Contoh PTK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

Sunday, April 24, 2011 3:22:02 PM A. JUDUL PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TIK KELAS XI SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2010/2011 MAN 1 BANDUNG B. LATAR BELAKANG MASALAH Pembelajaran merupakan perpaduan yang harmonis antara antara kegiatan pengajaran yang dilakukan guru dan kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa. Dalam kegiatan pembelajaran tersebut, terjadi interaksi antara siswa dengan siswa, interaksi antara guru dan siswa, maupun interaksi antara siswa dengan sumber belajar. Diharapkan dengan adanya interaksi tersebut, siswa dapat membangun pengetahuan secara aktif, pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, serta dapat memotivasi peserta didik sehingga mencapai kompetensi yang diharapkan. Pelaksanaan pembelajaran Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) merespons jauh lebih cepat berbagai perkembangan informasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan relevansi program pembelajaran TIK dengan keadaan dan kebutuhan sekarang dan masa yang akan datang. Kompetensi TIK diharapkan mampu menyeimbangkan pertumbuhan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, penguasaan kecakapan hidup, penguasaan tehnologi, informasi sehingga tumbuh generasi yang kuat dan berakhlak mulia. Melihat dari uraian tersebut maka mata pelajaran TIK seharusnya merupakan suatu pelajaran yang ditunggu-tunggu, disenangi, menantang dan bermakna bagi peserta didik. Kegiatan belajar mengajar mengandung arti interaksi dari berbagai komponen, seperti guru, murid, bahan ajar, media dan sarana lain yang digunakan pada saat kegiatan berlang¬sung. Dalam upaya menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien, maka guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip mengajar diantaranya menggunakan alat bantu mengajar atau alat peraga. Bahwa dalam prinsip mengajar yaitu sebagai guru, diharapkan mampu memperhatikan perbedaan individual siswa, menggunakan variasi metode mengajar; menggunakan alat bantu mengajar; melibatkan siswa secara aktif; menumbuhkan minat belajar siswa, dan menciptakan situasi belajar mengajar yang kondusif. Konsentrasi diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar karena kegiatan belajar mengajar memerlukan perhatian khusus. Dengan adanya konsentrasi belajar dapat meningkatkan intelektual, emosional dan mental siswa. Siswa merasakan bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan, sehingga siswa benar-benar berkonsentrasi atau memusatkan perhatiannya pada materi pelajaran yang sedang dipelajarinya. Jika siswa berkonsentrasi dalam belajar, maka tujuan belajar mengajar atau prestasi belajar akan mudah tercapai. Proses pembelajaran dapat dirancang tidak hanya berinteraksi dengan guru sebagai satu-satunya sumber belajar yang mungkin dapat dipakai untuk mencapai hasil pembelajaran, melainkan mencakup interaksi dengan semua sumber belajar yang mungkin dapat dipakai untuk mencapai

dan psikologis. menantang. Dengan demikian pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning STAD lebih efektif dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mata diklat Perhitungan Statika Bangunan dibandingkan metode konvensional. Salah satu caranya yaitu melalui penerapan model pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions). Sehingga perolehan hasil belajar pada mata pelajaran TIK di MAN 1 Bandung siswa kelas XI rata-rata masih berkisar pada angka KKM. handal. melainkan hanya berkonsentrasi pada tugas-tugas yang diberikan oleh guru. proses pembelajaran TIK yang tepat sasaran sangat diperlukan untuk mempermudah proses tercapainya tujuan apa yang diharapkan dari pembelajaran TIK. inovatif. Hal yang menjadi hambatan selama ini dalam pembelajaran TIK adalah disebab¬kan kurang dikemasnya pembelajaran TIK dengan metode pembelajaran yang menarik. Namun seberapa jauh keefektifitasannya model pembelajaran tersebut dalam meningkatkan hasil belajar siswa. dan bermoral semenjak dini. Kerangka pemikiran demikian dimaksudkan agar guru mudah dalam melakukan pendekatan kepada setiap peserta didik secara individual. dalam membahas pelajaran TIK tidak cukup hanya menekankan pada praktikum di depan komputer. Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pendekatan untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan. agar kritis terhadap praktik tersebut dan agar mau untuk mengubahnya (Harjodipuro. tetapi yang lebih penting adalah keterampilan proses dan pengembangan ilmu diri siswa itu sendiri. efektif dan menyenangkan (PAIKEM). membuat siswa menjadi bosan dan jenuh menerima pembelajaran TIK tersebut.hasil yang bermakna. Oleh sebab itu. Pemahaman ketiga aspek tersebut akan merapatkan hubungan guru dengan peserta didik. tanpa adanya aktivitas yang bervariasi dan melibatkan sisi psikologis yang cukup berarti bagi siswa. Dalam kegiatan pembelajaran guru sebaiknya memperhatikan perbedaan individual peserta didik. kondisi yang ada saat ini adalah : 1. Berdasarkan data dari MAN 1 Bandung diperoleh gambaran bahwa penerapan metode pembelajaran TIK sebagian besar menggunakan metode praktikum dan tutorial sebaya di lab komputer. dapat dilakukan melalui berbagai macam cara. . dengan mendorong para guru untuk memikirkan praktik mengajarnya sendiri. Penelitian model pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD ini sejalan dengan penelitian lain yaitu rerata peningkatan keaktifan dan hasil belajar mata diklat perhitungan Statika Bangunan pada siswa yang menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning STAD lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional. 1997:6). Dari uraian di atas bahwa mata pelajaran TIK mempunyai nilai yang strategis dan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul. 2. Begitu juga akibat padatnya materi dan penyampaian pembelajaran hanya menggunakan metode praktikum di depan komputer. akan dilakukan penelitian yang salah satunya dengan menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). (Adhi Kurniawan . yaitu pada aspek biologis. sehingga memudahkan melakukan pendekatan mengajar. Padahal. Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK siswa kelas XI semester 2 tahun pelajaran 2010/2011 MAN 1 Bandung. Peserta didik sebagai individu memliki perbedaan sebagaimana disebutkan di atas. dan menyenangkan. IDENTIFIKASI MASALAH Memperhatikan latar belakang di atas. Supaya pembelajaran TIK menjadi pembelajaran yang aktif. Model pembelajaran yang digunakan saat ini cenderung bersifat konvensional. intelektual. kreatif.2005) B.

HIPOTESIS Hipotesis sebagai suatu jawaban sementara terhadap masalah penelitian sampai terbukti data yang terkumpul” (Arikunto. yaitu model pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions). melalui penerapan model pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK siswa kelas XI semester 2 tahun pelajaran 2010/2011 MAN 1 Bandung dapat meningkat. E. Proses belajar mengajar TIK tidak lagi bersifat konvensional. Melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian tindakan kelas sebagai serangkaian langkah yang membentuk spiral. siswa mampu meningkatkan hasil belajar dalam mata pelajaran TIK siswa kelas XI semester 2 tahun pelajaran 2010/2011 MAN 1 Bandung G. Menanamkan keberanian siswa mengungkapkan ide. Meningkatnya kualitas pembelajaran TIK. dan saran meningkat. H. yaitu perencanaan (planning). TUJUAN PTK Tujuan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ini adalah : 1. tindakan (acting). 5. 6. 1993: 67). Dengan demikian. 3. bersifat variatif. Setiap langkah Penelitian tindakan kelas memiliki empat tahap. STAD dikembangkan oleh Slavin di Universitas John Hopkin Amerika Serikat dan merupakan model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana (Ibrahim dkk. sehingga membuat anak didik nyaman saat pembelajaran berlangsung. Dengan model pembelajaran ini. Apakah ada perubahan hasil belajar siswa dengan digunakannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pembelajaran TIK siswa kelas XI semester 2 tahun pelajaran 2010/2011 MAN 1 Bandung? D. Strategi pembelajaran yang lebih tepat. KAJIAN TEORI 1. dan refleksi (reflecting) (Joko Nurkamto. perumusan masalah adalah : 1. pengamatan (observing). Bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pembelajaran TIK? 2. CARA MEMECAHKAN MASALAH Metode pemecahan masalah yang akan digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini. 2. 4. diharapkan hasil belajar siswa siswa kelas XI semester 2 tahun pelajaran 2010/2011 MAN 1 Bandung dalam pelajaran TIK meningkat. F. maka hipotesis dapat dirumuskan adalah. Guru dapat menerapkan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran TIK 2. Menumbuhkan keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas mandiri maupun kelompok. Model pembelajaran kooperatif . dalam yeni susilowati. pertanyaan. PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan identifikasi masalah di atas. pendapat. MANFAAT PENELITIAN Manfaat yang diperoleh dari PTK antara lain : 1. Meningkatknya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran TIK. 2010). 2006).C.

seperti milik mereka sendiri. menjelaskan ada lima unsur pembelajaran kooperatif (pembelajaran gotong royong) yang harus diterapkan. b. Adanya penghargaan kelompok dari hasil penilaian. d. 2006). (c) Siswa harus melihat bahwa semua anggota di dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama. Tiap-tiap individu ikut andil menyumbang pencapaian itu. Saling ketergantungan positif Keberhasilan kelompok sangat tergantung pada usaha setiap anggotanya. e. Siswa yakin bahwa tujuan mereka akan tercapai jika dan hanya jika siswa lainnya juga mencapai tujuan tersebut. Pembelajaran kooperatif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama antarsiswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran (Yeni Susuilowati. Tujuan kelompok akan tercapai apabila semua anggota kelompok mencapai tujuannya secara bersama-sama. (f) Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. (g) Siswa akan diminta mempertangungjawabkan secara individu materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. JIGSAW Siswa dikelompokkan ke dalam tim beranggotakan enam orang yang mempelajari materi yang dibagi menjadi beberapa subbab kemudian anggota dari tim yang berbeda bertemu dalam kelompok ahli. Tatap muka Setiap kelompok harus diberi kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi. Komunikasi antar anggota Suatu kelompok tergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka mengutarakan pendapat. Group Investigation . TGT (Teams Games Tournament) Siswa memainkan permainan dengan tim lain untuk memperoleh skor tambahan bagi timnya. Tanggung jawab perseorangan Setiap siswa akan merasa bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik. Evaluasi proses kelompok Setiap kelompok harus melakukan evaluasi hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. c. 2006). (d) Siswa harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya. Demikian pula halnya dengan tujuan yang akan dicapai oleh suatu kelompok siswa tertentu.Falsafah yang mendasari model pembelajaran Cooperative Learning group adalah falsafah homo homini socius yang menekankan bahwa manusia sebagai mahluk sosial yang saling bekerja sama dan saling membutuhkan antara satu dengan yang lain. Balok akan dapat dipikul bersama-sama jika dan hanya jika kedua orang tersebut berhasil memikulnya. b. Roger dan David Johnson dalam (Yeni Susilowati. c. yaitu : a. (e) Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok. d. STAD (Student teams Achievement Division) Dalam STAD siswa ditempatkan dalam tim-tim belajar beranggotakan empat sampai lima siswa yang heterogen. Adapun model pembelajaran kooperatif ada 4 macam yaitu : a. Struktur tujuan kooperatif terjadi jika siswa dapat mencapai tujuan mereka hanya jika siswa lain dengan siapa mereka bekerja sama mencapai tujuan tersebut. Pola pencapai tujuan dalam pembelajaran kooperatif ini dapat digambarkan seperti dua orang yang memikul balok. Unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif yaitu sebagai berikut: (a) Siswa dalam kelompoknya harus merasakan bahwa mereka “sehidup semati”. (b) Siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya.

baik jenis kelamin. Dalam metode ini point tidak diberikan. siswa tidak boleh saling membantu. guru perlu membaca tugastugas yang harus dikerjakan tim. Guru memberikan tugas kepada kelompok dengan menggu¬nakan lembar kerja akademik.Teknik pembelajaran kooperatif dimana para siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk menangani berbagai macam proyek kelas. Setelah selesai mereka menyerahkan pekerjaannya secara tunggal untuk setiap kelompok kepada guru. Apabila siswa memiliki pertanyaan. e. Pembelajaran STAD STAD (Student Team Achievement Division) dikembangkan oleh Slavin di Universitas John Hopkin Amerika Serikat dan merupakan model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana (Ibrahim dkk. ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru karena berkaitan dengan kemampuan para . Memberikan penekanan kepada siswa bahwa LKS itu untuk belajar. 2. kemudian para siswa bergabung dalam kelompoknya yang terdiri atas empat sampai lima orang untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru. 2000:20). Arti Hasil Belajar Hasil belajar merupakan kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. b. serta memberikan siswa kesempatan sekitar 10 menit untuk memilih nama tim mereka atau ditentukan menurut kesesuaian. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling menjelaskan jawaban mereka. d. Hasil belajar ini menurut Bloom diklasifikasikan menjadi 3 ranah yaitu kognitif. d. afektif dan psikomotor (Sudjana. e. e. Guru menyampaikan materi pelajaran c. masing-masing terdiri atas 4 atau 5 anggota kelompok. ras. Menganjurkan kepada siswa pada tiap-tiap tim bekerja berpasangan (dua atau tiga pasangan dalam satu kelompok). Tiap siswa dan tiap kelompok diberi skor atas penguasaannya terhadap materi pelajaran. c. Ketiga ranah tersebut menjadi obyek penilaian hasil belajar. Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah sebagai berikut : a. Para siswa di dalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Guru memberikan pertanyaan atau kuis kepada seluruh siswa. 3. Inti dari model STAD antara lain guru menyampaikan suatu materi. b. dan kemudian di dalam kelompok saling membantu untuk menguasai materi pelajaraan yang telah diberikan melalui tanya jawab atau diskusi antar sesama anggota kelompok. Di antara ketiga ranah itu. tidak hanya mencocokkan jawaban mereka dengan lembar kunci jawaban tersebut. mintalah mereka mengajukan pertanyaan itu kepada teman atau satu timnya sebelum menanyakan kepada guru. dan kepada siswa secara individual atau kelompok yang meraih prestasi tinggi atau memperoleh skor sempurna diberi penghargaan. Hasil Belajar a. bukan untuk sekedar diisi dan dikumpulkan. maupun kemampuannya (prestasinya). 2001:22). etnik. Karena itu penting bagi siswa diberi lembar kunci jawaban LKS untuk mengecek pekerjaan mereka pada saat mereka belajar. Pada saat menjawab pertanyaan atau kuis dari guru. Untuk memudahkan penerapannya. Membagikan lembar kerja siswa (LKS). antara lain: a. Tiap kelompok mempunyai anggota yang heterogen. Meminta anggota tim bekerja sama mengatur meja dan kursi. f. Setiap akhir pembelajaran guru memberikan evaluasi untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap bahan akademik yang telah dipelajari.

perlu diperhatikan sarana dan prasarana yang ada jangan mengganggu kesehatan. Penguatan adalah tindakan yang menyenangkan dari guru terhadap siswa yang telah berhasil untuk melakukan sesuatu perbuatan belajar (Darsono.siswa dalam menguasai isi bahan pelajaran. b. Ulangan harian minimal dilakukan tiga kali dalam setiap semester. Ulangan harian ini terdiri dari seperangkat soal yang harus dijawab para peserta didik. Motivasi Motivasi merupakan motif yang sudah menjadi aktif saat orang melakukan suatu aktivitas. Kesiapan belajar Kesiapan belajar merupakan kondisi awal suatu kegiatan belajar baik kesiapan fisik maupun psikologis. Motif adalah kekuatan yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorong orang tersebut melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan. nilai ulangan tengah semester (subsumatif). Pembelajaran STAD juga mengajak siswa untuk aktif sehingga dapat melatih fisik siswa. Faktor dalam. Hasil belajar dapat dilihat dari hasil nilai ulangan harian (formatif). dan menggunakan pengetahuan yang dimilikinya. c. Setiap tim atau kelompok terdiri dari campuran siswa putra dan putri. Hal ini bertujuan agar terjadi interaksi antara siswa putra dan putri. tetapi juga secara praktis sehingga akan diperoleh pemahaman yang mendalam. meliputi: kondisi fisiologis dan panca indera Faktor fisiologis berhubungan dengan pertumbuhan fisik anak. Dalam penelitian tindakan kelas ini. yaitu faktor-faktor yang berasal dari siswa yang sedang belajar. Pengulangan Agar materi semakin mudah diingat perlu diadakan latihan yang berarti siswa mengulang materi yang dipelajari. Dengan bantuan guru siswa harus mampu mencari. Faktor – faktor yang mempengaruhi hasil belajar tersebut antara lain : a. . Pembelajaran kooperatif STAD merupakan pembelajaran berkelompok yang heterogen. antara lain : 1) Faktor Fisiologis. Mengalami sendiri Siswa hendaknya tidak hanya tahu secara teoritis. 1998:20). dan gizi makanan. kesehatan. yang dimaksud hasil belajar siswa adalah hasil nilai harian yang diperoleh siswa dalam mata pelajaran TIK. Implementasinya dalam pembelajaran. Pencapaian hasil belajar yang optimal dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : a. f. dan nilai ulangan semester (sumatif). Faktor fisiologis dalam pembelajaran STAD ini adalah jenis kelamin. serta diciptakan pembelajaran yang mengajak siswa aktif sehingga fisiknya juga terlatih. Setiap anak mengalami pertumbuhan fisik yang tidak sama dan bervariasi. e. dan tugas-tugas terstruktur yang berkaitan dengan konsep yang sedang dibahas. menemukan. Balikan dan Penguatan Balikan merupakan masukan yang sangat penting bagi siswa maupun guru. Dengan pertumbuhan fisik yang baik dan sehat diharapkan anak akan lebih mudah menerima pelajaran (Hariyadi. d. 2000 : 26). Beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan pertumbuhan ini adalah faktor keturunan. Tujuan ulangan harian untuk memperbaiki modul dan program pembelajaran serta sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan nilai bagi para peserta didik. Keaktifan siswa Yang melakukan belajar adalah siswa sehingga siswa harus aktif dan tidak boleh pasif. Ulangan harian dilakukan setiap selesai proses pembelajaran dalam satuan bahasan atau kompetensi tertentu. Anak yang selalu sehat dengan makanan yang cukup bergizi akan menunjukkan pertumbuhan yang lebih cepat dan lebih baik.

Faktor instrumental juga sangat mempengaruhi dalam penyelenggaraan pembelajaran. strategi pemecahan masalah. Sebagai contoh. sosial budaya dan lingkungan alam. bakat. Faktor psikologis sangat mempengaruhi kondisi siswa dalam proses pembelajaran. Keenam tingkat tersebut adalah : 1) Tingkat pengetahuan (knowledge) Tingkat ini menuntut siswa untuk mampu mengingat (recall) informasi yang telah diterima sebelumnya. dengan segala kondisinya seperti kondisi ekonomi. yaitu mengingat. Kawasan Kognitif (pemahaman) Tujuan kognitif berorientasi kepada kemampuan “berfikir”. 1986:30-31). 2) Tingkat pemahaman (comprehension) Kategori pemahaman dihubungkan dengan kemampuan untuk menjelaskan pengetahuan. Siswa yang memiliki minat dan motivasi belajar yang tinggi cenderung lebih memperhatikan pelajaran daripada siswa yang minat dan motivasinya kurang. terdiri dari lingkungan alami dan sosial budaya Lingkungan di mana siswa berada atau tinggal sangat mempengaruhi proses belajar siswa. sedang dan kurang karena STAD lebih menekankan pada kegiatan belajar kelompok. sesuai dengan perkembangan dan kemajuan yang terjadi saat ini. metode. Kawasan Hasil Belajar a. Apabila sarana dan fasilitas belajar memadai maka proses pembelajaran akan berjalan dengan lancar. Demikian halnya dengan kecerdasan dan bakat. 2) Faktor Instrumental. Setiap tim terdiri dari siswa yang pandai. Dalam pembelajaran STAD siswa dikelompokkan berdasarkan tingkat kecerdasan dan kemampuan kognitifnya. yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar diri siswa. Faktor luar. kerja sama dan saling membantu. dan berkualitas. meliputi: kurikulum. sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntutkan siswa untuk menghubungkan dan menggabungkan gagasan. . kurikulum hendaknya disusun dengan baik. sarana dan fasilitas serta guru. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kawasan kognitif adalah subtaksonomi yang mengungkapkan tentang kegiatan mental yang sering berawal dari tingkat “pengetahuan” sampai ketingkat yang paling tinggi. antara lain : 1) Faktor Lingkungan. Siswa yang lebih cerdas dan lebih berbakat akan mempunyai hasil belajar serta kemampuan kognitif yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang kurang cerdas dan kurang berbakat (Winkel. kena sasaran. b. 3) Tingkat penerapan (aplication) Penerapan merupakan kemampuan untuk menggunakan atau menerapkan informasi yang telah dipelajari ke dalam situasi yang baru. Kawasan kognitif terdiri dari enam tingkatan dengan aspek belajar yang berbeda-beda. seperti misalnya: fakta. atau prosedur yang sebelumnya dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut. b. Kurikulum berfungsi sebagai patokan atau pedoman dalam kegiatan pembelajaran. motivasi dan kemampuan kognitif. keluarga yang kondisi ekonominya kurang dapat menghambat anak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan juga dapat mempengaruhi kondisi psikis anak dalam belajar misalnya rasa minder. rumus. Taksonomi di sini diartikan sebagai salah satu metode klasifikasi tujuan instruksional secara berjenjang dan progresif ke tingkat yang lebih tinggi. meliputi: minat. Oleh sebab itu. informasi yang telah diketahui dengan kata-kata sendiri. program. kecerdasan. Lingkungan ini terdiri dari keluarga dan masyarakat. dimana siswa secara aktif berdiskusi. mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana. dan sebagainya.2) Faktor Psikologis. serta memecahkan berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari. guru dituntut untuk lebih kreatif dan profesional. Guna mencapai pembelajaran yang efektif.

dengan cara menyatakan dalam bentuk sikap atau perilaku positif atau negatif. Misal. . 4) Tingkat organisasi Organisasi dapat diartikan sebagai proses konseptualisasi nilai-nilai dan menyusun hubungan antar nilai-nilai tersebut. Kelompok-kelompok tersebut adalah sebagai berikut : 1) Gerakan seluruh badan Gerakan seluruh badan adalah perilaku seseorang dalam suatu kegiatan yang memerlukan gerakan fisik secara menyeluruh. Kawasan Psikomotor (psychomotor domain) Kawasan psikomotor adalah kawasan yang berorientasi kepada ketrampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh. 6) Evaluasi Evaluasi ini dilaksanakan untuk menentukan sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pengajaran dan seberapa efektif program pengajaran yang di laksanakan. Kawasan afektif terdiri dari lima tingkat secara berurutan yaitu : 1) Tingkat menerima (receiving) Menerima di sini adalah diartikan sebagai proses pembentukan sikap dan perilaku dengan cara membangkitkan kesadaran tentang adanya stimulus tertentu yang mengandung estetika. Kawasan psikomotor terdiri dari dari empat kelompok yang urutannya tidak bertingkat seperti kawasan kognitif dan afektif. pendapat. 5) Tingkat sintesis (synthesis) Sintesis di sini diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh. sehingga sikap dan perbuatan itu seolah-olah telah menjadi ciri-ciri perilakunya. 2) Gerakan yang terkoordinasi Gerakan yang terkoordinasi adalah gerakan yang dihasilkan dari perpaduan antara fungsi salah satu atau lebih indera manusia dengan salah satu anggota badan. asumsi. misalnya siswa sedang berolah raga. siswa sedang menulis. hipotesa atau kesimpulan. 5) Tingkat karakterisasi (characterization) Karakterisasi adalah sikap dan perbuatan yang secara konsisten dilakukan oleh seseorang selaras dengan nilai-nilai yang dapat diterimanya. c. b. emosi. 2) Tingkat tanggapan (responding) Tanggapan diartikan sebagai perilaku baru dari sasaran didik siswa sebagai menifestasi dari pendapatnya yang timbul karena adanya perangsang pada saat ia belajar.4) Tingkat analisis (analysis) Analisis merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi. Kawasan Afektif (sikap dan perilaku) Kawasan afektif merupakan tujuan yang berhubungan dengan perasaan. Pengukuran hasil belajar afektif jauh lebih sukar dibandingkan dengan hasil belajar kognitif karena menyangkut kawasan sikap dan apresiasi. atau tindakan (action) yang memerlukan koordinasi antara syaraf dan otot. konsep. dan sikap hati (attitude) yang menunjukkan penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu. memisahkan dan membedakan komponen-komponen atau elemen suatu fakta. sistem nilai. dan memeriksa setiap komponen tersebut untuk melihat ada tidaknya kontradiksi. kemudian memilih nilai-nilai yang terbaik untuk diterapkan. 3) Tingkat menilai Menilai dapat diartikan sebagai kemauan untuk menerima suatu objek atau kenyataan setelah seseorang itu sadar bahwa objek tersebut mempunyai nilai atau kekuatan.

misalnya : isyarat. dan lain-lain. Blog search Photos more from this album Friends (12) • keerio2k .3) Komunikasi nonverbal Komunikasi nonverbal adalah hal-hal yang berkenaan dengan komunikasi yang menggunakan simbol-simbol atau isyarat. 2005 : 27-39) • • • • • StumbleUpon reddit PTK Madrasah Aliyah "PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA"Soal TIK Kelas XI tentang IF Write a comment New comments have been disabled for this post. anggukan kepala. dengan tangan. 4) Kebolehan dalam berbicara Kebolehan dalam berbicara dalam hal-hal yang berhubungan dengan koordinasi gerakan tangan atau anggota badan lainnya dengan ekspresi muka dan kemampuan berbicara. ekspresi wajah. (Yamin.

• erolisik • kangtro • andiwdland • Gusdar99 • yoe86 Show all friends May 2012 M T W T F S S April 2012June 2012 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Recent visitors • thandomhle Gusdar99 maximebeltrami7 • • .

.Surf the Web with lightning speed. using the fastest browser ever.• minamerobert Download Opera .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful