Kisah Cinta Abu Mubarak Inilah kisah indah percintaan seorang tabi’in mulia. Namanya Mubarak.

Dulu, Mubarak itu seorang hamba. Tuannya memerdekakannya kerana keluhuran pekerti dan kejujurannya. Setelah merdeka ia bekerja pada seorang kaya raya yang memiliki kebun delima yang cukup luas. Ia bekerja sebagai penjaga kebun itu. Keramahan dan kehalusan tutur sapanya, membuatnya disenangi semua temannya dan penduduk di sekitar kebun. Suatu hari pemilik kebun itu memanggilnya dan berkata: “Mubarak, tolong petikkan buah delima yang manis dan masak!” Mubarak seketika itu bergegas ke kebun. Ia memetikkan beberapa buah dan membawanya pada Tuannya. Ia menyerahkan pada Tuannya. Majikannya mencuba delima itu dengan penuh semangat. Namun apa yang terjadi, ternyata delima yang dipetik Mubarak rasanya masam dan belum masak. Ia mencuba satu persatu dan semuanya tidak ada yang manis dan masak.. Pemilik kebun itu gusar dan berkata: ”Apakah kau tidak dapat membedakan mana yang masak dan yang belum masak? Mana yang manis dan mana yang masam?” “Maafkan saya Tuan, saya sama sekali belum pernah merasakan delima. Bagaimana saya boleh merasakan yang manis dan yang kecut,” jawab Mubarak. “Apa? Kamu sudah sekian tahun bekerja di weesini dan menjaga kebun delima yang luas yang telah berpuluh kali berbuah dan kau katakan belum merasakan delima. Kau berani berkata seperti itu!” Pemilik kebun itu marah merasa dipermainkan. “Demi Allah Tuan, saya tidak pernah memetik satu butir buah delima pun. Bukankah anda hanya memerintahkan saya menjaganya dan tidak memberi izin pada saya untuk memakannya?” lirih Mubarak. Mendengar ucapan itu pemilik kebun itu tersentak. Namun ia tidak langsung percaya begitu saja. Ia lalu pergi bertanya kepada teman-teman Mubarak dan tetangga disekitarnya tentang kebenaran ucapan Mubarak. Teman-temannya mengakui tidak pernah melihat Mubarak makan buah delima. Juga tetangganya. Seorang temannya bersaksi: “Ia seorang yang jujur, selama ini tidak pernah berbohong. Jika ia tidak pernah makan satu buah pun sejak bekerja disini bererti itu benar.” *** Kejadian itu benar-benar menyentuh hati sang pemilik kebun. Diam-diam ia kagum dengan kejujuran pekerjanya itu. Untuk lebih meyakinkan dirinya, ia kembali memanggil Mubarak: “Mubarak, sekali lagi, apakah benar kau tidak makan satu buah pun selama menjaga kebun ini?” “Benar Tuan.” “Berilah aku alasan yang boleh aku terima!”

“Aku tidak tahu apakah Tuan akan menerima penjelasanku apa tidak. Saat aku pertama kali datang untuk bekerja menjaga kebun ini, Tuan mengatakan tugas saya hanya menjaga. Itu aqadnya. Tuan tidak mengatakan aku boleh merasakan delima yang aku jaga. Selama ini aku menjaga agar perutku tidak dimasuki makanan yang syubhat apalagi haram. Bagiku kerana tidak ada izin yang jelas dari Tuan, maka aku tidak boleh memakannya.” “Meskipun itu delima yang jatuh di tanah, Mubarak?” “Ya, meskipun delima yang jatuh ditanah. Sebab itu bukan milikku, tidak halal bagiku. Kecuali jika pemiliknya mengizinkan aku boleh memakannya.” Kedua mata pemilik kebun itu berkaca-kaca. Ia sangat tersentuh dan terharu. Ia mengusap air matanya dengan sapu tangan dan berkata, “Hai Mubarak, aku hanya memiliki seorang anak perempuan. Menurutmu aku mengahwinkannya dengan siapa?” Mubarak menjawab: “Orang-orang Yahudi mengahwinkan anaknya dengan seseorang kerana harta. Orang Nasrani mengahwinkan kerana keindahan. Dan orang Arab mengahwinkan kerana nasab dan keturunannya. Sedangkan orang Muslim mengahwinkan anaknya pada seseorang kerana melihat iman dan taqwanya. Anda tinggal memilih, mahu masuk golongan yang mana? Dan kahwinkanlah puterimu dengan orang yang kau anggap satu golongan denganmu.” Pemilik kebun berkata: ”Aku rasa tak ada orang yang lebih bertakwa darimu.” Akhirnya pemilik kebun itu mengahwinkan puterinya dengan Mubarak. Puteri pemilik kebun itu ternyata gadis cantik yang solehah dan cerdas. Ia hafal kitab Allah dan mengerti sunnah NabiNya. Dengan kejujuran dan ketaqwaan, Mubarak memperoleh nikmat yang agung dari Allah SWT. Ia hidup dalam syurga cinta. Dari percintaan pasangan mulia itu lahirlah seorang anak lelaki yang diberi nama“Abdullah”. Setelah dewasa anak ini dikenal dengan sebutan “Imam Abdullah bin Mubarak” atau “Ibnu Mubarak”, seorang ulama di kalangan tabi’in yang sangat terkenal. Selain dikenali sebagai ahli hadis, Imam Abdullah bin Mubarak juga dikenali sebagai ahli zuhud. Kedalaman ilmu dan ketaqwaannya banyak diakui ulama pada zamannya. Inilah Buah cinta yang Berasaskan Ketaqwaan, semoga kita dianugerahkan cinta yang disertai ketaqwaan. *** Sumber: Sahabat

Peri dan Petani Tulisan ini diinspirasi oleh cerita seorang sahabat. Ceritanya sebenarnya sudah banyak diketahui orang, tapi ada sedikit modifikasi yang membuatnya menjadi menarik untuk diceritakan kembali. Meski konteksnya saat sahabat saya bercerita itu cuma guyon, tapi sebenarnya ada pelajaran yang bisa dipetik. Saya berusaha menuliskannya. Enjoy! Alkisah ada seorang petani tua yang miskin. Dia hidup berdua saja dengan istrinya. Tiap hari dia pergi ke sawah sambil membawa cangkul besi satu-satunya miliknya, menyeberangi sebuah sungai yang cukup dalam. Pada suatu hari, saat menyeberangi sungai dalam perjalanan ke sawah, si petani tanpa sengaja menjatuhkan cangkulnya. Cangkul itu langsung tenggelam ke dasar sungai. Si petani tertegun sedih, meratapi kecerobohan yang membuatnya kehilangan benda miliknya yang paling berharga. Saat merenungi nasibnya itu, tiba-tiba datanglah seorang peri menghampirinya. “Hai petani, kenapa kau bersedih?” “Aku kehilangan cangkulku. Padahal hanya dengan itulah aku bisa menghidupi diri dan istriku.” “Baiklah…tunggu sebentar”, kata si peri. Lalu ia menghilang, dan tak lama kemudian muncullah kembali sambil membawa sebuah cangkul terbuat dari emas murni. “Inikah cangkulmu?”, tanya si peri. “Bukan. Cangkulku tidak sebagus itu. Hanya cangkul biasa saja”, jawab si petani. Lalu si peri menghilang kembali, dan sebentar kemudian muncul sambil membawa cangkul perak. “Inikah cangkulmu?”, tanya si peri kembali. “Bukan. Cangkulku cuma terbuat dari besi.” Untuk ketiga kalinya, si peri pergi, dan saat kembali kali itu dia membawa sebuah cangkul besi.

“Inikah cangkulmu? Si petani mendadak terlihat gembira. “Benar…benar…inilah cangkulku…”, sahutnya sambil tersenyum. Si peripun ikut tersenyum, lalu berkata,”Wahai pak tani, aku salut akan kejujuranmu. Engkau tidak silau dengan hal-hal keduniawian. Sebagai anugrah, kuberikan juga cangkul emas dan cangkul perak kepadamu.” Lalu diserahkannyalah cangkul emas dan cangkul perak tadi kepada si petani. Si petani tentu saja bergirang hati mendapatkan rejeki tersebut. Pemberian emas dan perak itu kemudian dijualnya untuk memperbaiki tingkat kehidupannya. Meskipun mendapat rejeki besar, tapi si petani tidak berubah. Ia tetap bekerja keras dan mencoba bersikap jujur dalam setiap kesempatan. Suatu hari, seperti biasanya ia pergi ke sawah. Bedanya, kali ini ia ditemani istrinya. Saat menyeberangi sungai, tiba-tiba istrinya terjatuh dan hilang ditelan arus sungai. Si petani terkejut dan tidak mampu menolong istrinya, akhirnya iapun cuma bisa menangis sedih. Tiba-tiba si peri muncul kembali, dan terjadilah dialog yang mirip seperti di atas. Singkat kata, si peri pergi, dan saat kembali, ia membawa Paris Hilton (bagi yg belum tahu Paris Hilton, ia adalah selebritis jetset yang suka hidup mewah, pewaris Hilton raja jaringan hotel). “Inikah istrimu?”, tanya si peri sambil menyodorkan Paris Hilton. “Benar…benar…dialah istriku”, jawab si petani setelah melihat dan mengamati Paris Hilton dengan cermat. Si peri langsung berubah wajahnya. Ia kemudian berkata,”Wahai pak tani, ternyata engkau tidak jujur. Engkau mengaku memiliki sesuatu yang sebenarnya bukan milikmu. Aku kecewa…” Sebelum si peri melanjutkan ucapannya, si petani memotongnya,”Dengan mengakui Paris Hilton sebagai istriku, justru aku bersikap jujur, wahai peri…” Si peri keheranan dengan jawaban si petani. Dia bertanya,”Coba jelaskan, apa maksudmu?” Si petani kemudian berkata panjang lebar,”Coba pikirkan…Kalau aku tidak mengakui Paris Hilton sebagai istriku, maka engkau akan membawakanku Angelina Jolie, Demi Moore, atau selebritis lainnya, baru kemudian engkau mengembalikan istriku. Lalu engkau akan terkesan akan kejujuranku, dan akan memberiku Paris Hilton dan Angelina Jolie untuk hidup bersamaku, selain istriku sendiri.” Lanjut si petani,”Coba bayangkan…mana sanggup aku membiayai selebritis-selebritis itu. Dari mana aku dapat uang? Aku hanya seorang petani miskin. Karena itu aku mencoba jujur pada keadaanku. Aku tidak sanggup menghidupi mereka, lalu kuputuskan untuk menjawab seperti tadi. Aku tahu engkau kecewa, dan aku tahu jika engkau kecewa pasti aku tidak akan mendapatkan siapa-siapa, termasuk istriku sendiri. Tapi paling tidak aku tidak mengkhianati kehidupanku sendiri…” Dan si peripun menjadi speechless dengan jawaban si petani itu… ** EPILOG:

Saya yakin ada yang tertawa membaca cerita di atas, tapi ada juga yang tertegun. Menurut sahabat saya, moral of the storynya adalah bahwa sulit sekali bagi kita untuk tidak berprasangka kepada orang lain. Sulit karena fenomenanya terlihat jelas di hadapan kita. Bahkan saat kita sudah berusaha keras untuk tidak menaruh prasangka buruk, kadang-kadang bayangan tuduhan itu tetap muncul juga… Cerita di atas bisa menjadi pelajaran bagi kita yang kadang mudah menjatuhkan cap jelek kepada orang lain. Sesungguhnya cap jelek yang kita timpakan itu tidak selalu benar. Sesungguhnya terkadang yang ada hanyalah beda pandangan saja. Si peri menuduh petani tidak jujur karena dia mengakui Paris Hilton sebagai istrinya, sementara si petani berpendapat bahwa kejujuran tidak hanya sebatas pada pengakuan lisan saja. Sebelum berprasangka, kita juga perlu sadar bahwa kadang-kadang pandangan orang yang kita cap jelek itu malah lebih baik daripada pandangan kita. Bagi kita yang kadang menjadi korban prasangka buruk, tidak usahlah menjadi panas hati. Pahamilah bahwa prasangka tadi kadang muncul karena perbedaan pandangan atau ketidaktahuan. Jika penyebabnya memang seperti itu, komunikasi yang baik akan bisa menyelesaikan persoalan. Kalau kita bisa bersikap seperti ini, percayalah…hidup akan menjadi lebih ringan… Semoga bisa bermanfaat, baik untuk hiburan maupun renungan.. :-) PS: Untuk pak Isnaeni, terima kasih atas ceritanya yang inspiring…Semoga tidak keberatan kalau saya tuliskan sebagai note… :-) *** Oleh: Lukito Edi Nugroho

Semua Ada Awalnya Oleh Yon’s Revolta Cobalah jangan menjadi orang sukses, Melainkan berusahalah untuk menjadi orang yang berharga (Einstein) *** Di depan sebuah masjid… Lelaki berjenggot itu nampak serius bekerja. Mengipas-ngipas bara arang dengan beberapa biji jagung muda diatasnya. Dibolak-balik agar merata sambil ditaburi bumbu sesuai pesanan pembeli. Bisa pedas, gurih atau asin. Silakan tinggal memilih saja. Aroma bumbu taburnya bisa kita hirup lezatnya dari dekat.

Sudah teramat banyak cerita orang-orang yang meniti karier dari awal. Dengan begitu. tentu kurang afdhol. Menelisik lebih dalam atas apa yang kita kita lihat itu. Asalkan kita bisa memandangnya dengan cara yang berbeda. Keping-keping yang bisa kita petik sebagai renungan tentang kehidupan yang kita jalani selama ini. Mungkin dia punya cita-cita lebih dalam berbisnis. Kata pepatah cinta. . Kalau hanya mengejar sukses pribadi. Apa yang menarik dari pemandangan itu. manusia yang mempunyai kemanfaatan tak hanya bagi dirinya sendiri. Hari ini. kitapun akan bisa meresapi sampai ke hati pula. maka pekerjaan itu dilakukannya. Bisa jadi begitu. Anggap ini sebagai langkah awal kita untuk meniti karier yang lebih baik dikemudian hari. ada keping-keping hikmah yang tersisa. Saya cenderung memandang apa yang dilakukannya sebagai bagian dari proses. Memang melihatnya tak sekedar dengan dua mata kita. sekira sudah sebulan dia berjualan di situ. Tapi berusaha untuk menjadi manusia yang berharga. apakah langkah kaki kita telah terayunkan. kita bisa melakukannya. Tapi mari kita selami lebih dalam lagi tentang fenomena itu. Ijinkan saya bertanya. Adakah yang bisa menjamin bahwa orang itu memang punya cita-cita sebagai seorang penjual jagung bakar? Saya sendiri tak yakin. halal. Barangkali. Sebuah bagian dari proses pencapaian cita-cita dan impian kita. ribuan mil dimulai dari satu langkah. langkah terindah yang bisa dilakukan adalah mencintai pekerjaan kita.Saya kurang tahu tempat tinggal penjual jagung bakar itu di mana. anggap saja apa yang dilakukannya kini kita alami. mungkin saat ini bekerja belum sesuai dengan apa yang kita inginkan. Bagi yang sudah beranjak jauh. Bagi seorang muslim. Ya. Seperti orang yang awalnya penjual koran eceran kemudian menjadi “raja media’. Kapan-kapan kalau diberi kesempatan akan saya ceritakan. ini awalan bagi kita untuk menggapai puncak yang baik. Yang saya tahu. mata hati. Hanya saja. semua itu ada awalnya. sebagai langkah awal. tetapi perlu dengan mata jiwa. diridhoi Allah SWT. Belum sempat menyapa dan bercerita banyak dengannya. Ya. ada baiknya kita ingat pesan Rasulullah Muhammad SAW “Berharaplah dengan kebaikan. kita belajar tentang proses. Tetapi juga bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Khusus bagi yang sedang melangkahkan sejengkal demi sejengkal kaki meraih capaian puncak. Semoga. perlu sejenak menengok dan berevaluasi. jangan melulu untuk berambisi menjadi orang sukses. tapi bagi orang lain. Kita. Di setiap tempat. apa yang kita lihat. kita coba untuk beranjak berjalan. Ataukah kita masih saja terbayang-bayang akan nikmatnya impian. Nah. tentu paham di mana keberadaan manusia dimuka bumi ini memang ditentukan sejauhmana dia bermanfaat bagi orang lain. pasti kalian akan mendapatkannya”. semuanya ternyata bisa menjadi bahan renungan kita. Pertanyaannya sekarang. Selangkah demi selangkah. Tentu. atau bisa juga keterpaksaan karena hanya peluang itu yang ada. Hari ini. dan tentunya setelahnya tak hanya kita yang menikmatinya. Tepatnya. Saya agak sepakat dengan kata Einstein yang saya kutip di atas. Mungkin biasa saja.

Semuanya sudah terjadi. jadi beliau mengatakan. Suatu ketika. terlalu takut untuk berbicara. untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatan membawanya. Ayah begitu marah. adikku mencengkeram tangannya dan berkata. Ayah tidak mendengar siapapun mengaku. tiga tahun lebih muda dariku. kalau begitu. tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. kalian berdua layak dipukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. orangtuaku membajak tanah kering kuning. “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang. adikku berusia 8 tahun. Ayah segera menyadarinya. Sesudahnya. Aku mempunyai seorang adik. aku tiba-tiba mulai menangis meraungraung. . Aku berusia 11. Hari demi hari.” Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok. “Kak. “Baiklah.*** Aku Menangis untuk Adikku Penulis : Ratu Karitasurya Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Bertahun-tahun telah lewat. hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!” Malam itu. Tiba-tiba. “Ayah. jangan menangis lagi sekarang. beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata. Aku terpaku. sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai beliau kehabisan nafas. Tubuhnya penuh dengan luka. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. dan punggung mereka menghadap ke langit. aku yang melakukannya! “ Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Waktu itu. “Siapa yang mencuri uang itu?” beliau bertanya. Di pertengahan malam itu.

Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu? “ Aku merasa terenyuh. Aku menanyakannya. Malam itu.” . bungkus demi bungkus. Aku mendengarnya memberengut. dan air mata memenuhi mataku. ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini. “ Dari sakunya. ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan. dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. sebelum subuh datang. tersenyum. “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya. adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” Saat itu juga. aku diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Siapa sangka keesokan harinya.” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas. adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata. dan tersekat-sekat dalam kata-kataku. saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya. “Kak. dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi. Ia memakaikannya kepadaku. “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kalau kamu adalah adikku?” Dia menjawab.Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP. “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Suatu hari. “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!” Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar dan melihat adikku dari jauh. Hasil yang begitu baik. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimmu uang. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu. sebaliknya. ayah berjongkok di halaman. Aku 20. ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. aku akhirnya sampai ke tahun ketiga di universitas. Aku berkata. seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti ayah mesti mengemis di jalanan. “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apapun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. aku sedang belajar di kamarku. “Lihat bagaimana penampilanku.” Aku. Kalau tidak. “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun. Pada saat yang sama.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak. masuk ke universitas tidaklah mudah. saya telah cukup membaca banyak buku. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku. ayah akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. adikku berusia 17 tahun. dan terus menjelaskan. Tahun itu. “Ayah. ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. menghisap rokok tembakaunya.” Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku.

ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya. dia mengatakan. “Apakah itu sakit?” aku menanyakannya. Tahun itu. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. adikku 23. Mereka mengatakan. Kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah.” Saat Suamiku menjadi direktur pabriknya. mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. tetapi mereka tidak pernah mau. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu. Kali pertama aku pulang ke rumah setelah menghadiri undangan pernikahan seorang teman. “Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Di tengah kalimat itu ia berhenti.” Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” . berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku dipenuhi air mata. ia baru saja jadi direktur. kaca jendela yang pecah telah diganti. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Ketika aku menikah. “Kak. dan saya hampir tidak berpendidikan. tidak sakit. seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit salep pada lukanya dan membalut lukanya. Kamu tahu. ketika saya bekerja di lokasi konstruksi. pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya. Melihat mukanya yang kurus. Dalam acara pernikahannya.Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku berusia 26. luka yang begitu serius. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. jagalah mertuamu saja. ketika adikku sedang di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel. Suatu hari. aku menggerutu. dan kelihatan bersih di mana-mana. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?” Dengan tampang yang serius pada wajahnya. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya. Tahun itu. lalu masuk rumah sakit. “Bu. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. sekali meninggalkan dusun. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini. aku tinggal di kota. Aku 23. “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. ia membela keputusannya. Seringkali suamiku dan aku mengundang orangtuaku untuk datang dan tinggal bersama kami. ia berusia 26 dan aku 29. Lihat kamu sekarang. sambil tersenyum. “Pikirkan kakak ipar. ia berusia 20. batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Jika saya menjadi manajer seperti itu. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!” Lalu ia berkata. Adikku tidak setuju juga. Melihat gips putih pada kakinya. “Tidak. ia mendapat sengatan listrik. dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut.

selama saya masih hidup. seperti ditulis Islamonline. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. “Saya ingin melihat keluarga saya duduk bersama selama bulan suci.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini.” ujar Zubaida. “Dalam hidupku. Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. berjuang mengajak keluarganya untuk berbuka puasa bersama setidaknya sekali dalam seminggu.” Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. “Ketika saya pergi sekolah SD. saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya. Zubaida Jomaa. 44. . adalah sesuatu yang mahal.Tanpa berpikir. di tengah kehidupan negeri tanggo Brasil. ia menjawab.net. Itu dilakukan untuk memberi nuansa Islam di tengah keluarganya. Sejak hari itu. *** Diterjemahkan dari “I Cried for My Brother Six Times” Puasa Zubaida dan Kutukan Tetangga Setiap Ramadhan. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku. sekolah kami ada di dusun yang berbeda. Setiap hari kakak dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. di depan kerumunan perayaan ini. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. pemeluk agama Islam di sana tidak menonjol. Ketika kami tiba di rumah. Nuansa Islam. orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku. Sedangkan ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Dengan mayoritas penduduknya beragama Katolik. Suatu hari. air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai. “Kakak saya. saya bersumpah.” Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.

Muslim di Brazil mendedikasikan waktu mereka untuk menjadi lebih dekat kepada Allah. Menurut sensus 2001. wanita muslim itu ingin mengajarkan anak-anaknya arti puasa selama bulan Ramadhan.” ujar Zubaidah. dan Lebanon yang menetap di Brasil pada abad kesembilan belas selama Perang Dunia I dan pada 1970-an. banyak tetangga Zubaida yang mengutuk karena membiarkan anak kecil berpuasa. “Banyak orang yang mengkritik dan menuduh yang tidak baik kepada keluarga saya. Muslim merasa murni dari kotoran dan berpuasa menjadikan Muslim bersikap lebih baik.239 Muslim di Brasil. menahan diri dari hawa nafsu. *** By Republika Pencuri yang Tercuri . seperti Muslim di belahan bumi lain. dan melakukan perbuatan baik. orangtua umumnya sulit mengajar anak-anak mereka untuk berpuasa selama bulan suci. dia selalu mengajarkan bahwa Ramadhan adalah saat refleksi. Ada juga jumlah masyarakat Muslim yang signifikan di Mato Grosso do Sul dan Rio Grande do Sul.Meskipun hidup dalam masyarakat barat.” tutup Zubaida. anak-anaknya sudah belajar berpuasa sejak umur sembilan tahun. Namun. Selama Ramadhan. Dia menjelaskan. Salah satu contohnya. Akan tetapi. “Tapi saya tahu apa yang saya lakukan sesuai agama Allah dan itu baik untuk menanamkan nilai Islam kepada anak saya. “Saya senang melihat anak-anak saya berpikir tentang makna Ramadhan yang sama. ada 27. Mayoritas Muslim adalah imigran keturunan Suriah. Muslim di Brasil masih kesulitan dalam mengajarkan Islam kepada anak-anaknya. karena mereka tidak mengerti. Momentum Ramadhan juga dipergunakan untuk mempelajari Alquran yang mulia.” tegas dia. Sebagian besar muslim tinggal di negara bagian Parana.” kata Zubaida. Hal itu karena masih banyak masyarakat Brazil yang tidak mengerti ajaran agama Islam. Saat itu. Mereka lebih banyak berdoa. Riod de Janeiro dan Sao Paulo. “Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan berkah dalam kehidupan Muslim manapun di seluruh dunia. Federasi Islam Brasil menempatkan angka pada sekitar satu setengah juta. Palestina. Goias.

“Saudaraku. Ia yakin jika pencuri itu tidak akan menemukan apa pun yang bisa dibawa. Keduanya bertatapan. Ia tetap mengerjakan shalat. Saya nukilkan kisah Malik dan si pencuri dari buku Qashash min Siyar al-Musytaq al-Jannah (Kisah Para perindu Surga) karya Muhammad ibn Hamid Abdul Wahhab. menuruti semua perintah Malik. “Silakan. Sampai kemudian si pencuri masuk ke kamar tempat Malik mengerjakan shalat.” kata Malik. “Berwudulah dengan air ini. Tuan. Kau akan keluar dari rumah ini dengan membawa kebaikan. Sangat miskin. Suatu malam.” . dan secara kebetulan. “Lalu kerjakanlah salat dua rakaat. Ia orang miskin. jika kau memang menghendaki. Jelas.” Si pencuri masih terpaku. pencuri itu memasuki rumah Malik ibn Dinar. Malik mengucapkan salam kepada pencuri. Ia seperti terhipnotis.” Tapi si pencuri berkata. sampai-sampai ia tidak hanya menambah dua rakaat. “Sekarang sudah saatnya kau pulang dari sini. Seperti pencuri yang satu ini. Si pencuri tampak menikmati shalat malam itu. “Kau sudah memasuki rumahku tapi tidak menemukan apa-apa. Ternyata rumah ini ada penghuninya. Kerjakan semampumu. tidak khawatir sama sekali dengan kedatangan si pencuri. Ia mencari-cari barangkali ada barang berharga yang bisa dicuri. Aku sudah berniat berpuasa.” kata Malik. Tidak ada barang berharga di rumahnya. Malik berdiri lalu ke belakang mengambil air dan menyodorkannya kepada si pencuri.” kata Malik. itu adalah keputusan yang sangat salah. dirinya hanya orang miskin yang tidak punya apa-apa. Si pencuri terkejut. “Jika Tuan mengizinkan.” kata si pencuri. Malik ibn Dinar yang saat itu sedang mengerjakan shalat di kamarnya tahu jika ada yang masuk ke rumahnya. si pencuri mendekati Malik. sementara si pencuri hanya terpaku. Sebab. jika ada pencuri memasuki rumahnya.” “Baik. Dan aku tidak akan membiarkanmu keluar dari rumahku tanpa membawa apa-apa.Malik ibn Dinar adalah seorang periwayat hadis dari generasi tabi’in.” Malik pun mengizinkan. Malik baru selesai mengerjakan shalat. Setelah selesai mengerjakan shalat. “Tuan! Bolehkah aku menambah dua rakaat lagi?” “Silakan. Semua ruangan dimasuki. tapi terus mengerjakan salat sampai waktu subuh tiba. “Kau akan pergi dengan membawa hidayah. aku ingin tinggal di sini untuk sehari ini.” jawab Malik.

Itulah yang semestinya kita petik dari puasa. Selanjutnya hanya perlu kesungguhan—dengan dukungan keadaan—saja bagi masing-masing benih itu untuk tumbuh.” “Biar itu menjadi urusanmu dengan Allah. Kita telah memasuki Ramadan.Saat hendak pergi. Kesucian ada di setiap hati kita. Dan jangan sampai nanti kita keluar darinya tanpa membawa pengaruh apa-apa. lalu kita jaga sebaik mungkin.” kata Malik.detik.” kata temannya itu. Sampai kemudian ia bertemu dengan temannya sesama pencuri. “Kemarin aku berniat mencuri di rumah seseorang bernama Malik ibn Dinar. Benih-benih kebaikan dan keburukan tertanam di setiap hati kita. kepedulian. Sering kita dengar ia disebut ‘Bulan Suci’. “Aku pikir kau membawa banyak hasil curian.com/read/2010/08/26/190442/1428925/630/pencuri-yang-tercuri Puasa Mengharukan Si Penyapu Jalan By Republika . bunga-bunganya mekar dalam perilaku: kearifan. si pencuri berkata kepada Malik. Pencuri itu berlalu. cinta. dan sifat-sifat ilahiah lainnya yang selama ini mungkin tak terawat. bukan bulan yang berhak mendapat label suci. disiplin. Setelah semua itu. Dan puasa yang kita laksanakan selama Ramadan ini adalah keadaan yang mendukung untuk menumbuhkan benih-benih kebaikan di hati. Sia-sia. tapi yang ada adalah ‘diri yang suci’. “Aku ingin bertobat.” kata si pencuri. Dan penyebutan seperti itu kerap diterjemahkan dengan aksi sapu-bersih tempat-tempat yang dianggap menjalankan kemaksiatan. Apakah seperti itu? Tidak. ( gst / vta ) *** ramadan. Dan. menjadi batang. “Tapi dia ternyata orang miskin yang tak punya apa-apa. justru dia yang mencuri apa yang kumiliki selama ini. Begitulah fitrah manusia. kesabaran. kasih sayang. tentu saja. Tempat-tempat hiburan diminta ditutup agar tidak menodai kesucian bulan itu. Tidak ada yang disebut ‘bulan suci’.” Kita telah memasuki Ramadan. melainkan kita. bercabang. bukan di suatu tempat atau pada waktu tertentu.

Anak-anaknya yang lain pun giat mencari kerja. hidupkan harus dilanjutkan. Namun demikian. haus.” ungkapnya. Eh. Ijah pindah ke Citayam. terjadi karena hubungan pendek arus listrik. ia tak tega membiarkan anaknya yang waktu itu masih kelas IV SD untuk berjualan. Ijah pun kembali bangkit. Ternyata. Di tengah morat-marit hidup Ijah dan keluarganya. Ia hanya mogok sekolah karena trauma. “Ternyata. Anaknya yang ketiga wafat karena sakit.” paparnya. Akhirnya. ibu beranak lima ini berjuang keras tiap hari demi bertahan hidup di tengah kerasnya kota Jakarta. membuatnya kian ikhlas menjalani hidup sebagai orang tua tunggal. selang beberapa lama Riska mengakui ia tidak mau masuk sekolah lantaran takut dan trauma. ibu ini tetap menomorsatukan ibadah puasanya. Tak lama. “Masih sedih kalau ingat itu. saya tampar dia. Rusdijah ialah satu dari sekian banyak perempuan yang berprofesi sebagai petugas kebersihan di Lapangan Banteng. Ia bertekad untuk melanjutkan hidupnya kembali. Usai insiden kebakaran yang menghanguskan rumah lengkap dengan seluruh perabotannya. .” paparnya. “Capek. Ijah tidak menyerah sedikit pun. Kata itu tampaknya cocok disematkan untuk Rusdijah (45). “Dulu dia nggak mau masuk sekolah. saya kesal.” sesalnya. sang pencari nafkah itu pun dipanggil Sang Khaliq tuk selama-lamanya. Betapa tidak. Ya Allah. “Meski susah. Dia bener-bener jadi tukang koran sama abangnya keempat.” ujar Ijah. Selain pengorbanannya yang total pada pekerjaannya itu. anak saya ditanyain pas lagi jualan kenapa nggak sekolah. Ia pun memutuskan untuk menjadi petugas kebersihan.” ujarnya. Kebakaran itu cukup memilukan hatinya hingga kini. ternyata putri bungsunya tersebut cerdas meski memiliki kenangan memilukan. Suaminya pengidap darah tinggi yang telah wafat lima tahun silam akibat terpeleset dari kamar mandi.” tuturnya. Jakarta Pusat. rupanya kisah hidup Rusdijah pun cukup memprihatinkan. Ijah pun mengakui. Rusdijah mengaku. Namun hebatnya. ia pun harus menelan pil pahit lagi. dua anaknya jarang pulang. Dua cobaan sudah yang telah menimpa ibu pemilik empat anak lelaki dan satu anak perempuan ini. Ternyata cobaan tak berhenti sampai disitu. Anak perempuan satu-satunya.” katanya. Dia nggak pernah nangis dikatain teman-temannya tukang koran. Riska (12) pun tak tega melihat ibunya bekerja sendiri. “Ternyata Riska nggak nyerah. “Nggak ada satu pun barang yang tersisa. itu anak digertak sama kepala sekolahnya.” ucap Ibu yang akrab disapa Ijah ini mengawali ceritanya. nggak tau apa itu anak yatim. Anak perempuannya itu rupanya yang memberinya kekuatan untuk bertahan. “Saya sudah lima tahun kerja ini.” tuturnya memilukan. Dari situ saya dipaksa buat ngeluarin Riska dari sekolah. Sayangnya. Anak saya keceplosan ‘Biar sekolah gratis tapi kan bukunya bayar’ gitu kata Riska. “Waktu itu rumah saya kebakaran di Kwitang. Saya nggak tahu kenapa. berpuasa dan membersihkan lapangan.” ujarnya. Di lubuk hati Ijah. Riska dianggap sumber tercemarnya nama sekolah. “Lagi-lagi saya kehilangan. suaminya pengidap darah tinggi terpeleset di kamar mandi. di bulan Ramadhan ini cukup sulit menjalani dua aktivitas sekaligus. “Riska minta izin mau jadi tukang koran. Tapi bagaimana. nggak lama itu sekolah didatangi orang DKI. Ijah pun menyelidiki kenapa anaknya digertak dan dikatai dengan ucapan tak senonoh itu. puasa kan juga kewajiban. menurut dia. Kebakaran itu. Astaghfirullah.” paparnya.” ujar Rusdijah saat ditemui di Lapangan Banteng.Hidup adalah perjuangan. Sedahsyat apa pun badai menghantam. Dikatain goblok dan bego. “Waktu itu. Tetapi. Selang beberapa bulan ia dan keluarga pindah ke Citayam. “Riska yang buat saya kuat hadapi hidup. Riska tak sedih atau pun muram usai digertak kepala sekolah tersebut.

00 pagi. terjadilah dialog. putri Rasulullah” “Oh.” tutupnya penuh haru. ingin melihat lebih dekat kehidupannya. *** Naskah: Ina Febriani/irf Wanita Pertama Yang Masuk Surga Dan siapakah nama wanita itu? Dia adalah Muti’ah. Siti Fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama Muti’ah ketika itu. “Di luar. iya. Alhamdulilah. siapa?” kata Muti’ah tidak membukakan pintu. guru-gurunya bilang Riska pintar. Ada keperluan apa?” “Saya hanya berkunjung saja” “Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya?” “Saya bersama dengan anak saya. Pulang sekolah. Siapakah Muti’ah? Karena rasa penasaran yang tinggi. Kaget? Sama seperti Siti Fatimah ketika itu. Siti Fatimah berkunjung bersama dengan anaknya yang masih kecil. Beliau juga ingin tahu. Hasan. Dia berangkat kan naik kereta. Hasan?” . akhirnya Siti Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah. “Riska tiap hari bangun pukul 04. Dagang dulu. Uangnya nggak pernah dijajanin. Waktu itu. “Saya Fatimah. yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga. dia dagang lagi.Ijah kini hidup bahagia dengan putrinya yang kerap mengerjakan PR di kereta dan sering tertidur hingga Bojong karena saking lelahnya. Buat saya semua. baru sekolah di SMPN 273 Tanah Abang. amal apakah yang bisa membuat wanita itu bisa masuk surga pertama kali? Setelah bertanya-tanya. Kali ini ia ingin bersilaturahmi ke rumah wanita tersebut. Setelah mengetuk pintu.

Akhirnya. Selain mengajak Hasan. wanita yang bernama Muti’ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita. Akhirnya hari esok pun tiba. Betapa senangnya Siti Fatimah karena inilah kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri wanita tersebut.“Maaf. Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui. begitu” . saya belum memintakan izin bagi Husein. dia lelaki juga kan? Maaf ya. Menurut Siti Fatimah. Namun. Ia melakukan shalat dan lainnya. Muti’ah. Siti Fatimah masih penasaran juga. Terjadilah dialog seperti hari kemarin. “rahasia” wanita itu tidak terkuak juga. rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya tersebut diperkanankan masuk surga pertama kali. saya harus ke ladang!” “Ada keperluan apa?” “Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya” “Oh. Husein ternyata merengek meminta ikut. Kembalilah esok!” “Baiklah” Kembali Siti Fatimah kecewa. Saya belum mendapatkan izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki” “Tetapi Hasan masih anak-anak” “Walaupun anak-anak. dia juga lelaki. Maaf ya. dia lelaki” “Wah. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah Muti’ah. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya. Kembalilah besok. Keesokan harinya. Siti Fatimah kembali berkunjung ke rumah Muti’ah. Setelah mengucapkan salam. ternyata Husein (saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut juga. Hampir tidak ada yang istimewa. Siti Fatimah dan kedua putranya kembali mengunjungi kediaman Mutiah. Muti’ah pun memberanikan diri untuk memohon izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya. Fatimah. “Maaf Fatimah. akhirnya mereka pun diperkenankan berkunjung ke rumahnya.” “Tetapi dia juga masih anak-anak” “Walaupun anak-anak. ia pun pergi. Jadi saya ajak juga!” “Dia perempuan?” “Bukan. Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang. “Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan” “Tetapi maaf. saya akan meminta izin dulu kepada suami saya” “Baiklah” kata Fatimah dengan nada kecewa.

Muti’ah?” kata Fatimah penasaran. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau tidak. Ternyata semua gara-gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang sholeh.Tidak ada yang salah dengan makanan yang dibawa Muti’ah yang disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya. Ini aku lakukan agar suamiku ridlo dengan diriku. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu” Fatimah benar-benar penasaran. engkau rela melakukan hal ini. ini. hanya demi menyenangkan suami. “Rasulullah Saw mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali. ternyata Muti’ah juga membawa sebuah cambuk. “Ceritakanlah padaku!” “Begini. setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam. Ia pun ridlo atas diriku. “Untuk apa cambuk ini. Dan aku pun ridlo atas dirinya” “Masya Allah. suamiku begitu tersentuh hatinya. “Oh. Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada suami yang baik dan sang suami ridlo kepada istrinya” “Ya… ternyata inilah rahasia itu” “Rahasia apa ya Fatimah?” Mutiah juga penasaran. Namun disertai sebuah cambuk. *** Sumber: Kaskus. Namun yang tidak habis pikir. Jika ada yang tidak enak.” Subhanallah. apakah suaminya seneng atau tidak.us Pahlawan Neraka . maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut kemudian mencambukku. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. Muti’ah?” “Saya hanya memerlukan keridloannya. Dan tentu saja melihat tingkah lakuku ini.

” Para sahabat heran mendengar jawapan Rasulullah SAW. orang menyangka dia sebagai ahli surga. dia menjadi buah bibir waktu itu. Mendengar perkataan itu. kemudian baginda berkata. Qotzman mengatakan. Kalau tidak karena itu. Dalam perbincangan itu. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah. Qotzman mengalami luka parah akibat ditikam oleh musuh. Di sana Nabi Muhammad SAW dan para sahabat berkumpul membincangkan pertempuran yang telah terjadi itu. Aku berperang untuk membela kehormatan kaumku.” *** Riwayat ini dirawi oleh Luqman Hakim.” “Dia melakukan perbuatan itu adalah karena dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya. Dengan keberaniannya itu. “Demi Allah aku berperang bukan karena agama tetapi untuk menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. “Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman.Suatu hari satu terjadi pertempuran antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Dalam pertempuran dengan musuh mereka. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di benak mereka. mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka yaitu. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam masuk ke dalam neraka. tetapi bunuh diri. Rasulullah sadar para sahabat tidak percaya begitu saja. Akhirnya dia mati bukan karena melawan musuhnya. dia kelihatan seperti singa yang lapar menerkam mangsanya. Melihat keadaannya yang parah. Tetapi dia menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka. Tiba saat pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua pihak kembali ke markas masing-masing. “Semasa Qotzman dan Aktsam ikut dalam medan perang bersamasama. Badannya dipenuhi dengan darah. “Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka.” kata salah seorang sahabat. aku tidak akan berperang. Kedua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Para sahabat saling berpandangan dengan lainnya mendengar jawapan Rasulullah itu. Rasulullah SAW pun menjawab. . Qotzman. manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. sebelum dia mati.” Menurut Rasulullah SAW lagi.

Bahwa satu-satunya kebenaran adalah kehidupan ini sendiri. mau judi. “Sumpeh loh?” tanya anak Setan yang tertua itu lagi. Sehingga.” sergah si Setan sambil geleng-geleng kepalanya.” “No. kalau mau leha-leha. nge-sek-nge-sek. Mereka terlalu banyak dan nggak akan dengerin pogram kamu.” Giliran anaknya kedua yang ditanya. ayo. “Kalau kamu yang gantiin kedudukanku.Hayo. tidak ada neraka. Setan harus mengumpulkan tiga anaknya untuk menjalani fit and proper test. minum. “Kalau kamu yang aku pilih. no. dia punya tiga anak. “Hhhmm. aku nggak bisa kasih kekuasaanku ama kamu. apa agenda kerjamu?” Sambil mengabaikan putra pertamanya yang sudah tereleminasi. Sorry Nak. jadi tidak kenal sopan santun sama orang tuanya).Penundaan Terdengar kabar bahwa si Setan mau pensiun. “Di bumi sana sudah terlalu banyak calo dan agen-agen Tuhan yang sudah mencuci otak manusia sejak berabad-abad. nanti waktunya mati ya mati aja. tapi lebih dari itu. Pap. dengan gaya mirip para nggota parlemen yang sedang mencari dukungan rakyat bergaya seolah-olah sedang di hadapan audience. apa agendamu dalam menjalankan tugas menggoda manusia-manusia lemah di muka bumi?” tanya si Setan pada anaknya yang tertua. no. tidak usah takut. mau sakau. maka ayolah makan. . “Begini. ada neraka. Mereka bilang ada sorga. ada reward and ada punishment. tidak perlu takut. kalau itu agendamu nggak akan berhasil. Kata kabar. silahkan!” Penuh semangat. Kamu pasti kalah and gagal. (Namanya aja setan. dan tidak ada kehidupan akhirat. Terjadilah persaingan berat mengenai siapa yang berhak menggantikan kedudukan sang Ayah. aku akan berusaha meyakinkan-nya. Aku tidak hanya akan cukup memberitahu bahwa tidak ada surga. aku akan beritahukan mereka bahwa tidak ada kehidupan akhirat dan tidak ada kehidupan setelah kematian.

“Kamu putraku yang terakhir. aku siap dan sanggup kok.a. tapi apa gunya mikirin surga dan neraka. berarti kamu belum yakin agendamu itu bisa jalan.“Kamu akan ‘berusaha meyakinkan’. Rasulullah saw akan kembali dan akan memotong tangan dan kaki laki – laki yang menyebarkan isu bahwa beliau telah wafat. sangat meyakinkan. Wafat Kabar wafat Rasulullah saw yang didengar dengan kedua telinga Umar ra telah mengeluarkanya dari kesadaran. nanti kalau sudah berumur. atas Wafatnya Rasulullah Reaksi Umar Saat Mendengar Rasulullah saw. “Laki – laki dari kaum munafik membuat isu bahwa Rasulullah saw telah wafat. kemudian kembali kepada mereka. justru ini akan bikin mereka bosan dan muak. dan itu setelah diisukan bahwa ia telah mati. smart! Penundaan ! Kita buanget tuh! Kamu akan mengharumkan namaku. terpaksa aku nggak jadi pensiun. 2007) Reaksi Umar r. Tidak. sama saja dengan memberi peluang dan kebebasan. Ia hanya pergi menemui Rabbnya sebagaimana Musa bin Imran pergi meninggalkan kaumnya selama empat puluh hari. Sekarang juga ambillah kekuasanku dan mulailah bekerja. malah ujungnya mereka akan sadar. Kamu gak pede. Cetakan pertama. atau kalau hidup kamu sudah benar-benar mapan and bisa ngejamin cucu-cucu dan cicit-cit.” “Nggak perlu sampai Papi mati. Rasulullah saw sesungguhnya masih hidup. Beliau berdiri dan bersuara dengan lantang. *** Sumber Tulisan Oleh : Abi Maulana (GET REAL Maka Hidup Ini Menakjubkan! Penerbit Gagas Media. kamu pasti sukses. Nikmati aja dulu hidup ini. Demi Allah.” . aku tidak akan kasih kekuasaanku kepada yang nggak pede. si Setan mengarahkan dirinya ke putra ketiganya yang pedenya oke. sorga itu ada. aku akan bilang pada manusia. neraka juga ada. Kalau kamu ngomong begitu. baru deh mulai pikirin itu” “Hahaha. dan Sikap Abu Bakar r. reward juga punishment.a.” Sambil mengabaikan lagi yang sudah tereleminasi. reward ada punishment juga pasti. Begini Pap. kalau agendamu juga nggak jelas. ah. NANTI ajalah. biarin aku akan jalankan tugas ini sampai mati.

Ketika itu aku limbung ke lantai setelah mendengar Abu Bakar membacakan ayat itu. Sedangkan satu kematian yang telah ditentukan kepada engkau. maka sesungguhnya Muhammad telah wafat. Allah berfirman. dengan menunggang seekor kuda. aku baru yakin bahwa Nabi saw. tampak seakan – akan semua orang belum pernah tahu bahwa Allah telah menurunkan ayat tersebut kecuali setelah Abu Bakar membacakanya. Tanpa mengatakan apa – apa kepada masyrakat. maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun. aku tidak ingat ayat itu kecuali setelah Abu Bakar membacanya. `Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul. Dan barang siapa di antara kalian yang menyembah Allah. 2003) .Sikap Abu Bakar atas Wafatnya Rasulullah saw.. Sesaat kemudian ia mengatakan. “Demi Allah. wahai Rasulullah. lalu mencium kening beliau dan air matanya pun mengalir deras. sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul . pada waktu itu. akan tetapai orang – orang segera meninggalkanya dan menghadapkan wajah mereka ke arah Abu Bakar. Allah tidak mengumpulkan padamu dua kematian. “Demi Allah. “Walau dengan bapak dan ibuku engkau kutebus. barangsiapa di antara kalian yang menyembah Muhammad. Jakarta : Gema Insani Press. “Wahai Umar. duduklah!” ujar Abu Bakar. dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. telah kau jalani. merunduk. ia langsung menuju ke mesjid. Abu Bakar dll. ia memasuki rumah Aisyah dan terus menuju ke tempat Rasulullah saw. “Amma Ba’du. Abu Bakar kemudian angkat bicara. Saat itu aku tercengang sampai – sampai aku merasa kedua kakiku tidak membawaku lagi. Mereka semua kemudian menyambut ayat itu sehingga aku mendengar ayat itu dibacakan oleh semua orang tanpa kecuali. Abu Bakar tiba dari kediamannya di Sunh. Abu Bakar keluar dan menyuruhnya untuk duduk.’ (QS Ali Imran 144) Ibnu Abbas menyebutkan. Yang berbaring ditutup sehelai kain yang dihiasi aneka warna. Begitu turun dari punggung kudanya. Benar telah wafat. ” (HR Bukhari) *** (Sumber : Mahmud al-Humawi. Zuhair. Umar enggan menuruti suruhan itu. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang ? Barangsiapa yang berbalik ke belakang. Washaaya wa `Izhaat Qiilat fi Aakhiril-Hayaat / Wasiat – wasiat akhir hayat dari Rasulullah. maka sesungguhnya Allah hidup dan takkan pernah mati. Abu Bakar menyingkap kain yang menutupi wajah Rasulullah saw.” Ibnu Musayyab meriwayatkan bahwa Umar mengatakan.” Sementara Umar tengah berbicara di depan orang – orang.

“Nak. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Alqur’an. aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya. Suatu hari ia bertanya pada kakeknya. anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin. tapi ketika sampai di depan kakeknya. Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi.” Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Pada saat itu. ia berkata. Sang kakek menjawab. Meskipun Kita Tak Mengerti Satupun Kata Bahasa Arab Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai. “Kakek. ini tidak ada gunanya. dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih. tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin.” Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya. Dengan terengah-engah. dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. Kakeknya tertawa dan berkata. keranjang itu kosong lagi. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya?” Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian.Mengapa Kita Membaca Al-Qur’an. tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk menggati keranjangnya. Anak itu kembali mengambil / mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin. “Aku tidak ingin seember air. Sia-sia saja”. Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya. ” Dan dia pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. aku ingin sekeranjang air. menjawab pertanyaan sang cucu. tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. . “Kakek. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan memcoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari. air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Kamu harus mencoba lagi lebih keras. mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya? Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu. Kakeknya mengatakan. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor. luar dan dalam. dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air. “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali”. Kali ini anak itu berlari lebih cepat. tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah.

Mereka semua duduk.” Mendengar jawaban istrinya. matikanlah lampu dan perlihatkan kepadanya seolah-olah kita sedang makan. Rasulullah kemudian menyuruh laki-laki itu untuk menemui salah satu istrinya.” Mendengar itu.” Orang Anshar ini lalu membawa laki-laki tersebut ke rumahnya. “Siapa yang mau menjamu tamu pada malam ini?” Seorang laki-laki dari kaum Anshar menyanggupinya. Ternyata.” *** Itsar Oleh : Mujiyanto Al itsar atau mengutamakan orang lain adalah tindakan yang disunahkan oleh Rasulullah SAW. Akhirnya sahabat Anshar dan istrinya itu tidur dalam keadaan lapar. . Tamu itu pun makan dalam keadaan gelap. Jika mereka mau makan malam maka tidurkanlah. orang Anshar ini tidak lantas mengusir sang tamu. kecuali makanan anak-anak kita. Itulah pekerjaan Allah dalam mengubah kehidupan kamu. apa yang terhadi ketika kamu membaca Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali. “Hiburlah mereka (anak-anaknya). Apakah engkau punya sesuatu?” Istrinya menjawab. luar dan dalam. Rasul menyuruh laki-laki itu kepada istri beliau yang lain. muliakanlah tamu Rasulullah ini. aku tidak mempunyai apapun kecuali air. Suatu ketika ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW. “Demi Allah yang telah mengutusmu dengan hak. Jika tamu kita sudah masuk. “Aku. “Tidak. Itsar memiliki nilai yang mulia di sisi Allah. tanpa kamu menyadari kamu akan berubah. Ia berpesan kepada istrinya. ya Rasul. Sesampai di rumah ia berkata kepada istrinya. Istri Rasulullah hanya punya air.“Cucuku. “Wahai istriku. hasilnya sama. Rasul kemudian bersabda di hadapan para sahabat. Maka istri Rasul berkata. tapi ketika kamu membacanya. Ia bermaksud meminta bantuan kepada Nabi karena sedang dalam kesusahan. seolah-olah sedang makan pula.” Tamu itu pun datang. Perilaku ini merupakan wujud persaudaraan sejati sesama Muslim. Orang Anshar dan istrinya menemani sang tamu.

“Allah sungguh takjub karena perbuatan engkau bersama istrimu tadi malam pada saat menjamu tamu. Berasa ada yang mengikutinya dari belakang. sahabat Anshar ini menemui Rasulullah SAW dan menceritakan perbuatannya. kalau begitu. dan menghormati semua kelompok manusia tidak perduli apapun kedudukanya. Biarpun kita memiliki kedudukan yang tinggi dan terhormat. kini justru karakter mementingkan diri sendiri yang mendominasi kehidupan kita.co. Memang tidak bisa dimungkiri. Agar kita memiliki sifat tawadhu’ dan sikap hidup yang selalu memberi perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. Diriwayatkan ketika Rasulallah saw sedang bertowaf. Republika. Arab Badui dari gunung? Demi Allah kalau bukan karena wajahmu yang bersinar dan parasmu yang indah maka aku akan adukan hal ini kepada kekasihku Muhammad. beliau mendengar seorang A’rabi (Arab Badui dari gunung) berkata dengan suara keras “Ya Kariim”. Namun. maka Allah akan menggantinya…. “… Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan. A’rabi tadi menengok ke arah suara. Kemudian A’rabi itu berjalan menuju ke arah pancuran Kab’ah lalu berkata lagi dengan suara lebih keras “Ya Kariiim”.Ketika waktu Subuh. juga berkata “Ya Karim”. bukan berarti itsar tidak bisa kita lakukan. Itsar mendorong kita untuk mau menekan ego dan mengorbankan kepentingan pribadi demi orang lain. lalu berkata “Apa maksudmu mengikuti perkataanku? Apakah kau sengaja mengejekku karena aku seorang A’rabi.” (QS Saba [34]: 39).id Ya Karim Oleh: Hasan Husen Assagaf Kisah berikut patut dijadikan bahan renungan. Rasulallah saw pun mengikutinya dari belakang dan berkata “Ya Kariim”. Apalagi banyak anggota masyarakat yang mengalami kesusahan hidup. Rasulallah saw”. semua itu tak berarti sedikit pun jika tak memiliki sifat perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. Rasulallah saw pun mengikutinya dari belakang. sederhana. . Nabi pun berkata.” (Mutafaq alaih) Alangkah indah jika karakter itsar muncul sekarang. jadilah kita seseorang yang memiliki jiwa seperti Rasulallah saw yang selalu tawadhu’. *** Sumber: Dari Sahabat. Nah.

wahai saudaraku. Tangisan Rasulallah saw didengar oleh malaikat Jibril as yang membuatnya turun lagi dari langit. Allah akan menghisabmu kelak”. “Demi Allah. Rasulallah saw lalu berkata lagi “Apakah kamu beriman kepadanya?. jadilah kita seseorang yang memiliki jiwa seperti Rasulallah saw yang selalu tawadhu’. dengan kehendakNya. dengan sepontan ia menarik tangan beliau lalu menciumya berkali kali. Agar kita memiliki sifat tawadhu’ dan sikap hidup yang selalu memberi perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. kalau begitu. pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. lalu berkata “Wahai saudaraku. semua itu tak berarti sedikit pun jika tak memiliki sifat perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. lalu berkata kepada beliau “Wahai Rasulallah janganlah kamu menangis. Biarpun kita memiliki kedudukan yang tinggi dan terhormat. Mendengar uraian A’rabi tadi Rasulallah saw menangis tersedu-sedu sehingga jenggot beliau basah dengan airmata. Dia berfirman “Katakanlah kepada A’rabi janganlah merasa bangga dengan amal kebaikanya. A’rabi tadi lalu berkata lagi “Jika Allah akan menghisabku esok. bahwa sesungguhnya aku adalah Nabimu di dunia dan pemberi syafa’at bagimu di Akhirat”. bukan perkasa dan penyombong” Seketika itu juga malaikat Jibril as turun dari langit kepada Rasulallah saw lalu berkata “Allah mengucapkan salam kepadamu. maka aku akan menghisabNya atas ampunanNya yang maha luas. sesungguhnya esok Kami akan menghisab amalnya yang kecil sebelum yang besar. tapi A’rabi tadi tetap memegangnya dengan keras dan menciumnya. dan mengkhususkan tahiyyatNya atasmu. maka aku akan menghisabNya atas maghfirahNya yang tidak terbatas. apakah kau pernah melihat Rasulallah? A’rabi tadi berkata “Aku belum pernah melihatnya sama sekali”.Rasulallah saw pun tersenyum lebar mendengar uraian A’rabi tadi. Begitu A’rabi tadi mengetahui bahwa beliau adalah Rasulallah saw. Lalu Rasulallah saw berkata “Ketahuilah. dan menghormati semua kelompok manusia tidak perduli apapun kedudukanya. Lalu Rasulallah saw menyampaikan pesan Allah kepada A’rabi tadi. A’rabi pun berkata “Apakah Allah akan menghisabku kelak ya Rasulallah???” Rasulallah saw berkata “Iya betul. sesungguhnya Arsy dan seisi-isinya bergetar mendengar tangisamu. Jika Dia akan menghisabku atas kekikiranku maka aku akan menghisabNya atas kemurahanNya yang tampa batas”. sesungguhnya aku diutus sebagai Nabi bukan sebagai raja. lalu berkata “Wahai saudaraku. Walaupun Rasulallah saw berusaha menarik tangan beliau. sederhana. seraya berkata “Perlahan-lahan wahai saudaraku. tegasnya. aku diutus sebagai saksi. bagaimana caranya kamu akan menghisab Allah kelak?” Dengan lantang dan penuh keyakinan A’rabi tadi berkata “Jika Allah akan menghisabku atas dosa dosa yang aku lakukan. maka akupun akan menghisabNya kelak” Rasulallah saw merasa heran mendengar jawaban A’rabi tadi. Kisah di atas patut dijadikan bahan renungan. Katakanlah bahwa ia akan menjadi temanmu nanti di surga”. Allahumma shalli a’la sayyidina Muhammad wa a’la alihi wa shahbihi wa sallim. Wallahua’lam Hasan Husen Assagaf . Nah. Katakanlah kepada saudaramu A’rabi sesungguhnya Allah tidak akan menghisabnya dan ia tidak usah menghisabNya. Jika Dia akan menghisabku dengan maksiat yang aku perbuat. bahkan sampai yang sekecil kecilnya tidak akan diluputkan. aku beriman kepadanya walaupun aku belum pernah melihat wajahnya dan percaya dengan risalahnya walaupun aku belum pernah bertemumuka dengannnya”. Lalu dengan penuh tawadhu’ beliau menahan lagi tangannya sambil menariknya.

“Sekarang. dan basahlah baju sang khalifah. memaafkan kesalahan orang lain. Tiba-tiba seorang budak yang bertugas membawa minuman menumpahkan kendi. bukankah Allah berfirman. Pelayan itu berkata lagi..dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. dan panglima perangnya. Pelayan yang cerdik itu berkata. Kedua. Ketiga. di antaranya para menteri. “Aku telah mema’afkan kamu”. “Aku telah menahan amarahku”. tidak mencelanya. tidak ada dendam. Sang khalifah pun berkata. Khalifah menjawab.Menahan Amarah bismi-lLah wa-lhamdu li-lLah wa-shshalatu wa-ssalamu ‘ala rasuli-lLah wa ‘ala alihi wa ashhabihi wa ma-wwalah. “… dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. menahan amarahnya terhadap orang lain. Khalifah menjawab.”. assalamu ‘alaikum wa rahmatu-lLahi wa barakatuH. Terkadang masih tersimpan dendam untuk membalas orang yang berbuat kesalahan terhadapnya. gubernur. Suatu hari. ayat di atas menerangkan 3 tingkatan para wali: Pertama. .dan mema`afkan (kesalahan) orang”. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS 3: 134) Saudaraku. Khalifah Harun ar Rasyid sedang menjamu para undangan penting. aku memerdekakanmu karena Allah”. …dan orangorang yang menahan amarahnya”. “Wahai amirul mukminin. “. amma ba’d. Mengampuni kesalahan orang itu.. Memaafkan kesalahan orang itu. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Pelayan itu berkata lagi. Dengan muka yang memerah sang khalifah menatap pelayan tersebut. mendoakan orang tersebut dan berbuat kebaikan. dan tidak ada dendam untuk membalas kejahatan orang itu.

rapi. kau kurus kering. Setan penggoda orang kafir itu gemuk.” *** Begitulah. Ketika memakai minyak ia menyebut nama Allah. “Aku bertugas menggoda orang mukmin yang selalu berzikir dan membaca basmalah menyebut nama Allah. Pada waktu makan ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku bisa makan bersamanya sampai puas. Ketika hendak makan dan minum ia membaca basmalah menyebut nama Allah. Sedangkan setan penggoda orang mukmin kurus. kusut dan telanjang ?” Setan kurus menjawab. kering. “Kalau begitu aku beruntung. bertemu dengan setan penggoda orang mukmin dan setan penggoda orang kafir. Ketika minum dia juga tidak menyebut nama Allah sehingga aku bisa ikut minum. Dan ketika memakai pakaian ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku ikut memakai pakaiannya. maka aku tetap lapar dan haus. kusut. Di antaranya. Aku bersama orang kafir yang tidak pernah menyebut nama Allah. “Suatu ketika Abu Hurairah ra. maka aku tetap kusut. betapa agung faidah membaca basmalah. dan memakai baju bagus. Grand Syaikh Al-Azhar Mesir yang ke-13. menulis beberapa kisah nyata tentang keajaiban basmalah.salah seorang sahabat nabi terkenal. Setan gemuk itu bertanya pada setan penggoda kaum mukmin yang kurus. Ketika memakai minyak ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku ikut minyakan.. segar. beliau menuturkan. Dan ketika memakai baju ia juga menyebut nama Allah sehingga aku tetap telanjang ! “ Setan gemuk menyahut. Setan tidak bisa ikut makan makanan orang yang membaca “Bismillahirrahmanirrahim !” . “Kenapa keadaanmu menyedihkan. dalam kitabnya yang bernama “Hasyiyah Ala Mukhtashar Ibnu Jamrah” yang berisi penjelasan kitab Mukhtashar Shahih Bukhari.*** Dari Sahabat Keajaiban Basmalah SYAIKH MUHAMMAD AS-SANWANI. dan telanjang.

Penerbit Republika. Ibrahim as. Ibrahim as membangunnya berdasarkan wahyu dan perintah dari Allah : “Dan (ingatlah). . Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy Ka’bah adalah “rumah” yang pertama kali dibangun atas nama Allah. Dibangun oleh bapak para Nabi. *** Sumber Tulisan Oleh : Habiburrahman El Shirazy (Di Atas Sajadah Cinta. sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Hal ini memaksa orang-orang Quraisy harus membangun Ka’bah kembali demi menjaga kehormatan dan kesucian bangunannya. untuk menyembah Allah dan mentauhidkan-Nya. Beliau ikut serta aktif mengusung batu di atas pundaknya. Pada waktu itu Rasulullah saw berusia 35 tahun. tidak diganggu setan dan mendapatkan ridha dari Allah Yang Maha Rahman.” (Al-Baqarah : 127). Agar perbuatannya itu benar-benar penuh berkah. Rasulullah saw sebelum bi’tsah pernah ikut serta dalam pembangunan Ka’bah dan pemugarannya. Diantaranya adalah serangan banjir yang menenggelamkan Makkah beberapa tahun sebelum bi’tsah. terimalah daripada kami (amalan kami). bahwa rumah yang dibacakan basmalah maka setan tidak akan bercokol dan bermalam di dalamnya. Setelah itu Ka’bah mengalami beberapa kali serangan yang mengakibatkan kerapuhan bangunannya. menurut riwayat yang paling shahih. September 2006) Keikutsertaan Nabi SAW dalam membangun Ka’bah Oleh : Dr.Bahkan dalam sebuah hadis Rasulullah Saw bersabda. “Ya Rabb kami. Baginda Rasulullah Saw mengajarkan agar umatnya memulai segala perbuatan baiknya dengan membaca basmalah. menyebut nama Allah SWT. Penghormatan dan pengagungan terhadap Ka’bah merupakan “sisa” atau peninggalan dari syari’at Ibrahim as yang masih terpelihara di kalangan orang Arab. sehingga menambah kerapuhan bangunannya. Cetakan X. setelah menghadapi “perang berhala” dan penghancuran tempat-tempat peribadatan yang di dirikan di atasnya. ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah beserta Ismail (seraya berdoa).

.” jawab Abu Thalib. Lalu ia mulai mengamati Nabi dan mengajak berbicara. Abu Thalib pergi ke Syam dalam suatu kafilah dagang. “Singkirkan kainmu di atas lutut. Semua pihak tunduk pada usulan yang diajukan Nabi saw. Pada waktu kafilah di Bashra. karena mereka mengenalnya sebagai AlAmin (terpercaya) dan mencintainya. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy Ketika berusia 12 tahun. *** Sumber : Sirah Nabawiyah. Abbas berkata kepada Nabi saw.Bukhari meriwayatkan di dalam Shahih-nya dari hadist Jabir bin Abdullah ra.” tanya Bahira kepadanya. “Apa status anak ini di sisimu?” “Anakku (Abu Thalib memanggil Nabi saw dengan panggilan anak karena kecintaannya yang mendalam). “Dia bukan anakmu. Nabi saw dan Abbas pergi mengusung batu. Kemudian Bahira melihat Nabi saw. Analisis Ilmiah Manhajiah Sejarah Pergerakan Islam di Masa Rasulullah SAW Tauziyah. Kemudian Bahira menoleh kepada Abu Thalib dan menanyakan kepadanya. Ia adalah seorang pendeta yang banyak mengetahui injil dan ahli tentang masalah-masalah kenasranian.com Perjalanan Rasulullah saw yang pertama ke Syam dan Usahanya mencari Rezeki Oleh : Dr. Rasulullah saw diajak pamannya. Tidak sepatutnya ayah anak ini masih hidup.” Kemudian Nabi saw mengikatnya. Nabi saw memiliki pengaruh besar dalam menyelesaikan kemelut yang timbul akibat perselisihan antar kabilah tentang siapa yang berhak mendapatkan kehormatan meletakkan hajar aswad di tempatnya. mereka melewati seorang pendeta bernama Bahira. ia berkata : Ketika Ka’bah dibangun.

Kemudian pada malam yang lain aku katakan kepadanya sebagaimana malam pertama. Bahira berkata. Kemudian aku kembali kepada temanku. mereka lalu ingkar kepadanya. Ini mereka ketahui dari berita kenabiannya dan penjelasan tentang tanda-tanda dan sifat-sifatnya yang terdapat di dalam Taurat dan Injil. Tetapi kemudian Allah menutup telingaku.” Selama masa mudanya Allah telah memeliharanya dari penyimpangan yang biasanya. pasti akan dijahatinya. aku mendengar nyanyian.” (Al-Baqarah : 89). Aku pernah berkata kepada seorang teman yang menggembala bersamaku di Makkah. Memasuki masa remaja. Setelah itu aku tidak pernah lagi menginginkan keburukan. . Ketika aku sampai pada rumah pertama di Makkah. Di antaranya adalah apa yang diriwayatkan oleh para Ulama Sirah.” Hadist Bahira tentang Rasulullah saw. “Apa ini?” Mereka berkata. Rasulullah saw mulai berusaha mencari rezeki dengan mengembalakan kambing. “Apa yang telah dilakukan oleh Ayahnya?” tanya Bahira. “Lakukanlah. menunjukkan bahwa para ahli kitab dari Yahudi dan Nasrani memiliki pengetahuan tentang bi’tsah Nabi dengan mengetahui tanda-tandanya. maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui. Bertutur Rasulullah tentang dirinya : “Aku tidak pernah menginginkan sesuatu yang biasa mereka lakukan di masa jahiliyah kecuali dua kali. Maka aku pun masuk ke Makkah. Sesungguhnya anak saudaramu ini akan memegang perkara besar. “Pesta.” Kemudia Abu Thalib cepat-cepat membawa kembali ke Makkah. dan aku pun mengabarkannya. dan dikeluarkan oleh Tirmidzi secara panjang lebar dari hadist Abu Musa al-Asy’ari. lalu aku berkata. dengan mengatakan “Sesungguhnya sebentar lagi akan dibangkitkan seorang Nabi yang kami akan mengikutinya. padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapatkan kemenangan atas orang-orang kafir. Maka laknat Allah atas orang-orang yang ingkar itu. lalu mengalami kejadian sebagaimana malam terdahulu. Itu pun kemudian dicegah oleh Allah. Setelah itu aku tidak pernah menginginkannya sampai Allah memuliakan aku dengan risalah. karena aku akan memasuki kota Makkah untuk begadang sebagaimana para pemuda. Jika mereka melihatnya di sini. Lalu kami bersamanya akan membunuh kalian sebagaimana pembunuhan yang pernah dialami kaum ‘Aad dan Iram. “Tolong awasi kambingku.” kata Abu Thalib. Dalil tentang hal ini banyak sekali. bahwa orang-orang Yahudi biasa memohon kedatangan Nabi saw (sebelum bi’tsah) untuk mendapatkan kemenangan atas kaum Aus dan Khazraj.” Kawan tersebut menjawab. bawalah dia pulang ke negerinya. lalu ia bertanya kepadaku. Rasulullah saw pernah bertutur tentang dirinya.” jawab Abu Thalib.” Ketika orang-orang Yahudi mengingkari janjinya. “Aku dulu mengembalakan kambing penduduk Makkah dengan upah beberapa qirath. “Dia meninggal ketika Ibu anak ini mengandungnya. dan jagalah dia dari orang-orang Yahudi.” Lalu aku keluar. yakni hadist yang diriwayatkan oleh Jumhur Ulama’ Sirah dan para perawinya. lalu aku tertidur dan tidak dibangunkan kecuali oleh panas matahari.“Dia adalah anak saudaraku.” Lalu aku duduk mendengarkannya. dilakukan oleh para pemuda seusianya. seperti berhura-hura dan permainan nista lainnya. “Anda benar. Allah menurunkan firmanNya : “Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka.

Maha Benar Allah yang berfirman di dalam kitab-Nya : “Dan di antara mereka ada yang buta huruf.Al Qurtubi dan lainnya meriwayatkan. lalu saya mengetahuinya. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan. dan mereka hanya mendugaduga. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. kecuali dongengan bohong belaka. bahwa ketika turun firman Allah : “Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami berikan Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mengenal anak-anak sendiri. tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Umar bin Khaththab bertanya kepada Abdullah bin Salam (seorang ahli kitab yang telah masuk Islam) : “Apakah kamu mengetahui Muhammad saw sebagaimana kamu mengetahui anakmu?” Ia menjawab. Anak tunggal pasangan ini. *** (Sumber (buku) : Sirah Nabawiyah. dan kecelakaan besarlah bagi mereka karena apa yang mereka kerjakan. Sebab. Dicobanya lagi . Maka kecelakaan besarlah bagi mereka karena apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri. padahal mereka mengetahui. perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. atau oleh tidak adanya isyarat penyebutan Nabi saw di dalam Injil yang beredar sekarang. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan mereka sendiri. bahkan lebih banyak. ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.” (Al-Baqarah : 146). (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran.” (Al-Baqarah : 78-79). Ini tidak dapat dinafikan oleh banyaknya para ahli Kitab yang mengingkari adanya pemberitaan tersebut. Adapun anak saya. maka saya tidak mengetahui apa yang telah terjadi dari ibunya. lalu dikatakannya “ini dari Allah”. terjadinya pemalsuan dan perubahan secara beruntun pada kitab-kitab tersebut telah diketahui dan diakui oleh semua pihak. “Ya. tidak mengetahui al-Kitab (Taurat).” Bahkan keislaman Salman al-Farisi juga disebabkan ia telah melacak berita Nabi saw dan sifat-sifatnya dari Injil. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya. Analisis Ilmiah Manhajiah Sejarah Pergerakan Islam di Masa Rasulullah SAW) Kisah: Tangan Sang Anak Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. para pendeta dan ulama al-Kitab. Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Allah mengutus (Malaikat) kepercayaan-Nya di bumi dengan sifat-sifatnya.

pedih sekaligus ketakutan. . lukisan ayam. “Kasih minum panadol aja . Saat pulang petang. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. Bu”. kedua belah tangan si anak bengkak. jawab pembantunya ringkas. cantik … kan !” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa. Pembantu rumah terbengong. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh. tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. “Oleskan obat saja!” jawab Bapak Si Anak. meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah.” jawab Si Ibu. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu. dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Tiga hari berlalu. Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan Si Anak kecil luka-luka dan berdarah. terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap. Pulang dari kerja.. pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu. Si anak yang mendengar suara ayahnya. Puas memukul telapak tangan. Si Anak yang tak mengerti apa apa menangis kesakitan. Si Ayah cukup lama memukulmukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya.tuan. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya.. maka coretannya tampak jelas. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air.” “Kamu dirumah sepanjang hari. Si Bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit. terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si Ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya. dia ikut menangis. Si Ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya.. Dia juga beristighfar. Si Ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah. Si Ayah memukul pula belakang tangan anaknya. membawanya ke kamar. “Kerjaan siapa ini !!!” Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi. Keesokkan harinya. Sedangkan Si Ibu cuma mendiamkan saja. Lalu Si Pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si Ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara Si Ibu juga begitu. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya. “Dita demam. Sambil menyiramnya dengan air. gambarnya sendiri. tidak tahu harus berbuat apa. dia terus mengatakan “Saya tidak tahu. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya. Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet.pada mobil baru ayahnya. seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.

Keluar dari ruang bedah. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dalam siksaan menahan sakit. dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. “Ayah. Terasa dunia berhenti berputar. Pukul 5. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius.” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut. tapi apa yg dapat dikatakan lagi. Si Bapak dan Ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Dita tak mau lagi ayah pukul.” katanya memandang wajah pembantu rumah. “Tidak ada pilihan. Sampai saatnya Si Anak yang sudah lemah dibawa ke klinik.. ” katanya berulang-ulang. “Sore nanti kita bawa ke klinik. Si Anak bersuara dalam linangan air mata. Si Anak menangis kesakitan. Si Ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan.Sebelum Si Ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. katanya berulang kali membuatkan Si Ibu gagal menahan rasa sedihnya. Si Ibu meraung merangkul Si Anak.. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih..00 sudah siap” kata majikannya itu. *** Dari Sahabat .. pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah... Serasa hancur hati Si Ibu mendengar kata-kata anaknya.. “Ayah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?… Bagaimana Dita mau bermain nanti?…. Masuk hari keempat.”. “Dita juga sayang Mbok Narti. Si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. “Ini sudah bernanah. selepas obat bius yang disuntikkan habis. Pada akhirnya Si Anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf… Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yang tak bertepi….. sekaligus membuat wanita itu meraung histeris. Namun…. Untuk apa diambil. kembalikan tangan Dita. sayang ibu. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah. Dita janji tidak akan mencoret2 mobil lagi.. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya.

Namun perilaku dua orang itu berbeda dan akhir hidup mereka juga berbeda. Kau bisa membaca istighfar ribuan kali dalam sholat tahujjud. Nanti malam aku mau menari dan bersenang-senang bersama wanita cantik di rumah bordil adikku. “Sejak kecil kau selalu berbuat kebaikan dan beribadah. Perbuatan jahatnya itu membuat dirinya dibenci oleh keluarga dan masyarakat. alim dan ahli ibadah. Suatu ketika. Adiknya juga merenung. Rumah bordil adalah tempat biasa ia mangkal. Lahir di dalam keluarga yang taat beragama. Tiba-tiba dengan halus sekali nafsunya berkata padanya.Ketika Masjid dan Rumah Bordil Roboh Ada dua lelaki bersaudara. Ia juga tidak suka bergaul dengan wanita yang bukan mahramnya. Saat merampok ia bahkan terkadang juga melakukan pemerkosaan. Tak pernah menyentuh gelas minuman keras apalagi meminumnya. Yang tua. Sejak remaja sudah biasa masuk tempat maksiat. Pernah ia dirayu seorang gadis cantik yang masih sepupunya. sangat berbeda dengan kakaknya. Nuraninya berkata. namun ia teguh dalam keimanannya. Ia tidak suka menyakiti orang lain. sejak kecil dikenal baik. Kenapa tidak sesekali kau datang ke tempat adikmu menghibur diri di rumah bordilnya. Namun kau tidak pernah merasakan nikmatnya hidup sedikitpun. sang kakak yang alim dan ahli ibadah merenung. Kau telah mendapat tempat di hati masyarakat dan dikenal sebagai orang baik. Setelah itu kau bisa tobat. . Tidak suka hura-hura. Setelah itu aku pulang dan bertobat kepada Allah Swt. Keduanya adalah saudara kandung. Sejak kecil ia dikenal nakal.” Sementara di rumah bordil. untuk merampas harta orang lain. Bukankah Allah itu Maha Pengampun ?” Bujukan hawa nafsunya itu ternyata masuk dalam pikirannya. Ia merasa jenuh dengan hidup yang dijalaninya. Hampir segala jenis maksiat dan perbuatan yang menjijikan telah ia lakukan untuk memuaskan hawa nafsunya. Waktu mudanya banyak dihabiskan di masjid. Karena amal perbuatannya yang baik dan akhlaknya ia dicintai oleh keluarga dan masyarakat. Kenapa aku tidak sesekali menghibur diri ? Hidup cuma sekali. Setan pun dengan sangat halus masuk melalui pori-pori dan aliran darah. Sesekali saja. Sedangkan adiknya. Dia Maha Pengasih lagi Maha Pengampun. Kadang-kadang ia juga ikut gerombolan perampok. Ia berkata pada diri sendiri. “Benar juga. Hampir tiap hari ia mabuk dan melakukan pelbagai macam maksiat di rumah bordil miliknya itu.

orang yang selama ini dikenal ahli ibadah kok bisa tewas dengan cara yang sedemikian tragisnya. Kedua tangannya mendekap sebuah mushaf di dada. Apakah aku akan hidup begini terus? Keluarga membenciku karena perbuatanku. Takut kalau-kalau rumah mereka runtuh. Bahwa kematian bisa datang kapan saja. Ia mencari-cari kakaknya. Sang kakak ditemukan tewas diantara reruntuhan rumah bordil di samping mayat seorang penari wanita dalam keadaan yang memalukan. sang kakak kembali ke rumah. Akhir hidup yang diridhai-Nya. Bagaimana aku mempertanggungjawabkan perbuatanku. Sedangkan adiknya yang selama ini dikenal ahli maksiat kok bisa husnul khatimah. ganti pakaian dan bergegas menuju rumah bordil. Nafsu telah menguasai akal pikirannya. Sampai di rumah bordil sang kakak mencari adiknya. Ia pun menuruti segala yang diinginkan nafsunya di rumah bordil itu bersama para penari dan pelacur. Ia sama sekali tidak merasakan gempa. Jalan yang diambil dua bersaudara itu tidak sama. Bahwa niat baik harus selalu dijaga. Siapa tahu saat sedang menuruti hawa nafsu itulah maut menjemput. Mereka tidak habis pikir. Demikian juga sang kakak yang saat itu sedang terlena di rumah bordil.” Dan benarlah. Termasuk masjid dan rumah bordil. Juga masyarakat. Beberapa bangunan roboh. Adapun sang adik. Orang-orang yang ada di rumah bordil tidak ada yang tahu kemana adiknya itu pergi. Na’udzubillahi min dzalik. Tidak! Aku tidak boleh hidup dalam lembah maksiat terus. Aku mau beribadah sepanjang sisa hidupku. Ah. Aku mau kembali ke pangkuan Allah Swt. Kalau begini terus kelak aku akan masuk neraka. Ia melakukan shalat dan beristighfar sebanyak-banyaknya dengan mata bercucuran air mata. Ia bertanya pada penjaga masjid. telah pergi meninggalkan rumah bordil begitu mendengar suara azan maghrib. namun ia tidak tahu kemana perginya. Namun tidak ada.“Sudah bertahun-tahun aku hidup bergelimang dosa. Nanti malam habis maghrib aku akan ke masjid tempat kakak beribadah. Keesokan harinya. Hidup susah di akhirat sana. Ketika malam datang kedua saudara itu melakukan niatnya masing-masing. sang adik sampai masjid tempat kakaknya biasa ibadah. Semoga saja Allah mau mengampuni dosa-dosaku yang telah lalu. Meskipun tidak ada kakaknya niatnya telah bulat. Kenapa aku tidak mencoba hidup baik-baik seperti kakak. Padahal biasanya kakaknya selalu beritikaf di masjid usai maghrib sampai isya. mereka memusuhiku karena kejahatanku. Tiba-tiba bumi tergoncang dengan hebatnya. Dengan peristiwa itu orang-orang diberi pelajaran yang sangat berharga. Hanya Allah yang tahu. Aku harus mencoba hidup di jalan yang lurus. Sementara kakakku akan hidup nikmat di surga. Maka jangan sekali-kali iseng menuruti hawa nafsu. “Awas ada gempa ! Ada gempa !” teriak orang-orang di jalan. Ia mengambil air wudhu dan masuk ke dalam masjid. Ia tidak merasakan ada gempa. Orang-orang panik keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri. Masyarakat yang tahu ihwal kedua kakak beradik itu meneteskan air mata. Sang adik yang sedang larut dalam kenikmatan tobatnya tidak beranjak dari dalam masjid. Meskipun adiknya tidak ada ia tetap melaksanakan niatnya. agar Allah Swt menganugerahkan akhir hidup yang indah. Aku mau tobat dan ikut shalat. Sedangkan adiknya juga ditemukan tewas di antara reruntuhan masjid. Goncangan gempa malam itu cukup keras. bagaimanakah besok kalau aku telah mati. Ia sudah bertekad bulat untuk tobat meninggalkan semua perbuatan buruknya. sehingga keduanya tidak berjumpa di tengah jalan. . Bermacam maksiat telah aku lakukan. ternyata tidak ada. Usai shalat maghrib. Di tempat lain.

Dari rumah ke rumah. Wanita itu telah lama tergila-gila padanya.” *** Sumber Tulisan Oleh : Habiburrahman El Shirazy (Di Atas Sajadah Cinta.“Ya Allah. Sudah berkali-kali diam-diam wanita itu memandangi ketampanannya ketika pemuda itu lewat di depan rumahnya. Wajahnya yang mempesona. Penerbit Republika. Ia pun segera menghampiri. ketika ia sedang berkeliling menjajakan dagangannya. ya Rabbal ‘Alamin. Wanita itu sangat terpesona dengan ketampanannya. Ia berkeliling sambil memanggul kain dagangannya. Agaknya wanita itu termasuk golongan bangsawan. Diantara kelebihan pemuda ini adalah postur tubuhnya yang gagah. September 2006) Suatu nasihat tidak bisa memberi pengaruh sama sekali kepada hati yang sudah keras laksana sebuah batu di dalam air yang tidak bisa lunak (Imam Ghozali) Tubuh Seharum Kesturi DALAM KITAB Al Akhlaq Al Islamiyyah Lin Nasyi’in ada sebuah kisah yang indah menggetarkan jiwa. Kulitnya yang putih. Akhirnya masyarakat mengenalnya sebagai Si Penjual Kain Keliling. Itulah karunia Allah yang dianugerahkan kepadanya. Dari lorong ke lorong. karuniakanlah kepada kami keteguhan dan keistiqomahan berada dalam jalan-Mu. Ia berkeliling dari satu daerah ke daerah. Suatu hari. Ini adalah kisah ketakwaan seorang pemuda. Dan keramahannya yang luar biasa. Rumah itu sangat mewah. tiba-tiba ada seorang wanita memanggilnya. Dari satu kawasan ke kawasan lain. Amin. Sehingga siapapun yang melihatnya akan terpesona karenanya. Seorang pemuda yang bekerja sebagai penjual kain keliling. Kisah yang banyak disebut dari mulut ke mulut sampai abad ini. Kisah ini terjadi di tanah Syam. Wanita ini menyuruhnya masuk ke dalam rumah. . Cetakan X. Karuniakanlah kepada kami husnul khatimah. dengan sebuah kelihaian wanita itu bisa mengunci pintu. Begitu masuk rumah.

Duhai Tuhan. “Aku tahu pasti. kecuali ada yang ketiga adalah setan. ia mengatakan itu tadi sekedar untuk menyelamatkan diri sesaat. Tak ada seorang laki-laki dan wanita yang berduaan. ia bergumam. Namun. tapi semata karena aku sangat mencintaimu. Beberapa detik kemudian sekonyong-konyong terbitlah ide nekatnya.” . maka ia akan membawa penyesalan sampai akhir hayatnya. lalu ia mengatakan. ‘Sungguh aku takut pada Allah !’ Aku juga tahu bahwa orang yang meninggalkan sesuatu karena takut pada Allah. Terkadang tindakan nekat harus dilawan dengan nekat juga. Wanita itu justru semakin tertantang untuk menaklukkan pemuda itu. “Jika kamu tidak menurut apa yang kuperintahkan. “Baiklah. Sebenarnya aku memanggilmu tidak untuk membeli barang daganganmu. “O tentu saja boleh.” Benar saja.” Pada saat itu. Sang pemuda pun mengingatkannya dan menakutinya akan pedihnya siksa Allah. Bolehkah aku ke kamar mandi untuk bersih-bersih dahulu ? Lihatlah tubuhku penuh dengan peluh yang baunya tidak sedap ! “ Begitu mendengar ucapannya. apa yang mesti aku lakukan ? Berilah hamba-Mu petunjuk ya Allah. Mencari tempat yang tenang untuk berfikir. maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. dan semuanya. tidak ! Sekali-kali aku tidak akan melakukannya ! Tapi apa yang bisa aku perbuat ? Apakah aku harus loncat dari jendela ? hal itu tidaklah mungkin karena jendela ini terkunci sangat kuat dan sulit sekali membukanya. ia lalu buang air besar dan melumuri seluruh tubuhnya dengan kotoran buang air besarnya. Namun pemuda itu tak bergeming dengan keimanannya.Wanita itu berkata. Tiba-tiba tercetus sesuatu dalam fikirannya. Wanita adalah perangkap setan. aku akan berteriak sekeras-kerasnya dan mengatakan kepada orang-orang bahwa ada orang yang masuk kerumahku dan ingin memperkosaku. Setiap perkataan yang diucapkan pemuda itu justru membuat wanita itu semakin menggila dan nekat. wanita itu mengancam. semua usahanya sia-sia belaka. Tidak sedikit orang yang menurutkan hawa nafsunya. mukanya. Bahkan ia mual dan sempat muntah. Akibatnya kamu akan binasa. tangan. Ia tak mau maksiat tapi juga tak mau mengalami hal yang konyol. Allah akan menghilangkan cahaya dan kenikmatan dari hatiku. Dan orang-orang itu bisa marah dan menggantungmu hidup-hidup ! “ Wanita itu mengancam dengan serius. aduhai kekasihku dan belahan jiwaku.” Sang pemuda pun segera masuk ke kamar mandi. tidak. Seluruh rambutnya. Diserapahi orang banyak sebagai penjahat lalu digantung tanpa ampun. Kalau begitu aku harus melumuri tubuhku dengan kotoran. sungguh hal yang sangat menyakitkan. Mereka pasti mempercayai ucapanku karena kedudukanku dan karena kamu telah memasuki rumahku. Karena sang pemuda tetap saja menolak. Sambil tersenyum ia berkata. Demikianlah sabda Rasulullah Saw. Jika aku lakukan kemaksiatan ini. ia akan merasa jijik lalu mengusirku. Semoga jika ia melihatku seperti itu. Ia menolak dengan tegas. Wanita bangsawan itu dengan penuh harap merayunya untuk berzina. diantara golongan yang akan mendapatkan naungan pada hari tidak ada naungan lagi di hari kiamat adalah seorang pemuda yang diajak berzina oleh seorang wanita cantik dan berkedudukan. Sambil menangis ia berkata. Sampai di dalam kamar mandi tubuhnya gemetar karena takut terjatuh pada kemaksiatan. Ya aku harus melumuri tubuhku dengan kotoran. Pemuda itu terus berfikir bagaimana mencari jalan keluar. tak ada seorang pun didalam rumah selain mereka berdua. dada. Ya Allah. Sungguh ini adalah kesempatan luar biasa. “Duhai pemuda tampan. Selama ini aku tergila-gila pada ketampananmu. wanita tersebut sangat gembira karena mengira ia akan menuruti keinginannya dan berkata dengan hati meluapkan kegembiraan. karena rasa takutku padaMulah aku melakukan ini ! maka gantikanlah untukku yang lebih baik. Ia pasrah kepada Allah. Ia sendiri sebenarnya merasa jijik. Kau akan dianggap penjahat paling nista. “Ya Allah ya Rabbi.

Cetakan X. Bau itu tercium dari jarak beberapa meter. Terbawa oleh nafsu. *** Sumber Tulisan Oleh : Habiburrahman El Shirazy (Di Atas Sajadah Cinta. makin ke utara makin sejuk. dia tak merasakan sayapnya yang mulai tertempel salju. menyangka bahwa riwayatnya telah tamat. seekor Burung Pipit mulai merasakan tubuhnya kepanasan. Akhirnya ia dikenal dengan sebutan “Al-Miski” atau Orang Yang Seharum Kesturi. Ia terus berjalan menuju rumahnya lewat jalan yang sepi. terbang jauh ke utara yang konon kabarnya. dan akhirnya dia jatuh ke tanah karena tubuhnya terbungkus salju. Penerbit Republika. Ia menjerit dan berteriak dengan keras. Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat yang sejak dahulu menjadi habitatnya. dia semakin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara lagi. Benar. keluar kau jangan kau kotori rumahku. Begitu sampai diluar ia cepatcepat cari tempat yang aman. Ia takut dilihat orang dan takut mereka akan menggunjingnya. Allah SWT menunjukkan kekuasan-Nya. salju yang menempel di sayapnya justru bertambah tebal. Itulah kubur orang mulia yang menjaga kesuciannya ini. Beberapa orang yang melihatnya terheran-heran dan menertawakannya. lalu mengumpat pada lingkungan yang dituduhnya tidak bersahabat. Ia merasa sangat lega ketika sampai dirumahnya. Kisah ini menjadi bukti keagungan Allah. Sampai ke tanah. “Keluarlah. Ia merasa jijik.” Ia berjalan keluar dan berpura-pura bertingkah laku seperti orang gila. Dan begitu wanita tersebut melihatnya ia terkejut bukan main. Kisah nyata ini masih bisa dilihat bekasnya. Ia langsung melepas pakaiannya dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya. hai orang gila ! Dasar pemuda gila. Jika itu yang terjadi barang dagangannya bisa tidak laku. . udara disana selalu dingin dan sejuk.Lalu iapun keluar dari kamar mandi. pelan-pelan dia merasakan kesejukan udara. Si Burung pipit tak mampu berbuat apa apa. Allah menjadikan bau harum yang luar biasa memancar dari seluruh pori-pori tubuhnya hingga ajal menjemputnya. ada sebuah makam yang tertuliskan “Al-Miski”. Ketika ia keluar dari kamar mandi. Di tanah Syam. makin lama makin tebal. September 2006) Perjalanan Seekor Burung Pipit Ketika musim kemarau baru saja mulai. karena ia akan dianggap benar-benar gila.

Ketika kita baru saja mendapatkan kenikmatan. jangan dipakai sebagai satu-satunya ukuran. agar tidak kebablasan. seketika itu juga dunia terasa gelap gulita bagi si Burung. Apa yang pada mulanya terasa pahit dan tidak enak. 5. Mendengar suara rintihan. dia maju satu langkah lagi.org) Sabarnya Nabiullah AS . belum tentu cocok buat kita. dia menghardik si Kerbau agar menjauh dan mengatakan bahwa makhluk yang tolol tak mungkin mampu berbuat sesuatu untuk menolongnya. *** Dari kisah ini. si Burung bernyanyi dan menari kegirangan. salju yang membeku pada bulunya pelan-pelan meleleh oleh hangatnya kotoran kerbau. Namun apa yang terjadi kemudian. Begitu bulunya bersih. Si Kerbau tidak banyak bicara. Namun si burung kecewa mengapa yang datang hanya seekor Kerbau. bernyanyi keras sepuas puas-puasnya.Dia merintih menyesali nasibnya. Si Burung Pipit berteriak kegirangan. jangan lupa dan jangan terburu nafsu. dia merasakan kehangatan. Mendengar ada suara burung bernyanyi. Baik dan buruknya penampilan. diantaranya : 1. dia hanya berdiri. dia mengira telah mendapatkan teman yang ramah dan baik hati. seekor anak kucing menghampiri sumber suara. banyak pesan moral yang dapat dipakai sebagai pelajaran. dan tamatlah riwayat si Burung Pipit ditelan oleh si Kucing. 4. Namun perlahan lahan. mengelus dan membersihkan sisa-sisa salju yang masih menempel pada bulu si burung. kemudian kencing tepat diatas burung tersebut. 2. dan demikian pula sebaliknya. dia dapat bernapas lega dan melihat kembali langit yang cerah. Si Burung mengira lagi bahwa dia akan mati karena tak bisa bernapas. Waspadalah terhadap orang yang memberikan janji yang berlebihan *** Sumber : Dari Sahabat (myQuran. 3. mengulurkan tangannya. Si Burung Pipit semakin marah dan memaki-maki si Kerbau. Halaman tetangga yang nampak lebih hijau. seekor Kerbau yang kebetulan lewat datang menghampirinya. kadang-kadang bisa berbalik membawa hikmah yang menyenangkan. Seketika itu si Burung tidak dapat bicara karena tertimbun kotoran kerbau. Lagi-lagi si Kerbau tidak bicara. menjilati. dan mengeluarkan kotoran ke atas tubuh si burung. mengais tubuh si burung dan kemudian menimang nimang.

atau karena ingin amar makruf nahi munkar atau karena ingin sekedar beribadah secara lebih baik. sabarnya Sulaiman AS. yang mengeluarkan energi keberaniannya namun tetap tegar ketika berkali-kali ia mengajak Firaun untuk bertobat.Sabarnya Ayub AS. Ujian ketaatan adalah ujian yang diciptakan sendiri oleh seorang manusia di jalan Allah akibat keinginannya yang kuat untuk menjalankan perintah dan larangan Allah. Sabar ujian kesenangan Nabi Sulaiman as Sanggupkah kita sesabar Sulaiman as ketika ia melawan godaan kesenangan dunia yang ingin menutup hatinya? Bukankah kesenangan lebih mudah membuat kita melupakan Sang Pencipta Kesenangan ? Sungguh Sulaiman as tetap tegar dalam keimanan. tidak pula merupakan pilihan seibarat pilihan berbuat maksiat atau menolak maksiat. pasukan yang besar. dan sabarnya Musa AS Ini bukan untuk membandingkan tingkat kesabaran diantara tiap nabi tersebut. kalau bukan seorang Yusuf as. Sungguh membutuhkan kesabaran yang besar ketika kita sedang berjuang ingin konsisten menjalankan sholat secara khusyuk atau ketika kita ingin memperjuangkan hak-hak umat Islam misalnya. walau Allah mengujinya dengan kerajaan yang besar. kekayaan yang melimpah. Sabar ujian kesusahan Nabi Ayub as Sungguh Ayub as seorang yang sangat sabar melawan godaan kesusahan yang berniat mematahkan keteguhan imannya? Allah telah mengujinya dengan berbagai penderitaan sakit fisik luar dan dalam yang sangat dahsyat dan menjijikkan. Dialah yang sanggup mengatakan tidak pada Zulaika ketika Allah mengujinya kesabarannya untuk berbuat maksiat bahkan ketika Allah telah menyediakan sarana yang memudahkannya untuk berbuat maksiat. Ujian ketaatan bukan sesuatu yang datang seibarat ujian kesusahan atau kesenangan. Wallahu ‘alam bish shawab . sabarnya Yusuf AS. istri yang cantik dan sebagainya. Sabar ujian ketaatan seorang Nabi Musa as Inilah kesabaran seorang Musa as. tapi sebuah ilustrasi yang memudahkan kita untuk memahami jenis-jenis kesabaran. Sabar ujian kemaksiatan Nabi Yusuf as Hamba sahaya mana yang sanggup menolak godaan wanita yang punya kekuasaan dan cantik rupawan. dan itu terjadi hampir sepanjang usianya.

Bisa jadi seseorang sedang membelikannya untuk jenazah kita yang sedang menunggu dikubur. 2. Bisa jadi kain putih itu akan dibeli orang yang tidak kita kenal. 4. Engkau boleh saja berencana. Kain putih itu sendiri tidak pernah tahu kepada siapa ia akan digunakan. Esok hari. tapi boleh jadi seorang petani sedang memanen kapas bahan kain kafanmu. yang sedang dibeli. diukur dan dipotong. diperjual-belikan di pasar-pasar di kota ini. Hari ini ada sedemikian banyak kain putih yang siap digunakan sebagai kain kafan. Hak kita sebagai manusia adalah berlomba-lomba menyebarluaskan kata-kata kebaikan kepada seluruh umat manusia. tapi bisa jadi kain kafanmu sedang dipesan si pemilik toko. . Engkau boleh saja tertawa. Tapi yang jelas kain itu ada di suatu tempat. Dari Sahabat tidak terburu-buru mengambil keputusan tegar dengan tujuan yang ditetapkan tuntas sesuai kemampuan tidak gampang pasrah hati tetap senang ketika diuji Kisah Sepotong Kain Putih Hari ini ada ribuan gulung kain. tentu ia akan meminta agar digunakan pada orang soleh yang selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan berikutnya. 3. Engkau boleh saja tidur nyenyak. Seandainya ia bisa berbicara. Kita tidak tahu kapan hidup kita berakhir. Bisa jadi kain putih itu kita sendiri yang membelinya untuk tetangga atau keluarga terdekat kita. Kita juga tidak tahu kain kafan mana yang akan menemani kita di kuburan. Hari ini ada sedemikian banyak kain kafan yang seolah bertanya untuk siapa ia akan dibeli. tapi bisa jadi kain kafanmu ada di truk pengirim barang yang sedang diparkir di pinggir toko kain itu. 5. ciri kesabaran : 1. *** Hak cipta adalah milik Allah semata.Catatan tambahan. Engkau boleh saja menikmati keindahan alam pertanian. tapi bisa jadi seorang penenun sedang memintal kain kafanmu. siapa gerangan pembeli berikutnya. Hari ini ada sedemikian banyak kain putih.

lalu menjatuhkan dirinya kebawah. dia mencari cara lain. namun karena larut malam akibatnya kendaraan yang lewat agak jarang sehingga pemuda ini agak lama juga menunggu kendaraan yang lewat. . Ternyata ajalnya belum ditetapkan disini. Selang beberapa meter jaranknya dari bus. Ditengah malam yang gelap gulita. akhirnya diapun pun memutuskan untuk menjatuhkan dirinya dan kali ini pasti berhasil pikirnya. dan akhir-nya Pemuda tersebut terbebas dari maut. namun malangnya karena sopir bus tersebut terlalu tajam membanting setir ke kiri. Pemuda tersebut berjalan menyusuri jalan. akhirnya bus tersebut tidak mampu dikendalikan dan akhirnya jatuh ke jurang sehingga seluruh penumpang bus tewas saat itu juga (Inna lillah wa innaa ilaihi rooji`uun). kemudian berhenti di tikungan tajam dimana banyak dilalui kendaraan. namun karena Sopir Bus itu terlalu mwas sehingga ketika melihat sesuatu ditengah jalan dia langsung membanting setir ke kiri. Diam-diam dia memanjat pohon nangka tersebut. dia tetap bertekad bulat untuk bunuh diri. dia mengambil tali untuk gantung diri dipohon nangka dibelakang rumahnya. kemudian mengikatkannya di tangkai.*** Sumber : Sahabat Kisah: Pemuda Dililit Utang Malang benar nasib pemuda ini. karena tangkai tempat mengikatkan tali tidak kuat menahan beban tubuhnya sehingga tangkai pohon itu patah dan akhirnya jatuh kebawah. Tidak puas dengan cara pertama. akhirnya dia berpikir bahwa bunuh diri adalah jalan terbaik baginya. dililit utang sehingga tidak mampu lagi membayarnya. dan lucunya lagi dia jatuh tepat diatas tumpukan kotoran kerbau. mengalungkan tali dilehernya. Tidak puas dengan dua kali kegagalan bunuh dirinya. pemuda ini lalu mengambil ancang-ancang. Beberapa jam berjalan akhirnya diapun menemukan jurang didepannya. Setelah menunggu agak lama akhirnya datang juga sebuah bus yang mengangkut banyak penumpang. dia terus menyusuri jalan ditengah keremangan malam sambil mencari cara agar bisa bunuh diri. pemuda tersebut langsung melemparkan tubuhnya ke tengah jalan.

dan pada tubuh pemuda itu hanya terdapat luka lecet kecil dan juga sedikit memar. dia semakin gugup. dia langsung lari mengambil kunci mobil dan melarikan diri dari rumah agar terhindar dari maut. memiliki istri cantik serta hidup serba kecukupan.al-`ankabuut : 23] #]=– *** Salam rindu buat saudaraku se-iman. Pemuda tersebut menjadi kaya raya. Dia menancap gas mobil dengan kencang-nya ditengah hujan yang lebat. [QS. [QS. [QS. Dan janganlah kamu MEMBUNUH DIRIMU . dan merasakan takut yang amat sangat.Pemuda tersebut mengambil ancang-ancang. –=[# Hai orang-orang yang beriman. dan kelamaan melihat jam di tangannya tanpa memperhatikan jalan yang dilaluinya. terus diperhatikan jam di tangannya yang tinggal beberapa detik lagi menunjukkan pukul 05:000. dibawah jurang sana ternyata sebuah kebun yang subur dan rimbun. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. dan mereka itu mendapat azab yang pedih. Akhirnya Janda tersebut mengambil pemuda itu di pagi hari di kebunnya dan ditemukan dalam keadaan siuman. Jam semakin mendekati pukul 05:00. kecuali orangorang yang sesat". Akhirnya pemuda tersebut terbebas dari hutanghutangnya. Dan baiknya lagi Janda cantik tersebut bersedia menjadi Istri si-Pemuda dan juga bersedia melunasi hutang-hutang pemuda tersebut. dan akhirnya meluncurlah ia kebawah..an-nisa:29] #]=– –=[# Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya. Pemuda tersebut bermimpi didatangi seseorang dan mengatakan kepadanya bahwa Nyawanya akan dicabut nanti tepat jam 05:00 subuh. disuatu malam. mereka putus asa dari rahmat-Ku. apa yang terjadi ?. Karena semakin takutnya. Dari Sahabat  . tubuhnya gemetaran. Na`uuzu billah. terjadilah peristiwa yang sangat menakutkan. Dia langsung bangun dengan kagetnya. semakin takut. Beberapa tahun kemudian. sambil menyetir mobil dengan kencang.al-hijr : 56] #]=– –=[# Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia. janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. hujan turun lebat sekali. dan tepat jam 05:00 subuh. sesekali ia melihat jam di tangan yang sudah mendekati jam 05:00 seperti yang telah ditetapkan dalam mimpinya. akhirnya pemuda itu lupa untuk bunuh diri. serta hidup mewah. dengan harapan agar tubuhnya terhempas diatas bebatuan sehingga ia dapat mengahiri hidupnya. tubuh pemuda itu jatuh tepat diatas pepohonan itu yang ternyata pemiliknya adalah seorang Janda yang cantik dan kaya raya. Subhaanallah. akhirnya mobil yang digunakannya jatuh ke jurang persis ditempat bus terguling sewaktu ia hendak bunuh diri dulu. ia meninggal dunia. mundur beberapa langkah kebelakang dan kemudian berlari kedepan melompat ke dalam jurang..

langit. akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah terjebak oleh pernyataan mereka sendiri.erva kurniawan 1:06 am pada 6 Mei 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kenapa kalian percaya bahwa bumi. maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata. Di antara pertanyaannya adalah: “Benarkah Tuhan itu ada” dan “Jika ada. Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. kisah islami ( 268 ). hingga akhirnya menjadi perahu. Karena itu. Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang tumbang. Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. Kemudian. Karena hujan turun deras. pohon tersebut terpotong-potong ranting dan dahannya dengan sendirinya.” Begitu orang alim itu berkata. Setelah itu. membuat perahu. barulah muncul orang alim tersebut. Masak pohon bisa jadi perahu dengan sendirinya. baru saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu tersebut. cerita nasehat. kisah teladan ( 352 ). orang alim itu belum juga datang. Setelah tawa agak reda. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada. atau menciptakan bumi. maka sungai menjadi banjir. dan seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang lebih sulit. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Dia berkata kepada orang banyak. Cuma khayalan orang belaka. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Bukti Tuhan itu Ada Assalamu’alaikum wr wb. dan seisinya ini?” Mendengar perkataan orang alim tersebut. Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. Mana bisa perahu jadi dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya!” Orang banyak pun tertawa riuh. “Jika kalian percaya bahwa perahu tak mungkin ada tanpa ada pembuatnya. sehingga jadi satu batang yang lurus. di manakah Tuhan itu?” Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut. “Orang alim ini sudah gila rupanya. orang alim pun berkata. . Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan Tuhan. cerita teladan ( 355 ). langit. sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang. “Maaf jika kalian menunggu lama. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang. Si Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak.

tapi panca indera manusia lah yang terbatas. Apakah para hadirin melihat sakitnya?” Si Alim bertanya ke orang banyak.” kata si Atheist. Si Alim bertanya. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat. maka Tuhan itu tidak ada. mengapa dia tidak kelihatan. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan. Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu. tapi dapat membutakan manusia. saya tidak melihat sakit. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru. apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta! Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. tapi ternyata hal itu ada. “Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali. “Tidak!” “Nah. Meski kita tidak bisa melihatNya. jawab pertanyaanku yang kedua. Orang banyak berkata. Listrik. Saya tidak melihat sakit.“Kalau begitu. ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah mikroskop yang amat kuat). bukan berarti sakit itu tidak ada. sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pembuatnya. Begitu juga Tuhan. tapi pada kenyataannya benda itu ada? Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran. Tapi jika kita melihat pesawat terbang. bukan berarti Tuhan itu tidak ada.” si Atheist menunjuk-nunjuk pipinya. Di mana Tuhan itu berada?” Orang atheist itu berpendapat. TV. Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia. Karena kita tidak bisa melihat Tuhan. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Di mana sakitnya?” “Ini sakitnya di sini. dan lain-lain. Benda itu ada. sehingga manusia tak bisa melihatnya. demikian pula suara. “Jika Tuhan itu ada. sehingga si atheist merasa kesakitan. Sederhana memang pembuktian orang alim tersebut. Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras. tapi kita bisa merasakan ciptaannya. mobil. bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta). sehingga tidak mengetahui keberadaannya. meski kita tidak bisa melihat sakit.” Demikian si Alim berkata. Tuhan ada. elektromagnetik. dan lain-lain) yang tak bisa dilihat. bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia. Berapa banyak gelombang (entah radio.” Begitu si Atheist mengaduh. “Ah mana ada sakit. karena dia tidak pernah melihat Tuhan. tapi benda itu sebenarnya ada? Berapa banyak zakat berukuran molekul. . “Tidak.

Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan. juru mudi. “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilahmanzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu.” [Yaa Siin:40] Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. laut. bintang. bulan. sementara di kapal laut ada Kapten. laut. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Meski ada yang mengatur. keliling lingkarannya sekitar 4. Dalam Al Qur’an. keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. bumi. maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat. matahari. Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada. tidak mungkin semua itu terjadi. karena jarak pandang teleskop tercanggih baru Bayangkan. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini. maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya. Selama milyaran tahun. Matahari.3 juta kilometer panjangnya. tetap terjadi kecelakaan lalu lintas. Toh. dan udara. atau pun pilot yang mengendarai.” [Al Furqoon:61] Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. dan udara. dan lain-lain: “Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. dan 9 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya. insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada: . hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). polisi. dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4. tidak pernah bumi menabrak bulan. bulan. Matahari.” [Yunus:5] “Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. bintang. demikian pula lampu merah dan radar. atau bulan menabrak matahari. dan lain-lain. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Copilot. matahari. Galaksi Bima Sakti. Sebaliknya. jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit. tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. apalagi dunia yang jauh lebih kompleks. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun.5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur.

kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Kamukah yang menciptakannya. atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi'ah:58-59] “Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?” [Al Waaqi'ah:63-64] “Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi'ah:72] Di ayat lain. maka peliharalah kami dari siksa neraka.“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. bahkan Allah menantang pihak lain untuk menciptakan lalat jika mereka mampu. Tuhan itu ada. menjelaskan tanda-tanda (kebesaranNya). tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy. Manusiakah yang menciptakan. Maha Suci Engkau. cerita nasehat. walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya.” [Al Hajj:73] Sesungguhnya.” [Ali Imron:191] Terhadap manusia-manusia yang sombong dan tidak mengakui adanya Tuhan. masih banyak ayat-ayat Al Qur’an lainnya yang menjelaskan bahwa sesungguhnya.” [Ar Ra'd:2] “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. dan menundukkan matahari dan bulan. kisah teladan ( 352 ). kisah islami ( 268 ). tak ada satu pun yang bisa menciptakannya kecuali Allah: “…Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun. atau Tuhan yang Maha Pencipta: “Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Allah menanyakan kepada mereka tentang makhluk ciptaannya. supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. dan Dia lah yang Maha Pencipta Wassalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuhu *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:38 am pada 5 Mei 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Manusia mungkin bisa membuat robot dari bahan-bahan yang sudah diciptakan oleh Allah. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya). cerita teladan ( 355 ). Tapi untuk menciptakan seekor lalat dari tiada menjadi ada serta makhluk yang bisa bereproduksi (beranak-pinak). tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu.

adikku. perempuan itu harus agresif. Aku hanya bisa melotot. ”Tuh. selain soal suami. Rani sama Rano kan udah pengen dipanggil ’Tante dan Oom’. ”Mbak Ajeng kan udah jadi insinyur. Bosan aku. tak urung ikut menggoda. Lagian. Huhh. ”Udah sana kalian belajar!” hardikku agak keras. sudah dua bulan ini tidak ada topik yang lebih trend di rumah. kaaaan?!?” seru mereka berdua kompak. ikut-ikutan menceramahiku. sudah pengen menimang cucu. Bayangin. Bahkan si kembar Rani-Rano. yang masih es em pe pun. Mulai dari Papi yang selalu nyindir. Jaman sekarang. Mbak Ajeng sih. mikirin berkeluarga. yang kuharap bisa menetralisir suasana. Mbak. Lagi-lagi calon suami yang dibicarakan. dasar kembar! *** ”Ajeng…!” . nemu di mana lagi pendapat kayak gitu. kerjanya belajar ama ngaji melulu!” Rano menimpali kata-kata kembarnya. Tika aja yang baru kelas enam. keponakannya udah empat!” ”Iya. Lalu Bambang. Mami yang berulang-ulang menasihatiku agar jangan terlalu pilih-pilih tebu. kuhembuskan nafasku kuat-kuat.Calon Buat Ajeng CERPEN: Calon Buat Ajeng Penulis : Asma Nadia ** Calon Suami????!!!!! Pfui. udah waktunya dong.

Hebat. Kenapa aku jadi nggak sabaran gini. gemas aku! Terlebih melihat pancaran kagum di wajah Mami. Kamu ngerti. Iya. Benar saja.Kudengar panggilan Mami dari depan. . Tante. Tante!” ”Eh. Bang! Habis serumah pada mojokin semua. Baru juga ngadepin si Boy. Nggak main-main. Bukan main. lagaknya! Batinku menggerutu sendiri. ”Ada apa. Hasilnya lumayan. Oo…Oo…! Pasti ada yang nggak beres. dong! Pokoknya kalau nanti Mami nanyain kamu soal Boy. Pelan aku bangkit dari meja belajar. resikonya besar. Kedua bola mata Mami tampak bersinar-sinar. Ini Nak Bui…. “Ajeng. Mbak nggak pengen gambling. Mbak. kenalin. Ayo. Saya bisa jalan-jalan keliling Amerika.. Lho. Nyari yang shalih sekarang susah. duduk di sudut ruangan. saya sudah coba-coba berbisnis sendiri. kok cuma diketawain?!? ”Bang. ya. bahkan Eropa setiap kali holiday!” Hihhh. iya. kulihat keseriusan di matanya. ”Apa perlu Bambang yang nyariin???!” Lemparan bantalku kembali melayang. Boi!” Aku hanya bisa menahan geli. mendengar cerita-ceritanya yang melulu berbau luar negeri. awass kalau kamu setuju!” ancamku serius. Mami…Mami…! Rasa geliku mendadak hilang. selama belajar di Harvard. ketika selama dua jam berikutnya aku harus mendengarkan obrolan Mami dengan Si Boi tadi.su’udzon! Tapi…. Iiih. milih suami itu nggak mudah. dunia akhirat!” Sekejap. Kupanjatkan syukur yang tak terkira ketika akhirnya Si Boi pulang. kenalin dulu. sih? Biasanya Mbak yang nyuruh aku sabar menghadapi segala sesuatu. Alhamdulillah! *** Kulihat Bambang tertawa. gumamku dalam hati. Orang cerita panjang lebar minta advise. kulemparkan bantal ke arahnya. ”Jadi. Tak perduli aku yang cuma diam dan sesekali manggut. serius. sebelum ia kembali menggodaku. Kesal. ya! Masih muda sudah jadi Wakil Presiden Direktur. Benar-benar nggak peka nih anak. Ini tangan kanan Papi di kantor. Setelah merapikan jilbab. ”Mbak Ajeng gimana. Mi?” tanyaku lunak.” ”Boy. kan. Salah-salah pilih. kok sekarang malah panasan gini? Tenang aja. Sekilas sempat kulihat sosok seorang lelaki. Cuma sekejap. aku keluar. Astaghfirullah! ”Mbak bingung. Kok bisa sih nggak merasa dicuekin? Tetap aja ngomong. sabar! Innallaha ma’ashshabirin!” balasnya sambil mengutip salah satu ayat di Al-Quran. Bambang masih cengar-cengir.

untuk tidak lari ke dalam. yang masih Kau berikan. berdoa. bergulirnya waktu dan usia. Cepat kuhapuskan pikiran tentang Bambang dan ujiannya. Tak membalas uluran tangan yang diajukannya. Dia yang menentukan. Alhamdulillah. Ya Rabbi. Astaghfirullah! Ishbiri ya ukhti. Bapaknya termasuk juragan kerbau yang paling kaya di Jawa. Heran. ”Tante sih terserah Ajeng. Boleh jadi calon kita ini nggak buat di dunia. Jam tiga lebih seperempat. Ajeng Prihartini. Panggil aja Juned!” Aku hanya mengangguk. Hari baru kembali hadir. Ada kematian. Aku bangun dari tempat tidur. kumatikan bunyi weker yang membangunkanku. Mungkin hilang termakan usia. gantian aku harus menghadapi Tante Ida yang siap mempromosikan calonnya. kebiasaan menghadapi ujian dengan pola SKS (Sistem Kebut Semalam) masih membudaya rupanya. hal yang belum tentu terjadi. kok. Duhh! Lagi-lagi aku cuma bisa manggut-manggut. Dua hari kemudian. ya? Lebih sering mempermasalahkan pernikahan. asap rokok . berkali-kali aku harus menahan diri. Kuperhatikan lampu kamar Bambang masih menyala. Berjodoh di dunia bukanlah satu kepastian yang akan kita raih dalam hidup. maut yang pasti kita hadapi. Tercapai juga niatnya untuk begadang malam ini. nggak seharusnya membuat kita lupa untuk berpikir positif terhadap Allah. ”Junaedi. Kuhapus tetesan air wudhu yang tersisa dengan handuk kecil. Syukur-syukur Ajeng suka. rizki. Bagaimana pun aku harus tetap tawakkal pada Allah. ketika mereka ramai meresahkan calon suami yang tak kunjung datang. isbiri…. dan maut. who knows?” ujarku optimis. Jodoh. saat kudengar azan Subuh berkumandang. begini rupanya gadis di penghujung usia dua puluh sembilan? Kuperhatikan bentuk wajahku yang makin tirus. ”Sebetulnya kita ini lucu. Apalagi beliau bermaksud baik. lebih pasti. Entah kemana perginya rona merah yang biasa hadir di sana. Hanya saja. Tidak. untuk satu hari lagi kesempatan beramal dan taubat. Sudah sulung mereka tak cantik. Tapi nggak kampungan.*** Kriiiiing…!!! Ups. Pokoknya lihat aja dulu. Maksud Ajeng. menjelang tua. betapa pucatnya wajah itu. bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu. Anak kuliahan juga seperti kamu!” promosi Tante Ida bersemangat. Tanganku masih menengadah. terima kasih ya Allah.” Kueja namaku sendiri. Selama pembicaraan berikutnya. Sayup-sayup suara kaset murattal terdengar. Dia anak lurah. Mungkin Allah ingin memberikan yang lebih baik. Tanteku itu kembali datang dengan ’balon’nya. ada hal lain yang lebih penting. Oooohh. ”Jangan cemas ya ukhti. tapi disediakan di surga. dua tahun yang lalu. pikirku. Mataku nanar menyaksikan pantulan wajahku di cermin. Aku tidak ingin menyinggung perasaan Tante Ida. *** Selesai berurusan dengan Mami untuk masalah Boy. ini bukan nasib buruk!” Bisikku menghibur. Sesuatu yang selama ini sering kuucapkan kepada saudaraku muslimah yang lain. lagi! ”Ir. pantas saja Papi dan Mami begitu khawatir. Baru kusadari.

Kenalkan. aku mohon diri ke dalam. dokterandes lagi! Terlebih kamu juga sudah cukup berumur. mematung. Selama Saleh berbicara. Sementara itu. masalah posisi telunjuk ketika tahiyat. Persis lokomotif uap jaman dulu! Dengan berani pula ia mengomentari penampilanku. Aku suka bingung sendiri ngeliat perempuan yang memakai kerudung.” Bayang kekecewaan tampak menghiasi raut muka Tante Ida. Jangan… jangan…. hujan turun rintik-rintik. Seperti yang dipakai artis-artis kita yang beragama Islam itu lho.Juned benar-benar membuatku mual. Capek rasanya jalan setengah harian. Putera Pak Camat yang baru lulus dari pondok pesantren di Kalimantan. Ajeng…. udah ngerepotin. sambung sebatang. nih…nggak nyesel? Tante cuma berusaha bantu. perbedaan doa iftitah. Susah lho. Padahal buku itu sangat kuperlukan untuk menghadapi ujian pasca sarjanaku sebentar lagi. dan kopiah di kepala. Seorang lelaki berjeans. aku menunduk terus. Sudah untung bisa berdiri tegak. dari satu perpustakaan ke perpustakaan IPB lainnya. hati-hati aku menjawab. Lalu ia mulai membahas satu persatu perbedaan pendapat di kalangan umat Islam. terdesak penumpang yang lain. kuatkan hamba-Mu! Hari berangsur malam. Alhamdulillah. tampak menemani beliau. Saleh bercerita tentang berbagai kitab berbahasa Arab yang telah dia kuasai. Tan…. Ndak apa-apa toh sedikit kelihatan leher atau betis?! Maksudku biar tidak terlihat seperti karung berjalan gitu lho. dan tidak doyong ke sana ke mari. Jeng! Hahaha…. Mana kelihatannya Juned perokok berat. Habis sebatang. dan lain-lain . Bukan main. lagi. rasanya Ajeng nggak sreg. ”Assalamu’alaikum!” perasaanku kembali tidak enak. Soalnya Ajeng punya alergi sama asap rokok. Tan…. Terutama asap rokoknya itu. Kalian pasti bisa bekerja sama mengelola kegiatan masjid di sini. Aku masih di kamar. ”Eng…jangan tersinggung ya. Sempat pula kudengar komentar-komentar mereka yang bernada kecewa. dengan sajadah di pundak. Bisa kurasakan pandangannya yang jelalatan ke arahku. ”Bener. Dengan gaya bahasa yang tinggi. ”Wa’alaikumussalam. beliau beranjak keluar. sini sayang. Dia setuju setelah aku janji akan menemaninya mendengar ceramah di Wali Songo. kok malah diam? Maaf Nak Saleh. Nah. ”Maaf ya. pasti tak suruh beli baju yang warna-warnanya cerah. Risih. Kenapa sih tidak pintar-pintar memilih warna dan mode?! Aku kalau punya isteri. Soal doa qunut. Lho. *** Siang begitu terik. Maaf ya. nyari yang seperti Juned.” Duhh. ini Ajengnya sudah pulang. pekan depan. menyala. kuminta Rani mendampingiku. Tanpa menunggu rokok keenamnya habis. Sempat kudengar Tante Ida berbicara dengan Papi dan Mami. Ajeng. Sekaligus yang bervariasi. Langkahku lesu menghampiri rumah. Tak lama kudengar suara Juned pamitan. Ketika Tante Ida menanyakan pendapatku. Ajeng juga mesti memikirkan perasaan Mami sama Papi. Beragam perasaan bermain di hatiku.” Bujukan Tante Ida tak mampu menggoyahkanku. Saleh. melihat Mami yang tidak sendirian. Mami! Kali ini Mami membiarkanku berdua dengan tamunya itu. Ya Allah. Ajeng memang pemalu orangnya. Namun buku yang kucari belum juga ketemu. Jeng. Sia-sia harapanku untuk bisa beristirahat pulang ke Depok. sekarang. Kereta yang kutumpangi benar-benar penuh. Udah ganteng. lho. Dengan masih kecewa. Malah nggak berhenti-henti. sedih.” Kontan raut mukaku berubah.

Mi. dan bukan malah memperlebar jurang perbedaan. hingga Ajeng sulit memahami?” Aku tambah melongo. Duhhh. yang itu.” aku berusaha menjelaskan dengan sabar. ”Kalau menurut Saleh. Boss-Mania. ”Saya…saya tidak paham apa yang Saleh maksudkan. sambil mempermainkan kerudung pink-nya. ”Oooh. Ajeng ingin orang yang saleh. Bosnia yang mana.yang senada. ini…. Tapi bagiku. ”Ngomong-ngomong. Bambang yang duduk di kursi makan tersenyum simpul. Ajeng juga . hanya akan memperuncing perbedaan yang ada. kasus Bosnia itu bagaimana?” tanyaku mengalihkan perhatian. aku tidak begitu setuju dengan caranya. Yang Islamnya nggak cuma teori. ”Kenapa? Apa karena bahasa yang ane gunakan terlalu tinggi atau bagaimana. yang Saleh maksudkan?” tanyaku makin bingung. ”Bukan. kamu itu gimana toh? Kata Bambang kamu maunya sama Saleh. Mami!!! *** Malamnya. Tentunya akan lebih baik. Gantian aku yang bingung. ”Bukan yang namanya Saleh. Yang nggak jelalatan memandang Ajeng terus-terusan dari ujung jilbab sampai kaos kaki. waktu aku protes ke Mami. Aku terhenyak. Betul bahwa semuanya harus kita ketahui. lalu….” ujarku sedikit gagap. ”Lha. yang nanya kok malah bingung?! Yang ane bicarakan tadi ya tentang Bosnia. Cukuplah bahwa masing-masing berpegang pada sunnah Rasulullah. ”Lho. Awas. Orang yang punya pemahaman paling tidak mendekati menyeluruhlah. tanpa diduga. ternyata masih saja ada orang yang meributkan hal-hal yang relatif lebih kecil. Jadi sebenarnya. yang Ajeng maksudkan adalah penindasan yang terjadi pada saudara-saudara muslim kita di Negara Bosnia. Agar tidak berlebihan. Tampak Saleh manggut-manggut. tentang Islam. malah Mami yang marah. soal calon-calon itu. Bingung aku. sih?” Tawa Rani meledak. dengan makin meributkannya. Ya…jelas penindasan itu tidak bisa dibenarkan. Saleh yang mana calon kamu itu?” suara Mami meninggi. usia Ajeng sudah jauh dari cukup. ”Bukan itu. Tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan keadilan. Ajeng tahu. kamu bilang bukan yang seperti itu yang kamu inginkan. kulihat Rani pringas-pringis menahan geli. kamu de’! Bisikku gemas. tidak seharusnya masalah Bosnia itu digembar-gemborkan. Sudah saatnya pola sikap ngebos. Bosnia itu di mana.” ujar Saleh optimis. kutahan tawa yang nyaris meledak. kan maksud Ajeng?!!” Ufh. Lucu sekali. Itu akan membuat sikap tersebut kian membudaya. yang taat beribadah. dan melupakan masalah lain yang lebih besar. Pas Mami temuin. Dari sudut mataku.” ulasnya panjang lebar. Terus terang. diarahkan sewajarnya. seperti hendak menawar barang dagangan. jika kita justru berusaha mencari titik temu atau persamaan. tapi ada bukti. dan penghargaan masyarakat terhadap orang-orang yang punya kedudukan. Menurut pendapat dan analisa ane. ”Ooooh. Ane sangat tidak setuju. itu.

Mami mesti mengakui. tetap tawakkal sama Allah. Aku maklum. Usiaku hari ini bertambah setahun lagi. aku mulai menulis: Kepada Calon Suamiku…. harus pulang dengan kecewa karena promosi dibatalkan. menepuk-nepuk pundakku. Dengan hati seringan kapas. sebelum menanyakan kesediaanku. yang tidak ingin berkeluarga. Ujian pasca sarjanaku sudah selesai. Jangan menyudutkan Ajeng. Tolong Mami bantu Ajeng agar bisa tetap sabar. yang bisa kulakukan sebagai perwujudan syukurku atas nikmat-Nya yang tak terhitung. bahwa kemahirannya di dapur. memelukku makin erat. tahun-tahun yang berlalu. Alhamdulillah. tidak ada panggilan lanjutan dari Rano. Belum lama ini aku juga mengambil kursus jahit dan memasak.pengen segera menikah. ”Tapi…. satu embel-embel gelar kembali menghiasi namaku. dan memberikan berbagai ceramah di beberapa kampus dan masjid. Kita memang harus berusaha. Alhamdulillah. yang hanya . sayang…. Permasalahan yang menimpa kaum muslimin begitu banyak. Mbak nggak mau terima!” balasku agak keras. Mami tidak lagi menyodorkan calon-calonnya. Aku yakin ketidakhadiranmu semata-mata karena kesibukan dakwah yang ada. Tiga puluh tahun sudah. Hening. Papi turut menghampiri. Perempuan mana sih. kini sudah tersaingi. Daripada bersuamikan orang yang akhlaknya tidak Islami. Sebentar lagi. Ajeng siap. Kuharap. Aku masih ingin menenangkan diri dulu. atau Saleh. sekarang aku lebih bisa berkonsentrasi untuk menulis. Calon suamiku….” suara Mami lirih. ”Dari siapa? Kalau dari Anto Boy. sejak kejadian malam itu. Satu kerja mulia. dan punya anak?” lanjutku hampir menangis. Beberapa Oom dan Tante yang datang. Rani dan Reno terdiam di kursinya. Diraihnya aku ke dalam pelukannya. tapi jangan memaksakan diri. Kuraih pena. Juned. tolong. meski memudarkan keremajaanku. Mudah-mudahan aku bisa tetap istiqamah di jalan-Nya. namun tidak akan pernah memudarkan ghirah Islamiah yang ada. Didin. ”Mbak Ajeng…telepon tuh!” pekik Rano keras. Tolong Ajeng. Biar Ajeng mesti nunggu sampai tua. Mi…tolong!” Kusaksikan mata Mami berkaca-kaca. perlahan topik trend kami bergeser. Dengan besar hati pula. bila sampai detik ini kau belum juga hadir. ”Maafin Mami. Alhamdulillah. *** Kesibukanku menulis diary terhenti. Aku lega. Kesemuanya membentuk satu daftar panjang dalam agenda kita. Berdua kami berisakan. Baru sedikit itulah.

Aku masih terpana. calon suamiku…eng…engng…ups. sedangkan kita senantiasa berjihad di sabil-Nya?! Banyaklah berdoa. Jika Dia senantiasa memberikan rizki. Insya Allah. Ini lho. tersipu.khitbah? Ngelamar. Sebelum aku sempat menyibak tirai yang membatasi ruang makan dengan ruang tamu. kenalkan. ini yang namanya Ajeng. Sesudah itu…mudah-mudahan kita bisa jihad bareng…. hal itu akan membuat penantian ini seakan tidak pernah ada. Insya Allah. dengan wajah tertunduk. ”Apa. Kalau Ajeng setuju. Tak usah kau cemaskan soal kuliah yang belum selesai. aku melangkah ke depan. bila kau sudah siap untuk menambah satu amanah lagi dalam kehidupan ini. maka datanglah. Sekilas mataku menyapu bayangan seorang lelaki berkaca mata.” Masya Allah! Aku masih melongo. kok malah nunduk?” suara ngebas Papi kembali terdengar. sahabat Papi sejak jaman revolusi dulu. Lho. Calon Suamiku. ”Ayo. Di belakangnya. Jeng…puteranya Mas Wismoyo. hari ini saya akan berta’aruf dengan Ajeng.” Deg! Aku tersentak. “Insya Allah. Adinda NB: Ngomong-ngomong. Aku menoleh sesaat. Ajeng. apakah…apakah…ini. yang dipanggil Syahril tetap menunduk.sedikit orang terpanggil untuk ikut merasa bertanggung jawab. rapat ke dada. ”Ajeng…!” Hampir aku terjatuh. kamu??? * *** . melirikku. Tawa Papi makin lebar. yang akan menjadi nilai plus di hadapan Allah (semoga). sekaligus Ass Dos-nya Bambang di FISIP. khitbahnya bisa dilaksanakan besok. padahal kita tidak dalam keadaan jihad di jalan-Nya. Nak Syahril. Baru lulus ya Nak?” Syahril mengangguk. Namun jika engkau memang disediakan untukku di dunia ini. ”Nah.. Pena yang kugenggam jatuh. di manapun engkau berada. tetap tak ada uluran tangan. Calon suamiku…. nama kamu siapa. ya…??” Aku mengangguk pendek. lalu bagaimana mungkin Allah akan menelantarkan kita. Tapi. doaku selalu menyertai usahamu. Percayakan semuanya pada Allah. Puteri sulung Oom. salaman. ”Assalamu’alaikum. Wassalam. Masya Allah. Sedikit berjingkat.” Agak samar kudengar kalimatnya yang terakhir. Saya Syahril. atau pekerjaan yang masih sambilan. iman akan menjawab segalanya. Bambang berdiri dengan senyum khasnya. Kulihat Papi tersenyum lebar. yang berdiri tak jauh dari Papi. Rasa-rasanya kudengar satu suara. kudengar suara Papi memanggilku. Jeng …. saking tergesanya menghampiri beliau. Insya Allah. terpana. sih? ”Syahril… Nama saya Syahril.

mantap ceritanya :D • asfi 6:57 am pada 28 Mei 2011 Permalink ceritanya nyentuh banget….para ikwan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Di Atas Sajadah Cinta ... tetapi kenyataannya banyak muslimah yang kesulitan mencari pendamping yang mempunyai tujuan yang sama. • sylvia 8:06 am pada 12 Mei 2011 Permalink Subhanallah..Pemenang Harapan I LMCPI Annida. kisah teladan ( 352 ).? tingkatkan kegiatan Rohis di sekolah dan Universitas dan buat kegiatan yang menarik. No. so.. Sumber : Majalah Annida. kisah islami ( 268 ). cerita nasehat.. cerita teladan ( 355 ). karena sedikitnya jumlah remaja putra yang rajin mencari ilmu agama...  erva kurniawan 1:13 am pada 3 Mei 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).solusinya. 12 1415 H/1994 M • annisa 2:55 pm pada 11 Mei 2011 Permalink walaupun hanya cerita.

dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya …) Hatinya bertanya-tanya. Orang-orang memanggilnya “Zahid” atau “Si Ahli Zuhud”. Tubuhnya berguncang. Di serambi masjid Kufah. Neraka bagaikan menyala-nyala dihadapannya. qad aflaha man zakkaaha. Pencipta alam semesta. tubuh pemuda itu bergetar hebat. untuk ibadah dan menuntut ilmu pada ulama terkemuka kota Kufah. ia menangis. “fa alhamaha fujuuraha wa taqwaaha. Semilir angin yang bertiup dari utara membawa hawa sejuk. Namun geliat hidup kota Kufah masih terasa. Kedua matanya memandang teguh ke tempat sujud. Dia dikenal masyarakat sebagai pemuda yang paling tampan dan paling mencintai masjid di kota Kufah pada masanya. Ia merasakan kesejukan dan kebahagiaan. Pemuda itu terus larut dalam samudera ayat Ilahi. Sebagian besar waktunya ia habiskan di dalam masjid. Namun jika ia sampai pada ayat-ayat nikmat dan surga. pusat pendidikan. Ataukah golongan yang mengotori jiwanya? Dia termasuk golongan yang beruntung. Ia bagai mencium aroma wangi para bidadari yang suci. karena kezuhudannya meskipun ia masih muda. Setiap kali sampai pada ayat-ayat azab. *** . beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Bibirnya bergetar melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Apakah dia termasuk golongan yang mensucikan jiwanya. Akhirnya ia pingsan. embun sejuk dari langit terasa bagai mengguyur sekujur tubuhnya.CERPEN: Di Atas Sajadah Cinta Penulis: Habiburrahman El Shirazy KOTA KUFAH terang oleh sinar purnama. seorang pemuda berdiri tegap menghadap kiblat. Saat itu masjid adalah pusat peradaban. pusat informasi dan pusat perhatian. sesungguhnya. wa qad khaaba man dassaaha …” (maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketaqwaan. Tatkala sampai pada surat Asy Syams. Air matanya mengalir deras. Sebagian rumah telah menutup pintu dan jendelanya. ataukah yang merugi? Ayat itu ia ulang berkali-kali. Hatinya bergetar hebat. Hati dan seluruh gelegak jiwanya menyatu dengan Tuhan.

itu syair-syair cinta. Kau dengarkanlah baik-baik syair-syair yang ia dendangkan. Sang ibu berkata. Di samping itu Yasir itu gagah dan tampan. Dia penari tercantik kota ini. Dia ‘kan masih kerabat sendiri dan kita banyak berhutang budi padanya. Yasir!” “Baiklah. Pemuda yang paling cocok untuk Afirah adalah Yasir. di sebuah tenda mewah. Jangan kau sia-siakan kesempatan ini. Penari itu mengerlingkan matanya padamu!” bisik temannya.” “Ya. Kecantikannya sungguh memesona.” .” “Bagaimana. Di ruangan tengah. tak jauh dari pasar Kufah. “Ayo bangun. Hatinya berbunga-bunga. “Abu Afirah. itu gampang. tampak seorang gadis jelita sedang menari-nari riang gembira. dia pasti juga akan tobat! Yang penting dia kaya raya.” “Tapi. “Be…benarkah?” “Benar. kedua orangtuanya menyungging senyum mendengar syair yang didendangkan putrinya. kau terima atau…?” “Ya jelas langsung aku terima. Wajahnya yang putih susu tampak kemerahan terkena sinar yang terpancar bagai tiga lentera yang menerangi ruangan itu.” “Tapi bukankah lebih baik kalau minta pendapat Afirah dulu?” “Tak perlu! Kita tidak ada pilihan kecuali menerima pinangan ayah Yasir. Memang sudah saatnya dia menikah. engkau tentu tahu bahwa Yasir itu pemuda yang tidak baik. Seorang pemuda tampan dikelilingi oleh teman-temannya. “in kuntu ‘asyiqatul lail fa ka’si musyriqun bi dhau’ wal hubb al wariq …” (jika aku pencinta malam maka gelasku memancarkan cahaya dan cinta yang mekar …) *** Gadis itu terus menari-nari dengan riangnya.Sementara itu. Dialah yang dulu menolong kita waktu kesusahan. Bersenang-senang dengannya memang impianku. putri kita sudah menginjak dewasa. Ayo cepatlah. Dia melamar Afirah untuk putranya.” *** Pada saat yang sama. Gadis itu terus menari sambil mendendangkan syairsyair cinta. Kebetulan tadi siang di pasar aku berjumpa dengan Abu Yasir. Tak jauh darinya seorang penari melenggak lenggokan tubuhnya diiringi suara gendang dan seruling.” “Ah. Dalam salah satu kamarnya. Yasir. Yasir. di pinggir kota tampak sebuah rumah mewah bagai istana. Nanti jika sudah beristri Afirah. Lampu-lampu yang menyala dari kejauhan tampak berkerlap-kerlip bagai bintang gemintang. Rumah itu milik seorang saudagar kaya yang memiliki kebun kurma yang luas dan hewan ternak yang tak terhitung jumlahnya.

Tatkala kuda itu sudah sangat dekat ia mengangkat tangan kanannya dan berkata keras. Ia berjalan dengan hati terus berzikir membaca ayat-ayat suci Al-Quran. “Toloong! Toloong hentikan kudaku ini! Ia tidak bisa dikendalikan!” Mendengar itu Zahid tegang. Zahid meninggalkan masjid menuju ke pinggir kota. Dengan sedikit merintih ia menjawab pelan. “Assalamu’alaiki. Ia hendak menjenguk saudaranya yang sakit. Dengan gerakan mesra penari itu membisikkan sesuatu ketelinga Yasir. Cepat-cepat ia menenangkan diri dan membaca shalawat. Saudaranya pernah bercerita bahwa kebun itu milik saudagar kaya. “Hai kuda makhluk Allah. “Toloong! Toloong!!” Suara itu semakin jelas terdengar. Matanya lalu menangkap di kejauhan sana perlahan bayangan itu menjadi seorang sedang menunggang kuda. Dan matanya dengan jelas bisa menangkap penunggang kuda itu adalah seorang perempuan. Sementara kuda itu semakin dekat dan tinggal beberapa belas meter di depannya. “Toloong! Toloong!!” Suara itu datang dari arah penunggang kuda yang ada jauh di depannya. Abu Afirah. Ia menghentikan langkahnya. Apa yang harus ia perbuat. Sang penari mengulurkan tangan kanannya dan Yasir menyambutnya. Keduanya benar-benar hanyut dalam kelenaan. Keduanya terus menari dan menari. Penunggang kuda itu semakin jelas. Ia terus melangkah menapaki jalan yang membelah kebun kurma itu. Hati dan pikiran jadi mati. Mukanya tertutup cadar hitam. Zahid mendekati perempuan itu dan menyapanya. Irama seruling melengking-lengking. Kau tidak apa-apa?” Perempuan itu mengaduh. Zahid berjalan melewati kebun kurma yang luas. “Apakah Anda punya waktu malam ini bersamaku?” Yasir tersenyum dan menganggukan kepalanya. Usai shalat dhuha. Ia terus berjalan dan titik hitam itu semakin membesar dan mendekat. Lalu sayup-sayup telinganya menangkap suara. berhentilah dengan izin Allah!” Bagai pasukan mendengar perintah panglimanya. kuda itu meringkik dan berhenti seketika. Ia berdiri tegap di tengah jalan. Keduanya lalu menari-nari diiringi irama seruling dan gendang. *** Keesokan harinya. Ia sempatkan ke pasar sebentar untuk membeli anggur dan apel buat saudaranya yang sakit. Perempuan yang ada dipunggungnya terpelanting jatuh. Tibatiba dari kejauhan ia melihat titik hitam. Perempuan itu mengaduh. Dua matanya yang bening menatap Zahid. Kuda itu berlari kencang. Aroma arak menyengat nurani.Yasir lalu bangkit dari duduknya dan beranjak menghampiri sang penari. Suara gendang memecah hati. Suara seorang perempuan. .

” “Terimalah. “Innalillah. Sang gadis terpesona oleh ketampanan Zahid. Hatinya basah. “Tidak usah. saya ucapkan terima kasih. Kebun ini milik ayahku. namaku Afirah. “Tuan. Gadis itu lalu minggir sambil menutup kembali mukanya dengan cadar. Terang saja Zahid gelagapan. Menyadari hal itu Zahid menundukkan pandangannya ke tanah.“Alhamdulillah.” “Jadi. ia cepat-cepat menundukkan kepalanya. “Namaku Zahid. ia membuka cadarnya. Afirah terpekur di kamarnya. dari mana dan mau ke mana Tuan?” Zahid mengangkat mukanya. Tanpa sepengetahuan Zahid. Dan sebagai ucapan terima kasih aku mau menghadiahkan ini. tidak apa-apa! Kalau tidak Tuan terima. “Tunggu dulu Tuan Zahid! Kenapa tergesa-gesa? Kau mau kemana? Perbincangan kita belum selesai!” “Aku mau melanjutkan perjalananku!” Tiba-tiba gadis itu berlari dan berdiri di hadapan Zahid. Syaraf dan ototnya terasa dingin semua. Kalau boleh tahu siapa nama Tuan. Zahid tersadar. Inilah untuk pertama kalinya ia menatap wajah gadis jelita dari jarak yang sangat dekat. Perempuan itu perlahan bangkit. tidak apa-apa. Apa yang menimpa dirinya.” Dua mata bening di balik cadar itu terus memandangi wajah tampan Zahid. Tak ayal matanya menatap wajah putih bersih memesona. Matanya berkaca-kaca. aku dari masjid mau mengunjungi saudaraku yang sakit.” kata Zahid sambil membalikkan badan.” gemuruh hatinya. *** Saat malam datang membentangkan jubah hitamnya. Hanya saja tangan kananku sakit sekali. aku tidak akan memberi jalan!” Terpaksa Zahid menerima sapu tangan itu. Sesaat lamanya keduanya beradu pandang. Angin sejuk dari utara semilir mengalir. Gadis itu tersenyum dengan pipi merah merona. Ia lalu melangkah. kaukah Zahid yang sering dibicarakan orang itu? Yang hidupnya cuma di dalam masjid?” “Tak tahulah. Itu mungkin Zahid yang lain.” Gadis itu lalu mengulurkan tangannya memberi sapu tangan hijau muda. Dan tampaklah wajah cantik nan memesona. kota Kufah kembali diterangi sinar rembulan. Mungkin terkilir saat jatuh.” “Syukurlah kalau begitu. sementara gemuruh hati Zahid tak kalah hebatnya. Ayah pasti akan senang dengan kehadiranmu. Jika kau mau silakan datang ke rumahku. “Tuan aku hanya mau bilang. Zahid melangkahkan kedua kakinya melanjutkan perjalanan. Seumur hidup ia belum pernah menghadapi situasi seperti ini. Dan rumahku ada di sebelah selatan kebun ini. Wajah bersih Zahid . Hatinya bergetar hebat menatap aura kecantikan gadis yang ada di depannya. Hatinya bergetar hebat. Pikirannya bingung. Sejak kejadian tadi pagi di kebun kurma hatinya terasa gundah. Astagfirullah.

bagai tak hilang dari pelupuk matanya. Tiba-tiba ia tersenyum. Pembicaraan orang-orang tentang kesalehan seorang pemuda di tengah kota bernama Zahid semakin membuat hatinya tertawan. Zahid terus meratap dan mengiba. Hatinya yang dipenuhi gelora cinta terus ia paksa untuk menepis noda-noda nafsu. Dan inilah untuk pertama kalinya aku terpesona pada seorang pemuda. Suatu hari ia akan datang kemari. Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta. tuntunlah langkahku pada garis takdir yang paling Engkau ridhai. Aura kecantikan Afirah bercokol dan mengakar sedemikian kuat dalam relung-relung hatinya.” Hatinya berbunga-bunga. Ilahi. Tiba-tiba air matanya mengalir deras. Wajah yang tampan bercahaya dan bermata teduh itu hadir di pelupuk matanya. Rasa takut akan azab-Nya. Pandangan matanya yang teduh menunduk membuat hatinya sedemikian terpikat.” Air matanya terus mengalir membasahi pipinya. “Inikah cinta? Beginikah rasanya? Terasa hangat mengaliri syaraf. semakin ia meratap embun-embun cinta itu semakin deras mengalir. cinta. Saat ini hamba sangat lemah berhadapan dengan daya tarik wajah dan suaranya Ilahi. Sejak ia bertemu dengan Afirah di kebun kurma tadi pagi ia tidak bisa mengendalikan gelora hatinya. Rasa cinta dan rindu-Nya pada Afirah. Hatinya merasakan aliran kesejukan dan kegembiraan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. berilah padaku cawan kesejukan untuk meletakkan embun-embun cinta yang menetes-netes dalam dinding hatiku ini. Ia tersentak kaget. “Ah sapu tanganku ada padanya. Ia pasti juga mencintaiku. Dalam hati ia berkata. Ilahi. Ia tidak tahu harus berbuat apa. hamba lemah maka berilah kekuatan!” . Ya Rabbi. hatiku ini tak mampu mengusir pesona kecantikan seorang makhluk yang Engkau ciptakan. Namun Engkau juga tahu. “Ilahi. Biasanya ia sudah membaca dua juz dalam shalatnya. Ia menangisi hilangnya kekhusyukan hatinya dalam shalat. Semua bercampur dan mengalir sedemikian hebat dalam relung hatinya. Anehnya. Aku tak ingin kehilangan cinta-Mu. Aku serahkan hidup matiku untuk-Mu. Beberapa orang tampak tengah asyik beribadah bercengkerama dengan Tuhannya. Ia belom shalat tahajjud. jangan kau gantikan bidadariku di surga dengan bidadari dunia. ia terbangun. dan segala keindahan semesta. Aura itu selalu melintas dalam shalat. izinkanlah aku mencintainya. Ia teringat sapu tangan yang ia berikan pada Zahid. Rasa cintanya pada Tuhan. Engkau Mahatahu atas apa yang menimpa diriku. tak aku pungkiri aku jatuh hati pada hamba-Mu yang bernama Zahid. Ya Rabbi. *** Sementara itu di dalam masjid Kufah tampak Zahid yang sedang menangis di sebelah kanan mimbar. Menjelang subuh. Ia menangis. Ia telah mencoba berulang kali menepis jauh-jauh aura pesona Afirah dengan melakukan shalat sekhusyu’-khusyu’-nya namun usaha itu sia-sia.” Isak Zahid mengharu biru pada Tuhan Sang Pencipta hati. Dalam puncak munajatnya ia pingsan. Tadi pagi ia menatap wajahnya dan mendengarkan tutur suaranya. kasihanilah hamba-Mu yang lemah ini. baca Al-Quran dan dalam apa saja yang ia kerjakan. Dan rasa tidak ingin kehilangannya. Juga terasa sejuk di dalam hati. Ia juga menyaksikan wibawanya. “Ilahi. ia menyesal.

istigfhar dan … Afirah. Ia pun pingsan saat itu juga. Aku tawarkan dua hal padamu untuk mengobati rasa . Afiah keluar sekejab untuk membawa minuman lalu kembali ke dalam. Berkali-kali ia pingsan. Zahid menundukkan kepala ia pasrah dengan jawaban yang akan diterimanya. Kedua kakinya seperti lumpuh seketika. Sang ayah diam sesaat. dan shalat tahajjud. Di dalam sujudnya ia berdoa. Rasa cinta itulah yang membuatmu sakit dan menderita saat ini. Tujuannya jelas yaitu melamar Afirah. Tak bisa kuingkari. Ia tidak bisa menyembunyikan irisan kepedihan hatinya. Amin.” *** Pagi hari. hamba memohon ampunan-Mu. “Anakku Zahid. Sementara Afirah. Rasa cinta Afirah yang tak kalah besarnya membuatnya menulis sebuah surat pendek. dan aku telah menerimanya. wudhu. Ia sering mengigau. ======================================= Kepada Zahid. Di sana ia disambut dengan baik oleh kedua orangtua Afirah. jika boleh hamba titipkan rasa cinta hamba pada Afirah pada-Mu. *** Zahid kembali ke masjid dengan kesedihan tak terkira. Aku tahu kau selalu menyebut diriku dalam mimpi dan sadarmu. aku pun mengalami hal yang sama. Amin. Keheningan mencekam sesaat lamanya. usai shalat dhuha Zahid berjalan ke arah pinggir kota. cinta-Mu. Suhu badannya sangat panas. Ia mohon diri dengan mata berkaca-kaca. Angin pun meniupkan kabar ini ke telinga Afirah.” Zahid hanya mampu menganggukan kepala. Kalau kau mau. Kabar tentang derita yang dialami Zahid ini tersebar ke seantero kota Kufah. Ia mengambil nafas panjang. Ia pun jatuh sakit. dan ridha-Mu. Dari bibirnya terucap kalimat tasbih. Zahid mengutarakan maksud kedatangannya. Lalu terdengarlah jawaban ayah Afirah. Kaulah cintaku yang pertama. Assalamu’alaikum Aku telah mendengar betapa dalam rasa cintamu padaku. rahmat-Mu. Dari balik tirai ia mendengarkan dengan seksama pembicaraan Zahid dengan ayahnya. Zahid. lebih tragis keadaannya. Ilahi.Ia lalu bangkit. Amin. Sementara Afirah menanti dengan seksama jawaban ayahnya. Mereka sangat senang dengan kunjungan Zahid yang sudah terkenal ketakwaannya di seantero penjuru kota. Dan kuingin kaulah pendamping hidupku selama-lamanya. Hatinya mantap untuk melamarnya. Ia sudah mengerti dengan baik apa yang didengarnya. Amin. Ilahi lindungi hamba dari murkamu dan neraka. yaitu melamar Afirah. Apa yang ia dengar dari ayah Afirah membuat nestapa jiwanya. Keimanan dan ketakwaan Zahid ternyata tidak mampu mengusir rasa cintanya pada Afirah. “Ilahi. hamba terlalu lemah untuk menanggung-Nya. Afirah sudah dilamar Abu Yasir untuk putranya Yasir beberapa hari yang lalu. Ketika keadaannya kritis seorang jamaah membawa dan merawatnya di rumahnya. hamba mohon ridha-Mu dan surga. Jantungnya nyaris pecah mendengarnya. kau datang terlambat. Maafkan aku. Ilahi. tahlil.

Salamullahi’alaiki. Dengan berlinang air mata ia menulis untuk Afirah : ======================================= Kepada Afirah. Ia berpesan agar surat itu langsung sampai ke tangan Zahid. Namun aku sangat yakin dengan firmannya : “Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik. Sakitku ini karena aku menginginkan sebuah cinta suci yang mendatangkan pahala dan diridhai Allah ‘Azza Wa Jalla’. Az Zumar : 13 ) Afirah. Dengan hati berbunga-bunga Zahid menerima surat itu dan membacanya. Inilah yang kudamba. Setelah tahu isinya seluruh tubuhnya bergetar hebat. Selanjutnya Allahlah yang menentukan. Wassalam. Tidak mudah meraih cinta berbuah pahala. yaitu hidayah. tempat dimana ia bersujud. Tidak boleh ada orang ketiga yang membacanya. . Jika kita terus bertakwa. Afirah. Dan meminta jawaban Zahid saat itu juga. Ia menarik nafas panjang dan beristighfar sebanyak-banyaknya. Bukan air timah dari neraka. Pertemuan dan percintaannya dengan seorang pemuda saleh bernama Zahid itu telah mengubah jalan hidupnya. Wassalam Afirah ======================================= Surat itu ia titipkan pada seorang pembantu setianya yang bisa dipercaya. Bersama surat ini aku sertakan sorbanku. Ia berpaling dari dunia dan menghadapkan wajahnya sepenuhnya untuk akhirat.haus kita berdua. Tak ada yang bisa aku lakukan saat ini kecuali menangis pada-Nya. Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka. Zahid ======================================= Begitu membaca jawaban Zahid itu Afirah menangis. dan laki-laki yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula). Sejak itu ia menanggalkan semua gaya hidupnya yang glamor. Kedua tawaranmu itu tak ada yang kuterima. Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (yaitu surga). Allah akan memberikan jalan keluar. Afirah. Benar aku sangat mencintaimu. Aku ingin mengobati kehausan jiwa ini dengan secangkir air cinta dari surga. “Inni akhaafu in ‘ashaitu Rabbi adzaaba yaumin ‘adhim!” ( Sesungguhnya aku takut akan siksa hari yang besar jika aku durhaka pada Rabb-ku. Pertama. dan menangis di tengah malam memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Atau kau datanglah ke kamarku.” Karena aku ingin mendapatkan seorang bidadari yang suci dan baik maka aku akan berusaha kesucian dan kebaikan. Ia menangis bukan karena kecewa tapi menangis karena menemukan sesuatu yang sangat berharga. Dan aku ingin mendamba yang sama. Bukan sebuah cinta yang menyeret kepada kenistaan dosa dan murka-Nya. Hanya kepada Allah kita serahkan hidup dan mati kita. akan aku tunjukkan jalan dan waktunya. aku akan datang ke tempatmu dan kita bisa memadu cinta. dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Hari itu juga surat Afirah sampai ke tangan Zahid. Afirah. semoga bisa jadi pelipur lara dan rindumu. Namun sakit dan deritaku ini tidaklah semata-mata karena rasa cintaku padamu. Sorban putih pemberian Zahid ia jadikan sajadah.

Wassalam. MD Entertainment Cetakan VII. Beberapa bulan kemudian Zahid menerima sepucuk surat dari Afirah : ======================================= Kepada Zahid. Penerbit: 1. *** Diambil dari buku dengan judul yang sama karya Habiburrahman El Shirazy. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Assalamu’alaikum. cerita teladan ( 355 ). kisah teladan ( 352 ). Secepatnya. Di atas sajadah putih ia menemukan cinta yang lebih agung dan lebih indah. Juni 2006  erva kurniawan 1:27 am pada 25 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Keduanya benar-benar larut dalam samudera cinta kepada Allah SWT. Segala puji bagi Allah. Bunga-bunga cinta bermekaran dalam hatinya. Beliau telah terbuka hatinya. Dan kita laksanakan pernikahan mengikuti sunnah Rasululullah SAW. Afirah ======================================= Seketika itu Zahid sujud syukur di mihrab masjid Kufah. Penerbit Republika 2. Cepatlah kau datang melamarku. Dialah Tuhan yang memberi jalan keluar hamba-Nya yang bertakwa. Hari ini ayahku memutuskan tali pertunanganku dengan Yasir. Hal yang sama juga dilakukan Zahid di masjid Kufah. Allah Maha Rahman dan Rahim. Tiada henti bibirnya mengucapkan hamdalah. yaitu cinta kepada Allah SWT. Pesantren Basmala Indonesia 3.Siang ia puasa malam ia habiskan dengan bermunajat pada Tuhannya. kisah islami ( 268 ). cerita nasehat.

Beliau dilahirkan di Gaza. Ditempat ini beliau beliau banyak menghafal sya’irsya’ir. Dan suatu sifat dari Imam Safi’i adalah. alangkah baiknya seandainya engkau menguasai ilmu Fiqih sebagai kepandaianmu. otakmu juga cerdas.Imam Syafii Nama lengkap beliau adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris. tahun 150 H. Imam Syafi’i pergi ke tempat Bani Hudzail dengan tujuan untuk belajar kepada mereka. engkau sungguh fasih dalam berbahasa Arab. Pada suatu hari beliau bertemu dengan Mas’ab bin Abdullah bin Zubair yang masih ada hubungan famili dengan beliau. Maka beliau pergi ke Madinah untuk menemui Imam Malik. Maka ketika berusia 2 tahun beliau dibawa ibundanya pindah ke Makkah. Esoknya beliau membaca al Muwaththa’ bersama Imam Malik tanpa melihat buku yang dipegangnya. memahami secara mendalam sastra Arab dan berita-berita tentang peristiwa yang dialami oleh orang-orang Arab dahulu. Bani Hudzail adalah Kabilah yang paling fasih dalam berbahasa Arab.” Imam Syafi’i : “Dimana aku harus belajar?” Mas’ab bin Abdullah pun menjawab : “Pergilah ke Malik bin Anas”. Imam Malik Berkata lagi : “Wahai Muhammad bertaqwalah kepada Allah dan jauhilah laranganNya maka engkau akan menjadi orang yang disegani di kemudian hari”. Beliau tinggal di tempat Bani Hudzail selama 17 tahun. Mas’ab bin Abdullah berkata : “Wahai Abu Abdullah (yaitu Imam Syafi’i). sungguh aku menyayangkanmu. Palestina. Imam Syafi’i rahimahullah dilahirkan bertepatan dengan meninggalnya Imam Abu Hanifah oleh karena itu orang-orang berkata : “telah meninggal Imam dan lahirlah Imam”. karena Imam Malik merasa kagum akan kefasihan beliau dalam membacanya. sehingga beliau hanya dipelihara oleh ibunya yang berasal dari Qabilah Azad dari Yaman. maka beliau disuruh melanjutkan membaca. maka pelajaran yang dipelajari oleh temannya itu dapat beliau pahami. jika beliau melihat temannya diberi pelajaran oleh gurunya. dan ayahnya meninggal ketika masih bayi. . lalu beliau mendengarkannya. Pada usia 7 tahun beliau telah menghafal Al Qur’an. Sesampainya di Madinah Imam Malik bertanya : “Siapa namamu?”. Setelah beberapa tahun di Makkah. Oleh karena itu ibunya berpendapat agar sebaiknya beliau (yang ketika itu masih kecil) dipindahkan saja ke Makkah (untuk hidup bersama keluarga beliau disana). “Muhammad” jawabku. Sehingga kata gurunya : “Engkau tak perlu belajar lagi di sini (lantaran kecerdasan dan kemampuan beliau untuk menyerap dan menghafal ilmu dengan hanya mendengarkan saja)”. Diwaktu kecil Imam Syafii hidup dalam kemiskinan dan penderitaan sebagai anak yatim dalam “dekapan” ibundanya . secara spontan beliau dapat menghafalnya. Demikian pula jika ada orang yang membacakan buku dihadapan Imam Syafi’i.

Sebagaimana yang telah diketahui tentang perjalanannya dari Mekkah ke Bani Hudzail. Dan seandainya matahari telah terbit. Hal ini telah dibuktikan dalam diskusi-diskusi . Kemudian aku berkata : “Apa yang akan aku peroleh dari orang ini. barulah orang-orang itu berdiri dan bergantian dengan orang-orang lain yang ingin bertanya juga tentang hadits. urudh dan syai’r sampai waktu dhuhur”. Beberapa jam kemudian ganti orang-orang lain untuk bertanya-jawab. Dan sebelum waktu dhuhur mereka pergi disusul oleh orang-orang yang bertanya tentang nahwu. serta tafsirnya. Kunjungan Imam Syafi’i Keberbagai Tempat Sudah menjadi kebiasaan ulama’-ulama’ pada masa Imam Syafi’i yaitu berkunjung ke berbagai negeri untuk menimba ilmu di tempat tersebut. adalah beliau orang yang paling paham (pengetahuannya) tentang Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw. dan beliau telah menghafalnya. kemudian kembali ke Mekkah dan perjuangannya untuk menemui Imam Malik. kemudian beliau pergi ke Yaman. Mereka tidak perduli terhadap rintangan-rintangan yang akan mereka hadapi. Kunjungan-kunjungan itu menghasilkan banyak ilmu dan pengalaman baginya serta membuatnya gigih dalam menghadapi berbagai rintangan dalam membela kebenaran dan membela Sunnah Rasulullah saw. Kitab tersebut beliau baca dan dalam waktu 9 hari. berkata kepadaku : “Wahai abu Ya’kub belajarlah kepada orang ini ”Seraya memandang Imam Syafi’i””. Kesederhanaan Dan ketaatan Imam Syafi’i Pada Kebenaran Al Imam Syafi’i rahimahullah terkenal akan kesederhanaan dan (ketaatan) dalam menerima kebenaran.Beliau tinggal di Madinah sampai Imam Malik meninggal dunia. dan setelah itu kembali lagi ke Baghdad kemudian ke Mesir. Ilmu Yang Dimiliki Oleh Imam Syafi’i rahimahullah Imam Syafii rahimahullah memiliki ilmu yang luas seperti yang dikatakan Ar Rabbii bin Sulaiman : “Setiap selesai shalat shubuh Imam Syafi’i selalu duduk dikelilingi orang-orang yang ingin bertanya tentang tafsir Al Qur’an. Demikian pula Imam Syafi’i berkunjung ke berbagai tempat untuk menimba ilmu dengan sungguh-sungguh dan memperoleh manfaatnya. (shahih sunan Abu daud hadits no : 4291) Kemudian Imam Ahmad bin Hambal menambahkan dengan berkata : “Umar bin Abdul Aziz adalah orang yang pertama dan mudah-mudahan Imam Syafi’i adalah yang kedua”. Imam Ahmad bin hambal menambahkan tentang Imam Syafi’I. Lalu aku belajar padanya. Imam Ahmad Bin Hambal berkata tentang gurunya Imam Syafi’i rahimahullah telah diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Inna Allaha yub’astu lihadzihil ummah ‘ala ra’si kulla miati sanatin man yujaddidu laha diinaha” “Sesungguhnya Allah swt mengutus (mengirim) seseorang kepada umat ini setiap seratus tahun untuk memperbarui urusan agamanya”. Imam Ahmad pun menjawab : “Celaka engkau! Ilmu orang-orang itu dapat engaku tinggalkan tapi Ilmu orang ini tidak dapat”. Sehingga namanya menjadi terkenal dan disegani umat Islam di zamannya. Abu Isma’il At Tarmudzi juga berkata : “Aku perna mendengar Ishak bin Rahawih berceritra : “ketika kami berada di Makkah Imam Bin Hambal rahimahullah. sementara usianya hampir sama dengan kita? Apakah aku tidak merugi seandainya meninggalkan Ibnu Uyainah dan Mugni?”.Al Muwaththa’ adalah kitab karangan Imam Malik yang dibawa beliau dari seorang temannya di Mekkah. dan setelah meninggalnya Imam Malik beliau pergi keYaman dan selanjutnya pergi ke Baghdad dan kembali ke Madinah . Mas’ab bin Abdullah Az Zubairi berkata : “Aku belum pernah melihat seseorang yang lebih mengetahui peristiwa tentang orang-orang Arab dahulu seperti Imam Syafi’i”.

” Beliau juga mengatakan demikian : “Idza wajadtum fii kitaabii khilafa sunnati rasulillahi sallallahu ‘alaihi wasallam.sedangkan hadits Nabi saw yang shahih menyelisihi perkataanku. maka hadits Nabi saw lebih utama (untuk diikuti) . fakuuluu sunnati rasulillahi sallallahu ‘alaihi wasallam. Banyak orang yang telah meriwayatkan sifat-sifat yang telah dimilikioleh Imam Syafi’i yang seolah-olah sifat itu hanya dimiliki oleh beliau saja. maka itulah madhabku” “Kullu haditsin ‘anin nabi saw fahuwa kaulii. maka seketika itu juga orang tersebut jatuh dalam pandanganku”.dan tadarus-tadarusnya serta pergaulan murid-murid. wain lam tasma’uu minni” “setiap hadits dari Nabi saw adalah pendapatku. maka ambillah sunnah Rasulullah saw dan tinggalkan perkataanku. walaupun kalian tidak pernah mendengarkan dariku” “Kullu maa kultu. teman-teman dan orang umum. wa da’uu ma kultu” “jika kalian mendapati dalam kitabku (suatu tulisan) yang menyelisihi sunnah Rasulullah saw . dan janganlah kalian taklid kepadaku”. Sebaliknya jika orang tersebut sombong dan membantah bukti-bukti tadi. malah aku menginginkan agar semua ilmu yang kumiliki juga dimiliki oleh semua orang tanpa menyebut namaku””. maka aku akan menjadi sayang dan akrab dengan orang tersebut. falaa tukalliduunii” “segala pendapat yang aku katakan . guru Syeikh Al Bukhari yang meninggal di Baghdad pada tahu 257 H) berkata : “As Syafi’i mengatakan : “tidak pernah terbesit dalam hatiku agar seseorang bersalah bila berdiskusi denganku. Takut kepada Allah swtdalam kedaaan sepi. Imam Syafi’i rahimahullah sendiri berkata : “Demi Allah aku belum pernah berdiskusi dengan seseorang kecuali dengan tujuan nasihat”. Dan Ar Rabii berkata : “Ketika aku mengunjungi As Syafi’i sakit. fakaana ‘aninnabiyyi khilafu kaulii mimma yashihhu. Al Hasan bin Abdul Aziz Al Jarwi Al Masri (dia adalah Abu Ali Al Judzami. . Seandainya aku menyampaikan tentang kebenaran kepada seseorang dengan bukti-bukti yang tepat. Harmalah bin Yahya juga mengatakan : “Aku pernah mendengar As Syafi’i berkata : “Aku ingin setiap ilmu yang kumiliki. Dan beliau juga berkata : “ketahuilah bahwa perbuatan yang terberat itu ada tiga : “Memiliki harta sedikit tetapi dermawan. lalu diterima dengan baik. beliau masih sempat menyebutkan buku-buku yang telah ditulisnya dan berkata : “Aku ingin semua orang membacanya tanpa mengkaitkanya dengan namaku””. dan mengatakan kebenaran kepada orang yang diharapkan serta ditakuti banyak orang”. dimiliki oleh semua orang dan aku mendapatkan pahalanya tanpa ucapan terima kasih dari orang-orang itu”. fahadtsun nabiyyi awlaa. Dan beliau juga berkata : “Idza sohhal hadits fahuwa madzhabii” “jika hadits Nabi saw (derajatnya) shahih.

Beliau pernah berkata kepadaku : “Aku pernah bangkrut sebanyak tiga kali dalam hidupku. semua orang yang bergaul dengannya. lalu dengan cepat dia akan memberinya”. Aku tidak tahu apakah aku masuk surga atau neraka”. aku jadikan harapanku sebagai tangga untuk menuju ampunanMu”. tetangga maupun teman. bagian kedua untuk shalat dan bagian ketiga untuk tidur. meninggalkan saudara-saudaraku dan akan menjumpai Allah swt. dan dibagi-bagikan uang itu kepada orang yang mengunjunginya. Muhammad bin Abdullah Al Misri berkata : “Imam Syafii adalah orang yang paling dermawan terhadap apa yang dimilikinya”. Al Humaidi juga berkata tentang Syafi’i ketika beliau datang dari Makkah. Imam Syafii membawa uang sebanyak 10. sampai aku menjual semua barang-barang yang aku miliki. juga perhiasan anak dan istriku tetapi aku belum pernah menggadaikannya””. baik yang mahal maupun yang murah. Tentang ketaatan Imam Syafii dan ibadahnya kepada Allah. mengeraskan hati dan dapat menghilangkan kecerdasan. Ar Rabii bin Sulaiman mengatakan : “Imam Syafii telah mengkhatamkan Al Qur’an sebanyak 60 kali di bulan Ramadhan yang kesemuanya itu terbaca dalam shalatnya”. Dan Imam Syafii pernah berkata kepadaku : “Semenjak usia 16 tahun aku belum pernah merasa kenyang. Muhammad Al Busti As Sajastani juga mengatakan : “Imam Syafi’i rahimahullah belum pernah menyimpan sesuatu karena kedermawanannya”. Dan ketika beliau meninggalkan tempat itu uangnya sudah habis. Dan Amr bin Sawwad As Sarji berkata : “Imam Syafii adalah orang yang paling dermawan dalam hal keduniaan. Bukti-bukti tentang kedermawanan Imam Syafi’i rahimahullah banyak sekali dan tidak mungkin untuk mengungkapkannya di dalam lembaran yang pendek ini. aku bertanya kepadanya bagaimana keadaanmu? Beliau menjawab : “Tidak lama lagi aku akan meninggalkan dunia ini. mendatangkan rasa kantuk serta membuat malas seseorang untuk beribadah”. kecuali hanya sekali saja. bagian pertama untuk menulis. Rabii juga mengatakan bahwa Syafi’i membagi malam menjadi tiga bagian.Ketaatannya Dan Ibadahnya Kepada Allah swt. Wafatnya Imam Syafi’i rahimahullah Di Mesir (Di Fisthath) Tahun 204 H Al Muzni berkata ketika aku mengunjungi beliau yang sakit yang tidak lama kemudian beliau meninggal. Karena kenyang itu memberatkan badan. guru maupun murid. Kemudian beliau menangis dan mengucapkan sebuah sya’ir “Falamma kosaa kalbii wa dookot madzahidii ja’altu rajaai nahwa ‘afwika sullamaa” “ketika hatiku membeku dan menyempit semua jalan bagiku. Ar Rabbii’ menambahkan tentang hal ini : “Seandainya Imam Syafi’i didatangi oleh seseorang untuk meminta kepadanya. .000 dinar. Hal ini tidak bisa dipungkiri atau diragukan lagi. kemudian bermukim di pinggiran kota Makkah. Kedermawanannya Imam Syafi’i rahimahullah terkenal dengan kedermawanannya. semuanya mengakuinya. maka wajahnya merah karena malu kepada orang tersebut.

amanatnya. bahwa Imam Syafi’i itu ibarat matahari bagi dunia dan kesehatan bagi manusia. akhlaqnya. Kami menguburkannya pada hari jum’at. Ibnu Khollikan (penulis buku Wafiati A’yan) berkata : “Seluruh ulama’ hadits. lughah. • Rohana 3:43 pm pada 10 Mei 2011 Permalink .Rabii’ bin Sulaiman berkata : “Al Imam Syafi’i meningl dunia pada malam jum’at. Abu Hasan Al Razi berkata : “Aku belum pernah melihat Muhammad Al Hasan mengagungkan seorang ulama’ seperti dia mengagungkan Al Imam Syafi’i rahimahullah. Imam Ahmad bin hambal menjawab : “ketahuilah anakku. datang seorang badui dan bertanya : “Dimana matahari dan bulan (yaitu Imam Syafi’i) yang selalu hadir di tengahtengah kalian?” kami menjawab : “Beliau telah wafat” kemudian orang itu menangis tersedu-sedu seraya berkata : “Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosanya. taatnya. Hidup Mulia atau Mati Syahid!!! *** Dari Sahabat • sayyidahali 7:12 pm pada 26 April 2011 Permalink subhanallah. Seandainya keduanya itu tidak ada. Dan mampu membuat bungkam musuh-musuhnya dengan bukti yang benar. bagaimana mungkin dapat digantikannya dengan yang lain?”. nahwu dan lain-lain sepakat bahwa Al Imam Syafi’i rahimahullah adalah orang yang tidak diragukan lagi kejujurannya. fiqhi. Serta telah mencuci besih wajah-wajah yang menghitam karena aib dan membuka pintu-pintu yang dulu tertutup dengan pendapat-pendapatnya”. usul.. Setelah berucap kata-kata itu dia meninggalkan tempat itu”. bagaimana Imam Syafi’i itu? Aku sering kali melihatmu mendoakannya”. sehabis isya’ akhir bulan Rajab. kedermawannya dan kewibawaannya dikalangan para ulama’”. dan ketika kami meninggalkan pemakaman itu kami melihat bulan (hilal) Sya’ban 204”.”. Abdullah din Ahmad bin Hambal betanya kepada ayahnya : “Ayah. zuhudnya. Ar Rabbii’ bercerita : “Beberapa hari setelah berpulangnya Imam Syafi’i rahimahullah ke Rahmatullah dan ketika itu kami sedang duduk berkeliling seperti tatkala Imam Syafi’i masih hidup. sesungguhnya beliau dengan kata-kata yang indah telah membuka bukti-bukti yang dahulu tidak pernah kita ketahui. adilnya.

pernah suatu kali saya mengajarkan langsung agar mereka memberikan sejumlah uang untuk anak yatim. cerita nasehat. Bagaimana dengan satu kebiasaan lagi? Tentang berinfak. hanya satu yang bisa dimengerti oleh kedua putri saya. Kemudian mereka berujar. cerita teladan ( 355 ).. kisah islami ( 268 ). Dari dua kebiasaan yang sedang ditanamkan itu. sejak saat itulah saya mulai mengajarkan dua hal. mereka mengerti betul bahwa menabung akan membuat ia memiliki uang yang cukup untuk membeli sesuatu. kisah teladan ( 352 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Pelajaran Berinfak Oleh: Bayu Gawtama Semenjak kedua putri saya mengenal uang dan sedikit memahami nilai serta kegunaannya. Misalnya. “Memang Ayahnya nggak kerja? Kok kita yang ngasih uang?” .Maha Suci ALLAH YANG tlh mencptknnya dgn bnyk klbhn yang d miliki’a…. yakni soal menabung. Baik. menabung dan berifak semestinya memang menjadi kebiasaan untuk mereka. ketika mereka hendak membeli mainan tertentu dengan harga yang sedikit lebih mahal. Maka serta merta mereka akan menanyakan berapa jumlah tabungan yang ada. kepada siapa dan untuk apa berinfak. Meski hanya beberapa jenis satuan mata uang saja yang dimengertinya. saya sudah mengajarkan dan mencontohkan langsung bagaimana berinfak. terutama untuk satuan di bawah lima ribu rupiah. Ya. mdh2n kt dpt meniru ke juhudannya  erva kurniawan 1:03 am pada 15 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Selama ini saya akui sedikit bingung untuk memberikan penjelasan yang bisa diterima logika sepasang anak di bawah usia enam tahun tentang manfaat berinfak. atau setidaknya langsung membuka penutup kaleng ‘celengan’ miliki mereka masing-masing kemudian menghitungnya. menabung dan berinfak.. Tetapi pertanyaan-pertanyaan polos mereka membuat saya berkeyakinan bahwa mereka belum benar-benar mengerti tentang infak. Misalnya.

Bahwa menabung lebih baik daripada berinfak. Anak-anak pun tidak mampu menangkap manfaat langsung dari berinfak. Meski kalimat-kalimat tersebut sudah saya ubah menjadi kalimat yang lebih pas dan lebih bisa dipahami untuk usia mereka. “Berinfak itu. untungnya buat kita. Anak-anak tidak cukup memahami kalimat. Selalu menjelaskan. Kita akan mendapatkan keuntungan berlipat ganda dengan berinfak”. *** Berinfak sesungguhnya pun menabung. tidak berkurang dan terus bertambah sehingga suatu saat bisa digunakan untuk membeli sesuatu yang diinginkan. Dalam batas pikiran mereka. Allah sayang sama kita. bahkan berbuah. Berinfak. dan takkan pernah habis karena akan terus bertambah dan bertambah. khawatir perasaannya terluka oleh kalimat si kecil itu. hadiah dari Allah karena memberi uang untuk tukang mintaminta”. akhirnya saya mulai bisa menemukan sedikit cara memberikan pemahaman tentang berinfak kepada kedua putri saya. yang didapat kembali jauh lebih banyak dari yang kita berikan. “Nah. Kemudian mereka pun mengingat-ingat. Uangnya terlihat. pengemis. karena teteh dan dede sudah baik sama tukang minta-minta itu. Mereka sangat bahagia mendapatkan mainan itu. “Memang ibunya di rumah nggak masak ya?” Tentu saja kami harus meminta maaf teramat sangat kepadanya. dalam perspektif mereka. “masih ingat nggak waktu teteh sama dede ngasih uang ke tukang minta-minta kemarin?” mereka pun mengangguk. Begitu seterusnya. Menabung. Suatu hari saya membelikan mereka mainan saat pulang dari kantor. Buahnya sangat manis untuk dinikmati. “Katanya Abi nggak punya uang? Kok bisa beliin mainan?” Di sinilah kesempatan pelajaran berinfak itu datang. kemudian saya bilang uangnya sudah habis. mereka lebih melihatnya sebagai ‘membuang’ uang. anak yatim atau kaum dhuafa (lemah) lainnya yang sangat membutuhkan. Tetapi berinfak. berinfak itu merugikan. “pasti hadiah dari Allah” saat saya membawakan lagi sesuatu untuknya. saya merasa mereka sudah mulai memahami ketika mendengar anak saya berkata. atau memberikan uang secara cuma-cuma kepada fakir miskin. tiba-tiba saja putri kedua saya berseloroh polos. Setelah sekian lama. Lalu saya mengajaknya berdialog. “Tadi uangnya dikasih tukang minta-minta sih…” Nah. Hingga suatu hari. menabung sama dengan menyimpan dan mengumpulkan uang. Misalnya ketika pada satu kesempatan mereka meminta sejumlah uang untuk jajan. tetap saja kesimpulan mereka tidak berubah. “Allah senang kalau kita bisa membantu orang lain” atau terlebih kalimat. tidak (hanya) berbunga.Atau ketika seseorang yang kami persilahkan untuk makan di rumah kami. namun cukup kritis untuk bertanya. beberapa hari lalu baru saja memberi uang kepada petugas pengumpul infak masjid di jalan raya. bahwa ini hadiah dari Allah karena sudah berinfak. setiap kali saya membelikan apapun untuk anak-anak. Tetapi berinfak. lantas mereka berkata.com • . (Gaw) Sumber: Eramuslim. hanya sejumlah yang ditabunglah yang didapat. Uang yang Abi pakai untuk membeli mainan ini.

Kamis kemarin. Makhluk mungil itu tidak bisa berkembang dengan sempurna. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Setitik Debu Oleh Astarina Laya Seminggu yang lalu. makhluk mungilku… Dia hadir tiba-tiba.herry bambang 3:12 pm pada 27 Mei 2011 Permalink Ass. Kondisi saya memang berbeda dengan perempuan-perempuan yang bisa dengan mudah mendapatkan makhluk mungil itu dalam rahimnya. Saya teringat dengan teman-teman sekamar di rumah sakit. saya tidak mau tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut. Ah. kisah teladan ( 352 ). benar-benar berbeda. dan akhirnya seleksi alam itu terjadi. yang membuat badannya harus ditempeli selang. untuk menghadirkan makhluk mungil itu.Kira kira butuh berapa lama untuk anak mengerti dan dari usia berapa anak itu diajarkan?trima kasih!  erva kurniawan 1:03 am pada 13 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Yang bahkan. saya kehilangan makhluk mungil penghuni rahim saya. Kehilangan yang saya alami tidak ada bandingannya dengan lautan nikmat yang tak terhitung. Dia harus dikeluarkan dari tubuh saya. beruntai doa dipanjatkan. yang masih saya miliki dengan kondisi yang sempurna. sehingga tidak sembarang makanan bisa masuk ke dalam tubuhnya. Tentu saja. Runtutan kejadian hari demi hari saat itu. cerita teladan ( 355 ). Satu orang lagi menderita gangguan di pencernaan. Yang lainnya menderita satu penyakit. . dan gugur dengan tiba-tiba. dan selang itu berpusat di satu alat yang akan memonitor kondisi tubuhnya terus menerus sepanjang waktu. cerita nasehat. kisah islami ( 268 ). Bertahun-tahun saya nantikan kehadirannya. membuat mata hati saya terbuka lebar. tidak sedikit pula yang berusaha menghalangi kehadiran sang makhluk mungil tersebut tanpa alasan yang jelas. Dengannya saya bisa memaknai anugerah yang Tuhan berikan pada kehidupan saya. Di antara mereka ada yang menderita kanker dan harus tinggal di rumah sakit untuk menjalani terapi pengobatan. Berbagai macam usaha dilakukan.

harus tinggal di rumah sakit dalam waktu yang mereka sendiri pun tidak tahu. Saya masih mempunyai keluarga yang utuh dan saudara-saudara di sekeliling saya yang selalu mendampingi dan mensupport saya lahir dan batin. Ya. tanpa harus menunggu peristiwa kehilangan…. cerita teladan ( 355 ). di antara lautan padang pasir yang tak terhitung jumlahnya. saya masih mempunyai mata yang bisa saya pakai untuk melihat wajah orang-orang terkasih. Saya masih mempunyai tubuh dengan organ-organ yang lengkap dan berfungsi dengan begitu sempurna. suka tidak suka. Terima kasih Tuhan. Saya masih punya telinga yang bisa digunakan untuk mendengar suara-suara di sekitar saya. Ia hanya seperti setitik debu yang hilang terbang dibawa angin.com  erva kurniawan 1:26 am pada 8 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).. kisah teladan ( 352 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Taubatnya Cat Steven . Beberapa di antara mereka berusaha tegar dan optimis. kisah islami ( 268 ). sungguh tidak berarti. Kehilangan yang saya rasakan. dengan kejadian kehilangan ini. Dan saya? Ah.Mereka semua. Dan saya masih mempunyai Tuhan Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih yang menaburkan berbagai kenikmatan kepada saya tanpa henti. Saya masih punya mulut yang mampu merasai beraneka macam makanan dan minuman. saya masih diberi kesempatan menikmati dan menjalani kehidupan dengan sempurna. cerita nasehat. Semoga saya mampu menjadi manusia yang senantiasa bersyukur. sungguh benar-benar membuka mata saya akan karunia-Mu yang tak terhingga. namun tidak sedikit pula yang yang menderita tekanan batin. karena tidak bisa menjalani kehidupan normal seperti semula. *** Sumber: Eramuslim.

sedikit tentang Al Masih dan lebih sedikit lagi tentang ruh kudus. ketika aku berumur 18 tahun. Semua akidah lain hanyalah bualan kosong belaka dan gereja sedikit lebih baik daripadanya. Kebetulan aku memiliki buku tentang akidah dan ketimuran. kemudian aku bergerak ditengah khalayak ramai.Aku merasakan bahwa orang orang di sekitarku memakai topeng.. jantung dunia barat. Aku dipindah ke rumah sakit karena TBC. Namun aku merasa konsep ini tidak sesuai fitrah. Aku dilahirkan di era televisi dan penjelajahan angkasa. Era dimana teknologi telah sampai puncaknya. Popularitas dalam puncak kesuksesan ataupun dalam gereja. sementara kemiskinan adalah kesia siaan yang hakiki. Untuk itulah aku harus memilih jalan kekayaan dan menempuh jalurnya. Pemikiran itu sungguh pelik. Sakitpun tak ayal menimpaku. maka aku berpikir mencari jalan menempuh hidup baru. sehingga aku mulai berpikir dan mencari kebahagiaan yang tak kudapati dalam kekayaan. Kegoncangan menghantui diriku. Aku tak sanggup duduk dalam keadaan hati yang kosong. mengarang beberapa lagu serta menyanyikanya. Aku mempelajarinya dan ber anggapan bahwa kebahagiaan adalah bila sanggup meramalkan apa yang akan terjadi esok sehingga anda dapat menghindari kejahatannya. Kehidupan disekelilingku adalah materialis yang tertumpah dari seluruh sarana informasi. di Britania.Aku dilahirkan di London. namun kudapati semua itu kosong belaka. karena yang adil adalah anda berhak mendapatkan hasil jerih payah anda dan tidak boleh diberikan kepada orang lain.Aku . Diatas inilah kubina falsafah kehidupan yang tak ada hubungannya dengan agama. Maka kuketuk Budhisme dan falsafah Cina. Dalam waktu yang relative singkat. Aku jadi percaya bintang serta ramalan yang akan terjadi. Aku dihantui perasaan untuk bertolak ke suatu tujuan tertentu. Aku berkembang dimasyarakat ini dan belajar di sekolah katolik yang telah memberikan pengajaran kepadaku konsep kristiani tentang Allah. beruntung dengan kenikmatan dunia. Pada saat itu aku belum mengenl islam sedikitpun. Amerika adalah lambang kekayaan. tapi aku tak tahu hakekat dan konsepnya. Dan jalan yang paling mudah ialah dengan cara membeli gitar. Aku mengambil jalan falsafah ini guna mendapatkan kebahagiaan jiwa. supaya aku dapat hidup bahagia. kelaparan. Aku mulai membenci kehidupanku serta menjauhi manusia. Mereka mengajarkan kepadaku bahwa harta adalah kekayaan yang sebenarnya yang hakiki. Aku merasa ini adalah kesesatan. Mereka banyak bercerita kepadaku tentang Allah. aku melihat kebawah karena takutr terjatuh. Kemudian aku beralih menelan Pil untuk memenggal seluruh mata rantai pemikiran dan kebingungan yang menyakitkan. Aku sedang mencari kedamaian dan hakekat. dan akupun mulai meminum segelas arak penuh setiap hari untuk menambah keberanian dalam menyanyi. tak seorangpun yang membukanya. kebodohan dan keterbelakangan. Al Masih. namun gereja tidak mengenalkan kepadaku siapakah itu ? Aku tak sanggup menangkap hakekat tuhan yang dibicarakannya. Akhirnya aku tetap pada keyakinan dan pemahaman pertama yang aku terima dari gereja. Kuketuk Komunis. Aku mulai tampil di beberapa pertunjukan yang tidak sedikit sehingga terkumpullah kekayaan yang melimpah dan ketenaran yang memuncak. sudah ada 8 kaset rekamanku. kusangka bahwa kebaikan adalah dengan membagi seluruh kekayaan kepada setiap manusia. sementara dunia ketiga adalah symbol kemiskinan. Dan akupun mulai mencari sarana yang mengantarkanku mencapai sukses. Inilah yang kenyataannya telah kulaklukan dengan nama Cat Stevenz. Aku memiliki keimanan kepada Allah. Namun begitu masa dirumah sakit lebih baik bagiku sebab telah membawaku berfikir. Akhirnya akupn berkesimpulan bahwa tak ada satupun akidah yang sanggup memberikan jawaban dan menjelaskan kepadaku tentang hakekat yang sedang aku cari. Kepastian baik dan buruk. Ketika aku sudah sampai puncak. topeng yang menutupi kenyataan.

Kemudian aku mencari terjemahan Qur’an dan itulah pertama kali aku berpikir tentang islam. Mukmin dan Kafir. penguasa dan pengatur seluruh Makhluk. dialah yang menyuruhku menemui Al Qur’an. Kucoba mencari kesalahan kesalahan dalam Qur’an namun tak kudapatkan. Al Qur’an tidak seperti kitab yang terdiri dari penggalan penggalan dan keterangan keterangan sifat yang banyak terdapat dalam kitab yang saya pelajari sebelumnya. Aku merasa dialah agamaku. Dari pertama kali kurasakan. Dulu yg aku pahami sebelum mengenal Qur’an. islam yang aku anut adalah sebuah risalah yang berat. Qur’an itu tetap aku simpan sampai aku mengunjungi Al Quds di Palestina. Al Quranlah yang telah mengajakku kepada islam. adapun sekarang. Mereka mengatakan kepadaku Tuhan itu Esa dan terbagi menjadi tiga. Aku benar benar melihat sesuatu yang unik dalam Qur’an. Kemudian dilanjutkan dengan Al Fatihah. Tuhan seluruh alam. Tapi aku berpendapat untuk melihat terjemahannya dan tak ada salahnya untuk mengetahui isinya. akupun mulai tahu apa itu islam. Sejak itu aku baru tahu bagaimana misi kerasulan itu bermata rantai sejak adanya permulaan makhluk hidup dan manusia sepanjang sejarahnya ada dua macam. Ungkapan Bismillahir rohmanir rahim telah measuk mempengaruhi jiwaku. Allahlah satu satunya yang berkuasa atas segala sesuatu. aku mengumumkan keislamanku dengan bersyahad. Kedua orang tuaku berasal dari Yunani dan orang Yunani membenci muslim Turki karena motivasi warisan. Kudapati didalamnya semua Nabi nabi yang dimuliaklan Allah dan tidak dibedakan antara satu dengan yang lainya. Di sampul Al Qur’an tidak ada nama pengarangnya. Islam dimata orang barat dianggap sebagai agama rasial. tiada sekutu baginya. sedang umat islam dianggap sebagai orang orang asing baik dari Arab ataupun dari Turki. Adapun AL Qur. Adapun gereja yang telah menghancurkanku serta mendatangkan kesengsaraan dan kepayahan. Alhamdulillaahirobbil “alamin. tak ada agama lain bagiku. Al Qur’an telah menjawab seluruh pertanyaanku. dengan nama Allah bukan lainya.an telah mulai dengan penyembahan kepada Allah yang Esa. Aku seperti dilahirkan kembali. Pada saat itu aku merasa bahwa akulah satu satunya orang islam di dunia ini. segala puji hanya bagi Allah pencipta alam semesta. dan meyakini secara toal seluruh ajaran ini. perbedaannya dengan injil yang ditulis tangan pengarang yang beraneka ragam dari kisah kisah yang bermacam pula. Allah satu satunya pencipta. Ketika selam 1 tahun. Karena itulah aku semakin yakin dengan konsep wahyu yang telah Allah wahyukan kepada nabi Muhammad Saw. maka aku penuhi ajakannya. saya mempelajari AL Qur’an. ketika ia tak sanggup menjawab pertanyaan jiwa dan ruh. maka dalam konsep islam. bukan pekerjaan mudah yang selesai hanya dengan membaca dua kalimat syahadad. Sekiranya aku bertemu dengan seorang muslim yang berusaha mengajakku ke islam. pemikiranku tentang Tuhan. Ini merupakan konsep baru bagiku. bagaimana caranya menjadi muslim yang sebenarnya. Aku yakin. Pada tahun 1975 terjadi satu mukjizat setelah kakak kandungku menghadiahkan sebuah AL Qur’an kepadaku. dangkal sekali. tentu akan kutolak . Bagaimana ? Aku tak tahu. Kemudian aku berpikir. Sebelumnya aku belum pernah ketemu dengan seorangpun dari mereka. Dari kunjungan itulah aku mulai memperhatikan kitab yang telah dihadiahkan kakakku tersebut.kembali ke pangkuan gereja untuk kedua kalinya dan menekuni musik kembali. Telah menjadi jelas bagiku. Waktu itu. Al Qur’an dimulai dengan Bismillah. yang tak kuketahui apa didalamnya dan apa yang dibicarakannya. Semua selaras dengan paham keesaan yang murni. pembukaan AL Kitab. Akhirnya di Masjid di London. bahwa didalamnya ada konsep persesuaian dan kekuatan yang mampu mendatangkan mukjizat ( disamping tuhan ).

Tidak salah juga jika kita bertanya pada diri sendiri. semuanya kini telah kuberikan untuk dakwah islam. Aku telah lupa dengan musik. dan bertanya apakah aku teruskan? Mereka menasehatiku untuk berhenti. Daromi Aks  erva kurniawan 1:35 am pada 31 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Akhirnya bergantilah namaku menjadi Yusuf Islam. Kita ketahui. Aku telah datang kepada islam dari sumber terbaiknya. Saudaraku. Aku dapatkan perbendaharaan yang melimpah ruah dalam kehidupan rosul dan sunnahnya.ajakanya karena melihat kondisi umat islam yang memprihatinkan. namun disisi lain jutaan umat ini bangga dengan kehadiran seorang yang telah ber azzam untuk memanfaatkan segenap waktunya untuk berjuang dalam dakwah yang mulia ini. cerita teladan ( 355 ). betapa penampilannya yang islami menjadikan Amerika geram dan menolaknya ketika mau datang kesana. Sudah bersemangatkah kita untuk bergabung dalam barisan dakwah seperti yang telah Allah dan rosulnya perintahkan ? Atau Jangan jangan jangan kita termasuk orang yang loyo? Jika demikian. kisah islami ( 268 ). itulah nukilan kisah Penyanyi terkenal Cat Steven yang telah berganti nama dengan Yusuf Islam. Inilah jalanku. Mari kita bangkit!!! Karena sesungguhnya dakwah ini tidak akan berhenti ! Semoga bermanfaat. dan gambaran buruk yang diberikan oleh sarana informasi barat yang selama ini menjadi rujukan banyak orang. Semua hasil kekayaan yang aku peroleh. sebab musik itu melalaikan untuk menbgingat Allah dan ini adalah bahaya besar. kisah teladan ( 352 ). Kemudian aku pelajari Siroh Rosulullah. bagaimana beliau berperilaku juga sunnahnya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Persembunyian Terbaik: Terang dan Terbuka . cerita nasehat. kehidupan selanjutnya ialah. Marilah kita bercermin dari kisah ini.

Suatu hari. atau bahkan makian yang membuat hatinya tercabik-cabik. “Guru. atau menyembunyikan kesalahan terus menerus hanya akan membuat hati cemas. di taman bermain. sang guru menjawab. Kejujuran kadang harus dibayar dengan . si murid terheran dan bertanya kembali. ia pun merasa harus mengunjungi gurunya. saya ini sudah lelah terus menerus sembunyi namun tetap saja diketahui orang. Setelah mengikuti anjuran sang guru untuk bersembunyi di tempat terang dan terbuka. Ternyata yang guru maksud tempat terang dan terbuka itu tidak lain tidak bukan adalah. justru ia merasa tidak aman. wajahnya kembali berseri dan ia tak perlu menundukkan kepala setiap melintasi tempat keramaian. Bersembunyi. “Cobalah. ia selalu merasa cemas dan ketakutan karena merasa semua orang di muka bumi mencarinya. ada seorang murid yang bertanya kepada gurunya. bersembunyilah di tempat yang saya sarankan…” Merasa tidak puas. justru ia merasa aman dan nyaman. selalu saja mudah bagi orang lain menemukan saya. di pasar. pada mulanya ia merasa malu pada setiap pasang mata yang menatapnya tajam. Namun sepanjang perjalanan ia terus merenungi kalimat gurunya. Tetapi ia tidak lagi merasa dihantui terus menerus. Ia merasa setiap mata terus menerus mencari jejaknya dan akan mengadilinya. Selama ini. dan tempat-tempat keramaian lain yang menjadi pusat aktivitas orang banyak. ia teringat pesan gurunya. dan hatinya sangat tenang. Maka. tunjukkan saya satu tempat sebagai tempat sembunyi paling aman…” Dengan tenang. Di saat itulah. Aneh memang. Rasa cemas dan takut terus menerus menghantui dirinya selama di tempat persembunyian. ia kembali merasa dikejar perasaan bersalah atas perbuatannya tempo dulu. gelisah dan takut. tidak lagi cemas. dan karena itulah setiap orang teramat mudah menemukan tempat persembunyiannya. hatinya sangat tenang. “bersembunyilah di tempat yang terang dan terbuka. Selalu khawatir jika suatu waktu dan pada akhirnya orang lain mengetahui perbuatan salah kita itu. ” Mendengar jawaban itu. “Guru. Maka ia pun kembali berlari dan mencari tempat sembunyi. setiap kali menemukan tempat persembunyian yang dianggap paling aman.Oleh: Bayu Gawtama Suatu hari. Tetapi beberapa saat setelah itu. “Saya baru mengerti maksud guru tentang tempat terbaik untuk bersembunyi itu. meski harus didahului dengan perasaan malu dan sakit. Sang guru hanya mengeluarkan kalimat yang hampir sama. Setiap kali saya merasa sudah menemukan tempat terbaik untuk bersembunyi. “bersembunyilah di tempat yang terang dan terbuka” Maka. Tentu ada maksud tertentu dari sang guru dari anjuran tersebut. yang menganjurkannya bersembunyi di tempat terang dan terbuka. jujur” ** Setiap manusia pasti dan pernah melakukan kesalahan. pada setiap mulut yang pedas mencibirnya. Kenapa justru guru menganjurkan saya bersembunyi di tempat terang dan terbuka? Ya sudah pasti akan lebih mudah orang melihat saya…” Untuk jawaban kedua. melengganglah ia dengan tenang di depan khalayak ramai. Selama ini. Akhirnya si murid pergi meninggalkan gurunya.

cerita teladan ( 355 ). Yang selalu Hadir.” kata si tertuduh itu. dia dibunuh oleh pemuda ini. tetapi sesungguhnya itu akan membawa ketenangan batin selamanya. Segera setelah aku melihatnya. Allah. kisah teladan ( 352 ). Aku orang dusun. seorang laki-laki tua . Kudaku mulai memakan ranting-ranting pohon kurma yang bergelantungan melewati tembok.” Khalifah Umar menatap orang yang ketiga dan memintanya untuk berbicara. yang sekarang kami bawa kepada tuan untuk diadili. pada masa pemerintahan Khalifah Umar. Dua orang di antaranya berkata. kisah islami ( 268 ). mengetahui bahwa mereka berdua berkata yang sebenar-benarnya. Pada saat itu juga. Di pinggir kota. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Orang Yang Beriman Selalu Menepati Ucapannya Assalamu’alaikum Wr. ketika Umar sedang duduk-duduk dengan para sahabatnya. “Kami berdua bersaudara. “Aku sangat menyesal ayah mereka terbunuh di tanganku. Hukumlah dia sesuai dengan Kitabullah. cerita nasehat. di situlah mata air ketenangan jiwa (Gaw) *** Sumber: Eramuslim.com  erva kurniawan 1:25 am pada 24 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Jujur dan terbuka. tiga pemuda bangsawan yang tampan memasuki majelisnya. aku menarik kuda menjahui ranting-ranting tersebut. Wb. “Walaupun di sana tidak ada saksi sama sekali. Aku tiba di Madinah tadi pagi untuk berziarah ke makam Rasullulah saw. Ketika ayah kami sedang bekerja di ladangnya. Orang Yang Beriman Selalu Menepati Ucapannya Suatu hari. aku turun dari kudaku untuk menyucikan diri dan berwudhu.perih dan malu.

“Kalau begitu. Namun. Beri aku tiga hari untuk pergi ke desaku dan menyelesaikan masalah ini. pemuda itu tetap bersabar.” “Wahai Amirul Mukminin. kesedihan dan kekaguman orang-orang mencapai puncaknya. kegemparan. kita harus melaksanakan hukuman itu kepada Abu Dzar. dan dengan tenang dia berkata. laksanakanlah. yakinlah bahwa aku akan kembali. Aku mengambil batu itu dan melemparkannya kembali ke orang tersebut. kami tidal akan pergi tanpa menerima pengganti darah ayah kami. Seandainya dia tidak kembali. Jika aku ingin melarikan diri. “Aku mohon maaf karena telah membuat Anda khawatir. karena Abu Dzar. Kalau tidak. aku kehilangan kendali diri. Dengan memilih secara acak.” Umar menjawab. berdebu dan berkeringat. ia menunjuk Abu Dzar AlGhifari dan berkata. tetapi kemana? Jika aku tidak mendapatkan hukuman di sini. Menurut hukum Islam. Orang yang tidak dapat menepati kata-katanya sendiri adalah orang munafik. “Permintaanmu tidak dapat dipenuhi kecuali ada orang lain yang bersedia menggantikanmu dan menjadi jaminan untuk nyawamu. Siapakah yang dapat melarikan diri dari kematian. “Aku dapat melarikan diri sebelumnya jika aku mau. “Orang yang beriman selalu menepati ucapannya. Si tertuduh pun dibebaskan untuk sementara waktu.yang sedang marah mendekatiku dengan membawa sebuah batu yang besar. “Maafkan aku karena baru tiba pada menit terakhir.” Khalifah menolak permintaan itu atas dasar hukum. Sekarang tuanlah yang berhak mengadili aku. “Orang-orang Islam tidak kagi menepati ucapannya sendiri?” .” Khalifah berkata. yang mulia yang berkerumun di sekeliling khalifah.” Kemudian dia berpaling kepada kerumunan massa dan berkata. Tanpa keraguan sedikit pun. aku menanggung satu tanggung jawab untuk menyimpan harta kekayaan anak yatim yang harus aku serahkan kepadanya bila ia telah cukup umur. Sekarang aku telah siap. engkau harus menerima hukuman yang setimpal dengan apa yang telah engkau lakukan.” kata pemuda tersebut. Abu Dzar ada di sana. Tiba-tiba pemuda itu muncul. Kedua penuduh itu berkata: “Wahai Abu Dzar. Dia roboh dan meninggal. anda bersedia menjadi jaminan bagi seseorang yang tidak anda kenal.” Walaupun pernyataan itu berati satu pengumuman kematian. laksanakanlah hukumanku.” Mendengar kata-kata tersebut. aku dapat saja melakukannya. Sekarang aku harus menggalinya dan menyerahkan harta tersebut kepada pengawasan orang lain. Karena itu aku sangat menyayangi kuda itu. merupakan cahaya dan inpirasi bagi semua penduduk Madinah. orang yang berakhlak sempurna dan bertingkah laku sangat terpuji. Ketika hari ketiga itu mulai berakhir. dan kudaku langsung mati. hatiku sarat dengan rasa takut kepada Allah. di dunia ini. Tak ada seorangpun yang tahu letaknya kecuali aku. Aku tidak bermaksud membunuh orang itu. Abu Dzar setuju untuk menggantikan pemuda itu. Dia datang dengan berlari dan dalam keadaan penat. tetapi tertuduh itu tidak ada. Pemuda itu memandang kepada para pengikut Rasullulah saw. kedua penggugat itu kembali ke sidang khalifah.” dia berkata terengah-engah. Padang pasir sangatlah panas dan perjalanan ini teramat panjang. “Orang ini akan menjadi jaminan bagiku. Aku menyimpan harta tersebut di dalam tanah agar aman. yang pasti akan datang cepat atau lambat? Apakah saudara-saudara berpikir bahwa aku akan menghilang dan membuat orang-orang berkata.” Abu Dzar adalah salah satu saeorang sahabat Rasulullah saw. Pada hari ketiga. setiap orang yang hadir di sana mulai menangis. aku pasti akan mendapatkan hukuman yang abadi di akhirat nanti. tetapi kenyataannya dia mati di tanganku. bila pemuda itu tidak kembali. Dia melemparkan batu itu ke kepala kidaku. anak yatim itu akan kehilangan haknya. Terlalu banyak yang harus aku kerjakan. “Engkau telah melakukan membunuh. yang paling dicintai dan disegani.” Khalifah berkata: “Sungguh.

Tetapi. • nino 9:31 am pada 13 Agustus 2011 Permalink Subhanallah. cerita teladan ( 355 ). “Tidak. Mereka lalu menarik tuduhannya.. kisah islami ( 268 ). “Apakah kami harus menjadi orang yang membuat rakyat berkata bahwa tiada lagi rasa belas kasihan di dalam Islam?” s Oleh: Sumarah Wahyudi. Wb.terima kasih untuk cerita nya. kisah teladan ( 352 ). saya tidak merasa mampu untuk menolaknya ketika dia memilih saya. Haruskah saya menjadi orang yang membuat rakyat berkata bahwa tak ada lagi perasaan haru dan kasih sayang yang tersisa dalam Islam?” Hati dan perasaan kedua penuduh itu tersentuh dan bergetar. • hilmi 10:28 am pada 24 Maret 2011 Permalink luar biasa…. sumber buku FUTUWWAH.Kerumunan massa itu kemudian berpaking kepada Abu Dzr dan bertanya apakah ia sudah mengetahui sifat yang terpuji dari pemuda tersebut. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Sebuah Perjalanan Ba’da Dzuhur . Wassalamu’alaikum Wr. karena hal itu sesuai dengan asas-asas kemuliaan.. cerita nasehat. sama sekali..  erva kurniawan 1:48 am pada 19 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). terima kasih atas ceritanya…. seraya berkata. Abu Dzar menjawab.

Teman saya tahu kondisi si pasien dari dua orang aktivis bernama Pak Andi dan Pa Ahmad yang belum lama ia kenal. Satu hari berlalu. sementara dia sendiri tidak tahu dimana keberadaan pasien yang akan kita bantu “. Sebagai seorang yang besar di lingkungan Ibukota yang penuh dengan intrik-intrik penipuan. Di selasar kamar jenazah ternyata Pak Ahmad telepon via wartel. MT Haryono ke RSCM. Dia bilang. kami pun memperbincangkan rencana yang akan berkunjung ke seorang pasien yang sedang kritis di IGD RSCM. Saya dan teman saya yang sekarang dipercaya sebagai Manajer Baitul Maal di kantor kami rencananya akan ke Tanjung Priuk. buktinya sekarang pasiennya tidak ada. dia hanya ingin memanfaatkan dana dari Baitul Maal kami. Sambil menunggu Pak Ahmad kami bertiga ke ruang P3RN (ruang informasi) disana kami tanyakan kepada petugas dimana keberadaan si pasien sekarang ini. Dengan keramahan yang ala kadarnya petugas menyampaikan bahwa dia tidak tahu keberadaan si pasien yang kami maksud. Di tengah perjalanan. Kami parkir di belakang kamar jenazah RSCM. Akhirnya dengan pertimbangan yang macam-macam kami berdua pun berpisah. Dalam perjalanan ke Bogor otak saya masih diselimuti kecurigaan yang luar bisa tentang dua orang aktivis itu. Akhirnya kami pun kembali lagi ke ruang IGD. kena HIV dan Narkoba “. dicari-cari tetap tidak ada. ternyata Pak Andi belum juga ada. saya pun mulai timbul rasa curiga. disana kami akan on the spot ke satu titik pemukiman kumuh di Ibukota. Kami kesulitan karena Pak Andi tidak memiliki alat komunikasi HP. Pak Andi ternyata tidak tahu di kamar mana si pasien sekarang berada. dan dia tetap bersabar. Selang tiga puluh menit Pak Andi pun telepon ke HP teman saya dan satu menit kemudian kami pun bertemu. pagi-pagi dapat sms dari teman saya ” Pak. Keduanya mengajukan bantuan dana ke Baitul Maal yang akan dimanfaatkan untuk biaya pengobatannya. “Wah. Dan saya sangat yakin kalau kali ini adalah salah satu modus penipuan berkedok permintaan bantuan dana. Saya bilang. pasien yang kemarin benar. Teman saya kembali ke sana. Teman saya pun cuma tersenyum.00 kami pun sampai. ” Jangan-jangan di cuma mau menipu kita saja. Perbincangan pun langsung terfokus kepada kondisi si pasien. ini Jakarta Bung. Saya pun mengajak teman saya keluar ruangan IGD. Dengan dalih yang beraneka ragam. Dan pasien dipindahkan ruangannya pada saat Pak Ahmad yang menjaganya. sementara saya menuju ke parkir dan langsung ke Bogor. tetapi sudah menjadi tanggung jawab moral untuk menjenguknya dengan membawa sejumlah dana ala kadarnya agar dapat meringankan biaya pengobatannya. Jangan jangan dua orang ini cuma mengada-ngada. dia tahu keberadaan si pasien dan memohon untuk ditunggu. hati-hati lho. Meski teman saya sama sekali belum kenal dengan si pasien. Kami tanya ke suster yang bertugas disana pun tidak ada (ehm… tapi kali ini bicaranya cukup ramah). .Siang itu kami meluncur dari kantor pusat kantor kami di Jl. Kami pun harus menunggu dan bolak balik ke depan parkir dan ke dalam. karena dari tanggal 15 Maret dia selalu bergantian menjaga pasien bersama dengan Pak Ahmad. kita tunggu saja Pak Ahmad “. Akhirnya dengan semua atribut kemacetan Ibukota jam 14. sekarang sudah meninggal. tapi setelah obrolan ba’da dzuhur akhirnya saya dan teman saya menyempatkan diri ke RSCM sebelum ke Tanjung Priuk. Akhirnya saya pun berargumen. dan langsung meluncur ke arah parkir. akhirnya teman saya mau juga mengikuti kemauan saya. karena di depan IGD RSCM parkir selalu penuh dan bisa-bisa kami pun tidak boleh parkir disitu. Kami pun berpamitan dengan Pak Andi. Akhirnya kami pun harus menunggu Pak Ahmad. Lagian saya jam 4 sore sudah janjian dengan seseorang di Bogor dan mana sempat kita ke Tanjung Priuk. Rupanya Pak Andi yang kami cari-cari belum ada disana. ” Mungkin yang tahu cuma Pak Ahmad.

Untuk seorang preman yang sakit dan dinistakan di emperan toko di Ibukota.. Untuk seorang preman pecandu narkoba. Prasangka buruk kepada saudara-saudaranya sendiri. kisah islami ( 268 ). teruslah berjuang di jalan Allah SWT. Untuk temanku. kisah teladan ( 352 ). semoga Allah SWT mengampuni semua dosa-dosamu. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.. *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:53 am pada 16 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). jauhilah kebanyakan dari prasangka.12). cerita teladan ( 355 ). “Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun. Astaghfirullah…. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . ” Hai orang-orang yang beriman. yang rela mengorbankan waktunya untuk seorang yang bernama Dorris. ternyata dugaan saya salah !”.jantung saya serasa copot. Mohon maaf Pak Ahmad dan Pak Andi. Dan bertakwalah kepada Allah.Langsung saya tersentak. Astagfirullah aladziim…………. Ternyata Pak Ahmad dan Pak Andi adalah benar-benar dua orang yang mulia. sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. saya sudah terinfeksi dengan virus-virus kecurigaan dan kemunafikan Ibukota yang lebih berbahaya daripada virus HIV yang diderita Dorris. cerita nasehat. Selamat jalan Dorris. ” (QS. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.49. kau memang orang yang sangat sabar. Untuk seorang preman yang terinfeksi HIV.

”kataku dengan suara risau mendesau.. compang -camping dan terkena percikan darah di sana-sini. aku melihat semua! “Karudung ini bagus sekali. dari bangunan yang telah menjadi arang. Bu. Perempuan itu menatap puing-puing bangunan masjid. “Iya! Iya!” . Meski lelah. Itu rezeki dariNya. Senjata itu dijulurkannya ke luar jendela. Sebilah tombak ada dalam genggamannya. Mengusir asap kepedihan yang mengepul. Ia tampak lusuh. rahangnya mengeras. Cinta! Cinta! Sungguh.”Beta seng bisa manangis. “Ya. bergetar. wajah keras itu tak juga berubah. Tetapi aku sangat ingin. Pantas untuk beta pakai menghadap Allah di hari raya.”dari jendela kayu yang terbuka. Jilbabnya kumal berdebu.”suaranya bergetar. Meliuk-liuk. Bapakmu juga membelikan Ali dan Abid songkok baru. Semakin lama semakin kencang. Gerimis turun menyapa sunyi. di seberang kami. Apalagi Bapak yang mengisi khutbah Ied. Mamanya tertawa. Beku. menggantungkan sesisir pisang meja di sisi lemari kayu. “Cinta. Jangan lekas pulang. menampakkan lesung pipitnya yang dalam. Tubuhku berguncang. Kaku.”suara Bapak bangga. bisikku. Berputar. kulihat nona tersenyum. Wajah hitam manisnya menyembul dari balik jendela kayu yang terbuka. Kupandangi nona di hadapanku sekali lagi. di sepanjang jalan. Nak.” “Selesai salat. Mendekap Batu Merah dengan segala kegalauan. lalu berkali-kali dihunjamkannya ke tanah. Mengencerkan ceceran darah. Lama sekali. menangislah.Sebab Aku Cinta Sebab Aku Angin by : Helvy Tiana Rosa Malam mengelam.

Dengan khusyu mereka melakukan salat Ied. mengalir.“Wah. tangisan. dengan kepala remuk terkena lemparan batu. Banyak jamaah yang terinjak-injak. Entah dari mana. . bagia ini enak sekali!”kata Ali dan Abid berbarengan. “Nak.. 19 Januari 1999. pisau juga pistol! Jeritan memilukan terdengar di mana-mana! Oto dan rumah di sekitar juga kena sasaran. kulihat Nona dan keluarganya. Keesokan harinya.lalu. Ratapan. Bahagia. mencoba melawan tanpa senjata. “Aliii!” “Abiid!” “Aaaaaaaaaa!” Tangan-tangan kotor mengayun-ayunkan bocah itu dan melemparnya ke dalam bangunan yang terbakar. lalu membentuk beberapa kubangan. Semua tertawa. Pekat. panah. “Bapaaaaak!” CRESH! Kepala lelaki separuh baya itu putus dari badannya! Menggelinding di tanah lapang yang basah meresap darah. Gema takbir terdengar di mana-mana. Api berkobar. Menggelepar. Seperti ikan-ikan yang terlempar dari air kehidupan. lalu mencomot sepotong dua potong bagia. Nona terbelalak! Ternganga! Lenso putih di tangannya jatuh ke tanah. yang akan dimasukkan ke dalam toples. Pagi-pagi sekali. ratusan mahluk menyeramkan menyerang mereka yang tengah melaksanakan salat! Ada yang membawa tombak. kalewang. Kedua bocah itu mengerling nakal. tolooong!” “Mamaaaa!” DUG! Perempuan itu tersungkur di pangkuan anaknya. juga kaum muslimin yang lain berduyun duyun ke tanah lapang. parang. Semua berlari menyelamatkan diri. “Serang!” “Bunuh!” “Bakar!” Hiruk pikuk. jeritan semakin memerihkan pagi! Para lelaki berpeci. Darah muncrat. Orang-orang terkapar.

“Cinta. Dingin. Aljazair dan yang lainnya! Lalu siapa yang akan membelamu. “Beta tak akan pernah pergi!” Wajahnya terangkat beberapa senti. di tengah jalan. Azerbaijan. Tersengal-sengal.Nona terpaku. Mendorong. Myanmar.melecehkannya bergantian. Detak jantungnya terdengar berkejaran. meski tangannya berdarah terkena ujung tombak yang tajam. Mereka menariknarik jilbabnya sambil tertawa tanpa henti. Puluhan ribu pengungsi yang rumahnya terbakar berjejalan di sana. Kosovo. Monster-monster ini serupa dengan mereka yang membantai kaum muslimin Bosnia. Jatuh bangun.apakah ia tak menyadari? Lawannya bukan manusia. Juga uang dari negeri antah berantah. mereka akan terus tidur. menendang.” kutiup wajah manisnya.” sapaku pelan. Hening. Hanya tubuhnya yang terdorong ke sana ke mari. Mereka memakai arumbai atau kole-kole untuk keluar dari sini. Oh. Cinta. Nona masih kaku. . Aku ingat. Aku melihat semua! Juga ketika tangantangan jahanam itu menyeretnya. Aku hanya mendengar gema isakan dalam relung-relung batinnya. Chechnya. didesak mereka yang panik menyelamatkan diri. Memeluk.” “Seng!”tegas Cinta tiba-tiba. Bintang tiada. Wajah itu kaku. ia bahkan berhasil merampas sebuah tombak! Ya. Terkadang mereka berteman erat dengan monstermonster itu.. saat palu raksasa menghantamnya berkalikali. Kadang tersandung tubuh-tubuh manusia yang terbongkar. Beberapa waktu lalu. “Ose harus mengungsi. Ia sangat berani. Aku tersentak. tetapi monster! Mereka tak punya nurani. Kulihat dadanya naik turun. Menyaksikan sendiri tumpukan lara. Mereka membawa panah api! Di mana polisi? Di mana tentara? Aku mendesau risau. mencakar. Cinta. Jiwanya bagai mengelupas. Tetapi. Palestina. Cintaku. Siapa mahluk-mahluk buas dengan mata dan ikat kepala merah itu? Lalu yang memakai ikat kepala ungu? Mereka seakan baru saja menenggak berbotol-botol sopi dan sagure. masjid besar di kota ini. Tetapi tak ada setetes pun air mata. Ia menggigit. “Kini milikku hanya Allah dan tanah ini. Lalu merobeknya kasar dengan belati! Nona mencoba meloloskan diri. Mereka punya banyak urusan. meludahi monster-monster itu! Hup.. Orang-orang pergi ke pelabuhan. ia pergi ke Masjid Raya Al Fatah. Lalu dengan sisa-sisa tenaga ia berlari. Ia berteriak sekuat tenaga! Menyebut nama Allah berkali-kali. Cinta. Nona…. Beta harus bajuang demi kebenaran!” Aku meliuk perih. Merasa tubuhnya tertanam dalam tanah. Cinta? Apakah orang-orang yang selalu berteriak-teriak mengatasnamakan HAM di muka bumi ini akan tergetar pada deritamu? Akankah mereka mendengar jeritan menyayat dari tanah yang tercabik-cabik ini? Ah. “Nona harus pi. Bulan sepotong di langit.. Terhempas-hempas. Tak bergerak. Kashmir.

Bintang tiada. nona. Setiap kali kupandang mata jelinya yang kini bengkak dan sayu. Pada detik terakhir sebelum bangunan itu dihancurkan. “Beta tak mengerti. tak jauh dari sana. Peluh dan darah mengucur deras dari dahinya. tanpa sempat membela diri. Kujumpai kepedihan Pelauw. menjauhi rumah sakit. Bahkan 2 Maret lalu. Karang Tagepe. “Buka jilbabmu sebelum mereka melihatnya!” kata seorang perawat. ketika seorang tentara melarang mereka bertindak. Kini bulan hampir habis di langit. “Jangan bilang ose muslimah!” Cinta menatapnya dengan pandangan menyala. Bulan sepotong di langit. para monster itu telah menyerbu rumah sakit! Panik! Semua porak poranda. saat memasuki gerbang sebuah rumah sakit. Bintang tiada. mengobati yang terluka. Tulehu. Kate-kate dan Kampung Kolang. anak-anak dan lansia. “Tidak. sebelum dibunuh. kutemukan lima ratus mayat lebih terbujur kaku di sana. Menghibur mereka. Orang-orang di sekitar masjid memandangnya dengan mata basah dan sukma tercabik. para jamaah yang sedang salat subuh di Masjid Al Huda. Sirisori. Saat itu ia mengantar seorang perempuan jamaah masjid yang akan melahirkan. Nona. Cinta tak mampu lagi tersedu. Ia bercerita tentang Rasulullah saw dan para sahabatnya pada anak-anak itu. kembali dibantai. Menegarkan para wanita. kecuali rejam kekejian yang menggila. Beta muslimah. menumbuk sagu. “Biar katong membela diri!” serunya garang. Wailela. Tangisan. entah dari mana datangnya. Begitu juga penghuni rumah sakit yang diketahui muslim. beberapa hari yang lalu. Ia membentangkan kedua tangannya memeluk para balita. Padahal saat itu mereka diserang membabi buta. kudengar lagi irama langkahnya. kala dianiaya secara paling biadab.. Satu-satunya yang tersisa dari keluarga itu!” sahut yang lain. “Siapa nona pemberani itu?” Mereka berbisik-bisik. sejak hari raya berdarah itu. Kampung Labuhan Raja. Ia membantu memasak bubur. tertatih-tatih. Mereka kelaparan. Kusaksikan nyeri menebari Kuda Mati. kehausan dan terkena berbagai penyakit. Air Laew. Lebih dari satu setengah bulan. hingga walau sesaat mereka lupa akan lapar. Dari jauh terdengar bunyi tiang listrik dipukul berkalikali. teriakan histeris memecah udara! Ibu-ibu hamil itu memekik. Erangan dan tangisan di sana bagai air mendidih dalam jerangan. Tak ada apa pun. sejak beta dilahirkan hingga kembali padaNya!” seru Cinta dengan suara dan tubuh bergetar. Baru saja perempuan itu terbaring di atas ranjang putih. Bersembunyi di rumah kosong. Kupandang lagi nona.Kebanyakan mereka perempuan. “Puteri Haji Latusina. Cinta membawa beberapa muslimah. Bangunan putih tersebut dalam sesaat penuh cipratan darah. Mengapa kalian membiarkan monstermonster itu? Mengapa katong tak boleh mempertahankan nyawa sendiri? Di mana keadilan?”teriak Cinta. Juga mengasah bambu runcing. Lalu sayup. .

” lirihnya. Semakin keras. Bergabung dengan yang lain. Tampaknya sebagian besar bukan berasal dari daerah itu! Mata mereka merah! Jalan mereka terhuyung-huyung! Mereka mengenakan ikat kepala yang sama seperti dahulu. ia akan pergi ke masjid itu. Terkadang monster-monster itu tanpa malu memanggil-manggil Tete Manis. Sekali lagi ditatapnya rumah kenangan yang sebagian telah hancur diterjang bom rakitan. Menutup jendela yang engselnya hampir terlepas itu. Mereka membawa berbagai senjata di tangan. Aku dapat merasakan dadanya menggelegak. Menggigil ngilu.ha.ha. “Allahu ma’i! Allahu ma’ii!”katanya berkali-kali. Juga salawaku yang telah ditempanya beberapa hari lalu. Aku tahu. Itu adalah Panggilan Agung yang menggetarkan segenap alam. Cinta mengangkat tombaknya. Nona terdesak. “Selamat tinggal. Memekik-mekik. “Mereka menyerang lagi!”teriak Cinta. Sementara itu suara gemuruh para monster terdengar semakin dekat. bila akan berjihad. Nona melayang-layang di udara. gadis itu pasti sedang membersihkan dirinya. Mereka berteriak-teriak kasar. terdengar lagi. Terus berputarputar. Meniup sekuat-kuatnya. Membawa tombak di tangannya. Cinta! Kulihat ia berdiri. “Allaaaaahu Akbar!” teriak Cinta. Tiba-tiba aku mendengar sebuah panggilan.Tiba-tiba Cinta bangkit dari duduknya. belum jauh ia berlari.. Mengganas! Sekonyong-konyong monster-monster itu berpentalan. Perlahan sekali kudengar guyuran air. Mengerikan. Cinta bergegas ke luar rumah. mengayun-ayunkan tombaknya ke sana kemari. Aku yakin. Berjalan sambil mengacung-acungkan senjata! Mencorat-coret tembok rumah yang masih berdiri tegak dengan segala hujatan. Cinta terkepung. Ia bergegas ke kamar mandi. “Allaaaaahu Akbarrr!” ulangnya berkali-kali. Merah dan ungu! “Hua. sejak masa Pattimura. atau menghancurkannya! Cinta berlari. “Monster-monster itu telah kembali!” Kegeraman seakan membungkus keberanian gadis itu berlapis-lapis.”mereka tertawa-tawa. Para pengecut itu menyerang Cinta! Mengamuk! Mereka bakalai! Nona manise sempat terjatuh dan diinjak-injak! Biadab! Marahku menjalar. Sekuat tenaga aku meliuk-liuk di udara. Suara tiang listrik yang dipukul. Suara itu! Tubuhku bergetar hebat. di hadapannya tampak puluhan monster menyeringai. Kian lama mereka semakin banyak. Tiba-tiba. Aku bertiup lagi. Aku tak sudi membiarkan mereka begitu saja. Mereka datang dari berbagai arah. Di daerah ini. Lalu dari mulut mereka ke luar berbagai makian. Kali ini kuangkat tubuh Cinta. Memanas. Nyaris pecah. “Lihat! Dia terbang! Dia terbang!” . mereka selalu mandi dan mengenakan pakaian putih. Aku berputar-putar.

Lembut. mentari merambat naik pelan-pelan.” Aku bertiup pelan. Aku meliuk-liuk. Ah.” Aku kembali melihat lesung pipit itu di tempatnya. setelah sekian lama. Sebab Cinta. Sepi. Demi Allah! *** Daftar Istilah : beta: aku seng: tidak nona: gadis kalewang: parang panjang pisang meja: pisang Ambon ose: kamu katong: kami arumbai: perahu/kapal besar kole-kole: perahu kecil bajuang: berjuang bagia: kue sagu kering oto: mobil tete manis: tuhan (non muslim) pi: pergi lenso: saputangan manangis: menangis sopi. Panah-panah itu mengejar mereka. Aku mengangguk. “Beta cinta Allah dan RasulNya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . saat masjid raya diserang.. Aku tahu.” sambung gadis itu. “Angin. “Benar Ustad Abdul Aziz. monster-monster itu mungkin akan kembali. akan bangkit menghadapi. Matanya basah.” bisik Nona. Hanya desiranku. “Dan kini Kau kirim tentaramu yang lain. Ya. cerita teladan ( 355 ). Engkau telah mengirimkan tentaramu. cerita nasehat.Orang-orang berikat kepala ungu memanah Cinta dengan panah api. sebab angin dan semua. Kutiup anak panah itu. Dari balik kota yang sekarat. Menyapa kusu-kusu yang membisu di tepi jalan. Semilir. kala bercerita Kau mengirimkan ribuan malaikat. hingga kembali kepada si pemanah. Tak ada suara apa pun. Ketakutan. sampai kapan pun. kisah islami ( 268 ). Semua lintang pukang! Aku menurunkan Cinta dengan lembut. kataku sendiri. Nona menengadah ke langit. Mereka masih memanah tanpa henti. Juga tanah ini. Darah masih mengucur deras dari kedua lengan dan kakinya. Jilbabnya berkibar. kisah teladan ( 352 ). Karena itu aku selalu memanggilmu Cinta.” katanya lagi. “Allahu Akbar. Tetapi tak ada yang sudi pergi dari tanah ini. sagure: minuman keras salawaku: tameng bakalai: berkelahi kusu-kusu: alang-alang 6 Februari 2001  erva kurniawan 1:29 am pada 15 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Nona masih memejamkan mata. Mereka berteriak-teriak histeris. Tak akan. Menggemuruh.

Jika dikebat-kebatkan. dan satu-satunya barang berharga yang bisa digunakan untuk mas kawin adalah sajadah tua itu. tak punya uang. Ayah mendapat hadiah istimewa berupa sajadah tua itu dari Ustad Basyir. di dalam lemari pakaiannya. karena Ayah . ketika melihat Ibu pulang dari masjid selepas maghrib.Sajadah Tua Milik Ibu Cerpen oleh: Maria Magdalena Bhoemomo Sajadah milik Ibu sudah tua. Bahkan lebih tua dibanding umurku yang kini sudah berkepala tiga. Ayah memang sedang miskin. Sebagai anak semata wayang. Orangtua memang harus kolot. agar membuang atau membakar sajadah luanya itu. Dan Ibu akan selalu memakai sajadah tua ini setiap melakukan shalat di mana pun. Sudah berkali-kali aku memprotesnya.” ujarku dengan kesal. Tapi rasanya percuma saja berdebat dengan Ibu yang sudah terlanjur menyukai sajadah tuanya itu. Ketuaan sajadah itu bisa dilihat dari warnanya yang sudah kusam dan susunan serat kainnya yang sudah rapuh sehingga bolong-bolong.” Aku ingin berdebat lagi. Konon. karena bisa tetap melaksanakan shalat dengan sajadah tua ini. yang sudah cukup makmur karena berpenghasiian cukup tinggi sebagai anggota legislatif. Ibu tetap selaiu melakukan shalat dengan menggunakan sajadah tua itu. Dan konon pula. sehabis digunakan untuk shalat. sajadah tua itu merupakan mas kawin yang diberikan oleh Ayah (sekarang almarhum) ketika menikahi Ibu.” “Ibu kolot!” “Ya. “Kenapa kamu yang malu? Padahal. Lalu aku teringat riwayat sajadah tua itu.” “Ibu tidak mau bersyukur. Padahal.” “Apa katamu? Justru Ibu bersyukur. maklumlah. melainkan merupakan hadiah istimewa dari Ustadz Basyir. sajadah tua itu bukan dibeli oleh Ayah. Tapi Ibu tak pernah menggubris protesku. aku sangat malu melihat Ibu mengikuti shalat berjamaah di masjid dengan memakai sajadah tuanya itu. Meskipun demikian. Dan konon. “Aku sangat malu kalau sajadah lua yang sudah layak dibuang ke tong sampah itu tetap Ibu gunakan untuk shalat di masjid. ada lima lembar sajadah lain yang bagus-bagus. Ibu tidak malu. banyak serpihan serat kainnya berguguran.

Ayah memang menjadi santri di pondok milik Ustadz Basyir untuk belajar menghapal Al-Qur’an. Istriku juga sudah tidur bersama anak-anak. Ya. jendelanya kubuka lebar-lebar. Tiba-tiba aku mendapat gagasan jahat: Mencuri. sangat pelan. segera aku memasuki kamar Ibu dan mencuri sajadah tuanya itu. Aku sangat takut. semasa mudanya. Sebab. Maling terkutuk. sajadah tua milik Ibu kemudian kusembunyikan di dalam almari buku di ruang kerjaku. Dan aku tidak ingin Ibu kemudian jatuh sakit karena terus menerus bersedih. karena telah menjadi maling yang mencuri sajadah tua milik Ibu itu. Aku dan istriku tersentak bangun. maka Ibu akan menuntutku agar mengembalikannya dan kemudian Ibu kembali akan memakainya untuk shalat sebagaimana biasanya. aku beranjak ke kamar ibu. seperti biasanya Ibu bangun tidur dan langsung mandi serta berwudhu sebelum kemudian berangkat ke masjid untuk mengikuti shalat subuh berjamaah. Tapi aku masih saja duduk termenung di ruang kerjaku. sebelum aku keluar dari kamar Ibu. Segera kuangkat Ibu untuk kubaringkan di atas ranjangnya. Pikiranku rasanya tegang. agar Ibu bersedia memakai sajadahnya yang lain yang bagus-bagus. Seandainya sajadah tua itu hanya dipakai untuk shalat di rumah.” perintah istriku dengan wajah panik. *** MALAM itu sudah larut. Dan setelah melihat Ibu nampak habis terserang stroke. “Maling sial! Maling terkutuk! Kenapa sajadah tua yang tidak mungkin bisa dijual harus kamu curi. istriku kemudian menatap jendela yang terbuka lebar-lebar itu. semuanya sudah terlanjur. Dan menjelang waktu subuh. aku pasti kasihan jika melihat Ibu bersedih gara-gara kehilangan sajadah tuanya itu. dan bibirnya bergerak-gerak membisikkan kata-kata kutukan: “Maling terkutuk. Begitulah. Aku merasa sangat bersalah dan menyesal. Maling terkutuk. lalu membuang atau membakar sajadah tua itu. Mungkin ada maling yang telah memasuki kamar Ibu. Malam semakin larut. Dan aku sangat terkejut ketika melihat Ibu tergeletak lemas di lantai kamar. Aku tidak mau menanggung malu terus menerus gara-gara Ibu selalu memakai sajadah tuanya itu untuk shalat di masjid. Ibu sudah tidur. Sebagaimana maling. Aku masih dihinggapi perasaan iba dan khawatir. Mas. mungkin tidak akan merisaukanku. . Aku tidak tega jika langsung membuang atau membakarnya. Dan tanpa berpikir panjang lagi. langkahku bersijingkat. Tidak. Dan aku kemudian tidur bersama istri dan anak-anak. khususnya kepada Ibu dan istriku. Aku tidak akan mengaku telah mencuri sajadah tua itu kepada siapa pun. Begitulah. karena tetap merisaukan sajadah tua milik Ibu yang tetap selalu dipakainya untuk shalat di masjid.” Dadaku berdebar-debar mendengar kutukan Ibu yang diulang-ulang itu. jika kutukan Ibu dikabulkan oleh Tuhan. Mata Ibu berbuka lebar-lebar. maling terkutuk?!” teriak Ibu berulang-ulang sambil menangis. Dengan sikap tenang. aku yakin. jika aku mengaku telah mencuri sajadah tua itu. Ya. Tapi. Tapi.berhasil menghapal 30 juz Al-Qur’an dalam usia 20 tahun. agar mengesankan ada maling betulan yang telah memasuki kamarnya dan kemudian mencuri sajadah tuanya itu. Istriku menyusulku ke kamar Ibu. aku memang harus mencurinya. “Cepat keluar. ketika masuk dan kemudian keluar dari kamar Ibu dengan membawa sajadah tua itu.

agar Ibu mendapat banyak bahala. sajadah tua memang bisa digunakan untuk jimat. beberapa rekanku yang gemar melakukan korupsi suka membujukku agar ikut-ikutan melakukan korupsi. Ibu kemudian tidak membisikkan lagi kalimat kutukan. tetap saja terbaring. aku jadi repot sekali merawat Ibu. dengan lembut aku dan istriku menghibur Ibu. Lalu. ada maling kok sudi mencuri sajadah tua yang pasti tidak akan bisa dijual.” lanjut istriku dengan kening berkerut. kutukan seorang Ibu.” “Tapi aneh rasanya. Tapi.” gerutu istriku menjelang tidur. Dan hasil korupsi itu kemudian kugunakan untuk membeli mobil mewah. “Pada mulanya. aku mencoba ikut-ikutan melakukan korupsi dana proyek rehabilitasi jalan-jalan dan jembatan yang sengaja digelembungkan.” ujarku. Misalnya. menjadi orang jujur bisa justru ajur. Lupakan saja sajadah tua yang telah dicuri oleh maling itu. Sebaiknya Ibu mengikhlaskannya dan memaafkan malingnya. Bu. “Mungkin malingnya punya tujuan khusus. setiap melakukan shalat. Tapi. aku dikenal bersih dan anti korupsi. maka perasaan risau itu dengan sendirinya akan sirna. juga istri. karena menderita lumpuh. Istriku ikut-ikutan mengutuk maling yang telah mencuri sajadah tua milik Ibu. . yang membuat Ibu jatuh sakit dan menderita kelumpuhan permanen itu. dan kemudian rajin melakukan shalat dengan menggunakan sajadah tua yang dicurinya itu. Ibu masih saja membisikkan kalimat kutukan terhadap maling yang telah mencuri sajadah tuanya. betapa korupsi adalah sesuatu yang wajar. Bukankah Ibu masih punya lima sajadah yang bagus-bagus?” hibur istriku. Ibu tidak membutuhkan sajadah lagi. Dengan demikian. karena shalatnya dilakukan sambil berbaring. Bahkan. setelah aku menjadi maling yang mencuri sajadah tua milik Ibu. Sebab. *** SEBAGAI anggota legislatif dari partai reformis. Dan menjadi orang bersih bisa justru tersisih!” ujar rekanku. jika kita melihat kenyataan yang ada. “Ya. Mas. Begitulah. aku semakin ketakutan.“Pasti malingnya masuk lewat jendela itu.” hiburku. Mendengar istriku mengutuk maling yang sebenarnya adalah diriku.” tutur rekanku yang lain. Konon.” tebak istriku. Bu. kemudian aku direkrut masuk partai kemudian berhasil duduk sebagai anggota legislatif. Mula-mula. Ibu tidak bisa bangkit lagi. mungkin saja. bisa menjadi kenyataan. “Doakan saja semoga malingnya bertobat. “Sudahlah. “Pada masa kini. melakukan korupsi memang sangat merisaukan hati. Tapi untuk selanjutnya. Dan aku mendengarnya dengan hati yang semakin berdebardebar. Aku takut jika kutukan Ibu menimpa diriku. gara-gara aku menjadi tokoh reformasi yang sering lantang menentang korupsi. ingin mendapatkan jimat. “Gara-gara maling sial dan terkutuk itu. konon.

Namun. istriku pun semakin gemar berbelanja mewah dan mencoba memasak berbagai menu sesuai dengan resep-resep terbaru yang dimuat di majalah-majalah. “Ini hadiah istimewa dari Pak Gubernur. Mas. apalagi istriku berseloroh bahwa dia telah menyangsikan keperkasaanku. aku mencoba mencicipi minuman keras. Semakin sering aku terlibat kasus korupsi. “Cewek itu pasti pelacur profesional yang menderita penyakit kelamin kronis. Jelek-jelek begini. selalu aku pamit hendak mengikuti rapat tertutup. “Oh. Konon. Anda bukan hanya tertular kencing nanah. tiba-tiba kelaminku sangat gatal dan panas. ya? Atau. Dan jika aku tidak pernah lagi mengajaknya bercinta. Mula-mula. Mas?” tanya istriku ketika aku pulang membawa mobil mewah tipe terbaru yang harganya hampir satu milyar rupiah itu.” Dengan sedih dan panik. aku tetap punya moral dan sejak dulu dikenal sebagai tokoh reformis yang anti korupsi. malam itu. dengan mabuk seseorang bisa mengusir rasa risau di hatinya. begitu.” kata dokter. aku merasa betapa hari kematianku sangat dekat. karena telah mendapatkan semua gajiku perbulan yang cukup besar. karena di tempat hiburan ada banyak cewek cantik yang siap menghiburku. agar punya pengalaman mabuk. Siapa tahu. aku ini anggota legislatif. Sedangkan untuk merawat Ibu sehari-hari. Dan sehabis bercinta dengan cewek cantik itu. jangan suka berprasangka buruk. . karena aku terus menerus sibuk dan capek. karena sudah lama aku tidak mengajaknya bercinta. Lalu segera aku berobat ke dokter. Maka aku pantang menolak. “Kamu sudah bosan denganku. jangan-jangan kamu suka main serong atau bahkan punya simpanan?” “Memangnya aku ini orang yang bias santai? Maklumlah. karena aku dan rekan-rekan telah berhasil mengesahkan undang-undang baru yang sangat menguntungkan pihak eksekutif. dan putus asa. Dan sebagai istri anggota legislatif. Suatu malam. “Anda terkecoh. Dan istriku selalu mempercayai kata-kalaku. menyesal. semata-mata karena aku sayang kepada keluarga. tiba-tiba aku gemar menghabiskan waktu di tempat-tempat hiburan. maka aku pun kemudian mencoba mengajak tidur seorang cewek cantik yang mengaku masih kuliah itu. istriku sudah punya dua orang pembantu di rumah.” jawabku berbohong. yang selalu sibuk dan capek setiap hari. istriku memprotesku. Aku tidak ingin istriku tertular penyakit AIDS. Lalu.” Dan sejak punya mobil mewah. aku kemudian menjalani tes darah. Sebaiknya Anda melakukan tes darah.“Uang dari mana yang kamu gunakan untuk membeli mobil mewah ini. Dan hasilnya ternyata positif: Aku telah tertular virus mematikan itu. Aku kira kamu sudah mulai suka melakukan korupsi.” “Eh. Perilakuku semakin buruk. Istriku nampak bersikap toleran. Mungkin karena selalu risau. tapi juga AIDS. Ya. setiap kali aku pergi ke tempat-tempat hiburan atau bercinta dengan pelacur di hotel. *** SEBAGAI pengidap AIDS. maka aku membutuhkan hiburan. istriku benar-benar bergairah dan memaksaku bercinta. dan hasilnya kugunakan untuk berfoya-foya di tempat-tempat hiburan.” tukasku. Aku sangat marah.

Istriku ditempatkan di kamar khusus. cepat serahkan kembali kepada Ibu. Segera ibu menciumi sajadah tuanya itu. nasibku dan nasib istriku semakin buruk. Mas?” tanya istriku.” Dengan terpaksa. Sementara itu. karena kondisinya semakin memburuk. Dan jika pikiranku sangat risau dan sedih. Dan ketika melesat melewati tikungan yang cukup ramai. istriku harus dirawat di rumah sakit dengan diperlakukan khusus sebagai pasien AIDS. Kamu telah berkhianat. istriku tidak kunjung sembuh. Sungguh ajaib.” Dengan terburu-buru. Mas. Aku pun masih bisa melihat api mulai berkobar membakar mobilku. ada tulisan singkat: Seorang anggota dewan legislatif mengalami kecelakaan tragis. istriku menderita flu berat. “Di mana sajadah tua itu sekarang. sebelum kemudian membakar tubuhku. Dan untuk selanjutnya. Kamu kejam. aku segera mengambil sajadah tua yang kusimpan di lemari buku di ruang kerjaku. tiba-tiba HP-ku berdering. Tubuhku juga semakin lemah dan kurus. segera aku pergi ke hotel dan bercinta dengan pelacur cantik. Ibu langsung bangkit dan tidak lumpuh lagi. Dan di bawannya. begitu melihat sajadah tuanya. betapa esok pasti koran-koran memuat di halaman pertama gambar mobilku yang terbakar bersama diriku yang telah hangus. Suatu malam. sebelum kemudian mobilku membentur keras-keras pagar jalan. Aku tetap duduk di belakang setir yang menjepit dadaku. dan bisa melihat beberapa tukang becak mengumpat-umpat dan mengutukku sambil menyulut bensin yang tumpah di bawah mobilku. Dan hasilnya. “Istri Anda telah diambil oleh Tuhan. Dengan mobil mewah. meski aku telah mati. aku sangat letih dan setengah mabuk akibat minuman keras yang habis kureguk. aku segera melarikan mobilku kencang-kencang menuju rumah sakit. gara-gara aku mencuri sajadah tua itu.Dan setelah bercinta denganku. Dan kamu harus minta maaf kepadanya. istriku positif dinyatakan mengidap AIDS. Bahkan. ketika aku sedang bercinta dengan pelacur cantik di hotel. Kukatakan bahwa nasibku yang sial mungkin karena dikutuk oleh Ibu. . Aku masih sadar. “Rupanya kamu telah berbohong kepadaku. Tidak ada pembesuk yang dibolehkan menemuinya. Mobilku telah ringsek. Tapi aku berusaha untuk tetap tegar dan tetap menjalankan tugas-tugasku sebagai anggota legislatif.” Istriku menangis dan meratap-ratap. Lalu dokter memintanya untuk menjalani tes darah. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Lalu segera kuberikan sajadah tua itu kepada Ibu. mobilku lerlalu kencang berlari. Ibu kembali melakukan shalat lima waktu di masjid dengan sajadah tuanya itu. Mas. Dan setelah berobat ke dokter. “Kalau masih ada. aku pergi dan pulang kerja. Teriakan-teriakan umpatan dan kutukan para tukang becak sangat menakutkanku. sehingga beberapa becak yang memadati jalan kutabrak dengan keras. mirip karantina. Aku sangat yakin. Kamu tega menularkan penyakit AIDS kepadaku. Padahal. kecuali aku dan anak-anak. sebelum kemudian bergegas mengambil wudhu dan melakukan sujud syukur dengan menggunakan sajadah tuanya itu. Rupanya ada telepon dari rumah sakit tempat istriku dirawat. Aku sangat iba dan ikut-ikutan menangis.

cerita nasehat. kalau ia kunikahi.*** Dari Sahabat • hilmi 2:18 pm pada 18 Maret 2011 Permalink nice story. aku akan menjadi ayah dari anak-anak mereka. apakah Ia sudi menjalaninya. . kisah islami ( 268 ). menjadi istri yang dimadu? Perempuan janda yang akan kunikahi itu tidak terlalu cantik. cerita teladan ( 355 ). Menjadi penunjang ekonomi keluarganya. Sehari-harinya perempuan itu menjadi pelayan di sebuah rumah makan. izin share  erva kurniawan 1:44 am pada 12 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Tapi. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Menikah Lagi Cerpen Oleh Zaenal Radar T. Kupikir. apakah istriku bersedia menerimanya? Dulu aku sudah berjanji pada istriku. Usianya sekitar empat puluh lima tahun. Kalau ia mendengar aku akan menikah lagi. Aku berniat menikahi janda itu. Ia memiliki empat orang anak yang masih sekolah. kisah teladan ( 352 ). Kehidupan keluarganya selalu kekurangan karena penghasilan yang tidak memadai. bahwa kami akan setia sehidup semati.

Aku tidak mau memberi contoh yang tidak baik pada mereka. “Lho?! Kok. Istri dan anak-anakku tampak bertanyatanya. “Ada apa sih. Besok kalian akan ayah titipkan di rumah nenek. Hal itu membuat istriku tersenyum. anakku yang paling kecil. Ayah akan menceritakan…” Tiba-tiba aku berubah pikiran. Seperti ada sesuatu yang sangat penting. menjelaskan pada mereka bahwa aku akan menikah lagi! Suatu sore seluruh keluargaku kukumpulkan di ruang tengah. Begini anak-anak. mengapa aku mengumpulkan mereka. pasti suatu saat akan tercium juga. jadi ikut-ikutan bingung. Nada. ayah ini gimana sih? Katanya mau cerita??” Kupandangi keempat anakku. Dan kalian semua. Perempuan yang masih sangat kelihatan cantik itu tampak bangga melihat putra bontotnya kritis begitu. Karena ayah dan ibu punya urusan yang sangat penting!” “Maksud ayah apa?!” lagi-lagi Arman menyela. Saya sendiri sangat bersedia menjadi istri mas. jangan dulu marah pada ayah. seperti temantemannya. Ketika berada di rumahnya. Keempat anaknya menerima kedatanganku dengan baik. “Baik. Kamu dengar dulu cerita ayah. Juga istriku. bukan itu. Mereka terlihat penasaran pada cerita yang akan kusampaikan. bagaimana dengan keluarga mas sendiri?” Pertanyaan itu tak bisa kujawab. Mengapa tidak lebih baik kuceritakan pada istriku saja? Kalau istriku setuju.” . Atau mungkin juga mereka berfikir akan mendapatkan kejutan. “Nanti saja akan ayah ceritakan setelah kalian pulang dari rumah nenek. anakanak mungkin lebih bisa diatur. yah! Ceritanya diterusin!” “lya. Yang tertua kelas tiga SMA. yah? Ayah mau membawa kami keliling Bandung lagi? Atau. “Ayo dong. MungKin mereka ingin memiliki ayah. Seadainya ditutup-tutupi. Yang dua SMP dan satu lagi masih SMP. Setelah kutimbang-timbang. akan ayah lanjutkan.Aku sudah lima kali berkunjung ke rumahnya. kusampaikan maksud kedatanganku. mungkin kita akan berangkat umroh ke tanah suci sekeluarga untuk yang kedua kali?” “Bukan. Aku sendiri belum tahu apa reaksi keluargaku bila mendengar aku akan menikah lagi. Istriku masih tersenyum-senyum. Apakah hal itu sebaiknya kurahasiakan? Aku tidak mau berbohong pada istri dan anak-anakku. Senyumnya tak lagi terlihat. menjadi ayah anak-anaknya. ayah jadi ragu begitu?” sosor Arman. rasanya tak baik menceritakan hal ini pada seluruh keluargaku. Dan ketiga anakku yang lain semakin bingung. “Mas harus pikir masak-masak. Tentu biaya yang ditanggung itu cukup berat bagi seorang perempuan tak bersuami yang tidak memiliki karir bagus dalam pekerjaannya. Tapi. bahwa aku akan menikahinya. Baiknya aku berterus terang saja. Dan anak-anak kelihatannya senang menerima kehadiran mas.

Nampaknya perempuan cantik yang sangat kusayangi ini sudah mengetahui maksud pembicaraanku.“Yaa. atau terkejut sekali! Aku ingin ia terkejut biasa-biasa saja. barangkali karena keterbatasan ibu sebagai manusia biasa. Kita memang sudah cukup banyak beramal. Ayah ingin hidup kita bahagia. Apakah ia bersedia bila aku menikah lagi? Aku mesti mencari kalimat yang paling enak. “Namun ayah merasa masih ada sesuatu yang kurang. setelah mendengar apa yang akan kusampaikan nanti. Aku yakin istriku akan terkejut mendengar pengakuanku nanti. dengan tak lupa menyunggingkan senyumnya. ayah jadi tak enak mengutarakan ini… Sebab. sampai akhir hayat…” Istriku mengangguk. Aku melihat ia menghela napas perlahan. terkejut. Senyumnya masih tersisa. “Ibu rasa…. Hiks… yang selama ini telah kita rawat dengan baik. terkejut biasa-biasa saja…? Apa ada? “Begini bu. ayah dan ibu pernah bersumpah sehidup semati…” Tiba-tiba kulihat airmata istriku berair. Aha. Selama ini ibu merasa sudah menjadi ibu yang baik bagi ayah. Dan yang dimaksud kurang bagi ayah adalah…” Kali ini istriku tak lagi tersenyum. Setiap tahun kita pun tak pernah berhenti mengundang orang-orang tidak mampu untuk diberikan sedekah. juga demi persiapan kebutuhan kita kelak. khawatir akan menyebabkan kekacauan pada diri mereka nantinya. bagi keluarga besar kita. paling bisa diterima. Mengapa hal ini kulakukan tidak di depan anak-anak. Dan seandainya istriku menahan amarahnya demi menjaga nama baiknya di depan anak-anak. juga bagi lingkungan. sehingga istriku tidak terlalu terkejut. saat anak-anak kutitipkan di rumah nenek mereka. Menunggu sebuah keputusan yang tak bisa diterkanya. Malam itu. Ia mulai terisak. paling masuk akal. Kalau tiba-tiba istriku mengamuk di depan anak-anak. Dan aku tak mau ia akan terkejut dengan main-main. Aku ingin tahu tanggapan istriku sejujurnya. yang tak luput dari kekurangan. Ibu cuma minta… kejujuran ayah… apa yang menyebabkan hal ini tejadi…” . Ibu mereka membujuk agar mereka mau mengerti.” Istriku menatapku. mereka belum mengerti pada hal-hal yang akan ayah ceritakan. Air mukanya seperti orang berharap-harap cemas. ini juga tidak baik. yakni agar menjaga kemungkinan yang tidak mengenakkan terjadi. Dan ayah pikir. demi anak-anak. ayah terus terang saja. aku akan berterus terang pada istriku. Kita tak pernah lupa menyisihkan bagian harta kita untuk yayasan anak-anak yatim dan panti jompo. paling beralasan.” “Maaf bu. “Kalau ibu merasa bersalah… hiks… maafkan ibu… Tapi… jangan terlantarkan anak-anak kita…. tadi siang sebenarnya ayah ingin bercerita di depan anak-anak. bagi anak-anak. Kalau masih ada yang kurang dari ibu. Tapi ayah khawatir anakanak tidak siap menerimanya. begitu rileksnya. Ya. ayah…!” Semua anak-anakku protes. “Selama ini ayah telah bekerja keras demi ibu.

“Bu. “Bu…?!” Istriku tetap diam. Kami bicara seperlunya saja. Menghelanya sambil menggelengkan kepala. Aku merengkuh tubuhnya. Semalaman ini istriku mengunci diri di dalam kamar. sambil tubuhnya terguncang-guncang karena isak tangis. Huh. Namun tak berhasil menangkapnya karena ia telah mengunci pintu kamar dari dalam. dengar dulu…” “Kalau ayah sudah tak sayang padaku. kami berpura-pura mesra. dan aku tak bisa tidur di ruang tengah. .Isak itu semakin menjadi-jadi. lalu berlari ke kamarnya. aku beranjak ke kamar mandi. Sebab kalau tidak. Kuceritakan dengan jujur bagaimana perempuan yang hendak kunikahi itu. aku sudah melihat istriku tengah bersujud. “Bu.. baru kali ini ia begitu. Ia sudah termakan oleh perasannya sendiri. saat aku pulang kantor. tapi isaknya masih sesekali terdengar. Aku sungguh beruntung telah mengungsikan anak-anak ke rumah nenek. aku tak akan mampu menjelaskan pada anak-anak mengapa ibu mereka menangis. Aku bingung bagaimana menjelaskannya. Di sana. Seminggu ini aku memang kehilangan konsentrasi mengurus anak-anak. istriku ke kamarnya mengunci diri. pintu kamarnya lupa terkunci. Aku mengejarnya. Namun suatu sore. “Ssst…Bu…” ”Ayah…tak usah…memberikan alasan macam-macam…! Tak perlu… bicara panjang lebar…! Hanya akan membuat sakit hati ibu! Hiks…Kalau ayah… hendak menceraikan ibu… ibu akan menerimanya dengan lapang dada…! Biarkan anak-anak ibu rawat.. Padahal anak-anak belum pulang karena tes tambahan. tapi ia mengelak. Aku mengambil wudhu lalu melangkah ke ruang sembahyang. ceraikan saja yah… ceraikan saja…” Istriku menangis. Pagi-pagi sekali. atau yang terbesar mungkin sedang mampir di rumah salah satu temannya. Namun selepas anak-anak keluar rumah. “Bagaimana Bu? Apakah ibu mau menerimanya??!” Istriku menarik nafas dengan berat. Selama seminggu aku dan istriku berdiam-diam.! Dan ayah bisa pergi dengan perempuan lain yang menjadi pilihan ayah…!” “Bu… dengar dulu…” Tangis istriku makin menjadi-jadi. siapa yang mau menceraikan ibu?!” Istriku diam. “Bu. Di depan anak-anak. dengar ya…” Aku ceritakan tentang seorang janda yang memiliki empat anak yang masih sangat membutuhkan seorang ayah. ketika suara azan subuh terdengar...

sudah seminggu kami berdiam-diam. Selain ingin menikahinya. Tetapi kali ini ia tak menguncinya. anak-anak berangkat tidur. tak lebih dari dua jam kami akan akur kembali. Rupanya. genderang perang sudah berbunyi. istriku sudah kembali ke rumah. Sebelum anak-anak pulang. “Bu…” Istriku melipat majalah. Kami tak mungkin bisa dipisahkan. Dan nampaknya semua itu tak mungkin aku lakukan. yang merasa terpenjara oleh perasaannya sendiri. Aku dan dia telah berjanji sahidup semati. terlihat sangat ceria di depan anakanak. Ia kudapati tengah membaca sebuah majalah. Ia memang perempuan yang sangat pandai menjaga perasan di depan anak-anak. Istriku sepetri biasanya. Menjelang malam. Padahal aku tahu. Sungguh perubahan yang sangat menggembirakan. Ketika kubuka. Aku sangat beruntung menjadikannya sebagai istri. aku juga berharap mendapat kasih sayangnya. barangkali hatinya telah remuk. memberikan konsentrasi penuh terhadapku. Sebelum ini aku tak pernah mendapat kesempatan bicara padanya. Ayah memang lelaki tak tahu di untung. masuk terlebih dahulu ke kamar. aku bagai orang asing. Tapi istriku tak menunjukkan perubahan sikap. aku tidak menemukan istriku. Sebab aku harus menyelamatkan keluargaku. keinginanku menikah dengan perempuan janda dengan empat orang anak itu bukan semata-mata rasa kasihan pada mereka. Inilah mungkin hukuman bagi orang yang bersalah. Istriku seperti biasa. sepertinya ia siap mendengar kata-kataku. Di kamarku sendiri. Kalau pun pernah. Setelah itu kuhubungi anak-anakku satu persatu. Namun aku tidak mau berperang dengan istriku sendiri. kami semua berkumpul. Lalu kuhubungi nomor telepon genggamnya. “Bu… maafkan ayah…” Baru kali ini. aku tak mau kehilangan istriku.Di dalam kamar. Aku tak mau menyalahkannya. ia masih belum tidur. Ayah sungguh menyesal mengatakannya pada ibu. kecuali oleh ajal! Sore menjelang malam. aku meneteskan airmata kesedihan di depan istriku. Tapi kali ini. Ternyata tidak diaktifkan. ia tak menyahut. sekaligus bisa membantu keluarga perempuan itu. maafkan kata-kata ayah tempo hari. Ia masih saja diam. Ketika kutanya. . Menarik kembali sayap istriku yang mungkin hendak terbang meninggalkanku! Biar bagaimanapun. “Bu. sepanjang sejarah pernikahan kami. Tapi kini. Kesalahan harus kutumpahkan pada diriku sendiri. Aku tak mau mengorbankan keluarga hanya karena kepuasanku semata. Selama ini kami tak pernah serius bertengkar. seolah tak mau memotong kata-kataku. Aku menyuruh mereka segera pulang. Sejujurnya kuakui. terlihat begitu santai. Namun juga karena benih cinta yang secara tak sengaja bersemi di antara aku dan janda penunggu rumah makan itu. Ayah lelaki yang tak mensyukuri karunia Tuhan…” Aku berhenti.

ga. ibu ikhlas melepas ayah… untuk menjadi kepala keluarga bagi mereka… Hanya saja. dan bertemu dengan anak-anak mereka. Demi Tuhan. biarkanlah hal ini menjadi rahasia kita berdua. Nampaknya mereka memang memerlukan seorang lelaki untuk menjadi pelindung mereka…” “Kalau sekiranya ayah bersungguh-sungguh mau membantu mereka. lalu beringsut mematikan lampu kamar. meski kedua biji mata ini sulit sekali kupejamkan *** Dari Sahabat • nisa 3:43 pm pada 17 Maret 2011 Permalink sad story…. Aku menjadi seperti anak kecil yang manja pada orang tuanya. aku di sebelahnya. Dan kurasakan. Tak sadar. halusnya.. yah… jangan lagi bicarakan masalah ini. istriku masih tetap membelai-belai rambutku. ia membelai-belai rambutku. Dan malam itu.. Namun ketika kutatap wajahnya. Selama ini ibu mengurung diri bukan bermaksud membenci ayah. dan terbersit rasa sayang ayah terhadap perempuan itu. Aku tak beranjak ke mana-mana. Menunjukkan kasih sayangnya. “Bu…” “Sudahlah. Ia meluruskan tubuhnya di ranjang. Dan ayah berjanji tak akan menikah lagi…” Istriku beranjak dari tempatnya. “Ayah… ibu juga minta maaf…” Sambil berkata begitu.kata. Tak lama kemudian kudengar dengkuran. Ibu hanya perlu menenangkan diri agar perasaan sakit yang ibu rasakan tak terlihat oleh orang lain. Anak-anak jangan sampai tahu.. apalagi oleh anak-anak kita… Tadi siang ibu sudah mendatangi perempuan yang menjanda itu. bisa dijelaskan dgn kata. yang selama ini tak pernah hilang sejak kami menikah dulu.“Bu… maafkan bila ayah telah khilaf… Ayah tak mau kehilangan ibu. Mari kita tidur…” Istriku menggeser tubuhnya. kepalaku sudah berada di pangkuannya. Semuanya sudah jelas. aku tak berkutik di sampingnya. lalu merapatkan tubuhnya ke dekatku. kulihat bola matanya basah. “Ibu minta maaf telah menyusahkan ayah.. :( antara hancurnya hati seorang wanita dan ketabahannya.” Dengan teramat tegar kata-kata itu diucapkannya. • . ayah tak mau bercerai.

aku teringat adik pengojeg yang memiliki 2 tanggungan sementara menanggung pula adik iparnya beserta 1 anak yatim masih harus membagi dua hasil ojegnya . Sayur. sudah enam bulan dan entah sampai kapan. Bagaimana tidak galau 10 hari lagi adalah waktunya hutang. uang kita tidak cukup membeli beras. Istriku cukup memahami situasi kegalauanku sehingga tidak banyak bertanya. cerita nasehat. antar ke pasar yuk. kita pulang saja. mudah-mudahan beras di rumah cukup untuk beberapa hari ke depan.hutang pinjaman usaha ke Bank harus kami cicil kembali untuk pembayaran bulan ini dan luar biasa rekening bank sampai bisa bernilai nol karena dipotong pembayaran atomatis. Seperti biasa di pasar kelompok basah tidak ada barang palsu. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Sedekah Dikembalikan Kontan Berlipat Pada pagi yang biasanya mendung itu. mudahkanlah kami ya Allah” Seminggu setelah itu. biar Allah saja yang mencukupkan” Akhir-akhir ini memang aku sangat sensitif karena sedang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan. Istriku berucap perlahan seolah takut membuatku marah. ikan pasti sulit cari yang palsu. cerita teladan ( 355 ). percuma menggerutu hasil operasi pasar. sudah habis persediaan di rumah. kisah islami ( 268 ). cukup untuk hari ini” Tertegun dan sedih dalam hati “Ya Allah sampailah saatnya aku tidak sanggup membeli beras. masih terlalu mahal. usai sholat Subuh. “Pak. aduuh rasanya harus bersyukur masih mudah merasakan keaslian ciptaanNya. daging. sudah terlambat tujuh bulan dan entah kapan serta bagaimana terealisasinya. Sepanjang-jalan ke pasar kami tidak banyak berbicara. Ibu masih ada sedikit uang.rossi 10:57 am pada 26 Maret 2011 Permalink panjang n ber belit belit…  erva kurniawan 1:35 am pada 8 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kisah teladan ( 352 ). Sementara pembayaran hasil usaha belum dibayar. “Ya Allah lindungilah aku dan keluargaku dari tekanan hutang piutang” do’aku dalam hati. Tiada terasa sampailah ke pedagang beras dan Istriku berujar: “Pak. semua asli ciptaan Allah.

lega berbuat sesuatu yang diperlukan orang lain. Diawali sholat mutlak.setiap hari dengan tetangganya. Allah Maha Pengatur. kami serahkan 1 karung saat Istrinya masih bekerja. mudah-mudahan sudah ada pembayaran. kembali hanya ada 1 rasa saat itu. Ya betul-betul harta untuk bekal kami sendiri bukan untuk diwariskan. dengan meminjam kembali ke Bank. Istriku menelepon bank. Terlambat satu hari. Ya Allah Alhamdulillah dalam rekening sudah ada pembayaran hasil pekerjaan dan kami tidak perlu mencicil tapi karena ijin Allah dapat dilunasi semua. mudah.mudahan mendatangkan kebaikan bagi semua. pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah). lega berbuat sesuatu yang diperlukan orang lain. rasa bergantungnya pada Allah akan terasa lain dan tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Menjelang waktu Dhuha. Kalau dibandingkan secara matematis maka beras sedekah itu dibayar kontan oleh Allah sebesar 300 kali lipat. Selama ini mereka menerima raskin 5Kg/Bln/Jiwa. ternyata belum…dug seperti dipukul palu untuk kesekian kalinya. Hanya ada 1 rasa saat itu. maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan” (QS 2: 245) Oleh: Tabuat Ahusan *** Dari Sahabat . tetapi momen. Setelah selesai tiba-tiba aku teringat bahwa masih ada jalan untuk membeli beras dibanding pengojeg dan tukang bangunan itu. Hari ini adalah saatnya pembayaran cicilan pinjaman bank. Bonus yang didapat karena Allah adalah membebaskan satu keluarga dari pinjaman rentenir dan memberikan satu keluarga lain sarana usaha.5jam perjalanan. Terlintas pula tetangga tukang bangunan yang sedang tidak memiliki pekerjaan sementara Istrinya menjadi pembantu rumah tangga harian dengan 4 tanggungan anak. aku punya sedikit keleluasaan berhutang. Hari itu kami berhutang kembali. kupanjatkan pada Allah bahwa aku tidak mau menganiaya diri sendiri dengan menambah hutang. denda dan bunga bank cukup menyakitkan. Lebih cepat satu hari. Sepulang dari pasar kami langsung ke rumah tetangga tukang bangunan. “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah. kami hanya dapat melakukan Dhuha dan Istikharah saat itu. Ternyata rejeki tidak hanya uang. ku harap hanya Allah saja yang memudahkan seluruh urusanku apapun bentuknya. Keesokan malamnya dalam hujan setelah menempuh 1. kejernihan hati dan fikiran. kami memiliki jalan lagi dari Allah untuk mengumpulkan harta bekal `pulang’ kami nanti. hanya untuk 3 karung beras dengan niat 2 karung sedekah ikhlas karena Allah SWT. Sedangkan harta yang katanya milik kita. keselamatan. bila kubelikan 3 karung beras dan 2 karung ku sedekahkan pada pengojeg dan tukang bangunan untuk memudahkan mereka. kenikmatan beribadah dan beramal dan masih banyak lagi… semua adalah rejeki. mudah-mudahan mendatangkan kebaikan bagi semua. kesehatan. Istriku menangis karena merasa terdesak. datang adik beserta istrinya yang ternyata sedang hamil 7 bulan untuk mengambil beras. Mereka pasti lebih sulit dari aku. sebenarnya bukan harta kita tapi harta warisan ahli waris kita…Astagfirullah jangan sampai kita sibuk mengurus harta ahli waris kita sementara kita lupa `bekal pulang harta’ kita sendiri. Maha Suci Allah. tidak lebih.

“Eh ada keripik pedas tuh!”. Telat-telat juga. Aku yakin bahwa harganya pastilah tidak terlampau mahal. mencari tempat-tempat yang menyediakan penganan ringan.dasar Indonesia. tiba-tiba saja desakan organ-organ lambungku yang sudah setengah hari ini belum mendapat suplai makanan.. Hal ini disebabkan oleh terlambatnya kereta api ekspres jurusan serpong. dan aku pun menunggu kembali. Akhirakhir ini aku sedang berusaha untuk disiplin di dalam berbagai hal. “Ah. termasuk masalah pengeluaran uang. yang penting aku berpeluang mendapat duduk di kereta ekspres pemberangkatan terakhir itu… “. hingga aku pun bergumam. 48 WIB “Duhh… Lapar”. Budget-ku pada hari itu tinggal-lah ongkos untuk pulang ‘plus’ seribu-dua ribu yang dapat aku gunakan untuk jajan cemilan (walau aku juga membawa uang lebih untuk keperluanyanglain. kisah teladan ( 352 ). pukul 18. sebuah cemilan cekung berwarna merah yang terpampang di sudut kiri atas etalase sebuah warung kecil. kisah islami ( 268 ). Mana ada sih transportasi yang on-time. tangerang. Dukuh-Atas Hari itu. tapi aku berusaha untuk tidak menggunakannya). “Yah.” 18. 05. Beli apa ya?” Kebingunganku di dalam memilih makanan saat itu sebenarnya didasari oleh konsep hidupku. Karenanya. cerita teladan ( 355 ). telah mencuri hatiku untuk mendekatinya. sama seperti hari-hari biasanya. dengan . Ada kemungkinan sebagian besar penumpang telah terangkut di pemberangkatan sebelumnya.uangku terbatas nih. aku mencoba mencari makanan dengan harga yang sesuai. Kepulangan ku menuju rumah di bilangan bintaro. terpaksa tertunda.gak apa-lah. erva kurniawan 1:25 am pada 5 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). 12 Maret 2007. memaksa mataku untuk memandang ke sekeliling stasiun. cerita nasehat. tidak ‘sesumpek’ biasanya. karena dari ukuran bungkusannya pun juga kecil. 45 WIB Tiga puluh delapan menit berlalu sudah dari yang seharusnya kereta api itu telah sampai di tempatku berdiri saat ini. Dan benar saja. Pemandangan stasiun kali itu terllihat lebih lengang. “Hmm. 18. kumpulan kisah teladan ( 284 ) ‘Pembalasan’ di Stasiun Kereta Api Oleh Denny Hermawan ** Senin.

terduduk dan tertunduk sambil memainkan kaki tanpa alasnya di atas aspal statisiun. sekantong kecil keripik pedas ‘plus’ segelas air mineral telah berpindah ke tanganku. Tapi. Hmm. sekitar 2x waktu perjalanan menggunakan kereta api. ini terlihat dari tangan kirinya yang memegang sapu bertangkai rendah. ia memulai untuk mencoba menikmati rezeki Allah sore itu. Tangan kanan dan mulutnya sibuk berkoordinasi antara mengambil dan menyantap penganan keripik dan air mineral itu. Maka aku pun kembali melanjutkan aktivitas ngemilku. “Ahh. Kami mohon maaf atas keterlambatan ini dan kepada para penumpang diharap untuk bersabar.berbekal uang Rp 1500. “Hmm.nikmatnya “ 18. Seribu lima ratus memang bukan uang yang terlalu besar sih. Karena untuk berpindah ke jenis kendaraan lain aku harus menggunakan jalur bis Blok M – Bintaro yang justru akan memakan waktu lebih lama lagi. dan lagi aku hanya asyik makan dan minum sendiri sementara disebelahku ada orang lain. Bismillah… “ Ucapan basmalah mengiringi perpindahan ‘snack’ yang kubeli untuk keduakalinya itu. sambil sesekali tangannya menyeka keringat yang mulai mengucur membasuhi kening dan mukanya.” Sebuah pengumuman keras melalui speaker stasiun mengusik keasyikan prosesi ‘ngemil’ yang sedang kujalani. Barangkali pada sore itu ia belum makan dan ini sangat mungkin sekali. Persis seperti yang kukira. sekali lagi aku harus sabar menunggu. sekeping-dua keping keripik pedas dan beberapa seruputan air mineral perlahan mulai masuk ke dalam mulutku. aku harus keluar uang lagi dong. ia tidak menolak dan langsung menerima pemberianku. Ia adalah seorang penyapu kereta. “Ahh. Namun pada akhirnya aku tak kuasa menahan gerak tangan kananku. yang sepertinya ia masih dapat menahan rasa laparnya Dan akupun bermaksud mengambil kembali penganan. aku sudah tahu bahwa ada orang di sampingku. yang sejurus kemudian telah memegang sekantong keripik pedas dan air mineral.kalau aku membelikan untuknya. “Wah. atau memberi kepada tukang sapu kereta itu. berayun dan berhimpitan didalamnya disebabkan oleh gencarnya gigi dan lidah-ku mencengkramnya. belum selesai ku keluarkan bisikan-bisikan kecilku. untuk diberikan kepada pemuda tanggung itu. barangkali penghasilan yang didapat masih lebih baik ditabung untuk keperluan di rumahnya ketimbang membeli makanan. sekedar melihat suasana sekeliling. Sebelum terduduk di kursi panjang tempatku bersantai saat itupun. yang bila kutebak. di informasikan bahwa kereta api masih terhambat di stasiun manggarai. Ya. Toh gak setiap saat aku mendapatkan kesempatan memberi ‘sesuatu’ pada orang-orang sepertinya. walau konsekuensinya sih. rasa haru dan suka menyeruak di . Seorang remaja tanggung dengan usia sekitar 10-12 tahun. “Hmm asyik juga untuk merenung nih. sebuah keraguan datang menghampiri. sambil sesekali menengok kekiri dan kekanan. 50 WIB “Kepada para penumpang kereta api ekspres jurusan serpong. Kereta sedang dalam perbaikan AC. Dengan sehelai baju tipis dan celana pendek selutut yang melekat di tubuhnya. “Tetap sepi”. Maka tak lama kemudian. keadaanya tidak lebih baik dariku (saat itu). persis seperti apa yang kubeli beberapa saat yang lalu. aku tertegun pada sebuah sosok yang berada tidak jauh dari posisiku.bagaimana ya?” Aku sempat bingung untuk melangkah.alhamdulillah. aku harus mengurangi budgetku hari esok dikarenakan telah digunakan hari ini. Jadikan makan itu barakah baginya ya Allah… “. persis seperti apa yang kubeli sebelumnya di warung yang tidak jauh posisi dudukku saat itu. Aku bukannya tidak tahu sama sekali akan kehadirannya. ia terlihat kuyu dan agak lemas. sambil…. apakah memilih disiplin terhadap budgetku. menuju tadahan tangannya. Subhanallah. aku kan sudah janji untuk disiplin dengan budget harian ku. Baginya. bisikku pada diri sendiri. gak apa deh deh.”. Namun yang aku kritisi ialah aku tidak memperhatikan dengan jelas siapa orang itu. Namun sebelum aku bertindak. Setelah mengucapkan terima kasih.

lebih pada hal ‘keamanan’. Mengenai kereta ekonomi. aku lebih memilih menggunakan kereta ekspres walau tarifnya lebih mahal “Maaf pak.com . Amiin… “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah. 45. dan terjadi saat itu juga… Tanpa pernah aku menduganya. pengumuman dari moncong pengeras suara stasiun kereta api menghardik aktivitas menungguku. bukan begitu. Kami mohon maaf sebelumnya karena kereta ekspres jurusan serpong. Jadi bapak dan penumpang lainnya kami kenakan tarif kereta ekonomi untuk pemberangkatan kali ini” “Hah. walau tanpa fasilitas AC. “Apa… Apa maksud pengumuman tadi? Apakah pemberangkatan di batalkan.) maka aku masih mendapatkan Rp 5. Aku tak pernah mengira bahwa uang yang ku keluarkan tadi. mengingat perjalanan menuju rumahku hanya memakan waktu sekitar 40-60 menit. yang kugunakan untuk makan kecil pemuda itu. benarkah ini?!”. Aku memiliki alasan untuk bersikap demikian. perubahan tarif kereta ekspres menuju ekonomi menghasilkan selisih Rp 6. Selain itu. Namun begitu. yang pastinya memakan waktu lebih lama lagi. Dari sisi waktu. Itu baru dari segi angka.500. ini adalah pertamakalinya aku bisa menaiki kereta ekspres dengan tarif ekonomi. dan apabila dikurangi pengeluaranku untuk pemuda tukang sapu tadi (Rp 1. aku kembali tertegun membayangkan semua ini. kereta tersebut masih bisa dijalankan. “Ya Allah pembalasanMu Engkau realisasikan saat itu juga. 52 WIB “Diberitahukan kepada para calon penumpang kereta api serpong ekspres. pinjaman yang baik (menafkahkah hartanya di jalan Allah). Maka dari itu. aku UNTUNG! kalau dihitung dari angka. yang aku tidak berharap apa-apa darinya.” Malam itu menjadi malam yang berkesan dan bermakna bagiku. setahuku memang ada 1 pemberangkatan kereta ekonomi jurusan serpong. “Ya Allah…ia begitu menikmatinya” 18. sembari berusaha mempercayai apa yang baru saja terjadi. namun kali ini dengan sedikit kernyitan didahi.aku. Semoga. Dan bagiku itu tidak terlalu bermasalah. sejujurnya aku tak pernah berpikir sampai sejauh itu. Dan yang kedua. perjalanan menggunakan kereta ekonomi dimalam hari memang menjadi pertimbangan khusus bagiku. namun itupun masih harus menunggu sekitar 1 jam lagi (pemberangkatan pukul 19. “Subhanallah… Allahu Akbar… “. Terima kasih ya Allah… Alhamdulillah hirabbil ‘alamiin. anda dipersilahkan menukar karcis kereta ekspres anda dengan karcis kereta ekonomi. walau tanpa AC.. Pertama. Engkau balas berlipat-lipat. ini yang menjadi ketakjubanku. ACnya belum bisa diperbaiki. ini bagaimana jadinya? Kami harus berganti kereta ekonomi?” Pertanyaan inti langsung kuungkapkan kepada petugas loket 1 begitu aku tiba di sana “Oh nggak. kesan dan makna itu juga dapat melekat & mengilhami kepada para pembaca. seiring datangnya kesejukan di jiwa tatkala melihat pemandangan yang jarang aku dapatkan itu. maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan itupun belum terhitung waktu telatnya). atau ada pergantian jenis kereta? Tapi kalau harus naik kereta ekonomi. Padahal. Silahkan naik ke loket 1.” Rasa penasaran yang masih berkecamuk sengaja kubiarkan sembari mencari info diloket 1 yang dimaksud. aku.. keterkejutan di hatiku menggumpal begitu saja tatkala mendengar kabar yang baru saja masuk ke telingaku.000. untuk tetap percaya kepada janji-janji yang telah Ia berikan dan istiqomah di jalanNya.500. aku masih lebih beruntung karena tidak harus berganti tujuan menuju blok M.hatiku. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan” (QS 2: 245) *** Eramuslim.” Sekali lagi.

Sampai di sana masih sepi. Bisa makan di mobil soalnya. erva kurniawan 1:25 am pada 2 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Saking lamanya. Mungkin supaya nyemirnya nyaman. Ide ke soto pak Sadi segera terpatahkan begitu melihat bahwa yang parkir sudah sampai sebrang-sebrang. cerita teladan ( 355 ). “Makan siang yuk”. tanyanya. Selepas SCBD. kisah teladan ( 352 ). Aku lirik sepatuku. kisah islami ( 268 ). Dia menerimanya lalu membawanya ke emperan sebuah rumah. Akhirnya kami memutuskan makan gado-gado di Kertanegara. Tempat yang cukup teduh. jawabku. joki gado-gado sudah menanyakan mau makan apa. Sambil menunggu pesanan. aku kan karyawan sok sibuk… Tanpa sadar tanganku membuka sepatu dan memberikannya pada dia. cerita nasehat. seperti biasa. minum apa. So. Baru ada beberapa mobil. Mungkin karena masih pada jumatan. Ugh. “Oke”. Kami masih bisa milih parkir yang enak. Kami pesan dua porsi gado-gado + tehbotol. “Semir om?”. ketika tiba2 ada seorang pemuda lusuh nongol di jendela mobil kami. kami pun ngobrol. So she picked me up at the lobby of Jakarta Stock Exchange building. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Jujur ** Siang ini tadi yayangku tiba-tiba nelpon. Begitu parkir. Tempat yang terlihat dari tempat kami parkir. kami masih belum ada ide mau makan dimana. Maklum. kapan ya terakhir aku nyemir sepatuku sendiri? Aku sendiri lupa. kami agak kaget. . ajaknya.

Bisa buat apa sih sekarang? But. Duduk di atas kotak semirnya. selain penolakan. dia merasa cukup dibayar segitu. BOOM. Tiba-tiba kami tersadar. Seperti orang sedih. Seperti ada yang dipikirkan. Lalu kuberikan kepadanya. Siang ini aku seperti diingatkan. iya. pagi tadi dia mandi apa enggak. Kutarik 2 buah lembaran ribuan dari kantong kemejaku. Allah sudah sedemikian baik bagiku. Jawaban itu tiba-tiba serasa petir di hatiku.Pesanan kami pun datang. Pikiranku tiba-tiba melayang. Uang sisa parkir. Di kejauhan aku masih bisa melihat pemuda tadi. Dia menyerahkan sepatunya padaku. Absent minded. Belum lagi dia kubayar. Bahkan. Ah. Tentang kira2 umur dia berapa. Ditolak lagi. Mata kami lekat padanya. Umur sekitar 20-an. Tertunduk lesu… Kami pun selesai makan. Pergi ke mobil satunya. Betapa aku masih suka merasa kurang dengan gajiku. Kenapa jadi kita yang mengharapkan bahwa semua orang harus menyemir ? hihihi… Perbincangan pun bergeser ke topik lain. mendapatkan penolakan dari satu mobil ke mobil lainnya. Tangannya seperti menyemir secara otomatis. Kami masih makan saat dia selesai menyemir. orang seperti dia masih berani menolak uang yang bukan hak-nya. ke aku.lebih baik dari dia. Biasanya pemuda umur segitu kalo tidak jadi tukang parkir or jadi kernet. Padahal keadaanku sudah -jauh. Dia berkata kalem “Kebanyakan om. masih mau memberi. di beberapa mobil. Pandangan matanya kosong. Betapa aku masih sedemikian kerdil. It-just-does-not-compute-with-my-logic! Bayangkan. Lalu pandangannya kembali kosong. yang sudah berkelebihan. Kulambai dia. Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami apa yang dia rasakan. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil. dia juga mendapat pandangan curiga. Menawarkan jasa. dia bergerak menjauh. Seribu aja”. Pembicaraan pun bergeser ke pemuda itu. Nyengir. ya jadi pak ogah. Bahwa kejujuran itu langka. menuju mobil-mobil yang parkir sesudah kami. Kami makan sambil ngobrol. sepertinya kami juga merasakan penolakan itu. tapi perilaku-ku belum seberapa dibandingkan dengan pemuda itu. Ditolak lagi. masih menenteng kotak semirnya di satu tangan. Penyemir tadi belum aku bayar. Konyol ah. Menawarkan lagi. (sudah mulai ramai). yang dalam kekurangannya. Who said life would be fair anyway. Se-ri-bu Ru-pi-ah. Ditolak. kenapa dia jadi penyemir dll. Siang ini aku merasa mendapat pelajaran berharga. Akhirnya dia kembali ke bawah pohon. Kelihatannya dia memendam kesedihan. Kadang2 matanya melayang ke arah mobil-mobil yang hendak parkir. Aku masih terbengong-bengong waktu nerima uang seribu rp yang dia kembalikan. Tiba-tiba aku merasa ngeri. Sambil memperhatikan pemuda tadi nyemir sepatuku. Terlalu tua untuk jadi penyemir sepatu. Perbincangan kami mulai ngelantur kemana-mana. Melangkah lagi dengan gontai ke mobil lainnya. Soalnya setahuku jasa nyemir biasanya 2 ribu rp. Dan setiap kali dia ditolak. .

kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kekuatan Sedekah Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad.Sudahkah kita berani jujur? Kepada diri sendiri. ternyata bumipun terdiam. adakah sesuatu dalam penciptaanMu yang lebih kuat daripada gunung?” Allah menjawab. kepada orang lain. cerita teladan ( 355 ). Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya “Ya Rabbi. yaitu besi” (kita mafhum bahwa gunung batupun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi). kisah islami ( 268 ). dan kepada Allah? *** Dari Sahabat • nurvhie 3:23 pm pada 2 Maret 2011 Permalink true story yang begitu menggugah nurani. . kisah teladan ( 352 ). thx atas sharingnya  erva kurniawan 1:53 am pada 25 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). “Ada. sbb : Tatkala Allah Ta’ala menciptakan bumi. cerita nasehat. maka bumipun bergetar.

Para malaikat bertanya lagi “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi?” Allah yang Maha Suci menjawab, “Ada, yaitu api” (besi, bahkan bajapun bisa menjadi cair dan lumer setelah dibakar api), Para malaikat kembali bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api?” Allah yang Maha Agung menjawab, “Ada, yaitu air” (api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram air), Para malaikatpun bertanya kembali “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air?” Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada lain karena kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat). Akhirnya para malaikatpun bertanya lagi “Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua?” Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya”. Artinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain. Berkaitan dengan ikhlas ini, Rasul Allah SAW mengingatkan dalam pidatonya ketika beliau sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah: “Wahai segenap manusia ! Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat, dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang diniatkannya”. Oleh karena itu hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya karena Allah semata, tanpa tendensi ingin dipuji, dianggap dermawan, dihormati, dll yang dapat menjadikan sedekah kita menjadi sia-sia. *** Dari Sahabat

 erva kurniawan 1:21 am pada 22 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

20 Menit Penuh Senyum Oleh: Hafizh Kharisma “Selamat siang Bu… selamat siang Pak…” suara satpam itu ramah menyapa setiap orang yang masuk ke dalam sebuah bank pemerintah. Selain membukakan pintu bagi yang akan masuk dan keluar ruangan, dia juga seringkali mengantar mereka dengan pertanyaan “ada yang bisa saya bantu?” dan kemudian dengan sigap tangannya mengarahkan pada kertas yang berjejer rapi. “Lembar ini kalau buat transfer..” Siang ini saya hanya duduk diam saja di kursi tunggu bank itu karena memang tujuan datang kemari hanya untuk mengantar seorang teman yang hendak melakukan transaksi penyimpanan. Mata ini tertarik memperhatikan gerak dan sikap satpam yang tidak berhenti menarik dan menutup pintu, menyapa dan mengantarkan.. terus saja begitu tanpa berhenti melepas senyum. Pikiran saya mulai berjalan, pastilah dia capek sekali. Paling tidak sudah 15 menit saya duduk di sini (teman saya perlu waktu untuk menulis formulir dan memasuki antrian yang cukup panjang), sementara satpam itu terus berdiri entah sudah berapa lama, dari pagi mungkin dan itu juga tanpa duduk. Apa yang terlintas di benak saya dulu saat mendengar kata ‘satpam’ adalah gambaran orang kekar, garang, sigap, kaku, dan begitulah.. namanya juga satpam, ya sudah seharusnya di takuti, di segani. Tapi ini berbeda, satpam kini membawa citra perusahaan juga karena dia berada di garis depan, orang pertama yang ditemui oleh tamu.. Dan satpam yang saya perhatikan ini tidak sekedar berbadan kekar dan sigap namun ia juga ramah, sopan dan senyumnya itu yang tidak pernah lupa ia lepaskan pada setiap tamunya pun ketika ia ditegur oleh seorang customer service karena mengizinkan seorang tamu duduk didepannya disaat customer service itu sedang menerima telepon (kursi tamu didepannya memang kosong). MasyaAllah, saya perhatikan satpam itu mengangguk sambil agak membungkukkan badannya, dan masih dengan senyumnya kudengar ia meminta maaf. Agak gemas saya lihat itu semua, terutama karena polah sang customer service yang bicara kurang ramah pada satpam, menegurnya langsung di depan sang tamu terlebih karena ia menegur dengan wajah yang jauh dari senyum. Bila saya uraikan dalam artian kalimat sepengetahuan saya, satpam = satuan pengamanan dan customer service (CS) = pelayanan pelanggan artinya tugas satpam itu adalah menjaga keamanan. Dan tugas CS itu ya melayani pelanggan, dalam hal bank sudah jelas pelanggan utamanya itu ya nasabah. Saya jadi agak bingung sesaat, apa mungkin satpam di bank pemerintah itu dikirim untuk mengikuti pendidikan yang biasa diikuti oleh CS sehingga ia bisa menjadi frontliner yang lebih baik dari CS itu sendiri? Atau mungkin gaji yang diterima satpam itu jauh lebih besar dari CS karena tugasnya kan jadi merangkap,

tidak sekedar menjaga keamanan tapi juga melayani nasabah secara langsung? Dan pastinya ada tunjangan berdiri? Duh, saya jadi geli juga dengan pikiran-pikiran yang berseliweran di benak kepala saya. Jam di dinding bank menunjukkan pukul 11 lewat 50 menit, artinya sudah 20 menit saya duduk di sini menanti teman saya yang kini sedang dilayani oleh teller. Dan selama itu saya hanya memperhatikan polah satpam itu, mengagumi kesabarannya, dan mensyukuri senyum tulus yang bisa dia tebarkan pada orang-orang disekelilingnya terlepas bahwa senyum itu mungkin sudah bagian dari tugasnya namun bisa kurasakan bahwa kadang kelelahan dan kebosanan bisa saja membuat seseorang jadi sulit tersenyum atau kalau pun tersenyum agak tidak enak dipandang mata namun tidak dengan senyum satpam ini. “Ayo balik ke kantor” kudengar suara temanku dari arah belakang telingaku. Aku berdiri dan melangkah bersamanya menuju pintu keluar. Satpam itu dengan sigap membuka pintu mempersilakan kami berjalan keluar. “Terima kasih, selamat siang, hati-hati dijalan…” Kami mengangguk dan mengucapkan terima kasih juga padanya. Di atas motor aku masih sempat berpikir, jika seorang satpam saja bisa begitu ramah, sopan dan penuh senyum mengapa kita tidak? Dan bukankah senyum itu sedekah? Kita bisa sedekah dengan sangat mudah, tanpa biaya, bisa kapan saja dan di mana saja.. Allah SWT telah begitu baiknya memberi kita peluang dan kemudahan dalam mendapatkan pahala jadi kenapa kita sebagai mahlukNya terkadang malah mempersulitnya? Entahlah… Semoga kita masih bisa melukis senyum tulus di wajah kita *** eramuslim.com

 erva kurniawan 1:27 am pada 19 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Maafkan Aku, Ayah dan Ibu

Oleh Rudi Setiawan ** Ayah, Ibu, maafkan Aku, ini sudah kodrat Ku. Aku lahir kedunia belum cukup pada waktunya Delapan bulan 2 hari, tepat pada tanggal 3 Oktober 2006, jam 11, 45 dengan bantuan operasi di RS Permata Ibu. Bahagia sekali rasaya, ketika pisau bedah menyentuh kulit plasenta yang membungkusku. Bahagia sekali rasaya aku akan berkumpul dengan keluargaku. Tapi takdir berbicara lain Allah punya rencana lain nafasku, !!! Kondisi nafasku tidak seperti yang lain. Aku harus hidup, aku harus hidup, aku ingin berkumpul dengan keluargaku. Tidak lama kemudian aku mendengar suara azan di telingaku. Aku berfikir inikah Orang tuaku, inikah ayahku yang bahagia melihatku dan mengumandanka azan di telingaku. Tapi apa daya RS di mana tempatku dirawat tidak mempunyai alat yang akan menolongku.Aku dipindah kan RS Sentra Medika untuk mendapat bantuan agar nafasku bisa sempurna. Satu hari, dua hari keadaanku sedikit membaik, aku bisa menagis, aku bisa merasakan sentuhan tangan ayahku ketika dia tahu aku sudah bisa menangis. Aku juga mendengar dia berkata, anakku, kamu harus kuat, kamu harus hidup. Ini ayah. Dan terlihat jelas air mata kebahagiaan mengucur dari matanya. Tapi, dengan alasan terlalu jauh aku dipindahkan lagi ke RS Fatmawati pada tanggal 5 Oktober 2006 oleh ayahku. Aku dipindahkan dengan ambulan. Di dalam hatiku. Aku bertanya. Ayah mau dibawa ke mana aku, Ayah apa aku ingin bertemu Ibu. Setelah sampai aku sadar bahwa aku masih belum sempurna, bahwa aku masih harus berjuang untuk menyempurnakan diriku. Satu hari aku di sini, terasa badanku lemas sekali. Aku susah sekali bernafas. Ayah, aku harus hidup. Hari kedua aku di sini, diruang kecil yang penuh dengan selang kondisi tubuhku semakin menurun. Orang yang ada disekelilingku, dengan kemampuanya sebagai seorang perawat dan Dokter berusaha untuk menolongku. Banyak sudah benda-benda yang masuk ke tubuhku. Di saat tidak ada kepastian yang terjadi pada diriku aku mendengar langkah lemas menghampiriku jauh bukan di dekatku. Dia melihatku, dia memandangku, dari kejauhan. Tapi aku dapat mendengar, dia menangis, dan dia berkata, nak ini ibu, ingin sekali ibu memeluk dan menciumu. Ingin sekali ibu memberimu susu. Tapi ibu tidak bisa, ibu hanya berharap kamu harus kuat, ibu hanya berharap kamu harus hidup. Ibu, …ibu… aku berteriak, tapi dia tidak mendengar, semua orang tidak bisa mendengar teriakanku… aku pandangi dia, dia terus saja menangis. Oh Ibu, . Andai aku bisa menghampirimu aku ingin memelukmu, aku ingin dekapanmu. Aku mau kau tersenyum untuku. Hari ketiga keadaanku semakin parah. Dokter memutuskan untuk memasukan selang ventilator dan kemudian darah mengalir dari dalam selang kecil masuk ke tubuhku. Tubuhku semakin bengkak dan aku semakin tidak bisa bergerak. Hingga hari keempat keadaanku semakin parah dari mulutku keluar carian berwarna merah… Hari kelima. Dokter yang menanganiku sudah mulai putus asa. Kemudian jam 11.30 ibu menelphon ayah. Karena dokter ingin bicara. Entah apa yang dibicarakan aku melihat ayah begitu gelisah, begitu gunda bahkan sedih sekali. Sore hari menjelang maghrib ayahku pergi untuk mengambil darah untukku

lagi. Jam 11.30 malam dia sampai dan menyerahknnya ke Perawat. Ayah, Ibu, aku sudah tidak kuat, aku sudah tidak bisa lagi bernafas. Sesosok telah menghampiriku. Dia mengajaku, dia ingin mengajakku jauh dari sini. Jauh dari penderitaan dan kesedihan. Lembut tangannya menariku dari box kecil yang memenjarakanku. Dia membisikan kata-kata kepadaku, “Wahai Irsyad, kKamu telah dipanggil Allah. Allah memanggilmu untuk pulang. Mari pegang tanganku dan ikutlah bersamaku menghadap sang kuasa, sang pencipta. Zat yang menciptakanmu.” “Ayah dan Ibumu hanyalah tempat di mana kamu akan dititipkan kalau memang kamu diizinkan untuk hidup. Tapi Allah lebih cinta kamu sehingga Dia memanggilmu untuk pulang.” Jam 2.30 pagi aku menghembuskan nafas terakhirku. Aku pulang ke tempat di mana aku diciptakan. Ayah, Ibu, maafkan Irsyad. Aku tidak bisa bersama kalian. Aku cinta kalian. Tapi Allah lebih sayang padaku. Dia tidak mau aku menderita, dia tidak mau kalian menderita karenaku. Ayah, Ibu, walaupun aku tidak bersamamu tapi cinta dan sayangku selalu mengiringi kepergianku. Aku memang hanya hidup satu minggu, tapi aku yakin bahwa kalian berdua sangat mencintaiku. Ayah Ibu doaku selalu untukmu. Selamat tinggal Ayah, ibu dan kedua Kakakku. Aku mohon maaf, karena aku tidak bisa bersama kalian semua. Semoga Allah memberikan ketabahan yang kuat untuk kalian semua. Kalian harus meneruskan hidup sampai Allah akan memanggil kalian sehingga nanti kita bisa bersatu disatu tempat yang akan telah diberikanNya. Selamat tinggal keluargaku tercinta walaupun aku tidak bisa bersamamu. Doa dan cintaku selalu bersamamu… Terima kasih ibu, atas perjuanganmu mengandungku selama 8 bulan 2 hari. Cintaku selalu menyertaimu selamanya. Ayah, cinta dan ketulusanmu padaku tidak bisa aku balas dengan jiwaku. Aku cinta padamu ayah. Dan aku akan selalu mendoakanmu. Kakak-kakakku, kelak nanti kita pasti akan bertemu dan berkumpul. Jaga Ibu dan Ayah. Jadilah anak yang baik dansoleh, yang bisa melindungi keluarga dan kedua orang tua kita. Semoga Allah menyatukan kita di satu saat nanti, di tempat yang paling mulia di sisi-Nya. Wassalam Dari Ayah untuk anaku yang selalu dikenang Irsyad Ramadhan Lahir:3 oktober 06 Wafat:10 Oktober 06 *** Source : http://www.eramuslim.com/atc/oim/45dbca4f.htm

 erva kurniawan 1:28 am pada 17 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Semoga Allah Mempertemukan Kita di Syurga “Barangsiapa yang mengharapkan mati syahid dengan sepenuh hati, maka Allah akan memberikan mati syahid kepadanya, meski ia mati di tempat tidur.” Dunia, hanya satu terminal dari seluruh fase kehidupan. Hanya Allah yang tahu, rentang usia seorang manusia. Saya, khadijah, sebut saja demikian, menikah dengan Muhammad, 3 Oktober 1993. Muhammad, adalah kakak kelas saya di IPB. Pernikahan saya, melalui tahap yang biasa dilakukan oleh ikhwan dan akhwat. Saya tak pernah mengenal Muhammad sebelumnya. Dan, seperti layaknya pasangan baru, fase ta’aruf, konflik, dan kematangan pun saya alami. Meski baru saling kenal, saya rasakan suami saya sangat sayang pada saya. Seolah, tidak seimbang dengan apa yang saya berikan. Dia banyak membantu. Apalagi ketika saya menyelesaikan tugas akhir kuliah. Bisa dikatakan, ia sekretaris pribadi saya. Selama menikah, suami sering mengingatkan saya tentang kematian, tentang syurga, tentang syahid, dan sebagainya. Setiap kami bicara tentang sesuatu, ujung-ujungnya bicara tentang kematian dan indahnya syurga itu bagaimana. Kalau kita bicara soal nikmatnya materi, suami mengaitkannya dengan kenikmatan syurga yang lebih indah. Bahkan, berulang-ulang dia mengatakan, nanti kita ketemu lagi di syurga. Kalau saya ingat kata-kata itu, itu bukan kata-kata kosong. Bahkan itu mempunyai makna yang dalam bagi saya. Hari itu, 16 Januari 1996, kami ke rumah orang tua di Jakarta. Seolah suami saya mengembalikan saya kepada orang tua saya. Malam itu juga suami saya mengatakan harus kembali ke Bogor, karena harus mengisi diklat besok paginya. Menurutnya, kalau berangkat pagi dari Jakarta khawatir terlambat. Mendekati jam 12 malam, saya bangun dari tidur, perut saya sakit, keringat dingin mengucur, rasanya ingin muntah. Saya bilang pada ibu saya, untuk diobati. Saya kira maag saya kambuh. Saya sempat berpikir suami saya di sana sudah istirahat, sudah tenang, sudah sampai, karena berangkat sejak maghrib. Saya juga sempat berharap kalau ada suami saya, mungkin saya dipijitin atau bagaimana, Tapi rupanya pada saat itulah terjadi peristiwa tragis menimpa suami saya.

dalam tidur. dan mempermudah segala urusanmu di mana saja). segala hutang orang yang meninggal harus ditunaikan. Mungkin. Badan saya sangat lelah dan akhirnya tertidur hingga subuh. Kemudian saya shalat. Saya sempat periksa barangkali sumber wangi itu ada pada buah-buahan. do’akan dia supaya syahid. Banyak do’a-do’a yang diajarkan suami saya. Saya berusaha membangun keyakinan bahwa suami saya mati syahid. Entah kenapa. Alhamdulillah Allah memberi kekuatan. dari seorang akhwat di Jakarta. tidak ada. catat. Di sana. Semasa suami masih hidup. saya ingat sekali hutang-hutang suami. wa yassara laki haitsu ma kunti”. Ketika saya sakit. kami juga saling mendo’akan. jadi anaknya lagi. atau yang lainnya. Dia juga bisa menjelaskan bagaimana indahnya syurga. Hanya. saya harus kembali ke rumah kontrakan di Bogor untuk mengurus surat-surat. mungkin saya sudah pingsan. tapi tanpa disadari. Saat saya buka pintunya. Namun tak lama kemudian. saya ingin ngaji. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”. bahwa suami saya dalam kondisi kritis. saya mimpi bersalaman dengan dia. mengampuni dosamu. Ketika kami saling mengingat. Kita semua bukan milik kita sendiri. tempat tidur suami dan tempat yang biasa ia gunakan bekerja. Pagi harinya. suami saya sudah dikafani. Saat itu dia mendo’akan saya: “Zawadakillahu taqwa waghafara dzanbaki. Beberapa waktu kemudian. Kalau mas meninggal duluan. bahwa dia bukan milik kita. . Kepada orang-orang yang berta’ziah waktu itu.Jam tiga malam. saya balas do’a itu dengan do’a serupa. saya terbangun. Saya cium tangannya. Mungkin sengaja beritanya dibuat begitu biar saya tidak kaget. do’a itu memang biasa kami ucapkan ketika kami berpisah. Saya memang sering bercanda sama suami. saya mendapat berita. waktu itu suami saya sudah meninggal. Sebenarnya. Dia guru saya yang paling baik. “Mas kalau ada hutang. (Semoga Allah menambah ketaqwaan padamu. Sambil menangis. Karena angkutan yang ditumpanginya hancur ditabrak truk Tronton di jalan raya Parung. Beberapa hari setelah musibah itu.. Seperti tuntunan Islam. Kalau tidak. saya tidak merasakan firasat atau tanda-tanda khusus. Waktu subuh rasanya lama sekali. Saya biasa mencium tangan suami bila ia ingin keluar rumah. mendengar berita itu hati saya tetap tegar. saya yang mandiin.” Sekali lagi.” Semua itu akhirnya menjadi kenyataan. Menjelang kematiannya yang amat mendadak. Lama sekali saya menghabiskan lembar demi lembar mushaf kecil saya. meski dia tidak apa-apa. Sampai saya pernah bilang pada suami saya. meskipun badan kurang sehat. karena merasa akan ditinggal oleh bapaknya. Hampir seluruh ruangan rumah itu wangi. “Do’a kan dia supaya syahid …. Tapi. Saya bisa menasehati keluarga dan langsung ke Bogor. suami saya menulis do’a di white board. Entahlah. Sambil menangis. Saya banyak belajar darinya.” Canda itu memang sering muncul ketika kami bicara masalah kematian. Nanti kalau mas meninggal duluan saya tahu saya harus bayar berapa. ada seorang ikhwah Jakarta yang memberitahukan bahwa beliau sudah meninggal. saya mengatakan. Sampai sekarang saya selalu baca do’a itu. tapi milik ALLAH. Meski tidak ada catatannya. anak saya sering menangis. seminggu sebelum suami meninggal. “Kalau mas meninggal duluan. Anak saya juga hafal. Entah kenapa. Saya sendiri tak menyangka bisa setegar itu. saya menasehati ibu. Ruangan yang tercium paling wangi. saya kembali lagi ke ummi. ketabahan saya saat itu semata datang dari Allah. tercium bau harum sekali. Bagaimana indahnya syahid.

Katakanlah. tidak ada yang tahu kapan kematian itu akan datang. Sepulang suami saya dari kerja. diapakan uang sebanyak ini. Rejeki yang saya terima. Edisi 1 Th. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . “Memang ya. Banyak kesan baik dan kenangan indah yang saya alami bersama suami. kisah islami ( 268 ). cerita nasehat. ” Saya berpikir bahwa saya harus mengurus rumah tangga dengan baik. “Mas nanti saya kerja di mana ?” Suami diam saja sejenak. 1 31 Mei 1999M / 15 Shafar 1420 H  erva kurniawan 1:22 am pada 11 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita teladan ( 355 ). saya menerima rejeki banyak sekali. Amrul Haq itu memang nama yang paling dia sukai. Suami saya hanya bilang. Dan rejeki dari Allah tetap saja mengalir. meski suami saya tidak ada. dia ingin mengunakan nama Qassam-nya. nama samarannya Abu Amrul Haq. tapi saya merasa cukup. Namanya sudah dipersiapkan oleh suami saya. “Maksudnya apa ?” “Beribadah. setiap bulan saya hidup dari pensiun pegawai negeri suami. saya sudah merasakan kedewasaan mereka lebih cepat mengerti tentang kematian. tapi rejeki Allah itu tidak akan pernah habis. Izzuddinnya sudah sering dipakai. Insya Allah saya optimis dengan anak-anak saya. kalau lahir laki-laki. tentang neraka.” Waktu saya wisuda. supaya wanita itu memelihara jati diri. Tidak usah memikirkan pekerjaan. Akhirnya suami saya mengatakan. Saya tidak mengira. Lalu. “Mas. Allah memang memberikan rejeki kepada siapa saja yang dan tidak tergantung kepada siapa saja. *** Dzikroyat. Saya bertanya. lebih dari tiga belas juta. Saya ingat sabda Nabi. saya sedang hamil satu bulan. Ahmad Qassam Amrul Haq. Menjelang kematiannya. Alhamdulillah. sampai bingung. bahkan tentang syahid. bekerja membantu suaminya. Masya Allah. tak mustahil lantaran keberkahan mereka. persiapkan saja diri kita. dan bermasyarakat. Tarbawi. Saya bukan pengasuh anak yatim. tapi ibunya anak yatim.” sambil mengangkat dua jari tangannya. “Aku dan pengasuh anak yatim seperti ini. anak yang kedua. kepikiran ngga’ tentang mati ?” Kami tidak saling menatap. Meskipun sedikit.Ketika suami meninggal. saya sempat bertanya pada suami. Katanya Qassam itu diambil dari nama Izzuddin Al Qassam. saya pernah berta’ziyah ke rumah salah seorang teman yang meninggal. Kalau dia menulis di beberapa media. 13 Januari 1996. tentang syurga. setelah suami saya meninggal. saya pernah tanya pada suami. Meski masih kecil-kecil. kisah teladan ( 352 ). Sekarang.

mungkin itu hanya pemicu dari segunung emosi yang terpendam selama berhari-hari di rumah sakit. Dan tanpa bertanya lagi. boleh dibilang wajar jika seorang pasien marah lantaran kondisinya labil dan kesehatannya terganggu. perawat yang kadang tak ramah. Tetapi tidak dengan peristiwa lain yang hampir mirip terjadi di acara keluarga besar belum lama ini. semuanya membuat dadanya bergemuruh. “Bawa jeruk kok busuk. Ketika ia marah karena jeruk yang dibawa salah satu keluarganya itu busuk. panas. belum lagi ditambah dengan bisingnya rumah sakit. pusing.Jeruk Busuk Rasa Manis Oleh Bayu Gawtama Suatu hari. Namun karena jeruk yang dibawanya itu tak bagus. mual. Lalu datanglah salah satu saudaranya dengan setangkai ketulusan berjinjing jeruk. Penat. Harga sekantong jeruk mungkin tak lebih dari sepuluh ribu rupiah. rusaklah acara kangen-kangenan keluarga oleh kalimat tersebut. Meski tidak semua jeruk yang dibawanya itu busuk dan sangat kebetulan yang terambil pertama oleh si pasien yang busuk. Sepuluh ribu itu seharusnya bisa untuk makan satu hari satu keluarga. Wajar. Tiba-tiba. Atau jangan-jangan pagi hari sebelum berangkat. marahlah ia kepada si pembawa jeruk. Boleh jadi benar. Jeruk asam gini siapa yang mau makan?” suara itu terdengar di tengah-tengah keluarga dan membuat malu keluarga yang baru datang itu. “Kalau nggak mampu beli jeruk yang bagus. terdengar suara makian keras dari pasien sebelah. Si empunya suara mungkin hanya melihat dari jeruk masam itu. Sebenarnya. mending nggak usah beli. berupaya untuk tetap berpartisipasi dalam acara keluarga besar tersebut. tak satu pun dari anggota keluarga itu . Pupuslah senyum keluarga itu. ketika saya sedang menjenguk salah satu saudara yang tengah dirawat di rumah sakit. jenuh. marahlah ia. keluarga yang mulai uringuringan karena kepala keluarganya sekian hari tak bekerja. Boleh jadi mereka akan menggadaikan satu hari mereka tanpa lauk pauk di rumah. dan sedikitnya tiga kali tukar angkutan umum. Seorang keluarga yang tengah diberi ujian Allah menjalani kehidupannya dalam ekonomi menengah ke bawah. tapi ia tak mampu melihat apa yang sudah dilakukan satu keluarga itu untuk bisa membawa sekantong jeruk yang boleh jadi harganya tak seberapa. Tapi tahukah seberapa besar pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk membelinya? Rumahnya sangat jauh dari rumah tempat acara keluarga. bahwa beberapa jeruk dalam jinjingan itu busuk atau masam. bosan. mau ngeracunin saya? Biar saya cepat mati?” Suara marah itu berasal dari lelaki tua yang kedatangan salah satu keluarganya dengan membawa jeruk. dan berbagai perasaan yang menderanya selama berhari-hari. Sekali lagi wajar.

sempat menyantap sarapan karena uangnya dipakai untuk membeli jeruk. Yang lebih parah, mungkin juga mereka rela berjalan kaki dari jarak yang sangat jauh dan memilih tak menumpang satu dari tiga angkutan umum yang seharusnya. “Ongkos bisnya kita belikan jeruk saja ya, buat bawaan. Nggak enak kalau nggak bawa apa-apa,” kata si Ayah kepada keluarganya. Kalimat sang Ayah itu, hanya bisa dijawab dengan tegukan ludah kering si kecil yang sudah tak sanggup menahan lelah dan panas berjalan beberapa ratus meter. Tak tega, Ayah yang bijak itu pun menggendong gadis kecil yang hampir pingsan itu. Ia tetap memaksakan hati untuk tega demi bisa membeli harga dari di depan keluarga besarnya walau hanya dengan sekantong jeruk. Menahan tangisnya saat mendengar lenguhan nafas seluruh anggota keluarganya sambil berkali-kali membungkuk, jongkok, atau bahkan singgah sesaat untuk mengumpulkan tenaga. Itu dilakukannya demi mendapatkan sambutan hangat keluarga besar karena menjinjing sesuatu. Setibanya di tempat acara, sebuah rumah besar milik salah satu keluarga jauh yang sukses, menebar senyum di depan seluruh keluarga yang sudah hadir sambil bangga bisa membawa sejinjing jeruk, lupa sudah lelah satu setengah jam berjalan kaki, tak ingat lagi terik yang memanggang tenggorokan, bertukar dengan sejumput rindu berjumpa keluarga. Namun, terasa sakit telinga, layaknya dibakar dua matahari siang. Lebih panas dari sengatan yang belum lama memanggang kulit, ketika kalimat itu terdengar, “Jeruk asam begini kok dibawa…” Duh. Jika semua tahu pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk bisa menjinjing sekantong jeruk tadi, pastilah semua jeruk asam itu akan terasa manis. Jauh lebih manis dari buah apa pun yang dibawa keluarga lain yang tak punya masalah keuangan. Yang bisa datang dengan kendaraan pribadi atau naik taksi dengan ongkos yang cukup untuk membeli seperti jeruk manis dan segar. Mampukah kita melihat sedalam itu? Sungguh, manisnya akan terasa lebih lama, meski jeruknya sudah dimakan berhari-hari yang lalu. Bayu Gawtama

 erva kurniawan 1:25 am pada 7 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Sepatah Kata Sepetak Surga Oleh Sus Woyo Ketika kecil, saya senang sekali mendengarkan orang-orang berpidato atau ceramah di tempat-tempat pengajian. Sampai suatu saat terbersit keinginan ingin seperti mereka yang pandai bicara. Atau bahkan dulu saya sering terkagum-kagum jika pada saat menjelang pemilu para juru kampanye yang mewakili partainya masing-masing begitu semangat membakar hati massa. Atau saya juga sangat sering terpukau dengan para politikus yang sedang berbicara atau berdiskusi di layar televisi. Yang ada dalam benak saya adalah bahwa mereka termasuk orang-orang hebat. Akhirnya saya terbuai untuk belajar bagaimana caranya berbicara di depan orang banyak. Baik lewat buku-buku ataupun mengikuti cara guru-guru saya ketika ngaji sore hari di surau kampung saya. Sebab ada pelajaran pidato. Seiring dengan perjalanana waktu dan seringnya ikut berkumpul dengan teman-teman di lingkungan kampung, maka saya makin terbiasa untuk ngomong di depan orang banyak, walaupun -tentu saja- tak sepandai seperti para tokoh yang saya sebut di atas. Akhirnya saya menjadi terbiasa sering ngomong berbagai macam hal di lingkungan tempat tinggal saya. Pada saat sudah tak ada masalah lagi dalam hal bicara di depan forum, tiba-tiba saya dihantui perasaan sangat khawatir. Tak hanya khawatir, bahkan sering dihantui ketakutan. Sampai beberapa lama saya malah sangat malas jika diberi mandat untuk sekedar berbicara di depan umum. Apalagi berkaitan dengan memberi pelajaran kepada orang lain. Sebagai contoh, memberi materi kuliah subuh di masjid. Walaupun pada akhirnya tetap saya kebagian untuk bicara juga. Karena tidak ada yang lain. Bagi saya hal ini merupakan tugas yang sangat berat. Kalau sekedar ngomong, berpidato, orasi, itu sesuatu hal yang mudah. Tapi tanggung jawab di balik kata-kata itu adalah sesuatu yang tidak gampang. Hasan Basri, sorang ulama shalafussaleh yang terkenal hati-hati dan zuhud, beberapa kali menunda, bahkan menolak membahas suatu hal dalam sebuah kajian keilmuan, bukan karena alasan apa-apa, tapi lebih karena ia sendiri belum pernah melaksanakan hal-hal yang akan diterangkan kepada umat. Lantas bagaimana dengan saya? Sudahkan saya melaksanakan shalat malam pada saat saya membacakan hadits tentang qiamullail? Sudahkah saya bersedekah, sementara saya sering membacakan nash tentang itu kepada orang lain?

Saya tentu saja bukanlah Hasan Basri si ulama wara’ itu, tapi melihat ke-hati-hati-an beliau dalam membuat “sepatah kata menjadi sepetak surga”, memang perlu ditiru. Dan rupanya bukanlah sesuatu hal yang mudah. Walaupun itu juga tak selamanya menjadi sebuah kesulitan. Karena kita semua memang sudah paham, bahwa bagi orang mu’min, antara kata dan perbuatan haruslah sama. Tidak boleh seperti orang-orang munafik, yang antara kata dan perbuatan selalu tidak sama. Wallahua’lam. ***

 erva kurniawan 1:17 am pada 6 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Nikmat Yang Terlewatkan Oleh Bunda Shafiya Saat itu kami; aku, bapak dan Shafiya sedang berada dalam perjalanan pulang ke rumah. Kami baru saja pulang dari menikmati semangkuk Soto Lamongan Cak Har *slruup* yang terkenal itu. Tepat di traffic light menuju ke arah Margorejo, mobil berhenti karena traffic light menunjukkan warna merah. Aku melayangkan pandangan ke seberang jalan. Nampak olehku sosok ibu pengemis dan anaknya yang sedang mesra bersenda gurau. Si anak rupanya haus dan alhamdulillah saat itu sang ibu ada rezeki untuk membelikan sekantung plastik es teh bagi si anak. Dengan penuh rasa kasih sayang kantung plastik es teh itu dibuka dari ikatannya dan diminumkan ke si anak dengan menggunakan sedotan. Tampak si anak sangat menikmatinya, kehausan barangkali. Setelah si anak puas, ibu itu pun mencicipi es teh itu sedikit dan ternyata walaupun es teh itu hanya bersisa sangat sedikit, mungkin hanya satu tegukan lagi sisanya, sang ibu itu tetap menyimpan sisa itu dengan hati-hati dengan mengikat kembali kantung plastik es teh itu.. Subhanallah! Betapa orang seperti mereka

sangat menghargai dan mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada mereka serta menjaganya dengan sangat hati-hati. Dadaku terasa sesak, bersamaan dengan itu air mata mulai menetes.. Teringat akan percakapanku dengan Shafiya di depot soto itu, “Nak, udah deh, ice tea-nya nggak usah dihabiskan. Ayo.. cepetan, Bapak sudah menunggu di mobil.” Betapa bodohnya aku yang malah mengajarkan anakku untuk berbuat suatu hal yang mubazir yang mencerminkan rasa tidak bersyukur padaNya. Astagfirullah. Bagi orang lain, peristiwa ini mungkin bukan sesuatu yang menarik untuk diceritakan. Tapi saya memaknainya lain. Alhamdulillah.Allah memberi saya petunjuk untuk selalu mensyukuri nikmatNya dalam ketaatan kepadaNya. Syukur Alhamdulillah. Ibu pengemis itu telah mengajarkan kepada saya cara untuk menghargai nikmatNya. Fabiayyi aalaa irabbikumaa tukadzdzibaan? Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang engkau dustakan? Pertanyaan retoris ini membuat saya tertunduk malu tiap kali mendengarnya. Betapa tidak! saya sering kali iri dengan nikmat yang ada pada orang lain. Saya memang tidak pernah sampai dalam tahap merasa dengki dan menginginkan agar nikmat orang lain itu hilang. Naudzubillah min Dzalik.. Tapi rasa iri saya membawa saya menjadi orang yang kufur nikmat. Padahal Allah selalu baik kepada saya. Dalam studi dan karir insya Allah saya selalu lancar. Ketika saya berdoa agar mendapat pendamping hidup yang sholeh, Allah dengan cepat mengabulkan permintaan saya. Ketika saya berdoa agar dikarunai anak yang menyejukkan pandangan orang tuanya, Allah dengan berbaik hati mengabulkan permohonan saya itu.. Namun.dari banyak nikmat yang ada, sedikit sekali saya mampu menyentuhkan dahi bersujud pada Allah untuk menyampaikan rasa terima kasih saya. Nikmat.. begitu banyak yang saya lewatkan tanpa mensyukurinya. Ya Allah.. janganlah golongkan saya menjadi orang-orang yang merugi karena kufur terhadap nikmatMu… (Tuhan) yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Quran. Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan keduanya tunduk kepadaNya. Dan Allah meninggikan langit dan Dia melektakkan neraca keadilan. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan jangan kamu mengurangi neraca itu. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluknya, di bumi itu ada buahbuahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bungabungaan yang harum baunya. Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? (Surat Ar Rahman: 1-13)

 erva kurniawan 1:03 am pada 31 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: abu bakar ( 2 ), cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Keutamaan Abu Bakar Ash Shiddiq Anas meriwayatkan dari Abu Bakr bahwa ia berkata: “Saya pernah berkata kepada Rasululloh ketika kami berdua berada dalam gua: ‘Sekiranya salah seorang melihat ke arah telapak kakinya pasti dapat melihat kita!’ beliau bersabda: ‘Bagaimana perkiraanmu wahai Abu Bakr jika ada dua orang sedang Alloh yang ketiganya.’” (HR. Bukhori dan Muslim) ‘Aisyah meriwayatkan bahwa Rasululloh pernah berkata kepadanya saat beliau sakit: “Panggilah Abu Bakr kemari, ayahmu, dan saudara laki-lakimu agar aku menulis sebuah pesan, sebab aku khawatir akan muncul orang yang berharap lalu berkata: ‘Aku lebih berhak.’ Sesungguhnya Alloh dan segenap kaum mukminin hanya rela menerima Abu Bakr.” (HR. Muslim) Jubeir bin Mu’thim meriwayatkan: “Seorang manusia datang menemui Rasululloh. Kemudian Rasululloh menyuruhnya agar datang di lain hari. Wanita itu bertanya: ‘Bagaimana jika nantinya aku tidak menemuimu lagi?’ Maksudnya bagaimana bila beliau telah wafat? Rasululloh menjawab: ‘Jika engkau tidak menemuiku maka temuilah Abu Bakr.’” (HR. Bukhori dan Muslim) Ketiga hadis di atas cukuplah menjadi bukti kuat bahwa Rasululloh mengangkat Abu Bakr menjadi khalifah sepeninggal beliau. Sebagaimana juga Rasululloh mengangkatnya menjadi imam sholat sewaktu beliau masih hidup. Demikian juga kaum muslimin telah sepakat mengangkat Abu bakr menjadi khalifah dan membaiatnya. Di antara hadis yang menjelaskan keutamaan Abu Bakr adalah hadis: “Andaikata aku akan mengangkat seorang khalil (kekasih) dari umatku niscaya aku angkat Abu Bakr, tetapi cukuplah sebagai saudara dan sahabatku. Sungguh Alloh telah mengangkat sahabat kalian ini (maksudnya diri beliau sendiri) menjadi khalil-Nya.” (HR. Bukhori dan Muslim) Dalam sebuah riwayat disebutkan salah satu keutamaan beliau yakni beliau masuk surga dari kedelapan pintunya. Disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ia berkata “Ayah dan ibuku menjadi tebusannya wahai Rasululloh, cukuplah seseorang dipanggil dari salah satu pintu tersebut, lalu adakah yang dipanggil dari seluruh pintu?” Rasululloh menjawab ”Ada, dan saya berharap engkau termasuk orang yang dipanggil dari seluruh pintu wahai Abu Bakr!” Diantara keutamaannya adalah beliaulah yang menginfakkan seluruh hartanya fisabilillah. Oleh sebab itu Rasululloh bersabda “Sesungguhnya yang paling besar jasanya padaku dalam persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakr.” (HR. Bukhari dan Muslim) Bahkan beliau termasuk sahabat yang paling banyak mengerjakan amal kebajikan dan termasuk yang terdepan daripada sahabat lainnya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa

Lalu apakah kalian hendak meninggalkan sahabatku itu?” beliau mengucapakan ucapan itu dua kali. beliau adalah sebaik-baik khalifah. yakni Rasululloh. Maka tidak ada yang berani mengganggu Abu Bakr setelah itu. Bukhori) Imam Al-Laaikaai meriwayatkan dari Zaid bin Ali bin Al-Husein bin Ali bin Abi Tholib. Lalu beliau bersabda “Sesungguhnya Alloh telah mengutusku kepada kalian namun kala itu kalian katakan ‘Engkau berdusta!’ Sedang Abu Bakr berkata ‘Engkau benar!’ Ia mengorbankan jiwa dan harta bendanya untuk membelaku. Al-Ajjuri meriwayatkan dari Abdullh bin Ja’far At Thayyar. yang paling utama dan paling disayangi oleh Rasululloh. paling taat. Lantas kaum muslimin pun membai’at beliau.Rasululloh bersabda. ‘Apakah engkau menyebutnya Ash-Shiddiq?’ Ayahku berkata ‘Celaka engkau.” (HR. Barangasiapa tidak menyebutnya Ash-Shiddiq niscaya Alloh tidak akan membenarkan ucapannya.” [Ali-Imron:144]” (Syarah Ushul I’toqod karangan Al-Laaikaai). Beliau adalah sahabat yang paling utama. (Disarikan dari terjemahan: Al-Ibanah Lima lish Shahabah minal Manzilah wal Makaanah) *** Dari Sahabat . “Siapakah diantara kalian yang menjenguk orang sakit pada hari ini?” tanya Rasul pula. orang terbaik diantara kami dan yang lebih dicintai oleh Rasululloh daripada kami semua. (HR. beliau berdoa: “Semoga Alloh mengampunimu wahai Abu Bakr!” beliau megucapakan tiga kali. “Seorang laki-laki datang menemui ayahku lalu berkata: ‘Ceritakan padaku perihal Abu Bakr!’ Ayahku berkata: ‘Apakah engkau bertanya tentang Ash-Shiddiq?’. kaum Muhajirin dan Anshor. Bukhori) Beliau adalah sebaik-baik hamba yang pernah menjadi khalifah. dan paling mulia. ia berkata: ”Abu Bakr Ash-Shiddiq adalah imam para syakirin” kemudian beliau membaca ayat “Dan Alloh akan memberi balasan kepda orang-orang yang bersyukur. ia berkata “Saat Abu Bakr memimpin kami. Umar berkata “Justru kami akan membaiatmu! Engkau adalah penghulu kami. Pergilah dan cintailah Abu Bakr dan Umar serta berikanlah loyalitasmu kepada keduanya. hamba yang lebih baik dariku telah menyebutnya Ash-Shiddiq. Selayaknyalah beliau mejadi suri teladan bagi setiap muslim setelah Rasululloh. Diriwayatkan dari Muhammad bin Ali bin Husein ia berkata. paling berani. Muslim) Itu hanya sebagian dari keutamaan beliau. Kemudian Rasululloh bersabda “Tidaklah terkumpul perkara tersebut pada seorang hamba kecuali pasti masuk surga. “Siapakah yang memberi makan fakir miskin pada hari ini?” tanya Rasul lagi. Apa yang terjadi setelah itu maka dirikulah menjadi tebusannya!’” Demikianlah sekilas keutamaan Abu Bakr. Dalam Shahih Al-Bukhori diriwayatkan bahwa ketika para sahabat berkumpul di aula Bani Sa’idah.” Lalu Umar meraih tangan Abu Bakr dan membaiatnya. Beliau adalah penghulu para sahabat. “Siapakah diantara kalian yang berpuasa pada hari ini?” Abu Bakr menjawab ”Saya!” Rasul bertanya lagi ”Siapakah diantara kalian yang mengiringi jenazah pada hari ini?” Abu Bakr menjawab ”Saya!”.” (HR. “Saya!” jawab Abu Bakr. Rasululloh telah mendoakan ampunan untuk Abu Bakr. kasih sayang kepada kami dan yang paling lemah lembut kapada kami. “Saya!” jawab Abu Bakr.

Ia rela merobek habis robekan demi robekan bajunya untuk menyumbat setiap lubang yang ada di dalam gua di malam hari karena takut binatang penyengat yang bersembunyi di dalamnya keluar mengganggu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika orang-orang musyrik mengepung keduanya. berwajah cekung dan pinggang kecil. Di saat semua orang meragukan dan mendustakan apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampaikan. Dari perkawinan dengan Qutaibah dihasilkan Abdullah yang ikut perang di Thaif dan Asma’. suatu saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Abu Bakar lalu menjulukinya ‘atiiqullah minan nar. cerita teladan ( 355 ). berdahi menonjol. seorang khalifah besar pengganti Rasulullah. . Ibunya menjelaskan. bahkan orang-orang kafir pun mengenalnya. dia seorang diri membenarkannya. cerita nasehat. wafat dalam keadaan memeluk Islam. Bukan hanya kaum muslimin yang mengenalnya. Qutaibah kemudian dicerai dan wafat pada usia 100 tahun. istri Az-Zubair. Pagi harinya. berpundak sempit. Panglima besar yang berhasil menundukkan kekuatan dan kecongkakan negara super power Romawi. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Abu Bakar Ash Shidiq Khalifah Rasulullah Penulis: Al-Ustadz Ahmad Hamdani Ibnu Muslim Siapa yang tak mengenal Abu Bakar Ash-Shiddiq radiallahuanhu. akan tetapi karena keimanan yang kokoh di hati yang membuahkan pembenaran terhadap semua apa yang dikabarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Secara fisik ia seorang yang berbadan kurus. cerita islami ( 282 ). Ia memiliki beberapa anak. Setelah tahu apa yang terjadi. Rasulullah menanyakan di mana pakaiannya. Dialah Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Amir bin Ka’ab bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Luai yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Bakar Ash-Shiddiq radiallahuanhu. erva kurniawan 1:56 am pada 30 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: abu bakar ( 2 ). orang yang dibebaskan Allah dari api neraka. kisah teladan ( 352 ). manusia paling mulia dari umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. kisah islami ( 268 ). Ibunya bernama Ummul Khair As-Sahmi binti Shakhr bin ‘Amir. Keagungan dan kemuliaan Abu Bakar bukan karena ketampanan dan kegagahannya. Rasulullah mendoakannya menjadi orang yang mempunyai derajat tinggi di jannah.

kisah islami ( 268 ). tidak bergaya hidup mewah dan rendah hati. menjadi saksi atas ketinggian ilmunya.Perkawinannya dengan Ummu Ruman melahirkan ‘Aisyah x (istri Rasulullah) dan Abdurrahman. memerintah rakyatnya mengikuti syariat dan tidak mengadakan bid’ah. sewaktu Rasulullah wafat orang-orang Muhajirin dan Anshar sepakat membaiatnya menjadi khalifah. Al-Imam Ibnul Jauzi sumber : http://www.com  erva kurniawan 1:52 am pada 11 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). bahwa ia bukanlah orang yang terbaik. Ia seorang khalifah yang adil. Sebelum masuk Islam. Abdurrahman masuk dalam barisan kaum musyrikin yang memerangi Rasulullah. Wallahu a’lam. Abu Bakar radiallahuanhu melebihi shahabat lainnya. Namun dalam perang Badr ia baru masuk Islam. Abdullah bin ‘Umar c mengabarkan bahwa Abu Bakar radiallahuanhu sakit karena wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga menyebabkan kematiannya. Karenanya. Dari sisi keilmuan. Dari istrinya yang lain yang bernama Asma’ binti ‘Umais melahirkan Muhammad dan dari Habibah binti Kharijah bin Zaid melahirkan Ummu Kultsum x yang dinikahi shahabat Thalhah bin Ubaidillah z. cerita nasehat. *** Bacaan: Shifatush Shafwah. dalam usia 63 tahun. kisah teladan ( 352 ). ditambah adanya hadits yang memerintahkan kaum muslimin untuk kembali kepada “dua bulan” (Abu Bakar dan ‘Umar) bila mengalami suatu perselisihan. Tak lama setelah diangkat jadi khalifah ia berkata. Banyak fatwa yang ia keluarkan di hadapan Rasulullah dan beliau menyetujuinya. Bila ia baik minta diikuti dan bila menyimpang ia minta diluruskan. Diangkatnya Abu Bakar menjadi imam shalat pengganti Rasulullah r.asysyariah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Di Balik Permainan Ini . Ahli sejarah menulis Abu Bakar z wafat antara waktu Maghrib dan ‘Isya pada hari Rabu bulan Rabi’ul Awwal tahun 13 H. cerita teladan ( 355 ).

saya akan meletakkannya di tengah karpet. hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa. ditangan kiri saya ada kapur. musuh musuh kita memaksakan kepada kita dengan perbagai cara. Dan diulangkan seperti tadi. jika saya angkat pensil. maka sebutlah “Pensil!”. sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend. Paham?” tanya Guru kepada muridmuridnya. berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang susah. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut. Mulanya yang haq itu haq. Dan anda mulai dapat mengikutinya. di tangan kanannya ada pensil. “Ini ada Qur’an. pakaian seksi menjadi hal yang lumrah. yang bathil itu bathil. maka berkatalah “Kapur!”. untuk menukarkan sesuatu. . “Paham guru…” “Baik permainan kedua…” begitu Guru melanjutkan. begitulah kita umat Islam. “Baik sekarang perhatikan. Dan tanpa disadari. dan sebaliknya.Seorang ibu guru sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. tapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka. Namun kemudian. “Murid-murid. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan waktu. semakin lama semakin cepat. di tangan kanan ada pensil. permainan berhenti. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat. Sekarang anda berdiri diluar karpet. “Saya ada satu permainan… Caranya begini. Ibu guru itu berkata. bagaimana caranya mengambil Qur’an yang ada ditengah tanpa menginjak karpet?” Murid-muridnya berpikir. Permainannya adalah. tentu saja murid-murid tadi keliru dan kikuk. tanpa rasa malu. Namun lambat laun. Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya. mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Di tangan kirinya ada kapur. Zina tidak lagi jadi persoalan. jika saya angkat pensil ini. Selang beberapa saat. Jika saya angkat kapur ini.” “Semuanya sudah terbalik. maka berkatalah “Pensil!” Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. anda sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. dan sangat sukar untuk mengubahnya. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. dari yang haq menjadi bathil. dan lain-lain. Jika saya angkat kapur. Kita begitu jelas membedakannya. maka katakanlah “Kapur!”. materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain. “Keluar berduaan.

kursi dipindahkan dulu. minta ijin untuk share • Saeyfullah 9:23 pm pada 27 Januari 2011 Permalink Ijin share beberapa artikel. Begitulah Islam. Ia tidak akan menghantam terang-terangan. tapi ia akan perlahan-lahan mempengaruhi anda. sehingga anda tidak sadar. pakaian dan lain-lain. bu?” tanya murid-murid. sehingga meskipun anda muslim. dan ia ambil Qur’an.” “Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). tentu susah kalau dimulai dgn pondasinya dulu. Tapi sekarang tidak lagi. mereka tidak akan sadar. *** Dari Sahabat • hilmi 10:09 am pada 11 Januari 2011 Permalink sungguh pelajaran yang amat berharga. “Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat. Lemari dikeluarkan dulu satu persatu. dan lain-lain. maka bangunlah aqidah yang kuat. “Murid-murid. Perang Tartar. akhirnya hancur. dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang…” Matahari bersinar terik takala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya… Renungilah Sahabat Semua. kita selesaikan pelajaran kita kali ini.” “Begitulah Islam… Kalau diserang perlahan-lahan. maka dibuatlah pondasi yang kuat. Sebaliknya. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir. baru rumah dirobohkankan…” “Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. “Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan. digulungnya karpet. “Kalau begitu. Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh kita… “ “Kenapa mereka tidak berani terang-terang menginjak-nginjak. tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka… Dan itulah yang mereka inginkan. tidak menginjak karpet. cara hidup. jika ingin membongkar rumah. mereka akan bangkit serentak. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka.Akhirnya Guru memberikan jalan keluar. Ia memenuhi syarat. misalnya Perang Salib. tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu. jika ingin kuat. Mulai dari perangai anda. baru mereka akan sadar”. begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya…Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-nginjak anda dengan terang-terang…Kerana tentu anda akan menolaknya mentah mentah. bolehkah? .

• erva kurniawan 9:55 am pada 28 Januari 2011 Permalink Boleh. kisah islami ( 268 ). Tempat Lahir Tidak ada referensi yang cukup untuk menjelaskan secara detail tentang sejarah kelahiran Beliau. namun menurut penemuan saya (yakni pentahqih). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Imam Al Barbahary Rahimahullah Nama. cerita teladan ( 355 ). cerita nasehat. namun sangat disayangkan guru Beliau yang tercantum dalam literature hanya dua orang saja: . Imam al Barbahary banyak bergaul dengan para ulama murid-murid Imam Ahlu sunnah Ahmad bin Hanbal dan Beliau banyak mengambil ilmu dari mereka dan kebanyakan mereka berasal dari Baghdad. beliau lahir dan besar di Baghdad sebagaimana yang dikenal dan masyhur di kalangan kaum muslimin terutama para alim ulama. Guru dan Petualangan Beliau dalam Mencari Ilmu Imam al Barbahary sangat menonjol dalam petualangan mencari ilmu dan memiliki perhatian besar dalam ilmu agama. dan Nasab Beliau seorang imam. Kunyah. Beliau adalah Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Kholaf al Barbahary. mujahid. silahkan  erva kurniawan 1:49 am pada 9 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kisah teladan ( 352 ). Yang Demikian ini menjadi bukti bahwa beliau besar dan tumbuh di tengah lingkungan ilmu yang kental dengan sunnah yang memberi pengaruh besar pada dirinya. nisbat kepada daerah Barabahar salah satu daerah lembah di benua India . Beliau banyak menimba ilmu dari para imam dan ulama sahabat Imam Ahmad bin Hanbal. tokoh ulama panutan lagi disegani yang bermadzhab Hanabali dan pemuka ulama pada zamannya.

ahli ibadah. Di antara hal-hal yang menjadi bukti bahwa beliau seorang ulama yang disegani dan memiliki kedudukan mulia: Murid Beliau Ibnu Baththoh berkata: “Saya mendengar al Barbahary ketika seorang jamaah haji berkata: ‘Wahai kaumku! Jika beliau butuh bantuan seratus ribu dinar dan seratus ribu dinar hingga lima kali lipat maka aku siap membantunya. Sahal bin Abdulloh bin Yunus At Tustary Abu Muhammad. kedudukan dan kebersihan hidupnya. sahabat karib Imam Ahmad bin Hanbal. Muhaddits dan pemuka ulama Baghdad. Kedudukan dan Pujian Para Ulama Imam al Barbahary seorang imam yang sangat disegani. Abu Abdillah al Faqih berkata: “Jika ada orang yang berasal dari Baghdad senang terhadap Abul Hasan bin Basysyar dan Abu Muhammad al Barbahary. Syiah dan rafidhoh. terdepan dalam anti kemungkaran dan berlepas diri dari kebathilan.” Ibnul Jauzi berkata: “Dia seorang ulama pengumpul ilmu.” Ibnu Baththoh berkata: “Jika beliau menghendakinya maka dia bisa memperolehnya dari para jamaah”. atsar dan fiqh yang dihadiri oleh para imam ahli hadits dan fiqh. serta mumpuni dan terpercaya dalam meriwayatkan atsar”. Wafat pada bulan Muharrom tahun 233 H dalam usia 80 tahun. zuhud dan memeiliki mutiara hikmah dan karomah srta kelebihan. tokoh panutan. Tasawuf.” Ibu Katsir berkata: “Beliau seorang ulama yang zuhud. Majlis ta’limnya dipenuhi dengan pengajian tentang ilmu hadits. Imam adz dzahabi dalam kitab al ‘Ibar berkata: “Dia seorang ahli fiqh dan tokoh pantuan. Ahmad bin Muhammad bin al Hajjaj bin Abdul Aziz abu Bakar al Marwazi. tegas dalam menyampaikan kebenaran. faqih. Beliau sangat disegani dan terhormat di hadapan para pemimpin dan para sahabatnya. wafat pada tanggal 6 Jumadil Ula tahun 275 H 2. pengajak kembali kepada sunnah dan atsar. Dalam buku ini beliau sangat memperhatikan bahaya bid’ah dari mulai yang kecil hingga yang besar sebagaimana beliau katakan dalam masalah nomor (6): “Waspadalah . dia salah seorang imam yang berilmu dan banyak hafalannya. Mu’tazilah.” Ibnu Abi Ya’la berkata: “Imam al barbahary Memiliki banyak kelebihan dan keistimewaan dalam urusan agama. ulama ahli fiqh dari kalangan madzhab Hanbali. seorang imam. Asy’Aryah. dan sangat tegas terhadap ahli bid’ah.1.” Sikap Beliau terhadap Ahli Bid’ah Imam al barbahary bersikap sangat tegas terhadap ahli bid’ah dan sangat gencar dalam memerangi mereka baik dengan tangan atau tulisan tanpa keluar dari kaidah ahlu sunnah dalam mengambil sikap dan bermuamalah terhadap mereka. ketahuilah dia termasuk ahlu sunnah”. Beliau memiliki posisi dan kedudukan yang sempurna.” Sikap Zuhud dan Wara Beliau Imam al Barbahary sangat dikenal kezuhudan dan wara’nya dan sebagai bukti kuat apa yang telah dikatakan oleh Abul Hasan bin Basysyar: “Imam al Barbahary telah berlepas diri dari harta warisan dari bapaknya sebanyak tujuh puluh ribu dirham. Beliau memiliki kedudukan mulia di kalangan para pemimpin dan pra pembesar negara. Beliau sangat komitmen dalam kemurnian ajaran dan proaktif dalam menyingkirkan kotoran bid’ah dan hawa nafsu baik dari pemikiran Jahmiyah. Serta sangat berwibawa dan disegani oleh orang alim dan orang awam.seorang imam. Adapun pujian para ulama terhadap beliau antara lain: Ibnu Abi Ya’la berkata: “Dia seorang pemuka ulama di tengah kaumnya. baik dengan Tangan maupun lisan. ulama terekemuka dari kalangan madzhab Hanbali di Iraq baik dalam pemikiran. sangat ahli dalam memberi nasihat dan sangat tegas dan keras terhada ahli bid’ah dan pelaku maksiat. zuhud.

wafat pada bulan Muharrom tahun 387 H. Ahmad bin Kamil bin Kholaf bin Syajarah Abu Bakar.” Beliau berkata dalam maslah n omor (9): “ketahuilah. Di antara Murid-Murid Beliau 1. 2. maka perhatikanlah ucapan beliau: “Perumpamaan ahli bid’ah laksana kalajengking yang mengubur kepala dan tubuhnya di dalam tanah lalu mengeluarkan ekornya yang berbisah. dan kedua orang yang sengaja menentang kebenaran dan menyelisihi orang-orang yang bertaqwa dari generasi sebelumnya sebelum mereka.” Masih banyak ucapan beliau yang sangat bagus dan berbobot dalam buku ini yang memberikan gambara secara jelas tentang karakter ahli bid’ah seakan-akan kamu menyaksikan mereka di dean mata. perawi buku ini (syarhus Sunnah) yang meriwayatkan dari penulis. pertama orang yang tersesat dari jalan lurus sementara dia tidak menginginkan kecuali kebaikan. Abu Abdillah bin Ubaidulloh bin Muhammad al ‘Ukbary yang dikenal dengan Ibnu Baththoh. dialah orang yang telah tersesat dalam kesesatan dan menyesatkan. orang yang tersesat dari jalan lurus ada dua macam. jangan tergesa-gesa dan cepat membenarkan suatu ucapan tersebut hingga kamu bertanya dan memperhatikan apakah ucapan itu pernah disampaikan oleh para sahabat Nabi atau para ulama ahli sunnah? Jika kamu mendapatkan atsar dalam hal tersebut (maka) peganglah dan jangan sampai kamu melampaui batas. Seorang imam dan ahli fiqh serta tokoh panutan. maka kekelirun orang tersebut tidak boleh diikuti karena ia telah hancur. ahli pemberi nasihat. Murid-Murid Beliau Banyak orang yang menimba dan mengambil faidah agama dari beliau karena beliau adalah tokoh panutan dalam ilmu dan kemuliaan. dan bila ada kesempatan ia langsung tanpa gamang menyengatmu. .” Beliau juga berkata dalam nomor (64) berkata: “Jika ada seorang yang suka menghujat dan menolak atsar atau mengingkari hadits Rasul sholallohu ‘alaihi wa salam maka jadikanlah dia seorang yang tertuduh dalam Islam sebab dia seorang yang buruk pemikiran dan madzhabnya.” Beliau juga menjelaskan bahaya penyebaran bid’ah dan memberi peringatan keras kepada kita agar tidak terjatuh ke dlam cara-cara dan praktek kebid’ahan sebagaimana ucapan beliau pada masalah no (8): “Perhatikanlah setiap ucaapan orang pada zamanmu. tokoh panutan dan ahli hikmah. Sikap seperti itu bisa menjadi contoh mulia sebagai bentuk sikap ulama ahli sunnah terhadap ahli bid’ah dan kebathilan dan kesesatan. sebab bid’ah yang remeh dan keil bila dibiarkan akan menjadi besar.” Beliau dalam masalah nomor (101) berkata: “Ketahuilah kebid’ahan hanya tumbuh dan datang dari kaum puritan lagi kerdil ilmu yang suka ikut-ikutan dan mudah terombang-ambing oleh arus.” Jadi beliau bersikap sangat tegas terhadap ahli bid’ah sebagai bukti betapa tingginya perhatian beliau terhadap sunnah dan betapa besarnya ghirah beliau terhadap sunnah saat ada orang sesat yang ingin menghantamnya.terhadap bid’ah meskipun dianggap remeh. pemilik karomahdan kedudukan mulia. begitu juga ahli bid’ah yang senantiasa bersembunyi dari penglihatan orang dan ketika mendapat kesempatan ia langsung tanpa gamang menyebarkan racun dan bisa kebid’ahan. wafat bulan Dzul Qo’dah tahun 387 H 3. Seorang imam. dan jangan memililh-milih darinya sehingga terjatuh dalam neraka. Muhammad bin Ahmad bin Ismail al baghdadi Abul Husain bin Sam’un.

Dan Alloh membalas perbuatan Ibnu Muqlah yang akhiranya sang Kholifah marah kepadanya sehingga dia melarikan diri lalu dipecat oleh Kholifah al Qohir dari jabatannya dan rumahnya dilempari api. namun saya tidak mendapatkan karya-karya ilmiah beliau kecuali hanya tulisan ini dan penjelasannya akan diuraikan nanti Cobaan dan Wafat Beliau Dikarenakan kedudukan Imam al Barbahary yang tinggi dan mulia.4. mereka lebih berani dalam melarang segala kebid’ahan dan melawan ahli bid’ah. Ketika Imam al Barbahary melewati daerah bagian barat lalu beliau bersin dan para sahabat beliau mendoakan hingga tedengar suara gemuruh maka sang kholifah mendengar dari dalam tandunya . Di Antara Syair beliau: Barangsiapa yang puas dengan apa yang dimiliki maka Dia menjadi orang kaya dan selalu tetap di atas agama Betapa tingginya kedudukan qona’ah membuat orang Rendahan menjadi mulia Jiwa seseorang menajdi sempit ketika dalam kemiskinan namun bila ia mendekat kepada Tuhannya semua menjadi luas Karya-Karya Beliau Para penulis biografi menyebutkan bahwa beliau memiliki banyak tulisan. Lalu Imam al barbahary kembali lagi kepada kedudukan semula di negeri itu hingga ketika Abu Abdillah bin Arofah yang dikenal dengan Nafthowaih wafat. Demikian itu terjadi pada bulan Safar tahun 323 H dan pada tahun itu beliau semakin nak daun dan tenar serta para sahabat beliau semakin diperhitungkan. sedangkan duduk-duduk untuk berdebat adalah penutup pintu faidah. Kemudian dia ditangkap pada tanggal 6 bulan Jumadil akhir tahu 322 H kemudian dimasukkan penjara dan disiksa dengan dicongkel kedua matanya hingga menjadi buta. Ibnu Muqlah pada tahun 321 H untuk menangkap Imam al barbahary dan para sahabatnya lalu beliau bersembunyi. Muhammad bin Muhammad bin Utsman Abu Bakar Al Khathib berkata: “Telah samapi kepadaku bahwa dia suka hidup sederhana dan memiliki madzhab yang sangat bagus namun sering meriwayatkan riwayat yang mungkar dan bathil. berwibawa lagi disegani oleh semua kalangan baik yang alim atau yang awam dan terhormat di klalangan para pemimpin maka ahli bid’ah senantiasa membuat makar untuk memperdaya beliau dalam rangka untuk menghancurkan karier beliau dan menjilat kepada para pemimpin hingga Kholifa al Qohir memerintahkan kepada mentrinya. dan sebagian besar sahabatnya ditangkap dan dibawa ke Bashroh. banyak sekali orang yang hadir untuk mensholatkan jenazahnya dan Imam al Barbahary mendapat kehormatan untuk menjadi Imam sholat jenazah tersebut.” Mutiara Ucapan Beliau Abu Abdillah bin Baththoh berkata: “Saya mendengar Abu Muhammad al Barbahary berkata:’Dudukduduk untuk saling memberi nasihat adalah pembuka pintu faidah.’ Beliau berkata: “Manusia berada dalam ketertipuan terusmenerus”.

kisah teladan ( 352 ). maka datang seorang yang ahli dalam memandikan mayyity ke rumah lalu pintu ditutup agar tidak diketahui oleh orang kemudianorang tersebut menshalatkan sendirian. mereka berusaha memfitnah Imam al barbahary hingga Kholifah ar Rodhiy memerintahkan Badr al Harosiy kepala polisi bagian transportasi dan komunikasi di daerah Baghdad. Penerbit: Dar El-Hujjah)  erva kurniawan 1:35 am pada 8 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).” *** (Di tulis kembali dari: Buku “Syarhus Sunnah-Penjelasan Tuntas Bahwa Islam itu adalah Sunnah dan Sunnah itu adalah Islam. kamu telah menghancurkanku bersama saudaraku. beliau terserang pendarahan hebat hingga wafat. saudaru Tuzun berkata kepada pembantunya: “Caarilah orang yang ahli dalam memandikan mayat.” Pada saat pemilik rumah melihat dari kejauhan tampak ruangan rumah dipenuhi kaum laki-laki yang berpakaian putih dan hijau maka ia berusaha untuk mendekati namun ketika sholat jenazah usai mereka menghilang.” Saudari Tuzun berkata: “Kuburlah dia di dalam rumahku dan jika nanti aku meninggal dunia kuburkanlah (aku) di sisinya. Maka Imam al Barbahary dengan gerak cepat mencari tempat persembunyian dan pindah dari daerah bagian barat menuju bagian timur lalu bersembunyi di daerah tersebut hingga beliau wafat dalam masa persembunyian pada bulan rojab tahun 329 H. Ketika beliau wafat. Lalu pembantu berkata: “Wahai tuanku. lalu pemilik rumah memanggil pembantu tersebut lalu berkata: “Wahai Hajjam. Ibnu Abi Ya’la berkata: “telah bercerita kepadaku bahwa Muhammad bin Hasan al Muqriy berkata bahwasannya kakek dan nenekku berkata kepadaku: ‘Abu Muhammad al Barbahary bersembunyi di rumah saudari Tuzun di daerah bagian timur daerah al Hammam jalan raya as Silsilah. hal 5-13. Para ahli bid’ah tidak bosan-bosan untuk terus menerus membuat makar keji dan kebohongan dengan menjilat kepada Kholifah ar radhiy. cerita teladan ( 355 ).kemudian bertanya tentang kejadian tersebut dan dikabarkan kepadanya hingga sang kholifah merasa takjub dengan sikap tersebut. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . cerita nasehat. pembela sunnah dan sangat keras terhadap ahli bid’ah dan kaum zindiq. dia seorang imam dan tokoh panutan. agar melarang para sahabat Imam al Barbahary berkumpul dan bertemu. engkau juga melihat apa yang aku lihat?” Ia Menjawab: “Ya” pembantu berkata: “Inilah kunci-kunci rumah dan rumah dalam keadaan tertutup.” Semoga Alloh merahmati Imam al Barbahary dan memberi balasan yang besar. kisah islami ( 268 ). selama satu bulan dalam persembunyian.

yakni pada tahun 864 H. 5 Safar 855 H. kecuali ibnu Iyas dan Ismail Pasha al-Bagdadi yang menganggap bahwa kelahiran as-Sayuthi adalah pada bulan Jumadil akhir. Minhaj fiqh. Ayahnya meninggal dunia pada malam senin. serta di panggil dengan nama abdul Fadhal.Selanjutnya ia menekuni berbagai bidang ilimu dan saat itu usianya baru menginjak usia 16 tahun. dan nisbat yang dimilikinya: As-Sayuthi nama lengkapnya adalah Al-Hafizh Abdurrahman ibnu Al. Kelahiran dan pertumbuhannya: As-sayuthi dilahirkan di wilayah Asyuth sesudah magrib pada malam ahad.Imam Al Hafidz Jalaluddin Abdurrahman As Suyuti Nama. Perjalanan dan masa menuntut ilmu: Pada usia yang amat sangat muda ia telah hafal Al-Quran. dan mengambil ilmu Faraid dari ulama di jamannya yakni Syeikh Syihab ad-Din asy-Syarmasahi. Namun tidak ada seorangpun diantara mereka yang saya ketahui menekuni ilmu secara sungguh-sungguh kecuali ayah saya. antara lain ada diantara mereka yang menjadi kepala pemerintahan di daerahnya. dan hafalan ini menjadi sempurna betul ketika ia menginjak usia 8 tahun. ada pula yang menjadi Hakim Perdata. bulan Rajab 849 H. Ia mempelajari Fiqh dan Nahwu dari beberapa guru.Kamal Abi Bakr bin Muhammad bin Sabiq ad-Din Ibn Al-Fakhr Utsman bin Nazhir ad-Din al-Hamam al-Khudairi al-Sayuthi. Setelah itu ia lanjutkan dengan menghafal kitab-kitab semisal al-`Umdab. Darinya lahir tokoh-tokoh dan pemimpin. seorang ahli hakikat dan guru tarekat. Ia menghubungkan garis keturunannya demikian: Kakek buyut saya adalah Damam adDin. dan para sejarawan sepakat tentang tahun kelahiran ini. dan Al-fiyah ibn Malik. dan diberi gelar Jalaluddin. Ia berasal dari keturunan non arab. yang dalam hal ini asysayuthi sendiri pernah mengatakan: Ada seorang yang bisa saya percaya pernah menuturkan kepada saya. bahwa dia pernah mendengar ayah saya mengatakan bahwa kakek buyut ayah adalah orang non arab dari timur. begitulah ia mengatakannya sendiri. Garis keturunan. Penulis Mu`jam al-Mallifin menambahkan: Athaluni al-Mishri Asy-Syafi`i. lalu menimba ilmu Fiqh kepada syeikhul Islam Al-Balqini . pada saat ia masih berusia 6 tahun. Ia dibesarkan dalam keadaan yatim piatu. dan ada pula yang menjadi pedagang. Al-Ushul.

murid dan sejawatnya: as-Sayuthi mengakui sekitar seratus lima puluhan orang ulama sebagai gurunya. Al-Fiyah ibnu Malik. Sementara itu beribu-ribu orang telah pula berguru kepada dirinya. sehingga hanya dalam waktu 22 tahun saja ia telah membanjiri perpustakaan-perpustakaan Islam dengan karya-karyanya dalam berbagai bidang. juga mempelajari Alfiah karya al-`Iraqi. Dari ulama yang disebut terakhir itu. Dimyat. Syarh-Asyudur. Pengaruh intelektualitasnya: Begitu usianya menginjak 40 tahun.Ia banyak melakukan perjalanan untuk menuntut ilmu. dan mendengarkan pengajian kitab al-Mutawassith serta as-Safiyah berikut syarhnya yang ditulis oleh al-Jarudi yang disampaikan oleh ulama ini. Guru.`Ali alAsymuni. lalu menyusun buku-buku ringkas tentang ilmu-ilmu ini. melalui para ahli bahasa dan Balaqhah. Ma`ani. yakni ilmu dirayah hadits. al Mughni – sebuah kitab Ushul Fiqh Mazhab Hanafiyah dan syarhnya pada Syams alMarzabani al-Hanafi. Dari ulama ini ia menyerap ilmu Tafsir dan Ushul. antara lain ke kota Al-Fayun. Tidak ada hal lain yang dapat diketahui tentang dirinya dalam persoalan ini. as-Sayuthi menyerap ilmu yang tidak terhingga jumlahnya. ilmu . Selain itu. serta pengajian-pengajian yang diberikan oleh al`alamah asy-Syamani dan al-Kafiji. Nahwu. telah mampu membentengi dirinya dari penyimpangan-penyimpangan yang banyak dialami oleh para pengikut aliran sufi. Akidahnya: Dari karangan-karangan yang membela para sahabat dan tetap berpijak pada sunnah. hingga ulama ini meningggal dunia. Ia pernah pula dikirim orang tuanya mengikuti majelis yang diselenggarakan oleh al-Hafidz ibnu Hajar. dan mengkaji shahih Muslim sampai hampir tamat. lalu menuju Syam dan Hijaj. yang jauh menyimpang dari Al-Quran dan Sunnah. Kegiatannya menuntut ilmu: Di dalam usahanya menuntut ilmu as-Sayuthi telah mendatangi syeikh Safuddin Al-Hanafi dan berulangkali mengkaji kitab Al-Mukasyaf dan At-Taudhih. Kendatipun demikian. dan dilanjutkan oleh putranya `Ilmuddin Al-Balqini. bahasa dan ma`ani. ia tetap mengatakan bahwa ia tidak banyak mempelajari ilmu-ilmu riwayat. selain kecendrungannya kepada tasawuf yang telah dirintis oleh kakek buyutnya Hamam. dan diantara mereka yang paling menonjol antara lain: Syamsudin asy-sakhawi. Lalu secara tetap pula mengikuti pengajian yang diberikan oleh Saifudin muhammad bin muhammad al-Hanafi. As-Sayuthi kemudian dikenal dengan orang yang begitu dalam ilmunya. dan menunjukkan perhatian dalam bidang karang-mengarang. Bayan dan Badi`. dalam tujuh disiplin ilmu : Tafsir Hadist. Al-Mihlah. maka tampaklah bahwa mazhab yang dipilihnya adalah mazhab ahlus sunnah. dan yang menonjol diantaranya adalah: Ahmad zas-Syarmasahi ‘Umar al-Balqini Shalih bin Umar bin Ruslan al-Balqini Muhyidin al-Kafiji Al-Qadhi syarafudin al-Manawi. melebihi perhatiannya terhadap masalah yang dianggapnya paling penting dalam disiplin ilmu ini. Sesudah itu ia tinggal bersama asy-Syaraf al-Manawi. Ia kemudian berguru kepda Al-Ustadz Muhyiddin Al-Kafayaji selama 14 tahun. ilmunya yang demikian mendalam tentang Al-Qurn dan sunnah. dan menghadiri pengajian ilmiah yang diberikan al-Balqini. Kepada ash-Shyairafi di samping kita-kitab lain seperti As Syifa`. Fiqh . Dari ulama ini as-Sayuthi menimba ilmu yang tidak terbilang juga banyaknya. ia segera mengasingkan diri dari keramaian.sampai yang disebut terakhir ini wafat. India dan al-Maghrib (Maroko). dan seterusnya ke Yaman. Kendatipun demikian.

dalam jumlah sekitar 600 judul. Natsr al-Abir fi Takhrij Ahadits asy-syarkh al-Kabir Wafatnya: Hidup syaikh as-syayuthi sarat dengan kegiatan menghimpun ilmu dan mengarang. cerita teladan ( 355 ). kisah islami ( 268 ). Bandung. *** Dikutip dari: Proses lahirnya sebuah Hadits karya: Al-Hafizh Jalauddin as-Sayuthi. Al al-fiyah fi al-Hadits. al-Jami` ashShaghir wa Dzailuh. Penullis hidayah alA`rifin mengemukakan sejumlah besar karangan yang telah ditulis oleh asy-Sayuthi yan jumlahnya mendekati apa yang kami sebutkan itu. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Senang di Dunia. Senang di Akhirat . sirah Nabawiyah. 1406 H – 1985 M. kisah teladan ( 352 ). bahasa Arab dengan berbagai cabang ilmunya. Fiqh dan Ushul Fiqh. Nampaknya karena sakit yang di derita inilah ia lalu meninggal dunia pada hari kamis. lalu dimakamkan di Hausy Qousun. Cukuplah sekiranya di sini bisa kami sebutkan saja beberapa diantara karya-karyanya yang paling menonjol dalam ilmu Hadits lantaran kaitannya yang demikian erat dengan topik kajian kita sekarang ini. Marqat ash-Shu`ud Syarkh Sunan Abi Dawud. hal:41-45. Jam`u aljawami` Aw al-jami` al-Kabir. Durr as-sahabah Fi Man Nazal al-Nishir Min al shahabah.As`af al-mabtha` bi Rijal al-Muhtha`. 19 Jumadil Ula 911 H di tempat kediamannya. cerita nasehat. Kedua: Dalam ilmu Hadits. Untuk itu ia mengeram dirinya di rumah dalam kamar khusus yang di sebut Raudhah al-Miqyas dan hampir-hampir tidak beranjak dari situ. semisal tafsir dan ilmu tafsir. Pertama: tentang Hadits Zahr ar-Rabbiy Ala Mujtaba Li an-Nasa`I Al-Hawalik `Ala Muwaththa` Malik. dan Tarikh.  erva kurniawan 1:51 am pada 7 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Hadits dan ilmu Hadits. yang diakui sebenarannya oleh yang bersangkutan. Tadrib ar-Rawi bi syarkh Tawqrib an-Nawawi. Penerbit: PUSTAKA. Ia terus menerus terlibat dalam hal ini hingga akhir hayatnya sesudah menderita sakit dan kelumpuhan total pada tangan kirinya selama seminggu.

seorang sufi bernama Ma’ruf al-Kurkhi sedang duduk-duduk bersama murid-muridnya. “Lihatlah orang-orang itu. mereka pun melanjutkan kesenangan mereka. yaitu bermain remi sambil berjudi kecil-kecilan. “Mereka berbuat maksiat secara terangterangan. Wajah-wajah mereka kusam. Mata di wajah mereka merah. apalagi kepada sesama manusia. Padahal dengan seperti itu pun mereka sudah berbuat macam-macam. di teras rumah yang berada di depan rumah saya —maksud saya: rumah kontrakan saya— di daerah pinggiran Jakarta. para pendatang— seolah-olah yang diharuskan memahami kesenangan para pemuda setempat itu. penghuninya adalah keluarga muda yang memiliki bayi baru berumur sekian bulan. Kencang. sebuah kitab tentang tasawuf yang telah berusia lebih dari seribu tahun karya Abu Qasim al-Qusyairi. teras rumah yang berada di depan rumah saya itu akan sepi. Justru kami —saya dan beberapa penghuni kontrakan lain.” . Terkadang tertawa terbahak-bahak. Mereka memainkan alatalat musik dan bernyanyi-nyanyi sambil meminum minuman keras. Dalam kondisi seperti itu tentu saja mereka tidak bisa diharapkan untuk memahami suasana. Mereka tidak malu kepada Tuhan. Suatu ketika. Mungkin. Setelah bekal kembali terkumpul. Mereka akan bubar jika lintingan-lintingan ganja itu telah habis. Setelah itu mereka melanjutkan dengan kesenangan yang lain. Kemudian. Duduk melingkar sambil membicarakan apa saja. lewatlah rombongan yang tampaknya sedang merayakan sesuatu. Kecuali jika mereka kehabisan ‘bekal’. Apalagi rumah yang terasnya mereka tempati untuk nongkrong. para pemuda itu berpikir: kami tidak akan berbuat macam-macam jika kalian membiarkan kami menikmati kesenangan kami. beberapa pemuda selalu menghabiskan waktu selama beberapa jam untuk bersenang-senang: menikmati lintingan ganja. Hampir setiap hari mereka seperti itu.” kata salah seorang muridnya. saya selalu teringat kisah dalam alRisslah al-Qusyayriyyah fi ‘Ilm al-Tashawwuf. Untuk beberapa hari. Setiap kali melihat para pemuda itu menikmati kesenangan mereka. Membiarkan mereka meski kegaduhan mereka terkadang mengganggu. sampai dini hari. Maka. Suara-suara mereka terdengar berat khas orang mabuk.Hampir setiap malam.

Apa yang tampak buruk tidak selalu akan berakhir tetap dalam kondisi buruk. hanya saja dengan singkatan yang berbeda. atau berakhir dengan kebaikan. dan sebab itu ia tidak mengutuk keburukan. Editor di Penerbit Serambi Jakarta. Sebab itu.” Ma’ruf ingin mengajarkan kepada para muridnya bahwa dunia adalah tempat kemungkinankemungkinan. Ma’ruf al-Kurkhi menjawab. ia tak perlu dikutuk. Di mana-mana. Orang yang menjaga al-raja’ dalam dirinya tidak akan pernah merasa puas dengan kebaikan. Ia berdoa. sehingga tak patut digugu lan ditiru. • Saya 2:30 pm pada 10 Januari 2011 Permalink ok • ahmad m 9:09 pm pada 19 Januari 2011 Permalink tafaqkur  . yaitu mengharap segala sesuatu menjadi baik. yaitu ‘guru’ singkatan dari ‘wagu tur saru’ yang artinya ‘tak pantas dan cabul’.” kata si murid. Itulah yang disebut dengan al-raja’ dalam ilmu tasawuf. Ma’ruf al-Kurkhi kemudian mengangkat tangannya. “Ya Tuhanku! Seperti mereka bisa bersenang-senang di dunia ini. buatlah mereka bisa bersenang-senang di akhirat nanti.” kata si murid kepada Ma’ruf. Sebab itulah orang Jawa mengatakan. Jika ada orang yang dianggap guru tapi tak berperilaku selayaknya guru. *** Juman Rofarif – detikRamadan. artinya Tuhan mengampuni maksiat mereka di dunia. guru akan selalu lebih bijak daripada murid-muridnya. “Jika di akhirat kelak mereka bisa bersenang-senang.” “Kami tidak memintamu berdoa seperti itu. tapi berharap keburukan itu akan menjadi atau berakhir dengan kebaikan. ia akan tetap menjadi guru. ‘guru’ adalah singkatan dari ‘digugu lan ditiru’ yang artinya ‘dituruti dan diteladani’.“Doakanlah mereka agar celaka.

Jangan sampai karena bukan kita jadi korban kemudian kita tidak ambil pusing. dipanggillah pak kyai untuk mendoakan kesembuhannya maka dipotonglah kambing. Lukanya ternyata nggak sembuh-sembuh. Pak tani membalasnya dengan menebaskan goloknya dan ularpun mati. kisah islami ( 268 ). Awalnya musibah itu hanya menimpa ular namun toh akhirnya ayam. pak tani pergi kelumbung padi untuk melihat jebakannya apakah mendapatkan tikus. kambing dan sapi juga jadi korban. toh. ular marah dan mematok kaki pak tani.erva kurniawan 1:31 am pada 5 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).. Tikus berlari menemui ular dan menceritakannya. Tikus berlari menemui kambing dan bercerita bahwa dilumbung padi ada jebakan tikus. ularpun cuek.akhirnya kita juga kena getahnya. orang-orang sekampung pada datang untuk menyelawat maka dipotonglah sapinya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Jangan Abaikan Hal Yang Sepele Pada suatu hari ada seekor tikus yang keluar dari sarangnya pergi kelumbung pagi. Melihat pak tani datang. cerita nasehat. cerita teladan ( 355 ). Si tikus berlari menemui ayam dan menceritakan bahwa dilumbung padi ada jebakan tikus yang berbahaya. begitu pulang pak tani memotong ayamnya. Ayampun cuek mendengar cerita tikus. sapi-pun cuek. *** Oleh: Agussyafii • hilmi 10:27 am pada 5 Januari 2011 Permalink . Kata dokter supaya cepat sembuh mesti makan yang bergizi. Ternyata yang terjebak bukan tikus melainkan ular. Sakitnya pak tani makin parah dan akhirnya pak tani meninggal dunia. Melihat kakinya kena bisa pak tani pergi kedokter. kisah teladan ( 352 ). Tikus berlari lagi menemui sapi dan menceritakannya. Wassalam. tikus itu melihat ada jebakan tikus. Sampai akhirnya pada pagi hari. Pesan cerita diatas. kambingpun cuek.

kisah islami ( 268 ). tertarik padanya. istri seorang pejabat Mesir yang memelihara Yusuf. cerita nasehat.. cerita teladan ( 355 ). jernih matanya. dia berkata kepada Yusuf as. kini pandangan itu telah berubah.saya copy artikelnya… • Hikmah 12:14 pm pada 14 Januari 2011 Permalink Bagusss  erva kurniawan 1:49 am pada 3 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).” . kisah teladan ( 352 ).ehm. Sehingga ketika misalnya Zulaikha meminta membawa segelas air. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Cinta kepada Allah Menyelamatkan Yusuf dari Perbuatan Maksiat Yusuf kecil tumbuh menjadi pemuda yang indah parasnya. “Mendekatlah! Mengapa menjauh? Duduklah di sampingku. Asy-Sya’rawi menulis. sungguh kisah yang menarik. • octave 11:29 am pada 5 Januari 2011 Permalink Jazakallah khairan katsiro. kalau pada awalnya Zulaikha memandang Yusuf as sebagai seorang remaja. Tak heran jika Zulaikha.. dan halus budi pekertinya. mohon di ikhlaskan.

perhatian dan pandangannya tak lagi tertuju kepada wanita itu maupun wanita lain. bersama Allah. kisah islami ( 268 ). Zulaikha merencanakan untuk berduaan saja dengan Yusuf as di suatu ruang di rumahnya. Bahkan semakin menjadi-jadi karena Yusuf as berpura-pura tidak mengerti atau mengalihkan pandangan dan pembicaraan. Cinta yang selalu dalam hubungan intim dengan-Nya melalui zikir. Dan tatkala diam. Bukan hanya isyarat-syarat halus yang sekarang ditampakkan. laksanakan apa yang kuperintahkan!” Rayuan kepada Yusuf as dilakukan berkali-kali. kisah teladan ( 352 ).Tanpa sadar tumbuh benih-benih cinta pada diri Zulaikha. gerak-geriknya semakin jelas menunjukkan rasa itu. Maka. ia tak menuruti godaan dan rayuan Zulaikha. Senantiasa menunaikan hak-haknya. cerita nasehat. di saat cintanya tak terbendung lagi. Begitulah keadaan Yusuf as yang dilukiskan oleh Thabathaba’i. Ia pun tambah berani. ia membersiapkan diri dengan berdandan sebaik mungkin. atas perintah Allah. Yang memandang kepada-Nya dengan mata hati. Kemudian ia berkata dengan penuh harap dan merayu. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Suatu ketika. ia menutup rapat pintu-pintu dan tabir-tabirnya. Apalagi Zulaikha adalah wanita yang cantik jelita. (imam) *** Alifmagz – detikRamadan • hilmi 11:18 am pada 3 Januari 2011 Permalink membaca artikel ini. Untuk itu. Yang terbakar hatinya oleh hakekat Ilahi. dengan nama Allah. cinta Yusuf as kepada Allah jauh lebih besar dari itu. bahkan dengan memaksa. Namun. Saat ia telah berada di ruang itu bersama Yusuf as. cerita teladan ( 355 ). Sehingga walaupun Yusuf as memiliki birahi sebagaimana manusia yang lain. Tabir pun terbuka sehingga sang Maha Kuasa muncul dari tirai-tirai gaib-Nya. Cinta itu semakin hari semakin besar. Jangankan mempunyai tekad atau keinginan. tatkala berucap. “Marilah ke sini. serasa berdosa sekali selalu menurutkan hawa nafsu……semoga Allah mengampuni hamba-Nya ini…  erva kurniawan 1:03 am pada 28 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Seandainya Yusuf as hanya memperturutkan hawa nafsunya. Yusuf as adalah laki-laki normal yang punya ketertarikan pada wanita. Tatkala bergerak. pastilah ia melakukan seperti apa yang diinginkan Zulaikha.

mempunyai kecermatan dalam berpendapat. Beliau disibukkan dengan mencari atsar/hadits dan juga melakukan rihlah untuk mencari hal itu. jelas dalam berbicara. sedangkan dia pada waktu itu masih kecil. menurut penuturan anaknya Hamad bin Abu Hadifah bahwa Zuthi berasal dari kota Kabul dan dia terlahir dalam keadaan Islam. . salah satu imam dari kaum muslimin. bagus dalam pergaulan bersama rekan-rekannya. Dan beliau ahli dalam bidang fiqih.Imam Abu Hanifah Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit al-Kufiy merupakan orang yang faqih di negeri Irak. Nasab dan Kelahirannya Bin Tsabit bin Zuthi (ada yang mengatakan Zutha) At-Taimi Al-Kufi Beliau adalah Abu Hanifah An-Nu’man Taimillah bin Tsa’labah. memiliki postur tubuh yang bagus. Perkembangannya Ismail bin Hamad bin Abu Hanifah cucunya menuturkan bahwa dahulu Tsabit ayah Abu Hanifah pergi mengunjungi Ali Bin Abi Thalib. disegani dan tidak membicarakan hal-hal yang tidak berguna. suaranya bagus dan enak didengar. yang lainnya mengatakan dari Turmudz dan yang lainnya lagi mengatakan dari Babilonia. Abu Hanifah itu tinggi badannya sedang. Adapula yang mengatakan dari Anbar. lantas Ali mendoakan keberkahan kepadanya pada dirinya dan keluarganya. bagus wajahnya. salah seorang yang mulia dari kalangan ulama dan salah satu imam dari empat imam yang memiliki madzhab. pemimpin orang-orang alim. dan kami berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa Ali tersebut untuk kami. Beliau dilahirkan pada tahun 80 H pada masa shigharus shahabah dan para ulama berselisih pendapat tentang tempat kelahiran Abu Hanifah. bagus pakaiannya dan selalu memakai minyak wangi. dan dalam permasalahanpermasalahan yang samar/sulit maka kepada beliau akhir penyelesaiannya. bagus dalam bermajelis. Beliau berasal dari keturunan bangsa persi. sangat kasih sayang. Dan Abu Hanifah At-Taimi biasa ikut rombongan pedagang minyak dan kain sutera. bahkan dia punya toko untuk berdagang kain yang berada di rumah Amr bin Harits.

tidak tertuduh dengan berdusta. Beliau pernah bercerita. dan lain-lain. diantaranya: 1. Adapun orang-orang yang belajar kepadanya dan meriwayatkan darinya diantaranya adalah sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Abul Hajaj di dalam Tahdzibnya berdasarkan abjad diantaranya Ibrahin bin Thahman seorang alim dari Khurasan. Pada masa pemerintahan Marwan salah seorang raja dari Bani Umayyah di Kufah. dan masih banyak lagi. …”. Asy-Sya’bi. Isa bin Yunus. . Hamad bin Abu Hanifah. saya optimis kalau ada orang yang bertanya kepadaku tentang sesuatu apapun saya akan menjawabnya. Qotadah bin Di’amah. Abdul karim bin Muhammad al-Jurjani. Yahya bin Ma’in berkata. Abdullah ibnul Mubarok berkata. orang yang paling jauh dari perbuatan ghibah adalah Abu Hanifah. Abu Ja’far Al-Baqir. tatkala pergi ke kota Bashrah. Dan beliau juga berkata. Asar bin Amru Al-Bajali. dia adalah orang yang paling berakal. Hafsh binn Abdurrahman al-Qadhi. Abu Nu’aim. orang yang jujur. Muhammad bin Bisyr. aku bertanya siapakah orang yang paling wara’ di kota Kufah? Maka mereka penduduk Kufah menjawab Abu Hanifah”. maka beliau dihukum cambuk sebanyak 110 kali (setiap harinya dicambuk 10 kali). Nu’man bin Abdus Salam al-Asbahani. maka saya bersamanya selama 10 tahun. Thalhah bin Nafi’. Yazid bin Harun. Abu Syihab Al-Hanath Assamaqondi. Su’aib bin Ishaq. Yahya bin Ayub Al-Mishri. Dan beliau juga pernah berkata. Muhammad bin Abdullah al-Anshari. Muhammad bin Qoshim al-Asadi. Ali bin Ashim. Abdullah ibnul Mubarok. Dan ada yang meriwayatkan bahwa beliau sempat bertemu dengan 7 sahabat.Beliau sempat bertemu dengan Anas bin Malik tatkala datang ke Kufah dan belajar kepadanya. Adi bin Tsabit. beliau didatangi Hubairoh salah satu anak buah raja Marwan meminta Abu Hanifah agar menjadi Qodhi (hakim) di Kufah akan tetapi beliau menolak permintaan tersebut. dia tidak berdusta. “Abu Hanifah adalah orang yang paling faqih”. Abdullah bin Zubair al-Qurasy. Muhammad bin Hasan Assaibani. Ishaq al-Azroq. “Abu Hanifah adalah orang yang tsiqoh. “Kalaulah Allah subhanahu wa ta’ala tidak menolong saya melalui Abu Hanifah dan Sufyan Ats-Tsauri maka saya hanya akan seperti orang biasa”. Waki’ bin Al-Jarah. “Abu hanifah laa ba’sa bih. Abdul Aziz bin Khalid at-Turmudzi. Abdurrahman bin Hurmuj al-A’raj. Dan dia juga berkata. Abdullah bin Dinar. Dan dalam waktu yang lain beliau berkata. Amru bin Dinar. Al-Hasan bin Ziyad. Al-Harits bin Nahban. “Aku dating ke kota Kufah. Hamzah temannya penjual minyak wangi. Penilaian para ulama terhadap Abu Hanifah Berikut ini beberapa penilaian para ulama tentang Abu Hanifah. beliau juga belajar dan meriwayat dari ulama lain seperti Atha’ bin Abi Rabbah yang merupakan syaikh besarnya.” Beliau juga berkata. Ali bin Zhibyan al-Qodhi. Al-Qodhi Abu Yusuf. dia tidak menghilangkan kebaikannya dengan perbuatan ghibah’. 2. maka tatkala diantara mereka ada yang bertanya kepadaku tentang suatu masalah lantas saya tidak mempunyai jawabannya. Ibnu Syihab Az-Zuhri. ‘Wahai Abu Abdillah. tatkala dia mengetahui keteguhan Abu Hanifah maka dia melepaskannya. Qois bin Muslim. Nafi’ Maula Ibnu Umar. Muhammad bin Munkandar. “Abu Hanifah adalah orang yang tsiqoh di dalam hadits”. Hamad bin Abi Sulaiman guru fiqihnya. dia tidak membicarakan hadits kecuali yang dia hafal dan tidak membicarakan apa-apa yang tidak hafal”. saya tidak pernah mendengar beliau berbuat ghibah meskipun kepada musuhnya’ kemudian beliau menimpali ‘Demi Allah. maka aku memutuskan untuk tidak berpisah dengan Hamad sampai dia meninggal. Dawud Ath-Thai. Al-Fadhl bin Musa. “Aku berkata kepada Sufyan Ats-Tsauri. Sulaiman bin Amr An-Nakhai. Ismail bin Yahya Al-Sirafi. Abyadh bin Al-Aghar bin Ash-Shabah.

Beliau juga berkata. 6. 8. Abdul Karim bin Muhammad bin Syu’aib An-Nasai berkata. Fudhail bin Iyadh berkata. “Abu Hanifah adalah seorang yang faqih. Dan telah dinukil dari Abu Hanifah bahwasanya amal-amal itu tidak termasuk dari hakekat imam. “Tidaklah orang itu mensela Abu Hanifah melainkan dia itu orang yang pendengki atau orang yang jahil”. “Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit tidak kuat hafalan haditsnya”. Yaitu penyataan bahwa iman itu keyakinan yang adal dalam hati dan diucapkan dengan lesan. Beliau juga berkata. juga mendapatkan penilaian negatif dan celaan yang ditujukan kepada beliau. “Abu Hanifah orang yang miskin di dalam hadits”. dan sungguh banyak mengambil pendapatnya”. 4. menghindari dari harta penguasa”. termasuk salah seorang hartawan. dan mengeluarkan amal dari hakikat iman. 3. 2. sedikit bicara. dan yang berpendapat seperti ini adalah Jumhur Asy’ariyyah. terkenal dengan wara’-nya. 5. “Abu Hanifah berkata. “Pendapat Abu Hanifah di dalam masalah fiqih lebih mendalam dari pada syair. Beberapa penilaian negatif yang ditujukan kepada Abu Hanifah Abu Hanifah selain dia mendapatkan penilaian yang baik dan pujian dari beberapa ulama. menunjukkan kebenaran dengan cara yang baik. “Saya tidak melihat seseorang yang lebih tahu tentang tafsir hadits dan tempat-tempat pengambilan fiqih hadits dari Abu Hanifah”. Sufyan berpendapat dan Abu Hanifah berpendapat maka yang paling bagus pendapatnya adalah Abu Hanifah … dan dia orang yang paling faqih dari ketiganya”. 4. Sufyan bin Uyainah berkata. tidak selayaknya bagi seseorang berbicara tentang hadits kecuali apa-apa yang dia hafal sebagaimana dia mendengarnya”. diantaranya : 1. Abdullah ibnul Mubarok berkata. kemudian imam Malik berpendapat. Yahya bin Sa’id al-Qothan berkata. sabar dalam belajar dan mengajarkan ilmu. dan tidaklah mencelanya melainkan dia itu orang yang jahil tentangnya”. dan masih membutuhkan pendapat. Imam Syafii berkata. “Semoga Allah merahmati Abu Hanifah karena dia adalah termasuk orang yang menjaga shalatnya (banyak melakukan shalat)”. tidaklah kami mendengar pendapat yang lebih baik dari pendapat Abu Hanifah. “Kami tidak mendustakan Allah swt. Abu Manshur Al-Maturidi … dan menyelisihi pendapat ini adalah Ahlu Hadits … dan telah dinukil pula dari Abu Hanifah bahwa iman itu adalah pembenaran di dalam hati dan penetapan dengan lesan tidak bertambah dan tidak berkurang. “Barangsiapa ingin mutabahir (memiliki ilmu seluas lautan) dalam masalah fiqih hendaklah dia belajar kepada Abu Hanifah”. “Apabila atsar telah diketahui. Imam Muslim bin Hajaj berkata. Al-Qodhi Abu Yusuf berkata. 9. Qois bin Rabi’ juga mengatakan hal serupa dengan perkataan Fudhail bin Iyadh. Sebagian ahlul ilmi memberikan tuduhan bahwa Abu Hanifah adalah murji’ah dalam memahi masalah iman. Al-Khuroibi berkata. tidak banyak hadits shahihnya”. akan tetapi dia termasuk dari sya’air iman. 7. 3. Hafsh bin Ghiyats berkata. Dan yang dimaksudkan dengan “tidak bertambah dan berkurang” adalah . “Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit shahibur ro’yi mudhtharib dalam hadits.

‘Orang yang terjerumus dalam dosa besar maka urusannya diserahkan kepada Allah’. meliput sunnah/hadits secara keseluruhan”. sebagaimana yang termaktub dalam kitab “Fiqhul Akbar” karya Abu Hanifah. aib untuk ber-ashabiyyah madzhabiyyah. bahwa beliau berpendapat Al-Qur’an itu makhluq. Jami’ul Masanid karya al-Khawaruzumi dan Tadzkiratul Hufazh karya Imam Adz-Dzahabi.akan menerimanya.coba lihatlah ke kitab beliau Fiqhul Akbar dan Aqidah Thahawiyah ….” 5. Ibnu Abdil Barr berkata. … akan tetapi kami mengatakan bahwa barangsiapa beramal kebaikan dengan memenuhi syarat-syaratnya dan tidak melakukan hal-hal yang merusaknya. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh imam Syafii. Berkata Syaikh Nashirudin Al-Albani. Dan apabila kalian menghendaki untuk mengetahui kedudukan riwayat-riwayat yang berkenaan dengan celaan terhadap Abu Hanifah maka bacalah kitab al-Intiqo’ karya Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr. yaitu wajibnya mengambil hadits dan meninggalkan taqlid terhadap pendapat para imam yang menyelisihi hadits. maka hal seperti itu sungguh dia menolak banyak pengkhabaran tentang Abu Hanifah dari orang-orang yang adil”. seperti ada yang kuat dan ada yang lemah. “Ini merupakan kesempurnaan ilmu dan ketaqwaan para imam. Beberapa Nasehat Imam Abu Hanifah Beliau adalah termasuk imam yang pertama-tama berpendapat wajibnya mengikuti Sunnah dan meninggalkan pendapat-pendapatnya yang menyelisihi sunnah. dak hal ini tidak menafikan adanya iman itu bertingkat-tingkat dari segi kaifiyyah. Dan di sana masih banyak lagi bentuk-bentuk penilaian negatif dan celaan yang diberikan kepada beliau. kalau Dia menghendaki maka akan mengadzabnya dan kalau tidak maka akan mengampuninya. maka di berasa dibawah kehendak Allah. Diantara nasehat beliau adalah: a. Dan kalian akan mengetahui riwayat-riwayat yang banyak tentang cacian yang ditujukan kepada Abiu Hanifah -dalam Tarikh Baghdad. yang semuanya itu menunjukkan pada sesuatu yang satu. “maka terkadang diantara para . “Banyak dari Ahlul Hadits – yakni yang menukil tentang Abu Hanifah dari al-Khatib (Tarikh baghdad) – melampaui batas dalam mencela Abu Hanifah. Dan sungguh telah diriwayatkan dari Abu Hanifah oleh para sahabatnya pendapat-pendapat yang jitu dan dengan ibarat yang berbeda-beda. bahklan -insya Allah. dan orang yang berbuat kemaksiatan selain syirik dan kekufuran meskipun dia belum bertaubat sampai dia meninggal dalam keadaan beriman. “Kami tidak mengatakan bahwa orang yang beriman itu tidak membahayakan dosa-dosanya terhadap keimanannya. ternyata riwayat-riwayat tersebut lemah dalam sanadnya dan mudhtharib dalam maknanya. Padahahal telah dinukil dari beliau bahwa Al-Qur’an itu adalah kalamullah dan pengucapan kita dengan Al-Qur’an adalah makhluq. Apabila telah shahih sebuah hadits maka hadits tersebut menjadi madzhabku. Tidak diragukan lagi bahwa merupakan cela. Sebagian ahlul ilmi yang lainnya memberikan tuduhan kepada Abu Hanifah. … dan betapa banyak daripara imamyang agung. dan kami juga tidak mengatakan pelaku dosa besar itu masuk neraka dan kekal di neraka meskipun dia itu orang yang fasiq.jumlah dan ukurannya itu tidak bertingkat-tingkat. ada yang jelas dan yang samar. dan yang semisalnya … Dan dinukil pula oleh para sahabatnya. alim yang cerdas mereka bersikap inshaf (pertengahan ) secara haqiqi. hal ini bisa dibaca dalam kitab Tarikh Baghdad juz 13 dan juga kitab al-Jarh wa at-Ta’dil Juz 8 hal 450. Dan para imam telah memberi isyarat bahwa mereka tidak mampu untuk menguasai. Dan ini merupakan pendapat ahlul haq …. dan penisbatan pendapat Al-Qur’an itu dalah makhluq kepada Abu Hanifah merupakan kedustaan”. tidak membatalakannya dengan kekufuran dan murtad sampai dia meninggal maka Allah tidak akan menyia-nyiakan amalannya. mereka menyebutkan bahwa Abu Hanifah berkata.dan sungguh kami telah meneliti semua riwayat-riwayat tersebut.

Celaka engkau wahai Ya’qub (Abu Yusuf). …”. b. janganlah engakau catat semua apa-apa yang kamu dengar dariku. c. Syaikh Al-Albani berkata. dan kami ruju’ (membatalkan) pendapat tersebut pada pagi harinya. Dan beliau wafat pada bulan Rajab pada tahun 150 H dengan usia 70 tahun. Maka banyak terjadi qiyas pada madzhabnya secara darurat kalaudibanding dengan para ulama lainnya. Dan dalam riwayat lain. kemudian dia berfatwa dengan pendapat yang menyelisishi dalil tersebut? Maka camkanlah kalimat ini! Dan perkataan ini saja cukup untuk memusnahkan taqlid buta. Dan dalam riawyat lain. Tidak halal bagi seseorang untuk mengambil/memakai pendapat kami selama dia tidak mengetahui dari dalil mana kami mengambil pendapat tersebut. Berbeda dengan para imam yang lainnya. Kemudia syaikh Al-Albani mengomentari pernyataan tersebut dengan perkataannya. dia berfatwa dengan pendapatku. Wafatnya Pada zaman kerajaan Bani Abbasiyah tepatnya pada masa pemerintahan Abu Ja’far Al-Manshur yaitu raja yang ke-2. untuk itulah sebaigan orang dari para masyayikh yang diikuti mengingkari penisbahan kepada Abu Hanifah tatkala mereka mengingkari fatwanya dengan berkata “Abu Hanifah tidak tahu dalil!” Berkata Asy-sya’roni dalam kitabnya Al-Mizan 1/62 yang ringkasnya sebagai berikut. kami berpendapat pada hari ini. itupun hanya sedikit dalam madzhabnya sebagaimana hal itu juga sedikit pada madzhab-madzhab lainnya dengan penisbahan kepadanya. maka tinggalkan perkataanku. . Akan tetapi dalil-dalil syari terpisah-pesah pada zamannya dan juga pada zaman tabi’in dan atbaut tabiin masih terpencar-pencar disana-sini. dan dia dishalatkan banyak orang bahkan ada yang meriwayatkan dishalatkan sampai 6 kloter. “Keyakinan kami dan keyakinan setiap orang yang pertengahan (tidak memihak) terhadap Abu Hanifah.imam ada yang menyelisihi sunnah yang belum atau tidak sampai kepada mereka. maka sesungguhnya aku berpendapat pada hari ini denga suatu pendapat dan aku tinggalkan pendapat itu besok. …”. maka ketahuilah! Apakah perkataan mereka terhadap orang yang mengetahui dalil yang menyelisihi pendapat mereka. besok aku berpendapat dengan suatu pendapat dan aku tinggalkan pendapat tersebut hari berikutnya. maka tidak boleh mencela padanya sebagaimana yang dilakukan sebagian orang jahil. “Maka apabila demikian perkataan para imam terhadap orang yang tidak mengetahui dalil mereka. Abu Hanifah dipanggil kehadapannya untuk diminta menjadi qodhi (hakim). akan tetapi beliau menolak permintaan raja tersebut – karena Abu Hanifah hendak menjahui harta dan kedudukan dari sulthan (raja) – maka dia ditangkap dan dijebloskan kedalam penjara dan wafat dalam penjara. maka mereka memerintahkan kepada kita untuk berpegang teguh dengan sunnah dan menjadikan sunah tersebut termasuk madzhab mereka semuanya”. dalam riwayat lain. hal itu merupakan udzur bagi Abu Hanifah tatkala dia menyelisihi hadits-hadits yang shahih tanpa dia sengaja – dan ini merupaka udzur yang diterima. karena tidak ada nash dalam permasalahanpermasalahan yang diqiyaskan tersebut. haram bagi orang yang tidak mengetahui dalilku. “Maka apabila demikian halnya. setelah para penghafal hadits mengumpulkan hadits-haditsnya dari seluruh pelosok penjuru dunia maka Abu Hanifah akan mengambil hadits-hadits tersebut dan meninggalkan semua pendapatnya dengan cara qiyas. bahkan wajib beradab dengannya karena dia merupakan salah satu imam dari imam-imam kaum muslimin yang dengan mereka terjaga agama ini. Apabila saya mengatakan sebuah pendapat yang menyelisihi kitab Allah dan hadits Rasulullah yang shahih. karena Allah tidak membebani manusia yang tidak dimampuinya -. bahwa seandainya dia hidup sampai dengan dituliskannya ilmu Syariat. sesungguhnya kami adalah manusia biasa.

Suku Ghiffar terkenal sebagai suku penyamun sebelum datangnya Islam. Kitabul Jarhi wat Ta’dil karya Abu Mumahhan Abdurrahman bin Abi Hatim bin Muhammad ArRazi terbitan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut 6. berasal dari suku Ghiffar. Keyakinannya terhadap Islam sangat kuat. kisah teladan ( 352 ). Al-Bidayah wa an-Nihayah karya Ibnu Katsir cetakan Maktabah Darul Baz Beirut 5. Abu Dzar memeluk Islam dengan sukarela. Tarikhul Baghdad karya Abu Bakar Ahmad Al-Khatib Al-Baghdadi cetakan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut 2. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kekuasaan Bisa Menjadi Kehinaan dan Penyesalan Abu Dzar al-Ghiffari merupakan salah satu sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah Saw dan termasuk sahabat yang paling awal masuk Islam. karena saat itu Rasullah Saw banyak mendapat ancaman dari Quraisy.*** Daftar Pustaka: 1. cerita teladan ( 355 ). sehingga tanpa ragu dan takut ia memberitakan keislamannya itu kepada banyak orang secara terbuka. Ia terlahir dengan nama Jundub bin Junadah bin Sakan. Kegundahan hati dan keinginannya untuk berperilaku yang baik membawanya pergi menempuh perjalanan yang jauh untuk bertemu Rasulullah Saw. Tadzkiratul Hufazh karya Al-Imam Syamsudin Muhammad bin Ahmad bin Utsman AdzDzahabi terbitan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut 4. Shifatu Shalatin Nabi karya Syaikh Nashirudin Al-Albani cetakan Maktabah Al-Ma’arif Riyadh (diambil dari majalah Fatawa)  erva kurniawan 1:25 am pada 27 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Siyarul A’lamin Nubala’ karya Al-Imam Syamsudin Muhammad bin Ahmad bin Utsman AdzDzahabi cetakan ke – 7 terbitan Dar ar-Risalah Beirut 3. cerita nasehat. Di tengah suasana Mekah yang mencekam. . kisah islami ( 268 ). Abu Dzar berhasil bertemu Rasulullah Saw dan menyatakan keislamannya.

Karena itu. tidurnya pun di masjid. ia absen dari majelis-majelis Rasulullah Saw. sementara kekuasaan itu adalah amanat. Di hari kiamat kekuasaan itu nanti menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali bagi orang yang mengembannya dengan benar dan menjalankan semua amanat yang ada di dalamnya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Al-Imam Malik ra. Sejak di Madinah itu. Jarang sekali. Ia ingin terlibat lebih jauh. Meski dengan susah payah. tidakkah engkau mempekerjakan aku?” Rasulullah Saw sangat mengenal pribadi Abu Dzar. seluruh suku Ghiffar berhasil diajaknya memeluk Islam. Nama dan Nasabnya . masuk dalam jajaran pemerintahan Rasulullah Saw di Madinah. namun Rasulullah Saw tidak mengabulkan keinginan sahabatnya itu.detik. Abu Dzar menyebarkan ajaran Islam pada masyarakat seluruh suku Ghiffar.Sekembalinya ke kampung halamannya. cerita teladan ( 355 ). “Wahai Rasulullah. cerita nasehat. Tujuannya untuk ikut serta membantu Rasulullah Saw berjuang menegakkan Islam. Sewaktu mendengar Rasulullah Saw hijrah. Abu Dzar bersama beberapa orang dari Ghiffar pergi ke Madinah. Sambil menepuk kedua bahu Abu Dzar. Suatu saat ia memberanikan diri menyampaikan keinginannya itu kepada Rasulullah Saw. meskipun Abu Dzar sangat dicintainya. ia selalu turut serta. 1. kisah islami ( 268 ).com/read/2010/08/24/163757/1426935/985/kekuasaan-bisa-menjadi-kehinaan-danpenyesalan  erva kurniawan 1:00 am pada 25 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Suatu ketika ada yang mengganjal dalam hati Abu Dzar. Ia berkata.” (imam) *** ramadan. Abu Dzar menjadi dekat dengan Rasulullah Saw. sesungguhnya engkau adalah orang yang lemah. “Wahai Abu Dzar. dengan bijak Rasulullah Saw berkata. Beliau mengetahui ada sifat-sifat Abu Dzar yang tidak sesuai untuk orang yang memegang kekuasaan. Ke mana Rasulullah Saw pergi. kisah teladan ( 352 ).

Ibn Hibban : Malik adalah orang pertama yang memilih para tokoh ahli fiqh di Madinah. d. Kakeknya yang juga bernama Malik bin Anas termasuk seorang tabi’in besar dan salah satu yang ikut memikul Khalifah Utsman ke kuburnya. ada juga yang mengatakan ibunya adalah Thulaihah. Yahya bin Sa’id Al Qaththan : Malik adalah amirul mukminin dalam bidang hadis. Abu Az Zanad. Beliau meriwayatkan hadis dari sejumlah besar Tabi’ien dan Tabi’ut Tabi’ien. Abu Hanifah. Ibunya bernama Al Aliyah binti Syariek Al Asadiyah. Asy Syafi’i. Yahya bin Sa’id Al Anshari. yang bebrunyi: “Nyaris orang-orang memukul perut unta untuk mencari ilmu. Kakek buyutnya. lahir di Madinah Al Munawaroh pada tahun 95 H. Ibn Mu’in : Malik termasuk hujjah Allah atas makhluk Nya. Aisyah binti Sa’ad bin Abi Waqqash. bekas budak Ubaidullah bin Ma’mar. 2.Nama lengkap beliau adalah Abu Abdillah Malik bin Anas bin Malik bin Anas bin Al Harits bin Ghaiman bin Khutsail bin Amr bin Al Harits Al Ashbahiy Al Humairiy. dan Hisyam bin Urwah. maka Malik adalah bintangnya. 3. kitab itu ditunjukkan ke sekitar 75 orang ulama fiqh Madinah. Al-Muwwaththo’ Imam Malik menulis kitabnya yang legendaris Al-Muwwaththo’ selama 40 tahun.: a. Zaid bin Aslam. Selama kurun waktu tersebut. diantaranya : Nafi’ bekas budak Ibn Umar. Al Hafidh Abu Bakar Al Khatib Al Baghdadi menulis sebuah kitab tentang para perawi yang meriwayatkan dari Imam Malik. tidak sedikit guru2nya yang meriwayatkan hadis dari beliau sesudah itu. wafat pada tahun 179 H dan dimakamkan di Baqie. seperti Az Zuhri dan Yahya bin Sa’id Al Anshari. Namun. b. 4. Ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi. dan hanya menceritakan dari orang yang terpercaya. Sebaliknya. yang selalu mengikuti Rasululloh SAW dalam semua peperangan kecuali perang Badar. Ayyub As Sakhtiyani. c. Abdullah bin AL Mubarak. Abdurrahman Al Auza’i. adalah seorang sahabat agung. Humaid Ath Thawiel. Diantara tokoh2 yang meriwayatkan hadis dari beliau : Sufyan Ats Tsauri. dll. Dalam kitab tersebut. Kelahiran dan Petumbuhannya Imam Malik ra. Asy Syafi’i : Apabila ulama disebut. Disana beliau menulis kitabnya AlMuwaththo’. menghindari orang yang tidak terpercaya (tsiqoh). Cukup banyak perawi yang meriwayatkan hadis dari beliau. Anas. Beliau menimba ilmu dari 100 orang guru lebih. Nasabnya berakhir pada Ya’rib bin Yasyjub bin Qaththan. Ibn Syihab Az Zuhri. Al Baghdadi menyebutkan hampir 1000 orang perawi. Kedudukannya Para Imam dan Ulama yang berkomentar tentang Imam Malik ra. tidak meriwayatkan kecuali yang shahih. Beliau hidup selama 84 tahun. Abdurrahman bin Al Qasim. tapi ternyata mereka tidak menemukan seorang pun yang lebih alim dari orang alim Madinah” (hadis ini hasan menurut Tirmidzi) Ibn Unayah bilnag orang alim madinah tersebut adalah Malik. .

sesungguhnya Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putramu karena seringnya engkau berdoa”. *** Wallaahu a’lam bishshowab (Ditulis ulang dari kata pengantar kitab Al-Muwwaththo’ edisi terjemahan)  erva kurniawan 1:11 am pada 24 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).Asy Syafi’i berkomentar tentang Al Muwwaththo’ Malik : “Di muka bumi ini. Al Mughirah. seorang tokoh yang tekun dan ulet dalam menuntut ilmu. Sewaktu kecil Al Imam Al Bukhari buta kedua matanya. tidak ada satu kitab pun – sesudah Kitab Allah – yang lebih shahih daripada kitab Malik. Dipanggil dengan Abu Abdillah. . kumpulan kisah teladan ( 284 ) Imam Bukhari : Keajaiban Dari Bukhara Buta di masa kecilnya. pent). cerita nasehat. Pada suatu malam ibu beliau bermimpi melihat Nabi Ibrahim Al Khalil ‘Alaihissalaam yang mengatakan. pernah berjumpa dengan Hammad bin Zaid. dan pernah berjabatan tangan dengan Abdullah bin Al Mubarak. 613 hadis mauquf (sanad hanya samapai tabi’ien). Beliau digelari Al Imam Al Hafizh. Keliling dunia mencari ilmu. Ismail bin Al Mughirah. Buyut beliau. dan lebih dikenal dengan sebutan Al Imam Al Bukhari. Nama lengkap beliau Muhammmad bin Islmail bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari Al Ju’fi. Karyanya menjadi rujukan utama setelah Al Qur’an. Lahir di Bukhara pada bulan Syawal tahun 194 H. kisah teladan ( 352 ). Al Muwwaththo’ memuat 6000 hadis musnad (sanad bersambung samapai ke Nabi SAW/ Marfu’). semula beragama Majusi (Zoroaster). 222 hadis mursal (sanad hanya samapai sahabat). kemudian masuk Islam lewat perantaraan gubernur Bukhara yang bernama Al Yaman Al Ju’fi. Sedang ayah beliau. cerita teladan ( 355 ). sempat mendengar ketenaran Al Imam Malik bin Anas dalam bidang keilmuan. Ternyata pada pagi harinya sang ibu menyaksikan bahwa Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putranya. “Hai Fulanah (yang beliau maksud adalah ibu Al Imam Al Bukhari. dan 285 makalah Tabi’ien. Menghafal ratusan ribu hadits. kisah islami ( 268 ).

)?” Beliau menjawab. ‘Abdan bin ‘Utsman. Khallad bin Yahya.” Muhammad bin Abi Hatim berkata. Makki bin Ibrahim. Naisabur. Abdurrahman Al Muqri’. Murid-murid beliau tak terhitung jumlahnya. ‘Ali bin Al Hasan bin Syaqiq. “Saya tidak pernah meliahat di kolong langit seseorang yang lebih mengetahui dan lebih kuat hafalannya tentang hadits Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dari pada Muhammad bin Ismail (Al Bukhari). ‘Amr berkata kepada mereka. dan saya juga hafal dua ratus ribu hadits yang tidak shahih”. Thalq bin Ghannaam. Bashrah. Beliau juga pernah ditanya oleh Muhamad bin Abu Hatim Al Warraaq. “Saya hafal seratus ribu hadits shahih. Abdul ‘Azizi Al Uwaisi. Anugerah Allah kepada Al Imam Al Bukhari berupa reputasi di bidang hadits telah mencapai puncaknya. dan mereka segera bergerak menuju ‘Amr. “Semua hadits yang saya masukkan ke dalam kitab yang saya susun itu sedikit pun tidak ada yang samar bagi saya”. Al Anshari. “Hadits yang status (kedudukannya) tidak diketahui oleh Muhammad bin Ismail bukanlah hadits”. Hajjaj bin Minhaal. Beliau pernah berkata. Abdullah bin Raja’. Makkah. Di antara mereka yang sangat terkenal adalah Abu ‘Ashim An-Nabiil. Seolah-olah dia diciptakan oleh Allah hanya untuk hadits”. Muhammad bin Abi Ha tim berkata. Abu Bakar Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah berkata. Al Imam Ahmad bin Hanbal. Guru-guru beliau banyak sekali jumlahnya. ” Saya mendengar Abu Abdillah (Al Imam Al Bukhari) berkata. “Saya tidak pernah melihat orang seperti dia. Ishaq bin Rahawaih. Di antara mereka yang paling terkenal adalah Al Imam Muslim bin Al Hajjaj An Naisaburi. . Saya katakan kepada mereka. Pada kesempatan yang lain belau berkata. Mesir. Al Imam Al Bukhari sangat terkenal kecerdasannya dan kekuatan hafalannya. Lalu mereka menceriterakan peristiwa itu kepada ‘Amr. Berikut ini adalah sederet pujian (rekomendasi) termaksud. Rayy.Ketika berusia sepuluh tahun. Mereka jadi gembira dengan sebab mendengar ucapanku. Shadaqah bin Al Fadhl. Abdurrahman bin Hammad AsySyu’aisi. beliau melakukan pengembaraan ke Balkh. dan Syam. Abu Al Yaman. “Saya melihat Abu Ammar Al Husein bin Harits memuji Abu Abdillah Al Bukhari. ‘Ali bin Al Madini. Muhammad bin ‘Ar’arah. dan sederet imam dan ulama ahlul hadits lainnya. pent. “Saya mendengar Ibrahim bin Khalid Al Marwazi berkata. Al Imam Al Bukhari mulai menuntut ilmu. Abu Al Mughirah. “Setiap hadits yang saya hafal. Ubaidaillah bin Musa. Al Imam Al Bukhari mempunyai karya besar di bidang hadits yaitu kitab beliau yang diberi judul Al Jami’ atau disebut juga Ash-Shahih atau Shahih Al Bukhari. lalu beliau berkata. Tidak mengherankan jika para ulama dan para imam yang hidup sezaman dengannya memberikan pujian (rekomendasi) terhadap beliau. “Saya tidak mengetahui status (kedudukan) hadits tersebut”. Badal bin Al Muhabbir. Baghdad. Nu’aim bin Hammad. Khalid bin Makhlad. Para ulama menilai bahwa kitab Shahih Al Bukhari ini merupakan kitab yang paling shahih setelah kitab suci Al Quran. “Apakah engkau hafal sanad dan matan setiap hadits yang engkau masukkan ke dalam kitab yang engkau susun (maksudnya : kitab Shahih Bukhari. “Para sahabat ‘Amr bin ‘Ali Al Fallaas pernah meminta penjelasan kepada saya tentang status (kedudukan) sebuah hadits. Kufah. pasti dapat saya sebutkan sanad (rangkaian perawi-perawi)-nya”. penyusun kitab Shahih Muslim.

“Suatu ketika saya tertidur pada sebuah tempat (dekat Ka’bah -ed) di antara Rukun Yamani dan Maqam Ibrahim. “Saya mendengar para ulama di Bashrah mengatakan. yaitu Abu Zaid Al Marwazi menuturkan. saya tidak dihisab dalam keadaan menanggung dosa ghibah (menggunjing orang lain). dan lebih zuhud terhadap dunia daripada Muhammad bin Ismail. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam berkata. “Engkau hendak menuju ke mana?” Saya menjawab. “Hendak menuju ke tempat Muhammad bin Ismail Al Bukhari”. “Saya berharap bahwa ketika saya berjumpa Allah. “Tidak pernah kami jumpai di dunia ini orang seperti Muhammad bin Ismail dalam hal ma’rifah (keilmuan) dan keshalihan”. ” Kitab Jami’ karya Muhammad bin Ismail”. *** Sumber: Siyar A’laam An-Nubala’ karya Al Imam Adz-Dzahabi dll  .Hubungannya dengan kitab tersebut. Semoga Allah Ta’ala mencurahkan rahmat-Nya kepada Al Imam Al Bukhari.” Abdullah bin Sa’id bin Ja’far berkata. Berikut ini diketengahkan beberapa pernyataan para ulama tentang ketakwaan dan keshalihan beliau agar dapat dijadikan teladan. sampai kapan engaku mempelajari kitab Asy-Syafi’i. Ketakwaan dan keshalihan Al Imam Al Bukhari merupakan sisi lain yang tak pantas dilupakan. nama sebuah desa di Samarkand. “Saya tidak pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri semenjak enam puluh tahun orang yang lebih dalam pemahamannya tentang ajaran Islam. Jenazah beliau dikuburkan di Khartank. ada seorang ulama besar ahli fikih. leblih wara’ (takwa). “Wahai Baginda Rasulullah. Abu Bakar bin Munir berkata.” Al Firabri berkata. Sulaim berkata. Karya Al Imam Al Bukhari yang lain yang terkenal adalah kita At-Tarikh yang berisi tentang hal-ihwal para sahabat dan tabi’in serta ucapan-ucapan (pendapat-pendapat) mereka. Di bidang akhlak belau menyusun kitab Al Adab Al Mufrad. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepada saya. “Sampaikan salamku kepadanya!” Al Imam Al Bukhari wafat pada malam Idul Fithri tahun 256 H. ketika beliau mencapai usia enam puluh dua tahun. Di dalam tidur saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. Beliau berkata kepada saya. Dan di bidang akidah beliau menyusun kitab Khalqu Af’aal Al Ibaad. “Saya mendengar Abu Abdillah Al Bukhari berkata. kitab apa yang Baginda maksud?” Rasulullah menjawab. “Hai Abu Zaid. “Saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam di dalam tidur saya”. sementara engkau tidak mempelajari kitabku? Saya berkata.

Ia memang pernah bersumpah untuk tak memberikan bantuan kepada Misthah yang selama ini kerap ditolongnya. Tersebutlah Misthah menjadi salah satu penyebarnya. Abu Bakar sangat marah kepadanya. cerita teladan ( 355 ). Janganlah mereka bersumpah untuk tidak memberi bantuan karena orang yang bersangkutan pernah melakukan kesalahan atau karena ketersinggungan pribadi. orang-orang miskin dan para Muhajirin pada jalan Allah dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Hendaknya. kisah islami ( 268 ). Kegundahan Nabi reda setelah turun beberapa ayat dalam Surah an-Nur (24) yang menjelaskan kebohongan berita itu. Setelah jelas status kabar itu. Apakah kamu tak ingin Allah mengampuni kamu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Mendengar kabar itu. Dalam ayat di atas. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Abu Bakar: Saya Ingin Diampuni Allah “Saya ingin diampuni Allah. menjadi teguran untuk Abu Bakar.erva kurniawan 1:19 am pada 23 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Mendengar ayat tersebut. Misthah masih termasuk keluarga Abu Bakar. karena Misthah ikut menyebarkan kabar bohong menyangkut ‘Aisyah. orang-orang mencari sumber beritanya.” kata Abu Bakar menyambut turunnya ayat: “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi kepada kaum kerabat. dan melanjutkan bantuannya kepada Misthah. (imam) ( gst / vta ) *** ramadan. Kabar yang disebarkan Misthah itu bisa menghancurkan nama baik keluarga Abu Bakar. kisah teladan ( 352 ). Abu Bakar memaafkan Misthah. orang yang berkelebihan itu berhati besar dan sebaiknya mereka memaafkan dan berlapang dada. Karena itu Abu Bakar marah dan keluarlah sumpah itu. Namun demikian. Beliau mencari-cari informasi tentang kabar tersebut. Sebenarnya. sebagaimana sediakala. cerita nasehat. ia membatalkan sumpahnya.” (QS 24: 22) Ayat di atas. kaum Muhajirin (orang yang pindah dari Mekah menuju ke Madinah atau tempat yang lain) dan kepada siapa saja memerlukan uluran tangan.com/read/2010/08/25/095702/1427340/985/abu-bakar-saya-ingin-diampuni-allah .detik. Nabi Saw pun gundah dan bimbang. Allah menegur Abu Bakar dan semua orang yang mempunyai kelebihan agar memberi bantuan kepada orang-orang yang miskin. putrinya dan sekaligus istri Nabi Saw. yaitu putra saudara perempuan ayahnya.

• hilmi 9:40 am pada 23 Desember 2010 Permalink subhanallah  erva kurniawan 1:03 am pada 20 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). . Dan sebab taubat beliau adalah karena beliau pernah terpikat dengan seorang wanita. cerita nasehat. Penulis: Al Ustadz Zainul Arifin ** Beliau dilahirkan di Samarqand dan dibesarkan di Abi Warda. dan tidak ada gambaran yang pasti tentang permulaan kehidupan beliau. suatu tempat di daerah Khurasan. Disebutkan dalam Siyar A’lam An-Nubala dari jalan Al-Fadhl bin Musa. Tidak ada riwayat yang jelas tentang kapan beliau dilahirkan. kisah islami ( 268 ). kemudian Allah memberikan petunjuk kepada beliau dengan sebab mendengar sebuah ayat dari Kitabullah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Al Imam Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah. Sebagian riwayat ada yang menyebutkan bahwa dulunya beliau adalah seorang penyamun. kisah teladan ( 352 ). hanya saja beliau pernah menyatakan usianya waktu itu telah mencapai 80 tahun. cerita teladan ( 355 ). beliau berkata: “Adalah AlFudhail bin ‘Iyadh dulunya seorang penyamun yang menghadang orang-orang di daerah antara Abu Warda dan Sirjis.

” Maka beliaupun kembali. seperti Manshur. lalu mencatat ilmu dari ulama di negeri itu. dan pada malam itu ketika beliau tengah berlindung di balik reruntuhan bangunan. dan mayoritas mereka adalah orang-orang yang fasiq. Sungguh telah tiba saatku (untuk bertaubat). terima kasih mas . Beliau tidak mau menerima pemberian-pemberian dan juga hadiah-hadiah dari para raja dan pejabat lainnya. tiba-tiba saja beliau mendengar seseorang membaca ayat: “Belumkah datang waktunya bagi orang –orang yang beriman untuk tunduk hati mereka guna mengingat Allah serta tunduk kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang –orang yang sebelumnya telah turun Al Kitab kepadanya. Beliau wafat di Makkah pada bulan Muharram tahun 187 H. Ya Allah. Sebagian mereka berkata: “Kita jalan terus. 5-7) *** Sumber : http://www.asysyariah. Al-A’masy.maka tatkala beliau tengah memanjat tembok guna melaksanakan hasratnya terhadap wanita tersebut. namun beliau pernah menerima pemberian dari Abdullah bin Al-Mubarak. Kemudian beliau menetap di Makkah. ‘Atha’ bin As-Saaib serta Shafwan bin Salim dan juga dari ulama-ulama lainnya. kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. sungguh aku telah bertaubat kepada-Mu dan aku jadikan taubatku itu dengan tinggal di Baitul Haram’.” dan sebagian yang lain berkata: “Kita jalan terus sampai pagi. Dan sebab dari penolakan beliau terhadap pemberian-pemberian para raja diduga karena keraguan beliau terhadap kehalalannya. (Diringkas dari Mawa’izh lil Imam AlFudhail bin ‘Iyadh.com • hilmi 9:55 am pada 20 Desember 2010 Permalink wah benar-benar kisah yang bagus. sedang beliau sangat antusias agar tidak sampai memasuki perut beliau kecuali sesuatu yang halal. hal. dan tidaklah Allah menggiringku kepada mereka ini melainkan agar aku berhenti (dari kemaksiatan ini). Waktu itu beliau memiliki seekor unta yang beliau gunakan untuk mengangkut air dan menjual air tersebut guna memenuhi kebutuhan makanan beliau dan keluarganya.” Sungguh beliau telah menghabiskan satu masa di Kufah. Dan adalah beliau memberi makan dirinya dan keluarganya dari hasil mengurus air di Makkah. karena biasanya Al-Fudhail menghadang kita di jalan ini.” Maka beliaupun berkata: “Kemudian aku merenung dan berkata: ‘Aku menjalani kemaksiatan-kemaksiatan di malam hari dan sebagian dari kaum muslimin di situ ketakutan kepadaku. tiba-tiba saja di sana ada sekelompok orang yang sedang lewat.” (Al Hadid: 16) Maka tatkala mendengarnya beliau langsung berkata: “Tentu saja wahai Rabbku.

Ali pun menghadirkan dua saksi. Sang hakim menerima kesaksian pembantu Ali. namun menolak kesaksian Hasan. Orang Yahudi itu pun mengucapkan kalimat syahadat dan menyatakan masuk Islam. Karena hanya ada satu orang saksi. keduanya sepakat untuk membawa perkara itu ke hadapan hakim. Ali pun berkata pada hakim Syuraih. kisah yang terjadi belasan abad yang lalu ini menarik untuk disimak. ia kehilangan baju dir’a (baju besi) miliknya. Yahudi itupun serta merta mengakui bahwa baju besi tersebut adalah benar milik Ali dan ia menyatakan bahwa sebuah agama yang menyuruh hal tersebut pastilah benar. Alkisah pada masa Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah. Hasan bin Ali. Tidak berapa lama. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ali bin Abi Thalib dan Hukum Bagi Anda yang merasa frustasi dengan keadaan hukum saat ini dan tingkah polah pemimpin dan penegak hukum. Akhirnya. ia mendapati baju besinya ada pada seorang Yahudi. dikalahkan dalam persidangan tersebut. erva kurniawan 1:15 am pada 19 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). karena kesaksian seorang anak kepada ayahnya tidak dapat diterima di hadapan hukum. cerita teladan ( 355 ). Ali menghadiahkan baju besi tersebut kepada si Yahudi disertai dengan hadiah lainnya. cerita nasehat. kisah islami ( 268 ). hakim yang bernama Syuraih bertanya kepada Ali. yaitu pembantunya. akhirnya hakim memutuskan bahwa baju besi tersebut adalah milik si Yahudi. kisah teladan ( 352 ). Melihat seorang pemimpin jazirah Islam dikalahkan di pengadilan padahal lawannya seorang nonmuslim dan sang pemimpin menerima putusan itu. Namun. “Tetapi apakah Anda tidak pernah mendengar Rasulullah yang menyatakan bahwa Hasan dan Husain adalah pemuda penghuni surga”. orang Yahudi itu bersikukuh bahwa baju besi itu adalah miliknya. ( gst / vta ) *** . sang Amirul Mukminin. cucu Rasulullah Saw. Ali. Menyaksikan hal itu. Syuraih membenarkan pernyataan Ali itu namun tetap pada pendiriannya bahwa ia tidak bisa menerima kesaksian Hasan. Dengan besar hati. ketika ditanya Ali. Ali menyatakan menerima keputusan hakim. Setelah mendengar duduk perkaranya. apakah ia mempunyai bukti-bukti yang mendukung pernyataannya. Qanbar dan anaknya.

cerita nasehat. “Batu ini aku dapat dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu. “Dari mana kamu peroleh batu ini?” Isma’il as menjawab. “Pergilah engkau mencari sebuah batu lagi yang akan aku letakkan di Ka’bah sebagai penanda bagi manusia.” Isma’il as mematuhi perintah ayahnya. Kemudian ia memerintahkan putranya. Ia pergi dari satu bukit ke bukit lain untuk mencari batu yang paling baik. . malaikat Jibril datang pada Isma’il as dan memberinya sebuah batu yang cantik. Saat hampir selesai mengerjakannya. Kemudian Ibrahim as bertanya pada putranya. Ketika sedang mencari.” Ibrahim as mencium batu itu lagi dan diikuti juga oleh Isma’il as. kisah islami ( 268 ). Dengan senang hati ia menerima batu itu dan segera membawa batu itu untuk diberikan pada ayahnya.ramadan. kisah teladan ( 352 ). Ibrahim as merasa ada yang kurang pada Ka’bah. cerita teladan ( 355 ). Isma’il as.detik.com/read/2010/08/26/114320/1428283/985/ali-bin-abi-thalib-dan-hukum • kereyoben 1:27 am pada 19 Desember 2010 Permalink bagus sekali artikel ini • hilmi 9:48 am pada 20 Desember 2010 Permalink subhanallah  erva kurniawan 1:03 am pada 15 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kisah Hajar Aswad Ibrahim as diperintahkan Allah Swt membangun kembali Ka’bah. Ibrahim as pun gembira dan mencium batu itu beberapa kali. Ia memenuhi perintah itu dibantu putranya.

Saat Umar bin Khaththab berada di hadapan Hajar Aswad dan menciumnya ia berkata. kisah teladan ( 352 ). . mencuri potongan kain Kiswah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Air Mata dan Cinta Cinta membuat apa yang dicintai itu benar-benar masuk ke dalam lubuk hati. cinta itu dekat dengan yang namanya air mata. Untunglah. kisah islami ( 268 ). dilakukan penelitian oleh para ahli mengenai bahan perekat yang digunakan. penjaga masjid mengetahuinya. (imam) *** ramadan. Ia mencungkil Hajar Aswad. akan mudah menangis kalau mengingat sama yang dicintainya. Bicara tentang lubuk hati.detik. Makanya. cerita nasehat. Tanggal 28 Rabi’ul Akhir tahun yang sama. cerita teladan ( 355 ). sampai saat ini banyak yang berharap bisa mencium batu yang dinamai Hajar Aswad itu. Akhirnya ditemukan perekat berupa bahan kimia yang dicampur dengan minyak misik dan ambar. “Demi Allah. Sebelumnya perekatan itu. dilakukan penempelan kembali bongkahan batu itu ke tempat asalnya.com/read/2010/08/27/093602/1429109/985/kisah-hajar-aswad  erva kurniawan 1:00 am pada 13 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). benar bukan? Bicara mengenai menangis ada 2 cerita jaman dulu. Umar bin Khathab pernah menyambaikan bahwa Rasulullah Saw sendiri pernah menciumnya. pasti berkaitan dengan yang namanya kelembutan. Hati itu lembut sekali. apalagi yang terdalam. niscaya aku tidak akan menciummu. dan akhirnya menangis. Karena sangat bersejarahnya. ada juga orang yang ingin mencuri Hajar Aswad.” (Hadits no 228 Kitab Sahih Muslim). laki-laki itu pun ditangkap dan dihukum. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Saw menciummu. datanglah seorang laki-laki ke Ka’bah. aku tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu. orang yang sedang jatuh cinta. Di akhir bulan Muharram 1351 H. dan membawa sepotong perak dari tangga Ka’bah.Begitulah. Kalau sudah begini.

Sebelum menyerang. dan untuk yang lain. ada yang berubah di negeri Islam tersebut. Dia bertanya. Masya Allah. “OK. Dia bertemu dengan anak muda yang sedang duduk menangis. Beberapa tahun kemudian. “Kenapa kamu nangis anak muda?” Jawab si anak muda. pemuda-pemuda Islamnya sholeh-sholeh. dan apa yang terjadi? Hancur-lebur dan luluh-lantaklah negeri Islam. generasi yang pertama menangis mengeluarkan air mata karena cintanya kepada Allah. Selanjutnya dia masuk ke negeri Islam itu. Dia menceritakan apa yang diliatnya di negeri Islam. diselidiki dulu negeri Islam itu. Selanjutnya. Mereka cinta sama Allah. Lalu sang ketua berkata. Generasi yang kedua menangis mengeluarkan air mata karena cinta kepada pacarnya. Nah Sobat. air mata kita termasuk yang mana? Kalau kita menangis gara-gara siapa?? Semoga air mata dan tangis kita hanya karena Allah! *** Oleh: Aulia Agus Iswar • hilmi 9:15 am pada 13 Desember 2010 Permalink . untuk menemani. dengan janggut dan pernak pernik yang Islami. kalau negeri kafir menyerang saat itu.Cerita pertama. kembali diutuslah si matamata tadi untuk mengintai negeri Islam.” Cerita kedua. Tunggu kalau saatnya sudah tepat. “OK.” Kagetlah si mata-mata itu. ” Aku menangis karena baru saja ditinggal kekasihku?” mendengar jawaban anak muda tersebut. kita jangan menyerang Islam dulu. Jadi. Dulu. Begitulah sobat. Lalu. “Kenapa kamu nangis?” Jawab anak muda tadi. sang ketua mengutus seorang mata-mata ke negeri Islam tersebut. “Aku menangis karena tadi aku ketinggalan shalat berjama’ah di masjid. si mata-mata kembali ke negerinya dan melapor kepada sang ketua tentang apa yang diliatnya di negeri Islam. ada negeri kafir yang akan menyerang negeri Islam. Si mata-mata mendekati anak muda tersebut dan bertanya. pasti orang kafir akan kalah. si mata-mata menyamar lagi menjadi orang Islam. Ini bisa dilihat si mata-mata bertemu dengan anak muda Islam yang menangis karena ditinggal pacarnya. Sampai-sampai mereka sedih dan nangis lantaran ketinggalan shalat berjama’ah di masjid. hari-harinya akan dihabisin untuk sang kekasihnya. Kenapa bisa seperti ini? Ketua kafir melihat bahwa pada cerita yang pertama. Ketua kafir itu mengatur siasat. Inilah saatnya negeri kafir tersebut menyerang negeri Islam. untuk memikirkan. negeri kafir kemudian menyerang negeri Islam tadi. Pasti. Tiba-tiba dia bertemu dengan seorang anak muda yang sedang menangis di pojok dinding. Penasaran dengan hal tersebut. Akhirnya. saatnya kita serang mereka!” Akhirnya. Lalu dia balik ke negerinya dan melapor kepada sang ketua. Ini kelanjutan dari cerita pertama. Kejadian berikutnya sama dengan cerita yang pertama. Penampilannya Islam. Si mata-mata menyamar menjadi orang Islam. sang ketua berkata. Kenapa waktunya tidak dihabiskan untuk Allah dan Islam? Ini pertanda kalau negeri Islam tadi sudah lemah. setelah beberapa tahun. kemudian. si mata-mata tadi mendekati anak muda itu. Anak-anak mudanya sudah tidak sholeh (atau mungkin kurang sholeh).

cerita teladan ( 355 ). • Ermila 8:26 am pada 14 Desember 2010 Permalink Amiiin. kisah islami ( 268 ). Bila ada kelebihan dari upahnya itu terkadang ia berikan kepada tetangganya yang kekurangan. Dia punya sedikit bekas penyakit kusta. Sehingga. ibunya terharu. Setiap hari ia menggembalakan domba milik orang lain. dan dia sangat berbakti kepadanya. ia pun diijinkan menemui Rasulullah Saw. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kemuliaan Taat Kepada Ibu Suatu saat Rasulullah Saw bercerita kepada para sahabat. Ia begitu menyayanginya sehingga tak tega meninggalkannya sendiri. Ia sangat gelisah mengingat-ingat itu. Semakin hari kerinduan bertemu Rasulullah Saw bertumpuk.alhamdulillah. Tetapi apa daya. kalau dia mau berdoa kepada Allah. dapat menjadi penyemangat dalam mencari ridho Allah SWT. Upah yang diterimanya cukup untuk biaya hidup bersama ibunya.. cerita nasehat. kelak ada orang yang termasuk tabi’in terbaik yang bernama Uwais. pasti Allah akan mengabulkan doanya. . Bernama lengkap Uwais Al-Qarni.…mdh2an sejak saat ini air mata yg keluar hanya untuk Allah. kisah teladan ( 352 ). Mendengar curahan hati anaknya. perintahkan dia untuk berdoa. selalu menjalankan ajaran yang dibawa Rasulullah Saw. niscaya dia akan memintakan ampun untuk kalian. Ia punya suatu keinginan yang belum terlaksana sejak lama yaitu bertemu dengan Rasulullah Saw.  erva kurniawan 1:59 am pada 11 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).” (HR Muslim). “Sungguh. Keinginan itu kian memuncak setiap kali melihat tetangganya yang baru pulang dari Madinah dan sempat bertemu Rasulullah Saw. ibunya sudah tua renta dan sangat lemah. Oleh karena itu. Suatu hari kerinduannya tak tertahan lagi. ia tinggal bersama ibunya di negeri Yaman. Dia memiliki seorang ibu. ia memberanikan diri mengungkapkan perasaan itu kepada ibunya. Ia termasuk orang yang taat beribadah.

Ingin sekali ia menunggu. ilmu falak. Kemudian Rasulullah Saw mengatakan Uwais yang taat pada ibunya itu penghuni langit. mulailah perantauannya untuk belajar ilmu pengetahuan. pengobatan.detik. Di kota kelahirannya itu ia sempat menjadi pegawai pemerintahan. cerita teladan ( 355 ). Kota pertama yang dituju adalah Ahwaz kemudian Baghdad. Teori itu telah digunakan oleh para saintis di Itali untuk menghasilkan kaca pembesar pertama di dunia. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ibnu Haitham. Rasulullah Saw sedang tak berada di rumah. kisah islami ( 268 ). matematika. geometri.” (imam) *** ramadan.com/read/2010/08/28/160402/1430145/985/kemuliaan-taat-kepada-ibu  erva kurniawan 1:53 am pada 8 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).Namun kerinduan itu tak sempat terobati karena saat ia datang. Seraya memandang Ali dan beliau mengatakan. Yang lebih menakjubkan ialah Ibnu Haitham telah menemukan prinsip isi padu udara sebelum seorang ilmuwan bernama Tricella mengetahui hal tersebut 500 tahun kemudian. Sejak itu. . Ia pun memilih taat ibunya dan segera berpamitan pada ‘Aisyah. beliau menanyakan tentang seseorang yang mencarinya. Ibnu Haitham juga turut melakukan percobaan terhadap kaca yang dibakar dan dari situ tercetuslah teori lensa pembesar. Kecintaannya kepada ilmu pengetahuan membawanya berhijrah ke Mesir. Tulisannya mengenai mata telah menjadi salah satu rujukan penting dalam bidang penelitian sains di Barat. ‘Aisyah menjelaskan kedatangan Uwais. ia menyalin buku-buku tentang matematika dan ilmu falak. dan filsafat. Belajar yang dilakukan secara otodidak membuatnya mahir dalam bidang ilmu pengetahuan. tetapi ia teringat pesan ibunya untuk segera pulang. cerita nasehat. Dunia Barat mengenalnya dengan nama Alhazen. Ia lahir di Basrah tahun 965 M. “Suatu ketika jika kalian bertemu dengan Uwais mintalah doa dan istighfar darinya. Untuk membiayai hidupnya. Tetapi segera keluar karena tidak suka dengan kehidupan birokrat. Ketika Rasulullah Saw kembali. Kajiannya mengenai pengobatan mata menjadi dasar pengobatan mata modern. Rasulullah Saw meneruskan keterangan tentang Uwais kepada para sahabat. kisah teladan ( 352 ). Ilmuwan Optik dari Basrah Nama lengkapnya Abu Al Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham.

Kajiannya banyak membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana. Banyak buku yang dihasilkannya dan masih menjadi rujukan hingga saat ini. kisah teladan ( 352 ).Beberapa buah buku mengenai cahaya yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Meski menjadi orang terkenal di zamannya. Maqalah fima Tad’u llaih mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak. (imam/ Hagi). dan Risalah fi Sina’at al-Syi’r mengenai teknik penulisan puisi. Ibnu Haitham membuktikan dirinya begitu bergairah mencari dan mendalami ilmu pengetahuan pada usia mudanya. *** ramadan. kisah islami ( 268 ). Maqalah fi Istikhraj Simat al’Qiblah yang mengupas tentang arah kiblat.detik. cerita teladan ( 355 ). Jazakallah Khairan katsiro  erva kurniawan 1:58 am pada 7 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). salah satunya adalah Light dan On Twilight Phenomena. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Memuliakan Orang Berusia Lanjut . boleh tukeran link ga? • erva kurniawan 3:45 pm pada 9 Desember 2010 Permalink boleh mas. cerita nasehat. namun Ibnu Haitham tetap hidup dalam kesederhanaan. Kitab al-Tahlil wa al’Tarkib mengenai ilmu geometri.com/read/2010/08/29/115306/1430388/985/ibnu-haitham-ilmuwan-optik-dari-basrah • hilmi 1:57 pm pada 9 Desember 2010 Permalink ceritanya banyak yang bagus mas. Kitab Tahlil ai’masa’il al ‘Adadiyah tentang aljabar. Di antara buku-bukunya itu adalah Al’Jami’ fi Usul al’Hisab yang mengandung teori-teori ilmu matemetika dan matematika penganalisaan. Ia dikenal sebagai orang yang miskin materi tapi kaya ilmu pengetahuan.

Ali bin Abu Thalib bergegas menuju masjid untuk salat berjamaah bersama Rasulullah Saw. “Ketika ruku’ dan membaca tasbih seperti biasa. Maka. aku hendak mengangkat kepalaku untuk berdiri. langkahnya terhambat oleh seorang lelaki tua berusia lanjut. tapi terhalang oleh seorang laki-laki Nasrani tua. Tapi Jibril datang. Sebenarnya. Ali masih sempat mengikuti raka’at terakhir.Alifmagz – detikRamadan Jakarta – Pada suatu subuh. seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw. Seusai shalat berjama’ah. bapak tua itu tak memasuki masjid. Ali memberi hak orang tua itu untuk berjalan lebih dulu.” “Mengapa bisa begitu ya Rasulullah?” tanya sahabat yang lain. Namun di tengah perjalanan. Bapak tua itu berjalan lambat di depan Ali.” Kemudian Rasulullah Saw mengatakan. Suami Fatimah binti Rasulullah itu tak ingin mendesak dan memaksa untuk mendahului bapak tua itu. ada keresahan dalam hati Ali. Ali mengikuti langkah demi langkah bapak tua itu di belakangnya. “Itulah derajat orang yang memuliakan orang tua. Setelah langkahnya tak terhalang. Ali bergegas memasuki masjid. Baru setelah beban itu diangkat. ia membebani punggungku hingga lama sekali. Syukurlah. Ali menghormati karena ketuaannya. “Wahai Muhammad! Sesungguhnya tadi itu karena Ali tergesa-gesa mengejar shalat berjama’ah. Dengan sabar. engkau memperlambat ruku’ yang terakhir?” Rasulullah Saw pun menjawab. datanglah Jibril kepada Rasulullah Saw dan menjelaskan apa yang terjadi. tak sempat mengikuti shalat berjamaah bersama Rasulullah Saw. “Apa yang terjadi wahai Rasulullah? Tidak seperti biasanya. Maka. Ternyata.” Sumber: Pesan Indah dari Makkah & Madinah – Ahmad Rofi’ Usmani *** .” jawab Rasulullah Saw. Allah memerintahkanku untuk menetapkanmu dalam keadaan ruku’ hingga Ali bisa menyusul shalat berjama’ah bersamamu. aku bisa mengangkat kepalaku dan berdiri. Ali menghormatinya dan tak berani mendahului langkah orang tua itu. Ia kawatir. Tahulah Ali bahwa bapak itu bukanlah seorang muslim. ia seorang Nasrani yang kebetulan sedang melintas. Tibalah iring-iringan Ali dan bapak tua itu di depan masjid. “Aku sendiri tak mengetahuinya dan tak bisa menanyakan hal itu kepada Jibril. meski orang tua itu seorang Nasrani.

ramadan.detik.com/read/2010/08/17/120059/1421819/985/memuliakan-orang-berusia-lanjut

 erva kurniawan 1:50 am pada 3 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Pohon Kurma untuk Masa Depan

Alifmagz – detikRamadan Jakarta – Suatu hari, Raja Persia berjalan-jalan, meninjau wilayah kekuasaannya. Di tengah Raja menjalankan kebiasaannya itu, ia melihat seorang kakek tua tengah menanam bibit pohon kurma. Ia heran dengan apa yang dilakukan kakek itu. Pikir sang raja, “Bagaimana ia nanti akan menikmati hasil yang ditanam, sedangkan ia sendiri sudah tua renta?” Raja pun menegur kakek itu dan bertanya, “Wahai kakek, apakah engkau bermaksud akan menuai hasil dari apa yang engkau tanam ini? Engkau tahu, pohon kurma ini tak akan berbuah setelah beberapa tahun kemudian.” Setelah memberi hormat kepada raja yang menegurnya, kakek tua itu menjawab, “Wahai Raja yang agung, paduka tentu mengetahui bahwa orang yang hidup sebelum kita telah menanam pohon kurma yang kita tuai hasilnya sekarang ini. Dengan demikian, mengapa kita tak menanam bibit pohon kurma agar generasi kita nanti akan dapat menuai hasilnya?” Sang raja terkejut dengan jawaban kakek tua itu, tapi ia membenarkan dan menyetujui apa yang dikatakannya. Raja pun memberinya hadiah sekantong uang. Kakek tua menerimanya dan berkata, “Wahai raja yang mulia, alangkah cepatnya benih pohon kurma yang hamba tanam ini berbuah!”

Raja Persia itu tak menyangka mendapat jawaban seperti itu dari Sang Kakek. Raja berkata, “Benar apa yang engkau katakan Kek.” Kemudian ia mengambil sekantong uang yang lain untuk diberikan lagi kepadanya. Kakek menerimanya dan berkata, “Wahai Raja yang agung, yang paling menakjubkan adalah pohon kurma itu akan berbuah dua kali dalam satu tahun seperti halnya dua kantong uang yang paduka berikan pada hamba.” Raja itu semakin kagum dan memberi lagi sekantong uang kepadanya. Kemudian keduanya ngobrol dengan asyik. Sang raja menanyakan mengenai pertanian, sang kakek pun menjawab seakan-akan kakek tersebut telah bertani sejak dia masih kecil. Keduanya terus-menerus ngobrol sehingga tanpa terasa matahari pun mulai terbenam. Maka sang raja pun bersiap-siap untuk pergi dan sebelumnya dia berdoa agar kakek tersebut berumur panjang dan dia dapat bertemu kembali dengannya. *** ramadan.detik.com/read/2010/08/12/172243/1419254/985/pohon-kurma-untuk-masa-depan

 erva kurniawan 1:56 am pada 1 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Ibadahnya Sang Ratu Cinta

Alifmagz – detikRamadan Jakarta – Cinta adalah bahasa yang indah. Setiap saat, selalu saja ingin bersama orang yang kita cintai; memujinya dan mengaguminya. Cinta juga bisa menjadi alasan bagi seorang hamba untuk beribadah kepada Tuhannya.

Seperti cinta Rabiah al-Adawiyah kepada Allah, Tuhannya. Meski Allah telah menyediakan banyak pahala kepada hamba-Nya, ibadah Rabiah tidak untuk itu. Tidak juga karena mengharap surga atau takut neraka. Suatu saat ia berdoa, “Ya Allah, jika aku menyembah-Mu karena takut kepada neraka, bakarlah aku di dalam neraka; dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga, campakkanlah aku dari dalam surga; tetapi jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu yang abadi kepadaku.” Rabiah, Sang Ratu Cinta, seorang sufi perempuan dari Bashrah, terlahir dalam keluarga yang sangat miskin, meski saat itu Bashrah sedang bergelimang kemakmuran. Saat sang ibu berjuang melahirkannya, tak seorangpun menolong, sementara ayahnya sedang berusaha mencari bantuan kepada tetanggatetangganya. Malam sudah larut, para tetangga sudah terlelap. Ayahnya pulang tanpa hasil. Sebenarnya, ayahnya hanya ingin meminjam pelita untuk menerangi istrinya. Kelahiran Rabiah tak mengubah nasib keluarganya. Sekuat tenaga ayahnya berusaha dan memasrahkan semua kepada yang Mencipta Kehidupan. Saat kesulitan melanda Bashrah, karena dilanda bencana kelaparan, keluarga Rabiah tetap saja menjadi sasaran kekisruhan. Seorang penjahat menculik Rabiah, kemudian dijual di pasar budak dengan harga yang murah. Seorang saudagar membeli dan memberinya pekerjaan yang berat. Tetapi justru karena penderitaan-penderitaan itu membuatnya mendekat pada Allah. Dalam kesibukannya bekerja, ia tetap menjalankan puasa. Di malam hari, ia menghabiskan waktu dengan banyak ber-mujahadah kepada-Nya. Hingga sampai suatu tingkat, ibadahnya membawa kedekatan dengan Allah. Kedekatan kemudian berubah menjadi kerinduan yang mengantarkan kepada cinta kepada-Nya. “Aku adalah milik-Nya. Aku hidup di bawah naungan-Nya. Aku lepaskan segala sesuatu yang telah kuperoleh kepada-Nya. Aku telah mengenal-Nya, sebab aku menghayati.” Di suatu malam yang senyap, dalam kerinduan yang sangat, ia bersujud dan berdoa, “Ya Allah, apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di dunia ini, berikanlah kepada musuh-musuh-Mu. Dan apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di akhirat nanti, berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu. Karena Engkau sendiri cukuplah bagiku.” *** ramadan.detik.com/read/2010/08/13/144506/1419950/985/ibadahnya-sang-ratu-cinta

 erva kurniawan 1:23 am pada 30 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Ibnu ‘Arabi, Kaya Tanpa Terjebak Nafsu Keduniawian

Ibnu ‘Arabi yang dikenal dengan sebutan Syekh al-Akbar, tiba di Tunisia. Ia bertemu dengan seorang nelayan yang tinggal di gubuk berdinding lumpur kering. Nelayan itu dikenal sangat dermawan. Setiap hari ia melaut. Namun, seluruh hasil tangkapannya ia sedekahkan kepada orang-orang miskin. Sedangkan untuknya sendiri, hanya sepotong kepala ikan untuk direbus sebagai lauk makan malamnya. Nelayan itu kemudian belajar kepada Ibnu ‘Arabi. Selang beberapa waktu, nelayan itu pun menjadi seorang syekh yang juga punya murid. Suatu ketika, salah seorang muridnya meminta izin untuk mengadakan perjalanan ke Spanyol. Sang nelayan mengijinkan dan berpesan agar menemui Ibnu ‘Arabi untuk meminta nasihat. Sudah bertahun-tahun nelayan itu merasa perkembangan jiwanya tak lagi mengalami kemajuan, ia membutuhkan nasehat Ibnu ‘Arabi. Sesampainya di kota tempat tinggal Ibnu ‘Arabi, murid nelayan itu menanyakan tempat ia bisa bertemu Ibnu ‘Arabi. Orang-orang yang ditanya menunjuk ke puncak bukit, ke sebuah puri yang tampak seperti istana. Melihat tempat yang ditunjuk orang-orang, murid itu sangat terkejut, betapa sangat duniawinya kehidupan Ibnu ‘Arabi. Jauh dibandingkan dengan kehidupan guru tercintanya yang sangat sederhana. Dengan enggan, ia melangkahkan kakinya ke arah puri itu. Sepanjang jalan ke puri, ia melalui ladangladang yang terawat baik dan jalan-jalan yang indah, lengkap dengan kumpulan domba, kambing, dan sapi. Ia menyempatkan diri bertanya kepada orang-orang di ladang, siapa pemilik semua ladang dan ternak ini. Setiap yang ditanya menjawab, milik Ibnu ‘Arabi. Keragu-raguan membayangi pikirannya, bagaimana mungkin orang yang sangat materialis seperti itu bisa menjadi seorang sufi terkemuka. Apalagi setelah ia sampai puri itu. Tak pernah ia melihat bagunan seindah dan semegah ini, bahkan dalam mimpi sekalipun. Murid sang nelayan itu tak bisa menyembunyikan kegeramannya ketika bertemu Ibnu ‘Arabi. Ia sangat marah ketika mendengar pesan Ibnu ‘Arabi yang diamanahkan kepadanya untuk disampaikan kepada gurunya, sang nelayan. Ibnu ‘Arabi berkata, “Sampaikan kepada gurumu, dirinya masih terikat pada keduniawian.”

Sekembalinya murid itu ke kampung halamannya, ia menyampaikan pesan itu kepada gurunya. Sungguh ia tak menduga sikap gurunya. Mendengar pesan itu, gurunya mengatakan, “Ia benar! Ia sungguh tak peduli sama sekali dengan semua yang ada padanya. Sementara aku, ketika setiap malam menyantap kepala ikan, aku masih saja berharap seandainya saja kepa ikan itu adalah seekor ikan yang utuh.” (imam) – ilustrasi: viky *** Sumber: Cinta Bagai Anggur – Syekh Ragip Frager, Ph. D ramadan.detik.com/read/2010/08/18/101742/1422304/985/ibnu-arabi-kaya-tanpa-terjebak-nafsukeduniawian

 erva kurniawan 1:14 am pada 29 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Ujian Cinta di Geger Kalong

Oleh Bahtiar HS “Pak Herman, gimana nih, Pak?” Pak Suherman Rosyidi, dosen Fakultas Ekonomi Unair yang tetangga saya itu menoleh kepada asal suara. Dua orang sekretaris Dekan menegurnya di pintu masuk ruang itu. Keduanya perempuan. Seorang, sebut saja Bu A sudah memiliki 3 orang anak. Dan Bu B sudah menikah tetapi belum dikaruniai anak. “Gimana apanya, Bu?” tanya Pak Herman pada mereka. “Gimana kok Aa’ Gym menikah lagi, Pak?” keluh Bu A. “Kenapa mesti poligami?”

Bu?” tanya Pak Herman pada temannya yang sesama dosen itu.” “Masih bersih gimana. “Ya. Sudah berbilang tahun wanita itu mengajar di kampus ini sejak ia menikah dengan orang Indonesia asli. “Bukan begitu. kira-kira isteri itu milih yang mana?” Kedua ibu itu saling berpandangan. Kalau ada masalah-masalah seperti ini. “Heran gimana.” “Alhamdulillah. Pak Herman!” seru Bu Icy dengan logat Amerikanya yang tak bisa dihilangkan.” “Diganti gimana.Pak Herman tersenyum.” *** “Saya heran sama orang Indonesia. ibu pilih yang mana?” Kedua wanita itu terperanjat seperti mendapatkan pertanyaan yang tak pernah didengar sekalipun selama hidupnya. Tempat bertanya atau mengadu. pertanyaannya saya ganti. “Ibu-ibu ternyata masih bersih. seseorang menjawab. gimana lagi kalau pilihannya hanya itu. Bu. Pak?” tanya keduanya hampir berbarengan. Pak!” tegas Ibu B. . Bu?” Bu B mengangguk-angguk. Antara yang halal dan yang haram. Beliau kemudian menghampiri kedua ibu muda itu. Pak?” sergah Bu B. “Begini.” jawab Pak Herman. Pak Herman sendiri dengan sabar menunggu. “Ibu-ibu masih bersih. “Ok. Pak?” “Saya ganti begini. “Ya.” potong Pak Herman.” kata Pak Herman. anggota Dewan Ekonomi Syariah itu memang biasa menjadi “jujugan”. dari hati nurani ibu yang paling dalam. “Coba jawab pertanyaan saya dengan jujur dan ikhlas. “Kalau ibu disuruh memilih. “Jikalau ada seorang isteri diberikan pilihan — bukan Anda berdua.” jelas dosen itu.” kata Pak Herman berteka-teki. Pak?” kata Bu A sambil melirik. Ok. ”Kok pertanyaannya seperti itu. Keraguan segera merayap dalam senyap. mengharap dukungan Bu B di sebelahnya.” lanjut Pak Herman. “Masih bisa membedakan antara yang benar dan yang bathil. pilih suami menikah lagi. Dan dalam sepuluh-lima belas detik kemudian. “Tolong pilih satu di antara dua. “Saya tak memilih dua-duanya.” “Apa itu. “Jikalau pertanyaan itu terlalu berat untuk dijawab. Pak?” protes Ibu A. antara: merelakan suami ibu menikah lagi atau merelakan suami ibu melacur. lho? — yaitu merelakan suaminya menikah lagi atau merelakan suaminya melacur.

Saya berusaha menahan diri. pasti tidak akan terjadi kehebohan seperti ini. biasanya isteri keduanya adalah seorang gadis. Suherman Rosyidi – kami memanggil beliau Pak Herman — di Masjid Rungkut Jaya Ahad pagi ini. Kalian. Coba jika seandainya Aa’ Gym memilih calon yang keempat. apa salahnya Aa’ Gym memilih janda dengan sekian anak?” tanyanya kepada hadirin seakan ingin mendapat jawaban. meski sayang belum memeluknya hingga sekarang. “Tetapi. Tak logis dalam benak mereka untuk berbagi suami dengan orang lain.” kata saya turut menanggapi. “sebenarnya ada 4 calon yang diajukan Aa’ Gym sebagai isteri kedua. “Sehingga. Pak Herman sejenak tersentak. Pak. “Kalau saya baca press release Aa’ Gym awal Desember lalu. Kedua. Sebuah pandangan yang menganggap segala yang dipunya sebagai ‘milik’. perempuan “barat” itu punya pendapat sedemikian. apa yang menyebabkan mereka seperti itu?” “Masalahnya sudah jelas. gadis. “Apa salahnya jika janda itu mantan model? Apa salahnya juga jika seandainya dia memilih seorang gadis sebagai isteri kedua?” . Sebagaimana banyak laki-laki yang poligami. “Lantas menurut Ibu. Pak!” Gerr. Ketiga. Tak dinyana. janda tanpa anak. ketika pintu poligami ditutup. Pak.” kata saya melanjutkan. Ia memang telah banyak belajar tentang Islam. ia mantan model. Ia penganut Kristen. “Hanya saja. “Menurut Ibu. janda dengan cukup banyak anak.“Mengapa mereka menolak poligami yang nyata-nyata ada dan dibolehkan di dalam Islam?” tanyanya sungguh. semua yang ada ini ‘kan milik Tuhan?” lanjut wanita itu. “maka pintu pelacuran akan terbuka lebar-lebar. nenek-nenek gampang masuk angin. “Aa’ Gym sebenarnya sudah memilih yang ketiga. Agaknya fenomena heboh Aa’ Gym yang menikah lagi itu turut menghangatkan beranda masjid ini setelah diguyur hujan semalam.” Pak Herman kemudian bertanya. Dan Ust. Pak Herman.” kata wanita asing itu. Satu. Bukan dan tak akan menjadi milik wanita lain. berbagi dalam Islam adalah sesuatu yang common-sense.” “Apa itu?” “Kapitalisme!” “Kapitalisme?” “Ya. lebih muda dan cantik ketimbang isteri pertama. Bukan muslimat lagi. Herman pun tersenyum. sudah terkontaminasi dengan apa yang datang dari Barat.” Pak Herman manggut-manggut.” Hadirin tersenyum. Dan keempat. orang Indonesia. Suami saya adalah milik saya. Itulah ruh kapitalisme. “Sedangkan dalam pandangan Islam. Bagaimanapun yang ada di hadapannya itu adalah wanita Barat. apa masalahnya dengan penolakan poligami?” “Masalahnya. janda dengan cukup banyak anak.” *** Itulah pengantar perbincangan seputar poligami oleh Ust.

Cinta mereka sebatas hanya kepada Aa’ Gym. sampean. seorang janda yang sudah sangat tua umurnya. sebagaimana Rasul baru menikah lagi setelah Khadijah meninggal?” Saya termangu. Lantas apa hubungannya dengan Nabi Ibrahim dan Ismail?” “Peristiwa poligami Aa’ Gym ini seperti penyembelihan Ibrahim atas Ismail. Saya juga sependapat dengan Ibu Sirikit Syah sebagaimana tulisannya di Jawa Pos 13 Desember 2006 yang lalu. Ataukah cinta kepada seorang pendakwah. “Abu Bakar. kita akan tersadarkan bahwa dai kondang itu ternyata manusia biasa seperti kita.” simpul Pak Edy sambil menyelonjorkan kaki di beranda masjid. itu berarti mereka selama ini datang mendengarkan taushiyah hanya karena Aa’ Gym. Barangkali dengan peristiwa ini Allah ingin menunjukkan kepada kita bahwa Aa’ Gym bukanlah ‘dewa’. “Apakah serta-merta kita harus mencontohnya demikian pula?” jawab Pak Herman. *** Dari Sahabat .” “Betul juga. “Fenomena apa itu. Usman dan para sahabat yang lain tidak menunggu isteri pertama mereka meninggal dulu untuk melakukan poligami. “Ujian cinta!” katanya penuh misteri. “Juga apakah kita harus menunggu isteri pertama kita meninggal sebelum menikah lagi.“Bukankah Rasul setelah Khadijah meninggal mengambil Saudah.” lanjut Pak Herman. “Jika jamaah Aa’ Gym begitu saja meninggalkan pengajian MQ ketika tahu Aa’ menikah lagi. Entah cinta kepada seorang anak. anak yang kelahirannya didambanya berpuluh tahun ataukah Allah SWT?” Saya dan beberapa jamaah yang masih bertahan di beranda manggut-manggut. yakni pemisahan antara yang benar-benar cinta kepada Allah dan yang sekadar cinta kepada manusia. Justru karenanya Ia telah menyelamatkan kita dari “cinta yang salah”. mana yang lebih dicinta: Ismail. “Tentu tidak. Umar.” *** “Fenomena Aa’ Gym ini persis seperti peristiwa penyembelihan Ismail as oleh Nabi Ibrahim as. Jamaah yang lain pun tepekur di tempat duduknya masing-masing. Nabi Ibrahim diuji oleh Allah. Tak lebih.” katanya melanjutkan.” Saya setuju dengan tetangga saya itu. Pak?” tanya saya. “Ujian cinta bagaimana?” “Ya. Ceramah shubuh oleh Pak Herman baru saja usai. “Demikian juga dengan poligami Aa’ Gym. Cinta mereka bukan kecintaan yang tulus kepada Allah. menjadi isteri keduanya. Dan di sisi lain. Pak?” sergah saya.

Makan siang yuk. penulis aslinya adalah Bahtiar HS. Selepas SCBD. ajaknya. Mengenai gambar yang digunakan itu adalah Bunga Teratai atau Water Lili. cerita teladan ( 355 ). seperti tulisan ini. cerita nasehat. Wassalam  erva kurniawan 1:08 am pada 27 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kenapa anda sering menggunakan gambar teratai dalam artikel anda? • erva kurniawan 3:51 pm pada 13 Desember 2010 Permalink Sebenarnya banyak artikel pada blog saya in yang bukan saya penulisnya.• Totok 10:38 am pada 13 Desember 2010 Permalink saya sangat tertarik dengan artikel mengenai islam seperti artikel yang anda tulis ini. kisah teladan ( 352 ). tidak ada alasan spesifik mengapa sering memakai gambar itu. jawabku. alasan lain saya suka gambar itu karena menyejukkan dan natural. saya Mohon ijin tanya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kepuasan Ada Di Rasa Syukur Siang itu tadi temanku tiba-tiba nelpon. kisah islami ( 268 ). So she picked me up at the lobby of Jakarta Stock Exchange Building. hanya karena tidak ada ide gambar yang tepat menggambarkan cerita itu. Ide ke soto Pak Sadi segera terpatahkan begitu melihat bahwa yang parkir sudah sampai sebrang-sebrang. Oke. . kami masih belum ada ide mau makan dimana.

Melangkah lagi dengan gontai ke mobil lainnya. pagi tadi dia mandi apa enggak. Ditolak lagi. Bisa makan di mobil soalnya sampai di sana masih sepi. Tempat yang cukup teduh. Menawarkan jasa. Nyengir. Lalu kuberikan kepadanya. Umur sekitar 20-an. Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami apa yang dia rasakan. Seperti ada yang dipikirkan. Dia menyerahkan sepatunya pada ku. menuju mobil-mobil yang parkir sesudah kami. . selain penolakan. Aku lirik sepatuku. So. Tertunduk lesu…Kami pun selesai makan. Akhirnya dia kembali ke bawah pohon. Begitu parkir. Kami masih bisa milih parkir yang enak. Kutarik 2 buah lembaran ribuan dari kantong kemejaku. Seribu aja”. Bahkan. Ugh. sepertinya kami juga merasakan penolakan itu. minum apa. Ditolak lagi.Akhirnya kami memutuskan makan gado-gado di Kertanegara. dia juga mendapat pandangan curiga. Uang sisa parkir. Sambil menunggu pesanan. Ah. Soalnya setahu ku jasa nyemir biasanya 2 ribu rupiah Dia berkata kalem “Kebanyakan om. Pergi ke mobil satunya. Se-ri-bu Ru-piah. Saking lamanya. kapan ya terakhir aku nyemir sepatuku sendiri? Aku sendiri lupa. orang seperti dia masih berani menolak uang yang bukan hak-nya. Tentang kira2 umur dia berapa. Perbincangan kami mulai ngelantur kemana-mana. joki gado-gado sudah menanyakan mau makan apa. kenapa dia jadi penyemir dll. Dan setiap kali dia ditolak. Kadang2 matanya melayang ke arah mobil-mobil yang hendak parkir (sudah mulai ramai). Kami makan sambil ngobrol. Lalu pandangannya kembali kosong.di beberapa mobil. Seperti orang sedih. Who said life would be fair anyway. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil. Pikiranku tiba-tiba melayang. kami pun ngobrol. ya jadi pak ogah. Duduk di atas kotak semirnya. Menawarkan lagi. aku kan karyawan sok sibuk…Tanpa sadar tangan ku membuka sepatu dan memberikannya pada dia. dia bergerak menjauh. Penyemir tadi belum aku bayar. Absent minded. Kulambai dia. Sambil memperhatikan pemuda tadi nyemir sepatu ku. masih menenteng kotak semirnya di satu tangan. Ditolak. Pesanan kami pun datang. Konyol ah. Tiba-tiba kami tersadar. Aku masih terbengong-bengong waktu nerima uang seribu rupiah yang dia kembalikan. kami agak kaget. Terlalu tua untuk jadi penyemir sepatu. dia merasa cukup dibayar segitu. It-just-does-not-compute-with-my-logic! Bayangkan. Pembicaraan pun bergeser ke pemuda itu. seperti biasa. Di kejauhan aku masih bisa melihat pemuda tadi. Kelihatannya dia memendam kesedihan. Tangannya seperti menyemir secara otomatis. Dia menerimanya lalu membawanya ke emperan sebuah rumah. Belum lagi dia kubayar. BOOM. Bisa buat apa sih sekarang? But. Mungkin supaya nyemirnya nyaman. “Semir om?” tanyanya. ketika tiba2 ada seorang pemuda lusuh nongol di jendela mobil kami. Kami pesan dua porsi gado-gado + teh botol. Pandangan matanya kosong. Baru ada beberapa mobil. iya. Kenapa jadi kita yang mengharapkan bahwa semua orang harus menyemir? Hihihi… Perbincangan pun bergeser ke topik lain. Biasanya pemuda umur segitu kalo tidak jadi tukang parkir or jadi kernet. mendapatkan penolakan dari satu mobil ke mobil lainnya. Kami masih makan saat dia selesai menyemir. Jawaban itu tiba-tiba serasa petir di hatiku. Maklum. Mungkin karena masih pada jumatan. Tempat yang terlihat dari tempat kami parkir. Mata kami lekat padanya.

Janganlah bersifat mubazir. ke aku. yang sudah berkelebihan. Betapa aku masih sedemikian kerdil. cerita nasehat. tapi semoga bisa diambil hikmahnya. tapi perilaku-ku belum seberapa dibandingkan dengan pemuda itu. ada yang menutup hidung. kisah teladan ( 352 ). masih mau memberi. Betapa aku masih suka merasa kurang dengan gaji ku. Padahal keadaanku sudah sangat jauh lebih baik dari dia. karena masih banyak disekitar kita yang tidak memiliki kesempatan atau kelebihan seperti yang kita miliki. Siang ini aku merasa mendapat pelajaran berharga. Kenapa nggak sekalian aja jualan di dalam mall?” gerutuku dalam hati. . kisah islami ( 268 ). Selalu ingat bahwa segala sesuatunya ada lah milik Sang Pencipta. Baunya yang menyengat ternyata tidak mengganggu penjualnya. ada yang cuek. yang dalam kekurangannya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) HP dan Kambing Bukan bermaksud sara. Bahwa kejujuran itu langka. Kututup hidung ketika melewati kerumunan kambing.Tiba-tiba aku merasa ngeri. Siang ini aku seperti diingatkan. Orang yang lalu lalang. ada juga yang justeru menghampiri hewan bau itu. Tuhan sudah sedemikian baik bagiku. Bahwa kepuasan itu adanya di rasa syukur  erva kurniawan 1:28 am pada 21 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita teladan ( 355 ). Dalam hati sempat juga ngedumel sich “Nih orang mau jualan kambing gak melihat-lihat tempat apa? Masak jual hewan yg bau itu di dekat kios-kios elektronik.

sempat terdengar pertanyaan dari orang yang menghampiri pedagang kambing tadi. Memang kios itulah yang menjadi tujuanku ke tempat ini. Belum sampai di depan kios HP yang kutuju. ada radio. Kuraba saku celana. masih layak untuk di gunakan. pegawai toko VCD di Glodok saling bertukar lagu lewat fasilitas bluetooth. tidak perlu bawa kamera untuk berfoto. dengan susah payah aku kumpulkan sebagian gajiku untuk menggantikan rasa “malu” dengan “kebanggaan” bertelepon di tempat umum. Sering aku ikut melantunkan dalam hati lagu yang kebetulan aku tahu dan seakan ingin agar pemiliknya tidak segera mengangkat telepon tersebut agar aku bisa lebih lama mendengarkan lagu yang sedang di gandrungi banyak orang itu. kambing yang itu harganya berapa bang ?” Si pedagang menjawab ” Satu juta pak” “Kok mahal amat sih bang?” “Itu yang terbesar pak. mana sanggup saya beli? Berapa sih hasil dari ngasong bang!” (“ooo ternyata orang itu adalah pedagang asongan” ujarku dalam hati) “Kalau yang coklat itu berapa bang? Itu yang rada kecilan” “Itu 750 ribu pak. Bahkan saat ini ada semacam fasilitas untuk berbicara sekaligus melihat lawan bicara di seberang. Sering saat aku berangkat atau pulang kantor menggunakan KRL menyaksikan penumpang yang menggunakan HP terkini. Sangat pantas untuk Qurban !” “Wah kalau segitu sih. bisa lagu klasik ataupun lagu pop yang sedang top dari penyanyi papan atas. kan HP kamu emang rada “b u t u t” pasti bisa dech……. sehat lagi. MP3 bahkan kamera foto & video. pengusaha. Memang luar biasa perkembangan teknologi saat ini. mataku menatap lurus ke depan. fasilitas bluetooth pun tak ada. Tidak perlu membawa walkman untuk mendengarkan lagu. HP tersebut sangatlah “tidak layak” digunakan di tempat umum.. HP yang ada di saku celanaku. canggih. Sekali waktu sempat kulihat. kalau tidak salah 3G (mohon maaf kalau istilahnya salah. “Bang. masih tersimpan HP type lama yang sudah 5 tahun aku gunakan. dengan terkumpulnya dana 3 juta untuk mengganti HP lama dengan HP baru. jangankan kamera. harga pas.” Dan seperti biasa aku cuma bisa nyengir sambil ikut tertawa. lelucon yang sering di lontarkan kawan-kawan adalah “Mau dikirimin lagu bagus nggak? Pakai Bluetooth aja. satu alat bisa mewakili berbagai macam fungsi alat-alat lainnya. boleh ya………?” . Cukup bawa satu buah HP. pegawai toko & mall bahkan pedagang bakso sekalipun.” “Saya cuma ada 650 ribu bang. Suaranya merdu sekali saat ada telepon masuk. Tetapi untuk saat ini. suara polyphonic. baik bertelepon maupun ber-SMS. Sekarang semua itu akan berubah. Dari pegawai kantoran macam aku. nggak ngambil untung besar lho pak. yang saya pikir dengan dana tersebut cukuplah membeli HP canggih. pegawai negeri. Tidak sia-sia pengorbananku selama setahun ini. Sebenarnya HP tersebut tidak bermasalah. semua itu sudah bisa terwakili. maklum belum pernah pakai) Kadang cukup kaget juga sich saat tahu siapa saja pemilik alat-alat canggih tersebut.Kupercepat langkah kakiku melewati tempat tersebut. tepat ke sebuah kios penjual HP.

berbentuk besar. nomer kloter dan asal kota. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ya Allah. Mamat selalu membaca basmalah dan shalawat kepada Rasulullah Saw. kisah teladan ( 352 ). cerita teladan ( 355 ). tiba-tiba sekali aku jadi tertarik mendekati hewan yang bau itu. Koper-koper tersebut adalah milik jemaah haji yang baru saja selesai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci pada tahun itu. tiba-tiba rasa malu muncul dan mengalir deras dalam hati-ku rasa malu ini bahkan melebihi rasa malu saat kawan-kawan mencemooh HP butut-ku. Setiap kali mengangkat satu koper. Seketika aku terkesiap. cerita nasehat. *** Oleh Bagus Hariyadi  erva kurniawan 1:16 am pada 20 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). berwarna biru tua dan bertuliskan nama pemilik. Koper bukan sembarang koper. Bayangan HP baru perlahan-lahan hilang. . ongkos angkut ke sininya saja sudah mahal. kalau segitu sih belum dapat. kisah islami ( 268 ). Kau telah memberikan rasa malu pada hati manusia”. Pada kali selanjutnya. hingga rasa itu muncul di dadanya. Sudah berpuluh koper yang ia angkat. Kapan Aku Mengangkat Koperku Sendiri…? Saat itu adalah bulan Muharram tahun 1424 H. bang”. bagaimana kalau yang putih itu saja” kata si pedagang sambil menunjuk kambing yang lebih kecil “Yah sudahlah.“Wah pak . domba dan sapi di sembelih dengan menyebut asma Allah. Seorang pria bernama Mamat yang bekerja di Bandara Soekarno-Hatta sedang sibuk mengangkat koper-koper penumpang. “Terima kasih ya Allah. dari pada besok belum tentu terbeli” katanya pasrah “ini juga dari hasil nabung 3 tahun yang lalu. Semua koper yang baru saja dibongkar dari pesawat Saudia Airlines itu memiliki kesamaan. berganti dengan bayangan gema Takbir saat kambing. Kuhentikan langkah kaki ini.

Dengan bersemangat Iis berkata. tetangga. Rupanya Allah mendengar jeritan hati Mamat. “Emangnya ada apa. kapan saya mengangkat koperku sendiri seperti ini…?!” Sebenarnya yang ia maksud adalah ia begitu berharap dapat berangkat haji ke Baitullah. Mamat pun kemudian menyambung kalimatnya dengan nada hati-hati. padahal mereka berdua selalu berdoa kepada Allah Swt agar dapat berangkat naik haji bersamasama. Kalimat itu membuat Iis menjadi gelisah. “Semoga tidak ada bahasa yang terpeleset dan melukai hati”. Mamat amat hati-hati dalam mengemasnya. “Akang ingin beritahukan sesuatu ke kamu.!!!” Iis berteriak kegirangan. .Namun kebahagiaan ini tidak serta-merta membuat Mamat puas hati. ia sempat membaca doa kecil kepada Allah Sang Penguasa Alam di dalam hatinya. Sambil tersenyum. Iis berujar. Hanya selang 4 bulan saja. namanya keluar sebagai salah seorang dari 17 orang pegawai yang mendapatkan jatah naik haji tahun itu atas biaya kantor. Seperti kebiasaan orang kampungnya. Iis rela melepas Akang naik haji.Maka tatkala menyampaikan berita ini pun. Akang minta maaf ya sama kamu…” Mamat mencoba membuka percakapan dengan meminta maaf terlebih dahulu. sanak famili menghadiri acara itu. saat itulah tiba giliran Iis mencium punggung telapak tangan suaminya dan suasana haru pun tercipta. “Ya Allah.tatkala tangannya menggamit pegangan koper. Ia coba tenangkan hati untuk mendengar berita gak enak ini. Ia langsung melompat ke arah Mamat suaminya dan memeluknya dengan erat. itulah harapan Mamat. “Udah kang gak usah dipikirin. cuma yang bikin Akang takut membuat kamu sedih adalah …. Is! Akang khan cuma pegawai kecil seperti kamu tahu… Kalau saja. Hingga saat Mamat hendak naik ke atas kendaraan. Sekali lagi Mamat bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla karenanya. Subhanallah. tentu Akang akan ajak kamu juga untuk berhaji ke rumah Allah!” Iis lalu mengerti kegundahan yang berkecamuk dalam hati suaminya. tapi kamu jangan marah ya… apalagi sedih…?” sambut Mamat. “Is…. Akang terpilih menjadi salah satu karyawan yang akan diberangkatkan haji oleh kantor…” “Alhamdulillah…. Sebab hanya dia saja yang dapat berangkat naik haji. Kang?” sang istri bertanya. “Kirain berita sedih…! Berita bagus kayak begini kok dibawa sedih kayak begitu Kang? Iis ikut senang ngedengernya!” “Ya… emang sebenarnya ini adalah berita gembira. Tapi jangan lupa doain Iis ya biar cepat nyusul!” Akhirnya. Mamat pun amat bersyukur kepada Allah Ta’ala karenanya. Semuanya sudah bersalaman dan berangkulan dengan Mamat. Mamat berpamitan dengan menyalami serta merangkul orang-orang yang ia kenal seraya meminta restu. Pembacaan shalawat dustur yang dikumandangkan oleh seorang ustadz pun membuat semua orang haru meneteskan air mata.. istrinya bersedih. Semua anggota keluarga. kerabat. apa yang dikhawatirkan Mamat tentang perasaan istrinya pun tidak berlaku. Saat itulah. duit itu ada. karena Akang gak punya duit untuk ngeberangkatin kamu. “Is… Akang hari ini mendapat kejutan. maka kepergian Mamat diantar dengan adzan dan iqamat. Hari itu adalah jadwal Mamat untuk berangkat haji. Ia tahu bahwa berita ini boleh jadi akan membuat Iis.

Muslim. ada pesawat lain yang tiba di luar jadwal. sehingga beberapa kuli panggul seperti Mamat disiagakan untuk bongkar muatan. Di dalam kendaraan Mamat masih sempat berdoa kepada Allah Swt untuk keluarga yang ia tinggalkan: ALLAHUMMA ANTAS SHAHIBU FIS SAFAR. Usai berwudhu. . Mamat pun berujar kepadanya. HR. Iis langsung bangkit menuju kamar mandi. Sebelum melakukan shalat. Muslim atau muslimah mana yang tidak mau untuk berhaji? Maka demi menghibur hati Iis. Mamat tak sanggup untuk bangkit dan hanya berujar. Jangankan minta haji…. “Ah…ah…!” tanda bahwa ia tak sanggup membuka mata. Lepas 6 bulan setelah kepulangannya dari tanah suci. Hari itu ia tiba di rumah lewat dari pukul 20. Mungkin. WAL KHALIFATU FIL AHLI. Usai menjalani shalat Isya. untuk kedua kalinya Iis menepuk kaki Mamat agar ia bangun dan melakukan shalat tahajud bersama-sama. dan tercetus lewat penuturan akan kerinduan untuk datang ke rumah Allah Swt dalam ritual haji. Nanti kita doa sama-sama untuk minta naik haji.00 WIB. Karena terlalu letih. Tidak beberapa lama kemudian. Rupanya Mamat pulang dari kerja tidak seperti biasa. Sekali lagi. Sesampainya di tanah air pun. Muslim “Ya Allah. Iis dapat memaklumi hal itu. Usai membaca doa. Iis berucap. “Is… kamu memang berhak untuk berangkat haji seperti orang lain. Insya Allah. Saat mereka berdua berpelukan. Sajadah telah dibentangkan dan mukena pun telah ia kenakan. Kegundahan itu memang pernah diduga sebelumnya oleh Mamat. dengan doa kang Mamat. Kemudian ia tepuk-tepuk kaki suaminya. Pelukan itu makin ia pererat. Iis dan anak-anak ikhlas ngelepas Akang. Iis pun menyusul tidur di atas ranjang bersama suaminya. ia kembali lagi ke kamar untuk bertahajud. ia pusatkan konsentrasinya untuk khusyuk beribadah kepada Allah Swt. Ia hanya mampu mengucapkan kata ‘Amien’. Engkau adalah pendampingku dalam perjalanan.Mamat pulang dengan badan yang letih. Dan ajakan itu. Iis terjaga dan bangkit dari tidur pada pukul 3 pagi. Semoga kita semua. Insya Allah akan dikabulkan… percaya deh!” Demikian ajakan Mamat kepada istrinya untuk melakukan shalat tahajud dan berdoa bersama nanti malam. Namun baru kali ini kegundahan itu membuncah. Sekarang kita hanya mampu untuk berdoa kepada Allah Swt…. Semuanya dijalani dengan begitu khusyuk dan nikmat. atau menyapa keluarganya yang masih menunggu kedatangannya. 42 hari Mamat menuntaskan semua ritual ibadah haji di kota suci Mekkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawwarah.Air mata suami-istri itu pun jatuh membasahi bumi. Dalam hati. Rasa letih membuatnya lupa untuk makan malam terlebih dahulu. doa pada sepertiga malam terakhir amat dikabul. Dia Maha Kuasa….. Mamat berucap agar Allah Swt juga berkenan mengajak istri dan anak-anaknya untuk berhaji seperti dia. Kini ia dikenal dengan panggilan Haji Mamat di kampungnya. Iis istrinya yang dulu sempat berucap ikhlas melepas kepergian suaminya ke tanah suci. minta yang lebih dari itu Dia pun amat kuasa. Rupanya ada pekerjaan ekstra yang ia lakukan. ia langsung rebahan di atas kasur dan langsung tertidur. “Kang Mamat…. disambut dengan anggukan kepala oleh Iis tanda setuju. Engkau juga yang menggantikan aku untuk menjaga keluarga yang ditinggalkan… Amien” HR. Mamat hanya mengeluarkan kata. jangan lupa untuk doain Iis ya di Baitullah… panggil-panggil nama Iis di sana. pagi itu ia kelepasan berujar bahwa dirinya sebenarnya begitu ingin juga berangkat ke tanah suci untuk berhaji. Seperti apa yang telah mereka janjikan. Kalimat itu dituturkan dengan nada sedih yang mengguncang hati Mamat. Nanti malam kita bangun ya untuk shalat tahajud…! kata ustadz. ia langsung mendapatkan sebuah titel baru dari masyarakat. bisa nyusul berangkat haji bareng-bareng…!” Tak kuasa Mamat menahan tangis. tapi Akang belum cukup punya uang. Biasanya Mamat sudah tiba di rumah pukul 5 sore.

ya Allah… Izinkan hamba-Mu ini untuk dapat berhaji ke rumah-Mu. Tanpa berpikir panjang. Kemudian dengan tasbih di tangan. rupanya Mamat pun sempat mengamini di dalam hati tanpa sepatah kata pun terucap. Berat sekali rasanya ia mengangkat badan. Kang…. Ia masih sesenggukan menahan tangis. Mamat menduga bahwa ada berita buruk yang terjadi terhadap keluarga hingga pagi-pagi begini sudah menelfon dan membuat istrinya menangis. Dan ia berkeinginan untuk bermunajat kepada Allah Swt dalam lantunan dan rangkaian doa yang ia bacakan. Pembicaraan telfon di pagi hari itu sudah lebih dari 10 menit berlangsung. Mudahkan jalan hamba…. Hingga kedekatan dengan Sang Maha Pencipta pun dapat dirasakan oleh Iis yang menjalankan shalat tahajud. Sudah satu jam lebih Iis melakukan shalat dan dzikir kepada Allah Swt. Melihat istrinya terus menangis. Mamat kembali duduk di atas kursi sofa. Sementara Iis duduk di lantai untuk menerima telfon. Gagang telfon itu kemudian diletakkan Iis. Inilah rumah yang berkah. Iis pun melafalkan takbiratul ihram tanda ia memulai shalat tahajud.!” Mamat pun bangkit. Mamat pun memanggil Iis yang saat itu sedang hendak membuatkan kopi untuknya. Iis membangunkan Mamat suaminya sambil berujar. dan di atas pembaringan Mamat pun menyaksikan sosok istrinya yang bermukena sedang menjalankan shalat. Baru saja Iis mengucapkan salam kepada teh Sulis. bangun tak kuasa. “Allahumma. Berikan perkenanmu agar aku sanggup datang ke rumah-Mu untuk beribadah dan memakmurkannya… Dengarkan doaku dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu…!” Dalam kesyahduan doa yang dibaca oleh Iis kepada Tuhannya. Yang ada adalah deraian air mata dan kata. ini dari mana dan mau bicara dengan siapa?” Mamat membuka pembicaraan.“Ahh…ahh…!” Ia terlalu lelah untuk bangkit dan menyusul istrinya untuk bertahajud. Tak terasa waktu bergulir dengan cepat. Sungguh. Sungguh…. “Mat… ini teh Sulis. ‘iya Teh!’ berulang-ulang diucapkan. Iis mencoba mengangkat wajah dan menghadap ke arah suaminya. Namun tiba-tiba hasratnya untuk duduk. Begitu khusyuk shalat yang Iis dirikan.Adzan Shubuh mulai terdengar di beberapa masjid dan mushalla. Mamat kemudian meminta Iis membuatkan secangkir kopi untuknya. Mamat pun mengangkat gagang telfon. dihentikan oleh dering telfon yang berbunyi keras di pagi hari. Semua sudah terjaga dan bangkit untuk menyongsong hari yang indah. Iis pun memaklumi. “Siapa yang meninggal. Mamat mengira bahwa ada salah seorang familinya berpulang kepangkuan Ilahi. namun setelah itu tidak ada satu patah kata pun yang meluncur dari mulut Iis. Setelah berwudhu. ia pun mengenakan pakaian yang bersih lalu berangkat menuju mushalla untuk melaksanakan shalat Shubuh. Saat itu Mamat mencoba menyelak dengan pertanyaan. ini adalah tidur ayam. ia baru saja hendak menempelkan pantatnya ke kursi sofa di ruangan depan. “Pak Haji… ayo bangun! Malu sama tetangga. “Gak ada yang meninggal. Untuk terakhir kali. Tidur tak mau. Engkau Yang Maha Kuasa atas segalanya…. Kata orang. Iis ada nggak?” demikian suara di seberang menjawab.?” Masih sesenggukan Iis menjawab. Raut wajah Mamat yang letih sudah mengabarkan bahwa ia terlalu lelah bekerja hari itu. Iis dan anak-anak pun sudah bangun semua. “Assalamu’alaikum…. Masa sudah haji enggak shalat Shubuh berjamaah? Ayo bangun. Kang!” . Waktu telah menunjukkan pukul 4 lebih. Mamat mengucapkan salam saat masuk kembali ke rumah. Is. malam itu telah terbangun sebuah jalinan suci antara seorang hamba dengan Allah Swt dalam rangkaian doa yang penuh hikmat dan cita. Mamat pun tahu bahwa orang yang menelfon ini rupanya adalah kakak iparnya sendiri. Setiap gerakan shalat yang Iis lakukan selalu ia iringi dengan tetesan air mata... Lapangkanlah rezeki kami. Namun ia dalam kondisi antara tidur dan terjaga. seolah Allah Swt hadir menyambut kedatangan Iis dalam keheningan malam itu.

“Kang…. begitu cepat Allah menjawab doa yang baru saja Iis sampaikan dalam tahajud.” (QS. pilihan mah ada di Akang.  erva kurniawan 1:16 am pada 17 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Akang ikhlas mengizinkan kamu dan merawat anak-anak di rumah. Amien! “Allah menghendaki kemudahan bagimu. “Kamu boleh berangkat haji untuk beribadah dan nemenin teh Sulis. Mungkin bisa berangkat bareng-bareng juga kali ya….“Lalu kenapa kamu menangis kayak begitu. Mamat langsung merangkul istrinya ke dalam dekapan. kamu khan belum berhaji. Kebetulan kang Andi suaminya lagi banyak kerjaan. cerita nasehat. Jika Akang izinkan. Is!” Keduanya masih berpelukan erat tanda haru dan syukur atas nikmat Allah Swt yang tiada ternilai. supaya kamu bersyukur. Semoga Anda dan saya dapat menerima anugerah serupa.. Dalam keharuan tersebut ternyata masih tersisa sebuah penyesalan dalam dada Mamat yang kemudian terbersit di hatinya.?!” Itulah kisah sepasang suami-istri hamba Allah Swt yang dimudahkan untuk berhaji ke Baitullah. Sekarang. Kang…. Kalau Akang enggak izinin saya juga ikhlas…!” Iis berhenti sejenak mengatur nafasnya yang masih sesenggukan. tapi saya disuruh minta izin dulu ke Akang. Air mata itu masih menetes tanda haru dan syukur atas doa yang Allah Swt kabulkan. 2:185) . Silahkan kamu berhaji untuk melengkapi agama kamu. kisah islami ( 268 ). mau gak saya ajak? Teh Sulis mau bayarin biaya haji saya…. barusan teh Sulis bilang bahwa ia berniat berangkat haji tahun ini. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Umrah . saya ikut bangun tahajud dan berdoa kepada Allah untuk minta haji. Teh Sulis tadi nanya saya. Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. kisah teladan ( 352 ). “Coba. terperangah dan takjub atas kemurahan Tuhan. saya siap. cerita teladan ( 355 ). emangnya berita sedih apa yang diceritain teh Sulis?” Mamat masih mengejar dengan pertanyaan yang lebih menukik. Kang Andi gak bisa nemenin…. Mamat berujar. dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Saat itulah Iis menceritakan hal sebenarnya. Iis gak nyangka. Sementara Mamat masih terdiam.

Mungkin itu hanya kebetulan. kemakmuran. tak ada alat yang saya miliki untuk telaah tersebut selain metode ilmiah. Setiap pohon pisang akan berbuah pisang.1. Boleh dikata niat saya bukan untuk ibadah. keanehan. konseptual. dan jauh dari hal-hal yang tak masuk akal. H. paling singkat. Saya ingin tahu hipotesa saya benar atau salah. Oleh karena itu pandangan saya selalu mengacu kepada konsep hukum-hukum fisika. Tabrani (63). 2. Instruksi saya kepada secretaries yang membooking perjalanan untuk mengambil paket yang paling murah. 2. dan paling efisien. Takkan pernah ada keajaiban. Takkan pernah ada orang kebal peluru. Sehingga kajian saya mengenai telaah agama islam. atau hanya sebuah kebetulan “. Sebelumnya saya hanya tertawa mendengar cerita-cerita keajaiban ataupun kejadian luar biasa yang kerap terjadi pada orang yang melakukan ibadah haji atau umroh di tanah suci. Saya katakan bahwa saya datang ke Mekkah bukan untuk cari umur panjang. H. Kamipun terlibat diskusi dipesawat. Takkan pernah ada cimpedak berbuah nangka kecuali dalam sajak.Tabrani berkata. rejeki. Namun semua akan tergantung dari cara you memandangnya. setiap apapun didunia ini tidak ada yang bisa lepas dari hukum absolut alam semesta. tapi untuk sebuah hipotesa. dan hipotesa. saya bertemu dengan seorang Haji yang telah beberapa kali berhaji dan berumroh. Diperjalanan. sentesa. Pendeknya. atau mungkin itu hanya bohong belaka. Kejadian 1 . Latar Belakang Prinsip utama saya sejak beranjak dewasa sampai sebelum perjalanan umroh ini adalah: “Tak ada keajaiban”. apakah fenomena itu adalah sebuah petunjuk. sosial. Perjalanan I: Jkt-Jeddah Saya berangkat dengan apa adanya menuju Jeddah. Saya katakana saya hanya ingin mencari petunjuk. hidayah bahwa Al-Qur’an adalah memang benar datangnya dari Allah dan bukan konsepnya Muhammad. mantan walikota Jakarta Timur. masuk akal. setiap mahluk hidup mempunyai siklus biologi sesuai spesisnya. kelahiran Aceh. sampai saya dipaksa harus menyadari instrumen lain yang sesungguhnya ada dan tak pernah saya gunakan. Tak ada kejadian yang pernah bisa melanggar hukum alam. dsb. Segala sesuatu harus masuk logika. ” Insya Allah you akan dapat semua itu. atau anomali hukum alam.1. selalu mengacu kepada analisa. kekayaan. Segala sesuatu mesti ada penjelasan ilmiahnya. dan hukum psikologi.

. Waduh. enak juga. Di Hotel diskusi saya dengan Bp H. Saya mulai membuka-buka buku-buku petunjuk menjalankan umroh. Tabrani berlanjut. 5 menit kemudian kedua mesin Boeing 747 disayap kiri mati.Beberapa saat setelah beliau bicara. Aca: Apanya yang luar biasa. saya baca-baca do’a nya. Tabrani: ” You kurang niat kali… ini khan bukan perjalanan biasa”. padahal khan Ada penumpang lain seperti Bapak yang sudah berniat bulat umroh tetapi juga batal “. kenapa kalau Allah mau kasih pelajaran Semua satu pesawat terkena getahnya. Saat itu saya mulai takut dan berfikir tentang kematian. Tabrani: ” Andry…you khan tahu tidak semua penduduk Indonesia bobrok mentalnya. baru kali ini mengalami kejadian yang demikian. mencoba untuk merendahkan hati. sholat isya’-dan membaca niat untuk umroh. Walau saya jarang (hampir tidak pernah) berdo’a. Kemudian pesawat mengalami turbulens yang menyeramkan disertai jeritan penumpang. sementara yang saya lihat dibawah hanya lautan lepas. 2. pesawat terbang miring dan mendongak. Penumpang pun diharap kembali ketempat duduk masing-masing dan memasang sabuk pengaman. Ini merupakan pemandangan yang sama sekali tidak menyenangkan. Aca:” Pak Haji. Namun akhirnya pesawat dapat mendarat di Soekarno Hatta dengan selamat. Tiba-tiba H. Dan ketika itu saya melonjak kegirangan. 10 jam terbang tanpa harus berdesakan dengan fasilitas lainnya yang tidak sama dengan economi. Apakah tempat yang saya tuju memang luar biasa? Ataukah ini hanya kebetulan saja? Dengan sisa mesin dan kekuatan yang ada. jika Allah mau kasih pelajaran khusus hampir seluruh rakyat Indonesia terkena dampaknya”.2. ” Wah you koq disini? ” Aca: ” Alhamdulillah saya di up-grade Pak “ . atau sebuah kebesaran Allah!” Aca: ” Tapi Pak. Secara teknis tetap sama” H. Berkali-kali saya terbang. kok susah bener ya mau ke Mekkah aja?” “Baru kali ini saya saya naik pesawat kayak begini” H. H. Kejadian 2 Esoknya kami berangkat dengan pesawat lain. tiba-tiba mesin pesawat mati satu. tetapi. Tabrani datang. diiringi beberapa mobil pemadam yang siap siaga. sementara saya melihat kejendela pembuangan bahan bakar mulai dilakukan. Pilot pun memberitahukan bahwa pesawat harus kembali ke Airport Soekarno Hatta. you pikirin! “ Akhirnya saya mulai tafakur. Tabrani: ” Wah…you boleh pilih. ” Bisa jadi karena you dengan niat hipotesa atheis itu-kita semua satu pesawat terkena akibatnya”. karena saya di up-grade ke first class. Saya tanya . Penerbangan baru berlangsung 45 menit. “Coba dech. melihat ini sebagai sebuah Kebetulan. Kami semua di inapkan di Horison Hotel-Ancol.

konsentrasi. atau fenomena dan kejadian-kejadian yang tak masuk akal. H. Wajar kalau saudara hanya mengandalkan analisa dan mendewakan sirkuit logika”. apakah you mau melihat dengan kacamata kebetulan. Kartiko melanjutkan. logika. kilah saya. ia dapat berupa ilham. seni (spt musik). You sekarang melihat kan Allah bisa memberikan imbalan kenikmatan secara Langsung “ Aca: “Loh tapi Pak Haji. Tabrani pun mulai sewot dengan saya. Apa sebab-karena saudara hanya menggunakan sebahagian yakni bagian kiri saja dari otak saudara “. Kepala saya seperti dipentung oleh senjata saya sendiri. atau kacamata iman!” H. . berdo’a dan membaca niat “ H. Daerah tersebut hanya dapat dicerna oleh perasaan yang kita sebut iman”. “Jika yang saudara cari adalah petunjuk. Kamipun berkenalan. “Karena otak. Tabrani: ” Waduh…enak benerrrr. pramugari yang sebelumnya terlibat diskusi agama dengan saya dan H. Saya tahu benar ilmu itu. hasilnya akan sangat menakjubkan”. semua terserah you saja. Hasilnya akan saudara pisah-pisah dan terlihat tidak berkaitan satu sama lain. Tabrani: ” Bukan! ini Allah yang ngatur. belahan kiri yang fungsinya untuk menganalisa. menyarankan agar masalah saya diungkapkan kepada mereka. “Betul…bagus kalau anda tahu. semalam saya tafakur. “Loh…itu khan basic prinsip Quantum Learning. Namun apabila saudara gunakan juga otak kanan (intuisi/rasa/iman). ini khan petugas maskapai yang Ngatur!?” H. namun upaya itu belum optimum. tapi pernahkah anda terapkan dalam pencarian ini?”. dan sebagainya. kalkulasi. hipotesa. selama ini saya tahu anda telah banyak berupaya.3. saya tahu benar itu”. Dian. Akhirnya ia menjelaskan. Saya mulai bingung dengan pertanyaan Kartiko. Saya jelaskan permasalahan utama saya. saya langsung diberi kenikmatan oleh Allah “. karena saya sering jadi pembicara tentang metode belajar dan bekerja menggunakan keseimbangan otak kiri-kanan. melalui tangan petugas” Aca: ” Wah ini mungkin hanya kebetulan saja Pak!” ” Nggak masuk akal kalo Cuma karena niat. Kejadian 3 Dipesawat. dsb. ” Saudara Andry. emosi. dan belahan kanan yang berfungsi mencerna keindahan. euphoria. Tabrani. saya dikenalkan oleh pramugari kepada 2 orang penumpang yang menekuni manajemen pikiran. you udah niat umroh? “ Aca: ” Udah Pak. keimanan. “Ada daerah kekuasaan Tuhan yang tidak dapat dianalisa dan didiskusikan. Saudara tak akan bisa menelaah semua itu nanti di perjalanan dengan otak kiri (analisa) saja. mimpi. Entah karena nggak di up-grade atau karena sikap saya yang dianggapnya wangkeng. mempunyai 2 belahan. Kedua belahan otak tersebut harus saudara gunakan.H. seorang lagi bernama Kartiko (mungkin muridnya). 2. seorang bernama Nur Cahyo. Tabrani: ” OK… khan saya sudah bilang dari kemarin. Tabrani: “Bagus kalau begitu.

“Angkatan 88″. Tabrani pun ikut terlibat diskusi. ataukah sebuah petunjuk agar saya menggunakan instrumen itu dalam perjalanan sekarang dan nanti? 4. “Terserah you mau lihat dari kacamata kebetulan a/ kacamata kebesaran Allah!”. “Kok kuburan di Masjid Pak Haji. jawabnya. “Nggak tahu tuh Pak. Tapi lebih mirip suara orang marah-marah membanting meja atau kursi. yang kemudian perjalanan disambung ke Madinah. Dan saya mulai dihantui pemikiran tersebut. Disini Rasululloh di makamkan. padahal saya tahu dan gandrung dengan ilmu itu? 3. Akhirnya saya batalkan sholat saya. tanya H. 1. ada suara berisik dipintu. “Suara berisik apa “. Saya sholat tepat disamping pintu makam Rasululloh. Saya mulai goyah dengan pandangan saya selama ini. “Anda kuliah dimana?”. pindah menjauhi makam Rasululloh. nggak bener itu!” “Wah you ini mau sholat apa nggak!”. sedang H. pintu masuk sudah ditutup). “You khan bisa sholat karena orang yang dimakamkan disini!”. “Astaga. Tiba-tiba perasaan takut saya datang. Tabrani. Tabrani sholat 5 meter didepan saya. Malam hari kita berangkat sholat Isya’ ke Masjid Nabawi. “Andry…kamu kenapa pindah sholatnya?”. jawab saya. Tanpa banyak bantah saya ikuti ajakannya sholat diluar (halaman) Masjid (karena larut. jelas H. Tabrani. Apakah pertemuan kami ini hanya sebuah kebetulan? 5. Kejadian 4 Akhirnya kami pun tiba di Jeddah. Seperti suara orang kerja. Apakah Kartiko juga seorang yang kebetulan berlatar belakang pendidikan sama dengan saya sehingga jalan berfikir kami sepertinya klop!? Saya kembali membahas ini dengan H. Kartikopun menjawab “Politeknik Mekanik Swiss”. 2. Saya mulai menarik hipotesa dengan kedua belahan otak saya. Makam orang yang saya pikir pembuat Al-Qur’an. Sholat saya sudah nggak bisa khusuk lagi.4. “Loh Pak Haji nggak denger barusan “ . dan ia banyak membenarkan perkataan Kartiko. Sayup-sayup berdebum. Kenapa saya tak pernah menggunakannya. Tabrani. Sebelum Kartiko kembali ke kursi duduknya. baru saja saya takbiratul ihrom. pintu disamping saya berdebum. Akhirnya. sepertinya pintu itu mau dibuka orang “. angkatan berapa?”. Beliau seperti biasa sambil sewot.H. Tiba-tiba. saya bertanya kepadanya. Apakah ia hanya seorang kenalan di pesawat. Sayapun mulai tak percaya dengan diri saya. Apakah instrumen ini berguna (telaah menggunakan kedua belahan otak) untuk pencarian saya? 2. kami pun bertambah mesra.

Tabrani untuk berdo’a di area Raudhah. Plato. Mustahil tidak. saya berjalan memasuki ruang dalam Masjid area perluasan King Fadh. apakah doa orang yang berdoa di Masjid Dago Atas tidak makbul? Namun saya mulai menahan diri terhadap pemikiran dan pertanyaan model itu. Seluruh lantainya ditutupi Pualam putih. Esok hari. saya dianjurkan H. pandangan lepas kita tak dapat melihat ujung Masjid lainnya. Akhirnya saya ceritakan ke H. “Wah…kalau you udah sadar itu salah. Dengan terhuyung sambil ngantuk (karena nggak biasa bangun dan sholat shubuh) saya berjalan menyusuri halaman Masjid seperti menyusuri 2 kali panjang lapangan bola. dinding dan Tiang ditutupi marmer yang di polish licin. Antara perluasan King Fadh dan King Azis terdapat Kubah yang dapat terbuka dan tertutup otomatis. Dari kejauhan saya melihat pagar makam yang didalamnya gelap tak ada cahaya. berangkat menuju Masjid Nabawi. kilah H. Kami terus berjalan menuju Raudah (batas bangunan asli Masjid yang dibangun Muhammad) melewati area perluasan King Azis. tanya saya. perlahan. Iqbal…kamu dengar suara?” “Enggak Pak…” Perasaan saya mulai nggak karuan. Dalam antrian perlahan saya mendekati makam. you mesti minta maaf besok didalam Masjid. “Berdoa disana Insya Allah lebih amat makbul (dijawab oleh Allah terhadap permintaan doa kita). dan pemikir besar dunia lainnya. Setelah sholat Shubuh. Setelah melewati pintu utama. karena suara itu keras koq. Setiap tiang terdapat lubang AC yang dapat mengatur suhu ruangan otomatis. Saya coba analisa pakai belahan kiri. Saking besarnya. penuh sesak namun sangat tertib. Rasa takut dicampur rasa bersalah. Kamipun hampir mencapai Raudhah. Aristoteles. Hingga saya mensejajarkan posisi Muhammad dengan Napoleon. “Kenapa …?”. Saya tak tahu yang mana Makam Rasululloh. kamipun berdesakan keluar melalui Pintu Jibril. pagi-pagi sekali kami bangun. Saya ceritakan bahwa saya pernah menulis e-mail yang berpendapat apakah semua ini bisa-bisa nya Muhammad. Saya ambil barisan paling kiri. namun mereka karena tidak tegak lurus. pintu yang melewati tepat muka makam Rasululloh. Masjid besar dengan halaman yang juga besar. yang mana makam Abu Bakar. Sempat terfikir oleh saya. Karl Marx. Kami berjalan berdesakan. Einstein. betapa besar biaya yang diperlukan untuk ini semua. Tapi harusnya juga dengar. . namun tak bisa masuk karena penuhnya. Sempat terbesit pertanyaan saya. Lantai. Kala itu saya tetap menyangsikan kronologi turunnya wahyu. tepat disamping makamnya kalau bisa “. Tabrani.“Enggak ah…. dan yang mana makam Khadijah. isteri Nabi. mereka tak bisa mendengar. bahwa mungkin posisi saya yang tegak lurus dengan pintu menyebabkan saya bisa dengar. Setelah berdoa. barisan yang paling dekat dengan sisi makam. Namun saya coba tahan pemikiran negatif itu dan menggantikannya dengan fikiran betapa besar pengaruh Muhammad sampai sekarang hingga dapat terwujud Masjid sebesar dan seagung ini. Tabrani tentang perasaan kacau saya. Di dalam pagar terlihat tiga makam yang ditutupi kain.

bahwa Muhammad NabiNYA. H. Pembaca. Adapula yang menganalogikan perilaku Tuhannya seperti manusia dengan perilaku beranak pinak. dan berbentuk fisik yang sudah dirobah menjadi mirip manusia. Ia mengucapkannya sambil merintih menahan tangis. Aku fikir aku telah menempatkanmu pada posisi yang tinggi. berbadan. Agama yang ber-illah hanya dan hanya kepada Allah. Sampai-sampai Tuhan atau Dewa-dewa yang digambarkannya pun mirip bentuk manusia. Rasa haru. agar tak terlihat H. Aku hanya mengagumimu namun aku tak pernah memujimu. Saya tak ucapkan kata apapun. dan bukan tempat untuk meminta atau berdo ‘a. Disini saya mulai mengerti arti Islam sebagai agama Tauhid. Tabrani tahu itu. Nabi hanya sebagai pembawa RisalahNYA. namun saya belum pernah belajar Nahu sorob atau bahasa Arab! Saya jadi bingung sendiri. Disini saya merasa mendapat petunjuk. hardiknya. Kejadian 5 Disepanjang makam berdiri 4 orang tua dengan badan tinggi bersorban yang selalu menepis tangan orang yang mencoba memegang pagar dengan meratap. orang tersebut seperti dari Afrika. bukan untuk meminta sesuatu yang lain. tapi sering kali orang melakukan “HUMANISASI”. Ketika saya tiba persis dimuka makam. Waktu saya menolah kebelakang. hitam legam. karena beranak pinak adalah perilaku ciptaaNYA dan bukan salah satu sifatNYA/perilakuNYA. Saya lihat dipundak saya salah satu tangannya yang memegang pundak saya dari belakang. Nabi juga bukanlah anakNYA. Musyrik atau Syirik. Dongeng-dongeng binatang buku cerita untuk anak kecil juga demikian. bukan anakNYA. Mungkin karena ramai kerumunan. Aku hanya ingin meminta maaf kepadamu ya Habiballoh. saya menunduk menahan tangis dan haru. mengambil analogi kerja tubuh dan bentuk badan manusia. Film-film kartun Hollywood. “Musyrik!!!”. Bukan maksud saya menyindir. . saya tak dapat menemukannya. ” Ya Rasululloh…ini aku. bukan tempat meminta. Ia berkata dalam bahasa Arab. Aku tidak mencela engkau namun aku sadar aku telah melecehkan engkau. Saya coba cari orang tinggi besar hitam tadi. bertangan dan berkaki. berkepala. Tidak keras namun tidak berbisik. Kedua tangannya memegang pundak saya dari belakang. tiada pula kepada para Nabinya. Mereka senantiasa menjaga perilaku setiap orang yang mencoba ziarah dengan kelakuan aneh.5. Tiada kepada yang lain. saya dapat mengerti hampir seluruh ucapannya dalam bahasa Arab itu. Keluar pintu Jibril. dan sedikit ketakutan pun menyelimuti saya. besar sekali dan hitam legam. Robot sekarang dan masa datang. aku datang kepadamu. selalu menampilkan bentuk perilaku binatang yang bertingkah polah bagai manusia. Tabrani dan Iqbal puteranya. MandatarisNYA. mensyarikatkan Allah dengan sesuatu lainnya adalah satusatunya perbuatan dosa yang tidak pernah diampuni Allah. menyesal luar biasa. namun ternyata engkau lebih mulia dari itu. Aku minta maaf ya Rasululloh”. tinggi luar biasa. seseorang dengan suara yang berat dibelakang saya berkata perlahan. Semua yang akan saya ucapkan telah diucapkan orang dibelakang saya dalam bahasa Arab yang saya tiba-tiba mengertinya. Merekapun mempercepat langkah agar tetap didepan saya. Imajinasi bentuk alien (mahluk luar angkasa) tak pernah jauh lari dari bentuk manusia.2.

Juga diatas hukum fisika. Masjid Kuba-Masjid pertama di Madinnah yang dibuat Rasululloh. orang yang mencari jalan yang diridhoNYA. Pada peperangan tersebut kaum Muslimin kalah yang disebabkan tindakan indisipliner pasukan panah. Bukan efek kebetulan kondisional akibat suasana yang khusuk. sehingga sholat tersebut beliau lakukan 2 roka’at menghadap Masjidil Aqso’ dan 2 roka’at sisanya menghadap Ka’bah. Disini saya melihat bahwa perjuangan Rasulloh adalah bertahan dan bukan menyerang. saya mulai lebih berhati-hati dan tidak gegabah. Tapi mungkin juga petunjuk. Kami juga mengunjungi makam Fatimah. Tabrani: ” Temen you dan saya khan sudah berkali-kali mengatakan. Semua sudah ada aturannya. maka persepsi saya terhadap apa yang diucapkan orang tadi adalah persepsi fikiran saya”. dan beliau dengan akhlaknya yang mulia sudah memaafkan you tentunya”. Tabrani: “Itu mungkin. tempat di mana terjadi Perang Uhud. bahwa tak ada yang namanya kebetulan. kami melakukan City Tour. Mungkin saja. karena saya dihantui rasa bersalah. kamipun mendiskusikannya. yang sebelumnya menghadap Masjidil Aqso’. Panglima perang kaum Mukmin yang dibunuh dengan tombak oleh salah seorang budak suruhan Hindun. 3. Aca: ” Ah masak sich Pak. sosial. Terlintas dibenak saya cuplikan film “The Massage” di mana Hamzah. Masjid Kiblat-Masjid dimana ditengah sholat Rasululloh mendapatkan wahyu untuk sholat menghadap Ka’bah/Mekkah. bahwa beliau (Rasululloh) tahu benar isi hati anda. . Berkali-kali saya mengatakanterserah you saja!” Saya mulai tak banyak membantah.dan memang saya akan berkata minta maaf. dimana dekat makam dahulunya terdapat parit besar yang dikenal sebagai Perang Khandak. Saya benar-benar mulai berfikir. H. dan bukan hokum psikologi. Konsep tersebut hanya mendapat tanggapan dari kaum Anshor yang bertempat tinggal di Madinnah hingga Nabi harus hijrah/pindah kesana. Karena kasus ini orang Kafir Quraisy berkomentar Muhammad pemimpin yang plin-plan. Saya mulai meyakini ini sebagai Hukum Sunatulloh. Namun yang jelas. Perang dimana pada saat itu kaum kafir dari berbagai bangsa dan negara memboikot dan meng-embargo kaum muslim selama kurang lebih 2 tahun. Namun saya tak berani berfikir bahwa saya sudah berada pada jalan yang benar. Bukan efek kebetulan karena rasa bersalah. Hukum Sebab-Akibat itu diatas hukum-hukum lainnya. sakral atau magic/angker. kami berkunjung ke Jabal Uhud. maupun psikologi yang saya anut selama ini. Perjalanan di Madinnah Setelah melewati waktu Zuhur. ketempat-tempat bersejarah antara lain.Sesampai di Hotel. Sedemikian mudah dan cepatnya saya mendapat petunjuk “ H. Ada sebuah “hukum sebabakibat” yang berlaku absolut dialam semesta ini. dimana sekeliling Madinnah pada saat itu dibuat Parit besar yang memisahkan/melindunginya. Konsep yang diajukan Rasululloh adalh sebuah konsep dimana penguasa kafir tidak menyukainya. Terutama tentang dapat mengertinya saya terhadap ucapan dalam bahasa Arab. Melainkan hukum Sunatulloh kepada orang yang mencari ridhoNYA. semua sudah ada sebab akibatnya. Saya bilang: “Mungkin begini Pak. pemimpin kaum kafir Quraisy yang sangat memusuhi Nabi. semua itu terserah you saja. isteri Abu Sofyan. dalam “The right track”. Apakah you mau anggap itu semua kebetulan atau sebuah petunjuk. Dibimbing oleh Tour Guide.

Amerika. jawab Tour Guide. Sayapun menjelaskan. Pak H. bukan konsep pemerintahan”. Tour Guide tersebut tak dapat melanjutkan penjelasannya. dan European Community untuk takluk dan tunduk dibawah kekuasaanya. sehingga surat yang dibuat bukan surat kekuasaan . Tabrani berkelanjutan. kalau bukan urusan kekuasaan. demikian penjelasannya. mengirim pesan kepada Indonesia. Laka wal mulk La syarikalak . Meskipun kadang-kadang menghardik saya. Surat itu berisikan ajakan beragama Islam. Spanyol. hingga berlaku hukum yang hanya kita dengar sekarang secara sayupsayup ‘hukum Islam’? Bagaimana kita memberlakukan sebuah peraturan tanpa adanya kedaulatan? Bagaimana kita bicara rajam bagi yang berzinah. saya bukan sok tahu. Roma. Meskipun ia bukan Tourist Guide. namun juga dipemerintahan. “Mas Syaiful…saya mohon maaf loh. negara kecil yang baru berdiri. namun tindakan Nabi mengirim surat kepada Negaranegara tersebut adalah nekat (kalau tidak mau dibilanggila).Saya akhirnya bertanya kepada Tour Guide. seperti waktu saya tanya kenapa koq nggak boleh pakai celana dalam. tanpa angkatan bersenjata yang jelas. Abesinia. kayak apa sich konsep Rasululloh yang disampaikan pada saat itu?”. Tabrani mengajarkan saya untuk memakai pakaian Ihrom. Madinnah tidak sebesar dan sekuat Mekkah. sementara lokalisasi pelacuran mendapat izin dari pemerintahan Pemda setempat? Bagaimana memberlakukan hukum Islam tanpa pemerintahan Islam? “. namun saya berfikir bahwa ini sangat penting. saya dalam pencarian. dimasyarakat. ini tidak seperti demikian “. Ia hanya menjawab “Jangan didebat!!! ini daerah otak kanan! “. namun ia begitu telaten mengajarkannya pada saya. Dalam pencarian / perjalanan ini saya tak menemukan jawaban. demikian saya bertanya. tapi saya memang benar-benar tidak tahu. Beberapa orang mungkin beranggapan ini tidak penting. Tour Guide: “Baiklah. Wal nikmata. “Lho. dan Negos (Ethiopia). dan saya benar-benar ingin tahu. “Latihan pakai kain kafan “. “Urusan Rasululloh bukan urusan kekuasaan. Aca: “Terimakasih Mas…saya akan simpan pertanyaan ini”. Untung saya sudah rada kalem sekarang karena beberapa kali mengalami peristiwa2 yang lalu. Persia. suatu saat. bagaimana dengan Daulat Bani Umayah. namun saya yakin insya Alloh.1. Rusia. akhirnya kamipun bersiap-siap untuk ber-umroh. mungkin sewotnya H. Konsep Rasululloh bukan konsep negara. anda silahkan tanya kepada orang yang lebih tahu. “Oh tidak. daratan China. 3. Ia menjelaskan untuk memakai pakaian Ihrom. Analoginya mungkin seperti Vietnam. dalam pencarian saya yang berikutnya. saya terus terang belum tahu benar untuk hal ini “. Setelah mengambil niat di Miqod. Kejadian 6 Setelah sholat Ashar. kalau tidak. diperjalanan kami mulai membaca Talbiah: Labbaik Allohumma labbaik Labbaik Lasyarika laka labbaik Innal hamda. sehingga Islam tidak hanya bicara didalam Masjid. Konsep Rasululloh adalah konsep agama. Australia. bagaimana dengan tindakan Nabi yang saya anggap ekspansi nekat yakni tindakan Nabi mengirim surat dari Madinnah kepada Mekkah. yang ekspansi kekuasaanya dengan cepat dan pesat sampai ke Cordova. 2 lembar kain yang dililit dipinggang. kepemimpinan Islam setelah Ali. dan berbagai belahan dunia lain. Mesir. satunya lagi di bahu. saya dapat menemukan jawabannya…Amien.

aku datang memenuhi panggilanmu Tiada syarikat bagimu. Saya mulai tawaf putaran pertama. Tabrani pun kembali menjawab. Tabrani menjawab. Saya menahan tangis didepan rombongan tapi tak kuasa. Analisa saya bermain. semakin rapat dan semakin pekat ketengah. besar sekali. Kamipun tiba di Mekkah. khan saya sudah katakan boleh minta apa saja”. Tabrani yang pertama kali Umroh juga terdiam tak bersuara tak bergerak. dan segala kuasa Hanyalah dari engkau. Saya tanya ke H. Saya kurang tahu persis pada saat itu tapi saya percaya Iqbal. Kami merasa seperti memasuki sebuah gravitasi luar biasa yang menarik ketengah. Sepintas hanya sebuah batu yang disusun dan dilapis kain hitam. saya coba baca juga artinya. segala nikmat. koq disini ada permintaan terhadap rezeki yang banyak”. Kembali saya lihat artinya. Ia juga mengalami hal yang sama. Sulit sekali menggambarkan pesonanya. Tabrani bahwa kegiatan ini sudah ada bahkan sejak milata Ibrahim. Nasrani (bukan Kristen). H. Kadang saya tak mendengar suara H. “Ya memang ada. kita hanya dapat berserah diri mengikuti arus putaran itu. Saat itu saya belum merasakan pesonanya. sebuah Masjid yang paling terkenal yang mungkin paling tua didunia. Minta harta boleh…habis -kalau tidak-anda mau minta ke siapa lagi kalau bukan sama Dia “. namun semakin dekat. Saya menangis sambil duduk tidak mengerti kenapa. semakin tak kuasa menahan tangis. Tabrani sehingga sulit mengikuti apa yang didiktenya. besar. Bukankah ini bukti dari hasil kerja Muhammad. Tabrani. Ka’bah ternyata berukuran lebih besar dari perkiraan saya. Pembacaan Talbiah baik di pesawat maupun diperjalanan/bus. bapak besar berbagai bangsa yang melahirkan agama Yahudi. Anda saja yang Cuma minta petunjuk dan nggak mau minta yang lain. Akhirnya saya mulai meraung seperti anak kecil.Ya Allah. . sangat diliputi rasa haru yang luar biasa. Sesungguhnya segala puji. Sambil memegang buku do’a kecil. kami langsung memasuki Masjidil Haram. Tiada syarikat bagimu. Sambil air mata bercucuran (tanpa malu-malu lagi sebab kanan kiri sayapun demikian) saya dibimbing H. Agak sulit memang karena banyak jama’ah Iran berbadan besar berdo’a lantang sekali. Disitu terdapat do’a permintaan umur panjang dan keturunan yang banyak serta soleh. Dan saya tahu persis saat itu saya tidak sedih. saya terdiam melihat benda hitam pekat persegi empat yang berada ditengah-tengah Masjid. Saya lemas dan duduk. Namun setelah melepas sandal dan memasuki Masjid. Dengkul saya lemas luar biasa. Pada tawaf putaran kedua. ” Loh Pak…kok ada permintaan seperti ini ya…?. kota Haram. kami berwudhu di Hotel. Saya tidak pernah berfikiran bahwa di dalamnya ada Allah sedang bersemayam. Kita tak kuasa menentukan arah (kecuali sedikit). H. Hitam pekat sekali. Hotel kami cukup dekat dengan Masjidil Haram. apakah sekian banyaknya manusia datang kesini hanya ditipu satu orang yang bernama Muhammad. Kegiatan ini dilakukan pasti sejak ajaran Muhammad. Tabrani membaca do’a-do’a putaran pertama. ” Ya memang boleh. Sementara barang-barang diurus oleh petugas travel. Seolah kami bergerak perlahan bersama tanpa menginjak bumi (seperti melayang). anak Pak H. Namun intuisi saya juga bermain. Saya berusaha perlahan-lahan bergerak mendekat. Pendapat ini adalah pendapat awal saya yang kemudian di konfirmasikan beberapa hari kemudian oleh H. bahwa kegiatan ini pasti bukan baru dimulai kemarin. Benda itu berada ditengah-tengah Masjid. yang kemudian juga Islam. Benar-benar saya tak mengira bahwa Ka’bah berukuran sebesar itu. saya kembali membaca do’a khusus untuk putaran kedua-sambil juga melihat artinya. ” Loh…Pak. Posisi kami sangat dekat dengan Ka’bah dan senantiasa saya semakin merapat kedalam. Namun saya melihat sedemikian banyaknya manusia mengitarinya melakukan yang disebut tawaf.

apakah kita akan melakukan KKN atau melakukannya dengan pendekatan lain. Saat itu tak ada lagi dibenak saya teori kebetulan yang dahulu. Ironisnya. Terdapat dengan jelas disitu “Tijarotan Lantabur ” yang artinya “perdagangan yang jauh dari rugi”. dan tiba-tiba saya teringat surat Al-Fatihah. ayat 4. Saya ternyata tak hanya meminta pertunjuk. Karena sungai bawah tanah dapat berubah alirannya hanya dalam kurun waktu puluhan tahun saja. Disini saya kembali tercengang. Seolah olah ia ada memang untuk kebutuhan ibadah ini. terdapat air sumur zam-zam yang debitnya luar biasa besar yang dipompa dengan pipa-pipa sampai ke Madinah. Tabrani. Yaman. Allah mungkin saja berikan. Statemen awal saya di pesawat. kami menuju sumur zam-zam yang terletak didalam areal masjidil Haram bagian bawah. Jeddah. namun sumur ini tak pernah ada keringnya. sedangkan bagaimana kita bisa untung? Ya dengan manajemen yang baik? “. dan bag Purchasing. Pemda. Akhirnya dengan pemahaman yang seperti ini. . kurma pun malas tumbuh disini. Analisa dan intuisi saya jalan lagi. Persis juga sama dengan do’a-do’a di akhir tawaf yakni fiddunia hasanah-wa fil akhiroti khasanah. Katabelece Pejabat untuk menggoalkan proyek kita. Saya pun kembali berdo’a dengan lebih khusuk.2. Haram hukumnya meminta pertolongan kepada Bagian Purchasing untuk melakukan bisnis dengan kita. saya kembali berdo’a dengan segala kerendahan hati. jawab saya. Pemda. tetapi saya-dengan kesadaran baru ini-juga meminta duniawi. bahwa you hanya minta petunjuk. melainkan perhitungan dari Ibrahim. Namun sumur zam-zam ini tak pernah kering dan senantiasa menyediakan air yang dibutuhkan Jamaah yang datang ke sini. Kepadamulah kami menyembah dan hanya kepadamulah kami minta pertolongan. Sehingga musyrik hukumnya jika kita meminta pertolongan dalam bidang bisnis kepada Kadin. Demikian saya melihat Rahman rohim Allah. Berjuta-juta orang datang setiap harinya. Hal ini jangan dianggap sepele. ” OK kalau begitu nggak usah do’a saja …” . penguasa segala sesuatu. ini khan urusan dunia. dan daerah lainnya selain untuk keperluan orang ber Hajji. Sebuah mata air yang hampir tak mungkin ada di daerah ini. dan mungkin juga tidak. Namun jika kita meminta keridhoan akhirat-insya Allah kita juga akan mendapat dunia. Saya kembali bertanya dengan lebih antusias karena masalahnya erat dengan kehidupan saya yang memang bergerak di bidang ini. Saya fikir ini harus berlaku pada semua hal-segala hal segala sesuatu-termasuk hal-hal duniawi seperti bisnis. Permintaan tolong hanyalah kepada Allah semata. ” You khan bilang waktu dipesawat. Ini pula yang menyebabkan pembangunan konstruksi di kota Mekkah sangat lamban. meminta kepada Penguasa yang sesungguhnya. karena ini yang akan menentukan strategi manajemen perusahaan kita. Jangankan tumbuhan subur. Pejabat. hanyalah perantara. 3. Tabrani mulai sewot lagi. Akhirnya H. akankah bertahan sedemikian lamanya? Perhitungannya bukan 1400 tahun yang lalu. dengan kesadaran baru-tanpa banyak pertanyaan lagi. Adapun. Mekkah dapat anda lihat sebagai pegunungan batu. saya kembali membaca do’a sambil membaca artinya. Meminta kepada yang mempunyai. Analisa dan rasa saya mulai jalan. Entah berapa ribu tahun. tegas H. Andaikan memang ada sungai bawah tanah yang mengalir dibawah Mekkah. “Loh-loh…ini lebih aneh lagi Pak…kok boleh minta dagang agar jauh dari rugi. sekelilingnya dapat anda temukan hanyalah bukit batu yang sangat sulit dihancurkan. betul ndak…?” “Betul Pak “. Bagaimana kita bisa rugi-ya karena manajemen yang buruk. memohon kepada pemilik yang sesungguhnya.Pada tawaf putaran ketiga. Kadin. Persis lagu Bimbo yang dinyanyikan Sam. Jika kita meminta dunia saja. penguasa absolut. Kejadian 7 Usai tawaf. “Iyya ka na’ budu wa iyya ka’ nastaiyn”. Masjidil Haram berada di tengah-tengah seperti lembah. sekarang terbantai semua.

Sesampai di Hotel. kelelahan kami luar biasa. Sedangkan air yang sesungguhnya justru keluar didekat kaki Ismail.Pada saat Sya’i. 3. dan menggosok bagian yang hendak diciumnya. Keesokannyapun sang Dokter sembuh dari sariawan seperti sedia kala. antara dua bukit batu. Sesuatu yang dilarang dalam Umroh. sementara anaknya Ismail ditinggal sejarak tertentu dari Ka’bah. Bapak mertua mengingatkan sang Dokter untuk meminumnya sekali lagi dengan gelas tersebut tetapi dengan perasaan yang berbeda. kawan Bapak mertua saya pergi Haji. melainkan Nabi Ibrohim. Salah seorang jamaah haji wanita bercerita tentang anak temannya yang sekarang tinggal di Hotel Hilton Mekkah yang tak dapat menyelesaikan tawafnya karena mencret (penyakit yang lebih cepat dari pada jet). maka ia mengeluarkan tisu. Kejadian ini terjadi pada saat saya hendak mencium batu Ka’bah. Saya fikir. Mungkin karena pemikiran jijiknya terhadap batu yang sudah dicium oleh jutaan manusia pada hari itu. Seorang Dokter. Pantas – dalam hati saya. Syofa’ dan Marwah. apa yang terjadi. dan Muhammad. isteri Nabi Ibrohim. Melihat kejadian itu. ia berjalan sambil berlari-lari kecil mencari air antara bukit Syofa’ dan bukit Marwah. Disitu terjadi antrean yang luar biasa. Kaki saya kering pecah-pecah. Keesokannya. dan Islam. Didepan saya terdapat seorang wanita muda dan cantik berpakaian Turki yang hendak mencium batu Ka’bah (sisi kiri Ka’bah. Dari sini saya pun semakin yakin dan menarik kesimpulan. Tapi kelihatannya sama aja tuch. Agak lama baru saya sadar bahwa saya mulai kurang khusyuk karena melakukan “olah raga leher”. Mulutnya bengkak sariawan sampai ke leher. yakni perasaan iklas. mengelap. kami mulai melintasi area Sya’i.3. Wanita tersebut tetap asyik membersihkan batu Ka’bah . bukan Hajarul Aswad). yang melahirkan 3 agama besar. sebahagian berlari. namun akhirnya semua tahu. Bapak mertua saya pernah menceritakan perihal yang seperti ini berkaitan dengan gelas stainless air zam-zam untuk diminum yang menempel pada setiap keran zam-zam. bagaimana dengan kaum wanita atau Ibu-ibu. Dipisahkan oleh pembatas tengah. bahwa Ka’bah bukan dibangun oleh Muhammad. Saya belum pernah merasakan pegal-pegal seperti sekarang ini. saya melihat manusia banyak yang berjalan. Nasrani. Isya. Ini tidak steril katanya. Tabrani. Kotoran alias tokai nya sedemikian banyaknya sehingga ia pun kewalahan. namun saya mengira pasti luar biasa untuk ukuran orang Melayu. merasa jijik dan mengatakannya kepada Bapak mertua saya perihal gelas stainless yang sudah diminum berjuta-juta mulut orang. Sesekali saya melihat wajah cantik wanita Turki dengan hidung mancung kulit putih bulu mata boros (Saat tawaf maupun Sya’i dilarang menutup cadar muka-namun ada sebahagian mazhab na. ” Pak…koq pakai lari-lari segala sich? “. Bapak mertua saya mengingatkan akan ucapannya kemarin perihal gelas tersebut. Kami tak tahu bagaiman ia mengatasi problem mencretnya yang merembes sampai pakaian Ihrom. bahwa ia mengenakan celana dalam pada pakaian ihromnya. Yahudi. “Begini “jawabnya perlahan. Dokter itu meminum juga air zam-zam dengan perasaan jijik/geli. Air yang dilihatnya ternyata hanyalah fatamorgana. Seusai Sya’i kami pun menggunting rambut. Akhirnya saya bertanya kepada H. “Dulu sewaktu Siti Khajar. Kejadian 8 Tak ada yang khusus bagi saya dalam kejadian ini. Kepala rombongannya pun membawanya pulang kembali ke Hotel. Wueeek…sangat menjijikkan kata jamaah yang lain menambahkan. Saya jadi teringat sewaktu H. Tabrani membentak saya dalam masalah tersebut. Semoga Makbul. pendahulu untuk Musa. Pasti lebih capek. rukun Umroh berikutnya. pertanda selesainya ibadah Umroh kita.

saya tetap mau berangkat sendiri”. nggak apa-apa. Saya cenderung menyebutnya Metafisika daripada Supranatural yang lebih berbau klenik / sihir. Bahkan mekanisme ini pun abstrak tak simetris. Wanita itu pergi lebih cepat. tetapi saya yakin bahwa semua ini ada mekanismenya dan jangan coba-coba untuk mengurainya. sang suami wanita tadi (yang katakan seorang jenderal). yang seharusnya berangkat melakukan perjalanan luar negeri guna menandatangani sebuah kesepakatan perang. 3. Meskipun ia bukan ada di alam fisika. sementara antrean sudah mulai panjang dan berdesakan. dengan tas ransel dan sepatu sport. Ingin sekali saya melarangnya. dapat mengakibatkan tercegahnya sebuah rencana perang atau penyerbuan. trick sulap yang diyakini sebagai salah atu keajaiban oleh orang musyrik. Tahukah anda. Kamipun merencanakannya. kami tiba dikaki bukit Gua Hira’. ditabrak mobil). namun karena nggak bisa bahasa Turki. wanita tersebut mungkin akan 10 menit lebih lama untuk jalan pulang. Perjalanan sampai . Tak ada anggota rombongan yang mau ikut. Saya ambil contoh misalnya. Paginya seusai sholat Shubuh. Ia pun selesai mencium batu Ka’bah dengan hidung mimisan (berdarah). Mekanisme tersebut tak kan pernah dapat diukur karena sifatnya yang relatif tak pernah sama pada setiap individu. Kejadian 9 Malam besok adalah malam terakhir saya di Mekkah. namun saya fikir standarnya sama jika kita ukur dari perasaan hati yang dalam. ” OK. Tabrani maupun Iqbal anaknya. saya berkemas bersiap berangkat. Penjual di toko tersebut seharusnya melayani seorang calon pembeli wanita misalnya. ia kehilangan sandal. Bukan disitu saja. Kuwalat atau apa ini namanya ya? Hati yang kurang bersih? Saya jadi teringat cerita Ka’bah di surat Al-Fiil dimana tentara Abrahah yang mengendarai Gajah pada masa itu dibuat tak berdaya oleh burung-burung Ababil. Semuanya parsialkondisional. ia mengalami kecelakaan mobil (mis. Ketika ia hendak mencium batu Ka’ bah -mungkin setelah ia merasa bersih. Dengan menggunakan taksi. Saya semakin mengerti mekanisme ghoib. karena ia terlalu abstrak dan hanya tunduk patuh pada sang Maha Penguasa. sepulang kami dari sholat. hilangnya sandal Iqbal. Tidak juga H. Ini contoh ekstreem yang memang hanya teori main-main. oleh karenanya saya minta kepada Tour guide untuk mengantar saya ke Goa Hira’ pagi-pagi sekali. namun karena Iqbal membeli. Jadi biaya travel maupun biaya Tour guide saya tanggung sendirian. kejadian kecil disini-dapat menimbulkan akibat besar disana. Mekanisme yang tidak kasat mata. Penguasa alam fisika dan non fisika. Namun tetap saja ia kehilangan sandal setiap harinya.dengan tisunya. hingga ia harus membawa 5 real setiap sholat guna menjaga apabila sandalnya hilang. Terjadi di kasus ini namun kadang tidak di kasus itu. Dalam perjalanannya pulang. Mekanisme ghoib pada alam Metafisika inipun bekerja pada kawan saya Iqbal dimana setiap harinya. Seandainya Iqbal tidak kehilangan sandal. membatalkan rencananya. lagian nggak lucu khan kenalan didepan Ka’bah. Bahkan sehari dapat lebih dari sekali ia kehilangan sandal. mengakibatkan ia harus membeli sandal di toko dimuka Masjid. maka ia tidak jadi melayani wanita itu. Hilangnya sandal seorang Iqbal. namun saya yakin ia ada dan bekerja secara setimbang. tegas saya kepada Tour guide. Ia mencoba berdo’a dan bertaubat dosa apa kiranya yang telah ia buat.4. sehingga kesepakatan serangan atau perang tadi ditangguhkan.desakan dari kerumunan orang dibelakang tak tertahankan hingga mendorong wanita itu pada saat ia menciumnya sehingga benturan hidung mancung dan batu tak dapat terelakkan. yang tentu saja tak mengakibatkan ia mengalami kecelakaan.

“ini Masjidil Aqsa”. “Subhanalloh. Ditemani Tour guide. . H. Buru-buru saya ketok kamar H. kemudian ia mengajak saya untuk ikut. saya sujud ditempat Nabi Muhammad duduk menyendiri 1422 tahun yang lalu. “Masjid itu dikuasai Yahudi. yang kemudian membawa saya ke Masjidil Aqsa’ di Palestin. Esok hari terakhir. Didalam mimpi saya Jibril berkata. “Kenapa Nabi Muhammad dapat berjumpa denganmu. Saya tidur cepat setelah sholat Isya”. Tabrani pernah melawat ke Masjidil Aqsa’. saya yakin you adalah orang yang disayang Allah”. Saya bertanya siapa anda? Ia menjawab saya Jibril. bermimpi dibawa seseorang yang berkata sebagai Malaikat Jibril. Saya juga tidak mengerti sampai sekarang arti mimpi saya. Apakah tindakan Nabi Muhammad pada kala itu seperti para sufi tersebut? Pertanyaan inipun saya simpan kembali tanpa tahu jawabannya. kami semua juga nggak ngerti kenapa begitu”. “Subhanalloh”. Saya bangunkan ia. tapi you… you…luar biasa”. “Ya Malaikat Jibril. Tabrani berfikir sejenak. kenapa saya tidak?”. Saya sudah berumur 63 thn. “Tolong Masjid ini dipelihara”. H. tanya saya. Subuh dini hari saya bangun. Cuma 5 menit “. “Begini Pak. Tabrani. Gede. Saya berjalan mengikutinya. H. Saya jadi ingat cerita-cerita para sufi yang mempelajari hakekat sehingga pergi kegunung-gunung menyendiri. “Kenapa Pak?”. “Disini terdapat salah satu keajaiban yang anda cari”. kami pulang menuruni bukit. kemudian ia menjawab. Terus bagaimana tanya H. “Aneh memang batu itu. Gua Hira’ ternyata sangat kecil. serta tak mempedulikan situasi dan kondisi diri. saya tiba-tiba tersadar. mungkin yang dimaksud adalah “The Dome of the Rock. Saya juga sering menyendiri di Villa. Lebih mirip dua batu yang saling bersandar daripada sebuah Gua. dan berada tepat ditengah-tengah Masjid. dan tiba-tiba kami tiba di sebuah Masjid. Tabrani menepak kepala “Waduh…repot ini”. sesuatu berbentuk manusia dengan peci hitam datang kepada saya. Terbayang oleh saya ketika Nabi pulang pergi setiap harinya sampai ke puncak. lepas dari hubungan sosial. Ia menggantung. hari dimana saya mesti melakukan tawaf wada’. You Nggak bisa keluar masuk seenaknya”. tapi saya belum pernah mimpi bertemu Jibril. “Tapi yang jelas. Sebuah batu yang berada tepat ditengah Masjid”. menyendiri di kaki bukit Gn. “You sholat dibatasi disana. Saya pun membahas pertanyaan saya di dalam hati tadi kepada Tour guide. dimana saya tidur di Mekkah. ketika saya hendak menggosok gigi. kenapa saya tidak?” Tanpa sholat dan do’a. Tabrani bertanya.kepuncak memakan waktu kurang lebih satu jam. “Wah saya nggak bisa jelasin artinya “. tadi malam saya bermimpi bertemu Jibril”. Saya jadi merinding. kenapa koq Nabi Muhammad diberi wahyu. H. tawaf terakhir/ tawaf perpisahan dengan Ka’bah. Dalam sujud saya bicara dalam hati. “Bagaimana ceritera mimpinya?”. Terus Jibril bilang begini Pak. dan saya ceritakan mimpi saya. tetapi kenapa tak pernah datang yang namanya Jibril. tanpa meratap ke gua apalagi membuang sesaji (hanya sujud dan berkata dalam hati seperti diatas saja). Tabrani.

Saya takut untuk berbuat macam-macam. namun yang paling saya takuti. 13. namun sebenarnya. Saya harus menghadapi dunia nyata yang penuh dengan godaan. namun jika ditempeleng keras ia tetap dableg dengan perbuatan negatifnya. 7. jika ia tak mau. karena hanya hari akhir setelah matinya yang akan membalasnya kekal abadi di Neraka Jahanam. Dari perjalanan ini. Allah itu benar adanya yang menciptakan segala sesuatu. 4. berbalas negatif apabila kita berbuat negatif. dimana fikiran. dan itupun hanya pada batas-batas tertentu yang sudah diberi patok/tanda. Kita manusia adalah manusia yang paling istimewa. Peringatan pertama mungkin dengan mencolek. ia akan dibiarkan. jiwa dan raga kita bisa khusuk serta kita jaga kebersihannya. atau berserah diri kepada kemauan kita sendiri. hanya yang saya anggap penting saja. Ada mekanisme Ghoib yang tidak kelihatan. Apa yang akan terjadi nanti ditanah air. 10. karena Allah menegur dengan sapaan hirarki. 9. 3. kejadian kecil lainnya yang merujuk kepada hidayah yang tidak saya ceritakan karena terlalu panjang banyak saya alami. jika ia tak juga sadar Allah peringati ia dengan menempeleng keras. yang memberikan balasan positif apabila kita berbuat positif. Mekanisme Ghoib. Zinah. Biaya yang demikian mahal. darah. Allah tidak punya banat/sarikat/kompetitor. *** Sumber Sahabat • putri 2:54 pm pada 21 Desember 2010 Permalink . melainkan tanah Haram. namun demikian. Allah peringati ia dengan menepak. karena kita mempunyai 2 pilihan. adalah deviasinya. Tak perlu dianalisa secara metode ilmiah. namun bagi yang sudah kelewatan. Al-Qur’an bukan buatan Muhammad atau ideologi Muhammad.Saya takut sendiri dengan kejadian-kejadian yang saya alami. karena justifikasinya akan selalu ditemukan manusia guna menghalalkannya. dan perbuatan maksiat lainnya adalah haram hukumnya. Mekkah dan Madinah bukan tanah suci (seperti yang saya duga sebelumnya pada tulisan Muhammad punya bisa ). 11. 8. sebanding bahkan melebihi hasil yang kita dapat dari perjalanannya. 5. daerah dimana diharamkan bagi siapa saja berbuat kerusakan. tidak semua kejadian saya ceritakan. Daging Babi. 6. 2. Alkohol. berserah diri kepada kemauan Pencipta. berlaku pada orang-orang yang dicintai Allah. Allah akan membiarkannya. perubahannya apabila saya tidak menjaganya. Haji dan Umroh penting adanya dan bukan bisa-bisanya Muhammad. Judi. Allah menurunkan Wahyunya kepada Muhammad yang kemudian dibakukan dalam bentuk kitab yang bernama Al-Qur’an. Kesadaran saya seperti sekarang ini amat saya syukuri. 12. coba fikirkan dengan instrument rasa/intuisi dari hati yang dalam. Al-Qur’an adalah statemen dari Allah yang didalamnya berisikan petunjuk bagi manusia yang ingin berserah diri kepadanya. bermanfaatkah jika dilakukan. Wahyu Allah juga turun kepada Muhammad yang diutus sebagai Rasulnya. Wahyu Allah turun pada setiap kurun waktu tertentu. Tidak seperti waktu di Mekkah. namun saya mempunyai beberapa kesimpulan: 1. Saya mengalami semua ini dalam perjalanan ke Mekkah.

Kemudian dia bangun dan berbuat seperti itu sepanjang malam. lalu kamu membujurkannya di dalam rekahan bumi. “ Sesungguhnya ditanganmu kini tergenggam harta orang-orang yang binasa. Dia seorang hafizh. kisah islami ( 268 ). sangat mendalam ilmunya. kusampaikanhal ini kepadamu sekalian. kisah teladan ( 352 ). Dia juga disebut Abu Hafsh. Dia tak mampu berbuat apa-apa menghadapi keadaan sekitarnya dan tidak lagi membutuhkan semua yang ditinggalkannnya. karena aku tidak tahu apa yang terbatik didalam hati seorang seperti yang kuketahui pada diriku sendiri “ Selanjutnya Umar bin Abdul Aziz menarik ujung bajunya. lalu berkata. lalu turun dari mimbar. cerita nasehat. bersimpuh dan menangis sambil berdoa kepada Alloh hingga tertidur. Orang-orang yang hidup pada generasi mendatang akan meninggalkannya. memuji Alloh. menyeka air mata.ahli ibadah dan sosok pemimpin kaum Muslimin yang sejati. Tetapi aku tidak melihat seorangpun yang lebih banyak ketakutannya kepada Allah daripada Umar. “ Dikalangan kaum laki-laki memang ada yang shalat dan puasanya lebih banyak dari Umar. Jasad itu telah meninggalkan harta dan kekasihkekasihnya. Tidakkah kamu ketahui bahwa siang dan malam kamu sekalian mengarak jasad yang siap menghadap Allah. Dia terbujur dikolong bumi. siap menghadap hisab. cerita teladan ( 355 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Tangisan Seorang Pemimpin Yang Takut Pada Alloh UMAR bin ABDUL AZIZ. tanpa tikar tanpa bantal. Sejak itu dia tidak keluar rumah lagi kecuali setelah jasadnya sudah membeku. Fathimah pernah berkata. Istrinya. seperti yang telah dilakukan oleh generasi yang terdahulu.” Takkala menyampaikan khutbah terakhirnya. .izin copy yaa…  erva kurniawan 1:11 am pada 9 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Umar bin Abdul Aziz naik keatas mimbar. jika masuk rumah ia langsung menuju tempat shalatnya.dari suku Quraisy. lalu kamu menimbunnya dalam kegelapan bumi ?. zuhud. mujtahid.Bani Umayyah. Demi Allah.

cc terima kasih . padahal mereka tidak tahu persis apa pasalnya mereka ikut-ikutan menangis”. istrinya bertanya: “Demi ayahku sebagai jaminan. Umar bin Abdul aziz menjawab. mantan budak Maslamah bin Abdul Malik.Diriwayatkan dari Abdus-Salam. kisah teladan ( 352 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Hikayat Iblis : Dialog Iblis vs Rasulullah SAW Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya.mediamuslim. sangat mendidik sekali. “ Wahai fathimah. wahai Amirul Mukminin. cerita nasehat. melihat ia menangis. kisah islami ( 268 ).info • Alfa Ajinata 6:45 pm pada 13 November 2010 Permalink Bagus. istrinya dan semua anggota keluarganya pun ikut menangis.  erva kurniawan 1:07 am pada 8 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). dia berkata: “ Umar bin Abdul Aziz pernah menangis. aku ingat akan persimpangan jalan manusia takkala berada di hadapan Alloh. .mungkin Bapak Erva kurniawan juga mau bertukar link dengan saya untuk cerita islami di http://alfafiv.co. apa yang membuat engkau menangis? “. bagaimana sebagian diantara mereka berada di sorga dan sebagian lain berada di neraka *** Sumber: http://www. cerita teladan ( 355 ). Saya juga mempunyai cerita-cerita islam. baik yang disukai maupun yang dibencinya. Setelah suasana reda. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia. Fathimah.

aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya.Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata. kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla. serta disiksa dengan azab yang amat keras. Iblis sangat ketakutan. Maka sambut Iblis (alaihi laknat).s sehingga keluar dari syurga. Pertanyaan Nabi (1): “Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?” Jawab Iblis: “Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini. uratmu. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya. tiadalah aku berani menyembunyikannya. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai.” Apabila mendengar sumpah Iblis itu. “Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a. Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya. raja segala iblis. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun. “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah saw. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. niscaya akan terputus semua anggota badanmu. Sambung Iblis. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama. “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu. Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu. Apa kehendakmu datang menemuiku?” Taklimat Iblis.” Maka Nabi pun memandang muka Iblis. “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah.” Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata.” Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu. “Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia. cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. syaitan dan jin yang menyamar diri. “Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah. panjangnya seperti ekor lembu. Iblis pun memberi salam. sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. binatang dan lain- . Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu. inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku.

” Pertanyaan Nabi (2): “Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?” Jawab Iblis: “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya. Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat. Bila pada lidahnya. perak dan permata. setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. megah. Apabila terjadi kasih antara mereka. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam. murtad atau munafik. maka terbakarlah diriku menjadi abu. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku . Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal. sombong dan melengahkan amalnya.lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda. terbuai dengan makan minum. Demikianlah aku goda mereka setiap saat. tanahnya. aku lalaikan dengan harta benda daripada emas. berbuat durhaka. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat. Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini. datanglah rasa ria. mereka akan gemar berdusta. terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya. begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir.” Pertanyaan Nabi (3): “Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?” Jawab Iblis: “Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu. Disana aku lepaskan sebesarbesar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. kecuali aku yang ingkar. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. peminjam dan pencuri. Kiranya aku menyerupai dirimu. fikiran dan malunya. maka akupun membantah. aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. takabur. Bila kena goda hatinya. rumahnya. datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. mencela dan mengumpat.

Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka. lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah). kelakuan atau hatinya. Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Aku merasa sakit hati. aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Jika tidak berhasil juga. aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu. Sebelum Engkau lahir ke dunia. maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia. bagaimana keadaanmu?” Jawab Iblis: “Sebesar-besarnya kesusahanku. telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku” Pertanyaan Nabi (5): “Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah.yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. was-was. dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya aku dapatkan. sentiasa hendak cepat habis sholatnya. maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman. Kemudian aku turun ke dunia. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut.” Pertanyaan Nabi (4): “Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?” Jawab Iblis: “Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya. kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya. perkataan.” . Jika aku berkeras juga hendak naik. pada setiap anggota badannya. bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya. itu semua membawa kepada kurangnya pahala. hilang khusyuknya – matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. terlupa bilangan rakaatnya. imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan. dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut-marut.

putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya. bagaimana perasaanmu?” Jawab Iblis: “Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah. bagaimana perasaanmu?” Jawab Iblis: “Binasalah diriku. jin. maka kamu akan mendapat petunjuk. Pada hari umatmu mulai berpuasa. Apabila masuk awal bulan Ramadhan. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi.” Pertanyaan Nabi (9): “Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?” Jawab Iblis: “Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar – besar seteruku. Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. jika kamu mengikuti mereka. syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. bulan.” Pertanyaan Nabi (7): “Jika umatku mengerjakan haji karena Allah. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa.” Pertanyaan Nabi (8): “Jika umatku berpuasa karena Allah. maka rasa terbakarlah tubuhku. bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. yakni Malaikat. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku.” . Karena engkau sendiri telah berkata: “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit.Pertanyaan Nabi (6): “Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah. burung dan ikanikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Bagi orang yang berpuasa. bagaimana keadaanmu?” Jawab Iblis: “Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. bintang.

miskin hendak beribadat. “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya. tetapi sangat sopan santun. banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan. tempat judi dan perempuan lacur. tidak hendak mengeluarkan zakat. Lalu aku goda agar minta kaya dulu. maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar.” Tambahan pula dia menjadi menantumu. Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu. Dia penghulu orang sabar. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. syukur dan ridha dengan karunia Allah. terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’. Jika aku pandang wajahnya. “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat. maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. alim orangnya. aku tidak dapat mendekatinya. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya. maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. Karena taatnya. dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta.” Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar.” . apalagi setelah berdampingan denganmu.” Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang. tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. tiada masa beramal ibadat. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan.s.” Pertanyaan Nabi (10): “Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?” Jawab Iblis: “Umatmu itu ada tiga macam. “Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku”. bercakap besar sesama Islam. Jika iblis. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu. aku tidak bisa bertemu. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar. membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat. nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid. Berbuat amal soleh. semakin aku ngeri kepadanya. tawakal dan kebajikan. dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya. benci dan menghina kepada yang miskin. Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. karena lidahnya senantiasa bergerak membaca AlQuran. Saidina Usman Al-Affan lagi. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak. syaitan dan jin memandang beliau. penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. “Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ – dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata.Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a. aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. maka dilupakan beramal. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya. Yang ketiga umatmu seperti Firaun.

Walaupun mereka makan. maka padamlah marahnya. bagaimana hal engkau?” Jawab Iblis: “Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan. maka larilah aku dari mereka. saksi palsu. aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. aku yang dahulu makan daripadanya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu’. pemungkir janji.” Pertanyaan Nabi (13): “Apakah rahasia engkau kepada umatku?” Jawab Iblis: “Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat. durhaka. maka dia kembali bertaubat kepada Allah.” Pertanyaan Nabi (15): “Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?” Jawab Iblis: “Jika dia berbuat dosa. dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya.Pertanyaan Nabi (11): “Siapa yang serupa dengan engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam. malas pada kebaikan.” Pertanyaan Nabi (12): “Siapa yang mencahayakan muka engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang berdosa.” Pertanyaan Nabi (14): “Jika umatku bersatu dengan isterinya. tiadalah merasa kenyang. maka aku gosokgosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari. Jika tidak.” Pertanyaan Nabi (16): “Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?” . menangis menyesal akan perbuatannya. bersumpah bohong. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah.

banyak bertaubat.Jawab Iblis: Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. mendengar kata mereka. orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. bergantung. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar.” Pertanyaan Nabi (19): “Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya” Pertanyaan Nabi (20): “Apa lagi yang memecahkan mata engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya. Demikian jua pada waktu zuhur. maghrib dan isya’. Di situlah aku mengecilkan diri.” Pertanyaan Nabi (18): “Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang banyak menyebut nama Allah. membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup. asar.’Syurga itu di bawah tapak kaki ibu’” *** Dari Sahabat • . bersedekah dengan tidak diketahui orang.” Pertanyaan Nabi (17): “Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang tidur meniarap / telungkup. banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam. bersarang. karena engkau telah bersabda. berbuai seperti pijat pada bulu itu. aku beratkan hatinya untuk sholat.

tanpa operasi caesar.  erva kurniawan 1:11 am pada 4 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). tentu saja ada sang bunda yang teramat luar biasa… Pekan pertama setelah mengetahui bahwa dirinya positif hamil. sekian tahun lamanya ia menunggu kehamilan.. Luar Biasa Seorang anak terlahir normal. Sinta mengaku kaget bercampur haru. Tetapi proses panjang selama Sembilan bulan sebelum melahirkan itulah yang tidak normal. sepanjang hari-harinya setelah itu. kisah islami ( 268 ). cerita nasehat.dannu 8:58 am pada 11 November 2010 Permalink Subhanallah. Betapa tidak. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Bunda. • rendi 4:34 pm pada 9 Desember 2010 Permalink mantap gan…… • fajar 5:02 pm pada 6 April 2011 Permalink top markotop…. Perasaan yang luar biasa menghinggapi seisi hidupnya. cerita teladan ( 355 ). takkan pernah terjadi sebuah kelahiran yang menakjubkan ini.. Selain faktor Allah. Bahkan.Nabi Muhammad Rasulullah SAW.. Allah mh besar .sip jos. kisah teladan ( 352 ). Proses kelahirannya berlangsung normal. ia teramat merindui kehadiran buah hati penyejuk jiwa di . jika bukan karena kuasa Allah. tanpa cacat sedikit pun.

kesehatan Sinta tak berangsur pulih. Saat itu. Dokter mengatakan. Namun kebahagiaan Sinta hanya berlangsung sesaat. begitu juga saya” Kemudian ia tertidur lagi dalam komanya. Dokter yang merawatnya tak bisa mendiagnosa sakit yang diderita Sinta. Di bulan ke enam kehamilannya. “Jangan.” luluhlah sang suami. bahkan kondisinya bertambah parah. jangan gugurkan bayi saya. Tak lama kemudian. Sinta tak kunjung sembuh. Bulan berikutnya. Namun Santi tak bergeming. Tidak ada jalan lain. dan dinyatakan koma. Ia sangat menyayangi isteri dan calon anaknya. karena jauh dari rasa iba melihat penderitaan isterinya. Ia akan hidup. biarkan saya meninggal dengan tenang setelah melahirkan nanti. Dokter dan pihak rumah sakit sudah menyodorkan surat untuk ditandatangani suami Sinta. Seluruh keluarga sudah setuju. Keluarga sudah menangis melihat kondisinya. berupa surat izin untuk menggugurkan kandungan. dan kekuatan cinta itu yang membuatnya bertahan selama enam bulan masa kehamilannya. Dan kenyataannya. Santi pun memohon kepada suaminya untuk mengabulkan keinginannya ini. dokter menyatakan Sinta dalam keadaan kritis. bahkan mereka sudah ikhlas jika Allah berkehendak terbaik untuk Sinta dan bayinya. Tidak ada yang mampu menandingi cintanya. Satu rumah dan dua mobil sudah habis terjual untuk biaya rumah sakit Sinta selama sekian bulan. Sinta pun tersenyum gembira.rumah tangganya. Makin lama. sementara janin yang berada dalam kandungannya pun ikut berpengaruh. langsung berkata “tidak”. Santi mengigau dalam komanya. sakitnya bertambah parah. Sinta mengalami penurunan stamina. ia pun sangat memimpikan bisa segera menggendong buah hatinya. . Surat pun urung ditandatanganinya. Waktu terus berjalan. ia drop. “Ia berhak hidup. Sinta yang mendengar rencana dokter. kamu bisa hamil lagi nanti dan melahirkan anak sebanyak kamu mau”. Seorang bunda memang selalu luar biasa. Ia pun bersikeras mempertahankan bayinya. rupanya Sinta tahu rencana dokter dan keluarganya. “bukankah seorang ibu yang meninggal saat melahirkan sama dengan mati syahid?” ujarnya menguatkan tekad. kekuatan cinta dari suami dan isteri ini kepada calon anaknya yang membuat Allah tersenyum. Air mata meleleh dari pelupuk mata sang suami. menjelang sang suami menandatangani surat izin pengguguran. meski pun harus mati. “Mungkin saja ini permintaan terakhir saya Mas. memasuki bulan ketiga. tak sanggup melihat penderitaan Sinta. Ia rela melakukan apa pun untuk kelahiran bayinya. ia jatuh sakit. Janin itu pun tetap bersemayam di rahimnya. suami dan keluarganya sudah nyaris menyerah. janin yang sudah berusia hampir empat bulan pun harus segera dikeluarkan demi menyelamatkan sang bunda. tak lebih dari dua pekan ia menikmati hari-hari indahnya. Suaminya dan dokter pun sepakat menyerah dengan keputusan Sinta. Boleh jadi. Dalam keadaan kritis. biar saya saja yang mati untuknya”. pasiennya belum kuat untuk hamil sehingga ada kemungkinan jalan untuk kesembuhan dengan cara menggugurkan kandungannya. Pengguguran kandungan pun batal. Satu bulan kemudian. Walau mereka sudah membujuknya dengan kalimat. Maha Suci Allah yang berkenan menunjukkan kekuatan cinta sang bunda melalui Sinta. Yang penting saya bisa melihatnya terlahir ke dunia. Allah menanamkan sebentuk amanah dalam rahimnya. “kalau kamu sehat.

Luar Biasa! oleh Bayu Gawtama  erva kurniawan 1:25 am pada 2 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). “Tanah di jual 1024 m2″. Ada kekuatan luar biasa yang bermain dalam episode cinta seorang Sinta. dengan gaji dosen biasa jelas mana sanggup. kisah islami ( 268 ). tanpa cacat. pagi hari menjelang sampai ke gerbang kampus. setelah menelpon yang punya tanah tersebut. *** Sumber: Bunda. cerita teladan ( 355 ). Ia berkehendak tetap membuat hidup bayi dalam kandungan Sinta meski sang bunda dalam keadaan koma. tidak terasa satu lembar uang dua puluh ribuan terjatuh secara tidak sengaja. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ini Uang Halal Kira-kira pertengahan Ramadhan. sambil mengingat nomor telepon yang tercantum pada papan tersebut”. terletak di dekat sebuah kampus terkenal. setelah hampir tiga bulan. “Mungkin ini bayi termahal yang pernah dilahirkan. lengkap dengan nomor telepon 0751 xx xxx. Sinta tersadar dari komanya. . “Biarlah sebentar. capek di jalan terasa terhapus. guman saya sendiri sambil berlalu.Allah Maha Kuasa. Sesampai di kampus. Bahkan. “Tapi tidak apalah coba ditanyakan saja. sepeda motor bekas cicilan saya parkir di belakang kampus. Hanya beberapa hari menjelang waktu melahirkan yang dijadwalkan. hati saya berkata. Saya berdiri dan menarik telepon saku dari kantong celana. Tanah tersebut pasti harga nya sangat mahal. ketika pemberian gelar Doktor Honouris Causa pada Presiden Republik Indonesia SBY dulu. saya tak pernah membayangkan bisa melewati semua ini. seperti kata Menteri Pendidikan beerapa waktu lalu. Terima kasih Allah. cerita nasehat. uang tersebut akan saya ambil lagi”. Bukannya saya ingin membeli tanah tersebut. Sebuah papan pengumuman terpampang dipinggir sawah di pendakian setelah terminal Kampung Koto. Namun entah kenapa uang tersebut saya biarkan saja. kisah teladan ( 352 ).” ujar Sinta menutup kisahnya. tanpa operasi caesar. pemandangan laut dari atas sungguh cantik sekali. Sejenak memandang ke arah barat. Bayi itu pun terlahir dengan selamat dan normal. Kekuatan Allah dan kekuatan cinta sang bunda.

“Minal Aidin wal Fazin”. kuliah pun selesai. dan berkata. saya sampai di koridor. Saya berlalu beberapa langkah. saya sampai kembali ke kampus ditempat yang sama di mana saya menyia-nyiakan uang dua puluh ribu saya. Sesampai di belakang kantor jurusan teknik mesin.30 pagi tersebut saya harus masuk kelas. pasti telah banyak orang lalu lalang. Namun yang nama nya bukan rejeki. Tidak terasa dua jam telah berlalu. katanya. Ternyata memang benar satu lembar uang dua puluh ribuan. atau sangat senang sekali. Segera dia masuk ke dalam ruangan laboratorium dan mengambil sesuatu di kantong yang tergantung dinding. Saya berlalu. “Yang bukan hak kita. menyapa. ternyata uang dua puluh ribuan tersebut telah sirna.Seperti biasa kepuasan seorang Dosen adalah setelah kuliah selesai. Sesampai di ruang kerja. Dengan tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepadanya saya berkata. “Ya pak. kata sayai. “Bapak pernah kehilangan uang. menjelang akhir anak tangga lantai dua. Tidak berbekas. bersih pada tahun ini. “Pak”. Memang benar. saya langsung balik kanan. tiba-tiba kembali mahasiswa tersebut menyapa. setelah melintas di ruang labor. Saya tidak peduli setengah mahasiswa yang berkumpul di pelataran gedung agak heran. “ini uang halal” sambil mengangkat uang tersebut. dan menyerahkan satu lembar kertas kepada saya. Senin hari pertama masuk kantor. “Nantilah pada suatu saat kalau uang saya sudah cukup tanah seperti itu dapat dibeli juga”. Kelas pun segera di mulai. katanya. baik mahasiswa. jauh dari beberapa ratus ribu dari saya kira. suasana masih lengang dan sepi. saya mampir ke kantor Pak Kajur untuk melihat apa-apa. Segera saya menyalaminya. terpana. Sesaat sebelum sampai di tangga saya berpapasan dengan salah seorang mahasiswa. saya tadi belum sempat saya ambil an tadi saya berlalu begitu saj. *** Dari Sahabat . sekumpulan mahasiswa telah berkumpul di dapan kelas. Badan saya terasa kehabisan asai. Dua puluh ribu bukan uang kecil untuk ukuran saya. bukan karena uang saya kembali. ternyata memang mahal sekali.”. Hampir satu bulan berlalu. tiba-tiba batin “tercenung”. Dengan hati sedikit menyesal. Tampa pikir panjang. “uang”. Uang dua puluh ribuan saya. Saya pandang uang tersebut dan saya tempel dinding untuk. akan tetapi saya sangat sengat senang bahwa mahasiswa saya. Akan tetapi sebelum sampai di sana. Sebelum kembali ke ruang kerja. yang jatuh dari saku celana. mahasiswa Jurusan Teknik Mesin ternyata sangat putih. namun puasa belum selesai. Hari masih pagi. kata hati saya. Dia tertawa dan sayapun berlalu.uang tersebut tergeletak di samping kendaraan Bapak” katanya kembali. Saya senang. apa yang ditanganpun mudah sekali sirna. sudah lebih dua jam. ya memang milik kita”. katanya.Setelah menghubungi yang punya tanah tadi. hanya sekedar untuk mengingat mahasiswa saya. Jam 8. maupun Dosen sebahagian lewat di sana. setelah satu minggu setelah Hari Raya telah molor. tenggorokan kering terasai. satu lembar tersebut cukup menghidupi satu hari keluarga saya. Sebelum selesai dia berkata saya menyahut. atas kelalaian ini keadaan ini harus juga diterima.”Pak”. “Samasama Pak”. sedikitpun tidak teringat satu lembar uang dua puluh ribuan sempat tergeletak seperti barang tidak bernyawa. “duapuluh ribu”. setumpuk buku bahan kuliah sudah disiapkan. mahasiswa penuh dan menyimak sampai pembicaraaan usai. dan setengah berlari ke belakang gedung.

. Beliau meninggal sekitar pukul 6 pagi di salah satu rumah sakit di Makkah. ibarat kita butuh makan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Mengenang Al Maliki Oleh : Hasan Husen Assagaf. cerita teladan ( 355 ). butuh salam. Tahun demi tahun berlalu. setelah beberapa jam berjuang melawan penyakit yang dating secara mendadak. kisah islami ( 268 ). butuh istirahat. butuh tidur. butuh menyayangi dan disayangi. butuh senyum. cerita nasehat.• fikrie 7:52 pm pada 14 November 2010 Permalink subhanallah. dan ingatan kita pasti menyertainya terutama di bulan yang penuh rahmah ini. butuh minum. Orang yang tak mengenangnya bukan dikatagorikan orang baik. tepatnya Jumat 15 Ramadhan 1425 H Makkah dan dunia Islam menangis karena tersiar berita bahwa Sayyid Mohammad Al-Maliki. MENGENANG jasa merupakan ibadah. Karena ia tidak bisa berbalas budi orang. sy terharu membacanya =]  erva kurniawan 1:21 am pada 26 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Kita tidak bisa lupa kepada beliau. jasa beliau yang besar terhadap Islam tidak bisa dilupakan. wafat. kisah teladan ( 352 ). Jelasnya. beberapa tahun yang lalu. Bagaikan kisah diputar ulang. Ingatan kita kepada beliau sudah menjadi kebutuhan. butuh menghirup udara segar.

Da’wah semacam inilah yang telah diwasiatkan Rasulallah saw. setelah mepersaudarakan antara kaum Ansor dan Muhajirin. Bukankah Rasulallah. suatu saat Rasulallah sedang duduk di beranda rumahnya. Indonesia dll. Tidak kurang dari 100 buku yang telah dikarangnya telah beredar di seluruh dunia. Sampai sampai beliau menerima dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas Umul Qura dan halaqah ta’lim beliau di masjidil Haram. Akan tetapi orang-orang Yahudi sendirilah yang mengkhianati dan merusak perjanjian trb. Di samping menguasai bahasa Arab. Islam. Namun salah seorang sahabat memberi tahu Nabi. bani Qainuqa’. adalah membuat perdamaian dengan tiga kelompok Yahudi yang berada disana. tidak berlebih lebihan. mereka menguasai ilmu-ilmu agama yang cukup untuk dijadikan marja’ dan reference di negara-negara mereka. Bukankah dalam hadist Nabi telah diriwayatkan bahwa seorang wanita masuk neraka disebabkan karna menganiyaya . yang datang sebagi rahmat dan membawa perdamaian bagi alam dan seluruh umat manusia. pengajar. Bani Nadzir dan bani Quraidzoh. dan selalu menerima hiwar dengan hikmah dan mauidhah hasanah. berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama. semasih mereka memiliki pandangan khilaf yang bersumber dari al-Quran dan Sunah. setelah berhijrah ke Madinah. Beliau pun berdiri karena rasa hormat terhadap jenazah tersebut. Islam tidak menyuruh untuk berperilaku baik dan menghormati hanya kepada sesama muslim saja. akan tetapi Islam telah menganjurkan untuk berbuat baik sampai terhadap hewan dan tumbuh-tumbuhan. Dalam kehidupannya beliau selalu bersabar dengan orang-orang yang tidak bersependapat baik dengan pemikirannya atau dengan alirianya. Beliau telah membuat hubungan baik dan menggelar perjanjian untuk hidup damai dan saling menghormati. Dan tidak sedikit dari kibat beliau yang beredar telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. pertama-tama yang dilakukannya. Disamping tugas beliau sebagi da’i. mereka pintarpintar dan terpelajar. tindakan serta pikiran dan perasaannya.Sayid Muhammad Al-Maliki dikenal sebagi guru. Prancis. beliau pula seorang pujangga besar dan penulis unggul. Semua ini beliau terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan beliau selalu menghormati orang orang yang tidak bersependapat dan sealiran denganya. akan tetapi Islam menganjurkan kita untuk berperilaku baik dan berbuat hormat kepada semua manusia. Beliau selalu menerima dan menghargai pendapat orang dan menghormati orang yang tidak sealiran dengannya atau tidak searah dengan thariqahnya. Beliau tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamanya dan ini memang yang di inginkan musuh Islam. Beliau adalah orang cerdas dan terpelajar. pengajar dan pendidik yang tidak beraliran keras. penceramah dan segala bentuk kegiatan yang bermangfaat bagi agama. Agama kita. Contohnya. Damai di dunia dan damai di akhirat. Tiba-tiba ada orang-orang yang lewat mengusung keranda janazah. pembimbing. menjawab dengan hikmah dan memikirkan sesuatu masalah dengan kenyataan dan dalil dalil yang jitu bukan denganemosi dan pertikaian yang tidak bermutu. Semua yang berlawanan diterima dengan sabar. Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat muslim menjadi manusia yang berperilaku baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama. Islam diambil dari kata “salam” yang artinya damai. Adapun ulama yang telah mendapat gemblengan dari Sayyid Muhammad Al-Maliki. lima belas abad silam. itu adalah jenazah orang Yahudi? ” Nabi menanggapi ” Bukankah ia juga jiwa manusia ” ( HR Imam Bukhari ) Islam mengajarkan untuk berbuat baik dan damai bukan kepada manusia saja. serta berkata ” Wahai Rasulallah. terhormat dalam perbuatan. dosen. adalah agama yang membawa rahmat dan mencintai damai. Urdu.

cerita nasehat. tumbuh-tumbuhan dan lingkungan hidup. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Encouragement . *** Wallahu’alam Hasan Husen Assagaf. “Apakah engkau ingin membunuh kambing itu dua kali? Jangan lakukan itu. cerita teladan ( 355 ).” (HR Imam Nasai ) Itulah kebesaran agama Islam. Tajamkan pisaumu sebelum kamu merebahkan kambingmu. Selamat tinggal sosok tubuh yang pernah menanamkan hikmah. Selamat tinggal ayah yang berhati baik. ikhlas dalam amal dan perbuatanya. ada seorang lelaki yang merebahkan kambingnya sementara dia masih menajamkan pisaunya. tetapi hewan.” Ibnu sirin juga meriwayatkan bahwa Khalifah Umar bin Khattab pernah melihat seseorang sedang menyeret kaki kambing untuk disembelih. Lalu Rasulallah bersabda. dan sekarang kamu telah terima imbalannya disaat wafatmu pula dengan mulia. Beliau marah dan menegur orang trb. Selamat tinggal pahlawan yang jujur. Tidak hanya manusia. teladan di hati hati kami. Kamu telah hidupi hari hari mu dengan mulia.seekor kucing? Begitu pula seorang pelacur masuk sorga karna telah memberi minum seekor anjing yang kehausan? Rahmat Islam rupanya benar-benar lil a’lamin (bagi semesta alam). kisah islami ( 268 ). Ibnu Abbas meriwayatkan. ilmu. ” Jangan lakukan itu! Giringlah hewan itu menuju kematiannya dengan baik. semua memperoleh rahmat Islam. Kemulyaan kamu telah meliputimu semasa hidupmu dan di saat wafatmu. Itulah kehebatan agama kita.  erva kurniawan 1:20 am pada 23 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Ini konci kesuksesan da’wah ulama semacam Sayyid Muhammad Al-Maliki. kisah teladan ( 352 ). paksaan dan berutal. Rasulallah tidak mengajarkan kita berda’wah dengan kekerasan. Selamat tinggal pemimpin umat yang tak bisa kami lupakan dalam pendiriannya dan keikhlasannya. Akan tetapi beliau mengajarkan umatnya berda’wah dengan hikmah dan mauidzah hasanah. dengan akhlak dan suluk yang ramah.

saya dapat menjamin. Ujian . Saya memintanya memperbaiki kembali.” jawab saya. ini adalah karya yang hebat. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak-anaknya dididik di sini. karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna. Sewaktu saya protes. “Saya sudah 20 tahun mengajar. melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. melainkan untuk merangsang orang agar maju. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. saya khawatir anak saya cepat puas diri. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita. Menurut saya tulisan itu buruk. dari program master hingga doktor. hebat. Masalahnya.” lanjutnya.Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk. sampai dia menyerah. ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. Setiap anak berbeda-beda. “Di negeri Anda. Encouragement (mengobarkan semangat. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi.LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Sementara di Indonesia. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. malah dipuji.” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat. red)!” Dia pun melanjutkan argumentasinya. Dia pun tersenyum. Namun untuk anak sebesar itu. “Maaf Bapak dari mana?” “Dari Indonesia . guru sangat sulit memberi nilai. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. namun tetap simpatik itu. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan. “Saya mengerti. Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. logikanya sangat sederhana. saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum.” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. bagus sekali. Budaya Menghukum Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah. baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris.

Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karyakarya ilmiah yang hebat. Kembali ke pengalaman anak saya di atas. rotan pemukul. melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun.” Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Hasilnya pun bisa diduga. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. “Sarah telah memulainya dengan berat. penguji marah-marah. dan seterusnya. bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif. Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan. Melahirkan Kehebatan Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper. Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. bukan merusak. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis. sebaliknya dapat menurun. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti. *** . dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah. malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian. banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. melainkan discouragement.…. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda. namun rapornya tidak diberi nilai merah. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…. melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis. bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti. Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan. sundutan rokok. kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Seperti yang sering saya katakan. menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.penuh puja-puji. dapat tumbuh. Pada saat kembali ke Tanah Air. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan.….” ujarnya dengan penuh kesungguhan. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal. Kalau. melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras. kapur. Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna). tersinggung. Mereka bukan melakukan encouragement. yang maaf.tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. bahkan penerima Hadiah Nobel. Nanti. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji. tangan bercincin batu akik. Bantulah orang lain untuk maju. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan. menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh. dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru. ibu guru mengingatkan saya. seperti berikut. Para pengajar bukan saling menolong. ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

kami mohon izin untuk mengganti obat ibu”. cerita teladan ( 355 ). kisah teladan ( 352 ). cerita nasehat. Panasnya sangat tinggi. . lantas sehari berapa kali suntik.” “Haahh 12 juta rupiah dok. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ibu. Dokter itu dengan mantap menjawab “Dua belas juta rupiah sekali suntik.RHENALD KASALI Ketua Program MM UI  erva kurniawan 1:29 am pada 15 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Dokter berkata. dok? Dokter itu menjawab. Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah terbujur di ruang ICU. Sayapun menjawab “Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta izin saya” Dokter itu menjawab “Karena obat yang ini mahal Pak Jamil. Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang tersambung ke sebuah layar monitor. Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah sakit di Jakarta. Dia sedang hamil 8 bulan. Sudah tiga pekan para dokter belum mampu mendeteksi penyakit yang diidapnya. “Sehari tiga kali suntik pak Jamil”. Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman pribadi yang terjadi pada 2003. I Miss You So Much Oleh: Jamil Azzaini – Kubik Leadership Jakarta.” “Memang harganya berapa dok?” Tanya saya. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula. “Pak Jamil. Apabila kita melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya. kisah islami ( 268 ). Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita.

Tidak berapa lama kemudian dari balik telepon saya dengar ibu saya berkata: “Ya Tuhan pernyataanku aku cabut. “Dokter tolong usahakan sekali lagi mencari penyakit isteriku. “Berarti satu hari tiga puluh enam juta. 25 per bulan. kami harus sangat hati-hati memberi obat karena istri Bapak juga sedang hamil 8 bulan. butiran air mata mengalir di pipi. tabunganku telah terkuras. Dengan suara bergetar saya berkata. Dan Engkaupun mengetahui hal yang kecil dari itu. Jamil kamu nggak usah pikirin dan doakan saja isterimu agar cepat sembuh.” Setelah memastikan bahwa ibu saya telah memaafkan saya. Setelah percakapan itu usai. maafkan saya… yang ngambil uang itu saya. 125. dok?” Saat itu butiran air bening mengalir di pipi. Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku Engkau Maha Tahu bahkan Engkau mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk. Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata berkata “Pokoknya yang ngambil uangku kualat… yang ngambil uangku kualat…” Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh ibuku. duit itu sangat ibu perlukan untuk membayar hutang. bu… saya minta maaf sama ibu. maka saya bertanya kepada ibu saya Bu. “Ya Allah Ya Tuhanku… aku mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-Mu. “Jangan-jangan inilah hukum alam dan ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya akan memperoleh keburukan. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya sekolah yang hanya Rp. . aku maafkan dia.” Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan kejadian puluhan tahun yang lalu. yang ngambil uangku tidak kualat. Bagimu amat mudah menyembuhkan istriku. Ya Tuhanku… gerangan keburukan apa yang pernah aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit isteriku yang berkepanjangan.” “Pak Jamil kami sudah berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta bantuan berbagai laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa kami deteksi secara tepat. “Ibu. Saya minta maaaaf… saat nanti ketemu saya akan sungkem sama ibu.” jawab ibu saya dari balik telepon. Usai berdoa saya merenung. sementara saya akan berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar penyakit istri saya segera ditemukan.” jawab dokter.Setelah menarik napas panjang saya berkata. baiklah kami akan coba satu kali lagi tapi kalau tidak ditemukan kami harus mengganti obatnya. Ketika itu. sisanya saya gunakan untuk jajan. Kualat yang ngambil duit itu Mil.” Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomor telepon rumah dimana ibu saya ada di rumah menemani tiga buah hati saya. Setelah salam dan menanyakan kondisi anak-anak di rumah. akupun mengerti bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan Engkau balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah aku lakukan juga akan Engkau balas. Saya ambil uang itu. Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku bahwa sayalah yang mengambil uang itu. pak. tenaga dan pikiranku begitu lelah. Mendengar jawaban itu saya menutup mata perlahan. saya pergi menuju mushola kecil dekat ruang ICU Saya melakukan sembahyang dan saya berdoa. Ternyata yang ngambil adalah anak laki-lakiku. Rp 75 saya gunakan untuk mebayar SPP.” Suasana hening sejenak. semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini. Aku pasrah kepada Mu Ya Tuhanku. saya jahat telah tega sama ibu. Sembuhkanlah istriku. kok ya tega-teganya ada yang ngambil. Sambil terbata saya berkata. saya hidup dalam keluarga yang miskin papa. Akhirnya saya memberanikan diri mencuri uang ibu saya yang hanya Rp. maka saya akhiri percakapan dengan memohon doa darinya. Dan keburukan yang saya terima adalah penyakit isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan mengambil uang yang ia miliki itu. apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan uang sebayak seratus dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?” “Sampai kapanpun ibu ingat Mil.

maafkan ank mu ini jika pnya slh.. semoga Tuhan membalas semua kebaikan dokter. Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.” *** Keterangan Penulis: Jamil Azzaini adalah Senior Trainer dan penulis buku Best Seller KUBIK LEADERSHIP. penyakit isteri bapak sudah ditemukan.” Bulu kuduk saya merinding mendengarnya. kisah teladan ( 352 ).i love you.  ana 1:00 pm pada 13 Desember 2010 Permalink ma.  erva kurniawan 1:37 am pada 14 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita teladan ( 355 ). cerita nasehat.. Ibu telah kami obati dan panasnya telah turun. kisah islami ( 268 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) .45 saya dipanggil dokter... setelah ini kami akan operasi untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu. aku syg mama.. setibanya di ruangan sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata “Selamat pak. “Terima kasih dokter. dengan berbisik pada diri sendiri Ibu.  intan 7:20 pm pada 24 Oktober 2010 Permalink Ibu swatu hari nnti aq akn mmbri ssuatu untk diri mu. infeksi pankreas. karena bgi q pngorbana nyawa mu tuk mlhirkan q tdak bsa di bls oleh apapun slain kbhgian yg engkau dambakan dri diri q  lian 7:49 pm pada 27 Oktober 2010 Permalink bener2 kisah yang buat kita introkspeksi diri untuk jangan penah menyakiti hati sang ibu.Kurang lebih pukul 12. mom.” Saya meninggalkan ruangan dokter itu…. sambil menjabat erat tangan sang dokter saya berkata. I miss you so much.

Di sebelah utara rumah saya. . saya lah yang selalu dipandangnya dari jendela rumah. Sementara di sebelah barat rumah saya. Uang itu khusus disediakan untuk saya. Ketidaktahuan karena belum bisa berpikir tetapi telah diberi Tuhan perasaan sepi dan kehilangan. Merekalah yang saya sebut sebagai 3 pendekar dalam hidup saya. Tetapi seiring waktu. bodoh dan harus keluar dari kelas I SD karena tak bisa mengikuti pelajaran sedikitpun. berendam di kali atau menonton karnaval 17 Agustus yang tiap tahun diadakan di kota kecamatan. Sebagai anak berumur 2 tahun. Tiga orang yang sama-sama terbelakang. Anak idiot itulah yang mengajari saya bermain. Pemuda pertama. Dialah yang kemudian merawat saya. tenyata merupakan penyelamat hidup saya. terbelakang.an tahun yang belum pernah bersekolah.Kisah 3 Pendekar *** Saya lahir tahun 1978 dan dua tahun kemudian ibu saya meninggal karena suatu penyakit. dia mencoba mengenal saya. Dia juga yang mengajak saya jalan-jalan. Keterbelakangannya justru menjadi sumber kebaikan hati. saya mulai tahu bahwa merekalah sahabat terbaik dalam hidup saya. karena ketiadaan ibu dan ayah yang terlalu jarang di rumah. tentu saja saya belum begitu mengenal mereka. tinggal seorang pemuda idiot. Selama bertahun-tahun. Setiap hari. Ketika semua orang mengusir dan anak-anak lain takut untuk mendekat. Karena tak pernah memiliki teman bermain. anak SD yang tak pernah lagi menerima uang saku dari ayahnya. mencari kodok di sawah. idiot dan selalu mengeluarkan air liur dari mulutnya. membuatkan wayang suket. di sebelahnya tinggal pula seorang pemuda lain berumur 20. anak belasan tahun yang saya tahu dipanggil Adek. Gandul melakukan itu karena tahu bahwa saya tak pernah bisa jajan jika dia lupa menyisihkan. Apalah yang dimiliki seorang anak umur 2 tahun ketika ditinggal ibunya kecuali tangis ketidaktahuan. Selain itu. menjadi kernet andong atau bersuka dengan kudanya. Akal saya yang semakin terasah ketika berumur 5 tahun dan ingatan yang semakin kuat mematri kenangan saya dengan 3 orang hebat dalam hidup saya tersebut. Dia kira-kira berumur 12 tahun ketika ibu saya meninggal. Pemuda dua puluhan tahun yang menjadi kusir andong tadi bernama Gandul. tidak bisa membaca dan bekerja sebagai kusir andong (kereta/bendi). tinggal pemuda yang juga berumur 20-an tahun. begitu pulang dari bekerja. tidak bisa membaca dan sering dianggap “agak kurang” (bahasa halus untuk sedikit gila) oleh tetangga-tetangga. dia selalu menyisihkan uang Rp 50-100 di bawah jok andongnya.

bukan karena kapasitas intelektual. Kini (Tahun 2002. Jika saya lagi kepingin pisang. Sehingga saya bisa memaknai hubungan antar manusia. tetapi Dia mengirimkan 3 orang hebat dalam hidup saya. dia juga memberi segelas susu kedelai dari pabrik tahu milik orang tuanya hampir setiap hari. mengajak saya bermain di kebunnya yang luas. Mulai itulah dia mendekati saya. Ketiga orang itu. kadang berpetualang seharian ke tempattempat yang jauh. Menemani dengan tulus sehingga kini saya bisa berpikir bahwa Tuhan memang mengambil ibu saya. Begitu pula ketika saya minta kelapa muda di satu siang yang panas. ketulusan untuk memberi dan sikap menjadi manusia seutuhnya itu lebih penting. Berkah dari 3 pendekar hebat. dan karena itulah saya selalu beranggapan. Darsio mengajari saya berenang. ya indah…. dia dikeluarkan dari sekolah.memang indah… • che 9:43 pm pada 22 Oktober 2010 Permalink  ♂hye?????? • Fachrurozie 6:35 am pada 24 Oktober 2010 Permalink . dan memiliki pandangan positif terhadap makluk ciptaan Tuhan seperti apapun adanya. berjalan kaki dan melatih keberanian saya. tak bisa membaca. Karena pengalaman hidup itulah saya bisa bertahan hingga sekarang. Untunglah saya dibesarkan oleh 3 orang idiot dan bukannya 3 orang profesor. Mencarikan buah apapun yang saya inginkan. uang atau kesuksesan. *** Dari Sahabat • arinugroho84 1:53 am pada 14 Oktober 2010 Permalink aq terharu bro…. bahkan dua diantaranya sampai kini tak punya istri. tidak sekolah. red) saya 24 tahun dan akan segera menyelesaikan kuliah. Karena sebelumnya saya memang terlalu penakut dan mudah menangis. Tetapi merekalah yang mengajari saya banyak hal. merantau. Bagi saya. 3 pendekar yang mengisi hidup masa kecil saya. membantu saya siap untuk mandiri. Kalau mata kita memandangnya dengan indah pula. Ketiganya terbelakang. dia akan mengajak saya ke kebun dan memetikkan beberapa. seperti apapun kondisinya. Agar tubuh saya kuat. dia akan mencarinya.Pemuda ketiga bernama Darsio. atau 3 bisnisman. hidup kita diciptakan Tuhan sangat indah. menemani tahun-tahun sepi. mandiri. karena tak juga bisa melakukan apa yang dilakukan kawan-kawannya. 3 orang kaya.

suatu saat nanti. dia tak dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus bisa terima nasib kembali. tapi cukup untuk biaya makan keluargaku. ingin hidup bahagia. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. keluargaku. mungkin karena ia baru berumur seminggu. Ya sudahlah. Dalam tiga puluh menit. Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Tapi aku masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. kumpulan kisah teladan ( 284 ) 25 Tahun Yang Lalu 25 tahun yang lalu. Iya. 19 tahun yang lalu. . Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan. Begitulah dia memanggil namanya sendiri. Dia sekarang sedang senang berlari-lari.good story  erva kurniawan 1:41 am pada 11 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). mereka pasti akan berubah. Aku tak berhak untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya yakin. Kulitnya masih merah. cerita nasehat. prosesi pernikahan kami selesai. kunamai ia Kamila. Seorang putri. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan sempurna. kisah teladan ( 352 ). Wali kami pun wali hakim. Kembang senyumnya selalu merekah seperti mawar di pot halaman rumah. Umurku sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku. Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil. Iya bias terbang”. cerita teladan ( 355 ). Cita-cita kami sederhana. melompat-lompat atau meloncat dari meja ke kursi lalu dari kursi ke lantai kemudian berteriak “Horeee. Kamilaku gesit dan lincah. Sayang. Pekerjaanku tidak begitu elit. orangtuaku dan orangtua Kania tak mau menerima kami. kisah islami ( 268 ). maksudku kaya akan budi baik hingga dia tampak sempurna. Ya. Karena sekarang aku sudah punya momongan. 22 tahun yang lalu.

Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat marah. hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnya dari sekolah. bagaimana aku bekerja sementara pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah konsumen. Mainnya di rumah aja. Yang aku tahu. Sebuah truk pasir telak menghantam tubuhku. Begitu katanya. makanya kubelikan ia sebuah bola. ada yang pecah. gelas. Ya Tuhan. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya mulai banyak dibentak. “Nanti kalau sudah besar. Iya. Terakhir cermin rias ibunya yang pecah. bisa vas bunga. Bapak kan tidak akan seperti ini. Iya jadi pemain bola. Dan aku tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari pekerjaan ke luar negeri. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk SMP. lindasan ban besarnya berhenti di atas dua kakiku. Dan akhirnya dia memang pergi ke Malaysia. Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan Kamila. bagaimana ini. Iya mau jadi pemain bola!” tapi aku tidak suka dia menangis terus minta bola. rasa khawatirku mengalahkan kehati-hatianku dan “Iyaaaa”. Kulihat Kania menangis sedih. Aku tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan bola di tas sekolahnya. Paling tidak aku bisa punya lawan main setiap sabtu sore.Dan Kania tak jarang berteriak. Waktu dia melompat dari tempat tidur ke lantai. Aku hanya bisa membelainya. Dan seperti yang sudah kuduga. dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola itu. Coba kalau ia nurut. bibir cuma berkata “Coba kalau kamu tak belikan ia bola!” 15 tahun yang lalu. piring.” jika sudah terdengar suara “Prang”. Aku sengaja pulang lebih awal dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan. Hari ini Kamila ulang tahun. Ma?” 18 tahun yang lalu.” 17 Tahun yang lalu Iya. keuangan rumahku sedikit membaik tapi itu hanya setahun. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Bayang-bayang kelam menyelimuti pikiranku. boneka kayu yang dipegangnya terpental. “Horee. Dan dia cuma bilang “Kenapa semua kaca di rumah ini selalu pecah. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah jalan. 13 tahun yang lalu. Aku berlari menghampirinya. Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. “Iya sayaaang. Uang pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan menguap jadi asap dapur. atau meja kaca. Kemarin lalu dia merengek minta dibelikan bola. Setahun sejak kepergian Kania. Setelah itu tak terdengar kabar lagi. dua kakiku sudah diamputasi. tanpa kaki. . Itu artinya. Waktu aku sadar. Kania tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya. Diizinkan atau tidak diizinkan dia akan tetap pergi.

jika aku masih menyimpan rindu untuknya. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup tegar. Ingatanku tentang Kania. Aku tak mungkin bohong pada diriku sendiri. Dan nyonya itu adalah istri mudanya yang keempat.Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya. 10 tahun yang lalu. Dan aku menangis. Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu sembunyi di dalam kamar. Matanya tak pernah siratkan sinar baik. Anakku cantik. semua tetangga sering mengejek kecacatanku. “Pak. Aku sedih. menemaniku kembali dan membuka usaha kecil-kecilan. “Biar cantik kalo kere ya kelaut aje. Dia selalu tersenyum padaku. Hampir tiga tahun dia di sana. Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa melanjutkan sekolah. Kamila tak pernah telat mengirimi aku uang. Iya pake jilbab aja ya. Aku merenung seharian. 4 tahun lalu. Dia bekerja sebagai seorang pelayan di rumah seorang nyonya. Dia tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di bangku SMP. Aku miris. kali ini pun aku tak kuasa untuk menghalanginya. Aku bekerja serabutan. tenagaku mulai habis dan dia ingin agar aku beristirahat. 7 tahun yang lalu. kembali menemui pikiranku. Tapi keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu. Haruskah aku melepasnya karena alasan ekonomi. Dia juga dikenal suka perempuan. Dia sering jadi bulan-bulanan hinaan teman sebayanya. Aku hanya berdoa agar Kamilaku baik-baik saja. Dan aku bahagia. Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang cuma lulusan SMP. Tapi aku harus kuat. Dia bilang aku sudah tua. Anakku. Tapi Kamila tidak suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. Seperti waktu lalu. “Sabar ya. hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam hatiku. seperti ibunya. Dia berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. biar tidak diganggu!” pintanya padaku. Nak!” hiburku. mengerjakan pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. ternyata kamu sudah semakin dewasa. anakku tak pernah lepas dari kerudungnya. Anakku maafkan bapakmu. Dia bilang dia sudah ingin pulang. Sudah bertahuntahun tak kudengar kabarnya.” Mungkin itu kata-kata yang sering kudengar. Sejak hari itu. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi TKI ke Malaysia. Dan itu pula yang membuat aku takut. Menyaksikan anakku yang tumbuh remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. . Tapi anakku memang sabar dia tidak marah walau tak urung menangis juga. menghadapi kenyataan. Setelah itu dia akan pulang. istriku.

“Bapak. Tapi aku tak ingin melihatnya. seakan tak ingin melepaskan aku. Aku tidak bisa apa-apa selain menangis sejadinya. Lihatlah. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah keadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri. Akhirnya putusan itu jatuh juga. Sia-sia aku tinggal di Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanita itu. aku ingin menggantikannya. istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku dihukum mati. Dan aku bangga. memelukku erat. Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia. Andai bisa ditukar. Masa mudanya hilang begitu saja. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah datang dan ada di belakangku. Ya. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. Iya Takut!” aku memeluknya lebih erat lagi. Aku iba dengan nasib anakku. anakku terbukti bersalah. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu hingga masa itu tiba. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku selesai. aku jangan pernah lupa salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat tahajjud. Aku menangis. Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada. anakku akan dihukum gantung. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Tapi aku bisa apa. Aku hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia memang bersalah. karena dia terbukti membunuh suami majikannya. Pak!” Aku perih mendengar itu. kenapa kamu membunuhnya sayang?” “Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya. Iya dipukulnya. Kini anakku lebih pandai menasihati daripada aku. Dan dia diancam hukuman mati. Dua matanya sembab dan bengkak.Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian pemerintahan Malaysia. Aku masuk ke dalam ruangan pertemuan itu. aku tak percaya. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Dan wanita itu akan hadir melihatnya. 3 tahun 6 bulan yang lalu. Pak. “Kenapa. Aku meminta bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari maut. Iya tidak mau. dia kurus sekali. Wahai Allah kuatkan aku. . Iya takut. 2 tahun yang lalu. Dan dia harus menjalani hukuman gantung sebagai balasannya. kabarnya anakku ditahan. tapi menemuiku pun ia tidak mau. Dan dia mati. Iya tidak salah kan. Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. Anakku ingin aku ada di sisinya disaat terakhirnya. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin membunuh. Hari ini. dia berhambur ke arahku. Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku. Iya dorong dan dia jatuh dari jendela kamar. Kamila bilang. 2 tahun 6 bulan yang lalu. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat. Itu yang kubaca dari suratnya.

Kamila. aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku. “Kania?” “Mas Har. Petugas itu membuka papan yang diinjak anakku.Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit histeris. Agar tak ada kesengsaraan untuk Kamila anak kita. Aku tak bisa lagi menangis. kisah islami ( 268 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Bersinarlah Matahariku . apalagi yang pecah. Iya yang ingin jadi pemain bola jika sudah besar. aku belum pernah menceraikannya. Dan ‘blass” Kamilaku kini tergantung. Nak. “Iya sayaaang. cerita teladan ( 355 ).” Aku baru sadar. tak seharusnya kita menikah. Terakhir kudengar kabarnya dia mati bunuh diri. Kania!” “Iya? Dia… dia… Iya?” serunya getir menunjuk jenazah anakku. Setahun lalu. dan dengan mataku yang samar oleh air mata aku melihat garis wajah yang kukenal. Kata pembantu yang mengantarkan jenazahnya padaku. kali ini yang pecah adalah hatiku. Benarkah begitu Iya sayang? *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:39 am pada 8 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). dia sering berteriak. Bunyinya “Terima kasih Mama.Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana. jenazah anakku diturunkan mereka. kalau dari dulu Kamila sudah tahu wanita itu ibunya. cerita nasehat. Yang aku tahu.” Kamu tahu Kania. dia Iya kita. Dia ingin dikuburkan di samping kuburan anakku.” “Tidak … tidaaak … “ Kania berlari ke arah jenazah anakku. “Ya. Sejak saat itu istriku gila. Mungkin orang tua kita memang benar. Aku mendongakkan kepalaku. kau … !” “Kau … kau bunuh anakmu sendiri. Setelah yakin sudah mati. kisah teladan ( 352 ). Tapi apakah dia masih istriku. Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sinis. Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia diturunkan dari tiang gantungan.

kami sedang berada di terminal kampung Rambutan. Pak?” tanyaku mengejutkan suamiku. bocah laki-laki berumur lebih kurang 3 tahunan. sangat menikmati tahu campur kesukaannya. tak tahu kalau air hujan nakal itu telah mengganggu buah hatinya.. Allah… . Ibu ingat dia? Sabar. Untuk pertama kalinya kutinggal anakku sendiri di Bandung. Bapak masih punya jatah cuti. walaupun untuk urusan kerja. Kami harus datang ke kota metropolitan ini. Si ibu yang begitu cepat tertidur pulas. ya Bu.” ujarku lirih. Kulihat suamiku pun demikian. “Pak. Seringkali tetesan air hujan jatuh tepat di dahinya. Dan suamiku rela cuti. Sebuah terminal yang sudah tidak asing lagi di pendengaran kita. Terminal yang bias dibilang begitu …… kumuh!! Tapi dibalik semua itu harus diakui bahwa ratusan keluarga menggantungkan hidupnya di sana. “Tidak baik Ibu pergi sendiri. Pak! Sini. Aku langsung teringat pada Karim. hanya untuk mengantarku. Tiba-tiba mataku tertumbuk pada pemandangan unik didepanku. putra kami. Dalam keadaan seperti itu si Ibu masih tetap dapat mendampingi putranya.Cerpen: Bersinarlah Matahariku By: Riza Faisal ** “Sini.” kuminta suamiku duduk mendekat agar kami tidak ketetesan air hujan. Biarlah besok Bapak antar.. Kunikmati sesendok demi sesendok lontong kari dihadapanku. “Siapa? Karim?” tebak suamiku yakin. sementara aku? “Sekarang dia sedang apa ya. Petang ini. “Kenapa. Dia pasti juga ingat Ibu. kok!” kata-kata suamiku tadi malam masih terngiang-ngiang di telingaku. Si Ibu penjual tahu campur sedang tidur mengeloni anaknya. membuatku tak bisa menahan air mata.” hiburnya. hanya ditemani pengasuhnya. Ibu kangen dia. demi karirku.

Besok. “Maaakk! Udah tuh!” teriakannya mengagetkan si Ibu. teman seruanganku membuatku terkejut. Jam telah menunjukkan pukul tujuh malam. Maklum. order dalam jumlah besar dan dalam waktu dekat!!” kata Ine berapi-api. begitu sampai Mbak diharap segera menghadap. kubaca Al Fatihah dan kukirim khusus buat buah hatiku…sekedar mengurangi rasa bersalah ini. Selanjutnya. Pak. Dan sampai hari ini aku masih tetap sibuk. Pak. Saya kangen. “Pesan Direktur. Ne. Barusan. kami pun beranjak pergi. Sambil duduk dia balik memainkan air hujan yang menggenang di dekatnya.” ucapku sambil bersandar di pundak suamiku disambut dengan elusan tangannya di punggung tanganku. Wajah tanpa dosanya membuat air mataku kembali deras mengalir. Belum lagi rasa bersalah yang memenuhi dadaku. Sengaja atau tidak aku telah memaksa suamiku meninggalkan tumpukan tugas kantornya. Tanpa suara lantunan ayat suci dan dendangan sholawatku yang biasa mengantar tidurnya. Setelah kubayar jumlah yang disebutkan. Sepertinya mereka tidak peduli dan bahkan tidak pernah menuntut kehidupan yang lebih baik dari yang sedang mereka jalani. Allahu robbi. Hasilnya.”kataku pada Bapak yang menunggu kaki lima ini. Aku dipromosikan untuk sebuah jabatan baru. Setengah berlari. bukan mengurusnya tapi mengurus pekerjaanku. “Pak Bos sepertinya paham kok.terangilah selalu hati hamba-Mu ini agar bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Si Adek (panggilanku untuk Karim) tidurnya pulas. Juga telah menelantarkan anakku…membiarkannya semalam bersama orang lain. kemarin kan tidak ketemu seharian. Mbak Fati. Insya Allah tepat sebelas bulan usianya. Cepat-cepat Si Ibu bangun dan mengatakan harga dua piring dan dua gelas yang telah kami habiskan. “Maaf. Karim sudah pulas…sendirian. mungkin suami si Ibu. Direktur memanggilku. jauh lebih tinggi dari . “Sudah. Mbak. Kembali kulihat ibu dan anak yang sekarang masih tertidur pulas. Si kecil pun ikut terbangun. Bus Patas AC ini tak menghilangkan penat yang kami rasakan. Maafkan Ibu. Kami berniat segera pulang. ** Sekarang. Agar keegosian hati tidak menjebak hamba. “Selamat. Kucium dahi bocahku. mengejar karirku. Bahkan kalau boleh jujur. Apapun yang terjadi pada mereka… bagaimana pun kondisi mereka… mereka akan selalu menikmatinya. Kemarin. jadi Saya menunggunya. Sayang. Aku masih berkutat dengan pekerjaanku yang dinilai cukup sukses oleh tim manajemen. kami menuju tempat bus antar propinsi dan berebut dengan penumpang lainnya. “Maafkan Ibu. sudah tiga bulan sejak peristiwa itu. Saya dengar presentasi Mbak kemarin sukses!” sambut Ine. rekanan kita yang di Jakarta telpon pada beliau dan mengatakan bahwa presentasi Mbak membuat mereka tertarik. Sepertinya Beliau ingin menyampaikan selamat secara langsung pada Mbak. Saya terlambat. Imbalan yang ditawarkan cukup memikat. Dasar anak-anak. Hujan sudah mulai reda. Baru bangun jam tujuh tadi.” lanjutnya. Kami tiba di rumah pukul satu tepat. eui!” kataku sambil tersenyum.

Alhamdulillah. Sebuah keputusan yang disesalkan banyak pihak terutama di tempat aku bekerja. Mulailah aku bercerita lengkap dengan mimik wajah yang sangat disukainya. Saat di puncak karir. Bahkan kadang dia menirukan caraku bercerita saat menceritakan kembali kisah tersebut ke teman bermainnya. Ya Allah. Berilah hamba petunjuk dan hidayah-Mu. Rumah. Bisa jadi kamu akan semakin sering menelantarkan keluargamu.. Bapak bangga pada Ibu. Fati. kamu juga dapat membantu suamimu meringankan bebannya.. Fati. Kalian bias pergi berlibur. Yang paling menyedihkan adalah jika kemudian dia menjadi lebih dekat dengan pengasuhnya daripada dengan ibunya. Bapak memang tidak salah memilih pendamping hidup dan Ibu dari anak-anak kita. Kamu mungkin hanya bisa membelikan tanpa pernah mengetahui kapan dia memakainya. senyum yang tak pernah kurasakan ketika aku masih sibuk dengan pekerjaanku enam bulan yang lalu. Membiarkan mereka tanpa kehadiranmu. Alhamdulillah. pada malam sebelum aku menghadap direkturku. (Awal Maret-03) *** Dari Sahabat . Namun sekaligus sangat menggembirakan keluargaku.. Oh.Alhamdulillah. bahkan mobil mewah!! Putramu akan menjadi anak orang kaya. Allah. Pagi ini seperti biasa kami berangkat berdua. Ibu iri pada Ibu pedagang kaki lima di terminal kampung rambutan waktu itu. sekarang aku di rumah. Karim mau cerita yang mana?” “Ni…. Kau tunjukkan pada hamba jalan ini. “Iya Pak. Tak terasa hari ini adalah deadline dimana aku harus memberikan jawaban pada Direkturku. Subhannallah. bahkan ke luar negeri!! Dan yang pasti. Senyumku mengembang. Padahal kita berdua sangat paham bahwa waktu bersama orang tua adalah saat yang penting bagi perkembangan anak kita. sini Nak. Ya Allah.” Batinku mulai berperang. Memang. Robbi. Ayo. kasih sayang seorang Ibu yang dia butuhkan sulit kamu penuhi. Dan aku minta waktu dua hari untuk memikirkannya. Sementara. Ambil kesempatan ini atau kalian tetap akan seperti sekarang?” “Jangan Nurul. Kesempatan tidak datang dua kali. “Alhamdulillah.”katanya sambil menunjuk salah satu cerita dari buku serial Anak Muslim: kisah sebuah tong sampah. Uang belum tentu menjamin kebahagiaan. yang bisa terus bersama putranya. Karim melambaikan tangannya saat kami tinggal tadi. Bersinarlah terus Sayang…Ibu ingin selalu melihat sinarmu dalam setiap helaan nafas Ibu. Sementara Karim terlelap setelah mendengar ceritaku. Sementara Ibu hanya bisa memberikan materi untuk Karim. Sebuah tawaran yang sempat membuatku bimbang. Dengan gaji sebesar itu. “Karim.Subhannallah. Segala yang dimintanya dapat kalian penuhi dengan segera.” kata-kata suamiku masih cukup melekat dibenakku saat aku ungkapkan keputusanku. gumamku sambil berjalan menuju tempat tidur bocah kecilku.gaji suamiku. Ibu bacakan ceritanya. impian kalian akan segera terwujud. Dan putramu hanya akan terpenuhi kebutuhan materinya saja. Ibu rela melepaskannya demi keluarga.. Menunggu suamiku pulang dari kerjanya sambil menjaga butik kecil yang kurintis enam bulan lalu.” sahutku waktu itu. Bantu hamba memutuskan yang terbaik. aku memutuskan untuk berhenti bekerja. “Terima saja. matahariku.

Ketika berjalan keluar.” Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru. Banyak hal yang dilakukannya. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya. sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Setiap Langkah Adalah Anugerah Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer pada tanggal 1 Desember. Ralph sering menghilang.” kata Ralph.” . cerita nasehat. Kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. kisah teladan ( 352 ). “Saya tak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir. “Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?” “Oh. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka. “Melakukan apa ?” kata Ralph. “Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah. mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Setelah saling memper kenalkan diri. cerita teladan ( 355 ). “selama perang.” katanya. Ralph yang dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara. saya kira. Setiap kali. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau. “Dari mana Anda belajar melakukan hal-hal seperti itu ?” tanya sang profesor. dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini. erva kurniawan 1:35 am pada 7 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar menghiasi wajahnya. bernama Ralph. dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. kisah islami ( 268 ). Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar.

dia melihat kepada istrinya dan mengucapkan 3 kata. ** . cerita nasehat. Obat tersebut adalah obat yang keras yg bahkan untuk orang dewasa pun hanya dalam dosis kecil saja. suatu pagi si ayah melihat sebotol obat yg terbuka. kisah teladan ( 352 ). karena kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal tersebut. Sang istri segera membawa si anak ke rumah sakit. Dia terlambat untuk ke kantor maka dia meminta istrinya untuk menutupnya dan menyimpannya di lemari. tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas *** Oleh: Barbara Brown Taylor  erva kurniawan 1:24 am pada 30 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Sang istri ngeri membayangkan bagaimana dia harus menghadapi suaminya. Tapi si anak tidak tertolong. Istrinya. Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat anaknya yang telah meninggal. Saat anak tersebut berumur dua tahun. Anak itu melihat botol itu dan dengan riang memainkannya. Mereka adalah pasangan yang saling mencintai dan anak itu adalah buah hati mereka.Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup. cerita teladan ( 355 ). Karena tertarik dengan warna obat tersebut lalu si anak memakannya semua. kisah islami ( 268 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Saya Bersamamu Sayang Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan.

“Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah kecil” Buang rasa iri hati. kisah teladan ( 352 ). Apa 3 kata itu ? 2. *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:08 am pada 26 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Si istri juga kehilangan anak semata wayangnya. Apa makna cerita ini ? Jawaban : (1) Sang Suami hanya mengatakan “Saya bersamamu sayang“ Reaksi sang suami yang sangat tidak disangka-sangka adalah sikap yang proaktif. Si anak sudah meninggal. egois dan ketakutanmu. dendam. Tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan pada sang istri. Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara pandang seperti ini maka akan terdapat jauh lebih sedikit permasalahan di dunia ini. (2) Moral Cerita Cerita ini layak untuk dibaca. cemburu.Pertanyaan : 1. tidak bisa dihidupkan kembali. Hal ini akan membuat kita kehilangan kehangatan dalam hubungan antar manusia. Lagipula seandainya dia menyempatkan untuk menutup dan menyimpan botol tersebut maka hal ini tdk akan terjadi. cerita nasehat. kisah islami ( 268 ). Kamu akan menemukan bahwa sesungguhnya banyak hal tidak sesulit yang kau bayangkan. Kadang kita membuang waktu hanya untuk mencari kesalahan orang lain atau siapa yang salah dalam sebuah hubungan atau dalam pekerjaan atau dengan orang yang kita kenal. Tidak ada yg perlu disalahkan. Apa yang si istri perlu saat ini adalah penghiburan dari sang suami dan itulah yang diberikan suaminya sekarang. cerita teladan ( 355 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Penjual Kue Semprong Itu .

bukan hanya berpikir praktis saja. Masih teringat ucapannya ketika itu kami berdiskusi di kantor.” karena kita ngga butuh”. Secara serempak kami mengiyakan. ia berkata lagi “pasti yang kamu berikan uang si pengemis itu dan penjaja makanan atau barang itu kamu acuhkan”. Mantan bos saya bergumam. Saya membukakan bagasi dan petugas memindahkan barang-barang belanjaan saya. . Seorang penjaja kue semprong mendekati kami. Saya memang lebih suka dengan para penjaja kue seperti ini ketimbang pengemis. namun masih saya dengar ucapan penjaja kue semprong tersebut. “coba pikirkan lagi. “Coba kalau ada penjaja makanan atau barang dan pengemis dilampu merah mana yang kamu berikan uang?. Setelah memberikan tip saya masuk mobil. kenapa kita kasih uang. sementara si penjaja makanan ataupun barang punya harga diri. Petugas Ranch Market setengah berlari mendorong trolly berisi barang-barang belanjaan saya. Didalam mobil saya berpikir saya kasih uang saja karena penganan yang saya beli di supermarket sudah cukup banyak. Belum sampai kami menjawab. “Ya betul karena kita tidak butuh”. beli kue semprongnya untuk ongkos pulang ke Tangerang”. apalagi di hujan deras seperti ini. Hujan deras. tapi begitu mengena di hati saya. Nanti jatuhnya mubazir. si pengemis itu pemalas tidak bermoral. ‘ Bu. Dan sejak itu saya lebih memberi perhatian kepada para penjaja makanan atau barang di jalanan dibandingkan para pengemis. Pelajaran berharga yang pernah saya dapat dari mantan bos saya sembilan tahun lalu. Memang setahu saya banyak penjaja kue semprong disana menjajakan barang dagangannya dengan sedikit memaksa. Obrolan itu begitu singkat. dan pastinya secara pribadi lebih baik dari si pengemis. bagaimana jika tidak ada yang menghabisnya. Saya menghela nafas.Dari seorang sahabat: Semalam saya keluar dari Ranch Market jam 8. Saya juga berlari-lari kecil menjajari langkahnya menuju mobil.30. Penjaja jual kue semprong itu masih dengan setia menanti disisi mobil saya. lalu kenapa kita tidak membeli barang dagangan si penjaja makanan atau barang tersebut? Teman saya nyeletuk. Karena terlalu biasa saya tidak mengacuhkannya. tanyanya. Pak Teddy Sutiman membuka mata hati saya untuk lebih bijaksana dalam melihat suatu persoalan.

Dia bengong. dan betul-betul kepada orang yang membutuhkannya. dan hampir semuanya tidak pernah menolak pemberian saya. Saya tersentak dan menutup kaca jendela. sebelum sempat dia mengucapkan apa-apa saya langsung menutup kaca mobil dan pergi. Dan saya bersyukur atas segala rahmat dan kemudahan hidup yang diberikan Allah kepada saya dan keluarga saya. Akhirnya saya katakan. betul betul kepada orang yang berhati mulia. Sembilan tahun saya telah lebih memberi perhatian kepada para penjaja makanan ataupun barang dibanding pengemis. Beberapa detik saya kehilangan daya ingat saya. Mudah-mudahan hujan cepat reda supaya bapak penjaja kue semprong tadi bisa pulang tanpa kehujanan. Tersentak saya mencari-cari bayangan penjaja kue semprong ditengah kabut dari derasnya hujan. Hujan masih deras mengguyur kaca mobil. Tidak dinyana penjaja kue semprong itu menggelengkan kepalanya dan pergi dengan cepatnya dari sisi mobil saya. tapi kalau bapak saya beri uang mau tidak?”. Kalau Bapak itu tidak menerimanya. Dia meneguk ludah. tapi dengan cepat saya katakan. terbayang ucapannya ” untuk ongkos pulang ke Tangerang. “kembaliannya ambil buat Bapak saja”. karena didalam rejeki saya ada hak mereka termasuk hak Bapak penjaja kue semprong itu. hujan mengguyur deras dan membanjiri sisi kaca dalam mobil saya karena berbicara dengan si penjaja kue semprong.Bukan karena tidak rela berbagi rejeki tapi karena menyesali banyak sekali penganan yang sudah saya beli tadi. *** . Saya tau dia pasti bingung memikirkan kembaliannya. Saya mundurkan mobil menuju kearahnya.. tapi mengetahui bahwa saya telah memberikan betul-betul kepada orang yang berhak menerimanya. dan dia bengong karena saya tidak menyerahkan uang pas. Ditengah leher saya yang sakit sekali karena tercekat. Baru kali ini ada yang menolaknya.” sementara total nilai belanjaan saya tadi mungkin bisa untuk ongkos pulang Bapak penjaja kue semprong selama tiga bulan.” saya serahkan uang. ini rejeki Bapak. selalu saya ucapkan kalimat tadi. Ia menyebutkan sejumlah harga yang sangat murah. “ambil saja Pak. Baru kali ini … Hujan mengguyur makin deras dan saya masih terpaku di mobil. Tiba-tiba air mata ini mengalir deras melebihi derasnya hujan diluar sana. Dia membawa kue semprong pesanan saya didalam plastik. kemurahan rezeki dan kemudahan hidup oleh Allah. ” Pak. memang harganya berapa ?”. Sesekali jika saya tidak butuh barang mereka. Akhirnya saya membuka kaca.’ Pak. Kembali saya buka kaca jendela sebelah kiri ditengah guyuran hujan dan menjerit. saya tidak mau beli kue semprongnya. saya tidak tahu seberapa sakitnya hati saya. karena tidak menyangka ucapan yang keluar dari penjaja kue semprong tadi. memang hak Bapak”. Tiap bulan memang selalu saya sisihkan buat mereka. Sampai di mobil.” ya sudah deh beli satu”. terlihat pikulannya ada di pinggir teras sebuah toko tutup. saya berdoa kepada Allah agar Bapak penjaja kue semprong tersebut dan keluarganya diberikan rahmat. Penjajanya duduk dibawah dengan muka pasrah. betul-betul membuat saya merasa hidup saya begitu bermakna dan saya sangat bersyukur atas rahmat-Nya.

 erva kurniawan 1:52 am pada 24 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Dajjal vs Isa Ibnu Maryam . saya kasihkan cuma-cuma ke pengemis perempatan ringroad jalan kaliurang. ternyata ortu ku senang aku bw kue itu kue trsbt dan ternyata punya memori tersendiri tentang kue itu. ni pisang ndak bisa kuhabiskan nih kalau aq sendirian. sekilas saya melihat nenek2 yang sudah tua. akhirnya . di cabang BNI jalan Kaliurang . tanpa basi2 lagi.mahal amat ya. beliau kakek2. dan beliau menawarkan kuenya dengan suara lirih memelas. yang seharga 20rb. pisangnya belum laku. itung2 lumayan membantu meringankan beban kakek tersebut. Pas dibawa pulang kuenya. utk oleh2 di rumah. cerita nasehat. padahal takutnya mubazir kalau saya bawa pulang. berpikir. yah tak ada niat untuk beli akhirnya saya pun membeli pisang. mungkin umurnya 60tahunan. karena sejak tadi. yang saat itu pulang dari kampus sekitar jam 6 magrib sore.. Waktu itu pulang kerja. batinku. kisah teladan ( 352 ). cerita teladan ( 355 ). Sbnrny aku gak butuh tp aku beli jg krn kasihan.. semoga mendapatkan berkah. sepanjang perjalanan aq. mw pulang nenek itu meminta saya untuk membeli pisanngnya. • kue ulang tahun bandung 1:49 pm pada 28 September 2010 Permalink kuenya enak • arytama 12:14 pm pada 28 November 2010 Permalink aku jg pengalaman yg sm dgn penjual kue semprong. sewaktu mengambil uang ATM. dan nenek itu berharap sekali. kisah islami ( 268 ).• rizal 6:40 pm pada 26 September 2010 Permalink saya juga pernah mengalami pengalaman yang hampir mirip seperti itu. Yogya. menggendong daganganya yaitu pisang. nah sewaktu. saya mahasiswa. sy langsung pulng ke kost.

bahwa. Sumber: NABI ISA vs DAJJAL oleh: Ahli Hadits Syekh Albani. Quray Shihab.w. dan penyakit belang-belang. dengan (ciri-ciri): rambut keriting. bahwa Hadits Abi Umamah al Rahili “sanadnya lemah”. Saya telah mengatakan suatu perkataan yang belum pernah seorangpun mengatakannya (dari nabi) sebelumku. telah menyatakan.33) Kisah ini dikumpulkan hanya sebagian dari hadits-hadits dari sekian banyak hadits-hadits yang mengkisahkan tentang Dajjal vs Nabi Isa. yaitu: Asy-Syaikh al-Allamah al-Mujaddid Syaikhul Islam Muhammad Nasirudin Albani Rahimahullah. Hari Akhir tiba dengan didahului tanda-tanda kecil dan besar. Prof.Sebagaimana diketahui. juga (oleh Hj. dan mengajak orang-orang lalu ia membunuh mereka. Irene) dikatakan cerita “Dajjal dan turunnya Isa” hanya berasal dari Bibel. “Aku adalah Allah!” . diatas mata kanannya ada alis yang tebal. (lihat buku: Jangan Tunggu Nabi Isa Turun) Hal ini dikarenakan. Dajjal keluar pada saat agama mulai melemah dan ilmu pengetahuan tidak lagi di gubris. Hamka. Hadits-Hadits tentang munculnya Dajjal dan turunnya Isa Ibnu Maryam “setelah di takhrij dan tahqiq” adalah SHAHIH dan MUTAWATIR (banyak yang meriwayatkan). Ada sebagian orang-orang (ulama lokal) seperti. Kemudian ia berkata setelah itu.a. Maka nampaklah agama Allah dan diamalkan. sebuah fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajal. Irene (mantan biarawati) yang tidak percaya akan turunnya Isa Ibnu Maryam dan munculnya Dajjal. Nabi Isa vs Dajjal. Kemudian seluruh hari-harinya seperti harimu ini. Ia akan tinggal dan berjalan dibumi selama 40 hari. dan sehari bagaikan satu jumat. Lalu ia tinggal setelah itu dan berkata.Dia (Dajjal) itu dari golongan manusia. Adapun yang tergolong tanda-tanda besar adalah: Munculnya Dajjal Dan Turunnya Isa Ibnu Maryam. setahun bagaikan sebulan. bersabda: Allah tidak pernah menurunkan ke bumi sejak penciptaan Adam hingga tejadi hari kiamat. (lihat. Sehari bagaikan setahun. HURU-HARA HARI KIAMAT oleh: Ibnu Katsir (baca dengan sabar!) ** Nabi Muhammad s. Hal. Ia mengajak manusia untuk mengikuti lalu diikuti. TETAPI seorang Mujaddid dan Ahli Hadits dunia. Hj. dan ia mampu menyembuhkan kebutaan. mata kiri buta. Ia menampakkan dirinya pada mereka hal seperti itu terjadi hingga ia mendatangi Madinah. agama Allah diikuti dan ia (Dajjal) suka akan hal itu. “sesungguhnya aku seorang nabi!” lalu bergetarlah semua yang berakal dan mereka pun pergi meninggalkannya. bahwa beriman terhadap hari akhir merupakan salah satu rukun iman dalam aqidah Ahlu Sunnah wal Jamaah.

“Tidak berkurang pengetahuanku tentang kamu. “saya mencari orang yang keluar!” lalu mereka bertanya kepadanya (kembali). inilah dajjal yang telah disebutkan oleh Rasulullah s. lalu Dajjal tersebut berjalan ditengah dua bagian badan yang telah tebelah dua. padahal ia dilemparkan ke surga. Kemudian Dajjal memerintahkan kepadanya. hingga tidak mampu disembelih.” Kemudian orang beriman tersebut berkata. Ketika Dajjal muncul. Kepungan itu sangat hebat dan sangat membuat mereka lelah. “Apa yang kamu cari?” Dia (lelaki itu) menjawab.” Lalu mereka membawanya ke hadapan Dajjal (terbesar). Dia membawa fitnah (cobaan bagi manusia) yang besar. lalu (Dajjal) datang kepada mereka dan mengepungnya. Itulah manusia yang paling besar kesaksiannya (mati syahid) di sisi Tuhan Rabbul ‘Alamin. (karenanya) kemudian dipeganglah tangan dan kaki orang (mukmin) tersebut lalu dilemparkannya. Kemudian diperintahkan supaya (mukmin tersebut) digergaji dari atas kepalanya hingga kakinya menjadi dua bagian. Lalu Dajjal bertanya. Tetapi Allah telah meletakkan diantara lehernya dan bagian belakang orang itu sebuah tembaga. Lalu turunlah (hadirlah) Isa ibnu Maryam ketika shalat shubuh. bahkan bertambah yakin. Ketika orang beriman itu melihatnya.w. Kemudian Dajjal bertanya lagi. Ia turun di menara putih di timur Damaskus antara dua tempat. dia berkata.maka matanya menjadi tertutup. lalu mereka bertanya kepadanya. seorang lelaki dari orang-orang yang beriman mencarinya. maka ia bertemu dengan sekelompok dajjal-dajjal (kecil). “Apakah engkau masih tidak mempercayai kami?” Dia menjawab. dan pemimpin (imam) mereka berkata kepadanya (Isa): “semoga Allah memberi ketenangan. yang terbaca oleh segenap mukmin yang mampu menulis dan yang tidak mampu menulis.a. silahkan (Nabi Isa) maju untuk memipin shalat!” Lalu dia (Nabi Isa) berkata: “Ummat ini adalah pemimpin (bagi) sebagian mereka kepada yang lainnya!” Lalu pemimpin (Imam) mereka maju dan memimpin shalat. “Bangunlah!” maka bangunlah dan tegaklah dia. aku mendatangkan untuk kalian pertolongan. “Engkau adalah Dajjal si pendusta. dia (Dajjal) tidak dapat berbuat demikian lagi kepada seorangpun (membunuh kembali mukmin tersebut). Maka Dajjal segera menyuruh merebahkan tubuh orang beriman tersebut. Maka dia (Dajjal) berusaha untuk membunuh kembali orang beriman tersebut. tiba-tiba terdengar suara panggilan dari sudut bukit. “Wahai sekalian mamusia. Ia menyandarkan kedua punggungnya pada sayap-sayap dua malaikat. “Apakah kamu masih belum percaya kepadaku?” dia menjawab. telinganya terpotong dan tertulis diantara kedua matanya kafir. Isa turun! Ketika keadaan mereka seperti demikian keadaannya (genting). Kemudian kaum muslimin lari kegunung Dukhan di Syam. Mereka menyangka ia dilemparkan ke dalam neraka. “Wahai sekalian manusia. Lalu sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain. “Apakah kamu tidak mempercayai tuhan kami?” Dia menjawab: “Tuhan kami tidaklah samar. “Sesungguhnya suara ini adalah suara laki-laki yang tidak pernah kelaparan. dan memerintahkan untuk mengupas kulit dan memukuli punggung dan perutnya. maka turunlah hujan itu dan disaksikan oleh orang-orang. . Dia memerintahkan langit untuk menurunkan hujannya. “Wahai sekalian orang.” Ibnu Maryam akan turun kepada umatnya (umat muhammad) diwaktu antara adzan dan iqomah.

Sabda Nabi s. maka orang-orang beriman menshalatkannya. pertengahan antara kedua warna tersebut. dia (Dajjal) merasa ketakutan (kemudian meleleh) sebagaimana timah meleleh. Ketika ia (Dajjal) melihatnya (melihat Isa).s. dan sesungguhnya dia akan turun. seakan-akan kepalanya basah sekalipun tidak dikenai air. cerita nasehat. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Tabiat si Yahudi . dan dia pergi kearah Dajjal. lalu dia (Isa) meletakkan antara dua dadanya (Dajjal). dia menghancurkan salib. dan dia (Isa) juga memerangi para pengikut-pengikutnya.a. Pada saat itu tidak ada sesuatu yang dapat melindungi salah satu diantara mereka (pengikut Dajjal). dan Allah menghancurkan pada zamannya itu semua agama kecuali Islam. kisah islami ( 268 ). serigala dengan kambing. lalu membunuhnya. seorang laki-laki yang kulitnya antara merah dan putih. kemudian dia wafat. ini orang kafir (bersembunyi)!” dan batu juga berkata: Wahai orang beriman. *** Wallahualam bishowab • novia 12:13 am pada 19 Maret 2011 Permalink apakah masih ada kehidupan setelah kiamat??  erva kurniawan 1:41 am pada 23 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Jika kalian melihatnya maka percayailah. Dia (Allah pada zaman itu) membinasakan si pembohong (Dajjal) (sehingga akhirnya penduduk di muka bumi ini merasa aman.: “Tidak ada antaraku dengannya (Isa) seorang nabi. cerita teladan ( 355 ).) Nabi Isa a. membebaskan pajak.Setalah menyelesaikan shalatnya. sampai pohon akan berkata kepadanya: “Wahai orang beriman. kisah teladan ( 352 ). menetap di bumi selama 40 tahun sebagai pemimpin yang adil dan penengah yang jujur. ini orang kafir!” Kemudian nabi Isa a.w. Isa mulai berperang. menbunuh babi. Maka dia memerangi manusia demi islam. menetap di bumi selama 40 tahun sebagai pemimpin yang adil dan penengah yang jujur. anak kecil bermain dengan ular tapi tidak membahayakannya.s. sampai unta hitam bersusuhan dengan unta. singa dengan sapi.

“Tentu. lalu Isa as memegang tangan si Yahudi dan membawanya berjalan di atas air hingga keseberang sungai.”. Si Yahudi merasa takjub dan berkata. Kemudian Isa as berkata kepada si Yahudi. “Demi Zat yang telah memperlihatkan tanda kebesaran-Nya ini. aku tidak membawa kecuali sepotong roti. Maka pada saat Isa as menunaikan shalat.” Maka si Yahudi berkata. “Wahai kawanku. Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang buta.” Kemudian mereka melanjutkan perjalalan hingga disebuah kampung besar yang porak poranda. Nabi Isa bertanya kepadanya. “Tentu. lalu Isa as berkata kepada si Yahudi. apakah engkau mau bersyukut kepadaNya?” Orang buta itu menjawab.” Maka Isa as mengusap kedua matanya sambil membaca doa. “Satu bongkahan emas untukku. Lalu merekapun melanjutkan perjalanan. “sungguh aku hanya membawa satu potong roti saja. siapakah pemilik roti yang ketiga?” Si Yahudi menjawab. “Dimana sepotong rotimu yang lain?” Si Yahudi menjawab. Tibatiba didekat mereka ada 3 bongkahan besar emas. Kemudian keduanya melewati beberapa ekor kijang yang sedang merumput. siapakah yang telah makan roti ketiga?”. Isa as menangkap seekor kijang dan menyembelihnya. Tatkala si Yahudi mengetahui bahwa Isa as hanya membawa sepotong roti. ia menyesal telah mengiyakannya. “Hiduplah enkau dengan izin Allah. Suatu ketika Isa as pergi mengembara diatas bumi ditemani oleh seorang Yahudi. dan satu bongkahan emas lagi untuk pemilik roti yang ketiga.” Nabi Isa as terdiam mendengar jawabannya.” Si Yahudi menjawab. Maka Isa as berkata kepada si Yahudi. “Bolehkah aku ikut makan rotimu?” Si Yahudi menjawab. Aku telah memakannya saat engkau melaksanakan shalat. Selesai shalat.” Maka kedua orang itu makan rotinya masing-masing. Demi Allah aku hanya membawa sepotong roti saja. sebaiknya kita bermalam di bawah pohon ini sampai pagi menjelang. “Demi Allah. dimanakah rotimu yang lain?” Si Yahudi menjawab. satu bongkahan emas untukmu.” Kedua orang itu melanjutkan perjalanan hingga tiba disebuah sungai besar. Nabi Isa as kemudian bertanya kepada temannya. kedua orang itu mengeluarkan bekal makanannya. Si Yahudi merasa takjub melihat kejadian itu dan berkata. “Demi Zat yang telah mengembalikan penglihatannya. “seandainya aku mengobatimu dan Allah mengembalikan penglihatanmu kembali.” Lalu Isa as berkata kepadanya “Demi Zat yang telah memperlihatkan kebesaran-Nya ini.Wahb bin Munabah bercerita. Isa berkata kepadanya. “Akulah pemilik roti yang ketiga. “Sungguh. ia pergi dan memakan sepotong roti miliknya. Orang buta itupun dapat melihat kembali. “Mahasuci Engkau ya Allah!”. “Ternyata aku hanya membawa sepotong roti saja.” Maka kedua orang itu bermalam dibawah pohon itu hingga pagi datang.” Isa as berkata kepadanya. Nabi Isa as berkata kepada temannya. Nabi Isa membawa bekal sepotong roti dan si Yahudi membawa dua potong roti. “Baiklah. “Mahasuci Engkau ya Allah. Ketika mereka sampai didekat sebatang pohon. Si Yahudi menjawab. Kemudian kedua orang itu melanjutkan perjalanannya. “Ambillah emas ini untukmu semua!” Lalu Isa as .” Kijang itupun hidup kembali.

Si Yahudi tidak mempunyai alat untuk membawa emas itu. kemudian datang menemui kedua orang temannya. cerita teladan ( 355 ). Kue- . Beberapa hari kemudian Isa as lewat ditempat itu. “Seperti inilah dunia memperlakukan penghuninya. Saat ia datang membawa makanan.  erva kurniawan 7:30 am pada 14 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Tatkala ia melihat ke-4 orang itu mati tergeletak didekat bongkahan emas. kisah teladan ( 352 ). ia berkata kepada pengikutnya (Hawariyyun). kisah islami ( 268 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ). Semua telah kembali seperti semula.” *** Sumber : Kisah-kisah teladan untuk keluarga oleh Dr Mulyanto. mereka lalu membunuh si Yahudi dan mengambil bongkahan emas tersebut. Tak lama kemudian datang tiga orang jahat. sehingga ia hanya bisa menungguinya. Bahkan nyaris tak berbekas. cerita nasehat. Penerbit : Gema Insani. puasa ramadhan ( 11 ). hikmah puasa ramadhan ( 3 ). Sisa-sisa keteduhan nuansa ramadhan hanya tinggal sekedarnya saja.meninggalkannya seorang diri.” Maka orang yang disuruh memberli makanan itu pergi sambil berkata dalam hati. Mereka menyantap makanan beracun itu tanpa curiga hingga akhirnya mereka berdua mati keracunan didekat bongkahan emas. Melihat si Yahudi menunggui emas. renungan puasa ramadhan ( 2 ) Malu Tak Seperti Kupu-Kupu Ramadhan baru saja berlalu. Dua orang dari mereka berkata kepada yang lain. ia dibunuh kedua orang temannya. “Pergilah ke kampung dan bawalah makanan untuk kami. “Aku akan menaruh racun pada makanan mereka sehingga mereka berdua mati dan aku bisa menikmati emas itu sendirian. Maka hati-hatilah terhadapnya.” Maka orang itupun melaksanakan niat yang dibisikkan setan.

Seorang kawan saya. mata kita masih saja liar dan nafsu masih menjadi nomor wahid? Perilaku kita masih semrawut. cerita teladan ( 355 ). lusuh dan tak terurus? Warna kusam yang semakin suram. cerita nasehat. Lalu indahkah kita? Bila lidah kita bisa merasakan lezatnya kue lebaran. Hanya sekedar usia yang makin bertambah.  erva kurniawan 1:06 am pada 13 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).kue lebaran masih banyak di meja. tapi nikmatnya iman tak jua mampu kita cicipi? Bila rumah kita indah karna warna dan interior yang serba baru namun hati dan perilaku kita masih dengan warna dan interior yang dulu. pernah berkata. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Indahnya Berprasangka Baik <!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 <! [endif]--><!--[if gte mso 9]> <![endif]--> . karena memang persiapan buat lebaran sangat mantap. Indah memang. cat rumah yang baru. “Apakah manusia yang berpuasa akan mendapatkan keindahan layaknya kupu-kupu?” Tentu anda bisa menjawabnya. tapi setelah ia berpuasa dan melewati masa kepompong makan ia berubah menjadi makhluk yang indah. Apalagi dengan warna-warni yang Subhanalloh cantiknya. interior serba baru dan yang tentu tidak ketinggalan pakaian baru yang serba bagus. Betapa malunya kita yang tak bisa seindah kupu-kupu. *** Sumber Email dari Sahabat. Adilkah ini? Apakah kita rela? Fisik kita rapi dan cantik tapi “jeroan”nya pada sakit. kisah teladan ( 352 ). Ternyata kita ini belum bisa bersikap dewasa. Lengkap dengan berbagai jenis kue.” Sedikit pesimis ia tanyakan atau tepatnya menyatakan isi hatinya. Tapi sebenarnya bukan itu yang kita tuju. Semoga Alloh terus membimbing kita untuk mencapai maqamamahmudah nan indah. Yang siapapun akan senang melihatnya. Aurat kita terbungkus hijab serta baju baru sedang jiwa kita masih setia dg nafsu sebagai pakaiannya. kisah islami ( 268 ). “Kupu-kupu itu mulanya adalah makhluk yang menjijikkan (siapa sih yang gak geli dan jijik ngeliat ulet?). Bukankah hati ini gersang? Lisan kita tetap mengumpat. walaupun telah berpuasa sebulan panjangnya. Amiiin. kusam.

Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya. dan lain-lain. menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a. Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu. Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya. Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. sang Adik tidak ada perubahan sama sekali. Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman. pekerjaan yang layak. tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja. Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya. Sementara itu. hidupnya tetap sederhana. sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul. Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna. dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu. . Suatu saat sang adik meninggal dunia. tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. Allah mengabulkannya. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru pengakiannya. tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya. Sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan seharihari semaksimal mungkin. karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do’a-do’anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla. Allah mengabulkannya.Dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah pabrik kecap dan sama-sama tekun belajar Islam. bila pergi mengaji. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian. maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka. Jaraknya sekitar 10km dari rumah peninggalan orangtua mereka. Dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a.

Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a. . Allah. Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya. bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat.” Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya. do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya: “Ya.Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Shalawat. . Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu. Sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. . menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a. . Allah mengabulkannya. Allah mengabulkannya. Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu. Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna. do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya: “Ya. Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu. diantaranya Al-fatehah. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian. Allah. karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do’a-do’anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla. . bila pergi mengaji. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru pengakiannya. tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya. Ampunilah aku dan kakak ku. Shalawat. . Ampunilah aku dan kakak ku. Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya. maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka. . dan lain-lain. do’a untuk guru mereka. diantaranya Al-fatehah. . pekerjaan yang layak. Jaraknya sekitar 10km dari rumah peninggalan orangtua mereka. sang Adik tidak ada perubahan sama sekali. tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. Sementara itu. Suatu saat sang adik meninggal dunia. Dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah pabrik kecap dan sama-sama tekun belajar Islam. tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya *** Dari Sahabat Indahnya Berprasangka Baik . tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja. sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul. hidupnya tetap sederhana. Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. do’a untuk guru mereka. . kabulkanlah segala do’a kakak ku. Dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu.

tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya *** Dari Sahabat • Sri Mulyati 3:45 pm pada 19 September 2010 Permalink izin share ya… • gadis nakal 1:43 am pada 1 Januari 2011 Permalink Benar tu bukan mudah untuk kita mendidik diri kita sentiasa berprasangka baik.com/  erva kurniawan 1:04 am pada 9 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). hingga langit pun bersaksi. cerita nasehat. Satu persatu kaki-kaki melangkah menuju tanah lapang. Senyum kemenangan terukir diwajah-wajah perindu Ramadhan.kabulkanlah segala do’a kakak ku. menandai berakhirnya bulan penuh kemuliaan. menyeru nama Allah lewat takbir. sambil berharap kembali meniti Ramadhan di tahun depan. kisah islami ( 268 ). bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Cara Rasul Merayakan Idul Fitri Fajar 1 Syawal menyingsing. http://kepuncakmahligai. cerita teladan ( 355 ). Sementara itu. di hari itu segenap mata tak kuasa membendung airmata keharuan saat berlebaran.” Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya. kisah teladan ( 352 ). langkah sepasang kaki terhenti oleh .

itu senyum terindah yang pernah tercipta dari seorang anak yatim. matanya masih menerawang tak menentu seperti mencari sesosok yang amat ia rindui kehadirannya di hari bahagia itu. Namun tak dapat dipungkiri. bahkan bagi sebagian orang. Nabi anak yatim yang senantiasa memuliakan anak yatim. “Maukah engkau. bahkan sudah menjadi budaya. memakai pakaian baru sudah menjadi budaya. Tak ketinggalan sepatu dan sandal yang juga baru. yang diukir oleh Nabi anak yatim. lelaki itu mendekap gadis kecil itu. Baju baru bukan cuma fenomena. seandainya Aisyah menjadi ibumu. . ia menangis lantaran tak memiliki baju yang bagus untuk merayakan hari kemenangan. Mampukah kita meniru cara Rasul berlebaran? Kalau kita mampu membeli beberapa stel pakaian untuk anak-anak kita. tahu bagaimana menjadikan hari raya juga istimewa bagi anak-anak yatim. “Gerangan apakah yang membuat engkau menangis anakku?” lembut menyapa suara itu menahan beberapa detik segukan sang gadis. Ali sebagai pamanmu. bagi sebagian besar masyarakat kita. dan beribu seorang Ummul Mukminin? Begitulah lelaki agung itu membuat seorang gadis kecil yang bersedih dihari raya kembali tersenyum. tak cukup satu stel pakaian baru disiapkan. setidaknya layak dipakai saat bersilaturahim dihari kemenangan itu. Lebaran. ambil sisi positifnya saja. tetapi juga mengajak seorang anak yatim ikut berbaju bagus. Siapakah yang tak ingin berayahkan lelaki paling mulia. Seketika. Tak harus baru. bahwa Rasul pun memakai pakaian yang bagus dihari raya. mengingat tradisi silaturahim berlebaran di Indonesia yang lebih dari satu hari. “Ayahku mati syahid dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah. adakah sedikit yang tersisihkan dari rezeki yang kita dapat untuk membeli satu saja pakaian bagus untuk pantas dipakai oleh anak-anak yatim tetangga kita. Tapi siapakah yang akan membelikan pakaian baru untuk anak-anak yatim? Tak ada Ayah atau Ibu yang akan mengajak mereka menyambangi pertokoan dan memilih pakaian yang mereka suka. hari istimewa itu juga milik mereka. Barangkali. Tak ada yang salah dengan budaya baju baru itu. Rasulullah membawa serta gadis itu ke rumahnya untuk diberikan pakaian bagus. Dapatlah kita bayangkan betapa cerianya mereka saat berlebaran nanti mengenakan pakaian bagus itu. shalawat dan salam baginya. Rasulullah tak hanya berbaju bagus saat berlebaran. Lelaki agung itu. terbasuhlah sudah airmata. Kebahagiaan 1 Syawal semestinya tak hanya milik anak-anak kita. Tak menoleh gadis kecil itu ke arah suara yang menyapanya. yakni menceriakan anak yatim dengan memberikan pakaian yang lebih pantas dihari istimewa. Mungkin budaya ini merujuk pada kisah di atas. Tetapi ada cara berlebaran Rasulullah yang tak ikut kita budayakan. Ternyata. bahwa keceriaan hari kemenangan bolehlah diwarnai dengan penampilan yang lebih baik. Dapatkah kita bayangkan perasaan mereka berada di tengah-tengah riuh rendah keceriaan anak-anak lain berbaju baru.sesegukan gadis kecil di tepi jalan. Muhammad Ayahmu. Fatimah bibimu. Tidak sedikit uang yang dikeluarkan untuk menyambut lebaran. Sekaligus mencerminkan betapa bahagianya kita menggapai sukses penuh arti selama satu bulan menjalani Ramadhan. Lelaki agung itu.” tutur gadis kecil itu menjawab tanya lelaki di hadapannya tentang Ayahnya. bagi kita sangat identik dengan pakaian bagus. sehingga nampak tak berbeda dengan Hasan dan Husain.sementara baju yang mereka kenakan sudah usang. Anak-anak kita bangga menghitung celana dan baju yang baru saja kita belikan. dan Hasan serta Husain menjadi saudaramu?” Sadarlah gadis itu bahwa lelaki yang sejak tadi berdiri di hadapannya tak lain Muhammad Rasulullah SAW.

jauh sepeninggal Rasulullah. sehingga Gerakan LCR ini menjadi sebuah gerakan nasional. Note: Jika berkenan meneruskan tulisan ini ke berbagai milist dan komunitas. Apalagi jika ada yang bekerja di media. atau punya akses ke berbagai media cetak maupun elektronik. Bilal bertemu dengan Rasulullah. ia menceritakan . kumpulan kisah teladan ( 284 ) Suara Emas dari Ethiopia Bilal bin Rabah: Suara Emas dari Ethiopia Suatu malam. *** Sumber: Email dari Sahabat  erva kurniawan 1:31 am pada 6 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). ikutilah! Gerakan LCR (Lebaran Cara Rasul). cerita teladan ( 355 ). Ia dirundung rindu. Rasulullah. Akan indahlah dunia dengan berbagi. Dan Bilal bangun dari tidurnya dengan hati yang gulana. setidaknya Anda berkesempatan mengukir senyum anak-anak yatim. aku pun sudah teramat rindu ingin bertemu dan mencium harum aroma tubuhmu. saya yakin sudah banyak yang melakukannya diberbagai tempat. Setelah itu.Maka. aku rindu sekali kepadamu. mimpi tersebut berakhir begitu saja. kisah islami ( 268 ). Maha Suci Allah.” demikian Rasulullah berkata dalam mimpi Bilal. bermimpi dalam tidurnya.” kata Bilal masih dalam mimpinya. cerita nasehat. Bilal bin Rabbah. salah seorang sahabat utama. “Ya. “Bilal. Dalam mimpinya itu. akan lebih banyak senyum anak yatim yang tercipta dihari bahagia. Gerakan ini. kisah teladan ( 352 ). sudah lama kita berpisah. Namun jika lebih banyak lagi orang-orang beruntung seperti kita yang mau membudayakan LCR ini. Keesokan harinya.

setelah diminta dengan sedikit memaksa. Hari itu. Abu Bakar meminta Bilal untuk adzan. Waktu itu. salah seorang sahabat dekat Rasulullah. . hitam. maka biarkan aku menentukan pilihanku. dan Bilal mengumandangkan adzan. Seperti suara guntur yang hendak membelah langit Madinah. Itulah sebabnya. Seperti penampilan orang Afrika pada umumnya. seakan baru kemarin saja Rasulullah tiada. ada sebuah kisah yang membuat Bilal menolak untuk mengumandangkan adzan setelah Rasulullah wafat. Tatkala.” jawab Abu Bakar. Dan Bilal menjawab perintah itu.” lanjut Bilal. begitulah Bilal. aku tak ingin adzan untuk seorang pun sepeninggal Rasulullah.” Tangis penduduk Madinah yang mengantar jenazah Rasulullah pecah. Tapi jika demi Allah kau dulu membebaskan aku. Tak menunggu senja.” bisik salah seorang dari mereka.” perintah Abu Bakar. Seperti yang kita tahu. Seperti udara. Satu persatu dari mereka sibuk sendiri dengan kenangannya bersama manusia mulia itu. “Jika engkau dulu membebaskan demi kepentinganmu. seketika. Antara hidup dan mati. Meski ia sangat mudah menerima hidayah. “Sungguh. Bilal pun menerima dan bersedia menjadi muadzin kali itu. Menjelang senja. belum dimakamkan. terserah apa maumu. “Asyhadu anna Muhammadarrasulullah. semalam Bilal bermimpi ketemu dengan nabi junjungannya. Rasulullah telah dimakamkan. tinggi dan besar. “Adzanlah wahai Bilal. hampir seluruh penduduk Madinah tahu. begitu kira-kira gambaran perjuangan Bilal bin Rabab. Umayyah bin Khalaf. adalah sepenggal kisah tentang Bilal bin Rabah. *** Di atas. Habasyah tepatnya. Kini Habasyah biasa kita sebut dengan Ethiopia. Padahal Bilal sudah cukup lama tidak menjadi muadzin sejak Rasulullah tiada. diharu biru oleh kenangan dengan nabi tercinta. Muhammad.” “Hanya demi Allah aku membebaskanmu Bilal. “Maka biarkan aku memilih pilihanku. ternyata ia menjadi salah seorang dari sekian banyak sahabat Rasulullah yang berjuang mempertahankan hidayahnya.” pinta Bilal. Madinah seolah tercekat oleh berjuta memori. Bilal mengumandangkan adzan. Seolah. Sebenarnya. “Kalau demikian. Satu persatu kalimat adzan dikumandangkan sampai pada kalimat. ia sangat mudah menerima hidayah saat Rasulullah berdakwah. penduduk Madinah ingin menggenapkan kenangannya hari itu dengan mendengar adzan yang dikumandangkan Bilal. kisah mimpi Bilal segera memenuhi ruangan kosong di hampir seluruh penjuru kota Madinah. Akhirnya. Senjapun datang mengantar malam. ia adalah budak seorang bangsawan Makkah. insya Allah bak kapas yang tak bernoda. Jenazah Rasulullah. Kemudian setelah.mimpi tersebut pada salah seorang sahabat lainnya. Tak terasa hampir semua penduduk Madinah meneteskan air mata. Madinah benar-benar terbungkus rasa haru. “Marhaban ya Rasulullah. penduduk Madinah seolah bersepakat meminta Bilal mengumandangkan adzan Maghrib jika tiba waktunya. Pada mulanya. Kenangan semasa Rasulullah masih bersama mereka kembali hadir. beberapa saat setelah malaikat maut menjemput kekasih Allah. namun hatinya. maka aku akan mengumandangkan adzan. suara Bilal terdengar.” kata Abu Bakar. Dan Bilal sama seperti mereka. Meski Bilal adalah lelaki dengan kulit hitam pekat. Bilal adalah seorang keturunan Afrika.

ya Rabbal A’lamin. Iraq. orang paling lemah saat itu adalah Bilal. Bilal dan Miqdad. “Ahad. kasihanilah mereka dan berikanlah rahmatMu ke atas mereka.” “Ya. Ia seorang perantauan. tapi tidak di mata Allah. Suatu hari Rasulullah memanggil Bilal untuk menghadap. Afghanistan.” kata Rasulullah membenarkan. Bilal telah mengangkat Allah sebagai penolong dan walinya. hatinya tak kuasa menahan kenangan manis bersama manusia tercinta. Saat itu. Dalam lubuk hati kecilnya. ahad. meski dalam strata sosial posisinya sangat lemah. Bilal bin Rabah termasuk orang yang pilih tanding dalam mempertahankan agamanya. Shuhaib. Bilal masih menganggap. setiap kali aku berhadats. Palestin.” Dengan wajah tersipu tapi tak bisa menyembunyikan raut bahagianya. terakhir melaksanakan tugasnya sebagai muadzin saat Umar bin Khattab menjabat sebagai khalifah. Saat itu. Bisa dikata. Peliharakanlah mereka. Bilal bin Rabah. Selain Allah tentunya. di antara para sahabat. Rasulullah ingin mengetahui langsung. Derita yang ditanggung Bilal bukan alang kepalang.” puluhan kali dari bibirnya yang mengeluarkan darah. sang majikan. Bilal bin Rabah. Ammar bin Yasir dan keluarganya. hal itu tak menjadikan Bilal tinggi hati dan merasa lebih suci ketimbang yang lain. Bilal pun naik ke atas menara dan bergemalah suaranya. Rasulullah dilindungi oleh paman beliau. yang ada di sana menangis tak terkecuali. Tapi dengan tegarnya. aku mendengar gemerisik langkahmu di depanku di dalam surga. Dan Abu Bakar dilindungi pula oleh sukunya. Dalam posisi sosial. suatu ketika berkata. tangis yang paling kencang dan keras adalah tangis Umar bin Khattab. Umayyah bin Khalaf. Bilal sudah bermukim di Syiria dan Umar mengunjunginya. ada Abu Bakar. demikian tinggi derajat Bilal bin Rabah di sisi Allah. budak belian pula. hidup sebatang kara. Setiap malam aku mendengar gemerisikmu. lindungilah mereka. amal kebajikan apa yang menjadikan Bilal mendahului berjalan masuk surga ketimbang Rasulullah. Umayyah pun menyerahkan Bilal pada pemuda-pemuda kafir berandalan. tak ada yang membela. bahwa ia adalah budak belian dari Habasya. Chechnya serta diseluruh pelosok dunia akibat dari angkara mungkar dan kekejaman musuh-musuh Mu. Subhanallah. Ethiopia. “Ya Rasulullah.” . Bilal menjawab pertanyaan Rasulullah. waktu shalat telah tiba dan Umar meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan sebagai tanda panggilan shalat. dengan itu kamu mendahului aku. Bilal mengucap. Ada satu riwayat yang membuktikan betapa Allah memberikan kedudukan yang mulai di sisi-Nya. Tak kurang dan tak lebih. Sebagai ganjarannya. suatu hari diketahui oleh sang majikan. Bilal disiksa dengan berbagai cara. selamatkanlah umat Islam yg sedang sengsara di Lubnan. Dan itu. Zurr bin Hubaisy. “Wahai Bilal. Kemudian setelah beliau. aku langsung berwudhu dan shalat sunnah dua rakaat. Dan di antara mereka.Keislamannya. itu lebih cukup dari segalanya. Sampai datang padanya Abu Bakar yang membebaskannya dengan sejumlah uang tebusan. orang yang pertama kali menampakkan keislamannya adalah Rasulullah. tak berhenti hanya dengan menyiksa Bilal saja. Semua sahabat Rasulullah. Diarak berkeliling kota dengan berbagai siksaan sepanjang jalan. Tapi itu tidak membuatnya merasa lemah atau tak berdaya. Meski demikian. Amin. Setelah puas hatinya menyiksa Bilal. menjadi adzan terakhir yang dikumandangan Bilal. Bilal. nabi akhir zaman. “Ya Allah.

Kegundahan apakah ini? Kekhawatiran apakah ini? Kecemasan apa lagi? Mengapa pelupuk mataku panas. Namun. Aku tertidur sekitar 3.saya jadi menambah wawasan……  erva kurniawan 1:09 am pada 30 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).5 jam setelah berbuka puasa petang tadi. kisah islami ( 268 ). Ya. Kelelahan fisik dan kepenatan pikiran. air mata bening itu hanya boleh kutunjukkan pada-Nya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Izinkan Aku Menangis eramuslim . Meski… jebol juga tanggul itu. cerita teladan ( 355 ). dari riwayat Syaddad bin Aus ra.Jam menunjukkan pukul 21.) . kisah teladan ( 352 ). ”Orang yang cerdas adalah orang yang merendahkan dirinya dan berbuat untuk masa setelah mati. Aku hendak berapologi pada diriku sendiri. cerita nasehat.Turmuzi. Aku membuka hadits ini lagi. mushaf itu tetap diam disamping bantal. Al Qur’anku belum selesai.*** Dari Sahabat • ahmad masum 2:45 am pada 9 Januari 2011 Permalink terima kasih atas ilmuya…. dekat kepalaku? Aku menyerah lagi. Orang yang lemah adalah yang memperturutkan hawa nafsunya dan berharap (banyak) pada Allah”. Seingatku aku sedang kejarkejaran dengan waktu di etape sulit ini. Tapi entah mengapa. Bukan untuk memperturutkan rasa dan emosi serta mengalahkan rasio yang wajar. aku malu untuk menumpahkan air mata. (HR.20 malam… Kecurian.

jarum jam diputar. Alhamdulillah Allah memberi kekuatan untuk mengungkapkannya. Harapan tanpa kekuatan itu disabdakan Rasulullah Saw. Namun. klub kebanggaan mereka sedang berlaga. Lantas. Benar. Aku hanya boleh bertanya. Namun. Konsentrasi di babak ini seringkali buyar. apa makna tengadahan tangan di tengah malam yang diiringi isak pengharapan. sebagai kelemahan. pengharapan yang lemah yang kalah oleh nafsu. Juga madu dan jus mangga. Aku tak pernah tahu. kemudian kujawab sendiri. Masih juga mengoleksi berita-berita tak bernilai. Sebagaimana aku juga boleh berharap menutup hariku di dunia dengan syahadah di jalan-Nya. Sebagaimana aku berharap menikmati seteguk susu dari aliran sungai di surga-Nya. semua menjadi misteri yang tak terjawab. Aku terduduk lemas. Sering menyerah pada diri sendiri di tengah komitmen hendak berbuat. Atau senyuman malaikat yang menyaksikan bocah-bocah kecil yang menahan kantuk berdiri sambil memegangi mushaf kecil dipojok-pojok masjid. Mengapa tidak suara Syeikh Masyari Rasyid yang melantunkan surat al Qiyamah. Namun. Meski dunia sekelilingku ramai dengan hiruk pikuk malam. tidakkah malu aku membandingkan pengaharapanku dengan kelemahan diriku menghadapi diri sendiri. Dan aku telah mencintai dunia itu. Coffee shop masih dipenuhi orang yang asyik menonton el Ahli–mungkin–. Aku pandangi lama-lama refleksi kegundahan itu. Masih ada pandangan mata khianat. tinggal itulah hitungan hari-hari pembekalan tahun ini. aku menjadi sang jawara. Sebagaimana aku boleh berharap di penghujung hari pembekalan ini. Mengapa aku lemah? Jika saja ini bukan di etape final.Jika kebodohan (tidak cerdas) tidaklah berakibat kepada kemurkaan Allah? Dan ternyata pengharapan pada-Nya saja tak cukup. Lantas. Sekali lagi. Ya. Khalid bin Walid pun yang sangat pemberani akhirnya menutup harinya di atas pembaringan. Jika saja aku boleh berandai. melantunkan suara pengharapan yang kuat yang bisa menembus langit-Nya. Sebagaimana aku berharap istana megah setelah matiku. . Kedai sebelah rumah masih ramai. Toh. Masih tersisa kedengkian. Sudah berapakah aku menabung untuk itu. Ya. Aku boleh berharap banyak untuk menjadi sang pemenang. Atau suara-suara dari rumah-Nya yang dipenuhi isakan harapan hamba-hamba-Nya yang berlomba memburu seribu keberkahan dan sejuta pengampunan. Aku membuka genggaman tangan kiriku. agamaku melarang pengandaian. Aku dibangunkan teriakan itu. Masih ada ketajaman lidah yang melukai hati. misalnya. Sebagaimana aku mengandaikan bidadari surga. Sementara hidupku dipenuhi ambisi dan obsesi yang penuh dengan tabungan materi dan memegahkan istana duniaku. Mampukah aku menjadi yang terbaik diantara sekian juta para pemburu satu cinta. Selain itu hanya kesunyian. Masih ada pertanyaan sikap dan prasangka buruk. Atau suara siapa saja yang menembus gendang telinga ini. Apakah ia takkan cemburu dan marah dengan pandangan khianatku pada hal-hal yang tak seharusnya kulihat. Masih saja melafazkan katakata tak bermakna. sejuta pengampunan dan seribu keberkahan? Aku malu menanyakannya pada diriku sendiri. Masih juga bersemanyam ketersinggungan dan gerutu ketidakpuasan. mampukah aku sampai di penghujungnya. Aku lalai mengumpulkan “dana” untuk membelinya. aku malu untuk berharap demikian.

kisah islami ( 268 ). hati nurani dan bahan bakar ketelitian serta nasihat orang-orang shalih. “… dan sepertiga terakhirnya adalah pembebasan dari api neraka.Sebagaimana aku tetap berharap ingin terus mencicipi delima merah dan jeruk sankis serta buah khukh di masa setelah kefanaan ini. Terkunci oleh hawa nafsu. Ada cinta lain yang menyesak hendak menggeser kemuliaan itu. tangan… semua menolak untuk diajak menggapai cinta-Nya. keluarga hamba. aku masih punya bekal. Juga nama kedua orang tua hamba. Amin. Etape final ini banyak tikungan tajam. Ya Allah. aku tak mampu. Aku khawatir kesulitan ini tersendat karena kemurkaan-Mu. kini aku jauh tertinggal. kisah teladan ( 352 ). Jika demikian. Namun. Hamba masih terus berharap pembebasan dari murka-Mu di hari-hari pembebasan ini. *** Oleh: Saiful Bahri  erva kurniawan 1:53 am pada 27 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). jangan Kau murkai hamba ini ya Allah. Tergesa-gesa. cinta dunia. Dan tikungan tajam yang paling membahayakan di akhir etape ini adalah: menduakan cinta-Nya.” demikian Rasulullah Saw. bulan. kaki. menjelaskan karakteristik bulan pembekalan ini. Entah berapa tahun. Meski aku tahu. Jangan-jangan karena kesalahanku. para guru hamba. Khayalanku dipenuhi pengaharapan. Putaran roda keinginan tersebut trrgelincir oleh kerikil kecil bernama kelalaian. Karena aku masih bersama orang-orang baik bahkan mereka ada di depanku. jadikanlah nama hamba ada dalam daftar pembebasan itu. Namun. Alhamdulillah. telinga. Aku belum bisa menjadi yang terbaik. cerita nasehat. Karena tumpukan-tumpukan doa-doa yang kosong. Namun. Aku memaknai keterlaluan yang fatal ini dengan sikap yang tidak seimbang. Cinta. Karena tumpukan-tumpukan egoisme. Mata. Ya Allah aku ingin mengeluarkan air mata ini untuk-Mu. Air bening itu tersendat. Dan aku terjatuh. Tiba-tiba aku ingin menangis. buruk sangka. saudara-saudara hamba serta siapa saja yang mempunyai hak atas hamba. Menanggalkan kecintaan dunia yang berlebihan dengan qanaah dan tawadhu’. Tapi aku masih bisa berharap untuk menjadi baik. aku masih bisa bangkit meneruskan perjalanan. Tapi aku terlalu terpana oleh keindahannya yang sementara. hari atau bahkan hitungan detik aku masih bisa melihatnya di toko buah-buahan di sebelah rumahku. kecerobohan. hatiku disesaki kelemahan. Karena tumpukan-tumpukan gerutu. rasionalisasi kesalahan. cerita teladan ( 355 ). orangorang terbaik itu. Akibatnya seluruh organ tubuhku lemah. Karena tumpukan-tumpukan kotoran buruk sangka. Ada beberapa materi terakhir di ujian final ini: menanggalkan kesombongan dan ingin dipuji serta disanjung berlebihan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Aku masih harus melewati tikungan tajam lainnya. mulut.

anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. “Bangun. “Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal. “ “Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Namun cerita lainnya terjadi di rumah. Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu.” Seketika aku merasa malu. hampir saja saya membuatnya jatuh. saat saya tengah memasak makan malam. Pada hari itu juga. Ketika saya berbaring di tempat tidur. “Oh. juga saya. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya.” Orang tidak dikenal itu.” Aku berkata. lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi. sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. berlaku sangat sopan. “Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?” Ia tersenyum.” kata saya dengan marah. terutama yang berwarna biru. tua dan muda. dan sekarang air mataku mulai menetes.” “Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu. Aku tahu Ibu akan menyukainya. maafkan saya” adalah reaksi saya. “Minggir. ketika kesopanan kamu gunakan.Kata-Kata Kasar. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal. “Maafkan saya juga. merah muda. nak. Coba lihat ke lantai dapur. dengan halus Tuhan berbicara padaku. engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu.” kataku. kuning dan biru. Ketika saya berbalik. Saya tidak melihat Anda. bangun. hati kecilnya hancur.” . “Anakku. Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu. tetapi anak-anak yang engkau kasihi. dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu. ” Aku menemukannya jatuh dari pohon. Ia pergi. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya. Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi. Ia berkata.

“Oh. Aku tetap mencintaimu. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . • sempulur 2:00 am pada 27 Agustus 2010 Permalink Sekedar ingin mengucapkan salam kenal dari komunitas keluarga miskin. (Y)OU Teruskan cerita ini kepada orang-orang yang kau pedulikan. (I). FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER. cerita nasehat. suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana. apalagi yang biru. kisah islami ( 268 ). Semoga berkenan mengunjungi blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis. *** Dari milis. (L)OVE. diterjemahkan dari : HARSH WORDS Everything is free Semoga menjadikan renungan yang bermanfaat. cerita teladan ( 355 ). kisah teladan ( 352 ). “Anakku. Saya telah melakukannya. bukan? Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas? Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA? Dalam bahasa Inggris. tidak apa-apa. Ibu. kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri. perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka. Terima kasih • azzen noury 9:45 am pada 8 September 2010 Permalink Siiip…cerita yang patut utk direnungkan  erva kurniawan 2:53 am pada 24 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).Si kecilku berkata.” Aku pun membalas. KELUARGA = FAMILY. aku mencintaimu juga. dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini. Mari kita renungkan.” Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok.

Ketika saya tanyakan apakah suaminya tahu keinginannya tersebut? Dia menjawab: “yes. the right way for her. I am a wife of a non Muslim”. Dengan pakaian Muslimah yang rapi. I have learned it many months“. barangkali dari negara Balkan. “Apa hukumnya seorang Muslimah bersuamikan non Muslim? Dan apakah seorang wanita yang bersuamikan non Muslim bisa diterima menjadi Muslimah? Tentu saja saya terkejut dengan pertanyaan itu. Maka dengan berat tapi cukup berani dia katakan: “I’ve learned Islam and I am sure this is the right way for me. Mulanya saya mengira bahwa sang wanita yang duduk di hadapan saya ini adalah seorang Muslimah. Wanita muda itu bernama Jessica Mendosa. Setelah berta’aruf lebih dekat barulah saya bertanya kepadanya: “Kenapa anda menanyakan tentang boleh tidaknya seorang Muslimah bersuamikan non Muslim? Dan kenapa pula Anda tanyakan apa diterima seorang wanita masuk ke dalam agama Islam jika bersuamikan non Muslim?” Dengan sedikit grogi atau malu. ternyata dia hanyalah seseorang yang baru menemukan Islam lewat internet (beberapa website Islam). dia memulai percakapan dengan bertanya. . yang menurutnya. nampak seperti santri bule duduk menunggu kedatangan saya di Islamic Center New York. 13 Juli 2006.Saya Beri Dia Waktu 3 Bulan Pagi hari Kamis lalu. Dengan sedikit malu dan menundukkan muka. ibukota negara bagian New York dan kini tinggal di kota New York (New York City) sebagai mahasiswi di salah satu universitas di kota ini. Saya kemudian memotong: “Where did you learn Islam?” Dia menjawab: “throughn the internet (Islamic websites)“. dan kini secara bulat berniat untuk memeluk agama. But I’ve a problem. Bosnia atau Kosovo. Kelahiran Albany. I am willing to embrace Islam now. seorang wanita mudah berusia 24 tahun datang ke Islamic Cultural Center of New York. Saya kemudian menanyakan apa hubungan antara keingin tahuan dia tantang Islam dan seorang wanita bersuamikan non Muslim. Diapun baru menikah dengan suaminya sekitar 4 bulan yang lalu. and he is very much hostile to my intention“. Jessica menjawab: “I am very much interested in Islam. Tapi setelah saya tanya.

Dalam hal ini seseorang yang mengimani ajaran Islam dan dengan kesadarannya memeluk Islam berarti bersedia mengikuti ajaran-ajaran atau aturan-aturan yang mengikat. Untuk itu. dan dengan tegas mengatakan: “I’ll give him a chance in 3 months. “Islam is not only a bunch of ritual teachings. Saya katakan. Tanpa terasa airmatanya nampak menetes. termasuk persyaratan bagi wanita Muslim untuk menikah hanya dengan pria Muslim. Hampir tak pernah bergerak mendengarkan penjelasan-penjelasan mengenai berbagai hal. ibadah. Hatinya telah mantap untuk menjadi Muslimah. hingga kepada masalah-masalah mu’amalah. Saya kemudian menjelaskan perihal hukum nikah dalam Islam dan berbagai hal yang terkait. it’s a code of life. dengan diiriingi airmata. setelah mempertimbangkan berbagai pertimbangan yang terkait. Penjelasan saya tentunya tidak bertumpu kepada nash atau berbagai opini ulama. baik berdasarkan “masalih al mursalah” (manfaat-manfaat yang terkait) maupun realita-realita kehidupan di Amerika. mau tidak mau. Saya justru menjelaskan kepadanya pokok-pokok keimanan dan Islam. I will ask for a divorce“. khususnya makna berislam itu sendiri. Dengan penjelasan terakhir ini Jessica nampak cerah. harus terjadi kompromi. But you have to find any possible way to convince your husband that you are not allowed to maintain this marriage if he insists to oppose Islam”. termasuk urgensi membangun rumah tangga yang Islami dalam rangka menjaga generasi Muslim masa depan. Oleh karena Islamic Center memang masih sepi.” jelasku. saya sampaikan kepada Jessica: “You may embrace Islam. Namun di satu sisi saya perlu tegaskan bahwa sebagai Muslimah jika tetap bersuamikan non Muslim maka itu adalah sebuah pelanggaran terhadap hukum Islam. Jessica memberanikan diri menyelah: “But I am still in love with my husband whom I married to just 4 months ago” Saya juga terkejut dan kasihan dengan Jessica. katanya tanpa ragu. maka jangan sampai hal ini tersia-siakan. Saya katakan: “Hopefully people will not perceive that Islam separates between husbands and wives. dari masalah-masalah akidah. If he doesn’t want to follow my way. Bahwa menerima Islam berarti bersedia menerima segala konsekwensi dari setiap hal yang terkait dengan ajarannya. Jessica Mendosa mendeklarasikan: “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah”.Saya tidak langsung menjawab pertanyaannya karena saya yakin dia masih mencintai suami yang baru menikahinya sekitar 4 bulan silam. Dan penerimaan inilah yang merupakan inti dari keislaman itu sendiri. Bahkan menurutnya: “Nothing should prevent me to convert to Islam“. Nampaknya Jessica mendengarkan penjelasan itu dengan seksama. dengan hanya disaksikan dua orang Brothers. Ketika saya sampai kepada permasalahan pasangan suami isteri itulah. Pada akhirnya. serta yang paling penting adalah pengalaman-pengalaman mengislamkan selama ini. ketika anda sudah yakin bahwa inilah jalan hidup yang benar untuk anda ikuti. But this is the rule and I have to tell you about it”. Allahu Akbar wa lillah alhamd! . Saya ikut merasakan dilema yang dihadapinya. tapi diserta dengan berbagai argumentasi “aqliyah” (rasional) sehingga dapat meyakinkan Jessica dalam hal ini.

kisah teladan ( 352 ). Saya terkejut. 17 Juli 2006 Jessica. Bersemangat menjawab setiap ada hal yang dipertanyakan oleh muallaf lainnya.Sabtu kemarin. cerita nasehat. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Pelajaran Dari Seorang Anak. Allah bless and further guide you! • Sri Mulyati 4:27 pm pada 19 September 2010 Permalink izin copi ya…  erva kurniawan 1:32 am pada 22 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita teladan ( 355 ). . New York. air matanya banjir didepannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam / yogurt (nasi khas India / curd rice). Sayang saya belum sempat menanyakan perihal suaminya!. Jessica hadir di kelas itu seperti seorang Muslim yang telah lama mempelajari agama ini. kisah islami ( 268 ). Tampak ketakutan. “Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan. *** Oleh: M. namanya Sindu. Syamsi Ali. Jessica telah resmi bergabung dengan kelas khusus yang dirancang untuk para muallaf “The Islamic Forum for new Muslims” di Islamic Cultural Center.” Aku taruh Koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya. Cerita dari India Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran.

kenapa ayah sekarang mau menjilat ludah sendiri?” Sindu melanjutkan “Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral. dia terlalu banyak nonton TV.” Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku. anak perempuan dibotakin.” Sindu dengan menangis berkata. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Aku coba memohon kepada Sindu. dia mendekatiku dengan mata penuh harap. Dan semua perhatian (aku. “Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak. tapi saya akan minta . Tapi Sindu tetap dengan pilihannya. harta / kekuasaannya. “…akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Aku menjawab. Istriku spontan berkata permintaan gila. Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita. seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata. Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita. “Iya. “Tidak”.” Sindu tanya sekali lagi.” “Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?”. jawabku. “Boleh ayah akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok tapi semuanya akan saya habiskan. tidak mungkin.. nanti ibumu akan teriak-teriak sama ayah. Aku sedikit khawatir dan berkata. bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi. istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin / dibotakin pada hari Minggu.” Sindu menjawab.Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Sindu permintaanmu akan kami penuhi. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita. bahkan nyawa anaknya sendiri. tak ada keinginan lain kata Sindu. Sindu tidak minta barang-barang mahal kok. demi ayah.” Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. “Jangan khawatir. janji”. “Janji kita harus ditepati. karena ayah saat ini tidak punya uang.”. “Sindu jangan minta komputer atau barang-barang lain yang mahal yah.” Secara serentak istri dan ibuku berkata. “Oh pasti sayang. “Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami. Aku mengambil mangkok dan berkata. kata istriku. Agak ragu-ragu sejenak. dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. “Apakah kamu sudah gila?”. Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama. “Sindu sayang. Setelah Sindu melewati penderitaannya. istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect”. Sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju. “Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya. “Kalau kita menjilat ludah sendiri. Ibu dan istriku msh kuno. dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu” Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. “Betul nih ayah? Yah pasti”. Aku coba membujuk.” . maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak. tidak ada ‘yah.

Yang mengejuntukanku ternyata. . Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata. Hari Senin. sedekah ( 8 ) Sedekah Diantara sunnah puasa adalah memperbanyak sedekah selama bulan Ramadhan dalam rangka membantu fakir miskin. menangis tersedu-sedu. anak-anak yatim.” “Nah Minggu lalu Sindu datang kerumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. “Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah. kepala anak laki-laki itu botak. kumpulan kisah teladan ( 284 ). Aku berpikir mungkin “botak” model jaman sekarang. cerita nasehat. “Anak anda. adalah anak saya. Harish. *** Dari milis siar islam  erva kurniawan 8:48 am pada 18 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang kasih. kisah teladan ( 352 ). serta orang-orang yang memerlukannya. benar-benar hebat. Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak. Aku berdiri terpaku dan aku menangis.” Lanjut Ibu tersebut. Sindu tolong tunggu saya. kisah islami ( 268 ). sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. aku mengantarnya ke sekolah. wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus. Anak laki-laki yang jalan bersama-sama dia sekarang. dia menderita kanker leukemia.” Wanita itu berhenti sejenak. cerita teladan ( 355 ). hanya saya betul-betul tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek / dihina oleh teman2 sekelasnya.Dengan kepala botak. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia. Sindu. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya.

a. karena sedekah itu sebagai pelepasmu dari api neraka” (HR. “Wahai anakku! Selama hidup didunia. kulihat dalam mimpiku. sedang ibu rajin shalat. Dan di neraka inilah memang tempat penyiksaan bagi orang2 yang bakhil” “Mengapa tangan Ibu yang memegang sehelai kain bekas tidak terlalap api?” “Ketahuilah.w.” (HR. serta dapat menarik keberkahan dan rezeki sebanyak mungkin”. (HR. dan seorang pada hari kiamat hanya bernaung dibawah naungan sedekahnya”. “Sedekah itu dapat menolak mati dalam keadaan yang tidak baik”. sesobek kain yang biasa kupakai untuk membersihkan perabot-perobot rumah tangga seperti piring. seraya bercerita. suatu waktu datanglah seorang wanita menghadap Rasulullah s. yaitu sedekah dibulan Ramadhan.Rasulullah mengajarkan. Turmudzi) Berbicara masalah keutamaan sedekah. “Bersedekahlah kamu. meja. Qudha-I) Dapat menghindarkan dari panas kubur. teringatlah kita pada wasiat Rasulullah kepada putra menantunya yang bernama Ali bin Abu Thalib. Ya. gelas. Thabrani) “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun sedekah separuh dari biji kurma. “Wahai Ali! Janganlah kamu abaikan sedekah. karena bencana tidak dapat melangkah mendahului sedekah. ternyata tangan kirinya memegang sehelai kain bekas” Kemudian aku bertanya. “Seutama-utama sedekah adalah sedekah dibulan Ramadhan. mengapa hal ini terjadi. karena sedekah dapat menolak kejahatan dari dirimu. Hal ini merujuk sebuah hadits. “Ya rasul. zakat dan ibadah-ibadah lainnya?” Sang Ibu menjawab. kain bekas ini adalah sesuatu yang pernah kusedekahkan selama hidup didunia. maka jika tidak dapat. “wahai Ibu. Wahai Ali! Sedekah secara sembunyi-sembunyi dapat merekam murka Allah. kursi. Setelah kuteliti secara cermat. Thabrani) Juga sebagai pelepas dari siksa api neraka. Segeralah bersedekah. Keutamaan sedekah memang sering diwasiatkan Rasul kepada ummatnya. ibuku disiksa di dalam api neraka. aku termasuk wanita bakhil yang enggan bersedekah. yaitu dengan sepatah kata yang baik” (HR Bukhari Muslim) ** Dikisahkan oleh Aisyah. puasa. . sandal dan lain-lain yang dapat menyelamatkan tangan kiriku dari bakaran siksa api neraka” jawab sang Ibu. (HR. sepatu. bahwa sedekah yang paling utama. Orang yang bersedekah dapat terhindar dari Mati Suul Katimah. “Sedekah itu dapat menghindarkan seseorang dari panas kubur. sedang tangan kirinya tidak terlalap oleh si jago merah.