P. 1
Brake System

Brake System

|Views: 424|Likes:

More info:

Published by: PhEy CimoutPoenya RiZzka on May 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/08/2013

pdf

text

original

BRAKE SYSTEM (SISTEM REM

)

1. URAIAN UMUM Brake system atau sistem rem mutlak diperlukan pada setiap kendaraan, karena ketika kendaraan sedang melaju dan untuk menghentikan kendaraan tersebut pengemudi harus dapat dengan mudah menghentikanya. Hal ini tidak dapat dipenuhi oleh pemutusan putaran engine ke roda melalui transmisi/cluth atau dengan jalan mematikan engine. Untuk itu brake system diperlukan. Brake system dibuat sedemikian rupa supaya dapat digunakan dengan mudah dan aman. Pada setiap roda kendaraan dilengkapi brake, dengan demikian jika diadakan pengereman semua roda dapat tertahan dan kendaraan dapat berhenti dengan baik. Tenaga pengereman antara roda depan dan roda belakang juga diatur sedemikian rupa sehingga bila kendaraan sedang melaju kearah depan dan bila dilakukan pengereman maka tenaga pengereman roda depan harus lebih kuat jika dibandingkan dengan roda belakang. Brake system dikendalikan kaki (foot brake) sedangkan yang dikendalaikan oleh tangan disebut parking brake. Untuk kendaraan-kendaraan tertentu ada yang menggunakan exhaust gas sebagai brake atau lebih populer disebut dengan exhaust brake. Media yang digunakan untuk pengereman umumnya menggunakan minyak rem. Jenis ini disebut hidrolik brake. Tetapi untuk kendaraan-kendaraan berat ada pula yang menggunakan udara sebagai media brake system, jenis ini disebut air brake (rem angin). Sedangkan untuk sepeda motor umumnya menggunakan mekanik penghubung, jenis ini disebut mechanical brake. Bila brake pedal diinjak maka media brake meneruskan tenaga tersebut kesemua roda sehingga semua roda dapat bertahan dan selanjutnya kendaraan dapat berhenti. Cara Kerja Brake System (Hidraulik Brake) Jika brake pedal diinjak maka tekanan minyak rem dari master silinder disalurkan ke semua wheel silinder.

tetapi ada pula yang ditahan pada brake drum yang dipasang pada out put shaft transfer. brake shoe (sepatu rem) dan wheel cylinder (silinder roda). Menurut konstruksinya : Drum brake Disc brake 2. Jenis brake drum yang digunakan untuk roda depan dan roda belakang tidak sama. hal ini dimaksudkan supaya brake system dapat berfungsi dengan baik dan sesuai penyesuainaya. 2. Bagian-bagian utama drum brake dan setiap bagian : . seperti pada kendaraan SJ 410. Sebaliknya bila brake pedal tidak diinjak maka tekanan didalam master silinder dan semua saluran menurun dengan demikian brake shoe kembali ke posisi semula (tidak menekan brake) oleh return spring. Bila parking brake lever (tuas rem) ditarik. tenaga tersebut diteruskan melalui mekanisme ke brake shoe sehingga brake shoe dapat menekan brake drum dan kendaraan tidak dapat digerakkan maju dan mundur. JENIS BRAKE SYSTEM Jenis brake dapat dibedakan atas : a. Menurut tenaga pengereman yang digunakan : Hydraulik brake Mechanical brake Air brake b.Didalam wheel silinder tekanan tersebut menekan piston dan selanjutnya piston tersebut menekan brake shoe untuk melakukan gesekan dengan brake drum sehingga brake drum tertahan dan kendaraan dapat dihentikan. Umunya brake drum yang ditahan adalah pada kedua roda belakang.1. Drum Brake Drum brake atau rem tromol adalah satu konstruksi rem yang cara menahan kendaraan dengan menggunakan brake drum (tromol rem). Untuk parking brake umunya menggunakan penghubung mekanik sebagai penyaluran tenaga untuk menggerakkan brake shoe.

Internal expanding Jenis ini kerja brake shoe untuk menahan drum adalah menekan dari arah dalam kearah luar. jumlah piston tersebut tergantung dari konstruksi drum brake. pada wheel cylinder dilengkapi bleeder plug.1. Sedangkan untuk mengeluarkan udara didalam saluran brake system. Jenis drum brake : 1. Return Spring Return spring berfungsi untuk mnegndalikan brake shoe ke posisi semula (tidak menenkan) pada saat tekanan didalam wheel cylinder turun (brake pedal dilepas). Menurut kerja brake shoe a. Karena brake shoe harus bergesekan maka bagian luar direkatkan (dikeling) dengan bahan yang tahan terhadap panas. piston kearah luar dan selanjutnya piston menekan . Bahan ini biasanya terbuat dari asbes dengan tembaga atau campuran plastic. Bila brake pedal diinjak. tekanan minyak rem dari master cylinder dislurkan kesemua wheel cylinder. Wheel Cylinder Wheel cylinder atau silinder roda berfungsi untuk menekan brake shoe ke brake drum Didalam wheel cylinder terpasang satu atau dua piston beserta seal. 2. Hubungan antara piston dengan brake shoe ada yang menggunakan adjuster dan ada pula yang tidak. Brake Shoe Brake shoe berfungsi untuk menahan putaran brake drum melalui gesekan. tekanan di dalam wheel cilinder tersebut menekan brake shoe. Jelas ini yang umum digunakan. 4. Bila brake pedla dilepas brake shoe kembali ke posisi semula oleh tarikan return spring. Backing Plate Backing plate berfungsi sebagai tumpuan untuk menahan putaran drum sekaligus sebagai tempat pemasangan komponen brake seperti wheel cylinder. 3.

External expanding Jenis ini kerja brake shoe untuk menahan drum adalah menekan dari arah luar ke arah dalam. d. tetapi pada duo servo type hubungan antara salah satu brake shoe dengan brake shoe lainya mengambang (dapat bergerak kedepan/ke belakang). Dengan demikian tipe ini hanya digunakan untuk rem roda depan. Dengan demikian tipe ini sangat tepat digunakan pada rem roda depan. Tipe ini baik digunkan saat kendaraan bergerak maju maupun mundur. Jenis ini biasanya hanya digunakan untuk parking brake. Dengan demikian tipe ini sangat tepat digunakan untuk rem roda belakang. Salah satu ujung brake shoe ditumpu oleh anchor pin yang disatukan dengan backing plate. Two leading single action type Tipe ini pada dasarnya hampir sama dengan uni servo type. karena pada setiap roda hanya dilengkapi dengan satu wheel cylinder dari satu piston. Leading and tarailing type Tipe ini hanya menggunakan satu wheel cylinder dengan dua piston untuk setiap roda. c. tetapi kurang baik jika kendaraan bergerak mundur.b. . tetapi kurang baik saat kendaraan bergerak mundur. 2. Tumpu brake shoe (anchor pin) ditempatkan pada kedua ujung brake shoe. Menurut wheel cylinder terhadap brake shoe a. b. Duo servo type Tipe ini hampir sama denganleading and trailing type. Tipe ini sangat baik untuk pengereman pada saat kendaraan bergerak maju. tetapi untuk setiap roda menggunakan 2 wheel cylinder dan 1 piston untuk setiap wheel cylinder. Uni servo type Tipe ini adalah jenis yang paling sederhana. Tipe ini sangat baik untuk pengereman pada saat kendaraan bergerak maju.

Disc Brake Disc brake adalah jenis rem yang dalam melakukan pengereman untuk menahan putaran roda dilakukan dengan jalan menjepit disc. Tujuan . Two leading double action type Tipe ini hampir sama dengan two leading single action type. karena penggunaan jenis ini salah satu saluran rem terjadi kebocoran maka pegereman tidak dapat bekerja. 2. Karena alasan tersebut maka digunakan tandem master cylinder.2. tetapi pada two leading double action type piston yang digunakan untuk setiap wheel cylinder adalah 2 piston. e. Keuntungan disc brake : Daya pengereman tetap.Debu/ kotoran mudah rusak 3. karena disc disatukan dengan roda maka roda dapat tertahan. Didalam tandem master cylinder terdapat 2 piston dengan 2 silinder yang terpisah. MASTER CYLINDER Master silinder sebagai pusat tekanan hydraulic yang disalurkan ke semua wheel cylinder atau caliper disc brake sekaligus sebagai tempat penampungan minyak rem. Tipe ini baik untuk pengereman maju dan mundur. meskipun dilakukan pengereman berkali-kali Pendingin lebih sempurna Kemungkinan terjadinya perbedaan tekanan pengereman antara sebelah kiri dan kanan dapat dihindarkan Konstruksinya sederhana dan tidak memerlukan penyetelan Kerugian disc brake : .Diperlukan tenaga yang besar untuk melakukan pengereman .Tipe ini sangat baik untuk pengereman maju/mundur. sehingga sangat tepat untuk rem roda belakang. Master cylinder dapat dibedakan atas : Single Master Cylinder Tandem Master Cylinder Dewasa ini sudah jarang kita jumpai single master cylinder.

disebut air master brake umunya hanya digunakan untuk kendaraan-kendaraan berat. Cara Kerja Master VAC. SL 413. 1. Saluran keroda depan kiri/kanan dan saluran ke roda belakang kiri/kanan. 4. Tenaga yang digunakan untuk meringankan diperoleh dari : Vacuum engine. BOOSTER Booster adalah suatu alat yang dapat membantu meringankan penginjakan brake pedal. Jadi aliran ini seperti pada kendaraan SA 410. Tertutupnya vacuum valve menyebabkan putusnya hubungan antara ruangan di depan power piston dengan ruang dibelakang power piston. Brake pedal diinjak setengah . disebut MASTER VAC. Udara tekan. Brake pedal diinjak penuh Bila brake pedal diinjak. 3. b. Ruangan dibelakang power piston berhubungn dengan udara diluar. Gerakan ini selanjutnya menekan piston pada master cylinder. sedangkan ruangan didepan piston berhubungan dengan vacuum engine. Brake pedal tidak ditekan Bila brake pedal tidak ditekan maka vacuum valve terbuka dan air valve tertutup. Akibatnya power piston terisap kedepan. Demikian pula saluran rem yang menuju keroda-roda juga dipisahkan seperti dibawah ini : a. Dengan demikian tidak terjadi perbedaan tekanan antara ruang di depan power piston dan ruang dibelakang power piston dan power piston tertekan ke kanan. Booster yang digunakan pada semua kendaraan SUZUKI menggunakan VAC. ST 100. 2.pembuatan ini supaya tekanan yang dikeluarkan oleh tandem master cylinder menjadi 2 saluran yang terpisah pula. Saluran ke roda depan kiri/belakang kanan dan saluran keroda depan kanan/belakang kiri. Jenis aliran ini seperti pada kendaraan SJ 410. control valve tertekan ke depan untuk menekan vaccum valve menutup dan bila diinjak lebih jauh lagi valve terbuka.

Bila brake pedal diinjak setengah kejadianya sama dengan ketika brake pedal diinjak penuh yaitu vacuum valve tertutup dengan air valve terbuka. Bagian ini terdiri dari LSPV Stay. Memberikan tekanan maksimum keroda belakang pada saat front brake terjadi kebocoran. 2. Dengan demikian piston rod tidak bergerak maju dan mundur. Hydraulic pressure control section Bagian ini berfungsi untuk mengatur besar/kecil tekanan ke rear brake. 1. Konstruksi Load Sensing Proportioning Valve dapat digolongkan atas 3 bagian utama : a. LOAD SENSING PROPORTIONING VALVE (LSPV) Load Sensing Proportioning Valve dipasang antara master silinder dengan roda belakang. 6. Karena brake pedal tidak diinjak penuh maka saat power piston bergerak kedepan menyebabkan air valve tertutup dan vacuum valve terbuka. Kedua plunger tersebut ditekan kebawah oleh spring sehingga pada posisi seperti ini check valve selalu terbuka. Akibatnya power terisap oleh vacuum ke depan. 5. Kejadian ini berlangsung terus menerus dan power piston bergerak maju dan mundur gerakan ini diteruskan ke piston rod melalui reaction disc. Sensor Spring. sehingga power piston terisap ke depan lagi. Setiap cylinder dihubungkan keroda depan dan roda belakang serta dari master cylinder. PROPOTIONAL CONTROL VALVE (PVC) Propotional Control Valve (PVC) adalah suatu alat yang berfungsi untuk membatasi tekanan pengereman yang disalurkan keroda belakang. Sensor Section Bagian ini berfungsi untuk mensensor keti nggian body terhadap rear axle dan seterusnya mengirimkan sensor tersebut ke hidrolik pressure control. Mengatur tekanan yang mengalir keroda belakang sesuai dengan beban kendaraan. Bagian ini terdiri dari plunger. LSPV Lever dan Colar. Didalam PVC terdapat 2 cylinder dengan 2 plunger yang pada ujung bagian bawah terpasang check valve. Pada saat ini power piston bergerak ke belakang oleh tekanan spring ke belakang. Gerakan power piston ini menyebabkan vacuum valve tertutup dan air valve terbuka. Plunger Spring. . b. Stell Ball (valve) dan Seal (valve). LSPV berfungsi untuk : 1. Dengan demikian pengereman kendaraan dapat lebih baik.

Permasalahan akan timbul ketika dilakukan pengereman mendadak pada jalan yang licin. Efisiensi pengereman atau gaya pengereman yang disebut juga Koefisien Resistansi Pengereman ditentukan dengan : . Pendahuluan Brake system atau sistem rem mutlak diperlukan pada setiap kendaraan. 7. musim hujan. karena ketika kendaraan sedang melaju maka untuk menghentikan kendaraan tersebut pengemudi harus dengan mudah menghentikanya. Fail safe section Bagian ini berfungsi untuk memberikan tekanan maksimum ke rear brake saat terjadi kebocoran pada front brake. Saat kendaraan direm. Jarak penghentian kendaraan menjadi lebih panjang apabila didalam pengereman terjadi penguncian roda.1 bila kecepatan kendaraan 50 Km/Jam dan kecepatan roda 45 Km/Jam. DASAR-DASAR ANTILOCK BRAKE SYSTEM (ABS) DAN ELECTRONIC BRAKE FORCE DISTRIBUTION (EBD) A.c. jalanan penuh salju maka roda akan terkunci dan kendaraan sulit dikendalikan sehingga kendaraan akan cenderung membanting ke satu sisi. Besarnya slip ini disebut slip ratio yang ditentukan dari penghitungan berikut : Contoh : Slip Ratio = 0 bila roda berputar pada permukaan jalan mulus (kecepatan kendaraan sama dengan kecepatan roda) Slip Ratio = 1 bila roda mengunci dan bergesekan dengan permukaan jalan (kecepatan roda sama dengan 0) Slip Ratio = 0. kecepatan direm. kecepatan roda akan semakin lambat daripada kecepatan. Kendaraan yang menyebabkan terjadinya slip antara roda dengan permukaan jalan.

.4 Ini berarti bahwa semakin besar koefisien resistansi pengereman maka efisiensi pengereman akan lebih baik (gaya pengereman lebih besar) sehingga jarak pengereman lebih pendek. sehingga pengendalian tetap stabil. pengaturan gaya pengereman pada setiap roda depan. Dengan menggunakan 3 (tiga) chanel. 2. 3. Dapat lebih mempertinggi stabilitas pengendaraan walaupun pada saat koefisien gesek (ɣ) antara roda dan permukaan jalan tidak sama. Penguncian roda depan dapat dicegah pada saat terjadi pengereman secara mendadak. Penguncian roda belakang dapat dicegah pada saat terjadi pengereman mendadak sehingga terhindar dari bagian belakang kendaraan memutar dan steering terjaga tetap lurus. Uraian Umum Antilock Brake System (ABS) adalah sistem rem yang mengontol tekanan minyak rem dari master cylinder ke setiap cylinder roda/caliper agar tidak terjadi penguncian saat pengereman berlangsung. Sedangkan gaya pengereman ditentukan oleh koefisien gesek dan beban pada roda dengan perhitungan sebagai berikut : Gaya Pengereman = µ x W Dimana : µ = Koefisien Gesek W = Beban pada roda B. dan roda belakang baik secara bersamaan maupun sendirisendiri. Lebih khusus lagi kontrol yang cukup pada tekanan minyak rem agar selalu pada angka slip optimum antara roda dan permukaan jalan. sehingga kendaraan dapat berhenti dengan baik dan cepat.Contoh : Bila berat kendaraan 1000kg dan gaya pengereman 400 Kg maka Koefisien Resistansi Pengeremanya adalah 0. Keuntungan sistem ABS adalah sebagai berikut : 1.

C. Rem ABS a. b. Saat fungsi Fail-Safe aktif. 2. d. lampu peringatan akan menyala untuk mengingatkan pengemudi akan adanya masalah pada sistem ABS. ABS dapat bekerja secara konvensional dengan fungsi Fail-Safe bila ABS tidak bekerja dengan baik. Proses Kontol 1. Saat roda mulai mengunci. Jenis ABS Antilock Brake System (ABS) dibagi dalam dua jenis yaitu jenis two weel antilock system yang hanya bekerja pada kedua roda belakang dan jenis four wheel antilock system yang bekerja pada semua roda baik depan maupun belakang. ABS contol unit mendeteksi bahwa gaya pengereman berkurang. tekanan rem akan dinaikkan. Fungsi Self-Diagnostic juga dimasukkan untuk memudahkan perawatan dan perbaikan. tekanan rem menurun mulai titik B. Hal ini akan terjadi lebih cepat bila kondisi jalan licin. c. Saat ini banyak kendaraan yang menggunakan ABS dengan kontrol elektronik. 6.. Electronik contol mengatur gaya pengereman menuju koefisien yang optimum gaya gesek antara roda dan permukaan jalan yang akan memperpendek jarak pengereman. Rem Konvensional Saat pengereman mendadak. tekanan rem dijaga pada titik A oleh perintah yang dikirim darai kontrol unit sehingga perlambat roda dapat lebih halus/lambat. Kontol dari tekanan rem ini berdasarkan kecepatan kendaraan. 5. tekanan minyak rem akan meningkat cepat dan mengunci roda. Saat percepatan roda semakin besar. Saat putaran roda menurunkan kecepatan mengunci roda berdasarkan perintah (tekanan dijaga) yang dikirim dari ABS contol unit.4. D. Tipe kontrol mekanis maupun elektronik digunakan untuk setiap sistem. menyediakan gaya pengereman yang optimum untuk menghindari penguncian roda. . Saat perlambatan roda berhenti terjadi tekanan rem pada titik itu sehingga percepatan roda kembali terjadi. mulai titik C.

Wheel Speed Sensor Wheel speed sensor terdiri dari sensor dan rotor. 2. Biasanya dipakai pada kendaraan dengan penggerak model FR. Jenis empat channnel Jenis ini mengontrol tiap roda.Kontrol ABS dibagi dalam 4 jenis yaitu jenis satu hingga empat channel. Jumlah channel mengacu pada jumlah jalur tekanan minyak rem yang dikontrol sendiri-sendiri. Konstruksi ABS 1. 1. Oleh sensor gaya induksi elektromotif bolak-balik ini dubah menjadi sinyal gelombang sinus tegangan kemudian dikirimkan ke ABS Contol Unit. Selain fungsi tersebut ABS Contol Unit sebagai : a. Rangakaian selang/pipa ABS Rangkaian selang/pipa dapat dilihat dari gambar dibawah dengan mengambil satu contoh pada kendaraan F. terutama digunakan pada kendaraan dengan penggerak model FF yang dilengkapi dengan pengaturan pipa saluran rem diagonal. Didalam sensor terdapat magnet yang menghasilkan garis gaya magnet dan pada rotor terdapat roda gigi. Fungsi Self Diagnosis . yang paling banyak digunakan dan yang dipelajari adalah jenis tiga dan empat channel. ABS Control Modul ABS Contol Modul adalah unit yang memproses semua sensor untuk mengendalikan kerja sistem rem ABS dengan cara mengatur kerja setiap solenoid yang ada didalam hidraulyc unit. ada juga yang digunakan kendaraan dengan penggerak model FR. Dari keempat jenis ini. Sistem pengoperasiaan ABS terdiri dari item-item berikut : 2. Komponen ABS 1. Jenis Tiga Channel Jenis ini mengontrol tiap roda depan dan dua roda belakang sebagai satu unit mengacu pada pengaturan pipa saluran rem. Saat rotor berputar roda gigi yang berputar memotong garis gaya magnet sehingga menghasilkan gaya induksi elektromotif bolak-balik sesuai dengan kecepatan rotor. 2. E.

Micro Computer (MCU) Micro computer mendeteksi kecepatan roda. c. Sebaliknya saat percepatan kecepatan roda meningkat hingga pada batas yang telah ditentukan.safe . Saat perlambatan kecepatan roda menurun drastis hingga dibawah kecepatan yang ditentukan. Sirkuit Selenoid Control Sirkuit ini menggunakan power transistor dan mengontrol arus yang mengalir ke selenoid valve didalam hydraulic unit.Adnya fungsi untuk mendiagnosa sistem dan komponen rem pada berbagai kondisi dan hasilnya diinformasikan dalam DTC dengan penyalaan lampu peringatan ABS. e. percepatan/perlambatan kecepatan roda dan kecepatan kendaraan sesuai dengan sinyal digital yang dikirim dari sirkuit pembentuk gelombang sehingga kondisi slip kendaraan dapat dideteksi setiap waktu. Sirkuit Pembentuk Gelombang Merubah sinyal output dari wheel speed sensor berupa gelombang sinus (analog) yang frekuensinya berubah-ubah berdasarkan perubahan kecepatan roda menjadi sinyal pulsa (digital) sehingga dapat diproses oleh micro komputer. Sinyal output dari MCU Tekanan Naik Tekanan Tetap Tekanan Turun Arus Selenoid (A) ± 0 Ampere ± 2 Ampere ± 5 Ampere f. maka sistem ABS akan off dan sistem rem akan kembali pada sistem rem konvensional (tanpa ABS). d. Fungsi Fail-Safe Adalah fungsi keamanan dimana jika terjadi masalah pada fungsi ABS. Sirkuit Fail. MCU menentukan angka slip rendah mengirim sinyal untuk menaikkan tekanan rem. MCU menentukan angka slip tinggi dan mengirim sinyal untuk menahan atau mengurangi tekanan rem. b.

selenoid dan ABS control modul. menaikkan. (tidak ada tambahan module untuk EBD). System EBD menggunakan perangkat keras yang sama (hydraulic unit. . sebelum dikembalikan ke master cylinder. tidak dibutuhkan lagi proportioning valve atau LSPV. minyak rem dalam caliper/wheel cylinder mengalir menuju ke reservoir dan tekanan rem menurun. dan sistem rem akan berfungsi secara konvensional. a. Untuk kontrol ABS. Dan jika sistem EBD tidak bekerja. 3. reservoir. Saat sirkuit peningkatan terbentuk. Bila terdapat unit atau sistem yang tidak berfungsi sirkuit akan menghentikan kerja dari semua selenoid dan motor. EBD system adalah sistem pengontrolan untuk rem belakang. fungsi yang sama dengan proportioning valve. Hidraulyc Unit (Actuator) Hidraulyc unit terdiri dari solenoid valve. saluran caliper terputus dan tekanan minyak dalam caliper dijaga agar konsisten. lampu peringatan ABS pada panel instrumen akan menyala. c. menahan dan mengurangi tekanan.Sirkuit ini memonitor kerja dari sensor. G. Saat sirkuit penghasil tekanan terbentuk. accumulator. EBD logic ditambahkan pada ABS controller. pompa. Saat sirkuit penahan tekanan terbentuk. Bila tekanan minyak rem dalam accumulator belum tinggi. wheel sensor) dengan system ABS. Electronik Brake Force Distribution (EBD) ABS dilengkapi Electronik Brake Force Distribution (EBD) sistem yang mengontol tekanan minyak pada roda belakang. b. tekanan minyak rem dalam caliper sama dengan tekanan minyak rem pada master cylinder. selenoid valve mengontrol tekanan minyak rem pada 3 posisi mode. minyak rem yang bertekanan tinggi pada accumulator diteruskan ke caliper. Pompa mengalirkan minyak rem ke accumulator dimana tersimpan minyak rem yang bertekanan tinggi. sesuai sinyal dari wheel sensor mengenai perubahan beban sesuai kapasitas dan sebagainya. Selenoid valve mengubah posisi anchor berdasarkan output dari ABS contol modul. lampu cek rem akan menyala untuk memberitahukan adanya ketidak-normalan.

Oleh karena itu. tekanan rem belakang berkurang secara proportional. untuk mencegah roda belakang terkunci.Bagaimanapun untuk kontrol EBD. Oleh karena itu . Secara umum. terutama pada roda belakang. Perbedaan LSPV dengan EBD Pada LSPV. selenoid valve mengontol tekanan minyak rem pada 2 posisi mode. menaikkan dan menahan tekanan. Grafik ini menunjukkan tekanan hidraulik pada wheel cylinder. jika slip ratio roda depan lebih besar dibandingkan ABS threhold slip ratio. Pada EBD. tekanan rem belakang digunakan secara efektif. tekanan rem belakang menjadi tidak efektif digunkan. Setelah itu. tekanan minyak pada wheel cylindr depan dan belakang naik pada angka yang sama. EBD mulai bekerja. . Mode pengurangan tekanan tidak dibutuhkan untuk kontrol EBD. Pertama. EBD mengontrol slip ratio roda belakang tidak kepada ayunan roda belakang. slip ratio menjadi lebih besar. Setelah berbelok. EBD mengontol perubahan ke kontol ABS. titik lengkung untuk tekanan rem belakang ditentukan penyensoran kondisi jalan oleh rear axle dengan LSPV spring. Cara kerja Selama pengereman. tekanan minyak yang keroda belakang dikontol oleh kerja EBD kemudian tekanan depan dan belakang dikontol oleh kerja ABS. Ketika slip ratio lebih besar dibandingkan EBD threshold slip ratio.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->