Kisah Cinta Abu Mubarak Inilah kisah indah percintaan seorang tabi’in mulia. Namanya Mubarak.

Dulu, Mubarak itu seorang hamba. Tuannya memerdekakannya kerana keluhuran pekerti dan kejujurannya. Setelah merdeka ia bekerja pada seorang kaya raya yang memiliki kebun delima yang cukup luas. Ia bekerja sebagai penjaga kebun itu. Keramahan dan kehalusan tutur sapanya, membuatnya disenangi semua temannya dan penduduk di sekitar kebun. Suatu hari pemilik kebun itu memanggilnya dan berkata: “Mubarak, tolong petikkan buah delima yang manis dan masak!” Mubarak seketika itu bergegas ke kebun. Ia memetikkan beberapa buah dan membawanya pada Tuannya. Ia menyerahkan pada Tuannya. Majikannya mencuba delima itu dengan penuh semangat. Namun apa yang terjadi, ternyata delima yang dipetik Mubarak rasanya masam dan belum masak. Ia mencuba satu persatu dan semuanya tidak ada yang manis dan masak.. Pemilik kebun itu gusar dan berkata: ”Apakah kau tidak dapat membedakan mana yang masak dan yang belum masak? Mana yang manis dan mana yang masam?” “Maafkan saya Tuan, saya sama sekali belum pernah merasakan delima. Bagaimana saya boleh merasakan yang manis dan yang kecut,” jawab Mubarak. “Apa? Kamu sudah sekian tahun bekerja di weesini dan menjaga kebun delima yang luas yang telah berpuluh kali berbuah dan kau katakan belum merasakan delima. Kau berani berkata seperti itu!” Pemilik kebun itu marah merasa dipermainkan. “Demi Allah Tuan, saya tidak pernah memetik satu butir buah delima pun. Bukankah anda hanya memerintahkan saya menjaganya dan tidak memberi izin pada saya untuk memakannya?” lirih Mubarak. Mendengar ucapan itu pemilik kebun itu tersentak. Namun ia tidak langsung percaya begitu saja. Ia lalu pergi bertanya kepada teman-teman Mubarak dan tetangga disekitarnya tentang kebenaran ucapan Mubarak. Teman-temannya mengakui tidak pernah melihat Mubarak makan buah delima. Juga tetangganya. Seorang temannya bersaksi: “Ia seorang yang jujur, selama ini tidak pernah berbohong. Jika ia tidak pernah makan satu buah pun sejak bekerja disini bererti itu benar.” *** Kejadian itu benar-benar menyentuh hati sang pemilik kebun. Diam-diam ia kagum dengan kejujuran pekerjanya itu. Untuk lebih meyakinkan dirinya, ia kembali memanggil Mubarak: “Mubarak, sekali lagi, apakah benar kau tidak makan satu buah pun selama menjaga kebun ini?” “Benar Tuan.” “Berilah aku alasan yang boleh aku terima!”

“Aku tidak tahu apakah Tuan akan menerima penjelasanku apa tidak. Saat aku pertama kali datang untuk bekerja menjaga kebun ini, Tuan mengatakan tugas saya hanya menjaga. Itu aqadnya. Tuan tidak mengatakan aku boleh merasakan delima yang aku jaga. Selama ini aku menjaga agar perutku tidak dimasuki makanan yang syubhat apalagi haram. Bagiku kerana tidak ada izin yang jelas dari Tuan, maka aku tidak boleh memakannya.” “Meskipun itu delima yang jatuh di tanah, Mubarak?” “Ya, meskipun delima yang jatuh ditanah. Sebab itu bukan milikku, tidak halal bagiku. Kecuali jika pemiliknya mengizinkan aku boleh memakannya.” Kedua mata pemilik kebun itu berkaca-kaca. Ia sangat tersentuh dan terharu. Ia mengusap air matanya dengan sapu tangan dan berkata, “Hai Mubarak, aku hanya memiliki seorang anak perempuan. Menurutmu aku mengahwinkannya dengan siapa?” Mubarak menjawab: “Orang-orang Yahudi mengahwinkan anaknya dengan seseorang kerana harta. Orang Nasrani mengahwinkan kerana keindahan. Dan orang Arab mengahwinkan kerana nasab dan keturunannya. Sedangkan orang Muslim mengahwinkan anaknya pada seseorang kerana melihat iman dan taqwanya. Anda tinggal memilih, mahu masuk golongan yang mana? Dan kahwinkanlah puterimu dengan orang yang kau anggap satu golongan denganmu.” Pemilik kebun berkata: ”Aku rasa tak ada orang yang lebih bertakwa darimu.” Akhirnya pemilik kebun itu mengahwinkan puterinya dengan Mubarak. Puteri pemilik kebun itu ternyata gadis cantik yang solehah dan cerdas. Ia hafal kitab Allah dan mengerti sunnah NabiNya. Dengan kejujuran dan ketaqwaan, Mubarak memperoleh nikmat yang agung dari Allah SWT. Ia hidup dalam syurga cinta. Dari percintaan pasangan mulia itu lahirlah seorang anak lelaki yang diberi nama“Abdullah”. Setelah dewasa anak ini dikenal dengan sebutan “Imam Abdullah bin Mubarak” atau “Ibnu Mubarak”, seorang ulama di kalangan tabi’in yang sangat terkenal. Selain dikenali sebagai ahli hadis, Imam Abdullah bin Mubarak juga dikenali sebagai ahli zuhud. Kedalaman ilmu dan ketaqwaannya banyak diakui ulama pada zamannya. Inilah Buah cinta yang Berasaskan Ketaqwaan, semoga kita dianugerahkan cinta yang disertai ketaqwaan. *** Sumber: Sahabat

Peri dan Petani Tulisan ini diinspirasi oleh cerita seorang sahabat. Ceritanya sebenarnya sudah banyak diketahui orang, tapi ada sedikit modifikasi yang membuatnya menjadi menarik untuk diceritakan kembali. Meski konteksnya saat sahabat saya bercerita itu cuma guyon, tapi sebenarnya ada pelajaran yang bisa dipetik. Saya berusaha menuliskannya. Enjoy! Alkisah ada seorang petani tua yang miskin. Dia hidup berdua saja dengan istrinya. Tiap hari dia pergi ke sawah sambil membawa cangkul besi satu-satunya miliknya, menyeberangi sebuah sungai yang cukup dalam. Pada suatu hari, saat menyeberangi sungai dalam perjalanan ke sawah, si petani tanpa sengaja menjatuhkan cangkulnya. Cangkul itu langsung tenggelam ke dasar sungai. Si petani tertegun sedih, meratapi kecerobohan yang membuatnya kehilangan benda miliknya yang paling berharga. Saat merenungi nasibnya itu, tiba-tiba datanglah seorang peri menghampirinya. “Hai petani, kenapa kau bersedih?” “Aku kehilangan cangkulku. Padahal hanya dengan itulah aku bisa menghidupi diri dan istriku.” “Baiklah…tunggu sebentar”, kata si peri. Lalu ia menghilang, dan tak lama kemudian muncullah kembali sambil membawa sebuah cangkul terbuat dari emas murni. “Inikah cangkulmu?”, tanya si peri. “Bukan. Cangkulku tidak sebagus itu. Hanya cangkul biasa saja”, jawab si petani. Lalu si peri menghilang kembali, dan sebentar kemudian muncul sambil membawa cangkul perak. “Inikah cangkulmu?”, tanya si peri kembali. “Bukan. Cangkulku cuma terbuat dari besi.” Untuk ketiga kalinya, si peri pergi, dan saat kembali kali itu dia membawa sebuah cangkul besi.

“Inikah cangkulmu? Si petani mendadak terlihat gembira. “Benar…benar…inilah cangkulku…”, sahutnya sambil tersenyum. Si peripun ikut tersenyum, lalu berkata,”Wahai pak tani, aku salut akan kejujuranmu. Engkau tidak silau dengan hal-hal keduniawian. Sebagai anugrah, kuberikan juga cangkul emas dan cangkul perak kepadamu.” Lalu diserahkannyalah cangkul emas dan cangkul perak tadi kepada si petani. Si petani tentu saja bergirang hati mendapatkan rejeki tersebut. Pemberian emas dan perak itu kemudian dijualnya untuk memperbaiki tingkat kehidupannya. Meskipun mendapat rejeki besar, tapi si petani tidak berubah. Ia tetap bekerja keras dan mencoba bersikap jujur dalam setiap kesempatan. Suatu hari, seperti biasanya ia pergi ke sawah. Bedanya, kali ini ia ditemani istrinya. Saat menyeberangi sungai, tiba-tiba istrinya terjatuh dan hilang ditelan arus sungai. Si petani terkejut dan tidak mampu menolong istrinya, akhirnya iapun cuma bisa menangis sedih. Tiba-tiba si peri muncul kembali, dan terjadilah dialog yang mirip seperti di atas. Singkat kata, si peri pergi, dan saat kembali, ia membawa Paris Hilton (bagi yg belum tahu Paris Hilton, ia adalah selebritis jetset yang suka hidup mewah, pewaris Hilton raja jaringan hotel). “Inikah istrimu?”, tanya si peri sambil menyodorkan Paris Hilton. “Benar…benar…dialah istriku”, jawab si petani setelah melihat dan mengamati Paris Hilton dengan cermat. Si peri langsung berubah wajahnya. Ia kemudian berkata,”Wahai pak tani, ternyata engkau tidak jujur. Engkau mengaku memiliki sesuatu yang sebenarnya bukan milikmu. Aku kecewa…” Sebelum si peri melanjutkan ucapannya, si petani memotongnya,”Dengan mengakui Paris Hilton sebagai istriku, justru aku bersikap jujur, wahai peri…” Si peri keheranan dengan jawaban si petani. Dia bertanya,”Coba jelaskan, apa maksudmu?” Si petani kemudian berkata panjang lebar,”Coba pikirkan…Kalau aku tidak mengakui Paris Hilton sebagai istriku, maka engkau akan membawakanku Angelina Jolie, Demi Moore, atau selebritis lainnya, baru kemudian engkau mengembalikan istriku. Lalu engkau akan terkesan akan kejujuranku, dan akan memberiku Paris Hilton dan Angelina Jolie untuk hidup bersamaku, selain istriku sendiri.” Lanjut si petani,”Coba bayangkan…mana sanggup aku membiayai selebritis-selebritis itu. Dari mana aku dapat uang? Aku hanya seorang petani miskin. Karena itu aku mencoba jujur pada keadaanku. Aku tidak sanggup menghidupi mereka, lalu kuputuskan untuk menjawab seperti tadi. Aku tahu engkau kecewa, dan aku tahu jika engkau kecewa pasti aku tidak akan mendapatkan siapa-siapa, termasuk istriku sendiri. Tapi paling tidak aku tidak mengkhianati kehidupanku sendiri…” Dan si peripun menjadi speechless dengan jawaban si petani itu… ** EPILOG:

Saya yakin ada yang tertawa membaca cerita di atas, tapi ada juga yang tertegun. Menurut sahabat saya, moral of the storynya adalah bahwa sulit sekali bagi kita untuk tidak berprasangka kepada orang lain. Sulit karena fenomenanya terlihat jelas di hadapan kita. Bahkan saat kita sudah berusaha keras untuk tidak menaruh prasangka buruk, kadang-kadang bayangan tuduhan itu tetap muncul juga… Cerita di atas bisa menjadi pelajaran bagi kita yang kadang mudah menjatuhkan cap jelek kepada orang lain. Sesungguhnya cap jelek yang kita timpakan itu tidak selalu benar. Sesungguhnya terkadang yang ada hanyalah beda pandangan saja. Si peri menuduh petani tidak jujur karena dia mengakui Paris Hilton sebagai istrinya, sementara si petani berpendapat bahwa kejujuran tidak hanya sebatas pada pengakuan lisan saja. Sebelum berprasangka, kita juga perlu sadar bahwa kadang-kadang pandangan orang yang kita cap jelek itu malah lebih baik daripada pandangan kita. Bagi kita yang kadang menjadi korban prasangka buruk, tidak usahlah menjadi panas hati. Pahamilah bahwa prasangka tadi kadang muncul karena perbedaan pandangan atau ketidaktahuan. Jika penyebabnya memang seperti itu, komunikasi yang baik akan bisa menyelesaikan persoalan. Kalau kita bisa bersikap seperti ini, percayalah…hidup akan menjadi lebih ringan… Semoga bisa bermanfaat, baik untuk hiburan maupun renungan.. :-) PS: Untuk pak Isnaeni, terima kasih atas ceritanya yang inspiring…Semoga tidak keberatan kalau saya tuliskan sebagai note… :-) *** Oleh: Lukito Edi Nugroho

Semua Ada Awalnya Oleh Yon’s Revolta Cobalah jangan menjadi orang sukses, Melainkan berusahalah untuk menjadi orang yang berharga (Einstein) *** Di depan sebuah masjid… Lelaki berjenggot itu nampak serius bekerja. Mengipas-ngipas bara arang dengan beberapa biji jagung muda diatasnya. Dibolak-balik agar merata sambil ditaburi bumbu sesuai pesanan pembeli. Bisa pedas, gurih atau asin. Silakan tinggal memilih saja. Aroma bumbu taburnya bisa kita hirup lezatnya dari dekat.

Barangkali. ribuan mil dimulai dari satu langkah.Saya kurang tahu tempat tinggal penjual jagung bakar itu di mana. ada baiknya kita ingat pesan Rasulullah Muhammad SAW “Berharaplah dengan kebaikan. sebagai langkah awal. Khusus bagi yang sedang melangkahkan sejengkal demi sejengkal kaki meraih capaian puncak. Yang saya tahu. tentu paham di mana keberadaan manusia dimuka bumi ini memang ditentukan sejauhmana dia bermanfaat bagi orang lain. diridhoi Allah SWT. sekira sudah sebulan dia berjualan di situ. ada keping-keping hikmah yang tersisa. Seperti orang yang awalnya penjual koran eceran kemudian menjadi “raja media’. Ya. manusia yang mempunyai kemanfaatan tak hanya bagi dirinya sendiri. Semoga. Hari ini. kita bisa melakukannya. Bagi yang sudah beranjak jauh. Nah. ini awalan bagi kita untuk menggapai puncak yang baik. Asalkan kita bisa memandangnya dengan cara yang berbeda. jangan melulu untuk berambisi menjadi orang sukses. tetapi perlu dengan mata jiwa. Tetapi juga bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Kapan-kapan kalau diberi kesempatan akan saya ceritakan. Pertanyaannya sekarang. pasti kalian akan mendapatkannya”. Bagi seorang muslim. Keping-keping yang bisa kita petik sebagai renungan tentang kehidupan yang kita jalani selama ini. Sudah teramat banyak cerita orang-orang yang meniti karier dari awal. Kata pepatah cinta. apa yang kita lihat. Adakah yang bisa menjamin bahwa orang itu memang punya cita-cita sebagai seorang penjual jagung bakar? Saya sendiri tak yakin. Anggap ini sebagai langkah awal kita untuk meniti karier yang lebih baik dikemudian hari. maka pekerjaan itu dilakukannya. Apa yang menarik dari pemandangan itu. perlu sejenak menengok dan berevaluasi. semua itu ada awalnya. tapi bagi orang lain. Sebuah bagian dari proses pencapaian cita-cita dan impian kita. mungkin saat ini bekerja belum sesuai dengan apa yang kita inginkan. Hanya saja. Ataukah kita masih saja terbayang-bayang akan nikmatnya impian. kitapun akan bisa meresapi sampai ke hati pula. Dengan begitu. anggap saja apa yang dilakukannya kini kita alami. Tapi berusaha untuk menjadi manusia yang berharga. Saya agak sepakat dengan kata Einstein yang saya kutip di atas. Kalau hanya mengejar sukses pribadi. Belum sempat menyapa dan bercerita banyak dengannya. Tapi mari kita selami lebih dalam lagi tentang fenomena itu. Saya cenderung memandang apa yang dilakukannya sebagai bagian dari proses. Bisa jadi begitu. langkah terindah yang bisa dilakukan adalah mencintai pekerjaan kita. halal. Ijinkan saya bertanya. . Hari ini. dan tentunya setelahnya tak hanya kita yang menikmatinya. Selangkah demi selangkah. Tentu. mata hati. Memang melihatnya tak sekedar dengan dua mata kita. apakah langkah kaki kita telah terayunkan. tentu kurang afdhol. atau bisa juga keterpaksaan karena hanya peluang itu yang ada. Menelisik lebih dalam atas apa yang kita kita lihat itu. Ya. Kita. kita coba untuk beranjak berjalan. semuanya ternyata bisa menjadi bahan renungan kita. Tepatnya. kita belajar tentang proses. Mungkin biasa saja. Di setiap tempat. Mungkin dia punya cita-cita lebih dalam berbisnis.

Semuanya sudah terjadi. beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi. Tubuhnya penuh dengan luka. orangtuaku membajak tanah kering kuning. “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang. Aku terpaku. adikku berusia 8 tahun. dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatan membawanya. Tiba-tiba. sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai beliau kehabisan nafas. “Ayah. aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku.*** Aku Menangis untuk Adikku Penulis : Ratu Karitasurya Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok. dan punggung mereka menghadap ke langit. kalian berdua layak dipukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!” Malam itu. “Kak. terlalu takut untuk berbicara. kalau begitu. . “Siapa yang mencuri uang itu?” beliau bertanya. tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. jadi beliau mengatakan. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata. adikku mencengkeram tangannya dan berkata. Sesudahnya.” Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Ayah tidak mendengar siapapun mengaku. aku yang melakukannya! “ Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Aku berusia 11. jangan menangis lagi sekarang. Bertahun-tahun telah lewat. Waktu itu. “Baiklah. Suatu ketika. Di pertengahan malam itu. ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Hari demi hari. Ayah begitu marah. tiga tahun lebih muda dariku. aku tiba-tiba mulai menangis meraungraung. tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Aku mempunyai seorang adik.

dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi. menghisap rokok tembakaunya. sebelum subuh datang. seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya. Aku mendengarnya memberengut. aku diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. adikku berusia 17 tahun. tersenyum. saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi. sebaliknya. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimmu uang. ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu. “ Dari sakunya. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku. Kalau tidak.” Aku. “Ayah. Suatu hari. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti ayah mesti mengemis di jalanan. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya. Siapa sangka keesokan harinya. “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kalau kamu adalah adikku?” Dia menjawab. adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata.Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP. dan tersekat-sekat dalam kata-kataku. saya telah cukup membaca banyak buku. ayah akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. ayah berjongkok di halaman. “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apapun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. “Saya melihat semua gadis kota memakainya. bungkus demi bungkus. telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun. “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” Saat itu juga. “Lihat bagaimana penampilanku. “Kak. “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya. dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik. ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu? “ Aku merasa terenyuh. aku sedang belajar di kamarku. “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!” Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar dan melihat adikku dari jauh. Pada saat yang sama.” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas. dan air mata memenuhi mataku. ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya.” Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku. masuk ke universitas tidaklah mudah. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak. Ia memakaikannya kepadaku. Aku berkata. Tahun itu. aku akhirnya sampai ke tahun ketiga di universitas.” . dan terus menjelaskan. Malam itu. Hasil yang begitu baik. Aku 20. ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten.

dia mengatakan. “Pikirkan kakak ipar. “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” . kaca jendela yang pecah telah diganti. dan saya hampir tidak berpendidikan. aku tinggal di kota. sekali meninggalkan dusun. Melihat gips putih pada kakinya. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya.Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. dan kelihatan bersih di mana-mana. “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Aku 23. ia membela keputusannya. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. ia baru saja jadi direktur. Seringkali suamiku dan aku mengundang orangtuaku untuk datang dan tinggal bersama kami. luka yang begitu serius. Aku mengoleskan sedikit salep pada lukanya dan membalut lukanya. dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah. seratus jarum terasa menusukku. Ketika aku menikah. “Bu. Jika saya menjadi manajer seperti itu. ia mendapat sengatan listrik. ketika saya bekerja di lokasi konstruksi. ia berusia 26 dan aku 29. Tahun itu. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Aku berusia 26. ketika adikku sedang di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel. “Apakah itu sakit?” aku menanyakannya. Adikku tidak setuju juga. Melihat mukanya yang kurus. Suatu hari.” Saat Suamiku menjadi direktur pabriknya. Lihat kamu sekarang. ia berusia 20. aku menggerutu. batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya. “Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. adikku 23. berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku dipenuhi air mata. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?” Dengan tampang yang serius pada wajahnya. tetapi mereka tidak pernah mau. “Kak. Kali pertama aku pulang ke rumah setelah menghadiri undangan pernikahan seorang teman. jagalah mertuamu saja. tidak sakit. sambil tersenyum. pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya.” Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Tahun itu. “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!” Lalu ia berkata. Mereka mengatakan. “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Kamu tahu. Tahun itu. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Di tengah kalimat itu ia berhenti. “Tidak. lalu masuk rumah sakit. Dalam acara pernikahannya.

Dengan mayoritas penduduknya beragama Katolik. “Ketika saya pergi sekolah SD. selama saya masih hidup. di depan kerumunan perayaan ini. pemeluk agama Islam di sana tidak menonjol. Setiap hari kakak dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. “Kakak saya. sekolah kami ada di dusun yang berbeda. Nuansa Islam. Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Zubaida Jomaa. air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai. saya bersumpah.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini. berjuang mengajak keluarganya untuk berbuka puasa bersama setidaknya sekali dalam seminggu. Sejak hari itu.” ujar Zubaida. seperti ditulis Islamonline. orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku. Ketika kami tiba di rumah. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku. Suatu hari. “Dalam hidupku. ia menjawab. *** Diterjemahkan dari “I Cried for My Brother Six Times” Puasa Zubaida dan Kutukan Tetangga Setiap Ramadhan.net. tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. adalah sesuatu yang mahal. saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya. “Saya ingin melihat keluarga saya duduk bersama selama bulan suci.Tanpa berpikir. di tengah kehidupan negeri tanggo Brasil. Itu dilakukan untuk memberi nuansa Islam di tengah keluarganya.” Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. . Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Sedangkan ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. 44.” Tepuk tangan membanjiri ruangan itu.

“Saya senang melihat anak-anak saya berpikir tentang makna Ramadhan yang sama. *** By Republika Pencuri yang Tercuri . “Banyak orang yang mengkritik dan menuduh yang tidak baik kepada keluarga saya. Ada juga jumlah masyarakat Muslim yang signifikan di Mato Grosso do Sul dan Rio Grande do Sul. karena mereka tidak mengerti. anak-anaknya sudah belajar berpuasa sejak umur sembilan tahun.” tutup Zubaida. dan melakukan perbuatan baik. Mayoritas Muslim adalah imigran keturunan Suriah.” tegas dia. Riod de Janeiro dan Sao Paulo. Momentum Ramadhan juga dipergunakan untuk mempelajari Alquran yang mulia. “Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan berkah dalam kehidupan Muslim manapun di seluruh dunia. ada 27. orangtua umumnya sulit mengajar anak-anak mereka untuk berpuasa selama bulan suci.Meskipun hidup dalam masyarakat barat. Dia menjelaskan. Akan tetapi. Saat itu. Goias. wanita muslim itu ingin mengajarkan anak-anaknya arti puasa selama bulan Ramadhan. Menurut sensus 2001. banyak tetangga Zubaida yang mengutuk karena membiarkan anak kecil berpuasa. Selama Ramadhan.239 Muslim di Brasil. Namun. Hal itu karena masih banyak masyarakat Brazil yang tidak mengerti ajaran agama Islam.” kata Zubaida. dan Lebanon yang menetap di Brasil pada abad kesembilan belas selama Perang Dunia I dan pada 1970-an. Sebagian besar muslim tinggal di negara bagian Parana.” ujar Zubaidah. Palestina. Salah satu contohnya. Federasi Islam Brasil menempatkan angka pada sekitar satu setengah juta. Muslim di Brazil mendedikasikan waktu mereka untuk menjadi lebih dekat kepada Allah. menahan diri dari hawa nafsu. dia selalu mengajarkan bahwa Ramadhan adalah saat refleksi. Muslim merasa murni dari kotoran dan berpuasa menjadikan Muslim bersikap lebih baik. Muslim di Brasil masih kesulitan dalam mengajarkan Islam kepada anak-anaknya. “Tapi saya tahu apa yang saya lakukan sesuai agama Allah dan itu baik untuk menanamkan nilai Islam kepada anak saya. Mereka lebih banyak berdoa. seperti Muslim di belahan bumi lain.

Tuan.” Tapi si pencuri berkata.Malik ibn Dinar adalah seorang periwayat hadis dari generasi tabi’in. “Berwudulah dengan air ini. dirinya hanya orang miskin yang tidak punya apa-apa. Malik ibn Dinar yang saat itu sedang mengerjakan shalat di kamarnya tahu jika ada yang masuk ke rumahnya. jika ada pencuri memasuki rumahnya.” jawab Malik.” Malik pun mengizinkan. Malik berdiri lalu ke belakang mengambil air dan menyodorkannya kepada si pencuri. “Lalu kerjakanlah salat dua rakaat. itu adalah keputusan yang sangat salah. Sangat miskin. “Jika Tuan mengizinkan. sementara si pencuri hanya terpaku. “Silakan. Sebab. Dan aku tidak akan membiarkanmu keluar dari rumahku tanpa membawa apa-apa.” kata Malik. Ia tetap mengerjakan shalat. pencuri itu memasuki rumah Malik ibn Dinar. Jelas. Si pencuri tampak menikmati shalat malam itu. tidak khawatir sama sekali dengan kedatangan si pencuri. Saya nukilkan kisah Malik dan si pencuri dari buku Qashash min Siyar al-Musytaq al-Jannah (Kisah Para perindu Surga) karya Muhammad ibn Hamid Abdul Wahhab.” Si pencuri masih terpaku. sampai-sampai ia tidak hanya menambah dua rakaat.” kata Malik. Malik mengucapkan salam kepada pencuri. Setelah selesai mengerjakan shalat. Kerjakan semampumu. “Kau akan pergi dengan membawa hidayah. Aku sudah berniat berpuasa. Keduanya bertatapan. “Saudaraku. dan secara kebetulan.” . Ia seperti terhipnotis. Seperti pencuri yang satu ini. Tidak ada barang berharga di rumahnya. menuruti semua perintah Malik. “Kau sudah memasuki rumahku tapi tidak menemukan apa-apa. Suatu malam. tapi terus mengerjakan salat sampai waktu subuh tiba. Ia yakin jika pencuri itu tidak akan menemukan apa pun yang bisa dibawa. aku ingin tinggal di sini untuk sehari ini.” “Baik.” kata si pencuri. jika kau memang menghendaki. “Sekarang sudah saatnya kau pulang dari sini. Malik baru selesai mengerjakan shalat. Ia mencari-cari barangkali ada barang berharga yang bisa dicuri. Ia orang miskin. si pencuri mendekati Malik. “Tuan! Bolehkah aku menambah dua rakaat lagi?” “Silakan. Sampai kemudian si pencuri masuk ke kamar tempat Malik mengerjakan shalat. Kau akan keluar dari rumah ini dengan membawa kebaikan. Ternyata rumah ini ada penghuninya.” kata Malik. Si pencuri terkejut. Semua ruangan dimasuki.

kasih sayang. Dan penyebutan seperti itu kerap diterjemahkan dengan aksi sapu-bersih tempat-tempat yang dianggap menjalankan kemaksiatan.” kata temannya itu. Dan jangan sampai nanti kita keluar darinya tanpa membawa pengaruh apa-apa. melainkan kita. Apakah seperti itu? Tidak. “Aku pikir kau membawa banyak hasil curian. disiplin. “Tapi dia ternyata orang miskin yang tak punya apa-apa. Pencuri itu berlalu. kepedulian. Benih-benih kebaikan dan keburukan tertanam di setiap hati kita.” kata Malik. Setelah semua itu. Itulah yang semestinya kita petik dari puasa.” “Biar itu menjadi urusanmu dengan Allah. bukan di suatu tempat atau pada waktu tertentu. Dan puasa yang kita laksanakan selama Ramadan ini adalah keadaan yang mendukung untuk menumbuhkan benih-benih kebaikan di hati. si pencuri berkata kepada Malik. tentu saja. Selanjutnya hanya perlu kesungguhan—dengan dukungan keadaan—saja bagi masing-masing benih itu untuk tumbuh.Saat hendak pergi. cinta. Tidak ada yang disebut ‘bulan suci’. Kesucian ada di setiap hati kita. tapi yang ada adalah ‘diri yang suci’. bukan bulan yang berhak mendapat label suci.detik. bercabang. menjadi batang. lalu kita jaga sebaik mungkin. justru dia yang mencuri apa yang kumiliki selama ini.” Kita telah memasuki Ramadan. bunga-bunganya mekar dalam perilaku: kearifan. Sering kita dengar ia disebut ‘Bulan Suci’. ( gst / vta ) *** ramadan. kesabaran. Begitulah fitrah manusia. Sampai kemudian ia bertemu dengan temannya sesama pencuri. Kita telah memasuki Ramadan. Sia-sia. Tempat-tempat hiburan diminta ditutup agar tidak menodai kesucian bulan itu. “Aku ingin bertobat.” kata si pencuri.com/read/2010/08/26/190442/1428925/630/pencuri-yang-tercuri Puasa Mengharukan Si Penyapu Jalan By Republika . dan sifat-sifat ilahiah lainnya yang selama ini mungkin tak terawat. Dan. “Kemarin aku berniat mencuri di rumah seseorang bernama Malik ibn Dinar.

” ujarnya. saya tampar dia. Ijah pindah ke Citayam.” tuturnya. anak saya ditanyain pas lagi jualan kenapa nggak sekolah. Ijah tidak menyerah sedikit pun. “Riska minta izin mau jadi tukang koran. Ijah pun mengakui.” ujar Rusdijah saat ditemui di Lapangan Banteng. Dua cobaan sudah yang telah menimpa ibu pemilik empat anak lelaki dan satu anak perempuan ini.” ungkapnya. Suaminya pengidap darah tinggi yang telah wafat lima tahun silam akibat terpeleset dari kamar mandi. Kata itu tampaknya cocok disematkan untuk Rusdijah (45). ternyata putri bungsunya tersebut cerdas meski memiliki kenangan memilukan. “Capek. Selang beberapa bulan ia dan keluarga pindah ke Citayam. “Riska yang buat saya kuat hadapi hidup.” ujarnya. Tetapi. Rusdijah ialah satu dari sekian banyak perempuan yang berprofesi sebagai petugas kebersihan di Lapangan Banteng. Ternyata. Sedahsyat apa pun badai menghantam. dua anaknya jarang pulang. Riska tak sedih atau pun muram usai digertak kepala sekolah tersebut. “Ternyata. Riska (12) pun tak tega melihat ibunya bekerja sendiri. Usai insiden kebakaran yang menghanguskan rumah lengkap dengan seluruh perabotannya.” sesalnya. terjadi karena hubungan pendek arus listrik. saya kesal. nggak tau apa itu anak yatim. “Lagi-lagi saya kehilangan. “Waktu itu. Rusdijah mengaku. Namun demikian. sang pencari nafkah itu pun dipanggil Sang Khaliq tuk selama-lamanya. membuatnya kian ikhlas menjalani hidup sebagai orang tua tunggal. Jakarta Pusat.Hidup adalah perjuangan. Namun hebatnya. menurut dia.” paparnya. Dari situ saya dipaksa buat ngeluarin Riska dari sekolah.” paparnya. haus. Anak saya keceplosan ‘Biar sekolah gratis tapi kan bukunya bayar’ gitu kata Riska. ia tak tega membiarkan anaknya yang waktu itu masih kelas IV SD untuk berjualan. ibu beranak lima ini berjuang keras tiap hari demi bertahan hidup di tengah kerasnya kota Jakarta. ia pun harus menelan pil pahit lagi. Akhirnya. Anak-anaknya yang lain pun giat mencari kerja. Selain pengorbanannya yang total pada pekerjaannya itu. Di lubuk hati Ijah. “Meski susah. “Nggak ada satu pun barang yang tersisa. “Ternyata Riska nggak nyerah. Ijah pun kembali bangkit. Anak perempuan satu-satunya. suaminya pengidap darah tinggi terpeleset di kamar mandi. Riska dianggap sumber tercemarnya nama sekolah. Ia hanya mogok sekolah karena trauma. Saya nggak tahu kenapa. Ya Allah. Astaghfirullah. Tapi bagaimana. Kebakaran itu cukup memilukan hatinya hingga kini.” katanya. “Saya sudah lima tahun kerja ini.” ujar Ijah. “Masih sedih kalau ingat itu. Ijah pun menyelidiki kenapa anaknya digertak dan dikatai dengan ucapan tak senonoh itu. Dikatain goblok dan bego. Betapa tidak. berpuasa dan membersihkan lapangan. Dia bener-bener jadi tukang koran sama abangnya keempat. “Waktu itu rumah saya kebakaran di Kwitang. Tak lama. Di tengah morat-marit hidup Ijah dan keluarganya.” paparnya. Ia pun memutuskan untuk menjadi petugas kebersihan. “Dulu dia nggak mau masuk sekolah. . Dia nggak pernah nangis dikatain teman-temannya tukang koran. selang beberapa lama Riska mengakui ia tidak mau masuk sekolah lantaran takut dan trauma. nggak lama itu sekolah didatangi orang DKI. hidupkan harus dilanjutkan. Eh. Ternyata cobaan tak berhenti sampai disitu.” ucap Ibu yang akrab disapa Ijah ini mengawali ceritanya. Anak perempuannya itu rupanya yang memberinya kekuatan untuk bertahan. Ia bertekad untuk melanjutkan hidupnya kembali. Sayangnya.” tuturnya memilukan. rupanya kisah hidup Rusdijah pun cukup memprihatinkan. puasa kan juga kewajiban. Anaknya yang ketiga wafat karena sakit. di bulan Ramadhan ini cukup sulit menjalani dua aktivitas sekaligus. ibu ini tetap menomorsatukan ibadah puasanya. itu anak digertak sama kepala sekolahnya. Kebakaran itu.

akhirnya Siti Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah. baru sekolah di SMPN 273 Tanah Abang. Buat saya semua. Ada keperluan apa?” “Saya hanya berkunjung saja” “Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya?” “Saya bersama dengan anak saya. Beliau juga ingin tahu. Dagang dulu.00 pagi.Ijah kini hidup bahagia dengan putrinya yang kerap mengerjakan PR di kereta dan sering tertidur hingga Bojong karena saking lelahnya. Kali ini ia ingin bersilaturahmi ke rumah wanita tersebut. Siti Fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama Muti’ah ketika itu. Uangnya nggak pernah dijajanin. Pulang sekolah. ingin melihat lebih dekat kehidupannya. yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga. terjadilah dialog. amal apakah yang bisa membuat wanita itu bisa masuk surga pertama kali? Setelah bertanya-tanya. Siti Fatimah berkunjung bersama dengan anaknya yang masih kecil. *** Naskah: Ina Febriani/irf Wanita Pertama Yang Masuk Surga Dan siapakah nama wanita itu? Dia adalah Muti’ah. Hasan. putri Rasulullah” “Oh. guru-gurunya bilang Riska pintar. “Di luar. dia dagang lagi. Dia berangkat kan naik kereta. “Riska tiap hari bangun pukul 04. Hasan?” . iya.” tutupnya penuh haru. Siapakah Muti’ah? Karena rasa penasaran yang tinggi. Kaget? Sama seperti Siti Fatimah ketika itu. Setelah mengetuk pintu. siapa?” kata Muti’ah tidak membukakan pintu. Alhamdulilah. Waktu itu. “Saya Fatimah.

Hampir tidak ada yang istimewa.” “Tetapi dia juga masih anak-anak” “Walaupun anak-anak. begitu” . ternyata Husein (saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut juga. ia pun pergi. Selain mengajak Hasan. rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya tersebut diperkanankan masuk surga pertama kali. Maaf ya. Siti Fatimah dan kedua putranya kembali mengunjungi kediaman Mutiah. Betapa senangnya Siti Fatimah karena inilah kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri wanita tersebut. Muti’ah pun memberanikan diri untuk memohon izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya. Menurut Siti Fatimah. Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang. akhirnya mereka pun diperkenankan berkunjung ke rumahnya. Muti’ah. “rahasia” wanita itu tidak terkuak juga. Kembalilah esok!” “Baiklah” Kembali Siti Fatimah kecewa. dia lelaki” “Wah. wanita yang bernama Muti’ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya. Siti Fatimah masih penasaran juga. saya akan meminta izin dulu kepada suami saya” “Baiklah” kata Fatimah dengan nada kecewa. Terjadilah dialog seperti hari kemarin.“Maaf. Kembalilah besok. Saya belum mendapatkan izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki” “Tetapi Hasan masih anak-anak” “Walaupun anak-anak. dia juga lelaki. Husein ternyata merengek meminta ikut. Setelah mengucapkan salam. Keesokan harinya. Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui. saya harus ke ladang!” “Ada keperluan apa?” “Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya” “Oh. “Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan” “Tetapi maaf. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah Muti’ah. Siti Fatimah kembali berkunjung ke rumah Muti’ah. “Maaf Fatimah. saya belum memintakan izin bagi Husein. Fatimah. Akhirnya. Namun. Jadi saya ajak juga!” “Dia perempuan?” “Bukan. Ia melakukan shalat dan lainnya. dia lelaki juga kan? Maaf ya. Akhirnya hari esok pun tiba.

ini. Ternyata semua gara-gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang sholeh. suamiku begitu tersentuh hatinya. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau tidak. engkau rela melakukan hal ini. Muti’ah?” “Saya hanya memerlukan keridloannya. Muti’ah?” kata Fatimah penasaran. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu” Fatimah benar-benar penasaran. “Untuk apa cambuk ini. *** Sumber: Kaskus. “Oh. maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut kemudian mencambukku. Ini aku lakukan agar suamiku ridlo dengan diriku. hanya demi menyenangkan suami. Dan aku pun ridlo atas dirinya” “Masya Allah. ternyata Muti’ah juga membawa sebuah cambuk. Namun yang tidak habis pikir. apakah suaminya seneng atau tidak. “Ceritakanlah padaku!” “Begini.Tidak ada yang salah dengan makanan yang dibawa Muti’ah yang disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya. Namun disertai sebuah cambuk.us Pahlawan Neraka . Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada suami yang baik dan sang suami ridlo kepada istrinya” “Ya… ternyata inilah rahasia itu” “Rahasia apa ya Fatimah?” Mutiah juga penasaran. “Rasulullah Saw mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali. Jika ada yang tidak enak.” Subhanallah. setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam. Dan tentu saja melihat tingkah lakuku ini. Ia pun ridlo atas diriku.

orang menyangka dia sebagai ahli surga. “Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka. Para sahabat saling berpandangan dengan lainnya mendengar jawapan Rasulullah itu. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam masuk ke dalam neraka. Dalam pertempuran dengan musuh mereka. Tetapi dia menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka. Qotzman mengalami luka parah akibat ditikam oleh musuh. Tiba saat pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua pihak kembali ke markas masing-masing.” Para sahabat heran mendengar jawapan Rasulullah SAW.” *** Riwayat ini dirawi oleh Luqman Hakim. manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. . tetapi bunuh diri. “Demi Allah aku berperang bukan karena agama tetapi untuk menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Qotzman. sebelum dia mati.Suatu hari satu terjadi pertempuran antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Dalam perbincangan itu. Dengan keberaniannya itu. Aku berperang untuk membela kehormatan kaumku. Kalau tidak karena itu. Rasulullah sadar para sahabat tidak percaya begitu saja. kemudian baginda berkata. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah. mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka yaitu. “Semasa Qotzman dan Aktsam ikut dalam medan perang bersamasama. Di sana Nabi Muhammad SAW dan para sahabat berkumpul membincangkan pertempuran yang telah terjadi itu. Rasulullah SAW pun menjawab. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya. “Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman. Melihat keadaannya yang parah.” Menurut Rasulullah SAW lagi. dia menjadi buah bibir waktu itu. dia kelihatan seperti singa yang lapar menerkam mangsanya.” “Dia melakukan perbuatan itu adalah karena dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya. Badannya dipenuhi dengan darah. Qotzman mengatakan. Mendengar perkataan itu.” kata salah seorang sahabat. Akhirnya dia mati bukan karena melawan musuhnya. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di benak mereka. aku tidak akan berperang. Kedua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain.

no. tapi lebih dari itu. . ada neraka. “Hhhmm. silahkan!” Penuh semangat.Hayo. maka ayolah makan. ayo. Mereka terlalu banyak dan nggak akan dengerin pogram kamu. nge-sek-nge-sek. Kamu pasti kalah and gagal. Sorry Nak. aku akan beritahukan mereka bahwa tidak ada kehidupan akhirat dan tidak ada kehidupan setelah kematian. tidak usah takut. Setan harus mengumpulkan tiga anaknya untuk menjalani fit and proper test. tidak perlu takut. kalau itu agendamu nggak akan berhasil.” “No. Pap. “Begini.” sergah si Setan sambil geleng-geleng kepalanya. Mereka bilang ada sorga.” Giliran anaknya kedua yang ditanya. dia punya tiga anak. apa agendamu dalam menjalankan tugas menggoda manusia-manusia lemah di muka bumi?” tanya si Setan pada anaknya yang tertua. Bahwa satu-satunya kebenaran adalah kehidupan ini sendiri. Sehingga. dengan gaya mirip para nggota parlemen yang sedang mencari dukungan rakyat bergaya seolah-olah sedang di hadapan audience. (Namanya aja setan. minum. Aku tidak hanya akan cukup memberitahu bahwa tidak ada surga. “Sumpeh loh?” tanya anak Setan yang tertua itu lagi. mau judi. jadi tidak kenal sopan santun sama orang tuanya). nanti waktunya mati ya mati aja. tidak ada neraka. “Kalau kamu yang gantiin kedudukanku. Terjadilah persaingan berat mengenai siapa yang berhak menggantikan kedudukan sang Ayah. “Kalau kamu yang aku pilih. “Di bumi sana sudah terlalu banyak calo dan agen-agen Tuhan yang sudah mencuci otak manusia sejak berabad-abad. apa agenda kerjamu?” Sambil mengabaikan putra pertamanya yang sudah tereleminasi. kalau mau leha-leha. no. ada reward and ada punishment. aku nggak bisa kasih kekuasaanku ama kamu. mau sakau. Kata kabar. dan tidak ada kehidupan akhirat.Penundaan Terdengar kabar bahwa si Setan mau pensiun. aku akan berusaha meyakinkan-nya.

malah ujungnya mereka akan sadar. atau kalau hidup kamu sudah benar-benar mapan and bisa ngejamin cucu-cucu dan cicit-cit. sorga itu ada. Rasulullah saw sesungguhnya masih hidup. Cetakan pertama. neraka juga ada. Kalau kamu ngomong begitu. reward juga punishment. kalau agendamu juga nggak jelas. aku akan bilang pada manusia. *** Sumber Tulisan Oleh : Abi Maulana (GET REAL Maka Hidup Ini Menakjubkan! Penerbit Gagas Media. atas Wafatnya Rasulullah Reaksi Umar Saat Mendengar Rasulullah saw. kemudian kembali kepada mereka.” “Nggak perlu sampai Papi mati. Beliau berdiri dan bersuara dengan lantang. “Kamu putraku yang terakhir. Nikmati aja dulu hidup ini. Kamu gak pede.” . Rasulullah saw akan kembali dan akan memotong tangan dan kaki laki – laki yang menyebarkan isu bahwa beliau telah wafat. Tidak. sama saja dengan memberi peluang dan kebebasan. Ia hanya pergi menemui Rabbnya sebagaimana Musa bin Imran pergi meninggalkan kaumnya selama empat puluh hari. ah.“Kamu akan ‘berusaha meyakinkan’. nanti kalau sudah berumur. “Laki – laki dari kaum munafik membuat isu bahwa Rasulullah saw telah wafat. berarti kamu belum yakin agendamu itu bisa jalan. biarin aku akan jalankan tugas ini sampai mati. smart! Penundaan ! Kita buanget tuh! Kamu akan mengharumkan namaku. aku siap dan sanggup kok. terpaksa aku nggak jadi pensiun. baru deh mulai pikirin itu” “Hahaha. kamu pasti sukses. reward ada punishment juga pasti. si Setan mengarahkan dirinya ke putra ketiganya yang pedenya oke. justru ini akan bikin mereka bosan dan muak.a.a. Demi Allah. tapi apa gunya mikirin surga dan neraka.” Sambil mengabaikan lagi yang sudah tereleminasi. Begini Pap. 2007) Reaksi Umar r. dan Sikap Abu Bakar r. aku tidak akan kasih kekuasaanku kepada yang nggak pede. Wafat Kabar wafat Rasulullah saw yang didengar dengan kedua telinga Umar ra telah mengeluarkanya dari kesadaran. Sekarang juga ambillah kekuasanku dan mulailah bekerja. sangat meyakinkan. NANTI ajalah. dan itu setelah diisukan bahwa ia telah mati.

dengan menunggang seekor kuda. maka sesungguhnya Muhammad telah wafat. Zuhair.. ” (HR Bukhari) *** (Sumber : Mahmud al-Humawi. Umar enggan menuruti suruhan itu. Benar telah wafat. “Demi Allah. `Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul. barangsiapa di antara kalian yang menyembah Muhammad. “Wahai Umar. Allah tidak mengumpulkan padamu dua kematian. ia memasuki rumah Aisyah dan terus menuju ke tempat Rasulullah saw.’ (QS Ali Imran 144) Ibnu Abbas menyebutkan. “Amma Ba’du. pada waktu itu. lalu mencium kening beliau dan air matanya pun mengalir deras. Abu Bakar tiba dari kediamannya di Sunh. “Demi Allah.” Ibnu Musayyab meriwayatkan bahwa Umar mengatakan.Sikap Abu Bakar atas Wafatnya Rasulullah saw. Washaaya wa `Izhaat Qiilat fi Aakhiril-Hayaat / Wasiat – wasiat akhir hayat dari Rasulullah. Dan barang siapa di antara kalian yang menyembah Allah. Ketika itu aku limbung ke lantai setelah mendengar Abu Bakar membacakan ayat itu. “Walau dengan bapak dan ibuku engkau kutebus. aku tidak ingat ayat itu kecuali setelah Abu Bakar membacanya. Sesaat kemudian ia mengatakan. ia langsung menuju ke mesjid. wahai Rasulullah. Abu Bakar keluar dan menyuruhnya untuk duduk. Yang berbaring ditutup sehelai kain yang dihiasi aneka warna. aku baru yakin bahwa Nabi saw. Begitu turun dari punggung kudanya. Jakarta : Gema Insani Press. Tanpa mengatakan apa – apa kepada masyrakat. dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Saat itu aku tercengang sampai – sampai aku merasa kedua kakiku tidak membawaku lagi. duduklah!” ujar Abu Bakar. akan tetapai orang – orang segera meninggalkanya dan menghadapkan wajah mereka ke arah Abu Bakar. tampak seakan – akan semua orang belum pernah tahu bahwa Allah telah menurunkan ayat tersebut kecuali setelah Abu Bakar membacakanya.” Sementara Umar tengah berbicara di depan orang – orang. maka sesungguhnya Allah hidup dan takkan pernah mati. telah kau jalani. sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul . Sedangkan satu kematian yang telah ditentukan kepada engkau. 2003) . Mereka semua kemudian menyambut ayat itu sehingga aku mendengar ayat itu dibacakan oleh semua orang tanpa kecuali. Abu Bakar kemudian angkat bicara. merunduk. Abu Bakar dll. maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang ? Barangsiapa yang berbalik ke belakang. Abu Bakar menyingkap kain yang menutupi wajah Rasulullah saw. Allah berfirman.

Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. aku ingin sekeranjang air. Suatu hari ia bertanya pada kakeknya. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Alqur’an. Meskipun Kita Tak Mengerti Satupun Kata Bahasa Arab Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. Pada saat itu. “Aku tidak ingin seember air. anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin. . Kakeknya tertawa dan berkata. dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih. dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air. ia berkata. tapi ketika sampai di depan kakeknya. Sia-sia saja”. Anak itu kembali mengambil / mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin. “Nak. Dengan terengah-engah. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya?” Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian. Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya.” Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. “Kakek. Kali ini anak itu berlari lebih cepat. “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali”. keranjang itu kosong lagi. “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai.Mengapa Kita Membaca Al-Qur’an. air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Sang kakek menjawab.” Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya. tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk menggati keranjangnya. Kakeknya mengatakan. Kamu harus mencoba lagi lebih keras. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor. “Kakek. ini tidak ada gunanya. menjawab pertanyaan sang cucu. tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin. tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah. mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya? Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan memcoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari. aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya. ” Dan dia pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. luar dan dalam.

“Siapa yang mau menjamu tamu pada malam ini?” Seorang laki-laki dari kaum Anshar menyanggupinya. . Istri Rasulullah hanya punya air. “Aku. Rasulullah kemudian menyuruh laki-laki itu untuk menemui salah satu istrinya.“Cucuku. muliakanlah tamu Rasulullah ini. Rasul menyuruh laki-laki itu kepada istri beliau yang lain. Jika tamu kita sudah masuk. Orang Anshar dan istrinya menemani sang tamu. matikanlah lampu dan perlihatkan kepadanya seolah-olah kita sedang makan. “Tidak. Ia berpesan kepada istrinya.” *** Itsar Oleh : Mujiyanto Al itsar atau mengutamakan orang lain adalah tindakan yang disunahkan oleh Rasulullah SAW. Jika mereka mau makan malam maka tidurkanlah. Suatu ketika ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW. Tamu itu pun makan dalam keadaan gelap. Sesampai di rumah ia berkata kepada istrinya.” Mendengar jawaban istrinya. “Wahai istriku.” Mendengar itu. Rasul kemudian bersabda di hadapan para sahabat. “Hiburlah mereka (anak-anaknya). Perilaku ini merupakan wujud persaudaraan sejati sesama Muslim. hasilnya sama. Maka istri Rasul berkata. Akhirnya sahabat Anshar dan istrinya itu tidur dalam keadaan lapar. luar dan dalam.” Tamu itu pun datang. ya Rasul. “Demi Allah yang telah mengutusmu dengan hak. Ternyata. Mereka semua duduk. Itulah pekerjaan Allah dalam mengubah kehidupan kamu. tanpa kamu menyadari kamu akan berubah. tapi ketika kamu membacanya. Ia bermaksud meminta bantuan kepada Nabi karena sedang dalam kesusahan.” Orang Anshar ini lalu membawa laki-laki tersebut ke rumahnya. seolah-olah sedang makan pula. kecuali makanan anak-anak kita. Itsar memiliki nilai yang mulia di sisi Allah. aku tidak mempunyai apapun kecuali air. apa yang terhadi ketika kamu membaca Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali. orang Anshar ini tidak lantas mengusir sang tamu. Apakah engkau punya sesuatu?” Istrinya menjawab.

Diriwayatkan ketika Rasulallah saw sedang bertowaf. Rasulallah saw pun mengikutinya dari belakang. Itsar mendorong kita untuk mau menekan ego dan mengorbankan kepentingan pribadi demi orang lain. “… Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan. Berasa ada yang mengikutinya dari belakang. kalau begitu. . bukan berarti itsar tidak bisa kita lakukan. Namun. *** Sumber: Dari Sahabat.” (Mutafaq alaih) Alangkah indah jika karakter itsar muncul sekarang. sahabat Anshar ini menemui Rasulullah SAW dan menceritakan perbuatannya. jadilah kita seseorang yang memiliki jiwa seperti Rasulallah saw yang selalu tawadhu’. lalu berkata “Apa maksudmu mengikuti perkataanku? Apakah kau sengaja mengejekku karena aku seorang A’rabi.Ketika waktu Subuh. sederhana. Biarpun kita memiliki kedudukan yang tinggi dan terhormat. Nah. beliau mendengar seorang A’rabi (Arab Badui dari gunung) berkata dengan suara keras “Ya Kariim”. kini justru karakter mementingkan diri sendiri yang mendominasi kehidupan kita.” (QS Saba [34]: 39). Kemudian A’rabi itu berjalan menuju ke arah pancuran Kab’ah lalu berkata lagi dengan suara lebih keras “Ya Kariiim”. Apalagi banyak anggota masyarakat yang mengalami kesusahan hidup. Agar kita memiliki sifat tawadhu’ dan sikap hidup yang selalu memberi perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. Rasulallah saw”. Arab Badui dari gunung? Demi Allah kalau bukan karena wajahmu yang bersinar dan parasmu yang indah maka aku akan adukan hal ini kepada kekasihku Muhammad. “Allah sungguh takjub karena perbuatan engkau bersama istrimu tadi malam pada saat menjamu tamu. Nabi pun berkata. juga berkata “Ya Karim”. A’rabi tadi menengok ke arah suara. maka Allah akan menggantinya…. Republika. Rasulallah saw pun mengikutinya dari belakang dan berkata “Ya Kariim”.id Ya Karim Oleh: Hasan Husen Assagaf Kisah berikut patut dijadikan bahan renungan. Memang tidak bisa dimungkiri. semua itu tak berarti sedikit pun jika tak memiliki sifat perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah.co. dan menghormati semua kelompok manusia tidak perduli apapun kedudukanya.

bukan perkasa dan penyombong” Seketika itu juga malaikat Jibril as turun dari langit kepada Rasulallah saw lalu berkata “Allah mengucapkan salam kepadamu. seraya berkata “Perlahan-lahan wahai saudaraku. bahkan sampai yang sekecil kecilnya tidak akan diluputkan. Lalu dengan penuh tawadhu’ beliau menahan lagi tangannya sambil menariknya.Rasulallah saw pun tersenyum lebar mendengar uraian A’rabi tadi. Walaupun Rasulallah saw berusaha menarik tangan beliau. semua itu tak berarti sedikit pun jika tak memiliki sifat perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. sederhana. kalau begitu. sesungguhnya esok Kami akan menghisab amalnya yang kecil sebelum yang besar. Jika Dia akan menghisabku dengan maksiat yang aku perbuat. Biarpun kita memiliki kedudukan yang tinggi dan terhormat. dengan kehendakNya. Lalu Rasulallah saw menyampaikan pesan Allah kepada A’rabi tadi. Kisah di atas patut dijadikan bahan renungan. wahai saudaraku. aku beriman kepadanya walaupun aku belum pernah melihat wajahnya dan percaya dengan risalahnya walaupun aku belum pernah bertemumuka dengannnya”. jadilah kita seseorang yang memiliki jiwa seperti Rasulallah saw yang selalu tawadhu’. tapi A’rabi tadi tetap memegangnya dengan keras dan menciumnya. dan mengkhususkan tahiyyatNya atasmu. apakah kau pernah melihat Rasulallah? A’rabi tadi berkata “Aku belum pernah melihatnya sama sekali”. lalu berkata “Wahai saudaraku. sesungguhnya aku diutus sebagai Nabi bukan sebagai raja. dengan sepontan ia menarik tangan beliau lalu menciumya berkali kali. lalu berkata “Wahai saudaraku. maka aku akan menghisabNya atas maghfirahNya yang tidak terbatas. lalu berkata kepada beliau “Wahai Rasulallah janganlah kamu menangis. Allah akan menghisabmu kelak”. bagaimana caranya kamu akan menghisab Allah kelak?” Dengan lantang dan penuh keyakinan A’rabi tadi berkata “Jika Allah akan menghisabku atas dosa dosa yang aku lakukan. tegasnya. Agar kita memiliki sifat tawadhu’ dan sikap hidup yang selalu memberi perhatian kepada yang rendah dan yang di bawah. Jika Dia akan menghisabku atas kekikiranku maka aku akan menghisabNya atas kemurahanNya yang tampa batas”. Begitu A’rabi tadi mengetahui bahwa beliau adalah Rasulallah saw. bahwa sesungguhnya aku adalah Nabimu di dunia dan pemberi syafa’at bagimu di Akhirat”. A’rabi pun berkata “Apakah Allah akan menghisabku kelak ya Rasulallah???” Rasulallah saw berkata “Iya betul. Allahumma shalli a’la sayyidina Muhammad wa a’la alihi wa shahbihi wa sallim. aku diutus sebagai saksi. Lalu Rasulallah saw berkata “Ketahuilah. dan menghormati semua kelompok manusia tidak perduli apapun kedudukanya. Rasulallah saw lalu berkata lagi “Apakah kamu beriman kepadanya?. Katakanlah bahwa ia akan menjadi temanmu nanti di surga”. maka aku akan menghisabNya atas ampunanNya yang maha luas. maka akupun akan menghisabNya kelak” Rasulallah saw merasa heran mendengar jawaban A’rabi tadi. pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Wallahua’lam Hasan Husen Assagaf . A’rabi tadi lalu berkata lagi “Jika Allah akan menghisabku esok. Katakanlah kepada saudaramu A’rabi sesungguhnya Allah tidak akan menghisabnya dan ia tidak usah menghisabNya. Dia berfirman “Katakanlah kepada A’rabi janganlah merasa bangga dengan amal kebaikanya. Mendengar uraian A’rabi tadi Rasulallah saw menangis tersedu-sedu sehingga jenggot beliau basah dengan airmata. Tangisan Rasulallah saw didengar oleh malaikat Jibril as yang membuatnya turun lagi dari langit. sesungguhnya Arsy dan seisi-isinya bergetar mendengar tangisamu. “Demi Allah. Nah.

aku memerdekakanmu karena Allah”. dan tidak ada dendam untuk membalas kejahatan orang itu. “.. menahan amarahnya terhadap orang lain. “Wahai amirul mukminin. Ketiga. “… dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. ayat di atas menerangkan 3 tingkatan para wali: Pertama. tidak mencelanya. Khalifah menjawab.Menahan Amarah bismi-lLah wa-lhamdu li-lLah wa-shshalatu wa-ssalamu ‘ala rasuli-lLah wa ‘ala alihi wa ashhabihi wa ma-wwalah. Kedua. Pelayan yang cerdik itu berkata.dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. Pelayan itu berkata lagi. di antaranya para menteri. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS 3: 134) Saudaraku.”. dan basahlah baju sang khalifah.. Terkadang masih tersimpan dendam untuk membalas orang yang berbuat kesalahan terhadapnya. Dengan muka yang memerah sang khalifah menatap pelayan tersebut. amma ba’d. Khalifah Harun ar Rasyid sedang menjamu para undangan penting. gubernur. Khalifah menjawab. memaafkan kesalahan orang lain. Tiba-tiba seorang budak yang bertugas membawa minuman menumpahkan kendi. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. bukankah Allah berfirman. “Aku telah mema’afkan kamu”. Sang khalifah pun berkata. “Sekarang. . …dan orangorang yang menahan amarahnya”.dan mema`afkan (kesalahan) orang”. Suatu hari. assalamu ‘alaikum wa rahmatu-lLahi wa barakatuH. Pelayan itu berkata lagi. mendoakan orang tersebut dan berbuat kebaikan. Mengampuni kesalahan orang itu. dan panglima perangnya. tidak ada dendam. “Aku telah menahan amarahku”. Memaafkan kesalahan orang itu.

Sedangkan setan penggoda orang mukmin kurus. rapi. Ketika memakai minyak ia menyebut nama Allah. “Kenapa keadaanmu menyedihkan.*** Dari Sahabat Keajaiban Basmalah SYAIKH MUHAMMAD AS-SANWANI.. bertemu dengan setan penggoda orang mukmin dan setan penggoda orang kafir. kau kurus kering. Ketika minum dia juga tidak menyebut nama Allah sehingga aku bisa ikut minum. betapa agung faidah membaca basmalah. dan telanjang. “Kalau begitu aku beruntung. kusut dan telanjang ?” Setan kurus menjawab. Setan gemuk itu bertanya pada setan penggoda kaum mukmin yang kurus. Pada waktu makan ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku bisa makan bersamanya sampai puas. “Aku bertugas menggoda orang mukmin yang selalu berzikir dan membaca basmalah menyebut nama Allah. maka aku tetap kusut. Dan ketika memakai pakaian ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku ikut memakai pakaiannya. menulis beberapa kisah nyata tentang keajaiban basmalah.” *** Begitulah. Setan penggoda orang kafir itu gemuk. Setan tidak bisa ikut makan makanan orang yang membaca “Bismillahirrahmanirrahim !” . kusut. Dan ketika memakai baju ia juga menyebut nama Allah sehingga aku tetap telanjang ! “ Setan gemuk menyahut. Grand Syaikh Al-Azhar Mesir yang ke-13. dalam kitabnya yang bernama “Hasyiyah Ala Mukhtashar Ibnu Jamrah” yang berisi penjelasan kitab Mukhtashar Shahih Bukhari. segar. Aku bersama orang kafir yang tidak pernah menyebut nama Allah. beliau menuturkan. kering. dan memakai baju bagus. Ketika memakai minyak ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku ikut minyakan. Ketika hendak makan dan minum ia membaca basmalah menyebut nama Allah. “Suatu ketika Abu Hurairah ra. maka aku tetap lapar dan haus.salah seorang sahabat nabi terkenal. Di antaranya.

bahwa rumah yang dibacakan basmalah maka setan tidak akan bercokol dan bermalam di dalamnya. Penerbit Republika. terimalah daripada kami (amalan kami). menurut riwayat yang paling shahih. Penghormatan dan pengagungan terhadap Ka’bah merupakan “sisa” atau peninggalan dari syari’at Ibrahim as yang masih terpelihara di kalangan orang Arab. . Beliau ikut serta aktif mengusung batu di atas pundaknya. Hal ini memaksa orang-orang Quraisy harus membangun Ka’bah kembali demi menjaga kehormatan dan kesucian bangunannya. Cetakan X. sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. menyebut nama Allah SWT. Ibrahim as membangunnya berdasarkan wahyu dan perintah dari Allah : “Dan (ingatlah). Agar perbuatannya itu benar-benar penuh berkah. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy Ka’bah adalah “rumah” yang pertama kali dibangun atas nama Allah. sehingga menambah kerapuhan bangunannya. Dibangun oleh bapak para Nabi. Setelah itu Ka’bah mengalami beberapa kali serangan yang mengakibatkan kerapuhan bangunannya. *** Sumber Tulisan Oleh : Habiburrahman El Shirazy (Di Atas Sajadah Cinta. Pada waktu itu Rasulullah saw berusia 35 tahun. Baginda Rasulullah Saw mengajarkan agar umatnya memulai segala perbuatan baiknya dengan membaca basmalah. untuk menyembah Allah dan mentauhidkan-Nya. September 2006) Keikutsertaan Nabi SAW dalam membangun Ka’bah Oleh : Dr. Diantaranya adalah serangan banjir yang menenggelamkan Makkah beberapa tahun sebelum bi’tsah. Ibrahim as. ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah beserta Ismail (seraya berdoa). “Ya Rabb kami. setelah menghadapi “perang berhala” dan penghancuran tempat-tempat peribadatan yang di dirikan di atasnya.” (Al-Baqarah : 127). Rasulullah saw sebelum bi’tsah pernah ikut serta dalam pembangunan Ka’bah dan pemugarannya. tidak diganggu setan dan mendapatkan ridha dari Allah Yang Maha Rahman.Bahkan dalam sebuah hadis Rasulullah Saw bersabda.

” Kemudian Nabi saw mengikatnya. *** Sumber : Sirah Nabawiyah.” tanya Bahira kepadanya. Rasulullah saw diajak pamannya. karena mereka mengenalnya sebagai AlAmin (terpercaya) dan mencintainya. mereka melewati seorang pendeta bernama Bahira. Semua pihak tunduk pada usulan yang diajukan Nabi saw. “Apa status anak ini di sisimu?” “Anakku (Abu Thalib memanggil Nabi saw dengan panggilan anak karena kecintaannya yang mendalam). Kemudian Bahira menoleh kepada Abu Thalib dan menanyakan kepadanya.” jawab Abu Thalib. Tidak sepatutnya ayah anak ini masih hidup. Abu Thalib pergi ke Syam dalam suatu kafilah dagang. “Singkirkan kainmu di atas lutut.com Perjalanan Rasulullah saw yang pertama ke Syam dan Usahanya mencari Rezeki Oleh : Dr. Pada waktu kafilah di Bashra. ia berkata : Ketika Ka’bah dibangun. Lalu ia mulai mengamati Nabi dan mengajak berbicara. Abbas berkata kepada Nabi saw. Nabi saw memiliki pengaruh besar dalam menyelesaikan kemelut yang timbul akibat perselisihan antar kabilah tentang siapa yang berhak mendapatkan kehormatan meletakkan hajar aswad di tempatnya.Bukhari meriwayatkan di dalam Shahih-nya dari hadist Jabir bin Abdullah ra. Nabi saw dan Abbas pergi mengusung batu. Ia adalah seorang pendeta yang banyak mengetahui injil dan ahli tentang masalah-masalah kenasranian. “Dia bukan anakmu. Kemudian Bahira melihat Nabi saw. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy Ketika berusia 12 tahun. Analisis Ilmiah Manhajiah Sejarah Pergerakan Islam di Masa Rasulullah SAW Tauziyah. .

“Apa yang telah dilakukan oleh Ayahnya?” tanya Bahira.” Lalu aku duduk mendengarkannya. karena aku akan memasuki kota Makkah untuk begadang sebagaimana para pemuda. “Anda benar. Rasulullah saw mulai berusaha mencari rezeki dengan mengembalakan kambing.” Hadist Bahira tentang Rasulullah saw. Kemudian aku kembali kepada temanku. dan dikeluarkan oleh Tirmidzi secara panjang lebar dari hadist Abu Musa al-Asy’ari. Setelah itu aku tidak pernah menginginkannya sampai Allah memuliakan aku dengan risalah. Bertutur Rasulullah tentang dirinya : “Aku tidak pernah menginginkan sesuatu yang biasa mereka lakukan di masa jahiliyah kecuali dua kali. “Aku dulu mengembalakan kambing penduduk Makkah dengan upah beberapa qirath. Dalil tentang hal ini banyak sekali.” kata Abu Thalib. padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapatkan kemenangan atas orang-orang kafir. Rasulullah saw pernah bertutur tentang dirinya. dan jagalah dia dari orang-orang Yahudi.“Dia adalah anak saudaraku. “Dia meninggal ketika Ibu anak ini mengandungnya. Maka laknat Allah atas orang-orang yang ingkar itu. Tetapi kemudian Allah menutup telingaku. lalu aku tertidur dan tidak dibangunkan kecuali oleh panas matahari. .” Kawan tersebut menjawab. mereka lalu ingkar kepadanya. Ini mereka ketahui dari berita kenabiannya dan penjelasan tentang tanda-tanda dan sifat-sifatnya yang terdapat di dalam Taurat dan Injil. dilakukan oleh para pemuda seusianya. Setelah itu aku tidak pernah lagi menginginkan keburukan. “Pesta. Itu pun kemudian dicegah oleh Allah. dengan mengatakan “Sesungguhnya sebentar lagi akan dibangkitkan seorang Nabi yang kami akan mengikutinya.” (Al-Baqarah : 89). Lalu kami bersamanya akan membunuh kalian sebagaimana pembunuhan yang pernah dialami kaum ‘Aad dan Iram. maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui.” Selama masa mudanya Allah telah memeliharanya dari penyimpangan yang biasanya. dan aku pun mengabarkannya. lalu ia bertanya kepadaku. Sesungguhnya anak saudaramu ini akan memegang perkara besar.” jawab Abu Thalib. “Lakukanlah. seperti berhura-hura dan permainan nista lainnya. Jika mereka melihatnya di sini.” Kemudia Abu Thalib cepat-cepat membawa kembali ke Makkah. bahwa orang-orang Yahudi biasa memohon kedatangan Nabi saw (sebelum bi’tsah) untuk mendapatkan kemenangan atas kaum Aus dan Khazraj.” Lalu aku keluar. Maka aku pun masuk ke Makkah. Bahira berkata.” Ketika orang-orang Yahudi mengingkari janjinya. menunjukkan bahwa para ahli kitab dari Yahudi dan Nasrani memiliki pengetahuan tentang bi’tsah Nabi dengan mengetahui tanda-tandanya. Kemudian pada malam yang lain aku katakan kepadanya sebagaimana malam pertama. pasti akan dijahatinya. Di antaranya adalah apa yang diriwayatkan oleh para Ulama Sirah. bawalah dia pulang ke negerinya. lalu aku berkata. lalu mengalami kejadian sebagaimana malam terdahulu. Ketika aku sampai pada rumah pertama di Makkah. yakni hadist yang diriwayatkan oleh Jumhur Ulama’ Sirah dan para perawinya. Aku pernah berkata kepada seorang teman yang menggembala bersamaku di Makkah. Allah menurunkan firmanNya : “Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka. “Apa ini?” Mereka berkata. “Tolong awasi kambingku. aku mendengar nyanyian. Memasuki masa remaja.

Ini tidak dapat dinafikan oleh banyaknya para ahli Kitab yang mengingkari adanya pemberitaan tersebut. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan mereka sendiri. “Ya. Anak tunggal pasangan ini. tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Sebab. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. kecuali dongengan bohong belaka. atau oleh tidak adanya isyarat penyebutan Nabi saw di dalam Injil yang beredar sekarang.” (Al-Baqarah : 78-79). terjadinya pemalsuan dan perubahan secara beruntun pada kitab-kitab tersebut telah diketahui dan diakui oleh semua pihak. Dicobanya lagi . para pendeta dan ulama al-Kitab.” (Al-Baqarah : 146). padahal mereka mengetahui.” Bahkan keislaman Salman al-Farisi juga disebabkan ia telah melacak berita Nabi saw dan sifat-sifatnya dari Injil. tidak mengetahui al-Kitab (Taurat). maka saya tidak mengetahui apa yang telah terjadi dari ibunya. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka karena apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri. lalu saya mengetahuinya.Al Qurtubi dan lainnya meriwayatkan. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan. lalu dikatakannya “ini dari Allah”. bahkan lebih banyak. ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya. dan kecelakaan besarlah bagi mereka karena apa yang mereka kerjakan. Maha Benar Allah yang berfirman di dalam kitab-Nya : “Dan di antara mereka ada yang buta huruf. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran. Allah mengutus (Malaikat) kepercayaan-Nya di bumi dengan sifat-sifatnya. Adapun anak saya. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya. bahwa ketika turun firman Allah : “Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami berikan Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mengenal anak-anak sendiri. *** (Sumber (buku) : Sirah Nabawiyah. Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Analisis Ilmiah Manhajiah Sejarah Pergerakan Islam di Masa Rasulullah SAW) Kisah: Tangan Sang Anak Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. dan mereka hanya mendugaduga. (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Umar bin Khaththab bertanya kepada Abdullah bin Salam (seorang ahli kitab yang telah masuk Islam) : “Apakah kamu mengetahui Muhammad saw sebagaimana kamu mengetahui anakmu?” Ia menjawab.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya. tidak tahu harus berbuat apa. pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu. Keesokkan harinya. dia ikut menangis. kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya.. “Dita demam. Tiga hari berlalu. kedua belah tangan si anak bengkak. Si Ayah cukup lama memukulmukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan Si Anak kecil luka-luka dan berdarah. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya. “Kerjaan siapa ini !!!” Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya.pada mobil baru ayahnya. gambarnya sendiri. lukisan ayam.. terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Si Ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Si Anak yang tak mengerti apa apa menangis kesakitan. jawab pembantunya ringkas. apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi. seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Si Bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit. maka coretannya tampak jelas. meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. Sambil menyiramnya dengan air. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. Si Ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya. dia terus mengatakan “Saya tidak tahu. Si Ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya.tuan. Si Ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara Si Ibu juga begitu. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh. Sedangkan Si Ibu cuma mendiamkan saja.” jawab Si Ibu. dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah. “Oleskan obat saja!” jawab Bapak Si Anak. Pulang dari kerja. Ya… karena mobil itu bewarna gelap. Si anak yang mendengar suara ayahnya. Si Ayah memukul pula belakang tangan anaknya. pedih sekaligus ketakutan.” “Kamu dirumah sepanjang hari. Dia juga beristighfar. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya.. cantik … kan !” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa. Puas memukul telapak tangan. Saat pulang petang. membawanya ke kamar. “Kasih minum panadol aja . Pembantu rumah terbengong. . tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Bu”. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu. Lalu Si Pembantu rumah menidurkan anak kecil itu.

00 sudah siap” kata majikannya itu. Untuk apa diambil. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Si Bapak dan Ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas.. kembalikan tangan Dita. Si Anak bersuara dalam linangan air mata. ” katanya berulang-ulang. “Sore nanti kita bawa ke klinik. Kemudian ke wajah pembantu rumah.. Keluar dari ruang bedah.. “Dita juga sayang Mbok Narti.”. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. selepas obat bius yang disuntikkan habis. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih.. sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut. demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah. “Ini sudah bernanah. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi….. Terasa dunia berhenti berputar. sayang ibu. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah.Sebelum Si Ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Dalam siksaan menahan sakit. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius. Si Ibu meraung merangkul Si Anak. Namun…. “Ayah.” katanya memandang wajah pembantu rumah. Masuk hari keempat. Pada akhirnya Si Anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf… Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yang tak bertepi…. katanya berulang kali membuatkan Si Ibu gagal menahan rasa sedihnya. Si Anak menangis kesakitan.. “Tidak ada pilihan. Si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya. *** Dari Sahabat . Dita janji tidak akan mencoret2 mobil lagi. “Ayah. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?… Bagaimana Dita mau bermain nanti?…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya.. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu... Pukul 5. tapi apa yg dapat dikatakan lagi. Si Ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Nasi sudah jadi bubur. Serasa hancur hati Si Ibu mendengar kata-kata anaknya. dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Sampai saatnya Si Anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya.

Sejak kecil ia dikenal nakal. Hampir segala jenis maksiat dan perbuatan yang menjijikan telah ia lakukan untuk memuaskan hawa nafsunya. Ia tidak suka menyakiti orang lain. Tidak suka hura-hura. Tak pernah menyentuh gelas minuman keras apalagi meminumnya. Sedangkan adiknya. Tiba-tiba dengan halus sekali nafsunya berkata padanya. “Benar juga.” Sementara di rumah bordil. Kau telah mendapat tempat di hati masyarakat dan dikenal sebagai orang baik. Ia juga tidak suka bergaul dengan wanita yang bukan mahramnya. sejak kecil dikenal baik. Setelah itu aku pulang dan bertobat kepada Allah Swt. alim dan ahli ibadah. Adiknya juga merenung. sang kakak yang alim dan ahli ibadah merenung. “Sejak kecil kau selalu berbuat kebaikan dan beribadah. Dia Maha Pengasih lagi Maha Pengampun. Namun kau tidak pernah merasakan nikmatnya hidup sedikitpun. Lahir di dalam keluarga yang taat beragama. Kau bisa membaca istighfar ribuan kali dalam sholat tahujjud. Kenapa tidak sesekali kau datang ke tempat adikmu menghibur diri di rumah bordilnya. Setelah itu kau bisa tobat. Karena amal perbuatannya yang baik dan akhlaknya ia dicintai oleh keluarga dan masyarakat. sangat berbeda dengan kakaknya. Rumah bordil adalah tempat biasa ia mangkal. Waktu mudanya banyak dihabiskan di masjid.Ketika Masjid dan Rumah Bordil Roboh Ada dua lelaki bersaudara. untuk merampas harta orang lain. Yang tua. Namun perilaku dua orang itu berbeda dan akhir hidup mereka juga berbeda. Saat merampok ia bahkan terkadang juga melakukan pemerkosaan. Hampir tiap hari ia mabuk dan melakukan pelbagai macam maksiat di rumah bordil miliknya itu. Ia berkata pada diri sendiri. Sejak remaja sudah biasa masuk tempat maksiat. namun ia teguh dalam keimanannya. . Setan pun dengan sangat halus masuk melalui pori-pori dan aliran darah. Perbuatan jahatnya itu membuat dirinya dibenci oleh keluarga dan masyarakat. Bukankah Allah itu Maha Pengampun ?” Bujukan hawa nafsunya itu ternyata masuk dalam pikirannya. Nuraninya berkata. Pernah ia dirayu seorang gadis cantik yang masih sepupunya. Suatu ketika. Sesekali saja. Keduanya adalah saudara kandung. Ia merasa jenuh dengan hidup yang dijalaninya. Kadang-kadang ia juga ikut gerombolan perampok. Kenapa aku tidak sesekali menghibur diri ? Hidup cuma sekali. Nanti malam aku mau menari dan bersenang-senang bersama wanita cantik di rumah bordil adikku.

agar Allah Swt menganugerahkan akhir hidup yang indah. Ia pun menuruti segala yang diinginkan nafsunya di rumah bordil itu bersama para penari dan pelacur. Beberapa bangunan roboh. Kenapa aku tidak mencoba hidup baik-baik seperti kakak. Takut kalau-kalau rumah mereka runtuh. bagaimanakah besok kalau aku telah mati. Kedua tangannya mendekap sebuah mushaf di dada. Orang-orang yang ada di rumah bordil tidak ada yang tahu kemana adiknya itu pergi. Bagaimana aku mempertanggungjawabkan perbuatanku. Aku harus mencoba hidup di jalan yang lurus. mereka memusuhiku karena kejahatanku. Juga masyarakat.“Sudah bertahun-tahun aku hidup bergelimang dosa. Na’udzubillahi min dzalik. Hanya Allah yang tahu. Di tempat lain. Maka jangan sekali-kali iseng menuruti hawa nafsu. Mereka tidak habis pikir. Apakah aku akan hidup begini terus? Keluarga membenciku karena perbuatanku. Aku mau beribadah sepanjang sisa hidupku. Ia mengambil air wudhu dan masuk ke dalam masjid. Meskipun adiknya tidak ada ia tetap melaksanakan niatnya. Tiba-tiba bumi tergoncang dengan hebatnya. Meskipun tidak ada kakaknya niatnya telah bulat. Keesokan harinya. Ia sama sekali tidak merasakan gempa. sang kakak kembali ke rumah. Ia sudah bertekad bulat untuk tobat meninggalkan semua perbuatan buruknya. sang adik sampai masjid tempat kakaknya biasa ibadah. Kalau begini terus kelak aku akan masuk neraka. Nafsu telah menguasai akal pikirannya. Demikian juga sang kakak yang saat itu sedang terlena di rumah bordil. Sedangkan adiknya yang selama ini dikenal ahli maksiat kok bisa husnul khatimah. Sampai di rumah bordil sang kakak mencari adiknya. Tidak! Aku tidak boleh hidup dalam lembah maksiat terus. Ia tidak merasakan ada gempa. Adapun sang adik. sehingga keduanya tidak berjumpa di tengah jalan. Aku mau tobat dan ikut shalat. Sementara kakakku akan hidup nikmat di surga. namun ia tidak tahu kemana perginya. Orang-orang panik keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri. Bahwa niat baik harus selalu dijaga. Masyarakat yang tahu ihwal kedua kakak beradik itu meneteskan air mata. Ia bertanya pada penjaga masjid. orang yang selama ini dikenal ahli ibadah kok bisa tewas dengan cara yang sedemikian tragisnya.” Dan benarlah. Ketika malam datang kedua saudara itu melakukan niatnya masing-masing. Jalan yang diambil dua bersaudara itu tidak sama. “Awas ada gempa ! Ada gempa !” teriak orang-orang di jalan. ternyata tidak ada. Semoga saja Allah mau mengampuni dosa-dosaku yang telah lalu. Dengan peristiwa itu orang-orang diberi pelajaran yang sangat berharga. Bermacam maksiat telah aku lakukan. Aku mau kembali ke pangkuan Allah Swt. Sang adik yang sedang larut dalam kenikmatan tobatnya tidak beranjak dari dalam masjid. Hidup susah di akhirat sana. Padahal biasanya kakaknya selalu beritikaf di masjid usai maghrib sampai isya. telah pergi meninggalkan rumah bordil begitu mendengar suara azan maghrib. Ah. Sang kakak ditemukan tewas diantara reruntuhan rumah bordil di samping mayat seorang penari wanita dalam keadaan yang memalukan. Nanti malam habis maghrib aku akan ke masjid tempat kakak beribadah. Akhir hidup yang diridhai-Nya. Ia melakukan shalat dan beristighfar sebanyak-banyaknya dengan mata bercucuran air mata. Namun tidak ada. Goncangan gempa malam itu cukup keras. Ia mencari-cari kakaknya. . Siapa tahu saat sedang menuruti hawa nafsu itulah maut menjemput. Sedangkan adiknya juga ditemukan tewas di antara reruntuhan masjid. Bahwa kematian bisa datang kapan saja. ganti pakaian dan bergegas menuju rumah bordil. Usai shalat maghrib. Termasuk masjid dan rumah bordil.

Suatu hari. Dari satu kawasan ke kawasan lain. Kisah yang banyak disebut dari mulut ke mulut sampai abad ini. Sehingga siapapun yang melihatnya akan terpesona karenanya. Kulitnya yang putih.“Ya Allah. Itulah karunia Allah yang dianugerahkan kepadanya. Wanita ini menyuruhnya masuk ke dalam rumah. Wanita itu telah lama tergila-gila padanya. Ia pun segera menghampiri. Amin. karuniakanlah kepada kami keteguhan dan keistiqomahan berada dalam jalan-Mu. Begitu masuk rumah. dengan sebuah kelihaian wanita itu bisa mengunci pintu. Ia berkeliling dari satu daerah ke daerah. ya Rabbal ‘Alamin. Penerbit Republika. ketika ia sedang berkeliling menjajakan dagangannya. Rumah itu sangat mewah. Ia berkeliling sambil memanggul kain dagangannya. Sudah berkali-kali diam-diam wanita itu memandangi ketampanannya ketika pemuda itu lewat di depan rumahnya. . Dan keramahannya yang luar biasa. Karuniakanlah kepada kami husnul khatimah. Dari lorong ke lorong. Wajahnya yang mempesona.” *** Sumber Tulisan Oleh : Habiburrahman El Shirazy (Di Atas Sajadah Cinta. Ini adalah kisah ketakwaan seorang pemuda. Dari rumah ke rumah. tiba-tiba ada seorang wanita memanggilnya. September 2006) Suatu nasihat tidak bisa memberi pengaruh sama sekali kepada hati yang sudah keras laksana sebuah batu di dalam air yang tidak bisa lunak (Imam Ghozali) Tubuh Seharum Kesturi DALAM KITAB Al Akhlaq Al Islamiyyah Lin Nasyi’in ada sebuah kisah yang indah menggetarkan jiwa. Agaknya wanita itu termasuk golongan bangsawan. Akhirnya masyarakat mengenalnya sebagai Si Penjual Kain Keliling. Cetakan X. Seorang pemuda yang bekerja sebagai penjual kain keliling. Wanita itu sangat terpesona dengan ketampanannya. Kisah ini terjadi di tanah Syam. Diantara kelebihan pemuda ini adalah postur tubuhnya yang gagah.

Selama ini aku tergila-gila pada ketampananmu. “Jika kamu tidak menurut apa yang kuperintahkan. Ia pasrah kepada Allah. Sambil menangis ia berkata. Akibatnya kamu akan binasa. Semoga jika ia melihatku seperti itu. Sampai di dalam kamar mandi tubuhnya gemetar karena takut terjatuh pada kemaksiatan. “Duhai pemuda tampan. tangan. Ya aku harus melumuri tubuhku dengan kotoran. Jika aku lakukan kemaksiatan ini. tidak ! Sekali-kali aku tidak akan melakukannya ! Tapi apa yang bisa aku perbuat ? Apakah aku harus loncat dari jendela ? hal itu tidaklah mungkin karena jendela ini terkunci sangat kuat dan sulit sekali membukanya.” . Terkadang tindakan nekat harus dilawan dengan nekat juga. mukanya. Duhai Tuhan. Bahkan ia mual dan sempat muntah. semua usahanya sia-sia belaka. Sambil tersenyum ia berkata. Namun. Sebenarnya aku memanggilmu tidak untuk membeli barang daganganmu. Karena sang pemuda tetap saja menolak. “Aku tahu pasti. Allah akan menghilangkan cahaya dan kenikmatan dari hatiku. Wanita itu justru semakin tertantang untuk menaklukkan pemuda itu. ia bergumam. ia mengatakan itu tadi sekedar untuk menyelamatkan diri sesaat. Bolehkah aku ke kamar mandi untuk bersih-bersih dahulu ? Lihatlah tubuhku penuh dengan peluh yang baunya tidak sedap ! “ Begitu mendengar ucapannya. Wanita adalah perangkap setan. Sang pemuda pun mengingatkannya dan menakutinya akan pedihnya siksa Allah.” Pada saat itu. tak ada seorang pun didalam rumah selain mereka berdua. Demikianlah sabda Rasulullah Saw. dada. Ya Allah. “Ya Allah ya Rabbi. karena rasa takutku padaMulah aku melakukan ini ! maka gantikanlah untukku yang lebih baik. Ia sendiri sebenarnya merasa jijik. ia akan merasa jijik lalu mengusirku. Setiap perkataan yang diucapkan pemuda itu justru membuat wanita itu semakin menggila dan nekat. kecuali ada yang ketiga adalah setan. “Baiklah. maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. maka ia akan membawa penyesalan sampai akhir hayatnya. Tidak sedikit orang yang menurutkan hawa nafsunya. wanita itu mengancam. tidak. Kalau begitu aku harus melumuri tubuhku dengan kotoran. wanita tersebut sangat gembira karena mengira ia akan menuruti keinginannya dan berkata dengan hati meluapkan kegembiraan. Wanita bangsawan itu dengan penuh harap merayunya untuk berzina. aku akan berteriak sekeras-kerasnya dan mengatakan kepada orang-orang bahwa ada orang yang masuk kerumahku dan ingin memperkosaku.Wanita itu berkata. aduhai kekasihku dan belahan jiwaku.” Sang pemuda pun segera masuk ke kamar mandi. “O tentu saja boleh. Seluruh rambutnya. Tak ada seorang laki-laki dan wanita yang berduaan. Ia menolak dengan tegas. tapi semata karena aku sangat mencintaimu. Sungguh ini adalah kesempatan luar biasa. Tiba-tiba tercetus sesuatu dalam fikirannya. lalu ia mengatakan. diantara golongan yang akan mendapatkan naungan pada hari tidak ada naungan lagi di hari kiamat adalah seorang pemuda yang diajak berzina oleh seorang wanita cantik dan berkedudukan. Ia tak mau maksiat tapi juga tak mau mengalami hal yang konyol. Pemuda itu terus berfikir bagaimana mencari jalan keluar.” Benar saja. Beberapa detik kemudian sekonyong-konyong terbitlah ide nekatnya. sungguh hal yang sangat menyakitkan. Diserapahi orang banyak sebagai penjahat lalu digantung tanpa ampun. Kau akan dianggap penjahat paling nista. apa yang mesti aku lakukan ? Berilah hamba-Mu petunjuk ya Allah. ia lalu buang air besar dan melumuri seluruh tubuhnya dengan kotoran buang air besarnya. Mencari tempat yang tenang untuk berfikir. Mereka pasti mempercayai ucapanku karena kedudukanku dan karena kamu telah memasuki rumahku. ‘Sungguh aku takut pada Allah !’ Aku juga tahu bahwa orang yang meninggalkan sesuatu karena takut pada Allah. Dan orang-orang itu bisa marah dan menggantungmu hidup-hidup ! “ Wanita itu mengancam dengan serius. dan semuanya. Namun pemuda itu tak bergeming dengan keimanannya.

“Keluarlah. Bau itu tercium dari jarak beberapa meter. Benar. *** Sumber Tulisan Oleh : Habiburrahman El Shirazy (Di Atas Sajadah Cinta. Cetakan X. Akhirnya ia dikenal dengan sebutan “Al-Miski” atau Orang Yang Seharum Kesturi. Penerbit Republika. Ia langsung melepas pakaiannya dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya. Begitu sampai diluar ia cepatcepat cari tempat yang aman. terbang jauh ke utara yang konon kabarnya. Beberapa orang yang melihatnya terheran-heran dan menertawakannya. Ia menjerit dan berteriak dengan keras. Allah SWT menunjukkan kekuasan-Nya. September 2006) Perjalanan Seekor Burung Pipit Ketika musim kemarau baru saja mulai. Allah menjadikan bau harum yang luar biasa memancar dari seluruh pori-pori tubuhnya hingga ajal menjemputnya. Ia merasa jijik. dia tak merasakan sayapnya yang mulai tertempel salju.Lalu iapun keluar dari kamar mandi. Kisah nyata ini masih bisa dilihat bekasnya. Sampai ke tanah. makin lama makin tebal. pelan-pelan dia merasakan kesejukan udara. dan akhirnya dia jatuh ke tanah karena tubuhnya terbungkus salju. makin ke utara makin sejuk. karena ia akan dianggap benar-benar gila. seekor Burung Pipit mulai merasakan tubuhnya kepanasan.” Ia berjalan keluar dan berpura-pura bertingkah laku seperti orang gila. keluar kau jangan kau kotori rumahku. hai orang gila ! Dasar pemuda gila. Di tanah Syam. Ia merasa sangat lega ketika sampai dirumahnya. Itulah kubur orang mulia yang menjaga kesuciannya ini. Ketika ia keluar dari kamar mandi. salju yang menempel di sayapnya justru bertambah tebal. dia semakin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara lagi. ada sebuah makam yang tertuliskan “Al-Miski”. Dan begitu wanita tersebut melihatnya ia terkejut bukan main. Jika itu yang terjadi barang dagangannya bisa tidak laku. . menyangka bahwa riwayatnya telah tamat. Ia takut dilihat orang dan takut mereka akan menggunjingnya. Si Burung pipit tak mampu berbuat apa apa. lalu mengumpat pada lingkungan yang dituduhnya tidak bersahabat. Ia terus berjalan menuju rumahnya lewat jalan yang sepi. Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat yang sejak dahulu menjadi habitatnya. udara disana selalu dingin dan sejuk. Terbawa oleh nafsu. Kisah ini menjadi bukti keagungan Allah.

Si Burung mengira lagi bahwa dia akan mati karena tak bisa bernapas. mengelus dan membersihkan sisa-sisa salju yang masih menempel pada bulu si burung. Namun apa yang terjadi kemudian. Waspadalah terhadap orang yang memberikan janji yang berlebihan *** Sumber : Dari Sahabat (myQuran. diantaranya : 1.org) Sabarnya Nabiullah AS . kemudian kencing tepat diatas burung tersebut. Ketika kita baru saja mendapatkan kenikmatan. dia merasakan kehangatan. belum tentu cocok buat kita. Halaman tetangga yang nampak lebih hijau. mengulurkan tangannya. seekor anak kucing menghampiri sumber suara. menjilati. Seketika itu si Burung tidak dapat bicara karena tertimbun kotoran kerbau. jangan lupa dan jangan terburu nafsu. dia maju satu langkah lagi. jangan dipakai sebagai satu-satunya ukuran. bernyanyi keras sepuas puas-puasnya. Namun si burung kecewa mengapa yang datang hanya seekor Kerbau. Begitu bulunya bersih. mengais tubuh si burung dan kemudian menimang nimang. kadang-kadang bisa berbalik membawa hikmah yang menyenangkan. Si Kerbau tidak banyak bicara. si Burung bernyanyi dan menari kegirangan. dia mengira telah mendapatkan teman yang ramah dan baik hati. 2. 3. 5. dia menghardik si Kerbau agar menjauh dan mengatakan bahwa makhluk yang tolol tak mungkin mampu berbuat sesuatu untuk menolongnya. salju yang membeku pada bulunya pelan-pelan meleleh oleh hangatnya kotoran kerbau. Mendengar ada suara burung bernyanyi. Apa yang pada mulanya terasa pahit dan tidak enak. Baik dan buruknya penampilan. Lagi-lagi si Kerbau tidak bicara. dia dapat bernapas lega dan melihat kembali langit yang cerah. seekor Kerbau yang kebetulan lewat datang menghampirinya. Si Burung Pipit berteriak kegirangan. dan demikian pula sebaliknya. seketika itu juga dunia terasa gelap gulita bagi si Burung. dan tamatlah riwayat si Burung Pipit ditelan oleh si Kucing. 4. dia hanya berdiri.Dia merintih menyesali nasibnya. Namun perlahan lahan. dan mengeluarkan kotoran ke atas tubuh si burung. agar tidak kebablasan. *** Dari kisah ini. Mendengar suara rintihan. banyak pesan moral yang dapat dipakai sebagai pelajaran. Si Burung Pipit semakin marah dan memaki-maki si Kerbau.

tapi sebuah ilustrasi yang memudahkan kita untuk memahami jenis-jenis kesabaran. Sabar ujian kesusahan Nabi Ayub as Sungguh Ayub as seorang yang sangat sabar melawan godaan kesusahan yang berniat mematahkan keteguhan imannya? Allah telah mengujinya dengan berbagai penderitaan sakit fisik luar dan dalam yang sangat dahsyat dan menjijikkan. Sabar ujian kemaksiatan Nabi Yusuf as Hamba sahaya mana yang sanggup menolak godaan wanita yang punya kekuasaan dan cantik rupawan. Wallahu ‘alam bish shawab . dan sabarnya Musa AS Ini bukan untuk membandingkan tingkat kesabaran diantara tiap nabi tersebut. sabarnya Yusuf AS. kekayaan yang melimpah. dan itu terjadi hampir sepanjang usianya. sabarnya Sulaiman AS. pasukan yang besar.Sabarnya Ayub AS. walau Allah mengujinya dengan kerajaan yang besar. yang mengeluarkan energi keberaniannya namun tetap tegar ketika berkali-kali ia mengajak Firaun untuk bertobat. Sabar ujian ketaatan seorang Nabi Musa as Inilah kesabaran seorang Musa as. istri yang cantik dan sebagainya. tidak pula merupakan pilihan seibarat pilihan berbuat maksiat atau menolak maksiat. Ujian ketaatan adalah ujian yang diciptakan sendiri oleh seorang manusia di jalan Allah akibat keinginannya yang kuat untuk menjalankan perintah dan larangan Allah. Ujian ketaatan bukan sesuatu yang datang seibarat ujian kesusahan atau kesenangan. Sungguh membutuhkan kesabaran yang besar ketika kita sedang berjuang ingin konsisten menjalankan sholat secara khusyuk atau ketika kita ingin memperjuangkan hak-hak umat Islam misalnya. Dialah yang sanggup mengatakan tidak pada Zulaika ketika Allah mengujinya kesabarannya untuk berbuat maksiat bahkan ketika Allah telah menyediakan sarana yang memudahkannya untuk berbuat maksiat. atau karena ingin amar makruf nahi munkar atau karena ingin sekedar beribadah secara lebih baik. Sabar ujian kesenangan Nabi Sulaiman as Sanggupkah kita sesabar Sulaiman as ketika ia melawan godaan kesenangan dunia yang ingin menutup hatinya? Bukankah kesenangan lebih mudah membuat kita melupakan Sang Pencipta Kesenangan ? Sungguh Sulaiman as tetap tegar dalam keimanan. kalau bukan seorang Yusuf as.

Esok hari.Catatan tambahan. 5. Bisa jadi kain putih itu akan dibeli orang yang tidak kita kenal. Engkau boleh saja tertawa. Kita juga tidak tahu kain kafan mana yang akan menemani kita di kuburan. tapi bisa jadi kain kafanmu sedang dipesan si pemilik toko. diukur dan dipotong. *** Hak cipta adalah milik Allah semata. siapa gerangan pembeli berikutnya. Seandainya ia bisa berbicara. 3. Dari Sahabat tidak terburu-buru mengambil keputusan tegar dengan tujuan yang ditetapkan tuntas sesuai kemampuan tidak gampang pasrah hati tetap senang ketika diuji Kisah Sepotong Kain Putih Hari ini ada ribuan gulung kain. . Hari ini ada sedemikian banyak kain putih. yang sedang dibeli. ciri kesabaran : 1. Bisa jadi seseorang sedang membelikannya untuk jenazah kita yang sedang menunggu dikubur. 4. Engkau boleh saja berencana. tapi boleh jadi seorang petani sedang memanen kapas bahan kain kafanmu. tentu ia akan meminta agar digunakan pada orang soleh yang selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan berikutnya. tapi bisa jadi kain kafanmu ada di truk pengirim barang yang sedang diparkir di pinggir toko kain itu. tapi bisa jadi seorang penenun sedang memintal kain kafanmu. Engkau boleh saja menikmati keindahan alam pertanian. Kain putih itu sendiri tidak pernah tahu kepada siapa ia akan digunakan. Hari ini ada sedemikian banyak kain kafan yang seolah bertanya untuk siapa ia akan dibeli. diperjual-belikan di pasar-pasar di kota ini. Engkau boleh saja tidur nyenyak. 2. Hari ini ada sedemikian banyak kain putih yang siap digunakan sebagai kain kafan. Tapi yang jelas kain itu ada di suatu tempat. Hak kita sebagai manusia adalah berlomba-lomba menyebarluaskan kata-kata kebaikan kepada seluruh umat manusia. Kita tidak tahu kapan hidup kita berakhir. Bisa jadi kain putih itu kita sendiri yang membelinya untuk tetangga atau keluarga terdekat kita.

kemudian berhenti di tikungan tajam dimana banyak dilalui kendaraan. dililit utang sehingga tidak mampu lagi membayarnya. dia mengambil tali untuk gantung diri dipohon nangka dibelakang rumahnya. pemuda ini lalu mengambil ancang-ancang. karena tangkai tempat mengikatkan tali tidak kuat menahan beban tubuhnya sehingga tangkai pohon itu patah dan akhirnya jatuh kebawah. lalu menjatuhkan dirinya kebawah. namun karena Sopir Bus itu terlalu mwas sehingga ketika melihat sesuatu ditengah jalan dia langsung membanting setir ke kiri. akhirnya bus tersebut tidak mampu dikendalikan dan akhirnya jatuh ke jurang sehingga seluruh penumpang bus tewas saat itu juga (Inna lillah wa innaa ilaihi rooji`uun). dan lucunya lagi dia jatuh tepat diatas tumpukan kotoran kerbau. Ditengah malam yang gelap gulita. pemuda tersebut langsung melemparkan tubuhnya ke tengah jalan. Tidak puas dengan cara pertama. akhirnya dia berpikir bahwa bunuh diri adalah jalan terbaik baginya. akhirnya diapun pun memutuskan untuk menjatuhkan dirinya dan kali ini pasti berhasil pikirnya. Diam-diam dia memanjat pohon nangka tersebut. namun malangnya karena sopir bus tersebut terlalu tajam membanting setir ke kiri. dia mencari cara lain. kemudian mengikatkannya di tangkai. Setelah menunggu agak lama akhirnya datang juga sebuah bus yang mengangkut banyak penumpang. Selang beberapa meter jaranknya dari bus. Tidak puas dengan dua kali kegagalan bunuh dirinya. namun karena larut malam akibatnya kendaraan yang lewat agak jarang sehingga pemuda ini agak lama juga menunggu kendaraan yang lewat. mengalungkan tali dilehernya. Beberapa jam berjalan akhirnya diapun menemukan jurang didepannya. dia tetap bertekad bulat untuk bunuh diri. . dia terus menyusuri jalan ditengah keremangan malam sambil mencari cara agar bisa bunuh diri. Ternyata ajalnya belum ditetapkan disini. Pemuda tersebut berjalan menyusuri jalan. dan akhir-nya Pemuda tersebut terbebas dari maut.*** Sumber : Sahabat Kisah: Pemuda Dililit Utang Malang benar nasib pemuda ini.

al-hijr : 56] #]=– –=[# Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia. Pemuda tersebut menjadi kaya raya. mereka putus asa dari rahmat-Ku. dan akhirnya meluncurlah ia kebawah.an-nisa:29] #]=– –=[# Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya. tubuhnya gemetaran. dengan harapan agar tubuhnya terhempas diatas bebatuan sehingga ia dapat mengahiri hidupnya. dan tepat jam 05:00 subuh. terjadilah peristiwa yang sangat menakutkan. kecuali orangorang yang sesat". Na`uuzu billah. semakin takut. akhirnya mobil yang digunakannya jatuh ke jurang persis ditempat bus terguling sewaktu ia hendak bunuh diri dulu. sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. hujan turun lebat sekali. ia meninggal dunia. Akhirnya pemuda tersebut terbebas dari hutanghutangnya. [QS. dan mereka itu mendapat azab yang pedih. Subhaanallah. [QS. dan merasakan takut yang amat sangat. –=[# Hai orang-orang yang beriman. Dan baiknya lagi Janda cantik tersebut bersedia menjadi Istri si-Pemuda dan juga bersedia melunasi hutang-hutang pemuda tersebut. dan pada tubuh pemuda itu hanya terdapat luka lecet kecil dan juga sedikit memar. Dari Sahabat  . janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. akhirnya pemuda itu lupa untuk bunuh diri. memiliki istri cantik serta hidup serba kecukupan. Dia langsung bangun dengan kagetnya. Pemuda tersebut bermimpi didatangi seseorang dan mengatakan kepadanya bahwa Nyawanya akan dicabut nanti tepat jam 05:00 subuh.. sesekali ia melihat jam di tangan yang sudah mendekati jam 05:00 seperti yang telah ditetapkan dalam mimpinya. tubuh pemuda itu jatuh tepat diatas pepohonan itu yang ternyata pemiliknya adalah seorang Janda yang cantik dan kaya raya. Jam semakin mendekati pukul 05:00. apa yang terjadi ?. sambil menyetir mobil dengan kencang. dia langsung lari mengambil kunci mobil dan melarikan diri dari rumah agar terhindar dari maut.. mundur beberapa langkah kebelakang dan kemudian berlari kedepan melompat ke dalam jurang. dan kelamaan melihat jam di tangannya tanpa memperhatikan jalan yang dilaluinya. dibawah jurang sana ternyata sebuah kebun yang subur dan rimbun. Karena semakin takutnya. Akhirnya Janda tersebut mengambil pemuda itu di pagi hari di kebunnya dan ditemukan dalam keadaan siuman. Dia menancap gas mobil dengan kencang-nya ditengah hujan yang lebat.al-`ankabuut : 23] #]=– *** Salam rindu buat saudaraku se-iman. serta hidup mewah. Dan janganlah kamu MEMBUNUH DIRIMU . dia semakin gugup. terus diperhatikan jam di tangannya yang tinggal beberapa detik lagi menunjukkan pukul 05:000. [QS. Beberapa tahun kemudian. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. disuatu malam.Pemuda tersebut mengambil ancang-ancang.

barulah muncul orang alim tersebut. tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. kisah teladan ( 352 ).erva kurniawan 1:06 am pada 6 Mei 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Setelah tawa agak reda. Masak pohon bisa jadi perahu dengan sendirinya. orang alim itu belum juga datang. Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang tumbang. akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah terjebak oleh pernyataan mereka sendiri. Kemudian. orang alim pun berkata. Cuma khayalan orang belaka. cerita nasehat. “Maaf jika kalian menunggu lama. Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. Di antara pertanyaannya adalah: “Benarkah Tuhan itu ada” dan “Jika ada. membuat perahu. Karena itu. Setelah itu. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Bukti Tuhan itu Ada Assalamu’alaikum wr wb. maka sungai menjadi banjir. dan seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang lebih sulit. “Orang alim ini sudah gila rupanya. Si Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak. cerita teladan ( 355 ). Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang. . Karena hujan turun deras. pohon tersebut terpotong-potong ranting dan dahannya dengan sendirinya. “Jika kalian percaya bahwa perahu tak mungkin ada tanpa ada pembuatnya. kenapa kalian percaya bahwa bumi. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan Tuhan. maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata. langit. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada. Mana bisa perahu jadi dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya!” Orang banyak pun tertawa riuh. langit. sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang. hingga akhirnya menjadi perahu. Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. baru saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu tersebut. Dia berkata kepada orang banyak. Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. sehingga jadi satu batang yang lurus. atau menciptakan bumi. dan seisinya ini?” Mendengar perkataan orang alim tersebut. kisah islami ( 268 ).” Begitu orang alim itu berkata. di manakah Tuhan itu?” Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut.

“Kalau begitu. tapi ternyata hal itu ada.” kata si Atheist. elektromagnetik. Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan. Tuhan ada. Karena kita tidak bisa melihat Tuhan. maka Tuhan itu tidak ada. “Tidak!” “Nah. tapi benda itu sebenarnya ada? Berapa banyak zakat berukuran molekul. tapi panca indera manusia lah yang terbatas. “Ah mana ada sakit. jawab pertanyaanku yang kedua. bukan berarti sakit itu tidak ada. Benda itu ada. Sederhana memang pembuktian orang alim tersebut. Si Alim bertanya. dan lain-lain. sehingga tidak mengetahui keberadaannya. meski kita tidak bisa melihat sakit. bukan berarti Tuhan itu tidak ada. Meski kita tidak bisa melihatNya. bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta). Saya tidak melihat sakit. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru.” Begitu si Atheist mengaduh. demikian pula suara. Orang banyak berkata. Apakah para hadirin melihat sakitnya?” Si Alim bertanya ke orang banyak. tapi kita bisa merasakan ciptaannya. tapi pada kenyataannya benda itu ada? Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran. bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia. saya tidak melihat sakit. “Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali. mobil. TV. sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta! Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. . “Jika Tuhan itu ada. mengapa dia tidak kelihatan. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat. sehingga manusia tak bisa melihatnya. dan lain-lain) yang tak bisa dilihat. Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia. Tapi jika kita melihat pesawat terbang. Di mana sakitnya?” “Ini sakitnya di sini. tapi dapat membutakan manusia.” si Atheist menunjuk-nunjuk pipinya. Di mana Tuhan itu berada?” Orang atheist itu berpendapat. Begitu juga Tuhan. ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah mikroskop yang amat kuat). Listrik. sehingga si atheist merasa kesakitan. karena dia tidak pernah melihat Tuhan. Berapa banyak gelombang (entah radio. “Tidak. Pasti ada pembuatnya.” Demikian si Alim berkata.

demikian pula lampu merah dan radar. dan lain-lain: “Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. karena jarak pandang teleskop tercanggih baru Bayangkan. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini. insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada: .3 juta kilometer panjangnya. bintang. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Copilot. dan udara. bulan. dan lain-lain. matahari. Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. laut. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit. sementara di kapal laut ada Kapten. bulan. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan. maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya. polisi. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. tidak pernah bumi menabrak bulan. Selama milyaran tahun. hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. Galaksi Bima Sakti. atau pun pilot yang mengendarai. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. atau bulan menabrak matahari. tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur. keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Sebaliknya. tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Meski ada yang mengatur. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Toh. supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. juru mudi.” [Yunus:5] “Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang.5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Matahari. “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilahmanzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. dan 9 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya. Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia.” [Yaa Siin:40] Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam. Matahari. Dalam Al Qur’an. bumi. tidak mungkin semua itu terjadi. matahari. dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun. laut. angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini.Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya. apalagi dunia yang jauh lebih kompleks. bintang. dan udara.” [Al Furqoon:61] Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya. keliling lingkarannya sekitar 4. ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat. maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.

kumpulan kisah teladan ( 284 ) . supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. kisah teladan ( 352 ). atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi'ah:58-59] “Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?” [Al Waaqi'ah:63-64] “Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi'ah:72] Di ayat lain.” [Ar Ra'd:2] “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. Kamukah yang menciptakannya.” [Ali Imron:191] Terhadap manusia-manusia yang sombong dan tidak mengakui adanya Tuhan. menjelaskan tanda-tanda (kebesaranNya). Maha Suci Engkau. dan Dia lah yang Maha Pencipta Wassalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuhu *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:38 am pada 5 Mei 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Manusiakah yang menciptakan.” [Al Hajj:73] Sesungguhnya. Tuhan itu ada. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. kisah islami ( 268 ). tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Manusia mungkin bisa membuat robot dari bahan-bahan yang sudah diciptakan oleh Allah. cerita nasehat. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka. bahkan Allah menantang pihak lain untuk menciptakan lalat jika mereka mampu. maka peliharalah kami dari siksa neraka. cerita teladan ( 355 ). Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. masih banyak ayat-ayat Al Qur’an lainnya yang menjelaskan bahwa sesungguhnya. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya). tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. tak ada satu pun yang bisa menciptakannya kecuali Allah: “…Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun. Allah menanyakan kepada mereka tentang makhluk ciptaannya. atau Tuhan yang Maha Pencipta: “Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Tapi untuk menciptakan seekor lalat dari tiada menjadi ada serta makhluk yang bisa bereproduksi (beranak-pinak). kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy. dan menundukkan matahari dan bulan.“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat.

Bahkan si kembar Rani-Rano. tak urung ikut menggoda. yang masih es em pe pun. perempuan itu harus agresif. nemu di mana lagi pendapat kayak gitu. keponakannya udah empat!” ”Iya. dasar kembar! *** ”Ajeng…!” . mikirin berkeluarga. Lagi-lagi calon suami yang dibicarakan. adikku. Huhh. Mbak Ajeng sih. Jaman sekarang. Bosan aku. kerjanya belajar ama ngaji melulu!” Rano menimpali kata-kata kembarnya. kaaaan?!?” seru mereka berdua kompak. ikut-ikutan menceramahiku. kuhembuskan nafasku kuat-kuat. Lalu Bambang. ”Udah sana kalian belajar!” hardikku agak keras. yang kuharap bisa menetralisir suasana. sudah dua bulan ini tidak ada topik yang lebih trend di rumah. Mami yang berulang-ulang menasihatiku agar jangan terlalu pilih-pilih tebu. Bayangin. ”Mbak Ajeng kan udah jadi insinyur. selain soal suami. ”Tuh. Rani sama Rano kan udah pengen dipanggil ’Tante dan Oom’. Tika aja yang baru kelas enam. Mbak. Lagian. sudah pengen menimang cucu. udah waktunya dong. Mulai dari Papi yang selalu nyindir. Aku hanya bisa melotot.Calon Buat Ajeng CERPEN: Calon Buat Ajeng Penulis : Asma Nadia ** Calon Suami????!!!!! Pfui.

Mbak nggak pengen gambling. Bang! Habis serumah pada mojokin semua. Sekilas sempat kulihat sosok seorang lelaki. Kesal. Bambang masih cengar-cengir. kenalin dulu. saya sudah coba-coba berbisnis sendiri. dong! Pokoknya kalau nanti Mami nanyain kamu soal Boy. Pelan aku bangkit dari meja belajar. Alhamdulillah! *** Kulihat Bambang tertawa. ”Jadi. Nyari yang shalih sekarang susah. Hebat. Hasilnya lumayan. Iya. Salah-salah pilih. Benar-benar nggak peka nih anak. kok sekarang malah panasan gini? Tenang aja. dunia akhirat!” Sekejap. sabar! Innallaha ma’ashshabirin!” balasnya sambil mengutip salah satu ayat di Al-Quran. sebelum ia kembali menggodaku. Ayo. ”Ada apa. ya! Masih muda sudah jadi Wakil Presiden Direktur. Baru juga ngadepin si Boy. Mami…Mami…! Rasa geliku mendadak hilang. aku keluar. ketika selama dua jam berikutnya aku harus mendengarkan obrolan Mami dengan Si Boi tadi. lagaknya! Batinku menggerutu sendiri. Tak perduli aku yang cuma diam dan sesekali manggut. sih? Biasanya Mbak yang nyuruh aku sabar menghadapi segala sesuatu. Setelah merapikan jilbab. kenalin. .. gumamku dalam hati. Oo…Oo…! Pasti ada yang nggak beres. Tante. “Ajeng. Nggak main-main. Ini Nak Bui…. ya. Astaghfirullah! ”Mbak bingung. Lho. Mi?” tanyaku lunak. Iiih.” ”Boy. Bukan main. Ini tangan kanan Papi di kantor. Mbak. Kupanjatkan syukur yang tak terkira ketika akhirnya Si Boi pulang. Saya bisa jalan-jalan keliling Amerika. ”Mbak Ajeng gimana. kulihat keseriusan di matanya. bahkan Eropa setiap kali holiday!” Hihhh. ”Apa perlu Bambang yang nyariin???!” Lemparan bantalku kembali melayang. mendengar cerita-ceritanya yang melulu berbau luar negeri. Kok bisa sih nggak merasa dicuekin? Tetap aja ngomong. Kedua bola mata Mami tampak bersinar-sinar. selama belajar di Harvard. serius. Kamu ngerti. gemas aku! Terlebih melihat pancaran kagum di wajah Mami. awass kalau kamu setuju!” ancamku serius. kan. Cuma sekejap. duduk di sudut ruangan. Kenapa aku jadi nggak sabaran gini. milih suami itu nggak mudah. resikonya besar.Kudengar panggilan Mami dari depan. Benar saja. Tante!” ”Eh. kok cuma diketawain?!? ”Bang. Boi!” Aku hanya bisa menahan geli. Orang cerita panjang lebar minta advise. kulemparkan bantal ke arahnya. iya.su’udzon! Tapi….

Tak membalas uluran tangan yang diajukannya. Syukur-syukur Ajeng suka. Dua hari kemudian. Tidak. Boleh jadi calon kita ini nggak buat di dunia. ”Junaedi. pikirku. Entah kemana perginya rona merah yang biasa hadir di sana. dan maut. Tanganku masih menengadah. Dia yang menentukan. terima kasih ya Allah. Aku bangun dari tempat tidur. Pokoknya lihat aja dulu. ini bukan nasib buruk!” Bisikku menghibur. pantas saja Papi dan Mami begitu khawatir. Duhh! Lagi-lagi aku cuma bisa manggut-manggut. Baru kusadari. Tapi nggak kampungan. berdoa. untuk satu hari lagi kesempatan beramal dan taubat. ya? Lebih sering mempermasalahkan pernikahan. Selama pembicaraan berikutnya. menjelang tua. who knows?” ujarku optimis. Ada kematian. Bagaimana pun aku harus tetap tawakkal pada Allah. Astaghfirullah! Ishbiri ya ukhti. Kuhapus tetesan air wudhu yang tersisa dengan handuk kecil. Heran. ”Jangan cemas ya ukhti. Panggil aja Juned!” Aku hanya mengangguk. Tanteku itu kembali datang dengan ’balon’nya. ”Tante sih terserah Ajeng. bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu. ada hal lain yang lebih penting. *** Selesai berurusan dengan Mami untuk masalah Boy. Oooohh. Mungkin Allah ingin memberikan yang lebih baik. begini rupanya gadis di penghujung usia dua puluh sembilan? Kuperhatikan bentuk wajahku yang makin tirus. ketika mereka ramai meresahkan calon suami yang tak kunjung datang. Sayup-sayup suara kaset murattal terdengar. untuk tidak lari ke dalam. Hari baru kembali hadir. Sesuatu yang selama ini sering kuucapkan kepada saudaraku muslimah yang lain. Berjodoh di dunia bukanlah satu kepastian yang akan kita raih dalam hidup. Aku tidak ingin menyinggung perasaan Tante Ida. kok. Hanya saja. ”Sebetulnya kita ini lucu. Ya Rabbi. Apalagi beliau bermaksud baik. Kuperhatikan lampu kamar Bambang masih menyala. Mungkin hilang termakan usia. Jodoh. maut yang pasti kita hadapi. asap rokok . isbiri…. lebih pasti. Sudah sulung mereka tak cantik. Jam tiga lebih seperempat. berkali-kali aku harus menahan diri. Tercapai juga niatnya untuk begadang malam ini. Mataku nanar menyaksikan pantulan wajahku di cermin. dua tahun yang lalu. kebiasaan menghadapi ujian dengan pola SKS (Sistem Kebut Semalam) masih membudaya rupanya. saat kudengar azan Subuh berkumandang. Maksud Ajeng. Ajeng Prihartini. yang masih Kau berikan. gantian aku harus menghadapi Tante Ida yang siap mempromosikan calonnya. Bapaknya termasuk juragan kerbau yang paling kaya di Jawa.*** Kriiiiing…!!! Ups.” Kueja namaku sendiri. betapa pucatnya wajah itu. rizki. hal yang belum tentu terjadi. Cepat kuhapuskan pikiran tentang Bambang dan ujiannya. Alhamdulillah. tapi disediakan di surga. Dia anak lurah. Anak kuliahan juga seperti kamu!” promosi Tante Ida bersemangat. lagi! ”Ir. nggak seharusnya membuat kita lupa untuk berpikir positif terhadap Allah. bergulirnya waktu dan usia. kumatikan bunyi weker yang membangunkanku.

Ajeng. masalah posisi telunjuk ketika tahiyat.Juned benar-benar membuatku mual. Maaf ya. Udah ganteng. tampak menemani beliau. ini Ajengnya sudah pulang. beliau beranjak keluar. sedih. perbedaan doa iftitah. Alhamdulillah.” Kontan raut mukaku berubah. pasti tak suruh beli baju yang warna-warnanya cerah. Seorang lelaki berjeans. Soal doa qunut. Aku masih di kamar.” Bayang kekecewaan tampak menghiasi raut muka Tante Ida. nyari yang seperti Juned. Capek rasanya jalan setengah harian. udah ngerepotin.” Bujukan Tante Ida tak mampu menggoyahkanku. ”Maaf ya. Tan…. Malah nggak berhenti-henti. rasanya Ajeng nggak sreg. Terutama asap rokoknya itu. Lho. Putera Pak Camat yang baru lulus dari pondok pesantren di Kalimantan. Tan…. dari satu perpustakaan ke perpustakaan IPB lainnya. Persis lokomotif uap jaman dulu! Dengan berani pula ia mengomentari penampilanku. Habis sebatang. terdesak penumpang yang lain. Risih. Dengan gaya bahasa yang tinggi. ”Assalamu’alaikum!” perasaanku kembali tidak enak. Dia setuju setelah aku janji akan menemaninya mendengar ceramah di Wali Songo. aku mohon diri ke dalam. Saleh bercerita tentang berbagai kitab berbahasa Arab yang telah dia kuasai. dengan sajadah di pundak. dan tidak doyong ke sana ke mari. Selama Saleh berbicara. menyala. sambung sebatang. Dengan masih kecewa. Tanpa menunggu rokok keenamnya habis. aku menunduk terus. hati-hati aku menjawab. Kenalkan. Sempat pula kudengar komentar-komentar mereka yang bernada kecewa. Langkahku lesu menghampiri rumah. Kenapa sih tidak pintar-pintar memilih warna dan mode?! Aku kalau punya isteri. Bisa kurasakan pandangannya yang jelalatan ke arahku. Kereta yang kutumpangi benar-benar penuh. Soalnya Ajeng punya alergi sama asap rokok. *** Siang begitu terik. Jeng. Mana kelihatannya Juned perokok berat. kok malah diam? Maaf Nak Saleh. mematung. Namun buku yang kucari belum juga ketemu. sekarang. ”Bener. Ya Allah. kuminta Rani mendampingiku.” Duhh. Ajeng memang pemalu orangnya. Tak lama kudengar suara Juned pamitan. kuatkan hamba-Mu! Hari berangsur malam. Sempat kudengar Tante Ida berbicara dengan Papi dan Mami. lho. Bukan main. lagi. Nah. Jeng! Hahaha…. melihat Mami yang tidak sendirian. ”Eng…jangan tersinggung ya. dan kopiah di kepala. Kalian pasti bisa bekerja sama mengelola kegiatan masjid di sini. Beragam perasaan bermain di hatiku. Padahal buku itu sangat kuperlukan untuk menghadapi ujian pasca sarjanaku sebentar lagi. Sudah untung bisa berdiri tegak. Sementara itu. pekan depan. Aku suka bingung sendiri ngeliat perempuan yang memakai kerudung. Ajeng…. nih…nggak nyesel? Tante cuma berusaha bantu. hujan turun rintik-rintik. Sia-sia harapanku untuk bisa beristirahat pulang ke Depok. Jangan… jangan…. Ndak apa-apa toh sedikit kelihatan leher atau betis?! Maksudku biar tidak terlihat seperti karung berjalan gitu lho. Seperti yang dipakai artis-artis kita yang beragama Islam itu lho. Susah lho. Sekaligus yang bervariasi. Ajeng juga mesti memikirkan perasaan Mami sama Papi. Lalu ia mulai membahas satu persatu perbedaan pendapat di kalangan umat Islam. dan lain-lain . Mami! Kali ini Mami membiarkanku berdua dengan tamunya itu. Ketika Tante Ida menanyakan pendapatku. dokterandes lagi! Terlebih kamu juga sudah cukup berumur. sini sayang. ”Wa’alaikumussalam. Saleh.

Duhhh. ”Bukan yang namanya Saleh. Tapi bagiku. dan penghargaan masyarakat terhadap orang-orang yang punya kedudukan. hingga Ajeng sulit memahami?” Aku tambah melongo. tentang Islam. dengan makin meributkannya. kamu itu gimana toh? Kata Bambang kamu maunya sama Saleh. Saleh yang mana calon kamu itu?” suara Mami meninggi. yang taat beribadah. Bosnia itu di mana. malah Mami yang marah. itu. waktu aku protes ke Mami. dan bukan malah memperlebar jurang perbedaan. soal calon-calon itu. Tentunya akan lebih baik. yang Ajeng maksudkan adalah penindasan yang terjadi pada saudara-saudara muslim kita di Negara Bosnia. Itu akan membuat sikap tersebut kian membudaya.” ujar Saleh optimis. Awas. Mi. ternyata masih saja ada orang yang meributkan hal-hal yang relatif lebih kecil. Bingung aku. kutahan tawa yang nyaris meledak.yang senada. Ya…jelas penindasan itu tidak bisa dibenarkan. Aku terhenyak. Bosnia yang mana. yang Saleh maksudkan?” tanyaku makin bingung. Yang Islamnya nggak cuma teori. Menurut pendapat dan analisa ane. tanpa diduga. Lucu sekali.” ulasnya panjang lebar. lalu…. yang nanya kok malah bingung?! Yang ane bicarakan tadi ya tentang Bosnia. ”Ngomong-ngomong. sambil mempermainkan kerudung pink-nya. Ajeng juga . Bambang yang duduk di kursi makan tersenyum simpul. ”Bukan. Betul bahwa semuanya harus kita ketahui. kan maksud Ajeng?!!” Ufh. kamu bilang bukan yang seperti itu yang kamu inginkan. seperti hendak menawar barang dagangan. usia Ajeng sudah jauh dari cukup. ”Bukan itu. Tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan keadilan. Cukuplah bahwa masing-masing berpegang pada sunnah Rasulullah. aku tidak begitu setuju dengan caranya. ”Saya…saya tidak paham apa yang Saleh maksudkan. Sudah saatnya pola sikap ngebos. Pas Mami temuin. Gantian aku yang bingung. Boss-Mania. ”Lha. Agar tidak berlebihan. Dari sudut mataku. Terus terang. kulihat Rani pringas-pringis menahan geli. Orang yang punya pemahaman paling tidak mendekati menyeluruhlah. Ajeng tahu. Jadi sebenarnya. ”Lho. Yang nggak jelalatan memandang Ajeng terus-terusan dari ujung jilbab sampai kaos kaki. diarahkan sewajarnya. ”Oooh. ”Kenapa? Apa karena bahasa yang ane gunakan terlalu tinggi atau bagaimana. ”Ooooh. jika kita justru berusaha mencari titik temu atau persamaan. sih?” Tawa Rani meledak. kasus Bosnia itu bagaimana?” tanyaku mengalihkan perhatian. Ane sangat tidak setuju. yang itu. Ajeng ingin orang yang saleh.” ujarku sedikit gagap. Mami!!! *** Malamnya.” aku berusaha menjelaskan dengan sabar. Tampak Saleh manggut-manggut. dan melupakan masalah lain yang lebih besar. ”Kalau menurut Saleh. tapi ada bukti. hanya akan memperuncing perbedaan yang ada. kamu de’! Bisikku gemas. tidak seharusnya masalah Bosnia itu digembar-gemborkan. ini….

Sebentar lagi.” suara Mami lirih. Juned. Tiga puluh tahun sudah. Aku yakin ketidakhadiranmu semata-mata karena kesibukan dakwah yang ada. Belum lama ini aku juga mengambil kursus jahit dan memasak. sayang…. dan memberikan berbagai ceramah di beberapa kampus dan masjid. Kuraih pena. Kita memang harus berusaha. Aku masih ingin menenangkan diri dulu. ”Dari siapa? Kalau dari Anto Boy. Permasalahan yang menimpa kaum muslimin begitu banyak. Kesemuanya membentuk satu daftar panjang dalam agenda kita. Alhamdulillah. Baru sedikit itulah. sekarang aku lebih bisa berkonsentrasi untuk menulis. dan punya anak?” lanjutku hampir menangis. tidak ada panggilan lanjutan dari Rano. Mami mesti mengakui. yang bisa kulakukan sebagai perwujudan syukurku atas nikmat-Nya yang tak terhitung. Aku maklum. memelukku makin erat. *** Kesibukanku menulis diary terhenti. ”Tapi…. Mami tidak lagi menyodorkan calon-calonnya. menepuk-nepuk pundakku. namun tidak akan pernah memudarkan ghirah Islamiah yang ada. Dengan hati seringan kapas. harus pulang dengan kecewa karena promosi dibatalkan. Diraihnya aku ke dalam pelukannya. Tolong Mami bantu Ajeng agar bisa tetap sabar. bila sampai detik ini kau belum juga hadir. Mudah-mudahan aku bisa tetap istiqamah di jalan-Nya. Perempuan mana sih. Papi turut menghampiri. yang tidak ingin berkeluarga. yang hanya . Tolong Ajeng. atau Saleh. Biar Ajeng mesti nunggu sampai tua.pengen segera menikah. Calon suamiku…. Hening. kini sudah tersaingi. Aku lega. satu embel-embel gelar kembali menghiasi namaku. Jangan menyudutkan Ajeng. sejak kejadian malam itu. Mbak nggak mau terima!” balasku agak keras. Didin. aku mulai menulis: Kepada Calon Suamiku…. ”Mbak Ajeng…telepon tuh!” pekik Rano keras. Mi…tolong!” Kusaksikan mata Mami berkaca-kaca. Rani dan Reno terdiam di kursinya. tetap tawakkal sama Allah. Ajeng siap. Kuharap. sebelum menanyakan kesediaanku. ”Maafin Mami. perlahan topik trend kami bergeser. tahun-tahun yang berlalu. Satu kerja mulia. bahwa kemahirannya di dapur. Dengan besar hati pula. Alhamdulillah. tapi jangan memaksakan diri. Ujian pasca sarjanaku sudah selesai. Beberapa Oom dan Tante yang datang. Usiaku hari ini bertambah setahun lagi. Berdua kami berisakan. Daripada bersuamikan orang yang akhlaknya tidak Islami. Alhamdulillah. tolong. meski memudarkan keremajaanku.

”Assalamu’alaikum. padahal kita tidak dalam keadaan jihad di jalan-Nya. Jika Dia senantiasa memberikan rizki. maka datanglah.” Masya Allah! Aku masih melongo. yang dipanggil Syahril tetap menunduk. Calon suamiku…. kok malah nunduk?” suara ngebas Papi kembali terdengar. Namun jika engkau memang disediakan untukku di dunia ini. Sesudah itu…mudah-mudahan kita bisa jihad bareng…. kamu??? * *** . tersipu. khitbahnya bisa dilaksanakan besok. Aku menoleh sesaat. Tak usah kau cemaskan soal kuliah yang belum selesai. Lho. Bambang berdiri dengan senyum khasnya. Tapi. di manapun engkau berada. melirikku. Kulihat Papi tersenyum lebar. sahabat Papi sejak jaman revolusi dulu. Jeng…puteranya Mas Wismoyo. Insya Allah. Calon Suamiku. sih? ”Syahril… Nama saya Syahril. ”Apa. apakah…apakah…ini. Pena yang kugenggam jatuh. ”Nah. Masya Allah. yang akan menjadi nilai plus di hadapan Allah (semoga). sekaligus Ass Dos-nya Bambang di FISIP. Nak Syahril. dengan wajah tertunduk. ”Ajeng…!” Hampir aku terjatuh. Di belakangnya. yang berdiri tak jauh dari Papi. ”Ayo. Sekilas mataku menyapu bayangan seorang lelaki berkaca mata. atau pekerjaan yang masih sambilan. doaku selalu menyertai usahamu.khitbah? Ngelamar. Adinda NB: Ngomong-ngomong. Insya Allah. nama kamu siapa. Wassalam. Kalau Ajeng setuju. Rasa-rasanya kudengar satu suara. aku melangkah ke depan. Aku masih terpana. ini yang namanya Ajeng. lalu bagaimana mungkin Allah akan menelantarkan kita. iman akan menjawab segalanya. terpana. tetap tak ada uluran tangan. hal itu akan membuat penantian ini seakan tidak pernah ada. Sebelum aku sempat menyibak tirai yang membatasi ruang makan dengan ruang tamu. “Insya Allah. Baru lulus ya Nak?” Syahril mengangguk. kudengar suara Papi memanggilku. Insya Allah. rapat ke dada. bila kau sudah siap untuk menambah satu amanah lagi dalam kehidupan ini. kenalkan. sedangkan kita senantiasa berjihad di sabil-Nya?! Banyaklah berdoa. Jeng …. Sedikit berjingkat. Ini lho.sedikit orang terpanggil untuk ikut merasa bertanggung jawab. saking tergesanya menghampiri beliau. salaman..” Deg! Aku tersentak. hari ini saya akan berta’aruf dengan Ajeng.” Agak samar kudengar kalimatnya yang terakhir. Ajeng. Saya Syahril. Puteri sulung Oom. Tawa Papi makin lebar. Percayakan semuanya pada Allah. calon suamiku…eng…engng…ups. ya…??” Aku mengangguk pendek.

. tetapi kenyataannya banyak muslimah yang kesulitan mencari pendamping yang mempunyai tujuan yang sama..solusinya. Sumber : Majalah Annida. cerita teladan ( 355 ).  erva kurniawan 1:13 am pada 3 Mei 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 )..? tingkatkan kegiatan Rohis di sekolah dan Universitas dan buat kegiatan yang menarik.. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Di Atas Sajadah Cinta . kisah teladan ( 352 ).. so. No. cerita nasehat..Pemenang Harapan I LMCPI Annida.para ikwan. karena sedikitnya jumlah remaja putra yang rajin mencari ilmu agama. • sylvia 8:06 am pada 12 Mei 2011 Permalink Subhanallah. kisah islami ( 268 ).. 12 1415 H/1994 M • annisa 2:55 pm pada 11 Mei 2011 Permalink walaupun hanya cerita.mantap ceritanya :D • asfi 6:57 am pada 28 Mei 2011 Permalink ceritanya nyentuh banget….

Hatinya bergetar hebat. Kedua matanya memandang teguh ke tempat sujud. Ia merasakan kesejukan dan kebahagiaan. Neraka bagaikan menyala-nyala dihadapannya. karena kezuhudannya meskipun ia masih muda. seorang pemuda berdiri tegap menghadap kiblat.CERPEN: Di Atas Sajadah Cinta Penulis: Habiburrahman El Shirazy KOTA KUFAH terang oleh sinar purnama. *** . Saat itu masjid adalah pusat peradaban. tubuh pemuda itu bergetar hebat. Air matanya mengalir deras. Tatkala sampai pada surat Asy Syams. Hati dan seluruh gelegak jiwanya menyatu dengan Tuhan. Setiap kali sampai pada ayat-ayat azab. Ataukah golongan yang mengotori jiwanya? Dia termasuk golongan yang beruntung. beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. sesungguhnya. Tubuhnya berguncang. Di serambi masjid Kufah. untuk ibadah dan menuntut ilmu pada ulama terkemuka kota Kufah. Apakah dia termasuk golongan yang mensucikan jiwanya. Namun geliat hidup kota Kufah masih terasa. wa qad khaaba man dassaaha …” (maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketaqwaan. Sebagian rumah telah menutup pintu dan jendelanya. dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya …) Hatinya bertanya-tanya. pusat pendidikan. embun sejuk dari langit terasa bagai mengguyur sekujur tubuhnya. Orang-orang memanggilnya “Zahid” atau “Si Ahli Zuhud”. Akhirnya ia pingsan. Semilir angin yang bertiup dari utara membawa hawa sejuk. Ia bagai mencium aroma wangi para bidadari yang suci. pusat informasi dan pusat perhatian. Bibirnya bergetar melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Pencipta alam semesta. Sebagian besar waktunya ia habiskan di dalam masjid. Dia dikenal masyarakat sebagai pemuda yang paling tampan dan paling mencintai masjid di kota Kufah pada masanya. ia menangis. qad aflaha man zakkaaha. Pemuda itu terus larut dalam samudera ayat Ilahi. Namun jika ia sampai pada ayat-ayat nikmat dan surga. “fa alhamaha fujuuraha wa taqwaaha. ataukah yang merugi? Ayat itu ia ulang berkali-kali.

Di ruangan tengah.” “Tapi. tak jauh dari pasar Kufah. di sebuah tenda mewah. Wajahnya yang putih susu tampak kemerahan terkena sinar yang terpancar bagai tiga lentera yang menerangi ruangan itu. Memang sudah saatnya dia menikah. kedua orangtuanya menyungging senyum mendengar syair yang didendangkan putrinya. “Ayo bangun. kau terima atau…?” “Ya jelas langsung aku terima. Gadis itu terus menari sambil mendendangkan syairsyair cinta. Kau dengarkanlah baik-baik syair-syair yang ia dendangkan. Yasir. Yasir!” “Baiklah. tampak seorang gadis jelita sedang menari-nari riang gembira.” “Bagaimana.” *** Pada saat yang sama. Tak jauh darinya seorang penari melenggak lenggokan tubuhnya diiringi suara gendang dan seruling. “Be…benarkah?” “Benar. Hatinya berbunga-bunga. Dia ‘kan masih kerabat sendiri dan kita banyak berhutang budi padanya. Di samping itu Yasir itu gagah dan tampan. Seorang pemuda tampan dikelilingi oleh teman-temannya. Lampu-lampu yang menyala dari kejauhan tampak berkerlap-kerlip bagai bintang gemintang. engkau tentu tahu bahwa Yasir itu pemuda yang tidak baik. Kebetulan tadi siang di pasar aku berjumpa dengan Abu Yasir. Dia penari tercantik kota ini. Sang ibu berkata. itu syair-syair cinta. “in kuntu ‘asyiqatul lail fa ka’si musyriqun bi dhau’ wal hubb al wariq …” (jika aku pencinta malam maka gelasku memancarkan cahaya dan cinta yang mekar …) *** Gadis itu terus menari-nari dengan riangnya. Rumah itu milik seorang saudagar kaya yang memiliki kebun kurma yang luas dan hewan ternak yang tak terhitung jumlahnya. di pinggir kota tampak sebuah rumah mewah bagai istana. Ayo cepatlah. Nanti jika sudah beristri Afirah. Dia melamar Afirah untuk putranya. dia pasti juga akan tobat! Yang penting dia kaya raya.” . Kecantikannya sungguh memesona.” “Ya. Jangan kau sia-siakan kesempatan ini.” “Ah. itu gampang. putri kita sudah menginjak dewasa.” “Tapi bukankah lebih baik kalau minta pendapat Afirah dulu?” “Tak perlu! Kita tidak ada pilihan kecuali menerima pinangan ayah Yasir. “Abu Afirah. Dialah yang dulu menolong kita waktu kesusahan.Sementara itu. Yasir. Dalam salah satu kamarnya. Penari itu mengerlingkan matanya padamu!” bisik temannya. Pemuda yang paling cocok untuk Afirah adalah Yasir. Bersenang-senang dengannya memang impianku.

Mukanya tertutup cadar hitam. Zahid berjalan melewati kebun kurma yang luas. Keduanya terus menari dan menari. Abu Afirah. Apa yang harus ia perbuat. berhentilah dengan izin Allah!” Bagai pasukan mendengar perintah panglimanya. “Toloong! Toloong hentikan kudaku ini! Ia tidak bisa dikendalikan!” Mendengar itu Zahid tegang. Ia hendak menjenguk saudaranya yang sakit. Ia menghentikan langkahnya. *** Keesokan harinya. Tatkala kuda itu sudah sangat dekat ia mengangkat tangan kanannya dan berkata keras. “Hai kuda makhluk Allah. Aroma arak menyengat nurani. Usai shalat dhuha. kuda itu meringkik dan berhenti seketika. Perempuan yang ada dipunggungnya terpelanting jatuh. Zahid mendekati perempuan itu dan menyapanya. Ia terus melangkah menapaki jalan yang membelah kebun kurma itu. Dan matanya dengan jelas bisa menangkap penunggang kuda itu adalah seorang perempuan. Dua matanya yang bening menatap Zahid. Ia sempatkan ke pasar sebentar untuk membeli anggur dan apel buat saudaranya yang sakit. Keduanya benar-benar hanyut dalam kelenaan. Cepat-cepat ia menenangkan diri dan membaca shalawat. “Assalamu’alaiki. Ia berdiri tegap di tengah jalan. . Suara seorang perempuan. Kau tidak apa-apa?” Perempuan itu mengaduh. Ia berjalan dengan hati terus berzikir membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Sang penari mengulurkan tangan kanannya dan Yasir menyambutnya. Ia terus berjalan dan titik hitam itu semakin membesar dan mendekat. “Toloong! Toloong!!” Suara itu datang dari arah penunggang kuda yang ada jauh di depannya. Tibatiba dari kejauhan ia melihat titik hitam. Hati dan pikiran jadi mati. Perempuan itu mengaduh. Suara gendang memecah hati. “Apakah Anda punya waktu malam ini bersamaku?” Yasir tersenyum dan menganggukan kepalanya. Irama seruling melengking-lengking. Lalu sayup-sayup telinganya menangkap suara. Keduanya lalu menari-nari diiringi irama seruling dan gendang. Matanya lalu menangkap di kejauhan sana perlahan bayangan itu menjadi seorang sedang menunggang kuda. Kuda itu berlari kencang. Penunggang kuda itu semakin jelas. Sementara kuda itu semakin dekat dan tinggal beberapa belas meter di depannya. Zahid meninggalkan masjid menuju ke pinggir kota. Dengan sedikit merintih ia menjawab pelan. “Toloong! Toloong!!” Suara itu semakin jelas terdengar. Dengan gerakan mesra penari itu membisikkan sesuatu ketelinga Yasir.Yasir lalu bangkit dari duduknya dan beranjak menghampiri sang penari. Saudaranya pernah bercerita bahwa kebun itu milik saudagar kaya.

Pikirannya bingung. namaku Afirah. “Innalillah. Ayah pasti akan senang dengan kehadiranmu. Itu mungkin Zahid yang lain. aku tidak akan memberi jalan!” Terpaksa Zahid menerima sapu tangan itu.” kata Zahid sambil membalikkan badan. Dan sebagai ucapan terima kasih aku mau menghadiahkan ini. “Tidak usah. Syaraf dan ototnya terasa dingin semua.” “Syukurlah kalau begitu. *** Saat malam datang membentangkan jubah hitamnya. Matanya berkaca-kaca.” “Jadi. Tak ayal matanya menatap wajah putih bersih memesona. Terang saja Zahid gelagapan. Zahid melangkahkan kedua kakinya melanjutkan perjalanan. sementara gemuruh hati Zahid tak kalah hebatnya. Menyadari hal itu Zahid menundukkan pandangannya ke tanah. Sesaat lamanya keduanya beradu pandang. Afirah terpekur di kamarnya. Hatinya basah. Apa yang menimpa dirinya. dari mana dan mau ke mana Tuan?” Zahid mengangkat mukanya. Astagfirullah. Zahid tersadar.” Dua mata bening di balik cadar itu terus memandangi wajah tampan Zahid. saya ucapkan terima kasih. Seumur hidup ia belum pernah menghadapi situasi seperti ini. kaukah Zahid yang sering dibicarakan orang itu? Yang hidupnya cuma di dalam masjid?” “Tak tahulah. Angin sejuk dari utara semilir mengalir.” Gadis itu lalu mengulurkan tangannya memberi sapu tangan hijau muda. Mungkin terkilir saat jatuh. “Tunggu dulu Tuan Zahid! Kenapa tergesa-gesa? Kau mau kemana? Perbincangan kita belum selesai!” “Aku mau melanjutkan perjalananku!” Tiba-tiba gadis itu berlari dan berdiri di hadapan Zahid. Dan rumahku ada di sebelah selatan kebun ini. Wajah bersih Zahid . Inilah untuk pertama kalinya ia menatap wajah gadis jelita dari jarak yang sangat dekat. “Tuan. Jika kau mau silakan datang ke rumahku. Sang gadis terpesona oleh ketampanan Zahid. Gadis itu lalu minggir sambil menutup kembali mukanya dengan cadar. Ia lalu melangkah. Hatinya bergetar hebat. Hanya saja tangan kananku sakit sekali.“Alhamdulillah. “Tuan aku hanya mau bilang. ia membuka cadarnya. Tanpa sepengetahuan Zahid. Kalau boleh tahu siapa nama Tuan. “Namaku Zahid. kota Kufah kembali diterangi sinar rembulan. Hatinya bergetar hebat menatap aura kecantikan gadis yang ada di depannya. tidak apa-apa.” gemuruh hatinya. Dan tampaklah wajah cantik nan memesona. ia cepat-cepat menundukkan kepalanya. Gadis itu tersenyum dengan pipi merah merona.” “Terimalah. aku dari masjid mau mengunjungi saudaraku yang sakit. Sejak kejadian tadi pagi di kebun kurma hatinya terasa gundah. Kebun ini milik ayahku. tidak apa-apa! Kalau tidak Tuan terima. Perempuan itu perlahan bangkit.

Wajah yang tampan bercahaya dan bermata teduh itu hadir di pelupuk matanya. tak aku pungkiri aku jatuh hati pada hamba-Mu yang bernama Zahid. Juga terasa sejuk di dalam hati. Saat ini hamba sangat lemah berhadapan dengan daya tarik wajah dan suaranya Ilahi. Beberapa orang tampak tengah asyik beribadah bercengkerama dengan Tuhannya. izinkanlah aku mencintainya. Ya Rabbi. Ia belom shalat tahajjud. “Inikah cinta? Beginikah rasanya? Terasa hangat mengaliri syaraf. Aura kecantikan Afirah bercokol dan mengakar sedemikian kuat dalam relung-relung hatinya. “Ah sapu tanganku ada padanya. Dan rasa tidak ingin kehilangannya. Ia teringat sapu tangan yang ia berikan pada Zahid.bagai tak hilang dari pelupuk matanya. Semua bercampur dan mengalir sedemikian hebat dalam relung hatinya. Biasanya ia sudah membaca dua juz dalam shalatnya. dan segala keindahan semesta. “Ilahi. Suatu hari ia akan datang kemari. tuntunlah langkahku pada garis takdir yang paling Engkau ridhai. Tiba-tiba ia tersenyum. Hatinya yang dipenuhi gelora cinta terus ia paksa untuk menepis noda-noda nafsu. Rasa cinta dan rindu-Nya pada Afirah. hatiku ini tak mampu mengusir pesona kecantikan seorang makhluk yang Engkau ciptakan. cinta. jangan kau gantikan bidadariku di surga dengan bidadari dunia. Aura itu selalu melintas dalam shalat. hamba lemah maka berilah kekuatan!” .” Air matanya terus mengalir membasahi pipinya. Anehnya. baca Al-Quran dan dalam apa saja yang ia kerjakan. Ia tersentak kaget. kasihanilah hamba-Mu yang lemah ini. Ia menangisi hilangnya kekhusyukan hatinya dalam shalat. ia menyesal. Ia juga menyaksikan wibawanya. Ilahi. Namun Engkau juga tahu. Ia telah mencoba berulang kali menepis jauh-jauh aura pesona Afirah dengan melakukan shalat sekhusyu’-khusyu’-nya namun usaha itu sia-sia. Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta. Dan inilah untuk pertama kalinya aku terpesona pada seorang pemuda. Dalam hati ia berkata. Rasa takut akan azab-Nya. Ia pasti juga mencintaiku. “Ilahi. *** Sementara itu di dalam masjid Kufah tampak Zahid yang sedang menangis di sebelah kanan mimbar. Aku serahkan hidup matiku untuk-Mu. Tadi pagi ia menatap wajahnya dan mendengarkan tutur suaranya.” Hatinya berbunga-bunga. Hatinya merasakan aliran kesejukan dan kegembiraan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Aku tak ingin kehilangan cinta-Mu. Ia menangis. Dalam puncak munajatnya ia pingsan. Zahid terus meratap dan mengiba. Engkau Mahatahu atas apa yang menimpa diriku. Pandangan matanya yang teduh menunduk membuat hatinya sedemikian terpikat. berilah padaku cawan kesejukan untuk meletakkan embun-embun cinta yang menetes-netes dalam dinding hatiku ini. Rasa cintanya pada Tuhan. Tiba-tiba air matanya mengalir deras. Pembicaraan orang-orang tentang kesalehan seorang pemuda di tengah kota bernama Zahid semakin membuat hatinya tertawan.” Isak Zahid mengharu biru pada Tuhan Sang Pencipta hati. Ilahi. semakin ia meratap embun-embun cinta itu semakin deras mengalir. Ya Rabbi. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Sejak ia bertemu dengan Afirah di kebun kurma tadi pagi ia tidak bisa mengendalikan gelora hatinya. ia terbangun. Menjelang subuh.

Di dalam sujudnya ia berdoa. Dari bibirnya terucap kalimat tasbih. *** Zahid kembali ke masjid dengan kesedihan tak terkira.” *** Pagi hari. Sang ayah diam sesaat. aku pun mengalami hal yang sama. kau datang terlambat. Amin. Kaulah cintaku yang pertama. Dan kuingin kaulah pendamping hidupku selama-lamanya. usai shalat dhuha Zahid berjalan ke arah pinggir kota. Rasa cinta Afirah yang tak kalah besarnya membuatnya menulis sebuah surat pendek. dan aku telah menerimanya. Ia pun pingsan saat itu juga. Zahid. Ia mohon diri dengan mata berkaca-kaca. Mereka sangat senang dengan kunjungan Zahid yang sudah terkenal ketakwaannya di seantero penjuru kota. Apa yang ia dengar dari ayah Afirah membuat nestapa jiwanya. yaitu melamar Afirah. Afirah sudah dilamar Abu Yasir untuk putranya Yasir beberapa hari yang lalu. cinta-Mu. Amin. Rasa cinta itulah yang membuatmu sakit dan menderita saat ini. rahmat-Mu. Keheningan mencekam sesaat lamanya. Afiah keluar sekejab untuk membawa minuman lalu kembali ke dalam. jika boleh hamba titipkan rasa cinta hamba pada Afirah pada-Mu. Zahid mengutarakan maksud kedatangannya. Zahid menundukkan kepala ia pasrah dengan jawaban yang akan diterimanya. Sementara Afirah. Sementara Afirah menanti dengan seksama jawaban ayahnya.Ia lalu bangkit. Suhu badannya sangat panas. ======================================= Kepada Zahid. Di sana ia disambut dengan baik oleh kedua orangtua Afirah. Tujuannya jelas yaitu melamar Afirah. Ia pun jatuh sakit. hamba mohon ridha-Mu dan surga. Ia tidak bisa menyembunyikan irisan kepedihan hatinya. hamba terlalu lemah untuk menanggung-Nya. Aku tahu kau selalu menyebut diriku dalam mimpi dan sadarmu. Berkali-kali ia pingsan. “Ilahi. Kalau kau mau. Keimanan dan ketakwaan Zahid ternyata tidak mampu mengusir rasa cintanya pada Afirah. tahlil. Lalu terdengarlah jawaban ayah Afirah. Ilahi lindungi hamba dari murkamu dan neraka. Angin pun meniupkan kabar ini ke telinga Afirah. Ilahi. dan ridha-Mu. Maafkan aku. Ilahi. lebih tragis keadaannya. Hatinya mantap untuk melamarnya. Ketika keadaannya kritis seorang jamaah membawa dan merawatnya di rumahnya. Assalamu’alaikum Aku telah mendengar betapa dalam rasa cintamu padaku. hamba memohon ampunan-Mu. Jantungnya nyaris pecah mendengarnya. Aku tawarkan dua hal padamu untuk mengobati rasa . Ia mengambil nafas panjang. istigfhar dan … Afirah. Amin. Dari balik tirai ia mendengarkan dengan seksama pembicaraan Zahid dengan ayahnya. wudhu.” Zahid hanya mampu menganggukan kepala. Kabar tentang derita yang dialami Zahid ini tersebar ke seantero kota Kufah. Kedua kakinya seperti lumpuh seketika. dan shalat tahajjud. Tak bisa kuingkari. Ia sudah mengerti dengan baik apa yang didengarnya. Amin. “Anakku Zahid. Ia sering mengigau.

yaitu hidayah.haus kita berdua. Namun aku sangat yakin dengan firmannya : “Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik. Inilah yang kudamba. Pertama. Namun sakit dan deritaku ini tidaklah semata-mata karena rasa cintaku padamu. Ia menangis bukan karena kecewa tapi menangis karena menemukan sesuatu yang sangat berharga. Ia menarik nafas panjang dan beristighfar sebanyak-banyaknya. Dan meminta jawaban Zahid saat itu juga. Bukan sebuah cinta yang menyeret kepada kenistaan dosa dan murka-Nya. Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka. semoga bisa jadi pelipur lara dan rindumu. Az Zumar : 13 ) Afirah.” Karena aku ingin mendapatkan seorang bidadari yang suci dan baik maka aku akan berusaha kesucian dan kebaikan. Salamullahi’alaiki. Ia berpaling dari dunia dan menghadapkan wajahnya sepenuhnya untuk akhirat. dan menangis di tengah malam memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Afirah. Setelah tahu isinya seluruh tubuhnya bergetar hebat. aku akan datang ke tempatmu dan kita bisa memadu cinta. Allah akan memberikan jalan keluar. Jika kita terus bertakwa. dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Benar aku sangat mencintaimu. Bukan air timah dari neraka. Wassalam Afirah ======================================= Surat itu ia titipkan pada seorang pembantu setianya yang bisa dipercaya. Zahid ======================================= Begitu membaca jawaban Zahid itu Afirah menangis. Atau kau datanglah ke kamarku. Dengan hati berbunga-bunga Zahid menerima surat itu dan membacanya. Ia berpesan agar surat itu langsung sampai ke tangan Zahid. Sakitku ini karena aku menginginkan sebuah cinta suci yang mendatangkan pahala dan diridhai Allah ‘Azza Wa Jalla’. Aku ingin mengobati kehausan jiwa ini dengan secangkir air cinta dari surga. Pertemuan dan percintaannya dengan seorang pemuda saleh bernama Zahid itu telah mengubah jalan hidupnya. Kedua tawaranmu itu tak ada yang kuterima. Sejak itu ia menanggalkan semua gaya hidupnya yang glamor. Hari itu juga surat Afirah sampai ke tangan Zahid. “Inni akhaafu in ‘ashaitu Rabbi adzaaba yaumin ‘adhim!” ( Sesungguhnya aku takut akan siksa hari yang besar jika aku durhaka pada Rabb-ku. Afirah. Afirah. Selanjutnya Allahlah yang menentukan. Sorban putih pemberian Zahid ia jadikan sajadah. tempat dimana ia bersujud. Tidak boleh ada orang ketiga yang membacanya. . Hanya kepada Allah kita serahkan hidup dan mati kita. Dan aku ingin mendamba yang sama. dan laki-laki yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula). akan aku tunjukkan jalan dan waktunya. Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (yaitu surga). Tidak mudah meraih cinta berbuah pahala. Dengan berlinang air mata ia menulis untuk Afirah : ======================================= Kepada Afirah. Tak ada yang bisa aku lakukan saat ini kecuali menangis pada-Nya. Wassalam. Bersama surat ini aku sertakan sorbanku.

Wassalam. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Afirah ======================================= Seketika itu Zahid sujud syukur di mihrab masjid Kufah. cerita nasehat. Pesantren Basmala Indonesia 3. Dialah Tuhan yang memberi jalan keluar hamba-Nya yang bertakwa. Penerbit Republika 2. Bunga-bunga cinta bermekaran dalam hatinya. kisah teladan ( 352 ). Allah Maha Rahman dan Rahim. Tiada henti bibirnya mengucapkan hamdalah. Penerbit: 1. Cepatlah kau datang melamarku. yaitu cinta kepada Allah SWT. Hari ini ayahku memutuskan tali pertunanganku dengan Yasir. MD Entertainment Cetakan VII. Keduanya benar-benar larut dalam samudera cinta kepada Allah SWT. Beliau telah terbuka hatinya. *** Diambil dari buku dengan judul yang sama karya Habiburrahman El Shirazy. kisah islami ( 268 ). Juni 2006  erva kurniawan 1:27 am pada 25 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Hal yang sama juga dilakukan Zahid di masjid Kufah. Assalamu’alaikum. Segala puji bagi Allah. Dan kita laksanakan pernikahan mengikuti sunnah Rasululullah SAW. Beberapa bulan kemudian Zahid menerima sepucuk surat dari Afirah : ======================================= Kepada Zahid. cerita teladan ( 355 ). Di atas sajadah putih ia menemukan cinta yang lebih agung dan lebih indah.Siang ia puasa malam ia habiskan dengan bermunajat pada Tuhannya. Secepatnya.

Imam Syafi’i pergi ke tempat Bani Hudzail dengan tujuan untuk belajar kepada mereka. Palestina. sungguh aku menyayangkanmu. Dan suatu sifat dari Imam Safi’i adalah. Demikian pula jika ada orang yang membacakan buku dihadapan Imam Syafi’i. maka beliau disuruh melanjutkan membaca. lalu beliau mendengarkannya. . secara spontan beliau dapat menghafalnya. Bani Hudzail adalah Kabilah yang paling fasih dalam berbahasa Arab. Sesampainya di Madinah Imam Malik bertanya : “Siapa namamu?”. sehingga beliau hanya dipelihara oleh ibunya yang berasal dari Qabilah Azad dari Yaman. Imam Malik Berkata lagi : “Wahai Muhammad bertaqwalah kepada Allah dan jauhilah laranganNya maka engkau akan menjadi orang yang disegani di kemudian hari”. Pada usia 7 tahun beliau telah menghafal Al Qur’an. Setelah beberapa tahun di Makkah. engkau sungguh fasih dalam berbahasa Arab. otakmu juga cerdas. Beliau tinggal di tempat Bani Hudzail selama 17 tahun.” Imam Syafi’i : “Dimana aku harus belajar?” Mas’ab bin Abdullah pun menjawab : “Pergilah ke Malik bin Anas”. Oleh karena itu ibunya berpendapat agar sebaiknya beliau (yang ketika itu masih kecil) dipindahkan saja ke Makkah (untuk hidup bersama keluarga beliau disana). Diwaktu kecil Imam Syafii hidup dalam kemiskinan dan penderitaan sebagai anak yatim dalam “dekapan” ibundanya . Ditempat ini beliau beliau banyak menghafal sya’irsya’ir. Maka beliau pergi ke Madinah untuk menemui Imam Malik.Imam Syafii Nama lengkap beliau adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris. dan ayahnya meninggal ketika masih bayi. jika beliau melihat temannya diberi pelajaran oleh gurunya. memahami secara mendalam sastra Arab dan berita-berita tentang peristiwa yang dialami oleh orang-orang Arab dahulu. alangkah baiknya seandainya engkau menguasai ilmu Fiqih sebagai kepandaianmu. Mas’ab bin Abdullah berkata : “Wahai Abu Abdullah (yaitu Imam Syafi’i). Sehingga kata gurunya : “Engkau tak perlu belajar lagi di sini (lantaran kecerdasan dan kemampuan beliau untuk menyerap dan menghafal ilmu dengan hanya mendengarkan saja)”. karena Imam Malik merasa kagum akan kefasihan beliau dalam membacanya. Maka ketika berusia 2 tahun beliau dibawa ibundanya pindah ke Makkah. Imam Syafi’i rahimahullah dilahirkan bertepatan dengan meninggalnya Imam Abu Hanifah oleh karena itu orang-orang berkata : “telah meninggal Imam dan lahirlah Imam”. Beliau dilahirkan di Gaza. Pada suatu hari beliau bertemu dengan Mas’ab bin Abdullah bin Zubair yang masih ada hubungan famili dengan beliau. “Muhammad” jawabku. maka pelajaran yang dipelajari oleh temannya itu dapat beliau pahami. tahun 150 H. Esoknya beliau membaca al Muwaththa’ bersama Imam Malik tanpa melihat buku yang dipegangnya.

Al Muwaththa’ adalah kitab karangan Imam Malik yang dibawa beliau dari seorang temannya di Mekkah. sementara usianya hampir sama dengan kita? Apakah aku tidak merugi seandainya meninggalkan Ibnu Uyainah dan Mugni?”. Abu Isma’il At Tarmudzi juga berkata : “Aku perna mendengar Ishak bin Rahawih berceritra : “ketika kami berada di Makkah Imam Bin Hambal rahimahullah. (shahih sunan Abu daud hadits no : 4291) Kemudian Imam Ahmad bin Hambal menambahkan dengan berkata : “Umar bin Abdul Aziz adalah orang yang pertama dan mudah-mudahan Imam Syafi’i adalah yang kedua”. dan setelah itu kembali lagi ke Baghdad kemudian ke Mesir. Sebagaimana yang telah diketahui tentang perjalanannya dari Mekkah ke Bani Hudzail. Kunjungan Imam Syafi’i Keberbagai Tempat Sudah menjadi kebiasaan ulama’-ulama’ pada masa Imam Syafi’i yaitu berkunjung ke berbagai negeri untuk menimba ilmu di tempat tersebut. dan setelah meninggalnya Imam Malik beliau pergi keYaman dan selanjutnya pergi ke Baghdad dan kembali ke Madinah . Mas’ab bin Abdullah Az Zubairi berkata : “Aku belum pernah melihat seseorang yang lebih mengetahui peristiwa tentang orang-orang Arab dahulu seperti Imam Syafi’i”. kemudian kembali ke Mekkah dan perjuangannya untuk menemui Imam Malik. berkata kepadaku : “Wahai abu Ya’kub belajarlah kepada orang ini ”Seraya memandang Imam Syafi’i””. Imam Ahmad pun menjawab : “Celaka engkau! Ilmu orang-orang itu dapat engaku tinggalkan tapi Ilmu orang ini tidak dapat”. Kesederhanaan Dan ketaatan Imam Syafi’i Pada Kebenaran Al Imam Syafi’i rahimahullah terkenal akan kesederhanaan dan (ketaatan) dalam menerima kebenaran. Imam Ahmad Bin Hambal berkata tentang gurunya Imam Syafi’i rahimahullah telah diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Inna Allaha yub’astu lihadzihil ummah ‘ala ra’si kulla miati sanatin man yujaddidu laha diinaha” “Sesungguhnya Allah swt mengutus (mengirim) seseorang kepada umat ini setiap seratus tahun untuk memperbarui urusan agamanya”. urudh dan syai’r sampai waktu dhuhur”. Imam Ahmad bin hambal menambahkan tentang Imam Syafi’I. Beberapa jam kemudian ganti orang-orang lain untuk bertanya-jawab. adalah beliau orang yang paling paham (pengetahuannya) tentang Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw. barulah orang-orang itu berdiri dan bergantian dengan orang-orang lain yang ingin bertanya juga tentang hadits. Kemudian aku berkata : “Apa yang akan aku peroleh dari orang ini. Demikian pula Imam Syafi’i berkunjung ke berbagai tempat untuk menimba ilmu dengan sungguh-sungguh dan memperoleh manfaatnya.Beliau tinggal di Madinah sampai Imam Malik meninggal dunia. Lalu aku belajar padanya. Kitab tersebut beliau baca dan dalam waktu 9 hari. Kunjungan-kunjungan itu menghasilkan banyak ilmu dan pengalaman baginya serta membuatnya gigih dalam menghadapi berbagai rintangan dalam membela kebenaran dan membela Sunnah Rasulullah saw. Hal ini telah dibuktikan dalam diskusi-diskusi . Dan seandainya matahari telah terbit. Mereka tidak perduli terhadap rintangan-rintangan yang akan mereka hadapi. Dan sebelum waktu dhuhur mereka pergi disusul oleh orang-orang yang bertanya tentang nahwu. Ilmu Yang Dimiliki Oleh Imam Syafi’i rahimahullah Imam Syafii rahimahullah memiliki ilmu yang luas seperti yang dikatakan Ar Rabbii bin Sulaiman : “Setiap selesai shalat shubuh Imam Syafi’i selalu duduk dikelilingi orang-orang yang ingin bertanya tentang tafsir Al Qur’an. serta tafsirnya. kemudian beliau pergi ke Yaman. dan beliau telah menghafalnya. Sehingga namanya menjadi terkenal dan disegani umat Islam di zamannya.

” Beliau juga mengatakan demikian : “Idza wajadtum fii kitaabii khilafa sunnati rasulillahi sallallahu ‘alaihi wasallam. maka aku akan menjadi sayang dan akrab dengan orang tersebut. Takut kepada Allah swtdalam kedaaan sepi. fakuuluu sunnati rasulillahi sallallahu ‘alaihi wasallam. Sebaliknya jika orang tersebut sombong dan membantah bukti-bukti tadi. maka itulah madhabku” “Kullu haditsin ‘anin nabi saw fahuwa kaulii. maka hadits Nabi saw lebih utama (untuk diikuti) . Al Hasan bin Abdul Aziz Al Jarwi Al Masri (dia adalah Abu Ali Al Judzami. dan janganlah kalian taklid kepadaku”. maka ambillah sunnah Rasulullah saw dan tinggalkan perkataanku. guru Syeikh Al Bukhari yang meninggal di Baghdad pada tahu 257 H) berkata : “As Syafi’i mengatakan : “tidak pernah terbesit dalam hatiku agar seseorang bersalah bila berdiskusi denganku. maka seketika itu juga orang tersebut jatuh dalam pandanganku”. fahadtsun nabiyyi awlaa.sedangkan hadits Nabi saw yang shahih menyelisihi perkataanku. Banyak orang yang telah meriwayatkan sifat-sifat yang telah dimilikioleh Imam Syafi’i yang seolah-olah sifat itu hanya dimiliki oleh beliau saja. Dan Ar Rabii berkata : “Ketika aku mengunjungi As Syafi’i sakit. fakaana ‘aninnabiyyi khilafu kaulii mimma yashihhu. falaa tukalliduunii” “segala pendapat yang aku katakan . lalu diterima dengan baik. Imam Syafi’i rahimahullah sendiri berkata : “Demi Allah aku belum pernah berdiskusi dengan seseorang kecuali dengan tujuan nasihat”. wa da’uu ma kultu” “jika kalian mendapati dalam kitabku (suatu tulisan) yang menyelisihi sunnah Rasulullah saw . dimiliki oleh semua orang dan aku mendapatkan pahalanya tanpa ucapan terima kasih dari orang-orang itu”. . Dan beliau juga berkata : “Idza sohhal hadits fahuwa madzhabii” “jika hadits Nabi saw (derajatnya) shahih. Seandainya aku menyampaikan tentang kebenaran kepada seseorang dengan bukti-bukti yang tepat. walaupun kalian tidak pernah mendengarkan dariku” “Kullu maa kultu. teman-teman dan orang umum. Harmalah bin Yahya juga mengatakan : “Aku pernah mendengar As Syafi’i berkata : “Aku ingin setiap ilmu yang kumiliki. beliau masih sempat menyebutkan buku-buku yang telah ditulisnya dan berkata : “Aku ingin semua orang membacanya tanpa mengkaitkanya dengan namaku””.dan tadarus-tadarusnya serta pergaulan murid-murid. wain lam tasma’uu minni” “setiap hadits dari Nabi saw adalah pendapatku. malah aku menginginkan agar semua ilmu yang kumiliki juga dimiliki oleh semua orang tanpa menyebut namaku””. Dan beliau juga berkata : “ketahuilah bahwa perbuatan yang terberat itu ada tiga : “Memiliki harta sedikit tetapi dermawan. dan mengatakan kebenaran kepada orang yang diharapkan serta ditakuti banyak orang”.

lalu dengan cepat dia akan memberinya”. semua orang yang bergaul dengannya. mengeraskan hati dan dapat menghilangkan kecerdasan. Al Humaidi juga berkata tentang Syafi’i ketika beliau datang dari Makkah. Wafatnya Imam Syafi’i rahimahullah Di Mesir (Di Fisthath) Tahun 204 H Al Muzni berkata ketika aku mengunjungi beliau yang sakit yang tidak lama kemudian beliau meninggal.Ketaatannya Dan Ibadahnya Kepada Allah swt. maka wajahnya merah karena malu kepada orang tersebut. kemudian bermukim di pinggiran kota Makkah. semuanya mengakuinya. Tentang ketaatan Imam Syafii dan ibadahnya kepada Allah. Muhammad bin Abdullah Al Misri berkata : “Imam Syafii adalah orang yang paling dermawan terhadap apa yang dimilikinya”. Hal ini tidak bisa dipungkiri atau diragukan lagi. juga perhiasan anak dan istriku tetapi aku belum pernah menggadaikannya””. Beliau pernah berkata kepadaku : “Aku pernah bangkrut sebanyak tiga kali dalam hidupku. Kemudian beliau menangis dan mengucapkan sebuah sya’ir “Falamma kosaa kalbii wa dookot madzahidii ja’altu rajaai nahwa ‘afwika sullamaa” “ketika hatiku membeku dan menyempit semua jalan bagiku. Ar Rabbii’ menambahkan tentang hal ini : “Seandainya Imam Syafi’i didatangi oleh seseorang untuk meminta kepadanya.000 dinar. Aku tidak tahu apakah aku masuk surga atau neraka”. Imam Syafii membawa uang sebanyak 10. bagian pertama untuk menulis. guru maupun murid. tetangga maupun teman. dan dibagi-bagikan uang itu kepada orang yang mengunjunginya. Karena kenyang itu memberatkan badan. aku bertanya kepadanya bagaimana keadaanmu? Beliau menjawab : “Tidak lama lagi aku akan meninggalkan dunia ini. kecuali hanya sekali saja. Dan Imam Syafii pernah berkata kepadaku : “Semenjak usia 16 tahun aku belum pernah merasa kenyang. Rabii juga mengatakan bahwa Syafi’i membagi malam menjadi tiga bagian. aku jadikan harapanku sebagai tangga untuk menuju ampunanMu”. . Bukti-bukti tentang kedermawanan Imam Syafi’i rahimahullah banyak sekali dan tidak mungkin untuk mengungkapkannya di dalam lembaran yang pendek ini. mendatangkan rasa kantuk serta membuat malas seseorang untuk beribadah”. meninggalkan saudara-saudaraku dan akan menjumpai Allah swt. baik yang mahal maupun yang murah. bagian kedua untuk shalat dan bagian ketiga untuk tidur. Dan ketika beliau meninggalkan tempat itu uangnya sudah habis. Ar Rabii bin Sulaiman mengatakan : “Imam Syafii telah mengkhatamkan Al Qur’an sebanyak 60 kali di bulan Ramadhan yang kesemuanya itu terbaca dalam shalatnya”. Dan Amr bin Sawwad As Sarji berkata : “Imam Syafii adalah orang yang paling dermawan dalam hal keduniaan. Muhammad Al Busti As Sajastani juga mengatakan : “Imam Syafi’i rahimahullah belum pernah menyimpan sesuatu karena kedermawanannya”. Kedermawanannya Imam Syafi’i rahimahullah terkenal dengan kedermawanannya. sampai aku menjual semua barang-barang yang aku miliki.

• Rohana 3:43 pm pada 10 Mei 2011 Permalink . lughah. zuhudnya. adilnya.Rabii’ bin Sulaiman berkata : “Al Imam Syafi’i meningl dunia pada malam jum’at. Ar Rabbii’ bercerita : “Beberapa hari setelah berpulangnya Imam Syafi’i rahimahullah ke Rahmatullah dan ketika itu kami sedang duduk berkeliling seperti tatkala Imam Syafi’i masih hidup. akhlaqnya. Imam Ahmad bin hambal menjawab : “ketahuilah anakku. bahwa Imam Syafi’i itu ibarat matahari bagi dunia dan kesehatan bagi manusia.”.. datang seorang badui dan bertanya : “Dimana matahari dan bulan (yaitu Imam Syafi’i) yang selalu hadir di tengahtengah kalian?” kami menjawab : “Beliau telah wafat” kemudian orang itu menangis tersedu-sedu seraya berkata : “Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosanya. nahwu dan lain-lain sepakat bahwa Al Imam Syafi’i rahimahullah adalah orang yang tidak diragukan lagi kejujurannya. Hidup Mulia atau Mati Syahid!!! *** Dari Sahabat • sayyidahali 7:12 pm pada 26 April 2011 Permalink subhanallah. Abu Hasan Al Razi berkata : “Aku belum pernah melihat Muhammad Al Hasan mengagungkan seorang ulama’ seperti dia mengagungkan Al Imam Syafi’i rahimahullah. Setelah berucap kata-kata itu dia meninggalkan tempat itu”. amanatnya. Dan mampu membuat bungkam musuh-musuhnya dengan bukti yang benar. dan ketika kami meninggalkan pemakaman itu kami melihat bulan (hilal) Sya’ban 204”. taatnya. Kami menguburkannya pada hari jum’at. usul. bagaimana Imam Syafi’i itu? Aku sering kali melihatmu mendoakannya”. Seandainya keduanya itu tidak ada. sehabis isya’ akhir bulan Rajab. kedermawannya dan kewibawaannya dikalangan para ulama’”. fiqhi. Serta telah mencuci besih wajah-wajah yang menghitam karena aib dan membuka pintu-pintu yang dulu tertutup dengan pendapat-pendapatnya”. bagaimana mungkin dapat digantikannya dengan yang lain?”. Abdullah din Ahmad bin Hambal betanya kepada ayahnya : “Ayah. Ibnu Khollikan (penulis buku Wafiati A’yan) berkata : “Seluruh ulama’ hadits. sesungguhnya beliau dengan kata-kata yang indah telah membuka bukti-bukti yang dahulu tidak pernah kita ketahui.

mdh2n kt dpt meniru ke juhudannya  erva kurniawan 1:03 am pada 15 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). ketika mereka hendak membeli mainan tertentu dengan harga yang sedikit lebih mahal. Ya. atau setidaknya langsung membuka penutup kaleng ‘celengan’ miliki mereka masing-masing kemudian menghitungnya. Bagaimana dengan satu kebiasaan lagi? Tentang berinfak. Baik. kisah islami ( 268 ). pernah suatu kali saya mengajarkan langsung agar mereka memberikan sejumlah uang untuk anak yatim. Maka serta merta mereka akan menanyakan berapa jumlah tabungan yang ada. kepada siapa dan untuk apa berinfak.Maha Suci ALLAH YANG tlh mencptknnya dgn bnyk klbhn yang d miliki’a…. menabung dan berinfak. mereka mengerti betul bahwa menabung akan membuat ia memiliki uang yang cukup untuk membeli sesuatu. saya sudah mengajarkan dan mencontohkan langsung bagaimana berinfak. Selama ini saya akui sedikit bingung untuk memberikan penjelasan yang bisa diterima logika sepasang anak di bawah usia enam tahun tentang manfaat berinfak. terutama untuk satuan di bawah lima ribu rupiah. sejak saat itulah saya mulai mengajarkan dua hal. kisah teladan ( 352 ). “Memang Ayahnya nggak kerja? Kok kita yang ngasih uang?” . cerita nasehat. Misalnya.. Tetapi pertanyaan-pertanyaan polos mereka membuat saya berkeyakinan bahwa mereka belum benar-benar mengerti tentang infak. yakni soal menabung. Misalnya. Meski hanya beberapa jenis satuan mata uang saja yang dimengertinya.. Kemudian mereka berujar. hanya satu yang bisa dimengerti oleh kedua putri saya. Dari dua kebiasaan yang sedang ditanamkan itu. menabung dan berifak semestinya memang menjadi kebiasaan untuk mereka. cerita teladan ( 355 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Pelajaran Berinfak Oleh: Bayu Gawtama Semenjak kedua putri saya mengenal uang dan sedikit memahami nilai serta kegunaannya.

“Allah senang kalau kita bisa membantu orang lain” atau terlebih kalimat. “masih ingat nggak waktu teteh sama dede ngasih uang ke tukang minta-minta kemarin?” mereka pun mengangguk. beberapa hari lalu baru saja memberi uang kepada petugas pengumpul infak masjid di jalan raya. Kita akan mendapatkan keuntungan berlipat ganda dengan berinfak”. pengemis. Meski kalimat-kalimat tersebut sudah saya ubah menjadi kalimat yang lebih pas dan lebih bisa dipahami untuk usia mereka. Berinfak. (Gaw) Sumber: Eramuslim. Tetapi berinfak. “Nah. hadiah dari Allah karena memberi uang untuk tukang mintaminta”. tidak (hanya) berbunga. untungnya buat kita. Bahwa menabung lebih baik daripada berinfak. Menabung. hanya sejumlah yang ditabunglah yang didapat. yang didapat kembali jauh lebih banyak dari yang kita berikan. akhirnya saya mulai bisa menemukan sedikit cara memberikan pemahaman tentang berinfak kepada kedua putri saya. saya merasa mereka sudah mulai memahami ketika mendengar anak saya berkata. Setelah sekian lama. mereka lebih melihatnya sebagai ‘membuang’ uang. Buahnya sangat manis untuk dinikmati. kemudian saya bilang uangnya sudah habis. tiba-tiba saja putri kedua saya berseloroh polos. “Berinfak itu. namun cukup kritis untuk bertanya. Hingga suatu hari. khawatir perasaannya terluka oleh kalimat si kecil itu. Anak-anak pun tidak mampu menangkap manfaat langsung dari berinfak. Begitu seterusnya. menabung sama dengan menyimpan dan mengumpulkan uang. Selalu menjelaskan. Lalu saya mengajaknya berdialog. bahwa ini hadiah dari Allah karena sudah berinfak. setiap kali saya membelikan apapun untuk anak-anak. “Katanya Abi nggak punya uang? Kok bisa beliin mainan?” Di sinilah kesempatan pelajaran berinfak itu datang. bahkan berbuah. Suatu hari saya membelikan mereka mainan saat pulang dari kantor. karena teteh dan dede sudah baik sama tukang minta-minta itu. *** Berinfak sesungguhnya pun menabung. berinfak itu merugikan. Uangnya terlihat. Kemudian mereka pun mengingat-ingat. “Memang ibunya di rumah nggak masak ya?” Tentu saja kami harus meminta maaf teramat sangat kepadanya. dalam perspektif mereka. tidak berkurang dan terus bertambah sehingga suatu saat bisa digunakan untuk membeli sesuatu yang diinginkan. Allah sayang sama kita. lantas mereka berkata. atau memberikan uang secara cuma-cuma kepada fakir miskin. Misalnya ketika pada satu kesempatan mereka meminta sejumlah uang untuk jajan. Tetapi berinfak. “pasti hadiah dari Allah” saat saya membawakan lagi sesuatu untuknya. dan takkan pernah habis karena akan terus bertambah dan bertambah.com • . anak yatim atau kaum dhuafa (lemah) lainnya yang sangat membutuhkan. tetap saja kesimpulan mereka tidak berubah. “Tadi uangnya dikasih tukang minta-minta sih…” Nah. Mereka sangat bahagia mendapatkan mainan itu. Anak-anak tidak cukup memahami kalimat. Dalam batas pikiran mereka.Atau ketika seseorang yang kami persilahkan untuk makan di rumah kami. Uang yang Abi pakai untuk membeli mainan ini.

tidak sedikit pula yang berusaha menghalangi kehadiran sang makhluk mungil tersebut tanpa alasan yang jelas. saya tidak mau tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut. cerita nasehat. cerita teladan ( 355 ). . untuk menghadirkan makhluk mungil itu. Saya teringat dengan teman-teman sekamar di rumah sakit.herry bambang 3:12 pm pada 27 Mei 2011 Permalink Ass. Dengannya saya bisa memaknai anugerah yang Tuhan berikan pada kehidupan saya. Ah. beruntai doa dipanjatkan. Kondisi saya memang berbeda dengan perempuan-perempuan yang bisa dengan mudah mendapatkan makhluk mungil itu dalam rahimnya. Kamis kemarin. Bertahun-tahun saya nantikan kehadirannya.Kira kira butuh berapa lama untuk anak mengerti dan dari usia berapa anak itu diajarkan?trima kasih!  erva kurniawan 1:03 am pada 13 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). saya kehilangan makhluk mungil penghuni rahim saya. kisah islami ( 268 ). yang membuat badannya harus ditempeli selang. Di antara mereka ada yang menderita kanker dan harus tinggal di rumah sakit untuk menjalani terapi pengobatan. sehingga tidak sembarang makanan bisa masuk ke dalam tubuhnya. Dia harus dikeluarkan dari tubuh saya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Setitik Debu Oleh Astarina Laya Seminggu yang lalu. Yang bahkan. makhluk mungilku… Dia hadir tiba-tiba. dan gugur dengan tiba-tiba. dan selang itu berpusat di satu alat yang akan memonitor kondisi tubuhnya terus menerus sepanjang waktu. membuat mata hati saya terbuka lebar. Berbagai macam usaha dilakukan. Runtutan kejadian hari demi hari saat itu. dan akhirnya seleksi alam itu terjadi. Satu orang lagi menderita gangguan di pencernaan. Makhluk mungil itu tidak bisa berkembang dengan sempurna. Tentu saja. yang masih saya miliki dengan kondisi yang sempurna. Yang lainnya menderita satu penyakit. benar-benar berbeda. kisah teladan ( 352 ). Kehilangan yang saya alami tidak ada bandingannya dengan lautan nikmat yang tak terhitung.

Kehilangan yang saya rasakan.com  erva kurniawan 1:26 am pada 8 April 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). suka tidak suka. kisah teladan ( 352 ). Semoga saya mampu menjadi manusia yang senantiasa bersyukur. tanpa harus menunggu peristiwa kehilangan…. harus tinggal di rumah sakit dalam waktu yang mereka sendiri pun tidak tahu. *** Sumber: Eramuslim. Ia hanya seperti setitik debu yang hilang terbang dibawa angin. sungguh tidak berarti. Saya masih punya telinga yang bisa digunakan untuk mendengar suara-suara di sekitar saya. Dan saya? Ah. di antara lautan padang pasir yang tak terhitung jumlahnya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Taubatnya Cat Steven . dengan kejadian kehilangan ini. sungguh benar-benar membuka mata saya akan karunia-Mu yang tak terhingga.Mereka semua. cerita nasehat. Saya masih punya mulut yang mampu merasai beraneka macam makanan dan minuman. saya masih mempunyai mata yang bisa saya pakai untuk melihat wajah orang-orang terkasih. kisah islami ( 268 ). cerita teladan ( 355 ). saya masih diberi kesempatan menikmati dan menjalani kehidupan dengan sempurna. Terima kasih Tuhan. Ya. Beberapa di antara mereka berusaha tegar dan optimis.. Saya masih mempunyai keluarga yang utuh dan saudara-saudara di sekeliling saya yang selalu mendampingi dan mensupport saya lahir dan batin. Dan saya masih mempunyai Tuhan Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih yang menaburkan berbagai kenikmatan kepada saya tanpa henti. namun tidak sedikit pula yang yang menderita tekanan batin. karena tidak bisa menjalani kehidupan normal seperti semula. Saya masih mempunyai tubuh dengan organ-organ yang lengkap dan berfungsi dengan begitu sempurna.

Kepastian baik dan buruk. topeng yang menutupi kenyataan. Aku mengambil jalan falsafah ini guna mendapatkan kebahagiaan jiwa. Aku dihantui perasaan untuk bertolak ke suatu tujuan tertentu. Dan jalan yang paling mudah ialah dengan cara membeli gitar. Maka kuketuk Budhisme dan falsafah Cina. Ketika aku sudah sampai puncak. sementara kemiskinan adalah kesia siaan yang hakiki. ketika aku berumur 18 tahun. Aku mulai membenci kehidupanku serta menjauhi manusia. kelaparan. Aku jadi percaya bintang serta ramalan yang akan terjadi. Kebetulan aku memiliki buku tentang akidah dan ketimuran. tak seorangpun yang membukanya. Semua akidah lain hanyalah bualan kosong belaka dan gereja sedikit lebih baik daripadanya. karena yang adil adalah anda berhak mendapatkan hasil jerih payah anda dan tidak boleh diberikan kepada orang lain. Sakitpun tak ayal menimpaku. namun gereja tidak mengenalkan kepadaku siapakah itu ? Aku tak sanggup menangkap hakekat tuhan yang dibicarakannya. sudah ada 8 kaset rekamanku.. Aku tak sanggup duduk dalam keadaan hati yang kosong. Mereka banyak bercerita kepadaku tentang Allah. tapi aku tak tahu hakekat dan konsepnya. Kuketuk Komunis. Dalam waktu yang relative singkat. sedikit tentang Al Masih dan lebih sedikit lagi tentang ruh kudus. kebodohan dan keterbelakangan.Aku merasakan bahwa orang orang di sekitarku memakai topeng. Kehidupan disekelilingku adalah materialis yang tertumpah dari seluruh sarana informasi. Untuk itulah aku harus memilih jalan kekayaan dan menempuh jalurnya. Dan akupun mulai mencari sarana yang mengantarkanku mencapai sukses. Akhirnya aku tetap pada keyakinan dan pemahaman pertama yang aku terima dari gereja. Pemikiran itu sungguh pelik. Aku merasa ini adalah kesesatan. Al Masih. Era dimana teknologi telah sampai puncaknya. jantung dunia barat. Popularitas dalam puncak kesuksesan ataupun dalam gereja. Aku dipindah ke rumah sakit karena TBC.Aku dilahirkan di London. kusangka bahwa kebaikan adalah dengan membagi seluruh kekayaan kepada setiap manusia. dan akupun mulai meminum segelas arak penuh setiap hari untuk menambah keberanian dalam menyanyi. Amerika adalah lambang kekayaan. namun kudapati semua itu kosong belaka. Aku dilahirkan di era televisi dan penjelajahan angkasa. Mereka mengajarkan kepadaku bahwa harta adalah kekayaan yang sebenarnya yang hakiki. maka aku berpikir mencari jalan menempuh hidup baru. mengarang beberapa lagu serta menyanyikanya. Aku mempelajarinya dan ber anggapan bahwa kebahagiaan adalah bila sanggup meramalkan apa yang akan terjadi esok sehingga anda dapat menghindari kejahatannya. Namun aku merasa konsep ini tidak sesuai fitrah. Aku memiliki keimanan kepada Allah. kemudian aku bergerak ditengah khalayak ramai. di Britania. Aku sedang mencari kedamaian dan hakekat. sehingga aku mulai berpikir dan mencari kebahagiaan yang tak kudapati dalam kekayaan. Pada saat itu aku belum mengenl islam sedikitpun. Kegoncangan menghantui diriku. beruntung dengan kenikmatan dunia. Akhirnya akupn berkesimpulan bahwa tak ada satupun akidah yang sanggup memberikan jawaban dan menjelaskan kepadaku tentang hakekat yang sedang aku cari. Diatas inilah kubina falsafah kehidupan yang tak ada hubungannya dengan agama.Aku . Inilah yang kenyataannya telah kulaklukan dengan nama Cat Stevenz. Kemudian aku beralih menelan Pil untuk memenggal seluruh mata rantai pemikiran dan kebingungan yang menyakitkan. supaya aku dapat hidup bahagia. Aku berkembang dimasyarakat ini dan belajar di sekolah katolik yang telah memberikan pengajaran kepadaku konsep kristiani tentang Allah. Namun begitu masa dirumah sakit lebih baik bagiku sebab telah membawaku berfikir. sementara dunia ketiga adalah symbol kemiskinan. aku melihat kebawah karena takutr terjatuh. Aku mulai tampil di beberapa pertunjukan yang tidak sedikit sehingga terkumpullah kekayaan yang melimpah dan ketenaran yang memuncak.

pemikiranku tentang Tuhan. Pada saat itu aku merasa bahwa akulah satu satunya orang islam di dunia ini. Kudapati didalamnya semua Nabi nabi yang dimuliaklan Allah dan tidak dibedakan antara satu dengan yang lainya.an telah mulai dengan penyembahan kepada Allah yang Esa. penguasa dan pengatur seluruh Makhluk. Sebelumnya aku belum pernah ketemu dengan seorangpun dari mereka. Karena itulah aku semakin yakin dengan konsep wahyu yang telah Allah wahyukan kepada nabi Muhammad Saw. Islam dimata orang barat dianggap sebagai agama rasial. Al Qur’an telah menjawab seluruh pertanyaanku. Sekiranya aku bertemu dengan seorang muslim yang berusaha mengajakku ke islam. Dari kunjungan itulah aku mulai memperhatikan kitab yang telah dihadiahkan kakakku tersebut. saya mempelajari AL Qur’an. Tapi aku berpendapat untuk melihat terjemahannya dan tak ada salahnya untuk mengetahui isinya. tak ada agama lain bagiku. Allah satu satunya pencipta. Adapun gereja yang telah menghancurkanku serta mendatangkan kesengsaraan dan kepayahan. Tuhan seluruh alam. Mukmin dan Kafir. sedang umat islam dianggap sebagai orang orang asing baik dari Arab ataupun dari Turki. dangkal sekali. Mereka mengatakan kepadaku Tuhan itu Esa dan terbagi menjadi tiga. dialah yang menyuruhku menemui Al Qur’an. perbedaannya dengan injil yang ditulis tangan pengarang yang beraneka ragam dari kisah kisah yang bermacam pula. Kucoba mencari kesalahan kesalahan dalam Qur’an namun tak kudapatkan. Bagaimana ? Aku tak tahu. Kedua orang tuaku berasal dari Yunani dan orang Yunani membenci muslim Turki karena motivasi warisan. akupun mulai tahu apa itu islam. Kemudian aku berpikir. Aku yakin. bukan pekerjaan mudah yang selesai hanya dengan membaca dua kalimat syahadad. Pada tahun 1975 terjadi satu mukjizat setelah kakak kandungku menghadiahkan sebuah AL Qur’an kepadaku. yang tak kuketahui apa didalamnya dan apa yang dibicarakannya. Al Qur’an dimulai dengan Bismillah. segala puji hanya bagi Allah pencipta alam semesta. Allahlah satu satunya yang berkuasa atas segala sesuatu. Ketika selam 1 tahun.Kemudian aku mencari terjemahan Qur’an dan itulah pertama kali aku berpikir tentang islam. Aku merasa dialah agamaku. adapun sekarang. dengan nama Allah bukan lainya. Dari pertama kali kurasakan. dan meyakini secara toal seluruh ajaran ini. maka aku penuhi ajakannya. aku mengumumkan keislamanku dengan bersyahad. tiada sekutu baginya. pembukaan AL Kitab. bahwa didalamnya ada konsep persesuaian dan kekuatan yang mampu mendatangkan mukjizat ( disamping tuhan ). ketika ia tak sanggup menjawab pertanyaan jiwa dan ruh. Aku seperti dilahirkan kembali. islam yang aku anut adalah sebuah risalah yang berat. Di sampul Al Qur’an tidak ada nama pengarangnya. Sejak itu aku baru tahu bagaimana misi kerasulan itu bermata rantai sejak adanya permulaan makhluk hidup dan manusia sepanjang sejarahnya ada dua macam.kembali ke pangkuan gereja untuk kedua kalinya dan menekuni musik kembali. Ini merupakan konsep baru bagiku. Adapun AL Qur. maka dalam konsep islam. Ungkapan Bismillahir rohmanir rahim telah measuk mempengaruhi jiwaku. Aku benar benar melihat sesuatu yang unik dalam Qur’an. Al Quranlah yang telah mengajakku kepada islam. Waktu itu. Al Qur’an tidak seperti kitab yang terdiri dari penggalan penggalan dan keterangan keterangan sifat yang banyak terdapat dalam kitab yang saya pelajari sebelumnya. Semua selaras dengan paham keesaan yang murni. Dulu yg aku pahami sebelum mengenal Qur’an. bagaimana caranya menjadi muslim yang sebenarnya. Kemudian dilanjutkan dengan Al Fatihah. Telah menjadi jelas bagiku. Alhamdulillaahirobbil “alamin. Qur’an itu tetap aku simpan sampai aku mengunjungi Al Quds di Palestina. Akhirnya di Masjid di London. tentu akan kutolak .

Tidak salah juga jika kita bertanya pada diri sendiri. Aku telah datang kepada islam dari sumber terbaiknya. Akhirnya bergantilah namaku menjadi Yusuf Islam. Sudah bersemangatkah kita untuk bergabung dalam barisan dakwah seperti yang telah Allah dan rosulnya perintahkan ? Atau Jangan jangan jangan kita termasuk orang yang loyo? Jika demikian. semuanya kini telah kuberikan untuk dakwah islam. kisah teladan ( 352 ). cerita teladan ( 355 ). Marilah kita bercermin dari kisah ini. Mari kita bangkit!!! Karena sesungguhnya dakwah ini tidak akan berhenti ! Semoga bermanfaat. Kita ketahui. bagaimana beliau berperilaku juga sunnahnya. kehidupan selanjutnya ialah.ajakanya karena melihat kondisi umat islam yang memprihatinkan. sebab musik itu melalaikan untuk menbgingat Allah dan ini adalah bahaya besar. Semua hasil kekayaan yang aku peroleh. itulah nukilan kisah Penyanyi terkenal Cat Steven yang telah berganti nama dengan Yusuf Islam. dan bertanya apakah aku teruskan? Mereka menasehatiku untuk berhenti. namun disisi lain jutaan umat ini bangga dengan kehadiran seorang yang telah ber azzam untuk memanfaatkan segenap waktunya untuk berjuang dalam dakwah yang mulia ini. Kemudian aku pelajari Siroh Rosulullah. Daromi Aks  erva kurniawan 1:35 am pada 31 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kisah islami ( 268 ). betapa penampilannya yang islami menjadikan Amerika geram dan menolaknya ketika mau datang kesana. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Persembunyian Terbaik: Terang dan Terbuka . cerita nasehat. Saudaraku. Aku dapatkan perbendaharaan yang melimpah ruah dalam kehidupan rosul dan sunnahnya. dan gambaran buruk yang diberikan oleh sarana informasi barat yang selama ini menjadi rujukan banyak orang. Aku telah lupa dengan musik. Inilah jalanku.

Tetapi beberapa saat setelah itu. Maka. Aneh memang. “Guru. “bersembunyilah di tempat yang terang dan terbuka. si murid terheran dan bertanya kembali. Sang guru hanya mengeluarkan kalimat yang hampir sama. tidak lagi cemas. atau menyembunyikan kesalahan terus menerus hanya akan membuat hati cemas. ia teringat pesan gurunya. pada mulanya ia merasa malu pada setiap pasang mata yang menatapnya tajam. di pasar. meski harus didahului dengan perasaan malu dan sakit. Tentu ada maksud tertentu dari sang guru dari anjuran tersebut. wajahnya kembali berseri dan ia tak perlu menundukkan kepala setiap melintasi tempat keramaian. Di saat itulah. Setelah mengikuti anjuran sang guru untuk bersembunyi di tempat terang dan terbuka. melengganglah ia dengan tenang di depan khalayak ramai. Suatu hari. yang menganjurkannya bersembunyi di tempat terang dan terbuka. Kenapa justru guru menganjurkan saya bersembunyi di tempat terang dan terbuka? Ya sudah pasti akan lebih mudah orang melihat saya…” Untuk jawaban kedua. Selama ini. justru ia merasa aman dan nyaman. Selalu khawatir jika suatu waktu dan pada akhirnya orang lain mengetahui perbuatan salah kita itu. Selama ini. Kejujuran kadang harus dibayar dengan . “bersembunyilah di tempat yang terang dan terbuka” Maka. “Cobalah. ada seorang murid yang bertanya kepada gurunya. bersembunyilah di tempat yang saya sarankan…” Merasa tidak puas. Ia merasa setiap mata terus menerus mencari jejaknya dan akan mengadilinya. Rasa cemas dan takut terus menerus menghantui dirinya selama di tempat persembunyian. selalu saja mudah bagi orang lain menemukan saya. “Guru. ” Mendengar jawaban itu. Tetapi ia tidak lagi merasa dihantui terus menerus. atau bahkan makian yang membuat hatinya tercabik-cabik. Ternyata yang guru maksud tempat terang dan terbuka itu tidak lain tidak bukan adalah. “Saya baru mengerti maksud guru tentang tempat terbaik untuk bersembunyi itu. tunjukkan saya satu tempat sebagai tempat sembunyi paling aman…” Dengan tenang. Maka ia pun kembali berlari dan mencari tempat sembunyi. gelisah dan takut. saya ini sudah lelah terus menerus sembunyi namun tetap saja diketahui orang. sang guru menjawab. dan hatinya sangat tenang. ia pun merasa harus mengunjungi gurunya. di taman bermain. ia kembali merasa dikejar perasaan bersalah atas perbuatannya tempo dulu. ia selalu merasa cemas dan ketakutan karena merasa semua orang di muka bumi mencarinya. dan karena itulah setiap orang teramat mudah menemukan tempat persembunyiannya. Namun sepanjang perjalanan ia terus merenungi kalimat gurunya. setiap kali menemukan tempat persembunyian yang dianggap paling aman. Bersembunyi. hatinya sangat tenang.Oleh: Bayu Gawtama Suatu hari. justru ia merasa tidak aman. Setiap kali saya merasa sudah menemukan tempat terbaik untuk bersembunyi. pada setiap mulut yang pedas mencibirnya. Akhirnya si murid pergi meninggalkan gurunya. dan tempat-tempat keramaian lain yang menjadi pusat aktivitas orang banyak. jujur” ** Setiap manusia pasti dan pernah melakukan kesalahan.

Aku orang dusun. Wb. ketika Umar sedang duduk-duduk dengan para sahabatnya. Allah. Dua orang di antaranya berkata. cerita nasehat. yang sekarang kami bawa kepada tuan untuk diadili. Pada saat itu juga. Hukumlah dia sesuai dengan Kitabullah. “Aku sangat menyesal ayah mereka terbunuh di tanganku. Kudaku mulai memakan ranting-ranting pohon kurma yang bergelantungan melewati tembok. kisah teladan ( 352 ). mengetahui bahwa mereka berdua berkata yang sebenar-benarnya. Aku tiba di Madinah tadi pagi untuk berziarah ke makam Rasullulah saw.perih dan malu.” kata si tertuduh itu. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Orang Yang Beriman Selalu Menepati Ucapannya Assalamu’alaikum Wr. Segera setelah aku melihatnya. tetapi sesungguhnya itu akan membawa ketenangan batin selamanya. Orang Yang Beriman Selalu Menepati Ucapannya Suatu hari. “Kami berdua bersaudara. cerita teladan ( 355 ). aku menarik kuda menjahui ranting-ranting tersebut. kisah islami ( 268 ). Di pinggir kota. pada masa pemerintahan Khalifah Umar. tiga pemuda bangsawan yang tampan memasuki majelisnya. seorang laki-laki tua .” Khalifah Umar menatap orang yang ketiga dan memintanya untuk berbicara. di situlah mata air ketenangan jiwa (Gaw) *** Sumber: Eramuslim. Yang selalu Hadir. Ketika ayah kami sedang bekerja di ladangnya. Jujur dan terbuka. “Walaupun di sana tidak ada saksi sama sekali. aku turun dari kudaku untuk menyucikan diri dan berwudhu. dia dibunuh oleh pemuda ini.com  erva kurniawan 1:25 am pada 24 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).

” “Wahai Amirul Mukminin. “Orang-orang Islam tidak kagi menepati ucapannya sendiri?” . “Maafkan aku karena baru tiba pada menit terakhir. Beri aku tiga hari untuk pergi ke desaku dan menyelesaikan masalah ini.” Khalifah berkata: “Sungguh. dan kudaku langsung mati. Abu Dzar ada di sana. yakinlah bahwa aku akan kembali. Seandainya dia tidak kembali. yang mulia yang berkerumun di sekeliling khalifah. Karena itu aku sangat menyayangi kuda itu. tetapi kemana? Jika aku tidak mendapatkan hukuman di sini. kami tidal akan pergi tanpa menerima pengganti darah ayah kami. Tanpa keraguan sedikit pun. Padang pasir sangatlah panas dan perjalanan ini teramat panjang. Orang yang tidak dapat menepati kata-katanya sendiri adalah orang munafik. engkau harus menerima hukuman yang setimpal dengan apa yang telah engkau lakukan. berdebu dan berkeringat. “Orang ini akan menjadi jaminan bagiku. “Aku dapat melarikan diri sebelumnya jika aku mau. orang yang berakhlak sempurna dan bertingkah laku sangat terpuji. Namun. setiap orang yang hadir di sana mulai menangis. Abu Dzar setuju untuk menggantikan pemuda itu. Sekarang tuanlah yang berhak mengadili aku. “Orang yang beriman selalu menepati ucapannya.” dia berkata terengah-engah. “Aku mohon maaf karena telah membuat Anda khawatir. Aku mengambil batu itu dan melemparkannya kembali ke orang tersebut.” Mendengar kata-kata tersebut. aku kehilangan kendali diri. laksanakanlah. kegemparan. Pemuda itu memandang kepada para pengikut Rasullulah saw. tetapi kenyataannya dia mati di tanganku. merupakan cahaya dan inpirasi bagi semua penduduk Madinah. Tiba-tiba pemuda itu muncul. Pada hari ketiga. bila pemuda itu tidak kembali. “Engkau telah melakukan membunuh. Sekarang aku telah siap. ia menunjuk Abu Dzar AlGhifari dan berkata.” Abu Dzar adalah salah satu saeorang sahabat Rasulullah saw. Jika aku ingin melarikan diri. Dia melemparkan batu itu ke kepala kidaku. Kedua penuduh itu berkata: “Wahai Abu Dzar. aku pasti akan mendapatkan hukuman yang abadi di akhirat nanti. Dia datang dengan berlari dan dalam keadaan penat. aku menanggung satu tanggung jawab untuk menyimpan harta kekayaan anak yatim yang harus aku serahkan kepadanya bila ia telah cukup umur. Aku tidak bermaksud membunuh orang itu. tetapi tertuduh itu tidak ada. pemuda itu tetap bersabar. di dunia ini. Si tertuduh pun dibebaskan untuk sementara waktu. anak yatim itu akan kehilangan haknya. Sekarang aku harus menggalinya dan menyerahkan harta tersebut kepada pengawasan orang lain. kedua penggugat itu kembali ke sidang khalifah. Kalau tidak.” Khalifah menolak permintaan itu atas dasar hukum. dan dengan tenang dia berkata. aku dapat saja melakukannya.” kata pemuda tersebut. Siapakah yang dapat melarikan diri dari kematian. karena Abu Dzar.yang sedang marah mendekatiku dengan membawa sebuah batu yang besar. kesedihan dan kekaguman orang-orang mencapai puncaknya. “Permintaanmu tidak dapat dipenuhi kecuali ada orang lain yang bersedia menggantikanmu dan menjadi jaminan untuk nyawamu. “Kalau begitu. Menurut hukum Islam.” Walaupun pernyataan itu berati satu pengumuman kematian. Dengan memilih secara acak.” Kemudian dia berpaling kepada kerumunan massa dan berkata. laksanakanlah hukumanku. Ketika hari ketiga itu mulai berakhir. yang pasti akan datang cepat atau lambat? Apakah saudara-saudara berpikir bahwa aku akan menghilang dan membuat orang-orang berkata. yang paling dicintai dan disegani. anda bersedia menjadi jaminan bagi seseorang yang tidak anda kenal. hatiku sarat dengan rasa takut kepada Allah.” Khalifah berkata. kita harus melaksanakan hukuman itu kepada Abu Dzar. Aku menyimpan harta tersebut di dalam tanah agar aman. Dia roboh dan meninggal.” Umar menjawab. Terlalu banyak yang harus aku kerjakan. Tak ada seorangpun yang tahu letaknya kecuali aku.

cerita teladan ( 355 ). “Apakah kami harus menjadi orang yang membuat rakyat berkata bahwa tiada lagi rasa belas kasihan di dalam Islam?” s Oleh: Sumarah Wahyudi. • hilmi 10:28 am pada 24 Maret 2011 Permalink luar biasa….. saya tidak merasa mampu untuk menolaknya ketika dia memilih saya. cerita nasehat. “Tidak. sama sekali.. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Sebuah Perjalanan Ba’da Dzuhur . kisah islami ( 268 ).terima kasih untuk cerita nya..  erva kurniawan 1:48 am pada 19 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). karena hal itu sesuai dengan asas-asas kemuliaan. terima kasih atas ceritanya…. Mereka lalu menarik tuduhannya. kisah teladan ( 352 ).Kerumunan massa itu kemudian berpaking kepada Abu Dzr dan bertanya apakah ia sudah mengetahui sifat yang terpuji dari pemuda tersebut. Wb. Wassalamu’alaikum Wr. • nino 9:31 am pada 13 Agustus 2011 Permalink Subhanallah. sumber buku FUTUWWAH. Haruskah saya menjadi orang yang membuat rakyat berkata bahwa tak ada lagi perasaan haru dan kasih sayang yang tersisa dalam Islam?” Hati dan perasaan kedua penuduh itu tersentuh dan bergetar. Tetapi. seraya berkata. Abu Dzar menjawab.

sementara saya menuju ke parkir dan langsung ke Bogor. sekarang sudah meninggal. Akhirnya dengan semua atribut kemacetan Ibukota jam 14. dia hanya ingin memanfaatkan dana dari Baitul Maal kami. dia tahu keberadaan si pasien dan memohon untuk ditunggu. ini Jakarta Bung. Rupanya Pak Andi yang kami cari-cari belum ada disana. ternyata Pak Andi belum juga ada. Teman saya pun cuma tersenyum. Kami pun harus menunggu dan bolak balik ke depan parkir dan ke dalam. saya pun mulai timbul rasa curiga.00 kami pun sampai. Dia bilang. Teman saya kembali ke sana. Kami parkir di belakang kamar jenazah RSCM. dicari-cari tetap tidak ada. pasien yang kemarin benar. Akhirnya dengan pertimbangan yang macam-macam kami berdua pun berpisah. Saya dan teman saya yang sekarang dipercaya sebagai Manajer Baitul Maal di kantor kami rencananya akan ke Tanjung Priuk. “Wah. dan langsung meluncur ke arah parkir. Sebagai seorang yang besar di lingkungan Ibukota yang penuh dengan intrik-intrik penipuan. Meski teman saya sama sekali belum kenal dengan si pasien. Pak Andi ternyata tidak tahu di kamar mana si pasien sekarang berada. Kami kesulitan karena Pak Andi tidak memiliki alat komunikasi HP. Di selasar kamar jenazah ternyata Pak Ahmad telepon via wartel. Lagian saya jam 4 sore sudah janjian dengan seseorang di Bogor dan mana sempat kita ke Tanjung Priuk. Sambil menunggu Pak Ahmad kami bertiga ke ruang P3RN (ruang informasi) disana kami tanyakan kepada petugas dimana keberadaan si pasien sekarang ini. MT Haryono ke RSCM. Dalam perjalanan ke Bogor otak saya masih diselimuti kecurigaan yang luar bisa tentang dua orang aktivis itu. Akhirnya kami pun kembali lagi ke ruang IGD. Dengan dalih yang beraneka ragam. Teman saya tahu kondisi si pasien dari dua orang aktivis bernama Pak Andi dan Pa Ahmad yang belum lama ia kenal. Keduanya mengajukan bantuan dana ke Baitul Maal yang akan dimanfaatkan untuk biaya pengobatannya. karena dari tanggal 15 Maret dia selalu bergantian menjaga pasien bersama dengan Pak Ahmad. akhirnya teman saya mau juga mengikuti kemauan saya. Kami tanya ke suster yang bertugas disana pun tidak ada (ehm… tapi kali ini bicaranya cukup ramah). Dan saya sangat yakin kalau kali ini adalah salah satu modus penipuan berkedok permintaan bantuan dana. Akhirnya kami pun harus menunggu Pak Ahmad. Perbincangan pun langsung terfokus kepada kondisi si pasien. Saya pun mengajak teman saya keluar ruangan IGD. kami pun memperbincangkan rencana yang akan berkunjung ke seorang pasien yang sedang kritis di IGD RSCM. kita tunggu saja Pak Ahmad “. Dengan keramahan yang ala kadarnya petugas menyampaikan bahwa dia tidak tahu keberadaan si pasien yang kami maksud. sementara dia sendiri tidak tahu dimana keberadaan pasien yang akan kita bantu “. Di tengah perjalanan. Akhirnya saya pun berargumen. . tapi setelah obrolan ba’da dzuhur akhirnya saya dan teman saya menyempatkan diri ke RSCM sebelum ke Tanjung Priuk. Selang tiga puluh menit Pak Andi pun telepon ke HP teman saya dan satu menit kemudian kami pun bertemu. ” Mungkin yang tahu cuma Pak Ahmad. Dan pasien dipindahkan ruangannya pada saat Pak Ahmad yang menjaganya. dan dia tetap bersabar. kena HIV dan Narkoba “. ” Jangan-jangan di cuma mau menipu kita saja.Siang itu kami meluncur dari kantor pusat kantor kami di Jl. Satu hari berlalu. Kami pun berpamitan dengan Pak Andi. pagi-pagi dapat sms dari teman saya ” Pak. buktinya sekarang pasiennya tidak ada. Jangan jangan dua orang ini cuma mengada-ngada. disana kami akan on the spot ke satu titik pemukiman kumuh di Ibukota. karena di depan IGD RSCM parkir selalu penuh dan bisa-bisa kami pun tidak boleh parkir disitu. hati-hati lho. Saya bilang. tetapi sudah menjadi tanggung jawab moral untuk menjenguknya dengan membawa sejumlah dana ala kadarnya agar dapat meringankan biaya pengobatannya.

Untuk seorang preman pecandu narkoba. kisah teladan ( 352 ). “Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun. Untuk seorang preman yang terinfeksi HIV. cerita teladan ( 355 ). ” Hai orang-orang yang beriman. Prasangka buruk kepada saudara-saudaranya sendiri. Untuk seorang preman yang sakit dan dinistakan di emperan toko di Ibukota.jantung saya serasa copot. Astaghfirullah…. Astagfirullah aladziim…………. ternyata dugaan saya salah !”. kau memang orang yang sangat sabar. Selamat jalan Dorris.12). *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:53 am pada 16 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. semoga Allah SWT mengampuni semua dosa-dosamu. jauhilah kebanyakan dari prasangka. yang rela mengorbankan waktunya untuk seorang yang bernama Dorris. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. cerita nasehat. kisah islami ( 268 ). saya sudah terinfeksi dengan virus-virus kecurigaan dan kemunafikan Ibukota yang lebih berbahaya daripada virus HIV yang diderita Dorris.. Mohon maaf Pak Ahmad dan Pak Andi. Untuk temanku. teruslah berjuang di jalan Allah SWT. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Dan bertakwalah kepada Allah.49.. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Ternyata Pak Ahmad dan Pak Andi adalah benar-benar dua orang yang mulia. ” (QS.Langsung saya tersentak.

Berputar.”kataku dengan suara risau mendesau. “Ya. Bapakmu juga membelikan Ali dan Abid songkok baru. bergetar. Wajah hitam manisnya menyembul dari balik jendela kayu yang terbuka. dari bangunan yang telah menjadi arang. Nak. wajah keras itu tak juga berubah.” “Selesai salat. Kupandangi nona di hadapanku sekali lagi. kulihat nona tersenyum. Ia tampak lusuh. Meliuk-liuk. aku melihat semua! “Karudung ini bagus sekali. Kaku.Sebab Aku Cinta Sebab Aku Angin by : Helvy Tiana Rosa Malam mengelam. Cinta! Cinta! Sungguh. Jangan lekas pulang. Lama sekali. Mengencerkan ceceran darah. Sebilah tombak ada dalam genggamannya. Jilbabnya kumal berdebu. menggantungkan sesisir pisang meja di sisi lemari kayu. Tetapi aku sangat ingin. menampakkan lesung pipitnya yang dalam. Beku.”Beta seng bisa manangis. di seberang kami. Mendekap Batu Merah dengan segala kegalauan. Mengusir asap kepedihan yang mengepul. Senjata itu dijulurkannya ke luar jendela. Meski lelah. “Cinta. Gerimis turun menyapa sunyi. Mamanya tertawa. di sepanjang jalan.”suaranya bergetar. compang -camping dan terkena percikan darah di sana-sini. “Iya! Iya!” .”dari jendela kayu yang terbuka. Semakin lama semakin kencang. Perempuan itu menatap puing-puing bangunan masjid. rahangnya mengeras. Bu. Itu rezeki dariNya. lalu berkali-kali dihunjamkannya ke tanah. Tubuhku berguncang. menangislah.”suara Bapak bangga. bisikku. Pantas untuk beta pakai menghadap Allah di hari raya.. Apalagi Bapak yang mengisi khutbah Ied.

lalu mencomot sepotong dua potong bagia. “Bapaaaaak!” CRESH! Kepala lelaki separuh baya itu putus dari badannya! Menggelinding di tanah lapang yang basah meresap darah. lalu membentuk beberapa kubangan. mengalir. tangisan.“Wah. Seperti ikan-ikan yang terlempar dari air kehidupan. jeritan semakin memerihkan pagi! Para lelaki berpeci. panah. Bahagia. Entah dari mana. Banyak jamaah yang terinjak-injak. yang akan dimasukkan ke dalam toples. Keesokan harinya. dengan kepala remuk terkena lemparan batu. bagia ini enak sekali!”kata Ali dan Abid berbarengan. kulihat Nona dan keluarganya. Darah muncrat. “Serang!” “Bunuh!” “Bakar!” Hiruk pikuk. mencoba melawan tanpa senjata. Semua tertawa. Kedua bocah itu mengerling nakal. Pagi-pagi sekali. .lalu. Pekat. pisau juga pistol! Jeritan memilukan terdengar di mana-mana! Oto dan rumah di sekitar juga kena sasaran. Api berkobar. Nona terbelalak! Ternganga! Lenso putih di tangannya jatuh ke tanah. Dengan khusyu mereka melakukan salat Ied. 19 Januari 1999. tolooong!” “Mamaaaa!” DUG! Perempuan itu tersungkur di pangkuan anaknya. kalewang. ratusan mahluk menyeramkan menyerang mereka yang tengah melaksanakan salat! Ada yang membawa tombak. parang. Gema takbir terdengar di mana-mana. “Nak. “Aliii!” “Abiid!” “Aaaaaaaaaa!” Tangan-tangan kotor mengayun-ayunkan bocah itu dan melemparnya ke dalam bangunan yang terbakar. juga kaum muslimin yang lain berduyun duyun ke tanah lapang. Semua berlari menyelamatkan diri. Menggelepar. Orang-orang terkapar.. Ratapan.

“Kini milikku hanya Allah dan tanah ini. Tak bergerak. Aku melihat semua! Juga ketika tangantangan jahanam itu menyeretnya. saat palu raksasa menghantamnya berkalikali.. Hening. Jiwanya bagai mengelupas. Oh. Aku hanya mendengar gema isakan dalam relung-relung batinnya. Siapa mahluk-mahluk buas dengan mata dan ikat kepala merah itu? Lalu yang memakai ikat kepala ungu? Mereka seakan baru saja menenggak berbotol-botol sopi dan sagure. Jatuh bangun. Lalu merobeknya kasar dengan belati! Nona mencoba meloloskan diri. Mereka membawa panah api! Di mana polisi? Di mana tentara? Aku mendesau risau. Menyaksikan sendiri tumpukan lara.” sapaku pelan. Hanya tubuhnya yang terdorong ke sana ke mari. masjid besar di kota ini. “Ose harus mengungsi.” kutiup wajah manisnya. “Beta tak akan pernah pergi!” Wajahnya terangkat beberapa senti. Memeluk. Detak jantungnya terdengar berkejaran. mencakar.. “Cinta.. Ia sangat berani. Kashmir. Wajah itu kaku.apakah ia tak menyadari? Lawannya bukan manusia. Mereka menariknarik jilbabnya sambil tertawa tanpa henti. Chechnya. didesak mereka yang panik menyelamatkan diri. Mereka memakai arumbai atau kole-kole untuk keluar dari sini. menendang. Azerbaijan. Myanmar. Cinta. Nona masih kaku. Cinta? Apakah orang-orang yang selalu berteriak-teriak mengatasnamakan HAM di muka bumi ini akan tergetar pada deritamu? Akankah mereka mendengar jeritan menyayat dari tanah yang tercabik-cabik ini? Ah. Cinta. “Nona harus pi. Tersengal-sengal. mereka akan terus tidur. Mendorong. Tetapi. Kulihat dadanya naik turun. Dingin. Bulan sepotong di langit. ia bahkan berhasil merampas sebuah tombak! Ya.” “Seng!”tegas Cinta tiba-tiba. Juga uang dari negeri antah berantah.Nona terpaku. di tengah jalan. . Beberapa waktu lalu. tetapi monster! Mereka tak punya nurani. Monster-monster ini serupa dengan mereka yang membantai kaum muslimin Bosnia. Merasa tubuhnya tertanam dalam tanah. Nona…. Puluhan ribu pengungsi yang rumahnya terbakar berjejalan di sana. Ia menggigit. Beta harus bajuang demi kebenaran!” Aku meliuk perih. meludahi monster-monster itu! Hup. Aljazair dan yang lainnya! Lalu siapa yang akan membelamu. Aku tersentak. Kosovo. Kadang tersandung tubuh-tubuh manusia yang terbongkar. ia pergi ke Masjid Raya Al Fatah. Lalu dengan sisa-sisa tenaga ia berlari. Tetapi tak ada setetes pun air mata. Palestina. Cintaku. Terhempas-hempas. meski tangannya berdarah terkena ujung tombak yang tajam.melecehkannya bergantian. Bintang tiada. Aku ingat. Ia berteriak sekuat tenaga! Menyebut nama Allah berkali-kali. Mereka punya banyak urusan. Orang-orang pergi ke pelabuhan. Terkadang mereka berteman erat dengan monstermonster itu. Cinta.

teriakan histeris memecah udara! Ibu-ibu hamil itu memekik. Tulehu. Sirisori. Tak ada apa pun. “Biar katong membela diri!” serunya garang. Satu-satunya yang tersisa dari keluarga itu!” sahut yang lain. Ia membentangkan kedua tangannya memeluk para balita. Lalu sayup. kecuali rejam kekejian yang menggila. Cinta tak mampu lagi tersedu. sebelum dibunuh. beberapa hari yang lalu. . Lebih dari satu setengah bulan. Mereka kelaparan. mengobati yang terluka. Kujumpai kepedihan Pelauw. para monster itu telah menyerbu rumah sakit! Panik! Semua porak poranda. “Siapa nona pemberani itu?” Mereka berbisik-bisik. Kate-kate dan Kampung Kolang. Menegarkan para wanita. Erangan dan tangisan di sana bagai air mendidih dalam jerangan. tanpa sempat membela diri. saat memasuki gerbang sebuah rumah sakit. Setiap kali kupandang mata jelinya yang kini bengkak dan sayu. Begitu juga penghuni rumah sakit yang diketahui muslim. kembali dibantai. tak jauh dari sana. Bersembunyi di rumah kosong. Peluh dan darah mengucur deras dari dahinya. para jamaah yang sedang salat subuh di Masjid Al Huda. Tangisan. Nona. Dari jauh terdengar bunyi tiang listrik dipukul berkalikali. Ia membantu memasak bubur. Bangunan putih tersebut dalam sesaat penuh cipratan darah. ketika seorang tentara melarang mereka bertindak. “Beta tak mengerti. Juga mengasah bambu runcing. Orang-orang di sekitar masjid memandangnya dengan mata basah dan sukma tercabik.Kebanyakan mereka perempuan. Menghibur mereka. Bintang tiada. Bintang tiada. Kampung Labuhan Raja.. hingga walau sesaat mereka lupa akan lapar. entah dari mana datangnya. Kupandang lagi nona. Ia bercerita tentang Rasulullah saw dan para sahabatnya pada anak-anak itu. Kusaksikan nyeri menebari Kuda Mati. “Buka jilbabmu sebelum mereka melihatnya!” kata seorang perawat. “Jangan bilang ose muslimah!” Cinta menatapnya dengan pandangan menyala. Padahal saat itu mereka diserang membabi buta. kehausan dan terkena berbagai penyakit. Saat itu ia mengantar seorang perempuan jamaah masjid yang akan melahirkan. Air Laew. Pada detik terakhir sebelum bangunan itu dihancurkan. Karang Tagepe. Mengapa kalian membiarkan monstermonster itu? Mengapa katong tak boleh mempertahankan nyawa sendiri? Di mana keadilan?”teriak Cinta. “Tidak. Bahkan 2 Maret lalu. kala dianiaya secara paling biadab. menjauhi rumah sakit. nona. sejak beta dilahirkan hingga kembali padaNya!” seru Cinta dengan suara dan tubuh bergetar. tertatih-tatih. Wailela. kutemukan lima ratus mayat lebih terbujur kaku di sana. sejak hari raya berdarah itu. menumbuk sagu. kudengar lagi irama langkahnya. Baru saja perempuan itu terbaring di atas ranjang putih. Beta muslimah. Kini bulan hampir habis di langit. “Puteri Haji Latusina. Bulan sepotong di langit. Cinta membawa beberapa muslimah. anak-anak dan lansia.

Bergabung dengan yang lain. Terus berputarputar.ha. Cinta bergegas ke luar rumah. Suara tiang listrik yang dipukul. “Allaaaaahu Akbarrr!” ulangnya berkali-kali. Aku dapat merasakan dadanya menggelegak. gadis itu pasti sedang membersihkan dirinya. Itu adalah Panggilan Agung yang menggetarkan segenap alam. Mengerikan. Aku tak sudi membiarkan mereka begitu saja. ia akan pergi ke masjid itu.” lirihnya. Para pengecut itu menyerang Cinta! Mengamuk! Mereka bakalai! Nona manise sempat terjatuh dan diinjak-injak! Biadab! Marahku menjalar. Merah dan ungu! “Hua. Cinta! Kulihat ia berdiri. Memekik-mekik. Membawa tombak di tangannya. sejak masa Pattimura. Kian lama mereka semakin banyak. Kali ini kuangkat tubuh Cinta. “Lihat! Dia terbang! Dia terbang!” . Mereka berteriak-teriak kasar. Aku berputar-putar. “Selamat tinggal. Ia bergegas ke kamar mandi. Terkadang monster-monster itu tanpa malu memanggil-manggil Tete Manis. Sekali lagi ditatapnya rumah kenangan yang sebagian telah hancur diterjang bom rakitan. terdengar lagi. Cinta terkepung. “Monster-monster itu telah kembali!” Kegeraman seakan membungkus keberanian gadis itu berlapis-lapis. Meniup sekuat-kuatnya.. Aku yakin. Di daerah ini. Tiba-tiba aku mendengar sebuah panggilan. Tampaknya sebagian besar bukan berasal dari daerah itu! Mata mereka merah! Jalan mereka terhuyung-huyung! Mereka mengenakan ikat kepala yang sama seperti dahulu.ha. Aku bertiup lagi. Juga salawaku yang telah ditempanya beberapa hari lalu. Sekuat tenaga aku meliuk-liuk di udara. Cinta mengangkat tombaknya. Menutup jendela yang engselnya hampir terlepas itu. Aku tahu. Sementara itu suara gemuruh para monster terdengar semakin dekat. bila akan berjihad. Lalu dari mulut mereka ke luar berbagai makian. Mereka datang dari berbagai arah. Menggigil ngilu. Berjalan sambil mengacung-acungkan senjata! Mencorat-coret tembok rumah yang masih berdiri tegak dengan segala hujatan. mengayun-ayunkan tombaknya ke sana kemari. Nona melayang-layang di udara. di hadapannya tampak puluhan monster menyeringai. “Allaaaaahu Akbar!” teriak Cinta. “Mereka menyerang lagi!”teriak Cinta. Mengganas! Sekonyong-konyong monster-monster itu berpentalan. Nyaris pecah. Semakin keras. atau menghancurkannya! Cinta berlari. Memanas. Suara itu! Tubuhku bergetar hebat.”mereka tertawa-tawa. belum jauh ia berlari. Tiba-tiba. Mereka membawa berbagai senjata di tangan. Perlahan sekali kudengar guyuran air. mereka selalu mandi dan mengenakan pakaian putih. “Allahu ma’i! Allahu ma’ii!”katanya berkali-kali. Nona terdesak.Tiba-tiba Cinta bangkit dari duduknya.

Panah-panah itu mengejar mereka. akan bangkit menghadapi. Aku meliuk-liuk. kataku sendiri. mentari merambat naik pelan-pelan. Menggemuruh. Tetapi tak ada yang sudi pergi dari tanah ini. Ya.” Aku bertiup pelan. sampai kapan pun. Semilir. “Benar Ustad Abdul Aziz. Nona masih memejamkan mata. “Angin. Aku tahu. sebab angin dan semua.. Nona menengadah ke langit. setelah sekian lama. Tak ada suara apa pun. Hanya desiranku. Menyapa kusu-kusu yang membisu di tepi jalan. Ah. “Dan kini Kau kirim tentaramu yang lain. Jilbabnya berkibar. hingga kembali kepada si pemanah.” bisik Nona. Aku mengangguk. “Allahu Akbar. kisah islami ( 268 ). Darah masih mengucur deras dari kedua lengan dan kakinya. monster-monster itu mungkin akan kembali. Sebab Cinta. Mereka masih memanah tanpa henti. Sepi. Dari balik kota yang sekarat. Karena itu aku selalu memanggilmu Cinta. Kutiup anak panah itu. kisah teladan ( 352 ).” Aku kembali melihat lesung pipit itu di tempatnya. Semua lintang pukang! Aku menurunkan Cinta dengan lembut. Lembut. cerita nasehat. Tak akan. Ketakutan.Orang-orang berikat kepala ungu memanah Cinta dengan panah api. Juga tanah ini. Engkau telah mengirimkan tentaramu. Demi Allah! *** Daftar Istilah : beta: aku seng: tidak nona: gadis kalewang: parang panjang pisang meja: pisang Ambon ose: kamu katong: kami arumbai: perahu/kapal besar kole-kole: perahu kecil bajuang: berjuang bagia: kue sagu kering oto: mobil tete manis: tuhan (non muslim) pi: pergi lenso: saputangan manangis: menangis sopi. sagure: minuman keras salawaku: tameng bakalai: berkelahi kusu-kusu: alang-alang 6 Februari 2001  erva kurniawan 1:29 am pada 15 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).” katanya lagi.” sambung gadis itu. kala bercerita Kau mengirimkan ribuan malaikat. saat masjid raya diserang. cerita teladan ( 355 ). “Beta cinta Allah dan RasulNya. Matanya basah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Mereka berteriak-teriak histeris.

Konon. yang sudah cukup makmur karena berpenghasiian cukup tinggi sebagai anggota legislatif. karena Ayah . ada lima lembar sajadah lain yang bagus-bagus. Orangtua memang harus kolot. banyak serpihan serat kainnya berguguran. agar membuang atau membakar sajadah luanya itu.” “Apa katamu? Justru Ibu bersyukur. ketika melihat Ibu pulang dari masjid selepas maghrib. Jika dikebat-kebatkan. di dalam lemari pakaiannya. Sebagai anak semata wayang. maklumlah. Ketuaan sajadah itu bisa dilihat dari warnanya yang sudah kusam dan susunan serat kainnya yang sudah rapuh sehingga bolong-bolong. melainkan merupakan hadiah istimewa dari Ustadz Basyir. Tapi rasanya percuma saja berdebat dengan Ibu yang sudah terlanjur menyukai sajadah tuanya itu. Sudah berkali-kali aku memprotesnya. sajadah tua itu merupakan mas kawin yang diberikan oleh Ayah (sekarang almarhum) ketika menikahi Ibu. sehabis digunakan untuk shalat. Lalu aku teringat riwayat sajadah tua itu. Dan Ibu akan selalu memakai sajadah tua ini setiap melakukan shalat di mana pun. Meskipun demikian. karena bisa tetap melaksanakan shalat dengan sajadah tua ini.Sajadah Tua Milik Ibu Cerpen oleh: Maria Magdalena Bhoemomo Sajadah milik Ibu sudah tua.” “Ibu tidak mau bersyukur. dan satu-satunya barang berharga yang bisa digunakan untuk mas kawin adalah sajadah tua itu.” “Ibu kolot!” “Ya. “Aku sangat malu kalau sajadah lua yang sudah layak dibuang ke tong sampah itu tetap Ibu gunakan untuk shalat di masjid. sajadah tua itu bukan dibeli oleh Ayah. aku sangat malu melihat Ibu mengikuti shalat berjamaah di masjid dengan memakai sajadah tuanya itu. “Kenapa kamu yang malu? Padahal. Padahal.” ujarku dengan kesal. Ayah memang sedang miskin. Dan konon pula. Bahkan lebih tua dibanding umurku yang kini sudah berkepala tiga. Ibu tidak malu. Ayah mendapat hadiah istimewa berupa sajadah tua itu dari Ustad Basyir. Dan konon.” Aku ingin berdebat lagi. tak punya uang. Tapi Ibu tak pernah menggubris protesku. Ibu tetap selaiu melakukan shalat dengan menggunakan sajadah tua itu.

Tapi aku masih saja duduk termenung di ruang kerjaku. *** MALAM itu sudah larut. mungkin tidak akan merisaukanku. jendelanya kubuka lebar-lebar. langkahku bersijingkat. Mas. Maling terkutuk. Tapi. agar mengesankan ada maling betulan yang telah memasuki kamarnya dan kemudian mencuri sajadah tuanya itu. Aku masih dihinggapi perasaan iba dan khawatir. “Maling sial! Maling terkutuk! Kenapa sajadah tua yang tidak mungkin bisa dijual harus kamu curi. Seandainya sajadah tua itu hanya dipakai untuk shalat di rumah. .berhasil menghapal 30 juz Al-Qur’an dalam usia 20 tahun. jika kutukan Ibu dikabulkan oleh Tuhan. ketika masuk dan kemudian keluar dari kamar Ibu dengan membawa sajadah tua itu. Pikiranku rasanya tegang. istriku kemudian menatap jendela yang terbuka lebar-lebar itu. Dan tanpa berpikir panjang lagi. seperti biasanya Ibu bangun tidur dan langsung mandi serta berwudhu sebelum kemudian berangkat ke masjid untuk mengikuti shalat subuh berjamaah. lalu membuang atau membakar sajadah tua itu. Ya.” Dadaku berdebar-debar mendengar kutukan Ibu yang diulang-ulang itu. sangat pelan. Dan setelah melihat Ibu nampak habis terserang stroke. karena tetap merisaukan sajadah tua milik Ibu yang tetap selalu dipakainya untuk shalat di masjid. Aku sangat takut. Istriku juga sudah tidur bersama anak-anak. Dengan sikap tenang. Malam semakin larut. agar Ibu bersedia memakai sajadahnya yang lain yang bagus-bagus. Ya. Ayah memang menjadi santri di pondok milik Ustadz Basyir untuk belajar menghapal Al-Qur’an. Maling terkutuk. aku pasti kasihan jika melihat Ibu bersedih gara-gara kehilangan sajadah tuanya itu. Dan menjelang waktu subuh. Aku dan istriku tersentak bangun. khususnya kepada Ibu dan istriku. Aku tidak akan mengaku telah mencuri sajadah tua itu kepada siapa pun. sajadah tua milik Ibu kemudian kusembunyikan di dalam almari buku di ruang kerjaku. aku yakin. Aku tidak tega jika langsung membuang atau membakarnya. Aku tidak mau menanggung malu terus menerus gara-gara Ibu selalu memakai sajadah tuanya itu untuk shalat di masjid. Dan aku kemudian tidur bersama istri dan anak-anak. Begitulah. jika aku mengaku telah mencuri sajadah tua itu. Aku merasa sangat bersalah dan menyesal. maka Ibu akan menuntutku agar mengembalikannya dan kemudian Ibu kembali akan memakainya untuk shalat sebagaimana biasanya. Tiba-tiba aku mendapat gagasan jahat: Mencuri. dan bibirnya bergerak-gerak membisikkan kata-kata kutukan: “Maling terkutuk. Sebagaimana maling. “Cepat keluar. Begitulah. aku memang harus mencurinya. Segera kuangkat Ibu untuk kubaringkan di atas ranjangnya. Mata Ibu berbuka lebar-lebar. sebelum aku keluar dari kamar Ibu.” perintah istriku dengan wajah panik. maling terkutuk?!” teriak Ibu berulang-ulang sambil menangis. semuanya sudah terlanjur. Mungkin ada maling yang telah memasuki kamar Ibu. Sebab. segera aku memasuki kamar Ibu dan mencuri sajadah tuanya itu. karena telah menjadi maling yang mencuri sajadah tua milik Ibu itu. Tidak. Istriku menyusulku ke kamar Ibu. Ibu sudah tidur. semasa mudanya. aku beranjak ke kamar ibu. Dan aku tidak ingin Ibu kemudian jatuh sakit karena terus menerus bersedih. Tapi. Dan aku sangat terkejut ketika melihat Ibu tergeletak lemas di lantai kamar.

Mendengar istriku mengutuk maling yang sebenarnya adalah diriku. Mula-mula. tetap saja terbaring. Istriku ikut-ikutan mengutuk maling yang telah mencuri sajadah tua milik Ibu. ingin mendapatkan jimat. Ibu tidak bisa bangkit lagi. *** SEBAGAI anggota legislatif dari partai reformis. bisa menjadi kenyataan. Sebaiknya Ibu mengikhlaskannya dan memaafkan malingnya. setiap melakukan shalat. Aku takut jika kutukan Ibu menimpa diriku. Tapi. . juga istri.” hiburku.” “Tapi aneh rasanya. Dan menjadi orang bersih bisa justru tersisih!” ujar rekanku. Tapi. “Sudahlah. yang membuat Ibu jatuh sakit dan menderita kelumpuhan permanen itu. dan kemudian rajin melakukan shalat dengan menggunakan sajadah tua yang dicurinya itu. Ibu masih saja membisikkan kalimat kutukan terhadap maling yang telah mencuri sajadah tuanya.” tutur rekanku yang lain. aku mencoba ikut-ikutan melakukan korupsi dana proyek rehabilitasi jalan-jalan dan jembatan yang sengaja digelembungkan. Dan aku mendengarnya dengan hati yang semakin berdebardebar. Bu. Bu. “Pada masa kini. Bukankah Ibu masih punya lima sajadah yang bagus-bagus?” hibur istriku. maka perasaan risau itu dengan sendirinya akan sirna.” lanjut istriku dengan kening berkerut. gara-gara aku menjadi tokoh reformasi yang sering lantang menentang korupsi. mungkin saja.” ujarku. beberapa rekanku yang gemar melakukan korupsi suka membujukku agar ikut-ikutan melakukan korupsi. kemudian aku direkrut masuk partai kemudian berhasil duduk sebagai anggota legislatif. jika kita melihat kenyataan yang ada. Dan hasil korupsi itu kemudian kugunakan untuk membeli mobil mewah. Konon. Dengan demikian. dengan lembut aku dan istriku menghibur Ibu. aku dikenal bersih dan anti korupsi.” tebak istriku. setelah aku menjadi maling yang mencuri sajadah tua milik Ibu. sajadah tua memang bisa digunakan untuk jimat. Ibu kemudian tidak membisikkan lagi kalimat kutukan. melakukan korupsi memang sangat merisaukan hati. Sebab. ada maling kok sudi mencuri sajadah tua yang pasti tidak akan bisa dijual. “Pada mulanya. betapa korupsi adalah sesuatu yang wajar. “Doakan saja semoga malingnya bertobat. kutukan seorang Ibu. karena menderita lumpuh. aku jadi repot sekali merawat Ibu. Ibu tidak membutuhkan sajadah lagi. karena shalatnya dilakukan sambil berbaring. agar Ibu mendapat banyak bahala. “Gara-gara maling sial dan terkutuk itu.” gerutu istriku menjelang tidur. konon. aku semakin ketakutan. Lupakan saja sajadah tua yang telah dicuri oleh maling itu. “Ya. Mas. Lalu. Misalnya. menjadi orang jujur bisa justru ajur. “Mungkin malingnya punya tujuan khusus.“Pasti malingnya masuk lewat jendela itu. Tapi untuk selanjutnya. Begitulah. Bahkan.

Anda bukan hanya tertular kencing nanah. apalagi istriku berseloroh bahwa dia telah menyangsikan keperkasaanku. setiap kali aku pergi ke tempat-tempat hiburan atau bercinta dengan pelacur di hotel. Namun. istriku benar-benar bergairah dan memaksaku bercinta. Mula-mula. tiba-tiba kelaminku sangat gatal dan panas. Lalu segera aku berobat ke dokter. aku ini anggota legislatif. Siapa tahu. Lalu. Perilakuku semakin buruk. jangan-jangan kamu suka main serong atau bahkan punya simpanan?” “Memangnya aku ini orang yang bias santai? Maklumlah. “Anda terkecoh. aku kemudian menjalani tes darah. “Kamu sudah bosan denganku. yang selalu sibuk dan capek setiap hari. Dan sebagai istri anggota legislatif. selalu aku pamit hendak mengikuti rapat tertutup. maka aku membutuhkan hiburan.” Dan sejak punya mobil mewah. aku tetap punya moral dan sejak dulu dikenal sebagai tokoh reformis yang anti korupsi. karena telah mendapatkan semua gajiku perbulan yang cukup besar. karena sudah lama aku tidak mengajaknya bercinta. agar punya pengalaman mabuk. Suatu malam. istriku pun semakin gemar berbelanja mewah dan mencoba memasak berbagai menu sesuai dengan resep-resep terbaru yang dimuat di majalah-majalah. Aku tidak ingin istriku tertular penyakit AIDS.” Dengan sedih dan panik. tiba-tiba aku gemar menghabiskan waktu di tempat-tempat hiburan. aku mencoba mencicipi minuman keras. Dan hasilnya ternyata positif: Aku telah tertular virus mematikan itu. aku merasa betapa hari kematianku sangat dekat. Jelek-jelek begini. jangan suka berprasangka buruk. “Oh.” tukasku. dan hasilnya kugunakan untuk berfoya-foya di tempat-tempat hiburan. karena di tempat hiburan ada banyak cewek cantik yang siap menghiburku. dengan mabuk seseorang bisa mengusir rasa risau di hatinya. “Cewek itu pasti pelacur profesional yang menderita penyakit kelamin kronis. malam itu.” kata dokter. maka aku pun kemudian mencoba mengajak tidur seorang cewek cantik yang mengaku masih kuliah itu. Dan jika aku tidak pernah lagi mengajaknya bercinta. dan putus asa. Konon. menyesal. Dan sehabis bercinta dengan cewek cantik itu. Istriku nampak bersikap toleran. Aku sangat marah. semata-mata karena aku sayang kepada keluarga. Semakin sering aku terlibat kasus korupsi. Maka aku pantang menolak. Ya. karena aku terus menerus sibuk dan capek. Aku kira kamu sudah mulai suka melakukan korupsi. begitu. . Sebaiknya Anda melakukan tes darah.” “Eh.“Uang dari mana yang kamu gunakan untuk membeli mobil mewah ini. Mas?” tanya istriku ketika aku pulang membawa mobil mewah tipe terbaru yang harganya hampir satu milyar rupiah itu. Mas. *** SEBAGAI pengidap AIDS. “Ini hadiah istimewa dari Pak Gubernur. karena aku dan rekan-rekan telah berhasil mengesahkan undang-undang baru yang sangat menguntungkan pihak eksekutif. Mungkin karena selalu risau. Dan istriku selalu mempercayai kata-kalaku. istriku memprotesku. Sedangkan untuk merawat Ibu sehari-hari.” jawabku berbohong. tapi juga AIDS. ya? Atau. istriku sudah punya dua orang pembantu di rumah.

mobilku lerlalu kencang berlari.” Dengan terpaksa. aku segera melarikan mobilku kencang-kencang menuju rumah sakit. Mas?” tanya istriku. Lalu dokter memintanya untuk menjalani tes darah. Ibu kembali melakukan shalat lima waktu di masjid dengan sajadah tuanya itu. sebelum kemudian mobilku membentur keras-keras pagar jalan. cepat serahkan kembali kepada Ibu. Aku tetap duduk di belakang setir yang menjepit dadaku. Dan untuk selanjutnya. Bahkan. ketika aku sedang bercinta dengan pelacur cantik di hotel. Dan di bawannya. Tapi aku berusaha untuk tetap tegar dan tetap menjalankan tugas-tugasku sebagai anggota legislatif. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. sebelum kemudian bergegas mengambil wudhu dan melakukan sujud syukur dengan menggunakan sajadah tuanya itu. sehingga beberapa becak yang memadati jalan kutabrak dengan keras. “Istri Anda telah diambil oleh Tuhan. Tubuhku juga semakin lemah dan kurus. “Rupanya kamu telah berbohong kepadaku. Teriakan-teriakan umpatan dan kutukan para tukang becak sangat menakutkanku. sebelum kemudian membakar tubuhku.” Istriku menangis dan meratap-ratap. Mobilku telah ringsek. betapa esok pasti koran-koran memuat di halaman pertama gambar mobilku yang terbakar bersama diriku yang telah hangus. kecuali aku dan anak-anak. Aku sangat iba dan ikut-ikutan menangis. istriku positif dinyatakan mengidap AIDS. dan bisa melihat beberapa tukang becak mengumpat-umpat dan mengutukku sambil menyulut bensin yang tumpah di bawah mobilku. Padahal. Tidak ada pembesuk yang dibolehkan menemuinya. Segera ibu menciumi sajadah tuanya itu. karena kondisinya semakin memburuk. aku pergi dan pulang kerja. Kukatakan bahwa nasibku yang sial mungkin karena dikutuk oleh Ibu. begitu melihat sajadah tuanya. gara-gara aku mencuri sajadah tua itu. ada tulisan singkat: Seorang anggota dewan legislatif mengalami kecelakaan tragis. Mas. Sungguh ajaib. nasibku dan nasib istriku semakin buruk. Aku masih sadar. Mas. Dan ketika melesat melewati tikungan yang cukup ramai. “Di mana sajadah tua itu sekarang. istriku tidak kunjung sembuh. Dan kamu harus minta maaf kepadanya. tiba-tiba HP-ku berdering. Dan setelah berobat ke dokter. . Kamu telah berkhianat. Lalu segera kuberikan sajadah tua itu kepada Ibu. aku segera mengambil sajadah tua yang kusimpan di lemari buku di ruang kerjaku. segera aku pergi ke hotel dan bercinta dengan pelacur cantik. Aku pun masih bisa melihat api mulai berkobar membakar mobilku. Suatu malam. istriku harus dirawat di rumah sakit dengan diperlakukan khusus sebagai pasien AIDS. mirip karantina. istriku menderita flu berat. Sementara itu. Istriku ditempatkan di kamar khusus.” Dengan terburu-buru. Dengan mobil mewah. aku sangat letih dan setengah mabuk akibat minuman keras yang habis kureguk. Kamu kejam. meski aku telah mati. “Kalau masih ada. Dan hasilnya. Rupanya ada telepon dari rumah sakit tempat istriku dirawat. Ibu langsung bangkit dan tidak lumpuh lagi. Kamu tega menularkan penyakit AIDS kepadaku. Dan jika pikiranku sangat risau dan sedih. Aku sangat yakin.Dan setelah bercinta denganku.

kumpulan kisah teladan ( 284 ) Menikah Lagi Cerpen Oleh Zaenal Radar T. menjadi istri yang dimadu? Perempuan janda yang akan kunikahi itu tidak terlalu cantik. Aku berniat menikahi janda itu. Menjadi penunjang ekonomi keluarganya. apakah Ia sudi menjalaninya. Ia memiliki empat orang anak yang masih sekolah. Tapi. kisah teladan ( 352 ). . Kehidupan keluarganya selalu kekurangan karena penghasilan yang tidak memadai. cerita nasehat. apakah istriku bersedia menerimanya? Dulu aku sudah berjanji pada istriku. izin share  erva kurniawan 1:44 am pada 12 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).*** Dari Sahabat • hilmi 2:18 pm pada 18 Maret 2011 Permalink nice story. Usianya sekitar empat puluh lima tahun. aku akan menjadi ayah dari anak-anak mereka. kalau ia kunikahi. cerita teladan ( 355 ). Sehari-harinya perempuan itu menjadi pelayan di sebuah rumah makan. Kalau ia mendengar aku akan menikah lagi. bahwa kami akan setia sehidup semati. kisah islami ( 268 ). Kupikir.

Keempat anaknya menerima kedatanganku dengan baik. Seadainya ditutup-tutupi. Besok kalian akan ayah titipkan di rumah nenek. Aku tidak mau memberi contoh yang tidak baik pada mereka. Baiknya aku berterus terang saja. Mengapa tidak lebih baik kuceritakan pada istriku saja? Kalau istriku setuju. “Lho?! Kok. Istriku masih tersenyum-senyum. yah! Ceritanya diterusin!” “lya. jadi ikut-ikutan bingung. Yang dua SMP dan satu lagi masih SMP. Ayah akan menceritakan…” Tiba-tiba aku berubah pikiran. Setelah kutimbang-timbang. akan ayah lanjutkan. Dan ketiga anakku yang lain semakin bingung. menjelaskan pada mereka bahwa aku akan menikah lagi! Suatu sore seluruh keluargaku kukumpulkan di ruang tengah. Mereka terlihat penasaran pada cerita yang akan kusampaikan. kusampaikan maksud kedatanganku. mungkin kita akan berangkat umroh ke tanah suci sekeluarga untuk yang kedua kali?” “Bukan. Seperti ada sesuatu yang sangat penting. anakanak mungkin lebih bisa diatur. Nada. anakku yang paling kecil. Tapi. “Nanti saja akan ayah ceritakan setelah kalian pulang dari rumah nenek.Aku sudah lima kali berkunjung ke rumahnya. Kamu dengar dulu cerita ayah. Juga istriku. Yang tertua kelas tiga SMA. Senyumnya tak lagi terlihat. seperti temantemannya. rasanya tak baik menceritakan hal ini pada seluruh keluargaku. Perempuan yang masih sangat kelihatan cantik itu tampak bangga melihat putra bontotnya kritis begitu. Dan kalian semua. Aku sendiri belum tahu apa reaksi keluargaku bila mendengar aku akan menikah lagi. jangan dulu marah pada ayah. “Baik. pasti suatu saat akan tercium juga. ayah jadi ragu begitu?” sosor Arman. bagaimana dengan keluarga mas sendiri?” Pertanyaan itu tak bisa kujawab. Atau mungkin juga mereka berfikir akan mendapatkan kejutan. menjadi ayah anak-anaknya. “Ada apa sih. Apakah hal itu sebaiknya kurahasiakan? Aku tidak mau berbohong pada istri dan anak-anakku. bahwa aku akan menikahinya. yah? Ayah mau membawa kami keliling Bandung lagi? Atau. MungKin mereka ingin memiliki ayah. ayah ini gimana sih? Katanya mau cerita??” Kupandangi keempat anakku. Karena ayah dan ibu punya urusan yang sangat penting!” “Maksud ayah apa?!” lagi-lagi Arman menyela. “Ayo dong. Dan anak-anak kelihatannya senang menerima kehadiran mas. bukan itu. mengapa aku mengumpulkan mereka. Istri dan anak-anakku tampak bertanyatanya.” . Tentu biaya yang ditanggung itu cukup berat bagi seorang perempuan tak bersuami yang tidak memiliki karir bagus dalam pekerjaannya. Ketika berada di rumahnya. “Mas harus pikir masak-masak. Saya sendiri sangat bersedia menjadi istri mas. Hal itu membuat istriku tersenyum. Begini anak-anak.

Setiap tahun kita pun tak pernah berhenti mengundang orang-orang tidak mampu untuk diberikan sedekah. Kalau tiba-tiba istriku mengamuk di depan anak-anak. Ya. Kita memang sudah cukup banyak beramal. Aku yakin istriku akan terkejut mendengar pengakuanku nanti. Mengapa hal ini kulakukan tidak di depan anak-anak. Aku ingin tahu tanggapan istriku sejujurnya. ini juga tidak baik. Kalau masih ada yang kurang dari ibu. Ibu cuma minta… kejujuran ayah… apa yang menyebabkan hal ini tejadi…” . Aku melihat ia menghela napas perlahan. Selama ini ibu merasa sudah menjadi ibu yang baik bagi ayah. Tapi ayah khawatir anakanak tidak siap menerimanya. yang tak luput dari kekurangan. “Selama ini ayah telah bekerja keras demi ibu. Aha. demi anak-anak. mereka belum mengerti pada hal-hal yang akan ayah ceritakan. terkejut. Air mukanya seperti orang berharap-harap cemas. bagi anak-anak.” Istriku menatapku. dengan tak lupa menyunggingkan senyumnya. begitu rileksnya. paling beralasan. ayah…!” Semua anak-anakku protes. barangkali karena keterbatasan ibu sebagai manusia biasa. “Kalau ibu merasa bersalah… hiks… maafkan ibu… Tapi… jangan terlantarkan anak-anak kita…. ayah dan ibu pernah bersumpah sehidup semati…” Tiba-tiba kulihat airmata istriku berair.” “Maaf bu. Malam itu. paling masuk akal. sehingga istriku tidak terlalu terkejut. juga demi persiapan kebutuhan kita kelak. atau terkejut sekali! Aku ingin ia terkejut biasa-biasa saja. tadi siang sebenarnya ayah ingin bercerita di depan anak-anak. Apakah ia bersedia bila aku menikah lagi? Aku mesti mencari kalimat yang paling enak. ayah terus terang saja. “Ibu rasa…. Ayah ingin hidup kita bahagia. Menunggu sebuah keputusan yang tak bisa diterkanya. “Namun ayah merasa masih ada sesuatu yang kurang. Dan yang dimaksud kurang bagi ayah adalah…” Kali ini istriku tak lagi tersenyum. Hiks… yang selama ini telah kita rawat dengan baik. Dan ayah pikir. khawatir akan menyebabkan kekacauan pada diri mereka nantinya. Ibu mereka membujuk agar mereka mau mengerti. paling bisa diterima. aku akan berterus terang pada istriku. saat anak-anak kutitipkan di rumah nenek mereka. ayah jadi tak enak mengutarakan ini… Sebab. juga bagi lingkungan. bagi keluarga besar kita. Nampaknya perempuan cantik yang sangat kusayangi ini sudah mengetahui maksud pembicaraanku. setelah mendengar apa yang akan kusampaikan nanti. yakni agar menjaga kemungkinan yang tidak mengenakkan terjadi.“Yaa. terkejut biasa-biasa saja…? Apa ada? “Begini bu. Kita tak pernah lupa menyisihkan bagian harta kita untuk yayasan anak-anak yatim dan panti jompo. sampai akhir hayat…” Istriku mengangguk. Dan aku tak mau ia akan terkejut dengan main-main. Dan seandainya istriku menahan amarahnya demi menjaga nama baiknya di depan anak-anak. Senyumnya masih tersisa. Ia mulai terisak.

Selama seminggu aku dan istriku berdiam-diam.Isak itu semakin menjadi-jadi.. saat aku pulang kantor. Huh. Semalaman ini istriku mengunci diri di dalam kamar. Aku sungguh beruntung telah mengungsikan anak-anak ke rumah nenek. Aku merengkuh tubuhnya. Namun tak berhasil menangkapnya karena ia telah mengunci pintu kamar dari dalam. Sebab kalau tidak. siapa yang mau menceraikan ibu?!” Istriku diam. Di depan anak-anak. Kami bicara seperlunya saja... “Bagaimana Bu? Apakah ibu mau menerimanya??!” Istriku menarik nafas dengan berat. pintu kamarnya lupa terkunci. . istriku ke kamarnya mengunci diri. Pagi-pagi sekali. aku sudah melihat istriku tengah bersujud.. Namun selepas anak-anak keluar rumah. Padahal anak-anak belum pulang karena tes tambahan. “Bu. tapi ia mengelak. Menghelanya sambil menggelengkan kepala. kami berpura-pura mesra. “Bu. Aku mengejarnya. dan aku tak bisa tidur di ruang tengah. Namun suatu sore. atau yang terbesar mungkin sedang mampir di rumah salah satu temannya. dengar dulu…” “Kalau ayah sudah tak sayang padaku. ketika suara azan subuh terdengar. “Bu…?!” Istriku tetap diam. “Ssst…Bu…” ”Ayah…tak usah…memberikan alasan macam-macam…! Tak perlu… bicara panjang lebar…! Hanya akan membuat sakit hati ibu! Hiks…Kalau ayah… hendak menceraikan ibu… ibu akan menerimanya dengan lapang dada…! Biarkan anak-anak ibu rawat. tapi isaknya masih sesekali terdengar. sambil tubuhnya terguncang-guncang karena isak tangis. Di sana.! Dan ayah bisa pergi dengan perempuan lain yang menjadi pilihan ayah…!” “Bu… dengar dulu…” Tangis istriku makin menjadi-jadi. Seminggu ini aku memang kehilangan konsentrasi mengurus anak-anak. Aku bingung bagaimana menjelaskannya. Ia sudah termakan oleh perasannya sendiri. Kuceritakan dengan jujur bagaimana perempuan yang hendak kunikahi itu. “Bu. aku tak akan mampu menjelaskan pada anak-anak mengapa ibu mereka menangis. lalu berlari ke kamarnya. Aku mengambil wudhu lalu melangkah ke ruang sembahyang. ceraikan saja yah… ceraikan saja…” Istriku menangis. baru kali ini ia begitu. dengar ya…” Aku ceritakan tentang seorang janda yang memiliki empat anak yang masih sangat membutuhkan seorang ayah. aku beranjak ke kamar mandi.

sekaligus bisa membantu keluarga perempuan itu. Aku tak mau menyalahkannya. Lalu kuhubungi nomor telepon genggamnya. Sebelum anak-anak pulang. tak lebih dari dua jam kami akan akur kembali. Menjelang malam. Selama ini kami tak pernah serius bertengkar. Kesalahan harus kutumpahkan pada diriku sendiri. Inilah mungkin hukuman bagi orang yang bersalah. Namun aku tidak mau berperang dengan istriku sendiri. aku meneteskan airmata kesedihan di depan istriku. maafkan kata-kata ayah tempo hari. barangkali hatinya telah remuk. Istriku sepetri biasanya. Tapi istriku tak menunjukkan perubahan sikap. keinginanku menikah dengan perempuan janda dengan empat orang anak itu bukan semata-mata rasa kasihan pada mereka. Ketika kutanya. “Bu… maafkan ayah…” Baru kali ini. . Dan nampaknya semua itu tak mungkin aku lakukan. Sungguh perubahan yang sangat menggembirakan. Tetapi kali ini ia tak menguncinya. Ayah lelaki yang tak mensyukuri karunia Tuhan…” Aku berhenti. Tapi kali ini. anak-anak berangkat tidur. “Bu. aku tidak menemukan istriku. Di kamarku sendiri. istriku sudah kembali ke rumah. aku juga berharap mendapat kasih sayangnya. Aku sangat beruntung menjadikannya sebagai istri. seolah tak mau memotong kata-kataku. terlihat begitu santai. Ketika kubuka. Kami tak mungkin bisa dipisahkan. kami semua berkumpul. memberikan konsentrasi penuh terhadapku. sepanjang sejarah pernikahan kami. Ia kudapati tengah membaca sebuah majalah. Tapi kini. Ternyata tidak diaktifkan. Ayah sungguh menyesal mengatakannya pada ibu. Aku menyuruh mereka segera pulang. Selain ingin menikahinya. Ayah memang lelaki tak tahu di untung. ia masih belum tidur. kecuali oleh ajal! Sore menjelang malam. Setelah itu kuhubungi anak-anakku satu persatu. genderang perang sudah berbunyi. Sebab aku harus menyelamatkan keluargaku. aku tak mau kehilangan istriku. Menarik kembali sayap istriku yang mungkin hendak terbang meninggalkanku! Biar bagaimanapun. Ia masih saja diam. Istriku seperti biasa. Namun juga karena benih cinta yang secara tak sengaja bersemi di antara aku dan janda penunggu rumah makan itu. Kalau pun pernah. masuk terlebih dahulu ke kamar. Rupanya. Ia memang perempuan yang sangat pandai menjaga perasan di depan anak-anak. Sejujurnya kuakui. ia tak menyahut. Aku dan dia telah berjanji sahidup semati. “Bu…” Istriku melipat majalah. sepertinya ia siap mendengar kata-kataku.Di dalam kamar. yang merasa terpenjara oleh perasaannya sendiri. Padahal aku tahu. sudah seminggu kami berdiam-diam. terlihat sangat ceria di depan anakanak. Sebelum ini aku tak pernah mendapat kesempatan bicara padanya. aku bagai orang asing. Aku tak mau mengorbankan keluarga hanya karena kepuasanku semata.

“Ibu minta maaf telah menyusahkan ayah. Anak-anak jangan sampai tahu. Dan kurasakan. kepalaku sudah berada di pangkuannya. :( antara hancurnya hati seorang wanita dan ketabahannya. meski kedua biji mata ini sulit sekali kupejamkan *** Dari Sahabat • nisa 3:43 pm pada 17 Maret 2011 Permalink sad story…. “Ayah… ibu juga minta maaf…” Sambil berkata begitu. Ia meluruskan tubuhnya di ranjang.. Mari kita tidur…” Istriku menggeser tubuhnya.. dan terbersit rasa sayang ayah terhadap perempuan itu. Namun ketika kutatap wajahnya. Ibu hanya perlu menenangkan diri agar perasaan sakit yang ibu rasakan tak terlihat oleh orang lain. Demi Tuhan. • . Tak sadar.. Semuanya sudah jelas. Dan ayah berjanji tak akan menikah lagi…” Istriku beranjak dari tempatnya. Dan malam itu.. “Bu…” “Sudahlah. Nampaknya mereka memang memerlukan seorang lelaki untuk menjadi pelindung mereka…” “Kalau sekiranya ayah bersungguh-sungguh mau membantu mereka. dan bertemu dengan anak-anak mereka. ayah tak mau bercerai. halusnya. ga. yah… jangan lagi bicarakan masalah ini. apalagi oleh anak-anak kita… Tadi siang ibu sudah mendatangi perempuan yang menjanda itu.” Dengan teramat tegar kata-kata itu diucapkannya.“Bu… maafkan bila ayah telah khilaf… Ayah tak mau kehilangan ibu.kata. Aku menjadi seperti anak kecil yang manja pada orang tuanya. ia membelai-belai rambutku. istriku masih tetap membelai-belai rambutku. aku tak berkutik di sampingnya. Selama ini ibu mengurung diri bukan bermaksud membenci ayah. ibu ikhlas melepas ayah… untuk menjadi kepala keluarga bagi mereka… Hanya saja. kulihat bola matanya basah. biarkanlah hal ini menjadi rahasia kita berdua. lalu merapatkan tubuhnya ke dekatku. yang selama ini tak pernah hilang sejak kami menikah dulu. Aku tak beranjak ke mana-mana. Tak lama kemudian kudengar dengkuran. bisa dijelaskan dgn kata. Menunjukkan kasih sayangnya. aku di sebelahnya. lalu beringsut mematikan lampu kamar.

ikan pasti sulit cari yang palsu. Seperti biasa di pasar kelompok basah tidak ada barang palsu. biar Allah saja yang mencukupkan” Akhir-akhir ini memang aku sangat sensitif karena sedang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan. kita pulang saja. semua asli ciptaan Allah. mudah-mudahan beras di rumah cukup untuk beberapa hari ke depan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Sedekah Dikembalikan Kontan Berlipat Pada pagi yang biasanya mendung itu. kisah teladan ( 352 ). aduuh rasanya harus bersyukur masih mudah merasakan keaslian ciptaanNya. kisah islami ( 268 ). aku teringat adik pengojeg yang memiliki 2 tanggungan sementara menanggung pula adik iparnya beserta 1 anak yatim masih harus membagi dua hasil ojegnya . Sepanjang-jalan ke pasar kami tidak banyak berbicara. “Pak. cerita teladan ( 355 ). usai sholat Subuh. daging. Sayur. Ibu masih ada sedikit uang. Sementara pembayaran hasil usaha belum dibayar. mudahkanlah kami ya Allah” Seminggu setelah itu. sudah habis persediaan di rumah. cukup untuk hari ini” Tertegun dan sedih dalam hati “Ya Allah sampailah saatnya aku tidak sanggup membeli beras. uang kita tidak cukup membeli beras.rossi 10:57 am pada 26 Maret 2011 Permalink panjang n ber belit belit…  erva kurniawan 1:35 am pada 8 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). masih terlalu mahal. Bagaimana tidak galau 10 hari lagi adalah waktunya hutang. percuma menggerutu hasil operasi pasar. “Ya Allah lindungilah aku dan keluargaku dari tekanan hutang piutang” do’aku dalam hati. sudah terlambat tujuh bulan dan entah kapan serta bagaimana terealisasinya.hutang pinjaman usaha ke Bank harus kami cicil kembali untuk pembayaran bulan ini dan luar biasa rekening bank sampai bisa bernilai nol karena dipotong pembayaran atomatis. Istriku berucap perlahan seolah takut membuatku marah. Tiada terasa sampailah ke pedagang beras dan Istriku berujar: “Pak. Istriku cukup memahami situasi kegalauanku sehingga tidak banyak bertanya. sudah enam bulan dan entah sampai kapan. cerita nasehat. antar ke pasar yuk.

kupanjatkan pada Allah bahwa aku tidak mau menganiaya diri sendiri dengan menambah hutang. Bonus yang didapat karena Allah adalah membebaskan satu keluarga dari pinjaman rentenir dan memberikan satu keluarga lain sarana usaha. Terlintas pula tetangga tukang bangunan yang sedang tidak memiliki pekerjaan sementara Istrinya menjadi pembantu rumah tangga harian dengan 4 tanggungan anak. “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah. hanya untuk 3 karung beras dengan niat 2 karung sedekah ikhlas karena Allah SWT. dengan meminjam kembali ke Bank. Hari itu kami berhutang kembali. kami serahkan 1 karung saat Istrinya masih bekerja. Diawali sholat mutlak. Ya betul-betul harta untuk bekal kami sendiri bukan untuk diwariskan. Kalau dibandingkan secara matematis maka beras sedekah itu dibayar kontan oleh Allah sebesar 300 kali lipat. Terlambat satu hari. bila kubelikan 3 karung beras dan 2 karung ku sedekahkan pada pengojeg dan tukang bangunan untuk memudahkan mereka. ternyata belum…dug seperti dipukul palu untuk kesekian kalinya. Sepulang dari pasar kami langsung ke rumah tetangga tukang bangunan. Maha Suci Allah. sebenarnya bukan harta kita tapi harta warisan ahli waris kita…Astagfirullah jangan sampai kita sibuk mengurus harta ahli waris kita sementara kita lupa `bekal pulang harta’ kita sendiri. lega berbuat sesuatu yang diperlukan orang lain. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan” (QS 2: 245) Oleh: Tabuat Ahusan *** Dari Sahabat . maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. tidak lebih. Sedangkan harta yang katanya milik kita. Lebih cepat satu hari. Istriku menangis karena merasa terdesak. Keesokan malamnya dalam hujan setelah menempuh 1. kesehatan. kembali hanya ada 1 rasa saat itu. datang adik beserta istrinya yang ternyata sedang hamil 7 bulan untuk mengambil beras. Menjelang waktu Dhuha. aku punya sedikit keleluasaan berhutang. kami hanya dapat melakukan Dhuha dan Istikharah saat itu. mudah-mudahan mendatangkan kebaikan bagi semua.setiap hari dengan tetangganya. keselamatan. Ya Allah Alhamdulillah dalam rekening sudah ada pembayaran hasil pekerjaan dan kami tidak perlu mencicil tapi karena ijin Allah dapat dilunasi semua. Ternyata rejeki tidak hanya uang. tetapi momen. kenikmatan beribadah dan beramal dan masih banyak lagi… semua adalah rejeki. Mereka pasti lebih sulit dari aku. kejernihan hati dan fikiran. lega berbuat sesuatu yang diperlukan orang lain.mudahan mendatangkan kebaikan bagi semua. kami memiliki jalan lagi dari Allah untuk mengumpulkan harta bekal `pulang’ kami nanti. Istriku menelepon bank. mudah-mudahan sudah ada pembayaran. Hanya ada 1 rasa saat itu.5jam perjalanan. Allah Maha Pengatur. pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah). Selama ini mereka menerima raskin 5Kg/Bln/Jiwa. denda dan bunga bank cukup menyakitkan. rasa bergantungnya pada Allah akan terasa lain dan tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Setelah selesai tiba-tiba aku teringat bahwa masih ada jalan untuk membeli beras dibanding pengojeg dan tukang bangunan itu. ku harap hanya Allah saja yang memudahkan seluruh urusanku apapun bentuknya. Hari ini adalah saatnya pembayaran cicilan pinjaman bank. mudah.

mencari tempat-tempat yang menyediakan penganan ringan. cerita teladan ( 355 ).dasar Indonesia. sama seperti hari-hari biasanya. hingga aku pun bergumam. cerita nasehat. Pemandangan stasiun kali itu terllihat lebih lengang. Beli apa ya?” Kebingunganku di dalam memilih makanan saat itu sebenarnya didasari oleh konsep hidupku. 48 WIB “Duhh… Lapar”. 12 Maret 2007. terpaksa tertunda. karena dari ukuran bungkusannya pun juga kecil. “Yah. yang penting aku berpeluang mendapat duduk di kereta ekspres pemberangkatan terakhir itu… “. 05.. Kepulangan ku menuju rumah di bilangan bintaro. “Ah. Telat-telat juga. Hal ini disebabkan oleh terlambatnya kereta api ekspres jurusan serpong. Aku yakin bahwa harganya pastilah tidak terlampau mahal. tiba-tiba saja desakan organ-organ lambungku yang sudah setengah hari ini belum mendapat suplai makanan. dengan . Akhirakhir ini aku sedang berusaha untuk disiplin di dalam berbagai hal. “Eh ada keripik pedas tuh!”. Mana ada sih transportasi yang on-time. tapi aku berusaha untuk tidak menggunakannya). Karenanya. Budget-ku pada hari itu tinggal-lah ongkos untuk pulang ‘plus’ seribu-dua ribu yang dapat aku gunakan untuk jajan cemilan (walau aku juga membawa uang lebih untuk keperluanyanglain. tangerang. memaksa mataku untuk memandang ke sekeliling stasiun. kumpulan kisah teladan ( 284 ) ‘Pembalasan’ di Stasiun Kereta Api Oleh Denny Hermawan ** Senin. kisah islami ( 268 ). 45 WIB Tiga puluh delapan menit berlalu sudah dari yang seharusnya kereta api itu telah sampai di tempatku berdiri saat ini. sebuah cemilan cekung berwarna merah yang terpampang di sudut kiri atas etalase sebuah warung kecil. erva kurniawan 1:25 am pada 5 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). termasuk masalah pengeluaran uang. “Hmm. Ada kemungkinan sebagian besar penumpang telah terangkut di pemberangkatan sebelumnya. 18. Dukuh-Atas Hari itu. aku mencoba mencari makanan dengan harga yang sesuai. kisah teladan ( 352 ). tidak ‘sesumpek’ biasanya. telah mencuri hatiku untuk mendekatinya.uangku terbatas nih.” 18. dan aku pun menunggu kembali. Dan benar saja. pukul 18.gak apa-lah.

yang bila kutebak. Kereta sedang dalam perbaikan AC. Seorang remaja tanggung dengan usia sekitar 10-12 tahun. walau konsekuensinya sih. di informasikan bahwa kereta api masih terhambat di stasiun manggarai. yang sejurus kemudian telah memegang sekantong keripik pedas dan air mineral. Maka tak lama kemudian. sekeping-dua keping keripik pedas dan beberapa seruputan air mineral perlahan mulai masuk ke dalam mulutku. ia tidak menolak dan langsung menerima pemberianku. yang sepertinya ia masih dapat menahan rasa laparnya Dan akupun bermaksud mengambil kembali penganan. Setelah mengucapkan terima kasih. Barangkali pada sore itu ia belum makan dan ini sangat mungkin sekali. Kami mohon maaf atas keterlambatan ini dan kepada para penumpang diharap untuk bersabar.berbekal uang Rp 1500. Ia adalah seorang penyapu kereta. barangkali penghasilan yang didapat masih lebih baik ditabung untuk keperluan di rumahnya ketimbang membeli makanan. gak apa deh deh. “Wah. Aku bukannya tidak tahu sama sekali akan kehadirannya. Sebelum terduduk di kursi panjang tempatku bersantai saat itupun. Tapi. Maka aku pun kembali melanjutkan aktivitas ngemilku. keadaanya tidak lebih baik dariku (saat itu). Toh gak setiap saat aku mendapatkan kesempatan memberi ‘sesuatu’ pada orang-orang sepertinya. aku harus keluar uang lagi dong. menuju tadahan tangannya. Ya. terduduk dan tertunduk sambil memainkan kaki tanpa alasnya di atas aspal statisiun. Karena untuk berpindah ke jenis kendaraan lain aku harus menggunakan jalur bis Blok M – Bintaro yang justru akan memakan waktu lebih lama lagi. sekali lagi aku harus sabar menunggu.nikmatnya “ 18. apakah memilih disiplin terhadap budgetku. Seribu lima ratus memang bukan uang yang terlalu besar sih. sekitar 2x waktu perjalanan menggunakan kereta api.kalau aku membelikan untuknya. “Ahh. atau memberi kepada tukang sapu kereta itu. belum selesai ku keluarkan bisikan-bisikan kecilku. “Tetap sepi”.”. sambil…. sambil sesekali tangannya menyeka keringat yang mulai mengucur membasuhi kening dan mukanya.alhamdulillah. persis seperti apa yang kubeli sebelumnya di warung yang tidak jauh posisi dudukku saat itu. untuk diberikan kepada pemuda tanggung itu. sekedar melihat suasana sekeliling. “Hmm asyik juga untuk merenung nih. Baginya. “Ahh. 50 WIB “Kepada para penumpang kereta api ekspres jurusan serpong. Bismillah… “ Ucapan basmalah mengiringi perpindahan ‘snack’ yang kubeli untuk keduakalinya itu. ia memulai untuk mencoba menikmati rezeki Allah sore itu. sebuah keraguan datang menghampiri. aku tertegun pada sebuah sosok yang berada tidak jauh dari posisiku. persis seperti apa yang kubeli beberapa saat yang lalu. Subhanallah. ini terlihat dari tangan kirinya yang memegang sapu bertangkai rendah. aku harus mengurangi budgetku hari esok dikarenakan telah digunakan hari ini. ia terlihat kuyu dan agak lemas. Tangan kanan dan mulutnya sibuk berkoordinasi antara mengambil dan menyantap penganan keripik dan air mineral itu. Namun yang aku kritisi ialah aku tidak memperhatikan dengan jelas siapa orang itu. Jadikan makan itu barakah baginya ya Allah… “. Dengan sehelai baju tipis dan celana pendek selutut yang melekat di tubuhnya. Hmm. Namun sebelum aku bertindak. “Hmm. aku sudah tahu bahwa ada orang di sampingku.” Sebuah pengumuman keras melalui speaker stasiun mengusik keasyikan prosesi ‘ngemil’ yang sedang kujalani. Namun pada akhirnya aku tak kuasa menahan gerak tangan kananku. sekantong kecil keripik pedas ‘plus’ segelas air mineral telah berpindah ke tanganku. sambil sesekali menengok kekiri dan kekanan. bisikku pada diri sendiri. dan lagi aku hanya asyik makan dan minum sendiri sementara disebelahku ada orang lain.bagaimana ya?” Aku sempat bingung untuk melangkah. aku kan sudah janji untuk disiplin dengan budget harian ku. berayun dan berhimpitan didalamnya disebabkan oleh gencarnya gigi dan lidah-ku mencengkramnya. Persis seperti yang kukira. rasa haru dan suka menyeruak di .

” Rasa penasaran yang masih berkecamuk sengaja kubiarkan sembari mencari info diloket 1 yang dimaksud. Terima kasih ya Allah… Alhamdulillah hirabbil ‘alamiin. dan terjadi saat itu juga… Tanpa pernah aku menduganya. Jadi bapak dan penumpang lainnya kami kenakan tarif kereta ekonomi untuk pemberangkatan kali ini” “Hah.. setahuku memang ada 1 pemberangkatan kereta ekonomi jurusan serpong. pinjaman yang baik (menafkahkah hartanya di jalan Allah). Engkau balas berlipat-lipat. walau tanpa AC. perjalanan menggunakan kereta ekonomi dimalam hari memang menjadi pertimbangan khusus bagiku. bukan begitu. lebih pada hal ‘keamanan’. 52 WIB “Diberitahukan kepada para calon penumpang kereta api serpong ekspres.500. namun kali ini dengan sedikit kernyitan didahi. kereta tersebut masih bisa dijalankan. aku masih lebih beruntung karena tidak harus berganti tujuan menuju blok M. ACnya belum bisa diperbaiki. Aku memiliki alasan untuk bersikap demikian. keterkejutan di hatiku menggumpal begitu saja tatkala mendengar kabar yang baru saja masuk ke telingaku.aku. Aku tak pernah mengira bahwa uang yang ku keluarkan tadi. kesan dan makna itu juga dapat melekat & mengilhami kepada para pembaca. Dan yang kedua. seiring datangnya kesejukan di jiwa tatkala melihat pemandangan yang jarang aku dapatkan itu. Itu baru dari segi angka. ini adalah pertamakalinya aku bisa menaiki kereta ekspres dengan tarif ekonomi. “Ya Allah pembalasanMu Engkau realisasikan saat itu juga. ini yang menjadi ketakjubanku. “Ya Allah…ia begitu menikmatinya” 18. Dan bagiku itu tidak terlalu bermasalah. mengingat perjalanan menuju rumahku hanya memakan waktu sekitar 40-60 menit. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan” (QS 2: 245) *** Eramuslim.hatiku. sejujurnya aku tak pernah berpikir sampai sejauh itu. Maka dari itu.” Malam itu menjadi malam yang berkesan dan bermakna bagiku. dan apabila dikurangi pengeluaranku untuk pemuda tukang sapu tadi (Rp 1. anda dipersilahkan menukar karcis kereta ekspres anda dengan karcis kereta ekonomi. aku lebih memilih menggunakan kereta ekspres walau tarifnya lebih mahal “Maaf pak. Namun begitu. Silahkan naik ke loket 1. yang pastinya memakan waktu lebih lama lagi.” Sekali lagi.) maka aku masih mendapatkan Rp 5.000. ini bagaimana jadinya? Kami harus berganti kereta ekonomi?” Pertanyaan inti langsung kuungkapkan kepada petugas loket 1 begitu aku tiba di sana “Oh nggak. atau ada pergantian jenis kereta? Tapi kalau harus naik kereta ekonomi. Selain itu. maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. perubahan tarif kereta ekspres menuju ekonomi menghasilkan selisih Rp 6.. dan itupun belum terhitung waktu telatnya). “Apa… Apa maksud pengumuman tadi? Apakah pemberangkatan di batalkan. Pertama. benarkah ini?!”. Padahal. Semoga. Kami mohon maaf sebelumnya karena kereta ekspres jurusan serpong. “Subhanallah… Allahu Akbar… “. sembari berusaha mempercayai apa yang baru saja terjadi. aku. yang kugunakan untuk makan kecil pemuda itu. Dari sisi waktu. 45. untuk tetap percaya kepada janji-janji yang telah Ia berikan dan istiqomah di jalanNya.com . aku kembali tertegun membayangkan semua ini. yang aku tidak berharap apa-apa darinya.500. pengumuman dari moncong pengeras suara stasiun kereta api menghardik aktivitas menungguku. aku UNTUNG! kalau dihitung dari angka. walau tanpa fasilitas AC. Mengenai kereta ekonomi. namun itupun masih harus menunggu sekitar 1 jam lagi (pemberangkatan pukul 19. Amiin… “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah.

kisah islami ( 268 ). cerita nasehat. Bisa makan di mobil soalnya. . Begitu parkir. kami agak kaget. kami pun ngobrol. erva kurniawan 1:25 am pada 2 Maret 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). ketika tiba2 ada seorang pemuda lusuh nongol di jendela mobil kami. Kami pesan dua porsi gado-gado + tehbotol. “Semir om?”. jawabku. Aku lirik sepatuku. Ugh. “Oke”. Mungkin supaya nyemirnya nyaman. minum apa. Sambil menunggu pesanan. kisah teladan ( 352 ). Baru ada beberapa mobil. So she picked me up at the lobby of Jakarta Stock Exchange building. cerita teladan ( 355 ). tanyanya. Tempat yang cukup teduh. ajaknya. Dia menerimanya lalu membawanya ke emperan sebuah rumah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Jujur ** Siang ini tadi yayangku tiba-tiba nelpon. seperti biasa. Maklum. kami masih belum ada ide mau makan dimana. Saking lamanya. Akhirnya kami memutuskan makan gado-gado di Kertanegara. aku kan karyawan sok sibuk… Tanpa sadar tanganku membuka sepatu dan memberikannya pada dia. Mungkin karena masih pada jumatan. Kami masih bisa milih parkir yang enak. kapan ya terakhir aku nyemir sepatuku sendiri? Aku sendiri lupa. Ide ke soto pak Sadi segera terpatahkan begitu melihat bahwa yang parkir sudah sampai sebrang-sebrang. “Makan siang yuk”. Selepas SCBD. So. Sampai di sana masih sepi. Tempat yang terlihat dari tempat kami parkir. joki gado-gado sudah menanyakan mau makan apa.

Umur sekitar 20-an. Aku masih terbengong-bengong waktu nerima uang seribu rp yang dia kembalikan. Tiba-tiba aku merasa ngeri. di beberapa mobil. Bahkan. Se-ri-bu Ru-pi-ah. Ditolak. Di kejauhan aku masih bisa melihat pemuda tadi. Bahwa kejujuran itu langka. kenapa dia jadi penyemir dll. dia merasa cukup dibayar segitu. Siang ini aku seperti diingatkan. masih mau memberi.Pesanan kami pun datang. Allah sudah sedemikian baik bagiku. Uang sisa parkir. ke aku. Dan setiap kali dia ditolak. It-just-does-not-compute-with-my-logic! Bayangkan. Seperti orang sedih. Mata kami lekat padanya. Seperti ada yang dipikirkan. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil.lebih baik dari dia. sepertinya kami juga merasakan penolakan itu. Biasanya pemuda umur segitu kalo tidak jadi tukang parkir or jadi kernet. Kelihatannya dia memendam kesedihan. Kenapa jadi kita yang mengharapkan bahwa semua orang harus menyemir ? hihihi… Perbincangan pun bergeser ke topik lain. Nyengir. Jawaban itu tiba-tiba serasa petir di hatiku. Ditolak lagi. menuju mobil-mobil yang parkir sesudah kami. Betapa aku masih sedemikian kerdil. Kulambai dia. Kami makan sambil ngobrol. Kami masih makan saat dia selesai menyemir. Ah. dia bergerak menjauh. dia juga mendapat pandangan curiga. Soalnya setahuku jasa nyemir biasanya 2 ribu rp. Seribu aja”. yang sudah berkelebihan. pagi tadi dia mandi apa enggak. selain penolakan. Ditolak lagi. tapi perilaku-ku belum seberapa dibandingkan dengan pemuda itu. Pembicaraan pun bergeser ke pemuda itu. Melangkah lagi dengan gontai ke mobil lainnya. Tertunduk lesu… Kami pun selesai makan. Padahal keadaanku sudah -jauh. Konyol ah. Betapa aku masih suka merasa kurang dengan gajiku. Pikiranku tiba-tiba melayang. Pandangan matanya kosong. Duduk di atas kotak semirnya. Terlalu tua untuk jadi penyemir sepatu. Siang ini aku merasa mendapat pelajaran berharga. iya. yang dalam kekurangannya. Tangannya seperti menyemir secara otomatis. ya jadi pak ogah. Absent minded. Kadang2 matanya melayang ke arah mobil-mobil yang hendak parkir. Tentang kira2 umur dia berapa. Belum lagi dia kubayar. Pergi ke mobil satunya. Sambil memperhatikan pemuda tadi nyemir sepatuku. Lalu pandangannya kembali kosong. Menawarkan lagi. Kutarik 2 buah lembaran ribuan dari kantong kemejaku. (sudah mulai ramai). mendapatkan penolakan dari satu mobil ke mobil lainnya. orang seperti dia masih berani menolak uang yang bukan hak-nya. masih menenteng kotak semirnya di satu tangan. . Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami apa yang dia rasakan. Akhirnya dia kembali ke bawah pohon. Dia berkata kalem “Kebanyakan om. Lalu kuberikan kepadanya. Perbincangan kami mulai ngelantur kemana-mana. Bisa buat apa sih sekarang? But. BOOM. Dia menyerahkan sepatunya padaku. Tiba-tiba kami tersadar. Menawarkan jasa. Penyemir tadi belum aku bayar. Who said life would be fair anyway.

Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya. thx atas sharingnya  erva kurniawan 1:53 am pada 25 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). dan kepada Allah? *** Dari Sahabat • nurvhie 3:23 pm pada 2 Maret 2011 Permalink true story yang begitu menggugah nurani. yaitu besi” (kita mafhum bahwa gunung batupun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).Sudahkah kita berani jujur? Kepada diri sendiri. Kemudian mereka bertanya “Ya Rabbi. . kisah islami ( 268 ). “Ada. ternyata bumipun terdiam. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kekuatan Sedekah Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad. kisah teladan ( 352 ). adakah sesuatu dalam penciptaanMu yang lebih kuat daripada gunung?” Allah menjawab. kepada orang lain. sbb : Tatkala Allah Ta’ala menciptakan bumi. cerita teladan ( 355 ). Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. cerita nasehat. maka bumipun bergetar.

Para malaikat bertanya lagi “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi?” Allah yang Maha Suci menjawab, “Ada, yaitu api” (besi, bahkan bajapun bisa menjadi cair dan lumer setelah dibakar api), Para malaikat kembali bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api?” Allah yang Maha Agung menjawab, “Ada, yaitu air” (api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram air), Para malaikatpun bertanya kembali “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air?” Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada lain karena kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat). Akhirnya para malaikatpun bertanya lagi “Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua?” Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya”. Artinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain. Berkaitan dengan ikhlas ini, Rasul Allah SAW mengingatkan dalam pidatonya ketika beliau sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah: “Wahai segenap manusia ! Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat, dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang diniatkannya”. Oleh karena itu hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya karena Allah semata, tanpa tendensi ingin dipuji, dianggap dermawan, dihormati, dll yang dapat menjadikan sedekah kita menjadi sia-sia. *** Dari Sahabat

 erva kurniawan 1:21 am pada 22 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

20 Menit Penuh Senyum Oleh: Hafizh Kharisma “Selamat siang Bu… selamat siang Pak…” suara satpam itu ramah menyapa setiap orang yang masuk ke dalam sebuah bank pemerintah. Selain membukakan pintu bagi yang akan masuk dan keluar ruangan, dia juga seringkali mengantar mereka dengan pertanyaan “ada yang bisa saya bantu?” dan kemudian dengan sigap tangannya mengarahkan pada kertas yang berjejer rapi. “Lembar ini kalau buat transfer..” Siang ini saya hanya duduk diam saja di kursi tunggu bank itu karena memang tujuan datang kemari hanya untuk mengantar seorang teman yang hendak melakukan transaksi penyimpanan. Mata ini tertarik memperhatikan gerak dan sikap satpam yang tidak berhenti menarik dan menutup pintu, menyapa dan mengantarkan.. terus saja begitu tanpa berhenti melepas senyum. Pikiran saya mulai berjalan, pastilah dia capek sekali. Paling tidak sudah 15 menit saya duduk di sini (teman saya perlu waktu untuk menulis formulir dan memasuki antrian yang cukup panjang), sementara satpam itu terus berdiri entah sudah berapa lama, dari pagi mungkin dan itu juga tanpa duduk. Apa yang terlintas di benak saya dulu saat mendengar kata ‘satpam’ adalah gambaran orang kekar, garang, sigap, kaku, dan begitulah.. namanya juga satpam, ya sudah seharusnya di takuti, di segani. Tapi ini berbeda, satpam kini membawa citra perusahaan juga karena dia berada di garis depan, orang pertama yang ditemui oleh tamu.. Dan satpam yang saya perhatikan ini tidak sekedar berbadan kekar dan sigap namun ia juga ramah, sopan dan senyumnya itu yang tidak pernah lupa ia lepaskan pada setiap tamunya pun ketika ia ditegur oleh seorang customer service karena mengizinkan seorang tamu duduk didepannya disaat customer service itu sedang menerima telepon (kursi tamu didepannya memang kosong). MasyaAllah, saya perhatikan satpam itu mengangguk sambil agak membungkukkan badannya, dan masih dengan senyumnya kudengar ia meminta maaf. Agak gemas saya lihat itu semua, terutama karena polah sang customer service yang bicara kurang ramah pada satpam, menegurnya langsung di depan sang tamu terlebih karena ia menegur dengan wajah yang jauh dari senyum. Bila saya uraikan dalam artian kalimat sepengetahuan saya, satpam = satuan pengamanan dan customer service (CS) = pelayanan pelanggan artinya tugas satpam itu adalah menjaga keamanan. Dan tugas CS itu ya melayani pelanggan, dalam hal bank sudah jelas pelanggan utamanya itu ya nasabah. Saya jadi agak bingung sesaat, apa mungkin satpam di bank pemerintah itu dikirim untuk mengikuti pendidikan yang biasa diikuti oleh CS sehingga ia bisa menjadi frontliner yang lebih baik dari CS itu sendiri? Atau mungkin gaji yang diterima satpam itu jauh lebih besar dari CS karena tugasnya kan jadi merangkap,

tidak sekedar menjaga keamanan tapi juga melayani nasabah secara langsung? Dan pastinya ada tunjangan berdiri? Duh, saya jadi geli juga dengan pikiran-pikiran yang berseliweran di benak kepala saya. Jam di dinding bank menunjukkan pukul 11 lewat 50 menit, artinya sudah 20 menit saya duduk di sini menanti teman saya yang kini sedang dilayani oleh teller. Dan selama itu saya hanya memperhatikan polah satpam itu, mengagumi kesabarannya, dan mensyukuri senyum tulus yang bisa dia tebarkan pada orang-orang disekelilingnya terlepas bahwa senyum itu mungkin sudah bagian dari tugasnya namun bisa kurasakan bahwa kadang kelelahan dan kebosanan bisa saja membuat seseorang jadi sulit tersenyum atau kalau pun tersenyum agak tidak enak dipandang mata namun tidak dengan senyum satpam ini. “Ayo balik ke kantor” kudengar suara temanku dari arah belakang telingaku. Aku berdiri dan melangkah bersamanya menuju pintu keluar. Satpam itu dengan sigap membuka pintu mempersilakan kami berjalan keluar. “Terima kasih, selamat siang, hati-hati dijalan…” Kami mengangguk dan mengucapkan terima kasih juga padanya. Di atas motor aku masih sempat berpikir, jika seorang satpam saja bisa begitu ramah, sopan dan penuh senyum mengapa kita tidak? Dan bukankah senyum itu sedekah? Kita bisa sedekah dengan sangat mudah, tanpa biaya, bisa kapan saja dan di mana saja.. Allah SWT telah begitu baiknya memberi kita peluang dan kemudahan dalam mendapatkan pahala jadi kenapa kita sebagai mahlukNya terkadang malah mempersulitnya? Entahlah… Semoga kita masih bisa melukis senyum tulus di wajah kita *** eramuslim.com

 erva kurniawan 1:27 am pada 19 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Maafkan Aku, Ayah dan Ibu

Oleh Rudi Setiawan ** Ayah, Ibu, maafkan Aku, ini sudah kodrat Ku. Aku lahir kedunia belum cukup pada waktunya Delapan bulan 2 hari, tepat pada tanggal 3 Oktober 2006, jam 11, 45 dengan bantuan operasi di RS Permata Ibu. Bahagia sekali rasaya, ketika pisau bedah menyentuh kulit plasenta yang membungkusku. Bahagia sekali rasaya aku akan berkumpul dengan keluargaku. Tapi takdir berbicara lain Allah punya rencana lain nafasku, !!! Kondisi nafasku tidak seperti yang lain. Aku harus hidup, aku harus hidup, aku ingin berkumpul dengan keluargaku. Tidak lama kemudian aku mendengar suara azan di telingaku. Aku berfikir inikah Orang tuaku, inikah ayahku yang bahagia melihatku dan mengumandanka azan di telingaku. Tapi apa daya RS di mana tempatku dirawat tidak mempunyai alat yang akan menolongku.Aku dipindah kan RS Sentra Medika untuk mendapat bantuan agar nafasku bisa sempurna. Satu hari, dua hari keadaanku sedikit membaik, aku bisa menagis, aku bisa merasakan sentuhan tangan ayahku ketika dia tahu aku sudah bisa menangis. Aku juga mendengar dia berkata, anakku, kamu harus kuat, kamu harus hidup. Ini ayah. Dan terlihat jelas air mata kebahagiaan mengucur dari matanya. Tapi, dengan alasan terlalu jauh aku dipindahkan lagi ke RS Fatmawati pada tanggal 5 Oktober 2006 oleh ayahku. Aku dipindahkan dengan ambulan. Di dalam hatiku. Aku bertanya. Ayah mau dibawa ke mana aku, Ayah apa aku ingin bertemu Ibu. Setelah sampai aku sadar bahwa aku masih belum sempurna, bahwa aku masih harus berjuang untuk menyempurnakan diriku. Satu hari aku di sini, terasa badanku lemas sekali. Aku susah sekali bernafas. Ayah, aku harus hidup. Hari kedua aku di sini, diruang kecil yang penuh dengan selang kondisi tubuhku semakin menurun. Orang yang ada disekelilingku, dengan kemampuanya sebagai seorang perawat dan Dokter berusaha untuk menolongku. Banyak sudah benda-benda yang masuk ke tubuhku. Di saat tidak ada kepastian yang terjadi pada diriku aku mendengar langkah lemas menghampiriku jauh bukan di dekatku. Dia melihatku, dia memandangku, dari kejauhan. Tapi aku dapat mendengar, dia menangis, dan dia berkata, nak ini ibu, ingin sekali ibu memeluk dan menciumu. Ingin sekali ibu memberimu susu. Tapi ibu tidak bisa, ibu hanya berharap kamu harus kuat, ibu hanya berharap kamu harus hidup. Ibu, …ibu… aku berteriak, tapi dia tidak mendengar, semua orang tidak bisa mendengar teriakanku… aku pandangi dia, dia terus saja menangis. Oh Ibu, . Andai aku bisa menghampirimu aku ingin memelukmu, aku ingin dekapanmu. Aku mau kau tersenyum untuku. Hari ketiga keadaanku semakin parah. Dokter memutuskan untuk memasukan selang ventilator dan kemudian darah mengalir dari dalam selang kecil masuk ke tubuhku. Tubuhku semakin bengkak dan aku semakin tidak bisa bergerak. Hingga hari keempat keadaanku semakin parah dari mulutku keluar carian berwarna merah… Hari kelima. Dokter yang menanganiku sudah mulai putus asa. Kemudian jam 11.30 ibu menelphon ayah. Karena dokter ingin bicara. Entah apa yang dibicarakan aku melihat ayah begitu gelisah, begitu gunda bahkan sedih sekali. Sore hari menjelang maghrib ayahku pergi untuk mengambil darah untukku

lagi. Jam 11.30 malam dia sampai dan menyerahknnya ke Perawat. Ayah, Ibu, aku sudah tidak kuat, aku sudah tidak bisa lagi bernafas. Sesosok telah menghampiriku. Dia mengajaku, dia ingin mengajakku jauh dari sini. Jauh dari penderitaan dan kesedihan. Lembut tangannya menariku dari box kecil yang memenjarakanku. Dia membisikan kata-kata kepadaku, “Wahai Irsyad, kKamu telah dipanggil Allah. Allah memanggilmu untuk pulang. Mari pegang tanganku dan ikutlah bersamaku menghadap sang kuasa, sang pencipta. Zat yang menciptakanmu.” “Ayah dan Ibumu hanyalah tempat di mana kamu akan dititipkan kalau memang kamu diizinkan untuk hidup. Tapi Allah lebih cinta kamu sehingga Dia memanggilmu untuk pulang.” Jam 2.30 pagi aku menghembuskan nafas terakhirku. Aku pulang ke tempat di mana aku diciptakan. Ayah, Ibu, maafkan Irsyad. Aku tidak bisa bersama kalian. Aku cinta kalian. Tapi Allah lebih sayang padaku. Dia tidak mau aku menderita, dia tidak mau kalian menderita karenaku. Ayah, Ibu, walaupun aku tidak bersamamu tapi cinta dan sayangku selalu mengiringi kepergianku. Aku memang hanya hidup satu minggu, tapi aku yakin bahwa kalian berdua sangat mencintaiku. Ayah Ibu doaku selalu untukmu. Selamat tinggal Ayah, ibu dan kedua Kakakku. Aku mohon maaf, karena aku tidak bisa bersama kalian semua. Semoga Allah memberikan ketabahan yang kuat untuk kalian semua. Kalian harus meneruskan hidup sampai Allah akan memanggil kalian sehingga nanti kita bisa bersatu disatu tempat yang akan telah diberikanNya. Selamat tinggal keluargaku tercinta walaupun aku tidak bisa bersamamu. Doa dan cintaku selalu bersamamu… Terima kasih ibu, atas perjuanganmu mengandungku selama 8 bulan 2 hari. Cintaku selalu menyertaimu selamanya. Ayah, cinta dan ketulusanmu padaku tidak bisa aku balas dengan jiwaku. Aku cinta padamu ayah. Dan aku akan selalu mendoakanmu. Kakak-kakakku, kelak nanti kita pasti akan bertemu dan berkumpul. Jaga Ibu dan Ayah. Jadilah anak yang baik dansoleh, yang bisa melindungi keluarga dan kedua orang tua kita. Semoga Allah menyatukan kita di satu saat nanti, di tempat yang paling mulia di sisi-Nya. Wassalam Dari Ayah untuk anaku yang selalu dikenang Irsyad Ramadhan Lahir:3 oktober 06 Wafat:10 Oktober 06 *** Source : http://www.eramuslim.com/atc/oim/45dbca4f.htm

 erva kurniawan 1:28 am pada 17 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Semoga Allah Mempertemukan Kita di Syurga “Barangsiapa yang mengharapkan mati syahid dengan sepenuh hati, maka Allah akan memberikan mati syahid kepadanya, meski ia mati di tempat tidur.” Dunia, hanya satu terminal dari seluruh fase kehidupan. Hanya Allah yang tahu, rentang usia seorang manusia. Saya, khadijah, sebut saja demikian, menikah dengan Muhammad, 3 Oktober 1993. Muhammad, adalah kakak kelas saya di IPB. Pernikahan saya, melalui tahap yang biasa dilakukan oleh ikhwan dan akhwat. Saya tak pernah mengenal Muhammad sebelumnya. Dan, seperti layaknya pasangan baru, fase ta’aruf, konflik, dan kematangan pun saya alami. Meski baru saling kenal, saya rasakan suami saya sangat sayang pada saya. Seolah, tidak seimbang dengan apa yang saya berikan. Dia banyak membantu. Apalagi ketika saya menyelesaikan tugas akhir kuliah. Bisa dikatakan, ia sekretaris pribadi saya. Selama menikah, suami sering mengingatkan saya tentang kematian, tentang syurga, tentang syahid, dan sebagainya. Setiap kami bicara tentang sesuatu, ujung-ujungnya bicara tentang kematian dan indahnya syurga itu bagaimana. Kalau kita bicara soal nikmatnya materi, suami mengaitkannya dengan kenikmatan syurga yang lebih indah. Bahkan, berulang-ulang dia mengatakan, nanti kita ketemu lagi di syurga. Kalau saya ingat kata-kata itu, itu bukan kata-kata kosong. Bahkan itu mempunyai makna yang dalam bagi saya. Hari itu, 16 Januari 1996, kami ke rumah orang tua di Jakarta. Seolah suami saya mengembalikan saya kepada orang tua saya. Malam itu juga suami saya mengatakan harus kembali ke Bogor, karena harus mengisi diklat besok paginya. Menurutnya, kalau berangkat pagi dari Jakarta khawatir terlambat. Mendekati jam 12 malam, saya bangun dari tidur, perut saya sakit, keringat dingin mengucur, rasanya ingin muntah. Saya bilang pada ibu saya, untuk diobati. Saya kira maag saya kambuh. Saya sempat berpikir suami saya di sana sudah istirahat, sudah tenang, sudah sampai, karena berangkat sejak maghrib. Saya juga sempat berharap kalau ada suami saya, mungkin saya dipijitin atau bagaimana, Tapi rupanya pada saat itulah terjadi peristiwa tragis menimpa suami saya.

Anak saya juga hafal. Hanya. Beberapa waktu kemudian. Saat itu dia mendo’akan saya: “Zawadakillahu taqwa waghafara dzanbaki. Seperti tuntunan Islam. Saya berusaha membangun keyakinan bahwa suami saya mati syahid. . Saya bisa menasehati keluarga dan langsung ke Bogor. Kalau tidak. saya menasehati ibu. tempat tidur suami dan tempat yang biasa ia gunakan bekerja. tidak ada. “Mas kalau ada hutang. tercium bau harum sekali. saya yang mandiin. mengampuni dosamu. Bagaimana indahnya syahid. wa yassara laki haitsu ma kunti”. Sebenarnya. suami saya menulis do’a di white board. tapi tanpa disadari. ketabahan saya saat itu semata datang dari Allah. mungkin saya sudah pingsan. Waktu subuh rasanya lama sekali. saya harus kembali ke rumah kontrakan di Bogor untuk mengurus surat-surat.Jam tiga malam. “Kalau mas meninggal duluan. Kemudian saya shalat. saya terbangun. do’a itu memang biasa kami ucapkan ketika kami berpisah. Mungkin sengaja beritanya dibuat begitu biar saya tidak kaget.” Semua itu akhirnya menjadi kenyataan. (Semoga Allah menambah ketaqwaan padamu. Dia juga bisa menjelaskan bagaimana indahnya syurga. meskipun badan kurang sehat. Nanti kalau mas meninggal duluan saya tahu saya harus bayar berapa. karena merasa akan ditinggal oleh bapaknya. atau yang lainnya. Karena angkutan yang ditumpanginya hancur ditabrak truk Tronton di jalan raya Parung. waktu itu suami saya sudah meninggal. Namun tak lama kemudian. Saya biasa mencium tangan suami bila ia ingin keluar rumah.. suami saya sudah dikafani. Semasa suami masih hidup. Ketika saya sakit. “Do’a kan dia supaya syahid …. Ruangan yang tercium paling wangi. saya tidak merasakan firasat atau tanda-tanda khusus. bahwa suami saya dalam kondisi kritis. anak saya sering menangis. bahwa dia bukan milik kita. dalam tidur. Badan saya sangat lelah dan akhirnya tertidur hingga subuh. Kita semua bukan milik kita sendiri. Saya cium tangannya.” Sekali lagi. kami juga saling mendo’akan. saya mimpi bersalaman dengan dia. Dia guru saya yang paling baik.” Canda itu memang sering muncul ketika kami bicara masalah kematian. Alhamdulillah Allah memberi kekuatan. dan mempermudah segala urusanmu di mana saja). Sambil menangis. do’akan dia supaya syahid. Menjelang kematiannya yang amat mendadak. Mungkin. Saya sendiri tak menyangka bisa setegar itu. Hampir seluruh ruangan rumah itu wangi. Lama sekali saya menghabiskan lembar demi lembar mushaf kecil saya. Banyak do’a-do’a yang diajarkan suami saya. seminggu sebelum suami meninggal. Ketika kami saling mengingat. catat. Kalau mas meninggal duluan. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”. Beberapa hari setelah musibah itu. saya mengatakan. saya balas do’a itu dengan do’a serupa. Tapi. saya kembali lagi ke ummi. ada seorang ikhwah Jakarta yang memberitahukan bahwa beliau sudah meninggal. Entah kenapa. mendengar berita itu hati saya tetap tegar. jadi anaknya lagi. dari seorang akhwat di Jakarta. Meski tidak ada catatannya. Saya banyak belajar darinya. saya ingin ngaji. Di sana. Saat saya buka pintunya. Pagi harinya. Saya memang sering bercanda sama suami. Entahlah. Sampai sekarang saya selalu baca do’a itu. saya ingat sekali hutang-hutang suami. segala hutang orang yang meninggal harus ditunaikan. Saya sempat periksa barangkali sumber wangi itu ada pada buah-buahan. saya mendapat berita. Entah kenapa. Sampai saya pernah bilang pada suami saya. Kepada orang-orang yang berta’ziah waktu itu. Sambil menangis. tapi milik ALLAH. meski dia tidak apa-apa.

bekerja membantu suaminya.Ketika suami meninggal. kepikiran ngga’ tentang mati ?” Kami tidak saling menatap. Katanya Qassam itu diambil dari nama Izzuddin Al Qassam. Rejeki yang saya terima. kisah teladan ( 352 ). saya sudah merasakan kedewasaan mereka lebih cepat mengerti tentang kematian. tidak ada yang tahu kapan kematian itu akan datang. “Maksudnya apa ?” “Beribadah. Sekarang. Saya bukan pengasuh anak yatim. Menjelang kematiannya. persiapkan saja diri kita. lebih dari tiga belas juta. “Memang ya. dia ingin mengunakan nama Qassam-nya. saya sedang hamil satu bulan. Tarbawi. saya pernah tanya pada suami. Ahmad Qassam Amrul Haq. cerita nasehat. bahkan tentang syahid. Meskipun sedikit. 1 31 Mei 1999M / 15 Shafar 1420 H  erva kurniawan 1:22 am pada 11 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Namanya sudah dipersiapkan oleh suami saya. Lalu. Izzuddinnya sudah sering dipakai. Dan rejeki dari Allah tetap saja mengalir. ” Saya berpikir bahwa saya harus mengurus rumah tangga dengan baik. “Aku dan pengasuh anak yatim seperti ini. “Mas nanti saya kerja di mana ?” Suami diam saja sejenak. Saya tidak mengira. Amrul Haq itu memang nama yang paling dia sukai. saya sempat bertanya pada suami. kalau lahir laki-laki. Saya ingat sabda Nabi. setiap bulan saya hidup dari pensiun pegawai negeri suami. tapi rejeki Allah itu tidak akan pernah habis. tentang neraka. Akhirnya suami saya mengatakan. Meski masih kecil-kecil. Masya Allah. setelah suami saya meninggal. sampai bingung. Kalau dia menulis di beberapa media. supaya wanita itu memelihara jati diri. diapakan uang sebanyak ini. Alhamdulillah. Saya bertanya. cerita teladan ( 355 ). tentang syurga. Katakanlah. meski suami saya tidak ada. tapi saya merasa cukup. tapi ibunya anak yatim. Sepulang suami saya dari kerja. kisah islami ( 268 ). Insya Allah saya optimis dengan anak-anak saya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . nama samarannya Abu Amrul Haq. tak mustahil lantaran keberkahan mereka. Allah memang memberikan rejeki kepada siapa saja yang dan tidak tergantung kepada siapa saja. “Mas. Tidak usah memikirkan pekerjaan. Suami saya hanya bilang. dan bermasyarakat. saya pernah berta’ziyah ke rumah salah seorang teman yang meninggal.” Waktu saya wisuda. saya menerima rejeki banyak sekali. 13 Januari 1996. Banyak kesan baik dan kenangan indah yang saya alami bersama suami.” sambil mengangkat dua jari tangannya. *** Dzikroyat. anak yang kedua. Edisi 1 Th.

Jeruk asam gini siapa yang mau makan?” suara itu terdengar di tengah-tengah keluarga dan membuat malu keluarga yang baru datang itu. Boleh jadi mereka akan menggadaikan satu hari mereka tanpa lauk pauk di rumah. marahlah ia kepada si pembawa jeruk. pusing. Ketika ia marah karena jeruk yang dibawa salah satu keluarganya itu busuk. Wajar. semuanya membuat dadanya bergemuruh. mual. Tiba-tiba. panas. berupaya untuk tetap berpartisipasi dalam acara keluarga besar tersebut. ketika saya sedang menjenguk salah satu saudara yang tengah dirawat di rumah sakit. bosan. boleh dibilang wajar jika seorang pasien marah lantaran kondisinya labil dan kesehatannya terganggu. perawat yang kadang tak ramah. Sebenarnya. “Kalau nggak mampu beli jeruk yang bagus. Namun karena jeruk yang dibawanya itu tak bagus. tapi ia tak mampu melihat apa yang sudah dilakukan satu keluarga itu untuk bisa membawa sekantong jeruk yang boleh jadi harganya tak seberapa. Dan tanpa bertanya lagi. Tapi tahukah seberapa besar pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk membelinya? Rumahnya sangat jauh dari rumah tempat acara keluarga. bahwa beberapa jeruk dalam jinjingan itu busuk atau masam. Atau jangan-jangan pagi hari sebelum berangkat. mau ngeracunin saya? Biar saya cepat mati?” Suara marah itu berasal dari lelaki tua yang kedatangan salah satu keluarganya dengan membawa jeruk. Penat. Lalu datanglah salah satu saudaranya dengan setangkai ketulusan berjinjing jeruk. belum lagi ditambah dengan bisingnya rumah sakit. Pupuslah senyum keluarga itu. dan berbagai perasaan yang menderanya selama berhari-hari. Seorang keluarga yang tengah diberi ujian Allah menjalani kehidupannya dalam ekonomi menengah ke bawah. Tetapi tidak dengan peristiwa lain yang hampir mirip terjadi di acara keluarga besar belum lama ini. Harga sekantong jeruk mungkin tak lebih dari sepuluh ribu rupiah. mungkin itu hanya pemicu dari segunung emosi yang terpendam selama berhari-hari di rumah sakit. rusaklah acara kangen-kangenan keluarga oleh kalimat tersebut. tak satu pun dari anggota keluarga itu . mending nggak usah beli. jenuh. Meski tidak semua jeruk yang dibawanya itu busuk dan sangat kebetulan yang terambil pertama oleh si pasien yang busuk. Sekali lagi wajar. marahlah ia. Si empunya suara mungkin hanya melihat dari jeruk masam itu. dan sedikitnya tiga kali tukar angkutan umum. terdengar suara makian keras dari pasien sebelah. Sepuluh ribu itu seharusnya bisa untuk makan satu hari satu keluarga. Boleh jadi benar. keluarga yang mulai uringuringan karena kepala keluarganya sekian hari tak bekerja. “Bawa jeruk kok busuk.Jeruk Busuk Rasa Manis Oleh Bayu Gawtama Suatu hari.

sempat menyantap sarapan karena uangnya dipakai untuk membeli jeruk. Yang lebih parah, mungkin juga mereka rela berjalan kaki dari jarak yang sangat jauh dan memilih tak menumpang satu dari tiga angkutan umum yang seharusnya. “Ongkos bisnya kita belikan jeruk saja ya, buat bawaan. Nggak enak kalau nggak bawa apa-apa,” kata si Ayah kepada keluarganya. Kalimat sang Ayah itu, hanya bisa dijawab dengan tegukan ludah kering si kecil yang sudah tak sanggup menahan lelah dan panas berjalan beberapa ratus meter. Tak tega, Ayah yang bijak itu pun menggendong gadis kecil yang hampir pingsan itu. Ia tetap memaksakan hati untuk tega demi bisa membeli harga dari di depan keluarga besarnya walau hanya dengan sekantong jeruk. Menahan tangisnya saat mendengar lenguhan nafas seluruh anggota keluarganya sambil berkali-kali membungkuk, jongkok, atau bahkan singgah sesaat untuk mengumpulkan tenaga. Itu dilakukannya demi mendapatkan sambutan hangat keluarga besar karena menjinjing sesuatu. Setibanya di tempat acara, sebuah rumah besar milik salah satu keluarga jauh yang sukses, menebar senyum di depan seluruh keluarga yang sudah hadir sambil bangga bisa membawa sejinjing jeruk, lupa sudah lelah satu setengah jam berjalan kaki, tak ingat lagi terik yang memanggang tenggorokan, bertukar dengan sejumput rindu berjumpa keluarga. Namun, terasa sakit telinga, layaknya dibakar dua matahari siang. Lebih panas dari sengatan yang belum lama memanggang kulit, ketika kalimat itu terdengar, “Jeruk asam begini kok dibawa…” Duh. Jika semua tahu pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk bisa menjinjing sekantong jeruk tadi, pastilah semua jeruk asam itu akan terasa manis. Jauh lebih manis dari buah apa pun yang dibawa keluarga lain yang tak punya masalah keuangan. Yang bisa datang dengan kendaraan pribadi atau naik taksi dengan ongkos yang cukup untuk membeli seperti jeruk manis dan segar. Mampukah kita melihat sedalam itu? Sungguh, manisnya akan terasa lebih lama, meski jeruknya sudah dimakan berhari-hari yang lalu. Bayu Gawtama

 erva kurniawan 1:25 am pada 7 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Sepatah Kata Sepetak Surga Oleh Sus Woyo Ketika kecil, saya senang sekali mendengarkan orang-orang berpidato atau ceramah di tempat-tempat pengajian. Sampai suatu saat terbersit keinginan ingin seperti mereka yang pandai bicara. Atau bahkan dulu saya sering terkagum-kagum jika pada saat menjelang pemilu para juru kampanye yang mewakili partainya masing-masing begitu semangat membakar hati massa. Atau saya juga sangat sering terpukau dengan para politikus yang sedang berbicara atau berdiskusi di layar televisi. Yang ada dalam benak saya adalah bahwa mereka termasuk orang-orang hebat. Akhirnya saya terbuai untuk belajar bagaimana caranya berbicara di depan orang banyak. Baik lewat buku-buku ataupun mengikuti cara guru-guru saya ketika ngaji sore hari di surau kampung saya. Sebab ada pelajaran pidato. Seiring dengan perjalanana waktu dan seringnya ikut berkumpul dengan teman-teman di lingkungan kampung, maka saya makin terbiasa untuk ngomong di depan orang banyak, walaupun -tentu saja- tak sepandai seperti para tokoh yang saya sebut di atas. Akhirnya saya menjadi terbiasa sering ngomong berbagai macam hal di lingkungan tempat tinggal saya. Pada saat sudah tak ada masalah lagi dalam hal bicara di depan forum, tiba-tiba saya dihantui perasaan sangat khawatir. Tak hanya khawatir, bahkan sering dihantui ketakutan. Sampai beberapa lama saya malah sangat malas jika diberi mandat untuk sekedar berbicara di depan umum. Apalagi berkaitan dengan memberi pelajaran kepada orang lain. Sebagai contoh, memberi materi kuliah subuh di masjid. Walaupun pada akhirnya tetap saya kebagian untuk bicara juga. Karena tidak ada yang lain. Bagi saya hal ini merupakan tugas yang sangat berat. Kalau sekedar ngomong, berpidato, orasi, itu sesuatu hal yang mudah. Tapi tanggung jawab di balik kata-kata itu adalah sesuatu yang tidak gampang. Hasan Basri, sorang ulama shalafussaleh yang terkenal hati-hati dan zuhud, beberapa kali menunda, bahkan menolak membahas suatu hal dalam sebuah kajian keilmuan, bukan karena alasan apa-apa, tapi lebih karena ia sendiri belum pernah melaksanakan hal-hal yang akan diterangkan kepada umat. Lantas bagaimana dengan saya? Sudahkan saya melaksanakan shalat malam pada saat saya membacakan hadits tentang qiamullail? Sudahkah saya bersedekah, sementara saya sering membacakan nash tentang itu kepada orang lain?

Saya tentu saja bukanlah Hasan Basri si ulama wara’ itu, tapi melihat ke-hati-hati-an beliau dalam membuat “sepatah kata menjadi sepetak surga”, memang perlu ditiru. Dan rupanya bukanlah sesuatu hal yang mudah. Walaupun itu juga tak selamanya menjadi sebuah kesulitan. Karena kita semua memang sudah paham, bahwa bagi orang mu’min, antara kata dan perbuatan haruslah sama. Tidak boleh seperti orang-orang munafik, yang antara kata dan perbuatan selalu tidak sama. Wallahua’lam. ***

 erva kurniawan 1:17 am pada 6 Februari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Nikmat Yang Terlewatkan Oleh Bunda Shafiya Saat itu kami; aku, bapak dan Shafiya sedang berada dalam perjalanan pulang ke rumah. Kami baru saja pulang dari menikmati semangkuk Soto Lamongan Cak Har *slruup* yang terkenal itu. Tepat di traffic light menuju ke arah Margorejo, mobil berhenti karena traffic light menunjukkan warna merah. Aku melayangkan pandangan ke seberang jalan. Nampak olehku sosok ibu pengemis dan anaknya yang sedang mesra bersenda gurau. Si anak rupanya haus dan alhamdulillah saat itu sang ibu ada rezeki untuk membelikan sekantung plastik es teh bagi si anak. Dengan penuh rasa kasih sayang kantung plastik es teh itu dibuka dari ikatannya dan diminumkan ke si anak dengan menggunakan sedotan. Tampak si anak sangat menikmatinya, kehausan barangkali. Setelah si anak puas, ibu itu pun mencicipi es teh itu sedikit dan ternyata walaupun es teh itu hanya bersisa sangat sedikit, mungkin hanya satu tegukan lagi sisanya, sang ibu itu tetap menyimpan sisa itu dengan hati-hati dengan mengikat kembali kantung plastik es teh itu.. Subhanallah! Betapa orang seperti mereka

sangat menghargai dan mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada mereka serta menjaganya dengan sangat hati-hati. Dadaku terasa sesak, bersamaan dengan itu air mata mulai menetes.. Teringat akan percakapanku dengan Shafiya di depot soto itu, “Nak, udah deh, ice tea-nya nggak usah dihabiskan. Ayo.. cepetan, Bapak sudah menunggu di mobil.” Betapa bodohnya aku yang malah mengajarkan anakku untuk berbuat suatu hal yang mubazir yang mencerminkan rasa tidak bersyukur padaNya. Astagfirullah. Bagi orang lain, peristiwa ini mungkin bukan sesuatu yang menarik untuk diceritakan. Tapi saya memaknainya lain. Alhamdulillah.Allah memberi saya petunjuk untuk selalu mensyukuri nikmatNya dalam ketaatan kepadaNya. Syukur Alhamdulillah. Ibu pengemis itu telah mengajarkan kepada saya cara untuk menghargai nikmatNya. Fabiayyi aalaa irabbikumaa tukadzdzibaan? Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang engkau dustakan? Pertanyaan retoris ini membuat saya tertunduk malu tiap kali mendengarnya. Betapa tidak! saya sering kali iri dengan nikmat yang ada pada orang lain. Saya memang tidak pernah sampai dalam tahap merasa dengki dan menginginkan agar nikmat orang lain itu hilang. Naudzubillah min Dzalik.. Tapi rasa iri saya membawa saya menjadi orang yang kufur nikmat. Padahal Allah selalu baik kepada saya. Dalam studi dan karir insya Allah saya selalu lancar. Ketika saya berdoa agar mendapat pendamping hidup yang sholeh, Allah dengan cepat mengabulkan permintaan saya. Ketika saya berdoa agar dikarunai anak yang menyejukkan pandangan orang tuanya, Allah dengan berbaik hati mengabulkan permohonan saya itu.. Namun.dari banyak nikmat yang ada, sedikit sekali saya mampu menyentuhkan dahi bersujud pada Allah untuk menyampaikan rasa terima kasih saya. Nikmat.. begitu banyak yang saya lewatkan tanpa mensyukurinya. Ya Allah.. janganlah golongkan saya menjadi orang-orang yang merugi karena kufur terhadap nikmatMu… (Tuhan) yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Quran. Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan keduanya tunduk kepadaNya. Dan Allah meninggikan langit dan Dia melektakkan neraca keadilan. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan jangan kamu mengurangi neraca itu. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluknya, di bumi itu ada buahbuahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bungabungaan yang harum baunya. Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? (Surat Ar Rahman: 1-13)

 erva kurniawan 1:03 am pada 31 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: abu bakar ( 2 ), cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Keutamaan Abu Bakar Ash Shiddiq Anas meriwayatkan dari Abu Bakr bahwa ia berkata: “Saya pernah berkata kepada Rasululloh ketika kami berdua berada dalam gua: ‘Sekiranya salah seorang melihat ke arah telapak kakinya pasti dapat melihat kita!’ beliau bersabda: ‘Bagaimana perkiraanmu wahai Abu Bakr jika ada dua orang sedang Alloh yang ketiganya.’” (HR. Bukhori dan Muslim) ‘Aisyah meriwayatkan bahwa Rasululloh pernah berkata kepadanya saat beliau sakit: “Panggilah Abu Bakr kemari, ayahmu, dan saudara laki-lakimu agar aku menulis sebuah pesan, sebab aku khawatir akan muncul orang yang berharap lalu berkata: ‘Aku lebih berhak.’ Sesungguhnya Alloh dan segenap kaum mukminin hanya rela menerima Abu Bakr.” (HR. Muslim) Jubeir bin Mu’thim meriwayatkan: “Seorang manusia datang menemui Rasululloh. Kemudian Rasululloh menyuruhnya agar datang di lain hari. Wanita itu bertanya: ‘Bagaimana jika nantinya aku tidak menemuimu lagi?’ Maksudnya bagaimana bila beliau telah wafat? Rasululloh menjawab: ‘Jika engkau tidak menemuiku maka temuilah Abu Bakr.’” (HR. Bukhori dan Muslim) Ketiga hadis di atas cukuplah menjadi bukti kuat bahwa Rasululloh mengangkat Abu Bakr menjadi khalifah sepeninggal beliau. Sebagaimana juga Rasululloh mengangkatnya menjadi imam sholat sewaktu beliau masih hidup. Demikian juga kaum muslimin telah sepakat mengangkat Abu bakr menjadi khalifah dan membaiatnya. Di antara hadis yang menjelaskan keutamaan Abu Bakr adalah hadis: “Andaikata aku akan mengangkat seorang khalil (kekasih) dari umatku niscaya aku angkat Abu Bakr, tetapi cukuplah sebagai saudara dan sahabatku. Sungguh Alloh telah mengangkat sahabat kalian ini (maksudnya diri beliau sendiri) menjadi khalil-Nya.” (HR. Bukhori dan Muslim) Dalam sebuah riwayat disebutkan salah satu keutamaan beliau yakni beliau masuk surga dari kedelapan pintunya. Disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ia berkata “Ayah dan ibuku menjadi tebusannya wahai Rasululloh, cukuplah seseorang dipanggil dari salah satu pintu tersebut, lalu adakah yang dipanggil dari seluruh pintu?” Rasululloh menjawab ”Ada, dan saya berharap engkau termasuk orang yang dipanggil dari seluruh pintu wahai Abu Bakr!” Diantara keutamaannya adalah beliaulah yang menginfakkan seluruh hartanya fisabilillah. Oleh sebab itu Rasululloh bersabda “Sesungguhnya yang paling besar jasanya padaku dalam persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakr.” (HR. Bukhari dan Muslim) Bahkan beliau termasuk sahabat yang paling banyak mengerjakan amal kebajikan dan termasuk yang terdepan daripada sahabat lainnya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa

Al-Ajjuri meriwayatkan dari Abdullh bin Ja’far At Thayyar. Pergilah dan cintailah Abu Bakr dan Umar serta berikanlah loyalitasmu kepada keduanya.” (HR. yang paling utama dan paling disayangi oleh Rasululloh. paling berani. “Seorang laki-laki datang menemui ayahku lalu berkata: ‘Ceritakan padaku perihal Abu Bakr!’ Ayahku berkata: ‘Apakah engkau bertanya tentang Ash-Shiddiq?’.” [Ali-Imron:144]” (Syarah Ushul I’toqod karangan Al-Laaikaai). Rasululloh telah mendoakan ampunan untuk Abu Bakr. Lantas kaum muslimin pun membai’at beliau. Muslim) Itu hanya sebagian dari keutamaan beliau. Kemudian Rasululloh bersabda “Tidaklah terkumpul perkara tersebut pada seorang hamba kecuali pasti masuk surga. “Saya!” jawab Abu Bakr. Bukhori) Beliau adalah sebaik-baik hamba yang pernah menjadi khalifah. Beliau adalah sahabat yang paling utama. “Saya!” jawab Abu Bakr. beliau berdoa: “Semoga Alloh mengampunimu wahai Abu Bakr!” beliau megucapakan tiga kali. Bukhori) Imam Al-Laaikaai meriwayatkan dari Zaid bin Ali bin Al-Husein bin Ali bin Abi Tholib. Lalu beliau bersabda “Sesungguhnya Alloh telah mengutusku kepada kalian namun kala itu kalian katakan ‘Engkau berdusta!’ Sedang Abu Bakr berkata ‘Engkau benar!’ Ia mengorbankan jiwa dan harta bendanya untuk membelaku. kasih sayang kepada kami dan yang paling lemah lembut kapada kami. paling taat. dan paling mulia. Barangasiapa tidak menyebutnya Ash-Shiddiq niscaya Alloh tidak akan membenarkan ucapannya. “Siapakah diantara kalian yang berpuasa pada hari ini?” Abu Bakr menjawab ”Saya!” Rasul bertanya lagi ”Siapakah diantara kalian yang mengiringi jenazah pada hari ini?” Abu Bakr menjawab ”Saya!”.” Lalu Umar meraih tangan Abu Bakr dan membaiatnya. Diriwayatkan dari Muhammad bin Ali bin Husein ia berkata. ‘Apakah engkau menyebutnya Ash-Shiddiq?’ Ayahku berkata ‘Celaka engkau. (Disarikan dari terjemahan: Al-Ibanah Lima lish Shahabah minal Manzilah wal Makaanah) *** Dari Sahabat . “Siapakah diantara kalian yang menjenguk orang sakit pada hari ini?” tanya Rasul pula. beliau adalah sebaik-baik khalifah. (HR. Lalu apakah kalian hendak meninggalkan sahabatku itu?” beliau mengucapakan ucapan itu dua kali. ia berkata “Saat Abu Bakr memimpin kami. “Siapakah yang memberi makan fakir miskin pada hari ini?” tanya Rasul lagi. Selayaknyalah beliau mejadi suri teladan bagi setiap muslim setelah Rasululloh. Umar berkata “Justru kami akan membaiatmu! Engkau adalah penghulu kami.” (HR. Apa yang terjadi setelah itu maka dirikulah menjadi tebusannya!’” Demikianlah sekilas keutamaan Abu Bakr. yakni Rasululloh. ia berkata: ”Abu Bakr Ash-Shiddiq adalah imam para syakirin” kemudian beliau membaca ayat “Dan Alloh akan memberi balasan kepda orang-orang yang bersyukur. orang terbaik diantara kami dan yang lebih dicintai oleh Rasululloh daripada kami semua. Maka tidak ada yang berani mengganggu Abu Bakr setelah itu.Rasululloh bersabda. hamba yang lebih baik dariku telah menyebutnya Ash-Shiddiq. Beliau adalah penghulu para sahabat. Dalam Shahih Al-Bukhori diriwayatkan bahwa ketika para sahabat berkumpul di aula Bani Sa’idah. kaum Muhajirin dan Anshor.

Rasulullah menanyakan di mana pakaiannya. orang yang dibebaskan Allah dari api neraka. Ibunya menjelaskan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Abu Bakar Ash Shidiq Khalifah Rasulullah Penulis: Al-Ustadz Ahmad Hamdani Ibnu Muslim Siapa yang tak mengenal Abu Bakar Ash-Shiddiq radiallahuanhu. Dari perkawinan dengan Qutaibah dihasilkan Abdullah yang ikut perang di Thaif dan Asma’. kisah teladan ( 352 ). berwajah cekung dan pinggang kecil. berdahi menonjol. Secara fisik ia seorang yang berbadan kurus. Qutaibah kemudian dicerai dan wafat pada usia 100 tahun. berpundak sempit. istri Az-Zubair. erva kurniawan 1:56 am pada 30 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: abu bakar ( 2 ). Di saat semua orang meragukan dan mendustakan apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampaikan. wafat dalam keadaan memeluk Islam. suatu saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Abu Bakar lalu menjulukinya ‘atiiqullah minan nar. Panglima besar yang berhasil menundukkan kekuatan dan kecongkakan negara super power Romawi. dia seorang diri membenarkannya. bahkan orang-orang kafir pun mengenalnya. Keagungan dan kemuliaan Abu Bakar bukan karena ketampanan dan kegagahannya. cerita nasehat. Setelah tahu apa yang terjadi. Ia memiliki beberapa anak. . Ia rela merobek habis robekan demi robekan bajunya untuk menyumbat setiap lubang yang ada di dalam gua di malam hari karena takut binatang penyengat yang bersembunyi di dalamnya keluar mengganggu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika orang-orang musyrik mengepung keduanya. Dialah Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Amir bin Ka’ab bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Luai yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Bakar Ash-Shiddiq radiallahuanhu. Bukan hanya kaum muslimin yang mengenalnya. manusia paling mulia dari umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. seorang khalifah besar pengganti Rasulullah. akan tetapi karena keimanan yang kokoh di hati yang membuahkan pembenaran terhadap semua apa yang dikabarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ibunya bernama Ummul Khair As-Sahmi binti Shakhr bin ‘Amir. cerita islami ( 282 ). Pagi harinya. Rasulullah mendoakannya menjadi orang yang mempunyai derajat tinggi di jannah. cerita teladan ( 355 ). kisah islami ( 268 ).

memerintah rakyatnya mengikuti syariat dan tidak mengadakan bid’ah. Banyak fatwa yang ia keluarkan di hadapan Rasulullah dan beliau menyetujuinya. Abdurrahman masuk dalam barisan kaum musyrikin yang memerangi Rasulullah. cerita teladan ( 355 ). Dari istrinya yang lain yang bernama Asma’ binti ‘Umais melahirkan Muhammad dan dari Habibah binti Kharijah bin Zaid melahirkan Ummu Kultsum x yang dinikahi shahabat Thalhah bin Ubaidillah z. Diangkatnya Abu Bakar menjadi imam shalat pengganti Rasulullah r. Al-Imam Ibnul Jauzi sumber : http://www. kisah teladan ( 352 ). Bila ia baik minta diikuti dan bila menyimpang ia minta diluruskan. *** Bacaan: Shifatush Shafwah. Abu Bakar radiallahuanhu melebihi shahabat lainnya. cerita nasehat. sewaktu Rasulullah wafat orang-orang Muhajirin dan Anshar sepakat membaiatnya menjadi khalifah. Karenanya. Wallahu a’lam. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Di Balik Permainan Ini . ditambah adanya hadits yang memerintahkan kaum muslimin untuk kembali kepada “dua bulan” (Abu Bakar dan ‘Umar) bila mengalami suatu perselisihan.Perkawinannya dengan Ummu Ruman melahirkan ‘Aisyah x (istri Rasulullah) dan Abdurrahman. Ia seorang khalifah yang adil. dalam usia 63 tahun. Abdullah bin ‘Umar c mengabarkan bahwa Abu Bakar radiallahuanhu sakit karena wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga menyebabkan kematiannya. bahwa ia bukanlah orang yang terbaik. Ahli sejarah menulis Abu Bakar z wafat antara waktu Maghrib dan ‘Isya pada hari Rabu bulan Rabi’ul Awwal tahun 13 H. kisah islami ( 268 ). Tak lama setelah diangkat jadi khalifah ia berkata. Sebelum masuk Islam.com  erva kurniawan 1:52 am pada 11 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). menjadi saksi atas ketinggian ilmunya. Dari sisi keilmuan.asysyariah. Namun dalam perang Badr ia baru masuk Islam. tidak bergaya hidup mewah dan rendah hati.

jika saya angkat pensil. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan waktu. semakin lama semakin cepat. di tangan kanannya ada pensil. mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Jika saya angkat kapur. Dan anda mulai dapat mengikutinya.saya akan meletakkannya di tengah karpet. Dan tanpa disadari. tentu saja murid-murid tadi keliru dan kikuk. yang bathil itu bathil. Jika saya angkat kapur ini. tanpa rasa malu. Kita begitu jelas membedakannya. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat. Zina tidak lagi jadi persoalan. Di tangan kirinya ada kapur. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata. Namun kemudian. Selang beberapa saat. di tangan kanan ada pensil. Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya.” “Semuanya sudah terbalik. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. “Ini ada Qur’an. “Baik sekarang perhatikan. Ibu guru itu berkata. untuk menukarkan sesuatu. maka sebutlah “Pensil!”. berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang susah. maka berkatalah “Kapur!”. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut. musuh musuh kita memaksakan kepada kita dengan perbagai cara. “Murid-murid. Mulanya yang haq itu haq. ditangan kiri saya ada kapur. anda sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. Paham?” tanya Guru kepada muridmuridnya. Namun lambat laun.Seorang ibu guru sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. . dan lain-lain. pakaian seksi menjadi hal yang lumrah. begitulah kita umat Islam. “Paham guru…” “Baik permainan kedua…” begitu Guru melanjutkan. dari yang haq menjadi bathil. dan sebaliknya. Sekarang anda berdiri diluar karpet. “Keluar berduaan. sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend. permainan berhenti. jika saya angkat pensil ini. Dan diulangkan seperti tadi. Permainannya adalah. akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. tapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka. hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa. materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain. bagaimana caranya mengambil Qur’an yang ada ditengah tanpa menginjak karpet?” Murid-muridnya berpikir. maka berkatalah “Pensil!” Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. maka katakanlah “Kapur!”. dan sangat sukar untuk mengubahnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. “Saya ada satu permainan… Caranya begini.

Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. minta ijin untuk share • Saeyfullah 9:23 pm pada 27 Januari 2011 Permalink Ijin share beberapa artikel. akhirnya hancur. maka bangunlah aqidah yang kuat. Begitulah Islam. Lemari dikeluarkan dulu satu persatu. tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu. baru mereka akan sadar”. Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh kita… “ “Kenapa mereka tidak berani terang-terang menginjak-nginjak. kita selesaikan pelajaran kita kali ini. mereka tidak akan sadar.” “Begitulah Islam… Kalau diserang perlahan-lahan. misalnya Perang Salib. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan. mereka akan bangkit serentak. “Kalau begitu. tapi ia akan perlahan-lahan mempengaruhi anda. bolehkah? . Ia memenuhi syarat. sehingga anda tidak sadar. begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya…Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-nginjak anda dengan terang-terang…Kerana tentu anda akan menolaknya mentah mentah. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir. “Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang. cara hidup. sehingga meskipun anda muslim. baru rumah dirobohkankan…” “Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. tidak menginjak karpet. Mulai dari perangai anda. Tapi sekarang tidak lagi. dan ia ambil Qur’an. jika ingin kuat. *** Dari Sahabat • hilmi 10:09 am pada 11 Januari 2011 Permalink sungguh pelajaran yang amat berharga.” “Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). kursi dipindahkan dulu. pakaian dan lain-lain. maka dibuatlah pondasi yang kuat.Akhirnya Guru memberikan jalan keluar. digulungnya karpet. dan lain-lain. Sebaliknya. tentu susah kalau dimulai dgn pondasinya dulu. “Murid-murid. dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang…” Matahari bersinar terik takala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya… Renungilah Sahabat Semua. Perang Tartar. tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka… Dan itulah yang mereka inginkan. jika ingin membongkar rumah. “Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat. Ia tidak akan menghantam terang-terangan. bu?” tanya murid-murid.

dan Nasab Beliau seorang imam. silahkan  erva kurniawan 1:49 am pada 9 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). tokoh ulama panutan lagi disegani yang bermadzhab Hanabali dan pemuka ulama pada zamannya. Tempat Lahir Tidak ada referensi yang cukup untuk menjelaskan secara detail tentang sejarah kelahiran Beliau. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Imam Al Barbahary Rahimahullah Nama. cerita nasehat. cerita teladan ( 355 ). Beliau adalah Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Kholaf al Barbahary. Imam al Barbahary banyak bergaul dengan para ulama murid-murid Imam Ahlu sunnah Ahmad bin Hanbal dan Beliau banyak mengambil ilmu dari mereka dan kebanyakan mereka berasal dari Baghdad. Kunyah. Guru dan Petualangan Beliau dalam Mencari Ilmu Imam al Barbahary sangat menonjol dalam petualangan mencari ilmu dan memiliki perhatian besar dalam ilmu agama. nisbat kepada daerah Barabahar salah satu daerah lembah di benua India . kisah teladan ( 352 ).• erva kurniawan 9:55 am pada 28 Januari 2011 Permalink Boleh. namun menurut penemuan saya (yakni pentahqih). kisah islami ( 268 ). Beliau banyak menimba ilmu dari para imam dan ulama sahabat Imam Ahmad bin Hanbal. namun sangat disayangkan guru Beliau yang tercantum dalam literature hanya dua orang saja: . beliau lahir dan besar di Baghdad sebagaimana yang dikenal dan masyhur di kalangan kaum muslimin terutama para alim ulama. Yang Demikian ini menjadi bukti bahwa beliau besar dan tumbuh di tengah lingkungan ilmu yang kental dengan sunnah yang memberi pengaruh besar pada dirinya. mujahid.

serta mumpuni dan terpercaya dalam meriwayatkan atsar”.” Ibnul Jauzi berkata: “Dia seorang ulama pengumpul ilmu.” Sikap Zuhud dan Wara Beliau Imam al Barbahary sangat dikenal kezuhudan dan wara’nya dan sebagai bukti kuat apa yang telah dikatakan oleh Abul Hasan bin Basysyar: “Imam al Barbahary telah berlepas diri dari harta warisan dari bapaknya sebanyak tujuh puluh ribu dirham. ulama terekemuka dari kalangan madzhab Hanbali di Iraq baik dalam pemikiran. Wafat pada bulan Muharrom tahun 233 H dalam usia 80 tahun.1.seorang imam. Imam adz dzahabi dalam kitab al ‘Ibar berkata: “Dia seorang ahli fiqh dan tokoh pantuan. Beliau sangat disegani dan terhormat di hadapan para pemimpin dan para sahabatnya. ulama ahli fiqh dari kalangan madzhab Hanbali. zuhud. faqih. Asy’Aryah. Muhaddits dan pemuka ulama Baghdad. atsar dan fiqh yang dihadiri oleh para imam ahli hadits dan fiqh. dan sangat tegas terhadap ahli bid’ah. Ahmad bin Muhammad bin al Hajjaj bin Abdul Aziz abu Bakar al Marwazi. sahabat karib Imam Ahmad bin Hanbal. Kedudukan dan Pujian Para Ulama Imam al Barbahary seorang imam yang sangat disegani. baik dengan Tangan maupun lisan. Adapun pujian para ulama terhadap beliau antara lain: Ibnu Abi Ya’la berkata: “Dia seorang pemuka ulama di tengah kaumnya. pengajak kembali kepada sunnah dan atsar. Syiah dan rafidhoh. Sahal bin Abdulloh bin Yunus At Tustary Abu Muhammad. sangat ahli dalam memberi nasihat dan sangat tegas dan keras terhada ahli bid’ah dan pelaku maksiat. Beliau memiliki posisi dan kedudukan yang sempurna. seorang imam. Mu’tazilah. ahli ibadah. terdepan dalam anti kemungkaran dan berlepas diri dari kebathilan. Beliau memiliki kedudukan mulia di kalangan para pemimpin dan pra pembesar negara.” Ibnu Abi Ya’la berkata: “Imam al barbahary Memiliki banyak kelebihan dan keistimewaan dalam urusan agama. wafat pada tanggal 6 Jumadil Ula tahun 275 H 2. Majlis ta’limnya dipenuhi dengan pengajian tentang ilmu hadits. tegas dalam menyampaikan kebenaran. Beliau sangat komitmen dalam kemurnian ajaran dan proaktif dalam menyingkirkan kotoran bid’ah dan hawa nafsu baik dari pemikiran Jahmiyah. Dalam buku ini beliau sangat memperhatikan bahaya bid’ah dari mulai yang kecil hingga yang besar sebagaimana beliau katakan dalam masalah nomor (6): “Waspadalah . Abu Abdillah al Faqih berkata: “Jika ada orang yang berasal dari Baghdad senang terhadap Abul Hasan bin Basysyar dan Abu Muhammad al Barbahary. kedudukan dan kebersihan hidupnya. tokoh panutan. zuhud dan memeiliki mutiara hikmah dan karomah srta kelebihan.” Ibu Katsir berkata: “Beliau seorang ulama yang zuhud.” Sikap Beliau terhadap Ahli Bid’ah Imam al barbahary bersikap sangat tegas terhadap ahli bid’ah dan sangat gencar dalam memerangi mereka baik dengan tangan atau tulisan tanpa keluar dari kaidah ahlu sunnah dalam mengambil sikap dan bermuamalah terhadap mereka. Serta sangat berwibawa dan disegani oleh orang alim dan orang awam. Tasawuf. ketahuilah dia termasuk ahlu sunnah”. dia salah seorang imam yang berilmu dan banyak hafalannya. Di antara hal-hal yang menjadi bukti bahwa beliau seorang ulama yang disegani dan memiliki kedudukan mulia: Murid Beliau Ibnu Baththoh berkata: “Saya mendengar al Barbahary ketika seorang jamaah haji berkata: ‘Wahai kaumku! Jika beliau butuh bantuan seratus ribu dinar dan seratus ribu dinar hingga lima kali lipat maka aku siap membantunya.” Ibnu Baththoh berkata: “Jika beliau menghendakinya maka dia bisa memperolehnya dari para jamaah”.

tokoh panutan dan ahli hikmah. dan kedua orang yang sengaja menentang kebenaran dan menyelisihi orang-orang yang bertaqwa dari generasi sebelumnya sebelum mereka. pertama orang yang tersesat dari jalan lurus sementara dia tidak menginginkan kecuali kebaikan.” Beliau juga menjelaskan bahaya penyebaran bid’ah dan memberi peringatan keras kepada kita agar tidak terjatuh ke dlam cara-cara dan praktek kebid’ahan sebagaimana ucapan beliau pada masalah no (8): “Perhatikanlah setiap ucaapan orang pada zamanmu. maka kekelirun orang tersebut tidak boleh diikuti karena ia telah hancur. perawi buku ini (syarhus Sunnah) yang meriwayatkan dari penulis.” Jadi beliau bersikap sangat tegas terhadap ahli bid’ah sebagai bukti betapa tingginya perhatian beliau terhadap sunnah dan betapa besarnya ghirah beliau terhadap sunnah saat ada orang sesat yang ingin menghantamnya. 2. jangan tergesa-gesa dan cepat membenarkan suatu ucapan tersebut hingga kamu bertanya dan memperhatikan apakah ucapan itu pernah disampaikan oleh para sahabat Nabi atau para ulama ahli sunnah? Jika kamu mendapatkan atsar dalam hal tersebut (maka) peganglah dan jangan sampai kamu melampaui batas. begitu juga ahli bid’ah yang senantiasa bersembunyi dari penglihatan orang dan ketika mendapat kesempatan ia langsung tanpa gamang menyebarkan racun dan bisa kebid’ahan. dan jangan memililh-milih darinya sehingga terjatuh dalam neraka. sebab bid’ah yang remeh dan keil bila dibiarkan akan menjadi besar. Murid-Murid Beliau Banyak orang yang menimba dan mengambil faidah agama dari beliau karena beliau adalah tokoh panutan dalam ilmu dan kemuliaan. Di antara Murid-Murid Beliau 1. Seorang imam. . wafat pada bulan Muharrom tahun 387 H. Seorang imam dan ahli fiqh serta tokoh panutan.” Beliau dalam masalah nomor (101) berkata: “Ketahuilah kebid’ahan hanya tumbuh dan datang dari kaum puritan lagi kerdil ilmu yang suka ikut-ikutan dan mudah terombang-ambing oleh arus. maka perhatikanlah ucapan beliau: “Perumpamaan ahli bid’ah laksana kalajengking yang mengubur kepala dan tubuhnya di dalam tanah lalu mengeluarkan ekornya yang berbisah.” Masih banyak ucapan beliau yang sangat bagus dan berbobot dalam buku ini yang memberikan gambara secara jelas tentang karakter ahli bid’ah seakan-akan kamu menyaksikan mereka di dean mata. Ahmad bin Kamil bin Kholaf bin Syajarah Abu Bakar.” Beliau berkata dalam maslah n omor (9): “ketahuilah. pemilik karomahdan kedudukan mulia. Abu Abdillah bin Ubaidulloh bin Muhammad al ‘Ukbary yang dikenal dengan Ibnu Baththoh. Sikap seperti itu bisa menjadi contoh mulia sebagai bentuk sikap ulama ahli sunnah terhadap ahli bid’ah dan kebathilan dan kesesatan.terhadap bid’ah meskipun dianggap remeh. wafat bulan Dzul Qo’dah tahun 387 H 3. dialah orang yang telah tersesat dalam kesesatan dan menyesatkan. Muhammad bin Ahmad bin Ismail al baghdadi Abul Husain bin Sam’un. orang yang tersesat dari jalan lurus ada dua macam. ahli pemberi nasihat. dan bila ada kesempatan ia langsung tanpa gamang menyengatmu.” Beliau juga berkata dalam nomor (64) berkata: “Jika ada seorang yang suka menghujat dan menolak atsar atau mengingkari hadits Rasul sholallohu ‘alaihi wa salam maka jadikanlah dia seorang yang tertuduh dalam Islam sebab dia seorang yang buruk pemikiran dan madzhabnya.

namun saya tidak mendapatkan karya-karya ilmiah beliau kecuali hanya tulisan ini dan penjelasannya akan diuraikan nanti Cobaan dan Wafat Beliau Dikarenakan kedudukan Imam al Barbahary yang tinggi dan mulia. sedangkan duduk-duduk untuk berdebat adalah penutup pintu faidah. Lalu Imam al barbahary kembali lagi kepada kedudukan semula di negeri itu hingga ketika Abu Abdillah bin Arofah yang dikenal dengan Nafthowaih wafat. Demikian itu terjadi pada bulan Safar tahun 323 H dan pada tahun itu beliau semakin nak daun dan tenar serta para sahabat beliau semakin diperhitungkan.” Mutiara Ucapan Beliau Abu Abdillah bin Baththoh berkata: “Saya mendengar Abu Muhammad al Barbahary berkata:’Dudukduduk untuk saling memberi nasihat adalah pembuka pintu faidah. mereka lebih berani dalam melarang segala kebid’ahan dan melawan ahli bid’ah. Ketika Imam al Barbahary melewati daerah bagian barat lalu beliau bersin dan para sahabat beliau mendoakan hingga tedengar suara gemuruh maka sang kholifah mendengar dari dalam tandunya . dan sebagian besar sahabatnya ditangkap dan dibawa ke Bashroh. Muhammad bin Muhammad bin Utsman Abu Bakar Al Khathib berkata: “Telah samapi kepadaku bahwa dia suka hidup sederhana dan memiliki madzhab yang sangat bagus namun sering meriwayatkan riwayat yang mungkar dan bathil. Kemudian dia ditangkap pada tanggal 6 bulan Jumadil akhir tahu 322 H kemudian dimasukkan penjara dan disiksa dengan dicongkel kedua matanya hingga menjadi buta. banyak sekali orang yang hadir untuk mensholatkan jenazahnya dan Imam al Barbahary mendapat kehormatan untuk menjadi Imam sholat jenazah tersebut. Di Antara Syair beliau: Barangsiapa yang puas dengan apa yang dimiliki maka Dia menjadi orang kaya dan selalu tetap di atas agama Betapa tingginya kedudukan qona’ah membuat orang Rendahan menjadi mulia Jiwa seseorang menajdi sempit ketika dalam kemiskinan namun bila ia mendekat kepada Tuhannya semua menjadi luas Karya-Karya Beliau Para penulis biografi menyebutkan bahwa beliau memiliki banyak tulisan. Ibnu Muqlah pada tahun 321 H untuk menangkap Imam al barbahary dan para sahabatnya lalu beliau bersembunyi.4.’ Beliau berkata: “Manusia berada dalam ketertipuan terusmenerus”. Dan Alloh membalas perbuatan Ibnu Muqlah yang akhiranya sang Kholifah marah kepadanya sehingga dia melarikan diri lalu dipecat oleh Kholifah al Qohir dari jabatannya dan rumahnya dilempari api. berwibawa lagi disegani oleh semua kalangan baik yang alim atau yang awam dan terhormat di klalangan para pemimpin maka ahli bid’ah senantiasa membuat makar untuk memperdaya beliau dalam rangka untuk menghancurkan karier beliau dan menjilat kepada para pemimpin hingga Kholifa al Qohir memerintahkan kepada mentrinya.

beliau terserang pendarahan hebat hingga wafat.” *** (Di tulis kembali dari: Buku “Syarhus Sunnah-Penjelasan Tuntas Bahwa Islam itu adalah Sunnah dan Sunnah itu adalah Islam. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . pembela sunnah dan sangat keras terhadap ahli bid’ah dan kaum zindiq. mereka berusaha memfitnah Imam al barbahary hingga Kholifah ar Rodhiy memerintahkan Badr al Harosiy kepala polisi bagian transportasi dan komunikasi di daerah Baghdad.” Semoga Alloh merahmati Imam al Barbahary dan memberi balasan yang besar.” Saudari Tuzun berkata: “Kuburlah dia di dalam rumahku dan jika nanti aku meninggal dunia kuburkanlah (aku) di sisinya. Lalu pembantu berkata: “Wahai tuanku. engkau juga melihat apa yang aku lihat?” Ia Menjawab: “Ya” pembantu berkata: “Inilah kunci-kunci rumah dan rumah dalam keadaan tertutup. kisah islami ( 268 ). kamu telah menghancurkanku bersama saudaraku. dia seorang imam dan tokoh panutan. Para ahli bid’ah tidak bosan-bosan untuk terus menerus membuat makar keji dan kebohongan dengan menjilat kepada Kholifah ar radhiy. lalu pemilik rumah memanggil pembantu tersebut lalu berkata: “Wahai Hajjam. cerita nasehat.” Pada saat pemilik rumah melihat dari kejauhan tampak ruangan rumah dipenuhi kaum laki-laki yang berpakaian putih dan hijau maka ia berusaha untuk mendekati namun ketika sholat jenazah usai mereka menghilang. Ketika beliau wafat. hal 5-13. saudaru Tuzun berkata kepada pembantunya: “Caarilah orang yang ahli dalam memandikan mayat. agar melarang para sahabat Imam al Barbahary berkumpul dan bertemu. cerita teladan ( 355 ). selama satu bulan dalam persembunyian. maka datang seorang yang ahli dalam memandikan mayyity ke rumah lalu pintu ditutup agar tidak diketahui oleh orang kemudianorang tersebut menshalatkan sendirian. Ibnu Abi Ya’la berkata: “telah bercerita kepadaku bahwa Muhammad bin Hasan al Muqriy berkata bahwasannya kakek dan nenekku berkata kepadaku: ‘Abu Muhammad al Barbahary bersembunyi di rumah saudari Tuzun di daerah bagian timur daerah al Hammam jalan raya as Silsilah.kemudian bertanya tentang kejadian tersebut dan dikabarkan kepadanya hingga sang kholifah merasa takjub dengan sikap tersebut. Maka Imam al Barbahary dengan gerak cepat mencari tempat persembunyian dan pindah dari daerah bagian barat menuju bagian timur lalu bersembunyi di daerah tersebut hingga beliau wafat dalam masa persembunyian pada bulan rojab tahun 329 H. Penerbit: Dar El-Hujjah)  erva kurniawan 1:35 am pada 8 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kisah teladan ( 352 ).

lalu menimba ilmu Fiqh kepada syeikhul Islam Al-Balqini .Selanjutnya ia menekuni berbagai bidang ilimu dan saat itu usianya baru menginjak usia 16 tahun. dan nisbat yang dimilikinya: As-Sayuthi nama lengkapnya adalah Al-Hafizh Abdurrahman ibnu Al. serta di panggil dengan nama abdul Fadhal. yakni pada tahun 864 H. Perjalanan dan masa menuntut ilmu: Pada usia yang amat sangat muda ia telah hafal Al-Quran. seorang ahli hakikat dan guru tarekat. Ayahnya meninggal dunia pada malam senin. bahwa dia pernah mendengar ayah saya mengatakan bahwa kakek buyut ayah adalah orang non arab dari timur. dan ada pula yang menjadi pedagang. Darinya lahir tokoh-tokoh dan pemimpin.Kamal Abi Bakr bin Muhammad bin Sabiq ad-Din Ibn Al-Fakhr Utsman bin Nazhir ad-Din al-Hamam al-Khudairi al-Sayuthi. antara lain ada diantara mereka yang menjadi kepala pemerintahan di daerahnya. dan para sejarawan sepakat tentang tahun kelahiran ini. Garis keturunan. bulan Rajab 849 H. dan diberi gelar Jalaluddin. dan hafalan ini menjadi sempurna betul ketika ia menginjak usia 8 tahun. Minhaj fiqh. dan Al-fiyah ibn Malik. yang dalam hal ini asysayuthi sendiri pernah mengatakan: Ada seorang yang bisa saya percaya pernah menuturkan kepada saya. 5 Safar 855 H. kecuali ibnu Iyas dan Ismail Pasha al-Bagdadi yang menganggap bahwa kelahiran as-Sayuthi adalah pada bulan Jumadil akhir. begitulah ia mengatakannya sendiri. Ia berasal dari keturunan non arab. Penulis Mu`jam al-Mallifin menambahkan: Athaluni al-Mishri Asy-Syafi`i. Ia mempelajari Fiqh dan Nahwu dari beberapa guru. dan mengambil ilmu Faraid dari ulama di jamannya yakni Syeikh Syihab ad-Din asy-Syarmasahi. ada pula yang menjadi Hakim Perdata.Imam Al Hafidz Jalaluddin Abdurrahman As Suyuti Nama. Kelahiran dan pertumbuhannya: As-sayuthi dilahirkan di wilayah Asyuth sesudah magrib pada malam ahad. Namun tidak ada seorangpun diantara mereka yang saya ketahui menekuni ilmu secara sungguh-sungguh kecuali ayah saya. Ia dibesarkan dalam keadaan yatim piatu. pada saat ia masih berusia 6 tahun. Al-Ushul. Ia menghubungkan garis keturunannya demikian: Kakek buyut saya adalah Damam adDin. Setelah itu ia lanjutkan dengan menghafal kitab-kitab semisal al-`Umdab.

al Mughni – sebuah kitab Ushul Fiqh Mazhab Hanafiyah dan syarhnya pada Syams alMarzabani al-Hanafi. Selain itu. Al-Fiyah ibnu Malik. Al-Mihlah. Kendatipun demikian. Sesudah itu ia tinggal bersama asy-Syaraf al-Manawi. as-Sayuthi menyerap ilmu yang tidak terhingga jumlahnya.`Ali alAsymuni. Fiqh . dan mendengarkan pengajian kitab al-Mutawassith serta as-Safiyah berikut syarhnya yang ditulis oleh al-Jarudi yang disampaikan oleh ulama ini. dan seterusnya ke Yaman. hingga ulama ini meningggal dunia. Syarh-Asyudur. Sementara itu beribu-ribu orang telah pula berguru kepada dirinya. yakni ilmu dirayah hadits. Guru. Lalu secara tetap pula mengikuti pengajian yang diberikan oleh Saifudin muhammad bin muhammad al-Hanafi. As-Sayuthi kemudian dikenal dengan orang yang begitu dalam ilmunya. melalui para ahli bahasa dan Balaqhah. Tidak ada hal lain yang dapat diketahui tentang dirinya dalam persoalan ini. serta pengajian-pengajian yang diberikan oleh al`alamah asy-Syamani dan al-Kafiji. lalu menuju Syam dan Hijaj. melebihi perhatiannya terhadap masalah yang dianggapnya paling penting dalam disiplin ilmu ini. dan dilanjutkan oleh putranya `Ilmuddin Al-Balqini. ilmu . Kegiatannya menuntut ilmu: Di dalam usahanya menuntut ilmu as-Sayuthi telah mendatangi syeikh Safuddin Al-Hanafi dan berulangkali mengkaji kitab Al-Mukasyaf dan At-Taudhih. Nahwu. Kendatipun demikian.Ia banyak melakukan perjalanan untuk menuntut ilmu. sehingga hanya dalam waktu 22 tahun saja ia telah membanjiri perpustakaan-perpustakaan Islam dengan karya-karyanya dalam berbagai bidang. India dan al-Maghrib (Maroko). Akidahnya: Dari karangan-karangan yang membela para sahabat dan tetap berpijak pada sunnah. Dari ulama ini as-Sayuthi menimba ilmu yang tidak terbilang juga banyaknya. Ma`ani. ilmunya yang demikian mendalam tentang Al-Qurn dan sunnah. maka tampaklah bahwa mazhab yang dipilihnya adalah mazhab ahlus sunnah. ia tetap mengatakan bahwa ia tidak banyak mempelajari ilmu-ilmu riwayat. ia segera mengasingkan diri dari keramaian. Pengaruh intelektualitasnya: Begitu usianya menginjak 40 tahun. yang jauh menyimpang dari Al-Quran dan Sunnah. Dimyat. selain kecendrungannya kepada tasawuf yang telah dirintis oleh kakek buyutnya Hamam. murid dan sejawatnya: as-Sayuthi mengakui sekitar seratus lima puluhan orang ulama sebagai gurunya. Dari ulama yang disebut terakhir itu. lalu menyusun buku-buku ringkas tentang ilmu-ilmu ini. Ia kemudian berguru kepda Al-Ustadz Muhyiddin Al-Kafayaji selama 14 tahun. dalam tujuh disiplin ilmu : Tafsir Hadist. Bayan dan Badi`. dan menunjukkan perhatian dalam bidang karang-mengarang. bahasa dan ma`ani. dan mengkaji shahih Muslim sampai hampir tamat. Ia pernah pula dikirim orang tuanya mengikuti majelis yang diselenggarakan oleh al-Hafidz ibnu Hajar. dan yang menonjol diantaranya adalah: Ahmad zas-Syarmasahi ‘Umar al-Balqini Shalih bin Umar bin Ruslan al-Balqini Muhyidin al-Kafiji Al-Qadhi syarafudin al-Manawi.sampai yang disebut terakhir ini wafat. dan diantara mereka yang paling menonjol antara lain: Syamsudin asy-sakhawi. Kepada ash-Shyairafi di samping kita-kitab lain seperti As Syifa`. telah mampu membentengi dirinya dari penyimpangan-penyimpangan yang banyak dialami oleh para pengikut aliran sufi. dan menghadiri pengajian ilmiah yang diberikan al-Balqini. Dari ulama ini ia menyerap ilmu Tafsir dan Ushul. juga mempelajari Alfiah karya al-`Iraqi. antara lain ke kota Al-Fayun.

cerita teladan ( 355 ). dan Tarikh. Durr as-sahabah Fi Man Nazal al-Nishir Min al shahabah. Bandung. semisal tafsir dan ilmu tafsir. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Senang di Dunia. yang diakui sebenarannya oleh yang bersangkutan. lalu dimakamkan di Hausy Qousun. kisah islami ( 268 ). hal:41-45. sirah Nabawiyah. Penullis hidayah alA`rifin mengemukakan sejumlah besar karangan yang telah ditulis oleh asy-Sayuthi yan jumlahnya mendekati apa yang kami sebutkan itu.As`af al-mabtha` bi Rijal al-Muhtha`. Pertama: tentang Hadits Zahr ar-Rabbiy Ala Mujtaba Li an-Nasa`I Al-Hawalik `Ala Muwaththa` Malik. Hadits dan ilmu Hadits. Jam`u aljawami` Aw al-jami` al-Kabir. Al al-fiyah fi al-Hadits. kisah teladan ( 352 ).dalam jumlah sekitar 600 judul. Penerbit: PUSTAKA. Fiqh dan Ushul Fiqh. Marqat ash-Shu`ud Syarkh Sunan Abi Dawud. Tadrib ar-Rawi bi syarkh Tawqrib an-Nawawi. Kedua: Dalam ilmu Hadits. Untuk itu ia mengeram dirinya di rumah dalam kamar khusus yang di sebut Raudhah al-Miqyas dan hampir-hampir tidak beranjak dari situ. Senang di Akhirat . Natsr al-Abir fi Takhrij Ahadits asy-syarkh al-Kabir Wafatnya: Hidup syaikh as-syayuthi sarat dengan kegiatan menghimpun ilmu dan mengarang. cerita nasehat. 19 Jumadil Ula 911 H di tempat kediamannya. Cukuplah sekiranya di sini bisa kami sebutkan saja beberapa diantara karya-karyanya yang paling menonjol dalam ilmu Hadits lantaran kaitannya yang demikian erat dengan topik kajian kita sekarang ini. bahasa Arab dengan berbagai cabang ilmunya.  erva kurniawan 1:51 am pada 7 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). 1406 H – 1985 M. Nampaknya karena sakit yang di derita inilah ia lalu meninggal dunia pada hari kamis. Ia terus menerus terlibat dalam hal ini hingga akhir hayatnya sesudah menderita sakit dan kelumpuhan total pada tangan kirinya selama seminggu. al-Jami` ashShaghir wa Dzailuh. *** Dikutip dari: Proses lahirnya sebuah Hadits karya: Al-Hafizh Jalauddin as-Sayuthi.

teras rumah yang berada di depan rumah saya itu akan sepi. “Mereka berbuat maksiat secara terangterangan. Hampir setiap hari mereka seperti itu. para pemuda itu berpikir: kami tidak akan berbuat macam-macam jika kalian membiarkan kami menikmati kesenangan kami.Hampir setiap malam. Mereka akan bubar jika lintingan-lintingan ganja itu telah habis. Mereka tidak malu kepada Tuhan. Setelah bekal kembali terkumpul. Justru kami —saya dan beberapa penghuni kontrakan lain. beberapa pemuda selalu menghabiskan waktu selama beberapa jam untuk bersenang-senang: menikmati lintingan ganja. Kecuali jika mereka kehabisan ‘bekal’. lewatlah rombongan yang tampaknya sedang merayakan sesuatu. yaitu bermain remi sambil berjudi kecil-kecilan. sampai dini hari. Terkadang tertawa terbahak-bahak. Dalam kondisi seperti itu tentu saja mereka tidak bisa diharapkan untuk memahami suasana. Setiap kali melihat para pemuda itu menikmati kesenangan mereka. Apalagi rumah yang terasnya mereka tempati untuk nongkrong. Kemudian. apalagi kepada sesama manusia. Padahal dengan seperti itu pun mereka sudah berbuat macam-macam. Mereka memainkan alatalat musik dan bernyanyi-nyanyi sambil meminum minuman keras. Setelah itu mereka melanjutkan dengan kesenangan yang lain. Maka. “Lihatlah orang-orang itu. Wajah-wajah mereka kusam. seorang sufi bernama Ma’ruf al-Kurkhi sedang duduk-duduk bersama murid-muridnya. Untuk beberapa hari. di teras rumah yang berada di depan rumah saya —maksud saya: rumah kontrakan saya— di daerah pinggiran Jakarta.” kata salah seorang muridnya. Suatu ketika.” . sebuah kitab tentang tasawuf yang telah berusia lebih dari seribu tahun karya Abu Qasim al-Qusyairi. saya selalu teringat kisah dalam alRisslah al-Qusyayriyyah fi ‘Ilm al-Tashawwuf. Suara-suara mereka terdengar berat khas orang mabuk. Duduk melingkar sambil membicarakan apa saja. para pendatang— seolah-olah yang diharuskan memahami kesenangan para pemuda setempat itu. Mungkin. penghuninya adalah keluarga muda yang memiliki bayi baru berumur sekian bulan. mereka pun melanjutkan kesenangan mereka. Kencang. Mata di wajah mereka merah. Membiarkan mereka meski kegaduhan mereka terkadang mengganggu.

Sebab itulah orang Jawa mengatakan. ia tak perlu dikutuk. ‘guru’ adalah singkatan dari ‘digugu lan ditiru’ yang artinya ‘dituruti dan diteladani’. Ma’ruf al-Kurkhi kemudian mengangkat tangannya.“Doakanlah mereka agar celaka. Itulah yang disebut dengan al-raja’ dalam ilmu tasawuf. yaitu mengharap segala sesuatu menjadi baik. Di mana-mana. hanya saja dengan singkatan yang berbeda. ia akan tetap menjadi guru. sehingga tak patut digugu lan ditiru.” kata si murid kepada Ma’ruf. *** Juman Rofarif – detikRamadan. yaitu ‘guru’ singkatan dari ‘wagu tur saru’ yang artinya ‘tak pantas dan cabul’. • Saya 2:30 pm pada 10 Januari 2011 Permalink ok • ahmad m 9:09 pm pada 19 Januari 2011 Permalink tafaqkur  . Orang yang menjaga al-raja’ dalam dirinya tidak akan pernah merasa puas dengan kebaikan. “Ya Tuhanku! Seperti mereka bisa bersenang-senang di dunia ini. atau berakhir dengan kebaikan. Sebab itu. guru akan selalu lebih bijak daripada murid-muridnya.” kata si murid. “Jika di akhirat kelak mereka bisa bersenang-senang. Ma’ruf al-Kurkhi menjawab. tapi berharap keburukan itu akan menjadi atau berakhir dengan kebaikan.” Ma’ruf ingin mengajarkan kepada para muridnya bahwa dunia adalah tempat kemungkinankemungkinan. Ia berdoa. buatlah mereka bisa bersenang-senang di akhirat nanti. artinya Tuhan mengampuni maksiat mereka di dunia. Jika ada orang yang dianggap guru tapi tak berperilaku selayaknya guru. Editor di Penerbit Serambi Jakarta.” “Kami tidak memintamu berdoa seperti itu. Apa yang tampak buruk tidak selalu akan berakhir tetap dalam kondisi buruk. dan sebab itu ia tidak mengutuk keburukan.

dipanggillah pak kyai untuk mendoakan kesembuhannya maka dipotonglah kambing. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Jangan Abaikan Hal Yang Sepele Pada suatu hari ada seekor tikus yang keluar dari sarangnya pergi kelumbung pagi. Tikus berlari lagi menemui sapi dan menceritakannya. kisah teladan ( 352 ). Sakitnya pak tani makin parah dan akhirnya pak tani meninggal dunia. orang-orang sekampung pada datang untuk menyelawat maka dipotonglah sapinya.erva kurniawan 1:31 am pada 5 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). ular marah dan mematok kaki pak tani. Lukanya ternyata nggak sembuh-sembuh. pak tani pergi kelumbung padi untuk melihat jebakannya apakah mendapatkan tikus. ularpun cuek. Melihat pak tani datang. tikus itu melihat ada jebakan tikus. begitu pulang pak tani memotong ayamnya. Pesan cerita diatas. Tikus berlari menemui ular dan menceritakannya. Awalnya musibah itu hanya menimpa ular namun toh akhirnya ayam. kambing dan sapi juga jadi korban. Sampai akhirnya pada pagi hari. Pak tani membalasnya dengan menebaskan goloknya dan ularpun mati.akhirnya kita juga kena getahnya. Tikus berlari menemui kambing dan bercerita bahwa dilumbung padi ada jebakan tikus. cerita nasehat. sapi-pun cuek. toh. Wassalam. Ayampun cuek mendengar cerita tikus. *** Oleh: Agussyafii • hilmi 10:27 am pada 5 Januari 2011 Permalink . kambingpun cuek. Si tikus berlari menemui ayam dan menceritakan bahwa dilumbung padi ada jebakan tikus yang berbahaya. Kata dokter supaya cepat sembuh mesti makan yang bergizi. Ternyata yang terjebak bukan tikus melainkan ular. Jangan sampai karena bukan kita jadi korban kemudian kita tidak ambil pusing.. Melihat kakinya kena bisa pak tani pergi kedokter. kisah islami ( 268 ). cerita teladan ( 355 ).

jernih matanya. kisah islami ( 268 ). cerita teladan ( 355 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Cinta kepada Allah Menyelamatkan Yusuf dari Perbuatan Maksiat Yusuf kecil tumbuh menjadi pemuda yang indah parasnya. dan halus budi pekertinya. cerita nasehat. mohon di ikhlaskan. istri seorang pejabat Mesir yang memelihara Yusuf. “Mendekatlah! Mengapa menjauh? Duduklah di sampingku.. Asy-Sya’rawi menulis. kini pandangan itu telah berubah. kalau pada awalnya Zulaikha memandang Yusuf as sebagai seorang remaja. Tak heran jika Zulaikha. tertarik padanya.ehm..” . kisah teladan ( 352 ). Sehingga ketika misalnya Zulaikha meminta membawa segelas air. dia berkata kepada Yusuf as. • octave 11:29 am pada 5 Januari 2011 Permalink Jazakallah khairan katsiro. sungguh kisah yang menarik.saya copy artikelnya… • Hikmah 12:14 pm pada 14 Januari 2011 Permalink Bagusss  erva kurniawan 1:49 am pada 3 Januari 2011 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).

kumpulan kisah teladan ( 284 ) . bersama Allah. Sehingga walaupun Yusuf as memiliki birahi sebagaimana manusia yang lain. ia tak menuruti godaan dan rayuan Zulaikha. laksanakan apa yang kuperintahkan!” Rayuan kepada Yusuf as dilakukan berkali-kali. kisah islami ( 268 ). ia menutup rapat pintu-pintu dan tabir-tabirnya. gerak-geriknya semakin jelas menunjukkan rasa itu. serasa berdosa sekali selalu menurutkan hawa nafsu……semoga Allah mengampuni hamba-Nya ini…  erva kurniawan 1:03 am pada 28 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita nasehat. Cinta yang selalu dalam hubungan intim dengan-Nya melalui zikir. Yusuf as adalah laki-laki normal yang punya ketertarikan pada wanita. Saat ia telah berada di ruang itu bersama Yusuf as. Jangankan mempunyai tekad atau keinginan. perhatian dan pandangannya tak lagi tertuju kepada wanita itu maupun wanita lain. Zulaikha merencanakan untuk berduaan saja dengan Yusuf as di suatu ruang di rumahnya. tatkala berucap. Yang memandang kepada-Nya dengan mata hati. atas perintah Allah. Bukan hanya isyarat-syarat halus yang sekarang ditampakkan. Kemudian ia berkata dengan penuh harap dan merayu. Tatkala bergerak. Bahkan semakin menjadi-jadi karena Yusuf as berpura-pura tidak mengerti atau mengalihkan pandangan dan pembicaraan. Dan tatkala diam. Suatu ketika. kisah teladan ( 352 ). Untuk itu. cerita teladan ( 355 ). Begitulah keadaan Yusuf as yang dilukiskan oleh Thabathaba’i.Tanpa sadar tumbuh benih-benih cinta pada diri Zulaikha. pastilah ia melakukan seperti apa yang diinginkan Zulaikha. Namun. cinta Yusuf as kepada Allah jauh lebih besar dari itu. Yang terbakar hatinya oleh hakekat Ilahi. Tabir pun terbuka sehingga sang Maha Kuasa muncul dari tirai-tirai gaib-Nya. bahkan dengan memaksa. Apalagi Zulaikha adalah wanita yang cantik jelita. (imam) *** Alifmagz – detikRamadan • hilmi 11:18 am pada 3 Januari 2011 Permalink membaca artikel ini. Maka. “Marilah ke sini. Senantiasa menunaikan hak-haknya. ia membersiapkan diri dengan berdandan sebaik mungkin. di saat cintanya tak terbendung lagi. Seandainya Yusuf as hanya memperturutkan hawa nafsunya. Ia pun tambah berani. dengan nama Allah. Cinta itu semakin hari semakin besar.

Perkembangannya Ismail bin Hamad bin Abu Hanifah cucunya menuturkan bahwa dahulu Tsabit ayah Abu Hanifah pergi mengunjungi Ali Bin Abi Thalib.Imam Abu Hanifah Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit al-Kufiy merupakan orang yang faqih di negeri Irak. Beliau dilahirkan pada tahun 80 H pada masa shigharus shahabah dan para ulama berselisih pendapat tentang tempat kelahiran Abu Hanifah. Dan Abu Hanifah At-Taimi biasa ikut rombongan pedagang minyak dan kain sutera. disegani dan tidak membicarakan hal-hal yang tidak berguna. sedangkan dia pada waktu itu masih kecil. memiliki postur tubuh yang bagus. Abu Hanifah itu tinggi badannya sedang. bagus dalam pergaulan bersama rekan-rekannya. bahkan dia punya toko untuk berdagang kain yang berada di rumah Amr bin Harits. bagus pakaiannya dan selalu memakai minyak wangi. bagus wajahnya. dan kami berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa Ali tersebut untuk kami. salah seorang yang mulia dari kalangan ulama dan salah satu imam dari empat imam yang memiliki madzhab. suaranya bagus dan enak didengar. Beliau berasal dari keturunan bangsa persi. Dan beliau ahli dalam bidang fiqih. yang lainnya mengatakan dari Turmudz dan yang lainnya lagi mengatakan dari Babilonia. pemimpin orang-orang alim. . Beliau disibukkan dengan mencari atsar/hadits dan juga melakukan rihlah untuk mencari hal itu. Nasab dan Kelahirannya Bin Tsabit bin Zuthi (ada yang mengatakan Zutha) At-Taimi Al-Kufi Beliau adalah Abu Hanifah An-Nu’man Taimillah bin Tsa’labah. jelas dalam berbicara. dan dalam permasalahanpermasalahan yang samar/sulit maka kepada beliau akhir penyelesaiannya. bagus dalam bermajelis. mempunyai kecermatan dalam berpendapat. menurut penuturan anaknya Hamad bin Abu Hadifah bahwa Zuthi berasal dari kota Kabul dan dia terlahir dalam keadaan Islam. lantas Ali mendoakan keberkahan kepadanya pada dirinya dan keluarganya. salah satu imam dari kaum muslimin. Adapula yang mengatakan dari Anbar. sangat kasih sayang.

Waki’ bin Al-Jarah. Abu Nu’aim. Dan beliau juga pernah berkata. “Aku dating ke kota Kufah. “Aku berkata kepada Sufyan Ats-Tsauri. Muhammad bin Hasan Assaibani. Asar bin Amru Al-Bajali. maka aku memutuskan untuk tidak berpisah dengan Hamad sampai dia meninggal. Penilaian para ulama terhadap Abu Hanifah Berikut ini beberapa penilaian para ulama tentang Abu Hanifah. “Abu Hanifah adalah orang yang tsiqoh. Qois bin Muslim. Thalhah bin Nafi’. Beliau pernah bercerita. ‘Wahai Abu Abdillah. tatkala pergi ke kota Bashrah. Abyadh bin Al-Aghar bin Ash-Shabah. Yahya bin Ma’in berkata. beliau juga belajar dan meriwayat dari ulama lain seperti Atha’ bin Abi Rabbah yang merupakan syaikh besarnya. Nafi’ Maula Ibnu Umar. Yahya bin Ayub Al-Mishri. Abu Ja’far Al-Baqir. Dawud Ath-Thai. Muhammad bin Bisyr. saya tidak pernah mendengar beliau berbuat ghibah meskipun kepada musuhnya’ kemudian beliau menimpali ‘Demi Allah. Abdul Aziz bin Khalid at-Turmudzi. Qotadah bin Di’amah. Nu’man bin Abdus Salam al-Asbahani. Muhammad bin Qoshim al-Asadi. dia tidak membicarakan hadits kecuali yang dia hafal dan tidak membicarakan apa-apa yang tidak hafal”. “Abu Hanifah adalah orang yang tsiqoh di dalam hadits”. Ali bin Zhibyan al-Qodhi. Sulaiman bin Amr An-Nakhai. Abdullah ibnul Mubarok. Amru bin Dinar. Abdullah bin Dinar. dia tidak berdusta. Abdul karim bin Muhammad al-Jurjani. Hamad bin Abi Sulaiman guru fiqihnya. tatkala dia mengetahui keteguhan Abu Hanifah maka dia melepaskannya. Ishaq al-Azroq. aku bertanya siapakah orang yang paling wara’ di kota Kufah? Maka mereka penduduk Kufah menjawab Abu Hanifah”. Al-Harits bin Nahban. “Kalaulah Allah subhanahu wa ta’ala tidak menolong saya melalui Abu Hanifah dan Sufyan Ats-Tsauri maka saya hanya akan seperti orang biasa”. Ali bin Ashim. diantaranya: 1. Al-Qodhi Abu Yusuf. Dan dia juga berkata.Beliau sempat bertemu dengan Anas bin Malik tatkala datang ke Kufah dan belajar kepadanya. Al-Fadhl bin Musa. …”. Adi bin Tsabit. Hafsh binn Abdurrahman al-Qadhi. Su’aib bin Ishaq. Isa bin Yunus. Dan dalam waktu yang lain beliau berkata. Abdullah bin Zubair al-Qurasy. dia adalah orang yang paling berakal. maka saya bersamanya selama 10 tahun. Al-Hasan bin Ziyad. maka tatkala diantara mereka ada yang bertanya kepadaku tentang suatu masalah lantas saya tidak mempunyai jawabannya. Muhammad bin Abdullah al-Anshari. orang yang paling jauh dari perbuatan ghibah adalah Abu Hanifah. dan lain-lain. Abdurrahman bin Hurmuj al-A’raj. . Muhammad bin Munkandar. orang yang jujur. Abu Syihab Al-Hanath Assamaqondi. dan masih banyak lagi. “Abu Hanifah adalah orang yang paling faqih”. Hamzah temannya penjual minyak wangi. saya optimis kalau ada orang yang bertanya kepadaku tentang sesuatu apapun saya akan menjawabnya. beliau didatangi Hubairoh salah satu anak buah raja Marwan meminta Abu Hanifah agar menjadi Qodhi (hakim) di Kufah akan tetapi beliau menolak permintaan tersebut. Abdullah ibnul Mubarok berkata. dia tidak menghilangkan kebaikannya dengan perbuatan ghibah’. Adapun orang-orang yang belajar kepadanya dan meriwayatkan darinya diantaranya adalah sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Abul Hajaj di dalam Tahdzibnya berdasarkan abjad diantaranya Ibrahin bin Thahman seorang alim dari Khurasan. Pada masa pemerintahan Marwan salah seorang raja dari Bani Umayyah di Kufah. Asy-Sya’bi. tidak tertuduh dengan berdusta. Dan ada yang meriwayatkan bahwa beliau sempat bertemu dengan 7 sahabat. Hamad bin Abu Hanifah. Ibnu Syihab Az-Zuhri. “Abu hanifah laa ba’sa bih. 2. Ismail bin Yahya Al-Sirafi. maka beliau dihukum cambuk sebanyak 110 kali (setiap harinya dicambuk 10 kali). Yazid bin Harun.” Beliau juga berkata. Dan beliau juga berkata.

Dan yang dimaksudkan dengan “tidak bertambah dan berkurang” adalah . Imam Syafii berkata. terkenal dengan wara’-nya. akan tetapi dia termasuk dari sya’air iman. Abu Manshur Al-Maturidi … dan menyelisihi pendapat ini adalah Ahlu Hadits … dan telah dinukil pula dari Abu Hanifah bahwa iman itu adalah pembenaran di dalam hati dan penetapan dengan lesan tidak bertambah dan tidak berkurang. 8. Dan telah dinukil dari Abu Hanifah bahwasanya amal-amal itu tidak termasuk dari hakekat imam. diantaranya : 1. dan mengeluarkan amal dari hakikat iman. Imam Muslim bin Hajaj berkata. dan yang berpendapat seperti ini adalah Jumhur Asy’ariyyah. “Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit tidak kuat hafalan haditsnya”. 4. sedikit bicara. 5. juga mendapatkan penilaian negatif dan celaan yang ditujukan kepada beliau. “Pendapat Abu Hanifah di dalam masalah fiqih lebih mendalam dari pada syair. menunjukkan kebenaran dengan cara yang baik.Beliau juga berkata. “Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit shahibur ro’yi mudhtharib dalam hadits. “Abu Hanifah berkata. sabar dalam belajar dan mengajarkan ilmu. Sufyan bin Uyainah berkata. Qois bin Rabi’ juga mengatakan hal serupa dengan perkataan Fudhail bin Iyadh. 2. tidak selayaknya bagi seseorang berbicara tentang hadits kecuali apa-apa yang dia hafal sebagaimana dia mendengarnya”. Yaitu penyataan bahwa iman itu keyakinan yang adal dalam hati dan diucapkan dengan lesan. “Saya tidak melihat seseorang yang lebih tahu tentang tafsir hadits dan tempat-tempat pengambilan fiqih hadits dari Abu Hanifah”. tidak banyak hadits shahihnya”. dan masih membutuhkan pendapat. Sebagian ahlul ilmi memberikan tuduhan bahwa Abu Hanifah adalah murji’ah dalam memahi masalah iman. “Semoga Allah merahmati Abu Hanifah karena dia adalah termasuk orang yang menjaga shalatnya (banyak melakukan shalat)”. Yahya bin Sa’id al-Qothan berkata. 9. Beliau juga berkata. tidaklah kami mendengar pendapat yang lebih baik dari pendapat Abu Hanifah. 3. kemudian imam Malik berpendapat. Abdul Karim bin Muhammad bin Syu’aib An-Nasai berkata. menghindari dari harta penguasa”. “Kami tidak mendustakan Allah swt. dan tidaklah mencelanya melainkan dia itu orang yang jahil tentangnya”. “Apabila atsar telah diketahui. “Barangsiapa ingin mutabahir (memiliki ilmu seluas lautan) dalam masalah fiqih hendaklah dia belajar kepada Abu Hanifah”. 6. Sufyan berpendapat dan Abu Hanifah berpendapat maka yang paling bagus pendapatnya adalah Abu Hanifah … dan dia orang yang paling faqih dari ketiganya”. dan sungguh banyak mengambil pendapatnya”. “Tidaklah orang itu mensela Abu Hanifah melainkan dia itu orang yang pendengki atau orang yang jahil”. “Abu Hanifah adalah seorang yang faqih. 3. Fudhail bin Iyadh berkata. Hafsh bin Ghiyats berkata. Al-Qodhi Abu Yusuf berkata. “Abu Hanifah orang yang miskin di dalam hadits”. Al-Khuroibi berkata. termasuk salah seorang hartawan. Abdullah ibnul Mubarok berkata. 4. Beberapa penilaian negatif yang ditujukan kepada Abu Hanifah Abu Hanifah selain dia mendapatkan penilaian yang baik dan pujian dari beberapa ulama. 7.

Dan ini merupakan pendapat ahlul haq …. “Ini merupakan kesempurnaan ilmu dan ketaqwaan para imam. ternyata riwayat-riwayat tersebut lemah dalam sanadnya dan mudhtharib dalam maknanya.jumlah dan ukurannya itu tidak bertingkat-tingkat. yang semuanya itu menunjukkan pada sesuatu yang satu. Dan para imam telah memberi isyarat bahwa mereka tidak mampu untuk menguasai. bahklan -insya Allah. tidak membatalakannya dengan kekufuran dan murtad sampai dia meninggal maka Allah tidak akan menyia-nyiakan amalannya. mereka menyebutkan bahwa Abu Hanifah berkata. Beberapa Nasehat Imam Abu Hanifah Beliau adalah termasuk imam yang pertama-tama berpendapat wajibnya mengikuti Sunnah dan meninggalkan pendapat-pendapatnya yang menyelisihi sunnah.akan menerimanya. dan yang semisalnya … Dan dinukil pula oleh para sahabatnya. Berkata Syaikh Nashirudin Al-Albani. “Kami tidak mengatakan bahwa orang yang beriman itu tidak membahayakan dosa-dosanya terhadap keimanannya.dan sungguh kami telah meneliti semua riwayat-riwayat tersebut. dan penisbatan pendapat Al-Qur’an itu dalah makhluq kepada Abu Hanifah merupakan kedustaan”. sebagaimana yang termaktub dalam kitab “Fiqhul Akbar” karya Abu Hanifah. maka hal seperti itu sungguh dia menolak banyak pengkhabaran tentang Abu Hanifah dari orang-orang yang adil”. Tidak diragukan lagi bahwa merupakan cela. maka di berasa dibawah kehendak Allah. meliput sunnah/hadits secara keseluruhan”. Dan sungguh telah diriwayatkan dari Abu Hanifah oleh para sahabatnya pendapat-pendapat yang jitu dan dengan ibarat yang berbeda-beda. ada yang jelas dan yang samar. dan orang yang berbuat kemaksiatan selain syirik dan kekufuran meskipun dia belum bertaubat sampai dia meninggal dalam keadaan beriman. alim yang cerdas mereka bersikap inshaf (pertengahan ) secara haqiqi. kalau Dia menghendaki maka akan mengadzabnya dan kalau tidak maka akan mengampuninya.coba lihatlah ke kitab beliau Fiqhul Akbar dan Aqidah Thahawiyah …. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh imam Syafii.” 5. … akan tetapi kami mengatakan bahwa barangsiapa beramal kebaikan dengan memenuhi syarat-syaratnya dan tidak melakukan hal-hal yang merusaknya. hal ini bisa dibaca dalam kitab Tarikh Baghdad juz 13 dan juga kitab al-Jarh wa at-Ta’dil Juz 8 hal 450. Dan apabila kalian menghendaki untuk mengetahui kedudukan riwayat-riwayat yang berkenaan dengan celaan terhadap Abu Hanifah maka bacalah kitab al-Intiqo’ karya Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr. dak hal ini tidak menafikan adanya iman itu bertingkat-tingkat dari segi kaifiyyah. Ibnu Abdil Barr berkata. Padahahal telah dinukil dari beliau bahwa Al-Qur’an itu adalah kalamullah dan pengucapan kita dengan Al-Qur’an adalah makhluq. Apabila telah shahih sebuah hadits maka hadits tersebut menjadi madzhabku. “maka terkadang diantara para . aib untuk ber-ashabiyyah madzhabiyyah. Dan kalian akan mengetahui riwayat-riwayat yang banyak tentang cacian yang ditujukan kepada Abiu Hanifah -dalam Tarikh Baghdad. bahwa beliau berpendapat Al-Qur’an itu makhluq. Jami’ul Masanid karya al-Khawaruzumi dan Tadzkiratul Hufazh karya Imam Adz-Dzahabi. Diantara nasehat beliau adalah: a. seperti ada yang kuat dan ada yang lemah. dan kami juga tidak mengatakan pelaku dosa besar itu masuk neraka dan kekal di neraka meskipun dia itu orang yang fasiq. Dan di sana masih banyak lagi bentuk-bentuk penilaian negatif dan celaan yang diberikan kepada beliau. ‘Orang yang terjerumus dalam dosa besar maka urusannya diserahkan kepada Allah’. … dan betapa banyak daripara imamyang agung. yaitu wajibnya mengambil hadits dan meninggalkan taqlid terhadap pendapat para imam yang menyelisihi hadits. “Banyak dari Ahlul Hadits – yakni yang menukil tentang Abu Hanifah dari al-Khatib (Tarikh baghdad) – melampaui batas dalam mencela Abu Hanifah. Sebagian ahlul ilmi yang lainnya memberikan tuduhan kepada Abu Hanifah.

janganlah engakau catat semua apa-apa yang kamu dengar dariku. Berbeda dengan para imam yang lainnya. maka tinggalkan perkataanku. maka ketahuilah! Apakah perkataan mereka terhadap orang yang mengetahui dalil yang menyelisihi pendapat mereka. untuk itulah sebaigan orang dari para masyayikh yang diikuti mengingkari penisbahan kepada Abu Hanifah tatkala mereka mengingkari fatwanya dengan berkata “Abu Hanifah tidak tahu dalil!” Berkata Asy-sya’roni dalam kitabnya Al-Mizan 1/62 yang ringkasnya sebagai berikut. Apabila saya mengatakan sebuah pendapat yang menyelisihi kitab Allah dan hadits Rasulullah yang shahih. Tidak halal bagi seseorang untuk mengambil/memakai pendapat kami selama dia tidak mengetahui dari dalil mana kami mengambil pendapat tersebut. dalam riwayat lain. “Maka apabila demikian halnya. b. maka sesungguhnya aku berpendapat pada hari ini denga suatu pendapat dan aku tinggalkan pendapat itu besok. …”. Wafatnya Pada zaman kerajaan Bani Abbasiyah tepatnya pada masa pemerintahan Abu Ja’far Al-Manshur yaitu raja yang ke-2. karena tidak ada nash dalam permasalahanpermasalahan yang diqiyaskan tersebut. bahkan wajib beradab dengannya karena dia merupakan salah satu imam dari imam-imam kaum muslimin yang dengan mereka terjaga agama ini. sesungguhnya kami adalah manusia biasa. Dan dalam riawyat lain. maka tidak boleh mencela padanya sebagaimana yang dilakukan sebagian orang jahil. kami berpendapat pada hari ini. “Maka apabila demikian perkataan para imam terhadap orang yang tidak mengetahui dalil mereka. Kemudia syaikh Al-Albani mengomentari pernyataan tersebut dengan perkataannya. dan dia dishalatkan banyak orang bahkan ada yang meriwayatkan dishalatkan sampai 6 kloter. Akan tetapi dalil-dalil syari terpisah-pesah pada zamannya dan juga pada zaman tabi’in dan atbaut tabiin masih terpencar-pencar disana-sini. dia berfatwa dengan pendapatku. Syaikh Al-Albani berkata. kemudian dia berfatwa dengan pendapat yang menyelisishi dalil tersebut? Maka camkanlah kalimat ini! Dan perkataan ini saja cukup untuk memusnahkan taqlid buta. karena Allah tidak membebani manusia yang tidak dimampuinya -.imam ada yang menyelisihi sunnah yang belum atau tidak sampai kepada mereka. Dan beliau wafat pada bulan Rajab pada tahun 150 H dengan usia 70 tahun. bahwa seandainya dia hidup sampai dengan dituliskannya ilmu Syariat. haram bagi orang yang tidak mengetahui dalilku. besok aku berpendapat dengan suatu pendapat dan aku tinggalkan pendapat tersebut hari berikutnya. akan tetapi beliau menolak permintaan raja tersebut – karena Abu Hanifah hendak menjahui harta dan kedudukan dari sulthan (raja) – maka dia ditangkap dan dijebloskan kedalam penjara dan wafat dalam penjara. “Keyakinan kami dan keyakinan setiap orang yang pertengahan (tidak memihak) terhadap Abu Hanifah. Celaka engkau wahai Ya’qub (Abu Yusuf). setelah para penghafal hadits mengumpulkan hadits-haditsnya dari seluruh pelosok penjuru dunia maka Abu Hanifah akan mengambil hadits-hadits tersebut dan meninggalkan semua pendapatnya dengan cara qiyas. Abu Hanifah dipanggil kehadapannya untuk diminta menjadi qodhi (hakim). dan kami ruju’ (membatalkan) pendapat tersebut pada pagi harinya. hal itu merupakan udzur bagi Abu Hanifah tatkala dia menyelisihi hadits-hadits yang shahih tanpa dia sengaja – dan ini merupaka udzur yang diterima. itupun hanya sedikit dalam madzhabnya sebagaimana hal itu juga sedikit pada madzhab-madzhab lainnya dengan penisbahan kepadanya. …”. maka mereka memerintahkan kepada kita untuk berpegang teguh dengan sunnah dan menjadikan sunah tersebut termasuk madzhab mereka semuanya”. Dan dalam riwayat lain. Maka banyak terjadi qiyas pada madzhabnya secara darurat kalaudibanding dengan para ulama lainnya. . c.

kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kekuasaan Bisa Menjadi Kehinaan dan Penyesalan Abu Dzar al-Ghiffari merupakan salah satu sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah Saw dan termasuk sahabat yang paling awal masuk Islam. berasal dari suku Ghiffar. . Ia terlahir dengan nama Jundub bin Junadah bin Sakan. Tarikhul Baghdad karya Abu Bakar Ahmad Al-Khatib Al-Baghdadi cetakan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut 2. kisah islami ( 268 ). Suku Ghiffar terkenal sebagai suku penyamun sebelum datangnya Islam. Keyakinannya terhadap Islam sangat kuat. cerita nasehat. Abu Dzar berhasil bertemu Rasulullah Saw dan menyatakan keislamannya. sehingga tanpa ragu dan takut ia memberitakan keislamannya itu kepada banyak orang secara terbuka. Al-Bidayah wa an-Nihayah karya Ibnu Katsir cetakan Maktabah Darul Baz Beirut 5. Di tengah suasana Mekah yang mencekam. Siyarul A’lamin Nubala’ karya Al-Imam Syamsudin Muhammad bin Ahmad bin Utsman AdzDzahabi cetakan ke – 7 terbitan Dar ar-Risalah Beirut 3.*** Daftar Pustaka: 1. Shifatu Shalatin Nabi karya Syaikh Nashirudin Al-Albani cetakan Maktabah Al-Ma’arif Riyadh (diambil dari majalah Fatawa)  erva kurniawan 1:25 am pada 27 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Kegundahan hati dan keinginannya untuk berperilaku yang baik membawanya pergi menempuh perjalanan yang jauh untuk bertemu Rasulullah Saw. kisah teladan ( 352 ). Tadzkiratul Hufazh karya Al-Imam Syamsudin Muhammad bin Ahmad bin Utsman AdzDzahabi terbitan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut 4. Abu Dzar memeluk Islam dengan sukarela. Kitabul Jarhi wat Ta’dil karya Abu Mumahhan Abdurrahman bin Abi Hatim bin Muhammad ArRazi terbitan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut 6. karena saat itu Rasullah Saw banyak mendapat ancaman dari Quraisy. cerita teladan ( 355 ).

dengan bijak Rasulullah Saw berkata. tidurnya pun di masjid. Suatu saat ia memberanikan diri menyampaikan keinginannya itu kepada Rasulullah Saw. cerita nasehat. Suatu ketika ada yang mengganjal dalam hati Abu Dzar. Abu Dzar menyebarkan ajaran Islam pada masyarakat seluruh suku Ghiffar. tidakkah engkau mempekerjakan aku?” Rasulullah Saw sangat mengenal pribadi Abu Dzar. meskipun Abu Dzar sangat dicintainya. Ke mana Rasulullah Saw pergi. Sejak di Madinah itu. seluruh suku Ghiffar berhasil diajaknya memeluk Islam. Tujuannya untuk ikut serta membantu Rasulullah Saw berjuang menegakkan Islam. “Wahai Abu Dzar. Meski dengan susah payah. kisah islami ( 268 ). Abu Dzar menjadi dekat dengan Rasulullah Saw. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Al-Imam Malik ra. Nama dan Nasabnya .detik.Sekembalinya ke kampung halamannya. namun Rasulullah Saw tidak mengabulkan keinginan sahabatnya itu. sesungguhnya engkau adalah orang yang lemah. masuk dalam jajaran pemerintahan Rasulullah Saw di Madinah. ia selalu turut serta. Di hari kiamat kekuasaan itu nanti menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali bagi orang yang mengembannya dengan benar dan menjalankan semua amanat yang ada di dalamnya. Sambil menepuk kedua bahu Abu Dzar. 1. cerita teladan ( 355 ). Abu Dzar bersama beberapa orang dari Ghiffar pergi ke Madinah.” (imam) *** ramadan. Karena itu. Jarang sekali. Beliau mengetahui ada sifat-sifat Abu Dzar yang tidak sesuai untuk orang yang memegang kekuasaan. Sewaktu mendengar Rasulullah Saw hijrah. sementara kekuasaan itu adalah amanat. Ia ingin terlibat lebih jauh. Ia berkata. kisah teladan ( 352 ).com/read/2010/08/24/163757/1426935/985/kekuasaan-bisa-menjadi-kehinaan-danpenyesalan  erva kurniawan 1:00 am pada 25 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). “Wahai Rasulullah. ia absen dari majelis-majelis Rasulullah Saw.

Ibn Hibban : Malik adalah orang pertama yang memilih para tokoh ahli fiqh di Madinah. Abu Az Zanad. d. Ibn Mu’in : Malik termasuk hujjah Allah atas makhluk Nya. seperti Az Zuhri dan Yahya bin Sa’id Al Anshari. Kakek buyutnya.: a. tidak meriwayatkan kecuali yang shahih. Ibn Syihab Az Zuhri. Dalam kitab tersebut. Kelahiran dan Petumbuhannya Imam Malik ra. adalah seorang sahabat agung. dll.Nama lengkap beliau adalah Abu Abdillah Malik bin Anas bin Malik bin Anas bin Al Harits bin Ghaiman bin Khutsail bin Amr bin Al Harits Al Ashbahiy Al Humairiy. Nasabnya berakhir pada Ya’rib bin Yasyjub bin Qaththan. b. Ibunya bernama Al Aliyah binti Syariek Al Asadiyah. Ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi. 2. Anas. Cukup banyak perawi yang meriwayatkan hadis dari beliau. Beliau meriwayatkan hadis dari sejumlah besar Tabi’ien dan Tabi’ut Tabi’ien. Al-Muwwaththo’ Imam Malik menulis kitabnya yang legendaris Al-Muwwaththo’ selama 40 tahun. Al Hafidh Abu Bakar Al Khatib Al Baghdadi menulis sebuah kitab tentang para perawi yang meriwayatkan dari Imam Malik. menghindari orang yang tidak terpercaya (tsiqoh). dan hanya menceritakan dari orang yang terpercaya. tapi ternyata mereka tidak menemukan seorang pun yang lebih alim dari orang alim Madinah” (hadis ini hasan menurut Tirmidzi) Ibn Unayah bilnag orang alim madinah tersebut adalah Malik. kitab itu ditunjukkan ke sekitar 75 orang ulama fiqh Madinah. Diantara tokoh2 yang meriwayatkan hadis dari beliau : Sufyan Ats Tsauri. 4. . Selama kurun waktu tersebut. 3. Abu Hanifah. c. Kedudukannya Para Imam dan Ulama yang berkomentar tentang Imam Malik ra. Humaid Ath Thawiel. Beliau hidup selama 84 tahun. Aisyah binti Sa’ad bin Abi Waqqash. Al Baghdadi menyebutkan hampir 1000 orang perawi. Yahya bin Sa’id Al Anshari. Asy Syafi’i : Apabila ulama disebut. Abdurrahman bin Al Qasim. tidak sedikit guru2nya yang meriwayatkan hadis dari beliau sesudah itu. lahir di Madinah Al Munawaroh pada tahun 95 H. yang selalu mengikuti Rasululloh SAW dalam semua peperangan kecuali perang Badar. dan Hisyam bin Urwah. Abdurrahman Al Auza’i. Sebaliknya. Ayyub As Sakhtiyani. Kakeknya yang juga bernama Malik bin Anas termasuk seorang tabi’in besar dan salah satu yang ikut memikul Khalifah Utsman ke kuburnya. yang bebrunyi: “Nyaris orang-orang memukul perut unta untuk mencari ilmu. ada juga yang mengatakan ibunya adalah Thulaihah. Abdullah bin AL Mubarak. Disana beliau menulis kitabnya AlMuwaththo’. Namun. bekas budak Ubaidullah bin Ma’mar. Asy Syafi’i. maka Malik adalah bintangnya. diantaranya : Nafi’ bekas budak Ibn Umar. Yahya bin Sa’id Al Qaththan : Malik adalah amirul mukminin dalam bidang hadis. Zaid bin Aslam. wafat pada tahun 179 H dan dimakamkan di Baqie. Beliau menimba ilmu dari 100 orang guru lebih.

Ismail bin Al Mughirah.Asy Syafi’i berkomentar tentang Al Muwwaththo’ Malik : “Di muka bumi ini. Pada suatu malam ibu beliau bermimpi melihat Nabi Ibrahim Al Khalil ‘Alaihissalaam yang mengatakan. Menghafal ratusan ribu hadits. tidak ada satu kitab pun – sesudah Kitab Allah – yang lebih shahih daripada kitab Malik. sesungguhnya Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putramu karena seringnya engkau berdoa”. seorang tokoh yang tekun dan ulet dalam menuntut ilmu. Sewaktu kecil Al Imam Al Bukhari buta kedua matanya. cerita teladan ( 355 ). dan lebih dikenal dengan sebutan Al Imam Al Bukhari. Lahir di Bukhara pada bulan Syawal tahun 194 H. kemudian masuk Islam lewat perantaraan gubernur Bukhara yang bernama Al Yaman Al Ju’fi. kisah islami ( 268 ). Al Muwwaththo’ memuat 6000 hadis musnad (sanad bersambung samapai ke Nabi SAW/ Marfu’). “Hai Fulanah (yang beliau maksud adalah ibu Al Imam Al Bukhari. dan 285 makalah Tabi’ien. dan pernah berjabatan tangan dengan Abdullah bin Al Mubarak. pernah berjumpa dengan Hammad bin Zaid. Nama lengkap beliau Muhammmad bin Islmail bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari Al Ju’fi. sempat mendengar ketenaran Al Imam Malik bin Anas dalam bidang keilmuan. . semula beragama Majusi (Zoroaster). 222 hadis mursal (sanad hanya samapai sahabat). Dipanggil dengan Abu Abdillah. Beliau digelari Al Imam Al Hafizh. Keliling dunia mencari ilmu. cerita nasehat. Karyanya menjadi rujukan utama setelah Al Qur’an. kisah teladan ( 352 ). Ternyata pada pagi harinya sang ibu menyaksikan bahwa Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putranya. 613 hadis mauquf (sanad hanya samapai tabi’ien). Buyut beliau. Sedang ayah beliau. Al Mughirah. pent). *** Wallaahu a’lam bishshowab (Ditulis ulang dari kata pengantar kitab Al-Muwwaththo’ edisi terjemahan)  erva kurniawan 1:11 am pada 24 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Imam Bukhari : Keajaiban Dari Bukhara Buta di masa kecilnya.

Di antara mereka yang paling terkenal adalah Al Imam Muslim bin Al Hajjaj An Naisaburi. Khalid bin Makhlad. Ishaq bin Rahawaih. Baghdad. Guru-guru beliau banyak sekali jumlahnya. ‘Amr berkata kepada mereka. Makki bin Ibrahim. Shadaqah bin Al Fadhl. “Setiap hadits yang saya hafal. dan saya juga hafal dua ratus ribu hadits yang tidak shahih”. Muhammad bin ‘Ar’arah. “Semua hadits yang saya masukkan ke dalam kitab yang saya susun itu sedikit pun tidak ada yang samar bagi saya”. Lalu mereka menceriterakan peristiwa itu kepada ‘Amr. Abdurrahman bin Hammad AsySyu’aisi. Al Anshari. ‘Ali bin Al Madini. . Mesir. pent. lalu beliau berkata. Khallad bin Yahya. Ubaidaillah bin Musa. Bashrah. Mereka jadi gembira dengan sebab mendengar ucapanku. ” Saya mendengar Abu Abdillah (Al Imam Al Bukhari) berkata. Para ulama menilai bahwa kitab Shahih Al Bukhari ini merupakan kitab yang paling shahih setelah kitab suci Al Quran. Abu Bakar Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah berkata. Hajjaj bin Minhaal. Murid-murid beliau tak terhitung jumlahnya. beliau melakukan pengembaraan ke Balkh. Al Imam Al Bukhari mempunyai karya besar di bidang hadits yaitu kitab beliau yang diberi judul Al Jami’ atau disebut juga Ash-Shahih atau Shahih Al Bukhari.” Muhammad bin Abi Hatim berkata. “Para sahabat ‘Amr bin ‘Ali Al Fallaas pernah meminta penjelasan kepada saya tentang status (kedudukan) sebuah hadits. “Hadits yang status (kedudukannya) tidak diketahui oleh Muhammad bin Ismail bukanlah hadits”. Saya katakan kepada mereka. dan Syam. Pada kesempatan yang lain belau berkata. “Saya tidak pernah melihat orang seperti dia. Abu Al Mughirah.Ketika berusia sepuluh tahun. Makkah. ‘Ali bin Al Hasan bin Syaqiq. Anugerah Allah kepada Al Imam Al Bukhari berupa reputasi di bidang hadits telah mencapai puncaknya. Rayy. Nu’aim bin Hammad.)?” Beliau menjawab. “Saya hafal seratus ribu hadits shahih. Badal bin Al Muhabbir. Abu Al Yaman. Beliau juga pernah ditanya oleh Muhamad bin Abu Hatim Al Warraaq. “Saya tidak pernah meliahat di kolong langit seseorang yang lebih mengetahui dan lebih kuat hafalannya tentang hadits Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dari pada Muhammad bin Ismail (Al Bukhari). Berikut ini adalah sederet pujian (rekomendasi) termaksud. ‘Abdan bin ‘Utsman. Muhammad bin Abi Ha tim berkata. Thalq bin Ghannaam. penyusun kitab Shahih Muslim. Al Imam Al Bukhari sangat terkenal kecerdasannya dan kekuatan hafalannya. Kufah. “Apakah engkau hafal sanad dan matan setiap hadits yang engkau masukkan ke dalam kitab yang engkau susun (maksudnya : kitab Shahih Bukhari. Abdul ‘Azizi Al Uwaisi. Al Imam Ahmad bin Hanbal. “Saya tidak mengetahui status (kedudukan) hadits tersebut”. Naisabur. “Saya melihat Abu Ammar Al Husein bin Harits memuji Abu Abdillah Al Bukhari. Al Imam Al Bukhari mulai menuntut ilmu. Tidak mengherankan jika para ulama dan para imam yang hidup sezaman dengannya memberikan pujian (rekomendasi) terhadap beliau. pasti dapat saya sebutkan sanad (rangkaian perawi-perawi)-nya”. Beliau pernah berkata. Abdurrahman Al Muqri’. Seolah-olah dia diciptakan oleh Allah hanya untuk hadits”. dan sederet imam dan ulama ahlul hadits lainnya. dan mereka segera bergerak menuju ‘Amr. Di antara mereka yang sangat terkenal adalah Abu ‘Ashim An-Nabiil. Abdullah bin Raja’. “Saya mendengar Ibrahim bin Khalid Al Marwazi berkata.

ketika beliau mencapai usia enam puluh dua tahun. Sulaim berkata. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepada saya. Abu Bakar bin Munir berkata. Beliau berkata kepada saya. Ketakwaan dan keshalihan Al Imam Al Bukhari merupakan sisi lain yang tak pantas dilupakan. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam berkata.” Al Firabri berkata. Berikut ini diketengahkan beberapa pernyataan para ulama tentang ketakwaan dan keshalihan beliau agar dapat dijadikan teladan. “Suatu ketika saya tertidur pada sebuah tempat (dekat Ka’bah -ed) di antara Rukun Yamani dan Maqam Ibrahim. “Saya mendengar Abu Abdillah Al Bukhari berkata. dan lebih zuhud terhadap dunia daripada Muhammad bin Ismail. “Tidak pernah kami jumpai di dunia ini orang seperti Muhammad bin Ismail dalam hal ma’rifah (keilmuan) dan keshalihan”. sampai kapan engaku mempelajari kitab Asy-Syafi’i. sementara engkau tidak mempelajari kitabku? Saya berkata. “Saya mendengar para ulama di Bashrah mengatakan. Dan di bidang akidah beliau menyusun kitab Khalqu Af’aal Al Ibaad. Semoga Allah Ta’ala mencurahkan rahmat-Nya kepada Al Imam Al Bukhari. “Hendak menuju ke tempat Muhammad bin Ismail Al Bukhari”. leblih wara’ (takwa). Di bidang akhlak belau menyusun kitab Al Adab Al Mufrad. saya tidak dihisab dalam keadaan menanggung dosa ghibah (menggunjing orang lain). Karya Al Imam Al Bukhari yang lain yang terkenal adalah kita At-Tarikh yang berisi tentang hal-ihwal para sahabat dan tabi’in serta ucapan-ucapan (pendapat-pendapat) mereka. “Sampaikan salamku kepadanya!” Al Imam Al Bukhari wafat pada malam Idul Fithri tahun 256 H. “Engkau hendak menuju ke mana?” Saya menjawab. “Wahai Baginda Rasulullah. yaitu Abu Zaid Al Marwazi menuturkan. “Saya tidak pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri semenjak enam puluh tahun orang yang lebih dalam pemahamannya tentang ajaran Islam. kitab apa yang Baginda maksud?” Rasulullah menjawab. “Hai Abu Zaid. Di dalam tidur saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. “Saya berharap bahwa ketika saya berjumpa Allah. ” Kitab Jami’ karya Muhammad bin Ismail”. Jenazah beliau dikuburkan di Khartank.Hubungannya dengan kitab tersebut. nama sebuah desa di Samarkand. *** Sumber: Siyar A’laam An-Nubala’ karya Al Imam Adz-Dzahabi dll  . ada seorang ulama besar ahli fikih. “Saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam di dalam tidur saya”.” Abdullah bin Sa’id bin Ja’far berkata.

Abu Bakar sangat marah kepadanya. orang-orang mencari sumber beritanya. Tersebutlah Misthah menjadi salah satu penyebarnya. Nabi Saw pun gundah dan bimbang. Mendengar ayat tersebut. sebagaimana sediakala.” kata Abu Bakar menyambut turunnya ayat: “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi kepada kaum kerabat. (imam) ( gst / vta ) *** ramadan. cerita teladan ( 355 ). Misthah masih termasuk keluarga Abu Bakar. orang yang berkelebihan itu berhati besar dan sebaiknya mereka memaafkan dan berlapang dada. Sebenarnya. cerita nasehat. kisah teladan ( 352 ).detik. Apakah kamu tak ingin Allah mengampuni kamu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Abu Bakar memaafkan Misthah. Hendaknya. Janganlah mereka bersumpah untuk tidak memberi bantuan karena orang yang bersangkutan pernah melakukan kesalahan atau karena ketersinggungan pribadi. orang-orang miskin dan para Muhajirin pada jalan Allah dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Abu Bakar: Saya Ingin Diampuni Allah “Saya ingin diampuni Allah. putrinya dan sekaligus istri Nabi Saw. yaitu putra saudara perempuan ayahnya. Allah menegur Abu Bakar dan semua orang yang mempunyai kelebihan agar memberi bantuan kepada orang-orang yang miskin.erva kurniawan 1:19 am pada 23 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).” (QS 24: 22) Ayat di atas. Beliau mencari-cari informasi tentang kabar tersebut. karena Misthah ikut menyebarkan kabar bohong menyangkut ‘Aisyah. Namun demikian. kisah islami ( 268 ). Kabar yang disebarkan Misthah itu bisa menghancurkan nama baik keluarga Abu Bakar. Dalam ayat di atas. Setelah jelas status kabar itu. menjadi teguran untuk Abu Bakar.com/read/2010/08/25/095702/1427340/985/abu-bakar-saya-ingin-diampuni-allah . Kegundahan Nabi reda setelah turun beberapa ayat dalam Surah an-Nur (24) yang menjelaskan kebohongan berita itu. ia membatalkan sumpahnya. Karena itu Abu Bakar marah dan keluarlah sumpah itu. Mendengar kabar itu. dan melanjutkan bantuannya kepada Misthah. kaum Muhajirin (orang yang pindah dari Mekah menuju ke Madinah atau tempat yang lain) dan kepada siapa saja memerlukan uluran tangan. Ia memang pernah bersumpah untuk tak memberikan bantuan kepada Misthah yang selama ini kerap ditolongnya.

Tidak ada riwayat yang jelas tentang kapan beliau dilahirkan. Dan sebab taubat beliau adalah karena beliau pernah terpikat dengan seorang wanita. Sebagian riwayat ada yang menyebutkan bahwa dulunya beliau adalah seorang penyamun. cerita teladan ( 355 ). kisah islami ( 268 ). Penulis: Al Ustadz Zainul Arifin ** Beliau dilahirkan di Samarqand dan dibesarkan di Abi Warda. kisah teladan ( 352 ). . hanya saja beliau pernah menyatakan usianya waktu itu telah mencapai 80 tahun.• hilmi 9:40 am pada 23 Desember 2010 Permalink subhanallah  erva kurniawan 1:03 am pada 20 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). dan tidak ada gambaran yang pasti tentang permulaan kehidupan beliau. cerita nasehat. beliau berkata: “Adalah AlFudhail bin ‘Iyadh dulunya seorang penyamun yang menghadang orang-orang di daerah antara Abu Warda dan Sirjis. kemudian Allah memberikan petunjuk kepada beliau dengan sebab mendengar sebuah ayat dari Kitabullah. Disebutkan dalam Siyar A’lam An-Nubala dari jalan Al-Fadhl bin Musa. suatu tempat di daerah Khurasan. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Al Imam Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah.

Dan sebab dari penolakan beliau terhadap pemberian-pemberian para raja diduga karena keraguan beliau terhadap kehalalannya.” Maka beliaupun berkata: “Kemudian aku merenung dan berkata: ‘Aku menjalani kemaksiatan-kemaksiatan di malam hari dan sebagian dari kaum muslimin di situ ketakutan kepadaku. tiba-tiba saja di sana ada sekelompok orang yang sedang lewat. sedang beliau sangat antusias agar tidak sampai memasuki perut beliau kecuali sesuatu yang halal. terima kasih mas . (Diringkas dari Mawa’izh lil Imam AlFudhail bin ‘Iyadh. lalu mencatat ilmu dari ulama di negeri itu. hal. kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. tiba-tiba saja beliau mendengar seseorang membaca ayat: “Belumkah datang waktunya bagi orang –orang yang beriman untuk tunduk hati mereka guna mengingat Allah serta tunduk kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang –orang yang sebelumnya telah turun Al Kitab kepadanya. sungguh aku telah bertaubat kepada-Mu dan aku jadikan taubatku itu dengan tinggal di Baitul Haram’.maka tatkala beliau tengah memanjat tembok guna melaksanakan hasratnya terhadap wanita tersebut.” dan sebagian yang lain berkata: “Kita jalan terus sampai pagi. namun beliau pernah menerima pemberian dari Abdullah bin Al-Mubarak. Waktu itu beliau memiliki seekor unta yang beliau gunakan untuk mengangkut air dan menjual air tersebut guna memenuhi kebutuhan makanan beliau dan keluarganya.asysyariah. Kemudian beliau menetap di Makkah. 5-7) *** Sumber : http://www. Al-A’masy.com • hilmi 9:55 am pada 20 Desember 2010 Permalink wah benar-benar kisah yang bagus. ‘Atha’ bin As-Saaib serta Shafwan bin Salim dan juga dari ulama-ulama lainnya. dan tidaklah Allah menggiringku kepada mereka ini melainkan agar aku berhenti (dari kemaksiatan ini). dan pada malam itu ketika beliau tengah berlindung di balik reruntuhan bangunan.” Sungguh beliau telah menghabiskan satu masa di Kufah. seperti Manshur. Dan adalah beliau memberi makan dirinya dan keluarganya dari hasil mengurus air di Makkah. Beliau tidak mau menerima pemberian-pemberian dan juga hadiah-hadiah dari para raja dan pejabat lainnya.” (Al Hadid: 16) Maka tatkala mendengarnya beliau langsung berkata: “Tentu saja wahai Rabbku. dan mayoritas mereka adalah orang-orang yang fasiq.” Maka beliaupun kembali. Ya Allah. Sungguh telah tiba saatku (untuk bertaubat). Sebagian mereka berkata: “Kita jalan terus. Beliau wafat di Makkah pada bulan Muharram tahun 187 H. karena biasanya Al-Fudhail menghadang kita di jalan ini.

Ali pun berkata pada hakim Syuraih. ia kehilangan baju dir’a (baju besi) miliknya. ia mendapati baju besinya ada pada seorang Yahudi. Tidak berapa lama. Dengan besar hati. erva kurniawan 1:15 am pada 19 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita nasehat. sang Amirul Mukminin. orang Yahudi itu bersikukuh bahwa baju besi itu adalah miliknya. kisah teladan ( 352 ). cerita teladan ( 355 ). Orang Yahudi itu pun mengucapkan kalimat syahadat dan menyatakan masuk Islam. Melihat seorang pemimpin jazirah Islam dikalahkan di pengadilan padahal lawannya seorang nonmuslim dan sang pemimpin menerima putusan itu. karena kesaksian seorang anak kepada ayahnya tidak dapat diterima di hadapan hukum. kisah islami ( 268 ). dikalahkan dalam persidangan tersebut. keduanya sepakat untuk membawa perkara itu ke hadapan hakim. Hasan bin Ali. Ali menyatakan menerima keputusan hakim. namun menolak kesaksian Hasan. Namun. yaitu pembantunya. Akhirnya. ( gst / vta ) *** . Karena hanya ada satu orang saksi. Ali pun menghadirkan dua saksi. Ali menghadiahkan baju besi tersebut kepada si Yahudi disertai dengan hadiah lainnya. apakah ia mempunyai bukti-bukti yang mendukung pernyataannya. Alkisah pada masa Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah. Menyaksikan hal itu. akhirnya hakim memutuskan bahwa baju besi tersebut adalah milik si Yahudi. hakim yang bernama Syuraih bertanya kepada Ali. “Tetapi apakah Anda tidak pernah mendengar Rasulullah yang menyatakan bahwa Hasan dan Husain adalah pemuda penghuni surga”. kisah yang terjadi belasan abad yang lalu ini menarik untuk disimak. Ali. Syuraih membenarkan pernyataan Ali itu namun tetap pada pendiriannya bahwa ia tidak bisa menerima kesaksian Hasan. Sang hakim menerima kesaksian pembantu Ali. Qanbar dan anaknya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ali bin Abi Thalib dan Hukum Bagi Anda yang merasa frustasi dengan keadaan hukum saat ini dan tingkah polah pemimpin dan penegak hukum. Setelah mendengar duduk perkaranya. Yahudi itupun serta merta mengakui bahwa baju besi tersebut adalah benar milik Ali dan ia menyatakan bahwa sebuah agama yang menyuruh hal tersebut pastilah benar. ketika ditanya Ali. cucu Rasulullah Saw.

“Dari mana kamu peroleh batu ini?” Isma’il as menjawab. Ia pergi dari satu bukit ke bukit lain untuk mencari batu yang paling baik. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kisah Hajar Aswad Ibrahim as diperintahkan Allah Swt membangun kembali Ka’bah.” Isma’il as mematuhi perintah ayahnya. . Ibrahim as merasa ada yang kurang pada Ka’bah. kisah teladan ( 352 ). Dengan senang hati ia menerima batu itu dan segera membawa batu itu untuk diberikan pada ayahnya. cerita teladan ( 355 ). kisah islami ( 268 ).” Ibrahim as mencium batu itu lagi dan diikuti juga oleh Isma’il as. cerita nasehat. Kemudian Ibrahim as bertanya pada putranya. Ketika sedang mencari.detik. Kemudian ia memerintahkan putranya.ramadan. Ia memenuhi perintah itu dibantu putranya. malaikat Jibril datang pada Isma’il as dan memberinya sebuah batu yang cantik. “Pergilah engkau mencari sebuah batu lagi yang akan aku letakkan di Ka’bah sebagai penanda bagi manusia. Saat hampir selesai mengerjakannya. “Batu ini aku dapat dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu.com/read/2010/08/26/114320/1428283/985/ali-bin-abi-thalib-dan-hukum • kereyoben 1:27 am pada 19 Desember 2010 Permalink bagus sekali artikel ini • hilmi 9:48 am pada 20 Desember 2010 Permalink subhanallah  erva kurniawan 1:03 am pada 15 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Ibrahim as pun gembira dan mencium batu itu beberapa kali. Isma’il as.

com/read/2010/08/27/093602/1429109/985/kisah-hajar-aswad  erva kurniawan 1:00 am pada 13 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). penjaga masjid mengetahuinya. dilakukan penelitian oleh para ahli mengenai bahan perekat yang digunakan.” (Hadits no 228 Kitab Sahih Muslim). akan mudah menangis kalau mengingat sama yang dicintainya. . Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Saw menciummu. Saat Umar bin Khaththab berada di hadapan Hajar Aswad dan menciumnya ia berkata. Untunglah. orang yang sedang jatuh cinta. Akhirnya ditemukan perekat berupa bahan kimia yang dicampur dengan minyak misik dan ambar. ada juga orang yang ingin mencuri Hajar Aswad. cinta itu dekat dengan yang namanya air mata. Sebelumnya perekatan itu. Umar bin Khathab pernah menyambaikan bahwa Rasulullah Saw sendiri pernah menciumnya.detik. sampai saat ini banyak yang berharap bisa mencium batu yang dinamai Hajar Aswad itu. dan membawa sepotong perak dari tangga Ka’bah. Makanya. Bicara tentang lubuk hati. dan akhirnya menangis. benar bukan? Bicara mengenai menangis ada 2 cerita jaman dulu. laki-laki itu pun ditangkap dan dihukum. datanglah seorang laki-laki ke Ka’bah.Begitulah. aku tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu. Ia mencungkil Hajar Aswad. Tanggal 28 Rabi’ul Akhir tahun yang sama. cerita teladan ( 355 ). Karena sangat bersejarahnya. cerita nasehat. mencuri potongan kain Kiswah. (imam) *** ramadan. Di akhir bulan Muharram 1351 H. niscaya aku tidak akan menciummu. kisah teladan ( 352 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Air Mata dan Cinta Cinta membuat apa yang dicintai itu benar-benar masuk ke dalam lubuk hati. pasti berkaitan dengan yang namanya kelembutan. Hati itu lembut sekali. kisah islami ( 268 ). Kalau sudah begini. apalagi yang terdalam. dilakukan penempelan kembali bongkahan batu itu ke tempat asalnya. “Demi Allah.

pemuda-pemuda Islamnya sholeh-sholeh. ” Aku menangis karena baru saja ditinggal kekasihku?” mendengar jawaban anak muda tersebut. Lalu. Ini bisa dilihat si mata-mata bertemu dengan anak muda Islam yang menangis karena ditinggal pacarnya. si mata-mata tadi mendekati anak muda itu. kita jangan menyerang Islam dulu. Dia bertemu dengan anak muda yang sedang duduk menangis. Inilah saatnya negeri kafir tersebut menyerang negeri Islam. Si mata-mata mendekati anak muda tersebut dan bertanya. untuk menemani. sang ketua berkata. Begitulah sobat. ada yang berubah di negeri Islam tersebut.” Cerita kedua. ada negeri kafir yang akan menyerang negeri Islam. “Aku menangis karena tadi aku ketinggalan shalat berjama’ah di masjid. Masya Allah. Beberapa tahun kemudian. dan apa yang terjadi? Hancur-lebur dan luluh-lantaklah negeri Islam. si mata-mata kembali ke negerinya dan melapor kepada sang ketua tentang apa yang diliatnya di negeri Islam. Pasti. “Kenapa kamu nangis anak muda?” Jawab si anak muda. air mata kita termasuk yang mana? Kalau kita menangis gara-gara siapa?? Semoga air mata dan tangis kita hanya karena Allah! *** Oleh: Aulia Agus Iswar • hilmi 9:15 am pada 13 Desember 2010 Permalink . Akhirnya. saatnya kita serang mereka!” Akhirnya. Penampilannya Islam. Tunggu kalau saatnya sudah tepat. hari-harinya akan dihabisin untuk sang kekasihnya.” Kagetlah si mata-mata itu. Penasaran dengan hal tersebut. Generasi yang kedua menangis mengeluarkan air mata karena cinta kepada pacarnya. kembali diutuslah si matamata tadi untuk mengintai negeri Islam. “OK. Anak-anak mudanya sudah tidak sholeh (atau mungkin kurang sholeh). Lalu sang ketua berkata. si mata-mata menyamar lagi menjadi orang Islam. Dia bertanya.Cerita pertama. kalau negeri kafir menyerang saat itu. Ini kelanjutan dari cerita pertama. Kejadian berikutnya sama dengan cerita yang pertama. Selanjutnya dia masuk ke negeri Islam itu. Nah Sobat. “OK. Mereka cinta sama Allah. Dia menceritakan apa yang diliatnya di negeri Islam. dan untuk yang lain. Selanjutnya. Ketua kafir itu mengatur siasat. Tiba-tiba dia bertemu dengan seorang anak muda yang sedang menangis di pojok dinding. Si mata-mata menyamar menjadi orang Islam. Lalu dia balik ke negerinya dan melapor kepada sang ketua. Jadi. Sampai-sampai mereka sedih dan nangis lantaran ketinggalan shalat berjama’ah di masjid. Kenapa bisa seperti ini? Ketua kafir melihat bahwa pada cerita yang pertama. untuk memikirkan. negeri kafir kemudian menyerang negeri Islam tadi. pasti orang kafir akan kalah. Kenapa waktunya tidak dihabiskan untuk Allah dan Islam? Ini pertanda kalau negeri Islam tadi sudah lemah. Sebelum menyerang. kemudian. setelah beberapa tahun. generasi yang pertama menangis mengeluarkan air mata karena cintanya kepada Allah. “Kenapa kamu nangis?” Jawab anak muda tadi. Dulu. diselidiki dulu negeri Islam itu. dengan janggut dan pernak pernik yang Islami. sang ketua mengutus seorang mata-mata ke negeri Islam tersebut.

Ia termasuk orang yang taat beribadah. kalau dia mau berdoa kepada Allah. • Ermila 8:26 am pada 14 Desember 2010 Permalink Amiiin. Sehingga. Semakin hari kerinduan bertemu Rasulullah Saw bertumpuk. cerita nasehat. Tetapi apa daya. Ia sangat gelisah mengingat-ingat itu. “Sungguh. selalu menjalankan ajaran yang dibawa Rasulullah Saw. Mendengar curahan hati anaknya. Bernama lengkap Uwais Al-Qarni. dan dia sangat berbakti kepadanya. ibunya sudah tua renta dan sangat lemah. Setiap hari ia menggembalakan domba milik orang lain. ibunya terharu. Dia punya sedikit bekas penyakit kusta. kisah teladan ( 352 ). Keinginan itu kian memuncak setiap kali melihat tetangganya yang baru pulang dari Madinah dan sempat bertemu Rasulullah Saw. Bila ada kelebihan dari upahnya itu terkadang ia berikan kepada tetangganya yang kekurangan.  erva kurniawan 1:59 am pada 11 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). pasti Allah akan mengabulkan doanya. perintahkan dia untuk berdoa..” (HR Muslim). ia memberanikan diri mengungkapkan perasaan itu kepada ibunya. kelak ada orang yang termasuk tabi’in terbaik yang bernama Uwais. Upah yang diterimanya cukup untuk biaya hidup bersama ibunya. Dia memiliki seorang ibu.…mdh2an sejak saat ini air mata yg keluar hanya untuk Allah. dapat menjadi penyemangat dalam mencari ridho Allah SWT.alhamdulillah. cerita teladan ( 355 ). Suatu hari kerinduannya tak tertahan lagi. ia pun diijinkan menemui Rasulullah Saw. . Ia begitu menyayanginya sehingga tak tega meninggalkannya sendiri. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kemuliaan Taat Kepada Ibu Suatu saat Rasulullah Saw bercerita kepada para sahabat. Oleh karena itu. niscaya dia akan memintakan ampun untuk kalian. Ia punya suatu keinginan yang belum terlaksana sejak lama yaitu bertemu dengan Rasulullah Saw. ia tinggal bersama ibunya di negeri Yaman. kisah islami ( 268 ).

com/read/2010/08/28/160402/1430145/985/kemuliaan-taat-kepada-ibu  erva kurniawan 1:53 am pada 8 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). tetapi ia teringat pesan ibunya untuk segera pulang. Belajar yang dilakukan secara otodidak membuatnya mahir dalam bidang ilmu pengetahuan. Yang lebih menakjubkan ialah Ibnu Haitham telah menemukan prinsip isi padu udara sebelum seorang ilmuwan bernama Tricella mengetahui hal tersebut 500 tahun kemudian. mulailah perantauannya untuk belajar ilmu pengetahuan. cerita teladan ( 355 ). ia menyalin buku-buku tentang matematika dan ilmu falak. Rasulullah Saw sedang tak berada di rumah. Kemudian Rasulullah Saw mengatakan Uwais yang taat pada ibunya itu penghuni langit. beliau menanyakan tentang seseorang yang mencarinya. . Kota pertama yang dituju adalah Ahwaz kemudian Baghdad. Di kota kelahirannya itu ia sempat menjadi pegawai pemerintahan. kisah teladan ( 352 ). pengobatan. Rasulullah Saw meneruskan keterangan tentang Uwais kepada para sahabat. dan filsafat. Ilmuwan Optik dari Basrah Nama lengkapnya Abu Al Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham. “Suatu ketika jika kalian bertemu dengan Uwais mintalah doa dan istighfar darinya.detik. Ia pun memilih taat ibunya dan segera berpamitan pada ‘Aisyah. Teori itu telah digunakan oleh para saintis di Itali untuk menghasilkan kaca pembesar pertama di dunia. Kecintaannya kepada ilmu pengetahuan membawanya berhijrah ke Mesir. Ia lahir di Basrah tahun 965 M.” (imam) *** ramadan. Ingin sekali ia menunggu. Ibnu Haitham juga turut melakukan percobaan terhadap kaca yang dibakar dan dari situ tercetuslah teori lensa pembesar. ‘Aisyah menjelaskan kedatangan Uwais. Sejak itu. cerita nasehat. Kajiannya mengenai pengobatan mata menjadi dasar pengobatan mata modern. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ibnu Haitham. Seraya memandang Ali dan beliau mengatakan. Untuk membiayai hidupnya. Ketika Rasulullah Saw kembali. geometri. kisah islami ( 268 ).Namun kerinduan itu tak sempat terobati karena saat ia datang. Tetapi segera keluar karena tidak suka dengan kehidupan birokrat. ilmu falak. matematika. Tulisannya mengenai mata telah menjadi salah satu rujukan penting dalam bidang penelitian sains di Barat. Dunia Barat mengenalnya dengan nama Alhazen.

salah satunya adalah Light dan On Twilight Phenomena. Ia dikenal sebagai orang yang miskin materi tapi kaya ilmu pengetahuan. Meski menjadi orang terkenal di zamannya. boleh tukeran link ga? • erva kurniawan 3:45 pm pada 9 Desember 2010 Permalink boleh mas. (imam/ Hagi). Kitab Tahlil ai’masa’il al ‘Adadiyah tentang aljabar.detik. Jazakallah Khairan katsiro  erva kurniawan 1:58 am pada 7 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Kitab al-Tahlil wa al’Tarkib mengenai ilmu geometri. Ibnu Haitham membuktikan dirinya begitu bergairah mencari dan mendalami ilmu pengetahuan pada usia mudanya. cerita teladan ( 355 ).com/read/2010/08/29/115306/1430388/985/ibnu-haitham-ilmuwan-optik-dari-basrah • hilmi 1:57 pm pada 9 Desember 2010 Permalink ceritanya banyak yang bagus mas. Kajiannya banyak membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana. Maqalah fi Istikhraj Simat al’Qiblah yang mengupas tentang arah kiblat. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Memuliakan Orang Berusia Lanjut .Beberapa buah buku mengenai cahaya yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. namun Ibnu Haitham tetap hidup dalam kesederhanaan. Maqalah fima Tad’u llaih mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak. kisah islami ( 268 ). kisah teladan ( 352 ). Di antara buku-bukunya itu adalah Al’Jami’ fi Usul al’Hisab yang mengandung teori-teori ilmu matemetika dan matematika penganalisaan. *** ramadan. dan Risalah fi Sina’at al-Syi’r mengenai teknik penulisan puisi. Banyak buku yang dihasilkannya dan masih menjadi rujukan hingga saat ini. cerita nasehat.

Seusai shalat berjama’ah. Allah memerintahkanku untuk menetapkanmu dalam keadaan ruku’ hingga Ali bisa menyusul shalat berjama’ah bersamamu. Tapi Jibril datang. tak sempat mengikuti shalat berjamaah bersama Rasulullah Saw. Maka. Baru setelah beban itu diangkat. Setelah langkahnya tak terhalang. Dengan sabar. Tibalah iring-iringan Ali dan bapak tua itu di depan masjid. Maka. Tahulah Ali bahwa bapak itu bukanlah seorang muslim. engkau memperlambat ruku’ yang terakhir?” Rasulullah Saw pun menjawab.” jawab Rasulullah Saw. Ali menghormati karena ketuaannya. Ali bin Abu Thalib bergegas menuju masjid untuk salat berjamaah bersama Rasulullah Saw. “Apa yang terjadi wahai Rasulullah? Tidak seperti biasanya. Bapak tua itu berjalan lambat di depan Ali. bapak tua itu tak memasuki masjid. seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw. ada keresahan dalam hati Ali. meski orang tua itu seorang Nasrani. “Ketika ruku’ dan membaca tasbih seperti biasa. tapi terhalang oleh seorang laki-laki Nasrani tua. Sebenarnya. Ali menghormatinya dan tak berani mendahului langkah orang tua itu. aku bisa mengangkat kepalaku dan berdiri. aku hendak mengangkat kepalaku untuk berdiri. datanglah Jibril kepada Rasulullah Saw dan menjelaskan apa yang terjadi. “Wahai Muhammad! Sesungguhnya tadi itu karena Ali tergesa-gesa mengejar shalat berjama’ah. Ali memberi hak orang tua itu untuk berjalan lebih dulu. “Itulah derajat orang yang memuliakan orang tua. ia seorang Nasrani yang kebetulan sedang melintas. Ia kawatir. “Aku sendiri tak mengetahuinya dan tak bisa menanyakan hal itu kepada Jibril. ia membebani punggungku hingga lama sekali. Syukurlah. langkahnya terhambat oleh seorang lelaki tua berusia lanjut.Alifmagz – detikRamadan Jakarta – Pada suatu subuh. Namun di tengah perjalanan. Ali mengikuti langkah demi langkah bapak tua itu di belakangnya. Ternyata.” Kemudian Rasulullah Saw mengatakan.” “Mengapa bisa begitu ya Rasulullah?” tanya sahabat yang lain.” Sumber: Pesan Indah dari Makkah & Madinah – Ahmad Rofi’ Usmani *** . Suami Fatimah binti Rasulullah itu tak ingin mendesak dan memaksa untuk mendahului bapak tua itu. Ali masih sempat mengikuti raka’at terakhir. Ali bergegas memasuki masjid.

ramadan.detik.com/read/2010/08/17/120059/1421819/985/memuliakan-orang-berusia-lanjut

 erva kurniawan 1:50 am pada 3 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Pohon Kurma untuk Masa Depan

Alifmagz – detikRamadan Jakarta – Suatu hari, Raja Persia berjalan-jalan, meninjau wilayah kekuasaannya. Di tengah Raja menjalankan kebiasaannya itu, ia melihat seorang kakek tua tengah menanam bibit pohon kurma. Ia heran dengan apa yang dilakukan kakek itu. Pikir sang raja, “Bagaimana ia nanti akan menikmati hasil yang ditanam, sedangkan ia sendiri sudah tua renta?” Raja pun menegur kakek itu dan bertanya, “Wahai kakek, apakah engkau bermaksud akan menuai hasil dari apa yang engkau tanam ini? Engkau tahu, pohon kurma ini tak akan berbuah setelah beberapa tahun kemudian.” Setelah memberi hormat kepada raja yang menegurnya, kakek tua itu menjawab, “Wahai Raja yang agung, paduka tentu mengetahui bahwa orang yang hidup sebelum kita telah menanam pohon kurma yang kita tuai hasilnya sekarang ini. Dengan demikian, mengapa kita tak menanam bibit pohon kurma agar generasi kita nanti akan dapat menuai hasilnya?” Sang raja terkejut dengan jawaban kakek tua itu, tapi ia membenarkan dan menyetujui apa yang dikatakannya. Raja pun memberinya hadiah sekantong uang. Kakek tua menerimanya dan berkata, “Wahai raja yang mulia, alangkah cepatnya benih pohon kurma yang hamba tanam ini berbuah!”

Raja Persia itu tak menyangka mendapat jawaban seperti itu dari Sang Kakek. Raja berkata, “Benar apa yang engkau katakan Kek.” Kemudian ia mengambil sekantong uang yang lain untuk diberikan lagi kepadanya. Kakek menerimanya dan berkata, “Wahai Raja yang agung, yang paling menakjubkan adalah pohon kurma itu akan berbuah dua kali dalam satu tahun seperti halnya dua kantong uang yang paduka berikan pada hamba.” Raja itu semakin kagum dan memberi lagi sekantong uang kepadanya. Kemudian keduanya ngobrol dengan asyik. Sang raja menanyakan mengenai pertanian, sang kakek pun menjawab seakan-akan kakek tersebut telah bertani sejak dia masih kecil. Keduanya terus-menerus ngobrol sehingga tanpa terasa matahari pun mulai terbenam. Maka sang raja pun bersiap-siap untuk pergi dan sebelumnya dia berdoa agar kakek tersebut berumur panjang dan dia dapat bertemu kembali dengannya. *** ramadan.detik.com/read/2010/08/12/172243/1419254/985/pohon-kurma-untuk-masa-depan

 erva kurniawan 1:56 am pada 1 Desember 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Ibadahnya Sang Ratu Cinta

Alifmagz – detikRamadan Jakarta – Cinta adalah bahasa yang indah. Setiap saat, selalu saja ingin bersama orang yang kita cintai; memujinya dan mengaguminya. Cinta juga bisa menjadi alasan bagi seorang hamba untuk beribadah kepada Tuhannya.

Seperti cinta Rabiah al-Adawiyah kepada Allah, Tuhannya. Meski Allah telah menyediakan banyak pahala kepada hamba-Nya, ibadah Rabiah tidak untuk itu. Tidak juga karena mengharap surga atau takut neraka. Suatu saat ia berdoa, “Ya Allah, jika aku menyembah-Mu karena takut kepada neraka, bakarlah aku di dalam neraka; dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga, campakkanlah aku dari dalam surga; tetapi jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu yang abadi kepadaku.” Rabiah, Sang Ratu Cinta, seorang sufi perempuan dari Bashrah, terlahir dalam keluarga yang sangat miskin, meski saat itu Bashrah sedang bergelimang kemakmuran. Saat sang ibu berjuang melahirkannya, tak seorangpun menolong, sementara ayahnya sedang berusaha mencari bantuan kepada tetanggatetangganya. Malam sudah larut, para tetangga sudah terlelap. Ayahnya pulang tanpa hasil. Sebenarnya, ayahnya hanya ingin meminjam pelita untuk menerangi istrinya. Kelahiran Rabiah tak mengubah nasib keluarganya. Sekuat tenaga ayahnya berusaha dan memasrahkan semua kepada yang Mencipta Kehidupan. Saat kesulitan melanda Bashrah, karena dilanda bencana kelaparan, keluarga Rabiah tetap saja menjadi sasaran kekisruhan. Seorang penjahat menculik Rabiah, kemudian dijual di pasar budak dengan harga yang murah. Seorang saudagar membeli dan memberinya pekerjaan yang berat. Tetapi justru karena penderitaan-penderitaan itu membuatnya mendekat pada Allah. Dalam kesibukannya bekerja, ia tetap menjalankan puasa. Di malam hari, ia menghabiskan waktu dengan banyak ber-mujahadah kepada-Nya. Hingga sampai suatu tingkat, ibadahnya membawa kedekatan dengan Allah. Kedekatan kemudian berubah menjadi kerinduan yang mengantarkan kepada cinta kepada-Nya. “Aku adalah milik-Nya. Aku hidup di bawah naungan-Nya. Aku lepaskan segala sesuatu yang telah kuperoleh kepada-Nya. Aku telah mengenal-Nya, sebab aku menghayati.” Di suatu malam yang senyap, dalam kerinduan yang sangat, ia bersujud dan berdoa, “Ya Allah, apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di dunia ini, berikanlah kepada musuh-musuh-Mu. Dan apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di akhirat nanti, berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu. Karena Engkau sendiri cukuplah bagiku.” *** ramadan.detik.com/read/2010/08/13/144506/1419950/985/ibadahnya-sang-ratu-cinta

 erva kurniawan 1:23 am pada 30 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Ibnu ‘Arabi, Kaya Tanpa Terjebak Nafsu Keduniawian

Ibnu ‘Arabi yang dikenal dengan sebutan Syekh al-Akbar, tiba di Tunisia. Ia bertemu dengan seorang nelayan yang tinggal di gubuk berdinding lumpur kering. Nelayan itu dikenal sangat dermawan. Setiap hari ia melaut. Namun, seluruh hasil tangkapannya ia sedekahkan kepada orang-orang miskin. Sedangkan untuknya sendiri, hanya sepotong kepala ikan untuk direbus sebagai lauk makan malamnya. Nelayan itu kemudian belajar kepada Ibnu ‘Arabi. Selang beberapa waktu, nelayan itu pun menjadi seorang syekh yang juga punya murid. Suatu ketika, salah seorang muridnya meminta izin untuk mengadakan perjalanan ke Spanyol. Sang nelayan mengijinkan dan berpesan agar menemui Ibnu ‘Arabi untuk meminta nasihat. Sudah bertahun-tahun nelayan itu merasa perkembangan jiwanya tak lagi mengalami kemajuan, ia membutuhkan nasehat Ibnu ‘Arabi. Sesampainya di kota tempat tinggal Ibnu ‘Arabi, murid nelayan itu menanyakan tempat ia bisa bertemu Ibnu ‘Arabi. Orang-orang yang ditanya menunjuk ke puncak bukit, ke sebuah puri yang tampak seperti istana. Melihat tempat yang ditunjuk orang-orang, murid itu sangat terkejut, betapa sangat duniawinya kehidupan Ibnu ‘Arabi. Jauh dibandingkan dengan kehidupan guru tercintanya yang sangat sederhana. Dengan enggan, ia melangkahkan kakinya ke arah puri itu. Sepanjang jalan ke puri, ia melalui ladangladang yang terawat baik dan jalan-jalan yang indah, lengkap dengan kumpulan domba, kambing, dan sapi. Ia menyempatkan diri bertanya kepada orang-orang di ladang, siapa pemilik semua ladang dan ternak ini. Setiap yang ditanya menjawab, milik Ibnu ‘Arabi. Keragu-raguan membayangi pikirannya, bagaimana mungkin orang yang sangat materialis seperti itu bisa menjadi seorang sufi terkemuka. Apalagi setelah ia sampai puri itu. Tak pernah ia melihat bagunan seindah dan semegah ini, bahkan dalam mimpi sekalipun. Murid sang nelayan itu tak bisa menyembunyikan kegeramannya ketika bertemu Ibnu ‘Arabi. Ia sangat marah ketika mendengar pesan Ibnu ‘Arabi yang diamanahkan kepadanya untuk disampaikan kepada gurunya, sang nelayan. Ibnu ‘Arabi berkata, “Sampaikan kepada gurumu, dirinya masih terikat pada keduniawian.”

Sekembalinya murid itu ke kampung halamannya, ia menyampaikan pesan itu kepada gurunya. Sungguh ia tak menduga sikap gurunya. Mendengar pesan itu, gurunya mengatakan, “Ia benar! Ia sungguh tak peduli sama sekali dengan semua yang ada padanya. Sementara aku, ketika setiap malam menyantap kepala ikan, aku masih saja berharap seandainya saja kepa ikan itu adalah seekor ikan yang utuh.” (imam) – ilustrasi: viky *** Sumber: Cinta Bagai Anggur – Syekh Ragip Frager, Ph. D ramadan.detik.com/read/2010/08/18/101742/1422304/985/ibnu-arabi-kaya-tanpa-terjebak-nafsukeduniawian

 erva kurniawan 1:14 am pada 29 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ), cerita nasehat, cerita teladan ( 355 ), kisah islami ( 268 ), kisah teladan ( 352 ), kumpulan kisah teladan ( 284 )

Ujian Cinta di Geger Kalong

Oleh Bahtiar HS “Pak Herman, gimana nih, Pak?” Pak Suherman Rosyidi, dosen Fakultas Ekonomi Unair yang tetangga saya itu menoleh kepada asal suara. Dua orang sekretaris Dekan menegurnya di pintu masuk ruang itu. Keduanya perempuan. Seorang, sebut saja Bu A sudah memiliki 3 orang anak. Dan Bu B sudah menikah tetapi belum dikaruniai anak. “Gimana apanya, Bu?” tanya Pak Herman pada mereka. “Gimana kok Aa’ Gym menikah lagi, Pak?” keluh Bu A. “Kenapa mesti poligami?”

“Heran gimana. Beliau kemudian menghampiri kedua ibu muda itu. “Ya. pilih suami menikah lagi. “Masih bisa membedakan antara yang benar dan yang bathil. antara: merelakan suami ibu menikah lagi atau merelakan suami ibu melacur. lho? — yaitu merelakan suaminya menikah lagi atau merelakan suaminya melacur. Bu?” tanya Pak Herman pada temannya yang sesama dosen itu. kira-kira isteri itu milih yang mana?” Kedua ibu itu saling berpandangan. “Kalau ibu disuruh memilih. Tempat bertanya atau mengadu. “Begini. ibu pilih yang mana?” Kedua wanita itu terperanjat seperti mendapatkan pertanyaan yang tak pernah didengar sekalipun selama hidupnya. seseorang menjawab. gimana lagi kalau pilihannya hanya itu.Pak Herman tersenyum. “Ibu-ibu ternyata masih bersih.” kata Pak Herman.” *** “Saya heran sama orang Indonesia. Pak!” tegas Ibu B.” “Apa itu.” “Alhamdulillah. Antara yang halal dan yang haram. Dan dalam sepuluh-lima belas detik kemudian. ”Kok pertanyaannya seperti itu. Sudah berbilang tahun wanita itu mengajar di kampus ini sejak ia menikah dengan orang Indonesia asli. Bu. Pak?” sergah Bu B.” potong Pak Herman. Kalau ada masalah-masalah seperti ini.” “Diganti gimana. “Ibu-ibu masih bersih. Pak Herman sendiri dengan sabar menunggu. Pak?” protes Ibu A. “Jikalau pertanyaan itu terlalu berat untuk dijawab. “Jikalau ada seorang isteri diberikan pilihan — bukan Anda berdua. Bu?” Bu B mengangguk-angguk. Keraguan segera merayap dalam senyap. mengharap dukungan Bu B di sebelahnya. Pak?” “Saya ganti begini.” kata Pak Herman berteka-teki. Pak Herman!” seru Bu Icy dengan logat Amerikanya yang tak bisa dihilangkan.” jelas dosen itu.” lanjut Pak Herman. Pak?” kata Bu A sambil melirik. “Ok.” “Masih bersih gimana. anggota Dewan Ekonomi Syariah itu memang biasa menjadi “jujugan”. “Saya tak memilih dua-duanya. Pak?” tanya keduanya hampir berbarengan. “Ya. “Bukan begitu.” jawab Pak Herman. dari hati nurani ibu yang paling dalam. “Coba jawab pertanyaan saya dengan jujur dan ikhlas. Ok. pertanyaannya saya ganti. “Tolong pilih satu di antara dua. .

“Menurut Ibu. Herman pun tersenyum. sudah terkontaminasi dengan apa yang datang dari Barat. ketika pintu poligami ditutup.” kata saya turut menanggapi. “Kalau saya baca press release Aa’ Gym awal Desember lalu. Bukan muslimat lagi. gadis. Pak. “Lantas menurut Ibu. janda tanpa anak. apa salahnya Aa’ Gym memilih janda dengan sekian anak?” tanyanya kepada hadirin seakan ingin mendapat jawaban. Tak dinyana. Ia memang telah banyak belajar tentang Islam.” *** Itulah pengantar perbincangan seputar poligami oleh Ust. Saya berusaha menahan diri. Sebagaimana banyak laki-laki yang poligami. Pak!” Gerr.“Mengapa mereka menolak poligami yang nyata-nyata ada dan dibolehkan di dalam Islam?” tanyanya sungguh. Dan keempat.” kata wanita asing itu.” “Apa itu?” “Kapitalisme!” “Kapitalisme?” “Ya.” Hadirin tersenyum. Itulah ruh kapitalisme. meski sayang belum memeluknya hingga sekarang. “Tetapi. nenek-nenek gampang masuk angin. Pak. “Hanya saja. “Sedangkan dalam pandangan Islam. “sebenarnya ada 4 calon yang diajukan Aa’ Gym sebagai isteri kedua. Ia penganut Kristen. apa masalahnya dengan penolakan poligami?” “Masalahnya. Suherman Rosyidi – kami memanggil beliau Pak Herman — di Masjid Rungkut Jaya Ahad pagi ini. Agaknya fenomena heboh Aa’ Gym yang menikah lagi itu turut menghangatkan beranda masjid ini setelah diguyur hujan semalam. Suami saya adalah milik saya.” Pak Herman kemudian bertanya. Pak Herman sejenak tersentak. ia mantan model. janda dengan cukup banyak anak. Bagaimanapun yang ada di hadapannya itu adalah wanita Barat. biasanya isteri keduanya adalah seorang gadis. Kedua. “Apa salahnya jika janda itu mantan model? Apa salahnya juga jika seandainya dia memilih seorang gadis sebagai isteri kedua?” . perempuan “barat” itu punya pendapat sedemikian. Sebuah pandangan yang menganggap segala yang dipunya sebagai ‘milik’. Tak logis dalam benak mereka untuk berbagi suami dengan orang lain. “Sehingga.” kata saya melanjutkan. “Aa’ Gym sebenarnya sudah memilih yang ketiga. “maka pintu pelacuran akan terbuka lebar-lebar.” Pak Herman manggut-manggut. Satu. Ketiga. semua yang ada ini ‘kan milik Tuhan?” lanjut wanita itu. Kalian. Bukan dan tak akan menjadi milik wanita lain. Coba jika seandainya Aa’ Gym memilih calon yang keempat. Pak Herman. janda dengan cukup banyak anak. pasti tidak akan terjadi kehebohan seperti ini. apa yang menyebabkan mereka seperti itu?” “Masalahnya sudah jelas. Dan Ust. lebih muda dan cantik ketimbang isteri pertama. berbagi dalam Islam adalah sesuatu yang common-sense. orang Indonesia.

seorang janda yang sudah sangat tua umurnya. Umar. “Ujian cinta bagaimana?” “Ya. Pak?” tanya saya. sebagaimana Rasul baru menikah lagi setelah Khadijah meninggal?” Saya termangu. Justru karenanya Ia telah menyelamatkan kita dari “cinta yang salah”. Entah cinta kepada seorang anak. “Abu Bakar. Cinta mereka sebatas hanya kepada Aa’ Gym. *** Dari Sahabat .” simpul Pak Edy sambil menyelonjorkan kaki di beranda masjid. menjadi isteri keduanya.” *** “Fenomena Aa’ Gym ini persis seperti peristiwa penyembelihan Ismail as oleh Nabi Ibrahim as.” katanya melanjutkan. Lantas apa hubungannya dengan Nabi Ibrahim dan Ismail?” “Peristiwa poligami Aa’ Gym ini seperti penyembelihan Ibrahim atas Ismail. kita akan tersadarkan bahwa dai kondang itu ternyata manusia biasa seperti kita. Barangkali dengan peristiwa ini Allah ingin menunjukkan kepada kita bahwa Aa’ Gym bukanlah ‘dewa’. Pak?” sergah saya. Cinta mereka bukan kecintaan yang tulus kepada Allah. Jamaah yang lain pun tepekur di tempat duduknya masing-masing. anak yang kelahirannya didambanya berpuluh tahun ataukah Allah SWT?” Saya dan beberapa jamaah yang masih bertahan di beranda manggut-manggut. Tak lebih. Dan di sisi lain. “Ujian cinta!” katanya penuh misteri. yakni pemisahan antara yang benar-benar cinta kepada Allah dan yang sekadar cinta kepada manusia. itu berarti mereka selama ini datang mendengarkan taushiyah hanya karena Aa’ Gym. Saya juga sependapat dengan Ibu Sirikit Syah sebagaimana tulisannya di Jawa Pos 13 Desember 2006 yang lalu. sampean.“Bukankah Rasul setelah Khadijah meninggal mengambil Saudah. Ceramah shubuh oleh Pak Herman baru saja usai. Ataukah cinta kepada seorang pendakwah. Nabi Ibrahim diuji oleh Allah.” “Betul juga. mana yang lebih dicinta: Ismail. “Tentu tidak. “Demikian juga dengan poligami Aa’ Gym. “Fenomena apa itu. Usman dan para sahabat yang lain tidak menunggu isteri pertama mereka meninggal dulu untuk melakukan poligami. “Juga apakah kita harus menunggu isteri pertama kita meninggal sebelum menikah lagi.” lanjut Pak Herman. “Jika jamaah Aa’ Gym begitu saja meninggalkan pengajian MQ ketika tahu Aa’ menikah lagi. “Apakah serta-merta kita harus mencontohnya demikian pula?” jawab Pak Herman.” Saya setuju dengan tetangga saya itu.

saya Mohon ijin tanya. Oke. Wassalam  erva kurniawan 1:08 am pada 27 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Selepas SCBD. So she picked me up at the lobby of Jakarta Stock Exchange Building. cerita teladan ( 355 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Kepuasan Ada Di Rasa Syukur Siang itu tadi temanku tiba-tiba nelpon. Makan siang yuk. seperti tulisan ini. Mengenai gambar yang digunakan itu adalah Bunga Teratai atau Water Lili. kisah islami ( 268 ). penulis aslinya adalah Bahtiar HS. alasan lain saya suka gambar itu karena menyejukkan dan natural.• Totok 10:38 am pada 13 Desember 2010 Permalink saya sangat tertarik dengan artikel mengenai islam seperti artikel yang anda tulis ini. hanya karena tidak ada ide gambar yang tepat menggambarkan cerita itu. kisah teladan ( 352 ). tidak ada alasan spesifik mengapa sering memakai gambar itu. ajaknya. Ide ke soto Pak Sadi segera terpatahkan begitu melihat bahwa yang parkir sudah sampai sebrang-sebrang. jawabku. cerita nasehat. kami masih belum ada ide mau makan dimana. . kenapa anda sering menggunakan gambar teratai dalam artikel anda? • erva kurniawan 3:51 pm pada 13 Desember 2010 Permalink Sebenarnya banyak artikel pada blog saya in yang bukan saya penulisnya.

Mungkin supaya nyemirnya nyaman. Ugh. dia bergerak menjauh. Maklum. Kenapa jadi kita yang mengharapkan bahwa semua orang harus menyemir? Hihihi… Perbincangan pun bergeser ke topik lain. Aku lirik sepatuku. BOOM. Soalnya setahu ku jasa nyemir biasanya 2 ribu rupiah Dia berkata kalem “Kebanyakan om. Ah. kapan ya terakhir aku nyemir sepatuku sendiri? Aku sendiri lupa. Kulambai dia. Dia menerimanya lalu membawanya ke emperan sebuah rumah. Kami makan sambil ngobrol. Uang sisa parkir. Duduk di atas kotak semirnya. Pergi ke mobil satunya. Di kejauhan aku masih bisa melihat pemuda tadi. Lalu pandangannya kembali kosong. “Semir om?” tanyanya. Mungkin karena masih pada jumatan. Kadang2 matanya melayang ke arah mobil-mobil yang hendak parkir (sudah mulai ramai). Terlalu tua untuk jadi penyemir sepatu. kami agak kaget. Tempat yang cukup teduh. Kami masih bisa milih parkir yang enak. Menawarkan lagi. dia juga mendapat pandangan curiga. orang seperti dia masih berani menolak uang yang bukan hak-nya. kenapa dia jadi penyemir dll. iya. Kami masih makan saat dia selesai menyemir. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil. Bisa makan di mobil soalnya sampai di sana masih sepi. So. Pikiranku tiba-tiba melayang. Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami apa yang dia rasakan. Seperti ada yang dipikirkan. sepertinya kami juga merasakan penolakan itu. menuju mobil-mobil yang parkir sesudah kami. Dan setiap kali dia ditolak. joki gado-gado sudah menanyakan mau makan apa. minum apa.di beberapa mobil. Lalu kuberikan kepadanya. Melangkah lagi dengan gontai ke mobil lainnya. Pandangan matanya kosong. Tertunduk lesu…Kami pun selesai makan. Tangannya seperti menyemir secara otomatis. Absent minded. Penyemir tadi belum aku bayar. mendapatkan penolakan dari satu mobil ke mobil lainnya.Akhirnya kami memutuskan makan gado-gado di Kertanegara. Konyol ah. Kutarik 2 buah lembaran ribuan dari kantong kemejaku. ya jadi pak ogah. masih menenteng kotak semirnya di satu tangan. Nyengir. Se-ri-bu Ru-piah. Aku masih terbengong-bengong waktu nerima uang seribu rupiah yang dia kembalikan. Belum lagi dia kubayar. Bahkan. Saking lamanya. ketika tiba2 ada seorang pemuda lusuh nongol di jendela mobil kami. Pesanan kami pun datang. Baru ada beberapa mobil. Sambil memperhatikan pemuda tadi nyemir sepatu ku. pagi tadi dia mandi apa enggak. Tempat yang terlihat dari tempat kami parkir. It-just-does-not-compute-with-my-logic! Bayangkan. Bisa buat apa sih sekarang? But. Seperti orang sedih. Tiba-tiba kami tersadar. aku kan karyawan sok sibuk…Tanpa sadar tangan ku membuka sepatu dan memberikannya pada dia. Seribu aja”. Ditolak lagi. Sambil menunggu pesanan. Kami pesan dua porsi gado-gado + teh botol. Kelihatannya dia memendam kesedihan. dia merasa cukup dibayar segitu. Ditolak. Menawarkan jasa. Begitu parkir. Who said life would be fair anyway. selain penolakan. Perbincangan kami mulai ngelantur kemana-mana. kami pun ngobrol. Akhirnya dia kembali ke bawah pohon. Dia menyerahkan sepatunya pada ku. Jawaban itu tiba-tiba serasa petir di hatiku. Tentang kira2 umur dia berapa. Biasanya pemuda umur segitu kalo tidak jadi tukang parkir or jadi kernet. . seperti biasa. Ditolak lagi. Umur sekitar 20-an. Pembicaraan pun bergeser ke pemuda itu. Mata kami lekat padanya.

kumpulan kisah teladan ( 284 ) HP dan Kambing Bukan bermaksud sara. Janganlah bersifat mubazir. Dalam hati sempat juga ngedumel sich “Nih orang mau jualan kambing gak melihat-lihat tempat apa? Masak jual hewan yg bau itu di dekat kios-kios elektronik. masih mau memberi. ada juga yang justeru menghampiri hewan bau itu. tapi semoga bisa diambil hikmahnya. . Siang ini aku merasa mendapat pelajaran berharga. cerita teladan ( 355 ). Bahwa kejujuran itu langka. ada yang menutup hidung. Selalu ingat bahwa segala sesuatunya ada lah milik Sang Pencipta. karena masih banyak disekitar kita yang tidak memiliki kesempatan atau kelebihan seperti yang kita miliki. Orang yang lalu lalang. Siang ini aku seperti diingatkan. yang dalam kekurangannya. Baunya yang menyengat ternyata tidak mengganggu penjualnya. tapi perilaku-ku belum seberapa dibandingkan dengan pemuda itu. Padahal keadaanku sudah sangat jauh lebih baik dari dia. ada yang cuek. Kenapa nggak sekalian aja jualan di dalam mall?” gerutuku dalam hati. yang sudah berkelebihan. ke aku. Betapa aku masih sedemikian kerdil.Tiba-tiba aku merasa ngeri. kisah islami ( 268 ). kisah teladan ( 352 ). Tuhan sudah sedemikian baik bagiku. cerita nasehat. Bahwa kepuasan itu adanya di rasa syukur  erva kurniawan 1:28 am pada 21 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Betapa aku masih suka merasa kurang dengan gaji ku. Kututup hidung ketika melewati kerumunan kambing.

masih tersimpan HP type lama yang sudah 5 tahun aku gunakan. semua itu sudah bisa terwakili. Sering aku ikut melantunkan dalam hati lagu yang kebetulan aku tahu dan seakan ingin agar pemiliknya tidak segera mengangkat telepon tersebut agar aku bisa lebih lama mendengarkan lagu yang sedang di gandrungi banyak orang itu. Tetapi untuk saat ini. Kuraba saku celana. pegawai negeri. Memang kios itulah yang menjadi tujuanku ke tempat ini. mana sanggup saya beli? Berapa sih hasil dari ngasong bang!” (“ooo ternyata orang itu adalah pedagang asongan” ujarku dalam hati) “Kalau yang coklat itu berapa bang? Itu yang rada kecilan” “Itu 750 ribu pak. jangankan kamera. Tidak perlu membawa walkman untuk mendengarkan lagu. ada radio. Tidak sia-sia pengorbananku selama setahun ini.” Dan seperti biasa aku cuma bisa nyengir sambil ikut tertawa. Sebenarnya HP tersebut tidak bermasalah. masih layak untuk di gunakan. boleh ya………?” .. HP tersebut sangatlah “tidak layak” digunakan di tempat umum.Kupercepat langkah kakiku melewati tempat tersebut. baik bertelepon maupun ber-SMS. satu alat bisa mewakili berbagai macam fungsi alat-alat lainnya. mataku menatap lurus ke depan. maklum belum pernah pakai) Kadang cukup kaget juga sich saat tahu siapa saja pemilik alat-alat canggih tersebut. pegawai toko & mall bahkan pedagang bakso sekalipun. Sering saat aku berangkat atau pulang kantor menggunakan KRL menyaksikan penumpang yang menggunakan HP terkini. dengan susah payah aku kumpulkan sebagian gajiku untuk menggantikan rasa “malu” dengan “kebanggaan” bertelepon di tempat umum. sehat lagi. lelucon yang sering di lontarkan kawan-kawan adalah “Mau dikirimin lagu bagus nggak? Pakai Bluetooth aja. pengusaha. HP yang ada di saku celanaku. Bahkan saat ini ada semacam fasilitas untuk berbicara sekaligus melihat lawan bicara di seberang. Sekali waktu sempat kulihat. pegawai toko VCD di Glodok saling bertukar lagu lewat fasilitas bluetooth. sempat terdengar pertanyaan dari orang yang menghampiri pedagang kambing tadi.” “Saya cuma ada 650 ribu bang. Sekarang semua itu akan berubah. “Bang. dengan terkumpulnya dana 3 juta untuk mengganti HP lama dengan HP baru. suara polyphonic. kan HP kamu emang rada “b u t u t” pasti bisa dech……. Suaranya merdu sekali saat ada telepon masuk. MP3 bahkan kamera foto & video. kalau tidak salah 3G (mohon maaf kalau istilahnya salah. Belum sampai di depan kios HP yang kutuju. bisa lagu klasik ataupun lagu pop yang sedang top dari penyanyi papan atas. harga pas. canggih. Memang luar biasa perkembangan teknologi saat ini. tidak perlu bawa kamera untuk berfoto. nggak ngambil untung besar lho pak. yang saya pikir dengan dana tersebut cukuplah membeli HP canggih. Dari pegawai kantoran macam aku. Sangat pantas untuk Qurban !” “Wah kalau segitu sih. kambing yang itu harganya berapa bang ?” Si pedagang menjawab ” Satu juta pak” “Kok mahal amat sih bang?” “Itu yang terbesar pak. fasilitas bluetooth pun tak ada. tepat ke sebuah kios penjual HP. Cukup bawa satu buah HP.

Kuhentikan langkah kaki ini. Mamat selalu membaca basmalah dan shalawat kepada Rasulullah Saw. berwarna biru tua dan bertuliskan nama pemilik. dari pada besok belum tentu terbeli” katanya pasrah “ini juga dari hasil nabung 3 tahun yang lalu.“Wah pak . Seorang pria bernama Mamat yang bekerja di Bandara Soekarno-Hatta sedang sibuk mengangkat koper-koper penumpang. tiba-tiba sekali aku jadi tertarik mendekati hewan yang bau itu. domba dan sapi di sembelih dengan menyebut asma Allah. bang”. *** Oleh Bagus Hariyadi  erva kurniawan 1:16 am pada 20 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). berbentuk besar. Bayangan HP baru perlahan-lahan hilang. kalau segitu sih belum dapat. Pada kali selanjutnya. Sudah berpuluh koper yang ia angkat. ongkos angkut ke sininya saja sudah mahal. nomer kloter dan asal kota. bagaimana kalau yang putih itu saja” kata si pedagang sambil menunjuk kambing yang lebih kecil “Yah sudahlah. Koper bukan sembarang koper. Setiap kali mengangkat satu koper. Seketika aku terkesiap. cerita teladan ( 355 ). Kapan Aku Mengangkat Koperku Sendiri…? Saat itu adalah bulan Muharram tahun 1424 H. kisah islami ( 268 ). Semua koper yang baru saja dibongkar dari pesawat Saudia Airlines itu memiliki kesamaan. “Terima kasih ya Allah. hingga rasa itu muncul di dadanya. berganti dengan bayangan gema Takbir saat kambing. tiba-tiba rasa malu muncul dan mengalir deras dalam hati-ku rasa malu ini bahkan melebihi rasa malu saat kawan-kawan mencemooh HP butut-ku. . Koper-koper tersebut adalah milik jemaah haji yang baru saja selesai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci pada tahun itu. kisah teladan ( 352 ). cerita nasehat. Kau telah memberikan rasa malu pada hati manusia”. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ya Allah.

Semuanya sudah bersalaman dan berangkulan dengan Mamat. itulah harapan Mamat. cuma yang bikin Akang takut membuat kamu sedih adalah …. tapi kamu jangan marah ya… apalagi sedih…?” sambut Mamat. “Semoga tidak ada bahasa yang terpeleset dan melukai hati”. ia sempat membaca doa kecil kepada Allah Sang Penguasa Alam di dalam hatinya. Mamat pun kemudian menyambung kalimatnya dengan nada hati-hati. kerabat. Kang?” sang istri bertanya. maka kepergian Mamat diantar dengan adzan dan iqamat. Hingga saat Mamat hendak naik ke atas kendaraan. apa yang dikhawatirkan Mamat tentang perasaan istrinya pun tidak berlaku. “Akang ingin beritahukan sesuatu ke kamu. Tapi jangan lupa doain Iis ya biar cepat nyusul!” Akhirnya. “Is…. “Is… Akang hari ini mendapat kejutan. Mamat amat hati-hati dalam mengemasnya. Sebab hanya dia saja yang dapat berangkat naik haji. Akang minta maaf ya sama kamu…” Mamat mencoba membuka percakapan dengan meminta maaf terlebih dahulu. Ia coba tenangkan hati untuk mendengar berita gak enak ini. namanya keluar sebagai salah seorang dari 17 orang pegawai yang mendapatkan jatah naik haji tahun itu atas biaya kantor. Seperti kebiasaan orang kampungnya. . “Udah kang gak usah dipikirin. Subhanallah. Is! Akang khan cuma pegawai kecil seperti kamu tahu… Kalau saja. “Ya Allah. Mamat pun amat bersyukur kepada Allah Ta’ala karenanya.!!!” Iis berteriak kegirangan. Iis rela melepas Akang naik haji. duit itu ada. Ia tahu bahwa berita ini boleh jadi akan membuat Iis. Saat itulah. Iis berujar. Akang terpilih menjadi salah satu karyawan yang akan diberangkatkan haji oleh kantor…” “Alhamdulillah…. saat itulah tiba giliran Iis mencium punggung telapak tangan suaminya dan suasana haru pun tercipta. Semua anggota keluarga. kapan saya mengangkat koperku sendiri seperti ini…?!” Sebenarnya yang ia maksud adalah ia begitu berharap dapat berangkat haji ke Baitullah. Sambil tersenyum. Dengan bersemangat Iis berkata. tetangga. Ia langsung melompat ke arah Mamat suaminya dan memeluknya dengan erat.tatkala tangannya menggamit pegangan koper. sanak famili menghadiri acara itu.Maka tatkala menyampaikan berita ini pun.Namun kebahagiaan ini tidak serta-merta membuat Mamat puas hati. Rupanya Allah mendengar jeritan hati Mamat.. Sekali lagi Mamat bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla karenanya. karena Akang gak punya duit untuk ngeberangkatin kamu. Mamat berpamitan dengan menyalami serta merangkul orang-orang yang ia kenal seraya meminta restu. Hanya selang 4 bulan saja. Kalimat itu membuat Iis menjadi gelisah. Hari itu adalah jadwal Mamat untuk berangkat haji. padahal mereka berdua selalu berdoa kepada Allah Swt agar dapat berangkat naik haji bersamasama. tentu Akang akan ajak kamu juga untuk berhaji ke rumah Allah!” Iis lalu mengerti kegundahan yang berkecamuk dalam hati suaminya. Pembacaan shalawat dustur yang dikumandangkan oleh seorang ustadz pun membuat semua orang haru meneteskan air mata. istrinya bersedih. “Emangnya ada apa. “Kirain berita sedih…! Berita bagus kayak begini kok dibawa sedih kayak begitu Kang? Iis ikut senang ngedengernya!” “Ya… emang sebenarnya ini adalah berita gembira.

42 hari Mamat menuntaskan semua ritual ibadah haji di kota suci Mekkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawwarah. untuk kedua kalinya Iis menepuk kaki Mamat agar ia bangun dan melakukan shalat tahajud bersama-sama. Mungkin. Di dalam kendaraan Mamat masih sempat berdoa kepada Allah Swt untuk keluarga yang ia tinggalkan: ALLAHUMMA ANTAS SHAHIBU FIS SAFAR.Air mata suami-istri itu pun jatuh membasahi bumi. atau menyapa keluarganya yang masih menunggu kedatangannya. minta yang lebih dari itu Dia pun amat kuasa. pagi itu ia kelepasan berujar bahwa dirinya sebenarnya begitu ingin juga berangkat ke tanah suci untuk berhaji. Dia Maha Kuasa…. Sebelum melakukan shalat. “Ah…ah…!” tanda bahwa ia tak sanggup membuka mata. ia kembali lagi ke kamar untuk bertahajud. Biasanya Mamat sudah tiba di rumah pukul 5 sore. Semuanya dijalani dengan begitu khusyuk dan nikmat. Iis terjaga dan bangkit dari tidur pada pukul 3 pagi. Usai berwudhu. Sesampainya di tanah air pun. Engkau juga yang menggantikan aku untuk menjaga keluarga yang ditinggalkan… Amien” HR. HR. Seperti apa yang telah mereka janjikan. Usai menjalani shalat Isya. Kemudian ia tepuk-tepuk kaki suaminya. “Kang Mamat…. Kalimat itu dituturkan dengan nada sedih yang mengguncang hati Mamat. dengan doa kang Mamat. disambut dengan anggukan kepala oleh Iis tanda setuju. Sekali lagi. ia pusatkan konsentrasinya untuk khusyuk beribadah kepada Allah Swt. Hari itu ia tiba di rumah lewat dari pukul 20. Insya Allah akan dikabulkan… percaya deh!” Demikian ajakan Mamat kepada istrinya untuk melakukan shalat tahajud dan berdoa bersama nanti malam. jangan lupa untuk doain Iis ya di Baitullah… panggil-panggil nama Iis di sana. Mamat tak sanggup untuk bangkit dan hanya berujar. Rupanya ada pekerjaan ekstra yang ia lakukan. ia langsung mendapatkan sebuah titel baru dari masyarakat. Muslim atau muslimah mana yang tidak mau untuk berhaji? Maka demi menghibur hati Iis. Rasa letih membuatnya lupa untuk makan malam terlebih dahulu. Semoga kita semua. Engkau adalah pendampingku dalam perjalanan. Iis istrinya yang dulu sempat berucap ikhlas melepas kepergian suaminya ke tanah suci.. Ia hanya mampu mengucapkan kata ‘Amien’. Kegundahan itu memang pernah diduga sebelumnya oleh Mamat. ada pesawat lain yang tiba di luar jadwal.00 WIB. . Insya Allah. sehingga beberapa kuli panggul seperti Mamat disiagakan untuk bongkar muatan. Muslim “Ya Allah. Mamat berucap agar Allah Swt juga berkenan mengajak istri dan anak-anaknya untuk berhaji seperti dia. Iis berucap. Rupanya Mamat pulang dari kerja tidak seperti biasa. Jangankan minta haji…. Dalam hati.Mamat pulang dengan badan yang letih. dan tercetus lewat penuturan akan kerinduan untuk datang ke rumah Allah Swt dalam ritual haji. “Is… kamu memang berhak untuk berangkat haji seperti orang lain. doa pada sepertiga malam terakhir amat dikabul. Sekarang kita hanya mampu untuk berdoa kepada Allah Swt…. Pelukan itu makin ia pererat. WAL KHALIFATU FIL AHLI. Mamat pun berujar kepadanya. Tidak beberapa lama kemudian. tapi Akang belum cukup punya uang. Mamat hanya mengeluarkan kata. Iis dapat memaklumi hal itu. Iis dan anak-anak ikhlas ngelepas Akang. Namun baru kali ini kegundahan itu membuncah. Lepas 6 bulan setelah kepulangannya dari tanah suci. Usai membaca doa. Kini ia dikenal dengan panggilan Haji Mamat di kampungnya. Iis langsung bangkit menuju kamar mandi. Dan ajakan itu. Iis pun menyusul tidur di atas ranjang bersama suaminya. Muslim. ia langsung rebahan di atas kasur dan langsung tertidur. Karena terlalu letih. Saat mereka berdua berpelukan. Sajadah telah dibentangkan dan mukena pun telah ia kenakan. bisa nyusul berangkat haji bareng-bareng…!” Tak kuasa Mamat menahan tangis. Nanti malam kita bangun ya untuk shalat tahajud…! kata ustadz. Nanti kita doa sama-sama untuk minta naik haji.

dan di atas pembaringan Mamat pun menyaksikan sosok istrinya yang bermukena sedang menjalankan shalat. Lapangkanlah rezeki kami. Baru saja Iis mengucapkan salam kepada teh Sulis. dihentikan oleh dering telfon yang berbunyi keras di pagi hari. Mamat menduga bahwa ada berita buruk yang terjadi terhadap keluarga hingga pagi-pagi begini sudah menelfon dan membuat istrinya menangis. Is. Waktu telah menunjukkan pukul 4 lebih. malam itu telah terbangun sebuah jalinan suci antara seorang hamba dengan Allah Swt dalam rangkaian doa yang penuh hikmat dan cita. Gagang telfon itu kemudian diletakkan Iis. Setelah berwudhu. Sementara Iis duduk di lantai untuk menerima telfon. Namun tiba-tiba hasratnya untuk duduk. Pembicaraan telfon di pagi hari itu sudah lebih dari 10 menit berlangsung. Iis dan anak-anak pun sudah bangun semua.“Ahh…ahh…!” Ia terlalu lelah untuk bangkit dan menyusul istrinya untuk bertahajud. Mamat kembali duduk di atas kursi sofa. Sungguh. Mudahkan jalan hamba…. Yang ada adalah deraian air mata dan kata. Sungguh…. ia pun mengenakan pakaian yang bersih lalu berangkat menuju mushalla untuk melaksanakan shalat Shubuh. ya Allah… Izinkan hamba-Mu ini untuk dapat berhaji ke rumah-Mu. Berikan perkenanmu agar aku sanggup datang ke rumah-Mu untuk beribadah dan memakmurkannya… Dengarkan doaku dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu…!” Dalam kesyahduan doa yang dibaca oleh Iis kepada Tuhannya. Kang…. ini dari mana dan mau bicara dengan siapa?” Mamat membuka pembicaraan. ia baru saja hendak menempelkan pantatnya ke kursi sofa di ruangan depan. “Assalamu’alaikum…. ‘iya Teh!’ berulang-ulang diucapkan. Ia masih sesenggukan menahan tangis. seolah Allah Swt hadir menyambut kedatangan Iis dalam keheningan malam itu. Mamat kemudian meminta Iis membuatkan secangkir kopi untuknya. “Pak Haji… ayo bangun! Malu sama tetangga. Iis mencoba mengangkat wajah dan menghadap ke arah suaminya. Mamat pun mengangkat gagang telfon. Melihat istrinya terus menangis. Begitu khusyuk shalat yang Iis dirikan. Sudah satu jam lebih Iis melakukan shalat dan dzikir kepada Allah Swt. Kata orang. Kang!” . Raut wajah Mamat yang letih sudah mengabarkan bahwa ia terlalu lelah bekerja hari itu. Iis pun memaklumi.Adzan Shubuh mulai terdengar di beberapa masjid dan mushalla. Mamat mengira bahwa ada salah seorang familinya berpulang kepangkuan Ilahi. Untuk terakhir kali. “Allahumma. Dan ia berkeinginan untuk bermunajat kepada Allah Swt dalam lantunan dan rangkaian doa yang ia bacakan. namun setelah itu tidak ada satu patah kata pun yang meluncur dari mulut Iis. bangun tak kuasa. Hingga kedekatan dengan Sang Maha Pencipta pun dapat dirasakan oleh Iis yang menjalankan shalat tahajud.!” Mamat pun bangkit. Engkau Yang Maha Kuasa atas segalanya….?” Masih sesenggukan Iis menjawab. Iis pun melafalkan takbiratul ihram tanda ia memulai shalat tahajud. Tanpa berpikir panjang. Masa sudah haji enggak shalat Shubuh berjamaah? Ayo bangun. Tidur tak mau.. Mamat pun tahu bahwa orang yang menelfon ini rupanya adalah kakak iparnya sendiri. Iis ada nggak?” demikian suara di seberang menjawab. Mamat mengucapkan salam saat masuk kembali ke rumah. Semua sudah terjaga dan bangkit untuk menyongsong hari yang indah. “Mat… ini teh Sulis. Tak terasa waktu bergulir dengan cepat. Mamat pun memanggil Iis yang saat itu sedang hendak membuatkan kopi untuknya. rupanya Mamat pun sempat mengamini di dalam hati tanpa sepatah kata pun terucap. Kemudian dengan tasbih di tangan. Berat sekali rasanya ia mengangkat badan. ini adalah tidur ayam. “Siapa yang meninggal. Setiap gerakan shalat yang Iis lakukan selalu ia iringi dengan tetesan air mata. “Gak ada yang meninggal. Namun ia dalam kondisi antara tidur dan terjaga. Iis membangunkan Mamat suaminya sambil berujar.. Inilah rumah yang berkah. Saat itu Mamat mencoba menyelak dengan pertanyaan.

“Coba. Kebetulan kang Andi suaminya lagi banyak kerjaan. pilihan mah ada di Akang. Dalam keharuan tersebut ternyata masih tersisa sebuah penyesalan dalam dada Mamat yang kemudian terbersit di hatinya. begitu cepat Allah menjawab doa yang baru saja Iis sampaikan dalam tahajud. Teh Sulis tadi nanya saya. kamu khan belum berhaji. Kalau Akang enggak izinin saya juga ikhlas…!” Iis berhenti sejenak mengatur nafasnya yang masih sesenggukan. Iis gak nyangka. kisah islami ( 268 ). mau gak saya ajak? Teh Sulis mau bayarin biaya haji saya….” (QS. supaya kamu bersyukur. Semoga Anda dan saya dapat menerima anugerah serupa. Kang…. Sekarang.. Mamat berujar. saya ikut bangun tahajud dan berdoa kepada Allah untuk minta haji. Mamat langsung merangkul istrinya ke dalam dekapan. Sementara Mamat masih terdiam. Akang ikhlas mengizinkan kamu dan merawat anak-anak di rumah. Silahkan kamu berhaji untuk melengkapi agama kamu. kisah teladan ( 352 ). barusan teh Sulis bilang bahwa ia berniat berangkat haji tahun ini. cerita nasehat. Air mata itu masih menetes tanda haru dan syukur atas doa yang Allah Swt kabulkan. dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. saya siap.?!” Itulah kisah sepasang suami-istri hamba Allah Swt yang dimudahkan untuk berhaji ke Baitullah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Umrah .  erva kurniawan 1:16 am pada 17 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Saat itulah Iis menceritakan hal sebenarnya. terperangah dan takjub atas kemurahan Tuhan. emangnya berita sedih apa yang diceritain teh Sulis?” Mamat masih mengejar dengan pertanyaan yang lebih menukik. Mungkin bisa berangkat bareng-bareng juga kali ya…. Is!” Keduanya masih berpelukan erat tanda haru dan syukur atas nikmat Allah Swt yang tiada ternilai.“Lalu kenapa kamu menangis kayak begitu. “Kang…. Kang Andi gak bisa nemenin…. Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. 2:185) . “Kamu boleh berangkat haji untuk beribadah dan nemenin teh Sulis. tapi saya disuruh minta izin dulu ke Akang. Jika Akang izinkan. cerita teladan ( 355 ). Amien! “Allah menghendaki kemudahan bagimu.

Saya katakana saya hanya ingin mencari petunjuk. Segala sesuatu mesti ada penjelasan ilmiahnya. Diperjalanan. Pendeknya. keanehan. Tak ada kejadian yang pernah bisa melanggar hukum alam. kekayaan. rejeki. 2. Takkan pernah ada keajaiban. setiap mahluk hidup mempunyai siklus biologi sesuai spesisnya. Perjalanan I: Jkt-Jeddah Saya berangkat dengan apa adanya menuju Jeddah.Tabrani berkata. H. Latar Belakang Prinsip utama saya sejak beranjak dewasa sampai sebelum perjalanan umroh ini adalah: “Tak ada keajaiban”. Boleh dikata niat saya bukan untuk ibadah. sosial. Namun semua akan tergantung dari cara you memandangnya. sentesa. saya bertemu dengan seorang Haji yang telah beberapa kali berhaji dan berumroh. Setiap pohon pisang akan berbuah pisang. kemakmuran. tapi untuk sebuah hipotesa. Kamipun terlibat diskusi dipesawat. Sehingga kajian saya mengenai telaah agama islam. Tabrani (63).1. mantan walikota Jakarta Timur. atau mungkin itu hanya bohong belaka. sampai saya dipaksa harus menyadari instrumen lain yang sesungguhnya ada dan tak pernah saya gunakan. tak ada alat yang saya miliki untuk telaah tersebut selain metode ilmiah. dan jauh dari hal-hal yang tak masuk akal. atau hanya sebuah kebetulan “. apakah fenomena itu adalah sebuah petunjuk. dsb. dan hukum psikologi. dan hipotesa. ” Insya Allah you akan dapat semua itu. Mungkin itu hanya kebetulan. Saya katakan bahwa saya datang ke Mekkah bukan untuk cari umur panjang. selalu mengacu kepada analisa. hidayah bahwa Al-Qur’an adalah memang benar datangnya dari Allah dan bukan konsepnya Muhammad. Instruksi saya kepada secretaries yang membooking perjalanan untuk mengambil paket yang paling murah. setiap apapun didunia ini tidak ada yang bisa lepas dari hukum absolut alam semesta. dan paling efisien. H. kelahiran Aceh. 2. Takkan pernah ada cimpedak berbuah nangka kecuali dalam sajak. paling singkat. atau anomali hukum alam. Saya ingin tahu hipotesa saya benar atau salah. Sebelumnya saya hanya tertawa mendengar cerita-cerita keajaiban ataupun kejadian luar biasa yang kerap terjadi pada orang yang melakukan ibadah haji atau umroh di tanah suci. Takkan pernah ada orang kebal peluru. Segala sesuatu harus masuk logika. masuk akal. Kejadian 1 .1. Oleh karena itu pandangan saya selalu mengacu kepada konsep hukum-hukum fisika. konseptual.

melihat ini sebagai sebuah Kebetulan. you pikirin! “ Akhirnya saya mulai tafakur. Tiba-tiba H. mencoba untuk merendahkan hati. karena saya di up-grade ke first class. Saat itu saya mulai takut dan berfikir tentang kematian. diiringi beberapa mobil pemadam yang siap siaga. Ini merupakan pemandangan yang sama sekali tidak menyenangkan. Di Hotel diskusi saya dengan Bp H. Aca: Apanya yang luar biasa. 5 menit kemudian kedua mesin Boeing 747 disayap kiri mati. ” Bisa jadi karena you dengan niat hipotesa atheis itu-kita semua satu pesawat terkena akibatnya”.Beberapa saat setelah beliau bicara. Saya mulai membuka-buka buku-buku petunjuk menjalankan umroh. Pilot pun memberitahukan bahwa pesawat harus kembali ke Airport Soekarno Hatta. padahal khan Ada penumpang lain seperti Bapak yang sudah berniat bulat umroh tetapi juga batal “. Tabrani berlanjut. Secara teknis tetap sama” H. tetapi. kenapa kalau Allah mau kasih pelajaran Semua satu pesawat terkena getahnya. sholat isya’-dan membaca niat untuk umroh. kok susah bener ya mau ke Mekkah aja?” “Baru kali ini saya saya naik pesawat kayak begini” H. Dan ketika itu saya melonjak kegirangan.. 10 jam terbang tanpa harus berdesakan dengan fasilitas lainnya yang tidak sama dengan economi. Penumpang pun diharap kembali ketempat duduk masing-masing dan memasang sabuk pengaman. Kami semua di inapkan di Horison Hotel-Ancol. Apakah tempat yang saya tuju memang luar biasa? Ataukah ini hanya kebetulan saja? Dengan sisa mesin dan kekuatan yang ada. Walau saya jarang (hampir tidak pernah) berdo’a. Kemudian pesawat mengalami turbulens yang menyeramkan disertai jeritan penumpang. pesawat terbang miring dan mendongak. enak juga. sementara yang saya lihat dibawah hanya lautan lepas. atau sebuah kebesaran Allah!” Aca: ” Tapi Pak. ” Wah you koq disini? ” Aca: ” Alhamdulillah saya di up-grade Pak “ . Tabrani: ” Wah…you boleh pilih. Tabrani: ” You kurang niat kali… ini khan bukan perjalanan biasa”. Berkali-kali saya terbang. Saya tanya . saya baca-baca do’a nya.2. Namun akhirnya pesawat dapat mendarat di Soekarno Hatta dengan selamat. 2. Tabrani: ” Andry…you khan tahu tidak semua penduduk Indonesia bobrok mentalnya. Penerbangan baru berlangsung 45 menit. tiba-tiba mesin pesawat mati satu. baru kali ini mengalami kejadian yang demikian. Waduh. Aca:” Pak Haji. “Coba dech. H. jika Allah mau kasih pelajaran khusus hampir seluruh rakyat Indonesia terkena dampaknya”. sementara saya melihat kejendela pembuangan bahan bakar mulai dilakukan. Tabrani datang. Kejadian 2 Esoknya kami berangkat dengan pesawat lain.

namun upaya itu belum optimum. karena saya sering jadi pembicara tentang metode belajar dan bekerja menggunakan keseimbangan otak kiri-kanan. atau fenomena dan kejadian-kejadian yang tak masuk akal. euphoria. selama ini saya tahu anda telah banyak berupaya. Entah karena nggak di up-grade atau karena sikap saya yang dianggapnya wangkeng. menyarankan agar masalah saya diungkapkan kepada mereka. dsb. Daerah tersebut hanya dapat dicerna oleh perasaan yang kita sebut iman”. seorang bernama Nur Cahyo. berdo’a dan membaca niat “ H. Saya tahu benar ilmu itu. H. kilah saya. kalkulasi. Dian. Kedua belahan otak tersebut harus saudara gunakan. Kepala saya seperti dipentung oleh senjata saya sendiri. “Betul…bagus kalau anda tahu. Wajar kalau saudara hanya mengandalkan analisa dan mendewakan sirkuit logika”. belahan kiri yang fungsinya untuk menganalisa. Kartiko melanjutkan. mempunyai 2 belahan. dan sebagainya. Tabrani pun mulai sewot dengan saya. Hasilnya akan saudara pisah-pisah dan terlihat tidak berkaitan satu sama lain. dan belahan kanan yang berfungsi mencerna keindahan. ” Saudara Andry. Namun apabila saudara gunakan juga otak kanan (intuisi/rasa/iman). semua terserah you saja. seni (spt musik). Saya mulai bingung dengan pertanyaan Kartiko. Tabrani: ” OK… khan saya sudah bilang dari kemarin. “Ada daerah kekuasaan Tuhan yang tidak dapat dianalisa dan didiskusikan. atau kacamata iman!” H. ia dapat berupa ilham. Saya jelaskan permasalahan utama saya. pramugari yang sebelumnya terlibat diskusi agama dengan saya dan H. seorang lagi bernama Kartiko (mungkin muridnya). Tabrani: “Bagus kalau begitu. Tabrani: ” Bukan! ini Allah yang ngatur. tapi pernahkah anda terapkan dalam pencarian ini?”. Saudara tak akan bisa menelaah semua itu nanti di perjalanan dengan otak kiri (analisa) saja. konsentrasi. ini khan petugas maskapai yang Ngatur!?” H. Apa sebab-karena saudara hanya menggunakan sebahagian yakni bagian kiri saja dari otak saudara “. semalam saya tafakur. “Karena otak. emosi. Tabrani. Kejadian 3 Dipesawat. keimanan. saya tahu benar itu”. . You sekarang melihat kan Allah bisa memberikan imbalan kenikmatan secara Langsung “ Aca: “Loh tapi Pak Haji. Tabrani: ” Waduh…enak benerrrr. 2. Akhirnya ia menjelaskan. logika. apakah you mau melihat dengan kacamata kebetulan. saya dikenalkan oleh pramugari kepada 2 orang penumpang yang menekuni manajemen pikiran. hipotesa. Kamipun berkenalan. saya langsung diberi kenikmatan oleh Allah “. “Loh…itu khan basic prinsip Quantum Learning. “Jika yang saudara cari adalah petunjuk.3. mimpi. melalui tangan petugas” Aca: ” Wah ini mungkin hanya kebetulan saja Pak!” ” Nggak masuk akal kalo Cuma karena niat.H. hasilnya akan sangat menakjubkan”. you udah niat umroh? “ Aca: ” Udah Pak.

Seperti suara orang kerja. 1. Beliau seperti biasa sambil sewot. baru saja saya takbiratul ihrom. Sholat saya sudah nggak bisa khusuk lagi.H. pindah menjauhi makam Rasululloh. Tabrani. saya bertanya kepadanya. nggak bener itu!” “Wah you ini mau sholat apa nggak!”. angkatan berapa?”. Apakah instrumen ini berguna (telaah menggunakan kedua belahan otak) untuk pencarian saya? 2. Akhirnya. padahal saya tahu dan gandrung dengan ilmu itu? 3. Dan saya mulai dihantui pemikiran tersebut. “Astaga. “Nggak tahu tuh Pak. Saya mulai menarik hipotesa dengan kedua belahan otak saya. Tabrani sholat 5 meter didepan saya. ada suara berisik dipintu. kami pun bertambah mesra. Saya mulai goyah dengan pandangan saya selama ini. “Loh Pak Haji nggak denger barusan “ . Disini Rasululloh di makamkan. Apakah Kartiko juga seorang yang kebetulan berlatar belakang pendidikan sama dengan saya sehingga jalan berfikir kami sepertinya klop!? Saya kembali membahas ini dengan H. Sayup-sayup berdebum. jawabnya. Kenapa saya tak pernah menggunakannya. “Suara berisik apa “. sepertinya pintu itu mau dibuka orang “. Saya sholat tepat disamping pintu makam Rasululloh. sedang H. 2. ataukah sebuah petunjuk agar saya menggunakan instrumen itu dalam perjalanan sekarang dan nanti? 4. Apakah ia hanya seorang kenalan di pesawat. Kartikopun menjawab “Politeknik Mekanik Swiss”. jawab saya. “Anda kuliah dimana?”. Apakah pertemuan kami ini hanya sebuah kebetulan? 5. Kejadian 4 Akhirnya kami pun tiba di Jeddah. Tabrani. “Kok kuburan di Masjid Pak Haji. “Terserah you mau lihat dari kacamata kebetulan a/ kacamata kebesaran Allah!”. yang kemudian perjalanan disambung ke Madinah.4. “Andry…kamu kenapa pindah sholatnya?”. dan ia banyak membenarkan perkataan Kartiko. Akhirnya saya batalkan sholat saya. Tanpa banyak bantah saya ikuti ajakannya sholat diluar (halaman) Masjid (karena larut. Tiba-tiba. “Angkatan 88″. Malam hari kita berangkat sholat Isya’ ke Masjid Nabawi. Sebelum Kartiko kembali ke kursi duduknya. Tapi lebih mirip suara orang marah-marah membanting meja atau kursi. pintu masuk sudah ditutup). tanya H. Sayapun mulai tak percaya dengan diri saya. Tiba-tiba perasaan takut saya datang. “You khan bisa sholat karena orang yang dimakamkan disini!”. pintu disamping saya berdebum. Tabrani pun ikut terlibat diskusi. jelas H. Makam orang yang saya pikir pembuat Al-Qur’an. Tabrani.

barisan yang paling dekat dengan sisi makam. saya berjalan memasuki ruang dalam Masjid area perluasan King Fadh. Sempat terbesit pertanyaan saya. yang mana makam Abu Bakar. Dari kejauhan saya melihat pagar makam yang didalamnya gelap tak ada cahaya. Tabrani. Lantai. namun tak bisa masuk karena penuhnya. Masjid besar dengan halaman yang juga besar. Iqbal…kamu dengar suara?” “Enggak Pak…” Perasaan saya mulai nggak karuan. Saya ceritakan bahwa saya pernah menulis e-mail yang berpendapat apakah semua ini bisa-bisa nya Muhammad. Tabrani untuk berdo’a di area Raudhah. dinding dan Tiang ditutupi marmer yang di polish licin. Namun saya coba tahan pemikiran negatif itu dan menggantikannya dengan fikiran betapa besar pengaruh Muhammad sampai sekarang hingga dapat terwujud Masjid sebesar dan seagung ini. karena suara itu keras koq. saya dianjurkan H. Tabrani tentang perasaan kacau saya. . Esok hari. Dalam antrian perlahan saya mendekati makam. kilah H. “Wah…kalau you udah sadar itu salah. tanya saya. isteri Nabi. Saking besarnya. “Kenapa …?”. pintu yang melewati tepat muka makam Rasululloh. Setelah melewati pintu utama. berangkat menuju Masjid Nabawi. Antara perluasan King Fadh dan King Azis terdapat Kubah yang dapat terbuka dan tertutup otomatis. Kami berjalan berdesakan. pandangan lepas kita tak dapat melihat ujung Masjid lainnya. Saya ambil barisan paling kiri. Einstein. penuh sesak namun sangat tertib. Kamipun hampir mencapai Raudhah. Rasa takut dicampur rasa bersalah. mereka tak bisa mendengar. tepat disamping makamnya kalau bisa “. Akhirnya saya ceritakan ke H. Saya tak tahu yang mana Makam Rasululloh. Aristoteles. you mesti minta maaf besok didalam Masjid. bahwa mungkin posisi saya yang tegak lurus dengan pintu menyebabkan saya bisa dengar. Setiap tiang terdapat lubang AC yang dapat mengatur suhu ruangan otomatis. Kala itu saya tetap menyangsikan kronologi turunnya wahyu. Tapi harusnya juga dengar. dan yang mana makam Khadijah. Di dalam pagar terlihat tiga makam yang ditutupi kain. Mustahil tidak. Hingga saya mensejajarkan posisi Muhammad dengan Napoleon. perlahan. Plato. betapa besar biaya yang diperlukan untuk ini semua. Setelah sholat Shubuh. kamipun berdesakan keluar melalui Pintu Jibril. Saya coba analisa pakai belahan kiri. namun mereka karena tidak tegak lurus. Setelah berdoa. Dengan terhuyung sambil ngantuk (karena nggak biasa bangun dan sholat shubuh) saya berjalan menyusuri halaman Masjid seperti menyusuri 2 kali panjang lapangan bola. apakah doa orang yang berdoa di Masjid Dago Atas tidak makbul? Namun saya mulai menahan diri terhadap pemikiran dan pertanyaan model itu. Kami terus berjalan menuju Raudah (batas bangunan asli Masjid yang dibangun Muhammad) melewati area perluasan King Azis. “Berdoa disana Insya Allah lebih amat makbul (dijawab oleh Allah terhadap permintaan doa kita). pagi-pagi sekali kami bangun. Seluruh lantainya ditutupi Pualam putih. Karl Marx. Sempat terfikir oleh saya. dan pemikir besar dunia lainnya.“Enggak ah….

berbadan. Adapula yang menganalogikan perilaku Tuhannya seperti manusia dengan perilaku beranak pinak. Saya tak ucapkan kata apapun. hitam legam. Dongeng-dongeng binatang buku cerita untuk anak kecil juga demikian. Film-film kartun Hollywood. Tiada kepada yang lain. namun saya belum pernah belajar Nahu sorob atau bahasa Arab! Saya jadi bingung sendiri. Aku hanya ingin meminta maaf kepadamu ya Habiballoh.2. dan bukan tempat untuk meminta atau berdo ‘a. dan sedikit ketakutan pun menyelimuti saya. bukan anakNYA. bukan tempat meminta. selalu menampilkan bentuk perilaku binatang yang bertingkah polah bagai manusia. Mungkin karena ramai kerumunan. Nabi hanya sebagai pembawa RisalahNYA. Ia berkata dalam bahasa Arab. seseorang dengan suara yang berat dibelakang saya berkata perlahan. H. Saya coba cari orang tinggi besar hitam tadi. Nabi juga bukanlah anakNYA. Tabrani dan Iqbal puteranya. tapi sering kali orang melakukan “HUMANISASI”. Kedua tangannya memegang pundak saya dari belakang. besar sekali dan hitam legam. karena beranak pinak adalah perilaku ciptaaNYA dan bukan salah satu sifatNYA/perilakuNYA. tiada pula kepada para Nabinya. MandatarisNYA. Pembaca. mengambil analogi kerja tubuh dan bentuk badan manusia. Agama yang ber-illah hanya dan hanya kepada Allah. saya menunduk menahan tangis dan haru. Tidak keras namun tidak berbisik. tinggi luar biasa. Waktu saya menolah kebelakang. hardiknya. Mereka senantiasa menjaga perilaku setiap orang yang mencoba ziarah dengan kelakuan aneh. Aku hanya mengagumimu namun aku tak pernah memujimu. dan berbentuk fisik yang sudah dirobah menjadi mirip manusia. orang tersebut seperti dari Afrika. Musyrik atau Syirik. aku datang kepadamu. Rasa haru. Semua yang akan saya ucapkan telah diucapkan orang dibelakang saya dalam bahasa Arab yang saya tiba-tiba mengertinya.5. Saya lihat dipundak saya salah satu tangannya yang memegang pundak saya dari belakang. Sampai-sampai Tuhan atau Dewa-dewa yang digambarkannya pun mirip bentuk manusia. menyesal luar biasa. . ” Ya Rasululloh…ini aku. Kejadian 5 Disepanjang makam berdiri 4 orang tua dengan badan tinggi bersorban yang selalu menepis tangan orang yang mencoba memegang pagar dengan meratap. bertangan dan berkaki. Disini saya mulai mengerti arti Islam sebagai agama Tauhid. saya dapat mengerti hampir seluruh ucapannya dalam bahasa Arab itu. Merekapun mempercepat langkah agar tetap didepan saya. mensyarikatkan Allah dengan sesuatu lainnya adalah satusatunya perbuatan dosa yang tidak pernah diampuni Allah. Disini saya merasa mendapat petunjuk. Imajinasi bentuk alien (mahluk luar angkasa) tak pernah jauh lari dari bentuk manusia. agar tak terlihat H. bukan untuk meminta sesuatu yang lain. saya tak dapat menemukannya. Bukan maksud saya menyindir. berkepala. Aku tidak mencela engkau namun aku sadar aku telah melecehkan engkau. Aku fikir aku telah menempatkanmu pada posisi yang tinggi. Keluar pintu Jibril. “Musyrik!!!”. namun ternyata engkau lebih mulia dari itu. Ketika saya tiba persis dimuka makam. Robot sekarang dan masa datang. Tabrani tahu itu. Aku minta maaf ya Rasululloh”. bahwa Muhammad NabiNYA. Ia mengucapkannya sambil merintih menahan tangis.

Saya bilang: “Mungkin begini Pak. H. Dibimbing oleh Tour Guide. Masjid Kuba-Masjid pertama di Madinnah yang dibuat Rasululloh. Semua sudah ada aturannya. Bukan efek kebetulan karena rasa bersalah. pemimpin kaum kafir Quraisy yang sangat memusuhi Nabi. Tapi mungkin juga petunjuk.dan memang saya akan berkata minta maaf. Masjid Kiblat-Masjid dimana ditengah sholat Rasululloh mendapatkan wahyu untuk sholat menghadap Ka’bah/Mekkah. Saya mulai meyakini ini sebagai Hukum Sunatulloh. semua sudah ada sebab akibatnya. maupun psikologi yang saya anut selama ini. Berkali-kali saya mengatakanterserah you saja!” Saya mulai tak banyak membantah. sehingga sholat tersebut beliau lakukan 2 roka’at menghadap Masjidil Aqso’ dan 2 roka’at sisanya menghadap Ka’bah. Juga diatas hukum fisika. Aca: ” Ah masak sich Pak. Disini saya melihat bahwa perjuangan Rasulloh adalah bertahan dan bukan menyerang. kamipun mendiskusikannya. dalam “The right track”. dan beliau dengan akhlaknya yang mulia sudah memaafkan you tentunya”. isteri Abu Sofyan. Mungkin saja. ketempat-tempat bersejarah antara lain. sosial. dimana sekeliling Madinnah pada saat itu dibuat Parit besar yang memisahkan/melindunginya. Perjalanan di Madinnah Setelah melewati waktu Zuhur. Konsep tersebut hanya mendapat tanggapan dari kaum Anshor yang bertempat tinggal di Madinnah hingga Nabi harus hijrah/pindah kesana. sakral atau magic/angker. kami berkunjung ke Jabal Uhud. . Apakah you mau anggap itu semua kebetulan atau sebuah petunjuk. saya mulai lebih berhati-hati dan tidak gegabah. tempat di mana terjadi Perang Uhud. Sedemikian mudah dan cepatnya saya mendapat petunjuk “ H. Terlintas dibenak saya cuplikan film “The Massage” di mana Hamzah. semua itu terserah you saja. bahwa tak ada yang namanya kebetulan. Tabrani: ” Temen you dan saya khan sudah berkali-kali mengatakan. Hukum Sebab-Akibat itu diatas hukum-hukum lainnya. Saya benar-benar mulai berfikir. Perang dimana pada saat itu kaum kafir dari berbagai bangsa dan negara memboikot dan meng-embargo kaum muslim selama kurang lebih 2 tahun. Terutama tentang dapat mengertinya saya terhadap ucapan dalam bahasa Arab. dimana dekat makam dahulunya terdapat parit besar yang dikenal sebagai Perang Khandak. Ada sebuah “hukum sebabakibat” yang berlaku absolut dialam semesta ini. yang sebelumnya menghadap Masjidil Aqso’. karena saya dihantui rasa bersalah.Sesampai di Hotel. Melainkan hukum Sunatulloh kepada orang yang mencari ridhoNYA. Panglima perang kaum Mukmin yang dibunuh dengan tombak oleh salah seorang budak suruhan Hindun. Namun yang jelas. Kami juga mengunjungi makam Fatimah. kami melakukan City Tour. Tabrani: “Itu mungkin. Pada peperangan tersebut kaum Muslimin kalah yang disebabkan tindakan indisipliner pasukan panah. bahwa beliau (Rasululloh) tahu benar isi hati anda. Karena kasus ini orang Kafir Quraisy berkomentar Muhammad pemimpin yang plin-plan. Namun saya tak berani berfikir bahwa saya sudah berada pada jalan yang benar. Bukan efek kebetulan kondisional akibat suasana yang khusuk. dan bukan hokum psikologi. Konsep yang diajukan Rasululloh adalh sebuah konsep dimana penguasa kafir tidak menyukainya. 3. maka persepsi saya terhadap apa yang diucapkan orang tadi adalah persepsi fikiran saya”. orang yang mencari jalan yang diridhoNYA.

Untung saya sudah rada kalem sekarang karena beberapa kali mengalami peristiwa2 yang lalu. “Latihan pakai kain kafan “. “Urusan Rasululloh bukan urusan kekuasaan. Meskipun ia bukan Tourist Guide. Tour Guide tersebut tak dapat melanjutkan penjelasannya. Abesinia. suatu saat. demikian penjelasannya. tanpa angkatan bersenjata yang jelas. namun ia begitu telaten mengajarkannya pada saya. bukan konsep pemerintahan”. sehingga Islam tidak hanya bicara didalam Masjid. kalau tidak. kepemimpinan Islam setelah Ali. namun saya berfikir bahwa ini sangat penting. Mesir. Amerika. “Mas Syaiful…saya mohon maaf loh. tapi saya memang benar-benar tidak tahu. Tabrani berkelanjutan. “Lho. dalam pencarian saya yang berikutnya. Surat itu berisikan ajakan beragama Islam. Madinnah tidak sebesar dan sekuat Mekkah. dan saya benar-benar ingin tahu. ini tidak seperti demikian “. Dalam pencarian / perjalanan ini saya tak menemukan jawaban. dan berbagai belahan dunia lain. sementara lokalisasi pelacuran mendapat izin dari pemerintahan Pemda setempat? Bagaimana memberlakukan hukum Islam tanpa pemerintahan Islam? “. saya dapat menemukan jawabannya…Amien. “Oh tidak. negara kecil yang baru berdiri. namun juga dipemerintahan. Konsep Rasululloh adalah konsep agama. sehingga surat yang dibuat bukan surat kekuasaan . Aca: “Terimakasih Mas…saya akan simpan pertanyaan ini”. akhirnya kamipun bersiap-siap untuk ber-umroh. satunya lagi di bahu. Setelah mengambil niat di Miqod. hingga berlaku hukum yang hanya kita dengar sekarang secara sayupsayup ‘hukum Islam’? Bagaimana kita memberlakukan sebuah peraturan tanpa adanya kedaulatan? Bagaimana kita bicara rajam bagi yang berzinah. namun tindakan Nabi mengirim surat kepada Negaranegara tersebut adalah nekat (kalau tidak mau dibilanggila). Rusia. Sayapun menjelaskan.1. anda silahkan tanya kepada orang yang lebih tahu. bagaimana dengan tindakan Nabi yang saya anggap ekspansi nekat yakni tindakan Nabi mengirim surat dari Madinnah kepada Mekkah. demikian saya bertanya. seperti waktu saya tanya kenapa koq nggak boleh pakai celana dalam. dan Negos (Ethiopia). dimasyarakat. kalau bukan urusan kekuasaan. Spanyol. jawab Tour Guide. mengirim pesan kepada Indonesia. Ia menjelaskan untuk memakai pakaian Ihrom. bagaimana dengan Daulat Bani Umayah. Konsep Rasululloh bukan konsep negara. Tour Guide: “Baiklah. 2 lembar kain yang dililit dipinggang. yang ekspansi kekuasaanya dengan cepat dan pesat sampai ke Cordova. Kejadian 6 Setelah sholat Ashar. Analoginya mungkin seperti Vietnam. saya dalam pencarian. saya bukan sok tahu. mungkin sewotnya H.Saya akhirnya bertanya kepada Tour Guide. Meskipun kadang-kadang menghardik saya. Beberapa orang mungkin beranggapan ini tidak penting. dan European Community untuk takluk dan tunduk dibawah kekuasaanya. saya terus terang belum tahu benar untuk hal ini “. daratan China. Tabrani mengajarkan saya untuk memakai pakaian Ihrom. diperjalanan kami mulai membaca Talbiah: Labbaik Allohumma labbaik Labbaik Lasyarika laka labbaik Innal hamda. Laka wal mulk La syarikalak . kayak apa sich konsep Rasululloh yang disampaikan pada saat itu?”. Pak H. Wal nikmata. Roma. namun saya yakin insya Alloh. Persia. Ia hanya menjawab “Jangan didebat!!! ini daerah otak kanan! “. Australia. 3.

Ya Allah. Ia juga mengalami hal yang sama. Hitam pekat sekali. Hotel kami cukup dekat dengan Masjidil Haram. H. Tabrani menjawab. kami langsung memasuki Masjidil Haram. . Minta harta boleh…habis -kalau tidak-anda mau minta ke siapa lagi kalau bukan sama Dia “. Sulit sekali menggambarkan pesonanya. besar sekali. apakah sekian banyaknya manusia datang kesini hanya ditipu satu orang yang bernama Muhammad. sangat diliputi rasa haru yang luar biasa. Sambil air mata bercucuran (tanpa malu-malu lagi sebab kanan kiri sayapun demikian) saya dibimbing H. Disitu terdapat do’a permintaan umur panjang dan keturunan yang banyak serta soleh. sebuah Masjid yang paling terkenal yang mungkin paling tua didunia. Saya lemas dan duduk. Agak sulit memang karena banyak jama’ah Iran berbadan besar berdo’a lantang sekali. Saya kurang tahu persis pada saat itu tapi saya percaya Iqbal. Posisi kami sangat dekat dengan Ka’bah dan senantiasa saya semakin merapat kedalam. aku datang memenuhi panggilanmu Tiada syarikat bagimu. Saya berusaha perlahan-lahan bergerak mendekat. segala nikmat. H. Sambil memegang buku do’a kecil. Pembacaan Talbiah baik di pesawat maupun diperjalanan/bus. bahwa kegiatan ini pasti bukan baru dimulai kemarin. kota Haram. Namun saya melihat sedemikian banyaknya manusia mengitarinya melakukan yang disebut tawaf. Pendapat ini adalah pendapat awal saya yang kemudian di konfirmasikan beberapa hari kemudian oleh H. Namun intuisi saya juga bermain. Ka’bah ternyata berukuran lebih besar dari perkiraan saya. Pada tawaf putaran kedua. besar. “Ya memang ada. dan segala kuasa Hanyalah dari engkau. Kembali saya lihat artinya. Tabrani membaca do’a-do’a putaran pertama. Dengkul saya lemas luar biasa. saya coba baca juga artinya. saya kembali membaca do’a khusus untuk putaran kedua-sambil juga melihat artinya. Benar-benar saya tak mengira bahwa Ka’bah berukuran sebesar itu. khan saya sudah katakan boleh minta apa saja”. semakin tak kuasa menahan tangis. kami berwudhu di Hotel. Sesungguhnya segala puji. namun semakin dekat. Seolah kami bergerak perlahan bersama tanpa menginjak bumi (seperti melayang). ” Loh Pak…kok ada permintaan seperti ini ya…?. kita hanya dapat berserah diri mengikuti arus putaran itu. Kegiatan ini dilakukan pasti sejak ajaran Muhammad. Bukankah ini bukti dari hasil kerja Muhammad. koq disini ada permintaan terhadap rezeki yang banyak”. saya terdiam melihat benda hitam pekat persegi empat yang berada ditengah-tengah Masjid. Dan saya tahu persis saat itu saya tidak sedih. Tabrani. Namun setelah melepas sandal dan memasuki Masjid. Tabrani sehingga sulit mengikuti apa yang didiktenya. Saya menangis sambil duduk tidak mengerti kenapa. Nasrani (bukan Kristen). Kadang saya tak mendengar suara H. Saat itu saya belum merasakan pesonanya. Kami merasa seperti memasuki sebuah gravitasi luar biasa yang menarik ketengah. anak Pak H. Akhirnya saya mulai meraung seperti anak kecil. Saya menahan tangis didepan rombongan tapi tak kuasa. Anda saja yang Cuma minta petunjuk dan nggak mau minta yang lain. Tabrani pun kembali menjawab. Tabrani bahwa kegiatan ini sudah ada bahkan sejak milata Ibrahim. Saya tanya ke H. ” Ya memang boleh. bapak besar berbagai bangsa yang melahirkan agama Yahudi. Saya tidak pernah berfikiran bahwa di dalamnya ada Allah sedang bersemayam. Benda itu berada ditengah-tengah Masjid. Kita tak kuasa menentukan arah (kecuali sedikit). Saya mulai tawaf putaran pertama. yang kemudian juga Islam. Sementara barang-barang diurus oleh petugas travel. Analisa saya bermain. ” Loh…Pak. Sepintas hanya sebuah batu yang disusun dan dilapis kain hitam. Tiada syarikat bagimu. Kamipun tiba di Mekkah. Tabrani yang pertama kali Umroh juga terdiam tak bersuara tak bergerak. semakin rapat dan semakin pekat ketengah.

Namun jika kita meminta keridhoan akhirat-insya Allah kita juga akan mendapat dunia. Akhirnya dengan pemahaman yang seperti ini. Saat itu tak ada lagi dibenak saya teori kebetulan yang dahulu. Saya pun kembali berdo’a dengan lebih khusuk. Allah mungkin saja berikan. “Iyya ka na’ budu wa iyya ka’ nastaiyn”. Masjidil Haram berada di tengah-tengah seperti lembah. Analisa dan rasa saya mulai jalan. Ironisnya. Jangankan tumbuhan subur. Sehingga musyrik hukumnya jika kita meminta pertolongan dalam bidang bisnis kepada Kadin. sedangkan bagaimana kita bisa untung? Ya dengan manajemen yang baik? “. Yaman. Namun sumur zam-zam ini tak pernah kering dan senantiasa menyediakan air yang dibutuhkan Jamaah yang datang ke sini. Kepadamulah kami menyembah dan hanya kepadamulah kami minta pertolongan. terdapat air sumur zam-zam yang debitnya luar biasa besar yang dipompa dengan pipa-pipa sampai ke Madinah. Permintaan tolong hanyalah kepada Allah semata.Pada tawaf putaran ketiga. dengan kesadaran baru-tanpa banyak pertanyaan lagi. tetapi saya-dengan kesadaran baru ini-juga meminta duniawi. Saya ternyata tak hanya meminta pertunjuk. Tabrani. . Entah berapa ribu tahun. Jika kita meminta dunia saja. bahwa you hanya minta petunjuk. namun sumur ini tak pernah ada keringnya. sekarang terbantai semua. akankah bertahan sedemikian lamanya? Perhitungannya bukan 1400 tahun yang lalu. 3. Terdapat dengan jelas disitu “Tijarotan Lantabur ” yang artinya “perdagangan yang jauh dari rugi”. sekelilingnya dapat anda temukan hanyalah bukit batu yang sangat sulit dihancurkan. Katabelece Pejabat untuk menggoalkan proyek kita. ” OK kalau begitu nggak usah do’a saja …” . ” You khan bilang waktu dipesawat. dan daerah lainnya selain untuk keperluan orang ber Hajji. penguasa segala sesuatu. karena ini yang akan menentukan strategi manajemen perusahaan kita. Meminta kepada yang mempunyai. penguasa absolut. Kejadian 7 Usai tawaf. Ini pula yang menyebabkan pembangunan konstruksi di kota Mekkah sangat lamban. apakah kita akan melakukan KKN atau melakukannya dengan pendekatan lain. Disini saya kembali tercengang. Saya fikir ini harus berlaku pada semua hal-segala hal segala sesuatu-termasuk hal-hal duniawi seperti bisnis. kami menuju sumur zam-zam yang terletak didalam areal masjidil Haram bagian bawah. Persis lagu Bimbo yang dinyanyikan Sam. kurma pun malas tumbuh disini. Adapun. Pemda. Bagaimana kita bisa rugi-ya karena manajemen yang buruk. Analisa dan intuisi saya jalan lagi. Statemen awal saya di pesawat. tegas H. saya kembali membaca do’a sambil membaca artinya. Andaikan memang ada sungai bawah tanah yang mengalir dibawah Mekkah. ini khan urusan dunia. Kadin. Saya kembali bertanya dengan lebih antusias karena masalahnya erat dengan kehidupan saya yang memang bergerak di bidang ini. saya kembali berdo’a dengan segala kerendahan hati. dan bag Purchasing. betul ndak…?” “Betul Pak “. Sebuah mata air yang hampir tak mungkin ada di daerah ini. hanyalah perantara. meminta kepada Penguasa yang sesungguhnya. jawab saya. Berjuta-juta orang datang setiap harinya.2. Pemda. Seolah olah ia ada memang untuk kebutuhan ibadah ini. “Loh-loh…ini lebih aneh lagi Pak…kok boleh minta dagang agar jauh dari rugi. memohon kepada pemilik yang sesungguhnya. Hal ini jangan dianggap sepele. dan tiba-tiba saya teringat surat Al-Fatihah. Mekkah dapat anda lihat sebagai pegunungan batu. ayat 4. Akhirnya H. Pejabat. Persis juga sama dengan do’a-do’a di akhir tawaf yakni fiddunia hasanah-wa fil akhiroti khasanah. Tabrani mulai sewot lagi. dan mungkin juga tidak. Jeddah. Haram hukumnya meminta pertolongan kepada Bagian Purchasing untuk melakukan bisnis dengan kita. melainkan perhitungan dari Ibrahim. Demikian saya melihat Rahman rohim Allah. Karena sungai bawah tanah dapat berubah alirannya hanya dalam kurun waktu puluhan tahun saja.

saya melihat manusia banyak yang berjalan. Melihat kejadian itu. Mungkin karena pemikiran jijiknya terhadap batu yang sudah dicium oleh jutaan manusia pada hari itu. dan menggosok bagian yang hendak diciumnya. Semoga Makbul. Dari sini saya pun semakin yakin dan menarik kesimpulan. Saya jadi teringat sewaktu H. 3. maka ia mengeluarkan tisu. kelelahan kami luar biasa. melainkan Nabi Ibrohim. “Begini “jawabnya perlahan. namun akhirnya semua tahu. ia berjalan sambil berlari-lari kecil mencari air antara bukit Syofa’ dan bukit Marwah. bukan Hajarul Aswad). antara dua bukit batu. Sedangkan air yang sesungguhnya justru keluar didekat kaki Ismail. Agak lama baru saya sadar bahwa saya mulai kurang khusyuk karena melakukan “olah raga leher”. Bapak mertua saya pernah menceritakan perihal yang seperti ini berkaitan dengan gelas stainless air zam-zam untuk diminum yang menempel pada setiap keran zam-zam. Isya. Salah seorang jamaah haji wanita bercerita tentang anak temannya yang sekarang tinggal di Hotel Hilton Mekkah yang tak dapat menyelesaikan tawafnya karena mencret (penyakit yang lebih cepat dari pada jet). Keesokannya. Wanita tersebut tetap asyik membersihkan batu Ka’bah . isteri Nabi Ibrohim. Tapi kelihatannya sama aja tuch. bagaimana dengan kaum wanita atau Ibu-ibu. Sesekali saya melihat wajah cantik wanita Turki dengan hidung mancung kulit putih bulu mata boros (Saat tawaf maupun Sya’i dilarang menutup cadar muka-namun ada sebahagian mazhab na. kami mulai melintasi area Sya’i. Kepala rombongannya pun membawanya pulang kembali ke Hotel. bahwa Ka’bah bukan dibangun oleh Muhammad. Pasti lebih capek. Yahudi. Tabrani membentak saya dalam masalah tersebut.3. Dokter itu meminum juga air zam-zam dengan perasaan jijik/geli. Kami tak tahu bagaiman ia mengatasi problem mencretnya yang merembes sampai pakaian Ihrom. yang melahirkan 3 agama besar. Akhirnya saya bertanya kepada H. Pantas – dalam hati saya. Bapak mertua mengingatkan sang Dokter untuk meminumnya sekali lagi dengan gelas tersebut tetapi dengan perasaan yang berbeda. Didepan saya terdapat seorang wanita muda dan cantik berpakaian Turki yang hendak mencium batu Ka’bah (sisi kiri Ka’bah. Keesokannyapun sang Dokter sembuh dari sariawan seperti sedia kala. Sesampai di Hotel. dan Islam. Kaki saya kering pecah-pecah. sementara anaknya Ismail ditinggal sejarak tertentu dari Ka’bah. kawan Bapak mertua saya pergi Haji. Mulutnya bengkak sariawan sampai ke leher. Kotoran alias tokai nya sedemikian banyaknya sehingga ia pun kewalahan. Dipisahkan oleh pembatas tengah. dan Muhammad. sebahagian berlari. bahwa ia mengenakan celana dalam pada pakaian ihromnya. Saya belum pernah merasakan pegal-pegal seperti sekarang ini. Air yang dilihatnya ternyata hanyalah fatamorgana. ” Pak…koq pakai lari-lari segala sich? “. yakni perasaan iklas. Seorang Dokter. Ini tidak steril katanya. pertanda selesainya ibadah Umroh kita. Wueeek…sangat menjijikkan kata jamaah yang lain menambahkan. mengelap. Seusai Sya’i kami pun menggunting rambut. apa yang terjadi. Tabrani. Kejadian 8 Tak ada yang khusus bagi saya dalam kejadian ini. merasa jijik dan mengatakannya kepada Bapak mertua saya perihal gelas stainless yang sudah diminum berjuta-juta mulut orang. Sesuatu yang dilarang dalam Umroh. Disitu terjadi antrean yang luar biasa. Saya fikir.Pada saat Sya’i. “Dulu sewaktu Siti Khajar. pendahulu untuk Musa. Nasrani. Syofa’ dan Marwah. rukun Umroh berikutnya. Kejadian ini terjadi pada saat saya hendak mencium batu Ka’bah. namun saya mengira pasti luar biasa untuk ukuran orang Melayu. Bapak mertua saya mengingatkan akan ucapannya kemarin perihal gelas tersebut.

Ia mencoba berdo’a dan bertaubat dosa apa kiranya yang telah ia buat. kami tiba dikaki bukit Gua Hira’. mengakibatkan ia harus membeli sandal di toko dimuka Masjid. karena ia terlalu abstrak dan hanya tunduk patuh pada sang Maha Penguasa. nggak apa-apa. namun karena nggak bisa bahasa Turki. namun saya yakin ia ada dan bekerja secara setimbang. Dengan menggunakan taksi. Namun tetap saja ia kehilangan sandal setiap harinya. ditabrak mobil). Ketika ia hendak mencium batu Ka’ bah -mungkin setelah ia merasa bersih. 3. Kejadian 9 Malam besok adalah malam terakhir saya di Mekkah. Perjalanan sampai .dengan tisunya. hilangnya sandal Iqbal. namun karena Iqbal membeli. Saya cenderung menyebutnya Metafisika daripada Supranatural yang lebih berbau klenik / sihir. dengan tas ransel dan sepatu sport. wanita tersebut mungkin akan 10 menit lebih lama untuk jalan pulang. ” OK. Saya semakin mengerti mekanisme ghoib. ia mengalami kecelakaan mobil (mis. membatalkan rencananya. lagian nggak lucu khan kenalan didepan Ka’bah. yang tentu saja tak mengakibatkan ia mengalami kecelakaan. tetapi saya yakin bahwa semua ini ada mekanismenya dan jangan coba-coba untuk mengurainya. trick sulap yang diyakini sebagai salah atu keajaiban oleh orang musyrik. Terjadi di kasus ini namun kadang tidak di kasus itu. Bahkan sehari dapat lebih dari sekali ia kehilangan sandal. tegas saya kepada Tour guide. Dalam perjalanannya pulang. Ingin sekali saya melarangnya. Mekanisme yang tidak kasat mata. ia kehilangan sandal. sehingga kesepakatan serangan atau perang tadi ditangguhkan. Saya ambil contoh misalnya. Wanita itu pergi lebih cepat. Kuwalat atau apa ini namanya ya? Hati yang kurang bersih? Saya jadi teringat cerita Ka’bah di surat Al-Fiil dimana tentara Abrahah yang mengendarai Gajah pada masa itu dibuat tak berdaya oleh burung-burung Ababil. Penguasa alam fisika dan non fisika. Tidak juga H. Mekanisme ghoib pada alam Metafisika inipun bekerja pada kawan saya Iqbal dimana setiap harinya. Ia pun selesai mencium batu Ka’bah dengan hidung mimisan (berdarah). Kamipun merencanakannya. Bahkan mekanisme ini pun abstrak tak simetris. hingga ia harus membawa 5 real setiap sholat guna menjaga apabila sandalnya hilang. sepulang kami dari sholat. Seandainya Iqbal tidak kehilangan sandal.desakan dari kerumunan orang dibelakang tak tertahankan hingga mendorong wanita itu pada saat ia menciumnya sehingga benturan hidung mancung dan batu tak dapat terelakkan. Penjual di toko tersebut seharusnya melayani seorang calon pembeli wanita misalnya. Tahukah anda. sementara antrean sudah mulai panjang dan berdesakan. maka ia tidak jadi melayani wanita itu. namun saya fikir standarnya sama jika kita ukur dari perasaan hati yang dalam. Jadi biaya travel maupun biaya Tour guide saya tanggung sendirian. Ini contoh ekstreem yang memang hanya teori main-main. Tabrani maupun Iqbal anaknya. Bukan disitu saja. dapat mengakibatkan tercegahnya sebuah rencana perang atau penyerbuan. Hilangnya sandal seorang Iqbal. saya berkemas bersiap berangkat. oleh karenanya saya minta kepada Tour guide untuk mengantar saya ke Goa Hira’ pagi-pagi sekali. Tak ada anggota rombongan yang mau ikut. Meskipun ia bukan ada di alam fisika. Semuanya parsialkondisional. Paginya seusai sholat Shubuh. yang seharusnya berangkat melakukan perjalanan luar negeri guna menandatangani sebuah kesepakatan perang. saya tetap mau berangkat sendiri”.4. Mekanisme tersebut tak kan pernah dapat diukur karena sifatnya yang relatif tak pernah sama pada setiap individu. sang suami wanita tadi (yang katakan seorang jenderal). kejadian kecil disini-dapat menimbulkan akibat besar disana.

hari dimana saya mesti melakukan tawaf wada’. Gede. H. kemudian ia mengajak saya untuk ikut. kenapa saya tidak?” Tanpa sholat dan do’a. sesuatu berbentuk manusia dengan peci hitam datang kepada saya. ketika saya hendak menggosok gigi. menyendiri di kaki bukit Gn. “Subhanalloh”. Tabrani. Terbayang oleh saya ketika Nabi pulang pergi setiap harinya sampai ke puncak. Tabrani menepak kepala “Waduh…repot ini”. “Kenapa Nabi Muhammad dapat berjumpa denganmu. Ia menggantung. Saya bertanya siapa anda? Ia menjawab saya Jibril. Terus Jibril bilang begini Pak. tawaf terakhir/ tawaf perpisahan dengan Ka’bah. Tabrani bertanya. “Begini Pak. Saya bangunkan ia. tapi saya belum pernah mimpi bertemu Jibril. serta tak mempedulikan situasi dan kondisi diri. Cuma 5 menit “. saya sujud ditempat Nabi Muhammad duduk menyendiri 1422 tahun yang lalu. kami pulang menuruni bukit. lepas dari hubungan sosial. Ditemani Tour guide. mungkin yang dimaksud adalah “The Dome of the Rock. tanpa meratap ke gua apalagi membuang sesaji (hanya sujud dan berkata dalam hati seperti diatas saja). kami semua juga nggak ngerti kenapa begitu”. tadi malam saya bermimpi bertemu Jibril”.kepuncak memakan waktu kurang lebih satu jam. “Aneh memang batu itu. “You sholat dibatasi disana. H. “Ya Malaikat Jibril. Tabrani. kenapa saya tidak?”. Sebuah batu yang berada tepat ditengah Masjid”. . Esok hari terakhir. Tabrani berfikir sejenak. Buru-buru saya ketok kamar H. kenapa koq Nabi Muhammad diberi wahyu. “Tolong Masjid ini dipelihara”. Tabrani pernah melawat ke Masjidil Aqsa’. “Subhanalloh. Apakah tindakan Nabi Muhammad pada kala itu seperti para sufi tersebut? Pertanyaan inipun saya simpan kembali tanpa tahu jawabannya. Saya juga tidak mengerti sampai sekarang arti mimpi saya. dan saya ceritakan mimpi saya. Saya jadi merinding. saya tiba-tiba tersadar. bermimpi dibawa seseorang yang berkata sebagai Malaikat Jibril. Saya juga sering menyendiri di Villa. kemudian ia menjawab. Saya berjalan mengikutinya. H. tanya saya. dan berada tepat ditengah-tengah Masjid. Saya jadi ingat cerita-cerita para sufi yang mempelajari hakekat sehingga pergi kegunung-gunung menyendiri. Lebih mirip dua batu yang saling bersandar daripada sebuah Gua. saya yakin you adalah orang yang disayang Allah”. Dalam sujud saya bicara dalam hati. tapi you… you…luar biasa”. Saya pun membahas pertanyaan saya di dalam hati tadi kepada Tour guide. Saya tidur cepat setelah sholat Isya”. “Bagaimana ceritera mimpinya?”. yang kemudian membawa saya ke Masjidil Aqsa’ di Palestin. tetapi kenapa tak pernah datang yang namanya Jibril. dimana saya tidur di Mekkah. “ini Masjidil Aqsa”. Subuh dini hari saya bangun. “Tapi yang jelas. “Wah saya nggak bisa jelasin artinya “. “Disini terdapat salah satu keajaiban yang anda cari”. “Kenapa Pak?”. You Nggak bisa keluar masuk seenaknya”. H. dan tiba-tiba kami tiba di sebuah Masjid. Saya sudah berumur 63 thn. “Masjid itu dikuasai Yahudi. Didalam mimpi saya Jibril berkata. Gua Hira’ ternyata sangat kecil. Terus bagaimana tanya H.

Biaya yang demikian mahal. Al-Qur’an adalah statemen dari Allah yang didalamnya berisikan petunjuk bagi manusia yang ingin berserah diri kepadanya. Allah itu benar adanya yang menciptakan segala sesuatu. Daging Babi. jika ia tak mau. coba fikirkan dengan instrument rasa/intuisi dari hati yang dalam. Zinah. Allah akan membiarkannya. hanya yang saya anggap penting saja. Apa yang akan terjadi nanti ditanah air. berserah diri kepada kemauan Pencipta. berbalas negatif apabila kita berbuat negatif. daerah dimana diharamkan bagi siapa saja berbuat kerusakan. berlaku pada orang-orang yang dicintai Allah. namun saya mempunyai beberapa kesimpulan: 1. 12. namun sebenarnya. karena kita mempunyai 2 pilihan. yang memberikan balasan positif apabila kita berbuat positif. Allah tidak punya banat/sarikat/kompetitor. 7. ia akan dibiarkan. Tak perlu dianalisa secara metode ilmiah. jika ia tak juga sadar Allah peringati ia dengan menempeleng keras.Saya takut sendiri dengan kejadian-kejadian yang saya alami. namun jika ditempeleng keras ia tetap dableg dengan perbuatan negatifnya. Allah menurunkan Wahyunya kepada Muhammad yang kemudian dibakukan dalam bentuk kitab yang bernama Al-Qur’an. Allah peringati ia dengan menepak. perubahannya apabila saya tidak menjaganya. atau berserah diri kepada kemauan kita sendiri. namun bagi yang sudah kelewatan. karena hanya hari akhir setelah matinya yang akan membalasnya kekal abadi di Neraka Jahanam. Judi. jiwa dan raga kita bisa khusuk serta kita jaga kebersihannya. dan perbuatan maksiat lainnya adalah haram hukumnya. Saya mengalami semua ini dalam perjalanan ke Mekkah. dan itupun hanya pada batas-batas tertentu yang sudah diberi patok/tanda. Saya takut untuk berbuat macam-macam. adalah deviasinya. bermanfaatkah jika dilakukan. karena Allah menegur dengan sapaan hirarki. dimana fikiran. Wahyu Allah turun pada setiap kurun waktu tertentu. 2. Dari perjalanan ini. sebanding bahkan melebihi hasil yang kita dapat dari perjalanannya. 10. Peringatan pertama mungkin dengan mencolek. Mekanisme Ghoib. 9. namun yang paling saya takuti. namun demikian. melainkan tanah Haram. Ada mekanisme Ghoib yang tidak kelihatan. Saya harus menghadapi dunia nyata yang penuh dengan godaan. 5. tidak semua kejadian saya ceritakan. 6. Wahyu Allah juga turun kepada Muhammad yang diutus sebagai Rasulnya. *** Sumber Sahabat • putri 2:54 pm pada 21 Desember 2010 Permalink . 4. Tidak seperti waktu di Mekkah. kejadian kecil lainnya yang merujuk kepada hidayah yang tidak saya ceritakan karena terlalu panjang banyak saya alami. karena justifikasinya akan selalu ditemukan manusia guna menghalalkannya. Al-Qur’an bukan buatan Muhammad atau ideologi Muhammad. Haji dan Umroh penting adanya dan bukan bisa-bisanya Muhammad. 11. 13. Kita manusia adalah manusia yang paling istimewa. darah. Alkohol. Kesadaran saya seperti sekarang ini amat saya syukuri. 3. Mekkah dan Madinah bukan tanah suci (seperti yang saya duga sebelumnya pada tulisan Muhammad punya bisa ). 8.

jika masuk rumah ia langsung menuju tempat shalatnya. karena aku tidak tahu apa yang terbatik didalam hati seorang seperti yang kuketahui pada diriku sendiri “ Selanjutnya Umar bin Abdul Aziz menarik ujung bajunya. Dia terbujur dikolong bumi. seperti yang telah dilakukan oleh generasi yang terdahulu. “ Dikalangan kaum laki-laki memang ada yang shalat dan puasanya lebih banyak dari Umar. sangat mendalam ilmunya. kusampaikanhal ini kepadamu sekalian. cerita teladan ( 355 ). lalu kamu membujurkannya di dalam rekahan bumi.ahli ibadah dan sosok pemimpin kaum Muslimin yang sejati. Jasad itu telah meninggalkan harta dan kekasihkekasihnya. Dia seorang hafizh. Orang-orang yang hidup pada generasi mendatang akan meninggalkannya. lalu berkata. lalu kamu menimbunnya dalam kegelapan bumi ?. kisah islami ( 268 ). Dia tak mampu berbuat apa-apa menghadapi keadaan sekitarnya dan tidak lagi membutuhkan semua yang ditinggalkannnya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Tangisan Seorang Pemimpin Yang Takut Pada Alloh UMAR bin ABDUL AZIZ. cerita nasehat. Umar bin Abdul Aziz naik keatas mimbar. tanpa tikar tanpa bantal. Kemudian dia bangun dan berbuat seperti itu sepanjang malam.izin copy yaa…  erva kurniawan 1:11 am pada 9 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Dia juga disebut Abu Hafsh. zuhud. memuji Alloh. “ Sesungguhnya ditanganmu kini tergenggam harta orang-orang yang binasa. Demi Allah. kisah teladan ( 352 ). bersimpuh dan menangis sambil berdoa kepada Alloh hingga tertidur. lalu turun dari mimbar.dari suku Quraisy. menyeka air mata. Tetapi aku tidak melihat seorangpun yang lebih banyak ketakutannya kepada Allah daripada Umar. siap menghadap hisab. Fathimah pernah berkata.Bani Umayyah. mujtahid. Istrinya. Tidakkah kamu ketahui bahwa siang dan malam kamu sekalian mengarak jasad yang siap menghadap Allah. .” Takkala menyampaikan khutbah terakhirnya. Sejak itu dia tidak keluar rumah lagi kecuali setelah jasadnya sudah membeku.

wahai Amirul Mukminin. “ Wahai fathimah. kisah islami ( 268 ). Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia. cerita teladan ( 355 ). melihat ia menangis. Setelah suasana reda. istrinya dan semua anggota keluarganya pun ikut menangis.cc terima kasih .mungkin Bapak Erva kurniawan juga mau bertukar link dengan saya untuk cerita islami di http://alfafiv.co. padahal mereka tidak tahu persis apa pasalnya mereka ikut-ikutan menangis”. Umar bin Abdul aziz menjawab.  erva kurniawan 1:07 am pada 8 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).Diriwayatkan dari Abdus-Salam. bagaimana sebagian diantara mereka berada di sorga dan sebagian lain berada di neraka *** Sumber: http://www. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Hikayat Iblis : Dialog Iblis vs Rasulullah SAW Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya. Fathimah. istrinya bertanya: “Demi ayahku sebagai jaminan.mediamuslim. kisah teladan ( 352 ).info • Alfa Ajinata 6:45 pm pada 13 November 2010 Permalink Bagus. aku ingat akan persimpangan jalan manusia takkala berada di hadapan Alloh. Saya juga mempunyai cerita-cerita islam. . sangat mendidik sekali. dia berkata: “ Umar bin Abdul Aziz pernah menangis. mantan budak Maslamah bin Abdul Malik. apa yang membuat engkau menangis? “. baik yang disukai maupun yang dibencinya. cerita nasehat.

Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku. sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai. “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu. Maka sambut Iblis (alaihi laknat). Pertanyaan Nabi (1): “Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?” Jawab Iblis: “Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini.” Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu. niscaya akan terputus semua anggota badanmu. Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya. “Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia. Sambung Iblis. serta disiksa dengan azab yang amat keras. panjangnya seperti ekor lembu. raja segala iblis. “Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah. aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman.” Maka Nabi pun memandang muka Iblis.” Apabila mendengar sumpah Iblis itu. Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu. kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya.Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata.” Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata. Iblis sangat ketakutan. “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah saw. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun. Iblis pun memberi salam. binatang dan lain- . uratmu. syaitan dan jin yang menyamar diri. “Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla. Apa kehendakmu datang menemuiku?” Taklimat Iblis. “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. tiadalah aku berani menyembunyikannya.s sehingga keluar dari syurga. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis.

murtad atau munafik. mereka akan gemar berdusta. datanglah rasa ria. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal. tanahnya. Bila pada lidahnya. kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir. Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku . datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. sombong dan melengahkan amalnya. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku. berbuat durhaka. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya. setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya.lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda. mencela dan mengumpat. perak dan permata. megah. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu. Bila kena goda hatinya. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat. peminjam dan pencuri. terbuai dengan makan minum. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat. kecuali aku yang ingkar. maka akupun membantah. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Apabila terjadi kasih antara mereka. Kiranya aku menyerupai dirimu. rumahnya.” Pertanyaan Nabi (2): “Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?” Jawab Iblis: “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya. maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam. aku lalaikan dengan harta benda daripada emas. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. takabur. terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu. Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesarbesar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Demikianlah aku goda mereka setiap saat. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar.” Pertanyaan Nabi (3): “Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?” Jawab Iblis: “Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. fikiran dan malunya.

Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi. lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut-marut.” Pertanyaan Nabi (4): “Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?” Jawab Iblis: “Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya. aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. sentiasa hendak cepat habis sholatnya. dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya aku dapatkan. kelakuan atau hatinya. imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan. kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Aku merasa sakit hati. terlupa bilangan rakaatnya. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka. Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia. bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya. Jika aku berkeras juga hendak naik. aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama. telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia. maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. was-was. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu. hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Jika tidak berhasil juga. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku” Pertanyaan Nabi (5): “Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah. penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya. Sebelum Engkau lahir ke dunia. pada setiap anggota badannya. itu semua membawa kepada kurangnya pahala. maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Kemudian aku turun ke dunia. perkataan.” . Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil.yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut. bagaimana keadaanmu?” Jawab Iblis: “Sebesar-besarnya kesusahanku. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah). hilang khusyuknya – matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat.

bagaimana perasaanmu?” Jawab Iblis: “Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah. bulan. Bagi orang yang berpuasa. bagaimana perasaanmu?” Jawab Iblis: “Binasalah diriku.” Pertanyaan Nabi (8): “Jika umatku berpuasa karena Allah. bintang.” Pertanyaan Nabi (9): “Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?” Jawab Iblis: “Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar – besar seteruku. maka kamu akan mendapat petunjuk. yakni Malaikat. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya. maka rasa terbakarlah tubuhku. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Pada hari umatmu mulai berpuasa. syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi. bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. bagaimana keadaanmu?” Jawab Iblis: “Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa. burung dan ikanikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa.Pertanyaan Nabi (6): “Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah. putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya. serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku. Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu.” . Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi. Karena engkau sendiri telah berkata: “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit. jin. gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya.” Pertanyaan Nabi (7): “Jika umatku mengerjakan haji karena Allah. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. jika kamu mengikuti mereka.

Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya.” Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang.Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu. Dia penghulu orang sabar. apalagi setelah berdampingan denganmu. maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. syukur dan ridha dengan karunia Allah. membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat. tiada masa beramal ibadat.” . syaitan dan jin memandang beliau. Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu. Berbuat amal soleh. Yang ketiga umatmu seperti Firaun. aku tidak dapat mendekatinya. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar. “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya. karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’. aku tidak bisa bertemu. maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. maka dilupakan beramal. tidak hendak mengeluarkan zakat.s. “Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku”. tempat judi dan perempuan lacur. Karena taatnya. miskin hendak beribadat. Lalu aku goda agar minta kaya dulu. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak. dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta. nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan. semakin aku ngeri kepadanya. aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat.” Pertanyaan Nabi (10): “Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?” Jawab Iblis: “Umatmu itu ada tiga macam. benci dan menghina kepada yang miskin. tetapi sangat sopan santun. tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Jika iblis. Jika aku pandang wajahnya.” Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar. penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. bercakap besar sesama Islam. “Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah. dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya.” Tambahan pula dia menjadi menantumu. maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Saidina Usman Al-Affan lagi. tawakal dan kebajikan. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ – dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a. alim orangnya. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu. banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan. karena lidahnya senantiasa bergerak membaca AlQuran.

menangis menyesal akan perbuatannya. malas pada kebaikan. maka larilah aku dari mereka. maka aku gosokgosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari. tiadalah merasa kenyang. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah. aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya.” Pertanyaan Nabi (16): “Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?” .” Pertanyaan Nabi (15): “Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?” Jawab Iblis: “Jika dia berbuat dosa.” Pertanyaan Nabi (14): “Jika umatku bersatu dengan isterinya.Pertanyaan Nabi (11): “Siapa yang serupa dengan engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam. maka dia kembali bertaubat kepada Allah. durhaka. aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu’.” Pertanyaan Nabi (12): “Siapa yang mencahayakan muka engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang berdosa. bagaimana hal engkau?” Jawab Iblis: “Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan. saksi palsu. bersumpah bohong. Jika tidak. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. maka padamlah marahnya. pemungkir janji. dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya.” Pertanyaan Nabi (13): “Apakah rahasia engkau kepada umatku?” Jawab Iblis: “Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan.

Di situlah aku mengecilkan diri. maghrib dan isya’. Demikian jua pada waktu zuhur. banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam. membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup.Jawab Iblis: Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari.” Pertanyaan Nabi (18): “Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang banyak menyebut nama Allah. bergantung. asar.’Syurga itu di bawah tapak kaki ibu’” *** Dari Sahabat • .” Pertanyaan Nabi (19): “Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya” Pertanyaan Nabi (20): “Apa lagi yang memecahkan mata engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. aku beratkan hatinya untuk sholat. bersedekah dengan tidak diketahui orang. karena engkau telah bersabda. mendengar kata mereka. bersarang. berbuai seperti pijat pada bulu itu. orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi.” Pertanyaan Nabi (17): “Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang tidur meniarap / telungkup. banyak bertaubat.

jika bukan karena kuasa Allah. Luar Biasa Seorang anak terlahir normal. tentu saja ada sang bunda yang teramat luar biasa… Pekan pertama setelah mengetahui bahwa dirinya positif hamil. takkan pernah terjadi sebuah kelahiran yang menakjubkan ini.Nabi Muhammad Rasulullah SAW. cerita teladan ( 355 ). Betapa tidak.sip jos.dannu 8:58 am pada 11 November 2010 Permalink Subhanallah. • rendi 4:34 pm pada 9 Desember 2010 Permalink mantap gan…… • fajar 5:02 pm pada 6 April 2011 Permalink top markotop…... Allah mh besar .  erva kurniawan 1:11 am pada 4 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kisah islami ( 268 ). Bahkan. sekian tahun lamanya ia menunggu kehamilan. kisah teladan ( 352 ). tanpa cacat sedikit pun. Proses kelahirannya berlangsung normal. tanpa operasi caesar. ia teramat merindui kehadiran buah hati penyejuk jiwa di . cerita nasehat. Sinta mengaku kaget bercampur haru. sepanjang hari-harinya setelah itu. Selain faktor Allah. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Bunda. Perasaan yang luar biasa menghinggapi seisi hidupnya. Tetapi proses panjang selama Sembilan bulan sebelum melahirkan itulah yang tidak normal..

Dan kenyataannya. suami dan keluarganya sudah nyaris menyerah. kekuatan cinta dari suami dan isteri ini kepada calon anaknya yang membuat Allah tersenyum. kesehatan Sinta tak berangsur pulih. Walau mereka sudah membujuknya dengan kalimat.” luluhlah sang suami. “kalau kamu sehat. dan kekuatan cinta itu yang membuatnya bertahan selama enam bulan masa kehamilannya. Suaminya dan dokter pun sepakat menyerah dengan keputusan Sinta. ia drop. menjelang sang suami menandatangani surat izin pengguguran. Santi mengigau dalam komanya. ia pun sangat memimpikan bisa segera menggendong buah hatinya.rumah tangganya. Keluarga sudah menangis melihat kondisinya. Dokter yang merawatnya tak bisa mendiagnosa sakit yang diderita Sinta. “Ia berhak hidup. kamu bisa hamil lagi nanti dan melahirkan anak sebanyak kamu mau”. Maha Suci Allah yang berkenan menunjukkan kekuatan cinta sang bunda melalui Sinta. Dokter mengatakan. bahkan mereka sudah ikhlas jika Allah berkehendak terbaik untuk Sinta dan bayinya. Yang penting saya bisa melihatnya terlahir ke dunia. Bulan berikutnya. Satu bulan kemudian. Ia akan hidup. begitu juga saya” Kemudian ia tertidur lagi dalam komanya. Ia pun bersikeras mempertahankan bayinya. Pengguguran kandungan pun batal. Saat itu. Satu rumah dan dua mobil sudah habis terjual untuk biaya rumah sakit Sinta selama sekian bulan. Sinta pun tersenyum gembira. Dokter dan pihak rumah sakit sudah menyodorkan surat untuk ditandatangani suami Sinta. Surat pun urung ditandatanganinya. Janin itu pun tetap bersemayam di rahimnya. pasiennya belum kuat untuk hamil sehingga ada kemungkinan jalan untuk kesembuhan dengan cara menggugurkan kandungannya. Sinta tak kunjung sembuh. berupa surat izin untuk menggugurkan kandungan. Tak lama kemudian. “bukankah seorang ibu yang meninggal saat melahirkan sama dengan mati syahid?” ujarnya menguatkan tekad. Di bulan ke enam kehamilannya. Air mata meleleh dari pelupuk mata sang suami. Ia sangat menyayangi isteri dan calon anaknya. Tidak ada yang mampu menandingi cintanya. Ia rela melakukan apa pun untuk kelahiran bayinya. . Seorang bunda memang selalu luar biasa. langsung berkata “tidak”. Tidak ada jalan lain. Sinta mengalami penurunan stamina. bahkan kondisinya bertambah parah. Santi pun memohon kepada suaminya untuk mengabulkan keinginannya ini. sakitnya bertambah parah. rupanya Sinta tahu rencana dokter dan keluarganya. “Mungkin saja ini permintaan terakhir saya Mas. Seluruh keluarga sudah setuju. sementara janin yang berada dalam kandungannya pun ikut berpengaruh. janin yang sudah berusia hampir empat bulan pun harus segera dikeluarkan demi menyelamatkan sang bunda. Dalam keadaan kritis. “Jangan. Namun kebahagiaan Sinta hanya berlangsung sesaat. Sinta yang mendengar rencana dokter. memasuki bulan ketiga. jangan gugurkan bayi saya. dan dinyatakan koma. Waktu terus berjalan. biarkan saya meninggal dengan tenang setelah melahirkan nanti. Allah menanamkan sebentuk amanah dalam rahimnya. meski pun harus mati. biar saya saja yang mati untuknya”. Makin lama. Namun Santi tak bergeming. ia jatuh sakit. tak lebih dari dua pekan ia menikmati hari-hari indahnya. Boleh jadi. dokter menyatakan Sinta dalam keadaan kritis. tak sanggup melihat penderitaan Sinta. karena jauh dari rasa iba melihat penderitaan isterinya.

Ia berkehendak tetap membuat hidup bayi dalam kandungan Sinta meski sang bunda dalam keadaan koma. Sejenak memandang ke arah barat. sambil mengingat nomor telepon yang tercantum pada papan tersebut”. Bayi itu pun terlahir dengan selamat dan normal. pagi hari menjelang sampai ke gerbang kampus. terletak di dekat sebuah kampus terkenal. saya tak pernah membayangkan bisa melewati semua ini. kisah islami ( 268 ). Sebuah papan pengumuman terpampang dipinggir sawah di pendakian setelah terminal Kampung Koto. “Tanah di jual 1024 m2″. Terima kasih Allah. Bukannya saya ingin membeli tanah tersebut. seperti kata Menteri Pendidikan beerapa waktu lalu. “Tapi tidak apalah coba ditanyakan saja.” ujar Sinta menutup kisahnya. dengan gaji dosen biasa jelas mana sanggup. hati saya berkata. tidak terasa satu lembar uang dua puluh ribuan terjatuh secara tidak sengaja. Namun entah kenapa uang tersebut saya biarkan saja. Sinta tersadar dari komanya. cerita nasehat. . pemandangan laut dari atas sungguh cantik sekali. Ada kekuatan luar biasa yang bermain dalam episode cinta seorang Sinta. “Mungkin ini bayi termahal yang pernah dilahirkan. Kekuatan Allah dan kekuatan cinta sang bunda. guman saya sendiri sambil berlalu. Tanah tersebut pasti harga nya sangat mahal. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ini Uang Halal Kira-kira pertengahan Ramadhan. kisah teladan ( 352 ). tanpa cacat. setelah hampir tiga bulan. uang tersebut akan saya ambil lagi”. tanpa operasi caesar.Allah Maha Kuasa. ketika pemberian gelar Doktor Honouris Causa pada Presiden Republik Indonesia SBY dulu. sepeda motor bekas cicilan saya parkir di belakang kampus. “Biarlah sebentar. Hanya beberapa hari menjelang waktu melahirkan yang dijadwalkan. *** Sumber: Bunda. cerita teladan ( 355 ). setelah menelpon yang punya tanah tersebut. lengkap dengan nomor telepon 0751 xx xxx. Sesampai di kampus. Saya berdiri dan menarik telepon saku dari kantong celana. Luar Biasa! oleh Bayu Gawtama  erva kurniawan 1:25 am pada 2 November 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Bahkan. capek di jalan terasa terhapus.

suasana masih lengang dan sepi. Dengan tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepadanya saya berkata. “uang”. “Pak”. Jam 8. Saya tidak peduli setengah mahasiswa yang berkumpul di pelataran gedung agak heran. Ternyata memang benar satu lembar uang dua puluh ribuan. sedikitpun tidak teringat satu lembar uang dua puluh ribuan sempat tergeletak seperti barang tidak bernyawa. ternyata uang dua puluh ribuan tersebut telah sirna. bukan karena uang saya kembali. “Yang bukan hak kita. Dua puluh ribu bukan uang kecil untuk ukuran saya. Senin hari pertama masuk kantor. menyapa. Sebelum kembali ke ruang kerja. yang jatuh dari saku celana. Tidak terasa dua jam telah berlalu. ya memang milik kita”. “Minal Aidin wal Fazin”. atas kelalaian ini keadaan ini harus juga diterima. Uang dua puluh ribuan saya. dan setengah berlari ke belakang gedung. saya langsung balik kanan. jauh dari beberapa ratus ribu dari saya kira. Sebelum selesai dia berkata saya menyahut. sekumpulan mahasiswa telah berkumpul di dapan kelas. Saya berlalu. Tidak berbekas. tenggorokan kering terasai. Tampa pikir panjang. mahasiswa penuh dan menyimak sampai pembicaraaan usai. ternyata memang mahal sekali. Badan saya terasa kehabisan asai. dan berkata. akan tetapi saya sangat sengat senang bahwa mahasiswa saya. Sesampai di belakang kantor jurusan teknik mesin. “Bapak pernah kehilangan uang. saya mampir ke kantor Pak Kajur untuk melihat apa-apa. katanya. hanya sekedar untuk mengingat mahasiswa saya. apa yang ditanganpun mudah sekali sirna. Saya berlalu beberapa langkah. “duapuluh ribu”. Saya pandang uang tersebut dan saya tempel dinding untuk. setelah melintas di ruang labor.”Pak”. “Nantilah pada suatu saat kalau uang saya sudah cukup tanah seperti itu dapat dibeli juga”. pasti telah banyak orang lalu lalang.30 pagi tersebut saya harus masuk kelas.uang tersebut tergeletak di samping kendaraan Bapak” katanya kembali. Sesampai di ruang kerja. Hampir satu bulan berlalu.Seperti biasa kepuasan seorang Dosen adalah setelah kuliah selesai. Kelas pun segera di mulai. “Samasama Pak”. Segera dia masuk ke dalam ruangan laboratorium dan mengambil sesuatu di kantong yang tergantung dinding. “ini uang halal” sambil mengangkat uang tersebut. Memang benar. Sesaat sebelum sampai di tangga saya berpapasan dengan salah seorang mahasiswa. bersih pada tahun ini. satu lembar tersebut cukup menghidupi satu hari keluarga saya. Akan tetapi sebelum sampai di sana. Saya senang. Segera saya menyalaminya. mahasiswa Jurusan Teknik Mesin ternyata sangat putih. kata sayai. namun puasa belum selesai. Namun yang nama nya bukan rejeki. Dia tertawa dan sayapun berlalu. terpana. menjelang akhir anak tangga lantai dua. dan menyerahkan satu lembar kertas kepada saya. kata hati saya. Dengan hati sedikit menyesal. Hari masih pagi. “Ya pak. saya sampai di koridor. sudah lebih dua jam. katanya. tiba-tiba kembali mahasiswa tersebut menyapa. setumpuk buku bahan kuliah sudah disiapkan. setelah satu minggu setelah Hari Raya telah molor. saya sampai kembali ke kampus ditempat yang sama di mana saya menyia-nyiakan uang dua puluh ribu saya. kuliah pun selesai. *** Dari Sahabat .Setelah menghubungi yang punya tanah tadi. tiba-tiba batin “tercenung”. atau sangat senang sekali. saya tadi belum sempat saya ambil an tadi saya berlalu begitu saj. maupun Dosen sebahagian lewat di sana.”. katanya. baik mahasiswa.

butuh istirahat. Karena ia tidak bisa berbalas budi orang. butuh menyayangi dan disayangi. sy terharu membacanya =]  erva kurniawan 1:21 am pada 26 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). butuh minum. Beliau meninggal sekitar pukul 6 pagi di salah satu rumah sakit di Makkah. .• fikrie 7:52 pm pada 14 November 2010 Permalink subhanallah. butuh menghirup udara segar. Ingatan kita kepada beliau sudah menjadi kebutuhan. Bagaikan kisah diputar ulang. kisah islami ( 268 ). butuh senyum. wafat. Tahun demi tahun berlalu. cerita nasehat. dan ingatan kita pasti menyertainya terutama di bulan yang penuh rahmah ini. butuh salam. ibarat kita butuh makan. cerita teladan ( 355 ). kisah teladan ( 352 ). beberapa tahun yang lalu. Orang yang tak mengenangnya bukan dikatagorikan orang baik. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Mengenang Al Maliki Oleh : Hasan Husen Assagaf. setelah beberapa jam berjuang melawan penyakit yang dating secara mendadak. tepatnya Jumat 15 Ramadhan 1425 H Makkah dan dunia Islam menangis karena tersiar berita bahwa Sayyid Mohammad Al-Maliki. butuh tidur. Jelasnya. jasa beliau yang besar terhadap Islam tidak bisa dilupakan. MENGENANG jasa merupakan ibadah. Kita tidak bisa lupa kepada beliau.

terhormat dalam perbuatan. Islam tidak menyuruh untuk berperilaku baik dan menghormati hanya kepada sesama muslim saja. Semua ini beliau terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan beliau selalu menghormati orang orang yang tidak bersependapat dan sealiran denganya. yang datang sebagi rahmat dan membawa perdamaian bagi alam dan seluruh umat manusia. beliau pula seorang pujangga besar dan penulis unggul. tidak berlebih lebihan. suatu saat Rasulallah sedang duduk di beranda rumahnya. setelah mepersaudarakan antara kaum Ansor dan Muhajirin. lima belas abad silam. Dalam kehidupannya beliau selalu bersabar dengan orang-orang yang tidak bersependapat baik dengan pemikirannya atau dengan alirianya. Namun salah seorang sahabat memberi tahu Nabi. Beliau adalah orang cerdas dan terpelajar. Beliau tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamanya dan ini memang yang di inginkan musuh Islam. tindakan serta pikiran dan perasaannya. Islam diambil dari kata “salam” yang artinya damai. dan selalu menerima hiwar dengan hikmah dan mauidhah hasanah. Tiba-tiba ada orang-orang yang lewat mengusung keranda janazah. Tidak kurang dari 100 buku yang telah dikarangnya telah beredar di seluruh dunia. Beliau telah membuat hubungan baik dan menggelar perjanjian untuk hidup damai dan saling menghormati. akan tetapi Islam telah menganjurkan untuk berbuat baik sampai terhadap hewan dan tumbuh-tumbuhan. menjawab dengan hikmah dan memikirkan sesuatu masalah dengan kenyataan dan dalil dalil yang jitu bukan denganemosi dan pertikaian yang tidak bermutu. Prancis. Indonesia dll. Da’wah semacam inilah yang telah diwasiatkan Rasulallah saw. Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat muslim menjadi manusia yang berperilaku baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama. Disamping tugas beliau sebagi da’i. Beliau selalu menerima dan menghargai pendapat orang dan menghormati orang yang tidak sealiran dengannya atau tidak searah dengan thariqahnya. setelah berhijrah ke Madinah. Dan tidak sedikit dari kibat beliau yang beredar telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. pertama-tama yang dilakukannya. adalah membuat perdamaian dengan tiga kelompok Yahudi yang berada disana. Islam. mereka pintarpintar dan terpelajar. pengajar dan pendidik yang tidak beraliran keras. akan tetapi Islam menganjurkan kita untuk berperilaku baik dan berbuat hormat kepada semua manusia. Beliau pun berdiri karena rasa hormat terhadap jenazah tersebut. Bukankah Rasulallah. serta berkata ” Wahai Rasulallah. pembimbing. Agama kita. Contohnya. berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama. adalah agama yang membawa rahmat dan mencintai damai. mereka menguasai ilmu-ilmu agama yang cukup untuk dijadikan marja’ dan reference di negara-negara mereka.Sayid Muhammad Al-Maliki dikenal sebagi guru. bani Qainuqa’. Semua yang berlawanan diterima dengan sabar. Akan tetapi orang-orang Yahudi sendirilah yang mengkhianati dan merusak perjanjian trb. Bukankah dalam hadist Nabi telah diriwayatkan bahwa seorang wanita masuk neraka disebabkan karna menganiyaya . Urdu. pengajar. Bani Nadzir dan bani Quraidzoh. Sampai sampai beliau menerima dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas Umul Qura dan halaqah ta’lim beliau di masjidil Haram. Adapun ulama yang telah mendapat gemblengan dari Sayyid Muhammad Al-Maliki. dosen. semasih mereka memiliki pandangan khilaf yang bersumber dari al-Quran dan Sunah. Damai di dunia dan damai di akhirat. penceramah dan segala bentuk kegiatan yang bermangfaat bagi agama. itu adalah jenazah orang Yahudi? ” Nabi menanggapi ” Bukankah ia juga jiwa manusia ” ( HR Imam Bukhari ) Islam mengajarkan untuk berbuat baik dan damai bukan kepada manusia saja. Di samping menguasai bahasa Arab.

ilmu. Ibnu Abbas meriwayatkan.” (HR Imam Nasai ) Itulah kebesaran agama Islam. dan sekarang kamu telah terima imbalannya disaat wafatmu pula dengan mulia. Selamat tinggal sosok tubuh yang pernah menanamkan hikmah.  erva kurniawan 1:20 am pada 23 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Lalu Rasulallah bersabda. Selamat tinggal ayah yang berhati baik. dengan akhlak dan suluk yang ramah. semua memperoleh rahmat Islam. tetapi hewan. cerita teladan ( 355 ). Akan tetapi beliau mengajarkan umatnya berda’wah dengan hikmah dan mauidzah hasanah. ikhlas dalam amal dan perbuatanya. kisah islami ( 268 ).” Ibnu sirin juga meriwayatkan bahwa Khalifah Umar bin Khattab pernah melihat seseorang sedang menyeret kaki kambing untuk disembelih.seekor kucing? Begitu pula seorang pelacur masuk sorga karna telah memberi minum seekor anjing yang kehausan? Rahmat Islam rupanya benar-benar lil a’lamin (bagi semesta alam). cerita nasehat. paksaan dan berutal. *** Wallahu’alam Hasan Husen Assagaf. Kemulyaan kamu telah meliputimu semasa hidupmu dan di saat wafatmu. Rasulallah tidak mengajarkan kita berda’wah dengan kekerasan. “Apakah engkau ingin membunuh kambing itu dua kali? Jangan lakukan itu. kisah teladan ( 352 ). ada seorang lelaki yang merebahkan kambingnya sementara dia masih menajamkan pisaunya. Selamat tinggal pemimpin umat yang tak bisa kami lupakan dalam pendiriannya dan keikhlasannya. Tajamkan pisaumu sebelum kamu merebahkan kambingmu. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Encouragement . teladan di hati hati kami. ” Jangan lakukan itu! Giringlah hewan itu menuju kematiannya dengan baik. Selamat tinggal pahlawan yang jujur. Beliau marah dan menegur orang trb. tumbuh-tumbuhan dan lingkungan hidup. Kamu telah hidupi hari hari mu dengan mulia. Tidak hanya manusia. Itulah kehebatan agama kita. Ini konci kesuksesan da’wah ulama semacam Sayyid Muhammad Al-Maliki.

Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”.” jawab saya. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak-anaknya dididik di sini.Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk. karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna. Encouragement (mengobarkan semangat. ini adalah karya yang hebat. Menurut saya tulisan itu buruk. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum. Budaya Menghukum Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. logikanya sangat sederhana. hebat. Saya memintanya memperbaiki kembali. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. namun tetap simpatik itu. sampai dia menyerah. saya khawatir anak saya cepat puas diri. Masalahnya.” lanjutnya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat. Namun untuk anak sebesar itu. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Ujian . saya dapat menjamin. Setiap anak berbeda-beda. Dia pun tersenyum. “Saya sudah 20 tahun mengajar. bagus sekali. Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Sewaktu saya protes.” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?” “Dari Indonesia . dari program master hingga doktor. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. “Saya mengerti. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita. melainkan untuk merangsang orang agar maju. baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. red)!” Dia pun melanjutkan argumentasinya. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi. Sementara di Indonesia. “Di negeri Anda. malah dipuji. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas.” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah. guru sangat sulit memberi nilai. melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya.LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.

seperti berikut. dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah. sebaliknya dapat menurun. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian. dapat tumbuh. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh. ibu guru mengingatkan saya. Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna). bahkan penerima Hadiah Nobel. Kalau. dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. melainkan discouragement. dan seterusnya.penuh puja-puji. Kembali ke pengalaman anak saya di atas. banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Pada saat kembali ke Tanah Air. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. *** . Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karyakarya ilmiah yang hebat.” ujarnya dengan penuh kesungguhan. Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.…. tangan bercincin batu akik. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis. bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Mereka bukan melakukan encouragement. ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh. bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti. bukan merusak. menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. rotan pemukul. Seperti yang sering saya katakan.” Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan. menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. tersinggung. penguji marah-marah. kapur. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan. dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Bantulah orang lain untuk maju. Hasilnya pun bisa diduga. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji.…. sundutan rokok. “Sarah telah memulainya dengan berat. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis. Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan. Melahirkan Kehebatan Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper. yang maaf. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas….tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal. melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan. dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras. Nanti. namun rapornya tidak diberi nilai merah. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda. Para pengajar bukan saling menolong.

Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. I Miss You So Much Oleh: Jamil Azzaini – Kubik Leadership Jakarta. “Sehari tiga kali suntik pak Jamil”. Sayapun menjawab “Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta izin saya” Dokter itu menjawab “Karena obat yang ini mahal Pak Jamil. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula. Dia sedang hamil 8 bulan. lantas sehari berapa kali suntik. Dokter itu dengan mantap menjawab “Dua belas juta rupiah sekali suntik.RHENALD KASALI Ketua Program MM UI  erva kurniawan 1:29 am pada 15 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Panasnya sangat tinggi. kisah teladan ( 352 ). “Pak Jamil. Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya.” “Haahh 12 juta rupiah dok. Dokter berkata. cerita teladan ( 355 ). Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman pribadi yang terjadi pada 2003. . Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang tersambung ke sebuah layar monitor. kami mohon izin untuk mengganti obat ibu”. Sudah tiga pekan para dokter belum mampu mendeteksi penyakit yang diidapnya.” “Memang harganya berapa dok?” Tanya saya. kisah islami ( 268 ). dok? Dokter itu menjawab. Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah terbujur di ruang ICU. cerita nasehat. Apabila kita melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Ibu. Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Setelah salam dan menanyakan kondisi anak-anak di rumah.Setelah menarik napas panjang saya berkata. Dan keburukan yang saya terima adalah penyakit isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan mengambil uang yang ia miliki itu. yang ngambil uangku tidak kualat. Akhirnya saya memberanikan diri mencuri uang ibu saya yang hanya Rp. butiran air mata mengalir di pipi. saya jahat telah tega sama ibu. Saya minta maaaaf… saat nanti ketemu saya akan sungkem sama ibu. dok?” Saat itu butiran air bening mengalir di pipi. Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata berkata “Pokoknya yang ngambil uangku kualat… yang ngambil uangku kualat…” Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh ibuku. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya sekolah yang hanya Rp. kami harus sangat hati-hati memberi obat karena istri Bapak juga sedang hamil 8 bulan. “Dokter tolong usahakan sekali lagi mencari penyakit isteriku. Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku Engkau Maha Tahu bahkan Engkau mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk. Bagimu amat mudah menyembuhkan istriku.” jawab ibu saya dari balik telepon. maka saya bertanya kepada ibu saya Bu. “Ya Allah Ya Tuhanku… aku mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-Mu. Tidak berapa lama kemudian dari balik telepon saya dengar ibu saya berkata: “Ya Tuhan pernyataanku aku cabut. pak. “Jangan-jangan inilah hukum alam dan ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya akan memperoleh keburukan. Usai berdoa saya merenung. Ternyata yang ngambil adalah anak laki-lakiku. Setelah percakapan itu usai. akupun mengerti bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan Engkau balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah aku lakukan juga akan Engkau balas. Kualat yang ngambil duit itu Mil. sementara saya akan berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar penyakit istri saya segera ditemukan. 125.” Setelah memastikan bahwa ibu saya telah memaafkan saya. sisanya saya gunakan untuk jajan. aku maafkan dia. Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku bahwa sayalah yang mengambil uang itu. .” jawab dokter. tabunganku telah terkuras. apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan uang sebayak seratus dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?” “Sampai kapanpun ibu ingat Mil. semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini. 25 per bulan. Dengan suara bergetar saya berkata. Ketika itu. Sambil terbata saya berkata. maafkan saya… yang ngambil uang itu saya. Rp 75 saya gunakan untuk mebayar SPP. duit itu sangat ibu perlukan untuk membayar hutang. tenaga dan pikiranku begitu lelah. Mendengar jawaban itu saya menutup mata perlahan. bu… saya minta maaf sama ibu. Saya ambil uang itu. saya hidup dalam keluarga yang miskin papa.” Suasana hening sejenak.” “Pak Jamil kami sudah berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta bantuan berbagai laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa kami deteksi secara tepat. saya pergi menuju mushola kecil dekat ruang ICU Saya melakukan sembahyang dan saya berdoa. kok ya tega-teganya ada yang ngambil. baiklah kami akan coba satu kali lagi tapi kalau tidak ditemukan kami harus mengganti obatnya. “Ibu. maka saya akhiri percakapan dengan memohon doa darinya. “Berarti satu hari tiga puluh enam juta. Ya Tuhanku… gerangan keburukan apa yang pernah aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit isteriku yang berkepanjangan.” Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan kejadian puluhan tahun yang lalu. Dan Engkaupun mengetahui hal yang kecil dari itu. Sembuhkanlah istriku. Jamil kamu nggak usah pikirin dan doakan saja isterimu agar cepat sembuh. Aku pasrah kepada Mu Ya Tuhanku.” Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomor telepon rumah dimana ibu saya ada di rumah menemani tiga buah hati saya.

dengan berbisik pada diri sendiri Ibu. kisah islami ( 268 ). aku syg mama. setelah ini kami akan operasi untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu. cerita teladan ( 355 )..  ana 1:00 pm pada 13 Desember 2010 Permalink ma..  intan 7:20 pm pada 24 Oktober 2010 Permalink Ibu swatu hari nnti aq akn mmbri ssuatu untk diri mu. karena bgi q pngorbana nyawa mu tuk mlhirkan q tdak bsa di bls oleh apapun slain kbhgian yg engkau dambakan dri diri q  lian 7:49 pm pada 27 Oktober 2010 Permalink bener2 kisah yang buat kita introkspeksi diri untuk jangan penah menyakiti hati sang ibu. infeksi pankreas. mom.45 saya dipanggil dokter.” Saya meninggalkan ruangan dokter itu…. I miss you so much. cerita nasehat.. sambil menjabat erat tangan sang dokter saya berkata.i love you.. maafkan ank mu ini jika pnya slh. penyakit isteri bapak sudah ditemukan.. Ibu telah kami obati dan panasnya telah turun. semoga Tuhan membalas semua kebaikan dokter.  erva kurniawan 1:37 am pada 14 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ).” *** Keterangan Penulis: Jamil Azzaini adalah Senior Trainer dan penulis buku Best Seller KUBIK LEADERSHIP. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . kisah teladan ( 352 ).” Bulu kuduk saya merinding mendengarnya. Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup. setibanya di ruangan sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata “Selamat pak. “Terima kasih dokter.Kurang lebih pukul 12.

Setiap hari. tinggal pemuda yang juga berumur 20-an tahun. tentu saja saya belum begitu mengenal mereka. bodoh dan harus keluar dari kelas I SD karena tak bisa mengikuti pelajaran sedikitpun. menjadi kernet andong atau bersuka dengan kudanya. Sementara di sebelah barat rumah saya. begitu pulang dari bekerja. Merekalah yang saya sebut sebagai 3 pendekar dalam hidup saya. Selama bertahun-tahun. Tiga orang yang sama-sama terbelakang. tenyata merupakan penyelamat hidup saya. saya lah yang selalu dipandangnya dari jendela rumah. Karena tak pernah memiliki teman bermain.an tahun yang belum pernah bersekolah. idiot dan selalu mengeluarkan air liur dari mulutnya.Kisah 3 Pendekar *** Saya lahir tahun 1978 dan dua tahun kemudian ibu saya meninggal karena suatu penyakit. mencari kodok di sawah. Di sebelah utara rumah saya. anak belasan tahun yang saya tahu dipanggil Adek. . tidak bisa membaca dan bekerja sebagai kusir andong (kereta/bendi). Dialah yang kemudian merawat saya. Dia juga yang mengajak saya jalan-jalan. tidak bisa membaca dan sering dianggap “agak kurang” (bahasa halus untuk sedikit gila) oleh tetangga-tetangga. Uang itu khusus disediakan untuk saya. karena ketiadaan ibu dan ayah yang terlalu jarang di rumah. Anak idiot itulah yang mengajari saya bermain. terbelakang. Ketidaktahuan karena belum bisa berpikir tetapi telah diberi Tuhan perasaan sepi dan kehilangan. Tetapi seiring waktu. dia selalu menyisihkan uang Rp 50-100 di bawah jok andongnya. tinggal seorang pemuda idiot. Ketika semua orang mengusir dan anak-anak lain takut untuk mendekat. anak SD yang tak pernah lagi menerima uang saku dari ayahnya. Dia kira-kira berumur 12 tahun ketika ibu saya meninggal. membuatkan wayang suket. Sebagai anak berumur 2 tahun. saya mulai tahu bahwa merekalah sahabat terbaik dalam hidup saya. Apalah yang dimiliki seorang anak umur 2 tahun ketika ditinggal ibunya kecuali tangis ketidaktahuan. dia mencoba mengenal saya. di sebelahnya tinggal pula seorang pemuda lain berumur 20. Gandul melakukan itu karena tahu bahwa saya tak pernah bisa jajan jika dia lupa menyisihkan. Pemuda dua puluhan tahun yang menjadi kusir andong tadi bernama Gandul. Pemuda pertama. Keterbelakangannya justru menjadi sumber kebaikan hati. Selain itu. berendam di kali atau menonton karnaval 17 Agustus yang tiap tahun diadakan di kota kecamatan. Akal saya yang semakin terasah ketika berumur 5 tahun dan ingatan yang semakin kuat mematri kenangan saya dengan 3 orang hebat dalam hidup saya tersebut.

seperti apapun kondisinya. dan karena itulah saya selalu beranggapan. merantau. Ketiganya terbelakang. dia juga memberi segelas susu kedelai dari pabrik tahu milik orang tuanya hampir setiap hari. mandiri. Mencarikan buah apapun yang saya inginkan. mengajak saya bermain di kebunnya yang luas. bahkan dua diantaranya sampai kini tak punya istri. atau 3 bisnisman. Kalau mata kita memandangnya dengan indah pula. Bagi saya. membantu saya siap untuk mandiri. *** Dari Sahabat • arinugroho84 1:53 am pada 14 Oktober 2010 Permalink aq terharu bro…. 3 orang kaya. berjalan kaki dan melatih keberanian saya. bukan karena kapasitas intelektual. dan memiliki pandangan positif terhadap makluk ciptaan Tuhan seperti apapun adanya. dia dikeluarkan dari sekolah. ketulusan untuk memberi dan sikap menjadi manusia seutuhnya itu lebih penting. Untunglah saya dibesarkan oleh 3 orang idiot dan bukannya 3 orang profesor. Begitu pula ketika saya minta kelapa muda di satu siang yang panas. kadang berpetualang seharian ke tempattempat yang jauh. 3 pendekar yang mengisi hidup masa kecil saya. dia akan mencarinya.memang indah… • che 9:43 pm pada 22 Oktober 2010 Permalink  ♂hye?????? • Fachrurozie 6:35 am pada 24 Oktober 2010 Permalink . Karena sebelumnya saya memang terlalu penakut dan mudah menangis. Karena pengalaman hidup itulah saya bisa bertahan hingga sekarang. Sehingga saya bisa memaknai hubungan antar manusia. Mulai itulah dia mendekati saya. Tetapi merekalah yang mengajari saya banyak hal. Menemani dengan tulus sehingga kini saya bisa berpikir bahwa Tuhan memang mengambil ibu saya. karena tak juga bisa melakukan apa yang dilakukan kawan-kawannya. Berkah dari 3 pendekar hebat. dia akan mengajak saya ke kebun dan memetikkan beberapa. Ketiga orang itu. Jika saya lagi kepingin pisang. hidup kita diciptakan Tuhan sangat indah. red) saya 24 tahun dan akan segera menyelesaikan kuliah. ya indah…. uang atau kesuksesan. Darsio mengajari saya berenang. tak bisa membaca. menemani tahun-tahun sepi. Agar tubuh saya kuat. tetapi Dia mengirimkan 3 orang hebat dalam hidup saya. tidak sekolah.Pemuda ketiga bernama Darsio. Kini (Tahun 2002.

kumpulan kisah teladan ( 284 ) 25 Tahun Yang Lalu 25 tahun yang lalu. kisah teladan ( 352 ). mungkin karena ia baru berumur seminggu. Dalam tiga puluh menit. 22 tahun yang lalu. Seorang putri. Pekerjaanku tidak begitu elit. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. cerita nasehat. Aku harus bisa terima nasib kembali. mereka pasti akan berubah. Dia sekarang sedang senang berlari-lari. Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan. Iya bias terbang”. Tapi aku masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. Cita-cita kami sederhana. kunamai ia Kamila. Karena sekarang aku sudah punya momongan. Begitulah dia memanggil namanya sendiri. dia tak dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin.good story  erva kurniawan 1:41 am pada 11 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Ya. Aku tak berhak untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan sempurna. Wali kami pun wali hakim. keluargaku. prosesi pernikahan kami selesai. Sayang. Aku hanya yakin. ingin hidup bahagia. tapi cukup untuk biaya makan keluargaku. orangtuaku dan orangtua Kania tak mau menerima kami. suatu saat nanti. Umurku sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku. cerita teladan ( 355 ). Ya sudahlah. Kamilaku gesit dan lincah. Iya. kisah islami ( 268 ). Kembang senyumnya selalu merekah seperti mawar di pot halaman rumah. 19 tahun yang lalu. Kulitnya masih merah. melompat-lompat atau meloncat dari meja ke kursi lalu dari kursi ke lantai kemudian berteriak “Horeee. . maksudku kaya akan budi baik hingga dia tampak sempurna. Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil.

Itu artinya. Mainnya di rumah aja. Kulihat Kania menangis sedih. Dan dia cuma bilang “Kenapa semua kaca di rumah ini selalu pecah. . lindasan ban besarnya berhenti di atas dua kakiku. makanya kubelikan ia sebuah bola. keuangan rumahku sedikit membaik tapi itu hanya setahun. bagaimana ini. Setelah itu tak terdengar kabar lagi. piring. “Horee. gelas. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk SMP. Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Iya jadi pemain bola. tanpa kaki. Dan akhirnya dia memang pergi ke Malaysia. Kemarin lalu dia merengek minta dibelikan bola.Dan Kania tak jarang berteriak. Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan Kamila. Aku berlari menghampirinya. Setahun sejak kepergian Kania. Bapak kan tidak akan seperti ini. dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola itu. Aku hanya bisa membelainya.” 17 Tahun yang lalu Iya. Paling tidak aku bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Hari ini Kamila ulang tahun. dua kakiku sudah diamputasi. Coba kalau ia nurut. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan. rasa khawatirku mengalahkan kehati-hatianku dan “Iyaaaa”. Ya Tuhan. Waktu dia melompat dari tempat tidur ke lantai. Ma?” 18 tahun yang lalu. Aku tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan bola di tas sekolahnya. Diizinkan atau tidak diizinkan dia akan tetap pergi. Iya mau jadi pemain bola!” tapi aku tidak suka dia menangis terus minta bola. bibir cuma berkata “Coba kalau kamu tak belikan ia bola!” 15 tahun yang lalu. Kania tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya. boneka kayu yang dipegangnya terpental. bagaimana aku bekerja sementara pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah konsumen. Iya. Dan seperti yang sudah kuduga. Yang aku tahu. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Terakhir cermin rias ibunya yang pecah. hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnya dari sekolah.” jika sudah terdengar suara “Prang”. Dan aku tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari pekerjaan ke luar negeri. “Iya sayaaang. Uang pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan menguap jadi asap dapur. Aku sengaja pulang lebih awal dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Waktu aku sadar. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah jalan. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya mulai banyak dibentak. Bayang-bayang kelam menyelimuti pikiranku. 13 tahun yang lalu. Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat marah. ada yang pecah. Sebuah truk pasir telak menghantam tubuhku. bisa vas bunga. atau meja kaca. Begitu katanya. “Nanti kalau sudah besar.

anakku tak pernah lepas dari kerudungnya. Dia sering jadi bulan-bulanan hinaan teman sebayanya. Kamila tak pernah telat mengirimi aku uang. mengerjakan pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Dia juga dikenal suka perempuan. hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam hatiku. kembali menemui pikiranku. Nak!” hiburku. Dia tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di bangku SMP. Aku tak mungkin bohong pada diriku sendiri. Hampir tiga tahun dia di sana. “Biar cantik kalo kere ya kelaut aje. Sejak hari itu. Aku sedih. Menyaksikan anakku yang tumbuh remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. semua tetangga sering mengejek kecacatanku. Tapi anakku memang sabar dia tidak marah walau tak urung menangis juga. Haruskah aku melepasnya karena alasan ekonomi.Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya. Dia berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. menemaniku kembali dan membuka usaha kecil-kecilan. Tapi Kamila tidak suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. Dan itu pula yang membuat aku takut. Sudah bertahuntahun tak kudengar kabarnya. Matanya tak pernah siratkan sinar baik. jika aku masih menyimpan rindu untuknya. Ingatanku tentang Kania. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup tegar. Dia bekerja sebagai seorang pelayan di rumah seorang nyonya. Anakku. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi TKI ke Malaysia. “Pak. Aku hanya berdoa agar Kamilaku baik-baik saja. 4 tahun lalu. Aku merenung seharian. Dan aku menangis. . istriku. Seperti waktu lalu. Dia selalu tersenyum padaku. 7 tahun yang lalu. tenagaku mulai habis dan dia ingin agar aku beristirahat. 10 tahun yang lalu. Setelah itu dia akan pulang. ternyata kamu sudah semakin dewasa. menghadapi kenyataan. Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu. Iya pake jilbab aja ya. biar tidak diganggu!” pintanya padaku. Dia bilang aku sudah tua. Dan aku bahagia. Tapi aku harus kuat. Dia bilang dia sudah ingin pulang. kali ini pun aku tak kuasa untuk menghalanginya. Dan nyonya itu adalah istri mudanya yang keempat. Anakku cantik. seperti ibunya. Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu sembunyi di dalam kamar.” Mungkin itu kata-kata yang sering kudengar. Aku bekerja serabutan. Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa melanjutkan sekolah. Aku miris. “Sabar ya. Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang cuma lulusan SMP. Tapi keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Anakku maafkan bapakmu.

Itu yang kubaca dari suratnya. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah datang dan ada di belakangku. Dua matanya sembab dan bengkak. Kamila bilang. aku tak percaya. dia berhambur ke arahku. Aku menangis. Kini anakku lebih pandai menasihati daripada aku. Iya dorong dan dia jatuh dari jendela kamar. 2 tahun yang lalu. Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada. Hari ini. 3 tahun 6 bulan yang lalu. Sesak dadaku mendapat kabar ini. . Aku meminta bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari maut. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Akhirnya putusan itu jatuh juga. “Kenapa. Masa mudanya hilang begitu saja. 2 tahun 6 bulan yang lalu. Ya. Iya tidak salah kan. Sia-sia aku tinggal di Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanita itu. Iya takut. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. aku jangan pernah lupa salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat tahajjud. Dan aku bangga. Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian pemerintahan Malaysia. karena dia terbukti membunuh suami majikannya. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat. Dan dia harus menjalani hukuman gantung sebagai balasannya. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku selesai. Aku masuk ke dalam ruangan pertemuan itu. Aku hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia memang bersalah. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin membunuh. Iya tidak mau. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah keadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri. anakku terbukti bersalah. Pak. dia kurus sekali. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu hingga masa itu tiba. Aku iba dengan nasib anakku. kenapa kamu membunuhnya sayang?” “Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya. kabarnya anakku ditahan. Tapi aku tak ingin melihatnya. Andai bisa ditukar. Dan dia diancam hukuman mati. Dan wanita itu akan hadir melihatnya. Pak!” Aku perih mendengar itu. Iya dipukulnya. Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku. aku ingin menggantikannya. “Bapak. Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. memelukku erat. tapi menemuiku pun ia tidak mau. Wahai Allah kuatkan aku.Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Lihatlah. Tapi aku bisa apa. seakan tak ingin melepaskan aku. Aku tidak bisa apa-apa selain menangis sejadinya. Dan dia mati. Anakku ingin aku ada di sisinya disaat terakhirnya. anakku akan dihukum gantung. istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku dihukum mati. Iya Takut!” aku memeluknya lebih erat lagi. Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia.

Iya yang ingin jadi pemain bola jika sudah besar. Aku tak bisa lagi menangis. kali ini yang pecah adalah hatiku. cerita nasehat. cerita teladan ( 355 ). kisah islami ( 268 ). Kania!” “Iya? Dia… dia… Iya?” serunya getir menunjuk jenazah anakku.” “Tidak … tidaaak … “ Kania berlari ke arah jenazah anakku.Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana. Kata pembantu yang mengantarkan jenazahnya padaku. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Bersinarlah Matahariku . Dan ‘blass” Kamilaku kini tergantung. Terakhir kudengar kabarnya dia mati bunuh diri. “Ya. dan dengan mataku yang samar oleh air mata aku melihat garis wajah yang kukenal. Kamila. “Iya sayaaang. Nak. tak seharusnya kita menikah. Tapi apakah dia masih istriku. Bunyinya “Terima kasih Mama. aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku.Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit histeris. Setelah yakin sudah mati. apalagi yang pecah. “Kania?” “Mas Har. dia sering berteriak. Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sinis. Mungkin orang tua kita memang benar. aku belum pernah menceraikannya.” Kamu tahu Kania. Yang aku tahu. Petugas itu membuka papan yang diinjak anakku. Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia diturunkan dari tiang gantungan. Dia ingin dikuburkan di samping kuburan anakku. Aku mendongakkan kepalaku. Agar tak ada kesengsaraan untuk Kamila anak kita. Sejak saat itu istriku gila. Setahun lalu.” Aku baru sadar. jenazah anakku diturunkan mereka. dia Iya kita. kalau dari dulu Kamila sudah tahu wanita itu ibunya. kau … !” “Kau … kau bunuh anakmu sendiri. Benarkah begitu Iya sayang? *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:39 am pada 8 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kisah teladan ( 352 ).

hanya ditemani pengasuhnya. membuatku tak bisa menahan air mata. Aku langsung teringat pada Karim. “Tidak baik Ibu pergi sendiri. Pak?” tanyaku mengejutkan suamiku. Kami harus datang ke kota metropolitan ini. tak tahu kalau air hujan nakal itu telah mengganggu buah hatinya. Petang ini. Ibu ingat dia? Sabar. demi karirku. Si ibu yang begitu cepat tertidur pulas.” kuminta suamiku duduk mendekat agar kami tidak ketetesan air hujan. Dalam keadaan seperti itu si Ibu masih tetap dapat mendampingi putranya.” hiburnya. Untuk pertama kalinya kutinggal anakku sendiri di Bandung. Kulihat suamiku pun demikian. walaupun untuk urusan kerja. Allah… . Kunikmati sesendok demi sesendok lontong kari dihadapanku. Dia pasti juga ingat Ibu. Ibu kangen dia. bocah laki-laki berumur lebih kurang 3 tahunan. Bapak masih punya jatah cuti.Cerpen: Bersinarlah Matahariku By: Riza Faisal ** “Sini. Dan suamiku rela cuti. Tiba-tiba mataku tertumbuk pada pemandangan unik didepanku. kok!” kata-kata suamiku tadi malam masih terngiang-ngiang di telingaku.. Pak! Sini. Terminal yang bias dibilang begitu …… kumuh!! Tapi dibalik semua itu harus diakui bahwa ratusan keluarga menggantungkan hidupnya di sana. hanya untuk mengantarku. Si Ibu penjual tahu campur sedang tidur mengeloni anaknya. ya Bu. “Kenapa. Sebuah terminal yang sudah tidak asing lagi di pendengaran kita. sementara aku? “Sekarang dia sedang apa ya. “Siapa? Karim?” tebak suamiku yakin. kami sedang berada di terminal kampung Rambutan. Biarlah besok Bapak antar.. sangat menikmati tahu campur kesukaannya. “Pak. Seringkali tetesan air hujan jatuh tepat di dahinya. putra kami.” ujarku lirih.

begitu sampai Mbak diharap segera menghadap.” lanjutnya. Pak. kubaca Al Fatihah dan kukirim khusus buat buah hatiku…sekedar mengurangi rasa bersalah ini. “Pesan Direktur. Dasar anak-anak.terangilah selalu hati hamba-Mu ini agar bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. “Maaakk! Udah tuh!” teriakannya mengagetkan si Ibu. Juga telah menelantarkan anakku…membiarkannya semalam bersama orang lain. Belum lagi rasa bersalah yang memenuhi dadaku. Kemarin. jauh lebih tinggi dari . Kami tiba di rumah pukul satu tepat. Saya dengar presentasi Mbak kemarin sukses!” sambut Ine. Kami berniat segera pulang. Pak. Sepertinya Beliau ingin menyampaikan selamat secara langsung pada Mbak. kami pun beranjak pergi. Maafkan Ibu. mungkin suami si Ibu. Hasilnya. “Pak Bos sepertinya paham kok. Imbalan yang ditawarkan cukup memikat. ** Sekarang. “Selamat.”kataku pada Bapak yang menunggu kaki lima ini. rekanan kita yang di Jakarta telpon pada beliau dan mengatakan bahwa presentasi Mbak membuat mereka tertarik. jadi Saya menunggunya. “Sudah. Allahu robbi. Insya Allah tepat sebelas bulan usianya. Si Adek (panggilanku untuk Karim) tidurnya pulas. Sayang. “Maafkan Ibu. Baru bangun jam tujuh tadi. Si kecil pun ikut terbangun. Direktur memanggilku. Hujan sudah mulai reda. Wajah tanpa dosanya membuat air mataku kembali deras mengalir. Maklum.” ucapku sambil bersandar di pundak suamiku disambut dengan elusan tangannya di punggung tanganku. “Maaf. Saya kangen. Sengaja atau tidak aku telah memaksa suamiku meninggalkan tumpukan tugas kantornya. eui!” kataku sambil tersenyum. kemarin kan tidak ketemu seharian. Besok. Ne. Aku masih berkutat dengan pekerjaanku yang dinilai cukup sukses oleh tim manajemen. mengejar karirku. Kembali kulihat ibu dan anak yang sekarang masih tertidur pulas. Dan sampai hari ini aku masih tetap sibuk. order dalam jumlah besar dan dalam waktu dekat!!” kata Ine berapi-api. Bus Patas AC ini tak menghilangkan penat yang kami rasakan. Karim sudah pulas…sendirian. Bahkan kalau boleh jujur. Setengah berlari. kami menuju tempat bus antar propinsi dan berebut dengan penumpang lainnya. Sepertinya mereka tidak peduli dan bahkan tidak pernah menuntut kehidupan yang lebih baik dari yang sedang mereka jalani. Jam telah menunjukkan pukul tujuh malam. Cepat-cepat Si Ibu bangun dan mengatakan harga dua piring dan dua gelas yang telah kami habiskan. Selanjutnya. Kucium dahi bocahku. Aku dipromosikan untuk sebuah jabatan baru. Barusan. Apapun yang terjadi pada mereka… bagaimana pun kondisi mereka… mereka akan selalu menikmatinya. Tanpa suara lantunan ayat suci dan dendangan sholawatku yang biasa mengantar tidurnya. Mbak Fati. Saya terlambat. sudah tiga bulan sejak peristiwa itu. bukan mengurusnya tapi mengurus pekerjaanku. Mbak. Agar keegosian hati tidak menjebak hamba. Sambil duduk dia balik memainkan air hujan yang menggenang di dekatnya. Setelah kubayar jumlah yang disebutkan. teman seruanganku membuatku terkejut.

Alhamdulillah. “Alhamdulillah. Bapak bangga pada Ibu. Pagi ini seperti biasa kami berangkat berdua. senyum yang tak pernah kurasakan ketika aku masih sibuk dengan pekerjaanku enam bulan yang lalu. (Awal Maret-03) *** Dari Sahabat . Senyumku mengembang.Subhannallah. sini Nak. Bantu hamba memutuskan yang terbaik. Sebuah keputusan yang disesalkan banyak pihak terutama di tempat aku bekerja.”katanya sambil menunjuk salah satu cerita dari buku serial Anak Muslim: kisah sebuah tong sampah. Kau tunjukkan pada hamba jalan ini. Ya Allah. Rumah. Uang belum tentu menjamin kebahagiaan. Fati. aku memutuskan untuk berhenti bekerja. Dengan gaji sebesar itu. Yang paling menyedihkan adalah jika kemudian dia menjadi lebih dekat dengan pengasuhnya daripada dengan ibunya. Ibu bacakan ceritanya. Namun sekaligus sangat menggembirakan keluargaku.. Fati. Oh. Ibu iri pada Ibu pedagang kaki lima di terminal kampung rambutan waktu itu. Kamu mungkin hanya bisa membelikan tanpa pernah mengetahui kapan dia memakainya. Alhamdulillah. Bisa jadi kamu akan semakin sering menelantarkan keluargamu. Tak terasa hari ini adalah deadline dimana aku harus memberikan jawaban pada Direkturku.. Subhannallah. bahkan mobil mewah!! Putramu akan menjadi anak orang kaya. kamu juga dapat membantu suamimu meringankan bebannya. Sementara Karim terlelap setelah mendengar ceritaku. Berilah hamba petunjuk dan hidayah-Mu. Ibu rela melepaskannya demi keluarga. Kalian bias pergi berlibur. Bersinarlah terus Sayang…Ibu ingin selalu melihat sinarmu dalam setiap helaan nafas Ibu.. Karim mau cerita yang mana?” “Ni…. Memang. Menunggu suamiku pulang dari kerjanya sambil menjaga butik kecil yang kurintis enam bulan lalu.” sahutku waktu itu. Allah. Dan aku minta waktu dua hari untuk memikirkannya. Ya Allah. Sementara. Dan putramu hanya akan terpenuhi kebutuhan materinya saja. “Karim. gumamku sambil berjalan menuju tempat tidur bocah kecilku.” kata-kata suamiku masih cukup melekat dibenakku saat aku ungkapkan keputusanku. Mulailah aku bercerita lengkap dengan mimik wajah yang sangat disukainya. Alhamdulillah. Membiarkan mereka tanpa kehadiranmu. Sebuah tawaran yang sempat membuatku bimbang. kasih sayang seorang Ibu yang dia butuhkan sulit kamu penuhi. matahariku. Saat di puncak karir. Ambil kesempatan ini atau kalian tetap akan seperti sekarang?” “Jangan Nurul. “Terima saja. impian kalian akan segera terwujud. Kesempatan tidak datang dua kali.. Padahal kita berdua sangat paham bahwa waktu bersama orang tua adalah saat yang penting bagi perkembangan anak kita.gaji suamiku. Sementara Ibu hanya bisa memberikan materi untuk Karim. Segala yang dimintanya dapat kalian penuhi dengan segera. Bahkan kadang dia menirukan caraku bercerita saat menceritakan kembali kisah tersebut ke teman bermainnya. Bapak memang tidak salah memilih pendamping hidup dan Ibu dari anak-anak kita. pada malam sebelum aku menghadap direkturku. yang bisa terus bersama putranya. sekarang aku di rumah.” Batinku mulai berperang. bahkan ke luar negeri!! Dan yang pasti. Robbi. Ayo. “Iya Pak. Karim melambaikan tangannya saat kami tinggal tadi.

dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini. “Saya tak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir. “Melakukan apa ?” kata Ralph. mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. saya kira. “Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?” “Oh. cerita teladan ( 355 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Setiap Langkah Adalah Anugerah Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer pada tanggal 1 Desember. “selama perang. Ralph sering menghilang. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. “Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah. bernama Ralph.” Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Setiap kali. sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya. erva kurniawan 1:35 am pada 7 Oktober 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). “Dari mana Anda belajar melakukan hal-hal seperti itu ?” tanya sang profesor.” kata Ralph. dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. Kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka. Setelah saling memper kenalkan diri. Ketika berjalan keluar. ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar menghiasi wajahnya. Ralph yang dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara. Banyak hal yang dilakukannya. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau. cerita nasehat.” .” katanya. kisah teladan ( 352 ). kisah islami ( 268 ).

tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas *** Oleh: Barbara Brown Taylor  erva kurniawan 1:24 am pada 30 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). ** . cerita teladan ( 355 ). Sang istri segera membawa si anak ke rumah sakit.Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup. Obat tersebut adalah obat yang keras yg bahkan untuk orang dewasa pun hanya dalam dosis kecil saja. Dia terlambat untuk ke kantor maka dia meminta istrinya untuk menutupnya dan menyimpannya di lemari. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Saya Bersamamu Sayang Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan. dia melihat kepada istrinya dan mengucapkan 3 kata. kisah teladan ( 352 ). Anak itu melihat botol itu dan dengan riang memainkannya. Saat anak tersebut berumur dua tahun. Tapi si anak tidak tertolong. Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat anaknya yang telah meninggal. Sang istri ngeri membayangkan bagaimana dia harus menghadapi suaminya. kisah islami ( 268 ). Mereka adalah pasangan yang saling mencintai dan anak itu adalah buah hati mereka. Karena tertarik dengan warna obat tersebut lalu si anak memakannya semua. suatu pagi si ayah melihat sebotol obat yg terbuka. cerita nasehat. Istrinya. karena kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal tersebut.

Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara pandang seperti ini maka akan terdapat jauh lebih sedikit permasalahan di dunia ini. tidak bisa dihidupkan kembali. kisah islami ( 268 ). kumpulan kisah teladan ( 284 ) Penjual Kue Semprong Itu . Tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan pada sang istri. Kadang kita membuang waktu hanya untuk mencari kesalahan orang lain atau siapa yang salah dalam sebuah hubungan atau dalam pekerjaan atau dengan orang yang kita kenal. Hal ini akan membuat kita kehilangan kehangatan dalam hubungan antar manusia. cemburu. kisah teladan ( 352 ). Lagipula seandainya dia menyempatkan untuk menutup dan menyimpan botol tersebut maka hal ini tdk akan terjadi. “Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah kecil” Buang rasa iri hati. *** Dari Sahabat  erva kurniawan 1:08 am pada 26 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Si anak sudah meninggal.Pertanyaan : 1. Apa makna cerita ini ? Jawaban : (1) Sang Suami hanya mengatakan “Saya bersamamu sayang“ Reaksi sang suami yang sangat tidak disangka-sangka adalah sikap yang proaktif. Apa 3 kata itu ? 2. dendam. cerita nasehat. egois dan ketakutanmu. cerita teladan ( 355 ). (2) Moral Cerita Cerita ini layak untuk dibaca. Tidak ada yg perlu disalahkan. Si istri juga kehilangan anak semata wayangnya. Kamu akan menemukan bahwa sesungguhnya banyak hal tidak sesulit yang kau bayangkan. Apa yang si istri perlu saat ini adalah penghiburan dari sang suami dan itulah yang diberikan suaminya sekarang.

Penjaja jual kue semprong itu masih dengan setia menanti disisi mobil saya. apalagi di hujan deras seperti ini. tapi begitu mengena di hati saya. Secara serempak kami mengiyakan.Dari seorang sahabat: Semalam saya keluar dari Ranch Market jam 8. beli kue semprongnya untuk ongkos pulang ke Tangerang”. Pelajaran berharga yang pernah saya dapat dari mantan bos saya sembilan tahun lalu. Dan sejak itu saya lebih memberi perhatian kepada para penjaja makanan atau barang di jalanan dibandingkan para pengemis. sementara si penjaja makanan ataupun barang punya harga diri. ia berkata lagi “pasti yang kamu berikan uang si pengemis itu dan penjaja makanan atau barang itu kamu acuhkan”. kenapa kita kasih uang. Masih teringat ucapannya ketika itu kami berdiskusi di kantor. Karena terlalu biasa saya tidak mengacuhkannya. Petugas Ranch Market setengah berlari mendorong trolly berisi barang-barang belanjaan saya. namun masih saya dengar ucapan penjaja kue semprong tersebut. Saya membukakan bagasi dan petugas memindahkan barang-barang belanjaan saya.” karena kita ngga butuh”. Didalam mobil saya berpikir saya kasih uang saja karena penganan yang saya beli di supermarket sudah cukup banyak. Saya memang lebih suka dengan para penjaja kue seperti ini ketimbang pengemis. Hujan deras. Pak Teddy Sutiman membuka mata hati saya untuk lebih bijaksana dalam melihat suatu persoalan. dan pastinya secara pribadi lebih baik dari si pengemis. si pengemis itu pemalas tidak bermoral.30. Setelah memberikan tip saya masuk mobil. Mantan bos saya bergumam. lalu kenapa kita tidak membeli barang dagangan si penjaja makanan atau barang tersebut? Teman saya nyeletuk. Saya menghela nafas. bagaimana jika tidak ada yang menghabisnya. . Obrolan itu begitu singkat. Belum sampai kami menjawab. “Coba kalau ada penjaja makanan atau barang dan pengemis dilampu merah mana yang kamu berikan uang?. Saya juga berlari-lari kecil menjajari langkahnya menuju mobil. ‘ Bu. “coba pikirkan lagi. “Ya betul karena kita tidak butuh”. tanyanya. bukan hanya berpikir praktis saja. Nanti jatuhnya mubazir. Seorang penjaja kue semprong mendekati kami. Memang setahu saya banyak penjaja kue semprong disana menjajakan barang dagangannya dengan sedikit memaksa.

Baru kali ini … Hujan mengguyur makin deras dan saya masih terpaku di mobil. kemurahan rezeki dan kemudahan hidup oleh Allah. Penjajanya duduk dibawah dengan muka pasrah. saya tidak tahu seberapa sakitnya hati saya. memang hak Bapak”. Akhirnya saya membuka kaca. Kembali saya buka kaca jendela sebelah kiri ditengah guyuran hujan dan menjerit. Tiba-tiba air mata ini mengalir deras melebihi derasnya hujan diluar sana. Sampai di mobil. ” Pak. Dan saya bersyukur atas segala rahmat dan kemudahan hidup yang diberikan Allah kepada saya dan keluarga saya. karena tidak menyangka ucapan yang keluar dari penjaja kue semprong tadi.” ya sudah deh beli satu”. memang harganya berapa ?”. saya berdoa kepada Allah agar Bapak penjaja kue semprong tersebut dan keluarganya diberikan rahmat. Hujan masih deras mengguyur kaca mobil. Ia menyebutkan sejumlah harga yang sangat murah. selalu saya ucapkan kalimat tadi.Bukan karena tidak rela berbagi rejeki tapi karena menyesali banyak sekali penganan yang sudah saya beli tadi. “ambil saja Pak. “kembaliannya ambil buat Bapak saja”. Sembilan tahun saya telah lebih memberi perhatian kepada para penjaja makanan ataupun barang dibanding pengemis. tapi dengan cepat saya katakan.. Tersentak saya mencari-cari bayangan penjaja kue semprong ditengah kabut dari derasnya hujan. dan betul-betul kepada orang yang membutuhkannya. Dia meneguk ludah. Dia membawa kue semprong pesanan saya didalam plastik.” sementara total nilai belanjaan saya tadi mungkin bisa untuk ongkos pulang Bapak penjaja kue semprong selama tiga bulan.” saya serahkan uang. Tidak dinyana penjaja kue semprong itu menggelengkan kepalanya dan pergi dengan cepatnya dari sisi mobil saya. Beberapa detik saya kehilangan daya ingat saya. Sesekali jika saya tidak butuh barang mereka. dan dia bengong karena saya tidak menyerahkan uang pas. hujan mengguyur deras dan membanjiri sisi kaca dalam mobil saya karena berbicara dengan si penjaja kue semprong. dan hampir semuanya tidak pernah menolak pemberian saya. sebelum sempat dia mengucapkan apa-apa saya langsung menutup kaca mobil dan pergi. Tiap bulan memang selalu saya sisihkan buat mereka. Mudah-mudahan hujan cepat reda supaya bapak penjaja kue semprong tadi bisa pulang tanpa kehujanan. Akhirnya saya katakan. terbayang ucapannya ” untuk ongkos pulang ke Tangerang. karena didalam rejeki saya ada hak mereka termasuk hak Bapak penjaja kue semprong itu. Saya tau dia pasti bingung memikirkan kembaliannya. betul betul kepada orang yang berhati mulia. betul-betul membuat saya merasa hidup saya begitu bermakna dan saya sangat bersyukur atas rahmat-Nya. Saya mundurkan mobil menuju kearahnya. Baru kali ini ada yang menolaknya. Ditengah leher saya yang sakit sekali karena tercekat. tapi kalau bapak saya beri uang mau tidak?”. tapi mengetahui bahwa saya telah memberikan betul-betul kepada orang yang berhak menerimanya. terlihat pikulannya ada di pinggir teras sebuah toko tutup. Saya tersentak dan menutup kaca jendela. *** . Kalau Bapak itu tidak menerimanya. saya tidak mau beli kue semprongnya. ini rejeki Bapak. Dia bengong.’ Pak.

tanpa basi2 lagi. yah tak ada niat untuk beli akhirnya saya pun membeli pisang. berpikir. mungkin umurnya 60tahunan. Waktu itu pulang kerja.. yang seharga 20rb. karena sejak tadi. • kue ulang tahun bandung 1:49 pm pada 28 September 2010 Permalink kuenya enak • arytama 12:14 pm pada 28 November 2010 Permalink aku jg pengalaman yg sm dgn penjual kue semprong. saya kasihkan cuma-cuma ke pengemis perempatan ringroad jalan kaliurang. sekilas saya melihat nenek2 yang sudah tua. Sbnrny aku gak butuh tp aku beli jg krn kasihan. mw pulang nenek itu meminta saya untuk membeli pisanngnya.• rizal 6:40 pm pada 26 September 2010 Permalink saya juga pernah mengalami pengalaman yang hampir mirip seperti itu.  erva kurniawan 1:52 am pada 24 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). ni pisang ndak bisa kuhabiskan nih kalau aq sendirian. semoga mendapatkan berkah. cerita nasehat. kisah teladan ( 352 ).mahal amat ya. di cabang BNI jalan Kaliurang . padahal takutnya mubazir kalau saya bawa pulang. beliau kakek2. menggendong daganganya yaitu pisang. Yogya. nah sewaktu.. ternyata ortu ku senang aku bw kue itu kue trsbt dan ternyata punya memori tersendiri tentang kue itu. sewaktu mengambil uang ATM. itung2 lumayan membantu meringankan beban kakek tersebut. Pas dibawa pulang kuenya. sepanjang perjalanan aq. sy langsung pulng ke kost. kisah islami ( 268 ). pisangnya belum laku. cerita teladan ( 355 ). akhirnya . saya mahasiswa. yang saat itu pulang dari kampus sekitar jam 6 magrib sore. dan beliau menawarkan kuenya dengan suara lirih memelas. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Dajjal vs Isa Ibnu Maryam . dan nenek itu berharap sekali. batinku. utk oleh2 di rumah.

Sehari bagaikan setahun. telah menyatakan. juga (oleh Hj. mata kiri buta.w. bahwa. Adapun yang tergolong tanda-tanda besar adalah: Munculnya Dajjal Dan Turunnya Isa Ibnu Maryam. dan sehari bagaikan satu jumat. Nabi Isa vs Dajjal. (lihat. “Aku adalah Allah!” . bersabda: Allah tidak pernah menurunkan ke bumi sejak penciptaan Adam hingga tejadi hari kiamat. Lalu ia tinggal setelah itu dan berkata. Hal. HURU-HARA HARI KIAMAT oleh: Ibnu Katsir (baca dengan sabar!) ** Nabi Muhammad s. Kemudian seluruh hari-harinya seperti harimu ini.33) Kisah ini dikumpulkan hanya sebagian dari hadits-hadits dari sekian banyak hadits-hadits yang mengkisahkan tentang Dajjal vs Nabi Isa. Prof. Kemudian ia berkata setelah itu. dan mengajak orang-orang lalu ia membunuh mereka. bahwa Hadits Abi Umamah al Rahili “sanadnya lemah”. agama Allah diikuti dan ia (Dajjal) suka akan hal itu. setahun bagaikan sebulan. bahwa beriman terhadap hari akhir merupakan salah satu rukun iman dalam aqidah Ahlu Sunnah wal Jamaah. Irene) dikatakan cerita “Dajjal dan turunnya Isa” hanya berasal dari Bibel. dan penyakit belang-belang. Hari Akhir tiba dengan didahului tanda-tanda kecil dan besar. sebuah fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajal. Ia akan tinggal dan berjalan dibumi selama 40 hari.Sebagaimana diketahui. Ada sebagian orang-orang (ulama lokal) seperti. Ia menampakkan dirinya pada mereka hal seperti itu terjadi hingga ia mendatangi Madinah. TETAPI seorang Mujaddid dan Ahli Hadits dunia. Hadits-Hadits tentang munculnya Dajjal dan turunnya Isa Ibnu Maryam “setelah di takhrij dan tahqiq” adalah SHAHIH dan MUTAWATIR (banyak yang meriwayatkan). Dajjal keluar pada saat agama mulai melemah dan ilmu pengetahuan tidak lagi di gubris. Saya telah mengatakan suatu perkataan yang belum pernah seorangpun mengatakannya (dari nabi) sebelumku. Hamka. Sumber: NABI ISA vs DAJJAL oleh: Ahli Hadits Syekh Albani. dan ia mampu menyembuhkan kebutaan. Ia mengajak manusia untuk mengikuti lalu diikuti. diatas mata kanannya ada alis yang tebal.a. dengan (ciri-ciri): rambut keriting.Dia (Dajjal) itu dari golongan manusia. Maka nampaklah agama Allah dan diamalkan. Quray Shihab. yaitu: Asy-Syaikh al-Allamah al-Mujaddid Syaikhul Islam Muhammad Nasirudin Albani Rahimahullah. (lihat buku: Jangan Tunggu Nabi Isa Turun) Hal ini dikarenakan. Hj. “sesungguhnya aku seorang nabi!” lalu bergetarlah semua yang berakal dan mereka pun pergi meninggalkannya. Irene (mantan biarawati) yang tidak percaya akan turunnya Isa Ibnu Maryam dan munculnya Dajjal.

Ketika orang beriman itu melihatnya.maka matanya menjadi tertutup. “Bangunlah!” maka bangunlah dan tegaklah dia. dia berkata. dan memerintahkan untuk mengupas kulit dan memukuli punggung dan perutnya. “saya mencari orang yang keluar!” lalu mereka bertanya kepadanya (kembali). Tetapi Allah telah meletakkan diantara lehernya dan bagian belakang orang itu sebuah tembaga.w. tiba-tiba terdengar suara panggilan dari sudut bukit. “Apakah kamu tidak mempercayai tuhan kami?” Dia menjawab: “Tuhan kami tidaklah samar. yang terbaca oleh segenap mukmin yang mampu menulis dan yang tidak mampu menulis. Maka Dajjal segera menyuruh merebahkan tubuh orang beriman tersebut. Kemudian Dajjal bertanya lagi. inilah dajjal yang telah disebutkan oleh Rasulullah s. aku mendatangkan untuk kalian pertolongan. silahkan (Nabi Isa) maju untuk memipin shalat!” Lalu dia (Nabi Isa) berkata: “Ummat ini adalah pemimpin (bagi) sebagian mereka kepada yang lainnya!” Lalu pemimpin (Imam) mereka maju dan memimpin shalat. maka ia bertemu dengan sekelompok dajjal-dajjal (kecil). seorang lelaki dari orang-orang yang beriman mencarinya. Dia memerintahkan langit untuk menurunkan hujannya. Ia menyandarkan kedua punggungnya pada sayap-sayap dua malaikat. Isa turun! Ketika keadaan mereka seperti demikian keadaannya (genting).” Kemudian orang beriman tersebut berkata. Kemudian diperintahkan supaya (mukmin tersebut) digergaji dari atas kepalanya hingga kakinya menjadi dua bagian. Kemudian kaum muslimin lari kegunung Dukhan di Syam. telinganya terpotong dan tertulis diantara kedua matanya kafir. Mereka menyangka ia dilemparkan ke dalam neraka. maka turunlah hujan itu dan disaksikan oleh orang-orang. Kepungan itu sangat hebat dan sangat membuat mereka lelah. lalu mereka bertanya kepadanya. “Engkau adalah Dajjal si pendusta. Lalu turunlah (hadirlah) Isa ibnu Maryam ketika shalat shubuh. Itulah manusia yang paling besar kesaksiannya (mati syahid) di sisi Tuhan Rabbul ‘Alamin. “Wahai sekalian orang. padahal ia dilemparkan ke surga. dia (Dajjal) tidak dapat berbuat demikian lagi kepada seorangpun (membunuh kembali mukmin tersebut). Ketika Dajjal muncul. “Apa yang kamu cari?” Dia (lelaki itu) menjawab. “Apakah engkau masih tidak mempercayai kami?” Dia menjawab. bahkan bertambah yakin. hingga tidak mampu disembelih. Lalu Dajjal bertanya. “Tidak berkurang pengetahuanku tentang kamu. Dia membawa fitnah (cobaan bagi manusia) yang besar. “Apakah kamu masih belum percaya kepadaku?” dia menjawab. “Wahai sekalian manusia. lalu Dajjal tersebut berjalan ditengah dua bagian badan yang telah tebelah dua. dan pemimpin (imam) mereka berkata kepadanya (Isa): “semoga Allah memberi ketenangan.” Lalu mereka membawanya ke hadapan Dajjal (terbesar). “Sesungguhnya suara ini adalah suara laki-laki yang tidak pernah kelaparan.a. . lalu (Dajjal) datang kepada mereka dan mengepungnya. (karenanya) kemudian dipeganglah tangan dan kaki orang (mukmin) tersebut lalu dilemparkannya. Maka dia (Dajjal) berusaha untuk membunuh kembali orang beriman tersebut. Kemudian Dajjal memerintahkan kepadanya. Lalu sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain. “Wahai sekalian mamusia.” Ibnu Maryam akan turun kepada umatnya (umat muhammad) diwaktu antara adzan dan iqomah. Ia turun di menara putih di timur Damaskus antara dua tempat.

Sabda Nabi s. Dia (Allah pada zaman itu) membinasakan si pembohong (Dajjal) (sehingga akhirnya penduduk di muka bumi ini merasa aman. seakan-akan kepalanya basah sekalipun tidak dikenai air. menbunuh babi.) Nabi Isa a. serigala dengan kambing. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Tabiat si Yahudi . dan dia (Isa) juga memerangi para pengikut-pengikutnya.: “Tidak ada antaraku dengannya (Isa) seorang nabi. Jika kalian melihatnya maka percayailah. dan dia pergi kearah Dajjal. kisah teladan ( 352 ). dan Allah menghancurkan pada zamannya itu semua agama kecuali Islam. cerita teladan ( 355 ). dia (Dajjal) merasa ketakutan (kemudian meleleh) sebagaimana timah meleleh. cerita nasehat. sampai unta hitam bersusuhan dengan unta. kemudian dia wafat. *** Wallahualam bishowab • novia 12:13 am pada 19 Maret 2011 Permalink apakah masih ada kehidupan setelah kiamat??  erva kurniawan 1:41 am pada 23 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). ini orang kafir (bersembunyi)!” dan batu juga berkata: Wahai orang beriman.w. dia menghancurkan salib.s. sampai pohon akan berkata kepadanya: “Wahai orang beriman. anak kecil bermain dengan ular tapi tidak membahayakannya. membebaskan pajak. Maka dia memerangi manusia demi islam. lalu membunuhnya. pertengahan antara kedua warna tersebut. menetap di bumi selama 40 tahun sebagai pemimpin yang adil dan penengah yang jujur.Setalah menyelesaikan shalatnya. Isa mulai berperang. dan sesungguhnya dia akan turun. singa dengan sapi. ini orang kafir!” Kemudian nabi Isa a. seorang laki-laki yang kulitnya antara merah dan putih. menetap di bumi selama 40 tahun sebagai pemimpin yang adil dan penengah yang jujur. Ketika ia (Dajjal) melihatnya (melihat Isa). kisah islami ( 268 ).s. lalu dia (Isa) meletakkan antara dua dadanya (Dajjal).a. Pada saat itu tidak ada sesuatu yang dapat melindungi salah satu diantara mereka (pengikut Dajjal). maka orang-orang beriman menshalatkannya.

satu bongkahan emas untukmu. Selesai shalat. Maka Isa as berkata kepada si Yahudi.” Maka kedua orang itu makan rotinya masing-masing. Nabi Isa as berkata kepada temannya. ia menyesal telah mengiyakannya. apakah engkau mau bersyukut kepadaNya?” Orang buta itu menjawab. dan satu bongkahan emas lagi untuk pemilik roti yang ketiga. lalu Isa as berkata kepada si Yahudi.” Kedua orang itu melanjutkan perjalanan hingga tiba disebuah sungai besar.” Kemudian mereka melanjutkan perjalalan hingga disebuah kampung besar yang porak poranda. “Mahasuci Engkau ya Allah. Demi Allah aku hanya membawa sepotong roti saja. “Bolehkah aku ikut makan rotimu?” Si Yahudi menjawab.” Maka Isa as mengusap kedua matanya sambil membaca doa. Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang buta. “Demi Zat yang telah memperlihatkan tanda kebesaran-Nya ini. Isa as menangkap seekor kijang dan menyembelihnya. “Tentu. “sungguh aku hanya membawa satu potong roti saja.” Isa as berkata kepadanya. siapakah pemilik roti yang ketiga?” Si Yahudi menjawab. “Baiklah.” Kijang itupun hidup kembali.” Lalu Isa as berkata kepadanya “Demi Zat yang telah memperlihatkan kebesaran-Nya ini. “Satu bongkahan emas untukku.” Maka kedua orang itu bermalam dibawah pohon itu hingga pagi datang. siapakah yang telah makan roti ketiga?”.” Si Yahudi menjawab. “Ternyata aku hanya membawa sepotong roti saja. kedua orang itu mengeluarkan bekal makanannya.Wahb bin Munabah bercerita. Si Yahudi merasa takjub melihat kejadian itu dan berkata. Nabi Isa membawa bekal sepotong roti dan si Yahudi membawa dua potong roti. Aku telah memakannya saat engkau melaksanakan shalat. Si Yahudi menjawab. Si Yahudi merasa takjub dan berkata. “Akulah pemilik roti yang ketiga. Kemudian kedua orang itu melanjutkan perjalanannya. Suatu ketika Isa as pergi mengembara diatas bumi ditemani oleh seorang Yahudi. “Mahasuci Engkau ya Allah!”. “Demi Zat yang telah mengembalikan penglihatannya. “Tentu. “Demi Allah. Tibatiba didekat mereka ada 3 bongkahan besar emas. Kemudian Isa as berkata kepada si Yahudi. lalu Isa as memegang tangan si Yahudi dan membawanya berjalan di atas air hingga keseberang sungai. “Sungguh. Lalu merekapun melanjutkan perjalanan. Orang buta itupun dapat melihat kembali. “Wahai kawanku. Nabi Isa bertanya kepadanya.” Nabi Isa as terdiam mendengar jawabannya. sebaiknya kita bermalam di bawah pohon ini sampai pagi menjelang. Isa berkata kepadanya. dimanakah rotimu yang lain?” Si Yahudi menjawab.” Maka si Yahudi berkata. “seandainya aku mengobatimu dan Allah mengembalikan penglihatanmu kembali.”. “Ambillah emas ini untukmu semua!” Lalu Isa as . Ketika mereka sampai didekat sebatang pohon. aku tidak membawa kecuali sepotong roti. Kemudian keduanya melewati beberapa ekor kijang yang sedang merumput. Nabi Isa as kemudian bertanya kepada temannya. ia pergi dan memakan sepotong roti miliknya. Maka pada saat Isa as menunaikan shalat. “Dimana sepotong rotimu yang lain?” Si Yahudi menjawab. “Hiduplah enkau dengan izin Allah. Tatkala si Yahudi mengetahui bahwa Isa as hanya membawa sepotong roti.

Melihat si Yahudi menunggui emas.meninggalkannya seorang diri. renungan puasa ramadhan ( 2 ) Malu Tak Seperti Kupu-Kupu Ramadhan baru saja berlalu. “Pergilah ke kampung dan bawalah makanan untuk kami. Bahkan nyaris tak berbekas. Dua orang dari mereka berkata kepada yang lain. cerita teladan ( 355 ). puasa ramadhan ( 11 ). kisah teladan ( 352 ).” *** Sumber : Kisah-kisah teladan untuk keluarga oleh Dr Mulyanto.  erva kurniawan 7:30 am pada 14 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita nasehat.” Maka orang yang disuruh memberli makanan itu pergi sambil berkata dalam hati. Kue- .” Maka orang itupun melaksanakan niat yang dibisikkan setan. Sisa-sisa keteduhan nuansa ramadhan hanya tinggal sekedarnya saja. “Aku akan menaruh racun pada makanan mereka sehingga mereka berdua mati dan aku bisa menikmati emas itu sendirian. Maka hati-hatilah terhadapnya. mereka lalu membunuh si Yahudi dan mengambil bongkahan emas tersebut. Tak lama kemudian datang tiga orang jahat. Saat ia datang membawa makanan. Semua telah kembali seperti semula. kisah islami ( 268 ). kemudian datang menemui kedua orang temannya. sehingga ia hanya bisa menungguinya. “Seperti inilah dunia memperlakukan penghuninya. ia dibunuh kedua orang temannya. Beberapa hari kemudian Isa as lewat ditempat itu. Si Yahudi tidak mempunyai alat untuk membawa emas itu. ia berkata kepada pengikutnya (Hawariyyun). Penerbit : Gema Insani. Mereka menyantap makanan beracun itu tanpa curiga hingga akhirnya mereka berdua mati keracunan didekat bongkahan emas. kumpulan kisah teladan ( 284 ). Tatkala ia melihat ke-4 orang itu mati tergeletak didekat bongkahan emas. hikmah puasa ramadhan ( 3 ).

” Sedikit pesimis ia tanyakan atau tepatnya menyatakan isi hatinya. Lalu indahkah kita? Bila lidah kita bisa merasakan lezatnya kue lebaran. *** Sumber Email dari Sahabat. karena memang persiapan buat lebaran sangat mantap. Apalagi dengan warna-warni yang Subhanalloh cantiknya. Adilkah ini? Apakah kita rela? Fisik kita rapi dan cantik tapi “jeroan”nya pada sakit. “Kupu-kupu itu mulanya adalah makhluk yang menjijikkan (siapa sih yang gak geli dan jijik ngeliat ulet?). pernah berkata. walaupun telah berpuasa sebulan panjangnya. Lengkap dengan berbagai jenis kue. Hanya sekedar usia yang makin bertambah. Ternyata kita ini belum bisa bersikap dewasa. Semoga Alloh terus membimbing kita untuk mencapai maqamamahmudah nan indah. “Apakah manusia yang berpuasa akan mendapatkan keindahan layaknya kupu-kupu?” Tentu anda bisa menjawabnya. Amiiin. Yang siapapun akan senang melihatnya. tapi nikmatnya iman tak jua mampu kita cicipi? Bila rumah kita indah karna warna dan interior yang serba baru namun hati dan perilaku kita masih dengan warna dan interior yang dulu. Seorang kawan saya. Betapa malunya kita yang tak bisa seindah kupu-kupu. tapi setelah ia berpuasa dan melewati masa kepompong makan ia berubah menjadi makhluk yang indah. Tapi sebenarnya bukan itu yang kita tuju. kusam. cerita teladan ( 355 ). Indah memang. Bukankah hati ini gersang? Lisan kita tetap mengumpat. lusuh dan tak terurus? Warna kusam yang semakin suram. Aurat kita terbungkus hijab serta baju baru sedang jiwa kita masih setia dg nafsu sebagai pakaiannya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Indahnya Berprasangka Baik <!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 <! [endif]--><!--[if gte mso 9]> <![endif]--> . cerita nasehat.kue lebaran masih banyak di meja. interior serba baru dan yang tentu tidak ketinggalan pakaian baru yang serba bagus. cat rumah yang baru.  erva kurniawan 1:06 am pada 13 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). kisah islami ( 268 ). mata kita masih saja liar dan nafsu masih menjadi nomor wahid? Perilaku kita masih semrawut. kisah teladan ( 352 ).

maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka.Dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah pabrik kecap dan sama-sama tekun belajar Islam. Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya. Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian. menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a. Suatu saat sang adik meninggal dunia. tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja. pekerjaan yang layak. sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul. Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya. Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna. . tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya. bila pergi mengaji. Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman. dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu. tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. hidupnya tetap sederhana. Allah mengabulkannya. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru pengakiannya. Allah mengabulkannya. sang Adik tidak ada perubahan sama sekali. Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu. Jaraknya sekitar 10km dari rumah peninggalan orangtua mereka. dan lain-lain. karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do’a-do’anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla. Sementara itu. Sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan seharihari semaksimal mungkin.

. dan lain-lain. Sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya. Suatu saat sang adik meninggal dunia. . kabulkanlah segala do’a kakak ku. dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu. tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. do’a untuk guru mereka. Jaraknya sekitar 10km dari rumah peninggalan orangtua mereka. do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya: “Ya. . Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. . Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman. sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul. do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya: “Ya. karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do’a-do’anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru pengakiannya. . Dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah pabrik kecap dan sama-sama tekun belajar Islam. Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a. sang Adik tidak ada perubahan sama sekali. Allah mengabulkannya. . Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Shalawat. Allah mengabulkannya. . Shalawat. Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu. Allah. Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya. bila pergi mengaji.Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Sementara itu. pekerjaan yang layak. hidupnya tetap sederhana. do’a untuk guru mereka. Allah. Ampunilah aku dan kakak ku. . Dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a. tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja.” Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya. diantaranya Al-fatehah. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian. diantaranya Al-fatehah. Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu. . Ampunilah aku dan kakak ku. Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya *** Dari Sahabat Indahnya Berprasangka Baik . tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu. bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat. Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna. maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka. menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a.

menyeru nama Allah lewat takbir.” Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya. Senyum kemenangan terukir diwajah-wajah perindu Ramadhan. Sementara itu. http://kepuncakmahligai. cerita teladan ( 355 ). menandai berakhirnya bulan penuh kemuliaan. kisah teladan ( 352 ). cerita nasehat. Satu persatu kaki-kaki melangkah menuju tanah lapang.com/  erva kurniawan 1:04 am pada 9 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). di hari itu segenap mata tak kuasa membendung airmata keharuan saat berlebaran. tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya *** Dari Sahabat • Sri Mulyati 3:45 pm pada 19 September 2010 Permalink izin share ya… • gadis nakal 1:43 am pada 1 Januari 2011 Permalink Benar tu bukan mudah untuk kita mendidik diri kita sentiasa berprasangka baik. langkah sepasang kaki terhenti oleh . kisah islami ( 268 ). hingga langit pun bersaksi. bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Cara Rasul Merayakan Idul Fitri Fajar 1 Syawal menyingsing. sambil berharap kembali meniti Ramadhan di tahun depan.kabulkanlah segala do’a kakak ku.

bahwa keceriaan hari kemenangan bolehlah diwarnai dengan penampilan yang lebih baik.sementara baju yang mereka kenakan sudah usang. setidaknya layak dipakai saat bersilaturahim dihari kemenangan itu. Dapatlah kita bayangkan betapa cerianya mereka saat berlebaran nanti mengenakan pakaian bagus itu. matanya masih menerawang tak menentu seperti mencari sesosok yang amat ia rindui kehadirannya di hari bahagia itu. Sekaligus mencerminkan betapa bahagianya kita menggapai sukses penuh arti selama satu bulan menjalani Ramadhan. Tak menoleh gadis kecil itu ke arah suara yang menyapanya. terbasuhlah sudah airmata. Tetapi ada cara berlebaran Rasulullah yang tak ikut kita budayakan. bagi kita sangat identik dengan pakaian bagus. ia menangis lantaran tak memiliki baju yang bagus untuk merayakan hari kemenangan. Muhammad Ayahmu. Nabi anak yatim yang senantiasa memuliakan anak yatim. “Maukah engkau. memakai pakaian baru sudah menjadi budaya. Mungkin budaya ini merujuk pada kisah di atas. dan Hasan serta Husain menjadi saudaramu?” Sadarlah gadis itu bahwa lelaki yang sejak tadi berdiri di hadapannya tak lain Muhammad Rasulullah SAW. tahu bagaimana menjadikan hari raya juga istimewa bagi anak-anak yatim. Rasulullah tak hanya berbaju bagus saat berlebaran.sesegukan gadis kecil di tepi jalan. Fatimah bibimu. seandainya Aisyah menjadi ibumu. bagi sebagian besar masyarakat kita. Anak-anak kita bangga menghitung celana dan baju yang baru saja kita belikan. bahwa Rasul pun memakai pakaian yang bagus dihari raya. dan beribu seorang Ummul Mukminin? Begitulah lelaki agung itu membuat seorang gadis kecil yang bersedih dihari raya kembali tersenyum. bahkan bagi sebagian orang. . Dapatkah kita bayangkan perasaan mereka berada di tengah-tengah riuh rendah keceriaan anak-anak lain berbaju baru. Lelaki agung itu. Tak ketinggalan sepatu dan sandal yang juga baru. Mampukah kita meniru cara Rasul berlebaran? Kalau kita mampu membeli beberapa stel pakaian untuk anak-anak kita. Tapi siapakah yang akan membelikan pakaian baru untuk anak-anak yatim? Tak ada Ayah atau Ibu yang akan mengajak mereka menyambangi pertokoan dan memilih pakaian yang mereka suka. Tidak sedikit uang yang dikeluarkan untuk menyambut lebaran. lelaki itu mendekap gadis kecil itu. yang diukir oleh Nabi anak yatim. Tak harus baru. Kebahagiaan 1 Syawal semestinya tak hanya milik anak-anak kita. Ali sebagai pamanmu. adakah sedikit yang tersisihkan dari rezeki yang kita dapat untuk membeli satu saja pakaian bagus untuk pantas dipakai oleh anak-anak yatim tetangga kita. shalawat dan salam baginya. Tak ada yang salah dengan budaya baju baru itu. tetapi juga mengajak seorang anak yatim ikut berbaju bagus. tak cukup satu stel pakaian baru disiapkan. ambil sisi positifnya saja. Lebaran. Barangkali. bahkan sudah menjadi budaya.” tutur gadis kecil itu menjawab tanya lelaki di hadapannya tentang Ayahnya. itu senyum terindah yang pernah tercipta dari seorang anak yatim. sehingga nampak tak berbeda dengan Hasan dan Husain. Baju baru bukan cuma fenomena. mengingat tradisi silaturahim berlebaran di Indonesia yang lebih dari satu hari. Lelaki agung itu. “Ayahku mati syahid dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah. Ternyata. Rasulullah membawa serta gadis itu ke rumahnya untuk diberikan pakaian bagus. Namun tak dapat dipungkiri. Seketika. “Gerangan apakah yang membuat engkau menangis anakku?” lembut menyapa suara itu menahan beberapa detik segukan sang gadis. hari istimewa itu juga milik mereka. yakni menceriakan anak yatim dengan memberikan pakaian yang lebih pantas dihari istimewa. Siapakah yang tak ingin berayahkan lelaki paling mulia.

Gerakan ini. salah seorang sahabat utama. sudah lama kita berpisah. Ia dirundung rindu. Akan indahlah dunia dengan berbagi. ikutilah! Gerakan LCR (Lebaran Cara Rasul). setidaknya Anda berkesempatan mengukir senyum anak-anak yatim. Dan Bilal bangun dari tidurnya dengan hati yang gulana. “Bilal. cerita nasehat. Setelah itu. Apalagi jika ada yang bekerja di media. bermimpi dalam tidurnya. cerita teladan ( 355 ). *** Sumber: Email dari Sahabat  erva kurniawan 1:31 am pada 6 September 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Note: Jika berkenan meneruskan tulisan ini ke berbagai milist dan komunitas.Maka.” demikian Rasulullah berkata dalam mimpi Bilal. atau punya akses ke berbagai media cetak maupun elektronik. kisah islami ( 268 ). Rasulullah. Maha Suci Allah. mimpi tersebut berakhir begitu saja. kisah teladan ( 352 ). Keesokan harinya. aku pun sudah teramat rindu ingin bertemu dan mencium harum aroma tubuhmu.” kata Bilal masih dalam mimpinya. aku rindu sekali kepadamu. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Suara Emas dari Ethiopia Bilal bin Rabah: Suara Emas dari Ethiopia Suatu malam. ia menceritakan . sehingga Gerakan LCR ini menjadi sebuah gerakan nasional. Dalam mimpinya itu. saya yakin sudah banyak yang melakukannya diberbagai tempat. Bilal bin Rabbah. “Ya. jauh sepeninggal Rasulullah. Bilal bertemu dengan Rasulullah. Namun jika lebih banyak lagi orang-orang beruntung seperti kita yang mau membudayakan LCR ini. akan lebih banyak senyum anak yatim yang tercipta dihari bahagia.

ia sangat mudah menerima hidayah saat Rasulullah berdakwah.” jawab Abu Bakar. beberapa saat setelah malaikat maut menjemput kekasih Allah. “Asyhadu anna Muhammadarrasulullah. hitam. Bilal adalah seorang keturunan Afrika. penduduk Madinah ingin menggenapkan kenangannya hari itu dengan mendengar adzan yang dikumandangkan Bilal.” perintah Abu Bakar.” bisik salah seorang dari mereka. Satu persatu kalimat adzan dikumandangkan sampai pada kalimat. tinggi dan besar.” pinta Bilal. begitulah Bilal. Meski ia sangat mudah menerima hidayah. Umayyah bin Khalaf. Seolah. namun hatinya. Tak terasa hampir semua penduduk Madinah meneteskan air mata. diharu biru oleh kenangan dengan nabi tercinta. Hari itu.mimpi tersebut pada salah seorang sahabat lainnya.” lanjut Bilal. Kenangan semasa Rasulullah masih bersama mereka kembali hadir.” kata Abu Bakar. Muhammad. Padahal Bilal sudah cukup lama tidak menjadi muadzin sejak Rasulullah tiada. seakan baru kemarin saja Rasulullah tiada. Jenazah Rasulullah. Seperti penampilan orang Afrika pada umumnya. Akhirnya. Tatkala. Bilal mengumandangkan adzan. seketika. Madinah seolah tercekat oleh berjuta memori. “Sungguh. Pada mulanya. salah seorang sahabat dekat Rasulullah. Satu persatu dari mereka sibuk sendiri dengan kenangannya bersama manusia mulia itu. Habasyah tepatnya. ia adalah budak seorang bangsawan Makkah. hampir seluruh penduduk Madinah tahu. adalah sepenggal kisah tentang Bilal bin Rabah. Menjelang senja. belum dimakamkan. Seperti yang kita tahu.” Tangis penduduk Madinah yang mengantar jenazah Rasulullah pecah. Meski Bilal adalah lelaki dengan kulit hitam pekat. dan Bilal mengumandangkan adzan. Dan Bilal menjawab perintah itu. Madinah benar-benar terbungkus rasa haru. Dan Bilal sama seperti mereka. insya Allah bak kapas yang tak bernoda. Kemudian setelah. ada sebuah kisah yang membuat Bilal menolak untuk mengumandangkan adzan setelah Rasulullah wafat. Seperti udara. maka aku akan mengumandangkan adzan. “Marhaban ya Rasulullah. Rasulullah telah dimakamkan. “Jika engkau dulu membebaskan demi kepentinganmu. suara Bilal terdengar. *** Di atas. Sebenarnya.” “Hanya demi Allah aku membebaskanmu Bilal. Antara hidup dan mati. “Maka biarkan aku memilih pilihanku. Seperti suara guntur yang hendak membelah langit Madinah. “Adzanlah wahai Bilal. setelah diminta dengan sedikit memaksa. Bilal pun menerima dan bersedia menjadi muadzin kali itu. Senjapun datang mengantar malam. “Kalau demikian. Waktu itu. maka biarkan aku menentukan pilihanku. Tak menunggu senja. penduduk Madinah seolah bersepakat meminta Bilal mengumandangkan adzan Maghrib jika tiba waktunya. aku tak ingin adzan untuk seorang pun sepeninggal Rasulullah. kisah mimpi Bilal segera memenuhi ruangan kosong di hampir seluruh penjuru kota Madinah. begitu kira-kira gambaran perjuangan Bilal bin Rabab. Abu Bakar meminta Bilal untuk adzan. ternyata ia menjadi salah seorang dari sekian banyak sahabat Rasulullah yang berjuang mempertahankan hidayahnya. Kini Habasyah biasa kita sebut dengan Ethiopia. terserah apa maumu. . semalam Bilal bermimpi ketemu dengan nabi junjungannya. Tapi jika demi Allah kau dulu membebaskan aku. Itulah sebabnya.

Rasulullah ingin mengetahui langsung. Saat itu. hatinya tak kuasa menahan kenangan manis bersama manusia tercinta. suatu ketika berkata. Subhanallah. nabi akhir zaman. hal itu tak menjadikan Bilal tinggi hati dan merasa lebih suci ketimbang yang lain. Ada satu riwayat yang membuktikan betapa Allah memberikan kedudukan yang mulai di sisi-Nya. Dan Abu Bakar dilindungi pula oleh sukunya.” “Ya. Meski demikian. ahad. Bilal. Tapi dengan tegarnya. lindungilah mereka. Umayyah pun menyerahkan Bilal pada pemuda-pemuda kafir berandalan. Palestin. Shuhaib. tapi tidak di mata Allah. Diarak berkeliling kota dengan berbagai siksaan sepanjang jalan. “Ya Rasulullah. aku mendengar gemerisik langkahmu di depanku di dalam surga. Sebagai ganjarannya. Ia seorang perantauan. Selain Allah tentunya. Bilal menjawab pertanyaan Rasulullah. Tak kurang dan tak lebih. terakhir melaksanakan tugasnya sebagai muadzin saat Umar bin Khattab menjabat sebagai khalifah. waktu shalat telah tiba dan Umar meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan sebagai tanda panggilan shalat. Amin. kasihanilah mereka dan berikanlah rahmatMu ke atas mereka. tak berhenti hanya dengan menyiksa Bilal saja. Dan di antara mereka. dengan itu kamu mendahului aku. “Wahai Bilal. suatu hari diketahui oleh sang majikan. Zurr bin Hubaisy. sang majikan. orang paling lemah saat itu adalah Bilal. tangis yang paling kencang dan keras adalah tangis Umar bin Khattab. Bilal bin Rabah.” Dengan wajah tersipu tapi tak bisa menyembunyikan raut bahagianya. Ammar bin Yasir dan keluarganya. Saat itu. Bisa dikata.” .” puluhan kali dari bibirnya yang mengeluarkan darah. ya Rabbal A’lamin. Dan itu. di antara para sahabat. budak belian pula. Bilal bin Rabah.” kata Rasulullah membenarkan. orang yang pertama kali menampakkan keislamannya adalah Rasulullah. Dalam posisi sosial. meski dalam strata sosial posisinya sangat lemah. Bilal dan Miqdad. Bilal telah mengangkat Allah sebagai penolong dan walinya. hidup sebatang kara. yang ada di sana menangis tak terkecuali. Afghanistan. Iraq. demikian tinggi derajat Bilal bin Rabah di sisi Allah. Kemudian setelah beliau. “Ya Allah. “Ahad. selamatkanlah umat Islam yg sedang sengsara di Lubnan. Ethiopia. Derita yang ditanggung Bilal bukan alang kepalang. Setiap malam aku mendengar gemerisikmu. Setelah puas hatinya menyiksa Bilal. ada Abu Bakar. Bilal disiksa dengan berbagai cara.Keislamannya. Peliharakanlah mereka. aku langsung berwudhu dan shalat sunnah dua rakaat. Rasulullah dilindungi oleh paman beliau. setiap kali aku berhadats. menjadi adzan terakhir yang dikumandangan Bilal. Bilal pun naik ke atas menara dan bergemalah suaranya. Tapi itu tidak membuatnya merasa lemah atau tak berdaya. itu lebih cukup dari segalanya. Bilal mengucap. Suatu hari Rasulullah memanggil Bilal untuk menghadap. amal kebajikan apa yang menjadikan Bilal mendahului berjalan masuk surga ketimbang Rasulullah. Dalam lubuk hati kecilnya. bahwa ia adalah budak belian dari Habasya. Bilal masih menganggap. tak ada yang membela. Umayyah bin Khalaf. Chechnya serta diseluruh pelosok dunia akibat dari angkara mungkar dan kekejaman musuh-musuh Mu. Sampai datang padanya Abu Bakar yang membebaskannya dengan sejumlah uang tebusan. Bilal sudah bermukim di Syiria dan Umar mengunjunginya. Semua sahabat Rasulullah. Bilal bin Rabah termasuk orang yang pilih tanding dalam mempertahankan agamanya.

Ya. Aku hendak berapologi pada diriku sendiri. kisah islami ( 268 ). Aku membuka hadits ini lagi.) . kisah teladan ( 352 ). mushaf itu tetap diam disamping bantal. cerita nasehat. Aku tertidur sekitar 3. Bukan untuk memperturutkan rasa dan emosi serta mengalahkan rasio yang wajar.*** Dari Sahabat • ahmad masum 2:45 am pada 9 Januari 2011 Permalink terima kasih atas ilmuya….20 malam… Kecurian. ”Orang yang cerdas adalah orang yang merendahkan dirinya dan berbuat untuk masa setelah mati.Jam menunjukkan pukul 21. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Izinkan Aku Menangis eramuslim . Namun. cerita teladan ( 355 ). Al Qur’anku belum selesai. Meski… jebol juga tanggul itu. Seingatku aku sedang kejarkejaran dengan waktu di etape sulit ini. Tapi entah mengapa.5 jam setelah berbuka puasa petang tadi.saya jadi menambah wawasan……  erva kurniawan 1:09 am pada 30 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Orang yang lemah adalah yang memperturutkan hawa nafsunya dan berharap (banyak) pada Allah”.Turmuzi. Kelelahan fisik dan kepenatan pikiran. aku malu untuk menumpahkan air mata. (HR. dari riwayat Syaddad bin Aus ra. Kegundahan apakah ini? Kekhawatiran apakah ini? Kecemasan apa lagi? Mengapa pelupuk mataku panas. dekat kepalaku? Aku menyerah lagi. air mata bening itu hanya boleh kutunjukkan pada-Nya.

Ya. Masih juga mengoleksi berita-berita tak bernilai. Namun. Aku hanya boleh bertanya. pengharapan yang lemah yang kalah oleh nafsu. Konsentrasi di babak ini seringkali buyar. aku menjadi sang jawara. Aku tak pernah tahu. aku malu untuk berharap demikian. Benar. Masih ada pertanyaan sikap dan prasangka buruk. Kedai sebelah rumah masih ramai. Aku dibangunkan teriakan itu. Alhamdulillah Allah memberi kekuatan untuk mengungkapkannya. Sebagaimana aku mengandaikan bidadari surga. Juga madu dan jus mangga. Sebagaimana aku berharap menikmati seteguk susu dari aliran sungai di surga-Nya. Dan aku telah mencintai dunia itu. Masih juga bersemanyam ketersinggungan dan gerutu ketidakpuasan. tidakkah malu aku membandingkan pengaharapanku dengan kelemahan diriku menghadapi diri sendiri. Atau suara-suara dari rumah-Nya yang dipenuhi isakan harapan hamba-hamba-Nya yang berlomba memburu seribu keberkahan dan sejuta pengampunan. Masih tersisa kedengkian. .Jika kebodohan (tidak cerdas) tidaklah berakibat kepada kemurkaan Allah? Dan ternyata pengharapan pada-Nya saja tak cukup. Aku pandangi lama-lama refleksi kegundahan itu. Namun. misalnya. Khalid bin Walid pun yang sangat pemberani akhirnya menutup harinya di atas pembaringan. Harapan tanpa kekuatan itu disabdakan Rasulullah Saw. Atau suara siapa saja yang menembus gendang telinga ini. semua menjadi misteri yang tak terjawab. Masih saja melafazkan katakata tak bermakna. Sering menyerah pada diri sendiri di tengah komitmen hendak berbuat. Apakah ia takkan cemburu dan marah dengan pandangan khianatku pada hal-hal yang tak seharusnya kulihat. Sementara hidupku dipenuhi ambisi dan obsesi yang penuh dengan tabungan materi dan memegahkan istana duniaku. Masih ada pandangan mata khianat. jarum jam diputar. Mampukah aku menjadi yang terbaik diantara sekian juta para pemburu satu cinta. Mengapa tidak suara Syeikh Masyari Rasyid yang melantunkan surat al Qiyamah. klub kebanggaan mereka sedang berlaga. Aku boleh berharap banyak untuk menjadi sang pemenang. Sudah berapakah aku menabung untuk itu. Sebagaimana aku boleh berharap di penghujung hari pembekalan ini. Selain itu hanya kesunyian. Sekali lagi. Jika saja aku boleh berandai. Aku membuka genggaman tangan kiriku. Namun. Atau senyuman malaikat yang menyaksikan bocah-bocah kecil yang menahan kantuk berdiri sambil memegangi mushaf kecil dipojok-pojok masjid. Aku terduduk lemas. Sebagaimana aku juga boleh berharap menutup hariku di dunia dengan syahadah di jalan-Nya. mampukah aku sampai di penghujungnya. Sebagaimana aku berharap istana megah setelah matiku. Toh. sejuta pengampunan dan seribu keberkahan? Aku malu menanyakannya pada diriku sendiri. tinggal itulah hitungan hari-hari pembekalan tahun ini. Mengapa aku lemah? Jika saja ini bukan di etape final. Masih ada ketajaman lidah yang melukai hati. Meski dunia sekelilingku ramai dengan hiruk pikuk malam. Ya. Lantas. kemudian kujawab sendiri. Coffee shop masih dipenuhi orang yang asyik menonton el Ahli–mungkin–. apa makna tengadahan tangan di tengah malam yang diiringi isak pengharapan. sebagai kelemahan. melantunkan suara pengharapan yang kuat yang bisa menembus langit-Nya. Aku lalai mengumpulkan “dana” untuk membelinya. agamaku melarang pengandaian. Lantas.

Khayalanku dipenuhi pengaharapan. Ya Allah aku ingin mengeluarkan air mata ini untuk-Mu. jangan Kau murkai hamba ini ya Allah. Amin. cinta dunia. kisah teladan ( 352 ). Tergesa-gesa. kini aku jauh tertinggal. *** Oleh: Saiful Bahri  erva kurniawan 1:53 am pada 27 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Ada cinta lain yang menyesak hendak menggeser kemuliaan itu. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . Karena tumpukan-tumpukan egoisme. Menanggalkan kecintaan dunia yang berlebihan dengan qanaah dan tawadhu’. Cinta. cerita nasehat. Mata. hati nurani dan bahan bakar ketelitian serta nasihat orang-orang shalih. tangan… semua menolak untuk diajak menggapai cinta-Nya. Aku masih harus melewati tikungan tajam lainnya. Hamba masih terus berharap pembebasan dari murka-Mu di hari-hari pembebasan ini. menjelaskan karakteristik bulan pembekalan ini. Entah berapa tahun. Akibatnya seluruh organ tubuhku lemah. Putaran roda keinginan tersebut trrgelincir oleh kerikil kecil bernama kelalaian. Juga nama kedua orang tua hamba. mulut. Namun. cerita teladan ( 355 ). Etape final ini banyak tikungan tajam. para guru hamba. hari atau bahkan hitungan detik aku masih bisa melihatnya di toko buah-buahan di sebelah rumahku. Karena aku masih bersama orang-orang baik bahkan mereka ada di depanku. kecerobohan. Jangan-jangan karena kesalahanku. “… dan sepertiga terakhirnya adalah pembebasan dari api neraka. Jika demikian. kaki. Karena tumpukan-tumpukan kotoran buruk sangka. saudara-saudara hamba serta siapa saja yang mempunyai hak atas hamba. Tapi aku masih bisa berharap untuk menjadi baik. aku tak mampu. Tapi aku terlalu terpana oleh keindahannya yang sementara. Air bening itu tersendat. hatiku disesaki kelemahan. Karena tumpukan-tumpukan doa-doa yang kosong. Meski aku tahu. Ada beberapa materi terakhir di ujian final ini: menanggalkan kesombongan dan ingin dipuji serta disanjung berlebihan. rasionalisasi kesalahan. Aku belum bisa menjadi yang terbaik. Karena tumpukan-tumpukan gerutu. jadikanlah nama hamba ada dalam daftar pembebasan itu. Dan aku terjatuh. orangorang terbaik itu.Sebagaimana aku tetap berharap ingin terus mencicipi delima merah dan jeruk sankis serta buah khukh di masa setelah kefanaan ini. kisah islami ( 268 ). Alhamdulillah. Ya Allah. Terkunci oleh hawa nafsu. buruk sangka. Namun. bulan. aku masih punya bekal. aku masih bisa bangkit meneruskan perjalanan. Aku memaknai keterlaluan yang fatal ini dengan sikap yang tidak seimbang. Namun.” demikian Rasulullah Saw. Tiba-tiba aku ingin menangis. Aku khawatir kesulitan ini tersendat karena kemurkaan-Mu. telinga. keluarga hamba. Dan tikungan tajam yang paling membahayakan di akhir etape ini adalah: menduakan cinta-Nya.

saat saya tengah memasak makan malam. merah muda.” Seketika aku merasa malu. juga saya. sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang.” “Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu. Ketika saya berbalik. “Bangun. “Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal. hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya. Pada hari itu juga. dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu. “Anakku. “Oh. Aku tahu Ibu akan menyukainya.Kata-Kata Kasar. ketika kesopanan kamu gunakan. engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu.” Orang tidak dikenal itu. Coba lihat ke lantai dapur. Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat.” . dan sekarang air mataku mulai menetes. bangun. “Maafkan saya juga. lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi. Saya tidak melihat Anda. maafkan saya” adalah reaksi saya. tetapi anak-anak yang engkau kasihi. kuning dan biru. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.” kata saya dengan marah. terutama yang berwarna biru. Ketika saya berbaring di tempat tidur. “Minggir. nak. “Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?” Ia tersenyum. dengan halus Tuhan berbicara padaku. Ia pergi.” kataku. hampir saja saya membuatnya jatuh. Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu. Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi.” Aku berkata. Namun cerita lainnya terjadi di rumah. “ “Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. berlaku sangat sopan. Ia berkata. anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. ” Aku menemukannya jatuh dari pohon. tua dan muda. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu.

Terima kasih • azzen noury 9:45 am pada 8 September 2010 Permalink Siiip…cerita yang patut utk direnungkan  erva kurniawan 2:53 am pada 24 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). bukan? Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas? Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA? Dalam bahasa Inggris. Mari kita renungkan. “Oh. (Y)OU Teruskan cerita ini kepada orang-orang yang kau pedulikan. cerita nasehat. (L)OVE.” Aku pun membalas. kisah islami ( 268 ). diterjemahkan dari : HARSH WORDS Everything is free Semoga menjadikan renungan yang bermanfaat.Si kecilku berkata. kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri. Saya telah melakukannya. suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana. cerita teladan ( 355 ). aku mencintaimu juga.” Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok. KELUARGA = FAMILY. Semoga berkenan mengunjungi blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis. *** Dari milis. FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER. tidak apa-apa. • sempulur 2:00 am pada 27 Agustus 2010 Permalink Sekedar ingin mengucapkan salam kenal dari komunitas keluarga miskin. apalagi yang biru. perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka. kumpulan kisah teladan ( 284 ) . kisah teladan ( 352 ). Ibu. “Anakku. (I). Aku tetap mencintaimu. dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini.

Kelahiran Albany. ternyata dia hanyalah seseorang yang baru menemukan Islam lewat internet (beberapa website Islam). 13 Juli 2006. Ketika saya tanyakan apakah suaminya tahu keinginannya tersebut? Dia menjawab: “yes. barangkali dari negara Balkan. Bosnia atau Kosovo. and he is very much hostile to my intention“. dan kini secara bulat berniat untuk memeluk agama. “Apa hukumnya seorang Muslimah bersuamikan non Muslim? Dan apakah seorang wanita yang bersuamikan non Muslim bisa diterima menjadi Muslimah? Tentu saja saya terkejut dengan pertanyaan itu.Saya Beri Dia Waktu 3 Bulan Pagi hari Kamis lalu. Dengan pakaian Muslimah yang rapi. I am willing to embrace Islam now. I am a wife of a non Muslim”. Maka dengan berat tapi cukup berani dia katakan: “I’ve learned Islam and I am sure this is the right way for me. Jessica menjawab: “I am very much interested in Islam. I have learned it many months“. Diapun baru menikah dengan suaminya sekitar 4 bulan yang lalu. Setelah berta’aruf lebih dekat barulah saya bertanya kepadanya: “Kenapa anda menanyakan tentang boleh tidaknya seorang Muslimah bersuamikan non Muslim? Dan kenapa pula Anda tanyakan apa diterima seorang wanita masuk ke dalam agama Islam jika bersuamikan non Muslim?” Dengan sedikit grogi atau malu. the right way for her. dia memulai percakapan dengan bertanya. yang menurutnya. Tapi setelah saya tanya. nampak seperti santri bule duduk menunggu kedatangan saya di Islamic Center New York. Wanita muda itu bernama Jessica Mendosa. Saya kemudian memotong: “Where did you learn Islam?” Dia menjawab: “throughn the internet (Islamic websites)“. Dengan sedikit malu dan menundukkan muka. But I’ve a problem. Saya kemudian menanyakan apa hubungan antara keingin tahuan dia tantang Islam dan seorang wanita bersuamikan non Muslim. seorang wanita mudah berusia 24 tahun datang ke Islamic Cultural Center of New York. . ibukota negara bagian New York dan kini tinggal di kota New York (New York City) sebagai mahasiswi di salah satu universitas di kota ini. Mulanya saya mengira bahwa sang wanita yang duduk di hadapan saya ini adalah seorang Muslimah.

Ketika saya sampai kepada permasalahan pasangan suami isteri itulah. If he doesn’t want to follow my way. Untuk itu. Saya justru menjelaskan kepadanya pokok-pokok keimanan dan Islam. ketika anda sudah yakin bahwa inilah jalan hidup yang benar untuk anda ikuti. termasuk urgensi membangun rumah tangga yang Islami dalam rangka menjaga generasi Muslim masa depan. Bahkan menurutnya: “Nothing should prevent me to convert to Islam“. Jessica memberanikan diri menyelah: “But I am still in love with my husband whom I married to just 4 months ago” Saya juga terkejut dan kasihan dengan Jessica. katanya tanpa ragu. serta yang paling penting adalah pengalaman-pengalaman mengislamkan selama ini. saya sampaikan kepada Jessica: “You may embrace Islam. But this is the rule and I have to tell you about it”.Saya tidak langsung menjawab pertanyaannya karena saya yakin dia masih mencintai suami yang baru menikahinya sekitar 4 bulan silam. Saya katakan. Dengan penjelasan terakhir ini Jessica nampak cerah. Dan penerimaan inilah yang merupakan inti dari keislaman itu sendiri. hingga kepada masalah-masalah mu’amalah. Pada akhirnya. maka jangan sampai hal ini tersia-siakan. dan dengan tegas mengatakan: “I’ll give him a chance in 3 months. setelah mempertimbangkan berbagai pertimbangan yang terkait. tapi diserta dengan berbagai argumentasi “aqliyah” (rasional) sehingga dapat meyakinkan Jessica dalam hal ini. khususnya makna berislam itu sendiri. Saya ikut merasakan dilema yang dihadapinya. dengan hanya disaksikan dua orang Brothers. Penjelasan saya tentunya tidak bertumpu kepada nash atau berbagai opini ulama. Jessica Mendosa mendeklarasikan: “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah”. mau tidak mau. dari masalah-masalah akidah. I will ask for a divorce“. dengan diiriingi airmata. Allahu Akbar wa lillah alhamd! . Oleh karena Islamic Center memang masih sepi. Saya kemudian menjelaskan perihal hukum nikah dalam Islam dan berbagai hal yang terkait. “Islam is not only a bunch of ritual teachings. Saya katakan: “Hopefully people will not perceive that Islam separates between husbands and wives. Dalam hal ini seseorang yang mengimani ajaran Islam dan dengan kesadarannya memeluk Islam berarti bersedia mengikuti ajaran-ajaran atau aturan-aturan yang mengikat. Bahwa menerima Islam berarti bersedia menerima segala konsekwensi dari setiap hal yang terkait dengan ajarannya. baik berdasarkan “masalih al mursalah” (manfaat-manfaat yang terkait) maupun realita-realita kehidupan di Amerika. it’s a code of life. harus terjadi kompromi. Hatinya telah mantap untuk menjadi Muslimah. Hampir tak pernah bergerak mendengarkan penjelasan-penjelasan mengenai berbagai hal. termasuk persyaratan bagi wanita Muslim untuk menikah hanya dengan pria Muslim. Tanpa terasa airmatanya nampak menetes. But you have to find any possible way to convince your husband that you are not allowed to maintain this marriage if he insists to oppose Islam”. ibadah.” jelasku. Nampaknya Jessica mendengarkan penjelasan itu dengan seksama. Namun di satu sisi saya perlu tegaskan bahwa sebagai Muslimah jika tetap bersuamikan non Muslim maka itu adalah sebuah pelanggaran terhadap hukum Islam.

Sayang saya belum sempat menanyakan perihal suaminya!. Jessica hadir di kelas itu seperti seorang Muslim yang telah lama mempelajari agama ini. “Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan. kisah islami ( 268 ). *** Oleh: M. cerita nasehat. Saya terkejut. Jessica telah resmi bergabung dengan kelas khusus yang dirancang untuk para muallaf “The Islamic Forum for new Muslims” di Islamic Cultural Center. Syamsi Ali. Cerita dari India Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran.Sabtu kemarin. kisah teladan ( 352 ). 17 Juli 2006 Jessica. .” Aku taruh Koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya. air matanya banjir didepannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam / yogurt (nasi khas India / curd rice). New York. Tampak ketakutan. Allah bless and further guide you! • Sri Mulyati 4:27 pm pada 19 September 2010 Permalink izin copi ya…  erva kurniawan 1:32 am pada 22 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). cerita teladan ( 355 ). namanya Sindu. Bersemangat menjawab setiap ada hal yang dipertanyakan oleh muallaf lainnya. kumpulan kisah teladan ( 284 ) Pelajaran Dari Seorang Anak.

“Betul nih ayah? Yah pasti”. Aku mengambil mangkok dan berkata.” . istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. janji”. Setelah Sindu melewati penderitaannya. Aku sedikit khawatir dan berkata. tidak ada ‘yah. Aku coba memohon kepada Sindu. istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi. bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi. “Tidak”. Sindu tidak minta barang-barang mahal kok. Aku menjawab. tidak mungkin. Agak ragu-ragu sejenak. kata istriku. Dan semua perhatian (aku.” Secara serentak istri dan ibuku berkata. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita.” Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. “Iya. “Janji kita harus ditepati. “Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya. tak ada keinginan lain kata Sindu.” Sindu dengan menangis berkata. maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak. Sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.” Sindu menjawab. Aku coba membujuk.Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. “Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami. dia terlalu banyak nonton TV. mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect”. bahkan nyawa anaknya sendiri. “Oh pasti sayang. harta / kekuasaannya.” Sindu tanya sekali lagi. Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama. “Boleh ayah akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok tapi semuanya akan saya habiskan. Ibu dan istriku msh kuno. Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita. dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri.” Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku. “Sindu jangan minta komputer atau barang-barang lain yang mahal yah. demi ayah. dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu” Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. karena ayah saat ini tidak punya uang. seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta. “Kalau kita menjilat ludah sendiri. “Sindu sayang. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin / dibotakin pada hari Minggu. Istriku spontan berkata permintaan gila. jawabku.. “Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak. Sindu permintaanmu akan kami penuhi.” “Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?”. tapi saya akan minta . Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata. nanti ibumu akan teriak-teriak sama ayah.”. “Apakah kamu sudah gila?”. kenapa ayah sekarang mau menjilat ludah sendiri?” Sindu melanjutkan “Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral. “…akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Tapi Sindu tetap dengan pilihannya. “Jangan khawatir. dia mendekatiku dengan mata penuh harap. anak perempuan dibotakin.

benar-benar hebat. serta orang-orang yang memerlukannya. sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. cerita nasehat. karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek / dihina oleh teman2 sekelasnya. Yang mengejuntukanku ternyata. adalah anak saya. dia menderita kanker leukemia. wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. Sindu.” “Nah Minggu lalu Sindu datang kerumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak.Dengan kepala botak. cerita teladan ( 355 ). Hari Senin. kisah teladan ( 352 ). aku mengantarnya ke sekolah. “Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah. Aku berpikir mungkin “botak” model jaman sekarang. Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang kasih. Aku berdiri terpaku dan aku menangis. menangis tersedu-sedu. Harish.” Wanita itu berhenti sejenak. Anak laki-laki yang jalan bersama-sama dia sekarang. hanya saya betul-betul tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. *** Dari milis siar islam  erva kurniawan 8:48 am pada 18 Agustus 2010 Permalink | Balas Tags: cerita islami ( 282 ). Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia. kepala anak laki-laki itu botak. anak-anak yatim.” Lanjut Ibu tersebut. “Anak anda. Sindu tolong tunggu saya. sedekah ( 8 ) Sedekah Diantara sunnah puasa adalah memperbanyak sedekah selama bulan Ramadhan dalam rangka membantu fakir miskin. kumpulan kisah teladan ( 284 ). . kisah islami ( 268 ).

w. sandal dan lain-lain yang dapat menyelamatkan tangan kiriku dari bakaran siksa api neraka” jawab sang Ibu. . puasa. kain bekas ini adalah sesuatu yang pernah kusedekahkan selama hidup didunia. “Sedekah itu dapat menghindarkan seseorang dari panas kubur. mengapa hal ini terjadi. zakat dan ibadah-ibadah lainnya?” Sang Ibu menjawab. Thabrani) “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun sedekah separuh dari biji kurma. “wahai Ibu. dan seorang pada hari kiamat hanya bernaung dibawah naungan sedekahnya”. Thabrani) Juga sebagai pelepas dari siksa api neraka. seraya bercerita. Wahai Ali! Sedekah secara sembunyi-sembunyi dapat merekam murka Allah. ternyata tangan kirinya memegang sehelai kain bekas” Kemudian aku bertanya.Rasulullah mengajarkan. “Sedekah itu dapat menolak mati dalam keadaan yang tidak baik”. karena bencana tidak dapat melangkah mendahului sedekah. (HR. “Ya rasul. meja. “Bersedekahlah kamu. Setelah kuteliti secara cermat. Keutamaan sedekah memang sering diwasiatkan Rasul kepada ummatnya. kursi. bahwa sedekah yang paling utama. serta dapat menarik keberkahan dan rezeki sebanyak mungkin”. ibuku disiksa di dalam api neraka. sesobek kain yang biasa kupakai untuk membersihkan perabot-perobot rumah tangga seperti piring. (HR. yaitu dengan sepatah kata yang baik” (HR Bukhari Muslim) ** Dikisahkan oleh Aisyah. sedang tangan kirinya tidak terlalap oleh si jago merah. gelas. sepatu. Orang yang bersedekah dapat terhindar dari Mati Suul Katimah. karena sedekah dapat menolak kejahatan dari dirimu. karena sedekah itu sebagai pelepasmu dari api neraka” (HR. suatu waktu datanglah seorang wanita menghadap Rasulullah s. “Wahai anakku! Selama hidup didunia.” (HR. sedang ibu rajin shalat. Qudha-I) Dapat menghindarkan dari panas kubur. “Seutama-utama sedekah adalah sedekah dibulan Ramadhan. kulihat dalam mimpiku. Dan di neraka inilah memang tempat penyiksaan bagi orang2 yang bakhil” “Mengapa tangan Ibu yang memegang sehelai kain bekas tidak terlalap api?” “Ketahuilah. “Wahai Ali! Janganlah kamu abaikan sedekah. Segeralah bersedekah. aku termasuk wanita bakhil yang enggan bersedekah. Hal ini merujuk sebuah hadits. Ya. yaitu sedekah dibulan Ramadhan.a. teringatlah kita pada wasiat Rasulullah kepada putra menantunya yang bernama Ali bin Abu Thalib. Turmudzi) Berbicara masalah keutamaan sedekah. maka jika tidak dapat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful