Gaya dan Tipe Kepimpinan, Pemimpin Formal dan Informal

TUGAS LEADERSHIP

OLEH :

SUDIRMAN K111 10 014 KELAS B

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN 2012

2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin. Para penganut aliran teori ini mengetengahkan pendapatnya bahwa seorang pemimpin akan menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan dengan bakat kepemimpinan. pada dasarnya mengandung pengertian sebagai suatu perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin. 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok. Hoyt (dalam Kartono. sesekali kelak ia akan timbul sebagai pemimpin. Menurut Tead. 2. Gaya kepemimpinan dari seorang pemimpin. 2. GAYA DAN TIPE KEPEMIMPINAN Beberapa pendapat para ahli tentang kepemimpinan mengandung pengertian dan makna yang sama. 3. Perwujudan tersebut biasanya membentuk suatu pola atau bentuk tertentu. maka teori inipun merupakan ekstrim pada sisi lainnya. GAYA KEPEMIMPINAN Gaya kepemimpinan. Terry. secara filosofis pandangan ini tergolong pada pandangan fasilitas atau determinitis. Antara lain dikemukakan oleh: 1. dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus . Berbicara mengenai takdir. Teori Genetis (Keturunan) Inti dari teori menyatakan bahwa “Leader are born and nor made” (pemimpin itu dilahirkan (bakat) bukannya dibuat). Inti aliran teori sosial ini ialah bahwa . Menurut Young (dalam Kartono. Pengertian gaya kepemimpinan yang demikian ini sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh Davis dan Newstrom (1995). pada dasarnya dapat diterangkan melalui tiga aliran teori berikut ini: 1. karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Dalam keadaan yang bagaimanapun seseorang ditempatkan karena ia telah ditakdirkan menjadi pemimpin. Keduanya menyatakan bahwa pola tindakan pemimpin secara keseluruhan seperti yang dipersepsikan atau diacu oleh bawahan tersebut dikenal sebagai gaya kepemimpinan. Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah. yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin. Teori Sosial Jika teori pertama di atas adalah teori yang ekstrim pada satu sisi.A.

Teknik dan langkah-langkah kegiatannya didikte oleh atasan setiap waktu. Namun demikian. . Robbins dan Coulter (2002) menyatakan gaya kepemimpinan autokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung memusatkan kekuasaan kepada dirinya sendiri. ciri-ciri gaya kepemimpinan autokratis : 1. Sedangkan menurut Handoko dan Reksohadiprodjo (1997). maka sebagai reaksi terhadap kedua teori tersebut timbullah aliran teori ketiga.“Leader are made and not born” (pemimpin itu dibuat atau dididik bukannya kodrati). gaya kepemimpinan autokratis. Semua kebijakan ditentukan oleh pemimpin. Lebih lanjut Sukanto (1987) menyebutkan ciri-ciri gaya kepemimpinan autokratis (pp. penelitian yang jauh lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa saja faktor yang menyebabkan timbulnya sosok pemimpin yang baik. Pemimpin biasanya membagi tugas kerja bagian dan kerjasama setiap anggota. 3. Kedua teori yang ekstrim di atas tidak seluruhnya mengandung kebenaran. sehingga langkah-langkah yang akan datang selalu tidak pasti untuk tingkatan yang luas. mendikte bagaimana tugas harus diselesaikan. Jadi teori ini merupakan kebalikan inti teori genetika. 3. membuat keputusan secara sepihak. Pemimpin kurang memperhatikan kebutuhan bawahan. gaya kepemimpinan Laissez-Faire (Kendali Bebas) 1. 2. Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori terdahulu sehingga dapat dikatakan merupakan teori yang paling mendekati kebenaran. Menurut University of Iowa Studies yang dikutip Robbins dan Coulter (2002). Bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman yang memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. sehingga kekuasaanlah yang paling diuntungkan dalam organisasi. Gaya Kepemimpinan Autokratis Menurut Rivai (2003). gaya kepemimpinan demokratis. kepemimpinan autokratis adalah gaya kepemimpinan yang menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya. Lewin menyimpulkan ada tiga gaya kepemimpinan. Para penganut teori ini mengetengahkan pendapat yang mengatakan bahwa setiap orang bisa menjadi pemimpin apabila diberikan pendidikan dan pengalaman yang cukup. Teori Ekologis. 196-198): 1. dan meminimalisasi partisipasi karyawan. Teori yang disebut teori ekologis ini pada intinya berarti bahwa seseorang hanya akan berhasil menjadi pemimpin yang baik apabila ia telah memiliki bakat kepemimpinan.

3. p. 2. dapat bekerja sama. 2. dan memandang umpan balik sebagai suatu kesempatan untuk melatih karyawan(p. 3. Gaya kepemimpinan Demokratis / Partisipatif Kepemimpinan demokratis ditandai dengan adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Menekankan dua hal yaitu bawahan dan tugas.2. Ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis (Sukanto. p. Jerris (1999) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang menghargai kemampuan karyawan untuk mendistribusikan knowledge dan kreativitas untuk meningkatkan servis. 3. 4. . Lebih lanjut ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis (Handoko dan Reksohadiprodjo. 196-198): 1. Pemimpin adalah obyektif atau fact-minded dalam pujian dan kecamannya dan mencoba menjadi seorang anggota kelompok biasa dalam jiwa dan semangat tanpa melakukan banyak pekerjaan. Kegiatan-kegiatan didiskusikan. pp. Komunikasi hanya satu arah yaitu kebawah saja. 304): 1. mengembangkan usaha. Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan dorongan dan bantuan dari pemimpin. Dibawah kepemimpinan demokratis bawahan cenderung bermoral tinggi. langkah-langkah umum untuk tujuan kelompok dibuat. dan menghasilkan banyak keuntungan dapat menjadi motivator bagi karyawan dalam bekerja (p. Menurut Robbins dan Coulter (2002). 61). Pemimpin mengambil jarak dari partisipasi kelompok aktif kecuali bila menunjukan keahliannya. Pemimpin cenderung menjadi pribadi dalam pujian dan kecamannya terhadap kerja setiap anggota. 1997. Lebih memperhatikan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi.203). 460). gaya kepemimpinan demokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung mengikutsertakan karyawan dalam pengambilan keputusan. Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan pembagian tugas ditentukan oleh kelompok. mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri (Rivai. 2006. mendelegasikan kekuasaan. mendorong partisipasi karyawan dalam menentukan bagaimana metode kerja dan tujuan yang ingin dicapai. 2. 1987. dan jika dibutuhkan petunjuk-petunjuk teknis pemimpin menyarankan dua atau lebih alternatif prosedur yang dapat dipilih.

3. Pemimpin membiarkan bawahannya untuk mengatur dirinya sendiri. Egonya yang besar menumbuhkan dan mengembangkan persepsinya bahwa tujuan organisasi identik dengan tujuan pribadinya. p. Sama sekali tidak ada partisipasi dari pemimpin dalam penentuan tugas. Seorang pemimpin otokratik adalah seorang yang egois. 3. Ciri-ciri gaya kepemimpinan kendali bebas (Handoko dan Reksohadiprodjo. di antaranya adalah sebagian berikut (Siagian. p. 2.1997). 1. 3. Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: . Bawahan dapat mengambil keputusan yang relevan untuk mencapai tujuan dalam segala hal yang mereka anggap cocok. dari ketiga gaya kepemimpinan tersebut berkembang beberapa tipe kepemimpinan. 460). Dengan egoismenya. Seorang pemimpin yang tergolong otokratik memiliki serangkaian karakteristik yang biasanya dipandang sebagai karakteristik yang negatif. Egoismenya akan memutarbalikkan fakta yang sebenarnya sesuai dengan apa yang secara subjektif diinterpretasikannya sebagai kenyataan. Kadang-kadang memberi komentar spontan terhadap kegiatan anggota atau pertanyaan dan tidak bermaksud menilai atau mengatur suatu kejadian. 2. seorang pemimpin otokratik cenderung menganut nilai organisasional yang berkisar pada pembenaran segala cara yang ditempuh untuk pencapaian tujuannya.196198) : 1. Pemimpin hanya menentukan kebijaksanaan dan tujuan umum. 2002. Kebebasan penuh bagi keputusan kelompok atau individu dengan partisipasi minimal dari pemimpin. Tipe Otokratis. 4. pemimpin otokratik melihat peranannya sebagai sumber segala sesuatu dalam kehidupan organisasional. 1997. Gaya Kepemimpinan Laissez-faire (Kendali Bebas) Gaya kepemimpinan kendali bebas mendeskripsikan pemimpin yang secara keseluruhan memberikan karyawannya atau kelompok kebebasan dalam pembuatan keputusan dan menyelesaikan pekerjaan menurut cara yang menurut karyawannya paling sesuai (Robbins dan Coulter. Bahan-bahan yang bermacam-macam disediakan oleh pemimpin yang membuat orang selalu siap bila dia akan memberi informasi pada saat ditanya. TIPE KEPEMIMPINAN Dalam praktiknya. Dengan persepsi yang demikian. Menurut Sukanto (1987) ciri-ciri gaya kepemimpinan kendali bebas (pp. 304): 1.

Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut :       Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan. Harapan bawahan . Popularitas pemimpin yang paternalistik mungkin disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :      Kuatnya ikatan primordial Extended family system Kehidupan masyarakat yang komunalistik Peranan adat istiadat yang kuat Masih dimungkinkan hubungan pribadi yang intim Persepsi seorang pemimpin yang paternalistik tentang peranannya dalam kehidupan organisasi dapat dikatakan diwarnai oleh harapan bawahan kepadanya. 3. Tidak mau menerima kritik. Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan. Tipe pemimpin ini umumnya terdapat pada masyarakat tradisional. 2. Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya. Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya. Dalam tindakan pengge-rakkannya sering memperguna-kan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum. Tipe Militeristis Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi. Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan. sikap. dan perilaku demikian. seorang pemimpin yang otokratik dalam praktek akan menggunakan gaya kepemimpinan     Menuntut ketaatan penuh bawahannya Menegakkan disiplin dengan kaku Memberikan perintah atau instruksi dengan keras Menggunakan pendekatan punitip dalam hal bawahan melakukan penyimpangan. Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata.      Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi. nilai. Dengan persepsi. Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan. saran dan pendapat. Tipe Paternalistis. Sukar menerima kritikan dari bawahannya.

Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”. Pemimpin yang paternalistik mengharapkan agar legitimasi kepemimpinannya merupakan penerimaan atas peranannya yang dominan dalam kehidupan organisasional. dan sering bersikap maha tahu. bersikap terlalu melindungi (overly protective). Kekayaan. pemimpin paternalistik menganut nilai organisasional yang mengutamakan kebersamaan. gaya kepemimpinan paternalistik lebih bercorak pelindung. Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar. Berdasarkan persepsi tersebut. Nilai tersebut mengejawantah dalam sikapnya seperti kebapakan. terlalu melindungi bawahan. pemusatan pengambilan keputusan pada diri pemimpin. 5. jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik.berwujud keinginan agar pemimpin mampu berperan sebagai bapak yang bersifat melindungi dan layak dijadikan sebagai tempat bertanya dan untuk memperoleh petunjuk. Dengan penonjolan dominasi keberadaannya dan penekanan kuat pada kebersamaan. kebapakan dan guru. 4. maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Mengenai profil. Tipe Karismatik. Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut :     menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa. jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan. jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya. Sikap yang demikian tercermin dalam perilakunya berupa tindakannya yang menggambarkan bahwa hanya pemimpin yang mengetahui segala kehidupan organisasional. John F Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang kaya. Tipe Demokratis Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. kesehatan. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan . memberikan perhatian terhadap kepentingan dan kesejahteraan bawahannya. meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. umur.

selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya. tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Bertitik tolak dari nilai tersebut. selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan. gaya kepemimpinan yang digunakannya akan dicirikan oleh     Pendelegasian wewenang terjadi secara ekstensif Pengambilan keputusan diserahkan kepada pejabat pimpinan yang lebih rendah Status quo organisasional tidak terganggu Pengembangan kemampuan berpikir dan bertindak yang inovatif dan kreatif diserahkan kepada anggota organisasi  Intervensi pemimpin dalam perjalanan organisasi berada pada tingkat yang minimal 7. Dengan demikian. Nilai yang dianutnya biasanya bertolak dari filsafat hidup bahwa manusia pada dasarnya memiliki rasa solidaritas. taat pada norma. 6. 8. Seorang pemimpin yang laissez faire cenderung memilih peran yang pasif dan membiarkan organisasi berjalan menurut temponya sendiri. dan bahkan kritik dari bawahannya. karena pemimpin yang demikian adalah yang paling ideal. tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain. Dengan sikap yang permisif. Tipe Kepemimpinan Populistis Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal. sikap pemimpin laissez faire biasanya permisif. ikhlas memberikan kebebasan yang seluasluasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif . pendapat. dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin. mempunyai kesetiaan. bertanggung jawab. Nilai yang tepat dalam hubungan atasan –bawahan adalah nilai yang didasarkan pada saling mempercayai yang besar. Tipe Laissez Faire Persepsi seorang pemimpin yang laissez faire melihat perannya sebagai polisi lalu lintas. Namun. Secara implisit tergambar bahwa untuk menjadi pemimpin tipe demokratis bukanlah hal yang mudah. senang menerima saran. dengan anggapan bahwa anggota organisasi sudah mengetahui dan cukup dewasa untuk taat pada peraturan yang berlaku. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia. selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya. perilakunya cenderung mengarah pada tindakan yang memperlakukan bawahan sebagai akibat dari adanya struktur dan hirarki organisasi. alangkah baiknya jika semua pemimpin berusaha menjadi seorang pemimpin yang demokratis .

tetapi merupakan kehormatan biasanya karena menpunyai kelebihan ditunjuk sebagai pemimpin sehingga mampu mempengaruhi kondisi psikis dan perilaku suatu kelompok. B. indutri. b. g. Selama menjadi pemimpin berhak mengatur sepenuhnya organisasi yang dipimpinnya. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Memperoleh imbalan akan balas jasa materiel imateriel. Tidak mendapat balas jasa. h. c. Bila melakukan kesalahan dapat dikenai sanksi atau hukuman. f. Tidak punya atasan e. Pemimpin Formal Pemimpin formal adalah orang yang dalam sebuah organisasi ditunjuk sebagai pemimpin berdasarkan keputusan dan pengangkatan resmi untuk memangku suatu jabatan dalam struktur organisasi. Harus memenuhi persyaratan formal d. Memperoleh dukungan dari organisasi formal dan mempunyai atasan. Mendapat kenaikan pangkat e. PEMIMPIN FORMAL DAN INFORMAL 1. Dapat dimutasikan f.Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpin Informal Pemimpin informal ialah seorang yang tidak secara resmi diangkat sebaga pemimpin. Berstatus sebagai pemimpin formal yang ditunjuk oleh yang berwenang. c.  Ciri-Ciri Pemimpin Informal: a. Tidak ada pengangkatan resmi sebagai pemimpin. b. Tidak dapat dimutasi d. dengan segala hak dan kewajibannya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokratteknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. . Jika melalukan kesalahan tidak dikenai hukuman hanya kurang kepercayaan terhadap dirinya.  Ciri-ciri pemimpin formal a. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi. manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat. 2. Masyarakat/kelompok mengakui dirinya sebagai pemimpin.

SUMBER http://massofa.wordpress.com/2011/05/22/kepemimpinan-formal-dan-kepemimpinan-informal/ .com/2010/04/tipe-gaya-kepemimpinan.com/2009/10/macam-gaya-kepemimpinan-kepemimpinan.html http://septianhputro.wordpress.html http://jurnal-sdm.blogspot.sriudin.com/2011/12/26/tipe-kepemimpinan/ http://riechell.wordpress.com/2009/02/23/tipe-kepemimpinan/ http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful