P. 1
Artemia Salina

Artemia Salina

|Views: 64|Likes:
Published by Cempaka Kusuma Dewi
MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR

Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat

forum diskusi

direktori

koleksi hobiis

profil hobiis

online store

UTAMA
Tentang O-Fish Kualitas Air Ham a/Penyakit Filter Akuarium /Tank Direktori Ikan dan Tanam an Um um dan Spesies Pakan Ikan Aquascaping Berrbagai Masalah dan Pem ecahannya O-Fish Hom e

Artemia Salina (BRINE SHRIMP)
Artemia merupakan kelompok udang-udangan dari phylum ARTIKEL Arthopoda. Mereka berkerabat dekat dengan zooplankton lain Artem
MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR

Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat

forum diskusi

direktori

koleksi hobiis

profil hobiis

online store

UTAMA
Tentang O-Fish Kualitas Air Ham a/Penyakit Filter Akuarium /Tank Direktori Ikan dan Tanam an Um um dan Spesies Pakan Ikan Aquascaping Berrbagai Masalah dan Pem ecahannya O-Fish Hom e

Artemia Salina (BRINE SHRIMP)
Artemia merupakan kelompok udang-udangan dari phylum ARTIKEL Arthopoda. Mereka berkerabat dekat dengan zooplankton lain Artem

More info:

Published by: Cempaka Kusuma Dewi on May 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2012

pdf

text

original

MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR

Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat

forum diskusi

direktori

koleksi hobiis

profil hobiis

online store

UTAMA
Tentang O-Fish Kualitas Air Ham a/Penyakit Filter Akuarium /Tank Direktori Ikan dan Tanam an Um um dan Spesies Pakan Ikan Aquascaping Berrbagai Masalah dan Pem ecahannya O-Fish Hom e

Artemia Salina (BRINE SHRIMP)
Artemia merupakan kelompok udang-udangan dari phylum ARTIKEL Arthopoda. Mereka berkerabat dekat dengan zooplankton lain Artem ia seperti copepode dan daphnia (kutu air). Artemia hidup di Daphnia (kutu air) danau-danau garam (berair asin) yang ada di seluruh dunia. Ulat Hongkong Udang ini toleran terhadap selang salinitas yang sangat luas, Astaxanthin Bloodw orm mulai dari nyaris tawar hingga jenuh garam. Secara alamiah Kebutuhan Nutrisi Ikan salinitas danau dimana mereka hidup sangat bervariasi, Lum bricus rubellus tergantung pada jumlah hujan dan penguapan yang terjadi. Resep "Beef Heart" Apabila kadar garam kurang dari 6 % telur artemia akan Pengalam an Kultur Kutu Air tenggelam sehingga telur tidak bisa menetas, hal ini biasanya Cacing Tanah terjadi apabila air tawar banyak masuk kedalam danau Infusoria dimusim penghujan. Sedangkan apabila kadar garam lebih dari Microw orm 25% telur akan tetap berada dalam kondisi tersuspensi, Param ecium sehingga dapat menetas dengan normal.

SPECIAL VIEW
Akuarium Laut Arw ana Cupang Hias DIscus Dunia Cichlid Lobster Air Taw ar Louhan Maskoki Info Karantina Info Perundangan

ARTIKEL TERBARU
Jam ur pada Telur (updated) Perbanyakan Tanam an Bak Overflow (updated) Lepidocepalus therm alis Aplocheilus Panchax Protein Skim m er Busuk Sirip Kutu Jarum

Gam bar 1. Artemia salina

Gam bar 2. Kista Artemia

Kista tertua artemia pernah ditemukan oleh suatu perusahan pemboran yang bekerja disekitar Danau "Salt Great". Kista tersebut diduga berusia sekitar lebih dari 10000 tahun (berdasarkan metoda "carbon dating"). Setelah diuji, ternyata kista-kista tersebut masih bisa menetas walaupun usianya telah lebih dari 10000 tahun.

Siklus Hidup
Siklus hidup artemia bisa dimulai dari saat menetasnya kista atau telur. Setelah 15 - 20 jam pada suhu 25°C kista akan menetas manjadi embrio. Dalam waktu beberapa jam embrio ini masih akan tetap menempel pada kulit kista. Pada fase ini embrio akan menyelesaikan perkembangannya kemudian berubah menjadi naupli yang sudah akan bisa berenang bebas.

dan mereka dapat hidup dalam air tawar salama 5 jam sebelum akhirnya mati.berubah menjadi naupli yang sudah akan bisa berenang bebas. Artemia dewasa toleran terhadap selang suhu -18 hingga 40 ° C. Kista akan terbentuk apabila lingkungannya berubah menjadi sangat salin dan bahan pakana sangat kurang dengan fluktuasi oksigen sangat tinggi antara siang dan malam hari. cahaya dan oksigen. Pada kondisi demikian biomasnya akan mencapi 500 kali dibandingakan biomas pada fase naupli. dan detritus organik lainnya. Variable lain yang penting adalah pH. bakteri. Cahaya minimal diperlukan dalam proses penetasan dan akan sangat menguntungkan bagi pertumbuhan . Pada awalnya naupli akan berwarna orange kecoklatan akibat masih mengandung kuning telur. Dalam fase ini mereka akan mulai makan. Naupli akan berganti kulit sebanyak 15 kali sebelum menjadi dewasa dalam waktu 8 hari. karena mulut dan anusnya belum terbentuk dengan sempurna.35 ppt. Meskipun demikian hal ini akan ditentukan oleh strain masing-masing. Selama masa hidupnya (sekitar 50 hari) mereka bisa memproduksi naupli rata-rata sebanyak 10 -11 kali. Artemia yang baru menetas tidak akan makan. dengan pakan berupa mikro alga. meskipun demikian pada kondisi yang tepat mereka dapat mencapai ukuran sampai dengan 20 mm. Setelah 12 jam menetas mereka akan ganti kulit dan memasuki tahap larva kedua. pH dengan selang 8-9 merupakan selang yang paling baik. Gam bar 3. Artemia menghendaki kadar salinitas antara 30 . Siklus Hidup Artemia Dalam tingkat salinitas rendah dan dengan pakan yang optimal. Pada dasarnya mereka tidak akan peduli (tidak pemilih) jenis pakan yang dikonsumsinya selama bahan tersebut tersedia diair dengan ukuran yang sesuai. sedangkan pH di bawah 5 atau lebih tinggi dari 10 dapat membunuh Artemia. betina Artemia bisa mengahasilkan naupli sebanyak 75 ekor perhari. Artemia dewasa bisa hidup selama 3 bulan dan memproduksi nauplii atau kista sebanyak 300 ekor(butir) per 4 hari. Dalam kondisi super ideal. Artemia dewasa rata-rata berukuran sekitar 8 mm. Sedangkan tempertur optimal untuk penetasan kista dan pertubuhan adalah 25 .30 ° C.

Aerasi yang cukup. Kadar oksigen harus dijaga dengan baik untuk pertumbuhan Artemia.penetasan dan akan sangat menguntungkan bagi pertumbuhan mereka. Untuk buffer *bisa ditambahkan magnesium sulfate (20 % konsentrasi) atau 1/2 sendok teh per liter air. Dan kalaupun tidak berhasil "menetas". Pemanenan paling mudah dilakukan dengan cara di siphon. Untuk mempermudah "pemanenan" penetasan bisa dilakukan dalam akuarium berbentuk prisma terbalik. jamur dll. atau apabila salintas meningkat. Dekapsulisasi Dekapsulisasi merupakan suatu proses untuk menghilangkan lapisan terluar dari kista artemia yang "keras" (korion). artemia akan memakan bakteria. detritus. Penetasan Kista Artemia Kista artemia dapat ditetaskan secara optimal. apabila saratsarat yang diperlukannya dapat dipenuhi. Apabila keadaan ini terus berlanjut mereka akan mulai memproduksi kista. Dekapsulisasi dapat meningkatkan peresentase keberhasilan sampai dengan 10%.. Pada kondisi yang ideal seperti ini. Disarankan untuk memberikan sinar selama penetasan untuk merangsang proses. Beberapa syarat tersebut adalah: Salinitas antara 20-30 ppt (parts per thousand) atau 1-2 sendok teh garam per liter air tawar. dan air banyak mengandung bahan organik. Artemia akan tumbuh dan beranak-pinak dengan cepat. apabila pH drop dibawah 7. atau berdasarkan prinsip "kamar gelap dan terang". kista yang telah didekapsulisasi masih bisa diberikan kepada ikan/burayak dengan aman. Bahan yang diperlukan adalah larutan pemutih/bleaching agent (natrium hipoklorit) 12. Artemia akan berwarna kuning atau merah jambu.5%. Warna ini bisa berubah menjadi kehijauan apabila mereka banyak mengkonsumsi mikro algae. Sebelumnya dapat dilakukan proses dekapsulisasi untuk melunakan cangkang. karena korionnya sudah hilang. Proses ini setidaknya akan mempermudah "bayi" artemia untuk keluar dari "sarang"nya. .0 dapat ditambahkan soda kue untuk menaikkan pH. sehingga akan dapat dicerna dengan mudah. dan sel-sel kamir (yeast). Untuk ilustrasi berikut saya berikan contoh cara untuk melakukan dekapsulisasi kista artemia sebanyak 5 gram. Apabila kadar oksigen dalam air rendah. Suhu air 26 . Pada kondisi demikian mereka akan memproduksi hemoglobin sehingga tampak berwarna merah atau orange. Lampu standar grow-lite sudah cukup untuk keperluan hidup Artemia. Penetasan dapat dilakukan pada semua jenis wadah. Disamping itu proses ini juga sekaligus merupakan proses disinfeksi terhadap kontaminan seperti bakteri.0 atau lebih. untuk menjaga oksigen terlarut sekitar 3 ppm pH 8. Dengan suplai oksigen yang baik. Kepadatan sekitar 2 gram per liter. Sehingga suplai Artemia untuk ikan yang kita pelihara bisa terus berlanjut secara kontinyu.28 °C. pastikan konsentrasi dan kemungkinan adanya kandungan bahan lain. Kalau anda menggunakan produk komersial.

beri aerasi. hingga kista tersebut mengalami hidrasi dengan baik. dan biarkan selama 1-2 jam. All Rights Reserved Ke cuali dise butk an de ngan je las. kista perlu didehidarsi kembali dengan menggunakan larutan garam 30%. Copyright 2002-2012© O-FISH. se luruh tulisan. Kista sekarang siap ditetaskan atau bisa disimpan dalam kulkas untuk selama 1 minggu. kista dapat disimpan dalam kulkas untuk selama 2-3 bulan. ilustrasi dan foto pada situs we b ini dibuat ole h W ahyu Purwak usum a.sebanyak 5 gram. gam bar. Penambahan pemutih akan menyebabkan kista berubah warna menjadi coklat kemudian manjadi putih dalam waktu kurang lebih 2 menit.5 sendok teh) dalam 400 ml air tawar. Hal ini ditandai dengan bentuk kista yang sudah membentuk bulatan sempurna. Tidak dipe rk e nank an m e re produk si se luruh m aupun se bagian isi situs ini dalam be ntuk m aupun m e dia apapun tanpa ijin te rtulis dari O -Fish. Kemudian tambahkan larutan pemutih sebanyak 27 ml. Apabila akan disimpan lebih lama. Setelah didehidrasi. Apabila 95% kista telah berwarna orange hentikan reaksi. Rendam 5 g kista artemia (kurang lebih 1. Selanjutnya dalam 5-7 menit kista akan berubah warna menjadi orange.com . kemudian segera cuci dengan air bersih sampai bau klorin hilang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->