P. 1
33010438 Sistem Rem Udara

33010438 Sistem Rem Udara

4.0

|Views: 278|Likes:
Published by Gakidou Akatsuki

More info:

Published by: Gakidou Akatsuki on May 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/05/2015

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN DI PO.

ROYAL SAFARI-SALATIGA

SISTEM REM ANGIN PADA BUS

Disusun oleh Nama NIM : Badai alfat NRP : 5250308024

Jurusan/Prodi : Teknik mesin D3

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2011

Page 1

HALAMAN PENGESAHAN Laporan Praktik Kerja Lapangan telah disahkan oleh PO.ROYAL SAFARI SALATIGA dan jurusan Teknik Mesin D3 Hari :

Tanggal :

Dosen Pembimbing

Pembimbing lapangan

_____________________ NIP 197706222006041001

____________________

Mengetahui, Ketua Jurusan

Mengetahui,Pimpinan Ketua Institusi Mitra

__________________ NIP

__________________ NIP

Page 2

ABSTRAK Dalam peningkatan kualitas taraf belajar untuk mahasiswa teknik mesin maka diadakannya praktik kerja lapangan (PKL),mahasiswa dituntut untuk mengetahui dan belajar melakukan perbaikan pada alat transportasi,diera yang berkembang pesat ini banyak sekali diciptakannya alat transportasi,diantaranya adalah bus. Bus digunakan untuk alat transportasi jarak dekat ataupun jarak jauh,kenyaman bus sangat penting saat berpergian jarak jauh, bus sendiri terdapat pula berbagai sistem,seperti sitem pendingin,sistem kelistrikan,sistem rem. Pada kendaraan ini ada suatu sistem keamanan yang sangat berpengaruh bagi keselamatan pengendara,penumpang ataupun bagi kendaraan itu sendiri yaitu sitem rem.sistem rem ini berguna untuk mengurangi laju kendaraan sampai menghentikannya. Dari berbagi macam sitem rem,bus ini menggunakan rem udara(air brake),rem udara bekerja dengan baik karena adanya komponen komponen yang mendukung untuk melakukan keamanan yang maju. pengoprasian,susunan komponen komponen sangatlah penting,Rem udara menjadi acuan awal mula perkembangan sistem

Page 3

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksanakan di PO.Royal Safari Salatiga. Selama melaksanakan PKL PO.Royal Safari Salatiga sebagai praktikan, penulis mendapat banyak dorongan dan bantuan dalam penyusunan laporan ini. Oleh karena itu, penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. 2. 3. 4. 5. Penulis menyadari bahwa pengetahuan yang penulis miliki masih sedikit sehingga dalam laporan ini masih jauh dari sempurna. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan yang ada pada diri penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca. Akhirnya penulis berharapkan semoga laporan PKL ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Page 4

AIR RESEVOIR TANK----------------------------------------------------d. AIR DRYER------------------------------------------------------------------e. AIR COMPRESSOR GOVENOR----------------------------------------c. SLACK ADJUSTER---------------------------------------------------------i.1 SEJARAH SINGKAT------------------------------------------------------------ 1 2 3 4 5 7 7 7 7 8 9 9 10 10 10 11 11 12 12 13 13 14 15 15 2.17 3.17 3. BRAKE S-CAM--------------------------------------------------------------j.1 LATAR BELAKANG------------------------------------------------------------1.2 RUMUSAN MASALAH--------------------------------------------------------1. BRAKE CHAMBER---------------------------------------------------------g.3 LANGKAH PERSIAPAN PENGOPRASIAN REM UDARA------------- BAB III PEMBAHASAN------------------------------------------------------------. FOOT VALVE----------------------------------------------------------------f.1 GAMBARAN UMUM SISTEM REM UDARA----------------------------. BRAKE SHOES--------------------------------------------------------------- 2. AIR COMPRESSOR--------------------------------------------------------b.2 KEUNTUNGAN PEMAKAIAN REM UDARA---------------------------18 Page 5 . BRAKE ROOM---------------------------------------------------------------h.2 KOMPONEN-KOMPONEN DASAR SISTEM REM PADA BUS------a.DAFTAR ISI JUDUL LAPORAN------------------------------------------------------------------HALAMAN PENGESAHAN------------------------------------------------------ABSTRAK-----------------------------------------------------------------------------KATA PENGANTAR----------------------------------------------------------------DAFTAR ISI---------------------------------------------------------------------------HALAMAN ISI BAB l PENDAHULUAN------------------------------------------------------------1.3 BATASAN MASALAH---------------------------------------------------------TUJUAN-------------------------------------------------------------------------------BAB ll DASAR TEORI--------------------------------------------------------------2.

PEMAKAIAN DARURAT------------------------------------------------f. KATUP KONTROL TEKAN -TARIK--------------------------------15.GOVERNOR-----------------------------------------------------------------3.KATUP PERINGATAN TEKANAN RENDAH------------------------7. ALAT UKUR TEKAKANAN UDARA---------------------------------9. SERVICE BRAKE CHAMBER-----------------------------------------13. KATUP RELAY EMERGENSI ATAU PARKIR--------------------18. SITEM KONTROL---------------------------------------------------------c. SISTEM PASOKAN-------------------------------------------------------b.KOMPRESOR---------------------------------------------------------------2. KATUP PELINDUNG TRAKTOR-------------------------------------20.3 NAMA DAN FUNGSI KOMPONEN REM ANGIN PADA BUS-----KETERANGAN---------------------------------------------------------------------1. CHAECK VALVE DUA ARAH------------------------------------------10. CHECK VALVE SATU ARAH-------------------------------------------8.RESEVOIR-------------------------------------------------------------------4. SERVICE GLAD HAND-------------------------------------------------21. KATUP RASIO OTOMATIS-------------------------------------------16.SALURAN BUANG MANUAL------------------------------------------5 KATUP PENGAMAN------------------------------------------------------6.3. KATUP REM PEGAS TRAKTOR-------------------------------------17. KATUP INJAK-------------------------------------------------------------12. PRINSIP KERJA------------------------------------------------------------d. KERJA TIAP TIAP PERANGKAT--------------------------------------- 20 21 21 21 22 22 23 23 23 23 24 24 24 24 26 26 27 27 27 27 28 28 28 29 29 29 30 30 32 33 33 Page 6 . KATUP KONTROL TAILER--------------------------------------------19.2 DESAIN DAN FUNGSI-------------------------------------------------------a. KATUP RELAY------------------------------------------------------------11. REM PARKIR---------------------------------------------------------------e.SPRING BRAKE CHAMBER-------------------------------------------14. IDENTIFIKASI TIAP TIAP PERANGKAT----------------------------g.SUPPLY GLAD HAND--------------------------------------------------3.

BAB IV PENUTUP------------------------------------------------------------------4.4 SARAN---------------------------------------------------------------------DAFTAR PUSTAKA--------------------------------------------------------------- 39 39 39 39 40 41 Page 7 .2 FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT------------------4.1 KESIMPULAN------------------------------------------------------------4.3 MANFAAT YANG DIRASAKAN------------------------------------4.

3 Batasan Masalah a. dan sistem rem ini berfungsi untuk mengurangi sampai memberhentikan laju putaran roda kendaraan.BAB 1 PENDAHULUAN 1. Bagaimana fungsi masing-masing komponen pada rem udara. 1. Bagaimana. b.1 Latar Belakang Pada sebuah kendaraan terdapat beberapa sistem yang sangat berpengaruh bagi keselamatan pengendara. Bagaimana penerapan sistem rem udara pada truk. penumpang. mekanisme prinsip kerja rem udara c. 1. b. Komponen-komponen rem udara beserta fungsinya.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang seperti uraian di atas maka dapat diambil rumusan masalah diantaranya sebagai berikut: a. Dari beberapa sumber yang pernah saya baca. rem udara adalah awal mula dari bentuk aplikasi rem otomatis dimana sebagai control mekanisme kerja pada rem tersebut adalah pengaturan pada katup-katup yang dioperasikan untuk mengatur aliran udara bertekanan yang dibutuhkan dalam sistem pengereman. orang lain dan kendaraan itu sendiri. Page 8 . Prinsip kerja dan cara kerja rem udara pada truk. Dan salah satu sistem tersebut adalah sistem rem.

Dengan pembuatan paper ini mahasiswa dapat menambah pengetahuan tentang fungsi setiap komponen dari rem udara dan prinsip kerja dari sistem rem udara.4 Tujuan a. b. Page 9 .1. Dengan pembuatan paper ini mahasiswa dapat mengetahui aplikasi rem udara pada bus.

bus. untuk memproduksi dan mendistribusikan penemuannya. Rem udara menyebar dengan cepat dan hasil penemuannya digunakan secara luas. Meskipun perbaikan telah dilakukan untuk rancangan Westinghouse yang asli.1 Sejarah Singkat Rem udara awalnya diciptakan oleh insinyur Amerika George Westinghouse (1846-1914). dan Westinghouse dipatenkan sebagai merk rem udara yang pertama. Hari ini rem udara dapat ditemukan pada hampir semua kereta api. Komponen-komponen dasar yang biasa digunakan pada sistem rem udara truk dan bus.2 Komponen-komponen Dasar Sistem Rem Udara Pada Bus : Page 10 .BAB II DASAR TEORI 2. dan truk. dimana udara bertekanan di dalam pipa-pipa rem atau jalur udara pada rangkaian sistem rem diatur untuk pengoprasian rem. The Westinghouse Air Brake Company. Pada tanggal 5 Maret 1872. Hampir semua kendaraan yang dilengkapi dengan roadgoing rem udara memiliki sistem kendali yang berfungsi untuk menjaga peningkatan dan penurunan tekanan udara pada sistem rem. bekerja dengan cara yang sama seperti dalam gerbong kereta. Pengoprasiannya menggunakan prinsip katup 3/2. dan tak lama kemudian Westinghouse mendirikan perusahaan sendiri. 2. fungsionalitas dasar dari rem udara tetap tidak berubah.

2 Kompresor udara b. Air compressor : Untuk mengkompresikan udara. Air compressor governor: Untuk mengontrol tekanan udara di dalam reservoir supaya tidak melebihi batas kemampuan tanki yang telah ditentukan (150 psi) Gambar 2.a. sehingga udara tersebut menjadi bertekanan.3 Governor Page 11 . Gambar 2.

udara dilepaskan dari reservoir tank Page 12 .4 Air reservoir tank d. Air reservoir tank: Tempat untuk menyimpan udara bertekanan yang akan digunakan oleh sistem pengereman Gambar 2.5 Air dryer e.c. Foot valve (pedal rem): Katup control untuk mengoprasikan system rem Ketika depresi. Air dryer : Untuk menjamin kebersihan udara supaya udara yang dialirkan dalam system adalah udara murni (tidak mengandung uap air). Gambar 2.

6 Foot valve (pedal rem) f. Brake room : Sebuah drum brake yang didalamnya terdapat mekanisme rem.7 Brake chamber manual dan otomatis g. sebuah slack adjuster dan dioprasikan dengan mekanisme cam. Page 13 . Brake chamber : Menerima tekanan udara dan mendorong mekanisme rem pada drum brake. Gambar 2.Gambar 2.

8 Brake room h. Page 14 . Slack adjuster: Sebuah lengan yang menghubungkan batang pendorong pada s-cam untuk mengatur jarak antara sepatu rem.Gambar 2.

9 Slack adjuster i. Brake S-cam: Cam berbentuk S yang mendorong sepatu rem sehingga bersinggungan dengan drum brake. Yang paling lazim di truk komersial yang lebih baru adalah tipe S-cam. Model Lama bus komersial mungkin memiliki apa yang disebut baji-cam rem atau udara di atas hidrolik.Gambar 2. ADA beberapa jenis dan sistem rem Udara.10 S-cam Untuk memulai. Page 15 . Model Lama truk Rp Rp Anak mungkin memiliki kondisi lingkungan basah APA Yang disebut-cam atau rem Udara di Atas hidrolik. Gambar 2. Yang adalah tipe lebih Baru Scam.

memperlambat atau menghentikan kendaraan. * Semua sistem Suami membutuhkan Udara untuk fungsi Jadi mari Kita Mulai Dari Sana dan kemudian Pembongkaran ANTARA Pergi Yang membedakan sistem Kita.11 Brake shoes (sepatu rem) k. Brake shoes : Sepatu dengan lapisan yang menyebabkan gesekan terhadap drum rem. Semua sistem ini membutuhkan udara untuk fungsi jadi mari kita mulai dari sana dan kemudian membedakan antara sistem seperti yang kita pergi. j.Beberapa truk lama dan baru memiliki sistem udara rem cakram dioperasikan. Masingmasing sistem beroperasi secara berbeda untuk mencapai hasil yang sama. Kendaraan menghentikan atau memperlambat. Beberapa bus lama dan telah beroperasi sistem rem Udara Baru Cakram. 2. Page 16 . Pastikan tekanan operasi minimum untuk kendaraan sistem rem udara tidak kurang dari 85 psi (pound per square inch) untuk bus dan 100 psi untuk sebuah truk.3 Langkah Persiapan Pengoperasian Rem Udara : a. Gambar 2. Masing-masing sistem beroperasi Secara berbeda untuk mencapai Hasil Yang sama. Return spring : Sebuah pegas kaku terhubung ke masing-masing sepatu rem yang mengembalikan sepatu ke posisi semula.

d. c. Cut-tekanan adalah 20 psi hingga 25 psi cut-out di bawah tekanan. banyak dari sistem-sistem modern memiliki katup drain otomatis terinstal di setiap udara tan Page 17 . Udara dalam sistem rem udara tidak seperti air. terutama di daerah beriklim dingin di mana es dapat memblokir udara mencapai mekanisme rem dan menyebabkan roda mengunci. Periksa bahwa dibutuhkan waktu tidak lebih dari dua menit untuk tekanan udara meningkat dari 85 psi ke 100 psi pada 600-900 rpm (Hal ini disebut tekanan udara tingkat penumpukan). Untuk mencegah masalah ini.b. Konfirmasi yang benar governor cut-out tekanan untuk kompresor udara antara 120 psi dan 135 psi.

gunanya untuk menghasilkan udara kompresi. sampai terjadi proses pengereman. Sebaliknya.sistem ini disebut sistem rem tekanan udara atau lebih dikenal rem udara atau rem pneumatik. Page 18 . yang artinya satu tuas hanya untuk mengerem satu roda. Umumnya. Awalnya sistem rem ini dikembangkan dan digunakan pada kereta api. Mesin mengubah energi panas menjadi energi kinetik ( gerak ) untuk menggerakkan kendaraan. dengan maksud untuk menurunkan kecepatan gerak kendaran hingga berhenti. Sistem rem udara dilengkapi dengan sebuah kompresor. maka dibuatlah suatu sistem pengereman yang memakai tenaga tekanan udara. kendaraan cenderung tetap bergerak. Intinya dengan menggunakan energi sekecil mungkin kita dapat melakukan pengereman untuk daya besar dengan bantuan udara bertekanan Prinsip rem yaitu kendaraan tidak dapat berhenti dengan segera apabila mesin dibebaskan ( tidak dihubungkan ) dengan pemindah daya.BAB III PEMBAHASAN 3. untuk menggantikan sistem rem mekanik secara individu.1 Gambaran Umum Sistem Rem Udara Rem udara adalah sistem rem yang pengoperasiannya menggunakan udara yang bertekanan dimana rem ini memanfaatkan energi udara bertekanan untuk menjalankan sistem pengereman. Supaya saat pengereman tidak mengeluarkan tenaga yang besar. Dengan diciptakannya sistem rem udara ini kita hanya perlu menekan satu tombol atau pedal untuk membuka katup-katup agar udara bertekanan mengalir pada sistem rem ini sehingga brake chamber mengaktifkan brake house. Efek pengereman ( bracking effect ) diperoleh adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua objek. rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar. rem mengubah energi kinetik kembali menjadi energi panas untuk menghentikan kendaraan. Kompresor itu digerakkan oleh mesin kendaraan. Kelemahan ini harus dikurangi.

2) Saluran-saluran balik tidak diperlukan karena udara bekas dapat dibuang bebas ke atmosfer. udara pada setiap cabang yang belum melalui penampang mempunyai tekanan udara yang sama. Merupakan media/fluida kerja yang mudah didapat dan mudah diangkut. Dalam satu sumber tekanan. sistem elektrik dan hidrolik memerlukan saluran balik. Melalui saluran-saluran cabang dan pipapipa selang. 3. Didalam silinder udara tidak diperkenankan ada kebocoran. Page 19 . energi udara bertekanan dapat disalurkan kemana saja dalam sistem rem tersebut. pintu-pintu dapur pijar. benda-benda kerja maupun bahan-bahan disekelilingnya tidak akan menjadi kotor. jadi pembuangan udara bertekanan dapat dipusatkan. Jadi kompresor tidak perlu bekerja seperti halnya pada pompa peralatan hidrolik. 3) Udara bertekanan dapat dialirkan dengan mudah melalui saluran-saluran dengan jarak yang panjang. Bersih dan kering 1) Udara bertekanan yang digunakan adalah udara bersih. 1) Udara tersedia dimana saja dalam jumlah yang tak terhingga. 2) Udara bertekanan yang digunakan juga merupakan udara kering. kebocoran udara dapat mengakibatkan berkurangnya daya pengereman. Tidak peka terhadap suhu 1) Udara bersih ( tanpa uap air ) dapat digunakan sepenuhnya pada suhu-suhu yang tinggi atau pada suhu rendah. B. sehingga tidak menimbulkan korosi pada saluran-saluran yang terbuat dari logam D.2 Keuntungan pemakaian rem udara : A. C. dapur pengerasan atau dapur lumer. poros kunci-kunci rem dilengkapi dengan tuas yang berhubungan dengan batang torak dari silindersilinder udara. Kalau ada kebocoran pada saluran pipa.Tiap-tiap roda dilengkapi dengan pesawat rem mekanik. misalnya untuk digunakan pada tempa tekan. jauh di bawah titik beku 2) Udara bertekanan juga dapat digunakan pada tempat-tempat yang sangat panas. Dapat disimpan dengan mudah Sumber udara bertekanan ( kompresor ) hanya menyalurkan udara bertekanan sewaktu udara bertekanan ini perlu digunakan.

Minyak setidak-tidaknya harus diganti setelah 100 sampai 125 jam kerja. seperti tuas-tuas. 3) Komponen-komponennya dengan mudah dapat dipasang dan setelah dibuka dapat digunakan kembali untuk penggunaan-penggunaan lainnya. poros sekrup dan roda gigi. eksentrik. pegas. Aman terhadap kebakaran dan ledakan 1) Keamanan kerja serta produksi besar dari udara bertekanan tidak mengandung bahaya kebakaran maupun ledakan. 2) pengecualian adalah lebih murah jika dibandingkan dengan komponenkomponen peralatan hidrolik. E. Tidak diperlukan pendinginan fluida kerja Pembawa energi ( udara bertekanan ) tidak perlu diganti sehingga untuk ini tidak dibutuhkan biaya. misalnya pada industri-industri baja atau bengkel-bengkel tuang ( cor ). alat-alat pneumatik dapat digunakan tanpa dibutuhkan pengamanan yang mahal dan luas.3) Peralatan-peralatan atau saluran-saluran pipa dapat digunakan secara aman dalam lingkungan yang panas sekali. Hal ini sangat penting pada mekanisasi dan otomatisasi produksi. Rasional ( Menguntungkan ) 1) Pneumatik adalah 40 sampai 50 kali lebih murah daripada tenaga Komponen-komponen untuk peralatan pneumatik tanpa otot. 2) komponen mekanik. F. G. Page 20 . H. cakera bubungan . Kesederhanaan ( Mudah Pemeliharan ) 1) Karena konstruksi sederhana. Dalam ruang seperti itu kendali elektrik dalam banyak hal tidak diinginkan. 2) Dalam ruang-ruang dengan resiko timbulnya kebakaran atau ledakan atau gas-gas yang dapat meledak dapat dibebaskan. peralatan-peralatan udara bertekanan Gerakan-gerakan lurus dilaksanakan secara sederhana tanpa hampir tidak peka gangguan.

Dengan cara ini komponen-komponen akan aman terhadap pembebanan lebih. Komponen-komponen ini juga dapat di rem sampai keadaan berhenti tanpa kerugian.1 Mekanisme rem udara (air brake) Keterangan : Page 21 .1 Nama dan Fungsi Komponen Rem Angin pada Bus Rangkaian Rem Udara seperti pada gambar 3. 3) Suatu jaringan udara bertekanan dapat diberi beban lebih tanpa rusak.1 : Gambar 3. Dapat dibebani lebih 1) Alat-alat udara bertekanan dan komponen-komponen berfungsi dapat ditahan sedemikian rupa hingga berhenti.I. 2) Pada pembebanan lebih alat-alat udara bertekanan memang akan berhenti. tetapi tidak akan mengalami kerusakan. 3. Alat-alat listrik terbakar pada pembebanan lebih.

Governor : Mengontrol tekanan udara “minimum” dan “maksimum” di dalam sistem dengan pengontrolan katup unloader pada kompresor. Gambar 3. Gambar 3. Reservoir Page 22 .3 Governor 3. Kompresor : Fungsi kompresor adalah menyediakan udara bertekanan yang akan dialirkan ke dalam sistem.1.2 Kompresor 2.

4.4 Reservoir a) supply : untuk menyimpan tekanan udara dan menyuplai udara ke reservoir primer dan sekunder. b) Reservoir udara primer : fungsi reservoir ini adalah untuk menyimpan udara dalam sistem primer atau pada rangkaian aksel belakang. c) Reservoir sekunder : reservoir ini adalah tempat penyimpanan udara untuk rem sekunder atau rem aksel kemudi.Gambar 3.5 Saluran buang manual Page 23 . Gambar 3. Saluran buang manual : Untuk membuang uap air dalam reservoir secara manual.

7 Check Valve Satu Arah 8.5. Check Valve ini memisahkan sistem primer dengan sistem sekunder. Spring Body Ball Cap nut Gambar 3. Sakelar Peringatan Tekanan Rendah : akan menyalakan lampu dan atau sistem alarm apabila tekanan udara dalam sistem turun dibawah 60 Psi.8 Alat Ukur Tekanan Udara Page 24 . Gambar 3. Check Valve Satu Arah : membiarkan udara mengalir hanya dengan satu arah. Alat Ukur Tekanan Udara : memberitahukan operator tentang tekanan yang tersimpan dalam setiap sistem. Katup Pengaman : Untuk melindungi sistem apabila tekanan pada tangki naik melebihi 150 Psi. Gambar 3. 7.6 Katup safety 6.

9.11 Katup injak 12. Service Brake Chamber : Mengubah tekanan udara menjadi tekanan mekanis. Gambar 3. Check Valve Dua Arah : akan mengambil udara dari tekanan tertinggi yang berasal dari dua sumber dan mengirimnya ke dalam satu port pengiriman. Page 25 . Katup injak : Untuk membuka dan menutup aliran udara atau mengoprasikan system rem udara melalui kerja pedal. Katup Relai : digunakan untuk mengurangi waktu tertinggal (lag time) dengan cara mempercepat aplikasi rem.9 Check Valve Dua Arah 10. Gambar 3. Gambar 3.10 Katup Relai 11.

Spring Brake Chamber : ruang “piggy back” yang secara mekanis akan menggunakan dan menahan komponen dalam posisi terparkir. Gambar 3.13 Spring Brake Chamber 14. Gambar 3. Katup Kontrol Tekan – Tarik : digunakan untuk mengontrol penggunaan dan pemakaian rem parkir traktor. suplai udara untuk sistem kontrol parkir digabungkan dengan udara yang berasal dari reservoir primer dan sekunder supaya jika satu reservoir rusak.14 Katup Kontrol Tekan – Tarik Page 26 .12 Brake Chamber 13.Gambar 3. maka reservoir yang masih berfungsi akan menjaga rem pegas dalam posisi terlepas.

Katup Rem Pegas Traktor : akan mengembalikan rem pegas ke service brake dengan mengontrol pembuangan udara dari ruang rem pegas jika ada kerusakan pada sistem primer.16 Katup Kontrol Trailer Page 27 .15 Katup Relai Emergensi atau Parkir 18. Gambar 3. Gambar 3. 16. Katup Rasio Otomatis : mengurangi tekanan aksel depan terhadap roda depan dibawah kondisi pengereman yang normal. dari “0” sampai kira-kira 40 Psi.15. Katup Relai Emergensi atau Parkir : relay ini akan beroperasi dengan cara yang sama dengan relai servis. 17. kecuali jika dalam aplikasinya digunakan pada rangkaian rem parkir. Katup Kontrol Trailer : mengoperasikan rem servis trailer secara bebas dari rem servis traktor.

17 Katup Pelindung Traktor 20. Service Glad Hand : mentransfer udara dari sistem servis traktor ke sistem servis trailer.19. Katup Pelindung Traktor : mengisolasi sistem udara traktor jika terjadi kekurangan udara secara tiba-tiba pada trailer atau kerusakan pada traktor trailer. Gambar 3.18 Service Glad Hand 21. Gambar 3. Supply Glad Hand : mentransfer suplai udara untuk trailer yang berasal dari traktor ke trailer.19 Supply Glad Hand Page 28 . To the supply (emergency) glad hand To the control (service) glad hand Gambar 3.

2 Desain dan Fungsi Sebuah sistem rem udara tekan dibagi menjadi sistem pasokan dan sistem kontrol. B. pada sistem ini juga terdapat pressure regulator and safety valve. Sistem Kontrol Sistem kontrol dibagi lagi menjadi dua layanan rangkaian rem: rangkaian rem parkir dan trailer rangkaian rem. Layanan rem diterapkan melalui katup udara pada pedal rem yang mengatur kedua sirkuit. Sebagai pengganti air dryer pada supply system dapat juga dipasang anti freeze and oil separator. Rangkaian rem ganda ini lebih lanjut dibagi menjadi roda depan dan belakang yang mana rangkaian tersebut akan menerima udara tekan dari masing-masing tangki udara yang berguna untuk menambah keamanan dalam kasus kebocoran udara. Sistem pasokan ( supply sistem ) Sistem pasokan adalah sebuah sistem yang bertugas untuk mensuplai udara bertekanan yang dihasilkan oleh kompresor untuk didistribusikan menuju ke reservoir tank.3. Udara yang akan dikompresikan sebelum didistribusikan ke reservoir tank terlebih dahulu dilewatkan ke sistem pendingin udara dan pengering udara (cooling coil and air dryer) yang akan menghilangkan kadar air dalam udara. 2) Rem trailer langsung terdiri dari dua sistem baris: baris suplai (ditandai merah) dan kontrol terpisah atau saluran layanan (ditandai biru). parking brake reservoir dan auxyliary air supply distribution point. Dari jalur Page 29 . 1) Rem parkir adalah udara jenis rem dioperasikan berdasarkan oleh gaya pegas pada silinder dan diatur oleh tangan melalui katup kontrol udara tekan. A. Sistem pasokan bekerja mengkompresi udara. Setelah melewati itu semua lalu udara yang terkompresi tersebut disimpan dalam tangki penyimpanan yang mana akan didistribusikan melalui empat jalur katup pengaman menuju brake circuit air reservoir depan dan belakang. menyimpan dan menyediakan udara bertekanan tinggi ke sistem kontrol serta udara tambahan yang dioperasikan untuk membantu system-sistem yang lain yang membutuhkan media udara.

Rem Parkir Gambar 3. ditahan secara mekanik. Rem pegas dipakai secara mekanik. dan dilepas dengan menggunakan udara. Ketika sebuah tombol ditekan. Ini merupakan udara/udara gabungan (primer/sekunder). Page 30 . udara bertekanan dikumpulkan dalam reservoir atau silinder.suplai udara yang diterima dari tangki udara melalui katup relay kontrol dan garis kontrol diatur melalui trailer katup relay rem. udara yang dipaksa keluar dari reservoir dan ini mendorong piston yang menekan sepatu rem ke roda atau as roda. layanan trailer kendali rem tangan. Sinyal operasi bagi relay yang disediakan oleh penggerak katup udara pedal rem. Prinsip Kerja Rem udara pada dasarnya memiliki prinsip kerja yang sama. C. Satu-satunya hal yang membedakan rem udara dari rekan-rekan hidrolik atau mekanik adalah gaya yang mendorong sepatu rem.20 Brake Chamber Parking Rem pegas digunakan pada saat memarkir dan pemakaian darurat. Sama seperti rem lainnya sebenarnya apa yang menyebabkan kendaraan untuk berhenti adalah gesekan antara sepatu rem dan roda. D. Tekanan udara yang disalurkan ke diafragma rem pegas biasanya berasal dari tombol (button) berwarna kuning yang dapat ditarik atau ditekan terletak pada bagian dash board.

22 Brake Chamber Parking 2) Aplikasi Service Page 31 .21 Brake Chamber Parking 1) Posisi Lepas (kondisi pengoperasian normal) Dengan tombol tarik-tekan berwarna kuning (kontrol parkir) berada pada posisi lepas dan tekanan udara pada sistem sekitar 55 Psi atau lebih besar pada diafragma darurat dan piston berada dalam ruang pegas hold-off (pada kondisi tidak berfungsi.Gambar 3. Gambar 3. pegas parkir ditekan penuh dan service piston ditahan pada posisi lepas dengan menggunakan pegas balik sehingga tidak mempengaruhi diafragma service dan tangkai tekan service.

Pemakaian Darurat Ketika tekanan udara di dalam ruang rem pegas (spring brake cavity) atau yang berada di saluran manapun yang dihubungkan ke emergency port) turun hingga di bawah 55 Psi. Gambar 3. udara dibuang dari spring hold-off cavity (ruang penahan pegas).23 Brake Chamber Parking 3) Aplikasi Park/Parkir Ketika pengendara menjalankan katup pengontrol park (park control valve). aplikasi rem service biasanya akan berfungsi dengan normal seperti yang terdapat di dalam ruang service diafragma tunggal. Tekanan piston mendorong plate dan rod (tangkai) ke depan melalui service brake. Tujuan/fungsi dari perangkat rem jenis "S" cam atau wedge adalah untuk mengontrol gerakan mekanis sepatu rem atau bagian-bagian rem. mendorong park piston dan diaphragma maju. dengan menggunakan brake (rem). "S" cam dan wedge brakes (rem wedge) dioperasikan dengan ruang rem service Page 32 . E. park brake control valve akan bekerja melepaskan tekanan dari spring brake chamber dan rem pegas secara otomatis akan memasuki posisi park yang disebabkan oleh spring (pegas) tersebut. Park spring sekarang berkembang.Dengan ruang pegas tertekan penuh.

25 Brake Chamber Parking dan Slack adjuster adjuster). Gambar 3. Cara kerja tiap-tiap perangkat. Page 33 . Identifikasi tiap-tiap perangkat 1) S-Cam digunakan pada rem sepatu jenis (shoe type brakes) dengan kombinasi slack adjuster. G.F.24 Brake Room 2) Wedge brake digunakan pada rem jenis sepatu (tanpa slack Gambar 3.

Salah satu cara adalah dengan menggunakan manual slack adjuster. Sedang cara yang lain adalah dengan menggunakan slack adjuster otomatis. Perawatan dan service dilakukan menurut panduan dari pabrik. Slack adjuster otomatis menjaga penyesuaian rem dengan benar saat pemakaian lapisan sepatu rem dan sepatu (rotor). dengan cara ini akan mengembalikan brake shoes (sepatu rem) ke posisi lepas (release). Tentang cara pengoperasiannya akan dijelaskan pada unit 29 “membongkar dan memasang ulang perangkat rem jenis cam “S”. ruang tersebut akan mengubah tekanan udara menjadi gerakan mekanis yang menggerakkan rem service jenis cam (bubungan) atau wedge. Jumlah daya yang Page 34 . 2) Perangkat jenis wedge Ketika udara dialirkan ke ruang rem (brake chamber). Gambar 3. harus ada kompensasi dari pemakaian ini. pegas balik yang digabungkan dengan shoe return springs (pegas balik sepatu) akan memaksa tangkai dan diagram ke posisi lepas (release). Pada saat pemakaian dilakukan pada lapisan sepatu rem dan drum (atau rotor). ruang tersebut akan mengubah tekanan udara menjadi gerakan mekanis yang menggerakkan rem service jenis cam atau wedge.1) Perangkat-perangkat jenis ‘S’ Pada saat udara digunakan pada ruang rem. hal ini bisa dilakukan lewat dua cara.26 “S” cam Ketika dilepaskan pada ruang rem.

penyesuaian dilakukan pada silinder antara sepatu rem dan perangkat wedge.27 Brake Chamber 3) Memasang alat kembali a) Pasang bushings dan cam "S" untuk memastikan kalau cam “S” yang tepat sedang dipergunakan untuk lingkaran tertentu seperti cam “S” memiliki cam kiri atau kanan . Page 35 .diberikan pada sepatu tergantung pada jumlah tekanan udara diberikan dan luas diafragma. Ketika drum (atau rotor) dan lapisan sepatu rem dipakai.mereka tidak dapat ditukar. pasti akan ada kompensasi dari pemakaiannya. Dengan rem jenis wedge. Gantilah tromol dan perangkat tengah lingkaran yang menyesuaikan wheel bearing dengan tepat sesuai dengan spesifikasi pabrik karena alat penyetel bearing yang tepat lingkaran sangat penting. dengan menggunakan perkakas yang tepat. b) c) d) Pasang slack adjuster dan shim yang mungkin pernah dipakai serta amankan dengan snap ring dan pasang clevis pin dengan cotter pin. Gantilah sepatu (shoes) dan pegas balik sepatu (shoe return springs). Gambar 3.

Sesuaikan lapisan rem hingga menyentuh tromol rem Page 36 . CATATAN: Pastikan kalau tingkat push rod menurun. jika mungkin perhatikan lapisan pada ruang tromol.Gambar 3. Semua gerakan ruang (chamber stroke) harus disesuaikan hingga kira-kira hampir sama. Pengaturan sebaiknya dibuat supaya chamber stroke sependek mungkin tanpa menarik rem. 5) Prosedur pengaturan rem “S cam” yang terbaik adalah sebagai berikut: Langkah pertama : Angkat kendaraan dan tahan agar roda tidak menyentuh lantai.28 Brake Chamber 4) Pengaturan Rem Mungkin faktor yang paling penting dalam memperoleh output mekanis maksimum ruang rem adalah pengaturan yang tepat. Langkah kedua : Putar sekrup sungkup penyetel yang terdapat pada slack adjuster pada saat roda sedang berputar. Catat bahwa apabila sekrup penyetel rem diputar dengan benar . Rem yang disesuaikan dengan salah akan membuat rem tidak bekerja dengan baik dan merupakan faktor terbesar dalam kecelakaankecelakaan yang berhubungan dengan rem. poros bubungan (brake camshaft ) berputar dengan arah yang sama selama pemakaian rem normal.

CATATAN: pastikan lock sleeve tertarik sekrup sungkup penyetel (adjustment cap screw ) untuk mencegah rem keluar dari proses penyetelan.(brake drum). roda akan berhenti berputar. pada saat memutar roda. prosedur berikut sebaiknya diikuti. Langkah keempat : Periksa proses pengerjaan rem dengan menarik tangkai pendorong ruang rem hingga lapisan rem menyentuh drum (tromol). Pada situasi ini. lepaskan rem park (park brake) dan matikan mesin. Langkah pertama : tahan roda alat setinggi tanah. Periksa sudut yang dibentuk antara slack adjuster dan tangkai pendorong ruang. Langkah ketiga : Lepaskan lock sleeve pada sekrup sungkup penyetel (adjusting cap screw) dan sesuaikan rem ( dengan Page 37 . Langkah kelima : Tekan rem penuh dan periksa tingkat tangkai pendorong. Mengoperasikan alat dalam keadaan lock sleeve tidak keluar adalah pekerjaan yang salah. Langkah kedua : periksa tingkat tangkai pendorong (push rod travel) dengan menginjak rem penuh. Slack adjusters sebaiknya berputar bebas tanpa ada spot-spot yang mengikat dan rapat. Dalam beberapa contoh dimana memungkinkan untuk mengangkat roda. Langkah ketiga : balik putaran sekrup sungkup penyetel (adjustment cap screw) hingga tidak ada tarikan antara lapisan rem (drum lining) dan tromol rem. Jika tingkatannya melebihi 1 ½ “ maka diperlukan penyetelan pada rem.

Jauhkan untuk jumlah yang sama pada tiap-tiap roda. * pastikan.rotasi cam “S” normal) hingga lapisan (lining) menyentuh tromol. Pasti akan terdengar suara denting. Langkah keenam Periksa apakah tingkat tangkai pendorong sama (push rod travel). Langkah keempat : Jauhkan sekrup sungkup penyetel (adjustment cap screw) 1/4 hingga 1/2 putaran. CATATAN : sentuhan lapisan pada tromol bisa diperiksa dengan sebuah hammer (palu). Langkah kelima : Pastikan lapisan (linings) tidak menggesek drum/tromol. Apabila lapisan menyentuh tromol. lock telah keluar. Hal ini bisa dilihat langsung atau dengan cara memukul tromol dengan hammer (drum). Page 38 . suara akan berubah dari bunyi denting menjadi bunyi yang berat.

Dengan pembuatan paper ini mahasiswa dapat mengetahui aplikasi rem udara. Kasijanto.BAB IV PENUTUP 4. Mahasiswa mengetahui cara kerja rem udara pada bus. 4. Mahasiswa mengetahui fungsi pada masing-masing komponen. 2) Adanya Buku Ajar yang disusun oleh Bapak Ir. 3) Tidak pernah membongkar system rem saat PKL maupun praktik di Lab 4. Faktor penghambat 1) Kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang rem udara. M. 3) Adanya dorongan dari orang tua yang selalu menyemangati b.4 Saran Page 39 . 2) Banyaknya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Faktor pendukung 1) Adanya fasilitas internet yang membantu dalam pencarian bahan untuk pembuatan paper.T. dan d. Mahasiswa mengetahui prinsip kerja rem udara.1 Kesimpulan a. komponen-komponen.3 Manfaat yang Dirasakan a. fungsi masing-masing komponen. Dengan pembuatan paper ini mahasiswa dapat menambah pengetahuan tentang rem udara. b. c.2 Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat a. dan cara kerja pada sistem rem udara. 4. Mahasiswa dapat mengetahui komponen-komponen rem udara yang ada pada bus. b.

itu akan sangat membantu mahasiswa dalam pencapaian ilmu yang di tuntut. terlebih lagi jika ditunjang dengan fasilitas praktek yang memadai.Sebagai mahasiswa pendalaman prinsip dasar rem sangat penting. Page 40 .

DAFTAR PUSTAKA Page 41 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->