P. 1
Hubungan Manusia Dan Agama

Hubungan Manusia Dan Agama

|Views: 616|Likes:
Published by lisaaliyo

More info:

Published by: lisaaliyo on May 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/03/2014

pdf

text

original

HUBUNGAN MANUSIA DAN AGAMA

I. Pengertian Agama
Agama menurut bahasa sangsakerta, agama berarti tidak kacau (a = tidak gama = kacau) dengan kata lain, agama merupakan tuntunan hidup yang dapat membebaskan manusia dari kekacauan. Didunia barat terdapat suatu istilah umum untuk pengertian agama ini, yaitu : religi, religie, religion, yang berarti melakukan suatu perbuatan dengan penuh penderitaan atau mati-matian, perbuatan ini berupa usaha atau sejenis peribadatan yang dilakukan berulang-ulang. Istilah lain bagi agama ini yang berasal dari bahasa arab, yaitu addiin yang berarti : hukum, perhitungan, kerajaan, kekuasaan, tuntutan, keputusan, dan pembalasan. Kesemuanya itu memberikan gambaran bahwa “addiin” merupakan pengabdian dan penyerahan, mutlak dari seorang hamba kepada Tuhan penciptanya dengan upacara dan tingkah laku tertentu, sebagai manifestasi ketaatan tersebut (Moh. Syafaat, 1965). Dari sudut sosiologi, Emile Durkheim (Ali Syari’ati, 1985 : 81) mengartikan agama sebagai suatu kumpulan keayakinan warisan nenek moyang dan perasaan-perasaan pribadi, suatu peniruan terhadap modus-modus, ritual-ritual, aturan-aturan, konvensi-konvensi dan praktek-praktek secara sosial telah mantap selama genarasi demi generasi.

Sedangkan menurut M. Natsir agama merupakan suatu kepercayaan dan cara hidup yang mengandung faktor-faktor antara lain : a. Percaya kepada Tuhan sebagai sumber dari segala hukum dan nilai-nilai hidup. b. Percaya kepada wahyu Tuhan yang disampaikan kepada rosulnya. c. Percaya dengan adanya hubungan antara Tuhan dengan manusia. d. Percaya dengan hubungan ini dapat mempengaruhi hidupnya sehari-hari. e. Percaya bahwa dengan matinya seseorang, hidup rohnya tidak berakhir. f. Percaya dengan ibadat sebagai cara mengadakan hubungan dengan Tuhan. g. Percaya kepada keridhoan Tuhan sebagai tujuan hidup di dunia ini.

1

Sementara agama islam dapat diartikan sebagai wahyu Allah yang diturunkan melalui para Rosul-Nya sebagai pedoman hidup manusia di dunia yang berisi Peraturan perintah dan larangan agar manusia memperoleh kebahagaian di dunia ini dan di akhirat kelak. Karena itu hubungan mereka dengan para Dewa atau Tuhan menjadi akrab. Pendapat bahwa kemunculan alam ini sebagai sebuah proses kebetulan sangat tidak memuaskan hati manusia dari masa ke masa. Karena banyak hal atau peristiwa gaib ini menurut pendapat mereka. mereka mencari perlindungan pada kekuatan yang menurut anggapan mereka menguasai alam gaib yaitu Dewa atau Tuhan. Kenyataan ditemukannya berbagai macam agama dalam masyarakat sejak dahulu hingga kini membuktikan bahwa hidup di bawah sistem keyakinan adalah tabiat yang merata pada manusia. Tabiat ini telah ada sejak manusia lahir sehingga tak ada pertentangan sedikit pun dari seseorang yang tumbuh dewasa dalam sebuah sistem kehidupan. Bahkan teori-teori tentang tentang peluang tidak dapat menjawab proses-proses penciptaan pada makhluk bersel satu sekalipun yang merupakan bagian yang amat kecil dalam penciptaan. Kepercayaan dan sistem hubungan manusia dengan para Dewa atau Tuhan ini membentuk sistem agama. Menghadapi peristiwa gaib ini mereka merasa lemah tidak berdaya. Untuk menguatkan diri. mereka merasakan hidup dan kehidupan penuh kegaiban. 2 . dalam masyarakat sederhana mempunyai hubungan erat dalam agama. A. ekonomi. Keakraban hubungan dengan Dewa-Dewa atau Tuhan itu terjalin dalam berbagai segi kehidupan: sosial. tetapi tidak dapat dipahami oleh mereka. Fitrah terhadap Agama Dalam masyarakat sederhana banyak peristiwa yang terjadi dan berlangsung di sekitar manusia dan di dalam diri manusia. Susunan jagat raya yang demikian mengagumkan telah menggiring manusia kepada keberadaan Sang Pencipta yang Maha Sempurna. Gmbaran ini berlaku di seluruh dunia. Keberadaan Sang Pencipta lebih mendatangkan rasa tentram pada intelek manusia. Yang tidak dipahami itu dimasukkan ke dalam kategori gaib. Karena itu. kesenian dan sebagainya. Agama-agama yang berbeda-beda tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat tersebut.

Oleh karena itu. Masing-masing telah mengetahui (cara) shalatnya dan tasbihnya dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Proses terjadinya hujan. Dimensi ini secara luas diterima manusia bahkan dalam cara berpikir modern sekalipun. Penerimaan manusia pada sebuah sistem aturan hidup terus berlangsung dari masa ke masa. 24:41) Keteraturan seluruh elemen alam ini membangkitkan kesadaran bahwa kehidupan manusia pun memerlukan keteraturan tersebut. Allah SWT berfirman: “Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah kepada-Nyabertasbih apa yang ada di langit dan di bumi dan ( juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. relativitas pandangan tersebut tak dapat lagi dibenarkan.S: An-Nuur. Penyimpangan atas hukum alam menyebabkan kehancuran fisik dan penyimpangan pada hukum manusia yang dapat menyebabkan kehancuran fisik dan juga sosial. Bertrand Russel menyatakan bahwa Teori Relativitas telah menjebol pengertian tradisional mengenai substansi lebih dahsyat dari argumen filosofi mana pun. Kekhasan watak manusia memunculkan dimensi yang berbeda-beda pada hukum-hukumnya. Tetapi bagi ilmu alam. (Q. Sebongkah materi tidak lagi 3 . pergerakan planet-planet mengelilingi matahari. Materi bagi pengertian sehari-hari adalah sesuatu yang bertahan dalam waktu dan bergerak dalm ruang. penyembahan manusia kepada Pencipta adalah suatu bagian dari karekteristik penciptaan itu sendiri sebagaimana sebagaiman penciptaan satelit mengorbit pada planetnya. Paham materialisme yang menganggap materi sebagai hakikat yang abadi di alam ini justru tidak mendapat tempat di dunia moden. keunikan lebah menata masyarakatnya dan lain-lainnya. seakan-akan mencerminkan sikap ketundukan kepada hukum universal yang diletakkan Sang Pencipta di alam raya ini. burung-burung yang mengudara dengan ringannya dan mengembara ke berbagai belahan dunia menempuh jarak puluhan ribu kilometer. Dimensi pahala dan dosa serta hari pembalasan terdapat pada hampir semua agama yang ada di dunia.Watak-watak yang ada pada seluruh unsur alam ini baik yang mati maupun yang hidup lebih mengagumkan lagi. Agama adalah suatu bentuk sistem tersebut yang kehadirannya berlangsung sejak lama di berbagai sudut bumi dengan bentuk yang berbeda-beda.

kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.45:24) B. zdikir. keseluruhan (jangan sebagian-sebagaian) dan jangan kamu mengikuti langkah setan. Meskipun beliau sudah mendapat jaminan maghfiroh (ampunan dari dosa-dosa) dan masuk surga. 4 . Alla SWT berfiman: “Dan mereka berkata: Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja. Mereka tidak mempunyai Pengetahuan tentang itu. dan beristigfar. Yang semula dianggap sifat padat dari benda-benda sudah tidak ada lagi. Konsepsi Agama Dalam Al-Qur’an Surat Al-Bakoroh 208. Allah berfirman : ‫ت ب عوا ك اف ة ال س لم ف ى ام نواادخ لوا ال دي ن ي اي ها‬ ‫وم ب ين عد ل كم‬ ‫ان ه ال ش يطن خطوت والت‬ Artinya : Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu kedalam islam secara utuh. juga tidak ada lagi. Begitupun dalam berinteraksi sosial dengan sesama manusia beliu menampilkan sosok pribadi yang sangat agung dan mulia. dan juga sifat-sifat yang menyebabkan materi di mata seorang materialisme nampak lebih nyata daripada kilasan pikiran. (Q. sesunggungnya setan itu musuh yang nyata bagimu. dari mulai masalah-masalah sederhana (seperti adab masuk WC) samapi kepada masalah-masalah komplek (mengurus Negara).merupakan sebuah benda yang tetap dengan keadaan yang bermacam-macam tetapi merupakan suatu sistem peristiwa.S: Al-Jaasiyah. tetapi justru beliau semakin meningkatkan amal ibadahnya yang wajib dan sunah seperti shalat tahajud. Kekaffahan beragama itu telah di contohkan oleh Rosulullah sebagai uswah hasanah bagi umat islam dalam berbagai aktifitas kehidupannya. Beliu telah menampilkan wujud islam itu dalam sikap dan prilakunya dimanapun dan kapanpun beliu adalah orang yang paling utama dan sempurna dalam mengamalkan ibadah mahdlah (habluminallah) dan ghair mahdlah (hablumminanas). yang saling berhubungan. mereka tidak lain hanya menduga-duga saja”.

Allah berfiman. bulan.S: Ad-Dhuhaa. Penyimpangan dari sebuah ajaran agama dalam sejarah kehidupan manusia dapat diketahui pada akhirnya oleh pemenuhan kepuasan berpikir manusia yang hidup kemudian. sesuai dengan nila-nilai islam sebagai agama yang dianutnya. ”Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung lalu Dia memberi petunjuk”. Perbandingan ajaran antar berbagai agama pun diketengahkan Alqur’an dalam rangka mengokohkan pengambilan pendapat manusia. atau idiologi lain yang bersebrangan dengan nilai-nilai islam itu sendiri yang di contohkan oleh Rasulullah SAW. Oleh karena itu. matahari. Keteraturan alam dan sejarah bangsa-bangsa masa lalu menjadi obyek yang dianjurkan untuk dipikirkan. dan bintang. Diantara umat islam masih banyak yang menampilkan sikap dan prilakunya yang tidak selaras. Pencarian Manusia terhadap Agama Akal yang sempurna akan senantiasa menuntut kepuasan berpikir. pencarian manusia terhadap kebenaran agama tak pernah lepas dari muka bumi ini.s. Demikian pula Nabi Muhammad SAW. Akibat adanya proses berpikir ini. pada akhirnya memerlukan tahannus karena jiwanya tak dapat menerima aturan hidup yang dikembangkan masyarakat Quraisy di Mekkah yang mengaku masih menyembah Tuhan Ibrahim. terjadilah perpindahan (transformasi) agama dalam kehidupan manusia.Kita sebagai umat islam belum semuanya beruswah kepada Rasulullah secara sungguh-sungguh. 93:7) Seiring dengan sifat-sifat mendasar pada diri manusia itu Alqur’an dalam sebagian besar ayat-ayatnya menantang kemampuan berpikir manusia untuk menemukan kebenaran yang sejati sebagaimana yang dibawa dalam ajaran islam. karena mungkin kekurang pahaman kita akan nilai-nilai islam atau karena sudah terkontaminasi oleh nilai. dikisahkan sangat tidak puas menyaksikan bagaimana manusia mempertuhankan benda-benda mati di alam ini seperti patung. Nabi Ibrahim a. ( Q. pendapat. baik itu merupakan sebuah kemajuan atau kemunduran. 5 . Dalam kehidupan sehari-hari sering ditemukan kejadian atau peristiwa baik yang kita lihat sendiri atau melalui media masa mengenai contoh-contoh ketidak konsistenan (tidak istikomah) orang islam dalam mempedomani islam sebagai agamanya B.

Namun membentuk sikap konsistensi. hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram”. a. Konsistensi Keagamaan Manusia diciptakan dengan hati nurani yang sepenuhnya mampu mengatakan realitas secara benar dan apa adanya. Hal ini dapat dilakukan dengan mengetahui ciriciri pokok dan cabang yang terdapat dalam sebuah agama.Tatkala seseorang merasa gelisah dengan jalan yang dilaluinya kemudian ia menemukan sebuah pencerahan. Ketenangan adalah modal dasar dalam upaya mengarungi kehidupan pribadi.S: Ar-Ra’d. Sikap konsisten seseorang terhadap agamanya terletak pada pengakuan hati nuraninya terhadap agama yang dipeluknya. b. Masyarakat yang tenang. Pengertian 6 . Konsistensi ini akan membekas pada seluruh aspek kehidupannya membentuk sebuah pandangan hidup. Padahal masyarakat itu adalah kumpulan pribadi-pribadi. ingatlah. juga bukanlah persoalan yang mudah. Allah berfirman: ”Orang-orang kafir berkata: ”Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah: Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya. sehingga bisa membedakannya dangan agama yang lain. Tiada keberpura-puraan yang permanen dan esensial. Di antara langkah-langkahnya adalah. Namun. 13:27-28) II. maka hampir dipastikan bahwa ia sebenarnya tak mengenali agama itu satu persatu. Pengenalan Seseorang harus mengenal dengan jelas agama yang dipeluknya. maka niscaya ia akan memasuki dunia yang lebih memuaskan akal dan jiwanya itu. ( Q. Jika ada orang yang menyatakan bahwa ”semua agama itu sama”. Meskipun demikian seseorang berpura-pura hanya dalam situasi tertentu yang sifatnya temporal atau aksidental. manusia juga memiliki ketrampilan kejiwaan lain yang dapat menutupi apa-apa yang terlintas dalam hati nuraninya. yaitu sifat berpurapura. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. bangsa yang cerah sesungguhnya lahir dari keputusan para anggotanya dalam memilih jalan kehidupan.

Seseorang yang mengerti ajaran agamanya akan dengan mudah mempertahankannya dari upaya-upaya pengacauan orang lain. melahirkan keyakinan atau keimanan yang mendorongnya untuk melaksanakan agama dengan tulus ikhlas. Dengan penghayatan yang dalam seseorang dapat mengamalkan ajaran agamanya. karena demikianlah hakikat penghambaan yaitu . Pembelaan Apabila kecintaan seseorang terhadap agamanya telah demikian tinggi. Ajaran yang hidup dalam dan menjadi sebuah kecenderungan yang instingtif mencerminkan tumbuhnya sebuah kesatuan yang tak terpisahkan antara agama dan kehidupan. dan jiwanya adalah warna agamanya. Kepentingan hidupnya adalah kepentingan agamanya. yaitu penyerahan diri secara total dan menyeluruh kepada Tuhannya. Orang yang memilki fase bagaikan sudah tidak memilki diri lagi. Penghayatan Penghayatan terhadap suatu agama lebih tinggi nilainya daripada sekedar pengertian. Ia juga dapat menyiarkan ajaran agamanya dengan baik dan bergairah. Pengabdian Seseorang yang tidak lagi memiliki ambisi pribadi dalam mengamalkan ajaran agamanya akan dapat memasuki pengabdian yang sempurna. Rintangan terhadap agama adalah rintangan terhadap dirinya sendiri. Interaksi seseorang terhadap ajaran agamanya pada fase ini tidak sekedar dengan pikirannya tetapi lebih masuk ke relung-relung hatinya. apa faedahnya untuk kehidupan pribadi dan masyarakat. mahdhah)dan meletakkan seluruh hidupnya dibawah pengabdian kepad Tuhannya (ghair mahdah) e. sehingga ia akan segera melakukan pembelaan. c. tujuan hidupnya adalah tujuan agamanya. Penghambaan ini akan menjelmakan pengamalan cara ibadah tertentu (ritual. tempat dari mana seharusnya kita memandang. bagi nama baik 7 .Ajaran agama yang dipeluk pasti memiliki landasan yang kuat. ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya akan mengantarkan kita kepada sebuah pengertian. Ia rela mengorbankan apa saja yang ada pada dirinya harta benda bahkan nyawa. Mengapa suatu ajaran diajarkan. apa yang akan terjadi jika manusia meninggalkan ajaran tersebut dan lainlainnya. d. maka tak boleh ada lagi perintang yang menghalang jalannya agama. Fase penghambaan ini disebut ibadah.

Para pahlawan muncul dalam berbagai bangsa. Dalam masyarakat modern pun agama tetap diperlukan manusia. Bagi kita umat islam. agama yang selalu mendorong manusia untuk mempergunakan akalnya untuk memahami ayat-ayat kauniyah (Sunnatullah) yang terbentangdi alam semesta. Singkat kata. sangat perlu bagi manusia terutama bagi orang yang berilmu. Itulah makna konsistensi keagamaan seseorang yang tampak pada jalankehidupannya. Islam mewajibkan manusia. (Q. agama yang tidak mempertentangkan iman dan ilmu.dan keagungan agama yang dipeluknya. yaitu suatu jiwa yang sungguh-sungguh dalam membela agamanya. kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Kenapa islam ? Karena agama islam adalah agama akhir yang tetap mutakhir. Karena dengan agama ilmunya akan lebih bermakna. mereka itulah orang-orang yang benar”. dan memahami ayat-ayat qur’aniyah yang terdapat didalam al-qur’an. menuntut ilmu selama dikandung badan. apapun disiplin ilmunya. Dengan ilmu dan agama kehidupan manusia akan sempurna dan bahagia. Pembelaan ini juga disebut jihad. Dalam kaitan ini Allah SWT berfirman: ”Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang kepada Allah dan RasulNya. Agama Islam adalah agama keseimbangan dunia dan akhirat. dengan ilmu kehidupan manusia akan bermutu. agama yang dimaksud adalah agama yang kita peluk yaitu agama islam. 49:15) Dari uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa agama. Sejarah mencatat fenomena ini dalam berbagai agama dan ideologi yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan manusia.S: Al-Hujurat. dengan agama kehidupan manusia akan lebih bermakna. baik laki-laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu pengetahuan mulai dari buaian sampai ke liang lahat : Minal mahdi ilal lahd. yang kemudian dirumuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan Life long Education yang diterjemahkan kedalam bahasa indonesia yaitu pendidikan seumur hidup. 8 . bahkan menurut sunnah Rasulullah SAW.

Allah berfirman: ”Apakah kamu lebih beruntung.S. Ajarannya luwes. dan kehidupan akhirat. hai orang musyrik ataukah orang yang beribadat di waktuwaktu malam.Di kalangan cendekiawan muslim Indonesia ada pemikiran untuk memadukan ilmu dengan agama. yang semua itu menjadi dasar pokok akidah islamiah.” (Q. tidak pula keyakinan-keyakinan yang mematikan akal dan membuat kejumudan intelektual. betapa jauh perbedaan antara orang berilmu dan tidak berilmu. sedangkan ia takut kepada azab akhirat dan mengharaokan rahmat Tuhannya? Katakanlah! Samakah orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang tidak berilmu? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. logis dan praktis Islam bukanlah agama dongengan. mengendalikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan agama supaya manusia sejahtera. risalah Muhammad SAW. Semua berdiri di atas dasar ”Akal pikiran yang sehat dan logika yang tepat dan pasti. dengan sujud dan berdiri. yaitu antara lain:  Luwes. 39:9) Islam menyelamatkan manusia dari ajaran khurafat dan kebodohan. Islam juga menganjurkan mengkaji dan mencari kebenaran (hakikat) dan berusaha keras mendapatkan ilmu pengetahuan (ma’rifat). Az-Zumar. Thahaa.S. Islam tidak membenarkan adanya khurafat. sebagaimana difirmankan: ”Dan katakanlah! Berikanlah aku tambahan ilmu” (Q. Islam memiliki beberapa keistimewaan yang menjdi akidah umat di setiap masa. 20:114) Islam juga menjelaskan. Dalam hal itu 9 . Allah memerintahkan umat manusia memohon tambahan ilmu kepada Tuhannya. islam tidak membenarkan keyakinan yang bisa melenyapkan keimanan akan ke Esaan Allah SWT. Islam membimbing manusia menuju dunia ilmu pengetahuan dan cahaya yang terang-benderang. jelas dan bisa di pahami.” Islam menganjurkan manusia mempergunakan akal pikirannya dan merenungi segala perkaranya.

Kondisi umat islam seperti inilah yang akan 10 . menuntut pelaksanaan perintahNya. bagai mengalirnya air ke dalam sel-sel makhuk hidup. Tayangan media televisi tentang cerita yang bersifat tahayul atau kemusrikan. mereka masih cenderung mengedepankan kepentingan kelompoknya (partai atau organisasi) masing-masing. agar iman itu dijadikan sumber pancaran kehidupan konkret. tetapi seluruh kehidupan manusia secara total itulah yang harus diislami. karena tidak sedikit dari mereka itu justru berprilaku yang menyimpang dari nilai-nilai agama. 3.islam adalah agama yang praktis. terutama bagi kemulaian agama islam sebagai agama yang mulia dan tidak ada yang lebih mulia di atasnya. tetapi islam menegaskan. Hubungan Agama Dan Manusia Kondisi umat islam dewasa ini semakin diperparah dengan merebaknya fenomena kehidupan yang dapat menumbuhkembangkan sikap dan prilaku yang a moral atau degradasi nilai-nilai keimanannya. 4. Krisis ketauladanan dari para pemimpin. Ar-Ra’d. Karena itu maka iman kepada Allah.S. memuji dan menyanjung-Nya.” (Q. bukan hanya merupakan teori kosong yang mandul. Sosok pribadi orang islam seperti di atas sudah barang tentu tidak menguntungkan bagi umat itu sendiri. dan film-film yang berbau porno. 13:29) C. Karena itu Allah SWT berfirman: ”Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh. bagi mereka kebahagian dan tempat kembali yang baik. Krisis silaturahmi antara umat islam. Maka islam bukan semata-mata merupakan ungkapan kata dan penuturan lidah melalui pembacaan zikir kepada Allah. bahwa iman itu bukanlah kepercayaan semata yang harus diimani umat manusia. 2. menjalar kepada seluruh amal perbuatan islami. Fenomena yang cukup berpengaruh itu adalah : 1. Isla menegaskan. Majalah atau tabloid yang covernya menampilkan para model yang mengubar aurat.

 Agama Sebagai Petunjuk Tata Sosial Rosulullah SAW bersabda : “Innamaa bu’itstu liutammima akhlaaq” Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak. seperti : pengendalian diri.menghambat kenajuan umat islam dan bahkan dapat memporakporandakan ikatan ukuwah umat islam itu sendiri. kantor. Pendidikan akhlak ini sangat penting karena menyangkut sikap dan prilaku yang musti di tampilkan oleh seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari baik personal maupun sosial (keluarga. Akhlak yang terpuji sangat penting dimiliki oleh setiap muslim (masyarakat sebab maju mumdurnya suatu bangsa atau Negara amat tergantung kepada akhlak tersebut. Mereka diharapkan mampu mengintegrasikan antara pengamalan ibadah ritual dengan makna esensial ibadah itu sendiri yang dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari. Yang bertanggung jawab terhadap pendidikan akhlak adalah orang tua. jujur. kiai. sekolah. guru. ustad. Agar umat islam bisa bangkit menjadi umat yang mampu menwujudkan misi “Rahmatan lil’alamin” maka seyogyanya mereka memiliki pemahaman secara utuh (Khafah) tentang islam itu sendiri umat islam tidak hanya memiliki kekuatan dalam bidang imtaq (iman dan takwa) tetapi juga dalam bidang iptek (ilmu dan teknologi). amanah. 1. sikap toleran dan saling menghormatai tidak suka menyakiti atau menghujat orang lain. sabar. dan para pemimpin masyarakat. sikap altruis. dan masyarakat yang lebih luas). Hubungan manusia dalam hal pengabdian (Ibadah) kepada sang Pencipta itu diwujudkan agar manusia selalu berada dalam posisi mengabdikan diri kepada Sang Pencipta. ada dua tujuan hidup yang harus dilakukan manusia. Dapat juga dikatakan bahwa umat islam harus mampu menyatu padukan antara mila-nilai ibadah mahdlah (hablumminalaah) dengan ibadag ghair mahdlah (hamlumminanas) dalam rangka membangun “Baldatun thaibatun warabun ghafur” Negara yang subur makmur dan penuh pengampunan Allah SWT. Untuk mencapai maksud tersebut maka perlu adanya kerja sama yang sinerji dari berbagai pihak dalam menumbuhkembangkan akhlak mulya dan menghancur leburkan faktor-faktor penyebab maraknya akhlak yang buruk. Abdullah 11 .

Kemabruran seorang pelaku ibadah Haji. beribadah adalah melakukan aktifitas-aktifitas ritual yang dilakukan degan penuh hikmat dan pemahaman. Bila ia menjadi lebih peduli dan memiliki kesediaan untutk membantu orang-orang yang ada sekelilingnya. Dalam pengertian sempit. dimensi tersebut secara Ipso Facto membuat ritus-ritus itu menjadi batal. Zakat Haji dan sebagainya memiliki implisit sosial. diharapkan manusia memiliki kecenderungan untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial. menurut M. Khalifah Manusia menjadi khalifah (pemimpin) di bumi. gunung dan bumi menolak amanat itu. menurut Nurcholis Madjid dapat diketahui dari aktivitas-aktivitas sosial yang dilakukannya sesudah pelaksanaan Ibadah Haji. penyangkalan terhadap atau kelemahan dari. Zakat. Ibadah dapat diartikan sebagai wujud penyerahan total kepada Allah dengan melaksanakan apa yang menjadi perintah-Nya. seperti Shalat. 2: 30) “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat. Puasa. khalifah adalah fungsi manusia yang mengemban amanat dari Tuhan (QS. Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah dimuka bumi” Allah hendak menjadikan Khalifah di muka bumi.yang bersedia dan memiliki kemampuan untuk merealisasikan amanat sebagai wakil Tuhan.Manusia menjadi ‘Abdullah atau manusia beribadah (mengabdi) kepada-Nya. Hanya manusia –dan bukan makhluk lain. maka ia memiliki tanda sebagai Haji Mabrur. yakni Sholat. Al-Ahzab. namun manusia menerimanya. dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah. Haji. Puasa. Semua Ibadah. Misalkan. 33: 72). Dengan melakukan perintah-perintah Allah berupa Ibadah. 12 . 2. Tentang kesediaan manusia menerima amanat ini digambarkan oleh Al-Qur’an bahwa langit. Dawam Raharjo. Apakah amanat Tuhan kepada Manusia? Tidak lain adalah memberikan pelayanan terhadap sesama makhluk denfan menyabarkan kasih sayagn terhadap sesama (Rahmatan lil-‘alamiin) dan ber-amar ma’ruf nahi munkar. Haji yang berhasil akan mengantarkan pelakunya menjadi haji mabrur. Menurut Ismail R. Al-Faruqi dalam bukunya Tauhid. Dzikir.

Fir’aun. berumur panjang atau pendek. Sebagai makhluk berkehormatan dan mempunyai kelebihan di atas kebanyakan makhluk Allah lainnya. maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. atau justru melakukan yang sebaliknya. Hud: 61). semuanya bukan hak yang dapat dipastikan terjadinya atas keinginan dan usaha manusia sendiri. 13 . dan sebagainya) adalah figur-figur yang telah tercatat sebagai khalifah di bumi yang gagal memenuhi amanat dari Tuhan. Diantara amanat yang diembankan kepada manusia ialah untuk memakmurkan kehidupan di bumi (QS. memiliki bentuk badan dan rupa yang berbeda . Rasul dan Nabi adalah contoh-contoh figur manusia yang mampu membuktikan kualitasnya sebagai khalifah dibumi dengan melakukan amanat sebaik-baiknya. Dari sini dapat dirumuskan bahwa manusia pada hakikatnya adalah “makhluk pengemban amanat yang bertanggungjawab”. Demikian tinggi kedudukan manusia di hadhirat Allah.“Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit. Manusia memiliki kemungkinan melaksanakannya atau tidak melaksanakannya. atau melakukannya dengan setengah-setengah. dan di pikullah amanat itu oleh manusia” (QS. Al-Ahzab:72). Menjadi laki-laki atau perempuan. Al-Baqarah: 30) Sebagai mahkluk pengemban amanah Allah. Manusia sebagai makhluk pengemban amanah. Al-Ahzab. Hidup kita sehari-hari penuh dengan pengalaman-pengalaman yang menunjukkan bahwa sesungguhnya banyak hal yang terjadi pada manusia bukan berasal dari manusia sendiri. Pada hakikatnya manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang tidak memerlukan penjelasan panjang. syarat agar manusia dapat merealisasikannya adalah dengan kemerdekaan atau kebebasan. Tuhan mengangkat manusia sebagai khalifah-Nya di bumi (QS. maka ia mengukuhkan dirinya sebagai makhluk yang berderajat paling tinggi diantara makhlukmakhluk yang berada di alam semesta ini. Qarun. 33: 72) Menurut Ismail R. kapan dan dimana seseorang akan meninggal. Para orang-orang yng bersifat antagonis terhadap ajaran Rasul dan Nabi (Misalnya. bumi dan gunung-gunung. manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah Allah. Apabila manusia dapat melakukannya dengan baik. manusia dipersiapkan untuk mengemban amanah (QS. Al-Faruqi.

Agar umat islam bisa bangkit menjadi umat yang mampu menwujudkan misi “Rahmatan lil’alamin” maka seyogyanya mereka memiliki pemahaman secara utuh (Khafah) tentang islam itu sendiri umat islam tidak hanya memiliki kekuatan dalam bidang imtaq (iman dan takwa) tetapi juga dalam bidang iptek (ilmu dan teknologi). dan masyarakat yang lebih luas). III. Meskipun demikian. Akhlak yang terpuji sangat penting dimiliki oleh setiap muslim (masyarakat sebab maju mumdurnya suatu bangsa atau Negara amat tergantung kepada akhlak tersebut. Setiap orang bertanggungjawab atas segala perbuatan yang dilakukannya (QS. Pendidikan akhlak ini sangat penting karena menyangkut sikap dan prilaku yang musti di tampilkan oleh seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari baik personal maupun sosial (keluarga. sekolah. Orang tidak dibebani dosa orang lain (Al. 14 . Ath-Thur: 21). karena mungkin kekurang pahaman kita akan nilai-nilai islam atau karena sudah terkontaminasi oleh nilai.Manusia akan dimintai pertanggungjawabannya atas amanat yang dibebankan kepada Allah kelak diakhirat. dimungkinkan orang ikut diminta bertanggungjawab atas perbuatan yang dilakukan orang lain. KESIMPULAN Kita sebagai umat islam belum semuanya beruswah kepada Rasulullah secara sungguh-sungguh. Tanggungjawab manusia bersifat individual. kantor.An’am: 164). yakni jika orang berpartisipasi dalam terjadinya perbuatan yang dilakukan orang lain itu. pendapat. An-Najm: 39). atau idiologi lain yang bersebrangan dengan nilai-nilai islam itu sendiri yang di contohkan oleh Rasulullah SAW. Orang hanya akan memerik hasil amal perbuatan yang dilakukan sendiri (QS.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->