PROSES PEMBUATAN GEAR DENGAN CARA TRADISIONAL DAN NONTRADISIONAL(MODERN

)

DISUSUN OLEH
Rustam bobi effendi Teknik mesin 1B1 11.11.106.701201.1196

MAKALAH MATERIAL TEKNIK 2011

5 KESIMPULAN 17 I.6 PENUTUP 18 2 .DAFTAR ISI DAFTAR ISI I.4 PROSES PEMBUATAN/MANUFAKTUR GEAR I.4.2 Proses pembuatan gear dengan metode tradisional I.4.I PENDAHULUAN 3 I.3 MATERI 5 I.4.1 Proses pengolahan biji besi menjadi bahan baku pembuatan gear I.3 Proses pembuatan gear dengan metode non-tradisional(modern) 12 9 6 I.2 TUJUAN 4 I.

Metalurgi serbuk merupakan proses yang pembentukan logam yang sangat fleksibel untuk memproduksi gear.1 PENDAHULUAN Gear merupakan komponen yang sangat penting dalam industry metalurgi serbuk di masa mendatang. helical.I. bevel. dan helical-helical. tingkatan. face. 3 . spur-helical.tingkatan dan proyeksi.Gear hasil metalurgi serbuk harus mempunyai kekuatan bending mencapai 1000 MPa dan ketahanan RCF (rolling contact fatique ) mencapai 2000 MPa agar memenuhi persyaratan untuk aplikasi otomotif.Jenis gear yang diproduksi dengan teknik metalurgi serbuk sangat bervariasi seperti spur. Proses ini sangat menarik ketika gear yang dihasilkan mempunyai depresi.Proses metalurgi serbuk mampu memproduksi gear dengan toleransi yang sangat kecil dengan kekuatan mencapai 1240 MPa dalam jumlah besar dengan harga yang murah. lubang lewatan.

2 TUJUAN Dalam pembuatan makalah ini memiliki tujuan agar dalam pembuatan makalah dapat terselesaikan dengan jelas dan dapat dipahami bagi setiap pembaca diantaranya.I. 1. Membedakan proses pembuatan/manufaktur gear dengan cara tradisional dan non-tradisional(modern) 4 . Mengetahui proses pembuatan/manufaktur gear 2.

3 MATERI Dalam pembuatan makalah ini penulis menguraikan tentang bagaimana pembuatan gear secara umum dimulai dari proses pengolahan bijih besi hingga menjadi bahan baku untuk pembuatan gear. 5 .akan tetapi bahan/material yang digunakan pun akan di paparkan.tidak hanya prosesnya saja yg dijelaskan. Selain itu penulis juga akan memaparkan tentang proses pembuatan gear secara tradisional dan non-tradisional.I.

1.4. bagaimana proses terbentuknya bijih logam tersebut sebagaimana terlihat pada gambar 6 berikut. gear Pengolahan biji besi menjadi bahan baku untuk pembuatan Proses awal pembentukan logam dilakukan melalui proses penuangan (pengecoran) bijih logam. Untuk membahas lebih jauh tentang pengolahan logam ini akan kita lihat terlebih dahulu. sehingga logam-logam itu berbentuk benda tuangan yang disebut ingot. dimana ingot-ingot ini akan diolah menjadi besi kasar (pig iron) dan akan dibentuk sedemikian rupa kedalam bentuk lain yang kita kehendaki baik melalui proses pengecoran (penuangan) maupun proses lainnya seperti pengerjaan panas (hot working processes) dan pengerjaan dingin (cold working processes).4PROSES PEMBUATAN/MANUFAKTUR GEAR I. A.I. Pemisahan logam dari bijih (Ores) 6 . Proses pengolahan logam menjadi bahan baku ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek kebutuhan kualitas produk akhir yang dikehendaki dimana setiap proses yang dilakukan akan berpengaruh besar terhadap sifat dan karakteristik logam tersebut.

Bijih besi diproses didalam dapur tinggi (blast furnace) menjadi besi kasar (pig iron) yang keluar berbentuk besi tuang untuk diperhalus menjadi besi kasar (wrought iron) selanjutnya menjadi baja yang kemudian menjadi besi tuang (cast irons) dengan karakteristik yang lebih spesifik. sedimentasi (endapan) ini merupakan gabungan partikel-partikel ion-ion logam yang berinteraksi secara elektrostatik dari gas electron yang bermuatan positif dan atom-atom logam yang bermuatan negative bercampur dengan berbagai unsur batuan inilah yang disebut sebagai “bijih” atau ores. komposisinya terdiri atas mineral Haematite (Fe2O3) dimana Magnetic berwarna kuning kemerahan dengan kadar bijih besi 40 hingga 65 % 2. limotite. komposisinya terdiri atas mineral Magnetic (Fe3O4) dimana Magnetic berwarna coklat dengan kadar bijih besi yang tinggi yakni diatas 56% b) Haematite Ores. magnetik. karena proses evolusi secara alamiah telah membentuk sedimentasi didalam perut bumi.3H2O) dengan kadar besi 20 hinga 55 % 3.Pada dasarnya semua jenis logam merupakan materi alam berupa unsur mineral organic. Unsur-unsur yang diperoleh dari hasil eksplorasi masih membentuk bijih. Hydrate Ores berisi limotite (2Fe2O3. dan melalui proses ini pula akan diperoleh berbagai material yang sangat berguna disamping unsur besi seperti gas. oleh karena itu untuk memperoleh suatu jenis bahan dengan kualitas tertentu diperlukan proses pemurnian yang kemudian dilakukan proses deformulasi unsur secara terukur atau pencampuran dan persenyawaan dari berbagai 7 . Oxide : a) Magnetic Ores. Bijih besi dapat diperoleh melalui proses eksplorasi bahkan pada kondisi tertentu bijih besi dapat muncul kepermukaan secara vulkanis dan proses hydrothermal akan mengakibatkan terjadinya proses pemisahan unsur-unsur yang terkandung pada bijih tersebut. Perbedaan tekanan panas bumi terhadap kandungan bijih logam akan berbeda komposisinya untuk satu daerah dengan daerah lainnya sesuai dengan ketebalan kulit bumi. metamorphosis serta unsur-unsur lainnya seperti gas berupa phosphor. unsur-unsur tersebut antara lain pegmatite. siderite. Karbonates.3H2O) dan Geothite(Fe2O3. belerang dan karbon. berisi mineral Siderite (FeCO3 dengan kadar besi 30 %. Oleh karena itu secara umum bijih besi dikelompokkan dalam 3 type bijih besi yaitu : 1. haematite.

Amerika. unsur alumunium merupakan unsur logam yang paling besar yakni 8. medium dan tinggi.13 % dan besi (Iron) berada pada urutan kedua yakni sebesar 5 %. dan untuk mencapai hal tersebut diperlukan proses pemurnian dari masing8 . Pada gambar berikut diperlihatkan berbagai unsur mineral yang terkandung di dalam perut bumi. sedangkan haematite ores terdapat di Kanada. Jerman dan Perancis. tegangan yang dapat diperbaiki serta ketersediaan yang relatif cukup. sifat phisik maupun sifat mekaniknya. B. Kebutuhan sifat-sifat bahan pada produk akhir menjadi acuan dalam pemilihan bahan bakunya termasuk bahan logam besi terlebih lagi perbedaan lokasi eksplorasi juga berbeda komposisi unsurnya seperti besi oxide yang terdiri dari magnetic ores didapat di Rusia. Proses persenyawaan ini akan menghasilkan suatu bahan teknik dengan sifat dan karakteristik yang berbeda dari sifat dasarnya baik sifat kimia. Swedia dan Amerika. Namun demikian bila kita lihat kembali “ikhtisar bahan teknik” yang merupakan bahan teknik (materials for engineering”) dari jenis besi ialah besi tempa atau baja dengan komposisi karbon rendah. Karbonates ores terdapat di Jerman dan Austria. Komposisi unsur sebagaimana disebutkan tidak menjadikan besi memenuhi syarat sebagai bahan teknik baik struktur maupun sifat mekaniknya bahkan setelah diproses di dalam dapur tinggi (blast furnance) sekalipun. Artinya hanya persenyawaan besi karbon dengan kadar karbon yang dikendalikan pada jumlah yang ditentukan. Keragaman sifat-sifat logam ini menjadikan logam sebagai salah satu bahan teknik yang paling dominan karena sifatnya yang mudah dibentuk. Logam Besi (Ferro) Logam besi atau nama latinnya Ferrum (Fe) merupakan salah satu jenis logam yang paling banyak dipergunakan dan hampir semua karakteristik dari kualifikasi bahan produk dapat dipenuhi oleh logam besi ini walaupun besi ini tidak pernah diperoleh dalam keadaan murni (lihat 2. Apabila kita perhatikan istilah dan sebutan “besi” sebagai salah satu jenis bahan baku produk menjadi tidak tepat.unsur dengan komposisi dan kadar tertentu. Inggeris dan Rusia.1) dimana bijih besi dibedakan dalam 3 kelompok berdasarkan komposisi serta kadar dari masing-masing unsur yang dikandungnya. karena sejak didalam perut bumi besi telah bersenyawa dengan unsur karbon serta unsur-unsur lainnya dan persenyawaan antara unsur besi dengan unsur karbon adalah besi karbon (FeC) atau yang kita sebut sebagai “baja”. Hydrate ores terdapat di Polandia. Spanyol.

dengan demikian akan dihasilkan sebuah bahan baku produk dengan sifat dan karakteristik tertentu yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan kualitas produk. die casting. shell molding. Roda gigi biasanya dipotong dengan menggunakan form cutter atau generating cutter . I.masing unsur-unsur agar dapat diformulasikan secara tepat. bentuk ruang antar gigi akan persis sama dengan bentuk alat potong tersebut. C. sebuah batang aluminium dibentuk dan kemudian dipotongkan ke roda gigi. Phosphor merupakan salah satu unsur yang terkandung didalam besi dan berpengaruh merugikan terhadap sifat mekanik besi atau baja.2 Proses pembuatan/manufaktur gear dengan cara Tradisional Ada banyak cara membuat roda gigi. Jenis ini terdapat pada British ores yang memiliki kadar Fe rendah demikian pula dalam menghilangkan unsur phosphor ini juga diperlukan biaya operasional yang cukup mahal. Phosphorus Hampir tidak pernah dapat dilakukan melepaskan unsur phosphor dalam proses pemurnian besi. dan centrifugal casting. permanent mold casting. investment casting. Sedangkan apabila menggunakan generating cutter. OLeh karena itu terdapat 2 jenis bijih besi yang berbeda menurut kadar Phoshpornya. alat potong yang bentuknya berbeda dengan profil gigi digerakkan secara 9 .4. yaitu bijih besi (ores) dengan kadar phosphor 0.5 %. Di antaranya dengan cara sand casting. yakni bijih besi basa biasanya mengandung unsur phosphor di atas 2. Apabila menggunakan form cutter . yaitu : • Low phosphorus Ores. Gigi dapat dibentuk dengan powder metallurgy process atau dengan menggunakan extrusion.04 % pada keadaan ini biasanya bijih besi mengandung unsur silikon yang relatif tinggi • High phosphorus (basa) Ores.

. pada gigi dilakukan proses grinding dan lapping. Hob dan benda kerja harusberputar pada perbandingan kecepatan sudut yang tepat. hasil bentuk gigiakan berbeda dengan bentuk gigi yang dibuat dengan menggunakan rak. Shaping Gigi dibentuk dengan alat potong pinion atau alat potong rak. Pada burnishing. Hob kemudian dimasukkan secara bertahap pada permukaan benda kerja sampai semua gigi selesai dibentuk Untuk pengerjaan akhir setelah pemotongan. dapat dilakukan baik dengan shaving atau burnishing. Setelah gigi diperkeras melalui perlakuan panas. Alat potong dimasukkan ke dalam benda kerja secara bertahap sampai menyinggung lingkaran puncak. 10 . sumbu hob harus diputar sejauh sudut tertentu. Terus seperti itu hingga semua gigi selesaidipotong.Milling.. suatu alat pembentuk gigi berbentuk rak memerlukan ketelitian. Tetapidalam prosesnya. Sisi dari rak gigi involut adalah lurus. Oleh sebab itu. Karena itu. Pengerjaan akhirdapat dilakukan dengan proses shaving. benda kerja dan alat pemotong digelindingkan sedikit pada lingkaran puncaknya. atau lapping.Beberapa mesin shaping yang ada dapat memotong dengan ketelitian 250 µin. Roda gigi dibentuk dengan alat pemotong berbentuk sesuai dengan jumlah gigi pada roda gigi yang diinginkan. grinding. giginya mempunyai sisi yang lurus seperti pada rak. burnishing. Dengan metode ini didapatkan profil gigi bermutu tinggi karena sifat mekanik logam menigkat drastis akibat dari proses pengerolan tersebut.di mana pencetak dirolkan terhadap benda kerja baja yang kosong untuk membentuk gigi. Metode pembentukan gigi yang lain ialah dengan metode cold forming dan cold rolling. gigi yang diperkeras yang sedikit lebih besar dipasangkan saling melibas dengan roda gigi tersebut hingga permukaanya licin. Alat ini bergerak bolak-balik sepanjang sumbu vertikal dan secara bertahap masuk ke dalam benda kerja sampai kedalaman yang diinginkan. Hobbing Hob adalah alat potong berbentuk cacing. atauhobbing. Kemudian alat potong bergerak bolak-balik. Bilabenda kerja dan alat pemotong kembali ke titik awal. shaping.relative terhadap benda kerja yang masih kosong untuk mendapatkan bentuk gigi yang sesuai. Pembentukan gigi roda gigi dapat dengan cara milling. Setelah langkahpemotongan.

Involute error 2. Sedangkan untuk nomor 9. Beberapa penyebab timbulnya noise yang sering terjadi ialah: 1.Gear blank resonance 6.Runout 4.Mekanisme terjadinya noise dan vibration pada gear Penyebab paling utama noise pada gear ialah adalah kesalahan desain. roda gigi yangdibentuk dengan desain yang tepat pun akan menimbulkan noise apabila tidak dibuat dengan carayang tepat. 11 .Housing resonance 8. Namun.Inadequate backlash 5. pada dasarnya untuk horsepower drives berkecepatan tinggi akan menimbulkan noise yang lebih besar dibanding dengan roda gigi yang sama namun horsepower rendah.Tooth spacing error 3.Shaft torsional and longitudinal resonance 7.High horsepower drives Noise yang ditimbulkan oleh penyebab nomor 1 sampai 4 akan menjadi lebih besar apabila nomor 5sampai nomor 8 terjadi.

3 Proses pembuatan/manufaktur gear dengan metode nontradisional(modern) Pada proses pembuatan gear dengan metode nontradisional.4.proses yang digunakan adalah proses metalurgi serbuk.Adapun skema prosesnya adalah sebagai berikut: 12 .I.

Sedangkan untuk metode lainnya setelah dikompaksi dilakukan CIP ( cold isostatic pressing ) atau HIP ( hot isostatic pressing ).Secara umum proses fabrikasi serbuk bisa dilakukan dengan 2 metode proses yakni dengan proses konvensional dan proses lainnya. Pada proses konvensional proses produksi gear dari campuran serbuknya dimulai dengan dilakukan kompaksi. dilakukan sintering dan infiltrasi. CIP menggunakan membrane fleksibel untuk memisahkan serbuk dari medium cair yang bertekanan sehingga menyebabkan densifikasi dari serbuk. Pada CIP terjadi distorsi geometri dari komponen yang ditekan karena pengeruh dari dimensi container dan material yang terdistorsi. Proses manufaktur produksi: 13 . Sedangkan pada HIP distorsi geometri dari komponen terjadi karena pengaruh tekanan dan siklus temperature saat distorsi dan pengaruh desain container pada distorsi.

Tahap awal dalam proses metalurgi serbuk ini adalah pencampuran serbuk material dasar dengan berbagai tambahan pelumas dan aditif.Sintering dilakuakan pada dapur.Setelah proses sintering produk masuk pada proses sekunder seperti coining yang berfungsi untuk meningkatkan akurasi dimensi dan meningkatkan densitas permukaan. Pada proses yang ketiga dilakukan sintering.Temperatur harus dijaga tetap dibawah titik lebur supaya tidak terjadi kehilangan bentuk.Selanjutnya dilakukan kompaksi dari campuran yang dihasilkan dibawah tekanan yang tinggi pada cetakan untuk membentuk komponen dasar yang cukup kuat untuk dilakukan tahapan proses yang ketiga. ketika temperature kritis dicapai kesetimbangan dari energy permukaan dari partikel menjadi aktif dan akhirnya terjadi ikatan antara partikel metal. 14 . Di lakukan juga proses heat treatment untuk meningkatkan kekuatan tarik dan kekerasannya.

Proses metalurgi serbuk digambarkan: 15 .

Adapun produk yang dihasilkan: 16 .

adapun dapat disimpulkan bahwa: Pada metode tradisional. 17 . Kemampuan yang baik dalam membentuk dimensi yang kompleks Memiliki sifat kekuatan yang baik Memiliki nilai ratio yield yang sangat tinggi Control microstruktur yang sangat baik Tingkat presisi dari produk yang sangat baik Kemampuan membentuk produk yang sangat kecil ukurannya. b. Waktu proses yang lama dan biasanya kesulitan untuk memachining paduan. forging. d. c. b. metode ini mempunyai banyak sekali kelebihan diantaranya sebagai berikut : a.I. e. Dengan metode ini banyak sekali kerugian yang didapat seperti : a. Tingkat efisiensi dari material sangat rendah c. f.5 KESIMPULAN Dengan kita telah menyimak dan mengetahui tentang proses pembuatan/manufaktur gear baik secara tradisional maupun non-tradisional. Control microstruktur sangat sulit dilakukan Apabila dibandingkan antara teknologi metalurgi serbuk dengan menggunakan metode pembentukan logam yang lainnya. dsb. Proses sekundernya dilakuakan dengan shaving dan grinding hal ini dilakukan untuk meningkatkan tingkat presisi dari produk yang dihasilkan. pembuatan gear dilakuakan dengan bahan dasar blank yang kemudian dilakukan casting.

semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca maupun penulis sendiri dalam aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Kurang lebihnya dalam makalah ini.6 PENUTUP Sebagai penutup saya selaku penyusun makalah berharap. semoga dapat kita perbaiki bersama-sama. Dan juga memotivasi kita semua. 18 .I.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful