya. tapi perilaku-ku belum seberapa dibandingkan dengan pemuda itu. Bahwa kejujuran itu langka. Siang ini aku seperti diingatkan. yang sudah berkelebihan. karena masih banyak disekitar kita yang tidak memiliki kesempatan atau kelebihan seperti yang kita miliki. Dalam hati sempat juga ngedumel sich “Nih orang mau jualan kambing gak melihat-lihat tempat apa? Masak jual hewan yg bau itu di dekat kios-kios elektronik. Baunya yang menyengat ternyata tidak mengganggu penjualnya. ada juga yang justeru menghampiri hewan bau itu. Padahal keadaanku sudah sangat jauh lebih baik dari dia. Betapa aku masih sedemikian kerdil. kumpulan kisah teladan ( 284 ) HP dan Kambing Bukan bermaksud sara. Kututup hidung ketika melewati kerumunan kambing. Selalu ingat bahwa segala sesuatunya ada lah milik Sang Pencipta. Bahwa kepuasan itu adanya di rasa syukur  erva kurniawan 1:28 am pada 21 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). . Kenapa nggak sekalian aja jualan di dalam mall?” gerutuku dalam hati. Tuhan sudah sedemikian baik bagiku. Orang yang lalu lalang. Janganlah bersifat mubazir. Siang ini aku merasa mendapat pelajaran berharga. cerita nasehat. cerita teladan ( 355 ).Tiba-tiba aku merasa ngeri. Betapa aku masih suka merasa kurang dengan gaji ku. kisah teladan ( 352 ). ke aku. tapi semoga bisa diambil hikmahnya. kisah islami ( 268 ). masih mau memberi. ada yang cuek. ada yang menutup hidung.

kan HP kamu emang rada “b u t u t” pasti bisa dech……. kambing yang itu harganya berapa bang ?” Si pedagang menjawab ” Satu juta pak” “Kok mahal amat sih bang?” “Itu yang terbesar pak. Sebenarnya HP tersebut tidak bermasalah. Sekali waktu sempat kulihat. dengan susah payah aku kumpulkan sebagian gajiku untuk menggantikan rasa “malu” dengan “kebanggaan” bertelepon di tempat umum. “Bang. HP tersebut sangatlah “tidak layak” digunakan di tempat umum. Sering aku ikut melantunkan dalam hati lagu yang kebetulan aku tahu dan seakan ingin agar pemiliknya tidak segera mengangkat telepon tersebut agar aku bisa lebih lama mendengarkan lagu yang sedang di gandrungi banyak orang itu. bisa lagu klasik ataupun lagu pop yang sedang top dari penyanyi papan atas. maklum belum pernah pakai) Kadang cukup kaget juga sich saat tahu siapa saja pemilik alat-alat canggih tersebut. jangankan kamera. sempat terdengar pertanyaan dari orang yang menghampiri pedagang kambing tadi. suara polyphonic. sehat lagi. Sekarang semua itu akan berubah. Memang luar biasa perkembangan teknologi saat ini. canggih. pegawai negeri. dengan terkumpulnya dana 3 juta untuk mengganti HP lama dengan HP baru. pegawai toko & mall bahkan pedagang bakso sekalipun. MP3 bahkan kamera foto & video.. fasilitas bluetooth pun tak ada. yang saya pikir dengan dana tersebut cukuplah membeli HP canggih. pegawai toko VCD di Glodok saling bertukar lagu lewat fasilitas bluetooth. Tidak sia-sia pengorbananku selama setahun ini. kalau tidak salah 3G (mohon maaf kalau istilahnya salah. Kuraba saku celana. tidak perlu bawa kamera untuk berfoto. Dari pegawai kantoran macam aku.” Dan seperti biasa aku cuma bisa nyengir sambil ikut tertawa. baik bertelepon maupun ber-SMS. semua itu sudah bisa terwakili. mana sanggup saya beli? Berapa sih hasil dari ngasong bang!” (“ooo ternyata orang itu adalah pedagang asongan” ujarku dalam hati) “Kalau yang coklat itu berapa bang? Itu yang rada kecilan” “Itu 750 ribu pak. Sering saat aku berangkat atau pulang kantor menggunakan KRL menyaksikan penumpang yang menggunakan HP terkini.” “Saya cuma ada 650 ribu bang. Sangat pantas untuk Qurban !” “Wah kalau segitu sih.Kupercepat langkah kakiku melewati tempat tersebut. Bahkan saat ini ada semacam fasilitas untuk berbicara sekaligus melihat lawan bicara di seberang. tepat ke sebuah kios penjual HP. boleh ya………?” . pengusaha. Cukup bawa satu buah HP. nggak ngambil untung besar lho pak. Memang kios itulah yang menjadi tujuanku ke tempat ini. masih tersimpan HP type lama yang sudah 5 tahun aku gunakan. Tetapi untuk saat ini. Suaranya merdu sekali saat ada telepon masuk. ada radio. Tidak perlu membawa walkman untuk mendengarkan lagu. lelucon yang sering di lontarkan kawan-kawan adalah “Mau dikirimin lagu bagus nggak? Pakai Bluetooth aja. mataku menatap lurus ke depan. satu alat bisa mewakili berbagai macam fungsi alat-alat lainnya. Belum sampai di depan kios HP yang kutuju. harga pas. HP yang ada di saku celanaku. masih layak untuk di gunakan.

*** Oleh Bagus Hariyadi  erva kurniawan 1:16 am pada 20 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). berwarna biru tua dan bertuliskan nama pemilik. dari pada besok belum tentu terbeli” katanya pasrah “ini juga dari hasil nabung 3 tahun yang lalu. tiba-tiba rasa malu muncul dan mengalir deras dalam hati-ku rasa malu ini bahkan melebihi rasa malu saat kawan-kawan mencemooh HP butut-ku. domba dan sapi di sembelih dengan menyebut asma Allah. Pada kali selanjutnya. Setiap kali mengangkat satu koper. Mamat selalu membaca basmalah dan shalawat kepada Rasulullah Saw. ongkos angkut ke sininya saja sudah mahal. Kuhentikan langkah kaki ini. Koper-koper tersebut adalah milik jemaah haji yang baru saja selesai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci pada tahun itu. bagaimana kalau yang putih itu saja” kata si pedagang sambil menunjuk kambing yang lebih kecil “Yah sudahlah. kisah teladan ( 352 ). Kapan Aku Mengangkat Koperku Sendiri…? Saat itu adalah bulan Muharram tahun 1424 H. Kau telah memberikan rasa malu pada hati manusia”. cerita teladan ( 355 ). tiba-tiba sekali aku jadi tertarik mendekati hewan yang bau itu. Seketika aku terkesiap. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ya Allah. cerita nasehat.“Wah pak . Semua koper yang baru saja dibongkar dari pesawat Saudia Airlines itu memiliki kesamaan. “Terima kasih ya Allah. Seorang pria bernama Mamat yang bekerja di Bandara Soekarno-Hatta sedang sibuk mengangkat koper-koper penumpang. hingga rasa itu muncul di dadanya. Bayangan HP baru perlahan-lahan hilang. bang”. berbentuk besar. nomer kloter dan asal kota. kalau segitu sih belum dapat. Koper bukan sembarang koper. berganti dengan bayangan gema Takbir saat kambing. . Sudah berpuluh koper yang ia angkat. kisah islami ( 268 ).

Hari itu adalah jadwal Mamat untuk berangkat haji. Semua anggota keluarga.Namun kebahagiaan ini tidak serta-merta membuat Mamat puas hati. cuma yang bikin Akang takut membuat kamu sedih adalah …. “Kirain berita sedih…! Berita bagus kayak begini kok dibawa sedih kayak begitu Kang? Iis ikut senang ngedengernya!” “Ya… emang sebenarnya ini adalah berita gembira. maka kepergian Mamat diantar dengan adzan dan iqamat. Mamat amat hati-hati dalam mengemasnya. Mamat berpamitan dengan menyalami serta merangkul orang-orang yang ia kenal seraya meminta restu. Tapi jangan lupa doain Iis ya biar cepat nyusul!” Akhirnya. sanak famili menghadiri acara itu. Sekali lagi Mamat bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla karenanya. padahal mereka berdua selalu berdoa kepada Allah Swt agar dapat berangkat naik haji bersamasama. tentu Akang akan ajak kamu juga untuk berhaji ke rumah Allah!” Iis lalu mengerti kegundahan yang berkecamuk dalam hati suaminya. Subhanallah. “Akang ingin beritahukan sesuatu ke kamu. Mamat pun amat bersyukur kepada Allah Ta’ala karenanya. Dengan bersemangat Iis berkata. Sambil tersenyum. “Is… Akang hari ini mendapat kejutan. Akang terpilih menjadi salah satu karyawan yang akan diberangkatkan haji oleh kantor…” “Alhamdulillah…. saat itulah tiba giliran Iis mencium punggung telapak tangan suaminya dan suasana haru pun tercipta. “Ya Allah. Kang?” sang istri bertanya. Kalimat itu membuat Iis menjadi gelisah. namanya keluar sebagai salah seorang dari 17 orang pegawai yang mendapatkan jatah naik haji tahun itu atas biaya kantor. “Udah kang gak usah dipikirin. Ia coba tenangkan hati untuk mendengar berita gak enak ini. Is! Akang khan cuma pegawai kecil seperti kamu tahu… Kalau saja. Sebab hanya dia saja yang dapat berangkat naik haji.!!!” Iis berteriak kegirangan. ia sempat membaca doa kecil kepada Allah Sang Penguasa Alam di dalam hatinya. Hanya selang 4 bulan saja. tapi kamu jangan marah ya… apalagi sedih…?” sambut Mamat. duit itu ada. Akang minta maaf ya sama kamu…” Mamat mencoba membuka percakapan dengan meminta maaf terlebih dahulu. Iis berujar. “Is…. Ia tahu bahwa berita ini boleh jadi akan membuat Iis. kapan saya mengangkat koperku sendiri seperti ini…?!” Sebenarnya yang ia maksud adalah ia begitu berharap dapat berangkat haji ke Baitullah. Saat itulah.. istrinya bersedih. Semuanya sudah bersalaman dan berangkulan dengan Mamat. kerabat. Iis rela melepas Akang naik haji. Ia langsung melompat ke arah Mamat suaminya dan memeluknya dengan erat. “Emangnya ada apa. “Semoga tidak ada bahasa yang terpeleset dan melukai hati”. apa yang dikhawatirkan Mamat tentang perasaan istrinya pun tidak berlaku. . Mamat pun kemudian menyambung kalimatnya dengan nada hati-hati. Seperti kebiasaan orang kampungnya. itulah harapan Mamat. tetangga. karena Akang gak punya duit untuk ngeberangkatin kamu.Maka tatkala menyampaikan berita ini pun.tatkala tangannya menggamit pegangan koper. Hingga saat Mamat hendak naik ke atas kendaraan. Rupanya Allah mendengar jeritan hati Mamat. Pembacaan shalawat dustur yang dikumandangkan oleh seorang ustadz pun membuat semua orang haru meneteskan air mata.

untuk kedua kalinya Iis menepuk kaki Mamat agar ia bangun dan melakukan shalat tahajud bersama-sama. Di dalam kendaraan Mamat masih sempat berdoa kepada Allah Swt untuk keluarga yang ia tinggalkan: ALLAHUMMA ANTAS SHAHIBU FIS SAFAR. Iis langsung bangkit menuju kamar mandi. Insya Allah akan dikabulkan… percaya deh!” Demikian ajakan Mamat kepada istrinya untuk melakukan shalat tahajud dan berdoa bersama nanti malam. Usai menjalani shalat Isya. Iis pun menyusul tidur di atas ranjang bersama suaminya. doa pada sepertiga malam terakhir amat dikabul. Engkau adalah pendampingku dalam perjalanan.Air mata suami-istri itu pun jatuh membasahi bumi. Usai membaca doa. ada pesawat lain yang tiba di luar jadwal. tapi Akang belum cukup punya uang. atau menyapa keluarganya yang masih menunggu kedatangannya. Mamat pun berujar kepadanya. Iis berucap. Iis dapat memaklumi hal itu. Kemudian ia tepuk-tepuk kaki suaminya. sehingga beberapa kuli panggul seperti Mamat disiagakan untuk bongkar muatan. Sebelum melakukan shalat. dan tercetus lewat penuturan akan kerinduan untuk datang ke rumah Allah Swt dalam ritual haji. Dia Maha Kuasa…. Engkau juga yang menggantikan aku untuk menjaga keluarga yang ditinggalkan… Amien” HR. Rupanya Mamat pulang dari kerja tidak seperti biasa.Mamat pulang dengan badan yang letih. Pelukan itu makin ia pererat. Jangankan minta haji…. Sajadah telah dibentangkan dan mukena pun telah ia kenakan. Rupanya ada pekerjaan ekstra yang ia lakukan. Rasa letih membuatnya lupa untuk makan malam terlebih dahulu. “Ah…ah…!” tanda bahwa ia tak sanggup membuka mata. ia kembali lagi ke kamar untuk bertahajud. 42 hari Mamat menuntaskan semua ritual ibadah haji di kota suci Mekkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawwarah. Nanti malam kita bangun ya untuk shalat tahajud…! kata ustadz. Kegundahan itu memang pernah diduga sebelumnya oleh Mamat. Iis terjaga dan bangkit dari tidur pada pukul 3 pagi. Semoga kita semua. Nanti kita doa sama-sama untuk minta naik haji. Dan ajakan itu. Mamat hanya mengeluarkan kata. Muslim “Ya Allah. . minta yang lebih dari itu Dia pun amat kuasa. Sesampainya di tanah air pun. Sekali lagi. ia pusatkan konsentrasinya untuk khusyuk beribadah kepada Allah Swt. WAL KHALIFATU FIL AHLI. Muslim atau muslimah mana yang tidak mau untuk berhaji? Maka demi menghibur hati Iis. pagi itu ia kelepasan berujar bahwa dirinya sebenarnya begitu ingin juga berangkat ke tanah suci untuk berhaji.00 WIB. Usai berwudhu. Ia hanya mampu mengucapkan kata ‘Amien’. Muslim. Hari itu ia tiba di rumah lewat dari pukul 20. Mungkin. bisa nyusul berangkat haji bareng-bareng…!” Tak kuasa Mamat menahan tangis. Kini ia dikenal dengan panggilan Haji Mamat di kampungnya. Lepas 6 bulan setelah kepulangannya dari tanah suci. Seperti apa yang telah mereka janjikan. jangan lupa untuk doain Iis ya di Baitullah… panggil-panggil nama Iis di sana. Iis dan anak-anak ikhlas ngelepas Akang. Dalam hati. ia langsung mendapatkan sebuah titel baru dari masyarakat. Sekarang kita hanya mampu untuk berdoa kepada Allah Swt…. Tidak beberapa lama kemudian. “Is… kamu memang berhak untuk berangkat haji seperti orang lain. Biasanya Mamat sudah tiba di rumah pukul 5 sore.. Kalimat itu dituturkan dengan nada sedih yang mengguncang hati Mamat. HR. Namun baru kali ini kegundahan itu membuncah. Karena terlalu letih. Iis istrinya yang dulu sempat berucap ikhlas melepas kepergian suaminya ke tanah suci. Saat mereka berdua berpelukan. Mamat tak sanggup untuk bangkit dan hanya berujar. Mamat berucap agar Allah Swt juga berkenan mengajak istri dan anak-anaknya untuk berhaji seperti dia. dengan doa kang Mamat. Semuanya dijalani dengan begitu khusyuk dan nikmat. Insya Allah. “Kang Mamat…. disambut dengan anggukan kepala oleh Iis tanda setuju. ia langsung rebahan di atas kasur dan langsung tertidur.

“Ahh…ahh…!” Ia terlalu lelah untuk bangkit dan menyusul istrinya untuk bertahajud. Sudah satu jam lebih Iis melakukan shalat dan dzikir kepada Allah Swt. Kang….!” Mamat pun bangkit. Berikan perkenanmu agar aku sanggup datang ke rumah-Mu untuk beribadah dan memakmurkannya… Dengarkan doaku dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu…!” Dalam kesyahduan doa yang dibaca oleh Iis kepada Tuhannya. Mamat kembali duduk di atas kursi sofa. ia baru saja hendak menempelkan pantatnya ke kursi sofa di ruangan depan. “Siapa yang meninggal. Setiap gerakan shalat yang Iis lakukan selalu ia iringi dengan tetesan air mata. Iis pun memaklumi. Pembicaraan telfon di pagi hari itu sudah lebih dari 10 menit berlangsung. Untuk terakhir kali. Mamat pun tahu bahwa orang yang menelfon ini rupanya adalah kakak iparnya sendiri. Iis mencoba mengangkat wajah dan menghadap ke arah suaminya. Hingga kedekatan dengan Sang Maha Pencipta pun dapat dirasakan oleh Iis yang menjalankan shalat tahajud. “Gak ada yang meninggal. Engkau Yang Maha Kuasa atas segalanya…. Begitu khusyuk shalat yang Iis dirikan. ini adalah tidur ayam. dihentikan oleh dering telfon yang berbunyi keras di pagi hari. rupanya Mamat pun sempat mengamini di dalam hati tanpa sepatah kata pun terucap. Mudahkan jalan hamba…. “Pak Haji… ayo bangun! Malu sama tetangga. Namun ia dalam kondisi antara tidur dan terjaga.. Is. Sungguh. Ia masih sesenggukan menahan tangis. Setelah berwudhu. Kemudian dengan tasbih di tangan. Iis membangunkan Mamat suaminya sambil berujar. Namun tiba-tiba hasratnya untuk duduk. dan di atas pembaringan Mamat pun menyaksikan sosok istrinya yang bermukena sedang menjalankan shalat. Kang!” . Iis pun melafalkan takbiratul ihram tanda ia memulai shalat tahajud. Semua sudah terjaga dan bangkit untuk menyongsong hari yang indah. Mamat kemudian meminta Iis membuatkan secangkir kopi untuknya. Lapangkanlah rezeki kami. Sementara Iis duduk di lantai untuk menerima telfon. “Assalamu’alaikum…. Saat itu Mamat mencoba menyelak dengan pertanyaan. Kata orang. Gagang telfon itu kemudian diletakkan Iis. Tanpa berpikir panjang. Mamat pun mengangkat gagang telfon. Berat sekali rasanya ia mengangkat badan. Mamat menduga bahwa ada berita buruk yang terjadi terhadap keluarga hingga pagi-pagi begini sudah menelfon dan membuat istrinya menangis. ‘iya Teh!’ berulang-ulang diucapkan. Inilah rumah yang berkah. “Allahumma. seolah Allah Swt hadir menyambut kedatangan Iis dalam keheningan malam itu. bangun tak kuasa. Baru saja Iis mengucapkan salam kepada teh Sulis. Mamat pun memanggil Iis yang saat itu sedang hendak membuatkan kopi untuknya.?” Masih sesenggukan Iis menjawab. Sungguh…. ia pun mengenakan pakaian yang bersih lalu berangkat menuju mushalla untuk melaksanakan shalat Shubuh. ini dari mana dan mau bicara dengan siapa?” Mamat membuka pembicaraan. “Mat… ini teh Sulis. malam itu telah terbangun sebuah jalinan suci antara seorang hamba dengan Allah Swt dalam rangkaian doa yang penuh hikmat dan cita. Mamat mengira bahwa ada salah seorang familinya berpulang kepangkuan Ilahi. Iis dan anak-anak pun sudah bangun semua. Melihat istrinya terus menangis. Waktu telah menunjukkan pukul 4 lebih. Dan ia berkeinginan untuk bermunajat kepada Allah Swt dalam lantunan dan rangkaian doa yang ia bacakan.. Tidur tak mau. namun setelah itu tidak ada satu patah kata pun yang meluncur dari mulut Iis. Raut wajah Mamat yang letih sudah mengabarkan bahwa ia terlalu lelah bekerja hari itu. Mamat mengucapkan salam saat masuk kembali ke rumah. ya Allah… Izinkan hamba-Mu ini untuk dapat berhaji ke rumah-Mu.Adzan Shubuh mulai terdengar di beberapa masjid dan mushalla. Iis ada nggak?” demikian suara di seberang menjawab. Tak terasa waktu bergulir dengan cepat. Masa sudah haji enggak shalat Shubuh berjamaah? Ayo bangun. Yang ada adalah deraian air mata dan kata.

Dalam keharuan tersebut ternyata masih tersisa sebuah penyesalan dalam dada Mamat yang kemudian terbersit di hatinya. Kang…. Teh Sulis tadi nanya saya. kisah islami ( 268 ).  erva kurniawan 1:16 am pada 17 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Sementara Mamat masih terdiam. tapi saya disuruh minta izin dulu ke Akang.?!” Itulah kisah sepasang suami-istri hamba Allah Swt yang dimudahkan untuk berhaji ke Baitullah. Jika Akang izinkan. barusan teh Sulis bilang bahwa ia berniat berangkat haji tahun ini.. Is!” Keduanya masih berpelukan erat tanda haru dan syukur atas nikmat Allah Swt yang tiada ternilai.“Lalu kenapa kamu menangis kayak begitu. Kang Andi gak bisa nemenin…. Mungkin bisa berangkat bareng-bareng juga kali ya…. Iis gak nyangka. Sekarang. saya ikut bangun tahajud dan berdoa kepada Allah untuk minta haji. supaya kamu bersyukur. Mamat berujar. kisah teladan ( 352 ). Mamat langsung merangkul istrinya ke dalam dekapan. cerita nasehat. Semoga Anda dan saya dapat menerima anugerah serupa. dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Air mata itu masih menetes tanda haru dan syukur atas doa yang Allah Swt kabulkan. Kebetulan kang Andi suaminya lagi banyak kerjaan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Umrah . terperangah dan takjub atas kemurahan Tuhan. saya siap. cerita teladan ( 355 ). begitu cepat Allah menjawab doa yang baru saja Iis sampaikan dalam tahajud. emangnya berita sedih apa yang diceritain teh Sulis?” Mamat masih mengejar dengan pertanyaan yang lebih menukik.” (QS. Akang ikhlas mengizinkan kamu dan merawat anak-anak di rumah. 2:185) . “Kang…. Amien! “Allah menghendaki kemudahan bagimu. kamu khan belum berhaji. mau gak saya ajak? Teh Sulis mau bayarin biaya haji saya…. Kalau Akang enggak izinin saya juga ikhlas…!” Iis berhenti sejenak mengatur nafasnya yang masih sesenggukan. Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. pilihan mah ada di Akang. “Kamu boleh berangkat haji untuk beribadah dan nemenin teh Sulis. Silahkan kamu berhaji untuk melengkapi agama kamu. Saat itulah Iis menceritakan hal sebenarnya. “Coba.

Tak ada kejadian yang pernah bisa melanggar hukum alam. tak ada alat yang saya miliki untuk telaah tersebut selain metode ilmiah. Mungkin itu hanya kebetulan. setiap mahluk hidup mempunyai siklus biologi sesuai spesisnya. Saya katakan bahwa saya datang ke Mekkah bukan untuk cari umur panjang. H. atau mungkin itu hanya bohong belaka. Saya katakana saya hanya ingin mencari petunjuk. sampai saya dipaksa harus menyadari instrumen lain yang sesungguhnya ada dan tak pernah saya gunakan. Segala sesuatu harus masuk logika. Latar Belakang Prinsip utama saya sejak beranjak dewasa sampai sebelum perjalanan umroh ini adalah: “Tak ada keajaiban”. apakah fenomena itu adalah sebuah petunjuk. sentesa. 2. dsb. ” Insya Allah you akan dapat semua itu.1. Segala sesuatu mesti ada penjelasan ilmiahnya. Sehingga kajian saya mengenai telaah agama islam. Saya ingin tahu hipotesa saya benar atau salah. Tabrani (63). Setiap pohon pisang akan berbuah pisang. selalu mengacu kepada analisa. mantan walikota Jakarta Timur. dan paling efisien. setiap apapun didunia ini tidak ada yang bisa lepas dari hukum absolut alam semesta. atau anomali hukum alam. Kamipun terlibat diskusi dipesawat.Tabrani berkata. Sebelumnya saya hanya tertawa mendengar cerita-cerita keajaiban ataupun kejadian luar biasa yang kerap terjadi pada orang yang melakukan ibadah haji atau umroh di tanah suci. Takkan pernah ada orang kebal peluru. Pendeknya. Perjalanan I: Jkt-Jeddah Saya berangkat dengan apa adanya menuju Jeddah. konseptual. atau hanya sebuah kebetulan “. Takkan pernah ada keajaiban. Instruksi saya kepada secretaries yang membooking perjalanan untuk mengambil paket yang paling murah. kekayaan. Namun semua akan tergantung dari cara you memandangnya. Boleh dikata niat saya bukan untuk ibadah. saya bertemu dengan seorang Haji yang telah beberapa kali berhaji dan berumroh. hidayah bahwa Al-Qur’an adalah memang benar datangnya dari Allah dan bukan konsepnya Muhammad. dan jauh dari hal-hal yang tak masuk akal. kelahiran Aceh. Oleh karena itu pandangan saya selalu mengacu kepada konsep hukum-hukum fisika. Diperjalanan. dan hukum psikologi. sosial. H. masuk akal. kemakmuran. 2.1. Kejadian 1 . keanehan. tapi untuk sebuah hipotesa. paling singkat. Takkan pernah ada cimpedak berbuah nangka kecuali dalam sajak. dan hipotesa. rejeki.

Penumpang pun diharap kembali ketempat duduk masing-masing dan memasang sabuk pengaman. Kemudian pesawat mengalami turbulens yang menyeramkan disertai jeritan penumpang. Saat itu saya mulai takut dan berfikir tentang kematian. diiringi beberapa mobil pemadam yang siap siaga.. Tiba-tiba H. Tabrani: ” Andry…you khan tahu tidak semua penduduk Indonesia bobrok mentalnya. Kami semua di inapkan di Horison Hotel-Ancol. Di Hotel diskusi saya dengan Bp H. tiba-tiba mesin pesawat mati satu. kenapa kalau Allah mau kasih pelajaran Semua satu pesawat terkena getahnya. kok susah bener ya mau ke Mekkah aja?” “Baru kali ini saya saya naik pesawat kayak begini” H. Dan ketika itu saya melonjak kegirangan. Pilot pun memberitahukan bahwa pesawat harus kembali ke Airport Soekarno Hatta. Aca:” Pak Haji. melihat ini sebagai sebuah Kebetulan. Ini merupakan pemandangan yang sama sekali tidak menyenangkan. pesawat terbang miring dan mendongak. Walau saya jarang (hampir tidak pernah) berdo’a. H. Secara teknis tetap sama” H. Tabrani datang. Waduh. ” Bisa jadi karena you dengan niat hipotesa atheis itu-kita semua satu pesawat terkena akibatnya”. 10 jam terbang tanpa harus berdesakan dengan fasilitas lainnya yang tidak sama dengan economi. Saya mulai membuka-buka buku-buku petunjuk menjalankan umroh. Aca: Apanya yang luar biasa.Beberapa saat setelah beliau bicara. Tabrani berlanjut. sementara saya melihat kejendela pembuangan bahan bakar mulai dilakukan. ” Wah you koq disini? ” Aca: ” Alhamdulillah saya di up-grade Pak “ . jika Allah mau kasih pelajaran khusus hampir seluruh rakyat Indonesia terkena dampaknya”.2. Apakah tempat yang saya tuju memang luar biasa? Ataukah ini hanya kebetulan saja? Dengan sisa mesin dan kekuatan yang ada. tetapi. Tabrani: ” Wah…you boleh pilih. padahal khan Ada penumpang lain seperti Bapak yang sudah berniat bulat umroh tetapi juga batal “. you pikirin! “ Akhirnya saya mulai tafakur. Berkali-kali saya terbang. Namun akhirnya pesawat dapat mendarat di Soekarno Hatta dengan selamat. baru kali ini mengalami kejadian yang demikian. Kejadian 2 Esoknya kami berangkat dengan pesawat lain. Saya tanya . Tabrani: ” You kurang niat kali… ini khan bukan perjalanan biasa”. “Coba dech. karena saya di up-grade ke first class. 2. enak juga. sementara yang saya lihat dibawah hanya lautan lepas. Penerbangan baru berlangsung 45 menit. saya baca-baca do’a nya. atau sebuah kebesaran Allah!” Aca: ” Tapi Pak. sholat isya’-dan membaca niat untuk umroh. 5 menit kemudian kedua mesin Boeing 747 disayap kiri mati. mencoba untuk merendahkan hati.

namun upaya itu belum optimum. ini khan petugas maskapai yang Ngatur!?” H. semalam saya tafakur. Tabrani: “Bagus kalau begitu. Tabrani: ” Waduh…enak benerrrr. Kartiko melanjutkan. Kamipun berkenalan. menyarankan agar masalah saya diungkapkan kepada mereka. “Jika yang saudara cari adalah petunjuk. hipotesa. “Betul…bagus kalau anda tahu. Saudara tak akan bisa menelaah semua itu nanti di perjalanan dengan otak kiri (analisa) saja. Tabrani. mempunyai 2 belahan. Wajar kalau saudara hanya mengandalkan analisa dan mendewakan sirkuit logika”. Tabrani: ” Bukan! ini Allah yang ngatur. pramugari yang sebelumnya terlibat diskusi agama dengan saya dan H. keimanan. saya langsung diberi kenikmatan oleh Allah “. 2. Tabrani pun mulai sewot dengan saya. Dian. Hasilnya akan saudara pisah-pisah dan terlihat tidak berkaitan satu sama lain. selama ini saya tahu anda telah banyak berupaya. You sekarang melihat kan Allah bisa memberikan imbalan kenikmatan secara Langsung “ Aca: “Loh tapi Pak Haji. semua terserah you saja. seorang lagi bernama Kartiko (mungkin muridnya). seni (spt musik). kilah saya. “Karena otak. . saya tahu benar itu”. Saya tahu benar ilmu itu. Namun apabila saudara gunakan juga otak kanan (intuisi/rasa/iman). logika. atau fenomena dan kejadian-kejadian yang tak masuk akal. euphoria. ia dapat berupa ilham. konsentrasi. dsb. Entah karena nggak di up-grade atau karena sikap saya yang dianggapnya wangkeng. “Ada daerah kekuasaan Tuhan yang tidak dapat dianalisa dan didiskusikan. melalui tangan petugas” Aca: ” Wah ini mungkin hanya kebetulan saja Pak!” ” Nggak masuk akal kalo Cuma karena niat. ” Saudara Andry. atau kacamata iman!” H. Akhirnya ia menjelaskan. hasilnya akan sangat menakjubkan”. H. belahan kiri yang fungsinya untuk menganalisa. berdo’a dan membaca niat “ H. mimpi. Daerah tersebut hanya dapat dicerna oleh perasaan yang kita sebut iman”. you udah niat umroh? “ Aca: ” Udah Pak. Kedua belahan otak tersebut harus saudara gunakan. “Loh…itu khan basic prinsip Quantum Learning. Kejadian 3 Dipesawat.3. Kepala saya seperti dipentung oleh senjata saya sendiri. apakah you mau melihat dengan kacamata kebetulan. Apa sebab-karena saudara hanya menggunakan sebahagian yakni bagian kiri saja dari otak saudara “. Tabrani: ” OK… khan saya sudah bilang dari kemarin. Saya mulai bingung dengan pertanyaan Kartiko. seorang bernama Nur Cahyo. Saya jelaskan permasalahan utama saya. kalkulasi. tapi pernahkah anda terapkan dalam pencarian ini?”. dan belahan kanan yang berfungsi mencerna keindahan. karena saya sering jadi pembicara tentang metode belajar dan bekerja menggunakan keseimbangan otak kiri-kanan. emosi.H. dan sebagainya. saya dikenalkan oleh pramugari kepada 2 orang penumpang yang menekuni manajemen pikiran.

yang kemudian perjalanan disambung ke Madinah. “Angkatan 88″. padahal saya tahu dan gandrung dengan ilmu itu? 3. saya bertanya kepadanya. Akhirnya. 2. Sebelum Kartiko kembali ke kursi duduknya. Tiba-tiba. Apakah instrumen ini berguna (telaah menggunakan kedua belahan otak) untuk pencarian saya? 2. pindah menjauhi makam Rasululloh. Sayup-sayup berdebum. Beliau seperti biasa sambil sewot. Tabrani. jelas H. Tabrani sholat 5 meter didepan saya. pintu masuk sudah ditutup). Disini Rasululloh di makamkan. “Suara berisik apa “. baru saja saya takbiratul ihrom. sepertinya pintu itu mau dibuka orang “. Sayapun mulai tak percaya dengan diri saya. Tabrani. nggak bener itu!” “Wah you ini mau sholat apa nggak!”. Tabrani pun ikut terlibat diskusi. “Andry…kamu kenapa pindah sholatnya?”. Kejadian 4 Akhirnya kami pun tiba di Jeddah. Apakah Kartiko juga seorang yang kebetulan berlatar belakang pendidikan sama dengan saya sehingga jalan berfikir kami sepertinya klop!? Saya kembali membahas ini dengan H. “Astaga. Saya mulai goyah dengan pandangan saya selama ini. “Anda kuliah dimana?”. Apakah pertemuan kami ini hanya sebuah kebetulan? 5.4. kami pun bertambah mesra. dan ia banyak membenarkan perkataan Kartiko. Kenapa saya tak pernah menggunakannya.H. jawab saya. Tabrani. Saya mulai menarik hipotesa dengan kedua belahan otak saya. Malam hari kita berangkat sholat Isya’ ke Masjid Nabawi. Makam orang yang saya pikir pembuat Al-Qur’an. “Nggak tahu tuh Pak. angkatan berapa?”. pintu disamping saya berdebum. 1. jawabnya. Akhirnya saya batalkan sholat saya. “Terserah you mau lihat dari kacamata kebetulan a/ kacamata kebesaran Allah!”. “You khan bisa sholat karena orang yang dimakamkan disini!”. Sholat saya sudah nggak bisa khusuk lagi. Tapi lebih mirip suara orang marah-marah membanting meja atau kursi. “Kok kuburan di Masjid Pak Haji. Apakah ia hanya seorang kenalan di pesawat. Dan saya mulai dihantui pemikiran tersebut. ataukah sebuah petunjuk agar saya menggunakan instrumen itu dalam perjalanan sekarang dan nanti? 4. Kartikopun menjawab “Politeknik Mekanik Swiss”. Tiba-tiba perasaan takut saya datang. ada suara berisik dipintu. Tanpa banyak bantah saya ikuti ajakannya sholat diluar (halaman) Masjid (karena larut. sedang H. tanya H. “Loh Pak Haji nggak denger barusan “ . Saya sholat tepat disamping pintu makam Rasululloh. Seperti suara orang kerja.

Dalam antrian perlahan saya mendekati makam. Mustahil tidak. Tabrani untuk berdo’a di area Raudhah. pintu yang melewati tepat muka makam Rasululloh. Setiap tiang terdapat lubang AC yang dapat mengatur suhu ruangan otomatis. namun mereka karena tidak tegak lurus. apakah doa orang yang berdoa di Masjid Dago Atas tidak makbul? Namun saya mulai menahan diri terhadap pemikiran dan pertanyaan model itu. Dari kejauhan saya melihat pagar makam yang didalamnya gelap tak ada cahaya. Tapi harusnya juga dengar. dan pemikir besar dunia lainnya. namun tak bisa masuk karena penuhnya. Kami terus berjalan menuju Raudah (batas bangunan asli Masjid yang dibangun Muhammad) melewati area perluasan King Azis. Iqbal…kamu dengar suara?” “Enggak Pak…” Perasaan saya mulai nggak karuan. bahwa mungkin posisi saya yang tegak lurus dengan pintu menyebabkan saya bisa dengar. pagi-pagi sekali kami bangun. Sempat terbesit pertanyaan saya.“Enggak ah…. berangkat menuju Masjid Nabawi. kamipun berdesakan keluar melalui Pintu Jibril. perlahan. you mesti minta maaf besok didalam Masjid. “Berdoa disana Insya Allah lebih amat makbul (dijawab oleh Allah terhadap permintaan doa kita). Saya ambil barisan paling kiri. Hingga saya mensejajarkan posisi Muhammad dengan Napoleon. “Wah…kalau you udah sadar itu salah. tanya saya. Einstein. Karl Marx. Masjid besar dengan halaman yang juga besar. pandangan lepas kita tak dapat melihat ujung Masjid lainnya. Dengan terhuyung sambil ngantuk (karena nggak biasa bangun dan sholat shubuh) saya berjalan menyusuri halaman Masjid seperti menyusuri 2 kali panjang lapangan bola. Setelah sholat Shubuh. Esok hari. Saya tak tahu yang mana Makam Rasululloh. Saya ceritakan bahwa saya pernah menulis e-mail yang berpendapat apakah semua ini bisa-bisa nya Muhammad. Saking besarnya. kilah H. isteri Nabi. betapa besar biaya yang diperlukan untuk ini semua. Aristoteles. Sempat terfikir oleh saya. Setelah melewati pintu utama. Rasa takut dicampur rasa bersalah. dinding dan Tiang ditutupi marmer yang di polish licin. Namun saya coba tahan pemikiran negatif itu dan menggantikannya dengan fikiran betapa besar pengaruh Muhammad sampai sekarang hingga dapat terwujud Masjid sebesar dan seagung ini. Tabrani tentang perasaan kacau saya. Setelah berdoa. Kamipun hampir mencapai Raudhah. Saya coba analisa pakai belahan kiri. Seluruh lantainya ditutupi Pualam putih. yang mana makam Abu Bakar. Di dalam pagar terlihat tiga makam yang ditutupi kain. saya dianjurkan H. barisan yang paling dekat dengan sisi makam. penuh sesak namun sangat tertib. “Kenapa …?”. mereka tak bisa mendengar. Kala itu saya tetap menyangsikan kronologi turunnya wahyu. Antara perluasan King Fadh dan King Azis terdapat Kubah yang dapat terbuka dan tertutup otomatis. Kami berjalan berdesakan. Lantai. tepat disamping makamnya kalau bisa “. Akhirnya saya ceritakan ke H. saya berjalan memasuki ruang dalam Masjid area perluasan King Fadh. dan yang mana makam Khadijah. Tabrani. karena suara itu keras koq. Plato. .

bertangan dan berkaki. mensyarikatkan Allah dengan sesuatu lainnya adalah satusatunya perbuatan dosa yang tidak pernah diampuni Allah. tiada pula kepada para Nabinya. Keluar pintu Jibril. Saya lihat dipundak saya salah satu tangannya yang memegang pundak saya dari belakang.5. Aku hanya mengagumimu namun aku tak pernah memujimu. Waktu saya menolah kebelakang. aku datang kepadamu. besar sekali dan hitam legam. tapi sering kali orang melakukan “HUMANISASI”. Semua yang akan saya ucapkan telah diucapkan orang dibelakang saya dalam bahasa Arab yang saya tiba-tiba mengertinya. Pembaca. Bukan maksud saya menyindir. “Musyrik!!!”. Saya tak ucapkan kata apapun. dan sedikit ketakutan pun menyelimuti saya. agar tak terlihat H. hitam legam. karena beranak pinak adalah perilaku ciptaaNYA dan bukan salah satu sifatNYA/perilakuNYA. namun saya belum pernah belajar Nahu sorob atau bahasa Arab! Saya jadi bingung sendiri. ” Ya Rasululloh…ini aku. Nabi hanya sebagai pembawa RisalahNYA. Aku tidak mencela engkau namun aku sadar aku telah melecehkan engkau. Imajinasi bentuk alien (mahluk luar angkasa) tak pernah jauh lari dari bentuk manusia. Rasa haru. Film-film kartun Hollywood. bukan tempat meminta. selalu menampilkan bentuk perilaku binatang yang bertingkah polah bagai manusia. Sampai-sampai Tuhan atau Dewa-dewa yang digambarkannya pun mirip bentuk manusia. Ia mengucapkannya sambil merintih menahan tangis. Mungkin karena ramai kerumunan. Tidak keras namun tidak berbisik. Disini saya mulai mengerti arti Islam sebagai agama Tauhid. saya dapat mengerti hampir seluruh ucapannya dalam bahasa Arab itu. saya menunduk menahan tangis dan haru. Aku minta maaf ya Rasululloh”. Aku fikir aku telah menempatkanmu pada posisi yang tinggi. H. Adapula yang menganalogikan perilaku Tuhannya seperti manusia dengan perilaku beranak pinak. bahwa Muhammad NabiNYA.2. mengambil analogi kerja tubuh dan bentuk badan manusia. Dongeng-dongeng binatang buku cerita untuk anak kecil juga demikian. Agama yang ber-illah hanya dan hanya kepada Allah. MandatarisNYA. Musyrik atau Syirik. namun ternyata engkau lebih mulia dari itu. orang tersebut seperti dari Afrika. Mereka senantiasa menjaga perilaku setiap orang yang mencoba ziarah dengan kelakuan aneh. dan berbentuk fisik yang sudah dirobah menjadi mirip manusia. Saya coba cari orang tinggi besar hitam tadi. berbadan. menyesal luar biasa. bukan anakNYA. bukan untuk meminta sesuatu yang lain. Ketika saya tiba persis dimuka makam. Kedua tangannya memegang pundak saya dari belakang. Tabrani tahu itu. Aku hanya ingin meminta maaf kepadamu ya Habiballoh. Kejadian 5 Disepanjang makam berdiri 4 orang tua dengan badan tinggi bersorban yang selalu menepis tangan orang yang mencoba memegang pagar dengan meratap. Tabrani dan Iqbal puteranya. Merekapun mempercepat langkah agar tetap didepan saya. hardiknya. Ia berkata dalam bahasa Arab. saya tak dapat menemukannya. Robot sekarang dan masa datang. tinggi luar biasa. seseorang dengan suara yang berat dibelakang saya berkata perlahan. . Nabi juga bukanlah anakNYA. berkepala. Tiada kepada yang lain. dan bukan tempat untuk meminta atau berdo ‘a. Disini saya merasa mendapat petunjuk.

Aca: ” Ah masak sich Pak. Saya benar-benar mulai berfikir. Melainkan hukum Sunatulloh kepada orang yang mencari ridhoNYA. dan bukan hokum psikologi. Namun yang jelas. sosial. bahwa beliau (Rasululloh) tahu benar isi hati anda. semua itu terserah you saja. Bukan efek kebetulan karena rasa bersalah. Kami juga mengunjungi makam Fatimah.Sesampai di Hotel. maka persepsi saya terhadap apa yang diucapkan orang tadi adalah persepsi fikiran saya”. saya mulai lebih berhati-hati dan tidak gegabah. Perjalanan di Madinnah Setelah melewati waktu Zuhur. sehingga sholat tersebut beliau lakukan 2 roka’at menghadap Masjidil Aqso’ dan 2 roka’at sisanya menghadap Ka’bah. Masjid Kiblat-Masjid dimana ditengah sholat Rasululloh mendapatkan wahyu untuk sholat menghadap Ka’bah/Mekkah. kami melakukan City Tour. Konsep tersebut hanya mendapat tanggapan dari kaum Anshor yang bertempat tinggal di Madinnah hingga Nabi harus hijrah/pindah kesana. . Berkali-kali saya mengatakanterserah you saja!” Saya mulai tak banyak membantah. Karena kasus ini orang Kafir Quraisy berkomentar Muhammad pemimpin yang plin-plan. Terlintas dibenak saya cuplikan film “The Massage” di mana Hamzah. isteri Abu Sofyan.dan memang saya akan berkata minta maaf. kamipun mendiskusikannya. kami berkunjung ke Jabal Uhud. Hukum Sebab-Akibat itu diatas hukum-hukum lainnya. Semua sudah ada aturannya. Saya bilang: “Mungkin begini Pak. dimana sekeliling Madinnah pada saat itu dibuat Parit besar yang memisahkan/melindunginya. Perang dimana pada saat itu kaum kafir dari berbagai bangsa dan negara memboikot dan meng-embargo kaum muslim selama kurang lebih 2 tahun. Mungkin saja. orang yang mencari jalan yang diridhoNYA. dan beliau dengan akhlaknya yang mulia sudah memaafkan you tentunya”. Konsep yang diajukan Rasululloh adalh sebuah konsep dimana penguasa kafir tidak menyukainya. Tabrani: ” Temen you dan saya khan sudah berkali-kali mengatakan. semua sudah ada sebab akibatnya. Disini saya melihat bahwa perjuangan Rasulloh adalah bertahan dan bukan menyerang. Saya mulai meyakini ini sebagai Hukum Sunatulloh. Dibimbing oleh Tour Guide. Juga diatas hukum fisika. H. yang sebelumnya menghadap Masjidil Aqso’. ketempat-tempat bersejarah antara lain. bahwa tak ada yang namanya kebetulan. pemimpin kaum kafir Quraisy yang sangat memusuhi Nabi. tempat di mana terjadi Perang Uhud. Sedemikian mudah dan cepatnya saya mendapat petunjuk “ H. Ada sebuah “hukum sebabakibat” yang berlaku absolut dialam semesta ini. Pada peperangan tersebut kaum Muslimin kalah yang disebabkan tindakan indisipliner pasukan panah. sakral atau magic/angker. Terutama tentang dapat mengertinya saya terhadap ucapan dalam bahasa Arab. Apakah you mau anggap itu semua kebetulan atau sebuah petunjuk. Tabrani: “Itu mungkin. 3. Namun saya tak berani berfikir bahwa saya sudah berada pada jalan yang benar. Panglima perang kaum Mukmin yang dibunuh dengan tombak oleh salah seorang budak suruhan Hindun. maupun psikologi yang saya anut selama ini. dalam “The right track”. Masjid Kuba-Masjid pertama di Madinnah yang dibuat Rasululloh. karena saya dihantui rasa bersalah. dimana dekat makam dahulunya terdapat parit besar yang dikenal sebagai Perang Khandak. Tapi mungkin juga petunjuk. Bukan efek kebetulan kondisional akibat suasana yang khusuk.

saya dapat menemukan jawabannya…Amien. bagaimana dengan tindakan Nabi yang saya anggap ekspansi nekat yakni tindakan Nabi mengirim surat dari Madinnah kepada Mekkah. mengirim pesan kepada Indonesia. kalau bukan urusan kekuasaan. negara kecil yang baru berdiri. Tour Guide: “Baiklah. Tabrani berkelanjutan. kalau tidak. Wal nikmata. Tour Guide tersebut tak dapat melanjutkan penjelasannya. Dalam pencarian / perjalanan ini saya tak menemukan jawaban. Laka wal mulk La syarikalak . yang ekspansi kekuasaanya dengan cepat dan pesat sampai ke Cordova. tapi saya memang benar-benar tidak tahu. hingga berlaku hukum yang hanya kita dengar sekarang secara sayupsayup ‘hukum Islam’? Bagaimana kita memberlakukan sebuah peraturan tanpa adanya kedaulatan? Bagaimana kita bicara rajam bagi yang berzinah. satunya lagi di bahu. seperti waktu saya tanya kenapa koq nggak boleh pakai celana dalam. dan saya benar-benar ingin tahu. Tabrani mengajarkan saya untuk memakai pakaian Ihrom. dan European Community untuk takluk dan tunduk dibawah kekuasaanya.1. Surat itu berisikan ajakan beragama Islam. Meskipun ia bukan Tourist Guide. bagaimana dengan Daulat Bani Umayah. bukan konsep pemerintahan”. Pak H. “Mas Syaiful…saya mohon maaf loh. namun saya berfikir bahwa ini sangat penting. demikian penjelasannya. Aca: “Terimakasih Mas…saya akan simpan pertanyaan ini”. dan Negos (Ethiopia). “Urusan Rasululloh bukan urusan kekuasaan. saya bukan sok tahu. Konsep Rasululloh adalah konsep agama. Ia hanya menjawab “Jangan didebat!!! ini daerah otak kanan! “. demikian saya bertanya. 2 lembar kain yang dililit dipinggang. kepemimpinan Islam setelah Ali. Analoginya mungkin seperti Vietnam. Untung saya sudah rada kalem sekarang karena beberapa kali mengalami peristiwa2 yang lalu. Beberapa orang mungkin beranggapan ini tidak penting. sehingga Islam tidak hanya bicara didalam Masjid. dan berbagai belahan dunia lain. “Oh tidak. jawab Tour Guide. saya dalam pencarian. Spanyol. suatu saat. “Latihan pakai kain kafan “. sementara lokalisasi pelacuran mendapat izin dari pemerintahan Pemda setempat? Bagaimana memberlakukan hukum Islam tanpa pemerintahan Islam? “. Australia. Konsep Rasululloh bukan konsep negara. Ia menjelaskan untuk memakai pakaian Ihrom. tanpa angkatan bersenjata yang jelas. dimasyarakat. Persia. 3. ini tidak seperti demikian “. “Lho. Setelah mengambil niat di Miqod. Meskipun kadang-kadang menghardik saya. daratan China. Roma. Madinnah tidak sebesar dan sekuat Mekkah. namun saya yakin insya Alloh. saya terus terang belum tahu benar untuk hal ini “. sehingga surat yang dibuat bukan surat kekuasaan . Amerika. akhirnya kamipun bersiap-siap untuk ber-umroh. Sayapun menjelaskan. Rusia. namun ia begitu telaten mengajarkannya pada saya.Saya akhirnya bertanya kepada Tour Guide. anda silahkan tanya kepada orang yang lebih tahu. Abesinia. namun juga dipemerintahan. Kejadian 6 Setelah sholat Ashar. diperjalanan kami mulai membaca Talbiah: Labbaik Allohumma labbaik Labbaik Lasyarika laka labbaik Innal hamda. mungkin sewotnya H. kayak apa sich konsep Rasululloh yang disampaikan pada saat itu?”. dalam pencarian saya yang berikutnya. namun tindakan Nabi mengirim surat kepada Negaranegara tersebut adalah nekat (kalau tidak mau dibilanggila). Mesir.

Kadang saya tak mendengar suara H. H. Tabrani menjawab. Agak sulit memang karena banyak jama’ah Iran berbadan besar berdo’a lantang sekali. Saat itu saya belum merasakan pesonanya. saya terdiam melihat benda hitam pekat persegi empat yang berada ditengah-tengah Masjid. Sambil air mata bercucuran (tanpa malu-malu lagi sebab kanan kiri sayapun demikian) saya dibimbing H. Ka’bah ternyata berukuran lebih besar dari perkiraan saya. namun semakin dekat. Saya menahan tangis didepan rombongan tapi tak kuasa. Dan saya tahu persis saat itu saya tidak sedih. Tabrani. semakin tak kuasa menahan tangis. ” Loh Pak…kok ada permintaan seperti ini ya…?. Benda itu berada ditengah-tengah Masjid. besar. Benar-benar saya tak mengira bahwa Ka’bah berukuran sebesar itu. koq disini ada permintaan terhadap rezeki yang banyak”. Saya lemas dan duduk. “Ya memang ada. Pembacaan Talbiah baik di pesawat maupun diperjalanan/bus. Namun intuisi saya juga bermain. Kita tak kuasa menentukan arah (kecuali sedikit). saya coba baca juga artinya. Sementara barang-barang diurus oleh petugas travel. Tabrani pun kembali menjawab. ” Loh…Pak. Kembali saya lihat artinya. Tabrani bahwa kegiatan ini sudah ada bahkan sejak milata Ibrahim. Ia juga mengalami hal yang sama. bahwa kegiatan ini pasti bukan baru dimulai kemarin. dan segala kuasa Hanyalah dari engkau. Seolah kami bergerak perlahan bersama tanpa menginjak bumi (seperti melayang). Saya tanya ke H. Dengkul saya lemas luar biasa. . sangat diliputi rasa haru yang luar biasa. Saya kurang tahu persis pada saat itu tapi saya percaya Iqbal. Tabrani sehingga sulit mengikuti apa yang didiktenya. Saya berusaha perlahan-lahan bergerak mendekat. apakah sekian banyaknya manusia datang kesini hanya ditipu satu orang yang bernama Muhammad. semakin rapat dan semakin pekat ketengah. Tiada syarikat bagimu. ” Ya memang boleh. Saya tidak pernah berfikiran bahwa di dalamnya ada Allah sedang bersemayam. Namun setelah melepas sandal dan memasuki Masjid. sebuah Masjid yang paling terkenal yang mungkin paling tua didunia. saya kembali membaca do’a khusus untuk putaran kedua-sambil juga melihat artinya. segala nikmat. khan saya sudah katakan boleh minta apa saja”. Analisa saya bermain. Kamipun tiba di Mekkah. Nasrani (bukan Kristen). aku datang memenuhi panggilanmu Tiada syarikat bagimu. Akhirnya saya mulai meraung seperti anak kecil. Sepintas hanya sebuah batu yang disusun dan dilapis kain hitam. anak Pak H. H. Saya menangis sambil duduk tidak mengerti kenapa. Posisi kami sangat dekat dengan Ka’bah dan senantiasa saya semakin merapat kedalam. Bukankah ini bukti dari hasil kerja Muhammad. Anda saja yang Cuma minta petunjuk dan nggak mau minta yang lain. Sulit sekali menggambarkan pesonanya. Pendapat ini adalah pendapat awal saya yang kemudian di konfirmasikan beberapa hari kemudian oleh H. Sambil memegang buku do’a kecil. Kami merasa seperti memasuki sebuah gravitasi luar biasa yang menarik ketengah. Hitam pekat sekali. yang kemudian juga Islam. Sesungguhnya segala puji.Ya Allah. kami berwudhu di Hotel. Disitu terdapat do’a permintaan umur panjang dan keturunan yang banyak serta soleh. besar sekali. kita hanya dapat berserah diri mengikuti arus putaran itu. Kegiatan ini dilakukan pasti sejak ajaran Muhammad. Hotel kami cukup dekat dengan Masjidil Haram. bapak besar berbagai bangsa yang melahirkan agama Yahudi. kami langsung memasuki Masjidil Haram. Saya mulai tawaf putaran pertama. Tabrani membaca do’a-do’a putaran pertama. Pada tawaf putaran kedua. Minta harta boleh…habis -kalau tidak-anda mau minta ke siapa lagi kalau bukan sama Dia “. Tabrani yang pertama kali Umroh juga terdiam tak bersuara tak bergerak. Namun saya melihat sedemikian banyaknya manusia mengitarinya melakukan yang disebut tawaf. kota Haram.

terdapat air sumur zam-zam yang debitnya luar biasa besar yang dipompa dengan pipa-pipa sampai ke Madinah. melainkan perhitungan dari Ibrahim. Jika kita meminta dunia saja. .2. dan mungkin juga tidak. Masjidil Haram berada di tengah-tengah seperti lembah. sekarang terbantai semua. Ini pula yang menyebabkan pembangunan konstruksi di kota Mekkah sangat lamban. Pejabat. Statemen awal saya di pesawat. Andaikan memang ada sungai bawah tanah yang mengalir dibawah Mekkah. tetapi saya-dengan kesadaran baru ini-juga meminta duniawi. Sehingga musyrik hukumnya jika kita meminta pertolongan dalam bidang bisnis kepada Kadin. Mekkah dapat anda lihat sebagai pegunungan batu. sedangkan bagaimana kita bisa untung? Ya dengan manajemen yang baik? “. Persis juga sama dengan do’a-do’a di akhir tawaf yakni fiddunia hasanah-wa fil akhiroti khasanah. betul ndak…?” “Betul Pak “. namun sumur ini tak pernah ada keringnya. Saya ternyata tak hanya meminta pertunjuk. Seolah olah ia ada memang untuk kebutuhan ibadah ini. Kejadian 7 Usai tawaf. “Loh-loh…ini lebih aneh lagi Pak…kok boleh minta dagang agar jauh dari rugi. 3. saya kembali berdo’a dengan segala kerendahan hati. Saat itu tak ada lagi dibenak saya teori kebetulan yang dahulu. dengan kesadaran baru-tanpa banyak pertanyaan lagi. hanyalah perantara. Analisa dan rasa saya mulai jalan. Saya pun kembali berdo’a dengan lebih khusuk. Akhirnya H. jawab saya. Entah berapa ribu tahun. Disini saya kembali tercengang. meminta kepada Penguasa yang sesungguhnya. Meminta kepada yang mempunyai. Akhirnya dengan pemahaman yang seperti ini. Permintaan tolong hanyalah kepada Allah semata.Pada tawaf putaran ketiga. Karena sungai bawah tanah dapat berubah alirannya hanya dalam kurun waktu puluhan tahun saja. kami menuju sumur zam-zam yang terletak didalam areal masjidil Haram bagian bawah. karena ini yang akan menentukan strategi manajemen perusahaan kita. Adapun. ini khan urusan dunia. Jeddah. Tabrani. Hal ini jangan dianggap sepele. Katabelece Pejabat untuk menggoalkan proyek kita. kurma pun malas tumbuh disini. memohon kepada pemilik yang sesungguhnya. ayat 4. bahwa you hanya minta petunjuk. Kepadamulah kami menyembah dan hanya kepadamulah kami minta pertolongan. Allah mungkin saja berikan. Kadin. Ironisnya. Saya fikir ini harus berlaku pada semua hal-segala hal segala sesuatu-termasuk hal-hal duniawi seperti bisnis. Saya kembali bertanya dengan lebih antusias karena masalahnya erat dengan kehidupan saya yang memang bergerak di bidang ini. Jangankan tumbuhan subur. Yaman. saya kembali membaca do’a sambil membaca artinya. sekelilingnya dapat anda temukan hanyalah bukit batu yang sangat sulit dihancurkan. dan bag Purchasing. “Iyya ka na’ budu wa iyya ka’ nastaiyn”. Berjuta-juta orang datang setiap harinya. ” You khan bilang waktu dipesawat. apakah kita akan melakukan KKN atau melakukannya dengan pendekatan lain. Pemda. tegas H. penguasa segala sesuatu. Demikian saya melihat Rahman rohim Allah. Terdapat dengan jelas disitu “Tijarotan Lantabur ” yang artinya “perdagangan yang jauh dari rugi”. Haram hukumnya meminta pertolongan kepada Bagian Purchasing untuk melakukan bisnis dengan kita. Pemda. Namun jika kita meminta keridhoan akhirat-insya Allah kita juga akan mendapat dunia. Sebuah mata air yang hampir tak mungkin ada di daerah ini. Bagaimana kita bisa rugi-ya karena manajemen yang buruk. Analisa dan intuisi saya jalan lagi. Tabrani mulai sewot lagi. Namun sumur zam-zam ini tak pernah kering dan senantiasa menyediakan air yang dibutuhkan Jamaah yang datang ke sini. penguasa absolut. dan daerah lainnya selain untuk keperluan orang ber Hajji. dan tiba-tiba saya teringat surat Al-Fatihah. akankah bertahan sedemikian lamanya? Perhitungannya bukan 1400 tahun yang lalu. Persis lagu Bimbo yang dinyanyikan Sam. ” OK kalau begitu nggak usah do’a saja …” .

antara dua bukit batu. yang melahirkan 3 agama besar. bagaimana dengan kaum wanita atau Ibu-ibu. namun akhirnya semua tahu. Kejadian ini terjadi pada saat saya hendak mencium batu Ka’bah. Wanita tersebut tetap asyik membersihkan batu Ka’bah . Kepala rombongannya pun membawanya pulang kembali ke Hotel. maka ia mengeluarkan tisu. Sesampai di Hotel. Bapak mertua saya pernah menceritakan perihal yang seperti ini berkaitan dengan gelas stainless air zam-zam untuk diminum yang menempel pada setiap keran zam-zam. ” Pak…koq pakai lari-lari segala sich? “. Ini tidak steril katanya. Dokter itu meminum juga air zam-zam dengan perasaan jijik/geli. pertanda selesainya ibadah Umroh kita. Isya. Tabrani.3. kelelahan kami luar biasa. Mungkin karena pemikiran jijiknya terhadap batu yang sudah dicium oleh jutaan manusia pada hari itu. Dipisahkan oleh pembatas tengah. melainkan Nabi Ibrohim. 3. Sedangkan air yang sesungguhnya justru keluar didekat kaki Ismail. Air yang dilihatnya ternyata hanyalah fatamorgana. Keesokannya. dan Muhammad. Kejadian 8 Tak ada yang khusus bagi saya dalam kejadian ini. Akhirnya saya bertanya kepada H. Kami tak tahu bagaiman ia mengatasi problem mencretnya yang merembes sampai pakaian Ihrom. “Begini “jawabnya perlahan.Pada saat Sya’i. Pasti lebih capek. Didepan saya terdapat seorang wanita muda dan cantik berpakaian Turki yang hendak mencium batu Ka’bah (sisi kiri Ka’bah. kami mulai melintasi area Sya’i. Tabrani membentak saya dalam masalah tersebut. Seorang Dokter. Keesokannyapun sang Dokter sembuh dari sariawan seperti sedia kala. dan Islam. Sesuatu yang dilarang dalam Umroh. Bapak mertua mengingatkan sang Dokter untuk meminumnya sekali lagi dengan gelas tersebut tetapi dengan perasaan yang berbeda. sementara anaknya Ismail ditinggal sejarak tertentu dari Ka’bah. Salah seorang jamaah haji wanita bercerita tentang anak temannya yang sekarang tinggal di Hotel Hilton Mekkah yang tak dapat menyelesaikan tawafnya karena mencret (penyakit yang lebih cepat dari pada jet). isteri Nabi Ibrohim. Sesekali saya melihat wajah cantik wanita Turki dengan hidung mancung kulit putih bulu mata boros (Saat tawaf maupun Sya’i dilarang menutup cadar muka-namun ada sebahagian mazhab na. mengelap. Bapak mertua saya mengingatkan akan ucapannya kemarin perihal gelas tersebut. rukun Umroh berikutnya. bahwa ia mengenakan celana dalam pada pakaian ihromnya. Nasrani. Yahudi. “Dulu sewaktu Siti Khajar. apa yang terjadi. Disitu terjadi antrean yang luar biasa. Mulutnya bengkak sariawan sampai ke leher. Melihat kejadian itu. Saya jadi teringat sewaktu H. Semoga Makbul. Tapi kelihatannya sama aja tuch. Kotoran alias tokai nya sedemikian banyaknya sehingga ia pun kewalahan. Saya fikir. Syofa’ dan Marwah. Wueeek…sangat menjijikkan kata jamaah yang lain menambahkan. ia berjalan sambil berlari-lari kecil mencari air antara bukit Syofa’ dan bukit Marwah. Dari sini saya pun semakin yakin dan menarik kesimpulan. pendahulu untuk Musa. dan menggosok bagian yang hendak diciumnya. namun saya mengira pasti luar biasa untuk ukuran orang Melayu. bukan Hajarul Aswad). Saya belum pernah merasakan pegal-pegal seperti sekarang ini. Kaki saya kering pecah-pecah. yakni perasaan iklas. Pantas – dalam hati saya. Agak lama baru saya sadar bahwa saya mulai kurang khusyuk karena melakukan “olah raga leher”. saya melihat manusia banyak yang berjalan. Seusai Sya’i kami pun menggunting rambut. sebahagian berlari. merasa jijik dan mengatakannya kepada Bapak mertua saya perihal gelas stainless yang sudah diminum berjuta-juta mulut orang. bahwa Ka’bah bukan dibangun oleh Muhammad. kawan Bapak mertua saya pergi Haji.

trick sulap yang diyakini sebagai salah atu keajaiban oleh orang musyrik. saya berkemas bersiap berangkat. Tak ada anggota rombongan yang mau ikut. Ketika ia hendak mencium batu Ka’ bah -mungkin setelah ia merasa bersih. Mekanisme tersebut tak kan pernah dapat diukur karena sifatnya yang relatif tak pernah sama pada setiap individu. namun saya fikir standarnya sama jika kita ukur dari perasaan hati yang dalam. namun saya yakin ia ada dan bekerja secara setimbang. Seandainya Iqbal tidak kehilangan sandal. saya tetap mau berangkat sendiri”. mengakibatkan ia harus membeli sandal di toko dimuka Masjid. ditabrak mobil). Saya ambil contoh misalnya. hingga ia harus membawa 5 real setiap sholat guna menjaga apabila sandalnya hilang. Penjual di toko tersebut seharusnya melayani seorang calon pembeli wanita misalnya. Saya cenderung menyebutnya Metafisika daripada Supranatural yang lebih berbau klenik / sihir. yang seharusnya berangkat melakukan perjalanan luar negeri guna menandatangani sebuah kesepakatan perang. Mekanisme ghoib pada alam Metafisika inipun bekerja pada kawan saya Iqbal dimana setiap harinya. Kamipun merencanakannya. Penguasa alam fisika dan non fisika. kami tiba dikaki bukit Gua Hira’. Ingin sekali saya melarangnya. ia kehilangan sandal.dengan tisunya. karena ia terlalu abstrak dan hanya tunduk patuh pada sang Maha Penguasa. sang suami wanita tadi (yang katakan seorang jenderal). Tidak juga H. Terjadi di kasus ini namun kadang tidak di kasus itu. Dalam perjalanannya pulang. namun karena Iqbal membeli. Jadi biaya travel maupun biaya Tour guide saya tanggung sendirian. Kuwalat atau apa ini namanya ya? Hati yang kurang bersih? Saya jadi teringat cerita Ka’bah di surat Al-Fiil dimana tentara Abrahah yang mengendarai Gajah pada masa itu dibuat tak berdaya oleh burung-burung Ababil. namun karena nggak bisa bahasa Turki. Bukan disitu saja. Meskipun ia bukan ada di alam fisika. dapat mengakibatkan tercegahnya sebuah rencana perang atau penyerbuan. Mekanisme yang tidak kasat mata. oleh karenanya saya minta kepada Tour guide untuk mengantar saya ke Goa Hira’ pagi-pagi sekali. lagian nggak lucu khan kenalan didepan Ka’bah.4. Bahkan sehari dapat lebih dari sekali ia kehilangan sandal. Paginya seusai sholat Shubuh. Ia pun selesai mencium batu Ka’bah dengan hidung mimisan (berdarah).desakan dari kerumunan orang dibelakang tak tertahankan hingga mendorong wanita itu pada saat ia menciumnya sehingga benturan hidung mancung dan batu tak dapat terelakkan. 3. Tabrani maupun Iqbal anaknya. Namun tetap saja ia kehilangan sandal setiap harinya. Perjalanan sampai . sepulang kami dari sholat. Ia mencoba berdo’a dan bertaubat dosa apa kiranya yang telah ia buat. kejadian kecil disini-dapat menimbulkan akibat besar disana. wanita tersebut mungkin akan 10 menit lebih lama untuk jalan pulang. sementara antrean sudah mulai panjang dan berdesakan. Bahkan mekanisme ini pun abstrak tak simetris. ia mengalami kecelakaan mobil (mis. yang tentu saja tak mengakibatkan ia mengalami kecelakaan. Ini contoh ekstreem yang memang hanya teori main-main. tegas saya kepada Tour guide. maka ia tidak jadi melayani wanita itu. Kejadian 9 Malam besok adalah malam terakhir saya di Mekkah. dengan tas ransel dan sepatu sport. ” OK. Saya semakin mengerti mekanisme ghoib. Hilangnya sandal seorang Iqbal. Dengan menggunakan taksi. nggak apa-apa. hilangnya sandal Iqbal. sehingga kesepakatan serangan atau perang tadi ditangguhkan. tetapi saya yakin bahwa semua ini ada mekanismenya dan jangan coba-coba untuk mengurainya. membatalkan rencananya. Semuanya parsialkondisional. Tahukah anda. Wanita itu pergi lebih cepat.

Saya juga tidak mengerti sampai sekarang arti mimpi saya. Ditemani Tour guide. Saya jadi ingat cerita-cerita para sufi yang mempelajari hakekat sehingga pergi kegunung-gunung menyendiri.kepuncak memakan waktu kurang lebih satu jam. Sebuah batu yang berada tepat ditengah Masjid”. kenapa saya tidak?”. Saya bangunkan ia. Saya pun membahas pertanyaan saya di dalam hati tadi kepada Tour guide. H. kenapa koq Nabi Muhammad diberi wahyu. dan tiba-tiba kami tiba di sebuah Masjid. “Masjid itu dikuasai Yahudi. Tabrani. Gede. saya yakin you adalah orang yang disayang Allah”. “Wah saya nggak bisa jelasin artinya “. Saya sudah berumur 63 thn. Terus Jibril bilang begini Pak. kenapa saya tidak?” Tanpa sholat dan do’a. sesuatu berbentuk manusia dengan peci hitam datang kepada saya. Didalam mimpi saya Jibril berkata. Tabrani berfikir sejenak. kami semua juga nggak ngerti kenapa begitu”. H. Tabrani menepak kepala “Waduh…repot ini”. “Tolong Masjid ini dipelihara”. tapi saya belum pernah mimpi bertemu Jibril. “Aneh memang batu itu. Tabrani bertanya. “Disini terdapat salah satu keajaiban yang anda cari”. Saya bertanya siapa anda? Ia menjawab saya Jibril. hari dimana saya mesti melakukan tawaf wada’. H. dan berada tepat ditengah-tengah Masjid. lepas dari hubungan sosial. Buru-buru saya ketok kamar H. Esok hari terakhir. tanpa meratap ke gua apalagi membuang sesaji (hanya sujud dan berkata dalam hati seperti diatas saja). tetapi kenapa tak pernah datang yang namanya Jibril. yang kemudian membawa saya ke Masjidil Aqsa’ di Palestin. tanya saya. saya tiba-tiba tersadar. “ini Masjidil Aqsa”. You Nggak bisa keluar masuk seenaknya”. dan saya ceritakan mimpi saya. Saya juga sering menyendiri di Villa. “Subhanalloh. serta tak mempedulikan situasi dan kondisi diri. kemudian ia menjawab. “Begini Pak. Dalam sujud saya bicara dalam hati. “You sholat dibatasi disana. saya sujud ditempat Nabi Muhammad duduk menyendiri 1422 tahun yang lalu. tadi malam saya bermimpi bertemu Jibril”. Subuh dini hari saya bangun. “Subhanalloh”. “Kenapa Pak?”. bermimpi dibawa seseorang yang berkata sebagai Malaikat Jibril. Tabrani pernah melawat ke Masjidil Aqsa’. “Tapi yang jelas. “Ya Malaikat Jibril. Terus bagaimana tanya H. Saya berjalan mengikutinya. Cuma 5 menit “. kami pulang menuruni bukit. “Kenapa Nabi Muhammad dapat berjumpa denganmu. ketika saya hendak menggosok gigi. Tabrani. Lebih mirip dua batu yang saling bersandar daripada sebuah Gua. Ia menggantung. Terbayang oleh saya ketika Nabi pulang pergi setiap harinya sampai ke puncak. mungkin yang dimaksud adalah “The Dome of the Rock. Saya jadi merinding. tawaf terakhir/ tawaf perpisahan dengan Ka’bah. Saya tidur cepat setelah sholat Isya”. kemudian ia mengajak saya untuk ikut. menyendiri di kaki bukit Gn. . “Bagaimana ceritera mimpinya?”. tapi you… you…luar biasa”. Gua Hira’ ternyata sangat kecil. Apakah tindakan Nabi Muhammad pada kala itu seperti para sufi tersebut? Pertanyaan inipun saya simpan kembali tanpa tahu jawabannya. dimana saya tidur di Mekkah. H.

Al-Qur’an adalah statemen dari Allah yang didalamnya berisikan petunjuk bagi manusia yang ingin berserah diri kepadanya. *** Sumber Sahabat • putri 2:54 pm pada 21 Desember 2010 Permalink . 7. atau berserah diri kepada kemauan kita sendiri. Daging Babi. karena hanya hari akhir setelah matinya yang akan membalasnya kekal abadi di Neraka Jahanam. 9. Dari perjalanan ini. Judi. 8. jika ia tak mau.Saya takut sendiri dengan kejadian-kejadian yang saya alami. 10. 4. sebanding bahkan melebihi hasil yang kita dapat dari perjalanannya. yang memberikan balasan positif apabila kita berbuat positif. Ada mekanisme Ghoib yang tidak kelihatan. Saya takut untuk berbuat macam-macam. namun yang paling saya takuti. Peringatan pertama mungkin dengan mencolek. 6. berlaku pada orang-orang yang dicintai Allah. karena Allah menegur dengan sapaan hirarki. coba fikirkan dengan instrument rasa/intuisi dari hati yang dalam. namun saya mempunyai beberapa kesimpulan: 1. tidak semua kejadian saya ceritakan. adalah deviasinya. Wahyu Allah turun pada setiap kurun waktu tertentu. namun bagi yang sudah kelewatan. 5. jika ia tak juga sadar Allah peringati ia dengan menempeleng keras. Allah itu benar adanya yang menciptakan segala sesuatu. berserah diri kepada kemauan Pencipta. jiwa dan raga kita bisa khusuk serta kita jaga kebersihannya. namun sebenarnya. Apa yang akan terjadi nanti ditanah air. melainkan tanah Haram. bermanfaatkah jika dilakukan. Biaya yang demikian mahal. Saya harus menghadapi dunia nyata yang penuh dengan godaan. Kita manusia adalah manusia yang paling istimewa. berbalas negatif apabila kita berbuat negatif. 11. Mekanisme Ghoib. ia akan dibiarkan. Wahyu Allah juga turun kepada Muhammad yang diutus sebagai Rasulnya. hanya yang saya anggap penting saja. namun jika ditempeleng keras ia tetap dableg dengan perbuatan negatifnya. 13. Tidak seperti waktu di Mekkah. darah. Tak perlu dianalisa secara metode ilmiah. Allah akan membiarkannya. karena kita mempunyai 2 pilihan. perubahannya apabila saya tidak menjaganya. Allah menurunkan Wahyunya kepada Muhammad yang kemudian dibakukan dalam bentuk kitab yang bernama Al-Qur’an. kejadian kecil lainnya yang merujuk kepada hidayah yang tidak saya ceritakan karena terlalu panjang banyak saya alami. dan perbuatan maksiat lainnya adalah haram hukumnya. 2. karena justifikasinya akan selalu ditemukan manusia guna menghalalkannya. Mekkah dan Madinah bukan tanah suci (seperti yang saya duga sebelumnya pada tulisan Muhammad punya bisa ). 12. Allah tidak punya banat/sarikat/kompetitor. dimana fikiran. Alkohol. 3. Kesadaran saya seperti sekarang ini amat saya syukuri. Allah peringati ia dengan menepak. Saya mengalami semua ini dalam perjalanan ke Mekkah. Zinah. dan itupun hanya pada batas-batas tertentu yang sudah diberi patok/tanda. daerah dimana diharamkan bagi siapa saja berbuat kerusakan. Al-Qur’an bukan buatan Muhammad atau ideologi Muhammad. Haji dan Umroh penting adanya dan bukan bisa-bisanya Muhammad. namun demikian.

bersimpuh dan menangis sambil berdoa kepada Alloh hingga tertidur. Dia tak mampu berbuat apa-apa menghadapi keadaan sekitarnya dan tidak lagi membutuhkan semua yang ditinggalkannnya. Orang-orang yang hidup pada generasi mendatang akan meninggalkannya. lalu berkata. lalu kamu membujurkannya di dalam rekahan bumi. sangat mendalam ilmunya. jika masuk rumah ia langsung menuju tempat shalatnya. “ Sesungguhnya ditanganmu kini tergenggam harta orang-orang yang binasa. cerita nasehat. Sejak itu dia tidak keluar rumah lagi kecuali setelah jasadnya sudah membeku. Dia terbujur dikolong bumi.Bani Umayyah. kisah teladan ( 352 ). Jasad itu telah meninggalkan harta dan kekasihkekasihnya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Tangisan Seorang Pemimpin Yang Takut Pada Alloh UMAR bin ABDUL AZIZ. zuhud.dari suku Quraisy.” Takkala menyampaikan khutbah terakhirnya. . Demi Allah. Tidakkah kamu ketahui bahwa siang dan malam kamu sekalian mengarak jasad yang siap menghadap Allah. seperti yang telah dilakukan oleh generasi yang terdahulu. karena aku tidak tahu apa yang terbatik didalam hati seorang seperti yang kuketahui pada diriku sendiri “ Selanjutnya Umar bin Abdul Aziz menarik ujung bajunya. Tetapi aku tidak melihat seorangpun yang lebih banyak ketakutannya kepada Allah daripada Umar. Umar bin Abdul Aziz naik keatas mimbar. kusampaikanhal ini kepadamu sekalian. Istrinya. tanpa tikar tanpa bantal.izin copy yaa…  erva kurniawan 1:11 am pada 9 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). mujtahid. kisah islami ( 268 ). memuji Alloh. menyeka air mata. lalu turun dari mimbar. Kemudian dia bangun dan berbuat seperti itu sepanjang malam. Fathimah pernah berkata. cerita teladan ( 355 ). “ Dikalangan kaum laki-laki memang ada yang shalat dan puasanya lebih banyak dari Umar.ahli ibadah dan sosok pemimpin kaum Muslimin yang sejati. lalu kamu menimbunnya dalam kegelapan bumi ?. Dia seorang hafizh. Dia juga disebut Abu Hafsh. siap menghadap hisab.

Umar bin Abdul aziz menjawab. Saya juga mempunyai cerita-cerita islam. aku ingat akan persimpangan jalan manusia takkala berada di hadapan Alloh. padahal mereka tidak tahu persis apa pasalnya mereka ikut-ikutan menangis”.  erva kurniawan 1:07 am pada 8 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). istrinya dan semua anggota keluarganya pun ikut menangis.cc terima kasih . Setelah suasana reda. istrinya bertanya: “Demi ayahku sebagai jaminan. apa yang membuat engkau menangis? “. mantan budak Maslamah bin Abdul Malik. baik yang disukai maupun yang dibencinya. sangat mendidik sekali.info • Alfa Ajinata 6:45 pm pada 13 November 2010 Permalink Bagus. bagaimana sebagian diantara mereka berada di sorga dan sebagian lain berada di neraka *** Sumber: http://www. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia. cerita nasehat.Diriwayatkan dari Abdus-Salam. . kisah islami ( 268 ). dia berkata: “ Umar bin Abdul Aziz pernah menangis.co.mediamuslim. melihat ia menangis. cerita teladan ( 355 ). kisah teladan ( 352 ).mungkin Bapak Erva kurniawan juga mau bertukar link dengan saya untuk cerita islami di http://alfafiv. wahai Amirul Mukminin. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Hikayat Iblis : Dialog Iblis vs Rasulullah SAW Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya. Fathimah. “ Wahai fathimah.

raja segala iblis. aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya. serta disiksa dengan azab yang amat keras.Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata.” Apabila mendengar sumpah Iblis itu. syaitan dan jin yang menyamar diri. tiadalah aku berani menyembunyikannya. “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu. “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah.” Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu. binatang dan lain- . Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla. Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya. uratmu. “Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah. Maka sambut Iblis (alaihi laknat). Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Sambung Iblis. panjangnya seperti ekor lembu.” Maka Nabi pun memandang muka Iblis. niscaya akan terputus semua anggota badanmu. Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun. Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai. Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis. kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya. Iblis pun memberi salam.” Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata. Iblis sangat ketakutan. “Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a. Pertanyaan Nabi (1): “Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?” Jawab Iblis: “Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku.s sehingga keluar dari syurga. “Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia. cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Apa kehendakmu datang menemuiku?” Taklimat Iblis. “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah saw.

kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah.” Pertanyaan Nabi (2): “Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?” Jawab Iblis: “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Disana aku lepaskan sebesarbesar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu. Apabila terjadi kasih antara mereka. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat. tanahnya. peminjam dan pencuri. terbuai dengan makan minum. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar. mereka akan gemar berdusta.” Pertanyaan Nabi (3): “Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?” Jawab Iblis: “Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. Demikianlah aku goda mereka setiap saat. setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. berbuat durhaka. ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. megah. perak dan permata. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya. aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya.lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda. aku lalaikan dengan harta benda daripada emas. Bila pada lidahnya. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku. Kiranya aku menyerupai dirimu. Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat. maka terbakarlah diriku menjadi abu. rumahnya. datanglah rasa ria. Bila kena goda hatinya. kecuali aku yang ingkar. takabur. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam. fikiran dan malunya. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku . maka akupun membantah. murtad atau munafik. sombong dan melengahkan amalnya. mencela dan mengumpat. datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini. terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu.

bagaimana keadaanmu?” Jawab Iblis: “Sebesar-besarnya kesusahanku. Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini. hingga mereka mendapat beberapa orang anak. maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia. maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman. imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka. pada setiap anggota badannya. Jika aku berkeras juga hendak naik. aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Aku merasa sakit hati. penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya. Kemudian aku turun ke dunia. lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah).” . Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia. perkataan.yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. sentiasa hendak cepat habis sholatnya. terlupa bilangan rakaatnya. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat. Sebelum Engkau lahir ke dunia. Jika tidak berhasil juga. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut.” Pertanyaan Nabi (4): “Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?” Jawab Iblis: “Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya. kelakuan atau hatinya. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat. bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama. itu semua membawa kepada kurangnya pahala. kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya aku dapatkan. was-was. Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi. hilang khusyuknya – matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut-marut. aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku” Pertanyaan Nabi (5): “Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah.

maka rasa terbakarlah tubuhku. jin. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Pada hari umatmu mulai berpuasa.” Pertanyaan Nabi (8): “Jika umatku berpuasa karena Allah. bagaimana perasaanmu?” Jawab Iblis: “Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah. syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. bagaimana perasaanmu?” Jawab Iblis: “Binasalah diriku. maka kamu akan mendapat petunjuk. Bagi orang yang berpuasa. Karena engkau sendiri telah berkata: “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit. jika kamu mengikuti mereka. gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya.” .” Pertanyaan Nabi (9): “Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?” Jawab Iblis: “Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar – besar seteruku. dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku. bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. bulan. Apabila masuk awal bulan Ramadhan.” Pertanyaan Nabi (7): “Jika umatku mengerjakan haji karena Allah. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa. bagaimana keadaanmu?” Jawab Iblis: “Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi. Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi. burung dan ikanikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa.Pertanyaan Nabi (6): “Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah. serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. yakni Malaikat. bintang. putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya.

maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. karena lidahnya senantiasa bergerak membaca AlQuran. apalagi setelah berdampingan denganmu. tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat. Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. alim orangnya. tiada masa beramal ibadat. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar. semakin aku ngeri kepadanya. nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid.s.Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu. tempat judi dan perempuan lacur. bercakap besar sesama Islam. miskin hendak beribadat. Dia penghulu orang sabar.” Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang. dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta. terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. benci dan menghina kepada yang miskin. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan. maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya. Yang ketiga umatmu seperti Firaun. penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. maka dilupakan beramal.” Tambahan pula dia menjadi menantumu. Karena taatnya. Lalu aku goda agar minta kaya dulu.” Pertanyaan Nabi (10): “Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?” Jawab Iblis: “Umatmu itu ada tiga macam. aku tidak bisa bertemu. maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar.” Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ – dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata. “Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku”.” . “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat. banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan. Saidina Usman Al-Affan lagi. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya. tetapi sangat sopan santun. tidak hendak mengeluarkan zakat. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak. Jika iblis. syaitan dan jin memandang beliau. Jika aku pandang wajahnya. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya. aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. syukur dan ridha dengan karunia Allah. aku tidak dapat mendekatinya. Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya. “Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a. tawakal dan kebajikan. karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’. Berbuat amal soleh.

Jika tidak.” Pertanyaan Nabi (15): “Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?” Jawab Iblis: “Jika dia berbuat dosa. dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Walaupun mereka makan. maka aku gosokgosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari. saksi palsu. pemungkir janji. aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya.” Pertanyaan Nabi (12): “Siapa yang mencahayakan muka engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang berdosa. tiadalah merasa kenyang. maka larilah aku dari mereka.Pertanyaan Nabi (11): “Siapa yang serupa dengan engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam. menangis menyesal akan perbuatannya. maka padamlah marahnya. bagaimana hal engkau?” Jawab Iblis: “Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan.” Pertanyaan Nabi (16): “Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?” . durhaka. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah. aku yang dahulu makan daripadanya. malas pada kebaikan.” Pertanyaan Nabi (13): “Apakah rahasia engkau kepada umatku?” Jawab Iblis: “Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu’. bersumpah bohong.” Pertanyaan Nabi (14): “Jika umatku bersatu dengan isterinya. maka dia kembali bertaubat kepada Allah.

asar.” Pertanyaan Nabi (18): “Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang banyak menyebut nama Allah. bergantung. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. mendengar kata mereka. banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam.’Syurga itu di bawah tapak kaki ibu’” *** Dari Sahabat • . membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup. Demikian jua pada waktu zuhur. karena engkau telah bersabda.Jawab Iblis: Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. bersarang.” Pertanyaan Nabi (19): “Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya” Pertanyaan Nabi (20): “Apa lagi yang memecahkan mata engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya. aku beratkan hatinya untuk sholat. maghrib dan isya’. Di situlah aku mengecilkan diri. orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. bersedekah dengan tidak diketahui orang. berbuai seperti pijat pada bulu itu. banyak bertaubat.” Pertanyaan Nabi (17): “Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang tidur meniarap / telungkup.

ia teramat merindui kehadiran buah hati penyejuk jiwa di . sekian tahun lamanya ia menunggu kehamilan. Proses kelahirannya berlangsung normal. Sinta mengaku kaget bercampur haru.sip jos. Allah mh besar . jika bukan karena kuasa Allah. Tetapi proses panjang selama Sembilan bulan sebelum melahirkan itulah yang tidak normal. tentu saja ada sang bunda yang teramat luar biasa… Pekan pertama setelah mengetahui bahwa dirinya positif hamil. Selain faktor Allah. • rendi 4:34 pm pada 9 Desember 2010 Permalink mantap gan…… • fajar 5:02 pm pada 6 April 2011 Permalink top markotop…. Luar Biasa Seorang anak terlahir normal. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Bunda. kisah islami ( 268 ). Betapa tidak. cerita nasehat.  erva kurniawan 1:11 am pada 4 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). takkan pernah terjadi sebuah kelahiran yang menakjubkan ini... sepanjang hari-harinya setelah itu. cerita teladan ( 355 ).Nabi Muhammad Rasulullah SAW. tanpa cacat sedikit pun.dannu 8:58 am pada 11 November 2010 Permalink Subhanallah. Perasaan yang luar biasa menghinggapi seisi hidupnya. tanpa operasi caesar.. Bahkan. kisah teladan ( 352 ).

ia pun sangat memimpikan bisa segera menggendong buah hatinya. . Seluruh keluarga sudah setuju. bahkan kondisinya bertambah parah. Namun Santi tak bergeming. kesehatan Sinta tak berangsur pulih. Ia akan hidup. Dokter yang merawatnya tak bisa mendiagnosa sakit yang diderita Sinta. ia jatuh sakit. menjelang sang suami menandatangani surat izin pengguguran. biarkan saya meninggal dengan tenang setelah melahirkan nanti. suami dan keluarganya sudah nyaris menyerah. Santi pun memohon kepada suaminya untuk mengabulkan keinginannya ini. Sinta pun tersenyum gembira. biar saya saja yang mati untuknya”. Tidak ada yang mampu menandingi cintanya. kamu bisa hamil lagi nanti dan melahirkan anak sebanyak kamu mau”.” luluhlah sang suami. Pengguguran kandungan pun batal. Ia rela melakukan apa pun untuk kelahiran bayinya. sakitnya bertambah parah.rumah tangganya. ia drop. Sinta mengalami penurunan stamina. “bukankah seorang ibu yang meninggal saat melahirkan sama dengan mati syahid?” ujarnya menguatkan tekad. Surat pun urung ditandatanganinya. bahkan mereka sudah ikhlas jika Allah berkehendak terbaik untuk Sinta dan bayinya. memasuki bulan ketiga. rupanya Sinta tahu rencana dokter dan keluarganya. Seorang bunda memang selalu luar biasa. Dalam keadaan kritis. Waktu terus berjalan. Di bulan ke enam kehamilannya. Keluarga sudah menangis melihat kondisinya. Dokter mengatakan. Yang penting saya bisa melihatnya terlahir ke dunia. Santi mengigau dalam komanya. Satu bulan kemudian. langsung berkata “tidak”. Dan kenyataannya. Maha Suci Allah yang berkenan menunjukkan kekuatan cinta sang bunda melalui Sinta. Allah menanamkan sebentuk amanah dalam rahimnya. janin yang sudah berusia hampir empat bulan pun harus segera dikeluarkan demi menyelamatkan sang bunda. Bulan berikutnya. Boleh jadi. berupa surat izin untuk menggugurkan kandungan. Sinta tak kunjung sembuh. Satu rumah dan dua mobil sudah habis terjual untuk biaya rumah sakit Sinta selama sekian bulan. Tidak ada jalan lain. tak sanggup melihat penderitaan Sinta. begitu juga saya” Kemudian ia tertidur lagi dalam komanya. pasiennya belum kuat untuk hamil sehingga ada kemungkinan jalan untuk kesembuhan dengan cara menggugurkan kandungannya. Makin lama. meski pun harus mati. Sinta yang mendengar rencana dokter. Saat itu. karena jauh dari rasa iba melihat penderitaan isterinya. Dokter dan pihak rumah sakit sudah menyodorkan surat untuk ditandatangani suami Sinta. “Ia berhak hidup. Namun kebahagiaan Sinta hanya berlangsung sesaat. Tak lama kemudian. “Jangan. kekuatan cinta dari suami dan isteri ini kepada calon anaknya yang membuat Allah tersenyum. Suaminya dan dokter pun sepakat menyerah dengan keputusan Sinta. dokter menyatakan Sinta dalam keadaan kritis. tak lebih dari dua pekan ia menikmati hari-hari indahnya. Ia pun bersikeras mempertahankan bayinya. Air mata meleleh dari pelupuk mata sang suami. dan dinyatakan koma. sementara janin yang berada dalam kandungannya pun ikut berpengaruh. Walau mereka sudah membujuknya dengan kalimat. dan kekuatan cinta itu yang membuatnya bertahan selama enam bulan masa kehamilannya. “kalau kamu sehat. Janin itu pun tetap bersemayam di rahimnya. jangan gugurkan bayi saya. Ia sangat menyayangi isteri dan calon anaknya. “Mungkin saja ini permintaan terakhir saya Mas.

Sebuah papan pengumuman terpampang dipinggir sawah di pendakian setelah terminal Kampung Koto. sepeda motor bekas cicilan saya parkir di belakang kampus. kisah islami ( 268 ). hati saya berkata. “Tanah di jual 1024 m2″. capek di jalan terasa terhapus. Kekuatan Allah dan kekuatan cinta sang bunda. Hanya beberapa hari menjelang waktu melahirkan yang dijadwalkan. saya tak pernah membayangkan bisa melewati semua ini. tanpa cacat. Ia berkehendak tetap membuat hidup bayi dalam kandungan Sinta meski sang bunda dalam keadaan koma. Sesampai di kampus. sambil mengingat nomor telepon yang tercantum pada papan tersebut”. Tanah tersebut pasti harga nya sangat mahal. Sinta tersadar dari komanya.Allah Maha Kuasa. Sejenak memandang ke arah barat. Terima kasih Allah. *** Sumber: Bunda. Saya berdiri dan menarik telepon saku dari kantong celana. terletak di dekat sebuah kampus terkenal. pemandangan laut dari atas sungguh cantik sekali. cerita nasehat. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ini Uang Halal Kira-kira pertengahan Ramadhan. setelah menelpon yang punya tanah tersebut. setelah hampir tiga bulan. kisah teladan ( 352 ). cerita teladan ( 355 ). lengkap dengan nomor telepon 0751 xx xxx. seperti kata Menteri Pendidikan beerapa waktu lalu. dengan gaji dosen biasa jelas mana sanggup. ketika pemberian gelar Doktor Honouris Causa pada Presiden Republik Indonesia SBY dulu. “Mungkin ini bayi termahal yang pernah dilahirkan. Ada kekuatan luar biasa yang bermain dalam episode cinta seorang Sinta.” ujar Sinta menutup kisahnya. tidak terasa satu lembar uang dua puluh ribuan terjatuh secara tidak sengaja. Bahkan. Bukannya saya ingin membeli tanah tersebut. guman saya sendiri sambil berlalu. . uang tersebut akan saya ambil lagi”. Namun entah kenapa uang tersebut saya biarkan saja. tanpa operasi caesar. Luar Biasa! oleh Bayu Gawtama  erva kurniawan 1:25 am pada 2 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). “Biarlah sebentar. pagi hari menjelang sampai ke gerbang kampus. “Tapi tidak apalah coba ditanyakan saja. Bayi itu pun terlahir dengan selamat dan normal.

mahasiswa Jurusan Teknik Mesin ternyata sangat putih. Sesampai di belakang kantor jurusan teknik mesin. namun puasa belum selesai. Senin hari pertama masuk kantor.Setelah menghubungi yang punya tanah tadi. Hari masih pagi. suasana masih lengang dan sepi. tiba-tiba kembali mahasiswa tersebut menyapa.Seperti biasa kepuasan seorang Dosen adalah setelah kuliah selesai. Memang benar. “Nantilah pada suatu saat kalau uang saya sudah cukup tanah seperti itu dapat dibeli juga”. setumpuk buku bahan kuliah sudah disiapkan. menjelang akhir anak tangga lantai dua. “ini uang halal” sambil mengangkat uang tersebut. sekumpulan mahasiswa telah berkumpul di dapan kelas. Akan tetapi sebelum sampai di sana. *** Dari Sahabat . Sebelum selesai dia berkata saya menyahut. Dengan tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepadanya saya berkata. Sesampai di ruang kerja.”. Kelas pun segera di mulai. Saya berlalu beberapa langkah.”Pak”. Segera dia masuk ke dalam ruangan laboratorium dan mengambil sesuatu di kantong yang tergantung dinding. Ternyata memang benar satu lembar uang dua puluh ribuan. kata hati saya. setelah satu minggu setelah Hari Raya telah molor. Tidak berbekas. satu lembar tersebut cukup menghidupi satu hari keluarga saya. sudah lebih dua jam. baik mahasiswa. Tampa pikir panjang. “Ya pak.uang tersebut tergeletak di samping kendaraan Bapak” katanya kembali.30 pagi tersebut saya harus masuk kelas. tiba-tiba batin “tercenung”. kata sayai. mahasiswa penuh dan menyimak sampai pembicaraaan usai. katanya. “Yang bukan hak kita. Segera saya menyalaminya. Saya pandang uang tersebut dan saya tempel dinding untuk. setelah melintas di ruang labor. katanya. Dua puluh ribu bukan uang kecil untuk ukuran saya. atas kelalaian ini keadaan ini harus juga diterima. Saya tidak peduli setengah mahasiswa yang berkumpul di pelataran gedung agak heran. Dengan hati sedikit menyesal. atau sangat senang sekali. dan menyerahkan satu lembar kertas kepada saya. “Pak”. maupun Dosen sebahagian lewat di sana. “duapuluh ribu”. hanya sekedar untuk mengingat mahasiswa saya. sedikitpun tidak teringat satu lembar uang dua puluh ribuan sempat tergeletak seperti barang tidak bernyawa. Sesaat sebelum sampai di tangga saya berpapasan dengan salah seorang mahasiswa. Tidak terasa dua jam telah berlalu. tenggorokan kering terasai. apa yang ditanganpun mudah sekali sirna. “Bapak pernah kehilangan uang. Badan saya terasa kehabisan asai. Saya berlalu. “uang”. bersih pada tahun ini. Namun yang nama nya bukan rejeki. kuliah pun selesai. dan berkata. bukan karena uang saya kembali. menyapa. katanya. yang jatuh dari saku celana. Dia tertawa dan sayapun berlalu. Hampir satu bulan berlalu. Saya senang. dan setengah berlari ke belakang gedung. ternyata uang dua puluh ribuan tersebut telah sirna. ternyata memang mahal sekali. saya langsung balik kanan. saya mampir ke kantor Pak Kajur untuk melihat apa-apa. jauh dari beberapa ratus ribu dari saya kira. ya memang milik kita”. Uang dua puluh ribuan saya. terpana. “Minal Aidin wal Fazin”. saya sampai di koridor. Jam 8. “Samasama Pak”. Sebelum kembali ke ruang kerja. saya sampai kembali ke kampus ditempat yang sama di mana saya menyia-nyiakan uang dua puluh ribu saya. pasti telah banyak orang lalu lalang. akan tetapi saya sangat sengat senang bahwa mahasiswa saya. saya tadi belum sempat saya ambil an tadi saya berlalu begitu saj.

kumpulan kisah teladan ( 284 ) Mengenang Al Maliki Oleh : Hasan Husen Assagaf. Karena ia tidak bisa berbalas budi orang. beberapa tahun yang lalu. Orang yang tak mengenangnya bukan dikatagorikan orang baik. dan ingatan kita pasti menyertainya terutama di bulan yang penuh rahmah ini. butuh menghirup udara segar. jasa beliau yang besar terhadap Islam tidak bisa dilupakan. kisah islami ( 268 ). Bagaikan kisah diputar ulang. setelah beberapa jam berjuang melawan penyakit yang dating secara mendadak. cerita nasehat. butuh tidur. Tahun demi tahun berlalu. Ingatan kita kepada beliau sudah menjadi kebutuhan. . MENGENANG jasa merupakan ibadah. ibarat kita butuh makan. butuh senyum. sy terharu membacanya =]  erva kurniawan 1:21 am pada 26 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). tepatnya Jumat 15 Ramadhan 1425 H Makkah dan dunia Islam menangis karena tersiar berita bahwa Sayyid Mohammad Al-Maliki. kisah teladan ( 352 ).• fikrie 7:52 pm pada 14 November 2010 Permalink subhanallah. Kita tidak bisa lupa kepada beliau. butuh istirahat. butuh salam. wafat. Beliau meninggal sekitar pukul 6 pagi di salah satu rumah sakit di Makkah. cerita teladan ( 355 ). Jelasnya. butuh minum. butuh menyayangi dan disayangi.

Damai di dunia dan damai di akhirat. Beliau telah membuat hubungan baik dan menggelar perjanjian untuk hidup damai dan saling menghormati. Tidak kurang dari 100 buku yang telah dikarangnya telah beredar di seluruh dunia. adalah membuat perdamaian dengan tiga kelompok Yahudi yang berada disana. dosen. terhormat dalam perbuatan. Bani Nadzir dan bani Quraidzoh. yang datang sebagi rahmat dan membawa perdamaian bagi alam dan seluruh umat manusia. Da’wah semacam inilah yang telah diwasiatkan Rasulallah saw. Dalam kehidupannya beliau selalu bersabar dengan orang-orang yang tidak bersependapat baik dengan pemikirannya atau dengan alirianya. Tiba-tiba ada orang-orang yang lewat mengusung keranda janazah. Beliau adalah orang cerdas dan terpelajar. serta berkata ” Wahai Rasulallah. Islam tidak menyuruh untuk berperilaku baik dan menghormati hanya kepada sesama muslim saja. semasih mereka memiliki pandangan khilaf yang bersumber dari al-Quran dan Sunah. Dan tidak sedikit dari kibat beliau yang beredar telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Di samping menguasai bahasa Arab. Agama kita. Urdu. akan tetapi Islam telah menganjurkan untuk berbuat baik sampai terhadap hewan dan tumbuh-tumbuhan. menjawab dengan hikmah dan memikirkan sesuatu masalah dengan kenyataan dan dalil dalil yang jitu bukan denganemosi dan pertikaian yang tidak bermutu. adalah agama yang membawa rahmat dan mencintai damai. bani Qainuqa’. pembimbing. tindakan serta pikiran dan perasaannya. mereka pintarpintar dan terpelajar. beliau pula seorang pujangga besar dan penulis unggul. Beliau pun berdiri karena rasa hormat terhadap jenazah tersebut. Beliau tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamanya dan ini memang yang di inginkan musuh Islam. berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama. pengajar. pengajar dan pendidik yang tidak beraliran keras. Semua yang berlawanan diterima dengan sabar.Sayid Muhammad Al-Maliki dikenal sebagi guru. lima belas abad silam. Namun salah seorang sahabat memberi tahu Nabi. setelah mepersaudarakan antara kaum Ansor dan Muhajirin. Disamping tugas beliau sebagi da’i. tidak berlebih lebihan. penceramah dan segala bentuk kegiatan yang bermangfaat bagi agama. Indonesia dll. suatu saat Rasulallah sedang duduk di beranda rumahnya. Islam diambil dari kata “salam” yang artinya damai. pertama-tama yang dilakukannya. Adapun ulama yang telah mendapat gemblengan dari Sayyid Muhammad Al-Maliki. Prancis. setelah berhijrah ke Madinah. Islam. Bukankah Rasulallah. Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat muslim menjadi manusia yang berperilaku baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama. Semua ini beliau terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan beliau selalu menghormati orang orang yang tidak bersependapat dan sealiran denganya. Contohnya. dan selalu menerima hiwar dengan hikmah dan mauidhah hasanah. Sampai sampai beliau menerima dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas Umul Qura dan halaqah ta’lim beliau di masjidil Haram. akan tetapi Islam menganjurkan kita untuk berperilaku baik dan berbuat hormat kepada semua manusia. mereka menguasai ilmu-ilmu agama yang cukup untuk dijadikan marja’ dan reference di negara-negara mereka. Bukankah dalam hadist Nabi telah diriwayatkan bahwa seorang wanita masuk neraka disebabkan karna menganiyaya . Akan tetapi orang-orang Yahudi sendirilah yang mengkhianati dan merusak perjanjian trb. Beliau selalu menerima dan menghargai pendapat orang dan menghormati orang yang tidak sealiran dengannya atau tidak searah dengan thariqahnya. itu adalah jenazah orang Yahudi? ” Nabi menanggapi ” Bukankah ia juga jiwa manusia ” ( HR Imam Bukhari ) Islam mengajarkan untuk berbuat baik dan damai bukan kepada manusia saja.

tumbuh-tumbuhan dan lingkungan hidup.” (HR Imam Nasai ) Itulah kebesaran agama Islam. Rasulallah tidak mengajarkan kita berda’wah dengan kekerasan. Itulah kehebatan agama kita. Ibnu Abbas meriwayatkan. kisah teladan ( 352 ). Lalu Rasulallah bersabda. cerita nasehat. dengan akhlak dan suluk yang ramah. Selamat tinggal ayah yang berhati baik. paksaan dan berutal. Selamat tinggal sosok tubuh yang pernah menanamkan hikmah. Kemulyaan kamu telah meliputimu semasa hidupmu dan di saat wafatmu. tetapi hewan.” Ibnu sirin juga meriwayatkan bahwa Khalifah Umar bin Khattab pernah melihat seseorang sedang menyeret kaki kambing untuk disembelih. ” Jangan lakukan itu! Giringlah hewan itu menuju kematiannya dengan baik. ilmu. Tajamkan pisaumu sebelum kamu merebahkan kambingmu. Selamat tinggal pemimpin umat yang tak bisa kami lupakan dalam pendiriannya dan keikhlasannya. ikhlas dalam amal dan perbuatanya. kisah islami ( 268 ). Akan tetapi beliau mengajarkan umatnya berda’wah dengan hikmah dan mauidzah hasanah. “Apakah engkau ingin membunuh kambing itu dua kali? Jangan lakukan itu. Selamat tinggal pahlawan yang jujur. semua memperoleh rahmat Islam.seekor kucing? Begitu pula seorang pelacur masuk sorga karna telah memberi minum seekor anjing yang kehausan? Rahmat Islam rupanya benar-benar lil a’lamin (bagi semesta alam). teladan di hati hati kami. Ini konci kesuksesan da’wah ulama semacam Sayyid Muhammad Al-Maliki.  erva kurniawan 1:20 am pada 23 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). ada seorang lelaki yang merebahkan kambingnya sementara dia masih menajamkan pisaunya. Kamu telah hidupi hari hari mu dengan mulia. cerita teladan ( 355 ). Beliau marah dan menegur orang trb. dan sekarang kamu telah terima imbalannya disaat wafatmu pula dengan mulia. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Encouragement . Tidak hanya manusia. *** Wallahu’alam Hasan Husen Assagaf.

Budaya Menghukum Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah. Sementara di Indonesia. “Maaf Bapak dari mana?” “Dari Indonesia . Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan. baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. melainkan untuk merangsang orang agar maju. “Saya mengerti. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Masalahnya. hebat. Ujian . “Saya sudah 20 tahun mengajar. Menurut saya tulisan itu buruk. Encouragement (mengobarkan semangat. “Di negeri Anda. Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”. Namun untuk anak sebesar itu. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi. ini adalah karya yang hebat. Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. Setiap anak berbeda-beda. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum. Saya memintanya memperbaiki kembali. guru sangat sulit memberi nilai. malah dipuji. bagus sekali. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat. logikanya sangat sederhana. saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Sewaktu saya protes. Dia pun tersenyum. ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. dari program master hingga doktor.LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. namun tetap simpatik itu. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna. saya khawatir anak saya cepat puas diri. saya dapat menjamin. melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya.” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak-anaknya dididik di sini. sampai dia menyerah.” jawab saya. red)!” Dia pun melanjutkan argumentasinya.” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas.Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk.” lanjutnya. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. sebaliknya dapat menurun. kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Pada saat kembali ke Tanah Air. bukan merusak. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…. dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis. dapat tumbuh. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda. bahkan penerima Hadiah Nobel. Mereka bukan melakukan encouragement. sundutan rokok.tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karyakarya ilmiah yang hebat. melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya. Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna). melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun. “Sarah telah memulainya dengan berat. Melahirkan Kehebatan Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper. namun rapornya tidak diberi nilai merah.….penuh puja-puji. Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan.…. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Kalau. Bantulah orang lain untuk maju. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat.” ujarnya dengan penuh kesungguhan. dan seterusnya. rotan pemukul. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti. banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan. ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh. kapur. Kembali ke pengalaman anak saya di atas. yang maaf. malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian. bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti. dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal. Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Nanti. tangan bercincin batu akik. bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Hasilnya pun bisa diduga. dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras. Seperti yang sering saya katakan. dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah. Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis. penguji marah-marah. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan. *** . Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif. melainkan discouragement. Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. tersinggung. Para pengajar bukan saling menolong. seperti berikut.” Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. ibu guru mengingatkan saya.

Apabila kita melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. Dia sedang hamil 8 bulan. Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman pribadi yang terjadi pada 2003. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula. Sayapun menjawab “Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta izin saya” Dokter itu menjawab “Karena obat yang ini mahal Pak Jamil. Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. Sudah tiga pekan para dokter belum mampu mendeteksi penyakit yang diidapnya. Panasnya sangat tinggi. Dokter itu dengan mantap menjawab “Dua belas juta rupiah sekali suntik. dok? Dokter itu menjawab. . Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang tersambung ke sebuah layar monitor. “Pak Jamil. kisah islami ( 268 ).” “Memang harganya berapa dok?” Tanya saya. cerita nasehat. lantas sehari berapa kali suntik. kisah teladan ( 352 ). Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah sakit di Jakarta. cerita teladan ( 355 ).” “Haahh 12 juta rupiah dok. Dokter berkata. I Miss You So Much Oleh: Jamil Azzaini – Kubik Leadership Jakarta. Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah terbujur di ruang ICU. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ibu.RHENALD KASALI Ketua Program MM UI  erva kurniawan 1:29 am pada 15 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya. kami mohon izin untuk mengganti obat ibu”. “Sehari tiga kali suntik pak Jamil”.

duit itu sangat ibu perlukan untuk membayar hutang. Aku pasrah kepada Mu Ya Tuhanku.Setelah menarik napas panjang saya berkata. maafkan saya… yang ngambil uang itu saya. Mendengar jawaban itu saya menutup mata perlahan. butiran air mata mengalir di pipi. Saya ambil uang itu. pak.” Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomor telepon rumah dimana ibu saya ada di rumah menemani tiga buah hati saya. saya pergi menuju mushola kecil dekat ruang ICU Saya melakukan sembahyang dan saya berdoa. . 125. kami harus sangat hati-hati memberi obat karena istri Bapak juga sedang hamil 8 bulan.” Suasana hening sejenak.” Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan kejadian puluhan tahun yang lalu. kok ya tega-teganya ada yang ngambil. semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini. baiklah kami akan coba satu kali lagi tapi kalau tidak ditemukan kami harus mengganti obatnya. apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan uang sebayak seratus dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?” “Sampai kapanpun ibu ingat Mil. “Berarti satu hari tiga puluh enam juta. saya jahat telah tega sama ibu. Setelah salam dan menanyakan kondisi anak-anak di rumah. “Dokter tolong usahakan sekali lagi mencari penyakit isteriku. dok?” Saat itu butiran air bening mengalir di pipi. Dengan suara bergetar saya berkata. sisanya saya gunakan untuk jajan. aku maafkan dia.” Setelah memastikan bahwa ibu saya telah memaafkan saya. Usai berdoa saya merenung. Tidak berapa lama kemudian dari balik telepon saya dengar ibu saya berkata: “Ya Tuhan pernyataanku aku cabut. Saya minta maaaaf… saat nanti ketemu saya akan sungkem sama ibu.” jawab dokter. “Ya Allah Ya Tuhanku… aku mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-Mu. Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku Engkau Maha Tahu bahkan Engkau mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk.” jawab ibu saya dari balik telepon. Ternyata yang ngambil adalah anak laki-lakiku. Ketika itu. Sambil terbata saya berkata. Setelah percakapan itu usai. maka saya bertanya kepada ibu saya Bu. Kualat yang ngambil duit itu Mil. saya hidup dalam keluarga yang miskin papa. Ya Tuhanku… gerangan keburukan apa yang pernah aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit isteriku yang berkepanjangan. tabunganku telah terkuras. yang ngambil uangku tidak kualat. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya sekolah yang hanya Rp. “Ibu.” “Pak Jamil kami sudah berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta bantuan berbagai laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa kami deteksi secara tepat. sementara saya akan berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar penyakit istri saya segera ditemukan. Bagimu amat mudah menyembuhkan istriku. tenaga dan pikiranku begitu lelah. Sembuhkanlah istriku. 25 per bulan. “Jangan-jangan inilah hukum alam dan ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya akan memperoleh keburukan. maka saya akhiri percakapan dengan memohon doa darinya. Dan Engkaupun mengetahui hal yang kecil dari itu. Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata berkata “Pokoknya yang ngambil uangku kualat… yang ngambil uangku kualat…” Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh ibuku. Jamil kamu nggak usah pikirin dan doakan saja isterimu agar cepat sembuh. Rp 75 saya gunakan untuk mebayar SPP. Dan keburukan yang saya terima adalah penyakit isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan mengambil uang yang ia miliki itu. bu… saya minta maaf sama ibu. Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku bahwa sayalah yang mengambil uang itu. akupun mengerti bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan Engkau balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah aku lakukan juga akan Engkau balas. Akhirnya saya memberanikan diri mencuri uang ibu saya yang hanya Rp.

. Ibu telah kami obati dan panasnya telah turun. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . setelah ini kami akan operasi untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu. aku syg mama.Kurang lebih pukul 12.  ana 1:00 pm pada 13 Desember 2010 Permalink ma. “Terima kasih dokter. semoga Tuhan membalas semua kebaikan dokter. dengan berbisik pada diri sendiri Ibu. Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.” *** Keterangan Penulis: Jamil Azzaini adalah Senior Trainer dan penulis buku Best Seller KUBIK LEADERSHIP.. cerita teladan ( 355 ).. sambil menjabat erat tangan sang dokter saya berkata. mom. setibanya di ruangan sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata “Selamat pak. karena bgi q pngorbana nyawa mu tuk mlhirkan q tdak bsa di bls oleh apapun slain kbhgian yg engkau dambakan dri diri q  lian 7:49 pm pada 27 Oktober 2010 Permalink bener2 kisah yang buat kita introkspeksi diri untuk jangan penah menyakiti hati sang ibu.45 saya dipanggil dokter.  intan 7:20 pm pada 24 Oktober 2010 Permalink Ibu swatu hari nnti aq akn mmbri ssuatu untk diri mu. kisah islami ( 268 ). penyakit isteri bapak sudah ditemukan.i love you.” Bulu kuduk saya merinding mendengarnya.. infeksi pankreas. I miss you so much.” Saya meninggalkan ruangan dokter itu….  erva kurniawan 1:37 am pada 14 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kisah teladan ( 352 ).. maafkan ank mu ini jika pnya slh. cerita nasehat.

Uang itu khusus disediakan untuk saya. . saya lah yang selalu dipandangnya dari jendela rumah. tidak bisa membaca dan sering dianggap “agak kurang” (bahasa halus untuk sedikit gila) oleh tetangga-tetangga. dia selalu menyisihkan uang Rp 50-100 di bawah jok andongnya. Merekalah yang saya sebut sebagai 3 pendekar dalam hidup saya. mencari kodok di sawah. Ketidaktahuan karena belum bisa berpikir tetapi telah diberi Tuhan perasaan sepi dan kehilangan. dia mencoba mengenal saya. Pemuda pertama. Selain itu. terbelakang. Apalah yang dimiliki seorang anak umur 2 tahun ketika ditinggal ibunya kecuali tangis ketidaktahuan. Pemuda dua puluhan tahun yang menjadi kusir andong tadi bernama Gandul. tidak bisa membaca dan bekerja sebagai kusir andong (kereta/bendi). Setiap hari. Ketika semua orang mengusir dan anak-anak lain takut untuk mendekat. Keterbelakangannya justru menjadi sumber kebaikan hati. karena ketiadaan ibu dan ayah yang terlalu jarang di rumah. bodoh dan harus keluar dari kelas I SD karena tak bisa mengikuti pelajaran sedikitpun. Dia juga yang mengajak saya jalan-jalan. Tetapi seiring waktu. Anak idiot itulah yang mengajari saya bermain. berendam di kali atau menonton karnaval 17 Agustus yang tiap tahun diadakan di kota kecamatan. anak belasan tahun yang saya tahu dipanggil Adek. di sebelahnya tinggal pula seorang pemuda lain berumur 20.Kisah 3 Pendekar *** Saya lahir tahun 1978 dan dua tahun kemudian ibu saya meninggal karena suatu penyakit. Sebagai anak berumur 2 tahun. tenyata merupakan penyelamat hidup saya. Selama bertahun-tahun. membuatkan wayang suket. Karena tak pernah memiliki teman bermain. Sementara di sebelah barat rumah saya. Dia kira-kira berumur 12 tahun ketika ibu saya meninggal. anak SD yang tak pernah lagi menerima uang saku dari ayahnya. Gandul melakukan itu karena tahu bahwa saya tak pernah bisa jajan jika dia lupa menyisihkan. Dialah yang kemudian merawat saya. saya mulai tahu bahwa merekalah sahabat terbaik dalam hidup saya. tinggal pemuda yang juga berumur 20-an tahun. Tiga orang yang sama-sama terbelakang. idiot dan selalu mengeluarkan air liur dari mulutnya. menjadi kernet andong atau bersuka dengan kudanya. tentu saja saya belum begitu mengenal mereka. begitu pulang dari bekerja. tinggal seorang pemuda idiot. Di sebelah utara rumah saya.an tahun yang belum pernah bersekolah. Akal saya yang semakin terasah ketika berumur 5 tahun dan ingatan yang semakin kuat mematri kenangan saya dengan 3 orang hebat dalam hidup saya tersebut.

memang indah… • che 9:43 pm pada 22 Oktober 2010 Permalink  ♂hye?????? • Fachrurozie 6:35 am pada 24 Oktober 2010 Permalink . bahkan dua diantaranya sampai kini tak punya istri. bukan karena kapasitas intelektual. Sehingga saya bisa memaknai hubungan antar manusia. dia akan mengajak saya ke kebun dan memetikkan beberapa. Ketiga orang itu. Mencarikan buah apapun yang saya inginkan. karena tak juga bisa melakukan apa yang dilakukan kawan-kawannya. hidup kita diciptakan Tuhan sangat indah. Tetapi merekalah yang mengajari saya banyak hal. Berkah dari 3 pendekar hebat. tak bisa membaca. membantu saya siap untuk mandiri. Kini (Tahun 2002. 3 orang kaya. Kalau mata kita memandangnya dengan indah pula. dan karena itulah saya selalu beranggapan. ya indah…. *** Dari Sahabat • arinugroho84 1:53 am pada 14 Oktober 2010 Permalink aq terharu bro…. 3 pendekar yang mengisi hidup masa kecil saya. Menemani dengan tulus sehingga kini saya bisa berpikir bahwa Tuhan memang mengambil ibu saya. ketulusan untuk memberi dan sikap menjadi manusia seutuhnya itu lebih penting. dia juga memberi segelas susu kedelai dari pabrik tahu milik orang tuanya hampir setiap hari. Begitu pula ketika saya minta kelapa muda di satu siang yang panas. uang atau kesuksesan. dan memiliki pandangan positif terhadap makluk ciptaan Tuhan seperti apapun adanya. Untunglah saya dibesarkan oleh 3 orang idiot dan bukannya 3 orang profesor. mandiri. merantau. tetapi Dia mengirimkan 3 orang hebat dalam hidup saya.Pemuda ketiga bernama Darsio. atau 3 bisnisman. Bagi saya. dia akan mencarinya. Karena pengalaman hidup itulah saya bisa bertahan hingga sekarang. mengajak saya bermain di kebunnya yang luas. menemani tahun-tahun sepi. Jika saya lagi kepingin pisang. Darsio mengajari saya berenang. Agar tubuh saya kuat. Ketiganya terbelakang. dia dikeluarkan dari sekolah. Karena sebelumnya saya memang terlalu penakut dan mudah menangis. berjalan kaki dan melatih keberanian saya. Mulai itulah dia mendekati saya. red) saya 24 tahun dan akan segera menyelesaikan kuliah. kadang berpetualang seharian ke tempattempat yang jauh. tidak sekolah. seperti apapun kondisinya.

mungkin karena ia baru berumur seminggu. cerita nasehat. Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil. ingin hidup bahagia. Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Ya sudahlah. Kembang senyumnya selalu merekah seperti mawar di pot halaman rumah. Iya. Begitulah dia memanggil namanya sendiri. maksudku kaya akan budi baik hingga dia tampak sempurna. Kulitnya masih merah. Tapi aku masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. suatu saat nanti. kumpulan kisah teladan ( 284 ) 25 Tahun Yang Lalu 25 tahun yang lalu. Aku tak berhak untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. orangtuaku dan orangtua Kania tak mau menerima kami. kunamai ia Kamila. 22 tahun yang lalu. Karena sekarang aku sudah punya momongan. Umurku sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku. Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan. Pekerjaanku tidak begitu elit. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan sempurna.good story  erva kurniawan 1:41 am pada 11 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Dia sekarang sedang senang berlari-lari. Wali kami pun wali hakim. kisah islami ( 268 ). melompat-lompat atau meloncat dari meja ke kursi lalu dari kursi ke lantai kemudian berteriak “Horeee. Iya bias terbang”. kisah teladan ( 352 ). Kamilaku gesit dan lincah. tapi cukup untuk biaya makan keluargaku. 19 tahun yang lalu. keluargaku. . Ya. Cita-cita kami sederhana. dia tak dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Sayang. Dalam tiga puluh menit. Seorang putri. prosesi pernikahan kami selesai. cerita teladan ( 355 ). mereka pasti akan berubah. Aku hanya yakin. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. Aku harus bisa terima nasib kembali.

Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Aku tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan bola di tas sekolahnya. bagaimana ini. Bapak kan tidak akan seperti ini. Sebuah truk pasir telak menghantam tubuhku. boneka kayu yang dipegangnya terpental. hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnya dari sekolah. Kemarin lalu dia merengek minta dibelikan bola. Hari ini Kamila ulang tahun. Yang aku tahu. . Aku sengaja pulang lebih awal dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan Kamila. Setahun sejak kepergian Kania. ada yang pecah. Dan seperti yang sudah kuduga. Mainnya di rumah aja. Iya jadi pemain bola. Kania tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. piring. Setelah itu tak terdengar kabar lagi. Itu artinya. “Iya sayaaang. Dan akhirnya dia memang pergi ke Malaysia. atau meja kaca. Ya Tuhan. tanpa kaki. keuangan rumahku sedikit membaik tapi itu hanya setahun. “Horee. dua kakiku sudah diamputasi.Dan Kania tak jarang berteriak. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya mulai banyak dibentak. Dan aku tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari pekerjaan ke luar negeri. gelas. Waktu aku sadar. Diizinkan atau tidak diizinkan dia akan tetap pergi. bagaimana aku bekerja sementara pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah konsumen. lindasan ban besarnya berhenti di atas dua kakiku. Bayang-bayang kelam menyelimuti pikiranku. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan. “Nanti kalau sudah besar. dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola itu. makanya kubelikan ia sebuah bola. Paling tidak aku bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Ma?” 18 tahun yang lalu. Iya. Terakhir cermin rias ibunya yang pecah. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah jalan. Coba kalau ia nurut. Aku berlari menghampirinya. Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat marah.” jika sudah terdengar suara “Prang”.” 17 Tahun yang lalu Iya. bisa vas bunga. Begitu katanya. Iya mau jadi pemain bola!” tapi aku tidak suka dia menangis terus minta bola. bibir cuma berkata “Coba kalau kamu tak belikan ia bola!” 15 tahun yang lalu. Kulihat Kania menangis sedih. 13 tahun yang lalu. rasa khawatirku mengalahkan kehati-hatianku dan “Iyaaaa”. Dan dia cuma bilang “Kenapa semua kaca di rumah ini selalu pecah. Uang pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan menguap jadi asap dapur. Waktu dia melompat dari tempat tidur ke lantai. Aku hanya bisa membelainya. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk SMP.

hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam hatiku. Aku tak mungkin bohong pada diriku sendiri. istriku. tenagaku mulai habis dan dia ingin agar aku beristirahat. Hampir tiga tahun dia di sana. kali ini pun aku tak kuasa untuk menghalanginya.Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya. semua tetangga sering mengejek kecacatanku. Aku merenung seharian. anakku tak pernah lepas dari kerudungnya. 10 tahun yang lalu. Dia tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di bangku SMP. Dan aku menangis. seperti ibunya. “Biar cantik kalo kere ya kelaut aje. Seperti waktu lalu. Dia bilang dia sudah ingin pulang. Dia berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. 4 tahun lalu. biar tidak diganggu!” pintanya padaku. . Tapi aku harus kuat. Dia bekerja sebagai seorang pelayan di rumah seorang nyonya. Tapi Kamila tidak suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. Dia bilang aku sudah tua. Dan nyonya itu adalah istri mudanya yang keempat. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi TKI ke Malaysia. menemaniku kembali dan membuka usaha kecil-kecilan. Aku sedih. Menyaksikan anakku yang tumbuh remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Sudah bertahuntahun tak kudengar kabarnya. Anakku cantik. Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa melanjutkan sekolah. jika aku masih menyimpan rindu untuknya. kembali menemui pikiranku. Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu. Matanya tak pernah siratkan sinar baik. Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu sembunyi di dalam kamar. Anakku. Aku hanya berdoa agar Kamilaku baik-baik saja. Nak!” hiburku. Iya pake jilbab aja ya. ternyata kamu sudah semakin dewasa. Kamila tak pernah telat mengirimi aku uang. Dia juga dikenal suka perempuan. Dan itu pula yang membuat aku takut. Anakku maafkan bapakmu. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup tegar. Setelah itu dia akan pulang. Dia sering jadi bulan-bulanan hinaan teman sebayanya. Dia selalu tersenyum padaku. “Pak. Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang cuma lulusan SMP. mengerjakan pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku.” Mungkin itu kata-kata yang sering kudengar. Aku bekerja serabutan. “Sabar ya. Sejak hari itu. Dan aku bahagia. Ingatanku tentang Kania. Tapi anakku memang sabar dia tidak marah walau tak urung menangis juga. 7 tahun yang lalu. menghadapi kenyataan. Haruskah aku melepasnya karena alasan ekonomi. Tapi keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Aku miris.

Dan wanita itu akan hadir melihatnya. Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada. Andai bisa ditukar. Akhirnya putusan itu jatuh juga. Aku masuk ke dalam ruangan pertemuan itu. Wahai Allah kuatkan aku. Kamila bilang. Iya takut. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku selesai. Aku iba dengan nasib anakku. Masa mudanya hilang begitu saja. Sia-sia aku tinggal di Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanita itu. anakku terbukti bersalah. Pak!” Aku perih mendengar itu. Dan aku bangga. 2 tahun yang lalu. . aku jangan pernah lupa salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat tahajjud. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah datang dan ada di belakangku. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin membunuh. Dua matanya sembab dan bengkak. Itu yang kubaca dari suratnya. Dan dia harus menjalani hukuman gantung sebagai balasannya. Anakku ingin aku ada di sisinya disaat terakhirnya. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. Iya Takut!” aku memeluknya lebih erat lagi. Tapi aku bisa apa. istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku dihukum mati. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu hingga masa itu tiba. dia kurus sekali. aku tak percaya. Aku meminta bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari maut. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Ya. Aku tidak bisa apa-apa selain menangis sejadinya.Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Iya dorong dan dia jatuh dari jendela kamar. “Kenapa. Iya tidak mau. tapi menemuiku pun ia tidak mau. Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. 2 tahun 6 bulan yang lalu. Aku hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia memang bersalah. Dan dia mati. Tapi aku tak ingin melihatnya. Dan dia diancam hukuman mati. kenapa kamu membunuhnya sayang?” “Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya. seakan tak ingin melepaskan aku. Hari ini. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah keadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri. Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku. karena dia terbukti membunuh suami majikannya. 3 tahun 6 bulan yang lalu. kabarnya anakku ditahan. Lagipula kenapa dia harus membunuh. dia berhambur ke arahku. Pak. Lihatlah. Kini anakku lebih pandai menasihati daripada aku. Iya dipukulnya. Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian pemerintahan Malaysia. memelukku erat. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat. Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia. “Bapak. Aku menangis. anakku akan dihukum gantung. aku ingin menggantikannya. Iya tidak salah kan.

cerita teladan ( 355 ).” “Tidak … tidaaak … “ Kania berlari ke arah jenazah anakku. dia sering berteriak. Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia diturunkan dari tiang gantungan.Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit histeris. Aku mendongakkan kepalaku. Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sinis. Tapi apakah dia masih istriku. kisah teladan ( 352 ). Dan ‘blass” Kamilaku kini tergantung. apalagi yang pecah. “Ya. Aku tak bisa lagi menangis. Nak. Dia ingin dikuburkan di samping kuburan anakku. Kata pembantu yang mengantarkan jenazahnya padaku. cerita nasehat. Setahun lalu. Kania!” “Iya? Dia… dia… Iya?” serunya getir menunjuk jenazah anakku. aku belum pernah menceraikannya. Agar tak ada kesengsaraan untuk Kamila anak kita. kisah islami ( 268 ). aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku. Iya yang ingin jadi pemain bola jika sudah besar. Yang aku tahu. Setelah yakin sudah mati. kalau dari dulu Kamila sudah tahu wanita itu ibunya. tak seharusnya kita menikah. Kamila.” Kamu tahu Kania. Sejak saat itu istriku gila. jenazah anakku diturunkan mereka. Petugas itu membuka papan yang diinjak anakku. Bunyinya “Terima kasih Mama. kali ini yang pecah adalah hatiku. dan dengan mataku yang samar oleh air mata aku melihat garis wajah yang kukenal. Terakhir kudengar kabarnya dia mati bunuh diri. kau … !” “Kau … kau bunuh anakmu sendiri. “Kania?” “Mas Har. “Iya sayaaang. Mungkin orang tua kita memang benar. dia Iya kita. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Bersinarlah Matahariku . Benarkah begitu Iya sayang? *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:39 am pada 8 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).” Aku baru sadar.Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana.

“Tidak baik Ibu pergi sendiri.” kuminta suamiku duduk mendekat agar kami tidak ketetesan air hujan.Cerpen: Bersinarlah Matahariku By: Riza Faisal ** “Sini. bocah laki-laki berumur lebih kurang 3 tahunan. “Siapa? Karim?” tebak suamiku yakin. kami sedang berada di terminal kampung Rambutan. Si Ibu penjual tahu campur sedang tidur mengeloni anaknya. Aku langsung teringat pada Karim. Pak! Sini.. ya Bu. Dan suamiku rela cuti. Terminal yang bias dibilang begitu …… kumuh!! Tapi dibalik semua itu harus diakui bahwa ratusan keluarga menggantungkan hidupnya di sana. Allah… . Pak?” tanyaku mengejutkan suamiku. Seringkali tetesan air hujan jatuh tepat di dahinya.” hiburnya. sangat menikmati tahu campur kesukaannya. kok!” kata-kata suamiku tadi malam masih terngiang-ngiang di telingaku. “Kenapa. Bapak masih punya jatah cuti. Kunikmati sesendok demi sesendok lontong kari dihadapanku. Petang ini. Dia pasti juga ingat Ibu.” ujarku lirih. Untuk pertama kalinya kutinggal anakku sendiri di Bandung.. hanya untuk mengantarku. tak tahu kalau air hujan nakal itu telah mengganggu buah hatinya. Sebuah terminal yang sudah tidak asing lagi di pendengaran kita. Ibu ingat dia? Sabar. hanya ditemani pengasuhnya. Ibu kangen dia. demi karirku. Biarlah besok Bapak antar. sementara aku? “Sekarang dia sedang apa ya. Si ibu yang begitu cepat tertidur pulas. putra kami. Dalam keadaan seperti itu si Ibu masih tetap dapat mendampingi putranya. Kulihat suamiku pun demikian. Kami harus datang ke kota metropolitan ini. “Pak. membuatku tak bisa menahan air mata. Tiba-tiba mataku tertumbuk pada pemandangan unik didepanku. walaupun untuk urusan kerja.

Allahu robbi. Dasar anak-anak. Baru bangun jam tujuh tadi. Saya kangen. kami pun beranjak pergi. jadi Saya menunggunya. Setelah kubayar jumlah yang disebutkan. kubaca Al Fatihah dan kukirim khusus buat buah hatiku…sekedar mengurangi rasa bersalah ini. Karim sudah pulas…sendirian. “Maaf. Pak. Juga telah menelantarkan anakku…membiarkannya semalam bersama orang lain. bukan mengurusnya tapi mengurus pekerjaanku. “Pesan Direktur. Sepertinya Beliau ingin menyampaikan selamat secara langsung pada Mbak. Kami tiba di rumah pukul satu tepat. Saya dengar presentasi Mbak kemarin sukses!” sambut Ine. “Pak Bos sepertinya paham kok. ** Sekarang. mengejar karirku. Aku masih berkutat dengan pekerjaanku yang dinilai cukup sukses oleh tim manajemen. Maklum. Cepat-cepat Si Ibu bangun dan mengatakan harga dua piring dan dua gelas yang telah kami habiskan. Direktur memanggilku. Sambil duduk dia balik memainkan air hujan yang menggenang di dekatnya. Barusan. Mbak Fati. “Maafkan Ibu. Imbalan yang ditawarkan cukup memikat. Si Adek (panggilanku untuk Karim) tidurnya pulas. Si kecil pun ikut terbangun. Pak. Tanpa suara lantunan ayat suci dan dendangan sholawatku yang biasa mengantar tidurnya. mungkin suami si Ibu. order dalam jumlah besar dan dalam waktu dekat!!” kata Ine berapi-api. Kucium dahi bocahku. Setengah berlari. begitu sampai Mbak diharap segera menghadap. eui!” kataku sambil tersenyum. Selanjutnya. “Sudah. jauh lebih tinggi dari . teman seruanganku membuatku terkejut. Maafkan Ibu. Hasilnya. Apapun yang terjadi pada mereka… bagaimana pun kondisi mereka… mereka akan selalu menikmatinya. Kemarin. Sengaja atau tidak aku telah memaksa suamiku meninggalkan tumpukan tugas kantornya. Kami berniat segera pulang. Mbak. Besok. Aku dipromosikan untuk sebuah jabatan baru. “Selamat. Wajah tanpa dosanya membuat air mataku kembali deras mengalir. Insya Allah tepat sebelas bulan usianya. Sayang. Hujan sudah mulai reda.terangilah selalu hati hamba-Mu ini agar bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Agar keegosian hati tidak menjebak hamba.”kataku pada Bapak yang menunggu kaki lima ini. rekanan kita yang di Jakarta telpon pada beliau dan mengatakan bahwa presentasi Mbak membuat mereka tertarik. Dan sampai hari ini aku masih tetap sibuk. Kembali kulihat ibu dan anak yang sekarang masih tertidur pulas. kemarin kan tidak ketemu seharian. Bus Patas AC ini tak menghilangkan penat yang kami rasakan. Saya terlambat. Belum lagi rasa bersalah yang memenuhi dadaku. Ne. Jam telah menunjukkan pukul tujuh malam. kami menuju tempat bus antar propinsi dan berebut dengan penumpang lainnya.” ucapku sambil bersandar di pundak suamiku disambut dengan elusan tangannya di punggung tanganku. Bahkan kalau boleh jujur.” lanjutnya. “Maaakk! Udah tuh!” teriakannya mengagetkan si Ibu. sudah tiga bulan sejak peristiwa itu. Sepertinya mereka tidak peduli dan bahkan tidak pernah menuntut kehidupan yang lebih baik dari yang sedang mereka jalani.

sini Nak. Bersinarlah terus Sayang…Ibu ingin selalu melihat sinarmu dalam setiap helaan nafas Ibu. gumamku sambil berjalan menuju tempat tidur bocah kecilku.Subhannallah. Karim melambaikan tangannya saat kami tinggal tadi.”katanya sambil menunjuk salah satu cerita dari buku serial Anak Muslim: kisah sebuah tong sampah. Sebuah keputusan yang disesalkan banyak pihak terutama di tempat aku bekerja. yang bisa terus bersama putranya. sekarang aku di rumah. Fati.gaji suamiku. Allah. Ayo. “Alhamdulillah. Karim mau cerita yang mana?” “Ni….” kata-kata suamiku masih cukup melekat dibenakku saat aku ungkapkan keputusanku. Rumah. Pagi ini seperti biasa kami berangkat berdua. Segala yang dimintanya dapat kalian penuhi dengan segera. Menunggu suamiku pulang dari kerjanya sambil menjaga butik kecil yang kurintis enam bulan lalu. Mulailah aku bercerita lengkap dengan mimik wajah yang sangat disukainya. Yang paling menyedihkan adalah jika kemudian dia menjadi lebih dekat dengan pengasuhnya daripada dengan ibunya.” Batinku mulai berperang. (Awal Maret-03) *** Dari Sahabat . matahariku. aku memutuskan untuk berhenti bekerja. Padahal kita berdua sangat paham bahwa waktu bersama orang tua adalah saat yang penting bagi perkembangan anak kita. Kalian bias pergi berlibur. Bantu hamba memutuskan yang terbaik. Oh. Berilah hamba petunjuk dan hidayah-Mu. Dan putramu hanya akan terpenuhi kebutuhan materinya saja. Membiarkan mereka tanpa kehadiranmu. Dan aku minta waktu dua hari untuk memikirkannya. “Iya Pak. Uang belum tentu menjamin kebahagiaan. Sementara. Kau tunjukkan pada hamba jalan ini..” sahutku waktu itu. Ibu bacakan ceritanya. Senyumku mengembang. Ya Allah.. Bisa jadi kamu akan semakin sering menelantarkan keluargamu. bahkan ke luar negeri!! Dan yang pasti. “Karim. Kesempatan tidak datang dua kali. Saat di puncak karir. Tak terasa hari ini adalah deadline dimana aku harus memberikan jawaban pada Direkturku. impian kalian akan segera terwujud. Sementara Karim terlelap setelah mendengar ceritaku. Ambil kesempatan ini atau kalian tetap akan seperti sekarang?” “Jangan Nurul. bahkan mobil mewah!! Putramu akan menjadi anak orang kaya. senyum yang tak pernah kurasakan ketika aku masih sibuk dengan pekerjaanku enam bulan yang lalu. Alhamdulillah. Ibu rela melepaskannya demi keluarga. Robbi. pada malam sebelum aku menghadap direkturku. Memang. Fati. Bahkan kadang dia menirukan caraku bercerita saat menceritakan kembali kisah tersebut ke teman bermainnya. kamu juga dapat membantu suamimu meringankan bebannya. “Terima saja.. Sebuah tawaran yang sempat membuatku bimbang. Sementara Ibu hanya bisa memberikan materi untuk Karim. Namun sekaligus sangat menggembirakan keluargaku. Ya Allah..Alhamdulillah. kasih sayang seorang Ibu yang dia butuhkan sulit kamu penuhi. Dengan gaji sebesar itu. Bapak memang tidak salah memilih pendamping hidup dan Ibu dari anak-anak kita. Subhannallah. Alhamdulillah. Ibu iri pada Ibu pedagang kaki lima di terminal kampung rambutan waktu itu. Bapak bangga pada Ibu. Kamu mungkin hanya bisa membelikan tanpa pernah mengetahui kapan dia memakainya.

kisah islami ( 268 ). Ralph sering menghilang. dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru. “Dari mana Anda belajar melakukan hal-hal seperti itu ?” tanya sang profesor.” kata Ralph. cerita nasehat. “Melakukan apa ?” kata Ralph. “Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?” “Oh. “Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah. mereka menuju ke tempat pengambilan kopor.” Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. cerita teladan ( 355 ). erva kurniawan 1:35 am pada 7 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Setiap Langkah Adalah Anugerah Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer pada tanggal 1 Desember.” katanya. kisah teladan ( 352 ). sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. “selama perang. “Saya tak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir. Ketika berjalan keluar. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar menghiasi wajahnya. saya kira. Kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. Ralph yang dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara. bernama Ralph. dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. Setiap kali.” . Banyak hal yang dilakukannya. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau. Setelah saling memper kenalkan diri.

Karena tertarik dengan warna obat tersebut lalu si anak memakannya semua. Dia terlambat untuk ke kantor maka dia meminta istrinya untuk menutupnya dan menyimpannya di lemari. cerita teladan ( 355 ). Sang istri ngeri membayangkan bagaimana dia harus menghadapi suaminya. Anak itu melihat botol itu dan dengan riang memainkannya. Saat anak tersebut berumur dua tahun. Istrinya. suatu pagi si ayah melihat sebotol obat yg terbuka. Mereka adalah pasangan yang saling mencintai dan anak itu adalah buah hati mereka. kisah teladan ( 352 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Saya Bersamamu Sayang Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan. ** . Obat tersebut adalah obat yang keras yg bahkan untuk orang dewasa pun hanya dalam dosis kecil saja. dia melihat kepada istrinya dan mengucapkan 3 kata. Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat anaknya yang telah meninggal. kisah islami ( 268 ). Sang istri segera membawa si anak ke rumah sakit. Tapi si anak tidak tertolong. karena kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal tersebut.Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup. cerita nasehat. tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas *** Oleh: Barbara Brown Taylor  erva kurniawan 1:24 am pada 30 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).

Pertanyaan : 1. Apa yang si istri perlu saat ini adalah penghiburan dari sang suami dan itulah yang diberikan suaminya sekarang. kisah teladan ( 352 ). cemburu. Lagipula seandainya dia menyempatkan untuk menutup dan menyimpan botol tersebut maka hal ini tdk akan terjadi. tidak bisa dihidupkan kembali. Kamu akan menemukan bahwa sesungguhnya banyak hal tidak sesulit yang kau bayangkan. egois dan ketakutanmu. Tidak ada yg perlu disalahkan. *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:08 am pada 26 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Apa makna cerita ini ? Jawaban : (1) Sang Suami hanya mengatakan “Saya bersamamu sayang“ Reaksi sang suami yang sangat tidak disangka-sangka adalah sikap yang proaktif. Si anak sudah meninggal. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Penjual Kue Semprong Itu . (2) Moral Cerita Cerita ini layak untuk dibaca. cerita nasehat. Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara pandang seperti ini maka akan terdapat jauh lebih sedikit permasalahan di dunia ini. “Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah kecil” Buang rasa iri hati. kisah islami ( 268 ). Apa 3 kata itu ? 2. cerita teladan ( 355 ). Hal ini akan membuat kita kehilangan kehangatan dalam hubungan antar manusia. Si istri juga kehilangan anak semata wayangnya. Kadang kita membuang waktu hanya untuk mencari kesalahan orang lain atau siapa yang salah dalam sebuah hubungan atau dalam pekerjaan atau dengan orang yang kita kenal. Tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan pada sang istri. dendam.

“Ya betul karena kita tidak butuh”. bukan hanya berpikir praktis saja. Mantan bos saya bergumam. apalagi di hujan deras seperti ini.Dari seorang sahabat: Semalam saya keluar dari Ranch Market jam 8. Masih teringat ucapannya ketika itu kami berdiskusi di kantor. . si pengemis itu pemalas tidak bermoral. Secara serempak kami mengiyakan. Saya memang lebih suka dengan para penjaja kue seperti ini ketimbang pengemis. Pak Teddy Sutiman membuka mata hati saya untuk lebih bijaksana dalam melihat suatu persoalan. kenapa kita kasih uang. ia berkata lagi “pasti yang kamu berikan uang si pengemis itu dan penjaja makanan atau barang itu kamu acuhkan”. beli kue semprongnya untuk ongkos pulang ke Tangerang”. Setelah memberikan tip saya masuk mobil. sementara si penjaja makanan ataupun barang punya harga diri. Saya membukakan bagasi dan petugas memindahkan barang-barang belanjaan saya.30. Nanti jatuhnya mubazir. Penjaja jual kue semprong itu masih dengan setia menanti disisi mobil saya. Seorang penjaja kue semprong mendekati kami. Belum sampai kami menjawab. Dan sejak itu saya lebih memberi perhatian kepada para penjaja makanan atau barang di jalanan dibandingkan para pengemis. “coba pikirkan lagi. Hujan deras. Saya juga berlari-lari kecil menjajari langkahnya menuju mobil.” karena kita ngga butuh”. bagaimana jika tidak ada yang menghabisnya. lalu kenapa kita tidak membeli barang dagangan si penjaja makanan atau barang tersebut? Teman saya nyeletuk. Memang setahu saya banyak penjaja kue semprong disana menjajakan barang dagangannya dengan sedikit memaksa. dan pastinya secara pribadi lebih baik dari si pengemis. Pelajaran berharga yang pernah saya dapat dari mantan bos saya sembilan tahun lalu. Petugas Ranch Market setengah berlari mendorong trolly berisi barang-barang belanjaan saya. tanyanya. Obrolan itu begitu singkat. namun masih saya dengar ucapan penjaja kue semprong tersebut. Karena terlalu biasa saya tidak mengacuhkannya. ‘ Bu. “Coba kalau ada penjaja makanan atau barang dan pengemis dilampu merah mana yang kamu berikan uang?. Saya menghela nafas. tapi begitu mengena di hati saya. Didalam mobil saya berpikir saya kasih uang saja karena penganan yang saya beli di supermarket sudah cukup banyak.

Bukan karena tidak rela berbagi rejeki tapi karena menyesali banyak sekali penganan yang sudah saya beli tadi. terlihat pikulannya ada di pinggir teras sebuah toko tutup. Baru kali ini … Hujan mengguyur makin deras dan saya masih terpaku di mobil. tapi dengan cepat saya katakan. Mudah-mudahan hujan cepat reda supaya bapak penjaja kue semprong tadi bisa pulang tanpa kehujanan. Sembilan tahun saya telah lebih memberi perhatian kepada para penjaja makanan ataupun barang dibanding pengemis. tapi kalau bapak saya beri uang mau tidak?”. “kembaliannya ambil buat Bapak saja”. Sampai di mobil. Sesekali jika saya tidak butuh barang mereka. hujan mengguyur deras dan membanjiri sisi kaca dalam mobil saya karena berbicara dengan si penjaja kue semprong. karena tidak menyangka ucapan yang keluar dari penjaja kue semprong tadi. Ia menyebutkan sejumlah harga yang sangat murah. Tersentak saya mencari-cari bayangan penjaja kue semprong ditengah kabut dari derasnya hujan. Penjajanya duduk dibawah dengan muka pasrah. Ditengah leher saya yang sakit sekali karena tercekat. Dan saya bersyukur atas segala rahmat dan kemudahan hidup yang diberikan Allah kepada saya dan keluarga saya. tapi mengetahui bahwa saya telah memberikan betul-betul kepada orang yang berhak menerimanya. “ambil saja Pak. dan hampir semuanya tidak pernah menolak pemberian saya. kemurahan rezeki dan kemudahan hidup oleh Allah.” ya sudah deh beli satu”. Dia meneguk ludah. Tiba-tiba air mata ini mengalir deras melebihi derasnya hujan diluar sana. Kembali saya buka kaca jendela sebelah kiri ditengah guyuran hujan dan menjerit. saya tidak tahu seberapa sakitnya hati saya. sebelum sempat dia mengucapkan apa-apa saya langsung menutup kaca mobil dan pergi. karena didalam rejeki saya ada hak mereka termasuk hak Bapak penjaja kue semprong itu. ” Pak. dan dia bengong karena saya tidak menyerahkan uang pas. *** . memang harganya berapa ?”. Kalau Bapak itu tidak menerimanya.” saya serahkan uang. Saya tersentak dan menutup kaca jendela. betul betul kepada orang yang berhati mulia. Dia bengong. Tiap bulan memang selalu saya sisihkan buat mereka. Beberapa detik saya kehilangan daya ingat saya. Hujan masih deras mengguyur kaca mobil. Saya tau dia pasti bingung memikirkan kembaliannya.. dan betul-betul kepada orang yang membutuhkannya. ini rejeki Bapak. Baru kali ini ada yang menolaknya. betul-betul membuat saya merasa hidup saya begitu bermakna dan saya sangat bersyukur atas rahmat-Nya. Tidak dinyana penjaja kue semprong itu menggelengkan kepalanya dan pergi dengan cepatnya dari sisi mobil saya. Akhirnya saya katakan. Akhirnya saya membuka kaca.’ Pak. selalu saya ucapkan kalimat tadi. terbayang ucapannya ” untuk ongkos pulang ke Tangerang. saya berdoa kepada Allah agar Bapak penjaja kue semprong tersebut dan keluarganya diberikan rahmat. saya tidak mau beli kue semprongnya.” sementara total nilai belanjaan saya tadi mungkin bisa untuk ongkos pulang Bapak penjaja kue semprong selama tiga bulan. Saya mundurkan mobil menuju kearahnya. memang hak Bapak”. Dia membawa kue semprong pesanan saya didalam plastik.

utk oleh2 di rumah.  erva kurniawan 1:52 am pada 24 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). semoga mendapatkan berkah. yah tak ada niat untuk beli akhirnya saya pun membeli pisang. Pas dibawa pulang kuenya. kisah islami ( 268 ). saya mahasiswa. Yogya. sewaktu mengambil uang ATM. saya kasihkan cuma-cuma ke pengemis perempatan ringroad jalan kaliurang. karena sejak tadi. padahal takutnya mubazir kalau saya bawa pulang. di cabang BNI jalan Kaliurang . cerita teladan ( 355 ). Sbnrny aku gak butuh tp aku beli jg krn kasihan. kisah teladan ( 352 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Dajjal vs Isa Ibnu Maryam .. nah sewaktu. tanpa basi2 lagi. mw pulang nenek itu meminta saya untuk membeli pisanngnya. dan nenek itu berharap sekali. sekilas saya melihat nenek2 yang sudah tua. Waktu itu pulang kerja.• rizal 6:40 pm pada 26 September 2010 Permalink saya juga pernah mengalami pengalaman yang hampir mirip seperti itu. sepanjang perjalanan aq. mungkin umurnya 60tahunan. • kue ulang tahun bandung 1:49 pm pada 28 September 2010 Permalink kuenya enak • arytama 12:14 pm pada 28 November 2010 Permalink aku jg pengalaman yg sm dgn penjual kue semprong. pisangnya belum laku. sy langsung pulng ke kost. yang seharga 20rb. ternyata ortu ku senang aku bw kue itu kue trsbt dan ternyata punya memori tersendiri tentang kue itu. itung2 lumayan membantu meringankan beban kakek tersebut.. dan beliau menawarkan kuenya dengan suara lirih memelas. beliau kakek2. ni pisang ndak bisa kuhabiskan nih kalau aq sendirian.mahal amat ya. berpikir. batinku. yang saat itu pulang dari kampus sekitar jam 6 magrib sore. cerita nasehat. akhirnya . menggendong daganganya yaitu pisang.

Ia mengajak manusia untuk mengikuti lalu diikuti. dan sehari bagaikan satu jumat. (lihat. Saya telah mengatakan suatu perkataan yang belum pernah seorangpun mengatakannya (dari nabi) sebelumku. mata kiri buta. bahwa. HURU-HARA HARI KIAMAT oleh: Ibnu Katsir (baca dengan sabar!) ** Nabi Muhammad s. dengan (ciri-ciri): rambut keriting. Ia akan tinggal dan berjalan dibumi selama 40 hari. Quray Shihab. Irene) dikatakan cerita “Dajjal dan turunnya Isa” hanya berasal dari Bibel. dan ia mampu menyembuhkan kebutaan. setahun bagaikan sebulan. yaitu: Asy-Syaikh al-Allamah al-Mujaddid Syaikhul Islam Muhammad Nasirudin Albani Rahimahullah. dan penyakit belang-belang.w. Hamka.Sebagaimana diketahui. Kemudian ia berkata setelah itu. TETAPI seorang Mujaddid dan Ahli Hadits dunia. Hadits-Hadits tentang munculnya Dajjal dan turunnya Isa Ibnu Maryam “setelah di takhrij dan tahqiq” adalah SHAHIH dan MUTAWATIR (banyak yang meriwayatkan). Prof.a. bahwa beriman terhadap hari akhir merupakan salah satu rukun iman dalam aqidah Ahlu Sunnah wal Jamaah. Sumber: NABI ISA vs DAJJAL oleh: Ahli Hadits Syekh Albani. Dajjal keluar pada saat agama mulai melemah dan ilmu pengetahuan tidak lagi di gubris. Kemudian seluruh hari-harinya seperti harimu ini. diatas mata kanannya ada alis yang tebal. Ada sebagian orang-orang (ulama lokal) seperti. agama Allah diikuti dan ia (Dajjal) suka akan hal itu. Hj. Maka nampaklah agama Allah dan diamalkan. Irene (mantan biarawati) yang tidak percaya akan turunnya Isa Ibnu Maryam dan munculnya Dajjal. sebuah fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajal. “Aku adalah Allah!” . Sehari bagaikan setahun.33) Kisah ini dikumpulkan hanya sebagian dari hadits-hadits dari sekian banyak hadits-hadits yang mengkisahkan tentang Dajjal vs Nabi Isa. Lalu ia tinggal setelah itu dan berkata. dan mengajak orang-orang lalu ia membunuh mereka. bahwa Hadits Abi Umamah al Rahili “sanadnya lemah”. Adapun yang tergolong tanda-tanda besar adalah: Munculnya Dajjal Dan Turunnya Isa Ibnu Maryam. juga (oleh Hj. Ia menampakkan dirinya pada mereka hal seperti itu terjadi hingga ia mendatangi Madinah. “sesungguhnya aku seorang nabi!” lalu bergetarlah semua yang berakal dan mereka pun pergi meninggalkannya. Hal. Nabi Isa vs Dajjal. Hari Akhir tiba dengan didahului tanda-tanda kecil dan besar. telah menyatakan. bersabda: Allah tidak pernah menurunkan ke bumi sejak penciptaan Adam hingga tejadi hari kiamat. (lihat buku: Jangan Tunggu Nabi Isa Turun) Hal ini dikarenakan.Dia (Dajjal) itu dari golongan manusia.

maka ia bertemu dengan sekelompok dajjal-dajjal (kecil). Kemudian Dajjal bertanya lagi. dan pemimpin (imam) mereka berkata kepadanya (Isa): “semoga Allah memberi ketenangan. “Apakah kamu tidak mempercayai tuhan kami?” Dia menjawab: “Tuhan kami tidaklah samar. “Wahai sekalian manusia. Itulah manusia yang paling besar kesaksiannya (mati syahid) di sisi Tuhan Rabbul ‘Alamin. “Bangunlah!” maka bangunlah dan tegaklah dia. Tetapi Allah telah meletakkan diantara lehernya dan bagian belakang orang itu sebuah tembaga. telinganya terpotong dan tertulis diantara kedua matanya kafir. “Tidak berkurang pengetahuanku tentang kamu. Dia membawa fitnah (cobaan bagi manusia) yang besar. Ia menyandarkan kedua punggungnya pada sayap-sayap dua malaikat. maka turunlah hujan itu dan disaksikan oleh orang-orang. dia berkata. lalu mereka bertanya kepadanya. Maka dia (Dajjal) berusaha untuk membunuh kembali orang beriman tersebut. Ia turun di menara putih di timur Damaskus antara dua tempat. Kemudian Dajjal memerintahkan kepadanya.” Kemudian orang beriman tersebut berkata. hingga tidak mampu disembelih. “Wahai sekalian orang. “saya mencari orang yang keluar!” lalu mereka bertanya kepadanya (kembali). lalu (Dajjal) datang kepada mereka dan mengepungnya. dia (Dajjal) tidak dapat berbuat demikian lagi kepada seorangpun (membunuh kembali mukmin tersebut).a. padahal ia dilemparkan ke surga. seorang lelaki dari orang-orang yang beriman mencarinya. Ketika Dajjal muncul. Dia memerintahkan langit untuk menurunkan hujannya. “Apa yang kamu cari?” Dia (lelaki itu) menjawab. bahkan bertambah yakin. aku mendatangkan untuk kalian pertolongan.maka matanya menjadi tertutup. Isa turun! Ketika keadaan mereka seperti demikian keadaannya (genting). Lalu Dajjal bertanya. yang terbaca oleh segenap mukmin yang mampu menulis dan yang tidak mampu menulis. “Engkau adalah Dajjal si pendusta. dan memerintahkan untuk mengupas kulit dan memukuli punggung dan perutnya. inilah dajjal yang telah disebutkan oleh Rasulullah s.w. Lalu turunlah (hadirlah) Isa ibnu Maryam ketika shalat shubuh. Kemudian kaum muslimin lari kegunung Dukhan di Syam. Kepungan itu sangat hebat dan sangat membuat mereka lelah. . (karenanya) kemudian dipeganglah tangan dan kaki orang (mukmin) tersebut lalu dilemparkannya.” Lalu mereka membawanya ke hadapan Dajjal (terbesar). “Sesungguhnya suara ini adalah suara laki-laki yang tidak pernah kelaparan. silahkan (Nabi Isa) maju untuk memipin shalat!” Lalu dia (Nabi Isa) berkata: “Ummat ini adalah pemimpin (bagi) sebagian mereka kepada yang lainnya!” Lalu pemimpin (Imam) mereka maju dan memimpin shalat. Kemudian diperintahkan supaya (mukmin tersebut) digergaji dari atas kepalanya hingga kakinya menjadi dua bagian. “Apakah engkau masih tidak mempercayai kami?” Dia menjawab. tiba-tiba terdengar suara panggilan dari sudut bukit. “Wahai sekalian mamusia. Ketika orang beriman itu melihatnya. Maka Dajjal segera menyuruh merebahkan tubuh orang beriman tersebut. lalu Dajjal tersebut berjalan ditengah dua bagian badan yang telah tebelah dua. Lalu sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain. “Apakah kamu masih belum percaya kepadaku?” dia menjawab.” Ibnu Maryam akan turun kepada umatnya (umat muhammad) diwaktu antara adzan dan iqomah. Mereka menyangka ia dilemparkan ke dalam neraka.

Isa mulai berperang. lalu dia (Isa) meletakkan antara dua dadanya (Dajjal). pertengahan antara kedua warna tersebut. sampai pohon akan berkata kepadanya: “Wahai orang beriman. Sabda Nabi s. ini orang kafir (bersembunyi)!” dan batu juga berkata: Wahai orang beriman. membebaskan pajak.w.a. menetap di bumi selama 40 tahun sebagai pemimpin yang adil dan penengah yang jujur. anak kecil bermain dengan ular tapi tidak membahayakannya. Maka dia memerangi manusia demi islam. ini orang kafir!” Kemudian nabi Isa a. dia menghancurkan salib. seorang laki-laki yang kulitnya antara merah dan putih. Ketika ia (Dajjal) melihatnya (melihat Isa). sampai unta hitam bersusuhan dengan unta. *** Wallahualam bishowab • novia 12:13 am pada 19 Maret 2011 Permalink apakah masih ada kehidupan setelah kiamat??  erva kurniawan 1:41 am pada 23 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Dia (Allah pada zaman itu) membinasakan si pembohong (Dajjal) (sehingga akhirnya penduduk di muka bumi ini merasa aman. dan dia (Isa) juga memerangi para pengikut-pengikutnya.Setalah menyelesaikan shalatnya. maka orang-orang beriman menshalatkannya. lalu membunuhnya. kisah islami ( 268 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Tabiat si Yahudi . kemudian dia wafat. cerita nasehat. Pada saat itu tidak ada sesuatu yang dapat melindungi salah satu diantara mereka (pengikut Dajjal). menetap di bumi selama 40 tahun sebagai pemimpin yang adil dan penengah yang jujur.s. dan Allah menghancurkan pada zamannya itu semua agama kecuali Islam.) Nabi Isa a.: “Tidak ada antaraku dengannya (Isa) seorang nabi. serigala dengan kambing. menbunuh babi.s. dan sesungguhnya dia akan turun. dan dia pergi kearah Dajjal. Jika kalian melihatnya maka percayailah. dia (Dajjal) merasa ketakutan (kemudian meleleh) sebagaimana timah meleleh. cerita teladan ( 355 ). kisah teladan ( 352 ). singa dengan sapi. seakan-akan kepalanya basah sekalipun tidak dikenai air.

Wahb bin Munabah bercerita.” Si Yahudi menjawab.” Maka si Yahudi berkata. “Tentu. “Ternyata aku hanya membawa sepotong roti saja. “Mahasuci Engkau ya Allah!”. “Sungguh. Demi Allah aku hanya membawa sepotong roti saja. Nabi Isa bertanya kepadanya. “Akulah pemilik roti yang ketiga. “Bolehkah aku ikut makan rotimu?” Si Yahudi menjawab. “seandainya aku mengobatimu dan Allah mengembalikan penglihatanmu kembali. “sungguh aku hanya membawa satu potong roti saja. dimanakah rotimu yang lain?” Si Yahudi menjawab. lalu Isa as memegang tangan si Yahudi dan membawanya berjalan di atas air hingga keseberang sungai. “Baiklah. “Demi Zat yang telah mengembalikan penglihatannya. Selesai shalat.” Maka kedua orang itu bermalam dibawah pohon itu hingga pagi datang. Maka pada saat Isa as menunaikan shalat. dan satu bongkahan emas lagi untuk pemilik roti yang ketiga. Kemudian kedua orang itu melanjutkan perjalanannya. “Demi Zat yang telah memperlihatkan tanda kebesaran-Nya ini. Si Yahudi merasa takjub dan berkata. “Mahasuci Engkau ya Allah. “Satu bongkahan emas untukku. Isa berkata kepadanya.” Nabi Isa as terdiam mendengar jawabannya. siapakah yang telah makan roti ketiga?”. Nabi Isa as kemudian bertanya kepada temannya. “Dimana sepotong rotimu yang lain?” Si Yahudi menjawab. Kemudian keduanya melewati beberapa ekor kijang yang sedang merumput. Si Yahudi merasa takjub melihat kejadian itu dan berkata. aku tidak membawa kecuali sepotong roti. Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang buta.” Kijang itupun hidup kembali. sebaiknya kita bermalam di bawah pohon ini sampai pagi menjelang. lalu Isa as berkata kepada si Yahudi. Tatkala si Yahudi mengetahui bahwa Isa as hanya membawa sepotong roti. Si Yahudi menjawab. “Tentu.” Kemudian mereka melanjutkan perjalalan hingga disebuah kampung besar yang porak poranda.” Isa as berkata kepadanya. kedua orang itu mengeluarkan bekal makanannya. Tibatiba didekat mereka ada 3 bongkahan besar emas. satu bongkahan emas untukmu. “Wahai kawanku. Nabi Isa as berkata kepada temannya. Suatu ketika Isa as pergi mengembara diatas bumi ditemani oleh seorang Yahudi. “Demi Allah. Aku telah memakannya saat engkau melaksanakan shalat. “Hiduplah enkau dengan izin Allah.” Maka kedua orang itu makan rotinya masing-masing. Ketika mereka sampai didekat sebatang pohon. ia pergi dan memakan sepotong roti miliknya. siapakah pemilik roti yang ketiga?” Si Yahudi menjawab. Kemudian Isa as berkata kepada si Yahudi. Isa as menangkap seekor kijang dan menyembelihnya. Nabi Isa membawa bekal sepotong roti dan si Yahudi membawa dua potong roti. Maka Isa as berkata kepada si Yahudi.” Maka Isa as mengusap kedua matanya sambil membaca doa.”. “Ambillah emas ini untukmu semua!” Lalu Isa as .” Kedua orang itu melanjutkan perjalanan hingga tiba disebuah sungai besar. Lalu merekapun melanjutkan perjalanan.” Lalu Isa as berkata kepadanya “Demi Zat yang telah memperlihatkan kebesaran-Nya ini. Orang buta itupun dapat melihat kembali. ia menyesal telah mengiyakannya. apakah engkau mau bersyukut kepadaNya?” Orang buta itu menjawab.

Dua orang dari mereka berkata kepada yang lain. Beberapa hari kemudian Isa as lewat ditempat itu. Tatkala ia melihat ke-4 orang itu mati tergeletak didekat bongkahan emas. kumpulan kisah teladan ( 284 ).  erva kurniawan 7:30 am pada 14 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). “Seperti inilah dunia memperlakukan penghuninya. ia dibunuh kedua orang temannya. Kue- .” Maka orang itupun melaksanakan niat yang dibisikkan setan. ia berkata kepada pengikutnya (Hawariyyun). cerita teladan ( 355 ). renungan puasa ramadhan ( 2 ) Malu Tak Seperti Kupu-Kupu Ramadhan baru saja berlalu. Melihat si Yahudi menunggui emas. Mereka menyantap makanan beracun itu tanpa curiga hingga akhirnya mereka berdua mati keracunan didekat bongkahan emas. Bahkan nyaris tak berbekas. Maka hati-hatilah terhadapnya. Saat ia datang membawa makanan. kemudian datang menemui kedua orang temannya. Semua telah kembali seperti semula. cerita nasehat. mereka lalu membunuh si Yahudi dan mengambil bongkahan emas tersebut. kisah teladan ( 352 ).” Maka orang yang disuruh memberli makanan itu pergi sambil berkata dalam hati. sehingga ia hanya bisa menungguinya. hikmah puasa ramadhan ( 3 ). Sisa-sisa keteduhan nuansa ramadhan hanya tinggal sekedarnya saja.meninggalkannya seorang diri.” *** Sumber : Kisah-kisah teladan untuk keluarga oleh Dr Mulyanto. Si Yahudi tidak mempunyai alat untuk membawa emas itu. Tak lama kemudian datang tiga orang jahat. kisah islami ( 268 ). puasa ramadhan ( 11 ). Penerbit : Gema Insani. “Aku akan menaruh racun pada makanan mereka sehingga mereka berdua mati dan aku bisa menikmati emas itu sendirian. “Pergilah ke kampung dan bawalah makanan untuk kami.

lusuh dan tak terurus? Warna kusam yang semakin suram. Seorang kawan saya.  erva kurniawan 1:06 am pada 13 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Yang siapapun akan senang melihatnya. walaupun telah berpuasa sebulan panjangnya. Apalagi dengan warna-warni yang Subhanalloh cantiknya. Indah memang. cerita teladan ( 355 ). Betapa malunya kita yang tak bisa seindah kupu-kupu. interior serba baru dan yang tentu tidak ketinggalan pakaian baru yang serba bagus. tapi setelah ia berpuasa dan melewati masa kepompong makan ia berubah menjadi makhluk yang indah. Aurat kita terbungkus hijab serta baju baru sedang jiwa kita masih setia dg nafsu sebagai pakaiannya. Lengkap dengan berbagai jenis kue. kisah teladan ( 352 ). cat rumah yang baru. tapi nikmatnya iman tak jua mampu kita cicipi? Bila rumah kita indah karna warna dan interior yang serba baru namun hati dan perilaku kita masih dengan warna dan interior yang dulu.” Sedikit pesimis ia tanyakan atau tepatnya menyatakan isi hatinya. Hanya sekedar usia yang makin bertambah. Adilkah ini? Apakah kita rela? Fisik kita rapi dan cantik tapi “jeroan”nya pada sakit. kusam. mata kita masih saja liar dan nafsu masih menjadi nomor wahid? Perilaku kita masih semrawut. “Kupu-kupu itu mulanya adalah makhluk yang menjijikkan (siapa sih yang gak geli dan jijik ngeliat ulet?). karena memang persiapan buat lebaran sangat mantap. cerita nasehat. “Apakah manusia yang berpuasa akan mendapatkan keindahan layaknya kupu-kupu?” Tentu anda bisa menjawabnya. Ternyata kita ini belum bisa bersikap dewasa.kue lebaran masih banyak di meja. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Indahnya Berprasangka Baik <!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 <! [endif]--><!--[if gte mso 9]> <![endif]--> . *** Sumber Email dari Sahabat. Semoga Alloh terus membimbing kita untuk mencapai maqamamahmudah nan indah. pernah berkata. Tapi sebenarnya bukan itu yang kita tuju. Bukankah hati ini gersang? Lisan kita tetap mengumpat. Amiiin. Lalu indahkah kita? Bila lidah kita bisa merasakan lezatnya kue lebaran. kisah islami ( 268 ).

Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Allah mengabulkannya. tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru pengakiannya. . Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. pekerjaan yang layak. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian. sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul. karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do’a-do’anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla. Jaraknya sekitar 10km dari rumah peninggalan orangtua mereka. tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja.Dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah pabrik kecap dan sama-sama tekun belajar Islam. Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu. Dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a. Sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan seharihari semaksimal mungkin. Allah mengabulkannya. sang Adik tidak ada perubahan sama sekali. hidupnya tetap sederhana. Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya. menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a. Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya. maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka. Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya. Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna. Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman. Sementara itu. Suatu saat sang adik meninggal dunia. dan lain-lain. tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu. bila pergi mengaji.

Allah mengabulkannya. dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu. do’a untuk guru mereka. Dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a. Shalawat. karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do’a-do’anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian. do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya: “Ya. Allah. do’a untuk guru mereka. sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul.” Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya. Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a. Suatu saat sang adik meninggal dunia. Allah mengabulkannya. . Sementara itu. pekerjaan yang layak. kabulkanlah segala do’a kakak ku. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya. do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya: “Ya. . bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat. . Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu. Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman. maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka. hidupnya tetap sederhana. Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya. menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a. Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja. . Sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. diantaranya Al-fatehah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu.Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. . Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a. Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna. . sang Adik tidak ada perubahan sama sekali. Jaraknya sekitar 10km dari rumah peninggalan orangtua mereka. bila pergi mengaji. Shalawat. . Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya. Allah. . tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya *** Dari Sahabat Indahnya Berprasangka Baik . Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya. . Dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah pabrik kecap dan sama-sama tekun belajar Islam. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru pengakiannya. dan lain-lain. diantaranya Al-fatehah. Ampunilah aku dan kakak ku. Ampunilah aku dan kakak ku.

sambil berharap kembali meniti Ramadhan di tahun depan. bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat. Satu persatu kaki-kaki melangkah menuju tanah lapang. cerita teladan ( 355 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Cara Rasul Merayakan Idul Fitri Fajar 1 Syawal menyingsing.kabulkanlah segala do’a kakak ku. tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya *** Dari Sahabat • Sri Mulyati 3:45 pm pada 19 September 2010 Permalink izin share ya… • gadis nakal 1:43 am pada 1 Januari 2011 Permalink Benar tu bukan mudah untuk kita mendidik diri kita sentiasa berprasangka baik.” Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya. kisah islami ( 268 ). cerita nasehat. hingga langit pun bersaksi. di hari itu segenap mata tak kuasa membendung airmata keharuan saat berlebaran. menandai berakhirnya bulan penuh kemuliaan. Sementara itu.com/  erva kurniawan 1:04 am pada 9 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). menyeru nama Allah lewat takbir. http://kepuncakmahligai. langkah sepasang kaki terhenti oleh . Senyum kemenangan terukir diwajah-wajah perindu Ramadhan. kisah teladan ( 352 ).

Anak-anak kita bangga menghitung celana dan baju yang baru saja kita belikan. seandainya Aisyah menjadi ibumu. terbasuhlah sudah airmata.sementara baju yang mereka kenakan sudah usang. Tak menoleh gadis kecil itu ke arah suara yang menyapanya. shalawat dan salam baginya. Muhammad Ayahmu. memakai pakaian baru sudah menjadi budaya. bahwa Rasul pun memakai pakaian yang bagus dihari raya. Lebaran.sesegukan gadis kecil di tepi jalan. setidaknya layak dipakai saat bersilaturahim dihari kemenangan itu. matanya masih menerawang tak menentu seperti mencari sesosok yang amat ia rindui kehadirannya di hari bahagia itu. bagi kita sangat identik dengan pakaian bagus. Seketika. bahkan bagi sebagian orang. Mungkin budaya ini merujuk pada kisah di atas.” tutur gadis kecil itu menjawab tanya lelaki di hadapannya tentang Ayahnya. Mampukah kita meniru cara Rasul berlebaran? Kalau kita mampu membeli beberapa stel pakaian untuk anak-anak kita. itu senyum terindah yang pernah tercipta dari seorang anak yatim. Tak ada yang salah dengan budaya baju baru itu. Barangkali. Tetapi ada cara berlebaran Rasulullah yang tak ikut kita budayakan. Fatimah bibimu. Dapatkah kita bayangkan perasaan mereka berada di tengah-tengah riuh rendah keceriaan anak-anak lain berbaju baru. . Lelaki agung itu. sehingga nampak tak berbeda dengan Hasan dan Husain. yakni menceriakan anak yatim dengan memberikan pakaian yang lebih pantas dihari istimewa. Kebahagiaan 1 Syawal semestinya tak hanya milik anak-anak kita. dan Hasan serta Husain menjadi saudaramu?” Sadarlah gadis itu bahwa lelaki yang sejak tadi berdiri di hadapannya tak lain Muhammad Rasulullah SAW. “Gerangan apakah yang membuat engkau menangis anakku?” lembut menyapa suara itu menahan beberapa detik segukan sang gadis. adakah sedikit yang tersisihkan dari rezeki yang kita dapat untuk membeli satu saja pakaian bagus untuk pantas dipakai oleh anak-anak yatim tetangga kita. Tapi siapakah yang akan membelikan pakaian baru untuk anak-anak yatim? Tak ada Ayah atau Ibu yang akan mengajak mereka menyambangi pertokoan dan memilih pakaian yang mereka suka. Rasulullah membawa serta gadis itu ke rumahnya untuk diberikan pakaian bagus. Siapakah yang tak ingin berayahkan lelaki paling mulia. Baju baru bukan cuma fenomena. ia menangis lantaran tak memiliki baju yang bagus untuk merayakan hari kemenangan. lelaki itu mendekap gadis kecil itu. Ali sebagai pamanmu. Namun tak dapat dipungkiri. ambil sisi positifnya saja. Ternyata. Nabi anak yatim yang senantiasa memuliakan anak yatim. Tak ketinggalan sepatu dan sandal yang juga baru. Tidak sedikit uang yang dikeluarkan untuk menyambut lebaran. Tak harus baru. bahkan sudah menjadi budaya. tahu bagaimana menjadikan hari raya juga istimewa bagi anak-anak yatim. mengingat tradisi silaturahim berlebaran di Indonesia yang lebih dari satu hari. Sekaligus mencerminkan betapa bahagianya kita menggapai sukses penuh arti selama satu bulan menjalani Ramadhan. dan beribu seorang Ummul Mukminin? Begitulah lelaki agung itu membuat seorang gadis kecil yang bersedih dihari raya kembali tersenyum. bahwa keceriaan hari kemenangan bolehlah diwarnai dengan penampilan yang lebih baik. Dapatlah kita bayangkan betapa cerianya mereka saat berlebaran nanti mengenakan pakaian bagus itu. tak cukup satu stel pakaian baru disiapkan. “Ayahku mati syahid dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah. hari istimewa itu juga milik mereka. bagi sebagian besar masyarakat kita. Rasulullah tak hanya berbaju bagus saat berlebaran. “Maukah engkau. tetapi juga mengajak seorang anak yatim ikut berbaju bagus. yang diukir oleh Nabi anak yatim. Lelaki agung itu.

ia menceritakan . Rasulullah. Setelah itu. aku pun sudah teramat rindu ingin bertemu dan mencium harum aroma tubuhmu. jauh sepeninggal Rasulullah. *** Sumber: Email dari Sahabat  erva kurniawan 1:31 am pada 6 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Bilal bertemu dengan Rasulullah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Suara Emas dari Ethiopia Bilal bin Rabah: Suara Emas dari Ethiopia Suatu malam.Maka. Namun jika lebih banyak lagi orang-orang beruntung seperti kita yang mau membudayakan LCR ini. Note: Jika berkenan meneruskan tulisan ini ke berbagai milist dan komunitas. salah seorang sahabat utama. atau punya akses ke berbagai media cetak maupun elektronik. Akan indahlah dunia dengan berbagi. bermimpi dalam tidurnya. Maha Suci Allah. saya yakin sudah banyak yang melakukannya diberbagai tempat. Ia dirundung rindu. kisah teladan ( 352 ). ikutilah! Gerakan LCR (Lebaran Cara Rasul). aku rindu sekali kepadamu. Keesokan harinya. Apalagi jika ada yang bekerja di media. Gerakan ini. “Ya.” kata Bilal masih dalam mimpinya. akan lebih banyak senyum anak yatim yang tercipta dihari bahagia. cerita teladan ( 355 ). kisah islami ( 268 ). sehingga Gerakan LCR ini menjadi sebuah gerakan nasional. Bilal bin Rabbah. sudah lama kita berpisah. Dalam mimpinya itu. “Bilal.” demikian Rasulullah berkata dalam mimpi Bilal. Dan Bilal bangun dari tidurnya dengan hati yang gulana. cerita nasehat. setidaknya Anda berkesempatan mengukir senyum anak-anak yatim. mimpi tersebut berakhir begitu saja.

” lanjut Bilal. penduduk Madinah seolah bersepakat meminta Bilal mengumandangkan adzan Maghrib jika tiba waktunya. Seolah. Madinah benar-benar terbungkus rasa haru. Menjelang senja. Akhirnya.” perintah Abu Bakar. Tak terasa hampir semua penduduk Madinah meneteskan air mata.” kata Abu Bakar. Meski ia sangat mudah menerima hidayah. *** Di atas. Seperti suara guntur yang hendak membelah langit Madinah. Bilal mengumandangkan adzan. namun hatinya. Kenangan semasa Rasulullah masih bersama mereka kembali hadir. seketika. Meski Bilal adalah lelaki dengan kulit hitam pekat. Kini Habasyah biasa kita sebut dengan Ethiopia. Tapi jika demi Allah kau dulu membebaskan aku. “Jika engkau dulu membebaskan demi kepentinganmu. Itulah sebabnya. Seperti penampilan orang Afrika pada umumnya. dan Bilal mengumandangkan adzan. . “Sungguh. hitam.” bisik salah seorang dari mereka. Rasulullah telah dimakamkan. suara Bilal terdengar. Habasyah tepatnya. Kemudian setelah. Hari itu. “Maka biarkan aku memilih pilihanku. ia adalah budak seorang bangsawan Makkah. Seperti udara. Sebenarnya. penduduk Madinah ingin menggenapkan kenangannya hari itu dengan mendengar adzan yang dikumandangkan Bilal. hampir seluruh penduduk Madinah tahu.” jawab Abu Bakar. Bilal pun menerima dan bersedia menjadi muadzin kali itu. Umayyah bin Khalaf.” pinta Bilal. tinggi dan besar. Senjapun datang mengantar malam. Antara hidup dan mati. semalam Bilal bermimpi ketemu dengan nabi junjungannya. adalah sepenggal kisah tentang Bilal bin Rabah. Bilal adalah seorang keturunan Afrika.mimpi tersebut pada salah seorang sahabat lainnya. ternyata ia menjadi salah seorang dari sekian banyak sahabat Rasulullah yang berjuang mempertahankan hidayahnya. “Asyhadu anna Muhammadarrasulullah. Pada mulanya. setelah diminta dengan sedikit memaksa. Dan Bilal menjawab perintah itu. seakan baru kemarin saja Rasulullah tiada.” Tangis penduduk Madinah yang mengantar jenazah Rasulullah pecah. Dan Bilal sama seperti mereka. Seperti yang kita tahu. aku tak ingin adzan untuk seorang pun sepeninggal Rasulullah. Tatkala. terserah apa maumu. belum dimakamkan. ada sebuah kisah yang membuat Bilal menolak untuk mengumandangkan adzan setelah Rasulullah wafat. diharu biru oleh kenangan dengan nabi tercinta. “Marhaban ya Rasulullah. “Adzanlah wahai Bilal. maka aku akan mengumandangkan adzan. beberapa saat setelah malaikat maut menjemput kekasih Allah. Madinah seolah tercekat oleh berjuta memori. Waktu itu. Jenazah Rasulullah. Padahal Bilal sudah cukup lama tidak menjadi muadzin sejak Rasulullah tiada. ia sangat mudah menerima hidayah saat Rasulullah berdakwah. maka biarkan aku menentukan pilihanku. Abu Bakar meminta Bilal untuk adzan. Tak menunggu senja. insya Allah bak kapas yang tak bernoda. Satu persatu dari mereka sibuk sendiri dengan kenangannya bersama manusia mulia itu.” “Hanya demi Allah aku membebaskanmu Bilal. begitulah Bilal. Muhammad. “Kalau demikian. kisah mimpi Bilal segera memenuhi ruangan kosong di hampir seluruh penjuru kota Madinah. salah seorang sahabat dekat Rasulullah. begitu kira-kira gambaran perjuangan Bilal bin Rabab. Satu persatu kalimat adzan dikumandangkan sampai pada kalimat.

tapi tidak di mata Allah.” kata Rasulullah membenarkan. Suatu hari Rasulullah memanggil Bilal untuk menghadap. aku langsung berwudhu dan shalat sunnah dua rakaat. Dalam lubuk hati kecilnya. Saat itu. “Ahad. tak berhenti hanya dengan menyiksa Bilal saja. Bilal mengucap. Dalam posisi sosial. ahad. Dan Abu Bakar dilindungi pula oleh sukunya. Subhanallah. Ada satu riwayat yang membuktikan betapa Allah memberikan kedudukan yang mulai di sisi-Nya. Bilal. terakhir melaksanakan tugasnya sebagai muadzin saat Umar bin Khattab menjabat sebagai khalifah. Bilal dan Miqdad. Rasulullah ingin mengetahui langsung. Umayyah bin Khalaf.” . “Ya Allah. demikian tinggi derajat Bilal bin Rabah di sisi Allah. Chechnya serta diseluruh pelosok dunia akibat dari angkara mungkar dan kekejaman musuh-musuh Mu. “Ya Rasulullah. Dan di antara mereka. Setelah puas hatinya menyiksa Bilal. Palestin. Bisa dikata. Setiap malam aku mendengar gemerisikmu. Ia seorang perantauan. suatu hari diketahui oleh sang majikan. Derita yang ditanggung Bilal bukan alang kepalang. Peliharakanlah mereka. Tapi dengan tegarnya. Afghanistan. budak belian pula. Dan itu. “Wahai Bilal. tak ada yang membela. menjadi adzan terakhir yang dikumandangan Bilal. bahwa ia adalah budak belian dari Habasya.” “Ya. Semua sahabat Rasulullah. hidup sebatang kara. waktu shalat telah tiba dan Umar meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan sebagai tanda panggilan shalat. setiap kali aku berhadats. orang paling lemah saat itu adalah Bilal. Ammar bin Yasir dan keluarganya. Bilal bin Rabah termasuk orang yang pilih tanding dalam mempertahankan agamanya. Saat itu. lindungilah mereka. ya Rabbal A’lamin. orang yang pertama kali menampakkan keislamannya adalah Rasulullah. Rasulullah dilindungi oleh paman beliau. Umayyah pun menyerahkan Bilal pada pemuda-pemuda kafir berandalan. aku mendengar gemerisik langkahmu di depanku di dalam surga. suatu ketika berkata. Zurr bin Hubaisy. Bilal masih menganggap. Sampai datang padanya Abu Bakar yang membebaskannya dengan sejumlah uang tebusan. sang majikan.” puluhan kali dari bibirnya yang mengeluarkan darah. Tak kurang dan tak lebih. di antara para sahabat.Keislamannya. meski dalam strata sosial posisinya sangat lemah. Shuhaib. Bilal bin Rabah. ada Abu Bakar. Meski demikian. Bilal menjawab pertanyaan Rasulullah. Selain Allah tentunya. Bilal telah mengangkat Allah sebagai penolong dan walinya. Tapi itu tidak membuatnya merasa lemah atau tak berdaya. Amin. Bilal bin Rabah. Ethiopia. tangis yang paling kencang dan keras adalah tangis Umar bin Khattab. dengan itu kamu mendahului aku. Iraq. Bilal sudah bermukim di Syiria dan Umar mengunjunginya. Diarak berkeliling kota dengan berbagai siksaan sepanjang jalan. selamatkanlah umat Islam yg sedang sengsara di Lubnan. hal itu tak menjadikan Bilal tinggi hati dan merasa lebih suci ketimbang yang lain. nabi akhir zaman.” Dengan wajah tersipu tapi tak bisa menyembunyikan raut bahagianya. Sebagai ganjarannya. itu lebih cukup dari segalanya. hatinya tak kuasa menahan kenangan manis bersama manusia tercinta. kasihanilah mereka dan berikanlah rahmatMu ke atas mereka. yang ada di sana menangis tak terkecuali. Kemudian setelah beliau. amal kebajikan apa yang menjadikan Bilal mendahului berjalan masuk surga ketimbang Rasulullah. Bilal pun naik ke atas menara dan bergemalah suaranya. Bilal disiksa dengan berbagai cara.

Al Qur’anku belum selesai.20 malam… Kecurian.5 jam setelah berbuka puasa petang tadi. Orang yang lemah adalah yang memperturutkan hawa nafsunya dan berharap (banyak) pada Allah”.Jam menunjukkan pukul 21. Tapi entah mengapa. cerita nasehat. ”Orang yang cerdas adalah orang yang merendahkan dirinya dan berbuat untuk masa setelah mati. Kelelahan fisik dan kepenatan pikiran. dari riwayat Syaddad bin Aus ra. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Izinkan Aku Menangis eramuslim . Aku membuka hadits ini lagi. mushaf itu tetap diam disamping bantal.) . Bukan untuk memperturutkan rasa dan emosi serta mengalahkan rasio yang wajar. (HR. aku malu untuk menumpahkan air mata. Aku hendak berapologi pada diriku sendiri. Ya. kisah islami ( 268 ).saya jadi menambah wawasan……  erva kurniawan 1:09 am pada 30 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).*** Dari Sahabat • ahmad masum 2:45 am pada 9 Januari 2011 Permalink terima kasih atas ilmuya…. dekat kepalaku? Aku menyerah lagi. Aku tertidur sekitar 3. Kegundahan apakah ini? Kekhawatiran apakah ini? Kecemasan apa lagi? Mengapa pelupuk mataku panas. cerita teladan ( 355 ).Turmuzi. Seingatku aku sedang kejarkejaran dengan waktu di etape sulit ini. Meski… jebol juga tanggul itu. kisah teladan ( 352 ). air mata bening itu hanya boleh kutunjukkan pada-Nya. Namun.

Mengapa tidak suara Syeikh Masyari Rasyid yang melantunkan surat al Qiyamah. sebagai kelemahan. Sering menyerah pada diri sendiri di tengah komitmen hendak berbuat. Atau suara siapa saja yang menembus gendang telinga ini. Mengapa aku lemah? Jika saja ini bukan di etape final. Apakah ia takkan cemburu dan marah dengan pandangan khianatku pada hal-hal yang tak seharusnya kulihat. Toh. Kedai sebelah rumah masih ramai. Konsentrasi di babak ini seringkali buyar. Khalid bin Walid pun yang sangat pemberani akhirnya menutup harinya di atas pembaringan. Masih juga mengoleksi berita-berita tak bernilai.Jika kebodohan (tidak cerdas) tidaklah berakibat kepada kemurkaan Allah? Dan ternyata pengharapan pada-Nya saja tak cukup. Aku membuka genggaman tangan kiriku. Lantas. Atau suara-suara dari rumah-Nya yang dipenuhi isakan harapan hamba-hamba-Nya yang berlomba memburu seribu keberkahan dan sejuta pengampunan. Masih juga bersemanyam ketersinggungan dan gerutu ketidakpuasan. Juga madu dan jus mangga. sejuta pengampunan dan seribu keberkahan? Aku malu menanyakannya pada diriku sendiri. Sebagaimana aku berharap menikmati seteguk susu dari aliran sungai di surga-Nya. klub kebanggaan mereka sedang berlaga. Masih saja melafazkan katakata tak bermakna. Harapan tanpa kekuatan itu disabdakan Rasulullah Saw. Sebagaimana aku juga boleh berharap menutup hariku di dunia dengan syahadah di jalan-Nya. Meski dunia sekelilingku ramai dengan hiruk pikuk malam. Sebagaimana aku boleh berharap di penghujung hari pembekalan ini. Aku pandangi lama-lama refleksi kegundahan itu. Alhamdulillah Allah memberi kekuatan untuk mengungkapkannya. Namun. agamaku melarang pengandaian. Masih tersisa kedengkian. Coffee shop masih dipenuhi orang yang asyik menonton el Ahli–mungkin–. Sekali lagi. Namun. pengharapan yang lemah yang kalah oleh nafsu. Aku terduduk lemas. tinggal itulah hitungan hari-hari pembekalan tahun ini. Ya. Jika saja aku boleh berandai. Mampukah aku menjadi yang terbaik diantara sekian juta para pemburu satu cinta. Masih ada ketajaman lidah yang melukai hati. Sebagaimana aku mengandaikan bidadari surga. Sebagaimana aku berharap istana megah setelah matiku. tidakkah malu aku membandingkan pengaharapanku dengan kelemahan diriku menghadapi diri sendiri. Aku lalai mengumpulkan “dana” untuk membelinya. melantunkan suara pengharapan yang kuat yang bisa menembus langit-Nya. Aku tak pernah tahu. Sudah berapakah aku menabung untuk itu. aku menjadi sang jawara. Aku hanya boleh bertanya. jarum jam diputar. Namun. Aku boleh berharap banyak untuk menjadi sang pemenang. Ya. Lantas. Atau senyuman malaikat yang menyaksikan bocah-bocah kecil yang menahan kantuk berdiri sambil memegangi mushaf kecil dipojok-pojok masjid. kemudian kujawab sendiri. apa makna tengadahan tangan di tengah malam yang diiringi isak pengharapan. semua menjadi misteri yang tak terjawab. . Sementara hidupku dipenuhi ambisi dan obsesi yang penuh dengan tabungan materi dan memegahkan istana duniaku. mampukah aku sampai di penghujungnya. Dan aku telah mencintai dunia itu. Selain itu hanya kesunyian. Aku dibangunkan teriakan itu. Masih ada pertanyaan sikap dan prasangka buruk. Benar. aku malu untuk berharap demikian. misalnya. Masih ada pandangan mata khianat.

menjelaskan karakteristik bulan pembekalan ini. buruk sangka. Mata. Namun. Ada beberapa materi terakhir di ujian final ini: menanggalkan kesombongan dan ingin dipuji serta disanjung berlebihan. Dan tikungan tajam yang paling membahayakan di akhir etape ini adalah: menduakan cinta-Nya. Jangan-jangan karena kesalahanku. Meski aku tahu. telinga. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . tangan… semua menolak untuk diajak menggapai cinta-Nya.Sebagaimana aku tetap berharap ingin terus mencicipi delima merah dan jeruk sankis serta buah khukh di masa setelah kefanaan ini. Akibatnya seluruh organ tubuhku lemah. Dan aku terjatuh. kecerobohan. Tapi aku terlalu terpana oleh keindahannya yang sementara. hari atau bahkan hitungan detik aku masih bisa melihatnya di toko buah-buahan di sebelah rumahku. para guru hamba. Juga nama kedua orang tua hamba. hatiku disesaki kelemahan. Ada cinta lain yang menyesak hendak menggeser kemuliaan itu. aku tak mampu. Namun. Menanggalkan kecintaan dunia yang berlebihan dengan qanaah dan tawadhu’. cinta dunia. Karena tumpukan-tumpukan doa-doa yang kosong. Tapi aku masih bisa berharap untuk menjadi baik. Etape final ini banyak tikungan tajam. Karena tumpukan-tumpukan egoisme. kisah teladan ( 352 ). Putaran roda keinginan tersebut trrgelincir oleh kerikil kecil bernama kelalaian. Air bening itu tersendat. aku masih bisa bangkit meneruskan perjalanan. bulan. Aku memaknai keterlaluan yang fatal ini dengan sikap yang tidak seimbang. keluarga hamba. Hamba masih terus berharap pembebasan dari murka-Mu di hari-hari pembebasan ini. Cinta. rasionalisasi kesalahan. Ya Allah aku ingin mengeluarkan air mata ini untuk-Mu. Namun. mulut. jadikanlah nama hamba ada dalam daftar pembebasan itu. Khayalanku dipenuhi pengaharapan. jangan Kau murkai hamba ini ya Allah. cerita nasehat. Tiba-tiba aku ingin menangis. Karena tumpukan-tumpukan kotoran buruk sangka. Karena tumpukan-tumpukan gerutu. aku masih punya bekal. Terkunci oleh hawa nafsu. kaki. Aku masih harus melewati tikungan tajam lainnya. hati nurani dan bahan bakar ketelitian serta nasihat orang-orang shalih. “… dan sepertiga terakhirnya adalah pembebasan dari api neraka. *** Oleh: Saiful Bahri  erva kurniawan 1:53 am pada 27 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Aku khawatir kesulitan ini tersendat karena kemurkaan-Mu. Amin. Tergesa-gesa. saudara-saudara hamba serta siapa saja yang mempunyai hak atas hamba. Ya Allah. Karena aku masih bersama orang-orang baik bahkan mereka ada di depanku. Aku belum bisa menjadi yang terbaik. cerita teladan ( 355 ).” demikian Rasulullah Saw. Jika demikian. orangorang terbaik itu. Entah berapa tahun. Alhamdulillah. kini aku jauh tertinggal. kisah islami ( 268 ).

Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi. terutama yang berwarna biru. Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.Kata-Kata Kasar.” . Saya tidak melihat Anda. Aku tahu Ibu akan menyukainya. “Anakku. hampir saja saya membuatnya jatuh. Ia pergi. kuning dan biru. Ia berkata. “Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?” Ia tersenyum. lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi. hati kecilnya hancur. anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya. dengan halus Tuhan berbicara padaku. “Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal. nak. “ “Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu.” kataku. merah muda. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya. Namun cerita lainnya terjadi di rumah. bangun. dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu. Pada hari itu juga. Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu. Ketika saya berbaring di tempat tidur. sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. “Maafkan saya juga. “Minggir. ” Aku menemukannya jatuh dari pohon. berlaku sangat sopan. Ketika saya berbalik. Coba lihat ke lantai dapur. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu.” Orang tidak dikenal itu.” Aku berkata. ketika kesopanan kamu gunakan.” “Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu. engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu. maafkan saya” adalah reaksi saya. “Bangun.” Seketika aku merasa malu. “Oh. tetapi anak-anak yang engkau kasihi. dan sekarang air mataku mulai menetes.” kata saya dengan marah. saat saya tengah memasak makan malam. juga saya. tua dan muda.

bukan? Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas? Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA? Dalam bahasa Inggris. cerita teladan ( 355 ). aku mencintaimu juga.Si kecilku berkata. suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana. “Oh. FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER. • sempulur 2:00 am pada 27 Agustus 2010 Permalink Sekedar ingin mengucapkan salam kenal dari komunitas keluarga miskin.” Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok. (Y)OU Teruskan cerita ini kepada orang-orang yang kau pedulikan. diterjemahkan dari : HARSH WORDS Everything is free Semoga menjadikan renungan yang bermanfaat. KELUARGA = FAMILY. Aku tetap mencintaimu. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . “Anakku. Ibu. Mari kita renungkan.” Aku pun membalas. (L)OVE. perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka. Saya telah melakukannya. *** Dari milis. tidak apa-apa. kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri. kisah islami ( 268 ). Semoga berkenan mengunjungi blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis. (I). apalagi yang biru. kisah teladan ( 352 ). dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini. cerita nasehat. Terima kasih • azzen noury 9:45 am pada 8 September 2010 Permalink Siiip…cerita yang patut utk direnungkan  erva kurniawan 2:53 am pada 24 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).

dan kini secara bulat berniat untuk memeluk agama. Bosnia atau Kosovo. . Ketika saya tanyakan apakah suaminya tahu keinginannya tersebut? Dia menjawab: “yes. the right way for her. ternyata dia hanyalah seseorang yang baru menemukan Islam lewat internet (beberapa website Islam). Saya kemudian menanyakan apa hubungan antara keingin tahuan dia tantang Islam dan seorang wanita bersuamikan non Muslim. I am willing to embrace Islam now.Saya Beri Dia Waktu 3 Bulan Pagi hari Kamis lalu. ibukota negara bagian New York dan kini tinggal di kota New York (New York City) sebagai mahasiswi di salah satu universitas di kota ini. and he is very much hostile to my intention“. barangkali dari negara Balkan. Saya kemudian memotong: “Where did you learn Islam?” Dia menjawab: “throughn the internet (Islamic websites)“. dia memulai percakapan dengan bertanya. I have learned it many months“. But I’ve a problem. yang menurutnya. Jessica menjawab: “I am very much interested in Islam. Dengan sedikit malu dan menundukkan muka. nampak seperti santri bule duduk menunggu kedatangan saya di Islamic Center New York. “Apa hukumnya seorang Muslimah bersuamikan non Muslim? Dan apakah seorang wanita yang bersuamikan non Muslim bisa diterima menjadi Muslimah? Tentu saja saya terkejut dengan pertanyaan itu. Maka dengan berat tapi cukup berani dia katakan: “I’ve learned Islam and I am sure this is the right way for me. 13 Juli 2006. Setelah berta’aruf lebih dekat barulah saya bertanya kepadanya: “Kenapa anda menanyakan tentang boleh tidaknya seorang Muslimah bersuamikan non Muslim? Dan kenapa pula Anda tanyakan apa diterima seorang wanita masuk ke dalam agama Islam jika bersuamikan non Muslim?” Dengan sedikit grogi atau malu. Diapun baru menikah dengan suaminya sekitar 4 bulan yang lalu. Tapi setelah saya tanya. Wanita muda itu bernama Jessica Mendosa. Dengan pakaian Muslimah yang rapi. seorang wanita mudah berusia 24 tahun datang ke Islamic Cultural Center of New York. Mulanya saya mengira bahwa sang wanita yang duduk di hadapan saya ini adalah seorang Muslimah. I am a wife of a non Muslim”. Kelahiran Albany.

Jessica memberanikan diri menyelah: “But I am still in love with my husband whom I married to just 4 months ago” Saya juga terkejut dan kasihan dengan Jessica. tapi diserta dengan berbagai argumentasi “aqliyah” (rasional) sehingga dapat meyakinkan Jessica dalam hal ini. Saya kemudian menjelaskan perihal hukum nikah dalam Islam dan berbagai hal yang terkait. termasuk persyaratan bagi wanita Muslim untuk menikah hanya dengan pria Muslim. Saya katakan: “Hopefully people will not perceive that Islam separates between husbands and wives. ketika anda sudah yakin bahwa inilah jalan hidup yang benar untuk anda ikuti. Bahkan menurutnya: “Nothing should prevent me to convert to Islam“. Oleh karena Islamic Center memang masih sepi. Pada akhirnya. Bahwa menerima Islam berarti bersedia menerima segala konsekwensi dari setiap hal yang terkait dengan ajarannya. Saya katakan.Saya tidak langsung menjawab pertanyaannya karena saya yakin dia masih mencintai suami yang baru menikahinya sekitar 4 bulan silam. But this is the rule and I have to tell you about it”. it’s a code of life. mau tidak mau. Nampaknya Jessica mendengarkan penjelasan itu dengan seksama. harus terjadi kompromi. Hampir tak pernah bergerak mendengarkan penjelasan-penjelasan mengenai berbagai hal. dengan hanya disaksikan dua orang Brothers. Allahu Akbar wa lillah alhamd! . saya sampaikan kepada Jessica: “You may embrace Islam. Namun di satu sisi saya perlu tegaskan bahwa sebagai Muslimah jika tetap bersuamikan non Muslim maka itu adalah sebuah pelanggaran terhadap hukum Islam. serta yang paling penting adalah pengalaman-pengalaman mengislamkan selama ini. dan dengan tegas mengatakan: “I’ll give him a chance in 3 months. Hatinya telah mantap untuk menjadi Muslimah. Saya justru menjelaskan kepadanya pokok-pokok keimanan dan Islam. Untuk itu. khususnya makna berislam itu sendiri. Dengan penjelasan terakhir ini Jessica nampak cerah. baik berdasarkan “masalih al mursalah” (manfaat-manfaat yang terkait) maupun realita-realita kehidupan di Amerika. hingga kepada masalah-masalah mu’amalah. dengan diiriingi airmata. Dan penerimaan inilah yang merupakan inti dari keislaman itu sendiri. setelah mempertimbangkan berbagai pertimbangan yang terkait. Ketika saya sampai kepada permasalahan pasangan suami isteri itulah. But you have to find any possible way to convince your husband that you are not allowed to maintain this marriage if he insists to oppose Islam”. maka jangan sampai hal ini tersia-siakan.” jelasku. Dalam hal ini seseorang yang mengimani ajaran Islam dan dengan kesadarannya memeluk Islam berarti bersedia mengikuti ajaran-ajaran atau aturan-aturan yang mengikat. If he doesn’t want to follow my way. katanya tanpa ragu. Tanpa terasa airmatanya nampak menetes. ibadah. dari masalah-masalah akidah. Saya ikut merasakan dilema yang dihadapinya. “Islam is not only a bunch of ritual teachings. Jessica Mendosa mendeklarasikan: “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah”. termasuk urgensi membangun rumah tangga yang Islami dalam rangka menjaga generasi Muslim masa depan. Penjelasan saya tentunya tidak bertumpu kepada nash atau berbagai opini ulama. I will ask for a divorce“.

Cerita dari India Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran. Sayang saya belum sempat menanyakan perihal suaminya!. .Sabtu kemarin. 17 Juli 2006 Jessica. cerita nasehat. Bersemangat menjawab setiap ada hal yang dipertanyakan oleh muallaf lainnya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Pelajaran Dari Seorang Anak. “Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan. kisah teladan ( 352 ). Jessica telah resmi bergabung dengan kelas khusus yang dirancang untuk para muallaf “The Islamic Forum for new Muslims” di Islamic Cultural Center. Saya terkejut. air matanya banjir didepannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam / yogurt (nasi khas India / curd rice). *** Oleh: M. New York. namanya Sindu. Jessica hadir di kelas itu seperti seorang Muslim yang telah lama mempelajari agama ini. Tampak ketakutan. cerita teladan ( 355 ). kisah islami ( 268 ). Allah bless and further guide you! • Sri Mulyati 4:27 pm pada 19 September 2010 Permalink izin copi ya…  erva kurniawan 1:32 am pada 22 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).” Aku taruh Koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya. Syamsi Ali.

Sindu permintaanmu akan kami penuhi.” . tapi saya akan minta . jawabku. mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect”. Setelah Sindu melewati penderitaannya. tidak mungkin. dia mendekatiku dengan mata penuh harap. “Kalau kita menjilat ludah sendiri.” Sindu menjawab.” Secara serentak istri dan ibuku berkata.” Sindu dengan menangis berkata. “Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak. “Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya. tidak ada ‘yah. Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama. istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi. Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita. Aku coba membujuk. dia terlalu banyak nonton TV. “Janji kita harus ditepati.”. Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Aku mengambil mangkok dan berkata. Istriku spontan berkata permintaan gila. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin / dibotakin pada hari Minggu. “Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami.” Sindu tanya sekali lagi. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata. seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta. bahkan nyawa anaknya sendiri. Aku sedikit khawatir dan berkata. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita. dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu” Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. “Sindu jangan minta komputer atau barang-barang lain yang mahal yah. dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. harta / kekuasaannya. nanti ibumu akan teriak-teriak sama ayah. “Apakah kamu sudah gila?”. Tapi Sindu tetap dengan pilihannya. karena ayah saat ini tidak punya uang.” Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku. “Iya. Aku menjawab.” Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. “Oh pasti sayang. anak perempuan dibotakin. kata istriku. “Tidak”. tak ada keinginan lain kata Sindu. “…akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Ibu dan istriku msh kuno. “Boleh ayah akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok tapi semuanya akan saya habiskan. kenapa ayah sekarang mau menjilat ludah sendiri?” Sindu melanjutkan “Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral. maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak. Sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju. “Betul nih ayah? Yah pasti”. demi ayah. bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi. Agak ragu-ragu sejenak. janji”..Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. “Sindu sayang. “Jangan khawatir. istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Sindu tidak minta barang-barang mahal kok. Aku coba memohon kepada Sindu. Dan semua perhatian (aku.” “Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?”.

Sindu tolong tunggu saya. Yang mengejuntukanku ternyata.” Wanita itu berhenti sejenak. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia. Harish. Aku berpikir mungkin “botak” model jaman sekarang. karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek / dihina oleh teman2 sekelasnya. kepala anak laki-laki itu botak. Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata. Sindu. kisah teladan ( 352 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ). Hari Senin. wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus. . Anak laki-laki yang jalan bersama-sama dia sekarang. benar-benar hebat. Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang kasih. Aku berdiri terpaku dan aku menangis. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. dia menderita kanker leukemia. aku mengantarnya ke sekolah. sedekah ( 8 ) Sedekah Diantara sunnah puasa adalah memperbanyak sedekah selama bulan Ramadhan dalam rangka membantu fakir miskin. sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. cerita teladan ( 355 ). anak-anak yatim. “Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah.” Lanjut Ibu tersebut. hanya saya betul-betul tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish.Dengan kepala botak. menangis tersedu-sedu. Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak. serta orang-orang yang memerlukannya. cerita nasehat. adalah anak saya. *** Dari milis siar islam  erva kurniawan 8:48 am pada 18 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kisah islami ( 268 ).” “Nah Minggu lalu Sindu datang kerumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. “Anak anda.

Thabrani) Juga sebagai pelepas dari siksa api neraka. yaitu dengan sepatah kata yang baik” (HR Bukhari Muslim) ** Dikisahkan oleh Aisyah.Rasulullah mengajarkan. maka jika tidak dapat. teringatlah kita pada wasiat Rasulullah kepada putra menantunya yang bernama Ali bin Abu Thalib. “wahai Ibu. seraya bercerita. “Wahai anakku! Selama hidup didunia. karena sedekah dapat menolak kejahatan dari dirimu. (HR.a. meja. suatu waktu datanglah seorang wanita menghadap Rasulullah s. sedang ibu rajin shalat. sedang tangan kirinya tidak terlalap oleh si jago merah. sesobek kain yang biasa kupakai untuk membersihkan perabot-perobot rumah tangga seperti piring. puasa. serta dapat menarik keberkahan dan rezeki sebanyak mungkin”. karena bencana tidak dapat melangkah mendahului sedekah. zakat dan ibadah-ibadah lainnya?” Sang Ibu menjawab. kursi. Hal ini merujuk sebuah hadits. mengapa hal ini terjadi. “Seutama-utama sedekah adalah sedekah dibulan Ramadhan. sandal dan lain-lain yang dapat menyelamatkan tangan kiriku dari bakaran siksa api neraka” jawab sang Ibu.” (HR. (HR. “Sedekah itu dapat menghindarkan seseorang dari panas kubur. sepatu. yaitu sedekah dibulan Ramadhan. Orang yang bersedekah dapat terhindar dari Mati Suul Katimah. ternyata tangan kirinya memegang sehelai kain bekas” Kemudian aku bertanya. kulihat dalam mimpiku. Segeralah bersedekah. gelas. aku termasuk wanita bakhil yang enggan bersedekah. “Wahai Ali! Janganlah kamu abaikan sedekah. Setelah kuteliti secara cermat. karena sedekah itu sebagai pelepasmu dari api neraka” (HR. Dan di neraka inilah memang tempat penyiksaan bagi orang2 yang bakhil” “Mengapa tangan Ibu yang memegang sehelai kain bekas tidak terlalap api?” “Ketahuilah. ibuku disiksa di dalam api neraka. Thabrani) “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun sedekah separuh dari biji kurma. bahwa sedekah yang paling utama. dan seorang pada hari kiamat hanya bernaung dibawah naungan sedekahnya”. Ya. Wahai Ali! Sedekah secara sembunyi-sembunyi dapat merekam murka Allah. Keutamaan sedekah memang sering diwasiatkan Rasul kepada ummatnya. “Bersedekahlah kamu. Qudha-I) Dapat menghindarkan dari panas kubur. kain bekas ini adalah sesuatu yang pernah kusedekahkan selama hidup didunia.w. . “Ya rasul. “Sedekah itu dapat menolak mati dalam keadaan yang tidak baik”. Turmudzi) Berbicara masalah keutamaan sedekah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful