Selasa, 06 Juli 2010

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU HUKUM ADAT

(Sejarah Penemuan Hukum Adat)

Perhatian terhadap hukum adat itu dilukiskan secara lengkap oleh Van Vollenhoven dalam buku De ontdekking van het adatrecht. Dari lukisan van Vollenhoven ini, oleh Soekanto dalam buku Meninjau hukum adat Indonesia telah dibuat suatu reproduksi yang dipersingkat.

Van Vollenhoven menulis dalam bukunya itu tentang sejarah ontdekking van het adatrecht, yakni sejarah "penemuan hukum adat". Timbul pertanyaan: siapakah yang menemukan hukum adat? Hukum adat ditemukan oleh siapa? Sudah tentu, tidak oleh rakyat sendiri. Hal itu tidak mungkin, karena dengan meminjam kata-kata von Savigny -hukum adat itu ist Und wird mit dem Volk. Hukum adat itu ada ditengah-tengah rakyat sendiri, dirasakan oleh rakyat sendiri setiap hari. Jadi, ganjil sekali untuk mengatakan bahwa rakyat "menemukan hukum adat"!.

Siapa-siapa yang menemukan dan memperkenalkan hukum adapt itu, ditunjukkan oleh van Vollenhoven dalam bukunya tersebut, yakni sarjana-sarjana, ahli-ahli dan peminatpeminat lain terhadap hukum adat, yang justru hidup diluar Ilingkungan, masyarakat adat, apalagi 90% dari mereka itu adalah orang asing dan yang menjadi pelopor ilmu hukum adat (adatrechtswetenschap) atau pembangun ilmu hukum adat. Kita

mengetahui bahwa hukum adat adalah hasil proses kemasyarakatan dan kebudayaan sejak beribu-ribu tahun yang lalu sampai sekarang, dan dalam bukunya tersebut oleh van Vollenhoven ditunjukkan siapa-siapa yang telah berjasa menyelidiki, melaporkan, menganalisa, menulis dan menyusun hukum adat Itu. van V ollenhoven memberitahukan bila sarjana-sarjana, ahli-ahli dan peminat-peminat lain terhadap hukum adat menyadan bahwa, rakyat IndoneiIa, mempunyai sekumpulan peraturanperaturan hukum yang rnengatur tingkah laku mengatur hidup kemasyarakatan, yang menentukan serta mengikat karena mempunyai sanksi. Dengan kata-kata lain: dalam buku van Vollenhovcn tersebut dapat kita baca bila ilmu hukum yang pada zaman kolonial di bawa ke Indonesia oleh sarjana-sarjana, ahli-ahli dan peminat-peminat lain (terhadap hukum) yang bagian terbesarnya orang Belanda mulai memperhatikan hukurn adat dan kemudian, menemukan "ontdekken” hukum adat itu. Karena dengan ditemukannya hukum adat itu, dimulailah juga suatu riwayat sebuah cabang ilmu hukurn, yaitu dimulainya riwayat tentang ilrnu hukum adat (adatrechtswetenschap), maka dapat dikatakan bahwa dalam buku van Vollenhoven, De ontdekking van het adatrecht tersebut di atas, dilukiskan sejarah ilmu hukum adat.

Prof. Bushar berpendapat bahwa menyelidiki perkembangan hukum adat adalah suatu usaha yang jauh lebih sukar daripada menyelidiki evolusi dalam perhatian terhadap hukum tersebut. Dari manakah kita dapat mengetahui misalnya, gono-gini pada zaman Sultan Agung di Mataram, atau jual-beli pada zaman raja I Gusti Ngurah Panji Sakti di Buleleng (Pulau Bali)?

'Van Vollenhoven maupun Soekanto memberi "geschiedenis van de (adat)rechtswetenschap" (sejarah ilmu hukum adat) dan tidak mcmberi "(adat) rechtsgeschiedenis" (sejarah hukum adat).

Pada tahun-tahun 1750, 1759, 1760 dan 1768 turut campurnya VOC dalam usaha penertiban hukum orang lndonesia asli, menghasilkan empat kodifikasi dan pencatatan hukum bagi orang indonesia asli. ialah: 1. Untuk keperluan Landraad di Semarang tahun 1750 dibuat suatu Compendium yang biasanya terkenal dengan nama singkatannya yaitu "Kitab Hukum Mogharraer" yang memuat hukum pidana Jawa, tetapi ternyata memuat hukum pidana Islam. Kodifikasi hukum ini kemudian dipublikasikan dalam majalah "Regt in Nederlandch Indie" dan oleh sebab pada tahun 1854 menjadi salah satu pokok pembicaraan dalam pembentukan RR 1854. 2. Pada tahun 1759 oleh pimpinan VOC disahkan suatu ''Compendium van Clootwijck", yang merupakan suatu pencatatan tentang hukum adat yang berlaku di kraton-kraton Bone dan Goa (di Sulawesi Selatan), yang dibuat oleh Jan Dirk van Clootwijck, yang tatkala itu menjadi "Gubernur di pesisir Selebes", dan tahun 1752 sampai tahun 1755. 3. Tahun 1760 oleh pimpinan VOC dikeluarkan suatu himpunan peraturan-peraturan hukum Islam mengenai warisan, nikah dan talak. Karena himpunan ini disusun oleh D.W. Freijer, seorang penasihat pernerinteh VOC mengenai hal-hal anak pribumi, maka orang mengenalnya dengan nama Compendium Freijer. Pencatatan hukum islam oleh Freijer ini lama dipakai, beberapa bagian dari Compendium tersebut dicabut dengan berangsur-angsur pada abad ke-19; bagian terakhir (mengenai warisan) pada tahun

1913. 4. Oleh Pieter Cornelis Hasselaer, yang pada tahun 1757 sampai tahun 1765 menjabat residen di Cirebon, direncanakan pembuatan suatu kitab hukum ada! yang akan menjadi "Suatu pegangan hukum adat bagi hakim-hakim di Cirebon. Penyelesaian pembuatan kitab hukum tersebut terjadi pada talnm 1768 dibawah

Menyadari adanya dan kemudian "menemukan" hukum adat itu dengan berangsurangsur., terjadilah dalam abad ke-19 dan pada permulaan abad ke-20 ini, sebagai akibat diadakannya penyelidikan dan pelajaran hukum adat yang makin lama makin banyak, makin teliti dan makin sistematis.

Pada tahun 1783 oleh Marsden dipublikasikan sebuah buku yang berjudul The History of Sumatra, yang sebenarnya tidak memuat sejarah pulau tersebut, tetapi dengan meminjam istilah-istilah van Vollenhoven, membuat suatu "gambaran” atau suatu "Iaporan sistematis" tentang Sumatra pada akhir abad ke 18. Istilah-istilah van Vollenhoven ini sesuai dengan penjelasan yang oleh Marsden sendiri diberi tentang istilah "history" itu yaitu: "berisikan laporan tentang pemerintahan, hukum, kebiasaan dan adat sopan-santun orang-orang pribumi".

Mengenai hukum adat yang diperhatikan oleh Marsden dalam bukunya, van Vollenhoven menulis: "Hukum adat meliputi hanya sebagian daripada buku Marsden tetapi ia mencarinya dan memberikan perhatian yang khusus - terhadap hukum adat itu , mencoba menyusunnya, dan menempatkannya pada tempat yang utama pada ulasan

yaitu Melayupolinesia. seorang Belanda. ketua Hooggerechtshof.judulnya dan di dalam bagian pokok bukunya itu". seorang perintis dalam penemuan hukum adat itu. tetapi dimuat dalam suatu skema pajak tanah yang dapat dibaca dalam Substance of a Minute. yang keseluruhannya digolongkannya dalam kompleks yang lebih luas. Muntinghe adalah juga orang Barat pertama yang secara sistematis memakai istilah "adat".. . yang hampir menyamai Marsden sebagai pionir dan berturut-turut menjabat Sekretarispemerintah. Sekretaris Jenderal dari Gubernur-Jenderal Daendels. Van V ollenhoven menyebut Marsden seorang pionir. teranglah bahwa ia adalah seorang yang mengabdi pada yang kuat dan berkuasa! Rupanya jasa Muntinghe adalah penemuan desa Jawa Sebagai suatu persekutuan hukum (rechtsgemeenschap) yang asli dengan organisasi sendiri dan hakhak sendiri atas tanah.. akan dijuluki dengan nama "daerah Indonesia" dan "orang-orang Indonesia". Komisaris-Jenderal pada akhirnya: anggota Raad van indies. tetapi masih belum mengenal istilah "adatrecht" . Penyelidikan dan pelajaran hukum adat Indonesia yang diadakan oleh Raffles tidak dipublikasikan dalam History of Java yang terkenal itu. Karya Marsden disusul oleh karya Herman Warner Muntinghe. …Raffles (!). sebab "padanyalah timbul untuk pertama kali kesadaran tentang kesatuan dan hubungan tali-temali daripada daerah dan golongan suku-suku bangsa. sesudah kembalinya kekuasaan Belanda atas Indonesia menjadi pembantu . yang di dalam perjalanan sejarah selanjutnya dari abad ke-19.

memuji Raffles sebagai penyelidik adat-istiadat pertama yang sungguhsungguh. Wilken. Mengenai pandangan Crawfurd tentang hukum adapt adalah suatu campuran. pada kraton di Yogyakarta. juga Raffles melihat Indonesia sebagai suatu keseluruhan yang bulat ". Pada tahun 1814 ia melakukan tugas politik di Bali dan Sulawesi. yang tidak menyebut Marsden sebagai perintis penyelidikan dan pelajaran hukum adapt. Yang disebut terakhir adalah seorang dokter. Pengalamannya ditulis dalam sebuah buku yang berjudul History of the Indian Archipelago. Raffles dan John Crawfurd. suatu percampuran hukum hindu asli dan . adatistiadat asli dan hukum Hindu dan islam".. yang terbit pada tahun 1820. bekerja pada pemerintah Inggris. yang tidak terpisah-pisahkan. Jadi Raffles tidak dapat mencatat hukun rakyat yang hidup. yang pasti memberikan arti yang sangat besar bagi penyelidikan atau studi tentang bahasa. kesenian. kesusastraan. namun disanalah pula hukum rakyat justru telah diperkosa oleh hukum raja. antara lain dari tahun 1811 sampai tahun 1814 dan pada tahun 1816 "resident". yaitu duta. Van Vollenhoven mengenal tiga perintis penemu hukum adat. yang ketiga-tiganya orang Inggris: Marsden. jadi dari suatu daerah. tetapi kemudian diserahi tugas politik.Rafles membatasi bahan-bahan penyelidikannya tentang hukum adat yang hidup di Jawa terutama pada daerah-daerah kerajaan (Yogya dan solo). Seperti Marsden.

hukum arab. -jadi dengan demikian crawfurd hanya melihat hukum agama itu sebagai bagian kecil saja dari hukum adat. . oleh Gijsbert Karel hal tersebut dianggap suatu kesimpulan yang salah. ia membuat dua kesalahpahaman: hukum pidana Jawa dianggapnya hukum pidana menurut al-Qur’an dan kepala desa dianggapnya kepala distrik dan sebaliknya. Daendels telah mengenal desa sebagai suatu yang bulat. Disamping itu. ialah Dirk van Hogendorp 17611822. orang Jawa itu menjadi pemilik iangsung tanahnya. Orang pertama dengan pandangan seorang negarawan. yang memperhatikan politik hukum adat. terhadap hukum adat itu ada juga perhatian dari pihak pemerintahan Bangsa Belanda seperti Muntinghe. dan dua hal terakhir ini adalah hanya diterima oleh yang terdahulu". yaitu Gijsbert Karel van Hogendorp. Di atas ini dapat kita catat perhatian tiga orang pemerintahan bangsa Inggris terhadap hukum adat itu. Tetapi mulai tahun 1806. Mulai tahun 1806 Gijsbert Karel berpendapat bahwa menurut hukum positif. Pada bulan September 1808 ia menganjurkan supaya di seluruh pantai utara Pulau Jawa agar pengajaran anak-anak diberikan menurut adat kebiasaan undang-undang. Kesimpulan Dirk van Hogendorp tentang sistem tanah adat itu. Rupanya ia mengetahui tentang panjer dalam acara adat dan peradilan agama. pada permulaan dianut pula oleh adiknya.

yang pernah menjabat Gubernur-Jenderal. la telah merasakan dirinya dihadapkan . Kemudian datang seorang yang kedua. tetapi yang lebih baik dari Muntinghe. Terutama mendengar nama van den Bosch. yaitu masa tindakan pemerintah Hindia-Belanda yang sewenang-wenang. tetapi juga dilapangan animisme .perbandingan. sejak semula hampir segala perhatiannya dipusatkan pada kepulauan indonesia dan daerah-daerah sekelilingnya. Du bus dan van den Bosch.tidak saja dilapangan hukum adat. teringat kita pada masa Cultuurstelsel. masa memberi tanda tidak menngertinya dan diperkosanya kepentingan rakyat yang hakiki. tidak menaruh perhatian terhadap hukum adat dan apa yang dicatatnya adaah salah. suatu cabang ilmu yang kala itu masih muda.Jenderal yang dari 3 orang: van der Capellen. baik oleh karena tebalnya maupun oleh kekayaan isinya. Mengenai karya Wilken. . masa penindasan rakyat. tidak mau mengetahui lembagaIembaga masyarakat adat dan hukum adat indonesia. yaitu Komisaris . van Vollenhoven menulis: "Buah tangan Wilken adalah kelas satu dan menimbulkan kekaguman orang. Mengenai Metode Wilken. Di tahun 1891 daerah lndonesia ini dikenal sebagai suatu daerah yangterkaya atau jauh lebih kaya dari bagian dunia lainnya. van Vollenhoven menulis: "Metode Wilken alah metode etnologi.Para penguasa bangsa Belanda yang memimpin pemerintahani Hindia-Belanda sesudah zaman inggris. yaitu Jean Chretien Baud. tetapi berbeda dari banyak orang asing lainnya. kemudian Menteri Jajahan (Koloni).

namun oleh karena hasil karya Wilkenlah maka hukum adat mendapat tempat yang khas . Penyelidikannya hanya mengenai adatrechtskring atau lingkungan hukum adat: Bali dan Lombok. dapat disebutkan C.tersendiri. Kita dapat menyebut Liefrinck sebagai salah seorang "penemu" hukum adat . Sebagai penemu ketiga dari hukum adat.bahkan tak pernah ia memakai istilah adatrecht. . di atas tadi telah dikemukakan bahwa Wilken menggunakan metode etnologi-perbandingan.. Tetapi metode Liefrinck berbeda prinsip dari metode Wilken. ialah Frederik Albert Liefrinck". Snouck Hurgronje yang bersama-sama dengan kedua "penemu" yang tersebut diatas tadi. dalam lingkungan kebudayaan yang sangat luas. Liefrinck tidak memakai istilah "adatrecht" . dan ia tetap mempertahankan hubungan antara hukum adat itu dengan kebiasaan dan agama. walaupun tak disebutnya secara khusus. Pada Wilken. namun tersendiri.Biarpun Wilken.A. karena juga Liefrinck memberi kepada hukum adat itu suatu tempat tersendiri.biarpun seperti Wilken. Liefrinck. hukum adat itu! merupakan bahan yang berdiri sendiri. Seorang lain yang juga disebut penemu hukum adat. Wilken dan Liefrinck . dilakukanlah tugas menghadapi hukum adat itu di seberang lautan oleh seorang pegawai pamongpraja. sebagai Guru besar pada Fakultas Sastra bertugas ngajar etnologi atau volkenkunde dan oleh sebab itu sebenarnya bukan spesialis hukum adat. "Sedang Wilken melakukan karya yang fundamental di Leiden. sedangkan "hasil karya Liefrinck terbatas pada suatu lingkungan hukum adat tertentu.maka dengan jiwa yang setara. . adalah F.

yaitu dimasa antara 1898 sampai 1903. sehingga pcnerbitan dalam bahasa Inggris dalam tahun 1906 tidak memerlukan sama-sekali perubahan. Siapakah Snouck Hurgronje? "Kalau Wilken adalah pegawai Pamongpraja yang menjadi ilmuwan.perubahan naskah tersebut. karena ia mengarangnya hanya bersumber pada percakapan belaka dengan orang-orang yang berasaf dari daerah pedalaman. yang menjadi karya besar. Namun daerah dataran tinggi Gayo itu sendiri tidaklah pernah beliau kunjungi karena tak dapat dikunjungi. Pada tahun 1893 dan tahun 1894 diterbitkan buku De Atjehers. Pada waktu Snouck Hurgronje tinggal di lndonesia ini. dan pada tahun 1903 diterbitkan buku Het Gayoland. hanyalah didapat dengan jalan bertanya-jawab belaka. ia menulis beberapa buku penting. Karya ini mengagumkan dunia ilmu pengetahuan.pada waktu itu -hanyalah mungkin di daerah lingkungan yang dikuasai . membenarkan pendapat-pendapat beliau pada bahan-bahan hukum adat demikian rupa.sering mendapat penamaan sebagai penemu-penemu hukum adat yang terkemuka.dan di beberapa pelabuhan pada pantai Utara dan Timur..yaitu Kotaraja dan sekitarnya . yaitu tentang Iembaga-lembaga kebudayaan di Sumatra Utara. yang tidak pernah dikunjunginya. dan Liefrinck seorang pegawai pamongpraja yang menjadi tetap seorang pamongpraja. bahan-bahan dari daerah pedalaman itu. maka Snouck Hurgronje adalah seorang sarjana-bahasa yang menjadi negarawan. Dalam tahun 1900 ia bertemu dengan seorang Gayo yang cerdas dari daerah pesisir Barat Aceh yang merupakan alasan baginya untuk mengumpulkan bahan-bahan tentang daerah Gayo. "Menetap . Namun ekspedisi yang kemudian dilakukan ke daerah-daerah pedalaman dan pegunungan Aceh. Bahan-bahan itupun didapat dari bertanya- .

hukum asli dan hukum agama. yang disebut terakhirlah yang menampakkan diri paling jelas! . ladi sama halnya dengan Liefrinck. hukum yang hidup dan penulisan-hukum. 1903. Bahan-bahan tulisannya adalah penuh. malah berlimpah-limpah dengan perhatian dan ajaran-ajaran. dan sangatlah berlainan dengan metode Wilken. berbeda dari kelaziman dan keyakinan-keyakinan lain yang tidak mengandung arti "hukum". Liefrinck dan Snouck Hurgronje. pada hakikatnya terpusat pada suatu lingkungan hukum belaka atau sebagian daripada itu. antara iain perbandingan/perhubungan antara hukum rakyat dan hukum raja. dan tidaklah ia "mengadakan sesuatu perbandingan dengan daerah Nusantara lainnya.tanya belaka pada orang-orang Gayo yang datang "ke bawah". kedua-duanya. yaitu "De Atjehers" dan "Het Gayoland". yang sangat bermanfaat bagi studi tentang hukum adat di seluruh Indonesia. Dan kebenaran daripada bahan-bahan inipun terbukti dengan jeiasnya dan kemudian diletakkan dalam karangan "Het Gayoland'. Justru karena ditemukannya istilah "adatrecht" itu. sepanjang hal itu mengenai hukum adat. yaitu adat yang bersanksi hukum. Hasil karya Snouck Hurgronje tentang daerah-daerah di Indonesia. maka diantara tiga "ontdekkers" hukum adat: Wilken. Di atas tadi pada permulaan Bab I telah dikemukakan bahwa Snouck Hurgronje adalah orang pertama yang memakai isti]ah “adatrecht".

Juynboll. Yang meneruskan tradisi yang salah itu adalah Dr.W.C. gurubesar. Niemann.W.K. van den Berg. G. A. yang mengajar lembagalembaga. Dari kalangan pendidikan di kota Delft itu terkenal pula sumbangan Dr. Islam di Delft itu dari tahun 1887 sampai tahun 1900 (tahun ditutupnya pendidikan di Delft itu). . Liefrinck dan Snouck Hurgronje "menemukan hukum adat". baik tulisantulisan dari kalangan sarjana-sarjana yang bekerja di bidang ilmu pengetahuan maupun tulisan-tulisan dari kalangan sarjana-sarjana hukum (juristen) yang bekerja dibidang praktek. Yang menyebabkan perubahan itu adalah tiga orang sarjana hukum yang namanya de Gelder.Pada waktu Wilken. Tetapi mulai tahun 1884 ada perubahan yang bersifat perbaikan keadaan. maka tradisi S. yang dipublikasi pada-tahun 1883 dan yang berikutnya. tentang Sulawesi Selatan. maka secara berangsur-angsur literatur tentang hukum adat itu bertambah. Pada tahun 1868 diterbitkan laporan tentang Midden-Sumatra-expeditie (Sumatra Tengah) dengan lukisan tentang adat-istiadat masyarakat disitu. diteruskan. Keyzer. Nederburgh dan Carpentier Alting. L. yaitu menulis tentang "hukum agama dengan penyimpananpenyimpanan" lihatlah di atas tadi . yang mengajar lembaga-Iembaga Islam di Delft dari tahun 1869 sampai tahun 1887. dan Mr. Dikalangan pendidik pegawai Pamong Praja Belanda di kota Delft (IihatIah diatas tadi).T.

H. adalah Mr. Piepers tentang asal dan sifat peradilan agama di Sulawesi Selatan itu. President hoof Gerechtshof. menaruh perhatian terhadap pengertian-pengertian hukum adat dan hak milik tanah adat.A. yang mulai bekerja sebagai pengacara (advocaat) di Padang. pada tahun 1889. M.C. Nederburgh. Carpentier Alting. W. Jasa majalah ini terutama mengurangi kesalahpahaman yang melihat hukum adat itu sebagai hukum agama (Islam) . de Gelder. gurubesar luar biasa). dalam sebuah buku tentang dua Strafwetboek dari tahun 1866 dan tahun 1872. sebagai suatu "eenmans werk". Perhatian yang lebih besar lagi terhadap hukum adat itu. Mr. J. Mr. Pada tahun 1888 ia mempublikasikan dalam lndisch Weekblad van het Recht terjemahan dari beberapa sumber hukum (adat) Makassar dan pada tahun 1891 sampai tahun 1893 ia terlibat dalam suatu polemik dengan Mr. gurubesar. Dari tahun 1896 sampai tahun 1898.Pada tahun 1886. menerbitkan majalah Wet en adat. telah sadar akan pentingnya hukum adat itu. Landraad voorzitter di Ambon dan kemudian President Hoog Gerechtshot. Seorang pelopor ketiga diantara sarjana-sarjana hukum yang bekerja dibidang praktek. President Hoog . Nederburgh. Vice-President Hoog Gerechtshof. yang pada waktu itu masih Landraad Vvoorzitter di Sulawesi Selatan (kemudian direktur Departemen Justisi. Winckel. adalah menjadi majalah pertama yang membahas persoalan hukum adat itu dari segala segi dan memberi dorongan kuat untuk menyelidiki lebih dalam hukum adat itu. datanglah dari Mr. I. kemudian Landraadvorzitter di Menado.

Hal yang disebut terakhir ini baru saja terjadi permulaan abad ini. ia berhasil menimbulkan inisiatif pada residen Manado untuk mengadakan penyelidikan tentang hukum adat setempat dengan maksud untuk mengumpulkan bahan-bahan yang dapat dipakai membuat kodifikasi hukum adat di Minahasa. Pada tahun 1897. Mengenai karya para sarjana hukum.Gerechtshof dan anggota Raad van lndie. Van Vollenhoven menulis: "Tidaklah jika kita mengatakan bahwa permulaan abad ini ditandai suatu penemuan kedua daripada hukum adat. tetapi bahkan menulis tentang disekelilingnya. Untuk dapat suatu ilmu hukum adat. seperti de Gelder. maka bila mereka menulis tentang bahan-bahan hukum adat. Justru "tweede ontdekking" ini penting. mereka tidaklah secara zakelijk mempersoalkan tentang Isinya. Nederburgh dan Carpentier Alting. karena "tweede ontdekking" tersebut dapat mengarahkan pelajaran hukum adat ke suatu arah baru. suatu penemuan lebih mendalam. Tetapi ketiga sarjana ini belum melahirkan suatu ilmu hukum adat (adatrechtswetenschap). Di atas telah dikemukakan bahwa Wilken. . van Vollenhoven menulis: "Menjadi pertanda bagi para yuris saat ini adalah. Liefrinck dan Snouck Hurgronje menemukan hukum adapt. berhubung dengan sifat hukum adat hanyak kekosongan. maka perlu diperdalam pengetahuan hukum adat itu. yaitu yang tidak saja hanya mengurnpulkan dan menyusunnya. tetapi juga memahamkan sifat-siflt ketimurannya.

yaitu pasal 62 R.yaitu pasal-pasal 75 dan 109 R. Dan pikiran seperti hal inipun masih saja hampir tak kelihatan pada Wilken. Mereka itu berpendirian. Hal yang sedemikian ini patutlah menjadi perhatian para pamong praja dan para yuris. soal-soal hukum tanah. Namun di belakang sebab-sebab yang tiga ini. oleh van Vollenhoven disebut: Pertama. Kedua. bahwa untuk memahamkan lembaga-lembaga ketimuran. terletak pada keputusan dan perbuatan dari pemerintah Hindia Belanda yang secara terus menerus rnelakukan hal-hal yang sampai kini sebetulnya orang enggan melakukannya. Ketiga. suatu pertanda akan kekurang sadaran dari para sarjana barat.R.R dan rencana 19 Mei 1908 . di Indonesia dipamerkan atau diperkenalkan oleh van Ossenbruggen.. ialah: soal-soal kedesaan. bahwa di sini terletak beberapa keberatan dan patutlah pula hal ini menimbulkan "ketidak senangan" terhadap metode-metode Barat . orang sepatutnya mencari titik haluannya pada jiwa yang bersifat ketimuran dan masih primitif. ialah seperti dalam tahun 1865 tatkala pemerintah mengusulkan suatu rencana undang-undang yang akan membunuh merusak hukum adat……… Dan kiranya bagi hukum adat patutlah dicatat sebagai hari besar tatkala pemerintah mengajukan rencana undang-undang yang berbahaya pada tanggal 15 Nopember 1904 . soal-soal kewilayahan. berdirilah suatu aliran jiwa besar . ialah hasil karya dari etnologi yang baru saja timbul.Sebagai faktor-faktor yang "bogen de adatrechtstudie in nieuwe richting om" (membelokkan studi tentang hukum adat dalam arah yang baru") yang melahirkan suatu Ilmu hukum adat.

ia mempunyai kegemaran mempelajari. kemudian ia menjadi dosen pada sekolah-sekolah pendidikan bagi pegawai Pamong Praja Indonesia di Probolinggo dan Magelang. van Ossenbruggen bekerja sebagai pengacara dan anggota Weeskamer di Makassar.sesudah 1900. Di atas tadi telah diperkenalkan kepada kita trio yang "penemu hukum adat". Padang dan Semarang. dan ia mengakhiri kariernya sebagai Raadsheer dan President Hoog Gerechtshof . Pada permulaan kariernya. Liefrinck dan Snouck Hurgronye. kemudian ia diangkat menjadi anggota dan Ketua Raad van Justitie di surabaya. yang non Eropa dan non-materialistik. yaitu Wilken. seraya membukakan mata dan jiwa bagi hal-hal yang asli-kuno dan eara berpikir timur. dan materialisme abad yang lampau. .cara mistik dan abad pertengahan. rnenyebarkan dan mempraktekkan etnologi. yang menurut Snouck Hmgronye menjadi suatu studi yang sangat penting dengan memaparkan secara rinci tentang sistem suku dan keluarga dalam kehidupan primitif dan oleh sebab itu sangat dianjurkan untuk dipelajari. Ketiga orang ini telah memberi suatu tempat tersendiri kepada hukum adat itu dalam lapangan ilmu hukum. yang dengan secara pasti memalingkan mukanya dari rasionalisme. Tetapi mereka belum ada kesempatan untuk mengadakan pelajaran hukum adat secara sistematis. Pada tahun 1902 ia menulis suatu karangan tentang perbandingan hukum yang berjudul Oorsprong en eerste ontwikkeling van het testeeren Wogdijrecht. Tetapi disamping bekerja dalam jabatan-jabatan resmi ini.

Van Vollenhoven menghilangkan kesalah-pahaman yang melihat hukum adat itu identik dengan hukum agama (Islam). identitas tersendiri dari hukum adat itu. Dalam karya van Vollenhoven berhubung dengan pelajaran hukurn adat. mempermudah menentukan Identitasnya. karena menjadi hal-hal terpenting. Dengan menghilangkan kesalahan paham yang melihat hukum adapt identik dengan hukum agama. dengan meyakinkan pembentuk undang-undang itu bahwa hukum adat adalah hukum yang hidup. Hal ini telah disinggung di atas. yang memberi tanda kenaI pada hukum adat yang bersangkutan. dengan demikian akan lebih mudah kita dapat menentukan ciri-ciri yang membedakan hukum adat orang Batak di Tapanuli dari hukum adat orang Minangkabau .mempelajari secara sistematis bahan-bahan tentang hukum adat yang telah dikumpulkan. yang mempunyai suatu jiwa dan sistem sendiri. ada tiga hal yang perlu disebut. Dalam hukum adat ditiap-tiap lingkungan hukum itu ada ciri-ciri yang khas. Membagi wilayah hukum adat Indonesia dalam sembilanbelas lingkungan hukum adat itu sangat mempermudah mempelajari secara sistematik hukum adat itu. dan van Vollenhoven membagi wilayah hukum adat Indonesia dalam sembilan belas lingkungan hukum adat (adatrechtskringen). membuat analisa dan menemukan sistem sendiri (eigen systeem) dalam tata hukum adat itu. van Vollenhoven membela hukum adat terhadap usaha pembentukan undang-undang untuk mendesak atau menghdangkan hukum adat. sehingga. van Vollenhoven berhasil memperlihatkan.

dan justru karena kita dapat melihat ciri-ciri yang membedakan maupun ciri-ciri yang sarna ini. Lumban Julu) II. Pantai Barat. Tanah datar. Korinci) 3a. Batak Karo c. Aceh (Aceh Besar. Angkola c. Batak Simelungun d. Padang Lawas (Tano Sepanjang) b. Tapanuli Selatan a.Mentawai (orang Pagai). Alas dan Batak A. . Tanah Gayo (Gayo Lueus) B. Tanah Kampar. Nias (Nias Selatan) 3. Mandailing (Sayurmatinggi) 2a. Singkel. Adapun sembiIan belas lingkungan hukum adat itu adalah sebagai berikut: 1. Tanah Gayo. Batak Toha (Samosir. Batak Papak (Barus) b. maka kita dapat memperoleh suatu ikhtisar sistematis tentang hukum adat di Indonesia. Tapanuli Utara a. Tanah Minangkabau (Padang. Tanah Batak (Tapanuli) I.di Sumatra Barat. Balige. Simeulue) 2. maupun ciri-ciri yang sama dalam kedua hukum adat itu. Tanah Alas C. Limapuluh Kota. Agam. Laguboti.

Tobelo. Salayar. Indragiri. Laikang. Mandar. Kepulauan Sula) 13. 8. Kalimantan Tenggara. Palembang (Anak-Lakitan. Toraja. Toraja Barat. Kaili. Timor Tengah. Sumba Timor. Rebang. 15. Kepulauan Ternate (Ternate. Timor Barat. Lepo-Timan. Toraja Baree. Halmaheira. Lampung (Abung. Sumba. Sumatra Timur. Lepo Alim. Hitu. Kodi. Flores. Long Glatt. Minahasa (Menado) 9. Kubu. Dayak Maanyan-Patai. Banda. Sigi. Tidore. Dayak Lawangan. Dayak. Ponre. Kapuas-Hulu. Bengkulu (Rejang) B. Semendo) D.4. Bangka dan Belitung. Roti. Muna) 12. Gorontalo (Bolaang Mongondow. Maanyan-Siung. Kepulauan Timor (Timor Timur. Tanah Toraja (Sulawesi Tengah. Tanah Malayu (Lingga-•Riau. Toraja Sadan. Sumba Tengah. Gowa. Makassar. Dayak Landak dan Dayak tayan. Maluku Ambon (Ambon. Gedongtataan Tulang Bawang) C. Pasir. Sumatra Selatan A. Kepulauan Uliasar. Bone. Dayak Ngaju. Kepulauan Banggai) 11. Savu. Kisar) 14. Dayak Ot-Danum. Dayak Kenya. 7. To Mori. Pasemah. Bima) . Tawaili. orang Banjar) 6. Jambi (pendudluk daerah Batin dan Penghulu) 5. Pubian. Dayak Penyabung-Punan). Boallemo) 10. Seram. Irian. Sulawesi Selatan (orang Bugis. Kalimantan Barat. Ngada. Buru. To Lainang. Mahakam-Hulu. Kalimantan (Dayak. Jelma Daya. Paminggir. Kepulauan Kei. Kepulauan Aru. Dayak Klemanten.

Jawa Tengah. Kedu.~K'isi! I. Sunda.. Perbedaan hukum adat tersebut bukanlah suatu perbedaall1l asasi IpnYlcipieel). Kastala..: ngadakan unifikasi hukum di ~ndlonesi21 menjadi suatu faktor penting .'lm.. yang sekarang masih ada. Madura) 18. Surabaya.16."dlirinya perbedaan hukum antara berlbagai persekutuan hukum adat klsebut. Jawa Timur.1l lenyapnya perbedaan hulkum tersebut dikemudian !hari . Jawa Timur serta Madura (Jawa Tengah. Ilkatan kenegaraan kita ini makin lama makin I ". Bali dan Lombok (Bali. dan anggota-anggota berlbagai I"("l'sekutuan hukum adat itllll makin lama makill bertambah. bahwa Ibangsa Indonesia terbagi dalam Ill} "'bangsa kecil" yang sekali••kali tidak mempunyai Ilmbungan antara \. I'lktor-faktor lain ialah pengaruh kota-kota besardan makin lama makin wcresapnya kesadaran nasional sebagai warga Negara Kesatuan Il. Karangasem. Sumbawa) 17. Jawa Barat (Priangan.. Y ogyakarta) 19. Buleleng. maka dengan . Purwokerto.q)Ublik Indonesia. Di kemudian hari. Perlu dikemukakan bahwa pembagian ini hanya untuk sementara \" :Iktu saja. Tulungagung. Tnganan Pagringsingan.. ]1 intas yang•menjadi lebih rapat.. Juga resepsi hulmm Eropa serta keinginan untuk I II I. Daerah Kerajaan (Solo. akan dihapuskan dan diperkecil. Lombok. karena tukar-menukar anggapan dan l. . Banten). I't:mbagian in i juga tidak berarti. Jakarta.illI .mg satu dengan yang lain. tcrkecuali ilkatan kenegaraall1l yang diberi llama Republik Indonesia. Jembrana..

Karya van Vollenhoven yang maha besar ini. diteruskan dan d1i1engkapi oleh heberapa tijdgenoten dan bekas muriclnya. Hal ini tdah dibuktikalfll okh Prof. Het .. yaitu mempelajari hokum adat secara sistematiis dlengan mendekatn sebanyak-banyaknya p..Perbedaan hukum adat itu hanya perbedaan kedaeralhan Ilokal) saja. yaitu sebualh buku yang menjadi I/logistrale voortzetting (pellanjut yang gemillang) darii pekerjaan van Voillenhoven 16'1.lllldangan hidujp orang ]Indoncsiia sendliri. Diantara bekas muridlnya harus disebut dua orang yang telah meninggalkan karya yang genial. lihat: Ter Haar.padaRechtshogeschool dl kota Betawi dahulu (Jakarta sekarang) dari tahun 1924 sampai tahull 1940168• Oleh Soekanto diberitakan bahwa pada ter Haar ada suatu "kemauuo yang istimewa yaitu kemauan untuk menempatkan hukum adat disuatu :i tempat yang derajatnya sarna dengan ilmu-i1mu -hukum positif yang. Ter Harr dalam buktmya lkginselen en steL~el van he! adatrecht. yaitll I seorang dari negeri Belanda dan seorang putra Indonesia. yang pada waktu hidupnya menjadi gurubesar (yang pertama) untuk hukum adat -. Orang Belanda itu bernama Rarend ter Haar Bzn.: lain" (gestreefd moest worden naar een gelijkwaardige plaats in de r!ll der positieve rechtswetenschappen.dan untuk sementara waktujuga untuk etnologi.

diesrede 1937. dalam lapangan politik hukum adat. Irldie dengan pekerjaan ini van! Vol1enhoven memberikan kepada kita suatu dasar untuk menyelidiklil!1 lebih jauh hukum adat. aft 1. Soepomo melllgatakan dalam lndisch tijdschr~fi. dan lain-lain. practijk en onderwijs. '.3)" 1 69." Berhubung dengan teori hukull1 adat. 1941. hllkum adat.a~am lapangan teori hulkum adlat. pag.ll1llah tllgas yang dlplhh oieh Ter Haar. yaitu: banyak. kira••kira seperti begini: "Sistem hukum adat telah dibentangkan oleh valli V ollenhoven dalarn bukunya: Het Adatrecht van Ned. jilid 154. d1alam lapangan hukum acara. van het recht. D. Langkah pertama yang hams dilakllkan ialahilll penyelidikan lembaga-Iembaga hukum dan hubungan••hubungannya sertl~'ill faktor-faktor s~sial yang mel~p~l~garuhi Ikeadaan _dan perkembangatllill. dalam usahanya untuk hukum adat tak dapat diabaikan. Soelkanto melanjutkan berita tentang karya ter Haar dengan pertanyaan: "Apakah artinya Tel" Haal" tcrhadap hukum adat? "Jawaban atas pertanyaan ini kita d1apat Iberikan dengan satu perkataan saja.adatprivaatrechl '''I van Ned. Indie in wetenschap. rer Haar melakukal' ill! .

Makin h. ~". buku mana disamping 11111\\1 van Vollenhoven. bllkan saja Soepomo yang memuji buah pikiran Ter Il:lar dalam buku itu. bahwa isi buku IIu adalah suatu keuntungan besarbagi pel'kembangan hukllm kita. Pendek kata.oJ duidel(jkheid in te baeten. Rechtshogeschool dalam kuliah-kuliahnya. pertama. seperti dlllarhum Mr. Ter Baar melakukan IIII dalam karangan-karangannya. . van Ossenbruggen mengemukakan bahwa buah 101 k iran dan perkataan dalam buku itu adalah tepat clan terang (kernachtige "'f'crgeving der gedachten. dalam buku itu Ter Haar membentangkan dengan terang dan sistematis beberapa macam persekutuan hu1kum. hukum W:'I!liS dan lain-lain hal. sangat perlu bagi seorang penggernar hllkum 1.myak kita mempelajari buku karangan Tel" Haar ini.E.. "Akan tetapi. makin tertarik ilia o1eh isi bukl1 itu.D. tanah. verm(jding van elke overtolligheid. Memang. Tel' Haar berjuang supaya misalnya hak 1IIIayat (beschikkingsrecht) mendapat pengakuan formil dalam IlIldang-Ull1idang. dengan terbitnya Beginselen en stelsel I.m he! adatrecht itu.Ingat berharga bagi kita dan yang harus kita hargai.1 di. hukum kekeluargaan..~. sehingga kita dapat mengatakan. salah seorang ahlih~lkum yangternamajuga.rjanjian-perjanjian. halaman 505). Dalam politik hl1kum adat. F. hukum perkawilllan. Ter Haar I'nemlberikan slLIatu sumbangan yang '. Themis 1939.1:1["170. zonder d. Tel' Haar mengumllmkan ini dalam I '1Ikunya: Beginselen en stelsen van het adatrecht.

ommissie (1930)"" keempat.\'tuw. Tj. ~". dalam agrarische commissie van 1928 ketiga.D.rjanjian-perjanjian. 125. kedua. 1932). halaman 505). hukum . Mei 1941..). Twee agrarischeproblemen (De . 348 en volg. De rechten op den woesten grond en de wetgever III Ned. l!h recht. dl. Bznl. Themis 1939. Rechtshogeschool dalam kuliah-kuliahnya. verm(jding van elke overtolligheid. 30e jaargang. sangat perlu bagi seorang penggernar hllkum 1. Memang.. 1934). Bertling: B.1:1["170. dalam advies der . Ter 'Ilaar. zonder d. 3. tanah.dibdakanE~ layar dalam volksraad.. Tel' Haar mengumllmkan ini dalam I '1Ikunya: Beginselen en stelsen van het adatrecht. di. dalam beberapa karangankarangan. No.oJ duidel(jkheid in te baeten.~. lndie (De Gids.E. C. salah seorang ahlih~lkum yangternamajuga. Het beschikkingsrecht in de jurisprudentie (Koloniaal tijdschrift 23ejrg.!. 1930). kita . Lihat: MIf'. bld. van Ossenbruggen mengemukakan bahwa buah 101 k iran dan perkataan dalam buku itu adalah tepat clan terang (kernachtige "'f'crgeving der gedachten.. seperti dlllarhum Mr. pag. bllkan saja Soepomo yang memuji buah pikiran Ter Il:lar dalam buku itu. 15 Aug. "Akan tetapi. (Koloniaal tijdschrifi. dalam buku itu Ter Haar membentangkan dengan terang dan sistematis beberapa macam persekutuan hu1kum. Ter Baar melakukan IIII dalam karangankarangannya. i(Indisch tijdschr. buku mana disamping 11111\\1 van Vollenhoven.~but disini: Het beschikkingsrecht in het adatrecht . F.

No. lndie (De Gids.. Sembilanbelas tahun kemudian. pag. Dalam politik hl1kum adat. dl. 1932). (Koloniaal tijdschrifi. 140. 1930).h. dengan terbitnya Beginselen en stelsel I. C. recht.m he! adatrecht itu. Tj. Makin h.~but disini: Het beschikkingsrecht in het adatrecht . dl. "Dalam tahun 1934 ia menerbitkan lagi suatu pub1ikasi tentang hukum acal'H :1 dalam Indisch ttjdschr.. i(Indisch tijdschr. Pendek kata. makin tertarik ilia o1eh isi bukl1 itu. Bertling: B. bahwa isi buku IIu adalah suatu keuntungan besarbagi pel'kembangan hukllm kita..!.. hukum kekeluargaan. Lihat: MIf'. 3..myak kita mempelajari buku karangan Tel" Haar ini.. pag. Tcsi" ini ditulisnya pada tahun 1915. 30e jaargang.).ommissie (1930)"" keempat. 1934.V. 125. Het beschikkingsrecht in de jurisprudentie (Koloniaal tijdschrift 23ejrg. Bznl.perkawilllan.. 348 en volg. 15 Aug. 35 C. hukum W:'I!liS dan lain-lain hal. sehingga kita dapat mengatakan. bld. dibdakanE~ layar dalam volksraad. Tel' Haar berjuang supaya misalnya hak 1IIIayat (beschikkingsrecht) mendapat pengakuan formil dalam IlIldang-Ull1idang. v. kedua. Ter 'Ilaar. dalam beberapa karangankarangan. Mei 1941. dalam agrarische commissie van 1928 ketiga.Ingat berharga bagi kita dan yang harus kita hargai. l!h recht. dalam advies der .\'tuw. Ter Haar I'nemlberikan slLIatu sumbangan yang '. 1934). kita . pertama. Twee agrarischeproblemen (De . De rechten op den woesten grond en de wetgever III Ned. Tesis ter Haar adalah mengenai hukum acara orang Indonesial72. tcntal1~1 Welke eischen stelt toe passing van ongeschreven materieel privaatredrJ aan organisatie en procesrecht der inlandsche rechtbanken? Ter .

li .:1 ~I ilmll etnologi (rechtsethnologle) adal.: religio-magis. LV.r. aft. Rad-rad agama ini diubah menjad~ pengadilan••pengadilan pCllglmlu (penghulugerechten).ah jperlu untuk rnendidik ahli-ahli ' hukum-adat. Mr. halaman 269 Clan 12. I . 154.11'1. Suall! mahkamah (Hof van lslamitische Zaken) dibentuk. dl. Ini semul~ pekerjaannya Ter Baar. Lilla!: KaranganIkarangan Bertling dan SoepolTlO di atas.' ikatan warga desa dan tanah adalah reliogio magis.mltind). dasar panjer ialal. B. dan lain-lain"17J':III. balhwlli :III.I:II'i •. Lain dari ilU kekuasaan hukum (rechtsmacht) penghulu (godsdienslige rechter) mendapat Ikeltentllilm Ihukum yang lebih Itegas (beter o. halaman 13 dan selat~jutnya). 1941. dikemukalkan oleh Ter Haar dalam pidatonya Ipada tanggal Ii: 28 Oktober 1937 (diesrede 1937) dilT/ana Ter Haar mellgatakan bahw. ilmu etnologi sang~I:1 ii diperlukan. Bahwa antara Imkum adat dan lllmu etnologi tiidalk saja ada hubllngall yang erat sekali. Seringkalli dallam OUklll1 itll Ter Haar mell1lulis. Pembatasall hukum adat (ajbakening van het adatrecht).h. dan lebih terang dalam bulku Ter l--Jaar: Beginselen en ste/set :1 . Yanl/l dimaksudlkan T(~r Haar ialah berlmbung dengan peradilannYi~1 (rechtspraak) rad-rad agama (priesterraden) dalam soal-soal hukum waris (in kwesties van erfrecht). '1\11' Haar Bzn.Ham mengatakam disini bahwa Jlwkum acara hams membawa hak serapat-rapatnya dengan masyarakat Indonesia (Soepomo. van het adatrecht. Knd. bal1wi~ I. akan tetajpi lebih-Iebilh untuk mempllnyai pengertiall tepat atas beberapa hal dalalltll hukum adat.ll beberapa perlbllaltan dalam hukum adat berdasar rdigio-•maglis.

pacla talum 1933 dliterbntkan buku yang terkenal l. 137). padla tatllm 1937 dua karangan mengenaiSchijnhandeling en . .ondokoesoemo.-echl in het geweslJogjakarta buiten de hoofdplaats (T.lllgsa Indonesia Ikelillna yang memjpf'Koleh ge!ar dokltOJr daJam ilmu lildmm dibawah pimpinan mahagufIllI yang termasyhllr itll. Yang menjadi !I:lIlrlotomya ial. "'lcrelkajugaJruemlahului Soepomokealam Ibakasebelmn ul11U1rmencapai . 13).Tentang karya "Soepomo sebagai sarjana. Resink menulis: "Pada tahuo 1927. paOla tahun iitujlUlga dibuatnya sualtu .oek naar het . Pada tahun 1928 ditlliisnya karangall1J Hel ':I"ondenrechl ter hoofdplaals Jogja no de Reorganisalie Cr.Jndische Juristencongres tentang Het vervreemdingsverbod van lnlandsche ::ronden.fcskundigenverslagtell1itaulg hulkunl hallta perlkawinall di daerah Cianjur 1'11'.rdatgrondener:l./d."174 -. Enda Boemi dan Soebwto.dnm 1932 Icarangan Verslag mntrenl !let muler'{. ketika baru !1l:lumur 24 tahun. Soepomo menjadi sarjana hukum 1:'.ah van Vollcnhovel].cnggaman hukum adat il:lI.dan yang mCl1jadi plltra II.adatprivaatrecht van WestJava.'.'nggantikan Ter Haar dli Rechthogeschool. parela tailmn 1936 praeadvies mltuk iVierde Nederland•.128).donesia lPertama. dalam 1939 'il<. Koesoemah Atmadja. Miereka yang 1!II1.0 tahuo.:ndalmlui Socpomo dalam m(~mperoleh gelar doktOJr ntu ialah I . Bahwasanya hukum adatlah yang paling Illenarik perhatilan ' I\hdai saat ini perhatian Soepomo tidlalk lagi dapat dilepaskan d:ui I '. pada I.. Soepomo memperoleh ge1ar doktor dalam ilmu hulmm I'lda Rijksuniversiteit Leiden (Negeri Belaoda).

1501) dan pada talmn 194 I ole\] Soepomo diucapkan suatu omsi pelantikan sebagaii guruibesalr tenltang ne verhoudingvan individu en gemeenschap in het adatrecht. Soal-soal politik hukum adat dikemudian hari.IIverschrUving van grond clan M. 154). Ikini hampir senantiasa da]am bahasa Indonesia. atas orasi Holleman (T. Sete]ah Perang Dunia II. aklhirnya dibuatnya suam nekrologi (Riwayat almarhum) Tel' Haar (T. yaitu tinjauan buku atas disertasi . Disamping ditullisnya. ] 52). Soepomo.] 39) dan disertasi Caron (T. yang diterbitkan dalam majalah Hukllm dan. yang diterbitlkan clalam rn~Jialah hukum pada tahuo ] 952 itu pula dan kemudian lagi diterbitkan kembali dalam himpunan Bab-bab tellltang JH[ukum Adat -Ihimpunan ini diterbitkal1l setelah S:oepomo meninggal -. ]51). karangan••kamngalll ini. pada lahun 1939 dibllatnya sHah]1 Verslag nopens het onderzoek naar het I. 143).ldatrecht ter hoofdplaats Batavia 1(1'. menaruh perhatian Ikhusus terlhadaJP politilk hukum adat dan kedudukan hukum adat di kemudian hari dan :sejarah politik hukum adat pacla zaman yang silam. Karangankarangannya dad tahull 1[947 tentang.sebagai suatu karangan pembukaall . 142) dan orasi Kom (T. kemudian.Knottenbelt (T.. '1'Vd~'chrift van het Recht dari Italmlfl 1934 sampai tahun 1941. oleh Soepomo diadak:mjuga beberapa il injauan bllku dalatn indisch.iddel-Javaansch erfi-echt (T. suam terjemahan dari pidato yang diueapkannya da]ambahasa Inggris dikota Washington pad" tal1unJ•952 tentang hukum ad at dikemlldian hari berhubllmg dengan pembinaan negam Indonesia.

semua ini memperliha1:kan idealisme Soepomo d1aHam bidang politilk hukum itu.llk memiimpin Lembaga Pembimlan Hukum Nasional tidalk begitu menggembirakaill!1lya.d kedula diterbitkan dengan ibantuan Djokosodono danNyonya [1v11r.. dan oleh :sebab itu. tawaran yang disampaikan kepada Soepomo untl. !. yang :telahsaya :singgung diatas tadi. sedang:kan jiii. HimplUlnan ini mermmt pallia karangall1l-karal1g11lfl HukumAdat Waris dan Hukum Ada! Delik. d1iHuar dugaan ball1lyak orang. Ketilka ia menjalba1t dulla besar di . Mengenai iidealiismeini.1m tata negaml76. I Ii..~mbangull1l hulkum banI Republik Indonesia. yang telah beber. m(~nUrult pendapat saya agak Irnaif (naiej).mllu tl~rnyata dalam bukllnya St~jaral1 poiitile hukm1rl ad at. lP'id~'rs Gm pada 1:ahun ] 954. Pandangalr1l reaiisrne historis yang dimil[iki Soepomo mengenai politik hukum adat paGla zamml dar.. iia menaruh perhatian terhadap I. khusus pada vvaktu ia IlidUlk dalam 'belberapa Ikomisi penting.F'erha:tiaH itiB terbukti dalam karangannya Sistem Ada! yang dinmat dalam lhiimpumll11 Bab-bab tentang hukum adal. Juga :sistem hukmTl adat mendapat perhatimn Soepomo.apa lkall dicetale kemibali. kemudian Soepomo merasa kecewa. Jilid pertarna bulku ini ditulisnya berSBllTllll"slllma dengan Djokosoetono dan diterbitlkan pada tallnm 11950.himpunan tersebut. Ylllng melukislkan sish~m bagialOl••1bagJian Ihulmrn adat tersebut"175 Soepomo tidak hanya menaruh pcrhatian terhadap hukum adat dan p!llitik hukum adaL Sebagai seorang sarjana yang aktif dalam "111.

rnaka dapat dikatalkan baillwa peikcI:Jiaan ":oeporl1o daiamOl bidang hulmm ad:at" baiilk !f1rwnurult kuantitas :!1nal. J?ada ''ialktu Soepolfno ada di negeri I ill'. se~1.1di .mlk 11m: .lIl.ta 1r1il.w dl Indoi]l..r.rH:J~ . yang terunU311: d311larn dU III: didia11lIui\!ui slJlatu k31I"JUlgan yaln!'.~ji.elCiltS!IU'21.1 dwsilkarnnya dalallm ti:nlat lapall1lgallil ilmu sos. tiidiak sarna Illnggi.lpun 1I1]lenurut kuafiiitas.l.~slJdah ikemibaiii dii lndonl~s." 1.1I:b iUIKril. ia mengadak:m cClmnllah•••ceramah dli unrversiitas-llJ.ILdS ''Te1lapi prodluktivitas SoepolTlo dia:iarn !liima ba:gian Ila:pangan iirnu :')Silal! inr 1tidak salina besar. I /.London dan juga 1'. ._..Il~dIi[JllkdI111td.niversitas "II.il:lya ~:o~orna~i.d::1'l denga:ll..fYilli:rnyat.1:~I~~IHl1I.ia'T. Y31itu IDI.ulis pada ([al-tllilil 1929.lrnl1lya..? fllulampungl oieh P'.lia.lDiniia. Disampiing . lDeJinikian juga unrtu dlari apa yang .jauh eli atas peikeltjaan••pekeljaan yang lain.aK IiIII:rnpcJ['hatikan hadamm i!llltemasionadL.griis telli\:a11lg rn21s3llah••rnasallah sosiaJ di Indiones.::.ial 1lersdmt.1lnn cLul puadd.ii dalll'i sndut iill11IIUL. di.1 ':lltOIlnr'll:.griS. Socpomo sang.c a. p~~~la}~.lllm 'wakt'u1 sf.

.. C.D. Wienecke menemukan bahwa dalam barang roerend dan barauH onroerend tidaklah tepat.A.politik hukull1 adat sejak tahun 1848. Mr: F. banyak kesalahan paham tentang lembaga-Iembaga hukum adat dapat dihilangkan. Th. tebas. sah. Yang menarik perhatian adalah tulisan-tulisan beberapa pegawai Pamong Praja Belanda dan hukull1 Uuristen) yang mencoba ll1elihat lembaga-Iembaga adat itu sudut penglihatan orang Indonesia sendiri"180.jual atau adol. dan akibat pendapat baru Logemann itu. yaitu "persekot" itu tidak lain daripada panjer. dan pada tahun 1923 Holleman menulis buku yang terkenai tentang Het adatgrondenrecht van Ambon en de Oeliassers. borong . van Deventer menemukan latar belakang "minta yang menjadi kebiasaan orang Indonesia dalam melakukan berbaglli transaksi. Pada tahun j 923 itu pula.yang namanya telah disebut dalam Bab III di atas tadi mempublikasikan "penemuan-penemuan yang menarik"l8l tentall!r sistem hukum adat di Tulungagung (Jawa Timur) dalam suatu rangkaian penyelidikan pad a tahun 1918. panjer. yang bekerja di Blora. Logemal1n memperkenalkan sllatu pandangan baru. 1920 dan 1924 (dikumpulkan dan diterbitkan kembaii pada tahun 1927). . Holleman -. seharusnya ada pembagian dalam barang "yall~l dapat diganti" dan barang "yang tak dapat diganti" Pad a tahun 1913 Logemann.yang diteT:iemahkan salah dalam bahasa Belanda. tetap. Mr. menunjuk pada istilah-istilah hukum adat -. yang sangat mendekatkan pandangan hidUip orang lndonesia. C. selanjutnya. Mr.

1. iIIgan sendirinya (otomatis) perhatian terhadap hukum adat itu menjadi I..tentang Irian Selatan.11. N. Wielenga. Warned~. Diantara zendelingzendeling harus disebut cIua " 1111'. Pada akhirnya..ar pula dalam kalangan perguruan tinggi dan jUlTIlah tulisan-tulisan d.. van Wetering . Adriani dan Dr.186 :'. . maka d. yang lebih sesuai dengan hukmn adal: sebenarnya 183. haluan baru ini dJiperkuat oleh ~matu rangkaian keputusan-keputusan Landraad.(~jak van VoJlenhoven diangkat menjadi gurubesar di Leiden.'. biarpun kecil tetapi berharga. d III van der Kolk itu menu lis tcntang Tanimbar dan Kei pula --. dl. Juga dari pihak misi dan zen ding datang sumbangan. Meerwaldt.1. Sarolea mempublikasikan suatu "pengex1ian baru"IH:' ltentang kesukuan di Minangkabau. Albert C.. Disini perlll disebut tulisan--tulisan yang memuat . Schut. 1IIIang Tanimbarl84." iah tentang hukum adat -disertasi-disertasi.11 adalah Fortgens.lll-bahan tentang hukum adat dari pastor-pastor Geurtjens tentang I' i l'ldauan Kei --. Kruytl85 beberapazendeling 1. yang memberi sumlbangan kepada pengetahuan kita tentang hllkum . karangan-karangan dan I II Ilk lI-bukll -kian bertamlbah banyak. Hueting.. besar: Dr. Drabbe I. van der Kolk dan Vertenten -.tentang bantuan yang diberikan oleh penguasa-penguasa adat kepada mereka yang mengadakan perbuatan-perbuatan Imkum adat Padl~ tahun 1919 Mr.

Karena k •. melainkan.al.Ian etnologi. baik eli Negeri Belanda maupun eli Indonesia. lihat di atas. :.ahan paham yang melihat hukum adat identilk dengan hukum agama I i:-:llam) -lihat di atas tadi --.IIlgkin I Ii ". sehingga menguntungkan dam pembatasan suatu pelajaran hukum adat dapat dengan tepat diadakan.. yang ditemukan oleh Snouck I-Iurgronye. Liefrink clan Snouck HurgronYt\ t'Jederburgh dan van Ossenbruggen telah-memberi landasan kuat llntllk 'Inembangun "suatu ilmu t~~rsendiri tentang hukum adat" . karena . maka dengan sendirinya pelajaran hukum . istilah adatrecht. kecaman 1\lederburgh dan publikasi-publikasi pertama dari van Ossenbruggen. karya Wilken.Sampai tahun 1910 dalam kalangan pergllrllan tinggi bel um llH.dakan sllatll pelajaran akadem is tersend iri tentang hukum adat. maka boleh dikatakan bahwa setelah Perang Dunia n kegiatan menyelidiki clan mempelajari hukum aclat itu sangal: berkurang.lIdat itu dilihat sebagai em'belan lslamologi sCflta etnologi. Disamping itu. sebagai bukti bahwa istilah tersebllt telah dikenal mnum 187. rneyakinkan bahwa pelajaran hukul11 adat tidak dapat diiterllskan sebagai embelan I slamologi . makin lama makin banyak dipakai dan dikenal umum. hukum daerah kerajaan. Pada talmo] 914 kamus istilah bahasa Bclanda yang disusun oleh de Vries dan te Winkel tellah memuat istilah adatrecht. Selbabnya di Negeri Belanela kegiatan itu menjadi berkurang.. Dibandingkan dengan keadaan sebelum Perang Dllnia II. Tetapi justru IlIlisan-tulisan W'ilken.. Liefrinck dan Snouck Hurgronye. \'ang memberi tempat tersendiri kepada hukum adat.

van Dijk tentang Samenleving en adatrechtsvorming diisertasi J. s' Jacob tentang Lancl. Prins tentang Adat en lslamietische plichtenleer in lndonesie. huwe. pada tatum ] 948: disertasi R. sebagai hakim. Beberapa publikasi yang diterbitkan eli 'Negeri Belanda setelah Perang Dunia H: diantara yang pentlng dapat clisebut: pada tahun 1945: disertasi J.hilangnya Indonesia bagi Negeri Belanda sebagai snatu koloni Belanda.H. Mereka belmll mempunyai cukup waktu untuk m'~ngadakan penyelidilkan clan pelajaran tentang hukum adat. sejak aksi Irian Barat pada tanggal 3 Desember 1957 tidak aela lagi seorang Belandla yang menjadi gllrubesar dalam kaIangan perguman tinggi kita.lijksrecht en erfrecht in het Koeriagebled van Tapanoeli. pilihan tentang hukum yang berlaku di atas tanah212 -. disertasi E. JDisel1asi-disertasi . bahkan. Sonius.wlomein en adatrecht . Pun tidak lagi bekerjanya eli sini orang-orang Bdanda sebagai pegawai Pamong Praja (Belanda). val!ll Dijk dalam brosur mereka Adatgrondenrechl en domeinjictie yang ditu I is pada tahun 1946. Keuning ten tang Verwantschapsrecht en volksordening.claJ i I-dalil (stellingen) yang dikemukakan s' Jacob dibantah keras oleh Kom clan R. pac1a tahun 1952: PJrajoedi Atmo:soeOlirdjo menulis suatu disertasi yang membandlingkan hukum adat orang Madura eli Jawa Timur elengan hukum adat orang Using2l3. Sebabnya di Indonesia kegnatan itll menjadi berkurang karena para sarjana hukmn Ieita masih sangat terikat perhatian dan tcnaganya pada penyelesaian berbagai persoa!an yang lebih urgen berhubung dengan tugas pembangunan dan tugas penyeJesaian revalusi Indonesia. dan lihat juga karanganM. Donneier yang menguraikan Banggaisch adatrecht. disertasi J.J.

:rgolakan. . Akhirnya.oepomo dan Djokosutono telltang Sejarah politik hukum adat danjilid III blllku tersebut -. . I"entang karya Soekanto ini lihatlahjugaKata Pengantarpada permulaan I. lihatlah kata pengantar pada permulaan buku inj217 sedangkan oleh :c:oekanto d itu lis suatu ikhtisar (overzicht) pertama tentang hukum adat. semuanya pidato dan ceramah yang ..m d1engall hukum adat tetapi Iluga memuat bahan-bahan penting tentang hl. Penyeslla. pada tahun 1954 itu Ilula dipublikasi pengantar hukum adat yang pertama: karya R. perlu disinggllog beberapa karya Hazairio yang tidak Ilanya mengllpas hubungan antara hukum 1sla..~iden.lllrak~lt. ialah: pidato di Salatiga pada tahun 1950 mengenai HllllkUllull>aru di lirndlollllesia . van Dijlk .ian Adat kepada hukum Islam.Hhat d i atas tadi ....yang ditulis dengan bal1tllan Nyonya Ch. HllJlkllllllll1l l[slam £Ian MasY. tlljuh dalil ':llcpomo yang dikemukakannya dalam karangan tentang Hukllm sipil Illdonesia di kemudian hari216. Pieters-Gill diterbitkan pada tahun 1954 (Iihatlah diatas tadi).s' Jacob dan Prajoedi dipertahankan pada Universitas Utrecht sedangkan disertasic1isertasi yang lain dipertahankan pada Universitas L(.uku ini. "lmllollliesna s:ahJ1 ma:sjid". Beberapa pubJikasi yang diterbitkan di Indonesia setelah Perang I hll1ia II adalah: pada waktu Republik Indonesia beribu kota £Ii Y ogyakatia: lahirlah dua pidato Soepomo yang mengupas soal-soal politik hukum dalam pembangunan negara Indonesia214 clan yang IIlcramalkan Kedudlllimn hukum ad at I[Hkemudian hari215. PI. pada tahup J 950 diterbitkan jilid I buku :.lkum adat dan masalah pembangunan diJapangan hukum pada umulTlnya.

sejak tahun 1957 tampaknya usaba menyelidi'~i danmelnpelajari'hukllli1' adatH~lah giat k'emball. Datlse'gala kegiatan inikiranya mendapatdorongan atallpun dipimpin langsllllgdan dijiwai oleh Prof.Kegiatan terse but menjadi Icbill besar e1alirlsahamengadaka~penditian-pUli hilah bertambah banyak. M. tetapi syu!kurlah... . QlIr'an"219.:mana hukum Islam"2111 dan "Hukum waris bilateralmenurut Ai .-peminat dilapangan hukum adat.Research Ulliversitas Gajahmaela"220. lihat Bab][ di atas -"Hendak Ikl. kegiatan menyelidikii dan mempelajari hukmn ad/at itu sangat berkurang. Kemudiatlo1eh Yayasan Pembina Huklll11 Adat Universitas Gajahlllada diterbitkan "Maj'alah hllkurn Adat". Kegiatan itu tidak hanya ditujukan pada "penyelidikan norma-llorma hllkum ad at yang bam". Di atas tadi telah dikatakan. pidato inaugurasi di Jakarta pacla tanggal 13 September 1952 rnengenai "Kesusilaan dan . Kegiatan dan minat itu tampaknya berpusat pad a beberapaUniversitas. tetapijuga pada penyelidikan-penyelidikan latar belakang sosio-kulturalnya_ Kegiatan itu tampak dalamsuatu rangkaian publikasi "TinjauanSosiografi ]ndonesia" dan dalam penerbitall sebuah majalah "Sosiografi Indonesia" oleh Panitia SoCial .. yaitu UniversitasGajalunada Y ogyakalia dan di Universitas Indonesia Jakarta. bahwa dibandingkan dengan keadaan sebell1l11 Perang DlInia II tidak saja di Negeri Belanda tetapi juga di Indonesia..diadakan an tara tahun 1950 dan tahun ] 953.M. Mungkin hal ini disebabkan oleh faktor keamanan serta kondisi-kondisi sosial politik telah lebih banyak memberikan kesempatan kepada pemillaf.

Soepqmo terbaru. Dengan giatnya kembali lIsaha . yang beri'si 50 k'eplltl. Soebektid~hJ. . oleh Saleh Adiwinata SW28.lsan-keputusan penting dilapkNgan hukum adat dan patut dicatat pula karya Prof.224 dml tak lama kemudian diterbitkan sebuah hasi) . adat Mina. 1960.H. Koentjaraningrat! 'Beberapa metode antropologi dalam penyelidikan-penyelidikan masyarakat dan kebudayaan di Indonesia". Keinudial\~ sllatll "Kll111pulan putliSall Mahkamah Agung mellgenai hukl11h adat" telah dihilhpun pula olej1r>rof.ua~lI segi barn daripada huk~lm adat.l Dasar falsafah. Dan patut dicatat e1isini sebuah tesis yang sangat penting artinya bagi penyelidikanetnolggi dan hukum adat. . "Reorientasi Hukumdall Huklnl1 Adat"222 dall "Asas~asias hukum adat"223_ . Prof.karya Prof. suatu hinlpunan kara. jual gadai dan jual tahunan".1961 -. dua karangan lain yang dipublikasi dalam majalah "Pajajaran"227 menarik perhatian kita. Nilsroen menllIis tentang s. yang disamping itu teJah pula mempublikasikanberturut-turut hasH karyanya"Menyar\dera Hllkum Adat"221. Pad a Universitas IndOl~esja. 1958. dan "Lembaga kontrak ijon ditinjau dari sudut hukum". yaitu "Inventarisasi hukum benda perkawinan aelat" oleh Bueli Sembiring S. ialah hasil karya Dr. Hakim mengenai "'Juallepas.ngkab("lu. Tamara. yaitl.A.Djojodigoeno.ng karena "sedang bukllini disiapkan pel~cetakannya " _'Soepo]~() wafat"226. S.

kelihatan dalam sebuah karangan van Vollenhoven yang-J tennuat dalamjilid III He! Adatrecht van Nederiand~ch Indie229• Tetapi . tetapi juga turut mendirikan suatu cabang ilmu hulkllm yang lain. maka kita berharapan besar akan lahirkan kembali. Hal itu adalah suatu keharusan.menyelidiki dan mempelajari hukllm adat itll. yaitll suatu sistem hukum yang benar-benar sesu3u dengan kepribadian bangsa Indonesia dan memenuhi keperluan dan kepentingan selurllh lapisan dan golongan rakyat kita. tidak hanya menghasilkan timbuillya suatll ilmu hukllm adat. kalau kita mengingat bahwa hukurn adat dapat memberikan bahan-bahan yang bernilai bagi pembinaan huklllm Imasion:lll dimasa yang akan datang. sebagai suatu cabang ilmu hukum yang berdiri selldiri. Terlebih hal itu dirasakan. JPengaruh ilmu hukllm adat atas tumbulmya ilmu hllkum antar golongan itu. suatu tingkat pelajaran hukum adat yang mutunya sesuai dengan keadaan sebelum Perang Dunia 1I seperti halnya pernah dilakllkan dan dipertahankan oleh Ter Haar dan Soepomo. ialah: ilmu hllkum an tar golongan. karena hukum adat tetap merupakan suatll bagian penting e1aripada penghidupan sehari-hari bangsa kita. "Kesaelaral1 orang Barat" akan hulkllm adat yang saya sebllt di atas ta&. Sebelum menutup bab ini" masih ada satu hal lagi yang memohon perhatian kita.

dimana ia melanjutkan perkuliahan hukul11 antar golongan pada Universitas Leiden. yaitu Moh. Resink.bukanlah van Vollenhoven yang menjadi systeembouwer.alht-kndiab tersebut diberikan oleh seorang bekas murid Kollewijn yang lain. kuliah-kuliah hukum antar galongan diberikan oleh seorang bekas murid Kollewijn. Sesudah Kollewijn berangkat ke Negeri Belanda.D. memlllai sllatu tllgas mengajar .232 Selanjutnya. kuli. yaitu G. yaitu Gouw Giok Siang. pada tahun 1951 dalam kalangan Universitas Indonesia. Gouw Giok Siong menggantikan Resink sebagai gurubesar dalam mata peJajaran hukum antar golongan dikalangan Universitas Indonesia2Js• Pada tahun 1955 itll pula. yaitll W. Wertheim231. Sesudah Perang Dunia n pada Universitas Indonesia di Jakarta. Lemaire. pembentuk atau penyusun sistem ilmu hukum antar golongan itu tetapi seorang bekas muridnyalah yang menjadi gurubesar pada Sekolah Tinggi Hukum di .G. yaitu: R. Kollewijn23o.F. Lemaire mcnggantikan Kollewijn dikalangan Universitas Leiden236.L. pada tahllu 1956 itu.Jakarta dari tahlln ] 924 sampai 1935. yaitu pada tahun ] 956. Setahun kcmudian. yang menitikberatkan penyefidikannya pad a sejarah hukum antar golongan itu233. maka perklliiahan hukum antar golongan pada Sekolah Tinggi Hukum diteruskan oleh W. yang menulis sebuah disertasi tentang beberapa segi hukum peraturan perkawinan campuran234. sesudah Lemaire berangkat ke Nederland. seorang bekas murid Resink.J. Sekali lagi. Koesnoc. Pada tahun 1955 Resink bertindak sebagai promotor terhadap seorang bekas murid Lemaire.

Pada tahun 1957 oleh Gouw Giok Siong diterbitkan . '''Pertama itu.maupun sebagai "handboek" pertafua tentang hukum antar golongan. sesudah disempurnakannya -diktat kuliah Resink. dibawahjudul Hukum Antar l!. mpanya. lebih-!ebih sesudah berlakunyakesatuan hukum nasional dikemudian hari. menllrut perkiraan ~. .aya.. riwayat hllkum antar golongan itu tidak begitu lama lagi. karena systeem-bouwer-nya sendiri tidak menulisnya239 _ II<:ollewijn menguraikan sistem hukum antar golongan itu dalam suatu liangkaian karangan-karangan. Bam saja.olongan. Buku ini merupakan baik sebagai pengantar . Pada tahun 1957 itu dan tahuu ] 959 oleh Gouw Giok Siong. Seperti yang dikemukakan oleh Gouw Giolk Siong dalam pidato pelantikannya (Jihatlah noot 235).u1isusun dan dliterbitkan suatu himpunan keplltusan-keputusan (jl1lrispruden) hllkum alltar golollgan240. tetapi. memang pada saat ini hukum antar golongan itu adalah suatu hukum yang hid lip. tempat dan sifat hukum intergentiF37 . tidak diberi waktu untuk menyusun suatu buku yang meliputi segala aspek hukum antar golongan ilu. . tetapi. hil. Dalam masa 1960. sebagai hasil usaha melengkapi daftar !iteratur tentang hukum antar golongan.llkum antar golongan dilapangan hukum tanah (agraria)241 menjadi lenyap. Suatu pengantar238.hllkum antar golongan dikalangan Universitas Hasanuddin di Makassar (kngan mengadakan suatu kuliah umum tentang arti.] 975 dapat dlicatat suatu kemajuan penulisan H[ukum Adat yang berasal dlari hasil penyelidikan di lapangan atau pengalaman para penulis sendilt'i.

Bandung. Dapat kita tambahkan disini sederetan publikasi di lapangan Hukum Adlat yang sebagian besar kita ptetik dari "Bibliografi Hukum IndonesJia". dan diterbitkan aleh "Penerbit Alumni" Bandung. Fakultas Hukum Universitas Pajajaran.D. Hornick J. yang diterbitkan oleh Lernbaga Penyelidikan Hukum dan Kriminologi.maupul1 penelaahan-penelaahan yang bersumber pada literatur yang lebih dahulu. sebagai edisi terakhirnya diterbitkan pada tahun ] 974 dan dihimpun oleh Eddy Damian dan Robert N. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful