P. 1
Beberapa Istilah Dalam Fotografi

Beberapa Istilah Dalam Fotografi

|Views: 85|Likes:
Published by Fadly Dwi Abdillah

More info:

Published by: Fadly Dwi Abdillah on May 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2012

pdf

text

original

Beberapa Istilah Dalam Fotografi A : Singkatan dari auto, yaitu sebuah sandi untuk pilihan fasilitas otomatis.

Artinya, bila selector diputar ke posisi ini, bukaan diafragma akan bekerja secara otomatis setelah pemotret memilih suatu kecepatan (shutter speed) atau sebaliknya. AF : singkatan dari auto focus, yaitu cara kerja kamera tanpa mengharuskan pemotret memutarmutar sendiri penemu fokus(jarak). Sistem ini bekerja setelah pemotret menekan tombol "on" pada perintah fokus. AL servo AF : saran pilihan autofocus yang digunakan untuk memotret objek2 bergerak. Pilihan yang efektif untuk pemotretan olahraga. Angle of view : Sudut pandang atawa sudut pemotretan. Cara melihat dan mengambil objek yang akan difoto Angle of View Sudut pandang dalam pengambilan objek foto. Aperture Bukaan diafragma; alat yg mengatur seberapa besar cahaya yang masuk kedalam kamera di lensa. Available light cahaya yg ada AutoFocus Focus otomatis; focus lensa yang bekerja otomatis dalam waktu yg relatif cepat.(tergantung dari lensa dan kondisi pencahayaan) Back focus Focus dibelakang objek Back light pencahayaan yang berasal dari belakang objek foto Battery Grip attachment tambahan yang dipasang di base camera...berisi batre ...bisa berupa batre bawaan kamera...atau batre AA (perlu tambahan lagi).. Blitz/Speedlight/Flash alat bantu dalam pemotretan yang memancarkan sinar secara cepat untuk memberi pencahayaan ke objek. Bracketing Menaikkan ato menurunkan ukuran pencahayaan pada pemotretan untuk memperoleh pencahayaan yg tepat. BOKEH bidang blur/out of focus..hasil dari Depth of Field... Bounce

--tapi kayaknya hari gini sih jarang banget kita nemu 'film'. Emulsi Film(SLR) Lapisan bahan pada film yang peka terhadap cahaya. Depth of Field lebar bidang fokus. Bulb sarana pada pengukuran shutter speed yang dapat diatur sendiri sesuai dengan keinginan memotret (tulisan bulp biasanya muncul bila lebih dari 30detik). semakin mungkin CA ini buat terjadi. boleh dikata sebuah ruang di depan kamera. Beberapa kamera juga menggunakan CMOS untuk lightmeter internalnya. Sirkuit yang sering di gunakan pada chip elektronik dan juga sensor image(digunakan pada beberapa kamera canon). . Sensor yang kebanyakan digunakan pada kamera digital. Exposure Hasil pengaturan bukaan diafragma dan shutter speed yang menentukan pencahayaan objek. Film Media untuk merekam gambar yang terdiri atas sebuah lapisan tipis yang mengandung emulsi peka diatas lapisan yang fleksibel dan transparan. Croping memotong bagian atau sisi tertentu dari bidang foto. Bisa diliat dari lensa zoom dan superzoom atau lensa wide bakal punya CA yang lebih parah daripada lensa prime. CA disebabkan oleh lensa yang punya refractive index yang berbeda di setiap light wavelengths. Makanya lensa yang mahal akan pake UD (Ultra low Dispersion) glass buat mengurangi CA ini. CMOS (si mos) Complementary Metal Oxide Semiconductor. Fill in melunakkan bayangan pada objek foto. yang banyak juga kamera digital! Filter terbuat dari sistem optik yang dipasang pada bagian depan lensa. Istilah CA ini kalo di fotografi dihubungkan dengan warna biru ke ungu-unguan di sekitar suatu objek. dmana objek yang berada ddlmnya mempunyai ketajaman tertentu. ruang tajam. Semakin complex design lensa.Efek pencahayaan terhadap objek foto dari speedlight yang dipantulkan ke atas/samping/bawah. Achromatic CCD (si si di) Charged Coupled Diode. CA ato Chromatic Abberation. Colourmeter alat untuk mengukur atau menghitung temperature warna. Sedangkan sigma pake elemen lensa yang bernama APO.

Grainy kalo di film : butiran lapisan emulsi film.. Low-Key teknik pemotretan yang kebalikan dari High Key sehingga didominasi oleh warna hitam.Fish eye lens lensa sudut lebar dengan ukuran 16mm ke bawah. ketajaman lensa melalui view finder. dulunya di kenal dengan nama ASA(American Standarts Association) ato DIN(Deutsche Industrie Norm) merupakan standard umum yang digunakan untuk ukuran kepekaan terhadap cahaya. tauk!* hehehe.. Butiran dalam film akan tampak sebagai titik2 dalam hasil cetak foto. Front focus focus di depan objek Front light pencahayaan dari depan. 120mm. *ke om didi: jangan nyembah2 lensa gue ya! itu punya kantor.. Focus kalo dbuku Fisika jaman gw smp/sma namanya titik api .karena memiliki karakteristik dispersi cahaya yang sangat rendah (efek pelangi).. HOT SHOE tempat buat connect external blitz (yg ada di atas camera) ISO International Standarts Organization.(ada beberapa yg menggunakan sistem TLR) Monopod Penyangga 1 kaki untuk kamera.jadi digunakan sebagai elemen Low Dispersion Lens di kebanyakan Lensa Canon Seri L. Medium Format Camera Kamera yang pada prinsipnya sama dengan SLR. Fluorite bahan yang bisa digunakan untuk menjadi lensa. kalo di digital : butiran yg muncul karena menaikkan sensitifitas cahaya pada sensor. High key Cara memotret yang mana kebanyakan putih ato bercahaya pada image. titik tempat pertemuan cahaya melalui lensa. Motordrive(SLR) . cman menggunakan film yg berbeda. Lightmeter alat yang berfungsi untuk mengukur pencahayaan yang diperlukan untuk pemotretan.

. TLR Twin Lens Reflex. digital SLR. Noise bintik2 warna yang gak beraturan biasanya gara2 kalo sensor sebuah kamera digital lagi diset di high ISO... tapi di low sensitivity. refleks lensa kembar. Still Life pemotretan benda tak bergerak. karena pemrosesan analog menjadi data digital bisa dilakukan lebih banyak di CCD. Reflektor alat bantu pada pemotretan yang berfungsi memantulkan cahaya.alat yang berfungsi untuk menggulung film. CCD menang kualitas. Over Exposure Pemotretan dengan cahaya yang berlebihan sehingga menimbulkan efek terlalu terang.. Self timer Alat hitung mundur yang tersedia di kamera.) Side Light pencahayaan yang berasal dari samping objek foto SLR Single Lens Reflex. Red Eye Efek titik merah pada mata objek karena pantulan lampu kilat. Tripod Penyangga 3 kaki untuk kamera. Model kamera yang menggunakan cermin putar untuk memantulkan objek pada view finder. sensor itu nyerep lebih banyak listrik. Shutter Speed pengaturan kecepatan tutup "jendela" kamera dalam menangkap pencahayaan yang masuk. DSLR. ini dikarenakan kalo lg high iso. Stop ukuran menaikkan ato menurunkan bukaan aperture atau shutter speed dari nilai normal. Pembidikan dilakukan secara vertical pada bagian atas lensa dan tidak langsung ke lensa utama. akhirnya hasil analog yg diubah ke digital gak sempurna de dan biasanya sensor CCD butuh listrik lebih banyak daripada sensor CMOS jadinya CCD lebih banyak noise. Shadow bidang gelap (bayangan mah arti di kamusnya. trus jadinya panas. Under Exposure Image kurang cahaya.

dsb. umumnya terjadi saat menggunakan lensa sudut lebar. foto yang bagus adalah foto dengan POI yang jelas. contoh kalimat: "pipinya OE tuh. contoh kalimat: (diucapkan kepada model) "chin up honey! chin up!" dead center saat POI (baca di bawah) berada tepat di tengah bidang gambar mood suasana yang dihasilkan foto tersebut. dodge kebalikannya. . bagi sebagian orang. tp skrg era digital di photoshop ada tuh tool burn ama dodge. juga mudah terjadi pada lensa berkualitas rendah. vignette justru dicari untuk menambah kesan dinamis dan art pada foto (contoh: terjadi pada kamera Holga yg laris manis). bahagia. bisa jadi di atas. contoh kalimat: "fotonya keramean neh. Canon's new lines of lenses made specifically for small-sensor EOS digital cameras.View Finder Jendela bidik. posisi yg sering dipakai saat pemotretan outdoor. memprihatinkan. Refers to the focus motor built into the lens that is common to all EOSmount lenses. menerangkan bagian dalam foto. Wide Lens Lensa sudut lebar burn dan dodge burn adalah istilah untuk menggelapkan bagian dalam foto. dulu lazimnya dilakukan di kamar gelap. apakah sedih. di bawah. POI gak jelas" vignette lingkaran hitam/gelap di sekeliling foto. EF-S: Electro-Focus Short Back Focus. contoh kalimat: "gilaaa vignettenya parah bgt nih" Canon DO: Diffractive Optics. di samping. contoh kalimat: "anjriiiitttt moodnya dapet banget!!" off-center saat POI (baca di bawah) berada tidak di tengah tengah bidang gambar. di burn dikit bos!" chin up terjemahan bebas: ndangak (menengadahkan kepala). teknik ini dilakukan untuk memberi dimensi dan keseimbangan gelap-terang pada foto. EF: Electro-Focus. apabila matahari ada di atas model sehingga timbul bayangan gak enak di bawah hidung dan fotografernya ga bawa reflektor. pokoknya gak di tengah POI (point of interest) bagian apa dari foto tersebut yg ingin ditonjolkan.

Auto Program Programed Auto (P) : fasilitas otomatis untuk memilih pencahayaan terprogram secara normal dan high speed(kecepatan tinggi). Jika bukaan diafragma disetel terlebih dahaulu. The AF motor is in the lens. Refers to Canon's series of SLR cameras that are capable of auto-focusing. Its benefit includes lighter and smaller lenses. USM: Ultrasonic Motor. kecepatan rana akan bekerja otomatis. tergantung pada pemakaian panjang-pendek fokus lensa. ED: Extra-low Dispersion. dll.EOS: Electro-Optical System. ASA : singkatan dari american standar assosiation. Developed to provide the same benefit to Nikon users and to compete with USM and HSM. AF-S is similar to Canon's USM and Sigma's HSM technology. Nikon AF-I: Autofocus Internal Motor. Lens element to help correct chromatic aberrations. Aperture priority auto exposure (A) : pencahayaan otomatis prioritas bukaan diafragma. Micro: Same as macro. In-lens focusing motor that is super quiet and is based on electromagnetic field to operate. Auto winder : motor yang berguna untuk memajukan film secara otomatis dan cepat tanpa harus dikokang atawa diengkol terlebih dahulu. Kecepatannya diukur secara aritmatis. Pengertiannya sama dengan ISO. G: Designates D-type lenses with camera controlled aperture settings only. Artificial light : cahaya buatan manusia yang digunakan untuk memotret misalnya lampu kilat. . Aperture diafragma : yaitu lubang tempat cahaya masuk kedalam kamera dari lensa keatas film. rather than in the camera body. api. DC: Defocus Control. AF-S: Autofocus Silent Wave Motor. Designation for Canon high-end lenses. Sering digunakan oleh pemotret olahraga atawa yang mengutamakan objek-objek bergerak cepat. IS: Image Stabilizer L: Luxury. Yaitu standar kepekaan film. IF: Internal Focus. hanya saja nama ASA dahulu umumnya dipakai diwilayah amerika.

Cahaya blitz umumnya bisa ditangkap dengan kecepatan kamera 1/60 detik. Hal ini terjadi misalnya saat melakukan teknik panning atau zooming yang menggunakan kecepatan rendah.umumnya tidak ada komunikasi antrara pemotret dan objek foto. Blitz : Lampu kilat atau flashgun. Teknik pencahayan ini cocok untuk menghasilkan penyinaran lunak. yaitu dengan menekan lalu melepas tekanan pada tombol shutter. Pancaran cahaya tidak langsung yang berasal dari sumber cahaya (lampu kilat). yaitu cahaya yang berasal dari belakang objek. Cara ini biasanya menghasilkan foto yang terkesan wajar atau alami.oleh Karen itu pemotret harus ekstra tekun. Blur : Kekaburan seluruh atau sebagian gambar karena gerakan yang disengaja atau tidak sengaja pada saat pemotretan dan efek besar kecilnya diafragma. objek foto dikelilingi "rim light" atau cahya yang ada disekitar objek. Secara umum efek yang dihasilkan dapat menciptakan siluet. Berguna bagi pemotret berkacamata. biasa juga disebut ‘base light'. Birds eye view : Sudut pandang dalam pemotretan yang mirip dengan apa yang diliat seekor burung yang sedang terbang. Bounce Flash : Sinar pantul.teliti dan sabar. Bracketing : Suatu teknik pengambilan gambar yang sama dengan memberikan kombinasi pencahayaan yang berbeda-beda pada suatu objek (disamping pengukuran pencahayan normal). Lama membuka rana ditentukan oleh pemotret. Efek cahaya ini bisa merugikan pemotret sebab bila mengenai lensa akan menimbulkan flare. Alat ini merupakan cahaya buatan yang berfungsi menggantikan peran cahya matahari dalam pemotretan.yaitu sandi yang terdapat pada kamera. Bottom light : Cahaya dari bawah objek. B(ulb) bohlam : Sarana kecepatan rana yang sangat lambat dikamera yang digunakan untuk memotret objek. Bayonet : Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk melakukan penggantian lensa. Cara paling efektif yang dapat dicoba adalah memantulkan pancaran sinarnya kesudut lain sebelum cahaya itu mengenai objek pemotretan. C : Singkatan dari continuous. Arah cahaya ini berlawanan dengan posisi kamera. . Blitzlichtpulver : Cikal bakal lampu kilat.Back light : Cahaya dari belakang. Biasa digunakan sebagai cahaya pengisi dari arah depan. Terbuat dari beberapa campuran bubuk diantaranya magnesium dan potassium chlorade yang dapat memancarkan cahaya bila disulut. Fungsinya menyatakan penggunaan bidikan gambar secara beruntun dengan kecepatan tertentu (umumnya 3 bingkai per detik). jeli. Bulb. Built-in diopter : Pengatur dioptri (lensa plus atau minus)yang sudah terpasang pada pembidik kamera. Fungsinya mengurangi kontras cahaya utama.keberhasilan foto sangat ditentukan oleh kemahiran pemotret mengungkapkan pesannya. Untuk menangkap kilatannya diperlukan suatu kecepatan tertentu yang telah disesuaikan (disinkronkan) dengan kamera. Candid camera : foto atau potret yang dibuat dengan cara sembunyi2 sehingga objek foto tidak menyadarinya.

yaitu chip pengganti filmyang digunakan pada kamera digital untuk merekam gambar (citra) Center of focus : pusat perhatian. mjsalnya jamur. Fill in Flash : Lampu kilat pengisi.Funsinya menahan pantulan cahaya dan melindungi lensa dari berbagai bahaya. Contrast : kontras. Distortion : distorsi. semakin gelap dan berat warnanya. Center weight : pengukuran pencahayaan yang tertuju hanya pada 60 persen daerah tengah gambar (bidang) foto. Biasanya juga disebut sebagai ruang tajam. atau warna putih yang mencolok sekali pada objek. lampu ini tetap dinyalakan untuk menerangi bagian-bagian gelap dari objek. Bisa diciutkan atau dilebarkan. Cold tone : warna yang bernada dingin. Sering juga disebut center of interest atau focus of interest.yang berada dalam jangkauan tertentu.istilah ini menyatakn tebal-tipis lapisan perak yang melekat pada film. Density : densitas atau kepekatan dalam fotografi.CCD : singkatan dari charge couple device. yaitu penempatan atau penyusunan bagian2 sebuah gambar untuk membentuk kesatuan dalam sebuah bidang tertentu sehingga enak dipandang. Diaphragm : diafragma. Continuous light : lampu kilat yang digunakan untuk memotret.yaitu lubang pada lensa kamera tempat cahaya masuk saat melakukan pemotretan. Semakin pekat suatu warna. Depth : kedalaman.yaitu penyimpangan bentuk. Lubang lensa ini dibentuk dari kepingan2 logam tipis yang berada didalam atau dibelakang lensa. cahayanya dapat menyala terus menerus(berulang-ulang). atau nada (warna) antara bidang gelap (shadow) dengan bidang terang. Depth of field : bagian yang tampak tajam (tidak buram) dan jelas. . Dalam kondisi pemotretan yang tidak memerlukan lampu kilat. berwarna biru kelabu dengan nada warna ringan.kecerahan. Color balance : keseimbangan warna. misalnya bayangan pada pemotretan diluar ruangan. yaitu efek dimensional yang timbul karena ada perbedaan ketajaman. Pada fotografi biasa terjadi pada pemotrtan dengan lensa sudut lebar. Cropping : pemadatan/pemotongan gambar dalam foto atau sesuatu yang tercetak dengan membuang bagian2 tertentu yang kurang dikehendaki. Composition : komposisi. Coating : pemberian suatu lapisan tipis pada permukaan lensa. Pusat perhatian membuat pesan dan teknis yang ingin disampaikan pemotret tergambar secara fisik pada foto. Secara umum kontras diartikan sebagai perbedaan gradasi.

Film : Media untuk merekam gambar. terdapat pada bagian atas kamera. yaitu satuan pengambilan gambar dalam gambar per detik. Image : gambar yang terbentuk pada film atau pada tirai pengamat. Flash : Lampu kilat. Filter : Penyaring dalam bentuk kaca (atau bahan lain yang tembus cahaya) yang mempunyai ketebalan rata. Gambar dibuat diatas dasar yang fleksibel dan transparan. pemotret berada pada posisi yang lebih tinggi dari objek foto. High light : bagian-bagian yang terang pada sebuah foto karena pantulan sinar. Film terdiri dari lapisan tipis yang mengandung emulsi peka cahaya. Fix Lens : Lensa fix. sudut pandangnya tetap. yaitu kekuatan daya pancar cahaya lampu kilat yang merupakan perkalian antara jarak (dalm meter taau feet) dan diafragma. High angle : pandangan tinggi. yaitu lensa yang memiliki panjang fokus (titik api) tunggal. yaitu mengukur kuat cahaya yang . diatas dasar yang fleksibel dan transparan. Pendeteksi berangka yang menunjukkan jumlah film yang sudah terpakai. GN : Singkatan dari guide number. Honeycomb : Perangkat atau alat tambahan berbentuk seperti sarang tawon. Incident light metering : Pengukuran cahaya jatuh. pers. Flash exposure compensation : Kompensasi pencahayaan lampu kilat. artinya. Tujuannya adalah mendapatkan ketajaman dan warna gambar yang baik. dipasang pada ujung tabung lensa. Hot shoe : sepatu panas. yaitu jenis lampu buatan yang mampu menyediakan cahaya yang bisa dikendalikan. Film transparency : Slide warna atau color reversal film. FPS : singkatan dari frame persecond. yaitu senyawa yang peka cahaya. Film Frame Counter : Penghitung jumlah bingkai film. Emulsi sendiri terdiri dari perak halida. berfungsi untuk memasang lampu kilat elektronik. Focus ring : Titik api atau pertemuan berkas sinar/cahaya melalui lensa setelah berbias atau dipantulkan. dll. yaitu film positif yang biasa digunakan untuk keperluan iklan. High-Key photo : sebutan untuk suatu foto yang didominasi nuansa putih. yaitu cara membuat alternatif pencahayaan lebih atau kurang dengan menggunakan lampu kilat.

yaitu alat yang terdiri dari beberapa cermin yang mengubah benda menjadi bayangan yang bersifat terbalik. lensa zoom yang mempunyai fasilitas menghasilkan rekaman objek seperempat besar benda aslinya (1:4) juga sudah bisa dikatakan makro. sama dengan pencahayaan panjang misalnya 2 detik atau lebih. Magnification : Pembesaran. dan nyata. Pengertian makro dalam fotografi adalah saran untuk pemotretan jarak dekat.Namun. Lens Hood : Tudung lensa yang digunakan untuk menutupi elemen lensa terdepan dari cahaya yang masuk secara frontal. Macro : Makro. yaitu tingkat kepekaan cahaya yang dihasilkan oleh suatu sumber cahaya. Main light : Sinar utama dalam pemotretan yang biasanya berasal dari depan objek. Menghasilkan gambar seolah-olah objek lebih tinggi dari aslinya. seperti asa digunakan di Jepang.diperkecil. yaitu sinar merah diluar spektrum. Fotografi makro akan menghasilkan rekaman objek(pada film) yang sama besar dengan objek aslinya (1:1).menerangi objek. Lens : Lensa. Hal yang paling mempengaruhi kontras cahaya adalah besar kecilnya sumber cahya. Cahya seperti ini akan menimbulkan efek flare (bintik cahaya putih) pada foto. atau paling tidak setengah besar objek aslinya (1:2). LT : Long time Exposure. yaitu lensa yang digunakan untuk memotret objek berukuran kecil atau pemotretan jarak dekat (mendekatkan objek). Macro Lens : Lensa makro. Biasanya . yaitu sudut pandang dalam pemotretan dengan kedudukan pemotret lebih rendah dari objek pemotretan. JIS : singkatan dari japan industrial standart. Infinity : jarak tak terhingga dengan tanda pada skala jarak. Light meter : Pengukur kekuatan sinar. Light contrast : Kontras cahaya. ISO : singkatan dari international standart organization. yaitu badan yang berwenang memberikan standar untuk kategori film yang digunakan didunia fotografi. Diukur dari gambar film dengan perbandingan ukuran asli objek. yaitu ukuran kepekaan film. Biasa dipakai dalam pemotretan untuk menentukan besar diafragma atau kecepatan pada suatu kondisi pencahayaan. Low angle : Pandangan rendah. Infrared : inframerah. Umumnya dipakai untuk keperluan reproduksi karena dapat memberikan kualitas prima dan minim distorsi. Long Shot : Sudut pandang yang lebar yang memberi perhatian lebih pada objek pemotretan dengan cara memisahkannya dari latar belakang yang mungkin mengganggu.

Medium shoot : Pandangan yang lebih mengarah kepada suatu tema pokok dengan latar belakang yang agak dihindari. MF : singkatan dari manual focus.digunakan untuk memunculkan bentuk atau wajah objek. Sering pula disebut "unipod" ND Filter : Filter ND. kamera ini mempunyai keunggulan dalam pembesaran cetakan. Non-reflex camera : kamera non refleks yang tidak menggunakan cermin putar. 50 mm atau 55 mm. yaitu cara penajaman atau pemfokusan yang dilakukan secara manual. Contohnya adalah kamera kompak atau kamera langsung jadi (Polaroid) Normal lens : Lensa berukuran normal berfokus panjang. Jika kamera obscura dihadapkan ke benda yang diterangi cahaya. Nebula Filter : Filter yang menghasilkan gambar dengan efek pancaran sinar radial yang berpelangi. kira2 sebatas pinggul keatas. yaitu filter yang berfungsi menurunkan kekuatan sinar sebanyak 2 sampai 8 kali. Dibandingkan dengan kamera format kecil. . Monopod : sandaran atau penyangga kamera berkaki satu. Prinsipnya dalam sebuah kamar gelap yang tertutup lubang (pin hole). Medium format camera : Kamera format medium. evaluative/matrix dan spot Metering center weight : Pola pengukuran cahaya menggunakan 60 persen daerah tengah gambar Metering matrix : Pola pengukuran cahaya berdasarkan segmen-segmen dan persentase tertentu Metering spot : Pola pengukuran cahaya yang menggunakan satu titik tertentu yang terpusat. Obscura : Cikal bakal kamera zaman sekarang. Metering : Pola pengukuran cahaya yang biasanya terbagi dalam 3 kategori : center weight. yaitu suatu ketajaman yang dapat dicapai karena lensa berkualitas baik. Microphotography : Fotografi yang menggunakan film berukuran kecil. yaitu jenis kamera SLR yang menggunakan jenis film 120 mm. Optical Sharpness : ketajaman optis. sebuah gambar proyeksi terbalik dari benda tersebut akan tampak pada dinding yang berhadapan dengan lubang. Bisa digunakan untuk pemotretan berobjek orang. Sudut pandangnya sama dengan sudut pandang mata manusia. untuk film berukuran 35 mm. dengan bantuan mikroskop. Berfungsi membantu menahan kegoyangan.

Tujuannya agar pemotret dapat mengatur kamera secara manual. POLARIZING COLOR FILTER :Filter yang terdiri dari selembar polarisator kelabu dan polarisator warna. POLARIZING CONVERSION FILTER :Filter terdiri dari selembar polarisator dengan filter konversi warna (85 . Bagian shadow tampak pekat (tanpa detail) sehingga negative tampak hitam total. . menambah saturasi warna dan menembus kabut atmosfer. Efeknya sama dengan filter polarisasi. Yang vertial menutup secara vertikal dan yang horizontal menutup secara horizontal. biasanya digunakan untuk kamera kine. Bila kepekatan bagian ini melampaui batas. hasil cetak foto akan menjadi abu2. terdapat berbagai kombinasi warna sehingga dapat digunakan untuk efekefek tertentu. dipakai untuk menghilangkan refleksi dari segala permukaan yang mengkilap. dilapi di antara dua gelang filter. RELEASE CABLE :Kabel penghubung dengan shutter sehingga memungkin pemotret menekan shutter dari jarak beberapa meter dari kamera. RAINBOW FANTASY FILTER :Filter dengan inti bulatan normal dan sisanya berisi prisma. bagian yang satu dengan lain dapat diputar-putar untukmendapatkan sudut paling ideal menghilangkan refleksi. berdampingan dengan diafragma. bagian high akan menjadi putih. RANA PUSAT :Rana yang terletak pada lensa. lensa. Juga berguna untuk membirukan langit. Filter ini terdiri dari dua bagian. POLARIZING FIDER FILTER :Filter yang terdiri dari dua filter PL linier yang digabung menjadi satu. Jumlah filter yang masuk dapat diatur dengan memutar gelang filter.Optik : berkenaan dengan penglihatan (cahaya. RANA :Adalah tirai yang menggantikan fungsi penutup manual di bagian depan lensa. sehingga memungkinkan film tungsten digunakan untuk cerah hari dan mempunyai efek seperti filter polarisasi. Menutupnya dengan cara memusat. Lampu atau penyinaran yang dibuat untuk menyinari objek dari atas. RANA CELAH :Rana celah vertical dan horizontal dan terletak pada kamera. Overhead lighting : sinar dari atas. POLARIZING FILTER :Filter polarisasi. Override : Penyimpangan dari pengaturan otomatis. Tiap-tiap berkas sinar akan bertepi pelangi. besar kecilnya dapat diatur sesuai kebutuhan. POLARIZING CIRCULAR FILTER :Filter yang dibuat dari lembaran polarisator linier dan keeping quarter wave retardation. dsb) Overexposure : kelebihan pencahayaan. Biasanya juga digunakan untuk jenis kamera kine. POP UP FLASH :Lampu kilat kecil terbuat atau menyatu dengan kamera.

SENSE OF DESIGN SEPIA TONER erasaan atas komposisi. SEQUENCE ekuen. SELF ADJUSTING enyesuaian (diri). REMBRANDT LIGHTING :Cahaya yang berasal dari jendela atau sering juga disebut window lighting.RELOADABLE TO LAST FRAMER :Fasilitas untuk mengembalikan film yang telah digulung di tengah posisi terakhir yang terpakai. Sebuah tuas yang digunakan untuk keperluan memperlambat membukanya rana kamera sekalipun tombol pelepas kamera telah ditekan. Penangguhan waktunya umumnya berkisar 10 detik. SECOND CURTAIN SYNC :Fasilitas untuk menyalakan lampu-kilat sesaat sebelum rana menutup. Biasanya digunakan untuk memotret diri sendiri. Dengan alat ini menjadikan kita dapat menggunakan lensa biasa untuk membuat pemotretan makro dengan hasil yang cukup baik. SHAPE :Bidang. RETOUCH :Mengubah. RETINA elaput peka sinar dari mata atau salah satu merek kamera keluaran kamera. lingkaran. Cahaya yang datang dari sudut 45 derajat. baik berupa segi tiga. REVERSE ADAPTER uatu alat penyambung yang digunakan untuk memotret saat menggunakan lensa kamera yang dibalik sehingga elemen belakang lensa menghadap ke objek. Satu seri dari beberapa jepretan (shot) yang meliputi suatu kejadian yang sama. SHADE :Teduh. ewarna coklat/sawo. suatu bentuk dalam aspek dua dimensi yang terjadi tidak hanya oleh karena adanya kesan garis. SHADOW :Bidang gelap/hitam atau bayangan pada sebuah foto yang berbentuk objek yang membayang. SELF TIMER enangguh waktu. Estetika dalam nirmana datar warna. RESOLUTION aya pisah. Suatu sifat lensa yang berdaya urai dengan kemampuan menyajikan detail kehalusan gambar sesudah film dikembangkan (diproses). Namun selain itu bisa juga . Setiap jepretan hanya berbeda dalam hitungan detik. sifatnya memperbaiki atau menambah warna dengan menggunakan tangan atau kuas. Pencahayaan tersebut berasal dari nama pelukis Belanda Rembrandt. atau juga pada masa ini dengan komputer seperti melukis sehingga menghasilkan gambar yang baik dan tanpa cacat seperti sebelumnya. dll. bayangan yang tak berbentuk. REMOTE :Alat yang memungkinkan fotografer melakukan penekanan shutter dari jarak jauh dengan penghubung arus tanpa kabel. elips.

Lensanya berfungsi untuk meneruskan bayangan objek ke pembidik dan meneruskannya ke film. misalnya foto potret (portrait). adalah kamera yang memiliki satu lensa untuk membidik yang menggunakan cermin dan prisma. SIDE LIGHT :Cahaya dari samping. SLAVE UNIT :Mata listrik yang menyalakan lampu-kilat karena pulsa yang dihasilkan oleh menyalanya lampu-kilat lain. SINGLE SERVO AUTOFOCUS (S) andi saat Anda membidikkan suatu objek dan tombol rana telah tertekan separo. Arah datangnya sinar seperti ini akan menghasilkan foto dengan detail dan tekstur dari benda dengan baik.90 derajat dihitung dari sudut pandang kamera. SIDE LIGHTING inar dalam pemotretan yang datangnya dari arah samping kanan atau kiri . SNAPSHOT :Bidikan spontan. Karena itu kamera seperti ini yang paling banyak digunakan oleh para fotografer. SHARPNESS :Ketajaman film. SINGLE LENS REFLECT :Refleks lensa tunggal (RLT). Pencahayaan seperti ini menghasilkan foto dengan efek yang menonjol permukaan atau objek fotonya serta terciptanya kesan tiga dimensional. Apa yang terlihat pada jendela pengamat sama seperti apa yang terjadi pada film atau fotonya. maksimal hanya seukuran majalah. Bayangan yang dihasilkan akan menampakkan bentuk benda dengan lebih menarik dengan separo dari muka terang dan separo lagi gelap. untuk hasil pencetakan besar. maka jarak antara kamera dengan objek terkunci hingga tombol dilanjutkan ditekan hingga terekam satu bidikan. Cara ini umumnya digunakan untuk membuat foto human interest. Namun kekurangannya. yaitu suatu kemampuan film untuk merekam setiap garis dari pandangan yang dipotret dengan ketajaman yang baik. Jenis maupun ukuran filmnya sangat mudah didapat juga proses filmnya terutama bagi yang menggunakan film jenis negatif. tanpa modelnya diatur terlebih dahulu. Umumnya digunakan untuk menampilkan foto-foto yang berkarakter. Umumnya menghasilkan cahaya yang . yaitu cahaya yang berasal dari arah samping objek. baik kiri atau kanan dan dapat ditempatkan pada sudut 45 atau 90 derajat. SINGLE POINT READING uatu pembacaan pengukuran dalam pencahayaan yang dilakukan hanya pada satu titik atau bagian tertentu yang terpenting dari sebuah objek foto. sehingga menghasilkan foto yang apa adanya dan tampak alami tak terkesan dibuat-buat. SMALL FORMAT CAMERA :Kamera format kecil yaitu kamera jenis SLR (Single Lens Reflect) yang menggunakan film berukuran 35 mm namun fleksibel dan enak dipegang serta ringan. Ketajaman ini ditentukan dengan jumlah garis per milimeter. SNOOT uatu alat berbentuk kerucut yang berlubang pada ujungnya dan digunakan untuk memperkecil penyebaran cahaya dari lampu kilat studio.dibentuk oleh suatu bidang warna karena adanya suatu kesan bentuk tiga dimensi yang mempunyai volume. SKALA erbandingan objek utama dengan objek-objek lain dalam gambar.

. Di tengah-tengah gambar terbentuk dilakukan penyinaran dengan cahaya putih sekali lagi dan meneruskan pengembangannya. SPECIAL LENS : Lensa spesial yang digunakan secara khusus untuk keperluan khusus. SPECIAL PURPOSE LENS : Lensa tujuan khusus yang didesain dan diciptakan untuk tujuan penghasilan gambar khusus yang biasanya susah dilakukan dengan lensa biasa. SPECIAL FILTER : Sekeping plastik terang berisi ribuan prisma lembut yang mengubah tiaptiap titik sinar menjadi bintang pelangi dan berkas sinar bertepi pelangi. juga tidak mengubah bentuk.180 derajat). SOFT SPOT FILTER : Filter berciri seperti soft screen namun menghasilkan gambar yang berbeda. SPECIAL EFFECT : Efek khusus dengan menggunakan teknik tertentu. SOCKET : Lubang tempat memasukkan kabel sinkron yang menghubungkan lampu kilat dengan penutup. SOFT FOCUS LENS : Lensa yang berdaya lukis lembut. SOFT TONE FILTER : Filter yang bertujuan untuk membuat gambar pemandangan lunak tanpa menurunkan ketajaman dan mengubah warna. SPEEDLIGHT : Lampu-kilat yang mempunyai kecepatan menyala tinggi atau cepat. SOFT SCREEN (LENS) : Lensa yang berguna untuk menghindari kontras sehingga hasil gambar terkesan seolah-olah agak kabur dengan sisi-sisi yang tak tampak ketegasan batasnya. SNOW CROSS. terpecahkan oleh pembiasan prisma dalam warna-warni. Sinar yang kuat membentuk bintang dengan berkas-berkas pelangi tebal.dari kamera ke objek kembali ke kamera. STAR SIX FILTER : Sebuah kaca bening dengan goresan-goresan yang saling bersilangan yang membentuk bintang-bintang berekor enam dari tiap-tiap titik sinar. SPECTRUM : Berkas sinar yang terlihat oelh mata. yang pada dasarnya bukan filter karena fungsinya tidak menyaring sesuatu melainkan mengubah pandangan guna mencapai hasil yang menyimpang dari pemotretan biasa. SONAR AUTOFOCUS : Sistem otofokus yang bekerja berdasarkan perjalanan bolak-balik suara sonar .tampak membulat bila diproyeksikan pada bidang datar. Misalnya fish eye lens (lensa mata ikan . Kontras pun menjadi lembut tanpa mengaburkan pandangan. SOLARISASI : Proses pembuatan foto dengan cara memberi penyinaran dua kali pada kertas foto atau film dan memasukkannya ke dalam larutan pengembang. SPECIAL EFFECT FILTER : Filter (penyaring) spesial efek yang pada dasarnya bukan filter karena fungsinya tidak menyaring sesuatu melainkan mengubah pandangan guna mencapai hasil yang menyimpang dari pemotretan biasa.

SYNC CORD TERMINAL : Terminal sinkronisasi lampu-kilat. mengkilat. kasar. Selain berguna untuk menghentikan proses yang terjadi. SYNCRO aklar otomatis. naik atau turun. SUPER WIDE LENS : Lensa bersudut super lebar yang biasa digunakan untuk pemotretan arsitektur. TELE LENS : Lensa tele yang digunakan untuk memperbesar objek yang akan difoto. stop bath juga berfungsi sebagai larutan fixer yang membuat film dan cetakan foto lebih tahan lama.. suatu kebalikan dari additive atau menambahkan. soket untuk memasang kabel tambahan yang dihubungkan dengan lampu-kilat. 17 mm. dll. sifat permukaan atau sifat bahan. TEXTURE : Tekstur. Larutan penyetop untuk menghentikan atau menahan seketika pengembang (developer) pada film atau kertas foto. yang dapat mengubah lensa normal menjadi tele dan lensa tele menjadi tele panjang. Dengan menggunakan saklar ini pada lampu kilat maka bila ada kilatan cahaya lampu kilat lain akan mengakibatkan menyalanya lampu kilat yang terpasang syncro. TABLE-STAND : Kaki tiga (tripod) kecil.SPEEDO SOLARISASI : Suatu teknik kamar gelap versi lain dari tehnik solarisasi (efek sabattier) pada film ortholith yang akan memberikan suatu efek gerakan yang cepat (speedo). Misalnya lensa 15 mm. Sandaran kamera yang membantu menahan goyang yang dipakai di atas meja. SYNC SHUTTER SPEED : Kecepatan rana yang sinkron dengan lampu kilat. interior. dll. Lensa . STEREO CAMERA : Kamera berlensa dua yang menghasilkan dua foto sekaligus. pemandangan. SUBTRACTIVE : Sistem penyusunan balans warna dengan mengurangi unsure warna. merupakan elemen seni visual yang sangat penting karena mampu memberi kesan "rasa" seperti halus. Dua foto itu harus diamati dengan alat bantu atau stereo-viewer untuk mendapatkan efek kedalaman seperti saat difoto. Fotografi yang khusus menempatkan benda-benda kecil buatan manusia sebagai objeknya. eksterior. STOP : Satuan yang menunjukkan pergeseran nilai bukaan diafragma atau kecepatan rana dari suatu nilai ke nilai yang lain. TELE CONVERTER : Lensa tambahan yang dipasang di antara lensa asli dan tubuh kamera. Misalnya dari diafragma f:16 ke f:22 atau dari kecepatan 1/125 detik ke 1/250 detik. STOP BATH : Cairan penyetop. STRIPPING FILM : Film yang dapat dipisahkan dari dasar seluloidnya. Umumnya kelipatannya dua atau tiga kali jarak fokus lensa asal. STROBO : Lampu dengan kemampuan menyorot bertubi-tubi dengan selang waktu singkat. STILL LIFE : Berarti lukisan atau pemotretan benda mati.

dsb. lensa 135 mm. yang dapat dipanjangkan dan dipendekkan sesuai keinginan (terbatas). Kamera harus terisi film untuk mendapatkan pengukuran yang akurat. Misalnya: lensa 85 mm. Jika tidak maka akan mendapatkan kalkulasi pengukuran yang salah karena sensor di dalam kamera akan membaca . warna dan jaraknya. kaca buram. Kaca dan plastik misalnya bersifat tembus pandang. TELEPHOTO LENS : Lensa telefoto. Misalnya kaca es. TEST STRIP : Suatu cara untuk mendapatkan hasil cetakan yang baik (normal) yang dilakukan dengan cara membuat pencahayaan bertingkat pada saat mencetak sebelum mencetak sesungguhnya. Translusen :Tembus sinar. : Sistem pengukuran cahaya melalui lensa. dll. lensa yang mempunyai fokus panjang. Top Light : Cahaya (dari) atas. Khusus untuk pemotretan potret (portrait) penggunaan lensa seperti ini akan menghasilkan perspektif wajah yang mendekati aslinya. Suatu bagian di kamera. Biasa digunakan untuk membantu mengatasi goyang saat melakukan pemotretan yang menggunakan lensa telefoto. Biasanya digunakan untuk menerangi bagian atas kepala model yang akan difoto. TIMER SWITCH : Pengukur waktu yang akan memutuskan aliran listrik pada akhir hitungan yang telah ditentukan. Namun kita tidak biasa melihat benda yang berada di belakang benda yang translusen tersebut. Transparan :Tembus pandang ialah permukaan suatu benda yang tidak menghambat pandangan untuk melihat benda di belakangnya. Kuatnya cahaya yang jatuh ke objek sangat bergantung pada permukaan pemantul. Cahaya yang berasal dari atas objek. TILT HEAD : Kemampuan kepala lampu-kilat untuk dapat diputar. biasanya berlubang dengan ulir di dalamnya. TTL : Singkatan dari Fotografi Through the Lens Metering. TELEPHOTO MEDIUM :Telefoto menengah. TRIPOD : Kaki-tiga. plastik suram. Fungsinya untuk mendapatkan efek pencahayaan yang lembut dengan cara memantulkan terlebih dahulu cahaya yang keluar dari lampu-kilat. kaca susu. Arah cahaya juga dapat menampilkan detail benda. Suatu alat yang digunakan untuk menyangga kamera yang berbentuk kaki-tiga. Pembuatan bayangan (image) pada lensa telefoto lebih pendek bila dibandingkan dengan lensa lain. Tripod Socket : Tempat (ulir) untuk tripod. lensa 200 mm. Biasa juga disebut OTF (Off the Film Metering).ini dapat digunakan untuk memperoleh ruang tajam yang pendek. yang berguna untuk tempat memasang tripod atau kaki-tiga kamera. slide atau film positif. Atau dengan cara lain yaitu menggantikannya dengan kertas buram yang diletakkan pada jendela lintas film yang harus menutupi seluruh jendela tersebut. Transparancy : Transparan.135 mm. jenis lensa telefoto yang mempunyai panjang antara 75 . gambar tembus. atau yang menggunakan kecepatan rendah sehingga kedudukan kameranya tetap stabil dan pemotretan terhindar dari goyang.

Lensa yang mempunyai panjang focus yang dapat diubah-ubah atau dapat bergeser. . VERTICAL GRIP : Alat pelepas rana untuk pengambilan gambar secara vertikal tanpa harus memutar tangan. Biasanya merupakan satu jepretan panjang diawal suatu sekuen. Jenis lensa dengan tubuh pendek yang biasa digunakan untuk memotret sebuah panorama luas atau untuk pemotretan sejumlah besar orang. misalnya lensa 20 mm atau 24 mm. atau berwarna ke arah cokelat gelap ke arah hitam pekat. VARIO LENS : Lensa vario atau sering disebut sebagai lensa zoom. Dengan demikian memudahkan pemotret memilih berbagai ruang pandang hanya dengan menarik-ulur lensa atau memutarnya. satu lensa berfungsi untuk menangkap objek untuk diteruskan ke film. dsb. Menggunakan jenis kamera seperti ini harus ekstra hati-hati karena sering terjadi kesalahan yang disebut paralaks pada pemotretan jarak dekat. namun juga tetap dapat dipakai untuk pemotretan di bawah cahaya alami. Suatu warna yang terasakan tidak terlampau menyilaukan mata.pelat hitam penekan film. Lensa ini menampakkan gambar yang lebih kecil. tapi 100 W/S hampir sebanding dengan GN = 30. WIDE ANGLE LENS : Lensa sudut lebar. Twin Lens Reflex : Refleks Lensa Kembar. WATT / SECOND (W/S) : Satuan daya pada lampu kilat studio yang dibedakan dengan lampu kilat portable yang menggunakan GN. WAIST LEVEL FINDER : Pembidik sebatas pinggang. Fotografi WIRELESS TTL : Sistem pengukuran lewat lensa tanpa melalui kabel. lensa 35-70 mm. WIDE SHOT : Pemotretan dengan sudut pandang lebar. Yaitu sebuah lensa yang memiliki jangkauan panjang focus yang bervariasi atau dapat diubah-ubah. Kamera yang mempunyai dua lensa. Bagian dari kamera yang berfungsi sebagai tempat mata melihat bayangan benda yang akan diabadikan. WARM TONE : Bernada warna hangat. Misalnya: lensa 20-35 mm. VIEW CAMERA : Kamera yang menggunakan film format besar dan digunakan untuk keperluan pemotretan yang memerlukan detail tajam pada pencetakan hasil foto yang besarbesar umumnya digunakan di dalam studio untuk pemotretan still life karena dapat menyempurnakan perspektif serta menambah ruang tajam. Tungsten Film : Film yang khusus diperuntukkan bagi pemotretan yang dilakukan dengan cahaya buatan dengan lampu biasa atau photo-flood. Tujuannya untuk mengarahkan penonton pada adegan berikutnya pada gambar hidup (movie). Satu lensa berfungsi untuk menangkap objek yang dipantulkan oleh cermin melalui jendela pembidik. lensa 80-200 mm. VARIO FOCAL LENS : Lensa zoom. Tidak ada rumusan relevansi antara W/S dan GN. Detail gambar dapat ditampilkan secara sempurna. VIEW FINDER : Jendela bidik.

ZOOMING RING :Gelang batas rentang vario pada lensa zoom. Jenis lensa yang memiliki elemen yang mampu bergerak hingga membuat panjang fokal bervariasi. Panjang focus dapat diganti-ganti dengan memendekkan atau mengulur tabung lensa. Berarti memotret dari sudut pandang permukaan tanah. . ZOOM LENS : Lensa zoom. Hasilnya adalah rekaman foto dengan kesan tinggi yang ekstrim. hasil gambarnya pun unik karena sudut pandang seperti itu. ZOOM-BLUR : Kekaburan gambar yang disebabkan oleh gerakan zoom pada waktu melepas rana kamera.WORM EYE : Pandangan cacing. ZONE SYSTEM : Suatu cara untuk menghasilkan foto dengan tingkat kontras yang dimulai dari nada hitam pekat hingga nada warna putih sekali.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->