Gaya dan Tipe Kepimpinan, Pemimpin Formal dan Informal

TUGAS LEADERSHIP

OLEH :

SUDIRMAN K111 10 014 KELAS B

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN 2012

Pengertian gaya kepemimpinan yang demikian ini sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh Davis dan Newstrom (1995). Gaya kepemimpinan dari seorang pemimpin. Antara lain dikemukakan oleh: 1. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin. Teori Genetis (Keturunan) Inti dari teori menyatakan bahwa “Leader are born and nor made” (pemimpin itu dilahirkan (bakat) bukannya dibuat). secara filosofis pandangan ini tergolong pada pandangan fasilitas atau determinitis. Para penganut aliran teori ini mengetengahkan pendapatnya bahwa seorang pemimpin akan menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan dengan bakat kepemimpinan. maka teori inipun merupakan ekstrim pada sisi lainnya. 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok. pada dasarnya dapat diterangkan melalui tiga aliran teori berikut ini: 1. GAYA KEPEMIMPINAN Gaya kepemimpinan. sesekali kelak ia akan timbul sebagai pemimpin. GAYA DAN TIPE KEPEMIMPINAN Beberapa pendapat para ahli tentang kepemimpinan mengandung pengertian dan makna yang sama. Keduanya menyatakan bahwa pola tindakan pemimpin secara keseluruhan seperti yang dipersepsikan atau diacu oleh bawahan tersebut dikenal sebagai gaya kepemimpinan. 2. 3. yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin. Perwujudan tersebut biasanya membentuk suatu pola atau bentuk tertentu. karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus . pada dasarnya mengandung pengertian sebagai suatu perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin. Inti aliran teori sosial ini ialah bahwa . Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah. Dalam keadaan yang bagaimanapun seseorang ditempatkan karena ia telah ditakdirkan menjadi pemimpin.A. 2. Teori Sosial Jika teori pertama di atas adalah teori yang ekstrim pada satu sisi. Menurut Tead. Hoyt (dalam Kartono. Berbicara mengenai takdir. 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya. Menurut Young (dalam Kartono. Terry.

Kedua teori yang ekstrim di atas tidak seluruhnya mengandung kebenaran. kepemimpinan autokratis adalah gaya kepemimpinan yang menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya. Pemimpin biasanya membagi tugas kerja bagian dan kerjasama setiap anggota. gaya kepemimpinan demokratis. maka sebagai reaksi terhadap kedua teori tersebut timbullah aliran teori ketiga. membuat keputusan secara sepihak. Menurut University of Iowa Studies yang dikutip Robbins dan Coulter (2002). 3. Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori terdahulu sehingga dapat dikatakan merupakan teori yang paling mendekati kebenaran. 3. 2. Sedangkan menurut Handoko dan Reksohadiprodjo (1997). Bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman yang memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. Namun demikian. gaya kepemimpinan autokratis. sehingga langkah-langkah yang akan datang selalu tidak pasti untuk tingkatan yang luas. penelitian yang jauh lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa saja faktor yang menyebabkan timbulnya sosok pemimpin yang baik. mendikte bagaimana tugas harus diselesaikan. Para penganut teori ini mengetengahkan pendapat yang mengatakan bahwa setiap orang bisa menjadi pemimpin apabila diberikan pendidikan dan pengalaman yang cukup. Robbins dan Coulter (2002) menyatakan gaya kepemimpinan autokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung memusatkan kekuasaan kepada dirinya sendiri. Semua kebijakan ditentukan oleh pemimpin. Jadi teori ini merupakan kebalikan inti teori genetika. . Pemimpin kurang memperhatikan kebutuhan bawahan. Lebih lanjut Sukanto (1987) menyebutkan ciri-ciri gaya kepemimpinan autokratis (pp. Teori Ekologis. ciri-ciri gaya kepemimpinan autokratis : 1. 196-198): 1. sehingga kekuasaanlah yang paling diuntungkan dalam organisasi. Gaya Kepemimpinan Autokratis Menurut Rivai (2003). dan meminimalisasi partisipasi karyawan. Teknik dan langkah-langkah kegiatannya didikte oleh atasan setiap waktu. Lewin menyimpulkan ada tiga gaya kepemimpinan.“Leader are made and not born” (pemimpin itu dibuat atau dididik bukannya kodrati). Teori yang disebut teori ekologis ini pada intinya berarti bahwa seseorang hanya akan berhasil menjadi pemimpin yang baik apabila ia telah memiliki bakat kepemimpinan. gaya kepemimpinan Laissez-Faire (Kendali Bebas) 1.

2. gaya kepemimpinan demokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung mengikutsertakan karyawan dalam pengambilan keputusan. 460). dan jika dibutuhkan petunjuk-petunjuk teknis pemimpin menyarankan dua atau lebih alternatif prosedur yang dapat dipilih. Ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis (Sukanto. Pemimpin mengambil jarak dari partisipasi kelompok aktif kecuali bila menunjukan keahliannya. mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri (Rivai. 2006. 196-198): 1. 304): 1.2.203). Lebih lanjut ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis (Handoko dan Reksohadiprodjo. Menurut Robbins dan Coulter (2002). . mendorong partisipasi karyawan dalam menentukan bagaimana metode kerja dan tujuan yang ingin dicapai. Pemimpin adalah obyektif atau fact-minded dalam pujian dan kecamannya dan mencoba menjadi seorang anggota kelompok biasa dalam jiwa dan semangat tanpa melakukan banyak pekerjaan. dapat bekerja sama. p. pp. Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan dorongan dan bantuan dari pemimpin. 2. Gaya kepemimpinan Demokratis / Partisipatif Kepemimpinan demokratis ditandai dengan adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Kegiatan-kegiatan didiskusikan. 3. 4. Komunikasi hanya satu arah yaitu kebawah saja. Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan pembagian tugas ditentukan oleh kelompok. mengembangkan usaha. Jerris (1999) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang menghargai kemampuan karyawan untuk mendistribusikan knowledge dan kreativitas untuk meningkatkan servis. mendelegasikan kekuasaan. 1997. Lebih memperhatikan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi. 2. dan menghasilkan banyak keuntungan dapat menjadi motivator bagi karyawan dalam bekerja (p. 61). p. langkah-langkah umum untuk tujuan kelompok dibuat. dan memandang umpan balik sebagai suatu kesempatan untuk melatih karyawan(p. Pemimpin cenderung menjadi pribadi dalam pujian dan kecamannya terhadap kerja setiap anggota. 1987. 3. Menekankan dua hal yaitu bawahan dan tugas. 3. Dibawah kepemimpinan demokratis bawahan cenderung bermoral tinggi.

Tipe Otokratis. Seorang pemimpin yang tergolong otokratik memiliki serangkaian karakteristik yang biasanya dipandang sebagai karakteristik yang negatif. Pemimpin hanya menentukan kebijaksanaan dan tujuan umum. seorang pemimpin otokratik cenderung menganut nilai organisasional yang berkisar pada pembenaran segala cara yang ditempuh untuk pencapaian tujuannya. Bawahan dapat mengambil keputusan yang relevan untuk mencapai tujuan dalam segala hal yang mereka anggap cocok. Ciri-ciri gaya kepemimpinan kendali bebas (Handoko dan Reksohadiprodjo. 2. Pemimpin membiarkan bawahannya untuk mengatur dirinya sendiri. Menurut Sukanto (1987) ciri-ciri gaya kepemimpinan kendali bebas (pp. Bahan-bahan yang bermacam-macam disediakan oleh pemimpin yang membuat orang selalu siap bila dia akan memberi informasi pada saat ditanya. Gaya Kepemimpinan Laissez-faire (Kendali Bebas) Gaya kepemimpinan kendali bebas mendeskripsikan pemimpin yang secara keseluruhan memberikan karyawannya atau kelompok kebebasan dalam pembuatan keputusan dan menyelesaikan pekerjaan menurut cara yang menurut karyawannya paling sesuai (Robbins dan Coulter. 2002. Sama sekali tidak ada partisipasi dari pemimpin dalam penentuan tugas. di antaranya adalah sebagian berikut (Siagian. Dengan egoismenya. 304): 1.196198) : 1. Dengan persepsi yang demikian. Egonya yang besar menumbuhkan dan mengembangkan persepsinya bahwa tujuan organisasi identik dengan tujuan pribadinya. 1997. p.1997). 3. 4. 3. Kebebasan penuh bagi keputusan kelompok atau individu dengan partisipasi minimal dari pemimpin. pemimpin otokratik melihat peranannya sebagai sumber segala sesuatu dalam kehidupan organisasional. 460). TIPE KEPEMIMPINAN Dalam praktiknya. dari ketiga gaya kepemimpinan tersebut berkembang beberapa tipe kepemimpinan. Kadang-kadang memberi komentar spontan terhadap kegiatan anggota atau pertanyaan dan tidak bermaksud menilai atau mengatur suatu kejadian. Egoismenya akan memutarbalikkan fakta yang sebenarnya sesuai dengan apa yang secara subjektif diinterpretasikannya sebagai kenyataan. 2. Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: .3. 1. p. Seorang pemimpin otokratik adalah seorang yang egois.

Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya. Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya. Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi. Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan. seorang pemimpin yang otokratik dalam praktek akan menggunakan gaya kepemimpinan     Menuntut ketaatan penuh bawahannya Menegakkan disiplin dengan kaku Memberikan perintah atau instruksi dengan keras Menggunakan pendekatan punitip dalam hal bawahan melakukan penyimpangan. dan perilaku demikian.      Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi. Tipe Militeristis Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. 3. Tidak mau menerima kritik. Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan. Dengan persepsi. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut :       Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan. Tipe Paternalistis. Harapan bawahan . sikap. Sukar menerima kritikan dari bawahannya. 2. nilai. Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata. saran dan pendapat. Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan. Tipe pemimpin ini umumnya terdapat pada masyarakat tradisional. Dalam tindakan pengge-rakkannya sering memperguna-kan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum. Popularitas pemimpin yang paternalistik mungkin disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :      Kuatnya ikatan primordial Extended family system Kehidupan masyarakat yang komunalistik Peranan adat istiadat yang kuat Masih dimungkinkan hubungan pribadi yang intim Persepsi seorang pemimpin yang paternalistik tentang peranannya dalam kehidupan organisasi dapat dikatakan diwarnai oleh harapan bawahan kepadanya.

terlalu melindungi bawahan. bersikap terlalu melindungi (overly protective). pemusatan pengambilan keputusan pada diri pemimpin. 4. Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut :     menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa. Gandhi bukanlah seorang yang kaya. Mengenai profil. profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. memberikan perhatian terhadap kepentingan dan kesejahteraan bawahannya. umur. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar. John F Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Pemimpin yang paternalistik mengharapkan agar legitimasi kepemimpinannya merupakan penerimaan atas peranannya yang dominan dalam kehidupan organisasional. 5. Sikap yang demikian tercermin dalam perilakunya berupa tindakannya yang menggambarkan bahwa hanya pemimpin yang mengetahui segala kehidupan organisasional. jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya. maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). pemimpin paternalistik menganut nilai organisasional yang mengutamakan kebersamaan. jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan. Nilai tersebut mengejawantah dalam sikapnya seperti kebapakan. jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif. kesehatan. Dengan penonjolan dominasi keberadaannya dan penekanan kuat pada kebersamaan.berwujud keinginan agar pemimpin mampu berperan sebagai bapak yang bersifat melindungi dan layak dijadikan sebagai tempat bertanya dan untuk memperoleh petunjuk. Berdasarkan persepsi tersebut. Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat. gaya kepemimpinan paternalistik lebih bercorak pelindung. meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan . Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”. dan sering bersikap maha tahu. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik. Tipe Demokratis Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. kebapakan dan guru. Kekayaan. Tipe Karismatik.

Dengan demikian. gaya kepemimpinan yang digunakannya akan dicirikan oleh     Pendelegasian wewenang terjadi secara ekstensif Pengambilan keputusan diserahkan kepada pejabat pimpinan yang lebih rendah Status quo organisasional tidak terganggu Pengembangan kemampuan berpikir dan bertindak yang inovatif dan kreatif diserahkan kepada anggota organisasi  Intervensi pemimpin dalam perjalanan organisasi berada pada tingkat yang minimal 7. Nilai yang dianutnya biasanya bertolak dari filsafat hidup bahwa manusia pada dasarnya memiliki rasa solidaritas. senang menerima saran. perilakunya cenderung mengarah pada tindakan yang memperlakukan bawahan sebagai akibat dari adanya struktur dan hirarki organisasi. dan bahkan kritik dari bawahannya. Nilai yang tepat dalam hubungan atasan –bawahan adalah nilai yang didasarkan pada saling mempercayai yang besar. tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain. selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan. tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. 6. Tipe Kepemimpinan Populistis Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal. 8. Tipe Laissez Faire Persepsi seorang pemimpin yang laissez faire melihat perannya sebagai polisi lalu lintas. bertanggung jawab. mempunyai kesetiaan. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif . Seorang pemimpin yang laissez faire cenderung memilih peran yang pasif dan membiarkan organisasi berjalan menurut temponya sendiri. pendapat. dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin. alangkah baiknya jika semua pemimpin berusaha menjadi seorang pemimpin yang demokratis . taat pada norma. Secara implisit tergambar bahwa untuk menjadi pemimpin tipe demokratis bukanlah hal yang mudah. selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya. Bertitik tolak dari nilai tersebut.bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia. Namun. Dengan sikap yang permisif. selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya. dengan anggapan bahwa anggota organisasi sudah mengetahui dan cukup dewasa untuk taat pada peraturan yang berlaku. karena pemimpin yang demikian adalah yang paling ideal. sikap pemimpin laissez faire biasanya permisif. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme. ikhlas memberikan kebebasan yang seluasluasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama.

Tidak ada pengangkatan resmi sebagai pemimpin. Tidak mendapat balas jasa. Berstatus sebagai pemimpin formal yang ditunjuk oleh yang berwenang. Masyarakat/kelompok mengakui dirinya sebagai pemimpin. h. Dapat dimutasikan f. Tidak punya atasan e. indutri. tetapi merupakan kehormatan biasanya karena menpunyai kelebihan ditunjuk sebagai pemimpin sehingga mampu mempengaruhi kondisi psikis dan perilaku suatu kelompok. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokratteknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan.Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. c.  Ciri-Ciri Pemimpin Informal: a. Selama menjadi pemimpin berhak mengatur sepenuhnya organisasi yang dipimpinnya. g. c. Bila melakukan kesalahan dapat dikenai sanksi atau hukuman. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. dengan segala hak dan kewajibannya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Harus memenuhi persyaratan formal d. Jika melalukan kesalahan tidak dikenai hukuman hanya kurang kepercayaan terhadap dirinya. Pemimpin Informal Pemimpin informal ialah seorang yang tidak secara resmi diangkat sebaga pemimpin. Memperoleh dukungan dari organisasi formal dan mempunyai atasan. PEMIMPIN FORMAL DAN INFORMAL 1. Mendapat kenaikan pangkat e. Memperoleh imbalan akan balas jasa materiel imateriel. 2.  Ciri-ciri pemimpin formal a. manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat. . Tidak dapat dimutasi d. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi. B. f. b. Pemimpin Formal Pemimpin formal adalah orang yang dalam sebuah organisasi ditunjuk sebagai pemimpin berdasarkan keputusan dan pengangkatan resmi untuk memangku suatu jabatan dalam struktur organisasi. b.

blogspot.com/2010/04/tipe-gaya-kepemimpinan.wordpress.com/2011/05/22/kepemimpinan-formal-dan-kepemimpinan-informal/ .com/2011/12/26/tipe-kepemimpinan/ http://riechell.SUMBER http://massofa.com/2009/02/23/tipe-kepemimpinan/ http://www.wordpress.wordpress.html http://jurnal-sdm.html http://septianhputro.com/2009/10/macam-gaya-kepemimpinan-kepemimpinan.sriudin.