TUGAS MAKALAH

HUKUM PERBANKAN

DI SUSUN OLEH :

MOH. ARIF

D 101 09 546

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS TADULAKO 2011

1

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat dan karunianyalah maka saya selaku penulis dapat menyelesaikan makalah tentang hukum perbankan ini. Tidak lupa saya panjatkan banyak terimakasi kepada Bapak dosen mata kuliah Hukum Perbankan yang suda memberikan tugas makalah ini, sehinga kami mendapatkan pembelajaran menyusun makalah. Makalah ini saya susun berdasarkan buku-buku mengenai hukum perbankan dan beberapa literatur yang saya temukan. Dalam penyusunan makalah ini saya selaku penulis banyak menemukan pengetahuan tambahan pengetahuan dan saya susun rapi dalam makalah ini. Namun saya selaku penyusun makalah ini hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan sehingga bila ada terdapat kekeliruan dalam penyusunan makalah ini harap diberikan kritik dan saran agar saya selaku penulis dapat ilmu tambahan dari pembaca. Saya selaku penulis berharap makalah ini dapat menjadi bahan pembelajaran dalam mata kuliah ini. Sekian kata pengantar ini, saya ucapkan banyak terimakasih, Wasalam.

Palu, 18 Desember 2011 Penyusun,

2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang A. Pengertian Dan Arti Penting Bank Sistem keuangan merupakan satu kesatuan sistem yang dibentuk dari semua lembaga keuangan yang ada dan yang kegiatan utamanya dibidang keuangan yaitu menarik dana dari masyarakat dan menyalurkannya kepada masyarakat. Keberadaan sistem keuangan ini diharapkan dapat melaksanakan fungsinya sebagai lembaga perantara keuangan (financial intermediation) dan lembaga transmisi yang mampu menjembatani mereka yang kelebihan dana dengan mereka yang kekurangan dana serta memperlancar transaksi ekonomi. Berkaitan dengan sistem keuangan yang dianut di Indonesia, terdiri dari sistem keuangan moneter dan lembaga keuangan lainnya. Sistem keuangan moneter terdiri atas otoritas moneter dan sistem Bank Umum (commercial bank). Otoritas moneter sebagaimana diatur dalam UndangUndang No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia jo. Undang-Undang No. 3 tahun 2004 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 tahun 1999. Secara tegas menyatakan bahwa Bank Indonesia adalah penanggung jawab otoritas kebijakan moneter yang biasanya disebut otoritas moneter. Sebagai otoritas moneter Bank Indonesia berwenang menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter dalam rangka mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Disamping otoritas moneter, sistem bank umum yang merupakan bagian dari sistem perbankan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 7 tahun 1992 jo. Undang-undang no. 10 tahun 1998 tentang perbankan, ini berarti bahwa sistem moneter berhubungan erat dengan bank sentral dan lembaga keuangan bank. Selain sistem keuangan bank, sistem keuangan non bank juga merupakan bagian dari sistem keuangan. Sistem keuangan memegang peranan yang sangat penting seiring dengan fungsinya yaitu menyalurkan dana dari pihak yang kelebihan dana (surplus of funds) kepada pihak-pihak yang membutuhkan dana (lack of funds) apabila sistem keuangan tidak bekerja dengan baik, maka perekonomian menjadi tidak efisien dan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan tidak akan tercapai. Pentingnya peran sistem keuangan suatu negara memacu terwujudnya suatu sistem keuangan yang sehat dan stabil. Sehingga tidak berlebihan jika dikatakan bahwa keseimbangan pelaksanaan pembangunan nasional indonesia memerlukan penyesuaian kebijakan moneter dengan tujuan yang di titik beratkan pada upaya mencapai dan memelihara stabilitas nilai rupiah yang ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu; kebijakan moneter dengan prinsip kehati-hatian, sistem pembayaran yang cepat, tepat dan aman, serta sistem perbankan dan keuangan yang sehat dan efisien.

3

B. Asas, Fungsi Dan Tujuan Perbankan Di Indonesia Mengenai asas perbankan yang dianut di indonesia dapat dilihat pada pasal 2 UndangUndang No. 10 tahun 1998 tentang perbankan yang mengemukakan bahwa “ Perbankan Indonesia dalam melakukan usahanya berdasarkan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehatihatian”. Yang dimaksud dengan demokrasi ekonomi adalah demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Sedangkan mengenai prinsip kehati-hatian dapat kita kemukakan bahwa bank dan orang-orang yang terlibat di dalamnya terutama dalam membuat kebijakan dan menjalankan kegiatan usahanya harus selalu mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku secara konsisten dengan didasari oleh itikad baik. Sedangkan kepercayaan masyarakat merupakan kata kunci utama bagi berkembang atau tidaknya suatu bank, dalam arti tanpa adanya kepercayaan dari masyarakat suatu bank tidak akan mampu menjalankan kegiatan usahanya. Sedangkan fungsi utama bank dapat dilihat dalam pasal 3 undang-undang perbankan yang menyatakan bahwa “fungsi utama Perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat” Sebagai tempat menghimpun dana dari masyarakat Bank bertugas mengamankan uang tabungan dan deposito berjangka serta simpanan dalam rekening koran atau giro. Sebagai penyalur dana atau pemberi kredit Bank memberikan kredit bagi masyarakat yang membutuhkan terutama untuk usaha-usaha produktif. Perbankan di Indonesia memiliki tujuan yang strategis dan tidak semata-mata berorientasi ekonomis tetapi juga berorientasi kepada hal-hal yang non ekonomis seperti menyangkut masalah stabilitas nasional yang mencakup stabilitas politik dan stabilitas sosial. Hal ini diatur dalam ketentuan pasal 4 undang-undang perbankan yang berbunyi “Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak”. Pada dasarnya Jasa bank sangat penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Jasa perbankan pada umumnya terbagi atas dua tujuan. Pertama, sebagai penyedia mekanisme dan alat pembayaran yang efisien bagi nasabah. Untuk ini, bank menyediakan uang tunai, tabungan, dan kartu kredit. Ini adalah peran bank yang paling penting dalam kehidupan ekonomi. Tanpa adanya penyediaan alat pembayaran yang efisien ini, maka barang hanya dapat diperdagangkan dengan cara barter yang memakan waktu. Kedua, dengan menerima tabungan dari nasabah dan meminjamkannya kepada pihak yang membutuhkan dana, berarti bank meningkatkan arus dana untuk investasi dan pemanfaatan yang lebih produktif. Bila peran ini berjalan dengan baik, ekonomi suatu negara akan meningkat Tanpa adanya arus dana ini, uang hanya berdiam di saku seseorang, orang tidak dapat memperoleh pinjaman dan bisnis tidak dapat dibangun karena mereka tidak memiliki dana pinjaman.

C. Pengertian Hukum Perbankan

4

Selanjutnya. Dari penjelasan tersebut dapat kita lihat bahwa pada awalnya bank-bank yang ada merupakan bank-bank milik asing. Pada saat itu terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda antara lain: De Javasche NV. Uang yang disimpan oleh masyarakat. Di zaman kemerdekaan perbankan di Indonesia bertambah maju dan berkembang lagi. Sementara itu. Di samping itu. D. kegiatan usaha serta cara dan proses melaksanakan kegiatan usahanya. oleh bank dipinjamkan kembali ke masyarakat yang membutuhkannya. Sejarah Hukum Perbankan Usaha perbankan dimulai dari zaman Babylonia. The Bank of China. serta cara dan proses pelaksanaan kegiatan usahanya. Jepang. Nationale Handles Bank (NHB). terdapat pula bank-bank milik pribumi. Sedangkan norma-norma tidak tertulis meliputi hal-hal atau kebiasaan-kebiasaan yang timbul dalam praktek perbankan. dari nama bank-bank tersebut terlihat mencirikan unsur kedaerahan dan belum banyak bank-bank yang bersifat nasional. Bank Abuah Saudagar. The matsui Bank. dan De Escompto Bank NV. Nederland Handles Maatscappij (NHM). mencakup kelembagaan.Pada dasarnya hukum perbankan menyangkut segala sesuatu yang berkaitan dengan bank. Pada saat itu. Bank-Bank tersebut antara lain: Bank Nasional Indonesia. BAB II PEMBAHASAN 5 . Beberapa bank Belanda dinasionalisasikan oleh pemerintah Indonesia. De Post Paar Bank. dan Batavia Bank. dilanjutkan ke zaman Yunani Kuno dan Romawi. Cina. mengenai sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda. kegiatan bank berkembang menjadi tempat penitipan dan peminjaman uang. kegiatan utama bank hanya sebagai tempat tukar menukar uang. dan Eropa lainnya. sebelum akhirnya dinasionalisasikan oleh pemerintah Indonesia. maka pada prinsipnya hukum perbankan adalah keseluruhan norma-norma tertulis maupun normanorma tidak tertulis yang mengatur tentang bank yang mencakup kelembagaan kegiatan usaha. De Algemenevolks Crediet Bank. Norma tertulis meliputi seluruh peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai bank. NV Bank Boemi.

maupun tagihantagihan.obligasi maupun lainnya apabila dibandingkan dengan asset atau modal yang berupa gedung maupun peralatan-peralatan lainnya.karena sebagian besar sekuritas sekundernya yang menjadi sumber dana 6 . Metode Pembiayaan Langsung(Direct Financing Method) 2.baik yang berbentuk saham.bank disebut sebagai depository intermediaries atau lembaga penyimpan dana. Lembaga Keuangan Industri jasa dengan kegiatan utama menghimpun dana masyarakat dan menyalurkan kembali pada masyarakat dalam bentuk kredit maupun pembiayaan berdasarkan prinsip syariah di samping jasa-jasa keuangan lainnya Merupakan bagian dari sistem keuangan dalam ekonomi modern yang fungsi pokoknya adalah menyalurkan dana-dana dari penabung/masyarakat sebagai unit yang surplus kepada peminjam atau masyarakat unit defisit. Arus Pemindahan Dana Melalui Lembaga Keuangan Masyarakat Unit Surplus Rumah Tangga Sektor Usaha Pemerintah Lembaga Keuangan Bank Non Bank Masyarakat unit defisit Rumah Tangga Sektor Usaha Pemerintah Lembaga Keuangan Lembaga Keuangan Bank (Depository Intermediaries) • Bank Umum • Bank perkreditan Rakyat Non Bank • Contractual Intermediaries • Invesment Intermediaries • Lembaga Pembiayaan Metode-metode Pembiayaan 1. Metode Pembiayan Semi Langsung(semidirect Financing Method) 3. Metode Pembiayaan Tidak Langsung (Direct Financing Method) Depository Intermediaries Lembaga Bank /Penyimpan Dana.Pengertian Lembaga Keuangan Lembaga Keuangan atau Financial Institution adalah badan usaha yang dilihat dari modal atau kekayaan yang dimiliki lebih banyak berwujud uang (Financial Asset).

Lembaga Asuransi.baik dalam Bentuk Penyediaan dana sebagai investasi .terdiri dari berbagai bentuk simpanan.baik yang berupa giro. Invesment Intermediaries Lembaga Keuangan ini Fungsi utamanya Adalah Menawarkan Surat-Surat Berharga yang Dapat Dimiliki Sebagai Investasi Jangka Panjang atau Dapat Dijual Segera Apabila Investor Membutuhkan Dana Kembali------.Perusahaan Reksa Dana.maupun barang modal sebagai modal kerja • Tidak diperkenankan memberikan Kredit Secara Langsung dan Memberi Jaminan Dalam Segala bentuknya. ContractualIntermediaries Dalam Kegiatan Menghimpun Dana Dilakukan dengan Membuat Kontrak atau Perjanjian dengan Nasabahnya untuk Menarik Tabungan atau Memberi perlindungan Financial Terhadap timbulnya kerugian baik Jiwa maupun Harta------.deposito berjangka maupun tabungan lainnya.Lembaga Dana Pensiun dan Lainnya. 7 .Oleh Kerena Lembaga Pembiayaan Dalam Kegiatannya Menyediakan Dana Atau Barang Modal Dilakukan dengan Tidak Menarik Dana Secara Langsung Dari Masyarakat • Perusahaan Sewa Guna Usaha (Leasing) • Perusahaan Modal Ventura(Venture Capital) • Perdagangan Surat Berharga(Securitie Trade) • Perusahaan Anjak Piutang(Factoring) • Usaha Kartu Kredit (Credit Card) • Pembiayaan konsumen (Consumers Finance Fungsi Sistem Keuangan • Menyediakan Mekanisme Pembayaran • Menyediakan Kredit • Penciptaan Uang • Sarana Tabungan Masyarakat Sumber Dana Lembaga Pembiayaan • Modal Sendiri • Pinjaman • Penjualan obligasi • Pinjaman Subordinasi yang diterima dari mitra asing (Perusahaan Patungan) Dalam Kegiatan Perusahaan Pembiayaan • Tidak Diperkenankan Menarik dana Secara langsung dari Masyarakat • Penerbitan Surat Sanggup Bayar Hanya Sebagai Jaminan atas utang Kepada Bank Yang Menjadi Krediturnya • Memberikan Pembiayaan. Lembaga Pembiayaan (Financing Institution) Lembaga Pembiayaan Sebagai Lembaga keuangan dalam siustem keuangan Tidak Termasuk Sebagai Lembaga Intermediasi.Perusahaan Efek.

10 Tahun 1998 “ Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank.kegiatanusaha.ketentuanketentuan hukum perbankan wajib ditaati dan tidak dapat disimpangi sedikitpun dalam penerapannya Sumber-Sumber Hukum Perbankan • Sumber Hukum dalam arti sumber material • Sumber Hukum dalam arti sumber formal Sumber Hukum Material • Aspek Ekonomi • Aspek sejarah • Aspek Sosiologi • Aspek Filosofi 8 . LEMBAGA PERBANKAN Pengertian Hukum Perbankan Hukum Perbankan adalah Serangkaian Norma Hukum Positif Yang Mengatur tentang Segala Sesuatu Yang Berkaitan dengan Lembaga Bank.mencakup kelembagaab.tertulis maupun tidak tertulis • Ketentuan hukum perbankan mengatur Ketatalaksanaan Kelembagaan Bank • Ketentuan Hukum Perbankan Juga Mengatur Aspek-aspek Kegiatan Usaha Sifat Hukum Perbankan Hukum Perbankan Bersifat Sektoral dan Fungsional yang Meniadakan Batas-batas antara Hukum Publik dan Hukum Privat yang ruang Lingkupnya Meliputi Berbagai aspek hukum • Hukum Adsministrasi • Hukum Perdata • Hukum Dagang • Hukum Pidana • Hukum Internasional Hukum Perbankan Hukum perbankan mempunyai sifat sebagai hukum pemaksa (Dwingen recht).1.serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usaha”. Unsur-Unsur Hukum Perbankan • Sebagai Hukum positif. Kajian Utama Hukum Perbankan • Tentang kelembagaan Bank • Tentang Kegiatan Usaha Bank • Tentang Proses dan Cara Dalam Melakukan Kegitan Pasal 1 Angka 1 UU No.

8 Tentang Pasar Modal 12.seperti WTO.APEK. 2. Undang-undang No. 1 Tahun 1995 Tentang Perseroan Terbatas 11.23 tahun 1999 JoUndang-undang No.9 Tentang Usaha Kecil 13. 6.Penyesuaian dalam memasuki era globalisasi perdagangan dunia dan sebagai bentuk implementasi adanya ratifikasi oleh Indonesia terhadap beberapa perjanjian Internasional dalam bidang perdagangan barang dan jasa. Undang-undang No.V.kompetitif dan terintegrasi dengan tantangan yang semakin komplek. 7 Tahun 1994 Tentang Pengesahan Agreement Establishing World Trade Organization 10. Undang-undang No. Perkembangan ekonomi nasional yang bergerak cepat.24 Tahun 1999 Tentang Lalulintas Devisa dan sistem Nili Tukar KUHPerdata (B. Undang-Undang No.W) Buku II dan Buku Ke III KUHDagang (W.serta sistem keuangan yang semakin maju. Alasan Perubahan Atas UU Perbankan 1. 5. Undang-undang No. Untuk memperluas peran investasi asing dalam usaha kegiatan perbankan 9 . Pembukaan akses pasar yang lebih luas dan perlakuan non diskrinatif terhadap pihak investor asing.ASEAN. Undang-undang No.3 Tahun 2004 Tentang Bank indonesia 3. Sebagai bentuk imlpementasi komitmen Indonesia dalam forum Internasional. Undang-undang No. 5 Tahun 1962 Tentang Perusahaan Daerah 8.10 Tahun 1998 Tentang Perbankan 2. Tujuan Liberalisasi Usaha Perbankan 1. 3. 25 tahun 1992 Tentang Perkoperasian 9. 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Besreta bendabenda yang Berkaitan dengan tanah Sumber Hukum Tidak Tertulis • Yurisprudensi • Konvensi (Kebiasaan) • Doktrin (ilmu Pengetahuan) • Perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh para pihak dalam kegiatan perbankan. Undang-undang No.37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Membayar Utang 7. 4. Undang-undang No.K)Khususnya Buku I tentang Surat-surat berharga Undang-undang No. Undang-undang No.7 Tahun 1992 Jo undang-undang No.• Aspek Yuiridis Sumber Hukum Formal • Sumber Hukum tertulis • Sumber Hukum tidak tertulis Sumber hukum tertulis 1.

fungsi dan tujuan perbankan Indonesia • Jenis dan usaha bank • Perijinan. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama dengan berdasar asas kekeluargaan. 9.2. Peningkatan dan pengakuan secara tegas peranan bank umum dalam melaksanakan kegiatan usaha berdasrkan prinsip syariah. Untuk meningkatkan kinerja perbankan nasional 3. Memberi peluang yang luas kepada investor asing sebagai mitra strategis dan pemegang saham atas bank umum. 2. Adanya penegasan sifat sementara bagi badan khusus p[enyehatan perbankan nasional 8. 6. Peran BPK dalam melakukan pemeriksaan terhadap bank yang di dalamnya terdapat keuangan negara. Adanya peningkatan ancaman hukuman dan pengenaan hukuman bersifat minimum dan maksimum. Untuk meningkatkan pola kemitraan dengan pihak perbankan nasional Beberapa subtansi Perubahan Atas UU Perbankan 1992 1. Berdasar pancasila 2.pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional. 3. Berdasar UUD 1945 Prinsip-prinsi Demokrasi Ekonomi Berdasar Pancasila dan UUD 1945 1. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara 10 . Secara Sistematis Subtansi Perubahan UU Perbankan 1992 • Asas . 4. Peningkatan sanksi pidana atas pelanggaran rahasia bank. 3. Pencantuman Syarat analisis dampak lingkungan dalam perjanjian kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.bentuk hukum dan kepemilikan bank • Pembinaan dan Pengawasan bank • Kepengurusan bank • Penggunaan tenaga asing oleh bank • Rahasia bank • Ketentuan pidana dan sanksi administratif Asas Demokrasi Ekonomi Perbankan Indonesia dalam melakukan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian ( Pasal 2 UU Perbankan) Demokrasi Ekonomi 1. 7.keselarasan dan keseimbangan unsur-unsur pemerataan pembangunan. Pengalihan otoritas pemberian ijin pendirian bank dari Menteri Keuangan kepada Bank Indonesia. 2. Dibentuknya Lembaga Penjamin Simpanan. 5. Pembanguan ekonomi harus memperhatikan prinsip-prinsip keserasian.

Hak milik perorangan diakui dengan memperhatikan fungsi sosial. Prinsip-prinsip yang Bertentangan • Sistem Free Fight Liberalisme • Sistem Etatisme • Persaingan Usaha Tidak Sehat. 9.Pasal 29 ayat (2) dan (3) UU Perbankan ) Tujuan Penerapan Prinsip Kehati-hatian • Agar bank tetap dalam keadaan sehat ( likuid dan solvent).air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya sebagai pokok-pokok kemakmuran rakyat dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat 5.inisiatif dan daya kreasi setiap warganegara diperkembangkan sepenuhnya dalam batas-batas tidak merugikan kepentingan umum. Sumber-sumber kekayaan dankeuangan negara dipergunakan dengan permufakatan lembaga DPR dan pengawasan terhadap kebijakannya ada pada DPR pula 6. • Agar bank mematuhi dan mentaati ketentuan-ketentuan dan norma-norma hukum yang berlaku. Bumi. PENGERTIAN DAN FUNGSI BANK • Bank adalah Lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalam memberikan kredit dan jasajasa dalam lalulintas pembayaran dan peredaran uang (UU Perbankan No. Perekonomian daerah dikembangakn secara serasi dan seimbang antar daerah dalam satu kesatuan perekonomian nasional dengan mendayagunakan potensi dan peran serta daerah secara optimal dalam rangka mewujudkan wawsan nusantara dan ketahanan nasional.Monopsoni yang bertentangan dengan keadilan sosial Asas Kepercayaan (Fiduciary Principle) Usaha bank dilandasi oleh hubungan kepercayaan antara bank dan nasabahnya Asas Kerahasiaan (Confidential Principle) Bank diharuskan dan diwajibkan untuk merahasiakan segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya Asas Kehati-hatian(Prudencial Principle) Bank dalam menjalankan fungsi dan kegiatan usahanya wajib menerapkan prinsip kehatihatian dalam rangka melindungi dana masyarakat yang dipercayakan pada bank ( Pasal 2. • Agar bank dalam menjalankan usahanya dilakukan dengan baik dan benar. 2. • Agar kepercayaan masyarakat pada bank makin tinggi. Potensi. 14 Tahun 1967 ) 11 . • Untukm mewujudkan sistem perbankan yang sehat dan efisien. 8. Setiap warga negara mempunyai kebebasan dalam memilih pekerjaan dan mempunyai hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. • Untuk melindungi dana masyarakat yang dipercayakan pada bank.4.Monopoli. 7.

Fungsi Bank • Bank berfungsi sebagai “financial intermediary” yangkegiatan pokoknya adalah menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat. • Pertumbuhan ekonomi dan . Unsur-unsur Bank • Bank merupakan badan usaha yang menjalankan kegiatan perusahaan • Menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan • Menyalurkan dananya pada masyarakat dalam bentuk kradit maupun pembiayaan berdasarkan prinsip syariah • Bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat.Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya pada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat (Pasal 1 angka 1 UU Perbankan 1992) • Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan pada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak ( Pasal 1 angka 2 UU Perbankan 1998) • Bank adalah badan usaha lembaga keuangan yang bertujuan memberikan nkredit dan atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah maupun jasa-jasa lainnya. Tujuan bank Perbankan Indonesia bertujuan juga untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka untuk : • Meningkatkan pemerataan. • Bank Perkreditan Rakyat (BPR). 3 Tahun 2004 Tentang Bank Indonesia • Bank Pelaksana ( Pasal 5 ayat (1) UU Perbankan 1992) Bank Pelaksana • Bank Umum .baik dengan modalnya sendiri maupun menggunakan dana-dana yang dihimpun dari masyarakat ataupun dengan cara menerbitkan alat-alat pembayaran yang berupa uang giral . Yaitu bank yang melaksanakan kegiatan usahnya secara konvensional atau berdasar prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalulintas pembayaran ( Pasal 1 angka 4 UU Perbankan 1998 ) Jenis Bank Dilihat Dari Kepemilikannya • 12 . • Peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.Yaitu bank yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalulintas pembayaran ( Pasal 1 angka 3 UU Perbankan 1998.23 Tahun 1999 Jo UU no. • Stabilitas Nasional.yaitu Bank indonesia Sebagaimana diatur dalam UU No. Jenis dan Usaha Bank Jenis Bank Dilihat Dari Fungsinya • Bank sentral.

sahamnya hanya dapat diterbitkan dalam bentuk saham atas nama ( Pasal 25 UU Perbankan 1992 3.berbadan hukum Perseroan Terbatas.25 tahun 1992 Badan Hukum Koperasi hanya dapat didirikan di Indonesia dan oleh warganegara Indonesia Bank Umum dan BPR dengan Badan Hukum Perseroan Terbatas .hanya dapat dimiliki oleh warganegara Indonesia.badan hukum Indonesia.• • • Bank Umum milik warganegara indonesia dan atau badan hukum Indonesia ( Pasal 22 ayat (1) a UU Perbankan 1998) Bank Umum milik warganegara Indonesia dan atau badan hukum Indonesia dengan orang asing dan atau badan hukum asing secara kemitraan ( Pasal 22 ayat (1) b Undang-undang perbankan 1998) Bank Perkreditan Rakyat .Perseroan terbatas atau bentuk lainya yang ditetapkan dengan Peraturan pemerintah ( Pasal 21 ayat (2) UU Perbankan 1992 ) Bank Umum dan BPR Berbentuk Badan Hukum koperasi kepemilikannya diatur berdasarkan ketentuan Undang-undang Perkoperasian No.3 Tahun 2004 ) • Sebagai badan Hukum yang dibentuk berdasarkan Undang-undang • Sebagai Lembaga Negara yang independent • Berfungsi sebagai Bank Sentral Wewenang Bank indonesia Sebagai Bank Sentral • Mengeluarkan alat pembayaran yang sah dari suatu negara • Merumuskan dan melaksankan kebijakan moneter • Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran • Mengatur dan mengawasi perbankan 13 .Koperasi atau Perusahaan daerah ( Pasal 21 ayat (1) UU Perbankan 1998) • Bank Perkreditan Rakyat berbadan Hukum Perusahaan Daerah.Koperasi.pemerintah daerah atau secara bersama-sama ( Pasal 23 UU perbankan 1992) Badan Hukum Indonesia • Negara Republik Indonesia • Badan Usaha Milik Negara • Badan Usaha Milik Daerah • Koperasi • Badan Usaha Milik Swasta Jenis Bank Dilihat Dari Bentuk Badan Hukumnya • Bank Umum.bebas dari campur tangan pemerintah dan /atau pihak-pihak lainya yang berfungsi sebagai Bank sentral ( Pasal 4 UU No. BANK INDONESIA Adalah badan hukum yang dibentuk berdasarkan Undang-undang sebagai lembaga negara yang independent dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya.

Operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing 2. Sistem Nilai Tukar dalam Praktek Perbankan • Sistem nilai tukar tetap. Wewenang Pengawasan Tugas Pengawasan Terhadap jasa perbankan oleh Bank Indonesia bersifat sementara sampai terbentuknya Lembaga Pengawas jasa Keuangan yang independent (LPJK) yang paling lambat akan dibentuk 31 Desember 2010 ( Pasal 34 UU No 3 tahun 2004 Jo Pasal 35 UU No.dalam hal menggunakan sistem nilai tukar tetap.3 Tahun 2004) Kesetabilan Nilai Rupiah • Terhadap barang dan Jasa .diukur dari Perkembangan Nilai tukar Rupiah terhadap Mata uang Asing Tugas bank Indonesia ( Pasal 8 UU No 23 /1999) • Menetapkan dan melaksankan kebijakan moneter.diukur dari tingkat perkembangan laju inflasi. Penetapan cadangan wajib minimum 4. 14 . • Terhadap Mata Uang Negara Lain. Pengaturan kredit atau pembiayaan Untuk mengendalikan moneter Bank indonesia Juga melaksankan Kebijakan Nilai tukar sesuai dengan sistem nilai tukar yang dianut. • Mengatur dan mengawasi bank. 23 Tahun 1999) Tujuan Bank Indonesia • Untuk mencapai . • Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Penetapan tingkat diskonto 3. Melakukan pengendalian moneter Cara Pengendalian Moneter Pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang termasuk tetapi tidak terbatas pada : 1. Menetapkan sarana-sarana moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi 2. • Pengendalian suku bunga.• Menjalankan fungsi sebagai leder of the last resort. Kebijakan Moneter Kebijakan yang ditetapkan dan dilaksanakan oleh Bank indonesia untuk mencapai dan memelihara kesetabilan nilai rupiah • Pengendalian jumlah Uang beredar dan atau .dan • Memelihara Kesetabilan Nilai rupiah ( Pasal 7 ayat(1) UU No. Wewenang Bank indonesia Dibidang Moneter 1.maka kebijakannya berupa devaluasi atau revaluasi.

penutupan.• • Sistem nilai tukar mengambang.3 Tahun 2004).dan pemindahan kantor bank.3 /2004) Wewenang Bank Indonesia dalam bidang perijinan • Memberikan dan mencabut ijin usaha bank. • Atas permintaan pemerintah dapat memberikan pendapatnya tentang masalah ekonomi. • Memberikan dan mencabut ijin atas kelembagan dan kegiatan usaha bank.serta menyelesaikan tagihan dan kewajiban keuangan pemerintah terhadap pihak luar negeri.perbankan dan keuamgan.3 tahun 2004 ) 15 .terutama yang berkaitan dengan tugas Bank Indonesia.23 /1999 Jo UU No. • Berhak memberikan masukan dan pendapatnya dalam hal pemerintah akan mengeluarkan surat-surat utang negara dan dapat membantu penerbitan surat-surat utang negara yang diterbitkan oleh pemerintah ( Pasal 55 ayat (1) dan ayat (3) UU No. • Memberikan ijin pembukaan.Khususnya dalam Bidang Keuangan • Bank indonesia bertindak sebagai pemegang kas pemerintah (Pasal 52 ayat (1) dan (2) UU No.maka kebijakannya berupa penetapan nilai tukar harian serta lebar pita intervensi. • Memberikan persetujuan atas kepemilikan dan kepengurusan bank. • Memberikan ijin kepada bank untuk menjalankan kegiatan-kegiatan usaha tertentu.Maupun masalah-masalah lainnya yang termasuk kewqenangan Bank Indonesia ( Pasal 54 ayat (1) UU No.maka kebijakannya yang harus dilakukan adalah dengan melakukan tindakan intervensi pasar. Sistem nilai tukar mengambang terkendali. 3 Tahun 2004) • Bank Indonesia untuk dan atas nama pemerintah dapat menerima pinjaman luar negeri. 3 Tahun 2004) • Bank Indonesia wajib memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah mengenai rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara serta kebijakan lain yang berkaitan dengan tugas dan wewenang Bank Indonesia (Pasal 54 ayat (2) UU No. • Kewenangan untuk melakukan pengawasan ( bersifat sementara) • Memberiklan sanksi terhadap bank sesuai peraturan perundangan yang berlaku ( Pasal 24-Pasal 35 UU No. Hubungan Bank Indonesia dengan Pemerintah dan DPR . Wewenang Bank Indonesia dalam tugas Mengatur dan Menjaga Kelancaran Sistem pembayaran • Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan ijin atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran • Mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan tentang kegiatannya • Menetapkan penggunaan alat pembayaran.menatausahakan. Wewenang Bank Indonesia Dalam Mengatur dan Mengawasi bank • Menetapkan pengaturan-pengaturan yang berkaitan dengan lembaga perbankan yang menganut prinsip kehati-hatian.

Dewan Gubernur dipimpin oleh Gubenur dengan Deputi Gubenur Senior sebagai Wakil.3 tahun 2004). dan • Rencana kebijakan .penetapan sasaran dan langkah-langkah tugas dan wewenang Bank Indonesia untuk tahun yang akan datang dengan mempertimbangkan laju inflasi serta kondisi ekonomi dan keuangan. Bank Indonesia dilarang memberikan kredit Pada pemerintah ( Pasal 56 ayat (1) UU No. Memiliki keahlian dan pengalaman dibidang ekonomi. Isi informasi Tahunan Bank Indonesia pada Masyarakat • Memuat evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan moneter pada tahun sebelumnya.• • • • • • Bank Indonesia dilarang membeli surat-surat utang negara untuk diri sendiri di pasar primer.keuangan. Setiap awal tahun anggaran. 3. Syarat Untuk dpt diangkat Sebagai anggota Dewan Gubenur: 1. Gubernur. Organisasi Bank Indonesia Bank Indonesia dipimpin oleh Dewan Gubernur yang terdiri dari : • Seorang Gubernur • Seorang Deputi Gubernur Senior • Sekurang-kurangnya 4 (empat0 orang atau Sebanyak-banyaknya 7 (tujuh) orang Deputi Gubenur.kecuali surat utang negara berjangka pendek yang diperlukan oleh Bank Indonesia untuk operasi pengendalian moneter ( Pasal 55 ayat (4) UU No. 2. • Memuat rencana kebijakan moneter dan penetapan sasaran moneter untuk tahu yang akan datang. Memiliki Integritas.perbankan atau hukum. 16 . Larangan Bagi anggota Dewan Gubenur: • Antara sesama anggota Dewan gubenur dilarang mempunyai hubungan keluarga sampai derajat ketiga dan besan ( Pasal 46 ayat (1) UU BI ) • Secara sendiri ataui secara bersama-sama dilarang mempunyai kepentingan langsung atau tidak langsung pada perusahaan manapun juga.Deputi Gubernur Senior dan Deputi gubenur diusulkan dan diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR. Warga Negara Indonesia. 23 Tahun 1999) Bank Indonesia wajib menyampaikan laporan tahunan dan triwulan secara tertulis kepada DPR dan pemerintah pada setiap tahun anggaran.akhlak dan moral yang tinggi. Laporan tahunan dan triwulan disampaikan kepada masyarakat secara terbuka melalui media masa denga mencantumkan ringkasannya dalam Berita Negara. Isi laporan Tahunan dan Triwulan Bank Indonesia • Memuat tentang pelaksanaan tugas dan wewenangnya pada tahun sebelumnya. 3 Tahun 2004) Bank Indonesia dapat membeli surat utang negara dalam rangka pemberian fasilitas pembiayaan darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) di pasar primer ( Pasal 55 ayat (5) UU No. Bank Indonesia wajib menyampaikan informasi kepada masyarakat secara terbuika melalui media masa.

Membeli.Pasal 7 UU Perbankan) 1. Menghimpun dana mmasyarakat dalam bentuk simpanan. Tidak dapat hadir secara fisik dalam jangka waktu 3 bulan berturut-turut tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. 2. Menerbitkan surat pengakuan hutang. FUNGSI DAN USAHA BANK UMUM Fungsi Pokok Bank Umum • Menyediakan mekanisme dan alat pembayaran yang lebih efisien dalam kegiatan ekonomi. 2. • Menghimpun dana dan menyalurkan pada masyarakat.berupa giro.transfer dana dsb.tabungan dan atau dalam bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. • Sertifikat Bank Indonesia. • Menyediakan jasa penyimpanan barang-barang berharga.• Merangkap jabatan pada lembaga lain. Dinyatakan pailit atau tidak mampu memnuhi kewajiban kepada kreditur. Mengundurkan diri. 4.Deputi Gurbernur.termasuk wesel yang diaseptasi oleh bank yang masa berlakunya tidak lebih lama dari kebiasaan dalam perdagangan surat-surat dimaksud. Kegiatan usaha Bank Umum( Pasal 6 . • Surat pengakuan hutang dan kertas dagang lainnya yang masa berlakunya tidak lebih lama dari kebiasaan. • Kertas perbendaharaan negara dan surat jaminan pemerintah. 3.menjual atau menjamin atas resiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya : • Surat-surat Wesel. 4. • Menciptakan uang melalui penyaluran kredit/pembiayaan berdasarkan prinsip syariah dan investasi.dan atau Pejabat bank Indonesia tidak dapat dihukum kerana telah mengambil keputusan atau kebijakan yang sejalan dengan tugas dan kewenangannya sebagaimana dimaksud dalam undang-undang sepanjang dilakukan dengan itikad baik ( Pasal 45 UU BI ) Anggota dewan gubernur tidak dapat diberhentikan dalam masa jabatannya Kecuali yang bersangkutan ( Pasal 48 ayat (1) UU BI ) : 1. • Menyediakan jasa-jasa pengelolaan dana atau wali amanat kepada individu dan pengusaha.sertifikat deposito. • Obligasi • Surat dagang berjangka waktu sampai satu tahun 17 .deposito berjangka.keculai karena kedudukannya wajib memangku jabatan tersebut ( Pasal 47 ayat (1) UU BI ) Gubernur. 4. Terbukti melakukan tindak pidana kejahatan.trafeler check. • Jasa-jasa lainnya. Memberikan kredit dan atau pembiayaan berdasrkan prinsip syariah 3.misalnya kredit card. • Menyediakan fasilitas untuk perdagangan internasional.Deputi gurbernur Senior.

• Kegiatan usaha dalam valuta asing. Melakukan anjak piutang. Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lain dalam bentuk surat berharga yang tidak dicatat di bursa efek. 7. Menyediakan penyimpanan barang dan surat berharga.deposito berjangka. 12. Melakukan kegiatan Penyertaan modal sementara untuk mengatasi kegagalan kredit.sertifikat deposito dan atau tabungan pada bank lain. Bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurus dana pensiun. Menempatkan dananya dalam bentuk sertifikat Bank Indonesia.tabungan dan atau bentuk lain yang dipersamakan. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga. 10. Menempatkan dana pada. 5. Kegiatan yang Dilarang dilakukan BPR(Pasal 14 UU Perbankan) • Menerima simpanan berupa giro dan ikut serta dalam lalulintas pembayaran.usaha kartu kredit.sarana telekomunikasi. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan yang berupa deposito berjangka. 5. Melakukan kegiatan penyertaan modal.meminjam dana dari atau meminjamkan dana kepada bank lain baik dengan menggunakan surat. 8. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasar suatu kontrak.maupun dengan wesel unjuk. 3. Memindahkan uang untuk kepentingan sendiri atau nasabah. 9. Memberikan kredit atau menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarprinsip syariah. 2. BANK SYARI’AH DAN KEGIATANYA Latar Belakang Perkembangan Bank syariah Perbankan syariah (Islamic Banking) dalam menjalankan kegiatan usahanya berpegang pada asas perbankan tanpa bunga dan jasa transaksi keuangan yang dilaksanakan sesuai dengan nilai-nilai moral dan prinsip-prinsip syariah Islam Kegiatan Bank Syariah Harus menghindari : 18 . 6.• Instrumen surat berharga lainnya yang berjangka waktu sampai dengan 1 tahun. 14. 13. 11. Fungsi dan Usaha BPR ( Pasal 13 UU Perbankan) 1. • Melakukan penyertaan modal • Melakukan usaha perasuransian. • Melakukan usaha lain di luar kegiatan usaha yang dimaksud oleh pasal 13 UU Perbankan.cek atau sarana lain.

Kegiatan yang bersifat spekulatif yang serupa dengan perjudian (maysir). • Untuk meningkatkan mobilitas dana masyarakatyang belum terserap sistem perbankan yang ada dan untuk mengoptimalkan proses saving investment untuk percepatan pembangunan.dan Sasaran Bank Indonesia dalam Pengembangan Perbankan syariah Visi Perbankan syariah Terwujudnya sistem perbankan syariah yang kompetitif.efisien dan memenuhi prinsip kehatihatian yang mampu mendukung sektor riil secara nyata melalui kegiatan pembiayaan berbasis ekuitas dalam kerangka tolong menolong dan menuju kebaikan guna mencapai kemashlahatan masyarakat Misi Perbankan syariah Mewujudkan iklim yang kondusif untuk pengembangan perbankan syariah yang istiqamah terhadap prinsip-prinsip syariah dan mampu berperan dalam sektor riil yang meliputi (i) melakukan kajian dan penelitian kondisi potensi dan kebutuhan perbankan syariah. • Meningkatkan ketahanan perbankan nasional dengan mengembangkan bank syariah berdasrkan ethical investment yang lebih banyak berbasis equity dengan prinsip bagi hasil dan transaksi keuangan yang tidak bersifat spekulatif serta untuk tujuan-tujuan investasi produktif. Visi . • Pengembangan perbankan syariah baik dari sisi kelembagaan maupun pengaturan dilaksankan secara bertahap dan berkelanjutan. memenuhi kebutuhan masyarakat yang menghendaki layanan jasa perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah. (ii) menyiapkan peraturan dan pengembangan infrastruktur agar bank syariah dapat beroperasi sesuai 19 .• • • • Adanya praktek riba dalam segala bentuknya. Ketidak jelasan (gharar). Pelanggaran prinsip keadilan dalam bertransaksi. • Pengaturan dan pengembangan perbankan syariah menerapkan prinsip universalitas sesuai dengan nilai dasar Islam yaitu rahmat bagi sekalian alam. • Menyediakan sarana bagi investor internasional untuk melaksankan pembiayaan dan traksaksi keuangan yang sesuai prinsip syariah. Prinsip-prinsi dasar pengembangan Perbankan syariah • Pengembangan jaringan kantor perbankan syariah diserahkan sep[enuhnya pada mekanisme pasar • Pengaturan dan pengembangan perbankan syariah dilaksankan dengan tidak menerapkan infant industry argument atau memberikan perlakuan khusus. Pembiayaan dan investasi Bank Syariah Perbankan Syariah dalam menyalurkan dana pembiayaan dan investasi harus ditujukan untuk kegiatan usaha yang berdasrkan etika dan halal secara syariah Dasar Pertimbangan pengembangan perbankan syariah • Untuk. Misi.

Rukun b. • Mengembangkan sistem dan prosedur pengawasan yang efektif dengan didukung oleh tenaga pengawas yang handal Perbedaan Bank syariah dan Bank Konvensional 1. apakah obyek menimbulkan kemudhorotan 20 . Dewan Pengawas Syariah ( DPS ) b. • Mendorong secara bertahap peningkatan proporsi pembiayaan dengan pola bagi hasil pada bank syariah pada posisi yang optimal. Bisnis dan Usaha yang Dibiayai: a. Syarat 2.karakteristiknya. Mewujutkan Perbankan Syariah yang sehat. apakah obyek pembiayaan halal atau haram. (iii) melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap operasi bank-bank syariah (iV) Mengeluarkan ijij untuk beroperasinya bank syariah Sasaran pengembangan Perbankan Syariah Sampai 2011 Meningkatkan Manfaat Perbankan syariah bagi kesejahteraan masyarakat • Mampu memnuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan layanan bank syariah di seluruh Indonesia.kompetitif dan efisien • Menyediakan produk dan jasa perbankan syariah yang dapat memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. • Mampu berperan aktif dalam sektor riil terutama sektor UKM. Akad dan Aspek Legalitas a. Dewan syariah nasional ( DSN ) 4. • Didukung oleh sistem kelembagaan yang lengkap dan efektif. • Dikelola oleh sumber daya insani yang profesional dan konsisten terhadap prinsip syariah. Struktur Organisasi a. • Meningkatkan transparasi dan akuntabilitas bank syariah dengan mengeluarkan standart akutansi audit dan good corporate governance. b. • Mencapai pangsa 5% dari total asset perbankan nasional. Lembaga penyelesaian Sengketa 3. Menjamin Pemenuhan Prinsip Syariah • Bekerjasama dengan Dewan syariah Nasional untuk meningkatkan konsistensi penerapan prinsip syariah dalam operasinal perbankan • Mendukung efektifitas lembaga-lembaga yang menangani aspek legal dari kegiatan perbankan syariah Menjamin Penerapan Prinsip Kehati-hatian • Mempersiapkan ketentuan-ketentuan prinsip kehati-hatian dan menejemen risiko yang sesuai dengan prinsip syariah.

dimana pihak bank bersedia menyediakan memberikan modal investasi dan modal kerja (shahibul maal) .tetap menjadi tanggung jawab pihak mudharib “ Musharakah ( Prinsip Penyertaan Modal ) “ adalah perjanjian pembiayaan dimana bank menyediakan sebagian pembiayaan bagi usaha tertentu dan sebagian lain disediakan oleh nasabah atau pengusaha sebagai mitra usaha dengan pembagian keuntungan bersama antara bank dan nasabah dari kegiatan usaha yang dibiayai bersama.sedang pihak pengusaha menyediakan proyek beserta managerial skill dan pengelolaannya (Mudharib). Berdasarkan Prinsip Bagi hasil. 21 . Pembiayan berdasar prinsip Syariah “adalah penyediaan uang atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara pihak bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil ( Pasal 1 angka 12 UU No. Bank berdasarprinsip ini dapat masuk dalam menejement kegiatan yang bersangkutan”.atau tidak pada masyarakat.sedang mudharib kehilangan keuntungan yang diharapkan dari proyek atau kegiatan usaha yang telah dilakukan.10 Tahun 1998 )” Jenis-Jenis Pembiayan Berdasar Prinsip Syariah Prinsip Mudharabah (Prinsip Bagi Hasil ) “ adalah Suatu perjanjian pembiayan yang disepakati bersama antara bank dan nasabah. Merugikan siar Islam atau tidak. 5. 7.kecuali kerugian sebagai akibat penyelewengan atau penipuan . Apakah proyek itu berkaitan dengan industri senjata pembunuh masal atau tidak e. Sifat usahanya profit dan falah orientid 8. Apakah p[royek berkaitan dengan kegiatan maksiat atau tidak d. ( Pasal 1 angka 13 UU No. Lingkungan kerja dan corporate culture • Amanah dan shidik • Fatonah • Tabligh 6. Hubungan Bank dengan Nasabah lebih bersifat kemitraan. c.10 Tahun 1998)” Prinsip Syariah “ adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara Bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan atau pembiayaan kegiatan usaha atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah ……. Pembagian keuntungan tidak harus sebanding dengan prosentase pembiayaan masing-masing dan apabila timbul kerugian akan ditanggung bersama berdasrkan prosentase perbandingan modal masing-masing .sewa menyewa.jual beli. Pendapatan dari kegiatan usaha yang dijalankan dibagi berdasarkan kesepakatan sebelumnya dan apabila rugi bank akan menanggung kerugian tersebut sebagai pengurangan modal.

Kepemilikan.apabila masa sewa sudah berakhir maka barang akan dikembalikan pada bank “.dan pemerataan pembangunan (Penjelasan pasal 16 ayat (2) UU No. • Meneruskan sewanya untuk jangka waktu yang disepakati atau.000. Ijarah (Prinsip Sewa Murni Tanpa Pilihan ) “ Adalah perjanjian pembiayan dimana bank menyediakan pembiayaan untuk pembelian barang modal yang dibutuhkan nasabah untuk kegiatan usahanya. 10/1998 ) Pelanggaran terhadap ketentuan perijinan pendirian bank termasuk tindak pidana kejahatan dengan ancaman pidana kumulatif.000.hanya saja dalam prinsip Ijarah wa Iqtina pada akhir perjanjian sewa pada pihak nasabah diberikan hak pilihan : • Untuk membeli barang sewa dengan harga yang disepakati. 5. Ijarah Wa Iqtina ( Prinsip Sewa dengan Hak Pilihan Pemindahan Kepemilikan Pada Penyewa ) Pada prinsipnya Ijarah Wa Iqtina sama dengan Ijarah.000.10 /1998) 22 . 4.wajib memperoleh ijin usaha sebagai bank umum atau bank perkreditan rakyat dari pimpinan bank Indonesia ( Pasal 6 ayat (1) UU No. PERIJINAN • • Setiap pihak yang melakukan kegiatan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan. Bank Indonesia juga wajib memperhatikan tingkat persaingan yang sehat antar bank. 6.bank adalah sebagai pemilik barang dan nasabah adalah sebagai penyewa yang memiliki hak untuk menggunakan dengan membayar sejumlah uang tertentu sebagai uang sewa untuk jangka waktu tertentu sesuai kesepaktan.yaitu pidana penjara sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas )tahun serta denda sekurang-kurangnya Rp 10.000.00 dan paling banyak Rp 200. 3. Kelayakan rencana kerja.000. Keahlian dalam bidang perbankan. 2. • Mengakhiri masa sewa sesuai dengan yang sudah diperjanjikan. Susunan organisasi dan kepengurusan.Murabahah ( Prinsip Jual beli dengan Keuntungan) “ adalah perjanjian pembiayaan dimana bank membiayai pembelian barang yang diperlukan nasabah dengan sistem pembayaran kemudian “ Dalam pelaksanaannya dilakukan dengan cara bank membeli atau memberi kuasa kepada nasabah untuk membelikan barang yang diperlukan atas nama bank dan selanjutnya bank menjual barang tersebut kepada nasabah dengan harga sebesar harga pokok ditambah sejumlah keuntungan dan dibayar oleh nasabah untuk jangka waktu tertentu sesuai perjanjian antara bank dengan nasabah. Permodalan.00 Syarat Pendirian Bank(Pasal 16 ayat (2) UU No.000.tingkat kejenuhan bank dalam satu wilayah.10 /1998 1.

Bank Umum: • Perseroan Terbatas • Koperasi • Perusahaan Daerah 2. Layak dan memiliki integritas moral yang baik untuk mengelola bank.untuk perbankan syariah 1 tahun atau mengikuti pelatihan bank syariah. Dewan Komisaris Bagi Bank yang menjalankan Prinsip syariah kepengurusan ditambah dengan Dewan Pengawas syariah(DPS) Susunan Organisasi Bank Berbentuk Koperasi 1. Tidak termasuk dalam dartar orang tercela di bidang perbankan. Pengurus 3. Jumlah direksi sekurang-kurangnya 2 orang 23 . 3. Mayoritas anggota direksi tidak ada hubungan keluarga sedarah/semenda sampai derajat ke dua. 2. 7.Bentuk Badan Usaha Bank 1.di antaranya 1 orang WNI jika sebagian sahamnya dimiliki orang asing. 6. Warga negara Indonesia atau asing jika sebagian sahan dimiliki orang asing. Syarat Anggota direksi BPR 1. Pendidikan formal setingkat DIII atau sarjana muda 4. Pengawas 4. • • • • Bank Perkreditan Rakyat: Perusahaan derah Koperasi Perseroan terbatas Bentuk lain yang ditetapkan Berdasar Peraturan pemerintah. Jumlah anggota direksi sekurang-kurangnya 3 orang. 9. 8. RUPS 2. Berpengalaman dibidang perbankan(Jabatan)eksekutif selama 5 tahun. Memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas. Susunan Organisasi Badan Hukum P. Diantara anggota direksi dilarang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama memiliki saham melebihi 25 % dari modal disetor pada suatu perusahaan lain.perusahaan atau lembaga lain. Dewan Direksi 3. Bagi bank yang menjalan Prinsip syariah ditambah DPS Syarat Anggota dewan Direksi Bank Umum 1. 4. 5. RAT 2. Dilarang adanya rangkap jabatan pada lembaga perbankan. Tidak termasuk daftar orang tercela dalam bidang perbankan 2. Mempunyai integritas moral dan aklak yang baik 3.T 1.

32/35/Kep/Dir dan SK No. 7.5. 2. 32/36 /Kep/Dir tanggal 12 Mei 1999) ditentukan bahwa : 1.Bogor. Warganegara Indonesia/Asing 5. Tidak termasuk dalam daftar orang tercela. Memiliki integritas aklak dan moral yang baik. Memiliki kemampuan dalam menjalankan tugasnya. Memiliki kemampuan dalam menjalankan tugasnya. 6. Untuk BPR yang didirikan di wilayah ibukota propinsi di luar DKI.kabupaten/kota Tangerang. Tidak merangkap jabatan. Mayoritas anggota tidak boleh mempunyai hubungan darah atau semenda sampai derajat kedua.Tangerang.untuk BPRS sekurang-kurangnya berpengalaman dibidangnya selama 2 tahun atau mengikuti perbankan syariah jika belum berpengalaman 6.modal disetor sekurang-kurangnya sebesar Rp 3 trilyun ( SK Direksi BI No 32/33?Kep/dir dan no 32/34/Kep/Dir tanggal 12 Mei 1999) • Bagi BPR (SK Direksi BI No. Sekurang-kurangnya 50% anggota direksi berpengalamnan dibidang perbankan selama 2 tahun.Bekasi dan Karawang sebesar Rp 2 Miliar. 4. Jumlah anggota komisaris sekurang-kurangnya 2 orang dan sekurang-kurangnya 1 orang WNI 6. Untuk BPR yang didirikan di wilayah Jakarta. Pengawasan dan Pembinaan Bank Di Indonesia • Dasar-dasar pertimbangan • Tujuan • Strategi • Implementasi Sistem Pengawasan • Obyek Pengawasan • Kewenangan Pengawasan 24 .Bogor. Tidak mempunyai hubunan sedarah atau semenda sampai derajat ke dua dengan anggota direksi lainnya / komisais 7. Tidak termasuk dalam daftar orang tercela. 3.Bekasi dan Karawang. Memiliki pengalaman dan pengetahuan dibidang perbankan. 4. 2. 3. Syarat Anggota Dewan Komisaris 1. Jumlah anggota komisaris sekurang-kurangnya 2 orang dan sekurang-kurangnya 1 orang WNI. Memiliki integritas akhlak dan moral yang baik. Permodalan Bank • Bagi Bank Umum. 3. Mayoritas anggota tidak boleh mempunyai hubungan darah atau semenda sampai derajat ke dua. 2. Warga negara Indonesia/asing. Untuk BPR yang didirikan di luar wilayah tersebut di atas sebesar Rp 500 Juta. 5. Syarat Anggota komisaris 1. Memiliki pengalamnan dan pengetahuan dibidang perbankan 7.

Pengawasan Terpadu yaitu melalui kebijakan dan ketentuan perbankan (Macro Economic Supervision Functian) : • Perumusan Kebijakan dan ketentuan perbankan (Sound Banking Policies and Regulation) • Peningkatan efektifitas pengawasan (prudential supervision) • Penyediaan informasi perbankan yang lengkap.Consolidated Approach Obyek Pembinaan dan Pengawasan Bank Pembinaan adalah upaya-upaya yang dilakukan dengan cara menetapkan peraturan yang menyangkut aspek-aspek(Regulation) : 1. Pelaporan bank.akurat dan up to date. Bermanfaat dalam menunjang penegendalian moneter. Memelihara kepentingan masyarakat. 3. Kepemilikan bank.Prudential Regulation Approach 4. Strategi Pengawasan Bank • Menetapkan Peraturan / ketentuan • Pengawasan tidak langsung (Offsite Supervision) • Pengawasan langsung (Onsite Supervision) • Prudential Meeting/Interview • Pengenaan Sanksi • Penyediaan Sarana Penunjang Implementasi Sistem Pengawasan 1.Dasar-dasar Pertimbangan • Bank Merupakan Lembaga Yang Sangat Vital Bagi Perekonomian Negara. 2. Power to Impose Sanctions 25 . Kelembagaan Bank. 2 Penekanan pada”Full Responsibility” dalam pengawasan individual bank (Idividual Supervisiory Strategy) 3. • Bank Peka Terhadap Mismanagement karena beroperasi dengan modal passiva (deposit liabilities) dan dengan equity to debt ratio (capital to asset ratio) yang kecil Tujuan Pengawasan dan Pembinaan Menciptakan sistem perbankan yang sehat yang memiliki tiga aspek yaitu : 1. 2. 3. 4. Kepengurusan Bank. Power to License b. 5. Kegiatan Usaha Bank. Power to Kontrol d. Kewenangan Pengawasan Bank a. Mendorong perkembangan ekonomi secara wajar.Risk Based Approach 5. Power to Regulate c.

Risk Menagement . . Outcome .CAMELS . 7.Internal dan Eksternal Auditor . Composite Rating 2. Good Corporate Governznce a. SISTEM RAHASIA PERBANKAN • • Rahasia perbankan yang bersifat absulut : yaitu penerapan sistem rahasia perbankan yang dilakukan secara ketat oleh bank dan semua hal yang berkaitan dengan keadaan nasabah tidak dapat dibuka dengan alasan apapun kecuali atas permintaan nasabah sendiri.kebijakan perbankan diarahkan untuk mempercepat penyehatan bank-bank agar dapat mendukung pemulihan ekonomi.Business Plan Fokus Pengawasan Bank 2. Risk Profile b.Peran Komisaris dan direksi Bank .Fungsi Kepatuhan b.Fit and Proper Test .SID .Tingkat Kesehatan Individual Bank a.Reporting Tugas Pengatuan Dan Pengawasan Bank BI Berwenang : • Menetapkan peraturan di bidang perbankan • Memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan tertenu dari bank • Melakukan pengawasan bank baik langsung maupun tidak langsung • Mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan ketentuan perundang-undangan Dalam jangka pendek.Fungsi Komite-komite .Transparansi Keuangan dan Non keuangan.Fokus Pengawasan Bank 1. Structur . Procees (Prudential banking regulation and implementation . Rahasia perbankan yang bersifat relatif :yaitu penerapan rahasia perbankan yang tetap menerapkan adanya jaminan adanya kerahasiaan yang berkaitan dengan keadaan 26 . Good Corporate Governance c.

pejabat atau karyawan bank. 10/1998) • Anggota dewan komisaris.tidak termasuk nasabah dibetur dan pinjamannya.10 /1998 ) Ruang Lingkup Rahasia Perbankan (UU No.yang dimaksud adalah nasabah penyimpan dan simpanannya.akan tetapi dalam hal-hal tertentu yang diatur oleh undang-undang untuk kepentingan tertentu rahasia bank dapat dibuka. 27 . • Dalam keadaan tau hal tertentu informasi tentang nasabah penyimpan dan simpanannya dapat dibuka oleh bank berdasarkan Undang-undang (sistem relatif). 7 /1992) Pihak-pihak Terafiliasi (Pasal 1 angka 22 UU No.Pasal 41 A .pengawas.pasal 42 dan Pasal 43.7 / 1992) • Bank dilarang memberikan keterangan yang dicatat pada bank tentang keadaan keuangan dan hal-hal lain dari nasabahnya yang wajib dirahasiakan oleh bank menurut kelaziman dalam dunia perbankan kecuali dalam hal sebagaimana dimaksud dalam asal 41-44 (Pasal 40 ayat (1) UU No. Pengertian Rahasia Perbankan • Rahasia Perbankan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan dan hal-hal lain dari nasabah bank yang menurut kelaziman dunia perbankan wajib dirahasiakan (Pasal 1 angka 16 UU No.kecuali hal itu tidak dilarang oleh undang-undang (sistem relatif).direksi atau kuasanya.7 /1992) Penjelasan Pasal 40 ayat (1)UU No.10 /1998) • Keterangan mengenai nasabah.Pasal 44 dan Pasal 44A ( Pasal 40 ayat (1) UU No.nasabah. Pengertian Rahasia Perbankan • Rahasia bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya ( Pasal 1 angka 28 UU No. 10 /1998 • Bank wajib merahasiakan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya kecuali dalam hal sebagaimana dimaksud dalam pasal 41.7/1992 • Dalam hubungan ini yang menurut kelaziman wajib dirahasiakan oleh bank adalah seluruh data dan informasi mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan dan halhal lain dari orang dan badan yang diketahui oleh bank karena kegiatan usahanya. • Kewajiban pihak bank dan pihak terafiliasi untuk merahasiakan keterangan tersebut. Pihak-pihak yang Wajib Menjaga Rahasia Bank (Pasal 42 ayat (2)) • Anggota dewan komisaris • Direksi bank • Pegawai bank • Pihak terafiliasi Pegawai Bank • Adalah pejabat bank yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk melaksanakan tugas operasional bank dan karyawan yang mempunyai akses terhadap informasi mengenai keadaan bank ( penjelasan Pasal 48 ayat (1) UU No.

Untuk kepentingan ahli waris penyimpan (Pasal 44 A UU No.• • • Anggota pengawas.antara lain pemegang saham dan keluarganya.hasil akhir penilaian kondisi bank tersebut dapat digunakan sebagai salah satu sarana dalam menetapkan strategi usaha di waktu yang akan datang. • Bank atas permintaan Bank Indonesia wajib memberikan kesempatan bagi pemeriksaan buku-buku dan berkas-berkas yang ada padanya. Bagi perbankan.7/1992) 6. SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK • Dengan semakin meningkatnya kompleksitas dan profil risiko bank perlu mengidentifikasi permasalahan yang mungkin timbul dari operasional bank. Pihak lain menurut penilaian bank Indonesia turut serta mempengaruhi pengelolaan bank.10/1998) 4. Dalam rangka pembinaan dan pengawasan oleh Bank Indonesia sebagaimana diatur dalam Pasal 30 UU No.pejabat atau aryawan bank.serta wajib memberikan bantuan yang diperlukan dalam rangka memperoleh kebenaran dan segala keterangan dokumen dan penjelasan yang dilaporkan oleh bank yang bersangkutan. 2. Penilaian terhadap faktor-faktor tersebut dilakukan melalui penilaian kuantitatif dan atau kualitatif setelah mempertimbangkan unsur judgement yang didasarkan atas materialitas dan signifikasi dari faktor-faktor penilaian serta pengaruh dari faktor-faktor lainnya.7/1992” bank wajib menyampaikan kepada Bank indonesia neraca dan perhitungan laba/rugi tahunan serta penjelasannya serta laporan bentuk lainnya dalam waktu dan bentuk yang ditetapkan Bank Indonesia. Untuk penyelesaian piutang bank yang sudah diserahkan pada BUPLN 5.sedangkan bagi Bank Indonesia antara lain digunakan sebagai sarana penetapan dan implementasistrategi pengawasan bank oleh Bank Indonesia.pengawas.dan sensibilitas terhadap risiko pasar. Dalam rangka kepentingan perpajakan ( Pasal 41 UU No. Tingkat kesehatan bank merupakan hasil penilaian kuantitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi atau kinerja suatu bank melalui penilaian faktor permodalan.keluarga direksi Ketentuan Rahasia Perbankan Dapat Dibuka/diakses 1. • Faktor-faktor Penilaian Tingkat Kesehatan Bank (CAMELS) • Permodalan (capital) 28 .7 /1992 • Bank wajib menyampaikan kepada Bank Indonesia segala keterangan dan penjelasan mengenai usahanya menurut tatacara yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. • Pasal 34 UU No.keluarga pengawas.pengelola atau kuasanya. Dalam rangka perkara perdata antara bank dan nasabahnya (Pasal 43 UU No.7/1992) 8. Dalam rangka kepentinganperadilan dalam perkara pidana (Pasal 42 UU No.seperti kondisi industri perbankan dan perekonomian nasional.rentabilitas.likuiditas.kualitas aset.10 /1998) 7.konsultan hukum dan konsultan lainnya.keluarga komisaris.penilai. Dalam rangka tukar menukar informasi antar bank (Pasal 44 UU No.10/1998) 3.khusus bank yang berbentuk koperasi Pihak yang memberikan jasanya pada bank antara lain akuntan publik.manajemen.

• Penerapan menejemen risiko dan. • Dokumentasi aktiva produktif dan . • Akses kepada sumber permodalan. 29 . • Kepatuhan bank terhadap ketentuan yang berlaku serta komitmen kepada Bank Indonesia dan atau pihak lain. Penilaian Kualitas Aset (Asset Quality) Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor kualitas aset antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut : • Aktiva produktif yang dikualifikasikan dibandingkan dengan total aktiva produktif. • Trend ke depan/proyeksi KPMM • Aktiva produktif yang diklasifikasikan dibandingkan dengan modal bank.dan • Kinerja keuangan pemegang saham untuk meningkatkan permodalan bank.• • • • • Kualitas aset (Asset Quality) Manajemen (Management) Rentabilitas (Earnings) Likuditas (Liquidity) Sensitivitas terhadap risiko pasar (Sensitivity to Market Risk) Penilaian Modal (Capital) Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor permodalan antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut : • Kecukupan pemenuhan kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) terhadap ketentuan yang berlaku. • Debitur inti kredit di luar pihak terkait dibandingkan dengan total kredit. • Kinerja penanganan aktiva produktif bermasalah. • Tingkat kecukupan pembentukan penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP) • Kecukupan kebijakan dan prosedur aktiva produktif. • Sistem kaji ulang (riview) internal terhadap aktiva produktif. Penilaian Rentabilitas (Earnings) Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor rentabilitas antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut : • Return on assets (ROA). • Return on equity (ROE). Penilaian manajemen (Management) Penilaian terhadap faktor menejemen anatara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut : • Menejemen umum. • Perkembangan aktiva produktif bermasalah/non performing asset dibandingkan dengan aktiva produktif. • Kemampuan bank emmelihara kebutuhan penambahan modal yang berasal dari keuntungan (laba ditahan) • Rencana permodalan bank untuk mendukung pertumbuhan usaha. • Komposisi permodalan.

• Modal atau cadangan yang dibentuk untuk mengcover fluktuasi nilaim tukar dibandingkan dengan potensial losss sebagai akibat fluktuasi (adverse movement) nilai tukar. • Kebijakan dan pengelolaan likuditas (asset and liabilities management/ALMA).• • • • • • Net interest margin (NIM). • Proyeksi cash flow 3 bulan mendatang. Penilaian Likuiditas (Liquidity) Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor likuditas antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut : • Aktiva likuid kurang dari 1 bulan dibandinkan dengan pasiva likuid kurang dari 1 bulan.dan • Kecukupan penerapan sistem menejemen risiko pasar. Tata Cara Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum • Formula dan indikator pendukung dalam rangka penilaian setiap komponen berpedoman kepada matriks perhitungan/analisis komponen setiap faktor.atau sumbersumber pendanaan lainnya.pasar modal. Biaya operasional dibandingkan dengan pendapatan operasional (BOPO).dan • Stabilitas dana pihak ketiga (DPK) Penilaian Sensitivitas Terhadap Risiko Pasar (Sensitivity to Market Risk) Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor sensitivitas terhadap risiko pasar antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut : • Modal atau cadangan yang dibentuk untuk mengcover fluktuasi suku bunga dibandingkan dengan potensial loss sebagai akibat fluktuasi (adverse movement) suku bunga. • Loan to Deposit Ratio (LDR). • Ketergantungan pada dana antar bank dan deposan inti. Penerapan prinsip akuntansi dalam pengakuan pendapatan dan biaya.dalam proses ini juga dilakukan analisis terhadap berbagai indikator pendukung dan atau pembanding yang relevan • Selanjutnya dilakukan proses analisis untuk menetapkan peringkat setiap faktor penilian dengan berpedoman kepada matriks kriteria penetapan peringkat faktor. Perkembangan laba operasional. • 1-month maturity mismatch ratio.dan Prospek laba operasional. • Kemampuan bank untuk memperoleh akses kepada pasar uang. Proses penetapan peringkat setiap faktor penilaian dilaksanakan setelah mempertimbangkan unsur judgement yang didasarkan atas materialitas dan sinifikasi dari setiap kompone. • Berdasarkan formula dan indikator pendukung setiap komponen dilakukan proses analisis untuk menetapkan peringkat setiap komponen dengan berpedoman kepada matriks kreteria penetapan peringkat komponen. • Berdasarkan hasil penetapan perinkat setiap faktor penilaian dilakukan proses analisis untuk menetapkan peringkat komposit bank dengan berpedoman kepada matrik penetapan peringkat komposit Tingkat Kesehatan Bank 30 . Komposisi portofolio aktiva produktif dan desertifikasi pendapatan.

Akibat Hukum Pencabutan Izin Usaha bank • Sejak tanggal pencabutan izin usaha. g.pembayaran gaji pegawai yang terhutang. f. • • Direksi wajib menyelenggarakan RUPS untuk memutuskan pembubaran badan hukum bank dan pembentukan tim likuidasi selambat-lambatnya dalam waktu 60 (enam puluh hari) sejak tanggal pencabutan izin usaha Apabila RUPS tidak dapat diselengarakan atau dapat diselenggaran tetapi tidak berhasil memutuskan pembubaran badan hukum bank dan pembentukan tim likuidasi. Bank melakukan mejer atau konsolidasi dengan bank lain. Untuk predikat Tingkat Kesehatan “Kurang Sehat” dipersamakan dengan Peringkat Komposit 4 (PK-4) Untuk predikat tingkat Kesehatan “Tidak sehat” dipersamakan dengan Peringkat Komposit 5 (PK-5) Tindakan BI Terhadap Bank Yang Mengalami Kesulitan a. Bank menjual sebagian atau seluruh harta dan atau kewajiban bank kepada bank atau pihak lain Dalam Hal Tindakan BI Tidak Dapat Mengatasi Kesulitan Bank • Bank Indonesia dapat mencabut izin usaha bank. e.kecuali atas persetujuan dan atau penugasan Bank Indonesia dan untuk : 1. Bank dijual kepada pembeli yang bersedia mengambil alih seluruh kewajiban.pembayaran kewajiban bank kepada nasabah penyimpan dana dengan menggunakan dana lembaga penjamin simpanan. 3. d.perimntah pelaksanaan likuidasi. Pemegang saham menambah modal. 2. b. Bank menghapusbukukan kredit atau pembiayaan berdasrkan prinsip syariah yang macet dan memperhitungkan kerugian bank dengan modalnya.• • • • Untuk predikat ingkat Kesehatan “Sehat” dipersamakan dengan Peringkat Komposit 1 (PK1) atau Peringkat Komposit 2 (PK-2).penunjukan tim likuidasi.pembayaran biaya kantor. bank menyerahkan pengelolaan seluruh atau sebagian kegiatan bank kepada pihak lain. • Memerintahkan direksi bank untuk segera menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham guna membubarkan badan hukum bank dan membentuk tim likuidasi. c.pimpinan Bank Indonesia meminta kepada pengadilan untuk mengeluarkan penetapan :pembubaran badan hukum. Pemegang saham mengganti dewan komisaris dan atau direksi bank. Untuk predikat Tingkat Kesehatan “Cukup Sehat” dipersamakan dengan Peringkat Komposit 3 (PK-3).direksi dan dewan komisaris dilarang melakukan perbuatan hukum berkaitan dengan aset dan kewajiban bank.dan perintah agar tim likuidasi mempertanggung jawabkan pelaksanaan likuidasi kepada Bank Indonesia Keputusan dan Penetapan Pembubaran Badan Hukum • Wajib didaftarkan dalam daftar perusahaan dan di panitera pengadilan negeri yang meliputi tempat kedudukan bank yang bersangkutan. 31 .

• • • • Wajib diumumkan dalam Berita Negara republik Indonesia dan 2 (dua) surat kabar harian yang mempunyai peredaran luas.dewan komisaris atau pemegang saham sepanjang jumlah anggota direksi.yang dilakukan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sebelum pencabutan izin usaha.dewan komisaris atau pemegang saham. Pengumuman memuat pula pernyataan bahwa seluruh harta kekayaan bank dalam likuidasi berada dalam tanggung jawab dan pengurusan tim likuidasi Pengawasan dan pelaksanaan permbubaran badan hukum dan likuidasi bank dilakukan oleh Bank Indonesia Likuidasi Bank • Tindakan penyelesaian seluruh hak dan kewajiban bank sebagai akibat pencabutan izin usaha dan pembubaran badan hukum bank • Pelaksanaan likuidasi bank dilakukan oleh Tim Likuidasi Tim Likuidasi a.penjualan harta bank dalam likuidasi dilakukan secara lelang • Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya anggota Tim Likuidasi dilarang memperoleh keuntungan untuk dirinya sendiri.wewenang dan Tanggung Jawab Tim Likuidasi • Bertanggung jawab untuk melakukan kepengurusan bank dalam likuisdasi • Berwenang mewakili bank dalam likuidasi dalam segala hal yang berkaitan dalam penyelesaian hak dan kewajiban bank • Pelaksanaan likuidasi bank wajib diselesaikan dalam jangka waktu paling lambat 5 (lma) tahun terhitung sejak tanggal dibentuknya tim likuidasi • Dalam hal likuidasi bank tidak dapat diselesaikan dalam jangka waktu yang ditentukan. 32 .dewan komisaris dan pemegang saham tersebut tidak melebihi 1/3 (satu pertiga) dari jumlah anggota Tim Likuidasi.Bank Indonesia memberhentikan yang bersangkutan dan menunjuk penggantinya. Wajib diberitahukan kepada instansi yang berwenang.Wewenang dan Tanggung Jawab Tim Likuidasi • Dalam hal Tim Likuidasi dibentuk berdasarkan RUPS. Tugas.atau b.oleh tim likuidasi dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal pembentukan tim likuidasi. Campuran antara pihak lain sebagaimana dimaksud dalam huruf a dengan satu atau beberapa anggota direksi. • Anggota Tim Likuidasi bertanggung jawab secara pribadi apabila dalam melaksanakan tugasnya melanggar ketentuan larangan memperoleh keuntungan untuk dirinya sendiri • Untuk kepentingan harta bank dalam likuidasi Tim Likuidasi dapat meminta pembatalan kepada pengadilan atas segala perbuatan hukum bank yang mengakibatkan kerugian harta bank. Pihak lain yang bukan anggota direksi.Tim Likuidasi wajib menyusun Neraca Akhir Likuidasi guna dilaporkan kepada Bank Indonesia dan dipertanggungjawabkan kepada RUPS. • Dalam hal anggota Tim Likuidasi yang dibentuk karena sesuatu hal tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan atau terbukti melakukan pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan. Tugas.

Sisa dana hasil pencairan harta dan atau penagihan piutang kepada debitur setelah dikurangi dengan pembayaran sebagaimana dimaksud pada poin ketiga dibayarkan secara berurutan kepada kreditur nasabah penyimpan dana dan kreditur lainnya. Tagihan yang timbul setelah proses likuidasi dapat diajukan terhadap sisa hasil likuidasi yang menjadi hak pemegang saham.pajak yang terutang yang berupa pajak bank dan pajak yang dipungut oleh bank selaku pemotong/pemungut pajak.biaya perkara di pengadilan.memberitahukan kepada instansi yang berwenang.dan tindakan-tindakan lain seperti poin 1 dan 2 atas permintaan Bank Indonesia. • • • • • • 9. Pembubaran Tim Likuidasi.Tim Likuidasi wajib menyusun Neraca Akhir Likuidasi guna dilaoprkan dan dipertanggungjawabkan kepada Bank Indonesia.dan biaya kantor.diikuti dengan pembayaran kewajiban bank kepada para kreditur dari hasil pencairan dan atau penagihan tersebut. Dalam hal Tim Likuidasi dibentuk berdasarkan penetapan pengadilan.maka RUPS meminta Tim Likuidasi mengumumkan berakhirnya likuidasi dan perseroan dengan menempatkan dalam Berita Negara Republik Indonesia dan dalam surat kabar yang mempunyai peredaran luas. Setelah pelaksanaan tahap pembayaran yang terakhir.• • • Dalam hal neraca akhir likuidasi telah disetujui Bank Indonesia dan RUPS telah menerima pertanggungjawaban Tim Likuidasi. Honor Tim Likuidasi termasuk komponen biaya . PENGERTIAN KREDIT • Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasrkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan sejumlah bunga. Pembayaran kewajiban kepada para kreditur dilakukan setelah dikurangi dengan gaji pegawai yang terutang. Segala biaya yang berkaitan dengan likuidasi dan tercantum dalam daftar biaya likuidasi menjadi beban harta kekayaan bankl dalam likuidasi dan dikeluarkan terlebih dahulu dari setiap hasil pencairan yang bersangkutan. Likuidasi Bank Dilakukan Dengan Cara • Pencairan harta dan atau penagihan piutang kepada para debitur.ditetapkan dengan berpedoman pada ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia.masih terdapat kelebihan harta.imbalan atau pembagian hasil keuntungan (Pasal 1 angka 12 UU No. Dalam hal terdapat lembaga yang dalam kedudukannya membayar terlebih dulu sebagian atau seluruh hak nasabah penyimpan dana maka kedudukan lenmabaga tersebut menggantikan kedudukan nasabah penyimpan.biaya lelang yang terutang.7/1992) 33 .atau • • Pengalihan seluruh harta dan kewajiban bank kepada pihak lain yang disetujui Bank Indonesia.Tim Likuidasi membagikan sisa dimaksud kepada para pemegang saham secara pro rata.memberitahukan kepada Departemen Perindustrian dan Perdagangan agar nama badan hukum bank tersebut dicoret dari Daftar Perusahaan.

• Berdasarkan jaminannya Jenis Kredit Menurut Kelembagaan • Kredit yang diberikan oleh bank umum dan BPR • Kredit yang diberikan oleh Bank Indonesia dalam bentuk Kredit Likuiditas • Kredit antar bank pelaksana Jenis Kredit Menurut Jangka Waktunya • Kredit jangka pendek (short term loan) . • Salah satu alat stabilitas ekonomi. • Adanya unsur bunga sebagai imbalan yang harus dibayar oleh peminjam pada bank Fungsi Kredit • Meningkatkan daya guna uang. • Meningkatkan pemerataan pendapatan.maksimal untuk jangka waktu 1 tahun • Kredit jangka menengah (medium term loan). • Adanya kewajiban mengembalikan/melunasi utangnya oleh pihak peminjam. • Adanya jangka waktu tertentu untuk mengembalikan utangnya.• Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu. • Adanya unsur pinjam meminjam. 10 / 1998) Unsur-Unsur Kredit • Adanya unsur penyediaan uang atau tagihan lainnya.berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga ( Pasal 1 angka 11 UU No. • Meningkatkan daya guna dan peredaran barang. • Meningkatkan hubungan internasional. • Adanya persetujuan atau kesepakatan bebas antara bank dan nasabah. • Meningkatkan kegairahan kegiatan berusaha.untuk jangka waktu 1-3 tahun • Kredit jangka panjang. Jenis-jenis Kredit • Berdasarkan kelembagaannya • Berdasrkan jangka waktunya • Berdasrkan penggunaan kredit • Berdasar kelengkapan dan keterikatannya dengan dokumen yang dibutuhkan • Berdasrkan aktivitas perputaran kegiatan usaha. • Meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang.untuk jangka waktu lebih dari 3 tahun Jenis Kredit Menurut Penggunaannya • Kredit konsumtif • Kredit produktif • Kredit campuran Jenis Kredit Berdasarkan Keterikatannya denganDokumen 34 .

tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha • Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak 1 milyar rupiah • Dimiliki oleh warga negara Indonesia • Berdiri sendiri bukan merupakan perusahaan anak cabang • Berbentuk usaha perorangan. Kredit Menengah • Kredit yang diberikan pada pengusaha yang modalnya lebih besar dari pengusaha kecil Kredit Besar • Kredit yang diberikan untuk kegiatan usaha yang bersekala besar yang biasanya kredit besar diberikan dalam bentuk kredit sindikasi atau konsursium dari beberapa bank dengan cara pembiayaan bersama ( co financing / join financing) Jenis Kredit Berdasarkan Jaminannya Kredit tanpa jaminan atau kredit blanko ( unsecured loan ) yaitu kredit yang diberikan tanpa jaminan yang bersifat jaminan kebendaan secara khusus .sedangka perjanjian pinjam mrminjam dapat dibuat secara lisan maupun tertulis • Perejanjian kredit pengembalian atas pokok utang selalu diikuti dengan adanya bunga. • Kredit dengan jaminan ( secured loan ) yaitu kredit yang disertai dengan jaminan yang bersifat kebendaan atau jaminan orang.badan usaha yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.maka tidak diikuti dengan bunga 35 • . 9 Tahun 1995 Tentang Usaha Kecil) • Memiliki kekayan bersih paling banyak 200 juta rupiah.fidusia atau lainnya .sedangkan pinjam meminjam dalam hal tidak diperjanjikan terlebih dahulu. Kreteria Usaha Kecil (UU No.seperti misanya kredit dengan jaminan hak tanggungan atas tanah. Perjanjian Kredit • Perjanjian pinjam meminjam sebagaimana diatur dalam Pasal 1754 sampai dengan Pasal 1769 KUHPerdata (sebagai kunstruksi dasar dari perjanjian kredit) Perbedaan Perjanjian Kredit dan Pinjam meminjam • Perjanjian kredit dibuat dalam bentuk tertulis.• Kredit ekspor dan impor Jenis Kredit Berdasar Aktivitas Perputaran Usaha • Kredit kecil • Kredit menengah • kredit besar Kredit Kecil Kredit untuk investasi atau modal kerja yang ditujukan bagi usaha kecil yang maksimum kreditnya sebesar Rp 350 juta.baik dengan akta di bawah tangan maupun dengan akta otentik.

pelaksanaan penutupan asuransi. • Klausula yang mengatur hak bank untuk mengakhiri perjanjian secara sepihak.sedang pinjam meminjam tidak Perjanjian Baku/Standar • Perjanjian yang pembuatannya sudah bersifat standar dan secara umum seragam yang ketentuan dan isi perjanjian sudah ditentukan sepihak oleh pihak bank Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Perjanjian Standar • Asas keseimbangan diantara para pihak dalam perjanjian • Asas keadilan dan kejujuran dari para pihak • Asas etikat baik dari para pihak • Asas keterbukaan atau transparasi Asas Keterbukaan • Asas keterbukaan atau transparasi terkait dengan ketentuan Undang-undang Perlindungan Konsumen No. • Klausula tentang beban biaya dan ongkos yang timbul sebagai akibat pemberian kredit.sedang perjanjian pinjammeminjam tidak • Perjanjian kredit pada umumnya diikuti dengan adanya hak jaminan tertentu. • Klausula tentang maksimum kredit (amount clause) • Klausula tentang jangka waktu kredit. 36 • . • Debet authorization clause yaitu pendebetan rekening pinjaman debitur haruslah dengan ijin debitur. • Klausula tentang denda atau pinalti (penalty clause). • Klausula tentang asuransi (insurance clause) Isi Perjanjian • Klausula tindakan yang dilarang oleh bank.8 /1999 Pasal 18 ayat (2) yang menentukan bahwa “ Pelaku usaha dilarang mencantumkan klausula baku yang letak atau bentuknya sulit terlihat atau tidak dapat dibaca secara jelas atau pengungkapannya sulit dimengerti “ • Dalam hal tidak dipenuhi asas ini dalam perjanjian akan berakibat perjanjian standar batal demi hukum ( pasal 18 ayat (3) Fungsi Perjanjian Kredit • Sebagai perjanjian pokok • Sebagai alat bukti • Sebagai alat kontrol Isi Perjanjian Kredit • Syarat-syarat penarikan kredit Pertama kali ( Predisbursement clause) yaitu klausula yang menyangkuttentang pembayaran provisi.Perjanjian kredit dibuat dalam bentuk perjanjian standar. biaya pengikatan jaminan. penyerahan barang jaminan dan dokumennya. premi asuransi kredit. asuransi barang jaminan. • Klausula tentanga bunga pinjaman (interest clause) • Klausula tentang barang jaminan.walau perjanjian kredit belum berakhir (tigger clause atau opeisbaar clause).

• Klausula tentang ketaatan pada peraturan yang telah ditentukanoleh bank. • Bank wajib melakukan peninjauan. • Dispute Settlement (alternatif dispute rwsolution).penilaian dan pengikatan terhadap jamian yang diberikan oleh debitur. • Miscellaneous atau Boiler Plate Provision yaitu pasal-pasal tambahan.kredit yang diberikan tidak boleh terpusat pada kelompok tertentu atau kegiatan tertentu saja tetapi harus seimbang dari berbagai kelompok atau kegiatan usaha. • Tingkat sebaran kredit yang diberikan.bank umum wajib mempunyai keyakinan berdasarkan analisis yang mendalam atas itikat dan kemampuan serta kesanggupan nasabah debitur untuk melunasi uannya atau mengembalikan pembiayaan dimaksud sesuai yang diperjanjikan. • Bank wajib melakukan pemantauan penggunaan kredit dan kemauan serta kepatuhan debitur dalam mengembalikan kreditnya. • Bank umum wajib memiliki dan menerapkan pedoman perkreditan dan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia Pedoman Analisis 5 C • Character (sifat dan kepribadian) • Capital (permodalan) • Capacity (kemampuan) • Collateral (agunan atau jaminan) • Condition of economy (kondisi perekonomian) Pedoman Analisis 4 P • Personality (kepribadian) • Purpose (tujuan) • Prospect (masa depan kegiatan usaha) 37 . • Pasal penutup Asas asas Perkreditan yang Sehat • Bank tidak diperkenankan memberikankredit tanpa perjanjian tertulis • Bank tidak boleh memberikan kredit pada usaha-usaha yang sejak semula sudah diketahui atau diperhitungkan tidak sehat dan akan membawa kerugian • Bank tidak boleh memberikan kredit untukpemelian saham dan modal kerja dalamranka kegiatan jual beli saham • Memberikankredit melampaui batas maksimal pemberian kredit ( legal lending limit) Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Oleh bank Dalam Memberikan Kredit • Analisis terhadap kemampuan debitur untuk membayar kembali kewjibannya.Isi Perjanjian Kredit • Representation and warraties (material adverse change clause) yaitu klausula yang berisi tentang adanya jaminan bahwa informasi yang diberikan oleh debitur adalah benar adanya. Pasal 8 UU No 10 /1998 • Dalam memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.

• BMPK untuk pihak terkait ditetapkan setinggi-tingginya sebesar 10 % dari modal BAB III PENUTUP A. Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) Suatu presentase perbandingan batas maksimum penyediaan dana yang diperkenankan terhadap modal bank BMPK Menurut Kep. 38 .31/177/Kep/Dir tanggal 31 Desember 1998 • BMPK untuk pihak tidak terkait ditetapkan setinggi-tingginya 30% dari modal bank yang berlaku sampai akhir 2001 dan terus dikurangi setiap tahun 5% dan pada awal 2003 harus tinggal 20 % dari modal bank.• Payment (pembayarannya).Direksi BI No. Kesimpulan Dunia Perbankan di Indonesia mempunyai tujuan yang strategis dan tidak semata-mata berorientasi ekonomis. tetapi juga berorientasi kepada hal-hal yang nonekonomis seperti masalah menyangkut stabilitas nasional yang mencakup antara lain stabilitas politik dan stabilitas sosial.

Menurut UU N0. Bank adalah lembaga keuangan yang eksistensinya tergantung pada kepercayaan para nasabahnya. yang mempercayakan dana dan jasa-jasa lain. DAFTAR PUSTAKA 39 . 7 Tahun 1992 tentang perbankan Pasal 1 (2) : “Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak”. ataupun mengirim uang melalui transfer. adalah kepatuhan bank terhadap kewajiban rahasia bank. Oleh karena itu bank sangat berkepentingan agar kadar kepercayaan masyarakat. kita akan mengetahui secara pasti apa-apa yang boleh dan tidak. Salah satu faktor untuk memelihara kepercayaan masyarakat terhadap suatu bank. 10 Tahun 1998 Tentang perubahan atas UU No. yang telah maupun yang akan menyimpan dananya. hampir setiap orang yang telah cukup umur berhubungan dengan Bank. maupun yang telah atau akan menggunakan jasa-jasa bank lainnya. terpelihara dengan baik. SARAN Dalam dunia modern sekarang ini. yang dilakukan nasabah melalui bank. meminjam uang dan sebagainya maka dari itu pemerintah dan pihak-pihak bank sendiri harus lebih giat memberikan inovasi-inovasi terbaru dan sosialisasi mengenai bank kepada masyarakat khususnya pada masyarakat di daerah terpencil sehingga kita sebagai nasabah Bank. Melihat fungsi daripada bank sebagai lembaga keuangan maka kegiatannya pun tidak pernah lepas dari uang. entah sekedar menyimpan uang. B.

syafi’I. 2002. M. hlm. Yogyakarta: Press [4] Teori dan Praktek Ekonomi Islam.[1] Antonio. Jakarta Gema Insani Press [2] Anomius. Bank Islam: Teori dan Praktek. 2003 40 . Jakarta: Karimkonsulting bekereja sama dengan Bank Indonersia [3] Muhammad. 2002. Produk-produk bank Islam. Lembaga Keuangan Umat Kontemporer.