P. 1
Tafsir Surat Yasin Ayat 1-6

Tafsir Surat Yasin Ayat 1-6

|Views: 386|Likes:
Published by Apsari Argianti

More info:

Published by: Apsari Argianti on May 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/03/2014

pdf

text

original

MAKALAH TAFSIR

SUMPAH ALLAH BAHWA NABI MUHAMMAD SAW ADALAH BENAR-BENAR ROSUL

Guru Pembimbing: Bpk. M. Yusuf, S.Ag.

Oleh Kelompok 2: Argianti Wahyu A. Reny Setya Devianti Buntari Asmaning P.

SMA DARUL ULUM 1 UNGGULAN BPP-TEKNOLOGI JOMBANG TAHUN PELAJARAN 2010-2011

akan tetapi tak seorang pun diantara mereka yang beriman. Sesungguhnya engkau. karena itu mereka lalai. 1-6) ASBABUN NUZUL Asbabun Nuzul ayat ini (QS.) (sebagai wahyu) yang diturunksn oleh (Allah) Yang Maha Perkasa. Yasin. Allah SWT menjelaskan Khitthah (Garis perjuangan) Nabi Muhammad saw dalam perjuangan da’wahnya adalah “Membawa manusia berjalan dalam hidup ini di atas garis yang lurus”.) agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan. dalam ayat ke-4 yang pendek ini.11 ] قاه فيٌ ٝإٍِ ٍِ ذىل اىْفس أحد‬ “Diriwayatkan oleh Abu Na’im di dalam Kitab Ad-Dalail yang bersumber dari Ibnu Abbas ra : “Bahwa ketika Rasulullah saw membaca Surat As-Sajdah dengan nyaring. hai rasul benar-benar tergolong orang-orang yang diutus berada pada agama yang lurus dan syari’at yang benar.TAFSIR SURAT YASIN AYAT 1-6 “SUMPAH ALLAH SWT BAHWA NABI MUHAMMAD SAW ADALAH BENAR-BENAR SEORANG ROSUL” ‫ٝش (1) ٗاىقُسْ آَُ اىحنٌٞ (2) ئَِّّل ىَََِ اىَسْ صيَِِٞ (3) عيَٚ صساط ٍضتَقٌِٞ (4) تَْزٝو اىعزٝز اىسَّحٌٞ (5) ىِتُْرز قَْ٘ ٍا ٍا‬ َ َ ُْ ِ َ ٍ ْ ُ ٍ َ ِ ِ ِ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ َ ً َ ِْ ِ ِ َْ َ ِ ْ 6( َُُ٘‫أُّرز آَتَاؤٌُٕ فٌَُٖ غَافِي‬ ْ ْ ُ َ ِْ 1. Sesuai dengan . engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul.(ج 1 / ص‬ ‫أخسج أت٘ ّعٌٞ فٜ اىدالئو عِ اتِ عثاس قاه ماُ زص٘ه هللا صيٚ هللا عيٞٔ ٗصيٌ ٝقسأ فٜ اىضجدج فٞجٖس تاىقساءج‬ ‫حتٚ تأذٙ تٔ ّاس ٍِ قسٝش حتٚ قاٍ٘ا ىٞأخرٗٓ ٗئذا أٝدٌٖٝ ٍجَ٘عح ئىٚ أعْاقٌٖ ٗئذا تٌٖ عَٜ ال ٝثصسُٗ فجاءٗا‬ ٌٞ‫ئىٚ اىْثٜ صيٚ هللا عيٞٔ ٗصيٌ فقاى٘ا ّْشدك هللا ٗاىسحٌ ٝا ٍحَد فدعا حتٚ ذٕة ذىل عٌْٖ فْزىت ٝش ٗاىقسآُ اىحن‬ ‫.) (yang berada) di atas jalan yang lurus. orang-orang Qurays merasa terganggu. Mereka sangat mengharapkan pertolongan Nabi saw dan berkata : “Kami sangat mengharapkan bantuanmu atas nama Allah dan atas nama keluarga”. maka turunlah ayat-ayat ini (QS. 36 Yasiin : 1-10). Kemudian Rasulullah saw berdo’a dan mereka pun sembuh. Menurut Hamka. 6. dari muka maupun dari belakang. Sehubungan dengan kejadian ini.) „Ya Sin‟ 2. Maha Penyayang.S. (Q.) sungguh. 4. 5. 36 Yasiin : 1-10) Menurut Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi : 166 ‫)ىثاب اىْزٗه .ئىٚ ق٘ىٔ أً ىٌ تْرزٌٕ ال ٝإٍُْ٘ [ 1 .Tetapi tidak ada yang beriman diantara orang-orang tersebut” PENJELASAN )4( ٌِٞ‫ٝش (1) ٗاىقُسْ آَُ اىحنٌٞ (2) ئَِّّل ىَََِ اىَسْ صيَِِٞ (3) عيَٚ صساط ٍضتَق‬ َ َ ُْ ِ َ ٍ ْ ُ ٍ َ ِ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ Allah bersumpah dengan Al-Qur’an yang penuh hikmah dan tidak didatangi kebatilan.) Demi Al-Qur‟an yang penuh hikmah 3. dan mereka bersiap-siap untuk menyiksa Rasulullah tetapi tiba-tiba tangan mereka terbelenggu di pundak-pundaknya dan mereka menjadi buta sama sekali.

pada tiap pintu ada tabir yang menutupi pintu. kepercayaan dan perilaku serta budaya masyarakat yang jahiliyyah. Seorang Nabi dan da’I pada umumnya diperintahkan untuk menjadi Basyiran (pemberi kabar gembira) dan Nadziiran (pemberi peringatan). dan dimuka jalan ada suara berseru. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu. Senada dengan ayat ini. (HR. jangan membuka. Lebih jelas lagi dalam HR.apa dinyatakan oleh ibnu Katsir. Nasa’i) )5( ٌٞ‫اىسح‬ ِ ِ َّ ‫تَْزٝو اىعزٝز‬ ِ ِ َْ َ ِ ْ Jalan yang lurus dan agama yang benar ini adalah diturunkan dari Allah yang mempunyai keperkasaan dan rahmat terhadap hamba-hamba-Nya. “Celaka anda. Dan pintu yang terbuka ialah apa-apa yang diharamkan Allah. dan seruan diatas shirath ialah nasehat dalam hati setiap muslim”. Dan diatas jalanan ada seruan. Dan berda’wah dengan menjadi Nadzir adalah lebih berat karena pasti akan melawan arus pemikiran. Menurut Ibnu Katsir senada dengan ayat : ْ ِ ُ ْ َ ِِ ِْ ً ْ َْ َ ََ َ ٍِ ‫ٗمرىِل أَْٗ حَْٞا ئِىَٞلَ زُٗحا ٍِ أٍَسَّا ٍا مْتَ تَدزٛ ٍا اىنتَابُ ٗال اْلَٝاُُ ٗىَنِ جع ْيَْآُ ُّ٘زا َّٖدٛ تٔ ٍِ َّشَاء‬ َ َ ْ ِ َ َ ِْ َ َ ِ ْ َ ِ ْ ُْ َ ِ ْ ْ ِ ً َ‫)عثَادَّا ٗئَِّّل ىَتَٖدٛ ئِىَٚ صساط ٍضت‬ ْ ُ ٍ َ ِ 52( ٌِٞ‫ق‬ ِْ َ َ ِ ِ ٍ “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) wahyu (Al Qur'an) dengan perintah Kami. untuk berda’wah dengan menjadi Nadzir (pemberi peringatan). (QS. sedang di kanan kiri jalan ada dinding (pagar tembok) dan dipagar ada pintu-pintu terbuka. 42 Asy-Syura : 52) 6( َُُ٘‫ىِتُْرز قَْ٘ ٍا ٍا أُّرز آَتَاؤٌُٕ فٌَُٖ غَافِي‬ ْ ْ ُ َ ِْ َ ً َ ِْ Sesungguhnya kami mengutus kamu supaya member peringatan kepada bangsa Arab yang belum pernah didatangi seorang pemberi peringatan sebelum kamu. “Hai manusia masuklah ke jalan ini. dan janganlah berbelok. mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Allah mengadakan contoh perumpamaan “Shirathol Mustaqim (suatu jalan yang lurus). Lalu mereka lalai dari mengetahui syari’at-syari’at yang memuat kebahagiaan manusia dan keberesan masyarakat. sesat dan menyimpang. tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya. sungguh jika anada membuka pasti akan masuk”. Allah berfirman : َ َّ ٍ َّ ْ ِ ْ َ ً ِ َ ٌ ِ 24( ‫)ئَِّّا أَزْ ص ْيَْاكَ تِاىحق تَشٞسً ا َّٗرٝسا ٗئُِ ٍِ أٍُح ئِال خََل فَِٖٞا َّرٝس‬ َ ِ ِّ َ ْ “Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa . Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. Nasa’I. dari An-Nawas bin Sam’an ra. yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Sedang seruan dimuka jalan itu adalah Kitab Allah. Shirat itu ialah Islam. Merupakan ayat yang memerintahkan Nabi Muhammad saw. Tirmidzi. Maka bila ada orang yang akan membuka pintu diperingatkan. Ahmad. Ahmad. dan pagar itu adalah Hududullah (Batas-batas Hukum Allah). Tirmidzi.

sampai masa kenabian Muhammad saw. (QS 34 Saba : 44) . Menurut Imam Qurthubi dalam Tafsirnya. sebagian besar Ulama Tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud kaum disini adalah : Bangsa Arab. ada ikhtilaf diantara para Ulama. adalah : Bangsa Arab dan Kaum-kaum lain yang belum pernah bapak-bapak mereka didatangi seorang Rasul yang memberi peringatan kepada mereka. Karena sejak zaman Nabi Ismail as. Menurut Al-Qurthubi. (QS. tidak ada seorang Nabi pun yang diutus Allah kepada Kaum manapun. Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya.berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan”. yakni : Menurut Qatadah dan Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasin. adalah : “Kaum Qurays”. sehingga mereka lalai. belum ada seorang Nabi dan Rasul pun yang memberi peringatan kepada mereka (Kaum Quraisy). ayat yang semakna dengan ayat ini adalah : 44( ‫)ٍٗا آَتََْٞإٌُ ٍِ متُة َٝدزصََُّٖ٘ا ٍٗا أَزْ ص ْيَْا ئِىٌَٖٞ قَثيَل ٍِ َّرٝس‬ ُ ْ ٍ ُ ْ ِ ْ ْ َ َ َ َ َ ٍ ِ ْ ِ َ ْ ِْ ْ “Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan sekali-kali tidak pernah (pula) mengutus kepada mereka sebelum kamu (Muhammad) seorang pemberi peringatanpun”. Fakta sejarah menunjukkan bahwa masa antara berakhirnya Kenabian Isa as hingga kedatangan Nabi Muhammad saw. 35 Fathir : 24) Sementara arti kata “Qowman” (Kaum) dalam ayat diatas. Sehingga masa ini dikenal sebagai Zaman Fatrah .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->