P. 1
Asuhan Keperawatan Diabetes Mellitus

Asuhan Keperawatan Diabetes Mellitus

|Views: 86|Likes:
Published by wynza

More info:

Published by: wynza on May 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2012

pdf

text

original

Asuhan Keperawatan Diabetes Mellitus Gestasional

Posted: 13 November 2011 in Kumpulan Askep Tag:diabetes, kehamilan, keperawatan

0

1.1

Definisi

Diabetes Melitus pada kehamilan atau sering disebut Diabetes Melitus Gestasional, merupakan penyakit diabetes yang terjadi pada ibu yang sedang hamil. Gejala utama dari kelainan ini pada prinsipnya sama dengan gejala utama pada penyakit diabetes yang lain yaitu sering buang air kecil (polyuri), selalu merasa haus (polydipsi), dan sering merasa lapar (polyfagi). Cuma yang membedakan adalah keadaan pasien saat ini sedang hamil. Sayangnya penemuan kasus kasus diabetes gestasional sebagian besar karena kebetulan sebab pasien tidak akan merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya selain kehamilan, dan gejala sering kencing dan banyak makan juga biasa terjadi pada kehamilan normal. 1.2 Etiologi

Diabetes mellitus dapat merupakan kelainan herediter dengan cara insufisiensi atau absennya insulin dalam sirkulasi darah, konsentrasi gula darah tinggi. Berkurangnya glikogenesis. Diabetes dalam kehamilan menimbulkan banyak kesulitan, penyakit ini akan menyebabkan perubahan-perubahan metabolik dan hormonal pada penderita yang juga dipengaruhi oleh kehamilan. Sebaliknya diabetes akan mempengaruhi kehamilan dan persalinan.

Risiko Tinggi DM Gestasional:

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Umur lebih dari 30 tahun Obesitas dengan indeks massa tubuh 30 kg/m2 Riwayat DM pada keluarga (ibu atau ayah) Pernah menderita DM gestasional sebelumnya Pernah melahirkan anak besar > 4.000 gram Adanya glukosuria 1.3 Klasifikasi

Pada Diabetes Mellitus Gestasional, ada 2 kemungkinan yang dialami oleh si Ibu:

1. 2.

Ibu tersebut memang telah menderita DM sejak sebelum hamil Si ibu mengalami/menderita DM saat hamil Klasifikasi DM dengan Kehamilan menurut Pyke:

1. 2. 3.

Klas I : Gestasional diabetes, yaitu diabetes yang timbul pada waktu hamil dan menghilang setelah melahirkan. Klas II : Pregestasional diabetes, yaitu diabetes mulai sejak sebelum hamil dan berlanjut setelah hamil. Klas III : Pregestasional diabetes yang disertai dengan komplikasi penyakit pembuluh darah seperti retinopati, nefropati, penyakit pemburuh darah panggul dan pembuluh darah perifer, 90% dari wanita hamil yang menderita Diabetes termasuk ke dalam kategori DM Gestasional (Tipe II). 1.4 Patofisiologi

Pada DMG, selain perubahan-perubahan fisiologi tersebut, akan terjadi suatu keadaan di mana jumlah/fungsi insulin menjadi tidak optimal. Terjadi perubahan kinetika insulin dan resistensi terhadap efek insulin. Akibatnya, komposisi sumber energi dalam plasma ibu bertambah (kadar gula darah tinggi, kadar insulin tetap tinggi).

Melalui difusi terfasilitasi dalam membran plasenta, dimana sirkulasi janin juga ikut terjadi komposisi sumber energi abnormal. (menyebabkan kemungkinan terjadi berbagai komplikasi). Selain itu terjadi juga hiperinsulinemia sehingga janin juga mengalami gangguan metabolik (hipoglikemia, hipomagnesemia, hipokalsemia, hiperbilirubinemia, dan sebagainya).

Jika pada pemeriksaan berat badan bayi ditemukan bayinya besar sekali maka perlu dilakukan induksi pada minggu ke 36 – 38 untuk mencegah terjadinya komplikasi saat persalinan. Proses persalinan ini harus dalam pengawasan ketat oleh dokter spesialis kebidanan dan dokter spesialis penyakit dalam.

Biasanya setelah bayi lahir maka kadar gula darah akan kembali normal, apabila tidak, maka perlu dilanjutkan pemberian antidiabetes oral sampai jangka waktu tertentu.

Pada kehamilan normal terjadi banyak perubahan pada pertumbuhan dan perkembangan fetus secara optimal. Pada kehamilan normal kadar glukosa darah ibu lebih rendah secara bermakna. Hal ini disebabkan oleh :

1. 2. 3. 4. 5.

Pengambilan glukosa sirkulasi meningkat Produksi glukosa dari hati menurun Produksi alanin (salah satu precursor glukoneogenesis ) menurun. Aktifitas ekskresi ginjal meningkat Efek-efek hormon gestasional (kortisol, human plasenta lactogen, estrogen, dll)

5 Manifestasi Klinis 1. 1. 5. Pruritus vulvae pada wanita Lemas. 1. tenaga kurang. maka tubuh berusama mendapat peleburan zat dari bahagian tubuh yang lain yaitu lemak dan protein. sehingga untuk mengimbangi klien lebih banyak minum. 2. karena tubuh terus merasakan lapar. 4. gatal Pandangan kabur 7. Sehingga untuk memenuhinya klien akan terus makan. 1. maka tubuh selanjutnya akan memecah cadangan makanan yang ada di tubuh termasuk yang berada di jaringan otot dan lemak sehingga klien dengan DM walaupun banyak makan akan tetap kurus. Gula darah sewaktu merupakan hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memerhatikan waktu makan terakhir. Poliuri (banyak kencing) Hal ini disebabkan oleh karena kadar glukosa darah meningkat sampai melampaui daya serap ginjal terhadap glukosa sehingga terjadi osmotic diuresis yang mana gula banyak menarik cairan dan elektrolit sehingga klien mengeluh banyak kencing. 3. 1. 3. Tetapi walaupun klien banyak makan. 2. Atau: .6 Pemeriksaan Diagnostik Kriteria Diagnosis: 1. Polipagi (banyak makan) Hal ini disebabkan karena glukosa tidak sampai ke sel-sel mengalami starvasi (lapar). Perubahan metabolism lemak dan asam amino 1.6. tetap saja makanan tersebut hanya akan berada sampai pada pembuluh darah. Polidipsi (banyak minum) Hal ini disebabkan pembakaran terlalu banyak dan kehilangan cairan banyak karena poliuri. lekas lelah. Gejala klasik DM + gula darah sewaktu ≤ 200 mg/dl. Penurunan berat badan Kesemutan. Hal ini disebabkan kehabisan glikogen yang telah dilebur jadi glukosa.

minum air putih tanpa gula tetap diperbolehkan Diperiksa kadar glukosa darah puasa Diberikan glukosa 75 g (orang dewasa). Atau: Kadar gula darah 2 jam pada TTGO 200 mg/dl. menggunakan beban glukosa yang setara dengan 75 g glukosa anhidrus yang dilarutkan dalam air.Puasa diartikan pasien tidak mendapat kalori tambahan sedikitnya 8 jam. maka dapat digolongkan ke dalam kelompok TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) atau GDPT (Glukosa Darah Puasa Terganggu) dari hasil yang diperoleh.75 g/Kg BB (anak-anak). Berpuasa paling sedikit 8 jam (mulai malam hari) sebelum pemeriksaan. subyek yang diperiksa tetap istirahat dan tidak merokok. Beberapa hal yang perlu diingat dari hasil pemeriksaan reduksi urine adalah: 1. 4. 3. Hasil yang (+) menunjukkan adanyaglukosuria. 8. Kadar gula darah puasa 126 mg/dl. 3. 7.7 Pengaruh Diabetes Melitus Terhadap Kehamilan . 7. Tiga hari sebelum pemeriksaan tetap makan seperti kebiasaan sehari-hari (dengan karbohidrat yang cukup) dan tetap melakukan kegiatan jasmani seperti biasa 2. 4. 6. atau 1. Reduksi Urine Pemeriksaan reduksi urine merupakan bagian dari pemeriksaan urine rutin yang selalu dilakukan di klinik. 1. seperti: renal glukosuria. Berpuasa kembali sampai pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan 2 jam setelah minum larutan glukosa selesai Diperiksa kadar glukosa darah 2 jam sesudah beban glukosa Selama proses pemeriksaan. 6. tidak bisa dijadikan pedoman. dilarutkan dalam 250 ml air dan diminum dalam waktu 5 menit 5. 2. 1994) 1. 3. bukan untuk menegakkan diagnosis Nilai (+) sampai (++++) Jika reduksi (+): masih mungkin oleh sebab lain. Cara pelaksanaan TTGO (WHO. Apabila hasil pemeriksaan tidak memenuhi criteria normal atau DM. TTGO dilakukan dengan Standard WHO.2. obat-obatan. dan lainnya Reduksi (++) kemungkinan KGD: 200 –300 mg% Reduksi (+++) kemungkinan KGD: 300 – 400 mg% Reduksi (++++) kemungkinan KGD: 400 mg% Dapat digunakan untuk kontrol hasil pengobatan Bila ada gangguan fungsi ginjal. Digunakan pada pemeriksaan pertama sekali untuk tes skrining.   TGT : glukosa darah plasma 2 jam setelah pembebanan antara 140 – 199 mg/dl GDPT : glukosa darah puasa antara 100 – 125mg/dl. 5.

4. 4. 1. Pengaruh kehamilan. 1. 1. 6. 1. 3. diet dan intervensi farmakologi dengan preparat hyperglikemik oral dan insulin. DM akan menjadi lebih berat karena kehamilan Pengaruh diabetes gestasional terhadap kehamilan di antaranya adalah : Abortus dan partus prematurus Hidronion Pre-eklamasi Kesalahan letak jantung Insufisiensi plasenta Pengaruh penyakit terhadap persalinan Gangguan kontraksi otot rahim (partus lama / terlantar). Post partum mudah terjadi infeksi. Bayi mengalami hypoglicemi post partum sehingga dapat menimbulkan kematian Pengaruh DM terhadap kala nifas Mudah terjadi infeksi post partum Kesembuhan luka terlambat dan cenderung infeksi mudah menyebar Pengaruh DM terhadap bayi Abortus. 2. 2. 4. 5. Janin besar sehingga harus dilakukan tindakan operasi. Terapi Diet Tujuan utama penatalaksanaan klien dengan diabetes mellitus adalah untuk mengatur glukosa darah dan mencegah timbulnya komplikasi akut dan kronik. A. Penatalaksanaan diabetes tergantung pada ketepatan interaksi dari tiga faktor aktifitas fisik. 5. Gangguan pembuluh darah plasenta sehingga terjadi asfiksia sampai dengan lahir mati Perdarahan post partum karena gangguan kontraksi otot rahim. ia akan terhindar dari hyperglikemia atau hypoglikemia. Jika klien berhasil mengatasi diabetes yang dideritanya. 2. > usia kandungan 36 minggu Janin besar ( makrosomia ) Dapat terjadi cacat bawaan. . prematur. 3. 3. 2. 1.1. 5. 2. 3. persalinan dan nifas terhadap DM Kehamilan dapat menyebabkan status pre diabetik menjadi manifes (diabetik). potensial penyakit saraf dan jiwa Penatalaksanaan 1. 2.8 1.

Telah menderita diabetes dari 15 tahun Diberikan pada penderita diabetes yang memerlukan diet protein tinggi. J 3 : jenis makanan harus diperhatikan (pantangan gula dan makanan manis). Kurang tahan lapan dengan dietnya. 5. protein 20 %. . 3. 2. 4. 2. lemak 20 %. NO 1. lemak 20 %. Diet pada penderita diabetes mellitus dapat dibagi atas beberapa bagian antara lain :     Diet A : terdiri dari makanan yang mengandung karbohidrat 50 %. Mempunyai hyperkolestonemia. J 2 : jadwal makanan harus diikuti sesuai dengan jam makan terdaftar.Tiga hal penting yang harus diperhatikan pada penderita diabetes mellitus adalah tiga J (jumlah. protein 12 %. lemak 30 %. Diet B1 1. Diberikan pada penderita diabetes terutama yang : 1. protein 20 %. Mempunyai penyulit mikroangiopati misalnya pernah mengalami cerobrovaskuler accident (cva) penyakit jantung koroner. Diet B 3. yaitu penderita diabetes terutama yang : 2. Mampu atau kebiasaan makan tinggi protein tetapi normalip idemia. Diet B : terdiri dari karbohidrat 68 %. Mempunyai penyulit mikroangiopati misalnya terdapat retinopati diabetik tetapi belum ada nefropati yang nyata. Tipe Diet Diet A Indikasi Diet Diberikan pada semua penderita diabetes mellitus pada umumnya. Kurus (underweight) dengan relatif body weight kurang dari 90 %. Diet B1 dan B2 diberikan untuk nefropati diabetik dengan gangguan faal ginjal. Diet B1 : terdiri dari karbohidrat 60 %. jadwal dan jenis makanan) yaitu : J I : jumlah kalori sesuai dengan resep dokter harus dihabiskan.

Juga dianjurkan untuk melakukan latihan ringan setiap hari. Menderita penyakit graves (morbus basedou). (68 % hidrat arang. Diet B2 (Diberikan pada penderita nefropati dengan gagal ginjal kronik yang klirens kreatininnya masih lebar dari 25 ml/mt). 2. untuk meningkatkan pemahaman maka dilakukan penyuluhan melalui perorangan antara dokter dengan penderita yang datang. Menderita tuberkulosis paru. pagi dan sore hari dengan maksud untuk menurunkan BB. Komposisi sama dengan diet B. Dipilih lemak yang tidak jenuh. (bila tidak akan merubah jumlah protein). Sifat diet B3 Tinggi kalori (lebih dari 2000 kalori/hari). 3. 3. 6. Indikasi tersebut di atas selama tidak ada kontra indikasi penggunaan protein kadar tinggi.3. Dalam keadaan pasca bedah. Diet B1 dan B2 1. Dalam praktek hanya terdapat diet B2 dengan diet 2100 – 2300 kalori / hari. Diet B3 (Diberikan pada penderita nefropati diabetik dengan gagal ginjal kronik yang klibers kreatininnya kurang dari 25 MI/mt) 4. jumlah protein 40 gram/hari. 7. 2. 5. Tinggi karbohidrat dan rendah lemak. Sifat-sifat diet B2 1. 10. 12 % protein dan 20 % lemak) hanya saja diet B2 kaya asam amino esensial. Rendah protein tinggi asam amino esensial. . Menderita selulitis. Selain itu juga dilakukan melalui media-media cetak dan elektronik. 9. Mengalami patah tulang. Semua penderita diabetes mellitus dianjurkan untuk latihan ringan yang dilaksanakan secara teratur tiap hari pada saat setengah jam sesudah makan. Menderita hepatitis kronis atau sirosis hepatitis. Tinggi kalori (lebih dari 2000 kalori/hari tetapi mengandung protein kurang. Penyuluhan kesehatan. Karena alasan No 2 maka hanya dapat disusun diet B3 2100 kalori dan 2300 / hari. Hamil dan menyusui. 8. 5. 4. Karena bila tidak maka jumlah perhari akan berubah. Masih muda perlu pertumbuhan. 4.

. Pengelolaan DM dalam kehamilan bertujuan untuk : 1. Kontrol secara ketat gula darah. 3. Berikan insulin yang bekerja cepat. 6. 3. Kebutuhan kalori adalah jumlah keseluruhan kalori yang diperhitungkan dari: Kalori basal 25 kal/kgBB ideal Kalori kegiatan jasmani 10-30% Kalori untuk kehamilan 300 kalori Perlu diingat kebutuhan protein ibu hamil 1-1. 6. dianjurkan diberikan 25 kalori/kgBB ideal. 4.     Pemantauan dapat dikerjakan dengan menggunakan alat pengukur glukosa darah kapiler. 1. pertimbangkan kematangan paru janin. Penanganan DMG yang terutama adalah diet. sebab bila kontrol kurang baik upayakan lahir lebih dini. 2. 5. Dapat terjadi kematian janin mendadak. Hindari adanya infeksi saluran kemih atau infeksi lainnya. Mempertahankan kadar glukosa darah puasa < 105 mg/dl Mempertahankan kadar glukosa darah 2 jam pp < 120 mg/dl Mempertahankan kadar Hb glikosilat (Hb Alc) < 6% Mencegah episode hipoglikemia Mencegah ketonuria/ketoasidosis deiabetik Mengusahakan tumbuh kembang janin yang optimal dan normal. 2. pengelolaan DMG juga terutama didasari atas pengelolaan gizi/diet dan pengendalian berat badan ibu. 4. Pada bayi baru lahir dapat cepat terjadi hipoglikemia sehingga perlu diberikan infus glukosa. dengan ditambahkan sejumlah 300-500 kalori per hari untuk tumbuh kembang janin selama masa kehamilan sampai dengan masa menyusui selesai. yaitu kadar glukosa darah puasa di bawah 105 mg/dl dan 2 jam pp di bawah 120 mg/dl. Perhitungan menu seimbang sama dengan perhitungan pada kasus DM umumnya. maka terapi insulin harus segera dimulai. Cara yang dianjurkan adalah cara Broca yaitu BB ideal = (TB-100)-10% BB. bila mungkin diberikan melalui drips.Sesuai dengan pengelolaan medis DM pada umumnya. Lakukan upaya pencegahan infeksi dengan baik. kecuali pada penderita yang gemuk dipertimbangkan kalori yang lebih mudah. 5.5 gr/kgBB Jika dengan terapi diet selama 2 minggu kadar glukosa darah belum mencapai normal atau normoglikemia.

pertumbuhan janin terhambat (PJT) dan gawat janin merupakan indikasi untuk melakukan persalinan secara seksio sesarea. pemantauan ibu dan janin dilakukan dengan cara : Pengukuran tinggi fundus uteri    NST – USG serial Penilaian menyeluruh janin dengan skor dinamik janin plasenta (FDJP).5 kg pada trimester pertama dan selanjutnya rata-rata 0.5-17. Pemantauan pergerakan janin (normal >l0x/12 jam).Dianjurkan pemantauan gula darah teratur minimal 2 kali seminggu (ideal setiap hari. kadar gula darah ibu. Pada tingkat rumah sakit.5 kg dan ibu BB lebih/obesitas 7. Pada tingkat Polindes dilakukan pemantauan ibu dan janin dengan pengukuran tinggi fundus uteri dan mendengarkan denyut jantung janin. pemeriksaan USG dan kardiotokografi (jika memungkinkan). pembesaran/ tinggi fundus uteri.5-12.5 kg setiap minggu. Jika pengelolaan diet saja tidak berhasil. ibu BB normal 12. kenaikan berat badan yang dianjurkan tergantung status gizi awal ibu (ibu BB kurang 14-20 kg.   Bayi yang dilahirkan dari ibu DMG memerlukan perawatan khusus. jika mungkin dengan alat pemeriksaan sendiri di rumah). dengan nilai FDJP > 6. . Sampai akhir kehamilan. Insulin yang digunakan harus preparat insulin manusia (human insulin).5 kg).  Pada janin yang sehat. denyut jantung janin. Adanya makrosomia. terutama tekanan darah. Kenaikan berat badan ibu dianjurkan sekitar 1-2. maka insulin langsung digunakan. nilai FDJP < 5 merupakan tanda gawat janin. Obat hipoglikemik oral tidak digunakan dalam DMG karena efek teratogenitasnya yang tinggi dan dapat diekskresikan dalam jumlah besar melalui ASI. Pada tingkat Puskesmas dilakukan pemantauan ibu dan janin dengan pengukuran tinggi fundus uteri dan mendengarkan denyut jantung janin. karena insulin yang bukan berasal dari manusia (non-human insulin) dapat menyebabkan terbentuknya antibodi terhadap insulin endogen dan antibodi ini dapat menembus sawar darah plasenta (placental blood barrier) sehingga dapat mempengaruhi janin. semakin dekat dengan perkiraan persalinan maka kontrol semakin sering Hb glikosilat diperiksa secara ideal setiap 6-8 minggu sekali. Bila akan melakukan terminasi kehamilan harus dilakukan amniosentesis terlebih dahulu untuk memastikan kematangan janin (bila usia kehamilan < 38 mg). Dianjurkan kontrol sesuai jadwal pemeriksaan antenatal. Pada pemeriksaan antenatal dilakukan pemantauan keadaan klinis ibu dan janin. Penilaian ini dilakukan setiap minggu sejak usia kehamilan 36 minggu. dapat dilahirkan pada usia kehamilan cukup waktu (40-42 mg) dengan persalinan biasa.

yang dibebaskan oleh kegiatan antiinsulin plasenta. Penderita DMG dengan komplikasi biasanya memerlukan insulin. Pemberian insulin yang kurang hati-hati dapat menjadi bahaya besar karena reaksi hipoglikemik dapat disalah tafsirkan sebagai koma diabetikum. 8. preeklamsia. . glibenclamide. kelainan vaskuler dan infeksi seperti glomerulonefritis. Sulfonilurea (glipizide GITS. 9. Dianjurkan pula supaya dalam masa persalinan diberi infus glukosa dan insulin pada hiperglikemia berat dan keto asidosis diberi insulin secara infus intravena dengan kecepatan 2-4 satuan/jam untuk mengatasi komplikasi yang berbahaya. Penderita yang sebelum kehamilan sudah memerlukan insulin diberi insulin dosis yang sama dengan dosis diluar kehamilan sampai ada tanda-tanda bahwa dosis perlu ditambah atau dikurangi. 3. Maka dosis insulin perlu ditambah/dirubah menurut keperluan secara hati-hati dengan pedoman pada 140 mg/dl. Pemeriksaan darah yaitu kadar post pandrial. 2. 4. Pasien gemuk penderita GDM. Dosis insulin perlu dikurangi selama wanita dalam persalinan dan nifas dini. rosiglitazone) Memengaruhi penyerapan makanan Acarbose Hati-hati risiko hipoglikemia berikan glukosa oral (minuman manis atau permen) 6-8 minggu setelah melahirkan. Penatalaksanaan pada DMG Meningkatkan jumlah insulin 1. 5. Selama berlangsungnya persalinan dan dalam hari-hari berikutnya cadangan hidrat arang berkurang dan kebutuhan terhadap insulin berkurang yang mengakibatkan mudah mengalami hipoglikemia bila diet tidak disesuaikan atau dosis insulin tidak dikurangi. karena diperkirakan akan menjadi DM dalam 20 tahun kemudian 1.) Meglitinide (repaglinide. sebaiknya mengontrol BB. (2002) yaitu sebagai berikut : Daya tahan terhadap insulin meningkat dengan makin tuanya kehamilan. Kehamilan DMG dengan komplikasi (hipertensi. 6. sistitis dan monilisasis) harus dirawat sejak usia kehamilan 34 minggu. dsb. 7. ibu tersebut melakukan test plasma glukosa puasa dan OGTT 75 gram glukosa. nateglinide) Insulin injeksi Meningkatkan sensitivitas insulin Biguanid/metformin Thiazolidinedione (pioglitazone. B. Perubahan-perubahan dalam kehamilan memudahkan terjadinya hiperglikemia dan asidosis tapi juga menimbulkan reaksi hipoglikemik. Terapi Insulin Menurut Prawirohardjo.

terjadi pada kehamilan 20-30 minggu akibat resistensi insulin Infeksi saluran kemih Preeklampsi Hidramnion Retinopati Trauma persalinan akibat bayi besar Masalah pada anak : Abortus Kelainan kongenital spt sacral agenesis. 2.Penanggulangan Obstetri pada penderita yang penyakitnya tidak berat dan cukup dikuasi dengan diit saja dan tidak mempunyai riwayat obstetri yang buruk. 6. 4. menjaga berat badan ibu tetap ideal. dapat diharapkan partus spontan sampai kehamilan 40 minggu. 7. baik yang tanpa atau dengan induksi. 3. Strategi terapi diabetes mellitus pada ibu hamil meliputi manajemen diet. Lebihlebih bila kehamilan disertai komplikasi. keadaan janin harus lebih diawasi jika mungkin dengan pencatatan denyut jantung janin terus – menerus.9 Komplikasi  1. . Dalam pelaksanaan partus pervaginam. 5. Apabila diabetesnya lebih berat dan memerlukan pengobatan insulin. 2. Olahraga juga dapat membantu menaikkan berat badan yang hilang dan memelihara berat badan yang ideal ketika dikombinasi dengan pembatasan intake kalori. Olahraga Kecuali kontraindikasi. sebaiknya kehamilan diakhiri lebih dini sebaiknya kehamilan 36-37 minggu. lebih dari itu sebaiknya dilakukan induksi persalinan karena prognosis menjadi lebih buruk. 1. 1. terapi insulin untuk menormalkan kontrol glikemik dan olah raga. C. terjadi pada enam bulan pertama kehamilan Hiperglikemia. maka dipertimbangkan untuk menghindari kehamilan lebih dini lagi baik dengan induksi atau seksio sesarea dengan terlebih dahulu melakukan amniosentesis. 4. neural tube defek Respiratory distress Neonatal hiperglikemia Makrosomia  1. aktivitas fisik yang sesuai direkomendasikan untuk memperbaiki sensitivitas insulin dan kemungkinan memperbaiki toleransi glukosa. 3. Komplikasi pada Ibu Hipoglikemia. 5.

Hipocalcemia Kematian perinatal akibat diabetic ketoasidosis 8.ulkus/ gangren. Intervensi Rasional . 3. syaraf (stroke. terutama yang disertai komplikasi pembuluh darah atau ginjal. 1. 2. hipoglikemi. 3. prognosis bagi anak jauh lebih buruk dan di pengaruhi oleh .neuropati). penyakit jantung koroner.3 Intervensi 1. apabila penderita sampai meninggal biasanya karena penderita sudah mengidap diabetes sudah lama dan berat. apalagi penyakitnya lekas diketahui dan dengan segera diberikan pengobatan oleh dokter ahli.10Prognosis Prognosis bagi wanita hamil dengan diabetes pada umumnya cukup baik. Kriteria evaluasi : Mempertahankan kadar gula darah puasa antara 60-100 mg/dl dan 2 jam sesudah makan tidak lebih dari 140 mg/dl. Mikrovaskular: retina (retinopati) dan ginjal (gagal ginjal kronik). terutama disertai asetonuria Insufisiensi plasenta Prematuritas Gawat napas (respiratory distress) Cacat bawaan Komplikasi persalinan (distosia bahu) ASUHAN KEPERAWATAN 3. stroke 1. 4. 7. 6. No. serta kehamilan dan persalinannya ditangani oleh dokter spesialis kebidanan. Resiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidakmampuan mencerna dan menggunakan nutrisi kurang tepat. 5.6. Berat dan lamanya penyakit. Kematian sangat jarang terjadi. · Hiperbilirubinemia Tanda terjadi komplikasi pada DM gestasional  1. Makrovaskular: stroke. Koma: hiperglikemi. 8. 2. Sebaliknya.

Pembagian dosis insulin mempertimbangkan kebutuhan basal maternal dan rasio waktu makan. sesudah makan dan kelaparan. Hiperglikemia berefek terjadinya hidramnion. Kebutuhan metabolisme dari janin dan ibu membutuhkan perubahan besar selama gestasi memerlukan pemantauan ketat dan adaptasi Makan sedikit dan sering menghindari hiperglikemia . 10 Mandiri 11 Diskusikan tentang dosis . Tinjau ulang tentang pentingnya makanan yang 4 teratur bila memakai insulin. Kolaborasi dengan ahli gizi. Mual dan muntah dapat mengakibatkan defisiensi karbohidrat yang dapat mengakibatkan metabolisme lemak dan terjadinya ketosis. 2 Kaji masukan kalori dan pola makan dalam 24 jam. Diet secara spesifik pada individu perlu untuk mempertahankan . Penambahan berat badan adalah kunci petunjuk untuk memutuskan penyesuaian kebutuhan kalori. 9 Instruksikan untuk mengatasi hipoglikemia asimtomatik.Mandiri 1 Timbang berat badan setiap kunjungan prenatal. menandakan kebutuhan terhadap peningkatan karbohidrat. Stress dapat mengakibatkan peningkatan kadar glukosa. Ajarkan pasien tentang metode finger stick untuk memantau glukosa sendiri. menciptakan fluktuasi kebutuhan insulin. Kebutuhan metabolisme prenatal berubah selama trimester pertama. 5 6 Kaji pemahaman stress pada diabetic. jadwal dan tipe insulin. Ketidakcukupan masukan kalori ditunjukkan dengan ketonuria. Kebutuhan insulin dapat dinilai berdasarkan temuan glukosa darah serum secara periodic Hipoglikemia dapat terjadi secara cepat dan berat pada trimester 7 8 Tinjau ulang dan diskusikan tanda gejala serta kepentingan hipo atau hiperglikemia. Perhatikan adanya mual dan muntah khususnya pada trimester pertama. Anjurkan pemantauan keton urine. Tinjau ulang dan berikan informasi mengenai Membantu dalam mengevaluasi pemahaman pasien tentang aturan diet. 3 perubahan yang diperlukan pada penatalaksanaan diabetic. pertama karena peningkatan penggunaan glukosa dan glikogen oleh ibu dan perkembangan janin. Pengguanaan jumlah besar karbohidrat sederhana untuk mengatasi hipoglikemi menyebabkan nilai glukosa darah meningkat. Sesuaikan diet dan regimen insulin untuk memenuhi 12 13 kebutuhan individu.

Kaji gerakan janin dan denyut janin setiap kunjungan. Aktifitas dan pergerakan janin merupakan petanda baik dari 7 peningkatan tekanan darah. C dan apabila D adalah beresiko tinggi. Observasi urine terhadap keton. Pantauan adanya tanda tanda edema. darah. 1. B. Resiko Tinggi cidera janin berhubungan dengan peningkatan kadar glukosa maternal. 2 Tentukan klasifikasi white terhadap diabetes. 1 jam sesudah makan dibawah 140 mg/dl dan 2 jam sesudah makan kurang dari 200 mg/dl. No. Kriteria evaluasi : Menunjukan reaksi Non stress test dan Oxytocin Challenge Test negative atau Construction Stress Test secara normal. Penurunan mortalitas dan komplikasi morbiditas janin bayi baru lahir 3 4 5 6 pemantauan glukosa dan penatalaksanaan diabetes dan anomali congenitial dihubungkan dengan kenaikan kadar glukusa di rumah. selama 60 hari . Berikan informasi dan buatkan prosedur untuk Janin kurang beresiko bila klasifikasi white adalah A. sebelum makan antara 60 105 mg/dl. Tinjau ulang prosedur dan rasional untuk Non 8 . Pengontrolan secara ketat sebelum konsepsi membantu menurunkan resiko mortalitas janin dan abnormal konginental. Memberikan keakuratan gambaran rata rata control glukosa serum 15 Tentukan hasil HbA1c setiap 2 – 4 minggu. Kontrol glukosa serum memerlukan waktu 6 minggu untuk stabil. Untuk mengidentifikasi pola pertumbuhan abnormal Benda keton dapat mengakibatkan kerusakan susunan syaraf pusat yang tidak dapat diperbaiki.normoglikemi. perubahan pada sirkulasi. Observasi tinggi fundus uteri setiap kunjungan. Insiden abnormalitas janin dan bayi baru lahir menurun bila kadar 14 Observasi kadar Glukosa darah. Intervensi Mandiri Rasional 1 Kaji control diabetik sebelum konsepsi. Terjadi insufisiensi plasenta dan ketosis maternal mungkin secara negatif mempengaruhi gerakan janin dan denyut jantung janin. sekitar 12% – 13% dari diabetes akan berkembang menjadi gangguan hipertensi karena perubahan kardiovaskuler berkenaan dengan diabetes. proteinuria. glukosa darah antara 60 – 100 mg/dl.

Membantu menjamin hasil positif untuk neonatus. 12. Kriteria evaluasi :  Tetap normotensif. meningkat secara bermakna pada gestasi lebih dari minggu ke-36. Insiden kerusakan tuba neural lebih besar pada ibu diabetik dari pada non diabetik bila kontrol sebelum kehamilan sudah buruk. Dapatkan sekuensial serum atau specimen urine 16 24 jam terhadap kadar estriol setelah gestasi minggu ke 30. profil darah abnormal atau anemia. hipoksia jaringan dan perubahan respon imun. Tinjau ulang prosedur dan rasional untuk tindakan Maturasi paru janin adalah kriteria yang digunakan untuk amniosentesis menentukan kelangsungan hidup. Kaji kadar albumin glikosilat pada getasi minggu 12 ke 24 sampai ke 28 khususnya pada ibu dengan resiko tinggi. Penurunan kadar estriol dapat menunjukkan penurunan fungsi plasenta. 36 sampai minggu ke 38. . Hasil positif menandakan insufisiensi plasenta. Contraction Stress Test dapat memberikan informasi tentang perfusi oksigen dan nutrisi pada janin. Makrosomia sering menyebabkan distosia dengan sefalopelvis disproporsi.stress Test setiap minggu. Ultrasonografi bermanfaat dalam memastikan tanggal gestasi dan membantu dalam evaluasi retardasi pertumbuhan intra uterin. Siapkan untuk ultrasonografi pada gestasi minggu ke 8. Kolaborasi 11 Kaji HbA1c setiap 2 – 4 minggu sesuai indikasi. Insiden lahir mati 14 15 17 Bantu untuk persalinan per vaginam atau seksio. Insiden bayi malformasi secara kongenital meingkat pada wanita dengan kadar HbA1c tinggi pada awal kehamilan atau sebelum konsepsi. 1.32. 28. Tes serum albumin glikosilat menunjukkan glikemia lebih dari beberapa hari. Dapatkan kadar serum alfa fetoprotein pada 13 gestasi minggu ke 14 sampai minggu ke 16. 10 kesehatan janin. Mengetahui kesehatan janin dan kedekatan perfusi plasenta. Diskusikan rasional atau prosedur untuk melaksanakan Oxytocin Challenge Test atau 9 Contraction Stress Test setiap minggu mulai minggu ke – 30 sampai dengan minggu ke. Resiko tinggi terhadap cedera maternal berhubungan dengan perubahan kontrol diabetik. menimbulkan retardasi pertumbuhan intra uterin dan lahir mati. Lakukan non stress test dan Oxytocin Challenge Test atau Construction Stress test dengan tepat. 18.

Pantau dengan ketat bila obat tokolitik digunakan untuk menghentikan persalinan. 11 Dapatkan urinalisa dan kultur urin. Kolaborasi Deteksi awal adanya infeksi saluran kencing dapat mencegah pielonefritis. Diabetes cenderung kelebihan cairan karena perubahan vaskuler. Bantu untuk belajar memantau glukosa darah di rumah yang dilakukan 6 kali sehari. Distensi uterus berlebihan karena makrosomia atau hidramnion dapat mempredisposisikan pada persalinan awal.  Mempertahankan normoglikemia. Insiden hiperglikemia memerlukan regulasi diet atau insulin untuk normoglikemia khususnya pada trimester kedua dan ketiga karena kebutuhan insulin sering meningkat dua kali. 9 10 Pantau kadar glukosa serum setiap kunjungan. 7 Pantau adanya edema dan tentukan tinggi fundus uteri. kultur rabas Membantu mencegah atau mengatasi pielonefritis. Perubahan vaskuler yang dihubungkan dengan diabetes menandakan resiko abrupsi plasenta. Kaji Klien dengan klasifikasi D. komplikasi kehamilan. pemisahan plasenta. Memungkinkan keakuratan tes urin yang lebih besar karena ambang ginjal terhadap glukosa menurun selama kehamilan. Monilial . 8 Kaji adanya infeksi saluran kencing. Intervensi Mandiri 1 Perhatikan klasifikasi white untuk diabetes. Obat tokolitik dapat meningkatkan glukosa darah dan insulin plasma. Insiden hidramnion sebanyak 6% – 25% pada kasus diabetes yang hamil kemungkinan berhubungan dengan peningkatan kontribusi janin pada cairan amnion dan hiperglikemia meningkatkan haluaran urin janin. Rasional 2 Kaji perdarahan pervaginam dan nyeri tekan abdomen. Pantau terhadap tanda dan gejala persalinan preterm. Mendeteksi ancaman ketoasidosis. menentukan adanya ancaman hipoglikemia. Periksa keton dalam urin setiap hari. Ketonuria menandakan adanya kondisi kelaparan yang secara negatif dapat mempengaruhi perkembangan janin Insiden hipoglikemia sering terjadi pada trimester ketiga karena aliran glukosa darah dan asam amino yang kontinue pada janin dan untuk 3 4 5 6 Identifikasi kejadian hipoglikemia dan hiperglikemia. Bebas dari komplikasi seperti infeksi. No. menurunkan kadar insulin antagonis laktogen plasenta. E atau F adalah berisiko tinggi terhadap derajad kontrol diabetik.

Rasional: Diabetes mellitus gestasional besisiko terhadap ambilan glukosa yang tidak efektif dalam sel.vagina. trimester kedua dan ketiga bila berada dalam diabetes klasifikasi kelas D atau diatasnya. Kurang pengetahuan mengenai kondisi diabetes. Latar belakang retinopati dapat berlanjut selama kehamilan karena keterlibatan vaskuler berat. Mengetahui adanya tanda makrosomia dan diproporsi cephalopelvis. 15 berikan glukogon sub cutan bila dirawat di rumah sakit dengan shock insulin dan tidak sadar. berikan antibiotika sesuai indikasi. klirens kreatinin nitrogen urea darah dan kadar asam urat. 14 12. Kemajuan perubahan vaskuler dapat merusak fungsi ginjal dengan diabetes jangka panjang atau berat. . penggunaan lemak dan protein untuk energi secara berlebihan dan dehidrasi seluler saat air dialirkan dari sel oleh konsentrasi hipertonik glukosa dalam serum. 1. stres dan kebutuhan insulin. tes laboratorium dan aktivitas yan melibatkan pengontrolan diabetes. 36 dan 38 untuk menentukan ukuran janin dengan menggunakan diameter biparietal. Jadwalkan pemeriksaan oftalmologi selama 13 trimester pertama. Mengungkapkan pemahaman tentang prosedur. Ikuti dengan pemberian susu skim 8 oz bila mampu menelan vulvovaginitis dapat menyebabkan sariawan oral pada bayi baru lahir. Mendemonstrasikan kemahiran memantau sendiri dan pemberian insulin. Terapi koagulasi laser dapat memperbaiki dan menurunkan fibrosis optik. Kumpulkan spesimen untuk ekskresi protein 12 total. kesalahan informasi dan tidak mengenal sumber informasi. Siapkan untuk ultrasonografi pada gestesi ke-8. Mulai terapi intra vena dengan dekstrose 5%. Glukagon adalah substansi alamiah yang bekerja pada glikogen hepar dan mengubahnya menjadi glukosa yang memperbaiki status hipoglikemik. Kriteria evaluasi :    Berpartisipasi dalam penatalaksanaan diabetes selama kehamilan. latihan. 26. panjang femur dan perkiraan berat badan janin. No Intervensi Rasional Mandiri Kaji pengetahuan tentang proses dan tindakan 1 terhadap penyakit termasuk hubungan dengan diet. prognosis dan kebutuhan tindakan berhubungan dengan kurang informasi.

Diskusikan mengenali tanda infeksi. Penggunaan glukagon sebagai kombinasi susu dapat meningkatkan kadar glukosa serum tanpa resiko berbalik menjadi hiperglikemia. gangguan pertukaran gas pada janin berhubungan dengan ketidakadekuatan kontrol diabetik maternal. diet dan latihan. Bebas cedera. Berikan informasi mengenai dampak kehamilan pada kondisi diabetes dan harapan masa depan. Rasional: Pembatasan kalori dengan akibat ketonemia dapat Jelaskan penambahan berat badan normal. Trimester pertama kebutuhan insulin rendah tetapi menjadi dua kali dan empat kali selama trimester kedua dan ketiga. kesemutan dan palpitasi dengan kadar glukosa dibawah 70 mg/di memerlukan tindakan dengan segera. makrosomnia atau retardasi pertumbuhan intra uterin.Rasional: Perubahan metabolik prenatal menyebabkan kebutuhan Berikan informasi tentang cara kerja dan efek merugikan insulin dan tinjau ulang alasan menghindari obat hipoglikemi oral. menyebabkan kerusakan janin dan menghambat penggunaan protein optimal. kecuali ringan. Anjurkan mempertahankan pengkajian di rumah terhadap kadar glukosa serum. catatan harian dapat membantu bagi evaluasi dan perubahan terapi Rasional: Adanya gejala hipoglikemia seperti diaforesis. dosis insulin. Resiko tinggi terhadap trauma. dimana latihan dapat meningkatkan ketoasidosis. sensasi Bantu untuk mempelajari pemberian glukosa. terjadi peningklatan glukosa berlebihan. Menunjukkan kadar glukosa normal. Kriteria evaluasi :     Kehamilan cukup bulan. meningkatkan kerja sama dan membantu menurunkan komplikasi janin. Rasional: Penting untuk mencari pertolongan medis awal untuk menghindari komplikasi. Rasional: Peningkatan pengetahuan dapat menurunkan rasa takut. Meningkatkan keberhasilan kelahiran dari bayi usia gestasi yang tepat. Meskipun insulin tidak melewati plasenta. 1. agen hipoglikemi oral dapat dan potensial membahayakan janin. insulin berubah. instruksikan untuk menyertainya dengan susu 8 oz dan periksa ulang kadar glukosa dalam 15 menit. Rasional: Latihan setelah makan dapat membantu mencegah Berikan informasi tentang kebutuhan program latihan hipoglikemia dan menstabilkan penyimpangan glukosa. bebas tanda hipoglikemia . Rasional: Bila ditinjau ulang oleh praktisi pemberi perawatan.

Rasional: Meningkatkan perfusi plasenta dan meningkatkan kesediaan oksigen untuk janin. Rasional: Persalinan yang lama dapat meningkatkan resiko distres janin. mengakibatkan hiperinsulinemia. Rasional: Mempertahankan normoglikemia tanpa pemberian glukosa sampai persalinan aktif mulai. 10 11 . Kolaborasi Tinjau hasil tes pranatal seperti profil biofisikal. bradikardi atau deselerasi lambat pada penurunan variabilitas menandakan kemungkinan hipoksia janin. 9 Observasi frekuensi denyut jantung janin. Rasional: Mendapatkan kelahiran dari bayi sesuai usia gestasi yang tepat. Rasional: Peningkatan glukosa dan kadar keton menandakan ketoasidosis yang dapat mengakibatkan asidosis janin dan potensial cedera susunan syaeaf pusat. 2 Periksa adanya glukosa atau keton dan albumin dalam urin ibu dan pantau tekanan darah. 5 6 Rasional: Memberikan informasi tentang cadangan pada plasenta untuk oksigenasi janin selama periode intrapartal. Siapkan untuk induksi persalinan dengan oksitosin atau seksio saesar. penurunan kadar glikogen. 3 Observasi tanda vital. Kadar glukosa maternal yang tinggi pada kelahiran meransang pankreas janin. Rasional: Tacikardi. 8 stick setiap jam. tes nonstres dan tes stres kontraksi. Lakukan dan bantu dengan pemeriksaan vagina untuk menentukan kemajuan persalinan. Lakukan pemberian cairan dekstrose 5% per parenteral. membuat janin berisiko terhadap cedera kelahiran karena distosia atau disporsia sefalopelvis. 7 Dapatkan atau tinjau ulang hasil dari amniosentesis dan ultrasonografi. makrosomia. kemudian setiap 2-4 jam sesuai indikasi. dapat mengakibatkan sepsis neonatal. Rasional: Peningkatan kebutuhan energi. Intervensi Rasional Hiperglikemia maternal pada periode pranatal meningkatkan Mandiri 1 Tinjau ulang riwayat pranatal dan kontrol maternal. 4 Anjurkan posisi rekumben lateral selama persalinan.No. Rasional: Peningkatan infeksi asenden. Pantai kadar glukosa serum maternal dengan finger Rasional: Memberikan informasi tentang maturasi paru janin.

. Informasikan kepada keluarga tentang kemajuan persalinan dan keadaan janin. Membantu untuk menghilangkan atau meminimalkan rasa khawatir dan mengembangkan rasa percaya. Pengetahuan tentang apa yang terjadi membantu menurunkan rasa takut. Menggunakan strategi koping yang tepat. Fasilitasi semua keluhan atas ungkapan perasaan. Memberikan pengkajian dasar untuk perbandingan selanjutnya. No. Ajarkan tehnik relaksasi dan distraksi. Kaji keefektifan sistem pendukung. Memberikan perasaan kontrol terhadap situasi. Gangguan psikologis: ansietas berhubungan dengan situasi krisis atau mengancam pada status kesehatan (maternal atau janin). Suasana terbuka dan mendukung menurunkan intimidasi karena prosedur atau peralatan. Pasien dan keluarga perlu mengetahui bahwa mereka tidak sendiri dan tersedianya tenaga bantuan dengan segera. Rasional Rasional: Meningkatkan kontinuitas asuhan. Intervensi Mandiri 1 Atur keberadaan perawat secara kontinu selama persalinan. Pastikan respon yang ada pada pesalinan dan penatalaksanaan medis. Jelaskan semua prosedur tindakan perawatan. Kriteria evaluasi :   Mengungkapkan kesadaran tentang perasaan mengenai diabetes dan persalinan. mengidentifikasi kekuatan dan masalah yang potensial. .1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->