Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.

com

84
BAB IV
SUHU KALOR &TERMODINAMIKA
alifis@corner --- alifis.wordpress.com

2.1 PENGANTAR
Pada bab II kita sudah membahas suhu dan kalor, teori kinetik gas dan Hukum
Termodinamika. Kajian suhu dan kalor meliput pengukuran suhu, jenis termometer,
pemuaian zat, kekekalan energi kalor, dan perambatan kalor. Teori kinetik gas meliput Gas
ideal, distribusi kecepatan partikel gas ideal, hubungan tekanan dengan gerak partikel,
persamaan gas ideal dan hubungan antara suhu dengan gerak partikel. Hukum
Termodinamika meliput Hukum I Termodinamika, penerapan Hukum I Termodinamika,
Efisiensi mesin, Hukum II Termodinamika.
Kompetensi yang diharapkan adalah mahasiswa mampu menerapkan konsep-konsep
dan formulasi dalam suhu, kalor, teori kinetik gas dan Hukum termodinamika serta mampu
menganalisa dan memecahkan persoalan fisika terkait dengan materi di bab ini.

2.2 URAIAN MATERI
A. Suhu, Termometer & Pemuaian
A.1 Pengertian Sifat Termal Zat
Sifat termal zat ialah bahwa setiap zat yang menerima ataupun melepaskan kalor, maka
zat tersebut akan mengalami :
- Perubahan suhu / temperatur / derajat panas.
- Perubahan panjang ataupun perubahan volume zat tersebut.
- Perubahan wujud.

A.2 Pengukuran Suhu / Temperatur.
Alat untuk mengukur suhu suatu zat disebut TERMOMETER.
Secara umum ada 3 jenis termometer, yaitu :
a. Termometer Celcius, mempunyai titik beku air 0
0

titik didih air 100
0

b. Termometer Reamur, mempunyai titik beku air 0
0

titik didih air 80
0

c. Termometer Fahrenheit, mempunyai titik beku air 32
0

titik didih air 212
0
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

85

Dengan demikian dari ketiganya dapat digambarkan skala untuk air sbb :
Titik didih 100 80 212 373



C R F K

Titik beku 0 0 32 273
Gambar 4.1 Skala termometer

Jadi 100 bagian C = 80 bagian R = 180 bagian F
0
C &
0
R dimulai pada angka nol dan
0
F dimulai pada angka 32
Maka C : R : (F-32) = 100 : 80 : 180



……………….(4.1)

Selain 3 jenis termometer di atas, derajat panas sering dinyatakan dengan derajat mutlak
atau derajat KELVIN (
0
K )
T = suhu dalam
0
K, t
C
= suhu dalam
0
C

A.3 Macam – macam termometer.
a. Termometer alkohol.
Karena air raksa membeku pada – 40
0
C dan mendidih pada 360
0
, maka termometer
air raksa hanya dapat dipakai untuk mengukur suhu-suhu diantara interval tersebut.
Untuk suhu-suhu yang lebih rendah dapat dipakai alkohol (Titik beku – 130
0
C) dan
pentana (Titik beku – 200
0
C) sebagai zat cairnya.
b. Termoelemen.
Alat ini bekerja atas dasar timbulnya gaya gerak listrik (g.g.l) dari dua buah
sambungan logam bila sambungan tersebut berubah suhunya.
c. Pirometer Optik.
Alat ini dapat dipakai untuk mengukur temperatur yang sangat tinggi.
C : R : (F-32) = 5 : 4 : 9
t
R
=
5
4
t
C
t
R
=
9
4
(t
F
– 32) t
F
=
5
9
t
C
+ 32
T = t
C
+ 273
0

Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

86
d. Termometer maksimum-minimum Six Bellani.
Adalah termometer yang dipakai untuk menentukan suhu yang tertinggi atau terendah
dalam suatu waktu tertentu.
e. Termostat.
Alat ini dipakai untuk mendapatkan suhu yang tetap dalam suatu ruangan.
f. Termometer diferensial.
Dipakai untuk menentukan selisih suhu antara dua tempat yang berdekatan.

A.4 Pemuaian Zat.
A.4.1 Pemuaian panjang.
Bila suatu batang pada suatu suhu tertentu panjangnya Lo, jika suhunya dinaikkan sebesar
At, maka batang tersebut akan bertambah panjang sebesar AL yang dapat dirumuskan
sebagai berikut :
……………….(4.2)
o = Koefisien muai panjang = koefisien muai linier
didefinisikan sebagai : Bilangan yang menunjukkan berapa cm atau meter
bertambahnya panjang tiap 1 cm atau 1 m suatu batang jika suhunya dinaikkan 1
0
C.
Jadi besarnya koefisien muai panjang suatu zat berbeda-beda, tergantung jenis zatnya.
Jika suatu benda panjang mula-mula pada suhu t
0

0
C adalah Lo.
Koefisien muai panjang = o, kemudian dipanaskan sehingga suhunya menjadi t
1

0
C maka :
AL = Lo . o . (t
1
– t
0
)
Panjang batang pada suhu t
1

0
C adalah :
Lt = Lo + AL
= Lo + Lo . o . (t
1
– t
0
)
= Lo (1 + o At) ……………….(4.3)

Satuan : Keterangan :
MKS CGS L
t
= Panjang benda setelah dipanaskan t
0
C
Lo & L
t
m cm Lo = Panjang mula-mula.
At
0
C
0
C
o
= Koefisien muai panjang
o
0
C
- 1 0
C
- 1
At = Selisih antara suhu akhir dan suhu mula-mula.
AL = Lo . o . At
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

87
A.4.2 Pemuaian Luas.
Bila suatu lempengan logam (luas Ao) pada t
0
0
, dipanaskan sampai t
1
0
, luasnya akan
menjadi A
t
, dan pertambahan luas tersebut adalah :

dan
……………….(4.4)

| adalah Koefisien muai luas (| = 2 o)
Bilangan yang menunjukkan berapa cm
2
atau m
2
bertambahnya luas tiap 1 cm
2
atau
m
2
suatu benda jika suhunya dinaikkan 1
0
C.

Satuan : Keterangan :
MKS CGS A
t
= Luas benda setelah dipanaskan t
0
C
Ao & A
t
m
2
cm
2
Ao = Luas mula-mula.
At
0
C
0
C
|
= Koefisien muai Luas
|
0
C
- 1 0
C
- 1
At = Selisih antara suhu akhir dan suhu mula-mula.
A.4.3 Pemuaian Volume
Bila suatu benda berdimensi tiga (mempunyai volume) mula-mula volumenya Vo pada
suhu to, dipanaskan sampai t
1

0
, volumenya akan menjadi V
t
, dan pertambahan volumenya
adalah :
dan ……………….(4.5)

¸ adalah Koefisien muai Volume (¸ = 3 o)
Bilangan yang menunjukkan berapa cm
3
atau m
3
bertambahnya volume tiap-tiap 1
cm
3
atau 1 m
3
suatu benda jika suhunya dinaikkan 1
0
C.

Satuan : Keterangan :
MKS CGS V
t
= Volume benda setelah dipanaskan t
0
C
Vo & V
t
m
3
cm
3
Vo = Volume mula-mula.
At
0
C
0
C
¸
= Koefisien muai ruang
¸
0
C
- 1 0
C
- 1
At = Selisih antara suhu akhir dan suhu mula-mula.

AA = Ao . | At
At = Ao (1 + | At) At = t
1
– t
0

AV = Vo . ¸ At
Vt = Vo (1 + ¸ At) At = t
1
– t
0

Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

88
Namun tidak semua benda menurut hukum pemuaian ini, misalnya air. Didalam
interval 0
0
- 4
0
C air akan berkurang volumenya bila dipanaskan, tetapi setelah mencapai
4
0
C volume air akan bertambah (Seperti pada benda-benda lainnya). Hal tersebut diatas
disebut ANOMALI AIR.
Jadi pada 4
0
C air mempunyai volume terkecil, dan karena massa benda selalu tetap
jika dipanaskan maka pada 4
0
C tersebut air mempunyai massa jenis terbesar.

Massa Jenis.
Misalkan :
 Vo dan µ
o
berturut-turut adalah volume dan massa jenis benda sebelum dipanaskan.
 V
t
dan µ
t
berturut-turut adalah volume dan massa jenis benda setelah dipanaskan.
 m adalah massa banda.
µ
o
=
Vo
m
V
t
= Vo (1 + ¸ At ) ……………….(4.6)
µ
t
=
Vt
m
µ
t
=
t) Δ γ (1 Vo
m
+


A.5 Pemuaian Gas.
Kita tinjau sejumlah gas bermassa m, bertekanan P, bertemperatur T dan berada dalam
ruang tertutup yang bervolume V.
Dari percobaan-percobaan gas tersebut dapat menunjukkan hal-hal sebagai berikut :
a. Untuk sejumlah gas bermassa tertentu, pada tekanan tetap, ternyata volumenya
sebanding dengan temperatur mutlaknya atau dikenal dengan HUKUM GAY
LUSSAC dan proses ini disebut dengan proses ISOBARIK.
……………….(4.7)
Atau

Jadi pada TEKANAN TETAP berlaku :
b. Untuk sejumlah gas bermassa tertentu, pada temperatur konstan, ternyata tekanan
gas berbanding terbalik dengan volumenya atau dikenal dengan HUKUM BOYLE
dan proses ini disebut dengan proses ISOTERMIS.

atau
……………….(4.8)
µ
t
=
Δt γ 1
γ o
+

V = C . T
T
V
= C
T
V
1
1
=
T
V
2
2

P =
V
C

P.V = C
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

89

Jadi pada TEMPERATUR TETAP berlaku :

c. Selain itu gas dapat diekspansikan pada volume tetap dan prosesnya disebut dengan
proses ISOKHORIS atau dikatakan tekanan gas sebanding dengan temperatur
mutlaknya.
……………….(4.9)
Atau

Jadi pada VOLUME TETAP berlaku :

Kesimpulan : Dari kenyataan-kenyataan di atas maka untuk gas bermassa tertentu dapat
dituliskan dalam bentuk

Atau …………….(4.10)
Dan persamaan di atas disebut :


B. Kalor (Energi Panas)
Kalor dikenal sebagai bentuk energi yaitu energi panas dengan notasi Q
Satuan Kalor :
Satuan kalor adalah kalori (kal) atau kilo kalori (k kal)
1 kalori/kilo kalori adalah : jumlah kalor yang diterima/dilepaskan oleh 1 gram/1 kg air untuk
menaikkan/menurunkan suhunya 1
0
C.
B.1 Kesetaraan antara satuan kalor dan satuan energi.
Kesetaraan satuan kalor dan energi mekanik ini ditentukan oleh PERCOBAAN
JOULE.

atau

Harga perbandingan di atas disebut TARA KALOR MEKANIK.

P
1
V
1
= P
2
V
2

P = C . T
T
P
= C
T
P
1
1
=
T
P
2
2

T
V P
= Konstan
T
V
1
1 1 P
=
T
V
2
2 2 P

BOYLE – GAY LUSSAC
1 kalori = 4,2 joule 1 joule = 0,24 kal
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

90
B.2 Kapasitas kalor atau Harga air / Nilai air (H)
Kapasitas kalor suatu zat ialah banyaknya kalor yang diserap/dilepaskan untuk
menaikkan/menurunkan suhu 1
0
C
Jika kapasitas kalor/Nilai air = H maka untuk menaikkan/menurunkan suhu suatu zat
sebesar At diperlukan kalor sebesar :
……………….(4.11)

Q dalam satuan k kal atau kal
H dalam satuan k kal /
0
C atau kal /
0
C
At dalam satuan
0
C
B.3 Kalor Jenis (c)
Kalor jenis suatu zat ialah : banyaknya kalor yang diterima/dilepas untuk
menaikkan/menurunkan suhu 1 satuan massa zat sebesar 1
0
C.
Jika kalor jenis suatu zat = c, maka untuk menaikkan/menurunkan suatu zat bermassa
m, sebesar At
0
C, kalor yang diperlukan/dilepaskan sebesar :

Q = m . c . At ……………….(4.12)

Q dalam satuan k kal atau kal
m dalam satuan kg atau g
c dalam satuan k kal/kg
0
C atau kal/g
0
C
At dalam satuan
0
C

Dari persamaan di atas dapat ditarik suatu hubungan :
H . At = m . c . At
H = m . c ……………….(4.13)

B.4 Perubahan wujud.
Semua zat yang ada di bumi ini terdiri dari 3 tingkat wujud yaitu :
- tingkat wujud padat
- tingkat wujud cair
- tingkat wujud gas
Kalor Laten (L)
Q = H . At
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

91
Kalor laten suatu zat ialah kalor yang dibutuhkan untuk merubah satu satuan massa
zat dari suatu tingkat wujud ke tingkat wujud yang lain pada suhu dan tekanan yang tetap.
Jika kalor laten = L, maka untuk merubah suatu zat bermassa m seluruhnya ke tingkat wujud
yang lain diperlukan kalor sebesar :
Q = m . L ……………….(4.14)
Dimana :
Q dalam kalori atau k kal
m dalam gram atau kg
L dalam kal/g atau k kal/kg
- Kalor lebur ialah kalor laten pada perubahan tingkat wujud padat menjadi cair pada
titik leburnya.
- Kalor beku ialah kalor laten pada perubahan tingkat wujud cair menjadi padat pada
titik bekunya.
- Kalor didih (kalor uap) ialah kalor laten pada perubahan tingkat wujud cair menjadi
tingkat wujud uap pada titik didihnya.
Dibawah ini akan digambarkan dan diuraikan perubahan wujud air (H
2
O) dari fase padat, cair
dan gas yang pada prinsipnya proses ini juga dijumpai pada lain-lain zat.

Gambar perubahan wujud air.

suhu

100
o
C




0
o
C


Waktu
Gambar 4.2 grafik perubahan wujud zat

I. Di bawah suhu 0
0
C air berbentuk es (padat) dan dengan pemberian kalor suhunya
akan naik sampai 0
0
C. (a-b) Panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu es pada
fase ini adalah :

Q = m x c
es
x At
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

92
II. Tepat pada suhu 0
0
C, es mulai ada yang mencair dan dengan pemberian kalor
suhunya tidak akan berubah (b-c). Proses pada b-c disebut proses MELEBUR
(perubahan fase dari padat menjadi cair).
Panas yang diperlukan untuk proses ini adalah :
Kl = Kalor lebur es.

III. Setelah semua es menjadi cair, dengan penambahan kalor suhu air akan naik lagi (c-
d). Proses untuk merubah suhu pada fase ini membutuhkan panas sebesar :


Pada proses c-d waktu yang diperlukan lebih lama daripada proses a-b, karena kalor
jenis air (c
air
) lebih besar daripada kalor jenis es (c
es
).
IV. Setelah suhu air mencapai 100
0
C, sebagian air akan berubah menjadi uap air dan
dengan pemberian kalor suhunya tidak berubah (d-e). Proses d-e adalah proses
MENDIDIH (Perubahan fase cair ke uap).
Panas yang dibutuhkan untuk proses tersebut adalah :

Kd = Kalor didih air.
Suhu 100
0
C disebut TITIK DIDIH AIR.
V. Setelah semua air menjadi uap air, suhu uap air dapat ditingkatkan lagi dengan
pemberian panas (e-f) dan besarnya yang dibutuhkan :


Proses dari a s/d f sebenarnya dapat dibalik dari f ke a, hanya saja pada proses dari f ke a
benda harus mengeluarkan panasnya.
 Proses e-d disebut proses MENGEMBUN (Perubahan fase uap ke cair)
 Proses c-b disebut MEMBEKU (Perubahan fase dari cair ke padat).
Besarnya kalor lebur = kalor beku
Pada keadaan tertentu (suhu dan tekanan yang cocok) sesuatu zat dapat langsung berubah
fase dari padat ke gas tanpa melewati fase cair. Proses ini disebut sebagai SUBLIMASI.
Q = m . Kl
Q = m . c
air
. At
Q = m . Kd
Q = m . c
gas
. At
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

93
Contoh pada kapur barus, es kering, dll. Pada proses perubahan fase-fase di atas dapat
disimpulkan bahwa selama proses, suhu zat tidak berubah karena panas yang diterima/dilepas
selama proses berlangsung dipergunakan seluruhnya untuk merubah wujudnya.

B.5 Hukum Kekekalan Energi Panas (Kalor)
Jika 2 macam zat pada tekanan yang sama, suhunya berbeda jika dicampur maka : zat
yang bersuhu tinggi akan melepaskan kalor, sedangkan zat yang bersuhu lebih rendah akan
menyerap kalor.
Jadi berlaku : Kalor yang diserap = kalor yang dilepaskan
Pernyataan di atas disebut “Asas Black” yang biasanya digunakan dalam kalorimeter, yaitu
alat pengukur kalor jenis zat.
B.6 Rambatan Kalor.
Panas dapat dipindahkan dengan 3 macam cara, antara lain :
a. Secara konduksi (Hantaran)
b. Secara konveksi (Aliran)
c. Secara Radiasi (Pancaran)
a. Konduksi.
Pada peristiwa konduksi, atom-atom zat yang memindahkan panas tidak berpindah
tempat tetapi hanya bergetar saja sehingga menumbuk atom-atom disebelahnya,
(Misalkan terdapat pada zat padat) Banyaknya panas per satuan waktu yang dihantarkan
oleh sebuah batang yang panjangnya L, luas penampang A dan perbedaan suhu antara
ujung-ujungnya At, adalah :
……………….(4.15)


k adalah koefisien konduksi panas dari bahan dan
besarnya tergantung dari macam bahan.
Bila k makin besar, benda adalah konduktor panas yang
baik.
Bila k makin kecil, benda adalah isolator panas.
H = k . A .
L
t
A
A

Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

94
b. Konveksi.
Pada peristiwa ini partikel-partikel zat yang memindahkan panas ikut bergerak. Kalor
yang merambat per satuan waktu adalah :
……………….(4.16)

h = koefisien konveksi
misalkan pada zat cair dan gas.
c. Radiasi
Adalah pemindahan panas melalui radiasi energi gelombang elektromagnetik. Energi
panas tersebut dipancarkan dengan kecepatan yang sama dengan gelombang-gelombang
elektromagnetik lain di ruang hampa (3 x 10
8
m/det)
Banyaknya panas yang dipancarkan per satuan waktu menurut Stefan Boltzman adalah :







Besarnya harga e tergantung pada macam permukaan benda 0 s e s 1
- Permukaan hitam sempurna (black body)
- Sebagai pemancar panas ideal.
- Sebagai penyerap panas yang baik.
- Sebagai pemantul panas yang jelek.

- Terdapat pada permukaan yang lebih halus.
- Sebagai pemancar panas yang jelek.
- Sebagai penyerap panas yang jelek.
- Sebagai pemantul yang baik.
Botol thermos dibuat dengan dinding rangkap dua dan diantaranya terdapat ruang hampa
serta dinding-dindingnya dilapisi dengan perak, maksudnya adalah :
- Karena adanya ruang hampa tersebut, praktis pemindahan panas lewat konduksi dan
konveksi tidak terjadi.
W = Intensitas radiasi yang dipancarkan per satuan luas,
dinyatakan dalam : J/m
2
.det atau watt/m
2

e = Emisivitas (Daya pancaran) permukaan
t =
Konstanta umum = 5,672 x 10
–8

K) (
m
watt
4
2
°

T = Suhu mutlak benda
H = h . A . At
W = e . t . T
4

e = 1
e = 0
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

95
- Lapisan mengkilap dari perak dimaksudkan untuk memperkecil terjadinya
pemindahan panas secara radiasi. (Permukaan mengkilap e = 0)

LATIHAN SOAL
1. Pada temperatur berapakah :
a. Jumlah skala F dan skala C = 74
0

b. Selisih skala F dan skala C = 24
0

c. Skala F dan skala C menunjukkan angka sama
d. Skala C = 1/3 skala F
2. Es melebur Air mendidih.
Termometer skala X 40
0
160
0

Termometer skala Y 20
0
180
0

a. Maka 20
0
X = ………….
0
Y
b. t
X
+ t
Y
= 84
0
, maka t
C
= ………
3. Es melebur Air mendidih.
Termometer skala X -40
0
110
0

Termometer skala Y -50
0
150
0

Pada temperatur berapa t
X
= t
Y

4. Jika hubungan antara termometer skala X dan skala Y adalah linier, maka : ……
a. 20
0
X = 36
0
Y
-10
0
X = 12
0
Y
jadi 56
0
Y = ………..
0
X
b. 40
0
X = 100
0
Y
-32
0
X = -10
0
Y
jadi 45
0
Y = ………..
0
X
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

96
5. Berapakah perubahan panjang kawat besi yang dipanaskan dari 0
0
sampai 40
0
jika pada 0
0

panjangnya 12,75 m (o
besi
= 12 x 10
–6
/
0
C)
6. Berapa panjang kawat tembaga pada 80
0
C jika pada 20
0
C panjangnya 71,28 m (o
tembaga
= 17 x 10
–6
/
0
C)
7. Kawat besi dan seng pada 10
0
C panjangnya 158,21 cm.
Berapa selisih panjang keduanya pada 100
0
C jika muai panjang besi dan seng masing-
masing 12 x 10
–6
/
0
C dan 29 x 10
–6
/
0
C.
8. Pada 15
0
C panjang penggaris besi tepat 1 m sedang panjang penggaris tembaga 0,036 cm
lebih panjang. Jika muai panjang besi dan tembaga masing-masing 1,2 x 10
–5
/
0
C dan
1,92 x 10
–6
/
0
C. Berapa selisih panjang pada 0
0
C.
9. Kawat besi dan kawat seng pada 90
0
panjangnya sama.
Berapa panjang kawat besi pada 10
0
jika pada 50
0
panjang kawat seng adalah 132,87 cm
(muai panjang lihat soal no. 7)
10. Panjang kawat logam 191,7 cm pada 0
0
C dan bertambah panjang 0,23 cm jika
dipanaskan sampai 100
0
C. Benda logam tersebut volumenya 387,189 cm
3
pada 20
0
C,
volumenya pada 70
0
C akan bertambah ………

C. Teori Kinetik Gas
C. 1 Gas Ideal
Untuk menyederhanakan permasalahan teori kinetik gas diambil pengertian tentang gas
ideal:
1) Gas ideal terdiri atas partikel-partikel (atom-atom ataupun molekul-molekul ) dalam
jumlah yang besar sekali.
2) Partikel-partikel tersebut senantiasa bergerak dengan arah random/sebarang.
3) Partikel-partikel tersebut merata dalam ruang yang kecil.
4) Jarak antara partikel-partikel jauh lebih besar dari ukuran partikel-partikel, sehingga
ukurtan partikel dapat diabaikan.
5) Tidak ada gaya antara partikel yang satu dengan yang lain, kecuali bila bertumbukan.
6) Tumbukan antara partikel ataupun antara partikel dengan dinding terjadi secara
lenting sempurna, partikel dianggap sebagai bola kecil yang keras, dinding dianggap
licin dan tegar.
7) Hukum-hukum Newton tentang gerak berlaku.
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

97
Pada keadaan standart 1 mol gas menempati volume sebesar 22.400 cm
3
sedangkan
jumlah atom dalam 1 mol sama dengan : 6,02 x 10
23
yang disebut bilangan avogadro (N
o
)
Jadi pada keadaan standart jumlah atom dalam tiap-tiap cm
3
adalah :

6 02 10
22 400
2 68 10
23
19 3
,
.
, /
x
x atom cm =
Banyaknya mol untuk suatu gas tertentu adalah : hasil bagi antara jumlah atom dalam gas itu
dengan bilangan Avogadro.
n
N
N
=
0

n = jumlah mol gas
N = jumlah atom
No = bilangan avogadro 6,02 x 10
23
.

LATIHAN SOAL
1. Massa satu atom hidrogen 1,66 x 10
-24
gram. Berapakah banyaknya atom dalam : 1
gram Hidrogen dan 1 kg hidrogen.
2. Dalam setiap mol gas terdapat 6,02 x 10
23
atom. Berapa banyaknya atom dalam tiap-tiap
ml dan dalam tiap-tiap liter gas pada kondisi standard.
3. Berapakah panjang rusuk kubus dalam cm yang mengandung satu juta ataom pada
keadaan normal ? Massa molekul 32 gram/mol
4. Tentukan volume yang ditempati oleh 4 gram Oksigen pada keadaan standart. Masa
molekul Oksigen 32 gram/mol.
5. Sebuah tangki volumenya 5,9 x 10
5
cm
3
berisi Oksigen pada keadaan standart. Hitung
Masa Oksigen dalam tangki bila massa molekul Oksigen 32 gram/mol.

C. 2 Distribusi Kecepatan Partikel Gas Ideal .
Dalam gas ideal yang sesungguhnya atom-atom tidak sama kecepatannya. Sebagian bergerak
lebih cepat, sebagian lebih lambat. Tetapi sebagai pendekatan kita anggap semua atom itu
kecepatannya sama. Demikian pula arah kecepatannya atom-atom dalam gas tidak sama.
Untuk mudahnya kita anggap saja bahwa : sepertiga jumlah atom bergerak sejajar sumbu x,
sepertiga jumlah atom bergerak sejajar sumbu y dan sepertiga lagi bergerak sejajar sumbu z.
Kecepatan bergerak tia-tiap atom dapat ditulis dengan bentuk persamaan :
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

98
v
ras =
3kT
m
……………….(4.17)
v
ras = kecepatan tiap-tiap atom, dalam m/det
k = konstanta Boltzman k = 1,38 x 10
-23
joule/atom
o
K
T = suhu dalam
o
K
m = massa atom, dalam satuan kilogram
.
.

Gambar 4.3 komponen kecepatan partikel gas ideal
Hubungan antara jumlah rata-rata partikel yang bergerak dalam suatu ruang ke arah
kiri dan kanan dengan kecepatan partikel gas ideal, digambarkan oleh MAXWELL dalam
bentuk: DISTRIBUSI
MAXWELL
Oleh karena m
M
N
= serta k
R
N
=
0

maka tiap-tiap molekul gas dapat
dituliskan kecepatannya dengan rumus
:
Gambar 4.4 Distribusi Maxwell
v
ras =
3RT
M
……….(4.18)
M = massa gas per mol dalam satuan kg/mol
R = konstanta gas umum = 8,317 joule/mol
o
K
Dari persamaan di atas dapat dinyatakan bahwa :
Pada suhu yang sama, untuk 2 macam gas kecepatannya dapat dinyatakan :
v
ras
1
:
v
ras
2
=
1
1
M
:
1
2
M

v
ras
1
= kecepatan molekul gas 1
v
ras
2
= kecepatan molekul gas 2
M
1
= massa molekul gas 1
M
2
= massa molekul gas 2
Pada gas yang sama, namun suhu berbeda dapat disimpulkan :
v
ras
1
:
v
ras
2
= T
1
: T
2

Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

99
LATIHAN SOAL
1. Hitunglah kecepatan molekul udara pada tekanan 1 atmosfer suhu 0
o
C dan massa
molekul udara = 32 gram/mol.
2. Tentukan perbandingan antara kecepatan gas hidrogen dengan Oksigen pada suatu suhu
tertentu. Massa molekul gas Hidrogen 2 gram/mol dan massa molekul Oksigen = 32
gram/mol.
3. Berapakah kecepatan molekul gas Methana pada suhu 37
o
C. Massa molekul gas methana
16 gram/mol.
4. Carilah kecepatan molekul gas methana pada suhu -120
o
C bila massa molekulnya 16
gram/mol.
5. carilah pada suhu berapa kecepatan molekul Oksigen sama dengan kecepatan molekul
Hidrogen pada suhu 300
o
K. Massa molekul Oksigen = 32 gram/mol dan massa molekul
hidroen = 2 gram/mol
6. Pada suhu berapakah maka kecepatan molekul zat asam sama dengan molekul Hidrogen
pada suhu 27
o
C. Massa molekul zat asam 32 gram/mol dan massa molekul Hidrogen = 2
gram/mol.
7. Massa sebuah molekul Nitrogen adalah empat belas kali massa sebuah molekul Hidrogen.
Dengan demikian tentukanlah pada suhu berapakah kecepatan rata-rata molekul Hidrogen
sama dengan kecepatan rata-rata molekul Nitrogen pada suhu 294
o
K.

C. 3 Hubungan Tekanan dengan Gerak Partikel
Bayangkan gas ini dimasukkan ke dalam kubus yang panjang rusuknya L. Kubus
ditempatkan sedemikian rupa sehingga rusuknya sejajar dengan sumbu-sumbu koordinat.
Andaikanlah jumlah atom dalam kubus banyaknya N. jadi atom sebanyak
N
3
bergerak hilir
mudik sejajar sumbu x dengan kecepatan v
ras
. Tiap kali tumbukan atom dengan permukaan
ABCD kecepatan itu berubah dari +
v
ras menjadi -
v
ras. Jadi partikel mengalami perubahan
momentum m (-
v
ras)

- m(+
v
ras) = - 2m
v
ras
.
Sebaliknya partikel memberikan momentum
sebesar +2m
v
ras kepada dinding.

Selang waktu antara dua buah tumbukan berturut-turut antara atom dengan
permukaan ABCD sama dengan waktu yang diperlukan oleh atom untuk bergerak ke dinding
yang satu dan kembali, atau menempuh jarak 2 L.
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

100
t
L
Vras
=
2

t = selang waktu antara dua tumbukan.
Karena impuls sama dengan perubahan momentum, maka dapat dinyatakan bahwa :
F . t = 2 m
v
ras
F .
2L
Vras
= 2 m
v
ras
Maka gaya rata-rata untuk satu atom dapat dinyatakan dengan persamaan :
F
m V ras
L
=
2

Jadi untuk gaya rata-rata
N
3
atom dapat dinyatakan dengan persamaan :
F
N m V ras
L
=
3
2
.
Tekanan rata-rata pada permukaan ialah hasil bagi antara gaya dengan luas bidang tekan.
Jadi :
P
N m V ras
L
L =
3
2
2
. . ……………….(4.19)
Karena L
3
= Volume kubus (V) Nm = massa gas dengan N atom. dan
m
V
sama dengan
massa jenis gas, maka dapat dinyatakan :
P
N m V ras
V
=
3
2
. atau P V ras =
1
3
2
µ
P = tekanan gas satuan : N/m
2

m = massa atom satuan : kg
v
ras = kecepatan atom satuan : m/det
V = volume gas satuan : m
3

Persamaan tersebut dapat pula dinyatakan dalam bentuk :
P
N
mV ras
N
Ek
V V
= =
2
3
2
3
1
2
2
. . ……………….(4.20)
Persamaan ini menunjukkan hubungan antara tekanan dengan energi kinetik atom atau
partikel.


Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

101
LATIHAN SOAL
1. Carilah kecepatan rata-rata molekul oksigen pada 76 cm Hg dan suhu 0
0
c bila pada
keadaan ini massa jenis oksigen adalah sebesar 0,00143 gram/cm
3
.
2. Carilah kecepatan rata-rata molekul oksigen pada suhu 0
0
c dan tekanan 76 cm Hg bila
massa jenis oksigen pada kondisi ini 1,429 kg/m
3
.

g = 9,8 m/s
2
.
3. Pada keadaan standard kecepatan rata-rata molekul oksigen adalah 1,3 x 10
3
m/det.
Berapakah massa jenis molekul oksigen pada kondisi ini. g = 9,8 m/s
2
.
4. Hitung kecepatan rata-rata molekul Hidrogen pada suhu 20
0
c dan tekanan 70 cm Hg bila
massa jenis molekul Hidrogen pada suhu 0
0
c adalah 0,000089 gram/cm
3
. g = 9,8 m/det
2
.
5. Pada kondisi normal jarak rata-rata antara molekul-molekul Hidrogen yang bertumbukan
1,83 x 10
-5
cm. Carilah :
a. Selang waktu antara dua buah tumbukan berturutan.
b. Jumlah tumbukan tiap detik. Massa jenis Hidrogen 0,009 kg/m
3
.

C. 4 Persamaan Gas Ideal .
Gas di dalam suatu ruang akan mengisi sepenuhnya ruang tersebut, sehingga volume ruang
itu sama dengan volume gas. Menuru Boyle : P . V = konstanta, sedang menurut Gay-Lussac
V = K’ ( 273
0
+ t )
Gabungan dari Boyle dan Gay-lussac diperoleh :
P . V = K’ ( 273
0
+ t )
Persamaan Keadaan Gas Ideal.
Rumus tersebut dapat ditulis sebagai :
P . V = K’ . T atau P . V = N. k .T ……………….(4.21)
T = Suhu mutlak
N = Banyaknya partikel gas
k = Konstanta Boltman = 1,38 x 10
-23
joule/
0
K
Persamaan tersebut di atas sering pula ditulis sebagai berikut :
P . V = n R T dengan n
N
N
=
0
……………….(4.22)
P = tekanan mutlak gas ideal satuan : N/m
2

V = volume gas satuan : m
3
T = suhu mutlak gas satuan :
o
K
n = jumlah molekul gas satuan : mol
R = kondtanta gas umum, dimana : satuan : mol
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

102
R = 8,317 joule/mol.
0
K
= 8,317 x 10
7
erg/mol
0
K
= 1,987 kalori/mol
0
K
= 0,08205 liter.atm/mol
0
K
Jumlah mol suatu gas adalah : massa gas itu dibagi dengan massa molekulnya. ( Mr ) Jadi :
n
m
Mr
=
P V m
R
Mr
T . = atau P
m
V
R
Mr
T =
Dan karena massa jenis gas ( µ =
m
V
) maka kita dapatkan persamaan dalam bentuk sebagai
berikut :
P
R
Mr
T = µ atau
P R T
Mr µ
=
.
atau µ =
P Mr
R T
T
.
.
……………….(4.23)
Jelas kita lihat bahwa rapat gas atau massa jenis gas tergantung dari tekanan, suhu dan massa
molekulnya.
Persamaan gas sempurna yang lebih umum, ialah dinyatakan dengan persamaan :
P V
T
n R
.
. = ……………….(4.24)
Jadi gas dengan massa tertentu menjalani proses yang bagaimanapun perbandingan antara
hasil kali tekanan dan volume dengan suhu mutlaknya adalah konstan. Jika proses
berlangsung dari keadaan I ke keadaaan II maka dapat dinyatakan bahwa :
P V
T
P V
T
1 1
1
2 2
2
. .
=
Persamaan ini sering disebut dengan Hukum Boyle-Gay Lussac.

C. 5 Hubungan antara Temperatur dengan Gerak Partikel
Berdasarkan sifat-sifat gas ideal kita telah mendapatkan persamaan P.V = n.R.T.
Dengan demikian maka energi kinetik tiap-tiap partikel dapat dinyatakan dengan :
P.V = n.R.T
N m V ras N
N
R T
V
V
3
2
0
. . . =
1
3
2
0
m V ras
R
N
T =
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

103
1
3
2
m V ras k T = .
1
2
3
2
2
m V ras k T = .
Ek k T =
3
2
. ……………….(4.25)
Ek = Energi kinetik partikel.

LATIHAN SOAL
1. Sebuah tangki yang volumenya 0,056 m
3
berisi 0
2
yang tekanan mutlaknya 16 x
10
7
dyne/cm2 dan suhunya 27
0
C.
a. Berapa kilogramkah 0
2
di dalam tangki tersebut ?
b. Berapakah volume gas tersebut bila mengembang hingga tekanannya menjadi
10
6
dyne/cm
2
dan suhunya menjadi 50
0
C.
2. Berapa erg tenaga kinetik translasi sebuah molekul zat asam pada suhu 27
0
C. Mssa
molekul zat asam adalah 32 gram/mol.
3. Tentukanlah energi kinetik sebuah atom gas Helium pada suhu 27
0
C. k = 1,38 x 10
-23

joule/atom.
0
K.
4. Tentukan energi kinetik dari 1 gram gas Amonia pada suhu 27
0
C Massa molekul Amonia
adalah 17 gram/mol.
5. 20 gram Oksigen pada suhu 27
0
C di ubah menjadi energi kinetik. Carilah besar energi
kinetik tersebut bila massa molekul dari gas Amonia adalah 17,03 gram/mol.

D. Hukum Termodi namika.
D. 1 Kalor Jenis Gas.
Suhu suatu gas dapat dinaikkan dalam kondisi yang bermacam-macam. Volumenya
dikonstankan, tekanannya dikonstankan atau kedua-duanya dapat dirubah-rubah menurut
kehendak. Pada tiap-tiap kondisi ini panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu sebesar
satu satuan suhu untuk tiap satuan massa adalah berlainan. Dengan kata lain suatu gas
mempunyai bermacam-macam kapasitas panas. Tetapi hanya dua macam yang mempunyai
arti praktis yaitu :
- Kapasitas panas pada volume konstan.dan kapasitas panas pada tekanan konstan.
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

104
Kapasitas panas gas ideal pada tekanan konstan selalu lebih besar dari pada kapasitas
panas gas ideal pada volume konstan, dan selisihnya sebesar konstanta gas umum
(universil) yaitu : R = 8,317 J/mol
0
K.
c
p
- c
v
= R ……………….(4.26)
c
p
= kapasitas panas jenis ( kalor jenis ) gas ideal pada tekanan konstan.
c
v
= kapasitas panas jenis ( kalor jenis ) gas ideal pada volume konstan.
Berdasarkan teori kinetik gas kita dapat menghitung panas jenis gas ideal:
a. Untuk gas beratom tunggal ( monoatomik ) diperoleh bahwa :
P c
R =
5
2

V c
R =
3
2

¸
= =
P
V
c
c
167 ,
b. Untuk gas beratom dua ( diatomik ) diperoleh bahwa :
P c
R =
7
2

V c
R =
5
2

¸
= =
P
V
c
c
14 ,
¸
= konstanta Laplace.
LATIHAN SOAL
1. Hitunglah kalor jenis gas Oksigen pada volume dan tekanan tetap bila massa molekul gas
Oksigen 32 gram/mol.
2. Hitunglah kalor jenis gas-gas berikut ini pada volume dan tekanan tetap.
a. Gas Neon monoatomik, bila masa molekulnya 2,018 gram/mol
b. Gas Hidrogen diatomik, bila massa molekulnya 2,016 gram/mol
3. Kapasitas panas jenis Nitrogen pada volume tetap adalah 7,14 x 10
2
J/kg
0
K. Carilah
kapasitas panas jenisnya pada tekanan tetap. Diketahui massa molekul Nitrogen 28
gram/mol dan konstanta umum gas R = 8,317 J/mol
0
K
4. Hitunglah kalor jenis gas Argon beratom satu pada volume tetap bila kalor jenisnya pada
tekanan tetap 5,23 x 10
2
J/kg
0
K
¸
= 1,67
5. Hitunglah kalor jenis pada tekanan tetap dari gas Oksida zat lemas beratom dua bila kalor
jenisnya pada volume tetap adalah 6,95 x 10
2
J/kg.
0
K dan
¸
= 1,4
Kunci Jawaban
1. 6,5 x 10
2
joule/kg
0
K
9,1 x10
2
J/kg
0
K
2. a) 6,2 x 10
2
J/kg
0
K
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

105
1,03 x 10
2
J/kg
0
K
b) 1,03 x 10
4
J/kg
0
K
1,44 x 10
4
J/kg
0
K
3. 1,04 x 10
3
J/kg
0
K
4. 3,13 x 10
2
J/kg
0
K
5. 9,73 x 10
2
J/kg
0
K

D. 2 Usaha yang Dil akukan Gas.
Temodinamika merupakan cabang ilmu fisika yang mempelajari mengenai pengaliran
panas, perubahan-perubahan energi yang diakibatkan dan usaha yang dilakukan oleh panas.
1. Usaha luar ( W ) yaitu : Usaha yang dilakukan oleh sistem terhadap sekelilingnya
terhadap sistem. Misalkan gas dalam ruangan yang berpenghisap bebas tanpa gesekan
dipanaskan ( pada tekanan tetap ) ; maka volume akan bertambah dengan V.
Usaha yang dilakukan oleh gas terhadap udara luar :

W = p. A V ……………….(4.27)

2. Usaha dalam ( U ) adalah : Usaha yang dilakukan oleh
bagian dari suatu sistem pada bagian lain dari sitem itu
pula. Pada pemanasan gas seperti di atas, usaha dalam
adalah berupa gerakan-gerakan antara molekul-molekul gas yang dipanaskan menjadi
lebih cepat. Energi dalam suatu gas Ideal adalah : U n R T =
3
2
. .
……………….(4.28)
Dalam suatu sistem yang mendapat panas sebanyak A Q akan terdapat perubahan energi
dalam ( A U ) dan melakukan usaha luar ( A W ).
A Q = A U + A W ……………….(4.29)
A Q = kalor yang masuk/keluar sistem
A U = perubahan energi dalam
A W = Usaha luar.

D.3 Proses-Proses Termodinamika
1. Hukum I termodinamika untuk Proses Isobarik.
Pada proses ini gas dipanaskan dengan tekanan tetap.( lihat gambar ).
Gambar 4.5
Pertambahan
volume pada sistem
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

106

sebelum dipanaskan sesudah dipanaskan
Gambar 4.6 Proses isobarik

Dengan demikian pada proses ini berlaku persamaan Boyle-GayLussac
V
T
V
T
1
1
2
2
=
Jika grafik ini digambarkan dalam hubungan P dan V maka dapat grafik sebagai berikut :

Pemanasan Pendinginan
Gambar 47 Grafik Proses isobarik

Usaha luar yang dilakukan adalah : W = p ( V
2
- V
1
). karena itu hukum I termodinamika
dapat dinyatakan :
A Q = A U + p ( V
2
- V
1
)
Panas yang diperlukan untuk meningkatkan suhu gas pada tekanan tetap dapat dinyatakan
dengan persamaan :
A Q = m c
p
( T
2
- T
1
) ……………….(4.30)
Pertambahan energi dalam gas dapat pula dinyatakan dengan persamaan :
A U = m c
v
( T
2
- T
1
) ……………….(4.31)
Karena itu pula maka usaha yang dilakukan pada proses isobarik dapat pula dinyatakan
dengan persamaan :
A W =A Q - A U = m ( c
p
- c
v
) ( T
2
- T
1
) ……………….(4.32)
m = massa gas
c
p
= kalor jenis gas pada tekanan tetap
c
v
= kalor jenis pada volume tetap.

Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

107
LATIHAN SOAL
1. Satu gram air ( 1 cc ) berubah menjadi 1,671 cc uap bila dididihkan pada tekanan 1
atm. Panas penguapan pada tekanan ini adalah 539 kal/gram. Hitunglah usaha luar pada
penembakan energi dalam.
2. 1 liter air massanya 1 kg mendidih pada suhu 100
0
C dengan tekanan 1,013 x 10
5
N/m
2

diubah menjadi uap pada suhu 100
0
C dan tekanan 1,013 x 10
5
N/m
2
. Pada keadaan ini
volume uap air adalah 1,674 liter. Carilah usaha luar yang dilakukan dan dihitung
penambahan energi dalam. Panas penguapan air 2,26 . 10
6
J/kg.
3. Gas Nitrogen yang massanya 5 kg suhunya dinaikkan dari 10
0
c menjadi 130
0
c pada
tekanan tetap. Tentukanlah :
a. Panas yang ditambahkan
b. Penambahan energi dalam
c. Usaha luar yang dilakukan.
4. Satu mol karbon monoksida dipanaskan dari 15
0
C menjadi 16
0
C pada tekanan tetap.
Bila massa molekul karbon monoksida adalah 28,01 gram/mol c
p
=
1,038 x 10
3
J/kg
0
K dan ¸ = 1,4
Tentukanlah :
a. Penambahan energi dalam.
b. Usah luar yang dilakukan.

Kunci Jawaban.
1. W = 0,0671 J; A U = 2389,7329 J
2. W = 68,3 J; A U =2,259932 x 10
6
J
3. a) Q = 6,23775 x10
5
J
b) A U = 4,45554 x10
5
J
c) W = 1,78221 x10
5
J
4. a) A U = 20,767 J
b) W = 9,0668 J

2. Hukum I Termodinamika untuk Proses Isokhorik ( Isovolumik )
Pada proses ini volume Sistem konstan. ( lihat gambar )
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

108

Sebelum dipanaskan. Sesudah dipanaskan.
Gambar 4.8 Proses isokokorik

Dengan demikian dalam proses ini berlaku Hukum Boyle-Gay Lussac dalam bentuk :
P
T
P
T
1
1
2
2
=
Jika digambarkan dalam grafik hubungan P dan V maka grafiknya sebagai berikut :

Pemanasan Pendinginan
Gambar 4.9 Grafik proses Isokorik
Karena A V = 0 maka W = p . A V
W = 0 ( tidak ada usaha luar selama proses )
A Q = U
2
- U
1
Kalor yang diserap oleh sistem hanya dipakai untuk menambah energi dalam ( A U )
A Q = A U
A U = m . c
v
( T
2
- T
1
) ……………….(4.33)

LATIHAN SOAL
1. Temperatur 5 kg gas Nitrogen dinaikkan dari 10
0
C menjadi

130
0
C pada volume tetap.
Bila c
v
= 7,41 x 10
2
J/kg
0
K , c
p
= 1,04 x 10
3
J/kg
0
K, carilah :
a. Usaha luar yang dilakukan.
b. Penambahan energi dalam.
c. Panas Yang ditambahkan.
2. Suatu gas yang massanya 3 kg dinaikkan suhunya dari -20
0
C menjadi 80
0
C melalui
proses isokhorik. Hitunglah penambahan energi dalam gas tersebut, bila diketahui c
p

= 248 J/kg
0
K, c
v
= 149 J/kg
0
K
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

109
3. Satu mol karbon monoksida dipanaskan dari 15
0
C menjadi 16
0
C pada volume tetap.
Massa molekulnya 28,01 gram/mol. c
p
= 1,03 x 10
3
J/kg.
0
K dan ¸ = 1,40 . Hitunglah
penambahan energi dalam.
4. Gas Ideal sebanyak 2 mol dengan tekanan 4 atsmosfer volumenya sebesar 8,2 liter. Gas
ini mengalami proses isokhorik sehingga tekanannya menjadi 8 atsmosfer. Bila diketahui
: c
v
= 3 kal/mol.
0
C dan R = 0,08207 liter. atm/mol.
0
C ; tentukanlah :
a. Usaha yang dilakukan.
b. Panas yang ditambahkan.

Kunci Jawaban
1. a) W = 0
b) AU J = 444600 .
c)0 = 444600 . J
2. AU J 44700 .
3. AU J = 20 61 ,
4. a) W=0
b)0 = 1198 98 , kalori

3. Hukum I termodinamika untuk proses Isothermik.
Selama proses suhunya konstan.( lihat gambar )

Sebelum dipanaskan. Sesudah dipanaskan.
Gambar 4.10 Proses isotermik

Oleh karena suhunya tetap, maka berlaku Hukum BOYLE.
P
1
V
2
= P
2
V
2
Jika digambarkan grafik hubungan P dan V maka grafiknya berupa :
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

110

Pemanasan Pendinginan
Gambar 4.11 Grafik proses isotermik
Karena suhunya konstan T
2
= T
1
maka :
A U = U
2
- U
1

=
3
2
n R T
2
-
3
2
n R T
1
= 0 ( Usaha dalamnya nol )
Kalor yang diserap sistem hanya dipakai untuk usaha luar saja.
W P V
V
V
P V
V
V
= =
1 1
2
1
2 2
2
1
( ln ) ( ln )
W P V
P
P
P V
P
P
= =
1 1
1
2
2 2
1
2
( ln ) ( ln )
W n R T
V
V
n R T
V
V
= =
1
2
1
2
2
1
( ln ) ( ln )
W n R T
P
P
n R T
P
P
= =
1
1
2
2
1
2
( ln ) ( ln ) ……………….(4.34)
ln x =2,303 log x
4. Hukum I Termodinamika untuk proses Adiabatik.
Selama proses tak ada panas yang masuk / keluar sistem jadi Q = 0
( lihat gambar )

Sebelum proses Selama/akhir proses
Gambar 4.12 Proses adiabatik

oleh karena tidak ada panas yang masuk / keluar sistem maka berlaku Hukum Boyle-Gay
Lussac
PV
T
PV
T
1 1
1
2 2
2
=
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

111
Jika digambarkan dalam grafik hubungan P dan V maka berupa :

Pengembangan Pemampatan
Gambar 4.13 Grafik proses adiabatik

Karena A Q = 0 maka O = A U + A W
U
2
-U
1
= - A W
Bila A W negatif ( -W = sistem ditekan ) usaha dalam sistem ( A U ) bertambah. Sedangkan
hubungan antara suhu mutlak dan volume gas pada proses adibatik, dapat dinyatakan dengan
persamaan :
T.V
¸-1
= konstan atau T
1
.V1
¸-1
= T
2
.V
2
¸-1


Usaha yang dilakukan pada proses adiabatik adalah :
W = m . c
v
( T
1
- T
2
) atau W =
P V
1 1
1
.
÷
¸
( V
2
¸-1
- V1
¸-1
) ……………….(4.35)
Juga berlaku persamaan : P
1
.V1
¸
= P
2
.V
2
¸


LATIHAN SOAL.
1. Perbandingan kompresi sebuah mesin disel
V
V
1
2
kira-kira 156. Jika pada permulaan gerak
pemampatan silindernya berisi udara sebanyak 2 mol pada tekanan 15 N/m
2
dan suhu
247
0
c, hitunglah tekanan dan suhu pada akhir gerak. Andai kata udara sebagai gas ideal
dan pemampatanya secara adiabatik. massa molekul udara adalah 32 gram/mol. c
v
= 650
J/kg
0
K dan c
p
= 909 J/kg
0
K. Hitunglah usaha luar yang dilakukan.
2. Suatu volume gas Nitrogen sebesar 22,4 liter pada tekanan 10
5
N/m
2
dan suhu 0
0
C
dimampatkan secara adiabatik sehingga volumenya menjadi 1/10 volume mula-mula.
Carilah :
a. Tekanan akhirnya.
b. Suhu akhirnya.
c. Usaha luar yang dilakukan.
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

112
Diketahui pula bahwa Mr = 28 gram/mol c = 1,4 c
v
= 741 J/kg
0
K.
3. Lima molekul gas Neon pada tekanan 2 x 10
5
Nm
-2
dan suhu 27
0
c dimampatkan secara
adiabatik sehingga volumenya menjadi 1/3 dari volume mula-mula. Bila ¸ = 1,67
c
p
= 1,03 x 10
3
J/kg
0
K Mr = 20,2 gram/mol. Tentukan :
a. Tekanan akhir pada proses ini.
b. Temperatur akhir.
c. Usaha luar yang dilakukan.
4. Suatu gas ideal dengan = 1,5 dimampatkan secara adiabatik sehingga volumenya menjadi
1
2
kali dari volume mula-mula. Bila pada awal proses tekanan gas 1 atm, tentukanlah
tekanan gas pada akhir proses.
5. Gas oksigen dengan tekanan 76 cm Hg dimampatkan secara adiabatik sehingga
volumenya menjadi
2
3
volume mula-mula. Bila gas Oksigen adalah gas diatomik dan R =
8,317 J/mol
0
K ; Tentukanlah tekanan akhir gas tersebut.

Hukum I Termodinamika
Untuk Proses Adiabatik.
1. 663 N/m
2
; 1.262
0
C; -4,2 x 10
4
Joule
2. 2,5 x 10
6
N/m
2
; 686
0
K;
8,57 x 10
3
Joule
3. 1,25 x 10
6
N/m2; 626
0
K;
2,02 x 10
4
Joule
4. 3 atm
5. 134,07 cmHg

D. 4 Penerapan Hukum I Termodinamika

D. 4. 1 Pengertian Si klus
Suatu pesawat yang dapat mengubah seluruh kalor yang diserapnya menjadi usaha secara
terus menerus belum pernah kita jumpai. yang ada hanya pengubahan kalor menjadi usaha
melalui satu tahap saja. Misalnya : proses isothermis.
Agar sistem ini dapat bekerja terus-menerus dan hasilnya ada kalor yang diubah menjadi
usaha, maka harus ditempuh cara-cara tertentu. Perhatikan gambar di bawah ini.
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

113

- Mulai dari ( P
1
, V
1
) gas mengalami proses isothermis sampai (
P
2
, V
2
).
- Kemudian proses isobarik mengubah sistem dari ( P
2
, V
2
)
sampai ( P
2
, V
1
).
- Proses isobarik membuat sistem kembali ke ( P
1
, V
1
).
Gambar 4.14 Siklus

Usaha yang dilakukan sama dengan luas bagian gambar yang diarsir proses seperti
yang ditunjukkan pada gambar diatas disebut : SIKLUS. Pada akhir proses sistem kembali ke
keadaan semula. Ini berarti pada akhir siklus energi dalam sistem sama dengan energi dalam
semula. Jadi untuk melakukan usaha secara terus menerus, suatu siklus harus melakukan
usaha secara terus menerus, suatu siklus harus bekerja dalam suatu siklus.

LATIHAN SOAL.
1. Gas sebanyak 2mol dengan c
v
= 12,6 J/mol
0
K menjalani garis tertutup (1), (2) dan (3).
Proses 2-3 berupa pemampatan isotermik. Hitunglah untuk tiap-tiap bagian garis tertutup
itu :
a. Usaha oleh gas.
b. Panas yang ditambahkan pada gas.
c. Perubahan energi dalamnya.
2. Pada suatu prose tertentu diberikan panas sebanyak
500 kalori ke sistem yang bersangkutan dan pada
waktu yang bersamaan dilakukan pula usaha
mekanik sebesar 100 joule terhadap sistem tersebut. Berapakah tambahan energi
dalamnya ?
3. Diagram di bawah ini menunjukkan
tiga proses untuk suatu gas ideal, di
titik 1 suhunya 600
0
K dan
tekanannya 16 x 10
5
Nm
-2
sedangkan
volumenya 10
-3
m
3
. Dititik 2
volumenya 4 x 10
-3
m
3
dari proses 1-2
dan 1-3 salah satu berupa proses
isotermik dan yang lain adiabatik. ¸ = 1,5
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

114


a. Diantara proses 1-2 dan 1-3 yang manakah proses isotermik dan mana adiabatik ?
Bagaimana kita dapat mengetahui ?
b. Hitung tekanan di titik 2 dan 3
c. Hitung suhu dititik 2 dan 3
d. Hitung volumenya di titik 3 pada proses itu.
4. Pada permulaan 2 mol zat asam ( gas diatomik ) suhunya 27
0
c dan volumenya 0,02 m
3
.
Gas disuruh mengembang secara isobaris sehingga volumenya menjadi dua kali lipat
kemudian secara adiabatik hingga suhunya mencapai harga yang seperti permulaan lagi.
R = 8,317 J/mol
0
K. Tentukanlah :
a. Berapakah banyaknya energi dalam totalnya ?
b. Berapakah banyaknya panas yang ditambahkan ?
c. Berapakah usaha yang dilakukan ?
d. Berapakah volume pada akhir proses ?
5. Sebuah mesin pemanas menggerakkan gas ideal monoatomik sebenyak 0,1 mol menurut
garis tertutup dalam diagram P-V pada gambar di bawah ini. Proses 2-3 adalah proses
adiabatik.

a. Tentukanlah suhu dan tekanan pada titik 1,2
dan 3.
b. Tentukanlah usaha total yang dilakukan gas.


Kunci Jawaban
1. a) W
1-2
= 3,28 x 106 joule
W
2-3
= -1,97 x 106 joule
W
3-1
= 0
b) Q
1-2
= 8,23 x 106 joule
Q
2-3
= 0
Q
3-1
= 4,96 x 106 joule
c) U
1-2
= 4,96 x 106 joule
U
2-3
= 0
U
3-1
= 4,96 x 106 joule
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

115
2. 2 x 10
3
joule
3. a) 1-2 Proses adiabatik dan 1-3 proses
isotermik. Kurva adiabatik lebih
curam dari pada kurva isotermik.
b) P
2
= P3 = 2 x 10
-5
Nm-2
c) T
2
= T1 = 600
0
K
d) V
3
= 8 x 10
-3
m
3

4. a) 0 b) 1,7 x 10
4
joule
c) 1,7 x 10
4
joule
d) 0,23 m
3

5. a) T
1
= 300
0
K; P
1
= 10
5
Nm
-2

T
2
= 600
0
K; P
2
= 2 x 10
5
Nm
-2

T
3
= 455
0
K; P
3
= 10
5
Nm
-2

b) 52,34 Joule.

D. 4. 2 Efisi ensi Mesi n.
Mengubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik pertama-tama selalu memerlukan
sebuah mesin, misalnya : mesin uap, mesin bakar atau mesin diesel. Pengalaman-pengalaman
dengan mesin-mesin yang terdapat dalam praktek membawa kita kepada hukum
Termodinamika II yang ringkasnya sebagai berikut :
“ Adalah Tidak Mungkin Dapat Suatu Mesin Yang Bekerja Dalam Lingkaran
Yang Tidak Menimbulkan Efek Lain Selain Daripada Mengambil Panas Dari
Suatu Sumber Dan Merubah Panas Ini Seluruhnya Menjadi Usaha “.
D.4.2.1 Siklus Carnot Dan Efesiensinya.
Siklus carnot yang disebut siklus ideal ditunjukkan pada gambar di bawah ini.
Siklus Carnot dibatasi oleh garis lengkung isotherm dan
dua garis lengkung adiabatik. Hal ini memungkinkan
seluruh panas yang diserap ( input panas ) diberikan pada
satu suhu panas yang tinggi dan seluruh panas yang dibuang
( panas output ) dikeluarkan pada satu suhu rendah.
÷ Kurva ab dan cd masing-masing adalah kurva
pengembangan dan pemampatan isoteremis.
Gambar 4.15 Siklus Carnot
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

116
÷ Kurva bc dan da masing-masing adalah kurva pengembangan dan pemampatan adiabatik.
Untuk bahan perbandingan, ditunjukkan beberapa siklus untuk berbagai jenis mesin.

D. 4. 2. 2 Siklus Mesi n Bakar.
Siklus mesin bakar atau lebih umum disebut siklus Otto di tunjukkan pada gambar di
bawah ini.
Siklus Otto dibatasi oleh dua garis lengkung adiabatik dan
dua garis lurus isokhorik. Dimulai dari titik a, maka :
÷ Kurva ab dan cd masing-masing adalah kurva
pemampatan dan pengembangan adiabatik.
÷ Garis lurus bc dan da masing-masing adalah garis lurus
untuk pemanasan dan pendinginan isokhorik.
Gambar 4.16 Siklus Mesin Bakar

D. 4. 2. 3 Siklus Mesi n Di esel
Siklus untuk mesin diesel ditunjukkan pada gambar di
atas ini. Siklus pada mesin diesel dibatasi oleh dua garis
lengkung adiabatik dan satu garis lurus isobarik serta satu
garis lurus isokhorik.
Dimulai dari titik a, maka :
÷ Kurva ab dan cd masing-masing adalah kurva
pemampatan dan pengembangan adiabatik.
Gambar 4.17 Siklus Mesin Diesel
÷ Garis lurus bc adalah garis lurus pemanasan isobarik.
÷ Garis lurus cd adalah garis lurus pendinginan
isokhorik..

D. 4. 2. 4 Siklus Mesi n Uap
Siklus mesin uap yang juga disebut siklus Rankine ditunjukkan pada gambar di bawah
ini. Siklus ini dibatasi oleh dua garis lengkung adiabatik dan dua garis lurus isokhorik. hanya
saja pada mesin uap ini terdapat proses penguapan dan pengembunan.
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

117
Mula-mula air dalam keadaan cair dengan suhu dan tekanan
rendah di titik a.
- kurva ab adalah kurva pemampatan secara adiabatik
dengan tekanan yang sama dengan tekanan di dalam periuk
pendingin.
- garis cd adalah proses pengubahan air menjadi uap.
- Garis de adalah prosers pemanasan sehingga suhu uap
Gambar 4.18 Siklus Mesin Uap sangat tinggi.
- Kurva ef adalah proses pengembangan secara adiabatik.
- garis fa adalah proses pengembunan sehingga kembali ke keadaan awalnya.

D. 5 Hukum II Termodinamika
D.5.1 Effisiensi (daya guna mesin)
Dalam hukum II Termodinamika akan dibahas perubahan kalor menjadi energi mekanik
melalui sebuah mesin, dan ternyata belum ada sebuah mesinpun yang dapat mengubah
sejumlah kalor menjadi energi mekanik seluruhnya.
Sebuah mesin diberi energi berupa kalor Q
1
pada
suhu tinggi T
1
, sehingga mesin melakukan usaha mekanik
W. Energi yang dibuang berupa kalor Q
2
pada suhu T
2
, maka
effisiensi mesin adalah :
q =
Energi yang bermanfaat
Energi yang asukkan dim

q = =
÷ W
Q
Q Q
Q
2
2 1
2

q = ÷ × ( ) 1 100%
1
2
Q
Q
……………….(4.36)
Gambar 4.19 proses di reservoar Mesin

Menurut Carnot untuk effisiensi mesin carnot berlaku pula :
q = ÷ × ( ) 1 100%
1
2
T
T

Sebenarnya tidak ada mesin yang mempunyai effisiensi 100 % dan dalam praktek effisiensi
mesin kurang dari 50 %.

Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

118
LATIHAN SOAL
1. Sebuah mesin Carnot yang reservoir suhu tingginya pada 127
o
C menyerap 100 kalori
dalam tiap-tiap siklus pada suhu ini dan mengeluarkan 80 kalori ke reservoir suhu rendah.
Tentukanlah suhu reservoir terakhir ini.
2. Berapakah effisiensi suatu mesin yang menerima 200 kalori dari sebuah reservoir bersuhu
400
o
K dan melepaskan 175 kalori ke sebuah reservoir lain yang bersuhu 320
o
K. Jika
mesin tersebut merupakan mesin carnot berapakah effisiensinya.
3. Hitunglah effisiensi ideal dari suatu mesin Carnot yang bekerja antara 100
o
C dan 400
o
C.
4. Sebuah mesin carnot yang menggunakan reservoir suhu rendah pada 7
o
C, daya gunanya
40 %. Kemudian daya gunanya diperbesar 50 %. Berapakah reservoir suhu tingginya
harus dinaikkan.
5. Mesin Carnot bekerja di antara dua reservoir panas yang bersuhu 400
o
K dan 300
o
K. Jika
dalam tiap siklus, mesin menyerap panas sebanyak 1.200 kalori dari reservoir yang
bersuhu 400
o
K, maka berapakah panas yang dikeluarkan ke reservoir yang bersuhu 300
o
K.

Kunci Jawaban
1. 470 c
2. 12,5 %; 20 %
3. 44,6 %
4. 93,1 %
5. 900 kalori

D. 5. 2 Perumusan Kelvin-Pl ank
Pada dasarnya perumusan antara Kelvin dan Plank mengenai suatu hal yang sama,
sehingga perumusan keduanya dapat digabungkan dan sering disebut : Perumusan Kelvin-
Plank Tentang Hukum Ii Termodinami ka.
Perumusan Kelvin-Plank secara sederhana dapat dinyatakan sebagai berikut :
“Tidak Mungkin Membuat Pesawat Yang Kerj anya
Semat a-Mat a Menyerap Kalor Dari Sebuah Reservoir
Dan Mengubahnya Menjadi Usaha”
Sebagai contoh marilah kita perhatikan proses yang sebenarnya terjadi pada motor bakar dan
motor bensin.
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

119
÷ Mula-mula campuran uap bensin dan udara dimasukkan ke dalam silinder dengan cara
menarik penghisap.
÷ Kemudian penghisap ditekan, dengan demikian campuran tadi dimampatkan sehingga
temperatur dan tekanannya naik.
÷ Campuran tadi kemudian dibakar dengan loncatan bunga api listrik. Proses pembakaran
ini menghasilkan campuran dengan temperatur dan tekanan yang sangat tingi, sehinga
volume campuran tetap (proses isokhorik)
÷ Hasil pembakaran tadi mengembang, mendorong penghisap, sedangkan tekanan dan
temperaturnya turun, tetapi masih lebih tinggi dari tekanan dan temperatur di luar.
÷ Katub terbuka, sehingga sebagian campuran itu ada yang keluar sedangkan penghisap
masih tetap ditempatnya.
÷ Akhirnya penghisap mendorong hampir seluruhnya campuran hasil pembakaran itu
keluar.

D. 5. 3 Perumusan Cl ausius.
Perumusan Clausius tentang hukum II Termodinamika secara sederhana dapat diungkapkan
sebagai berikut :
“Tidak Mungkin Membuat Pesawat Yang Kerj anya Hanya Menyerap Dari
Reservoir Bertemperatur Rendah Dan Memindahkan Kal or Itu Ke Reservoir
Yang Bersuhu Ti nggi , Tanpa Disert ai Perubahan Lain.
Sebagai contoh marilah kita lihat proses pada lemari pendingin (lemari es) yang bagannya
pada gambar di bawah ini.

Gambar 4.20 Skema mesin pendingin
÷ Zat cair di dalam wadahnya pada tekanan
tinggi harus melalui saluran yang sempit,
menuju ke ruang yang lapang (Avoporator).
Proses ini disebut : Proses Joule-Kelvin.
÷ Tiba di ruang yang lapang, temperatur dan
tekanan zat cair tadi berkurang, dan zat cair
juga menguap. Untuk menguap maka zat cair
ini memerlukan kalor yang diserap dari
reservoir T
2
(suhu reservoir dingin = suhu benda yang akan didinginkan).
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

120
÷ Kemudian uap pada tekanan rendah ini masuk ke dalam kompresor, dimampatkan,
sehingga tekanannya dan temperaturnya naik. Temperatur uap ini lebih tingi dari
temperatur reservoir T
1
(temperatur suhu tingi) dan T
1
> T
2

÷ Di dalam kondensor uap ini memberikan kalor pada reservoir T
1
. Sebagai reservoir T
1

dapat digunakan udara dalam kamar atau air. Zat yang sering dipakai pada pesawat
pendingin adalah : Amoni ak. Pada proses ini selain pemindahan kalor dari reservoir
dingin T
2
ke reservoir T
1
, terjadi pula perubahan usaha menjadi kalor yang ikut dibuang
di T
1
.

Daftar Pustaka

Crowell Benjamin, 2005, Newtonian Physics, Creative Commons Attribution-ShareAlike.
Dede, 2007, PPT file: Besaran Dalam Ilmu Fisika, free-ebook, dede@fisikaui.ac.id
Jonifan,dkk, 2008, Fisika Mekanika, Open Course at OCW Gunadarma.
Miller, F.J.R., 1989, College Physics, McGraw-Hill.
Jati, Bambang Murdaka Eka. 2008. Fisika Dasar untuk Mahasiswa Ilmu-Ilmu Eksakta dan
Teknik. Yogyakarta. ANDI
Tippler, P.A., 1991, Physics fir Scientists and Engineers, Worth Publisher.

Dengan demikian dari ketiganya dapat digambarkan skala untuk air sbb : Titik didih 100 80 212 373

C

R

F

K

Titik beku

0

0

32

273

Gambar 4.1 Skala termometer

Jadi 100 bagian C = 80 bagian R = 180 bagian F
0

C & 0R dimulai pada angka nol dan 0F dimulai pada angka 32

Maka C : R : (F-32) = 100 : 80 : 180 C : R : (F-32) = 5 : 4 : 9 tR = 4 tC 5 tR = 4 (tF – 32) 9 tF = 9 tC + 32 5 ……………….(4.1)

Selain 3 jenis termometer di atas, derajat panas sering dinyatakan dengan derajat mutlak atau derajat KELVIN ( 0K ) T = t C + 2730 A.3 Macam – macam termometer. a. Termometer alkohol. Karena air raksa membeku pada – 400 C dan mendidih pada 3600, maka termometer air raksa hanya dapat dipakai untuk mengukur suhu-suhu diantara interval tersebut. Untuk suhu-suhu yang lebih rendah dapat dipakai alkohol (Titik beku – 1300 C) dan pentana (Titik beku – 2000 C) sebagai zat cairnya. b. Termoelemen. Alat ini bekerja atas dasar timbulnya gaya gerak listrik (g.g.l) dari dua buah sambungan logam bila sambungan tersebut berubah suhunya. c. Pirometer Optik. Alat ini dapat dipakai untuk mengukur temperatur yang sangat tinggi.
Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

T = suhu dalam 0K, tC = suhu dalam 0C

85

d. Termometer maksimum-minimum Six Bellani. Adalah termometer yang dipakai untuk menentukan suhu yang tertinggi atau terendah dalam suatu waktu tertentu. e. Termostat. Alat ini dipakai untuk mendapatkan suhu yang tetap dalam suatu ruangan. f. Termometer diferensial. Dipakai untuk menentukan selisih suhu antara dua tempat yang berdekatan.

A.4 Pemuaian Zat. A.4.1 Pemuaian panjang. Bila suatu batang pada suatu suhu tertentu panjangnya Lo, jika suhunya dinaikkan sebesar t, maka batang tersebut akan bertambah panjang sebesar L yang dapat dirumuskan sebagai berikut : L = Lo .  . t  = Koefisien muai panjang = koefisien muai linier didefinisikan sebagai : Bilangan yang menunjukkan berapa cm atau meter bertambahnya panjang tiap 1 cm atau 1 m suatu batang jika suhunya dinaikkan 10 C. Jadi besarnya koefisien muai panjang suatu zat berbeda-beda, tergantung jenis zatnya. Jika suatu benda panjang mula-mula pada suhu t0 0C adalah Lo. Koefisien muai panjang = , kemudian dipanaskan sehingga suhunya menjadi t1 0C maka : L = Lo .  . (t1 – t0) Panjang batang pada suhu t1 0C adalah : Lt = Lo + L = Lo + Lo .  . (t1 – t0) = Lo (1 +  t) ……………….(4.3) ……………….(4.2)

Satuan : MKS Lo & Lt t 
0

Keterangan : CGS cm
0 0

Lt Lo  t

= Panjang benda setelah dipanaskan t 0C = Panjang mula-mula. = Koefisien muai panjang = Selisih antara suhu akhir dan suhu mula-mula. 86

m
0

C

C

C-1

C -1

Ringkasan Materi Fisika Dasar ---- alifis@corner alifis.wordpress.com

A. luasnya akan menjadi At. dan pertambahan volumenya adalah : V = Vo . dipanaskan sampai t10. t = t1 – t0 ………………. volumenya akan menjadi Vt.wordpress.com 87 .(4. dan t = t1 – t0 ……………….  t dan Vt = Vo (1 +  t)  adalah Koefisien muai Volume ( = 3 ) Bilangan yang menunjukkan berapa cm3 atau m3 bertambahnya volume tiap-tiap 1 cm3 atau 1 m3 suatu benda jika suhunya dinaikkan 1 0C.4) Satuan : MKS Ao & At t  0 Keterangan : CGS cm2 0 0 At Ao  t = Luas benda setelah dipanaskan t 0C = Luas mula-mula.4. Bila suatu lempengan logam (luas Ao) pada t00.  t At = Ao (1 +  t)  adalah Koefisien muai luas ( = 2 ) Bilangan yang menunjukkan berapa cm2 atau m2 bertambahnya luas tiap 1 cm2 atau m2 suatu benda jika suhunya dinaikkan 1 0C.5) Satuan : MKS Vo & Vt t  0 Keterangan : CGS cm3 0 0 Vt Vo  t = Volume benda setelah dipanaskan t 0C = Volume mula-mula. = Koefisien muai Luas = Selisih antara suhu akhir dan suhu mula-mula.2 Pemuaian Luas.alifis@corner alifis. dipanaskan sampai t1 0. dan pertambahan luas tersebut adalah : A = Ao . m3 0 C C C-1 C -1 Ringkasan Materi Fisika Dasar ---.3 Pemuaian Volume Bila suatu benda berdimensi tiga (mempunyai volume) mula-mula volumenya Vo pada suhu to. = Koefisien muai ruang = Selisih antara suhu akhir dan suhu mula-mula.4. m2 0 C C C-1 C -1 A.(4.

8) Ringkasan Materi Fisika Dasar ---.(4.6) γo m t = 1  γ Δt Vo (1  γ Δ t) A. Hal tersebut diatas disebut ANOMALI AIR. Untuk sejumlah gas bermassa tertentu. o = m Vo Vt = Vo (1 +  t ) t = m Vt t = ………………. Misalkan :  Vo dan o berturut-turut adalah volume dan massa jenis benda sebelum dipanaskan.40 C air akan berkurang volumenya bila dipanaskan.  m adalah massa banda.(4. Jadi pada 40 C air mempunyai volume terkecil. Massa Jenis. bertemperatur T dan berada dalam ruang tertutup yang bervolume V. Kita tinjau sejumlah gas bermassa m.5 Pemuaian Gas.com 88 . Didalam interval 00.wordpress. ternyata tekanan gas berbanding terbalik dengan volumenya atau dikenal dengan HUKUM BOYLE dan proses ini disebut dengan proses ISOTERMIS.7) V =C T V1 = V 2 T1 T2 Jadi pada TEKANAN TETAP berlaku : b.  Vt dan t berturut-turut adalah volume dan massa jenis benda setelah dipanaskan. ternyata volumenya sebanding dengan temperatur mutlaknya atau dikenal dengan HUKUM GAY LUSSAC dan proses ini disebut dengan proses ISOBARIK.V = C ……………….alifis@corner alifis. tetapi setelah mencapai 40 C volume air akan bertambah (Seperti pada benda-benda lainnya).(4. dan karena massa benda selalu tetap jika dipanaskan maka pada 40 C tersebut air mempunyai massa jenis terbesar.T Atau ……………….Namun tidak semua benda menurut hukum pemuaian ini. pada temperatur konstan. misalnya air. Untuk sejumlah gas bermassa tertentu. bertekanan P. V=C. pada tekanan tetap. P= C V atau P. Dari percobaan-percobaan gas tersebut dapat menunjukkan hal-hal sebagai berikut : a.

1 kalori = 4.10) Dan persamaan di atas disebut : BOYLE – GAY LUSSAC B. Selain itu gas dapat diekspansikan pada volume tetap dan prosesnya disebut dengan proses ISOKHORIS atau dikatakan tekanan gas sebanding dengan temperatur mutlaknya.9) P =C T P1 = P 2 T1 T 2 Jadi pada VOLUME TETAP berlaku : Kesimpulan : Dari kenyataan-kenyataan di atas maka untuk gas bermassa tertentu dapat dituliskan dalam bentuk P V = Konstan T Atau P1 V1 = P 2 V 2 T2 T1 …………….1 Kesetaraan antara satuan kalor dan satuan energi. Kesetaraan satuan kalor dan energi mekanik ini ditentukan oleh PERCOBAAN JOULE.wordpress.alifis@corner alifis.(4.24 kal atau Harga perbandingan di atas disebut TARA KALOR MEKANIK. B.Jadi pada TEMPERATUR TETAP berlaku : P1 V1 = P2 V2 c.com 89 .2 joule 1 joule = 0. Ringkasan Materi Fisika Dasar ---.T Atau ……………….(4. Kalor (Energi Panas) Kalor dikenal sebagai bentuk energi yaitu energi panas dengan notasi Q Satuan Kalor : Satuan kalor adalah kalori (kal) atau kilo kalori (k kal) 1 kalori/kilo kalori adalah : jumlah kalor yang diterima/dilepaskan oleh 1 gram/1 kg air untuk menaikkan/menurunkan suhunya 10 C. P=C.

(4. Jika kalor jenis suatu zat = c.com 90 . t H=m. c . c .13) Kalor Laten (L) Ringkasan Materi Fisika Dasar ---.2 Kapasitas kalor atau Harga air / Nilai air (H) Kapasitas kalor suatu zat ialah banyaknya kalor yang diserap/dilepaskan untuk menaikkan/menurunkan suhu 10 C Jika kapasitas kalor/Nilai air = H maka untuk menaikkan/menurunkan suhu suatu zat sebesar t diperlukan kalor sebesar : Q = H .(4.alifis@corner alifis.3 Kalor Jenis (c) Kalor jenis suatu zat ialah : banyaknya kalor yang diterima/dilepas untuk menaikkan/menurunkan suhu 1 satuan massa zat sebesar 10 C.wordpress. Semua zat yang ada di bumi ini terdiri dari 3 tingkat wujud yaitu : tingkat wujud padat tingkat wujud cair tingkat wujud gas ……………….(4. maka untuk menaikkan/menurunkan suatu zat bermassa m. sebesar t 0C.11) t dalam satuan 0C Dari persamaan di atas dapat ditarik suatu hubungan : H .4 Perubahan wujud. t Q dalam satuan k kal atau kal H dalam satuan k kal / 0C atau kal / 0C t dalam satuan 0C B.c B.12) ………………. t Q m c dalam satuan k kal atau kal dalam satuan kg atau g dalam satuan k kal/kg 0C atau kal/g 0C ……………….B. t = m . kalor yang diperlukan/dilepaskan sebesar : Q = m .

(a-b) Panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu es pada fase ini adalah : Q = m x ces x t Ringkasan Materi Fisika Dasar ---. maka untuk merubah suatu zat bermassa m seluruhnya ke tingkat wujud yang lain diperlukan kalor sebesar : Q=m.alifis@corner alifis.com 91 .wordpress. suhu 100o C 0o C Waktu Gambar 4.14) Gambar perubahan wujud air.2 grafik perubahan wujud zat I.(4. Jika kalor laten = L. cair dan gas yang pada prinsipnya proses ini juga dijumpai pada lain-lain zat. ………………. Di bawah suhu 00 C air berbentuk es (padat) dan dengan pemberian kalor suhunya akan naik sampai 00 C.Kalor laten suatu zat ialah kalor yang dibutuhkan untuk merubah satu satuan massa zat dari suatu tingkat wujud ke tingkat wujud yang lain pada suhu dan tekanan yang tetap. Dibawah ini akan digambarkan dan diuraikan perubahan wujud air (H2O) dari fase padat. Kalor beku ialah kalor laten pada perubahan tingkat wujud cair menjadi padat pada titik bekunya.L Dimana : Q dalam kalori atau k kal m dalam gram atau kg L dalam kal/g atau k kal/kg Kalor lebur ialah kalor laten pada perubahan tingkat wujud padat menjadi cair pada titik leburnya. Kalor didih (kalor uap) ialah kalor laten pada perubahan tingkat wujud cair menjadi tingkat wujud uap pada titik didihnya.

com 92 .wordpress. Setelah semua air menjadi uap air. Kd Kd = Kalor didih air. V.II. Panas yang diperlukan untuk proses ini adalah : Q = m . Setelah suhu air mencapai 1000 C. Ringkasan Materi Fisika Dasar ---. Tepat pada suhu 00 C. Proses d-e adalah proses MENDIDIH (Perubahan fase cair ke uap). es mulai ada yang mencair dan dengan pemberian kalor suhunya tidak akan berubah (b-c). Proses untuk merubah suhu pada fase ini membutuhkan panas sebesar : Q = m . cgas . dengan penambahan kalor suhu air akan naik lagi (cd).  Proses e-d disebut proses MENGEMBUN (Perubahan fase uap ke cair)  Proses c-b disebut MEMBEKU (Perubahan fase dari cair ke padat). Setelah semua es menjadi cair. suhu uap air dapat ditingkatkan lagi dengan pemberian panas (e-f) dan besarnya yang dibutuhkan : Q = m . IV. Proses pada b-c disebut proses MELEBUR (perubahan fase dari padat menjadi cair). III. t Proses dari a s/d f sebenarnya dapat dibalik dari f ke a.alifis@corner alifis. Besarnya kalor lebur = kalor beku Pada keadaan tertentu (suhu dan tekanan yang cocok) sesuatu zat dapat langsung berubah fase dari padat ke gas tanpa melewati fase cair. Panas yang dibutuhkan untuk proses tersebut adalah : Q = m . Proses ini disebut sebagai SUBLIMASI. sebagian air akan berubah menjadi uap air dan dengan pemberian kalor suhunya tidak berubah (d-e). t Pada proses c-d waktu yang diperlukan lebih lama daripada proses a-b. cair . karena kalor jenis air (cair) lebih besar daripada kalor jenis es (ces). Suhu 1000 C disebut TITIK DIDIH AIR. hanya saja pada proses dari f ke a benda harus mengeluarkan panasnya. Kl Kl = Kalor lebur es.

luas penampang A dan perbedaan suhu antara ujung-ujungnya t. benda adalah isolator panas. B.(4. benda adalah konduktor panas yang baik. es kering.5 Hukum Kekekalan Energi Panas (Kalor) Jika 2 macam zat pada tekanan yang sama. Pada proses perubahan fase-fase di atas dapat disimpulkan bahwa selama proses. Pada peristiwa konduksi.Contoh pada kapur barus.15) H = k . Secara konveksi (Aliran) c. yaitu alat pengukur kalor jenis zat. Bila k makin besar. Secara konduksi (Hantaran) b. adalah : ………………. suhu zat tidak berubah karena panas yang diterima/dilepas selama proses berlangsung dipergunakan seluruhnya untuk merubah wujudnya. sedangkan zat yang bersuhu lebih rendah akan menyerap kalor.alifis@corner alifis. t L k adalah koefisien konduksi panas dari bahan dan besarnya tergantung dari macam bahan.wordpress. Bila k makin kecil. Konduksi. Panas dapat dipindahkan dengan 3 macam cara. A . antara lain : a. (Misalkan terdapat pada zat padat) Banyaknya panas per satuan waktu yang dihantarkan oleh sebuah batang yang panjangnya L.6 Rambatan Kalor.com 93 . suhunya berbeda jika dicampur maka : zat yang bersuhu tinggi akan melepaskan kalor. Secara Radiasi (Pancaran) a. atom-atom zat yang memindahkan panas tidak berpindah tempat tetapi hanya bergetar saja sehingga menumbuk atom-atom disebelahnya. B. Jadi berlaku : Kalor yang diserap = kalor yang dilepaskan Pernyataan di atas disebut “Asas Black” yang biasanya digunakan dalam kalorimeter. Ringkasan Materi Fisika Dasar ---. dll.

16) H = h .(4.alifis@corner alifis. A . Botol thermos dibuat dengan dinding rangkap dua dan diantaranya terdapat ruang hampa serta dinding-dindingnya dilapisi dengan perak. Ringkasan Materi Fisika Dasar ---. Pada peristiwa ini partikel-partikel zat yang memindahkan panas ikut bergerak.. Sebagai pemancar panas yang jelek.672 x 10 watt 4 m (K) 2 = Suhu mutlak benda Besarnya harga e tergantung pada macam permukaan benda 0  e  1 e=1 e=0 Permukaan hitam sempurna (black body) Sebagai pemancar panas ideal. Kalor yang merambat per satuan waktu adalah : ………………. - Terdapat pada permukaan yang lebih halus.det atau watt/m2 e  T = Emisivitas (Daya pancaran) permukaan –8 = Konstanta umum = 5. dinyatakan dalam : J/m2.T4 W = Intensitas radiasi yang dipancarkan per satuan luas. Konveksi. Energi panas tersebut dipancarkan dengan kecepatan yang sama dengan gelombang-gelombang elektromagnetik lain di ruang hampa (3 x 108 m/det) Banyaknya panas yang dipancarkan per satuan waktu menurut Stefan Boltzman adalah : W=e. Sebagai penyerap panas yang jelek. Sebagai pemantul yang baik. t h = koefisien konveksi misalkan pada zat cair dan gas. Radiasi Adalah pemindahan panas melalui radiasi energi gelombang elektromagnetik. Sebagai penyerap panas yang baik. Sebagai pemantul panas yang jelek.b. maksudnya adalah : Karena adanya ruang hampa tersebut. praktis pemindahan panas lewat konduksi dan konveksi tidak terjadi.wordpress.com 94 . c.

Termometer skala X Termometer skala Y a. Jumlah skala F dan skala C = 740 b.0 X Es melebur -400 -500 Air mendidih.. Jika hubungan antara termometer skala X dan skala Y adalah linier.0 X b. 1100 1500 Es melebur 400 200 Air mendidih. Termometer skala X Termometer skala Y Pada temperatur berapa tX = tY 4. 1600 1800 Ringkasan Materi Fisika Dasar ---.wordpress. Pada temperatur berapakah : a. tX + tY = 840. Maka 200 X = …………. Skala C = 1/3 skala F 2.alifis@corner alifis.. Skala F dan skala C menunjukkan angka sama d. maka : …… a. (Permukaan mengkilap e = 0) LATIHAN SOAL 1. 200 X = 360 Y -100 X = 120 Y jadi 560 Y = ………. 400 X = 1000 Y -320 X = -100 Y jadi 450 Y = ………. maka tC = ……… 3.0Y b.- Lapisan mengkilap dari perak dimaksudkan untuk memperkecil terjadinya pemindahan panas secara radiasi. Selisih skala F dan skala C = 240 c.com 95 .

28 m tembaga ( = 17 x 10 –6 / 0C) 7. Berapa selisih panjang keduanya pada 1000 C jika muai panjang besi dan seng masingmasing 12 x 10 –6 / 0C dan 29 x 10 –6 / 0C. 3) Partikel-partikel tersebut merata dalam ruang yang kecil. Berapa panjang kawat besi pada 100 jika pada 500 panjang kawat seng adalah 132. 2) Partikel-partikel tersebut senantiasa bergerak dengan arah random/sebarang.036 cm lebih panjang. sehingga ukurtan partikel dapat diabaikan.21 cm. Kawat besi dan kawat seng pada 900 panjangnya sama.92 x 10 –6 / 0C. kecuali bila bertumbukan.wordpress. 6) Tumbukan antara partikel ataupun antara partikel dengan dinding terjadi secara lenting sempurna. 7) 10. volumenya pada 700 C akan bertambah ……… –5 / 0C dan C.1 Gas Ideal Untuk menyederhanakan permasalahan teori kinetik gas diambil pengertian tentang gas ideal: 1) Gas ideal terdiri atas partikel-partikel (atom-atom ataupun molekul-molekul ) dalam jumlah yang besar sekali.com 96 .23 cm jika dipanaskan sampai 1000 C. 8. Panjang kawat logam 191.75 m ( besi = 12 x 10 –6 / 0C) 6.5. 5) Tidak ada gaya antara partikel yang satu dengan yang lain. Pada 150 C panjang penggaris besi tepat 1 m sedang panjang penggaris tembaga 0. Jika muai panjang besi dan tembaga masing-masing 1.87 cm (muai panjang lihat soal no.alifis@corner alifis. dinding dianggap licin dan tegar.7 cm pada 00 C dan bertambah panjang 0. 9. Kawat besi dan seng pada 100 C panjangnya 158. Benda logam tersebut volumenya 387. Berapa panjang kawat tembaga pada 800 C jika pada 200 C panjangnya 71. Berapakah perubahan panjang kawat besi yang dipanaskan dari 00 sampai 400 jika pada 00 panjangnya 12. 7) Hukum-hukum Newton tentang gerak berlaku. Ringkasan Materi Fisika Dasar ---.2 x 10 1. partikel dianggap sebagai bola kecil yang keras. 4) Jarak antara partikel-partikel jauh lebih besar dari ukuran partikel-partikel. Berapa selisih panjang pada 00 C.189 cm3 pada 200 C. Teori Kinetik Gas C.

Dalam setiap mol gas terdapat 6.400 Banyaknya mol untuk suatu gas tertentu adalah : hasil bagi antara jumlah atom dalam gas itu dengan bilangan Avogadro.Pada keadaan standart 1 mol gas menempati volume sebesar 22. Berapakah banyaknya atom dalam : gram Hidrogen dan 1 kg hidrogen.400 cm3 sedangkan jumlah atom dalam 1 mol sama dengan : 6.66 x 10-24 gram. 2.68 x1019 atom / cm3 22. Massa satu atom hidrogen 1. Hitung Masa Oksigen dalam tangki bila massa molekul Oksigen 32 gram/mol. 1 C.alifis@corner alifis. Berapakah panjang rusuk kubus dalam cm yang mengandung satu juta ataom pada keadaan normal ? Massa molekul 32 gram/mol 4. Sebagian bergerak lebih cepat.02 x 1023 atom. Masa molekul Oksigen 32 gram/mol. Sebuah tangki volumenya 5. Kecepatan bergerak tia-tiap atom dapat ditulis dengan bentuk persamaan : Ringkasan Materi Fisika Dasar ---.wordpress. 5.9 x 105 cm3 berisi Oksigen pada keadaan standart.02 x10 23  2.2 Distribusi Kecepatan Partikel Gas Ideal .02 x 1023. Dalam gas ideal yang sesungguhnya atom-atom tidak sama kecepatannya. LATIHAN SOAL 1.com 97 . Tetapi sebagai pendekatan kita anggap semua atom itu kecepatannya sama.02 x 1023 yang disebut bilangan avogadro (No) Jadi pada keadaan standart jumlah atom dalam tiap-tiap cm3 adalah : 6. Berapa banyaknya atom dalam tiap-tiap ml dan dalam tiap-tiap liter gas pada kondisi standard. Tentukan volume yang ditempati oleh 4 gram Oksigen pada keadaan standart. sepertiga jumlah atom bergerak sejajar sumbu y dan sepertiga lagi bergerak sejajar sumbu z. 3. sebagian lebih lambat. Demikian pula arah kecepatannya atom-atom dalam gas tidak sama. Untuk mudahnya kita anggap saja bahwa : sepertiga jumlah atom bergerak sejajar sumbu x. n N N0 n = jumlah mol gas N = jumlah atom No = bilangan avogadro 6.

dalam m/det k = konstanta Boltzman k = 1. . namun suhu berbeda dapat disimpulkan : vras : vras = 1 2 vras = 3RT M ……….wordpress.38 x 10-23 joule/atom oK T = suhu dalam oK m = massa atom.vras = 3kT m ……………….17) vras = kecepatan tiap-tiap atom. dalam satuan kilogram. untuk 2 macam gas kecepatannya dapat dinyatakan : vras : vras = 1 2 vras = kecepatan molekul gas 1 1 vras = kecepatan molekul gas 2 2 M1 = massa molekul gas 1 M2 = massa molekul gas 2 Pada gas yang sama.alifis@corner alifis.18) 1 : M1 1 M2 T1 : T2 98 Ringkasan Materi Fisika Dasar ---.317 joule/moloK Dari persamaan di atas dapat dinyatakan bahwa : Pada suhu yang sama.4 Distribusi Maxwell M = massa gas per mol dalam satuan kg/mol R = konstanta gas umum = 8.(4.3 komponen kecepatan partikel gas ideal Hubungan antara jumlah rata-rata partikel yang bergerak dalam suatu ruang ke arah kiri dan kanan dengan kecepatan partikel gas ideal. digambarkan oleh MAXWELL dalam bentuk: MAXWELL Oleh karena m  M R serta k  N N0 DISTR IBUS I maka tiap-tiap molekul gas dapat dituliskan kecepatannya dengan rumus : Gambar 4.com . Gambar 4.(4.

Massa molekul gas Hidrogen 2 gram/mol dan massa molekul Oksigen = 32 gram/mol.LATIHAN SOAL 1.3 Hubungan Tekanan dengan Gerak Partikel Bayangkan gas ini dimasukkan ke dalam kubus yang panjang rusuknya L. Kubus ditempatkan sedemikian rupa sehingga rusuknya sejajar dengan sumbu-sumbu koordinat. Massa molekul zat asam 32 gram/mol dan massa molekul Hidrogen = 2 gram/mol. Andaikanlah jumlah atom dalam kubus banyaknya N. 4.wordpress. Selang waktu antara dua buah tumbukan berturut-turut antara atom dengan permukaan ABCD sama dengan waktu yang diperlukan oleh atom untuk bergerak ke dinding yang satu dan kembali.2m vras. carilah pada suhu berapa kecepatan molekul Oksigen sama dengan kecepatan molekul Hidrogen pada suhu 300o K. 7. Ringkasan Materi Fisika Dasar ---. C. Berapakah kecepatan molekul gas Methana pada suhu 37o C. 5.com 99 . Tiap kali tumbukan atom dengan permukaan ABCD kecepatan itu berubah dari + vras menjadi -vras. Hitunglah kecepatan molekul udara pada tekanan 1 atmosfer suhu 0o C dan massa molekul udara = 32 gram/mol. Tentukan perbandingan antara kecepatan gas hidrogen dengan Oksigen pada suatu suhu tertentu. Carilah kecepatan molekul gas methana pada suhu -120o C bila massa molekulnya 16 gram/mol. Massa molekul gas methana 16 gram/mol. atau menempuh jarak 2 L. Massa molekul Oksigen = 32 gram/mol dan massa molekul hidroen = 2 gram/mol 6.alifis@corner alifis. 3.m(+vras) = . Dengan demikian tentukanlah pada suhu berapakah kecepatan rata-rata molekul Hidrogen sama dengan kecepatan rata-rata molekul Nitrogen pada suhu 294 oK. Sebaliknya partikel memberikan momentum sebesar +2m vras kepada dinding. Pada suhu berapakah maka kecepatan molekul zat asam sama dengan molekul Hidrogen pada suhu 27o C. Jadi partikel mengalami perubahan momentum m (-vras) . jadi atom sebanyak N bergerak hilir 3 mudik sejajar sumbu x dengan kecepatan vras. Massa sebuah molekul Nitrogen adalah empat belas kali massa sebuah molekul Hidrogen. 2.

t 2L Vras t = selang waktu antara dua tumbukan. t = 2 m vras F. 2L = 2 m vras Vras Maka gaya rata-rata untuk satu atom dapat dinyatakan dengan persamaan : m V 2 ras F L Jadi untuk gaya rata-rata N atom dapat dinyatakan dengan persamaan : 3 F N m V 2 ras . Ringkasan Materi Fisika Dasar ---. maka dapat dinyatakan bahwa : F .com 100 .19) m sama dengan V Nm = massa gas dengan N atom. dan massa jenis gas. Jadi : P Karena L3 = Volume kubus (V) N m V 2 ras 2 .(4.L 3 L ………………. 3 3 V satuan : N/m2 satuan : kg satuan : m/det satuan : m3 Persamaan tersebut dapat pula dinyatakan dalam bentuk : P 2 N . . Ek 3V ……………….alifis@corner alifis. 3V 1 2 mV 2 ras  2 N .wordpress. Karena impuls sama dengan perubahan momentum.20) Persamaan ini menunjukkan hubungan antara tekanan dengan energi kinetik atom atau partikel. 3 L Tekanan rata-rata pada permukaan ialah hasil bagi antara gaya dengan luas bidang tekan. maka dapat dinyatakan : P P = tekanan gas m = massa atom vras = kecepatan atom V = volume gas N m V 2 ras 1 atau P   V 2 ras .(4.

38 x 10-23 joule/0K Persamaan tersebut di atas sering pula ditulis sebagai berikut : P .wordpress. Carilah : a. Carilah kecepatan rata-rata molekul oksigen pada suhu 00 c dan tekanan 76 cm Hg bila massa jenis oksigen pada kondisi ini 1.com .009 kg/m3. V = n R T dengan n  P = tekanan mutlak gas ideal V = volume gas T = suhu mutlak gas n = jumlah molekul gas R = kondtanta gas umum. dimana : N N0 P . Pada keadaan standard kecepatan rata-rata molekul oksigen adalah 1. 2. Gas di dalam suatu ruang akan mengisi sepenuhnya ruang tersebut.(4. 4. sedang menurut Gay-Lussac V = K’ ( 2730 + t ) Gabungan dari Boyle dan Gay-lussac diperoleh : P . Pada kondisi normal jarak rata-rata antara molekul-molekul Hidrogen yang bertumbukan 1.8 m/det2. Selang waktu antara dua buah tumbukan berturutan. V = K’ . V = K’ ( 2730 + t ) Persamaan Keadaan Gas Ideal.00143 gram/cm3. 5. V = N.22) satuan : N/m2 satuan : m3 satuan : oK satuan : mol satuan : mol 101 Ringkasan Materi Fisika Dasar ---.3 x 103 m/det. Jumlah tumbukan tiap detik. Berapakah massa jenis molekul oksigen pada kondisi ini.21) ………………. Menuru Boyle : P .429 kg/m3 . 3.alifis@corner alifis. g = 9. T atau T = Suhu mutlak N = Banyaknya partikel gas k = Konstanta Boltman = 1. g = 9.T ……………….8 m/s2. Hitung kecepatan rata-rata molekul Hidrogen pada suhu 200 c dan tekanan 70 cm Hg bila massa jenis molekul Hidrogen pada suhu 00 c adalah 0.4 Persamaan Gas Ideal . k . Massa jenis Hidrogen 0. Carilah kecepatan rata-rata molekul oksigen pada 76 cm Hg dan suhu 00 c bila pada keadaan ini massa jenis oksigen adalah sebesar 0.000089 gram/cm3. Rumus tersebut dapat ditulis sebagai : P .83 x 10-5 cm.(4. sehingga volume ruang itu sama dengan volume gas.8 m/s2.LATIHAN SOAL 1. V = konstanta. g = 9. C. b.

R.08205 liter. Mr T ………………. Persamaan gas sempurna yang lebih umum. R T ……………….V2  T1 T2 Persamaan ini sering disebut dengan Hukum Boyle-Gay Lussac.0K = 8.wordpress.R.com 102 .V  m R m R T atau P  T Mr V Mr Dan karena massa jenis gas (   berikut : P R T Mr m ) maka kita dapatkan persamaan dalam bentuk sebagai V atau P   R. T Jelas kita lihat bahwa rapat gas atau massa jenis gas tergantung dari tekanan.V = n.317 joule/mol.23) R. Jika proses berlangsung dari keadaan I ke keadaaan II maka dapat dinyatakan bahwa : P1 .alifis@corner alifis. T Mr atau   P.V  R. Dengan demikian maka energi kinetik tiap-tiap partikel dapat dinyatakan dengan : P.V = n.5 Hubungan antara Temperatur dengan Gerak Partikel Berdasarkan sifat-sifat gas ideal kita telah mendapatkan persamaan P. .T. suhu dan massa molekulnya. ialah dinyatakan dengan persamaan : P.(4.24) Jadi gas dengan massa tertentu menjalani proses yang bagaimanapun perbandingan antara hasil kali tekanan dan volume dengan suhu mutlaknya adalah konstan. C.R = 8.987 kalori/mol0 K = 0.V1 P2 .T N m V 2 ras N . ( Mr ) Jadi : n m Mr P.atm/mol0K Jumlah mol suatu gas adalah : massa gas itu dibagi dengan massa molekulnya.317 x 107 erg/mol0K = 1.V  n.(4. T 3 N0 V 1 R m V 2 ras  T 3 N0 Ringkasan Materi Fisika Dasar ---.

1 Kalor Jenis Gas . Pada tiap-tiap kondisi ini panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu sebesar satu satuan suhu untuk tiap satuan massa adalah berlainan. Ringkasan Materi Fisika Dasar ---.dan kapasitas panas pada tekanan konstan. Dengan kata lain suatu gas mempunyai bermacam-macam kapasitas panas. T 3 1 3 m V 2 ras  k .38 x 10-23 joule/atom. Suhu suatu gas dapat dinaikkan dalam kondisi yang bermacam-macam.com 103 . Carilah besar energi kinetik tersebut bila massa molekul dari gas Amonia adalah 17. LATIHAN SOAL 1. tekanannya dikonstankan atau kedua-duanya dapat dirubah-rubah menurut kehendak. Tentukanlah energi kinetik sebuah atom gas Helium pada suhu 270 C. 2.T 2 ………………. a. T 2 2 Ek  3 k. Mssa molekul zat asam adalah 32 gram/mol.Kapasitas panas pada volume konstan. D.(4.wordpress.1 m V 2 ras  k . Tetapi hanya dua macam yang mempunyai arti praktis yaitu : .0K. Sebuah tangki yang volumenya 0. 16 x D.056 m3 berisi 02 yang tekanan mutlaknya 107 dyne/cm2 dan suhunya 270 C. Volumenya dikonstankan. k = 1. Berapakah volume gas tersebut bila mengembang hingga tekanannya menjadi 106 dyne/cm2 dan suhunya menjadi 500 C.03 gram/mol. 20 gram Oksigen pada suhu 270 C di ubah menjadi energi kinetik.25) Ek = Energi kinetik partikel. 3.alifis@corner alifis. Berapa erg tenaga kinetik translasi sebuah molekul zat asam pada suhu 270 C. Berapa kilogramkah 02 di dalam tangki tersebut ? b. 4. Hukum Termodinamika. 5. Tentukan energi kinetik dari 1 gram gas Amonia pada suhu 270 C Massa molekul Amonia adalah 17 gram/mol.

Hitunglah kalor jenis pada tekanan tetap dari gas Oksida zat lemas beratom dua bila kalor jenisnya pada volume tetap adalah 6.4 V  LATIHAN SOAL = konstanta Laplace. a) 6.67 5.95 x 102 J/kg.2 x 102 J/kg 0K Ringkasan Materi Fisika Dasar ---.14 x 102 J/kg 0K. 2.018 gram/mol b.cv = R ………………. a.Kapasitas panas gas ideal pada tekanan konstan selalu lebih besar dari pada kapasitas panas gas ideal pada volume konstan. bila masa molekulnya 2. 6. Berdasarkan teori kinetik gas kita dapat menghitung panas jenis gas ideal: a.wordpress. 0K dan Kunci Jawaban 1. dan selisihnya sebesar konstanta gas umum (universil) yaitu : R = 8.1 x102 J/kg 0K 2.317 J/mol 0K.alifis@corner alifis.23 x 102 J/kg 0K  = 1. Untuk gas beratom tunggal ( monoatomik ) diperoleh bahwa : c P  5 R 2 c V  3 R 2    c c P  1.67 V b.016 gram/mol 3.5 x 102 joule/kg 0K 9.317 J/mol0K 4. Gas Neon monoatomik. Gas Hidrogen diatomik. Untuk gas beratom dua ( diatomik ) diperoleh bahwa : c P  7 R 2 c V  5 R 2  c c P  1. bila massa molekulnya 2. cv = kapasitas panas jenis ( kalor jenis ) gas ideal pada volume konstan. cp .com  = 1. Kapasitas panas jenis Nitrogen pada volume tetap adalah 7.4 104 . Diketahui massa molekul Nitrogen 28 gram/mol dan konstanta umum gas R = 8. Hitunglah kalor jenis gas Argon beratom satu pada volume tetap bila kalor jenisnya pada tekanan tetap 5. Carilah kapasitas panas jenisnya pada tekanan tetap. Hitunglah kalor jenis gas-gas berikut ini pada volume dan tekanan tetap.26) cp = kapasitas panas jenis ( kalor jenis ) gas ideal pada tekanan konstan.(4. 1. Hitunglah kalor jenis gas Oksigen pada volume dan tekanan tetap bila massa molekul gas Oksigen 32 gram/mol.

(4.29)  Q = kalor yang masuk/keluar sistem  U = perubahan energi dalam  W = Usaha luar.  V ………………. 1. Pada pemanasan gas seperti di atas. Usaha luar ( W ) yaitu : Usaha yang dilakukan oleh sistem terhadap sekelilingnya terhadap sistem. Q= U+ W ……………….(4. Ringkasan Materi Fisika Dasar ---. 1.3 Proses-Proses Termodinamika 1. D. perubahan-perubahan energi yang diakibatkan dan usaha yang dilakukan oleh panas. Usaha dalam ( U ) adalah : Usaha yang dilakukan oleh bagian dari suatu sistem pada bagian lain dari sitem itu pula.2 Usaha yang Dilakuk an Gas.com 105 . 9. maka volume akan bertambah dengan V. usaha dalam adalah berupa gerakan-gerakan antara molekul-molekul gas yang dipanaskan menjadi lebih cepat.28) Dalam suatu sistem yang mendapat panas sebanyak  Q akan terdapat perubahan energi dalam (  U ) dan melakukan usaha luar (  W ).73 x 102 J/kg 0K D.wordpress.5 Pertambahan volume pada sistem 2.03 x 104 J/kg 0K 1.13 x 102 J/kg 0K 5.27) Gambar 4.( lihat gambar ). 3. Hukum I termodinamika untuk Proses Isobarik. T 2 ………………. Pada proses ini gas dipanaskan dengan tekanan tetap. Energi dalam suatu gas Ideal adalah : U 3 n. Misalkan gas dalam ruangan yang berpenghisap bebas tanpa gesekan dipanaskan ( pada tekanan tetap ) .03 x 102 J/kg 0K b) 1. Temodinamika merupakan cabang ilmu fisika yang mempelajari mengenai pengaliran panas.44 x 104 J/kg 0K 3. Usaha yang dilakukan oleh gas terhadap udara luar : W = p.(4.1.alifis@corner alifis.04 x 103 J/kg 0K 4. R.

wordpress.com 106 .6 Proses isobarik Dengan demikian pada proses ini berlaku persamaan Boyle-GayLussac V1 V2  T1 T2 Jika grafik ini digambarkan dalam hubungan P dan V maka dapat grafik sebagai berikut : Pemanasan Pendinginan Gambar 47 Grafik Proses isobarik Usaha luar yang dilakukan adalah : W = p ( V2 .V1 ) Panas yang diperlukan untuk meningkatkan suhu gas pada tekanan tetap dapat dinyatakan dengan persamaan :  Q = m cp ( T2 .31) Pertambahan energi dalam gas dapat pula dinyatakan dengan persamaan : Karena itu pula maka usaha yang dilakukan pada proses isobarik dapat pula dinyatakan dengan persamaan :  W =  Q . karena itu hukum I termodinamika dapat dinyatakan :  Q =  U + p ( V2 .(4.(4.(4.T1 ) ……………….cv ) ( T2 .alifis@corner alifis.32) m = massa gas cp = kalor jenis gas pada tekanan tetap cv = kalor jenis pada volume tetap.V1 ).sebelum dipanaskan sesudah dipanaskan Gambar 4. U = m ( cp . Ringkasan Materi Fisika Dasar ---.T1 ) ……………….30) ……………….T1 )  U = m cv ( T2 .

0668 J 2.com 107 .3 J. a)  U = 20. 1.674 liter.0671 J. Panas penguapan air 2.  U = 2389.7329 J  U =2. Pada keadaan ini volume uap air adalah 1. Hukum I Termodinamika untuk Proses Isokhorik ( Isovolumik ) Pada proses ini volume Sistem konstan. ( lihat gambar ) Ringkasan Materi Fisika Dasar ---.767 J b) W = 9.78221 x105 J 4. cp = Kunci Jawaban.wordpress. Usaha luar yang dilakukan. Hitunglah usaha luar pada penembakan energi dalam. 4. b. W = 68.013 x 105 N/m2 diubah menjadi uap pada suhu 1000 C dan tekanan 1. Tentukanlah : a. Penambahan energi dalam.01 gram/mol 1.26 . Usah luar yang dilakukan. Satu mol karbon monoksida dipanaskan dari 150 C menjadi 160 C pada tekanan tetap.038 x 103 J/kg 0K dan  = 1. Satu gram air ( 1 cc ) berubah menjadi 1. Penambahan energi dalam c. 2. Gas Nitrogen yang massanya 5 kg suhunya dinaikkan dari 100 c menjadi 1300 c pada tekanan tetap. 106 J/kg.4 Tentukanlah : a.259932 x 106 J 3.671 cc uap bila dididihkan pada tekanan 1 atm. a) Q = 6. Bila massa molekul karbon monoksida adalah 28. Panas penguapan pada tekanan ini adalah 539 kal/gram. 1 liter air massanya 1 kg mendidih pada suhu 1000 C dengan tekanan 1. Carilah usaha luar yang dilakukan dan dihitung penambahan energi dalam.alifis@corner alifis. 2. Panas yang ditambahkan b. 3.013 x 105 N/m2 . W = 0.23775 x105 J b)  U = 4.LATIHAN SOAL 1.45554 x105 J c) W = 1.

alifis@corner alifis. cp = 1.8 Proses isokokorik Dengan demikian dalam proses ini berlaku Hukum Boyle-Gay Lussac dalam bentuk : P1 P2  T1 T2 Jika digambarkan dalam grafik hubungan P dan V maka grafiknya sebagai berikut : Pemanasan Karena  V = 0 maka W = p . Suatu gas yang massanya 3 kg dinaikkan suhunya dari -200 C menjadi 800 C melalui proses isokhorik.04 x 103 J/kg 0K. carilah : a. cv = 149 J/kg K Ringkasan Materi Fisika Dasar ---.41 x 102 J/kg 0K . Hitunglah penambahan energi dalam gas tersebut. c.33) LATIHAN SOAL 1.T1 ) ……………….U1 Kalor yang diserap oleh sistem hanya dipakai untuk menambah energi dalam (  U ) Q= U  U = m . cv ( T2 .  V Pendinginan Gambar 4. Gambar 4.(4.Sebelum dipanaskan. Penambahan energi dalam. Temperatur 5 kg gas Nitrogen dinaikkan dari 100 C menjadi 1300 C pada volume tetap.9 Grafik proses Isokorik W = 0 ( tidak ada usaha luar selama proses )  Q = U2 . b. Sesudah dipanaskan. Usaha luar yang dilakukan. bila diketahui = 248 J/kg K. Panas Yang ditambahkan. 2.wordpress. Bila cv = 7.com 0 0 cp 108 .

700 J 3. a) W = 0 b) U  444.40 . Bila diketahui : cv = 3 kal/mol. penambahan energi dalam. Sesudah dipanaskan.2 liter. 4.98kalori 3.61J 4. maka berlaku Hukum BOYLE. Hitunglah Kunci Jawaban 1. Gas ini mengalami proses isokhorik sehingga tekanannya menjadi 8 atsmosfer. Massa molekulnya 28. 0C dan R = 0. Gambar 4. U  20. Usaha yang dilakukan. Hukum I termodinamika untuk proses Isothermik. P1 V2 = P2 V2 Jika digambarkan grafik hubungan P dan V maka grafiknya berupa : Ringkasan Materi Fisika Dasar ---. b.wordpress. tentukanlah : a.10 Proses isotermik Oleh karena suhunya tetap.com 109 .alifis@corner alifis.03 x 103 J/kg. cp = 1.( lihat gambar ) Sebelum dipanaskan. a) W=0 b)   1198. Satu mol karbon monoksida dipanaskan dari 150 C menjadi 160 C pada volume tetap. 0 C .3. 0 K dan  = 1. atm/mol.600 J 2. Gas Ideal sebanyak 2 mol dengan tekanan 4 atsmosfer volumenya sebesar 8.08207 liter.600 J c)   444.01 gram/mol. Selama proses suhunya konstan. U 44. Panas yang ditambahkan.

wordpress. Selama proses tak ada panas yang masuk / keluar sistem jadi Q = 0 ( lihat gambar ) Sebelum proses Selama/akhir proses Gambar 4.com 110 . W  P1 V1 ( ln W  P1 V1 ( ln V2 V )  P2 V2 ( ln 2 ) V1 V1 P1 P )  P2 V2 ( ln 1 ) P2 P2 W  n R T1 ( ln W  n R T1 ( ln V2 V )  n R T2 ( ln 2 ) V1 V1 P1 P )  n R T2 ( ln 1 ) P2 P2 ……………….34) ln x =2. Hukum I Termodinamika untuk proses Adiabatik.12 Proses adiabatik oleh karena tidak ada panas yang masuk / keluar sistem maka berlaku Hukum Boyle-Gay Lussac PV1 P2V2 1  T1 T2 Ringkasan Materi Fisika Dasar ---.303 log x 4.Pemanasan Pendinginan Gambar 4.11 Grafik proses isotermik Karena suhunya konstan T2 = T1 maka :  U = U2 .alifis@corner alifis.(4.U1 = 3 2 n R T2 - 3 2 n R T1 = 0 ( Usaha dalamnya nol ) Kalor yang diserap sistem hanya dipakai untuk usaha luar saja.

V1 = P2.13 Grafik proses adiabatik Karena  Q = 0 maka O =  U +  W U2 -U1 = .V1-1 = T2.com 111 . Jika pada permulaan gerak V2 pemampatan silindernya berisi udara sebanyak 2 mol pada tekanan 15 N/m2 dan suhu 2470 c. Tekanan akhirnya.V1 ( V2-1 .V-1 = konstan atau T1. dapat dinyatakan dengan persamaan : T. Andai kata udara sebagai gas ideal dan pemampatanya secara adiabatik.T2 ) atau W= 1 P1 . Ringkasan Materi Fisika Dasar ---. Hitunglah usaha luar yang dilakukan. massa molekul udara adalah 32 gram/mol.35) Juga berlaku persamaan : P1. 2.V1-1 ) ………………. 1.wordpress.4 liter pada tekanan 105 N/m2 dan suhu 00 C dimampatkan secara adiabatik sehingga volumenya menjadi 1/10 volume mula-mula.Jika digambarkan dalam grafik hubungan P dan V maka berupa : Pengembangan Pemampatan Gambar 4. Usaha luar yang dilakukan. cv ( T1 . c. Suhu akhirnya.V2-1 Usaha yang dilakukan pada proses adiabatik adalah : W = m . b. cv = 650 J/kg0K dan cp = 909 J/kg 0K. Sedangkan hubungan antara suhu mutlak dan volume gas pada proses adibatik. Perbandingan kompresi sebuah mesin disel V1 kira-kira 156.V2 LATIHAN SOAL. Suatu volume gas Nitrogen sebesar 22.alifis@corner alifis. Carilah : a.(4. W Bila  W negatif ( -W = sistem ditekan ) usaha dalam sistem (  U ) bertambah. hitunglah tekanan dan suhu pada akhir gerak.

2. 4. Usaha luar yang dilakukan. Misalnya : proses isothermis. 8. 1. Tentukan : a. Suatu gas ideal dengan = 1. Tentukanlah tekanan akhir gas tersebut. b. 6860 K. 1. Bila cp = 1.4 Penerapan Hukum I Termodinamika D. Perhatikan gambar di bawah ini. 6260 K.07 cmHg D. Tekanan akhir pada proses ini. -4. Bila pada awal proses tekanan gas 1 atm.2 gram/mol. Gas oksigen dengan tekanan 76 cm Hg dimampatkan secara adiabatik sehingga volumenya menjadi 2 3 volume mula-mula. 134. c.25 x 106 N/m2.57 x 103 Joule 3. Lima molekul gas Neon pada tekanan 2 x 105 Nm-2 dan suhu 270 c dimampatkan secara adiabatik sehingga volumenya menjadi 1/3 dari volume mula-mula.wordpress.02 x 104 Joule 4. 3. 5.com 112 .2 x 104 Joule 2. yang ada hanya pengubahan kalor menjadi usaha melalui satu tahap saja. Agar sistem ini dapat bekerja terus-menerus dan hasilnya ada kalor yang diubah menjadi usaha.5 x 106 N/m2 . Ringkasan Materi Fisika Dasar ---. 663 N/m2 .2620 C. 3 atm 5. Hukum I Termodinamika Untuk Proses Adiabatik.317 J/mol 0K .4 cv = 741 J/kg 0K. 2.03 x 103 J/kg 0K Mr = 20.Diketahui pula bahwa Mr = 28 gram/mol  = 1. Temperatur akhir.4.5 dimampatkan secara adiabatik sehingga volumenya menjadi 1 2  = 1.67 kali dari volume mula-mula.alifis@corner alifis. maka harus ditempuh cara-cara tertentu. 1. Bila gas Oksigen adalah gas diatomik dan R = 8. tentukanlah tekanan gas pada akhir proses.1 Pengertian Siklus Suatu pesawat yang dapat mengubah seluruh kalor yang diserapnya menjadi usaha secara terus menerus belum pernah kita jumpai.

(2) dan (3). V1 ). Hitunglah untuk tiap-tiap bagian garis tertutup itu : a.14 Siklus Usaha yang dilakukan sama dengan luas bagian gambar yang diarsir proses seperti yang ditunjukkan pada gambar diatas disebut : SIKLUS.Proses isobarik membuat sistem kembali ke ( P1 . Jadi untuk melakukan usaha secara terus menerus. b.alifis@corner alifis.com 113 .. Pada akhir proses sistem kembali ke keadaan semula. V1 ).wordpress.5 Ringkasan Materi Fisika Dasar ---. Panas yang ditambahkan pada gas.Mulai dari ( P1 . Perubahan energi dalamnya.Kemudian proses isobarik mengubah sistem dari ( P2 . V1 ) gas mengalami proses isothermis sampai ( P2 . LATIHAN SOAL. . Berapakah tambahan energi dalamnya ? 3. Usaha oleh gas. Gas sebanyak 2mol dengan cv = 12. Ini berarti pada akhir siklus energi dalam sistem sama dengan energi dalam semula. c. 1.  = 1. suatu siklus harus bekerja dalam suatu siklus. Dititik 2 volumenya 4 x 10 m dari proses 1-2 dan 1-3 salah satu berupa proses isotermik dan yang lain adiabatik. suatu siklus harus melakukan usaha secara terus menerus. Proses 2-3 berupa pemampatan isotermik. . V2 ) sampai ( P2 . di titik 1 suhunya 600 0K dan 10-3m3 -3 3 tekanannya 16 x 105 Nm-2 sedangkan volumenya .6 J/mol 0K menjalani garis tertutup (1). Gambar 4. Diagram di bawah ini menunjukkan tiga proses untuk suatu gas ideal. Pada suatu prose tertentu diberikan panas sebanyak 500 kalori ke sistem yang bersangkutan dan pada waktu yang bersamaan dilakukan pula usaha mekanik sebesar 100 joule terhadap sistem tersebut. V2 ). 2.

Berapakah banyaknya energi dalam totalnya ? b. a) W1-2 = 3.96 x 106 joule c) U1-2 = 4.317 J/mol 0K.a. Hitung volumenya di titik 3 pada proses itu.23 x 106 joule Q2-3 = 0 Q3-1 = 4.alifis@corner alifis. b. Kunci Jawaban 1. Proses 2-3 adalah proses adiabatik. Sebuah mesin pemanas menggerakkan gas ideal monoatomik sebenyak 0. Hitung suhu dititik 2 dan 3 d. Tentukanlah : a.1 mol menurut garis tertutup dalam diagram P-V pada gambar di bawah ini.2 dan 3. Berapakah usaha yang dilakukan ? d. Pada permulaan 2 mol zat asam ( gas diatomik ) suhunya 270 c dan volumenya 0.wordpress. Diantara proses 1-2 dan 1-3 yang manakah proses isotermik dan mana adiabatik ? Bagaimana kita dapat mengetahui ? b.28 x 106 joule W2-3 = -1.97 x 106 joule W3-1 = 0 b) Q1-2 = 8.com 114 . Tentukanlah usaha total yang dilakukan gas.02 m3. a. 4. Tentukanlah suhu dan tekanan pada titik 1. Berapakah volume pada akhir proses ? 5. Berapakah banyaknya panas yang ditambahkan ? c. Gas disuruh mengembang secara isobaris sehingga volumenya menjadi dua kali lipat kemudian secara adiabatik hingga suhunya mencapai harga yang seperti permulaan lagi. Hitung tekanan di titik 2 dan 3 c.96 x 106 joule Ringkasan Materi Fisika Dasar ---. R = 8.96 x 106 joule U2-3 = 0 U3-1 = 4.

23 m3 5.4. T3 = 4550 K. Siklus Carnot dibatasi oleh garis lengkung isotherm dan dua garis lengkung adiabatik.2 Efisiensi Mesin. misalnya : mesin uap.7 x 104 joule D.2.wordpress. Pengalaman-pengalaman dengan mesin-mesin yang terdapat dalam praktek membawa kita kepada hukum Termodinamika II yang ringkasnya sebagai berikut : “ Adalah Tidak Mungkin Dapat Suatu Mesin Yang Bekerja Dalam Lingkaran Yang Tidak Menimbulkan Efek Lain Selain Daripada Mengambil Panas Dari Suatu Sumber Dan Merubah Panas Ini Seluruhnya Menjadi Usaha “. mesin bakar atau mesin diesel. D.  Kurva ab dan cd masing-masing adalah kurva pengembangan dan pemampatan isoteremis. b) 52.15 Siklus Carnot Ringkasan Materi Fisika Dasar ---. T2 = 6000 K.com 115 .1 Siklus Carnot Dan Efesiensinya. 2 x 103 joule 3.alifis@corner alifis.4. Siklus carnot yang disebut siklus ideal ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Hal ini memungkinkan seluruh panas yang diserap ( input panas ) diberikan pada satu suhu panas yang tinggi dan seluruh panas yang dibuang ( panas output ) dikeluarkan pada satu suhu rendah. a) 0 d) 0. a) 1-2 Proses adiabatik dan 1-3 proses isotermik.2. a) T1 = 3000 K. Kurva adiabatik lebih curam dari pada kurva isotermik.34 Joule. Gambar 4. Mengubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik pertama-tama selalu memerlukan sebuah mesin.7 x 104 joule c) 1. b) P2 = P3 = 2 x 10-5 Nm-2 c) T2 = T1 = 6000 K d) V3 = 8 x 10-3 m3 4. P1 = 105 Nm-2 P2 = 2 x 105 Nm-2 P3 = 105 Nm-2 b) 1.

4.4. Dimulai dari titik a.2. Dimulai dari titik a.. maka :  Kurva ab dan cd masing-masing adalah kurva pemampatan dan pengembangan adiabatik. Gambar 4.  Garis lurus bc dan da masing-masing adalah garis lurus untuk pemanasan dan pendinginan isokhorik.4 Siklus Mesin Uap Siklus mesin uap yang juga disebut siklus Rankine ditunjukkan pada gambar di bawah ini. D.17 Siklus Mesin Diesel  Garis lurus bc adalah garis lurus pemanasan isobarik.2.16 Siklus Mesin Bakar D. Siklus ini dibatasi oleh dua garis lengkung adiabatik dan dua garis lurus isokhorik. Siklus mesin bakar atau lebih umum disebut siklus Otto di tunjukkan pada gambar di bawah ini. maka :  Kurva ab dan cd masing-masing adalah kurva pemampatan dan pengembangan adiabatik. Untuk bahan perbandingan.4. D. Siklus Otto dibatasi oleh dua garis lengkung adiabatik dan dua garis lurus isokhorik.  Garis lurus cd adalah garis lurus pendinginan isokhorik.3 Siklus Mesin Diesel Siklus untuk mesin diesel ditunjukkan pada gambar di atas ini. Siklus pada mesin diesel dibatasi oleh dua garis lengkung adiabatik dan satu garis lurus isobarik serta satu garis lurus isokhorik.wordpress.2. ditunjukkan beberapa siklus untuk berbagai jenis mesin.2 Siklus Mesin Bakar. hanya saja pada mesin uap ini terdapat proses penguapan dan pengembunan. Ringkasan Materi Fisika Dasar ---.com 116 .alifis@corner alifis. Gambar 4. Kurva bc dan da masing-masing adalah kurva pengembangan dan pemampatan adiabatik.

com 117 . Energi yang dibuang berupa kalor Q2 pada suhu T2.(4.kurva ab adalah kurva pemampatan secara adiabatik dengan tekanan yang sama dengan tekanan di dalam periuk pendingin.wordpress.Mula-mula air dalam keadaan cair dengan suhu dan tekanan rendah di titik a.36) Menurut Carnot untuk effisiensi mesin carnot berlaku pula :   ( 1 T1 )  100% T2 Sebenarnya tidak ada mesin yang mempunyai effisiensi 100 % dan dalam praktek effisiensi mesin kurang dari 50 %.19 proses di reservoar Mesin Q1 )  100% Q2 ………………. . dan ternyata belum ada sebuah mesinpun yang dapat mengubah sejumlah kalor menjadi energi mekanik seluruhnya.5.Garis de adalah prosers pemanasan sehingga suhu uap Gambar 4. sehingga mesin melakukan usaha mekanik W. . D. .Kurva ef adalah proses pengembangan secara adiabatik. Sebuah mesin diberi energi berupa kalor Q1 pada suhu tinggi T1.1 Effisiensi (daya guna mesin) Dalam hukum II Termodinamika akan dibahas perubahan kalor menjadi energi mekanik melalui sebuah mesin.alifis@corner alifis. .garis fa adalah proses pengembunan sehingga kembali ke keadaan awalnya.5 Hukum II Termodinamika D. Ringkasan Materi Fisika Dasar ---.18 Siklus Mesin Uap sangat tinggi.garis cd adalah proses pengubahan air menjadi uap. maka effisiensi mesin adalah :     Energi yang bermanfaat Energi yang dim asukkan W Q2  Q1  Q2 Q2   ( 1 Gambar 4. .

mesin menyerap panas sebanyak 1. Jika 400 C. 470 c 2. 4. 44. Sebuah mesin carnot yang menggunakan reservoir suhu rendah pada 7 oC.com 118 .wordpress. 93. Berapakah reservoir suhu tingginya harus dinaikkan. Hitunglah effisiensi ideal dari suatu mesin Carnot yang bekerja antara 100 oC dan o 320 oK.1 % 5. Berapakah effisiensi suatu mesin yang menerima 200 kalori dari sebuah reservoir bersuhu 400 oK dan melepaskan 175 kalori ke sebuah reservoir lain yang bersuhu mesin tersebut merupakan mesin carnot berapakah effisiensinya. sehingga perumusan keduanya dapat digabungkan dan sering disebut : Perumusan KelvinPlank Tentang Hukum Ii Termodinamika. Jika dalam tiap siklus. Ringkasan Materi Fisika Dasar ---. Tentukanlah suhu reservoir terakhir ini.5 %. 12. Mesin Carnot bekerja di antara dua reservoir panas yang bersuhu 400 oK dan 300oK. 3.LATIHAN SOAL 1. daya gunanya 40 %.200 kalori dari reservoir yang bersuhu 400 oK.6 % 4. 5. Sebuah mesin Carnot yang reservoir suhu tingginya pada 127 oC menyerap 100 kalori dalam tiap-tiap siklus pada suhu ini dan mengeluarkan 80 kalori ke reservoir suhu rendah.5. 2.2 Perumusan Kelvin -Plank Pada dasarnya perumusan antara Kelvin dan Plank mengenai suatu hal yang sama. Perumusan Kelvin-Plank secara sederhana dapat dinyatakan sebagai berikut : “Tidak Mungkin Membuat Pesawat Yang Kerjanya Semata-Mata Menyerap Kalor Dari Sebuah Reserv oir Dan Mengubahnya Menjadi Usaha” Sebagai contoh marilah kita perhatikan proses yang sebenarnya terjadi pada motor bakar dan motor bensin. maka berapakah panas yang dikeluarkan ke reservoir yang bersuhu 300 o K. Kemudian daya gunanya diperbesar 50 %. Kunci Jawaban 1.alifis@corner alifis. 3. 900 kalori 20 % D.

alifis@corner alifis.20 Skema mesin pendingin  Zat cair di dalam wadahnya pada tekanan tinggi harus melalui saluran yang sempit. Mula-mula campuran uap bensin dan udara dimasukkan ke dalam silinder dengan cara menarik penghisap. sehinga volume campuran tetap (proses isokhorik)  Hasil pembakaran tadi mengembang. Ringkasan Materi Fisika Dasar ---. Gambar 4. temperatur dan tekanan zat cair tadi berkurang. D. Sebagai contoh marilah kita lihat proses pada lemari pendingin (lemari es) yang bagannya pada gambar di bawah ini. Tanpa Disertai Perubahan Lain .  Akhirnya penghisap mendorong hampir seluruhnya campuran hasil pembakaran itu keluar.3 Perumusan Clausius. menuju ke ruang yang lapang (Avoporator).wordpress.  Campuran tadi kemudian dibakar dengan loncatan bunga api listrik. Perumusan Clausius tentang hukum II Termodinamika secara sederhana dapat diungkapkan sebagai berikut : “Tidak Mungkin Membuat Pesawat Yang Kerjanya Hanya Menyerap Dari Reservoir Bertemperatur Rendah Dan Memindahkan Kalor Itu Ke Reservoir Yang Bersuhu Tinggi.  Tiba di ruang yang lapang. sedangkan tekanan dan temperaturnya turun. sehingga sebagian campuran itu ada yang keluar sedangkan penghisap masih tetap ditempatnya. Proses pembakaran ini menghasilkan campuran dengan temperatur dan tekanan yang sangat tingi.  Katub terbuka. mendorong penghisap. tetapi masih lebih tinggi dari tekanan dan temperatur di luar. dan zat cair juga menguap.  Kemudian penghisap ditekan. Untuk menguap maka zat cair ini memerlukan kalor yang diserap dari reservoir T2 (suhu reservoir dingin = suhu benda yang akan didinginkan).5. dengan demikian campuran tadi dimampatkan sehingga temperatur dan tekanannya naik.com 119 . Proses ini disebut : Proses Joule-Kelvin.

Ringkasan Materi Fisika Dasar ---.dkk. Sebagai reservoir T1 dapat digunakan udara dalam kamar atau air. Jati. Kemudian uap pada tekanan rendah ini masuk ke dalam kompresor..A. ANDI Tippler. Fisika Dasar untuk Mahasiswa Ilmu-Ilmu Eksakta dan Teknik. Creative Commons Attribution-ShareAlike. P.ac. sehingga tekanannya dan temperaturnya naik. Bambang Murdaka Eka.R.wordpress. Miller. free-ebook. Open Course at OCW Gunadarma. McGraw-Hill. 2008. Zat yang sering dipakai pada pesawat pendingin adalah : Amoniak. Fisika Mekanika. College Physics. Dede. Daftar Pustaka Crowell Benjamin. Worth Publisher. Yogyakarta. terjadi pula perubahan usaha menjadi kalor yang ikut dibuang di T1. F. Temperatur uap ini lebih tingi dari temperatur reservoir T1 (temperatur suhu tingi) dan T1 > T2  Di dalam kondensor uap ini memberikan kalor pada reservoir T1. 1989..com 120 . 1991. 2005. 2008.J.id Jonifan. 2007. dimampatkan. Newtonian Physics. Pada proses ini selain pemindahan kalor dari reservoir dingin T2 ke reservoir T1. dede@fisikaui.alifis@corner alifis. Physics fir Scientists and Engineers. PPT file: Besaran Dalam Ilmu Fisika.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful