Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak.

Setelah membahas mengenai Motivasi Belajar Anak Remaja dan kaitannya dengan Prestasi Belajar Anak, maka pada kesempatan ini saya juga akan menyampaikan beberapa tips atau cara untuk meningkatkan motivasi belajar anak. Karena begitu pentingnya motivasi belajar dalam proses perbaikan prestasi belajar, saya kira maka tips ini mungkin akan sangat bermanfaat. Ada beberapa Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak dalam kegiatan belajar di sekolah, misalnya saja seperti yang diungkapkan A.M. Sardiman (2005:92-94), yaitu :

Cara Meningkatkan Motivasi Belajar
1. Memberi angka Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa yang justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Sehingga yang dikejar hanyalah nilai ulangan atau nilai raport yang baik. Angka-angka yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi belajar yang sangat kuat. Yang perlu diingat oleh guru, bahwa pencapaian angka-angka tersebut belum merupakan hasil belajar yang sejati dan bermakna. Harapannya angka-angka tersebut dikaitkan dengan nilai afeksinya bukan sekedar kognitifnya saja. 2. Hadiah Hadiah dapat menjadi motivasi belajar yang kuat, dimana siswa tertarik pada bidang tertentu yang akan diberikan hadiah. Tidak demikian jika hadiah diberikan untuk suatu pekerjaan yang tidak menarik menurut siswa. 3. Kompetisi Persaingan, baik yang individu atau kelompok, dapat menjadi sarana untuk meningkatkan motivasi belajar. Karena terkadang jika ada saingan, siswa akan menjadi lebih bersemangat dalam mencapai hasil yang terbaik. 4. Ego-involvement Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Bentuk kerja keras siswa dapat terlibat secara kognitif yaitu dengan mencari cara untuk dapat meningkatkan motivasi belajar. 5. Memberi Ulangan Para siswa akan giat belajar kalau mengetahui akan diadakan ulangan. Tetapi ulangan jangan terlalu sering dilakukan karena akan membosankan dan akan jadi rutinitas belaka. 6. Mengetahui Hasil Mengetahui hasil belajar bisa dijadikan sebagai alat motivasi belajar anak. Dengan mengetahui hasil belajarnya, siswa akan terdorong untuk belajar lebih giat. Apalagi

Pujian Apabila ada siswa yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. guru harus memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman tersebut. Hukuman Hukuman adalah bentuk reinforcement yang negatif. Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hukuman. Pemberiannya juga harus pada waktu yang tepat. Siswa yang berprestasi sudah sewajarnya untuk diberikan penghargaan atau pujian. sehingga akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi motivasi belajar serta sekaligus akan membangkitkan harga diri. Dengan pujian siswa akan lebih termotivasi untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi. Oleh karena itu. Hadiah akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. Di samping itu.jika hasil belajar itu mengalami kemajuan. 8. 2. Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siswa. Saingan/kompetisi. 4. Hukuman akan diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan memberikan motivasi yang baik bagi siswa. 3. 5. tetapi jika diberikan secara tepat dan bijaksana. Hal senada juga diungkapkan oleh Fathurrohman dan Sutikno (2007: 20) motivasi belajar siswa dapat ditumbuhkan melalui beberapa cara yaitu: 1. siswa pasti akan berusaha mempertahankannya atau bahkan termotivasi untuk dapat meningkatkannya. Pujian. Bentuk hukuman yang diberikan kepada siswa . berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya. 7. siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Cara meningkatkan motivasi belajar dengan memberikan hukuman. bisa menjadi alat motivasi belajar anak. Pujian yang diberikan bersifat membangun. Menjelaskan tujuan kepada peserta didik. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar. Hadiah. maka perlu diberikan pujian.

adalah hukuman yang bersifat mendidik seperti mencari artikel. Menggunakan media pembelajaran yang baik. 8. Meningkatkan motivasi belajar dengan menggunakan metode pembelajaran yang variasi. Dengan adanya metode yang baru akan mempermudah guru untuk menyampaikan materi pada siswa. Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. 10. 7. Dalam proses belajar terdapat beberap unsur antara lain yaitu penggunaan metode untuk mennyampaikan materi kepada para siswa. 9. mengarang dan lain sebagainya. semoga berhasil!! Read more: MOTIVASI BELAJAR >> Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak | belajarpsikologi. Metode yang menarik yaitu dengan gambar dan tulisan warna-warni akan menarik siswa untuk mencatat dan mempelajari materi yang telah disampaikan. Metode yang bervariasi akan sangat membantu dalam proses belajar dan mengajar.com .. 6. Menggunakan metode yang bervariasi. serta harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. Membentuk kebiasaan belajar yang baik. guru juga dapat membuat siswa tertarik dengan materi yang disampaikan dengan cara menggunakan metode yang menarik dan mudah dimengerti siswa. Membangkitkan dorongan kepada peserta didik untuk belajar. Membantu kesulitan belajar peserta didik. Membantu kesulitan peserta didik dengan cara memperhatikan proses dan hasil belajarnya. Kebiasaan belajar yang baik dapat dibentuk dengan cara adanya jadwal belajar. baik secara individual maupun kelompok. Selain itu. Berikut merupakan beberapa tips yang bisa anda gunakan untuk meningkatkan motivasi belajar anda.

Kekeliruan atau ketidaklengkapan persepsi mereka terhadap proses belajar dan hal – hal yang berkaitan dengannya mungkin akan mengakibatkan kurang bermutunya hasil pembelajaran yang dicapai peserta didik. baik ketika ia berada di sekolah maupun lingkungan rumah atau keluarganya sendiri. Orang yang beranggapan demikian biasanya akan segera merasa bangga ketika anak – anaknya telah mampu menyebutkan kembali secara lisan (verbal ) sebagian besar informasi yang terdapat dalam buku teks atau yang diajarkan oleh guru. dari guru yang sama. wahyu ini juga mengandung suruhan belajar mengenali Allah SWT. memahami fenomena alam serta mengenali diri yang merangkumi prinsip – prinsip aqidah. dan menghitung. Belajar bukanlah proses menyerap pengetahuan yang sudah jadi bentukan guru. Ini dibuktikan dengan wahyu pertama yang dismpaikan kepada Nabi Muhammad SAW yang menyuruh beliau membaca dalam keadaan beliau yang ummi. Bagi para pelajar atau mahasiswa kata “belajar” merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari semua kegiatan mereka dalam menuntut ilmu di lembaga pendidikan formal. Belajar dapat dilakukan hampir setiap waktu.Cara Memotivasi Siswa agar Tujuan Belajar Mereka bukan hanya Nilai Pendidikan menurut islam mempunyai kedudukan yang tinggi. Ini berarti bahwa berhasil atau gagalnya pendidikan itu sangat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa. Belajar adalah suatu kata yang akrab dengan semua lapisan masyarakat dan merupakan kegiatan yang paling banyak dilakukan orang. Ketiga prinsip ini merupakan serambi falsafah pendidikan Islam. Depdiknas (2003) mendefinisikan belajar sebagai proses membangun makna/pemahaman terhadap informasi dan/atau pengalaman. dan tujuan dari kegiatan belajar tersebut. dan perasaan siswa. ilmu. pemahaman yang benar mengenai arti belajar dengan segala aspek. dan . diantaranya adalah : 1. hakikat. Proses membangun makna tersebut dapat dilakukan sendiri oleh siswa atau bersama orang lain. Definisi tentang belajar sudah banyak dikemukakan oleh para ahli pendidikan. dan dimana saja sesuai dengan keinginan. yakni hasil ulangan para siswa berbeda-beda padahal mendapat pengajaran yang sama. Hal ini terbukti. kapan saja. Proses itu disaring dengan persepsi. Ada juga yang memandang belajar sebagai pelatihan belaka seperti yang tampak pada pelatihan membaca. Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. bentuk. pikiran (pengetahuan awal). dan manifestasinya mutlak diperlukan oleh para pendidik khususnya para guru. dan amal. Persepsi ini biasanya membuat mereka merasa cukup puas bila anak – anak mereka telah mampu memperlihatkan keterampilam jasmaniah tertentu ataupun nilai di raport yang bagus walaupun tanpa pengetahuan mengenai arti. Oleh karena itu. menulis. Di samping itu. Sebagian orang beranggapan belajar adalah semata – mata mengumpulkan atau menghafalkan fakta – fakta yang tersaji dalam bentuk informasi/materi pelajaran.

Belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat praktik dan pengalaman. 9. berpendapat bahwa learning is shown by change in behavior as a result of experience. . Mengingat belajar adalah kegiatan aktif siswa. Hinzmant dalam bukunya The Psychology of Learning and Memory can affect the organism’s behavior. A relatively permanent change in respon potentiality which occurs as a result of reinforced practice. Biggs dalam pendahuluan Teaching for Learning mendefinisikan belajar dalam tiga macam rumusan. b. maka partisipasi guru jangan sampai merebut otoritas atau hak siswa dalam membangun gagasannya. Whittaler mengatakan learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience.pada saat yang sama. Cronbach. perubahan yang ditimbulkan oleh pengalaman tersebut baru dapat dikatakan belajar apabila memengaruhi organisme. 4. 5. berpendapat bahwa belajar adalah proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif. Belajar adalah proses di mana tingkah laku ( dalam arti luas ) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. Belajar sebagai proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Reber dalam Dictionary of Psychology membatasi belajar dengan dua macam definisi The process of acquiring knowlegde. Belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme ( manusia atau hewan ) disebabkan oleh pengalaman yang dapat memengaruhi tingkah laku organisme tersebut. yaitu suatu perubahan kemampuan bereaksi yang relatif langgeng sebagai hasil praktik yang diperkuat. Acquisition of any relatively permanent change in behavior as a result of practice and experience. Kingskey mengatakan bahwa learning is the process by which behavior ( in the broader sense ) is originated or changed through practice or training. yaitu membangun pemahaman. Jadi dalam pandangan Hinzmant. 3. Howard L. a. Process of acquiring responses as a result of special practice. James O. 8. Skinner percaya bahwa proses adaptasi tersebut akan mendatangkan hasil yang optimal apabila diberi penguat ( reinforcer ) 6. Belajar adalah proses memperoleh respon – respon sebagai akibat adanya pelatihan khusus. Chaplin dalam Dictionary of Psychology membatasi belajar dengan dua macam rumusan a. yakni proses memperoleh pengetahuan. Belajar sebagai aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Skinner dalam bukunya Educational Psychology : The teaching-Learning Process. 2. 7. Berdasarkan eksperimennya. b.

Sehubungan dengan pengertian ini. Begitu juga dengan hasil-hasilnya. Belajar dipandang sebagai proses validasi atau pengabsahan terhadap penguasaan siswa atas materi yang telah ia pelajari. perbedaan antara satu situasi belajar dengan situasi belajar yang lainnya diamati oleh para ahli juga dapat menimbulkan perbedaan pandangan.lah 11. mabuk. keadaan gila. keterampilan. yaitu : 1. Misalnya. Perubahan perilaku yang terjadi merupakan usaha sadar dan disengaja dari individu yang bersangkutan. dibandingkan sebelum dia mengikuti suatu proses belajar.a. Dalam rumusan ini. secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Slameto merumuskan pengertian belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. individu yang bersangkutan menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan. Dia menyadari bahwa dia sedang berusaha mempelajari tentang Psikologi Pendidikan. misalnya pengetahuannya semakin bertambah atau keterampilannya semakin meningkat. Institusional. Gagne memberikan dua definisi tentang belajar a. Moh Surya (1997) mengemukakan ciri-ciri dari perubahan perilaku. Jika hakikat belajar adalah perubahan tingkah laku. Selain itu. Drs. Jadi belajar dipandang dari sudut banyaknya materi yang dikuasai siswa. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”. Belajar adalah pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh dari instruksi Timbulnya keanekaragaman pendapat para ahli tersebut adalah fenomena yang wajar karena adanya perbedaan titik pandang. Kualitatif. Kuantitatif. perlu diutarakan sekali lagi bahwa perubahan tingkah laku yang timbul akibat proses kematangan. Moh. Belajar berarti kegiatan pengisian atau pengembangan kemampuan kognitif dengan fakta sebanyak – banyaknya. Bertolak dari berbagai definisi yang telah diuraikan tadi. Surya (1997) : “belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan. Dalam hal ini. c. seorang mahasiswa sedang belajar tentang psikologi pendidikan. Perubahan yang disadari dan disengaja (intensional). Begitu . sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. 10. kebiasaan. maka ada beberapa perubahan tertentu yang dimasukkan ke dalam ciri – ciri belajar. kata – kata seperti perubahan dan tingkah laku tidak lagi disebut secara eksplisit mengingat kedua istilah ini sudah menjadi kebenaran umum yang diketahui semua orang yang terlibat dalam proses pendidikan b. dan tingkah laku b. 12. lelah dan jenuh tidak dapat dipandang sebagai proses belajar.

6. Perubahan yang bersifat aktif. sikap dan keterampilan berikutnya. 4. baik untuk kepentingan masa sekarang maupun masa mendatang. seorang mahasiswa telah belajar Psikologi Pendidikan tentang “Hakekat Belajar”. . sikap dan keterampilan yang telah diperoleh itu. mahasiswa belajar mengoperasikan komputer. namun setelah mengikuti pembelajaran Psikologi Pendidikan. akan menjadi dasar bagi pengembangan pengetahuan. Misalnya. berdiskusi dengan teman tentang psikologi pendidikan dan sebagainya. Begitu juga. Bertambahnya pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki pada dasarnya merupakan kelanjutan dari pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh sebelumnya. mahasiswa ingin memperoleh pengetahuan baru tentang psikologi pendidikan. maka mahasiswa tersebut aktif melakukan kegiatan membaca dan mengkaji buku-buku psikologi pendidikan. 7. Perubahan yang berkesinambungan (kontinyu). 2. Setiap perubahan perilaku yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup individu yang bersangkutan. Untuk memperoleh perilaku baru. Ketika dia mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”. dia memahami dan berkeinginan untuk menerapkan prinsip – prinsip perbedaan individual maupun prinsip-prinsip perkembangan individu jika dia kelak menjadi guru.juga. Perubahan yang bertujuan dan terarah. 5. pengetahuan. individu yang bersangkutan aktif berupaya melakukan perubahan. Misalnya. Perubahan yang fungsional. seorang mahasiswa sebelum belajar tentang Psikologi Pendidikan menganggap bahwa dalam dalam Prose Belajar Mengajar tidak perlu mempertimbangkan perbedaanperbedaan individual atau perkembangan perilaku dan pribadi peserta didiknya. Contoh : seorang mahasiswa belajar tentang psikologi pendidikan. sikap dan keterampilannya tentang “Hakekat Belajar” akan dilanjutkan dan dapat dimanfaatkan dalam mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”. dengan memperoleh sejumlah pengetahuan. maka pengetahuan dan keterampilannya dalam psikologi pendidikan dapat dimanfaatkan untuk mempelajari dan mengembangkan perilaku dirinya sendiri maupun mempelajari dan mengembangkan perilaku para peserta didiknya kelak ketika dia menjadi guru. Perubahan perilaku yang terjadi bersifat normatif dan menujukkan ke arah kemajuan. Perubahan yang bersifat positif. maka penguasaan keterampilan mengoperasikan komputer tersebut akan menetap dan melekat dalam diri mahasiswa tersebut. setelah belajar Psikologi Pendidikan dia menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan perilaku. Misalnya. maka pengetahuan. Perubahan perilaku yang diperoleh dari proses belajar cenderung menetap dan menjadi bagian yang melekat dalam dirinya. sikap dan keterampilan yang berhubungan dengan Psikologi Pendidikan. Perubahan yang bersifat permanen. Misalnya. 3.

memilih. Potensi jasmani (fisiologis dan panca indera). Belajar adalah key term ( istilah kunci ) yang paling vital dalam setiap usaha pendidikan. Misalnya. 2.Individu melakukan kegiatan belajar pasti ada tujuan yang ingin dicapai. Begitu juga. menurut ilmu kesehatan memerlukan gizi dan berbagai vitamin termasuk udara yang bersih dan lingkungan yang sehat sebagai prakondisi hidupnya. Perubahan perilaku secara keseluruhan. 8. yakni seluruh aspek pembawaannya seoptimal mungkin. mahasiswa belajar tentang “Teori-Teori Belajar”. misalnya psikologi pendidikan. Makanan rohniah ini terutama kesadaran cinta kasih. manusia secara bebas dapat mengeksplorasi. Untuk mengembangkan potensi kepribadian manusia sesuai dengan kodrat dan hakekatnya. dan filsafat. tetapi termasuk memperoleh pula perubahan dalam sikap dan keterampilannya. Hidup rohaniah ini pangkal kebahagiaan manusia. sehingga tanpa belajar sesungguhnya tidak pernah ada pendidikan. . Karena kemampuan berubahlah. sastra. Sedangkan tujuan jangka panjangnya dia ingin menjadi guru yang efektif dengan memiliki kompetensi yang memadai tentang Psikologi Pendidikan. dan menetapkan keputusan – keputusan penting untuk kehidupannya. baik tujuan jangka pendek. Misalnya. seorang mahasiswa belajar psikologi pendidikan. Berbagai aktivitas dilakukan dan diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. kesadaran kebutuhan/keagamaan. sikap dan keterampilan tentang psikologi pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk kelulusan dengan memperoleh nilai A. Sebagai suatu proses. dia juga memperoleh sikap tentang pentingnya seorang guru menguasai “Teori-Teori Belajar”. jangka menengah maupun jangka panjang. Potensi – potensi rohaniah (psikologis dan hati nurani ). b. juga membutuhkan makanan. tujuan yang ingin dicapai dalam panjang pendek mungkin dia ingin memperoleh pengetahuan. disamping memperoleh informasi atau pengetahuan tentang “Teori-Teori Belajar”. Perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan batasan dan makna yang terkandung dalam belajar. yaitu : 1. Dengan mengingat proses pertumbuhan dan perkembangan kepribadian manusia bersifat hidup dan dinamis. manusia terbebas dari kemandegan fungsinya sebagai khalifah di bumi. maka pendidikan wajar berlangsung selama hidup. dia memperoleh keterampilan dalam menerapkan “Teori-Teori Belajar”. Selain itu. Karena pentingnya arti belajar. Dengan demikian secara potensial keseluruhan potensi manusia diisi kebutuhannya supaya berkembang secara wajar. Perubahan perilaku belajar bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan semata. belajar hampir selalu mendapat tempat yang luas dalam berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan upaya kependidikan. maka bagian terbesar upaya riset dan eksperimen psikologi pendidikan pun diarahkan pada tercapainya pemahaman yang lebih luas dan mendalam mengenai proses perubahan manusia itu. Pada hakikatnya pendidikan atau belajar mempunyai tujuan. a. dengan kemampuan berubah melalui belajar itu.

Tujuan umum belajar a. Tujuan sementara. Menurut Gagne (Abin Syamsuddin Makmun. dan peserta didik yang mengukur keberhasilan belajar hanya dari hasil belajar berupa nilai ( angka ) yang tertera di dalam laporan ( raport ) bukan dilihat dari berbagai aspek yang lain. masyarakat. tes tengah semester ataupu ujian akhir tanpa melihat dan memperhatikan proses yang dialami anak baik secara individual. Memahami. Selain itu banyak sekali orang tua. yaitu tujuan yang bersifat sesaat/seketika Pada saat ini. Tujuan insidental. yaitu tujuan yang dicapai anak pada setiap fase – fase tertentu dari pendidikan b. tes harian. Apakah itu berbuat curang ataupun tidak sudah tidak menjadi permasalahan lagi. mencintai dan mengerti orang lain ( sosialitoir ) Menyadari. Tujuan intermedier (perantara). yaitu tujuan yang berkaitan dengan aspek kepribadian tertentu c. sosial . memiliki norma kesusilaan dan nilai – nilai kemanusiaan d. tidak peduli bagaimana mereka mencapainya. kenyataannya tujuan belajar setiap individu memainkan peranan penting dalam mempertahankan kehidupan sekelompok umat manusia di tengah – tengah persaingan di antara bangsa – bangsa yang terlebih dahulu maju karena belajar. Seorang anak dilihat sukses dalam belajar jika mendapatkan nilai yang baik dalam tugas. Yang terpenting bagi mereka hanyalah nilai.Tujuan belajar menurut Soemitro sebagai mana yang dikutip Zahara Idris (1992) memiliki hirarki atau tingkatan sebagai berikut : 1. nilai – nilai hidup atas tanggung jawab sendiri demi kebahagiaan dirinya dan masyarakat ( moralitas ) 2. c. d. mengerti dan mencintai dirinya ( individualitas ) Memahami. demi kelancaran pendidikan selanjutnya. yaitu tujuan sebagai alat untuk mencapai tujuan lain. Tujuan khusus belajar a. karena orientasi mereka hanyalah bagaimana mendapatkan nilai yang terbaik agar dapat melanjutkan ke tingkat pendidikan selanjutnya yang memang mensyaratkan nilai sebagai acuan atau dasar dari diterima atau tidaknya mereka di sekolah yang mereka pilih. Bertindak dan berbuat sesuai dengan kesusilaan. 2003). b. perubahan perilaku yang merupakan hasil belajar dapat berbentuk : . Tujuan tidak lengkap. maupun moralitas.

Termasuk dalam keterampilan intelektual adalah kecakapan dalam membedakan (discrimination). memahami konsep konkrit. yaitu keterampilan individu dalam melakukan interaksi dengan lingkungannya dengan menggunakan simbol-simbol. Informasi verbal. 2. Sementara itu. misalnya pemberian nama-nama terhadap suatu benda. yaitu penguasaan informasi dalam bentuk verbal. 5. Berfikir rasional dan kritis yakni menggunakan prinsip-prinsip dan dasar-dasar pengertian dalam menjawab pertanyaan kritis seperti “bagaimana” (how) dan “mengapa” (why). ialah hasil belajar yang berupa kecakapan pergerakan yang dikontrol oleh otot dan fisik. seperti : menulis dan berolah raga yang meskipun sifatnya motorik. 6. Sikap adalah keadaan dalam diri individu yang akan memberikan kecenderungan vertindak dalam menghadapi suatu obyek atau peristiwa. . yakni berfikir dengan cara mengasosiasikan sesuatu dengan lainnya dengan menggunakan daya ingat. 4. 2. sedangkan strategi kognitif lebih menekankan pada pada proses pemikiran. perasaan yang menyertai pemikiran dan kesiapan untuk bertindak. Strategi kognitif. dan sebagainya. aturan dan hukum. seperti : peserta didik belajar bahasa berkali-kali menghindari kecenderungan penggunaan kata atau struktur yang keliru. menafsirkan. Berfikir asosiatif. Kecakapan motorik. dan memberi arti rangsangan yang masuk melalui indera-indera secara obyektif sehingga peserta didik mampu mencapai pengertian yang benar. Sikap yakni kecenderungan yang relatif menetap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang atau barang tertentu sesuai dengan pengetahuan dan keyakinan. misalnya: penggunaan simbol matematika. yakni proses menerima. Surya (1997) mengemukakan bahwa hasil belajar akan tampak dalam : 1. Inhibisi (menghindari hal yang mubazir). konsep abstrak. Keterampilan. 3. 5. didalamnya terdapat unsur pemikiran. 4. Kecakapan intelektual menitikberatkan pada hasil pembelajaran. 3. sehingga akhirnya ia terbiasa dengan penggunaan bahasa secara baik dan benar. keterampilan-keterampilan itu memerlukan koordinasi gerak yang teliti dan kesadaran yang tinggi. Dengan kata lain. Kecakapan intelektual. baik secara tertulis maupun tulisan. Ketrampilan ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi pemecahan masalah. definisi. kecakapan individu untuk melakukan pengendalian dan pengelolaan keseluruhan aktivitasnya. Moh. Dalam konteks proses pembelajaran.1. Pengamatan. strategi kognitif yaitu kemampuan mengendalikan ingatan dan cara – cara berfikir agar terjadi aktivitas yang efektif. Kebiasaan. yaitu hasil pembelajaran yang berupa kecakapan individu untuk memilih macam tindakan yang akan dilakukan. 7. Sikap.

mendorong kita pada arah tertentu. Ada juga Siswa yang termotivasi melaksanakan belajar dalam rangka memperoleh penghargaan atau menghindari hukuman dari luar dirinya sendiri. motivasi belajar sangatlah diperlukan. Ia menggambarkan bahwa motivasi belajar adalah kebermaknaan. Memberi semangat dan mengaktifkan murid agar tetap berminat dan siap untuk belajar. Menurut Ramayulis (2004 : 171) motivasi adalah suatu proses mengantarkan anak didik kepada pengalaman yang diinginkan agar mereka dapat belajar. dan keuntungankeuntungan kegiatan belajar belajar tersebut cukup menarik bagi siswa untuk melakukan kegiatan belajar. gembira. marah. benci. Artinya pendidik harus memberikan perhatian kepada anak dan mengarahkan anak sesuai dengan bakat yang dimilikinya 3. atau merasa kebutuhannya terpenuh. Dari uraian di atas. Memusatkan perhatian anak pada tugas – tugas tertentu yang berhubungan dengan pencapaian belajar. Perilaku afektif yakni perilaku yang bersangkutan dengan perasaan takut. dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah kesanggupan untuk melakukan kegiatan belajar karena didorong oleh keinginannya untuk memenuhi kebutuhan dari dalam dirinya ataupun yang datang dari luar.8. Menurut Hermine Marshall Istilah motivasi belajar mempunyai arti yang sedikit berbeda. Bagitulah arti penting motivasi. Artinya seorang pendidik hendaknya tidak akan pernah berhenti memberi motivasi kepada anaknya agar terus belajar 2. kualitas keterlibatan di dalam pelajaran dan kesanggupan untuk melakukan proses belajar ( Carole Ames: 1990). senang. Motivasi belajar adalah keinginan siswa untuk mengambil bagian di dalam proses pembelajaran (Linda S.Motivasi membantu siswa cepat memahami pelajaran secara lebih baik sehingga mampu meraih tujuan belajar. dan menjaga kita tetap bersemangat pada aktivitas tertentu. Artinya pendidik hendaknya bisa memenuhi kebutuhan anak didiknya. nilai. kecewa. Kegiatan itu dilakukan dengan kesungguhan hati dan terus menerus dalam rangka mencapai tujuan. motivasi mempunyai fungsi antara lain : 1. Diyakini bahwa hasil belajar akan meningkat kalau siswa mempunyai motivasi belajar yang kuat. motivasi merupakan penentu yang sangat penting. Lumsden: 1994). Siswa pada dasarnya termotivasi untuk melakukan suatu aktivitas untuk dirinya sendiri karena ingin mendapatkan kesenangan dari pelajaran. Pendapat lain motivasi belajar itu ditandai oleh jangka panjang. Berkaitan dengan proses belajar siswa. was-was dan sebagainya. sedih. seperti: nilai. atau pujian guru (Marx Lepper: 1988). Apresiasi (menghargai karya-karya bermutu). . Dalam mendorong keberhasilan mewujudkan tujuan belajar. baik yang bersifat moril maupun materil dalam jangka waktu yang relatif panjang. Membantu memenuhi kebutuhan akan hasil jangka pendek dan hasil jangka panjang. sebagaimana yang didefinisikan oleh Elliot (2000) bahwa motivasi adalah keadaan internal yang menyebabkan kita bertindak. Sebagai proses. 9. tanda penghargaan. bagaikan bensin yang dapat menggerakan mesin mobil menuju tempat tujuannya.

apakah karena adanya ajakan. Kepercayaan diri siswa 5. Setiap aktivitas yang guru lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara otomatis akan menambah motivasi belajar siswa.Menurut Oemar Hamalik ( 2003 : 112 – 113 ) motivasi memiliki dua sifat. mengembangkan sikap untuk berhasil. misalnya keinginan mendapat keterampilan tertentu. Seperti yang diungkapkan oleh Bligh (1971) dan Sass (1989). Persepsi siswa tentang penting atau tidaknya materi tersebut 3. banyaknya faktor yang mempengaruhi motivasi siswa dalam belajar. memperoleh informasi dan pemahaman. Motivasi ekstrinsik timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. Tidak ada satu rumus dan formula instan yang dapat digunakan untuk memotivasi siswa. memberikan tantangan. 1. Bagi siswa yang bermotivasi diri rendah peranan guru sangat penting dalam meningkatkan motivasi ekstrinsiknya. dan menstimulasi mereka. Sebagian besar siswa pada dasarnya akan merespon positif terhadap pengajaran kelas yang terorganisir dan guru yang tulus mencurahkan perhatian saat mengajar. yang timbul dari dalam diri peserta didik. Sebagian siswa mungkin memiliki antusiasme dan motivasi tinggi terhadap pelajaran yang diberikan guru. Ketertarikan siswa pada mata pelajaran. Namun. Motivasi ini diperlukan. yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Karakter dan tindakan guru di ruang kelas dapat mentransformasi derajat motivasi siswa sehingga menjadi lebih tinggi atau sebaliknya. suruhan. Secara ideal guru telah disiapkan dan terampil membangun cita-cita siswa. sebagian besar siswa yang lain membutuhkan guru mereka menginspirasi. motivasi siswa dalam belajar dipengaruhi oleh : 1. atau paksaaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar. Penghargaan diri siswa 6. Motivasi ini timbul tanpa pengaruh dari luar dan hidup dalam diri peserta didik dan berguna dalam situasi belajar yang fungsional. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang tercakup dalam situasi belajar yang bersumber dari kebutuhan dan tujuan – tujuan dari dalam diri sendiri. Di samping guru. Pengakuan orang lain 7. atau sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Semangat untuk meraih pencapaian 4. 2. 2. Kecuali kita memahami bahwa guru telah terdidik dan terlatih secara profesional dalam meningkatkan motivasi siswa. Motivasi ini sering disebut motivasi murni atau motivasi yang sebenarnya. sebab pembelajaran di sekolah tidak semuanya menarik minat. Besar kecilnya tantangan .

Menghindari suasana kompetesi yang berlebihan antar siswa. Kesabaran 9. merancang (designing). 7. Membuat siswa aktif berpartisipasi dalam pembelajaran. Hasil penelitian menyimpulkan setidaknya ada delapan karakteristik yang menjadi kontribusi utama pada motivasi siswa. 6. kongkrit dan mudah dipahami 4. menulis (writing). 2. Kepasifan akan mengurangi motivasi dan keingintahuan siswa. yaitu : a. Menargetkan harapan yang tinggi tetapi realistik pada siswa 1. dan memecahkan persoalan (solving). Memperkuat motivasi diri siswa 5. Masing-masing siswa bisa dipengaruhi oleh faktor yang berbeda. menciptakan (creating). Ketekunan 10. Membantu siswa merumuskan tujuan mereka 2. Menunjukkan antusiasme Anda sebagai guru pada materi pelajaran 5. Memberitahukan siswa apa yang perlu mereka lakukan agar lulus mata pelajaran yang ada ajar dengan sukses 3. 4. Lebih baik mengarahkan siswa ke kompetisi kerja tim 6. Mengajak siswa untuk menganalisis apa yang membuat kelas menjadi lebih atau kurang termotivasi. 3. Merumuskan RPP yang dapat memotivasi siswa a. Bertolak dari poin kekuatan dan ketertarikan siswa . yaitu memenuhi apa yang menjadi motif awal ketertarikan mereka pada materi pelajaran. 5. Guru dapat mendorong siswa menjadi pembelajar mandiri yang bermotivasi tinggi melalui tips dan strategi berikut : 1. 1. 2. Merancang tindakan pengajaran yang dapat memotivasi siswa a. membuat (making). Siswa belajar dengan melaksanakan tindakan (doing). Membantu siswa menemukan manfaat dan pentingnya materi yang sedang dipelajari 4. Menciptakan iklim belajar yang terbuka dan positif dengan menitikberatkan pada kebutuhan siswa saat ini.8. Tujuan hidup yang hendak siswa capai. Antusiasme guru Relevansi materi pelajaran Pengaturan pengajaran Kesesuaian tingkat kesulitan materi Keterlibatan aktif siswa Keberagaman Hubungan antara guru dan siswa Penggunaan contoh yang sesuai. 3.

Mengurangi penekanan ke nilai a. debates. 7. Membantu siswa merasa bahwa mereka adalah anggota yang berharga dalam komunitas belajarnya 8. Menghindari memberikan jawaban langsung pada pekerjaan rumah siswa. Memotivasi siswa untuk membaca a. kreativitas. Menghindari komentar yang merendahkan diri siswa sehingga membuat mereka merasa tidak cakap. Jika memungkinkan. 2. Memberikan penghargaan atas kesuksesan yang diraih 2. Merancang test yang mendorong siswa ke jenis pembelajaran yang Anda ingin dicapai oleh siswa. Mengadakan sesi membaca bersama di kelas secara bergantian 5. Menugaskan siswa membaca materi bacaan setidaknya dua sesi sebelum dilakukan diskusi 1. Menugaskan siswa membuat pertanyaan dari bahan bacaan. atau small group work) 6. Memvariasikan cara Anda mengajar (role playing. Memberikan umpan balik segera pada siswa 1. Mulyasa ( 2003) menekankan pentingnya upaya pengembangan aktivitas. 5. demonstrations. jika ingin siswa belajar menganalisis dan mengevaluasi. Identifikasi kelemahan siswa terkait pada kinerjanya saat pengerjaan tugas. berikanlah soal yang mengarah ke sana.Dengan mengutip pemikiran . Memberikan pertanyaan sederhana namun mendalam tentang bacaan tersebut. guest speakers. Menghindari penggunaan nilai sebagai ancaman 2. case studies. dan motivasi siswa di dalam proses pembelajaran. Menugaskan siswa untuk menuliskan beberapa kalimat yang dapat meringkas hasil bacaannya 3. Berikan kesempatan pada siswa untuk berjuang menemukan jawaban 7. discussion. 6. 4. guru dapat mempertimbangkan pertanyaan siswa sebagai bahan ujian. audiovisual presentations. brainstorming. menyiapkan ujian untuk bahan yang tidak sempat didiskusikan Dalam hal ini. Meningkatkan level kesulitan belajar secara gradual sejalan dengan perkembangan semester 3. bukan pada siswa secara personal. sebagai reward. Menginformasikan kesuksesan kerja yang diraih teman mereka 3. E.1. memberikan pilihan pada siswa untuk menentukan bagian materi yang akan dibahas lebih mendalam 2. Memotivasi siswa dengan menanggapi hasil kerja mereka a. Memberikan feedback negatif secara spesifik. Jika ingin siswa belajar menghapal maka berikanlah soal hapalan. Namun. Memberikan kesempatan bagi siswa untuk sukses dengan cara menugaskan hal yang tidak terlalu mudah maupun terlalu sulit. Memberikan penekanan pada pemahaman dan pembelajaran dibandingkan nilai 1. Sebagai contoh. Apakah kamu bisa memberikan satu atau dua poin dari bahan bacaan yang kamu anggap penting? atau Menurut kamu sub bab apa yang perlu kita review ulang dan diskusikan di kelas? 4.

5. Widada (1994) mengemukakan bahwa untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa. 2. guru mengembangkan metode untuk mengembangkan motivasi dan minat siswa dalam diskusi kelompok kecil guna membantu meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan kreatif. 3. menurut E. dalam situasi ini pengembangan intelektual siswa akan mengiringi pengembangan seluruh aspek kepribadian siswa. brain storming. Sedangkan untuk membangkitkan motivasi belajar siswa. 3. guru mengembangkan pembelajaran dengan pendekatan holistik dan humanistik untuk mengembangkan segenap potensi siswa menuju tercapainya self actualization. adalah: 1. guru dapat menggunakan pendekatan sebagai berikut : 1. guru memperhatikan pengembangan self esteem (kesadaran akan harga diri) siswa. Pictorial riddle approach.Gibbs. Value clarification and moral development approach. Self esteem approach. dan role playing. termasuk dalam hal etik dan moral. inquiry. Inquiry approach. 7. Mulyasa (2003) perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : . 2. Synetics approach. guru mengupayakan pengembangan seluruh potensi siswa untuk membangun self concept yang menunjang kesehatan mental. 6. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan proses mental dalam menemukan konsep atau prinsip ilmiah serta meningkatkan potensi intelektualnya. 4. Mulyasa (2003) mengemukakan hal-hal yang perlu dilakukan agar siswa lebih aktif dan kreatif dalam belajarnya. Memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk berkomunikasi ilmiah secara bebas terarah. Memberikan pengawasan yang tidak terlalu ketat dan tidak otoriter. 4. guru lebih memusatkan perhatian pada kompetensi siswa untuk mengembangkan berbagai bentuk metaphor untuk membuka inteligensinya dan mengembangkan kreativitasnya. E. Melibatkan siswa dalam menentukan tujuan belajar dan evaluasinya. guru mengembangkan problem solving. Kegiatan pembelajaran dimulai dengan kegiatan yang tidak rasional. Sementara itu. Melibatkan mereka secara aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran secara keseluruhan. 5. Dikembangkannya rasa percaya diri para siswa dan mengurangi rasa takut. kemudian berkembang menuju penemuan dan pemecahan masalah secara rasional. Multiple talent approach. Creative approach.

7. mengatur pengalaman belajar sedemikian rupa sehingga siswa memperoleh kepuasan dan penghargaan. Hubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa.1. di bawah ini dikemukakan beberapa petunjuk umum bagi guru dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa 1. sebelum proses pembelajaran dimulai hendaknya guru menjelaskan terlebih dulu tujuan yang ingin dicapai. Minat siswa akan tumbuh manakala ia dapat menangkap bahwa materi pelajaran itu berguna untuk . diantaranya : a. Siswa akan terdorong untuk belajar manakala mereka memiliki minat untuk belajar. cita-cita dan rasa ingin tahu siswa. Pemahaman siswa tentang tujuan pembelajaran dapat menumbuhkan minat siswa untuk belajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar mereka. sehingga mencapai prestasi dan mempunyai kepercayaan diri. latar belakang dan sikap terhadap sekolah atau subyek tertentu. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan siswa dengan jalan memperhatikan kondisi fisiknya. 2. Terlepas dari kompleksitas dalam kegiatan pemotivasian tersebut. Tujuan pembelajaran harus disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada siswa sehingga mereka mengetahui tujuan belajar yang hendak dicapai. Semakin jelas tujuan yang ingin dicapai. Tujuan yang jelas dapat membuat siswa paham ke arah mana ia ingin dibawa. maka akan semakin kuat motivasi belajar siswa. para siswa pun seyogyanya dapat dilibatkan untuk bersama-sama merumuskan tujuan belajar beserta cara-cara untuk mencapainya. 6. 2. Siswa harus selalu diberitahu tentang hasil belajarnya. rasa aman. Oleh sebab itu. menunjukkan bahwa guru peduli terhadap mereka. Beberapa cara dapat dilakukan untuk membangkitkan minat belajar siswa. 3. Manfaatkan sikap-sikap. Siswa juga dilibatkan dalam penyusunan tersebut. Pemberian pujian dan hadiah lebih baik daripada hukuman. 5. Bahwa siswa akan belajar lebih giat apabila topik yang dipelajarinya menarik dan berguna bagi dirinya. dengan merujuk pada pemikiran Wina Senjaya (2008). namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan. Usahakan untuk memperhatikan perbedaan individual siswa. mengembangkan minat belajar siswa merupakan salah satu teknik dalam mengembangkan motivasi belajar. Membangkitkan minat siswa. seperti : perbedaan kemampuan. serta mengarahkan pengalaman belajar kearah keberhasilan. Memperjelas tujuan yang ingin dicapai. 4. Oleh sebab itu. Dalam hal ini.

Setelah siswa selesai mengerjakan suatu tugas. Oleh sebab itu. misalnya senyuman dan anggukan yang wajar. 5. kerja kelompok. Berilah pujian yang wajar terhadap setiap keberhasilan siswa. Pujian sebagain penghargaan dapat dilakukan dengan isyarat. Biasanya minat siswa akan tumbuh kalau ia mendapatkan kesuksesan dalam belajar.kehidupannya. misalnya diskusi. yang dapat menimbulkan siswa akan gagal mencapai hasil yang optimal. Gunakan berbagai model dan strategi pembelajaran secara bervariasi. atau mungkin dengan tatapan mata yang meyakinkan. 1. 6. 4. dan lain-lain. demonstrasi. Untuk itu mereka belajar dengan giat. 3. sebaiknya berikan komentar secepatnya. Siswa butuh penghargaan. Untuk itu guru sekali-sekali dapat melakukan hal-hal yang lucu. bebas dari rasa takut. Usahakan agar kelas selamanya dalam suasana hidup dan segar. guru harus mendesain pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk bersaing baik antara kelompok maupun antar-individu. merasa aman. Memberikanpujian yang wajar merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memberikan penghargaan. Materi pelaaran yang terlalu sulit untuk dipelajari atau materi pelajaran yang jauh dari pengalaman siswa. 2. Persaingan yang sehat dapat memberikan pengaruh yang baik untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa. Oleh karena itu. Motivasi akan tumbuh manakala siswa merasa dihargai. Berikan penilaian. Siswa hanya mungkin dapat belajar dengan baik manakala ada dalam suasana yang menyenangkan. Melalui persaingan siswa dimungkinkan berusaha dengan sungguhsungguh untuk memperoleh hasil yang terbaik. Bagi sebagian siswa nilai dapat menjadi motivasi yang kuat untuk belajar. eksperimen. 7. Pujian tidak selamanya harus dengan kata-kata. Banyak siswa yang belajar karena ingin memperoleh nilai bagus. misalnya dengan memberikan tulisan “bagus” atau “teruskan pekerjaanmu” dan lain sebagainya. Namun demikian. Materi pelajaran yang terlalu sulit tidak akan dapat diikuti dengan baik. penilaian harus dilakukan dengan segera agar siswa secepat mungkin mengetahui hasil kerjanya. dan kegagalan itu dapat membunuh minat siswa untuk belajar. oleh sebab itu . Penilaian harus dilakukan secara objektif sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing. akan tidak diminati oleh siswa. Berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa. Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar. Penghargaan bisa dilakukan dengan memberikan komentar positif. terutama untuk siswa yang memang dirasakan tidak mampu untuk bersaing. Komentar yang positif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. terbebas dari rasa tegang. diakui persaingan tidak selamanya menguntungkan. Ciptakan persaingan dan kerja sama. Dengan demikian guru perlu enjelaskan keterkaitan materi pelajaran dengan kebutuhan siswa. Sesuaikan materi pelajaran dengan tingkat pengalaman dan kemampuan siswa.

dan Muslihah. Soemanto. 2009. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media 3. M. 2006. Mulyasa. Perilaku Organisasi : Konsep Dasar dan Aplikasinya. Psikologi Belajar. Isnawati. Antonio. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. 2008. N. Pendidikan dan Psikologi Perkembangan. Nasution. 2009. Muhammad SAW : The Super Leader Super Manager. Muhibbin. Jakarta: PT. Syah. S. 4. 2001. Wasty. E. E. Tentunya rekan-rekan guru memiliki pengalaman dan permasalahan yang lebih nyata di lapangan. Raja Grafindo Persada 14. Profesionalisasi dan Etika Profesi Guru. Terjemahan Abdul Qodir Shaleh. Danim. Asas – Asas Kurikulum.M. Psikologi Belajar : Edisi 2. Syah. Jakarta : Rineka Cipta 12. dkk. Muhibbin. Yogyakarta : Laksana 7. Thoha. Bandung : Alfabeta Djamarah. Smith. Jakarta : Diadit Media 13. Psikologi Pendidikan : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan. Daftar Pustaka 1. Jakarta : PT RajaGrafindo persada 9.B. Semoga kita dapat mengembangkan motivasi guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan tugas mendidik siswa sehingga produk belajar siswa Indonesia bisa lebih kompetitif di tengah persaingan mutu internasional. Teori Pembelajaran dan Pengajaran. Pengajaran Demokratis (Modul Manajemen Berbasis Sekolah). 2005. Yogyakarta : Mirza Media Pustaka 11. Bandung : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat 6. Jakarta : Tazkia Publishing 2. Jakarta : Rineka Cipta 5. Supardi . S. 2008. 2010. Bandung : Remaja Rosdakarya . Sudarwan. Jakarta : Bumi Aksara 10.K. S. Miftah. Guru Positif – Motivatif. Baharuddin. 2009. Syah. 2010. Bandung : PT Remaja Rosdakarya 8. 2009. 2008. Iim Waliman. D. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Uraian di atas mendeskripsikan secara singkat mengenai tips dan strategi memotivasi siswa agar tujuan belajar mereka tidak hanya berorientasi kepada nilai saja dalam belajar. Strategi Belajar Mengajar.pendekatan cooperative learning dapat dipertimbangkan untuk menciptakan persaingan antarkelompok. 2010. 2008.

Sutikno.bruderfic. 2009. A.html. 2008. M.id/h-129/peran-guru-dalam-membangkitkanmotivasi-belajar-siswa. 17. 2008.or. http://www. http://akhmadsudrajat. Wina Senjaya. dan Maisah.com/index. Jakarta : Gaung Persada .wordpress. Makalah dan Artikel Psikologi Pendidikan. Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Sobry.15. Yamin. Manajemen Pembelajaran Kelas : Strategi Meningkatkan Mutu Pembelajaran. Sudrajat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group 18. PERAN GURU DALAM MEMBANGKITKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA. Strategi Pembelajaran.html 16.