MAKALAH TAFSIR

SUMPAH ALLAH BAHWA NABI MUHAMMAD SAW ADALAH BENAR-BENAR ROSUL

Guru Pembimbing: Bpk. M. Yusuf, S.Ag.

Oleh Kelompok 2: Argianti Wahyu A. Reny Setya Devianti Buntari Asmaning P.

SMA DARUL ULUM 1 UNGGULAN BPP-TEKNOLOGI JOMBANG TAHUN PELAJARAN 2010-2011

) Demi Al-Qur‟an yang penuh hikmah 3. dan mereka bersiap-siap untuk menyiksa Rasulullah tetapi tiba-tiba tangan mereka terbelenggu di pundak-pundaknya dan mereka menjadi buta sama sekali. Sesungguhnya engkau. hai rasul benar-benar tergolong orang-orang yang diutus berada pada agama yang lurus dan syari’at yang benar. dari muka maupun dari belakang.) agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan. orang-orang Qurays merasa terganggu. Allah SWT menjelaskan Khitthah (Garis perjuangan) Nabi Muhammad saw dalam perjuangan da’wahnya adalah “Membawa manusia berjalan dalam hidup ini di atas garis yang lurus”. Sesuai dengan . Mereka sangat mengharapkan pertolongan Nabi saw dan berkata : “Kami sangat mengharapkan bantuanmu atas nama Allah dan atas nama keluarga”.S. 4. 36 Yasiin : 1-10) Menurut Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi : 166 ‫)ىثاب اىْزٗه . Menurut Hamka.) (yang berada) di atas jalan yang lurus.Tetapi tidak ada yang beriman diantara orang-orang tersebut” PENJELASAN )4( ٌِٞ‫ٝش (1) ٗاىقُسْ آَُ اىحنٌٞ (2) ئَِّّل ىَََِ اىَسْ صيَِِٞ (3) عيَٚ صساط ٍضتَق‬ َ َ ُْ ِ َ ٍ ْ ُ ٍ َ ِ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ Allah bersumpah dengan Al-Qur’an yang penuh hikmah dan tidak didatangi kebatilan. Kemudian Rasulullah saw berdo’a dan mereka pun sembuh. 5. 6.11 ] قاه فيٌ ٝإٍِ ٍِ ذىل اىْفس أحد‬ “Diriwayatkan oleh Abu Na’im di dalam Kitab Ad-Dalail yang bersumber dari Ibnu Abbas ra : “Bahwa ketika Rasulullah saw membaca Surat As-Sajdah dengan nyaring. dalam ayat ke-4 yang pendek ini.TAFSIR SURAT YASIN AYAT 1-6 “SUMPAH ALLAH SWT BAHWA NABI MUHAMMAD SAW ADALAH BENAR-BENAR SEORANG ROSUL” ‫ٝش (1) ٗاىقُسْ آَُ اىحنٌٞ (2) ئَِّّل ىَََِ اىَسْ صيَِِٞ (3) عيَٚ صساط ٍضتَقٌِٞ (4) تَْزٝو اىعزٝز اىسَّحٌٞ (5) ىِتُْرز قَْ٘ ٍا ٍا‬ َ َ ُْ ِ َ ٍ ْ ُ ٍ َ ِ ِ ِ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ َ ً َ ِْ ِ ِ َْ َ ِ ْ 6( َُُ٘‫أُّرز آَتَاؤٌُٕ فٌَُٖ غَافِي‬ ْ ْ ُ َ ِْ 1.) „Ya Sin‟ 2.ئىٚ ق٘ىٔ أً ىٌ تْرزٌٕ ال ٝإٍُْ٘ [ 1 . Yasin. 36 Yasiin : 1-10).) (sebagai wahyu) yang diturunksn oleh (Allah) Yang Maha Perkasa. 1-6) ASBABUN NUZUL Asbabun Nuzul ayat ini (QS. Sehubungan dengan kejadian ini.(ج 1 / ص‬ ‫أخسج أت٘ ّعٌٞ فٜ اىدالئو عِ اتِ عثاس قاه ماُ زص٘ه هللا صيٚ هللا عيٞٔ ٗصيٌ ٝقسأ فٜ اىضجدج فٞجٖس تاىقساءج‬ ‫حتٚ تأذٙ تٔ ّاس ٍِ قسٝش حتٚ قاٍ٘ا ىٞأخرٗٓ ٗئذا أٝدٌٖٝ ٍجَ٘عح ئىٚ أعْاقٌٖ ٗئذا تٌٖ عَٜ ال ٝثصسُٗ فجاءٗا‬ ٌٞ‫ئىٚ اىْثٜ صيٚ هللا عيٞٔ ٗصيٌ فقاى٘ا ّْشدك هللا ٗاىسحٌ ٝا ٍحَد فدعا حتٚ ذٕة ذىل عٌْٖ فْزىت ٝش ٗاىقسآُ اىحن‬ ‫. karena itu mereka lalai. (Q.) sungguh. engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul. maka turunlah ayat-ayat ini (QS. Maha Penyayang. akan tetapi tak seorang pun diantara mereka yang beriman.

Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu. Maka bila ada orang yang akan membuka pintu diperingatkan. “Hai manusia masuklah ke jalan ini. Nasa’I.apa dinyatakan oleh ibnu Katsir. Senada dengan ayat ini. yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Tirmidzi. dan pagar itu adalah Hududullah (Batas-batas Hukum Allah). jangan membuka. Ahmad. Dan berda’wah dengan menjadi Nadzir adalah lebih berat karena pasti akan melawan arus pemikiran. Lalu mereka lalai dari mengetahui syari’at-syari’at yang memuat kebahagiaan manusia dan keberesan masyarakat. Ahmad. “Celaka anda. Dan diatas jalanan ada seruan. dan janganlah berbelok. 42 Asy-Syura : 52) 6( َُُ٘‫ىِتُْرز قَْ٘ ٍا ٍا أُّرز آَتَاؤٌُٕ فٌَُٖ غَافِي‬ ْ ْ ُ َ ِْ َ ً َ ِْ Sesungguhnya kami mengutus kamu supaya member peringatan kepada bangsa Arab yang belum pernah didatangi seorang pemberi peringatan sebelum kamu. sedang di kanan kiri jalan ada dinding (pagar tembok) dan dipagar ada pintu-pintu terbuka. Menurut Ibnu Katsir senada dengan ayat : ْ ِ ُ ْ َ ِِ ِْ ً ْ َْ َ ََ َ ٍِ ‫ٗمرىِل أَْٗ حَْٞا ئِىَٞلَ زُٗحا ٍِ أٍَسَّا ٍا مْتَ تَدزٛ ٍا اىنتَابُ ٗال اْلَٝاُُ ٗىَنِ جع ْيَْآُ ُّ٘زا َّٖدٛ تٔ ٍِ َّشَاء‬ َ َ ْ ِ َ َ ِْ َ َ ِ ْ َ ِ ْ ُْ َ ِ ْ ْ ِ ً َ‫)عثَادَّا ٗئَِّّل ىَتَٖدٛ ئِىَٚ صساط ٍضت‬ ْ ُ ٍ َ ِ 52( ٌِٞ‫ق‬ ِْ َ َ ِ ِ ٍ “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) wahyu (Al Qur'an) dengan perintah Kami. Nasa’i) )5( ٌٞ‫اىسح‬ ِ ِ َّ ‫تَْزٝو اىعزٝز‬ ِ ِ َْ َ ِ ْ Jalan yang lurus dan agama yang benar ini adalah diturunkan dari Allah yang mempunyai keperkasaan dan rahmat terhadap hamba-hamba-Nya. dan seruan diatas shirath ialah nasehat dalam hati setiap muslim”. (QS. Merupakan ayat yang memerintahkan Nabi Muhammad saw. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. dari An-Nawas bin Sam’an ra. mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Allah mengadakan contoh perumpamaan “Shirathol Mustaqim (suatu jalan yang lurus). kepercayaan dan perilaku serta budaya masyarakat yang jahiliyyah. tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya. sungguh jika anada membuka pasti akan masuk”. Tirmidzi. Allah berfirman : َ َّ ٍ َّ ْ ِ ْ َ ً ِ َ ٌ ِ 24( ‫)ئَِّّا أَزْ ص ْيَْاكَ تِاىحق تَشٞسً ا َّٗرٝسا ٗئُِ ٍِ أٍُح ئِال خََل فَِٖٞا َّرٝس‬ َ ِ ِّ َ ْ “Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa . Dan pintu yang terbuka ialah apa-apa yang diharamkan Allah. Sedang seruan dimuka jalan itu adalah Kitab Allah. (HR. untuk berda’wah dengan menjadi Nadzir (pemberi peringatan). Lebih jelas lagi dalam HR. Shirat itu ialah Islam. pada tiap pintu ada tabir yang menutupi pintu. dan dimuka jalan ada suara berseru. Seorang Nabi dan da’I pada umumnya diperintahkan untuk menjadi Basyiran (pemberi kabar gembira) dan Nadziiran (pemberi peringatan). sesat dan menyimpang.

Menurut Imam Qurthubi dalam Tafsirnya. sehingga mereka lalai. 35 Fathir : 24) Sementara arti kata “Qowman” (Kaum) dalam ayat diatas. Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. sampai masa kenabian Muhammad saw. ada ikhtilaf diantara para Ulama. sebagian besar Ulama Tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud kaum disini adalah : Bangsa Arab. belum ada seorang Nabi dan Rasul pun yang memberi peringatan kepada mereka (Kaum Quraisy). Karena sejak zaman Nabi Ismail as. Menurut Al-Qurthubi. adalah : Bangsa Arab dan Kaum-kaum lain yang belum pernah bapak-bapak mereka didatangi seorang Rasul yang memberi peringatan kepada mereka. tidak ada seorang Nabi pun yang diutus Allah kepada Kaum manapun. Fakta sejarah menunjukkan bahwa masa antara berakhirnya Kenabian Isa as hingga kedatangan Nabi Muhammad saw. yakni : Menurut Qatadah dan Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasin. (QS 34 Saba : 44) . ayat yang semakna dengan ayat ini adalah : 44( ‫)ٍٗا آَتََْٞإٌُ ٍِ متُة َٝدزصََُّٖ٘ا ٍٗا أَزْ ص ْيَْا ئِىٌَٖٞ قَثيَل ٍِ َّرٝس‬ ُ ْ ٍ ُ ْ ِ ْ ْ َ َ َ َ َ ٍ ِ ْ ِ َ ْ ِْ ْ “Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan sekali-kali tidak pernah (pula) mengutus kepada mereka sebelum kamu (Muhammad) seorang pemberi peringatanpun”. (QS. adalah : “Kaum Qurays”.berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan”. Sehingga masa ini dikenal sebagai Zaman Fatrah .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful